. PEMERIKSAAN DADA (TORAKS) Topik : A. inspeksi dinding dada B. palpasi dada C. perkusi dada D.

auskultasi dada Pemeriksaan dada adalah untuk mendapatkan kesan dari bentuk dan fungsi dari dada dan organ di dalamnya. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. Pada pemeriksaan dada yang perlu diperhatikan antara lain : 1. Posisi pasien diusahakan duduk sama tinggi dengan pemeriksa atau berbaring tergantung bagian mana yang akan diperiksa. 2. Daerah dada yang akan diperiksa harus terbuka 3. Usahakan keadaan pasien santai dan relaksasi untuk mengendorkan otot-otot, terutama otot pernapasan 4. Usahakan pemeriksa untuk tidak kontak langsung dengan pernapasan pasien, untuk menghindari penularan melalui pernapasan, caranya dengan meminta pasien memalingkan muka ke arah samping A. INSPEKSI DINDING DADA 1. Posisi pasien duduk sama tinggi dengan pemeriksa atau berbaring 2. Bila pasien duduk, pemeriksaan pada dada depan, kedua tangan pasien diletakkan di paha atau pinggang. Untuk pemeriksaan bagian belakang dada, kedua lengan disilangkan didepan dada atau tangan kanan dibahu kiri dan tangan kiri dibahu kanan. 3. Bila pasien berbaring posisi lengan pada masing- masing sisi tubuh 4. Secara keseluruhan perhatikan bentuk dan ukuran dinding dada, deviasi, tulang iga, ruang antar iga, retraksi, pulsasi, bendungan vena dan penonjolan epigastrium. 5. Pemeriksaan dari depan perhatikan klavikula, fossa supra/infraklavikula, lokasi iga pada kedua sisi 6. Pemeriksaan dari belakang perhatikan vertebra servikalis 7, bentuk skapula, ujung bawah skapula setinggi v. torakalis 8 dan bentuk atau jalannya kolumna vertebralis B. PALPASI DADA 1. PALPASI GERAKAN DIAFRAGMA 1. Posisi pasien berbaring terlentang menghadap pemeriksa. 2. Posisi lengan pasien disamping dan sejajar dengan badan. 3. Letakan kedua telapak tangan pemeriksa dengan merenggangkan jari-jari pada dinding dada depan bagian bawah pasien. 4. Letakkan sedemikian rupa sehingga kedua ujung ibu jari pemeriksa bertemu di ujung tulang iga depan bagian bawah. 5. Pasien diminta bernapas dalam dan kuat

(C7) 4. 4. Dari prosesus servikalis spinosus ketujuh (C7). 3. bila tidur terlentang posisi kedua tangan disamping dan sejajar dengan badan. Posisi pasien duduk dengan kedua tangan dipaha atau dipinggang sambil menundukkan kepala dan pemeriksa dibelakang pasien 2. Tentukan getaran maksimumnya. 6. 3. 3. 4. Lakukan palpasi dengan memakai jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan 4. PALPASI POSISI TULANG IGA ( KOSTA ) 1. PALPASI SENSASI RASA NYERI DADA 1. disinilah letak iktus kordis. 5. Pemeriksa melakukan palpasi dengan jari tangan kedua dan ketiga sepanjang tulang belakang bagian atas (leher bawah) 3. Rasakanlah bagian yang paling menonjol pada leher bagian bawah. PALPASI TULANG BELAKANG ( VERTEBRA ) 1. Posisi pasien duduk atau tidur terlentang dan berhadapan dengan pemeriksa . Bila duduk posisi kedua tangan pasien dipaha atau dipinggang. Bila kearah inferior yaitu prosesus spinosus thorakalis pertama. tentukan pula letak tulang iga pertama kearah atas/ superior dan untuk tulang iga ketiga dan seterusnya kearah bawah/ inferior. Dari angulus lodovisi. Tentukan ruang antar iga ke-5 kiri yaitu ruang antara tulang iga ke-5 dan ke-6. Tentukan garis midklavikula kiri yaitu dengan menarik garis lurus yang memotong pertengahan tulang klavikula kearah inferior tubuh. Untuk mempertajam getaran gunakan jari ke-2 dan ke-3 tangan kanan 8. 7. Carilah bagian yang paling menonjol (angulus lodovisi) kira.6. Posisi pasien duduk atau tidur terlentang dan berhadapan dengan pemeriksa 2. PALPASI IKTUS JANTUNG 1. kemudian lepaskan telapak tangan dari dinding dada. Apabila ada getaran pada telapak tangan. bila tulang iga depan bagian bawah terangkat pada waktu inspirasi .kira 5 cm dibawah fossa suprasternalis yaitu sudut pertemuan antara manubrium sterni dan korpus sterni dimana ujung tulang iga kedua melekat. 5. inilah yang disebut prosesus spinosus servikalis ketujuh. kedua dan seterusnya. Posisi pasien duduk atau tidur terlentang dan berhadapan dengan pemeriksa 2. bila tidur terlentang posisi kedua tangan disamping dan sejajar dengan badan. 2. kearah superior yaitu prosesus spinosus servikalis keenam dan seterusnya. Bila duduk posisi kedua tangan pasien dipaha atau dipinggang. Palpasilah mulai dari cekungan suprasternalis ke bawah sepanjang tulang dada 5. Gerakan diafragma normal. Tentukan letak iktus dengan telapak tangan kanan pada dinding dada setinggi ruang antar iga ke-5 digaris midklavikula 6.

ukuran.jari lainnya disebar sedemikian rupa sehingga masing. Bila duduk posisi kedua tangan pasien dipaha atau dipinggang. bila tidur terlentang posisi kedua tangan disamping dan sejajar dengan badan. Letakkan jari telunjuk dibawah tulang klavikula dan jari. . 3. posisi dan kualitas jaringan di dalamnya. PALPASI PERNAPASAN DADA 1. Pemeriksaan dilakukan mulai dari dada atas sampai dada bawah 6. Sedangkan pada orang tua semua jari-jari bergerak bersama-sama 7. Rasa nyeri akan bertambah akibat tekanan ibu jari.jari dibawahnya secara berturut-turut seperti membuka kipas. Pasien diminta bernapas dalam dan kuat dan perhatikan gerakan jari.2. Perhatikan intensitas getaran suara dan bandingkan kanan dan kiri Normal getaran kedua sisi sama. Lakukan perkusi secara sistimatis dari atas ke bawah dengan membandingkan kanan dan kiri. fibrosis otot antar iga. letakkan sisi ulnar tangan kanan pemeriksa di dada kiri pasien dan sebaliknya 4. sedangkan telapak kiri pemeriksa pada dinding dada kanan pasien 3. … dst berulang-ulang 5. 2.jari Pada orang muda jari-jari akan terangkat mulai dari atas disusul oleh jari. Letakkan kedua telapak tangan pemeriksa pada dinding dada pasien sesuai posisi yaitu telapak tangan kanan pemeriksa ke dinding dada kiri pasien. Tentukan daerah asal nyeri pada dinding dada 4. fibrosis paru selama bronkus masih tetap terbuka . Posisi pasien duduk dengan kedua tangan dipaha atau dipinggang berhadapan dengan pemeriksa 2. PALPASI GETARAN SUARA PARU (FREMITUS RABA) 1. Pada posisi tidur terlentang/miring kedua tangan disamping dan sejajar dengan badan 3. nyeri dapat disebabkan fraktur tulang iga. Fremitus raba meningkat apabila terdapat konsolidasi paru. Fremitus suara menurun bila ada cairan/ udara dalam pleura dan sumbatan bronkus C. Sedangkan posisi pasien tidur miring untuk pemeriksaan dada belakang sesuai dengan keadaan pasien. sehingga tidak dapat mendeteksi kelainan yang letaknya dalam. kecuali apeks kanan karena letaknya dekat dengan bronkus. pleuritis local dan iritasi akar syaraf 6. Perkusi hanya menembus sedalam 5 – 7 cm. dua. Dengan menggunakan ujung ibu jari tangan kanan tekanlah dengan perlahan tulang iga atau ruang antar iga dari luar menuju tempat asal nyeri 5.masing berada di tulang iga berikutnya 4. PERKUSI DADA Tujuan untuk mengetahui batas. Minta pasien mengucapkan kata-kata seperti satu. Posisi pasien duduk untuk pemeriksaan dada depan dan posisi duduk kedua tangan dipaha atau dipinggang.

3. 3. 2. dari sonor menjadi pekak/ redup. AUSKULTASI DADA 1. Lakukan perkusi secara dalam pada fossa supraklavikula kanan.3 cm. Lakukan perkusi pada dada kanan depan dari atas kebawah secara sistimatis. D. Suara hipersonor akibat adanya udara dalam pleura. Posisi pasien duduk dengan kedua tangan dipaha atau dipinggang dan membelakangi pemeriksa 2. suara tambahan. sekret. 3. sedangkan paru bagian belakang setinggi prosesus spinosus vertebra torakalis 10 atau 11. selanjutnya lokasi perkusi bergeser kebawah sekitar 2. PERKUSI DADA BELAKANG 1. Posisi pasien duduk dengan kedua tangan dipaha atau dipinggang dan berhadapan dengan pemeriksa 2. Normal batas paru bagian depan terletak antara kosta 5 dan 6.1. PERKUSI DADA DEPAN 1. kemudian lanjutkan kebagian dada kiri . Lakukan perkusi secara dalam pada supraskapula dada belakang kanan. Pada daerah batas paru dan hati terjadi perubahan suara. Bandingkan getaran suara yang dihasilkan oleh perkusi normal suara dada/ paru adalah sonor.3 cm. selanjutnya lokasi perkusi bergeser kebawah sekitar 2. suara bisik dan suara percakapan. PERKUSI BATAS PARU DAN HATI 1. posisi pasien dirubah sehingga membelakangi pemeriksa. Dengan auskultasi dapat didengarkan suara napas. Begitulah seterusnya kebawah sampai batas atas abdomen 4. Suara napas adalah suara yang dihasilkan aliran udara yang masuk dan keluar paru . Posisi pasien duduk dengan kedua tangan disamping tubuh dan berhadapan dengan pemeriksa . 3. karena adanya keredupan hati. kemudian lanjutkan kebagian dada kiri . cairan. 2. Mintalah pasien untuk mengangkat kedua lengan untuk melakukan perkusi aksila dari atas kebawah di kanan dan kiri 5. selanjutnya lakukan perkusi pada bagian dada belakang dari atas kebawah secara sistimatis 4. Bila redup kemungkinan adanya tumor. Begitulah seterusnya kebawah sampai batas atas abdomen 4. Bandingkan suara yang dihasilkan oleh perkusi dada kanan dan kiri Suara sonor paru kanan bila diperkusi kebawah akan lebih cepat menghilang. AUSKULTASI PARU Tujuan pemeriksaan auskultasi paru adalah untuk menentukan adanya perubahan dalam saluran napas dan pengembangan paru.

Suara napas asmatik yaitu inspirasi normal/ pendek diikuti ekspirasi lebih lama dengan nada lebih tinggi disertai wheeze. Suara napas bronkial tidak terdengar pada paru normal. Bila salah satu meningkat berarti ada kelainan pada salah satu paru. udara. terdengar seperti orang mengerang/ grouning. Karena banyaknya istilah suara tambahan. Suara napas vesikuler pada kedua paru normal dapat meningkat pada anak. Sedangkan kombinasi suara nada tinggi dengan inspirasi dan ekspirasi yang jelas dan tidak ada silent gaps disebut bronkovesikuler/ vesikobronkial. biasanya pada bronkiektasis dan bronkopneumonia. baru terdengar bila paru menjadi padat. kita pakai saja istilah “ Ronki” yang dibagi menjadi 2 macam yaitu ronki basah dengan suara terputus. orang kurus dan latihan jasmani. ronki kering akibat ada sumbatan saluran napas kecil disebut wheeze. Suara napas vesikuler bernada rendah. Mintalah pasien menarik napas pelan-pelan dengan mulut terbuka . Ronki kering bernada rendah akibat sumbatan sebagaian saluran napas besar disebut sonourous. penyempitan dari lumen saluran napas dan terbukanya acinus/ alveoli yang sebelumnya kolap. a. misalkan konsolidasi. Getaran dihantarkan melalui lumen dan dinding bronkus. terdengar lebih panjang pada fase inspirasi daripada ekspirasi dan kedua fase bersambung/ tidak ada silent gaps. Pusaran dan benturan lebih banyak pada waktu inspirasi/ menarik napas dibanding ekspirasi/ mengeluarkan napas. AUSKULTASI PARU DEPAN 1. tempelkan stetoskop pada dinding dada 3. biasanya pada pneumonia dini. Ronki basah kasar seperti suara gelembung udara besar yang pecah. hal inilah yang menyebabkan perbedaan suara antara inspirasi dan ekspirasi. terdengar bila adanya secret pada saluaran napas kecil dan sedang. Suara tambahan lain yaitu dari gesekan pleura/ pleural friction rub yang terdengar seperti gesekan kertas. Suara ini timbul akibat dari adanya secret didalam saluran napas.. terdengar pada saluran napas besar bila terisi banyak secret. Suara napas ada 3 macam yaitu suara napas normal/ vesikuler. terdengar mencicit/squacking. terutama bila stetoskop ditekan. terdengar seperti gesekan rambut. jaringan padat pada rongga pleura dan keadaan patologi paru.pada waktu bernapas. Ronki kering bernada tinggi disebut sibilan. Ronki basah halus tidak mempunyai sifat gelembung lagi. Posisi pasien duduk dengan kedua tangan dipaha atau dipinggang dan berhadapan dengan pemeriksa 2.putus dan ronki kering dengan suara tidak terputus. Suara napas bronkial bernada tinggi dengan fase ekspirasi lebih lama daripada inspirasi dan terputus/ silent gaps. karena saluran napasnya menyempit.. Suara vesikuler melemah kemungkinan adanya cairan. seirama dengan pernapasan dan terdengar jelas pada fase inspirasi. Ronki basah sedang seperti suara gelembung kecil yang pecah. Ronki kering lebih mudah didengar pada fase ekspirasi. Pada proses pernapasan terjadi pusaran/ eddies dan benturan/ turbulensi pada bronkus dan percabangannya. Suara tambahan dari paru adalah suara yang tidak terdengar pada keadaan paru sehat. suara napas campuran/ bronkovesikuler dan suara napas bronkial.

Mintalah pasien mengangkat lengan nya untuk auskultasi pada aksila posterior kanan dan kiri 4. Mintalah pasien relak dan bernapas biasa 3. 9. Dengan membran untuk ruang interkosta 2 kiri kearah sternum 5. Mintalah pasien mengangkat lengan nya untuk pemeriksaan di daerah aksila kanan dan kiri 8. Tentukan daerah penjalaran bising dan titik maksimumnya . Perhatikan suara tambahan yang mungkin timbul 8. Gabungkan auskultasi dengan kualitas pulsus (denyut nadi) 9. selanjutnya geser kebawah 2-3 cm dan seterusnya. Posisi pasien berbaring dengan sudut 30 derajat 2. tempelkn kepala stetoskop pada ictus cordis dengarkan suara dasar jantung 4. kemudian lanjutkan kebagian dada kanan . dan dengarkan dengan seksama.4. Bandingkan suara napas kanan dan kiri. sampai kedada bagian bawah 7. serta dengarkan adanya suara napas tambahan b. Dengarkan satu periode inspirasi dan ekspirasi 5. Perhatikan irama dan frekuensi suara jantung 6. Bandingkan getaran suara kanan dan kiri. diastole dan intensitasnya 7. sampai kedada bagian bawah 3. Bedakan irama systole. tempelkan kepala stetoskop pada supraskapula dada belakang kiri. AULKULTASI PARU BELAKANG 1. Bila auskultasi dengan corong stestokop untuk daerah apek dan ruang interkosta 4 dan 5 kiri kearah sternum. dengarkan adanya suara napas tambahan 2. selanjutnya geser kebawah 2-3 cm dan seterusnya. Posisi pasien duduk dengan kedua tangan dipaha atau dipinggang dan membelakangi pemeriksa 2. Mulailah dari depan diatas klavikula kiri dan teruskan kesisi dinding dada kanan 6. AUSKULTASI DAERAH JANTUNG 1.

888.253 /.3390389.7.3.2730/:.75.7/.9./.88.3.5.//.9.38:.3. .7.380-.94384/.3/8.3-.3.-.  /89-07:./.7.3/.3 :.3.7././.3.5.3  09.7: 80..30/:..907/.203:7:3-.7/03.9.5.3  !02078. 0.3502078.85.3 -743:8 7029:87.-.703.3..2.3/.9: /:.:.9./.803/.3-.3...8050798.388:3.. 7029:88:.3/3.9.5907-:.  !07.2.25.32:.508.803203:./.7.-.37 472..9.79.7: 1-74885.3.3.:.3.2033.-743:82.9/03.09.5..8909././0..09.809./.  39.380..3.

3 5488/.3:...7.38:2-.73...3/.3.9.:-.9203/09080.9.9.3-743:8   !#&$  %::.3:39:20309. /.3.3.:/.5.8./.9/.3507:880.7.3 .309.8892.80-.98/..2 803.7.3.  !07:8.20302-:880/./.3/3.8 ::7.3//.2 ./03.3.9.250:7.:..37   .3 202-./.23.2 .

9.8./.8:57.03.340507:8 3472.5..8:..803/:/:/03.3/5.3:9..9.8..3-07.:.8507:8-0708070-.3 0-.3.8.3/.809.7.7.3507:880.3 /03.3 02:/./.:/53.3:39:20.30/:.7.7 .25..8. !#&$!   !4885.2 09:. 0-./..3/.-.:./.3/.-/4203  39.3.90/:...9.37  .3/.3502078.80907:83.5.4..38:.7   80.3.3:93.25...803:39:203.7.8.3.1488.309. /.9..3/3.3.:./.7.80-./.  ./.9..3507:8.

..8892..   ..3507:880.3.250:7./.3  80709 $:./. 0-.5.3/03..3-07.    !#&$   !4885.3.. /./.37 $:.843475.7. ./.9907.070/:5.84347 ./.7 .7.30/:.8.7:./.3/5.9.50784347.3/8./ 50.3 .7.784347203.38:.3/.7.3 502078.3.8892.3:93..-0.3:93.2539:-:/...:.:.-.803.3../507:-..7.98  !.9.3/05.38:.7.8.9    !#&$%$!#&%   !4885..30-..3.3.80-.80907:83./.8..98   54885.85.3:9.3.9./.3.30-.2 09:..7.3.25.7   80.3/.05.-.9:247 .3/.3 507:85..9..803/:/:/03././.80..  ./..-/4203  .../.8. 80./.:.340507:8/./..:/53.8.-./.8:57.5..8507:8-0708070-.30/:.07..3 02:/.202-0.3502078./..803/:/:/03.3.3/.3-././.4.3/.3 .803/7:-.80-.3/3.70/:502:33..80./.3507:85.3 202-0.3502078.3/.9./507:80-.3/.-.5:.9.3.809.7..9.3..9.-0.7.7:.:/.7.7:/.7.25.703.9.9203.3.

3502078.9.3.8 ./.35.7: 03.8:/.35.8 8:.5.3.489...3.7:-.8/.33.7.7.2-.30:.390709.:39:203039:./.3 8:.7...3/05.3.7.:8:9..3  $:.3 8:.85.:7.7.5..5.507:-.39.8:.3:/.-8/.-...3/.7..7: .38093574808:885348:8.7.9..350302-.8.85./...38:.7:-.5.3  80/./.70/:5 472...8/.8.947.507.32.:8:9.3.9.7.7.75.28.3.5.3-0.3 /.3.7:.:     &$&%$   &$&%$!#&  %::..7.0790-7.9//03.3.3.

5.8.5.3907.5./.3../5:8.7.5748085073./.8 !.9:-073.

0//08/.3.3-039:7.

./. 9:7-:0385.8.3.9:3857.3 /3/3-743:8 !:8. 09.7.320.33.-.7.3/.7.39.-743:8/.5.3-039:7.3.3507.30--.::203/..3/./.

7 3.8.8/-.5.203.3/30857.

.3.3857..2.38:./.8 .3 507-0/..33.39.30857.7.8.8 $:.7..5.. 3.5.9:8:.5.7.32030-.-.7.3.7.2030:.8/.83472..2.

3.8.3.08:07 8:.7...5.25:7.

1.30/:.35.8.08:07/.7.7.80-078. 907/03.08:07-073./.-7434.2-:3. $:.70-5./.0857./.8/.75.1.3.38:.5.8/.703/.80 3857.8 -743.3.3.5.

7.3 9075:9:8.-073../.2.9/.80-.93/03.75.800857.3857.58 $:. 3.8-743./.8039./.8/.31./.5.

/.3./.3.58/80-:9-7434.30.33857.93/03.8039.8/.8/.342-3.8.88:.58 $0/.3 0857.08:07.39/.8039.7..

83472.35.3 :7:8/.9:3857.3./.82.8.3./5.5.95./.95.7.08:075.8-743.7: 203.7.7..5.50:7.0.5.3.7:  $:.9. 8.9-07.9:5./.907/03.8.7..084-743.5..30. .743././...7.5.73.08:072002.7:907/03..3./.02:33.5.35././.8.79.7:3472.8.9.75.9 28.7:3472.3 5.8.3..0/:.9:2033.3.3 . -.7-.  $:.8  $:.82.3.3.34384/.7././.9445.3 :/.3.5.. 47./.9/./..92033.7: $:..

9/.7:. /03./.9.3.0-93/8079./.75.2-.392-:..5.9 $:..39/.709//...3:8.7: 80.:7.8 5030259..80.75./.503/0/:90857.7.:7.7.0.3..-.5.3907-:./.2.7.35.80-..33.28.33.3 /.7.33.7:2038.000  $:.907/03.3/.8/.8:./.

.78050798:./..002-:3:/.3 -. #43 ...38:.2-:9 -.7805079080.75. 8.9002-:3..89.5. #43-.3. 2030259 #43073-073.9/.7.3.:7.80/.8.3. 907/03.709 #43-..3/-.8.7.703../03.:7. 5.8.75.8.80.8:.88/.350.9./.:8 9/.7.2025:3.5  ./.81.7 203.3./.33.8 .1.7-.9:743-./. 907/03.//03./..2-.80.38050798:.-74309./3  #430730-2:/.:. 002-:30.7.3 9.-08.7.38:.9075:9:8  #43-.8-08.37..80.4.5.7-.3.9075:9:8 5:9:8/.8.5..5.89..93/80-:98-.380/./.9.380-0:23.7095..7. 907/03.8.8./2.5..83.33.2.33.530:243.3.-.7. /.703.7.3-7434530:243.9078-.3743073 /03.350..800857.3 907/03.8.04. 203.8.8.

33.-.9.703/..-.86:.320307./..9.33.5./.38./80-:9 000 #43073-073.:7..7 /80-:98434:74:8 907/03.380-..38.8:2-.3 743073.3.:7.98:2-.780507947.9.80.8-08.5.

74:33  $:.7..3.9:/.3.7080.9.350:7.2-.

3/.3079.  90250.5.-.  39.7 805079080..3907/03.1.3/5..3/03./03.32::9907-:./.850.8 907:9./.89094845/90.35073./.8.803203. .80 3857.3   .3.30/:.3-07.85.3890948455.3 /03.73.3907/03./.:/53.3502078.17.50:7.3 50.9.2.2.5..8 807.3/.70.5. &$&%$!#&!   !4885.9437:-.9.5./3/3/.803/:/:/03.

7. 03.3:93.3.7.37.3.3170:0388:.8.33.37.9:8.3  - &&%$!#&   !4885.3.37 8079.5.82:23.. .5.73/03.50/.38:.70.07.33.3 /...38:.309.3.30-.803/:/:/03.3:93.3-073.3808.80370.9...3.5.38.5.3 /03.8/.5:.88940 /.  39.9.8/03.:39:502078./.3.25.3..8  :.2-.-0.3//..25.38:.803203.3-.37:./.3/.503.3/5.39:3  .3/3.8/03.-.33907489... /.3-.3/.3./.-.0/.:8:9.3.370.8.474389089445:39:/.7.3202-7.:39:.89./   %039:.8.7.3.3/.7.2-..3:.  90250. 02:/.8.:/53./03.3390389..7.32:3392-:  .  39../.7..08070-.0/.803203.3/.3/.380907:83.85.8.37 /.890948455. 8.803-07-..7/05.  .8:.38:..5.9.3/03.3.2.8.3907:8.. ./.3/3..33907489..7.3/.380907:83.  90250305./.2.38:/:9 /07.37 /03.9.7. 8.305./.07.890948455..7.3.3.3.-:3.8:.3088/3/3/.7.903.3  80..08070-.7./.8:57.3.:8:9.3502078..3   80.30857./.9:5074/03857...47/8/03.8-./..37  .2/.54890747 . 89073:2  !07.3:9./....37  .3.3992.3.8 9.7.3....3.5.8.89073:2 03.9  39.  !07./.5.9..85:8:8 /03:93.7./.903.7.07.39:3  0/.3.:8:9..9.7./.9.2.3/.83.8940/..3-83/.3   &$&%$#%&   !4885.30/:.7.2/./.7/.:..2-.3:39:7:..3 202-0.