You are on page 1of 10

Momordica charantia

Feb 9, '07 8:42 PM
untuk semuanya
·÷"" Iont÷""~-="" font="">
Nama Spesies : Momordica charantia
Nama LokaI : Pare
Division : Magnoliophyta
Ias : Magnoliopsida
rdo : :c:rbitales
amiIia : :c:rbitaceae
enus : Momordica
Spesies : Momordica charantia
Deskripsi :
Akar :Akar tunjang, sisi berserabut yang berkembang Iuas di kawasan
sekeIiIing. Tumbuh atau memanjat dengan aIat pembeIit atau suIur
berbentuk spiraI, banyak bercabang.
Batang : Batang berusuk Iima, panjang 2-5 m, yang muda berambut rapat.
Bertangkai yang panjangnya 1,5-5,3 cm, Ietak berseIing, bentuknya
buIat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, Iebar 4 cm, berbagi menjari
5-7, pangkaI berbentuk jantung, warnanya hijau tua, yang muda
berambut cukup rapat.
Daun : Daun tunggaI dengan panjang 3,5-8,5 cm, Iebar 4 cm, berbagi menjari 5-
7, pangkaI berbentuk jantung, garis tengah 4-17cm berbintik-bintik
tembus cahaya, taju bergigi kasar hingga berIekuk menyirip, warnanya
hijau tua. Daun pare yang tumbuh Iiar disebut daun tundung yang Iebih
berkhasiat sebagai obat.
Bunga : tangkai bunga 5-15cm dekat pangkaInya dengan daun peIindung
berbentuk jantung hingga ginjaI, keIompok bentuk Ionceng, dengan
banyak rusuk atau tuIang membujur, yang berakir pada 2-3 sisik yang
meIengkung ke bawah. Mahkota berbentuk roda, taju berbentuk
memanjang hingga buIat teIur terbaIik, bertuIang 1,5-2 kaIi 1,3cm bunga
jantan bernang sari 3, kepaIa sari orange, semuIa bergandengan satu
dengan Iainnya, kemudian Iepas, bakaI buah berparuh panjang, berduri
tempIe haIus dan berambut panjang, putik 3, berIekuk 2 daIam atau 1
diantaranya utuh.
Buah : Buah buIat memanjang berbentuk spuI cyIindris, permukaan buahnya
bintiI-bintiI tidak beraturan dengan panjang 8-30 cm.Warna buah hijau
dan jika sudah masak jika dipecah akan berwarna orange dengan 3
katup.
Biji : Biji banyak, berwarna cokIat kekuningan pucat, bentuknya pipih
memanjang dan keras. Jika buah masih mentah maka biji akan
berwarna putih.
Anatomi :
SimpIisia terdiri dari irisan meIintang buah membentuk cincin atau geIang dengan
tepi tidak rata dan tidak beraturan, diameter 1,5 cm sampai 5 cm, tebaI 3mm
sampai 5mm warna cokIat kekuningan, bagian Iuar warnanya Iebih tua dibanding
bagian daIam.
Pada penampang meIintang tampak daging buah terdiri dari eksokarpium,
mesokarpium, dan endokarpium. Pada eksokarpium terdiri dari satu Iapis seI
epidermis berbentuk segi empat. Pada epidermis terdapat kutikuIa dah rambut
keIenjar terdiri dari 2 seI tangkai dan 3 seI kepaIa. Di bawah epidermis terdapat
Iapisan koIenkim terdiri dari seI berbentuk poIigonaI atau bundar dengan ukuran
Iebih besar dari seI epidermis. Bagian ini mangandung kIoropIassehingga
berwarna hijau.
Bagian mesokarpium terdiri dari seI parenkim bentuk poIigonaI dan makin ke
daIam ukurannya semakin besar, mengandung kristaI kaIsium oksaIat bentuk
prisma dan resin.
Bagian endokarpium terdiri dari seI parenkim panjang-panjang , serabut dan
berkas pembuIuh. Pada bagian daIam endokarpium terdapat jaringan yang
berasaI dari daun buah terdiri dari seI bentuk bindar , berdinding tebaI dengan
ruang seI berbentuk segitiga. Pada sayatan paradermaI nampak epidermis
berbentuk poIigonaI hampir bundar dan seI yang mengandung resin.
andunga imia :
Buah : AIbiminoid, karbohidrat, zat warna. karantin, hydroxytryptamine, vitamin
A, B dan C. Per 100 gr bagian buah yang dapat dimakan mengandung 29
kaI kaIori; 1,1 gr protein; 0,3 gr Iemak; 6,6 gr karbohidrat; 45 mg kaIsium;
64 mg fosfor; 1,4 mg besi; 180 s.I. niIai vit A; 0,08 mg vit B1; 52 mg vit C
dan 91,2 gr air. Biji mengandung momordisin
Daun :Momordisina, momordina, karantina, resin, asam trikosanik, asam resinat,
saponin, vitamin A, dan C serta minyak Iemak yang terdiri dari asam
oIeat, asam IinoIeat, asam stearat dan L.oIeostearat.
Biji : Saponin, aIkanoid, triterpenoid, dan asam momordiaI.
Akar : Asam momordiaI, asam oIeanoIat
hasiat :
Anti infIamasi dan anteImintik, seIain itu juga dapat sebagai obat untuk penyakit
Batuk, radang tenggorokan, Sakit Mata merah, Demam, maIaria.; Menambah
napsu makan, kencing manis, Rhematik, Sariawan; BisuI, Abses, Demam,
maIaria, sakit Iever, sembeIit, cacingan.
Buah : demam, disentri, kending manis, radang tenggorokan.
Daun : disentri, bisuI, kencing manis, membangkitkan nafsu makan, nifas,
peIancar ASI, hati sakit, bisuI ( obat Iuar ), radang kuIit bernanah ( obat
Iuar )
Akar : disentri amoeba
Daun, akar, batang dan juga buahnya direbus untuk mendapat air rebusan,
yang mana air rebusan iniIah yang dijadikan ubat. Ia merupakan sayur yang
paIing mendapat perhatian pakar perubatan moden hari ini. Ia berasaI dari
SeIatan China. Peria juga dikenaIi sebagai 'ku gua' teIah Iama digunakan sebagai
saIah satu herba daIam perubatan tradisionaI china. Air rebusan peria digunakan
untuk merawat penyakit asthma dan haid yang terIewat. SeIain itu, air rebusan
peria juga dapat digunakan untuk menyejukkan bahagian daIaman tubuh,
misaInya rasa panas radang.
ini, penggunaan peria semakin meIuas. Di Asia Tenggara, AustraIia dan
Amerika Syarikat, peria kini menjadi bahan penting bagi merawat penyakit
Ieukimia, HIV dan AIDS. Biarpun setakat ini beIum ada kajian saintifik sepenuhnya
dijaIankan bagi menguji keberkesanaan peria daIam menangani penyakit-penyakit
tersebut. Terdapat beberapa kes yang menunjukkan bahawa tumbuhan yang
menjaIar yang agak pahit rasanya itu boIeh membantu menghentikan dan ada
kaIanya membaIikkan penyakit tersebut daripada merebak.
Peria didapati boIeh meningkatkan semuIa kiraan seI CD4 (seI imun) daIam
tubuh manusia. Ujian darah untuk meguji jumIah kiraan seI imun adaIah perkara
paIing asas untuk mengetahui perkembangan dan betapa seriusnya terhadap HIV
dan AIDS. DaIam beberapa kajian yang dijaIankan terhadap individu yang mana
kiraan CD4 teIah menurun ke paras yang berbahaya. Juga terdapat individu yang
kiraan CD4 berada di tahap kritikaI, didapati kiraan seI CD4 mereka meningkat
semuIa seteIah mengamaIkan pengambiIan peria daIam diet harian mereka untuk
jangka masa tertentu.
SeIain daripada meningkatkan seI imun, peria juga didapati berguna untuk
merawat ataupun mampu mengurangkan penyakit-penyakit sampingan yang
mempunyai kaitan dengan jangkitan HIV seperti arthritis dan 'opportunistia
infections', misaInya harpes kemaIuan, tuberkoIisis dan beberapa jenis penyakit
kuIit yang menyerang Iantaran Iemahnya sistem imunisasi tubuh.
Bagaimanapun ada kala ianya digunakan mentah-mentah. Di Filipina contohnya,
daun peria yang telah dilumatkan diletakkan ke dalam mulut bayi yang baru lahir untuk
merangsangkan sistem munisasi tubuhnya. Selain itu ia digunakan juga sebagai ubat
pupuk untuk merawat gigitan serangga. Dalam perubatan China, air daripada perahan
buah peria digunakan untuk merawat penyakit diabetes kerana ia boleh menurunkan
paras gula di dalam darah.
isioIogi :
Tanaman Momordica charantia termasuk dalam tumbuhan C4 karena mempunyai
anatomi daun yang unik berkaitan dengan mekanisme fotosintesis tanaman C4. Dalam
tumbuhan C4 terdapat dua jenis sel fotosintetik yang jelas berbeda yaitu sel seludang
berkas pembuluh dan sel mesofil. Dinamakan demikian karena tumbuhan itu mendahului
siklus Calvin dengan fiksasi karbon cara lain yang membentuk senyawa berkarbon 4
sebagai produk pertamanya.

Sumber :
www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=92
www.wikipedia.org
Anonim, 1995, Materia Medika Indonesia jilid VI, 163, Depkes, Jakarta
Anonim, 2007, %:mb:han dan Keg:naan dalamper:batan Zinat:l Asyikin
Deraman, http://pkukmweb.ukm.my/~ahmad/tugasan/s3_99/zinatuI.htm, diakses
tanggaI 4 Mei 2007
Champbell, 2002 ,iologi , 197, Erlangga, 1akarta

Nama : MeIia Sari Dewi
NIM : 068114085

PARE dan ManIaatnya
Jan 30, '08 1:51 PM
untuk semuanya
Siapa yang tak kenal dengan pare (Momordica charantia L.), Tanaman satu ini memang pahit.
Tapi, di balik rasa pahit itu ternyata tersimpan sejuta manIaat untuk kesehatan. Coba perhatikan
kandungan kimia yang terdapat pada tanaman pare. Buahnya mengandung albiminoid,
karbohidrat, dan zat warna, daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin,
dan minyak lemak, sementara akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat.
Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.
Tanaman pare (Momordica charantia) berasal dari kawasan Asia Tropis, namun belum
dipastikan sejak kapan tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Saat ini tanaman pare sudah
dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Nusantara. Umumnya, pembudidayaan dilakukan
sebagai usaha sampingan. Pare ditanam di lahan pekarangan, atau tegalan, atau di sawah bekas
padi sebagai penyelang pada musim kemarau. Tanaman pare (paria) adalah tanaman herba
berumur satu tahun atau lebih yang tumbuh menjalar dan merambat. Tanaman yang merupakan
sayuran buah ini mempunyai daun yang berbentuk menjari dengan bunga yang berwarna kuning.
Permukaan buahnya berbintil-bintil dan rasa buahnya pahit. Tanaman pare ini sangat mudah
dibudidayakan dan tumbuhnya tidak tergantung pada musim.

Pare memiliki nama yang beragam disetiap daerah diantaranya Prien (Gayo) Paria (Batak Toba)
Foria (Nias) Peria (Melayu) Kambeh (Minangkabau) Papare (Jakarta) Paria (Sunda) Pare (Jawa
Tengah} Pepareh (Madura) Paya Truwok (Sasak) Paria (Bima) Pania (Timor) Popari (Menado)
Beleng gede(Gorontalo) paria (Makasar) Paria ¦Bugis}Papariane (Seram) Papari (Buru) Papare
(Halmahera) Kepare ¦Ternate}.
FT T P#E
Rasa buah pahit ini yang menimbulkan beberapa manIaat yang terdapat dalam buah pare
ini. ManIaat buah pare bagi kesehatan manusia adalah:
a. Dapat merangsang naIsu makan
b. Dapat menyembuhkan penyakit kuning
c. Memperlancar pencernaan
d. dan sebagai obat malaria
Selain buah pare, ternyata daun pare juga mempunyai manIaat yang tidak kalah dengan buahnya.
ManIaat tersebut antara lain:
a. Dapat menyembuhkan mencret pada bayi
b. Membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan
c. Dapat menurunkan panas
d. Dapat mengeluarkan cacing kremi
e. Dapat menyembuhkan batuk
Selain dari semua yang ada diatas, ada penelitian yang pernah dilakukan membuktikan bahwa
tanaman pare dapat membuat turunnya jumlah sperma pada tikus putih jantan, sehingga pare
dapat dikatakan dapat menjadi sebagai obat KB alami bagi pria karena mengandung zat
antiIertilitas (lengkap baca disini).
1ES-1ES P#E
Pare Gajih
Pare ini paling banyak dibudidayakan dan paling disukai. Pare ini biasa disebu pare putih atau
pare mentega. Bentuk buahnya panjang dengan ukuran 30 - 50 cm diameter 3 - 7 cm, berat rata-
rata antara 200-500 gram/ buah. Pare ini berasal dari India,AIrica.
Pare Hijau
Pare hijau berbentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil-bintil agak halus. Pare ini
banyak sekali macamnya, diantaranya pare ayam, pare kodok, pare alas atau pare ginggae. Dari
berbagai jenis tersebut paling banyak ditanam adalah pare ayam. Buah pare ayam mempunyai
panjang 15 - 20 cm. Sedangkan pare ginggae buahnya kecil hanya sekitar 5 cm. Rasanya pahit
dan daging buahnya tipis. Pare hijau ini mudah sekali pemeliharaannya, tanpa lanjaran atau para-
para tanaman pare hijau ini dapat tumbuh dengan baik.
Pare mport
Jenis pare ini berasal dari Taiwan. Benih Pare ini merupakan hybrida yang Iinal
stock sehingga jika ditanam tidak dapat menghasilkan bibit baru. Jika dipaksakan juga
akan menghasilkan produksi yang jelek dan menyimpang dari asalnya. Di Indonesia
terdapat tiga varietas yang telah beredar yaitu Known-you green, Known-you no. 2, dan
Moonshine. Perbedaan ketiga jenis pare import ini adalah mengenai permukaan kulit,
Pare Belut
Jenis Pare ini memang kurang populer. Bentuknya memanjang seperti belut panjangnya
antara 30 -110 cm dan berdiameter 4-8 cm. Pare belut ini tidak termasuk Momordica sp,
melainkan tergolong jenis %richosanthus anguina L.
Meskipun demikian orang lebih terbiasa memasukkan pare belut ini masuk kedalam jenis
pare.