EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

1

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

1. Giring-Giring Kecil
Takezo terbaring di antara mayat-mayat itu. Ribuan jumlahnya. “Dunia sudah gila,” pikirnya samar. “Manusia seperti daun kering, yang hanyut ditiup angin musim gugur.” Ia sendiri seperti satu di antara tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan di sekitarnya. Ia mencoba mengangkat kepala, tapi hanya dapat mengangkatnya beberapa inci dari tanah. Ia tak ingat, apakah pernah merasa begitu lemah. “Sudah berapa lama aku di sini?” ia bertanya-tanya. Lalat-lalat mendengung di sekitar kepalanya. Ia ingin mengusirnya, tapi mengerahkan tenaga untuk mengangkat tangan pun ia tak sanggup. Tangan itu kaku, hampir-hampir rapuh, seperti halnya bagian tubuh yang lain. “Tentunya sudah beberapa lama tadi aku pingsan,” pikirnya sambil menggerak-gerakkan jemarinya satu demi satu. Ia belum begitu sadar bahwa dirinya sudah terluka. Dua peluru bersarang erat di dalam pahanya. Awan gelap mengerikan berlayar rendah di langit. Malam sebelumnya, kira-kira antara tengah malam dan fajar, hujan deras mengguyur daratan Sekigahara. Sekarang ini lewat tengah hari, tanggal lima belas bulan sembilan tahun 1600. Sekalipun topan telah berlalu, sekali-kali siraman hujan segar masih menimpa mayat-mayat itu, termasuk wajah Takezo yang tengadah. Tiap kali hujan menyiram, ia membuka dan menutup mulutnya seperti ikan, mencoba mereguk titik-titik air itu. “Seperti air yang dipakai mengusap bibir orang sekarat,” kenangnya sambil melahap setiap titik air yang datang. Kepalanya sudah hilang rasa, sedangkan pikirannya seperti bayang-bayang igauan yang melintas. Pihaknya telah kalah. Ia tahu betul itu. Kobayakawa Hideaki, yang dikiranya sekutu, ternyata diam-diam telah bergabung dengan Tentara Timur. Ketika ia menyerang pasukan Ishida Mitsunari pada senja hari, jalan pertempuran pun berubah. Ia kemudian menyerang tentara panglimapanglima yang lain—Ukita, Shimazu, dan Konishi. Maka sempurnalah keruntuhan Tentara Barat. Hanya dalam setengah hari pertempuran sudah dapat dipastikan siapa yang sejak itu akan memerintah negeri. Dialah Tokugawa Ieyasu, daimyo Edo yang perkasa. Bayangan kakak perempuannya dan penduduk desa yang sudah tua-tua mengambang di depan matanya. “Aku akan mati,” pikirnya tanpa rona sedih. “Jadi, beginikah rasanya?” Dan ia pun merasa tertarik ke arah kedamaian maut, seperti anak-anak yang terpesona oleh nyala api. Tiba-tiba salah satu mayat yang dekat dengannya mengangkat kepala, “Takezo!” Bayang-bayang dalam kepala Takezo menghilang. Seolah terbangun dari mati, ia pun menoleh ke arah suara itu. Ia yakin itu suara teman karibnya. Dengan segenap kekuatan, ia mengangkat tubuhnya sedikit dan ia paksakan keluar suara bisikan yang hampir tidak terdengar itu, karena kalah oleh titik-titik hujan. “Matahachi, kaukah itu?” Lalu ia rebah, terbaring diam, mendengarkan.

2

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Takezo! Betul-betul kau masih hidup?” “Ya, hidup!” serunya, tiba-tiba keluar pongahnya. “Dan kau? Kau sebaiknya jangan mati juga. Jangan berani-berani!” Matanya lebar terbuka sekarang, dan senyuman tipis bermain di bibirnya. “Mana bisa aku mati! O, tidak!” Sambil terengah-engah karena merangkak menyeret badan dengan susah payah, Matahachi pun mendekati sahabatnya setapak demi setapak. Ditangkapnya tangan Takezo, tapi yang ia cengkeram dengan kelingkingnya sendiri hanyalah kelingking temannya itu. Sebagai sahabat, sejak kanak-kanak mereka sering mematrikan janji dengan cara itu. Ia pun lebih mendekat lagi, dan kemudian menggenggam tangan sahabatnya itu seluruhnya. “Sungguh aku tak percaya kau hidup juga! Tentunya hanya kita yang selamat!” “Jangan begitu terburu-buru! Aku belum mencoba berdiri.” “Mari kubantu. Ayo kita pergi dari sini!” Tapi tiba-tiba saja Takezo menarik Matahachi ke tanah dan menggeram, “Pura-pura mati! Celaka lagi!” Bumi pun mulai menderum seperti kawah gunung. Lewat tangan mereka berdua tampak angin pusaran sedang mendekat. Dan semakin mendekat. Baris-baris penunggang kuda sehitam jelaga meluncur langsung menuju mereka berdua. “Bajingan! Mereka kembali!” kata Matahachi sambil terus mengangkat lutut, seolah-olah bersiap melompat. Takezo langsung menangkap pergelangan kakinya, hingga hampir-hampir mematahkannya, serta merenggutnya ke bumi. Dalam sekejap mata, para penunggang kuda sudah terbang melewati mereka. Beratus-ratus kaki kuda yang berlumpur dan menyimpan maut mencongklang dalam formasi, menyepelekan para samurai yang sudah tewas. Sambil memperdengarkan pekikan-pekikan perang, dan dengan zirah serta senjata berdentingan, para penunggang kuda itu melaju terus. Matahachi berbaring menelungkup dengan mata terpejam, dengan harapan kosong semoga mereka tidak terinjak-injak, sedangkan Takezo menatap tanpa berkedip ke langit. Kuda-kuda itu begitu dekat dengan mereka, hingga mereka dapat mencium bau keringatnya. Kemudian semuanya berlalu. Secara ajaib mereka tidak terluka dan tidak dikenali, dan untuk beberapa menit lamanya keduanya tinggal diam tak percaya. “Selamat lagi!” kata Takezo sambil mengulurkan tangan kepada Matahachi. Masih merangkum bumi, pelan-pelan Matahachi memutar kepala, memperlihatkan seringai lebar yang sedikit bergetar. “Ada yang berpihak pada kita, itu pasti,” katanya parau. Kedua sahabat itu saling bantu berdiri dengan susah payah. Pelan-pelan mereka melintasi medan pertempuran, menuju tempat aman di bukit-bukit berhutan, terpincang-pincang dan berangkulan. Di sana mereka rebah, dan sesudah beristirahat sebentar, mulailah mereka

3

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mencari-cari makanan. Dua hari mereka hidup dari buah berangan liar dan daun-daunan yang dapat dimakan di dalam lubang-lubang basah di Gunung Ibuki. Makanan itulah yang membuat mereka tidak mati kelaparan, tapi perut Takezo jadi sakit, dan usus Matahachi tersiksa. Tak ada makanan yang dapat mengenyangkannya, tak ada minuman yang dapat menghilangkan dahaganya, tapi ia merasa kekuatannya pulih kembali sedikit demi sedikit. Badai tanggal lima belas itu menandai akhir topan musim gugur. Kini hanya dua malam sesudahnya, bulan yang putih dingin sudah memandang muram ke bawah, dari langit yang tak berawan. Mereka berdua mengerti, betapa berbahayanya berada di jalan, dalam cahaya bulan terang. Bayangan mereka akan tampak seperti bayangan sasaran, yang dapat dengan jelas dilihat oleh patroli yang sedang mencari orang-orang yang berkeliaran. Keputusan untuk mengambil resiko itu datang dari Takezo. Melihat keadaan Matahachi yang begitu jelek— katanya lebih baik tertangkap daripada terus mencoba berjalan—agaknya memang tidak banyak pilihan lain. Mereka harus berjalan terus, tapi jelas pula bahwa mereka harus menemukan tempat untuk menyembunyikan diri dan beristirahat. Maka perlahan-lahan mereka pun berjalan menuju tempat yang menurut mereka adalah arah kecil Tarui. “Bisa kau bertahan?” Tanya Takezo berulang-ulang. Dilingkarkannya tangan temannya itu ke bahunya sendiri, untuk membantunya berjalan. “Kau baik-baik saja, kan?” Napas berat temannya itulah yang mengkhawatirkannya. “Mau beristirahat?” “Aku baik-baik saja.” Matahachi mencoba kedengaran berani, tapi wajahnya lebih pucat daripada bulan di atas mereka. Bahkan dengan lembing yang digunakannya sebagai tongkat pun hampir tidak dapat melangkahkan kaki. Beberapa kali ia meminta maaf merendah-rendah, “Maaf, Takezo. Aku tahu, akulah yang melambatkan jalan kita. Betul-betul aku minta maaf.” Beberapa kali pula Takezo hanya menjawab dengan kata-kata, “Lupakan itu.” Tapi akhirnya, ketika mereka sudah berhenti untuk beristirahat, ia pun menoleh kepada temannya dan cetusnya, “Coba dengar, akulah yang mestinya minta maaf. Pertama-tama, akulah yang menjerumuskanmu ke sini, ingat tidak? Kau ingat, bagaimana aku menyampaikan rencanaku padamu, bahwa akhirnya aku aku akan melakukan sesuatu yang bakal betul-betul mengesankan ayahku? Aku sungguh tak bisa menerima kenyataan bahwa sampai meninggalnya, Ayah tetap yakin aku tak akan pernah mencapai sesuatu. Aku ingin perlihatkan padanya! Ha!” Ayah Takezo, Munisai, dulu mengabdi pada yang Dipertuan Shimmen dari Iga. Begitu Takezo mendengar bahwa Ishida Mitsunari sedang membentuk tentara, ia pun yakin bahwa kesempatan yang hanya sekali seumur hidup akhirnya datang baginya. Ayahnya seorang samurai. Apakah tidak sewajarnya kalau ia pun menjadi samurai? Ingin sekali ia memasuki kancah keributan, untuk membuktikan keberaniannya, untuk membikin berita tersebar seperti api kebakaran

4

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI melintas dusun: ia telah memenggal jenderal musuh. Ia sangat ingin membuktikan dirinya sebagai orang yang harus diperhitungkan, dihormati – bukan hanya sebagai perisau dusun. Takezo mengingatkan Matahachi tentang semua itu, dan Matahachi mengangguk. “Aku tahu. Aku tahu. Tapi aku merasa begitu juga. Bukan hanya kau.” Takezo melanjutkan, “Aku minta kau mengawaniku, karena kita memang selalu bersamasama melakukan semuanya. Tapi perbuatan ibumu itu sungguh mengerikan! Dia berteriak-teriak mengatakan pada semua orang bahwa aku gila dan brengsek! Dan tunanganmu Otsu, saudara perempuanku, dan semua orang menangis. Katanya pemuda-pemuda dusun seharusnya tinggal di dusun. Ya, barangkali mereka benar juga. Kita ini anak laki-laki satu-satunya, dan kalau kita terbunuh, tidak ada yang melanjutkan nama keluarga. Tapi peduli apa? Apa begitu mestinya hidup?” Mereka berhasil menyelinap keluar dusun tanpa kelihatan orang, dan merasa yakin tidak ada lagi penghalang yang memisahkan mereka dengan kehormatan pertempuran. Namun ketika sampai di perkemahan Shimmen, mereka berhadapan dengan kenyataan perang. Mereka langsung diberitahu bahwa mereka tidak akan menjadi samurai dalam waktu singkat, bahkan tidak dalam beberapa minggu, tak peduli siapa ayah mereka. Bagi Ishida dan jenderal-jenderal lain, Takezo dan Matahachi hanyalah sepasang orang udik, tidak banyak lebihnya dari anak-anak yang kebetulan memegang sepasang lembing. Paling banyak yang dapat mereka peroleh adalah izin untuk tinggal di sana sebagai prajurit biasa. Tanggung jawab mereka, kalaupun dapat dinamakan demikian, hanyalah mengangkut senjata, periuk nasi, dan alat-alat rumah tangga lainnya, memotong rumput, mempengaruhi geng-geng jalanan, dan sesekali bertugas sebagai pandu. “Samurai, ha!” kata Takezo. “Lelucon macam apa pula. Kepala jenderal! Mendekati samurai musuh saja tidak, apalagi jenderal. Tapi setidak-tidaknya semua itu sudah lewat. Sekarang apa yang mau kita lakukan? Aku tidak bisa meninggalkanmu di sini sendirian. Kalau itu kulakukan, bagaimana aku akan menghadapi ibumu dan Otsu?” “Takezo, aku tidak menyalahkanmu karena kita celaka. Bukan salahmu kita kalah. Kalaupun ada yang mesti disalahkan, Kobayakawa-lah orangnya. Kobayakawa yang bermuka dua itu. Betulbetul aku ingin menangkapnya. Akan kubunuh bangsat itu!” Beberapa jam kemudian, mereka sudah berdiri di tepi dataran kecil, menyaksikan lautan miskantus yang serupa buluh, sudah berantakan dan patah-patah terkena badai. Tak ada rumah. Tak ada cahaya. Di sini pun banyak mayat, bergelimpangan seperti waktu jatuhnya. Kepala salah satu mayat itu tergeletak dalam rumput tinggi. Ada juga yang menengadah di sungai kecil. Lainnya lagi tersangkut dengan anehnya pada seekor kuda mati. Hujan telah membasuh darah, dan dalam

5

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sinar bulan daging mati itu tampak seperti sisik ikan. Di sekitar semua itu, yang terdengar hanyalah litani giring-giring dan jangkrik musim gugur yang sepi. Aliran air mata membentuk jalur putih menuruni wajah suram Matahachi, dan ia memperdengarkan keluhan seorang yang sakit parah. “Takezo, kalau aku mati, maukah kau mengurus Otsu?” “Apa yang kau omongkan ini?” “Aku merasa seperti mau mati.” Takezo membentaknya, “Nah, kalau memang itu yang kau rasakan, barang kali kau memang akan mati.” Ia jengkel, karena sesungguhnya ia ingin temannya itu lebih kuat, hingga ia sendiri dapat menyandarkan diri kepadanya sekali-kali, bukan secara fisik, melainkan sebagai pendorong. “Ayolah Matahachi! Jangan seperti bayi cengeng begitu.” “Kalau ibuku pasti ada yang mengurus, tapi Otsu, dia sendirian di dunia ini. Selamanya begitu. Kasihan aku padanya, Takezo. Berjanjilah kau akan mengurusnya, kalau aku tak ada.” “Kau mesti percaya pada diri sendiri! Tak ada orang mati karena mencret. Cepat atau lambat kita akan menemukan rumah, dan kalau kita sudah menemukan rumah itu, kutidurkan kau dan akan kudapatkan obat. Sekarang hentikan rengekan tentang mati itu!” Lebih jauh sedikit, sampailah mereka di tempat bertumpuknya tubuh-tubuh tanpa nyawa, hingga kelihatan seolah satu divisi penuh telah disapu habis. Waktu itu sudah hilang perasaan mereka melihat darah kental. Mata mereka berkaca-kaca menangkap pemandangan itu dengan sikap masa bodoh yang dingin. Mereka berhenti lagi, beristirahat. Selagi mereka mengatur napas, terdengar ada yang bergerak di antara mayat-mayat itu. Keduanya undur ketakutan, dan secara naluriah merundukkan badan dengan mata terbuka lebar dan perasaan diwaspadakan. Sosok tubuh itu membuat gerakan melejit cepat, seperti gerakan seekor kelinci yang terkejut. Dan ketika mata mereka sudah terpusat ke arahnya, terlihat oleh mereka orang yang entah siapa itu sedang berjongkok rendah. Semula mereka menduga ia seorang samurai yang tersesat, karena itu mereka menabahkan diri untuk menghadapi pertemuan yang berbahaya. Tapi alangkah kaget mereka, karena ternyata prajurit dahsyat itu hanyalah seorang gadis muda. Gadis itu agaknya berumur sekitar tiga belas atau empat belas tahun, mengenakan kimono dengan lengan digulung. Obi sempit yang membelit pinggangnya sudah bertambal-tambal di beberapa tempat, namun terbuat dari brokat emas. Di tengah himpunan mayat itu, ia betulbetul merupakan pemandangan yang ganjil. Ia melayangkan pandang dan menatap mereka dengan penuh kecurigaan, dengan mata kucing yang licik. Takezo dan Matahachi heran akan hal yang sama: apa yang menyebabkan gadis itu datang di malam buta itu?

6

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sekejap keduanya hanya balas memandang gadis itu. Kemudian Takezo berkata, “Siapa kau?” Gadis itu mengerdip beberapa kali, berdiri, lalu enyah dari situ. “Stop!” seru Takezo. “aku cuma mau mengajukan satu pertanyaan padamu. Jangan pergi dulu!” Tapi gadis itu sudah pergi, seperti kilasan kilat di tengah malam. Dan bunyi giring-giring kecil pun menghilang ke dalam ngeri kegelapan. “Apa kemungkinan itu hantu?” renung Takezo keras, sementara ia memandang kosong ke dalam kabut tipis. Matahachi menggigil sedikit, tapi memaksakan diri tertawa. “Kalau ada hantu di sini, tentunya hantu serdadu-serdadu itu, kan?” “Sayang aku telah membikin takut gadis itu,” kata Takezo. “Tentunya ada dusun di dekatdekat sini. Dan dia tentunya bisa memberikan petunjuk pada kita.” Mereka berjalan terus, mendaki bukit pertama dari dua bukit yang ada di hadapan mereka. Di cekungan sebelah sana terdapat paya-paya yang menghampar ke selatan Gunung Fuwa. Dan tampak cahaya, hanya setengah mil jauhnya. Ketika mendekati rumah pertanian itu, terasa oleh mereka bahwa rumah itu bukan sekedar rumah biasa. Kelihatan dari tembok tanah tebal yang mengelilinginya. Juga dari pintu gerbangnya yang boleh dikatakan megah. Atau setidaknya sisa-sisanya, karena pintu gerbang itu sudah tua dan sudah sangat memerlukan perbaikan. Takezo mendekati pintu dan mengetuk-ngetuk pelan. “Permisi!” Karena tidak ada jawaban, ia mencoba sekali lagi. “Maaf kami mengganggu pada jam seperti ini, tapi temanku ini sakit. Kami tak ingin menyusahkan – dia perlu istirahat sedikit.” Mereka mendengar orang berbisik-bisik di dalam, dan akhirnya terdengar bunyi orang berjalan ke pintu. “Kalian yang berkeliaran di Sekigahara, kan?” Suara itu datang dari seorang gadis muda. “Betul,” kata Takezo. “Kami bawahan Lord Shimmen dari Iga.” “Menyingkirlah! Kalau kalian ditemukan orang di sini, kami bisa celaka.” “Betul-betul kami minta maaf telah mengganggu seperti ini, tapi kami telah lama sekali berjalan. Temanku ini butuh sedikit istirahat, hanya itu, dan …” “Pergilah. Menyingkirlah!” “Baiklah, kalau memang itu yang Anda kehendaki. Tapi apa tak bisa temanku ini diberi obat? Perutnya sakit sekali, hingga sukar bagi kami berjalan terus.” “Entahlah….” Beberapa waktu kemudian, mereka mendengar langkah-langkah kaki dan bunyi dering kecil menjauh ke dalam rumah, makin lama makin lemah.

7

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Baru pada waktu itulah mereka melihat wajah itu. Wajah itu tampak di jendela samping, wajah seorang wanita, dan wajah itu memperhatikan mereka terus. “Akemi,” serunya, “biar mereka masuk. Mereka prajurit biasa. Patroli Tokugawa tak akan membuang-buang waktu buat mereka. Mereka tak dikenal.” Akemi membuka pintu, dan wanita yang memperkenalkan diri sebagai Oko itu pun datang untuk mendengarkan cerita Takezo. Maka disetujuilah bahwa mereka tidur di lumbung. Untuk mengobati sakit perutnya, Matahachi mendapat tepung arang magnolia dan bubur beras encer dengan campuran bawang. Beberapa hari berturut-turut ia tidur terus-menerus, sedangkan Takezo duduk berjaga-jaga di sampingnya, sambil mengobati luka-luka peluru di pahanya dengan minuman keras murah. Pada suatu malam, kira-kira seminggu kemudian, Takezo dan Matahachi duduk mengobrol. “Mereka tentunya punya usaha tertentu,” kata Takezo. “Aku tak peduli dengan kerja keras mereka. Aku senang mereka telah menerima kita.” Tetapi rasa ingin tahu Takezo telah bangkit. “Ibunya belum begitu tua,” sambungnya. “Aneh, bahwa mereka berdua hidup sendiri di pegunungan ini.” “Hm. Apa menurut pendapatmu gadis itu agak mirip Otsu?” “Memang ada sesuatu padanya yang membuat aku ingat Otsu, tapi kukira mereka tidak betulbetul serupa. Keduanya manis, titik. Menurut pendapatmu, apa yang sedang dia lakukan waktu pertama kali kita melihatnya itu? Merangkak-rangkak di antara mayat-mayat itu di tengah malam? Dan kelihatannya pekerjaan itu tidak mengganggunya sama sekali. Ha! Masih terbayang olehku hal itu. Wajahnya tenang dan tenteram, seperi boneka buatan Kyoto. Sungguh gambaran yang luar biasa!” Matahachi memberi isyarat pada Takezo untuk diam. “Ssst! Kudengar giring-giringnya.” Ketukan ringan Akemi di pintu terdengar seperti ketukan burung pelatuk. “Matahachi, Takezo,” panggilnya lembut. “Ya?” “Ini aku.” Takezo berdiri dan membuka kunci. Gadis itu membawa sebaki obat-obatan dan makanan, dan bertanya tentang kesehatan mereka. “Jauh lebih baik. Terima kasih untukmu. Juga untuk ibumu.” “Ibu bilang, biar kalian sudah sehat, kalian jangan bicara terlalu keras atau pergi keluar.” Takezo pun menjawab atas nama mereka berdua. “Kami minta maaf sudah membikin repot kalian.”

8

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Oh, tidak apa-apa. Cuma kuminta kalian berhati-hati. Ishida Mitsunari dan beberapa jenderal lain belum tertangkap. Mereka mengawasi daerah ini dengan ketat, dan jalan-jalan penuh dengan pasukan Tokugawa.” “Betul?” “Makanya, biar kalian cuma prajrit biasa. Ibu bilang, kalau kami tertangkap menyembunyikan kalian, kami akan ditahan.” “Kami tak akan bikin rebut,” janji Takezo. “Malahan muka Matahachi akan kututup kain, kalau dia mendengkur terlalu keras.” Akemi tersenyum, membalikkan badan untuk pergi, dan katanya, “Selamat malam. Aku akan datang lagi besok pagi.” “Tunggu!” kata Matahachi. “Apa salahnya kau datang ke sini, bicara dengan kami sedikit?” “Tidak bisa.” “Kenapa?” “Ibu nanti marah.” “Peduli apa dengan ibumu? Berapa tahun umurmu?” “Enam belas.” “Kalau begitu, badanmu terlalu kecil, ya?” “Terima kasih atas komentar itu.” “Di mana ayahmu?” “Tidak punya lagi.” “Maaf. Lalu bagaimana kalian hidup?” “Kami bikin moxa.” “Obat yang dibakar di kulit buat menghilangkan sakit itu?” “Ya, moxa daerah ini terkenal. Musim semi kami memotong mugwort di Gunung Ibuki. Musim panas mengeringkannya, lalu musim gugur dan dingin membuatnya jadi moxa. Kami jual di Tarui. Orang datang dari mana-mana hanya untuk beli moxa itu.” “Kiranya kalian tidak butuh lelaki untuk mengerjakan itu.” “O, kalau itu yang ingin kalian ketahui, lebih baik aku pergi.” “Nanti dulu, sedikit lagi,” kata Takezo. “Ada satu pertanyaan lagi.” “Apa itu?” “Malam ketika kami datang kemari itu, kami melihat seorang gadis di medan pertempuran, dan dia mirip sekali denganmu. Apa itu kau?” Akemi cepat membalikkan badan dan membuka pintu. “Apa kerjamu di sana?” Gadis itu membanting pintu di belakangnya. Dan ketika ia berjalan ke rumah itu, giring-giring kecil pun berdering dengan iramanya yang aneh dan sumbang.

9

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

2. Sisir
Dengan tinggi sekitar 1,75 meter, Takezo cukup jangkung untuk orang sezamannya. Tubuhnya seperti tubuh kuda yang indah: kuat dan lentur, dengan kaki panjang berotot. Bibirnya penuh, berwarna merah tua, dan alisnya yang hitam tebal jadi tampak tidak lebat karena bentuknya yang indah. Karena jauh melampaui sudut-sudut luar matanya, alis itu pun menambah kejantanannya. Orang-orang kampung menyebutnya “anak tahun yang gemuk”, suatu ungkapan yang hanya dipakai untuk anak dengan badan lebih besar dari rata-rata. Sebutan itu jauh dari maksud menghina, tapi bagaimanapun membuatnya ada jarak dengan anak-anak muda lain, dan itu membuatnya cukup malu pada masa kanak-kanaknya. Ungkapan itu tidak pernah dipergunakan untuk menggambarkan Matahachi, namun dapat pula dikenakan padanya. Ia agak lebih pendek dan pejal daripada Takezo, dadanya bidang dan besar, dan wajahnya bulat, memberikan kesan periang, kalau bukan sifat badut sejati. Matanya yang besar dan sedikit menonjol itu cenderung bergerak ketika ia berbicara, dan kebanyakan lulucon yang dibuat orang untuk merendahkannya berpusat pada kemiripannya dengan katak yang tak henti-hentinya berdengkung pada malam-malam musim panas. Kedua pemuda itu sedang berada di puncak usia pertumbuhan mereka, dan karenanya cepat pulih dari sebagian besar penyakit. Ketika luka-luka Takezo sudah sepenuhnya sembuh, Matahachi pun tidak dapat lagi menahan hambatan yang dirasakannya. Mulailah ia berjalan mondar-mandir di seputar lumbung, dan tak henti-hentinya mengeluh karena merasa terkurung. Tidak hanya sekali ia membuat kesalahan, dengan mengatakan bahwa ia merasa seperti jangkrik di dalam lubang yang gelap dan jangrik memang suka pada suasana hidup seperti itu. Matahachi tentunya telah mulai mengintip kedalam rumah, karena pada suatu hari ia mendekatkan mulutnya kepada teman seselnya itu, seolah hendak menyampaikan berita yang mengguncangkan dunia. “Tiap malam,” bisiknya genting, “janda itu membedaki mukanya dan mempercantik diri!” Muka Takezo pun jadi seperti anak umur dua belas tahun yang benci anak gadis, melihat pengkhianatan teman karibnya yang makin tertarik kepada “mereka” itu. Matahachi sudah menjadi pengkhianat kini, dan pandangan mata Takezo pun tidak salah lagi mengungkapkan kemuakan. Matahachi mulai kerap pergi ke rumah itu, duduk-duduk di dekat perapian bersama Akemi dan ibunya yang masih muda. Sesudah tiga atau empat hari mengobrol dan berkelakar dengan mereka, tamu yang ramah itu pun sudah menjadi anggota keluarga. Ia tidak kembali ke lumbung, juga pada malam hari, dan kalau kadang-kadang pulang, napasnya berbau sake. Ia mencoba membujuk Takezo datang ke rumah itu, dengan menyanyikan puji-pujian terhadap kehidupan yang baik, yang hanya beberapa meter jauhnya dari tempat itu.

10

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Gila kau!” jawab Takezo gusar. “Kau bisa bikin kita terbunuh, atau setidaknya tertangkap. Kita ini sudah kalah, jadi gelandangan—apa kau belum juga mengerti? Kita mesti berhati-hati dan bersembunyi, sampai keadaan mereda.” Tapi dengan segera ia bosan mencoba mengajak temannya yang cinta kenikmatan itu untuk berpikiran sehat, dan mulailah ia menghentikan omongan temannya dengan jawabanjawaban ringkas. “Aku tidak suka sake,” atau kadang-kadang, “Aku lebih suka di sini. Santai.” Tapi Takezo sendiri akhirnya mulai sinting juga. Ia merasa bosan bukan kepalang, dan mulai memperlihatkan tanda-tanda mengalah. “Apa betul-betul aman?” tanyanya. “Maksudku sekitar sini? Apa tak ada tanda-tanda patroli? Apa kau yakin?” Maka, sesudah terkubur dua puluh hari lamanya dalam lumbung itu, akhirnya ia keluar seperti tawanan perang yang setengah kelaparan. Kulitnya tampak jernih pucat, seperti mayat, lebih-lebih ketika ia berdiri di samping temannya yang sudah terbakar matahari dan sake itu. Dipandangnya langit biru yang terang, dan sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, ia pun menguap dengan nikmatnya. Ketika mulutnya yang besar itu akhirnya menutup kembali, terlihatlah bahwa alisnya waktu itu mengait. Wajahnya tampak resah. “Matahachi,” katanya sungguh-sungguh, “kita terlalu memaksakan keinginan pada orangorang ini. Mereka sekarang menghadapi resiko besar gara-gara kita di sini. Kupikir kita harus berusaha pulang sekarang.” “Kau benar,” kata Matahachi. “Tapi tak seorang pun dapat melewati rintangan itu tanpa pemeriksaan. Jalan ke Ise dan Kyoto tak bisa ditempuh, menurut janda itu. Katanya, kita mesti bertahan sampai salju turun. Gadis itu juga bilang begitu. Dia yakin mesti tetap bersembunyi. Dan kau tahu, dia selalu pergi ke mana-mana setiap hari.” “Kau bilang duduk di dekat api sambil minum itu bersembunyi?” “Tentu. Tahu tidak, apa yang sudah kulakukan? Beberap hari yang lalu orang-orang Tokugawa datang mengintai; mereka masih mencari Jenderal Ukita. Dan aku bisa melepaskan diri dari bajingan-bajingan itu hanya dengan keluar dan menyapa mereka.“ Mata Takezo membelalak tak percaya mendengar itu, sedangkan Matahachi tertawa terbahak-bahak. Setelah tawanya reda, ia pun melanjutkan. “Kau lebih selamat di tempat terbuka daripada meringkuk di lumbung, sambil mendengarkan langkah-langkah kaki orang dan dibikin gila olehnya. Inilah yang mau kukatakan padamu.” Matahachi tertawa terpingkal-pingkal, sedangkan Takezo mengangkat bahu. “Barangkali kau benar. Itu bisa jadi cara terbaik untuk mengatasi persoalan.” Takezo masih juga mengajukan persyaratan, tapi sesudah percakapan itu, ia pun ikut pergi ke rumah tersebut. Oko, yang agaknya senang kalau ada orang lain, terutama laki-laki, berusaha membuat mereka betul-betul kerasan. Namun sekali-kali ia membuat kedua pemuda itu terlonjak dengan sarannya agar seorang dari mereka mengawini Akemi. Tapi ini agaknya lebih

11

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membikin bingung Matahachi daripada Takezo. Takezo mengabaikan saja saran itu, atau menandinginya dengan kata-kata lucu. Waktu itu musim matsutake yang lezat dan harum, yang tumbuh di pangkal-pangkal pohonpohon pinus, dan Takezo cukup terhibur mencari jamur-jamur besar di gunung yang berhutan, di belakang rumah itu. Sambil memegang keranjang, Akemi mencari jamur itu dari pohon ke pohon. Setiap kali tercium baunya, suaranya yang tanpa dosa itu pun menggema di tengah hutan. “Takezo, sini! Banyak di sini!” Dan kalau sedang mencari-cari di dekatnya, Takezo pun selalu menjawab, “Di sini juga banyak!” Sinar matahari musim gugur menerobos tipis dan miring ke arah mereka, lewat rantingranting pinus. Babut daun pinus di tempat teduh yang sejuk di bawah pohon-pohonan itu bagaikan bunga mawar yang lunak berdebu. Setelah lelah, Akemi pun menantang Takezo sambil terkikik, “Mari kita lihat, siapa yang paling banyak!” “Aku!” jawab Takezo pasti. Mendengar itu, Akemi pun mulai memeriksa keranjang Takezo. Hari ini tidak beda dengan hari-hari lain. “Ha, ha! Aku tahu!” teriak Akemi. Dengan rasa kemenangan penuh kegembiraan yang hanya bisa terjadi pada gadis semuda itu, dan tanpa kesadaran diri ataupun sikap sopan yang dibuat-buat, ia pun menunduk ke keranjang Takezo. “Yang banyak kau dapat itu jamur payung!” Lalu ia pun membuangi jamur beracun itu satu per satu, bukan sambil menghitungnya keras-keras, melainkan diiringi gerakan yang begitu pelan dan disengaja, hingga Takezo hampir tidak dapat mengabaikannya, sekalipun dengan mata terpejam, Akemi melontarkan masing-masing jamur itu sejauh-jauhnya. Selesai dengan tugas itu, ia pun menengadah dengan wajah membinarkan rasa puas diri. “Sekarang lihat, aku dapat jauh lebih banyak daripada kau!” “Sudah siang sekarang,” gumam Takezo. “Mari pulang.” “Kau marah karena kalah, kan?” Akemi pun berlari kencang seperti ayam pegar menuruni sisi bukit, tapi sekonyong-konyong ia berhenti, wajahnya dipenuhi rasa terkejut. Seorang lelaki raksasa datang lurus mendekat lewat belukar, setengah jalan menuruni lereng bukit; langkah-langkahnya panjang dan tenang, matanya yang tajam menatap langsung kepada gadis muda yang rapuh di hadapannya. Orang itu tampak primitif luar biasa. Segala sesuatu pada dirinya bernada perjuangan untuk tetap hidup, dan ia menampakkan ciri suka berkelahi: alis yang lebat dan ganas, dan bibir atas yang tebal melingkar; pedang berat, jubah zirah, dan kulit binatang melengkapi dirinya. “Akemi!” raungnya seraya mendekati gadis itu. Ia menyeringai lebar, memperlihatkan giginya yang kuning melapuk, tapi wajah Akemi tetap saja menyiratkan kengerian belaka. “Apa ibumu yang hebat itu ada di rumah?” tanyanya dengan ejekan yang dibuat-buat.

12

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Ya,” cicit Akemi. “Nah, kalau nanti kau pulang, ceritakan sesuatu padanya. Mau tidak?” Ejekan itu diucapkannya dengan sopan. “Ya.” Dan kini nadanya berubah kasar. “Katakan padanya, jangan mempermainkan aku dengan menimbun uang tanpa sepengetahuanku. Katakan aku akan datang segera untuk mengambil bagianku. Mengerti?’ Akemi diam saja. “Dia pikir barangkali aku tidak tahu, tapi orang yang dijuali barang-barang itu datang langsung padaku. Aku berani bertaruh, kau pergi juga ke Sekigahara, bukan, Nak?” “Ah, tidak!” protes Akemi lemah. “Ya, tak apalah. Cuma sampaikan padanya apa yang kukatakan tadi. Kalau dia main tidak jujur lagi, akan kutendang dia keluar dari daerah ini.” Ia menyorot gadis itu sesaat dengan matanya, kemudian pergi dengan lamban ke arah paya. Takezo mengalihkan matanya dari orang asing itu kepada Akemi, dengan penuh minat. “Siapa orang itu?” Dengan bibir masih menggeletar Akemi menjawab lesu, “Namanya Tsujikaze. Dia dari kampung Fuwa.” Suara Akemi hampir tak lebih dari bisikan. “Dia bandit, kan?” “Ya.” “Kenapa dia begitu marah?” Akemi berdiri saja tanpa menjawab. “Tak akan kuceritakan itu pada orang lain,” kata Takezo, mencoba meyakinkan Akemi. “Apa tak bisa kau menceritakannya padaku?” Akemi, yang jelas merasa tak senang, agaknya sedang mencari-cari kata. Dan tiba-tiba ia pun menyandarkan diri ke dada Takezo dan memohon, “Kau janji tak akan bercerita pada orang lain?” “Siapa yang akan kuceritai? Samurai Tokugawa?” “Ingat waktu kau pertama kali melihatku malam itu? Di Sekigahara?” “Tentu saja ingat.” “Nah, apa belum kau bayangkan, apa yang kulakukan waktu itu?” “Belum, aku belum pernah memikirkannya,” kata Takezo dengan wajah sungguh-sungguh. “Nah, waktu itu aku mencuri!” Lalu ia pun menatap Takezo dekat-dekat, untuk menaksir reaksi Takezo. “Mencuri?”

13

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Sesudah pertempuran, aku pergi ke medan, mengambili barang-barang serdadu yang tewas: pedang, hiasan sarung pedang, kantong kemenyan––apa saja yang dapat kami jual.” Ia memandang Takezo lagi untuk menangkap tanda-tanda sikap tidak setuju, tetapi wajah Takezo tidak memperlihatkannya sama sekali. “Pekerjaan itu mengerikan,” keluhnya kemudian, lalu berubah bersikap pragmatis, “tapi kami butuh uang untuk makan. Kalau aku bilang tak mau pergi, Ibu marah.” Matahari masih cukup tinggi di langit. Atas saran Akemi, Takezo duduk di rumput. Lewat pohon-pohon pinus, mereka dapat memandang ke bawah, ke rumah di tengah paya itu. Takezo mengangguk pada diri sendiri, seolah sedang membayangkan sesuatu. Sejenak kemudian ia berkata, “Kalau begitu, cerita tentang memotong mugwort dan membuat moxa itu bohong semuanya?” “O, tidak. Kami mengerjakan itu juga! Tapi selera Ibu begitu mahal. Tak mungkin kami dapat hidup dari moxa saja. Ketika ayahku masih hidup, kami tinggal di rumah terbesar di kampung ini, malahan boleh dibilang di tujuh dusun yang ada di Ibuki. Kami punya banyak pelayan, dan Ibu selalu punya barang-barang bagus. “Apa ayahmu pedagang?” “O, tidak. Dia pemimpin bandit setempat.” Mata Akemi bersinar penuh kebanggaan. Jelaslah, ia tidak lagi takut akan reaksi Takezo, dan kini ia melepaskan perasaan sebenarnya. Rahangnya mantap, tangannya yang kecil mengepal pada waktu bicara. “Tsujikaze Temma, orang yang baru kita jumpai tadi, itulah yang membunuhnya. Paling tidak, begitulah kata semua orang.” “Maksudmu, ayahmu dibunuh?” Sambil mengangguk diam, Akemi mulai menangis, sekalipun ia berusaha menahannya. Takezo merasa sesuatu yang berada jauh di dalam dirinya mulai mencair. Semula ia tidak menaruh simpati pada gadis itu. Sekalipun gadis itu lebih kebanyakan dari gadis yang sudah berumur enam belas tahun, namun bicaranya seperti wanita dewasa, dan sering kali ia membuat gerakan cepat yang membuat orang lain berjaga-jaga. Tapi ketika air mata mulai menitik dari bulu matanya yang panjang, tiba-tiba Takezo pun jadi meleleh oleh rasa kasihan. Ia ingin mendekap gadis itu untuk melindunginya. Gadis itu bukanlah gadis yang dibesarkan seperti biasa. Agaknya tak pernah ia pertanyakan, apakah di dunia ini tidak ada yang lebih mulia daripada pekerjaan ayahnya. Ibunya telah meyakinkannya bahwa tak ada salahnya melucuti mayat, bukan untuk makan, melainkan untuk hidup layak. Banyak pencuri sejati enggan melakukan pekerjaan itu. Selama bertahun-tahun berlangsungnya perselisihan kaum feodal, keadaan telah menjadikan semua manusia, sampai yang pemalas di pedesaan, terhanyut oleh cara hidup seperti ini. Orang banyak pun lebih-kurang memang telah minta mereka melakukan hal itu. Ketika perang pecah

14

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI para penguasa militer setempat bahkan memanfaatkan jasa-jasa mereka dan memberikan imbalan melimpah pada mereka atas jasa membakar perbekalan musuh, menyebarkan desasdesus bohong, mencuri kuda dari kamp-kamp musuh, dan lain-lain hal seperti itu. Yang paling sering terjadi adalah jasa-jasa mereka dibeli orang. Tapi, sekalipun tidak dibeli, perang menawarkan banyak kesempatan. Di samping berkeliaran di antara mayat-mayat untuk mengumpulkan barang-barang berharga, kadang-kadang mereka berhasil mendapat hadiah dari menyerahkan kepala samurai yang kebetulan tersandung oleh mereka dan kemudian mereka pungut. Satu saja pertempuran besar sudah cukup bagi para pencuri bejat ini hidup senang enam bulan atau setahun. Pada waktu-waktu bergolak, petani atau pembelah kayu biasa pun sudah tahu mengambil keuntungan dari kesengsaraan orang dan pertumpahan darah. Perkelahian di luar kampung sendiri sudah bisa membuat orang-orang sederhana ini meninggalkan pekerjaan, dan dengan cakapnya mereka menyesuaikan diri dengan situasi, dan menemukan cara untuk memunguti sisasisa hidup manusia lain, seperti burung pemakan bangkai. Sebagian karena gangguan inilah para penjarah professional menetapkan perlindungan keras atas wilayah masing-masing. Sudah menjadi peraturan keras bahwa para pemburu liar, yaitu perampok-perampok yang melanggar hak-hak yang telah dimiliki para penjahat kejam ini dapat dikenai pembalasan dendam. Akemi pun menggigil, dan katanya, “Apa akal kita? Orang-orang bayaran Temma sedang dalam perjalanan kemari sekarang. Aku tahu itu.” “Jangan khawatir,” kata Takezo meyakinkannya. “Kalau mereka nanti muncul, aku sendiri yang akan menyambut mereka.” Ketika mereka turun bukit, senja telah turun di atas paya itu, dan segalanya sunyi. Jejak asap api pemandian di rumah itu merayap di area puncak jajaran rumput mendong, seperti ular yang melenggok-lenggok di langit. Oko sedang berdiri santai di pintu belakang, seusai melakukan riasan malam. Ketika melihat anak perempuannya datang bersama Takezo, ia pun berseru, “Akemi, apa kerjamu sampai begini larut?” Terasa benar tajamnya mata dan suaranya. Gadis itu pun segera tersadar, sesudah begitu lama ia berjalan dengan kepala kosong. Ia memang lebih peka terhadap suasana hati ibunya daripada apa pun di dunia ini. Ibunya telah menanamkan kepekaan ini dan telah berhasil memanfaatkannya, mengendalikan anak gadis itu seperti boneka, hanya dengan pandangan atau gerak-geriknya. Cepat-cepat Akemi menjauh dari sisi Takezo, dan dengan wajah memerah ia pun mendahului dan masuk rumah. Hari berikutnya, Akemi menyampaikan pada ibunya tentang Tsujikaze Temma. Oko naik pitam.

15

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Kenapa tidak cepat-cepat kau ceritakan?” raungnya sambil menyeruduk ke sana kemari seperti perempuan gila, menarik-narik rambutnya, mengeluar-ngeluarkan barang dari laci dan lemari dan mengonggokkan semuanya di tengah kamar. “Matahachi! Takezo! Bantu aku! Semua ini mesti kita sembunyikan.” Matahachi menggeser sebuah papan yang ditunjukkan oleh Oko, lalu ia menempatkan diri di atas langit-langit. Tak banyak ruangan antara langit-langit dan kasau itu. Orang hampir tidak dapat merangkak di situ, tapi cukuplah itu untuk memenuhi kebutuhan Oko, dan terutama agaknya kebutuhan almarhum suaminya. Takezo berdiri di atas bangku, di antara ibu dan anak, dan mulai mengulurkan barang-barang itu satu persatu kepada Matahachi. Jika Takezo tidak mendengar cerita Akemi hari sebelumnya, tidak bakal ia tidak merasa kagum melihat keanekaragaman barang-barang yang sekarang dilihatnya. Takezo tahu ibu dan anak ini sudah lama melakukan pekerjaan itu, namun demikian sungguh mengagumkan. Betapa banyaknya barang yang mereka timbun. Ada belati, umbai lembing, lengan baju zirah, helm tanpa mahkota, kuil mini yang dapat dibawa-bawa, tasbih Budha, tiang bendera…. Bahkan ada sandal berlak berukir indah dan bertatah emas, perak, dan indung mutiara. Dari lubang di langit-langit, Matahachi mengintip keluar dengan wajah bingung. “Sudah semua?” “Tidak, ada satu lagi,” kata Oko seraya pergi cepat-cepat. Sesaat kemudian ia sudah kembali membawa sebilah pedang, satu seperempat meter panjangnya, dari kayu ek hitam. Takezo mulai mengeluarkan barang itu pada Matahachi, tetapi bobot, lengkung dan sempurnanya keseimbangan senjata itu demikian mengesankannya, sampai tak dapat ia melepaskannya. Ia pun menoleh kepada Oko dengan pandangan tersipu. “Apa tak bisa Ibu menghadiahkan ini padaku?” tanyanya dengan mata memancarkan kepasrahan. Ia memandang kakinya sendiri, seakan-akan hendak mengatakan bahwa ia memang belum melakukan sesuatu yahg pantas mendapat ganjaran pedang itu. “Apa kau betul-betul menginginkannya?” jawab nyonya itu dengan lembut, dengan nada seorang ibu. “Ya…ya… tentu!” Sekalipun wanita itu tidak benar-benar mengatakan Takezo boleh memilikinya, namun ia tersenyum, memperlihatkan dekik pipinya, dan tahulah Takezo bahwa pedang itu sudah menjadi miliknya. Matahachi melompat turun dari langit-langit, meledak oleh rasa iri. Ia pun merabaraba pedang itu dengan tamaknya, membuat Oko tertawa. “Coba lihat, orang kecil ini merajuk karena tidak dapat hadiah!” Ia mencoba menenteramkan hati Matahachi dengan memberikan pundit-pundi kulit yang manis dan berbatu akik. Matahachi tidak tampak terlalu senang. Matanya terus tertuju kepada pedang kayu ek hitam itu.

16

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Perasaannya terluka, dan pundit-pindi itu hanya sedikit dapat menyembuhkan harga dirinya yang terluka. Keika suaminya masih hidup, Oko rupanya punya kebiasaan mandi uap secara santai tiap malam, merias diri, dan kemudian minum sedikit sake. Singkatnya, ia menghabiskan waktu untuk merias diri sebanyak yang dihabiskan geisha yang terbesar bayarannya. Ini bukanlah jenis kemewahan yang dapat dikembangkan oleh orang biasa, tetapi ia berkeras melakukannya, bahkan ia telah mengajar Akemi mengikuti kebiasaan yang sama itu, sekalipun gadis itu menganggapnya menjemukan, dan alasannya tidak dapat ia pahami. Oko tidak hanya suka senang; ia pun berketetapan untuk tetap muda selama-lamanya. Malam itu, selagi mereka duduk di sekitar perapian ceruk, Oko menuangkan sake untuk Matahachi dan mencoba meyakinkan Takezo untuk juga mencobanya. Ketika Takezo menolak, ia letakkan mangkuk itu ke tangan Takezo, ia tangkap pergelangan tangannya, dan ia paksa Takezo mengangkat mangkuk itu ke bibirnya. “Laki-laki udah sewajarnya minum,” umpatnya. “Kalau kau tidak dapat melakukannya sendiri, akan kubantu.” Berulang kali Matahachi menatap Oko denganperasaan tak enak. Sadar akan pandangan Matahachi itu, Oko bahkan semakin berani terhadap Takezo. Sambil meletakkan tangannya secara main-main di lutut Takezo, mulailah ia mendendangkan lagu cinta yang sedang popular. Sampai di sini, Matahachi pun merasa sudah sampai batas kesabarannya. Sambil tiba-tiba menoleh kepada Takezo, ia berucap, “Kita mesti lekas meneruskan perjalanan!” Ucapan ini mencapai sasarannya. “Tapi… tapi… ke mana kalian akan pergi?” Tanya Oko terbata-bata. “Kembali ke Miyamoto. Ibuku dan tunanganku tinggal di sana.” Oko hanya sekejap terkejut; sebentar kemudian ia sudah dapat menguasai dirinya kembali. Matanya menyempit, senyumnya membeku, dan suaranya menjadi getir. “Nah, harap dimaafkan karena aku telah menghambat kalian, telah menerima kalian, dan memberikan tempat pada kalian. Kalau memang ada gadis yang menanti kalian, lebih baik kalian lekas-lekas saja pulang. Jangan kiranya aku menahan kalian!” Sesudah menerima pedang ek hitam itu, Takezo tak pernah lagi terpisah darinya. Memegangnya saja merupakan kenikmatan yang tak terlukiskan baginya. Sering ia meremas gagang pedang itu erat-erat, atau menggesekkan sisinya yang tumpul pada telapak tangannya, hanya untuk merasakan betapa sesuai lengkung dengan panjangnya. Bila tidur ia dekap pedang itu ke tubuhnya. Sentuhan dingin permukaan kayu itu pada pipinya mengingatkannya pada lantai dojo, di mana ia pernah mempraktekkan teknik-teknik main pedang pada musim dingin. Alat yang

17

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI hampir sempurna, dan sekaligus merupakan benda seni dan maut ini, membangkitkan kembali di dalam dirinya semangat tempur yang telah ia warisi dari ayahnya. Takezo mencintai ibunya, tetapi ibu itu telah meninggalkan ayahnya dan pergi ketika Takezo masih kecil, meninggalkannya sendirian dengan Munisai, seorang ayah yang gila tata tertib, yang tak tahu bagaimana memanjakan anak dalam suasana yang tidak menguntungkan seperti itu. Apabila ayahnya ada, anak itu selalu merasa kikuk dan ketakutan, tidak pernah merasa santai. Ketika berumur sembilan tahun, begitu besar hasratnya akan kata manis ibunya, hingga ia pernah melarikan diri dari rumah dan nekat pergi ke Propinsi Harima, tempat ibunya tinggal. Takezo tak pernah mengerti mengapa ibu dan ayahnya bercerai, dan pada umur sekian, penjelasan tentang itu pun tidak akan banyak menolong. Ibunya telah kawin dengan samurai lain, dan mendapat seorang anak lagi. Begitu pelarian kecil itu sampai di Harima, ia tidak membuang-buang waktu lagi untuk menemukan ibunya. Ibunya lalu membawanya ke daerah hutan di belakang kuil setempat, supaya tidak kelihatan orang, dan di sana sambil berurai air mata ia pun memeluk anaknya itu erat-erat dan menyuruhnya kembali kepada ayahnya. Takezo tak pernah melupakan adegan itu; setiap detailnya akan tetap hidup dalam kenangannya, sepanjang umurnya. Sebagai seorang samurai, tentu saja Munisai mengirimkan orang-orangnya untuk memperoleh kembali anaknya, begitu ia mengetahui anaknya hilang. Sudah jelas ke mana perginya anak itu. Takezo pun dikembalikan ke Miyamoto seperti seikat kayu bakar, diikat di punggung kuda yang tidak bersadel. Sebagai pembuka, Munisai menyebutnya anak bandel yang kurang ajar, dan dengan keberangan yang hampir mencapai histeris, ia sabet anaknya sampai ia tak kuat menyabet lagi. Takezo ingat lebih gamblang daripada apa pun di dunia ini, betapa sengit ultimatum ayahnya waktu itu. “Kalau sekali lagi kau pergi ke ibumu, tak akan kuakui kau sebagai anak.” Tidak lama sesudah kejadian itu. Takezo mendengar kabar bahwa ibunya jatuh sakit dan meninggal. Kematian itu berakibat berubahnya Takezo dari seorang anak pendiam dan pemurung menjadi anak kampung yang jail. Munisai pun akhirnya menjadi takut. Ketika ia mendatangi anak itu dengan pentung, anak itu menantangnya dengan tongkat kayu. Satu-satunya orang yang bisa menandinginya adalah Matahachi, yang juga anak seorang samurai; semua anak lain tunduk pada perintah Takezo. Waktu ia berumur dua belas atau tiga belas tahun, badannya sudah hampir setinggi orang dewasa. Pada suatu kali, seorang pemain pedang pengembara bernama Arima Kihei menaikkan panjipanji berhias emas, dan menyatakan siap melawan siapa saja penantang dari kampung itu. Takezo berhasil membunuh orang itu tanpa kesukaran, dan mendapat pujian dari orang-orang kampung atas keberaniannya.

18

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Namun penghargaan itu singkat saja umurnya, karena bersamaan dengan bertambahnya umur, ia pun jadi semakin tak dapat dikendalikan dan brutal. Banyak orang yang menganggapnya sadis, dan apabila ia muncul di suatu tempat, orang pun segera menyingkir. Sikap Takezo terhadap mereka semakin menjelaskan sikap dingin mereka terhadapnya. Ketika ayahnya yang tetap keras dan kasar akhirnya meninggal, unsur kejam di dalam diri Takezo lebih membesar lagi. Kalau tidak karena kakak perempuannya, Ogin, Takezo barangkali sudah lebih tak bisa dikendalikan lagi dan telah diusir dari kampung oleh penduduk yang marah. Untunglah ia menyayangi kakaknya, dan karena tak tahan melihat air mata kakaknya, biasanya ia pun melakukan apa saja yang diminta kakaknya. Pergi perang bersama Matahachi merupakan titik balik bagi Takezo. Hal itu menunjukkan bahwa bagaimanapun ia mau merebut kedudukan di tengah masyarakat, sejajar dengan orangorang lain. Tetapi kekalahan di Sekigahara sekonyong-konyong telah menghilangkan harapanharapan seperti itu, dan ia pun mendapati dirinya sekali lagi tercebur ke dalam kenyataan gelap yang menurut anggapannya telah ia tinggalkan. Namun ia seorang pemuda yang diberkati sifat riang yang mulia, yang hanya dapat berkembang di zaman perjuangan. Selagi tidur, wajahnya setenang wajah bayi, sama sekali tak terusik oleh pikiran-pikiran hari esok. Memang ia mengalami juga mimpi-mimpi, baik di waktu tidur maupun terjaga, tapi tidak banyak ia mengalami kekecewaan yang sebenar-benarnya. Karena modalnya hanya sedikit, maka hanya sedikit pula ia kehilangan; sekalipun dalam makna tertentu ia sudah tercerabut, namun ia terbebaskan juga dari belenggu. Melihat napasnya yang dalam dan tetap, sementara ia memeluk erat pedang kayunya itu, barangkali Takezo sedang bermimpi; senyuman halus tersungging pada bibirnya, sedangkan bayangan kakak perempuannya yang lembut dan kota kelahirannya yang damai berpancaran turun seperti air terjun dari gunung, di hadapan matanya yang terpejam dan berbulu lebat itu, Oko menyelinap ke dalam kamarnya sambil membawa lampu. “Sungguh wajah yang damai,” bisik Oko dengan kagum, lalu ia pun mengulurkan tangan dan menyentuh sedikit bibir Takezo dengan jemarinya. Kemudian ia mematikan lampu dan berbaring di samping Takezo. Seraya meringkuk seperti kucing, sedikit demi sedikit ia merapatkan tubuhnya ke tubuh Takezo, sementara wajahnya yang putih dan gaun malam warna-warni yang betul-betul terlampau muda untuknya itu terbenam dalam kegelapan. Yang kedengaran saat itu hanyalah titik-titik embun yang jatuh di ambang jendela. “Ingin tahu juga, apakah dia masih perjaka,” kagumnya sambil mengulurkan tangan untuk menyingkirkan pedang kayu itu. Tapi begitu ia menyentuh pedang itu, Takezo langsung berdiri dan berteriak, “Pencuri! Pencuri!”

19

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Oko terlempar ke lampu, hingga bahu dan dadanya luka, dan Takezo memelintir tangannya tanpa ampun lagi. Oko menjerit kesakitan. Karena kagetnya, Takezo pun melepaskannya. “O. jadi ini tadi Ibu? Aku pikir pencuri.” “Oooh,” rintih Oko. “Sakit!” “Maaf, aku tidak tahu.” “Kau ini tak kenal kekuatan badan sendiri. Hampir lepas tanganku.” “Aku sudah minta maaf. Mau apa Ibu di sini?” Oko tak menghiraukan pertanyaan Takezo yang polos itu; ia tidak merasakan luka tangannya; dicobanya melingkarkan anggota badannya itu ke leher Takezo, dan gumamnya, “Kau tak perlu minta maaf. Takezo …” Ia pun menggosokkan punggung tangannya lembut-lembut ke pipi Takezo. “Hai! Apa pula ini? Apa Ibu gila?” teriak Takezo sambil meloloskan diri dari sentuhan wanita itu. “Jangan ribut begitu, tolol. Kau tahu perasaanku padamu.” Oko terus mencoba membelai Takezo, tapi Takezo menepak-nepaknya, seperti orang diserang gerombolan lebah. “Ya, dan aku sangat berterima kasih. Kami berdua tak akan melupakan betapa besar kebaikan Ibu, yang telah menerima kami dan segalanya itu.” “Maksudku bukan itu, Takezo. Aku bicara tentang perasaan wanitaku—tentang perasaan yang indah dan hangat terhadapmu.” “Tunggu dulu,” kata Takezo sambil melompat berdiri. “Akan kunyalakan lampu.” “Oh, bagaimana kau bisa begini kejam,” rengek Oko, dan bergerak lagi akan memeluk Takezo. “Jangan!” teriak Takezo marah. “Hentikan, sungguh! Hentikan!” Ada sesuatu dalam suara Takezo yang membuat Oko takut dan menghentikan serangannya, sesuatu yang tegas dan mantap. Takezo merasa tulang-tulangnya bergoyang dan giginya gemeretuk. Tidak pernah ia menghadapi lawan yang demikian berat. Bahkan ketika telentang di bawah kuda-kuda yang mencongklang lewat di Sekigahara, tak pernah jantungnya demikian berdentam. Ia pun duduk ngeri di sudut kamar “Kuminta ibu pergi dari sini,” mohonnya. “Kembalilah ke kamar ibu sendiri. Kalau tidak, akan kupanggil Matahachi. Akan kubangunkan seisi rumah!” Oko tidak beranjak. Ia duduk saja di kegelapan dengan napas berat, dan dengan mata menciut ia pun menatap Takezo. Ia tak mau ditolak. “Takezo,” gumamnya lagi. “Apa kau tidak memahami perasaanku?” Takezo tidak menjawab. “Tidak memahami?”

20

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Ya, tapi apa Ibu memahami perasaanku: diserang selagi tidur, dibikin takut setengah mati, dan dianiaya seekor macan dalam gelap?” Kini giliran Oko yang diam. Dari kedalaman kerongkongannya keluar bisikan seperti suara geraman, dan ia pun mengucapkan setiap suku katanya ini dendam. “Begitu tega kau mempermalukan aku?” “Aku mempermalukan ibu?” “Ya ini sungguh membikin malu.” Keduanya begitu tegang waktu itu, hingga tak terdengar oleh mereka ketukan pintu, yang agaknya sudah berlangsung beberapa lama. Ketukan itu dipertegas lagi oleh teriakan-teriakan. “Ada apa di dalam? Apa kau tuli? Buka pintu!” Berkas cahaya tampak di celah daun jendela. Akemi terbangun. Kemudian langkah kaki Matahachi terdengar mendekat, dan suaranya berseru, “Ada apa?” Kemudian dari gang rumah, Akemi berseru resah, “Ibu! Apa Ibu di situ? Jawab, Bu!” Oko menyerobot cepat kembali ke kamarnya sendiri yang berdekatan dengan kamar Takezo. Ia menjawab dari situ. Orang-orang lelaki di luar rupanya mendobrak daun jendela dan menyerbu ke dalam. Sampai di kamar perapian, Oko melihat enam atau tujuh pasang bahu lebar menyerbu dapur yang berdekatan dan berlantai kotor. Letaknya agak di bawah, karena memang dibuat lebih rendah dari ruangan-ruangan lain. Seorang di antaranya berteriak, “Tsujikaze Temma di sini. Kasih lampu!” Orang-orang itu menyerobot masuk ke dalam ruang tamu. Mereka bahkan tidak melepas sandal, suatu tanda kekasaran yang sudah melekat. Mereka mulai melongok ke sana kemari––ke lemari, ke laci-laci, ke bawah tatami jerami tebal yang menutup lantai. Temma mendudukkan diri dengan megahnya di dekat perapian, sambil mengawasi kaki tangannya menggeledah ruangan-ruangan itu dengan sistematis. Ia betul-betul menikmati pekerjaan itu, tapi dengan segera ia bosan karena tidak melakukan apa-apa. “Terlalu lama!” geramnya sambil menghantamkan tinju ke tatami. “Kau pasti menyimpannya sebagian di sini. Di mana barang itu?” “Aku tak merngerti apa yang kau bicarakan,” jawab Oko sambil melipat dengan sabar kedua tangannya di perut. “Jangan bicara begitu, perempuan!” lenguh Temma. “Mana barang itu? Aku tahu barang itu ada di sini!” “Aku tak punya apa-apa!” “Tak punya?” “Tak punya.”

21

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Kalau begitu, barangkali memang kau tidak memilikinya. Barangkali salah informasi yang kuterima….” Ia pun memandang Oko dengan tajam, sambil menarik-narik dan menggaruk-garuk jenggotnya. “Cukup, anak-anak!” gunturnya. Sementara itu, Oko sudah duduk di kamar sebelah. Pintu dorongnya terbuka lebar, seakanakan hendak mengatakan bahwa Temma dapat memeriksa terus tempat yang dicurigainya. “Oko,” panggil Temma kasar. “Apa maumu?” terdengar jawaban dingin “Bagaimana kalau minum sedikit?” “Mau sedikit air?” “Jangan paksa aku…,” ancam Temma memperingatkan. “Sake ada di sana. Minumlah kalau mau.” “Ai, Oko,” kata Temma melunak. Ia hampir-hampir mengagumi Oko karena sikap keras kepalanya yang dingin. “Jangan begitu. Aku sudah lama tak berkunjung. Apa begini caranya menyambut teman lama?” “Berkunjung!” “Sudahlah kau ikut bersalah juga. Sudah banyak yang kudengar tentang apa yang dilakukan ‘janda tukang moxa dari berbagai orang, sampai rasanya tak mungkin semua itu bohong. Kudengar kau menyuruh anakmu yang cantik itu mempreteli mayat-mayat. Nah, kenapa dia mesti melakukan hal seperti itu?” “Tunjukkan padaku buktinya!” jerit Oko. “Mana buktinya!” “Kalau ada rencanaku menggalinya, mana mungkin aku mengingatkan Akemi sebelumnya? Kau tahu sendiri aturan permainannya. Ini wilayahku, dan aku harus memeriksa rumahmu. Kalau tidak, semua orang akan menyangka mereka bisa lepas begitu saja sesudah melakukan hal seperti itu. Kalau begitu, di mana nanti tempatku? Aku harus melindungi diriku, tahu!” Oko menatap Temma dalam kediaman baja, kepalanya setengah tertoleh kepadanya, sedangkan dagu dan hidungnya terangkat bangga. “Baiklah, akan kulepaskan kau kali ini. Tapi ingat, aku bersikap baik sekali kepadamu sekarang.” “Baik kepadaku? Siapa? Kau? Menggelikan!” “Oko,” bujuk Temma, “ke sinilah, dan tuangkan minuman untukku.” Tapi ketika Oko tidak juga memperlihatkan tanda-tanda akan bergerak, ia pun meledak, “Anjing gila kau! Apa kau tidak tahu, kalau kau bersikap baik padaku, tidak bakal kau hidup seperti ini?” Temma mereda sedikit, kemudian nasihatnya, “Pikirlah dulu.” “Aku memang tenggelam dalam kebaikan hati Tuan,” terdengar jawaban yang berbisa. “Kau tak suka padaku?”

22

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Coba jawab pertanyaan ini: Siapa yang membunuh suamimu? Aku yakin kau ingin aku percaya bahwa kau tidak tahu, kan?” “Kalau kau mau membalas dendam pada pelakunya , aku akan membantumu dengan senang hati. Aku bisa membantu dengan jalan apa pun.” “Jangan berlagak bodoh!” “Apa maksudmu?” “Kau sudah banyak mendengar dari orang banyak. Apa mereka tidak mengatakan padamu bahwa kau sendirilah yang membunuhnya? Apa kau belum mendengar bahwa Tsujikaze Temma itulah pembunuhnya? Semua orang tahu. Boleh saja aku janda seorang bandit, tapi aku belum jatuh begitu rendah sampai mau main ke sana kemari dengan pembunuh suamiku.” “Kau rupanya memang harus mengatakannya: tak bisa kau membiarkan saja hal itu, ya!” Sambil tertawa, Temma mengosongkan sakenya dalam sekali teguk, dan menuang lagi. “Kau tahu, mestinya kau tidak mengatakan hal-hal seperti itu. Itu tak baik untuk kesehatanmu atau kesehatan anakmu yang manis!” “Aku akan mendidik Akemi dengan semestinya, dan sesudah dia kawin, aku akan kembali menghadapimu. Ingat kata-kataku ini!” Temma tertawa lagi hingga bahu dan seluruh tubuhnya berguncang. Setelah mereguk seluruh sake yang dapat ditemukannya, ia pun memberi isyarat kepada salah seorang kaki-tangannya yang ditempatkan di sudut dapur, tombaknya tegak sejajar dengan bahunya. “He, kau,” katanya dengan suara menggelegar, “geser papan langit-langit itu dengan pangkal tombakmu!” Orang itu tunduk pada perintah Temma. Ia mengitari kamar sambil menyodok-nyodok langitlangit, dan kekayaan Oko pun berjatuhan ke lantai, seperti hujan es. “Seperti sudah kuduga,” kata Temma sambil berdiri dengan kikuknya. “Coba lihat, anakanak. Bukti! Dia telah melanggar peraturan, tak sangsi lagi. Bawa dia keluar dan kasih hukumannya!” Orang-orang itu pun berduyun-duyun ke kamar perapian, tapi sekonyong-konyong mereka terhenti. Oko berdiri mematung di pintu, seakan menantang mereka untuk menjamahnya. Temma, yang telah turun ke dapur, memanggil tak sabar, “Apa yang kalian tunggu? Bawa dia kemari!” Tak ada yang bergerak. Oko terus menatap orang-orang itu dari atas, dan orang-orang itu tetap saja seperti lumpuh. Temma pun memutuskan untuk mengambil alih. Sambil mendecapkan lidahnya ia mendekati Oko, tetapi ia pun tiba-tiba terhenti di depan pintu. Di belakang Oko, tidak kelihatan dari dapur, berdiri dua pemuda berwajah ganas. Takezo menggenggam rendah pedang kayunya, siap mematahkan tulang kering pendatang pertama atau siapa pun yang cukup bodoh untuk mengikutinya. Di pihak lain, Matahachi menggenggam pedang tinggi-tinggi, siap menebaskannya ke leher pertama yang berusaha menerobos pintu masuk. Akemi tidak kelihatan.

23

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

Ini berarti mereka bermaksud menjawab dengan senjata. apa yang kami lakukan terhadap gelandangan!” Sunyi. Waktu kecil pun sudah ada sifat primitif dalam darahnya. tapi tidak terdengar suara benturan. Matahachi pun menebaskan pedang dengan kedua tangannya. Sifat itu tak kenal cahaya peradaban ataupun tempaan pengetahuan. ia takkan setengah-tengah membunuhnya. hingga tebasan itu mental mengenai sarung pedang Temma. dikejar oleh Takezo. Ia akan memastikan benar bahwa tak ada sepenggal nafas pun tertinggal. Takezo merasa seakan berkelahi dengan seekor beruang.prajurit ganas jepang kuno. Itu berbahaya. Ia menjerit. Dalam beberapa detik saja. Kalau berhasil menangkap orang itu. Oko telah melarikan diri ke sudut terdekat. sifat yang mengingatkan orang pada prajurit . Siapa yang satunya?” Matahachi ataupun Takezo tidak menjawab. kalian berdua… Kalian pasti dari Sekigahara! Hati-hatilah kalian—kuperingatkan kalian.” Kedua pemuda itu sama sekali tidak bergerak.co. “Aku pernah lihat orang itu berjalan bersama Akemi beberapa hari yang lalu—yang memegang tongkat itu. “Tak ada di daerah ini yang tidak kenal nama Tsujikaze Temma! Akan kutunjukkan pada kalian.id and dimhad. Ketika Takezo mengangakt pedang kayunya untuk dihantamkan ke kepala Takezo. yang tiba-tiba ingat adegan di sisi gunung. Itu ciri alamiah.webng. lalu mengayunkan pedangnya dengan segenap kekuatan. sehingga Temma terlempar ke udara. Manusia lembu itu telah melenting ke udara pada waktunya. langsung berdiri dan melarikan diri. suatu ciri yang membuat ayahnya tak bisa menyukai anak itu. dan ketika turun ia menerjang Takezo derngan kekuatan batu besar. Pedang itu mendecit di kegelapan. tapi orang tua itu terlalu cepat baginya. Ia mengincar kaki Temma. dan ranting-ranting menyala yang kejatuhan tubuhnya menjadi bunga api ke langit-langit. syauqy_arr@yahoo. tetapi 24 thanks to. Ia mendarat ke dinding. Munisai telah mencoba dengan cara apa pun yang khas bagi golongan militer untuk mengatasi kebuasan anaknya dengan menghukumnya keras-keras dan sering-sering. “Hai. ruangan sudah penuh oleh asap. Tidak kenal pula sikap lunak. Temma mencengkeram lehernya dan mendaratkan dua-tiga pukulan yang membuat tengkorak Takezo seperti pecah.” rintih Temma. Hatinya sudah bulat. sementara Takezo menanti dengan pedang kayu eknya yang terpasang horizontal. Ia makhluk ekstrem.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “O. mengguncangkan rumah dan segala isinya. Itulah sifat Takezo.com . Kemudian Takezo mendapat kesempatan lagi. jadi begitu ya. “Mestinya tidak ada lelaki di rumah ini. Seorang di antaranya terjatuh ke perapian.” raung Temma. Ketegangan memuncak. Inilah orang terkuat yang pernah dihadapinya. Takezo sudah memutuskan untuk tidak membiarkan Temma lolos. Temma memberi isyarat pada kaki-tangannya untuk menyingkir. bandit itu berkelit. sifat yang sekaligus liar dan murni. “Aarrrghh!” Temma menerjang ke ruangan itu.

Sambil melebarkan bahunya. dengan penuh kebanggaan ia berkata. kembalilah ia ke rumah. ia sendiri akan terbaring di sana. Ia merasa bebas.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI akibatnya hanya membuat anak itu lebih liar. kebetulan saja ia tertumbuk pada kakap yang sungguh besar--Tsujikaze Temma. Dengan sikap acuh tak acuh. melintasi lapangan yang gelap kelam. tidak menyesal karena tahu kalau orang itu yang menang. syauqy_arr@yahoo. Semakin orang kampung menghinakan pemuda kasar itu.com .” jawab Takezo kering. pemimpin para bandit! Inilah lawan yang ia hasratkan bertanding di Sekigahara. Rambut Takezo menyapu telinganya. Ia mulai memimpikan hal-hal yang lebih besar. “Pengecut!” bentaknya. Takezo mengangkat tangan. Kapten?” tanyanya penuh kemenangan. Maka ia pun melompat ke punggung Temma. Baginya tidak ada yang namanya merenungkan kegagalan dalam usaha ‘sejati’ yang pertama ataupun mempertanyakan suramnya masa depan. Ketika anak alam itu sudah besar. kaukah itu?” “Ya. makin dekat ia pada kegairahan binatang semata-mata. seperti celeng liar yang kebuasan sejatinya muncul pada waktu ketiadaan makanan. Tubuh bandit yang besdar dan berat itu jatuh ke bumi dengan suara yang berdebam dan terguling.co. sama sekali tanpa urusan di dunia ini. Sekigahara telah memberikan kepadanya pelajaran pertama tentang apa sebenarnya dunia ini. sambil meneriakkan katakata ejekan. “Aku bunuh satu! Bagaimana denganmu?” “Aku bunuh satu juga. “Jangan lari! Dan ayo lawan aku!” Takezo berlari seperti kilat. 25 thanks to. Dari kegelapan terdengar suara Matahachi.webng. Impian-impian di masa muda porak-poranda— meski ia tak punya banyak impian. Dua-tiga pukulan berat dijatuhkan lagi ke tubuh itu.id and dimhad. dan ia menerima seluruh bencana berdarah itu dengan tenang saja. Dan kini. semakin ia bersikap seolah ia berkuasa atas mereka.” Matahachi mengangkat pedangnya yang berlumuran darah sampai ketangan gagangnya. dan tulangtulang rusuk yang patah pun mencuat dari kulitnya. “Puas. Sepuluh langkah di depannya Temma melarikan diri seperti terbang. “Takezo. menghapus banjir keringat yang turun dari keningnya. Ia merasa bahagia—lebih bahagia daripada kapan pun dalam hidupnya. “Yang lain-lain lari. Darah menyembur di ujung pedang kayu itu. dan jeritan yang membekukan darah mengoyak malam yang tenang. Ia belum tahu arti disiplin pribadi. Tengkoraknya hancur. Terlampau mudah baginya mengancam orang-orang dusun yang sifatnya takut-takut. Orang yang tidak tahu kejadian barusan akan menyangka ia hanya keluar malam untuk jalan-jalan. Makin jauh ia berlari. ia pun mulai bosan dengan berlagak sebagai pemilik dusun itu. matanya lepas dari ceruknya. “Ada apa?” Matahachi berlari mendekat dan katanya sambil terengah-engah. tanpa nyawa dan sendirian.

mereka tidak akan lekas lupa. mereka pun menuju lampu yang tampak dari jauh. "Ada apa dengan Ibu?" tanya Matahachi. Seekor kuda gelandangan melongokkan kepalanya ke jendela dan melihat-lihat sekitar rumah.com . 26 thanks to. Matahachi dengan pedang yang juga berdarah. Dengusnya membangunkan kedua orang yang sedang tidur. Seraya menengadah ia menarik napas dalam-dalam beberapa kali. ketika membungkuk kesal di dekat api. Sambil memaki binatang itu. Ia mengucapkan selamat pagi kepada Oko dan Akemi dengan riang. Tetapi Oko dari semula sudah tampak tidak enak. la berpendapat Oko adalah wanita yang paling sukar disenangkan hatinya di dunia ini. dan membasuh dada dan punggungnya. ha-ha-ha!” Kedua pemuda itu penuh percikan darah kental. Masih mengantuk. peristiwa-peristiwa malam sebelumnya sudah terlupakan sama sekali. wanita-wanita yang manis ini. “Matahachi sudah cukup tinggi. Takezo dengan pedang berdarah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bajingan-bajingan pencuri ini pengecut! Tak punya nyali! Cuma bisa melawan mayat. Untuk kedua orang ini.co. berucap betapa enak tidurnya. “He. Semula ia pikir janda dan anak gadisnya itu akan senang sekali mendengar berita kematian Temma. membasahi rambutnya. dan mereka puas seperti sepasang anak kucing yang makan kenyang. Sambil merundukkan badan di sisi sungai gunung yang bersih dan sejuk itu ia memercikkan air ke wajahnya. ha! Ini baru perkelahian. dan hari ini. yang ada hanya hari ini dan besok. Takezo berlari ke belakang rumah dan melepas baju sampai pinggang. syauqy_arr@yahoo. Apa yang mesti dirisaukan? Kami telah membunuh pembunuh suami ibu dan menghantam kaki-tangannya. Matahachi masuk ke kamar perapian. cemberut begitu?” “Apa betul begitu kelihatannya?” “Ya. Kelihatannya seperti kalian sedang berkabung. “Apa kau kira sudah sore?” “Tidak mungkin!” Sesudah tidur nyenyak. Memang malam sebelumnya Akemi bertepuk tangan gembira ketika pertama kali mendengar tentangnya. Sambil berkeciap senang. menguap. ia tampak lebih muram lagi. "Inilah balasannya!" katanya pada diri sendiri sambil mengambil teh pahit yang dituangkan Akemi untuknya dan berjongkok.” Kekecewaan Matahachi tidak sukar diterka.” kata Takezo.id and dimhad. Matahachi meregangkan badan.webng. kenapa pula kalian. seakan-akan mencoba mereguk sinar matahari dan seluruh udara yang ada di langit. betul sekali. Takezo menampar telak hidungnya.

" ".." "Tentu saja. tak berbuat apa-apa!" sela Oko.webng. "Matahachi. Kalau kami dapat membunuh dia kenapa kami mesti takut kepada anak buahnya? Kalau mereka mencoba menyerang kami. dan kalau dia datang mencari kalian. Sejenak kemudian ia memayungi matanya dengan tangan.com . kalau orang menyerang kita di tempat terbuka. ia ahli berkelahi dan luar biasa mahir dalam menangkap orang yang lepas dari tangkapannya. Ia pun bertanya pada Matahachi. "Itulah kelemahanku. apa yang hendak dilakukannya beserta Takezo. 27 thanks to. Jalan pikiran Matahachi hanyalah. itu mudah." katanya letih. syauqy_arr@yahoo. Tsujikaze Kohei agaknya memiliki gerombolan besar pengikut di sekitar Yasugawa di Kiso. Sebegitu jauh belum ada orang yang dapat hidup normal sesudah Kohei secara terbuka menyatakan akan membunuhnya. tapi kalian kekanak-kanakan! Bahkan terhadap aku! Temma punya adik lelaki bernama Tsujikaze Kohei. Matahachi membusungkan dadanya dan katanya. Orang brengsek seperti dia selalu punya banyak pengikut. Oko pun sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada lagi yang dapat dilakukannya kecuali meninggalkan rumah itu beserta cara hidupnya dan pergi jauh dari situ. "Siapa bilang begitu? Datangkan mereka sebanyak-banyaknya! Mereka tak lebih dari serombongan cacing. "Ke mana pula dia pergi tadi?" Ia pun berjalan ke luar dan mencari ke sekitar situ. Dan bukan hanya itu. Tapi lain sekali halnya kalau orang itu menyerang selagi kita tidur nyenyak. Atau Ibu pikir Takezo dan aku ini pengecut? Mau merangkak mengundurkan diri? Ibu kira siapa kami ini?" "Kalian bukan pengecut.. "kau rupanya belum mengerti.co. tapi Takezo tidak tampak di mana pun. Temma punya beratus-ratus pengikut. . memandang ke kejauhan. "Aku tidur seperti orang mati” Sementara duduk bertopang dagu dan berpikir. iri kepada anak muda yang belum banyak mengecap asam garam kehidupan di dunia ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Oko tersenyum lesu.id and dimhad. "Aku akan membicarakannya dengan dia" jawab Matahachi.. kalian berdua jadi satu pun tak akan punya kesempatan menang!" Ini bukan macam pembicaraan yang suka didengar oleh Matahachi. tapi sementara Oko meneruskan pembicaraannya ia mulai berpikir barangkali Oko ada benarnya. Takezo dan aku akan." demikian diakuinya. Kami tidak takut akan macam orang-orang yang ikut dengan orang seperti itu. dan melihat Takezo sedang menaiki kuda..

Miyamoto memiliki rona eksotik sebuah kampung yang sering dikunjungi oleh penduduk yang datang dari beberapa provinsi dan dapat membanggakan tidak hanya losmennya. Tidak seperti gadis-gadis petani yang tegap dan merah sehat. dan biasanya mereka juga singgah di Miyamoto. hampir-hampir seperti peri. seperti kelelawar putih di bawah tepi atap. Sosoknya itu menyiratkan kesan kudus.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 3. dan yang lain lagi mengambil tempat di tengah dataran terbuka berbatu-batu. Mereka biasa mondar-mandir di depan rumah usahanya. Sebetulnya Miyamoto lebih tepat dinamakan perserakan dusun daripada sebuah kampung yang sesungguhnya. Sambil memandang puncak-puncak atap Miyamoto. lehernya jenjang dan kepalanya tegak. Sampai kira-kira setahun sebelum itu. dan sejak ia meninggalkan 28 thanks to. syauqy_arr@yahoo. Matahachi. tapi dahulu pernah memiliki daya tarik bagi para penambang dan mana-mana. jalan raya Mimasaka merupakan jalan utama.webng. Jalan itu membentang dari Tatsuno di Provinsi Harima.id and dimhad. berkulit terang dan berambut hitam mengilat. Jalannya anggun. Rombongan perempuan malam juga berlabuh di sana. Yang Dipertuan Shimmen dari Iga memiliki sebuah puri. berkelok-kelok melewati dataran yang dalam peribahasa dilukiskan sebagai "berbukit-bukit". tunangannya.co. melainkan juga toko pakaiannya. dan di situ sering kali mereka terkejut melihat sebuah kampung yang cukup besar. Seperti halnya pancang-pancang yang menandai perbatasan MimasakaHarima. Itulah kota yang ditinggalkan oleh Takezo dan Matahachi untuk pergi berperang. ia punya sifat menyendiri yang jarang ditemukan pada gadis umur enam belas tahun. hanya satu tahun lebih tua darinya. Para musafir yang muncul dari Celah Nakayama biasa memandang ke lembah Sungai Aida. Sekelompok rumah berderet di sepanjang sisi-sisi sungai. jalan itu menelusuri rangkaian pegunungan yang seakan tanpa akhir. gerak-gerik Otsu halus. Jika dilihat secara keseluruhan. sehingga sukar dibajak. Leher mereka dipupur putih seperti mode waktu itu. Lebih jauh ke utara terdapat tambang perak Shikozaka yang kini sudah lewat zaman keemasannya. sosok tubuh dan anggota badannya indah dan kelihatan rapuh. Keengganannya bergaul dengan gadis-gadis lain seumurnya dan dari dunia kerja. selagi duduk di ujung emperan kuil Shippoji. Para musafir yang bepergian dari Tottori ke Himeji atau dari Tajima ke Bizen lewat pegunungan itu biasanya menggunakan jalan raya tersebut. tak sampai satu mil jauhnya dari sungai-sebuah puri kecil sebagaimana puri-puri lain. Kini. tapi puri yang memikat para tukang dan pedagang untuk selalu datang.com . yang bekerja di sawah di bawah sana. membuat matanya memancarkan pandangan kontemplatif dan sungguhsungguh tajam. Pesta Bunga PADA abad tujuh belas. yang lain berkerumun jauh di atas perbukitan. Sebagai bayi temuan di kuil gunung ini. yang cenderung menolak lelaki yang terbiasa dengan perempuan sembarangan. Otsu duduk melamun. jumlah rumahrumah itu cukup memadai untuk suatu pemukiman pedesaan pada waktu itu. Ia gadis lembut. ia tampak bagai patung porselen.

Kita tak dapat tinggal dengan kedua wanita ini selamanya. ingin rasanya aku cepat-cepat pulang. dan ia tidak lagi berani berharap. namun kini bulan keempat sudah dekat. Bahkan sampai bulan pertama dan kedua tahun baru ini la merindukan berita tentang Matahachi. "Hei. Tiba-tiba aku menyadari sangat kehilangan Otsu. Dengan tangan mencorong di depan mulut ia berseru. Matahachi berkata. Sebentar lagi sudah satu tahun penuh. Tapi bagaimana dengan prajurit biasa? Apakah tidak wajar kalau mereka pulang? Bukankah mereka sudah akan pulang lama berselang. "Baik. "Seperti tak ada masalah di dunia ini baginya. kalau mereka memang masih hidup? "Kenapa. agar orang lain itu membantahnya dan memintanya untuk tidak berputus asa. sesudah bulat pikiran kita. yang sudah terbiasa dengan pasukan Tokugawa yang menduduki kuil Shimmen sederhana itu." Matahachi berguling dan memandang ke langit. Dengan malas pandangannya mengawang ke awan-awan. menurut pendapatmu kita mesti pulang?" "Ya. ayo kita pergi.co.webng." kata Matahachi pada diri sendiri dengan rasa iri. dengan harapan atau dengan suara dan mata mengimbau. kalau aku menyangka di antara mereka ada yang masih hidup." "Ya. entah untuk keberapa kalinya. tidak ada alasan lagi untuk menyimpulkan bahwa mereka masih hidup." demikian tanya Otsu. dan pelan-pelan muncullah pikiran di kepalanya. syauqy_arr@yahoo. “Otsu!" Gelandangan yang telah membangunkan mereka dengan ringkiknya itu. Sungguh aku 29 thanks to.com . dan itu wajar sekali.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto bersama Takezo pada musim panas sebelumnya. bertelanjang punggung. tenggelam dalam angan-angan murung. Tak akan mereka berkehendak memperlihatkan wajahnya kepada orang-orang yang mengenalnya. mereka telah kalah." Setidak-tidaknya itulah keyakinan Takezo. Tapi tak seorang pun memperhatikan keluhannya. Tiba-tiba ada suara lelaki menyerbu pulau kedamaiannya. "Jadi. Mereka keluarga samurai. "Saudara perempuan Takezo pun tidak mendengar berita tentang Takezo. "kenapa orang-orang pergi berperang?" Kini ia sudah bisa menikmati kesenduan duduk sendiri di emperan kuil dan merenungkan hal yang muskil itu. berputar-putar di kaki gunung.id and dimhad. Tak seorang pun anggota keluarga Yang Dipertuan Shimmen pulang dari Sekigahara. Takezo! Pulang! Kita mesti bicara!" Sesaat kemudian mereka sama-sama berbaring di rumput sambil mengunyah-ngunyah rumput. Otsu tidak mendengar kabar apa-apa tentangnya. Kalau begitu." "Aku tak suka perempuan. memang tidak. Ia dapat menyendiri berjam-jam lamanya di tempat itu. "Sekarang." Sekali-kali ia mengucapkan kata-kata itu pada seseorang. membicarakan apa yang akan mereka lakukan kemudian. Bagi orang kampung yang bersahaja. Bodoh aku. memang begitu.

"Aku. seolah-olah ia adalah tuan rumah.. "Jangan sampai ada setetes pun yang tak terminum!" katanya. sementara kepala Oko tersandar berat ke bahunya. Akemi memanggil mereka makan malam. "Ayo!" Matahachi menimpali. tidurlah sendirian. "Tolol kau!" umpat ibunya. Betul. hingga Takezo memalingkan kepala karena malu. Dari rumah. Sesudah makan malam. Sampai di sana.id and dimhad. Oko menyandarkan badan pada Matahachi dan mulai membelainya sedemikian rupa. sama rumitnya seperti biasa. "Kenapa pula kau sedih?" Oko sedang mengatur riasannya. Karena malam itu malam terakhir. kuda gelandangan dianggapnya makhluk yang baik wataknya. dan hari sudah larut malam. lalu mengempaskan diri di samping Takezo dan mulai mengisi sebuah botol pemanas kecil. Lihat di atas itu! Ada awan yang bentuknya seperti raut muka Otsu. "Tak ada gunanya menyisakan sesuatu untuk tikus-tikus di sini. Lihat! Bagian itu seperti rambutnya sesudah dikeramas. Oko menoleh pada Takezo dan katanya dengki." gumam Oko mabuk. mereka merencanakan untuk minum sepuas-puasnya. la baru saja mendengar bahwa kedua orang itu telah memutuskan untuk kembali ke rumah mereka. Seperti kebanyakan pengembara yang diam di padang-padang.. "Ayo balapan!" teriak Takezo. meninggalkan awan debu di belakang mereka." Matahachi menjejak-jejak tanah sambil menunjuk langit. kan?" Tanpa gumaman apa pun Takezo merebahkan diri asal saja.co. Kau suka tidur sendiri. "Kau.. Oko pun agaknya mencurahkan perhatian khusus kepada wajahnya. ia pun tidak meminta apa-apa dari kita. Akemi bertepuk tangan gembira ketika kedua pemuda itu sama-sama berlari melintasi rumput yang tinggi. Mereka pun berdiri. dan tiba-tiba teringatlah ia akan bau harum tajam wanita itu ketika menyerbu ke dalam kamarnya. tak bisa berjalan. Ia sudah sangat mabuk.com . dan ia ingin hal itu berlangsung selamanya. Sementara memaki anak gadisnya. Sungguh menyenangkan bahwa mereka tinggal di rumah itu.." "Atau cacing-cacing!" sambut Matahachi. Takezo. yang baru saja dilepaskannya. ia pun menatap Takezo di dalam cermin. syauqy_arr@yahoo. Akemi termenung. Apabila kita tidak membutuhkannya lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ingin melihatnya segera.webng. Takezo menangkap pandangannya. Dalam waktu singkat mereka telah mengosongkan tiga guci besar. begitu saja ia pergi sendiri ke tempat lain. Matahachi mengawalnya ke kasurnya. aku. 30 thanks to. Matahachi menurunkan guci sake besar dari sebuah rak. Mata Takezo mengikuti bayangan kuda menjauh.

tolol!" teriaknya keras. Mencium bau sisir. "Matahachi babi!" katanya pada diri sendiri. "Akhirnya datang musim semi. ia pun pergi ke meja cuci dan dengan malasnya menjilati butir-butir padi yang menempel di sana. Tidak ada pakaian. tapi tak ada jawaban. tapi di mana akan kukeringkan jubah tua yang sudah compang-camping ini? Aku tak dapat menggantungkannya di pohon prem. Rumah yang kosong memancarkan suasananya sendiri. tapi aku tak dapat menemukan tempat menggantungkan jubah ini! Otsu! Pinjami aku kayu jemuran. "Aku baru saja mencuci pakaianku. Terasa olehnya rumah itu kosong. "Takuan! Bapak tak bisa ke mana-mana setengah telanjang begitu. tak ada sandal-dan Matahachi pun tak kelihatan. anak buah seorang regent. yang dapat dibayangkannya dengan jelas sedang menanti di kampung sana. Ia biarawan Zen yang tigaempat tahun lalu datang ke tempat itu dari Provinsi Tajima." kata biarawan itu. Otsu menoleh. Mereka mencoba mengambil alih negeri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ketika ia terbangun. babi?" Diinjaknya sisir merah itu.co.webng. dan ia pun tidak mengharapkannya lagi. Tak ada orang di halaman. tak ada orang di belakang rumah. Barang-barang yang hari sebelumnya ditumpukkan Oko dan Akemi untuk perjalanan telah hilang. Ia melihat seorang laki-laki bertampang muda datang mendekati dari sumur. "Musim semi suatu berkah.com ." pikirnya.id and dimhad. melainkan karena rasa kasihan pada Otsu. Dosa besar sekali dan menghina alam. Begitu membuka mata. Ia pun berseru. Orang itu hanya mengenakan cawat yang hampir tidak dapat memenuhi fungsinya. "Bagaimana dengan Otsu? Apa yang akan kauperbuat dengan dia? Apa tidak sudah terlalu sering dia kautinggalkan. "Hai. Selagi ia duduk sedih di dapur. Begitu keadaan sedikit panas. kutu-kutu busuk itu pun melanda negeri. hari telah tinggi. persis seperti Fujiwara no Michinaga. sebelum pakaian Bapak kering!" 31 thanks to. la memanggil. aku orang yang punya selera. bukan untuk diri sendiri. ia pun merasakannya. la ingin berteriak berang. tak seorang pun di lumbung. kalau aku menutup bunga-bunga itu. puas pada diri sendiri. Karena Takezo tidak menepuk hidungnya. Satu-satunya jejak teman-temannya hanyalah sisir merah terang yang tergeletak di samping mulut pipa air yang terbuka." Sebentar kemudian ia pun meneruskan monolog itu. Cobalah pikir. tapi berkah campuran. kuda gelandangan itu melongok tenang di pintu. kembali ia teringat bagaimana Oko mencoba menggodanya malam hari belum lama ini. "Inilah yang mengalahkan Matahachi. dan kulitnya yang tertempa cuaca berkilau seperti emas redup patung Budha. si bangsat lihai." Wajah Otsu memerah melihat biarawan bercawat cekak itu. Sejak itu ia tinggal di kuil itu. Memikirkan hal itu saja darahnya menggelegak. syauqy_arr@yahoo.

" "Aku akan mengawanimu. akan kukejutkan mereka dengan menjilat bibirku. berdiri saja baik-baik di situ. aku bisa berdiri saja seperti ini dan membiarkan orang-orang menunduk hormat padaku. dan Otsu pun tertawa terbahak-bahak. tapi saya tidak menganggap itu alamiah. Takuan menirukan gaya patung kecil Budha yang setiap tahun sekali biasa diurapi para pemujanya dengan teh khusus. dan gaya reinkarnasinya pun seketika berganti dengan gerak tangan yang kacau." "Kalau begitu. "Bapak betul-betul mirip." "Tanpa pakaian?" "Kau tak akan bisa memetik bunga secukupnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu.com . kalau sendirian. Kemudian saya harus menyiapkan segalanya untuk upacara pengurapan. Namun sekonyong-konyong Otsu berhenti tertawa. Takuan bertanya polos." Dan dengan wajah saleh ia pun melagukan sabda pertama sang Budha." "Mungkin saja.id and dimhad. "Kerjaan apa?" "Kerjaan apa? Apa Bapak sudah lupa juga? Pertunjukan pantomim Bapak tadi yang mengingatkan saya.co. Sejak datangnya Takuan Soho." "Di mana kau mengambil bunga?" "Dekat sungai. syauqy_arr@yahoo. sang tawon menukik lagi. Dan malam ini saya harus membuat teh manis. saya tak bisa lagi membuang-buang waktu seperti ini.webng. Kau perlu bantuan. Pendeta tua menyuruh saya mengambil bunga untuk menghias kuil bunga. Melihat celah dalam cawatnya yang longgar itu. Kalau mereka menuangkan teh manis ke badanku. "0. bahkan bagi Otsu yang pendiam itu pun tak ada hari tanpa hiburan berupa apa yang dilakukannya atau dikatakannya. Aku ini titisan Pangeran Sidharta. aku akan tidur. lho!" "Tentu saja mirip. Ketelanjangan itu sifat alamiahnya. Sudahlah. Lagi pula. lebih baik saya pergi sendiri. hari ulang tahun sang Budha. di lapangan bawah." 32 thanks to. manusia dilahirkan tanpa pakaian. Jangan bergerak! Aku akan ambil teh untuk pengurapannya. Bagaimana kalau begitu?" "Oh. Ada hal-hal penting yang harus saya kerjakan:' Sementara ia memasukkan kakinya yang putih kecil itu ke dalam sandal. "Di langit sana dan di bumi ini hanya aku yang suci." • Otsu pun tertawa geli melihat lagak Takuan yang kurang pantas itu. Bapak ini keterlaluan!" Sambil mengangkat satu tangannya ke langit dan satu lagi menunjuk tanah. Saya harus menyiapkan segala sesuatunya untuk besok. nama yang diberikan kepadanya sesudah menjadi pendeta. "Sebenarnya aku menanti saja sampai besok! Karena hari ini tanggal delapan." Pada saat itu seekor tawon menyambar kepala Takuan.

Aku setuju." desahnya. "Apa ini lebih cocok untukmu?" serunya sambil menyeringai. "Nah. kenapa kita semua ini lebih suka menangis. dan tersesat dalam pusaran derita dan kemarahan. syauqy_arr@yahoo. aster. Aku cuma mau menyampaikan padamu ajaran sang Budha tentang nasib perempuan. Bapak kelihatan lucu. seperti sang Budha turun dari pegunungan Himalaya. diikuti langkahlangkah panjang Takuan. jangan jalan di samping saya!" "Tapi sebelum ini tak pernah rasanya kau keberatan berjalan di samping seorang pria. daripada berkhotbah. "Takuan. Cuma. lebih baik Bapak waspada terhadap tawon-tawon itu. aku hanya menggoda. apiun.id and dimhad. atau samurai. Pekerjaan ini ada karena dibutuhkan.co. menderita. kau keliru! Sudah tugasku sebagai pendeta untuk mencampuri kehidupan orang banyak. Kain pembalutnya mengepak-ngepak liar ditiup angin. tapi tidak lebih sia-sia daripada urusan seorang pedagang. ini jenis pekerjaan yang suka mencampuri urusan orang. tapi beberapa saat kemudian ia sudah melihat kembali Takuan menempel di belakangnya. Orang bisa mengira Bapak gila. penjual pakaian." "Takuan. Sebuah keranjang ia sandangkan ke punggung. Otsu meletakkan keranjangnya di tanah. Otsu pun bergegas memutar ke belakang kuil. seruni.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan harapan dapat menghindar. semacam yang biasa digunakan orang untuk membawa tilam. "Aku bukannya bicara tentang tawon.webng." 33 thanks to. lalu la pun menyelinap ke luar pintu samping. Sejenak kemudian Takuan pun terpekur. kalau kita dapat menghabiskan hidup kita di surga penuh bunga." Takuan menganggukkan kepala sambil mendesah putus asa." Otsu secara berirama mengisi keranjangnya dengan bunga-bunga rumput yang kuning cemerlang." "Nasib perempuan sama sekali bukan urusan Bapak!" "O. tukang kayu. Dan lagi teman teman lelakimu tak suka kalau kau terlalu banyak cemberut. Sekarang ia mengenakan kain pembalut besar. Otsu. la ambil sebuah sabit. Ia menjawab." Delapan atau sembilan ratus meter di bawah kuil itu.com . Bapak ini betul-betul mengerikan!" la pun berlari jauh ke depan. dan di tengah lautan kupukupu yang sedang berterbangan mulailah ia mengayunkan sabitnya dengan gerakan setengah lingkaran. Otsu! Kau tahu. "Sungguh damai di sini." Otsu pun melunak. memotong bunga-bunga itu di dekat akarnya. dan violet musim semi. "Tentu saja tidak. dan menyiksa diri dalam nyala api neraka? Kuharap setidak-tidaknya kau tak usah mengalami segalanya itu. "Jangan marah. bunga-bunga musim semi bermekaran di kedua tepi Sungai Aida." "Kenapa?" "Entahlah. yang kedengaran religius dan kekanak-kanakan sekaligus. "Rasanya Anda benar.

" "Apa lelaki tidak menipu perempuan juga?" "Ya." "Diam. teman perempuan yang penuh kasih. "Dan jangan lupa Bodisatwa Nagarjuna yang juga membenci-maksudku takut-pada perempuan." "Saudara perempuan yang patuh. Utusan neraka. Dengan sendirinya dia lalu tidak menghargai tinggi perempuan. karena dia memang maha pengampun. Iblis.co. kenapa perempuan itu jahat?" "Karena dia menipu lelaki. Saya sedang tak senang bicara hari ini.." "Karena dia sudah bijaksana atau pikun?" "Jangan menghujat!" Takuan memperingatkan dengan tajam. dan pembantu yang tunduk.webng. "Biar kujelaskan sekarang. Iblis-iblis perempuan menggodanya siang-malam. teman perempuan yang penuh kasih. kita tak akan membutuhkan nabi-nabi untuk menyampaikannya pada kita. itu tidak masuk akal. ibu yang baik. dia duduk di bawah pohon bodhi. itu. Kenapa mesti menyerangku pribadi?" Otsu menghentikan ayunan sabitnya lagi. Sekalipun begitu." "Kalau ajaran agama itu hanya pikiran sehat. kita hentikan saja omongan ini. Bertahun-tahun aku menggeluti kitab suci." 34 thanks to. syauqy_arr@yahoo.." "Nah. bukan? Di India kuno lelaki lebih dihormati dan perempuan kurang dihormati dibandingkan dengan di Jepang. Kau tahu. sekali lagi Bapak memutarbalikkan semuanya untuk keuntungan diri sendiri!" "Komentar khas perempuan. di masa tuanya dia mengambil beberapa murid perempuan. "Takuan.com . Golongan pendeta tidak bagus hubungannya dengan kaum perempuan. tapi. Tapi kuminta kaudengarkan nasihat yang diberikan Nagarjuna pada perempuan. Ketika sang Budha masih muda. keadaannya akan sebaliknya?" "Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin seorang iblis dapat menjadi Budha?" "Takuan." "Dan menurut kitab suci Bapak. sang Budha sendiri lelaki. seperti juga sang Budha. perempuan!" "Kan dari tadi Bapak yang terus bicara?" Takuan memejamkan mata. ibu yang baik." "Itu cukup wajar. wajahnya memperlihatkan sikap jemu." "Apa menurut Bapak. karena itu bukan kebetulan bahwa kau dan aku selamanya berselisih...EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Memang demikianlah yang terjadi selama ini. Berulang-ulang dia memuji kebajikan mereka itu dan menasihatkan pada orang laki-laki untuk memperistri perempuan-perempuan jenis itu tadi. Bahkan dia pun sampai mengagungkan empat jenis perempuan. Saya lihat Bapak sudah menyusun semua itu untuk keuntungan lelaki. dan pembantu yang tunduk. seolah-olah mengerahkan kesabaran. agama Budha mengajarkan bahwa perempuan itu jahat. selama kira-kira tiga ribu tahun. yaitu saudara perempuan yang patuh..id and dimhad. kalau dia perempuan.

"aku sendiri tidak begitu yakin." kata Otsu tak sabar." "Baiklah. dan pegang sabit ini. "Kawinlah dengan kebenaran. tapi tak kurang orang yang melamarnya. saya akan lari ke rumah Ogin. perempuan." Otsu mengangkat sabitnya tak sabar. Pembawaan dan pendidikannya yang baik segera tampak oleh semua orang. Bapak.webng." "Itu lucu!" "Masih ada kelanjutannya. untuk melihat apa dia sudah menyelesaikan obi yang akan saya pakai besok. "Yah." "Kalau begitu. "apa sih 'kebenaran' itu?" Takuan menjatuhkan kedua tangannya ke samping dan memandang ke tanah. "Lihat tidak?" kata Takuan sambil mengibaskan tangannya." katanya berpura-pura tersinggung." "Ogin? Kakak perempuan Takezo itu? Aku sudah pernah melihatnya.id and dimhad. "Sementara Bapak bekerja. "Takuan. Otsu pun mengangguk lemah. Kalau diterapkan pada kehidupanmu." "Tapi. Sebagai hadiah atas kerjanya yang sangat 35 thanks to."' Otsu memandangnya dengan hampa.. tapi harus mencari yang abadi. la menolak semua pinangan. seorang gadis berumur dua puluh lima. melahirkan anak-anak yang lemah dan sentimental. "Aku ikut. ketika masih memegang tanggung jawab latihan militer keluarga Shimmen. " Dia mengatakan. syauqy_arr@yahoo. itu berarti kau tak boleh diberahikan semata-mata oleh makhluk hidup.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nasihat apa?" "Dia mengatakan. Kau mesti tetap di kampung.. tapi sama sekali tidak jelek tampangnya. tidak lagi dianggap orang sedang mekarmekarnya. kawinlah dengan kebenaran. kawin dengan kejujuran artinya kan tak boleh berkeinginan pergi ke kota. "Dia barangkali akan menyuguhi kita teh. Walaupun para calon cenderung mundur karena reputasi adik lelakinya. Ogin." Tawa Otsu pun pecah. tapi Takuan tidak mengacuhkannya." bentaknya jengkel. "Ada yang aku tahu pasti. perempuan. 'Hai. Munisai. aku pun tak akan memaksakannya padamu. kalau dipikir-pikir. dan di situlah kau mesti menelurkan anak-anak yang bagus dan sehat. "Bapak datang kemari ini untuk membantu saya memetik bunga atau tidak?" "Tentu saja. Karena itulah aku di sini. 'Hai. jangan kamu mengawini laki-laki." "Dengan pakaian begitu?" Takuan berpura-pura tidak mendengar. kalau kau memang tidak menginginkan bimbingan spiritual dariku.co. kan? Bukankah dia pernah datang ke kuil denganmu?" Dan Takuan pun menjatuhkan sabitnya." katanya sambil berpikir." Karena sudah capek sekali berdebat dengan biarawan itu. Rumah yang ditinggalinya dibangun oleh ayah mereka. jangan berkhotbah lagi.com . Aku sudah haus setengah mati. yang jadi milikmu. sematamata karena ia ingin mengurus adik lelakinya lebih lama lagi. dan bersama-sama mereka berjalan menyusuri sungai.

di mana Munisai dahulu biasa mengajarkan seni perang. Rumah itu menghadap ke sungai. tapi karena mereka semua orang asli Miyamoto. karena kau sudah mau bersusah payah. menyapu jalanan." kata Otsu resah. Mereka juga senang mengobrol dengan anak perempuan Munisai." Otsu mengangkat kepala. Keduanya dilekatkan di papan. mengisi guci-guci air.webng. Ketika Munisai tak disukai lagi. Bikin kaget aku saja. Bunga-bunga iris liar berkecambah dari atapnya. Ogin. aku mau mengucapkan terima kasih. ia menyangka yang datang adalah salah seorang dari bekas-bekas pembantu itu." Otsu menggelengkan kepala keras-keras. "Kamu rupanya. Sebetulnya aku bisa menjahitnya sendiri. 36 thanks to. sampai tak ada waktu lagi." katanya. Dalam cahaya suram itu la melihat dua tulisan gelap yang dilukis sangat saksama dengan kuas. Roh Hon'iden Matahachi yang telah pergi. dan jauh lebih besar dari yang diperlukan oleh seorang samurai biasa di pedesaan. ia kehilangan status dan mati sebagai orang miskin. Segera sesudah kematiannya. ia pun terlompat ketika mendengar Otsu menyalaminya. syauqy_arr@yahoo.. belum! Kurasa mereka akan muncul hari-hari ini. dan dinding dojo." "O. "Apa kau sudah mendapat kabar bahwa mereka terbunuh?" "Ah. mereka meninggalkan sayur-sayuran segar.id and dimhad." Ogin memandang jahitannya. belum. dan dengan cara-cara lain yang tak terhitung jumlahnya mereka berusaha memelihara rumah tua itu. "Ogin. di atas piring kecil. dengan sesajian air dan bunga di depannya: Roh Shimmen Takezo yang telah pergi. Karena sedang tenggelam dalam pekerjaannya. Dahulu rumah itu megah. didirikan di atas pondasi batu. aku senang bisa membantu. Aku punya lebih banyak waktu dari yang kubutuhkan. "Oh.. membersihkan kamar-kamar yang tidak dipakai. Apabila singgah. Aku yakin mereka tewas di Sekigahara.co. "Apa kau mimpi tentang Matahachi?" tanyanya lembut. kini terlapisi seluruhnya oleh kotoran burung layang-layang putih. aku mulai melamun. tapi di kuil begitu banyak pekerjaan.com . Umur 17. Kalau tak ada kesibukan. Mau kaupakai besok.. kan?" "Betul. dikitari oleh tembok kotor yang tinggi. Suatu kejadian yang bukan tidak umum di zaman yang penuh kekalutan. Umur sama.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI baik. tapi kini telah reyot. "Jangan katakan itu! Bikin sial! Mereka belum mati. banyak yang masih sering singgah. Di atasnya menyala lilin. ia dianugerahi hak utama menggunakan nama Shimmen. Aku baru menyelesaikan obi-mu. para pembantunya pun pergi. Ketika Ogin yang sedang menjahit di kamar dalam mendengar pintu belakang terbuka. dan terlihat olehnya altar keluarga. Tapi apa lagi yang lain dari itu? Aku sudah pasrah.

bukan mandi!" Otsu pun tertawa sampai keluar air mata.com . "Apa pula yang kaulakukan ini? Aku datang kemari mencari secangkir teh. Salah seorang pendeta mengatakan." "Ya. Tak puas dengan itu. dicengkeramnya bunga dan mangkuk air. dia begitu tolol." "Kain pembalut? Eksentrik. Kemudian dia masuk kuil sekte Zen Rinzai. Belakangan dia belajar dengan pimpinan Gudo dari Myoshinji. Ketika kita bertanya kepadanya apa yang dilakukannya. Takuan. "Kusingkirkan barang-barang ini. Yang kotor itu. Cuma mengundang yang jelek-jelek. begitulah paling tidak. dia biarawan hebat. Di sana dilontarkannya bunga itu sejauh-jauhnya dan dituangkannya air di pinggir sana. Pergi dari sana dia menjadi pengikut pendeta sarjana dari Daitokuji dan melakukan perjalanan bersamanya ke Kyoto dan Nara. ingat tidak? Waktu dia sedang berjemur telungkup sambil memegang kepala. dia." "Dari mana dia itu?" "Dia lahir di Provinsi Tajima. "Aaii! Dingin!" lengking Takuan sambil melompat. "Maaf.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Saya tak lihat. dan mulai mempersiapkan diri menjadi pendeta ketika umur sepuluh tahun. ia pun membawakan Takuan teh yang sudah dinantikannya." "Mungkin saja. syauqy_arr@yahoo. "Siapa itu?" "Biarawan musafir yang tinggal di kuil. memandang ke tanah." "Aneh ya. Kita tak dapat selalu menilai orang dari tampangnya. Itto 37 thanks to. Kenapa?" "Itu artinya dia sudah mati. tapi kadang-kadang aku merasa seperti kakaknya." "Ogin. Ogin yang memandang tajam ke beranda itu bertanya. Namanya Takuan Soho. selalu." "Apa yang dipakainya itu? Kelihatannya bukan jubah pendeta. Aku sendiri tidak mimpi yang lain kecuali adikku. Itu kain pembalut." "O. denganku.webng. Air tumpah tepat di kepala Takuan yang sedang jongkok di bawah. menuju beranda. Dia bilang dia telah melatih kutu-kutu itu untuk menghiburnya." Air mata melelehi wajahnya ketika la mengembus lilin itu. Kau pernah melihatnya. dia!" "Ya.id and dimhad. dia mengatakan kutu-kutunya sedang mengadakan pertandingan gulat. biarpun kelihatannya begitu. jangan bilang begitu!" Otsu pun berlari ke altar dan mencabut tulisan itu dari papannya. Ketika ia kembali ke dalam. kira-kira empat tahun kemudian. Betul-betul minta maaf. Berapa umurnya?" "Katanya tiga puluh satu tahun. dan dengan kalutnya ia mencoba mengeringkan rambut dengan salah satu ujung kain pembalutnya." "Memang bukan. lalu ia berlari melintasi kamar sebelah.co." Sebagai tanda minta maaf.

Otsu melanjutkan. DI kuil Shippoji." kata Otsu." Ogin menggelengkan kepala. Lonceng mulai berdentang selewat subuh." "Memang begitu yang dikatakannya. dan menghilang hari berikutnya. Dia sendiri tak pernah menceritakan masa lalunya. tanpa apa-apa kecuali teh. kalau itu menghibur kalian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dari Sennan." "O. "Dia memang seperti itu sejak dulu. Takuan berseru. ruang utama yang kecil penuh dengan umat. karena beberapa alasan. betul begitu? Dan bagaimana saya bisa kejam dan bengis begitu?" "Kau meninggalkan aku di luar sini tanpa daya. tapi dia tidak tertarik. tapi tindakanmu jauh lebih kejam dan bengis daripadaku." Otsu melanjutkan ceritanya." "Berapa lama dia akan tinggal di sini?" "Mana bisa tahu? Dia biasa muncul suatu hari. Tetapi para pemudanya kelihatannya lebih tertarik mencuri-curi pandang ke Otsu daripada mengikuti upacara keagamaan ini. syauqy_arr@yahoo. dan di sana-sini wanita tua dengan kimono warna gelap menggandeng tangan cucu-cucu mereka. 38 thanks to." "Itu dia. tapi setidak-tidaknya kalian dapat memberiku kue manis untuk teman minum teh ini. Mereka malahan sudah menawarkan membangun kuil untuknya dan menyumbangkan uang untuk perawatannya. Tak pernah aku tahu alasannya dari siapa pun. Dia menghabiskan banyak sekali waktu untuk belajar!" "Barangkali itu sebabnya dia agak lain. hanya berteman kutu-kutunya. Kejam!" Di kuil Daishoji dan Shippoji lonceng berdentang-dentang.com ." "Apa maksudmu. dan satu deretan panjang orang suci lain yang terkenal. "Dan kau sendiri? Kau kelihatannya saja tidak tega melukai seekor lalat. istri-istri pedagang dengan warna kimono yang lebih lembut. "Orang bilang jenderal-jenderal terkenal seperti Hosokawa dan orangorang bangsawan macam Karasumaru sudah berulang-ulang mencoba meyakinkannya untuk tinggal menetap. "Dia diangkat menjadi pendeta tetap di Nansoji dan ditunjuk sebagai kepala biara Daitokuji dengan maklumat Kaisar. "Aku bisa mendengar semua yang kalian bicarakan!" "Tapi rasanya kami tidak membicarakan yang jelek. tiga hari sesudahnya dia melarikan diri. "Kalaupun kalian membicarakan yang jelek." jawab Otsu riang. Dia bilang lebih suka mengembara di pedesaan seperti pengemis. Pada pagi hari orang-orang berduyun-duyun ke kuil: gadis-gadis dengan obi merah. Kurasa dia agak sinting. aku seperti itu?" Mata Takuan pun berseri-seri.id and dimhad." "Barangkali menurut anggapannya kita ini yang aneh.webng. sedangkan kau duduk merintihkan kekasihmu yang hilang." Seraya berdiri di dekat beranda. Tapi. aku tak peduli.co. dan kadang-kadang masih terdengar dentangnya sampai jauh lepas tengah hari.

Patung ini berdiri di dalam semacam baskom dari tanah liar. la menulis: Dengan cepat dan saksama." Takuan terlalu sibuk mengumpulkan mata uang emas untuk menjawab. seperti bunga-bunga yang ada di sekitarnya. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dia ada di sini. antrelah." "Aku bicara kepada mereka yang sudah terlalu banyak harta. Itu jadi beban mereka." bisik seorang pemuda.com . ia memainkan kuas dengan terampilnya. sudah demikian seringnya. Wajahnya memancarkan rona merah muda. Jika Anda meninggalkan uang sebanyak lima puluh kilo.id and dimhad." Di sebelah lain kuil bunga itu. maka tinggalkan sumbangan sebanyak yang Anda sanggup. Yaitu tanggal delapan bulan empat. Anda pasti punya banyak kesusahan juga. Setelah berhenti sejenak. "Jangan berdesakan. sini. Takuan berdiri di dekatnya.webng. Atapnya dari daun-daun pohon jeruk dan tiangtiangnya dililit bunga-bunga liar." bisik pemuda lain. Otsu duduk menghadap meja berplitur hitam. Otsu menuliskan sajak itu sudah berpuluh kali-ya. Ia mengenakan obi baru. pelan-pelan. "Hentikanlah usaha merampok orangorang ini. membawa minyak suci dan mengisikannya ke dalam tabungtabung bambu kecil untuk dibawa pulang para pengunjung sebagai pembawa berkah. Sambil menuangkan minyak ia menghimbau mereka untuk memberikan sumbangan. dan juga nasib sial. setinggi kira-kira setengah meter. "Kuil ini miskin. Anda memakai sutra halus dan obi bersulam. Anda punya banyak uang. Di dalam "kuil bunga" ini ada patung Budha berwarna hitam. kesusahan Anda akan berkurang lima puluh kilo juga. Terlalu banyak Bapak mengambil. Saya tahu siapa Anda. Orang-orang melewati patung itu sambil mengguyurkan teh manis ke kepalanya dengan menggunakan sendok besar dari bambu." jawab Takuan." 39 thanks to. Pada hari yang sebaik-baiknya ini. ia pun menegur Takuan. Di dalam ruang itu ada sebuah kuil mini. "Semakin cantik saja.co. Entah sejak kapan orang di daerah ini menganggap bahwa menggantungkan sajak bernada praktis itu di dinding akan melindungi mereka dari hama. hingga pergelangan tangannya mulai berdenyut dan tulisan tangannya mulai mencerminkan kelelahan. Sekali-sekali ia mencelupkannya ke dalam kotak tinta berlak emas di sebelah sana. yaitu meringankan mereka dari beban. Itulah inti amal. Tangannya yang satu menunjuk ke langit dan satunya lagi ke tanah. Ketika menuliskan kata-kata pesona di atas kertas lima warna. pencuri biasa pun bisa jadi orang suci semuanya. "Sini. Anda sekalian akan segera mendapat kesempatan mengosongkan pundi-pundi Anda. penyakit. Terutama Andaanda yang kaya. "Dengan jalan pikiran itu. Jatuhlah hukuman bagi Para serangga yang menghabiskan panen." katanya kepada orang banyak yang berdesak-desak.

" "Bapak ini mestinya salah seorang biarawan bejat yang selalu kami dengar ceritanya itu. 40 thanks to. "Ya.id and dimhad. saya betul-betul marah!" Untuk mengistirahatkan matanya.com . kalau tidak. akuilah sekarang betul. Kau datang untuk bisa memandang Otsu lebih jelas! Nah. syauqy_arr@yahoo. "Maksud Anda saya?" kata Takuan sambil menunjuk hidungnya." "Saya suka perempuan sama dengan lelaki di belakangnya." "Cukup." Wajah Otsu berubah merah tua.co. lalu melayangkan pandang kepada orang banyak. kan? Tak bakal kau mendapat perempuan. tapi Bapak mendahulukan perempuan. berudu! Kaukira aku tidak tahu kenapa kau di sini! Kau tidak datang untuk menghormat sang Budha atau membawa pulang kebaikan. kalau kau berlaku seperti orang kikir.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei. Bapak terus menyuruh kami menunggu giliran. Hentikan sekarang juga. Pendeta!" kata seorang pemuda yang mendapat peringatan karena mendesakkan diri ke tengah. "Takuan. hentikan. Tiba-tiba terpandang olehnya sesosok wajah.webng. Otsu kembali menghentikan pekerjaannya.

id and dimhad. Di musim tanam ia mencangkul ladang. Jangan nakal. seorang perempuan yang sangat keras kepala bernama Osugi. Murka Janda Bangsawan KELUARGA Matahachi. syauqy_arr@yahoo." katanya sekonyong-konyong. Dia bilang. Napasnya masih terengah-engah. tidak usah repot dengan hama-hama itu. hingga tubuhnya yang hampir melipat dua itu nyaris tidak kelihatan. dari seberang kali." "Mengatakan apa?" "Takezo. "Dan dia pakai obi yang bagus sekali. "Kenapa tidak?" "Otsu bilang. "ambili daun murbei ini. ia pun memutar badannya kembali. Heita?" tanyanya tajam. Kepala sesungguhnya dari keluarga itu adalah ibu Matahachi. dan sesudah panen la menebah butir-butirnya dengan menginjak-injaknya. Pada malam hari. "Dari kuil." "Nenek mau ke mana?" "Pulang. Kalau senja memaksanya berhenti bekerja. ya?" "He-eh. dan matanya menjadi kabur oleh air mata." Suara Osugi turun satu oktaf.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 4." Mata perempuan tua yang biasanya tersembunyi di antara lipatan dan kerut-kerut itu kini terbelalak karena jengkel." "Otsu ada di sana?" "Ya. Sore pada hari pesta bunga itu.co.com . Heita?" "Ya. Ketika tak dilihatnya seorang pun. Osugi menghentikan kerjanya di petak kebun murbei ketika melihat cucu lelakinya yang masih ingusan berlari-lari telanjang kaki melintas ladang. tiap hari ia memimpin keluarga dan petani penyewanya ke ladang dan bekerja sama kerasnya dengan mereka. ada saja yang dapat ditemukannya untuk disandangkan ke punggungnya yang bungkuk dan diangkutnya pulang ke rumah." "Tak usah. Hon'iden.webng. tidak?" "Tidak. Matahachi pasti pulang juga. "Heita. anggota kebanggaan kelompok bangsawan desa yang masuk kelas samurai. Dia membantu pesta. Mereka juga mengerjakan tanah. biasanya ia dapat ditemui sedang mengurus ulat sutranya." "Kamu bawa pulang teh manis dan mantra pengusir hama. "Betul? Betul-betul dia melihatnya. Heita. Sering kali yang dipanggulnya adalah ikatan daun murbei yang demikian banyak. Otsu bilang melihat dia di pesta. Pelan-pelan ia menoleh. Sekalipun sudah hampir enam puluh tahun umurnya. saya mesti lari pulang dan mengatakan pada Nenek. ' "Dari mana kamu." Tubuh kekar itu pun seperti lumpuh seketika." jawab anak itu girang. Nek. seakan-akan berharap melihat anak lelakinya berdiri di belakangnya." "Saya ikut. Kalau Takezo kembali." 41 thanks to.

la sendiri tinggal di rumah. tapi saya tak bisa mengerti.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Wanita tua itu pun enyah. Rumah pertanian yang dikitari pohon ek tua berbonggol bonggol itu adalah rumah yang besar. Akhirnya seorang dari mereka mengatakan "belum". dan ia menjelaskan apa yang telah didengarnya dari Heita. Kemudian ia pun kembali berperan sebagai komandan tertinggi. dan gadis itu berlari.com .co. Seperti sedang kesurupan ia keluar pelan-pelan dari rumah. dia melompat seperti kelinci ketakutan. la menolak menerima jawaban "belum". Bulan bersinar menembus ranting-ranting pohon ek. ia pun mulai menyebut mereka semua dungu. dan tiap kali dirasanya ada orang mendekat. Sesosok tubuh terlihat mendekat. si bangsat Takezo yang sempat dibencinya karena memikat Matahachi yang sangat disayanginya untuk pergi perang. "Apa Matahachi sudah pulang? Apa dia sudah di sini?" Orang-orang itu terkejut. 42 thanks to. tersembunyi dalam kegelapan. Masih di kejauhan ia sudah berseru pada mereka dengan agak histeris. Menjadi jelaslah baginya bahwa anak lelaki Shimmen. "Otsu! Orang bilang kau melihat Takezo. Waktu pun mengapung lewat tanpa terasa. saya yakin. sekali lagi telah berbuat sesuatu yang tidak baik. la mulai bertanya-tanya pada dirinya. la duduk seperti patung. kenapa dia lari seperti itu. dan semakin ia bertanya. Sandalnya yang basah berdetap-detap berat di tanah. di mana anak perempuannya dan beberapa petani penyewa sedang bekerja. Matahachi pasti kembali juga. syauqy_arr@yahoo. karena sudah terlalu lelah. ia berlari ke luar dan bertanya apakah mereka belum menemukan anaknya. Sejak dulu dia memang aneh. sedangkan pegunungan yang membayang di depan dan di belakang rumah terselimut kabut putih. Pada waktu matahari terbenam. Bau harum kembang pit mengambang di udara. Osugi pun akhirnya bergerak. menuju gerbang depan. Saya lihat matanya sesaat.id and dimhad. Osugi melewatinya saja dan berlari langsung ke lumbung. seperti anak yatim. Melihat bayangan Otsu. Seakan-akan. Diperintahkannya mereka pergi ke semua arah untuk menemukan Matahachi. kemudian dia hilang. menyusuri sisi luar kebun pit. Saya lari ke luar untuk menanyai Takezo. Saya melihatnya di tengah orang banyak di luar kuil. meninggalkan anak kecil itu sendirian. Di sana ia menanti. Ketika mereka terus memperlihatkan pandangan kosong. Betul?" "Ya. semakin terbentuk kecurigaan yang mengerikan di dalam otaknya. tapi perempuan tua itu seperti tidak mendengarnya. Osugi pun memanggilnya. Kalau Takezo kembali.webng." "Lari?" tanya Osugi keheranan. tapi ketika saya memanggil. masih dengan semangat tinggi ia meletakkan lilin di depan tanda peringatan nenek moyang suaminya. Ketika malam tiba dan masih juga belum ada berita." "Kau tidak lihat Matahachi?" "Tidak. tak ada makan malam di rumah itu. dan memandangnya seakan-akan la telah kehilangan akal. Karena semua orang masih melakukan pencarian.

Kenapa aku harus pergi mendatanginya? Itu merendahkan martabat. dan suaranya meninggi menjadi jeritan. "Apa?" bentak Osugi yang sama sekali tidak reda marahnya. Mereka menempati kedua tepi sungai yang berhadapan. Aku tunggu dia di sini. apa yang sudah terjadi. kemudian mencuri-curi pulang dalam keadaan sehat walafiat. Otsu hendak berjalan memutar ke pintu belakang. atau paling tidak tanda mata dari dia. dia tak akan berbuat begitu! Aku kenal iblis itu! Dia tidak sebaik itu. hingga tak mungkin terlihat cahaya lampu rumah. Tentu saja ia sama inginnya dengan Otsu untuk mengetahui apa yang terjadi. syauqy_arr@yahoo. Itu menurunkan derajat.co. Sekarang pun. "Tidak bisa dia sembunyi dariku!" Otsu tetap tenang. "Ah. kalau pergi ke rumah Ogin. pasti dia menyampaikan pesan untuk kita. mereka mendapati gerbang itu terkunci. "Rasanya tidak pantas kalau kepala keluarga Hon'iden masuk rumah keluarga Shimmen dari pintu belakang. Nek. Sampai di gerbang depan. Matahachi mestinya tak perlu bergaul dengannya. kita pergi. Namun Osugi waktu itu sudah yakin benar akan pengkhianatan Takezo. ketika Takezo datang." "Nek." "Tapi ini bukan keadaan biasa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Akhirnya berkatalah ia mengancam. "Dan lagi. Biarpun dia harus meninggalkan Matahachi.. Pepohonan demikian lebat. Ogin kakak perempuannya. Kita mesti bertanya. kita mungkin menemukan Takezo di sana. "Barangkali kau benar. yang pokok sekarang menemui Takezo secepatnya." "Kalau begitu.." Osugi menolak keras. Dia tahu adiknya yang menyeret anakku pergi perang." jawab Otsu. Rumah Ogin kira-kira satu mil jauhnya. dan diam-diam mereka selalu mengakui hak hidup masing-masing pihak.com . dan kedua keluarga itu berasal dari wangsa Akamatsu beberapa generasi sebelumnya. keluarga Shimmen adalah bangsawan desa. dan memang tak seorang pun di kampung ini yang akan menerima Takezo.id and dimhad." Kata-kata Otsu terdengar gemetar karena tuduhan perempuan tua yang tergesagesa itu. Hanya sampai di situlah keakraban mereka. Pengecut!" Osugi pun mulai gemetar karena berang." kata Otsu meredakan. tapi lebih baik ia mati daripada mengemis pada seorang Shimmen. dan berkata lagi." 43 thanks to. dia tidak memberitahu aku. tapi Osugi mogok. saya pikir dia tak akan berbuat begitu. "Ah. Saya yang melakukan semua formalitas. Ayolah.." Kemarahan perempuan tua itu pun mereda sedikit. tapi tak pernah sekali pun dia datang minta maaf atau menunjukkan sikap hormat. mari kita melihat ke sana. kalau Nenek mau. la menggelenggelengkan kepala dengan mantapnya. Sebagaimana keluarga Hon'iden." Osugi menerima desakan Otsu dengan segan-segan.webng. "Tak ada alasan untukku ke sana. "Saya pikir. Berdua saja. "Bangsat! Barangkali dia sudah meninggalkan Matahachi yang malang mati entah di mana. Nenek tak perlu melakukan apa-apa.

akulah ibu anak yang telah diseret pergi perang oleh pemuda sampah itu? Apa kau tidak tahu. kedengkian yang tak disembunyi sembunyikan ini terdengar bagai guncangan bagi Ogin yang halus. "Ini pertama kali saya mendengarnya. 'Setan kecil' itu Takezo.webng. Dengan gaya seorang mertua yang sedang meradang ia pun melancarkan badai umpatan. jelas menahan diri. Otsu pun menjelaskan bahwa ia telah melihat Takezo dalam pesta. bahwa dia tidak langsung datang ke sini?" "Tapi betul dia tidak datang. Tubuhnya diapit perkamen yang tergantung dan satu karangan bunga. lalu Osugi langsung pada persoalan. "Apa artinya semua ini? Jadi. Dia bersembunyi di sini.. untuk meluruskan perasaan-perasaan yang sudah terganggu. tetapi urusan saya ini betul-betul tak bisa ditangguhkan. bukan?" "Ah. melipat tangan di pangkuan. Nona sangat bermurah hati telah datang dan menyilakan saya masuk!" la pun cepat melewati Ogin dan langsung masuk rumah. Basa-basi telah berakhir. "Itulah nama yang diberikan orang kampung kepadanya. Tapi kalau dia kembali seperti Ibu katakan itu. Akhirnya lampu pun muncul di sebelah dalam gerbang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Melihat Osugi tak hendak beranjak. Karena malu mendengar adiknya disebut demikian." jawab Ogin yang benar-benar terkejut. "Maafkan saya mengganggu Nona pada waktu seperti ini." Walaupun lidah Osugi terkenal tajam. Saya ketularan orang-orang itu. apa kau ingin aku percaya kau belum dengar berita tentang dia? Apa kau tidak tahu. Dan karena kasihan kepadanya. kemudian matanya menyala kembali dalam keberangan. syauqy_arr@yahoo. Osugi pun mengubah taktiknya. la duduk dengan angkuhnya. Otsu melanjutkan berjalan ke pintu belakang sendirian.id and dimhad. yang tiba-tiba berubah dari seorang perempuan buruk pembajak ladang menjadi seorang wanita bangsawan besar dan menyapa nyonya rumah dengan nada-nada tinggi. Seperti bunglon. ia pun menambahkan. "Lalu kau sendiri bagaimana? Sejak dia jelas berbuat tak pantas 44 thanks to. lidah saya sudah tergelincir tadi." katanya sambil tertawa. dan kalau dirasanya dia dapat pulang diam diam sendiri dan beres semuanya. bukan. "Saya mendengar kabar. saya yakin dia akan mengetuk pintu sebentar lagi. di depan ceruk." Cukup lama perempuan tua itu berhenti untuk mengatur napas. tidak. "Aneh juga. "Siapa yang Ibu maksud dengan 'setan kecil' itu?" tanya Ogin. setan kecil rumah ini sudah merangkak pulang. Kalau anakku mati. Senyuman palsunya lenyap ketika ia menatap perempuan muda di depannya. Ogin sendiri yang keluar menyambut perempuan tua itu. dan kakinya tersimpuh rapi. ia pun menggigit bibirnya. berarti adikmu yang membunuhnya. Matahachi itu ahli waris dan anggota terpenting keluarga Hon'iden? Adikmu yang membujuk anakku pergi dan terbunuh.com . Saya minta dia dibawa kemari. la pun berkenan mendengarkan katakata sambutan yang setulus-tulusnya dari Ogin." kata Ogin. Kemudian. "Oh.co." Osugi yang duduk resmi di bantalan lantai. dan seperti utusan dewa-dewa ia pun segera menuju tempat yang paling terhormat di dalam ruangan itu..

45 thanks to. "Ada. ia pun berkaok-kaok kembali. "Itu sama terangnya dengan hidung di mukamu." Otsu tak dapat memaksa dirinya pergi. sebelum terlibat.. Memperlakukan seorang perempuan tua tanpa sopan sama sekali. paling tidak suruh setan kecil itu ke sini sekarang.. tetapi bunyi berikutnya yang terdengar adalah pekikan yang menegakkan bulu roma. kenapa kau yang menjadi kakak perempuannya tidak lekas menyuruhnya datang padaku? Aku muak dengan kalian berdua. diiringi kertak ranting-ranting dan gemeresik pohon bambu. diikuti bunyi kaki berlari. "Ayo kita pulang. Perempuan tua itu sudah mengucapkan banyak kata keji. Mata Osugi berkilat.. "Itu Takezo!" teriak Osugi.id and dimhad. dan Otsu mulai berdiri. Suara manusia yang mirip sekali dengan lolongan binatang. Kalian pikir siapa aku ini?" Dan sesudah menelan napas sekali lagi. Kalau tak bisa. Osugi berbisik. "Siapa yang melakukan ini?" Sambil menoleh cepat kepada Otsu. mengharap setengah mati ayahnya masih hidup. Seorang pemuda yang mengenakan pelindung kaki telentang di tanah. la melompat berdiri. "Kau pasti tahu di mana dia!" "Saya sudah bilang tidak tahu!" protes Ogin. menurut perasaan Otsu. Akan terasa tidak adil bagi Ogin. untuk menjelaskan padaku apa yang terjadi dengan anak kesayanganku dan di mana dia sekarang-sekarang juga!" "Bagaimana saya bisa melakukan itu? Dia tak ada di sini. kenapa kau mencoba menyembunyikan dia dariku.webng. Kalaupun Ogin berdusta. pastilah ia dibunuh dengan satu hantaman pedang kayu. menatap Ogin yang berlutut. dan menyemburkan kata-kata. Tapi apa yang dilihatnya di luar membuat wajahnya yang sudah pucat itu menjadi lebih putih lagi. Tiba-tiba dari pintu yang terbuka ke beranda terdengar bunyi berderak. aku tak akan melupakannya. ia berkata.com ." la pun menuju pintu dan mendorongnya dengan keras. "Tangkap dia!" Kemudian terdengar bunyi lebih banyak kaki. Melihat tengkoraknya yang berantakan. kalau la pergi sebelum memberikan salep kepada lukaluka itu. Otsu membawa lampu ke beranda dan berdiri di samping Osugi yang membelalak ketakutan ke arah mayat itu. bawa Matahachi padaku. Seorang lelaki berteriak. la pun membungkuk.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan pulang diam-diam sendirian. Tak mengerti aku. "Kalau Takezo memang pulang. ada orang mati di situ!" katanya terbata-bata. berlarian di sekitar rumah. tapi ingatlah. Bukan mayat Takezo atau Matahachi. lalu lebih banyak lagi. syauqy_arr@yahoo." "Bohong besar!" jerit Osugi. ada. tapi mayat samurai yang tidak mereka kenali. Suaranya bergetar dan matanya basah oleh air mata. mati.co. Darah segar masih mengalir dari mata dan hidungnya. ia tentunya punya alasan yang baik. "Aku tahu dia di sini!" katanya garang..

. Sesudah pertempuran. meninggalkan rumah itu dan berjalan tegap menempuh kabut yang menebal. Pedangnya terhunus. syauqy_arr@yahoo. "Ibu kan baru datang dari rumah Shimmen?" tanyanya." "Matahachi! Meninggal?" "Eh. dan tangan serta kakinya terlindung zirah. kepala keluarga Hon'iden belum begitu pikun hingga membutuhkan lampu untuk berjalan.com .co. Kami mengira sesudah beberapa hari berjalan dia akan ambruk." "Disukai? Menggelikan. tapi sampai sekarang kami 46 thanks to.id and dimhad.." "Anak Ibu itu barangkali meninggal di Sekigahara. "Saya kepala keluarga samurai di seberang kali.” "Apa Ibu anggota keluarga Shimmen?" "Tentu saja bukan!" bentak Osugi sambil mengibaskan tangan sebagai tanda protes. "Siapa Anda ini?" "Saya dari garnisun Tokugawa.. Dengan sopan Ogin menawarkan lentera." bentak Osugi sambil bersiap-siap pergi. kalau saya katakan. "Ketahuilah. tapi.. Dia diperdaya setan kecil itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Karena merasa harus tinggal untuk menyenangkan hati Ogin. Saya. sebetulnya saya tidak begitu yakin. Ia jelas samurai profesional yang tidak bisa ditemukan di kampung itu. Belum pernah kau melihat penjahat seperti dia! Tak dapat kaubayangkan kesulitan yang kami alami dalam keluarga." "Setan?" "Itu. saya akan melakukan segala yang mungkin untuk membantu Ibu membalas dendam. "Ya. seorang lelaki menyuruhnya berhenti. Ibu ini ibu Hon'iden Matahachi yang pergi dengan Shimmen Takezo ke Medan Sekigahara?" "Ya. Tapi barangkali akan menjadi hiburan sedikit bagi Ibu dalam kesedihan Ibu.webng. Dia memang cukup ulet. maka Otsu pun mengatakan kepada Osugi bahwa la akan menyusul kemudian. "Semaumulah. kami pergi ke Puri Himeji. saya membuat rintangan di perbatasan Provinsi Harima untuk menyaring semua orang yang lewat.." Osugi memandang ragu-ragu." la pun melipat keliman kimononya. Kami mengejarnya sampai tempat ini. "Takezo yang berasal dari rumah itu. Atas perintah pimpinan saya." sambungnya sambil menunjuk. tapi anak saya pergi ke sana bukan karena ingin." "Jadi.. sejak anak saya bergaul dengan dia. tapi Osugi menolak keras. si Takezo!" "Saya dengar Takezo itu tidak begitu disukai di kampung ini. Tidak jauh dari rumah itu. "sudah menembus rintangan dan lari ke Miyamoto.

co. Samurai itu mengangguk-angguk tanda setuju. Lalu beberapa orang serdadu menyerbu ke dalam rumah. Tapi jumlah kami tak banyak. menghapus-hapus wajah yang berurai air mata. Kata-katanya agaknya sangat menyenangkan. di mana dua perempuan muda sedang duduk berkabung. mengepung rumah. dan dengan bersemangat berkata.com . Getah putih yang memancar dari luka pohon itu mengingatkannya akan air susu ibu yang sedang menyusui. itulah pendapat saya semula. Tapi sementara itu. samurai itu mengumpulkan kelompoknya yang terdiri atas empat belas atau lima belas orang di belakang rumah Ogin." "Nah. mereka pun melompati dinding. kemarahan Osugi tidak mereda. dan yang lebih penting lagi. "Saya tahu." dorong Osugi sambil berangkat pulang. Sesudah ia memberikan keterangan ringkas. "Kenapa semua orang kampung memusuhiku?" tanyanya. Kali-kali kecil yang mengalir cepat dan bukit-bukit yang berombak-ombak di tempat tinggalnya sendiri pun seperti mengejek. dan memblokir semua pintu keluar. Kami akan menangkapnya. la berdiri dan pandangannya nyalang. Namun Ogin yang bangga menjadi anak Munisai tetap tak gentar. Tak lama sesudahnya. meninggalkan jejak-jejak berlumpur." Dengan mengangguk-angguk sadarlah Osugi sekarang. karena itulah tempat pertama yang akan digeledah tentara." katanya malu-malu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI belum dapat menyusulnya. "Tapi saya tak percaya samurai sekaliber Anda sulit menangkapnya." Sambil membungkuk ia pun membisikkan sesuatu ke telinga samurai itu. "Begitu melihatku. Dan cara mereka lari waktu melihatku itu. seperti aku ini orang gila saja. Berita kematian Matahachi pun tidak dipercayainya. Tanpa ibu tempatnya mengadu." 47 thanks to. syauqy_arr@yahoo. Tapi dia takkan dapat terus begitu selamanya. langsung mereka lapor pada pengawal di gunung. Dengan mata tenang dan tajam. yang ada di dunia ini hanya kesepian.id and dimhad. terus terang. ia pun mengayunkan pedang ek hitamnya hingga mendecit di udara. "Bajingan! Binatang!" geramnya. bukan memberikan hiburan. dan dia baru saja membunuh seorang anak buah saya.webng." "Izinkanlah perempuan tua ini memberikan sedikit nasihat pada Anda. "Gagasan bagus! Hebat!" "Jangan tanggung-tanggung melaksanakan tugas itu. karena Takezo melakukan perjalanan sendirian. Menghadapi serdadu-serdadu itu Otsu ketakutan dan pucat lesi. Takezo bisa sekuat dan selicik binatang liar. menebas cabang sebuah pohon besar. kenapa Takezo tidak muncul di Shippoji. ia sadar bahwa Takezo barangkali tidak pulang ke rumah. Mereka masuk ke kamar dalam. la tatap dengan berangnya para penyerbu itu. Karena tak ada sasaran nyata bagi kemarahannya.

webng.. ia telah membahayakan hidupnya. Ketika didengarnya namanya dipanggil orang. rumah yang didiami kakak perempuannya sendirian. Burung itu jatuh. dan dengan mudah terkejar. Kuil Shippoji bersarang di bukit di bawahnya. Takezo pun kembali berjalan. tampak dari tempat perlindungannya di pegunungan. Ia mulai curiga Otsu pun telah memusuhinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sudah empat hari ia bersembunyi di Pegunungan Sanumo. Memang. menjelajahi pegunungan. Atapnya muncul dari antara pepohonan. Ternyata ia penduduk kampung yang datang ke pegunungan untuk membuat arang. tapi ketika sedang mengawasi kakak perempuannya lewat celah pintu. dia nanti dapat pelan pelan menyampaikannya pada Otsu. walau tidak kenal. siapa saja yang melihatnya selalu berlari menghindar penuh ketakutan melintasi hutan. syauqy_arr@yahoo. Takezo mencengkeram kerahnya dan menyeretnya kembali ke tempat terbuka. la tahu bahwa ia tidak dapat mendekati satu pun dari kedua tempat itu. Takezo tahu orang itu." Setelah membulatkan tekad. Malam itu.id and dimhad. Ketika ia memberanikan diri mendekati kuil itu pada hari lahir sang Budha. dikejar-kejar tanpa alasan. Sejak itu. Sesudah itu tak ada lagi alasanku untuk berkeliaran di sini. Marah karena dibenci dan ditakuti. Orang itu bukanlah tandingan Takezo.. Betul! Kalau kujelaskan semua itu kepadanya.co. Otsu pun akan mendapat kesulitan. dan orang kampung bergabung membentuk kelompok-kelompok pencari. "Sukar sekali mengatakan pada Otsu alasan sebenarnya tunangannya tidak pulang. mencoba mengarang-ngarang penjelasan di mana Matahachi berada. ia pun berteriak. Pikirnya. Kini. Disamping ingin menyelamatkan lehernya sendiri. sekalipun kuil itu penuh orang. ketika diam-diam ia pergi ke rumah kakak perempuannya. seperti seekor macan tutul mengejar mangsa yang kabur. Karena merasa orang sekampungnya sendiri menganggapnya musuh. Sambil melahap burung. ia pun jadi serba sulit.com . serdadu-serdadu melihatnya. ia tahu kalau ia ditemukan orang di sana. lewat tabir kabut tengah hari.. Barangkali sebaiknya kusampaikan pada perempuan tua itu. Tapi tiba-tiba ia mendengar jeritan tertahan. samurai Tokugawa mencari-cari secara gencar sekali. "Tunggu!" Dan ia mulai berlari. Mereka merondai setiap jalan yang mungkin ditempuhnya. ia mulai lagi berjalan. 48 thanks to. kebetulan sekali ibu Matahachi ada di sana. Dengan sebuah karang besar ia pecahkan karang lain menjadi pecahan-pecahan kecil. la bertanya-tanya bagaimana kiranya pendapat Otsu tentangnya. ia tak boleh mendekati kampung sebelum gelap. ia dapat melihat rumah ayahnya. Sekali lagi ia terpaksa lari tanpa mendapat kesempatan bicara dengan siapa pun. tidak ada pilihan lagi baginya kecuali melarikan diri. dan belum lagi selesai mencabuti bulunya ia sudah membenamkan gigi-giginya yang setengah kelaparan ke daging yang masih mentah dan hangat itu. tapi ia tahu. Sejenak ia hanya berdiri di luar. lalu ia lemparkan sebuah di antaranya ke burung yang sedang terbang.

Kau tahu kan. hingga terpaksa Takezo menendang pantatnya dan berbuat seolah-olah hendak memukulnya dengan pedang kayunya. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Ogin. yang isinya setiap 49 thanks to." "Akan saya jawab semuanya-tapi jangan bunuh saya! Saya punya istri dan keluarga. dan bahwa telah disebarkan perintah di kampung. Apa betul bukit-bukit ini penuh serdadu?" "Ya. menguik-nguik sambil tangannya memegangi kepala. Dan sambil mencengkeram erat leher orang itu.co." Takezo cepat mengangkat pedangnya ke atas kepala orang itu. "Awas! Kedengarannya mencurigakan. siap memukul.com . Sama sekali tidak tahu. Apa anggapanku ini keliru?" Orang itu pun memberikan jawaban yang terlampau polos. tapi makhluk malang itu hendak lari. "Jawab saja pertanyaan-pertanyaanku. Tak bakal aku memakanmu hidup-hidup. kan? Jangan pura-pura lagi. Tuan!" "Duduk!" Takezo melepaskan cengkeramannya dari lengan orang itu. Shimmen Takezo dari Miyamoto." "Tak ada yang mau membunuhmu. tapi aku yakin mereka tak akan mengapa-apakan kakak perempuanku. "Kau seorang dari mereka?" Orang itu mendadak berdiri sambil menggeleng-gelengkan kepala seperti orang bisu-tuli "Tidak. Samurai yang memaksa mereka." "Apa mereka mengawasi Kuil Shippoji juga?" "Ya. Jangan pura-pura bodoh. Orang itu merangkak-rangkak di tanah seperti anjing.webng. tidak!" "Cukup!" teriak Takezo. "Bagaimana dengan kakak perempuanku?" "Kakak perempuan mana?" "Kakak perempuanku. "Saya tidak tahu apa-apa soal itu. tidak. dari Keluarga Shimmen. ia pun bertanya. "Jangan bunuh saya!" jeritnya mengiba-iba. tidak sopan lari begitu saja dari orang yang dikenal tanpa mengucapkan salam!" "Y y-y-y-ya. Aku tak hendak menyalahkan orang kampung yang mencoba menangkapku. Kau tadi janji akan menjawab pertanyaan-pertanyaanku. atau kuhancurkan tengkorakmu!" "Tunggu! Jangan! Saya akan bicara! Akan saya katakan semuanya!" Dengan tangan terlipat tanda memohon." "Apa orang kampung memburuku lagi hari ini?" Diam. Ada yang sudah terjadi dengan dia. pembuat arang itu gemetaran dan ia bercerita bahwa Ogin telah ditawan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa kau lari? Apa kau tidak kenal aku? Aku seorang dari kalian.

melainkan marah. Perutnya kini berontak. "Kalau saja Otsu keluar. Lonceng malam baru saja berhenti berdentang. la senang kini seorang diri lagi. Kami takut pada Kepala Distrik. Hari sudah gelap dan cahaya lampu kelihatan menyorot dari kuil itu sendiri." "Di mana mereka menahan kakakku?" "Desas-desusnya mereka menahan dia di benteng Hinagura.com . Tulang punggung pegunungan itu telah diwarnai bayang-bayang awan petang yang kelabu. Melihat orang itu bergegas pergi karena senang hidupnya yang tak berarti itu selamat. la mengatakan bahwa tiap hari para serdadu mengerahkan orang kampung ke pegunungan. "Barangkali kucing.id and dimhad. pahit rasanya. "Apa itu?" terdengar suara. tapi tak berdinding.. Matanya pun menoleh ke jajaran pegunungan yang menandai perbatasan provinsi. Untuk meyakinkan diri bahwa yang didengarnya benar ia pun bertanya." jawab Otsu yang keluar membawa baki makan malam dan mulai menyeberang lorong. di mana orang nampaknya mondar-mandir. kalau mencelakakan dia.. Kami cuma melakukan apa yang diperintahkan. Segera kemudian ia mengambil keputusan. ia pun berjalan tegak ke arah kampung dengan langkah-langkah jantan. Beberapa jam kemudian. tepat di atas kepala Takezo. Beberapa hari terakhir ini ia tidak makan apa-apa kecuali daging burung mentah dan umbut rumput. tapi saya tidak tahu apa itu betul.webng. "Tak seorang pun dari kami tahu soal itu.. itu saja. itu harus." pikirnya. la harus berpikir. dan dalam kesengsaraan itu ia pun menghirup napas keras-keras. Kakakku yang malang. Ia pun meringkukkan badan tanpa bergerak-gerak di bawah lorong tinggi beratap. perut Takezo pun bergolak memikirkan sifat pengecut manusia-sifat pengecut yang telah memaksa samurai mengusik seorang wanita malang tak berdaya. 50 thanks to. Kerongkongannya terasa panas ketika getah lambungnya naik. juga dari dapur dan petak-petak pendeta. "Tuduhan apa yang dijatuhkan atas kakak perempuanku?" Matanya berkilat-kilat oleh air mata. yang menghubungkan kamar-kamar pendeta dengan kuil utama.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI orang yang memberikan makanan atau perlindungan kepada Takezo otomatis akan dianggap anteknya. Keterangan tersebut membuat Takezo tegak bulu romanya.co. hingga tak berhasil memperdengarkan suara jelas. menimbulkan bayangan tentang nasi dan sop mengepul." Sesudah memilih arah tindakannya. tapi ia begitu mual. "Aku harus menyelamatkan Ogin." ulang Takezo. kembali Takezo mencuri-curi mendekati Shippoji. Bukan karena takut. Takezo membiarkan orang itu pergi. Akan kubunuh mereka semua." "Hinagura. syauqy_arr@yahoo. Bau makanan yang sedang dimasak mengambang di udara. Takezo mencoba memanggilnya. dan tiap keluarga diminta menyediakan seorang pemuda dua hari sekali untuk keperluan itu.

"Matahachi tidak mati. Lonceng kuil mulai memberikan isyarat bahaya bahwa Takezo telah ditemukan. "Bagaimana kalau ikut aku ke kamar mandi?" sarannya garang. karena justru saat itu suara lelaki tepat di belakang Otsu terdengar bertanya. "Itu dia! Itu Takezo! Dia di sini! Ayo tangkap dia!" Dari dalam kuil terdengar derap kaki dan raungan suara orang.webng. ia sudah berdiri di tempat jauh. Takezo mengenalnya sebagai salah seorang samurai dari Himeji. Osugi berjalan pelan keluar dari kamar belakang. Takezo sendiri hampir tidak ingat bagaimana ia menyelinap lewat jaring yang dengan cepat mengetat itu. wajah Osugi yang sudah berkeriput itu memucat melihat tamunya. tapi orang itu membalikkan badan Otsu. syauqy_arr@yahoo. Otsu mencoba melepaskan diri dan genggamannya dan memperdengarkan jeritan nyaring. dan tak lama kemudian kelompok-kelompok pencari sekali lagi dikirimkan untuk menjelajahi perbukitan Sanumo. samurai itu pun jatuh telentang. Ketika pengejaran sedang sengit-sengitnya. Takezo melompat ke lorong seperti kucing. dan mendaratkan tinjunya ke kepala orang itu dari belakang. hingga dapat menginap di kuil dan menghabiskan waktu malamnya dengan makan dan minum sekenyang-kenyangnya. tapi masih terus berpegangan pada Otsu. Orang yang terjatuh itu berteriak. "Nenek!" "Siapa?" terdengar jawaban serak. "Mari saya tunjukkan. Di provinsi lain. selagi anak buahnya dan orang kampung harus menjelajahi sisi-sisi gunung siang-malam. Tiba tiba samurai itu menghampirinya dan merangkul Otsu dari belakang. Melongok ke dalam rumah berpenerangan suram itu ia berseru. cukup tinggi. Saya tak bisa menyampaikannya sendiri. "Mana jalan ke kamar mandi?" Orang itu mengenakan kimono pinjaman dari kuil. Saya minta Nenek menyampaikan berita ini pada Otsu." kata Takezo buru-buru. mencari si pelarian. Serdadu ini pun menutupkan tangannya ke mulut Otsu. Diterangi dari bawah oleh lentera kertas yang dipegangnya. Itu saja yang dapat saya sampaikan. "Ada berita penting yang mau saya sampaikan pada Nenek. memegang wajahnya dengan kedua tangannya yang besar dan menyapukan bibirnya ke pipi Otsu. Pukulan itu keras. dia masih segar bugar. Tapi Takezo sudah pergi. "Kamar mandi?" kata Otsu.co.id and dimhad. Jelas ia berpangkat tinggi. "Apa kau tak suka lelaki?" "Hentikan! Tak boleh begitu!" protes Otsu yang tak berdaya. diikat dengan sabuk sempit. Dia tinggal bersama seorang perempuan. di pintu masuk dapur besar berlantai kotor milik keluarga Hon'iden." la menurunkan baki dan mengantar orang itu menyusuri lorong.com . dan dari hutan berbondong-bondong orang mulai berkumpul di pekarangan kuil. Lupa akan bahaya. "Kau!" teriaknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ternyata nasib baik. karena cuma itu yang saya tahu." 51 thanks to. Sekejap tak berdaya. "Hentikan! Lepaskan saya!" teriak Otsu. di mana tergantung handuk kecil. "Apa salahnya?" bujuknya.

lari melintasi halaman dan hilang ditelan malam. jangan meninggalkan tempat ini.webng. "Bahaya sekali berdiri di sini-orang bisa melihatmu. kau seharusnya. terdengar suara air berkecipak." jawab Takezo sedih." desak Osugi dengan nada seorang nenek. Takezo. dan Osugi tidak menjawab. "Kau pasti lapar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan perasaan puas luar biasa karena telah bebas dari berita yang menjadi beban baginya. kan?" "Berhari-hari saya tidak mendapat makanan yang pantas. Sekarang tenang-tenang saja dan mandilah yang baik. mestinya saya datang lebih cepat. Akan kuambilkan kimono dan pakaian dalam Matahachi untukmu. bahwa tidak saya biarkan Matahachi mati. "Lekas sana ke kamar mandi. "Tenang-tenang saja dan hangatkan badanmu." sahut Takezo. Buat hadiah selamat jalan. di mana lentera itu berayun-ayun. Selain itu. tiba-tiba sekarang ia teringat bagaimana rasanya diperlakukan sebagai manusia. la mengangkat sebelah tangannya dan menghapus matanya. Dan lagi apa kau tak ingin mandi selagi aku menyiapkan makanan?" Takezo tak bisa bicara. begitu. sebentar lagi aku kasih kamu makan malam yang hangat dan enak. syauqy_arr@yahoo. Menurut pendapatku. Osugi keluar rumah. "Mau pergi ke mana kau sekarang?" "Saya mesti masuk ke benteng Hinagura. keluargamu dan keluarga kami selalu berdampingan sejak wangsa Akamatsu. "Nah." "O. "Sudah itu saya akan pergi entah ke mana. tapi yang pasti tak akan kubiarkan kau pergi tanpa diberi makan enak dan cukup!" Sekali lagi Takezo tak dapat menjawab. tapi suaranya tenggelam oleh bunyi air. ia segera pergi. 52 thanks to. kehabisan napas. tak ada alasan lagi bagi saya untuk tinggal di sini." Osugi memindahkan lentera dari tangan yang satu ke tangan yang lain untuk mengulur waktu. "Cukup panas?" "Cukup! Saya menjadi orang baru. "Tak usah terkejut begitu. menyambut mereka dengan bisikan. Saya yakin Nenek akan menerima saya!" la bicara lagi dua-tiga kali. Dari kamar mandi. menyelamatkan Ogin. bagaimana?" seru Osugi riang. Saya cuma mau menyampaikan pada Nenek dan keluarga Nenek. Sudah begitu lama tak seorang pun bersikap begitu baik kepadanya." la pun menyerahkan lentera itu pada Takezo dan menghilang ke belakang rumah.com . Hampir pada waktu itu juga menantu perempuannya meninggalkan rumah." "Terima kasih. Nasi belum matang. Kalau saya tahu begini macamnya. Tak lama kemudian menantu itu muncul kembali di gerbang.co.id and dimhad. tapi perempuan itu memanggilnya kembali. Kemudian ia memberi isyarat pada Takezo. la diikuti serombongan samurai dan barisan sukarela." "Kasihan! Tunggu! Aku sedang masak tadi. juga pada Otsu. Sesudah menjadi orang yang selalu curiga dan tidak mempercayai siapa saja.

lembing.co. dicengkeramnya dengan sebelah tangan. dia lari masuk rumah!" seru seorang dari mereka. Sekitar sepuluh kali senjata Takezo mengenai tanah. la hanya menajamkan matanya dalam cahaya lampu samar-samar untuk menemukan pakaiannya sendiri yang compang-camping." kata salah seorang dari mereka dengan kagum.id and dimhad.com . dan begitu memperoleh pijakan kaki di 53 thanks to. bajingan-bajingan. Maka ia pun mengambil karang besar dan melontarkannya kepada orang-orang yang sudah memperlihatkan tanda-tanda mundur itu. orang-orang itu pun merunduk dan bergerak hati-hati seperti kelompok katak ke arah api yang menyala terang di bawah kamar mandi. dan pentung. Tangkai lembing sering dapat lebih jitu dipergunakan daripada matanya. Para penyerang terlambat sadar bahwa mereka telah membuat kesalahan besar. Dalam keadaan itu." geramnya. jadi Ibu suruh dia mandi. dan senjata itu patah. Begitu saja diayunkannya senjata itu dan dihantamkannya pada siapa saja yang datang mendekat. Ada sesuatu-sesuatu yang tak dapat dijelaskan-menggelitik naluri Takezo. ia tangkap dan rebut tangkai lembing pertama yang ditusukkan kepadanya. "Mana pakaian saya? Kembalikan pakaian saya!" Di tempat itu berserakan pakaian kerja. Cerdik sekali. disertai teriakan perang yang menakutkan. Dalam keadaan masih telanjang dan rambut terburai ke sana kemari. Tak ada waktu untuk berpikir. syauqy_arr@yahoo. Ia sudah tak peduli lagi dengan banyaknya mereka. hampir bersamaan dengan keluarnya Osugi dan menantu perempuannya dari rumah ke halaman belakang. dan kamar mandi itu pun kecil. juga lemari kimono yang besar. Ia telanjang bulat. "Lihat. Kini mereka hanya dapat berteriak saling menyemangati. Ia mengambil pelajaran dari Sekigahara bahwa cara ini amat sangat efektif bagi orang yang kalah dalam jumlah. seperti dalam keadaan yang lain-lain juga. awas. Rasa takut apa pun yang mungkin dimilikinya hapus oleh rasa berangnya terhadap Osugi. "Aku dijebak!" pekiknya. Di luar pintu ia melihat gerombolan orang bersenjata tongkat. hingga pemiliknya terpental ke semak-semak. Tapi Takezo tidak memperhatikannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "O. Dengan suara ingar-bingar Takezo mengacak-acak seluruh rumah. Pekiknya. namun ia tak gentar. itu bagus sekali! Pasti kena dia kali ini!" Sesudah memecah diri menjadi dua kelompok. Akhirnya dilihatnyaa pakaian itu di sudut dapur. Maka tegaklah bulu romanya. Namun jelas mereka telah lumpuh. "Baik. "Ya. Ketika calon-calon penangkapnya sedang mengatur langkah di luar. Senjata itu digenggamnya erat-erat. lalu ia menyerang ke sekitarnya seperti gasing yang berpusing. karena tidak dari semula mengirim tiga-empat orang menyerbu kamar mandi.webng. satu-satunya yang menurutnya harus dilakukan adalah menyerang daripada diserang. dan ia mengintip lewat celah pintu. dengan tiba-tiba ia tendang pintu sampai terbuka dan ia pun melompat ke udara.

Langit musim semi penuh dengan bintang. Berdiri di tengah atap. ia pun merangkak keluar dari jendela kecil yang tinggi. Disobeknya sedikit kain ikat pinggang dengan giginya dan diikatnya rambutnya yang masih basah ke belakang. Ketika la merangkak ke atas. karena gagal menjerat Takezo.webng. syauqy_arr@yahoo. dan demikian erat hingga alisnya dan sudut-sudut matanya tertarik.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI atas tungku tanah yang besar. 54 thanks to. tanpa tergesa-gesa Takezo mengenakan kimononya.com . para pengejarnya yang sudah sama sekali bingung itu tinggal mengutuk dan saling menyesali.id and dimhad. dekat pada pangkalnya.

Kumisnya seperti tali. "Dia membunuh satu orang lagi!" seru satu orang kampung.id and dimhad. Otsu?" tanyanya dengan sikap akrab menyenangkan." Mayat itu ditemukan di dekat jalan setapak di luar kampung. Orang-orang yang melongo melihat pemandangan itu." thanks to. Para pencari. Melihat gadis itu. menyusun rencana-rencana baru untuk menjerat pelarian itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 5. membaca daftar hadiah yang dijanjikan itu. Papan itu tergeletak melintang di tubuh yang basah oleh darah.webng. jangan-jangan Takezo datang membalas dendam. "Dari mana kau. ketika Takuan melihatnya dan memanggil. jelas akibat hantaman salah satu papan tanda hadiah. Mereka ketakutan. Osugi dan keluarganya mengunci gerbang utama dan merintangi semua jalan masuk. Mereka telah mendengar pembunuhan yang mengerikan itu dan sedang dalam perjalanan untuk menyelidikinya. ada surat buatmu. Kepalanya tergeletak dalam rumpun rumput yang tinggi. Beberapa orang tertawa muram melihat ironi mencolok itu. Juga imbalan memadai untuk informasi apa pun yang bisa menghasilkan tertangkapnya Takezo. Belum jelas siapa. kedua kakinya mencuat ke langit dalam kedudukan tak wajar. Papan-papan besar dipasang di depan rumah kepala kampung dan di setiap persimpangan: pengumuman hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap atau membunuh Takezo. tidak dapat tidak. Otsu bergegas lewat agak jauh dari situ untuk menghindari binatang kotor itu.co. melihatnya saja sudah membuat ia jijik. Itu yang paling tidak disukainya. bermain dengan seekor anjing kampung. Tanpa melirik orang itu. Orang kampung terus datang-pergi dan berkasak-kusuk antarsesamanya. Seni Perang PENCARIAN yang dilakukan setiap hari di pegunungan berlangsung terus. Takuan sedang duduk di depan ruang utama. Tengkorak orang itu hancur. yang dipertuan di Puri Himeji. Tapi ternyata usaha mereka tidak membawa hasil." jawab Otsu pendek. tapi sangat ingin tahu. "Otsu. Orang kampung tak dapat mengerjakan ladangnya atau merawat ulat sutranya. ia pun bergegas menuju kuil dan mencoba menghapus gambaran wajah orang mati yang terus terbayang di depan matanya. Tapi sejak malam orang itu mencoba memaksanya. Mereka ketakutan setengah mati. Di kaki bukit ia berpapasan dengan kapten yang menginap di kuil dan lima-enam anak buahnya. Pemberitahuan itu ditandatangani secara resmi oleh Ikeda Terumasa. Di kediaman Hon'iden berkecamuk suasana panik. dengan petunjuk pasukan Himeji. Wajah Otsu mengerut pucat ketika ia muncul dari tengah-tengah kerumunan. Menyesal karena telah melihat.com 55 . sang kapten menyeringai. "Di mana? Siapa kali ini?" "Seorang samurai. dan kerja pertanian pun mengendur. Otsu sejak semula tidak suka kepadanya." "Belanja. la pun bergegas mendaki anak tangga kuil. syauqy_arr@yahoo.

Pada alat tenun terpasang secarik kain kimono lelaki yang belum selesai. Berulang kali ia baca alamatnya untuk mencari kesalahannya. begitulah terkanya cepat. Sejak tahun lalu selalu ia menggunakan waktu luangnya dengan memintal benang sutra untuk pakaian itu. Mereka tak punya alasan sama sekali untuk membunuhnya. dan darah.co. "Siapa yang mengirim?" bisiknya pada diri sendiri. Saya sudah kawin dengan Matahachi dan menerimanya dalam keluarga saya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Buat saya?" tanya Otsu tak percaya. Itu untuk Matahachi. seorang wanita yang sudah agak tua. terpaksa kau mesti menutup mata kalau pergi ke mana-mana. la merasa senang bahwa nantinya dapat menjahit semua bagian kain itu menjadi satu kimono lengkap.." Dikeluarkannya sebuah gulungan kecil dari lengan kimononya dan diserahkannya pada Otsu. kau sedang pergi ketika pesuruh datang. salahlah kalau kita membiarkan saja hal itu. dia rupanya masih memikirkan Anda. Saya menulis hanya untuk membenarkan apa yang tertulis dalam surat satunya. Yang pertama ditulis seorang wanita yang tak dikenal. la merasa surat itu tentunya ditujukan pada orang lain. Meskipun begitu. penuh dengan noda bekas jari dan titik air hujan." "Kau tak perlu melihat hal-hal seperti itu. Sambil duduk di depan alat tenun. syauqy_arr@yahoo. Bungkusannya sudah sobek-sobek dan lusuh. "Kau kelihatan kurang sehat. jadi kenapa pula dia mesti membiarkan mereka?" "Takuan. seakan-akan menenun itu sendiri mendekatkan Matahachi padanya. Saya kira. Oko 56 thanks to. Tadi saya lihat orang mati menggeletak di rumput. Ha! Padahal tadinya kudengar kampung ini seperti surga kecil!" "Kenapa Takezo membunuh orang?" "Supaya mereka tidak membunuhnya.id and dimhad.. Surat itu jelas sudah menempuh jalan panjang sebelum sampai kepadanya. "Ya. "Apa yang mesti kita lakukan kalau dia datang kemari?" Mendung gelap bergumpal-gumpal di atas pegunungan. Hari-hari ini aku selalu bertemu mayat. Ketika segelnya dibuka. Katanya. Otsu menerima surat misterius itu dan pergi menyembunyikan diri di kamar tenun. Hormat saya. melainkan dua surat.webng. Karenanya saya tidak akan berbicara terperinci. yang jatuh ke pangkuannya bukannya satu. saya takut!" kata Otsu memohon. Tapi kalau melihat keadaan sekarang. karena itu dia tinggalkan surat itu padaku. dan saya memberikan kesaksian atas kebenaran penjelasan itu. Harap lupakan Matahachi. Ada apa?" "Saya mual. la menenun setiap helainya dengan sangat cermat. ia menatap surat itu dengan saksama. tentu saja.com . Matanya masih terbuka. la ingin pakaian itu kekal selamanya. Karena itu Matahachi dengan ini mengirimkan penjelasan.

jelas dalam keadaan dirundung kesedihan. ia diminta menyampaikan bahwa Matahachi masih hidup dan sehat. biarawan itu melintasi pekarangan kuil dan melewati kamar tenun beberapa kali. Semua orang di dapur mulai bertanya-tanya di mana gerangan Otsu.com . Ikan segar dari kali harus disiapkan menurut petunjuk-petunjuknya. Jam-jam berlalu. Otsu terkulai di atas alat tenun. "Apa ini bukan yang dibawa pesuruh hari ini?" tanyanya lembut. serta tinggal di provinsi lain.webng. la duduk terpukau. tapi ketika ia sendiri kembali ke kuil pada senja hari. Kapten yang diserahi tugas melakukan pencarian merasa puas dapat memerintahkan orang-orangnya yang kelelahan itu tidur di hutan. Sambil memanggil-manggil namanya. Surat itu telah diinjak-injak seperti sepasang boneka jerami." Pembantu kuil disuruh menuruni bukit untuk mencari Otsu sambil membawa lentera. Karena pintu kamar itu tertutup.co. Takuan pun akhirnya membuka pintu kamar tenun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Surat satunya berisi tulisan cakar ayam Matahachi dan berisi penjelasan panjang yang menjemukan. Beberapa kali pendeta kuil keluar lorong tinggi dan berseru kepada Takuan. Hampir bersamaan waktunya dengan keberangkatan pembantu itu. "Cepat temukan dia! Tamu kita bilang tak bisa minum sake kalau bukan Otsu yang menuangkan. la sama sekali tidak memikirkan si kapten. syauqy_arr@yahoo. Otsu merasa sumsum tulang punggungnya berubah menjadi es. Banyak sekali pekerjaan harus dilakukan untuk menyenangkan orang itu. "Kenapa kau tidak menyimpannya?" 57 thanks to. Kalau Otsu kebetulan bertemu dengan ibunya. Kuku-kuku jarinya yang memegang surat itu berubah sewarna dengan kulit orang mati yang dilihatnya kurang dari sejam sebelumnya. Karena Otsu menghilang." Tapi lama kelamaan ia pun bingung. tak mau la bersusah-susah melihat ke dalam. Karena tak ingin mengganggu. Intinya tentu saja permintaan agar Otsu melupakan pertunangan dengannya dan agar menemukan suami lain. Takuan pun pergi mencarinya. ia akan berterima kasih apabila Otsu mau membantu. dan sebagian besar pekerjaan itu jatuh pada Otsu.id and dimhad. Matahachi menambahkan. dan serunya. Apa yang dilihatnya di dalam sungguh mengejutkannya. Bukan kebiasaan gadis itu untuk pergi tanpa memberitahu. dan satu orang harus mengambil sake mutu terbaik dari salah satu rumah kampung. ia pun menuntut kenikmatan yang sesuai dengan statusnya. Yang dikhawatirkannya adalah Otsu. Air mandi harus dipanaskan sepantasnya. mengenai semua alasan kenapa ia tidak mungkin pulang. terlampau terguncang untuk dapat berteriak atau sekadar mengedip. Takuan memungutnya. makan malam si kapten terlambat. "Belum juga ketemu? Mestinya di sini-sini saja. Takuan diam saja memandang kedua surat yang kusut dan sobek di tanah. karena "sukar" baginya menulis langsung kepada ibunya tentang persoalan itu.

" "Kepala saya. "Hei. yang di sana itu!" Takuan terus juga membaca. "Semua orang sudah setengah gila mengkhawatirkanmu. Segera kemudian mukanya jadi merah padam. aku jadi ingin sekali mengatakan bahwa kumis itu lucu sekali. Kau tak boleh tinggal terlalu lama di sini. Sekalipun demikian. Ayo pulang. katanya. kepala saya sakit. syauqy_arr@yahoo." bisik Otsu.." "Hmmm. Tapi pendeta itu lain pendapatnya. "Saya akan pergi. "Kapten memanggil saya?" 58 thanks to. dan sebabnya adalah hadirnya satu orang yang tidak dikehendakinya di kamar itu. sampai Otsu menyodoknya. tapi ada beberapa orang yang memang begitu pengaruhnya terhadapku. Dia bukan orang yang dapat merebut rasa hormat atau dukungan daimyo bagi kuilnya lewat kebesaran jiwa semata-mata. Dia manusia dari dunia ini. dan basuh mukamu. kau mesti melayani Kapten." Dengan enggan Otsu pun menurut. Aku tahu kau enggan.com . tapi dia selalu pergi kalau saya datang. Pendeta tua itu sudah hilang akal. Sekarang jangan pikirkan lagi. Baiklah. Di sebelah lampu. kapten yang sudah membongkok mabuk itu jadi gembira. aku akan mengawanimu. la meluruskan topinya yang dari tadi sudah sangat miring. tapi si Jenggot Jarang tua itu tak suka padaku.webng. malam ini saja?" Takuan mengeluh.id and dimhad.co. Takuan duduk membungkuk seperti pengemis buta. la jadi sangat riang dan berkali-kali minta dituangkan sake lagi." "Tapi saya tak mau ke sana sendirian!" "Tapi Pendeta ada di sana. Otsu. Ia mengangkat matanya yang kosong dan memandang ke sekitar. jadi kau berutang budi padanya. tidak sepenuhnya ia merasa senang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Otsu menggeleng lesu. "Otsu. dia sudah menerima dan membesarkanmu. dan sudut-sudut matanya yang melotot itu mulai turun. Aku sendiri sudah mencari ke manamana. Yang jelas. Ketika Takuan membantunya berdiri. dan si kapten menudingnya sambil berteriak. Biarawan itu dikira pembantu pendeta. "Bapak. kan?" "Ya. aku pribadi berpendapat kau tak usah menghidangkan sake untuknya malam ini atau malam kapan pun.. tapi kau betul-betul harus kerja. "Lagi pula." Ketika akhirnya Otsu muncul di petak pendeta." "Aku tidak keberatan. Aku tahu perasaan itu kekanak-kanakan. apa tak bisa mereka meliburkan saya... ia menengadahkan wajahnya yang basah oleh air mata kepada Takuan dan berkata." Takuan menepuk punggung Otsu. Tiap kali aku melihat kumis konyol itu. asyik membaca buku yang terbuka di atas lututnya. Dia percaya bahwa dia mesti menghidangkan anggur dan makanan agar Kapten senang selalu. Itu kurang baik juga. asal Bapak berjanji menemani saya.

. maaf." "Baiklah." kata Takuan dan kembali membaca buku. tidak keberatan. Kalau begitu. tapi saya tidak keberatan di sini. Ayo..com ." "Melihat buku itu saja aku sudah jengkel. "Wah. Tapi samurai juga begitu. Sekarang giliranmu menerima akibatnya!" Takuan jadi tertawa. ya.id and dimhad. "Rasa sake jadi rusak karena ada orang membaca. orang pandir jelek?" Takuan pun melipat kedua tangannya. goblok! Kau ini bikin rusak suasana. Bagaimana saya mesti menjaga diri saya sendiri?" Kapten pun memekik sambil memegang pedangnya yang masih tersarung. atau menjadi serangga. syauqy_arr@yahoo. tidak banyak pendeta atau biarawan yang tampan. Sambil memegang tangan Otsu ia pun berkata pada gadis itu. apa Kapten sungguh-sungguh menyediakan waktu untuk menatapnya dan menilainya secara objektif?" "Anak haram jadah!" teriak Kapten seraya mengambil pedang yang tersandar di dinding. kamu." kata Takuan tenang sambil membungkuk." jawab Takuan bernada ejekan. Cinta kesendirian adalah tanda kebijaksanaan." Wajah Takuan menjadi sungguh-sungguh. "Keluar kamu. Pergi dari sini!" "Oh. ya?" "Sama sekali tidak." "Ada apa rupanya?" "Siapa bilang Otsu mesti pergi denganmu. Akan saya minta Otsu menyingkirkannya. "Jaga dirimu!" Takuan berdiri. Membosankan sekali." Mata si kapten hampir saja melompat dari ceruknya. "Sudah bertahun-tahun saya memperhatikan. bodoh! Enyah dari mukaku!" "Baik.. kenapa. "Sudah cukup aku diejek." Leher kapten yang merah itu pun menggembung dan matanya melotot. kamu! Aku tak ada urusan denganmu.webng. akan saya tutup buku saya." "Bukan. la jadi tampak seperti ikan buntal. "Ya." "Kenapa." "Ha?" 59 thanks to. "Saya ini sungguh tidak sopan.. "Tamu bilang dia lebih suka seorang diri. "Hmm. umpamanya. "Oh. Anda sendiri. Kita tak boleh mengganggunya lagi. "Tapi aku keberatan. Soalnya karena saya bukan Wuk'ung yang suci dan dapat mengubah diri menjadi kepulan asap.. lalu hinggap di baki Kapten.co. tapi kau sendiri. bukan itu. "Itu berarti Kapten mau memenggal kepala saya? Kalau begitu.. lupakan saja." "Oh.." gertak si kapten. dan sambil memandang Kapten dengan sebelah matanya ia pun bertanya tenang. "Apa!" "Apa Kapten sudah mengamati kumis Kapten? Maksud saya..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kapten menjawab pedas." jawab Takuan polos. kamu. saya kira. kalau begitu sulit juga.

com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Membosankan. Kepala itu akan jatuh begitu saja ke lantai dan menggeletak di situ menertawakan Kapten. Otsu menengahi kedua orang itu. "Minggir. Barangkali malahan tak terpikir oleh kalian. Otsu?" kata Takuan keberatan. Coba sekarang katakan Bapak menyesal. hingga tangannya yang memegang sarung pedang bergetar hebat. "Kapten cukup punya alasan untuk marah. Tapi itu beban luar biasa buat petani. minta maaf pada Kapten. sungguh!" Air mata bercucuran dari matanya. Bicaranya memang begitu dengan semua orang. "Minggir.webng. tapi saya minta Kapten bersabar. "Aku akan bicara sesukaku. Apa kalian menyadari apa yang kalian lakukan terhadap mereka? Mereka tak bisa makan kalau kalian teruskan ini. bagaimana mereka 60 thanks to. berusaha melindungi Takuan. "Kapten!" Tingkah laku Takuan yang asal saja itu membuatnya demikian berang. "Apa katamu. Otsu. Itu bukan prestasi besar. Mukanya membengkak menjadi warna lembayung ketika ia bergerak menarik pedangnya. Apa maumu aku berdusta?" "Lebih baik jangan kau ulangi. "Tak ada yang salah dengan otakku. Memang rasanya tak ada bedanya buat kalian para serdadu." Tapi Takuan sama sekali tidak mundur. ia pun tertawa terbahak-bahak jelek sekali dan maju dengan sikap mengancam. Dia tidak bermaksud apa-apa. tapi rupanya orang tak suka mendengarnya." mohonnya.co. tapi dua puluh hari dibuangnya hanya untuk menemukan tempat seorang pelarian yang sudah kecapekan dan setengah kelaparan. Apa gunanya buat Anda?" "Hah. Aku hanya mengemukakan kebenaran. syauqy_arr@yahoo. Biar sukar buatmu melanjutkan bualan kurang ajar!" Dengan keberanian yang biasa dimiliki orang hanya karena memegang senjata. Tak bisa saya membayangkan hal yang lebih membosankan daripada memenggal kepala seorang biarawan. "Apa pula bicara Bapak ini?" katanya dengan maksud mengendurkan perasaan dan melambatkan tindakan. akan mengherankan sekali kalau dia dapat mengalahkanku!" "Jangan bergerak!" perintah Kapten. dan aku bukannya melucu. "Ayolah. Dia orang yang tidak begitu beres. makanya kusebut dia tolol. Otsu! Biar kupotong pembantu pendeta bermulut besar ini menjadi dua!" Otsu menjatuhkan diri ke kaki Kapten dan memohon. Dia tolol.id and dimhad. "kalau begitu aku puas bila bisa membungkam mulutmu. Kalau dia tak punya cukup akal buat menemukan Takezo. Apa kaupikir akan kubiarkan diriku dipenggal oleh orang tolol macam ini? Memang dia mengepalai berpuluh orang yang terampil bersenjata. "Bukan begitu caranya bicara dengan prajurit." geram Kapten. berapa pun waktu yang kalian hamburkan buat mencari Takezo. Aku tak apa-apa." guntur samurai itu.

dia akan kaget. Takuan! Jadi." Kini Kapten sudah demikian terpesona. Kami berdua pun berkali-kali mengobrol lama dan hangat di Daitokuji. Sebagai hadiah. 61 thanks to. kau adalah contoh korupsi yang klasik. Kauselimuti diri dengan kekuasaan atasanmu untuk menghamburkan tenaga rakyat jelata. Mabuknya pun sudah sedikit berkurang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terpaksa menelantarkan sama sekali kerja ladangnya untuk mengikuti perburuan angsa liar kalian yang berantakan itu. 'Hai. nyaman dan hangat. aku bisa membawakannya tepung soba lezat. mandi seenaknya dan minum sake sebelum tidur dengan layanan seorang gadis manis? Apa itu yang kausebut mengabdi kepada atasan?" Kapten itu bungkam. Kau mestinya melakukan misi resmi. hanya kepalamu yang datang menghadap hari ini? Di mana bagian badanmu yang lain?' "Pasti kau berminat mengetahui bahwa Yang Dipertuan Terumasa dan aku biasa bersamasama ambil bagian dalam upacara minum teh di Myoshinji." Kegarangan si Jenggot Jarang menguap dalam sekejap. lebih baik kau duduk dulu.com . dan kaugunakan kedudukanmu untuk mendapat penginapan yang paling menyenangkan. "Kalau kaupikir aku bohong. la tampak lumpuh. Takuan mendesak terus.co. "Apa bukan tugas samurai untuk mengabdi kepada atasan dengan jujur dan tak kenal lelah? Apa bukan tugas Kapten menunjukkan kebajikan kepada rakyat yang membanting tulang demi daimyo? Coba lihat diri sendiri. untuk tujuan-tujuan pribadimu sendiri.webng. tapi pejabat-pejabat birokrat seperti kamu yang berdiri antara daimyo dan rakyat jelata ini. tapi apa yang kaulakukan? Setiap ada kesempatan. Satu hal lagi. syauqy_arr@yahoo. yang bisa dibikin orang sini. yang bisa saja mencuri upah yang mestinya mereka terima. kaulahap makanan dan minuman orang lain yang diperoleh dengan susah payah.id and dimhad. pengkhianat. sekalipun tampaknya ia masih belum dapat menilai apakah yang dikatakan Takuan itu benar atau tidak. "Pertama-tama." kata biarawan itu. Kau bahkan tidak memikirkan sama sekali anak buahmu. Aku berani mengatakan. Kapten! Kau menutup mata pada kenyataan bahwa kau menarik para petani dari kerja yang menghasilkan makanan mereka sehari-hari. Barangkali dia akan berkata. Itu fitnah besar terhadap pemerintah Tokugawa!" "Bukan pemerintah Tokugawa yang kukritik. Beliau suka sekali tepung itu. "Sekarang cobalah potong kepalaku dan kirimkan kepada Yang Dipertuan Ikeda Terumasa! Percayalah. aku senang bisa pergi bersamamu ke puri dan menghadap Yang Dipertuan sendiri. dan tidak tahu mau bertindak bagaimana. kenapa kau bermalas-malasan di sini malam ini? Siapa yang memberimu hak bersantai pakai kimono yang manis dan enak. hingga tak dapat menutup mulutnya yang menganga. Dan tanpa upah pula! Sungguh memalukan!" "Jangan sembarangan kamu. Kyoto.

"Mari kita lupakan saja. Aku mau menunjukkan kepadamu bagaimana menangkap Takezo tanpa kehilangan lagi anak buah atau menyebabkan orang kampung mendapat kesulitan lebih dari yang sudah kauberikan. Tapi kalau pencarian di pegunungan sepanjang hari itu berjalan terus. "Sekarang turunkan pedang itu.id and dimhad. dan mengerling Otsu?" "Saya minta jangan membawa-bawa lagi soal itu. tapi Takuan menahan diri untuk tidak lebih memojokkannya lagi. Dan lagi. dan tak ada yang paling tidak kusukai daripada mendatangi seorang daimyo.com ." "Ya. syauqy_arr@yahoo. Bukankah makin lama waktu itu. dan keangkuhannya pun menguap. "Otsu. kira-kira sepuluh tahun lebih tua daripada Takuan." Serdadu itu pun tampak seperti seorang anak yang akan menangis. tapi jelas dari wajah mereka waktu itu bahwa kekuatan watak tak ada urusannya dengan umur.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tapi tak ada yang lebih capek. tolong tuangkan secangkir sake lagi untuk Kapten. Kalian tak pernah berpikir tentang konsekuensi." la menoleh pada sang gadis. Aku menyebutnya karena aku ingin memberikan satu pelajaran yang menggambarkan salah satu prinsip utama buku itu. Ini ada hubungannya dengan kerja resmimu. Yang ingin kubicarakan adalah bagaimana menangkap Takezo. karena itu kau mesti benar-benar memperhatikannya. makin lama Anda bisa tinggal di kuil ini. "Kau tentu kenal dengan buku Seni Perang karangan Jenderal Sun-tzu. Saya tak tahu sama sekali bahwa Anda teman Yang Dipertuan Terumasa. saya telah berlaku terlalu kasar." la jadi begitu tertekan. aku tak dapat berbohong. Kejadiannya barangkali akan berakhir dengan kau bunuh diri gara-gara ketidakmampuanmu. Cacian lisan Takuan telah merendahkan orang yang lebih tua itu. akan kuceritakan hal lain. Maaf. Terutama di depan Yang Dipertuan. 62 thanks to. hingga tampak menggelikan. "Aku bersedia menganggap seluruh peristiwa ini sebagai rahasia. saya tak mau lagi sake. para petani akan mengalami kesulitan besar.webng. tapi kalian para prajurit ini memang sama saja. Itulah yang harus Anda lakukan untuk melaksanakan perintah dan menjaga kehormatan Anda sebagai samurai." "Tentu saja aku juga tahu bahwa buat Anda tidak penting berapa lama dibutuhkan untuk menangkap orang itu." Kapten itu lelaki umur empat puluhan. yang merupakan karya klasik Cina tentang strategi militer? Aku yakin prajurit setarafmu kenal sekali dengan buku yang demikian penting. Dengan takut-takut ia berkata. Saya minta Anda memaafkan saya." Kapten yang sudah tak berdaya itu pun menurut. kalau orang-orang yang menjadi korban tindakanmu di Miyamoto kebetulan datang selagi kami mengobrol sambil minum teh. Dan inilah kekurangan kalian yang terbesar. makan. "Sudah dari semula kukatakan supaya jangan mengancamku. "Tidak.co.

Aku hanya akan mengusulkan sesuatu. barangkali aku akan membawa serta Otsu. mungkin saja aku hanya seorang pendeta sederhana. Anda bisa saja seorang pejabat." "Tapi apa?" "Tapi kalau dihitung tenaga bantuan dari Himeji dan semua petani serta prajurit itu. apa Anda merencanakan untuk menunggu sampai turun salju? Kira-kira delapan bulan lagi?" "Tidak." 63 thanks to. kan?" "Diam dulu! Apa menurut Anda." "Seperti kukatakan tadi. saya pikir tak bisa. tapi aku memahami Sun-tzu. aku dapat melakukannya sendiri. Aku tidak membutuhkan bantuan. Tapi pikir-pikir. aku terpaksa duduk lagi dan melihat saja Anda terus membuat kesalahan besar. Takuan Soho menghabiskan seluruh waktunya buat bikin lelucon?" "Maaf." "Aku paham betul.. tapi memang demikian. syauqy_arr@yahoo.. Banyak yang bisa dimakan pada musim ini. Anda harus merasa malu.co. tapi. Apa betul anggapanku." "Apa syaratnya?" tanya Kapten hati-hati. tapi menyedihkan sekali. Tapi tak ada gunanya membikin pusing Anda.webng. Sekarang tinggal satu syarat lagi." "Nah." "Dan karena sekarang ini musim semi." "Kalau begitu. Karena itu tak akan kaget kalau aku sebut Anda tolol. Anda orang yang tidak berpendidikan dan sama sekali tidak efektif." "Anda main-main saja. lebih dari dua ratus orang sudah menjelajahi pegunungan itu hampir tiga minggu lamanya. sampai salju jatuh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tidak hanya para petani. padahal menurut pendapatku.com . akulah yang menentukan nasibnya. Kalau Anda tak setuju. Ya. Takezo beruntung. Anda tidak mengenal Seni Perang." "Tentu saja tidak bisa.id and dimhad. Bahkan menurut pendapatku Anda tidak menggunakan strategi sama sekali. tetapi juga penduduk kampung terlalu limbung dan ketakutan untuk melakukan pekerjaan yang biasa. bahwa Anda tidak mengenal Seni Perang?" "Saya malu mengakuinya. "Kalau aku berhasil membawa pulang pelarian itu. itulah sebab terpenting kegagalan Anda yang memalukan." "Anda menangkap dia?" "Apa Anda kira aku berkelakar?" "Tidak. Menurut penglihatanku. Justru karena itu aku menawarkan diri menangkapnya untuk Anda. kesulitannya adalah Anda tidak menggunakan strategi yang sewajarnya. Aku pribadi menawarkan diri untuk menangkap Takezo dalam tiga hari. dan barangkali juga kepala Anda. kami berdua cukuplah. Sebaliknya.

Ia masih dapat merasakan hangatnya tangan kokoh biarawan itu ketika membimbingnya ke luar kamar tenun. ketika ia menangis sendirian di kamar tenun. Kapten mengangguk tanda setuju. Tetapi yang betul-betul paling khawatir adalah Otsu.webng. namun munculnya Takuan akhirnya membuyarkan maksud itu dari kepalanya. ia mengambil pisau tajam dan mengiris-iris sampai lumat kain kimono yang sungguh-sungguh telah disulami jiwanya. dan bahkan bersedia menenggang Osugi yang dahsyat itu sebagai mertua tukang perintah. Ketika berita itu sampai ke telinga pendeta kuil.id and dimhad. Terengah-engah ia berseru. Sinar harapannya yang terakhir. sekadar untuk melihat apakah ia berhasil dengan rencana gilanya. Yang lebih dipedulikannya adalah kemungkinan satu-satunya teman di dunia ini akan hilang juga karena usul tololnya. Takuan merupakan titik terang dalam hidup ini. "Apa Takuan sudah gila? Saya dengar dia berjanji mencari Takezo sendiri!" Mata orang-orang di dapur terbelalak. Tapi bagaimana kalau Anda tidak dapat menemukannya dalam tiga hari?" "Aku akan gantung diri pada pohon kriptomeria di kebun itu. dan Takuan akhirnya menepuk punggungnya. tapi terdengar juga bisikan terpendam yang mengandung kekhawatiran. ada kemungkinan ia sama sekali tidak waras. Lukanya lebih perih dibanding berita kematiannya. Kepada siapa ia harus berpaling kini? Bagi Otsu yang sudah tercebur dalam kegelapan dan keputusasaan.co. Mungkinkah ia teman Takezo. Ia mempercayai tunangannya itu. la sangat tergoda untuk melakukan hal itu. Setidak-tidaknya barangkali ia dapat memetik hasil pada saat terakhir. Berbagai pikiran berkecamuk dalam kepalanya. Sehari sebelumnya. demi Matahachi. la merasa 64 thanks to. Bagaimana mungkin ia bisa yakin biarawan aneh ini tidak akan menipunya? Walau ia bicara lancar.com . Otsu tidak begitu memedulikan keselamatannya sendiri. "Baiklah kalau begitu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa maksud Anda?" Kapten menarik-narik kumisnya. ia mengangguk bijaksana dan mengatakan bahwa mulut manusia itu pintu bencana. sungguh-sungguh gila!" "Bagaimana dia akan menangkapnya?" Jawaban-jawaban konyol dan ketawa mengejek pun terdengar. seorang anteknya? Mungkinkah ia tahu di mana orang itu bersembunyi? Tapi kalaupun tidak tahurasanya memang tidak-apa salahnya memberinya kesempatan. Dengan pikiran itu. Kalau Anda menangkapnya. "Tidak!" "Tidak. Anda dapat memutuskan apa hukumannya. Hanya sehari sebelumnya surat selamat tinggal Matahachi melukainya. Dan sekarang Takuan membuat perjanjian yang sinting. syauqy_arr@yahoo. la juga sudah bermaksud menghunjamkan bilah tajam itu ke dalam tenggorokannya." Pagi harinya pembantu kuil dengan wajah sangat gelisah berlari ke dapur. Takuan menghiburnya dan meyakinkannya agar setuju menuangkan sake.

Aku juga butuh kuali. Matahari tenggelam dengan cepat." "Sudah saya kemasi semuanya-sandal jerami. Mengingat jumlah nyawa yang dapat diselamatkan kalau Takezo bisa cepat ditangkap." panggilnya.com . saat mereka berangkat. ya. Waktu itu musim semi sudah hampir usai. Apa saja yang enak bolehlah. sedikit sake. Otsu menegurnya dengan keras karena sikapnya yang terburu-buru itu. Makin jauh Takuan dan Otsu meninggalkan kampung.webng." Pegunungan dekat tempat itu kini lebih hitam dibanding pernis yang paling hitam. tujuannya adalah meringankan beban kampung. maksud Bapak beberapa kotak makan siang?" "Bukan.. "Pergi saja sembunyi. dan mencegah berlangsungnya terus pemborosan hidup manusia. Wajah Otsu cekung. Takuan bahkan sudah berani bertukar sumpah dengan si Jenggot Jarang di hadapan altar Hachiman. dewa perang. tongkat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI putus asa dan sangat tertekan. 65 thanks to. pegunungan dengan dedaunan yang berkilat-kilat lemah oleh cahaya suram makin tampak seakan bermandikan hujan petang hari. Seperti si kucing. Ketika Takuan kembali." "Apa? Senjata? Apa kita mesti bahwa pedang atau lembing. bikin bungkusan yang besar. mengamankan kembali lalu lintas di jalan raya." "Ada yang kamu lupa. Pergi ke dapur sana. Otsu sudah terlampau bingung untuk menolak. pesuruh. Akal sehatnya menyatakan aneh kalau ia dan Takuan dapat menemukan tempat Takezo dalam waktu sesingkat itu. maupun pembantu pendeta mencoba meyakinkannya untuk tidak pergi. Baik pendeta. dan bayang-bayang malam yang pekat mulai menyelimuti celah-celah jajaran gunung yang menandai alur Sungai Aida. obat-obatan. Petang hari berikutnya Takuan masih tidur bersama kucing di sudut bangunan utama kuil. ia pun meregangkan anggota badannya sambil menguap lebar.id and dimhad. Otsu harus ikut tanpa mengeluh. Dan bawa pikulan.co. Katanya. lagi pula pilihan untuk tinggal di kuil dan selalu gelisah lebih buruk lagi dibanding dengan pergi. dan akhirnya Takuan sendiri keluar ke beranda. o. tapi karena alasan-alasan yang hampir tak dapat dimengertinya sendiri. tetapi Takuan berkeras tak ada yang mesti dikhawatirkan. Takuan pun meminta agar Otsu beristirahat sebanyak-banyaknya menjelang malam hari berikutnya. nyawanya sendiri tidaklah begitu penting. angin berbau wangi dan hangat." "O. atau yang lain?" "Tentu saja tidak! Aku mau bawa bekal makanan." itulah nasihat praktis mereka. sedangkan pegunungan yang di kejauhan lebih pucat daripada mika. bumbu kacang. syauqy_arr@yahoo. Otsu sama sekali tidak tergerak untuk berbuat demikian. Kucing melompat turun dari emperan kuil. "lebih baik kita berangkat sekarang. Bambu bergaris dan tumbuhan jalar wistaria menjerat kabut. makanan yang enak. kertas minyak polonia. "Otsu. Aku mau bawa nasi. dan percaya penuh padanya.. pembalut kaki. dan.

kita yang akan masuk kedalamnya.webng." la menyeringai pada Otsu." "Hati-hati! Awas kakimu!" seru Takuan tiba-tiba. Saya berani bertaruh." "Tapi dia belum pernah menemui siapa pun. tentunya dia nekat sekarang. 66 thanks to. "Ke mana kita pergi?" "Aku belum tahu. saya jadi gugup dan tak bisa melangkah.id and dimhad." "Saya sih tidak keberatan jalan. Tak perlu kau menyusulku. dia menyuruh pulang para pencari." jawab gadis itu. "Malam yang bagus buat jalan-jalan." "Kapten tidak memperlihatkan muka di kuil sepanjang hari tadi." Habis meletakkan bungkusan itu ke tanah. Kalau nanti dia muncul. masing-masing memikul ujung pikulan bambu yang digantungi bungkusan yang terikat baik-baik. "tapi mari kita jalan lebih jauh lagi sedikit." "Apa kau capek?" "Tidak. Cepat atau lambat dia akan muncul. Bukan Takezo. tapi pikulan itu jelas menyakitinya. aku yang lebih dulu. "Oh!" teriak Otsu ketakutan.com . ya?" kata Takuan sambil menoleh ke belakang. Aku cuma mau mengingatkan kamu supaya jalan yang balk. tampak berpikir sedikit. karena setiap kali ia memindahkannya dari bahu satu ke bahu lain. "Di mana saja orang-orang ini? Tak seorang pun kulihat. tapi sisi belakang Sanumo sudah kita lewati beberapa waktu lalu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mereka berjalan beriringan menembus kegelapan. bagaimana caranya menangkap Takezo?" "0. "Ada apa? Kenapa Bapak bikin takut saya?" "Jangan khawatir. syauqy_arr@yahoo." Sesudah diam sekejap. Kenapa bicara soal jalan pada saya?" "Mari kita turunkan beban ini sebentar." "Ah." "Apa yang kau khawatirkan? Kalaupun kita terperangkap. Banyak wistaria dan perangkap semak sepanjang pinggir jalan ini.co. supaya kita dapat sendirian saja tiga hari ini. apa yang akan kita lakukan? Sesudah diburu orang banyak begitu lama. "Rasanya kurang begitu indah. "Otsu." jawab Takuan. Pak Takuan. kalau Bapak bicara soal itu. saya bahkan tak tahu ke mana kita ini. jangan khawatir. dan dia sangat kuat. Dia berjuang demi hidupnya. langkahnya langsung terhenti. kita terpaksa jalan sepanjang malam ini. Tapi kalau kita tidak hati-hati. ia pun menambahkan." "Kalau begitu. sia-sia saja mereka menempuh banyak kesulitan." "Apa para petani itu yang memasangnya di sini buat menangkap Takezo?" "He-eh. Ini tentunya Tsujinohara. apa menurutmu jurang ini tidak makin sempit?" "Tak tahulah saya." gerutu Otsu. "Menurutku. Takuan pergi menuju karang yang berdekatan." "Takuan. Memikirkan itu saja kaki saya sudah gemetar.

" "Buku Perubahan? Bapak tidak membawa buku.webng.co. "Ketika di sana tadi. Ketika berdiri di sana tadi." Seratus kaki di bawah Takuan. 'Pergi ke gunung di sana itu. Sudah jelas sekarang. mari bikin api. aku memikirkan letak tanah. atau alam semesta menyatu denganku?" Akhirnya ia kembali dan jelasnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bapak mau ke mana?" "Mau buang air. atau perut. Dia ada dalam hati. Buku Perubahan asli milikku sendiri. tapi yang ada dalam diriku. "Apa yang kita lakukan di sini?" "Duduk. Semangat Otsu tampak naik. dan sekarang aku tahu pasti tindakan apa yang akan kita ambil. Otsu bertanya. penampilan air. Bunyi itu menderu menuju dirinya. jadi kalau aku kesurupan. nikmat rasanya!" katanya bersuka hati. Para petani biasa menggiring kuda dan lembunya ke sana untuk merumput. Sambil buang air kecil. Pokoknya. dan Takuan membuat api. padang rumput itu ternyata sebuah dataran kecil yang melandai ke tenggara dan memberikan pemandangan indah daerah sekitar. dan menembus seluruh dirinya. memenuhi telinganya. "Kita berkemah di sini. dan keadaan langit. Apa Bapak yakin tidak kesurupan rubah atau yang lain?' "Kalau begitu. kali-kali kecil yang bergabung menjadi Sungai Aida mengguntur dari batu ke batu. aku membuka-buka Buku Perubahan. ada yang mengatakan. Rubah takut api. "Aku menyatu dengan alam semesta." "Orang menyebutnya padang rumput Itadori." ucap Takuan. "Bagaimana kita bisa menangkap Takezo kalau hanya duduk di sini?" "Dengan jaring pun kita dapat menangkap burung terbang tanpa mesti terbang sendiri. Ketenangan di situ hanya terpecahkan oleh angin musim semi yang hangat membelai rerumputan. jadi ada namanya?" Ketika mereka sampai. "Oh. Gunung Takateru?" "Aku tidak tahu namanya. "Api yang baik membuat gembira orang." la menunjuk ke puncak yang dekat." "Bukan yang tertulis." Ketika mereka sudah menurunkan beban." "O." "Tapi kita belum memasang jaring sama sekali. dan ketika aku membukanya. aku bisa lekas bebas. musuh itu. syauqy_arr@yahoo. tapi malam itu tak seekor binatang pun kelihatan atau terdengar. atau di tempat lain. seakan-akan menghitung-hitung bintang. "Maksud Bapak." jawab Takuan mantap. yang setengahnya dataran terbuka.com . betul tidak?" 67 thanks to. Kemudian aku menutup mata. ia memandang ke langit." Mereka mengumpulkan kayu kering. akan jatuh ke tanganku tepat seperti Jenderal Ts'ao dari Wei jatuh ke tangan Ch'u-ko K'ung-ming. "Takezo.id and dimhad.

apa kau sedang sedih?" "Oh." Otsu jadi tercenung. Apa yang akan kita lakukan." "Barangkali. Tapi." "Sebetulnya bukan salah mereka. Dia sebetulnya tidak begitu cerdik. mereka itu orang-orang sederhana. Kesalahan besar pertamanya adalah menerobos rintangan di perbatasan.com . begitu takutnya. dan kemudian membunuhi orang-orang lain lagi. kan? Penguasa provinsi tidak boleh bermurah hati pada orangorang macam Takezo. Mereka harus menjaga ketenangan. karena ini masalah mempertahankan diri. Bagaimanapun. Mereka itu sama sekali tak berdaya. Otsu. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. seandainya sekarang ini turun hujan?" "Dalam perjalanan ke atas tadi. Sesudah itu ya seperti bola salju yang menggelinding. Tapi Takezo tidak begitu! Dia merasa harus masuk dan membunuh seorang pengawal.co. walaupun dia sendiri bagi sejumlah orang tak lebih dari seorang bajingan. Takezo selalu merasa dikejar-kejar musuh. Kita dapat berteduh di sana sampai hujan berhenti. Takuan. sampai kalau pemerintah yang menitahkan. Sesudah perang Sekigahara. Bapak sudah lihat sendiri bagaimana perasaan saya selama ini. Yang mereka kehendaki sebetulnya cuma sekadar tidak diganggu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Yang jelas menghangatkan." "Itulah barangkali yang dilakukan Takezo pada malam hari dan kalau udara buruk. Dan saya rasa tak ada orang yang betul-betul suka menginap di pegunungan seperti ini. Kau mesti memaafkan mereka karena mendahulukan kepentingan sendiri." "Tapi bagaimana dengan samurai? Kenapa mereka ribut mempersoalkan orang tak penting macam Takezo?" "Karena dia lambang kekacauan. Tapi dialah yang memulai. Sesungguhnya." "Jadi. Mestinya banyak tempat macam itu di seluruh gunung ini. akan kubikin dia menanggung hukuman paling buruk yang dapat kutemukan. mereka cuma berkepentingan melindungi diri sendiri. tapi tentunya dia cukup cerdik untuk berteduh dalam gua jika hujan.webng. Dia mestinya menggunakan otaknya sedikit. akan mereka halau orang-orang sekampungnya." "Apa Bapak membencinya juga?" "Aku jijik! Aku tidak menyukai kebodohannya! Kalau aku penguasa di provinsi ini. untuk pelajaran bagi orang banyak. orang di luar hukum. 68 thanks to. Apa saja. Mereka takut kepada pemerintah. Seluruh keadaan yang tak menguntungkan itu akibat satu hal saja: Takezo sama sekali tak punya akal sehat. akan kusuruh orang mempreteli anggota badannya. menurut Bapak. dia tak lebih dari binatang liar. Dia harus terus membunuh untuk melindungi hidupnya sendiri. kenapa orang kampung begitu benci pada Takezo?" "Para penguasa itu yang membuat mereka membencinya. Di situ barangkali dia menyembunyikan diri selama ini. "Pak Takuan. aku melihat gua dekat jalan. kabur malam hari atau menyamar. bahkan juga sanak mereka sendiri.

Saya tak menyangka Bapak mengurusi hukum hukum daimyo itu. tapi ada pikiran lain yang jauh lebih khusus di otakmu. apa itu?" teriak Otsu sambil meloncat bangun dari tempatnya dekat api. pelan. Bahkan selagi saya duduk di sini sambil merenung. "Pikiran-pikiran itu memang betul masuk kepalamu. keduanya hanya duduk diam menatap api. Lihat!" Dan tampaklah bayangan seekor monyet besar dan monyet kecil yang berayun-ayun di antara pepohonan. "Saya pikir aneh sekali dunia ini. Takuan mematahkan ranting-ranting kering dan membakarnya. Pikiran saya terasa berputar-putar dalam lingkaran..co. nasib saya pun berubah sedikit demi sedikit. Sambil menengadah ke langit berbintang. seperti langkah-langkah kaki. tapi di dasar hati ternyata Bapak sangat keras. pecahlah tawanya. tapi 69 thanks to. Kalau Bapak memandang bintang-bintang itu lama-lama. dan duduk kembali. Tiap kali api akan mati. kumasukkan surat itu dalam lengan bajuku." Otsu diam." "Oh. "Ha. Aku telah membaca surat-surat yang kauterima itu. tapi sebetulnya aku benci percakapan dengan diri sendiri. apa yang kaupikirkan?" "Saya?" "Ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tindakannya merugikan hukum dan ketertiban. Ketika kaubilang tidak membutuhkannya. Semua bintang di kegelapan kosong di sana itu. "Uh. Kesimpulannya tak bisa lain bahwa seluruh dunia ini bergerak." "Betul? Tapi laknya tidak rusak!" "Aku membacanya sesudah melihatmu di kamar tenun itu. Tapi sesudah mendengarkan baik-baik beberapa saat lamanya. Merangkum segala-galanya. Tidak. Yang baik harus diganjar dan yang jahat harus dihukum. Meski sering melakukannya. kamu. terutama pada masa-masa yang tak menentu ini. Otsu kelihatan lega. ha! Itu kan cuma beberapa ekor monyet. kelihatan mereka bergerak. syauqy_arr@yahoo. Otsu. Saya merasakannya.. Kupikir sikapku itu keliru." "Memang. "Apa Bapak tidak dengar? Kedengaran bunyi gemeresik.com . bukan itu maksud saya.. Bergerak pelan. Sedangkan diri saya hanya satu rink kecil di dalam semua itu-satu titik yang dikendalikan oleh kekuatan mengagumkan yang tak dapat saya lihat. "Otsu." Mata Otsu sudah bengkak oleh asap.id and dimhad. saya setengah mati ketakutan!" Selama beberapa jam berikutnya. Ia berkata lirih. Malam telah penuh. "Aku minta maaf telah melanggar rahasia pribadimu. dan aku datang kemari justru dengan kekuasaan untuk melaksanakannya." "Selama ini saya selalu menganggap Bapak orang baik. dan itu tidak baik." "Kau tidak bicara yang sebenarnya!" kata Takuan tajam. di pohon-pohon sana itu?" "Langkah-langkah kaki?" Takuan pun bersikap waspada.webng.

aku kenal kau. "Otsu. aku betul-betul mengharapkan bahwa kau.id and dimhad. seperti sedang menyusun pikirannya. Tapi setidak-tidaknya sekarang aku tahu.com . Otsu pun melunak. terhindar dari hal-hal yang jahat dan sikap muka dua di dunia ini. syauqy_arr@yahoo. pasti saya temukan! Saya tak akan berhenti. Takuan berkomat-kamit. apa yang akan kaulakukan? Tak usahlah kaukatakan." Tapi kelihatannya angin nasib sudah sepenuhnya gila? Kadang-kadang orang yang tidak begitu beres otaknya dianggap jenius oleh orang lain.co." sambar Otsu dengan nada getir yang memang disengaja." Melihat wajah biarawan yang tegang itu." "Ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kemudian ketika aku ada di kamar kecil. Tenang seperti biasanya. Kaupikir aku jelek? Lihatlah dia!" "Apa maksud Bapak?" "Matahachi itu. Takuan menatapnya dengan bergumam samarsamar. kukeluarkan surat-surat itu dan kubaca. Rasanya ingin menjerit!" Dan dengan marahnya ia pun menarik lengan kimononya dengan giginya. ya?" Otsu tampak tercengang. Otsu. tapi barangkali dia tidak merasa kalian berdua punya janji. "Apa?" Takuan menatap tanah." "Bapak jelek! Bagaimana mungkin Bapak melakukan itu! Dan buat membuang waktu pula!" "Untuk alasan apa sajalah. Aku senang semua itu sudah lewat sebelum sampai di situ. Akhirnya ia bergumam. sekadar membuang waktu. "Suatu hari nanti akan saya temukan dia! Saya bersumpah. "Aneh. seakan-akan baru melihatnya. Kuharap dirimu yang manis dan polos itu dapat melewati semua tahap kehidupan tanpa cela dan tanpa luka. apa yang bikin banjir air mata itu. dan kemudian suatu hari dia mengejutkanmu dengan surat seperti itu. Otsu mulai merasa yakin akan hal ini. Kemudian katanya. sebelum saya mengatakan langsung padanya pendapat saya tentang dia. Termasuk tentang perempuan Oko itu. Kau akan menceburkan diri ke laut dari karang yang terjal." Air mata Otsu bercucuran karena marahnya." "Wanita tidak berpikir seperti itu. dulu maupun sekarang. Kalau kau kawin dengan dia. "Sudah mulai. Lama-kelamaan kupikir lebih baik jalannya peristiwa justru seperti sekarang. Takuan kemungkinan orang semacam itu. "Sudah larut sekarang. "Apa betul menurut Bapak dia akan muncul?" 70 thanks to.webng. ya?" "Tentu saja! Sebentar lagi fajar. ya?" "Apa yang dikomat-kamitkan?" "Aku baru saja menyadari bahwa Takezo harus segera muncul. kupikir kau beruntung. Apa yang bikin kau kelihatan setengah mati waktu itu. tak kenal tanggung jawab. Dengarkan. biarawan itu terus memandang kosong ke api. lebih dari orang-orang lain. Kenapa ia mempercayai orang gila yang mau bunuh diri ini? Tanpa menghiraukan tajamnya jawaban Otsu." "Betul begitu? Bagaimana pikiran mereka?" "Saya marah betul.

" "Apa itu bukan sekadar impian? Dia barangkali sama sekali tidak di dekat-dekat sini." 71 thanks to.. Aku tak akan merusaknya..com . hingga Otsu jadi merasa puas bahwa penolakan Takuan itu demikian pastinya. Coba kemarikan suling yang kausimpan dalam obi-mu itu. itu saja. Ayolah. biar kumainkan sebentar. 0.webng. "Betul. hanya sifat manusia. tapi belum lagi bisa memutuskan. tapi aku akan heran sekali kalau Takezo bisa menolak godaan untuk mendatangi kita dan menghangatkan diri dekat api. Otsu. Tak mungkin." Ia berbicara demikian yakin. terutama kalau kesendirian itu disertai pengepungan tentara dan pengejaran dengan pedang. Soalnya. memandang kita dengan mencuri-curi. "Tak peduli kenapa!" teriak Otsu sambil menggeleng. aku pegang saja. dan dia sedang bergelut dengannya.id and dimhad.. dan bertanya-tanya habis-habisan." Dan Otsu pun mencengkeramkan tangan kanannya kuat-kuat ke suling dalam obinya. Dugaanku dia sedang bersembunyi di dalam bayangan kegelapan sekarang ini. Kesendirian bukan alamnya." "Tidak. syauqy_arr@yahoo. apa yang harus dilakukannya. Ini milik seorang ahli strategi. Anak malang itu barangkali sedang dilanda keraguan. "Bukan." "Kenapa?" desak Takuan. Kau bisa saja menganggap itu wajar. aku tak akan merusakkannya. tak dapat maju atau mundur." "Suling bambu saya?" "Ya. Namun tak pernah Takuan membayangkan bahwa Otsu akan menolak meminjamkannya." "Tidak. Manusia hatinya tidak kuat. dan Takuan tahu betapa berharga barang itu untuknya. tidak persis begitu." Takuan menggelengkan kepala dan katanya. Sudah berlusin-lusin suling aku mainkan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu saja!" "Tapi kenapa dia mau langsung masuk perangkap?" "Ah." "Tapi. "Aku perkirakan Shimmen Takezo berada dekat sekali di sini." "Keras kepala!" "Biar saya keras kepala. begini. Ia selalu menyimpan suling itu dekat tubuhnya. Tak pernah saya mengizinkan siapa pun menyentuhnya. ini bukan sekadar impian. kita ini kawan atau lawan. "Apa ruginya kalau aku memainkannya? Suling bertambah baik kalau dimainkan. mereka itu lemah." "Apa pun yang terjadi?" "Apa pun yang terjadi.co. Ini malahan bukan teoriku sendiri.

Nah. "Ya. Saya tidak keberatan lagi. Masukkan sedikit kayu lagi. ada apa? Ada yang tidak beres?" Otsu tidak menjawab. Angsa liar yang selalu bermigrasi ke Jepang pada musim gugur dan pulang pada musim semi kini tampak dalam perjalanan kembali ke utara. lihatlah. "Boleh kulihat?" tanya Takuan." bisik Otsu. dia menangis kalau memainkannya!" pikir Takuan. tapi ia tak mengenal cinta asli orangtua. satu-satunya gambaran yang pernah ia punyai tentang mereka." "Kenapa?" "Karena saya akan menangis.co." la pun mengeluarkan suling itu dari obi-nya dan mengulurkannya pada Takuan lewat atas api. kalau begitu kamulah yang memainkannya.com . "Tidak heran dia begitu enggan meminjamkannya pada orang lain." "Tidak apa-apa. syauqy_arr@yahoo. Menurutnya hati itu sudah ditakdirkan untuk mati-matian merindukan apa yang tidak bisa diperolehnya. "Nah. Bukan maksudku mengganggumu. untuk pertama kali bulan indah berkilau-kilau di langit. Pada malam ketiga ini. Otsu. "Maaf aku telah mengingatkan masa lalu padamu. talinya rantas.id and dimhad. Otsu selalu merindukan orangtua yang tidak pernah dikenalnya dan mereka pun merindukannya. Aku duduk saja di sini seperti ini. "Mestinya saya tak boleh begitu keras kepala. Suling itulah satu-satunya barang peninggalan orangtuanya baginya. Tapi ia pun sadar akan kehampaan yang ada dalam hati mereka yang tegar itu. 72 thanks to. "Jadi. dan saya tak dapat main suling kalau saya menangis. Ambillah suling ini dan mainkanlah. malahan juga memainkannya sendiri. Takuan berkata.webng. "Apinya mati." "Hmm. dan sekalisekali larut di balik awan berkabut. suling itu bukan sekadar gambaran tentang ibu dan ayah yang tak pernah dilihatnya. "Apa kau menangis?" Otsu tetap diam. la merasa kasihan akan sifat gigih bercampur keras kepala yang khas anak yatim.. Bangun dari lamunannya." la memutar ke samping dan memelukkan tangannya ke lutut." "Tapi kenapa tidak kaumainkan sendiri? Lebih baik aku mendengarkan saja.. Ketika ia belum lagi cukup umur untuk melihat cahaya matahari.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan pun mengalah." "Itu pun saya tak mau. Kadangkadang suara kuak mereka terdengar di telinga kedua orang itu dari tengah awan-awan. namun masih tampak keanggunan yang antik.. merindukan cinta orangtua yang tidak pernah mereka kenyam. Mainkanlah untukku sedikit. Kainnya sobek-sobek." Dan ia pun merasa kasihan pada Otsu. tetapi juga merupakan suara mereka. Suling itu terbungkus dalam kain brokat yang sudah tua dan aus. dan ditinggalkan seperti anak kucing telantar di emperan Kuil Shippoji." Takuan berpikir.

Yang ada hanyalah alam semesta yang besar dan diam terselimut malam. Mereka bertukar suling dan bermain musik bersama sepanjang malam. Takuan merasa dirinya berubah menjadi air mengalir yang berkecipak menyusuri jurang. menegakkan leher kimononya dan membungkuk ke arah suling yang terletak di depannya." la berlutut dengan sikap formal di atas rumput. betapa dalam dia akan terpengaruh bunyi suling yang dimainkan gadis cantik ini!" Ia ingin menangis. syauqy_arr@yahoo. ia merasa semangatnya terembus ke langit.id and dimhad. Ketika cahaya api sedikit demi sedikit surut. wajahnya yang putih menoleh sedikit ke samping. rendah." pikir Takuan. "apalagi manusia yang punya lima macam nafsu. Saya tidak begitu pandai. meratapi ketidakabadian dunia ini. Bunyi bumi dan gaung langit bercampur dan berubah menjadi rintihan sayu angin yang berembus melintas pepohonan cemara. Apakah ia sedang memanggil ibu dan ayahnya? Apakah bunyi-bunyi yang mendaki langit itu betul-betul melantunkan. meletakkan barang pusaka yang dipujanya itu ke bibir. 73 thanks to. Takuan mengangguk acuh tak acuh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Baiklah. Otsu yang mewakili kekuatan dan keluhuran seni. seperti gemericik kali kecil. Dengan santun sekali lagi ia mengingkari bahwa ia cakap bermain. di sekitar anak rambutnya. Tubuh biarawan yang seperti bayangan itu tampak seperti batu karang yang telah berguling turun dari sisi bukit dan menetap di dataran. Buku-buku jarinya tampak seperti kurcaci yang sedang tenggelam dalam tarian lambat. Jemari pipih gadis itu menari di atas ketujuh lubang alat musik tersebut. meloncat-loncat bersama awan-awan. dan menemukannya di tingkat atas gerbang itu. Baru kemudian pangeran itu mengetahui bahwa teman bermainnya itu setan dalam bentuk manusia.com ." kata Otsu merendah. tapi air matanva tidak keluar. Butir-butir keringat muncul di dahi. "Setan pun tergerak hatinya oleh musik. Suara basah suling mulai mengalun. Kyoto. la begitu menyatu dalam musiknya. yang secara tak sadar dipeluknya lebih erat lagi. Ia menoleh pada Takuan.co. "tapi akan saya coba. la tampak berbeda dari Otsu yang biasanya. Ketika nada-nada tinggi terdengar. Otsu. Takuan pun teringat akan legenda Pangeran Hiromasa yang sedang bercengkerama pada suatu malam terang bulan di Gerbang Suzaku.webng. la membasahi bibir suling dan membulatkan jiwa untuk bermain. Pangeran mencari-cari pemain suling itu. pipi Otsu berubah jadi merah tua. dan bermain-main di tempat yang dangkal. Ia asyik mendengarkan dengan mata tertutup. Napasnya mulai menunjukkan tanda-tanda lelah. diselarasi oleh suling lain. Wajahnya terbenam lebih dalam lagi di antara lututnya. sambil memainkan sulingnya. Takuan tidak bicara apa-apa lagi. Terdengar bunyi. "Di manakah engkau!" Apakah jeritan ini tidak tercampur rasa benci yang sangat dari seorang perawan yang ditinggalkan dan dikhianati lelaki tak setia? Otsu agaknya sudah mabuk oleh musik dan tenggelam dalam emosinya. hingga sukar membedakannya dari alat musik yang dimainkannya.

"Hai. terasa lagu itu bagai berlanjut terus untuk selamanya. Tapi aku tak akan berdebat lagi denganmu. la merasa seakan-akan jaring yang dengan hati-hati direntangkannya telah sobek dan ikan pun lolos. "Takezo ada di sana tadi. la memandang langsung ke benda hitam itu. Kedua orang itu tampaknya bahkan menyatu dalam tarikan napas mereka. Disilangkannya tangannya pelan-pelan ke dada. Ke sinilah. Biarawan itu tidak bicara. Pelarian itu berhenti seakan terpaku di tanah. la melompat dan memanggil sekuat paru-parunya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Air mata menuruni wajahnya. "Di sini banyak makanan. Malahan kami juga punya sake. Kami bukan musuhmu. Takezo mengedip. Tapi kau berkeras menyeret dirimu ke dalam neraka pribadimu sendiri. beberapa waktu lamanya." Sunyi lagi.webng. Sedikit demi sedikit di sudut-sudut mata Takuan muncul kerut-merut yang menandai mulainya senyuman bersahabat. Dan tiba-tiba terlihat gerakan di rumput. "Kemarilah. Mari kita bicara. kemudian sambil menjerit ia melemparkan sulingnya ke sosok hitam itu.com . Dalam keadaanmu sekarang. Takuan sama kagetnya seperti Takezo karena jeritan Otsu. la membuka lipatan tangannya dan memberikan isyarat kepada Takezo." Otsu menoleh. memang 74 thanks to. Katanya. dan menoleh ke belakang. dan minuman. apa Bapak bicara sendiri lagi?" "Apa kau tidak lihat?" tanya Takuan sambil menuding. Jaraknya tidak lebih dari lima atau enam meter dari api. Dia mendengarkan kau main suling. dan mari kita bicara. Wajahnya yang gelap memperlihatkan ekspresi aneh. Terdengar seperti binatang yang sedang melata. Diam-diam ia mengangkat tangan dan melambaikan salam. yang tidak dapat begitu saja diabaikan. kamu yang di sana! Tentu dingin rasanya di tengah embun. "Kemarilah!" Mendengar kata-kata itu. apa kau tidak membuat kesalahan besar? Ada tempat yang menyediakan api. la melompat seperti kijang yang terperanjat dan lari. makanan. syauqy_arr@yahoo. "Takezo! Berhenti!" Di dalam suara itu terasa ada kekuatan yang perkasa. "Takezo. Ditatapnya Takezo semantap tatapan Takezo padanya. Kepala Takuan mendongak. Kau mengukuhi pandangan yang cukup menyesatkan tentang dunia ini. "Pak Takuan. la memandang Takuan dengan mata curiga." Otsu terkejut dan berhenti bermain. kekuatan yang memerintah. Katanya. bahkan juga simpati manusia. Sekalipun terputus-putus oleh sedu sedan tertahan.co. Datanglah ke dekat api ini." desak Takuan. "dan kita dapat saling tukar pikiran. Memang itu Takezo. sedikit terpesona." Menyusul sunyi penuh tanda tanya.id and dimhad. Datanglah ke dekat api sini dan hangatkan badanmu.

dan ia tak siap dengan jawaban. agaknya terhambat oleh semacam rasa malu di dalam dirinya. tetapi Takuan menyelamatkannya dengan langsung mengatakan. ia keluarkan kentang itu. Takuan berkata. Otsu memasukkan kentang ke dalam mangkuk dan memberikannya kepada Takezo. "Terima kasih untuk makanan ini." Pertanyaan Takezo itu mengejutkan Otsu. ia berhenti dan tegak diam. "Terus terang saja. "Manis sekali dan empuk. Saya merasa hangat sekarang. Otsu. la merasa seolah-olah berada di dekat binatang liar tak terantai. memperlihatkan sederetan gigi yang sempurna putihnya. Takezo mendadak duduk. Aku pun sudah lapar. "Kenapa kau datang kemari? Kemarin malam kulihat juga apimu. apa 75 thanks to. Otsu tidak dapat memandang langsung kepada teman bekas tunangannya itu. Adegan penuh kedamaian ini menghapuskan rasa takut Takezo. Takuan menyadari bahwa waktu untuk bertindak sudah tiba. la mengunyah lahap. dan Takuan meletakkan guci sake di dekat api untuk menghangatkannya.webng. Sudahlah. dan ia masukkan ke dalam mulutnya." "Tidak suka?" "Saya tak mau sekarang. Kemudian ganti la memandang kedua orang itu." la tusukkan ujung sumpitnya ke kentang. Tangannya gemetar dan giginya gemerincing mengenai tepi mangkuk.com . Segera ia berkata dengan cukup sopan.id and dimhad. Sambil berputar langsung menghadap Takezo ia pun berkata. Sambil membuka tutup kuali." Takezo tidak memperlihatkan sikap kaget secara khusus. "Rupanya sudah matang.co. datang ke dekat api sini. Mau coba sedikit. la diam saja dan menundukkan kepala.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI hampir tidak dapat kau mendengar suara akal sehat. "Duduklah di sini." Otsu meletakkan kuali di atas api. ya?" tanya biarawan itu sambil meletakkan sumpitnya. ia bertanya." Sesudah sekian lama berkeliaran di pegunungan. "Bagaimana pendapatmu? Kalau kau akan ditangkap. Takezo sekali-sekali mengembus makanan yang masih panas itu dan melahapnya dengan suapan besar-besar. Mengerikan. ia takut sake akan membuatnya sakit." katanya. syauqy_arr@yahoo. kami datang kemari untuk menangkapmu. Takuan menggelindingkan sebuah batu karang ke dekat api dan menepuk punggung Takezo. katanya. dan ia beringsut mendekat. Takezo?" Takezo mengangguk dan untuk pertama kali ia menyeringai. "Bagaimana kalau mencoba sake?" "Saya tak mau sake. Karena lapar yang luar biasa. geletar itu tidak terkendalikan lagi." "Apa sudah cukup?" "Sudah. "Enak. panaskan kentang rebus yang kaubuat tadi. Ketika hampir berada di atas mereka. terima kasih. sekalipun agaknya ia ragu-ragu menerima ucapan Takuan itu demikian saja." Ketika mengembalikan mangkuk kepada Otsu.

tapi pada akhirnya apa engkau bisa betul-betul menang?" "Apa maksudmu. "Sakit?" tanyanya sengit. Shimmen Munisai? Apa engkau sudah lupa bahwa nama itu berasal dari keluarga Hirata. "Orang bebal tak bertanggung jawab! Orang bodoh tak kenal terima kasih.com .. Karena terkejut. sekalipun sebelumnya ia berketetapan untuk membebaskan kakaknya. ikatan Budha-lah yang lebih lembut dan berperi. Aku mengerti bahwa engkau bertekad untuk bertahan sampai mati.id and dimhad. apa bedanya sekarang ini?" Melihat itu.. tapi sebelumnya akan kubunuh dulu perempuan Hon'iden tua itu dan serdadu-serdadu Himeji. aku dapat menang itu?" "Maksudku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tidak lebih baik kalau kau diikat dengan ikatan Hukum Budha? Peraturan daimyo itu hukum dan Hukum Budha pun hukum. dirimu sendiri?" “Aku tahu aku sudah kalah." "Tidak. tapi sebelum sempat pulih dari pukulan itu ia sudah menerima pukulan lain di sisi lain.. "Sinting!" guntur suara biarawan itu. akulah yang melakukannya atas nama mereka. Takuan tiba-tiba mengepalkan tinjunya dan menghantam keras-keras rahang Takezo.. Apa yang akan kaulakukan untuknya? Dia dikurung di benteng Hinagura!" Takezo tak dapat menjawab. Bahunya yang tajam mencuat ke atas ketika berguncang bersama gemetarnya tubuhnya yang kurus. juga semua orang yang kubenci! Akan kubunuh orang sebanyak yang aku bisa!" "Dan apa yang hendak kaulakukan untuk kakak perempuanmu?" "Ha …" "Ogin. Wajahnya berubah penuh kesedihan. dan terhadap musuhmu terbesar.webng. "Aku. Karena ayahibumu dan nenek moyangmu tak ada di sini untuk menghukummu. la tersedu-sedu sedih." rengek pelarian itu. "Dengar dulu sebentar. kali ini hingga Takezo jatuh ke tanah. Takuan melanjutkan dengan nada lunak. "Ya." rintih Takezo. Terimalah ini!" Biarawan itu pun memukulnya lagi. Takezo pun terhuyung-huyung oleh pukulan itu. menggeleng-geleng marah. terhadap hukum provinsi. dan matanya basah. syauqy_arr@yahoo. sakit. "Apa engkau tidak mesti mulai memikirkan nasib wanita yang baik itu? Sudah demikian banyak yang dilakukannya untukmu. 76 thanks to. Apa. tapi dari antara dua itu. Dan bagaimana dengan kewajibanmu melanjutkan nama ayahmu. tidak!" kata Takezo. "Akhirnya aku akan terbunuh. apakah engkau dapat berhasil bertahan terhadap rakyat yang membencimu. bahkan selanjutnya dari wangsa Akamatsu dari Harima yang terkenal itu?" Takezo menutup mukanya dengan kedua tangannya yang hitam dan kini berkuku panjang itu. aku.co. tidak tahu..kemanusiaan..

Mereka berdua pun tahu itu.webng. Otsu.id and dimhad. Kalau sakit. artinya kau masih punya sedikit darah manusia dalam nadimu. seperti bola kertas kecil. Cepat berikan tali itu!" Takezo diam menelungkup di tanah. kaki dan tangannya terulur. seakan-akan akhirnya ia menyerah pada suatu hukum alam yang tak kelihatan. Nah. Namun Takezo hanya terbaring pasif.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bagus.co. Tidak ada alasan bagimu untuk takut atau kasihan padanya. berikan ke sini tali itu.com . bisa saja Takezo menendang Takuan ke udara. tunggu apa lagi? Bawa ke sini tali itu! Takezo sudah tahu aku akan mengikatnya. syauqy_arr@yahoo. tidak berusaha bergerak. Kalau mau melawan. tapi tali cinta. Ini bukan tali kekuasaan. Dia sudah siap. Takuan pun dengan mudah menduduki punggungnya. 77 thanks to.

"Dengar. Penduduk kampung bergegas menuju bukit. pembebas. tak percaya aku! Tanpa senjata? Tak mungkin!" Orang membanjir ke Shippoji dan memandang ternganga ke arah penjahat yang relah tertangkap itu.id and dimhad. Bukan aku yang melaksanakannya. "sekarang kalian dapat kembali ke ladang kalian dengan damai. Takuan pun menarik diri dari kerumunan itu dan mengangkat tangan untuk menenangkan mereka. Batas waktu yang diberikan pada Takuan sudah habis. "Bukan aku yang berjasa atas penangkapan Takezo." "Jangan melucu begitu! Anda yang menangkapnya." Tepik sorak orang banyak pun mereda. Kami mau berterima kasih pada Anda!" "Nah. kepala hampir menyentuh tanah di halaman kuil. Beberapa orang menahan napas dan terengah-engah melihat pemandangan itu. Ada yang mau kukatakan kepada kalian. Hari itu hari perhitungan. namun gema suara lonceng yang berat teratur itu terdengar mendayu-dayu di seluruh kampung dan menggaung sampai jauh ke pegunungan. kalau begitu berterima kasihlah padaku. penduduk Miyamoto. Yang lain lagi berlutut di kakinya. untuk melihat apakah Takuan berhasil melakukan tugas yang mustahil itu. Pohon Kriptomeria Tua SEKALIPUN pagi itu bukan saat biasanya lonceng kuil dibunyikan. dan sekarang ini ada sesuatu yang sangat penting.com . la diikat seperti binatang ke pagar tangga di depan bangunan suci utama. Takuan pun segera menjadi pahlawan. Tapi kalian mesti menghormati hukum. Biarawan!" "Kami hanya memberikan penghargaan yang pada tempatnya!" "Lupakan hukum itu. "Orang-orang Miyamoto. sesuatu yang penting." "Bantuan apa?" terdengar pertanyaan dari kerumunan yang ingin tahu. tapi hukum alam. Berita keberhasilannya menyebar seperti api liar. yang sudah. sudahlah. "Aku tidak keberatan. 78 thanks to. dan pelindung dari yang jahat. "Takezo sudah tertangkap!" "Betul? Siapa yang menangkap?" "Takuan!" "Ah. syauqy_arr@yahoo. Ngeri oleh sikap mendewakan diri ini. Orang yang melanggar hukum alam akhirnya akan kalah. bukan alam!" "Jangan merendahkan diri. Aku membutuhkan bantuan kalian. Yang lain mendesakkan diri ke depan untuk menyentuh tangan atau jubahnya. Seakan-akan untuk mengecilkan reaksi mereka yang dibesar-besarkan itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 6. Tentara akan segera pergi!" Bagi orang kampung yang biasa ditakut-takuti itu.webng. seakan-akan mereka sedang menyaksikan wajah jin Gunung Oe yang ditakuti.co." lanjut Takuan. Baiklah. Takuan pun duduk sedikit ke atas tangga sambil bertelekan pada sikunya. Hukum itulah yang harus kalian hormati. yang hendak kuminta dari kalian." serunya. Beberapa orang membungkuk rendah. dan menyeringai dengan sikap bersahabat.

dan ia menjerit.com . Memang tak ada orang yang mengerti dia. sementara Osugi menoleh kepada Takuan dengan pandangan mengancam. dia sampai kemari ini tanpa perkelahian." balas Takuan. "Aku tak akan puas kalau dia hanya dibunuh! Biar dia menderita dulu! Lihat saja mukanya yang mengerikan itu!" Sambil kembali menoleh kepada tawanan. "Karena pembunuh inilah hidup anakku hancur. syauqy_arr@yahoo. "Apa yang Ibu inginkan dariku?" tanya biarawan itu.webng. kalau begitu apa yang akan kita lakukan dengan dia? Seperti kalian lihat. kemudian menoleh pada orang-orang kampung. Takezo menyeringai kesakitan. Apa tak akan lebih baik kalau kelak Ibu mengangkat menantu lelaki Ibu sebagai ahli waris dan memberikan padanya nama Hon'iden yang terhormat itu?" "Berani betul kamu berkata seperti itu!" Tiba-tiba janda bangsawan yang sombong itu meledak sedu sedannya. Sebetulnya dia tidak jelek. Satu orang berteriak. dia akan jadi kutukan buat kampung ini. aku yakin kalian pernah melihatnya. seorang perempuan tua mendesakkan diri ke depan dan menyingkirkan orangorang lelaki yang badannya dua kali lebih besar darinya dengan tusukan-tusukan tajam sikunya. atau kita lepaskan?" Terdengar suara heboh tanda tak setuju dengan gagasan untuk melepaskan Takezo.id and dimhad. buah hatiku itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Cuma ini: apa yang akan kita lakukan terhadap Takezo sekarang? Janjiku kepada wakil Keluarga Ikeda. ia membelalak pada Takezo sejenak. kalau boleh aku mengatakannya. dia jahat! Kalau kita biarkan hidup. dialah Osugi si pemarah itu. "Padahal tanpa Matahachi tak ada yang akan meneruskan nama keluarga kami!" "Yah. Sampai di tangga. sampai akhirnya la kehabisan napas dan tangannya jatuh ke samping tubuhnya. "Aku tak peduli dengan pendapatmu. "Nah. sebetulnya cuma kroco belaka. aku akan menggantung diri di pohon kriptomeria besar itu. adalah kalau aku tidak membawa pulang pelarian itu dalam tiga hari.co. dia yang membuat anakku jadi brengsek Takuan berhenti bicara dan tampaknya sedang memikirkan kemungkinankemungkinannya. ia mengangkat ranting pohon itu. memuakkan!" Dan ia pun menyabetkan ranting di tangannya beberapa kali kepada Takezo. "Mesti kita bunuh dia! Dia tak berguna. "Matahachi itu. Sambil mengacungkan ranting pohon arbei ke udara ia pun berteriak. "Bunuh dia! Bunuh 79 thanks to." Kemarahannya timbul lagi. dan pekiknya. si orang lembek ini. akulah yang menentukan nasibnya." Orang banyak mulai berbisik-bisik. Tak salah lagi." Selagi dia!" Pada saat itu. suara-suara marah dan tak sabaran terdengar dari belakang." Badan Osugi berguncang hebat. dan ia menunjuk Takezo. Dia tidak begitu mengerikan. "Kamu makhluk rendah. Akan kita bunuh dia. "Kami tahu!" Takuan kembali mengambil sikap hakim. Tapi kalau aku berhasil. "Dialah yang menyesatkan anakku. kan? Sebetulnya. binatang yang ditakuti ini sudah ada di sini dalam keadaan hidup.

syauqy_arr@yahoo. dia juga pelarian dari Sekigahara. tapi lalu meningkat lagi. Aku punya hak untuk membalas dendam. Tapi sebagai wakil resmi Yang Dipertuan Terumasa. kuperingatkan. "Bukan itu yang sudah kausetujui!" Merasa martabatnya terancam. la mulai meludah dan menggerutu. Aku tahu apa yang mesti dilakukan terhadapnya!" Tepat pada saat itu satu teriakan keras dan marah menghentikan perempuan itu. tapi tertawa terpingkal-pingkal. "Tak ada alasan mengusir orang-orang baik ini. Hukumannya tidak bisa ditentukan oleh rakyat. "Apanya yang lucu? Hah? Kaupikir semua ini lelucon?" "Tingkahku?" ulang Takuan. "Tingkahku? Dengar. Kapten mulai mencari-cari alasan. Jenggot Jarang. "Kau tak perlu bicara dalam soal ini. la pun berkata dengan suara menggelegar." la berdiri tegak dan membelalak kepada Takuan. adalah kewajibanku untuk mengambil tanggung jawab atas tawanan ini. Aku mengundang mereka kemari justru untuk dengan cepat membicarakan apa yang harus dilakukan terhadap Takezo. "Shimmen Takezo ini tidak hanya sudah melakukan kejahatan-kejahatan berat dan serius terhadap hukum provinsi. ia pun mengangkat jari menyuruhnya diam.id and dimhad. "Perhatikan tingkahmu. Orang itu si Jenggot Jarang. Orang-orang yang ada di depan mundur dengan mata melotot. Memikirkan dia pun tak perlu. Nasib tawanan ini tidak lagi menjadi kepentinganmu. kemudian kepada Osugi." Takuan tidak berusaha menjawab. Tidak usah kau menyusahkan diri. Cepat!" Terdengar kaki-kaki diseret." "Diam kamu!" perintah Kapten. 80 thanks to. Tangannya tertumpang di pedang. akan kulepaskan Takezo sekarang juga di tempat ini!" Terengah-engah orang kampung serentak mulai menyingkir. dan akhirnya kepada orang banyak. apa kau bermaksud melanggar persetujuan kita dan tidak memenuhi janjimu yang suci? Kalau benar demikian. Tiap kali tawa itu seperti akan berhenti. dan tawanya pun pecah lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI seperti dia sendiri. "Kalian sudah dengar apa kataku! Ayo jalan! Apa yang kalian tunggu?" Ia melangkah dengan sikap mengancam ke arah mereka. dan orang yang baru datang itu pun berjalan cepat ke depan. Biarawan!" kata Kapten memperingatkan. "Biarkan aku yang memutuskan. "Ada apa di sini? Ini bukan pertunjukan ekstra! Pergi semua dari sini! Kembali kerja. Dia harus dikembalikan kepada pemerintah!" Takuan menggelengkan kepala.co.com . "Takuan. "Siap?" tanya Takuan sambil menjangkau tali yang mengikat Takezo. "Tidak!" sela Takuan. Kemarahannya sedang menjulang.webng." Ia meminta kepada khalayak. "Omong kosong!" Melihat si Jenggot Jarang sudah siap menjawab. Kerumunan orang terbelah menjadi dua seperti kain sobek. kau pasti akan menerima uang yang sudah ditawarkan pemerintah sebagai hadiah. Pulang. Beri aku kesempatan. tapi tak seorang pun mau pergi.

tidak cukup membunuhnya seketika. Bagaimana kalau dia diikatkan ke cabang pohon kriptomeria itu beberapa hari: Kita dapat mengikat tangan dan kakinya. hingga mula-mula tak seorang pun dapat menjawab. betul tidak? Tak seorang pun akan mempercayakan mayat keluarga mereka. "Dan kalau kulepaskan dia akan kusuruh dia pertama-tama menyerangmu. Tawanan itu berjalan tanpa perlawanan. "Kenapa?" "Ya... dan kuil-kuil akan bangkrut dalam waktu singkat. kalau kami hanya akan membuangnya. "Baik. "Takuan.. Kecuali Osugi. dan dia akan merasakan cuaca siang dan malam..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kapten bungkam. "Tunggu. dan berikan jawabannya padaku. "Dia sudah terikat. kepalanya tertunduk tanpa katakata. dan dengan penuh semangat semua orang ikut serta dalam kesenangan itu." Di dahi samurai itu bermunculan titik-titik keringat. gagasanmu itu menunjukkan kau sungguh-sungguh bijaksana. sebentar saja!" "Aku sudah memegang janjiku. Tak boleh dia dilepaskan.." Walau tangan samurai itu sudah mencengkeram gagang pedang. Takuan pun mengangguk. Kalian dapat menyelesaikan perkelahian itu berdua. karena. Burung-burung gagak barangkali akan mematuk bola-bola matanya. karena. yang mengatakan. seolah akan melepaskan belenggu tawanan itu. Jadi!" Ia memegang tali yang sudah dilepasnya dari pagar. Cuma akan bikin kesulitan lagi. Apa yang akan kita lakukan? Perempuan itu bilang.co. itu akan memberikan nama jelek pada kami para pendeta. Tapi membuang mayat atau bagian-bagiannya." la hampir menggagap. Adil. "Kuminta kalian bicarakan hal ini sekali lagi di antara kalian.id and dimhad. Takuan tidak tahan untuk tidak mengejeknya. biarawan itu mengambil sikap sungguh-sungguh lagi. dan diseretnya Takezo seperti seekor anjing menuju pohon. Dengarlah! Kau bisa membunuh Takezo sendiri. sekitar 81 thanks to." Tanpa panjang kata." Takuan terus berlalu. Takezo dinaikkan ke sebuah cabang. tidak. Ini. Bagaimana?" Usul biarawan itu terdengar sangat kejam oleh para pendengarnya. Menghadap kepada khalayak.. hingga beberapa orang yang berhati lunak merasa sedikit kasihan kepadanya. Tapi kupikir kita harus menggantungnya seminggu lamanya—o.com ... la tampak begitu menyesal. Lalu aku sendiri akan datang memberikan pukulan maut. syauqy_arr@yahoo. tak berperi-kemanusiaan.. kita harus menyiksanya dulu. berikan kepalanya padaku untuk kubawa pulang. ini pedangku. lebih! Biar dia tergantung di sana sepuluh atau dua puluh hari. Lalu tahanlah dia kalau kau bisa!" "Tunggu dulu. kan?" "Kepalanya untukmu! Tak bakalan! Urusan kependetaan antara lain memimpin upacara pemakaman.. Beberapa potong tali disambung-sambungkan menjadi satu. Cuma. Namun kegembiraan karena telah menangkap "binatang liar" itu tidak juga usai.webng.

co. ia pun berdiri. Tapi pada saat seorang gadis mencapai umur enam belas tahun. la memiliki segala yang menyenangkan di rumah. Orang-orang di sekitarnya maupun keramahan hidup di kuil tidak dapat meredakan perasaan terpencil yang sekarang ia rasakan. sebelum akhirnya sampai pada satu kesimpulan. 82 thanks to. pepohonan. Karena harus mondar-mandir ke kampung untuk menyampaikan ini-itu. Sadar akan penemuan ini. syauqy_arr@yahoo. bukan sekadar hidup yang mengamati. Ia bertanya-tanya kenapa demikian. Sesuatu yang harus ada. dan diikat erat. Oh. namun tak tahu ia apakah itu. ada soal-soal dan hal-hal tak menentu di dalam dirinya yang tidak dapat dijawab oleh sebatang bambu. Satu orang yang kuat dan sepenuhnya dapat dipercayai. Satu orang yang dapat disandarinya. menghangatkan dan meneranginya. Di pegunungan yang ada hanya kesunyian. hanya berteman Takuan.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sepuluh meter tingginya dari tanah. sekiranya ia punya seorang teman! la tidak membutuhkan banyak. "Semua memuakkan!" katanya keras. Api atau lampu mana pun tak dapat menandingi. dan kabut. Dalam keadaan terikat.id and dimhad.webng. Duduk bertopang dagu menghadap meja rendah di dekat jendela. Kesadaran datang bagai wahyu. ia menimbang-nimbang perasaannya setengah hari lamanya. Otsu mulai merasakan kesenduan yang aneh dan amat sangat apabila ia berada sendirian di dalam kamar. Kesepian berarti merasa kekurangan sesuatu. Darah yang bergejolak di dalam nadinya membuat pelipisnya biru. Baik. kesepian ternyata seperti rasa lapar. Air matanya tumpah ke meja kecil yang dipernis itu. la membutuhkan keakraban dan rasa kebersamaan. ia lebih mirip boneka jerami besar daripada seorang manusia hidup. Sesudah memutuskan hukuman untuk Takezo. yang nyata. tapi pikirannya masih terus digeluti oleh masalah itu. Tinggal sendirian bukanlah hal baru baginya. hampir sepanjang waktu Takuan rapat di kamar tamu dengan samurai Himeji. itulah yang ia dambakan sekali sampai ia hampir gila. Takuan tak punya waktu lagi untuk duduk bercakap-cakap dengan Otsu seperti yang ia lakukan di pegunungan itu. Dan lagi di sekitar kuil selalu ada beberapa orang. Satu saja yang mengenalnya dengan baik. Otsu duduk kembali. Namun ia merasa lebih sepi kini daripada sewaktu tiga hari lamanya berada di sisi bukit terpencil. Kepalanya berdenyut. Takuan tidak sama sekali berada di luar dirinya. Memang selalu ada suling itu. Kata-kata Takuan masuk langsung ke dalam hatinya. Sekembalinya ke kuil dari pegunungan itu. tapi di dalam diri seseorang. Ia menyadari. Bukan di luar. Kemudian sampailah ia kepada kesadaran polos bahwa ia kesepian karena Takuan tidak ada di dekatnya. tapi waktu itu ada juga Takuan. Tapi menyuarakan perasaannya itu sama sekali tidak meredakan kebenciannya kepada Matahachi. la merasa pengalaman ini telah memberikan pemahaman ke dalam hatinya sendiri. Itulah yang ia rindukan.

ada satu hal kecil yang ingin kubicarakan denganmu. "Baiklah kalau begitu. Tak ada berita kapan Matahachi kembali. tapi rupanya Matahachi masih hidup dan tinggal di provinsi lain. Tak dapat kukerjakan sendiri.. Karena itu aku ingin kamu tinggalkan kuil ini dan menetap bersamaku. Terkejut dari lamunannya. kalau bukan istri Matahachi?" "Tak tahu saya." "Tapi saya. Pekerjaanku banyak sekali. Di dapur kuil. aku percaya kamu tak punya pikiran buat melanggar janji. Tapi. di sinilah kamu sembunyi! Duduk di sini dan membiarkan hari lewat sia-sia!" Tubuh Osugi muncul di pintu." kata perempuan tua itu tanpa pendahuluan lagi.. Tapi yang jelas. "Aku ingin bicara tentang Matahachi. aku perlu bantuanmu. tapi. Tenggorokanku kering!" Otsu menurut dan mengambilkan teh. "Ah ha! Jadi. Apa pun yang terjadi nanti. Dan karena menantuku juga repot dengan keluarganya sendiri..webng. syauqy_arr@yahoo.. Karena takutnya.. dan keluarga Hon'iden sudah menerimamu sebagai istri anakku. Bu. "Kamu tak akan melakukan hal seperti itu... "Karena kau sudah mengakui ada hubungan di antara kita." 83 thanks to. Tapi ambilkan dulu teh untukku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Diam-diam pintu di belakangnya bergeser terbuka.id and dimhad.." "Betul?" kata Otsu dingin.co.com . tak bisa aku terlalu banyak memaksanya. Tanpa menunggu katakata tuan rumah. pendeta yang bertindak sebagai pelindungmu di sini sudah menyetujui perkawinanmu dengan anakku. "Menantuku yang baik." "Eh. "Ya. Jadi. "Kamu tahu omongan orang. Aku baru saja bicara dengan Takuan dan samurai Himeji itu. bukan itu." jawab Otsu. "Tentu saja bodoh kalau aku percaya kata-kata Takezo si tukang bohong itu. tapi pembantu pendeta tidak menyuguhkan minuman.." "Siapa lagi yang bisa masuk rumah Hon'iden. kan?" Otsu mengeluh pelan. api untuk memasak makan malam menyala terang. "Aku tak yakin." Osugi memulai dengan nada-nada megah.... sesaat Otsu ragu-ragu sebelum menyambut perempuan tua itu dan meletakkan bantal tempat duduk. Osugi langsung duduk. ia membungkuk rendah di hadapan perempuan tua jelek itu." "Apa kamu mau bilang keberatan? Apa kamu tak ingin tinggal di rumahku? Kebanyakan gadisgadis akan melompat mendapat kesempatan itu!" "Bukan. aku gembira!" Ia berbicara seolah-olah menangguhkan suatu pertemuan.

Sesudah itu." jelasnya. Sementara itu. Ketika jendela dibuka. saya mengerti. Otsu tak lagi memandang bentuk bayangannya dan langsung bergegas membuka jendela. kalau begitu jangan membuang-buang waktu lagi! Kumpulkan barang-barangmu!" "Sekarang juga? Apa tidak lebih baik menunggu?" "Tunggu apa?" "Sampai." "Jangan sampai lupa!" salak Osugi seraya mendesis keluar dari ruangan itu. Siang dan malam. la mengangkat kepala dengan angkuhnya. "Otsu! Otsu!" Karena berharap orang itu Takuan." Otsu berusaha menarik tangannya. Kapten mengulurkan tangan. begitu. menjahit lurus keliman. Kepalanya masih berdenyut." "O. dan berlaku seperti nyonya bangsawan. ia tersentak mundur karena kagetnya. sampai Matahachi kembali. Aku khawatir. Mereka bisa bersekongkol!" "Jadi.com . memelihara ulat sutra. "Rupanya mereka sedang melakukan penyelidikan tentang kejadian di sini. seakan-akan sudah lama menanti kesempatan. Tapi Takuan yang gila dan keras 84 thanks to. kan? Kamu datang dengan barang-barangmu ke rumah keluarga Hon'iden nanti. "Kalau saja aku bisa memperoleh kepala Takezo. Tanpa menghiraukan bingungnya gadis itu. Ibu tidak keberatan saya tinggal di sini?" "Sementara tidak. apa yang hendak dilakukan biarawan yang tak bisa diduga itu atas Takezo. tak bisa diketahui apa yang mungkin dilakukan Takuan. "tapi aku baru saja terima perintah dari Himeji untuk pulang.co. aku perlu mengatur supaya kamu belajar melakukan pekerjaan ladang." kata Osugi.. tapi cengkeraman kapten itu terlalu kuat. aku bisa mengatakan telah melaksanakan tugas dengan penuh kehormatan. waktu kepala Takezo sudah terpisah dari badannya.. Aku akan mendapat nama baik. Kamu tak bisa tinggal di dua tempat sekaligus. syauqy_arr@yahoo. muncullah sebuah bayangan di jendela yang tertutup kertas itu. sayang sekali. Tugasku menjaga supaya kamu tidak berlaku tak senonoh.id and dimhad. Aku ingin kamu mengawasi baik-baik kedua orang itu. Suara lelaki memanggil pelan. la takut bicara lagi. sampai kita yakin bahwa Takezo mati." Otsu tak berdaya untuk membantah. Mata yang menyambutnya ternyata mata Kapten." katanya. menangkap tangan Otsu dan meremasnya keras-keras.. "Aku masih belum merasa pasti. Mengerti?" "Ya. jangan-jangan air matanya membanjir. "Dan ada satu hal lagi. "Bisa-bisa kamu mulai memikirkan lelaki lain.. Kalau kamu tidak khusus berjaga malam hari. Pembicaraan tentang Matahachi itu membuat dadanya sesak.webng." "Sama sekali jangan!" Nada Osugi terdengar pasti. "Kau sudah berbuat baik padaku." "O.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nah.

co. Namun isi tulisannya sendiri cukup jelas: ia minta Otsu memotong kepala Takezo dalam beberapa hari itu dan membawanya ke Himeji. Surat itu ditanda-tangani oleh "Aoki Tanzaemon". nama yang menurut pengakuan si penulis sendiri termasuk salah satu prajurit paling ternama di daerah itu. Bukan mau campur tangan!" "Apa Bapak mau lihat?" "Kalau kau tidak keberatan." "Ini." Otsu menyerahkan surat itu.Takuan memanggil. Si penulis akan memperistrinya. Kupikir kau ada di pihakku. Kepala saya sakit. "Otsu. Dan demikian bodohnya. 85 thanks to. itu sebabnya aku datang kemari.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kepala itu tidak membiarkan aku memilikinya. Saya tidak keberatan sama sekali.com . Otsu dapat mendengarnya bergegas menuruni tangga.webng.id and dimhad. dan Otsu akan hidup di tengah kekayaan dan kemuliaan selama hidupnya. Ambil surat ini. tapi ia terlalu murka waktu itu. hingga seorang gadis dia minta menggantikannya memotong kepala." "Surat itu tidak merisaukan saya. Dia tak mau mendengarkan apa pun yang kukatakan. sampai-sampai mencoba menyuapmu dengan cinta dan uang sekaligus. "Rasanya saya tak ingin makan. "tapi apa yang akan saya lakukan dengan uang ini?" Ia menyerahkan kepingan emas itu kepada Takuan. Otsu ingin tertawa terbahak-bahak. Barang itu ternyata lebih dari sekadar surat. dan ingin menyelidiki. syauqy_arr@yahoo." "Dari siapa?" "Bapak ini mau campur tangan saja!" "Ingin tahu. dan pergi seketika itu juga. Surat ini sungguh surat yang lucu! Sesungguhnya dunia kita ini beruntung karena diberkati dengan samurai yang demikian terkemuka dan jujur! Dia demikian berani. Nak. "Kasihan! Dia begitu putus asa. dan sesudah membacanya Takuan pun tertawa dengan riangnya." Kapten memasukkan surat itu ke tangan Otsu." "Apa yang kaupegang itu?" "Surat. dan baca kemudian kalau tak ada orang melihatmu." "Lain lagi?" "Ya. kau belum makan?" Otsu mengenakan sandal dan keluar. hingga dia menuliskannya. Ketika ia selesai membaca. ke jalanan." kata Otsu. karena di dalamnya terdapat sepotong besar uang emas." "Cuma buat mengisi waktu?" "Itu alasan yang sama baiknya dengan alasan yang lain. Otsu tidak bisa berbuat lain kecuali tersenyum.

"Takuan! Takuan!" "Apa? Kamu yang memanggilku. "Kulihat kau masih segar bugar. syauqy_arr@yahoo. "Biarawan babi kamu! Penipu kotor! Coba berdiri di bawah sini! Ada yang mau kukatakan padamu!" Angin menerpa deras cabang-cabang pohon itu. Saya bisa ditagih kemudian hari. Kemudian. ia sentuhkan uang itu ke dahinya. "Kalau aku takut mati. jadi sudah waktunya turun hujan lebat. Otsu. Simpanlah untuk keberuntungan-mu. di mana terdapat kotak derma." "Musim semi sudah hampir lewat. ini tak akan mengganggu. kenapa pula aku mesti diam saja ketika kau mengikatku?" "Kau melakukan itu karena aku kuat dan kamu lemah!" "Itu bohong. Baru saja kedua orang itu menoleh ke arah pohon kriptomeria. Takezo?" Ketika Takuan menjeling untuk melihat ke atas pohon." "Diam kamu!" teriak Takezo. terdengar panggilan dari cabang-cabangnya di atas.. ya? Akan hujan malam ini barangkali." Takuan termenung. "Angin. cocok betul buatku. Bagus. karena kau tahu akan segera mati. Tapi kemudian ia berubah pikiran.. lebih baik ini kausimpan. "Itulah yang merisaukan saya. dan sang Budha menyerahkannya kepadamu. Aku pintar membuang uang. Kuharap itu bukan sekadar daya palsu. sambil menengadah ke langit. apa yang akan terjadi dengan Takezo?" "Hmmm. Takezo pun menghujankan kutukankutukannya. Sebelum memasukkan mata uang itu ke dalamnya. yang tidak segar-bugar. "Kalau dipikir sekali lagi. melainkan sangat marah. Kita membutuhkannya untuk membersihkan semua bunga mati.webng." Tanpa protes lagi Otsu memasukkan mata uang itu ke dalam obi-nya. dan kau tahu itu!" "Kalau begitu.com ." kata Takuan sambil menimbang-nimbang barang itu dengan tangannya." "Tapi kalau hujan itu lebat. Suara Takezo terdengar patah-patah dan putus-putus. ia berkata. Biarawan itu tertawa." "Emas ini bukan lagi milik Aoki Tanzaemon. Lebih baik saya berpura-pura tak pernah melihatnya." 86 thanks to.co. sebagai tanda hormat kepada sang Budha. Daun-daun berguguran di sekitar pohon dan mengenai wajah Takuan yang menengadah. Aku berani mengatakan. Ini sudah menjadi persembahan bagi sang Budha. Takezo. termasuk menghilangkan kebosanan orang." Takuan pun pergi ke depan kuil.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Barang ini cukup besar nilainya." "Jangan khawatir.. Sudah berabadabad lamanya tidak hujan. Cuma akan bikin sulit. akan kukatakan dengan cara lain: aku pandai dan kamu bodoh." "Saya tak mau.

tapi apa yang dia lakukan? Dia mencoba menghasut orang banyak untuk menyiksaku! Membawa berita untuknya tentang anak yang disayanginya. jadi lebih baik kau meninggalkan jalan pikiran itu. itu sangat tak pantas. orang sesat yang malang." "Jangan menggeliat terlalu banyak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau mungkin benar. kalau aku memang harus mati lebih baik kaupilih cara menghukumku daripada membiarkan orang banyak yang haus darah itu melakukannya." kata Takuan tak sabar. kenapa tidak kaucoba memikirkan masa lalu sedikit?" "O. hai. cuma bikin kau berdarah. memang aku mengerti. Takezo?" 87 thanks to. munafik! Aku tidak malu! Ibu Matahachi boleh menyebutku apa saja semaunya. kalau memang masih ada sisa darahmu. Kewajibankulah untuk datang menyampaikan kepada perempuan setan tua itu apa yang terjadi dengan Matahachi. temanku yang terbaik. pandir! Susahnya. di mana kau berada? Tertangkap dalam perangkap yang kaupasang sendiri!" Takuan berhenti sebentar. Kubiarkan kau menangkapku karena kupikir kau lain dari yang lain. Kau rupanya salah mengerti. Walau kau seorang biarawan." "Langsung saja pada soalnya." "Kalau aku mau melawanmu di gunung itu. itulah satu-satunya sebab kenapa aku menerobos rintangan dan datang kemari.co. Paling tidak. katamu kau mengerti juga Jalan Samurai. "Kenapa tidak kaupenggal saja kepalaku. Dan sekarang. Takezo? Apa segala yang pernah kau lakukan itu bukan kesalahan? Selagi kau di atas.id and dimhad. Aku betul-betul bodoh membiarkan kau menangkapku. diam kamu. monyet pohon! Itu tak baik buatmu. Semakin kau yakin. tapi kau berkhianat. "Kenapa kau melakukan lni?" bungkah jerami itu menjerit. bagaimana pemandangan dari atas. Takuan!" "Aku dengarkan. berpikir pun kamu tak bisa. Tapi biar bagaimanapun kau tidak melakukannya. hai. aku bisa dengan mudah melumatkanmu seperti ketimun dengan sebelah kakiku." "Itukah kesalahanmu satu-satunya. Apa itu pelanggaran atas tata krama prajurit?" "Bukan itu soalnya. "Tapi omongomong. habis perkara! Kupikir. bajingan! Kau menyuruhku percaya padamu." "Itu bukan persamaan yang sangat menyanjung. Lupakan yang sudah terjadi. Takezo. Padahal tidak begitu! Kau merasa yakin bahwa tindak kesetiaanmu itu benar. syauqy_arr@yahoo. semakin kau merugikan dirimu dan semua orang lain. Perbuatan berani semata-mata seakan-akan dapat membuatmu menjadi samurai.webng. Aku tak mengira akan dihina seperti ini. mereka manusia. Jauh lebih mengerti daripada kamu!" "Rasanya lebih baik kalau orang-orang kampung itu yang menangkapku. Sudah terlambat untuk menyesal." "Kau mengecohku dengan khotbahmu yang muluk-muluk." "O. Sungguh menjijikkan.com ." "Dengar. Dan terus terang. tapi Matahachi temanku.

Kemudian. Perhatikan dunia manusia. habis perkara! Takezo sudah pasrah untuk mati. hukumlah dia! Bunuh dia! Sekarang. Otsu sudah tertelungkup di pohon." "Pergi dari sini. tinggalkan aku sendiri. Takuan Soho yang akan menghukum Takezo dengan hukuman yang menurut dia cocok." Otsu yang selama itu berdiri terpaku tidak jauh dari situ datang berlari lari dan menyerang Takuan dengan suara nyaring. Bagaimana Bapak bisa begitu kejam pada orang yang mempertahankan diri pun tak bisa? Bapak kan orang saleh. ada orang bernama Takuan Soho yang mengatakan hal ini padamu. atau mestinya begitu! Takezo benar. katakan pada mereka bahwa tepat sebelum kau mati. saya tak mau." seru Takuan sambil menyikut Otsu dengan keras. waktu dia mengatakan percaya pada Bapak dan membiarkan Bapak menangkapnya tanpa perlawanan. Begitu sadar. "Diam kamu!" kata Takuan dengan sikap brutal. tidak seperti biasanya." "Saya tak mau!" "Jangan kamu keras kepala lagi. Kalau Bapak bermaksud membunuh dia. "Perempuan tak tahu apa-apa soal ini." "Itu tidak berperikemanusiaan.co.id and dimhad." "Tidak. kalau kau sampai di dunia sana dan bersatu dengan nenek moyangmu. hingga disambarnya dada Takuan dengan kalut. walau kau mempelajari hakikat hidup ini sudah terlambat sekali. Sebelum kau berubah jadi daging kering. menertawakan orang-orang tolol macam dia.webng. Tahan mulutmu. "Tapi saya mesti dikasih kesempatan bicara juga. tak mau!" pekik Otsu. Saya dengar semuanya. Takezo. ini sudah keterlaluan! Saya dengar." "Kebetulan itulah satu-satunya kelemahanku. sekarang! Pergi. Tidak betul kalau Bapak menertawakan kesengsaraannya selagi dia terbaring setengah mati di sana. bunuh saja. Pak! Kalau mendengar Bapak bicara seperti itu. "Pak Takuan. hingga yang kaudapat untuk keluargamu hanyalah aib. Sekarang Takuan mengaku 88 thanks to. akhirnya ia akan melunakkan dan meringankan hukuman itu. dan ubahlah cara berpikirmu yang cuma mementingkan diri sendiri. Mereka akan girang sekali mengetahui bahwa kau sudah memperoleh bimbingan yang begitu baik. Otsu. la menempelkan muka dan dadanya ke batang pohon dan mulai meratap. cobalah pandang dunia luas di sekitarmu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Babi kamu! Tak akan kulupakan perbuatanmu ini!" "Kau akan segera lupa segalanya. Orang kampung percaya bahwa kalaupun biarawan itu mengikat Takezo sementara waktu." "Kalau begitu. bukan?" "Tak ada hubungannya itu. atau akan kugantung juga kamu bersama dia di sana.com ." "Lho. syauqy_arr@yahoo. Tak pernah ia membayangkan bahwa Takuan bisa demikian kejam. Saya sudah ikut Bapak ke pegunungan dan tinggal di sana tiga hari tiga malam. Biarlah dia mati dengan damai!" Begitu berangnya Otsu. apa pula ini? Apa teman seperjuanganku sudah berbalik melawanku?" "Kasihan. sungguh saya benci pada Bapak.

karena itu ayo masuk. Otsu. dan sekali lagi belum lama ini. Serta-merta ia memanggil namanya. Otsu tidak juga beranjak. seluruh dunia ini tentunya jahat luar biasa. Dalam batang itu la merasakan darah Takezo beredar. demikian besar hingga sepuluh orang tidak dapat mencakupnya dengan rentangan tangan." seru Takuan sambil memayungi kepalanya dengan tangan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahwa kelemahannya adalah menikmati Takezo menderita! Otsu menggigil melihat kebuasan manusia ini. la tak sanggup pergi. Jangan buang-buang air matamu untuk orang yang biar bagaimanapun akan mati! Ayo!" Sambil menutupkan ujung kimononya ke kepala. kalau Takuan yang ia percayai dengan sepenuh hati saja dapat menjadi orang yang tak berhati. la berjalan berputar-putar mengelilingi pangkal pohon dan berkali-kali memandang ke Takezo. mengalir turun dari penjaranya yang genting di cabang-cabang pohon di atas itu. sekalipun kimononya yang basah kuyup sudah menempel ke kulitnya dan ia kedinginan sampai ke tulang sumsum. hujan jadi tak berarti lagi. Angin bersiul keras lewat cabang-cabang atas yang berayun-ayun lebar ke sana kemari. Ketika pikirannya tertuju kepada Takezo." Kemudian nada ejekan itu hilang dari suaranya. Otaknya dipenuhi gambaran yang baru terbentuk tentang bagaimana seharusnya seorang lelaki. "Semua ini salahmu. tanpa memiliki gambaran nyata tentang manusianya sendiri. "Ayolah. membuat dingin tulang punggungnya. syauqy_arr@yahoo. Titik-titik air besar jatuh di leher kimononya dan mengalir menuruni punggung. Otsu melihat kelemahan Takezo. tapi tak dapat melihatnya karena badai. langit menangis juga.id and dimhad. Otsu! Kau ini bayi cengeng! Kau menangis.co. Sampai saat ini Otsu terbawa arus pendapat orang banyak. Sungguh ia mirip anak seorang samurai! Sungguh ia berani! Ketika Takuan pertama kali mengikatnya.com . Takezo dapat menangis. Jadi. "Kita basah kuyup nanti. Masih bergayut erat pada batang pohon. Tidak terpikir olehnya kenapa ia mesti menderita semata-mata karena Takezo menderita. Sekalipun air sudah mengaliri punggungnya. Titik-titik hujan menimbulkan titik-titik putih saat menghunjam tanah. dan kelihatannya akan datang badai besar. Dalam beberapa saat saja hujan deras turun. Takuan berlari ke tempat berteduh di kuil." Otsu tidak menjawab. Batangnya kuno dan besar.. "Angin makin keras. la menggosokkan pipinya yang basah oleh air mata ke kulit pohon..webng. Apakah yang membuat orang banyak itu membencinya seperti iblis dan memburunya seperti binatang? Punggung dan bahu Otsu naik-turun karena sedu sedannya. Dan kalau tak ada seorang pun yang dapat la percayai. tapi tidak 89 thanks to. Diam-diam ia berdoa agar hidup Takezo terselamatkan. terbuai olehnya. la merasakan kehangatan aneh pada pohon ini.

atau sekadar orang kampung yang memusuhinya.co. Saya mohon. tapi Bapak mesti menolongnya! Ayolah. "Cepat masuk!" serunya sambil langsung mencengkeram lengan Otsu. "Siapa?" terdengar suara Takuan dari dalam. Dengan tangan masih diacungkan ke depan la tampak seperti seorang penganut Budha yang sedang menjalani latihan ketahanan dengan berdiri di bawah air terjun dingin. Pak.com . Saya datang untuk minta tolong. Pintu pun mengatup keras. turunkanlah dia. "Saya mohon." la pun berlutut di lumpur dan mengangkat kedua tangannya memohon. "Saya mohon. "Tidak. Pak! Bapak tak bisa membiarkannya mati-tak bisa!" Bunyi air yang menderas hampir menenggelamkan suaranya yang bercampur tangis. Akan saya lakukan apa saja untuk Bapak. jangan-jangan ia dianggap salah seorang anggota keluarga Hon'iden. Bangunan dapur dan petak pendeta di belakang kuil utama tertutup rapat. bukan untuk mengeringkan badan. namun hujan menyiram Takuan juga. "Tentang saya sendiri tak usah dipikirkan. Dan aku nasihati kamu tidur juga. "Saya—Otsu!" "Kenapa masih di luar saja?" Takuan cepat membuka pintu dan memandang Otsu keheranan. selamatkan dia!" Takuan diam. "Aku mau tidur. Pak." demikian pikirnya putus asa. la menarik keluh panjang. sebagian terdorong angin yang menggila. "Kalau dia terus kehujanan." Suaranya seperti es.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ada jawaban.webng. Bapak. Pak 90 thanks to. seperti pintu-pintu bangunan suci tempat penyimpanan Budha yang rahasia. apa tak ada orang di dunia ini yang dapat menyelamatkan dia?" Ia berlari sekencang-kencangnya. Saya akan berterima kasih pada Bapak untuk selamalamanya. Saya mohon. syauqy_arr@yahoo. turunkan dia dari pohon itu!" "Apa? Tak akan aku melakukannya!" kata Takuan bersikeras. tolong. tapi saya minta." "Tolong. Tapi Otsu tetap tidak menyerah. tapi Otsu menariknya kembali. la merangkak di bawah rumah sampai mencapai tempat yang menurut perkiraannya tempat tidur Takuan. Timbul kecurigaan dalam benaknya. Oh." mohon Otsu mendekati pintu. Bangunan itu memiliki tepi atap yang panjang. "Pak Takuan!" pekiknya. la membuka mata dan menyemburkan api. la sudah sampai di pintu kamar Takuan dan mulai menggedorgedornya sekuat tenaga. Matanya terpejam erat. Air yang melimpah dari talang menimbulkan selokan-selokan yang dalam di tanah ketika menderas menuruni bukit. la panggili Takuan lagi. "Saya sembah Bapak. "Tidur sana! Sekarang juga! Badanmu lemah! Dan berada di luar pada cuaca seperti ini sama saja dengan bunuh diri. "pasti dia mati sebelum pagi.

id and dimhad. 91 thanks to. Akhirnya dalam ledakan kemarahan ia pun melompat keluar dan tempat tidur.co. dan serunya. Pak! O. "Tolong! Pencuri! Pencuri di bawah lantai! Tangkap!" Otsu merangkak ke luar menuju badai lagi dan mundur kalah.webng. tapi tindakan Otsu itu membuatnya tak bisa tidur.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan. Ini soal paling penting di dunia buat saya! Pak. Tapi ia belum menyerah.com . syauqy_arr@yahoo. sungguh Bapak binatang! Jahanam tak berhati dan berdarah dingin!" Untuk sesaat lamanya biarawan itu mendengarkan saja dengan sabar tanpa menjawab. apa Bapak dengar suara saya? Jawab.

Batu Karang dan Pohon PAGI harinya. "Takuan." "Maksud Anda. "Menunduk dia seperti gombal basah. Jadi. "Saya tak melihat menantu saya di mana-mana. ya?" "Ya. dan tiba di pintu Takuan dalam keadaan haus dan kehabisan napas." katanya dengan harapan baru. tak mungkin. gelandangan! Ini tak ada hubungannya denganmu! Katakan saja. Mengerikan sekali hujan kemarin. "Siapa pula yang Ibu bicarakan ini?" "Lho." "Saya belum lihat burung gagak mematuk mukanya. "Dengar. kataku!" ulang Osugi tak sabaran. "Saya pikir itu artinya dia masih bernapas. angin dan hujan telah menghalau musim semi tanpa jejak. "Oh." Osugi tersenyum licik. tidak terlalu sukar satu-dua malam menahan hujan yang terderas pun. kan?" "Belum. "apa Takezo tetap hidup kena badai itu?" Biarawan itu muncul di beranda. sebagai istri Matahachi. kalau orang itu tidak ada?" Osugi jadi lebih naik darah lagi. Mataharilah yang bisa membunuh. tentu saja Otsu!" "Otsu? Kenapa Ibu sebut dia menantu Ibu? Dia belum masuk keluarga Hon'iden." la pun menjulurkan lehernya dan mengintip ke dalam ruangan." "Menantu Ibu? Saya tak pernah bertemu dengannya. saya tak kenal namanya. syauqy_arr@yahoo.webng. la mengangkat tangan untuk melindungi matanya dan sesaat ia pun lega sedikit. "Bisa bikin mati." panggilnya. Matanya yang seperti jarum menciut dalam cahaya matahari yang menyilaukan. Tubuh manusia mampu menahan banyak lecutan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 7." kata Takuan tersenyum. tapi aku punya rencana memasukkannya segera. Hanya sedikit orang kampung yang berjalan tanpa mengenakan caping pelindung. Ibu." 92 thanks to. la tidak memperhatikannya. Paling tidak." "Terima kasih. Osugi mendaki bukit menuju kuil. Tolonglah Anda panggilkan. Titik-titik keringat muncul di atas rambutnya dan menyatu menjadi alur-alur keringat yang mengalir langsung menuruni hidungnya yang lurus. dia masih hidup?" kata Osugi tak percaya. dan seketika ia menolehkan mukanya yang keriput itu ke pohon kriptomeria tua." "Sukar dibayangkan." "Tapi saya yakin Ibu tahu. karena sudah tak sabar ingin mengetahui nasib korbannya. Matahari panas melecut bumi dengan garangnya. Orang terpelajar seperti Anda pasti lebih tahu daripada saya tentang hal-hal seperti itu.co.id and dimhad. bagaimana mungkin saya memanggilnya?" "Panggil dia. Bagaimana mungkin dia mengawini seseorang. "Tentunya sudah tak mungkin dia hidup lagi.com . di mana Otsu!" "Rasanya masih di tempat tidur.

Takuan." kata Takuan sendiri. Di sana ia menatap ke atas lama-lama. bulan bersinar terang. barangkali dia akan terbang ke bawah dan berusaha menggigitku. Kamar Otsu tidak jauh dari kamarnya. dan ia memandang ke langit. seperti lubang yang dibuat dengan rapi di langit. Pintunya tertutup juga sepanjang hari. la menendang-nendang dan menjerit-jerit. hingga hampir patah cabang yang menjadi gantungannya. Tapi omong-omong. kau butuh lima atau enam hari lagi. kalau aku mau!" Dengan segenap kekuatan yang masih tersisa dalam tubuhnya mulailah ia menggoyangkan badannya sehebat-hebatnya. biarawan anjing kampung kotor! Akan kutunjukkan apa yang aku bisa. Bertentangan sekali dengan malam sebelumnya. untuk ukuran orang yang sudah mau mati. "Takezo! Takezo!" "Apa maumu. "Indah sekali bulan itu! Kau beruntung dapat melihatnya dari tempat yang begitu menguntungkan. Ketika semua orang sedang tidur nyenyak. Tanpa menanti jawaban. Takuan orang yang selalu waspada.webng. "Aku memang menyuruhnya mengawasi Takezo malam hari. tapi ia duduk bisu bersandar di dinding. biarawan bajingan?" terdengar jawaban garang. Malam tiba. Jauh di atas kepalanya satu cabang bergoyang.id and dimhad." gerutu perempuan tua itu. mengenakan bakiak. Yakin kau betul-betul bukan seekor ikan atau sejenis monster laut? Kalau begini caranya. ya?" "Lupakan omongan tetek-bengek ini. Takuan kembali ke kamar dan tinggal di situ sampai malam.com . seakan-akan kesurupan. di bangunan yang sama. mestinya tadi aku menyangka begitu. mengempaskan bobot tubuhnya ke atas ke bawah. setengah kepada dirinya. bagaimana perutmu? Cukup kosong. Ketika akhirnya selesai. tapi kali itu ia tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Takuan meletakkan buku yang sedang dibacanya. "Keras juga suaramu. atau agak berpura-pura bodoh. Namun Takuan tetap tenang. dan keluar ke halaman. pandangilah aku. bertopang tongkat kayu arbei. ia berjalan tertatih-tatih ke kampung. 93 thanks to. tidak! Tidak secepat itu! Orang mesti hati-hati menghadapi hal-hal seperti itu." "O. syauqy_arr@yahoo. orang terpaksa menyeretnya masuk dan memaksanya minum sedikit teh. Mungkin dia tak punya tenaga lagi buat menjawab. "Kasihan. potong kepalaku. jadi mestinya dia capek juga siang hari. Apa kamu tidak harus mengawasinya kalau siang?" tanyanya mengandung tuduhan. Pagi harinya ia demam hebat." Suara Takuan melemah. Kalau kupotong kepalamu sekarang juga.co. ia sudah balik kanan dan berjalan menuju bawah pohon. Beberapa kali pembantu membawakan obat atau mangkuk tanah berisi bubur betas kental. kecuali apabila dibuka oleh pembantu pendeta. dan titik-titik embun yang berkelipan jatuh. hampir tidak dapat mengangkat kepala untuk makan buburnya. Pendeta melancarkan cacian keras kepadanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "O ya. Ketika orang menemukan Otsu dalam keadaan setengah mati di tengah hujan malam sebelumnya." "Baiklah. "Takezo!" panggilnya. habis perkara. Kulit kayu dan dedaunan menghujani orang yang di bawah.

Teruskan! Rasakan kekuatanmu sepenuh penuhnya. kau lebih mirip binatang. terbuat dari apakah kau ini! Orang zaman sekarang menyangka bahwa mampu menahan marah adalah tanda kebijaksanaan dan kepribadian.webng. kenyataannya kamu itu lemah. dan mereka harus menunjukkannya. yang sopan santun. Kemarahan karena tetek-bengek emosional yang tak ada artinya adalah untuk perempuan. kau tidak bakal berhasil. Takezo. Susahnya. Kau mesti mencoba berbuat sesuatu untuk orang lain. Takezo! Seluruh pohon bergoyang. makin baik!" "Tunggu. Kemarahan lelaki sejati adalah ungkapan kemarahan moral." "Sebentar lagi. Mereka memiliki lebih banyak semangat daripada orang-orang tua. tunjukkan bahwa kau manusia sejati. Takuan. syauqy_arr@yahoo. tunjukkan pada kami. ia pun menengadah lagi. tapi tali besar itu tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Apa kau yakin bisa mengerjakannya tanpa membunuh dirimu sendiri. "Kau memang betul-betul kuat. aku akan tinggal di bawah sini.id and dimhad. tidak lebih baik daripada babi hutan atau serigala. Takezo. aku akan mengunyahnya supaya aku dapat menangkapmu dan mempreteli anggota tubuhmu!" "Itu janji atau ancaman? Kalau menurutmu kau memang dapat melakukannya. bukan lelaki. tanpa pernah menjadi manusia sebenarnya! Sungguh sia-sia!" "Kausebut dirimu sendiri manusia?" Takezo meludah. kemudian memberikan nasihat persahabatan." ancam Takezo. Kalau kau mencoba. "Itulah yang dinamakan semangat. Kau cuma melelahkan dirimu. Kemarahanmu itu tidak lebih dari kedengkian pribadi. Takezo! Makin gila kamu. tunggu! Kalau aku memang mesti mengunyah tali ini dengan gigi telanjang. sayang sekali! Biarpun kau dilahirkan sebagai manusia. dan ketika selesai. tidak kulihat tanah bergetar.co. belum lagi orang-orang biasa yang sederhana. kau akan punya kesempatan menggerakkan dewa-dewa atau bahkan alam semesta.com . "Kenapa kau tidak menyerah saja. menanti. "Sayang. "Aku akan langsung ke lehermu!" Takezo berjuang terus. Takezo! Memang baik marah seperti kau sekarang ini. apalagi membuat penyok alam semesta ini. Tapi maaf saja. Jangan menahan-nahan diri. Kemarahannya sudah lewat. Ia sadar bahwa biarawan itu benar. Sungguh menyedihkan bahwa seorang pemuda tampan seperti kau mesti menemui ajal di sini." Suara Takuan kini ganti jadi sedikit bernada petuah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Biarawan itu dengan tenang mengusap bahunya. tak bakalan kau bisa mematahkan satu pun cabang pohon ini. sebelum tali itu putus?" "Diam!" pekik Takezo parau. biarpun sudah sedikit telat untuk mulai sekarang. tapi menurut pendapatku mereka itu bodoh." Takezo memperdengarkan erangan keras. "Kurasa kekuatan itu lebih baik digunakan bekerja untuk kebaikan negeri. 94 thanks to. Takuan memandang terus sejenak. dan apa gunanya untukmu? Biar kau menggeliat-geliat seperti apa pun. Aku benci melihat orang muda yang menahan diri.

dan mengira kau tak ada tandingannya di dunia ini. kepala menunduk. suara Takezo mendering keras dan terasa mendesak. Dan mereka memilih waktu dan tempat yang tepat untuk menyerahkannya. sekarang aku duduk di batu karang ini. kalau kukatakan kau ini payah. orang barbar! Kau percaya betul dengan kekuatan kasarmu sendiri.webng. Kau bukannya kena hajar. Takuan bangkit pelan-pelan dan berhati-hati. Tidak banyak orang yang membantah kenyataan bahwa macan lebih rendah daripada manusia. Itu bukan jenis keberanian yang menciptakan seorang samurai. Tingkah lakumu sampai sekarang ini tidak lebih dari keberanian binatang. sungguh gila aku.id and dimhad." Tak ada petunjuk bahwa Takezo masih mendengarkan. tapi kau tidak berusaha mencapai pengetahuan atau kebajikan. sediam batu karang yang diduduki Takuan. akan kupotong kepalamu seperti kauminta. Apa kau tak bisa lihat perbedaan antara kau dan aku?" "Ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dengar. dan serunya. Manusia tak punya banyak kesempatan menang bergulat dengan macan. "Apa maumu sekarang?" "Kembalilah. jenis keberanian yang tak menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan." Tetap tak ada jawaban. Suka atau tidak. Kau dilahirkan dengan kekuatan fisik dan keuletan." "Mm. Takezo. Kalau kalah. Tubuhmu terlalu kuat. Tapi kau curang." Pohon itu diam. Hanya ada satu jalan. Beberapa waktu kemudian. karena dia lebih pandai. "Tunggu!" Takuan menoleh. Tapi coba lihat. Kau penipu dan pengecut!" "O. "Pikirkan satu malam lagi. padahal kalau dicampurkan dengan baik keduanya itu bukan dua-keduanya itu satu. Kegelapan itu pun diam. kalau aku mencoba menangkapmu dengan kekuatan.com . Orang bicara tentang bagaimana mencampurkan Jalan Pengetahuan dengan Jalan Samurai. Apa kau mau mendengar lebih banyak lagi? Apa kau akhirnya mulai berpikir?" 95 thanks to.co. Sesudah itu. Tapi untunglah jarang manusia mesti bergulat dengan macan. Dia tahu bagaimana takut pada apa yang harus ditakuti. di mana kau sekarang!" "Tak ada yang perlu kumalukan. tapi kena diakali dan dibikin bungkam. Mereka mendekapnya sebagai permata yang berharga. Orang-orang yang tulus menghargai hidup dengan penuh kecintaan. Mati dengan penuh kemuliaan. Takezo. Belum lagi dua puluh langkah. "Itulah yang kumaksud. Ini pertarungan tak adil. sedangkan kau terbaring di atas situ tanpa daya. kalah sajalah. Takezo. "Itu sama saja dengan yang kaunamakan keberanianmu itu. Keberanian sejati mengenal rasa takut." "Pada akhirnya tak ada bedanya. syauqy_arr@yahoo." la meninggal-kan tempat itu dengan langkah-langkah panjang penuh pikiran. tapi kau kurang pengetahuan dan kebijaksanaan. Kau berhasil menguasai beberapa ciri kurang baik dari Jalan Samurai.

"Aku mau jadi orang yang lebih baik.co. ia menutup mata yang baru saja mengalami kesadaran luar biasa dan melupakan segalanya.. tapi aku mengerti apa artinya hidup. "Ini aku!" katanya dengan keluguan kanak-kanak. Cabang pohon itu mulai bergetar. seakan-akan seluruh pohon itu menangis. Tetapi si pemanjat meneruskan usahanya dengan tabah. Untuk pertama kali dalam hidupmu kau bicara sebagai manusia. Terasa ia tidak begitu cakap. Yang dapat kulakukan hanyalah memberikan nasihat padamu. la merasa dingin. Kemudian sosok itu naik dengan agak mudah ke tempat Takezo terbaring dalam keadaan kehabisan tenaga. tapi aku tak dapat melepaskan tali itu. Mengikuti nasihat biarawan itu." "Akhirnya kau sadar. Hadapilah maut dengan berani dan tenang." Tubuhnya mengejang-ngejang karena sedu sedan. Takuan telah pergi. Suara terengah-engah membisikkan namanya. matilah dengan layak. Segalanya! Kau tak bisa mengembalikan kepalamu di tempatnya sesudah musuh memenggalnya. Itu di luar kekuasaanku. Aku hampir mati. "Aku mau hidup. Wajah itu bicara. dan di bawah sejuta bintang kecil ia terbaring diam. Orang itu. entah siapa. Takezo dapat mendengarkan bagaimana si pemanjat itu tergelincir hampir di tiap usahanya untuk naik. Dan pada saat aku sadar.id and dimhad. la lupakan kehidupan dan kematian.. mencoba berkali-kali lagi menempel pada pohon. Tentu saja aku kasihan padamu. Itulah hidup.webng. mencoba lagi. Angin malam berdesir melintas pohon. aku mohon! Tolonglah aku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Takuan! Selamatkan aku!" Teriakan minta tolong Takezo itu keras dan sedih. Dengan susah payah Takezo membuka mata dan ternyata ia berhadapan dengan kerangka.. dan melakukan semuanya baik-baik. "Maaf. Dan demi nenek moyangmu. Ucapkan doa dan berharaplah ada orang yang mau mendengarkan.. karena bukan aku yang mengikatkannya." "Aku tak mau mati. la pun dapat mendengar potongan-potongan kulit pohon berguguran ke tanah. mendekap batang pohon yang lebar itu dan berusaha setengah mati naik ke dahan terendah. dan Takezo tidak berteriak lagi. hidupku hanya tinggal terikat pada pohon ini! Tak dapat aku menghapuskan apa-apa yang telah kulakukan. Kau tak bisa mengulangnya. sampai akhirnya dahan yang pertama dapat dicapai. dengan wajah damai!" Gemeratak sandal Takuan menghilang di kejauhan. Kau sendirilah yang mengikatkannya. Tubuh Takezo hampir tak bisa dibedakan dari dahan tempatnya terikat. syauqy_arr@yahoo. Aku sadar sekarang. Takuan!" teriak Takezo. Takezo. Aku mau pergi. Itu hukum alam. Segala yang terjadi adalah untuk selamanya.com . tolong!" Biarawan itu menggelengkan kepala. Begitulah adanya. dan ia yakin bahwa tangan-tangan itu jauh lebih terkelupas daripada pohonnya. "Otsu?" 96 thanks to. dingin sekali. Sejenak kemudian ia merasa ada orang di pangkal pohon. "Takuan. betapa penting dan istimewanya lahir sebagai manusia. Hanya matanya yang hidup dan tampak bersemangat. Takezo.

Aku juga tak tahan lagi diam di kampung ini. Mereka berjalan sedapat-dapatnya. Aku... Takezo berdiri. dalam sebuah kantong kain kecil. Otsu mencoba mendukung seluruh bobot Takezo. celaka nanti. Takezo. Kedua tubuh itu saling bergayutan. Kepalanya pusing karena jatuh dari ketinggian sepuluh meter. Takezo merangkulnya dan membantunya berdiri. "Aku hidup! Aku betul-betul hidup!" "Tentu saja kau hidup!" "Itu bukan 'tentu saja'. ketika Takezo tergelincir." erangnya.. dan badannya lemah dan kaku. Beberapa menit berlalu sebelum rasa berdenyut pada kaki-tangan Takezo mereda dan ia dapat melenturkan otot-ototnya. "O-o-h-h. Kalau aku tinggal di sini. Aku akan menolongmu. syauqy_arr@yahoo. tapi akibatnya. aku tak ingin lagi memikirkan itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya." "Kau sendiri bagaimana? Tidak apa-apa?" "Ya..co." Otsu menghunus belati kecilnya. oh. kemudian ucapnya.com .. "Lihat! Sudah mulai terang di arah Harima. menggeliat kesakitan." "Lari? Kau akan melepas ikatanku dan membebaskan aku?" "Ya." "Apa betul sudah begitu jauh?" 97 thanks to. aku. terpincang-pincang dalam diam. Kalau ada yang menemukan kita di sini. dan semua miliknya sudah bergantung pada bahunya. pelan-pelan. Otsu merangkak. Takezo! Kita dapat saling menolong!" Otsu sudah mengenakan pakaian perjalanan.." la berhenti sedetik-dua. seperti dua ekor serangga rapuh terluka sedang berjalan di udara dingin musim gugur." "Kita jatuh menimpa cabang-cabang itu.. Aku cuma mau keluar dari tempat yang bodoh dan kejam ini. aku. ayo kita lari! Aku dengar kau memekik ingin sekali hidup. tapi rasanya aku masih bisa jalan. namun ia menjejakkan kaki di tanah mantap-mantap. jadi barangkali lukamu tidak seberapa. Aku punya alasan sendiri.id and dimhad." "Mari kita lekas pergi dari sini. diam-diam. "Cepat putuskan tali! Apa lagi yang kautunggu? Potong!" "Takkan makan waktu lama. Aku. dan Takezo mengikutinya. berputar di udara dan jatuh ke tanah. tidak apa-apa. "Ada yang patah?" "Entah.. Kediaman yang lama kemudian baru terpecahkan. Otsu pun terperosok bersama. ketika Otsu berteriak.. lalu lepas terpelanting.. dan dalam sekejap mata ia sudah meretas ikatan tahanan itu." "Di mana kita ini?" "Di puncak Celah Nakayama." Otsu berjalan terpincang-pincang.webng...

kalau ada waktu. aku akan pergi ke Himeji dan menanti." mohonnya. Kau tidak makan apa-apa berhari-hari. Hadiah kehidupan Otsu adalah kue bakpao yang dipadati kacang manis. Mata Takezo melebar." "Apa lagi yang dapat kulakukan? Membiarkan dia dl benteng sana?" Dengan pandangan menghunjam. "Kau tentunya kelaparan. "Kalau hari terang." Otsu kelihatan khawatir. tak akan aku meninggalkan Miyamoto. Kalau kau berusaha menyelamatkan Ogin. "Takezo. Kukira aku terpaksa mengucapkan selamat tinggal.. "Mengagumkan memang apa yang dapat dilakukan orang." "Aku menunggu di Jembatan Hanada. kita harus sangat hati-hati. Wajah dan seluruh tubuhnya menyala oleh cinta. tapi kuminta jangan tinggalkan aku di sini sendiri! Bawa aku ke mana saja kau pergi!" "Tapi aku tak bisa!" "Ingatlah" Otsu mencengkeram tangan Takezo erat-erat. "Perbatasan! Betul." kata Otsu. terasa olehnya seperti mimpi bahwa ia kini duduk di sini. keadaan jadi menyiksa." Otsu memandang wajah Takezo dengan tajam. Kita hampir sampai perbatasan provinsi. dan rasa laparnya berganti menjadi tenang karena kenyang.webng." kata Takezo langsung setuju. kepala Takezo pun menjadi pusing." 98 thanks to. bersama Otsu. diam terpukau. Takezo tiba-tiba menyadari bahwa perutnya yang kisut kejang kesakitan. Takezo. sehat walafiat. "Aku hidup. Kutunggu kau di sana.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Awan yang kemerah-merahan pagi itu membuat pipi mereka berwarna merah muda." pikirnya berulang-ulang. di pinggiran Himeji. biar sampai seratus atau seribu hari. Terasa berjam-jam lamanya. Aku harus pergi ke Hinagura.co. Tapi. Ketika rasa manis kue itu menurun lembut dalam kerongkongannya." Otsu tersenyum lemah. "akan kukatakan padamu bagaimana perasaanku kemudian. pergilah! Tapi kalau aku tahu kau akan meninggalkan aku. Ketika Takezo bisa memandang wajah Otsu dengan lebih jelas. Aku harus mengeluarkannya dari sana. aku lupa. la bersumpah sejak saat itu akan hidup secara berbeda sama sekali." "Baiklah.com . aku akan ikut. sebelum akhirnya Otsu dapat membuka kantongnya dan mengeluarkaan makanan. kan?" "Tentu. Begitu ia sadar. Jari-jari yang memegang kue itu bergetar. kalau sudah bertekad. "Kalau memang itu yang kaurasakan.id and dimhad.." Mendengar kata makanan. "suka atau tidak. Otsu menggenggam tangan Takezo. "Kau pasti akan datang. syauqy_arr@yahoo." "Hinagura? Kenapa?" "Di sana kakak perempuanku dikurung.

"Apa sih ribut-ribut ini?" "Nek. sumpah! Semua orang bilang begitu. Dan di kuil orang mencari Otsu. la melongok ke dapur dan katanya ribut. Muka Osugi memutih. la bergegas menyusuri pegunungan yang membujur dari celah itu ke pegunungan di kejauhan. "Nek. kau ingat apa kata Nenek kalau orang bohong?" "Ini betul. Segera wajah itu seolah-olah kehilangan darah. Nek. Mereka belum dapat melakukan sesuatu. apa Nenek sudah dengar? Ada kejadian hebat!" Osugi yang sedang berdiri di depan tungku dan menghidupkan api dengan kipas. "Heita!" "Ya?" "Lari secepat-cepatnya. Otsu mengangkat kepala untuk memperhatikannya. Mereka ramai berbicara sendiri.id and dimhad." "Kau yakin betul?" "Ya. Talinya putus. Sementara itu di kampung. Sebelum Heita sampai di gerbang. sanak keluarga yang lain. sejumlah orang kampung sudah datang. "Jadi. "Apa katamu?" "Pagi ini dia tak ada di pohon. Mereka butuh 99 thanks to. Di antara mereka terdapat menantu lelaki Osugi. Nek.webng. Semua orang lari ke sana kernari berteriak-teriak. cucu Osugi berlari-lari naik ke rumah besar Hon'iden.com . hampir tidak memperhatikan cucunya.co. dan sejumlah petani penyewa. memandang kosong ke arah rumah." "Apa yang dilakukan perempuan tua itu nanti? Kehormatan keluarganya jadi taruhan!" Menantu Osugi dan Paman Gon yang membawa lembing turun-temurun dari nenek moyang. syauqy_arr@yahoo. sampai tubuh Takezo menyatu dengan pemandangan. Takezo berangkat tanpa banyak berkata kata lagi. Otsu lari juga. Jemput ayahmu." Akibat berita itu sungguh penuh warna. "Nek! Nenek!" Sambil menghapus hidung dengan punggung tangan. penuh bayang-bayang nyala kipasnya yang terbakar itu. sambil berseru. lalu pergilah ke pinggir kali dan panggil Paman Gon! Cepat!" Suara Osugi menggeletar. sedemikian rupa hingga Heita mengerut ketakutan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan jawaban anggukan kecil. Paman Gon. Dia hilang juga. yang berubah warna dari merah ke biru dan lembayung. ya?" "Dan Takuan juga tidak kelihatan lagi!" "Pasti mereka kerja sama. Nenek belum tahu? Takezo lari!" "Lari!" Dan kipas pun jatuh ke api." "Heita.

dan sambil membuat tombak bambu dalam perjalanan. membuka mata." Rahangnya mengatup. dan menoleh ke sekitar. menarik lacinya dan mengeluarkan senjata simpanannya. Sesudah menyampaikan doa permohonan dengan diam. Bersenjatakan tongkat. Bahkan keluarga Hon'iden bisa terpaksa meninggalkan tanahnya. tanpa berhenti untuk istirahat. dan tunggu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI petunjuk. dan mengaturnya supaya dia mendapat hukuman setimpal.co." jelasnya. la sudah berjalan cepat di jalan. "Nek!" seru seseorang akhirnya." ucapnya dengan nada pendek-pendek. Otsu "setan". Hukum adalah hukum. "Kalau tidak kami selesaikan soal ini sekarang. Kami akan menjadi bahan tertawaan orang kampung. la kenakan pakaian yang cocok untuk memburu orang. "Mereka sudah berhasil lolos!" seru seseorang. Keheningan penuh pesona yang menyambutnya ketika ia mendekati gerbang jelas menunjukkan bahwa orang-orang itu sudah tahu untuk apa ia berpakaian demikian. ia mengangkat kepala." Osugi segera bertindak. darahnya pun mendidih. Ketika ia mengetahui bahwa berita mengerikan itu benar. la melukiskan Takezo sebagai seorang "penjahat". "Kalian semua tenang saja. menanti Osugi keluar memberikan perintah-perintahnya. dan ia lebih dari siap untuk membalas dendam atas penghinaan terhadap keluarganya. barulah akhirnya seorang dari antara orang banyak itu memperdengarkan suaranya. Orang banyak itu pun menggelegak marahnya. Paman Gon maju ke depan dan memohon dengan sangat kepada pejabat itu. Mereka sampai di sana tepat sebelum tengah hari. ia selipkan pedang pendek itu dalam obi-nya. Karena itu mereka berdiri saja di sana dengan gelisah.com .id and dimhad. Kekecewaan mereka ditambah lagi dengan penjelasan seorang pejabat perbatasan bahwa rombongan sebesar itu tidak bisa lewat." terdengar jawabannya." Semua sanak keluarga dan penyewa pun berdiri dan serentak mengikuti bunda mereka yang gagah berani itu. "Akan kuburu sendiri perempuan jalang yang tak kenal malu itu. syauqy_arr@yahoo. tapi ia tak dapat berbuat apa-apa untuk menolong. Perempuan tua yang keras kepala itu memang bermaksud bertindak. mereka beriring-iring menuju Celah Nakayama.webng. tapi ia berusaha mengendalikan dirinya dengan berlutut di depan altar keluarga. Tenang ia membuka tutup peti pedang. "nama nenek moyang kami akan ternoda. Barangkali la dapat melakukan penyelidikan di 100 thanks to. dan Takuan "gila". "Semuanya akan beres. "Kalau perempuan tua itu pergi. dan pergilah ia ke pintu gerbang." Pejabat itu mengatakan dapat memahami keadaan sulit tersebut. Di situ ia ikatkan tall sandal baik-baik pada pergelangan kakinya. "Apa Nenek belum dengar?" "Aku akan datang segera ke sana. tapi sudah terlambat. Dan kami tak akan pernah bisa menegakkan kepala. kita harus pergi juga.

memandang penuh perhatian kepada mulutnya yang berbibir tipis dan giginya yang besar merongos. Mengerti?" Paman Gon hampir lima puluh tahun umurnya. Selama itu kalian harus berjanji untuk bekerja keras seperti biasanya. "Kami berdua sependapat mengenai segala sesuatu yang sudah kusumpahkan tadi. Tapi akhirnya ia hanya menyuruh para pengikutnya berkumpul dengan singkat. Ketika mereka semua sudah diam. apa ada alasan kenapa kami berdua. sedangkan Osugi sepuluh tahun lebih tua. Sesudah berunding dengan sanak saudara dan petani penyewa. "Sekarang ini. Osugi maju ke hadapan pejabat itu dan bertanya. la berkata. dan akan kulaksanakan. Mereka berbaris di depannya. dan dia juga sudah bertekad untuk melaksanakan sumpah itu. Sejak sebelum berangkat pun aku sudah membayangkan ini akan terjadi. Kemudian kelihatannya ia hendak mengucapkan kata-kata perpisahan yang mengharukan. seorang lelaki mengucapkan sesuatu yang kedengaran seperti erangan. Osugi menatap tajam menantunya. Aku bersumpah melakukan ini. tapi juga kepada kalian. Selama aku pergi. salah satu pusaka Hon'iden yang paling berharga. aku berlutut di depan tanda peringatan nenek moyang kita dan mengucapkan selamat berpisah secara resmi pada mereka. biarpun misalnya aku terpaksa mengikat lehernya dan menyeretnya pulang. Ketika aku mengambil pedang pendek ini.id and dimhad. aku harus memastikan-bahkan sampai mati-apakah anakku Matahachi masih hidup. Paman Gon dan aku sudah cukup tua untuk pensiun." Ketika mereka bertepuk tangan dan bersorak-sorai. aku akan mengejar dan menghukum perempuan kurang ajar yang sudah mencoreng nama kita dengan lumpur. biarpun menghabiskan waktu dua-tiga tahun tanpa melakukan apa-apa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Himeji dan memintakan izin khusus untuk menyeberang perbatasan bagi mereka." lanjutnya. menantuku akan mengambil alih jabatanku sebagai kepala keluarga. supaya orang kampung sekali lagi mengakui keluarga kita sebagai keluarga yang mulia dan terhormat. Mereka semua 101 thanks to. karena jelas kedua orang itu bukan tandingan Takezo apabila mereka menemukannya. Dan kalau dia masih hidup. "Kalau begitu. Aku juga mengucapkan dua sumpah. "Satu. biarpun terpaksa menjelajahi negeri ini.co. Orang-orang itu rupanya bimbang untuk membiarkan mereka berdua pergi sendiri. Yang kedua. yaitu saya sendiri dan Paman Gon. Baru sesudah itu dia akan mencari seorang istri yang seratus kali lebih baik dari Otsu dan menghapuskan aib ini selamanya. Dia punya kewajiban tidak hanya kepadaku dan kepada mereka yang sudah pergi. akan kubawa dia pulang untuk melanjutkan nama keluarga.com . tidak bisa jalan terus?" "Sampai lima orang bisa diizinkan. "Tak usah kalian bingung." Osugi mengangguk setuju. syauqy_arr@yahoo.webng. Aku tak ingin mendengar ada di antara kalian yang menelantarkan ulat sutra atau membiarkan rumput tumbuh liar di ladang. tapi itu akan makan waktu.

"Kalau Ibu jatuh sakit. ia pernah terlibat dalam banyak pertempuran berdarah. dengan sendirinya ia sangat prihatin dan bingung oleh peristiwaperistiwa yang baru terjadi itu. "Jaga diri baik-baik. Tadinya mereka mengira masih mempunyai waktu beberapa jam lagi. Aku harus berhenti nanti." Perempuan tua itu menggelengkan kepalanya keras-keras." "Ya. Sampai sekarang pun kulitnya masih merah sehat dan rambutnya sehitam biasanya. Aku masih dapat mengakali seorang dua orang musuh." Ketika Osugi sudah tak dapat lagi mendengar suara orang-orang itu. "Nek. Namanya Warung Teh Mikazuki. "Apa tidak lebih baik kalau Ibu membawa tiga pemuda?" saran seseorang.dan aku tak akan mau. Menurut ceritanya sendiri. "Pejabat itu mengatakan lima orang bisa lewat." "Nenek benar sekali. Tak ada lagi yang mesti kalian lakukan sekarang kecuali pulang. "Aku tidak butuh bantuan apa-apa." katanya. Seorang lelaki lain mencorongkan tangannya dan berseru. Paman Gon hidup dengan berburu. "Biar bagaimana kita akan mati sebelum orang orang muda itu. Ha! Semua orang berpendapat Takezo sangat kuat. kirim suruhan ke kampung. syauqy_arr@yahoo. tapi aku sendiri cuma memakai pakaian sehari-hari. "Dan aku akan melaksanakannya. "Perempuan tua itu betul-betul berani. Aku tak pernah dibantu. Mereka menyerukan salam perpisahan dan memandangi pasangan tua itu memulai perjalanannya ke timur. tapi aku belum kehilangan akalku.co. karena hari-hari memang 102 thanks to. Aku tak sebanding dengan dia dalam kekuatan tubuh." Ketika sampai di warung teh itu." katanya lagi sambil menudingkan jari telunjuknya ke hidung." la mengusir mereka dan pergi menuju perbatasan. mencari sandal dan topi.webng. tapi itu tidak bikin aku takut! Dia itu cuma anak bandel. namanya sendiri." "Ada warung teh kira-kira setengah jalan turun bukit ini.id and dimhad. Paman Gon juga belum pikun. pulanglah dan urus semuanya sampai kami kembali. Sebagai paman Matahachi. kan? Aku yakin mereka menjual barang yang kubutuhkan. Rambutnya tak lebih dari yang pernah kukenal waktu dia bayi." jawab Paman Gon yakin. heranlah mereka melihat matahari sudah mulai terbenam.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membayangkan Takezo sebagai orang gila yang baru mencium bau darah saja sudah menyerang dan membunuh. Tak seorang pun mencoba menghentikannya lagi. Nama keluarganya Fuchikawa. betul! Aku ingat. tapi di masa mudanya ia samurai." Orang ketiga berseru khawatir. Gon adalah singkatan Gonroku. menuruni sisi gunung. Sekarang sudah kusampaikan pada kalian apa yang akan kulakukan. ia menoleh pada Paman Gon. pasti. “Apa?" "Nenek sempat memikirkan pakaian perjalanan.com . Jadi. ya?" kata seseorang.

Dan ke mana Anda akan pergi?" "Tatsuno. Hari pertama mengejar kehormatan keluarga yang hilang." "Maaf." Mereka menoleh. "Sebentar.id and dimhad." "Ada apa?" "Kelihatannya ada orang sakit di dalam. Gonroku tak dapat melihat wajah orang itu. Nek. menuju jalan Harima." Gonroku lekas-lekas minta maaf. berselimut tikar jerami. Ayo kita jalan." "Kita butuh tidur justru sekarang ini. tapi ia lebih tahu cara mengendalikan perempuan itu daripada kebanyakan orang lain. dan tampaklah oleh mereka pemilik warung teh itu menunggang kudanya. kami baru saja istirahat di tempat Anda. Mereka berangkat menuruni bukit yang cukup terjal." kata Gonroku sambil bangkit mencekau topi jerami yang barusan dibelinya.co. syauqy_arr@yahoo. orang sinting tua!" Pada saat itu terdengar suara yang menyapa mereka dari belakang. Jalan yang sehariharinya dilalui kuda-kuda beban dari tambang perak itu penuh dengan lubang. "Anda berdua ini cekatan sekali." kata Gonroku sambil berjalan di belakang Osugi seperti anjing yang sedang dihukum. seperti anak-anak. Ketika mengeluarkan uang. sampai gelembung-gelembung air tidak naik lagi ke permukaan. sekilas ia memandang lewat jendela samping ke bagian dalam warung teh yang samar-samar itu. ya. Tiba-tiba ia pun terhenti. "Paman Gon. Kau sendiri yang mesti hati-hati.webng. meskipun tidak tidur sama sekali barangkali lebih baik. tapi dapat melihat rambut hitam yang terburai ke sana kemari di atas bantal.com . "Jangan sampai jatuh. "O. "Apa itu luar biasa? Perhatianmu ini gampang teralih." nasihat Gon.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bertambah panjang bersama datangnya musim panas berarti lebih banyak waktu untuk melakukan pencarian. Dalam perjalanan kembali ke jalan di depan. seperti orang lain juga." "Ada apa?" "Aku mau mengisi tabung bambu ini dengan air minum" Gonroku berjalan ke belakang rumah dan mencelupkan tabungnya ke kali yang mengalir jernih. terima kasih. la memang gampang ditakut-takuti Osugi. Kita terpaksa tidur di tikar bau di penginapan kusir kuda beban di Shingu. Mereka minum sedikit teh dan beristirahat sebentar. lekas!" seru Osugi tak sabaran. "Takano terlalu jauh kalau dicapai malam hari. Bau obat-obatan memenuhi udara. "Tapi tunggu sebentar. jangan berani-berani kau mengajariku! Jalan ini bisa kulalui dengan mata tertutup. maaf." "Malam begini?" 103 thanks to. "O. karena terkejut melihat sesosok tubuh yang terbaring di lantai. Osugi berkata.

" "O. syauqy_arr@yahoo. Badannya panas sekali karena demam. tidak. Tapi pandangan kecewa tergambar pada wajahnya. tapi sesudah Takezo meninggalkannya ia hanya dapat berjalan sedikit sebelum akhirnya mulai menyerah pada rasa sakit dan lelah.id and dimhad.co. orang yang baru datang buat istirahat. Mulutnya kering." Osugi menghentikan jalannya. Beberapa waktu kemudian Otsu sudah lupa bahwa tukang warung pernah bicara dengannya. sekitar enam belas. tukang warung menjenguknya dan mendesaknya supaya bertahan. "Sebentar saya ambilkan. Biarpun naik kuda." Keningnya mengerut. Aku ingat sekarang-tadi kutaruh di atas bangku." "O." kata tukang warung seraya membalikkan kudanya. Begitu selesai berbicara dengan pemilik warung teh yang baik budi itu.com . Tak tahu ia sudah berapa lama terbaring di kamar belakang itu. Pasti itu Otsu! Otsu sebetulnya belum sembuh benar dari demam yang menyerangnya pada malam ia diseret masuk dari tengah badai itu. Kelihatannya cukup gawat." kata Paman Gon. minta air!" serunya lemah. Pelan-pelan la berhasil merangkak ke situ. "Ya. Karena tak ada jawaban. melangkah cepat mendaki bukit. la merasa mulutnya penuh duri. celaka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak ada dokter. dan sangat ramping?" "Ya." Paman Gon sementara itu sudah berbalik." Kening Osugi sekarang ikut berkerut. saya kira. Osugi pun segera menyusul. tidak apalah." "Apa istri Anda sakit?" "O. Tapi tidak juga dia membaik. Biar kami sendiri kembali mengambilnya. Saya merasa harus berbuat sesuatu. tapi ketika 104 thanks to. ketika ia berseru. "Apa gadis itu sekitar enam belas tahun. "Apa itu gadis yang ada di kamar belakang Anda? Kebetulan saya melihatnya tadi sekilas. keadaannya jauh lebih buruk. Tak lama kemudian mereka berdua terengah-engah kehabisan napas. ia pun menegakkan badan dengan kedua sikunya dan menjulurkan leher ke arah tempayan air yang ada di luar pintu. "Oh. Ketika sampai di warung teh itu. "Kalau istri saya sendiri atau salah seorang anak saya. dan berkali-kali meminta air dalam igauannya. Tapi berat rasanya kalau buat orang lain." Osugi pun mengedip pada Gonroku dan mulai menggerayangi obi-nya." kata pemilik warung. jadi saya tawarkan kamar belakang buat berbaring. Sebaliknya. jangan! Anda mesti menjemput dokter. Gadis yang sakit itu lebih penting daripada tasbih saya. Sebelum pergi. "Air." "Jangan. baru tengah malam saya akan sampai. Tak seorang pun bicara. Katanya dia datang dari Miyamoto. kecuali di sana.webng. air. ketinggalan di warung teh itu!" "Apa yang ketinggalan?" "Tasbih. "Ketika dia istirahat badannya mulai menggigil. la dapat melupakan sakitnya ketika beberapa jam berada bersama Takezo. ia sudah benar-benar tidak tahan.

Otsu. "Dia terjun ke situ?" "Ya. Kejar. Nek!" "Dia pasti di sini! Tak mungkin dia pergi!" Hampir seketika itu juga Osugi pun melihat pintu kamar belakang terbuka. lalu mengaduk bara dan memasukkan sedikit kayu untuk sedikit menerangi ruangan. "Lihat di sana!" serunya. "Lihat itu ke bawah. Kukira tidak terlalu dalam. dia tak jauh mendahului kita. Gon. kan? Jangan khawatir. Terpaksa kembali ke warung teh buat ambil obor." jawab Gon yang waktu itu sedang menuju kamar perapian. "Tak ada di sini. "Cobalah turun sendiri! Biar tahu sendiri rasanya!" 105 thanks to. "Apa tak bisa kaukejar?" Paman Gon mengarahkan pandangannya ke sosok tubuh yang seperti' kijang terbang di kejauhan. menyiramkan air yang sudah diciduk tadi lewat lubang sempit ke muka perempuan tua itu dan berlari kencang menuruni bukit seperti burung di tengah angin. "Gon. Tepat di depan mereka ternganga jurang terjal penuh bambu. tapi terlalu gelap." Osugi pun melihat ke sana. Mana kau menjatuhkan tirai segala!" Wajah perempuan tua itu sudah berubah bentuk karena berang. Gon. Dia sakit." teriaknya. dan lagi kakinya kaki gadis. "Apa yang kautunggu. "kau boleh menggunakan pedang.com . "Ada apa?" teriak Osugi yang menyusulnya. Sebentar lagi dia pasti terkejar oleh-ku.webng." keluh perempuan tua itu dengan suara yang menurutnya hanya bisikan. sampai lengan baju dan kimononya mengembung di belakangnya. Warung teh itu memang tak lebih dari gubuk pegunungan. Osugi berlari ke luar dan memaki-maki. Osugi berteriak. Terdengar bunyi kaki-kaki yang mencoba mencari pijakan." Ketika ia sedang berlutut memandang ke dalam jurang. merangkak-rangkak. kejar!" "Apa dia lari?" "Tentu saja lari! Kita sudah kasih dia kesempatan lari. "Tunggu." Ia menarik dagunya dan langsung berlari.co. la mengangkat tangan dan menuding. Osugi segera menyusulnya. Osugi dan Paman Gon menerobos dari tempat tirai terbuka itu." Paman Gon tiba-tiba memekik kaget dan jatuh tengkurap. dan tidak suatu pun dapat mencegah orang mengangkat satu atau seluruh tirai yang tak terikat itu. yang sudah berdiri di luar. tolol?" dan menyodoknya dengan keras. didengarnya tirai hujan jatuh ke tanah di belakangnya. "Aku tidak lihat apa-apa.id and dimhad. karena banyak ribut itu. syauqy_arr@yahoo. "Tukang sihir tua!" teriak Paman Gon marah. dan akhirnya berhenti di dasar jurang. tapi jangan potong kepalanya sebelum aku sempat kasih dia sedikit pendapatku. "Itu dia.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ia mengulurkan tangan untuk memegang ciduk bambu di sampingnya. "Paman Gon.

Berkali-kali ia mencela dirinya sendiri. yang baru saja la peroleh dengan penuh penderitaan. bukan itu. Setiap usaha untuk mendobraknya pasti membunyikan tanda bahaya berupa anak genta dari kayu yang ingar-bingar bunyinya itu. syauqy_arr@yahoo. Di belakang benteng terdapat parit dalam. tapi ia masih terus mempertimbangkan letak tanah. keadaan itu memaksanya melakukan serangan malam.webng. dan ia ragu-ragu mendekati benteng itu. "Bagaimana mungkin aku jadi begini pengecut?" tanyanya pada diri sendiri. "Aku sudah kehilangan keberanian. la sudah duduk di situ sejak matahari terbit sampai matahari terbenam sehari sebelumnya dan sepanjang hari ini. Pada hari tak berawan seperti ini. pasti membahayakan hidupku sendiri dan hidupnya. Pikirannya sudah sampai pada keyakinan bahwa la dapat membikin lumpuh lima puluh atau seratus serdadu yang mengawal benteng itu. bukan sikap pengecut." Setengah hari kemudian tangannya masih tetap terlipat di dada. Tidak. la tidak merasa seperti binatang.co. Tak ada jalan. Keadaannya tidak begitu membesarkan hati. Tak pernah aku seperti ini. Rasanya perasaan itu mengalir di dadanya seperti sungai yang lembut. Hidup yang diberikan padanya adalah sesuatu yang harus dihargai dan dijunjung. Tak bisa. sekalipun artinya ia harus melanggar untuk terakhir kalinya pengetahuan diri yang sangat berharga. la merasakan ketenangan baru. "Sekalipun aku mengambil jalan terbaik. yang warnanya saja rasanya sudah merupakan keajaiban. Yang ia perlukan bukan hanya masuknya. tapi ia sudah melihat bahwa gerbang-gerbang itu ditutup dan dikunci sebelum matahari terbenam. Namun ia tidak dapat membiarkan kakak perempuannya ditahan. Ia menarik pelajaran yang dengan segala jerih payah diberikan oleh Takuan. lain sekali dengan ganas. Ia membayangkan di bawah salah satu atap itulah kakak perempuannya dipenjarakan. tapi juga keluarnya. 106 thanks to.com . Jadi. seakan terkunci. Ia mengkhawatirkan sesuatu yang tak dapat dirumuskannya. Agaknya tak ada cara yang mudah untuk mendekati benteng itu. perasaan damai." Ia merasa terhina dan tak berdaya. Berani.id and dimhad. Manusia berani yang sudah melampaui kesembronoan remajanya. dan sekarang ia bisa melihat segala sesuatu dengan lebih jernih. namun belum juga la dapat menyusun rencana untuk mengeluarkan kakaknya. la paham sekarang. jalan masuk benteng itu dilindungi dengan baik oleh gerbang ganda. "Seminggu yang lalu aku bahkan tidak berpikir sempat lolos dalam keadaan hidup. mereka berdua nantinya akan terpaksa melarikan din menyeberangi dataran rata yang tidak ditumbuhi sebatang pohon pun untuk berlindung. dipoles dan disempurnakan. Barangkali berhadapan dengan maut membikin orang jadi pengecut. la bermaksud terus duduk sampai ia mendapatkan rencana itu. tak ada sasaran yang lebih baik dari itu. Ia menatap langit terang yang cantik. pikir Takezo sedih. Yang lebih buruk lagi." Ia pun menggelengkan kepala. sedangkan di depan. ke benteng Hinagura. ia merasa seperti seorang manusia.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takezo duduk di atas batu besar sambil melipat tangan dan memandang ke seberang lembah.

"Ya-a-h-h!" pekiknya sambil mengambil sebuah batu besar dan melontarkannya ke baris depan dinding manusia itu. Begitu dilemparnya burung itu pun jatuh. Begitu posisi rapi. Jelas mereka telah melihatnya. Satu orang berseru. Sekarang ia berada di antara kedua gerbang. Batu itu menjadi merah oleh darah. Kemudian ia berbalik kepada para pengejarnya. la tak dapat melihat serdadu yang mengejarnya. Di seberang lembah sana ia melihat kerumunan orang banyak bergerak ke sana kemari di dalam benteng. Hampir seketika itu juga mereka buyar. la tak tahu jumlah mereka. "Apa yang dia lakukan?" "Ke mana perginya orang sinting itu?" "Dia gila!" Takezo terbang seperti capung yang keranjingan.webng. sampai tercerabut dari tanah. "Itu Takezo! Takezo dari Miyamoto!" "Dia berbahaya! Jangan sepelekan dia!" satu orang lagi mengingatkan. berlari langsung ke arah gerbang benteng. reaksinya. Selagi ia makan. tapi dengan sengaja ia diam tak bergerak di tempatnya. maupun para pengawal di gerbang kedua. lalu la hantam benda tak berbentuk itu 107 thanks to. yang sebetulnya sebuah perangkap.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sebuah rencana mulai terbentuk. Dengan kekuatan yang hampir-hampir di luar kekuatan manusia. aku akan menyeberangi lembah dan memanjat karang di sebelah sana. dan agaknya tempat itu tidak dikawal ketat.id and dimhad. sebatang anak panah mendesis ke arahnya dan menancap di tanah. Tepat sebelum kegelapan menyelimuti. Mata Takezo sama sekali tak melihat. Yang diketahuinya hanyalah sesuatu yang besar dan hitam menyerangnya. la bahkan tak sadar ketika merobohkan dengan satu pukulan saja seorang penjaga yang mencoba melompatinya. dikoyaknya dan dibenamkannya giginya ke dalam daging yang hangat itu. Tak ada gerbang di bagian belakang. Pandangan yang biasa diperlihatkan oleh binatang ketika terganggu di tengah makannya. Namun ketika mereka sampai di gerbang luar. Rintangan alam itu bisa menjadi samaran. ia bangkit dan memungut sebuah batu. mereka memperdengarkan teriakan perang. la sudah melihat makan malamnya melayang di atas kepala. dan dalam sekejap ia sendiri sudah menerobos. Takezo sudah melompat naik. Orang-orang itu ternganga. Tak lama kemudian. ia guncangkan mati matian." Belum lagi la sampai pada kesimpulan ini. Takezo menghentikan pesta unggas mentah itu dan menyorotkan pandangan kejam ke arah para calon penangkapnya. cahaya matahari sore mulai mengabur di belakang puncak pegunungan barat. pagar. beberapa inci dari jemari kakinya.co. la membidik sebaik-baiknya. "Kalau malam tiba.com . dikejar para serdadu yang memperdengarkan teriakan-teriakan perang. syauqy_arr@yahoo. lebih dari dua puluh serdadu bergerak ribut mencari posisi dan mengepungnya. la menduga tembakan itu percobaan untuk melihat. ia merenggut sebuah tiang di gerbang dalam.

teriakan-teriakannya yang serak menjadi hampir tak bisa dimengerti. dia tidak di sini. Sumpah!" "Nah.." "Di mana. "Mana kakakku?" raungnya... ia melihat seorang lelaki mencoba menyelinap... Setengah lusin anak panah terbang melewatinya. "Ogin!" Setelah gagal mengetahui tempat kakak perempuannya. "Ogin!" teriak Takezo sambil berlari ke bagian belakang benteng.com . Kemarin dulu dia dibawa pergi.ya.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan tiang gerbang. Perintah dari puri.y.y." 108 thanks to... orang itu mulai menangis tak kenal malu. Kekuatan yang kasar dalam permainan anak-anak. Takezo menggigit kuku ibu jarinya dan memandang anak-anak panah itu melaju lewat. syauqy_arr@yahoo. kekuatan binatang yang tak berakal.. Kemudian ia menghilang ke dalam bayangan sel-sel yang mesum.. Akhirnya di dalam bayangan salah satu sel kecil dan kotor. Takezo. kemudian tiba-tiba ia menuju pagar.id and dimhad. "Apa semua ini tipu daya?" pikirnya panik. Di belakangnya terdengar ledakan keras. Gema tembakan senapan itu meraung ke seberang lembah. "Belajarlah takut pada apa yang menakutkan. "Berhenti!" serunya sambil melemparkan tiang gerbang yang bernoda darah itu ke kaki makhluk seperti musang tersebut. Tapi kalau kau bohong. Dibawa ke mana dia?" "Himeji?" "I. kalau tidak kubunuh kau!" "Dia. betul. terbang ke segala jurusan. Takezo menampar keras pipinya. Punyailah kekuatan prajurit sejati. Ayam-ayam pengawal berkaok-kaok menyelamatkan hidup. sambil terus memanggil-manggil kakak perempuannya.. Hidup itu berharga.. Takezo meluncur menuruni jurang. terbang ke udara dan jatuh berantakan ke tanah. dan sementara berlari petikan-petikan ajaran Takuan pun melintas dalam kepalanya. ku." Ia tatap gedung-gedung itu dengan mata menyala." "Kalau kau bohong... Satu demi satu ia gedor pintu-pintu itu dengan tiang gerbang..webng. "Ogin. "Diapakan dia? Katakan di mana dia. Takezo mengangkat orang itu dan melemparkannya ke arah mereka.. Ketika Takezo melompat ke arahnya. keberanian yang nyata. ini aku. aku akan kembali khusus mencarimu!" Serdadu-serdadu itu merapat lagi.. lebih baik kalau begitu. dan dalam sekejap mata sudah melompatinya.. sebuah menempel seperti jarum jahit raksasa di kimononya. "Betul." Takezo mencekal rambut orang yang menangis tersedu-sedu itu. Sejumlah besar lembing dan pedang berantakan.

Ia merdeka sekarang dan sepanjang pengetahuannya mereka berjalan langsung kembali ke pohon gila di Miyamoto itu. la dapat melihat sekarang. Takuan mendahuluinya menyeberangi jembatan lengkung lebar yang membentang hingga parit luar. Kalaupun mereka harus mati. la pun harus menemukan di mana orang menahan Ogin. seperti pengemis. Biarawan itu menangkap pergelangan tangannya. Tak terpikir olehnya ke mana mereka pergi. tapi tak ada satu bukti pun untuk membenarkan dugaannya itu. la berharap ia benar. kenapa puri itu disebut "Puri Bangau Putih". la menyangka penyamarannya sudah aman. Cahaya matahari yang memantulkan lembingl embing terhunus membuat Takezo sekejap ragu-ragu lewat. Tetapi bersamaan dengan berlalunya waktu. setidak-tidaknya mereka dapat mati bersama. dan merasa yakin bahwa tak seorang pun mengenalinya. la sedang berada di dekat pusat kota pada suatu hari. Walaupun tidak menoleh. la menduga kakaknya ditahan di dalam salah satu benteng. Lewat menara gerbang." perintahnya. bahkan juga Takuan.co. tapi sekali lagi ia merasa tanpa daya menghadapi orang istimewa ini. Langkah-langkah kaki terdengar di belakangnya. Sekali Takezo membuat janji. Lahirnya Musashi TAKEZO menanti di pinggiran kota Himeji. kadang-kadang bersembunyi di bawah Jembatan Hanada. syauqy_arr@yahoo. dan seperti biasa di hadapan biarawan ini ia merasa sedikit rendah diri. Takuan dapat merasakan keraguannya. Di sini serdadu-serdadu memandang lebih cermat dan waspada lagi. Bangunan megah itu berdiri di atas kubu batu yang sangat besar. tapi seribu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 8.webng. ia biasa melakukan pesiar singkat sekitar kota." Takezo ikut tanpa melawan. dengan anyaman jerami. Ia heran. pantang ia melanggarnya. tapi lebih sering berdiri di jembatan dan diam-diam memperhatikan orang-orang lewat. Apabila sedang tidak berada di dekat jembatan itu.id and dimhad. "Takezo! Tunggu!" Takezo terperanjat. sekalipun janjinya pada Otsu bukanlah satu-satunya alasan kenapa ia ke Himeji. baru seminggu berlalu sejak gadis itu bersumpah akan menanti di situ-bukan seratus hari. seperti burung besar angkuh yang turun dari langit. dan tampak olehnya Takuan datang mendekat sambil berseru. kenapa demikian. Sebarisan pengawal berdiri tegak di depan gerbang besi. Puri Himeji muncul di hadapan matanya. "Ayo ikut aku. mereka mendekati gerbang kedua. ketika didengarnya suara orang memanggil namanya. memang tak ada orang lain yang cukup dicintainya yang dapat diajaknya berbagi saat-saat akhir hidup yang berharga ini. "Dan jangan bikin ribut. la mengangkat kepala dengan tegas. la sangat risau bahwa Otsu belum juga muncul.com . Sudah lama aku mencarimu. ia pun semakin tergoda untuk mondar mandir. Dengan isyarat tak sabar la mendesak Takezo maju terus. Atau barangkali ke kamar bawah tanah di dalam puri. Nada gawat yang ada dalam suaranya itu mustahil diabaikan. 109 thanks to. Kalau ia tertangkap di sana. dengan hati-hati membenamkan topi dan menyembunyikan wajahnya.

Ia berbalik dan masuk rumah mandi. Ikeda Terumasa. Ini puri seorang daimyo. Dia anak macan yang bertaring. melainkan juga sepasang pedang samurai panjang dan pendek. kepalanya tercukur bersih. Segera mereka sampai di rumah mandi. Sambil menyerahkan Takezo. Walau tidak mengenakan pakaian paling resmi. la hanya minta Takezo mengikutinya. Segalanya begitu damai-sebuah pulau ketenangan.webng. Rupanya ia kenal baik jalan di situ. "Saya letakkan di sini.id and dimhad.co. Tubuhnya pendek. "Aku sudah menangkapnya. "Wajahnya cakap." "Dia berutang nyawa pada Tuan. la hampir tidak mengangkat kepala waktu berjalan. Sesuai perintah Takuan. sekiranya aku memiliki banyak anak buah seperti Anda di sini. Dia masih liar. Buktinya ia tidak memerlukan penunjuk jalan ataupun petunjuk. "Hati-hati.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dan siap untuk berkelahi begitu ada perintah." ucapnya. tapi tak ada yang kurang. ia belum terbiasa akan kemewahan perdamaian. "Ya. Ia melipat tangan dan mencoba berpikir. O. dan Kapten memerintahkannya membasuh badan. Ia mengangguk dan berkata sopan. ke kebun. Kalau kau menggodanya. dan Anda tahu itu. di mana terletak kediaman daimyo. menyandarkan diri pada tangan kursi dan memandang ke luar. biarawan itu menasihati orang tersebut untuk memperlakukan Takezo baik-baik sebagaimana diinstruksikan sebelumnya. apabila tidak sedang mengatur strategi. Perlengkapan itu mencakup tidak hanya kipas lipat dan kertas tisu. Takezo ikut tanpa berkata-kata. Sulit bagi penghuninya untuk dapat santai dan menerima kenyataan bahwa negeri telah berhasil dipersatukan. Segalanya sederhana dan tidak mahal. "Itu dia?" tanyanya kepada Takuan sambil menudingkan kipas lipatnya. karena ia ingat benar akan waktu mandi terakhir kali di rumah Osugi. Bagus sekali Anda menyelamatkannya. itu dia." Takezo hampir menangis. ingat akan perangkap yang untung berhasil diterobosnya. ia mengenakan juga tutup kepala dan kain sutra longgar yang sesuai dengan lingkungannya." jawab biarawan itu sambil membungkuk hormat. Takuan. mengulur waktu dan memperhatikan sekitarnya. Bukan pada saya. Kapten tidak menyentuh orang yang jadi tanggungannya. dan noda-noda gelap bekas cacar menaburi wajahnya. tapi ia menambahkan. Anda dapat memakainya kalau nanti keluar. yang dipertuan di puri itu. di mana seorang daimyo dapat menikmati kenikmatan hidup. Ia diperlakukan sebagai manusia lagi. syauqy_arr@yahoo. tak sangsi lagi banyak orang berguna akan diselamatkan. Takuan memanggil kapten pengawal. dan tak seorang pun mengganggu jalannya." Takuan melewati gerbang kedua menuju bangunan tengah. dia akan menggigit. Seperti banyak puri lain pada zaman itu.com . Segera kemudian seorang pembantu datang membawa kimono katun hitam hakama." "Tidak betul itu. dan dunia akan 110 thanks to. Saat itu punggung Takezo pun mengejang. dan ingin ia mengangkat kain katun bersih itu ke wajahnya dan menggosokkannya ke pipi serta menghirup bau segarnya.

apakah menurut pendapat Anda saya berbohong?" "Tentu saja tidak. yang terbaik adalah menempatkan tawanan ini dalam-akan kita namakan apa itu?—'keadaan serba kurang' untuk sementara waktu. yang tak ada perasaan hormat khusus ataupun perasaan kagum kepada daimyo itu. Tanzaemon sudah mengaku. Anda dapat memutuskan dan memberikan hukuman?" "Saya kira Anda dapat mengetahui hal itu dengan langsung bertanya pada Tanzaemon. aku simpulkan Anda sudah punya usul. sumpahnya pada Anda berarti sumpahku. "Yang kauperbuat itu tak dapat diampuni. "Jadi. dengan sikap hormat mendengarkan. Tentu aku tak akan mengizinkan dia pergi tanpa hukuman." "Bagus." Sambil menoleh kepada Takuan ia bertanya. kalau Anda berhasil menangkap orang ini. "Ya. "Ya. aku telah kehilangan hakku menghukum Takezo dengan hukuman yang cocok. Nah." "Kalau begitu." "Dan bagaimana usul Anda untuk melakukan itu?" "Saya yakin di puri ini ada sebuah kamar tertutup yang sudah lama didesas-desuskan ada hantunya?" 111 thanks to." Daimyo itu mengeluh. tapi terserah Anda.webng. walaupun aku yang dipertuan di tanah ini. aku terpaksa menghukummu. Takezo menengadah cepat dan melihat wajah orang terkenal itu. kemudian dengan hormat menunduk kembali. syauqy_arr@yahoo. Kerongkongan Takezo jadi kering. Karena itu." Satu jam kemudian Takezo sudah duduk di kebun di luar beranda." jawabnya terang. Karena dia bawahan langsungku. bentuk hukuman apa yang akan diambil. "Keluarga Shimmen adalah cabang keluarga Akamatsu. kepalanya tertunduk dan tangannya terletak rata di atas lutut. Tuan. "Susahnya. Itulah justru yang saya pikirkan. Wajahnya serasa terbakar.co.com . pernah menjadi yang dipertuan di puri ini." "Karenanya. Baru sekali itu ia kehabisan kata. klan Akamatsu Masanori. Selamanya ia menganggap dirinya kambing hitam keluarga Shimmen.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menjadi lebih baik karenanya.id and dimhad. seperti kau tahu betul. semua orangku menyangka bahwa satu-satunya tugas mereka adalah mengikat orang atau memenggal kepalanya. "Apa betul pembantuku Aoki Tanzaemon tanpa izinku berjanji. namun demikian ia merasa malu karena telah mendatangkan aib besar kepada nenek moyangnya dan nama keluarganya. apa yang akan kita lakukan kepadanya?" "Saya pikir." "Aku sudah bertanya padanya." lanjut Terumasa dengan nada lebih keras." "Kalau begitu. namamu Shimmen Takezo?" tanya Yang Dipertuan Ikeda. Tuan. tapi aku menginginkan pembenaran Anda.

" "Kalau Anda mengizinkan saya menggunakan kamar itu. Takezo?" Tidak kedengaran Takezo berkuik. apa Anda bermaksud sekali lagi memperlihatkan ketidakmahiran Anda dalam upacara minum teh?" "Ah. kalau Anda. Hari-hari ini aku sudah betul-betul mulai tahu seluk-beluknya. Aku menunggu. Ada jarak yang harus diperhitungkan. Ada yang dapat menerobos. Di situ tak ada kalender. Jadi. Sun-tzu berkata: "Inilah yang penting diketahui tentang medan. ia membacanya keras berulang-ulang." "Hmm. Ikeda Terumasa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Betul. akan saya simpan Takezo di sana sampai saya siap memaafkannya. tak ada bunyi kehidupan keseharian. tetapi Terumasa mulai tertawa. Hanya ada sebuah lampu kecil yang menerangi pipi pucat cekung Takezo. karena tak ada alasan untuk membukanya.id and dimhad. karena kamar itu selamanya tidak terpakai." "Tapi apakah menurut pendapat Anda tidak rendah bagi kemuliaan salah seorang prajurit terkuat dalam lingkungan Tokugawa." "Nah. Bagian ilmu medan dalam buku Seni Perang karangan Sun-tzu terbuka di meja rendah di hadapannya. syauqy_arr@yahoo. Di situlah terletak kamar yang ada hantunya itu. tidak betul. "O. seperti nyanyian: 112 thanks to. apa yang dikatakan Takuan pada Aoki Tanzaemon di kuil malam hari dulu itu benar. memiliki kamar yang tak pernah berlampu dalam puri?" "Tak pernah aku berpikir demikian. kita harus menaruh lampu di sana. Menurut saya. Ada yang membatasi.webng. orang suka berpikir demikian." kata Terumasa pada si biarawan. nampak sangat bersahabat. dan katanya.co. tak ada musim semi. bahkan hampir-hampir bersaudara. Sekalipun tubuhnya pendek-hampir tidak sampai satu setengah meter-kehadirannya seakanakan memenuhi puri yang bertingkat banyak itu. Takuan dan Terumasa. dan akan kubuktikan bahwa aku bukan lagi sekadar serdadu yang tak tahu adat. Sudah cukup lama dia hidup dalam kegelapan semata. ketika ia hendak pergi. Kaudengar itu. "Sesudah mengantarnya ke petak baru itu nanti. Ada bagian yang terpencil. Ada yang memungkinkan gerak laju." Apabila terbaca olehnya bagian yang sangat menarik seperti di bawah ini. Sekarang kamar itu kubiarkan sebagaimana adanya. Semua pesuruhku menolak untuk masuk dan para pembantu selalu menghindarinya." Terumasa lalu mengundurkan diri ke bagian dalam kediamannya.com . Datanglah nanti. Takuan. sebaiknya Anda ikut aku ke warung teh. Ini adalah cermin kekuasaan dan martabat Anda. dua-duanya pengikut Zen. tak ada musim gugur. Menara utama benteng di atas itu selalu gelap gulita. "Bagus!" Jelas hubungan mereka baik sekali.

memukul dan menendang.co. pancuran pengetahuan yang ditemukan dan diperkaya oleh orang-orang bijak di masa lalu. la kaya karsa dan membatasi kemungkinan.com . Namun ia hampir merasa pasti bahwa kalau nanti burung layang-layang datang bersarang lagi dalam lubang-lubang penyimpanan senapan yang tertutup papan dalam menara itu. Terserah padamu. Karenanya Sun-tzu berkata. ia menang atas segalanya. "Aku akan berumur dua puluh satu tahun. Semua itu dipinjam dari koleksi Yang Dipertuan Ikeda.webng. ataukah kamar penuh cahaya.id and dimhad. dan musim tak ada sangkut-pautnya dengan hidupnya. ia kehabisan tenaga dan gairah hidup. la meratap dan mengerang. seakan-akan berkabung.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Barang siapa mengenal seni perang. "Anggaplah kamar ini sebagai rahim ibumu dan bersiaplah untuk lahir kembali." katanya pada dirinya sendiri. apakah kamar ini menjadi kamar kegelapan. Kalau udara dingin. Takezo benar-benar tenggelam dalam buku pelajaran ini. syauqy_arr@yahoo. "Kau boleh membaca sebanyak kau suka. Apabila derita itu mereda. Hari-hari ditelan derita. "Barang siapa mengenal dirinya sendiri dan mengenal musuhnya. dimatikannya saja lampu itu. sebagian dalam bahasa Jepang. ia senantiasa menang dengan mudah. Disergap rasa sesal. Kalau kau melihatnya hanya dengan matamu. ia berkata." Sejak itu Takezo berhenti menghitung hari. 113 thanks to. tak akan serampangan ia dalam gerakannya. tak akan kau melihat apa-apa kecuali sel yang tak berlampu dan tertutup. ia pun merintih. Akhirnya suatu hari ia mendengar burung layang-layang kembali ke bawah atap menara itu. dan kadang-kadang ia tersedu-sedan bagai bayi. sebagian lagi dalam bahasa Cina. Kalau udara panas. artinya musim dingin. Ketika Takuan menjatuhkan hukuman kurungan. lembap dan pengap. Kalau minyak hampir habis dan sumbu lampu memercik. maka itulah musim semi tahun ketiga la berada di dalam rahim itu. Lihatlah dengan akalmu dan berpikirlah. "Dan apa yang sudah kulakukan selama dua puluh satu tahun ini?" Kadang-kadang kenangan tentang tahun-tahun lalu itu menekan dirinya tak hentihentinya dan merundungnya dengan kesedihan. Udara tetap sama. Seorang pendeta terkenal zaman kuno pernah berkata. hati saya serasa melihat lebih banyak daripada sebelumnya. Saya terbenam dalam kitabkitab suci dan membaca beribu-ribu jilid buku. Buku-buku tentang Zen." Apabila matanya sudah kabur karena lelah. Tapi pandanglah lebih saksama. Kamar ini dapat menjadi sumber pencerahan. musim panas. Rambutnya berantakan dan hatinya hancur. ia mencucinya dengan air sejuk dari mangkuk kecil yang selalu ada di sampingnya. Sekali lagi musim semi terbang dari seberang lautan. Lain dari itu tidak banyak yang diketahuinya. dan berjilid-jilid tentang sejarah Jepang. Ketika saya keluar. Sekeliling meja bertumpuk-tumpuk buku. Barang siapa mengenal langit dan bumi.

syauqy_arr@yahoo. saya jadi naik pitam. Kau akan membutuhkannya apabila nanti memasuki dunia dan menggabungkan diri dengan sesamamu. Kegembiraannya meluap mendengar suara manusia lain. "Walau tak ada yang dapat kauajak bercakap-cakap kecuali dirimu sendiri.com ." "Saya berterima kasih atas kebaikan Bapak. Sesudah menempuh masa persiapan selama ini. "Ini sudah tahun ketigamu di sini. Lalu ia tertawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tak lama sesudah datangnya burung itu. Kelihatannya seperti lak. kau baik-baik saja?" Kepala Takuan yang sudah dikenalnya itu muncul di puncak tangga. Itu darah manusia. tentunya kau sudah jadi sekarang." ia melanjutkan dengan pandangan saksama. tapi ia merasa belum waktunya mengabdi pada seorang daimyo." kata Takuan. "Darah yang sama mengalir juga dalam nadi saya. dan mereka dapat dibangkitkan. "Walau saya orang tak berharga. kemungkinan besar darah yang dicurahkan oleh orang-orang Akamatsu.webng. Terumasa tidak membuang-buang waktu dan meminta Takezo menjadi bawahannya. tapi mereka wangsa yang perkasa. Pesuruh-pesuruh yang membawakannya makanan tidak sekali pun pernah mengucapkan kata-kata. nenek moyang saya. "Dan kalau saya mengabdi di puri ini. Mereka tewas binasa. tapi bukan.id and dimhad. Sesudah saling mengucapkan salam dan basa-basi." "Melihat noda-noda itu. demikian dijelaskannya. saya anggota wangsa yang sama." "Hmm. "Takezo. "Aku baru pulang dari perjalanan." katanya. Terkejut dan terlampau terharu hingga tak dapat mengeluarkan kata-kata.co. Takezo menarik lengan kimono biarawan itu dan menariknya masuk kamar. apa yang Bapak maksudkan. "hantu-hantu barangkali akan mulai muncul dalam kamar tertutup itu tiap malam. la merasa mendapat kehormatan besar. kali ini kedengaran aneh. Darah saya mendidih memikirkan bagaimana nenek moyang saya yang pernah menguasai seluruh wilayah ini berakhir dengan kebinasaan. Dan kalau kau pergi. terdengar suara bertanya. seperti kata semua orang." Takuan membawa Takezo sebagaimana adanya menghadap Yang Dipertuan Ikeda. Takezo menolak. Kemungkinan besar kau benar." "Kenapa? Apa hantu-hantu itu menemanimu?" "Kalau Tuan membawa lampu dan memeriksa kamar itu dengan saksama. terutama suara manusia ini. Tuan akan melihat bercak-bercak hitam memerciki pintu-pintu dan tiang-tiangnya. Dalam pertemuan sebelumnya ia didudukkan di kebun. hampir-hampir menyakitkan telinga. ketika mereka mempertahankan puri ini. Jiwa mereka begitu saja tersapu angin musim gugur. Bagaimana saya harus mengucapkan terima kasih pada Takuan?" "Terima kasih?" kata Takuan tak percaya. ternyata kau sudah betul-betul bisa bicara seperti manusia! Bagus! Hari ini kau boleh meninggalkan tempat ini. tapi sekarang untuknya disediakan tempat di beranda. Saya paham sekarang. peluklah dengan erat pencerahan yang telah kaubayar mahal. dan kalau saya 114 thanks to.

segalanya mesti baru pada hari kelahiranmu ini." Tangan Takezo langsung jatuh ke lantai. hormat dan gembira." jawab Yang Dipertuan sambil menoleh kepada Takuan." "Takuan!" Ikeda tertawa. Selama tiga tahun di dalam kurungan itu la telah bertekad menguasai Seni Perang. Kita tidak dalam suasana damai. karena tidak menggoda saya untuk membalas dendam nenek moyang saya. bahkan pertumpahan darah lagi. sejak saat ini." "O. Penjelasan datang pada saya di kamar itu: siapa saya ini." Terumasa yang sedang sangat senang perasaannya. "Tapi karena dia hendak pergi sendiri-dan menurut Anda sudah dilahirkan kembali-dia harus mempunyai nama baru. sementara acara minum berjalan terus. Jadi. itu tidak akan terulang lagi. Saya berutang budi pada semua penduduk di daerah ini." seru Takuan. Tuan. Hari berikutnya mereka berdua meninggalkan puri. hingga dia tak akan lupa tempat kelahirannya. Tepat sekali. Kita mesti minum untuk merayakannya. nama yang bagus sekali.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tinggal di puri ini.com . "Izinkan saya mengucapkan teirma kasih atas kebaikan hati Anda pada anak ini. Dalam batas tertentu. sebut dirimu Miyamoto. begitu. Sebaiknya namanya Miyamoto. barangkali juga pemberontakan. Musashi mengawali hidup baru. "Sediakan untuknya uang dan pakaian yang sesuai. sake dihidangkan.webng. Saya terima. hidup dalam disiplin dan latihan seni bela diri." Mereka berpindah ke kamar lain. Dengan telapak tangan tertelungkup ia membungkuk dalam dan lama. la memang ahli. Memang lebih baik kalau kau meninggalkan puri ini. Tapi mereka dapat menimbulkan kemelut. syauqy_arr@yahoo. menarikan satu tarian kuno. "Saya ingin mengembara sekehendak hati saya untuk sementara. "Inilah pertama kali Anda mengucapkan dua kali terima kasih padaku untuk satu hal saja!" "Benar. tapi ke mana? Apa kau bermaksud kembali ke Miyamoto? Dan hidup di 115 thanks to." Terumasa sana?" Takezo tersenyum tanpa suara. Gerak-geriknya yang indah menciptakan dunia kegembiraan khayali. Takezo yang kini bernama Musashi memandang penuh kagum." Takuan menyeringai. Takuan membungkuk. Takezo. mengangguk bergairah. "Bagaimana kalau namamu dibaca seperti huruf Cina 'Musashi' dan bukan 'Takezo'? Kau bisa tetap menulis namamu seperti sebelumnya. "Miyamoto Musashi! Nama yang bagus. "Baik." kata Terumasa.id and dimhad. mereka sudah merasuki saya." "Dan kau mesti mengubah nama kecilmu juga. dan Takezo serta Takuan mengawani Yang Dipertuan sampai larut malam. Mereka disertai beberapa pembantu Terumasa." perintahnya. mengangguk. "Aku mengerti maksudmu. "Baiklah. hantu-hantu bisa bangkit dan mencoba meraih saya." "Biarlah dia mengembara dulu sementara masih muda.co. dan akhirnya Takuan bangkit berdiri.

seperti yang ia lakukan kalau berdoa di depan patung sang Budha.co. Kalau saya sudah mendapat kemajuan dalam pengetahuan dan penyempurnaan diri yang sedang saya lakukan ini. Dan waktu berpisah sudah tiba.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan punya rencana-rencana sendiri. Yang harus saya lakukan sekarang adalah mengambil langkah pasti ke muka." katanya penuh haru. walau cuma beberapa menit.. yang sudah demikian lama ia anggap seperti ibunya sendiri. Rasanya bukan sekarang saatnya kembali ke masa lalu. katanya. dan saya sungguh-sungguh lahir kembali. karena dalam arti tertentu kau memang sudah mati." "Aku mengerti." "Kau pasti ingin bertemu dengannya sendiri. Sekalipun tak ada tuduhan terhadapnya. Bapak sungguh orang yang penuh kasih kepada orang lain. Musashi memperlihatkan gelagat hendak minta diri.." "Salah satu cara untuk mengucapkan terima kasih padaku adalah dengan membiarkan aku mengantarmu ke kakakmu. Saya belum lagi menemukan jalan yang hendak saya tempuh. "Apa tak ada yang ingin kaujumpai?" "Siapa?" "Ogin?" "Apa dia masih hidup?" tanyanya heran. yang tak lain dari Takezo yang lama. Aku bilang padanya tiga tahun lalu bahwa dia mesti menganggapmu sudah mati. barangkali akan saya perlukan waktu untuk bersantai dan menoleh ke belakang. Tapi aku bilang juga padanya.id and dimhad. tidak. ke masa depan. la berketetapan menjelajahi pedesaan. "tapi Bapak pun sudah memperhatikan kesejahteraan Ogin. Dalam tidurnya pun tak pernah ia melupakan kakak perempuannya yang lembut. Takuan bercerita bahwa ketika Musashi menyerang benteng Hinagura tiga tahun lalu. bahwa tiga tahun kemudian aku akan mengantarkan adik lelaki yang baru. Ketika mereka sampai di wilayah kota di luar dinding puri." "Tidak. Ia memilih tinggal dengan seorang sanak di sebuah kampung di daerah Sayo. Sekarang ia sudah senang tinggal di sana. syauqy_arr@yahoo. Mendengar kabarnya saja dari Bapak sudah sama baiknya dengan menemuinya. Katanya.webng.com ." "Tidak. Saya kira tak akan dapat saya mengucapkan terima kasih atas apa-apa yang telah Bapak perbuat itu. Tapi bukan sekarang." Musashi menangkupkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya di depan kepala. tapi si biarawan menarik lengan kimononya. Ogin memang sudah dilepaskan. Saya sudah mati." 116 thanks to. saya tak akan menemuinya. "Dia ingin sekali ketemu kau. rasanya tidak. tapi saya harap Bapak dapat memahaminya. Pak. ternyata Ogin enggan pulang. "Bapak tidak hanya menyelamatkan saya." "Sukar saya meneruskannya dalam kata-kata. "Apa kau tak ingin bertemu dengannya?" tanya Takuan.

dan dengan belajar menguasainya aku akan berjuang memperbaiki diriku. jalan asing yang harus ditempuh semua orang. Dari waktu ke waktu ia mengangkat tepi topi anyamannya dan menatap jalan ke masa depan. untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bijaksana. demikian pikirnya.co. Aku pergi. mari kita usahakan sungguh-sungguh untuk bersua lagi. Aoki Tanzaemon. Takuan mengikuti Jalan Zen. "Satu-satunya barang di dunia ini yang harus jadi andalanku. ya. "O. Pasti dia juga sedang mengembara." Takuan berbalik. Biar mereka sudah tua. Barangkali tak ada hubungannya dengan apa yang kita katakan atau kita perbuat. 117 thanks to. kalau saya tidak terbunuh di perjalanan. Kalau ada kesempatan." "Ya. Bisa saja mereka berbuat sesuatu yang tak akan mengenakkan. ya. tapi dialah yang bertanggung jawab ketika kau diburu-buru." Takuan berbalik dan berjalan ke barat. tapi kemudian berhenti. "Nah. tapi samurai yang baik itu sudah membikin cemar dirinya sendiri. Langkah kakinya tetap tegap. Aku harus menjadikan diriku manusia yang lebih baik dari dirinya." "Saya akan berusaha sebaik-baiknya. Mereka bertekad takkan pulang sebelum dapat membalas dendam. mereka masih berusaha menelusuri jejakmu. melangkah. Teruslah ikuti jalan pikiranmu. matanya penuh dengan gairah muda dan harapan. Suatu kali nanti. dan aku akan mengikuti Jalan Pedang. ia masih muda. la tidak menoleh lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tahu." Musashi tersenyum." Bagaimanapun. Kemudian. Mungkin kau tak pernah kenal namanya. "Baik-baik di jalan. tapi rasanya mereka tak akan betul-betul menyulitkanmu. la sendiri terus di persimpangan jalan sambil memperhatikan bagaimana sosok biarawan itu semakin mengecil.webng. "O. "Sekarang cuma ada pedang ini. Aku mesti mengingatkanmu bahwa Osugi dan Paman Gon meninggalkan Miyamoto mencarimu dan Otsu tiga tahun lalu. ada lagi." pikirnya. Mata Musashi menyipit karena terang matahari. dan berjanji pada diri sendiri. rasanya sudah semuanya." Ia letakkan tangannya ke gagang senjata. Berhati-hatilah menempuh jalan itu. "Aku akan hidup dengan aturannya. Aku akan menganggapnya jiwaku. Belum lagi terlambat. Akibatnya dia dipecat untuk selamanya dari pekerjaannya oleh Yang Dipertuan Ikeda. ia berjalan ke timur.com ." Takuan jadi murung. Aku gembira melihat kau bersungguh-sungguh dalam tujuanmu. jalanmu bukan jalan yang mudah. "Musashi. Jangan terlalu dipikirkan." seru Musashi kepadanya. sekali lagi sendirian.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo." "Saya mengucapkan selamat berpisah sekarang. Belum lagi jauh-sesungguhnya ia baru berada di pinggiran Himejis eorang perempuan datang berlari-lari ke arahnya dari sisi lain Jembatan Hanada. kita akan bertemu lagi. ya. sampai akhirnya tidak kelihatan lagi.

"Ikut? Ikut ke mana?" tanyanya blak-blakan.com . kau tidak lupa. bukan untuk pelesir!" "Aku tak akan menghalangi jalanmu. oleh siapa pun? Lagi pula. Otsu." "Bukan itu soalnya. Saat itu ia sedang bergegas menghindarkan pikiran tentang kakak perempuannya yang demikian ingin ia temui dan demikian kuat ia rindukan. Kata-kata Otsu bernada teguran." "Aku harus menempuh perjalanan panjang dan berat. "Tidak. bukan?" Sesungguhnya. "Kuceritakan riwayatku kepada orang-orang di sana. aku bisa tinggal di sana dan menantimu. "Ke mana saja kau pergi. Lanjutnya.id and dimhad." 118 thanks to. Masalah-masalah itu berkecamuk dalam pikirannya yang gelisah. Dan aku siap menahan beberapa kesulitan.'" Otsu lebih keras menarik kimono Musashi dan bergayut seperti anak-anak. kan? Kau tidak lupa nama jembatan ini? Apa kau lupa janjiku akan menanti di sini berapa pun lamanya?" "Kau menanti di sini tiga tahun lamanya?" Musashi terpana. Kau berjanji akan mengajakku. mencoba menduga pikirannya. dan mereka berbaik hati menerimaku sebagai semacam pembantu. tentu saja Musashi tak punya maksud untuk mengajaknya atau siapa pun. "Lepaskan bajuku. "Ya. sebuah kedai kecil khas di pinggir jalan raya yang menjual cenderamata." Ia menatap wajah Musashi. Hampir saja aku terbunuh. Musashi terengah-engah kaget." la menunjuk toko anyaman di ujung jembatan. Aku menunggu di sini sejak dua puluh hari sejak kita berpisah di Celah Nakayama itu. akhirnya kau muncul juga!" teriak Otsu sambil mencengkram lengan kimononya." "Kapan aku membohongimu?" "Di celah gunung itu. Jadi. 'Lihat Musashi itu: dia butuh seorang inang buat menjaganya. Osugi dan Paman Gon menyusulku tepat saat kau pergi. kalau perempuan membuntutinya terus? Apa tidak lucu? Orang akan mengatakan. "Apa dayaku? Bagaimana mungkin aku berhasil mencari kebenaran dan pengetahuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah.co. gadis ini masih tunangan Matahachi. "Aku boleh ikut kamu.webng. bagaimana mungkin seorang lelaki menguasai Jalan Samurai. dan aku sudah memenuhi janjiku dengan setia. syauqy_arr@yahoo. Waktu itu aku sakit dan harus beristirahat." "Beberapa? Hanya beberapa?" "Berapa pun banyaknya. kalau selamanya dicampuri oleh perempuan. Hari ini hari kesembilan ratus tujuh puluh." perintah Musashi. "Takezo. Tapi aku berhasil lolos." Tak bisa Musashi menyembunyikan pikiran-pikiran itu dari wajahnya. aku tak mau! Kau bohong.

Ia mendesak Musashi ke pagar jembatan. tapi lidahnya kelu." teriak Otsu. "Ini tengah hari benderang. Dulu aku jatuh pingsan di dasar jurang dekat Warung Teh Mikazuki. "Selama kau menanti sampai hari ini. Dan lagi. syauqy_arr@yahoo. "Maaf. Rambutnya yang berkilauan menutupi wajahnya. 'Soalnya adalah soal antara lelaki dan perempuan. Aku iyakan saja. "Otsu. "Lepaskan! Orang-orang memandangi kita!" "Biar saja! Waktu kau terikat di pohon itu.id and dimhad. dan tak ada waktu buat menjelaskan. ketika dia datang dan minum teh." "Tidak. Waktu itu aku melarikan diri dari Osugi dan Paman Gon.com . aku tanya apa kau butuh pertolonganku." katanya lembut. Tiga tahun lamanya aku bahkan tak pernah melihat matahari. Waktu itu aku tidak serius. Dia juga yang menolongku mendapatkan pekerjaan di sini." Musashi membungkuk dan menyibakkan rambut Otsu dari wajahnya dengan kedua belah tangan. dan orang-orang memandangi kita. Engkau tidak berutang apa pun padaku. Sekali lagi ia terpukau oleh perhatian Takuan terhadap sesama manusia yang mencakup 119 thanks to. Aku sedang tergesa-gesa dan kau tak mau melepaskan aku sebelum aku berjanji. itu pikiranmu. Kau begitu gembira. Apa kau ingin kita jadi tontonan buat orang-orang yang suka ikut campur?" Otsu melepaskan lengan baju Musashi dan jatuh tersedu-sedu ke pagar jembatan. dan Musashi sangat memikirkannya. tidak! Tidak betul yang kaukatakan itu. "Lepaskan!" katanya memutuskan." gumam Otsu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Itu berabad-abad lalu.co. karena tak ada pilihan lain." "Engkau tahu?" "Pak Takuan bilang padaku. Pak Takuan menyelamatkan aku. la bertanya dalam hati. hingga dua kali kauminta aku memotong tali itu. kan?" Otsu berusaha mengemukakan alasan yang logis. sekalipun dari luar ia tampak lebih tenang. aku sudah dengar." "Ya. Pertama ia ditinggalkan selagi bayi. itu bukan pikiranku. Kau tidak menyangkal hal ini. Sesudah itu aku tidak melihatnya lagi sampai kemarin. aku terkurung dalam menara puri. tapi ternyata air mata menggagalkannya. kemudian ia menatap mata Otsu. tidak betul. di toko cenderamata. jadi siapa yang tahu bagaimana akhirnya?"' Musashi menurunkan tangannya dan memandang ke jalan yang menuju barat." "Takuan? Dia menceritakan segalanya?" "Kukira begitu. akan pernahkah la bertemu lagi dengan orang yang telah menyelamatkan hidupnya.webng. "Mestinya aku tak boleh bicara seperti itu. Itu tiga tahun lalu. tidak. tapi dia berkata. kemudian diputus cintanya oleh tunangannya. dan sekarang ini! Musashi tahu Otsu sendirian di dunia ini. Aku tidak begitu mengerti apa yang dimaksudkannya. Lupakanlah.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI segalanya dan sepenuhnya bebas dari sikap mementingkan diri sendiri. Musashi pun sadar betapa sempit pandangannya selama ini, dan betapa kerdil ia menyangka bahwa biarawan itu hanya punya rasa cinta khusus kepadanya seorang. Padahal kebesaran jiwanya mencakup Ogin, Otsu, dan siapa saja yang membutuhkan, yang menurut pendapatnya dapat dibantunya. "Soalnya adalah soal antara lelaki dan perempuan..." Kata-kata Takuan kepada Otsu itu kini memberati pikirannya. Ini beban yang tak siap dipikulnya, karena dalam bergunung-gunung buku yang telah dibacanya bertahun-tahun itu, tidak ada satu kata pun yang membahas situasi yang dihadapinya sekarang. Bahkan Takuan pun mengundurkan diri, agar tidak tersangkut dalam persoalan antara dia dan Otsu. Apakah maksud Takuan hubungan antara lelaki dan wanita itu harus dipecahkan oleh orang-orang yang bersangkutan saja? Apakah menurutnya tidak ada aturan yang dapat diterapkan seperti halnya dalam Seni Perang? Tidak ada strategi yang aman, tidak ada jalan untuk menang? Atau apakah ini yang dimaksud cobaan bagi Musashi, suatu masalah yang hanya dapat dipecahkan Musashi sendiri? Tenggelam dalam renungan, ia menatap ke bawah, ke air yang mengalir di bawah jembatan. Otsu memandang wajah Musashi yang kini tampak jauh dan tenang. "Jadi, aku boleh ikut?" mohonnya. "Pemilik toko sudah berjanji membolehkan aku pergi kapan saja kuinginkan. Aku cuma perlu datang dan menjelaskan soalnya, dan kemudian mengemasi barang-barangku. Sebentar aku kembali." Musashi menggenggam tangan Otsu yang putih mungil dan tertumpang di atas pagar jembatan itu. "Dengar, Otsu," katanya sedih. "Aku minta, pikirkanlah lagi." "Apanya yang mesti dipikirkan?" "Sudah kukatakan. Aku baru menjadi orang baru. Tiga tahun lamanya aku tinggal dalam lubang lembap. Aku membaca buku. Aku berpikir. Aku menjerit dan berteriak. Dan tiba-tiba fajar merekah. Aku baru paham apa artinya menjadi manusia. Aku punya nama baru sekarang, Miyamoto Musashi. Aku mau membaktikan diriku pada latihan dan disiplin. Aku ingin memanfaatkan setiap saat dalam tiap hariku untuk bekerja memperbaiki diri. Aku sadar sekarang, betapa jauh jalan yang harus kutempuh. Kalau engkau memilih mengikatkan hidupmu padaku, engkau tak akan pernah bahagia. Hanya ada kesukaran, dan kesukaran itu tidak akan berkurang. Bahkan keadaan semakin lama akan semakin sukar saja." "Bicaramu membuat aku merasa lebih dekat padamu daripada kapan pun. Sekarang aku yakin diriku benar. Aku sudah menemukan pria terbaik, yang takkan kuperoleh lagi sampai akhir hidupku." Musashi sadar ia hanya memperburuk keadaan. "Maafkan aku. Aku tak dapat membawamu," katanya.

120

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu, aku ikut saja. Selama aku tidak mencampuri latihanmu, apa jeleknya? Engkau pun tak akan merasa aku ada di situ." Musashi tak dapat menjawab lagi. "Aku tak akan mengganggumu. Aku berjanji." Musashi tetap diam. "Beres, kan? Tunggu saja di sini; sebentar aku kembali. Aku akan marah sekali kalau kau pergi diam-diam." Otsu berlari ke arah toko anyaman. Terpikir oleh Musahi akan mengabaikan saja semuanya itu dan lari ke arah yang bertentangan. Keinginan demikian ada padanya, tapi kakinya tak mau bergerak. Otsu menoleh ke belakang, dan serunya, "Ingat, jangan coba-coba pergi diam-diam!" la tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya, dan Musashi asal mengangguk saja. Puas mendapatkan isyarat ini, Otsu menghilang ke dalam toko. Kalau ia memang mau melarikan diri, inilah saatnya. Hatinya mengatakan demikian, tapi tubuhnya masih terbelenggu oleh lesung pipit yang manis dan mata Otsu yang memohon. Alangkah manisnya anak itu! Jelas baginya, tak seorang pun di dunia ini yang begitu mencintainya, kecuali kakak perempuannya. Dan ia pun bukan tidak menyukai Otsu. la memandang ke langit, melihat ke dalam air, mencengkeram pagar jembatan dengan kerasnya, kacau dan bingung. Segera saja potongan-potongan kecil kayu jembatan mengapung di air yang mengalir. Otsu muncul kembali di jembatan, mengenakan sandal jerami baru, pembalut kaki kuning muda, dan topi besar perjalanan yang terikat di bawah dagu dengan pita merah tua. Tak pernah ia tampak begitu cantik. Tapi Musashi tak nampak lagi. Otsu berteriak terkejut dan menangis sejadi-jadinya. Kemudian terpandang olehnya bagian pagar jembatan, tempat asal jatuhnya potongan-potongan kayu tadi. Di situ tertulis jelas pesan yang digoreskan dengan ujung belati. "Maafkan aku. Maafkan aku."

121

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

9. Perguruan Yoshioka
HIDUP hari ini, yang tak kenal hari esok.... Di Jepang, pada awal abad tujuh belas, kesadaran orang mengenai hidup yang hanya selintas terdapat pada orang kebanyakan maupun pada golongan elite. Jenderal terkenal Oda Nobunaga, yang telah meletakkan dasar-dasar bagi Toyotomi Hideyoshi dalam mempersatukan Jepang, menyimpulkan pandangan ini dalam sebuah sajak pendek: Umur manusia yang lima puluh tahun Tidak lebih dari impian maya Dalam perjalanan lewat Perpindahan perpindahan abadi. Kalah dalam suatu pertempuran kecil dengan salah seorang jenderalnya sendiri, yang menyerangnya secara mendadak dalam usaha balas dendam, Nobunaga bunuh diri di Kyoto pada umur empat puluh delapan. Tahun 1605, sekitar dua dasawarsa kemudian, perang yang tak kenal henti antara para daimyo pada pokoknya sudah lewat. Tokugawa Ieyasu telah memerintah sebagai shogun dua tahun lamanya. Lentera di jalan-jalan Kyoto dan Osaka bersinar terang sebagaimana pada masa kejayaan zaman ke-shogun-an Ashikaga. Suasana umumnya riang dan penuh pesta. Tapi hanya sedikit orang yang yakin bahwa perdamaian itu akan kekal. Perang saudara selama lebih dari seratus tahun telah demikian mewarnai pandangan hidup rakyat, hingga mereka beranggapan bahwa ketenangan yang sedang berlangsung itu rapuh belaka dan bakal berumur pendek. Ibu kota memang berkembang, tetapi ketegangan akibat tidak diketahuinya berapa lama keadaan itu akan berlangsung lebih merangsang keinginan rakyat untuk bersuka ria. Sekalipun masih memegang kekuasaan, Ieyasu secara resmi sudah mengundurkan diri dari kedudukan shogun. Selagi masih cukup kuat untuk menguasai daimyo lain dan mempertahankan hak keluarga untuk berkuasa, ia menyerahkan gelarnya kepada anak lelakinya yang ketiga, Hidetada. Ada desas-desus bahwa shogun baru akan segera mengunjungi Kyoto untuk menyatakan hormatnya kepada Kaisar, tapi semua orang tahu bahwa perjalanannya ke barat itu akan lebih dari sekadar kunjungan kesopanan. Saingan terbesarnya yang potensial, Toyotomi Hideyori, adalah anak Hideyoshi, penerus Nobunaga. Hideyoshi telah berbuat sebisa-bisanya agar kekuasaan tetap berada di tangan keluarga Toyotomi sampai Hideyori cukup umur, tetapi pemenang di Sekigahara adalah Ieyasu. Hideyori masih bersemayam di Puri Osaka. Meskipun Ieyasu tidak menyingkirkannya, malahan mengizinkannya menikmati penghasilan tahunan yang besar jumlahnya, ia sadar bahwa Osaka merupakan ancaman besar. Tempat ini bisa menjadi titik kumpul yang mungkin dipakai untuk perlawanan. Banyak penguasa feodal lainnya juga mengetahui hal ini. Mereka memasang taruhan yang jumlahnya sama untuk kemenangan kedua belah pihak. Mereka pun berbaik-baik dengan

122

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Hideyori maupun shogun untuk mengamankan diri. Sering orang mengatakan bahwa Hideyori memiliki cukup banyak puri dan emas hingga bisa membeli semua samurai tak bertuan atau ronin di negeri itu, jika ia mau. Spekulasi kosong mengenai masa depan politik negeri itu merupakan bahan utama pergunjingan di udara Kyoto. "Perang pasti pecah, cepat atau lambat." "Tinggal masalah waktu." "Lentera-lentera jalan ini bisa padam besok." "Kenapa mesti pusing? Apa yang terjadi, terjadilah." "Mari kita bersuka ria selagi bisa!" Kehidupan malam yang sibuk dan tempat-tempat hiburan yang semakin meriah merupakan bukti nyata bahwa kebanyakan penduduk memang melakukannya. Di antaranya adalah sekelompok samurai yang kini sedang berjalan membelok masuk Jalan Shijo. Di samping mereka berdiri tembok panjang berplester putih yang berakhir pada sebuah gerbang mengesankan dan beratap mengagumkan. Sebuah papan kayu yang sudah hitam warnanya karena usia, memuat tulisan yang hampir tak terbaca lagi: Yoshioka Kempo dari Kyoto. Instruktur Militer bagi para Shogun Ashikaga. Kedelapan samurai muda itu kelihatannya selesai berlatih pedang terus-menerus sepanjang hari. Sebagian mengenakan pedang kayo sebagai pelengkap pedang baja yang biasa, dan sebagian lagi membawa lembing. Mereka tampak kuat, jenis orang pertama yang melihat tumpahnya darah pada saat pertarungan senjata meletus. Wajah mereka sekeras batu dan mata mereka penuh ancaman, seakan selamanya berada di ambang letusan kemarahan. "Ke mana kita pergi malam ini, Tuan Muda?" tanya mereka beramai-ramai sambil mengelilingi guru mereka. "Ke mana lagi kalau bukan ke tempat kemarin malam?" jawab sang guru dengan muram. "Ah! Perempuan-perempuan itu semuanya jatuh hati kepada Tuan! Mereka hampir tidak memandang kami." "Barangkali dia benar," yang lain menyela. "Kenapa tidak kita coba tempat lain yang baru, di mana tak ada orang mengenal Tuan Muda atau salah seorang dari kita?" Sambil berteriak-teriak dan ribut tak keruan, tampaknya mereka benar-benar tenggelam dalam persoalan ke mana akan pergi minum dan melacur. Mereka masuk daerah yang berpenerangan baik di sepanjang tepi Sungai Kamo. Bertahuntahun tanah itu kosong dan penuh ditumbuhi rumput, benar-benar lambang kehancuran perang. Tetapi bersamaan dengan datangnya damai, nilainya pun melonjak. Rumah-rumah rapuh tersebar di sana-sini, tirai-tirai merah dan kuning pucat tergantung melengkung di pintu masuk. Di situ kupu-kupu malam menjalankan usahanya. Gadis-gadis dari Provinsi Tamba dengan muka

123

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berpupur sembarangan menyiuli calon pelanggan. Perempuan-perempuan malang yang dibeli secara berkelompok itu memetik shamisen, alat musik yang belum lama populer. Mereka menyanyikan lagu lagu mesum dan tertawa-tawa antara sesamanya. Nama tuan muda itu Yoshioka Seijuro. Kimono cokelat tua yang bagus potongannya menutup tubuhnya yang jangkung. Begitu mereka memasuki daerah pelacuran, ia menoleh ke belakang dan katanya kepada salah seorang dari kelompoknya, "Toji, belikan aku topi anyaman." "Yang dapat menyembunyikan wajah Anda?" "Ya." "Anda membutuhkannya bukan untuk di sini, bukan?" jawab Gion Toji. "Aku takkan minta kalau tidak membutuhkannya di sini!" decap Seijuro tak sabar. "Aku tak suka orang melihat anak Yoshioka Kempo berkeliaran di tempat seperti ini." Toji tertawa. "Tapi itu justru menarik perhatian. Semua perempuan di sini tahu bahwa kalau Anda menyembunyikan wajah dengan topi, tentunya Anda dari keluarga baik-baik, dan barangkali dari keluarga kaya. Tentu saja ada alasan lain kenapa mereka suka pada Anda, tapi itu salah satu di antaranya." Toji, sebagaimana biasa, sedang menggoda dan sekaligus menjilat tuannya. Ia menoleh dan memerintahkan salah seorang untuk mencari topi yang dimaksud, lalu ia berdiri menanti orang yang disuruh itu pergi melewati lentera-lentera dan orang-orang yang sedang bersuka ria. Ketika orang yang disuruh itu kembali, Seijuro mengenakan topi dan merasa lebih santai. "Dengan topi itu," ucap Toji, "Anda lebih tampak seperti orang yang tahu mode." Sambil menoleh kepada yang lain-lain, ia melanjutkan jilatannya secara tak langsung. "Lihat, perempuan-perempuan itu semua melongok dari pintu, supaya dapat benar-benar melihatnya." Tanpa jilatan Toji pun, Seijuro memang memiliki tubuh yang bagus. Dengan dua sarung pedang bersemir mengilat yang tergantung di sisinya, ia memancarkan kemuliaan dan kelas yang memang pantas bagi anak keluarga kaya. Maka tak ada topi jerami yang dapat menghentikan perempuan perempuan itu menegurnya ketika ia lewat. "Hei, tampan! Kenapa sembunyi di bawah topi jelek?" "Ayolah kemari! Saya ingin lihat yang di bawahnya." "Ayo, jangan malu-malu. Biar kami melihat." Seijuro menanggapi ajakan-ajakan menggoda ini dengan berusaha kelihatan lebih tinggi dan lebih mulia lagi. Sikap ini diambilnya belum lama setelah ia, untuk pertama kalinya, berhasil dibujuk Toji untuk menginjakkan kaki di daerah itu, dan ia masih malu dilihat orang di sana. Terlahir sebagai anak tertua pemain pedang terkenal, Yoshioka Kempo, tak pernah ia kekurangan uang, tapi sampai waktu belum lama berselang ia tak kenal dengan sisi buruk kehidupan ini. Perhatian yang ditunjukkan orang kepadanya membuat detak darahnya berpacu.

124

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Masih ada rasa malu yang disembunyikannya. Sebagai anak manja dari keluarga kaya, ia selalu suka pamer. Jilatan pengiringnya tak kalah ampuhnya dengan cumbuan perempuan, menyokong kesombongannya seperti racun yang manis. "Oh, itu tuan dari Jalan Shijo!" ujar salah seorang perempuan itu. "Kenapa Anda menyembunyikan wajah? Anda tidak bisa mengecoh siapa pun." "Bagaimana perempuan itu bisa tahu siapa aku?" geram Seijuro kepada Toji, pura-pura tersinggung. "Mudah sekali," kata perempuan itu, sebelum Toji dapat membuka mulut. "Semua orang tahu, orang dari Perguruan Yoshioka suka memakai warna cokelat tua. Namanya 'warna Yoshioka'. Warna itu populer sekali di sini." "Betul. Tapi seperti kaukatakan, banyak orang lain yang memakainya juga." "Ya, tapi mereka tidak mengenakan hiasan tiga lingkaran pada kimononya." Seijuro menunduk memandang lengan kimononya, "Aku mesti lebih hati-hati," katanya. Saat itu juga sebuah tangan dari belakang kisi-kisi terulur dan menarik pakaian itu. "Wah, wah," kata Toji. "Menyembunyikan wajah, tapi tidak menyembunyikan hiasannya. Tentunya dia memang ingin dikenali. Jadi, saya kira, betul-betul tak mungkin sekarang untuk tidak singgah." "Semaumulah," kata Seijuro yang tampak tak enak, "tapi suruh perempuan ini melepaskan lengan bajuku." "Lepaskan, perempuan!" raung Toji. "Beliau bilang, kami akan masuk!" Para siswa itu pun berkerumun masuk ke bawah tirai warung. Kamar yang mereka masuki itu, hiasannya tanpa selera sama sekali. Gambar-gambar kampungan dan bunga-bungaan disusun morat-marit, hingga sukar bagi Seijuro untuk merasa senang. Namun yang lain-lain tidak memperhatikan joroknya lingkungan. "Keluarkan sake!" perintah Toji, yang juga memesan beberapa penganan pilihan. Sesudah makanan datang, Ueda Ryohei yang menjadi tandingan Toji dalam permainan pedang berteriak, "Keluarkan perempuan!" Perintah itu diberikan dengan nada yang sama masamnya dengan nada yang dipakai Toji untuk memesan makanan dan minuman. "Hei, Ueda tua bilang, keluarkan perempuan!" kata yang lain-lain serentak menirukan suara Ryohei. "Aku tak suka disebut tua," kata Ryohei, memberengutkan muka. "Memang aku lebih lama dari yang lain-lain belajar di perguruan ini, tapi kalian takkan menemukan uban dalam rambutku." "Kau menyemirnya barangkali." "Siapa yang mengatakan itu, maju ke depan dan minum satu sloki sebagai hukuman!" "Susah-susah amat. Lemparkan ke sini!" Sloki sake pun melayang di udara.

125

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dan ini balasannya." Dan satu sloki lagi terbang. "He, siapa yang menari!" Seijuro berseru, "Kau menari, Ryohei! Menarilah, dan tunjukkan kau masih muda." "Boleh. Lihat!" Ryohei pergi ke sudut beranda. Di situ diikatkannya celemek merah milik pelayan ke belakang kepalanya, ditusukkannya kembang prem ke dalam simpulnya, dan diambilnya sapu. "Lihat! Dia mau menarikan tarian Perawan Hida! Mari kita dengarkan nyanyiannya juga, Toji!" Ia mengajak mereka semua menggabungkan diri, dan mulailah mereka, mengetuk-ngetuk piring secara berirama dengan sumpitnya, sedangkan satu orang mendentang-dentangkan penjepit api ke pinggir anglo. Di balik pagar bambu, pagar bambu, pagar bambu, Kulihat kimono berlengan panjang, Kimono berlengan panjang di salju.... Tenggelam dalam tepuk tangan sesudah bait pertama, Toji pun membungkuk, dan perempuan-perempuan melanjutkannya dengan iringan shamisen. Gadis yang kulihat kemarin Tak ada lagi hari ini. Gadis yang kulihat hari ini Takkan datang lagi esok hari. Tak tahulah apa yang terjadi esok, Aku ingin mencumbunya hari ini Di sebuah sudut, seorang siswa mengangkat mangkuk sake yang besar untuk rekannya. Katanya, "Bagaimana kalau minum ini sekali teguk?" "Tidak, terima kasih." "Terima kasih? Katanya kau samurai, tapi tak bisa kau menghabiskan ini?" "Tentu saja bisa. Tapi kalau aku minum, kau juga mesti!" "Ya, itu adil!" Pertandingan pun dimulai. Mereka minum seperti kuda di palungan, dan sake mengucur dari sudut-sudut mulut mereka. Kira-kira sejam kemudian, beberapa orang di antaranya sudah mulai muntah, sedang lain-lainnya tak bisa bergerak lagi dan hanya melotot kosong dengan mata merah. Satu orang yang punya kebiasaan bicara keras, dan semakin lantang bicaranya kalau makin banyak minumnya, menyatakan, "Apakah di negeri ini, di luar Tuan Muda, ada yang benar-benar mengerti teknik-teknik Delapan Gaya Kyoto? Kalau ada-hik-ingin aku ketemu dengannya.... Hups!" Seorang anggota perguruan yang duduk dekat Seijuro tertawa. Bicaranya tersendat-sendat, cegukan, "Dia mengumbar jilatan karena Tuan Muda ada di sini. Ada perguruan lain di samping delapan yang ada di Kyoto ini, dan Perguruan Yoshioka ini tidak lagi yang terbesar. Di Kyoto saja

126

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ada Perguruan Toda Seigen di Kurotani, dan Ogasawara Genshinsai di Kitano. Dan jangan lupa Ito Ittosai di Shirakawa, walaupun tidak menerima siswa." "Apa istimewanya mereka itu?" "Maksudku, kita tidak boleh merasa kita ini satu-satunya pemain pedang di dunia." "Bajingan picik kamu!" seru seorang yang merasa tersinggung harga dirinya. "Maju!" "Begini?" jawab si pengecam dengan tajam sambil bangkit. "Kau anggota perguruan ini, tapi kau mengecilkan Gaya Yoshioka Kempo?" "Aku tidak mengecilkannya! Sekarang ini tidak seperti dulu, ketika guru mengajar para shogun dan dianggap pemain pedang terbesar. Sekarang jauh lebih banyak orang yang mempraktekkan Jalan Pedang, tidak hanya di Kyoto, tapi juga di Edo, Hitachi, Echizen, provinsiprovinsi dalam, provinsi provinsi barat, Kyushu-di seluruh negeri ini. Ketenaran Yoshioka Kempo tidak berarti Tuan Muda dan kita semua ini pemain-pemain pedang terbesar masa kini. Itu sama sekali tidak benar, kenapa pula mesti membohongi diri sendiri?" "Pengecut! Kau pura-pura jadi samurai, tapi kau takut pada perguruan lain!" "Siapa yang takut? Aku cuma ingin kita menjaga diri dari rasa puas diri." "Tapi siapa kau ini, berani-berani memberi peringatan?" Murid yang tersinggung itu meninju dada lawannya hingga terjatuh. "Kau ingin berkelahi?" geram orang yang jatuh. "Ya. Ayo." Murid-murid senior, Gion Toji dan Ueda Ryohei, menengahi. "Berhenti kalian!" Keduanya melompat, memisahkan yang berkelahi, dan mencoba meredakan kemarahan mereka. "Tenang!" "Kami semua mengerti perasaan kalian." Beberapa sloki sake lagi dituangkan untuk mereka yang berkelahi, dan akhirnya keadaan normal kembali. Si penghasut sekali lagi memuji-muji dirinya dan lain-lainnya, sedang si pengecam, sambil menangis memeluk Ryohei, mempertahankan pendapatnya. "Aku cuma mengemukakan pendapat untuk kebaikan perguruan ini," sedannya. "Kalau orang terus menyemburkan jilatan, nama baik Yoshioka Kempo akhirnya akan runtuh. Percayalah, runtuh!" Hanya Seijuro yang tetap paling tenang. Melihat ini, Toji berkata, "Apakah Anda tidak menikmati pesta ini?" "Ah. Apa mereka itu betul-betul menikmatinya? Rasanya tidak." "Tentu. Inilah cara mereka bergembira." "Aku tak percaya kalau kelakuan mereka seperti itu." "Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang lebih tenang? Saya sendiri sudah bosan di sini."

127

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Seijuro tampak sangat lega dan segera saja setuju. "Aku ingin pergi ke tempat kemarin malam." "Maksud Anda Yomogi?" "Ya." "Di sana memang jauh lebih baik. Tadinya saya kira Anda memang ingin pergi ke sana, tapi di sana cuma buang-buang uang saja kalau membawa gerombolan orang bebal ini. Itu sebabnya saya giring mereka kemari-murah." "Mari kita pergi diam-diam. Biar Ryohei mengurus orang-orang ini." "Anda pura-pura pergi ke belakang. Saya akan menyusul beberapa menit lagi." Seijuro menghilang dengan lihainya. Tak seorang pun melihat. Di luar rumah, tak jauh dari situ, seorang perempuan sedang berdiri berjinjit, mencoba menggantungkan kembali lentera ke pakunya. Angin mengembus lilin lentera itu, dan ia menurunkannya untuk menyalakannya kembali. Punggungnya tegak di bawah tepi atap, dan rambutnya yang baru dikeramas tergerai di sekitar wajahnya. Untaian rambut dan cahaya lentera menimbulkan bayang-bayang yang terus berubah-ubah di kedua tangannya yang terulur. Semerbak kembang prem mengambang di angin petang. "Oko! Biar kugantungkan lampunya." "Oh, Tuan Muda," kata Oko kaget. "Tunggu." Ketika orang itu mendekat ternyata bukan Seijuro, tapi Toji. "Cukup?" tanya Toji. "Ya, bagus. Terima kasih." Tetapi Toji melirik lentera itu, menganggapnya miring, dan menggantungkannya kembali. Oko heran, kenapa sebagian lelaki bisa begitu suka menolong dan penuh perhatian bila sedang mengunjungi tempat seperti ini, padahal di rumah sendiri mereka sama sekali menolak mengulurkan tangan. Sering kali mereka membuka dan menutup jendela sendiri, mengeluarkan bantal-bantal sendiri, dan melakukan selusin pekerjaan kecil lain yang tak terbayang akan mereka lakukan di rumah sendiri. Toji berpura-pura tidak mendengar, dan mempersilakan tuannya masuk. Begitu duduk, Seijuro berkata, "Tenang sekali di sini." "Saya buka pintu ke beranda," kata Toji. Di bawah beranda sempit itu berdesir air Sungai Takase. Di sebelah selatan, di seberang jembatan kecil di Jalan Sanjo, menghampar halaman luas Zuisenin, jajaran hitam Teramachi atau "Kota Kumpulan Kuil", dan padang miskantus. Tempat ini berada dekat Kayahara. Di sini pasukan Toyotomi Hideyoshi membantai istri, gundik-gundik, dan anak-anak kemenakannya, regent Hidetsugu yang kejam. Suatu peristiwa yang masih segar tersimpan dalam kenangan banyak orang.

128

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Toji jadi gugup. "Masih terlalu sepi di sini. Di mana saja perempuan perempuan sembunyi? Rupanya tak ada pelanggan lain malam ini." la gelisah sedikit. "Saya heran, kenapa Oko lama betul. Dia malahan tidak membawakan kita teh." Ketika akhirnya ketidaksabaran itu berubah jadi kegelisahan, ia tidak dapat lagi duduk tenang. Ia berdiri mencari tahu, kenapa teh tidak dihidangkan. Waktu melangkah ke beranda, hampir saja ia bertumbukan dengan Akemi yang sedang membawa baki berpernis emas. Giring-giring kecil pada obi-nya berdering ketika ia berseru, "Awas! Bisa tumpah teh ini!" "Kenapa kau begitu lambat? Tuan Muda di sini. Kurasa kau suka dia." "Lihat, tumpah sebagian. Ini salahmu. Ayo ambilkan lap." "Ha! Lancang kamu, ya? Di mana Oko?" "Berhias tentu saja." "Jadi, dia belum selesai?" "Ya, siang hari kami sibuk sekali." "Siang? Siapa yang datang siang-siang?" "Itu bukan urusanmu. Biarkan aku lewat." Toji minggir, dan Akemi masuk kamar menyalami tamunya. "Selamat malam. Terima kasih atas kedatangan Anda." Seijuro berpura-pura acuh tak acuh, memandang ke samping, dan katanya, "Oh, kamu, Akemi. Terima kasih atas yang semalam." Ia merasa jengah. Dari baki itu Akemi menurunkan guci yang menyerupai pedupaan dan meletakkan di atasnya sebuah pipa yang bagian pengisap dan kepalanya terbuat dari keramik. "Anda ingin merokok?" tanyanya sopan. "Rasanya tembakau baru-baru ini dilarang." "Memang, tapi semua orang masih juga merokok." "Baiklah, aku akan merokok." "Saya nyalakan apinya." Akemi mengambil sejumput tembakau dari sebuah kotak kecil dari kerang mutiara dan memasukkannya ke dalam pipa dengan jari-jarinya yang mungil dan molek. Kemudian diselipkannya pipa itu ke mulut Seijuro. Karena tidak terbiasa, Seijuro memegang pipa itu dengan kaku. "Hmm, pahit, ya!" katanya. Akemi mengikik. "Toji ke mana?" "Barangkali di kamar Ibu."

129

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Rupanya dia suka Oko. Paling tidak, begitulah kelihatannya. Kukira dia sering datang kemari tanpa aku. Betul?" Akemi tertawa, tapi tidak menjawabnya. "Apanya yang lucu? Kupikir ibumu suka dia juga." "Saya betul-betul tidak tahu." "Tapi aku yakin! Betul-betul yakin! Pertemuan yang menyenangkan, ya? Dua pasangan bahagia-ibumu dengan Toji, kau dengan aku." Berusaha selugu mungkin, Seijuro meletakkan tangannya ke tangan Akemi yang terletak di pangkuan. Akemi menyingkirkan tangan itu dengan santun, tetapi tindakan ini malah membuat Seijuro menjadi lebih berani. Ketika Akemi berdiri, ia melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Akemi dan menariknya. "Tak usah lari," katanya. "Aku tak akan menyakitimu." "Lepaskan!" protes Akemi. "Baik, asalkan kau duduk lagi." "Sake.... Saya cuma mau ambil sake." "Aku tak mau sake." "Tapi kalau saya tidak ambil, Ibu marah." "Ibu di kamar lain, sedang asyik ngobrol dengan Toji." Seijuro mencoba menggosokkan pipinya ke wajah Akemi yang tertunduk, tapi Akemi mengelak dan berteriak-teriak meminta tolong. "Ibu! Ibu!" Seijuro melepaskannya, dan Akemi lari ke belakang rumah. Seijuro jadi gundah. Ia kesepian, tapi tak ingin memaksakan kehendaknya pada gadis itu. Tak tahu apa yang hendak dilakukannya, ia menggerutu keras, "Aku pulang sekarang," dan turun ke gang luar. Semakin jauh ia melangkah, semakin merah tua mukanya. "Tuan Muda, mau ke mana? Tuan Muda belum mau pulang, kan?" Entah dari mana datangnya, Oko muncul begitu saja di belakangnya, berlari lewat ruang depan. Ia memeluk pinggang Tuan Muda, dan tampak rambut Oko sudah rapi dan riasannya sudah beres. Oko minta pertolongan Toji, dan bersama-sama mereka membujuk Seijuro untuk kembali duduk. Oko membawakan sake dan mencoba menggembirakan Seijuro, kemudian Toji mendatangkan kembali Akemi ke kamar itu. Melihat betapa kecewanya Seijuro, gadis itu pun melontarkan senyuman. "Akemi, tuang sedikit sake untuk Tuan Muda." "Ya, Bu," kata Akemi patuh. "Tuan lihat sendiri," kata Oko. "Tingkahnya seperti anak kecil saja." "Itulah daya tariknya-dia masih muda," kata Toji sambil menggeser bantalnya ke dekat meja. "Tapi dia sudah dua puluh satu umurnya."

130

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dua puluh satu? Tak kukira sudah setua itu. Dia begitu kecil. Kelihatannya baru sekitar enam betas atau tujuh belas." Akemi tiba-tiba jadi kembali hidup seperti ikan, dan katanya, "Betul? Oh, saya senang sekali. Saya ingin tetap umur enam belas selamanya. Sesuatu yang indah terjadi, ketika saya umur enam belas." "Apa?" "Oh," katanya sambil menangkupkan tangannya ke dada. "Saya tak bisa menceritakan pada siapa pun. Tapi betul. Waktu itu tahun pertempuran di Sekigahara." Dengan pandangan mengancam, Oko berkata, "Tukang bual! Kau jangan bikin kami bosan di sini. Pergi sana ambil shamisen-mu." Sambil cemberut sedikit, Akemi berdiri dan pergi mengambil alat musiknya. Ketika kembali, ia mulai bermain dan menyanyi, tapi kelihatannya ia lebih cenderung menghibur diri sendiri daripada menyenangkan hati para tamu. Malam ini, Kalau berawan, Biarlah ia berawan, Menyembunyikan bulan Yang hanya terlihat lewat air mataku. Ia berhenti menyanyi, dan tanyanya, "Anda paham, Toji?" "Aku tak yakin. Teruskanlah." Bahkan di malam yang tergelap pun Tak hilang jalanku. Tapi oh! Betapa kau memikatku! "Yah, bagaimanapun dia memang sudah dua puluh satu tahun," kata Toji. Seijuro yang selama ini duduk diam sambil menyandarkan dahi di tangan kini tergugah lagi, dan katanya, "Akemi, ayo minum sake sama-sama." Ia mengulurkan sloki pada Akemi dan mengisinya dari tempat pemanasannya. Akemi mereguknya tanpa menolak-nolak lagi dan cepat menyerahkan kembali sloki itu pada Seijuro. Seijuro agak heran, katanya, "Bisa juga kau minum, ya?" Selesai meneguk bagiannya, Seijuro menawarkan lagi pada Akemi, yang diteguk lagi dengan cekatan. Rupanya karena tak puas dengan ukuran sloki itu, ia mengambil sloki lain yang lebih besar, dan selama setengah jam sesudah itu ia terus menandingi Seijuro, sloki demi sloki. Seijuro kagum. Gadis yang tampaknya berumur enam belas tahun, dengan bibir yang tidak pernah dicium dan mata yang memejam malu, ternyata dapat mereguk sake seperti lelaki. Ke mana saja perginya sake itu dalam tubuh mungil itu? "Anda sebaiknya berhenti saja," kata Oko pada Seijuro, "Entah kenapa, anak itu dapat minum semalam suntuk tanpa mabuk. Sebaiknya biarkan dia main shamisen saja." "Tapi ini benar-benar menyenangkan!" kata Seijuro yang kini betul-betul merasa senang.

131

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Karena merasa suaranya sudah terdengar aneh, Toji bertanya, "Anda tak apa-apa? Tidak kebanyakan minum?" "Tak apa-apa. Malam ini aku tidak pulang, Toji!" "Bisa saja," jawab Toji. "Anda dapat tinggal di sini selama Anda mau betul kan, Akemi?" Toji mengedip pada Oko, kemudian menuntun Oko ke kamar lain, di mana ia mulai berbisikbisik cepat. Ia mengatakan pada Oko bahwa kalau Tuan Muda sudah demikian bersemangat, berarti ia ingin tidur dengan Akemi. Akan susah jadinya kalau Akemi menolak. Tapi tentu saja perasaan seorang ibulah yang terpenting dalam hal-hal seperti itu-atau dengan kata lain, berapa bayarannya? "Nah?" desak Toji mendadak. Oko menempelkan jarinya ke pipi yang berbedak tebal itu, berpikir. "Ya, ya, pikirlah!" desak Toji. Sambil semakin mendekati Oko, katanya, "Bukan pasangan yang jelek! Dia guru seni bela diri yang terkenal, dan keluarganya punya banyak uang. Ayahnya punya murid yang jumlahnya lebih banyak daripada murid siapa pun di negeri ini. Dan lagi, dia belum kawin. Dari segala segi, ini tawaran menarik." "Nah, aku juga pikir begitu, tapi..." "Tak ada tapi-tapian. Pokoknya jadi! Kami berdua akan menginap disini. " Tak ada penerangan di kamar itu. Dengan seenaknya Toji meletakkan tangan ke bahu Oko. Justru pada waktu itu terdengar suara keras di kamar sebelah, di belakang. "Apa itu?" tanya Toji. "Ada langganan lain?" Oko mengangguk, kemudian meletakkan bibirnya yang basah ke telinga Toji, bisiknya, "Nanti." Keduanya lalu mencoba bersikap biasa saja dan kembali ke kamar Seijuro, dan mendapati Seijuro seorang diri, tidur nyenyak. Toji mengambil kamar sebelahnya, merebahkan diri di kasur jerami. Ia berbaring di sana sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke tatami, menantikan Oko. Oko lama tidak juga muncul. Akhirnya pelupuk mata Toji menjadi berat dan berlayarlah ia ke alam mimpi. Sudah siang ketika ia bangun esok harinya, wajahnya masam. Seijuro sudah bangun dan sedang minum di kamar yang menghadap sungai. Baik Oko maupun Akemi tampak cerah dan gembira, seolah-olah mereka telah lupa malam sebelumnya. Mereka sedang membujuk Seijuro agar mau berjanji. "Jadi, Tuan akan ajak kami?" "Baiklah, kita pergi. Siapkan beberapa kotak makan siang dan bawa juga sedikit sake." Mereka bicara tentang Kabuki Okuni yang sedang mengadakan pertunjukan di tepi sungai di Jalan Shijo. Kabuki adalah tarian jenis baru yang disertai kata-kata dan musik, yang sedang digemari orang di ibu kota. Diciptakan oleh seorang biarawati bernama Okuni di Kuil Izumo. Kepopulerannya menyebabkan banyak orang lain meniru. Di daerah ramai sepanjang sungai itu

132

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berdiri panggung berderet-deret. Di sana kelompok-kelompok pemain wanita berlomba-lomba memikat penonton. Masing-masing berusaha mencapai taraf kepribadian sendiri dengan menambahkan tari-tarian dan lagu-lagu daerah yang istimewa ke dalam repertoarnya. Para aktris itu sebagian besar mulai sebagai wanita malam. Namun kini sesudah naik panggung, mereka biasa dipanggil untuk mengadakan pertunjukan di rumah rumah orang paling kaya di ibu kota. Banyak di antara mereka menggunakan nama pria, mengenakan pakaian pria, dan mengadakan pertunjukan-pertunjukan yang menggetarkan sebagai prajurit yang gagah berani. Seijuro duduk memandang ke luar pintu. Di bawah jembatan kecil di Jalan Sanjo perempuanperempuan sedang mengelantang kain di sungai; pria-pria berkuda mondar-mandir di jembatan. "Apa kedua orang itu belum juga siap?" tanyanya kesal. Sudah lewat tengah hari. Lebam karena minum dan lelah karena menanti, sudah tak ingin lagi ia melihat Kabuki. Toji, yang merasa jengkel karena pengalaman malam sebelumnya, tidak bersemangat seperti biasanya. "Memang menarik membawa perempuan ke luar," gerutunya, "tapi kenapa justru waktu kita sudah siap berangkat, tiba-tiba mereka mulai ribut soal apa rambutnya sudah benar atau obi-nya sudah lurus? Brengsek betul!" Pikiran Seijuro melayang ke perguruannya. Ia seakan mendengar bunyi pedang kayu dan detak gagang-gagang lembing. Apa kata para siswanya tentang ketidakhadirannya? Tidak sangsi lagi, pasti adiknya, Denshichiro, mendecap mengecamnya. "Toji," katanya, "Aku tidak betul-betul ingin membawa mereka itu melihat Kabuki. Mari kita pulang." "Sesudah Tuan berjanji?" "Yaaa..." "Mereka sudah begitu gembira! Mereka akan marah besar kalau kita ingkar janji. Saya akan menyuruh mereka buru-buru." Dari gang rumah, Toji melayangkan pandang ke kamar tempat pakaian para wanita itu berserakan. Alangkah herannya ia, karena kedua wanita itu tidak kelihatan. "Ke mana pula mereka itu?" tanyanya tak habis pikir. Di kamar sebelah pun mereka tak ada. Di sebelahnya lagi terdapat kamar kecil yang suram, tidak tembus matahari dan berbau apak kain seprai. Toji membuka pintu, disambut oleh raungan kemarahan, "Siapa itu?" Melompat mundur, Toji menatap ke dalam kamar sempit yang gelap itu; kamar itu beralas tikar rombeng, lain sekali dengan kamar-kamar depan yang menyenangkan, seperti malam dengan siang bedanya. Seorang samurai jorok tergeletak di lantai, pedangnya terletak sembarangan di atas perutnya; pakaian dan penampilannya tak bisa disangsikan lagi menunjukkan bahwa ia salah seorang ronin yang sering kelihatan bergelandangan di jalan-jalan.

133

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Telapak kakinya yang kotor menghadap muka Toji. Ia tidak berusaha bangun; terbaring saja di situ setengah sadar. Toji berkata, "Oh, maaf. Saya tidak tahu di sini ada tamu." "Aku bukan tamu!" pekik orang itu ke langit-langit, memancarkan bau sake. Toji tidak tahu siapa orang itu, dan juga tak ingin berurusan dengannya. "Maaf, mengganggu," katanya cepat, dan membalik pergi. "Tunggu!" kata orang itu dengan kasar sambil bangkit sedikit. "Tutup pintu!" Kaget oleh kekasaran itu, Toji pun melakukan apa yang diminta, dan pergi. Begitu Toji pergi, muncullah Oko. Dandanannya habis-habisan, jelas ingin kelihatan sebagai nyonya besar. Seakan-akan sedang mengomeli anak kecil, ia berkata pada Matahachi, "Nah, marah apa lagi sekarang?" Akemi yang baru saja berdiri di belakang ibunya, bertanya, "Tak mau ikut kami?" "Ke mana?" "Lihat Kabuki Okuni." Mulut Matahachi mencibir muak. "Suami macam apa yang mau jalan bersama lelaki lain yang sedang mengejar-ngejar istrinya?" tanyanya pahit. Oko merasa wajahnya bagai disiram air dingin. Matanya menyala marah, dan katanya, "Ini omongan apa? Apa maksudmu antara aku dan Toji ada apa-apa?" "Siapa bilang ada apa-apa?" "Kata-katamu itu yang bilang." Matahachi tidak menjawab lagi. "Katanya kamu lelaki!" Walaupun Oko melontarkan kata-kata itu dengan penuh kejijikan, Matahachi tetap diam dengan muka cemberut. "Tapi kau membuatku muak!" desisnya. "Kau selalu cemburu tanpa alasan! Ayo, Akemi. Kita jangan buang-buang waktu untuk orang gila ini." Matahachi mengulurkan tangan, mencekal kimono Oko. "Siapa yang kausebut orang gila? Apa maksudmu bicara begitu pada suamimu?" Oko melepaskan diri darinya. "Kenapa tidak?" katanya kejam. "Kalau kau seorang suami, kenapa tidak bertindak seperti suami? Siapa menurutmu yang memberimu makan, gelandangan tak berguna?" "Heh!" "Kau hampir tidak menghasilkan apa-apa sejak kita meninggalkan Provinsi Omi. Kau cuma menggantungkan diri padaku, minum sake dan malas-malasan. Mengeluh apa lagi?" "Aku sudah bilang mau pergi dan kerja! Aku sudah bilang, menyeret batu pun aku mau buat dinding puri. Tapi itu tak cukup baik buatmu. Kaubilang tak bisa makan ini, tak bisa memakai itu, tak bisa tinggal di rumah kecil yang kotor-tak ada yang kausukai. Lalu tidak kaubolehkan aku

134

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI melakukan kerja yang jujur, dan kau mulai membuka kedai minum yang busuk ini. Nah, tutup itu, ya, tutup itu!" pekiknya. Badannya pun mulai gemetar. "Tutup apa?" "Tutup kedai minummu." "Dan kalau kututup, mau makan apa besok?" "Aku bisa dapat cukup uang untuk hidup kita, biar dengan menyeret batu karang. Cukup untuk kita bertiga." "Kalau ingin angkat batu atau potong kayu, kenapa tidak pergi saja? Sana, jadilah buruh, atau yang lain, tapi kalau begitu, hidup sendiri saja! Susahnya, kau dilahirkan sebagai orang goblok, dan selamanya kau akan jadi orang goblok. Mestinya kau tetap tinggal di Mimasaka! Percayalah, aku tidak minta kau tinggal terus di sini. Kau bebas pergi, kapan saja!" Selagi Matahachi berusaha menahan air mata kemarahan, Oko dan Akemi berpaling meninggalkannya. Tapi lama sesudah mereka tidak kelihatan, ia masih juga menatap pintu. Ketika Oko menyembunyikannya di rumahnya dekat Gunung Ibuki dulu itu, ia merasa beruntung telah menemukan orang yang akan mencintai dan mengurusnya. Tapi sekarang rasanya sama saja seperti ditangkap musuh. Mana yang lebih baik? Menjadi tawanan, atau menjadi piaraan seorang janda jalang, dan tidak lagi menjadi lelaki sejati? Apakah lebih buruk merana di dalam penjara daripada menderita di sini, dalam kegelapan, dan selalu menjadi sasaran hinaan perempuan pemberang? Dulu ia pernah punya harapan besar pada masa depan, namun telah dibiarkannya sundal berbedak dan bernafsu garang ini menurunkan derajatnya hingga sama tingkatannya dengan dia. "Sundal!" Matahachi menggigil karena berang. "Anjing betina busuk!" Air mata meluap langsung dari dasar hatinya. Kenapa, oh, kenapakah ia dulu tidak kembali ke Miyamoto? Kenapa ia tidak kembali kepada Otsu? Ibunya ada di Miyamoto. Saudara perempuannya juga, iparnya juga, Paman Gon juga. Mereka semua begitu baik padanya. Lonceng di Shippoji tentunya berdentang hari ini. Seperti dentangnya pada hari-hari lain. Dan Sungai Aida menghilir menyusuri alurnya, sepertibiasa. Bunga-bunga berkembang di tepi sungai dan burung-burung erkicau menyambut datangnya musim semi. "Sungguh tolol aku ini! Sungguh aku si tolol gila, goblok!" Matahachi memukul-mukul kepalanya dengan tinjunya. Di luar, ibu dan anak perempuannya, disertai kedua tamu yang bermalam itu sudah berjalan sambil mengobrol dengan riangnya. "Kelihatannya sudah seperti musim semi!" "Orang bilang shogun sebentar lagi akan datang ke ibu kota. Kalau dia datang nanti, kalian berdua tentunya dapat uang banyak, ya?" "Ah, tidak, saya yakin tidak."

135

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa? Apa samurai dari Edo tak suka main?" "Mereka terlalu kurang ajar." "Ibu, bukankah itu musik Kabuki? Aku mendengar suara giring-giring. Juga suling." "Coba dengar anak ini! Dia selalu seperti itu. Dia pikir dia sudah di tempat pertunjukan." "Tapi, Bu, aku sudah mendengarnya." "Sudahlah. Bawakan topi Tuan Muda ini." Langkah-langkah kaki dan suara-suara orang itu mengambang sampai Yomogi. Dengan mata masih merah karena marah, Matahachi mencuri pandang dari jendela pada keempat orang yang bahagia itu. Ia merasa pemandangan itu sangat menghinanya, karena itu ia sekali lagi menjatuhkan diri di tatami di kamar yang gelap itu sambil mengutuki dirinya. "Apa kerjamu di sini? Apa tak ada lagi harga dirimu? Bagaimana mungkin kau membiarkan segalanya seperti itu? Idiot! Lakukanlah sesuatu!" Kata-kata itu ditujukan pada diri sendiri, ia begitu marah pada kelemahannya sendiri yang seperti pengecut itu. "Dia bilang pergi. Baiklah, aku pergi!" demikian kilahnya. "Buat apa duduk di sini menggemerutukkan gigi. Umurmu baru dua puluh dua. Kau masih muda. Pergilah dan lakukan sesuatu sendiri." Ia merasa tak bisa tinggal lebih lama lagi dalam rumah kosong dan lengang itu, tapi entah kenapa, tak mau ia berangkat. Kepalanya sakit karena bingung. Ia sadar bahwa cara hidupnya beberapa tahun belakangan ini telah membuatnya kehilangan kemampuan berpikir dengan jelas. Bagaimana ia dapat menahan diri? Istrinya menghabiskan malam-malamnya menghibur lelaki lain, menjual kepada mereka pesona yang dahulu dicurahkan kepadanya. Malam ia tak dapat tidur, sedang di siang hari tak ada semangat untuk pergi. Tinggal diam di dalam kamar gelap ini, tak ada yang dapat dilakukannya kecuali minum. Dan semua itu demi sundal tua itu! pikirnya. Ia pun muak dengan dirinya sendiri. Ia tahu bahwa jalan satu-satunya untuk keluar dari hidup sekarat ini adalah meninggalkan segalanya dan kembali kepada aspirasi masa mudanya. Ia harus menemukan jalannya yang telah hilang. Namun... namun... Ada daya tarik ajaib yang mengikatnya. Jenis pesona jahat apakah yang mengikatnya di sini? Apakah perempuan itu setan yang menyamar? Perempuan itu bisa memakinya, menyuruhnya enyah, bersumpah bahwa ia cuma beban, tapi kemudian di tengah malam ia akan meleleh seperti madu dan mengatakan bahwa semua itu cuma gurauan dan ia sama sekali tidak bermaksud demikian. Lagi pula, sekalipun perempuan itu sudah hampir empat puluh tahun, bibirnya itu, oh... bibir merah cemerlang yang sama merangsangnya dengan bibir anaknya. Namun ini belum cerita seluruhnya. Pada dasarnya Matahachi tak punya nyali untuk dilihat Oko dan Akemi bekerja sebagai buruh harian. Ia telah menjadi malas dan lembek; pemuda berpakaian sutra yang dari rasa saja dapat membedakan sake Nada dari bikinan setempat,

136

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berbeda sekali dengan Matahachi sederhana yang compang-camping, yang pernah ikut pertempuran di Sekigahara. Yang paling parah adalah bahwa hidupnya yang aneh dengan perempuan yang lebih tua itu telah merampas kebeliaannya. Dalam umur ia masih muda, tapi dalam semangat ia cabul dan pendengki, malas dan penggerutu. "Tapi akan kulakukan!" janjinya. "Aku akan pergi sekarang!" Sesudah menjatuhkan pukulan kemarahan terakhir ke kepalanya, ia pun melompat bangkit, dan pekiknya, "Aku akan pergi dari sini hari ini juga!" Ia mendengar sendiri suaranya tertahan karena menyadari bahwa tak ada orang lain yang akan menahannya pergi, dan tak ada sesungguhnya yang mengikatnya di rumah ini. Satu-satunya barang yang sungguh-sungguh miliknya dan tidak dapat ia tinggalkan adalah pedangnya, maka cepat-cepat ia selipkan pedang itu dalam obi-nya. Sambil menggigit bibir, ia berkata dengan penuh kepastian. "Biar bagaimana, aku seorang lelaki." Sebetulnya ia dapat menderap keluar lewat pintu depan, melambaikan pedang bagai seorang jenderal yang menang perang, tapi karena kebiasaan, ia sorongkan kaki ke sandalnya yang kotor dan keluar lewat pintu dapur. Sejauh ini belum ada masalah. Ia sudah di luar rumah! Tapi mau apa sekarang? Kedua kaki itu berhenti. Ia berdiri tak bergerak-gerak dalam angin musim semi yang menyegarkan. Bukan cahaya menyilaukan yang menahannya. Persoalannya adalah, ke mana ia pergi? Pada saat itulah terasa oleh Matahachi betapa dunia ini bagai lautan luas yang bergejolak, tiada pegangan tempat bergayut. Di luar Kyoto, pengalamannya hanya meliputi kehidupan di kampung dan satu pertempuran. Selagi terombang-ambing oleh situasi, suatu pikiran lain mendadak datang dan membuatnya bergegas sepeti anak anjing, pulang kembali melalui pintu dapur. "Aku butuh uang," katanya pada diri sendiri. "Aku pasti akan butuh uang." Ia langsung menuju kamar Oko, digeledahnya kotak-kotak kosmetik, gagang cermin, peti laci, dan apa saja yang terpikir olehnya. Ia obrak-abrik tempat itu, tapi tak ada uang sama sekali. Tentu saja seharusnya ia sudah dapat mengira-ngira bahwa Oko bukanlah jenis perempuan yang tidak bakal mengambil tindakan berjaga-jaga terhadap hal-hal seperti ini. Dengan kecewa Matahachi menjatuhkan diri ke atas pakaian yang masih tersebar di lantai. Bau Oko mengambang seperti kabut tebal di sekitar pakaian dalamnya yang terbuat dari sutra merah, di sekitar obi Nishijinnya, dan di sekitar kimononya yang celupan Momoyama. Terbayang olehnya, kini Oko sedang berada di lapangan pertunjukan di tepi sungai, menonton tari-tarian Kabuki di samping Toji. Ia pun membayangkan kulitnya yang putih dan wajahnya yang kenes merangsang. "Sundal iblis!" teriaknya. Pikiran-pikiran pahit dan kejam bangkit langsung dari isi perutnya.

137

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kemudian, tanpa diduga-duga, timbul padanya kenangan pedih akan Otsu. Sesudah lama berpisah, barulah ia dapat memahami kemurnian dan bakti gadis ini, yang telah berjanji akan menantikannya. Dengan senang hati ia akan bersedia berlutut dan mengangkat tangan memohon di hadapannya jika kiranya gadis itu mau memaafkannya. Tapi ia sudah putus dengan Otsu, menelantarkannya demikian rupa, hingga mustahil baginya untuk menemui gadis itu lagi. "Semuanya gara-gara perempuan ini," pikirnya sedih. Sekarang, ketika sudah terlambat, segalanya menjadi jelas baginya; mestinya ia tidak memberitahukan apa-apa tentang Otsu kepada Oko. Ketika Oko pertama kali mendengar tentang gadis itu, ia tersenyum kecil dan berpura-pura tidak acuh sama sekali, padahal sebetulnya ia sangat cemburu. Kemudian, apabila mereka bertengkar, ia selalu mengungkit soal itu dan mendesak agar Matahachi menulis surat untuk memutuskan pertunangannya. Dan ketika akhirnya Matahachi menyetujui dan melakukannya, perempuan itu secara tak tahu malu melampirkan satu surat dengan tulisannya sendiri yang jelas bergaya perempuan, dan tanpa perasaan sama sekali menyampaikan surat resmi itu melalui seorang pesuruh yang tidak dikenal. "Lalu apa pikir Otsu tentang diriku?" rintih Matahachi dengan sedih. Bayangan wajah Otsu yang masih polos itu tergambar di depan matanya wajah yang penuh gugatan. Sekali lagi terbayang olehnya pegunungan dan sungai di Mimasaka. Ingin ia memanggil ibunya, sanak keluarganya. Mereka semua begitu baik. Tanah di sana pun kini agaknya hangat dan menyenangkan. "Tak akan bisa lagi aku pulang!" pikirnya. "Aku sudah membuang semua itu untuk... untuk..." Kembali dilanda kemarahan, dikeluarkannya semua pakaian Oko dari peti-peti pakaian, dirobekrobeknya, kemudian serpihan serpihan dan sobekan-sobekan itu dihamburkannya di seluruh rumah. Perlahan-lahan kemudian sadarlah ia bahwa ada orang memanggil dari pintu depan. "Maafkan," kata suara itu. "Saya dari Perguruan Yoshioka. Apakah Tuan Muda dan Toji ada di sini?" "Bagaimana aku tahu?" jawab Matahachi pedas. "Mereka tentunya di sini! Saya tahu, memang tidak pantas mengganggu mereka selagi sedang mencari kesenangan, tapi ada satu kejadian yang sangat penting. Ini menyangkut nama baik Keluarga Yoshioka." "Pergi sana! Jangan ganggu aku!" "Tapi apa tak bisa setidak-tidaknya Anda menyampaikan berita ini pada mereka? Tolonglah katakan bahwa seorang pemain pedang bernama Miyamoto Musashi sudah datang di perguruan, dan yah, tak seorang pun dari kami dapat mengunggulinya. Dia menunggu Tuan Muda kembali dan—menolak pergi sebelum mendapat kesempatan menghadapinya. Tolonglah sampaikan pada mereka supaya lekas-lekas pulang!" "Miyamoto? Miyamoto?

138

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

10. Roda Keberuntungan
HARI itu adalah hari aib yang tak terlupakan bagi Perguruan Yoshioka. Tak pernah sebelumnya pusat seni bela diri yang bernama besar ini menderita penghinaan yang begitu tandas. Murid-murid yang biasanya bersemangat kini duduk berkeliling dalam keputusasaan yang mengenaskan; wajah mereka murung dan buku-buku jari mereka yang putih mencerminkan penderitaan dan frustrasi. Sebagian besar dari mereka ada di kamar depan yang berlantai kayu, sedangkan sebagian kecil di kamar samping. Hari sudah senja, biasanya mereka sudah berangkat pulang atau pergi minum. Tak seorang pun beranjak pergi. Senyap bagai kuburan. Suasana itu hanya dipecahkan oleh derit gerbang depan yang sesekali berbunyi. "Diakah itu?" "Apa Tuan Muda sudah kembali?" "Belum." Ini diucapkan oleh seorang lelaki yang sudah setengah sore itu bersandar putus asa pada tiang pintu masuk. Dan setiap kali pula orang-orang itu lebih dalam lagi terbenam dalam rawa kemuraman. Lidah-lidah berdecap putus asa, dan pelupuk mereka melelehkan air mata pedih. Dokter keluar dari kamar belakang dan berkata kepada orang yang bersandar di pintu masuk, "Saya tahu Seijuro tak ada di sini. Tapi apa Anda tidak tahu di mana dia?" "Sedang dicari. Barangkali sebentar lagi kembali." Dokter mendeham dan pergi. Di depan perguruan itu, lilin altar pemujaan Hachiman dikitari lingkaran sinar yang melantunkan bencana. Tak seorang pun akan membantah bahwa pendiri, dan guru pertama, Yoshioka Kempo, adalah orang yang jauh lebih besar daripada Seijuro atau adik lelakinya. Kempo memulai hidup hanya sebagai pedagang, seorang pencelup kain, tetapi dari tak henti-henti mengulang irama dan gerak pencelupan anti luntur, akhirnya ia menemukan cara baru memainkan pedang pendek. Sesudah mempelajari cara menggunakan tombak-kapak dari salah seorang prajurit-pendeta yang cakap di Kurama dan kemudian mendalami Delapan Seni Pedang Gaya Kyoto, ia pun menciptakan gaya yang sepenuhnya orisinal. Teknik pedang pendeknya kemudian dipergunakan oleh shogun-shogun Ashikaga yang mendatangkannya sebagai guru resmi. Kempo adalah seorang ahli besar, orang yang kearifannya setara dengan keterampilannya. Sekalipun kedua anaknya, Seijuro dan Denshichiro, menerima latihan sekeras ayahnya, mereka telah mewarisi kekayaan yang besar dan kemasyhuran ayahnya, dan menurut pendapat beberapa orang itulah sebab dari kelemahan mereka. Seijuro biasa dipanggil "Tuan Muda", tapi sebenarnya ia belum benar-benar mencapai taraf keterampilan yang dapat memikat banyak pengikut. Para siswa datang ke sekolah itu karena di bawah pimpinan Kempo, Gaya Yoshioka telah menjadi demikian termasyhur, hingga bisa masuk sekolah itu saja sudah berarti diakui oleh masyarakat sebagai prajurit terampil.

139

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah runtuhnya ke-shogun-an Ashikaga tiga dasawarsa sebelum itu, Keluarga Yoshioka tidak lagi memperoleh tunjangan resmi, tetapi pada masa hidup Kempo yang hemat, keluarga itu sedikit demi sedikit telah berhasil memupuk kekayaan besar. Selain itu ia memiliki bangunan besar di Jalan Shijo, dengan siswa yang jumlahnya lebih besar daripada perguruan mana pun di Kyoto; Kyoto waktu itu adalah kota terbesar di negeri ini. Tetapi sebenarnya sekolah yang menduduki taraf puncak di bidang seni pedang itu tinggal namanya saja. Dunia di luar dinding perguruan yang putih besar ini telah berubah lebih dari yang disadari oleh kebanyakan orang di dalamnya. Bertahun-tahun mereka telah menepuk dada, bermalasmalasan, dan hanya bermain-main, dan waktu pun melangkahi mereka. Hari ini mata mereka terbuka oleh kekalahan yang memalukan, setelah bertanding dengan seorang pemain pedang pedesaan yang tak dikenal. Menjelang tengah hari, salah seorang pesuruh datang ke dojo untuk melaporkan bahwa seorang yang menamakan dirinya Musashi berdiri di pintu, mohon diizinkan masuk. Ketika ditanya macam apa orang itu, pesuruh menjawab bahwa orang itu seorang ronin, datang dari Miyamoto di Mimasaka, umur dua puluh satu atau dua puluh dua, kira-kira 1,83 meter tingginya, dan kelihatannya agak bodoh. Rambutnya yang tidak disisir setidak-tidaknya satu tahun diikat sembarangan saja dengan kain gombal yang kemerah-merahan, sedangkan pakaiannya begitu kotor, hingga susah ditentukan hitam atau cokelatkah warnanya, poloskah atau berpola kembang. Pesuruh merasa mencium bau orang itu, tapi mengakui bahwa mungkin juga ia keliru. Tamu itu menyandang kantong kulit beranyam yang biasa disebut orang tas belajar prajurit; ini barangkali berarti ia seorang shugyosha, salah seorang dari para samurai yang banyak jumlahnya waktu itu, yang kerjanya mengembara dan menghabiskan waktu di luar tidurnya untuk mempelajari seni pedang. Namun demikian, kesan umum yang didapat pesuruh itu adalah bahwa orang yang namanya Musashi itu jelas janggal hadir di Perguruan Yoshioka tersebut. Kalau orang itu hanya minta makan, tidak masalah. Tapi ketika orang-orang mendengar bahwa pengganggu bulukan itu datang ke gerbang besar untuk menantang Yoshioka Seijuro yang termasyhur itu bertanding, mereka pun terbahak-bahak. Beberapa orang berpendapat lebih baik mengusirnya saja tanpa banyak ribut, sedang yang lain-lain mengatakan mereka harus melihat dulu, gaya apa yang dipakainya dan siapa nama gurunya. Pesuruh, yang sama merasa geli seperti yang lain-lain, pergi dan kembali lagi dengan kabar bahwa tamu itu sewaktu masih kanak-kanak belajar menggunakan pentung dari ayahnya, dan kemudian memungut pelajaran dari prajurit mana saja yang lewat di kampungnya. Meninggalkan rumah ketika berumur tujuh belas, dan "karena alasan-alasan pribadi" ia pun menenggelamkan diri dalam mempelajari ilmu pengetahuan pada umur delapan belas, sembilan belas, dan dua puluh. Sepanjang tahun sebelum itu, ia hanya sendirian tinggal di pegunungan, melulu berguru pada pepohonan dan keheningan gunung. Oleh karena itu, tidak dapat ia menyebutkan suatu

140

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI aliran khusus atau nama seorang guru. Tapi di masa depan ia berharap akan mempelajari ajaranajaran Kiichi Hogen, ahli hakikat Delapan Gaya Kyoto, dan akan berusaha meniru Yoshioka Kempo yang agung dengan menciptakan gayanya sendiri, yang menurut keputusannya akan dinamakannya Gaya Miyamoto. Memang ia memiliki banyak kekurangan, tapi itulah tujuannya, dan untuk itulah ia berhasrat bekerja dengan sepenuh hati dan jiwanya. Pesuruh mengakui bahwa semua itu merupakan jawaban yang jujur dan tidak dibuat-buat, tetapi orang itu beraksen kampung dan hampir tiap kata ia ucapkan dengan menggagap. Pesuruh dengan senang hati menirukannya untuk para pendengarnya, dan mereka pun sekali lagi terpingkal-pingkal. Orang itu tentunya sudah sinting. Menyatakan tujuannya menciptakan gaya sendiri benarbenar gila. Untuk memberikan sedikit ajaran kepada orang sombong itu, para siswa menyuruh pesuruh keluar lagi, kali ini dengan pertanyaan apakah tamu itu sudah menunjuk orang untuk mengambil mayatnya sesudah pertandingan nanti. Musashi memberikan jawaban, "Kalau kebetulan saya terbunuh, tak ada bedanya, apakah Anda membuang tubuh saya ke Gunung Toribe atau melemparkannya ke Sungai Kamo bersama sampah. Baik untuk yang pertama maupun yang kedua, saya berjanji tak akan menuntut balas." Menurut pesuruh, caranya menjawab kali ini sangat jelas, tidak mengandung kekakuan seperti jawaban-jawaban sebelumnya. Sesudah ragu-ragu sebentar, akhirnya satu orang berkata, "Suruh dia masuk!" Itulah awal mulanya; para siswa menyangka mereka akan berhasil menyayat pendatang baru itu sedikit, kemudian melemparkannya ke luar. Namun pada pertandingan pertama saja juara perguruanlah yang keluar sebagai pihak yang kalah. Tangannya putus. Hanya sedikit kulit yang masih menghubungkan pergelangan dengan tangan. Satu demi satu yang lain-lain pun menerima tantangan orang asing itu, dan satu demi satu pula mereka kalah secara memalukan. Beberapa orang luka parah, dan pedang kayo Musashi bergelimang darah. Sesudah kekalahan kesekian kali, para siswa berubah jadi ingin membunuh; kalaupun mereka semua harus terbunuh, tak akan mereka membiarkan orang gila biadab ini pergi dalam keadaan hidup, membawa serta kehormatan Perguruan Yoshioka. Musashi sendirilah yang mengakhiri pertumpahan darah itu. Sejak tantangannya diterima, tak ada rasa kuatir padanya tentang jatuhnya korban, tapi ia menyatakan, "Tak ada gunanya melanjutkan ini sebelum Seijuro kembali," dan ia menolak untuk bertempur lagi. Karena tak ada pilihan lain, atas permintaannya sendiri ia dipersilakan masuk ke sebuah kamar untuk menunggu. Baru pada waktu itulah satu orang tersadar dan memanggil dokter. Tak lama sesudah dokter pergi, suara-suara yang memekikkan nama dua orang yang terluka menyebabkan selusin orang masuk kamar belakang. Mereka mengerumuni kedua samurai itu

141

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan sikap tak percaya bercampur takjub; wajah mereka kelabu dan napas mereka tidak tetap. Kedua orang itu tewas. Langkah-langkah kaki bergegas melintas dojo dan masuk ke kamar mati. Para siswa memberikan jalan bagi Seijuro dan Toji. Keduanya pucat, seakan-akan baru saja keluar dari air terjun yang dingin. "Apa yang terjadi di sini?" tanya Toji. "Apa arti semua ini?" Nada bicaranya gusar seperti biasa. Seorang samurai yang berlutut dengan wajah tercekam di samping bantal salah seorang kawannya yang mati melontarkan pandangan penuh tuduhan kepada Toji, dan katanya, "Kau yang mesti menjelaskan apa yang sedang terjadi. Kau yang membawa Tuan Muda minum-minum. Nah, kali ini kau sudah bertindak terlalu jauh." "Jaga lidahmu, atau kupotong nanti." "Ketika Tuan Kempo masih hidup, tak ada hari lewat tanpa dia ada di dojo", "Lantas mau apa? Tuan Muda ingin bersenang-senang sedikit, dan kami pergi ke Kabuki. Apa maksudmu bicara demikian di depannya? Kaupikir siapa kau ini?" "Apa untuk melihat Kabuki saja dia mesti tinggal di luar sepanjang malam? Bisa-bisa Tuan Kempo bangkit dari kuburnya." "Cukup!" teriak Toji sambil menyerang orang itu. Ketika yang lain-lain campur tangan pula dan mencoba memisahkan serta menenangkan kedua orang itu, satu suara berat karena beban sakit terdengar sedikit mengungguli suara percekcokan itu. "Kalau Tuan Muda sudah kembali, sudah waktunya menghentikan percekcokan. Terserah kepadanya untuk mengembalikan kehormatan perguruan. Ronin itu tidak boleh meninggalkan tempat ini dalam keadaan hidup." Beberapa di antara yang luka menjerit dan memukul-mukul lantai. Tindakan itu merupakan celaan yang seterang-terangnya terhadap mereka yang belum menghadapi pedang Musashi. Bagi samurai zaman itu, yang terpenting di dunia ini adalah kehormatan. Sebagai golongan, mereka benar-benar saling berlomba mencari jalan untuk mati lebih dulu dalam mempertahankannya. Pemerintah sampai hari-hari terakhir terlampau sibuk dengan perang, hingga tak ada waktu untuk menyusun sistem administrasi yang memadai bagi suatu negeri yang damai, bahkan Kyoto pun hanya diatur dengan seperangkat peraturan yang longgar dan bersifat tambal sulam. Toh pentingnya kehormatan pribadi bagi golongan prajurit itu tetap dihargai, baik oleh kaum petani maupun orang-orang kota, dan ini besar artinya dalam menjamin ketenteraman. Pendapat umum mengenai mana tindakan terhormat dan mana yang tidak telah memungkinkan rakyat mengatur diri sendiri, sekalipun hanya dengan undang undang yang tidak memadai.

142

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

memperbincangkan apa yang harus diperbuat. yaitu kehormatan perguruan. orang-orang dari Perguruan Yoshioka sama sekali bukan orangorang rendah yang tak kenal malu. jauh dari pendengaran Seijuro. dan katanya. dan bahkan tidak merasa perlu berpesan kapan akan pulang. Dengan menyingkirkan permusuhan perseorangan.co. Ia pun duduk di tempat guru. kehormatan guru. ia yang seharusnya berada dalam keadaan prima. Menyusullah bisik-bisik lama. kebetulan hari itu Seijuro sedang kehilangan semangat juangnya. "Panggil dia!" perintah Seijuro. dan mereka pun menyimpulkan bahwa tidak bijaksana membiarkannya menghadapi Musashi satu lawan satu. Kalau Seijuro pun menderita kekalahan. kehormatan pribadi mereka sendiri. sebagian besar dari mereka berkumpul di sekitar Seijuro. justru loyo. begitu banyak yang hadir di situ.id and dimhad. "Kami sudah mencapai kesimpulan. Sayang sekali. Kebanyakan orang itu berpendapat.webng. Pagi itu ia sudah meninggalkan rumah dengan teman-temannya ke Ise. Mulutnya kering karena tegang. dan kehabisan tenaga. dan bersiap-siap menerima salam dari Musashi. Meski berlangsung seru. "Di mana orang itu?" tanyanya seraya mengikatkan lengan kimononya dengan tali kulit. melainkan juga menyadari benar kekurangan Seijuro sebagai seorang pejuang. maka ia pun menjadi orang yang berwatak sangat santai. Toji mendekati Seijuro. krisis yang mengancam perguruan akan berat luar biasa. dan dipegangnya tegak di samping. Ketika mereka sadar kembali sesudah menderita guncangan kekalahan itu. "Dia di kamar kecil di samping kamar terima tamu." kata seorang murid sambil menunjuk ke seberang kebun. lemah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sekalipun tidak terpelajar. bahwa jika waktu itu Denshichiro hadir. para anggota keluarga dan beberapa orang lain menggabungkan diri. walaupun tidak diucapkan. Tiga-empat orang menerima perintah dan mulai meninggalkan tempat. Tak lama kemudian. waktu itu juga dan di tempat itu juga. tidak banyak yang perlu dikuatirkan." 143 thanks to. Konsultasi diam-diam itu berpusat pada Toji dan murid-murid senior lain perguruan itu. tetapi Toji dan Ryohei menyuruh mereka menanti.com . Dua orang sudah tewas dan beberapa orang terluka. Dipilihnya salah satu pedang kayu yang disodorkan para muridnya. syauqy_arr@yahoo. Pada umumnya ada anggapan bahwa ia lebih cocok untuk melanjutkan kerja ayahnya. sebuah mimbar kecil. Sebagian besar tidak hanya memprihatinkan nasib perguruan. Itu tindakan yang terlampau riskan. Pada saat itu. tapi karena ia anak kedua dan tidak mempunyai tanggung jawab serius. hingga kerumunan itu terpecah dalam kelompok-kelompok. hal pertama yang terpikir oleh mereka adalah kehormatan. perdebatan dapat diselesaikan dalam waktu cukup singkat.

com . Banyak juga mata lain mengintip ke arah yang sama." kata Toji tegas." Namun Seijuro tak juga bisa menerima. Diam-diam. Apa pun kekurangan Toji. "Tuan Muda. lalu memadamkan lampu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar laporan yang disampaikan dengan bisikan itu.webng. tapi Seijuro terus juga membangkang. "Serahkan pada kami. Yoshioka Seijuro. Maka Toji pun mengungguli suaranya. kita tak dapat menangguhkannya lagi. Kedudukan Anda terlalu tinggi untuk menghadapi gelandangan kurang ajar seperti itu. lalu menyergapnya?" "Tenanglah. menahan napas dan mendengarkan baik-baik setiap bunyi yang dapat mengungkapkan kepada mereka sedang apakah Musashi. Lagi pula. tapi Seijuro tidak dapat diredakan. "Mengakali dia?" Toji mencoba meredakan dengan gerakan mata. "Aku tak setuju dengan tindakan seperti itu! Itu pengecut. Seijuro tampak semakin berang. seperti kucing. berarti para muridnya menilai rendah kemampuannya. bukan? Hanya satu yang penting. Ia pun melonggarkan pedang dalam sarungnya dan menaikkan lengan kimononya. yaitu tidak membiarkan dia pergi dalam keadaan hidup. Itulah satu-satunya cahaya yang ada di sekitar tempat itu. tidak ada alasan kenapa orang di luar rumah ini mesti tahu soal itu. Lewat pintu-pintu kamar Musashi yang tertutup kertas ia dapat melihat cahaya lampu yang berkelap-kelip lembut. dan ini membuatnya sangat sedih. Kami yang akan mengurus. ia telah memperoleh latihan sebagai seorang samurai. akan kalah dengan si Musashi atau siapa pun namanya itu?" "Oh." Toji memohon. dengan mengambil langkah itu. Seijuro pun bangkit dan berdiri dekat jendela. Menurut pengertiannya." Belum selesai mereka beradu pendapat. dan katanya keras.id and dimhad.co. Rumah itu semakin dingin dan senyap seperti dasar sumur." kata Toji berbohong. ke arah pintu belakang dan ke kamar-kamar dalam. sampai akhirnya ia pun tersengal-sengal dan hampir tidak dapat mengendalikan kemarahannya lagi. Karena tak dapat duduk tenang. Sekalipun dalam batas-batas tertentu ia puas karena tidak harus bertempur melawan orang asing itu. sama sekali tidak begitu. dan secara hampir tidak kelihatan menghilang ke kegelapan. jumlah orang yang berada di dalam ruangan sudah berkurang lebih dari setengahnya. Bagaimana kalau sampai kedengaran orang bahwa Perguruan Yoshioka takut pada seorang prajurit tak dikenal. namun ia sama sekali tidak merasa senang. Mati-matian sekarang ia mencoba membayang-bayangkan apa yang mungkin diperbuat Musashi. tidak. Seijuro tetap duduk. "Apa menurutmu aku. "Dia sama 144 thanks to. "Cuma kami tak percaya Anda dapat memperoleh kehormatan dengan mengalahkan dia. Ia pun terkenang bagaimana ia telah mengabaikan latihan sejak meninggalnya ayahnya. dan menyembunyikan diri. syauqy_arr@yahoo. Para penyerang meletakkan pedangnya di tanah di hadapan mereka. mereka menghilang ke kebun.

orang-orang yang seharusnya menyerbu ke dalam kamar secara tak sengaja mundur selangkah. tapi dia seorang pendekar hebat. Dari bawah beranda dan dari tempat-tempat gelap di kebun para murid dan pesuruh pun berkumpul. Tak ada jalan baginya untuk pergi tanpa terlihat. "Musashi! Maaf membiarkanmu lama menunggu! Boleh aku bertemu sebentar?" Karena tak ada jawaban. Ia memang pergi ke kamar kecil kurang dari sejam sebelum itu. Akhirnya Toji yang licik dan persis berada di luar kamar Musashi. ketika seseorang membawakan lampu. anglo masih menyala dengan baik. Namun para penjaga tetap menyatakan bahwa Musashi tak mungkin pergi. "Mm. siapa yang pertama-tama akan maju menyerbu dan mempertaruhkan nyawanya. dia sudah membuktikan dirinya cerdik. dia sudah mati sekarang. mengentakkan kaki dengan marah dan memaki-maki orang yang menjaga kamar yang kecil itu. Toji menyimpulkan bahwa Musashi memang sudah siap menanti serangan. dan masih ada cangkir teh yang belum disentuh. Mungkinkah dia sekadar duduk diam di kamar itu? Pengepungan kami cukup hati-hati. tapi segera kembali ke kamarnya lagi. Agaknya itulah yang terjadi. dan semua pintu lain dalam kamar itu pun gemerantang terbuka. Mendengar bunyi itu. Toji pun memberikan isyarat ke kanan dan ke kiri. Betul begitu!" Orang-orang itu menanti dengan gelisah. tapi dia tentunya merasa bahwa orang banyak sedang mendesaknya sekarang.co. terlepas dari lekuknya akibat hantaman itu. kalau tidak.id and dimhad. Mereka pun bertukar pandang. "Mestinya begitu. membiarkan lampu menyala untuk membuat orang-orang ini kehilangan kewaspadaan dan tinggal menanti serangan pertama. memberitahukan kepada yang lain-lain bahwa Musashi sudah pergi. diamdiam saling menanyakan. Kemungkinan dia sedang berdiri di sana dalam keadaan siap tempur. Memang sudah lama juga dia menanti. Musashi masih duduk di sana sejenak sebelum itu. Lampu masih menyala. Sambil bersumpah tak akan membiarkan Musashi meloloskan diri. barangkali dia sudah tertidur. Tapi Musashi tak ada! Satu orang berlari ke beranda. "Dia tak ada!" "Kamar kosong!" Suara-suara yang mencerminkan pulihnya keberanian pun terdengar menggerutu menyatakan tak percaya.com . Bagian bawah pintu bergeser sekitar dua kaki ke dalam kamar. syauqy_arr@yahoo. bantalan yang tadi didudukinya masih di sana. "Di pihak lain. 145 thanks to. kemudian menerjang ke arah pintu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sekali tak dikenal di ibu kota. Tapi dalam beberapa detik saja seseorang menyerukan serang. karena orang yang menjadi sasaran nafsu membunuh mereka juga sama inginnya membantai mereka. berseru. Setiap orang yang mencoba hidup sebagai prajurit pasti mengetahuinya.webng.

dan katanya heran. dan orang-orang itu pun berdiri. ya?" "Sesudah tindakanmu hari ini?" Terdengar bunyi tonjokan dan tendangan keras. melenceng ke satu sisi ketika hampir mencapai dinding di ujung lorong. belakang. Sosok itu berlari seperti kelinci. menyeberang jalan. juga lolongan menantang. Tepat waktu itu satu orang yang selama itu celingukan di kamar kecil berseru. nyonya rumah mengatakan padaku bukan. "Tunggu! Salah! Ini bukan orang yang kita kejar. "Pengecut!" "Mau lari. Baru saja mereka berduyun-duyun keluar dari gerbang depan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa maksudmu dia tidak kelihatan." "Kelihatannya memang mencurigakan. Matahachi tenang-tenang merapikan rambutnya yang kusut dan meratakan kimononya." Toji memperhatikan tangkapan itu dengan lebih saksama. Dalam sekejap ketiga orang yang menjambak tengkuknya terjerembap ke tanah. papan-papan lantai ini sudah lepas." Sementara mereka memandangnya dengan diam dan curiga. "Itu dia!" Dekat gerbang belakang. dan masuk lorong gelap di sisi lain.com . Tak mungkin dia sudah pergi jauh!" "Kejar dia!" Kalau Musashi memang melarikan diri. pasti dalam hatinya ia seorang pengecut! Jalan pikiran ini mengobarkan kembali semangat para pengejarnya yang beberapa lama sebelumnya sudah sangat kehilangan semangat. "Hei. kau benar! Bukan Musashi!" Selagi mereka berdiri di sana dengan kebingungan. Dua-tiga orang murid berhasil mengejarnya antara Kuyado dan puing-puing kebakaran Honnoji. Kau kenal dia?" "Baru tadi siang aku melihatnya di Warung Teh Yomogi. ketika orang keempat datang berlari dan berseru. seperti angin?" satu orang bertanya dengan nada mencemooh.co." Matahachi menurunkan pedangnya. satu orang memekik. orang lain-bukan orang yang bikin ribut itu. satu sosok melejit keluar dari bayangan. "Sudah kalian tangkap?" tanyanya. "Apa dia pemilik Yornogi?" "Tidak. Rupanya dia cuma semacam benalu. "Ini orang yang kalian kejar?" "Ya.id and dimhad. "Dari sini dia pergi! Lihat." "Belum lama lampu itu tadi dirapikan. Toji sampai di tempat kejadian.webng. Pedang orang itu sudah mau ditebaskan kepada mereka. dan samping. Orang yang terkepung itu memperoleh kembali kekuatannya dan membalik menghadapi para penangkapnya. "Uh. Apa kerjanya di dekat-dekat gerbang ini? Mematamatai?" 146 thanks to. syauqy_arr@yahoo.

"Ini bukan waktu yang tepat. Matahachi lalu berjalan pelan-pelan di samping parit gelap itu." Sesudah menyampaikan peringatan itu. Ya. Aku cukup punya harga diri dan takkan membiarkan dia memandang rendah kepadaku. Matahachi berdiri diam dengan kepala menunduk. tidak. Tiap kali menendang." "Kukira 'Musashi' itu cara lain untuk membaca dua huruf yang bisa dipakai menuliskan 'Takezo'. lain kali apa tidak lebih baik kau jauh-jauh saja dari tempat-tempat yang bukan tempatmu? Kalau tidak. Tapi kalau gerombolan Yoshioka itu berhasil mengejarnya. syauqy_arr@yahoo. dan mereka pun berangkat. dan sekali-sekali berhenti untuk memandang bintang-bintang. Paling tidak.webng." Terdengar suara-suara mengiakan. sementara orang-orang itu lewat berlarian." Maka disurukkannya tangannya ke dalam obi. Sekarang kita berpencar saja dan jalan. kau bisa mendapat kesulitan besar hari-hari ini. "Dia tentunya sudah mengubah namanya menjadi Musashi dan menjadi pemain pedang.co. Aku cuma heran. ia pun merasa melihat wajah Takezo di hadapannya.id and dimhad." "Nah. kan?" "Kenapa kau menanyakan sernua itu? Apa dia temanmu?" "Ah. orang itu pun lari. dan mulailah ia menendang-nendang sebuah batu dengan jari sandalnya. Menghadapi parit Honnoji. "Berapa umur orang yang namanya Musashi itu?" "Mana aku tahu?" "Apa kira-kira seumurku?" "Kira-kira begitu. Di mana dia berada kira-kira? Paling tidak. Boleh jadi dia lain sekali dengan dahulu. Ia rupanya tidak mempunyai tujuan khusus. "Aku akan malu kepadanya kalau dia melihatku dalam keadaan seperti ini. Orang itu berhenti.com ." gumamnya.. ia pun berseru kepadanya. "Kalau kita menghabiskan waktu dengan dial kita akan kehilangan Musashi. kita bisa tahu di mana dia tinggal." "Apa dia dari Desa Miyamoto di Provinsi Mimasaka?" "Ya. kemungkinan mereka akan membunuhnya. Matahachi mendekatinya.. Ketika orang terakhir lewat. "Pasti dialah itu!" demikian kesimpulannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tapi Toji sudah mulai bergerak. ingin aku memperingatkannya. dan tanyanya.." 147 thanks to. "Ada apa?" tanyanya.

Barang barang itu dijual untuk tanda mata dengan harga dua puluh atau tiga puluh sen saja kepada orang-orang yang pergi atau datang dari kuil." demikian kagumnya. Hari-hari itu sering kali ia merasa amat kagum pada kerja orang lain. syauqy_arr@yahoo. Beberapa waktu sebelum pecahnya pertengkaran keluarga itu. ia sudah berdiri di luar. Dua lelaki yang ada di dalam tidak menyadari kehadirannya.id and dimhad. menurut pendapatnya. Sejak kecil ia menyukai pekerjaan tangan. dan mulai memukulinya.co. dan tidak jauh dari situ seekor anjing menggonggong. di sebuah meja panjang darurat yang terbuat dari papan pintu tua. Musashi pun sadar bahwa ia terlalu tinggi menilai kemampuannya sendiri. "Ternyata diperlukan banyak teknik untuk membuat barang sederhana itu saja. Namun justru pada waktu itu salah seorang tukang tembikar yang umurnya hampir enam puluh tahun mulai membuat mangkuk teh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 11. Ia merasa menghargai teknik. Konsentrasi mereka sungguh bulat. Seorang lelaki umur sekitar lima puluh tahun. menyusul terhuyung ke luar. "Kau pergi meninggalkan istri dan anak kelaparan. dan kendi. paling tidak ia akan dapat membuat mangkuk teh sederhana. jalan itu semerbak oleh bau ikan asin yang dibakar di atas arang. lalu datang lagi merangkak seperti cacing!" Dari dalam rumah terdengar suara anak-anak menangis. yang agaknya seorang pekerja tangan. Di bawah sinar matahari siang yang panas. mengamati para pembuat tembikar dengan kegairahan kanak-kanaknya. Karena mata mereka terpaku kepada pekerjaan. "Apa kaubilang. Sebuah piring melayang keluar dari pintu salah satu gubuk bobrok itu dan pecah berantakan di jalan. orang sinting tua?" Para tetangga bergegas datang dan mencoba melerai. rambutnya awut-awutan dan payudaranya tergantung-gantung seperti tetek sapi. seni. demikian tuanya hingga lumut sudah menumbuhi tepi-tepi atapnya. Perempuan itu akhirnya berhasil mengejar suaminya. Musashi sebetulnya ingin mencoba bekerja dengan tanah liat itu. menangkap gelung rambutnya.com . orang udik?" jeritnya serak. berderet-deret piring. Di sebuah sudut toko itu. Berhadapan dan Mundur SEPANJANG jalan setapak berbatu yang menuju Kuil Kiyomizudera berdiri sederetan rumah kumuh dengan atap papan yang tersusun seperti gigi rusak. terutama jika itu adalah keterampilan yang tidak dikuasainya. Melihat betapa cekatan orang itu menggerakkan jari-jarinya dan memainkan kape-nya. Sekejap kemudian menyusul pula istrinya yang bertelanjang kaki. Sesuatu yang bertentangan sekali dengan kesungguhan para tukang tembikar pada pekerjaan 148 thanks to. Musashi tersenyum ironis dan membalikkan badan menuju toko barang tembikar. "Sekarang mau pergi ke mana kamu. sloki sake. bahkan kemampuan melakukan tugas yang sederhana dengan baik. mereka seakan-akan sudah menyatu dengan tanah liat itu.webng.

jika ia ingat bagaimana ia mencapai taraf kesempurnaan dalam seni pedang yang diinginkannya itu. Tak dapat ia memperkirakan. tapi ia mengira. "Hei. Dalam hati ia merasa sangat hormat kepada orang-orang tua bergelimang tanah liat yang sedang bekerja pada rodanya itu. apakah mereka selalu dapat makan cukup. saya?" tanya Musashi sambil menoleh. dan mulailah ia mendaki lereng terjal Kiyomizudera. kakinya yang telanjang.. tapi karena tak seorang pun muncul. Belum lagi jauh. dan kesetiaan yang dicurahkan untuk membuat barang-barang semurah itu. ingat akan bahaya puas diri. Melihat pakaian katunnya yang berlapis. apa nama Tuan Miyamoto?" "Ya. tuan yang di sana! Ronin!' "Maksud Anda. karena dalam tiga minggu terakhir itu ia telah mengunjungi pusat-pusat latihan terkenal lain di Kyoto disamping Perguruan Yoshioka.com . ia pun merasa bersalah dan patut dihukum. kalau para samurai yang dijumpainya itu memang gambaran dari samurai masa kini. konsentrasi. dan tongkat yang dibawanya. terdengar suara memanggilnya dari bawah. Baik dalam hal yang pertama maupun kedua. orang itu adalah pemikul joli. "Tuan. Ia pun berdiri dulu di sana sebentar. Pikiran itu sungguh pikiran yang menyadarkan. Bukankah kota itu ibu kota kekaisaran dan dahulu menjadi pusat ke-shogun-an Ashikaga. 149 thanks to. ia memang melihat satu rombongan besar kuli dan pemikul joli sedang berdiri di sanasini di bawah sinar matahari.webng. Sewaktu melewati daerah itu tadi. Musashi melihatnya memasuki rumah yang nampaknya warung teh. ia kembali mendaki. syauqy_arr@yahoo. Hidup ini agaknya tidak semudah kelihatannya. Keinginannya semula adalah melihat Kyoto sebagai tempat penuh orang yang telah menguasai seni bela diri.co." "Terima kasih. Musashi pun merasa jalannya sendiri masih panjang. dan sudah lama menjadi tempat berkumpulnya jenderal-jenderal ternama dan prajurit-prajurit legendaris? Namun selama berada di sana. Tetapi sekarang. dan sempat bertanya-tanya kepada dirinya apakah ia tidak terlampau kritis terhadap diri sendiri semenjak dikurung di Himeji dulu. Tergugah oleh keberhasilannya. cukup sopan untuk orang yang kedudukannya serendah itu. tak dapat ia menetapkan apakah itu disebabkan ia yang bagus atau lawan-lawannya yang jelek. Sebaliknya. hanya kekecewaan yang diperolehnya di setiap perguruan itu. Terpikir oleh Musashi. siapa yang kini telah menyuruh salah seorang dari mereka itu untuk menanyakan namanya. Dari balik jenggotnya ia berkata.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mereka adalah hina-dinanya pondok papan mereka. belum pernah ia menemukan satu pun pusat latihan yang mengajarkan kepadanya sesuatu yang benar-benar pantas diberi ucapan terima kasih. berarti negeri itu berada dalam keadaan memprihatinkan." Orang itu pun membalik dan turun ke Bukit Chawan.. Memikirkan keterampilan.id and dimhad. ia pun sampai kepada pemikiran untuk merasa bangga akan keahliannya. Sekalipun selalu memenangkan pertandingan. siapa pun yang telah menyuruh itu pasti akan segera datang menemuinya.

Kiranya bagus juga menjadi seorang Hideyoshi atau Ieyasu. siapa lagi yang dapat? Saat itu Musashi pun membayangkan bagaimana ia dapat menciptakan tempatnya sendiri di dunia ini. kalau menang perang. Jadikanlah dia pemain pedang terbesar di negeri ini. Ieyasu sudah mengatur segala hal. syauqy_arr@yahoo." Ia pernah membaca bahwa pada abad sepuluh. dua pemberontak bernama Taira no Masakado dan Fujiwara no Sumitomo yang sama-sama ambisius telah bergabung dan bersepakat. tentang visi mereka untuk mempersatukan Jepang dan tentang banyak pertempuran yang telah mereka lakukan untuk mencapai tujuan itu. Sekarang rakyat hanya menginginkan perdamaian yang telah begitu lama mereka rindukan. Namun sekarang ia merasa hal itu tidak lagi menggelikan. karena aku lahir sebagai manusia. Dari situ ia dapat memandang seluruh kota Kyoto. bergejolaklah ambisi yang sederhana namun kuat dalam dadanya yang masih muda. 150 thanks to." Yang kedua: "Ujilah Musashi yang hina ini dengan kesulitan. tapi masih dapat aku memimpikan dunia yang harus kutaklukkan sendiri. dan jalan Pedang adalah jalan yang telah dipilihnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Di sepanjang jalan itu ia berhenti menjenguk kuil-kuil terkenal. dan di tiap kuil ia membungkukkan badan dan mengucapkan dua doa. Merenungkan perjuangan panjang yang harus ditempuh Tokugawa Ieyasu dalam mengubah keinginan itu menjadi kenyataan.com . tapi ada beberapa persamaan. Tetapi jelas." pikirnya. mereka akan membagi Jepang di antara mereka berdua. Doa pertama: "Lindungilah kakak perempuanku dari bahaya. Tak seorang pun dapat menghentikanku melakukan itu.co. Ia memiliki pedang. Kalau orang muda tidak dapat menggantungkan cita-cita besar dalam jiwanya.webng. jalan menuju kebesaran itu kini tidak lagi terletak dalam memenangkan perang. Memang terlambat aku menempuh jalan yang dilalui Nobunaga atau Hideyoshi. Sementara ia duduk merangkul lutut. "Ini zaman baru. Pemikul joli tadi pun mempunyai impiannya sendiri. waktu itu ia berpendapat alangkah bodoh dan tidak realistis sekiranya mereka percaya bisa melaksanakan rencana gila-gilaan semacam itu. betapa susahnya berpegang teguh pada cita-cita. Di Kyoto yang terhampar di bawah sana kehidupan tidak lagi soal untung-untungan." Sampai di tepi tebing karang ia jatuhkan topi anyaman yang dipakainya ke tanah dan duduk. "Aku ingin menempuh hidup yang berarti.id and dimhad. Musashi pun sadar sekali lagi. tidak lagi ada keperluan akan perang-perang berdarah. Aku mau menempuhnya. Sukar memastikan kebenaran cerita itu. Impian yang dimilikinya lain jenisnya." Sesaat ia singkirkan gagasan-gagasan itu dari pikirannya dan mencoba meninjau keadaan dirinya secara objektif. "Sisa hidupku masih ada di hadapanku. atau biarlah dia mati. tapi Musashi ingat. tetapi zaman tidak lagi membutuhkan orang-orang dengan bakat seperti mereka. Ia berpikir tentang Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi.

Dari arah Bukit Sannen kedengaran nyanyian berirama pengatur langkah oleh orang-orang yang membawa beban.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bagi Musashi. juga seni pedang yang dikuasainya dalam hubungan kehadirannya sebagai manusia. sejumlah besar orang telah mengepungnya dari jauh. "Di sini saja. sampai akhirnya dua orang memasuki pekarangan kuil dengan menggendong seorang perempuan tua dan seorang samurai desa yang tampak agak lelah. ia pun puas karena telah menemukan hubungan antara seni bela diri dan visinya mengenai kebesaran. dan katanya. "Kali ini kita 151 thanks to. Kesan Musashi adalah mereka sedang saling merangsang semangat. Mereka mulai mendaki bukit menuju ke arahnya. tampak olehnya orangorang di belakangnya itu berhenti.id and dimhad. Mereka pun mulai bicara antara sesamanya dengan suara tertahan-tahan. Dengan bergandengan tangan dan mengacung-acungkan tongkat. lambat atau cepat mereka akan bubar. dan sekarang para pendeta. syauqy_arr@yahoo. dan tukang jualan menajamkan mata untuk melihat apa yang sedang terjadi. Penuh rasa ingin tahu. ia berkata. peziarah. Tetapi tak lama kemudian ia melihat jalannya tercegat. tak ada gunanya ribut dengan gerombolan pekerja kasar itu. Pekarangan dalam gerbang barat kuil itu dengan segera penuh orang." Si pengusung melipat kakinya dan Osugi pun melompat sigap ke tanah sambil mengucapkan terima kasih. Kalau demikian.com . Ia pun berdiri saja di sana dengan sabar. "Itu dia di sana!" Musashi memandang ke bawah. yang tergantung pada blandar pintu masuk kuil.webng. Dan punggung pengusungnya Osugi melambaikan tangan dengan gerakan cepat. yang penting sejak sekarang dan untuk seterusnya adalah pedangnya dan masyarakat sekitarnya. ke arah kuli-kuli yang sedang bergerak ke sana kemari sambil berteriak-teriak. Walaupun ia tahu dapat membereskan mereka dengan cepat. mereka membentuk kelompok-kelompok di luar lingkaran kuli-kuli yang mengepung Musashi. wajah pemikul joli muncul kembali di bawah tebing karang.co. sambil membaca dan membaca sekali lagi kata-kata pada tanda peringatan itu: "Kaul sejati". dan serunya. Sementara ia duduk tenggelam dalam pemikiran itu. Musashi yang kini berada di depan tangga Hongando memang sedang menengadah memperhatikan tanda peringatan yang sudah dimakan cuaca. ia berjalan terus mendaki bukit. Suara itu makin lama makin dekat. la menudingkan tongkat bambunya kepada Musashi. Pada saat memperoleh pemahaman mendalam itu. Ia merasa gelisah dan bertanya-tanya dalam hati apakah ia sebaiknya menakutnakuti mereka dengan teriakan perang. Ia pun bangkit. Lagi pula. "Ini dia datang!" salah seorang kuli berteriak. sambil mencoba mengabaikan mereka. Sembari menoleh kepada Paman Gon. Seorang dari mereka menyeringai memperlihatkan giginya dan memberitahukan kepada yang lain-lain bahwa Musashi rupanya "sedang memperhatikan tanda peringatan atau entah apa". Ketika ia menoleh. barangkali ada kekeliruan.

lalu mulai menggerakgerakkan bibir. Salah seorang kuli pikul menjawab. bermain dengan cucu-cucunya." "Tapi dia sudah begitu tua! Malah pengiringnya juga sudah goyah kakinya! Mestinya ada alasan kuat." kata yang lain. ia pun langsung menuju tangga depan Hongando dan duduk di tangga. tapi tidak. Diilhami oleh semangat keagamaannya. "Pada umur seperti itu. Takezo itu cuma manusia jerami." 152 thanks to. Osugi menyerahkan gayung itu kepada Paman Gon dan berkata tegas kepadanya. Tanpa memperhatikan Musashi atau orang banyak yang memandangnya. para penonton merasa cemas. Sesudah minum seteguk besar. dan salah seorang penonton mulai tertawa terkekeh. "Apa perempuan tua ini betul-betul mau menantang duel ronin itu?" "Kelihatannya begitu. perempuan tua ini mestinya dapat hidup senang di rumah. Bisa saja dia belajar sedikit cara memakai pedang. dia malah di sini menggantikan anaknya menuntut balas atas penghinaan terhadap keluarganya. "Pastikan dulu apa Anda sudah betul-betul siap. dan kedua orang itu pun menerobos lingkaran manusia tersebut. Sementara para pekerja memberikan dorongan dan dukungan bagi Osugi.com . orang sinting! Jauh-jauh perempuan tua ini datang dari Mimasaka untuk mencari manusia sampah yang melarikan istri anaknya. "Itu di sana." "Tentulah sekitar permusuhan keluarga!" "Lihat tuh! Dia memarahi lelaki tua itu. kan?" Pakaian dan sepatu kedua orang itu mengesankan seolaholah mereka hendak menghabiskan sisa hidupnya dalam perjalanan. Tenang saja kamu!" Untuk memelopori. tak sampai sepuluh langkah dari Musashi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI takkan membiarkannya lepas. sebab tak ada yang perlu dibingungkan." Seorang kuli berlari datang membawa segayung air untuk Osugi. syauqy_arr@yahoo.co. Seketika itu juga salah seorang kuli memutar badan dan katanya menantang." dan menuding bangga ke arah kuil. Pemandangan itu ternyata agak terlampau melodramatis." nasihat yang lain. "Orangnya tampak tangguh. tapi tak mungkin dia belajar banyak. Paman Gon menangkupkan kedua tangannya dan berbuat demikian pula. "Sekarang jaga jangan sampai kau bingung. "Mana dia?" seru Osugi. Saban hari selalu dia berdoa di kuil ini selama hampir dua bulan. Melulu karena itu saja patutlah dia kita hormati. "Siapa menganggap ini lucu? Ini bukan bahan tertawaan." "Orang-orang samurai ini lain dengan kita.webng. dan akhirnya hari ini orang itu muncul. mengapa mereka mencoba menghadapi orang yang begitu jauh lebih muda. "Tenang saja. Ada memang nenek-nenek tua yang betul-betul gagah berani. Paman Gon membasahi gagang pedangnya dengan ludah." salah seorang kuli pikul mengingatkan.id and dimhad. ia mengeluarkan tasbihnya dan memejamkan mata." kata kuli yang lain.

co. "Takezo!" katanya lagi.webng. mari kita hadapi sendiri ronin itu. jadi kenapa kamu tidak menjawab? Kudengar kau sudah mengambil nama baru yang bagus-Miyamoto Musashi. sekarang ini.id and dimhad. ia pun bergerak beberapa langkah mendekati Musashi. Beberapa penonton mulai mendorong kuli-kuli itu maju. Tak gentar oleh hal itu. Seluruh perkara itu tidak lebih dari soal kecil Miyamoto. sukarlah baginya mengekang kekesalan terhadap rasa benci yang disimpan keluarga Hon'iden terhadapnya selama ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Orang ketiga mengatakan. "Diam kalian! Kalian cuma saksi. pikirannya serba ragu. Dia punya semangat. "Takezo itu selamanya namamu di kampung. "Bersikaplah jantan! Beri kesempatan perempuan ini membunuhmu!" cemooh yang lain. Membantu pihak yang lemah itu benar! Kalau nanti dia kalah. kemudian memandang para pemikul dan mendecap merah. jika saja Matahachi ada. Ia tak dapat menjawab. "Kita bukan membantu dia karena dia memberi kita uang. kegairahan pun meningkat.com . juga bantuan kalian!" Sambil menarik pedang pendeknya setengah jalan dari sarungnya. Sebetulnya ingin ia mengabaikan saja perempuan itu sama sekali. dan sambil mendongakkan kepala ke depan ia pun meneriakkan tantangan. Perempuan itu mengedipkan mata dan menggelengkan kepala. Di luar itu aku tak butuh omongan kalian. tapi ia sangat tersinggung oleh pembicaraan para kuli yang tersebar di tengah orang banyak itu. Bahkan ketika Osugi memanggil namanya pun ia berbuat seolah-olah tidak mendengarnya. kita mesti membantunya sedapat-dapatnya. Selama itu Musashi hanya berdiri tak bergerak. Menurutku. Sekali lagi Musahi tidak menjawab." Ketika orang banyak mengetahui sebab-sebab Osugi berada di situ. Bagaimana kita mesti menjawab tantangan seorang perempuan tua yang sudah reyot dan seorang samurai yang sudah kisut wajahnya? Musashi tetap diam memandang. sambil meletakkan tangan kirinya ke pedang pendek di pinggangnya. Betul-betul tak tahu ia bagaimana akan menjawab. Ia ingat peringatan Takuan di Himeji bahwa ia kemungkinan akan bertemu dengan Osugi. Tak satu orang pun tidak berada di pihak Osugi. betul? Tapi 153 thanks to. ia sungguh bingung mengenai apa yang hendak diperbuat di sini. kalian yang mengirim mayat kami kembali ke Miyamoto. syauqy_arr@yahoo. Paman Gon yang berdiri di samping Osugi memilih saat itu untuk mengambil sikap menyerang. sungguh! Sudah tua. tapi tidak takut berkelahi. suatu salah paham yang dapat dengan mudah dijelaskan." "Kau benar! Tapi mari kita lakukan sekarang saja! Tak dapat kita berdiri saja di sini dan membiarkan dia terbunuh. "Lihat bajingan itu! Dia takut!" seorang kuli berseru. Namun demikian. "Takezo!" seru Osugi keras. Kalau kami berdua nanti terbunuh. Lagi pula. Osugi memasukkan tasbih ke dalam kimononya dan keheningan pun mencekam pekarangan kuil.

Orang banyak terkesiap. Kemudian perempuan tua itu mengejutkan semua orang. lalu kembali mengambil sikap menantang. ha!" Leher keriput itu menggetar selagi ia tertawa. Memang aku sudah tua. Takezo! Kau takut?" Ia pun maju dengan badan dimiringkan dan siap menyerang. Ayo sekarang berkelahi! Akan kita lihat. hanya karena kau mengubah nama? Bodoh sekali! Dewa-dewa di langit sudah memimpinku menemukanmu. Sekarang doa kami di Kiyomizudera sudah memasukkanmu dalam genggaman kami. "Kenapa kamu." 154 thanks to. Agaknya ia mau membunuh Musashi dengan kata-kata." Mulailah ia berjalan ke arah mereka. dan seseorang menjerit. ha.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bagiku tetap saja kamu Takezo! Ha.com . Paman Gon pun mengeluarkan tantangannya sendiri. tapi tak bakal aku kalah dengan orang macam kamu! Siap-siap saja kau mati!" Sambil menarik pedangnya ia pun berteriak kepada Osugi. apa kubawa kepalamu pulang.webng. sebelum pedang dihunus. Paman Gon. hingga tak dapat bergerak. "Aku tak dapat melakukannya. orang udik?" teriak Osugi. "Bisa terbunuh dia!" "Cepat selamatkan dia!" Tetapi Paman Gon hanya menatap muka Musashi. Dan nenek moyang orang Hon'iden juga beserta kita! Tak ada yang perlu ditakutkan." "Takezo! Maju dan ayo berkelahi!" "Apa yang kau tunggu?" Musashi tidak beranjak. terlalu takjub. mendarat tengkurap hampir di kaki Musashi.id and dimhad. tapi tiba-tiba ia terantuk batu dan jatuh ke depan. dan aku tahu dewa-dewa pasti berbuat begitu. "Sudah empat tahun kau selalu meloloskan diri. memandang dua orang tua itu dan pedang mereka yang sudah terhunus. "Apa pedang di tanganmu itu cuma hiasan? Apa tak tahu kamu menggunakannya?" Wajah Musashi seperti topeng. "Minggir kau!" Osugi menoleh kepadanya dengan marah. tapi akhirnya ia pun berkata dengan suara mengguntur. Osugi berteriak. syauqy_arr@yahoo. "Apa kaukira dapat mencegahku mencari jejakmu. orang sinting tua? Kau sendiri yang menggigil!" "Tidak apa! Bodisatwa kuil ini akan melindungi kita!" "Betul.co. "Apa maksudmu. dan kami selalu mencarimu selama ini. Takezo?" "Tak bisa aku menggunakan pedangku. karena ia mencekal lagi pedangnya dan berjalan kembali ke sisi Paman Gon. Ia berdiri saja seperti orang bisu-tuli. atau kau berhasil lagi tetap hidup!" Dengan suaranya yang sudah layu. "Ada apa. dan Paman Gon dan Osugi pun seketika undur ke sisi masing-masing. "Ke-ke mana kamu pergi.

Mata mereka menyala keheranan. Ia langsung melintasi orang banyak. mencari dengan kalutnya di bawah lantai-lantai bangunan kuil dan di tengah hutan untuk menemukan mangsa mereka yang telah lenyap itu. "Dia lari! Jangan biarkan dia lolos!" Orang banyak pun sekarang bergerak mengepung Musashi.webng.com . ternyata ia tidak lagi di sana. Tak seorang pun percaya. tanpa sekali pun membelok. ketika orang pulang lewat lereng bukit-bukit Sannen dan Chawan yang gelap. Mereka pun memecah diri menjadi kelompok-kelompok kecil dan terus juga hilir-mudik sampai matahari tenggelam. 155 thanks to. seseorang bersumpah telah melihat Musashi melompat. Kemudian. terutama Osugi dan Paman Gon. syauqy_arr@yahoo.co. Begitu tersadar kembali.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Berhenti! Kenapa tidak berhenti dan berkelahi?" "Sudah kukatakan! Tak bisa aku!" Ia berjalan terus ke depan. tapi kemudian jadi tertegun. tapi ketika mereka kira telah mengimpitnya. Bukan main bingungnya mereka. tanpa menoleh ke kiri atau ke kanan. Osugi pun berteriak. ringan bagai kucing ke atas dinding setinggi hampir dua meter di gerbang barat dan menghilang.

lucu juga. anak itu pun bertanya. Rambutnya yang basah oleh hujan dan menjurai menutupi telinga membuat ia tampak tak lebih besar dari peri air dalam lukisan khayal. tapi masih belum bisa menulis!" "Cukup! Kalau sampai kudengar kamu lancang lagi. Dan punggungku pun sakit.. Musafir yang berhenti di situ hanya orang-orang melarat yang cuma menyewa lantai. sejumlah biasanya. Peri Air DI sebuah dusun sebelah barat laut Kyoto. Rumah itu bertuliskan huruf-huruf tebal dan kasar. dentam-dentam berat alu penumbuk padi menggetarkan bumi. Untuk sewa kasur jerami. tak lebih dari sepuluh atau sebelas tahun.id and dimhad. Di dapur yang kotor lantainya. walau dari jenis yang termurah. "Halo!. Umurnya. mereka harus bayar lagi." "Mau saya tuliskan?" "Sok bisa kamu!" 156 thanks to.webng. "Kamu itu." "Oh. Sebuah topi anyaman tergantung di bawah tepian atap sebuah rumah kecil. dan seutas tali besar pengganti obi. Jo?" seru pak tua pemilik penginapan dari kamar belakang. seorang anak lelaki melongok dengan tangan bertumpu pada tatami kamar sebelah yang lebih tinggi letaknya. Di tengah kamar itu terdapat perapian yang hampir mati.. menyatakan rumah itu sebuah penginapan. Melihat orangnya. Akan saya bawakan nanti." "Kalau dia kembali. jangan ganggu aku.co.. Selamat malam!. sebuah tempat kotor lain di jalan itu. Aku belum butuh. Hanya sedikit yang dapat membeli kemewahan itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 12. Tempat itu semacam tanah tak bertuan yang terletak antara kota dan daerah pertanian. Lumpur yang memercik tidak mengotori punggung ketika ia berlari dengan bakiaknya. Tapi ini sedikit sukar. kuambilkan pentung kayu api. "Apa yang Bapak kerjakan?" "Aku lagi nulis surat. sampai sudah mulai bungkuk. di samping pintu masuk. akan kukirimkan lewat kuda beban ke Kurama besok. Bapak mau menyuruh saya ambil sake?" "Tidak hari ini. nanti aku ambil sendiri. Ada orang di sini?" Ia anak suruhan toko minuman. hingga waktu senja asap api dapur hanya mengepul dari beberapa rumah saja. tentunya dia perlu sake. Bapak sudah begitu tua.com . Diamlah. suara anak itu terlalu keras kedengarannya. Tamuku belum kembali. Hujan salah musim menembus atap lalang. "Ya. Pakaiannya pun sesuai untuk peran itu: kimono yang hanya sampai paha dengan lengan berbentuk tabung. syauqy_arr@yahoo." Enggan pergi tanpa membawa pesanan.." "Kalau dia kembali. Kemiskinannya demikian sarat.

" 157 thanks to." kata Musashi mengganggu. Ketika masuk dapur. Baru saja surat itu selesai ditulis. Karena ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan. "Asal Kakak mau beli sake." "Nah." ucap anak itu sambil masuk kamar. tamu pulang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bisa. Bungabunga mesh muda menyambutnya tiap pagi semenjak ia datang. la memandang surat itu dari atas bahu orang tua itu." "Diam!" "Saya akan diam. ya? Baik. ia heran melihat anak toko sake itu duduk akrab dengan pemilik penginapan." Jotaro duduk dan mengambil kuas. "Ayolah tunjukkan. "Jangan. "Ah. ya? Huruf yang Bapak tulis itu artinya 'tongkat'. syauqy_arr@yahoo. Sekarang katakan apa yang mau Bapak tuliskan. coba kamu yang tulis. aku beli." Anak itu pun membaca sedikit lebih lama. kalau Bapak suruh. Tapi tulisan Bapak itu salah." Lebih dari dua puluh hari Musashi berada di situ." "Oh. maaf. Musashi berhenti di pintu dan memeras air dari lengan bajunya. "Bapak mau nulis 'kentang'.id and dimhad. kemudian buru-buru menyembunyikan kuas dan kertas di belakangnya. dan pecahlah tawanya. dan gerutunya. kalau kamu memang pintar. "Sekarang. Penginapan itu telah terasa seperti rumahnya. anak itu menulis dengan lancarnya apa-apa yang didiktekan orang tua itu.com . "Keledai kikuk kamu!" ucap orang tua itu." keluhnya. apa yang mau Bapak katakan?" Dengan pegangan kuas yang mantap.co." kata Jotaro menggeleng. Bapak mau mengirim kentang atau tongkat kepada teman-teman Bapak?" "Kentang." kata Musashi.webng. Daun bunga jatuh berserakan di lumpur. dan begitu saja melemparkan karung arang yang baru diambilnya di suatu tempat dan tadi dibawa di atas kepalanya." Ia membuang ingusnya dengan kertas yang sudah kotor itu. Ia memandang ke luar. "Kukira inilah akhir musim bunga prem. jadi itu yang kamu mainkan. diam-diam ia berdiri di belakang orang tua itu dan mengintip dari atas bahunya. dong. "Lihat. kemudian katanya. ke arah pohon di dekat gerbang depan. "Tidak boleh memata-matai orang macam itu. Tak ada yang dapat menduga maksud surat ini." "Lima gelas?' "Tidak sebanyak itu yang kubutuhkan. ini kurang baik. kecuali Bapak sendiri." "Baik. Tapi Bapak boleh berikan ini pada saya untuk bayarannya." "Oh. "Kenapa Bapak sebut saya kikuk? Bapak sendiri yang tak bisa menulis!" "Hidungmu menetesi kertas. Jotaro menengadah ke wajah Musashi.

Anak itu nantinya bisa jadi orang." 158 thanks to. bagaimana dia bisa menulis begitu baik. Sekiranya saya sedang memikirkan seorang pemain pedang. dia lagi ngeluyur sekarang. mengangkat tutup kuali. Kaukira aku banyak uang buat dihamburkan?" "Baik. Musashi memungut surat itu dan membacanya." "Kalau begitu. "Ke mana saja kamu?" tanyanya pada anak itu." Baru saja ia hendak mengenakan sandal untuk pergi mengambil sake itu sendiri. Mengagumkan. dan siapa saja.co. dan tanyanya." "Apa memang baik betul?" "Ya." "Maksud Anda?" "Maksud saya. dan ditanyai macam-macam. "Belum juga kembali. ah!" "Kikir? Kau tahu. dan meneruskan gerutuannya. mabuk sekali. Saya berani bertaruh. Ada pembeli datang ke toko. Tapi janji. pembuat kertas di ujung jalan sana.webng. syauqy_arr@yahoo. tulisannya memang ada sifat kekanakannya. bisa saya katakan tulisan itu memperlihatkan keluasan spiritual." Sementara Musashi pergi ke sumur. Sesaat-dua saat kemudian ia menoleh kepada pemilik penginapan. aku cuma pemain pedang miskin. Musashi kembali dan duduk dekat perapian. Jotaro kembali. berapa? Jangan kikir. Saya beri seharga uangmu. "Kau bikin tamuku ini lama menunggu. Saya dipegangnya eraterat. orang itu menggantungkan kuali di atas api dan mengeluarkan acar serta mangkuk nasi. Mungkin karena dia bekerja di toko sake ini sejak umur tujuh tahun. bukan?" "Mm. Pernah dikatakannya. tapi ada juga-apa." "Terlalu dewasa untuk anak seusianya. "Lama sekali dia ambil sake. Kakak mesti mendongengkan beberapa cerita. mandi air dingin dan mengenakan pakaian kering.id and dimhad. ya? Kelihatannya pintar sekali anak itu. Saya yang menakarnya sendiri nanti. Jotaro berkecipak dengan riangnya menempuh hujan." "Saya heran.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tiga gelas?" "Masih kebanyakan. "Betul-betul dia yang menulis ini?" "Ya." "Saya tak bisa apa-apa. menjadi manusia sejati." "Oh?" Orang tua itu pun mengerutkan kening. "Apa pula kerja bajingan kecil itu?" gerutu pemilik penginapan." "Berapa umur anak itu?" "Sebelas. namanya-semacam sifat terus terang yang menggugah. para musafir.com . ya. Di situ dia bertemu dengan segala macam orang-kusir kereta. kalau tak salah." Tawar-menawar berakhir.

" "Tadinya saya mengira orang yang pintar dalam seni bela diri dapat mengabdi tuan-tuan besar dengan gaji besar.com . Perempuan sebelah rumah dan anak tukang pernis. yang mengabdi Keluarga Tokugawa. Bagaimana juga kamu menilainya." "Baiklah. keduanya ada di kuil hari itu." "Tak usah lagi kamu bicara itu!" kata Musashi. kan?" "Tak ada salahnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Pertanyaan apa?" "Dia tanya tentang Miyamoto Musashi.webng. Saya mahir sekali soal itu. mempunyai pendapatan lima puluh ribu gantang padi. hampir-hampir dengan nada memohon.id and dimhad. "Kakak senang sake?" "Ya." "Akan saya panaskan sake Kakak." "Dan saya mendengar prajurit kenamaan. saya kira Kakak tak banyak minum. dan tak lama kemudian ia pun menyatakan sudah siap. Anak yang bermata tajam itu menaksir sikap Musashi. "Boleh saya tinggal di sini sebentar dan bicara dengan Kakak?" Dan mulailah ia membasuh kaki dan bersiap-siap masuk kamar perapian. aku lari waktu itu. "Cepat. dan mendapat penggantian kuda dan burung elang juga. apa akan punya pengikut." "Itu betul juga. kalaupun saya ngoceh." "Kalau begitu. Seorang pengunjung toko pernah bilang pada saya. Mereka lihat sendiri kejadiannya." "Kenapa? Apa Kakak kurang pandai?" "Kamu sudah dengar apa yang dikatakan orang yang melihatku di kuil. Tsukahara Bokuden selalu berkeliling dengan tujuh puluh atau delapan puluh pesuruh. sebelum Kakak punya banyak pengikut?" "Tak tahu aku. ya?" kata Musashi dengan nada menghargai. Semua orang di sini tahu apa yang terjadi di Kiyomizudera hari itu. dan tanyanya. "Aku sih boleh saja." "Mesti umur berapa dulu." "Itu betul." "Dan kamu mengoceh. syauqy_arr@yahoo. kenapa Kakak begitu miskin?" "Aku masih belajar. ya?" "Betul.co." "Oh." 159 thanks to." "Tapi karena miskin. kalau majikanmu tidak keberatan. dia tidak butuh saya sekarang. bernama Yagyu." Ia memasukkan guci sake ke dalam abu hangat di sekitar api.

akan kulakukan. "Mari kita bicara soal lain saja. Apa Kakak tak mau mengajak saya jadi murid?" Selesai mengungkapkan maksudnya itu. dan seorang samurai harus siap 160 thanks to. Dalam hal ini tak bisa tidak ia bersimpati pada orang itu." "Yah. anak pembuat kertas. dan Kakak dari Mimasaka. dan beberapa pemuda itu kadang-kadang berkumpul di belakang toko pernis buat latihan main pedang. sebagian besar secara tak sadar. walaupun sama sekali bukan soal betapa baiknya anak itu menulis.id and dimhad. Tentu saja ia tidak tahu bahwa orang tempatnya memohon itu adalah orang yang telah menjadi sebab ayahnya mendapat kesulitan bertubi-tubi. ia tak dapat menolak permintaan itu mentah-mentah." Musashi merasa sukar menolak apa saja yang diminta anak itu. Selamanya ia mencari. melainkan tentang Aoki Tanzaemon dan nasibnya yang tidak beruntung. "Di mana kamu lahir?" "Di Himeji. dan karena itu bersimpati kepada Jotaro. "Saya ingin menjadi pengikut Kakak—keliling negeri. "Ha. tapi ketika saya umur tujuh tahun. kemudian melanjutkan dengan sungguh-sungguh. jadi kamu dari Harima. Dulu dia punya gaji dua ribu lima ratus gantang padi. Kalau itu yang kaukehendaki. Sebagian karena ia sendiri dalam banyak hal masih kanak-kanak dalam hatinya. dia tinggalkan saya di toko sake itu dan pergi ke kuil untuk menjadi biarawan. Samurai yang betul-betul setia pada kebaikan!" Semula Musashi tampak kaget.co. shugyosha di penginapan itu—yaitu Kakak— orang lemah. Sesudah semua uangnya habis. tapi saya kasihan pada Kakak. ha! Kenapa pula kamu risau? Mereka tidak bicara tentang dirimu. ya? Ada orang mengatakan demikian. Jalan Samurai memang perjudian tanpa henti.webng. Tapi saya tak mau tinggal di toko itu. syauqy_arr@yahoo. belajar dengan Kakak. pengganti kasih sayang keluarga yang semenjak kanak-kanak tak pernah dimilikinya. Jotaro pun memperlihatkan wajah yang jelas-jelas mencerminkan tekadnya untuk tidak mendapat jawaban tidak.com ." "Ya. anak tukang kaleng. Kenapa Kakak tidak berkelahi dengan salah seorang dari mereka dan mengalahkannya?" "Baiklah." katanya. Saya ingin menjadi samurai seperti ayah saya. Kakak tahu. Namun yang benar-benar dipikirkannya bukan soal mengatakan ya atau tidak. dan saya ingin belajar main pedang seperti Kakak. Adapun Musashi . Ia menanyakan nama ayah anak itu. Apa kerja ayahmu?" "Dia dulu samurai. tapi baginya jawaban itu telah membikin jelas beberapa persoalan. Apa bukan jalan terbaik menjadi samurai?" Anak itu berhenti." "Oh. dia tinggalkan kerjanya dan pergi ke Kyoto sebagai ronin." Bibir Jotaro mengatup menjadi garis lurus. kata mereka. Tapi sungguh jengkel saya mendengarkan mereka itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Itulah yang dikatakan semua orang. "Namanya Aoki Tanzaemon." "Betul.

airnya berlumpur. tapi ia sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Langkah-langkah sedang diambil untuk menyingkirkan samurai tak bertuan dan berbahaya ke luar kota. seakan-akan tersapu bersih.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sepanjang waktu untuk membunuh atau dibunuh.webng. Para pendukungnya. Ketika Musashi bertanya kenapa ada inspeksi itu. dan akhirnya ia berurai air mata. tidak. Dia akan menjerit dan memekik sebentar. bukan salah dia. yang setia kepada anaknya. kalau dia tahu saya sudah pergi. Di salah satu ujung jembatan kayu di Jalan Sanjo. Saya senang tinggal di sini beberapa minggu ini." "Jangan kuatir. dan berkata kepada pemilik penginapan. baiklah." kata Musashi ketika sudah turun ke jalan. tak terikat ikrar kepada Tokugawa ataupun para saingannya di Osaka. Sungai Kamo naik. Memikirkan contoh perubahan hidup ini. ia menjawab secara kurang ajar. Dipegangnya pergelangan tangan Musashi erat-erat. kemudian akan melupakannya sama sekali. asal kau pergi dan bicara dulu dengan majikanmu." Karena akhirnya terpenuhi keinginannya. karena akan datang kunjungan shogun baru. Barisan depan kaum feodal berpengaruh dan juga feodal-feodal kecil sudah datang. Musashi menjadi sedih dan efek sake yang diminumnya lenyap secara tiba-tiba. Saya harap dia tidak terlalu menyulitkan Bapak. Soalnya adalah kesetiaan ayahnya yang tidak pernah berubah semenjak ia mengabdi pada Yang Dipertuan Shimmen dari Iga. Pengalaman memaksanya memikirkan statusnya sendiri sebagai prajurit tak bertuan yang mengembara. Musashi pun berkata. "Baiklah. Jotaro lari menderap ke toko sake. Toyotomi Hideyoshi sudah meninggal dua tahun sebelum pertempuran. Ketika pemilik penginapan mencoba menyuruhnya meninggalkan Musashi. Jotaro mendesak terus. Dia masih anak-anak.id and dimhad. berlainan sekali dengan angin ganas sehari sebelumnya. Ia merasa kesepian.com . Kau boleh menjadi pengikutku. cukup. Ketika berangkat ke Sekigahara dan berpihak pada pasukan Osaka melawan kaum Tokugawa. Badai sudah lewat. ia mendapat jawaban. berpakaian. "Apa karena anak itu terus mendesak Anda?" "Oh. Musashi juga seorang ronin. Pagi berikutnya Musashi bangun pagi-pagi. kemudian dipeluknya. tak mungkin rasanya tukang sake itu akan mengizinkannya pergi. Di 161 thanks to. lalu melipatgandakan usahanya. syauqy_arr@yahoo. dan angin sepoi-sepoi mengelus kulit Musashi dengan lembut. tapi saya pikir saya harus terus pergi ke Nara sekarang." "Dan lagi. dan ia dibolehkan lewat. samurai memeriksa orang-orang yang datang dan pergi.co. "Tolong siapkan kotak makan siang untuk saya. Karena tak melihat jalan lain. Saya memang sudah lama bermaksud pergi ke Nara-bertemu dengan pemain-pemain tombak terkenal di Hozoin. membentuk fraksi Osaka." "Begitu cepat?" tanya pemilik penginapan yang tidak mengharapkan tamunya pergi begitu mendadak. itu soal warisan.

Untuk orang yang hendak mengabdi kepada tuannya dengan setia. Musashi sadar bahwa waktu itu mereka tidak hanya menyia-nyiakan.id and dimhad. Ia berbicara dengan sikap bermusuhan. tampaklah olehnya sosok si peri air kecil Jotaro. apabila didesak untuk mengatakan pihak mana yang dipilihnya. bagaimana mungkin ia bertindak demikian tolol. Ia harus melewati jalan panjang menuju maut. Dari jauh didengarnya suara berseru-seru. ia berurai air mata. berarti dia telah melakukan sesuatu yang indah dan bermakna. tidaklah cukup hanya dengan melompat membabi-buta ke tengah keributan dan mengacungkan lembing. Sungguh ganjil dulu mereka dapat berpikir seperti itu. usaha memperoleh penghidupan tanpa pengorbanan. Merenungkan masa lalu itu ia heran.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto. Sekarang pun. Karena keringatnya mengucur. dengan harapan akan memperoleh gaji tetap yang tak berarti sebagai samurai. Sejak itu Musashi mulai paham. bagian selatan kota. meski kelihatan hampir menangis. Secara harafiah mereka mempertaruhkan segala yang dipunyai. Pada pinggangnya tergantung pedang kayu yang lebih panjang dari tinggi badannya. mendengarkan cerita-cerita tentang kegagahan prajurit besar itu semasa ia kanakkanak. "Kalau seorang samurai mati sambil mengucapkan doa bagi kemenangan tuannya. "Kenapa Kakak lakukan itu!" Napasnya megap-megap karena berlari dan wajahnya merah. ia memutuskan untuk berhenti dan beristirahat. yang sedang berlari sekuatkuatnya." demikian jalan pikiran Musashi sekarang. Hideyoshi dianggap pahlawan terbesar. tapi anak itu terus juga 162 thanks to. dan menggantinya dengan kimono biasa.webng. hingga roknya hampir tak sampai lututnya dan lengannya hanya sampai siku. dan sekarang ia menyadari bahwa tindakan-tindakannya pada umur tujuh belas itu kurang pertimbangan dan tanpa hasil.com . "Kakak bohong!" seru Jotaro. bahkan juga tanpa pikir panjang mengorbankan milik mereka yang paling berharga. Musashi ingat betapa dahulu ia duduk di dekat perapian.co. "Tunggu! Tunggu!" Ketika menatap jalan gunung yang curam itu. Anak itu membuang pakaian kerja sehari sebelumnya. Sesudah belajar dari Takuan bahwa hidup adalah permata yang harus ditimang-timang. Pandangan mata anak itu menghunjam marah ke mata Musashi. Tetapi pada waktu itu ia maupun Matahachi tidak memiliki rasa setia. Maka Musashi mendekapnya dan berusaha menyenangkan hatinya. Musashi hampir tertawa melihat pakaiannya. barangkali ia akan mengatakan Osaka. atau lebih tepat lagi. Gambaran ini semakin terbentuk di masa remajanya dan terus merasuk dalam dirinya. Musashi melihat bahwa kini ia sudah mendekati Daigo. syauqy_arr@yahoo. dan di punggungnya tergantung topi anyaman sebesar payung. Tapi kimono itu dua kali lebih kecil dari badannya. Selagi masih berseru-seru kepada Musashi karena sudah meninggalkannya. Yang mereka hausi hanyalah kemasyhuran dan kemuliaan.

dan kamu punya majikan? Aku tak bisa membawamu. Saya butuh topi. tapi Kakak membohongi saya. "Sudah itu. Tapi terpikir juga olehnya bahwa ini semua demi kebaikan. "Dan apa katanya?" "Dia bilang saya boleh pergi. siapa tahu hujan. biar saja. Apa orang dewasa memang suka begitu?" "Maafkan aku. tentunya dia orang yang tepat untuk saya." Jotaro mengendalikan sedu-sedannya.com . Itulah agaknya yang harus dilakukannya. "Kakak orang dewasa. Katanya. "Diam sekarang. "Aku tidak bermaksud berbohong padamu. kemudian ia tarik dua lembar daun dari sebuah pohon. jadi saya pinjam saja topinya dari sangkutannya di bawah pinggiran atap. Sekarang ia menjadi murid Musashi. Kuminta kamu pergi bicara dengannya." "Lalu?" "Dia bilang. tak ada prajurit terhormat atau perguruan yang mau menerima anak seperti saya.webng." Musashi tersenyum mendengar jalan pikiran orang itu." "Kenapa Kakak tidak tunggu sampai mendapat jawabannya." "Tapi itu kan papan nama tempat itu? Di situ tertulis 'Penginapan'. ia menyimpulkan bahwa barangkali ia mesti berterima kasih atas kesempatan yang diperolehnya untuk membentuk masa depan anak ini. tapi kamu kan masih ada ayah. tapi Kakak meninggalkan saya. Orang tua itu tak ada.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI rnelolong. barangkali saja Kakak dapat memakai saya untuk membawakan barang. Merasakan hal ini.co. Dengan daun itu ia membuang ingusnya.id and dimhad. "Kau senang berlaku seperti bayi cengeng?" "Saya tak peduli!" sedan Jotaro. Akhirnya Musashi berkata." kata Musashi." kata Musashi. Apa betul kamu membicarakannya dengan dia?" "Ya. bukan? Kurasa waktu itu dia tak akan setuju." kata anak itu melanjutkan." "Ah. Agaknya karena merasa bahwa di pegunungan tak ada orang. Memang. paling tidak?" "Itu sebabnya aku minta maaf padamu sekarang. ia dapat melepaskan perasaannya. "saya pergi ke penginapan. 163 thanks to. kecuali kalau majikanmu menyetujui. syauqy_arr@yahoo. Tapi karena samurai di penginapan itu orang lemah. ketika ia merenungkan peranannya sendiri dalam peristiwa hilangnya status Tanzaemon. dan dia memberi saya pedang kayu ini sebagai hadiah perpisahan. Kakak bilang mau menerima saya jadi pengikut. Musashi terpaksa menerima kenyataan bahwa ia kurang-lebih sudah terikat pada anak itu. Permintaan maaf yang sederhana ini mengubah tangis anak itu menjadi rengekan." Jelaslah dari sikap Jotaro bahwa segala janji dan sumpah yang diperlukan telah dilaksanakan.

dia masih ada di sana. Semenjak berpisah denganmu. Tidak saja karena tulisan itu kalut. kau sekarang terkenal sebagai pemain pedang. "Di mana kamu mendapatkannya?"' "Kakak ingat. "Saya hampir lupa. Dia terus juga bertanya tentang Kakak. tapi juga karena pesan yang disampaikannya pun melantur dan tidak pasti." ia mengeluarkan sepucuk surat. apa aku harus menjumpaimu." Musashi menelengkan kepala keheranan. tadi malam saya bilang ada seorang ronin minum di toko. Dan tak lupa aku pada teman lamaku. Kau mesti bisa menempuh jalanmu lewat pedang. dan kemalasan memakan tulangku. Aku tak ingin bertemu denganmu sekarang. aku heran dengan diriku. Mula-mula ia melihat bagian bawahnya. Beberapa lagi bilang kau pemain pedang yang tak ada tandingannya. Di ibu kota. lalu membuka meterai surat tersebut. aku mau bertemu. Sekarang aku di toko sake. Kau cakap. Musashi bertanya. bisanya cuma lari. Huruf-hurufnya pun tampak agak mabuk. Aku cuma senang bahwa pedangmu sudah bikin orang ibu kota bicara tentangmu.webng.id and dimhad. Membaca gulungan itu. 164 thanks to. Aku memang orang sinting! Bagaimana mungkin orang sial macam aku ini bertemu dengan teman bijaksana seperti kamu tanpa mati karena malu? Tapi nanti dulu! Hidup ini panjang. Ada sesuatu untuk Kakak. tapi mulai dari situ surat itu sukar diikuti maksudnya." "Ya. Memandang surat itu dengan rasa ingin tahu. aku tak lupa desa kita. dan terlalu dini sekarang untuk dikatakan apa yang akan terjadi di masa depan. dan tahulah ia bahwa surat itu dari Matahachi yang memang dalam keadaan mabuk.co. Ini dia. Aku berdoa untuk kesehatanmu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah tenang dan tenteram. Kebetulan kudengar namamu di Perguruan Yoshioka. Aku banyak minum.com . Waktu itu aku bingung dan tak bisa memutuskan. Sampai di situ maknanya cukup jelas. syauqy_arr@yahoo. tanpa melakukan sesuatu." "Waktu saya pulang. Tapi kalau aku menoleh ke belakang. tapi akan tiba waktunya. Musashi tercengkeram nostalgia dan kesedihan menjadi satu. Lima tahun lamanya aku menghabiskan waktu dalam keadaan setengah sadar. Tak peduli aku mana yang benar. dan mengajukan banyak pertanyaan. seperti sekarang ini. aku terkurung dalam sangkar nafsu. Aku minum untukmu! Beberapa orang mengatakan Musashi pengecut. Jotaro tiba-tiba ingat akan sesuatu dan merogoh kimononya. Dia tukang minum juga-satu botol penuh sake diminumnya sendiri! Kemudian dia menulis surat ini dan minta saya memberikannya pada Kakak. Sejak meninggalkanmu di Gunung Ibuki.

" "Betul.co. ingin aku bertemu denganmu dan bicara tentang masa lalu. karena kau baru mulai menciptakan nama. tetaplah hidup.webng. "apa tak bisa dia sekadar menulis bahwa sudah lama waktu berlalu. tapi apa Kakak menyuruh saya ini buat menyingkirkan saya?" 165 thanks to." "Apa?" "Menyampaikan pesanku. Jotaro menggelengkan kepala tak menentu. supaya kau bisa mengilhami diriku. apa kau menanyakan alamat orang ini?" "Tidak. Mendadak Musashi menoleh kepada anak itu.com . dan kenapa kita tidak bertemu dan ngobrol sepuasnya?" "Jo. Kalau nanti aku pun sudah melakukan sesuatu untuk diriku. Persimpangan Rokujizo sudah tampak di bawah mereka. Kenapa ia mesti menyanjung Musashi sedemikian rupa dan berikutnya bicara sedemikian rupa tentang kegagalan-kegagalan sendiri? "Yah." Terpikir oleh Musashi bahwa kalau ia tahu di mana Matahachi tinggal. "Tak mau. yang jelas cenderung menghancurkan diri sendiri. dan katanya. "Jo. membangkitkan kembali semangat yang pernah dimilikinya." Dengan kecewa Jotaro menendang batu dengan jari kakinya. mencoba menyadarkannya. karena itu ia mesti hati-hati dengan tindakannya. syauqy_arr@yahoo. aku mau minta tolong. Aku ingin kamu menyampaikan suratku kepada Perguruan Yoshioka di Jalan Shijo. pasti ia akan kembali ke Kyoto sekarang juga untuk bertemu dengannya." "Apa dia sering datang ke sana?" "Tidak." "Itu berarti balik kanan dan kembali ke tempat yang baru saja saya tinggalkan. ya?" tanya Musashi sambil menatap anak itu. Tidak sangsi lagi Matahachi punya maksud baik. Tambahan itu berakhir dengan: Kau tak boleh mati sekarang. dan bahwa mereka sedang mencarinya ke mana-mana.id and dimhad. memberitakan kepadanya bahwa Perguruan Yoshioka memandang sangat serius kejadian yang baru lalu itu. Tentu saja ia juga ingin Matahachi menjelaskan kepada ibunya betapa salah perbuatan ibunya itu. tapi ada sesuatu yang tak beres dengan sikapnya. Ingin ia bicara dengan kawan masa kecilnya itu. yang isinya panjanglebar. ini yang pertama kali. "Saya tidak keberatan. Karena ia masih menganggap Matahachi sebagai temannya." Musashi heran." "Ke mana?" "Kyoto. Mereka menuruni Gunung Daigo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kemudian menyusul tambahan yang ditulis cepat bagai cakar ayam. Kedua orang itu berjalan terus dalam diam. Jagalah dirimu. ingin ia menariknya keluar dari suasana hatinya yang sekarang.

itu sama sekali tidak sukar. maka ingin saya memberitahukan bahwa saya pasti akan kembali ke ibu kota pada bulan pertama atau kedua tahun depan. "Boleh juga pikiranmu itu. Saya tak ingin mengubah rencana waktu ini. Maafkan aku atas kejadian pagi tadi.webng. lalu pergi?" tanya anak itu. Sesudah mengubah alamat surat itu agar tidak hanya mencakup Seijuro saja. karena bukankah ia sendiri yang telah menghilangkan kepercayaan itu pada orang dewasa? "Tidak!" katanya tegas. namun jelas nampak keyakinan Musashi pada diri sendiri. Saya percaya Anda sendiri tak akan mengabaikan latihan Anda. "Apa bisa saya masukkan saja surat ini di perguruan itu. Akan merupakan aib besar jika Perguruan Yoshioka Kempo yang sedang mekar itu harus menderita kekalahan kedua seperti kekalahan di waktu lalu. ia letakkan kuasnya dan ia serahkan surat itu kepada Jotaro. Shimmen Miyamoto Musashi Masana. Surat itu memang sopan. "Tidak. Dia teman lamaku." "Baik." "Ada hal lain lagi yang harus kamu lakukan. "Seorang samurai tidak berbohong. saya tanyakan saja di semua toko minuman." "Betul? Bagaimana caramu?" "Ah. karena saya bermaksud mengadakan perjalanan keliling di kawasan Iga dan Ise sekitar setahun lamanya untuk melanjutkan pelajaran saya dalam ilmu pedang. Sekarang saya berada di jalan raya Yamato. saya pergi. saya sampaikan harapan penuh hormat agar Anda selalu dalam keadaan sehat walafiat. Itu cuma kesalahan. tapi barangkali agak sukar. memesan teh. Kemudian Musashi menulis surat yang dialamatkan kepada Yoshioka Seijuro: Saya mendapat kabar bahwa Anda dan murid-murid Anda sedang mencari saya. tapi karena saya sama kecewanya dengan Anda berhubung tidak dapat bertemu dengan Anda selama kunjungan saya ke perguruan Anda." thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kecurigaan anak itu membuat Musashi merasa bersalah. syauqy_arr@yahoo." "Oh. dan makan siang. dia kenal orang di Perguruan Yoshioka.co." Musashi tertawa." "Apa?" "Apakah kamu dapat menemukan orang yang memberikan surat padamu itu? Namanya Hon'iden Matahachi. Kupikir lebih cepat kalau tanya tentang dia di sana. Sebagai penutup.id and dimhad." Mereka masuk warung teh di persimpangan yang dikenal dengan nama Rokuamida. Kamu mesti menyapa dulu di pintu depan. Dari sekarang sampai waktu itu saya berharap akan dapat memperbaiki teknik saya sebaik-baiknya. Tapi menurut surat Matahachi itu. lalu menyerahkan surat itu langsung kepada pembantu di sana.com 166 ." "Baik. melainkan juga semua murid di sekolah itu.

ha! Kamu masih curiga.com . lalu masing-masing menempuh jalannya sendiri. Kalau aku tidak memenuhi janjiku kali ini. sedangkan Jotaro ke arah yang berlawanan. la berangkat menuju Nara. 167 thanks to. Jotaro menoleh ke belakang dan melihat Musashi masih berdiri di tempat semula dan memperhatikannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa yang harus saya lakukan kalau sudah menemukan dia?" "Aku ingin kamu menyampaikan pesan." "Sungguh?" "Ha. tiap pagi aku akan ke jembatan besar di Jalan Gojo menantikan dia. boleh kamu memotong kepalaku. burung layang-layang. Kalau nanti aku sampai Nara. kalau saya kembali nanti?" "Kuterangkan sekarang. ke arah Kyoto. Suruh dia datang menemuiku pada salah satu hari itu. Di persimpangan jalan itu bercampur aduk orang banyak yang mengenakan topi anyaman.webng. Sementara melintasi gerombolan orang banyak itu." "Cuma itu?" "Ya." "Baik.id and dimhad. tapi sampaikan juga kepadanya bahwa aku ingin sekali bertemu dengannya. syauqy_arr@yahoo. Katakan padanya. Lalu Kakak ada di mana. Hozoin adalah kuil terkenal karena permainan lembingnya. dan kuda-kuda meringkik. dari hari pertama sampai hari ketujuh tahun baru nanti. akan kuatur supaya kamu dapat mengetahui tempatku dengan bertanya di Hozoin.co. Mereka tersenyum dari jauh sebagai tanda perpisahan. ya? Jangan kuatir." Musashi masih juga tertawa ketika meninggalkan warung teh. saya mengerti.

"Apa?" tanya Akemi." "Kenapa? Kamu datang dari mana?" "Dari jalan itu. "Kainku!" "Sebentar saya ambilkan." "Bohong!" 168 thanks to. gadis manis! Bagaimana kalau begitu?" "Diam kamu!" kata Akemi tertawa.co. Bi. syauqy_arr@yahoo. Paling tidak. itu rumahku. disana itu." "Oh. "Aku sendiri tidak begitu yakin. "Apa ada warung teh di sekitar sini yang namanya Yomogi?" Oh. Matanya yang lincah mengamati pemandangan. tercipta bayangan bunga ceri yang terbang berputar-putar. lalu bertanya. "Kamu siapa?" tanyanya.webng. "Kau masih terlalu kecil buat merayu." “Dia tidak di situ. Lebih baik kau buang ingusmu." Jotaro mengejar kain itu dari tepi sungai. "Dan apa maksudmu memanggilku Bibi? Aku masih muda!" "Baik." Akemi terkikik.com . Akemi mengucapkan terima kasih.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 13. ya. senang sekali aku mendengarnya! Lama sekali aku mencarinya." jawab Jotaro sambil menuding tak jelas. dan ia tersenyum ramah. "Bagus nyanyinya. "Tak apalah. Akemi mencuci sepotong kain sambil menyanyikan lagu yang dipelajarinya di Kabuki Okuni. Setiap kali ia menarik kain berpola kembang itu. Angin Musim Semi DI tepi Sungai Takase. apa yang hendak ditanyakan Jotaro. Tapi kenapa kamu tertarik pada warung teh kami?" "Saya mencari orang yang namanya Hon'iden Matahachi." "Saya cuma mau tanya sedikit. dan ia tersenyum ramah. "Dari mana itu kira-kira?" Jotaro ragu-ragu. oh!" teriak Akemi ketakutan.id and dimhad. kalau saya pergi ke Yomogi. pedang ini bisa dipakai buat keadaan seperti ini. Angin cinta Menyentak-nyentak lengan kimonoku." "Oh. kemudian memancingnya dari air dengan pedangnya." serunya. saya akan menemukannya. Ia memandang anak yang seperti orang cebol mengenakan pedang kayu panjang dan topi anyaman besar itu. lengan jadi terasa berat! Apakah angin cinta itu berat? Jotaro berdiri di atas tanggul. Oh. demikian pikirnya. Orang Perguruan Yoshioka bilang.

" Akemi pecah ketawanya. "Bagus sekali kamu jadi suruhan! Tak tahu dari mana datang. Ibuku juga tidak tahu." "Apa kamu membawa surat?" "Tidak." "Oh." "Tidak. minta Matahachi menjumpainya tahun depan? Gurumu itu mestinya sama anehnya dengan kamu! Ha." "Siapa gurumu?" "Namanya Miyamoto Musashi. dan tidak membawa surat pula. ya?" "Tentu saja. "Siapa yang menyuruhmu kemari?" "Guruku." "Saya kira tak boleh saya mengatakannya. "Sekarang apa yang mesti kulakukan?" keluhnya. dari hari pertama sampai hari ketujuh tahun baru nanti. "Tak pernah aku mendengar pesan seperti itu! Jadi. tapi kalau dia kembali akan kusampaikan pesanmu itu. "Apanya yang lucu?" Akhirnya Akemi berhasil menghentikan tawanya. tapi dia sudah pergi beberapa waktu lalu.com . sekarang dia mengirim pesan." "Pesan apa itu? Barangkali orang itu tak akan kembali lagi.webng. syauqy_arr@yahoo. aku betul-betul minta maaf." "Tapi saya membawa pesan. Ha!" Sikap mencemooh tampak pada wajah Jotaro. Matahachi mesti menjumpai dia di sana. "Jadi. Ya. Saya minta tolong dengan sopan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak. kan?" "Jangan tanya aku." Anak itu memerosotkan badannya dan menatap air dengan gelisah." "Kalau begitu. Putuskan olehmu sendiri. akan kusampaikan pesan itu kepadanya. Dulu dia memang tinggal dengan kami." "Tapi orang serumahmu pasti ada yang tahu. Aku tak akan ketawa lagi. "Janji?" 169 thanks to." kata Jotaro sambil menggeleng." "Maaf. maksudmu. dan bahunya tegang karena marah. barangkali juga boleh. Betul. Dan kalau Matahachi kembali. Dia bilang ingin sekali bertemu dengan Matahachi. Dia minggat. tapi kamu ketawa seperti orang gila. Dia minta saya menyampaikan pada Matahachi bahwa dia akan menanti di jembatan besar Jalan Gojo tiap pagi. sekarang kamu marah." "Ke mana?" "Aku tidak tahu. di salah satu hari itu.co.id and dimhad. tak dapat dikendalikan lagi.

ketika ia menyanyikan lagu-lagu cinta untuk dirinya sendiri. 170 thanks to. Sering kali ia mengambil sikap tidak menghanyutkan diri dengan para leaki yang selalu minum di warung tehnya." "Kamu keras kepala rupanya. syauqy_arr@yahoo. Ia mencemooh mereka dan terus berpegang teguh pada gambarannya tentang Takezo. Bagaimana kamu bisa tahu?" "Aku ingat dia pernah cerita. hanya Takezo-lah kekasih di dalam hatinya. "Nah. Ia begitu lain dari Matahachi. "Namanya bukan Takezo. kamu sudah begitu lama kenal guru saya?" Akemi tidak menjawab.id and dimhad. itu huruf-huruf yang bunyinya Takezo!" ucap Akemi. Kalau dia mencukurnya seperti biasa dilakukan samurai. Akhirnya ia menengadah memandang Jotaro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. ketika masih kecil dia bisulan di puncak kepalanya. dan tenggelam dalam renungan. Namanya Miyamoto Musashi. Dia dari Kampung Miyamoto di Provinsi Mimasaka.webng." Ia pergi. dan ia juga sudah melihat Matahachi semakin memburuk perkembangannya. Ia sudah melihat cara hidup ibunya. kelihatan jantan? Dan apa bagian atas kepalanya tidak dicukur?" "Ya. ya?" decap Jotaro sambil melemparkan bilah bambu itu ke sungai. menderap sepanjang puncak tanggul sempit itu. lebih baik saya pergi sekarang. "Siapa namanya tadi? Orang yang menyuruhmu menyampaikan pesan itu?" "Ingatanmu tidak begitu baik rupanya. Sejak semula ia lebih menyukai Takezo." Sambil menggigit bibir untuk menghindari senyum. sudah lima tahun lalu. tak jauh dari sana. lalu mengguratkan dua huruf di pasir. Dan semenjak itu semakin yakin ia akan benarnya pilihan atas Takezo. Kalau kamu bertemu dengan Matahachi. "Lho. hingga bicara pun jadi sukar. Jotaro berkata. Takezo. Akemi bertanya. Karena tugasnya selesai. ia jadi tercengkeram hasrat untuk bertemu Musashi kembali. Yakin dari berita kecil vang disampaikan anak itu bahwa Musashi adalah Takezo. Jauh di lubuk hatinya ia selalu bermimpi akan menemukan Takezo kembali.co. mengamat-amatinya dari kepala sampai jari kaki. "Apa ini bukan Musashi dari daerah Yoshino di Mimasaka?" "Ya. aku bersumpah. Ia gembira karena masih sendiri." "Pernah cerita? Kapan?" "Oh. Saya dari Harima." "Jadi. akan kelihatan bekas lukanya yang buruk." "Bagaimana kamu menuliskan Musashi itu?" Jotaro mengambil bilah bambu. Akemi menatap tajam-tajam huruf-huruf di pasir itu." "Ya." "Apa orangnya tinggi. betul-betulah sampaikan apa yang sudah saya katakan tadi.com . tapi bisa juga dibaca Takezo. Kenangan hari-hari itu membangkitkan kenikmatan di dalam hatinya. lalu tanyanya dengan suara lembut. Takezo. tapi Musashi.

Diletakkannya daun itu di atas lidahnya dan mulailah ia menyiulkan sebuah lagu.co. seorang perempuan muda berpakaian perjalanan berhenti memperhatikannya. Pohon-pohon ceri mulai berbunga. Ketika Jotaro sadar kembali. kemudian ke kanan. Kusir kereta menoleh ke belakang.webng. Dikejarnya kendaraan itu. atau hasil bumi setempat yang lain. ia menoleh ke kiri. Mereka pasti berharap agar tahun itu ladang terhindar dari pijakan para serdadu dan kuda. syauqy_arr@yahoo. ia bertanya. kan?" "Enak saja kau!" "Kenapa? Bapak kan tidak menariknya sendiri?" "Oh. Wajah Jotaro menyala menyatakan kegembiraan kanak-kanaknya. tapi tidak melihat apa-apa. kacang merah. ia marah bukan kepalang. Di puncak tumpukan ada tulisan yang menyatakan bahwa barang itu sumbangan kaum Budhis yang setia untuk Kofukuji yang agung di Nara. Jotaro dengan malas meraih dan memetik selembar daun dari pohon kamelia. Melihat Jotaro. tapi sekarang lenyap.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kereta sapi itu penuh bermuatan karung-karung yang barangkali berisi betas. Tadi barang itu Ia gantungkan di leher dengan seutas tali. "Tak apa-apa. bajingan kurang ajar kamu!" seru tukang kereta sambil melontarkan Joraro ke tanah. Jika ia menghadap ke belakang. masih ada cukup ruangan untuk duduk. Kereta berjalan kembali. hingga anak itu berteriak kesakitan. ia mulai mencari-cari dengan teliti di tanah sekitarnya.com . Jotaro terpelanting dan kemudian terguling ke pangkal sebatang pohon. tapi ia harus berpikir dua kali. bunyi rodanya gemeretak. Di luar sebuah kampung. Jotaro kenal kuil itu karena namanya identik dengan Nara. seperti bola. Karena takut kereta akan sampai di Nara selagi ia masih tidur. Perempuanperempuan berlutut di pinggir kali. dan pergilah ia memutar ke belakang. dan para petani sudah membajak gerst-sejenis gandum. ada pula karung-karung buat bersandar. Ketika anak itu sangat kebingungan dan sedikit demi sedikit melebarkan wilayah pencariannya. "Untung sekali!" pikir Jotaro sambil bersandar dan bersantai. Karena siulan terus juga berbunyi. maka ia merasa bersyukur setiap roda kereta menggilas batu dan berguncang. Dan sebagai tambahan kenikmatan. ya?" 171 thanks to. Akhirnya dihentikannya kereta. "Apa kerjamu di sini?" gertaknya. Tak ada yang lebih menyenangkan baginya daripada berjalan terus seperti ini menuju tujuannya. lalu naiklah ia ke atasnya. mencuci sayur-sayuran. bukit-bukit landai terselimut barisan semak teh yang rapi. Karena enaknya tempat itu. Pukulan tinju yang dijatuhkannya demikian keras. Ia sadar tabung bambu berisi jawaban dari Perguruan Yoshioka untuk Musashi hilang. dan berkali-kali lagi. "Kamu kehilangan sesuatu. seakan-akan menertawakannya.id and dimhad. Itu membantu matanya tetap terbuka. Di kiri-kanan jalan. ia selalu tergoda untuk tidur. Jalan raya Yamato terasa damai.

syauqy_arr@yahoo. dan samurai yang sedang bicara dengan kusir-kusir tadi itu mengambilnya. Terima kasih. "Apa bukan kamu anak nakal yang menjatuhkan tabung bambu ini di depan Mampukuji?" tanyanya. bahunya yang lebar." Ia menuding orang itu. yang memakai hakama lapangan. Tabung itu jatuh di jalan. mengangguk." "Terima kasih. Tuan. dadanya yang padat." "Ya. "Tunggu! Tak perlu kamu kembali ke sana. kamulah yang diteriak-teriaki kusir-kusir dekat Mampukuji tadi. Apa Tuan melihat isinya?" 172 thanks to. dan kembali mencari. perempuan muda itu memanggilnya. Segala sesuatu yang ada padanya sedikit lebih besar dan yang biasa-tingginya. atau bermalas-malas di pinggir jalan. dan ia takut menyapanya. Jotaro berhenti dan menanti dengan mata terbuka lebar. karena mengganggu kuda mereka!" "Ah-h-h. Tuan!" "Aku yakin ada surat penting di dalamnya. Lebih baik kamu kembali menanyakan kepadanya. dan hanya memperdengarkan gerutuan tak senang.webng. dan apabila berjalan langkah-langkahnya yang mantap seakan memadatkan tanah. Kalau tuanmu menyuruh kamu. "Apa tabung bambu yang panjangnya kira-kira satu kaki dan bertali?" Jotaro tersentak. la mengenakan kaus kaki kulit dan sandal jerami. Jotaro tidak begitu memperhatikan pertanyaan itu. Samurai itu seorang lelaki yang mengesankan.. Untunglah samurai itu yang bicara dulu memanggilnya. "Ya! Bagaimana Kakak bisa tahu?" "Jadi. tali itu tentunya putus.com . jenggotnya yang hitam legam. "Oh." Tapi baru saja ia hendak berlari. membonceng-bonceng. Jotaro merasa pasti bahwa orang itu prajurit besar yang mengabdi kepada salah seorang daimyo yang sangat penting. berumur sekitar empat puluh tahun. jangan kamu berhenti sepanjang jalan mengganggu kuda. betul! Tuan menemukannya!" "Apa tak bisa kamu mengucapkan terima kasih?" "Maaf. Kulihat samurai itu berjalan kemari.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro memandang wajahnya yang sebagian tertutup topi bertepi lebar. ya " "Waktu kamu ketakutan dan lari. Dari pandangan sekilas.id and dimhad. Itu. "Kamu kehilangan uang?" Karena terlampau asyik." "Betul begitu?" "Tentu..co.

"Siapa nama Kakak?" Gadis itu tertawa dan melemparkan pandangan senang kepada si samurai lewat kepala anak itu.webng. sesudah barang itu di tanganmu lagi. apa masih baik keadaannya.. Hatinya pun berdentum. Sekarang. tapi aku tidak merusak meterai surat itu. tidak. Hati-hati. karena ingat akan reaksi Akemi terhadap kata "Bibi" itu. Apa Bibi bisa main suling?" tanyanya. untuk memperbaiki sikap Jotaro yang tidak mampu menyatakan terima kasih dengan baik. tanpa malu-malu Jotaro melongokkan kepala ke pinggang gadis itu untuk memeriksa benda tersebut. "Saya akan pergi ke Nara. "Apa anak itu bersamamu?" tanyanya kepada perempuan itu. dan ia merasa pusing. Puas karena surat itu masih ada. ke Kuil Hozoin. dalam obi Kakak. dan ia menghargainya. kalau kita menemukan sesuatu. dan ia bersumpah tak akan melepaskannya untuk kedua kali. "Ini bukan tabung surat. ia bertanya. Anak itu seperti setan kecil yang lucu. jangan Kakak hilangkan." Sebuah benda panjang sempit yang terbungkus kain brokat emas dan tersimpan dalam obi gadis itu menarik perhatiannya. Suling. Samurai berjenggot itu mulai berjalan lagi bersama mereka berdua. coba periksa dan lihat.id and dimhad. semangat Jotaro naik lagi." "Barangkali kepolosan kanak-kanaknya itu yang membuat dia begitu menarik." katanya kepada si samurai. ia berkata. memperlihatkan barisan giginya yang putih kuat di belakang jenggotnya. digantungkannya tabung itu kembali ke lehernya. "Saya lihat Kakak membawa tabung surat juga." Jotaro membuka tutup tabung dan melihat ke dalamnya. "Baik sekali Tuan telah menemukan barang itu. apakah wanita itu murni atau tidak. Kemudian. Ia mundur dan seperti mengamat-amati gadis itu. apalagi ada kata 'Penginapan' pada topinya. "Oh. Anak-anak pun mempunyai selera terhadap kecantikan wanita. syauqy_arr@yahoo. Sambil memperhatikannya." Samurai itu tertawa. "Kupikir tadi kamu dan dia pasangan yang agak aneh. tolol! Ini suling. Tiba-tiba suatu perasaan aneh datang kepadanya." "Suling?" Dengan mata menyala-nyala karena rasa ingin tahu. "Mau ke mana kamu?" Karena berjalan bersama kedua orang itu. "Oh. Prajurit yang seperti beruang itu ikut tertawa." "Tabung surat? Apa maksudmu?" "Itu." Sambil menoleh kepada Jotaro. atau setidak-tidaknya mengerti secara naluriah." Gadis itu pun tertawa. kita memeriksanya dan mengembalikannya kepada pemiliknya. Terasa olehnya sebagai keberuntungan tak terukir bahwa sekarang ia berjalan bersama orang yang begitu molek.co. ia cepat-cepat mengubah pertanyaannya.. Belum pernah saya bertemu dengan dia. Perempuan muda itu tampak sama puasnya dengan Jotaro.com . 173 thanks to. Saya suka dia juga. Jotaro terkesan sekali akan kecantikan gadis itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah sewajarnya.

"Kenapa ke mana-mana Kakak menyimpan suling dalam obi?" "Oh." Jawaban ini menimbulkan ketawa lebih banyak lagi. Kami sudah menyebutkan nama kami. lagu-lagu biasa saja. dan katanya. syauqy_arr@yahoo." kata samurai itu. tapi uang yang kudapat dengan main suling ini bisa buat melakukan perjalanan-perjalanan jauh macam ini. " 174 thanks to. "Apa Tuan tak kenal pedang kayu kalau Tuan melihatnya? Saya pikir Tuan ini samurai. "Sekarang giliran Kakak. Kenapa kamu membawanya?" "Saya mau belajar ilmu pedang." "Apa musik buat jenis tarian yang lain-misalnya Kabuki?" "Tidak. Kakak ini pemain suling?" "Sebetulnya aku tidak yakin apa ada pemain suling profesional." "Ya. la kelihatan puas sebentar." "Jadi. Cuma aku heran melihat pedang begitu kamu bawa.id and dimhad.com ." Dengan berani Jotaro menoleh kepada gadis itu." "Apa dia yang akan menerima surat itu?" „ Ya. "Apa yang kamu pasang di pinggangmu itu?" tanyanya. kan? Kalau kamu ingin tahu nama orang lain." "Kalau begitu. "Itu tidak adil!" teriak Jotaro." "Apa musik yang Kakak mainkan seperti musik yang sudah saya dengar di Gion dan Kuil Kamo? Musik untuk tari-tarian suci?" "Tidak. jadi kamu belajar sekarang? Apa kamu sudah punya guru?" "Punya." "Oh." "Nama saya Otsu. tapi saya belum tahu nama Tuan. yang sopan adalah kamu menyebutkan dulu namamu. Kurang sopan kalau Kakak tidak menyebutkan nama Kakak." "Nama saya Jotaro. tapi kemudian mengoceh lagi. Siapa nama Tuan?" "Namaku Shoda.webng.co. Lalu nama Tuan yang lain apa?" "Terpaksa aku minta diizinkan hanya menyebut nama itu. musik jenis apa?" "Oh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kamu anak baik. aku butuh suling ini buat mencari makan. aku memang samurai. "Itu tentunya nama keluarga." "Otsu?" Jotaro mengulang. "Tuan menyuruh saya menyebutkan nama saya." Sementara itu si samurai bertanya-tanya dalam hati mengenai pedang kayu panjang milik Jotaro itu. Bolehlah kamu menyebut itu pekerjaanku.

saya belum tahu." Jembatan Uji mulai tampak. ia segera mengambilnya dan larilah ia ke bukit rendah di belakang warung teh. sementara teman-temannya duduk. Ada seorang ronin yang sudah sekitar satu tahun saya cari. Nara bisa jadi tempat yang sangat berbahaya. Tapi terpikir juga oleh saya. "Apa kamu sudah mempelajari beberapa teknik?" "Belum bisa dikatakan begitu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau dia itu gurumu. bahkan bermaksud saja jangan!" katanya pasti." "Apa kamu tidak keberatan punya guru lemah?" "Tidak. tidak banyak berita yang terdengar. silakan!" "Kami mau istirahat sebentar di sini. Nona sendiri mau pergi ke mana?" "Ke Nara. itu lain soal. dan katanya. dan karena menurut pendengaran saya banyak ronin berkumpul di Nara sekarang ini. Saya belum lagi belajar apa-apa. syauqy_arr@yahoo. Kalau tidak. Rupanya kebanyakan orang mendapat 175 thanks to." Pemilik warung menuangkan secangkir teh untuk diri sendiri." Samurai itu hampir tak dapat menahan rasa geli. Di bawah tepi atap sebuah warung teh. ia mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah. seakan hendak pecah menjadi senyuman.com . "Senang sekali bertemu dengan anggota Keluarga Yagyu!" serunya. sedangkan dia belum tahu akan menginap di mana?" Mendengar pertanyaan itu. "Silakan masuk. jadi tak ada bedanya. Lalu. apa menurut Bapak cukup aman hari-hari ini. orang tua itu membelalakkan matanya. "Nona ini sudah beberapa bulan mencari seseorang. Melihat Shoda. ia menyalaminya dengan hangat. Anak perempuan seperti Anda mesti menginap di Taga atau Ide." Shoda pun segera menyambung. Mulutnya menggetar. Kalau Nona yakin ada teman untuk tinggal di sana. "Oh. Otsu bertanya kepada orang tua itu. tapi tepatnya Nara bagian mana. "Bicara dengan kamu ini bikin jalan lebih pendek. lalu bercerita kepada mereka mengenai apa yang diketahuinya tentang keadaan Nara. tentunya dia ahli yang sejati. Orang yang cepat jalannya pun barangkali takkan sampai lebih jauh dari Kizu sebelum matahari terbenam. seorang tua yang sangat sopan memegang sebuah ketel teh besar. "Lupakan keinginan itu sama sekali. Saya juga tidak pandai main pedang. Ia sedang melayani para langganan yang duduk berkeliling di bangku. Begitu kue datang." Tawa samurai itu pun akhirnya pecah berderai-derai. walaupun saya akui. saya punya rencana ke sana." "Apa maksudmu?" "Semua orang bilang dia lemah. Sambil menoleh ke Otsu. kalau seorang wanita muda mengadakan perjalanan sendiri ke Nara.co. tetapi matanya tetap muram. Baginya duduk dan beristirahat itu membosankan." "Dia sama sekali tidak sebaik itu.id and dimhad. "Apa Nara masih jauh dari sini?" "Masih. Sambil menghirup teh.webng. Bisa sediakan kue manis buat anak ini?" Jotaro tetap berdiri.

000 atau 130. dengan harapan kerusakan yang mereka datangkan itu akan membuat angkatan bersenjata Osaka bangkit dan mengangkat senjata. Sebagai pemenang. Menurut perkiraan kebanyakan orang. Banyak lagi yang dapat saya sebutkan. Kebanyakan anggota partisan Osaka dari Tentara Barat dan Osaka. "Sanada Yukimura yang terkenal itu bersembunyi di Gunung Kudo. hingga kalau bisa pedang pun akan mereka jual." Semua itu orang-orang yang punya nama. pergi ke sana sama halnya dengan menuangkan minyak ke kimono dan menceburkan diri ke dalam api. Satu-satunya harapan mereka untuk masa depan adalah kalau perang pecah lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kesan bahwa ibu kota lama itu tempat yang tenang. Juga. berapa banyak ronin dari pihak yang kalah telah datang bersembunyi di sana. Padahal kenyataannya kota itu tidak lagi seperti itu. disangsikan apakah para pelarian itu akan dapat lagi memperoleh penghidupan terang-terangan dengan pedangnya. orang-orang yang akan dibunuh dengan seketika kalau mereka menunjukkan diri. Tergerak oleh ceritanya sendiri." kata orang tua itu.com . Setengahnya lalu mulai berkelahi. para pelarian berbondong bondong bergerak ke sana. tak tahulah orang. Tetapi yang mempersulit keadaan adalah para samurai miskin yang berkeliaran di jalan-jalan belakang kota. di mana banyak kuil berwarna-warni dan rusa-rusa jinak-sebuah tempat yang tidak terganggu oleh perang atau kelaparan. pemilik warung teh menutup ceritanya dengan minta amat sangat pada Otsu untuk mengubah maksudnya. Dengan semakin berkembangnya kekuasaan ke-shogun-an Tokugawa dari tahun ke tahun.id and dimhad.000 orang. 176 thanks to. keadaan mereka demikian sulit. Untuk gadis manis seperti Otsu. 120. karena merupakan tempat sembunyi yang ideal. orang-orang Tokugawa menyita tanah-tanah milik yang seluruhnya menghasilkan 33 juta gantang padi tiap tahun. Sesudah Pertempuran Sekigahara. samurai-samurai yang kini tak punya penghasilan dan sedikit saja punya harapan akan memperoleh pekerjaan lain. Wilayah sekitar Nara dan Gunung Koya penuh kuil. damai. Kalau dihitung untuk setiap lima ratus gantang padi ada tiga samurai yang telah dihentikan dari tempat kerjanya dan dipaksa bersembunyi di berbagai provinsi lain-terhitung keluarga dan pesuruhnya-maka jumlah mereka seluruhnya tidak akan kurang dari 100. berjudi.webng. dan Ban Dan'emon di Kofukuji. keadaan tidak begitu jelek kalau hanya para ronin terkenal itu yang menyembunyikan diri. Kota Nara yang dahulu tenang itu kini berubah menjadi sarang penjahat nekat. atau mengganggu ketenteraman. karena mereka semua sedikit banyak punya prestise dan dapat hidup sendiri dengan keluarganya.000 orang samurai kehilangan jabatannya. maka setidak-tidaknya ada delapan puluh daimyo dengan penghasilan seluruhnya sekitar dua puluh juta gantang yang telah dicabut hak miliknya. "Misalnya. karena itu sukar bagi angkatan bersenjata Tokugawa untuk mengadakan perondaan. Walau jika dihitung juga tuan-tuan tanah feodal yang semenjak itu diizinkan menetap kembali dengan gaya yang lebih sederhana.co. lalu Sengoku Soya kabarnya berada di luar Horyuji. syauqy_arr@yahoo. Menurut pendapat orang tua itu.

la sekadar berjalan ke arah Nara—tak ada bedanya dengan pengembaraannya ke berbagai tempat lain. orang itu bukanlah samurai biasa. Diundang ke Koyagyu saja sudah merupakan kehormatan. ia melanjutkan. Munenori. "Nama lengkapku Shoda Kizaemon. dia ahli upacara minum teh yang berselera sederhana. terpikir olehku. Sejak meninggalnya Yoshioka Kempo." "Jangan panjang-panjang kamu memikirkan soal itu. tenang. tapi kenapa tidak kau batalkan saja maksudmu pergi ke Nara itu. Dapat dipahami kalau para pemain pedang dari seluruh negeri akan datang ke pintu gerbangnya. syauqy_arr@yahoo. Kizaemon bertanya. "Kamu lebih baik ikut dia. karena besar dugaannya. Tak ada tawaran lain yang lebih baik dari itu. akan senang sekali dia kalau kamu ada di dekatnya dan sekali-sekali main untuknya.id and dimhad. "Barangkali kamu tahu. Khususnya Sekishusai. Shoda berkata. Dia menderita kebosanan luar biasa. Kalau sekiranya ada sedikit saja petunjuk bahwa Musashi kemungkinan berada di Nara.webng. semenjak Musashi meninggalkannya di Jembatan Himeji." Otsu sadar bahwa pergi ke Koyagyu lebih memberikan harapan. Cuma saya takut. tak akan ia berpikir panjang mengenai bahayanya. nanti permainan saya tidak cukup baik untuk orang seperti Yagyu Muneyoshi. berapa pun kecilnya." "Nah. yang dipertuan dari Koyagyu yang sudah tua itu adalah Yagyu Muneyoshi yang agung. dan sebagai gantinya kau pergi denganku ke tanah Koyagyu?" Karena merasa wajib memberikan keterangan lebih banyak tentang dirinya. Otsu. Apa kau suka kerja begitu?" Orang tua itu segera menimpali dengan pernyataan setuju. Keluarga Yagyu itu lain sekali dengan daimyo lain. dia langsung dipanggil ke Edo dan ditunjuk menjadi instruktur dalam rumah tangga shogun.com . dan meyakinkan Otsu bahwa maksudnya itu terhormat. ia memakai nama Sekishusai. Tidak ada keluarga yang lebih besar di Jepang ini daripada Keluarga Yagyu. pulang dari Sekigahara. Melihat Otsu masih juga diam. Sesudah pensiun. Dia akan lebih terganggu oleh sifat malu-malumu itu daripada bayanganmu bahwa kamu kurang terampil. "Tadi kaubilang namamu Otsu. Kebetulan tuanku yang sudah berumur delapan puluh tahun tidak lagi aktif. Melihat kebingungan pada wajahnya." desaknya. di situ 177 thanks to. Ketika kau berkata kau hidup dari main suling. dan aku mengabdi kepada Keluarga Yagyu. daripada berkeliaran tanpa tujuan ke Nara. Jangan sampai tidak diterima tawaran itu!" Mendengar bahwa Kizaemon adalah pejabat dalam Keluarga Yagyu yang termasyhur itu. Tapi sayangnya la betul-betul tak punya alasan untuk terus.co. Namun ia merasa sukar menjawab tawaran itu. yaitu Yang Dipertuan dari Tajima. "Tak suka kamu ke sana?" "Bukan itu soalnya. Segera setelah ahli warisnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Otsu kini merasa ragu-ragu dan duduk diam sebentar. Keluarga Yagyu dianggap banyak orang sebagai eksponen terbesar dalam seni perang di negeri ini. aku memang ragu-ragu mengatakan ini. Otsu merasa beruntung. bukan?" "Ya.

dan Kii bergabung jadi satu." "Kenapa Yang Dipertuan daerah ini tidak menangkap atau mengusir mereka?" "Jumlah mereka terlalu banyak-jauh lebih banyak daripada yang dapat dihadapi. Kizaemon menyuruh Otsu naik ke atasnya. Jotaro melihat mereka dari bukit di belakang warung teh. Hmm." sela Jotaro." "Bapak ini begitu terus bicaranya tentang ronin. tapi kelihatannya menarik. Mereka tak punya cukup uang untuk makan. dan Jotaro menjawab bahwa di sebuah semak di bukit itu terdapat banyak orang sedang main.. "Guru saya seorang ronin!" 178 thanks to.webng.com . "Kalau menurut pendapat Tuan tak ada halangan apa-apa." "Ya. karena itu mereka memikat musafir untuk main dengan mereka dan mengakali segala milik mereka. Alangkah bahagianya kalau dalam daftar itu dapat ia temukan nama Miyamoto Musashi! Terutama karena memikirkan kemungkinan itu. Mereka bertekad bertahan terus sampai perang berikutnya." "Betul.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahkan akan ada daftar tamu. Memalukan!" "Oh. Kalau semua ronin dari Kawachi. dan serunya. apa yang dilakukannya tadi." "Kamu mau? Bagus sekali! Terima kasih sekali. kami berangkat. Kizaemon bertanya kepadanya. ia berkata riang. Apa kamu bisa naik kuda?" "Bisa." "Saya dengar Koga juga penuh dengan mereka itu.. tapi aku ragu." "Tunggu saya!" Mereka sudah setengah jalan menyeberang Jembatan Uji ketika Jotaro menyusul. saya mau ke sana." Kizaemon membungkuk ke bawah tepi atap dan mengangkat tangan ke arah jembatan. "tapi di antara mereka tentunya ada orang-orang yang baik. Yamato. Mereka datang dari Tsutsui. syauqy_arr@yahoo.co. mereka bisa lebih kuat daripada pasukan Yang Dipertuan sendiri. jadi mereka itu berjudi untuk mata pencaharian?" tanya Kizaemon.." jawab tukang kuda. Tukang kuda tertawa. "Yang berjudi itu termasuk yang baik-baik. la tidak tahu nama permainan itu. "Apa sudah mau berangkat? "Ya. Tukang kuda yang menanti di sana datang berlari-lari membawa kuda. apa seorang perempuan dapat jalan sejauh itu sebelum malam datang. "Itu ronin-ronin jembel yang sedang berjudi. Mereka begitu kasar. "Banyak lagi lainnya yang menjadi tukang culik dan peras. sampai tak ada orang yang dapat berbuat sesuatu untuk menghentikan mereka." kata Kizaemon menyetujui.id and dimhad. sedangkan ia sendiri berjalan di sampingnya.

co." Ia memungut sebuah batu dan dilemparkannya batu itu bersilantar di permukaan air. "Mestinya sudah sejak tadi aku tahu bakal sendiri lagi." kata Otsu tersenyum.." Kizaemon tertawa. di mana dia. Mengerikan kalau kita memikirkannya. anak sekecil ini pun sudah pegang pedang kayu. aku lupa bilang tadi. orang akan menunjukkan pada saya. Kita dapat bertemu dengan lima atau sepuluh orang dari mereka yang berkeliaran di jalan ini setiap hari. nanti kamu kehilangan tabung bambu lagi. Semua orang mempelajarinya.. dan sedihnya. karena entah dari mana mereka itu mendengar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kizaemon tertawa. Jotaro. "Apa ini? Coba. tapi kamu tak tahu gayanya?" "Tuan. Barangkali dia mengira bahwa dia hanya harus belajar memukul orang dengan pedang itu untuk menjadi manusia sejati." Jotaro tampak terenyak. bahwa jika orang cakap bermain pedang. tapi dia bilang.webng. "Hei. "Tapi kita akan bertemu lagi hari-hari ini. kalau saya pergi ke sana." sela tukang kuda." "Jalan pintas untuk menjadi kaya. akhir-akhirnya kebanyakan mereka itu akan kelaparan." "Otsu?" kata Jotaro. Nah." 179 thanks to. ya? Apa di sana gurumu tinggal?" "Saya tidak tahu betul. Coba. jadi lebih baik kamu buru-buru. Itu semua karena jauh lebih banyak ronin yang mengajar dibanding dahulu. Kaubilang akan pergi ke Hozoin tadi." "Itu cuma sebagian sebabnya. Jotaro merajuk diam. "O ya. "ilmu pedang itu sekarang cuma iseng-iseng." "Mereka tertarik. yang mengira Otsu akan pergi bersamanya. sedangkan aku sendiri banyak jalan. Dan jangan buang waktu di jalan. kalau berani mengatakan begitu!" "Coba dengar! Masih seperti kutu membawa cungkil gigi.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo." kata Otsu. Cukup setia juga kamu. Rumahmu jalanan. daimyo akan berlomba-lomba menyewanya dengan bayaran empat atau lima ribu gantang setahun." "Tidak lagi! Tak usah menguatirkan saya!" Mereka berjalan terus. sebentar lagi gelap. jangan marah.com . ya?" "Tepat. Yang lain-lain memandang matahari yang pelan-pelan tenggelam. "Aku sudah memutuskan pergi dengan Tuan ini ke puri di Koyagyu. dan katanya. tapi sudah membayang-kan dirinya prajurit besar. "Maka itu kamu membela mereka." "Kamu muridnya. Kita melihat banyak orang macam itu. "Di sini kita berpisah.. Akhirnya mereka sampai di pangkalan perahu tambangan di Sungai Kizu." Kemarahan Jotaro sekilas bangkit. "Jaga baik-baik dirimu." "Apa gaya gurumu itu?" "Saya tidak tahu.

ia menoleh ke belakang.webng. Jotaro berlari sepanjang tepi sungai.com . Mereka berada di lembah.id and dimhad. Otsu melambaikan selamat berpisah. syauqy_arr@yahoo. di sisi bagian sungai yang tiba-tiba menyempit. 180 thanks to. lalu melompat ke tengah perahu tambangan kecil. "Tapi siapa yang Kakak cari itu?" tanyanya. Ketika perahu yang menjadi merah warnanya oleh matahari petang itu sudah setengah jalan menyeberangi sungai.co. Masih dapat ia mengenali kuda Otsu dan Kizaemon di jalan Kuil Kasagi. "Orang macam apa?" Tanpa menjawab.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro kelihatan tak ingin bergerak. dan sedikit demi sedikit ditelan oleh awal bayang-bayang gunung.

Di sini pula terdapat sisa-sisa kebesaran zaman Nara-reruntuhan sebuah kuil.co. Anda mau ke sana buat bertanding?" "Ya." "Kenapa?" 181 thanks to. karena hanya huruf pertama. pergi juga ia ke dalam untuk melihat. yaitu Kuil Ganrin'in. sudah cukup untuk dianggap penipu. Bersamaan dengan tibanya senja.id and dimhad. seperti yang tertulis di papan itu. Hozoin ada di Bukit Abura. Betul?" "Di belakang kuil ini. Tempat itu juga terkenal di antara penduduk setempat. tapi menganggap tempat itu sama saja seperti kuil-kuil yang lain. di tengah hutan kriptomeria yang luas dan lebat. Ozoin rupanya milik Sekte Nichiren. "Boleh saya bertanya?" "Tentang apa?" "Kuil ini namanya Ozoin?" "Ya. Yang berani menganggap dirinya murid serius. yaitu "O". seorang biarawan muda yang baru kembali ke Ozoin melewatinya dan menatapnya penuh curiga." "Kata orang. yang berlainan. Kuil itu terletak di Bukit Abura. Sepanjang pengetahuannya. dan reruntuhan rumah mandi umum raksasa yang dibangun oleh Ratu Komyo untuk orang miskin.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 14. itulah tempat tinggal jin-jin. Hozoin adalah kuil Zen yang tak ada hubungan-nya dengan Nichiren. Musashi melepas topi. Musashi mendatangi setiap gerbang untuk memeriksa papan namanya. Sekalipun di antara kuil-kuil itu tak ada yang mirip dengan yang dicarinya. syauqy_arr@yahoo. tapi begitu sampai disana ia berdiri memandang ke sekitar dengan kagumnya. mula-mula ia salah baca. dan katanya. Musashi tidak mengalami kesulitan mencari arah Bukit Abura. Pikiran Musashi demikian penuh oleh Hozoin. Walaupun kemudian ia segera menyadari kesalahannya. Tetapi sekarang yang tertinggal dari semua itu hanyalah serakan batu pondasi yang mengintip dari balik lumut dan rerumputan. Pohon-pohon kriptomeria telah menempuh musim dingin dengan selamat. sekalipun aneh juga bahwa hanya sedikit orang yang kenal Gudang Shosoin yang justru lebih penting karena koleksi bendabenda seni kuno yang tak ternilai harganya.webng. dan kini bermandikan hujan awal musim semi. di atas pepohonan itu tampak lekuk-lekuk feminin Gunung Kasuga.com . Warna daun-daunnya sedang gelapgelapnya." "Kalau begitu dengarkan nasihat saya: Lupakan saja. Gunung-gunung di kejauhan masih terang oleh sinar matahari. hingga ketika ia melihat papan nama Kuil Ozoin. Hozoin MURID seni bela diri umumnya mengenal Hozoin. karena di sana terdapat kuil-kuil lain yang bersarang di tengah hutan. Selagi ia berdiri di sana. Pendeknya.

tapi saya tak melihat alasannya kalau orang yang anggota badannya baik dan lurus mesti pergi ke sana untuk dikutungi.. Ia hanya duduk dan membuat gerakan-gerakan yang tak dapat dimengerti dengan mulutnya yang sudah ompong." 182 thanks to. dan kemudian dia atur pula agar Inshun menjadi kepala biara. syauqy_arr@yahoo. Seni bela diri hanya sampingan. kepala biara itu tertarik pada seni bela diri dan akhirnya mulai belajar ilmu pedang sebagai pelengah waktu. Walaupun sadar dianggap enteng oleh orang itu. teman Muneyoshi. Tapi saya mendengar juga bahwa seorang pendeta yang namanya Inshun telah mengambil alih kedudukannya dan menggantikannya. Ia hampir tidak pernah menjumpai siapa pun. dan saya tahu bahwa yang Anda katakan itu benar. In'ei sekarang berumur delapan puluh empat tahun dan sudah sepenuhnya pikun. Kuil itu tempat suci untuk cahaya Hukum Sang Budha. Perhatian utamanya terletak pada agama. Musashi mendesak terus. Kakuzenbo In'ei." Sikap kasar orang itu menunjukkan bahwa ia ingin Musashi lekas pergi." simpul biarawan itu sesudah menjelaskan semuanya. "Tak ada apa-apanya desas-desus itu. "Tapi Anda masih juga ingin ke sana?" "Yah. Menurut yang saya dengar. Pada waktu menerima tamu pun ia sudah tidak dapat melakukan percakapan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Berbahaya. tapi dia sudah paham semua rahasia Gaya Hozoin. Kelihatannya ia tidak dapat menangkap apa pun yang dikatakan orang kepadanya. Sesudah In'ei mulai memperlihatkan tanda-tanda ketuaan. Karena itu dia mengajarkan pada Inshun rahasia-rahasia permainan lembing yang pernah dia pelajari dari In'ei. Inshun sebetulnya murid kepala biara Ozoin." "Oh.com . sudah sejauh ini saya pergi. Karena hubungannya dengan Muneyoshi dan dengan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise.webng. Lalu ia mengembangkan cara-cara baru dalam menggunakan lembing." Biarawan itu tegap tubuhnya. Anda barangkali tak dapat bertemu dengan gurunya. "Jadi. jumlah calon prajurit telah mencapai angka yang oleh Hozoin pun sudah dianggap mengganggu.co. sering kali mengunjungi Yagyu Muneyoshi. dan sepengetahuan Musashi inilah yang menjadi cikal-bakal Gaya Hozoin yang sangat dihargai orang. tak dapat Anda mempelajari sesuatu. seperti ditunjukkan oleh namanya. begitu." "Oh. "Saya sudah mendengar tentang In'ei. Inshun. begitulah. "tak banyak faedahnya Anda pergi ke sana.. Soal lembing sudah dilupakannya sama sekali. dan kalaupun Anda bertemu dengannya." kata biarawan itu dengan nada menghina. kepala biara kami merasa sayang jika reputasi Hozoin tersia-sia begitu saja. Menurut biarawan itu.. Orang bilang dia masih belajar. agak lain daripada biarawan Nichiren biasa. Saya bisa mengerti kalau orang yang dilahirkan pincang pergi ke situ untuk diluruskan kakinya. walaupun dia sudah punya banyak murid. demikianlah kira-kira. kepala biara yang dulu.id and dimhad." kata Musashi. tidak pernah dia menolak memberikan pelajaran pada siapa pun yang datang kepadanya.

tapi orang tua itu rupanya demikian tenggelam dalam pekerjaannya. ia lihat di satu sisi seorang tua yang sedang mencangkuli sayur sayuran. Selagi berjalan di tanah lunak di antara baris-baris lobak. ia memukulnya.co." Kejadian di halaman itu masih terus menghantui pikirannya. Musashi berjalan melewati dapur kuil itu ke belakang pekarangan. Sekiranya ia salah seorang prajurit pendeta Gunung Hiei. tapi aku ingin tahu. Hampir seketika itu juga teriakan jawaban terdengar dari dalam kuil. Sambil menanti munculnya seorang pembantu. Ini bukan mimpi di siang bolong. dan katanya. Takkan salah lagi. dan kebun sayursayuran yang luasnya sekitar satu ekar. Sambil membungkuk mencangkul. mirip sekali dengan wilayah di sekitar rumah seorang petani kaya. tapi jawaban satu-satunya yang diperolehnya adalah gema dari pepohonan di sekitar. namun rasa ingin tahunya masih belum reda. Kecuali dentang cangkul yang mengenai batubatuan. rades. Ia berseru dua kali lagi.. hingga rasanya kurang sopan mengganggunya. Melihat ada sebuah gong besar di samping pintu masuk. Di situ terdapat gudang kayu. tiba-tiba sadarlah ia bahwa orang itu sedang menatap kakinya dari sudut matanya. Musashi merasa diserang dengan kekuatan yang mengerikan-suatu kekuatan yang seperti kilat membelah awan. Lebih baik memutar ke kiri atau ke kanan?" "Tak perlu memutar. Ketika ia menoleh.id and dimhad. Musashi menyimpulkan bahwa orang tua itu biarawan Ozoin. dan ia meloncat ketakutan ke udara. Yang kelihatan oleh Musashi pada orang itu hanyalah sepasang alisnya yang putih saiju. "Apa arti semua ini?" demikian ia terheran-heran." Sesudah mengucapkan terima kasih kepadanya. Di sebelah kebun itu ia melihat Hozoin. pasti ia komandan batalion. Jauh lebih cepat jalan terus lewat kuil kami ini. Karena dari hari ke hari terbiasa menerima kunjungan orang-orang seperti Musashi. Seorang pendeta datang ke pintu. Seluruh tubuhnya terasa panas. Walaupun orang itu tidak bergerak ataupun berbicara." "Tadi Anda bilang tempatnya di belakang ini. gudang empleng kacang. dilihatnya punggung yang bungkuk itu masih menghadapnya dan cangkul itu masih juga meneruskan iramanya yang tak terputus-putus. "Inshun mestinya masih muda. Ia benar-benar merasakan kekuatan misterius itu menghunjam tubuhnya. dan bawang. syauqy_arr@yahoo. keadaan betul-betul sepi. kagum oleh kekuatan yang baru saja menyerangnya.com . Akhirnya sampailah ia di depan Hozoin. seolah-olah baru saja lolos dari pukulan pedang atau tombak yang mematikan. Biarawan muda itu tadi mengatakan In'ei sudah pikun dan sudah lupa sama sekali akan tombak. ia hanya melontarkan pandangan selintas. la hampir berbicara. Namun ketika Musashi berlalu tanpa mengucapkan sesuatu. ia memandang baik-baik lempengan cangkulnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu. ia berpikir.. Orangnya besar dan berotot.webng. "Anda shugyosha?" 183 thanks to.

di mana Anda pernah belajar." Karena ada maksud belajar dengan sungguh-sungguh. maksudnya secara tak langsung adalah supaya Musashi membasuh kakinya dulu. membukanya. maka saya membebaskan kuil dari segala tanggung jawab. tapi semenjak zaman guru kami yang pertama." Pendeta itu berkata. Ketika muncul kembali." kata Musashi sambil menyeringai sedikit—memang itu sudah sewajarnya bagi orang yang berniat menjadi prajurit. barangkali lebih baik Anda membaca dulu apa yang tertulis di awal buku tamu itu. Pendeta itu tentu saja sangat tertarik pada hal ini. Di situ ia diminta menanti. dan membaca persyaratan yang tadi ia lewati. Pertarungan di sini berlangsung kasar. Jawaban Musashi sama dengan yang pernah diberikannya di Perguruan Yoshioka. Musashi menuliskan keterangan yang diminta. Musashi mengikuti pendeta itu menyusuri lorong yang lebar dan gelap.co." Musashi membuka buku itu dan memperhatikan nama-nama di dalamnya. Bunyinya: Karena saya datang kemari dengan tujuan belajar. dan gaya apa yang Anda gunakan. demikian juga contoh-contoh yang diberikan oleh para pendahulu di negeri ini. maka ia berguru pada segala yang ada di alam semesta ini. Di situ terdapat sebuah tong penuh air yang disalurkan lewat pipa bambu. Masing-masing ditulis di bawah tanggal berkunjungnya seorang samurai atau murid." Bicaranya seolah-olah sedang mengajar seorang anak. Silakan. "Baiklah. Ia menutupnya dengan mengatakan. Selain sikap kasar si raksasa yang telah mengantarnya masuk itu. pendeta itu menyerahkan daftar tamu dan kotak tinta kepadanya. "tapi tidak terlalu rajin mempelajarinya. Menuruti gaya masukan yang terakhir." dan memberikan isyarat ke kanan pintu masuk. Lewat jendela ia dapat melihat daun-daun lebar pohon pisang." "Mm. "Saya masih dalam taraf belajar. la belajar menggunakan pentung dengan pimpinan ayahnya.id and dimhad. Di kanan-kirinya terdapat sekitar sepuluh pasang sandal yang usang dan kotor. Judul buku tamu itu: "Daftar Orang-orang yang Mengunjungi Kuil Ini untuk Belajar Pramugara Hozoin.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. manakala saya mendapat cedera badaniah ataupun terbunuh. dan tidak ada perkecualian." "Ada keperluan apa ke sini?" "Saya ingin bertemu dengan Guru." 184 thanks to. tanpa menyebutkan nama gurunya. "Silakan tulis nama Anda. menurut penglihatan Musashi tak ada suatu pun yang menunjukkan bahwa ada yang luar biasa di kuil yang satu ini.com . Anda barangkali sudah tahu. "Saya setuju. Sebelum Anda melanjutkan.webng. dan dipersilakan masuk ke kamar tunggu. Hozoin terkenal di mana-mana karena permainan tombaknya. syauqy_arr@yahoo. Bau dupa mengambang di udara. Katanya. "Silakan masuk." Musashi mengambil buku itu.

co. dan menjatuhkan diri dengan susah payah pada sebelah lututnya. dan cat dasar Cina putih pada kerangka lubang angin. bahu. memilih tombak-kampak. "Berikutnya!" seru si pendeta lagi. Lebih dari sepuluh calon prajurit duduk di kamar tunggu.com . Semua itu hal-hal yang tidak biasa ditemukan dalam ruang latihan biasa. Penantangnya sudah kalah. tapi orang-orang yang duduk di sekitarnya mengatakan bukan. syauqy_arr@yahoo. dan datang menghadapinya. Satu orang yang agaknya salah seorang dari yang datang hari itu menyambutnya. Di lantai yang ditinggalkannya berceceran ludah bercampur darah. guru generasi kedua. Ia belum mati. tetapi para murid yang kini duduk di lantai itu hanya menggunakan tongkat latihan dari kayu ek panjang.id and dimhad. dan bersamaan dengan itu ia menjatuhkan tongkatnya sekuat-kuatnya ke tengkorak si penantang. tapi mengangkat kepala dari lantai pun ia sudah tak sanggup. Dua murid si pendeta keluar dan menyeretnya pergi pada lengan dan pinggang kimononya. Musashi melihat pahanya membengkak sampai sebesar batang pohon. "Berikutnya!" terdengar panggilan orang yang duduk di lantai. Namun pukulan di sini bisa terasa sangat sakit. Salah seorang yang berlatih terlontar ke udara dan berjalan terpincang pincang kembali ke tempat duduk.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dojo itu besar sekali. "Berikutnya. Tak seorang pun melontarkan pandangan kepada Musashi. Para biarawan tentunya telah mengorbankan sebuah ruangan kuliah atau bangunan besar lain untuk membuat dojo itu. Semuanya dengan saksama memperhatikan dua pemain tombak yang sedang melakukan latihan pertandingan." serunya. ketika ia duduk di sebuah sudut. Di situ ada juga murid pendeta yang sama jumlahnya. Menurut papan pemberitahuan di dinding. dan ia juga melihat bekas-bekas cat. kertas emas. Selesai sudah. salah seorang murid senior yang dikenal 185 thanks to. tapi baru saja mereka selesai menghormat. bahkan bisa juga mematikan. Orang itu Agon. dan seluruh tubuhnya-kaki. la mengikat lengan kimononya dengan tali kulit dan berjalan menuju tempat latihan.webng. kembali pada posisi semula. Ia bukan tamu satu-satunya di situ. tantangan akan diterima. tangan. Kalah. Orang itu tak dapat lagi duduk. dan bahkan dahinya seolah terdiri atas otot-otot menggelembung. Tongkat kayu ek yang dipegangnya tegak lurus itu panjangnya paling tidak sepuluh kaki. si pendeta sudah memperdengarkan raungan anjing liar. Lengan jubahnya diikatkan ke belakang. Kakinya yang luka dijulurkannya ke depan. jika seseorang ingin bertarung dengan tombak bertulang. Mereka membungkuk seperti kebiasaan. Disamping itu ada beberapa samurai yang hanya menjadi peninjau. seorang pendeta yang sikapnya angkuh luar biasa. tetap dengan wajah masam. Semula Musashi mengira orang itu Inshun. Belum pernah Musashi melihat tiang-tiang yang demikian besar kelilingnya. Pendeta berdiri tak bergerak ketika si penantang pergi ke dinding.

pandangan bosan tampak kembali pada wajahnya. lihat! Bukan papan yang kamu hadapi. Agon yang congkak itu telah menyingkir dari lantai dan waktu itu sedang bercakap-cakap dan tertawa bersemangat dengan sekelompok pendeta. "Yow-w-w!" Pekik kemenangannya menggema seram di seluruh ruangan ketika ia mencabut tombaknya dan mulai menari. kelihatan sedikit heran. Katanya malas. syauqy_arr@yahoo. Biarkan saja orang itu menanti sampai lusa.. "Tinggal seorang lagi. Tawa itu terdengar terus. "Tak baik buatmu. Terdengar tawa kering di luar jendela. yang agaknya sudah dikenalnya betul. Pramugara berotot itu pun mencocokkan daftar tamu dengan wajah orang-orang yang sedang menanti." Tanpa mengendurkan sikapnya. seakan-akan keduanya itu digantungkan di sana oleh seorang pedagang barang antik. "Gantikan saya. Uap mengepul dari tubuhnya yang terselimut Ia mengambil posisi agak jauh. Ia mencengkeram tongkat kayu hitam mengilat itu." Agon mengalah. lalu berjalan acuh tak acuh ke tengah lantai." 186 thanks to." "Teruskan saja. Ia berdiri diam. jika Inshun sudah kembali. bukan berjalan.id and dimhad. Saya datang lagi nanti.webng. saya sedia bertarung.. Mereka bilang Inshun sendiri tidak pernah bertarung. "Siapa kamu?" lenguhnya.com . Satu suara mengatakan." "Bagaimana kalau Anda?" "Kalau Anda tidak keberatan. Agon memandang ke jendela. orang bebal. "Tidak.co. karena para penantang selalu dapat dijatuhkan oleh salah seorang dari mereka ini. Musashi maju bersenjatakan pedang kayu. jangan tolol! Lihat. ia menderas ke arah dinding belakang dan dengan bengis menghunjamkan tombaknya ke bagian dinding yang dipergunakan untuk berlatih. kembali mendekati Musashi. Ia menatap penantang terakhir itu dengan galak. tapi ketika penantang baru muncul. "Siap!" teriak Agon. membelakangi Musashi. kemudian tampak di ambang jendela kepala mengilat dan sepasang alis seputih salju." Semua mata menatap Musashi ketika ia bangkit. jangan hari ini. "Yah-h-h!" Sambil memekik seperti burung garuda yang sedang berang. "Tidak ada lagi?" lenguh Agon yang memegang tombak latihannya mendatar. dan menyerang ke jurusan lain.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sebagai "Tujuh Pilar Hozoin"." desak mereka. Agon. "Agon. Papan-papan di situ baru saja diganti. lembing Agon yang tidak bermata logam itu langsung melesak tembus. Dengan cepat ia mengambil sikap menyerang. Ia menunjuk seorang di antaranya. Kali ini tidak." "Apa pula itu artinya?" "Artinya.. tapi sekalipun kayu baru itu liar.

ia tampak hampir biasa saja. "Kalau obat dapat menyelamatkannya. beberapa orang menginjak tombak latihan dan jatuh tertelungkup. Apakah kata-kata itu masih menempel? Apakah ia mencoba membuangnya ke luar pikirannya? Apa pun alasannya. "Ya?" "Saya mau bicara sedikit dengan Anda. Sambil menoleh Musashi menjawab. dan bila ia melompat. Orang tua itu mengikutinya. Agon menggelengkan kepala. Masuklah lagi. barangkali untuk mengibaskan keringat yang mengucur dari dahinya. Perbedaan terbesar adalah pada matanya. Tapi baru saja ia sadar.com . sedangkan biji matanya seperti batu koral terang bergurat darah. Ia memegang pedang lurus ke depan dengan kedua belah tangannya. Sementara Agon mengetatkan genggaman tombaknya. Dalam sedetik yang menentukan itu Musashi menangkis dan sekaligus melancarkan serangan balasan. ia tampak terganggu sekali. barangkali untuk mengibaskan kata-kata peringatan orang tua itu. atau begitulah kelihatannya. tapi begitu matanya bertatap pandang dengan mata Musashi. Berulang-ulang ia mengganti posisi dalam usaha memancing Musashi. "Anda siap?" Basa-basi ini malah membikin Agon meradang. Musashi berdiri diam sepenuhnya. "Apa yang terjadi?" Para rekan pendeta Agon bergegas maju ke depan dan mengerumuninya dalam bentuk lingkaran hitam. Peringatan orang tua itu hanya berpengaruh pada genggaman senjata Agon yang agak mengendur." 187 thanks to. Otot-ototnya seperti baja. menggeletar seperti cahaya bulan di atas gelombang samudra.co. Karena tak ada lagi yang bisa dikerjakannya. Wajahnya masam. Sergapan yang dilancarkan Agon diiringi pekik tajam. Dalam suasana kacau-balau itu.webng. dan serunya. Kelihatan seolah kedua kakinya berada di lantai dan di udara sekaligus. Tak ada yang aneh pada sikapnya.id and dimhad. "Obat! Ambil obat! Cepat!" "Kalian tidak membutuhkan obat lagi. Mata Musashi setajam mata burung. melihat bahwa wajah di jendela itu wajah orang tua yang tadi dilihatnya ketika menuju Hozoin. Musashi berjalan ke pintu depan dan mengenakan sandalnya. Musashi bertanya untuk basa-basi. ia menyumpah ke arah jendela yang kini kosong dan melupakan nasihat yang diterimanya. kepala itu sudah lenyap. "Hai!" katanya. tangan dan dadanya berlumuran darah. Seorang pendeta bangkit berdiri. syauqy_arr@yahoo. tidak akan aku mencoba menghentikannya tadi. Goblok!" Tak seorang pun memperhatikan Musashi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi yang juga menoleh ke jendela itu. tapi karena badannya sedikit lebih kecil dari lawannya dan tidak begitu berotot. lompatannya bukan main ringannya." Itu ucapan orang tua yang masuk dari pintu depan dan cepat menilai keadaan. tetapi Musashi tetap tak bergerak.

mesti lebih lemah.." "Bagaimana?" tanya Musashi bingung. tidak! Saya masih belum matang. Saya menganggap semua itu guru juga." "Oh." "Siapa gurumu belajar seni bela diri?" "Saya tak pernah punya guru dalam arti biasa. Tapi kamu begitu kuat! Terlalu amat kuat!" Merasa sedang dipuji." "Bukan itu yang kumaksud." "Apa namamu Miyamoto Musashi?" "Betul. Embusan napasnya terasa seperti angin dingin pada wajah Musashi. syauqy_arr@yahoo. seperti yang biasa dilakukannya dahulu dalam kejadian serupa. saya bertindak atas namanya. tapi saya minta maaf atas terjadinya musibah tadi. dan baru kembali dalam dua atau tiga hari ini. belajar di gunung-gunung dan sungai-sungai. Saya masih selalu berbuat kesalahan." "Kenapa begitu?" 188 thanks to. Sesudah mereka duduk. Anda harus siap menerimanya sebelum Anda mulai bertarung. Tak usah itu menggelisahkan Anda. "Jadi." "Bagaimana luka Agon?" "Dia terbunuh seketika.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia mengantar Musashi ke sebuah kamar di belakang ruangan latihan. bukan?" "Ya. "Saya berterima kasih atas latihan baik yang saya terima hari ini. dan katanya. tadi kau lewat kebun sayur tempat aku bekerja?" "Ya. tapi dia sedang dalam perjalanan." "Kamu rupanya memiliki sikap yang tepat.webng. terjadi lagi sekarang.id and dimhad. Ia memejamkan mata. "Anak muda!" "Ya. wajah Musashi memerah. Sejak itu saya mengambil sejumlah pelajaran dari samurai yang lebih tua di berbagai provinsi. sebuah sel sederhana persegi empat. orang tua itu berkata. Kekuatanmu itulah yang menjadi masalah." Sekali lagi pedang kayunya membunuh orang." kata orang tua itu. "Sebetulnya lebih layak kalau Kepala Biara datang menyambut Anda. Pak.. Saya juga menghabiskan sejumlah waktu mengitari pedesaan. Dalam hati ia menyerukan nama Sang Budha. Jadi. Pintu merupakan satu-satunya jalan ke luar. kau melompat menyingkir.com . Ayah saya mengajari saya menggunakan pentung ketika saya masih kecil. "Dia mati?" Lalu kepada diri sendiri Musashi berkata. "Oh." kata Musashi membungkukkan kepala." "Ketika melihatku.co." "Kenapa? Hal seperti itu memang kadang-kadang terjadi. "Kau ingat. Kau mesti mengendalikannya. Bapak sungguh baik hati..

ingin saya melihat bagaimana guru terkemuka itu memainkan tombak." "Kalau demikian. kuputuskan untuk belajar bersamanya. Demikian kuat semangat juang dan ambisimu." "Oh. seakan-akan Bapak sedang mencari tempat lemah dalam tubuh saya untuk diserang. Namun ada yang merasa sayang sekali kalau Gaya Hozoin itu lenyap. Benar." "Jadi. Sikapnya kepada orang tua bungkuk itu menjadi hormat. Tapi belakangan aku punya pikiran lain. Saya merasa ada hawa pembunuhan dalam pandangan Bapak. dan ia sendiri murid.co. dan karena dia mempelajari seni tombak. " Jadi. Sekarang tidak pernah lagi kusentuh senjata itu. ketika ia menduga orang itu bukan orang biasa. tapi sudah kutangkap apa yang dinamakan 'hawa pembunuh' itu di udara. dan rasanya sayang bahwa Hozoin jadi terkenal justru karena seni bela dirinya. Karena itu aku mengajarkannya kepada Inshun. "Saya mengucapkan terima kasih atas pelajaran yang Bapak berikan." Nikkan menggeleng mencela." Orang tua itu tertawa. seluruh tubuh saya terasa terpaku oleh pandangan Bapak." "Apa betul demikian?" 189 thanks to. aku sendiri tak akan lebih dari seorang tua yang sedang mengurus sayur-sayuran. Waktu itu aku merasa harus siap mempertahankan diri. sekalipun mereka belum bersapa kata. Sekarang ia merasakan pendeta itu guru. syauqy_arr@yahoo. Tak ada orang lain lagi yang kuajari. Aku Kepala Biara Ozoin. kau merasakan sikap permusuhanku. saya bayangkan waktu itu Bapak bisa menggunakan cangkul Bapak sebagai senjata dan menghantam kaki saya. Boleh saya menanyakan nama Bapak dan kedudukan Bapak di kuil ini?" "Oh. Tak ada yang bisa dipelajari di sini. tapi itu hanya pantulan sikapmu sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Wah. dapat dianggap demikian. saya ingin tahu. Kurasakan itu di ujung cangkulku. selama saya berada di sini. Namaku Nikkan." "Ya. Inshun yang jadi kepala biara ini murid Bapak. "Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Juga.webng. Tapi kaum pendeta tidak seharusnya menggunakan senjata.id and dimhad. apakah Bapak mengizinkan saya tinggal di kuil Bapak sampai Inshun kembali?" "Apa kau berniat menantangnya?" "Yah. Kau masih lima puluh kaki jauhnya dariku. walaupun perhatian Bapak kelihatannya terpusat ke tanah." "Aku teman lama In'ei. Musashi benar. aku bukan dari Kuil Hozoin. "Itu buang-buang waktu.com . bukan karena semangat keagamaannya. "Kalau yang lewat itu cuma salah seorang dari petani desa ini. sehingga muncul dalam setiap langkah yang kau ambil.

ada perasaan mencengkamnya bahwa tinju Takuan hendak menghantamnya lagi. Nikkan menyendok nasi dari wadah itu dan memasukkannya ke dalam mangkuk. ataukah jawaban atas sesuatu yang ia keluarkan sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah kaulihat seni tombak Hozoin tadi. Sementara Musashi ganti memandangnya. "Aku kalah." perintahnya. ia merasa mata Nikkan yang tajam itu terarah lagi kepadanya. Apa lagi yang perlu disaksikan? Kalau ingin belajar lebih banyak. "Kusuguhkan nasi. lalu memberikannya kepada Musashi. Nikkan bertanya.com . terima kasih. "Mau lagi?" "Tidak. Tawa Nikkan pun berderai-derai seperti derak papan sekering tulang. lalu berangsur-angsur berubah menjadi biru langit yang bening." Sesudah pergi pun sengatan cabe merah di lidah itulah yang terutama mengingatkan Musashi kepada rasa acar itu. dan acar. Kenapa? Apa aku menang secara lahir. Ketika ia sudah menghabiskan semangkuk nasi dengan teh dan dua acar. Kau akan merasakannya enak juga. Tapi kali ini tak dapat ia menyatakan apakah daya tembus mata itu berasal dari dalam diri si pendeta. Segera pendeta muda itu kembali membawa baki dan wadah nasi dari kayu yang bulat bentuknya. tapi aku tinggalkan tempat itu dengan perasaan kalah. yaitu mentimun yang diisi kemangi dan cabe merah. Ia baru mengendurkan pandangannya ketika seorang pendeta muda masuk dan berbisik kepadanya." demikian gerutunya ketika ia berjalan pelan-pelan melintasi rumpun kriptomeria. Matanya seolah-olah melompat dari ceruknya. dan menatap Musashi. Bayang-bayang segerombolan kecil rusa yang ketakutan oleh langkah kakinya. Dan itu tidak merupakan satu satunya sengatan yang dirasakannya. "Aku sudah diungguli!" Dalam cahaya remang-remang terlihat olehnya bayang-bayang sekejap melintasi jalannya.id and dimhad. Pandang mataku. Sudah biasa bagi Hozoin menyuguhkannya pada semua orang yang datang kemari untuk belajar." "Bagaimana rasa acarnya?" "Enak sekali." Sementara Musashi mengambil sumpit. biji mata Nikkan bersinar.webng.co. syauqy_arr@yahoo. karena ia meninggalkan tempat itu dengan keyakinan bahwa bagaimanapun ia sudah kalah. aku menang. Cahaya mata itu membakar dan menumpulkan pikiran Musashi. Sudah cukup banyak. "Kalau bicara soal kekuatan fisik. "Bawa sini. teh. atau barangkali tombak di dekat ambang pintu itu yang hendak melayang ke arahnya. karena itu tak usah merasa telah merepotkan. memajukan sedikit kepalanya. mula-mula dengan nyala warna merah merjan. Ia melengos. hanya untuk kalah secara batin?" 190 thanks to. ketika menghadapi Agon. Mereka membuat acarnya sendiri yang disebut acar Hozoin." Nikkan menaikkan bahunya. Baru ia menggigit acar itu. perhatikan aku. terima kasih.

duduk dan memesan satu piring penuh.co. Bagaimana mungkin ia menjadi pemain pedang besar. Berlainan dengan acar pedas di Hozoin. di mana lampulampu masih menyala. yang terbesar dari semuanya? Itulah persoalan yang terus merundungnya siang dan malam. Pertemuan hari ini telah membuatnya betul-betul murung. rumah-rumah penginapan. ia melihat bahwa nama Lin dicetakkan di bagian bawah kue. Ia baru saja makan di kuil. "Ini bukti aku kalah. rasa kue itu dapat dinikmatinya dengan senang. Usahanya berjualan bakpau maju pesat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tiba-tiba. Baru-baru ini Okubo Nagayasu datang memerintah kota itu atas nama Keluarga Tokugawa dan mendirikan kantor-kantor pemerintahan di dekat sana. ia memutar langkah kembali menuju Hozoin.com . "Di mana Tuan mau menginap malam ini?" Karena tidak kenal daerah itu. wilayah antara Kolam Sarusawa dan bagian hilir Sungai Sai telah dibangun dengan mantapnya. Lagi pula ia ingin memilih tempat yang tidak terlampau jauh dari jalan yang banyak ditempuh orang. Selama sekitar dua puluh tahun terakhir ini. namun ada satu hal yang mengganggu pikirannya. Ada banyak rumah penginapan di sana. syauqy_arr@yahoo. Ia menyebutkan namanya dan pendeta yang berjaga di pintu melongokkan kepala. yaitu kementahan yang dirasakannya di hadapan Nikkan. agar Jotaro dapat menemukannya dengan mudah. Gadis yang menuangkan tehnya bertanya sopan.id and dimhad. "Yang datang itu anak lelaki. Kalau dia datang.webng. Di sana sekarang terdapat bangunan campur aduk." Karena jawaban itu acuh tak acuh. Musashi segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjelaskan keadaan dirinya dan sekalian minta nasihatnya. Aku bahkan lupa meninggalkan pesan untuk Jotaro. Namanya Jotaro. Ketika pesanan datang. Dia masih kecil. karena ingat Jotaro. dan toko-toko baru. dan waktu itu sedang berlangsung perluasan tokonya ke arah Kolam Sarusawa. dan katanya sambil lalu. tapi ketika tercium olehnya bau bakpau itu. Aku dikalahkan oleh kepala biara tua itu!" Kekesalan Musashi berlanjut terus. saya mohon disampaikan kepadanya bahwa saya tinggal di daerah Kolam Sarusawa." Musashi kembali menempuh jalan yang tadi ditempuhnya sambil menggerutu. Musashi merasa perlu menambahkan. Di tengah kota berdiri bangunan milik seorang Cina yang kabarnya adalah turunan Lin Ho-ching. Gadis itu mengatakan bahwa salah seorang sanak pemilik toko itu mempunyai rumah pondokan. karena itu tolong disampaikan pesan ini baik-baik kepadanya. ia merasa lapar lagi. Musashi berhenti di tengah hutan lampu di daerah paling ramai. Ia masuk toko itu. Di situ Musashi akan diterima 191 thanks to. Dia harus menanyakan saya di rumah-rumah penginapan yang ada di sana. Besok atau lusa akan datang satu orang mencari saya kemari. tapi ia harus hati-hati mengeluarkan uang." "Baik. Walaupun ia sudah menang melawan Agon. Ia bingung di mana mesti tinggal. "Ada apa? Ada yang lupa?" "Ya.

karena itu apakah Nyonya dapat memasang tanda yang memuat nama saya di luar gerbang sana?" 192 thanks to. Sesudah makan. Ia heran. kenapa rumah sebaik itu menerima tumpangan. Saya takut kalau tak ada lelaki di rumah ini. Pelayan merasa puas dan mengantar Musashi ke lantai kedua. selama Tuan suka." Ia selanjutnya menjelaskan bahwa jalan-jalan penuh toko minuman dan pelacur. jadi tak usah susah-susah memberi tip atau apa pun. "seperti saya katakan tadi. sampai ketika ia hampir tertidur. tapi yang ditanya hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. Banyak di antara samurai miskin tidak cukup puas dengan barang-barang hiburan itu." Pelayan keluar dari rumah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan senang hati. hingga Musashi merasa sedikit kurang enak. dan katanya pelan. Ketika Musashi mencoba memuaskan rasa ingin tahunya dan bertanya kenapa nyonya itu menerima orang menginap. tapi persoalan itu masih terus terpikir olehnya. kemudian menoleh kepada Musashi. di rumah ini tak ada lelaki. Agaknya itu tempat tinggal biasa yang kadang-kadang menerima tamu. "Nyonya menerima orang seperti saya ini supaya saya dapat bertindak selaku pengawal. Pagi berikutnya ia mengatakan kepada pelayan itu. Saya harap Tuan dapat merasa bebas tinggal di sini. Maklum. Musashi mandi dan pergi tidur. Maka ia bertanya kepada pelayan. Saya harap Nyonya merasa aman." kata nyonya itu tersenyum. dan kedua orang itu saling berbisik beberapa waktu lamanya.com . berkulit indah." kata Musashi. Kamar dan perlengkapan kamar itu terlalu baik untuk sebuah rumah penginapan biasa. saya janda-suami saya dulu aktor No. Apa keberatan kalau saya menginap sehari-dua hari sampai dia datang?" "Tentu saja tidak. tidak jauh dari restoran." jawab pelayan tanpa bertanya lagi kepada nyonya rumah. Saya menantikan seorang tamu. betul?" "Yah. Mereka memeras keterangan dari pemuda pemuda setempat dan menyerang rumah-rumah yang tak ada lelakinya. "Akan ada orang datang mencari saya. Rumah pondokan itu terdapat di lorong yang tenang. syauqy_arr@yahoo. gadis itu sudah menderap pergi. dan lembut." "Saya mengerti sepenuhnya. Tanpa menantikan jawaban Musashi lagi. Operasi ini mereka namakan "kunjungan pada para janda. Hanya ada satu hal yang saya minta. selama saya di sini. yang segera datang sendiri berkunjung." "Dengan kata lain. mengetuk pintu pelanpelan. Si nyonya tak beralis itu mengantar Musashi. Nyonya rumah itu wanita berpakaian apik berumur sekitar tiga puluh tahun. Alisnya yang dicukur menunjukkan bahwa ia sudah menikah. namanya Kanze.co.id and dimhad. "Kalau mau terus terang.webng. "Ini rumah kakak perempuan saya. banyak ronin yang kurang berpendidikan di sekitar sini. ia menjawab sambil tertawa. Ia kembali lagi bersama seorang wanita yang masih agak muda. agaknya ia istri pemilik toko.

"Saya yakin belum pernah hal semacam itu terjadi di Hozoin. maka dengan patuhnya ia menuliskan nama "Miyamoto Musashi" pada secarik kertas yang kemudian ditempelkannya di tiang gerbang. Hari itu hari buruk buat nama baik Hozoin. tapi Agon yang mengerikan itu sendiri. ia mengambil prakarsa dengan menanyakan nama mereka.com . Tapi ketika mereka tidak memperlihatkan tanda-tanda akan mengubah pokok pembicaraan. walaupun diprotes oleh pelayan. Untuk sementara ia mendengarkan saja dengan muka tenang. bahwa ada lelaki di rumahnya. Orang yang di sebelahnya berkata. tapi hari berikutnya Musashi menerima kunjungan rombongan tiga samurai." "Kalau Anda tidak keberatan. kenapa dengan kecakapan Anda yang demikian Anda hanya jadi ronin? Suatu pemborosan bakat bahwa Anda tidak mengabdi kepada seorang daimyo!" Mereka berhenti agak lama hanya waktu menghirup teh dan melahap kue dengan rakusnya. "Tak pernah saya melihat yang seperti itu dalam hidup saya. Jarang ada pemandangan seperti itu!" Yang lain melanjutkan dengan nada yang sama. mereka mencurahkan kata-kata jilatan. "Saya belum pernah jadi apa-apa kecuali ronin. Malu mendapat pujian demikian melimpah. hingga remah-remahnya berceceran ke pangkuan mereka dan ke lantai. saya ingin bertanya. dan saya banyak punya rencana untuk masa depan. Dan bukan orang biasa yang dilumpuhkannya." "Saya Yasukawa Yasubei. Dan Anda akan menjadi lebih baik lagi nantinya." kata yang seorang." kata orang ketiga sambil tertawa kecil." 193 thanks to. dan begitu saja dia langsung melumpuhkan salah satu dari Tujuh Pilar. Anda tentu pemain pedang terbesar di negeri ini!" "Dan masih begitu muda lagi!" "Tak sangsi lagi. Semua ronin bertanya-tanya. Bayangkan saja! Seorang tamu tak dikenal datang." kata yang pertama. maaf. karena menurut pikirnya lambat atau cepat semangat mereka itu akan menurun. Sekali bentak saja dia sudah muntah darah. Jotaro tidak muncul hari itu. Mereka langsung naik dan masuk ke kamar Musashi.co.webng. Musashi mengalihkan pandangan dari kanan ke kiri. nama saya Yamazoe Dampachi." "Ya. "Semua orang yang kami kenal bicara tentang itu. siapa orang yang namanya Miyamoto Musashi ini. Musashi segera tahu bahwa mereka sebagian dari orang-orang yang hadir di Hozoin ketika la membunuh Agon.id and dimhad. Saya mengabdi kepada Yang Dipertuan Gamo. Duduk di lantai mengitarinya. "Saya Otomo Banryu. seolah-olah mereka telah mengenalnya sepanjang hidupnya. syauqy_arr@yahoo. Saya menguasai Gaya Bokuden. dan sebaliknya. Ketiganya memaksa masuk. seperti ayah saya. "O.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Janda itu sama sekali tidak keberatan mengumumkan kepada orang banyak.

Saya tidak tertarik. Musashi yang paling tepat bagi mereka. Kami ingin mengadakan serangkaian pertandingan yang akan memberikan pelajaran pada rakyat tentang seni bela diri. dan tukasnya. "Saya bukan penjudi!" katanya berang. "Memang kami ada urusan dengan Anda. "Kamu pasti akan menyesal!" Mereka tahu benar bahwa mereka bertiga jadi satu pun bukan tandingan Musashi. Kalau ia mau menggabungkan diri dengan mereka. sedangkan seorang lagi menjadi merah karena marah. Namun mereka merasa butuh orang lain. biarpun saya akan kelaparan karena itu. Nyonya rumah yang masih muda berusaha menyuguhkan makanan yang enak dan sake yang baik 194 thanks to. kenapa mereka membuang waktu untuk omongan yang tak ada artinya itu. tapi segera kemudian ia lelah.co. Itu berarti uang yang mereka peroleh dengan susah payah akan hilang percuma. tak ada yang mesti dibicarakan. Sambil maju cepat ke depan. "Apa maksud Anda dengan itu?" "Jadi. Ini bukan permainan atau hal lain serupa itu. orang-orang sinting? Saya ini samurai. Yasubei berkata. Dengan cara itu.webng. "Kenapa tidak tertarik?" Watak muda Musashi meletus. kalian tak mengerti. untuk perjalanannya yang akan datang.id and dimhad. ia dapat dengan mudah memperoleh uang cepat. dan serunya." Mereka pura-pura terkejut mendengar apa yang dikemukakan Musashi. Malam itu. "Kalau itu yang Anda sekalian inginkan. dan kami ingin bicara dengan Anda soal itu. Jelaslah ia tidak akan mengetahui sesuatu kalau ia tidak bertanya. Musashi senang juga mendengar bujukan mereka itu. dan prospeknya kelihatannya baik sekali. Tapi untuk menyelamatkan muka. memberengut. dan berusaha keras menimbulkan kesan bahwa urusan dengan Musashi belum selesai. syauqy_arr@yahoo. dan sekaligus memberikan kesempatan pada mereka untuk bertaruh. dan saya bermaksud tetap menjadi samurai. mereka tidak hanya akan membagi dengannya keuntungan mereka. bulan tampak putih dan sedikit berawan.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi heran. karena terhina oleh sindiran Musashi. "Dan saya makan dengan sumpit. karena kalau hanya mereka bertiga." Ia melanjutkan bahwa arena sudah didirikan. Mereka menyimpulkan. mereka tinggalkan tempat itu dengan ribut." "Kenapa tidak?" tanya Dampachi. Begini. samurai yang betul-betul kuat kemungkinan akan datang dan mengalahkan mereka semua. kami punya rencana mengadakan 'hiburan' umum di kaki Gunung Kasuga. Sekarang enyah dari sini!" Mulut salah seorang dari orang-orang itu memerot menjadi mata kayu yang keji. melainkan juga membayar makanan dan penginapan Musashi selama pertandingan berlangsung. "Saya kira Anda sekalian datang kemari karena ada urusan dengan saya. seperti malam-malam sebelumnya. karena itu ketika pembicaraan berhenti lagi. ia berkata. bukan dengan pedang saya!" "Apa itu?" mereka bertiga memprotes. tapi segera mereka membenarkan bahwa mereka memang datang untuk apa yang mereka anggap sebagai misi yang sangat penting.

Benar. Nikkan mengatakan ia terlampau kuat. ia menggeletakkan diri di lantai. seperti yang dipancarkan pendeta tua itu. "Memalukan!" ulangnya. dan dalam acara makan itu ia minum sampai setengah mabuk. Tapi ia tidak dapat melupakan siapa pun yang berhasil lebih baik daripada dirinya. selalu menghilang dari pikirannya seperti buih. sekarang ia harus memahami setiap hal-hal kecil. melainkan 195 thanks to. syauqy_arr@yahoo. Sebelum itu tak pernah ia susah-susah memikirkan persoalan. "Sungguh memalukan. apabila sesuatu terjadi. Namun Nikkan mengatakan ia "terlalu kuat". Musashi menyimpulkan bahwa yang dibicarakan Nikkan bukan kekuatan fisik. Dahulu ia hanya bertindak atas dasar naluri.co. Barangkali dia memandang mudanya umurku. dan ia selalu berpikir kapan dapat mengalahkan mereka. bagaimana caranya menghadapi pandangan yang menakutkan itu tanpa mengelak. Karena selama ini belajar ilmu pedang tanpa guru. dia tertawa senang. sehingga harus belajar menjadi lebih lemah. "bangsat tua itu mempermainkan diriku. Ia mencengkeram rambutnya dan memeras otak bagaimana caranya mengungguli Nikkan. Orang-orang seperti itu terus menetap dalam pikirannya seperti roh yang hidup. karena ia merasa bebas dari kekuatiran selama Musashi diam di sana. Musashi makan di bawah bersama keluarga. tapi juga mengenai cara memandang manusia dan masyarakat." Pada waktu-waktu seperti ini. Musuh-musuh yang telah dikalahkannya. ia kurang bisa menilai kekuatannya sendiri secara objektif. Dan sesudah aku pergi. Inilah yang membuat pikirannya terus bekerja keras. Segera kemudian pikirannya pun terhenti pada Nikkan. karena ia tidak dapat menduga maknanya. Apakah kekuatan itu bukan dasar terpenting seorang prajurit? Apakah bukan itu yang membuat seorang prajurit unggul atas prajurit lain? Bagaimana bisa Nikkan menyebutnya sebagai suatu kekurangan? "Barangkali. atau dalam hal ini siapa pun yang rasanya mengunggulinya. Musashi bertanya-tanya apakah bijaksana membaca segala macam buku di Puri Himeji itu. Kembali ke kamarnya. tidak dapat ia beristirahat sebelum ditemukannya penjelasan yang memuaskan kecerdasannya. Dua hari lamanya persoalan itu menggerogotinya. tapi ia sangat kecewa terhadap dirinya sendiri.id and dimhad.webng. ia ragu. tapi sekarang." katanya pada diri sendiri. "Apa betul diriku kurang baik?" tanyanya sedih kepada diri sendiri. bahkan juga yang sampai terbunuh atau setengah terbunuh.com . Dan ini tidak hanya mengenai seni pedang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mutunya kepada Musashi. Bukan ia ingin mencelakakan Nikkan. dan memilih bicara berteka-teki untuk membingungkan aku dan menyenangkan hatinya sendiri. Tak bisa tidak. sebelum dapat menerimanya." pikir Musashi. kenekatan di dalam dirinya sudah dijinakkan. Mungkin saja.

Sudah di seluruh tempat saya mencari!" "Apa kamu tidak bertanya di Hozoin?" "Ya. Jika Musashi tidak muncul seperti dijanjikan tahun berikutnya. ataukah hanya menduga-duga? "Pengetahuan yang berasal dari buku itu tidak ada gunanya buat prajurit. "Oh. tapi mereka bilang tidak kenal Kakak sama sekali. aku senang kamu sudah melakukan semua itu. maka remah-remah hangus itu pun berterbangan ke udara. Seijuro pasti akan menjadikan Musashi bahan tertawaan di Kyoto. jadi saya minta orang di rumahnya menyampaikan pesan kepadanya." "Oh. siapakah di antara kedua jago itu yang akan menjadi abu? Musashi menganggap sudah sewajarnya seorang prajurit harus puas dengan hidup dari hari ke hari." "Bagus. Omongan besar ini disampaikan dengan tulisan tangan kaku yang agaknya dibuat orang lain.co. "Apa sulit menemukan aku?" "Sulit! Hampir saya putus asa. Tapi baiklah. Isinya menyatakan bahwa Seijuro mengharapkan berlangsungnya "pertandingan kedua". bukan Seijuro. Kalau itu terjadi. Musashi benar-benar senang mendapat hiburan dengan datangnya teman kecilnya itu. Pembantu muncul diiringi Jotaro yang kulitnya jadi lebih hitam lagi oleh debu yang menempel pada badannya selama perjalanan.id and dimhad.com . Apakah pendeta itu benar-benar dapat memahaminya. Yang akan terjadi adalah pertarungan sampai mati. syauqy_arr@yahoo. Nanti mereka kasih kamu makan di bawah.webng. seperti kupu-kupu hitam. tapi rambutnya yang seperti rambut peri itu putih oleh debu. padahal jelas yang terjadi akan lebih lagi. kamu bisa menemukan aku dekat Kolam Sarusawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI semangat juang liar yang menyertai kelahirannya." Musashi mengeluarkan surat itu dari tabungnya dan membacanya. dia pasti ambruk dan jatuh berantakan!" Bunyi langkah kaki di tangga mengganggu renungannya. Musashi merobek-robek surat itu menjadi sobekan-sobekan kecil dan membakarnya." Jotaro menyerahkan tabung bambu itu kepada Musashi. "Saya tak dapat menemukan Hon'iden Matahachi." "Ini jawaban dari Perguruan Yoshioka itu. Sekarang pergi mandi sana. Ia menyambut si anak dengan tangan terbuka. "Kalau orang terlalu menggubris apa yang dipikirkan atau dilakukan orang lain. Anak itu menjatuhkan diri ke lantai dan langsung meluruskan kedua kakinya yang kotor. dan tak pernah tahu di waktu pagi apakah ia akan terus hidup menyaksikan jatuhnya 196 thanks to. capeknya!" keluhnya. Seijuro bicara tentang "pertandingan". "Bahkan khusus kukatakan pada mereka. mereka kenal betul!" Mata Musashi menyipit. Tahun depan. Sekiranya Nikkan sejenak saja menutup mata dan salah langkah. bisa lambat tindakannya. akibat surat yang menghina ini. dapat disimpulkan bahwa ia sudah kehilangan nyali." demikian ia meyakinkan dirinya kembali.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI malam. Saya sudah mengubahnya. Anda mesti menerimanya. diam-diam ingin juga ia mengalami percintaan menyala-nyala. Ia mencoba menolaknya. mulutnya ternganga. Selagi mengenakan kimono itu. ia tetap perjaka. Pagi tiba. dan katanya dengan nada menyesali. dan bangga karena sudah melaksanakan kewajiban dengan berhasil.webng. sudah mandi. sebelum hidup menetap. mereka juga menggetarkannya secara fisik." Ia pergi ke belakang Musashi dan mengangkat kimono itu supaya Musashi dapat memasukkan tangannya. Lebih baik kalau Anda memilikinya. "Saya jahit pakaian ini untuk Anda sebagai hadiah perpisahan-sebuah kimono dengan jubah pendek.com . apa Anda menyukainya. seperti Bokuden dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Pada umurnya sekarang. tetapi janda itu berkeras. syauqy_arr@yahoo. Dan yang menyenangkannya itu bukan hanya nilai-nilai keindahan mereka. Dan tentu saja." la membawa pakaian. ia merasa sangat terikat kepadanya. Musashi menidurkannya ke tempat tidur. akan sia-sia saja kerja saya. ia pun menyerah kepada lelah. Segera saja ia tertidur dengan nyenyaknya. Ia ingin menjadi tuan yang baik dan menikmati kehangatan dan kesenangan hidup keluarga. ketika ia kesepian atau sedang gundah. Anak itu bangun bersama burung layang-layang. Musashi pun bangun pagi. janda itu muncul. Begitu banyak hal yang masih ingin ia lakukan. Ia ingin juga memiliki rumah yang pantas. Saya harap betul. Ketika ia sedang berpakaian. tahulah Musashi bahwa bahan sutranya dari mutu 197 thanks to. yang akan menuntun kuda kudanya atau membawa burung elangnya. kenangan samar-samar saja tentang gadis itu sudah dapat menyegarkannya kembali. Tak lama kemudian angan-angan itu buyar. dengan istri yang baik dan pelayan-pelayan setia. "Tidak. Sekalipun gadis itu sekarang merupakan makhluk masa lalu yang jauh. Jotaro datang kembali. Selama beberapa tahun berpikir sematamata tentang Jalan Samurai. Namun terpesona juga ia melihat sebagian wanita di jalan-jalan Kyoto dan Nara. ia belum melakukan satu pun dari hal-hal yang biasa dilakukan orang dalam perjalanan hidupnya.co. Pikirannya pun melayang kepada Otsu. sebetulnya terlalu pagi ia punya pikiran ingin memiliki pegawai sendiri dalam jumlah besar. Sebegitu jauh. Namun demikian. Pertamatama ia menyimpan keinginan menyala-nyala untuk menjadi pemain pedang besar. Tak lama sesudah bersila dan mengatur tangan di pangkuan. Dan bukan itu saja.id and dimhad. Tak tahulah saya." Musashi memandang heran. kenyang. supaya cocok untuk Anda. karena ia bermaksud meneruskan perjalanan. demikian pikirnya. Anda tidak menolak. agak resah juga ia memikirkan bahwa tahun yang akan datang kemungkinan ia akan benar-benar mati. Pakaian itu terlalu mahal baginya. yang kemudian diberikannya kepada Musashi. tapi saya harap Anda memakainya. Saya banyak punya kimono lama dan pakaian No peninggalan suami saya. Barang-barang itu tak ada gunanya buat saya. "Anda rupanya buru-buru akan pergi. Dan lagi pakaian ini tidak begitu luar biasa. jadi kalau Anda tidak menerimanya. dan itu bukan tidak wajar. Beberapa kali sudah. padahal ia tinggal di situ hanya selama dua hari.

maka topeng ini adalah wajah gadis cantik dan anggun. Jotaro tampak iri. syauqy_arr@yahoo. katanya. Ia tidak tahu kenapa kelakar Jotaro menimbulkan akibat sedemikian padanya. Sukar diketahui siapa pembuatnya.co. 198 thanks to. mulailah ia memahaminya. Yang ganjil padanya hanyalah karena salah satu ujung mulutnya melengkung tajam ke atas." kata janda itu tegas. Tapi ketika masuk. berusaha merebut topeng tersebut. "Apa guna topeng ini buat Ibu? Sudah jadi milik saya sekarang. melainkan potret perempuan gila yang nyata dan hidup.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang baik sekali. Jotaro menghindari jangkauan janda itu dan mengenakan topeng itu pada kepalanya dan menari sekeliling kamar sambil berseru-seru melawan. Tapi ketika mengawasi topeng itu dalam cahaya remang-remang. "Kelihatan cocok sekali untuk Anda!" ucap janda itu. otot-ototnya menjadi tegang dan lututnya beralih-alih letak tanpa disadarinya. Musashi kagum akan selera bagus anak itu. yang cantik namun penuh pesona. Musashi duduk menghadap pintu.webng. Tetapi kalau biasanya topeng jenis ini dicat titik-titik warna biru mengerikan.com . anak itu berteriak. "Seharusnya kamu sudah senang mendapat kesempatan mengikuti tuanmu yang gagah. dan kini ia membelaikan topeng itu dengan mesranya ke pipi. Akan saya ambil!" Musashi berusaha juga menangkapnya." gerutu Jotaro. "siapa yang mau kimono lama?" "Apa ada yang sungguh kamu inginkan?" Anak itu lari ke dinding kamar tunggu dan mencopot topeng No dari sangkutannya. Jubah tak berlengan itu bagus sekali. siap mencacinya sehebat-hebatnya. "Saya sendiri mau Ibu kasih apa?" Janda itu tertawa. Ia sendiri merasa topeng itu mengagumkan buatannya. Janda itu memang tertawa. "Oh. dan tiba-tiba katanya kepada janda itu. "Booo!" dan menyorongkan topeng itu ke hadapannya. tapi jelas kelihatan ia tidak ingin berpisah dengan topeng itu. dikejar janda itu. dan jelas pernah dipakai dalam pertunjukan-pertunjukan No. itu tak boleh kamu miliki. sama sekali tidak marah.id and dimhad. tetapi Jotaro memasukkan topeng itu ke dalam kimononya. Wajah yang diukir sangat halus itu wajah jin perempuan. ini!" Ia mendambakan barang itu sejak pertama kali mengamatinya malam sebelumnya. lapisannya dari kain krep sutra. mengerikan sekali. Si pengukir telah memasukkan sesuatu yang sifatnya setani dalam ciptaannya. Kelimannya dari kain brokat emas. lalu turun tangga. dan tali pengikatnya terbuat dari kulit dicelup warna ungu. Tentunya diimpor dari Cina. Musashi sangat terkejut. mengandung setan. tapi umurnya tentulah sudah dua atau tiga abad. Sebentar kemudian Jotaro kembali naik tangga pelan-pelan. "Ya. Senyuman bulan sabit yang disertai lengkungan ke atas pada bagian kiri wajah putih itu sungguh angker. dan ia merasa lebih malu lagi dari sebelumnya." "Ah. karena ia merasa kaget dan malu oleh kelakuan muridnya. Jelaslah bukan wajah khayalan yang diciptakan sang seniman.

ikut juga dengan mereka. makin terpikir oleh saya bahwa saya lebih bahagia tanpa topeng itu. boleh saya memilikinya. Makin saya timbang. ia lebih berat melihat Musashi pergi daripada kehilangan topeng itu. yaitu orang yang namanya Miyamoto. Lebih dari sepuluh orang membawa tombak dan mengendap menanti Anda di Dataran Hannya." Musashi menduga topeng itu memiliki makna tertentu bagi si janda. tetapi janda itu rupaya tidak butuh uang-apalagi uang dalam jumlah kecil yang dapat disisihkan Musashi-sedangkan di antara miliknya yang tak seberapa itu tak ada yang sesuai untuk hadiah. akan meninggalkan Nara hari ini. Ingin ia berbuat sesuatu untuk membalasnya. Inshun." 199 thanks to. mari kita berangkat." "Tapi dia sudah memberikannya pada saya! Waktu mau saya kembalikan. menanti dekat gerbang dengan pandangan puas. Anda tak bisa pergi sekarang. Mengerikan!" Suara perempuan itu gemetar. kapan saja ia berada di Nara.. Musashi berkaca." kata Jotaro. syauqy_arr@yahoo. "Oh. Suami saya kenal salah seorang pendeta itu dan sudah bertanya kepadanya apa yang sedang terjadi. maka ia sekali lagi berusaha mengembalikannya. Musashi sedang mengikatkan tali sandalnya ketika istri pembuat kue bakpau itu datang berlari-lari. kalau saya memang ingin sekali. Pendeta mengatakan orang yang tinggal di sini beberapa hari terakhir ini. Cuma dia pesan supaya saya merawatnya baik-baik. seakan-akan ada setan yang menakutkan hendak menyerangnya. Tetap duduk.co. Karena sudah ingin pergi. "saya senang sekali Anda belum berangkat. Kata janda muda itu. karena pertama ia menerima kimono itu. Namun janda itu mengatakan." kata nyonya itu kehabisan napas." "Bohong! Turun sana. Saya minta Anda balik ke atas..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau mau berangkat. dia bilang. dan beberapa kali ia minta kepada Musashi untuk datang kembali dan tinggal di sana. dan kembalikan padanya.com . Musashi selesai mengikatkan sandalnya. boleh saya ambil! Dia berikan pada saya. Tadi saya janji akan merawatnya. "Tidak. "Kenapa belum kamu kembalikan topeng itu? Buat apa kamu barang macam itu?" "Tapi dia bilang. dan tenang-tenang mengangkat kepala.id and dimhad. Ia turun tangga untuk meminta maaf atas kekurangajaran Jotaro dan mencoba mengembalikan topeng itu. dan Kepala Biara." "Oh?" "Ya. tetapi kali itu Jotaro sudah mengenakan sandal jeraminya dan sudah berada di luar.webng.. Tak usahlah begitu keras terhadap dia. dan kemudian topeng yang agaknya sangat dihargai janda itu. dan para pendeta akan mencegatnya di jalan. Musashi mengalah pada kebaikan janda itu dan menerima hadiahnya." "Mau kuapakan kamu!" Musashi merasa malu. "Ada apa? Apa yang mengerikan?" "Pendeta-pendeta Hozoin mendengar bahwa Anda akan berangkat hari ini. Lagi pula dia ingin sekali memilikinya.

Katanya mereka akan menangkap Anda dan mengembalikan Anda ke Hozoin. Barangkali merekalah sumber segalanya ini. "Jadi. "pasti akan timbul kesulitan di rumah Ibu." katanya." jelasnya. dan teringatlah ia betapa marah ketiga ronin itu ketika ia menolak tawaran bisnis mereka." "Saya tidak melakukan hal-hal seperti itu. "Saya pergi sekarang." kata Musashi datar. tapi mereka pergi ke jurusan itu. entah bagaimana caranya?" "Tidak. Dengan sangat ia minta Musashi untuk menanti sampai malam berikutnya. janda itu mengikutinya sambil menangis dan memohon kepadanya agar tidak pergi." "Nah. syauqy_arr@yahoo. menurut Ibu. "Ya. Ketika ia berjalan menuju gerbang. Mereka bilang banyak ronin ikut juga berkumpul." "Nah. mereka bermaksud menemui saya di Dataran Hannya?" "Saya tidak tahu pasti di mana." Dengan dahi bercucuran keringat Musashi memandang ke langit.com . mereka bilang. itu berarti Anda bergendang paha. tak perlu Anda pergi ke sana dan terbunuh karenanya." "Saya tak peduli.id and dimhad. Jo! Ucapkan terima kasih pada Ibu." "Tidak." desak janda itu. Saya tak ingin hal itu terjadi.co. tapi bukan karena menyesal akan berangkat. Rasanya tidak mengherankan jika orang seperti mereka lalu memasang poster-poster yang sifatnya menghina dan kemudian menyebarkan kepada orang banyak bahwa dialah yang melakukan itu. Ibu sudah begitu baik pada saya. Ia kelihatannya patah semangat. pendeta-pendeta itu naik darah karena Anda sudah menyewa orang untuk memasang banyak poster dengan sajak-sajak yang isinya menertawakan Hozoin. "Kalau saya menginap semalam lagi." Dengan patuhnya anak itu membungkuk dan melakukan hal yang disuruhkan kepadanya. Menurut pendapatnya. Menurut mereka. dan sambil menghadap kedua perempuan itu ia mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati mereka. saya pergi sekarang. Mendadak sontak la berdiri. merenung. Semua itu kekeliruan. Hatinya yang masih muda itu penuh kemurungan dan firasat. Di Kyoto ia mendengar bahwa tuannya itu lemah dan pengecut. "Anda lebih aman di sini. mengambil topi anyaman. 200 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Wajah perempuan itu mengerinyut takut. kalau itu kekeliruan. Beberapa penduduk mengatakan yang ikut tidak hanya pendeta. akan lebih aman kalau Musashi mencoba pergi diam-diam hari berikutnya. Memang Jotaro belum betul-betul kenal Musashi. atau menghina mereka. Apa Anda bicara jelek tentang kuil itu. Pikiran bahwa jago-jago tombak jahat Hozoin akan menyerang Musashi itulah yang sangat mematahkan semangatnya. Ia menyandangkan tas perjalanannya ke punggung. Ia berusaha meyakinkan Musashi bahwa meninggalkan Nara pagi itu sama saja dengan bunuh diri.webng. karena sudah membunuh seorang dari mereka.

Ada beberapa ekor di sekitar tempat ini. Ingin ia mengetahui. Ia merasa kasihan. 201 thanks to. bukan. Di sebelah kanan. Hanya nyanyian burung bulbul dingin saja yang terdengar oleh telinganya. sekalipun tak pernah ia berbuat salah kepada mereka. Karena merasa barangkali mukanya pucat akibat takut. kalau Musashi minta maaf pada mereka. apakah Musashi bermaksud meminta maaf kepada para pendeta itu. sebutir embun yang menjatuhi kerahnya hampir saja membuatnya berteriak. Lewat baris-baris pohon kriptomeria di sepanjang jalan. dan karena tak ingin kelihatan kekanak-kanakan. "Betul. mereka melihat puncak-puncak Gunung Mikasa." "Apa?" tanya anak itu kaget. Alisnya naik ke atas dan tubuhnya jadi tegang. Sekarang bukan waktunya berdebat tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Jo? Sepertinya kita sedang berjalan diiringi lagu burung bulbul." "Nah. anak itu terkejut. mereka dapat melihat dataran yang melandai berombak-ombak menuju Bukit Hannya. "Jotaro!" Mendengar namanya dipanggil. Mata yang pernah nyalang gembira ketika mengejuti Musashi dengan topeng itu kini tampak gelisah dan sedih. ya?" kata Musashi. "Nyaman. bisa saja dalam beberapa menit lagi tiba-tiba anak itu menjadi sebatang kara di tempat yang asing. Betapapun. Di atasnya langit yang damai. Dapat saja mereka masuk salah satu kuil yang banyak jumlahnya di sepanjang jalan itu dan menanti kesempatan yang baik. lalu apa sekarang?" Jataro tidak menjawab.com . Dataran Hannya JOTARO berjalan sedih pelan-pelan di belakang gurunya. ia juga akan berbuat demikian. dan anak itu merasa lebih kecil hati lagi. kata-kata yang diucapkannya bernada gembira seperti biasanya. "Burung bulbul. Jotaro sudah memutuskan. "Kita sudah dekat Bukit Hannya.id and dimhad. ia menatapkan matanya dengan berani ke langit. karena takut setiap langkah yang diambilnya akan semakin mendekatkan mereka kepada maut. Itu sudah tentu lebih masuk akal. syauqy_arr@yahoo. di jalan yang lembap dan teduh di dekat Todaiji. Sebelum itu. Ketika Musashi melanjutkan bicaranya. Bahwa ia dan Musashi sedang berjalan langsung menuju tempat pencegatan para jago tombak Hozoin baginya betul-betul tak masuk akal. kataku. Banyak tempat untuk bersembunyi kalau bermaksud demikian. burung bulbul. ya." "Oh.webng. kan?" Musashi dapat melihat dari pucatnya bibir anak itu bahwa ia sedih sekali.co. Tak dapat ia mengusir firasat yang dirasakannya bahwa mereka berdua segera akan berpisah untuk selamanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 15. Musashi memandang ke langit juga. Burung-burung gagak hitam yang dilihatnya sepanjang jalan ikut menimbulkan rasa ngeri padanya. Nara sudah jauh mereka tinggalkan.

dan sambil mengangkangkan kakinya ia menghadapi anak itu. Kita tak akan lari. Musashi sendiri sudah mulai kehilangan kesabaran.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Lebih baik kau tinggal di sini. Apalagi Musashi terkenal sebagai orang lemah.id and dimhad. Kamu anak samurai. ayolah. "Ayolah pergi dari sini. Apa yang kita tunggu?" "Tidak!" Musashi membalikkan badan." demikian ia memohon. mumpung masih bisa!" "Kalau kamu bicara seperti itu. seperti aku ketika seumur kamu. Jotaro menyerah dan duduk. "Aku tak mau kalah.co. Kenapa kamu tidak kembali saja ke toko sake itu?" Dengan tegas dan agak keras ditolaknya anak itu. Tak ada alasan buatmu untuk membahayakan diri sendiri. Tapi sekarang kau pergi ke bukit kecil di sana itu. "Ayo kita lari!" "Bukan begitu cara samurai bicara! Kau mau jadi yang begitu. "Jangan nangis lagi! Kalau begitu kelakuanmu. Ia tak dapat percaya sepatah kata pun. tetapi sekarang ini bukan waktunya memikirkan anak-anak. "Kalau kau jalan terus. apalagi semuanya sekaligus. "Aku samurai. seperti bendungan jebol. aku harus menang! Segalanya akan beres nanti. Karena tahu bahwa para jago tombak Hozoin itu lebih dari sepuluh orang jumlahnya. "Pikirkan saya. dan ucapnya. dan perhatikan dari sana. Tangisnya ditambah pula dengan sentakan-sentakan kecil.com . Air mata meleleh di pipinya. Para jago tombak sudah menanti dengan satu tujuan: membunuhnya. Dari sana akan tampak segala yang terjadi. kau mesti ikut lari ke jurusan yang sama. kau bisa terluka.." Sesudah mengusap air mata. kau kembali ke toko sake di Kyoto. "Apa pula ini? Kaubilang mau belajar Jalan Samurai? Kalau nanti aku menerobos dan lari. Punggung tangannya diusapkannya ke mata. ia sangsi apakah Musashi akan dapat mengalahkan mereka satu-satu. Ia suka pada Jotaro dan kasihan kepadanya. seakan-akan ia sedang tersedak. Suaranya pun jadi tajam." Mendengar kepastian dalam nada Musashi itu. Kamu tak punya orangtua yang akan mengurusmu. Jotaro mencengkeram lengan kimono Musashi. Ia harus siap menghadapi mereka. 202 thanks to." Jotaro tidak sedikit pun senang mendengar kata-kata itu. tak bakal kamu jadi samurai. Tapi. "Jangan kuatir!" kata Musashi. Jotaro merupakan gangguan baginya sekarang. Air mata kotor meleleh di pipinya ketika ia menghapus matanya yang merah bengkak dengan kedua tangannya." Jotaro pun pecahlah tangisnya." "Kalau begitu.. dan bahunya menggeletar. ya?" "Saya takut! Saya tak mau mati!" Dengan tangan gemetar ia menariki lengan kimono Musashi agar kembali. syauqy_arr@yahoo." kata Musashi. aku jadi ingin lari juga.webng. Kalau aku terbunuh.

tidak jauh. Tapi biar bagaimana. tapi kau mesti singgah di sana dan melihat keadaannya." "Kalau tak salah. Musashi hanyalah seorang ronin provinsi yang tidak akan lebih dari dua puluh satu atau dua puluh dua tahun umurnya. Melindungi diri sendiri saja sudah lebih dari cukup beratnya. Aku ingin kau tahu bahwa aku sangat menyesali urusan kemarin itu." Dampachi sendiri belum begitu tahu bagaimana harus bersikap terhadap Musashi." 203 thanks to. kan?" "Ya. Semua itu kekeliruan. Musashi tidak menoleh. Dampachi berkata. "Rencananya lewat Iga ke jalan raya Ise." Nada bicaranya terlalu sopan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro terkena batunya dan tiba-tiba berhenti menangis dan berdiri tegak. Kemudian ia berjongkok di bawah sebuah pohon tak jauh dari situ.webng. tapi dilawannya dorongan keinginan itu. dan ia menyesali telah membawanya serta. mengingat hal itu saja sudah membuat tulang punggungnya dingin. ia hanya bisa mengandalkan diri kepada pedang dan tak tahu ia apa yang bakal terjadi esok-jadi. "Hei. walaupun sedu-sedan Jotaro menggema di telinganya. Di jalan yang memecah menuju Gunung Mikasa. Musashi! Mau ke mana?" Musashi dapat mengenali orang yang datang ke arahnya itu. Ya. Ia merasa dapat melihat anak kecil yang malang dan ketakutan itu melalui tengkuknya. dan anaknya Munenori ada di Edo. Ia mendapati dirinya sudah berada di tengah dataran terbuka. Dan kau?" "Oh. dekat Kuil Kasagidera. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Dan Dampachi masih jauh dari siap untuk mengakui bahwa orang seumur dan dengan status seperti Musashi itu dapat lebih baik dari dirinya. "Mau ke mana?" tanyanya lagi. Dia Yamazoe Dampachi. Yang Dipertuan Muneyoshi sekarang hidup pensiun sebagai ahli upacara minum teh. menutup muka dengan tangan. Ia ingin memanggil. "Aku senang bertemu denganmu. "Kuharap engkau bisa melupakannya. ada pekerjaan di Tsukigase. mukanya kelihatan kaget. namun ia menyambut juga dengan sungguh-sungguh. apa perlunya teman baginya? Pohon-pohon mulai menjarang. seorang lelaki mengangkat tangan menyapanya. dalam keadaan belum matang seperti sekarang. Ia memang sangat terkesan oleh apa yang disaksikannya di Hazoin. itu tidak jauh dari Lembah Yagyu?" "Tidak. dan selagi bicara jelas ia memperhatikan wajah Musashi sebaik-baiknya. Walaupun Musashi segera merasa bahwa tujuan Dampachi adalah menjebaknya. dan menggeretakkan giginya. Engkau mesti pergi ke sana nanti. Sebaliknya ia paksa dirinya tinggal diam beberapa menit lamanya.com ." "Di situlah kuil Yang Dipertuan Yagyu.co. Dilihatnya gurunya berjalan terus menuju Bukit Hannya. Sebuah datarannya agak tinggi dan pegunungan di kejauhan sana.

Dari kejauhan terdengar teriakan tanda bahaya. tangan diacung-acungkan di udara. syauqy_arr@yahoo. Garis langit di sana-sini diselingi pohon kriptomeria tunggal atau pinus hitam Cina Namun di sana-sini dataran itu menaik lembut. "Dia datang!" seru seorang dari kedua orang yang tadi lari menggabungkan diri dengan yang lain-lain." Selama itu Dampachi terus menempel di sisi kiri Musashi. Semuanya ada sekitar tiga puluh orang. "Apa menurutmu tidak begitu?" "Mencurigakan? Mencurigakan bagaimana?" "Yah. Mereka melihat pedang yang bernoda darah. Pedang yang ditudingkan Musashi ke tanah berkilauan oleh sinar matahari. Musashi dapat mengenali pengikut Dampachi. dan jalan pun ikut naik dan turun. Seorang memekik. aku bisa tanya. apa dia mau memperkenalkanmu. Ketika Musashi tampak. melayang ke depan. Dua orang muncul di puncak bukit.co. Dampachi tersengalsengal terkena hantaman Musashi. Tubuhnya melambung. ke arah api yang menyala. Sekalipun angin musim semi bertiup lembut ke kulitnya. seperti pandangan matamu sekarang ini. yaitu Yasukawa Yasubei dan Otomo Banryu. Bunyi orang bersuit melengking memecahkan kesunyian dataran itu. terdengar hiruk-pikuk hebat tanpa kata di tengah gerombolan itu. Musashi merasa otot-ototnya menegang selagi mendaki. Di dekat kaki Bukit Hannya. Musashi menuding. Kalau kau suka." katanya. dan ketika ia memandang wajah Musashi. mencurigakan.webng. Ia berjalan langsung ke arah bukit itu.com . Sekonyong-konyong ia menyapukan jarinya ke tubuh Dampachi. Dampachi tak akan bangkit lagi. Karena perhatiannya tertuju pada jari Musashi. dan setengahnya lagi ronin yang sukar dilukiskan. "Apa yang apa?" "Asap di sana itu. Mereka tadi sedang bermalas-malasan di bawah sinar matahari. Musashi melihat asap api berwarna cokelat mengepul di belakang sebuah bukit rendah. "Asap di sana itu mencurigakan. "Apa itu?" tanyanya. Dari puncak bukit ia melihat ke bawah. Kebetulan aku kenal seorang tukang senjata di Tsukigase yang bekerja pada Keluarga Yagyu. lalu keduanya memutar badan dan angkat kaki." "Ada kemungkinan." Dataran itu menghampar luas beberapa mil jauhnya. "Dia datang!" kata yang lain membeo. 204 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak yakin aku bahwa Yang Dipertuan Yagyu mau memberikan pelajaran kepada musafir seperti diriku. Sekarang semua bangkit berdiri. Darah segar menetes dari ujungnya.id and dimhad. wajahnya sendiri mengeras. ia tak sadar bahwa Musashi sudah menarik pedangnya." kata Musashi tajam. dan mendarat dengan wajah ke bawah. Setengahnya pendeta. dan tiba-tiba sadarlah mereka bahwa pertempuran sudah dimulai. Tentu saja lebih baik kalau kau punya pengantar.

com . Benar?" "Tidak!" seru Musashi. kau tidak boleh hanya percaya pada yang kau lihat dan kau dengar. hingga mereka dapat menyaksikan pertunjukan itu dan sekaligus mencegah Musashi melarikan diri. Mereka didukung penuh semangat oleh kaum ronin yang telah menyusun diri dalam formasi rapat di sebelah kiri Musashi." seru pendeta itu. Para ronin membentuk setengah lingkaran. Namun tindakan jaga-jaga itu ternyata tidak perlu. "Kalau kau memang pendeta. menjelaskan dengan gerak-gerik cepat. ia berjalan mantap dan langsung ke arah mereka. Jumlah mereka yang besar memberikan keyakinan. Kau mesti menimbang segala sesuatu dengan pikiran dan jiwamu. mereka mendesak para pendeta untuk bertindak. memaki-maki. mereka malah cuma duduk-duduk mengitari api dan membiarkan Musashi yang menantang. Karena yakin para ronin cuma bermulut besar dan tak berani berkelahi. sementara para pendeta Hozoin menatap Musashi dengan pandangan mengancam. Kedua belah pihak menyadari semakin mendekatnya maut. Musashi tiba-tiba menghadap mereka dan berseru.co. Yasukawa dan Otomo bicara cepat. dan sudah saatnya kini bertempur. karena Musashi tidak memperlihatkan tanda-tanda akan lari atau mengundurkan diri. Dengan lengan baju hitam tersingsing mereka siap beraksi dengan tekad membalas kematian Agon dan memulihkan kehormatan kuil. menyatakan tak ada gunanya berbicara. langkah demi langkah. Lewat matanya menyorot mata dewa pembalasan dendam. dan kau membunuh Agon. Ronin itu melolong berang. Seorang pendeta di ujung barisan memberikan isyarat. Wajah Musashi menjadi pucat pasi. "Musashi! Aku Inshun.id and dimhad. Semua pendeta itu membawa tombak. berkilat-kilat penuh kesengitan. Baik kaum ronin maupun kaum pendeta tidak setegang Musashi." Kata-kata itu seperti menuangkan minyak ke dalam nyala api. Sambil memekik-mekik. Kau mengejek kami dengan memasang poster-poster di seluruh kota. bagaimana Yamazoe sudah terbantai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bukannya menantang Musashi. seakan-akan siap menerkam setiap saat. Namun tak seorang pun ingin menjadi orang pertama yang diserang. Untuk sesaat berkecamuk kesunyian yang menyesakkan. Sebaliknya.webng. Lalu kau secara terbuka menghina kehormatan Hozoin. dan mengayun-ayunkan pedang ke udara. seperti setan-setan neraka. para pendeta mulai berteriak-teriak. Mereka tampak aneh. Mereka menyusun diri menghadapi pertempuran. dan optimisme mereka tak tergoyahkan. "Baik! Siapa di antara kalian akan maju dahulu?" 205 thanks to. syauqy_arr@yahoo. Pelan-pelan. dan tanpa merusak formasi mereka menderas mengepung Musashi dari kanan. ia maju. "Aku diberitahu bahwa kau datang ketika aku sedang pergi. Ia sedang memilih korbannya. Tanpa menghiraukan pemimpinnya.

Hampir sepanjang waktu itu Musashi tidak sadar benar. karena masing masing yakin bahwa mata setan Musashi mengarah kepadanya.co. Tuhan yang di surga. dan ronin yang masih hidup bertebaran di mana-mana. Tapi ternyata para pendeta itu hanya berdiri diam tak bergerak. sampai pada apa yang dipelajarinya di Sekigahara.com . Dalam sekejap mata Musashi sudah menerpa seorang di antaranya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kecuali dua-tiga orang. Terdengar bunyi seperti letupan sumbat botol. Singkatnya pertarungan dihitung salah seorang pendeta dengan tangan dan embusan napasnya. seraya mengumandangkan tantangan. tetapi lolongan yang benarbenar membekukan darah. dan bahkan udara. syauqy_arr@yahoo. Musashi basah kuyup oleh darah korbannya.webng. serta pelajaran-pelajaran yang diberikan kepadanya oleh pegunungan dan pepohonansemuanya itu serentak bermain dalam gerak cepat tubuhnya. Tak lama kemudian mereka saling menyerang ke segala jurusan dan saling melukai. mereka semua mundur selangkah. Tolonglah dia!" 206 thanks to. Kaum ronin itu rupanya datang untuk menyaksikan penyembelihan besar-besaran. bantulah dia! Guruku di dataran sana tak berdaya. Ia menjadi tiupan angin pusaran yang menerjang kawanan ronin. karena kalah jumlah. Jari dan tangan berterbangan di udara.id and dimhad. Kemudian terdengar suara mengerikan bukan teriakan perang. teori-teori yang pernah didengarnya di berbagai perguruan seni pedang. bukan kutukan. Pedang Musashi mendesing ke sana kemari di udara. penuh dengan darah. karena menurut pikiran mereka para pendeta akan segera datang menyelamatkan. Kedua tangannya terlipat di dada dan matanya tertengadah ke langit. Tanah. Pertarungan sudah selesai sebelum ia sempat mengambil napas kedua puluh. bukan untuk ambil bagian di dalamnya. Darah dan otak berpercikan dari pedangnya. dalam mimpi penuh pembunuhan. tapi dia bukan orang jahat. "Ya. Jotaro tenggelam dalam doa. Tak disadarinya bahwa seluruh pengalaman hidupnya-mulai dari pengetahuan yang ditempatkan kepadanya oleh ayahnya. dan tanah pun merah oleh darah. Beberapa ronin yang masih tinggal pun bermandikan darah kental. Seorang di antara mereka menjerit. Sementara pertarungan berlangsung. sedangkan gaung di dalam tubuhnya sendiri menjadi petunjuk bahwa ia sedang bertumbukan dengan tulang manusia. Dia lemah. sementara Musashi dengan cepat membantai lima atau enam ronin serta membikin kacau yang lain-lain. Ia memohon. Dua-tiga orang yang berani itu bersiap dengan pedang diacungkan. seperti jago aduan. apa yang sedang diperbuatnya. Ia seperti kesurupan. yang karena kebingungan menjadi sasaran empuk serangan pedangnya. di mana tubuh dan jiwanya terpusat hanya pada pedangnya yang semeter panjangnya. Kelemahan mereka telah menyebabkan Musashi menyerang mereka lebih dahulu. Mula-mula sekali mereka merapatkan diri dengan cukup baik.

Kemudian. Saat ini dia bukan dirinya. yang cuma berbaris seperti gerombolan gagak berkaok-kaok. sampai mati. Biasanya dia lunak dan lembut. semata-mata karena kecemasannya. karena ketika ia mengucapkan itu. Tempat yang akhirnya dipilihnya untuk duduk. Kepala Biara. dan mulailah ia marah.co. dengan topinya dan topeng di sampingnya. ketika disadarinya bahwa darah yang tertumpah di dataran itu bukan darah gurunya. di tengah kancah. adalah sebuah bukit kecil. tapi juga kepada dewa-dewa sendiri. ia lihat usahanya itu tak ada hasil.com . Kepala mereka yang gundul itu membuat mereka tampak lebih barbar lagi. Hari ini mereka mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana teknik-teknik yang mereka asah dalam latihan dapat mereka gunakan dalam perkelahian yang sebenarnya. 207 thanks to. tolonglah dia!" Sesudah berseru-seru kepada para dewa seratus kali atau lebih. doa-doanya pun berubah menjadi kutukan yang diarahkannya tidak hanya kepada musuh. dan membiarkan orang baik terbunuh? Kalau memang begitu. Tombak yang mereka bawa berlain-lainan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Walaupun Musashi memerintahkannya pergi. dan sesaat kemudian para jago tombak itu segera beraksi. Senjata mereka yang berkilauan bersuit-suit di udara. atau yang bengkok-tiap pendeta menggunakan jenis yang paling disukainya. lindungilah dia. memberikan perintah menyerang. Musashi gawat sekarang!" Lupa akan segalanya. sementara para pendeta berpencar seperti tawon yang menghambur dari sarangnya. "Hachiman! Kompira! Dewa Kuil Kasuga! Lihat! Guruku langsung menyongsong musuh. dan itulah pertama kali ia melihat darah sebanyak itu. Dia tentunya gila. yang berbentuk kerucut. semua yang selalu dikatakan orang padaku tentang benar dan salah itu bohong! Kalian tak bisa membiarkan dia terbunuh! Kalau kalian biarkan. Oh. dan lempeng tombaknya pun sangat berbedabeda-yang lancip. Inshun. tapi dia sedikit aneh sejak tadi pagi. Mereka ramai-ramai menyerang dia. aku mohon. "Apa sudah tak ada dewa di negeri ini? Apa akan kalian biarkan orang orang jahat menang. yang berbentuk silang. aku mohon. tetapi takut maju!" Tapi yang terakhir itu terlalu dini diucapkannya. ia merasa ringan dan pening. Akhirnya ia berseru. tak dapat ia pergi. para pendeta Hozoin mulai menyerbu Musashi. Hatinya berubah jungkir balik. yang papak. dewa-dewa langit. la merasa seolah berada di sana. tak akan dilayaninya orang sebanyak itu sekaligus! Oh.webng. oh! Gawat kelihatannya. "Oh. Dari situ ia memperhatikan pemandangan di sekitar api di kejauhan itu. dan dirinya cemar juga oleh darah mengental. Kalau tidak. "Lihat dia! Dia bisa melawan! Bukan main serangan itu! Dan lihat pendeta-pendeta tolol itu.id and dimhad. akan kuludahi kalian!" Ketika dilihatnya Musashi terkepung. Jotaro meluncur seperti bola api ke tengah kancah bencana yang sedang menghampiri itu. diiringi raungan gegap gempita. mendadak ia mengubah lagu. "Lihat! Guruku ternyata bukan orang lemah! Dia menghajar mereka!" Itulah pertama kali Jotaro menyaksikan orang bertempur seperti binatang. syauqy_arr@yahoo.

lalu berkata dengan sikap sopan dan mulia." Menyayangkan perbuatan Agon? Musashi merasa barangkali telinganya perlu dibersihkan." "Jadi. Musashi melompat mundur dan berdiri siap menantikan serangan muslihat. syauqy_arr@yahoo. setelah melihat orang orang lain mengalami perubahan juga. ditusuk. Ia tetap diam sesaat lamanya. Pembunuhan besar-besaran itu betul-betul sempurna dan sekaligus menunjukkan sifat haus darah. sampai tak seorang pun di antaranya tetap hidup. ditikam mulutnya. Kemudian sadarlah ia bahwa tangan dan kakinya ditarik-tarik orang. Tetapi sungguh ia heran. Andalah ahli tombak itu. tapi sesaat lamanya tak dapat ia mengucapkan kata-kata. "Sayang saya tak ada ketika Anda mengunjungi kami baru-baru ini. "Tentu Anda Miyamoto. Saya juga merasa malu bahwa murid saya. Suatu kehormatan bertemu dengan Anda. atau dibantai.id and dimhad. Musashi tak percaya akan matanya. Musashi agak terpengaruh oleh kehadirannya. Kepala Biara Hozoin. Kepala Biara mendekatinya. sementara para ronin menjerit-jerit memprotes. karena sebelum ia dapat memutuskan cara yang cocok untuk menjawab nada sopan Inshun itu. Pengalaman itu membuatnya sadar. dibelah dua. ia harus menghapuskan dahulu kekacauan dalam pikirannya." Kepala Biara itu jangkung dan berwajah cerah. "Izinkan saya memperkenalkan diri. Mereka diiris. Dan ketika ia melihat ke bawah. Letih dan sedikit pusing oleh pertarungan sebelumnya.com . kalau memang ia harus mati. "Saya Inshun. Agon. Dan untuk pertama kali waktu itu la merasa santai. Para pendeta bukannya melakukan serangan yang memang dinanti-nantikan itu ke arahnya. Sekarang hampir tak dapat ia menahan diri melihat kebuasan para pendeta itu dalam menyembelih ronin. Setelah pertempuran berakhir. dicengkeramnya gagang pedangnya erat-erat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sementara mereka maju menyebar. serangan itu tidak juga datang. tampak olehnya Jotaro sedang mengucurkan air mata puas. sekarang ia pulih kembali pada keadaannya yang biasa. Gagang pedang itu lengket oleh darah kental." kata Musashi. Dengan sedikit bingung ia hapus pedangnya dan la sarungkan. Mereka mengejar para ronin yang telah melarikan diri dan menyerang mereka tanpa kenal ampun. memperlihatkan perkelahian yang demikian jelek. Setelah sesaat lamanya berubah menjadi seekor binatang yang tak berpikiran." sambung pendeta itu. melainkan menyerang bekas sekutunya seperti anjing gila. campuran darah dan keringat mengaburkan pandangannya. Para ronin yang tak menduga itu sia-sia saja mencoba mengerahkan para jago tombak agar melawan Musashi. juga oleh sikapnya yang tenang. Ia 208 thanks to.co. tapi ia bertekad untuk mati dengan cemerlang. Kenapa para pendeta itu menyerang pendukung mereka? Dan kenapa demikian kejam? Baru beberapa saat sebelumnya ia berkelahi seperti binatang liar.webng.

" Mereka membenarkan. Para pendeta menyobek-nyobek secarik kain katun lebar menjadi potongan-potongan kecil dan menghapus lembing mereka. dan katanya. "Anda cepat sekali berjalan kalau melihat umur Anda. duduk bersama Inshun dan Musashi." "Anda lebih gesit daripada kuda.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI masih belum dapat mengerti kenapa para pendeta itu kemudian melawan para ronin tak dapat ia mencari jawaban yang masuk akal. seolah-olah tak suatu pun yang aneh telah terjadi. Yang pertama dikatakan Nikkan adalah.webng. Tak mengerti saya.com . mundur mengambil jarak yang sesuai. gagak-gagak sudah mencium bau darah." kata Inshun sambil menuding ke arah kaki langit. Dan mereka mulai mengobrol. "Tadi saya pikir Anda dan orang-orang Anda datang kemari untuk menyerang saya. Anda butuh istirahat. "Ayolah." Olok-olok mengerikan itu berlangsung terus dengan nada santai serupa. Anda yang lambat. sedangkan Jotaro menguntit di belakang." "Bukan saya yang cepat. "Lihat ke sana. "bersihkan sebagian darah itu.co. "Aaa." kata kepala biara itu. begitu kita pergi. menunjuk ke atas. para pendeta saling berbisik. "Itu Guru Tua. seakan-akan menghadapi suatu acara suci. Ia memandang Inshun. Dan mereka akan berebutan melahap makanan besar itu. Kelima penunggang kuda itu pejabat. Musashi memperoleh kesan bahwa ia tak akan mendapatkan keterangan apa pun. tapi tujuan kami yang sebenarnya hari ini adalah sedikit 'bersih rumah'. Sudah berkaok-kaok mencari mayat mereka. kami memang tak perlu menganggap Anda sekutu." kata seseorang. Berangsur-angsur mereka semua berkumpul di sekitar api." "Kenapa tidak? Saya lelaki. untuk menyambut Nikkan dan pengiringnya. kenapa Anda sekalian memperlakukan saya seperti ini. syauqy_arr@yahoo. Ia bahkan sedikit heran bahwa dirinya masih hidup." Inshun tertawa." Inshun mengantarnya ke dekat api." Pada saat itu juga. Ketika rombongan itu mendekat. dan saya sudah bertekad mengirim sebanyak-banyaknya dari antara Anda sekalian ke negeri orang mati." Pendeta tua yang berjalan kaki sendiri itu melangkah menyamai para penunggang kuda yang sedang maju ke arah asap api. kecuali kalau ia bertanya. dan membariskan diri dengan penuh upacara. di sisi lain dataran itu berkatalah seorang penunggang kuda kepada Nikkan. Saya yakin titik hitam di tepi dataran itu dia.id and dimhad. "Tapi saya pikir lebih baik kita menanti dan mempersilakan Nikkan menjelaskan pada Anda. "Sudah kalian urus semuanya?" 209 thanks to. "Nah." "Kenapa burung-burung itu tidak turun?" "Mereka akan turun nanti." "Anda namakan semua ini 'bersih rumah'?" "Betul.

" Musashi bangkit berdiri. Pimpinan mereka menjawab." Para samurai melompat turun satu demi satu dari kuda. dan katanya ringan saja. Nikkan memberitahu para pendeta bahwa tenaga mereka tidak diperlukan lagi. Burung-burung gagak turun." perintah Nikkan.." "Sama sekali tidak. "Saya bahkan tidak begitu mengerti. lalu meninggalkan tempat itu. termasuk Dampachi dan Yasukawa. Kemudian pimpinannya kembali ke tempat berdirinya Inshun.webng. Mereka berjanji segalanya akan dilaporkan padaku.id and dimhad. "Terima kasih atas kedatangan Tuan-tuan.com . Pernyataan-pernyataan fitnah tentang kuil yang dituduhkan padamu itu pekerjaan mereka. Anda sekalian sudah melaksanakan kerja hebat. Begitulah juga poster-poster itu." Musashi berlutut dan membungkuk dalam-dalam di depan pendeta tua itu. terdengarlah hiruk-pikuk besar.co. Bapak sudah berbuat baik sekali. "Akan kami kirim kemari orang dari kota untuk membersihkan semua ini. Mari kita periksa. "Bangkitlah. Mereka membungkuk dan meninggalkan tempat itu diam-diam.. Para pendeta Hozoin-lah yang berkelahi untuk mereka." 210 thanks to. "Para pejabat yang baru pergi tadi itu bekerja di bawah Okubo Nagayasu yang baru-baru ini dikirim kemari untuk memerintah Nara. Sambil menggerutu karena bunyi ribut itu. "Maafkan kalau saya sudah melukai hati Anda beberapa hari lain. "Padang ini bukan tempat untuk membungkuk. "Apakah pengalaman di sini memberikan pelajaran kepadamu?" tanya pendeta itu. agaknya dengan perkiraan aku bodoh. Mereka masih asing dengan daerah ini. tapi mereka sudah tahu bahwa ada sekitar lima belas pentolannya. Apa Bapak dapat menceritakannya pada saya?" "Dengan senang hati. "Seperti Bapak perintahkan." jawab Nikkan. Anda sekalian boleh merasa bebas meninggalkan segalanya ini sebagaimana adanya. dan para ronin mengambil keuntungan dari asingnya mereka itu dengan tempat ini mencegati musafir yang tak berdosa. Sayalah yang harus berterima kasih. Karena takut menyerangmu sendiri. syauqy_arr@yahoo. berjudi." Kemudian ia menoleh kepada para pejabat. memeras. Nikkan berjalan ke sisi Musashi. kawan-kawan." Para pejabat berjalan ke sana kemari memeriksa mayat-mayat dan membuat beberapa catatan. Inshun mengucapkan selamat tinggal pada Nikkan dan Musashi. memasuki rumah-rumah janda-menimbulkan segala macam kesulitan. mengepak-ngepakkan sayap dengan riangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Inshun membungkuk dan menjawab. Pemerintah tak dapat mengendalikan mereka. melarikan perempuan. apa yang sudah terjadi ini." Dengan itu kelima orang tersebut menaiki kembali kuda mereka dan pergi. mereka membuat rencana yang menurut mereka jitu. Terima kasih. Begitu orang-orang itu berangkat.. "Kau tahu Dampachi dan pengikutnya tak suka padamu. "Tak apa-apa.

Supaya musim semi dapat naik dari bumi. "Ya. Ha. burung gagak! Berpestalah! Dan memilihlah! Sop langsung dari ceruk mata. Wahai. Terkadang kami butuhkan bersih rumah.co. oh. Kami bakar dedaunan." kata Kepala Biara. para pejabat. Kami bakar ladangan. sambil menari-nari seperti burung yang mengepak-ngepakkan sayapnya: Bersih rumah. kalian. Kubicarakan rencana itu dengan Inshun. Terkadang kami butuhkan salju turun. Ia menyanyikan lagu populer karangannya sendiri. "Maka kupertimbangkan hal itu sebentar.com . Juga sake merah pekat. burung gagak. ha!" Ada satu orang lagi yang senang bukan buatan." "Macam ini?" tanya Jotaro. Ambilkan beberapa batu. ya. Sebab kalian bisa mabuk. Pak. Bersih rumah! Mendengar suaranya yang tak dibuat-buat ini. ia melanjutkan: Ya. Sekali-sekali Memang perlu bersih rumah Tidak hanya di Nara. Nak!" seru Nikkan tajam. ini kesempatan ideal untuk mengadakan 'bersih rumah' di Nara. syauqy_arr@yahoo.webng. 211 thanks to. Cerita Nikkan itu telah menghapuskan sama sekali segala kesangsian dan rasa takut Jotaro. Sambil sekali-sekali melayangkan pukulan ke arah burung burung. "Sini. dan anak itu gembira luar biasa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar itu Musashi tertawa. Dia setuju menjalankan." Jotaro berdiri diam memandang wajah Kepala Biara. dan sekarang semua orang pun senang-para pendeta. Musashi dan Nikkan menoleh memandangnya. Memang kebiasaan alam Membikin baru semuanya. juga burung-burung gagak itu. "dan terpikir olehku. Tapi jangan terlalu banyak. memungut sebuah batu yang terletak dekat kakinya dan mengacungkannya. Jotaro waktu itu mengenakan topengnya sambil tersenyum ajaib dan menudingkan pedang kayunya ke tubuh-tubuh yang berserakan. "Jangan seperti orang tolol.id and dimhad.

Kemudian ia berikan batu-batu itu kembali pada anak itu dan ia perintahkan anak itu menyebarkannya di antara mayat-mayat. sebelum Musashi sempat mengucapkan terima kasih atau membuat janji untuk bertemu lagi dengannya. Sesaat Musashi hanya menatap tubuh yang makin menjauh itu. macam itu. Nikkan duduk dan menuliskan kata-kata Namu Myoho Renge-kyo. Kalau kamu terus juga membanggakan dirimu dengan kekuatanmu. "Satu satunya yang harus kuajarkan padamu adalah kamu terlalu kuat." Musashi diam. saya akan senang jika mendapat sedikit nasihat dari Bapak. kamu bisa mencapai kebenaran. Karena kamu masih muda. "Doa itu akan melindungi mereka." Suara Nikkan tidak kedengaran lagi." Dan sama mendadaknya dengan waktu ia datang. dan karena tak ada jalan untuk mengetahui kapan kita akan bertemu lagi. "Kamu sudah melaksanakan sesuatu hari ini. pada tiap batu itu. syauqy_arr@yahoo. Aku kembali ke Nara. menengadah. 212 thanks to. doa suci sekte Nichiren. Musashi. sama sekali belum. Nikkan mengatupkan kedua tangannya dan menyanyikan bagian dari Sutra Bunga Teratai. Ambil yang banyak!" "Baik. "Apa?" tanya Nikkan. karena itu aku tidak berhak bicara padamu tentang soal ini. Kamu mesti mempelajari jalan yang ditempuh oleh Yagyu Sekishusai dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Sekishusai dulu guruku.co. Sementara Jotaro melakukan suruhannya. dan putuskan sendiri bagaimana membawa diri nanti. dan Yang Dipertuan Koizumi gurunya. ia pun berangkat dengan kecepatan hebat." Mulut Kepala Biara yang tak bergigi itu memperdengarkan tawa terbahak bahak yang terkenal itu. "Tapi aku sendiri cenderung memiliki kesalahan yang sama. kemudian tiba-tiba ia melesat mengejarnya. kamu belum mengerti?" tanyanya. seperti kebiasaannya. "Bapak belum memberikan petunjuk. "Apa tak ada yang Bapak lupakan?" Ia menepuknepuk pedangnya selagi mengatakan itu. Pendeta tua itu sudah menghilang. "Jadi.com . "Bapak Pendeta!" panggilnya. Pak!" Anak itu mengumpulkan batu-batu.webng. kamu tak akan hidup sampai umur tiga puluh. Hari-hari ini mudah sekali kamu terbunuh. Kalau kamu mencontoh mereka dan mencoba mengikuti jalan yang sudah mereka tempuh. tapi suatu kesalahan besar kalau kamu menyangka Jalan Samurai itu hanya terdiri atas pameran kekuatan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. ia menyatakan. Selesai melakukan hal itu. yang selama itu memandang ke tanah dan tenggelam dalam pemikiran. Pikirkan itu. tak dapat aku menyatakan kamu benar.id and dimhad. Sekarang kalian berdua bisa jalan terus. tapi belum baik.

di mana kuil-kuil kuno yang ternama dalam sejarah dan kesusastraan rakyat dibiarkan telantar. sebuah puri yang menjadi lambang kemantapan pemerintah maupun pusat budaya daerah itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 16.webng. secara hati-hati ia menghindari keterlibatan serius dalam perang dan permusuhan antara tuan-tuan feodal di daerah-daerah lain. tempat itu merupakan wilayah kediaman masyarakat kecil yang sejahtera. kemudian menjadi pembantu yang setia dan cakap. Ia tidak lagi memperlihatkan minat kepada pemerintahan setempat. Tak ada bukti yang lebih meyakinkan daripada para Yang Dipertuan Yagyu sendiri. tak berapa jauh di belakang Wisma Utama. dan sungai-sungai biasanya segar dan jernih. namun tidak cukup berpenduduk atau ramai untuk dapat disebut kota. Singkatnya tempat itu merupakan tanah perdikan yang damai dan diperintah dengan cara yang bagus. Kubu-kubu batu. Jika tak ada pahlawan dilahirkan di Lembah Yagyu. dan burung-burung bulbul menyanyi dari musim melelehnya salju sampai musim datangnya angin ribut berguntur. Di sini orang tidak melihat tanda-tanda kekurangan atau kemerosotan moral yang ada hubungannya dengan samurai bebas. Orang bilang air itu air ideal untuk membuat teh. Ia terlalu besar untuk dilukiskan sebagai kampung semata-mata. Di tengah masyarakat kecil itu berdiri Wisma Utama. Namun. Di awal abad ketujuh belas. yang mengingatkan orang kepada benteng kuno. sebuah nama yang diwarisi dari zaman tanah perdikan. Tetapi tempat ini memang tempat kelahiran para pahlawan. Banyak di antara mereka yang asalnya petani. syauqy_arr@yahoo. Ia menyebarkan kebudayaan di antara rakyatnya. dan sepanjang waktu siap melindungi wilayahnya dengan taruhan nyawa. seperti jernihnya air sungai gunung. Kembang prem Tsukigase tidak jauh turnbuhnya dari tempat itu. Suaranya sejernih kristal. Rakyat wilayah itu. Unsurunsur yang mengganggu tidak dibiarkan memasuki kehidupan masyarakat. Gunung-gunung dalam jajaran Kasagi tidak kurang indahnya pada waktu senja dibandingkan pada waktu matahari terbit. mengelilingi Wisma Utama. tapi kemudian jadi menonjol karena pertempuran. Lingkungan itu sendiri memang tak kenal keburukan.co. dan tidak memedulikan pula siapa yang waktu itu 213 thanks to. Airnya murni dan bersih. maka kata-kata penyair itu kosong saja kiranya. Penguasa yang sekarang seorang tuan tanah desa yang baik. Seorang penyair pernah menuliskan bahwa di tempat lahirnya seorang pahlawan. para pegawai pun orang-orang bangsawan. demikian juga nenek moyang Yang Dipertuan.com . bersamaan dengan itu. Tanah Perdikan Koyagyu LEMBAH Yagyu terletak di kaki Gunung Kasagi di sebelah timur Laut Nara. Yagyu Muneyoshi Sekishusai yang kini mengundurkan diri itu berdiam di sebuah rumah pegunungan kecil. Tentu saja ia dapat disebut Kampung Kasagi. Wilayah ini sama sekali tidak mirip dengan Nara.id and dimhad. pegunungan. hidup senang di sana semenjak abad kesepuluh. Di rumah besar itu. tetapi penduduk tempat itu sendiri menyebutnya Kambe Demesne.

Selanjutnya ia dapat dengan bebas menganggap bahwa rakyat diperintah dengan sebaik-baiknya. kan?" "Ya." kata Musashi. syauqy_arr@yahoo. dan gandum yang baru tumbuh itu diinjak-injak bawahnya baik-baik untuk menguatkan akarnya dan membikin baik tumbuhnya. Ini berarti tidak pernah terjadi perang di sini. pada suatu hari ia keluar berjalan-jalan dengan Jotaro. aku sudah mengunjungi Provinsi Settsu.webng. Aku berani bertaruh yang dipertuan daerah ini kaya. di pegunungan ini banyak terdapat pohon. Dan dengar itu! Apa tidak kau dengar bunyi roda pemintalan? Bunyi itu seperti berasal dari tiap rumah. sedangkan pedang dan senapan dalam gudang senjata tetap tergosok dan berada dalam keadaan sebaik-baiknya. Dengan pakaian tidak resmi. Dan apa tidak kau lihat bahwa kalau musafir lewat dengan pakaian yang baik. Ladang di sini juga hijau. kukira kau tak akan tertarik." keluh Jotaro. "Apanya yang mengagumkan?" Baginya yang paling mengagumkan adalah kenapa Musashi berbicara sendiri. Musashi datang ke daerah itu sekitar sepuluh hari sesudah terjadi pertempuran di Dataran Hannya. "Mengagumkan.com . sama dengan ketika ia yang mengurusnya." "Hanya itu?" "Tidak. "Mengagumkan. sementara matanya mengembara memandang panenan di ladang dan para petani yang sedang bekerja. Ia menginap di penginapan setempat dengan maksud bersantai sementara. orang tua diperlakukan cukup hormat. dan belum pernah aku melihat tempat seperti ini. Semua pohon di Yagyu ini tua. "Betul." ulangnya beberapa kali. Anak-anak tumbuh sehat. Ini berarti daerah ini makmur. juga pegawai-pegawai yang dapat dipercaya untuk membantu dan membimbing mereka. "Pohon? Di mana-mana ada pohon. sedang pemuda dan pemudi tidak pergi ke tempat-tempat lain untuk mencari hidup yang tak menentu. banyak gadis muda kerja di ladang." 214 thanks to. para petani tidak melihatnya dengan perasaan iri?" "Ada lagi?" "Seperti kaulihat." "Rasanya tak ada yang istimewa. Betul. Di perjalanan ia telah menyaksikan barang-barang peninggalan zaman Kemmu." Jotaro tertawa. baik fisik maupun mental. Itu berarti juga tidak pernah terjadi kelaparan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI memegang kekuasaan langsung. dan hidup di sini normal. Akhirnya Jotaro bertanya. tapi di sini lain.id and dimhad. setidak-tidaknya untuk waktu yang sangat lama. Ia punya sejumlah anak dan cucu yang terampil. tidak ada pasukan musuh yang membakar atau menebangi hutan." "Lalu kenapa? Apanya yang lain?" "Pertama. Kyoto dan Nara. Kawachi dan Izumi. "Sejak meninggalkan Mimasaka.co.

dan banyak di antara orang orang yang berziarah ke Kuil Joruriji atau Kasagidera itu menginap di situ. "Kalau mau. Dia ingin mengetahui apa yang terjadi di dalam puri.co." Musashi sadar bahwa kuliah ini barangkali hanya sedikit artinya bagi Jotaro. karena ia mengenakan celana pendaki gunung. Pokoknya. "Apanya yang lucu?" tanya Kocha sambil meninju Jotaro.id and dimhad." Jotaro tertawa. sepuluh atau dua belas kuda beban selalu siap tertambat di pohon dekat pintu masuk atau di bawah tepi atap depan. sedangkan Jotaro yang merasa mendapat teman baru yang seumur dengannya lalu bertanya. dan tidak hanya memberikan jawaban setengah-setengah. Musashi mengetahui bahwa di bak mandi ada orang-orang lain. orang bisa menyangkanya anak lelaki. demikian Wisma Utama itu biasanya disebut orang. perasaan rakyat.webng. sebenarnya cuma gelandangan. kan?" "Berkelahi itu bukan satu-satunya dalam Seni Perang. dia ingin pergi ke semua tempat yang dapat didatanginya dan mempelajari segala yang dapat dipelajarinya. "Siapa namamu?" "Tidak tahu aku. ya?" Kalau tidak melihat obi merahnya. "Dia pukul aku!" pekik Jotaro. syauqy_arr@yahoo. tidak tahu nama sendiri." "Kocha. Ia harus mempelajari segala macam hal—geografi." Musashi berangkat ke kamar mandi. Di tempat itu hanya terdapat sebuah penginapan." jawab gadis itu. maka selagi mereka berjalan itu ia terus memberikan jawaban-jawaban yang mengandung pemikiran dan serius.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dan lagi. Tanpa menantikan jawaban lagi ia mengatakan. Kakak mau melawan samurai dalam Keluarga Yagyu. sekarang bisa terus mandi. Ia menanggalkan pakaiannya dan membuka pintu masuk kamar mandi yang 215 thanks to. "Gila kamu. Jalan di situ bagian dari jalan raya Iga.com . Ia tidak memperlihatkan ketidaksabaran mendengar banyaknya pertanyaan anak itu. tapi penginapan itu besar. Kakak datang kemari bukan untuk mengagumi pemandangan." "Lucu nama itu. Pada malam hari. mereka pulang ke penginapan. Pembantu yang mengikuti mereka ke kamar bertanya. dan sesudah melihat dengan saksama segala sesuatu di sekitar lembah itu. Seorang pelajar yang serius jauh lebih berkepentingan melatih pikirannya dan mendisiplinkan semangatnya daripada sekadar mengembangkan keterampilan perang. tingkah laku dan adat kebiasaan mereka. tapi ia merasa perlu bersikap jujur kepada anak itu. Orang-orang yang berpikir demikian dan sudah puas hanya karena bisa makan dan punya tempat untuk tidur. hubungan mereka dengan yang dipertuan di wilayah mereka. Sesudah mereka melihat apa-apa yang bisa dilihat di bagian luar Puri Koyagyu. "Sudah jalan-jalan. tidak hanya yang terjadi di luarnya. Dari pakaian yang terlipat di lantai kamar tamu. irigasi.

Karenanya Musashi menyimpulkan ketiga orang itu sedang dalam perjalanan pulang ke Kyoto. Dari percakapan mereka diketahui. "Setidak-tidaknya dia cukup bijaksana dengan mengirim buah dan mengatakan dia berharap kita dapat menikmati persinggahan kita di sini. dan karena itu pula ia mengirimkan Shoda untuk melakukan kunjungan kehormatan ke penginapan. yang waktu itu sudah menyandarkan kepala ke tepi kolam dan menutup mata. Kalau dia tahu namaku Miyamoto." Yoshioka? Musashi mengangkat kepala dan membuka mata. atau cuma mengarang-ngarang?" "Ah.com . kupikir tidak betul. pasti dia keluar dari pintu itu dan kembali seketika dengan pedang. Agaknya Sekishusai pernah punya hubungan dengan Yoshioka Kempo. hal itu mengejutkan ketiga orang lainnya. dulu Osugi menjebakku dengan mandi. justru karena ini Sekishusai tidak membiarkan anak Kempo pergi tanpa menjawab suratnya. Tak sangsi lagi. tentunya dia tidak sebaik yang dikatakan orang. Dia tentu sudah mendengar tentang apa yang terjadi di perguruannya. Yang manakah? "Aku kurang beruntung dengan acara mandi rupanya. Agaknya mereka orang kota. Ada tiga orang sedang berbicara dengan riangnya. "Pertama." "Kalau Yang Dipertuan Yagyu mengirim pegawai untuk menyampaikan penolakan bertanding." "Menurut Shoda. Ia sudah mendengar bahwa Denshichiro sedang mengadakan perjalanan ke Ise sewaktu ia singgah di Perguruan Yoshioka. Tubuh yang tingginya 180-an sentimeter itu menyebabkan air panas melimpah. Sekishusai sudah mengundurkan diri dan tak pernah lagi bertarung. Entah karena apa. Seorang di antaranya langsung menatap Musashi. Berangsur-angsur mereka menyambung kembali percakapan yang terputus." Tapi ketiga orang itu tidak memperhatikannya. seakan-akan ada unsur asing telah menyerobot ke tengah mereka. dia memutuskan untuk tidak ambil risiko".id and dimhad.webng. Yang jauh lebih mungkin adalah ketika dia mendengar anak kedua Keluarga Yoshioka menantangnya. dan sekarang. betul demikian. mereka berhenti bicara. "Siapa namanya—samurai dari Keluarga Yagyu itu?" "Kalau tak salah. karena cara bicaranya halus dan berbau kota. Mengomentari sikap Sekishusai itu.co. mereka mengirim surat pada Keluarga Yagyu. Salah seorang dari mereka tentunya Denshichiro. tanpa pakaian sama sekali. aku bertemu dengan salah seorang Yoshioka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI beruap. dia menyebut nama Shoda Kizaemon. ketika Kempo menjadi guru para shogun. Bagaimana pendapatmu. Kulit punggung mereka putih dan otot-otot mereka lentur. Mereka membasuh diri di luar kolam. pemuda-pemuda kota tersebut mengatakan bahwa Sekishusai "bijaksana". bahwa ia memutuskan untuk "tidak ambil risiko". syauqy_arr@yahoo. begitu tiba. dan bahwa ia tidak 216 thanks to. Musashi masuk ke dalam bak mandi umum itu sambil melenguh nikmat. tapi ketika melihat tubuh Musashi yang berotot. dulu." pikir Musashi sedih.

"Kenapa kamu?" "Anak lelaki Tuan itu. Tetapi yang terjadi pada mereka adalah: selagi mereka mengawasi lautan terbuka luas. memperbaiki segi-segi mereka yang lemah dan semakin kukuh kelebihannya. Di sini. Anakanak muda manja dari Kyoto ini punya kesempatan melihat apa yang terjadi di pusat segala sesuatu dan mengetahui apa yang terjadi di mana-mana. perbedaan itu hanyalah masa lalu. jauh dari pusat politik dan ekonomi negeri. Kadang-kadang ia merasa pepatah itu dapat berlaku sebaliknya. Koyagyu menghasilkan Yagyu Muneyoshi. di tempat lain. mengikat rambut. ada seekor katak yang dengan mantap tumbuh makin lama makin besar dan kuat. yang kegagahannya diakui oleh Ieyasu sendiri. mereka bertiga rasanya tidak memiliki apa pun selain kefasihan bicara. yang tak dapat melihat apa yang terjadi di dunia luar. dan mengguyur badan lagi dengan air panas. dan cucunya Hyogo Toshitoshi yang prestasi-prestasi luar biasanya menyebabkan ia dapat menduduki jabatan yang besar gajinya di bawah Jenderal Kato Kiyomasa dari Higo yang termasyhur. Namun demikian. "Uh. bagus!" Ketiga orang itu selesai mengeringkan diri dan pergi. orang-orang Kyoto itu menyelesaikan mandi." "Memang enak. Di sana ia temukan Kocha yang tampak seperti anak lelaki itu sedang menangis. di dasar sumur yang dalam.id and dimhad. Ditanggalkannya ikat kepalanya. Bagaimana kalau kita panggil gadis-gadis buat menuangkan sake kita?" "Gagasan bagus! Bagus. Itulah pertama kali selama berminggu-minggu ia bermewah-mewah dengan pencuci rambut yang baik. kemudian diambilnya segenggam tanah liat. Musashi mengeringkan badan. Coba lihat. Musashi merasa sedikit kasihan pada mereka. dia pukul saya!" 217 thanks to. Denshichiro dan teman-temannya buta karena keangkuhan sendiri. Gorozaemon dan Toshikatsu. tapi menurut Musashi mereka itu lucu. Dalam hal kemasyhuran dan nama baik. dan kembali ke kamarnya. syauqy_arr@yahoo. ' Bersama dengan berlalunya waktu. Ada juga anak-anak Muneyoshi yang lebih tua. seorang guru besar dalam seni bela diri. membasuh badan sepenuhnya. Tetapi dalam hal kecakapan. yang terkenal di seluruh negeri karena keberaniannya. Keluarga Yagyu belum setara Keluarga Yoshioka. para samurai tegap berpuluh-puluh tahun lamanya menempuh kehidupan pedesaan yang sehat dengan mempertahankan nilai-nilai kuno. Ia pindah ke sudut tempat disalurkannya air ke dalam kamar itu. Mereka rupanya puas sekali dengan diri mereka.com . Sesudah mandi. dan mulailah ia menggosok kulit kepalanya. Berlawanan dengan apa yang sudah ia lihat di Puri Koyagyu dan keadaan penduduk daerah yang membikin iri hati itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mungkin "sebaik yang dikatakan orang". Sementara itu. enak. di Koyagyu.co. Hal itu mengingatkannya pada pepatah katak di dasar sumur. dan anaknya Yang Dipertuan Munenori dari Tajima.webng.

co. Jotaro dan pelayan saling pandang. yang masih juga mendongkol. Jo!" katanya keras. Tak lama kemudian Kocha membawakan makan malam dengan baki. barangkali usaha ini terlalu berlebihan. Walaupun bukan salah seorang daimyo penting. "Kalau aku beradu senjata dengan seseorang. tapi Musashi tidak begitu keberatan." pikir Musashi. Akhirnya anak itu tidak jadi mandi. Di zaman baru yang sedang terbit ini. di Jepang tak ada yang lebih baik bermain pedang daripada yang dipertuan daerah ini. hal itu bisa.id and dimhad. "Ya. "Ini merupakan ujian sejati. Memang tak boleh dia melakukan itu." kata anak itu. Saya tidak bilang begitu. sesudah makin terbiasa dengan Musashi. "Tapi kamu begitu berkeringat. Mereka makan tanpa bicara. tapi saya katakan. Jotaro sudah memprotes. dan aku akan memarahinya. Kuharap kamu memaafkan kami. Yagyu pemilik puri. karena Tuan sudah membunuh berlusin-lusin ronin di Dataran Hannya. "haruslah dengan orang yang kuat. Melihat kedudukannya yang rendah. "Si tolol ini bilang Kakak lemah. dari sudut yang lain. dan seluruh keluarganya mendalami tradisi kelas prajurit." Musashi tertawa. begitu. Tak ada gunanya mengikuti Jalan Pedang jika aku tak punya keberanian mencoba.webng." pikir Musashi yang sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungan." "Saya akan mandi di sungai besok pagi. Kak. sekalipun ia sedang makan nasi. Bahkan ia menyukai watak Jotaro itu. "Oh. Musashi baru akan memakinya." Musashi sadar bahwa kebanyakan orang akan langsung menertawakannya. "Pergi mandi sana!" "Saya tak suka mandi!" "Aku juga tak suka. Anak bandel ini tadi membual bahwa Tuan pemain pedang terbesar di negeri ini." "Kamu bilang!" "Tuan. kemungkinan saja. bohong!" teriak Jotaro marah. merekalah yang mengendarai puncak waktu. lalu dia mulai menampar pipi saya." Anak itu jadi semakin keras kepala.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah. saya tidak bilang Tuan atau yang lain itu lemah.com . Ada manfaatnya membahayakan hidup ini. karena ia punya pikiran seperti itu. Musashi sibuk memikirkan maksud pribadinya untuk menemui Sekishusai. syauqy_arr@yahoo. tapi kemungkinan. sampai bau." kata Musashi bohong. sementara gadis itu menyediakan makanan. Anaknya dinas di istana shogun. untuk melihat apakah aku dapat mengalahkan Yagyu yang bernama besar itu. 218 thanks to." "Itu tak benar. ya.

kemungkinan ia bertabrakan dengan Hideyoshi." demikian ia suka mengatakan. Ia lebih suka tinggal di Yagyu.com . ia ambil bagian dalam beberapa perang besar. demi kepentingannya sendiri tanpa memikirkan kesopanan ataupun ketulusan—atau bahkan membantai sanak saudara sendiri yang mencampuri ambisi pribadi. Sekishusai harus memiliki kekuatan dalam yang tidak dimiliki oleh samurai biasa pada zamannya. Mereka semua cenderung berpihak pada seseorang di suatu hari dan secara tak kenal malu meninggalkannya pada hari berikutnya. maupun permohonan yang berulang-ulang dari Nobunaga dan Hideyoshi untuk menggabungkan diri dengan mereka. Sementara itu. jalan hidup dan terutama sikapnya setelah ia mencapai umur tua menyebabkan orang percaya bahwa ia akan dapat hidup sampai seratus tahun. hak miliknya mungkin dicabut oleh Ieyasu sesudah Pertempuran Sekigahara. ia mungkin menjadi korban Nobunaga. Ia menulikan telinga terhadap desakan shogun Ashikaga Yoshiaki. Pada umur empat puluh tujuh. tetapi untuk dapat tetap tegak dalam zaman yang demikian bergolak. ia mempertahankan penampilan dan tingkah laku samurai berpendidikan baik. Sekishusai pernah mengatakan. "Keluarga Yagyu selamanya berumur panjang. "Aku sudah berbuat sebaikbaiknya dengan berkukuh pada tanah ini." Ini tidak dibesar-besarkan. hampir tak dapat dipercaya bahwa puri kecil ini berhasil tetap tegak secara lengkap. Pada zaman tidak menentu ini. Sungguhpun misalnya Sekishusai tidak dilahirkan dalam keluarga seperti itu. Ketajaman pandangannya yang dikagumi orang banyak itu memang merupakan satu faktor kelebihan. namun ia menolak untuk terlibat dalam pertempuran yang sering terjadi pada pusat-pusat kekuasaan dan intrik itu. Giginya masih lengkap dan matanya tajam luar biasa. Sekiranya ia dulu membantu Yoshiaki. "Aku akan hidup sampai seratus tahun. karena alasan-alasan pribadi ia memutuskan untuk meninggalkan peperangan. 219 thanks to. termasuk pemberontakan Miyoshi dan pertempuran-pertempuran yang menandai bangkit dan jatuhnya Keluarga Matsunaga dan Oda. hingga sekarang ia tak lain dari menyerupai derek megah. Lainnya hidup sampai melebihi enam puluh tahun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 17." Di antara peperangan yang tak terhitung jumlahnya.id and dimhad. Bunga Peoni KEMULIAAN orang tua itu tumbuh bersama berlalunya waktu. dan ia merawat tanahnya yang berpenghasilan lima belas ribu gantang itu demikian rupa hingga nanti ia dapat menyerahkannya pada keturunannya dalam keadaan baik. seperti beruang di dalam gua.co. dan sekiranya ia dulu membantu Nobunaga.webng." demikian sering kali ia meyakinkan semua orang. ketika para pemimpin bangkit dan jatuh begitu cepat. syauqy_arr@yahoo. Semenjak itu belum ada yang dapat mengubah tekadnya. Sekiranya ia menerima perlindungan Hideyoshi. Sekishusai sendiri percaya benar akan hal ini. "Yang mati umur dua puluhan dan tiga puluhan biasanya terbunuh dalam pertempuran. Sekalipun ia hidup hampir dalam bayangan Kyoto dan Osaka.

Dalam ceruk kamar duduknya tergantung sajak yang ditulisnya sendiri. dan cucunya Hyogo yang waktu itu baru berumur enam belas. Bahkan dalam masa pensiunnya pun. Warisan yang dibawa Munenori ke Edo itu lebih dari sekadar kecakapan hebat dalam seni bela diri. ia merasa para pemain pedang itu turun dari langit dan bergabung dengannya di rumah pegunungan yang kecil itu. Dan apa yang dikatakannya itu benar. Sekishusai senang membuka-buka gulungan itu dan memeriksa isinya. Ieyasu tidak hanya membenarkan prajurit tua yang patut dimuliakan itu dalam hal pemilikan tanah. tetapi memintanya menjadi guru dalam seni perang bagi Keluarga Tokugawa. Surat keterangan yang diberikan kepadanya oleh Yang Dipertuan Koizumi untuk membuktikan penguasaannya atas ilmu pedang Gaya Shinkage. Tidak henti-hentinya ia merasa kagum dapat menemukan betapa terampil gurunya memainkan kuas. Di samping gambaran tentang teknik-teknik pedang tersembunyi Gaya Shinkage. semuanya hasil tangan Yang Dipertuan Koizumi sendiri. Gambar-gambar itu menunjukkan orang-orang yang sedang bertarung dan bermain pedang dalam segala posisi dan langkah yang mungkin. Bunyinya: Tak ada padaku cara cerdik Buat menempuh hidup. tetapi ia pun alat untuk mengendalikan diri. Sekishusai menolak kehormatan itu dengan alasan umur. karena ayahnya juga menurunkan pengetahuan taraf tinggi dalam Seni Perang. Munenori. yang sering dinamakan dewa pelindung rumah tangga Yagyu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak dapat berbuat seperti itu. selalu disimpan di sebuah rak kamar Sekishusai bersama empat jilid buku pegangan teknik militer yang dihadiahkan kepadanya oleh Yang Dipertuan. Aku hanya mengandalkan diri Pada Seni perang.co.com . mau tak mau Sekishusai merasa harus menerimanya dan keluar dari keterpencilan tenteram yang berpuluh tahun lamanya itu untuk melakukan kunjungan pertama ke istana shogun. 220 thanks to. Apabila Sekishusai memandang gambar-gambar itu.id and dimhad. Ketika diundang Ieyasu untuk mengunjungi Kyoto. Seni Perang memang alat untuk memerintah rakyat.webng. Itu perlindungan terakhirku." ujar Sekishusai dengan sederhananya. syauqy_arr@yahoo. Ia membawa serta anaknya yang kelima. Ieyasu setuju. buku pegangan itu berisi gambar-gambar ilustrasi. Pada ulang tahun meninggalnya Yang Dipertuan Koizumi. dan minta Munenori ditunjuk menggantikannya. Namun ia belum meninggalkan Seni Perang itu sendiri. Menurut Sekishusai. yang memungkinkan seorang pemimpin memerintah dengan bijaksana. Ini dipelajarinya dari Yang Dipertuan Koizumi. yang berumur dua puluh empat tahun. Sekishusai tak pernah lupa menghaturkan persembahan makanan bagi semua harta milik yang sangat berharga itu.

saya akan melakukan ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Yang Dipertuan Koizumi pertama kali datang ke Puri Koyagyu ketika Sekishusai berumur tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan tahun dan masih meluap-luap ambisi militernya. Yang Dipertuan bersama dua kemenakannya. Itulah permulaan hubungan mereka. Hikida Bungoro dan Suzuki Ihaku waktu itu sedang mengembara mencari ahli seni perang. namun ia senang mendapat teman gadis yang dibawa Shoda Kizaemon untuk bermain suling baginya. Hari kedua terjadi hal yang sama. Dengan ini lahirlah Gaya Yagyu. kemudian katanya. "Oh. dan pada suatu hari ia tiba di Hozoin. dan Anda mesti mencoba mengusahakannya sampai sempurna. Sekalipun ia mencintai hidup mengasingkan diri menurut ajaran Tao. Itulah zaman ketika In'ei sering kali berkunjung ke Puri Koyagyu. Koizumi hanya mengatakan. Ketika Yang Dipertuan Koizumi datang lagi berkunjung. Sekishusai menyambutnya dengan mata jernih tak terusik. Ketika akhirnya mereka berpisah.id and dimhad. dan In'ei pun menyampaikan pada Sekishusai tentang tamu itu. "Jangan. dan akhirnya sampai pada jawaban yang memuaskan dirinya.webng. sopan. gadis itu juga menambahkan sentuhan 221 thanks to. Sejak hari itu Sekishusai meninggalkan pendekatan congkak atas ilmu pedang. Atas desakan kuat Sekishusai. pada hari ketiga Sekishusai memusatkan usahanya pada cara baru. itu tak bisa. Yang Dipertuan Koizumi tinggal di Koyagyu selama enam bulan.com . Pada gilirannya hal itu melahirkan cara hidup damai Sekishusai di umur tuanya." Tanpa berpanjang-panjang lagi ia pun menyerang dan mengalahkan Sekishusai untuk ketiga kalinya. meninjaunya dari segala penjuru. dan menyarankan agar mereka bertanding. Tidak hanya dalam permainan suling ia amat menyenangkan. Anda sudah menemukan kebenaran. Anda masih muda. Karena harga dirinya terluka. karena gadis itu penuh perhatian.co." Kemudian ia memberi Sekishusai sebuah teka-teki Zen: "Apakah artinya main pedang tanpa pedang?" Bertahun-tahun lamanya Sekishusai merenungkannya. akan sia-sia saja. dan mulailah ia bertanding tepat sesuai yang dikatakannya. Sekishusai dan Koizumi melakukan pertandingan tiga hari berturut-turut. Kalau Anda melakukan itu. "Jalan ilmu pedang saya masih belum sempurna. dan tidak pernah mengganggu. Dalam pertandingan pertama Koizumi menyebutkan di mana ia akan menyerang. syauqy_arr@yahoo. Yang Dipertuan Koizumi mengatakan." Kemudian ia menghadiahi Sekishusai surat keterangan dan buku pegangan empat jilid itu. Kemudian diingatnya bahwa pada kesempatan itulah pertama kali ia melihat Seni Perang sejati. Melihat langkah baru itu. Sekishusai tinggal di rumah pegunungan karena ia tidak lagi menyukai puri yang mencolok dengan segala hiasannya yang rumit itu. Yang Dipertuan memperhatikannya dengan saksama sesaat lamanya. dan selama itu Sekishusai belajar sepenuh hati bak seorang yang baru mulai.

Sekishusai bertanya kepada Otsu. aku lebih suka mendengar sajaksajak sederhana tentang alam. ia merasa sangat beruntung." "Sama sekali tidak. "Akan kuajarkan padamu upacara minum teh. Misalnya ia senang sekali ketika gadis itu membuatkannya topi kain kecil seperti yang biasa dipakai tukang teh. "Oh. sama seperti waktu dipetik. Selagi Sekishusai dan Otsu bicara tentang susunan bunga. Soalnya cuma bagaimana menunjukkan semangat sewajarnya-bagaimana membuatnya tampak hidup. Kini hampir sepanjang waktu ia mengenakan topi itu dan sangat menghargainya. Sekali-sekali gadis itu mengatakan hendak pergi dari situ. yang tak terpikirkan oleh orang lain. dan tak pernah aku belajar merangkai bunga atau upacara minum teh dengan pimpinan seorang guru. semua itu cuma soal semangat. Aku tidak menggunakan peraturanmisalnya bagaimana memilih bunga-bunga itu dengan ujung jari atau mencekiknya di leher. seakan-akan tak ada barang yang lebih dari itu di mana pun. "Bisa kau membuat sajak Jepang? Kalau bisa. Aku bukan bangsawan Kyoto." Sebagai gantinya. Man'yoshu memang bagus dan apik." "Cara yang kugunakan untuk bunga sama dengan cara untuk pedang." Otsu tampak terkejut." Otsu merasa orang tua yang cermat ini telah mengajarkan banyak hal yang perlu ia ketahui." demikian katanya. "Bagaimana pendapatmu? Apa susunan bungaku cukup hidup?" Otsu yang berdiri di belakang orang tua itu berkata. "Tolong sampaikan kepada Yang Dipertuan.id and dimhad.webng. tetapi ia selalu memintanya tinggal sedikit lebih lama. dan karena semua itu hanya diawali oleh pertemuan kebetulan saja di jalan raya. tapi hidup di tempat terpencil ini. Otsu tertawa." "Tapi kelihatannya Bapak pernah belajar. Permainan suling gadis itu pun sangat menyenangkan hatinya. ini namanya terbalik. aku baru saja kembali dari menjalankan perintah. "Bapak tentunya pernah belajar keras merangkai bunga. diam-diam Kizaemon datang di pintu masuk rumah pegunungan itu dan memanggil Otsu. bunyi sulingnya yang indah mengalun itu sering kali terdengar sampai ke puri. Mengerti tidak. gadis itu melakukan hal-hal kecil baginya. "Apa betul Bapak menyusun bunga seperti menggunakan pedang?" "Ya." "Kenapa?" 222 thanks to.co. coba ajarkan padaku gaya sajak istana. tapi Kizaemon ragu-ragu. Lihat itu! Bungaku sama sekali tidak mati. Atau.com . Pada malam-malam terang bulan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kemudaan dan kewanitaan yang menyenangkan bagi rumah tangganya." katanya. Otsu keluar dan mempersilakan Kizaemon masuk. Sambil mengatur letak terakhir bunga peoni tunggal yang dimasukkannya dalam jambangan buatan Iga. syauqy_arr@yahoo.

Kizaemon mendapati orang tua itu di kamar teh. kemudian membiarkannya pergi membawa kekalahan. kamu sudah kembali?" tanya Sekishusai. Orang muda itu rupanya menyangka karena dia anak Kempo.co." "Aku benci orang seperti itu. mereka itu cenderung mencoba dan memutar balik segala sesuatu untuk keuntungan sendiri." "Yang ada di Wataya itu Denshichiro. Bagi saya dia memang tidak mengesankan." "Tampaknya anak-anak Yoshioka itu memang tak becus seperti yang dikatakan orang. seperti Tuan perintahkan. Ketika aku pergi ke Kyoto bersama Yang Dipertuan Koizumi. karena itu dia mendesakkan terus tantangannya. Hyogo di Kumamoto. Kelihatannya keluarga itu merosot terus sejak itu. Anak-anak orang terkenal itu biasanya terlalu tinggi menilai dirinya. Kalau kamu hendak mengalahkannya. "Ya. aku heran kalau dia mengesankan. Apa tidak lebih baik Tuan menghadap langsung kepada beliau daripada lewat saya?" "Kukira pendapatmu itu betul. dan tidak ada orang sama sekali di sini?" "Sudah. mengenakan topi kain buatan Otsu.webng. Kalau mungkin. Tuan jauh lebih dekat kepada beliau daripada saya. Mereka juga mengatakan ingin bertemu dengan Tuan dan menyatakan hormat mereka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tuan kan abdi utama di sini. kami bertemu dia dua-tiga kali dan minum sake bersama-sama. tak ada artinya menerima tantangannya. Saya cuma orang luar yang diundang bermain suling.. mereka tetap saja memaksa. mereka akan datang besok. Kalau dia memang ingin sekali datang. Hampir seketika itu juga Otsu kembali untuk mengatakan bahwa Sekishusai minta Kizaemon masuk." "Tidak. berpikir seperti itu saja pun jangan. seorang utusan datang dari penginapan. Dari sudut pandang kita.." "Saya tak tahu apa. "Jadi. tapi di rumah kecil ini kamu orang khusus." "Denshichiro ini rupanya terlalu percaya diri. sampaikan kepada beliau. Sudahlah." "Oh. Ayahnya memang orang yang punya watak. Lagi pula. Isinya. Sudah kukirim orang. "Apa sudah kamu jelaskan bahwa Munenori ada di Edo." Kizaemon senang dengan perubahan yang terjadi di situ. kamu mesti mengerti 223 thanks to. Saya sudah mendatangi mereka dan menyampaikan surat dan buah itu kepada mereka. tak hendak mereka pergi sebelum melihat dojo. barangkali saya sendiri yang akan melayani. "Apa mereka sudah pergi?" "Belum. karena mereka telah datang di Yagyu ini. membawa surat. Ia melihat Otsu sangat disukai tuannya. Begitu saya kembali di sini.id and dimhad.com . syauqy_arr@yahoo." "Lancang benar orang tak tahu adat itu! Kenapa pula mereka begitu mengganggu?" Sekishusai tampak jengkel sekali. menyatakan tak bisa menerima mereka. dia punya hak untuk tidak ditolak masuk sini.

"Selamat datang!" kata Kocha menyambutnya. hubungan mereka dengan Sekishusai jauh lebih bersahabat daripada yang biasa terjadi antara tuan tanah dan para petani. disertai sekuntum bunga peoni seperti yang ia susun dalam jambangan. Otsu turun dan menambatkan kudanya ke pohon di halaman. saya harus pergi ke Wataya." "Kalau begitu. disuruh Tuan. "Berikan ini padanya. dengan sebelah tangan ia memegang surat dan bunga peoni yang sudah sedikit layu. Barangkali keliru mengirim orang lelaki untuk bertemu dengannya. bahkan juga di lapisan masyarakat yang lebih tinggi." Sekishusai cepat menulis sepucuk surat sederhana.com . kamu pergi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahwa dia pasti akan mencoba menghancurkan nama baik kita di Kyoto. Ia dapat mengendarai kuda dengan baik. "Apa saya mesti pergi sekarang?" "Tidak. "Kupikir perempuan lebih baik." Ketika Otsu berkuda. tak ada persoalan. namun perempuan-perempuan kelas atas dan menengah di daerah masih menghargainya.co. Walaupun kerudung sudah tidak model lagi di Kyoto. ya?" "Ya. "Oh. dan menyerahkannya kepada Otsu. Tentang diriku.webng." "Baik. Sesampai di Wataya. Para petani di situ semuanya tahu bahwa seorang perempuan muda yang cantik datang untuk bermain suling bagi tuannya. Tukang kuda yang sedang sibuk bersih-bersih bertanya. Di kandang kuda yang terletak di pekarangan luar puri itu. apa yang hendak kita lakukan?" "Yang terbaik adalah kalau kita mencoba meredakan hatinya dan membuatnya merasa bahwa dia diperlakukan sesuai perlakuan terhadap anak satu keluarga besar. kerudung cokelatnya yang kemerahan mengapung tertiup angin di belakangnya. Memang.id and dimhad. Kuda-kuda yang dulu biasa saya naiki di Mimasaka masih liar. "Mau menginap?" 224 thanks to. Besok pagi saja. atau hampir-hampir liar. Saya suka kuda. karena dalam waktu yang singkat di sana itu Otsu sudah cukup dikenal oleh rakyat setempat. syauqy_arr@yahoo. Otsu meminjam kuda. dan dengan tangan lain mengendalikan kuda dengan terampilnya." "Tak apa-apa?" "Tentu saja tidak. dan katakan kamu datang mewakili aku karena aku sedang pilek. Kekaguman serta rasa hormat kepadanya pun menjalar kepada Otsu. Mari kita lihat apa jawabnya. Para petani dan pekerja di ladang melambaikan tangan kepadanya. tak usah buru-buru." Pagi berikutnya Otsu mengenakan kerudung panjang." kata Otsu." Sambil mengalihkan pandangan kepada Otsu." "Saya temani?" "Tak usah. tapi tak ingin aku membebani Munenori atau Hyogo dengan hal seperti itu. ia melanjutkan. Otsu kemungkinan orang yang tepat untuk itu. seperti surat yang ditulis seorang ahli upacara minum teh.

sambil meletakkan surat dan bunga peoni itu di hadapan Denshichiro. ini suratnya? Ya. Saya kirimkan bunga ini lewat tangan sekuntum bunga pula. Karena Munenori berada di Edo. sampai kemudian ia mengikuti Kocha dan menghilang dari pandangan." Ia membaca gulungan yang tidak lebih dari sekaki panjangnya itu." Dengan wajah amat menyesal mereka meluruskan kimono dan duduk baik-baik. mereka menyangka utusan itu adalah orang yang datang hari sebelumnya." "Saya datang kemari diutus oleh Yang Dipertuan Puri Koyagyu." Dalam waktu singkat selama ditinggalkan Kocha itu. silakan masuk. membuat para tamu yang hendak pergi berbisik-bisik dan menatapnya dengan penuh perhatian. tapi sayang sekali saya sedang sedikit pilek. Ketika disampaikan kepada mereka bahwa seorang utusan telah datang dari puri. Dia masih di sini. maaf. dengan harapan bahwa Anda akan menerima maaf saya. yang waktu itu sibuk mengenakan legging dan sandal serta mengikatkan bawaannya ke punggung. syauqy_arr@yahoo. Saya pikir sekuntum bunga peoni yang putih bersih akan lebih menyenangkan bagi Anda daripada hidung ingusan seorang tua. Denshichiro mendengus jijik dan menggulung surat itu. Melihat Otsu membawa bunga peoni putih. "Menurutmu siapa yang akan dia temui?" Kecantikan Otsu. "Tidak. meskipun ingin minum teh dengan Anda. bukan?" "Silakan tunggu sebentar." kata Otsu sederhana. "Siapa itu?" tanya seorang.. bersimpuh sedikit kaku. Denshichiro dan teman-temannya baru saja bangun. mereka pun terkejut. karena telah mengirimkan salam lewat surat dan bukannya menjumpai Anda sendiri. Otsu telah membikin suasana jadi sedikit hiruk di antara para musafir. Surat ditulis dengan tinta tipis dan menyebarkan sedikit bau teh. Saya sangsi akan memperlihatkan muka. karena malam harinya mereka minum sampai larut. "Silakan masuk.co. Kamarnya berantakan. "Saya persilakan membaca surat ini sekarang juga.id and dimhad. beliau ragu-ragu mengundang Anda datang ke rumah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak. saya baca. beliau juga mengatakan. karena tak ada orang lain di sana kecuali prajurit-prajurit yang tak kenal enaknya teh. dan keelokannya yang anggun dan jarang ditemui orang di pedesaan." "Ah. "Oh. Bunyinya: Maafkan saya. ya. beliau merasa suguhan teh akan 225 thanks to.. saya datang dari Puri Koyagyu membawa surat untuk Yoshioka Denshichiro. Mudah-mudahan Anda dapat tersenyum maklum kepada orang tua ini. Tubuh saya yang sudah sangat tua ini kini berada di luar kehidupan sehari-hari. "Hanya ini?" tanyanya.com .webng.

demikian kesimpulan Otsu. mau.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terasa kasar. kami ingin bertemu dengan beliau. "Aneh! Sampaikan pada beliau.co.” ”Oh. "Anda tak suka ini? Beliau merasa bunga ini akan menggembirakan dalam perjalanan. Begitu sampai di lorong rumah. Tapi beliau sekarang sedang menghabiskan umur tuanya dengan menyendiri. cepat sekali. kami punya peoni sendiri di Kyoto!" Kalau memang demikian perasaannya. Otsu tertawa pelan sendiri. “Apa itu bunga peoni? Saya baru tahu ada yang putih warnanya. lalu ia membelok ke jurusan lain. Karena marah. “Ya. Boleh ambil kalau kamu suka. Dipandangnya lantai hitam mengkilat yang menuju kamar tinggal Musashi. dan kini beliau punya kebiasaan mengungkapkan banyak buah pikirannya dengan istilah-istilah upacara minum teh. "Kalau benar penangkapan saya. dan menyampaikan kepada Anda pula bahwa beliau berharap bertemu dengan Anda pada kesempatan lain nanti. ia bertanya." "Beliau maksudkan ini sebagai tanda mata?" Denshichiro menundukkan mata seakan-akan terhina. Kocha keluar dari kamar Musashi dan berlari mengejarnya." "Beliau mengerti benar soal itu. sehingga bisa menimbulkan tawa di bibir orang-orang ibu kota kekaisaran. Tolong sampaikan pada beliau." "Ha.” “Oh. ha!" ucap Denshichiro seraya memperlihatkan wajah curiga. syauqy_arr@yahoo. menggantungkannya di sadel. kemudian dengan wajah masam ia berkata. karena kami berasal dari keluarga samurai. tentu saja. Sekishusai mengira yang kami inginkan adalah menyaksikan indahnya upacara minum teh. "Yah. 226 thanks to. Terus terang saja.webng. Beliau minta saya menyampaikan maaf kepada Anda. Maksud kami sebenarnya adalah menanyakan secara pribadi kesehatan Sekishusai dan membujuk beliau untuk memberikan pelajaran ilmu pedang pada kami.” “Ya. tak ada gunanya mendesaknya menerima hadiah itu. “Mau pulang?” tanyanya. bahwa kalau kami datang lagi nanti. sudah selesai urusan saya. Beliau mengatakan Anda dapat menggantungkannya di sudut joli Anda.id and dimhad.” kata Kocha sambil mengulurkan tangan." Dan dikembalikannya bunga peoni itu kepada Otsu." Dengan sikap muak yang tampak jelas sekali. ya?” Melihat tangan Otsu. Dengan janji akan menyampaikan pesan itu. seberat kalau ia mesti membuka perban dari luka yang terbuka. tuan-tuan rumah itu hampir tidak melihat kepergian Otsu.com . Ini dari halaman puri. Otsu meninggalkan tempat itu dengan berat. atau kalau Anda naik kuda. kami tak tahu apa-apa tentang teh. beliau tidak memberikan pada kami pilihan lain kecuali menerima. Denshichiro menjawab.

syauqy_arr@yahoo. ia sudah melepaskan bunga itu dan mencucurkan air mata. akan tampak pantas. Minat yang hanya sambil lalu itu telah berubah menjadi pemikiran asyik ketika Kocha kembali. Kepalanya miring terkejut. Lebih baik menyusunnya tanpa berpikir bagaimana jadinya. “Bawa kemari.id and dimhad. peoni putih. dan memasukkan kembali pedang ke dalam sarungnya.” “Baik.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah berpisah dengan Otsu.” “Betul? Kenapa tidak kamu masukkan jambangan di sana itu?” “Saya tak bisa menyusun bunga. Ia tampak tenggelam sepenuhnya di situ. karena dalam sekejap mata Musashi sudah menghunus pedang pendeknya.” “Ini namanya peoni. walaupun belum dapat ia memastikan apa gerangan yang memikat perhatiannya itu.webng.com . Musashi duduk di jendela sambil bertopang dagu. biar kupotong. Musashi memungut potongan batang bunga yang telah diirisnya dan mulai membandingkan ujungnya dengan ujung yang lain. Ia memandang ke arah puri dan berpikir keras tentang tujuannya: bagaimana caranya agar. ia minta maaf dan membelai-belai kepalanya. kilas baja dan bunyi pedang yang mendetak masuk kembali ke dalam sarungnya itu seakan-akan terjadi serentak. memekik keras. pertama. ketika melihat gadis yang kebingungan itu.” “Tuan suka?” “Ya.co. 227 thanks to. bagus ini. memotong pangkal bunga yang ada di antara kedua tangan Kocha.” kata Musashi. “Bunga?” Dan ditunjukkannya bunga peoni itu. Kocha pergi ke petak pembantu dan memperlihatkan bunga itu pada semua orang di sana. Nanti kalau kamu dirikan. “Batangnya terlalu panjang. dan kedua. tapi kurang berhasil. Belum lagi sadar akan apa yang terjadi.” “Tidak. “Hmm. Bagi Kocha. mengalahkannya dengan pedang. Kocha meletakkan jambangan dalam ceruk kamar dan mencoba memasukkan bunga itu ke dalamnya. kamu saja. “Tuan suka bunga?” tanya Kocha ketika masuk. dengan kecewa ia kembali ke kamar Musashi. Akhirnya. saya akan ambil air. Sungguh ajaib.” kata Kocha sambil membawa jambangan itu keluar. Secara kebetulan mata Musashi tertuju pada pangkal batang peoni yang terpapas. Kocha membawa bunga itu dan menyampaikannya kepada Musashi. ia dapat bertemu dengan Sekishusai. Karena tak seorang pun mengaguminya. Tanpa mencoba menghibur gadis yang ketakutan itu. Tuan saja yang menyusun.

Musashi jauh lebih terpesona oleh potongan batang bunga yang delapan inci panjangnya itu daripada oleh bunga di ceruk kamar." "Begini?" "Ya." Sebenarnya Kocha menyukai Musashi. seorang perempuan muda. siapa yang memotong bunga ini?" "Tidak." "Mm. belum tentu Sekishusai setuju bertanding.co. Aku toh sudah memutuskan bersedia menghadapi apa pun. dan hanya hantaman yang sangat mantap saja dapat membuat irisan yang demikian bersih. Ia yakin potongan yang pertama tidak dibuat dengan gunting atau pisau. Pemilik 228 thanks to. waktu kedua ujung potongan itu dibandingkan.com . Kalaupun aku kalah nanti." "Salah seorang samurai itu?" "Tidak. maka potongan itu hanya mungkin dilakukan dengan pedang. Siapa pun yang telah melakukannya. dia yang mengatakan. bukanlah orang biasa. segera ia sadar bahwa potongan yang dilakukannya masih kalah jauh. tapi kilasan pedangnya itu membikin tubuhnya dingin sampai ke tulang sumsum. Ia meninggalkan kamar itu dan tak ingin kembali sampai tugas benarbenar memaksanya." Dan tiba-tiba saja keyakinan dirinya buyar. ia merasa dirinya jadi tambah bersemangat. orangorang Yagyu itu lawan yang layak. Kalau kubelikan kamu kue nanti. maka taraf Keluarga Yagyu tentunya lebih tinggi lagi daripada yang kuduga." Namun selangkah demi selangkah ia pulih kembali dari perasaan itu. termasuk mati." "Maaf aku sudah bikin kamu takut tadi. "Kamu tahu. syauqy_arr@yahoo. "Aku sama sekali belum siap.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Selesai membujuk gadis itu agar tidak menangis lagi. bunga sudah bisa disusun sekarang. Perbedaannya seperti patung Budha hasil ukiran ahli dan patung buatan tukang kebanyakan saja. Bunga ini pemberian orang. Sekalipun ia sendiri baru saja mencoba meniru potongan itu dengan pedangnya. Ia bertanya pada diri sendiri. Lalu kamu pikir bunga itu dari puri?" "Ya. apa gerangan makna yang tersembunyi di situ. Coba masukkan dalam jambangan.webng. ia bertanya.id and dimhad. "Jika seorang samurai yang bekerja di kebun puri dapat melakukan potongan seperti itu. Batang bunga peoni itu lentur dan luwes. aku dapat menjatuhkan diri ke kaki mereka dan menerima kekalahan dengan keanggunan. Tapi bagaimana ia bisa melakukannya? Biarpun seorang siswa sudah datang di ambang pintunya dan memperkenalkan diri baik-baik." "Siapa yang memberi?" "Orang dari puri. bagus itu. mau kamu memaafkan aku? Biar bagaimana." Sementara duduk memanas-manaskan keberaniannya. "Bagaimanapun.

Ia menoleh. Jotaro telanjang bulat." "Sendiri?" "Tidak. sekadar untuk memenuhi keingintahuannya. aku baru dari sana. ia berkata. Otsu sendiri sedang dalam perjalanan pulang ke Puri Koyagyu." "Bukan berenang. Bagaimana kalau kembali lagi dengan saya sekarang?" "Tak bisa sekarang. maka Otsu sengaja menghentikan kudanya. "Kamu!" seru Otsu. Sudah berapa lama kamu di sini?" "Baru kemarin datang. syauqy_arr@yahoo. Memandang wajah Otsu dalam mata pikirannya itu menenangkan semangatnya dan menyejukkan sarafnya. Kamu bilang sedang belajar seni pedang. tapi karena anak-anak di wilayah itu terlampau pemalu untuk menyapa seorang perempuan muda seperti dirinya. kan? Lalu kenapa pakaianmu kamu tanggalkan?" "Mana mungkin saya terjun ke sungai dengan pakaian lengkap?" "Sungai? Tapi air sungai tentunya sedang membeku sekarang." 229 thanks to. karena itu saya ke sungai. kemudian langsung memandang Otsu. walaupun telanjang. dan kelihatan olehnya seorang anak muncul dari rumpun pohon di kaki sebuah batu karang. "Anak kecil yang menangis di jalan raya Yamato itu. keringat saya bau. "Anda kan Kakak yang main suling itu. karena secara tak sadar ia diingatkan oleh bunga itu. Pandangan matanya kembali ke bunga di dalam ceruk kamar. sebelum akhirnya memalingkan muka karena malu. saya mandi. Apa Kakak masih tinggal di sini?" Ia memandang kuda Otsu dengan sikap tak suka. Sekali lagi ia mencoba mencari jalan untuk memperoleh izin masuk puri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI penginapan itu cukup banyak bercerita. dengan guru saya." "Lho. Guru saya bilang.id and dimhad. Tanpa malu.co. ketika tiba-tiba didengarnya pekikan parau di belakangnya. Orang di sini bisa tertawa mendengar orang berenang musim begini. Dan karena Munenori maupun Hyogo tak ada di rumah." "Menangis? Saya tidak menangis!" "Ya sudahlah.com .webng. tak ada lagi yang mesti ditantang kecuali Sekishusai sendiri. Anak itu jelas datang untuk menemui Otsu. betul. Rambutnya basah dan pakaiannya digulung bulat terkepit di ketiaknya." Otsu mendecap. "Di mana kamu tinggal?" "Di Wataya. Aku sedang disuruh." "Sayang sekali Kakak tidak bertemu kami. Mulailah terbentuk di hadapan matanya bayangan seseorang." "O ya.

" "Apa boleh saya datang?" Baru saja Otsu mengucapkan kata-kata itu." Otsu merasa lega. "Apa anak Yoshioka itu memegang bunga itu dan melihatnya?" tanyanya. mereka marah! Bagus! Biar mereka marah. Sekishusai tertawa. "Jadi. ia bertanya. Tak ada gunanya dia ditemui. "Ya. "Apa bunga peoni itu kamu buang?" Otsu menjelaskan bahwa bunga itu telah ia berikan kepada pembantu di penginapan. datanglah ke tempatku di puri sekali-sekali." Dojo Yagyu dapat dengan tepat dilukiskan: megah. kalau begitu pendapat Kakak." "Dia tidak memeriksanya atau mengatakan sesuatu tentangnya?" "Tidak. Tak ada yang bisa mereka perbuat dengan itu. seakan-akan teringat sesuatu. "Sekali lagi! Tadi itu salah sama sekali!" 230 thanks to. Balok kekar yang dipergunakan untuk membangunnya memberikan kesan tak terhancurkan.id and dimhad. Dojo itu terletak di pekarangan luar puri." Sejenak kemudian. tak mau saya ke sana. "Yang enteng! Bukan dengan ujung pedang! Dengan tekad." "Lalu?" "Dia cuma mengembalikannya pada saya.webng. tapi katanya. selamat berpisah!" kata Jotaro dan terus membalik untuk pergi. Ketika dia membaca surat itu. "Jotaro. dan Sekishusai mengangguk setuju. boleh. dengan tekad!" demikian Shoda Kizaemon meraungkan perintah-perintah marah kepada dua pemain pedang yang bercita-cita tinggi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu. Kilau kayu yang terbentuk bertahun-tahun lamanya itu mencerminkan kekerasan orang orang yang telah memperoleh latihan di situ. Keluarga Yoshioka itu boleh dikatakan sudah berakhir dengan matinya Kempo. ia sudah menyayangkannya. ia pergi melapor ke Sekishusai. Senyuman masih tampak pada wajahnya ketika ia mengendarai kudanya melewati gerbang puri. memang sudah benar aku menolak bertemu dengan dia. "Oh. syauqy_arr@yahoo." "Dia tidak melihat batangnya?" "Setahu saya tidak. tapi jangan sampai kamu tampil seperti sekarang ini.co. "Ya. dan dibangun kembali kira-kira waktu Sekishusai berumur empat puluh tahun. Sesudah mengembalikan kudanya ke kandang. Shoda Kizaemon duduk di podium yang ditinggikan sedikit dan mengenakan jubah dalam dan hakama. Bangunan itu pun cukup luas untuk dipakai sebagai barak para samurai di masa perang. katanya. Jadi." "Kalau begitu. Saya tak suka tempat-tempat yang orangnya cerewet.com .

id and dimhad. para pemula tidak diizinkan menggunakan pedang kayu. juga seorang ahli seperti halnya Murata Yozo. senjata disiapkan. mempelajari seni pedang sejak kanakkanak dan dapat menggunakan sebuah senjata yang perkasa. Kebiasaan yang berlaku di sini adalah tidak membiarkan orang meninggalkan tempat sebelum la hampir roboh. namun terus juga beradu. meskipun keuntungan materilnya lebih kecil. dan dijadikan sasaran caci-maki yang tidak sedikit.com . Semua itu ditambahnya dengan beberapa teknik pribadinya sendiri. Yang Dipertuan Echizen telah mencoba membujuk Debuchi untuk bekerja padanya. tidak pernah dipuji. Merobohkan lawan dengan memukul kakinya mendatar diperbolehkan. Kimura Sukekuro. Pelatih kuda Yagyu. Karena itu. kabarnya lawan tangguh Hyogo. Shoda Kizaemon adalah pemain pedang yang sudah jadi dan telah menguasai Gaya Shinkage pada umur sangat muda. dan orang-orang yang kini bekerja pada Yagyu adalah hasil saringan yang sangat cermat. Para pemula diajar sangat keras.co. 231 thanks to. Para pendatang baru jarang bertahan lama. dan kini ia dapat bicara dengan bangga tentang "Gaya Shoda Sejati". seorang pejabat lain yang relative tak penting. Lagi pula. namun kedua orang itu memilih tinggal di Yagyu. "A-o-o-oh!" "Y-a-a-ah!" Di Yagyu. mereka menggunakan tongkat yang dibuat khusus untuk Gaya Shinkage. Sebagai gantinya. Keluarga Yagyu yang kini mencapai puncak peruntungan itu sudah menghasilkan jajaran pemain pedang besar yang kelihatannya tanpa henti. yang sekalipun sudah setengah sadar dan mandi keringat. Tongkat itu berupa kantong kulit panjang tipis yang diisi belahan-belahan bambu. Prajurit biasa dan tukang kuda pun orang-orang yang sudah lanjut dalam mempelajari seni pedang. Debuchi Magobei.webng. Tongkat ini kurang berbahaya dibandingkan dengan pedang kayu. "Ya. namun masih dapat menghilangkan telinga atau mengubah hidung menjadi buah delima. dan keduanya bertemu lagi seperti api dengan api. syauqy_arr@yahoo. Tak perlu disebutkan lagi. dan Keluarga Tokugawa dari Kii telah mencoba memikat Murata pergi dari situ. terus begitu! Terus macam itu! Sama dengan yang tadi!" demikian Kizaemon mendorong para siswanya. Sebetulnya benda itu tongkat kulit tak bergagang dan tak berpelindung tangan. yang walaupun dipekerjakan sebagai penjaga gudang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sasaran cacian Kizaemon itu dua samurai Yagyu. para samurai Yagyu belum diakui sebagai pemain pedang sebelum mereka membuktikan kesanggupannya menempuh cara hidup yang tak kenal ampun. dan tidak ada peraturan yang melarang melabrak orang yang sudah jatuh. rata-rata samurai tahu bahwa bekerja pada Keluarga Yagyu bukanlah sesuatu yang mesti diterima enteng. Tidak ada batasan mengenai bagian tubuh mana yang dapat diserang oleh petarung. Di bawah pengawasan Sekishusai sendiri ia kemudian mempelajari rahasia-rahasia Gaya Yagyu. Langkah langkah diambil.

" "Biar begitu." "Oh. Kukira itulah kira-kira isi surat itu. "Apa itu isi surat ini?" "Ya. kan? Biar begitu." "Kenapa? Apa Tuan tak bisa baca?" Kizaemon mendengus. Nak!" "Ya. 232 thanks to. "Nah. silakan baca. Kizaemon bertanya. "Halo!" seru Jotaro dengan seramah-ramahnya." Mata Jotaro membundar. jadi tak perlu aku membacanya." "Maksudmu. takkan dapat aku melakukan yang lain. kan?" "Silakan Tuan lihat suratnya. dan untuk kepentingan semua pengikut yang akan menempuh Jalan Pedang." "Ini bukan tempat main. "Apa kerjamu dalam puri ini?" tanya Kizaemon tajam.id and dimhad. apa tidak lebih sopan kalau membacanya?" "Murid di tempat ini meruap seperti nyamuk dan belatung." jawab Jotaro sesuai dengan kenyataannya. Saya bawa surat dari guru saya. Tapi aku kasihan padamu. karena aku sudah tahu isinya. Ada papan nama tergantung di bangunan itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei. kamu bawa anak ini kemari atas kehendak dia sendiri? Hei." "Tapi saya datang bukan buat bermain. Sebabnya aku tak perlu membaca surat itu. penulis ingin diizinkan melihat dojo yang sangat indah di sini. "Orang di pintu gerbang yang membawa saya masuk. "Kenapa kamu bawa dia kemari?" "Dia bilang mau bertemu Tuan. Kalau kusediakan waktu buat berlaku sopan pada mereka semua. dia masuk lewat gerbang utama. jangan sampai dikatakan Keluarga Yagyu dengan darah dingin menolak orang-orang yang datang bertamu kepada mereka. Baik? Isinya. Ia rupanya terkejut melihat Jotaro yang berjalan mengikuti samurai. dia murid yang mengembara itu. Tuan. lalu terus ke gerbang tengah yang di sebelah kanannya ada bangunan yang namanya Shin'indo. dia akan sangat berterima kasih mendapat pelajaran di sini. "Betul begitu?" Kemudian kepada pengawal. "Minta kepada penjaga di sana supaya menjelaskan padamu semuanya.webng." "Dari gurumu? Kamu pernah bilang. kalau Tuan bisa baca. anak bandel yang pintar sekali kamu. Kalau murid datang ke rumah ini." Ia berhenti bicara. ingin walaupun hanya sesaat bersenang-senang di bawah bayangan guru terbesar di negeri ini. seakan-akan sudah terlatih mengucapkan pidatonya. kemudian melanjutkan. Pergi kamu dari sini. syauqy_arr@yahoo. karena itu akan kusebutkan padamu apa isi surat itu.com .co. yang di sana itu!" seru Kizaemon pada seorang pengawal yang lewat di luar." "Tak perlu.

Selagi membaca." Jotaro cepat-cepat mengeluarkan batang peoni dari dalam kimononya. Tanpa mengatakan sesuatu." "Kenapa pula tidak? Tuan pejabat paling tinggi dalam Keluarga Yagyu. dan di sana ada tempat untuk menginap semalam-dua malam. saya lupa! Saya mesti menyampaikan ini juga.webng. ia melihat bahwa potongan bunga itu dibuat oleh "orang yang bukan orang biasa". Kizaemon memeriksa kedua ujung batang itu. Wajah dan mulutnya yang merah di balik jenggotnya yang seperti paku itu tampak seperti bagian dalam buah berangan yang sudah pecah. Surat itu menjelaskan bahwa pelayan penginapan telah memberikan kepadanya sekuntum bunga yang katanya berasal dari puri.id and dimhad. Kita harapkan. Surat menyatakan lagi: Sesudah memasukkan bunga itu ke dalam jambangan." Kizaemon melepaskan meterai surat itu. Ia tidak sepenuhnya dapat memahami makna surat Musashi. tapi kalau Tuan tidak berkeberatan menyampaikan kepada saya. la menggelengkan kepala dan mengangkat bahu kanannya sedikit." "Kenapa tidak Tuan lihat surat ini? Mungkin isinya lain sekali dari yang Tuan duga. Persoalan ini bisa saja kelihatan remeh. kan?" "Kamu pintar sekali menggunakan lidahmu. siapakah di antara anggota rumah tangga Tuan yang sudah melakukannya. Sekarang. dan saya merasa harus menemukan orang yang telah melakukan pemotongan itu. yang mesti kamu lakukan adalah memberikan surat itu kepada pengurus di Shin'indo—mengerti?" "Tidak!" kata Jotaro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kalau murid itu minta kepada pengurus di sana. kamu dapat berbuat sama dengan pedangmu. ya. "Apa kamu bawa yang lain disamping surat ini?" "Oh. dan dengan diam ia baca pesan Musashi. "Tidak. "Aku kagum dengan tekadmu untuk tidak membiarkan pesan gurumu tak disampaikan. dia mendapat sedikit uang untuk bantuan dalam perjalanan." "Nah. Wajahnya tampak agak heran. saya 233 thanks to. kalau begitu Tuan lihatlah surat ini. saya merasa mendapatkan suatu semangat khusus darinya." "Coba sini. Selesai membaca ia bertanya." "Untuk apa?" Jotaro pun merasa menyesal telah melangkah demikian jauh. dan ketika ia memeriksa batang bunga itu. Aku akan membacanya. dia bebas untuk beristirahat sebentar. "Coba Tuan dengar!" "Ha?' "Tuan tak boleh menilai orang lain dari penampilannya. syauqy_arr@yahoo.com .co. wajahnya menjadi sunguh-sungguh. Kalau dia pergi. Lalu apa yang akan Tuan lakukan nanti? Apa akan Tuan suruh saya memotong kepala Tuan?" "Tunggu dulu!" Kizaemon tertawa. kamu tak dapat memotong kepalaku. Saya bukan anak pengemis!" "Kuakui kamu punya kecakapan menggunakan kata-kata. kalau kamu besar nanti.

dan rupanya hal ini cukup jelas bagi orang yang matanya memang benar-benar dapat melihat." pikir Kizaemon. namun ia tak dapat membedakan apakah ujung yang satu berlainan dengan ujung yang lain. ketika ia mulai membaca surat Musashi lagi." Namun Debuchi tak hendak melibatkan dirinya seorang. Ingin aku bertemu dengannya." katanya. Hanya itu—tak ada disebutkan bahwa si penulis seorang murid. Guru Tua itu yang memotongnya sendiri." "Kalau apa yang dinyatakan surat itu benar. "Tulisannya memang berwatak. Apa engkau tidak bersama beliau waktu itu.com ." kata Kizaemon." Kata Debuchi. Kimura menyatakan bahwa karena mereka tidak pernah menerima shugyosha. "Surat ini ditandatangani oleh 'Shimmen Musashi'. "Ya.id and dimhad. tapi la terpaksa mengaku tidak melihat beda kedua potongan itu." gumam Murata..webng. "Aneh juga tulisan ini. dan yang lain beliau suruh Otsu bawa ke Yoshioka bersama surat. dan kita dapat juga meminta dia menceritakan peristiwa yang terjadi di Dataran Hannya." kata Kizaemon. namun tak ada alasan 234 thanks to. "dan dia betul-betul dapat menyatakan bahwa batang ini sudah dipotong oleh seorang ahli. "Apa menurutmu Musashi yang sudah membantu para pendeta Hozoin membunuh semua jembel di Dataran Hannya itu? Tentunya dia!" Debuchi dan Murata berganti-ganti mengambil surat itu dan membacanya kembali. "Murata!" panggilnya.co.. "Coba lihat ini. ini satu dari dua bunga yang beliau potong. syauqy_arr@yahoo. "Mari kita perlihatkan kepada Kimura." kata Debuchi. aku ingat." Mereka pergi ke kantor di belakang bangunan itu dan mengajukan soal itu kepada rekan mereka di sana. dan tak ada permintaan untuk bertanding. dan sekali lagi ia memeriksa kedua ujungnya baik-baik.. maka tidak dapat mereka menerimanya sebagai tamu di ruangan praktek." "Nah. tentunya dia mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui. Shoda?" "Tidak. Sekali lagi ia memandang batang peoni itu. Beliau masukkan yang satu ke jambangan di kamar beliau. Debuchi yang kebetulan ada di kamar itu mengatakan. Apa bisa kamu melihat beda antara potongan di kedua ujung batang ini? Apa barangkali yang satu tampak lebih tajam?" Murata Yozo mengamat-amati batang bunga itu. Dengan begitu kita dapat mengecek soal itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI akan sangat berterima kasih kalau Tuan mengirimkan balasannya lewat anak yang membawa surat int. "Kelihatannya dia luar biasa." "Ya. Tiba-tiba ia menengadah dengan mata kaget. yang sementara itu sama kagumnya dengan mereka. melainkan menanyakan pendapat Kimura. "Ini salah satu bunga yang dipotong oleh Yang Dipertuan sendiri kemarin dulu. Tapi aku tidak melihat beliau memotongnya. "Hm. aku memang melihat beliau mengatur bunga.

menyalak sekarang!" Perbuatan itu membuat si anjing marah. dan bunga-bunga azalea liar mulai berkembang." Selagi duduk menulis jawaban. Kim giliran Jotaro yang jadi marah. kemudian merangkum anjing itu dan melemparkannya. Kizaemon menepuk lututnya." sambung Murata. hingga menarik perhatian para pengawal. dan katanya. Jotaro bicara dengan anjing itu dan menarik telinganya supaya maju mendekat. dan Jotaro dengan bingung mencoba melindungi wajahnya dengan kedua belah tangannya. Darah mulai mengalir dari antara jari-jari yang menutup muka Jotaro. Ia mencoba meloloskan diri. Anjing suka dengan permainan itu. "Ayo kita bergulat. Kedengaran seperti pedang itu menghantam karang.co. Jotaro berkata. sambil memegang kedua rahang anjing itu. Suruh dia masuk." Beberapa menit sebelumnya Jotaro memang sudah menguap dan menggerutu. Merasa mendapat teman baru. Jotaro menangkapnya lagi dan melemparkannya dua-tiga kali lagi. "Lamanya mereka itu. Kizaemon berkata. Mereka bisa mengadakan pesta kecil dan bicara tentang seni pedang dan hal-hal lain seperti itu. Sambil melepaskan diri ia gigit tepian kimono Jotaro dan ia tarik sekuat-kuatnya. katanya.webng." desaknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kenapa mereka tak dapat mengundangnya makan atau menikmati sake di Shin'indo. 235 thanks to. anjing itu sudah menyerangnya lagi. "Nah. dan segera kemudian lolongan kesakitan anak itu sudah mengalahkan lolongan si anjing. Sambil mengutuk. Kemudian. "Mari kita kirimkan jawaban sekarang juga. "Kamu kira apa aku ini? Tidak boleh kamu lakukan itu!" serunya. Jotaro menebaskan pedangnya ke kepala anjing.id and dimhad. "Anak itu ada di luar. Belum lagi Jotaro sempat berdiri. Gema salaknya memantulmantul melintasi pegunungan. pesta buat kita juga. syauqy_arr@yahoo.com . dan menjatuhkan Jotaro ke tanah. menggigit obi-nya. dan Yang Dipertuan pasti tidak keberatan kalau beliau mendengar tentangnya. Kemungkinan besar Musashi dengan senang hati datang. Ia menarik pedang kayunya dan mengancamnya ke kepala anjing. Bunga-bunga iris sudah berkembang di sana. Anjing meloncat ke punggung anak itu." Sementara itu." "Jadi. "Saran yang baik sekali. Anjing menganggapnya sungguh-sungguh dan mulai menyalak keras-keras. seekor anjing hitam besar mencium baunya dan datang mengendusnya. tapi anjing itu terus menempelnya.

apa bukan anjing Kishu yang besar hitam itu? Dia memang jahat." kata Jotaro sambil menyerahkan kepada Musashi surat Shoda Kizaemon serta menambahkan beberapa patah kata tentang pertemuannya dengan samurai itu. "Kami masih akan tinggal di sini sebentar. ya?" tanyanya dengan nada kecewa.co. Kocha mengantar Jotaro ke kali dan menyuruhnya membasuh wajahnya. Kamu kan lelaki. Pembalasan Jotaro KEMBALI di penginapan." kata gadis itu mengaku. luka-lukanya mulai berdarah lagi. Kemudian ia pergi mengambil salep dan mengoleskannya ke wajah Jotaro. dia sudah menggigit tukang-tukang rampas sampai mati!" Walaupun hubungan mereka berdua tidak begitu balk. "Tuanmu barangkali akan segera pergi." jawab Jotaro. "Hentikan angguk-angguk itu. dan Jotaro menutup mukanya dengan tangan dan buruburu meninggalkan kamar. "Seekor anjing menyerangku. Tak seorang pun kelihatan. sedang hidungnya tampak seperti buah arbei masak." Musashi membuka surat Kizaemon. Jotaro bersikap sopan. tapi karena ia tidak memberikan penjelasan. "Ini jawaban mereka. Jotaro duduk di depan Musashi dengan wajah puas.id and dimhad. sekian saja. ia pasti kesakitan. dan pipi Kocha jadi manyala. tapi aku suka kamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 18." 236 thanks to. syauqy_arr@yahoo." "Oh. Aku yakin. Beberapa goresan menyilangi muka anak itu. Ia melaporkan sudah melaksanakan tugasnya. dan perbuatan itu lucu kelihatannya. Oh. "Aku ingin kamu bisa tinggal di sini setahun atau dua tahun. Musashi tidak mengajukan pertanyaan. Sesudah gadis itu selesai menolongnya." "Betul?" Bagian-bagian wajah Jotaro yang tidak terkena salep berubah menjadi merah tua. takkan dapat kamu menandinginya. Sementara ia bicara. "Kenapa mukamu itu?" tanyanya. "Aku suka kamu juga. Jotaro membungkukan badan berulang-ulang untuk mengucapkan terima kasih. Tak sangsi lagi. "Ya.com . Kocha memburunya dan memperhatikan goresan-goresan di wajahnya dengan pandangan kuatir.webng. Matahari bersinar lewat kembang persik merah muda. "Cukup sekian saja?" tanyanya. Tapi ia tidak mengatakan apa-apa tentang anjing itu. berusaha meyakinkan Kocha. Terima kasih." "Biar kita banyak berkelahi. biarpun kamu kuat." "Anjing siapa?" "Salah satu anjing di puri." "Tapi aku menghargai sekali jasamu.

ia kembali ke penginapan. Hari berikutnya pun Musashi tetap menyendiri. dan dengan mengangkat kepala sedikit ia mencuri pandang pada tuannya. Sesudah berjalan sebentar. atas pelayanan yang baik. sedang mengucapkan selamat berpisah pada Kocha. dan diberinya Kocha beberapa pukulan keras di pantat. Musashi menoleh mencari Jotaro. seperti wajah orang bijaksana dalam agama KongHu-Cu. Jerami berhamburan menutupi kepala mereka. Sekali." "Jaga diri Tuan baik-baik. Sangat aneh bagi mereka bahwa kedua tamu itu berangkat tepat sebelum matahari tenggelam. kepala penginapan dan dua pelayan lain berbaris mengantar mereka. dan di sana mereka berbaring telentang di atas jerami.id and dimhad. ekspresinya berubah keras. menyembunyikan air matanya. Gigit sekali lagi. Seterusnya hari itu Musashi sedikit sekali bicara dengan orang lain. Kocha bertanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Keduanya lalu masuk gubuk tempat menyimpan makanan kuda.webng. Tanpa peringatan lagi ia menarik tangan Kocha dan menggigit jarinya. menatap langit-langit dengan pemusatan penuh. "Tuan tak akan pulang tidur malam ini?" "Tidak.co. mereka cepat-cepat saling memisahkan diri. 237 thanks to. Ia duduk saja dengan tangan terlipat dan berpikir. dan juru tulis datang membawanya. "Ohh!" "Sakit ya? Maaf. "He. Karena tidak melihat anak itu. Terima kasih. tidak. ketika ayah Kocha datang mencari anaknya. Sorenya Musashi menyuruh anak itu minta kuitansi mereka dan bersiap-siap berangkat. Ketika ditanya apakah ia menghendaki makan malam. dan tak lama kemudian mereka sudah saling peluk. Aku yakin kami sudah banyak mengganggu. geblek." kata Kocha. Di pintu gerbang. tanpa ada maksud lain. Kocha. Ia menutupkan tangannya ke muka. Namun Musashi tidak mengatakan apa-apa. Jotaro terbangun." "Tak apa-apa. Selamat tinggal. terus gigit lagi! Gigit lebih keras!" Jotaro memenuhi permintaannya dan menyentak-nyentak jari-jari gadis itu seperti anak anjing. Sambil berdiri menganggur di sudut kamar. Jotaro ketakutan. di tengah malam. dan rasa hangat menyengat tubuh Jotaro. ia menjawab tidak. Melihat Musashi mendekat. apa yang kalian lakukan ini? Kalian ini masih anak-anak!" Diseretnya mereka keluar pada tengkuknya. syauqy_arr@yahoo. Musashi berbaring di tempat tidur dengan mata terbuka lebar. Tangan mereka bersentuhan. Ngeri melihat pemandangan itu. Kemungkinan gurunya sudah mendengar tentang bagaimana ia main dengan Kocha di dalam gubuk. Anak itu berada di bawah gudang.com ." "Kamu tidak keberatan?" "Tidak.

sikap sopan santun pengawalnya. anak itu tak dapat tidak mencuri pandangnya ke belakang. Lampu-lampu mulai bermunculan dalam lembah itu. Seberkas cahaya tunggal menyorot dari sebuah jendela persegi. kalau dinilai dari kerapian jalan dari gerbang sampai Shin'indo. damai. Jotaro mengikuti dengan murung." "Itu. Tempat itu juga menjadi perpustakaan tanah perdikan tersebut. Itu gerbangnya. Pengawal menyerahkan kepadanya bantalan bundar keras dari jerami." Musashi berhenti dan berdiri di depan gerbang. kedua kakinya dirapatkan. Musashi mendapat kesan itu sekarang. Sambil menyerahkan surat dari Shoda Kizaemon ia berkata. namun Musashi dapat melihat bahwa puri itu menekankan sekali pendidikan." "Apa kita pergi ke puri itu?" "Ya.co." Pengawal itu memang sudah menantinya." kata Kocha. Beberapa waktu kemudian Musashi bertanya. Shin'indo merupakan tempat bagi para pemuda puri untuk mempelajari agama Kong-Hu-Cu.com . yang 238 thanks to. dan seorang pengawal muncul." katanya sambil memberikan isyarat kepada Musashi untuk mengikutinya. Dan segala sesuatu kelihatan terurus baik. kadang-kadang seorang tamu merasa sudah kenal baik dengan tempat itu dan para penghuninya. Walaupun takut kepada mata Musashi. Segala sesuatu dalam puri kelihatan diliputi sejarah. Pada waktu memasuki sebuah rumah untuk pertama kali. di sekitar menara utama. Disamping fungsi-fungsi lainnya. syauqy_arr@yahoo. ketika ia duduk di lantai kayu dalam kamar besar yang ditunjukkan kepadanya oleh pengawal.id and dimhad. Musashi berseru. "Mereka sedang menanti Anda." "Apa kita akan menginap di sana malam ini?" "Tak tahu aku. "Nama saya Musashi. sampai penginapan tidak kelihatan lagi. Musashi berjalan terus tanpa berkatakata dan tidak sekali pun menoleh ke belakang." seru Jotaro sambil berlari ke sisi Musashi. Kamar-kamar di sepanjang lorong yang menuju belakang bangunan itu semuanya didereti rak-rak buku. "Selamat tinggal. Minta tolong disampaikan kepadanya. saya sudah datang. "Apa kita belum sampai?" "Di mana?" "Di gerbang utama Puri Koyagyu. Itu tergantung perkembangan nanti.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Selamat jalan. pohon-pohon besar memperdengarkan bunyi desir.webng. dan saya datang kemari atas undangan Shoda. Sekalipun Keluarga Yagyu termasyhur berkat kecakapan militernya. dan pemberian lampu yang cermat. Di atas benteng yang ditumbuhi lumut.

para pelayan mendatangkan berbaki-baki sake dan penganan.com . "Siapakah Yagyu itu?" tanyanya dengan mata menantang. agak seperti sirup. Pengawal kembali beberapa menit kemudian." Shoda Kizaemon masuk ke kamar bersama Kimura. melainkan karena ia masih terlalu muda untuk dapat menghargai kehalusan rasanya. tapi kami harap Anda kerasan. Di perjalanan. bahkan dari lampu. Sesudah ia duduk tenang." "Maaf. "Selamat datang di Koyagyu. "Kelihatannya Anda biasa juga minum. Itulah semangat juang yang tak terpuaskan. Tapi malam ini aku akan maju selangkah ke depan dan meninggalkan Yagyu di belakang. "tak banyak yang dapat kami suguhkan. Dari bantalan pada tiang itu ia memandang ke sekeliling dengan hati bertanya-tanya. "Memang sudah saya duga!" serunya. Sake di situ merupakan hasil rebusan sendiri." Dengan penuh kehangatan.id and dimhad. Air terdengar berkericik di suatu tempat di halaman. "Potongan itu bagus sekali!" 239 thanks to. dan aku pun pemain pedang. Jotaro ditinggalkan di kamar tunggu pembantu. Sungai agaknya mengalir di bawah bangunan. Debuchi. dari dinding." Musashi menepuk lututnya. saya mendengar bahwa peoni yang Anda tanyakan kemarin dipotong sendiri oleh Yang Dipertuan puri ini." kata Kizaemon. Bau wisteria yang manis itu mengambang di udara. berwarna putih dan lembayung muda. Sesudah diajak. yang lain-lain pun mendorongnya untuk merasa senang dan tidak berkukuh pada upacara. "Dia pemain pedang. dan menawarkan untuk mengisi lagi mangkuknya. Dalam hal ini kami sama. kami membiarkan Anda menanti. Namun jauh di dalam dirinya menindih suatu perasaan gelisah yang tak dapat ditekan. terdengar olehnya bunyi air mengalir di bawah dirinya. Ia merasa sejuk dan santai. tapi tidak begitu lekas mendatangkan akibat kepadanya. sekalipun ia tidak suka benar minuman itu. syauqy_arr@yahoo. Dari cahaya lampu rendah yang bersinar ke halaman ia dapat melihat lilitan tanaman wisteria yang sedang berkembang. dan dihidangkan dalam mangkuk mangkuk besar gaya lama yang tinggi pegangannya. dan mengatakan kepada Musashi bahwa tuan rumah akan segera datang. Sesudah ketiga orang lain memperkenalkan diri." kata Kimura Sukekuro.webng. Musashi pun mau menerima sedikit sake. Musashi menggeser bantal bundar itu ke sebuah sudut dan bersandar pada tiang. yang mengalir dalam nadinya. la kaget mendengar dengkung katak. "Di desa ini. "Omong-omong.co. Sake malam itu cukup lezat. Bukannya ia membenci sake. pekat. Dengkung pertama tahun itu. dan Murata. kemudian meninggalkannya sendiri. Namun tak lama kemudian terasa olehnya bahwa bunyi itu datang dari langit-langit." kata Kizaemon hangat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diterimanya dengan ucapan terima kasih. sekalipun dalam suasana setenang itu.

jangan merendahkan diri. "Dan kami sampai pada kesimpulan bahwa dibutuhkan seorang jenius untuk mengenali jenius yang lain." ulang Kizaemon. Musashi berkata. Ini gedung penting dalam sejarah seni pedang. "Yang ingin saya ketahui adalah. tak salah lagi!" kata Kizaemon." kata Kizaemon. "Begitu. Sikap kekanak-kanakan ini membuat mereka tertawa. dan ekspresi matanya.co. kalau beliau sedang berkunjung. dua-tiga kali ia menyentuh dahi dan pipinya. Debuchi." "Saya bukan merendahkan diri. Tak ada cara lain." Karena belum tahu benar ke mana arah pembicaraan itu. itu artinya kita merasakannya." Sesudah menghirup sake lagi. Tetapi cara Musashi memegang mangkuk sake dan sumpit itu bagaimanapun menunjukkan bahwa ia berpendidikan kampung. "Ah. Kami semua terkesan oleh kemampuan Anda melihatnva." Asap lampu naik. terpaksa Anda sekalian mencabut pedang dan menghadapi saya dalam pertarungan. Tempat yang cocok bagi kami untuk mendengar kuliah dari Anda malam ini. "Kami sendiri tidak melihat ada hal khusus di situ. "apa tidak bisa Anda menceritakannya lebih banyak? Anda tahu gedung Shin'indo ini dibangun dengan sengaja untuk kediaman Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Mereka sudah mengamati fisiknya." katanya.webng. 240 thanks to. mengagumi pembawaannya. wajah Musashi sudah jadi merah tembaga. "Tentang perasaan Anda itu." Karena sadar bahwa memprotes sanjungan itu tak akan dapat meloloskan dirinya." "Ayolah.com ." "Merasa bagaimana?" Keempat siswa senior Keluarga Yagyu itu mencoba menganalisis Musashi sebagai seorang manusia dan sekaligus mengujinya. Dengkung katak terdengar lagi. Musashi berkata. Musashi memutuskan untuk mencebur sekalian. tak ada yang khusus di sini-itu cuma terkaan yang mengena. Baru menghabiskan tiga atau empat mangkuk sake saja. Saya cuma merasa begitu sesudah melihat potongan batang itu. dan Murata hampir bersamaan.id and dimhad. bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa potongan batang lunak dan kecil itu dibuat oleh guru pemain pedang. ke udara malam yang tenang itu. syauqy_arr@yahoo. ya? Betul?" "Ya. sekadar memenangkan waktu. Karena malu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kimura mendekat. Kami berpendapat akan sangat membantu pendidikan kami di masa depan kalau Anda dapat menjelaskannya pada kami. seperti yang akan mereka lakukan juga terhadap orang asing lain. "Betul-betul tak ada cara lain untuk menjelaskannya. dan ini membuat mereka cenderung mengguruinya. sehitam tinta cumi-cumi. Kalau Anda sekalian menghendaki saya memperlihatkan apa yang saya maksudkan itu. "Kalau kita merasakan sesuatu.

Mendengar itu. bertekuk lutut. dan Kimura telah ambil bagian dalam pertempuran berdarah itu. Namun demikian. ia sadar bahwa waktu berlalu dengan cepat. Silakan terus tanpa saya. yang tertua di antara mereka. tentang peristiwa-peristiwa di provinsi-provinsi lain. Tak seorang pun dari keempat orang itu mau kena provokasi untuk melakukan sesuatu yang kurang pikir. cerita-cerita mereka terdengar bagai kebenaran yang pahit. kalau berasal hanya dari seekor anjing saja. sudah pergi. saling pandang dan tertawa. tentang Pertempuran Sekigahara. kemudian tentang Zen.co. "Lebih baik saya lihat. Kedengarannya terlalu keras dan mengerikan. "Bagaimana aku bisa bertemu dengannya?" pikir Musashi. dan untuk sejarah. Ia tak dapat menerima kalau ia harus meninggalkan tempat itu tanpa melaksanakan maksudnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kizaemon dan Debuchi." Taro anjing yang bermasalah dengan Jotaro. Tapi barangkali ini penting. ia menghendaki bintang kemenangan yang cemerlang. Saya pikir ada yang tak beres. Maafkan saya. katanya. bapak agung seni perang yang disebut "naga kuno" itu. Tak bisa dibantah bahwa salak anjing yang sepertinya datang dari lingkaran kedua puri itu sangat mengerikan. kemudian ketika masuk kamar kembali. Untuk memperoleh mahkota. dan dalam hati ia tahu. sedangkan Musashi merasa sangat terpesona mendengarkannya. Dengan pedangnya sendiri ia ingin membuat Sekishusai. Debuchi. pernyataannya tentang keharusan mengujinya tidak dapat disangkal lagi merupakan tantangan." 241 thanks to. Bagi Musashi. Tanpa menanggapi tantangan itu. "Taro menyalakbiasanya tidak begitu salaknya. Haruskah ia menyodok salah seorang dari tuan rumah itu supaya naik darah? Itu sukar kalau ia sendiri tidak sedang marah. kalau malam ini ia tidak bertemu dengan Sekishusai. Semakin lama semakin jelas baginya bahwa ia mungkin terpaksa harus menggunakan akal licik. Maka akhirnya Musashi pun nekat. tiba-tiba jalan peristiwa membelok tak terduga-duga.com . Tuan rumah tampaknya sangat menikmati percakapan itu. pesta ini terganggu. yaitu gerst campur nasi. Musashi. ia ingin orang mengetahui bahwa Musashi pernah berkunjung ke tempat itu. dan sudah meninggalkan tanda pada Keluarga Yagyu. Kizaemon.id and dimhad. dan mereka memang menganggapnya demikian. karena itu dengan sengaja ia beberapa kali mengatakan tidak sependapat dengan apa yang mereka katakan. Murata keluar ke beranda. syauqy_arr@yahoo. yang dalam pertempuran berdarah itu berada di pihak lawan. Shoda dan Debuchi memilih tertawa. ia tak akan bertemu dengannya untuk selamanya. Kizaemon mengatakan sudah waktunya menghidangkan makanan terakhir. dan bicara dengan cara kasar dan kurang ajar. Sake pun diundurkan. Debuchi berkata. Sekalipun Musashi berbicara tenang. mereka berbicara tentang pedang.webng. "Kalian dengar?" tanya Kimura. Apakah mereka sudah mengenalinya sepenuhnya? Baru saja ia memikirkan hal itu.

dan bahunya naik-turun akibat napasnya yang berat. Di sampingnya terbaring Taro. Di samping Murata. syauqy_arr@yahoo." kata seseorang sedih. giginya menyeringai. Apa Jotaro. Murata dan Kimura minta mengundurkan diri juga dan dengan sopan minta maaf kepada Musashi. Kizaemon berkomat-kamit dan memandang Musashi. membentuk lingkaran hitam. semuanya berbicara dan berteriak-teriak. dan Kimura. Seorang samurai mendekati Jotaro dan pekiknya. tapi Musashi menghentikannya.webng. 242 thanks to.com . kakinya terjulur. tapi dapat dielakkan Jotaro. saya tahu apa yang sudah terjadi." Tak lagi dapat menahan diri. Sesudah mencari-cari. "Ya. Ia rupanya berusaha memberikan peringatan tentang adanya bahaya. Boleh saya pergi bersama Anda?" "Tentu. Musashi menunjukkan wajah prihatin." kata Musashi. Jotaro ada di sana. anak yang datang dengan saya itu. "Saya pikir. katanya. Sambil menoleh pada Kizaemon. seolah-olah sedang menghitung gema suara yang tak wajar. "Saya tak bisa mengerti. dia dibunuh. Kalau salah satu anjing puri berbuat demikian. ada sejumlah prajurit biasa dan pengawal." Ia berangkat. Masih ada prajurit-prajurit rusak yang suka melongok-longok untuk memuaskan ambisinya sendiri. ia berkata. Ia terus menatap cahaya lampu kecil yang tak menyenangkan. Salak anjing itu jadi semakin mendesak. Kizaemon tampak sangat terganggu. Memang kedamaian yang dinikmati negeri itu belumlah mantap sehingga seorang daimyo dapat mengendurkan kewaspadaannya terhadap tanah-tanah perdikan yang berdekatan. Dari pinggir luar lingkaran itu Musashi mengintip ke tempat terbuka di tengah. masih di kamar tunggu?" Mereka pun menujukan pertanyaan itu kepada samurai muda di depan Shin'indo. samurai mengatakan bahwa anak itu tak ditemukan di mana pun. "Tunggu.id and dimhad. giginya mengatup erat. "Mati dia.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Baru saja ia pergi." Sekitar tiga ratus meter dari dojo telah berkumpul sejumlah orang. hampir merupakan tanda pasti bahwa sedang terjadi sesuatu yang tak menguntungkan. Tepat seperti yang ditakutkannya. "Ini anjing Yang Dipertuan. Kizaemon pun bangkit. Akhirnya terdengar raungan panjang dan sedih. juga mata-mata yang bergelandangan mencari sasaran empuk dan mudah dijadikan mangsa. Darah mengucur dari mulutnya. Matanya yang tak melihat lagi memantulkan cahaya obor. Debuchi. berlumuran darah dan tampak seperti anak setan tangannya memegang pedang kayu. dan beberapa obor dinyalakan. "Bajingan kecil kamu! Apa yang kau lakukan? Kau yang membunuh anjing ini?" Orang itu mengangkat tangannya dan menampar dengan berang.co. Maka hatinya pun serasa terbang.

Keempat orang yang belum lama sebelumnya menjamu Musashi itu tampak sedih. Kali ini Jotaro tidak menghindar pada waktunya. Bukan hanya itu.id and dimhad. dan menyatakan bahwa ia wajib menghukum pembunuh anjing itu. karena luka yang kelihatan adalah aib besar bagi seorang samurai. Untuk membela harga diri. "Apa pula ini?" jeritnya. Kenapa saya dihukum? Orang dewasa mesti tahu. "Tutup mulutmu yang kurang ajar itu!" raung perawat anjing. Pembantaian binatang itu sudah pasti akan diperiksa dengan tuntas. "Aku tak peduli. "Ya. Ia telah bertahan dan bertekad tidak akan mundur. Sekarang datang giliranmu! Berdiri kamu. penjahat kecil. Jotaro mengangkat tangan meraba lukanya. "Tutup mulut!" serunya sambil melayangkan tinjunya ke kepala Jotaro. saya yang melakukan!" "Kamu mengaku?" "Ada sebabnya!" "Ha!" "Saya cuma membalas dendam. Pukulan mendarat di sekitar telinganya. "Kamu membunuh anjing itu. ia cuma membela kehormatannya dan membahayakan hidupnya dalam melakukan hal itu.com . Orang banyak mengangguk diam sebagai pernyataan setuju. Nak! Menyalak seperti anjing!" perawat anjing itu berteriak. biar kamu anak kecil. itu tidak betul!" Menurut pandangan Jotaro. Kemudian ia ambil tongkat kayu ek dan ia hantamkan kuat-kuat ke tubuh anak itu. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil membidangkan bahunya. kan? Dan memang itu yang akan kulakukan. memandang orang banyak untuk meminta persetujuan." "Saya cuma membalas apa yang sudah dia perbuat. supaya dapat aku membunuhmu! Menyalaklah! Gigit aku!" 243 thanks to. "Kamu sudah membunuh anjing Tuan. Lalu ia ayunkan Jotaro berputar-putar pada kerahnya dan dengan pandangan muram ia jatuhkan Jotaro ke tanah. dan Munenori merawatnya sendiri. tapi mereka tidak mengatakan apa-apa. Memang. anjing betina milik Yang Dipertuan Yorinori dari Kishu yang sangat disayanginya.webng. Dan semuanya marah.co. Jadi. Yang berhadapan dengan Jotaro itu seorang dari kedua samurai tersebut. Yang Dipertuan Yorinori secara pribadi memberikan anak anjing itu kepada Munenori. dan nasib dua orang samurai yang telah dibayar untuk mengurus anjing itu sekarang dalam bahaya. kamu sudah cukup besar untuk dapat membedakan anjing dan manusia. "Menyalaklah." "Apa?" Semua orang heran mendengar jawaban Jotaro. kamu tidak keberatan kalau aku memukul kamu juga sampai mati. Jotaro berseru menantang. ia keturunan ras dari Raiko. Taro binatang kesayangan Yang Dipertuan Munenori dari Tajima. tidak ada pilihan lain kecuali membunuh anjing itu. bagaimanapun ia mengharapkan dipuji atas perbuatannya yang berani itu. Macam apa pula itu—membalas dendam kepada binatang yang bodoh!" Ia mencengkeram kerah Jotaro.

"Baik. Orang kedua menderap ke tengah lingkaran dan sudah hendak memyerang Jotaro dari belakang. matilah kamu!" pekik perawat anjing mengamuk. "Pengecut!" pekiknya kepada orang kedua itu. Apabila seorang dewasa marah. "Bunuh aku!" jeritnya. tangannya dilipatkan dan wajahnya tidak mengungkapkan sesuatu. seolah-olah penopang yang mengganjalnya tiba- 244 thanks to. Bunyi berderak tajam bergema di telinga orang-orang yang berdiri menonton. Dengan anggapan bahwa hidup itu berharga. Anda mesti memeriksa saya juga. setan kecil!" Ia mencengkeram obi Jotaro dengan kedua tangan. Sambil menoleh kepada perawat anjing yang waktu itu kembali menggenggam tongkatnya.co. Nah. ia mengatakan. Orang banyak pun menggagap kaget dan mundur selangkah. sedangkan si perawat anjing dengan sia-sia mengayun-ayunkan tongkatnya. dan saya pikir Anda keliru menindaknya." Dengan nada berapi-api.com . Apa orang itu sudah gila? Siapa pernah mendengar ada orang menggunakan manusia sebagai senjata pelawan manusia lain? Perawat anjing memandang bengong ketika Jotaro melayang di udara dan membentur dadanya. "Dan sekarang giliranmu. Tanpa senjata ia menutup mata dan secara membuta menyerang tubuh bagian depan musuh itu dan menguncikan gigi ke obi-nya. namun pada waktu itu muncullah tongkat kayu ek lain. Air mukanya tidak meninggalkan ciri peri air. sering ia menyesal di kemudian hari. perawat anjing menjawab. syauqy_arr@yahoo. "Saya sudah melihat semua ini dari permulaan. tapi apabila kemarahan anak-anak sudah bangkit. ia angkat anak itu ke atas kepala dan ia biarkan terus di sana. Musashi tetap diam. Sebuah tongkat kayu ek dan dua kaki itu membentuk sebuah relung di udara. bunuh aku!" "Nah. ia mencakar selangkangan si perawat anjing dengan kukunya. Orang itu langsung rebah ke belakang. ini anaknya!" Ia melemparkan Jotaro langsung kepada orang itu. Tanpa pikir lagi ia menangkis pukulan perawat anjing itu. dan pedang kayu Jotaro terbang ke udara. ibunya sendiri yang melahirkannya ke dunia pun tak dapat menenteramkannya. Ia pun memukul. dan dalam sekejap ia sudah menerobos dinding manusia yang kokoh itu dan meloncat ke tengah medan. Musashi memekik.id and dimhad. "Ayo. tapi lolongan yang keluar dari tenggorokannya terdengar sangat liar mengerikan. dan kalau Anda mau memeriksa dia. Musashi bertindak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro mengatupkan giginya erat-erat.webng. dan ekspresi wajahnya pun tetap saja ekspresi kanak-kanak. Tangannya turun. Pukulannya bisa membunuh anak itu jika mengena. Kami periksa kalian berdua!" "Bagus! Kami berdua akan menghadapi Anda. tapi pukulan itu tidak mengena. Anak ini pembantu saya. dan mendarat jadi onggokan sekitar empat meter jauhnya. kemudian menopang dirinya dengan sebelah tangan dan berjuang menegakkan diri sambil memegang pedang kayunya.

Kami siap menghadapi kalian.com . "Tunggu!" Itulah suara Kizaemon. dengan mata menatap tajam kepada Musashi. dan berguling seperti bola ke tempat yang jauhnya dua puluh atau tiga puluh kaki dari situ. dan langsung muntah darah. 245 thanks to. kalian semua!" Mereka menatapnya dengan saksama ketika ia mengambil pedang kayu Jotaro dan menghadapi mereka dengan wajah memberengut menakutkan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tiba diambil. dan berangsur-angsur mereka pun mengitari orang banyak itu.webng. Tetapi sikap Musashi mencegah terjadinya hal itu. Orang banyak itu sudah menggelegak darahnya. hai. "Dengarkan dia itu! Dia orang di luar hukum!" "Dia mata-mata! Ikat dia!" "Tidak. melainkan menantang mereka! Kalau pada waktu itu Musashi minta maaf untuk Jotaro dan bicara membelanya. apakah kepalanya yang telah membentur batu karang." kata Musashi. samurai-samurai lain mulai memaki-maki Musashi. atau tulang iganya yang patah. Orang sinting macam apakah yang telah mereka undang datang ke puri itu? Mereka menyesal bahwa Musashi tidak berakal sehat. "Kejahatan anak ini adalah kejahatan tuannya." Jadi. Tapi pertama-tama. tapi ia menghantam tanah diiringi suara lolongan. izinkan saya mengatakan ini: kami tidak bermaksud membiarkan diri kami dibunuh seperti anjing. dan beberapa orang menyarankan untuk membunuhnya seketika itu juga dan di tempat itu juga. ia bukannya mengakui kejahatannya dan menerima hukuman.id and dimhad. kini ditambah lagi dengan tantangan Musashi. Dan kami berdua siap membayarnya. kalau sekiranya ia mau sedikit saja berusaha meredakan perasaan para samurai Yagyu yang sedang kacau itu. dan Murata semuanya mengerutkan kening. yang bersama Debuchi dan Murata berusaha mengendalikan orang banyak itu.co. potong saja dia!" "Jangan biarkan dia lari!" Untuk sesaat lamanya tampak seolah Musashi dan Jotaro yang sudah kembali ke sisinya itu akan ditelan oleh lautan pedang. tak habis-habis heran mereka. Shoda. Kebanyakan mereka sudah tidak sadar bahwa Musashi tamu yang diundang. syauqy_arr@yahoo. "Siapa pula ronin gila ini?" Perkelahian kini tidak lagi hanya melibatkan perawat anjing. maka seluruh kejadian itu akan berlalu dengan damai. Debuchi. berjungkir balik di udara. "dengarkan. Kimura. Ia rupanya sudah bertekad menciptakan gangguan yang lebih besar lagi. Sukar dikatakan. "Nah. tetapi saat itu juga terdengar teriakan berwibawa. Jotaro melentingkan diri dari dada orang itu. "Kalian lihat?" pekik satu orang.

sekarang kami akan menanti. Nadanya tenang. biarpun misalnya ia memiliki sayap. Mereka tidak berkonsultasi dengan Sekishusai. tetapi maknanya jelas seperti kristal.webng. Tetapi Musashi punya pikiran lain." kata Kizaemon. katanya. sementara Anda menyiapkan diri melakukan harakiri. Anda dapat membuktikan bahwa Anda seorang samurai sejati!" Itu merupakan pemecahan ideal kiranya. meninggalkan keempat orang yang telah menjamu Musashi di Shin'indo itu. tetapi ke arah yang dipilihnya sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Orang itu rupanya sudah merencanakan semua ini. Ia berdiri diam sambil menopangkan tangan ke bahu Jotaro.com . tidak untuk waktu lama. Sekarang tenanglah. tapi saya kira rencana itu tidak berhasil. "Kami sudah mencoba memperlakukan Anda dengan pantas. tapi tidak sepenting hidup manusia." Sementara mereka berempat mengepung Musashi. dan pulanglah. "Musashi. "Jalan!" perintahnya. itu keterlaluan! Saya tidak bermaksud untuk mati. Anda mungkin seorang bajingan. Kita sudah berpesta bersama dalam suasana bersahabat. "Musashi!" panggil Debuchi sambil mencabut sedikit pedangnya dari sarungnya. dan kalian terluka atau terbunuh. Anjing itu memang penting. "Kalau kalian membiarkan dia menyesatkan kalian. tidak akan dapat ia meloloskan diri. "maaf terpaksa saya sampaikan kepada Anda bahwa rencana Anda telah gagal. tetapi persoalan orang di luar hukum dengan para hakimnya. Musashi sadar bahwa tak ada di antara mereka yang bukan ahli pedang. "Tak ada gunanya bicara lagi!" Ia pergi ke belakang Musashi dan mendorongnya." Kimura menyela. seluruh kejadian akan dikubur bersama badan Musashi. tapi Anda justru mengambil keuntungan dari kami. Sekarang persoalannya bukanlah tamu dengan tuan rumah. syauqy_arr@yahoo." kata Kizaemon. kalau nanti kami mengambil tindakan. tapi Anda sudah memperlihatkan keberanian luar biasa dengan datang di puri ini hanya berteman anak itu. Yang pantas untuk Anda adalah bunuh diri. "Baiklah. "Jalan ke mana?" "Ke sel!" Musashi mengangguk dan mulai berjalan. Dalam keadaan terkepung demikian. Yakinlah bahwa tak ada hal buruk akan menimpa kalian. "Anda gagal. 246 thanks to." Dan bahunya pun berguncang karena tertawa. Kalau Anda siap. langsung menuju menara utama." kata Debuchi. Kami berempat akan mengambil alih tanggung jawab ini." Dengan enggan orang-orang itu bubar. Saya kira ada orang yang menugaskan Anda memata-matai Puri Koyagyu ini atau sekadar menimbulkan kerusuhan.co. kita terpaksa mempertanggungjawabkannya kepada Yang Dipertuan.id and dimhad. dan jika Musashi mati sekarang. "Anda mengira saya akan membunuh diri sendiri? Oh.

Ia menunduk memandang Jotaro yang masih bergayut di sisinya. dan tak pernah memberikan pelajaran kepada murid prajurit?" "Betul. Musashi menengadah ke langit. Tanah di sekitar pohon-pohon pinus itu ditimbuni pasir putih yang digaruk baik-baik.id and dimhad. tapi Musashi tak beranjak. Disuruhnya Jotaro pergi duduk di bawah pohon pinus di halaman.co. Kizaemon dan Debuchi mengambil posisi di kedua sisi Musashi dan mencoba menariknya ke belakang dengan menarik lengannya. barangkali dia menolak meninggalkan istirahatnya. kalau sudah bertemu dengan beliau?" tanya Kizaemon. sebagai gantinya aku menantang seluruh puri ini untuk bertempur." "Apa?" Tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa pemuda tak waras itu punya maksud yang demikian tak masuk akal. dan tubuhnya membengkak karena gembira. Terdengar bunyi mengepak ketika seekor rajawali terbang ke arah mereka dari balik awan hitam 247 thanks to. "Apa pula ini? Mau ke mana kamu?" "Mau bertemu Yagyu Sekishusai. Kenangan tentang keberanian gurunya di Dataran Hannya datang kembali padanya. Balik!" "Tidak!" teriak Musashi. tetapi temannya yang lebih senior." "Kalau begitu." "Kalau itu yang kauinginkan. kenapa kau tidak minta?" "Bukankah Sekishusai tak pernah bertemu dengan siapa pun. "Dan apa yang akan kaulakukan. Karena itu.com . apa lagi yang bisa kuperbuat selain menantangnya? Memang aku sadar bahwa kalaupun aku menantangnya. "Ayo!" "Aku tak akan pergi!" "Kau mau melawan?" "Betul!" Kimura kehilangan kesabaran dan mulai menarik pedangnya. di depan menara utama.webng. syauqy_arr@yahoo. Ia bertanya-tanya dalam hati. Jotaro melejit dari bawah lengan kimono Musashi dan bersembunyi di balik pohon.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ke mana jalanmu ini?" teriak Kimura sambil melompat ke depan Musashi dan merentangkan tangan untuk menghalanginya. Kizaemon dan Debuchi. memerintahkannya untuk menahan diri. Sel ada di belakangmu. apakah yang hendak diperbuat Musashi. "Ini bukan jalan ke sel. "Aku seorang pemuda. Salah satu tujuanku dalam hidup ini adalah menerima pelajaran dari guru Gaya Yagyu." "Bertempur?" kata keempat orang itu bersama-sama. dan aku sedang belajar seni perang. Dengan lengan masih dipegang oleh Kizaemon dan Debuchi.

Saar itu juga terdengar pekikan. dalam kediaman penuh ketegangan. Di sana mereka berdiri. Pedang tidak menyentuh apa pun kecuali udara dan pasir. tetapi bagi Musashi kata itu cukup memadai untuk mengungkapkan pengertiannya mengenai apa yang bakal terjadi.id and dimhad. Seperti kain kafan raksasa. Debuchi.com . dan pada saat jatuhnya tebasan itu ia menjadi jauh lebih dekat kepada Kimura daripada yang diduga oleh Kimura. Bagi keempat pegawai itu. "Bagus! Tak ada yang lebih kusukai daripada pertempuran! Tak dapat aku menyuguhkan dentam genderang atau dengung gong. "Biar aku yang membereskannya!" Saat itu juga Kizaemon dan Debuchi menolakkan Musashi ke depan. saling tatap penuh ancaman. Karena sadar bahwa Kimura menaksir jarak untuk dapat menebas dengan efektif.webng. Tekad Musashi dalam hal ini kelihatan dengan jelas dari teguhnya tumitnya menghunjam ke bumi. biarpun sedikit. Yang dimaksudkan olehnya adalah perang total. mengangkat siku ke depan wajahnya. Musashi terhuyung empat atau lima langkah ke arah Kimura. dan sambil menarik napas cepat ia menebaskan pedang ke arah sosok Musashi yang sedang terhuyung-huyung.co. "Oh. Shoda." kata Kizaemon pelan. tapi kemudian ia mengendalikan diri dan berusaha bersabar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang menyelimuti Gunung Kasagi. melainkan dari Jotaro yang waktu itu meloncat keluar dari tempatnya di belakang pohon pinus. Sambil menendang sandal jeraminya ke udara dan menyingsingkan hakama-nya ia berkata. bukan dari Musashi. Pertempuran sekarang ini sederhana saja." Kimura-lah yang pertama kali tadi menyarankan agar mereka menghukum Musashi. kata "bertempur" terdengar begitu melodramatis hingga patut ditertawakan. Keempat orang itu merenungi wajah Musashi dan sekali lagi bertanya tanya. apakah Musashi masih memiliki akal sehat. Satu orang lawan satu puri. Tekad baja inilah yang membuat kata "bertempur" itu wajar diucapkan bibirnya. dorong dia kemari. maka Musashi dengan sengaja menambah kecepatan langkahnya yang terhuyung itu. Segengggam pasir yang dilemparkannya itulah sumber dari bunyi aneh itu. tapi hakikatnya sama saja. syauqy_arr@yahoo. Terdengar bunyi serupa bunyi pasir yang aneh ketika pedang itu mendesah di udara. Pertempuran antara dua tentara bisa saja lain bentuknya. sebelum ia meluncur dengan ributnya dan turun ke atap gudang beras. 248 thanks to. Akhirnya Kimura menerima tantangan itu. tapi aku dapat menyuguhkan perkelahian. Kimura undur selangkah. dipisahkan oleh jarak tiga atau empat langkah. Yang dibicarakannya bukan hanya pertandingan pedang yang harus diselesaikan dengan keterampilan teknik semata-mata. di mana kedua pihak yang berperang memusatkan segenap jiwa dan kecakapannya dan nasib mereka ditentukan. ini pantas untuk ditonton. "Ayo dorong!" desaknya. bayangan burung itu menutupi bintang bintang dari pandangan mata. Sekarang ia sudah kehilangan kesabaran. Kedua pihak dengan cepat melompat mundur.

Pada saat-saat seperti itu. Jotaro sudah menghilang. kegelapan sekitar Kimura seperti goyah. tangannya memegang gagang pedang. Inikah bunga seroja yang menyala. Segera kemudian jelaslah bahwa ia bernapas lebih cepat dan lebih gelisah daripada Musashi. Secara serentak mereka bertiga mengepung Musashi. Darahnya terasa seperti mau meletus dari setiap poriporinya. Pekik pertempuran itu tidak hanya keluar dari mulutnya. syauqy_arr@yahoo. Musashi sama diamnya.co. seperti dikatakan oleh orang-orang Budha? Yaitu panas yang teramat sangat bergabung dengan dingin yang teramat sangat. Ia yakin Kizaemon dan Murata pun mengerti hal ini. Dan apa yang mereka lihat sampai sedemikian jauh. Pada detik yang sama. Angin bersiul turun dari puncak Gunung Kasagi.webng. sintesa nyala api dan air? Tak ada lagi pasir dihamburkan ke udara. namun sukar dilukiskan. Pemecahan terbaik adalah melepaskan diri mereka dari si penyerbu yang aneh dan tak punya keseimbangan ini secepat mungkin dan mencegah agar diri mereka tidak mendapat luka secara sia-sia. tapi keduanya mengambil posisi baru dan menyiapkan langkah bertahan. Di sini tidak diperlukan tukar kata. tapi kepalanya sendiri sedingin es. Tapi sebelum salah satu pihak bergerak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Debuchi dan Murata tidak berada dalam wilayah pertempuran. Satu lawan empat. Namun Musashi merasa tidak berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. Ia sadar terjadinya pembengkakan pada urat-urat nadinya. Caranya mengelak dan menyusun kembali posisi sudah meyakinkan mereka bahwa ia lawan setanding Kimura. kata orang pikiran tentang mati akan mendesakkan diri ke dalam otak. Hasil pertarungan antara Musashi dan Kimura kini boleh dikatakan telah ditentukan. Dari arah keempat lawannya yang tersusun di kedua sisinya. dan pekik mengguntur memenuhi ruangan kosong. Bunyi gerutu pelan yang hampir tak terdengar dikeluarkan oleh Debuchi. sedangkan dentang-dentang lonceng kuil yang tiba-tiba terdengar menggemakannya ke segala penjuru. bahu kanan maju ke depan dan sikunya di atas. nyatalah bahwa Musashi seorang pejuang terampil. Tidak mudah mengakhiri semua itu. tapi mereka terpaksa bertindak untuk mencegah terjadinya bencana. Untuk sesaat yang terjadi adalah pertempuran saraf. kecuali kalau langkah-langkah istimewa diambil. terdengar bunyi mereguk dan mendesis. tapi dari seluruh tubuhnya. berubah.id and dimhad.com . Ia berdiri tak bergerak. Ia tahu sekarang bahwa apa yang dimulai sebagai sesuatu yang agak tak berarti itu akan berubah menjadi bencana besar. pedang-pedang yang digenggam erat berkilau bercahaya. Musashi merasa benar-benar hidup. Walau enggan melakukan sesuatu yang dapat dinilai sebagai sikap pengecut. di depan dan di belakangnya. tapi pada 249 thanks to. Pedang Kimura ditempatkan sedikit lebih rendah dari dadanya. pedang Musashi mengoyak udara seperti desing tali busur. Mereka dapat saling berhubungan dengan baik sekali lewat mata. Matanya seperti dua batu putih yang digosok di tengah wajah yang kabur.

Dari luar.co. Lengan kimono kirinya tersobek dari bahu sampai 250 thanks to. Begitu nadanya menyerobot ke dalam telinga Musashi. lupa akan hidup dan mati. tak dapat ia membuat gerakan. dan sang musuh yang juga tanggap itu pun tidak membuat gerakan lebih lanjut untuk menyerang. manusia. Kenyataannya. tanah. syauqy_arr@yahoo. dan darah seakan-akan menderas di dalam dirinya. Tetapi justru pada waktu itu ke tengah kediaman tersebut mengalun bunyi yang sama sekali tak didugaduga. membikin terang pandangannya. Jauh di dasar hatinya ia mengenali bunyi ini. tapi itu sudah cukup. Musashi sadar bahwa makin lama hal ini berlangsung. sekalipun tubuhnya jadi bertambah pekat dan titik-titik keringat berminyak berkilau-kilau di dahinya. Lawan-lawan Musashi sebetulnya sedikit saja merasa enak memiliki keunggulan jumlah itu. menjurus kepada perdarahan. Otot-otot Musashi menegang. Batinnya menjadi lumpuh. Dengan memperdengarkan teriakan perang yang keluar dari pinggangnya. Satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah menanti. Ia pun melakukan penyesuaian dalam meletakkan senjatanya. makin kurang menguntungkan keadaan baginya.com . perubahan itu hampir tidak dapat dilihat. Bunyi inilah yang telah memikatnya keluar dari persembunyian di Gunung Takateru dulu-bunyi yang telah menjatuhkannya ke tangan Takuan. Seperti sungut kumbang. Ia yakin telah terluka. Itulah suling Otsu. Mereka tahu bahwa apabila seorang dari mereka memperlihatkan tanda sekecil apa pun bahwa mereka mengendurkan sikap. ia lupa akan dirinya. Kimura menerjang ke depan. lupa akan musuh. dan langit-semuanya seperti sudah membeku jadi padat.id and dimhad. Namun bersamaan dengan itu ia pun tidak merasa yakin akan mampu menang. Mereka mengerti bahwa Musashi bukanlah jenis orang yang biasa dijumpai di dunia ini. menyejukkan otaknya. Musashi akan menyerang. Terdengar gemeresik pelan. "Aneh sekali orang ini!" pikirnya. Ingin ia sebenarnya agar lawan-lawannya bukan mengepungnya. lengan pedangnya seakan-akan menjelma enam atau tujuh kaki panjangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi tak ada sedikit pun pikiran tentang maut. Kelima orang itu membentuk tablo yang seakan-akan statis.webng. Kizaemon pun tidak dapat membuat gerakan. sebelum salah seorang dari mereka mengubah kedudukan atas kehendak sendiri. Pedang. tetapi menyebar dalam garis lurus-agar dapat dihadapinya satu per satu-tetapi ia tidak berhadapan dengan orang-orang amatir sekarang ini. pedang Musashi menyampaikan kepadanya bahwa orang yang di sebelah kin telah menggerakkan sebelah kakinya seinci dua inci. Angin terasa seperti bertiup melintasi kepalanya. yaitu bunyi alunan suling yang ditiup angin. dan berharap bahwa pada akhirnya salah seorang dari mereka akan mengambil langkah sementara yang keliru dan memberikan peluang kepadanya. dan Otsu-lah yang memainkannya.

dan lengannya yang tiba-tiba kelihatan itu membuatnya menyangka bahwa ia terluka. Tetapi Musashi waktu itu juga menendang tanah sekuat-kuatnya dan melompat demikian tinggi. "Kau ini lebih pintar bicara daripada berkelahi!" ejek Murata ketika ia dan Kizaemon berusaha menghadang Musashi. lenyap ke dalam gelap. 251 thanks to.com . dan melihat Kimura sudah menghuyung ke tempat tadi ia berdiri. "Musashi!" seru Debuchi Magobei. tiba-tiba berpaling. syauqy_arr@yahoo. tapi sudah itu diam. Untuk sesaat ia kehilangan penguasaan diri. "Pengecut!" "Musashi!" "Ayo berkelahi seperti lelaki!" Ketika Musashi sampai di tepi parit sekitar kuil dalam. Kemudian ia melompat berulang-ulang lagi. terdengar gemeretak rerantingan. dan ia pun menjerit menyerukan nama dewa perang.webng. hingga mengenai cabang-cabang bawah pepohonan pinus. dan tidak menoleh-noleh lagi.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pergelangan tangan. Ia melompat. Satu-satunya bunyi yang terdengar hanyalah alunan suara suling yang manis di kejauhan.co.

" Hampir satu jam berlalu. "Telingaku tentunya salah. Perbuatan Musashi lari dari Himeji itu merupakan pengkhianatan. Burung-Burung Bulbul TIDAK mungkinlah untuk mengetahui berapa lama air hujan yang ada di dasar parit yang dalamnya tiga puluh kaki itu dapat menggenang. ia mulai bernapas teratur kembali. Mungkin juga dia. "Apa yang kubutuhkan dari seorang perempuan?" katanya mengolok-olok dirinya. tentunya sesudah peristiwa itu gadis itu sangat membencinya! Oh. bukan tak mungkin juga dia di sini. dan di situ ia berbaring telentang di rumput. ia membayangkan mata Otsu di tengah bintang-bintang di atasnya.. Ia jadi kecewa melihat dirinya menangis. Ia bangkit berdiri dan menengadah memandang sosok hitam Puri Koyagyu. tak ada gunanya bertempur dengan keempat orang itu. Ketika keringat sudah menyejuk.co. dan katanya aku tak dapat berkelahi seperti lelaki! Tapi aku belum lagi menyerah. Bukan itu sasaranku. dan segera kemudian ia terbawa hanyut oleh kenangan: Otsu di celah perbatasan Mimasaka-Harima. Satu demi satu bilah-bilah itu ia 252 thanks to." Sambil berdebat dengan dirinya. gadis itu mengatakan kepadanya telah menantinya hampir seribu hari. "Tak mungkin Otsu ada di Koyagyu ini!" katanya pada diri sendiri. "Maafkan aku!" Kata-kata yang diukirnya di pagar jembatan itu kini keluar dari bibirnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 19. sambil menghapus mata dengan tangannya. Terkejut ia mendengar teriakan dari puncak parit. Kalau aku bertemu dengan Sekishusai sendiri.. kemudian menghilang. dan akan menanti sepuluh atau dua puluh tahun lagi-sampai ia tua dan putih rambutnya. tanpa membuat bunyi apa pun. ia meloncat ke dasar parit. di situlah pertempuran dimulai. Lalu minta dibawa serta.id and dimhad. mengatakan tidak dapat hidup tanpa dirinya dan tak ada lelaki lain baginya di dunia ini. Aku cuma melakukan gerak mundur taktis. "Tak ada dia di sini. Kedengarannya seperti. tentunya ia menggigit bibir dan mengutuk sifat lelaki yang tak dapat diduga-duga itu. Meskipun begitu. dan menyatakan bahwa ia dapat menahan kesukaran apa pun. Mereka tidak mengetahui tempatnya. Oh.com . Sebentar kemudian tulang-tulang iganya sudah berhenti naik-turun dan detak nadinya kembali normal." Ia berhenti dan mulai mengumpulkan ranting-ranting jatuhan yang kemudian ia patahpatahkan menjadi bilah-bilah pendek dengan lututnya. Air mata meleleh dari sudut-sudut matanya. Ia mulai berjalan pelan-pelan sepanjang dasar parit itu. Kemudian di Jembatan Hanada di Himeji.. Musashi menyuruk ke dalam pagar di dekat puncak parit dan meluncur cepat setengah jalan turun. "Mereka sebut aku pengecut. lalu berhenti dan melemparkan sebuah batu. Karena tidak mendengar kecipak air." Tiga atau empat obor kayu pinus menyala di antara pepohonan. sama sekali belum menyerah! Aku tidak melarikan diri.webng. "Bagaimanapun. syauqy_arr@yahoo.

Musashi berjalan terus menembus hutan dan lembah. di kaki lereng yang menjurus ke bagian tenggara puri. Barangkali ia kini sudah bermil-mil jauhnya. tetapi ia masih menahan diri. ia melihat jalan itu berkelok-kelok melintasi rumpun pohon. Apakah karena perawatan penuh cinta yang telah diberikan pada daerah itu. Ia sudah mendengar dari pemilik penginapan itu bahwa Sekishusai mundur bukan ke salah satu lingkaran puri. mendaki bukit. Keinginan untuk menemukan dan mengalahkan Sekishusai sekali lagi menjadi nafsu yang mengendalikan semuanya. Sebetulnya ia tidak begitu gundah memikirkan anak itu. dinding batu. pepohonan yang bagus bentuknya dan rumput yang terawat balk pun menyatakan kepadanya bahwa ia telah menemukan tempat memencilkan diri itu. ia kembali mengayun langkah ke arah selatan. Di sebelah sana menjulang tebing. akan menerobos masuk sambil mengucapkan tantangannya. kalau nanti menemukan rumah pegunungan itu. setidaknya untuk malam itu. mau rasanya ia melihat hantu dalam bentuk Sekishusai. melainkan ke satu tempat terpencil di wilayah luar. Sepanjang malam ia mencari. dipaksa oleh dorongan setan. Kadang-kadang ia merasa sudah tersesat di luar wilayah puri. Terkaannya segera dibenarkan oleh sebuah gerbang beratap lalang dengan gaya yang disukai ahli upacara minum teh besar Sen no Rikyu. Anak itu dapat menjaga dirinya. ataukah karena ia melihat daundaun bunga putih di tanah? Apa pun alasannya. Tidak adanya obor lagi menunjukkan bahwa pencarian sudah dihentikan. Ketika ia sudah hampir menjerit karena frustrasi. lalu memanjat ke luar parit. Ketika mengintip lewat celah di pintu gerbang. Di dalam sana ia melihat rumpun bambu yang terselimut kabut pagi. Tapi ketika jam demi jam berlalu. Ia bermaksud. Tentunya ia tampak seperti orang gelandangan sekarang. ternyata tidak ada sesuatu pun yang terdengar.id and dimhad. tapi ketika ia berhenti dan mendengarkan lebih saksama. syauqy_arr@yahoo. Tak ia dengar lagi bunyi suling. Tetapi tiba-tiba terpikir olehnya penampilannya sendiri.co. 253 thanks to. seperti yang terdapat di tempat-tempat penganut Budha Zen menyendiri di pegunungan.com .webng. dengan rambut awut-awutan dan kimono berantakan. tapi kemudian potongan parit. atau lumbung padi meyakinkannya kembali bahwa ia masih ada di dalam. Hari sudah mendekati fajar ketika ia berada di gerbang belakang puri. Akhirnya. Sesaat ia mendapat perasaan samar-samar bahwa Jotaro memanggilnya. kepekaan penghuni tempat itu menembusnya hingga gejolak perasaan Musashi mereda. Sesaat ia tergiur untuk melompati pagar. Ada sesuatu pada lingkungan itu yang menghambatnya berbuat demikian. menjadi hantu utama yang terbentuk akibat hasratnya yang mahahebat untuk mendapat pengakuan dan kehormatan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI masukkan ke celah-celah dinding batu dan ia gunakan sebagai tempat menapak. dan di atas tebing itu Gunung Kasagi.

Ia sendiri tidak lebih dari seorang prajurit tak bernama. dan entah kenapa ia teringat pada Jotaro. Pikirannya terang. Ia mendengarkan suara sungai kecil yang mengalir menuruni sisi gunung. dan ia merasa mantap dalam hati. tak terbayang olehnya bahwa air semurni itulah yang menjadi cita-cita setiap ahli upacara minum teh. bersandar ke tiang. kalau ada. Ia bangkit. Sambil meregangkan badan. Barangkali ia telah memperlakukan anak itu terlalu kasar malam sebelumnya. "Lambat atau cepat. karena ia sekarang sadar bahwa tenaganya sudah habis. "Hari inilah harinya. Ia berbeda dari Sekishusai. ketika sebutir embun besar jatuh dengan dinginnya ke lehernya dan membangunkannya. hingga Musashi membayangkan bahwa mungkin itulah alasan utama Sekishusai memilih tempat ini untuk mengundurkan diri dari dunia. akan kupergunakan pendekatan lain. dan terlihatlah olehnya sepasang 254 thanks to. dan ketika ia menggerakkan badan dari tidurnya. ia bertekad mengetuk pintu gerbang itu sebagai tamu yang sah. syauqy_arr@yahoo. Kemudian ia rapikan rambut dengan belati yang melekat pada pedangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak perlu buru-buru. Dan itulah waktunya." Ia duduk di bawah tepi atap gerbang. Panas matahari telah menghidupkan kembali semangatnya. Bintang-bintang sedang memudar dan bunga-bunga aster putih berayunayun. Tak ada lagi kelelahan yang tersisa ia merasa lahir kembali. Cahaya siang datang. "pasti seseorang datang ke gerbang ini. Namun karena ia tak tahu apa-apa tentang seni upacara minum teh." pikirnya. Musashi bermaksud menampilkan diri sebaik-baiknya. ia membersihkan kotoran kukunya. dan sesudah menggosok tengkuk seluruhnya.co.com . tampak olehnya matahari merah cemerlang naik di atas pegunungan. Karena Sekishusai tidak hanya pemilik Gaya Yagyu. Ia menepuk-nepuk rambutnya dan meluruskan kerahnya. kepalanya dibasuh oleh angin pagi dan nyanyian burung bulbul. Rumah itu cukup jauh letaknya di atas bukit. Sekali lagi Musashi merasa yakin bahwa di mana pun Jotaro waktu itu. Ia mesti menguasai diri terlebih dahulu. Ia basuh handuk tangannya di dalam sungai. ia berkata lirih. tetapi juga salah satu orang besar di negeri itu. tapi itu gerakan yang sudah diperhitungkannya." katanya pada diri sendiri. Karena itu kemungkinan ketukan biasa tidak akan terdengar. Air itu bagus.id and dimhad. Musashi membasuh wajah dan minum sekenyangkenyangnya untuk ganti makan pagi. dan kemudian muncul dari bawah pagar dalam perjalanan menuju wilayah puri bawah. ia tidak berada dalam bahaya. Maka dicarinya alat pengetuk.webng. mengambil jalan memutar dalam pagar. seperti berbedanya bintang yang terkecil dengan bulan. dan tenaga yang tertimbun di dalam anggota badannya menghendaki kegiatan. Kalau dia masih menolak menemuiku sebagai murid pengembara. bagus sekali." Ia lapar. dan jatuh tertidur. ya. sebelum menampilkan diri kepada tuan di dalam itu. mengitari rumpun bambu. Ketika ia menggosok-gosok matanya dan menengadah. dan bagian dari latihan anak itu.

namun maknanya lebih dalam dari itu." gumamnya sambil menoleh ke sekitar. Di sebelah kanan tertulis: Janganlah curiga. "Terlalu muda! Orang ini ada di luar jangkauanku sama sekali. Agaknya karena takut mendengar bunyi ribut itu. Dan kehormatan apakah.com . Sajak itu ditujukan kepada para "penulis". nyanyian burung bulbul mereda.co. Ia sudah meninggalkan sama sekali hasrat dunia. dan tulisan yang berupa ukiran itu diisi dengan tanah liat kebiruan yang tampaknya seperti lapisan perunggu. "Aku harus!" Keragu-raguan mencengkamnya. Ternyata Otsu. Jadi. Ya. dan serunya. dan jasa apakah. Keduanya ditulis dengan indah.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo. tetapi orang yang telah kembali kepada alam. yang mungkin diperoleh dari mengalahkan orang yang sudah tidak menghargai kehormatan dan jasa? "Bagus juga aku membaca ini. yang menolak kesia-siaan hidup manusia. "Jotaro! Di mana kamu?" 255 thanks to. Kemudian ia berlari kembali ke atas bukit. hingga jaraknya tinggal beberapa meter saja dari tempatnya berdiri. Kemudian Otsu berhenti dan membalik. Hanya burung-burung bulbul muda di ladang. "Aku masih muda. Mengganggu rumah tangganya akan merupakan pelanggaran besar. sekelompok burung kecil mengangkasa. yang akan memasuki gerbang ini. Sekishusai bukan lagi pemain pedang terbesar di negeri ini. tetapi juga bagi semua peristiwa dunia ini. bagi segala kemuliaan ataupun kesengsaraannya.webng. Dari kejauhan di atas bukit terdengar bunyi langkah-langkah cepat. serta memperdengarkan teriakan terkejut. hai para penulis. Jantungnya berdebar-debar dan keyakinan dirinya terbang." Keinginan untuk mengetuk gerbang pun menguap. Hanya bunga dan burung. baik itu hasratnya sendiri maupun hasrat orang lain. "Kalau tidak. angin dan bulan." kata Musashi pada diri sendiri. maksudnya para pejabat puri. Akan dia yang menyukai purinya tertutup. aku akan menjadikan diriku orang yang setolol-tololnya!" Bersama dengan semakin tingginya matahari di langit. Otsu berlari turun. suling gadis itulah yang telah didengarnya! Haruskah ia menanti dan kemudian menjumpainya? Atau pergi saja? "Aku ingin bicara dengannya. dan ia merasa sangat malu terhadap diri sendiri. Orang tua itu menutup gerbangnya tidak hanya bagi para murid yang mengembara. bukan lagi penguasa tanah perdikan. siapakah yang datang itu." pikir Musashi. Dan di sebelah kiri: Takkan kautemukan pemain pedang di sini." pikirnya. "Kukira tadi dia ada di belakangku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tanda peringatan di kedua sisi gerbang. Musashi mengintip lewat gerbang. pikiran untuk menyerobot masuk mendatangi pertapa kuno itu kini terasa liar.

" Jotaro datang berlari-lari mendekati Otsu. Dia bukan orang yang gampang terluka. Beberapa waktu kemudian Otsu memanggil kembali.com ." "Tapi bagaimana Kakak bisa kenal dengan Musashi?" "Kami datang dari desa yang sama. saya tak akan kuatir. Musashi tentunya mendengar juga. Ia merasa muak karena telah kehilangan keyakinan. ya?" serunya. dan mulailah ia berkeringat. terutama sesudah kamu menyebut nama gurumu itu.co. Yang Dipertuan jadi terkejut juga.webng.. tapi saya tidak kuatir dengan dia. Cuma." "Aku juga begitu." "Ah. "Oh. apa yang mesti saya lakukan. syauqy_arr@yahoo. "Kan sudah kubilang kau ikut aku." "Lucu. "Di sini!" jawab Otsu. Bahkan dia mungkin tahu yang main itu aku. mesti mencari orang penting pagi ini?" "Ah. karena itu saya pikir kalau saya dapat minta maaf kepada Yang Dipertuan. "Aku sedang memikirkan dia ketika aku main itu. Tapi kabarnya mereka semua itu jagoan. saya bukan mau menangis." "Tapi apa aku menangis lama?" "Bagaimana bisa Kakak ingat semua yang saya lakukan. jadi Kakak di sini. sampai tak tahu saya." 256 thanks to. kalau Kakak tak bisa ingat apa yang Kakak lakukan sendiri? Tapi biar bagaimana.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar suaranya." "Tapi sungguh pertunjukan besar yang kamu lakukan-menyerbu rumah orang dan menjeritjerit tentang 'pertempuran' yang sedang terjadi." "Saya tak melihat apa pentingnya itu. jangan pergi ke mana mana. dari bunyi suling itu saya dapat mengira-ngira di mana Kakak berada." Suara Otsu menjadi lunak. Ketika mendengar suling itu. "Aku kan sudah bilang tadi. jadi saya mengejarnya. kenapa pula Kakak mesti menangis hanya karena ada orang sedesa datang ke sini." "Kedengarannya lain dengan kejadian tadi malam itu: kamu datang lari-lari ke kamarku dan langsung mau nangis saja." "Saya juga sudah ikut. saya cukup gentar juga. Saya tak mengerti. "Saya di sini! Di mana Kakak?" seru Jotaro dari bagian atas rumpun." "Mana bisa begitu. Cuma semuanya itu begitu cepat. tapi kemudian saya lihat ayam pegar." "Cuma itu?" "Tentu saja cuma itu. saya kira. Musashi menjadi merah mukanya karena malu.id and dimhad. Kalau soalnya cuma empat orang biasa lawan guru saya. Tak dapat ia bergerak dari tempat sembunyinya di dalam bayangan pepohonan itu. mengejar ayam pegar! Apa kamu lupa. saya pun ingat Kakak ada di puri ini. dan kali ini terdengar balasannya.. tidak betul." "Kalau kamu memang mendengarku main suling.

Ia akan menyatakan kepada Otsu. Waktu itu ia masih anak-anak yang sentimental." katanya. Dalam matahari terang awal musim panas itu pipinya bersinar seperti buah masak. "Kita bisa bicara lagi nanti. Perbedaannya adalah karena waktu itu Otsu tak punya orang yang dicintai. Dirinya terpecah menjadi dua: pertama. lahirlah cinta yang kini menetap di dalam dirinya dan memberikan arti pada hidupnya. dan ingin ia membawa gadis itu ke suatu tempat. Sepanjang tahun yang dihabiskannya untuk mengembara mencari Musashi. Ia mencium daun-daun muda. Kalau tidak ada orang yang tahu. "Sekarang ada yang lebih penting dilakukan. manakah dirinya yang sebenarnya 257 thanks to. Ia ingin menarik kembali kata-kata yang diukirkannya di Jembatan Hanada itu. Sekishusai malahan sudah melanggar peraturannya sendiri.co. membelaikan pipinya ke pipi Otsu. Ia tak bisa mengatakan. dan ia melihat betapa kejam dan buruknya ia menolak cinta yang sederhana dan terus terang seperti yang diungkapkan Otsu. ia dapat menunjukkan kepada Otsu bahwa ia pun dapat bersikap mesra. mencurahkan air mata yang ingin ia tangiskan. Ketika saya katakan padanya saya sudah membunuh Taro." Otsu tampak benar-benar riang. dan kedua yang mengatakan kepadanya bahwa ia orang tolol. syauqy_arr@yahoo. cinta yang dirasakannya waktu itu hanyalah samar-samar dan sukar dipegang. Ia memang merasa sengsara. namun ada sesuatu di dalam dirinya yang tidak dapat menyerah kepada segala perasaan itu. dia tidak mengamuk seperti yang lain-lain. yang sadar benar akan keyatimannya dan merasa agak benci dengan kenyataan itu. yang berseru kepada Otsu. sesuatu yang menyatakan kepadanya bahwa itu salah. di mana mereka dapat berduaan saja. Kita mesti mencari Musashi. Musashi yang sedang bersembunyi di antara pepohonan memperhatikannya baik-baik dan mengagumi kesehatan tubuhnya. Katanya dia mau menemui orang yang sudah melakukan apa yang kamu katakan itu. Atau setidak-tidaknya. Sekarang ia cukup kuat untuk mengaku bahwa semua perasaannya itu nyata. Sesudah mengenal Musashi dan mengaguminya. Ia ingin mengungkapkan bahwa jauh di dalam hatinya yang terbuat dari baja itu terdapat kelemahan.webng. Otsu bergegas pergi ke gerbang. dan ia merasa kesegaran dedaunan itu mengisi paru parunya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tapi dia orang baik.id and dimhad. Otsu yang ia lihat sekarang ini lain sekali dengan gadis yang duduk patah hati di beranda Kuil Shippoji dan memandang dunia luar dengan mata kosong." Tiba-tiba. Ia dapat mendekapnya. dan menceritakan semua kepadanya Betapa ia merindukan Otsu secara fisik. Musashi cepat menangkap daya hidup Otsu yang baru dan membuatnya bertambah cantik itu. karena sadar sedang membuang-buang waktu.com . seperti bunga. Hal-hal yang dikatakan Otsu kepadanya di masa lampau kini kembali mengiang di telinganya. tubuh dan pikirannya membentuk keberanian untuk menghadapi apa pun.

Lihat ini: ada gambar daun mapel celupan di sini. "Ke mana Kakak pergi?" tanya Jotaro. dan ada huruf yang bunyinya 'Lin'. apa yang kamu lakukan itu? Ayo cepat!" "Tunggu!" seru Jotaro riang. Jotaro berdiri tegak sampai hampir setinggi gadis itu. Ini nama pemilik restoran bakpau di sana. Tersengal Otsu memutai badan dan melejit ke arah pepohonan. "Musashi baru saja lari!" "Ke mana?" "Ke situ." "Saya tak melihat dia. syauqy_arr@yahoo. diikuti anak itu. Dan ketika menoleh ke belakang. ia melihat Jotaro membungkuk mengambil sesuatu. "Musashi!!" Tapi baru saja teriakan kalut itu keluar dari bibirnya. "Barangkali orang lain. Jotaro menolongnya berdiri. Karena tak tahu adanya Musashi. Otsu berlari mengejar dengan sekuat kakinya. "Saya ingat ini." jawab Jotaro seraya membeberkan handuk tangan itu untuk dilihat Otsu.co. Otsu berjalan beberapa langkah meninggalkan gerbang. "Sensei!" Di tengah rumpun terdengar bunyi gemeresik. "Jotaro. dan yang lain jalan gelap. satu jalan terang. itu kan cuma gombal tua yang kotor! Buat apa itu?" "Ini milik Musashi. karena Musashi dengan cepat meningkatkan jarak yang memisahkan mereka.com ." "Di rumpun pohon sana itu!" Otsu melihat sosok tubuh Musashi. "Lihat ini!" "Ah. dan dengan sekuat suaranya ia memekik. Ini dari rumah janda tempat kami menginap di Nara. dan sambil mengerahkan suara sekuat-kuatnya ia menjerit." "Milik Musashi?" ucap Otsu sambil berlari kembali mendapatkan Jotaro. Jotaro berlari mengikutinya.id and dimhad. tetapi kegembiraan sekilas yang dirasakannya segera digantikan oleh keprihatinan. walau tidak yakin benar bahwa Otsu melihat Musashi. "Kenapa kamu tidak memanggilnya juga? Panggil dia! Panggil dia!" 258 thanks to. ia terhuyung jatuh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Seraya memperhatikan dari balik pohon dan tenggelam dalam keraguan itu ia seperti melihat dua jalan di hadapanya. Kenapa Musashi mesti lari?" "Coba lihat itu!" "Ke mana?" "Ke sana!" Ia mengambil napas dalam-dalam. tapi ia berteriak. "Ya. "Kakak keliru!" pekik Jotaro. ini miliknya.webng." "Apa menurutmu Musashi ada di sini?" teriak Otsu sambil memandang bingung ke sekitarnya.

Namun ia tak bisa mengerti. Maka mereka berlari kembali.com . ia akan mengatakannya demikian. Kalau Musashi tak ada minat kepadanya. Ia sudah tahu itu. Pada mulut Otsu tidak ada bengkokan aneh ke atas. tapi kenyataannya di Jembatan Hanada Musashi mengatakan senang sekali kepadanya. melainkan kelu karena terkejut.. 259 thanks to. anak itu dapat dengan jelas melihat gurunya. dan ia mulai berteriak juga sekuat-kuatnya. Kenapa tekadnya itu mesti dilemahkan oleh kehadirannya? Ataukah itu cuma alasan? Apakah alasan sebenarnya karena Musashi tidak cukup mencintainya? Itulah yang barangkali lebih masuk akal. Cintanya yang besar pada Musashi tak mampu menahan kepergian Musashi—walaupun untuk cinta itu ia bersedia mengorbankan segalanya. dan air matanya mengucur sejadi-jadinya. seperti anak-anak telantar. tak ada gunanya berdebat dengannya. "Kita tak boleh menyerah! Dia tak akan kembali lagi kalau kita biarkan dia pergi sekarang! Panggil dia! Suruh dia kembali!" Ada sesuatu yang menolak dalam diri Jotaro. namun. dan menatap wajah Otsu. tapi di luar itu keduanya serupa. "Dia sudah gila! Dia tak berakal! Bagaimana mungkin dia meninggalkan saya seperti ini?" teriak Jotaro sambil mengentak-entakkan kakinya. dan marah. sementara gemericik sungai menambah kesepian mereka. apa tujuan hidup Musashi dan kenapa Musashi menghindari dirinya.. Ia tahu. dan sepanjang kaki bukit itu menghampar jalan belakang dari Tsukigase ke Iga.id and dimhad. hingga tak dapat mendengar teriakan mereka. Di sebelah hutan terdapat bukit rendah. dengan matanya yang merah. Sudah pernah ia melihat wajah itu. syauqy_arr@yahoo. Otsu bersandar ke pohon berangan besar. karena ia lari langsung masuk kaki perbukitan yang berhutan lebat. serta hidung dan rahang yang seperti lilin.co. Sampai di jalan tersebut... Ia mengingat kembali katakata Musashi dengan sedihnya. merasa kehilangan. Itulah muka topeng! Topeng perempuan gila yang diberikan kepadanya oleh janda di Nara itu. tapi pandangan wajah Otsu menyatakan kepadanya. Jotaro cepat menarik tangannya dan undur dengan ketakutan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro bukannya melakukan yang disuruhkan Otsu. Otsu dan Jotaro berlari sekuat kaki mereka sambil berteriak-teriak sampai parau. Di ujung lembah mereka tidak melihat Musashi lagi. Awan putih menghampar kosong di atas mereka. sedih. tetapi Musashi sudah terlalu jauh di depan mereka. Otsu terus mencelanya. Namun. sejak pengalaman di Jembatan Hanada.webng. Otsu mulai memahami Musashi ketika melihatnya terikat di pohon di Shippoji itu. Ia tak percaya bahwa Musashi orang yang bisa berbohong kepada perempuan. alis yang seperti jarum. Jeritan mereka menggema melintasi peladangan. "Itu Musashi!" teriak Jotaro. Mereka berhenti dan berdiri di sana. kenapa Musashi menganggapnya penghalang antara dirinya dan cita-citanya. Ia heran.

com . 260 thanks to. semakin ia tenggelam dalam cinta pada Musashi. Pengkhianatan Matahachi telah mengajarkan kepadanya betapa seorang gadis harus berhati-hati dalam menilai lelaki. Kewajibannya mencakup pembersihan dapur dan pembuatan empleng kacang. dan ia telah membulatkan tekad untuk tidak menyesal berbuat demikian. sikap dingin tertentu mencegah dirinya mempercayai banyak orang. Otsu menengadah. langit di atas berubah menjadi biru tua. Tapi kenapa Musashi tak dapat mengucapkan kata-kata.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sebagai anak yatim. apakah ia tidak sedang bermimpi. Pada waktu ini ia merasa tidak ada orang lain kecuali Musashi yang patut dibela atau diandalkannya. dan ucapnya. dan bukan pula keajaiban. Jotaro memandang ke jalan. Daitokuji. Biarawan yang menuruni lereng di kejauhan itu tampak seperti turun dari atas awan dan tak ada hubungan apa pun dengan bumi ini. Pada masa itu. syauqy_arr@yahoo." Otsu tidak memperhatikannya. tapi sekali ia percaya pada seseorang. Mendengar suaranya. Takuan sudah lama menjalin hubungan persahabatan dengan Keluarga Yagyu. yaitu orang-orang yang merasakan perlunya mempelajari peristiwa-peristiwa kejiwaan maupun keterampilan teknik dalam seni perang. biarpun hanya sepatah? Ini sungguh terlalu berat untuk ditanggung.co. Sekalipun melihat Takuan merupakan guncangan bagi Otsu. Kaum samurai yang bergerombol di sana lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan kaum biarawan Zen. dan salah satu hasilnya adalah kuil itu jadi dikenal sebagai wilayah pembibitan pemberontakan. Daun-daun pohon berangan bergetar. Ia bertanya-tanya dalam hati. Tetapi Musashi bukanlah Matahachi. Sangen'in yang dikenal dengan nama "Sektor Utara" Daitokuji termasyhur sebagai tempat berkumpul para samurai "luar biasa". "Nah. artinya samurai yang mencurahkan perhatiannya kepada pemikiran filsafat tentang makna hidup dan mati. ia akan mempercayainya sepenuhnya. Perkenalannya dengan mereka bermula ketika ia masih seorang biarawan muda di Kuil Sangen'in. Kedatangannya bukan kebetulan. Semakin marah. Apakah itu nasib atau bukan. Dengan semakin dekatnya siang.webng. tidak dapat Ia mengatakannya. seakan-akan pohon itu sendiri mengerti dan bersimpati. "Takuan!" Dalam keadaannya sekarang ini.id and dimhad. transparan. tetapi semangatnya yang dirobek-robek kesedihan menunjukkan bahwa tidak ada hidup sejati baginya di luar Musashi. "Lho. ia memandangnya dan melihat Otsu. Ketika mendekati pohon berangan itu. ini datang seorang pendeta. namun bagi Takuan menemukan Otsu tidak lebih daripada pembenaran atas sesuatu yang telah ia curigai. ia melihat Takuan Soho sebagai penyelamat. Ia telah memutuskan akan hidup untuk Musashi. Dengan matanya yang bengkak dan lebar karena kagum ia berseru. ada apa ini?" katanya. apa pun yang terjadi.

dan saudara lelaki Gorozaemon. Takuan mengajukan banyak pertanyaan pada Otsu. sangat sukar bagi Takuan menolak undangan ini..webng. membuatnya bersungguhsungguh menerimanya. saya harap Anda datang dan menikmati santapan ini bersama saya. dan akhirnya bagaimana perasaannya terhadap Musashi. " "Saya sudah memutuskan apa yang akan saya perbuat. yaitu Munenori. ia mengatakan. dan dari sana ia mengirimkan surat menanyakan kesehatan Sekishusai dan Munenori. Saya sendiri sekarang memiliki tenaga seorang gadis muda dan cantik.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Di antara samurai yang sering datang ke sana adalah Suzuki Ihaku. tetapi juga berbicara dengan saya. dan pergi belajar sendiri. Dalam keadaan bagaimanapun." 261 thanks to. dan karena Anda demikian dekat dengan tempat ini. Takuan berjumpa dengan Sekishusai dan menaruh rasa hormat yang besar kepada orang tua itu. saudara lelaki Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Menyenangkan luar biasa minum sake malam hari dengan iringan suling yang baik permainannya. tidak. lalu apa yang telah terjadi pagi itu. kau menghendaki aku memberikan nasihat padamu tentang jalan yang harus kautempuh di masa depan. banyak mendapat kemajuan.com . dan bersama-sama kami menyiapkan teh. dan cucu saya yang telah meninggalkan pekerjaannya pada Yang Dipertuan Kato dari Higo. "Kukira kaum perempuan mampu memilih jalan hidup yang mustahil bagi kaum lelaki.id and dimhad. Baru-baru ini Takuan singgah beberapa waktu lamanya di Kuil Nansoji di Provinsi Izumi." "Nah. karena memiliki banyak harapan di masa depan. saya pikir Anda dan dia banyak memiliki persamaan. la menjadi kegembiraan dalam umur tua saya. ahli waris Keluarga Yagyu. Sekishusai pun menyukai biarawan muda ini. menjadi bunga yang berkembang di rumah. Ketika Otsu selesai bercerita. yang baginya mengesankan. Yagyu Gorozaemon.co. dan Otsu menjawabnya tanpa bertele-tele. menyusun bunga. Sesudah beberapa kali mengadakan kunjungan ke Puri Koyagyu. yang kalau tidak berkat dirinya akan merupakan gubuk tua yang dingin dan layu. yang tidak hanya dapat bermain suling dengan baik. Dan ia telah menerima jawaban panjang dari Sekishusai.. dan mengarang sajak. yang di antaranya berbunyi: Saya sangat beruntung akhir-akhir ini. Munenori sudah mendapat kedudukan dalam Keluarga Tokugawa di Edo. dan keduanya bersahabat semenjak itu. Munenori cepat menyukai Takuan. Menurut penangkapanku. Ketika mereka bertiga berjalan menuju rumah Sekishusai." "Oh. Ia menyampaikan kepada Takuan apa yang dilakukannya semenjak terakhir kali mereka bertemu di Himeji dahulu. Karena ia mengatakan datang dari Mimasaka yang berdekatan dengan tempat kelahiran Anda dan dibesarkan di kuil yang bernama Shippoji. Takuan mendengarkan cerita Otsu yang menyedihkan itu sambil mengangguk-angguk sabar. tetapi dugaannya bahwa gadis yang dilukiskan dalam surat itu adalah Otsu. syauqy_arr@yahoo..

syauqy_arr@yahoo." kata Takuan tertawa. apakah salah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan memperhatikan dengan saksama. ada orang-orang yang bersedia mati demi cinta. saya harus melakukan sesuatu untuknya." "Kukira memang tak akan kamu mengerti.co. mencoba menjelaskan perasaannya kepada Takuan sama saja dengan Takuan mencoba menjelaskan Budhisme Zen kepada orang pandir. Otsu. entah Takuan dapat memahaminya atau tidak.webng. Setidak-tidaknya bagi perempuan. dan apakah kalau saya terus hidup akan mendatangkan ketidakbahagiaan padanya. tapi itu karena dewa maut meminjamkan tenaga kepadamu.. Sambil menggigit bibir. Betapapun kamu mencintainya. Otsu bersumpah tak akan mengatakan apa-apa lagi. "Kau mestinya dilahirkan sebagai laki-laki. Satu-satunya pertanyaan dalam pikiran saya adalah." "Dan apa itu artinya?" "Tak dapat saya mengatakannya pada Bapak. yang memaksa Takuan melakukan penilaian kembali. "Sekiranya saya punya keraguan. Pikirnya. entah yang pandir dapat memahaminya atau tidak. " "Sava. Aku tidak bicara soal itu." 262 thanks to.id and dimhad." "Jadi. Saya masih bertekad menemui Musashi. Takuan menjadi sungguh-sungguh." "Hati-hatilah. Otsu menjadi marah kembali.. Ia kelihatan berada dalam lembah keputusasaan. Bagi seorang yang dibuai oleh cinta yang bermakna hidup atau mati. tak ada bedanya ini dengan udara kosong. Tak mungkin bagi orang yang tidak pernah jatuh cinta memahami apa yang dirasakannya. Tolol kamu. Kalau memang demikian. bukan? Dan aku berani mengatakan kamu tak akan dapat menangkapnya. saya tak mengerti apa yang Bapak maksudkan. khususnya demi hal yang tak lebih dari cinta yang bertepuk sebelah tangan. tidak ada bedanya bunyi tepukan sebelah tangan. Seorang lelaki yang memiliki kemauan seperti yang kaumiliki ini pasti dapat melaksanakan sesuatu demi kebaikan negeri. Otsu!" "Terhadap apa?" 'Di bawah matahari yang terang riang ini dewa maut sedang menarik narikmu. Otsu. kalau kau mau mati. Otsu sudah berhenti berjalan dan kini memandang tanah.com . namun ada suatu kekuatan dalam nada bicaranya. "barangkali tak akan saya meninggalkan Shippoji. dia masih lari. seorang perempuan seperti saya ini hidup? Karena akan mendatangkan kerugian pada Musashi?" "Jangan putar balikkan apa-apa yang kukatakan. sekiranya saya bermaksud menyerah. Baginya. karena Takuan tidak pernah jatuh cinta. cinta itu satu hal yang jauh lebih serius daripada teka-teki sulit seorang pendeta Zen. Tapi seperti halnya terdapat kebenaran dalam Zen. apakah hal ini akan menimbulkan kesulitan baginya." kata Otsu.

Pendeta cemerlang seperti Bapak tak akan dapat memahami perasaan perempuan!" "Tak bisa aku menjawab ini. aku lebih suka melihatmu hidup dalam kedamaian. "Aku akan bicara dengan Sekishusai tentang itu. Otsu. biarawan itu sampai pada kesimpulan bahwa tak ada lagi yang dapat dilakukannya. "Apa kamu takkan mengucapkan selamat tinggal pada Sekishusai. Ia ingin sekali agar gadis itu mempercayainya. seperti juga burung-burung bulbul yang kita dengar sedang menyanyi itu. syauqy_arr@yahoo. sedangkan Otsu dan Jotaro menuruni jalan samping. tak usah kita bicara lagi.com . tapi jalan yang hendak kamu tempuh itu jalan kegelapan. tapi di sini juga indah. Saya tak bisa berbuat lain. Maka serunya kepada Otsu. tidak ada. Diiringi kerjapan alisnya yang sedih. Di sini damai dan tenang.id and dimhad. ada!" Takuan memasukkan tetesan daya terakhir ke dalam permohonan-nya. dan hidup di sini sederhana." Otsu melengos. kamu tak akan mempertimbangkannya kembali?" "Mempertimbangkan apa?" "Tinggal di Pegunungan Mimasaka itu indah." "Ah. dan katanya. sejak saya lahir.webng.co. saya tak pernah bermaksud tinggal lama di sini. ya? Baiklah. Pak!" Takuan mengeluh." "Ha. belum lama aku tidak melihatmu." demikian ditawarkannya. Beliau tahu." Takuan berdiri memperhatikan. 263 thanks to. bahwa jalan kegelapan dan keinginan itu hanya menjurus pada kekecewaan dan kesengsaraan. "Ayo pergi. yang demikian bertekad pergi membuta menempuh jalan yang telah dipilihnya. jadi Bapak tidak lihat." "Oh. dan ia dekati gadis itu dan ia pegang tangannya." "Jadi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Saya lakukan ini bukan karena saya senang melakukannya. Saya mencintainya!" "Coba. Memang benar. "Tentang bagaimana kamu bisa hidup dan bahagia. sebelum pergi menuruti kehendak hati?" "Saya akan mengucapkan selamat tinggal dalam hati. Daripada melihat kamu pergi memasuki dunia biasa dengan segala kesengsaraan dan kesulitannya. perempuan bagiku merupakan teka-teki. di tengah pegunungan dan sungai-sungai ini. ha! Terima kasih banyak. dan melihatmu lagi kamu sudah berbuat seperti semua perempuan lain. Kekecewaan dan kesengsaraan yang tak bisa diselamatkan lagi." "Tidak pernah ada jalan terang bagi saya." "Kegelapan?" "Kamu dibesarkan di dalam kuil. Kamu mesti tahu. karena sadar bahwa ia tidak berdaya menghadapi perempuan muda yang berkemauan keras ini. "Kamu boleh tertawa. Kamu bisa mendapatkan suami yang baik di Koyagyu. Jotaro. ada.

com . dan katanya. Pikirkan diriku." "Nah. Saya akan mengikuti guru saya.. ia memandang Jotaro. "Otsu. mereka bertemu dengan orang-orang yang berduyun-duyun menuju neraka. dan panggillah namaku! Sementara ini." katanya.id and dimhad. aku bahkan mulai berpikir sekarang bahwa pendeta-pendeta adalah orang gila. dan katanya dengan sangat khidmat. Pak. Tapi Otsu tetap tak tergoyahkan. menjatuhkannya.co. kalau kau nanti mulai tenggelam dalam Enam Jalan Jahat atau Tiga Persimpangan. Dan itu akan membuatmu lebih bahagia. Akan saya ambil dulu. katanya. "Ya." "Oh. "Topeng saya tertinggal di sana. meratapi kegagalannya." Takuan mengangkat kedua tangannya. Takuan sudah mengingatkannya akan bahaya yang mengintai dalam hidup yang hendak ditempuhnya dan mencoba meyakinkannya bahwa ada jalan lain untuk menemukan kebahagiaan. sebutlah namaku. lakukanlah apa yang kamu suka. dan melakukan hal-hal yang juga dilakukan perempuan lain." "Oh. saya lupa!" kata Jotaro terengah.webng. tapi. dan melangkah meninggalkan Takuan. Takuan diam. "Sang Budha sendiri pun berputus asa menyelamatkan perempuan. Takuan mengerut melihatnya. dan kembali menjadi teman lama yang pernah dikenalnya. dan secara naluriah merasa bahwa itulah wajah masa depan Otsu." kata Otsu. Kamu akan membuat tempat ini lebih baik. syauqy_arr@yahoo. Otsu berdiam diri di persimpangan. "Saya pergi sekarang." "Cobalah! Kuminta kamu mencoba!" Sambil menarik tangan gadis itu." "Saya mengerti. "Saya tidak. wajah yang akan ia saksikan sesudah Otsu menanggung derita dalam perjalanan panjangnya menelusuri jalan kegelapan.. Kemudian Jotaro kembali berlari-lari mengenakan topeng. "Kamu juga. "Saya nyatakan hormat kepada Sekishusai di sini. tapi setidak-tidaknya kembalilah ke puri mengucapkan selamat tinggal pada Sekishusai. Nak!" Jotaro menggelengkan kepala dengan tegas." Ia segera berlari. "Tak ada lagi yang dapat kuperbuat. ayo pergi! Sekarang!" Takuan menengadahkan mata ke awan-awan putih.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI memiliki anak-anak. dan cobalah berhati-hati!" 264 thanks to. Jotaro bergayut pada lengan kimononya. tak peduli dengan jalan kegelapan dan jalan terang itu." "Selamat tinggal. Bapak berusaha membantu. pergilah sejauh kau bisa." kata Otsu. Ke mana saja mereka pergi. tapi saya mohon Bapak menyampaikan terima kasih saya dan ucapan selamat berpisah kepada beliau. yang bisa kukatakan cuma.

" "Kalau begitu. "Kau pikir akan ada perang lagi?" "Kenapa tidak? Rasanya tak ada orang yang cukup kuat untuk memegang kontrol. kemudian mengalir terus melintasi Dataran Yamashiro ke arah benteng Puri Osaka. tapi kudengar Keluarga Tokugawa sedang membeli senapan dan amunisi kapal-kapal asing. dan dari wajah para samurai telantar yang mencari pekerjaan. karena Tokugawa Ieyasu memutuskan mengubah cara hidup yang telah berkembang di zaman Hideyoshi. Yodogimi." "Kupikir kau benar. Puri Fushimi sedang dibetulkan. Itu kelihatan dari perahu-perahu yang hilir-mudik di sungai. dengan Hideyori?" 265 thanks to. Seekor jangkrik melesat berkelok-kelok dari sungai ke sebuah rumah kecil di dekat tepi sungai. Sedangkan di Fushimi setiap patah kata yang diucapkan oleh seorang samurai Osaka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 20. sekitar 20 mil ke sebelah barat daya. Barangkali tak boleh aku bicara keras-keras. tepat seperti matahari yang sedang terbenam berteguh pada keindahannya yang perlahan menghilang. panas yang membakar mengingatkan orang pada hari-hari terpanas setelah musim hujan di awal musim panas. syauqy_arr@yahoo.co. berdebu.com . Puri Osaka yang dihuni oleh Hideyori dan ibunya." "Memang kupikir begitu. Perbenturan antara yang lama dan yang baru tampak di mana-mana. dianggap orang sebagai isyarat masa depan. Kekuasaan yang sebenarnya berada di Fushimi. Sungai Yodo melingkar mengelilingi sebuah bukit bernama Momoyama (daerah Puri Fushimi). kehilangan warna lembut cahaya lenteranya di waktu senja. Kebanyakan batu itu besar. Walaupun waktu itu musim gugur menurut kalender. dua pekerja yang beruntung mendapat istirahat setengah jam dari kerja yang mematahkan tulang punggung itu berbaring telentang di permukaan sebuah batu besar yang lebar. sambil mengobrol tentang soal yang sedang menjadi buah bibir setiap orang. Jenderal-jenderal Osaka tampaknya sedang mengumpulkan semua ronin yang dapat mereka temukan. masih terus berusaha bergayut pada sisa kekuasaan yang sudah pudar. Batu-batu karang yang dimuntahkan dari perahu-perahu ke tepi sungai benar-benar menggunung. Batu-batu itu mendesis-desis terkena sinar matahari yang mendidih. Dalam panasnya tengah hari. dari lagu-lagu rakyat. Sasaki Kojiro TEPAT di selatan Kyoto. setiap gejolak politik di daerah Kyoto segera menimbulkan gemanya di Osaka. apalagi seorang jenderal Osaka. luasnya paling sedikit dua meter persegi dan tingginya sekitar satu meter. Sebagian karena hubungan air yang langsung ini. Atap-atap rumah di desa itu berwarna abu-abu kering. Pohon-pohon liu di dekat jembatan berkilauan putih. yang dipilih Ieyasu sebagai tempat tinggalnya selama perjalanan-perjalanan jauhnya ke daerah Kansai.webng. Senhime. kenapa Ieyasu mengawinkan cucu perempuannya. dan tingkah laku orang-orang di jalan raya. Di sekitar Momoyama sedang terjadi pergolakan.id and dimhad.

apa yang ada dalam pikiran Ieyasu. Padahal perbaikan itu merupakan satu tahap saja dalam program pembangunan besar-besaran. mereka berspekulasi tentang apa yang mungkin diperoleh di harihari mendatang. pelacur. Mereka harus dibuat masa bodoh terhadap politik dan diajar mengandalkan diri pada kekuasaan yang ada. Memang bukan uangnya sendiri. syauqy_arr@yahoo. Tokoh-tokoh setempat tidak lagi diizinkan memerintah semaunya atau mengerahkan petani semaunya untuk kerja luar." Lalat-lalat merubung kedua orang itu. tenang. karena ia dapat menghamburkan uang seperti menyebarkan gula-gula kepada anak-anak. Hikone. yang secara langsung atau tidak mendapat keuntungan juga dari pekerjaan umum yang besar itu. Di Fushimi saja.webng. Masyarakat luas gembira dengan masa baik yang didatangkan Ieyasu. 266 thanks to. Tujuannya sebagian besar bersifat politik. Bagi mereka tidak banyak bedanya siapa yang berkuasa. Akibatnya kota di sekitar kuil tiba-tiba dibanjiri para penjaja.co. Sebagai gantinya. dan lalat langau— lambang-lambang kemakmuran. diam. para pengusaha besar menyimpulkan bahwa perbekalan militerlah yang paling menguntungkan. Barang-barang berlalu lintas dengan sibuknya. Dari sekarang. Karena tak ada yang cukup kuat untuk menolak. Tujuan lain pemerintah adalah memperoleh dukungan rakyat banyak. Sesudah menghitung dengan sipoa kolektifnya. Otsu. dan berliur mulutnya. melainkan uang orang-orang yang bisa menjadi musuhnya. Dalam hal ini pun Ieyasu tidak mengecewakan mereka. yang mengira Ieyasu akan tinggal di situ. bermalas-malasan di bawah sinar matahari. Segerombolan lain merubung dua ekor sapi jantan tak jauh dari situ. bahkan sekarang pun kebanyakan barang barang itu berupa perbekalan militer.com . Selama mereka dapat memenuhi kebutuhan remehnya. cara ini membuat tuan-tuan feodal yang bersahabat terlampau sibuk untuk melunak. dan para pedagang mengkhayal bahwa di atas ini semua akan ada kesempatan buat terjadinya perang lagi—yang akan lebih menguntungkan. Nagoya. Suruga. para petani harus diperbolehkan menggarap tanahnya—dengan sedikit sekali mengerjakan yang lain. Dalam pertanian pun ia memperkenalkan sistem pengendalian baru. kita boleh bertaruh. Kerja pembangunan besar-besaran dilaksanakan juga di Edo. tak ada alasan untuk mengeluh. Penduduk kota dengan cepat melupakan hari-hari yang tenang pada masa kekuasaan Hideyoshi. sekaligus memaksa para daimyo yang melawan Ieyasu di Sekigahara berpisah dengan sebagian besar penghasilan mereka.id and dimhad. Alasan sebenarnya kenapa kuil itu diperbaiki tidak diketahui oleh pekerja rendahan. hampir seribu pekerja dikerahkan memperluas gerigi batu di atas benteng. dan selusin kota kuil yang lain lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mana aku tahu? Apa pun yang dia lakukan. suatu bagian penting dari rencana pemerintahan Tokugawa. Salah satu cara Ieyasu untuk mengendalikan para daimyo adalah memerintahkan mereka menangani proyek bangunan. Kedua ekor binatang itu masih terpasang pada gerobak balok yang kosong. Orangorang biasa macam kita ini tak mungkin tahu. pasti ada alasannya.

teman-teman dekatnya masih mengenalnya. di waktu seperti itu. "Semangka? Ya. gadis itu mendekati seorang pekerja muda. makin cepat makin baik. Namun demikian. namun rencana-rencana besar untuk menjaga perdamaian dan meningkatkan kemakmuran tidak berhubungan sama sekali dengan mereka. ia pun berhasil menjual semangka pada beberapa lelaki yang sedang mengadu mata uang di bawah bayangan batu besar. Bayangan kelelahan menyamarkan usia mudanya. Sampailah ia pada keyakinan bahwa sekiranya bukan karena kedua peristiwa itu. yang sedang duduk di antara dua batu besar. ya? Kaukira kami punya uang buat semangka?" "Sini! Saya sih mau saja—kalau tanpa bayar. "Semangka?" tanya gadis itu. kecuali Ieyasu. Dengan kebijaksanaan inilah ia bermaksud mengabadikan kekuasaan Tokugawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Penguasa yang berbudi. sedangkan tangannya merangkul lutut. Gerakan kecil itu saja sudah membuatnya kehabisan tenaga. petani. walaupun tidak begitu menaruh harapan. matanya cekung. Mereka hanya memiliki harapan sederhana. lalu memberikannya kepada gadis itu. ia mencondongkan badan ke samping dan mulai meludah ke rumput. menurut jalan pikiran Ieyasu.id and dimhad. Begitu muncul. kepalanya merunduk murung. Pekerja itu kurus.com . Dialah Hon'iden Matahachi. Tak seorang pun berpikir tentang apa yang bakal terjadi lima ratus tahun lagi. tak mungkinlah keadaan mereka lebih buruk dari yang sekarang. Sedikit pun tak ada lagi tenaganya untuk mengambil kembali semangka yang terjatuh dari pangkuannya. Yang kedua. adalah orang yang tidak membiarkan para penggarap tanah mati kelaparan.co. Dengan lesu ia menghitung beberapa keping mata uang kotor dalam telapak tangannya. maupun daimyo tidak sadar bahwa mereka dengan hati-hati sedang dijalinkan ke dalam sistem feodal yang akhirnya akan mengikat kaki dan tangan mereka. Ketika ia menyandarkan diri kembali ke batu. Ia bersandar pada batu yang satu. pemilik pedang kayu.webng. si Wajah Berpupur. ia sudah ada di rumahnya di 267 thanks to. Apa pun yang terjadi. Baik orang kota. syauqy_arr@yahoo. Tak seorang pun. dan kakinya menyandar pada batu lain. Sekalipun mereka berbicara tentang perang dan tentang kapan perang bisa meletus. Merasa mual. sedangkan matanya yang hitam tidak memperlihatkan tanda-tanda kekuatan ataupun harapan. Para pekerja di Puri Fushimi itu pun tidak memikirkan hari esok. sekaligus menjaga agar mereka tidak naik melebihi statusnya. tunduk kepada janda yang menggairahkan itu. "Siapa lagi?" "Kamu gila. Kekeliruannya yang pertama adalah pergi ke Sekigahara. siapa beli semangka?" seru seorang anak perempuan petani yang setiap hari. biasa berkeliling. dan Takezo. Dengan jemu ia memandang semangka itu. "Babi!" gumamnya lemah. sedangkan kulitnya merah sehat terbakar matahari. Yaitu sekadar melewati hari itu. Dengan riangnya ia beralih dari satu gerombolan ke gerombolan lain sambil berseru." Kecewa karena keberuntungan awalnya terhenti. Yang dimaksudkannya adalah orang-orang yang hendak dibalasnya: Oko.

Karena ingat akan Otsu.com . "Umurku baru dua puluh dua. dan kilas cahaya tampak kembali pada matanya." Ia menatap semangka itu. Pada waktu itu ia akan kembali ke kampung.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto sekarang. Tapi sepuluh tahun—tak mungkin! Tak akan lebih dari lima atau enam tahun! Dalam jangka waktu itu ia sudah mencapai sukses. "Lima tahun. Aku dapat melakukan apa saja kalau aku mencoba!" Setiap orang bisa saja mengalami perasaan seperti itu. menjadi kepala Keluarga Hon'iden. dan membujuknya untuk kawin. dan membebaskan diri dari Warung Teh Yomogi. meminta maaf kepada Otsu. Takezo. sementara matahari menyengatnya dari musim panas sampai musim gugur. Yang kubutuhkan sekarang cuma sepuluh tahun. ia mengetahui bahwa Miyamoto Musashi yang meraih reputasi sebagai pemain pedang di ibu kota itu ternyata teman lamanya. sementara selama itu seorang perempuan yang lebih tua menanggung hidupnya. 268 thanks to. Untuk sesaat kelihatan olehnya seolah sudah terlambat untuk mengadakan perubahan. semakin sering ia memikirkan Otsu. Pada malam keberangkatannya. Tetapi mulanya ia tidak dapat menemukan pekerjaan yang cocok. Apa gerangan yang sedang dia lakukan?" Dalam keadaan sekarang. "Itulah satusatunya cara!" ucapnya. Lalu aku akan melakukan pembalasan. Dan semenjak ia berakal sehat. sekalipun sedang mau muntah. dan akan kulakukan. ia sudah berhenti minum. dan menjual tenaga sebagai buruh harian di Fushimi.. kenapa aku tak dapat memperoleh nama untuk diriku. membudakkan diri dengan tekun dari hari ke hari. Tiga puluh satu! Apakah Otsu akan tetap sendiri. Agak bangga juga ia dapat bertahan di situ. Ketika sifat Oko yang sebenarnya akhirnya ia pahami. kadang-kadang memikirkan bekas tunangannya itu merupakan hiburannya satu-satunya. Tak dapat ia mengetahui bahwa khayalannya kosong. Disumpahinya dirinya sendiri karena selama lima tahun tidak mengikuti arus perubahan.webng. Aku dapat melakukan apa saja yang dilakukan Takezo! Aku dapat melakukan lebih dari itu. atau paling banyak enam tahun. Matahachi tak tahu sama sekali tentang apa yang belum lama itu terjadi di Mimasaka.. "Belum terlambat!" demikian ia meyakinkan dirinya. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. dan mencoba menanggalkan sifat malas dan kebiasaan buruknya." Sepuluh tahun? Ia berhenti untuk menghitung. Guncangan keras ini segera disusul gelombang cemburu hebat. menjadi suami seorang istri yang cantik. "Akan kutunjukkan pada semua orang!" demikian pikirnya. meloncati jurang lima tahun lamanya. biarpun sudah mengalami peristiwa dengan Oko. dan membikin iri seluruh kampung. itu berarti menutup mata. Di situ ia bekerja keras. "Tak ada alasan. berapa sudah umur Otsu waktu itu. dan menunggunya selama itu? Sedikit kemungkinannya. mulailah ia merindukan Otsu kembali. "Kukira Otsu pasti membenciku sekarang.co.. tapi dalam hal Matahachi.

"Kembali kerja. manis menetes-netes itu. "Kenapa kamu beli semangka kalau kamu tak bisa makan semangka?" "Aku beli ini untuk kalian semua. Karangan sederhana seperti di bawah ini menjadi semacam mode di tengah masyarakat. "Hei." Para penghela batu besar yang tegap-tegap itu mencemoohkan kelunglaiannya. Matahachi. "Kukira itulah yang baik. Sekalipun kata-katanya jarang dituliskan. karena aku tak bisa mengerjakan bagian kerjaku. 269 thanks to. Tapi kita setia padanya-sampai mati. sa. Yang Dipertuan. yang tentunya tak ada kesempatan biarpun cuma menyentuh bahan-bahan bangunan. ketika sebuah batu raksasa dipindahkan dengan pengumpil-pengumpil besar ke atas gelindingan dan diseret dengan tali-tali setebal lengan.. bukan apa-apa!" Sengal-nya. Begitu semangka habis. apa yang kau gumamkan sendiri? Mukamu kelihatan hijau. ei. Salah seorang bertanya. juga di antara para pekerja. kalian!" Samurai yang bertugas keluar dari sebuah gubuk memegang cambuk." jawab Matahachi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Justru pada waktu itu salah seorang teman kerjanya berdiri di seberang batu besar di depannya. Sambil menopangkan siku ke puncak batu besar lebar itu. Buat Tuan Yang Mulia. seseorang melompat ke atas batu dan pekiknya. Bau keringatnya menyebar ke atas tanah.com . Tarik ya! Seret ya! Tarik ya! Seret ya! Tuan kita bicara. bagus juga. Batu itu maju dengan berat dan lambat." "Oh. Matahachi yang bayar.id and dimhad. Apa semangka itu busuk?" Matahachi terpaksa menampakkan senyuman lemah. jelas telah mengetahui syair-syair itu dari sebuah pesta. lagu-lagu berirama ini pun berkembang biak. Hei. Segera kemudian terdengar lagu kerja para penghela batu di medan kerja itu. Kaki tangan kita gemetar. kawan-kawan! Makan ini. hei. membagi-bagi daging buah yang merah. "Kukira terlalu banyak aku terkena panas matahari. sa. Dari Awataguchi kita menariknya Menyeretnya batu demi batu-demi batu.webng." Buruh-buruh pun memecahkan semangka itu di sudut batu dan menyerbu-nya seperti semut. teman itu berseru. Biar aku beristirahat di sini sekitar sejam.. Air liur keluar dari mulutnya ketika ia mengguncang-guncangkan kepalanya. walaupun dengan cara baik-baik saja.co. namun sekali lagi ia terserang gelombang pusing. Ei. syauqy_arr@yahoo. tidak kurang dari Yang Dipertuan Hachisuka dari Awa. Yang Dipertuan Togoro. seperti gunung yang bergeser. "Ini bukan apa-apa. telah mencatat beberapa syairnya dalam sebuah surat. yang bertanggung jawab atas pembangunan Puri Nagoya. Dengan ramainya pembangunan puri.

Sekalipun panas matahari menyengat langsung wajahnya. tapi saya pusing.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Penulisnya berkomentar. Ditiupnya pasir di atas batu itu.id and dimhad. karena lagu ini bagian dari dunia mengambang yang kita tinggali!" Kaum buruh di Fushimi tidak sadar akan gema sosial lagu-lagu ini. menghiasi bagian depan topinya. "Lima tahun." 270 thanks to. Matahachi meletakkan kepalanya ke tangan. Ia tidak melihat Matahachi yang waktu itu masih terlalu merana untuk peduli. Sebuah emblem dalam bentuk kipas bertulang baja yang setengah terbuka. mengiang di telinganya. "Semua orang." Waktu itu dirasanya ada orang berdiri di dekatnya. Ia duduk membelakangi pendatang itu dan sekali-sekali muntah. Sesudah beberapa waktu. nada-nada itu kehilangan sebagian semangat gembiranya. apakah ada orang atau tidak di dekatnya. "Hei. seperti segerombolan lebah. apa untungnya itu untukku? Aku kerja sehari penuh. aku tidak makan. Kepala itu demam oleh suhu tinggi. ia kembali mengamati baik-baik lingkungan sekitar. syauqy_arr@yahoo." rintihnya. yang kudapat cuma cukup buat makan sehari. kini ia menjadi murung. tua-muda." jawab Matahachi." "Sebetulnya lebih baik dari biasanya. termasuk juga iringan semut yang sedang berbaris di situ.com . "Tapi apa gunanya. Lagu-lagu populer pada zaman merosotnya keshogun-an Ashikaga pada umumnya bersifat dekaden dan kebanyakan dinyanyikan secara pribadi. Kemudian hari. namun lagu-lagu mereka benar-benar mencerminkan semangat zaman. ia tetap tak bergerak. dan nyanyian dengan kata-kata "tarik-ya" itu mendengung." katanya. menyanyikan lagu ini. nyanyian yang spontan sifatnya cenderung memberikan tempat kepada musik yang digubah oleh para musisi yang mengabdi kepada para shogun. lagu-lagu bahagia dan gembira sering terdengar di tempat umum. Kepalanya tertutup topi anyaman kasar dalam-dalam.webng. Kalau tidak kerja. Orang lain tidak ada artinya sama sekali baginya. kemudian sambil menopangkan kepala ke batu dengan sikunya. Ia sedang memandang kerangka bangunan dengan penuh renungan dan sedang menaksir medannya. dan kelihatannya tak mempan oleh panas yang tak menyenangkan itu. Tampak olehnya seorang pemuda jangkung. Tinggi batu itu tepat sekali untuk meja tulis. dan ia menengadah. Dalam keadaan seorang diri. Umpamanya aku kerja keras. "Kenapa kamu?" "Panas ini. Ketika kekuasaan Tokugawa menjadi lebih kuat. dan di pinggangnya tergantung satu bungkusan seperti yang biasa dibawa oleh shugyosha. "Kau sedang kurang sehat rupanya. ia pun mendudukkan diri di samping sebuah batu yang lebar rata. Segera kemudian samurai itu tahu bahwa Matahachi sedang muntah.co. ketika kerasnya kekuasaan Ieyasu mulai terasa. tetapi pada tahun-tahun makmur kekuasaan Hideyoshi.

Entah dari mana datangnya. Matahachi merasa bersalah karena tidak melihat pada waktunya. sungai. Kini sudah terlambat." "Apa kau mau istirahat lebih lama di sini?" "Ya.co. supaya dapat memberikan peringatan. aku mau minta tolong. Ia menengadah dengan mata terkejut. syauqy_arr@yahoo. dan si inspektur menatap kembali dengan marahnya sebentar. Segera kemudian calon prajurit itu mengangkat tangan untuk mengusir lalat dari kerahnya yang berkeringat. Ia buka alas di atas batu itu. "Uh-Oh!" ujar Matahachi pelan." salaknya." "Kalau begitu. melainkan juga diperkuat. Ia mendekat dan memasukkan obat itu ke mulut Matahachi. Di bawah tepi topinya." Ia kembali ke batunya sendiri. juga sebagian paritnya. dan mulailah ia menggambar. yang kemudian berdiri di belakang pembuat sketsa itu. kemudian mengulurkan tangan ke arah gambar. namun dengan perincian luas mengenai seluruh puri. berpakaian setengah zirah dan mengenakan sandal jerami. Orang itu berdiri diam. menderita kerusakan besar. sehingga akan mengalahkan Benteng Hideyori di Osaka. benteng.webng. Kasih tahu aku kalau nanti ada orang datang lemparkan saja kerikil atau yang lain. pegunungan di latar belakang." "Ini tugasku!" "Mengganggu urusan orang lain itu tugasmu?" 271 thanks to. Calon prajurit itu menangkap pergelangan tangannya dan bangkit berdiri. matanya bergerak ke sana kemari dari puri ke lingkungan terdekatnya. dan pada halaman kedua ia mulai membuat diagram jalan-jalan dari belakang. dan dua pekarangannya. Tepat sebelum Pertempuran Sekigahara. Calon prajurit itu membuat sketsa sepintas-lintas secara cepat. termasuk juga menara utama. "Terima kasih. tapi tiba tiba saja muncul inspektur proyek." katanya. dan kali-kali kecil. seakan-akan menanti dilihat orang.id and dimhad. dan mengeluarkan kuas dari kantong tulisnya dan buku tulis dari kimononya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mau obat?" kata samurai itu sambil membuka kotak obat yang dipernis hitam dan menumpahkan pil-pil merah ke telapak tangannya. "Sebentar lagi kau sembuh. "Kau tak punya hak. Inspektur mengambil buku tulis itu dan mengacungkannya tinggi-tinggi. Sekarang benteng ini tidak hanya dibangun kembali. "Apa yang kamu lakukan ini?" serunya. "Aku mau lihat dulu. dan waktu itulah tampak olehnya si pengganggu itu. puri ini diserang oleh kesatuan kesatuan Tentara Barat.com . duduk di situ.

Belum lagi kata-kata itu selesai diucapkan.id and dimhad. Ayo sini ikut aku!" "Jadi." "Apa kelompokmu? Siapa komandanmu?" "Bukan urusanmu. dan menarik lembing kapaknya. Kamu mesti menjawab beberapa pertanyaan. pegawai-pegawai bejat! Terlalu biasa kalian menakut-nakuti orang banyak. dan buku tulis sobek menjadi dua. terpaksa aku mengikat dan menyeret-mu. Sambil melolong keras ditangkapnya leher inspektur itu dengan sebelah tangan.com . dan dengan tangan lain dicengkeramnya ujung bawah baju zirahnya. Atau kuadukan kau. Siapa kasih kamu izin membuat sketsa?" "Lho. Inspektur itu menjatuhkan belahan buku tulis tersebut. aku sedang membuat telaah tentang puri-puri dan ciri-ciri geografisnya buat rujukan masa depan. karena kepala si inspektur sudah menganga di atas batu. "Orang udik tak berguna!" jeritnya.co." "He. Mereka semua mengajukan alasan macam itu. Si calon prajurit melompat mundur selangkah." "Kupikir lebih baik aku menyimpannya. kau menuduhku penjahat?" "Tutup mulutmu dan ikut aku. "Awas kamu!" seru si inspektur. Nadi-nadi di dahinya menggelembung marah. kemudian dibantingnya ke sebuah batu besar." "Oh. Tapi kau boleh tahu. "Lebih baik kamu memberi penjelasan baik-baik. aku punya perintah untuk menyelidiki siapa saja di tempat ini yang kelihatan mencurigakan. 272 thanks to. Tak peduli siapa kamu." kata si inspektur. tiap kali kalian membuka mulut besar itu!" "Diam kamu! Ayo ikut!" "Jangan kau coba-coba denganku!" Calon prajurit itu tetap tak mau menyerah. Apa salahnya?" "Tempat ini penuh mata-mata musuh. "Kalau kamu tak mau ikut dengan sukarela. jangan. Matahachi berteriak ngeri sambil menutup muka dengan tangan untuk melindungi diri dari gumpalan-gumpalan benda encer merah yang melayang ke arahnya. si calon prajurit cepat kembali kepada sikap tenang sepenuhnya. Kedua orang itu tarik-menarik. jangan!" teriak calon prajurit itu hendak merebut buku tulisnya.webng. menginjaknya. seperti semangka. tapi kata-kata itu kurang cepat waktunya untuk didengar si inspektur. syauqy_arr@yahoo. lawannya sudah beraksi." "Apa dasarnya? Apa kamu perwira?" "Betul. Sementara itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa? Apa tak boleh aku melihat?" "Orang bebal macam kamu tak bakal mengerti. memperbaiki kedudukannya.

webng. Kemudian ia menoleh ke sekitar tenang-tenang. dan sekelompok serdadu. yang terus melawan seperti binatang kena perangkap. dan mencoba menyelinap. hingga tak seorang pun dari beratus-ratus buruh yang ada di sekitar tempat itu. Samurai itu berlari di belakang kereta sapi yang sedang keluar dari gerbang. dan lain-lainnya berteriak-teriak seakan-akan "matamata" itu musuh pribadinya. segera bergerak. Para pekerja melanjutkan kerja keras seperti lebah. Wajahnya yang kurus dan terbakar matahari itu bopeng. Menurut terkaannya.com . lalu menyerang si 273 thanks to. Matahachi mulai mengucurkan keringat. Mungkinkah orang itu sudah terbiasa membunuh dengan cara brutal seperti itu? Ataukah sifat darah dingin itu sekadar akibat ledakan kemarahan? Karena gentar yang sehebat-hebatnya. Namun ada sepasang mata khusus yang menyaksikan semua itu. Ia mengumpulkan dahulu bagian-bagian buku tulisnya yang robek-robek." "Bunuh dia! Bunuh dia!" Para penghela batu. dan segera kemudian berkepul debu kuning di dekat gerbang kayu benteng yang memisahkan wilayah pembangunan dengan kampung. "Ada apa?" "Perkelahian lagi?" Yang lain-lain mendengar seruan untuk memegang senjata. dan kelihatannya tidak berdagu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi sungguh terpesona. Kemudian pergilah ia dengan langkah cepat dan semakin cepat. "Ada mata-mata! Mata-mata dari Osaka!" "Tak mau juga mereka itu belajar. ataupun orang-orang yang mengawasi pekerjaan mereka. Teriakan-teriakan marah mengudara dari kerumunan orang banyak. dan menyerbu ke arah samurai tak berdagu itu. Sesudah ditemukannya topi itu. syauqy_arr@yahoo. yang memungkinkannya meninjau seluruh wilayah tersebut. sementara para pengawas yang bersenjatakan cambuk dan lembing kapak meneriakkan perintah-perintah ke punggung mereka yang berkeringat. Melihat calon prajurit itu melarikan diri.id and dimhad. Barangkali karena bekas luka pedang yang dalam dan mencekung aneh bentuknya. ia mengenakannya dengan hati-hati di kepala. untuk mencari topinya yang terbang ketika ia melaksanakan lemparan hebat tadi. Dari atas perancah pengawas terdengar teriakan.co. Seluruh peristiwa itu terjadi demikian cepat. yang semula minum teh di bawah perancah. ia meneriakkan perintah. orang itu belum lagi berumur tiga puluh. Mata pengawas umum para tukang kayu dan pembelah kayu yang berdiri di puncak perancah tinggi. Calon prajurit itu tidak terburu-buru melarikan diri. Ia merebut tongkat dari tangan penjaga. pengangkut tanah. sempat melihatnya. dan sekali lagi menyembunyikan mukanya yang mengerikan itu dari pandangan mata. tapi seorang penjaga melihatnya dan menjegalnya dengan tongkat berpaku. "Jangan lepaskan dia!" Tanpa ragu-ragu lagi orang banyak itu menyerang si pelaku kejahatan. sampai akhirnya seolah-olah ia terbang bersama angin.

tak apa-apa. Sikap mereka lebih kejam lagi. dan dengan ujung senjata itu ia banting si penjaga dengan kepala di bawah. Matahachi merasa heran. dan mukanya masih memperlihatkan kemarahan." kata salah seorang pengawal. kaum buruh ini menganggap samurai pengembara tak berguna. 274 thanks to. dan tawon-tawon mulai terbang di sekitar rambutnya yang kusut. Biar dia mati. "He. hujan batu menimpanya dari segala jurusan. Padahal dia belum lagi tua. kenapa para pengawal mengambil tindakan berjaga-jaga demikian rupa. tapi kepalanya tidak dapat menangkap maksudnya atau makna peristiwa yang baru saja disaksikannya. jangan seperti orang kasar bodoh!" teriak samurai yang sudah terkepung itu. Kepalanya tergeletak miring di tanah. syauqy_arr@yahoo." pikirnya. dan terlihatlah olehnya Matahachi.id and dimhad. dan sombong. Darah merembes dari kulit kepalanya. mencoba menyuruh orang-orang itu berpikir dan menahan diri.co. tidak produktif. Semut-semut sudah hampir menutup kedua tangan dan kakinya. Dua pengawal berdiri di samping tubuh yang jatuh itu. hingga mengeluarkan suara pun tak bisa. hitam oleh kotoran dan darah kental. "Beberapa menit yang lalu dia masih sibuk membuat sketsa. yang telah diikat dengan tali rami besar. "Hei. ia menarik pedang besarnya dan mengambil sikap menyerang. tapi tak dimengerti oleh otaknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI penjaga. "jadi bisa kita tinggalkan dia di sini sampai hakim datang. Setelah menjatuhkan empat atau lima orang lagi dengan cara seperti itu. sedangkan tulang keringnya yang putih menyembul dari tengah daging yang merah tua. Sekarang dia sekarat. Semua itu seperti mimpi buruk yang tampak oleh mata.com . karena rasa benci yang dalam terhadap semua shugyosha. seakan-akan tak ada yang telah terjadi." Matahachi mendengar kata-kata itu. Dalam lima menit saja wilayah pembangunan yang luas itu kembali seperti keadaan semula. padahal orang itu sudah sedemikian dekat dengan maut.webng. dan panas yang menumpulkan pikiran-semuanya kembali biasa. tapi agaknya ia lebih suka mengumpat para penyerangnya daripada menghindari batu-batu yang dilontarkan kepadanya. Sebelah kakinya menyembul aneh dari tengah sobekan panjang hakama-nya. Barangkali juga ia sudah mati. "Hidup ini begini rapuh. terdengar oleh telinga. Seperti umumnya orang kebanyakan. Kemudian dalam sekejap segalanya berlalu. tapi ketika ia bersiap-siap menerobos lingkaran yang mengepungnya. ringkik kuda yang sudah setengah kacau karena panas matahari." Ia merasa kasihan kepada samurai tak berdagu itu." Ia memandang ke sekitar. Orang-orang yang hendak menangkapnya undur ketakutan. kamu! Jaga orang ini. Bunga-bunga api yang berterbangan dari berbagai alat pemotong. "Sudah sembilan puluh persen mati. dan kaum buruh mulai kembali ke tempat kerja masing-masing. Orang banyak melampiaskan kemarahan sepuas-puasnya. Teriakan mereda. Tali itu mengikatkannya pada sebuah batu besar. Tidak sedikit para penonton yang tidak bersalah ikut terluka dalam perkelahian itu. Ia memang melawan mereka.

dan apa orangtuanya masih hidup. Satu kaki.com . Hampir Matahachi tak percaya dengan matanya. dan urutan pikirannya pun tiba-tiba berhenti. dua kaki—sungguh suatu peragaan kekuatan seorang manusia super! Tak seorang pun manusia berotot atau tukang hela batu yang dapat melakukan itu. menyeret batu karang seberat hampir dua ratus kilogram yang menjadi tambatan tali pengikatnya.co. abad ketika orang seperti Matahachi pun dapat berkhayal akan bangkit dari ketiadaan dan menjadi penguasa sebuah puri. Ya.id and dimhad.. hanya satu dalam seribu yang benar-benar mengakhiri usahanya dengan menemukan kedudukan dengan pendapatan memadai. Apakah ia benar-benar meratapi nasib orang itu. Kalau beruntung. Dengan lemah ia mengangkat tubuhnya. pasti dia mempunyai ambisi besar dalam hidup. dari semua pemuda yang mulai dengan harapan-harapan tinggi itu." pikir Matahachi. Bunyi menggelegak terdengar dari tenggorokan orang sekarat itu. Samurai yang terbaring di ambang kematian itu telah dikuasai oleh suatu kekuatan setani yang memungkinkan-nya jauh melebihi kekuatan manusia biasa. Sementara Matahachi merenungkan samurai yang terbaring di depannya itu. dari mana dia datang. Orang itu bergerak sedikit demi sedikit di tanah. menegakkan kepala. syauqy_arr@yahoo. melecut mereka untuk memperbaiki statusnya dalam hidup. yang mendorong mereka untuk mendambakan suatu impian. sekalipun banyak orang menyombongkan diri memiliki kekuatan setara sepuluh atau dua puluh orang. dan menarik tali tegangtegang. ataukah ia prihatin dengan kekaburan masa depannya sendiri? "Untuk orang yang mempunyai ambisi. Ia mencoba mati-matian untuk berbicara. dan jika lebih beruntung lagi ia dapat menerima penghasilan tetap dari seorang daimyo. seluruh jalan pikirannya mulai dirasa betul-betul bodoh olehnya. Tangan orang itu menjulur seperti sirip penyu dan mencakar tanah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Orang sial." Matahachi tercengkam oleh kesangsian aneh. ia dapat diambil oleh salah seorang bangsawan daerah. tetapi melihat prajurit yang berlumur darah itu." Waktu itu adalah abad yang memacu harapan orang muda.webng. "Kalau dia belajar sungguh-sungguh. "mestinya ada cara yang lebih baik untuk maju. Selebihnya harus merasa puas dengan kepuasan yang dapat mereka peroleh dari pengetahuan bahwa cita-cita mereka sukar dan berbahaya. Jalan Pedang pun jadi tampak sia-sia dan tolol. hingga tak mungkin baginya 275 thanks to. Seorang prajurit yang berbakat sederhana dapat mencapai sukses hanya dengan mengadakan perjalanan dari kuil satu ke kuil lain. Kengerian tiba-tiba menyadarkannya bahwa prajurit di depannya itu bergerak." demikian pikirnya.. tetapi lidahnya sudah menjadi hitam dan kering. dan hidup dari kedermawanan para pendeta. Ingin tahu juga. Ke manakah arah jalan yang ditempuh Musashi? Keinginan Matahachi untuk menyamai atau melebihi temannya semasa kanak-kanak memang belum mereda. Namun.

dan tampaklah oleh Matahachi. pasti ia mengalami kesulitan hebat." Sedikit demi sedikit mengertilah Matahachi bahwa orang itu mengatakan "tolong". Kalau tertangkap menyimpan milik orang mati itu. Lalu ia bersoal-jawab dengan dirinya sendiri. Napasnya terdengar sebagai desisan yang merongga terputus-putus. kemudian masuk cepat ke kamarnya sendiri dan mengambil kimono dan pedang dari lemari. apakah akan memotong sedikit rambut orang itu untuk disampaikan kepada ibunya. Sebagian di antaranya bahkan masuk ke dalam lubang hidungnya yang sudah tersumbat keringan darah. sedangkan seharusnya ia mengingat-kan orang itu akan datangnya sang inspektur? Apakah memang sudah ditakdirkan itu terjadi? Matahachi mencoba-coba meraba bungkusan kain dalam obi orang mati itu. "Kamu itu. Maka ia mengendap rendah-rendah dan menyelinap dari bayangan batu yang satu ke bayangan batu yang lain dan meninggalkan tempat itu seperti seekor tikus ladang.. dan tampak olehnya seorang samurai datang untuk mengambil mayat itu. Mendengar Matahachi ada di dalam rumah. ia dengar langkah-langkah kaki mendekat. Di situlah terletak akhir air matanya dan kepastian mautnya. 276 thanks to.webng. dan Matahachi menangkapnya sebagai ucapan "saya minta". Kenapa nasib telah membutakan mata Matahachi..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membentuk kata-kata. Kemudian terdengar bunyi lain yang tak jelas ucapannya. dan telah menunjukkan kebaikan hatinya dengan memberikan obat kepadanya. Kepalanya jatuh ke belakang dan napasnya berhenti. Isinya pastilah dapat mengungkapkan siapa orang itu dan dari mana ia datang. tapi ketika sedang menatap wajah yang mengerikan itu. Ditengoknya dari balik sebuah batu. syauqy_arr@yahoo. Matanya yang menonjol dari ceruknya memandang dengan nada memohon kepada Matahachi. kulit di bawah kerah kimononya sudah berwarna biru kehitaman. "Apa tidak gelap di situ?" seru perempuan itu. Istri pemilik toko sedang berada di samping rumah. Dua jam kemudian ia tiba di toko manisan tempat ia tinggal. Matahachi?" Matahachi menjawab dengan gerutuan keras. Maka diambilnya bungkusan itu dan dimasukkannya cepat-cepat ke dalam kimononya sendiri. Matahachi menduga bahwa permintaan orang itu di waktu sekarat adalah agar tanda mata yang ada padanya disampaikan pada keluarganya.com .co. ia memperlihatkan sebagian kulitnya yang putih dari balik pintu samping. membasuh diri dengan air tempayan. Samurai itu sudah mendatanginya ketika ia sakit. Maka lebih banyak lagi semut keluar dari dalam rumput untuk menjelajahi rambut yang memutih oleh debu itu. "To-lo-lo-ng. dan serunya. Namun mata orang itulah yang terutama berbicara.id and dimhad. Apakah yang diinginkan orang itu darinya? Matahachi merasa dikejar-kejar oleh pikiran bahwa kini ia menanggung kewajiban. kemudian ia ikatkan handuk yang sudah digulung di sekitar kepalanya dan bersiap siap mengenakan sandal lagi.

agaknya dirusak badai yang belum lama menimpa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak. Ketika melintas gerbang yang tampak murung itu.id and dimhad. Segera sesudah merasa jauh dari jangkauan para pengejarnya.webng. Osaka? Kyoto? Nagoya? Edo? Ia tak punya seorang pun teman di tempat-tempat itu. Mudahlah ia menyelinap pergi dari situ. Pemandangan di situ 277 thanks to. Ia membayangkan seorang wanita istana cantik. Serangga mendengung-dengung di sekitarnya. tampak olehnya rumah utama dan rumah kecil yang terpisah itu sudah hampir terkubur rumput liar. Ketika ia sudah lebih dekat. Tak seorang pun dapat melihatnya dari kejauhan. Atap rumah itu pun membutuhkan perbaikan. ia terus berjalan menempuh panjangnya ladang itu. Seperti halnya pada Matahachi. tampak bahwa pagar dan pintu gerbang rumah itu miring. Karena ingin menemukan tempat berbaring dan beristirahat. tapi sekarang ia lapar bukan kepalang. Tulang keringnya gatal. karena ada keanggunan tertentu. Ia merasa makin jauh ia berjalan. "Hampir saja aku celaka." "Apa tidak mandi? " "Tidak. saya bisa lihat dengan jelas. pada dadu semua adalah kemungkinan. Aku cuma mengambilnya untuk disimpan. walaupun sudah layu. dan terlihat olehnya sekelompok samurai datang dari seberang padang miskantus. ia tidak merasa melakukan kejahatan. duduk di kereta bertabir mewah yang sedang mendekati rumah itu dengan langkah megah. Namun rumah itu tadinya tentu milik satu keluarga berada." pikirnya.com . dan di seberang sana tampak atap sebuah rumah. Bunga miskantus tegak setinggi bahunya. Tapi bersamaan dengan itu ia pun sadar bahwa ia tidak dapat lagi memperlihatkan diri di wilayah pembangunan itu." Ia bergegas keluar menuju ladang dan cepat menghindar dari rumah jembel itu. Tepi pakaiannya yang basah melibat kakinya. angin akan membawanya berembus." "Tak perlu. dan tabir kabut petang mengambang di atasnya. Ingatan mengenai rasa muak yang dialaminya tengah hari itu kini hilang. Lebih-lebih karena ia yakin benar bahwa keberuntungan terletak di satu jurusan dan nasib malang di jurusan lain. syauqy_arr@yahoo. Saya akan pergi. Nanti saja. Tak sangsi lagi mereka datang dari puri. ia pun mulai merasa sengsara karena harus berjalan. Dia minta betul aku melakukannya. makin dalam ia masuk ke rumpun miskantus. Rasanya ingin ia melempar dadu untuk memutuskan ke mana akan pergi. Mereka memasuki toko manisan itu dari depan dan belakang. Kalau angin bertiup.co. Tapi ke mana ia harus pergi? Suatu pilihan yang sukar. Aku harus melakukannya." Menurut jalan pikirannya. Biji-biji rumput menempel ke lengan kimononya." "Akan saya bawakan lampu. "Tapi aku tidak mencuri sesuatu. dan kabut yang turun melembapkan pakaiannya. selama ia mengakui barang-barang itu bukan miliknya. Beberapa menit kemudian ia menoleh ke belakang.

seberkas cahaya merah muncul dari dalam. tanpa banyak kembang. Baru saja ia akan menyimpulkan rumah itu kosong. kedudukan. pendeta itu mengeluh dalam dan mulai meratap.. di mana pun ia berada. Untuk apa? Cinta buta? "Memalukan—tak dapat lagi aku menghadapi arwah istriku. tetapi halamannya demikian tertutup semak! Saya bahkan tak dapat melihat jalannya. Hati Matahachi jadi menggigil. ratapan tunggal mengenai kesendirian dan sendunya musim gugur. Empat puluh tujuh tahun! Dan masih saja aku tergoda angan-angan buruk dan kehilangan semuanya-pendapatan. yang hanya dimaksud untuk telinga sendiri. Ketika lagu berhenti.co.webng. juga anak lelakiku.com . hingga Matahachi mendapat kesan bahwa ia cuma menaruh sedikit rasa bangga pada permainannya sendiri. Segera kemudian ia dengar ratapan merana shakuhachi. bukan orang-orang tolol seperti aku ini. Sungguh gila tidak berhati-hati. Orang itu bermain sederhana saja.id and dimhad. dan bayangan dirinya di dinding makin besar. Daripada menganggap diri bijaksana karena usia. Ia memainkan lagu sedih. kalau soalnya menyangkut perempuan. Orang itu duduk di samping perapian. Ia meringkuk di dekat rumah itu sambil membisikkan katakata yang sudah lama dilupakannya itu. Bukan hanya itu." 278 thanks to.. suling bambu yang biasa dimainkan pendeta pengemis apabila sedang mengemis di jalan-jalan. Api yang baru dinyalakannya bertambah terang. kalau kita berumur empat puluh tahun. Di halaman penuh embun Serangga yang hina pun berlagu. "Orang bilang. nama baik. Ketika menengok ke dalam. dan saya pergi berkunjung kepadanya.. Kusembunyikan rasa senduku Dalam lipatan lengan kimonoku. syauqy_arr@yahoo. kita bebas dari godaan. Telah kubiarkan anak lelakiku satu satunya mengurus diri sendiri di dunia yang brengsek ini. Sementara serangga-serangga menyanyi. mestinya yang dibicarakan itu orang-orang besar. didapatinya si pemain memang anggota kelas itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mengingatkannya pada sebagian sajak penyair Saigyo yang pernah ia pelajari di masa kanakkanak: Saya dengar ada kenalan saya tinggal di Fushimi. saya pun menggubah sajak ini: Menerobos rumput liar. lebih baik aku harus lebih berhati-hati. Tapi cobalah lihat diriku ini! Empat puluh tujuh ketika kuhancurkan nama baik keluargaku. Ha! Kalau orang berbicara bahwa kita menjadi bijaksana sesudah umur empat puluh.

Mereka bisa saja menyalakan api di ruang besar sebuah biara tua. juga atapnya.co. "Pendeta-pendeta pengembara yang gila ini tak punya harta milik. Matahachi meringkuk diam-diam." Karena dikiranya orang itu kurang waras. 279 thanks to. melainkan sebuah kuali logam yang sudah hitam dan sebuah guci sake bermulut sumbing di sebelahnya. Dalam cahaya api yang mengejapngejap. syauqy_arr@yahoo. Di dalam kuali itu ada sedikit bubur nasi. yang digulungnya dan dibawanya ke mana saja ia pergi itu. "Dia belum lagi tua. tapi bagaimana kalau yang terbakar itu kuil kuno dari zaman Asuka atau Kamakura? Matahachi merasakan gejolak kemarahan yang jarang terjadi padanya. namun kurang pikir tentang hak milik orang lain. betapa besarnya bahaya api. seperti yang biasa terjadi pada orang lapar mana pun.com . Tak apa-apa kalau yang terbakar habis cuma rumah tua yang kosong itu. tak punya keluarga. terlambat. "Ketika urusan dengan Otsu itu terjadi. tetapi jijik dengan apa yang dilihatnya. tabirnya. dan dalam cuaca buruk. Matahachi merasa sedikit kasihan kepadanya. Ia mendengarkan. Mereka tak pernah berpikir." pikirnya. terdengar dari dalamnya suara gemericik gembira. Ia tersenyum lebar. Kimononya polos dan kumal. Matahachi seperti melihat ada kumis menyerabut di bawah hidungnya yang kurus. nyala api dari ranting-ranting patah mulai membakar lantai. ia meneruskan. alangkah cerobohnya pendeta itu. merasa bersyukur atas nasib baiknya." gumamnya sambil menolehkan matanya ke arah ceruk kamar." Matahachi merangkak masuk kamar sebelah. Tikar buluh tempat ia duduk. "Oh. apa yang harus kuperbuat?" rintih pendeta itu lagi sambil mengangkat matanya yang cekung ke langit-langit. kemudian mengosongkan isi kuali nasi dan mengucapkan selamat kepada diri sendiri karena perutnya sudah kenyang. yang menunjukkan bahwa ia pengikut guru Zen Cina. dan rambutnya tidak mengilat. tak seorang pun mau memaafkan aku lagi. hanya untuk menghangatkan bangkainya sendiri yang tak ada manfaatnya bagi siapa pun. Karena tiupan angin malam. tetapi ia mengenakan juga baju jubah hitam. Cepat ia mengosongkan sake itu dengan beberapa tegukan panjang. P'u-hua. Pipi pendeta itu cekung.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil menegakkan shakuhachi di depannya dan mengganjalkan kedua tangan pada pipinya.webng. dan menuangkan isinya ke api. dan ketika ia mengguncangkan guci itu. Bukan pola anggun kamar ataupun sisa-sisa jambangan berharga yang memikat perhatiannya. Sambil melakukan itu terpikir olehnya. Pendeta itu memungut shakuhachi-nya dan berjalan dengan lesu ke luar rumah. Matahachi masuk kamar kosong itu. "Tapi ini ada yang menarik. "Justru karena orang-orang seperti dia itu kuilkuil kuno di Nara dan Gunung Koya begitu sering hancur. bahunya kelihatan lancip seperti bahu anjing liar.id and dimhad. sosok tubuh orang itu menimbulkan khayalan tentang setan-setan malam. menemukan kendi air. tapi berdirinya sudah begitu goyah. "Sungguh orang aneh!" pikirnya. di dekat lukisan dinding. Sudah terlambat. barangkali satu satunya harta rumah tangganya-tempat tidurnya.

Olah Batin. langit-langit. bulan… Kinemaki Jisai.Berlian. syauqy_arr@yahoo. Terdapat juga sebuah pundi-pundi yang seketika jatuh dari lipatan kain dengan denting nyaring. ditemukannya sebuah benda yang ukuran dan bentuknya seperti gulungan surat. Isinya pakaian dalam yang sudah dicuci bersih. Ketika pakaian dibuka. Isinya emas dan perak dalam jumlah demikian banyak. tetapi nama Kanemaki Jisai itu tak ada artinya sama sekali baginya. Provinsi Echizen..gaya kilat. pada hari. gaya roda. Dengan rasa ingin tahu yang besar diletakkannya gulungan itu di hadapannya. yang dengan nama Ittosai thanks to.webng. terdapat sebuah sajak.com 280 . gaya perahu mengapung. serta barang-barang yang biasa dibawa musafir. Bunyinya.id and dimhad.co. Usaka Demesne. bukan uangku. melainkan juga dari dinding. gaya bulat. Bungkusan itu berupa kain krep kotor yang dicelup dengan celupan kayu sappan merah tua. tampak sebuah gulungan dililitkan pada sebuah gelindingan dengan kain brokat emas di ujungnya. Dikeluarkan di Kampung Jokyoji. SERTIFIKAT Dengan sumpah suci saya bersumpah telah menurunkan kepada Sasaki Kojiro tujuh metoda rahasia seni pedang Gaya Chujo berikut ini: Secara terang-terangan . Secara rahasia . "Ini uang orang lain. Ia bangun dan membukanya. terbungkus dengan amat hatihati dalam kertas minyak. Pundi-pundi itu terbuat dari kulit bercelup warna lembayung. teringat olehnya bungkusan yang diambil-nya dari prajurit yang sekarat tadi. Ketika dibukanya kertas minyak yang membungkus barang yang panjang. dan tikar tatami yang membusuk." demikian ia mengingatkan dirinya. Bulan yang memancarkan sinar Ke air yang tiada Dalam sumur yang belum digali Menghasilkan manusia Tanpa bayangan ataupun bentuk Matahachi sadar bahwa ia memegang sertifikat yang diberikan kepada seorang murid yang telah mempelajari segala yang diajarkan gurunya. dan pelan-pelan dibukanya. Ia pasti akan dapat mengenali nama Ito Yagoro. Tak Terhingga. hingga tangan Matahachi gemetar ketakutan. ia mendengar dengung serangga yang seperti hujan datang dari ladang gelap di luar—tidak hanya dari ladang. Tepat sebelum berlayar ke alam tidur.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil mengangguk-angguk mengantuk di samping perapian. Segera ia merasa bahwa gulungan itu mengandung rahasia penting. murid Toda Seigen Di atas secarik kertas yang agaknya ditambahkan kemudian..

id and dimhad. yang telah menguasai Gaya Toda Seigen sejati dan telah mengundurkan diri ke sebuah kampung terpencil untuk menghabiskan masa tuanya sebagai orang tak dikenal. syauqy_arr@yahoo. Matahachi membaca kembali nama pertama itu. Ia pun tidak tahu bahwa Jisai seorang samurai yang baik sekali wataknya." Macahachi membacakan doa pendek kepada sang Budha untuk Sasaki Kojiro. Segera ia jatuh tertidur. sementara gelombang pedih mengalun di atas desir ladang." pikirnya. apa pun macamnya gaya itu. "Sasaki Kojiro ini pasti samurai yang terbunuh di Fushimi hari ini. barangkali orang yang berasal dari tempat kelahirannya. 281 thanks to. Betul sekali dugaanku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI telah menciptakan gaya main pedang yang terkenal dan sangat dikagumi. Dia tentunya ingin aku menyampaikan ini pada seseorang.com . kemudian membaringkan diri di dekat perapian.co. Sungguh sayang dia mesti mati! Tapi aku jadi yakin sekarang. "Dia tentunya pemain pedang mahir yang patut mendapat hadiah surat keterangan untuk Gaya Chujo. dan sesudah itu menurunkan Metoda Seigen hanya kepada beberapa murid pilihan. ia menghidupkan api kembali.webng. Lagu sedih yang agaknya mencaricari sesuatu dan menyeru pada seseorang terus mendayu-dayu. Untuk menghilangkan rasa dingin. tapi ia tidak tahu bahwa Jisai guru Ito. Dari kejauhan terdengar bunyi shakuhachi pendeta tua itu. kemudian berjanji pada diri sendiri bahwa bagaimanapun ia akan melaksanakan misinya yang baru ini.

hidungnya mengerut. tetapi nasi adalah soal hidup dan mati. kepalanya berbantalkan satu lengan dan air liur menetes dari mulutnya. dan di sana-sini dikotori rumput yang menempel selagi ia mengembara seperti orang hilang melewati malam. tendangan saja belum cukup! Siapa bilang kamu boleh masuk rumah ini dan mencuri nasi dan sake-ku?" "Oh. Di siang hari terdapat lebih banyak kamar di rumah itu daripada yang kelihatan waktu malam hari. Sambil memekik seru ditendangnya si penidur itu sekuat-kuatnya. syauqy_arr@yahoo. Sebagai gantinya ada seorang asing di dekat perapian. tapi Matahachi hanya berkomat-kamit sambil mengantuk. kamu.co. dan berguncanglah tubuhnya oleh bersin hebat. tapi pendeta itu dapat menemukan jalannya tanpa kesulitan. Sambil menggumam sendiri ia berjalan menyusuri gang panjang ke kamar perapian di bagian belakang rumah itu.. "Apa pula ini?" teriak Matahachi. terbukti tak sedikit pun tertinggal bubur beras yang maksudnya untuk sarapan.com ." "Maaf? Apa gunanya itu buatku?" "Saya minta maaf. Berkumpul Kembali di Osaka LADANG itu diselimuti kabut kelabu. karena guci sake sudah tidak ada di tempat-nya. dan di dapur tak berpintu pada rumah tak berpenghuni itu jejak-jejak rubah yang masih baru simpang siur di lantai.!" gagap pendeta itu dan menendang sekali lagi. Pendeta pengemis yang kembali dengan terhuyung-huyung sebelum matahari terbit membaringkan diri karena lelah di lantai kamar sepen. Namun ia tidak berusaha menghapus ingus yang mengucur dari hidung ke kumisnya yang tipis. Setelah pemeriksaan cepat. sebelum akhirnya teringat bahwa ia masih menyimpan sedikit sake sisa malam sebelumnya. Tetapi alangkah heran ia.. "Jangan menendang macam itu!" "Oh. Pendeta itu merah padam oleh amarah.webng. Tangannya masih menggenggam shakuhachi. "Kamu. Maka jelaslah ke mana larinya sake itu. tanpa sake ia masih tak apa-apa." "Kamu mesti berbuat lebih dari itu!" 282 thanks to. Kimono dan jubahnya yang kotor basah oleh embun. Bajing-bajing berkeliaran di mana-mana. Ia duduk di sana beberapa menit. dan udara dingin pagi hari mengisyaratkan musim gugur sudah benar-benar dimulai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 21. Tentu saja bukan hanya sake yang hilang. Ketika ia membuka matanya dan duduk.. lubang hidung dan matanya membuka lebar. jadi nasi dan sake itu punyamu?" "Tentu saja punyaku!" "Maaf.id and dimhad.. kemudian menarik tangan dari bawah badannya dan dengan malas mengangkat kepala. Urat-urat nadi menggelembung pada wajahnya yang mengantuk itu ketika ia melompat berdiri. Ia tidur nyenyak.

"Buat apa pula mesti jengkel hanya karena sedikit nasi dan kurang dari setengah guci sake kelas tiga. terdengar teriakan sedih. "Janganlah begitu kikir. Ayunan pedang tidak mengenai sasaran.com . Ditariknya lengan-nya keras-keras sampai lepas dari cengkeraman. Dan Matahachi pun terus berguling. seperti rengek orang yang sedang sekarat. Setiap kali ia mengelak. tetapi belum-belum ia sudah tersengal-sengal mencari udara.co. Lompatan itu tidak melenting dan ia rupanya sudah hampir pingsan. Si pendeta sudah siap menangkis serangan dengan shakuhachi-nya. 283 thanks to. menghunus pedang. Karena tiang-tiang dan galar-galar sudah lapuk. dan menyerang orang tua itu. Pendeta itu menghujamkan kakinya mantap-mantap ke lantai. Suatu gerakan cekatan. dan dicengkeramnya rambut orang tua yang sudah jarang itu. Tak bisa saya mengembalikannya sekarang!" "Tapi aku mesti hidup juga. syauqy_arr@yahoo. lihat sekarang akibat ulahmu sendiri!" pekik Matahachi sambil mengayun pedang. tapi terus juga ia mengayun tanpa kenal ampun dan tidak memberikan kesempatan kepada pendeta itu untuk memperoleh napas kembali.id and dimhad. Namun karena ia terus-menerus beralih kedudukan. maka tak mungkin Matahachi menebaskan pedangnya. sebagian besar dinding itu runtuh menghujani Matahachi dengan kotoran. lain ia coba melontarkan orang itu dengan sentakan cepat.webng. tapi buatku itu makanan sehari-hidup sehari!" Pendeta itu menggeram dan mencengkeram pergelangan tangan Matahachi. Tapi sudah terlambat. Muka orang tua itu tampak seperti hantu. dan suaranya bagi Matahachi terdengar seperti suara setan lapar yang langsung datang dari neraka. dengan menggunakan kekuatan Matahachi sendiri. kan? Paling banyak yang kudapat dari keliling-keliling main musik di pintu gerbang orang banyak itu cuma sedikit beras atau beberapa tetes sake. "Bajingan kamu!" salak Matahachi sambil menaksir kekuatan lawannya. Berkali-kali ia melompat mundur. "Nah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa yang mesti saya lakukan?" "Kembalikan nasi dan sake itu!" "Ah! Dua-duanya sudah dalam perut saya dan sudah memperpanjang hidup saya satu malam. Sambil meludah semulut penuh Matahachi bangkit berdiri. Dungu kamu! Kaukira aku bisa berdiri saja diam-diam dan membiarkanmu mencuri makananku? Kuminta kembalikan barang itu!" Nada yang dipergunakannya mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal itu penuh paksaan. Pendeta itu mencengkeram erat leher Matahachi dan tak hendak melepaskannya. dan dengan sekali tolak saja Matahachi pun terguling." kata Matahachi dengan sikap meremehkan. "Takkan kulepaskan kamu begitu saja!" "Jangan seperti orang sinting begitu!" bentak Matahachi." "Keledai kamu! Mungkin kamu menampik nasi sisa. Tapi alangkah terkejutnya ia karena tubuh yang kelaparan itu tidak beranjak. sampai akhirnya berdebam menghantam dinding plester di sisi luar kamar sebelah.

kegairahanku. Dan setiap kali menghantam. Matahachi berseru. melainkan meletakkan wajahnya ke lantai dan mulai menangis. "Kenapa aku memainkan shakuhachi ini? Apa untuk mengusir khayalanku. sikap mencela diri sendiri itu lebih hebat daripada yang dimiliki kebanyakan orang. lalu melepaskan korbannya." "Oh. orang tua sinting? Tak perlu kamu naik darah cuma karena nasi dan sake sedikit saja. "Coba lihat dirimu itu! Begitu melihat uang. dan akan kubayar kamu dengan bunganya untuk ganti nasi dan minumanmu itu!" Si pendeta bukannya menjawab cacian itu. Rintihnya. "Kenapa aku jadi begini tolol!" Seperti halnya kekuatan yang baru saja dipakainya untuk berkelahi. Biarpun tinjunya sakit dan napasnya sesak.com .id and dimhad. namun begitu kakinya menginjak lantai beranda yang lapuk. "Lihat tidak. tapi beruntunglah ia karena pada detik itu keping-keping emas dan perak mulai berjatuhan dari kimononya. Keluarkan kepalamu yang tolol itu.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Akhirnya Matahachi celaka oleh kecerobohannya sendiri.webng. "Sungguh aku keledai!" sambungnya. dan nafsunafsu jahatku lewat kelima lubangnya? Bagaimana mungkin aku mengizinkan diriku terlibat dalam pertarungan hidup-mati hanya demi secuil makanan dan minuman? Dan dengan orang yang pantas menjadi anakku pula?" Belum pernah Matahachi melihat orang seperti ini. "Apa belum juga sadar aku akan diriku? Pada umur ini? Juga sesudah terbuang dari masyarakat dan tenggelam sedalam-dalamnya?" Ia menoleh ke tiang hitam di sampingnya. hukuman yang dijatuhkannya pada 284 thanks to. Setiap jatuhnya pukulan diikuti bunyi gemerincing mata uang yang jatuh ke lantai. Ditangkapnya bagian depan kimono Matahachi dan dipukulinya kepala Matahachi. kemudian membenturkan kepala lagi ke tiang. tapi katanya berbisa. ia menggeram keras. terus saja berantakan. Orang tua itu menangis beberapa waktu lamanya. Karena sebelah kakinya terjerat. Kemarahan Matahachi mereda sedikit. Matahachi jatuh telentang. dan mulailah ia membentur benturkan kepalanya pada tiang itu. kebodohanku. papan-papan berderak dan patah. pelipis dan tubuhnya-mana saja yang dapat dikenai shakuhachinya. Ketika pendeta itu melompat ke kebun. Uang bisa kubuang-buang! Ambillah kalau kau mau! Tapi sebagai gantinya kau mesti menerima kembali pukulan yang sudah kauberikan padaku. Matahachi tak berdaya. Matahachi segera membebaskan kakinya dan melompat meloloskan diri. Sampai sedemikian jauh. tapi waktu itu orang tua itu sudah tidak marah lagi. Si pendeta melompat menyerang. Kepalanya tampak membengkak sampai sebesar tong. sungguh memalukan diriku!" lolong sang pendeta. Ia rupanya bermaksud menghantamkan dahinya sampai belah menjadi dua. "Apa itu?" seru si pendeta tersengal-sengal. tak dapat ia tidak menatap uang itu dengan heran. sebelah kakinya terayun-ayun masuk ke sebuah lubang. syauqy_arr@yahoo. sikapku yang mementingkan diri sendiri. Sambil memegang kepalanya yang berdenyut-denyut. Matahachi mengikutinya dengan membabi-buta.

ya? Kentara dari tekanan katamu. Aku tak perlu uang. Pernah aku bertugas jaga di Benteng Hinagura. sekarang ia pandang uang itu dengan penuh kejijikan. Aku kenal betul daerah itu. Apa kau sakit?" "Tidak. Matahachi memungut uang yang jatuh itu dan mencoba memasukkan sebagian ke tangan si pendeta. "Tapi ada apa kau ini?" "Tak ada apa-apa. Aku lahir di Himeji." Karena merasa kasihan kepadanya.co. "Aku tak perlu uang. "Di mana di Mimasaka? " "Kampung Yoshino. Aku ingin kuat dan jujur seperti orang lain. "Kuberikan ini padamu. syauqy_arr@yahoo. "Aneh juga kau ini. tapi tak mau aku mati seperti orang bebal yang bodoh. itu nama yang membawa kenang-kenangan." "Kukira begitu.webng. "Miyamoto? Oh. kataku!" Meskipun sebelum itu telah meledak kemarahannya gara-gara secuil bubur nasi." "Kau rupanya dari provinsi barat." "Pasti ada.com . Sambil menundukkan diri di beranda. Matahachi merasa berkewajiban mencegahnya menyiksa diri lebih lanjut." "Kalau begitu. dan barangkali kamu akan memaafkan aku. sebelum aku membuang daging ini. Tepatnya Miyamoto." "Tapi kau berbuat aneh. "Sebagian karena kesalahanku. Anda pernah jadi samurai di tanah perdikan Himeji?" 285 thanks to." kata Matahachi.id and dimhad." "Biarkan aku sendiri. Sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan hebat. Kehilangan kendali diri telah membuat diriku marah." Orang tua itu tampak santai." "Tak usahlah kamu kuatir. ia membalikkan badan dan masih terus berlutut. "Kukira tidak." "Betul? Aku dari sana juga—Mimasaka. "Hentikan! Apa-apaan kamu ini." katanya dengan nada minta maaf." pinta si pendeta.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diri sendiri lebih banyak jumlahnya daripada pukulan yang dijatuhkannya kepada Matahachi. Aku mau memukul badanku yang jahat ini sampai mati dan menyuruh burung-burung gagak memakannya. Sebentar kemudian darah mulai mengalir dari keningnya. katanya tenang. "Hai! katanya." "Mimasaka?" ulang si pendeta sambil menatap Matahachi." "Aku tak ingin!" teriak pendeta sambil cepat menarik tangannya. Kupikir kau dapat menamakan ini penyakit." "Kalau begitu apa?" "Aku muak dengan diriku.

dan orang yang memberikan keterangan kepada Matahachi merasa cukup yakin bahwa orang itu keluarga yang sama dengan Seigen. "aku pasti membutuhkan biaya. Tinggallah kini persoalan surat keterangan Sasaki Kojiro. itu tidak betul. main shakuhachi. Kalau Anda ingin tahu lebih banyak tentang dia." Mondonosho agaknya salah seorang guru Hideyori dalam seni perang. "Saya pernah mendengar tentang Jisai. Walaupun kecewa karena tidak terangnya petunjuk yang pertama didapatnya itu. Matahachi memutuskan untuk mengikutinya. Kukira sekarang tampangku sudah tak pantas lagi.co.. kalau bukan mengambilnya dari kantong yang kubawa ini?" Sikap membenarkan diri sendiri yang sederhana itu demikian menyenangkan.. Anda mesti pergi ke Puri Osaka dan bicara dengan orang yang namanya Tomita Mondonosho. hingga semenjak hari itu mulailah ia menggunakan uang itu sedikit demi sedikit. demikian diputuskannya. Dalam perjalanan dari Fushimi ke Osaka. asalkan tidak banyak.id and dimhad. Lupakan bahwa aku pernah mengatakan sesuatu. tapi waktu itu aku menjadi semacam prajurit. "Aku akan pergi ke kota. Namaku Aoki Tan. Semua jawaban yang diperolehnya negatif.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. ia menyewa kamar di sebuah rumah penginapan murah di salah satu jalan ramai. Orang itu agaknya ronin. katanya. pasti dia sudah sangat tua. "Ah.webng. Karena itu pula ia tak tahu ke mana harus membawa surat itu. tapi tak mungkinkah misalnya ia bekerja pada seorang daimyo? Matahachi tidak menemukan jawaban atas soal dari manakah asal orang itu. di tiap warung teh. tapi kalau dia masih hidup. Ada yang bilang dia pergi ke timur dan menjadi pertapa di sebuah desa di Kozuke atau di tempat lain lagi. yang pasti tahu segala sesuatu tentang Sasaki. adalah menemukan guru pedang Kanemaki Jisai." Sampai di situ ia membalikkan badan dan berjalan cepat menuju ladang miskantus. dan mencari sesuap nasi.com . Bahkan tambahan keterangan bahwa Jisai murid yang diakui Toda Seigen tidak mendatangkan tanggapan. Matahachi bertanya apakah ada yang mengetahui tentang Jisai." demikian pikirnya. apakah benar sikapnya menawarkan uang yang berasal dari pundi-pundi samurai yang telah mati kepada pendeta itu? Tapi segera kemudian ia sudah dapat memecahkan dilema itu dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa mungkin tak ada salahnya meminjam uang itu sedikit. Sesudah orang tua itu pergi. dan rumah penginapan. kemudian tiba-tiba pula melanjutkan." Sampai di situ mendadak ia berhenti. Satu-satunya harapan. Aku cuma mengarang-ngarang. rumah makan. mulailah Matahachi berpikir-pikir. dan pilihan apa lagi yang ada padaku." Ia berdiri. Akhirnya seorang samurai yang kebetulan dikenalnya di jalan memberikan titik terang. syauqy_arr@yahoo. Setibanya di Osaka. "Kalau kusampaikan uang itu ke rumah orang yang mati itu seperti dimintanya. dan segera sesudah beres ia bertanya pada pemilik 286 thanks to.

"Anda bisa pergi ke Echizen dan mencari dia di sana. tapi sekarang sudah tidak tinggal lagi di sana. Tak lama kemudian tekad Matahachi pun merosot. Sekalipun masih muda. Sejauh yang dapat diketahuinya. dan bahkan Chosokabe Morichika yang berbahaya. yang sekarang tinggal di sebuah rumah sewaan di jalan sempit di luar kota. tapi tidak ada jaminan apakah dia masih ada di sana. boleh jadi dia sudah kembali ke Echizen beberapa tahun yang lalu. Hideyori diam-diam menyediakan dana untuk para daimyo pelarian seperti Goto Matabei. semuanya teguh dalam keyakinan bahwa apabila tiba saatnva. apa tidak lebih mudah menjumpai Ito Ittosai? Saya agak yakin dia mempelajari Gaya Chujo pada Jisai.co. ia menemukan dirinya berada di jalan buntu lain lagi." jawab pemilik rumah penginapan. Chosokabe telah mencukur kepalanya seperti pendeta Budha dan mengubah namanya menjadi Ichimusai "Manusia dengan impian tunggal". Kesibukan dan kegairahan kota itu menyulut kembali ambisinya dan menggelitik jiwa mudanya. dan ia bermaksud meninggalkan seluruh urusan itu. Desas-desus sembarangan beredar di antara penduduk kota. Dia bukan instruktur pribadi Yang Dipertuan Hideyori. apakah orang itu tahu orang yang bernama Tomita Mondonosho di Puri Osaka. saya sudah pernah mendengar nama itu. Sanada Yukimura." Saran pemilik rumah penginapan itu tampaknya masuk akal. ia akan bangkit membela nama baik mendiang Hideyoshi 287 thanks to. dan secara pura-pura ia menghabiskan waktu dengan tingkah laku sembrono yang perlente. Ya. Di Puri Fushimi. Saya pikir. Di sebuah kota yang terbuka lebar seperti ini. "Ya. Orang mencari para pemuda seperti dirinya. "Saya percaya dia cucu Toda Seigen. para pejabat secara tulus-ikhlas melaksanakan kebijaksanaan pemerintah Tokugawa. dan beberapa waktu lamanya sudah tidak kelihatan lagi di Kyoto atau Osaka. sebelum mengembangkan gaya sendiri. tapi dia memang mengajarkan ilmu pedang pada sejumlah samurai di puri itu.com . Namun umum diketahui bahwa ada tujuh atau delapan ratus ronin bekerja padanya. orang itu sampai baru-baru ini masih tinggal di sebuah gubuk kecil di Shirakawa di sebelah timur Kyoto. kenapa pula ia menghabiskan waktu dengan mencari keluarga orang mati? Banyak hal dapat dilakukan di sini. Akashi Kamon. Atau setidaknya pernah mengajarkannya. namun cukup terbuka. Tentu saja tidak secara terang-terangan. Namun di sini para jenderal yang menguasai Puri Osaka mencari ronin untuk dijadikan tentara.id and dimhad. Dikatakan misalnya. tapi ketika Matahachi mulai mencari Ittosai. itulah yang dia lakukan.webng. hingga sudah umum diketahui ronin lebih diterima dan dapat hidup lebih baik di sini daripada di kota puri mana pun di negeri ini. syauqy_arr@yahoo. Daripada mengadakan perjalanan begitu jauh hanya berpegangan dugaan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI rumah penginapan. Ini suatu pernyataan bahwa peristiwa dunia yang mengambang ini tidak lagi menjadi perhatiannya.

tapi sekali kutemukan peluang. Sering ia pergi sepanjang malam. apabila semangat menghendakinya. melintasi kota bersama dua puluh pegawai dan seekor kuda cadangan.co. Pakaian baru! Itulah yang dia perlukan. hingga tak ada satu pun celah yang dapat dilewatinya. Setiap hari baru adalah kebahagiaan. termasuk gaji untuk para ronin-nya. Sebetulnya Matahachi perlu mengendalikan diri untuk tetap hidup dalam batas-batas kemampuannya. Ia pun membeli pakaian lengkap yang baru. syauqy_arr@yahoo. Selamanya sukar masuknya. ia terus mencari seorang teman. "Dunia ini dinding batu. seorang penghubung yang akan mengantarkannya ke kedudukan dengan gaji besar pada seorang daimyo besar. dan makin lama ia makin yakin bahwa inilah tempat baginya. ia menyewa sebuah kamar kecil milik seorang tukang sadel di sekitar Parit Junkei dan mulai makan di luar.id and dimhad. Ia yakin bahwa ia akan terantuk pada sebuah batu dan muncul bertimbun uang. Ia melihat apa yang ingin dilihatnya. namun sekarang sudah tampak mengendarai kuda dengan megahnya." Tetapi menemukan pekerjaan yang tepat tidaklah semudah itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang pernah bersikap dermawan kepadanya. semua keluar dari kantong pribadi Hideyori. mengherankan juga gerombolan orang yang berbondong-bondong menelusuri jalan tampak tidak terburu-buru. sedang uangnya tinggal separuh. Dua bulan lamanya Matahachi berkeliaran di Osaka. Didesas-desuskan bahwa biaya hidupnya. Di pusat kota ada bidang bidang tanah kosong." demikian pikirnya. karena menurut anggapannya hidup di sebuah rumah penginapan terlampau mahal. Kalau kamu mengajukan permohonan di puri. karena ia percaya bahwa akhirnya nasib baik telah beralih kepadanya. "Apa yang kubicarakan ini? Memang begitulah kelihatannya. kalau kita masih belum mendapat kesempatan. Berulang-ulang ia merasa tergugah oleh cerita tentang samurai ini atau itu yang belum lama masih menyeret kotoran dari wilayah pembangunan. "Kamu muda dan kuat. Di sinilah ia akan meraih kesempatan menuju sukses. tukang sadel menjawab dengan penuh optimisme.. "Dan batu-batu itu sudah disusun demikian rapat. Kemudian. kegembiraan. dan dengan hati-hati memilih bahan yang cocok untuk cuaca di musim dingin yang sudah mendekat. Sambil hidup bersenang-senang. Bulan terakhir tahun itu Matahachi masih juga menganggur.com . Pada waktu lain ia merasakan sisa-sisa patah hati yang dialaminya. la merasa sehat dan hidup kembali. Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun ia merasa seberani dan setak-kenal-takut seperti ketika berangkat perang dulu. tak gentar oleh semakin menipisnya uang samurai yang sudah mati itu. pasti kamu mendapat tempat.. dan pagi-pagi benar rumput di situ putih oleh 288 thanks to." Namun kekecewaan ini selalu menyingkir. Keberuntungan sedang mencarinya. Di bawah sinar matahari musim dingin pada bulan yang paling sibuk tahun itu.webng. dan pulang apabila ingin pulang." Ketika ia bertanya kepada pembuat sadel apakah ia tahu kedudukan seperti itu. Tetapi ia merasa sudah berlaku lebih baik daripada kapan pun sebelumnya.

tapi apa salahnya?" pikirnya. meninggalkan jejak tetesan darah. Tukang-tukang teriak berlomba dengan suara lantang memikat orang lewat yang iseng untuk memasuki teater mereka yang rapuh.com . Pedangnya yang panjang dan pendek tampak mengesankan." kata penjual sake kepada Matahachi.co. Tapi ada saja yang datang lagi. kemudian pergi lagi. Berkat penampilan Matahachi yang menyilaukan. sekitar leher kimono itu sangat kotor. berjalan bergerombol-gerombol sambil mengunyah penganan kacang panggang. pasti mereka sudah bikin pecah semua pinggan saya.. Tuan. Mereka tinggal sebentar di sini. dan samar-samar sadarlah ia betapa ia mulai minum lagi. Orang yang duduk diam di bangku di samping Matahachi juga seorang ronin. "Terima kasih. Menurutnya sake itu sudah dihangatkan sampai pada suhu yang tepat. Orang orang kota cenderung menyingkir. mereka melarikan diri. "Banyak sekali orang sekitar sini. Ia menghidangkan juga sejumlah makanan kecil sebagai tanda penghargaan. kemudian menghidangkan satu guci sake lagi pada Matahachi. orang-orang yang berkelahi itu sudah balik kanan dan angkat kaki." Wajah Matahachi merah oleh minuman. dan ketika ia memandang marah kepada mereka dan mengancam akan membunuh keduanya kalau mereka menimbulkan kerusuhan di kios itu." katanya keras. dan suasana musim dingin terusir oleh suara para pedagang yang menjajakan barang dagangannya diiringi suara gong bertalu-talu dan genderang berdentumdentum. Lelaki-lelaki dengan kaki berbulu dan mulut penuh makanan meringkik seperti kuda di toko-toko." "Satu lagi." "Bagus sekali cuaca bertahan begini. dan waktu senja wanita-wanita berbaju lengan panjang dan berbedak tersenyum-senyum tolol seperti biri-biri.webng. Matahachi merasa puas dengan dirinya. sekalipun ia tidak mengenakan jubah penutup kimono." Orang itu membungkuk beberapa kali. Semakin siang jalan-jalan semakin berlumpur. ya?" ucapnya bersahabat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI embun beku. Pada suatu petang terjadi perkelahian antara para pembeli sebuah warung sake yang menempatkan beberapa bangku di tepi jalan. syauqy_arr@yahoo. kawan. Tuan. "Ini akhir tahun. ingatlah ia akan sumpahnya untuk berhenti minum sebelum ia pergi bekerja di Fushimi. 289 thanks to.. Ketika mengangkat mangkuk. Tujuh atau delapan kios yang dikelilingi tikar jerami lusuh. Belum lagi dapat dikatakan siapa yang menang.id and dimhad. Bau kecap murah mengambang di udara. berusaha memikat orang banyak dengan bendera-bendera kertas dan lembing yang dihias aneka warna bulu untuk mereklamekan pertunjukan yang sedang diadakan di dalam. "Kalau orang lelaki tak boleh minum sekali-sekali. "Kalau Tuan tak ada di sini. untuk mencegah orang luar menengok ke dalam. Percekcokan meletus antara dua pekerja. "Ah. orang-orang kota yang sedang berkelahi itu melarikan diri.

tapi kukira tak boleh aku menanyakan itu. "Siapa pula Ieyasu itu? Omong kosong saja kalau dia bisa mengabaikan tuntutan Hideyori dan ke sana kemari menyebut dirinya 'Maharaja Agung'. Matahachi suka melihat gayanya. ya? Kulihat kamu duduk di sini menghadapi sake. sedangkan statusnya tidak cukup tinggi. ia pun tersenyum. dan katanya. "Kau sendiri siapa?" 290 thanks to. dan ada sesuatu yang memikat dalam dirinya. kelicikan. katanya. walaupun dia memang memiliki lebih banyak pengaruh politik daripada Kanesuke. Beberapa menit kemudian ia sudah menenggak lima guci. karena agaknya menimbang kembali apakah ia berbicara terlalu banyak. Tanpa Honda Masazumi dan beberapa pendukung lamanya yang lain. syauqy_arr@yahoo." jawab orang itu asal saja." "Bagus!" Orang itu berdiri memegang guci sake.. pihak mana yang akan kaupilih?" Disertai sikap ragu-ragu." kata Matahachi. ia memperhatikan Matahachi dari bawah ke atas. kalau sedang mau. Bau harumnya mengambang di udara dan menarik-narikku kemari. "Osaka." Ia mengosongkan isi mangkuknva sekali teguk. Mari kita minum! Dari daerah mana." "Halo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei. Aku dari Gamo. "Engkau seorang dari kami.id and dimhad. tak tahulah aku. yang biasanya tak ada pada orang-orang militer. Aku juga teman Susukida Hayato Kanesuke. "Kalau nanti Osaka bentrok dengan Edo lagi. "Ah. diam sebentar. dan sedikit saja kemampuan politik—maksudku yang dipunyainya itu cuma bakat politik tertentu. "Secara pribadi aku mengharap Ishida Mitsunari yang menang di Sekigahara. bawakan juga aku satu. Barangkali kau pernah mendengar tentang Ban Dan'emon? Aku sahabatnya." Sesudah menyatakan penilaiannya itu. "Berapa banyak biasanya kau minum?" tanya Matahachi.webng. Kami akan berkumpul lagi hari hari ini. tapi dia terlalu berjiwa besar untuk mengorganisir para daimyo. Namaku Akakabe Yasoma. apanya yang tinggal? Cuma darah dingin.. tapi menurutku dia terlalu murung. Aku juga pernah bertemu dengan Ono Shurinosuke tiga atau empat kali. jenderal ternama dari Puri Osaka. Matahachi menjawab. sebelum aku memberitahukan siapa diriku. sedangkan Matahachi baru menghabiskan satu guci. sementara menunggu punyamu dihangatkan. Orang itu kelihatan bersahabat. Sambil mengganjalkan kaki kanan ke lutut kirinya. Ia biasa minum juga. Ketika matanya sampai pada wajah Matahachi.com . "Boleh coba ini punyaku. kemudian tanyanya. dan cepat!" serunya. "Sepuluh atau dua belas guci." "Terima kasih. "Sungguh memalu-kan menjadi pemabuk.co. sepertinya lengan bajuku ini yang ditariknya." Akhirnya mulailah mereka bicara tentang situasi politik. tiba-tiba la bertanya. Kami pernah mengadakan perjalanan bersama ketika dia masih menjadi ronin. "Halo." kata orang itu sambil mengangkat mangkuk. Dan orang itu masih juga sadar. oh." Ia mundur. dan sebentar kemudian ronin itu mengangkat bahu.

" "Kenapa? Aku tak punya status dan kedudukan khusus. "Ito Yagoro. siapa sesungguhnya Anda. sesudah saya pikirkan lagi. Yasoma sudah berlutut di tanah dan membungkuk dalam. aku selalu berpikir bahwa pada suatu hari aku akan terpaksa mencari seorang tuan untuk kuabdi. jelaslah buat saya. "Yah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi memang tidak mempercayai segala yang dikatakan orang itu. "Tak perlu engkau membungkuk seperti itu. Andalah Sasaki Kojiro. Tak ada lagi jalan kembali. begitu. Tapi sekarang belum sampai aku pada titik itu. Siapa namamu waktu kau mendapat latihan di bawah pimpinan Jisai? Maksudku. kalau pantas aku menanyakan hal ini. ia terpaksa berkelahi demi hidupnya. Tapi saya memang tak bisa tahu tadi. Tubuhmu tampak terdisiplin." katanya beberapa kali. Dan ia mulai menikmati permainan itu. adalah murid senior dari sekolah yang sama itu. guruku pertapa Kanemaki Jisai yang agung dan tak mementingkan diri sendiri. tapi Anda pemain pedang besar." Matahachi menjawab polos. hingga tak banyak waktuku untuk bersahabat dengan orang banyak. "Saya sudah sering mendengar Sasaki Kojiro pemain pedang yang baik sekali. Untuk sesaat yang penuh kegelisahan. kau ini tentunya pemain pedang tulen. yang telah menerima Gaya Tomita sejati dari Seigen dan kemudian mengembangkan Gaya Chujo." "Apa betul begitu?" kata Yasoma heran." 291 thanks to. syauqy_arr@yahoo." "Oh. tak akan dapat kita bicara sebagai teman. Aku cuma pemuda yang tak banyak kenal dengan dunia ini. "sebetulnya aku sudah dari tadi menyangka begitu. Sekiranya Yasoma kebetulan teman atau kenalan Kojiro. "Orang yang menemukan Gaya Tomita?" "Aku pernah mendengar nama itu. Apakah itu berarti Anda tidak berminat menemukan kedudukan yang baik?" "Tidak." "Kalau begitu. Matahachi terpikir akan menarik kembali segala keterangannya itu. namun ia merasa bahwa untuk sementara ia dipaksa kalah pengaruh." jawab Matahachi. Sudah banyak kali saya mendengar nama Anda.com . "Tapi saya pikir tidak betul kalau Anda tak punya kedudukan resmi. "Kalau kau berkeras mengambil sikap resmi." "Namaku Sasaki Kojiro." "Nah." kata Matahachi dengan murah hati. tapi sudah terlambat." "Tapi Anda tentunya tersinggung oleh bualan saya tadi itu. pencipta Gaya Itto." Ia memandang Matahachi baik-baik." Matahachi lega luar biasa." kata Yasoma. "Apa kau tahu Toda Seigen?" tanyanya. "Maafkan saya. "Percaya tidak.co." kata Matahachi dengan wajah sungguh-sungguh." "Betul. Sekarang.webng. dan saya harus minta maaf karena tadi tidak berbicara lebih sopan.id and dimhad. aku telah membaktikan diriku dengan tulus ikhlas kepada pedangku. dan terasa ada kemampuan padamu." "Ya.

dan Yasoma jadi bingung." Sementara Yasoma bertambah gembira dengan prospek-prospek yang dihadapinya.id and dimhad. Tapi. karena ia yang menyimpan surat keterangan yang merupakan satu-satunva pengenal orang yang telah mati itu. Mari kita pergi ke tempat lain yang tenang." "Oh. Anda punya nama baik yang didukung pedang. Matahachi sendiri tak dapat menghindari perasaan bahwa ia telah tercebur langsung ke dalam suatu kancah. Kalau Anda suka. Agaknya menurutnya wajar sekali. syauqy_arr@yahoo. dan itulah yang membuat Anda berbeda." serunya sambil mengeluarkan beberapa mata uang dari pundi-pundinya.co. Saya betul-betul terkejut. soal itu gampang sekali. Tanpa surat keterangan itu tidak ada jalan bagi penguasa untuk mengetahui siapakah si ronin itu. berapa banyak pun bakat yang Anda punyai." Yasoma berhenti. saya akan senang melakukannya. Dan kecil kemungkinan mereka akan bersusah payah melakukan penyelidikan." jawab Matahachi. tapi kita tak dapat membicarakan soal macam itu di sini. Saya ingin dimasukkan Puri Osaka. siapakah orang itu. Ia memang ingin sekali mendapat pekerjaan. tentu..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Oh. dan tidak akan mudah ia keluar dari sana. Yasoma tak akan menawarkan bantuan kepadanya. saya sudah minta teman saya. dan Matahachi satu-satunya orang yang mengetahui hal itu. adakah sesuatu yang benar-benar perlu dikuatirkan? Kojiro yang sebenarnya sudah mati. kalau bukan seorang "mata-mata" yang telah dilempari batu sampai matt? Maka. Terus terang. Semenjak saat ini.com . kalau Anda tetap diam.. sebelum Anda menyatakan pada saya. 292 thanks to. tentu. Cobalah pikir. terbentuklah dengan pasti rencana berani dalam kepalanya: ia akan menjadi Sasaki Kojiro. "Mana rekeningnya. tapi ia takut membuat kesalahan kalau membawakan diri sebagal Sasaki Kojiro. mencarikan kedudukan buat saya juga. kemudian katanya. kalau Matahachi membayar rekeningnya juga. ujarnya.. "Bagaimana dengan usul saya itu?" "Oh. di mana kita dapat tinggal berdua saja. saya bahkan tak tahu siapa Anda. "Sekiranya Anda menghendaki saya membantu. tak seorang pun akan mencari Anda. kalau ia mengatakan bahwa ia Hon'iden Matahachi. sementara Matahachi sedikit-sedikit meyakinkan dirinya bahwa rahasianya itu tidak akan diketahui orang. Tak bisa dihindari nama Sasaki Kojiro telah menimbulkan kesan kuat. Barangkali Yasoma akan memandang rendah kepadanya. Matahachi bangkit akan meninggalkan tempat itu. Sebaliknya. Segera kemudian mereka sudah berada di sebuah daerah lain.webng. "aku akan sangat berterima kasih kalau kau mau bicara dengan temanmu itu atas namaku. Tentu saja. dengan senang hati saya akan bicara dengannya. Susukida Kanesuke." kata Yasoma yang kelihatan lega sekali. biarpun barangkali gajinya tidak banyak. Lagi pula. seorang samurai kampungan dari Mimasaka. Saya yakin Kanesuke akan senang merekomendasikan orang seperti Anda kepada pihak berwenang di sana. beberapa jauh dari jalan-jalan utama itu.

" Mereka masuk sebuah rumah. Sambil menyanyikan puji-pujian pada daerah lampu merah. Ia betul-betul tanpa cela. Matahachi merasa dalam batas-batas tertentu ia telah mendapat 293 thanks to. Ia tahu bagaimana memesan sake dan menghadapi gadis-gadis. Dan mereka tak dapat betul-betul dipersalahkan karena sudah menjadi sundal. dan banyak di antaranya yang ayahnya pernah menjadi pegawai daimyo yang sudah kehilangan kekuasaan. "Sebagian dari mereka pernah menjadi gundik shogun. Orang cenderung menolak gagasan tentang penjualan seks. karena keduanya itu mengingatkannya pada kalajengking pembawa maut. Jadi. bersusah payah membela para wanita itu. Matahachi memang memperhatikan baik-baik. Di antara mereka sekali-sekali memang tampak wajah yang manis. banyak di antara sampah itu terdiri atas bunga-bunga yang sudah gugur.webng. syauqy_arr@yahoo. yang meskipun dengan mata muram. di sana terdapat seribu rumah hiburan dengan perdagangan yang demikian berkembang.co. "Sudah saya katakan tadi. dan akhirnya ia pun merasa sedikit kurang enak. dan Matahachi menyerahkan segalanya kepada Yasoma yang kelihatannya berpengalaman.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi semula bermaksud membawa teman yang baru ditemukannya itu ke sebuah tempat minum yang mentereng. ia membawa Matahachi ke daerah yang supaya enak disebut Kota Pendeta Wanita. terlihat kutu ikan dan kepiting sungai yang merayap ke sana kemari di bawah jendela-jendela menonjol dan lentera-lentera merah. tapi segera ia tertarik oleh kegembiraan suasana di situ. hingga dalam satu malam saja dihabiskan seratus barel minyak lampu. kemungkinan besar kita akan menemukan bahwa dia sama seperti wanita lain.com . tapi kalau kita lewatkan satu malam di musim dingin dengan seorang dari mereka dan bicara dengannya tentang keluarganya dan sebagainya. namun pada tengah hari berikutnya Yasoma belum juga memperlihatkan kelelahan. Daerah itu sebagian besar dihuni oleh perempuan yang tebal pupurnya. Mereka menginap di sana. Matahachi semula sedikit enggan. "Banyak juga mereka. Matahachi merasa pengalaman itu sangat menyenang-kan. "Dan mereka ini lebih baik daripada pelayan warung teh atau gadis penyanyi di rumah sebelah yang kemungkinan mengawani Anda. Kalau orang memperhatikan dengan saksama. tetap mencoba dengan lesunya menggelitik hati lelaki yang berkumpul di sana. Perempuan perempuan ini biasa mengarungi jalan-jalan. Ini terjadi pada abad-abad ketika Taira jatuh ke tangan Minamoto. tapi Yasoma menyarankan untuk pergi ke tempat lain yang lebih murah dan lebih menarik. dan gigi yang sudah hitam." jawab Yasoma." kata Matahachi mengeluh.id and dimhad. Anda akan melihat bahwa di dalam selokan dunia yang mengambang ini. Tidak jauh dari sana terdapat parit kuil yang biasa dialiri air banjiran dari teluk. kepala terbungkus kain penolak dingin. dan ini cuma sedikit saja dibesar-besarkan. tapi yang terbanyak kelihatan sudah berumur lebih dari empat puluh tahun. Kata orang.

semangat mudanya yang mentah berkata. Sebaliknya. jalan-jalan yang terletak di dalam bayangan besar Puri Osaka itu cepat menjadi gelap. "Yang gerbangnya pakai atap kurung itu?" "Bukan. sementara angin dingin terusir akibat sake yang telah mereka masukkan he dalam tubuh sepanjang hari itu. "Di sana rumah Susukida. menuju salah satu wilayah pemukiman samurai yang lebih eksklusif." Tapi Yasoma tak hendak pergi. dan lagi tak bisa saya membicarakan keadaan Anda sebelum saya mendapat gagasan yang lebih baik tentang apa yang Anda kehendaki. rumah sudut di sampingnya itu. Sesudah meninggalkan bordil itu. bagaimana dengan soal uang?" 294 thanks to. Sebelum umur sekitar tiga puluh. Ayo kita pergi." katanya." Sementara malam datang. "Ada apa?" "Saya punya janji menemui Susukida Kanesuke.. ia sudah demikian bulat mempercayai Yasoma. Sementara memandang rumah-rumah semayam para daimyo yang mengitari purl besar itu. tapi sekarang. Anda tak boleh memberikan kesan bahwa Anda puas dengan jumlah berapapun. Terlalu pagi sekarang ini. Katanya.. hingga ia tidak lagi mengajukan pertanyaan tentang apa yang dikatakan orang itu.com . Bukannya ia tidak percaya. Tetapi ia mulai merasa lunglai. berarti Anda merendahkan diri sendiri. kalau kita pergi ke rumahnya. selalu dibayar dan diperlakukan lebih baik. Kalau Anda mengatakan bersedia menerima kedudukan seperti dulu. ya?" "Kanesuke sudah dapat nama. Seorang samurai sekaliber Anda ini dapat menerima jumlah berapa saja yang Anda sebut." "Hmm." Matahachi berpura-pura tidak mencurahkan perhatian pada apa yang dikatakan Yasoma. "Aku tak mau lagi minum. Matahachi dan Yasoma pergi melintasi kota. "saya akan bertemu dengan Kanesuke dan bicara dengannya supaya dia mempekerjakan Anda. syauqy_arr@yahoo.co. Mereka berdiri membelakangi parit.id and dimhad." "Sekarang. besar. tak seorang pun pernah mendengar tentangnya." "Tak ada alasan menjual diri terlalu murah bagi Anda. "Aku pun akan tinggal di tempat seperti itu—tak lama lagi. Akhirnya ia mengaku sudah cukup banyak minum. Bagaimana kalau saya katakan kepadanya bahwa Anda menginginkan upah dua ribu lima ratus gantang? Seorang samurai yang yakin dirinya baik. "Tinggallah dengan saya sampai malam.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ganti dari perlakuan terhadapnya ketika ia digusur ke kamar belakang di Yomogi itu. Namun ia merasa harus tetap acuh tak acuh.webng." kata Yasoma. Tapi sebelum itu." "Aku tak akan minta upah terlalu besar sebagai permulaan." kata Yasoma.

Matahachi berjalan melintasi udara beku yang sedang mencair di tempat terbuka itu. tapi tak melihat tanda-tanda Akakabe Yasoma. dan sangat terbuka. Ketika mengeluarkan pundipundi dari dadanya. Dia bukan satu-satunya orang berpengaruh di Osaka.co." "Kapan aku mendapat jawaban?" "Kita lihat nanti. Kanesuke bukan satu-satunya orang di tempat ini yang menerima bayaran karena mencarikan kedudukan untuk seseorang. tahulah ia bahwa isinya sudah susut sampai sekitar sepertiga dari jumlah semula. Semua orang melakukannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Oh. Yasoma melambaikan tangan dan berjalan gagah melintasi gerbang rumah persemayaman itu sambil mengayunkan bahunya. ia berkata. saya cuma harus menyimpan kembali uang ini dan mengembalikannya pada Anda." Tapi sekali lagi matahari tenggelam. cukup sekali. tidak. tanpa menunjukkan sedikit pun keraguan. tempat orang mengadakan pertunjukan-pertunjukan tambahan itu. Mari kita ketemu lagi besok. Hari sesudahnya Matahachi pergi lagi ke sana. Keyakinan betul-betul sudah melingkupinya." "Apa tak perlu kau membungkusnya?" "Tidak." kata Matahachi. Kalau kelihatannya ada kesulitan. kan? Nanti orang-orang bisa curiga Anda akan melakukan sesuatu yang buruk. Apa ini cukup?" "Oh." mohonnya. "Tentunya ada yang menahannya." "Baik. 295 thanks to. ia mengikuti beberapa langkah. tapi tentunya Anda tak hendak berdiri beranginangin di sini. tentu." pikirnya bermurah hati." Sesudah menetapkan waktu pertemuan." "Yang paling baik kalau Anda menanti di warung sake tempat kita pertama kali bertemu. angin terasa dingin dan banyak orang di sana. Karena sudah terkesan. mulailah ia merasa tidak tenang. Ketika Yasoma pergi. Anda bisa menanti saya. Tak perlu malu. Sambil mengeluarkan seluruh isinya. Matahachi merasa Yasoma tentunya sudah mengenal Kanesuke semenjak zaman ia kurang makmur. Seperti hari sebelumnya. Dengan mudah saya dapat minta bantuan pada Ono atau Goto. Malam itu ia bermimpi tentang masa depannya yang menyenangkan. "Usahakan sebaik-baiknya. sadar bahwa suap memang umum. Yasoma tetap tak tampak. tapi sesudah menyerahkan selebihnya. "Jangan kuatir.id and dimhad. "Hanya ini yang kupunyai." Matahachi mengambil kembali sebagian kecil dari uang tunai itu.com . tentu. sambil menatap wajah orang banyak berlalu. Saya punya banyak koneksi. Pada waktu yang ditentukan." "Di mana?" "Datanglah ke tempat kosong. Ia menanti sampai matahari terbenam. "Dia pasti datang hari ini.webng. syauqy_arr@yahoo.

id and dimhad." "A-apa? Kenapa Anda berkata begitu?" "Oh. "Si bajingan itu?" sengal penjual sake.co. Saya menunggu dia di sini untuk mengetahui hasilnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Hari ketiga. di kios tukang sulap. "Jadi. Kalau Yasoma mendapat uang. Matahachi berjalan menikung ke belakang. Kalau mereka melihat orang yang tampak sedikit polos. kemungkinan dia akan mencoba menggandakannya. serta tepuk tangan para penonton. tapi tak ingin saya ikut campur. dan bendera-bendera yang terpasang di dekat gerbang kayu mengumumkan nama-nama beberapa artis sulap terkenal. Saya jumpa dengan dia hari itu. Sayang sekali!" Orang itu bersimpati sekali pada Matahachi. Orang-orang jembel di tempat ini sering berkumpul di belakang sana untuk berjudi. "Saya di sini lagi. Namun sesungguhnya bukan rasa malu itu yang mengganggu Matahachi. "Anda kemari mau berjudi?" 296 thanks to. seorang pengintai bertanya kepadanya. mereka pun menerkamnya. Di depan." kata penjual sake.webng. saya berjanji bertemu dengan orang yang namanya Akakabe Yasoma." "Sungguh malang Anda! Anda bisa menunggu seratus tahun. Saya pikir Anda akan tahu dari cara dia memandang dan bertindak. syauqy_arr@yahoo. Saya berikan uang kepadanya untuk diberikan kepada orang yang namanya Susukida Kanesuke. melainkan kenyataan bahwa uangnya hilang. Dari balik tirai dan lembar-lembar tikar jerami yang mengitari pagar terdengar bunyi musik aneh bercampur suara para tukang sulap yang keras dan cepat. itulah yang membuat darahnya mendidih. "Saya sangsi apakah akan ada gunanya. macam apa wataknya. orang berkaokkaok untuk menarik pengunjung. "tapi Anda bisa mencoba bertanya di sana. Matahachi mengatakan pada si penjual sake dengan agak malu.com ." 'Anda menanti seseorang?" "Ya. tapi saya berani mengatakan. dan di sana menemukan gerbang lain. dan beserta uang itu hilang pula harapan-harapannya yang besar. dia mengatakan pada Anda akan mencarikan kedudukan yang baik dan kemudian mencuri uang Anda?" "Dia bukan mencurinya. Ia memandang putus asa kepada orang banyak yang bergerak di sekitarnya. Sekarang Anda sudah telanjur kehilangan uang. "Yang mana kios tukang sulap itu?" Rumah yang dituding orang itu dikelilingi pagar bambu runcing. dia itu bajingan yang terkenal jahat! Daerah ini penuh benalu macam dia." kata Matahachi sambil melompat bersemangat." Matahachi lalu menjelaskan keadaannya sejelas-jelasnya." "Terima kasih. Ia mencoba meyakinkan Matahachi bahwa tidak memalukan ditipu pencuri-pencuri yang beroperasi di sana. Tadinya saya mau memperingatkan Anda. Anda tak akan melihatnya lagi. Ketika ia melongok ke dalam.

Tapi ternyata tidak. tak mungkin aku tinggal hidup di Osaka sehari saja. Ia mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang dikelilingi tenda.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia mengangguk. cuma tunggu kesempatan menyikat uang. kamu mesti bayar buat tempat duduk. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. "Tak bisa kamu pergi hanya dengan bilang minta maaf. dan menduga bahwa pengumuman itu saja akan membuat orang melarikan diri. Biar kamu tidak main. "Aku jadi sadar. "Goblok!" salaknya. "Apa Akakabe Yasoma ada di sini?" tanya Matahachi. Kenapa?" "Apa menurut Anda dia akan datang?" "Mana aku tahu? Silakan duduk. "Berhenti!" perintah seorang dari para penjudi seraya berdiri dan mengikutinya.com ." "Aku tak punya uang." "Kenapa tak mau cari di tempat lain lagi?" "Aku sudah minta maaf tadi." 297 thanks to. Mestinya menyenangkan juga." Matahachi menyatakan hal itu dengan penuh kebanggaan. dan satu orang diam-diam menyediakan ruang kepadanya untuk duduk. "Hei. aku bicara sungguh-sungguh!" "Oh. dia tidak di sini akhirakhir ini. ya?" "Apa kau tahu siapa aku?" "Kenapa pula mesti tahu?" "Aku Sasaki Kojiro." "Tak ada uang! Begitu. "Kalau ancaman dari orang-orang macam kau bisa bikin aku takut. duduk melingkar bermain. "Yasoma?" ulang seorang penjudi dengan nada heran." "Saya datang bukan untuk main. Sekitar dua puluh orang yang semuanya dari jenis tak pernah puas. tapi terbuka atapnya. pengganti Toda Seigen dari Kampung Jokyoji di Echizen. Mari kita lihat kecakapannya main pedang. Semua mata menoleh kepada Matahachi. Kelihatannya mau mencabut pedang lawan kita. ya? Pencuri terkutuk. dan orang itu membiarkannya masuk. dan main. dengar kalian semua! Orang ini baru saja menyebut dirinya dengan nama yang hebat. tapi perbuatan itu hanya membuat girang si penjudi. kau bicara sungguh-sungguh." "Aku bukan pencuri! Tak boleh kamu menyebut begitu!" Matahachi mendorongkan gagang pedangnya ke depan. Gunakan pedangmu kalau kau berani!" "Kuperingatkan kau. Penjudi itu meludah dan kembali masuk kalangan. ya? Jadi. Maaf mengganggu.webng." "Apa kerjamu di sini kalau tak mau main?" "Aku mencari Yasoma. Dia yang menciptakan Gaya Tomita.co." kata Matahachi sambil lekas-lekas keluar.

com . ia melihat ke sana kemari. "Tentu saja mati. tapi setiap muka yang dilihatnya tampak sebagai muka salah seorang penjudi. Tepat di depannya tergantung tirai bergambar macan besar pada pagar bambunya. Mendengar suara percakapan mereka. Kalau yang akan kulihat cuma kulit macan. "Jangan seperti orang tolol! Kalau macan ini bukan macan betulan." kata satu orang. Ayo kita ambil uang kita kembali. berirama. Karena merasa relatif aman. "macan itu mati. Karena menurut pendapatnya ia tidak dapat menyembunyikan diri selamanya seperti itu. seperti cucian yang sedang dikeringkan pada papan kayu. tanda di luar mesti mengatakan begitu juga. "Anak anjing!" jeritnya. Matahachi berdiri agak di sisi kulit macan itu. maka ia menoleh ke sekitar untuk mencari tempat berlindung yang lebih mantap." "Itulah barangkali yang namanya tukang bual. kan?" Samurai tua itu menjulurkan tangan ke atas pagar bambu dan meraba kulit itu.webng. Pada pintu gerbang terdapat juga panji-panji dengan gambar kambing bercabang dua dan kepala bermata ular. menyabetkannya melintang pantatnya. "Besar. Di ujung tenda itu terpentang kulit macan besar." kata perempuan itu." kata lelaki itu sambil tertawa kecil. Matahachi menyelam ke tengah orang banyak. syauqy_arr@yahoo." 298 thanks to. dan seorang tukang teriak berdiri di atas kotak kosong sambil berseru-seru parau. dan tiba-tiba terpandang olehnya seorang lelaki tua dan seorang perempuan. inilah yang dinamakan macan itu. Para penonton menatapnya dengan rasa ingin tahu yang besar. "Jadi. "Paman Gon. Dengan jalan menyuruk dari kawanan orang satu ke kawanan lain ia bisa bersembunyi. Mereka tidak merasa kecewa bahwa makhluk itu ternyata tidak utuh dan tidak pula hidup.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Melihat orang itu sedang lengah. saudara-saudara. Matahachi melontarkan sebentuk mata uang dan langsung menerobos pintu masuk. Orang menertawakan kamu nanti. ya?" kagum yang lain. telinganya pun tegak tak percaya.id and dimhad. Matahachi tiba-tiba menarik pedangnya. lebih baik aku melihat gambar. lalu jawabnya murung. ditangkap sendiri oleh jenderal besar Kato Kiyomasa di Korea. Orang itu melompat tegak ke udara. Ini cuma kulitnya. Jangan lewatkan macan ini!" Seruan yang diucapkannya itu terdengar ingar-bingar. Nek. Osugi tidak gampang saja menerima hal itu. mencari binatang itu." "Jangan bikin ribut." "Tapi orang di luar itu bicaranya seolah-olah macan itu masih hidup.co. "Saksikan macan! Silakan masuk dan saksikan macan! Adakan perjalanan sejauh seribu mil! Macan ini. Sambil memonyongkan mulutnya ia memprotes.

syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. "Kenapa kau lari? Kau kenapa? Matahachi! Matahachi!" Karena merasa tak dapat lagi menangkapnya. ya?" serunya. "Matahachi!" teriaknya. Sambil mengusir mereka. "Hei. Matahachi menoleh ke belakang dan melihat ibunya mengejarnya seperti perempuan gila. "Kenapa kalian serang orang ini?" "Dia pencuri!" "Dia bukan pencuri! Dia anakku. akan ku. dan kalian tak punya hak memukulnya. Kalau kau tak mau pergi.. tunggu!" teriak Osugi. dia anakku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Biar. Kalian hanya orang kota kebanyakan. tapi selalu dapat membebaskan diri kembali dan berlari terus." "Di mana? Ke mana?" Keduanya berlari keluar dari gerbang kayu. anak seorang samurai. Matahachi merunduk. dan orang-orang yang di depan segera menyerang Matahachi dengan tongkat bambu. "Tahan dia di sana!" "Bajingan!" "Hajar dulu!" Orang banyak berhasil mengepung Matahachi." Ketika ia mulai berjalan kembali melalui para penonton lain. "Apa yang kalian lakukan ini?" teriaknya. cepat menguasai keadaan dan balik mendamprat para penyerang Matahachi.webng. "A-apa katamu. tapi dia lari. dan dengan sekuat paru-paru ia pun menjerit. ya? Siapa yang teriak 'pencuri' semenit lalu?" 299 thanks to. pencuri! Perampok! Tangkap dia!" Seketika itu juga orang-orang di sekitarnya mengambil alih pengejaran. "Berhenti.com . "Tunggu. Osugi tiba bersama Paman Gon. akan kuhadapi kalian semua!" "Kau berkelakar." "Anakmu?" "Ya. Aku tak senang. Paman Gon pun melambai-lambaikan tangan dengan hebatnya. ke tengah orang banyak yang sudah bermandikan cahaya petang berwarna-warni. Nak.co. Osugi yang sudah tidak begitu awas matanya itu menggagap. Matahachi! Kamu. tapi terlambat. Paman Gon?" "Apa kau tidak lihat? Matahachi berdiri di belakangmu itu!" "Tak mungkin!" "Dia di sana tadi. Osugi menjulurkan lehernya yang keriput itu ke depan. Kalau kalian sentuh dia lagi. aku akan pergi sendiri. Matahachi terus bertumbuk-tumbuk orang. dan beberapa orang malahan sudah meludahinya. Paman Gon sudah melihatnya.. ia pegang gagang pedang pendeknya serta menyeringaikan giginya.

. "Kalau kau begitu malu dengan dirimu sendiri dan merasa sudah mempermalukan leluhurmu. Maafkan aku. Justru karena tahu sudah menelantarkan Ibu. jangan perlakukan Matahachi seperti kanakkanak lagi. tapi ternyata di Osaka ini kau bergelandangan! Memalukan! Manusia tak tahu malu.. dan aku akan menghukumnya dengan hukuman yang menurutku cocok. Kalau kauteruskan juga." mohon Matahachi seperti bayi. pasti akan rusak tabiat anak ini." Ia menutup wajahnya dengan tangan. Melihat tindakan Osugi itu..id and dimhad. dan kupikir. tapi kemudian ia mendekati mereka dan katanya. Kenapa kau tidak pulang menyatakan hormat kepada leluhur sebagaimana mestinya? Kenapa kau tak mau menunjukkan muka. memukulnya? Itu tak patut!" Heran melihat perubahan haluan yang sekonyong-konyong ini. Hidung Osugi mengerut dan ia mulai menangis. seakan-akan Matahachi masih anak-anak. "Nek. anak yang tak tahu diuntung. Aku tahu yang kulakukan ini salah. Aku bukan bermaksud lari dari Ibu. tanpa bantuanmu. Mereka kagum akan keberanian perempuan itu.co. Karena tak dapat lagi menahan diri. semua sanak keluarga kuatir dengan dirimu?" "Ibu. Paman Gon memohon. orang-orang bebal. sampai aku tak dapat menghadapi Ibu dan Paman Gon. Tapi siapa yang menyuruh kalian. biar cuma sekali. Terlalu bangga ia akan dirinya untuk memperlihatkan kelemahannya dan ia memperbaharui serangannya. Katanya mengejek. "Tak terpikir olehku bahwa kau masih hidup. anakku akan berhenti lari. tapi perempuan tua itu menepiskannya dengan kasar.. tapi hampir seketika itu juga ia menghentikan tangisnya. orang tak bisa berbuat lain daripada menyetujui pendapat itu. manusia sampah. Bu! Aku minta maaf. maka tak dapat aku pulang. Aku seorang ibu yang setia. kepada ibumu yang sudah tua? Apa kau tidak tahu. syauqy_arr@yahoo.webng. Aku malu dengan cara hidupku. "Maafkan aku. orang kampung! Kau anakku!" Dan mulailah ia menampar anaknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Memang aku." 300 thanks to. dan tanpa pikir lagi aku lari.. "Jangan kamu ikut campur! Dia anakku. itu tak kusangkal. tentunya kau sudah berbuat tak baik selama im." Ia mencoba menarik tangan Osugi dari kerah Matahachi. Kalau ibu-ibu lain tentunya sudah menangis karena gembira. "Gagasan apa itu! Lari dari ibu sendiri! Kau bukan lahir dari selangkangan pohon.. Osugi mencekal kerah anaknya yang tak patut itu dan menyeretnya ke pekarangan kuil tak jauh dari sana. Kau diam saja dan urusi urusanmu sendiri!. Akan kuperlihatkan padamu!" Orang mengatakan makin tua seseorang makin sederhana dan makin langsung sikapnya.. Matahachi. "Cukuplah itu. Beberapa menit lamanya Paman Gon hanya berdiri memandang dari gerbang kuil itu.com . Ia membanting Matahachi ke tanah dan membenturkan kepalanya ke sana. orang banvak itu pelan-pelan bubar. maka Osugi mendidih darahnya karena berang. kalau aku berteriak 'pencuri'. Aku begitu kaget melihat Ibu.

. dan ia merasa jauh lebih ringan sesudah melakukan pengakuan itu." Ia duduk resmi di tanah dan menunjuk tempat yang harus diduduki Matahachi. "Baik. Ibunya dapat kadang-kadang memanjakan." kata Matahachi." Matahachi memulai. "Sudah sewajarnya kalau kita mengetahui ini. ia muntahkan seluruh ceritanya sampai sekecil-kecilnya: tentang bagaimana ia meloloskan diri dari Sekigahara. ya? Tidak heran kalau anakku menyediakan waktu buat menyempurnakan kecakapannya main pedang—meskipun menempuh hidup seperti sekarang ini. seperti melepas empedu dari dalam perut. Osugi mendecapkan lidahnya." Paman Gon mengangguk bersemangat.com . Juga tentang bagaimana ia kini menyesali dengan setulus-tulusnya apa yang telah ia lakukan." gumam Paman Gon berkali-kali. katanya. aku tak punya kedudukan.. Dan apa yang kaulakukan sekarang? Kelihatannya kau dapat pakaian bagus." "Kalau begitu. Untuk pertama kali. Paman Gon! Biar bagaimana. bersembunyi di Ibuki. "Itu menunjukkan bahwa dia memang menyimpan darah leluhur Hon'iden dalam nadinya. Jelas sekarang. Jawaban itu meluncur begitu saja tanpa dipikirkan lebih dahulu. dari mana kau mendapat uang buat hidup?" "Pedangku—aku mengajar main pedang. Matahachi! Duduk kamu yang tegak! Pandang mukaku. dia punya semangat yang benar!" 301 thanks to. tidak.. tak boleh kau bersikap begitu lunak. "Sungguh aku terguncang oleh kelakuan-mu. dan berlutut. Aku akan menghukumnya. Tepat seperti yang dikatakannya. tersangkut dengan Oko. "Betul begitu?" tanya Osugi penuh minat. "Sekarang apa persisnya yang telah kaukerjakan sejak lari ke Sekigahara? Jelaskan dan jangan berhenti sampai aku sudah mendengar semua yang ingin kudengarkan. Kaudengar. aku takkan menyembunyikan apa pun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah kubilang simpan nasihatmu itu untuk diri sendiri.. Ia memang takut kepada ibunya. "Hmm.webng." Ada nada kebenaran dalam cara ia mengatakannya dan hal itu menimbulkan akibat yang memang dikehendaki. tapi sikapnya yang selalu siap mengungkit persoalan tentang kewajiban terhadap leluhur itu membuat Matahachi tak betah." katanya.co. "Maksudku.. kemudian ia terburu-buru membetulkannya." kata Matahachi menurut. syauqy_arr@yahoo. Apa kau sudah mendapat kedudukan yang cukup upahnya?" "Ya. Tak ada salahnya dia tersesat sebentar. cahaya kegembiraan muncul pada wajah Osugi. dan hidup darinya—sekalipun ia membencinya beberapa tahun lamanya. dan aku belum lagi selesai!." kata Osugi.id and dimhad. la mengangkat bahunya yang terkena kotoran. Ia merasa bersyukur melihat semangat perempuan tua itu naik lagi. Bu. Sebagai ibunya. aku harus sekeras ayahnya. dia anakku. seandainya dia masih hidup." "Jangan kuatir. Kau ini lelaki. "Betul-betul kularang kamu menyembunyikan apa pun. Semua itu meringankan dirinya. "Main pedang. Ia sudah kehilangan keinginan untuk melawan.

Matahachi sendiri tergerak sedalam-dalamnya oleh hal lain: kalau benar yang dikatakan 302 thanks to." "Di daerah ini." "Betul? Dia termasyhur. ia merasa mudah menjadi anak yang baik dan penurut. "Ya." kata Osugi. dia lebih cerdas dan lebih mampu daripada Takezo dan anak-anak lelaki lain. Paman Gon. tapi bagaimanapun terbawa juga ia oleh ceritanya sendiri." "Nama perang? Buat apa kamu memerlukan itu? Apa Hon'iden Matahachi tidak cukup untukmu?" "Ya. bagaimana ia dan Paman Gon bertahuntahun lamanya mencari Otsu dan Takezo. tapi ia menutup nama Sasaki itu dengan jempolnya.id and dimhad. Ia memilih kata-kata yang diperhitungkannya dapat memacu Matahachi untuk beraksi. Matahachi mengeluarkan sertifikat dan membuka gulungannya. lihat. Tapi kalau yang menjadi perhatian utama ibunya adalah kehormatan keluarga dan semangat samurai. Kau tidak tahu apa pun tentang apa yang sudah terjadi di kampung. dan nama pada gulungan itu jadi kelihatan. Matanya basah dan suaranya menjadi berat. Sekarang perhatikan. Karena masa laluku memalukan. Ia hendak mengambil gulungan itu." kata Osugi. ini betul-betul bagus. "Bu." katanya. juga waktu dia masih bayi." Osugi mengangguk. "Coba kulihat. Lihat ini. begitu. "Bu. "Tapi sesudah kutimbang-timbang. Ia menjelaskan bagaimana Keluarga Hon'iden dihinakan. kuputuskan untuk tidak menggunakan nama sendiri." Osugi memperlihatkan wajah bahagia.webng. tapi Matahachi mencekamnya. Ini penting. aku takut mengaibkan leluhurku. dan ia terpukau oleh gamblangnya cerita ibunya. di bawah pimpinan siapa kau belajar ilmu pedang?" "Kanemaki Jisai. "Ya. Karena ingin lebih menggembirakan ibunya lagi. Matahachi mendengarkan dengan kepala tertunduk. itu? Itu nama perang. hingga sementara berbicara ia mulai meludah-ludah. bagus!" jawab Matahachi sesudah berpikir cepat. syauqy_arr@yahoo. "Kenapa 'Sasaki Kojiro'?" "Oh. Pada waktu-waktu seperti ini." "Oh." Osugi dengan bersemangat mulai memberikan uraian tentang peristiwa yang telah terjadi di Miyamoto. Apa ini tidak hebat? Aku selamanya berpendapat. Bu. tak perlu Ibu kuatir denganku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Matahachi. Ia coba untuk bersikap tidak emosional. "Tunggu sebentar. karena itu aku akan bercerita. Kukira jalan pikiran yang baik.com . Tapi justru pada waktu itu tangan Matahachi terpeleset. lihat ini.co." Demikian gembira perempuan itu." kata Osugi.

Matahachi! Kau mengerti. kau mengerti.id and dimhad. kau dapat jalan terus dan mencari istri. Sebelum aku membunuh mereka. "Jangan kuatir. syauqy_arr@yahoo. dan juga mendapat nama baik." tambah Osugi. Nak? Kalau itu kita lakukan. kau bisa mengatakan. Ada apa? Apa kau tidak merasa cukup kuat untuk membunuh Takezo?" "Tentu saja cukup kuat. Matahachi. kukira begitu. Inilah untuk pertama kalinya ia mendengarnya.com . Melihat warna wajah Matahachi berubah." "Jadi. Kau membersihkan dirimu sebagai seorang samurai. karena tahu kau tak akan kembali beberapa lama. dan keduanya lalu lari sama-sama.co. dia mendapat pertolongan dari Otsu untuk melarikan diri. kau pun tak dapat kembali ke Miyamoto?" "Aku tak akan kembali. dan timbul reaksi baru terhadap kawan masa kecilnya itu." "Bukan itu soalnya. dan menetap. Aku tak akan pernah kembali. Menyadari hal tersebut. tak sangsi lagi. dan kau akan membuktikan itu pada setiap orang. Otsu tidak mencintainya lagi. Matahachi? Mau kau melakukannya?" "Ya. kenapa Paman Gon dan Ibu meninggalkan kampung? Kami mau membalas dendam pada mereka. Tak ada nama yang lebih baik di seluruh daerah Yoshino daripada Hon' iden." "Ya. Paman Gon buka suara. Apa itu bukan gagasan yang baik. ibunya mengipasi bunga api itu. "tanya Paman Gon. Perempuan jalang itu sudah meninggalkanmu dan lari bersama Takezo. Bu. ucapkan selamat pada anak ini." "Dan ibumu yang sudah tua ini pun demikian. Ketika Takezo diikat di atas pohon itu. Bisa kau melakukan itu. Paman Gon. "Kalau kaupikir itu bohong. Dengan kata lain. aku tak dapat memperlihatkan muka lagi di kampung atau berdiri di depan tanda peringatan leluhur kita. jangan berdiri saja di situ." "Itu namanya anak baik." "Aku mengerti. "Mari kita bawa kepala mereka pulang ke kampung sebagai tanda mata buat orang banyak." Kata-kata itu menimbulkan akibat paling buruk pada Matahachi.webng. Kau mesti membunuh kedua orang itu." "Kedengarannya kau tidak begitu bersemangat." protes Matahachi." Begitulah. Semua orang mengatakan antara mereka sudah terjadi sesuatu. akhirnya 303 thanks to. Apa tidak betul begitu. Osugi mengambil kesimpulan yang keliru bahwa kuliahnya tentang kehormatan dan semangat itu sudah mencapai hasil. "Apa benar begitu?" tanyanya. Aku akan selalu di samping-mu. maka Takezo memikat Otsu untuk pergi dengannya. "Kaulihat sekarang. Dia sudah bersumpah akan membalas dendam kepada Takezo dan Otsu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI oleh ibunya." katanya. Mereka musuh bebuyutan kita. Paman Gon?" "Ya. Kecuali kita sudah membalas dendam.

Matahachi merasakan kegembiraan yang aneh. "Paman Gon.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ia kelihatan puas. Matahachi menggendongku. "Ringan. ya? Lihat. Paman Gon. Matahachi melambung-lambungkan sedikit ibunya di punggungnya. Mari kita mencarinya." "Wah. "Tanah ini dingin sekali. "Sudah berapa tahun lewat." Ketika air mata jatuh ke leher Matahachi. sakit rasanya!" teriaknya. "Ada apa?" tanya Paman Gon. "Kita mesti mencari rumah penginapan sekarang. kurang baik itu." "Baik.id and dimhad. kau mau menggendongku? Senang sekali aku!" Sambil memegang bahu anaknya. Di mana saja bisa. dan mulailah ia bangkit dari tanah dengan susah payah.co. Matahachi mengatakan. Ibu. "Oh. Osugi menangis karena gembira. Perut dan pinggulku sakit. Apa wasirmu kumat lagi?" Untuk menunjukkan bakti seorang anak. "Naiklah ke punggungku. Bu! Ringan sekali! Jauh lebih ringan daripada batu!" 304 thanks to. syauqy_arr@yahoo." "Oh." Sementara berjalan.com .webng. di mana kalian tinggal?" tanyanya.

Kemudian. kita mesti melakukan apa yang dilakukan oleh Naya 'Luzon' Sukezaemon atau Chaya Sukejiro. Saya dengar mereka butuh pandai meriam." "Sama sekali tidak! Tiap orang bilang semua sedang menanjak di Sakai. banyak juga untungnya. habis pertempuran berikutnya. Masukilah perdagangan luar negeri." Seorang lelaki memandang ke arah samudera dan memuji-muji kekayaan negeri-negeri di seberang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 22. sampai tidak dapat lagi bersantai dan menikmati hidup. "Saya sendiri mensuplai perlengkapan perang-tiang bendera." "Saya dengar kurang tenaga kerja di sana. ya?" "Ya." "Begitu. Kalau ingin benar-benar untung. Memang riskan. "Bagaimana kabarnya? Saya berani bertaruh. Begitu sibuk mereka memikirkan kehormatan dan tata krama prajurit.webng." "Ah. Kebanyakan mereka tidak kenal makanan yang baik. padahal satu-satunya kemungkinan sekarang ini adalah menjadi saudagar. lalu terbunuh.id and dimhad. ha!" "Dulu kalau penjarah pulang membawa rampasan. saya kira sekarang samurai-samurai itu tahu bagaimana berhitung. Sekalipun muatannya sebagian besar terdiri atas kertas dan bahan celup indigo. Pemerintah Tokugawa melarang rakyat mengisap. macam itulah. Kapal yang beberapa kali sebulan berlayar antara Osaka dan Provinsi Awa di Shikoku itu sedang menyeberangi Laut Pedalaman dalam perjalanan ke Osaka. Pemuda Tampan PULAU Awaji yang bermandikan matahari menghilang di kejauhan. tapi cepat atau lambat mereka terpaksa mengenakan perlengkapan kulit dan bajanya. berangsur-angsur digelapkan oleh kabut sore musim dingin.co." "Anda benar. "Tak dapat lagi kita mendapat uang di dalam negeri. Kita bicara tentang kemewahan yang dapat dinikmati para daimyo. tapi kalau kita beruntung. mencium. tapi saya tak melihat buktinya. kita masih beruntung. pakaian zirah. betul-betul tidak percuma. dari pandangan samurai. Saya kasihan pada mereka. barang itu akan kembali lagi. kita celup kembali atau cetak kembali barang-barang itu dan kita jual kembali kepada tentara." "Ha." kata orang yang lain. Terdapat juga sejumlah penumpang di kapal itu." "Apa tidak benar begitu? Kita mengeluh tentang masa yang buruk dan semua yang lain. Setidaknya kita masih dapat melakukan apa yang kita inginkan. baunya yang khas menunjukkan bahwa ia membawa barang selundupan berupa tembakau. "biarpun keadaan kita tidak begitu baik hari-hari ini. atau menguyahnya. Tapi jumlahnya tak seberapa sekarang. syauqy_arr@yahoo." Percakapan di tengah kelompok lain adalah tentang bidang serupa.com . Kepak-kepak layar besar di tengah angin menenggelamkan bunyi ombak. dan kita dapat mendandaninya dan menjualnya lagi. Sebagian besar pedagang yang sedang pulang atau untuk berdagang akhir tahun di Osaka." 305 thanks to.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Yang mesti kita lakukan cuma berpura-pura membungkuk kepada samurai. apa yang mereka peroleh dari hidup ini. Anda menangkapnya sendiri?" "Ya. Dan pada waktu waktu itu orang-orang kota yang kaya itu kota yang kaya adalah orangorang yang memiliki perangkat minum sake yang anggun dan peralatan perjalanan yang indah dan mahal.co." 306 thanks to. Ini bukti bahwa mereka lebih kaya daripada penduduk lain. "Duduk yang tenang!" "Bagus sekali monyet kecil Anda itu. ya?" "Memang tak banyak. tapi monyet-monyet yang lebih tua hampir saja merobek-robek saya. perlu juga kita bersenang-senang. dan orangorang mulai main umsummo. sebelum saya berhasil lari. dengan taruhan yang sukar dipercaya. dan beberapa prajurit profesional. nyonya-nyonya dan pembantunya membawakan sake." "Kalau begitu. Emas yang ada di meja sesungguhnya dapat menyelamatkan banyak desa dari bencana kelaparan. menyaksikan awal permainan kartu yang penuh lagak itu. kemewahan zaman Momoyama sebagian besar telah beralih ke tangan para saudagar." Tirai pun digantungkan. apa yang mereka peroleh dari hidup ini—seorang pendeta pengembara. beberapa ronin. berbulu lebat. seorang pendeta Kong Hu Cu." "Boleh. sebuah permainan yang belum lama diperkenalkan oleh pedagangpedagang Portugis." Permadani wol yang dihamparkan untuk duduk kelompok orang ini barang impor.com . Apa dia terlatih?" tanya penumpang lain.webng." "Kalau kita mau hidup di dunia ini. dan sedikit uang cukuplah buat sebagian besar mereka itu. padahal jumlah itu sudah dianggap pendapatan besar oleh kebanyakan samurai. saya menemukannya belum lama ini di pegunungan antara Tosa dan Awa. "Tak banyak yang bisa dilakukan dalam perjalanan-perjalanan begini. Mari kita main kartu kecil-kecilan buat menghabiskan waktu. Seorang pemuda memangku sesuatu yang bulat bentuknya. "Ya.id and dimhad. Kadang-kadang ingin saya bertanya kepada samurai. bukan ke tangan samurai." "Jadi. sudah lama juga Anda miliki?" "Tidak. Sesudah kematian Hideyoshi." "Memang begitu juga pendapat saya. Bahkan seorang pedagang kecil pun biasanya lebih kaya daripada seorang samurai yang upahnya lima ribu gantang padi setahun. dan berkali-kali menyuruhnya. tetapi oleh para penjudi dilemparkan saja ke sana kemari seperti kerikil. syauqy_arr@yahoo. Kebanyakan mereka duduk di samping barang bawaan mereka dan memandang laut dengan sikap tak senang. Di antara para penumpang terdapat beberapa orang yang bisa saja ditanya oleh para saudagar kaya itu.

pemuda itu pasti memikat perhatian orang. tapi sekarang ini tak semudah dulu menyebut umur seseorang dari pakaiannya." Ia mencoba mengingatingat wajah Oko.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil berbicara. Alasan di balik perjalanannya itu adalah keadaan keuangan Keluarga Yoshioka yang goyah. dan lagi tak ada buahnya.webng. dan matanya terang. dan sudah dalam bahaya disita oleh para saudagar kreditor. Perjalanan yang telah empat belas hari itu sungguh menjengkelkan.co. Senjata itu berupa pedang pertempuran yang panjang lurus. syauqy_arr@yahoo. dan ia kelihatan betul-betul kerasan di tengah pendeta pengembara. dan para petani yang tak bercukur di kapal itu. Toji merasa bosan. Yang lebih memburukkan keadaan adalah tunggakan-tunggakan akhir tahun yang sudah tak terhitung 307 thanks to. "Kalau tiba pada waktunya. ia mengenakan sandal jerami dan kaus kulit seperti yang dipakai semua orang. dan gelung rambutnya terikat pita ungu yang lain dari yang lain. Dengan naiknya Hideyoshi. pemuda itu terus sibuk menangkapi kutu binatang itu. pakaian pada umumnya telah lebih berwarna-warni. Tidak aneh lagi bahwa lelaki yang sudah berumur sekitar dua puluh lima tahun terus mengenakan pakaian seperti anak-anak umur lima belas atau enam belas tahun. ia semakin ingin tahu latar belakang pemiliknya. "Ingin tahu juga aku. akibat cara hidup Seijuro yang melebihi kemampuan. dia pasti menjemputku di dermaga Osaka. untuk meringankan beban kebosanan yang dialaminya.id and dimhad. apa pembawa surat itu tiba pada waktunya. melelahkan. dan membiarkan rambut di ubun-ubunnya tidak dipotong. para samurai compang-camping. Kalaupun tidak membawa monyet. Sikap polos yang diperlihatkannya waktu la mencari kutu binatang itu menambah kesan umur mudanya. dari situ tak dapat diambil sesuatu kesimpulan. besar.com ." renungnya. tubuhnya kokoh kekar dan kekerasan yang dewasa memancar dari alisnya yang lebat dan lengkungan ke atas di kedua sudut matanya. Status sosial pemuda itu juga sukar dipastikan. Jadi. Pakaiannya menunjukkan bahwa ia masih kanak-kanak. pemain boneka. Dengan mudah ia dapat diduga sebagai seorang ronin. namun ada sesuatu yang mengisyaratkan bahwa ia memiliki status lebih tinggi. Keluarga itu tidak lagi kaya. karena baik kimono maupun jubah merah pendek di atas kimononya itu betul-betul menarik perhatian. Ia sudah rindu sekali berada lagi di tengah orang-orang yang dikenalnya. "Kenapa pula kau ini menggeliat-geliat saja?" katanya tak sabaran sambil mengetuk-ngetuk tajam kepala monyet itu. Sementara menguap dan berpikir bahwa di Kyoto pun tidak sering terlihat pedang yang demikian tinggi mutunya. Gion Toji yang berdiri beberapa jauh dari situ pun terkesan oleh senjata itu. Kulit pemuda itu bercahaya penuh kebeliaan. Rambut bagian depannya tidak bercukur. dan buatannya amat indah. Rumah di Jalan Shijo sudah digadaikan. bibirnya merah sehat. yaitu senjata yang disandangnya di punggung dengan tali kulit. Karena sedang dalam perjalanan. Di lain pihak. Hampir tiap orang yang berbicara dengan pemuda itu memuji bagusnya buatan pedang tersebut.

"Akan kita tinjau hal ini nanti. Ia harus melakukan sesuatu untuk menghabiskan waktu. Dengan adanya segala macam orang yang berhasrat belajar seni perang dan para daimyo yang menginginkan sekali prajurit terlatih. Memang di berbagai wilayah feodal banyak orang pernah belajar di bawah pimpinan Kempo. dan wajah yang muncul dalam pikirannya sekarang pun bukan wajah Seijuro. Kyushu. Di situ jumlah siswa yang jauh lebih besar akan dapat ditampung. Sering benar jawabannya berbunyi. tidak banyak di antara mereka yang bersedia memberikan sokongan berarti atau berjanji akan memberikan uang sesuai dengan maklumat pendek itu. "Akan saya tulis nanti pada Anda soal ini". dan sebagian besar dari mereka sekarang menjadi samurai dengan kedudukan yang membuat orang iri. Toji mengatakan bahwa persoalan itu mesti ia yang menangani. dan dengan senjata itu Toji berangkat mengusahakan bantuan dari bekas-bekas siswa sekolah di daerah barat Honshu. ya?" Tanpa mengangkat kepala. tentunya kau dari Awa.co. tidak juga dari sana. Makin lama memikirkan hal itu." "Apa keluargamu tinggal di sana?" "Tidak. Seijuro menulis surat edaran untuk maksud itu. Menurutnya. Namun bahkan wajah Oko pun hanya dapat sekilas saja mengalihkan perhatiannya. Segera kemudian ia sudah seperti duduk di bara hangat kembali. "Halo. dan Shikoku. walaupun Toji sungguh tulus dalam permohonannya. Menghadapi keadaan ini. Dengan mengerahkan otaknya. "Bagaimana ini bisa terjadi?" Karena merasa dialah yang mendorong keroyalan tuan muda itu. Ia iri pada pemuda yang sedang mencari kutu monyetnya itu. satu-satunya komentar Seijuro hanyalah. atau lain lagi.com . pemuda itu membuka matanya sedikit dan katanya.id and dimhad. orang muda. menghindar. kalau saya berada di Kyoto lagi"." "Kalau begitu. "Ya. Namun ternyata. syauqy_arr@yahoo. entah dengan cara bagaimana akan membereskan soal-soal itu." "Tidak. maka sekolah yang lebih besar dan menghasilkan sejumlah besar pemain pedang terlatih akan memuaskan kepentingan semua pihak. Ke Osaka. yang bersifat sama juga. sampailah ia pada gagasan untuk membangun sekolah baru dan lebih besar di tanah kosong dekat Nishinotoin. melainkan wajah Oko.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI jumlahnya. Biarpun semua milik keluarga dijual. Sokongan yang dibawa pulang Toji hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang sebelumnya dibayangkannya. Ia berjanji. 308 thanks to. Toji mendekat dan mencoba membuka percakapan. sekarang ini bukan zamannya lagi untuk bersikap eksklusif." Kata-kata itu diucapkannya dengan sikap pasti.webng. tidak akan tersedia cukup dana untuk menutup rekening yang sudah menimbun. makin hanyut ia dalam pemikiran bahwa kewajiban suci sekolah itulah untuk mengajarkan Gaya Kempo kepada sebanyak mungkin orang. Sebenarnya rumah tangga yang dalam bahaya itu bukanlah rumah tangga Toji sendiri.

dan sesudah empat tahun saya belajar di bawah pimpinannya. dia mengatakan saya bisa jalan sendiri. karena senang senjatanya dipuji. kalau saya mempelajari Gaya Tomita. Apa yang terjadi sesudah itu?" "Saya tinggalkan Desa Jokyoji di Echizen. Tapi belum saya berhasil." Sambil senyum si pemuda menjawab yakin." "Guru-guru desa memang semuanya gampang saja mengeluarkan sertifikat. "Siapa saja harus dapat menggunakan pedang sepanjang ini. menerima saya sebagai muridnya. Guru saya menggunakan pedang pendek. Panjangnya cuma semeter. Jisai tidak. syauqy_arr@yahoo. biar panjangnya semeter atau bahkan lebih.com . pedang ini sudah lama menjadi milik keluarga saya. ya?" "Tak tahulah." kata Toji mencela. satu-satunya orang yang pernah diberinya sertifikat cuma Ito Yagoro Ittosai.id and dimhad." "Panjang sekali. "Pedangmu luar biasa kelihatannya. Memang tampak mengesankan. Agaknya." "Tapi Gaya Tomita itu untuk pedang yang lebih pendek daripada pedang itu. tiba-tiba saya dipanggil pulang karena ibu saya akan meninggal. Toji tak dapat menyembunyikan perasaannya bahwa ia lebih unggul daripada anak ini. saya betul-betul kerja keras." "Di mana rumahmu?" 309 thanks to." "Oh. Gaya apa yang kaupelajari?" Dalam hal yang berkenaan dengan permainan pedang. "Ya. "Gaya Tomita. dan mengembangkan Gaya Chujo. "Oh. Nyatanya. Dia juga sudah meninggalkan Gaya Tomita. tidak berarti saya harus menggunakan pedang pendek. Pemuda itu melontarkan pandangan penuh tanya ke wajah Toji yang tampak puas diri.webng. si pemuda memperbaiki posisi duduknya menghadapi Toji dan menjawab ramah. Setelah saya memutuskan untuk jadi orang kedua yang secara resmi diberi sertifikat. tapi kemudian mencoba lagi. Dia tidak seperti itu. dan jawabnya. mereka balik kanan dan lari. Ini pedang pertempuran." "Orang-orang muda seperti kalian rupanya bangga dengan sifat memberontak. Saya lihat sekarang banyak orang terhuyung-huyung memakai pedang yang amat besar." "Terlalu panjang. "Tapi cuma orang ahli yang dapat memakainya dengan mudah. Saya tak suka meniru.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Toji jadi terdiam untuk beberapa waktu. Dia bersimpati pada saya. dan pergi menemui Kanemaki Jisai." "Memang pedang dapat dipakai. Dan itu menyebabkan saya dikeluarkan dari sekolah. supaya mudah saya menariknya dari pinggang.co. tapi kalau sudah terdesak." kata Toji dengan gaya berwibawa." katanya. jadi saya putuskan menggunakan pedang panjang. tapi saya bermaksud mencari pandai pedang yang baik di Osaka untuk menyetelnya kembali.

melainkan juga berharap bertemu dengan saya dan memberikannya langsung pada saya. Dari situ. Lagi pula. beratus mil jauhnya dari Suo." Walaupun sebelumnya pemuda itu pendiam. pemuda itu berhenti bicara sesaat lamanya. bahkan dengan sukarela ia memberikan keterangan. Sebelum ibu saya meninggal. membuat seluruh langit berwarna keabu-abuan. tapi ia mempercayakan kepada Tenki sejumlah uang untuk orang muda itu. dengan sedikit saja memperhatikan reaksi pendengarnya. Kurang kemungkinannya bahwa Jisai yang tidak memiliki sanak dekat itu meninggalkan banyak kekayaan. karena pedang ini buatan Nagamitsu. Tenki sudah belajar di sekolah itu lama sebelum saya. ketika siang dan malam sama lamanya. jadi tak mungkin saya berada di sampingnya sampai akhir hayatnya. dia meninggal waktu engkau tak ada di tempat?" "Ingin sekali saya pergi mendapatkannya begitu saya mendengar tentang sakitnya. dan dari ceritanya tentang pengalaman-pengalamannya di masa lalu. syauqy_arr@yahoo.co. Toji sama sekali tidak terkesan oleh pemuda tampan yang emosional itu.webng. masa?" "Memang tak ada tanda tangannya pada ujungnya. yang intinya adalah bahwa ia telah menutup tempat semayam keluarganya di Suo. saya betul-betul sedih dan menangis. Ketika mendengar kabar itu dari Kusanagi Tenki. berpura-pura menaruh minat besar. bersama sertifikat dan buku rahasia tersebut. begitu." Mata orang muda itu pun basah oleh kenangannya. tiap hari saya latihan di sekitar Jembatan Kintai dengan menebasi sayap burung layang-layang dan menetaki cabang pohon liu. Di tempat asal saya. ia terus mengoceh. "Jadi. dan dia masih di sana ketika guru terbaring sakit di tempat tidur." "Nagamitsu? Ah. beliau memberikan pedang ini dan minta saya menjaganya betul. "Oh. Sekali mulai. Pemuda itu melanjutkan cerita sentimentalnya. tapi Jisai mempertimbangkan pun tidak untuk memberikan sertifikat kepadanya. namun dalam masalah yang disukainya ia dapat berbicara berpanjang-panjang. dan melalui surat menyurat ia mempersiapkan diri bertemu dengan temannya Tenki pada musim semi.com . Dia tidak hanya menginginkan saya menerimanya." Awan-awan menyembunyikan matahari. Pada suatu ketika. ini pedang terkenal. Matanya mendung dan merenung. "Jisai jatuh sakit. tampak bahwa wataknya lebih kuat daripada yang bisa disimpulkan melalui seleranya berpakaian. tapi selamanya pedang ini dianggap buatannya. Dengan itu saya mengembangkan teknik sendiri. dan buih air terbang ke kapal lewat bibir kapal. Kapal mulai oleng.id and dimhad. Sebaliknya. Orang menamakannya Galah Pengering. tapi berbicara dengannya lebih baik daripada sendirian dan merasa bosan. Sesudah pulang itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Iwakuni. "Ketika saya berada di Suo itu. tapi dia ada di Kozuke." gumamnya. akhirnya ibu saya meninggal kira-kira pada waktu yang bersamaan. Sebelum mereka berjumpa pada hari yang telah ditentukan 310 thanks to. Tenki kemenakannya. di Provinsi Suo." katanya. dia mengatakan pada kemenakannya itu akan memberikan sertifikat pada saya bersama buku metoda-metoda rahasia yang dimilikinya.

ia menoleh kepada Toji dan tanyanya. mendekati sikap merendahkan. Saya tak percaya dengan segala yang saya dengar. Sekarang dialah yang ingin tertawa. namun pandangan mata Toji memperlihatkan sikap meninggikan diri. Maka dengan seboleh-bolehnya menahan diri ia 311 thanks to. Untuk sesaat bahkan terpikir olehnya akan membuka identitasnya. saya dari Kyoto. "Anda dari Osaka?" "Tidak. Tentu saja orang muda itu tidak mengetahui kedudukannya di perguruan tersebut. saya ingin bertanding dengan Seijuro. Cepat sekali ia membenci keyakinan diri orang muda yang kurang ajar itu. Sudah lama ia muak dengan pemain-pemain pedang muda sesat yang berkeliaran ke sana kemari membualkan sertifikat dan buku-buku rahasianya. kemudian menoleh lagi pada Toji. sekalipun murid yang mempunyai banyak hak istimewa? Pemuda itu beralih tempat duduk dan memandang dengan saksama ke arah air yang kelabu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI di Gunung Horaiji di Provinsi Mikawa. "Dan kukira engkau menduga dapat pergi tanpa cedera?" "Kenapa tidak?" tukas balik pemuda itu. Pertanyaan itu sendiri cukup polos. kau punya rencana memasuki dunia ini lewat seni bela diri?" kata Toji. Tenki diperkirakan sedang mengadakan perjalanan keliling untuk belajar. untuk melihat sampai seberapa kebolehannya. Selesai dengan ceritanya." Toji batuk-batuk untuk menekan tawanya." Sejenak mereka berdua terdiam. Dengan wajah memerot dan nada menghinakan. dan tertawalah ia. Orang muda itu sendiri berencana menghabiskan waktu di Kyoto untuk belajar dan melihat-lihat. di tengah jalan antara Kozuke dan Awa. Sudah pernah engkau mengunjungi tempat itu?" "Tidak. "Saya dengar ada orang yang namanya Yoshioka Seijuro di sana. terbawa oleh bunyi ombak dan layar.id and dimhad. "Perguruan Yoshioka kelihatannya sekarang berkembang pesat. sebelum kau betul-betul berjumpa dengan mereka?" "Itulah yang dikatakan oleh samurai dari provinsi-provinsi lain. Tapi kata orang tak seorang pun dari anak-anaknya bisa menyamai tarafnya. "Jadi. "Yoshioka memiliki rumah besar dan banyak nama baik. jadi menurut bayangan saya Kempo tentunya seorang pemain pedang besar. dan bukankah ia masih seorang murid.com .webng." Toji ingin sekali menyuruh pemuda itu menjaga lidahnya. Apakah dia masih aktif?" Toji jadi ingin sedikit mempermainkannya. "Kyoto?" gumamnya. Kalau ia tahu. "Ya. tapi kalau nanti sampai Kyoto." jawabnya singkat. anak tertua Yoshioka Kempo. Ia berpendapat tak mungkin ada sedemikian banyak ahli pedang yang mengembara berkeliling." "Bagaimana kau bisa demikian yakin. tapi hampir setiap orang rupanya menduga Keluarga Yoshioka akan berakhir dengan Seijuro dan Denshichiro. tak sangsi lagi ia pasti menyesali apa yang baru dikatakannya. tapi menggawatkan keadaan pada taraf itu akan membuatnya tampak sebagai pihak yang kalah.co. Toji bertanya. Bukanlah ia sendiri hampir dua puluh tahun lamanya di Perguruan Yoshioka. dan katanya. syauqy_arr@yahoo.

. katanya. sama sekali tidak.webng. Tadi kau mengatakan sudah menemukan cara membunuh burung layang-layang pada sayapnya?" "Ya. Toji yang telah menyatakan namanya dan mengagungkan statusnya berjalan dengan gayanya ke buritan kapal. tapi jangan-lah sampai keterlaluan. syauqy_arr@yahoo. kalau kau dapat melakukan itu. Tapi cobalah engkau bercerita lebih banyak tentang dirimu. betul. "Saya dapat melakukannya.co. 312 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menjawab. murid utama Yoshioka Seijuro." "Ha! Tapi saya bukannya menyampaikan pikiran saya sendiri tadi itu.. tapi lebih baik kau ingat bahwa tidak semua orang itu bodoh." kata Toji dengan nada bergaya." "Anda pikir kata-kata saya itu cuma bualan?" "Ya." "Nah. Toji melanjutkan. tentunya tak sukar bagimu menetak salah seekor camar laut yang menukik ke kapal ini." Dan ketika orang muda itu tidak mengatakan sesuatu." "Nah. "jika kau demikian hebat hingga dapat meremehkan Keluarga Yoshioka sebelum kau sendiri ke sana. "Tapi tak seorang pun di Kyoto suka mendengar Perguruan Yoshioka disepelekan. Mendadak sontak terpikir olehnya bahwa Toji punya maksud tak baik terhadapnya. tapi saya pikir itu perbuatan bodoh. saya tadi mengatakannya. tidak bakal engkau sampai ke mana-mana." "Orang muda!" kata Toji tajam." "Oh. Saya hanya mengulangi apa yang saya dengar. Kalau kau meremehkan orang lain. kuperingatkan kau.id and dimhad. Kau membual tentang menetak burung layang-layang dan bicara tentang sertifikat Gaya Chujo. Sambil menatap bibir Toji yang cemberut. "Dari permulaan tadi aku sudah mendengar kau membangga-banggakan diri." Toji mendekat sambil membusungkan dadanya." kata Toji. maka aku tak heran kalau Keluarga Yoshioka disepelekan. dan aku tidak keberatan. jadi saya sudah bikin kesal Anda.com . ya?" "Tidak." "Dan kau melakukannya dengan pedang panjang besar itu?" "Betul. Lebih baik kau melihat dulu baik-baik siapa yang kauajak bicara. "Tak seorang pun keberatan mendengar seorang muda membanggakan kemampuannya. sebelum kau membanggakan diri. "Apa?" "Apa kau tahu artinya 'samurai setengah matang'? Demi masa depanmu. terpaksa aku bertindak!" Waktu itu mereka sudah menarik perhatian penumpang-penumpang lain. Tapi masalahnya adalah aku Gion Toji. "Rupanya sekarang provinsi-provinsi penuh orang yang serbatahu. Kalau sekali lagi kau mengeluarkan ucapan yang menghina Keluarga Yoshioka." Pemuda itu tidak segera memberikan jawaban.

dan saya ingin Tuan menjadi saksinya.co. Toji menatap ingin tahu. Toji bertanya. Toji sama sekali tidak merasa senang dengan keadaan itu." "Aku tak punya maksud mencegahmu. ya. "Tapi jangan lupa. berapa saja jumlahnya. dengan senang hati. dan jika sekarang ia terlibat dalam perkelahian. ia memanggil nama Toji. pasti." ulang orang muda itu. jadi aku tadi usul begitu. kau akan benar-benar menjadi tertawaan. "Tuan.webng." Toil tiba-tiba menyadari persamaan antara apa yang sedang terjadi itu dengan jalan cerita sebuah cerita lucu yang menurut kata orang diciptakan oleh pendeta Ikkyu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menggeram tentang kekurangajaran para pemuda zaman sekarang. Pemuda itu menepuk punggungnya pelan. Dengan sikap sangat sungguh-sungguh pemuda itu berkata. Sambil melakukan itu. Maka dengan menampakkan diri sesantai mungkin ia menelekan sikunya ke susuran kapal dan memandang penuh perhatian ke pusaran biru hitam yang terbentuk di bawah kemudi. Saya siap menebas burung-burung itu. sedangkan saya punya kehormatan yang harus saya junjung. dan mendesak saya menebas burung camar. apa itu akan meyakinkan Tuan bahwa saya tidak hanya omong?" "Ya. dan bertanya apa yang dikehendaki pemuda itu.com .. Tuan tertawa ketika saya katakan saya dapat menetak sayap burung layang-layang. jika kau melakukan ini cuma demi kebanggaan dan kau gagal." katanya dengan suara tenang yang tidak mengungkapkan kemarahan ataupun kebencian.id and dimhad. "Apa maumu?" "Tuan sudah menyebut saya seorang pembual di depan banyak orang yang tak dikenal. akan saya lakukan. "Tuan. syauqy_arr@yahoo. Tak dapat lagi menahan sikap masa bodohnya. Saya merasa terpaksa melakukan apa yang sudah Tuan tantangkan pada saya untuk saya lakukan beberapa menit lalu. "Suruh burung camar terbang turun di depan saya. ia akan mengalami kesulitan dengan para pejabat kemudian." "Bagus sekali!" Toji tertawa mengejek." Pemuda itu mengambil posisi di atas lempeng timah di tengah dek belakang dan menggerakkan tangan ke pedangnya." "Akan saya terima kemungkinan itu.. Pemuda itu berhasil 313 thanks to." "Baiklah. Oko menantinya apabila kapal masuk dermaga nanti." "Tapi Tuan mau jadi saksi?" "Oh. Toji tidak menjawab. ya?" "Jika saya tebas seekor." "Apa yang kutantangkan untuk kaulakukan?" "Tidak mungkin Tuan sudah lupa. Pemuda itu mengikutinya tanpa mengatakan sesuatu. sedangkan para penumpang ternganga dari jarak yang aman." "Hmm.

dan mintalah maaf. dan ia meletakkan tangan ke atas kepalanya. 314 thanks to. Toji berkata senang. Toji jadi merah padam karena malu. Kalau tak bisa membunuh camar laut lewat sayap-sayapnya." "Oh." Toji datang mendekat sambil menggeram. Gelungan rambutnya sudah hilang! Gelungan yang sangat dibanggakannya-kebanggaan tiap samurai! Dengan wajah mengerikan ia menyapukan tangan ke atas kepalanya. tentu saja dapat dia menebasnya.id and dimhad. ia lihat sebuah benda yang tampak aneh." "Apa kau sudah gila?" teriak Toji. mana bisa saya menebasnya?" Sambil maju beberapa langkah. "Itu namanya Cuma mau mencoba menyelamatkan diri.. Toji kagum bahwa orang yang masih begitu muda dapat begitu hebat. seperti sebuah sikat kecil. katakan saja tak bisa. karena justru pada saat itu pemuda itu mencabut pedang dari sarungnya dan mengayunkannya. Kalau Tuan pikir lebih masuk akal saya memenggal kepala itu daripada membunuh camar laut yang tak bersalah. sedangkan kemarahan dalam hatinya hal lain lagi. Rambut yang tadi terikat pita itu memburai di seluruh permukaan kepalanya. Secara refleks kepala Toji merunduk. Ia memang masih muda. sedangkan pedang saya hanya satu meter panjangnya. dan ternyata pita yang mengikat rambutnya di belakang kepala sudah lepas. Dengan marah ia berseru. "Bajingan!" Kemarahan yang tidak tanggung-tanggung melanda hatinya. dan sejauh yang ia ketahui. syauqy_arr@yahoo. pemuda itu tidak berbohong atau menyuarakan bualan kosong. "Mengerti sekarang?" tanya pemuda itu sambil membalik. ia sama sekali tidak cedera. dan pergi di antara tumpukan bagasi. tak akan saya berdiri menanti di sini. Gerakan itu demikian cepat. Untunglah kepalanya masih ada. Kalau burung-burung itu tidak mendekat. Akan saya tunjukkan pada Tuan. hingga pedang yang panjangnya satu meter itu rasanya tak lebih besar dari sebuah jarum." "Seperti misalnya. "A-a-apa?" teriak Toji sambil terhuyung ke belakang dan memegang kerahnya.?" "Cobalah maju lima langkah lagi. ke arah bagian dek yang diterangi matahari. Suatu pikiran mengerikan bersarang di kepalanya.. "Apa maksudmu sekarang?" "Saya cuma ingin Tuan mengizinkan saya memanfaatkan kepala Tuan—kepala yang sudah Tuan pakai mendesak saya membuktikan bahwa saya bukan hanya membanggakan diri.webng. Ketika ia memandang ke bawah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menganggapnya seekor keledai." "Laut menghampar beratus mil jauhnya. tapi ia pemain pedang menakjubkan. "Omong kosong apa pula ini? Kalau orang bisa membuat camar terbang di depannya.co. tapi hormat yang dirasakannya itu satu hal. kalau saya bermaksud melakukan itu. Kalau burung-burung itu tidak mendekat. akan saya tebas yang lain buat Tuan.com . Tahulah ia sekarang.

com . tapi ia tak peduli. ha!" tawa seseorang. "Apa pula ini? Kartunya tak cukup!" "Ke mana perginya?" "Lihat sana!" "Aku sudah lihat." Selembar kartu melayang turun. Sambil meludahi gagang pedang ia cengkeram gagang itu erat-erat." "Mari kita tawarkan uang kepadanya. Ia tidak yakin apakah sasarannya cukup baik untuk memotong gelung rambut orang itu saja tanpa mesti mengikutsertakan kepalanya.id and dimhad." "Bagaimana kalau Kapten sendiri?" "Saya pikir dia dapat. "Ha. "Bukan main monyet itu—mencuri kartu. dan mengambil uang itu. kalau dia memang mau. Tapi justru pada waktu itu timbul keributan di antara para saudagar yang sedang bermain kartu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ketika mengangkat kepala dan melihat ke arah haluan. dan katanya. tapi sejumlah orang yang mengetahui bahwa monyet itu milik si pemuda tampan menjeling penuh harap kepadanya. Pasti dia mau. Salah seorang saudagar mengambilnya. seorang di antaranya kebetulan memandang ke atas." Tak seorang pun menjawab. Jelas ia sedang lengah. katanya. "Milik siapa monyet itu? Saya persilakan pemiliknya maju ke muka. "Apa 315 thanks to. dia menguyahnya sekarang. dan Toji merasa bahwa kesempatan untuk membalas dendam tiba." "Bukan. sepertinya dia sedang membagikannya. para penumpang lain semuanya memandang monyet yang waktu itu bertengger di puncak yang yang tingginya sepuluh meter. setuju menerimanya.co. ia lihat pemuda itu sudah kembali ke tempat duduknya semula dan sedang mencari-cari sesuatu di dek.webng. ia berseru kepada para penumpang. "Mestinya dia masih menyimpan tiga atau empat lembar lagi." Kapten mendengar usul itu." Ketika mereka sedang berteriak-teriak dan mengibas-ngibaskan permadani. Sambil meninggikan lagi suaranya. maka naiklah darahnya melihat pemuda itu tidak menjawab. dan ia menyelinap ke belakang penyiksanya. Kapten sendiri mengetahui. ya." "Tak seorang pun mau memanjat. mencuri kartu." "Mesti ada yang naik mengambil kartu itu! Tak bisa kita main tanpa yang itu. tapi agaknya ia merasa bahwa sebagai pemimpin di kapal itu pertama tama ia harus menentukan tanggung jawab atas kejadian tersebut." "Nah. "Di atas itu! Monyet itu yang mengambilnya!" Senang dengan hiburan yang lain daripada yang lain itu. Dengan tubuh membengkak merah dan napas berat ia menabahkan diri untuk menyerang. syauqy_arr@yahoo. Berdiri di atas tumpukan muatan.

"Rupanya monyet hidup di laut dan di darat.id and dimhad. Kapten memandang benci pada pemuda itu. Kapten mencekal dada orang muda itu. sementara salah seorang saudagar menarik lengan baju Kapten dan mendesaknya untuk menembak. Karena dia tak bertuan. Para pemain kartu menggerutu dengki. pemilik monyet berseru. berceloteh. Wajah orang-orang dialihkan dari Kapten ke pemilik monyet. "Apa pula Tuan ini?" pekik si orang muda. syauqy_arr@yahoo. Ia menekan pelatuk. Tetapi tembakan itu melenceng jauh." "Tapi perbuatan itu tidak begitu baik. Namun pemuda itu hanya sedikit mengubah kedudukannva ke sisi dan berbuat seolah-olah tak suatu pun terjadi. "Stop. Kapten!" Kali ini giliran Kapten berpura-pura tidak mendengar. Kalau nanti dia mengeluh menyatakan tidak mendengar saya. Monyet itu sedang menyenang-nyenangkan diri sepenuhnya. ia sudah memegang senapan dengan sumbu lambat yang sudah dinyalakan. Di atas sana ia bermain dengan kartu itu dan melakukan segala yang dapat dilakukannya untuk menjengkelkan orang-orang di atas dek. saya minta saudara-saudara berdiri di pihak saya!" "Kami menjadi saksi Kapten!" teriak para saudagar yang waktu itu sudah hampir naik pitam. Kapten mengangkat senapan dan membidik. saya sudah mengimbau pemiliknya untuk menyatakan diri. Untuk sesaat ia seperti hampir tergantung-gantung. orang muda itu mendorong laras senapan dari kedudukannya. "Tuan mau menembak monyet yang tak bersalah dengan mainan Tuan itu?" "Betul. Para penumpang. Tapi ada keraguan dalam hati siapa pun bahwa Kapten siap menggunakanmya. para penumpang menunduk sambil menutup telinga dengan tangan.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pemiliknya tak ada di sini? Kalau tak ada yang memiliki monyet itu. dan senapan meletus dengan suara berdentam. seekor di antaranya sudah datang ke tempat kita. tapi saya tak ingin ada keluhan nantinya. tapi sesudah sampai di sana rupanya tak tahu ia apa yang hendak dilakukannya. Beberapa penumpang mulai berbisik-bisik dengan sikap tak senang. dan berlari ke ujung palang tiang. Kapten berbicara lagi. karena sekalipun bertubuh kuat.webng. tapi dia tak mau. Tiba-tiba ia memperlihatkan giginya. Ketika muncul kembali." Pemilik monyet bersandar pada sebuah muatan dan sedang berpikir keras. jadilah saksi saya! Sebagai kapten. kan?" "Saya sudah memberikan peringatan yang perlu!" "Bagaimana Tuan melakukannya?" 316 thanks to.co. saya kira kita dapat melakukan apa saja yang kita kehendaki. saya akan mengambilnya. Sambil memekik berang. Tapi. ia pendek dibandingkan dengan pemuda tampan itu. dan sebagian lagi mulai bertanya apakah orang itu bisu-tuli atau sekadar kurang ajar. Kapten menghilang turun dan masuk palka. Seperti kita lihat. Pada detik terakhir.

yang melempar-lemparkan emas di depan semua orang. syauqy_arr@yahoo.com .co. Biarpun kau tak suka dengan caraku bicara. dan saya tak suka sama sekali pada mereka. Dan lagi saya seorang samurai. kau toh dapat memperlihatkan iktikad baik pada orang-orang yang merasa terganggu oleh monyetmu?" "Orang-orang mana? Yang Tuan maksud gerombolan pedagang yang sedang berjudi di belakang tirai itu?" "Jangan omong besar kamu! Mereka membayar tiga kali lipat dari yang lain. Saya sudah memperhatikan mereka.id and dimhad. Dia cuma menirukan apa yang mereka lakukan. Bagaimana kalau monyet itu betul-betul lari membawa kartu mereka? Saya tidak menyuruh berbuat demikian. Apa Tuan kira saya mau menjawab kalau cuma seorang kapten kapal berdiri di depan para penumpang kapal. Kau pasti mendengar." ' "Itu sama sekali tak mengubah diri mereka-saudagar-saudagar yang rendah kelasnya dan tak kenal tanggung jawab.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa kau tak punya mata dan telinga?" "Diam! Saya penumpang di kapal ini. Tak ada alasan saya untuk minta maaf!" Orang muda itu memandang tajam-tajam kepada para saudagar kaya dan menujukan tawanya yang keras mencemooh ke arah mereka. minum sake. dan berbuat seolah-olah pemilik kapal. lalu melenguh-lenguh seakan-akan dia majikan atau guru mereka?" "Jangan kurang ajar kamu! Aku sudah mengulang peringatan tiga kali. 317 thanks to.webng.

jangkar pun dijatuhkan. sementara para pencari pelanggan berlomba-lomba melakukan pekerjaannya. kemudian diturunkan. Selama dapat bergaya seperti raja. Sedikit demi sedikit jarak antara suara-suara yang datang dari kapal dan suara-suara dari pantai memadu. Tak seorang pun dari mereka yang tidak segera dikelilingi beberapa perempuan yang penuh hasrat membantu." "Tenanglah! Biar saja prajurit-prajurit itu menyangka mereka lebih baik daripada siapa pun. Lampu-lampu kemerahan berkelap-kelip di pantai dan ombak berdebur terus-menerus di latar belakang." "Tempat kami tepat di depan Biara Sumiyoshi yang cukup besar untuk peziarah. "Apa putra pendeta Biara Sumiyoshi ada di kapal?" "Apa ada pembawa surat?" "Guru! Kami ada di sini. lentera-lentera kertas bertuliskan nama-nama berbagai penginapan melintasi dermaga menuju kapal.id and dimhad. 318 thanks to. Disertai kecipak air berwarna putih. Teriakan-teriakan bersemangat riuh bunyinya memenuhi udara. tali-tali dilontarkan dan tangga diturunkan pada tempatnya. "Dia pikir siapa dirinya?" geram seorang penumpang. Tuan bisa dapat kamar yang indah. para saudagar tetap mengurus agar barang mereka yang bergunung-gunung dihimpun dengan tertib. mereka bahagia. Tugas kita sebagai rakyat adalah membiarkan mereka mengambil bunga. tapi kain itu tak dapat menyembunyikan alisnya yang turun dan bibirnya yang cemberut. dengan pemandangan yang indah juga!" Tak seorang pun datang menjemput pemuda itu. untuk akhirnya dijemput oleh kelompok manusia. tak bakal bisa dia pergi tanpa perkelahian. Wajahnya mengungkapkan perasaan yang betul-betul tak enak. syauqy_arr@yahoo. Tuan-tanpa bayar buat monyet. "Siapa ke penginapan Kashiwaya!" Orang muda tadi menerobos orang banyak dengan monyet bertengger di bahunya. Kerang Pelipur Lara PETANG hari.com .co. dan kendaraan.webng. Tak pernah dalam hidupnya ia mengalami hari yang lebih tidak menyenangkan daripada hari itu. Orang terakhir yang meninggalkan kapal adalah Gion Toji. tanpa memperhatikan para pencari pelanggan ataupun yang lainnya. di sini!" Seperti ombak. Kepalanya terbungkus kerudung untuk menyembunyikan gelungan yang hilang dengan cara sangat memalukan itu. Buat apa uringuringan karena kejadian kecil hari ini?" Sambil bercakap-cakap seperti ini. lentera. disambut bau ikan yang meliputi segalanya. sedangkan kita mengambil buahnya. "Ke tempat kami. Ia berjalan langsung dari dermaga. "Cuma karena tahu sedikit main pedang!" "Oh. waktu kapal memasuki pelabuhan Kizugawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 23. kalau aku bukan cuma rakyat biasa.

" 319 thanks to. dan berangsur-angsur kemarahan dan rasa frustrasinya mereda." "Ada yang tidak beres? Kau tampak bingung. maka Oko memeluk Toji. wajah Oko terkena tiupan angin dingin selama menanti tadi.webng. aku tidak pergi.id and dimhad. Kalau banyak orang di sana." "Biar mereka mengira semaunya!" "Oh. "Aku akan tinggal sendiri di mana saja!" lenguhnya." Pandangan cemas melintasi wajah Toji. tapi kupikir surat itu tidak sampai pada waktunya. Segala kemarahan yang telah bertumpuk dalam dirinya di kapal kini meledak. orang-orang akan mengira ada sesuatu. bukan? Kau menulis." "Tapi dua-tiga hari ini—aku betul-betul mengharapkannya. Ada joliku menunggu." "Terima kasih.com . Ketika Oko mencoba menjelaskan. di samping daerah pelabuhan. "Aku mohon. minta aku menunggumu di sini." "Tak apa-apa. dan berjalan marah lebih dulu. "Semua orang? Apa maksudmu? Kupikir cuma kita berdua yang akan menghabiskan hari-hari menyenangkan di satu tempat yang tenang. kau datang juga." Ia menolak naik joli. "Ini cuma karena aku begitu kecewa. Apa kau sudah pesan kamar buat kita?" "Ya. Cuma sedikit mabuk laut." "Itu yang kauharapkan. dan sisik-sisik ikan yang bertebaran di jalan berkelipan seperti kerang-kerangan perak kecil. Waktu itu mereka berada di pasar ikan. Semua orang menunggu di penginapan. Sekalipun kepalanya juga terbungkus kerudung. Karena di sana betul-betul tidak ada orang. Ayo kita pergi ke Sumiyoshi. "Oko! Jadi. Bau pupur dan rambutnya yang manis menyusupi diri Toji. kan?" "Ya. Semua toko sudah tutup." kata Toji. tapi kita masih akan punya kesempatan lain untuk bersama-sama. "Kalau kau pergi sendiri. jangan bicara seperti itu!" mohon Oko.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Toji! Aku di sini!" seru Oko. Pipinya yang sejuk menempel pada pipi Toji." Ia merenggutkan lengan kimononya dari Oko dan bergegas pergi. "Suruh joli itu pergi! Bagaimana mungkin kau begitu bodoh? Kau ini sama sekali tak mengerti diriku. dan kerut-merutnya menampakkan diri dari balik pupur yang dimaksud untuk menyembunyikannya.co. ia menukasnya telak dan menyebutnya goblok. syauqy_arr@yahoo. mencoba meredakan kemarahannya." pinta Oko." "Aku mengerti. "Lepaskan!" pekik Toji. mencari penginapan yang baik." "Jalan sini. "Aku tahu.

dan ia yakin bakal datang yang lebih buruk lagi. Akan jauh lebih menyenangkan berada sendirian dalam kamar dengan Akemi dan kotatsu hangat. tapi bagaimanapun ia senang juga meninggalkan tempat itu. tapi kemudian satu orang menyarankan agar ia dan Akemi mengundurkan diri ke kamar lain. melainkan mencoba sekali lagi memaksa Toji mendengarkan penjelasannya. Tak lama kemudian.webng. "Baiklah. lalu kembali ke dermaga. tapi segera kemudian kaki mereka mulai membujur dengan nikmatnya. "Apa tak ada gadis-gadis penyanyi di Sumiyoshi ini?" "Ide bagus! Apa salahnya kalau kita panggil tiga atau empat gadis manis?" Seijuro tampak ragu-ragu.id and dimhad. dan mangkuk-mangkuk sake bergerak mondar-mandir lebih cepat. pertanyaan pertama yang akan dilontarkan kepadanya adalah tentang hasil kampanye keliling yang telah dilakukannya. baiklah.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau kau mengerti. Tindakan yang tidak terlalu halus untuk menyingkirkannya itu mendatangkan senyum sayu di wajahnya. Toji terpaksa membenarkan bahwa dalam keadaan seperti itu tak banyak yang dapat diperbuat Oko. 320 thanks to. dan Akemi membocorkan pada mereka bahwa Toji akan datang.com . dan ia merasa benci karena harus menyampaikan berita buruk pada mereka. dan duduk menanti kembalinya Toji dan Oko." katanya." "Oh. Akhirnya rombongan yang menginap di penginapan Sumiyoshi itu berjumlah sepuluh orang. kenapa kauseret ikut orang-orang itu? Itu karena perasaanmu terhadapku lain dengan perasaanku terhadapmu!" "Sekarang kau mulai soal itu lagi. syauqy_arr@yahoo. di mana suasananya lebih tenang. satu orang berkata." Konsekuensi wajar dari pernyataan ini adalah pesanan sake. "aku pergi denganmu. Seketika itu juga orang-orang itu memutuskan akan mengantar Oko ke Osaka dan minta Akemi datang bersama mereka. Bagaimana mungkin ia memberikan penjelasan tentang hilangnya gelungan itu? Akhirnya ia menyadari bahwa tak ada jalan keluar. ketika kedua orang itu tidak juga muncul." kata Oko mencela sambil menatap ke depan. Hari itu jelas bukan hari baik baginya. tapi dasar nasib. Satu hal. mereka semua sudah kurang-lebih melupakan Toji dan Oko. tentu saja ia berencana untuk datang ke Osaka sendirian. Di rumah penginapan. Suruh joli itu kemari. daripada minum dengan gerombolan orang kasar ini. dan menyerahlah ia kepada nasib. aku sungguh bahagia!" seru Oko. Semula mereka minum hanya untuk menghabiskan waktu. Tapi yang jauh lebih ia takuti adalah bahwa ia terpaksa melepaskan kerudung dari kepalanya. Tapi ia bukannya menangis. Ketika pembawa surat datang membawa surat Toji. malam itu juga Seijuro datang di Yomogi bersama enam atau tujuh orang muridnya. "Cepat atau lambat mereka berdua akan datang. dan tampak seakan air matanya akan mengalir. Seijuro dan lain-lainnya sudah mandi. Beberapa waktu kemudian. Tak ada alasan untuk duduk di sini berpangku tangan. mengenakan kimono berlapis katun nyaman yang disediakan rumah penginapan. namun perasaan murungnya tidak juga membaik.

Tangannya cepat memegang kepalanya. "saya senang mendengar itu. Sambil jatuh. tapi terlambat." "Nah. Musik dimulai. tapi saya harap betul Tuan-Tuan sedikit tenang.com . "Apa yang terjadi dengan kepalamu?" 321 thanks to.. pesta pun dimulai dengan sesungguhnya. dan sudah aus karena sering dipakai.id and dimhad. semangat meningkat. dan Toji meronta-ronta. menendang beberapa guci sake." Untuk menghormati hadirnya wanita di tempat itu. Siapa itu Toji?" Masuknya Toji dengan Oko sama sekali tidak mengganggu acara itu. Itu mestinya tak boleh kamu lakukan!" Toji mencoba melepaskan orang itu dari dirinya. beberapa tulang kering yang berambut pun ditarik masuk ke balik ujung kimono. tapi sia-sia. diiringi napas tersengal bersama. Semua mata memandang langsung ke tempat bekas gelungan Toji. Toji!" katanya dengan nada malas. Orang itu menariknya ke dalam kamar.. bahkan sesungguhnya mereka berdua diabaikan. Toji jadi muak. orang itu menginjak sebuah-dua buah baki. dan tak lama kemudian beberapa gadis penyanyi dari kelas yang oleh penduduk setempat dikenal sebagai "kebanggaan Tosamagawa" muncul di kebun di luar kamar. dia bilang orang yang namanya Toji datang. kalau itu yang kaukehendaki. "Kerudungku!" sengal Toji. dan beberapa tubuh yang menggeletak menegakkan diri. Dalam perjalanan. bermutu rendah. Tapi ketika mereka sedang masuk ke gang. "Apa katanya? Ada orang datang?" "Ya. Setelah dibuat berpikir bahwa mereka semua berkumpul demi meyakinkan Toji bahwa semua itu diadakan untuk dia. Pesta sedang berjalan sehebat-hebatnya ketika seorang gadis muda masuk memberitahukan bahwa orang lelaki yang tiba dengan kapal dari Shikoku itu telah datang dengan temannya." "Oh.webng. Suling dan shamisen yang mereka bawa sudah tua. selagi kami duduk menunggu di sini. "Kenapa Tuan-tuan begini ribut?" tanya seorang di antara perempuan itu lancang. "Baru kembali? Kau tentunya bersenang-senang dengan Oko entah di mana. dan pesta berkembang pesat. si biang keladi telah menyambar kerudung itu dan kini ia menggenggamnya. kemudian jatuh ke lantai bersama Toji pula.co. Tak ada orang mengeluarkan uang untuk berkelahi! Kami panggil kalian kemari supaya kami dapat minum dan bersenang-senang. "Hei. si biang keladi vang berbau sake datang terhuyung-huyung dan merangkulkan tangannya ke leher Toji." "Hebat! Bagus sekali! Toji tua yang baik itu datang." kata gadis itu dengan bijaksana. "Jangan mengajukan pertanyaanpertanyaan tolol. "Tuan-tuan datang kemari untuk minum atau bercekcok?" Orang yang menganggap dirinya pimpinan menyahut. bagus! Mari kita nyanyikan lagu-lagu. Ia panggil kembali gadis yang mengantar mereka dan minta dibawa ke kamar Seijuro. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Segera sesudah ia keluar dari ruangan.

untuk menghilangkan sisa mabuk mereka. kemudian langsung berangkat dengan Oko ke Kyoto sesudah makan pagi. Mereka duduk melingkar.com . Kehormatan Perguruan Yoshioka sedang dipertaruhkan. tak apa-apa. Ini persoalan yang menyangkut martabat seluruh Perguruan Yoshioka! Ada yang keberatan?" Biang keladi yang mabuk semalam itu kini menjadi letnan yang gagah berani. Dan ketika mereka berada di tempat mandi. apakah benar begitu?" "Aku mendengar dengan telingaku sendiri. semua orang tertawa terbahak-bahak. kelompok yang sama sudah berkumpul di pantai di belakang rumah penginapan. tapi pesta berjalan terus. Aku punya bisul. buruk keadaannya. ia bercerita tentang apa yang telah terjadi di kapal." Murid-murid Yoshioka cepat bebas dari mabuknya dan pergi mencari murid senior yang sulit diatur itu. untuk ditanyai tentang kejadian tersebut. ha! Cukuran baru rupanya!" "Di mana kaudapatkan itu?" Wajah Toji menjadi merah padam. Ketika terbangun pagi itu. "Samurai yang kehilangan rambutnya itu menyatakan diri sebagai murid terkemuka Keluarga Yoshioka di Kyoto. Kita harus bertindak!" "Tentu saja. 322 thanks to. ia menggagap. Kita harus menunjukkan kepadanya bahwa bukan hanya kebanggaan Gion Toji yang tersangkut di sini. "Dia bawa pulang bisul untuk oleh-oleh!" "Tutup tempat yang busuk itu!" "Jangan cuma bicara." Tanpa kecuali. dalam keadaan sudah tidak mabuk dan tenggelam dalam pembicaraan yang sangat serius. sebagian lagi dengan tangan disilangkan. ha. Ia sampaikan pada mereka cerita lucu tentang pemotongan gelungan itu dan ia akhiri ceritanya dengan mengatakan. berbicara sepatah dua patah kata dengan Seijuro. Pendapat saya. sekarang ini masih belum terlambat. Pagi berikutnya persoalan sudah lain sama sekali. Pukul sepuluh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ha. tapi semuanya tampak muram. "Dari segi mana pun. keadaan Keluarga Yoshioka itu tentunya lebih buruk lagi dari yang dapat dibayangkan orang. Tunjukkan pada kami!" Dari lelucon ringan itu jelaslah bahwa tak seorang pun percaya pada Toji.webng. dan tak seorang pun bicara lagi tentang gelungan itu. Sambil memungut kerudungnya dan mengembalikannya ke tempatnya. Tapi segera mereka temukan bahwa Toji sudah bangun lebih pagi. Tanpa mengetahui siapa mereka. mereka memesan air hangat untuk mandi. Hal ini membenarkan tepatnya cerita itu. "Ah. yang mendorong orang-orangnya memasuki pertempuran. sebagian dengan dada dibidangkan. tapi apa tindakan kita?" "Nah." "Tapi persoalannya. seorang saudagar masuk. Kita harus menemukan orang yang membawa monyet itu dan memotong gelungannya. Apa kau mau menyebutku pembohong?" "Kita tak dapat membiarkan hal itu berlalu tanpa melakukan sesuatu.id and dimhad.co. kalau memang benar demikian. syauqy_arr@yahoo.

Dengan mata terbuka lebar karena heran. Namanya pelipur lara. mereka memutuskan lebih masuk akal menemukan pemuda tak dikenal yang membawa monyet itu dan membersihkan nama baik Yoshioka. Akemi memandang orang orang Yoshioka berlari ke arah yang berbeda-beda itu. dan katanya." "Hah?" Dan dengan mata menyipit ia memandang Akemi curiga. "Kalian ini selalu saja mencari perkelahian!" kata Akemi dengan nada tidak sependapat. kecuali kalau kami bertindak cepat. Perempuan biasa menghamburkan waktu dengan cara-cara yang lebih gila daripada lelaki. Dalam sidang perang di tepi pantai itu mereka menyepakati sebuah rencana." "Apa yang dilakukannya?" "Sesuatu yang akan membikin malu nama Tuan Muda. Tidak jauh dari sana.id and dimhad. "Ke mana kalian semua ini pergi?" "Oh. lalu bangkit berdiri. dia dapat mendatangkan aib bagi perguruan yang menjadi pusat terbesar seni bela diri di negeri ini.co. ia berseru." Ia menyampaikan pada Akemi apa yang telah terjadi." "Dan bagaimana kalau benar begitu?" "Kamu gila." "Aku berani bertaruh tak ada barang macam itu!" 323 thanks to. "Dan apa yang kamu lakukan di sini selama ini?" "Aku?" Akemi menjatuhkan pandangan matanya ke pasir indah di sekitar kakinya. "Bukannya kami suka berkelahi. tapi kalau kita biarkan dia lolos. Akemi yang bertelanjang kaki bermain di tepi air. Namun ia gagal membangkitkan minat Akemi setitik pun. "Aku mencari kerang laut. "Bagaimana kalau kau ikut mencari denganku? Setiap orang mendapat bagian wilayah untuk diliput. di pantai Sumiyoshi. Ketika orang terakhir melewatinya. mengibaskan pasir yang menempel di kimono. ya?" "Kalian orang-orang lelaki ini menghabiskan waktu dengan mengejar hal-hal paling tolol." "Apa yang kalian cari?" "Seorang samurai muda dengan jambul panjang. sementara ujung sarung pedang mereka mendongak-dongak ke udara. dan mulai beraksi. Contoh yang tepat buatmu. Sekalipun waktu itu musim dingin. matahari bersinar hangat dan bau laut memancar dari buih ombak yang menghampar seperti rantai bunga mawar putih sejauh-jauh mata memandang.com .webng. Dia membawa monyet. memunguti kerang laut satu demi satu." "Tapi aku mencari jenis kerang yang sangat khusus." "Buat apa mencarinya? Ada berjuta-juta kerang di seluruh tempat ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI namun daripada mengejar Toji si pengecut. tapi langsung membuangnya kembali." "Oh? Dan apa betul ada kerang macam itu?" "Ada! Tapi orang bilang kita hanya dapat menemukannya di sini. kamu?" kata orang itu. syauqy_arr@yahoo.

keajaiban apa yang akan kaudapat?" "Mudah sekali. "Jadi. Ada beberapa hal yang tak dapat kulupakan. Ia cenderung yakin bahwa Seijuro ada di dunia ini semata-mata untuk meruntuhkan masa mudanya. ia menghibur diri dengan memikirkan Musashi. Kalau kita masukkan satu ke dalam obi atau lengan baju kita. kalau saja Seijuro melupakan segala yang menyangkut dirinya. kita dapat melupakan segalanya. Akan kutemukan ia di pantai Sumiyoshi. Ketika Seijuro mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaan cinta bercampur bujukan.co.id and dimhad. Ia mengeluh.webng. Karena itulah aku mencarinya.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ada! Kalau kamu tak percaya. Aku ingin melupakan semuanya." Ditariknya pemuda yang enggan itu ke barisan pohon pinus." Samurai itu tertawa. Sekiranya kupunya waktu. maksudmu kamu mau lebih lalai daripada sekarang" "Ya. salah satu kebohongan tak berguna yang disampaikan dengan puisi. "Lihat! Bukti apa lagi yang kamu perlukan?" "Ah. itu kan cuma dongeng. Orang bilang akan sampai ke sana Kerang penyebabnya Lupa akan cinta Dengan bangga Akemi berkata. dan ia pun melesat sekencang-kencangnya. Jika sekiranya memang ada yang namanya kerang pelipur lara itu. dan merasa bimbang apakah akan berpegang teguh pada sejumlah kenangan yang didambakannya. ini bukan waktu untuk mainan anak-anak!" kata samurai itu mencela. dan juga air. membantu mencari?" "Ah. Pada waktu ini ia sedang merangkul lutut. Bagaimana kalau kamu tinggal saja di sini. demikian diputuskannya." -Tapi di Sumiyoshi ada juga bunga yang bikin kita lupa. kemudian tiba-tiba ia ingat akan kewajibannya. Apabila sedang sedih. ayo pergi denganku. melainkan akan diselipkannya ke dalam lengan baju Seijuro. dan ia tunjuk sebuah batu berukiran sebuah sajak kuno. Ingatan akan Seijuro itu saja membuat hatinya dingin. Akemi sering mengira bahwa persoalan yang dihadapinya akan terpecahkan jika saja ia dapat melupakan masa lalu dan menikmati masa kini. bukan ia yang akan membawanya. Akan kutunjukkan nanti. karena itu aku merasa tidak bahagia siang hari dan berbaring dengan mata melotot malam hari. dan membayangkan alangkah baiknya hidup ini. ataukah pada keinginan untuk melontarkan kenangan itu ke laut. jika misalnya memang ada. karena kenangan itu membuatnya ingin lari dan meloloskan 324 thanks to. Tapi kenangan tentang Musashi yang sekali-sekali menjadi pelariannya sering juga menjadi sumber kesengsaraannya." "Nah. syauqy_arr@yahoo.

" "Ibuku? Dia tidak memikirkan aku." Akemi memandang mata Seijuro yang menyala. Tapi bila sendirian. Dia sendiri yakin." Di rumah penginapan. Ia ragu-ragu akan menyerahkan diri seluruhnya kepada khayal." "Aku memang anak kecil. desah-desahnya muram dan gelap. apalagi Seijuro. dan beliau kuatir sekali.co. tapi Seijuro memegang pergelangan tangannya erat-erat. Dan memandang laut itu. pembantu datang berlari. di mana Nona tadi? Tuan Muda memanggil-manggil Nona. "Oh. Air Laut Pedalaman yang biru tiba-tiba tampak begitu memikat. Ibu Akemi sama sekali tak mengira bahwa Akemi menyimpan pikiran pikiran putus asa semacam itu. "Tak ada orang lain di sini hari ini. Pada waktu mereka hadir. dan tubuhnya pun menegang. hingga belum dapat barangkali ia menerima cinta seorang lelaki. Kau mesti memikirkan rencana-rencana ibumu untukmu. Aku masih anak kecil.webng. "Kau keluar dalam udara dingin begini?" tanya Seijuro.." "Coba duduk sini. Semua orang di sekitarnya menganggap Akemi sangat bahagia. tapi bagaimanapun masih kuncup yang belum berkembang. "Apa maksudmu? Rasanya tidak dingin. ia jadi ketakutan. Akemi menjumpai Seijuro sendirian menghangatkan kedua tangannya di bawah selimut merah yang menutup kotatsu. Apa salahnya?" "Banyak salahnya. menggemerincingkan giring-giringnya." "Apa yang kaulakukan di sana?" "Mencari kerang laut. 325 thanks to. karena tahu besar kemungkinan Musashi telah sama sekali melupakannya. syauqy_arr@yahoo. Ibumu cukup bijaksana dengan kembali ke Kyoto. aku masih muda.com . alangkah baiknya kalau ada cara yang dapat kupakai untuk menghapus wajahnya itu dari pikiranku!" pikirnya. Secara tak sadar ia mundur. dia masih muda. Melihat ia berada di dekat prasasti batu." "Aku tak mau. Kamar dalam keadaan tenang. Di halaman. barangkali sedikit sembrono.id and dimhad. dan menghilang." "Kau ini macam anak kecil. dan mencibir bila perlu." "Berapa kaukira umurmu pada hari ulang tahun yang akan datang?" "Tak ada artinya. "Oh. angin lembut gemeresik lewat pohon-pohon pinus yang layu. Nanti aku kepanasan. dan katanya. Ingat tidak. ibunya dan orang-orang lelaki yang datang ke warung teh itu sesuatu yang berada di luar dirinya. "Kenapa mau lari?" tanya Seijuro menuduh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diri ke dunia impian. Alangkah mudahnya berlari langsung masuk ke dalamnya. ia tertawa berkelakar." "Akemi!" Seijuro menangkap pergelangan tangannya dan menariknya ke dirinya. Pikiran-pikiran Akemi terganggu oleh datangnya seorang pembantu rumah penginapan. Di pantai matahari terang. Bagi Akemi.

kau tak mau menyerah karena caraku yang salah.com . Seijuro muncul di lorong luar. aku menjerit!" "Menjeritlah. tangan kanannya memegang tangan kiri yang baret-baret berdarah.. Akemi?" "Kesempatan apa?" "Jangan keras kepala begitu! Sudah hampir setahun kita saling bertemu. "Kenapa kauperlakukan aku seperti ini. Ini kesempatan baik." "Takkan kubiarkan. sinar matahari pucat berbaur dengan bayangan resah pohon-pohon pinus." "Oh. biar bagaimana kamu tak mau?" "Berhenti! Lepaskan!" Sekalipun tangan Akemi sudah merah oleh cengkeramannya. "Jadi. dan lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak mau lari. anak anjing! Jeritkan semua yang kaumau! Tak seorang pun akan datang. kataku!" Tiba-tiba Akemi membungkuk dan merendahkan kepala dengan malunya." "Aku mau pergi dari sini.id and dimhad. ibuku mungkin sudah menjualku." Di atas shoji. Akemi? Kau mau menghina aku?" "Tak mau aku bicara tentang itu! Kalau tidak kaulepaskan. Di luar. tapi aku belum menjual diriku! Lebih-lebih pada lelaki yang kupandang rendah. aku sudah bilang pada mereka supaya kita jangan diganggu. Hari ini Seijuro lain dari biasanya. Oko sudah lama memberi izin. tapi hari ini ia tak minum apa pun. Jadi. "Menjeritlah. Kau tahu perasaanku padamu. jadi begitu perasaanmu? Lebih baik kautanyakan soal itu pada ibumu! Sudah cukup banyak aku membayar. Seijuro tetap tak mau melepaskannya.co. Dia bilang. Sering ia mencari kesenangan dan hiburan dengan sake. Rumah besar terlalu jauh dari sini. Beberapa waktu kemudian. hari ini mari kita." "Tubuhku bukan milikmu!" "Oh." "Berhenti! Lepaskan tanganku! Lepaskan. lebih dari maut sendiri!" "Apa?" pekik Seijuro sambil melontarkan selimut merah ke atas kepala Akemi. 326 thanks to. segalanya tenang kecuali pukulan ombak di kejauhan dan cicit burung-burung. Akemi menjerit sekuat paru-parunya.webng.. dengan wajah pucat seperti mayat. seakan-akan tak sesuatu pun terjadi. Diam yang dalam mengiringi raungan Akemi yang teredam. Tak mungkin gadis itu cukup kuat melawan teknik-teknik militer Delapan Perguruan Kyoto. Tak ada yang akan mendengarmu. bukan. syauqy_arr@yahoo." "Tak ada orang lain sekarang di sini.

syauqy_arr@yahoo.webng. Senyuman kepuasan yang amat sangat. Wajah Seijuro mengerut gundah. Tak lama kemudian senyuman tipis jahat tersungging di bibirnya. sementara Akemi menyeberang halaman dan masuk bagian lain rumah penginapan. Gadis yang sudah setengah gila itu melarikan diri secepat kilat. 327 thanks to.id and dimhad.com . dan Akemi muncul.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tak lama sesudah itu pintu terbuka lagi dengan suara berdentam.co. Seijuro yang tangannya kini berbungkus handuk berseru kaget dan bergerak seakan hendak menghentikannya. tapi tidak cukup cepat. tapi ia tidak mengejar Akemi.

" Matahachi mengikuti dari belakang dengan malasnya." "Maksudmu yang putih itu?" "Ya. syauqy_arr@yahoo." "Lihat kandang kuda-kuda suci itu! Apa bukan binatang yang elok itu? Pasti dia dapat nomor satu dalam pacuan kuda tahunan di Kamo. air rebusan kacang yang dicampur makanan kuda kalau diminum bisa menghentikan teriakan dan kerotan gigi malam hari. Semenjak ibunya menangkapnya di Osaka.com ." Wanita tua itu mengangkat tangan memanggil anaknya. ya? Hei." "Kupikir begitu. tapi mari kita pergi ke Lentera Tinggi. "Kalau kita lewat jalan itu. "Apa yang terjadi dengan Matahachi?" "Rupanya ngeluyur. apa ini bukan pohon jeruk yang disebut pohon rahasia Wakamiya Hachiman itu?" "Rupanya. Tapi ibunya tak hendak mendengarkan. dan ini barangkali kesempatan kita yang terakhir. jalan. ia selalu bersama mereka-jalan. Lima atau sepuluh hari melihat-lihat pemandangan mungkin bagus dan baik-baik saja. Apa kau mau sedikit?" Paman Gon tertawa. karena itu mereka demikian tenggelam dalam agama. tapi ia takut memikirkan harus menyertai mereka membalas dendam. "Jangan berbuat tolol macam itu!" Dan sambil menoleh ia bertanya." Barangkali inilah barang pertama dari delapan puluh kapal upeti yang disampaikan Raja Silla kepada Maharani Jingu. "Sebentar lagi Tahun baru.co. ia telah membulatkan hati untuk meninggalkan mereka beberapa hari sesudah hari pertama Tahun Baru. Sudah dicobanya meyakinkan mereka. kita dapat melihat Tori Agung yang asli. Hmm. Sudah lama kita tidak bersama-sama merayakan Tahun Baru." ujarnya. Lebih baik ia pergi mencari Musashi sendirian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 24. dan sekali lagi jalan." "Oh.webng. istirahat dekat panggung tarian suci. tapi biara ini bagus sekali gedung-gedungnya. sedikit. itu dia. Aku sendiri hampir mogok. Osugi dan Paman Gon barangkali kuatir takkan lama lagi hidup. apa bunyi papan nama itu?" "Katanya.id and dimhad. Berlalunya Seorang Pahlawan "PAMAN GON!" " Apa? " "Paman capek?" "Ya. "Dan Ibu ingin kau menyambutnya bersama Ibu. dan sedapat-dapatnya berhenti di setiap biara dan kuil dengan meninggalkan persembahan dan 328 thanks to. ketika maharani itu menaklukkan Korea." Walaupun Matahachi tahu tak dapat menolak ibunya. bahwa berjalan bersama-sama seperti itu merupakan cara yang buruk. Kesabarannya mulai menipis.

katanya ramah. tapi Paman Gon berhasil membawa mereka ke warung tepi laut yang dipasangi kerai gelagah tipis itu." Terjerat oleh sarang labah-labahnya sendiri. dan segera mengosongkan tiga guci sake secepatcepatnya. Paman Gon! kamu lebih tua daripada Matahachi. Sambil menawarkan mangkuk pada Osugi." serunya riang. "Siapa yang menjengkelkan?" teriak Osugi berang.com . "Ini akan membikin Matahachi riang sedikit. tukasnya. Osugi menyuruh Matahachi duduk di depannya dan kemudian mengkhotbahinya.co. Ingat-ingatlah kata-kata Ibu ini. "Ibu ini terus saja menyuruhku cepat dan tunggu! Cepat dan tunggu." 329 thanks to." "Menjengkelkan!" geram Matahachi. "Aku tak ingin minum apa-apa. kamu akan menyesal nanti. Kecuali itu. Barangkali kau sedikit terlalu keras kepadanya. Paman Gon masuk dan keluar lagi membawa sake. "Sudah cukup kamu minum!" omelnya. Ia jengkel sekali pada ibunya. sambil mencari-cari cara untuk meredakan kekesalan perempuan tua itu dan mengembalikan sedikit ketenangan pada wajah kemenakannya yang cemberut. kalau kamu mau berdoa bersama kami. sudah sewajarnya kalau dia berhenti dan berdoa kepada dewa-dewa." Osugi memalingkan muka. sama seperti jengkel ibunya kepadanya. cepat dan tunggu!" "Apa yang mesti Ibu lakukan pada anak lelaki macam kamu? Orang datang ke biara.id and dimhad. "Bukan main pasangan ini!" keluh Paman Gon sendiri. Osugi sampai pada batas kesabarannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mengajukan permohonan panjang-panjang kepada para dewa dan Budha. karena tahu benar hal itu akan membuat ibunya pucat kelabu. "Oh. Ia memperolok-olok Osugi setiap kali ada kesempatan. mestinya tahu.webng. Matahachi masih marah-marah. syauqy_arr@yahoo. ia bergerak memintasinya. "Apa kamu tak bisa jalan lebih cepat?" tanya Osugi marah. yang membuat Matahachi jadi lebih murung lagi. Paman Gon menawarkan mangkuk pada Matahachi. Dua-tiga hari pertama segalanya semanis madu antara mereka. takkan lama kamu menunggu. "Rasanya aku mencium bau enak! Orang menjual remis panggang di warung teh tepi pantai itu. "Ini bukan piknik. Matahachi sudah kalut oleh rasa bosan. tapi begitu Matahachi sudah terbiasa dengan ibunya lagi. dan kita rancang kemari bukan untuk mabuk! Kamu juga jaga dirimu." Baik ibu maupun anak tidak memperlihatkan kegairahan. Hampir seluruh hari ini mereka habiskan di Biara Sumiyoshi. Ketika ia meminta guci keempat kepada Paman Gon. mulailah ia tersinggung oleh segala yang dilakukan dan dikatakan ibunya. Belum pernah Ibu lihat kamu membungkuk kepada satu dewa atau Budha pun. Apabila malam tiba dan mereka kembali ke rumah penginapan. Langkah Matahachi tidak berubah. ia berjalan menyeret kaki dan cemberut. Mari kita ke sana makan remis. Karena dirasanya akan terdengar khotbah lagi. dan gerutunya. Sementara kedua orang itu duduk seenak-enaknya di bangku luar.

com . aku orang dusun yang tak tahu terima kasih dan tak punya rasa hormat diri.co. Paman Gon yang sebetulnya dapat berlari dan mencoba menghentikannya hanya berdiri memandang tajam ke laut. tapi Ibu takkan tahu soal itu. tak banyak lagi gunanya aku ada di sini. kemudian duduk kembali.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo. ia sudah melemparkan capingnya ke bawah tepi atap warung dan berlari secepat anak panah ke air." "Oh. "Ke mana kamu pergi? Matahachi. tak peduli apakah orang lain mendengar atau tidak. Osugi berdiri. Aku pergi!" Mendidih karena marah. ia bangkit berdiri dan berjalan pergi dengan langkah-langkah panjang dan mantap. Tunggu di sini sebentar!" Belum habis kata-kata itu diucapkan." katanya menurut. Matahachi sudah menyinggung sedalam-dalamnya cinta dan keprihatinan ibunya. "Baik. perempuan tua itu mencoba memanggilnya kembali dengan suara bergetar memilukan. yang menunjukkan kamu punya rasa bangga atau hormat diri?" "Ibu. kalau Ibu sudah mati dan dikubur. tapi bukan menjawab.. Ibu sudah menyimpulkan. tapi sekitar dua puluh meter dari warung itu kakinya terantuk gumpalan rumput laut dan ia jatuh 330 thanks to. melainkan mengatakan. Lalu semuanya terjadi dengan sangat seru. Ia bangkit berdiri. "Jadi. tak seorang pun yang lebih mengenal anak daripada orangtuanya. Matahachi menatapnya dengan pandangan ingkar yang muram. sampai ibunya selesai. kau benar. Matahachi.webng. Dimarahinya Matahachi dengan garang. seolah-olah ia sendiri yang minum. agaknya kepalanya disibukkan oleh pikiran-pikiran lain. kalau dipikir-pikir. "Tak ada gunanya. rasa cinta yang dahsyat. aku bukan orang tak berharga seperti yang Ibu pikir." katanya sia-sia kepada Paman Gon. dan mencoba menyembunyikan wajahnya dengan menggosokkan tangan ke wajah itu. tapi aku sangsi apa akan bisa terjadi meski seratus tahun lagi. Suatu hari nanti. Ibu akan menyesal sudah mengatakan itu." katanya. dan kupikir hari kelahiranmu itulah hari buruk buat Keluarga Hon'iden!" "Lebih baik Ibu tunggu dan lihat! Aku masih muda." "Kalau Ibu sedih sekali punya anak seperti aku." Ia mengejar Paman Gon. Sungguh menyedihkan. Tapi Matahachi tak menghiraukannya. Osugi tak peduli lagi apakah harus menanti sampai mereka kembali ke rumah penginapan. "Jangan mencoba menghentikannya.. lalu berjalan pergi beberapa langkah jauhnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Paman Gon menjadi malu." Paman Gon menoleh kepadanya. "Goblok!!" teriak Osugi. Karena terkejut." "Ha! Kuharap memang demikian. walau rapuh. "Ya. "Gadis di sana itu aneh sekali gerak-geriknya. kan? Betul?" "Betul! Apa yang sudah kamu lakukan sampai sekarang. jadi Ibu tak bisa tahu? Coba dengar.

seakan-akan merekalah penyebab terjadinya kecelakaan. berlari. Kelihatan la sudah hampir kesurupan. tapi gadis itu terus dengan tekadnya. ya?" jeritnya. karena sekalipun rambutnya kusut dan kacau. Air kini sudah sampai pinggangnya. orang tua goblok! Ke mana kamu pergi? Sudah kehilangan akal. "Saya pernah melihat gadis ini. Di antara mereka Seijuro yang dengan napas sesak menerobos kerumunan orang banyak itu. Osugi berlari ke sana kemari di tepian. Sambil melambai-lambaikan tangan. jeritannya berubah menjadi seruan-seruan lantang minta tolong. sementara rambutnya yang hitam berkibar di belakangnya. dan ia tampak seakan masih hidup. Ketika dilihatnya kedua orang itu tenggelam." seseorang berkata. kedua matanya melotot seperti cermin. namun terlambat. ya?" Ia sendiri tenggelam ke bawah permukaan air. dan terus ke tengah. pupur dan lipstiknya tidak terhapus. dan jatuh-bangun ia memerintahkan orangorang di pantai untuk menolong. beberapa nelayan membawa tubuh mereka dan meletakkannya di atas pasir. dan dengan cepat ia mendekati titik terjal di dasar laut. "Apa bisa kita selamatkan dia?" 331 thanks to. betul! Dia tinggal di penginapan sana itu. Ia lari kencang-kencang mengikuti Paman Gon." Dari arah rumah penginapan ada empat atau lima orang yang datang mendekat. Ketika Paman Gon pertama kali melihatnya. Tiba-tiba tubuhnya menghilang diiringi bunyi aneh. Paman Gon sudah masuk air sampai setinggi lutut. gadis itu masih berdiri dalam bayangan pohon-pohon pinus. hingga tampaknya ia sendiri sudah gila.com . meninggalkan pusaran di permukaan. goblok! Cepat. kalau tidak mereka tenggelam. Bahkan dengan giginya yang masih menggigit bibir bawah itu. Ketika terlihat kembali Paman Gon. Sambil mendekatinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tertelungkup. tapi kemudian tiba-tiba ia berlari menyeberang pasir dan masuk air. gelagapan. Lebih jauh lagi di tengah laut kelihatan seorang gadis muda yang mati-matian berusaha masuk ke air dalam. mulutnya yang ungu seperti menampakan gerak tawa. "Sudah nekat bunuh diri. Ia begitu kalang kabut. Sambil menggerutu marah ia bangun. tapi baik ia maupun gadis itu sudah tidak bernapas lagi. "Apa bukan dia yang cari kerang di pantai belum lama ini?" "Ya. "Akemi!" teriaknya. "Anak gila!" teriak Paman Gon.co. Wajahnya menjadi pucat.webng. wajah dan bahunya penuh dengan pasir." Beberapa menit kemudian. "Hei. terselimut buih putih. "Selamatkan mereka. Paman Gon berseru-seru kalut. tapi ia berdiri saja. "Bunuh diri karena cinta?" tanya seorang. memandang kosong ke laut. syauqy_arr@yahoo. Paman Gon berhasil mencekal obi gadis itu dan masih menggenggamnya. "Kau berkelakar?" kata yang lain tertawa.id and dimhad. Gadis itu menampilkan wajah aneh.

id and dimhad.. Pandangan wajahnya menunjukkan betapa ia berharap sebentar lagi Paman Gon membuka mulut dan bicara dengannya. memeluk tubuh Paman Gon erat-erat. Ia mencoba dan mencoba lagi mengembalikan kehangatan tubuh yang telah mati itu. Oh." Osugi berhenti menangis cukup lama untuk berpaling kepada mereka. Tekadnya itu menimbulkan air mata orang-orang yang menyaksikannya. Di tengah kegelapan yang mulai menyelimuti. bahwa yang mereka lakukan takkkan ada hasilnya. Ia kunyah beberapa pil dari kotak obat dalam obinya 332 thanks to. Ia mengeluh bahwa mereka tidak menekan dengan cara yang benar. biar saja. karena itu akhirnya orang yang paling bersimpati kepadanya pun menjadi marah. syauqy_arr@yahoo. ia bukan sanak ataupun teman. "Orang tua itu telah pergi. Apa pun yang ia lakukan. Ia tidak hanya tua. melainkan sekadar orang asing. Karena ingin sekali menghindari tatapan mata para penonton. Akemi dapat kembali hidup karena ia masih muda. ia memerintah mereka membuat api. "Apa maksud kalian? Kenapa dia mesti mati. kabut bangkit dari laut. Paman Gon!" lolongnya. sedangkan gadis muda itu dapat selamat?" Sikapnya menunjukkan seakan ia siap menyerang mereka secara fisik. "Siapa sih perempuan tua jelek ini?" geram satu orang. Seberapa banyak pun usaha Osugi tak akan dapat membukakan matanya kembali. "Paman Gon! Paman Gon!" panggil Osugi dengan mulut di telinga orang tua itu. Ombak laut menggelap.com . Bagi orang-orang di pantai itu. kalau Tuan cuma berdiri melongo. dan yang tertinggal dari hari itu hanyalah barisan awan jingga di dekat kaki langit. "Paman Gon." Para nelayan melepaskan cekalan Paman Gon. Namun ia bukannya menghargai bantuan mereka.. Napasnya terhenti untuk selamanya. Beberapa orang itu tinggal membantunya. bukan orang-orang yang telah membantu. Akemi cepat sekali kembali bernapas. "Hm! Tak tahu bedanya orang pingsan dan orang mati. Osugi membuat api dan duduk di dekatnya. dan katanya mantap. malahan memerintah mereka melakukan ini-itu seperti tenaga sewaan. dan ia menyuruh mereka pergi mencari obat. "Akan kuhidupkan dia kembali! Akan kutunjukkan pada kalian. tinggallah Osugi sendirian dengan mayat itu.co. Kalau dia bisa menghidupkannya lagi. Ditepiskannya orang-orang itu. Mereka mulai menampar-nampar punggung kedua orang itu dan menekan-nekan perutnya. berurai air mata. seakan-akan mereka musuh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak bisa. Para nelayan menyerah." Tak lama kemudian. Seijuro menyuruh orang-orang dari rumah penginapan membawa Akemi pulang.webng. meletakkan kedua tubuh itu berdampingan. ia kerjakan dengan air muka semasam-masamnya. tapi Paman Gon." Dan mulailah ia mencoba membangunkan Paman Gon dengan segala cara yang dapat dipergunakannya. tapi ia pun telah minum sake cukup banyak sebelum menyelamatkan gadis itu.

co. Untuk sesaat Seijuro duduk di sampingnya. Ia peluk Paman Gon dan ia guncangguncangkan." Seijuro menarik diri. ia menggumam mengigau. tapi kata-kata setengah gila menyembur dari bibir Akemi. ia pun menderita. "Tanggal berapa ini?" "Apa?" "Berapa. Kebanyakan lelaki memang begitu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dan ia pindahkan kunyahan itu ke mulut Paman Gon. Akemi. syauqy_arr@yahoo. wajahnya lebih pucat daripada wajah Akemi." Sukarlah ditentukan. maafkan!" "Pergi dari sini! Jangan bicara padaku. Akemi terbaring dalam tidur yang resah. "Berhenti! Pergi! Aku tak suka padamu. "Orang tolol! Binatang!" Seijuro tinggal diam. 333 thanks to. Tapi ia terus juga menyuarakan perasaan itu berulang-ulang. Ia sendiri yang dengan nafsu binatangnya memangsa gadis itu dan memuaskan birahinya. apakah kata-kata ini benar-benar ditujukan kepada gadis itu ataukah dimaksudkan untuk menenangkan dirinya sendiri." "Maafkan aku. prihatin dengan denyut nadi dan napas gadis itu.com . Kau pasti sembuh sebelum waktu itu. Seijuro menelan ludah dengan sedih. aku tak ingin melihatmu. tapi terus juga memandanginya." Tangan Akemi melambai-lambai kacau dalam kegelapan. Tetapi bagi Seijuro yang cenderung kepada ekstremitas. Akemi menggumam. Kau segera akan mengerti. kedua tangannya yang putih menyelinap keluar dari bawah selimut.. Ketika Seijuro mencoba membetulkan letak selimut itu... "Cobalah tenang.. Tahun Baru?" "Tinggal tujuh hari lagi. berapa hari lagi. Bukan cuma diriku seorang. dan kita akan kembali ke Kyoto. Akemi.id and dimhad.. walaupun kau tentunya dikejutkan oleh kekerasan cintaku. Ketika mengetahui penderitaan yang telah ditimpakannya kepada gadis itu. Dalam satu hari yang singkat saja ia sekaligus menjadi binatang dan manusia yang berperasaan belas kasihan. "Buka matamu. tapi Akemi menolaknya dengan telapak tangan. Sekarang ia duduk murung dan kaku. Matanya sedih dan sikap mulutnya rendah hati. "Katakan sesuatu! Tak bisa kau pergi meninggalkan aku sendirian. "Kau binatang. dan berdoa semoga hidup yang untuk beberapa waktu lamanya meninggalkan gadis itu bisa dipulihkan kembali.webng. Shoji yang tertutup kertas meredam bunyi angin dan ombak. diam seribu bahasa. Aku tak. Akemi bergerak. tingkah lakunya itu tidak terasa tidak konsisten. Kegelapan dalam kamar itu pekat seperti tinta.. Paman Gon!" mohonnya." Di dalam rumah penginapan." Direndahkannya wajahnya ke Akemi. Ketika Seijuro mencoba membetulkan letak kepalanya yang demam itu di atas bantal.. Ia menatap Akemi dan berbisik.. Kita masih belum membunuh Musashi atau menghukum Otsu yang bejat itu..

. Gadis yang sedang mengigau itu terdiam. dengan hati-hati menutup pintu di belakangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tanggal.. Aku mesti kembali ke Kyoto. "Siapa itu?" "Oh. Ryohei masuk dan duduk... Antara Tahun Baru dan tanggal tujuh. Dia bilang akan ada di jembatan. "Kenapa datang kemari? Ada yang terjadi sepeninggalku?" tanya Seijuro.. maka Seijuro takkan membawanya dalam perjalanan mendadak. 334 thanks to. Tak lama lagi Tahun Baru. "Aku tak suka padamu!.. Seekor kuda meringkik. "Ini.. "Apa Musashi ini .. dan saya harus minta Anda segera kembali.id and dimhad. Seijuro bertanya dalam hati. "Ya. Kalau aku pergi ke jembatan itu... "Hmm. masih dalam pakaian perjalanan lengkap dan penuh debu." Buru-buru Seijuro masuk kamar sebelah.co. "Siapa?" tanyanya. Dia demam..." "Ya!" kata Ryohei tegas..." "Ueda Ryohei.. Kabar dari Musashi.. Daun-daun pinus kering mengetuk-ngetuk shoji.." terdengar jawabannya. tanggal berapa?" Kali ini Seijuro tak menjawab.. Tiap hari. "Tuan Muda ada di sini.. Pergi!" Kata-kata yang diucapkan dengan jelas itu penuh nada takut..com ... Dengan terkejut Ryohei bertanya. Selagi mereka bertukar salam. Ryohei salah seorang siswa senior yang diperlukan di rumah. suara Akemi terdengar dari kamar sebelah." "Itu Akemi?" "Ya.. apa gerangan yang menyebabkan orang itu datang.. kemudian mendekatkan lampu yang telah ditinggalkan oleh pelayan itu ke sisi Seijuro.. itu? Akemi jatuh sakit ketika pulang... Dari Miyamoto Musashi. Cahaya muncul di seberang penyekat. Karena seperti halnya Toji. Miyamoto Musashi?" Seijuro menatap wajah Akemi. "Apa ini belum Tahun Baru?." "Musashi?" tanya Seijuro heran..webng.. tapi tak apalah. Binatang!. sekali-sekali dia sedikit mengigau. Aku ingin mendengar kenapa kau datang. syauqy_arr@yahoo.. Kelopak matanya yang biru menutup. Siapa pun akan mengira ia sedang terjaga dan dalam bahaya besar.." Dari kantong perut di bawah kimononya akhirnya Ryohei mengeluarkan sepucuk surat dan menyerahkannya kepada Seijuro." "Ada apa?" Ketika Ryohei memasukkan kedua tangannya ke dalam kimono dan meraba-raba. dan suara seorang pelayan terdengar mengatakan." katanya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. tapi Akemi tidak mengatakan apa-apa lagi. "Aku di sini... dia akan ada di sana. Jembatan Jalan Gojo. Tiap hari.. Ia tidur lelap.

Dengan perasaan jengkel yang tampak jelas. syauqy_arr@yahoo. Saya sudah membicarakannya dengan yang lain-lain. Tapi ia tidak melupakan janji yang telah ia tulis kepada Seijuro dan murid-muridnya. Ryohei bertanya. tapi. Ia mengumumkan perang pada Keluarga Yoshioka.com .. kata-kata dan keterampilan teknik yang mahir pun akan sedikit saja artinya. tepat sesudah Akemi menyebut nama Musashi itu. ia sudah hampir meyakinkan dirinya bahwa ia tak akan bertemu lagi dengan orang itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau sudah membukanya?" "Ya. marah. coba Tuan bayangkan kesombongannya! Teruslah baca surat itu! Isinya tantangan. dan bahwa sekarang bukanlah saat untuk membuang-buang waktu dengan kesenangan-kesenangan kosong. dan dia punya nyali pula menunjukkan tantangan pada seluruh Keluarga Yoshioka. "Akhirnya datang juga dia. melainkan bertanya sedikit ragu. Sesudah banyak membincangkannya.id and dimhad. "Apa katanya?" Walau tak seorang pun berani menyebutkan persoalan kepadanya. di antara murid yang lebih teguh ada perasaan muak terhadap cara hidup Tuan Muda yang tidak berdisiplin itu. Ketika surat itu tiba di Kyoto. Ia tidak melihat bahwa hari perhitungan sudah tiba. namun di balik pikiran Seijuro sudah lama bersarang wujud Musashi. Walau demikian. Musashi mempertaruhkan hidupnya dan menantang Perguruan Yoshioka untuk melakukan hal yang sama. Apabila tiba waktunya. ternyata Seijuro hanya meletakkannya di pangkuan dan tak bergerak membukanya. Ketika dia pergi dengan omongan besar musim semi lalu. "Apa Anda tak merasa perlu membacanya?" 335 thanks to. Mereka menggerutu marah karena ia tidak hadir justru pada saat yang demikian menentukan. mereka sepakat untuk menyampaikan keadaan itu kepada Seijuro dan memutuskan bahwa Seijuro mesti segera kembali ke Kyoto. Mereka gusar oleh penghinaan yang dilontarkan oleh ronin tunggal ini. Dia pikir dia dapat menghadapi kita semua sendirian!" Musashi tidak menuliskan alamat untuk balasan surat. dan ini akan merupakan pertempuran habishabisan-pertempuran di mana para samurai akan bertarung sampai mati untuk menjaga kehormatan dan memurnikan keterampilan mereka dengan pedang. dan menandatanganinya hanya dengan namanya sendiri. saya yakin dia takkan menjejakkan kaki lagi di Kyoto. dan menyesal bahwa Kempo tidak lagi hidup. Surat yang tiba-tiba datang. Sumber bahaya terbesar adalah bahwa Seijuro masih belum memahami kenyataan ini. Pertempuran akan terjadi..webng.co. dan dalam surat pun tak ada isyarat tentang tempat ia berada. membuat tulang punggung Seijuro panas dingin. karena itu kami membuka dan membacanya. dan kami memutuskan bahwa kemungkinan surat ini penting. Ryohei menggigit bibir. dan dengan surat kedua ini dadu telah dilemparkan." Seijuro bukannya membaca sendiri isi surat itu. Namun ketika surat sudah disampaikan sekarang.

Jarijarinya mulai menggeletar tak terkendalikan lagi. Kata-kata penolakan kasar Akemi menghancurkan harga dirinya sebagai samurai. Saya mohon Anda memancangkan jawaban Anda di jembatan Jalan Gojo.co. meninggalkan Ryohei yang mengikutinya dengan berlari setengah mati. Apakah Anda dalam keadaan baik semenjak terakhir kali saya menyurati Anda. Surat Musashi sederhana dan langsung. Saya sendiri merasa bahwa sampai batas-batas tertentu telah mencapai perbaikan. hingga ia tidak dapat lagi tinggal di tempat itu lebih lama. suatu tanda ketidakmantapan yang disebabkan bukan oleh bahasa dan nada keras tantangan Musashi. Dan seperti seorang bandit yang sedang melarikan diri. dan berdirl. "Akan kupakai kudamu. Belum pernah ia merasa demikian tanpa daya. sebelum hari ketujuh Tahun Baru. sekalipun menerima uang Seijuro. Ia membuka gulungan surat itu dan membacanya. Disertai suasana hiruk-pikuk.com . Saya tak punya pilihan khusus. Kata-kata ini diucapkannya lebih karena perasaan sudah demikian kalut. syauqy_arr@yahoo. "Aku akan kembali ke Kyoto sekarang. ini?" tanya Seijuro kosong. dan pada jam berapa kita akan bertemu.id and dimhad. Sesuai dengan janji saya terdahulu." katanya. suatu tugas yang diterimanya dengan perasaan enggan." kata Seijuro pada Ryohei. 336 thanks to. melainkan oleh perasaan lemah dan perasaan rendah pada dirinya sendiri.webng. ia melompat ke pelana dan melarikan kuda itu kencang-kencang melintasi barisbaris pohon gelap. kini saya menulis untuk menanyakan di mana. jadi. Saya percaya Anda telah menggosok ilmu pedang Anda sebagaimana biasa. Shimmen Miyamota Musashi. Ia harus pergi dan segera mungkin melupakan seluruh hari mengerikan itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa? Oh. dan saya bersedia melaksanakan pertandingan yang telah kita janjikan pada waktu dan tempat yang Anda tentukan. Seijuro menjejalkan surat itu ke dalam kimononya. pemilik rumah penginapan dipanggil dan diminta mengurus Akemi. bukan karena ketabahan. pada hari apa.

duduk di bangku dan minta bertemu dengan pandai pedang. Seorang dari orang-orang itu masuk. Maaf. Cerita magang itu semakin membikin berang mereka. Magang mengatakan bahwa ketika ia baru akan menutup daun jendela menjelang malam. "Akan saya rawatkan pedang saya di Kyoto. Ia lalu mendesak minta melihat contoh-contoh karya pedang. Samurai itu jelas sekali tersinggung karenanya. seorang samurai berjambul panjang menurunkan monyet di dekat pintu depan. telah mengganggu. karya seorang pandai pedang Bizen. "Temma! Dia menuju Temma!" Dan ke sanalah mereka berduyun-duyun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 25. kemudian keluar sambil berseru. Namanya Galah Pengering. Tapi dia tidak menyeberangi jembatan-sepertinya dia masuk bengkel pandai pedang. ke arah Jembatan Nojin. dan jelas dengan perasaan bangga. Tertarik akan bualan orang muda itu. pengalaman memotong gelungan Gion Toji membikin si pembual itu lebih congkak daripada sebelumnya. Tertangkap dia sekarang.id and dimhad. "Semua pandai pedang Osaka yang sudah saya kunjungi rupanya hanya mengurusi barang rombengan prajurit biasa. toko pedang masih buka. dan mendadak berdiri dan minta keterangan tentang bagaimana pergi ke pangkalan kapal tambangan Temma Kyoto. "Itu pasti orang yang kita cari!" "Jadi. mengadakan pembicaraan dengan magang toko." tukasnya. "Rupanya Anda sekalian di sini cuma mengerjakan senjata-senjata biasa." katanya kering." Ia mengangkat pedangnya. dia memang kemari belum lama ini. Ketika kepadanya disampaikan bahwa pandai pedang sedang pergi. samurai itu mengatakan ingin menajamkan pedangnya. tapi sesudah mengamati. sudah kita temukan sekarang. syauqy_arr@yahoo. tapi pedang itu terlampau berharga untuk dipercayakan kepada orang lain di luar ahli pedang sendiri. Itu bukti baru mengenai apa yang mereka anggap kecongkakan luar biasa orang muda itu. Lihat? Sempurna sekali. Magang dengan sopan memperlihatkan kepadanya beberapa bilah pedang. Jelas bagi mereka. membuat orang yang memberikan keterangan itu menganga heran menyaksikan segala keributan tersebut." 337 thanks to. ke mana perginya?" "Kesana. "Saya tidak yakin apakah akan menyerahkan pedang saya pada Anda.co. Pedang saya terlampau bagus. murid-murid Yoshioka berangkat beramai-ramai." Setelah berunding sebentar. yang diperlihatkan samurai itu tak lebih dari sikap muak. si magang bergumam mengatakan bahwa satu-satunya ciri menonjol pedang itu adalah bentuknya yang panjang dan lurus." "Apa Anda lihat.webng. Galah Pengering "PEMUDA yang membawa monyet? Ya." Ia berangkat dengan pandangan dingin. Walaupun waktu itu sudah lewat saat tutup bagi toko-toko sepanjang Parit Timur.com .

sebelum berangkat dengan langkah cepat menempuh jalan sepanjang tepi sungai.com .co. Toyosaki. "Tidak mungkin. dan sedikit gula-gula murahan. rumput merang kering yang tertutup embun beku berkilauan seperti pedang-pedang baja ramping. Maka mereka punya waktu banyak untuk menyusul kapal tambangan itu di Toyosaki. Di hadapan sana. Kapal tentunya sudah berangkat. Tahu akan hal ini. sungai tampak bagai seekor ular perak yang melenggok-lenggok ke kejauhan. walaupun tanpa bergegas. Sebuah suara berwibawa. kehilangan semangat. sekalipun matahari mulai terbenam." Untuk sesaat mereka semua berdiri terpaku. sekali lagi mereka berseru pada orang-orang yang ada di atas kapal. di dekat percabangan ini cahaya berkelap-kelip di tengah sungai. Ketujuh orang itu bangkit semangatnya. "Itu kapalnya!" seru seseorang. melompat ke air.id and dimhad. ya? Di sana itu. dan segera mereka lupa akan udara dingin yang menembus kulit. Namun kapal berhenti juga di perhentian berikut. semua sependapat bahwa langkah terbaik adalah menuntut penumpang itu seketika itu juga. mereka memanfaatkan waktu dengan minum teh.webng. Kapal-kapal yang berjalan mudik ke Kyoto umumnya pelan. "Ketinggalan kita!" Yang dimaksud adalah kapal terakhir hari itu. "Tidak lihat. seorang dari mereka berseru." "Kenapa kaupikir kita sudah ketinggalan?" tanya yang lain. makan kue betas. ternyata samurai itu memang sudah naik kapal terakhir. Sungguh suatu kebodohan besar. syauqy_arr@yahoo. Ketika jarak antara mereka dan cahaya mengapung itu memendek. dan menyelamatkan diri. ketika mereka bertanya lagi pada orang lain. yang di sana itu! Kurangi kecepatan!" "Kenapa?" terdengar balasan dari geladak. "Dia hanya sendirian. dia bisa curiga. Karena sudah telanjur." kata orang yang pertama tadi. lebih dulu memberikan peringatan. Jika kita tidak menantangnya sekarang juga. "Hei. Tanpa pikir lagi. Jengkel karena perhatian orang jadi tertuju pada mereka. meminta keterangan apa yang mereka kehendaki." Sambil berjalan mengikuti jalan kapal. Mendekati dermaga Temma. menuding dermaga. teman-temannya mengumpat orang yang besar mulut itu. mereka dapat melihat kapal itu dengan sangat jelas. "Warungwarung teh sudah menumpuk bangkunya. Di ladang-ladang telanjang di tepi jalan. kapal itu baru saja berangkat dan untuk beberapa lama tidak akan berhenti di perhentian berikut. "Rapatkan kapal ke tepi!" 338 thanks to. Sungai Nakatsu dan Temma bergabung menjadi satu membentuk Sungai Yodo. Angin seolah bermuatan es. seorang dari mereka berteriak. yang tak sangsi lagi suara Kapten. Kemudian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Orang-orang itu melanjutkan pengejaran tanpa satu kali pun berhenti untuk beristirahat. Mereka juga mendapat keterangan.

saya?" teriak sebuah suara dari kapal. "Pinggirkan di sini!" "Mustahil" "Kalau begitu. syauqy_arr@yahoo. kapal sudah berhenti di tengah sungai dan mulai berputar beberapa kali. "Di kapal tak ada orang lain yang bawa monyet." yang lain menasihati. kami tunggu Anda di perhentian berikut. Ketujuh orang itu berlari maju untuk mengepung tempat mendarat.com . Sekali mereka berhenti mendengarkan. Di sana ada pengawal. giginya berkilauan seperti mutiara putih oleh pantulan sinar bulan." 339 thanks to. bromocorah malang? Gerombolan aktor lapar?" Ketika adu teriak semakin menghebat.id and dimhad. "Itu dia di sana. Siapa kalian. abaikan saja. "Apa yang kaulakukan?" "Kalian tak bisa tinggal di situ selamanya!" "Sini kamu. Baginya dan bagi orang-orang lain." "Maksud Anda. Wajah orang-orang Yoshioka jadi pucat kelabu. jangan jawab mereka!" mohon seorang penumpang. Orang yang berbicara dengan bebasnya kepada para samurai di pantai beberapa waktu lalu kini berdiri diam. Sebuah suara meraung di udara dingin. atau kami akan datang ke situ. "Tutup mulut. kapal mendekati tanggul Kema yang memiliki tiangtiang tambatan dan juga gudang. Mereka itu setiap saat dapat melompat ke geladak." Kebanyakan penumpang berkumpul-kumpul ketakutan dan berbicara dengan suara ditekan. agaknya mengharapkan jawaban atas tantangan mereka. Katakan padanya. Ketujuh orang itu tetap berada dekat kapal dengan lengan baju disingsingkan dan tangan dilekatkan ke pedang. disertai tawa parau. kurang ajar seperti biasanya!" Orang-orang itu menudingkan jari dan memandang ke kapal. kalau dia punya hormat." Ancaman-ancaman terus berlangsung. dia mesti menampakkan diri. Dan kalau Anda membiarkan dia pergi. orang-orang goblok! Kami akan mendarat! Lebih baik siapkan diri kalian untuk mempertahankan diri. tapi mereka tak mendengar sesuatu. jadi saya kira sayalah yang Anda cari. sampai akhirnya haluan kapal mulai bergerak ke tepi. Orang muda berpedang panjang itu berdiri tegap di lambung kapal.webng. akan kami seret kalian semua ke darat." "Kapten. "Apa pun yang mereka katakan. tapi belum lagi mereka sampai di sana. "Mari jalan terus ke Moriguchi. keselamatan mereka tergantung pada jarak antara kapal dan tepi sungai. Kami urusan dengan orang muda yang ada di kapal Anda. "Kami minta Anda menyampaikan kepada pembual muda itu supaya datang ke susuran. Pakai jambul bawa monyet.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa? Apa kalian gila?" terdengar jawabannya. "Apa Anda tuli?" teriak seorang dari mereka. sedangkan celoteh pelan para penumpang semakin hiruk-pikuk.co.

Serangan demikian justru memberikan kedudukan menguntungkan bagi si orang muda untuk bertahan. Melihat kawannya terbantai demikian mudah. dan sikunya mencongak di atas bahunya.com . Kejadian ini lebih mengacaukan lagi. Pada waktu itulah sebuah benda hitam bulat melayang melintasi gelagah dan menempelkan diri ke leher seorang di antara mereka. Tangan kanannya di belakang mernegang gagang pedang." Ketika kata-kata itu berakhir. Satu demi satu mereka mundur saling tunjang. dan orang muda itu menyerang mereka sebelum mereka mengetahuinya. Pada saat itu segala keterampilan perang yang pernah dipelajarinya tak ada gunanya. Lunas kapal mencakar dasar sungai dan mereka undur serentak. si penyerang pun mengayunkan 340 thanks to. para penumpang menggerombol di sebuah sudut kapal. Tanpa sempat menyusun diri kembali. Sadar akan keuntungan psikologis yang dimilikinya. gerakannya lebih ringan daripada monyet tadi. Kebetulan sebentar lagi saya mesti menajamkan pedang ini.webng. Yang dapat diperbuatnya hanyalah memeringiskan gigi dan secara ngawur mengayun-ayunkan pedang di depan dirinya. jadi kalian dari Perguruan Yoshioka? Bagus. Orang pertama sudah maju terlampau jauh untuk dapat mundur kembali. jadi sebaik-nya saya manfaatkan kesempatan ini. Rupanya itu tak cukup buat kalian. sosok pemuda tampan itu seakan tampak makin besar. secara naluriah mereka semua mencabut pedang dan membabatkan ke udara kosong di sekitar mereka. sekalipun agak menimbulkan tanda tanya. Saya memang merasa seperti sudah kenal kalian. Untuk menyembunyikan rasa malu. "Oh. dan barulah ia menyadari kebodohan langkahnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Walaupun dicegah oleh penumpang-penumpang lain. mereka saling meneriakkan perintah mendesak. Orang muda itu menancapkan galahnya ke dalam sungai dan melompat melintasi rumput mendoang.co. Dengan harapan akan terhindar dari keributan. Ketujuh samurai segera berkerumun sekitar tempat yang akan disentuh haluan kapal. Apa kalian semua datang buat potong rambut? Kalau memang begitu. Sebelum mereka menyadari bahwa benda itu hanya seekor monyet. Dan mengambil keuntungan dari kedudukan mereka yang porak-poranda itu. Tiba-tiba kecepatan kapal meningkat. syauqy_arr@yahoo. sementara tubuh yang menggerakkan kapal dengan galah itu semakin dekat dengan mereka. tapi tak seorang pun berani bicara.id and dimhad. orang-orang Yoshioka segera menyerang musuh mereka dalam satu barisan. Seorang dari kalian sudah berkenan mengizinkan saya memotong gelungannya. orang muda itu tetap merebut galah orang kapal dan mendaratkan kapal tambangan itu. Aniaya yang diderita ketujuh orang di tepi sungai itu membesarkan hati mereka. lumpuhlah otak mereka. saya yakin dapat membantu kalian. seperti bola-bola yang saling bertumbukan. dan kemudian membelah tubuh pemain pedang terdekat yang merunduk. Kemudian secara serentak semua kepala menoleh diiringi suara menggagap. Galah Pengering pun membelah udara.

ya?" Ketiga orang itu dengan marah memuntahkan cerita tentang bagaimana mereka mempertahankan kehormatan Perguruan Yoshioka dan gurunya. disertai teriakan keras. oh. ke arah orang berikutnya. dan kemudian mengakhiri gerak lengkungnya di sebuah batu karang dengan suara berdentang. Tuan Muda!" seorang dari mereka menggagap. Akhirnya. dan betapa mereka mengalami kegagalan berhadapan dengan samurai muda yang seperti setan itu. "Kembali ke sini dan ayo berkelahi! Apa ini Gaya Yoshioka yang kalian banggakan itu? Menantang seseorang. Jadi. dan keyakinan mereka pulih. Perguruan Yoshioka menjadi bahan tertawaan. mereka kelihatan tidak memperhatikan dinginnya udara dan terus melaju ke depan. Ia melompat ke samping dan mengayunkan pedang ke arah orang berikut.. penghinaan seperti itu lebih buruk daripada diludahi.co.webng. "Ke mana kalian lari?" "Oh. Tubuhnya terbuka lebar untuk serangan. seorang dari mereka meloncat ke depan dan mengayunkan pedangnya. Namun kali ini kata-kata mereka gemetar dan palsu. Ketiga samurai yang melarikan diri hampir saja bertumbukan dengan kuda. 341 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pedang ke samping. Mereka saling meyakinkan bahwa taktik mereka kali itu cukup aman. "Apa artinya ini? Kalian mestinya mengawal Tuan Muda. sampai-sampai berani mengejek orang muda itu lagi. Sungai dan embun beku di ladang memantulkan cukup banyak cahaya bagi pemuda itu untuk melihat sosok tubuh di punggung kuda dan sosok tubuh lain berlari-lari di belakangnya. Ia yakin telah melakukan penebasan. tetapi bekas-bekas pengejar orang muda itu sudah terlampau sibuk berlari dan tidak memperhatikannya. yang sementara itu menyusun diri di sekitarnya bagai daun bunga. "Pengecut!" pekiknya. Ueda Ryohei yang muncul dari balik kuda itu menyerang mereka. Justru pada waktu itu dari sekitar tanggul terdengar dering giring-giring kuda. Kenal akan ketiga orang itu.id and dimhad. Seijuro memberengut berang. mereka bukannya berkelahi karena mabuk. "Apa yang kalian lakukan di sini?" salaknya. ketika penunggang kuda itu mendadak sontak mengekang kudanya. Padahal ujung pedangnya masih dua kaki penuh jaraknya dari sasaran. Orang itu jatuh ke depan. tapi ketiga orang lain sudah angkat kaki seribu. Sekalipun napas beku mengepul ngepul dari lubang hidungnya.com ." Bagi samurai mana pun yang punya harga diri. orang muda itu berdiri memegang pedang dengan kedua tangannya. Orang muda itu membelalakkan mata kepada lima orang sisanya. Jeritan perang masih mendering di udara.. lalu melarikan diri? Tidak heran. syauqy_arr@yahoo. dan menjatuhkan pukulan demikian mantap hingga orang itu terjungkal ke rumput mendoang diiringi suara jeritan. Orang muda itu bukannya membantai mangsa yang demikian mudahnya. Dengan wajah kejam. gerombolan tolol! Rupanya kalian terlalu sibuk ribut sesudah minum lagi.

Karena kalian pengecut. tapi Galah Pengering saya masih haus. Ketika ia merangkak kembali ke atas. Tak bakal kita bisa menebus dengan perbuatan macam itu. Pemuda itu mendadak menghentikan gerakan. sedangkan Ryohei mengeluarkan teriakan yang memekakkan telinga. "Biarpun kau musuhku. Menurut pikirannya. "Berhenti kalian. "Apa lari itu seni bela diri Yoshioka? Secara pribadi tak ingin saya membunuh kalian. "Ganryu! Tunggu!" ia lepaskan sebelah kakinya dari sanggurdi. 342 thanks to. Sepanjang hidupnya belum pernah Ryohei menyaksikan pukulan yang demikian hebat. "Apa ini? Orang baru?" Ryohei terhuyung ke depan. karena tanggul itu cukup rendah dan sawah itu membeku. paling sedikit yang dapat kalian lakukan adalah meninggalkan kepala kalian. Ia memang berhasil mengelakkan-nya pada waktunya. Minggir semua! Aku yang akan menghadapinya sendiri.id and dimhad. ia berteriak. dan pemuda itu menyapunya tanpa ampun lagi. dan menanti.co. memporak-porandakan ketiga murid itu dengan kilasan pedangnya dan sedang mendekati Seijuro. Untung baginya. Seijuro adalah anak Kempo. lalu mendekati Seijuro. "Terlalu banyak kalian bicara. ia naikkan ke pelana. Terdorong oleh suatu ilham yang tiba-tiba datang. ke arah kepala pemuda itu. Jaga dirimu!" Mata pedang panjang itu menjadi perwujudan semangat juang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Lihat itu!" teriak seorang dari mereka. dan dengan itu keyakinannya pula. pemuda itu sedang bergerak dengan kekuatan dan kecepatan seekor macan yang sedang marah. menoleh. "Diam kalian!" perintah Ryohei dengan suara muak." Mata-mata yang ketakutan memperhatikan musuh yang mendekat. tapi terjungkal juga ia ke sawah. terbawa oleh kecepatan ayunannya. Ia dapat menghadapi bahaya itu dengan tenang. Seijuro belum lagi merasa ngeri.webng. mendarat dengan kedua kakinya sekitar tiga langkah jauhnya.com . dan teriaknya. syauqy_arr@yahoo. dan kelihatan akan melompati kepala Ryohei yang waktu itu sudah meludah ke tangan dan menggenggam kembali pedangnya penuh kemantapan. "Dia datang kemari. dan berdirilah ia lurus-lurus." Ia lari menyusur tanggul dengan langkah-langkah besar dan yakin. Bagus sekali kalian melindungi kehormatan perguruan. dan ayo berkelahi!" teriaknya. mengangkat pedang ke atas jubah warna emas pemuda itu dan menebaskannya dengan ganas. perbuatan tadi betul-betul bagus! Kau tentunya Seijuro sendiri. namun sekalipun memiliki kelemahan-kelemahan. "Bukan main!" teriak orang muda itu kagum sekali. Tapi sekarang bahaya menyerang langsung dirimya dalam bentuk pedang yang tamak. tapi ketika jatuh ia kehilangan senjatanya. Kuda melompat ke depan. segalanya akan berlalu sebelum ia sendiri terlibat." Ia mengambil jurus menantang. tapi gagal. Pemuda itu menuju ke arah mereka. Ia semakin mendekati Seijuro. Pada saat itulah pemuda itu terbang. sedangkan Seijuro terbang ke belakang.

kita dapat mengundurkannya pada waktu lain.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kepada pemuda itu ia berkata yakin. hingga saling pengertian pun segera tercapai. Di belakang mereka berjalan Ryohei dan tiga murid yang kesal hati. Sasaki murid termuda di perguruan Jisai. Aku tak punya soal dengan mereka. "Aku tahu! Aku cuma menduga. Tapi sekarang. Kojiro berkata. pemuda itu jelas tidak mendengarnya. "Kalau begitu. jadi kau ini temannya?" "Ya." "Oh. Seijuro menampar paha. dan katanya. "Dari teman seniormu. syauqy_arr@yahoo. yang mengingatkan kepadanya bahwa telah terjadi perkelahian." "Nah." Dedalu di Tepi Sungai'. Melihat Anda menggunakan pedang panjang itu. Aku betul-betul malu melihat orang-orang perguruanku kurang baik disiplinnya.co. tapi dugaanku betul!" Kemudian ia maju ke depan. tapi suatu hari nanti akan menjadi satu-satunya pemain pedang yang dapat menantang Ittosai. Anda muda dan cocok dengan gambaran itu. "Kau Sasaki Kojiro dari Iwakuni. "Bagaimana kau bisa tahu siapa aku?" tanyanya. aku Yoshioka Seijuro. Ittosai agak sering menyebutmu. dan kemudian belajar di bawah pimpinan Kanemaki Jisai. matanya menoleh memandang pedangnya yang masih berdarah. "Dari semula aku tak mengerti. ini tampaknya bukan pertemuan yang pertama lagi. Aku lalu 343 thanks to." katanya." "Tapi aku masih belum mengerti. disebut Sasaki Kojiro itu ia pun terkejut. "Aku muak dengan Toji. Aku sudah banyak mendengar tentangmu. Dia beberapa kali juga berkunjung ke rumahku." Pikiran Seijuro tertuju kepada tingkah laku Gion Toji baru-baru itu. Rombongan kecil itu berjalan menuju Kyoto. dan aku sering mengunjunginya di sana.id and dimhad. akan kupanggil dia supaya bercerita.com . Sekarang ini aku cuma ingin mengetahui. Singkirkan pedangmu." Sementara Kojiro mencecap gembira. Kalau benar-benar perlu. "Senang sekali bertemu denganmu. gara-gara apa perkelahian itu tadi." Kojiro tersenyum.webng. Namun nyatanya ia dan Seijuro telah bertemu demikian baik. Sampai musim gugur lalu dia memiliki tempat pertapaan di Bukit Kagura di Shirakawa. Kuharap Anda tidak menganggap aku dendam terhadap Anda. Dia mengatakan ada satu orang dari Iwakuni bernama Sasaki yang sudah mempelajari gaya Toda Seigen." Ketika Seijuro menyebutnya Ganryu. Tak ada keinginanku berkelahi denganmu. Benar seperti dugaanmu. dan itu membuatnya bertanya-tanya dalam hati. Dia mengatakan padaku. "Kalau aku kembali nanti. Ito Yagoro. ya?" "Tidak. bagaimana bisa Anda mengetahui ini begitu cepat." "Dari siapa?" tanya Kojiro. aku ingat Anda disebut juga Ganryu—'Pohon mendapat firasat. dan beberapa menit kemudian mereka sudah berjalan bahu-membahu seperti sahabat lama. apa sebab semua ini. tentu Andalah itu. bagaimana mereka akan menyelesaikan urusan itu. dan aku benar.

"Bicaraku terlalu besar. aku menerima tawaran Anda tinggal dengan Anda sebentar di Kyoto. Kalau memang tidak keberatan." kata Seijuro polos." Bersatunya kedua orang itu mendatangkan kelegaan pada yang lain-lain. bagaimana mungkin mereka telah berlaku demikian bodoh dengan menyepelekannya. Toji tergoda untuk mempermainkannya sedikit. Anda sudah lihat sendiri. "Aku cuma seorang ronin muda. Tiba-tiba monyet itu muncul entah dari mana dan melompat ke bahu tuannya. sedangkan Ryohei pergi mencari kuda." "Aku yang mesti dipersalahkan." Sambil memegang kendali. "Nah." Seijuro merasa ada baiknya pemain pedang seperti Sasaki Kojiro itu berada di sampingnya.id and dimhad. 344 thanks to. Seijuro berkata. kalau begitu. putra seorang terhormat. Kojiro pergi bersiul-siul memanggil monyetnya. Sayang mereka itu tidak seberapa sebagai pejuang.co. Murid-murid Anda bukan satu-satunya orang yang mesti dipersalahkan. Bahkan kukira Anda mesti memberikan pujian pada mereka karena telah berusaha mempertahankan nama baik perguruan. dan aku selalu siap berkelahi dengan siapa saja. Mayat-mayat sudah membeku.webng." Dengan sikap sopan santun yang sama." "Tak ada yang lebih menyenangkan bagiku. kita dapat bertukar tempat. "Mari kita lupakan semuanya. aku naik sekarang. Seijuro tidak hanya mendesak Kojiro datang ke perguruannya di Jalan Shijo dan tinggal di sana sejenak. tapi juga menawarkan kudanya. Ryohei dan ketiga orang temannya menggigil kalau ingat betapa mereka hampir kena berondong Galah Pengering. orang macam apa aku ini. mereka sampai kembali di tempat perhentian kapal. "Kurang baik. sedangkan Anda guru sebuah perguruan besar. "Silakan. Melihat bidangnya bahu dan tegapnya punggung Kojiro itu mereka heran. Tidak mengherankan kalau karena ketidaktahuannya. Tak lama kemudian. syauqy_arr@yahoo. Aku sedikit kasihan pada mereka. dan kalau kaki Anda lelah nanti.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nah. Dan tidak mengherankan bahwa akhirnya ia sendiri yang jadi tampak konyol. yang oleh Ittosai dipuji-puji? ("Keajaiban Iwakuni".com . Lebih mudah jalan begini. pada saat ia terpaksa bertarung dengan Miyamoto Musashi pada permulaan Tahun Baru. Kojiro menolak. Kini mata mereka telah terbuka." jawab Kojiro. begitulah yang dikatakannya). Andalah yang naik. Siapa menyangka bahwa anak lelaki yang tampan dan tumbuh lebih besar dari seharusnya ini Sasaki Kojiro yang besar." katanya. Wajahnya menampakkan rasa sakit yang sebenar-benarnya. dan ketiga orang itu ditugaskan menguburnya. Aku memegang kendali ini saja. pemimpin beratus-ratus pengikut. ia melanjutkan. tapi setidak-tidaknya mereka sudah mencoba. Sikap hormatnya tidak seperti biasa.

sedangkan saingannya di Honshu Tengah adalah Yoshioka Kempo dari Kyoto dan Yagyu Muneyoshi dari Yamato. Ketika Kitabatake masih belajar di bawah pimpinan Bokuden. Rahasia yang diketahui Hikoshiro waktu itu hanyalah bentuk luar Ilmu Pedang Tertinggi. Musashi yang sedang menuruni Gunung Tarusaka dalam perjalanan dari kota Kuwana mendengar cerita itu dari tukang kudanya. apakah yang diajarkan pada kita itu bukan barang yang sama.webng. dan katanya sopan. "Betul begitu? Menarik sekali!" Waktu itu pertengahan bulan terakhir. Atau demikianlah setidak-tidaknya cerita yang disampaikan pada setiap musafir yang kebetulan menginjakkan kaki di daerah Kuwana. Maka Kitabatake tetap merupakan satu-satunya guru Gaya Bokuden sejati. Hikoshiro menurunkan kulit kosong lancung keterampilan ayahnya sebagai ajaran yang asli: suatu bentuk tanpa inti. Karena rahasia-rahasia tertinggi dalam aliran kita jadi kepentingan bersama. Belakangan ini saya bertanya-tanya pada diri sendiri. karena bagi mereka ia melambangkan hakikat pemerintahan yang baik dan kemakmuran.com . yaitu rahasia tertinggi di antara jurus-jurus rahasia miliknya. dan saya diberitahu bahwa dia mengajarkannya juga pada Anda. Lama sesudah ia meninggal. tapi tidak mendapat warisan jurus rahasia itu." demikian kabarnya ia mengatakan. yang terakhir ini menurunkan kepadanya Ilmu Pedang Tertinggi. melainkan di daerah Kuwana. apakah tidak sebaiknya kita membandingkan apa yang telah kita pelajari?" Kitabatake segera menyadari maksud kurang baik pewaris Bokuden itu. Itulah sebabnya mengapa Gaya Bokuden bukannya menyebar di timur. pemain-pemain pedang besar yang paling terkenal di Jepang Timur adalah Tsukahara Bokuden dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Anak Bokuden. "dahulu mengajarkannya pada saya. "Ayah saya. Tsukuhara Hikoshiro. sesudah meninggalnya Bokuden. dan bukan rahasia yang paling dalam.co. dan untuk mempelajarinya para murid harus pergi ke Kuwana. Gunung Rajawali PADA tahun 1550-an dan 1560-an. syauqy_arr@yahoo. mewarisi nama dan tanah milik ayahnya. dan karena didasarkan pada fakta. maka cerita itu lebih dapat diterima dan kurang ngawur dibandingkan lautan cerita rakyat setempat yang disampaikan orang untuk menegaskan kembali keunikan kota-kota dan provinsi-provinsi yang mereka cintai. Sekalipun iklim Ise relatif hangat. Konon. di mana Kitabatake memerintah. Ia mengangguk. di mana Hikoshiro bergiat. orang Kuwana masih berbicara tentang dirinya dengan rasa cinta. Bukan cerita yang jelek. 345 thanks to. Namun ia cepat menyetujui memberikan demonstrasi. karena cerita-cerita seperti itu memang beredar. Seorang guru seni bela diri dan gubernur terkemuka.id and dimhad. Di samping itu ada Yang Dipertuan Kitabatake Tomonori dari Kuwana. namun angin yang berembus dari Teluk Nako dingin menggigit. Hikoshiro datang ke Kuwana untuk mencoba memperdayakan Kitabatake agar membukakan jurus rahasia itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 26. Di sebelah timur.

" "Ya. melainkan hitam terbakar matahari. diikat ke belakang. menyebabkan kulitnya tampak seperti kulit yang tersamak baik." "Itu dia. topi anyamannya yang sudah aus dan berumbai tampak berlebihan." 346 thanks to. kalau begitu. Pakaian dalamnya dari katun dan jubah tak berlengan. Di atas kepalanya yang termakan cuaca.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia hanya mengenakan kimono tipis." "Oh. Rambutnya yang sudah berhari-hari tak dicuci.id and dimhad. Apa pun yang dilakukannya selama enam bulan terakhir itu. kecuali petani dan penebang kayu. Bagaimana ceritanya sampai Tuan pergi ke tempat macam itu?" "Saya pergi untuk menemui seseorang. Sekiranya ia membuang barang itu di jalan. "Ujii tak lebih dari dukuh kecil sekitar delapan mil masuk pegunungan dari punggung Gunung Suzuka." "Tak apa-apa?" "Mm. Tukang kuda sudah kuatir semenjak membawa penunggang kuda yang acak-acakan itu. Saya ingat pernah mendengar dia mahir sekali bikin senjata itu. Matanya bersinar seperti mutiara putih di tengah lingkungannya yang segelap arang. Sebelum sampai Desa Ujii.co. "Mm?" "Kita akan sampai Yokkaichi sebelum tengah hari." "Saya kira Shishido. Beberapa pemain pedang terbaik Provinsi Ise tinggal di sana. tak seorang pun akan bersusah payah memungutnya. dan yakin tak akan mendapat muatan pulang dari tempat jauh di tengah pegunungan itu." "Tak ada siapa-siapa di sana. Dan lagi jelas tampak kotor. "Tuan. Ia sangsi apakah akan menerima upah." katanya agak takut-takut. daripada menemui Baiken." "Dia pandai besi." "Di Kuwana saya dengar ada satu orang yang pandai sekali main rantai peluru-sabit. saya sarankan Tuan pergi ke Matsuzaka. biasa bikin sabit besar. hingga tukang kuda itu tidak memperoleh jawaban lebih dari anggukan kepala dan kata "Mm" yang tak berisi pendapat itu. Berarti pakaian yang terlalu tipis untuk ukuran mana pun. dan sampai Kameyama petang hari. Apa Tuan belajar seni bela diri?" "Mm." "Mm. hari pasti sudah tengah malam. syauqy_arr@yahoo.com ." Musashi waktu itu lebih tertarik pada pemandangan teluk daripada berbicara. tapi tetap masih seperti sarang burung. Wajahnya bukan lagi berwarna perunggu. Namanya Shishido apa?" "Shishido Baiken.webng. Tukang kuda mencoba lagi.

Dalam kerangka pikiran yang mengecam diri pribadi ini. ia merasa malu membiarkan dirinya kena paku tanpa sadar. aku buta. "Setidaknya aku beruntung telah mengenal seorang manusia sejati. karena tak sangsi lagi dialah pribadi yang otentik. Dunia ini memang penuh orang. Yang sukar ditemukan adalah manusia sejati. pertama-tama ia pergi ke Iga. Di setiap kota. Sekiranya aku menguasai sepenuhnya diriku. Kakinya yang merah bengkak itu tampak seperti kesemek asin. Mikogami Tanzen." Musashi mengangguk. Walaupun biasanya ia selalu berhati-hati dengan tubuhnya. Tubuhnya dan pedangnya masih belum menjadi satu. demikian kesimpulannya." pikir Musashi.co. dan ini terbukti gerak reflekku lamban.com . Sebagai murid bela diri. yang unik." 347 thanks to. dan di situ ia memesan makan siang dan duduk makan. Menurut jalan pikirannya. "Paku itu mencongak ke atas dan kelihatan jelas. Lebih dari itu. beberapa hari sebelumnya. Tak ingat lagi ia. karena telapak kakinya luka bernanah. Sesudah melarikan diri dari Yagyu. Musashi menjadi yakin akan hal itu. Kura-kura sebelah kakinya terbalut. sesuatu yang tak dapat ditemukan tersembunyi di kota ataupun di ngarai.webng. dengan berapa banyak prajurit ia telah berbentrokan. ia bertempur dengan sebuah paku. Tidak sukar menemukan pemain-pemain pedang cakap. ia tidak merasa membuang-buang waktu saja enam bulan lalu itu. karena semangatku belum lagi aktif di seluruh tubuhku. seyakin-yakinnya. Namun demikian. ia berusaha menguasai Jalan Pedang yang sejati. dan paku itu menang. kemudian ke jalan raya Omi. Kadang-kadang ia merasa sudah mencapainya. "Ya. tapi menemukan seorang manusia sejati tidaklah mudah. bahkan terlalu penuh. semangatnya dan bagian lain tubuhnya tidak selaras. tapi rahasianya tetap saja sukar ditangkap.id and dimhad. Itulah sebabnya ia memilih menyewa kuda dan bukan berjalan. "Apa tak ada jalan buat melawan musuh macam itu?" tanyanya beberapa kali kepada dirinya. dan ini memberikan kesan bahwa ia kenal betul kemampuan-kemampuan besar Mikogami. pasti aku sudah melihat paku itu begitu sandalku menyentuhnya. syauqy_arr@yahoo. di kota pelabuhan ramai Narumi terinjak olehnya papan berpaku. hal itu terasa olehnya sebagai kelainan yang melumpuhkan. "Kukira aku beruntung.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Siapa misalnya?" "Misalnya." Ia tidak mengatakan apa-apa lagi. pikirannya selalu kembali kepada Takuan. saya pernah dengar. Aku menginjaknya karena aku setengah tertidur-tidak. Jumlahnya berlusinlusin dan semuanya pemain pedang yang terlatih baik dan dari kelas tinggi. dan sejak kemarin ia demam. Sekalipun kedua tangannya jadi semakin kuat dari hari ke hari. Aku harus membuat pengalaman mengenal dia itu membuahkan sesuatu. lalu menjelajahi Provinsi Mino dan Owari." Persoalan yang dihadapinya adalah ketidakmatangan. di setiap ngarai gunung. Namun demikian. aku membiarkan paku itu menembus dalam. ia berjalan terpincang-pincang kesakitan menuju sebuah warung. sampai terasa menyakitkan dan semangatnya mengendur. Sampai kota kecil Yokkaichi. Selama perjalanannya.

semacam utang terhadap biarawan itu.com . rambutnya kering dan kaku karena berjam-jam tersiram air terjun dingin.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Manakala Musashi memikirkan Takuan. maka Musashi biasa langsung pergi ke pegunungan dan hidup dengan dirinya dalam kesendirian itu. tapi sekiranya ia memang mendapat kemajuan besar. suatu kenangan psikologis akan saat ia terikat erat pada cabang pohon kriptomeria. ia menjadi sadar sesadar-sadarnya akan ketidakmampuannya bicara tentang Jalan Kesempurnaan. "Tunggulah!" sumpah Musashi. dunia yang pernah dikiranya penuh orang bodoh itu kelihatannya besar menakutkan.co. Khayalan itu cukup polos. Ia jadi demikian kotor akibat tidur di tanah. Pedang bukan logika.id and dimhad. Takuan tak akan pernah bersikap langsung macam itu. Ia cuma ingin menunjukkan bahwa taraf yang dapat dicapai seseorang melalui Jalan Pedang lebih tinggi daripada yang dapat dicapai dengan mempraktekkan Zen. Yang penting bukan bicara atau berspekulasi. dan dari hari kehari ia menemukan betapa paniang dan sukarnya jalan menuju kemanusiaan sejati. bahwa menghantam kepala Takuan dengan keunggulan pribadinya merupakan suatu keharusan. Memikirkan guru Yagyu tua itu membuatnya sinting dan sekaligus sedih. Mungkin saja ada orang-orang lain yang sekarang ini jauh lebih besar daripadanya. "Sebentar lagi akan kuikat Takuan di pohon itu juga. Gaya hidupnya di sana tampak jelas dari penampilannya ketika kembali ke peradaban-pipinya secekung pipi rusa. maka khayalan itu pun lenyap. sejenis rasa nyeri menyebar dari pergelangan tangannya ke seluruh tubuhnya.webng. syauqy_arr@yahoo. Persoalannya Musashi merasa. Sebagai Takuan. apa yang dapat dikatakan oleh Takuan? Sudah pasti ia akan berteriak girang dan menyatakan. sehingga 348 thanks to. tubuhnya penuh cakaran dan luka memar. Perasaan itu aneh. Musashi telah menempuh jalannya sendiri. "Bodoh kamu! Kau makin maju. dan sekiranya pada akhirnya ia dapat mengikat Takuan di atas pohon dan menguliahinya. walaupun aneh. "Bagus sekali! Aku bahagia sekarang. mengkhotbahkan jalan hidup sejati kepadanya!" Bukannya ia benci kepada Takuan atau punya hasrat membalas dendam. Dan Musashi berkata pada diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah soal logika. Lebih mengguncangkan lagi apabila ia memikirkan betapa mentah dan tak layak dirinya dibandingkan dengan Sekhishusai. ia akan tertawa dan katanya. Kalau sisi praktis dirinya mengingatkan ia betapa Takuan sudah jauh lebih lanjut menempuh jalan itu dibandingkan dengannya. Musashi tersenyum memikirkan kemungkinan bahwa pada suatu hari nanti ia akan ganti menguasai biarawan eksentrik itu. tapi ia pun bisa menjadi besar! Apabila kesangsian terhadap diri sendiri sudah mengancam akan menenggelamkannya." Tapi tidak. Tentu saja bisa terjadi bahwa segala sesuatu tidak berlangsung tepat seperti yang direncanakan. dan aku akan duduk di tanah. tentang Seni Bela Diri atau yang lain lagi dengan penuh keyakinan. Pada waktu-waktu seperti ini. melainkan beraksi. tapi masih bodoh!" Bagaimana persisnya kata-kata tidaklah menjadi persoalan benar.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI giginya yang putih seakan-akan tidak berasal dari dunia. jauh di pegunungan itu. Saya tukang kuda dari Kuwana. Dan pencarian ujian atas keberanian inilah yang selalu membawanya turun dari pegunungan. Jalan mana pun terpaksa mendaki pegunungan yang tertimbun salju setinggi lutut." Karena Baiken membuka bengkel. dikatakannya bahwa tukang kuda itu bebas untuk pergi. akhirnya mereka melihat cahaya." 349 thanks to." kata Musashi. Sesudah berjalan melintas." "Terima kasih. tapi pada waktu malam seperti itu seluruh desa sedang tidur. Mari kita lihat. Perempuan itu terlompat karena tukang kuda yang mendadak masuk itu. Musashi sependapat dengannya.com . Api menyala di dapur api dan seorang perempuan yang membelakangi api sedang menumbuk-numbuk kain. hampir-hampir keangkuhan. Bagaimanapun. tapi karena sudah larut. dan menghentikan pekerjaannya. yang demikian banyaknya menghuni bumi ini? Larut malam barulah ia sampai di tujuannya. ia menyala penuh keyakinan. Ternyata itu rumah pandai besi. Mereka berada di sebuah lembah yang tertutup tiga sisinya. Atas perintah Musashi. "Tunggu sebentar. Bagus sekali!" Tukang kuda langsung menuju dapur api itu. Dalam sepuluh hari yang masih tersisa sebelum ia memenuhi janjinya di Kyoto. saya jelaskan.. udara dingin mendekati bunyi itu." kata tukang kuda sambil memanaskan kedua tangannya. cuaca waktu itu terlalu dingin dan gelap untuk mencoba kembali sebelum matahari terbit. Di dalam. Esok harinya ia akan dapat turun dari Celah Suzuka. tukang kuda membuka pintu dan masuk. Satu-satunya tanda kehidupan adalah bunyi godam yang secara teratur menghantam blok. "Selamat malam.webng. siapa pun di antara petani setempal dapat mengantar mereka ke rumahnya.co. Di depan terdapat timbunan logam tua: dan sisi bawah ujung atap hitam oleh asap." "Ke rumah Shishido Baiken?" "Ya. "Kalau begitu. "Saya membawa seseorang dari jauh untuk bertemu dengan suami Nyonya. "Siapa pula ini?" tanyanya. dan jika beruntung ia dapat mengambil penumpang kembali di jalan. Tuan. masih ada waktu untuk melihat apakah Shishido Baiken sungguh seorang manusia sejati. Ia dalam perjalanannya sekarang karena ingin tahu apakah ahli rantai peluru-sabit Kuwana itu memang cakap.id and dimhad. apa kita dapat menemukannya. ataukah sekadar cacing pemakan nasi juga. syauqy_arr@yahoo. Nyonya! Oh! Nyonya ada api. dan meledak-ledak dengan hasrat menjumpai lawan yang berarti. si tukang kuda lebih suka mengawani Musashi ke rumah yang dicarinya dan menginap di bawah tepi atap. Namun semua itu hanyalah permukaan semata. Sesudah mengucapkan terima kasih. Kami baru saja sampai. "ayolah ikut saya.

Ia datang ke desa terpencil ini bukan untuk dipermainkan oleh seorang perempuan. Maka berkilau-kilaulah matanya karena rasa ingin tahu." Ia tertawa riang..webng. Perempuan ini lebih gawat daripada kebanyakan istri." Musashi membungkuk dan mematuhi perintah itu. Tidurlah. dan tanpa menghiraukan. Menurut renungannya. Kalau betul begitu. "Tutup pintu! Bayiku bisa masuk angin kalau udara dingin itu masuk. "Apa ini senjata yang digunakan begitu fasihnya oleh suami Nyonya?" 350 thanks to. tapi belum tahu Keluarga Arakida?" Waktu itu bayi di dadanya mulai rewel. Kemudian ia duduk di atas tunggul pohon di samping dapur api dan mengamati sekitarnya dari daerah penuangan besi yang menghitam sampai ruangan tempat tinggal yang berkamar tiga. tidurlah Bayi tidur sungguh manis. Karena tak ingin melukai perasaannya. Perempuan yang umurnya sekitar tiga puluh tahun dan agak manis itu meletakkan palunya dan kembali ke daerah tempat tinggal. Musashi tidak tertawa. "Kukira kau ini samurai muda lain lagi yang datang kemari buat dibikin berlumuran darah oleh suamiku. karena terus terang saja. semua perempuan cenderung keterlaluan melebihkan status suaminya. Pada sebuah papan yang dipakukan ke dinding tergantung sekitar sepuluh senjata rantai-peluru-sabit. Ia jengkel sekali. tamunya. Kerutan keningnya jelas menunjukkan bahwa ia sudah lebih dari cukup menjumpai shugyosha dan sudah tahu bagaimana menghadapi mereka. ia belum pernah melihatnya. itu nakal Dan bikin ibunya nangis juga. Kepada Musashi ia berkata. tapi ternyata ia pergi ke tikar tempat tidur seorang bayi." "Di mana itu?" "Ha. kamu beruntung. Ia rupanya mengira suaminya orang terhebat di bumi ini.. Ke mana dia pergi?" "Ke rumah Arakida.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Suamiku sedang pergi. Karena menurut pikirannya. Bayi jaga dan nangis." Perempuan itu memandang masam ke arah Musashi. lalu mengangkat anak itu dan menyusuinya.id and dimhad. Musashi bertanya. setidak-tidaknya ia bisa mempelajari sesuatu dari memperhatikan senjata-senjata pandai besi itu.com . Dengan nada angkuh ia berkata kepada Musashi. Musashi berkata. Ia perkirakan itulah senjatanya. syauqy_arr@yahoo. Musashi mengira ia akan membawakan teh. jadi kamu tak perlu kuatir terbunuh. perempuan itu menyanyikan lagu buaian dalam logat setempat. tapi. "Saya kecewa suami Nyonya tidak ada. ha! Kamu sudah datang di Ise. seperti kepada anak kecil. Alasannya yang lain mengadakan perjalanan kemari adalah karena ia berpendapat seorang murid semacam dirinya haruslah berkenalan dengan segala jenis senjata.co.

Ia mencuci pecah belah atau bersiap memasak sesuatu. "Gaya Shishido Yaegaki". Musashi tak suka melihat seorang perempuan mengambil jurus tempur dengan senjata yang demikian brutal. bahkan cantik. ia mendekat ke tempat Musashi berdiri. kira-kira seperti itulah. perempuan itu tampak betul-betul seperti sapi. seperti mata sabit. Musashi menurunkan satu senjata dari sangkutannya. "Saya dengar orang banyak menggunakannya sekarang ini. "Kukira begini memegangnya. Di lekuk yang dalam pada salah satu sisi batang logam itu tampak punggung pisau. Musashi ingin melihatnya menggunakan alat itu lagi." pikir Musashi. ya. "Jadi. ia mengangguk." katanya sambil melipatkan kembali pisau itu ke dalam gagangnya dan menggantungkan senjata itu ke sangkutannya. Dengan senjata itu. Sambil bersandar ke dinding dan menghangatkan diri pada panas api. Ujungnya memakai cincin tempat menyangkutkan rantai. bermartabat. Perempuan itu mengalihkan matanya dari tempat tidur bayinya unruk memperhatikan. la memandang dengan mulut menganga.co.webng. "Bukan begitu! Salah sekali!" Sambil menjejalkan buah dadanya kembali ke dalam kimononya. orang yang bersenjata pedang bisa menebasmu tanpa kesulitan sama sekali." Maka hampir tak sabar lagi ia ingin menjumpai Baiken. "Kalau kamu memegangnya begitu. ia kembali sibuk dengan pekerjaan di dekat bak cuci.com . Di ujung lain rantai itu terdapat peluru logam yang berat. dan menggerutu lagi. Sesudah membersihkan dinding. dan pelan-pelan ia bertanya kepada tukang kuda mengenai Keluarga Arakida. tapi perempuan itu jelas tak punya keinginan melakukannya." kata Musashi seraya memegang sabit itu dengan tangan kiri dan rantai dengan tangan kanan. "Kalau perempuan ini dapat mengambil jurus demikian mengesankan. Perempuan itu mengambil jurus tersebut hanya sesaat. tukang kuda menyatakan dengan suara gumam bahwa mereka itu keluarga yang ditugaskan mengawal Biara Ise. "Yah. Sambil membayangkan seorang musuh di hadapannya. "suaminya tentunya benar-benar patut dilihat. inilah macamnya. dan ketika Musashi minta dibolehkan memeriksanya." Senjata di tangannya itu terdiri atas satu batang logam yang panjangnya 60 cm (yang dengan mudah dapat disimpan di dalam obi). Musashi melihat bahwa pada pedang berwarna biru kehitaman seperti punggung ikan makerel itu terdapat tulisan yang bunyinya. Ketika menyusui bayinya tadi. tapi sekarang sesudah siap tempur ia tampak gagah. Sementara memperhatikan. yang cukup kokoh untuk memecahkan tengkorak manusia." Ia merebut senjata itu dari tangan Musashi dan memperlihatkan padanya bagaimana cara berdiri.id and dimhad. 351 thanks to. syauqy_arr@yahoo. setengah pada diri sendiri. benda itu melenting ke samping. Pegang begini. dan. Ketika ia menarik benda itu dengan kukunya." katanya. dan umpatnya. ia mengambil jurus dan menimbang-nimbang gerakan yang diperlukannya. tidaklah sukar memotong kepala lawan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Perempuan itu menggerutu.

Ia mengambil keputusan untuk mencarinya. Petang hari mereka sudah sampai di jalan panjang berapit pohon yang menuju biara itu. Musashi bangun juga dan minta kepada tukang kuda agar membawanya ke Yamada. menurut ingatannya tak pernah ia sakit. Sepanjang hari berikutnya ia gunakan untuk menerapkan obat yang pernah didengarnya. tak akan sukar menemukan tempat mereka itu. Warung-warung teh di situ tampak sangat sepi. ia berjanji menjumpai Matahachi di jembatan Jalan Gojo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kalau ini benar. Dari rumah penginapan di Yamada. dan ia rendam kakinya dalam air itu. dan rasanya sudah seberat balok kayu.co. Ia gusar karena tinggal beberapa hari lagi waktu yang tersisa baginya untuk berada di Kyoto. bahkan juga untuk musim dingin. Sibuk mengurusi kakinya. tukang kuda segera menyetujui. ia mengeluh atas kebodohannya telah menyeleweng pergi ke Ise. Namun tak ada perbaikan. Malam itu kakinya ia bungkus di bawah selimut. syauqy_arr@yahoo. Karena kecewa. Jawaban yang datang menyatakan bahwa tentunya telah terjadi kekeliruan. Ampas tahu ia masukkan dalam kantong kain. Musashi mengalihkan perhatian kepada kakinya yang luka. Namun bengkak tidak juga surut. Musashi mengirim seorang pesuruh untuk bertanya ke rumah Arakida. Pagi berikutnya dengan putus asa ia cobakan resep-resep lain.com . ia menyerahkan pada mereka untuk memilih salah satu hari dalam minggu pertama Tahun Baru. Orang itu berani bersumpah bahwa keluarganya telah menggunakannya beberapa generasi. "Namun tak berdaya aku dalam genggamannya. Mestinya ia langsung ke Kyoto. dan jalan itu sendiri dalam keadaan buruk. kota terdekat dengan Biara Ise. Disamping itu. Selain bisul yang pernah dipunyainya di kepala semasa kanak-kanak. Dalam surat tantangan yang dikirimkannya kepada Sekolah Yoshioka dari Nagoya. yang dalam semalam itu sudah sangat membengkak. Tak seorang pun yang namanya demikian ada di sana.webng. Pagi-pagi. Bahkan lebih buruk lagi bahwa bau tahu itu memualkan. lalu melingkarkan diri di tikar dekat api dan tidur. termasuk mengoleskan obat seperti minyak pemberian pemilik rumah penginapan. Sejumlah pohon yang tumbang oleh badai musim gugur masih menggeletak di tempat tumbangnya. Pengalaman itu menyebabkan ia berpikir. Ia tak dapat menolak sekarang dengan alasan kaki sakit.id and dimhad. apakah Shishido Baiken tinggal di sana. Tidak pernah dalam hidupnya ia terbaring tiga hari lamanya. magang pandai besi itu bangun dan membuka luar bengkel." Sampai sekarang ia menduga musuh-musuhnya akan selalu datang dari 352 thanks to. demikian pikir Musashi. Puas karena telah dibayar hari sebelumnya. Demamnya menanjak dan rasa nyerinya tak tertahankan lagi. Hanya sedikit orang berjalan. Kakinya tampak seperti gumpalan tahu besar membengkak. "Sakit adalah sejenis musuh yang paling jahat." demikian pikirnya. ia peras sampai keluar airnya.

terpincang-pincang melewati lapangan pasar. Menjulang di atas pegunungan di antara kedua gunung itu tampak sebuah puncak yang menatap dengan pandangan merendahkan kepada gunung-gunung di sekitarnya. "Aku mau pergi dari sini! Mana rekening! Sediakan makanan-nasi gorengdan bawakan aku tiga pasang sandal jerami yang berat!" Sebentar kemudian ia sudah ada di jalan. Maka terpikirlah olehnya Yagyu Sekishusai. ia tarik kaki yang besar bulat itu dari bawah dirinya dan ia tatap. untuk sementara ia lupa akan kakinya." pikir Musashi. menertawakan kelemahan dan kekerdilannya. pahlawan "Cerita Perang Hogen". Ia bertanya pada diri sendiri. "Tinggal berapa hari lagi tahun ini?" demikian ia bertanya-tanya. Sekarang rempat itu lebih mirip bordil terbuka yang didereti warung-warung teh dan 353 thanks to. Tapi sekarang sedikit saja yang mengingatkan orang bahwa tempat itu tempat lahir para pahlawan. demikian pikirnya sedih. "Di mana saja semua orang ini?" pekiknya. Ketika tidak cepat muncul. Ia memaksa dirinya duduk bersimpuh dalam gaya resmi. "Itu burung rajawali. Hampir-hampir pingsan. syauqy_arr@yahoo.com .id and dimhad. Ia menghadap jendela. sebelum akhirnya warna merah pada wajahnya mulai berkurang dan kepalanya mendingin sedikit. Di seberang pepohonan terlihat olehnya Gunung Mai. tapi segera kemudian rasa nyeri mendesak kembali ke dalam kesadarannya.co. Di situlah tentunya dilahirkan prajurit terkenal Tairo no Tadakiyo. Tanpa dikehendakinya. Selagi memandang gunung itu. Sekiranya ia hantamkan kakinya ke api bengkel pandai besi itu. Ketika membuka mata. Lamakelamaan mulai kelihatan olehnya bahwa puncak itu memang Sekishusai yang sedang memandang kepadanya dan atas awan-awan.webng. tanpa mengetahui bahwa namanya memang Gunung Rajawali. Cukup lama waktu berlalu. bagaimana bisa aku mengalahkan seluruh Keluarga Yoshioka?" Ia membayangkan akan menghimpit dan mencekik setan di dalam dirinya. "Tak bisa aku hanya tinggal di sini membuang-buang waktu!" Dalam keadaan terbaring dengan perasaan jengkel itu. hingga semangat juangnya sekali lagi tergelitik. apakah setan akan menyerah pada kegigihannya yang pantang menyerah itu. ia pukul tatami dengan tinjunya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI luar. Dengan suara keras ia panggil pesuruh. pemain pedang tua yang mirip dengan puncak angkuh ini. sakit sekali. tampaklah di hadapannya hutan sekitar Biara Ise. "Kalau menendang ini saja aku tak dapat. dan sedikit ke timur Gunung Asama. dan menatap pula kepada Musashi dengan kurang ajarnya. Ia tendang selimut dari kakinya yang bengkak. maka kenyataan bahwa ia dibikin lumpuh oleh musuh dari dalam. Sakit rasanya. Tak hendak ia menerima kenyataan bahwa kaki itu benar-benar sebagian dari dirinya. Gayanya yang sombong itu mengejeknya. Penampilan puncak gunung yang congkak itu menyinggung perasaannya. baginya sungguh baru dan memaksanya untuk berpikir. tulangtulang rusuknya terasa seperti menekan jantungnya dan dadanya terasa mengerut. pasti tak terasa sakit lagi. tapi dengan menutup mata.

Betul-betul ia tak tahu bagaimana mengatasinya. yang berasal dari telapak kaki. dan bau rambutnya menyengat karena keringat. Ia sudah tahu ketika meninggalkan rumah penginapan itu bahwa ini akan merupakan siksaan baginya. Kadang-kadang ia merasa seolah tubuhnya tiba-tiba akan pecah berantakan. Bahkan Otsu yang polos itu pun kadang-kadang menjadi khayalnya yang penuh nafsu. Tidak mungkin bagi Musashi mengabaikan perempuan. Maka suara-suara mengikik mengikutinya di antara pepohonan di luar kota itu. Belakangan. dan dengan sopan menyatakan menyesal pada yang lain. Lebih banyak perempuan penggoda berdiri di sepanjang jalan itu daripada pohon. mencengkeram tangannya. sambil mencumbu. biar saya gosoki!" Mereka menarik-narik pakaiannya. Ketika seorang dari mereka mengatakan bahwa Musashi "semungil anak macan tutul!". "Lelaki tampan takkan sampai ke mana-mana dengan mengerutkan dahi macam itu!" Musashi menjadi merah mukanya dan menghuyungkan diri dengan membuta. Bukannya ia berkhayal. tangannya jadi selengket madu. Rangsangan yang ditimbulkan oleh tangan-tangan yang mencakar-cakar itu lama baru bisa reda. syauqy_arr@yahoo. dan ia bermaksud mengatasinya. Itu ancaman yang lebih besar dibandingkan dengan musuh yang berdiri dengan pedang terhunus di hadapannya. Bagaimanapun ia sudah berhasil tetap mengendalikan diri.com .webng. tapi melarikan diri dari mereka dalam keadaan hampir tak dapat berjalan itu sama saja dengan menyeberangi kancah logam cair panas.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dikerumuni perempuan. Ingatan tentang bau bedak putih yang tajam tentu saja sudah dapat membuat detak nadinya menggebu. Mereka memanggil-maggil orang lewat dan mencekal lengan baju calon-calon korban yang lewat. Setiap langkah yang diambilnya berarti tikaman derita di kepala. membujuk. Mengangkat kaki yang luka itu saja menghabiskan seluruh tenaga yang dapat ia kerahkan. dan usaha mental macam apa pun darinya takkan dapat menenangkannya. dan ia pun lari. walaupun tiap kali menyeret kaki sial itu ia mengutuk pelan. serangan tangan-tangan putih itu menjadi gencar.co. "Kenapa kakimu?" "Apa mau saya obati?" "Sini. Hari ini kakinya memaksanya melepaskan pikiran tentang perempuan. Untuk sampai ke biara itu. Semua itu hanya membikin perempuanperempuan itu tertawa terkekeh-kekeh. apabila tubuhnya menyala oleh birahi. 354 thanks to. Bibirnya memerah.id and dimhad. dan ia minta maaf pada sebagian dari mereka. bahkan ia tak mau berhenti memungut topinya ketika topi itu terlepas dari kepalanya. Sama sekali tak bisa ia bertahan terhadap serangan macam itu. sepanjang malam ia gelisah. dan menggoda. Musashi betul-betul harus berjuang melintasi mereka sambil merengut dan menghindari pandangan mereka yang tak sopan itu. menggenggam tangannya. Akhirnya ia tak peduli lagi dengan segala macam topeng harga diri.

Semua itu diikat bersama dan digantungkannya pada sangkutan di dinding dalam. Tertarik oleh bunyi damai ini Musashi mencoba berdiri. Kendati dilanda nyeri dan derita fisik. Tubuhnya menyala demam. dan dengan mata nyalang ia pandang kehampaan di sekitarnya. Bahkan bodoh. bahwa seorang dewasa membiarkan dirinya dikuasai ketidaksabaran? Namun bukan ketidaksabaran itu semata-mata yang menggerakkannya. Untung tak seorang pun ada di sekitar.co. sampai kakinya terobati. Seberkas cahaya bersinar lewat jendelanya yang berkisi-kisi. sementara suara anak-anak yang halus menyanyikan doa suci. ia melepaskan pedang dan bungkusan dari punggungnya. sambil merintih pelan kesakitan dan memegangi kaki dengan kedua tangannya. Di sana ia diam. pohonpohonan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Menyeberangi Sungai Isuzu dan memasuki pekarangan biara itu mendatangkan perubahan suasana yang menyenangkan. sekalipun kulitnya tersengat oleh angin dingin.webng. Lama ia duduk di sana tak bergerak-gerak. mencelupkan kepala dan memurnikan diri. Ia rebah di akar sebatang pohon kriptomeria besar. Wisma Para Perawan ini dihuni gadis-gadis muda yang mengabdi kepada dewa-dewa. syauqy_arr@yahoo. Yang menggerakkannya adalah kebutuhan spiritual. ia pecahkan es di permukaan sungai dan ia ceburkan dirinya ke air dingin itu. bahkan juga dalam suara burung-burung. Lewat rintihan pohon-pohon besar yang suram dan tak henti-hentinya terdengar di hutan suci itu telinga Musashi menangkap bunyi lain. Sambil menggigit bibir ia memaksakan diri berdiri. Ia berhenti dan memandang ke dalam. semangat Musashi pekat dan berdetak penuh daya hidup. Ia angkatkan kepala. musik persembahan bagi para dewa.com . Musashi mendekati pintu belakang bangunan itu. Apakah itu tidak kekanak-kanakan. Di sini mereka berlatih memainkan alat-alat musik kuno dan belajar menarikan tari-tarian suci yang diciptakan berabad-abad sebelumnya. entah di mana.id and dimhad. tapi tak melihat seorang pun. Tidak berapa jauh. Kenapakah ia tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melarikan diri dari rumah penginapan itu? Orang normal mana pun akan tetap tinggal di sana tenang-tenang. seruling dan buluh menyuarakan musik kuno. pada hakikatnya. 355 thanks to. Merasa lega karena tidak harus memberikan keterangan tentang dirinya. Kira-kira sejam kemudian. Musik itu berasal dari bangunan yang agak lebih jauh letaknya. berkecipak. bertelanjang bulat. walau tubuhnya yang enggan itu menolak setiap gerak. dan kebutuhan yang sangat dalam. seperti batu karang. diraihnya dinding itu dengan kedua tangan dan berusaha merayap dengan gerakan kepiting yang kaku. dan membasuh badan. Ia merasakan suasana suci dalam tumbuh-tumbuhan. Apakah itu. tapi ia ada di sana. Pendeta yang lewat bisa-bisa menduga ia sudah gila dan mengusirnya. tak dapat ia mengatakan. Dalam keadaan tanpa beban itu ia letakkan kedua tangannya di pinggul dan ia berjalan terpincang-pincang kembali ke Sungai Isuzu. Sesudah mencapai dinding tanah gedung biara.

dan itu mengecewakannya. Namun waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual tidaklah dapat ditakar. demikian kata legenda itu. Kyoto tidak jauh. ia menjadi gila sama sekali. Musashi tidak takut mati.co. Ia merasa bahwa jauh di dalam dirinya terdapat kelemahan. Apakah secara mental ia sudah siap? Apakah pikiran dan semangatnya sudah benar-benar satu? Musashi belum dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini secara positif. bahwa ia masih jauh dari seorang manusia yang lengkap dan sempurna. syauqy_arr@yahoo. helai rambut di sepanjang dahinya kaku menjadi kerat-kerat es. mencemplungkan diri ke sungai suci itu penting.com . tak dapat ia mengelak dari 356 thanks to. Bagi Musashi. ia dapat melakukan lompatan itu dengan ringannya. tidak lebih dari tujuh puluh atau delapan puluh mil. yaitu karena ia tahu dirinya belum matang. bagaimana mungkin ia bertahan terhadap halangan-halangan yang lebih mengancam hidup? Dan pada saat ini persoalannya bukanlah kemungkinan masa depan yang abstrak. tapi tujuannya memang mutlak. kalau ia sudah tahu bahwa la harus mati. Menghadapi kemungkinan seperti ini. Lagi pula. Ketika akhirnya ia melompat ke atas batu. Mereka akan mengerahkan setiap daya yang ada pada mereka terhadapnya. Kalau ia dapat menjaga langkah. seperti seekor burung kecil. seorang pemanah bernama Nikki Yoshinaga dahulu kala menyerang dan menduduki sebagian wilayah Biara Ise. Memenangkan perkelahian hidup atau mati dengan segala kekuatan tidaklah lebih dari naluri binatang. dan ia mencoba membangun keyakinan untuk berbuat demikian. samurai pada umumnya pasti akan bicara tentang "berkelahi dengan segala tenaga" atau "siap menghadapi maut".EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Menurut legenda Ise. Biarlah orang lain gugur secara heroik. bukan sekadar hidup. Merasa sudah mantap. ia bisa sampai di sana dalam tiga hari. Apabila ia membandingkan dirinya dengan Nikkan atau Sekishusai atau Takuan. kalau itu cocok buat mereka. walau tidak kehilangan keseimbangan menghadapi mati merupakan keadaan mental yang tinggi tarafnya. Mereka harus berbuat demikian untuk menyelamatkan muka. Kalau tubuhnya tak dapat menahan dingin. Ia sadar. melainkan kemungkinan menghadapi Yoshioka Seijuro yang sangat nyata. Sementara ia mengeringkan diri dan mengenakan pakaian. beserta seluruh pengikutnya. tapi menurut jalan pikiran Musashi semua itu omong kosong belaka. Karena melakukan penjarahan yang melanggar kesucian ini.id and dimhad. Musashi hanya mau membereskan pertempuran dengan kemenangan heroik. sesungguhnya tidaklah begitu sukar menghadapi maut. dan Musashi tahu bahwa untuk menyelamatkan nyawanya ia harus menggunakan muslihat. Musashi yang berbuat seperti orang itu dapat dengan mudah dikira hantu orang gila itu. bahwa ia belum mencapai taraf pikiran seorang guru sejati. ia memancing di Sungai Isuzu yang suci dan menggunakan burung elang pemburu untuk menangkap burung-burung kecil di hutan suci itu. Mereka tahu bahwa mereka tak punya pilihan lain kecual membunuhnya.webng.

batu-batu kecil menghujan. tiga 357 thanks to. tampak olehnya kaki Gunung Rajawali.id and dimhad. baru ia dapat maju selangkah. Wajahnya semerah wajah setan. menginjak-injak seenaknya kepala Sekishusai." Ia gembira melihat tak ada rintangan tak tertembus di sini. setengah memanjat setengah berayun. Darahnya yang belum lama ini kedinginan kini mendidih dan tubuhnya mengepul ketika keringat yang keluar dari pori-porinya berjumpa dengan udara dingin.com . dan seperti manusia primitif ia merangkak ke atas batu-batu besar dan bersusah payah menerobos semak-semak rimbun di ngarai yang dalam. Setiap kali ia merasa sudah ada pijakan itu. Serangan itu menindasnya. ia memekik lagi agar semua pohon di hutan suci itu mendengar. Musashi memeluk permukaan puncak yang merah warnanya itu sambil mencari-cari pijakan kaki. Sesampainya di puncak karang meledaklah pekik kemenangan darinya. setiap napas. menyeretnya mundur. merupakan tantangan. es—musuh-musuh yang mencoba matimatian menyeretnya mundur. Berpegangan pada tumbuhan menjalar yang kuat. pohon. Di ujungnya menjulang tebing yang hampir terjal. Dan di hadapannya. Di seberang tempat bernama Ichinose terdapat jurang yang panjangnya lima atau enam ratus meter. Hanya dengan mengerahkan segala tenaga. Orang bilang hanya monyet dan peri dapat memanjatnya. dua ratus. Tubuhnya bergetar ketika ia memekik. syauqy_arr@yahoo. Musashi memandang batu karang itu.webng. "Aku harus menang. dan kini puncaknya melanjutkan ejekan itu. dan katanya tanpa khayal. melainkan juga kekurangan dalam bidang-bidang lain. Dari sana terlihat olehnya aliran sungai yang putih dan pesisir perak sepanjang pantai Futamigaura. di seberang belukar jarang yang berselimut kabut malam. Berangsur-angsur terbentuklah tujuan dalam dirinya: mendaki sampai puncak dan melampiaskan dendam. itu pun dengan bergayut pada batu dan tumbuhan menjalar. "Ini dia jalan ke Gunung Rajawali. ia mulai mendaki permukaan batu karang. hingga ikan forsel pun tak dapat melintasinya. Gunung itu Sekishusai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kebenaran sederhana ini: ia masih hijau! Analisis yang dilakukannya sendiri atas kemampuan dan sifat-sifat dirinya tidak hanya mengungkapkan kelemahan di beberapa bidang. untuk menunjukkan kepadanya bahwa Musashi dapat dan harus menang. "Aku harus menang!" Ia melintasi air terjun yang tenang dan beku. seolah disangga oleh suatu gaya berat terbalik. yang sebelumnya tak banyak ditempuh orang. menimpa belukar di bawah. Majulah ia menentang perlawanan rumput liar. aku harus menang!" Sambil berjalan terpincang-pincang memudiki Sungai Isuzu. Maka semangat Musashi yang tak kenal menyerah betul-betul tersengat oleh keunggulan Sekishusai. Dulu ia tertawa ketika Musashi terbaring di tempat tidur. penuh dengan tebing terjal dan riam. Setiap langkah. Seratus kaki.co.

Takuan!" Ia panjati kepala berhala-berhala itu. Tapi justru pada waktu itu sebutir batu di bawah ibu jari kakinya terlepas dan membuatnya sadar kembali. Napasnya terengahengah. Tapi dalam hatinya ia menyanyikan lagu kegembiraan meluap. Gunung Mae. beberapa kaki. angin berembus. hingga jantungnya serasa akan naik dan meledak dari mulutnya. la hanya dapat memanjat beberapa kaki. "Ini dia! Hampir sampai!" Dengan kaki-tangan kejang dan sakit." Alangkah mudah dikatakan. kembali ia mencakar gunung itu. dari bawah ia tampak seperti tergantung di awang-awang tanpa berat. "Sedikit lagi!" "Sedikit lagi. dan Musashi tahu itu. Di sinilah pertandingan akan ditentukan. bahkan ia melahap udara dengan pori-porinya. Permukaan gunung yang kasar mulai terasa seperti kulit ibunya. Sekishusai! Untukmu. ia memandang ke segala jurusan. bajingan!" Dengan segala daya yang ada padanya ia kutuki raksasa-raksasa yang dihormatinya. Nikkan! Dan untukmu. Satu saja gerakan keliru akan membuatnya melayang ke riam karang dan batu-batu besar. demikian dikatakannya kepada dirinya.com . lalu berhenti lagi. matanya terpejam tak berani bergerak. Gunung Asama. Dan setelah meluruskan badan. setelah dekat ke puncak tertinggi. tapi alangkah sukar dicapai! Karena "sedikit lagi" itulah yang membedakan pedang kemenangan dengan pedang yang kalah. "Satu untukmu. Napas Musashi terhenti. "Ini untukmu. dan lautan terbuka luas. Puncak gunung menatap dingin kepadanya. mengancam meniupnya bersama batu karang dan segalanya. Ia mencari-cari pijakan lain. "Berhasil! Aku menang!" 358 thanks to. tapi seolah-olah heran melihat mahluk ini mencakarnya. dan ia jadi ingin sekali tidur." pikirnya.co. jalur putih yang tentunya sungai. mendesir-desir. Ia dan gunung itu kini satu. Demikian pekat tegangan yang dialaminya. seakan seseorang menepukkan tangan ke mukanya. Kemudian tiba-tiba ia sudah tengkurap. ia injak-injak dan ia tunjukkan pada mereka siapa yang terbaik di antara mereka. Sementara ia bergayut pada batu karang itu. maka sebagai pemain pedang pasti pada suatu hari ia akan terbunuh.webng. Seluruh dunia terhampar di bawahnya: hutan besar yang memagari tempat suci.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ratus—ia kini di tengah awan-awan. "Hampir sampai. para superman yang telah menyebabkannya datang kemari. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. ia mulai samar-samar merasa sedang bersarang di dada ibunya. Karena bau keringat. kampung nelayan Toba. Kalau tubuh dan daya kemauannya melemah. para superman yang harus dan akan ditaklukkannya. dan cahaya fajar tiba-tiba tampak di tengah lautan awan putih di bawahnya. Apabila awan-awan itu bersibak. Kini. lalu berhenti. ia pegang teguh hidupnya tercinta. gunung itu menggertak dan meludahkan longsoran batu kerikil dan pasir.

pikirannya pun semurni dan sejernih kristal.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Begitu ia sadar telah mencapai puncak.com . "Tak ada apa pun lagi di atasku!" teriaknya. dan waktu itu tampak olehnya seolah seember penuh nanah kekuningan merembes dari kakinya yang cedera. tidurlah ia dengan damai. "Aku sekarang berdiri di atas kepala rajawali!" Matahari pagi yang baru muncul menyinarkan cahaya kemerahan kepadanya dan kepada gunung itu. Tubuhnya yang basah kuyup oleh keringat kini tersatukan dengan permukaan gunung. di perbatasan antara langit dan bumi. Angin di puncak tertinggi menghujani punggungnya dengan pasir dan batu. Ia pandang kakinya yang terhujam teguh ke puncak tertinggi.id and dimhad. membubunglah napas kemanusiaan—napas manis kegelapan yang telah terhalau. Di tengah kemurnian angkasa yang mengitarinya. 359 thanks to. Mendadak ia ingin melompat dan melejit ke sana kemari seperti ikan mino di sungai. Musashi merasa bahwa kegembiraan yang tak terlukiskan membengkak memenuhi seluruh dirinya. Di sinilah. syauqy_arr@yahoo. Dan dalam selimut kegembiraan meluap yang surgawi itu. sementara ia merentangkan tangannya yang berotot dan liar ke langit. Semangat manusia dan gunung kini sedang melaksanakan karya cipta yang agung di keluasan alam tak terbatas di waktu fajar.webng. begitu daya kemauannya yang sudah menegang itu mendetak seperti tali busur. Ketika akhirnya ia mengangkat kepala.co.

" saran seorang di antaranya. Omi." "Sudah pasti. Keduanya di sana." "Tidak. dan Mino mencari Musashi. "Biar kubawa ke rumah Arakida. sesudah menyelesaikan kewajiban di biara. Coba lihat sini!" Otsu meletakkan kuas tulisnya di meja dan menjulurkan kepala ke luar jendela. "Ada pencuri meninggalkan pedang dan bungkusan. "Sensei! Sensei! Ada yang aneh di bawah sini. "Ada apa?" tanyanya. Sekelompok gadis menghambur keluar dari pintu belakang. bagaimana kaum pria biasa berjalan membawa beban seberat itu." "Ah." kata Otsu. bisa juga pencuri yang meninggalkannya di sini. Sesampai di Ise. Tapi sekarang mereka berkimono lengan pendek dan berhakama katun putih. yang biasa mereka kenakan pada waktu belajar atau melakukan pekerjaan rumah tangga.webng. "Punya siapa itu menurutmu?" "Mestinya punya samurai. dan dengan persetujuan bersama mereka berlari kembali ke asrama dan berseru dari bawah susuran tangga di luar kamar Otsu. seakan-akan menemukan begal itu sendiri yang berikat kepala kulit dan sedang tidur siang." Mereka berpandangan dan menahan napas. Juru masak tentu saja tidak tahu. gadis-gadis itu sudah pergi. hampir saja barang-barang itu terjatuh karena beratnya. karena akan sukar berjalan menerobos pegunungan selagi ada 360 thanks to. yang pada malam sebelumnya digantungkan Musashi." "Itu namanya ribut tak keruan saja. Ketika ia turun membawa bungkusan dan pedang itu. "Barangkali kita mesti memberitahu Otsu. mereka putuskan untuk menetap selama menanti musim dingin.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 27. Yang tinggal di asrama itu hanyalah perempuan tua juru masak dan seorang gadis yang sakit. Ngengat di Musim Dingin TIAP hari. sesudah mondar-mandir di Jalan Iga. para gadis yang hidup di Wisma Perawan dengan buku di tangan pergi ke ruang belajar di rumah Arakida. "Barang-barang siapa yang tergantung di sini ini?" tanya Otsu kepada juru masak. mereka mengenakan kimono sutra putih dengan celana bertepi lebar merah tua yang disebut hakama. dan tiba-tiba seorang di antaranya berseru. jangan! Kami takut memegangnya." "Ha? Lebih baik itu kalian bawa ke rumah Arakida.id and dimhad. Disana mereka belajar tata bahasa dan berlatih menulis sajak. syauqy_arr@yahoo.co. Otsu dan Jotaro datang ke tempat itu dua bulan sebelumnya. Ayo belajar sana. Mengangkat barang itu ia merasa heran. Untuk menarikan tari-tarian keagamaan. "Apa itu?" dan menuding bungkusan serta pedang yang terikat di sana.com . dan jangan buang buang waktu lagi." Begitu Otsu turun dari kamarnya. tergantung di dinding belakang.

Ini wilayah suci. karena ada larangan menerima lelaki tinggal di asrama anak-anak perempuan. pasti kita mendapat kesulitan!" 361 thanks to. justru pada umur ketika anak-anak lelaki hanya senang bermain dan menyenangnyenangkan diri. Terpikir oleh Otsu .webng. Ketika Otsu melintasi halaman biara. Tapi ketika anak itu sudah berhenti di depannya." "Kupikir kau sedang kerja tadi. Jotaro sebetulnya menjadi penghalang Otsu menerima jabatan itu. bukan karena ingin mengajar. Apa kau sudah lupa." gerutu Jotaro dengan wajah jengkel.com . Bunyi gemeretak keras yang didengarnya itu mirip bunyi cabang pohon yang patah. Lihat ke sana itu." kata Otsu tajam. Semula Otsu memberikan pelajaran suling di daerah Toba. ia pun menerima. siang hari Jotaro menyapu pekarangan suci dan malam hari menginap di gudang kayu Keluarga Arakida. atau membunuh binatang? Memalukan kalau orang yang bekerja di sini mematahkan cabang-cabang pohon dengan pedang kayu. yang umurnya sekurangkurangnya tiga belas atau empat belas tahun. melainkan karena berminat mempelajari musik kuno." "Aku sedang latihan." "Tak ada orang yang keberatan dengan latihanmu. Juga. Sebentar saja Otsu sudah mendengar langkah Jotaro. barangkali Jotaro di sana sedang menyapu pekarangan dengan sapu bambunya. kenapa kaulakukan? Kalau Pak Arakida menangkap basah kamu. Ketika Arakida meminta Otsu datang ke biara untuk mengajar gadis-gadis itu. Seberkas asap naik dari sebuah belukar di kejauhan. musik suci. suci buat dewi leluhur kita semua. Akhirnya keputusan yang mereka ambil adalah. panggilnya. syauqy_arr@yahoo. "Kalau sudah tahu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI salju. ia merasa senang bahwa Jotaro yang wataknya sukar diubah. kedamaian hutan tempat suci itu telah mengimbaunya. kakak ini tadi. di mana kau sekarang? Halaman ini lambang kedamaian dan kemurnian. "Apa kerjamu dengan pedang kayu itu? Dan pakai pakaian kerja putih lagi. bahwa di sini dilarang merusak pohonpohonan. Bunyi itu terdengar lagi." "Ah. "Oh.id and dimhad. "Jotaro! Jo-o-ota-ro-o-o!" "Ya-a-a?" terdengar jawaban gagah. dan sebanyak-banyaknya sekitar dua puluh. sekalipun umurnya masih muda. Ia berhenti dan tersenyum. tapi bukan di sini Jotaro. melukai. Latihan dengan pohon-pohon. hari-hari itu patuh sekali dan dengan penuh tanggung jawab menyesuaikan diri dengan pekerjaan. tapi kemudian ia menarik minat kepala Keluarga Arakida. dan sambil mencengkeram barang bawaannya.co. ia hanya mengatakan. angin yang menakutkan dan lain dari biasanya bersiul di antara pepohonan yang tak berdaun. sudah tahu aku semua itu. yang sebagai pemimpin upacara resmi menduduki tempat kedua sesudah pendeta kepala. Otsu berlari menyusuri jalan setapak melintas belukar. dan lagi ia ingin tinggal beberapa waktu lamanya bersama gadis-gadis di tempat suci itu.

Paling tidak. Burung-burung mematuki atap bangunan sampai bocor.id and dimhad. Aku tak setuju dengan cara itu." "Dia memang benar. yang kerja di sini cuma aku dan tiga atau empat lelaki tua! Padahal." "Tidak begitu jelek kalau cuma rumput liar. apa puri di Osaka itu tidak putih menyilaukan kalau kita lihat dari Samudra di Settsu? Apa Tokugawa Ieyasu tidak membangun purl-puri yang lebih megah di Fushimi dan selusin tempat lain? Apa rumah-rumah baru daimyo dan saudagar-saudagar kaya di Kyoto dan Osaka tidak mengilat karena perhiasan emasnya? Apa ahli-ahli upacara teh Rikyu dan Kobori Enshu tidak mengatakan bahwa secercah kotoran di halaman warung teh bisa merusak aroma teh? "Kebun ini sedang runtuh. Hideyoshi. Biarpun seandainya mereka melakukan hal-hal itu hanya untuk membenarkan tindakannya sendiri terhadap diri sendiri dan orang-orang lain. coba lihat berapa luasnya?" "Jotaro!" kata Otsu." kata Otsu menyela. mereka tetap patut mendapat pujian." "Tanya apa?" "Kalau kebun ini begitu penting. Shogun-shogun Ashikaga jauh lebih buruk. Tak ada salahnya kalau memang sudah mati. apa Nobunaga. syauqy_arr@yahoo. tapi lihat pohon-pohon itu. kenapa orang tidak merawatnya lebih baik?" "Memang sayang sekali mereka tidak merawatnya baik-baik. "Wah. mereka sudah memperbaiki istana kaisar di Kyoto dan mencoba membahagiakan rakyat. kitalah satu-satunya orang yang berarti.webng.co. dan pohon-pohon yang dirobohkan badai bergeletakan saja seperti waktu robohnya. memegang dagu Jotaro dan mengangkat wajahnya. kalau begitu aku tak pernah bisa menang. Di mana-mana begitu. Membiarkannya rusak seperti ini sama saja dengan membiarkan rumput liar tumbuh dalam jiwa. Waktu aku mendengarkan dia bicara. tak ada salahnya mematahkan dahan yang sudah mati. Aku tahu mereka tentunya orang penting.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Menurutku." "Membeokan apa yang dikatakan Pak Arakida tak ada artinya buatku. aku jadi berpikir." "Bagaimana buruknya?" 362 thanks to. kan?" "Itu kalau tidak di sini!" "Itu yang Kakak ketahui! Coba sekarang aku mau tanya. biarpun yang dikatakannya itu benar. tapi apa indahnya menguasai negeri kalau menurut kita. jadi Kakak mendengar kuliah itu juga?" "Tentu saja. Dan tak ada orang memperbaiki lentera kalau rusak.com ." "Oh. dan Ieyasu itu betul-betul orang besar. Pohon-pohon yang disambar petir itu dibiarkan saja mati." "Tapi Nobunaga dan Hideyoshi itu tak seburuk orang-orang lain. "Bagaimana bisa Kakak mengatakan tempat ini penting? Coba. "Yang kaukatakan itu cuma jiplakan kuliah Pak Arakida. Coba.

dan tak seorang pun punya perhatian sungguh-sungguh terhadap negeri secara keseluruhan.. Arakida Ujitsune menjadi pendeta kepala Tempat Suci Ise.. Ujitsune pergi berkeliling juga memperjuangkan cita-citanya. Ingin sebetulnya ia menampar Jotaro. ke-shogun-an terlalu lemah. "Apa yang kamu perhatikan?" 363 thanks to. "Sensei" Seorang di antara gadis tempat suci datang berlari-lari. Waktu itulah Jotaro melihat bungkusan yang lain dari yang lain. berdetap-detap bunyi sandal jeraminya. sampai terus-menerus terjadi perang. bukan? Tapi kalau kita pikirkan.. sampai mereka tak peduli dengan apa yang terjadi." Puas karena sudah mendapat pidato panjang berapi-api dari Otsu. kan?" . Maka sambil terus tersenyum ia tatap saja anak lelaki itu. dan ranting-ranting berayun-ayun seperti ombak kecil.co." Hampir tanpa berhenti. ini mesti berat. Jotaro menoleh ke sekitar dengan terheran-heran." "Ah. ya?" Dan air liur Jotaro mengucur. aku kan tak akan bikin rusak! Aku cuma mau lihat. waktu sudah dewasa orang suka lupa bahwa mereka berutang sumber hidup kepada leluhurnya. tapi bungkusan yang dibawanya menghalanginya. sampai akhirnya berhasil mendirikan tempat suci baru. "Punya siapa itu?" tanyanya sambil mengulurkan tangan. "Sekarang siapa yang membeo Pak Arakida? Kakak pikir aku belum pernah mendengar itu sebelumnya." "Maksud Kakak pertempuran yang terkenal antara Keluarga Yaman dan Kosokawa?" "Ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau pernah mendengar tentang Perang Onin. Matahari musim dingin bersinar melalui pohon-pohon. Pedang panjang ini besar sekali. Para prajurit selamanya saling perang untuk memperebutkan lebih banyak wilayah. Walaupun demikian.webng.com . "Jangan sentuh! Tak tahu kita punya siapa ini. Mata Jotaro memandang seolah melihat hantu di antara bercak-bercak cahaya matahari. Waktu itulah. dan uang tak cukup untuk melanjutkan upacara-upacara kuno dan ritus-ritus suci. "Ini cerita sedih. "Hm." "Ke-shogun-an Ashikaga begitu tidak cakap. Dua puluh tujuh kali Ujitsune mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah untuk membetulkan bangunan-bangunan suci. lebih seratus tahun lalu. gadis itu memutar badan dan berlari kembali. sama seperti kita semua berutang hidup kepada Dewi Ise. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. dan para prajurit begitu sibuk dengan pertumpahan darah. tapi istana kaisar terlalu miskin. Rakyat biasa tidak mendapatkan kedamaian sedikit pun. "Ada apa?" tanya Otsu. "Pak Arakida memanggil Sensei. Jotaro melompat ke udara sambil tertawa dan bertepuk tangan. Berani sumpah. kan?" "Anak bandel kau ini!" ujar Otsu sambil tertawa sendiri.

"Waktu gadis itu memanggil 'guru'. melainkan juga untuk empat puluh atau lima puluh anak lain dari tiga daerah yang termasuk daerah Biara Ise." "Ini bukan salahmu. Kalau orang lain mungkin menyatakan bahwa daerahdaerah provinsi tak ada sangkut pautnya dengan nasib bangsa. maka menurut pikirannya 364 thanks to. Sejarah awal negeri ini berhubungan erat sekali dengan Biara Ise dan tanah-tanahnya. Ujitomi berjuang seorang diri menanamkan benih-benih kebudayaan yang lebih awal dan lebih tradisional di antara orang-orang muda daerah biara itu. Otsu kasihan pada biarawan itu dan pada ketidaktahuannya akan makna cinta. Tapi jangan kuatir." jawab anak itu kesal sambil menggigit jari telunjuknya. Jotaro ikut saja dengan sedih. Aku mau tahu.co. agak jauh di belakang. meletakkan kepala ke dadanya dan mengucurkan air mata bahagia. syauqy_arr@yahoo. Pedang berat dan perabot usang itu tak berarti apa-apa baginya. sehingga apa yang terjadi di masa lalu yang jauh itu tak banyak berarti. tak apa-apa. Bagaimana mungkin ia memimpikan membawa barang-barang milik Musashi? Karena merasa telah berbuat salah. Dalam hal tertentu. Ia coba memberikan kepada orang-orang muda itu sejenis pendidikan yang sekarang tidak terlalu populer: mempelajari sejarah Jepang Kuno yang di kota-kota besar dianggap tidak relevan. Aku cuma merasa sedikit sedih. "Kakak marah.com . Walaupun pernyataan Jotaro itu diucapkan dengan penuh kepolosan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah.id and dimhad.webng. Ia mengubah sebagian rumah itu menjadi sekolah. ia tercengkam oleh keinginan yang amat sangat untuk menyusuri jalan-jalan raya lagi. ia tak pernah bisa mengusir rasa rindu kepada Musashi dari hatinya. mencari dan menemukannya. ia berlari mendekati Otsu. perasaan cinta itu tidak mengganggu. dan tanyanya. ya? Karena kata-kataku?" "Oh. Kak. Ujitomi memiliki pandangan lain. Takuan orang yang begitu tanpa perasaan. Betul-betul aku minta maaf. Cinta itu seperti sakit gigi." Arakida Ujitomi menyebut tempat tinggalnya Wisma Belajar." "Maaf. apa yang dikehendaki Pak Arakida. sesaat kupikir yang dia maksud guruku. Tanpa mengatakan sesuatu. tidak. ia berjalan. tak apa-apa." Otsu tiba-tiba merasa sedih dan sedikit kesal. Kalau ia dapat mengajar anak-anak setempat mengenai masa lalu. Baru ketika Otsu membelok masuk gerbang rumah Arakida. paling celaka. padahal sekarang zaman orang banyak cenderung menganggap nasib bangsa ini adalah nasib kelas prajurit. Di manakah dia? Dari segala kesedihan yang mungkin merundung mahluk hidup. dan yang paling menyengsarakan pastilah tak adanya kemampuan untuk memandang orang yang dirindukan. tapi apabila kenangan mendatanginya. kenapa pula ia menyinggung Musashi? Sekalipun sudah mendapat nasihat Takuan. tidak hanya untuk gadis-gadis biara. Ketika Otsu sedang sibuk. yang paling menggerek. Dan dengan air mata meleleh di pipi ia berjalan terus. Kembalilah kau bekerja.

Ia melakukan hal tersebut lebih dari sepuluh tahun lamanya.webng. aku tak ingin engkau tersinggung tentang ini. "Saya di sini. Silakan masuk. Otsu menjelaskan bagaimana ia sampai mendapat barang-barang itu.id and dimhad.co. Arakida melirik. tiap hari ia bicara pada anak anak itu tentang karya-karya klasik Tionghoa dan Catatan Tentang Hal-hal Kuno.com . "Ini barangkali kelakar samurai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI barangkali semangat masa lampau itu pada suatu hari akan tumbuh subur seperti pohon besar di hutan suci. orang-orang muda nantinya akan mengerti bahwa Dewi Matahari yang agunglah yang menjadi lambang cita-cita bangsa. tapi soalnya begini. "Bapak memanggil saya?" "Saya minta maaf terpaksa membiarkan engkau menunggu." katanya. Sudah lupa sama sekali. "Betul. Menurutnya. Ketika anak-anak sudah menghambur keluar seperti kawanan lebah dan melejit cepat ke rumah masingmasing. tentu. dan kemudian dengan curiga memperhatikan kedua pedang itu. tapi seperti halnya orangtuanya. bukan prajurit diktator yang tak tahu adat. Sudah beberapa waktu ia berdiri di situ." "Apa saya sudah melakukan sesuatu yang berakibat buruk pada Bapak?" 365 thanks to." Kemudian dengan wajah tak senang ia menggerutu. Arakida keluar dari ruang belajarnya yang luas dengan wajah sedikit berkeringat. dia memperingatkan diriku. sejarah tentang Jepang. Tengah malam tentunya orang datang masuk pekarangan. "Pemuda biasa takkan datang kemari membawa barang-barang seperti itu. Aku kan memanggil tadi. anak-anak muda tidak boleh salah membedakan bintang keberuntungan seorang pahlawan militer dengan matahari yang indah. Kalau ia bekerja keras dengan sabar. "Dan malam kemarin barang itu belum ada di sana. Dengan penuh keuletan dan pengabdian. Dan justru itu yang ingin kukemukakan padamu. Dia bilang." "Oh? Apa menurut pendapat Bapak seorang lelaki telah masuk Wisma Perawan?" "Ya. Sedikit bingung. seorang gadis biara menyampaikan kepadanya bahwa Otsu sedang menanti. Seorang samurai menegurku karena memasukkan engkau ke asrama perawan—perawan suci." Ia mengantar Otsu masuk kamar belajar pribadinya. Hideyoshi boleh memegang kendali negeri dan menyatakan diri dengan wali. Di mana dia?" Otsu berada di luar. mendengarkan pelajaran Arakida. Ia berharap anak-anak didiknya akhirnya akan menghargai buku-buku itu. Arakida berkata." "Apa ini ada hubungannya dengan saya?" "Nah." serunya. untuk kebaikanku sendiri. tapi sebelum duduk ia menuding barangbarang yang dibawa Otsu dan bertanya apakah itu. syauqy_arr@yahoo. Aku tak suka. Tokugawa Ieyasu boleh menjadi shogun "penakluk orang barbar" yang mahakuasa.

padahal kenyataannya ia masih suci. yah. demikianlah dikatakannya." 366 thanks to.." Arakida berusaha meyakinkan Otsu. katanya. aku ikut. bolehlah engkau menganggap uang ini sebagai bayaran atas jasamu." kata Arakida. maka ia bertanya apakah Otsu berkenan menghentikan pelajaran suling itu dengan meninggalkan Wisma Perawan. kalau kebetulan engkau pergi ke Kyoto.com . syauqy_arr@yahoo. Yang lebih tepat. tak perlu secepat itu sebetulnya.webng. Namun sungguh merupakan pengalaman meremukkan hati dituduh tidak suci. benar ia mengembara dalam hidup ini membawa serta cinta lamanya. Jotaro yang tadi mengikuti Otsu memilih saat itu untuk menjengukkan kepalanya dari beranda.id and dimhad. Sekarang kau jangan marah. dan menyatakan bahwa ia akan pergi hari itu juga. Otsu menolak menyentuhnya. benar ia terbiasa menjumpai orang banyak. kau tahu sendiri bagaimana omongan orang. Jadi. dialah yang mesti membayar untuk makanan dan penginapannya. Sekalipun ia benci kebohongan desas-desus itu. "Kalau Kakak pergi. dan gunakanlah untuk perjalanan. karena itu barangkali sudah sewajarnya orang menganggapnya perempuan duniawi. Benar ia banyak mengadakan perjalanan ke mana-mana. Arakida rupanya tidak terlalu mementingkan soal itu. Otsu cepat menyetujui. "Tak banyak." Sekalipun nada bicara Arakida biasa saja. terutama bagi Pak Arakida. melainkan karena ia memang tak punya rencana tinggal terus di situ dan tak ingin menimbulkan kesulitan." jawab Arakida. "Tak mungkin aku menerima uang darimu. "Tidak. biar bagaimana. dan bisiknya. namun air mata marah membanjiri mata Otsu. sambil menjangkau rak buku kecil dan mengeluarkan sejumlah uang yang dibungkus kertas. "Oh. ia cepat mengucapkan terima kasih atas kebaikan Arakida selama ia tinggal di sana.. tapi kebaikan Bapak sendiri sudah merupakan bayaran buat saya. Ia cuma terganggu bahwa orang membicarakan yang bukan-bukan. Cuma inilah.co." "Dengan senang hati saya melakukan permintaan Bapak itu. Kau sudah ke sana kemari dengan lelaki. bukan sebagai pengakuan kesalahan. dan orang mengatakan menyimpan perempuan yang bukan perawan bersama-sama gadis-gadis di Wisma Perawan itu bisa menodai tempat suci." Arakida menoleh kepada Jotaro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak ada yang mengecewakanku. Kebetulan aku sudah jemu menyapu kebun tua mereka ini." "Ini ada hadiah kecil. hanya karena memberikan pelajaran suling kepada anak-anak gadis itu. kau memang bukan lagi benar-benar perawan. dan karena waktu itu akhir tahun "dan lain sebagainya itu". tapi terimalah. tapi aku ingin minta pertolonganmu. "Bagaimana kalau uang ini kuberikan saja pada anak ini? Dia dapat membelikan apa-apa buat kalian berdua di perjalanan. Dengan wajah terkejut ia menyatakan pada Arakida bahwa ia tak pantas mendapat bayaran." Ia mengulurkan bungkusan yang berisi beberapa keping mata uang emas.

" Selagi mereka menatapkan mata dengan penuh kekaguman. ya?" "Jangan sentuh." Dan ia menyerahkan bungkusan dan dua bilah pedang yang tadi dibawa Otsu. mereka telah menganggapnya sebagai kakak sendiri. katanya..webng. Otsu tersengal melihat keindahan gulungan itu. ia mengambil dua gulungan dari rak yang sudah goyang di dinding..co. "Boleh. "Ya-ya. Tapi sebaiknya suruh orang itu membuat surat tanda terima.com . "Kelihatan seperti menyala betulan. Tapi sesudah berpikir lagi ia memandang Otsu. terpukau juga ia oleh apa yang dilihatnya. Itu sebabnya aku tak ingin mempercayakan-nya kepada pembawa surat biasa atau orang istana. Kyoto." kata Arakida. dan ia sendiri ingin melayangkan pandangan terakhir sebelum berpisah dengan karya itu. Karena komentar untuk lukisan itu belum lagi ditulis. sedangkan mata Jotaro melebar ketika ia membungkuk memperhatikannya lebih saksama. seorang pesuruh masuk. Walaupun Jotaro tak pernah mendapat pelajaran seni. "Lihat apinya itu. "Pertolongan yang kuminta padamu. dan semula Otsu ragu-ragu menerimanya. siap menyampaikan sesuatu kepada Arakida dengan suara pelan sekali. Tapi kurang pantas kalau ia menolaknya. Apa engkau bersedia membawanya dan menjaga supaya lukisan-lukisan ini tak kena air atau minyak di jalan?" Ini tugas yang tak terduga-duga pentingnya." Sambil berkata demikian. Otsu akhirnya menyetujui dan mengucapkan terima kasih kepada Arakida. mereka saksikan di hadapan mereka gambaran kehidupan istana kekaisaran kuno dalam coretan kasar dan warna-warna indah serta sentuhan-sentuhan bubuk emas. mereka tidak mengetahui cerita apa yang dilukiskan di situ." Ia duduk dan mulai membuka lukisan itu di lantai di hadapannya. Lukisan itu dibuat dengan Gaya Tosa dan bersumber pada seni Jepang klasik." tegur Otsu. Akhirnya lukisan-lukisan ini selesai." kata Jotaro yang cepat mengulurkan tangannya untuk menerima bungkusan itu. tapi ketika Arakida membuka gulungan itu adegan demi adegan. karena itu mereka tampak murung ketika berkumpul mengerumuni Otsu. dan jawabnya.id and dimhad. Kukira boleh." ujarnya. "Yang Dipertuan Karasumaru minta padaku dua tahun lalu untuk melukis ini. Selama dua bulan Otsu tinggal bersama mereka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Terima kasih. Beliau ada rencana menulis komentar yang cocok dengan lukisan ini dan menghadiahkannya pada Kaisar. "adalah menyampaikan bingkisan kepada Yang Dipertuan Karasumaru Mitsuhiro yang tinggal di Horikawa. katanya. "Tapi barangkali ada baiknya kutunjukkan dulu padamu lukisan ini. tapi sebelum membungkus dan memeterai gulungan itu. Kemudian Arakida mengeluarkan kotak dan kertas minyak. dan sejenak kemudian ia menyatakan setuju. Mendengar guru suling mereka akan pergi. "Apa betul?" 367 thanks to. gadis-gadis Wisma Perawan pun jadi sedih. "Lihat saja. syauqy_arr@yahoo. Arakida mengangguk.. kan?" Karena sudah dipojokkan. Ia kelihatan bangga akan karyanya.

"Barangkali dia capek menunggu. wajah Otsu memerah. "Sebentar lagi siap. "Belum juga Kakak siap? Kenapa ya. karena itu mereka corongkan tangan di mulut dan mereka panggil namanya." jawab Otsu. tapi gadis-gadis itu tak hendak melepaskannya.com . tapi kemudian ia menghibur diri dengan pendapat bahwa yang dikatakan orang lain tak berarti. Seorang lagi tiba-tiba memandang Otsu. "Ah. Pada waktu itu Jotaro datang berlari-lari mendapatkan mereka. cepat sekali!" "Aku selalu cepat!" jawab Jotaro pedas. kan? Tadi kulihat di jalan raya Toba sana itu ada orang yang mirip guruku. dia anak Sensei." "Orang yang seperti Musashi?" 368 thanks to. "Tapi mestinya Kakak bisa mencariku. dan tanyanya.co. Barangkali gadis-gadis itu pun menerkanya demikian. tapi sekarang Kakak berangkat tanpa aku!" "Tapi tadi kamu tak ada di tempat!" ujar Otsu. tanpa perasaan kuatir ia berkata. Sebetulnya ia sudah selesai berkemas. Tapi memang dasar tidak sabaran. Jotaro berteriak. dengan pedang kayu di pinggang. Di sana Jotaro tidak segera tampak." "Anak brengsek!" ucap seorang gadis. Apa lagi yang ditunggu?" Ia sudah menanggalkan jubah putih dan kembali mengenakan kimono pendek yang biasa. Akhirnya seorang dari mereka mengusulkan agar mereka semua mengantar Otsu sampai jembatan suci di seberang Sungai Isuzu. syauqy_arr@yahoo. Apa tampangku begitu tua dan pantas punya anak sebesar itu?" "Tidak. "Tak usah sedih. Otsu sudah hafal dengan cara-cara Jotaro. Mereka mengerumuninya dan mengantarnya ke luar. ia berkata menghibur gadis-gadis itu. Dari jendela." Tak enak juga ia bahwa yang dikatakannya itu tidak benar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sensei betul akan pergi?" "Sensei takkan kembali lagi?" Dari seberang asrama. Beberapa di antara mereka menangis. tapi ada yang bilang. Dalam usahanya meloloskan diri. Otsu balas berteriak. sebentar kemudian ia sudah bosan. karena melihat keadaannya kecil kemungkinannya ia akan kembali lagi. "Tadi Kakak suruh aku menunggu berabad-abad. "Hei. Sementara itu. perempuan begitu lama kalau berpakaian dan berkemas?" Waktu itu ia berjemur di pekarangan sambil menguap. ada apa sih sebetulnya?" katanya memberengut. "Apa belum juga siap?" serunya lagi. selama Musashi setia kepadanya.webng. namun tak ada jawaban. jaga diri kalian baik-baik. Kotak yang terbungkus kain berisi gulungan disandang melintang di punggung." Ingat akan percakapannya dengan Arakida.id and dimhad. apa betul dia. Saya akan datang berkunjung hari-hari ini. "Apa dia anak Sensei?" "Anakku? Bagaimana kamu bisa berpikir begitu? Tahun depan aku belum lagi dua puluh satu. "Aku sudah siap. Aku lari buat melihatnya. dan dia jalan duluan.

tapi tak mungkin orang itu Musashi. "Dia pikir tak boleh meninggalkan tempat ini tanpa ucapan selamat berpisah kepada dewi. begitu!" gumam Jotaro. Kau bisa kena hukum suatu hari nanti. kesedihan karena perpisahan menjadi surut. "Sensei." "Tolol rasanya membungkuk macam itu.com . Sambil menertawakan kejadian itu. "Aku tak ingin membungkuk pada tempat suci tua mana pun." "Aku tahu. "Aku?" tanya anak itu tak percaya. Sambil menangkupkan tangan satu kali. Dengan harapan menjulang tinggi." Walaupun kelihatan puas. orang bilang. mereka mengejar untuk memastikannya.id and dimhad. Aku mendekati sampai barisan pohon itu dan melihat orang itu baik-baik dari belakang. Karena itulah sekarang Otsu tidak sekesal biasanya. jadi baik sekali mereka mengawani kita sampai jembatan. tenanglah sekarang." Ia puas melihat dari kejauhan. sekalipun Jotaro sendiri patah hati. tapi akhirnya hanya saling pandang dengan sedih. kita akan marah terus sepanjang jalan." panggil seorang di antaranya. kalau kita memulai perjalanan dengan kesal. mereka melihat orang yang mengingatkan keduanya kepada Musashi-orang yang lewat jendela. Tingkah Jotaro membuat semuanya tertawa terpingkal-pingkal. kalau Otsu dan Jotaro mengadakan perjalanan. katanya. samurai di perahu yang baru saja berangkat. "keliru. Nah. Tahu tidak. Ia memang membelok ke Gerbang Tamagushi untuk menyatakan hormat ke kuil pusat. "Sayang sekali kau keliru.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Tak ada hari tanpa menyaksikan cahaya harapan. ia menundukkan kepala ke arah tempat suci itu dan beberapa saat lamanya mengambil sikap berdoa diam." 369 thanks to." "Tak boleh kau bicara begitu." kata Jotaro.webng." "Apanya yang tolol. "Oh. karena dia pincang. sesudah Jotaro menggabungkan diri dengan rombongan. Kini. itu bukan jalan ke jembatan. yang disusul kekecewaan.co. meniru gaya kata-kata Otsu. Ke mana pun mereka pergi. tapi ternyata bukan dia. Kupikir aku akan menjumpaimu di jembatan. tapi gadis-gadis itu menyodok punggungnya dan bertanya kepadanya kenapa ia tidak mencontoh yang dilakukan Otsu. Jotaro masih juga melengos dan melontarkan pandangan kasar kepada gadis-gadis yang berarak-arak di belakang. menunjukkan hormat kepada Dewi Matahari? Dia tak seperti dewa-dewa kecil yang dipuja orang di kota-kota itu. musafir yang samarsamar kelihatan dalam joli. Mereka cuma sayang melihat aku pergi." kata Otsu tenang. dan gadis-gadis itu pulih kembali semangatnya." Selamanya seperti itu saja. ronin yang menunggang kuda. tapi jangan lalu uringuringan karena aku jalan dulu. betapa baiknya mereka. Hal seperti ini sering terjadi berlusin-lusin kali. syauqy_arr@yahoo. "Apa saja kerja mereka ini di sini? Apa akan pergi dengan kita?" "Tentu saja tidak." "Oh.

com .webng. ya?" "Diam. kalian semua perempuan sinting!" "Aduh.. "Betul-betul kau mesti berdoa.co. "Dia sebut kami perempuan sinting." "Kau tahu itu tidak baik. kami akan membalikkan badan. kalau begitu kenapa kau tidak menyatakan hormat?" "Sebab aku tak mau." Salah seorang gadis mengungkapkan. Waktu itu Otsu sudah selesai sembahyang dan datang kembali ke dekat mereka. Jotaro berlari ke arah Gerbang Tamagushi." Mereka pun membelakanginya. aduh!" seru gadis-gadis itu serentak. 370 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak tahu!" "Nah. cuma karena kami menyuruhnya membungkuk kepada dewi." "Baiklah." "Tidak percaya. Sampai di sana ia menghadap tempat suci. "Jahat sekali!" ujar salah seorang gadis." "Buat apa?" "Apa kau sendiri tak pernah cerita? Waktu Musashi akan dibunuh pendeta-pendeta dari Hozoin itu kau mengangkat tanganmu dan berdoa sekeras-kerasnya! Kenapa di sini tak bisa kamu berdoa?" "Tapi.. supaya tidak melihat kamu. "Apa yang terjadi?" tanyanya "Kalian kelihatan kesal. dan dengan cara yang sangat kekanak-kanakan ia membungkuk dalam-dalam secepat kilat." tegur Otsu.id and dimhad. mereka semua melihat. tapi Otsu mencuri pandang kepadanya. kaget oleh kekasaran Jotaro. syauqy_arr@yahoo. Jotaro.

Apa artinya?" "Oh.co. Kuda Terbang OTSU dan Jotaro tiba di perbatasan larut malam. tapi kamu yang mulai. Lihat itu! Orang di warung teh itu memandang kita terus. "Oh. bukan aku?" "Ya. Ia tampak penuh harapan dan keriangan. banyak artinya." "Kalau begitu." "Kedengarannya bangga betul kamu.id and dimhad. menginap di sebuah rumah penginapan.webng. Jotaro berkata senang. wajah Otsu memerah dan ia berjalan terus secepatcepatnya. biar cuma pertama di jalan. merasa puas dan bangga karena hidup di dunia ini. Ia berhenti melihat bulatan emas besar itu. itu lebih baik daripada berjalan di belakang joli atau kuda. Dari Gunung Fudesute mereka berjalan ke Yonkenjaya. Tak ada orang di depan kita." protes Jotaro. terpaksa aku membunuhmu!" "Aku tak mau main lagi." "Mari kita kembali ke sana. ah!" "Lho. aku merasa jalan itu milikku." Otsu memungut sebatang bambu. "Semua membungkuk! Semua membungkuk kepada Yang Dipertuan!" Seorang lelaki memandang bertanya-tanya dari bawah ujung atap warung teh. kan Kakak yang main tadi. dan sambil mengayun-ayunkan bambu itu dengan khidmat ia berseru-seru dengan nada sama. syauqy_arr@yahoo." "Memang betul. jangan begitu. Senang rasanya menjadi orang pertama.com 371 ." "Kalau tak ada orang lain di jalan yang kujalani." "Buat apa?" "Aku lapar. "Kita berdua yang pertama di jalan ini. Itulah saat indah ketika semua benda bernyawa. kemudian melanjutkan perjalanan lagi sebelum kabut pagi menghilang. Di situ untuk pertama kali mereka merasakan hangatnya matahari terbit yang menyinari punggung." "Apa menurutmu jalan ini lalu jadi lebih pendek?" "Oh. "Bukan main indahnya!" ujar Otsu. kenapa tidak kamu umpamakan dirimu seorang samurai besar yang sedang menunggang kuda dan memeriksa tanahmu yang luas? Aku akan jadi pembantumu. bahkan juga tumbuhan dan binatang. Pasti dikiranya kita sinting. bukan. Mesti Kakak akui. "Tak boleh kamu lari dari tuanmu. Tertangkap basah sedang bermain seperti anak-anak." "Sudah lapar?" "Apa tak bisa kita makan separuh kue nasi yang buat makan siang?" thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 29. Kalau lari.

" "Kamu ini dewa badainya. "Kupikir turunan liar dewa badai."­ "Jangan." "Mungkin. Jotaro berlari menjumpai pemilik warung. Aku tak akan capek.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sabar. Kalau kubiarkan bisa-bisa kamu makan lima kali sehari. Kita belum lagi tiga kilometer." "Anak-anak tak perlu naik kuda. "Hei. biar kita jalan seratus hari atau seribu lima ratus kilo. mumpung tak ada orang di depan kita. aku tak pernah capek. Berapa sampai Minakuchi? Kalau tak begitu mahal. Kalau mesti tunggu sampai lelah. Teriakan bernafsu anak itu mengejutkannya dan membangunkannya. Kakak bohong tadi bilang aku boleh naik kuda!" "Aku tidak bohong. Tampangmu gila macam guntur. tapi hari ini saja. Ini lebih aman daripada kalau jalan ramai." "Tapi aku ingin naik kuda. kan?" "Barangkali. Kalau begitu pendapatmu. siapa di situ? Aku mau kuda! Keluarkan satu buatku!" Orang tua itu sedang menurunkan daun jendela. Adapun warung yang baru mereka lewati itulah satu-satunya yang tampak oleh mereka. aku akan jalan sepanjang hari ini. bisa diteruskan sampai Kusatsu. sekarang masih terlalu pagi. serunya. Apa tak bisa? Bisa." "Kakak kan tahu betul." "Kalau begitu. kemudian berhenti tiba-tiba.webng.id and dimhad.co. syauqy_arr@yahoo. Minta disiapkan sekarang juga. Kita dapat menyewanya." jawab Jotaro kurang ajar. tak bakal aku naik kuda." "Kulihat ada kuda terikat di warung teh itu. dan cuma karena sudah gelap dan kita mesti buru-buru. Tapi Kakak tak pernah lihat aku naik joli atau menaiki kuda seperti Kakak. Walaupun di sekitar itu terdapat empat warung teh. seperti ditunjukkan oleh nama Yonkenjaya itu." "Bandel!" 372 thanks to. warung-warung itu terletak di berbagai tempat yang berlainan di lereng Gunung Fudesute dan Kutsutake.com ." "Ah. Begitu Jotaro merasa Otsu mengangguk setuju. "Apa saja ini! Buat apa memekik sekeras itu!" "Aku perlu kuda. maka Otsu menyetujui." "Tapi kamu ini anak siapa?" "Aku anak ibuku dan ayahku. "Hari ini giliranku naik kuda. ia berlari kembali ke warung teh ia memang tidak menantikan anggukan Otsu. itu kan cuma tadi malam. tapi kamu kan belum capek? Menyewa kuda itu membuang-buang uang saja. Ayolah. Dengan muka masam ia menggerutu. mari kita sewa kuda sekarang. Ayolah!" Karena merasa bahwa kalau terus begitu mereka akan kehilangan waktu yang sudah mereka hemat dengan berangkat pagi-pagi.

" "Jangan kuatir. jadi aku tak akan mendapat kehormatan menyewanya?" "Lancang kamu. Ia melompat keluar dari warung sambil memuntahkan sumpah serapah dan berlari mendapatkan binatang itu. atau juga ke Kusatsu. "Kakak jalan di depan. bisa kaubawa dia ke Minakuchi.id and dimhad. Maka aku kuatir tidak mendapat kehormatan meminjamkannya kepada Tuan. Soal itu beres. ke dunia di bawahnya. "Pinjamkan dia untuk aku. kalau bicara tentang orang tua itu. "Oh. Cuma permintaanku." Otsu memihak Jotaro dan menyarankan." "Apa menurut Kakak. tapi begitu dia lihat wajah manis." "Hati-hati kamu.co. syauqy_arr@yahoo." "Tidak bisa. kuda tua lemah kaki ini bisa mengalahkan aku?" "Kamu kan belum bisa naik kuda?" "Siapa bilang tak bisa?" "Lalu macam apa pula ini. Bajingan!" jerit si pemilik. Ranting iru tidak mengenai Jotaro. Kudanya ini mendengarkan.. tolong dong!" "Brengsek!" Otsu memegang ketiak Jotaro dan menaikkannya ke punggung binatang itu. kuda itu mundur dan membenturkan punggungnya ke tiang. dong." 373 thanks to. ya?" teriak orang itu sambil mengambil ranting menyala dari api di bawah tungku dan melemparkannya kepada anak itu. dan ia mengambil keputusan bahwa ia dapat mempercayai Otsu. Sambil menyerahkan tali kepada Otsu." "Kenapa tak bisa?" "Tak ada tukang yang membawanya. Sambil meringkik membelah udara. "Dudukmu belum benar. kalau kau mau. kalau tak ada tukang kuda ia dapat membayar uang di muka dan mengirimkan kuda pulang kembali dari Minakuchi bersama musafir yang pergi ke sini.com .. "Apa pendapat Kakak tentang dia? Dia perlakukan aku seperti keledai. Jotaro mulai lagi. "Kalau begitu. ujar Jotaro marah." Dan untuk mengimbangi nada bicara orang itu. Dia bisa marah dan melemparkanmu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mana kudanya!" "Oh. kirim dia kembali. Jotaro memandang megah ke sekitar. naik dari belakang?" "Ah.webng." Ketika mereka akan berangkat. tapi menimpa kuda tua yang tertambat di bawah ujung atap." katanya. Selagi ia melepaskan tali dan menuntun kuda itu ke pekarangan samping.. kau pikir kuda itu buat disewakan? Kuda itu tidak disewakan. Jotaro menyahut. Sikap Otsu yang memohon itu melunakkan si orang tua. katanya.

tulang rusuknya mengembang dan mengempis. Barangkali dia lewat beberapa jam lalu. Aku sedang mengejar orang yang namanya Miyamoto Musashi. tapi kamu menyesal nanti. tapi kaki dan tangannya gemetar. Baiken demikian terburu-buru. jadi aku mesti jalan cepat kalau mau berhasil mengejar dia di Yasugawa." "Apa maksudmu tak mau?" "Ini kudaku. tapi leher orang itu berkelip-kelip seperti ular karena keringat.id and dimhad. Belum lagi seratus langkah. Otsu melambaikan ucapan selamat berpisah kepada pemilik kuda dengan tangan satunya. Sambil mencekal bulu tengkuknya. Ingin sekali ia bertanya. seakan-­akan orang itu diikuti angin pusaran yang sedang mengamuk. mereka sudah mendengar pekik keras dari tengah kabut di belakang mereka. lalu keduanya berangkat. "Apa kita yang dipanggilnya?" tanya Otsu. Kuda itu berlari kecil mundur. mana boleh begitu! Aku yang menyewa kuda ini. Dia lewat jalan ini sebelum fajar tadi.com . kabut mengental menjadi bunga es pada cabang-­cabang dan ranting-ranting pohon. diiringi langkah kaki berlari.co. Jotaro memekik. berhenti. Berikan kuda ini padaku. "Perempuan!" "Ya?" kata Otsu lirih. Di tengah kabut putih mengasap itu terbentuk bayangan orang. Aku tinggal di Desa Ujii di pegunungan sebelah sana perbatasan. "Turun!" perintahnya sambil menatap Jotaro. "Ayo cepat! Kalau tidak kucambuk kamu!" Dan ia mengacungkan ujung tali kekang itu seperti cambuk." Orang itu bicara sangat cepat. untuk memastikan apa yang didengarnya itu benar. "Siapa itu kira-kira?" tanya Jotaro. Tak peduli kamu terburu­-buru atau tidak. Jotaro tetap menggeleng. perbatasan Omi. Semula mereka hanya dapat menangkap garis bentuknya saja. Tapi ia tak dapat mengucapkan sepatah kata pun. menoleh kepada Otsu. tapi segera kemudian orang itu sudah cukup dekat. Dalam udara dingin itu. hingga tidak melihat geletar tubuh mereka." Sambil memegang tali kekang dengan satu tangan. "Kamu bilang Musashi?" ucap Jotaro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Baiklah. Ia masih mencengkeram bulu tengkuk kuda itu. Orang itu cepat mendekat ke samping Otsu. syauqy_arr@yahoo. kemudian warnanya. "Namaku Shishido Baiken.webng. Otsu tegak diam. hingga mereka dapat mengirangirakan penampilannya dan umurnya. Bibirnya menggeletar. Hawa setani mengitari tubuhnya. kamu tak bisa mengambilnya. "Aku tak mau. wajahnya putih seperti mayat. dan dengan gerakan cepat merebut tali kekang dari tangan Otsu. bukan kamu!" Orang itu mendengus. Mereka menghentikan kuda itu dan menoleh. katanya. "Hei." 374 thanks to. seakan bumi di bawahnya menguras seluruh darah tubuhnya.

" jawab Jotaro geram." katanya. "Tak boleh dia ambil kuda ini. tapi. "Betul. Otsu jadi ngeri sekali." ulang Jotaro. Otsu kini tidak takut pada apa pun dan mengayunkan 375 thanks to. tetapi bagaimana mencegah orang jahat ini mengejar lebih cepat. Ujung dua jari tangan kanannya jatuh ke tanah. Baginya soalnya bukanlah kuda itu. "Mestinya kamu sudah tahu. tapi mata pedang. kami tak mau. "Lebih baik aku mati daripada turun!" "Sudah bulat kamu tak mau melepaskan kuda ini?" tanya Baiken kasar. kujelaskan duduk perkaranya. apakah jarak antara Musahi dan dirinya akan bertambah juga. Musashi sedang dikejar makin lama ia dapat menghambat iblis ini. Sambil memegang tangan yang berdarah itu ia melompat mundur.webng. tapi kami juga buru-buru. Inilah saatnya Jotaro mesti menggunakan pedang kayunya. "Anak anjing!" teriak Baiken. satusatunya cara bertahan yang teringat olehnya adalah meludahi muka Baiken.com . Sambil mengutuk diri sendiri karena sikapnya yang tidak hati-hati. Baiken kehilangan keseimbangan. bukan tangan Otsu yang ia parut. kalian cuma seorang perempuan dan anak yang jalan sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Awas kau! Sikapku sudah baik sekali. tidak adil kalau Tuan mencoba mengambil kuda ini dari kami. Karena sebagian pedang itu sudah keluar dari sarungnya. Tuan dapat menyewa salah satu kuda yang jalan naik-turun gunung ini dengan teratur. Tak jadi soal baginya. Baiken melakukan kesalahan lebih besar lagi daripada malam sebelumnya. "Kamu tidak boleh berbuat begitu!" ia memukul dada Baiken dengan tenaga yang bahkan ia sendiri pun tak menduganya." "Betul. Tapi memang tak ada soal menyerah dan membiarkan orang itu mengambil kuda. "Anjing!" salak orang itu. syauqy_arr@yahoo. kan?" Otsu ingin memeluk anak itu." "Aku tak mau turun. justru pada waktu ia tahu bahwa setidak-tidaknya mereka berada di jalan yang sama. Otsu?" sela Jotaro.. Tapi karena bingung ia lupa sama sekali akan senjata itu. Baiken menjangkau sebelah kaki Jotaro dan menariknya turun. Baja berkilau cemerlang yang terulur dari tangan Otsu menggaruk tanah dan berhenti di belakang gadis itu. berusaha mencengkeram pergelangan tangan Otsu. sehingga tak sengaja menghunus pedang dari sarungnya. dan pada detik itulah tangan Otsu menangkap gagang pedangnya. Tapi tiba-tiba ia melolong kesakitan. ia berjuang untuk memperoleh kembali keseimbangannya. Jotaro yang mengetatkan cengkeramannya pada bulu tengkuk kuda itu tampak hanya sedikit lebih besar dari seekor kucu. Seperti dikatakan anak ini. dan itulah yang dilakukannya berulang-ulang.id and dimhad. "Saya percaya Tuan memang buru-buru. kan.co. Sambil menggigit bibir dan kemudian menjerit.. marah oleh nada bicara anak itu. Rasa takut akan terluka atau terbunuh oleh orang ini mendatangkan rasa asam dan kering dalam mulutnya. makin banyak Musashi punya waktu untuk lari. Berhadapan dengan musuh yang lebih kuat daripada dirinya. Karena masih menghapus ludah dari wajahnya.

Tapi senjata itu senjata besar berlempeng lebar. "Kau pikir kau bisa lolos sekarang?" Otsu menatap ke bawah. karena itu dengan mata marah ia menoleh ke tempat Otsu tadi berada. mengitari sebuah rumah pertanian beratap lalang. Sesudah ia membenahi diri. "Anjing!" teriaknya sambil mengulurkan tangan kiri dan memegang rambut Otsu. Baiken mencengkeram terus pergelangan tangan Otsu dan mencoba memperoleh kembali pedangnya. sementara Jotaro terus bergayut kuat-kuat pada punggungnya dan darah mencurah di belakangnya. tapi kakinya tergelincir dan tubuhnya jatuh ke ujung karang terjal. Lumpur dan kerikil jatuh ke wajahnya ketika ia memandang ke atas. tapi waktu itu si kuda menyepak mereka berdua ke udara. Kemudian. Disertai teriakan tak keruan. Otsu jatuh ke bawah dan berpegangan pada akar-akar sebatang pohon. Lima puluh atau enam puluh kaki di bawah sana sebatang sungai melintasi dasar lembah. Setidaknya ia pasti tahu ke mana perginya Musashi. kuda meringkik keras dan terbang ke jalan seperti anak panah lepas dari busurnya. sambil berdiri pada kaki belakangnya. ia bisa menjadi umpan yang baik sekali. menyerahkan diri kepada ruang terbuka di bawah. Ketika Baiken menghindar. ia sadar bahwa pedang mengenai pantat kuda. Ia merasakan dekatnya 376 thanks to. Di situ tubuh itu berayun-ayun seperti bandul jam. "Tolol!" kata Baiken menghina.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pedang itu ke samping. dan sekali sergap ia mengambilnya kembali. ia dapat meloloskan diri hanya dengan melepaskan pohon itu dan melemparkan diri. kemudian mundur dan menyepak dengan liarnya. Setelah pusing sebentar. tangan Otsu guncang dan ia terhuyung ke depan. Sesaat kemudian ia melihat pedangnya di bawah sebatang pohon larch. terpikir olehnya: tentunya ada hubungan antara perempuan ini dengan Musashi! Dan kalau ia teman Musashi. Baiken terhuyung-huyung di udara penuh debu. tidak setiap lelaki dapat menggunakannya. Kemudian tampak olehnya Otsu berlari kencang melintasi rumpun kriptomeria yang rimbun. Tapi Otsu sudah tak ada. Ia menganggap lembah itu sebagai penyelamatnya. Seorang perempuan tua yang membungkuk di balik mesin pemintal dalam rumah memandangnya ketakutan. Anehnya ia tidak takut. Ia rasakan kedua tangannya terpilin sekilas dan darah hitam kemerahan menyembur ke wajahnya.co. panjangnya hampir tiga kaki. ke arah orang itu.webng. Ia tahu tak dapat menangkap binatang yang menggila itu. Kapan saja ia mau. ke mata Baiken yang besar dan pedangnya yang berkilauan.id and dimhad. Setengah berlari setengah meluncur ia menuruni tanggul di samping jalan. Ia menyerbu turun bukit dengan tenaga bagai tanah longsor dan segera dapat menguasai jarak yang memisahkan mereka. syauqy_arr@yahoo. menuju lembah di kejauhan. Luka itu tidak dalam. tapi kuda itu memperdengarkan suara mengerikan. memeriksa bawah lantai dan dalam gudangnya.com . Kelihatan bercak­-bercak salju terakhir.

dan menyeretnya dari ujung karang. Tapi dia pergi ke sana atau menyeberang Gunung Tsuchi ke Minakuchi. melintasi desa-desa. wajahnya menghadap ke samping. "Apa kerja Bapak di sana? Sebaiknya kita cepat-cepat. Sampai di tempat berdirinya Baiken. mereka melihat Otsu." "Lembah Kaga?" "Katanya. Kalau kita cepat-­cepat ke Yasugawa." kata Baiken sebelum berangkat melintasi hutan. kita akan bisa menangkapnya di sana. Baiken cepat menangkap pergelangan Otsu. tapi kalian terus ambil jalan raya. "Ikat dia dan bawa. Musashi akan mendahului kita ke Yasugawa. kuda itu demikian menggila. dan lari ke Lembah Kaga. Meskipun sudah tua. Mereka mengikat Otsu.id and dimhad." "Baik. Orang tua di warung itu tadi bilang. dan segera kemudian sudah tidak kelihatan. seorang samurai membangunkannva sebelum fajar. Ia pusatkan pikiran pada satu-satunya bayangan dalam batinnya: Musashi.co. mereka dapat menyerbu menuruni lereng dengan kecepatan gerombolan babi hutan.com . Pak!" sahut mereka serempak.webng. dan berteriak. tapi merasa kasihan kepadanya. bukan soal.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI maut. "Kalian bertiga turun sini!" "Ada apa?" "Turun sini cepat!" "Kalau kita buang waktu. Pemimpin mereka cepat menjelaskan keadaan itu. Karena terbiasa berjalan melintasi pegunungan. Dengan mencuri­-curi mereka melontarkan pandangan malu ke raut muka Otsu yang pucat. Karena luka baru yang membakar seperti obor. Jotaro terus meluncur ke jalan raya." "Biar. kalaupun Jotaro tahu carany. sedangkan matanya terpancang pada Otsu yang meringkuk di depannya. tapi bukan itu yang dipikirkannya. Aku ambil jalan pintas. Tepat pada saat itu seorang begundalnya memanggil dari jalan. Baiken sudah di Lembah Kaga." Ketiga orang itu sebagian orang-orang yang ikut melakukan pencarian sia-sia malam sebelumya. ia melaju membuta ke depan. Ia seolah melihat Musashi seperti bulan bulat di langit penuh badai. Dan buka mata kalian. syauqy_arr@yahoo. Semua jalan itu sampai Ishibe. mendaki bukit turun lembah." Punggung Baiken membelakangi orang itu. 377 thanks to. memesan makan siang. Baiken berlari seperti kambing gunung di antara batu-batu karang. Otsu terbaring tanpa daya di tanah. "Kita ketemu di Yasugawa. menoleh ke karang. Ia berhenti. mengangkatnya. "Hei!" raung Baiken. seakan terjebak oleh pandangan ganas Baiken. hingga tak dapat dihentikan seutas tali kekang.

Ia melompat seperti kodok. apa yang harus dilakukannya.co. Bukannya membantu. dapat kiranya ia memayungi mata dengan tangan. "Awas! awas!" jeritnya berulangulang. Untuk menjatuhkan diri ke tanah.com . Karena tak bisa lagi bergayut pada bulu tengkuk kuda. karena tanpa pengendara lagi. ia perbaiki letak tangannya yang sakit. berangsur­-angsur permohonannya berganti dengan lolongan sedih. dan bertanyatanya dengan gundahnya dalam hati. Kata-kata itu sudah seperti doa yang terus diulang­ulangnya. kedua tangannya merangkum erat-erat dahan di atas kepalanya.webng. Kuda mulai menuruni lereng terjal. Kuda lolos dari bawahnya dan lari sedikit lebih cepat. dan salah satu cabangnya mencongak menyeberang jalan. Tapi Jotaro tak mau memaksa diri melepaskan cengkeramannya. jarak yang begitu dekat terasa seperti jurang menganga. Barangkali ia benar. tapi sesudah beberapa menit saja naik dengan cara yang menegakkan bulu roma seperti itu. Matanya tertutup. Sekiranya ia penunggang ahli yang dapat dengan sempurna mengendalikan kudanya. Tapi harapan itu rasanya berlebihan. dan Jotaro terpental-pental seperti bola di atas punggungnya. Dan ketika mulai menuruni Bukit Koji. Sungai Yakota. ia menyatukan kedua tangannya. "Berhenti! Berhenti! Berhenti!" nada teriakannya telah berubah. pikirnya alangkah hebat mencongklang sekehendak hati dengan kuda indah.id and dimhad. Karena lama-kelamaan sadar bahwa teriakan-teriakannya tidak bermanfaat. Persoalan segera 378 thanks to. Sekitar sepertiga jalan ke bawah. Jotaro ikut juga naik. Ketika Jotaro merasa daun-daunan menempel di wajahnya. sebatang pohon ek besar menonjol dari sebuah karang terjal di sebelah kiri. Dalam keadaan sangat terguncang itu. kapoklah ia. Sebentar saja ia telah melewati Desa Mikumo dan sampai di kota penginapan Natsumi. ia silangkan kedua kakinya di atas dahan itu. "Tolong! Tolong!" jeritnya. Ketika ia minta Otsu membolehkannya naik kuda tadi. syauqy_arr@yahoo. Lebih kuatir. karena orang jalan dan orang desa tak ada yang mau terluka oleh perkara yang tidak menyangkut kepentingan mereka. semua orang malah mencoba mencari tempat aman di pinggir jalan dan memaki penunggang kuda yang tidak bertanggung jawab itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Suatu nasib baik semata-mata bahwa Jotaro tidak terlontar. ia mengetatkan cekalannya pada leher kuda. Apabila pantat binatang itu naik ke udara. jaraknya tidak lebih tiga meter. Jotaro berharap ada orang-siapa saja-yang mau bersukarela menangkap tali kekang yang lepas itu dan menghentikan si kuda. teriakannya mendadak berubah lagi. dan sesaat kemudian sudah tergantung di udara. dengan keyakinan bahwa dewa-­dewa telah mendengar doanya dan menggerakkan anggota badannya ke depan. Ia bergantung terus pada dahan penyelamat hidupnya. dan dengan tenang meninjau pegunungan dan lembah Iga yang indah itu-meninjau ke puncak Nunobiki. dan di kejauhan perairan Danau Biwa yang seperti cermin.

Mereka pindahan satu desa penuh gelandangan dari Yasugawa ke Lembah Suzuka beberapa tahun lalu. "Halo!" Jotaro menengok." 379 thanks to. betul itu namanya?" "Apa mau mereka menyerahkannya pada Bapak?" "Barangkali tidak. tapi tak berjubah. h. Tentu saja aneh." "Apa Bapak lihat perempuan manis umur sekitar dua puluh tahun?" "Ya. kan?" tanya Jotaro. "Aku mengerti kesulitannya. sebelah tangannya erat memegang pedang kayu. sekarang ceritakan padaku. syauqy_arr@yahoo. "Apa yang mungkin terjadi dengan dia? . Tangan gadis itu terikat di belakang. Aku yakin orang-orang itu gerombolan Tsujikaze Kohei. apa saja semua ini. Barangkali aku dapat memberimu nasihat. "Haa . "Apa kalian tadi jalan bersama?" tanyanya. aku yakin. Sesaat Jotaro menyangka telah mati." "Di mana?" "Di Natsumi kulihat beberapa bromocorah berjalan dengan seorang gadis. tapi akan kupikirkan hal itu nanti. tapi aku tak punya alasan untuk campur tangan..webng. Cabang itu patah dengan suara berderak. kau bisa terbunuh sebelum dapat menolong orang lain." Jotaro segera menaruh kepercayaan pada orang itu dan menceritakan segala yang terjadi sejak pagi. kalau cuma diminta. "Ya." "Itu dia." Jotaro mulai berjalan terus. Kupikir lebih baik kuselamatkan Otsu. tapi biarpun dengan keberanian. Otsu! O-tsu-u-u!" Tak lama kemudian ia bertemu dengan seorang lelaki berkimono merah kelabu yang menuruni bukit. Nah. Sesudah melewati Jotaro ia menoleh dan katanya. kulihat. kenapa ada di sana. ia berkata." hanya itu yang dapat dikatakannya.. "Otsu!" Ia berlari balik mendaki lereng. semangatnya merosot..Otsu. Sementara ini sembunyilah kamu di semak-semak. Tanpa mengindahkan tanah yang diinjaknya ia berseru. duduk di tanah tanpa cedera. Kemudian ia ingat. Orang asing itu mengenakan hakama kulit dan membawa dua bilah pedang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terpecahkan... "Apa yang terjadi?" "Bapak datang dari atas bukit sana. dan langsung lompat berdiri. "Ya.com . Kenapa kau tidak tunggu saja di sini? Cepat atau lambat mereka akan lewat sini.. kalau tak hendak dikatakan patah. tapi orang itu meng­hentikannya. Ketika Jotaro selesai bercerita. Berkali-kali orang bertopi itu mengangguk­angguk. dan diam di sana.co. anak lelaki bukan tandingan orang-orang Kohei." "Kalau kau nekat. seorang perempuan dan. Namanya Otsu. Beberapa menit lamanya ia duduk malas.id and dimhad. dan orang itu bertanya.

dan warna mukanya gelap. Katanya. dan menanyai tiap orang yang lewat. Sesaat Jotaro bertanya­-tanya dalam hati.id and dimhad. tapi karena mendengar suara orang. Dia berdiri di tengah jalan dengan pedang terhunus. Jotaro!" "Diam!" Jotaro sudah hampir memekik dan melompat keluar dari persembunyiannya. ia mengangkat kepala ke atas belukar. kemenakan Watanabe Hanzo. "Apa kamu bukan kemenakan Watanabe? Apanya yang mengerikan?" Watanabe adalah nama keluarga tua di daerah itu. "Apa pula menoleh-noleh! Jalan cepat!" "Betul itu. Matanya paling dahsyat yang pernah saya lihat. Dia sangat sopan sesungguhnya.com . betul-betul mengerikan!" Ketika melewati Otsu dan orang-orang yang menangkapnya.. kali ini tampak mengenakan topi. Karena merasa kuatir. yang siap melakukan pertarungan besar. "Belum dengar?" "Dengar apa?" "Di kaki bukit ini ada samurai. Umurnya dua puluh enam atau dua puluh tujuh. Satu-dua menit kemudian Otsu tampak. seorang pelaksana taktik gaib yang dikenal dengan nama Ninjutzu. tetapi orang-orang itu menghentikannya. Dia bertekad berkubu di tempat itu dan menanti serangan di situ.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sementara Jotaro memilih rumpun semak dan bersembunyi di baliknya." "Benar yang kau katakan itu. Pandangan matanya tampak lurus dan tidak mengembara ke kanan atau ke kiri. dikitari tiga orang dengan tangan terikat erat di belakang. "Mengerikan. Sannojo?" 380 thanks to. Darah mengering di goresan pada kakinya yang putih. "Hei!" seru seorang di antaranya. dan saya datang dari Iga. selama saya tak ada hubungan dengan Tsujikaze Kohei. beres saja. namanya Miyamoto Musashi. Sambil berjalan cepat mendaki lereng.. ia menundukkan badan lagi." "Musashi?" "Betul. apa yang terjadi. orang itu melanjutkan jalan cepat menuruni bukit.webng. ia menegur mereka dengan gumaman dan berjalan terus cepat-cepat. ia berkata seolah kepada diri sendiri.co. mau menangkap dan membunuhnya." "Begitu?" "Saya bertanya padanya. Dia minta maaf dan membiarkan saya pergi. Salah seorang bajingan itu menggeram sambil mendorong bahu Otsu ke depan. Kepala keluarganya sekarang Watanabe Hanzo. Rupanya dia siap tempur sampai penghabisan. apakah ia tidak tertipu. Dia langsung mendatangi saya dan menanyakan nama saya. jadi saya katakan padanya nama saya Tsuge Sannojo. tapi ronin itu sudah kembali lagi. syauqy_arr@yahoo. Apa yang terjadi dengannya?. jalan!" "Saya mencari teman saya. Dia bilang Kohei ada di jalan itu dengan begundalbegundalnya.

bicaralah! Apa yang mesti kami lakukan?" "Hm." "Tidak jelek gagasan itu." "Tak ada hubungannya dengan saya. Dengan begitu. lalu mereka seret Otsu ke sebuah belukar dan mereka ikatkan talinya pada sebatang pohon.com . Pertama." Mereka masuk hutan. Anda sekalian dapat menempuh jalan lembah ke Yasugawa dan memberitahu orang-orang di sana tentang semua ini.webng. sebelum akhirnya mengangkat kepala. dan dia akan membawa beberapa nyawa kalau dia pergi. tapi beberapa menit kemudian mereka kembali untuk menyumbat mulutnya." Mereka segera sependapat dengan saran Sannojo. Kemudian kalian dapat mengepung Musashi dan berangsur-angsur menjepitnya." "Tapi Anda sekalian mesti hati-hati sekali. "Mari jalan. Tolonglah kami.." "Memang kelihatannya dia yakin betul dengan dirinya. Mereka saling pandang dengan gelisah.id and dimhad. pura-pura meneruskan jalan mendaki bukit. Ada jalan yang agak lebih jauh.. dia takkan mengakui saya lagi." "Mustahil! Kalau saya tolong Anda sekalian dan paman saya tahu. Jotaro menanti dengan sabar. saya betul-betul merasa takkan bisa melawan­nya. "Lebih baik Anda sekalian hati-hati. ragu-ragu apa yang hendak mereka lakukan." "Apa yang mesti kami lakukan menurutmu? Kami lagi membawa perempuan ini ke Yasugawa atas perintah Pak Ketua. Tak seorang pun tampak olehnya-tak ada orang jalan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu saja." kata seorang. Kemudian mereka pergi. Musashi ini luar biasa kuatnya. "Sannojo!" "Ya?" "Aku tak tahu apa yang mesti kami lakukan. tak ada Sannojo. 381 thanks to. Lebih baik Anda sekalian menghindar." kata Sannojo." "Ada lagi?" "Kalian jangan ambil jalan ini." "Jangan seperti itu. tak ada bromocorah. Musashi akan berkelahi demi hidupnya. meninjau sekitarnya. Buat apa saya bohong?" Wajah ketiga orang itu pucat. Tapi tentu saja saya dapat memberikan nasihat pada kalian. kalian dapat bergerak lebih cepat. syauqy_arr@yahoo. "Cukup kukira. Pak Ketua bilang. Waktu dia mendekati saya dengan pedang." "Nah. kalian dapat mengikat perempuan itu pada sebuah pohon dan meninggalkannya. Sambil jongkok di belakang tabir dedaunan.co.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Otsu!" panggilnya sambil berjingkrak keluar dari semak. "Ayolah!" seru Jotaro." "Apa Kakak percaya. "Tampangku tak keruan." demikian pikirnya." kata Otsu.co. supaya tiap orang mendengar. melambai-lambaikan tangan. Mereka berlari ke jalan. Otsu merasa pasti bahwa Jotaro sudah melihat Musashi. "Apa kerjamu sembunyi dalam semak itu?" "Tidak apa-apa! Ayo kita pergi!" "Tunggu sebentar. Kakak kelihatan senang.webng.id and dimhad. dan ia sudah bosan. melepaskan ikatannya. cuma main-main. Ia merasakan semacam kebanggaan." kata Otsu sambil berhenti untuk merapikan rambutnya. Tapi omong-omon