DAMPAK POSITIF

Penyusupan kepentingan asing dalam pembuatan UU dan RUU, saat ini sedang ramai dibahas. Ada 76 UU yang kabarnya mendapat intervensi asing dan semuanya bersentuhan dengan hajat hidup rakyat. Dengan demikian, kehidupan rakyat sedikit banyak dipengaruhi oleh UU hasil intervensi asing. Dampak positif dari intervensi asing terlihat jelas dari produk UU yang berhubungan dengan aspek sosial. Kebanyakan UU tersebut dihasilkan atas permintaan lembagalembaga di PBB. Di antaranya adalah UU Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta UU Keterbukaan Informasi Publik yang erat kaitannya dengan Unicef. “Tidak semua UU pesanan asing itu buruk, contohnya seperti 2 UU itu. Kalau yang dari hasil pesanan PBB dan lembaga-lembaganya itu baik,” kata Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kepada matanews.com di Jakarta, Selasa 12 Oktober 2010. Tanpa adanya kedua UU tersebut, bisa dibayangkan betapa sulitnya perlindungan dan jaminan HAM terhadap kaum wanita dan anak-anak. Dengan adanya keterbukaan informasi publik, rakyat pun bisa ikut memantau penyelenggaraan negara. Itu adalah contoh manfaat dari kedua UU hasil intervensi asing tersebut. Namun layaknya dua sisi mata uang, katanya, UU pesanan asing tak hanya berdampak baik dalam kehidupan rakyat. Dampak buruk terasa jelas ketika sumber daya alam dan keuangan ikut dirambah oleh pihak asing. Terlebih bila substansi UU yang dihasilkan bertentangan dengan UUD 45, kerugian akan semakin terasa. Campur tangan asing membuat perekonomian Indonesia menuju ke arah kapitalisme. Perubahan mulai terlihat dari privatisasi BUMN, misalnya Pelindo. Sejak Pelindo diprivatisasi pelayanan publik tak lagi menjadi prioritas utama. Pelindo lebih ditekankan untuk bisa menghasilkan keuntungan. “Untuk itu perlu ada revisi UU yang menyangkut sumber daya alam dan keuangan,” tandas Boyamin. UU dan RUU pesanan asing menjadi sorotan setelah politisi PDIP Eva Kusuma Sundari mengungkapkannya ke media. Tak tanggung-tanggung, ada 76 UU yang disusupi oleh lembaga asing dan semuanya menyangkut hajat hidup orang banyak. PDIP menyayangkan pemerintah membiarkan pihak asing campur tangan dalam pembuatan draft RUU. Eva menengarai ada tiga lembaga strategis Amerika Serikat yang menyusupi penyusunan UU di Indonesia. Ketiga lembaga itu yakni World Bank (Bank Dunia), International Monetary Fund (IMF), dan United States Agency for International Development (USAID).

jangankan untuk berfikir tentang pendidikan. Sebanyak 1. Pola ini yang seakan terus di dipelihara dengan privatisasi air sebagai kendaraannya. Berbekal kalimat sakti bahwa air adalah barang ekonomi. Sekitar 1. Bisnis dengan dampak menghancurkan generasi tentunya. dan 2. benda ini yang menjadi alasan mengapa jutaan penduduk dunia di belahan bumi selatan yang notabene merupakan tempat hidup orang-orang miskin menderita kelaparan setiap harinya. Fenomena ini akan menjadi efek bola salju yang semakin bergulir dan membesar seiring perilaku dan waktu.doc#_ftn1]\[1][/LINK] Di beberapa belahan dunia. Air sebagai benda primer yang mempengaruhi kondisi bumi secara otomatis menjadi barang penting yang kemudian akan diperebutkan. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS %20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air%20minum.[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. Air merupakan hak setiap manusia yang sejak ia lahir. para jargon investasi terus membidik air sebagai lahan bisnis.com di Jakarta. budaya akan dipengaruhi oleh kepasrahan penduduk dunia terhadap krisis air sebagai akibat dari ulah para pendahulunya. bahkan kebutuhan dasar air pun tidak tercukupi.8 juta anak mati tiap tahunnya karena diare yang diakibatkan oleh buruknya sanitasi air. Lain halnya bagi negara-negara miskin.1 Latar Belakang[/B] Air. (mar/ham) [B]BAB I[/B] [B]PENDAHULUAN[/B] [B]1. Orang-orang yang memiliki kapital akan mendapatkan hak lebih besar dengan memperkecil hak orang lain.1 milyar orang di negara berkembang tidak memiliki akses yang cukup untuk air. Perubahan iklim. Perubahan tatanan kehidupan makhluk bumi juga akan terus berubah ke arah kepanikan. .“Data itu saya peroleh berdasarkan informasi dari hasil kajian Badan Intelijen Negara (BIN).” ungkap Eva kepada matanews. peningkatan frekwensi bencana alam dan faktor huru-hara dunia lain akan semakin sering terjadi. hidup dan kehidupan dunia akan semakin sulit karena air untuk hidup semakin langka. Melalui produk legislasi UU No 7 Tahun 2004 maka dilegalkanlah privatisasi air di Indonesia.doc#_ftn2]\[2][/LINK] Privatisasi air telah melanggar hak asasi dengan menutup akses untuk mendapatkannya. air menjadi barang yang cukup mudah untuk dihamburhamburkan.6 miliar kekurangan sanitasi dasar. ekonomi. Segala cara dilakukan untuk menguasai sumbersumber air. generasi mereka akan terus cerdas dan menjadi pemimpin dunia karena asupan mineral utama yang berasal dari air tercukupi. Segala sektor politik. Masa depan. Selasa 12 Oktober 2010. maka dia berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan orang lain termasuk dalam hal mendapatkan akses air. Dengan menerapkan privatisasi maka akses bagi setiap manusia yang berhak mendapatkan perlakuan sama telah dibatasi.

penyelenggaraan oleh swasta dapat dilakukan jika pada daerah tersebut belum ada BUMN/BUMD yang menyelenggarakan layanan pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakatnya. sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. protes serupa juga dijalankan akibat penguasaan air oleh perusahaan multinasional asal Prancis. Dengan aturan tersebut jelas bahwa Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 membuka kesempatan bagi keterlibatan sektor swasta (privatisasi) dalam penyediaan air bagi masyarakatnya. Bolivia. Di Afrika Selatan. yang bertentangan dengan semangat UUD 1945. Sehinga yang menjadi persoalan atau pertanyaan yang ingin dijawab dalam makalah ini adalah bagaimana peran yang dimainkan oleh Bank Dunia. dan mempercepat investasi bagi perluasan jasa penyediaan” (World Bank. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. Structures of Power in The World Economy tentang struktur kekuasaan (structural of power) pada tulisan ini digunakan .Air minum sebagai kebutuhan ultraprimer dengan tingkat konsumsi terus bertambah serta tidak ada benda subtitusinya memungkinkan swasta penyedia air minum dapat menancapkan kuku kekuasaannya kian dalam tanpa melihat derita dan nestapa rakyat miskin. 7 Tahun 2004 tentang sumber daya air Indonesia. Inilah yang menjadi persoalan atau pokok masalah dalam makalah ini. IMF.3 Kerangka Teori[/B] [*] [B]Teori Struktur Kekuasaan Susan Strange [/B][/*] Argumen Susan Strange dalam States and Market. yang merupakan awal privatisasi air dimulai di Indonesia? [B]1. inilah awal terjadinya privatisasi air di negeri ini. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air.doc#_ftn3]\[3][/LINK] Di Indonesia privatisasi air sampai sekarang masih terjadi. terjadi pengunaan kekayaan alam dalam hal ini air yang dijadikan air sebagai sumber ekonomi yang dilegalkan melalui produk legislasi melalui elit (aktor politik) DPR yang kemudian melahirkan UU No. Suez Lyonnaise des Eaux.[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi %20politik/privitisasi%20air%20minum. WTO dalam intervensi pembuatan UU No. dan sampai kapan ini berhenti akan sangat tergantung dari produk Undang-Undang itu sendiri. peningkatan pelayanan. 7 tahun 2004 tentang sumberdaya air. Pemberian kesempatan kepada badan usaha swasta dalam penyediaan air baku bagi masyarakat jelas akan menghilangkan penguasaan negara atas sumberdaya air.doc#_ftn4]\[4][/LINK] Pokok masalah dalam makalah ini adalah terjadinya privatisasi air di Indonesia. terjadi pergolakan menentang privatisasi air setelah perusahaan multinasional Bechtel dari Amerika Serikat mengambil alih sistem air di Cochabamba. 1992).2 Pokok Masalah[/B] Privatisasi air di Indonesia merupakan salah satu syarat yang dituntut oleh [I]World Bank[/I] agar dana pinjaman program pemulihan sanitasi air dan lingkungan dapat di cairkan. “Bahwa Manajemen Sumber Daya Air yang efektif haruslah memperlakukan air sebagai “komoditas ekonomis” dan “partisipasi swasta dalam penyediaan air umumnya menghasilkan hasil yang effisien. Hal ini jelas dinyatakan dalam pernyataannya . Di kota Cochabamba. [B]1.

Teori ini menjelaskan tingkah laku elit dalamnegara yang bergerak untuk mempertahankan kepentingan[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi %20politik/privitisasi%20air%20minum. Ungkapan ini selalu disampaikan di banyak tempat ibadah seperti Church.Ekonomi dan politik juga menjelaskan bagaimana kemudian pengunaan sumber daya ekonomi untuk kepentingan politik. Dalam hal ini kekuasaan lebih diartikan sebagai coercive action. Wright Mills). menjalankan semua fungsi politik. yang kecakapan ini yang membuat mereka terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan [I]”Decision Making”[/I]. jumlahnya besar dan diatur. Kekuasaan adalah upaya untuk mempengaruhi A untuk bertindak B. kekuasaan sangat menentukan struktur hubungan yang terjadi.[/*] [*] [B]Teori Negara[/B][/*] Teori ini menjelaskan tingkah laku elit dalamnegara yang bergerak untukmempertahankan kepentingan dirinya sendiri “[I]intervention state”. Strange mengambil contoh tentang “pria dan wanita baik akan masuk surga dan pria dan wanita jahat akan masuk neraka”. Dan ungkapan ini adalah sebuah kebenaran tanpa ada yang berusaha untuk melawan ungkapan ini. jumlahnya kecil.doc#_ftn5]\[5][/LINK]Elite adalah individu-individuyang menduduki posisi puncak dalam institusi-institusiekonomi.sebagai landasan teori untuk menjawab rumusan masalah.[/*] [*] Kelas pertama. kekuasaan merupakan alat untuk mempertajam pengaruh. [/I]negara dapat memaksa. yaitu satu kelas yang berkuasa ([I]the rulling class[/I]) dan satu kelas yang dikuasai ([I]the rulled class[/I]). Ada sebuah kerelaan yang tercipta dari ungkapan ini. dimana ekonomi lebih dominan untuk memuaskan motif . Negara tidak dapat didiktekarena punya legitimasi yang kuat untuk melakukan intervensi.doc#_ftn6]\[6][/LINK]. Sementara itu.[/*] [*] Kelas kedua. kewenangan diartikan sebagai bentuk penciptaan kepercayaan atau belief system. Kekuasaan dan kewenangan (power dan authority) merupakan kunci un-tuk menciptakan sebuah dominasi. politik dan militer (C. serta dikendalikan oleh kelas pertama. Menurut Goentanamo Mosca yang pertama kali mengungkapkan teori elit terdapat beberapa variabel. Strange mengartikan kekuasaan sebagai upaya untuk mempengaruhi pihak lain untuk melakukan sesuatu. Dengan kata lain. memonopoli kekuasaa dan menikmati keuntungan2 yang diberikan oleh kekuasaan tsb. yang mengatakan bahwa individu yng berhasil memliki nilai-nilai terbanyak dikarena kecakapan dan kekuasaan yang dimiliki. Lebih dalam lagi. [*] [B]Teori Elit[/B][/*] Kalau meminjam istilah Harold D Laswel mengenai teori elit. [*] Dalam setiap masyarakat akan terdapat dua kelas penduduk. Church dalam hal ini memiliki kewenangan untuk menyampaikan struktur pengetahuan tanpa ada yang melawannya. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.

struktur pengetahuan (knowledge structure) dan kedua. kewenangan inilah yang ingin dilihat Strange dalam sistem internasional.ekonomi. IMF dan WTO untuk melakukan privatisasi air di Indonesia. terjadinya persengkongkolan antara elit (aktor politik) pembuat Undang-Undang dengan pengusaha swasta (Aktor ekonomi). production structure.1 Awal Privatisasi Air Masuk Ke Indonesia[/B] Relasi kuasa dan pengetahuan kemudian menjadi sangat nyata. Structures of Power in The World Economy. Artinya adalah.doc#_ftn7]\[7][/LINK] [B]BAB II[/B] [B]PEMBAHASAN[/B] Dalam pembahasan ini penulis melihat bahwa. ide ataupun ideologi yang dikembangkan oleh sebuah negara ataupun lembaga internasional untuk menciptakan dominasi di negara lain. Lihat Susan Strange. 1989).[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi %20air%20minum. Kekuasaan dan kewenangan bisa diciptakan melalui empat struktur yaitu [I]security structure. knowledge structure. States and Market. Bahkan Strange menjelaskan bahwa kekuasaan dan kewenangan yang bisa dicapai seperti kewenangan yang diperoleh pemuka agama (priest) yang dipatuhi oleh raja dan masyarakat. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana menerapkan argumen Susan Strange tentang struktur kekuasaan untuk menganalisa peranan Bank Dunia IMF. Strange menjelaskan bahwa struktur pengetahuan adalah kekuasaan. [/I]dan [I]knowledge [/I]yang dikemukakan Foucalt terlihat dalam kasus privatisasi air ini. Asing melalui tangan swastanya melalui wajah privatisasi merupakan instrument untuk mengunakan sumber kekayaan alam untuk kepentingan aktor ekonomi. struktur pengetahuan (knowledge structure) yang implementasikan dalam bentuk [I]water supply project [/I]dan kedua struktur keuangan. Dalam kasus privatisasi air di Indonesia maka Bank Dunia. bagaimana struktur pengetahuan yang telah terbentuk bisa menghasilkan kekuasaan dan kewenangan. struktur keuangan (finance structure). IMF dan WTO sebagai aktor yang sangat berperan dalam privatisasi air menguasai dua struktur kekuasaan dan sekaligus menjadi instrumen penting yang dipergunakan Bank Dunia. Struktur pengetahuan yaitu gagasan. bagi siapa yang bisa membangun struktur pengetahuan kepada orang lain dan mampu menciptakan kontrol atasnya maka akan memperoleh struktur kekuasaan yang sangat luar biasa. Hubungan antara [I]discourse. financial structure[/I]. (London: Printer Publisher. 23. IMF dan WTO menggunakan dua struktur kekuasaan yaitu pertama. dan WTO dalam privatisasi air di Indonesia. secara jelas kita melihat bahwa Bank Dunia. angan (financial structure) dimplementasikan dalam bentuk Water Resources Sectoral Adjustment Loan (WATSAL). [B]2. Pertanyaan selanjutnya. Dua instrumen itu adalah pertama. . terjadi relasi antara penguasa dalam hal ini elit pembuat Undang-Undang melalui proses legislasi di DPR dengan pengusaha atau sektor swasta. hal. power.

terdapat nama Salim Group. yakni Anthony Salim. listrik. melalui program legislasi disinilah privatisasi air itu dimulai. Privatisasi tersebut juga berlangsung dengan saran dari Bank Dunia. akhirnya Thames dan Suez merestrukturisasi manajemen mereka termasuk kerjasama dengan Kekar Pola dan Garuda Dipta. Yang menarik. Dengan negosiasi yang berlangsung dengan PAM. Sangat mengerikan UU No 7 Tahun 2004 kemudian di syahkan menjadi UndangUndang. dua perusahaan multinasional itu memutuskan untuk terus beroperasi di Indonesia. dan Sigit Harjojudanto.doc#_ftn8]\[8][/LINK] Privatisasi tahap pertama berlangsung dengan pinjaman multilateral dari bank Dunia dan pinjaman bilateral dari Jepang. sebab hukum Nasional sebelumnya melarang adanya investasi asing dalam sumber air. terlihat dengan jelas bagaimana kemudian elit bermain untk melegalkan air menjadi sumber ekonomi. dengan menggandeng PT Terra Meta Phora dan PT Bangun Cipta Sarana. merupakan bentuk oligarki korupsi. dan lainnya.[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi %20politik/privitisasi%20air%20minum. Di belakang Kekar Pola Airindo. Karena telah terikat kontrak di awal selama 25 tahun. kalau saja elit atau penguasa di republik ini tetap berpayung kepada UUD 1945 maka tidak akan di syahkan UU tersebut. yang memulai untuk mengambil alih sistem air publik. sebagai partnernya. Thames membentuk perusahaan lokal dan kemudian memberi Sigit 20 % dari keuntungan.[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi %20politik/privitisasi%20air%20minum. karena menurunnya peran dari “kroni-kroni” Soeharto. “Setiap perusahaan multinasional di Indonesia selalu bekerjasama dengan kroni Soeharto. Dari semua sektor. Sigit bukanlah seorang pemain yang mengerti benar pengelolaan air. Kehadiran Thames Water Overseas di Indonesia pertama kali pada tahun 1993. dibentuklah PT PAM Thames Jaya dan PT PAM Lyonnaise Jaya. Secara umum. Sigit Harjojudanto. privatisasi ini melibatkan konglomerasi Indonesia atas nama PT Kekar Pola Airindo. sebab punya konsekuensi membuat rakyat kekuarangan air.[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi %20politik/privitisasi%20air%20minum. terutama melihat hubungan keluarga antara Soeharto dan Sigit. Mengutip pernyataan Teten Masduki. Pada tahun 2001. yakni Suez dan Thames. air. privatisasi di Indonesia dilakukan dalam dua tahap. namun kali ini privatisasi dilangsungkan langsung menggandeng PAM Jaya. inilah yang menjadi sumber bencana air di negeri ini.doc#_ftn10]\[10][/LINK] . dan privatisasi tahap kedua setelah krisis ekonomi dan masuknya IMF ke Indonesia. ketika elit dibuat tidak berdaya oleh aktor-aktor ekonomi untuk menguasai sumbersumber kekayaan alam dalam kasus ini air. perusahaan multinasional asal Inggris dan Perancis.doc#_ftn9]\[9][/LINK] Petinggi Thames dan Suez mulai memikirkan kembali masa depan bisnis mereka di Indonesia. Tahap pertama adalah privatisasi sebelum krisis ekonomi 1997. serta hubungan bisnis antara Soeharto dan Salim Group. Dua orang ini bisa dibilang sebagai “kroni” dari pemerintahan Soeharto. minyak.Privatisasi air di Indonesia ini awalnya terjadi pada awal 1990 ketika Bank Dunia menyetujui untuk menyediakan pinjaman US $ 92 juta untuk infrastruktur air. maka tidak akan terjadi kemudian privatisasi sumber kekayaan air di negeri ini. Perusahaan multinasional asal London ini menggandeng putra Soeharto. Padahal.

[B]2. pelayanan air tidak meningkat secara signifikan.20.mengembalikan aset-aset negara yang disalahgunakan oleh oknum pejabat negara ketika mengelola aset tersebut. dalam kasus ini. dan yang paling penting adalah memperbaiki layanan publik. kedua karena pencemaran air tanah. posisi rakyat miskin menjadi makin kritis. air adalah sumber daya alam yang sangat penting nilainya bagi manusia.2 Analisis UU No. Pada kenyataannya. Penduduk miskin Jakarta sepertinya mustahil untuk membayar air sebesar Rp. hanya daerah-daerah di pusat kota seperti Menteng dan Pondok Indah yang meningkat pelayanannya secara signifikan. tarif air di Jakarta justru mengalami kenaikan. Adanya kekuasaan yang mendapatkan keuntungan telah membuat [I]discourse [/I]untuk dilangsungkannya privatisasi membuat proyek ini terus berlanjut. Privatisasi. power. yaitu meningkatkan efisiensi perusahaan. Dengan kondisi yang seperti ini terus menerus. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. menurut catatan UNDP.per harinya (standar dari Bank Dunia mengenai kategori [I]extreme poverty [/I]dan [I]poverty[/I]).[I]Discourse [/I]untuk adanya privatisasi air di Indonesia telah didorong oleh [I]knowledge [/I]yang berkembang selama ini melalui [I]Washington Consensus [/I]dan pengalaman privatisasi negara lain. air merupakan komoditas strategis publik yang seharusnya tidak dikelola dengan logika bisnis atau sumber ekonomi. memiliki 55 % penduduk yang rawan akan akses air bersih. setelah dilakukan privatisasi air oleh PAM Thames Jaya dan PAM Lyonnaise Jaya. [/I]dan [I]knowledge [/I]dalam kasus ini membuat sebuah bentuk hubungan bisnis semata dengan sistem “patron-klien”. Padahal.000. Naiknya harga air dalam privatisasi di Indonesia membuat posisi kaum miskin menjadi termarjinalkan. sebagian besar rakyat miskin di Jakarta masih hidup tanpa jasa air yang layak. Lebih lanjut. terdapat kuasa kepentingan modal yang dicerminkan dari perusahaan multinasional (yang umumnya berasal dari Barat).5000. Banyak penyebab mengapa persediaan air bersih di Indonesia menurun. Mereka tidak bisa mengakses air bersih akibat mahalnya harga air.. Padahal. dan ketiga karena pencemaran sungai. Di Jakarta. Pengunanaan sumber daya ekonomi air untuk kepentingan aktor-aktor politik.doc#_ftn11]\[11][/LINK] Hubungan antara [I]discourse. sebagaimana dituliskan Stephen Green di sub bab terdahulu. Privatisasi air di Indonesia adalah sebuah cermin dari bagaimana kepentingan dari korporasi air global. Kenyataannya. pertama karena kerusakan sungai.. Kelangsungan privatisasi juga didorong oleh rezim di dalam negeri karena kepentingan-kepentingan ekonomi di dalamnya. PAM Jaya masih meminta diberikannya subsidi dari pemerintah terkait dengan perbaikan infrastruktur. Sampai saat ini.000. mempunyai beberapa tujuan utama.per kubik jika pendapatan mereka di bawah Rp. air bersih menjadi sebuah permasalahan karena banyak air yang telah tercemar polutan atau bakteri tanah. penguasa (aktor politik) yang korup serta diktator dan pinjaman Bank Dunia menekan untuk dilakukannya privatisasi.. Indonesia. sehingga hubungan antara [I]discourse [/I]dan [I]power [/I]juga terlihat.atau Rp. Dalam [I]discourse [/I]tersebut.7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air[/B] . Tujuan awal privatisasi air adalah untuk menyediakan air bersih di Indonesia secara lebih luas.10. meminimalisir pelaksanaan korupsi dalam tata kelola perusahaan.

Privatisasi air di Indonesia sangat berkontribusi terhadap krisis air bersih.doc#_ftn12]\[12] [/LINK] Demikian halnya dengan pemanfaatan sumberdaya air.[/B] Negara-negara kapitalis pengusung privatisasi air menggunakan berbagai instrumen untuk menyukseskan gagasan privatisasi air. Lebih dari 5 juta penduduk mati setiap tahun di Afrika akibatnya minimnya akses air. bahkan air bersih dalam jumlah yang memadai. Sebuah kajian secara acak atas pinjaman-pinjaman IMF di 40 negara selama tahun 2000 mengungkapkan. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. WTO.[LINK=file:///G:/Makalah %20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air%20minum. baik melalui jalur resmi hubungan antar Negara. karena tidak memiliki akses untuk air minum. 7 Tahun 2004 memberikan peluang privatisasi sektor penyediaan air minum. Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat. organisasi/fora internasional. air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Inilah yang menjadi awal sumber bencana kekurangan air dan mahalnya air dan sulitnya rakyat miskin untuk mengakses air bersih karena harganya yang sudah mahal. maupun melalui berbagai tekanan politik dan ekonomi. Dalam banyak hal. Kebijakan pemerintah berkenaan dengan privatisasi air dapat dikatakan tidak sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi. serta kasus khusus privatisasi air yang melibatkan multi national corporation. Lahirnya undang-undang ini pada 19 Februari 2004 diikuti dengan terbitnya sejumlah peraturan daerah (Perda) yang terkait dengan privatisasi air. Umumnya. air permukaan. Dalam tulisan berikut akan dibahas trend global berupa privatisasi air dan dominasi kapitalis. negara-negara kapitalis.Di Indonesia. serta WTO. Sebagaimana layaknya penjajah. penyediaan kebutuhan pokok seperti ini tidak dapat dibiarkan begitu saja kepada kekuatankekuatan pasar. dan sebagian badan sungai) oleh badan usaha dan individu. negara dengan banyak hutang yang tertimpa persyaratan-persyaratan ini.doc#_ftn13]\[13][/LINK] [B]2.7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. privatisasi air dilegalkan oleh Undang-undang No. privatisasi air di Indonesia dan berbagai dampak negatifnya. bahwa 12 negara telah dipaksa melakukan privatisasi penyediaan air agar memperoleh pinjaman. negara-negara Afrika. BD dan IMF. Oleh karena itu. ADB dan Intertional Monetary Fund (IMF).doc#_ftn14]\[14][/LINK] . [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. memberlakukan persyaratan bagi perolehan pinjaman yakni privatisasi penyediaan air dan banyak pelayanan lain. bekerjasama dengan MNC yang dimiliki. Danone. telah menghalalkan segala cara untuk mencapai target privatisasi air di seluruh dunia. dan penguasaan sumber-sumber air (air tanah. negara-negara terkecil. IMF. termiskin.3 Politik Privatisasi Air Di Indonesia Melalui Intervensi Bank Dunia. MNC. karena UU No. Akibatnya. hak atas air bagi setiap individu terancam dengan agenda privatisasi dan komersialisasi air di Indonesia. Salah satu sarana ampuh yang dimanfaatkan adalah menggunakan organisasi-organisasi internasional seperti BD. pemerintah harus pula mengoptimalkan pengelolaan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

[/B] Namun yang jelas penulis melihat kental sekali kepentingan politik yang dimainkan untuk kepentingan bisnis “privatisasi” terkait dengan tujuan politik untuk kepentingan ekonomi. Bagi banyak orang. dimana UUD 1945 yang mengatakan bumi. Dan pada periode 1996-2002. sewa air segera melonjak. dalam World Trade Organization (WTO) dan GATS-nya. Sayangnya. kalau UU tersebut tidak disahkan oleh penguasa atau elit di Indonesia maka IMF akan meninjau kembali untuk peminjaman uang. ketika Bank Dunia (2001-2002) menolak untuk membarui pinjaman US$25 juta kalau pengelolaan air minum tidak diprivatisasi. serta keuntungan yang besar yang diambil dari kekayaan air di bumi pertiwi ini. air tidak terpikirkan sebagai sebuah “komoditas” yang seluruhnya harus diperjualbelikan. batal dan dibuat tidak berdaya karena tekanan dan pesanan negara asing untuk kemudian melegalkan privatisasi sumber kekayaan air melalui UU No 7 Tahun 2004. namun untuk keberlangsungan mahluk hidup di bumi. Pada periode 1990-1995 terdapat 21 pinjaman mensyaratkan adanya privatisasi sektor lain. Dalam kurun waktu tersebut. Syarat adanya privatisasi ini kemudian meningkat dari tahun ke tahun. Hal yang paling penting dari peraturan baru itu adalah pelaksanaan privatisasi air. karena kepentingan aktor politik untuk kepentingan sumber ekonomi. Jadi. 30 persen di antaranya dibarengi dengan syarat adanya privatisasi air. yakni menjadi 61 pinjaman. Perang besar menyangkut air pertama pada abad ke-21 terjadi di Bolivia. yang sebelumnya UU Nasional tidak ada tempat untuk perusahaan asing melakukan privatisasi terhadap air di republik ini. Aturanaturan tersebut memberi kemungkinan bagi perusahaan-perusahaan multinasional untuk “membeli dan menjual” air dalam suatu negara sesuai keinginan mereka. sebuah perusahaan besar AS. jelas sekali nilai-nilai politiknya dalam perusahaann air seperti Suez Lyonnaise bisa berkembang di Indonesia dan mendapatkan perlindungan. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. Setelah penggunaan air minum publik di kota Cochabamba dijual ke Bechtel. . elit organisasi besar dunia seperti IMF punya kepentingan politik untuk menekankan negara dunia ketika untuk melegalkan privatisasi air melalui UU No 7 Tahun 2004. bukan saja untuk kehidupan manusia. Air selalu dilihat sebagai suatu ‘barang publik’ karena air sangat hakiki. angka ini meningkat menjadi tiga kali. Penduduk Cochabamba melakukan protes dalam demonstrasi besar-besaran berhari-hari yang akhirnya berujung pada mogok umum sehingga mematikan ekonomi kota dan Bechtel dipaksa untuk meninggalkan negara tersebut. inilah peran yang dimankan untuk melegalkan UU No 7 Tahun 2004 privatisasi sumber kekayaan air Indonesia untuk kepentingan perusahaan air seperti perusahaan PerancisSuez Lyonnaise[B]. air dan kekayaan bumi dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. penyediaan air diatur dengan sejumlah peraturan.doc#_ftn15]\[15][/LINK] Disinilah dimainkannya kepentingan politik atau dalam istilah ekonomi politik kita mengenal actor politik yang digunakan untuk kepnetingan pengunanaan sumber daya ekonomi.Laporan International Coalition of Investigative Journalist (ICIJ) menganalisa bahwa dari total US$ 20 miliar pinjaman BD ke sejumlah negara dalam periode 12 tahun (1990-2002) ditemukan 276 pinjaman berlabel water suplay atau ”penyediaan air”.

[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. namun pada kenyataannya sumber AMDK Aqua berasal dari eksploitasi air tanah di berbagai daerah.[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi %20politik/privitisasi%20air%20minum. [B]2. perusahaan air berlomba-lomba menguasai bisnis air dengan keuntungan potensial setiap tahun dimana pun mencapai 400 miliar dollar AS hingga tiga triliun dollar AS. tergantung pada kebijakan pemerintah setempat. Ini jelas sudah bertentangan dengan amanat konstitusi.2 miliar liter. Sedangkan dari sejumlah 246 perusahaan Air Minum dalam Kemasan (AMDK) yang beroperasi di Indonesia dengan total produksi sebesar 4. Secara global. dari sisi lingkungan akibat privatisasi air. Pangsa air di dunia saat ini diperkirakan mencapai 800 miliar dollar AS melibatkan 6 persen populasi dunia yang membayar kepada korporasi air untuk mendapatkan air. Untuk di sumur Klaten yang seharusnya hanya diizinkan menyedot air sebanyak 20liter/detik pihak Danone group mampu menguras air hingga 64 liter/detiik. “Kebijakan privatisasi air membuat jaminan pelayanan hak dasar rakyat banyak ditentukan oleh swasta dengan mekanisme pasar. “Mereka harus rela membagi air yang selama turun temurun diambil secara gratis yang kemudian dikuasai swasta. untuk eksploitasi di Kabupaten Klaten Aqua Danone hanya memberi 1. hak rakyat di sekitar hutan yang selama ini mengambil air dari sumber air di wilayahnya kian terancam. Danone group menyatakan “membuang” air yang tersisa dari 64 liter tersebut. Diperkirakan eksploitasi air yang dilakukan di sumber-sumebr air di Kabupaten Klaten oleh Aqua Danone mencapai 40 juta liter/bulan. Dua sumur terbesar yang mensuplai lebih dari 70 persen air merk Aqua adalah sumur Klaten dan Sukabumi. Bahkan. bukan tidak mungkin mereka pun harus membayar. Danone Group hingga saat ini telah memiliki 16 sumur air minum di berbagai daerah di Indonesia . Bank Dunia dan IMF yang menguntungkan perusahaan asing untuk mengeruk sumber daya air Indonesia.5 UU Nomor 7 Tahun 2004 Bertentangan dengan UUD 1945 [/B] . sementara itu. Sisanya diproduksi oleh 224 perusahaan lokal.4 UU No 7 Tahun 2004: Privatisasi Air di Indonesia Dimulai[/B] Hadirnya UU No 7/2004 tak dapat dilepaskan dari tekanan World Bank. group usaha ini selalu mencantumkan dalam label kemasannya produk air munumnya darimata air pegunungan. 65 persen dipasok oleh dua perusahaan asing (Danone dan Coca Company).2 miliar rupiah sebagai kontribusi RAPBD Kabupaten Klaten dan tiga hingga empat juta rupiah pembayaran pajak. Jika dengan estimasi harga jual 80 miliar rupiah per bulan maka nilai eksploitasi mencapai 960 miliar rupiah per tahun.doc#_ftn17]\[17][/LINK] Selain itu. Eksploitasi air membabibuta dilakukan oleh pihak swasta oleh Danone Group. Hingga kurun waktu 2004.doc#_ftn16]\[16][/LINK] [B]2.

yang pada akhirnya membuat realokasi penggunaan air pada penggunaan yang memiliki nilai air lebih tinggi.doc#_ftn18]\[18][/LINK] Berdasarkan paradigma pengelolaan sumberdaya air yang dijelaskan di atas.Lahirnya UU No 7 tahun 2004 sarat dengan nuansa politik dan pesan negara asing. Karenanya. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi %20politik/privitisasi%20air%20minum. namun ada perubahan paradigma yang mendasar dalam penyusunan Undang-Undang Sumberdaya Air yang baru dimana dalam penyusunan Undang-Undang Sumberdaya Air tersebut didasarkan atas cara pandang air sebagai barang ekonomi Perubahan .doc#_ftn20]\[20][/LINK] . Pasal-pasal dalam Undang-undang Sumber Daya Air telah melanggaran jaminan hak asasi manusia yang dimuat dalam Undang-undang Dasar 1945.7 Tahun 2004 ini juga mengutamakan kepentingan anggota masyarakat yang tinggal di perkotaan. perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia tidak dapat dilaksanakan secara maksimum oleh Negara. mengancam pemenuhan hak atas air (the right to water) sebagai hak asasi manusia. maka promosi. Undang-undang ini memunculkan dan berpotensi memicu konflik antar masyarakat. dan hak-hak asasi manusia lainnya Bahwa dimuka persidangan telah terbukti bahwa Konsepsi Hak Guna Air yang diatur dalam UndangUndang Nomor 7 Tahun 2004 bertentangan dengan Konstitusi yaitu pasal 33 UUD 45. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. Cara pandang inilah yang kemudian membawa perubahan luar biasa dalam pendekatan pengelolaan sumberdaya air dari pendekatan penyediaan menjadi pendekatan permintaan. yang mempunyai daya beli untuk mendapatkan air bersih. daerah padat industri dan daerah padat penduduk serta masyarakat kelas menengah yang berpenghasilan tinggi. Dengan demikian harga menjadi faktor pokok untuk mengontrol permintaan. UU No. yaitu adalah air dipandang sebagai barang ekonomi dengan diperkenalkannya hak guna air yang terdiri dari hak guna pakai dan hak guna usaha dan penyelenggaraan oleh swasta (privatisasi).doc#_ftn19]\[19][/LINK] Dengan “tidak dikuasasinya” sumber daya air oleh Negara. UU No. layak dan memadai. UU No.7 Tahun 2004 merupakan perundang-undang an yang bertujuan menghapus nilai air sebagai barang sosial menjadi barang komersial.Undang Sumberdaya Air yang baru memang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan.7 Tahun 2004 bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar pembentukan Negara Republik Indonesia yang anti penjajahan. serta mengakibatkan penderitaan masyarakat miskin yang juga membutuhkan air.[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS %20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air%20minum. maka ada kesalahan mendasar dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Jika dilihat dari materinya Undang. disyahkannya Undang-Undang tersebut tidak terlepas dari tekanan dan intervensi yang dilakaukan oleh negara asing yang punya kepentingan terhadap sumber kekayaan air Indonesia. kemakmuran rakyat dan mengutamakan demokrasi ekonomi. Hak guna memindahkan/melepaskan hak menguasai Negara bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945. dan mengutamakan persatuan dan kedaulatan.

7 tahunn 2004. intinya tidak terlepas dari pengaruh Negara asing yang punya kepentingan besar terhadap sumber kekayaan air Indonesia (privatisasi). maka dilegalkanlah proyek dan bisnis air “ privatisasi” melalui UU No7 Tahun 2004. IMF.6 Analisis Pembahasan[/B] Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. WTO untuk melegalkan UU No. Sebelum lahirnya UU No. tentang pentingnya privatisasi air di Indonesia . Instrumen struktur keuangan adalah fasilitas kredit (credit facilities) yang dapat dilihat dalam contoh kasus Water Resources Sectoral Adjustment Loan (WATSAL). Negara berperan besar melindungi sumber kekayaan alam. maupun melalui berbagai tekanan politik dan ekonomi. organisasi/fora internasional. Ada beberapa hal yang perlu kita pahami dalam analisis keterlibatan lembaga IMF dan Bank Dunia dalam pembuatan UU No. dalam Undangundang tersebut tidak ada tempat untuk privatisasi air.[/B] Namun yang jelas penulis melihat kental sekali kepentingan politik [I]“game political”[/I] untuk kepentingan bisnis “privatisasi” terkait dengan tujuan politik untuk kepentingan bisnis di negara dunia ketiga yang kaya akan sumber air bersih. disinilah kemudian IMF dan Bank Dunia melakukan intervensi pembuatan UU No. perlindungan dan nasionalisasi sumber kekayaan alam. Bank Dunia dan IMF memeliki informasi ataupun dat tentang kondisi air di Indonesia yang sangat buruk sehingga sangat membutuhkan peranan sektor swasta. kalau UU tersebut tidak disahkan oleh penguasa atau elit di Indonesia maka IMF akan meninjau kembali untuk peminjaman uang dari IMF. 7 Tahun 2004. Negara-negara kapitalis pengusung privatisasi air menggunakan berbagai instrumen untuk menyukseskan gagasan privatisasi air. elit organisasi besar dunia seperti IMF punya kepentingan politik untuk menekankan negara dunia ketika untuk melegalkan privatisasi air melalui UU No 7 Tahun 2004 dalam konteks Indonesia. terjadi intervensi negara Asing yang punya kepentingan dalam hal ini peran dan intervensi lembaga seperti Bank Dunia. baik melalui jalur resmi hubungan antar Negara. disini terlihat dengan jelas bagaimana interpensi dan tekanan yang dilakukan oleh elit atau dalam istilah ekonomi politik dikenal “aktor politik”. 7 tahun 2004. air belum dijatadikan sebagai sumber ekonomi.[B]2. jelas sekali nilai-nilai politiknya dalam perusahaan air seperti Suez Lyonnaise asal perancis seperti Aqua “danone” bisa berkembang di Indonesia dan mendapatkan perlindungan. Namun negara asing tahu betul keuntungan dan masa depan bisnis air di negara dunia ketiga maka dimulailah privatisasi air. Disinilah dimainkannya kepentingan politik atau dalam istilah ekonomi politik kita mengenal “aktor politik” yang digunakan untuk kepentingan pengunaan sumber daya ekonomi. Artinya adalah. IMF dan WTO menggunakan struktur keuangan untuk melakukan intervensi pembuatan UU No. air telah dijadikan sebagai sumber ekonomi.7 tahun 2004 tentang air. pertama. inilah peran yang coba kemudian dimainkan untuk melegalkan UU No 7 Tahun 2004 privatisasi sumber kekayaan air Indonesia untuk kepentingan perusahaan air seperti perusahaan perancisSuez Lyonnaise (Danone)[B]. Bank Dunia.7 Tahun 2004. serta keuntungan yang besar yang diambil dari kekayaan air di bumi pertiwi ini. Dengan cara mempengaruhi elit penguasa agar produk UndangUndang No 11 Tahun 1974 dirubah.

maka dilegalkanlah proyek dan bisnis air “ privatisasi” melalui UU No7 Tahun 2004.7 Tahun 2004. Bank Dunia.7 tahun 2004 tentang air. Pembuatan UU No. air telah dijadikan sebagai sumber ekonomi. Bank Dunia dan IMF memiliki informasi ataupun data tentang kondisi air di Indonesia yang sangat buruk sehingga sangat membutuhkan peranan sektor swasta. tentang pentingnya privatisasi air di Indonesia. IMF dan WTO menggunakan struktur keuangan untuk melakukan intervensi pembuatan UU No. Namun negara asing tahu betul keuntungan dan masa depan bisnis air di negara dunia ketiga maka dimulailah privatisasi air. terbukti penggunaan struktur keuangan melalui instrumen fasilitas kredit untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dan elit “aktor politik” sehinga lahirnya kemudian UU No. Sangat jelas sekali intervensi dan peran IMF dan Bank Dunia dalam pembuatan UU No. Dengan cara mempengaruhi elit penguasa agar produk UndangUndang No 11 Tahun 1974 dirubah. perlindungan dan nasionalisasi sumber kekayaan alam.1 Kesimpulan[/B] Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Pinjaman WATSAL sebesar US$ 300 juta akan diberikan kepada Pemerintah Indonesia jika Pemerintah melaksanakan kesepakatan yang dipersyaratkan. Sangat jelas sekali intervensi dan peran IMF dan Bank Dunia dalam pembuatan UU No. disinilah kemudian IMF dan Bank Dunia melakukan intervensi pembuatan UU No. Kedua. penggunaan struktur keuangan melalui instrumen fasilitas kredit untuk mempengaruhi kebijakan Pemerintah dan elit sehinga lahirnya kemudian UU No.Kedua. sesunguhnya tidak terlepas dari intervensi seperti lembaga asing seperti IMF. disini terlihat dengan jelas bagaimana interpensi dan tekanan yang dilakukan oleh elit atau dalam istilah ekonomi politik dikenal “aktor politik”. dalam Undangundang tersebut tidak ada tempat untuk privatisasi air. [B]Pangi Syarwi[/B] . 7 tahun 2004. Bank Dunia dan WTO.7 Tahun 2004. peran ini yang kemudian dimainkan oleh IMF dan Bank Dunia untuk menjalankan privatisasi air merupakan instrumen yang sangat efektif. Dari penelitian ini ada beberapa bentuk bukti dan cara intervensi yang dilakukan oleh lembaga IMF dan Bank Dunia. Negara berperan besar melindungi sumber kekayaan alam. peran ini yang kemudian dimainkan oleh IMF dan Bank Dunia untuk menjalankan privatisasi air. [B]BAB III[/B] [B]PENUTUP[/B] [B]3. 7 tahun 2004.7 Tahun 2004 tentang sumber daya air. Negaranegara kapitalis pengusung privatisasi air menggunakan berbagai instrumen untuk menyukseskan gagasan privatisasi air. 7 Tahun 2004. Pinjaman WATSAL sebesar US$ 300 juta akan diberikan kepada Pemerintah Indonesia jika Pemerintah melaksanakan kesepakatan yang dipersyaratkan. pertama. Ketiga. air belum dijatadikan sebagai sumber ekonomi.

[I]Political Theory and the Modern State.1983.Cit. 2004: New York Press YOI. [I]Neoliberalisme[/I]. [I]State and Society[/I].pp. hlm.doc#_ftnref4]\[4][/LINK] Setyanto P. (Oxford. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. . [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.doc#_ftnref1]\[1][/LINK]“Water and Politics in the Fall of Soeharto”. 1989. 2000).[/I] Cambridge: Harvard University Press.[B]Penulis adalah Mahasiswa Master Political Science University of Indonesia dan Penerima Beasiswa Unggulan Kemendiknas RI[/B] [HR] [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.doc#_ftnref3]\[3][/LINK] Bonnie Setiawan.doc#_ftnref7]\[7][/LINK] David held.[/I] [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. [/I](Essay on State. Santosa. Held.1-5). (Jakarta: INFID. D Laswel. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. [I]Loc. California: Stanford University Press.) Chapter 1. 2003).doc#_ftnref5]\[5][/LINK]Harold.doc#_ftnref6]\[6][/LINK]David. hlm 8-9.[/I] diakses pada tanggal 25 Mai 2011 pukul 10. [I]Elite Power State.doc#_ftnref8]\[8][/LINK] Bonnie Setiawan. The Open University. “The IMF Burden: [I]The IMF has enriched corrupt official while burdening ordinary Indonesian with debts[/I].doc#_ftnref2]\[2][/LINK] Wibowo dan Francis Wahono (eds. Power and Democracy). “[I]Quo Vadis Privatisasi BUMN?”. chapter 8 [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.1991. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. (Yogyakarta: Cindelaras.50 WIB. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. [I]Menggugat Globalisasi[/I]. 275.).

doc#_ftnref14]\[14][/LINK] Anna K. [I]Globalisation and It’s Discontents[/I].doc#_ftnref12]\[12][/LINK] Masalah Air Dalam Kekuasaan Negara 28..W. 2002. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. dapat dilakukan oleh perseorangan. [I]Development and . Pelayanan Air Minum Jakarta dan Pencemaran Air. Mr. saat ini sedang mengalami perubahan yang mendasar dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Sementara Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menyatakan: ”bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.).doc#_ftnref10]\[10][/LINK]Syam Firdaus[I].. No. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.. Norton & Company.[LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. atau kerja sama antar badan usaha . 20. 2. dalam salah satu bukunya memberi pengertian “dikuasai” sebagai berikut: “ ….7 Tahun 2004 menyatakan: ”pengusahaan sumber daya air . Dr. Kemudian pada Tahun 1997 BAPPENAS menginisiasi berbagai diskusi dan seminar yang bertema Agenda for Water Resources Policy and Program Reform yang bertujuan untuk memberikan masukan bagi REPELITA VII. (New York: W. Inc.. Prof. “[I]From Washington Consensus to Post Washington Consensus: Retrispect and Prospect”[/I]. hlm. namun secara efektif baru dilaksanakan Tahun 1999. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.doc#_ftnref9]\[9][/LINK] Sektor sumberdaya air di Indonesia. 55.doc#_ftnref13]\[13][/LINK]Baca Joseph Stiglitz. 30. Soepomo.. badan usaha. dalam [I]Asian Development Review[/I]. Tahun 2003. Dickson... termasuk pengertian mengatur dan/atau menyelenggarakan terutama untuk memperbaiki dan mempertimbangkan produksi.doc#_ftnref11]\[11][/LINK]Yujiro Hayami.”. Perubahan tersebut terkait dengan reformasi kebijakan pengelolaan sumberdaya air yang dimulai sejak Tahun 1993. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. Vol. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.. Bahwa Pasal 33 ayat (2) menyatakan: ”cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”. Dalam Pasal 45 ayat (3) UU No. Jakarta: 2007. Pada Tahun 1993 telah tersusun draft Rencana Aksi tentang Kebijakan Nasional perihal Sumberdaya Air (1994-2020) yang merupakan hasil dari studi tentang National Water Resources Policy yang disponsori oleh UNDP dan FAO. Bahwa pengertian “dikuasai oleh negara” sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 33 UUD 1945 tersebut dapat dilihat dari pernyataan-pernyataan para pendiri negara (founding fathers) yang terlibat dalam penyusunan teks UUD 1945.[/I] Rumah Semesta..

7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang dijamin dalam pasal 18B ayat (2).doc#_ftnref20]\[20][/LINK] Uji UU No 7 Tahun 2007 di Mahkamah . 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air bertentangan dengan jiwa dan semangat Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang anti penjajahan.[/I] [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.doc#_ftnref19]\[19][/LINK] Dalam pengujian UU tersebut telah terbukti.International Relations: A Critical Introduction[/I].doc#_ftnref17]\[17][/LINK][I]Ibid. hlm. 10.). pasal 28D.doc#_ftnref18]\[18][/LINK] Wibowo dan Francis Wahono (eds. (Cambridge: Polity Press. Dalam hal ini. kemakmuran rakyat dan mengutamakan demokrasi ekonomi. pasal 29 ayat (3) dan ayat 4 dan pasal 40 ayat (1) Undang-undang No. pasal 28 C ayat (1). Menurut BD. 2003). 1992). “Privatization in The Former Soviet Bloc: Any Lesson for China?”. November 2003. Untuk itu BD (didukung oleh Asia Development Bank. dan mempercepat investasi bagi perluasan jasa penyediaan (Bank Dunia. yang mengutamakan persatuan dan kedaulatan. pasal 29 ayat (5). World Bank (Bank Dunia. peningkatan pelayanan. [I]Neoliberalisme[/I]. 1997). No. pasal 45 ayat (3) dan ayat (4) serta pasal 46 ayat (2) Undang-undang No. BD) justru menyatakan bahwa manajemen sumberdaya air yang efektif haruslah memperlakukan air sebagai komoditas ekonomis. air yang diperoleh masyarakat saat ini masih berada di bawah harga dan perlu dinaikkan.doc#_ftnref15]\[15][/LINK] Stephen Green. 260. pasal 9 ayat 1 jo. pasal 27 ayat (3). ADB) mendorong diterapkannya mekanisme harga yang mengadopsi apa yang disebut sebagai [I]full cost recovery. bahwa pasal 7 ayat (1).[/I] [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum.doc#_ftnref16]\[16][/LINK]Melalui privatisasi air. Demikian juga telah terbukti Pasal 6 ayat (3). hlm. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. (Yogyakarta: Cindelaras. [I]The Royal Institute of International Affairs Asia Program Working Paper[/I]. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. maka jaminan pelayanan hak dasar rakyat banyak atas air ditentukan oleh swasta dengan mekanisme pasar. pasal 8 ayat (2) huruf c. [LINK=file:///G:/Makalah%20UAS%20Ekonomi%20politik/privitisasi%20air %20minum. 3. dan partisipasi swasta dalam penyediaan air umumnya menghasilkan efisien. pasal 40 ayat (4) dan ayat (7).

Konstitusi. yang telah melangar hak asasi Manusia dan bertentangan dengan amanat konstitusi UUD 1945 pasal 33 bahwa air bumi dan kekayaan milik negara yang dipergunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.php? option=com_content&view=article&id=100:strategi-kampanye-partai-demokratpada-pemilu-legislatif-tahun-2009-studi-bappilu-dpp-partaidemokrat&catid=8:makalah&Itemid=103]< Prev[/LINK] [/*] [*] [LINK=/index.php? option=com_content&view=article&id=93:evaluasi-perjalanan-reformasi-militer-diindonesia-1998-2011&catid=8:makalah&Itemid=103]Next >[/LINK] [/*] . [*] [LINK=/index. tidak melindungi rakyat kecil tapi menjadikan air sebagai sumber ekonomi yang membuat rakyat susah mendapat air bersih karena harganya yang telah di privatisasikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful