Makalah Hukum perdata

Kasus Penelantaran Anak
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah hukum perdata

Disusun oleh: Fanesha Zetalini – 110110100292 Ghazi Lutfhi - 110110100295 Aristya Michiko – 110110100296 Nadhira Alifa – 110110100348 Annisa Fauzia – 110110100349 Roby Novan R - 110110100356 Djaenal R F – 110110100357 Agnuarde Ripurbo – 110110100363 Sancoyo Pinandito – 110110100366 Varez Akbar F – 110110100367

Universitas Negeri Padjajaran 2011

Makalah ini berisikan tentang Penelantaran terhadap anak-anak yang dilakukan oleh orang tua kandungnya sendiri. Akhir kata. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi dan pelajaran kepada kita semua agar tidak menelantarkan anak. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Bandung. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. yang berjudul “Penelantaran Anak”. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah mengenai hukum perdata ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya. 04 Oktober 2011 Penyusun .

Padahal kita tahu bahwa anak bawah umur masih sangat membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya. maka kami dapat mengidentifikasikan masalahnya sebagai berikut : a.255. Hal ini sangat memprihatinkan.Bab I Pendahuluan A. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor. Judul makalah ini sengaja kami pilih karena menarik untuk dibahas dan perlu mendapatkan perhatian dari seluruh pihak yang peduli terhadap penelantaran anak dibawah umur.067 anak. Apa pengertian penelantaran anak? b. Identifikasi Masalah Berkaitan dengan judul makalah ini yaitu “Penelantaran Anak”. B. angka ini sekaligus menjadikan Jawa Barat sebagai posisi pertama dalam tingkat anak hampir terlantar dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia. sedangkan dalam Pasal 45 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Latar Belakang Masalah Kita sering melihat banyak orang tua yang menelantarkan anaknya yang masih di bawah umur. tingkat anak hampir terlantar di Jawa Barat pada tahun 2006 adalah sebanyak 1. dikatakan bahwa kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya. Apa dampak dari penelantaran anak bagi anak ? . Namun. pada kenyataannya banyak anak yang masih ditelantarkan. Apa yang menyebabkan penelantaran anak ? c. Menurut data yang kami dapatkan dari Departemen Sosial Republik Indonesia.

C. . dan dampak itu sendiri bagi pihak anak dan orang tua. tujuan atas pembuatan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan untuk menganalisis masalah penelantaran anak dan sebab-sebab mengapa orang tua menelantarkan anaknya. Tujuan Penelitian Tujuan kami membuat makalah dengan judul “Penelantaran Anak” adalah untuk memenuhi Tugas Hukum Perdata. Selain itu juga.

Ada kecenderungan orang tua melempar tanggung jawab pendidikan anaknya hanya pada sekolah.: 298: Orangtua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka yang masih di bawah umur.BAB II Isi A. Anak menonton tanpa kendali. Tinjauan Umum II. Lalu. Bagi yang sudah .1. Kehilangan kekuasaan orangtua atau kekuasaan wali tidak membebaskan mereka dari kewajiban untuk memberi tunjangan menurut besarnya pendapat mereka guna membiayai pemeliharaan dan pendidikan anak-anak mereka itu. Orang tua mengabaikan tanggung jawab. Anak-anak sekolah berjudi. Ada juga anak yang mengunduh tayangan pornografi melalui internet. Tidak jarang. mereka menyerahkan waktu anaknya kepada kemajuan teknologi visual. ibu muda menyuapi bayinya sembari matanya terpaku pada tayangan kekerasan. berakar dari rumah tangga. TV berperan membuat jarak sosial dalam relasi keluarga melebar. Definisi Penelantaran anak Penelantaran anak merupakan salah satu bentuk kekerasan. Bagian 1. KUHPerdata BAB XIV Mengenai kekuasaan orang tua. Dasar hukum mengenai penelantaran anak di Indonesia antara lain: a. dininabobokkan dan disuapi pengetahuan TV tanpa didampingi orang tua. bermain game online di warnet.Tak jarang ada yang berhutang dan mencuri agar bisa mengikuti kemajuan IT. TV dan internet. melalaikan kewajiban untuk memberikan jaminan perlindungan bagi anak-anak mereka.

Pengalaman pengejaran dan penangkapan oleh pihak aparat tentu menimbulkan pengalaman traumatik bagi anak-anak. (2) Penelantaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut. sedang ia wajib memberi kehidupan. Tetapi fakta di jalanan. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan deskriminasi. padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan. tumbuh. d. atau pemeliharaan kepada orang tersebut.dewasa berlaku ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Bagian 3 bab ini. Kita seperti menutup mata atas kemungkinan terjadinya kekerasan rumah tangga atau kejahatan seperti penculikan terhadap anak-anak melatarbelakangi pekerja jalanan itu. c. anak-anak miskin dan menggepeng. perawatan. b. lebih banyak ditangkapi ketimbang dipelihara negara. berkembang. Pada Pasal 9 berbunyi: (1) Setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya. Pasal 304 berbunyi: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau membiarkan seseorang dalam kesengsaraan. UU No. Penelantaran juga ditindak dalam KUHP pasal 304-309. . 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT). demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas. menjelaskan tentang tindak kekerasan penelantaran. UUD 1945 pasal 34 telah mengamanatkan negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. e. Makelar dan gepeng dewasa tetap saja menggunakan bayi dan anak-anak sebagai instrumen bisnisnya. berakhlak mulia dan sejahtera. dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak bertujuan untuk menjamin terpanuhinya hak-hak anak agar dapat hidup.

Penyebab Penelantaran anak Kemiskinan selalu dijadikan argumentasi menjawab kasus penelantaran anak. maka pidana yang ditentukan dapat ditambah sepertiganya. dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak banyaknya empat ribu lima ratus rupiah. II. Masyarakat menganggap manipulasi dan ekploitasi untuk kepentingan ekonomi terhadap anak bukan hal serius dan negatif. Tidak banyak yang peduli apakah kematian anak-anak didasari faktor alamiah. sepanjang ia dapat memberikan keuntungan finansial bagi keluarga. anak diekploitasi untuk bekerja menafkahi keluarga.perawatan dan pemeliharaan kepada orang itu. jika penelantaran dilakukan ayah dan ibunya. kelalaian atau kesengajaan. Pada pasal 307 dijelaskan. karena hukum yang berlaku baginya atau karena perjanjian. II. dipidana dengan penjara selama lamanya lima tahun enam bulan. sebagai tanda bakti. Di kota-kota besar. Alasan ini diterima masyarakat seperti hal wajar. Ibu rumah tangga juga bisa bertindak kejam dengan meninggalkan anak di rumah kontrakan dan membiarkan mereka kelaparan.2. Anak membantu orang tua dengan bekerja itu hal biasa.3. Pasal 305 berbunyi: Barangsiapa membuang anak yang dibawah umur tujuh tahun atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan anak itu daripadanya. Mereka tidak memperdulikan keselamatan anaknya. Ada yang sengaja dibuang keluarganya dan terlunta-lunta sebagai gepeng dan pengamen. Dampak Penelantaraan anak .

Dengan lahirnya UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang disetujui DPR RI Tanggal 23 September 2002. kekerasan terhadap anak seringkali diidentikkan dengan kekerasan kasat mata. karena ia termasuk dalam kekerasan anak secara sosial (social abuse). dan hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai tidak terpenuhi karena kelalaian. dari yang bermatra psikis (mental buse) hingga sosial (social abuse) yang berdimensi kekerasan struktural. karena ketidak mampuan.Dibandingkan anak yang menjadi korban tindak kekerasan. atau karena kesengajaan. jasmani. maka perlindungan anak telah memiliki landasan hukumnya secara yuridis. anak korban penelantaran sering kali kurang memperoleh perhatian publik secara serius karena penderitaan yang dialami korban dianggap tidak sedramatis sebagaimana layaknya anak-anak yang teraniaya secara fisik. Seorang anak dikatakan terlantar bukan karena ia sudah tidak memiliki salah satu orangtua atau keduanya. hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Terlantar disini juga dalam pengertian ketika hak-hak anak untuk tumbuhkembang secara wajar. Penelantaran anak merupakan bagian dari bentuk kekerasan terhadap anak. Padahal kekerasan yang bersifat psikis dan sosial (struktural) juga membawa dampak buruk dan permanen terhadap anak. ketidak mengertian orangtua. . Anak terlantar adalah anak-anak yang karena suatu sebab tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar. baik rohani. Istilah (child abuse) atau perlakuan salah terhadap anak bisa terentang mulai yang bersifat fisik (physical abuse) hingga seksual (sexual abuse). maupun sosial. seperti kekerasan fisikal dan seksual.

Contoh Kasus Tentu banyak kasus penelantaran anak yang terjadi di Indonesia. sejak Senin (25/1/2010).BAB III Contoh kasus dan Analisis A. namun kami akan mengambil satu dari berbagai kasus yang terjadi. Kelurahan Petir. Sebagai contoh adalah 3 anak yang ditelantarkan oleh orang tua yang bernama Leri (25) dan Diana (23) di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pulo Indah Asri. Kota Tangerang. Kecamatan Cipondoh. Mereka melakukan itu karena diduga sering cekcok dalam .

berdasarkan keterangan tetangga. "Awalnya pemilik kontrakan itu menduga mereka berantem. warga sekitar kontrakan malam. Karena kedua orangtua mereka tidak kunjung keluar. warga langsung mendobrak daun pintu rumah. Karena ayah dan ibunya tidak kunjung pulang. keesokan harinya. Selanjutnya. ia merasa curiga dan mencoba mengintip dari balik kaca jendela. Dalam laporan tetangganya." kata Sukarna. Sukarna menjelaskan. Sejak saat itu ketiga anak balita tersebut dirawat oleh tetangga yang merasa prihatin. warga akhirnya sepakat menyerahkan ketiga anak balita itu ke Polsek Cipondoh. warga sekitar yang sempat mengasuh ketiga anak balita itu akhirnya kontrakan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cipondoh.rumah tangga. "Begitu pintu terbuka. Selasa (2/2/2010) tengah malam. Selanjutnya. untuk dirawat. ketiga anak tersebut menangis histeris sehingga terdengar oleh pemilik kontrakan yang langsung menghampiri rumah tersebut. Pada malam harinya. Leri beranjak dari rumah di saat ketiga anak tersebut sedang tertidur lelap. Rabu (3/2/2010). untuk sementara Farel dan Rafal dititipkan ke Yayasan Yadin di Nerogtog. Karena anak-anaknya menangis berkepanjangan. Diana meninggalkan rumah begitu saja tanpa membawa ketiga anaknya. Putri yang sempat mengasuh ketiga anak balita itu akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cipondoh. Ketiga anak itu adalah Farel (3). kondisi ketiga anak itu sudah lemas diduga karena kelaparan. Hingga berhari-hari orangtuanya tidak pulang." papar Sukarna. Selasa (2/2/2010) tengah . akhirnya pemilik kontrakan memberitahukan kepada beberapa tetangga." ujar Sukarna. Sementara itu. suami-istri itu mengontrak rumah Ny Gultom sejak lima bulan lalu. Tangerang. Selasa. dan Putri Aprilia (9 bulan). Karena ayah dan ibunya tidak kunjung pulang. Pemilik mendapatkan rumah kontrakan tersebut digembok. Kepala Polsek Cipondoh AKP Sukarna Jaya Atmaja mengatakan. Leri dan Diana sering cekcok mulut. Setelah berantem. Rafal (2). ia berusaha mengetok-ngetok pintu rumah itu. Cipondoh. "Puncak keributan itu terjadi Senin (25/1/2010).

dan KUHP pasal 304-309. 23 tahun 2004. Analisis Dari contoh kasus yang dipaparkan di atas dapat kita lihat bahwa kasus tersebut memang salah satu contoh nyata dari kasus penelantaran anak yang terjadi belakangan ini yang bisa saja berdampak pada mental seorang anak. sebagaimana yang dijelaskan pada KUHPerdata Bab XIV yang isinya adalah : Orangtua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka yang masih di bawah umur. Para orang tua yang lepas tanggung jawab sebagai peran yang seharusnya memelihara dan mendidik anak-anak mereka. B. yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003. lingkungan (sosio-kultural). Orang tua adalah sebagai pemenuh hak dan kewajiban anak. disfungsi pada orangtua. Yaitu berhak untuk mendapatkan pemeliharaan dan pendidikan yang layak dan diberi kasih sayang yang layak pula dari orang tua nya. dan berkewajiban untuk melakukan tugasnya sebagai anak. . Sebagai anak. mereka mempunyai hak dan kewajibannya. UUD 1945 pasal 34. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perlakuan salah ini diantaranya. UU No. dan patologi pada anak." papar Sukarna. Untuk menghindari dan menangani masalah “perlindungan anak” maka dibentuk beberapa undang-undang mengenai itu. dimana kepribadian anak dibentuk pula sejak kecil. Kehilangan kekuasaan orangtua atau kekuasaan wali tidak membebaskan mereka dari kewajiban untuk memberi tunjangan menurut besarnya pendapat mereka guna membiayai pemeliharaan dan pendidikan anak-anak mereka itu.Aprilia dititipkan di tetanggannya dengan membuat surat pernyataan. "Mereka kami titipkan agar kesehatan lebih terjamin.

BAB IV PENUTUP Kesimpulan dan Saran .

Hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Penyebab penelantaran anak pun sangat beragam. mendapat kasih sayang. Selain sebagai cahaya mata keluarga anak juga pelestari pahala bagi orangtuanya. mendapatkan nama yang baik. 23 tahun kebutuhan dasarnya dengan wajar. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003. Penelantaran anak juga mengakibatkan sang anak tidak terpenuhi KUHPerdata BAB XIV. maupun sosial. Hak-hak anak ini menjadi tanggungjawab keluarga dan negara untuk memenuhinya. mendapatkan perlindungan dan nafkah dalam keluarga. Orang tua mengabaikan tanggung jawab. Mulai dari faktor ekonomi sampai cekcok dalam keluarga. melalaikan kewajiban untuk memberikan jaminan perlindungan bagi anak-anak mereka.Penelantaran anak merupakan salah satu bentuk kekerasan. dan KUHP pasal 304-309. Dengan pemenuhan hak-hak anak oleh setiap pihak yang bertanggungjawab. Bagi sebuah keluarga . Hak-hak anak ini antara lain meliputi. UUD 1945 pasal 34. maka anak-anak akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi berkualitas. mendapatkan penyusuan. dan mendapatkan kebutuhan pokok sebagai warga negara. Anak-anak memiliki posisi yang istimewa. Dalam hal penelantaran anak ini dilindungi dasar hukum mengenai penelantaran anak di Indonesia antara lain 2004. Munculnya berbagai problematika anak di atas merupakan akibat dari penelantaran atau pengabaian terhadap hak-hak anak. Hak hidup. sehingga dalam menetapkan perhatian terhadap anak dan pemenuhan hak-hak mereka menjadi hal yang sangat penting. Namun di Indonesia penyebab paling umum berasal dari faktor ekonomi. hak mendapatkan pendidikan. jasmani. berakar dari rumah tangga. UU No. dan hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai juga menjadi tidak terpenuhi. baik rohani.

tegas Negara bagi akan pelaku sistem hukum yang kekerasan/pembunuhan/penculikan/penelantaran terhadap anak. sosial. anak adalah generasi penerus masa depan. Negara harus menjamin pemerataan kesejahteraan bagi setiap warga negara. Kesadaran akan pentingnya mendidik anak akan memotivasi setiap orangtua untuk memperhatikan pendidikan dan pembinaan anak-anaknya agar menjadi pribadi-pribadi yang mulia. pendidikan.anak adalah penerus nasab (garis keturunan). seperti itulah yang nantinya akan mampu menjamin terpenuhinya semua hak-hak pokok warga negara termasuk hak-hak setiap . Negara wajib menjamin terselengaranya pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi setiap warga negara. Anak pada masa depan adalah aset sumber daya manusia yang sangat berharga serta menentukan jatuh bangunnya sebuah bangsa. Anak juga menjadi pewaris masa depan yang akan menjadi pemimpin di masa depan. selayaknya orangtua memelihara dan memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Perhatian terhadap pendidikan yang menghasilkan karakter yang kuat akan menjadi perhatian bagi setiap keluarga. Pemerintah adalah pelayan dan pengayom seluruh rakyat. Bagi sebuah bangsa dan Negara. fasilitas kesehatan yang mudah diakses. Perhatian terhadap anak menunjukkan pentingnya posisi anak dalam ketahanan masyarakat dan negara. dan lingkungan menerapkan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. dan hukum yang memerlukan penataan sistem politik yang menyeluruh. Penyelesaian berbagai persoalan anak harus meliputi penyelesaian problem dalam bidang ekonomi (kemiskinan). Semoga dengan sistem dan pemerintah anak bangsa. Dengan demikian.

Anak.com/tag/penelantaran/ http://nasional.com/2010/02/05/penelantaran-anak-kejahatankemanusiaan/ http://digilib..Tiga.antarafoto.id/gdl. (Contoh Kasus) http://dreamlandaulah.com/peristiwa/v1265281201/kasus-penelantaran-anak (Kasus) http://gis.wordpress.com/read/2010/02/03/10271644/Dilantarkan.go.DAFTAR PUSTAKA http://www.Kelaparan.php?mod=browse&op=read&id=digilibuinsuka--latigumila-665 http://kiasulteng.id/map.php? mode=pmks&dimensi=Keterlantaran&tahun=2006&p=0&iid=25 (Data Statistik) http://studibudaya.uin-suka.wordpress.wordpress.depsos.ac.com/2010/06/19/mengatasi-problematikaanak-bangsa/ .kompas.Orangtu anya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful