Oleh : M.

Aziz Satriya Jaya

Berbicara administrasi publik, maka tidak bisa berbicara dalam tataran parsial atau terpisah, karena ilmu ini merupakan ilmu yang sangat luas, dan melibatkan unsur manusia sebagai pokok dalam rangka menata dan mengatur hubungan manusia itu sendiri. Administrasi dalam pengertian ; setiap kegiatan kerjasama antara dua orang atau lebih, berdasarkan rasionalitas tertentu, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Prof. Dr. Sondang P. Siagian). Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap kegiatan manusia dalam hubungan sosialnya pastilah merupakan kegiatan administrasi, karena manusia itu merupakan makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan bantuan, selalu berhubungan dan membutuhkan keterlibatan dari manusia yang lainnya. Hanya saja setiap daerah atau wilayah mempunyai akar sejarahnya masing-masing, sehingga dalam perkembangannya, pelaksanaan administrasi yang berlaku baik di wilayah atau negara tertentu tidak bisa serta merta akan baik apabila di terapkan di wilayah yang berbeda, karena pasti setiap wilayah/negara/daerah pasti mempunyai hukum-hukum dan akar historis budaya yang berbeda. Akar Budaya Administrasi di Indonesia Dalam sejarahnya Indonesia merupakan negara yang berdiri dari berbagai macam suku bangsa, dengan latar belakang budaya, geografis, yang berbeda, walaupun secara umum dalam penerapan ilmu administrasi pemerintahan berdasarkan sejarahnya Indonesia merupakan produk dari bentuk pemerintahan yang bercorak kerajaan, itu terbukti dengan banyak bukti sejarah yang menyebutkan hampir di seluruh nusantara mempunyai pemerintahan atau rajanya masing-masing, meskipun yang kita kenal hingga saat ini hanya beberapa kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Mataram, Gowa dan sebagainya. Yang menjadi permasalahan adalah akar budaya administrasi di Indonesia pada sejarahnya (berbentuk kerajaan) merupakan administrasi yang bersifat feodal, dan masyarakat kita yang mempunyai kepatuhan buta, karena kepatuhan kepada raja adalah merupakan bentuk pengabdian tertinggi dari rakyatnya. Pada masa itu raja merupakan hukum yang tertinggi, serta seluruh kekuasaan pemerintahan di zamannya di pegang secara mutlak oleh raja sendiri. Struktur pemerintahan pada zaman itu merupakan perpanjangan tangan dari sang raja dan pastilah merupakan orang-orang yang sangat loyal kepadanya. Karena doktrin zaman kerajaan, yang berkuasa adalah raja, dan rakyat mengabdi tulus pada penguasanya. Maka watak dan sikap kritis masyarakat tidak lah akan ditemukan pada masa itu, kalaupun ada maka dia pastilah dianggap penghianat dan mendapat hukuman yang amat berat kalau tidak dihukum mati. Maka dalam sejarahnya tidaklah heran kalau Penjajah belanda bisa dengan leluasa menguasai Indonesia dengan mudah, dan bisa bertahan sampai dengan ratusan tahun, karena belanda bisa memanfaatkan para penguasa kerajaan di zaman itu dengan sogokansogokan kepada rajanya, dan rakyat tunduk patuh atas penindasan yang dilakukan oleh penjajah. Dapat kita lihat dari sejarah Indonesia tidak ada perlawanan dari raja-raja di Jawa khususnya terhadap penjajahan yang dilakukan Belanda, hanya Pangeran Diponegoro yang melakukan perlawanan, itupun berlatar belakang pemakaman keluarga raja akan digusur oleh belanda untuk dibuat jalan, dan yang menentang pun hanya Pangeran Diponegoro yang merupakan anak selir kerajaan, bukan Pangeran pewaris tahta kerajaan. Kerajaan di Aceh saja yang mempunyai watak melakukan perlawanan terhadap Agresi penjajah, karena dilatarbelakangi Doktrin agama Islam yang radikal. Penjajahan yang berlangsung di Indonesia selama 350 tahun, didukung oleh budaya di Indonesia (sistem kerajaan) dapat bertahan lama dan memberikan pengaruh pada sistem pelaksanaan administrsasi ala Belanda, yang tetap berwatak feodal walaupun lebih maju. Pada zaman penjajahan belanda telah dikenal sistem administrasi yang lebih modern dibanding pada masa kerajaan, karena telah

dan new public service yang dapat dikelompokkan menjadi tiga orde/masa yaitu. Dengan prinsip-prnsipnya antara lain . New Public Service (Post 2003). new public management. Denhardt & Denhardt mengungkapkan bahwa terdapat tiga perspektif atau paradigma dalam administrasi publik. Old Public Administration (Pra 1970) Pada era ini menganut falsafah political teori dimana politik dan administrasi merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan bagai sekeping mata uang. John Stuart Mill. • Fokus sistem anggaran pada kinerja dan hasil. Old Publik Administration (Birokrasi . • Kegiatan-kegiatan yg tidak bisa dilakukan secara efisien dan efektif oleh pemerintah ditangani oleh sektor swasta. Plato. Perspektif tersebut adalah old public administration. • Menggunakan sektor „private‟ dan pendekatan bisnis dalam sektor publik (run government like a business). Aristoteles. yaitu manajer diperkenankan menegosiasikan kontrak mereka dengan para pekerja. PERKEMBANGAN PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK Dalam ilmu administrasi publik terdapat tiga paradigma yang hampir disepakati oleh para ahli administrasi publik seperti menurut. Pra 1970). • Dalam sistem managemen dilakukan sistem pelayanan sipil. Arab Saudi. atau mungkin sampai saat ini. • Penerapan prinsip “good governance”. New Publik Manajemen (pasca 1970). Hanya dalam prakteknya bisa dikatakan masih berjalan di negara-negara berkembang yang menganut faham kerajaan (Brunai Darussalam. • Menekankan pada loyalitas bawahan yang mampu membantu penguasa • Pembatasan campur tangan pemerintah dalam urusan-urusan lokal dan pribadi • Mengutamakan prosedur birokrasi formal dalam manajemen dan pelayanan publik • Dikotomi antara politik dan administrasi • Perlunya Efisiensi dalam organisasi publik. 2. 3. dll) dan juga termasuk di Indonesia dimana prinsip ini berlaku pada masa penjajahan belanda. dan memberi tauladan yang baik pada bawahannya. New Publik Manajemen (Pasca 1970) Pada Era ini menganut falsafah Economic Theory. Confusius. • Mengenalkan konsep Reinventing Government. • Menciptakan pemerintahan “works better & costs less” Penerapan New Public Manajemen banyak diterapkan di negara-negara “anglo saxon” seperti . Dalam pembagian orde/masa tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut . Montesqueiu. 2. • Manajemen berorientasi pada hasil (managing for result) • Menggagas konsep “citizens charter”. atau mengelola pemerintahan dengan pendekatan bisnis dan memanfaatkan sektor private/swasta. Run Government like a business (Menjalankan Pemerintahan seperti Bisnis) . JJ. dimana prinsip-prinsipnya adalah : • Pelayanan publik harus memiliki moral yang baik • Pihak yang memerintah dan anak buahnya harus memiliki hubungan paternalistik yang baik. 1. 1. Niccolo Machiavelli. Rousseau. terdapat banyak pendukung pemikiran filsafat pada era ini seperti.memakai konsep paradigma administrasi yang kita kenal dengan nama Old Publik administration.

pasca kemerdekaan. Pelayanan kepada masyarakat merupakan tugas utama bagi administrator publik sekaligus sebagai fasilitator bagi perumusan kepentingan publik dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan. yang selalu berkembang sesuai dengan perkembangan kontradiksi dan saling hubungan antar sesama bangsa di dunia. Sebagai salah satu negara yang ada di dunia tentunya Indonesia juga merupakan bagian sistem pelaksanaan administrasi global. Tak pelak lagi Indonesia pun saat ini mulai mengadopsi sistem administrasi dengan paradigma yang palig baru yaitu New Publik Service. yang menjadi permasalahan adalah apakah sudah bisa berjalan dengan baik bangsa kita mengadopsi sistem tersebut secara utuh. Perubahan ini pada dasarnya menyangkut perubahan dalam cara memandang masyarakat dalam proses pemerintahan. pelaksanaan. Kanada. Di Indonesia pun Good Governance mulai di gaungkan pasca reformasi tahun 1998 bahwa pemerintahan kita akan menjalankan good Governance. New Public Service (Post 2003) Pada Era ini Falsafahnya Democracy Theory (Teori Demokrasi) run goverment like a democracy (menjalankan pemerintahan seperti Demokrasi) dengan penekanan pada Serve Citizens. Pengaruh budaya lama (budaya feodal) Dalam mengadopsi sistem administrasi. perubahan dalam cara bagaimana kepentingan tersebut diselenggarakan. • Pola pikir bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah hal yang wajib bagi Pemerintah. bukan pelangggan). dan perubahan dalam bagaimana administrator publik menjalankan tugas memenuhi kepentingan publik. Hanya saja banyak permasalahan administrasi yang terjadi di Indonesia antara lain : a. • Administrator Publik lebih banyak mendengar daripada berkata (More listening than telling) dan lebih banyak melayani daripada mengarahkan (More serving than steering). Perspektif ini juga mengakui bahkan menuntut adanya partisipasi masyarakat dalam berbagai jenjang pemerintahan. dan pengawasan kebijakan publik. • Akuntabilitas dan transparansi mengiringi responsibilitas pemerintah dalam pelayanan publik. 3. dan masa reformasi tahun 1998 sampai dengan sekarang. • Kerjasama melalui jaringan kerja (networking). dan Value Citizenship over Enterpreneurship (lebih menghargai warganegara daripada kewirausahaan). dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Robert Hawk mempelopori gagasan managing for result. ditangani oleh sektor swasta.Australia. Seek the Public Interest (mengutamakan kepentingan public). Dimana dinegara-negara tersebut sektor swasta memegang peranan penting dalam pengelolaan masyarakat serta merupakan partner pemerintah dalam rangka Work Better dan Cost Less. perspektif new public service membawa angin perubahan dalam administrasi publik. Permasalahan Administrasi Publik di Indonesia Administrasi publik dalam perkembangannya di Indonesia telah melalui beberapa tahap. Perspektif ini mengedepankan posisi masyarakat sebagai warga negara dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan. Seperti yang dilakukan di New Zealand : kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah secara efisien dan efektif oleh pemerintah. maka tidak bisa dengan utuh langsung diterapkan di . New Zealand. not Customer (Melayani warga masyarakat. Sehingga peran pemerintah dalam menjalankan administrasi memegang prinsip-prinsip sebagai berikut . orde baru. Perspektif ini membawa upaya demokratisasi administrasi publik. di Inggris tahun 1983. mulai dari masa pra kemerdekaan. dan puncaknya adalah penerapan Good Governance (Pemerintahan yang baik). • Keterlibatan masyarakat sebagai warga negara secara aktif dalam perumusan. perubahan dalam memandang apa yang dimaksud dengan kepentingan masyarakat. termasuk daerah. Inggris dan USA.

apabila ada saudara. secara garis besar adalah pengaruh budaya lokal yang tidak bisa bertransformasi langsung dengan baik terhadap konsep-konsep yang kita ambil dari luar. karena budaya masyarakat Indonesia yang biasa melayani kepentingan penguasa. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik Teori dan Isu. Dr. New Publik Service dan Pemerintahan Lokal Partisipatif (Makalah) 4. Daftar Pustaka : 1. Saya Terbakar Amarah Sendirian. Dapat kita simpulkan bahwa permasalahan yang ada di Indonesia dalam pelaksanaan administrasi publik. Politisasi Administrator Daerah Tuntutan otonomi daerah pada saat reformasi tahun 1998. Ardiyan Saptawan. dengan alasan menempatkan orang yang loyal. Kaltim. Y T. Dan masih banyak yang lainnya. maka aparatur yang seharusnya melayani warga masyarakat. Budaya asal bapak senang. Ini bisa terlihat setiap ada pergantian kepala daerah. 2006. New Publik Service atau good governance sulit untuk di terapkan di Indonesia.sebuah negara atau daerah. Kemudian yang kedua adalah politisasi dalam pelaksanaan administrasi publik yang sangat kental dan pengaruh politik ini bisa menjadi dominan. 2008. 2009. tidak kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.. 5. pastilah kita minta bantuannya dan otomatis famili atau keluarga tersebut akan mendahulukan kita tanpa proses antri. MR. tidak bisa di pisahkan dalam pelaksanaan administrasi. Teori Administrasi Publik. sehingga unsur politis tidak akan pernah lepas dari corak dan gaya kepemimpinannya. Administrator daerah dalam hal ini kepala daerah sebagai jabatan politis maka akan banyak kepentingan politis yang lebih mempengaruhi dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan. merupakan bentuk dari ketidakpuasan daerah dalam rangka pembagian kekayaan daerah dengan pusat. . M. malah berbalik arah untuk minta dilayani. budaya kroonisme/nepotisme. atau mereka akan melepaskan diri dari NKRI. seperti Riau. Pramoedya Ananta Toer. b. dsb) yang menuntut ruang yang lebih besar dalam pengelolaan kekayaannya. karena takut jabatannya di copot. kita masih membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan perubahan budaya ke arah yang lebih baik. Mata Kuliah Dasar-dasar Administrasi Publik. 3.Si. karena pasti budaya setempat mempengaruhi dengan kuat ketika akan mempraktekkannya. tanpa alasan yang jelas hampir semua pejabat diganti. Rasa kekeluargaan di Indonesia sangat kuat. walaupun hanya daerah-daerah tertentu (daerah yang kaya. Aceh. famili. dan masih banyak contoh yang lainnya. dalam perbincangan dengan Andre Vltchek dan Rossie Indira. Selagi administrasi publik belum bisa melepaskan diri dari ranah politik maka kebijakan publik pun tidak akan pernah lepas dari kepentingan politik. dimana kepala daerah merupakan jabatan politis yang dicalonkan oleh partai. atau tetangga yang mempunyai wewenang untuk melakukan proses pengurusan administrasi pemerintahan. Kaban Prof. Dalam perkembangannya otonomi daerah dengan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung. dalam menentukan kebijakan publik. oleh karena itu. Dr. Khairul Muluk. Harbani Pasolong. maka pasti akan diikuti oleh pergantian pejabat eselon yang ada. minimal pada pembagian proyek-proyek daerah. 2008 2. Kemudian bisa di pastikan ada kesepakatan-kesepakatan politik antara kepala daerah terpilih dengan partai yang mencalonkannya. dan masyarakatpun dengan senang hati melayani kepentingan atau kemauan penguasa dalam hal pengurusan permasalahan administrasi pemerintahan. dan ini menyebabkan pejabat eselon juga menjadi mandul.

.$07..8!7.943 747.2 502-.347/0..2.8.0203 5..3.9:  /!:-/23897.0 !489  .   0!:-..  0!:-.8.

07..3203.-8.33./..357480/:7-747..8..-0702-.95.35:- W4942.3-..9.44.8.5020739.32.35.9073.8. ./23897..3-0.3.79 /2..3 -./.357-.3../.9..25:202-.9.7.549/..39:503:.3 503/0././.38.7:88.39..3/..3-.503..7.:20304.-07:9    /!:-.9072. .3./23897.503/::3 5027.8-07./.2.3.57385 573853.2..3.3805079431:8:8 !. 30...3:91.8.7:8202:-:3.3.3.800532.1.380-.81472.93    0!:-.35020739.3.549/. W!02-. 8./..318.3:91../.35.25:79.1.7.3 203.3./.8....3-838/.8207:5.22.8.3!020739..  !.943 !7.:5.9047/2.32020739.3.-$./.0203 !.35:-.18038/.3.25..39/.32.9-.7:8202247.549./.8.9. W!.3.247.3 907/. W!0..34.-.3.-:.5.9.. /.3202-079.3.9.573853-07.3-.2.3.07320390.5.3./.3/03.207..3/30.903.3805079838  ..38094757.8:/ 3/4308.3203.3.3:.990758.:.../ W03:9.  W030...3./2.4.: 43$9:.90780-:9/./.  !..89..:/ / /.5.3 :7:8./.0203/.07.8...85:-   .3202.3.350..:.%047 #:34.2 7..9.3.31./23897.257.:2:338..4342.3.3 7:3..8-.94 78949008 .-:83088 03.8 W!07:3..2:7:8..3.3:91.9/0.9.90.5./.0  439086:0:  #4:880...7.1.

/.  W.3.3.348.3-838/.3 W03:3.3.43 805079 .5007.8.7.39/.7.3.0732039 0.0203-.34397.7.3503/0.9.59.5.3.5.3.0  W0.7./.2070.89.:.340809478.3. /9.7907  W0303.3/30.9.03934.8 2.:..8.30!:-. 03.38890250.301091405020739.8  W.-:83088  W!0307..3..  W4:888902.90 /.35020739./...2809475:- 7:34..3..385 .9:2.85.073. .0203-0747039..3 478-09907 .9.3147708:9  W03.843805 .3.307.357385 573853..0203/./907.4898088   !0307..380.7.357385 44/4.35./..0732039  W03..01803/..5.3 203048.07/50703.-8.9038.3..3.39.343805#03.380947 57.7.35. .89.2889022.3 0./03. 30.

3..3.7./.8.-07:9 W/23897./45888902.!020739.203.:-0-07. .3/4308./3/4308.335.9.3 !07/.3.3 0.01803/.0720390.073.3489088 $05079.82./2./.8..8./23897.3 /.39..9/.8.250...9/.:8..3.8./.7.8.980-.2.2.7.3.3 $0-. /024.354882.7.243908503003.%047 %0470247.98.3/ .7..89..3 470807.-..2-.250702-...8 7:34.3/00.03.2.3/./.3..3/...03907#4-079.3 507:-.35020739.07.3050393..25748085020739.39.8 20203:050393.3 $03.8://03.35020739../.3 !07850913:. .32.-8.  50785091305:-.3 9072.3 50.7.0207/0.3 5:-  W0907-.7808.3907..:5.350702-..507./..$07.8.2.380..35020739.024.   !072...203.0502253. 3/4308.3  /..3890073  W07.30.35.-.73.75.8 /03.8.7.:0903854.701472...701472..3.050393.3-..89. /0247.3050393.7:./23897.3 .3.38..57.8.9..3.3..947!:-0--.3...35.2.3/.30....9:30.9207:5.7./23897. 3907089 203:9..207:5.7.3.3.:..3.:3-.7./8/./4588890290780-:980.39:.85:-/./..0 .8.8.3/.89.3147708:9 /..90.80..8.25020739.3.85:- !0.84-.33.5.8.8.79307 5020739..8:/..7.:..3.3.1.507:2:8.3 203.3...3.30109140 5020739.8..3'. %.2 203.2203. 470890339.75..... /23897..3/./.:897..3.9.30--.3503..38890250.8: /./03.3:-:3..3.38.07390757030:785 0-203.7..3/.. 3/4308.:9:    0!:-. ..7./.3.//:3.3.. -.39./..8/.7.8.2.. 00.98079. .7985.:3.8 /03...07..3.35020739.3507./.:3 /-.7.2202.8. -:/./30.3./.7.9039:3. 309473  W:39.2020./23897./03.50.7:-:/..7.8.390780-:9 /8003./.8./23897.7..3/2.8.3/ 378/.35:- !078509132030/05./03.3.3/ 0.32.3.4709907/..38:3/907..:-..7985.3./23897.89./23897.1.250304.3..202.8..980-.3/.3.3&$ 2...3-.7.073.2.8.7./..7.:.8 2..35.3/23897....:3 8.380..3-.3.27.3/03.9 507:-. /9.3.9:0!:-$07.932:.397..385.2.0 !489   !.7...:../5072.38203737085438-9.73.3.80.-.02:.203...35:-  W!4.35.32.207:5.  ..20..39:..2.35030.5:38./45888902.--.35:3.7..7: /..5.3 203:39:9../23897..-07.. -07.: -0702-.30.305.0 9038 349:894207 0..202504547.//:3.5../.25.7.3.7.39.82020..72.38050790247.-8.3.33507:-.../..3. 5072.203.39/. !03.91/.7.3.8!:-/3/4308.7.34397. /.104/./.3.5:344/ 4.3.8..3 5.2.-8.3507:-.0 !020739....3.../.203/03...5.3 !07850913202-.2.350393/. -...9.38../23897.3:9:.8.0207/0.85020739.32.7.8.57-.7.7.3.3808:.5  2:.5..82.. 30.35..3405020739.. 203.2.8..$07./.947-.344/4.2-07-.35:- /. /3789.8.30-.8..32.7.35:-.7.2507:2:8.3/.3 $0090!:-.073...344/4.9..7.9.3.340809478.20.50307.3203..203.3 47/0-.7...3 050393.0 .5..9.7.3903  /.9475:-80..807.7.8..305.5020739.307.3:9507:-.350.8:9....9475:-203.3/.90780-:980947 8./.../.9/..35./.2.3.89.3.75.20.//3/4308.:880-.50.9 -:.3.357385 5738580-...32.-9.-./..9 /.85:-  !07:-.7/.0202-.

/.3 /...3.3-.803..35072..-07-.3050393.9./23897.-:/..90.3803.93/4308.3.380.9 2./. 2.9.0.20.7.: 02.8.3050393.95:3/03.8.3 :/...8.07.3. .9.8.8..:. .5... .89-:/.7.. 0!:-$07.80-:. .7.. :39:239.3 -:/.703.7.909..08:9:39:/907.7:/03.320257.30.3 /3/4308.85020739..20.3.9:7..3503:.2.9202503.:/.32.703.073...3 503:.8.-.8...503:7:8..7.8.7443820..33.2..3:.7:83.5.809025..920.7.5.5.7.:44/4.2.3.

8./3/4308.7:-:/./23897./03.39/.3.0 .-.2 50.8-.3/7/.3/03.: .4. 0805.9.3503..7 /.72./..3!.3.3 5.9.3 203:39:97:..7:.:0:...43.39/..354982.35:- $0.0 .947.2203039:.703..47.908043.381472.33.908043:./2.3-039:/.8 5:-.5072.250304.8/.3.3.7985.7/23897.:39:20.3 203/.7.85:--0:2-8.9..8-../.3 2005. 805079#. 803.05. .3549   .3405.7 40 ./03.-.5498.35740 5740/.5.::.703.908/23897.8!:-   7/. 02:/.35:8..%07-.2005.19.30.8.9.3.07.3 0-.35073.9: 9.. /.3203025./..:/.0/.9.3 3-8././..8.3/.05.3.80-.07.3.8.203.8.7.3.305.3.59.3549..43.//423.: 909. /23897.8/.5.3/7/.!.-...3.39./.7.2-/./58..   !7.3.8.8202-:9:.38:3/03.981..3 203.549 2.3.8...39 /03../.%407$././5.503..:.07../.38:3 /2.9039.2 .07.5.07.2.3.5.34942.89./23897.4549 02:/.3.9 .350.574808.:.0-..5:.3.825:.8./.3:39:20.38..77...9 .50.89.8!:-     # ..8.3.8.89...3 5498.8 5020739.8/.9:..-./23897.:38:754989/.33.798907.3.257802:.34..7 09/..8 #..9..35.7-.39.5.8.502-.-.9..250702-.39.2507-3... 232.907.39.39.32.30--08...07.8443%047/23897.35498.35073./.7.3 0805.99.-././23897./.7.$03/7...7:5493-8..003../.3.9701472.250..3.3..3-./.30.3.85020739.3507:-.9.79.8.305.3/. 9.38:     ./.7.3.8..3-.:5:3 .7:/./23897.9079039: /...250.9809./.947/..8 .0/.07.91 ./.3!020739.502-.. ..3/:940507.07..3/.   .8. 1.250.39:.9/..397 /.32.8..92 /8...3 3/70'9...3.3..00:..494342/.3 /.85:- 80.4394.32025:3.207:5.3-8.9075/03..3.07...:3 207:5.507.8!:-%047/....50-.30..9.  2. !.3494342/..././.9 .3./.:9.. -075.-.3-.3.7::: 0!:-$07.7# .30/:.305.203.3 7  $ .07.05.3#48803/7.350..89.33..2.-.35...30--.7!:89.907.27.79.33.3.30-202503.07.3.05.. -0797.240/.7050393.3.3 /.3.050393.9..3574808503:7:8.3 .3 ..33.5...3/: 9/..347..90780-:9.3 .7..3$..-8.8.7.     % .22038$97.3../.5.07.9. /.-.07.7.30549820 9/../23897.33.-8.3.9.07.543805 43805.7.8/23897.3/././...35.388902 502.9:..  - !498...  .3/3/4308.8.2.3.35:-5:39/.7/.3-:/.33.3.-.3../..2..33 2030-.7.07.78-08.34. /. %:39:9.33. ..39. 80.:2070.0502253.9.239.3!741 7 3.:.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful