1

SISTEMATIKA USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKMP) A. JUDUL PROGRAM Produksi Minuman Serbuk Instan Sari Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan Variasi Penambahan Maltodekstrin dan Suhu Pemanasan. B. LATAR BELAKANG Belimbing wuluh adalah tanaman buah asli Indonesia yang mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Menurut Tohir (1981), pohon belimbing wuluh berbunga dan berbuah sepanjang tahun tetapi tidaklah sebanding dengan pemanfaatannya, sehingga banyak buah segar yang terbuang sia-sia karena buah ini mudah sekali gugur dan membusuk. Belimbing wuluh umumnya digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit hipertensi. Menurut Wijayakusuma dan Dalimartha (2005) buah belimbing wuluh sering digunakan untuk mengobati hipertensi karena mengandung zat kalium yang dapat melancarkan keluarnya air seni, sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Menurut Lingga (1990), kandungan vitamin C dalam buah belimbing wuluh segar sebesar 25 mg dalam 100 gbuah segar. Kandungan vitamin C ini mendekati kandungan vitamin C jeruk nipis sebesar 27.00 mg dalam 100 g buah segar. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi tersebut dapat dijadikan acuan dalam pemanfaatan buah belimbing wuluh sebagai minuman kesehatan. Menurut Permana (2008), minuman serbuk adalah produk pangan berbentuk butiran-butiran (serbuk) yang dalam penggunaanya mudah terlarut dalam air dingin atau panas. Pengolahan belimbing wuluh menjadi serbuk minuman instan dilakukan dengan penambahan maltodekstrin. Maltodekstrin adalah senyawa turunan pati hasil hidrolisis pati melalui proses hidrolisis parsial oleh enzim α-amilase (Kennedy dkk., 1995). Penambahan maltodekstrin bertujuan untuk meningkatkan daya kelarutan dan sifat organoleptik minuman serbuk instan sari belimbing wuluh. Optimasi penambahan maltodekstrin dan suhu pemanasan juga diperlukan untuk menciptakan minuman serbuk instan yang berkualitas baik secara kimia maupun organoleptis. dan disukai panelis. Dalam penelitian ini buah belimbing wuluh akan diambil sarinya dan kemudian diolah menjadi serbuk minuman instan dengan variasi suhu pemanasan dan penambahan maltodesktrin. Daun Katuk (Sauropus Androgynus L) akan

Apakah ada perbedaan pengaruh penambahan variasi maltodekstrin terhadap kualitas minuman serbuk instan sari belimbing wuluh (fisik. seperti Jurnal Biota Fakultas Teknobiologi Atma Jaya. Selain itu pengolahan belimbing wuluh menjadi minuman instan diharapkan dapat meningkatkan keanekaragaman pemanfaatan buah belimbing wuluh ini sehingga masyarakat lebih tertarik . 3. Berapakah suhu pemanasan yang optimal dalam proses pembuatan minuman serbuk sari belimbing wuluh ? D. kimia. 2. mikrobiologis.ditambahkan secukupnya dalam proses pembuatan minuman serbuk instan untuk memperbaiki sifat organoleptik dalam hal kenampakan warna produk minuman agar lebih menarik untuk dikonsumsi. PERUMUSAN MASALAH 1. Berapa penambahan variasi konsentrasi maltodekstrin yang optimum untuk memperoleh kualitas minuman serbuk instan sari belimbing wuluh yang paling baik dan disukai panelis ? 3. Mengetahui suhu pemanasan yang optimal untuk memperoleh kualitas minuman serbuk instan sari belimbing wuluh yang paling baik dan disukai panelis. C. organoleptik) ? 2. Selain itu Minuman Serbuk Instan Sari Belimbing wuluh yang diproduksi diharapkan dapat dipatenkan dan diproduksi dalam skala lebih besar. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari Penelitian ini agar hasil penelitian dapat dipublikasikan ke dalam jurnal ilmiah yang telah terakreditasi. organoleptik ). Sukralosa juga akan ditambahkan dalam produk minuman serbuk instan untuk meningkatkan rasa manis dan mengurangi keasaman dari belimbing wuluh. Mengetahui penambahan variasi maltodekstrin yang optimal untuk memperoleh kualitas minuman serbuk instan sari belimbing wuluh yang paling baik dan disukai panelis. F. Mengetahui perbedaan pengaruh penambahan variasi maltodekstrin dan suhu pemanasan terhadap minuman serbuk sari belimbing wuluh dengan penambahan (fisik. E. mikrobiologis. TUJUAN PROGRAM 1. MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dan nilai ekonomis buah belimbing wuluh dan memberikan informasi tentang kualitas minuman serbuk yang berbahan baku belimbing wuluh. kimia.

80 mg 12 Bagian yang dapat dimakan 86.) adalah : Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua) Ordo : Oxalidales Famili :Oxalidaceae Genus : Averrhoa Spesies : A. Komposisi Jumlah 1 Kalori 32. berair.40 g 5 Karbohidrat 7.3 untuk memanfaatkan potensi belimbing wuluh sebagai tanaman pangan dan obat. sangat masam.00 mg 8 Besi 0. 1990). marga Averrho.00 % Tabel 1. Komposisi kimia belimbing wuluh per 100 gram Sumber : Direktorat Gizi Depkes RI.1 mg 11 Vitamin C 25.00 mg 7 Fosfor 9. bilimbi L. Komposisi kimia belimbing wuluh dapat dilihat pada Tabel 1 berikut : No. . Klasifikasi ilmiah untuk belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.20 mg 9 Vitamin A 37. G.1. TINJAUAN PUSTAKA G.20 g 6 Kalsium 8.60 g 4 Lemak 0.00 % 3 Protein 0.00 SI 10 Vitamin B1 0. banyak tumbuh pada batangnya dan biji yang dimiliki berukuran sangat kecil (Lingga.00 kal 2 Air 90. Buahnya jorong. Belimbing wuluh berbentuk lonjong dengan tinggi pohon 15 meter. 1981 dalam Soetanto (1998). (belimbing wuluh). Belimbing Wuluh Belimbing adalah nama melayu untuk jenis tanaman buah dari keluarga Oxalidaceae.

Siklamat Tidak boleh ada 5.5 4 Jumlah gula (sakarosa) % maks 85. saponin. Dari hasil penelitian tersebut ternyata perasan buah Belimbing wuluh mampu mencegah kenaikan kadar kolesterol serum darah tikus. Ekstraksi dilakukan sebagai tahap awal dalam pembuatan minuman instan untuk mendapatkan sari atau bahan aktif yang diinginkan sedangkan pengeringan merupakan proses selanjutnya yang bertujuan untuk menghilangkan kadar air dalam bahan (Oktaviany. dan mudah dalam pembuatannya. asam oksalat. flavonoid. Syarat Mutu Minuman Serbuk InstanTradisional No Kriteria uji Satuan Persyaratan 1 Keadaan 1. mencegah peningkatan kadar kolesterol serum darah tikus.Sakarin Tidak boleh ada .khas rempah-rempah 1. kumarin.2. Penelitian Herlih (1993). Hartimin (1994) menyatakan asam oksalat yang terdapat dalam ekstrak buah belimbing buluh dapat digunakan sebagai bahan pengetsa gigi dengan hasil yang lebih baik daripada bila digunakan asam fosfat. Air perasan buah Belimbing wuluh mampu mencegah terjadinya aterosklerosis pada pembuluh darah utama tikus. Menurut Herlih (1993) dan Mulyaningsih (1998). Tabel 2. Menurut penelitian Hutagalung (1986). Proses pembuatan minuman instan secara umum terdiri dari dua tahapan. 2002). perasan buah belimbing buluh dapat menurunkan tekanan darah sistemik pada kucing teranestesi. tanin. kandungan kimia buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) antara lain adalah flavonoid. G. dan dari pemeriksaan histopatologi mampu mencegah terjadinya aterosklerosis pada pembuluh darah utama tikus.3 Rasa Normal.1 Pemanis buatan .Menurut Herlih (1993). cepat saji.1 Warna Normal 1. mengenai pengaruh perasan buah Belimbing Wuluh terhadap kadar kolesterol serum darah tikus putih. praktis. ternyata perasan buah Belimbing Wuluh peroral dapat menurunkan kadar kolesterol dalam serum darah tikus. fenol. yaitu proses ekstraksi dan proses pengeringan.khas rempah-rempah 2 Air % maks 3.0 3 Abu % maks 1. minyak atsiri. Minuman Serbuk Minuman serbuk instan merupakan produk jenis minuman yang berdaya tahan lama.0 5 Bahan tambahan makanan: 5.2 Pewarna tambahan Sesuai SNI 01-0222-1995 6 Cemaran logam . alkaloid. dan pektin.2 Bau Normal.

Vitamin C ini dapat memberikan konstribusi pada penurunan berat badan. pipet tetes. neraca analitik.1 3x103 <3 Sumber Anonim (1996). H.5 7 8 6. Menurut McDonald (1984). Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian akan dilaksanakan mulai bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Maret 2012 di Laboratorium Teknobio Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. mikropipet. Kebanyakan produk ini ada dalam bentuk kering dan hampir tak berasa (Barbosa dkk. Maltodekstrin merupakan larutan terkonsentrasi dari sakarida yang diperoleh dari hidrolisa pati dengan penambahan asam atau enzim. Menurut penelitian Yohana (2011) konsentrasi optimum penambahan maltodekstrin yang optimum dalam pembuatan minuman serbuk instan adalah sebesar 15 %. METODE PENELITIAN H. sehingga pada percobaan ini akan diberikan konsentrasi maltodekstrin dengan variasi 6%. baskom plastik. 10%. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah pisau.2.2 maks 2. vortex. oven. penambahan dekstrin sebanyak 6% dapat menahan kandungan vitamin C pada bahan paling baik dibanding dengan konsentrasi 0%. telenan. tabung reaksi. . dan 14%. tip. H. timbangan. 2%.0 maks 50 maks 40 Maks 0.2 Coliform mg/kg mg/kg mg/kg mg/kg mg/kg Koloni/g APM/g maks 0. G. kompor gas. labu kjedahl..1 Angka lempeng total 8. loyang. pro pipet. sedangkan maltodekstrin dengan DE tinggi cenderung menyerap air. sendok pengaduk. maltodekstrin banyak diaplikasikan sebagai bahan pengental sekaligus dipakai sebagai emulsifier.4 Timah (Sn) Cemaran Arsen (As) Cemaran mikrobia: 8. dan 4%. inkubator. alumunium foil. 2005). Kelebihan maltodekstrin adalah mudah larut dalam air dingin. Maltodekstrin dengan DE yang rendah bersifat non-higroskopis.3. pipet ukur. blender. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Syahputra (2008).1. Maltodekstrin Maltodekstrin merupakan produk hidrolisis pati yang mengandung unit α-D-glukosa yang sebagian besar terikat melalui ikatan 1.1 Timbal (Pb) 6.3 Seng (Zn) 6. ayakan tepung ukuran 100 mesh.4 glikosidik dengan DE kurang dari 20.2 Tembaga (Cu) 6.

dapat dilihat pada Tabel 3. penjepit. HCL. labu takar.4. soxhlet. Perlakuan Penambahan Variasi Pektin : Maltodekstrin Suhu Pemanasan 70 oC 80 oC Ulangan 1 2 3 1 2 3 Perbandingan perlakuan Konsentrasi maltodekstrin(%) 15 % 20 % 25% H. labu ukur. Bahan-bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah belimbing wuluh. aquadest. gelas beker. larutan pati 1%. dicuci hingga bersih kemudian di hancurkan menggunakan blender dengan penambahan air. Sari buah belimbing wuluh ditambahkan maltodekstrin dengan tiga macam variasi perlakuan konsentrasi sebesar 15 %. tabung durham. buret. Daun Katuk . indicator iodium. waterbath. Pembuatan Serbuk Instan Minuman Sari Belimbing wuluh Tahapan pembuatan minuman serbuk sari belimbing wuluh adalah sortasi belimbing wuluh yang seragam tingkat kematangannya dan tidak cacat. labu destilasi.3. vortex. Plate Count Agar (PCA). 20 % dan 25 %. H2SO4. Tabel 3. Setelah itu dilakukan proses penyaringan dari belimbing wuluh sebanyak 100 gram. laminair flow. NaOH. alkohol 95%. kertas saring. eksikator.Tahapan Penelitian 1. indikator pp. indikator methylene red. sukrosa. H. petridish. Rancangan Percobaan Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL faktorial) dengan menggunakan dua variabel konsentrasi dengan 3 variasi perlakuan dan 3 kali ulangan. maltodesktrin. petroleum eter. lampu Bunsen. colony counter dan kapas. K2SO4 dan CuSO4. Erlenmeyer.cawan porselin. NaOH pekat.

didinginkan dalam eksikator dan ditimbang. Selanjutnya komponen soxhlet dilepaskan dan labu ekstraksi diuapkan dengan oven pada suhu 100oC. 2. kemudian di masukkan ke dalam labu Kjeldahl. 1997) Sampel minuman serbuk sari belimbing wuluh ditimbang sebanyak 2 gram. Sampel didinginkan dengan eksikator dan ditimbang sampai berat konstan. Hasil pengeringan ditambahkan dengan sukralosa kemudian diblender hingga terbentuk bubuk instan yang kemudian diayak dengan saringan 100 mesh. Sari belimbing wuluh dikeringkan menggunakan oven dengan variasi suhu pemanasan 70 oC dan 80 oC selama 7 hingga 12 jam. Kadar lemak dapat dihitung dengan rumus: c. Pengurangan berat merupakan banyaknya air dalam bahan. kemudian ditambahkan 15 ml H2SO4 pekat dan didestruksi dalam lemari asam sampai cairan menjadi bening.7 (Sauropus Androgynus L) akan ditambahkan secukupnya dalam proses pembuatan minuman serbuk instan. kemudian dibungkus dengan kertas saring dan dimasukkan ke dalam tabung soxhlet. Sampel didinginkan sampai tabung dan cairan benar-benar menjadi dingin kemudian setelah dingin sampel dimasukkan ke dalam labu destilasi dan ditambahkan 50 ml aquades. 1997) Sampel minuman serbuk sari belimbing wuluh sebanyak 2 gram ditimbang dan diletakkan dalam cawan porselen yang sudah diketahui beratnya. 1997) Sampel minuman serbuk instan belimbing wuluh ditimbang sebanyak 1 g. Kadar Lemak Metode Soxhlet (Sudarmadji dkk.2 gram. setelah itu dipanaskan lagi dalam oven selama 30 menit. lalu ditambahkan 2 g katalisator K2SO4 : CuSO4 (1 : 2). Perlakuan tersebut diulang sampai diperoleh selisih berat konstan sebesar ± 0.1 N sampai cairan berwarna biru (basa). kemudian . 3 tetes indikator PP dan NaOH 0. Kadar air sampel dihitung dengan rumus: b. Pengujian kimia Serbuk Instan Minuman Sari Belimbing wuluh a. Tabung soxhlet dipasang pada alat destilasi dan ditambahkan Petroleum Eter 10 ml pada labu gojog dan ditambah PE 5 ml pada bahan yang terbungkus kemudian dilakukan destilasi selama 4 jam. Kadar Protein (Sudarmadji dkk. Kadar Air (Sudarmadji dkk. kemudian sampel dikeringkan dalam oven pada suhu 100-105o C selama 3-5 jam. Kemudian didinginkan dala eksikator selama 15 menit dan ditimbang.

kemudian didinginkan dalam eksikator selama 10 menit lalu ditimbang. 1984) Sampel minuman serbuk sari belimbing wuluh sebanyak 10 g dimasukan ke dalam beker gelas. Aquadest ditambahkan hingga volumenya menjadi 100 ml kemudian diaduk hingga merata dan disaring dengan kertas saring. Sampel minuman serbuk sari belimbing wuluh sebanyak 2 g dan diarangkan dengan menggunakan kompor listrik hingga bahan menjadi arang. untuk penampungan ditunggu sebanyak 50 ml. Larutan tersebut kemudian didestilasi yang sebelumnya telah ditambahkan larutan HCl 0. Jumlah volume tetesan iodium yang terpakai dalam titrasi dicatat. kemudian diletakkan dalam eksikator dan ditimbang sampai beratnya konstan. Perlakuan ini diulang sampai tercatat berat konstan. 1997) Kadar karbohidrat ditentukan dengan cara perhitungan yang disebut metode carbohydrate by differences. kemudian dipijarkan dalam tanur atau muffle dengan suhu 550oC selama 4-8 jam sampai diperoleh abu berwarna keputihputihan. Kadar Karbohidrat (Sudarmadji dkk.25 d. kadar lemak dan kadar abu.1 N sampai berwarna kuning jerami. Kadar Abu (Sudarmadji dkk. Filtrat hasil penyaringan diambil sebanyak 10 ml dengan menggunakan gelas ukur lalu dimasukkan ke dalam erlemeyer dan ditambahkan 2 hingga 3 tetes larutan pati 1 % lalu dititrasi dengan menggunakan iodium 0. yaitu angka 100 dikurangi jumlah dari hasil perhitungan kadar air. Penentuan Kadar Vitamin C ( Sudarmadji. kadar protein. dkk. f. Kadar vitamin C dapat dihitung dengan menggunakan rumus: . lalu destilasi dihentikan dan dititrasi dengan larutan NaOH 0. Kadar protein dapat dihitung dengan rumus : % Protein = % N x 6. Kadar abu sampel dapat dihitung dengan rumus : e. Sampel tersebut dioven pada suhu 100-105oC.01 N hingga terjadi perubahan warna biru. 1997) Cawan porselin dipanaskan dalam oven.ditambahkan batu didih secukupnya ke dalam labu destilasi.1 N sebanyak 10 ml ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan 2 tetes indikator Methylene Red..

Uji Warna dengan Chromatometer (De Man. . Cawan porselen dengan hasil filtrat sampel dipanaskan dalam oven selama tiga jam hingga beratnya konstan. Aquadest kemudian aquadest hingga tanda batas dan dibiarkan 24 jam di dalam oven pada suhu 37 oC. Parameter yang muncul dari alat ini adalah L* yang terwakili kecerahan dari hitam ke putih (lightness). a* yang mewakili warna merah ke hijau. 1995) Sampel minuman serbuk sari belimbing wuluh ditimbang sebanyak 2 gram kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 200 ml. Botol timbang dibilas dengan aquadest hingga volumenya kira-kira 150 ml.9 g. Daya larut air dihitung dengan menggunakan rumus : i. 1978) Sampel minuman serbuk sari belimbing wuluh ditimbang sebanyak 10 g kemudian dimasukkan ke dalam gelas beker. Air sampel kemudian disaring dan diambil filtratnya dengan pipet tetes 10 ml dan dimasukkan ke dalam cawan porselen 50 ml yang diketahui beratnya. Kemudian selanjutnya labu ukur dikocok dan dibiarkan beberapa jam sambil sesekali digoyangkan. Data dari chromameter yang digunakan adalah L sebagai data hasil penelitian. a*. Perhitungan Angka Lempeng Total (Fardiaz dan Margino. j. Aquadest ditambahkan dalam gelas beker hingga volumenya menjadi 100 ml kemudian disaring dengan kertas saring. 1997) Sampel minuman serbuk sari belimbing wuluh ditimbang sebanyak 5 gram dan dibuat bentuk kubus dengan ukuran 2 cm x 2 cm. Titrasi dihentikan setelah timbul warna merah jambu yang stabil. Penentuan Total Asam (Ranganna.1 N. Sampel diletakan di bawah instrument kromatometer dan instrument diatur sedemikian rupa sampai sampel bear-benar terkena cahaya dari alat. Total asam dihitung dengn menggunakan rumus : h. Angka yang diperoleh dari L*. dan b*. dan b* yang mewakili warna biru ke kuning. Filtrat hasil penyaringan diambil sebanyak 10 ml dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer kemudian ditambahkan dengan indikator phenolptalein 1 % sebanyak 2 hingga 3 tetes kemudian dititrasi dengan menggunakan NaOH 0. Penentuan Daya Larut Air ( SNI.

1 ml dan diinokulasikan ke medium Plate count Agar (PCA) dalam petri secara Spread plate. JADWAL KEGIATAN PROGRAM Tabel 4. Bahan dan Peralatan a. kenampakan berdasarkan tingkat kesukaan panelis. 1 = tidak suka.000. Angka lempeng total dihitung dengan cara mengalikan jumlah koloni yang tumbuh dengan faktor pengenceran. l. aroma. rasa. Hasil uji kemudian diurutkan.- . Uji Organoleptik Uji organoleptik dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis dengan menyebarkan kuisioner yang jumlahnya 25 orang terhadap produk serbuk instan minuman sari belimbing wuluh dengan variasi penambahan konsentrasi pektin dan maltodekstrin. Petri kemudian diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. Jadwal Kegiatan Program Jenis Kegiatan Waktu (bulan ke-) 1 2 3 4 5 Persiapan dan pembuatan minuman *** *** serbuk instan Pengamatan dan analisis minuman *** *** serbuk instan Penulisan dan pengiriman laporan *** I. Masing-masing pengenceran diambil sebanyak 0. Skor yang digunakan adalah sebagai berikut: 4 = sangat suka. lalu diambil 1 ml dari hasil pengenceran 10-2 dan ditambah 9 ml aquades steril untuk pengenceran 10-3 dan seterusnya sampai pengenceran 10-5. BIAYA I. dan untuk mengetahui adanya letak beda nyata antar perlakuan digunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95 % (Gasperz. 3 = suka. Analisis data Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan ANAVA. Uji organoleptik ini meliputi warna. h. k. Sewa laboratorium 6 *** : Rp 600. Pengenceran 10-2 diperoleh dari 1 ml hasil pengenceran 10-1 ditambah 9 ml aquades steril. 1991).1993) Sampel minuman serbuk sari belimbing wuluh sebanyak 10 gram diencerkan dengan 90 ml aquades steril untuk pengenceran 10-1. 2 = agak suka.

6.) pada Tikus dan Probandus Hiperlipidemia : Lap. Y.. Juliano. c. Hutagalung. Bertanam Belimbing : Penebar Swadaya. 1.60. Biologi FMIPA UNAIR. . 750. K. 1993.000.000. Sewa peralatan uji Bahan pembuatan minuman serbuk Bahan kimia untuk analisis Berbagai medium uji mikrobia Cetakan dan Plastik pengemas (Packaging) Uji Organoleptik Laporan Penelitian Dokumentasi (foto-foto analisis) Tinta printer + alat tulis Pengolahan data Penyusunan + penggandaan laporan Pengiriman laporan Publikasi dan seminar Jumlah Biaya Penelitian : Rp 2. Universitas Gajah Mada. Bagaimana cara Membuat Minuman Serbuk Instan.000. 1993. J.350. De Man. Oktaviany. Pengaruh Air Perasan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L. 1998. Herlih.000. Lingga.. Jakarta Mulyaningsih. b. and Functionality: Plenum Publisher. f. Kedokteran.V.: Rp.Metode Perancangan Percobaan : Armico. 2008. e. a.S. Skripsi: Pengaruh Perasan Buah Belimbing Wuluh Terhadap Kadar Kolesterol Serum Darah Tikus. Pengaruh Perasan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L. Uji Toksisitas. Cinna-Ale dari Rempah Asli Indonesia. Pembuatan Minuman Skripsi : FATETA. UGM. g. Yogyakarta.000.: Rp 430. C.: Rp. Uji Khasiat dan Uji Klinik Jus buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L. dan Yan.M. II. Bandung.R.G. f. Penelitian.1986. Yogyakarta.. 1990. P. H. Ortega.000.230.000.000.70. http:??awpermana. E.: Rp. Bogor. DAFTAR PUSTAKA Barbosa. d. J.000.: Rp. Fak. P.000. S.: Rp. Bandung Fardiaz.N.80.11 b.:Rp.: Rp. 1995. V.000.- J. Farmasi UGM. Yogyakarta.980. 2002..: Rp.. 1997. Food Powders: Physical Properties. (2005).: Rp.400.450. New York. dan Margino.. Analisis Mikrobiologi Pangan : PAU Pangan dan Gizi. Gaspersz. UGM. Hidayati. IPB.: Rp. c. Yogyakarta. Farmasi.140. e. Processing.000. U. Permana.. d.) terhadap Kadar Kolesterol Serum Darah Tikus Putih: Skripsi.250.) terhadap Tekanan Darah Sistemik Kucing Teranestesi beserta Skrining Fitokimianya. 1991. Fak. Skripsi : Fak.170. Kimia Pangan : Penerbit ITB.: Rp.000.

Pectin : New Insights Into On Old Polymer Are Starting To Gel: Trends in Food Science and Technology. S. Wijayakusuma.2009. H.1978. New Delhi. A.. Sudarmadji. Willat. S. R. Yogyakarta.. 1989. 1981. Liberty. Suhardi. Manual Analysis of Fruit and Vegetable Product: Tata Graw-Hill Publishing Company Limited. 1997. Skripsi : Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.. Haryono. Bogor. Manisan Buah-Buahan 3 Ceremai.D. 1998. J.com/2008/05/19/ 11 Agustus 2011.. Dekstrin untuk Industri Non Pangan : Badan Standarisasi Nasional.G. Prosedur Analisis untuk Bahan Makanan dan Pertanian.. Yogyakarta. Jakarta. K.T. W. Pedoman Bercocok Tanam Buah-buahan : Pradnya Paramita Jakarta. 17:97– 1004.dagdigdug. Jambu Biji : Penerbit Kanisius. Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Darah Tinggi : Penerbit Penebar Swadaya.. .S. Paul K. Pengaruh Konsentrasi Pektin dan Perbandingan campuran Sari Buah Markisa dengan Nenas Terhadap Mutu Serbuk Mutu Serbuk Minuman Penyegar. 2006. Tohir. Ranganna. bagaimana-cara-membuat-bubuk-minuman-instan. dan Dhalimartha S. B. Widyasari. Soetanto. Belimbing. 2005. dan Mikkelsen J. Standar Nasional Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful