You are on page 1of 6

REVOLUSI HIJAU Penduduk dunia terus bertambah, terutama di negara-negara berkembang.

Keadaan tersebut harus diiringi/didukung oleh peningkatan kebutuhan akan pangan. menurut apa yang dinyatakan Thomas Robert Malthus, bahwa perkembangan manusia akan selalu lebih cepat dinadingkan dengen kecepatan produksi bahan makanan. Oleh karena itu, kata Maltus, pada suatu waktu akan tiba saatnya, manusia kekurangan bahan makanan, jika tidak diimbangi oleh kemampuan mengatasinya. Kemampuan sumber daya alam sebagai penghasil pangan adalah sangat terbatas. Untuk itu perlu diupayakan pengembangan sumber daya alam yang pada akhirnya ditujukan bagi pengembangan produksi pangan. PENGERTIAN REVOLUSI HIJAU Secara harafiah Revolusi Hijau (Green Revolution) berarti adalah perubahan secara cepat dalam memproduksi bahan makanan. Asumsinya berangkat dari hipotesa Produksi bahan makanan tidak akan mencukupi yang dibutuhkan manusia jika hanya mengandalkan cara berproduksi tradisional. Revolusi hijau merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Peningkatan tersebut dengan cara mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern, yakni pertanian dengan memanfaatkan atau menggunakan teknologi lebih maju dari waktu sebelumnya. Jadi revolusi hijau terletak pada pemanfaatan hasil penemuan teknologi up to date. Revolusi hijau dikenal juga sebagai Revolusi Agraria. Dengan Revolusi ini para petani ditandai dengan semakin berkurangnya ketergantungan para petani pada cuaca dan alam karena meningkatnya peran ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Jenis bahan makanan yang mendapat prioritas adalah jenis bahan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia, seperti gandum, jagung, padi dan sorgum. Terdapat dua metode untuk meningkatkan produksi bahan makanan, yakni metode ekstensifikasi dan Intensifikasi. Metode Ekstensifikasi dilakukan dengan cara memperluas lahan pertanian dalam meningkatkan produksi bahan makanan. Denga metode ini maka akan dibuka lahan-lahan baru untuk ditanami, entah dengan membuka hutan, mengubah lahan tandus menjadi lahan produktif. Sedangkan metode Intensifikasi adalah dengan cara mengintensif-kan lahan pertanian yang ada, supaya produktivitas lahan terus meningkat. Metode yang kedua ini dengan cara menggunakan (1) bibit unggul, (2) memakai pupuk kimia / buatan, (3) saluran irigasi yang baik, (4) pengobatan atau pemakaian Pestisida, Insektisida dan Fungisida, (5) kegiatan Penyuluhan Pertanian, (6) lancarnya transportasi dan komunikasi, (7) serta kegiatan pemasaran yang baik Pada awalnya kegiatan ini banyak ddan didanai oleh Ford & Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi diFilipina (1960). Revolusi hijau menekankan pada pada tanaman SEREALIA: padi, jagung, gandum, dan lain-lain. CIRI-CIRI REVOLUSI HIJAU 1. Tumbuhan yang ditanam terspesialisasi, atau istilah lainnya MONOKULTUR. Teknik ini dilakukan dikarenakan perhitungan pragmatis, bahwa jika tanaman yang sama, maka kebutuhan akan obat dan pupuk juga akan sama. Jadi mempermudah merawatnya

Ada program subsidi terhadap pupuk. Jika dilihat dari paradigma yang dipakai = pertumbuhan ekonomi. digantikan oleh mesin traktor. pemerintah memperkenalkan Inmas. 4. kredit pertanian. REVOLUSI HIJAU DI INDONESIA Dilakukan dengan EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI pertanian. yaitu Bimas. 5. PERMASALAHAN DAN DAMPAK NEGATIF 1. diberdirikannya Bulog. hingga penyuluhan. Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten CATATAN REVOLUSI HIJAU SELAMA MASA ODE BARU : Pada tahun 70-an dikenal dengan Revolusi Hijau ala Indonesia. Ekstensifikasi dengan perluasan areal. 3. 4. Dengan tambahan program penanggulangan hama dan penyakit tanaman dalam Inmas. Kemajuan teknologi dengan teknik kultur jaringan. Teknik pengolahan lahan pertanian Pengaturan irigasi Pemupukan Pemberantasan hama Penggunaan bibit unggul DAMPAK POSITIF REVOLUSI HIJAU Produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. penanaman bibit yang seragam. Penguasa-pun mati-matian berusaha mensukseskan program. tetapi akan memerlukan modal yang besar. dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah. Penggunaan bibit yang unggul yang tahan terhadap penyalkit tertentu dan juga hanya cocok ditanam dilahan tertentu. 2. Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan lahan dan tanaman pada pupuk. sebenarnya Inmas ini tidak jauh berbeda dengan Bimas. maka semakin hari umur tanaman makin pendek. 3. seperti membuka hutan untuk lahan pertanian baru. memungkinkan memperoleh varietas tertentu sesuai dengan yang diharapkan. menyebabkan pengembangan lebih banyak pada intensifikasi. Misalnya bajak oleh binatang.2. Penurunan produksi protein. Sebagai contoh: Indonesia dari pengimpor beras mampu swasembada. Penurunan keanekaragaman hayati. maka pelaksanaan Bimas maupun Inmas bisa dikatakan berhasil. . Terbatasnya areal. 3. 2. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani. Dan dengan penelitian terus menerus. pembangunan irigasi dari pinjaman luar negeri. yaitu: 1. Dampaknya adalah semakin hemat tenaga kerja. Di tahun 80-an produktivitas pertanian padi meningkat mencapai dua kali lipat dibanding tahun 60-an. Pemanfaatan teknologi maju. Bahkan pada tahun 1985. penetapan harga dasar gabah. Setelah Bimas dianggap gagal memacu pertumbuhan di sektor pertanian tanaman pangan.

Kini hanya tinggal sekitar 25 jenis bibit padi lokal yang masih tersisa di Indonesia. Situasi itu berlangsung hingga saat ini. Dengan paket yang ada dalam Bimas maupun Inmas. Struktur organisasi tradisional dirusak dan dibuat seragam. penggunaan bibit yang terkadang dengan merk tertentu. Kearifan petanipun dimatikan dengan penyeragaman. Keseimbangan lingkungan dan sosial terganggu akibat penggunaan bahanbahan kimia non organik tinggi seperti pupuk buatan. kini telah beralih tangan. pestisida.Di satu sisi harus diakui bahwa Bimas dan Inmas sebagai bentuk Revolusi Hijau ala Indonesia telah melepaskan petani dari pertanian tradisional. Setelah itu negeri ini kembali menjadi pengimpor beras terbesar hingga saat ini. Semuanya tersimpan dalam IRRI (International Rice Research Institute) di Filipina dan menjadi milik AS. Namun itu tidak berarti telah mensejahterakan petani.000 macam jenis bibit padi lokal. Hal ini menjadi dilema. Keinginan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi telah membuat penguasa bertindak sangat kejam terhadap masyarakat lemah. Kemandirian digantikan dengan ketergantungan. serta pestisida atau obat-obat pertanian lainnya yang juga telah distandarkan. fungisida dan herbisida. Sebelum Revolusi Hijau. keragaman bibit lokal yang dimiliki petani secara turun temurun. pupuk dan pestisida kepada produsen tertentu. pola tanam yang seragam. Tetapi bagi petani gurem dan ini yang menjadi mayoritas petani di negeri ini. Bagi petani yang memiliki lahan luas program Inmas dan Bimas memang dapat meningkatkan kesejahteraannya. Petani hanya menjadi pelaksana program ditanahnya sendiri. Berpuluh tahun petani menjadi kelompok masyarakat bisu yang hanya bisa mendengar tetapi tidak bisa bersuara. Bahkan untuk meminta pemerintah memenuhi janjinya yang dinyatakan sendiri dalam Instruksi Presiden tentang harga dasar gabah saja petani tidak mampu. Demi mengejar pertumbuhan tadi. Pupuk kimia.Indonesia bisa mewujudkan swasembada beras selama empat tahun. insektisida. Berpuluh-puluh tahun petani hanya mengikuti apa saja yang diperintahkan oleh penguasa melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan penyuluh pertanian spesial (PPS). dan biasanya dibuat oleh pabrik tertentu. Begitu pula proses belajar mengajar di antara mereka. Petani selalu dalam posisi paling pinggir dan dipinggirkan. Namun keberhasilan tersebut bukan tanpa resiko. petani harus mengikuti pola produksi yang telah ditetapkan. . Dibentuk dari atas secara sentralistik dan bukan lahir atas kesadaran sendiri dan sesuai kebutuhan mereka. pemakaian bahan-bahan kimia tadi dilevel petani dipergunakan secara serampangan. Sungguh memprihatinkan. Pengorbanan untuk sebuah "swasembada" sangat mahal. program-program tersebut justru telah menjerat mereka ke dalam ketergantungan yang semakin dalam yang pada akhirnya memperpanjang proses pemiskinan mereka. kita memiliki hampir 10. sebab Tidak hanya itu. Kepemimpinan lokal yang biasa tumbuh diantara petani pelan tapi pasti akhirnya termusnah-kan. Semua itu membuat petani tergntung pada industri bibit.

Tidak lagi dilakukan dengan ani-ani tetapi dengan sabit. Peran perempuan dengan sendirinya telah digantikan. lalu kapan petani akan memperoleh harga yang layak? Sulit memang menjadi petani. Diperkenalkannya bibit baru telah meniadakan peran perempuan sebagai penyeleksi benih di usaha tani keluarganya. Dengan kebijakan pangan murah. Terus harus menanam apa? REVOLUSI BIRU Yang melatarbelakangi munculnya revolusi biru bahwa revolusi hijau belum dapat memenuhi seluruh kebutahan pangan dan 70 % bagian bumi kita adalah laut. 2. Sehingga kalau panen yang ada cuma rugi dan utang. Akibatnya laut menjadi kerah/kotor sehingga pada akbarnya menurunkan produktifitas ganggang dan menurunnya jumlah ikan. . Dalam dua masa panen tahun 2000 ini. Rusak serta hilangnya hutan bakau karena diabah menjadi tambak. 1. 3. Lalu jika alasan itu pula yang diberlakukan untuk panen diantara dua panen raya tersebut. pemerintah beranggapan dapat menekan inflasi tanpa memikirkan dampaknya terhadap keluarga petani yang notabene adalah bagian terbesar dari negri ini. yaitu melimpahnya gabah dan beras dipasaran. Begitu pula saat panen. Petani hampir sepanjang masa menerima imbalan yang tidak memadai. paket Revolusi Hijau yg menggunakan teknologi dan sarana produksi dari negara barat pada dasarnya mengabaikan keberadaan perempuan disektor pertanian. Tumbuhan: alga Hewan : ikan kerang kepiting dan lain-lain Mineral : NaCl.Tidak hanya itu.065/kg. Sekarang sudah bebas boleh menanam apa saja. 4. dan pada saat panen raya tersebut ditambah banjir beras impor yang lebih murah dari beras lokal. 4. ketika panen harganya anjlok. Juga dalam prosesproses pasca panen selanjutnya. Pencemaran laut oleh limbah kapal dan tumpahan minyak. Sumber daya alam yang dapat diambil: 1. Padahal harga dasar yang ditetapkan adalah antara Rp. Penangkapan ikan yang tak kenal batas dengan alat dan bahan berbahaya. Rendahnya harga gabah yang diterima petani pada dua musim lalu mempunyai alasan yang sama. petani selalu menerima harga dibawah harga yang ditetapkan oleh pemerintah. 1. 3.020 sampai dengan Rp. Kita menanam padi. Meningkatnya jumlah penduduk dan industri di daratan menyebabkan pemasukan limbah ke laut dalam jumlah yang besar pula. 2. Dulu kita menolak tanam tebu karena harganya suka dimainkan. Mg dan lain-lain Tanah diatom PERMASALAHAN DAN DAMPAK NEGATIF 1. Harga berkisar antara 700 s/d 900/kg untuk gabah kering.

Chlorela telah dibudidayakan dan dikemas dalam bentuk tablet. maupun protista. Maros. Glacilaria telah dibudidayakan dengan metode dasar dan metode lepas dasar. Kekayaan laut yang berasal dari hewan meliputi :      Ikan Kerang Udang Kepiting Cumi-cumi Contoh Protista : Rhodophita – seperti Euchema spinosum. Takalar. pengolahan limbah cair industri sebelum masuk ke sungai dan berakhir di laut 2. dikenal sebagai PST (Protein Sel Tunggal). membatasi ukuran ikan yang boleh ditangkap b. Diatom (Ganggang Kersik)  Naviculla sebagai bahan pengekat dinamit Manusia telah lama melakukan eksploitasi SDH dengan cara yang wajar maupun cara-cara yang bersifat merusak. Sumbawa Besar. Mencegah dan mengatasi pencemaran antara lain: a. Gellidium Gracilaria merupakan bahan pembuat agar-agar di Kabupaten Sinjai. melarang pembuangan sampah ke laut b. Lamongan. Di Jepang. kemorosatan produksi ikan juga disebabkan karena polusi laut. Mencegah penangkapan tak kenal batas antara lain: a. melarang penggunaan bahan dan alat berbahaya 3. Polusi ini berasal dari : .PENANGGULANGAN 1. Cara mencari ikan yang dilakukan tanpa memperdulikan lingkungan :     Mencari ikan dengan dinamit Mencari ikat dengan pukat harimau Mencari ikan dengan mata jaring yang kecil Mencari ikan di musim kawin ikan Selain mencari ikan yang salah. Kekayaan sumber daya akan hayati laut dapat berasal dari hewan. Mencegah hilangnya hutan bakau REVOLUSI BIRU Revolusi biru adalah usaha manusia dalam pemanfaatan SDA Hayati untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam hal pangan terutama kebutuhan protein. Chloropyta – Chlorella adalah suatu jenis ganggang hijau bersel satu yang memiliki kandungan protein sangat tinggi yaitu 50 % dari berar kering. Pangkep.

DAMPAK POLUSI Akibat polusi laut terhadap organisme laut adalah sebagai berikut :     Sinar matahari terhalang menembus air sehingga alga tidak mampu berfotosintesis akibatnya O2 dan sumber makanan berkurang. USAHA PRODUKSI Usaha-usaha peningkatan produksi ikan dan organisme lain di luat :    Pembuatan tambak: Tambak adalah kolam ikan payau buatan yang digunakan dan untuk membudidayakan udang/ bandeng Pembuatan Kajapung : Tambak adalah kolam air payau buatan yang digunakan dan untuk membudidayakan cumi-cumi Pembuatan Rumpon : Rumpon adalah benda-benda yang diceburkan ke laut dan menjadi rumah ikan.   Limbah industri Limbah rumah tangga Tumpahan minyak dari tanker-tanker. ternyata manusia yang memakan ikan tersebut menjadi cacat. Zat ini meracuni laut Minamata di Jepang termakan ikan. . Zat-zat kimia tertentu dapat terakumulasi pada tubuh ikan. jika ikan dimakan oleh manusia maka zat kimia tadi akan terakumulasi dalam tubuh manusia. Contoh zat kimia mercuri. lalu ikan dimakan manusia. Kematian ikan akibat kadar oksigen yang sangat rendah. Zat-zat kimia tertentu justru mengakibatkan blooming alga sehingga perairan menjadi kotor dan berbau.

/ .

3.39.7.25.:39:.8././.#5   8.7.073  !.../03.5.7.3/909...3#5  .-./.

3 .3..3 ::9.33/:897//./.39.3  307..3 8.9.3:9..8:.38:/.3/.37-07../.:..3 .70.9/.3.307./:..84.3 $03.-0-.3.3/./..:3.:.509.7.3  %.30593/.8.3-07-..7..90780-:9 .2.3 20250740. ..90780-:9 /9.2-.3502../07.03..35.3.8.3.3.7..3 2-.3.-.75:.8. .2.7-0.3..3.3-07..39./..:9/.2.-.8-40203..3-08./2.942 !#$!%    !03...3037.303..9./.2:2.5.-.3-:29...3/-07.:9  $:2-07/.:2025:3.3.7:/.5.8.:2.9.203.95.8:.3..5.9/.:9203.2.35.3./ 09.3.    033.39:5:./.5.8/5..7:8203.3.7.3  $0.25.703.9 20203:80:7:0-:9.7.7. /. -.3 /.:5.5.-.82547.503/:/:/.2034.3/9072.$:9202.2-   %:2-:.:-0:2/..9./.290-: .70.93.-.0.93.5.8/03.5.3.32030-.3203.3../509..35./:.:.4:8-7:-. 9..   #03/.5. .32:3..  0..4:8. .:2.8.3..3037..3.3-.3. #' &$#& .7.30-2:7.3...2:82..3.303/.7-07.3:39:5.9:2025...320.303.3 -.3509.7.34 %07:8.3...3.

/.3    !03.323.5.  .3-.:.203..8.703...8079...4947 803./.02.2-.7.3574/:919.203:7:3.-./.-.:9402-. :2.3.3203:7:33.5.    #:8.39:25./9.3/.73..:9.3.33.

29 03.207:5.38.20..33:3.80-..3.-09  .3..3203.35030.3.7/.72..:.7 .29 . ...9.0..5.7.7/.3.9/03.203.7  47459.7  . 05.305 .38.7..3/:3.7.3-07.3..03.3/02.:9/./.3/2:82..7..39. 03..:.3 .:.3:8.3202 .3./-://.35:.202507/:...35749038.7..54:8 ..2502.942 ..7.3-.3 O O O O 03.8:.3.7-07..5.9.8:08:3.9.3-07.3/03.2-039:9.25.2.3/03.8.9:39:20203: 0-:9:.73/:89780-0:22..7.7.3-. 202-.:9..3...3574/:8.3-0781.9:038..0.3 07.02.3078  .2.9:.503.3/03..32094/0/.2.3 $:2-.7...8.8/. 024748.3.3/3.-:5.308549.9. .. #4/459./.-.33.39.5..9207:8.3.5 - 20.80-.3907:9.31.7.38:2-07/.:-07808.3./..3 0593 :2 ..02..3 .3.:8.9./-://.3574903 0.: #' &$#& #0.4:8-7:.32094/005..39.3-40/9.3 &/...7.3.30.3-..9.08.7 ./. ....3/.35.7 .3.8503.3 $0.-. %.7.0-:9:...7.-.3.: 03.9.7.7.243.3 470./80-.90.8$/03.8.73.3503:3.3$.0.3.8::7.9.90.7.3/.:9   03.3.8.993.0.7/.  0.../.3..:5:3574989.8.8/... 20.9 ...39. 805079:.903$3.:5:3./.3:8.90..7073 /03.3502-:. .3:8.7./.3.:2 4394!74989.3.9/3.3502-:.70...:9 - 5034.32.70.3203.:9..85348:2 0/:27.9-07.3205:9 O O O O O .... 470./...!$% !74903 $0%:3.3/.3 2.748 !.9-07-.:9 !4:83-07.    03./..2..703..9: /. !&   03.72.8.32-..3:.32...

79./ 4947/././..-.2-...3820..2-.9 .9703/.72..9.3203.92.74803...:2:.2.93.3/..3:/.3:8.320302-:8.9 2..3.2.9.340 2.2.:2:.3 .9..9.3/:3.3-07:7. :8.3.307 9.3 /2../05.9.39072.347./.9  O 02..3.9..9 O O !02-:.3...25:-071494839088 . 4394.3-07-..3:8.-.207.954:8../.9.:9907.9:-:.32.9 ..7:2.92.-...35.7803..80-.2..7.-07:9 $3.38:2-072.3.3820.2.3.507.92..:3. %:25.9907.O O O 2-.3:8..3202.9079039::897:203..  &$!# &$ &8...3-4423.3.3 .29:-:2./.9.:.9/.85.:  O .:9.3/.4.5.547.390780-:9203.3:8.8/.323.9.3/:897 2-..3907.:93..3.93207.39.%.7907.3/2.38.3.803. 9073.3  O ./.3/:../.9.9079039:/.9. /.:7 .3574/:8.:-:.3 :39:202-://.307  !! &$ -./..5033.

.3/..3 203..-03/.3 :39:202-://.9.4.3.2-. -03/./7:2.30.:2 ...9.-.3/:3.3...../.3#:2543#:2543..:9/.2.9.3.3/.3   .3/03 O !02-:.0-:7.5:3%.:-:.:2 O !02-:.75./.