P. 1
Tugas Analisis Observasi

Tugas Analisis Observasi

|Views: 11|Likes:
Published by asriie

More info:

Published by: asriie on Nov 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Tugas Analisis 1urnal Berdasarkan Metoda Observasi

Febri Zulhenda (209000024)
Luki Persiana (209000155)
Nurul Izzatul Yazidah (2090000178)
Riasri Nurwiretno (2090000053)
Siti Harianti (2090000359)

ambaran Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar Ditinjau Dari Hasil Tes N. S. T.
(Aijneegse Schoolbekwaamheids 1est)

Dalam dunia pendidikan ketatnya persaingan menjadikan orangtua berupaya untuk
terus meningkatkan kompetensi anaknya semaksimal mungkin. Hal ini tidak hanya terjadi
pada pendidikan tinggi, tetapi sudah dimulai sejak pendidikan dasar, bahakan pendidikan pra-
sekolah. Kemudian, dengan diberlakukannya seleksi yang ketat berdampak pada pendidikan
pra-sekolah yang cenderung menyiapkan anak untuk dapat lolos seleksi tersebut. Hal ini
terlihat dari adanya penekanan pengajaran pada kemempuan membaca, menulis dan
berhitung, sehingga aspek lain meliputi motrik, emosi dan sosial jadi kurang diperhatikan.
Pertanyaan yang mendasari penelitian ini adalah: 'Bagaimana gambaran kesiapan
anak ditinjau dari hasil tes N. S. T.¨. Subjek dari penelitian ini adalah 213 siswa TK yang ada
di Bandung yang akan masuk Sekolah Dasar dengan menggunakan metode survey. Hasil
yang diperoleh dari alat ukur yang digunakan, yakni Nifneegse Schoolbekwaamheids Test
merupakan gambaran dari kesiapan anak masuk Sekolah Dasar yang meliputi gambaran
umum aspek kesiapan belajar, seperti pengamatan dan kemampuan membedakan, motorik
halus, pengertian tentang besar, jumlah dan perbandinga, ketajaman pengamatan, pengamatan
kritis, konsentrasi, daya ingat, pengertian tentang objek dan penilaian terhadap situasi,
memahami cerita dan gambar orang.
Tabel Gambaran Kematangan pada Subtes N. S. T.

Subtes
Prosentase Nilai
Belum Matang Ragu SudahMatang
Pengamatan dan kemampuan membedakan 0 1 99
Motorik halus 7 15 78
Pengertian tentang besar, jumlah dan
perbandingan
4 9 87
Ketajaman pengamatan 1 13 86
Pengamatan kritis 2 2 96
Konsentrasi 2 10 88
Daya ingat 6 7 87
Pengertian tentang objekdan penilaian
terhadap situasi
7 15 78
Memahami cerita 6 8 86
Gambar orang 16 19 65

Berdasarkan hasil tes Nifneegse Schoolbekwaamheids Test diatas, ditemukan bahwa
seluruh aspek yang diperlukan untuk kesiapan masuk Sekolah Dasar pada umunya sudah
matang, sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar mengajar di Sekolah Dasar kelak.
Hanya saja, secara kualitatiI, tingkat kematangan pada setiap aspek memiliki nilai yang
berbeda.
Berdasarkan tabel, gambaran kematangan pada subtest N.S.T, aspek-aspek yang
tingkat kematangannya diatas 85° adalah aspek yang terkait dengan kemampuan kognitiI.
Sedangkan, aspek-aspek yang tingkat kematangannya dibawah 80° terkait dengan aspek
motorik, baik motorik halus maupun motorik kasar dan aspek penilaian sosial.
Anak usia pra-sekolah seharusnya sudah menguasai ketrampilan motorik yang
meliputi : melempar, menangkap dan menendang bola; keseimbangan dan melompat, pada
usia ini anak juga dapat berjalan dengan berjinjit sebanyak 15 langkah dengan tangan berada
dipinggang. Didapat bahwa sebanyak 35° responden belum mencapai kematangan pada
aspek motorik kasar. Kurang terlatihnya kemampuan motorik kasar berpengaruh pada
kemampuan anak dalam menghayati dirinya. Kemudian sebanyak 22° responden belum
mencapai kematangan pada aspek motorik halus, hal ini akan menyulitkan anak dalam
mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Dasar.
Dilihat dari perkembangan sosioemosional anak usia pra-sekolah dibutuhkan
kemampuan anak untuk berkomunikasi dan memerlukan dukungan dari orang dewasa agar
mereka mampu mengekspresikan ide dan perasaannya. Sebagai salah satu bentuk
kemampuan baru bagi anak maka hal tersebut harus dilatih dan anak harus belajar dengan
keterampilan mengekspresikan dengan orang lain; teman sebaya dan Iigur otoritas(guru).
Selain memperluas hubungan sosialnya, anak juga mempelajari situasi dan peran baru dan
persepsi yang baru pula. Dari aspek pengertian objek dan penilaian terhadap situasi
menunjukkan bahwa sebanya 22° responden belum mencapai kematangan. Ketidak-
mampuan anak untuk memahami nilai-nilai sosial akan menyulitkan anak untuk bisa diterima
oleh teman sebayanya, sehingga menghambat sosialisasinya.
ReIerensi
- Kustimah. Abidin, Fitri Ariyanti. Kusumawati, Dian. 2008.
Jurnal Psikologi Gambaran Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar Ditinfau Dari
Hasil Tes N. S. T. (Nifneegse Schoolbekwaamheids Test. Bandung : Fakultas
Psikologi Universtas Padjajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->