You are on page 1of 7

Skenario Pelaksanaan Posyandu Lansia Kegiatan H-1, sabtu 3 mei 2008 (Rapat penentuan penempatan kader disetiap meja) Dalam

rapat ini, ketua pelaksana posyandu lansia (Ns. Mahmud Ady Y, S. Kep) membuka acara, dan mengucapkan ucapan terima kasih kepada seluruh kader yang sudah terpilih dan mengikuti rapat kali ini. Setelah itu acapun diteruskan untuk menetukan penempatan kader disetiap meja, setelah dilakukan pembagian tiap-tiap meja, akhirnya ditetapkan bahwa kader yang bertugas sebagai: Pembawa acara Petugas meja 1 Petugas meja 2 Petugas meja 3 Petugas meja 4 Petugas meja 5 Pasien simulasi Hirdes Kemudian setelah ditetapkan penempatan tiap-tiap kader, dilanjutkan dengan pelatihan pelaksanaan posyandu lansia, dalam pelatihan ini seluruh kader berlatih dengan sunguh-sunguh sehingga pelatihan ini seperti pelaksanaan posyandu lansia yang sebenarnya, meskipun masih ada sedikit kekurangan disetiap meja dan juga seluruh kader yang bertugas menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam posyandu lansia. Setelah pelatihan selesai ketua pelaksana menyarankan untuk membuat surat undangan yang ditujukan kepada kepala desa X, dan kepala puskesmas desa X yang diwakilkan kepada Mas Pujo. Kemudian rapat diakhiri dengan diiringi do’a supaya dalam pelaksanaan posyandu lansia tidak ada kendala. : Ns. Zainal Abidin, S.Kep. : Mas Fahim Mas Erik : Mbak Rida Mas Mujiono : Mas Handono Mas Juli : Mbak Fitri Mbak Reni : Mbak Arum Perawat Latif : Mas Pujo(sebagai orang lansia) Petugas pemberi penyuluhan kepada lansia yang berada di ruang tunggu: Bpk.

Pembawa acara memberikan kesempatan kepada kepala desa untuk memberikan sambutan. setelah itu susunan acarapun dibacakan: 1. Sedangkan masalah kesehatan lansia sering terabai dari perhatian kita. saya hanya dapat memberikan semangat dan dorongan agar . di desa kita hanya ada posyandu yang diperuntukkan bagi balita. Seperti kita ketahui bersama bahwa sebelu diadakannya posyandu lansia ini. Donal. serta para peserta posyandu lansia yang berbahagia. Assalamu’alaikum Wr. Spd. Kepala desa (prememori). dan mengucapkan terima kasih kepada undangan dan seluruh lansia yang telah mengikuti acara ini. gagasan untuk mengadakan posyandu lansia ini sangat saya sambut dengan antusias. Sambutan dari kepala desa Bpk. yang saya hormati ibu-ibu kader posyandu lansia. 3. Selanjutnya shalawat dan salam semoateap tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di hari akhir nanti. Acara dilanjutkan untuk sambutan kepala puskesmas dipersilahkan maju: Sambutan Kepala Puskesmas Yang terhormat Bapak Kepala Desa atau yang mewakili. Padahal sebenarnya lansia juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan untuk menjaga kesehatan yang sudah mengalami banyak perubahan kearah penurunan kesehatan. S. Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SwT karena atas ridhonya kita dapat berkumpul dalam acara pembukaan posyandu lansia ini dalam keadaan sehat sejahtera. Sebelumnya saya selaku Kepala Puskesmas ucapkan terimakasih dan saya berikan apresisi luar biasa atas terselenggaranya posyandu lansia ini. Selanjutnya. Penutup. Lukman Indra. Setelah itu untuk mempercepat acara ini langsung saja: 1. Wb. Pelaksanaan posyandu lansia.Kegiatan H. Simulasi pelaksanaan posyandu lansia 4. Untuk itu. Sambutan dari kepala puskesmas dr. Ked. Minggu 4 mei 2008 (Pelaksanaan posyandu lansia) Pembawa acara membuka acara dengan salam. 2. 5. 2.

posyandu lansia yang diadakan kali ini akan berlangsung secara kontinyu dan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kesehatan di wilayah kita. Di meja V lansia berkonsultasi dengan petugas kesehatan tentang keluhan-keluhan yang sedang diderita lansia dan diberikan masukan tentang kesehatan. Harapan saya semoga posyandu lansia ini berhasil dan memberikan manfaat bagi kia semua. meja V adalah meja terakhir yang dikunjungi lansia sebelum lansia meninggalkan posyandu. Kemudian simulasi Posyandu lansia dimulai dengan simulasi berjalannya posyandu oleh kader posyandu lansia. . lansia diarahkan untuk menuju meja berikutnya yaitu meja II. Lansia kemudian diberikan arahan untuk menuju meja terakhir yaiu meja V. dua orang kader bertugas di meja II. dua orang kader beetugas di meja IV. dua orang lansia ditanya oleh kader tentang identitasnya untuk diisi dalam buku register. dua orang kader bertugas di meja III. kemudian dimasukkan ke KMS di meja IV. Lansia yang baru pertama mengikuti posyandu diberikan KMS oleh kader. Dua orang kader berperan sebagai lansia yang mendatangi posyandu. dua oang kader berperan sebagai kader posyandu yag bertugas di meja I. Kader dibagi untuk berperan sesuai dengan peran masing-masing. dua orang kader yang berperan sebagai lansia dipanggil untuk menuju meja I. Sementara ada kader yang memberikan penyuluhan kelompok. Sekiranya cukup sekian yang dapat saya sampaikan. dan dua orang lainya bertugas di meja V sebagai petugas kesehatan. Hasil dari pengukuran-pengukuran yang telah dilakukan di meja-meja sebelumnya. Di meja I. Simulasi dimulai dengan berkumpulnya para lansia di posyandu. terima kasih atas perhatiannya dan semoga bermanfaat. Setelah registrasi selesai. Selanjutnya lansia diarahkan untuk menuju meja III untuk dilakukan pengukuran tekanan darah. Wassalamualaikum Wr. Kader lain bertugas memberikan penyuluhan kelompok. Di meja II. dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan lansia oleh kader. Wb 3.

.4. Pelaksanaan posyandu lansia.” : “Begini Mbah. Setelah manset tarpasang tapat pada lengan atas Mbah. kader meletakan stethoscop di atas denyutan dan membuka klep air raksa tensimeter dan menutup pampa manset sehingga siap dilakukan pengukuran Tekanan Darah...” :“Bagaimana kabarnya Mbah?” : “Baik. sekarang saya akan mengukur Tekanan Darah Mbah untuk memastikan dan mengetahui apakah Tekanan Darah Mbah dalam batas normal atau Tekanan Darah Mbah lebih tinggi atau lebih rendah dari renatang nilai normal. Kader memulai kegiatan dengan meletakkan tensimeter di atas meja dengan posisi manometer vertikal dan posisi kader segaris dengan level air raksa kemudian kader memasangkan manset pada lengan atas Mbah dengan sebelumnya meminta izin pada Mbah. Setelah selesai melakukan pengukuan kader mencatat hasil pengukuran pada kertas yang .... Meja 3 Kader Mbah Kader Mbah Kader : ”Siang Mbah. : “Boleh saya minta KMS-nya Mbah?” : “Boleh” (Sambil tersenyum Mbah menyerahkan KMS yang diterima dari meja II) : “Terima kasih Mbah” (Kader menerima KMS kemudian mengambil kertas catatan kecil yang ada di dalam KMS) : ”Silahkan Mbah membuka pakaian lengan atas Mbah karena pengukuran dilakukan di lengan atas dalam keadaan tanpa pakaian agar pengukuran yang dilakukan dapat menghasilkan hasil yang tepat” Kader mempersilahkan Mbah untuk membuka pakaian lengan atas dengan tetap menjaga privacy. Kader meraba denyut nadi arteri radialais. Bagaimana apakah Mbah sudah siap?” Mbah Kader Mbah Kader Kader : ”Sudah Mbak”.. setelah memastikan denyutan arteri radialis teraba.” : “Siang.. Untuk memudahkan dalam mencari denyutan pada arteri radialis.

. Dengan membawa KMS Mbah menuju Ke meja IV Meja 4 Kader Mbah Kader Mbah Mbah Kader Kader Mbah Kader : ”Siang Mbah.... Kader Mbah : “Mbah Tekanan Darah Mbah sekarang 130/ 80 mmHg” (Kemudian Kader menyerahkan KMS lagi pada Mbah) : (...Mbah hanya mengangguk-angguk saja sambil menerima KMS yang diberikan oleh Kader). : “Boleh” : “Apakah Mbah masih mampu untuk melakukan kegiatan sehari-hari? Kader : “Boleh saya minta KMS-nya Mbah?” .. Kader Mbah Kader : ”Sekarang sudah selesai jadi Mbah bisa menuju ke meja IV untuk dilakukan pengukuran Tekanan Darah” : “Terima kasih Mbak” : “Sama-sama”....” :“Bagaimana kabarnya Mbah?” : “Baik.diselipkan dalam KMS dan untuk selanjutnya menyelipkan ke dalam KMS tapi sebelumnya Kader memberitahukan akan hasil pengukuran pada Mbah.. : “Boleh saya bertanya Mbah?” Sambil tersenyum dan bersikap ramah kader mengajukan pertanyaan itu).” : “Siang. Kader merapikan Tensimeter dan stethoscop yang baru saja dipakai dan membantu Mbah untuk merapikan pakaian Mbah yang tadi dipisingkan ke atas. Setelah berlalu dari meja III Mbah menuju meja IV sesuai dengan petunjuk dan perintah Kader.” : “Boleh” (Sambil tersenyum Mbah menyerahkan KMS yang diterima dari meja III) : “Terima kasih Mbah” (Kader menerima KMS kemudian mengambil kertas catatan kecil yang ada di dalam KMS).

Mbah Kader Mbah Kader Mbah Kader Mbah : “Masih bisa”. : “Masihi bisa”. Meja lima . Dengan membawa KMS Mbah menuju Ke meja V. : “Untuk pekerjaan di luar rumah seperti berbelanja. KMS ini dapat digunakan sebagai pembanding pada pemeriksaan-pemeriksaan saat itu dengan pemeriksaan berikutnya. : “Apakah Mbah pernah punya masalah dnegna keluaga?”.. apakah masih sering Mbah Lakukan?”. Kemudian KMS diserahkan kembali pada Mbah dan mempersilahkan Mbah untuk menuju meja ke V.Mbah hanya mengangguk-angguk saja sambil menerima KMS yang diberikan oleh Kader). pengukuran Tekanan Darah dengan cara memberi tanda (√). : “Apakah Mbah pernah mengalami gangguan tidur atau merasa gelisah atau khawatir?”. Setelah berlalu dari meja IV Mbah menuju meja V sesuai dengan petunjuk dan perintah Kader. : “Tidak”. Mbah Kader Mbah Kader : (.. Kader : “Mbah ini KMS-nya barusan sudah saya lengkapi sesuai dengan hasil penguluran dan kondisi Mbah sekarang yaitu pada saat dilakukan pengukuran”. : “Tidak”.. Kader member tanda (√) pada kolom yang sesuai pada KMS dan melakukan pencatatan pada halaman dalam sesuai dengan catatan pada kertas yang diselipkan di dalam KMS yang meliputi pengukuan Berat Badan dan Tinggi Badan untuk memastikan IMT. Serta mencatat setiap keluhan yang dirasakan dan tanggal keluhan itu dirasakan. : “Terima kasih Mbak” : “Sama-sama”. : ”Sekarang sudah selesai jadi Mbah bisa menuju ke meja V untuk mendapatkan penyuluhan tentang keshatan sesuai dengan kondisi Mbah”.

” Mbah Mbah lansia.bukan berarti Bapak tidak diperbolehkan makan itu. tidak seluruh lansia yang terdata hadir dalam acara ini dari 60 lansia didesa ini yang hadir dan mengikuti acara ini dari registrasi meja 1 didapat lansia berjumlah 50 lansia. saya sering merasa pusing. Kegiatan H+1.Perawat : “Selamat pagi. tapi mengkonsumsinya jangan terlalu banyak. sebagian dari kita bertugas untuk datang ke rumah para lansia ini untuk mengecek status kesehatan mereka. 5. terima kasih…” : “Mari Mbak…” Perawat : “Kembali…. kurangi mengkonsumsi makanan berlemak dan daging-dagingan. Terima kasih…. Senin 5 mei 2008 (evaluasi dari pelaksanaan acara posyandu lansia dan kunjungan kerumah lansia yang tidak hadir dalam acara) : “oh seperti itu ya Mbak. Terima kasih atas kehadiran dan kerjasamanya. Pak? gimana keadaannya hari ini?” Mbah : “Mbak. Penutup Demikian acara Posyandu Lansia pada hari ini. kenapa ya Mbak?” tinggi. Oleh karena itu. terus dredeg.” Perawat di meja lima bertugas memberikan penyuluhan tentang kesehatan pada Perawat : “Sebentar ya Pak. coba saya periksa kartu KMS nya… Bapak terkena darah . sebaiknya makanan Bapak dikontrol dengan baik.