P. 1
Molekul

Molekul

|Views: 14|Likes:

More info:

Published by: Robby Screamer's Avogadro on Oct 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2013

pdf

text

original

Molekul-molekul cairan yang berada dibagian fase cairan seluruhnya akan dikelilingi oleh molekul-molekul dengan

gaya tarik-menarik yang sama ke segala arah sehingga resultan gaya sama dengan nol lain halnya dengan molekul-molekul cairan pada permukaan. Molekul-molekul itu disebelah bawah dikelilingi oleh molekul-molekul cairan sedangkan dibagian atas oleh molekul-molekul dan fasa uap sehingga gaya tarik kebawah lebih besar dari gaya tarik keatas. Hal ini menimbulkan sifat kecenderungan untuk memperkecil luas permukaan. Besar gaya yang bekerja tegak lurus pada satu satuan panjang permukaan disebut tegangan muka, yang dapat dinyatakan dengan satuan dyne per cm dalam cgs.
  

Tegangan muka terdapat pada batas cairan dengan uap jenuh diudara dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang tidak bercampur. Metoda penentuan tegangan muka Ada beberapa metoda penentuan tegangan muka, diantaranya adalah metida kanaikan pipa kapiler, metoda tekanan maksimum gelembung, metoda tetes atau metoda cincin.

Metoda kanaikan pipa kapiler. Bila suatu pipa kapiler dimasukkan kedalam cairan yang membasahi dinding maka cairan akan naik kedalam kapiler karena adanya tegangan muka. Kenaikan cairan sampai pada suhu tinggi tertentu sehingga terjadi keseimbangan antara gaya keatas dan kebawah (persamaan 1) : Gaya kebawah, F = p.r2.h.r.g

pB. bila komponennya mirip ukuran molekul dan kepolarannya. Tekanan uap komponen A. . misalnya benzen dan toluen. Untuk larutan yang mengikuti hukum Raoult.b. Tekanan uap Tekanan uap cairan adalah salah satu sifat penting larutan. Dalam hal sistem biner.diungkapkan sebagai: pA = pA0 xA … (7. Larutan semacam ini disebut larutan ideal. Hal ini karena sifat tekanan uap yang aditif.2) pA0 adalah tekanan uap cairan A murni pada suhu yang sama. Tekanan total campuran gas adalah jumlah pA dan pB. Hubungan yang mirip juga berlaku bagi tekanan uap B. Tekanan uap larutan juga penting dan bermanfaat untuk mengidentifikasi larutan.6 menunjukkan tekanan uap larutan ideal sebagai fungsi konsentrasi zat teralrut. Gambar 7. tekanan uap larutan dapat diprediksi dari tekanan uap komponennya. interaksi antara molekul individual kedua komponen sama dengan interaksi antara molekul dalam tiap komponen. masing-masing sesuai dengan hukum Raoult. pA. Hubungan ini ditemukan oleh kimiawan Perancis Francois Marie Raoult (1830-1901) dan disebut dengan hukum Raoult. Bila larutan komponen A dan komponen B dengan fraksi mol masing-masing adalah xA dan xB berada dala kesetimbangan dengan fasa gasnya tekanan uap masing-masing komponen sebanding dengan fraksi molnya dalam larutan.

7. Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut. Proses destilasi diawali dengan pemanasan. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar condenser). . Atas dasar perbedaan titik didih air (100 oC) dan titik didih alcohol (70oC). dan mempergunakan alat seperti pada Gambar 15.7. proses destilasi alcohol merupakan destilasi yang sederhana. Hasil fermentasi adalah alcohol dan tentunya masih bercampur secara homogen dengan air. Uap tersebut akan melalui pendingin dan akan kembali cair. alcohol dihasilkan melalui proses fermentasi dari sisa nira (tebu) myang tidak dapat diproses menjadi gula pasir. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin (Gambar 15.7). Gambar15. Pada skala industri. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin (perhatikan Gambar 15. Dengan menjaga destilasi maka hanya komponen alcohol saja yang akan menguap. sehingga zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap.Destilasi Kata Kunci: pemisahan destilasi. proses penguapan Ditulis oleh Zulfikar pada 21-12-2010 Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. sehingga yang akan menguap terlebih dahulu adalah alcohol. Alat destilasi sederhana Contoh dibawah ini merupakan teknik pemisahan dengan cara destilasi yang dipergunakan oleh industri. sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair.7).

Gambar 15. Dalam minyak bumi banyak terdapat campuran (lihat Bab 10).7 Destilasi yang dilakukan secara bertahap dari minyak bumi Proses pemisahan yang lebih komplek terjadi pada minyak bumi. Proses ini dikenal dengan destilasi fraksi. Proses pemanasan dilakukan pada suhu cukp tinggi. proses pemisahan minyak bumi. . Atas dasar perbedaan titik didihnya. berdasarkan perbedaan titik didih dan system pendingin maka kita dapat pisahkan beberapa kelompok minyak bumi.7. maka dapat dipisahkan kelompok-kelompok produk dari minyak bumi. dimana terjadi pemisahan-fraksi-fraksi dari bahan bakar lihat Gambar 15.

Anda dapat sebut komponen 1. dst. Tekanan uap larutan juga penting dan bermanfaat untuk mengidentifikasi larutan. Bila larutan komponen A dan komponen B dengan fraksi mol masing-masing adalah xA dan xB berada dala kesetimbangan dengan fasa gasnya tekanan uap masing-masing komponen . Fasa cair yang berupa sistem dua atau multi komponen. cairan satu komponen. zat yang berfungsi seperti pelarut disebut medium pendispersi. Dalam hal sistem biner. molaritas (konsentrasi molar) (mol dm-3) =(mol zat terlarut)/(liter larutan) 3. Pelarut tidak harus cairan. misalnya benzen dan toluen. yakni cairan murni. Konsentrasi Konsentrasi larutan didefinisikan dengan salah satu dari ungkapan berikut: Ungkapan konsentrasi 1. Untuk sistem dispersi. tekanan uap larutan dapat diprediksi dari tekanan uap komponennya. Hal ini karena sifat tekanan uap yang aditif. tetapi dapat berupa padatan atau gas asal dapat melarutkan zat lain. persen massa (%) =(massa zat terlarut/ massa larutan) x 100 2. a. Dalam kasus yang terakhir ini. Tekanan uap Tekanan uap cairan adalah salah satu sifat penting larutan. bila komponennya mirip ukuran molekul dan kepolarannya. bila kuantitas zat terlarut dan pelarut. molalitas (mol kg-1) =(mol zat teralrut)/(kg pelarut) b.Tekanan uap cairan Larutan Oct 16th Posted by imafa in Ringkasan Materi Kuliah 1 comment ****************************************************************************** ********************************** Sampai di sini. zat terlarut dapat berupa padatan. tidak ada kesulitan dalam membedakan peran pelarut dan zat terlarut bila kuantitas zat terlarut lebih kecul dari pelarut. cairan atau gas. sukar untuk memutuskan manakah pelarut mana zat terlarut. sementara zat yang berperan seperti zat terlarut disebut dengan zat terdispersi (dispersoid). yakni larutan juga sangat penting. Baik pada larutan ataupun sistem dispersi. Larutan terdiri atas cairan yang melarutkan zat (pelarut) dan zat yang larut di dalamnya (zat terlarut). Namun. yang telah dibahas adalah. Bahkan bila zat terlarut adalah cairan. komponen 2. Sistem semacam ini disebut sistem dispersi.

Hubungan ini ditemukan oleh kimiawan Perancis Francois Marie Raoult (1830-1901) dan disebut dengan hukum Raoult. Larutan ideal dan nyata Sebagaimana juga perilaku gas nyata berbeda dengan perilaku gas ideal.2) pA0 adalah tekanan uap cairan A murni pada suhu yang sama. Peilaku larutan mendekati ideal bila fraksi mol komponen mendekati 0 atau 1. c. Hubungan yang mirip juga berlaku bagi tekanan uap B. Garis putus-putus menunjukkan perilaku larutan ideal.7(a) menunjukkan kurva tekanan uap sistem biner dua cairan yang cukup berbeda polaritasnya.7(b) menunjukkan tekanan uap sistem biner aseton dan khloroform CHCl3. .6 menunjukkan tekanan uap larutan ideal sebagai fungsi konsentrasi zat teralrut. interaksi antara molekul individual kedua komponen sama dengan interaksi antara molekul dalam tiap komponen. aseton Me2CO dan karbon disulfida CS2. Dalam kasus ini. pB. Dengan menjauhnya fraksi mol dari 0 atau 1. Gambar 7. Gambar 7. Untuk larutan yang mengikuti hukum Raoult. dan kurva tekanan uap akan mencapai minimum atau maksimum. Gambar 7.sebanding dengan fraksi molnya dalam larutan. Tekanan total campuran gas adalah jumlah pA dan pB. penyimpangan negatif dari hukum Raoult diamati.diungkapkan sebagai: pA = pA0 xA … (7. pA. Dalam hal ini. penyimpangan dari ideal menjadi lebih besar. Gambar 7. Larutan semacam ini disebut larutan ideal.6 Tekanan total dan parsial larutan ideal. masing-masing sesuai dengan hukum Raoult. dengan kata lain berbeda dari hukum Raoult. perilaku larutan nyata berebeda dengan perilaku larutan ideal. Tekanan uap komponen A. penyimpangan positif dari hukum Raoult (tekanan uap lebih besar) diamati.

yakni suhu saat fasa gas pelarut mencapai 1 atm. titik didih normal larutan.7 Tekanan total dan parsial larutan nyata (25°C). dan nA dan nB adalah jumlah mol tiap komponen. dan penyimpangan negatif dari hukum Raoult akan diamati. penyimpangan negatif akan terjadi.3) (pA0. d. kita dapat memperoleh hubungan berikut: pA = pA0 xA = pA0 [nA /(nA + nB)] …. interaksi molekul antara dua komponen lebih kecil daripada pada masing-masing komponen. Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku Bila dibandingkan tekanan uap larutan pada suhu yang sama lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya. bila pencampuran menghasilkan kalor ke lingkungan (eksoterm). dan penyimpangan positif dari hukum Raoult akan terjadi. (7. Dengan menerapkan hukum Raoult pada larutan ideal. Fenomena ini disebut dengan kenaikan titik didih larutan. Persamaan ini . kecenderungan salah satu komponen untuk meninggalkan larutan (menguap) diperlemah. Bila ikatan hidrogen terbentuk antara komponen A dan komponen B. Sebaliknya.pA)/ pA0 = 1 – xA = xB … (7. Jadi. Bila pencampuran komponen A dan B menyebabkan absorpsi kalor dari lingkungan (endoterm).4) xA dan xB adalah fraksi mol. penyebab penyimpangan dari hukum Raoult sama dengan penyebab penyimpangan dari hukum gas ideal.Gambar 7. Kesimpulannya. Penyebab penyimpangan dari perilaku ideal sebagian besar disebabkan oleh besarnya interaksi molekul. harus lebih tinggi daripada titik didih pelarut.

Tb = Kb mB … (7. Fenomena ini disebut osmosis. untuk larutan ideal dengan zat terlarut tidak mudah menguap. penurunan tekanan uap sebanding dengan mB.3 Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku molal.9 1. Perbedaan titik didih larutan dan pelarut disebut dengan kenaikan titik didih. pelarut titik didih (°C) Kb pelarut titik beku (°C) Kf CS2 46 2.1 5. Kini.6 dan 7. e. xB = nB/(nA + nB) = nB/nA= nB/(1/MA) = MAmB … (7. Titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut.menunjukkan bahwa. massa molekul umumnya ditentukan dengan menggunakan kenaikan titik didih atau penurunan titik beku. massa konsentrasi molal zat terlarut B.6) Tetapan kesebandingan Kb khas untuk setiap pelarut dan disebut dengan kenaikan titik didih molal.54 asam asetat 16.1 x 105 N m-2. pelarut akan bergerak dari sisi konsentrasi rendah ke sisi konsentrasi tinggi melalui membran. derajat kesalahan tertentu tak terhindarkan. jumlah mol nB dan massa pada konsentrasi molal mB diberikan dalam ungkapan. Tf. Untuk larutan encer. Bila larutan dan pelarut dipisahkan membran semipermeabel. Membran semipermeabel buatan juga tersedia.40 H2O 0 1. Bila dua jenis larutan dipisahkan denga membran semipermeabel.4 dm3 pelarut dan 1 mol zat terlarut pada 0 °C adalah 1. kenaikan titik didih sebanding dengan massa konsentrasi molal zat terlarut B. Untuk larutan encer. Untuk kedua metoda. Hubungan antara konsentrasi dan tekanan osmoisi diberikan oleh hukum van’t Hoff’s. yakni nA + nB hampir sama dengan nA.5) MA adalah massa molar pelarut A.51 kamfer 180 40 Dengan menggunakan nilai ini dan persamaan 7.8 2. Hubungan yang mirip juga berlaku bila larutan ideal didinginkan sampai membeku. Tabel 7.07 benzen 79. Untuk larutan encer penurunan titik beku akan sebanding dengan konsentrasi molal zat terlarut mB Tf = Kf mB … (7. Tb.86 aseton 55. Membran sel adalah contoh khas membran semipermeabel.7) Tetapan kesebandingannya Kb khas untuk tiap pelarut dan disebut dengan penurunan titik beku molal. Tekanan osmosis larutan 22. Untuk larutan encer. diperlukan tekanan yang cukup besar agar pelarut bergerak dari larutan ke pelarut.8) . Tekanan ini disebut dengan tekanan osmosis.7 dimungkinkan untuk menentukan massa molar zat terlarut yang belum diketahui.69 benzen 5. penentuan massa molekul lebih mudah dilakukan dengan spektrometer massa. Tekanan osmosis Membran berpori yang dapat dilalui pelarut tetapi zat terlarut tidak dapat melaluinya disebut dengan membran semipermeabel. dan keterampilan yang baik diperlukan agar didapatkan hasil yang akurat. Perbedaan antara titik beku larutan dan pelarut disebut penurunan titik beku. Sebelum spektrometer massa digunakan dengan rutin. πV = nRT … (7.3 3.9 H2O 100 0. penurunan tekanan uap sebanding dengan fraksi mol zat terlarut.

Dalam kasus tertentu viskositas gas memiliki peran penting.9) Hubungan ini (hukum Stokes) ditemukan oleh fisikawan Inggris Gabriel Stokes (1819-1903). n jumlah zat (mol) dan R gas. T temperatur absolut. V volume. g. tetapi nilainya sangat kecil. γ = rhdg/2 …. Koefisien viskositas juga kadang secara singkat disebut dengan viskositas dan diungkapkan dalam N s m-2 dalam satuan SI. dan akibatnya partikel menjadi lebih sukar bergerak dan cenderung berkoagulasi. fenomena kapiler. Molekul dalam cairan ditarik oleh molekul di sekitarnya secara homogen ke segala arah. dimungkinkan menentukan massa molekular zat terlarut dari hubungan ini. Tegangan semacam ini secara umum disebut dengan tegangan antarmuka. Gas juga memiliki viskositas. Dalam tumbukan tidak elastik. f. Awalnya tegangan permukaan didefinisikan pada antarmuka cairan dan gas. Viskositas cairan yang partikelnya besar dan berbentuk tak teratur lebih tinggo daripada yang partikelnya kecil dan bentuknya teratur. 2. Sebagaimana kasus dalam persamaan gas. Bentuk tetesan keringat maupun tetesan merkuri adalah akibat adanya tegangan permukaan. Semakin besar tarikan antar molekul cairan dan kapilernya. D = 6πhrU … (7. Efek suhu mirip dengan efek suhu pada gas. molekul di permukaan hanya ditarik ke dalam oleh molekul yang di dalam dan dengan demikian luas permukaan cenderung berkurang. hambatan D terhadap bola tadi diungkapkan sebagai. Cairan naik dalam kapiler. Namun. Bila gaya gravitasi pada cairan yang naik dan tarikan antara cairan dan dinding kapiler menjadi berimbang. semakin kecil viskositasnya. Anda dapat melihat kemiripan formal antara persamaan ini dan persamaan keadaan gas. Viskositas Gaya tarik menarik antarmolekul yang besar dalam cairan menghasilkan viskositas yang tinggi. semakin besar daya basah cairan. sebagian energi translasi diubah menjadi energi vibrasi. atau padatan dan gas. Semakin tinggi suhu cairan. Tegangan antarmuka juga bergantung pada struktur zat yang terlibat. Tegangan permukaan Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan gaya antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan luas permukaan cairan.10) . juga merupakan fenomena terkenal akibat adanya tegangan permukaan. Dua poin ini dapat dijelaskan dengan teori kinetik. Bila sebuah bola berjari-jari r bergerak dalam cairan dengan viskositas ηdengan kecepatan U. Inilah asal mula teori tegangan permukaan.π adalah tekanan osmosis. misalnya dalam peawat terbang. Viskositas 1. Koefisien viskositas didefinisikan sebagai hambatan pada aliran cairan. tegangan yang mirip juga ada pada antarmuka cairan-cairan. Namun. Namun. Tarikan antarmolekul dalam dua fas dan tegangan permukaan di antarmuka antara dua jenis partikel ini akan menurun bila tempeartur menurun. tumbukan antara partikel yang bentuknya tidak beraturan cenderung tidak elastik. kenaikan akan terhenti. Tumbukan antara partikel yang berbentuk bola atau dekat dengan bentuk bola adalah tumbukan elastik atau hampir elastik. Tegangan permukaan γ diungkapkan sebagai. (7.

org/materi_kimia/kimia_dasar/cairan_dan_larutan/larutan/ . tegangan permukaan dapat ditentukan dengan percobaan.chem-is-try.h adalah tinggi kenaikan cairan. source by : http://www. r radius kapiler dan g percepatan gravitasi. Jadi.

3 3 (     5 5 .

/..5       /.3.33/.:2.249.54254303 !078.824 /..2.33 ./.17.33..

.3-.824.3 90..3.7:9  &39:./03.7:9./03./.5.33 :2.203:3:.5.88.33 3.5 503:7:3.3.317.2:/.824.9907.3/.3  3.2/-07.32.7:99/. :39:.243/.203:.2.2578.9907. 4380397.3/0.3/3/03.580-.7:9.2:3.07 .3:.303.

3 3 3.

33.

.

34380397...2094/./.9907.3503:7:3.908.9  0 %0.7..3.39.7.88. S.799-0:50.25.8703/.7:9.4380397.303..3.3-0:2/09.9907.2.3.-0 .7:9  !07-0/.920.3 /..240::2:23.-0 50.7:95./.240:0-2:/.3/58.8/..3/80-:9/03.3/3 /03.7..3/3.350.399// 24.30907.7:92 %112     %09.-.3 80250720.3080-.9907.9.   2   :-:3.7.390.7:9.9907.7.7:9-0707.9/.88.33/80-:9/03.3 9411 8  '3#%     ..3/.7:9.3/3.5./.399// %- &39:.303.3./.3/03./507:.390..303..7:9.399//.4380397.3.7:9.-0-:./.3/0.80943  -0303   -0303  .3:.7:9  %--2     %09.3080-.390.7:999// S -50./.3:39:203039:.:3.  .824.33./:./.32./80-:9 /03.33.750..7:9/.3.8.3-0707. /07.824.3-..8202-7.  50...3 /..2107   03.399//80-.3202-7. /.88./.24.7:9.:7.3/3/03.7.35078.3482488..390.30-703/.37:93  2.//33.3/.2.4394.380-.3 /250.7:999-0: S 1 $      .3.88.7:9.202-7.7:9 &39:.-0 03.7:9 %0.3.3.893 20./9039:.5.3/.-07.7:9.3.3503:7:3..3/80-:9482488 02-7..2.3482488 02-7.99-0:.:-.303.5.3/..7:9.3/..3-07547.7:9/58.7:9.:202-7.:.7:9.399-0: %1 &39:.3.5.07 03.90780/.3 80250720..399-0:24.32 2..380250720.9907.3/03.:50.25.550.88.: 3 503039:.340::2.24.0884380397.::5 -08.399///.7:9/.3850974209072. 2     .7:9/80-:9/03.07 503:7:3..038.380250720.39.580-.303.3:.3 . $0-0:2850974209072.3 99-0: &39:0/:.7:9/..  %.5.39079039:9.550.8:39:9.3.-0 /507:.3482488  %0.8.3-.7//.88..88.3/80-:9/03.399-0:.3203:3.824.7:9.07503:7:3.3/03.4380397.3/3 /03.3202-7.3.3.202-0: %9-0: .8:39:809.3050.380250720.9073/.350.7:9.7884380397.399//.7:9 /80-:9503:7:3..809.3203:3.5.9.  :-:3.3/03./:3.38.750.350.7:9909.380.32.88.3..9.3275:.399-0: 24.:503:7:3.3 2.9      .-0 02-7.3 034203..7:99/.3 /2:33.9907.7:9 !07-0/.3 03.348248/-07.324...

92.3-08.39.4:20 %902507.3203:7:3-.8 /2:33.8..90250.33/.90.507 1034203.202 ..9:7.3 /3/3.2380....2.3.30.3/03.8 .30.7/.9/0.9/80-:9/03.9.3.:5.9907.390.73.34018..85072:.30...203.3802../.39:35..507 :.7/.8.7.8 .7.9.39/. .3.3Ø/:3.9:7   $02.240:..7 :-:3.72:.2.3 039:90908..-7..393  401803..8489./../.2:3 240:/ 5072:.8.8.3 802.3... 90...-.5078.-.7.7903./:.3& ..897:9:7./..33  1 '8489.35072:.1./-072-.-70$9408      %0..8:.90./.7.2 9:2-:.8489.3  '8489.3#.7...7..80-:.90703.03/07:3-07:7.790203..79.....3 3.3...207:5.39./.3.3907-.7.3.7.3./. :2:2/80-:9/03..7..-07.0385.75.53.2-.30.3203039:..39../.9.3.2:3  9:2-:.  Ø7/..3/:3.207:5.3//.39.35078.8202507.../.7903..7.8.7240:.39.39../.3.9907-.72:..3 ..2.-08.3203.380-.3-039:-4.:/0.3.7.3/.3..7240:/.9 40:/...918.3 /9..5.3/02.7.3.35..3.8 5072:.3-07-039: -4.9.3.9/.7203...3/.2-..3 .3/.5..35033..35.907.25078./.9.9.250.9:2-:.7.0.:.7240: /.7.3 .3 03.7 /.3.35072:..3/03.9.9:70-934/. /.33 ::2$9408 /902:.0.3.-4.3:..8489.3275 :.3..7.77-0707.7.83.39.3..8Ú/03.8:..240240:..9..9.39.:5:390908.2.380-.7240:.85.5073..380-.3030797.7.39.5.3:..3.35072:.9 24 /..907.39../9.3.:.3$ .33.39.8/..32.//:3.38.3 $02.././.9.3 5..33.3907.8 $0-.8  401803..2570.70/.03/07:3-074./.390.7.2:3 90.7.3-07-039:9./.-.-07.904790.88.2/:.8/:-.3 80-.89 .7.3.. %.9.282 /.3/03.72:.9/03./.3./.8 108::275/03.5.7.7. 5.39.72:.8.  :.7.9:7.2.80.03/07:39/.35072:.8..9.83.7.3 /.39047309 %:2-:.790.-07.9:.3.42403080.3938::.05.35072:. 802.28.8:89079039:...740240:/809./.3.90275.8 %0.8 /...5-4.8 3/.90.89.3..3 %0.7 .3.9.39.3..5./.7:9/.2.2/..3.3-08.507203.3-039:3.7903.3/03.8 909.5.3  .3/.3//0138.../.8489.3 .39.790.2...2.3.3 50393 28.7..3 .7.39.2:.5.. 90.7.3..3//0138.../.0.3.3010 8::5.7.31034203.2.3-08.79:7203:7:3  %0.2-.3.  7&     :-:3.7.3.3/..3 5072:.7.3/.7-0707..3...5.7./0307.89 .920. .35.93.31472.2.3./0-8:.3-039:3.:.8489.3378.8489.72:.8489.-84:9 3:2.35072:.3.3.8//0138.3.5433/.3.3 .. .3.8/.7..3...8489.381.380..9.3-07:-:3..35072:.3.3.9.3 073.-..3:.3./.8.3907039 %0.3482488 '.89 80-.3207:7.3.3.8  '8489../..8:8/.

     .

3.9./ 90.8 .3...3 77.9/9039:..0-995.9.9303.3/.507/.37.3507./:8.3 5072:./..4-..3507.05..5.3/03.3   84:7..7.

.

 .02 8 97 47.

907*2.2.

8.*/.7.2.

3.3*/...7.7:9.3*.

3..7:9.

  .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->