P. 1
Dialog Islam - Maryam Jamilah Dan Maulana Maududi

Dialog Islam - Maryam Jamilah Dan Maulana Maududi

4.64

|Views: 2,153|Likes:
Published by Edy Ramdan
Kisah perjalanan spiritual Maryam Jamilah, seorang Mualaf memilih Islam dengan penuh keyakinan, dan ilmu.
Kisah ini penuh dengan romantika nuansa Ilmu Pengetahuan yang menawan hati dan pikiran.
Insyaallah, semoga kisah ini menjadi manfaat dan penyemangat bagi anda untuk tekun mempelajari Islam, agar keyakinan dan keimanan kita semakin kuat dan dalam.
Insyaallah....
Kisah perjalanan spiritual Maryam Jamilah, seorang Mualaf memilih Islam dengan penuh keyakinan, dan ilmu.
Kisah ini penuh dengan romantika nuansa Ilmu Pengetahuan yang menawan hati dan pikiran.
Insyaallah, semoga kisah ini menjadi manfaat dan penyemangat bagi anda untuk tekun mempelajari Islam, agar keyakinan dan keimanan kita semakin kuat dan dalam.
Insyaallah....

More info:

Published by: Edy Ramdan on Oct 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2013

pdf

text

original

Saudaraku dalam Islam,

Assalamu 'alaikum,

Terima kasih atas surat anda tertanggal 9 Oktober dan naskah khutbah
anda. Uraian anda tentang mahasiswa-mahasiswa Islam yang anda temui
di Universitas Columbia adalah persis seperti yang saya duga. Saya telah
melakukan penetitian yang mendalam terhadap sistem pendidikan yang
dilalui oleh generasi yang sedang tumbuh saat ini, di sini maupun di
negara-negara Arab. Akibat-akibat yang tak terelakkan dari sistem ini
berujud prasangka para mahasiswa yang amat dalam terhadap Islam dan
warisan sejarah serta budayanya. Pada kesempatan pertama, mereka
asyik merusak bentuk dan mengacaukan ruhnya. Mental mereka
mengalami kemunduran dan moral mereka menjadi rendah. Ketika pulang
ke negeri sendiri, mereka temukan hal-hal dan kedudukan yang paling
menonjol lagi ampuh dalam kehidupan nasional kami, yang merupakan
sebab utama timbulnya perang tanpa henti antara penguasa dengan
rakyatnya.

Tetapi yakinlah, masih ada juga sisi yang cerah, dan di sekolah serta
universitas ini terdapat pula mahasiswa-mahasiswa yang berhasrat untuk
menegakkan tatanan Islam. Hal yang sama terjadi pula di dunia Arab,
Turki, Indonesia dan negara-negara Islam lainnya. Mahasiswa-mahasiswa
ini, khususnya yang tergabung dalam Jamiatut-Tulaba yang terus
melakukan kontak dengan saya, dan saya menaruh harapan yang besar
pada mereka. Tetapi sayang, mereka hanya bisa memperoleh sedikit
kesempatan untuk melanjutkan pelajaran ke Amerika atau Eropa, karena
kesempatan untuk itu hanya dicadangkan bagi anak-anak manja negeri
ini. Inilah sebabnya mengapa tidak anda temui pemuda seperti ini di New
York. Sebenarnya saya ingin cepat mengambil keputusan tentang

pencetakan novel anda, Ahmad Khalil, demi kepentingan anda. Tetapi
sayang, beberapa hari yang lalu Mian Tufail Muhammad, Direktur
Pelaksana Islamic Publication, ditahan oleh pemerintah dan saat ini
dipenjara berdasarkan Akta Keselamatan Umum. Akta ini warisan penjajah
Inggris membolehkan untuk memenjarakan seseorang dengan
sembarangan tanpa proses pengadilan. Penguasa begitu saja menangkap
dan menempatkannya di balik terali besi sekehendak hati mereka. Mian
Tufail Muhammad adalah teman sejawat saya sejak duapuluh tahun
terakhir ini. Karena keberaniannya menerbitkan naskah yang mengkritik
Undang-undang keluarga, maka seluruh usaha Islamic Publication
dibekukan sampai waktu yang tak terbatas. Telah saya pelajari khutbah
Jum'at anda dengan teliti. Yakinlah bahwa apa yang anda khutbahkan itu
serupa dengan apa yang selalu saya sampaikan dalam khutbah saya sejak
lebih dari tiga puluh tahun yang lalu. Inilah sebabnya mengapa kaum
modernis menganggap saya sebagai "bahaya". Sungguh saya kagum,
bagaimana seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di Amerika dapat
memperoleh wawasan yang cermat dalam menghadapi masalah seperti
ini. Khutbah anda tak bisa tidak layak mendapat pujian. Saya hanya
berdoa kepada Allah agar Ia melimpahkan lebih banyak lagi kearifan
kepada anda dan kesabaran dalam mendakwahkan Islam.

Teriring salam dan harapan baik.

Saudaramu seagama,
Abul A'la

-------------------------------------------------------------

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->