EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

1

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

1. Giring-Giring Kecil
Takezo terbaring di antara mayat-mayat itu. Ribuan jumlahnya. “Dunia sudah gila,” pikirnya samar. “Manusia seperti daun kering, yang hanyut ditiup angin musim gugur.” Ia sendiri seperti satu di antara tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan di sekitarnya. Ia mencoba mengangkat kepala, tapi hanya dapat mengangkatnya beberapa inci dari tanah. Ia tak ingat, apakah pernah merasa begitu lemah. “Sudah berapa lama aku di sini?” ia bertanya-tanya. Lalat-lalat mendengung di sekitar kepalanya. Ia ingin mengusirnya, tapi mengerahkan tenaga untuk mengangkat tangan pun ia tak sanggup. Tangan itu kaku, hampir-hampir rapuh, seperti halnya bagian tubuh yang lain. “Tentunya sudah beberapa lama tadi aku pingsan,” pikirnya sambil menggerak-gerakkan jemarinya satu demi satu. Ia belum begitu sadar bahwa dirinya sudah terluka. Dua peluru bersarang erat di dalam pahanya. Awan gelap mengerikan berlayar rendah di langit. Malam sebelumnya, kira-kira antara tengah malam dan fajar, hujan deras mengguyur daratan Sekigahara. Sekarang ini lewat tengah hari, tanggal lima belas bulan sembilan tahun 1600. Sekalipun topan telah berlalu, sekali-kali siraman hujan segar masih menimpa mayat-mayat itu, termasuk wajah Takezo yang tengadah. Tiap kali hujan menyiram, ia membuka dan menutup mulutnya seperti ikan, mencoba mereguk titik-titik air itu. “Seperti air yang dipakai mengusap bibir orang sekarat,” kenangnya sambil melahap setiap titik air yang datang. Kepalanya sudah hilang rasa, sedangkan pikirannya seperti bayang-bayang igauan yang melintas. Pihaknya telah kalah. Ia tahu betul itu. Kobayakawa Hideaki, yang dikiranya sekutu, ternyata diam-diam telah bergabung dengan Tentara Timur. Ketika ia menyerang pasukan Ishida Mitsunari pada senja hari, jalan pertempuran pun berubah. Ia kemudian menyerang tentara panglimapanglima yang lain—Ukita, Shimazu, dan Konishi. Maka sempurnalah keruntuhan Tentara Barat. Hanya dalam setengah hari pertempuran sudah dapat dipastikan siapa yang sejak itu akan memerintah negeri. Dialah Tokugawa Ieyasu, daimyo Edo yang perkasa. Bayangan kakak perempuannya dan penduduk desa yang sudah tua-tua mengambang di depan matanya. “Aku akan mati,” pikirnya tanpa rona sedih. “Jadi, beginikah rasanya?” Dan ia pun merasa tertarik ke arah kedamaian maut, seperti anak-anak yang terpesona oleh nyala api. Tiba-tiba salah satu mayat yang dekat dengannya mengangkat kepala, “Takezo!” Bayang-bayang dalam kepala Takezo menghilang. Seolah terbangun dari mati, ia pun menoleh ke arah suara itu. Ia yakin itu suara teman karibnya. Dengan segenap kekuatan, ia mengangkat tubuhnya sedikit dan ia paksakan keluar suara bisikan yang hampir tidak terdengar itu, karena kalah oleh titik-titik hujan. “Matahachi, kaukah itu?” Lalu ia rebah, terbaring diam, mendengarkan.

2

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Takezo! Betul-betul kau masih hidup?” “Ya, hidup!” serunya, tiba-tiba keluar pongahnya. “Dan kau? Kau sebaiknya jangan mati juga. Jangan berani-berani!” Matanya lebar terbuka sekarang, dan senyuman tipis bermain di bibirnya. “Mana bisa aku mati! O, tidak!” Sambil terengah-engah karena merangkak menyeret badan dengan susah payah, Matahachi pun mendekati sahabatnya setapak demi setapak. Ditangkapnya tangan Takezo, tapi yang ia cengkeram dengan kelingkingnya sendiri hanyalah kelingking temannya itu. Sebagai sahabat, sejak kanak-kanak mereka sering mematrikan janji dengan cara itu. Ia pun lebih mendekat lagi, dan kemudian menggenggam tangan sahabatnya itu seluruhnya. “Sungguh aku tak percaya kau hidup juga! Tentunya hanya kita yang selamat!” “Jangan begitu terburu-buru! Aku belum mencoba berdiri.” “Mari kubantu. Ayo kita pergi dari sini!” Tapi tiba-tiba saja Takezo menarik Matahachi ke tanah dan menggeram, “Pura-pura mati! Celaka lagi!” Bumi pun mulai menderum seperti kawah gunung. Lewat tangan mereka berdua tampak angin pusaran sedang mendekat. Dan semakin mendekat. Baris-baris penunggang kuda sehitam jelaga meluncur langsung menuju mereka berdua. “Bajingan! Mereka kembali!” kata Matahachi sambil terus mengangkat lutut, seolah-olah bersiap melompat. Takezo langsung menangkap pergelangan kakinya, hingga hampir-hampir mematahkannya, serta merenggutnya ke bumi. Dalam sekejap mata, para penunggang kuda sudah terbang melewati mereka. Beratus-ratus kaki kuda yang berlumpur dan menyimpan maut mencongklang dalam formasi, menyepelekan para samurai yang sudah tewas. Sambil memperdengarkan pekikan-pekikan perang, dan dengan zirah serta senjata berdentingan, para penunggang kuda itu melaju terus. Matahachi berbaring menelungkup dengan mata terpejam, dengan harapan kosong semoga mereka tidak terinjak-injak, sedangkan Takezo menatap tanpa berkedip ke langit. Kuda-kuda itu begitu dekat dengan mereka, hingga mereka dapat mencium bau keringatnya. Kemudian semuanya berlalu. Secara ajaib mereka tidak terluka dan tidak dikenali, dan untuk beberapa menit lamanya keduanya tinggal diam tak percaya. “Selamat lagi!” kata Takezo sambil mengulurkan tangan kepada Matahachi. Masih merangkum bumi, pelan-pelan Matahachi memutar kepala, memperlihatkan seringai lebar yang sedikit bergetar. “Ada yang berpihak pada kita, itu pasti,” katanya parau. Kedua sahabat itu saling bantu berdiri dengan susah payah. Pelan-pelan mereka melintasi medan pertempuran, menuju tempat aman di bukit-bukit berhutan, terpincang-pincang dan berangkulan. Di sana mereka rebah, dan sesudah beristirahat sebentar, mulailah mereka

3

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mencari-cari makanan. Dua hari mereka hidup dari buah berangan liar dan daun-daunan yang dapat dimakan di dalam lubang-lubang basah di Gunung Ibuki. Makanan itulah yang membuat mereka tidak mati kelaparan, tapi perut Takezo jadi sakit, dan usus Matahachi tersiksa. Tak ada makanan yang dapat mengenyangkannya, tak ada minuman yang dapat menghilangkan dahaganya, tapi ia merasa kekuatannya pulih kembali sedikit demi sedikit. Badai tanggal lima belas itu menandai akhir topan musim gugur. Kini hanya dua malam sesudahnya, bulan yang putih dingin sudah memandang muram ke bawah, dari langit yang tak berawan. Mereka berdua mengerti, betapa berbahayanya berada di jalan, dalam cahaya bulan terang. Bayangan mereka akan tampak seperti bayangan sasaran, yang dapat dengan jelas dilihat oleh patroli yang sedang mencari orang-orang yang berkeliaran. Keputusan untuk mengambil resiko itu datang dari Takezo. Melihat keadaan Matahachi yang begitu jelek— katanya lebih baik tertangkap daripada terus mencoba berjalan—agaknya memang tidak banyak pilihan lain. Mereka harus berjalan terus, tapi jelas pula bahwa mereka harus menemukan tempat untuk menyembunyikan diri dan beristirahat. Maka perlahan-lahan mereka pun berjalan menuju tempat yang menurut mereka adalah arah kecil Tarui. “Bisa kau bertahan?” Tanya Takezo berulang-ulang. Dilingkarkannya tangan temannya itu ke bahunya sendiri, untuk membantunya berjalan. “Kau baik-baik saja, kan?” Napas berat temannya itulah yang mengkhawatirkannya. “Mau beristirahat?” “Aku baik-baik saja.” Matahachi mencoba kedengaran berani, tapi wajahnya lebih pucat daripada bulan di atas mereka. Bahkan dengan lembing yang digunakannya sebagai tongkat pun hampir tidak dapat melangkahkan kaki. Beberapa kali ia meminta maaf merendah-rendah, “Maaf, Takezo. Aku tahu, akulah yang melambatkan jalan kita. Betul-betul aku minta maaf.” Beberapa kali pula Takezo hanya menjawab dengan kata-kata, “Lupakan itu.” Tapi akhirnya, ketika mereka sudah berhenti untuk beristirahat, ia pun menoleh kepada temannya dan cetusnya, “Coba dengar, akulah yang mestinya minta maaf. Pertama-tama, akulah yang menjerumuskanmu ke sini, ingat tidak? Kau ingat, bagaimana aku menyampaikan rencanaku padamu, bahwa akhirnya aku aku akan melakukan sesuatu yang bakal betul-betul mengesankan ayahku? Aku sungguh tak bisa menerima kenyataan bahwa sampai meninggalnya, Ayah tetap yakin aku tak akan pernah mencapai sesuatu. Aku ingin perlihatkan padanya! Ha!” Ayah Takezo, Munisai, dulu mengabdi pada yang Dipertuan Shimmen dari Iga. Begitu Takezo mendengar bahwa Ishida Mitsunari sedang membentuk tentara, ia pun yakin bahwa kesempatan yang hanya sekali seumur hidup akhirnya datang baginya. Ayahnya seorang samurai. Apakah tidak sewajarnya kalau ia pun menjadi samurai? Ingin sekali ia memasuki kancah keributan, untuk membuktikan keberaniannya, untuk membikin berita tersebar seperti api kebakaran

4

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI melintas dusun: ia telah memenggal jenderal musuh. Ia sangat ingin membuktikan dirinya sebagai orang yang harus diperhitungkan, dihormati – bukan hanya sebagai perisau dusun. Takezo mengingatkan Matahachi tentang semua itu, dan Matahachi mengangguk. “Aku tahu. Aku tahu. Tapi aku merasa begitu juga. Bukan hanya kau.” Takezo melanjutkan, “Aku minta kau mengawaniku, karena kita memang selalu bersamasama melakukan semuanya. Tapi perbuatan ibumu itu sungguh mengerikan! Dia berteriak-teriak mengatakan pada semua orang bahwa aku gila dan brengsek! Dan tunanganmu Otsu, saudara perempuanku, dan semua orang menangis. Katanya pemuda-pemuda dusun seharusnya tinggal di dusun. Ya, barangkali mereka benar juga. Kita ini anak laki-laki satu-satunya, dan kalau kita terbunuh, tidak ada yang melanjutkan nama keluarga. Tapi peduli apa? Apa begitu mestinya hidup?” Mereka berhasil menyelinap keluar dusun tanpa kelihatan orang, dan merasa yakin tidak ada lagi penghalang yang memisahkan mereka dengan kehormatan pertempuran. Namun ketika sampai di perkemahan Shimmen, mereka berhadapan dengan kenyataan perang. Mereka langsung diberitahu bahwa mereka tidak akan menjadi samurai dalam waktu singkat, bahkan tidak dalam beberapa minggu, tak peduli siapa ayah mereka. Bagi Ishida dan jenderal-jenderal lain, Takezo dan Matahachi hanyalah sepasang orang udik, tidak banyak lebihnya dari anak-anak yang kebetulan memegang sepasang lembing. Paling banyak yang dapat mereka peroleh adalah izin untuk tinggal di sana sebagai prajurit biasa. Tanggung jawab mereka, kalaupun dapat dinamakan demikian, hanyalah mengangkut senjata, periuk nasi, dan alat-alat rumah tangga lainnya, memotong rumput, mempengaruhi geng-geng jalanan, dan sesekali bertugas sebagai pandu. “Samurai, ha!” kata Takezo. “Lelucon macam apa pula. Kepala jenderal! Mendekati samurai musuh saja tidak, apalagi jenderal. Tapi setidak-tidaknya semua itu sudah lewat. Sekarang apa yang mau kita lakukan? Aku tidak bisa meninggalkanmu di sini sendirian. Kalau itu kulakukan, bagaimana aku akan menghadapi ibumu dan Otsu?” “Takezo, aku tidak menyalahkanmu karena kita celaka. Bukan salahmu kita kalah. Kalaupun ada yang mesti disalahkan, Kobayakawa-lah orangnya. Kobayakawa yang bermuka dua itu. Betulbetul aku ingin menangkapnya. Akan kubunuh bangsat itu!” Beberapa jam kemudian, mereka sudah berdiri di tepi dataran kecil, menyaksikan lautan miskantus yang serupa buluh, sudah berantakan dan patah-patah terkena badai. Tak ada rumah. Tak ada cahaya. Di sini pun banyak mayat, bergelimpangan seperti waktu jatuhnya. Kepala salah satu mayat itu tergeletak dalam rumput tinggi. Ada juga yang menengadah di sungai kecil. Lainnya lagi tersangkut dengan anehnya pada seekor kuda mati. Hujan telah membasuh darah, dan dalam

5

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sinar bulan daging mati itu tampak seperti sisik ikan. Di sekitar semua itu, yang terdengar hanyalah litani giring-giring dan jangkrik musim gugur yang sepi. Aliran air mata membentuk jalur putih menuruni wajah suram Matahachi, dan ia memperdengarkan keluhan seorang yang sakit parah. “Takezo, kalau aku mati, maukah kau mengurus Otsu?” “Apa yang kau omongkan ini?” “Aku merasa seperti mau mati.” Takezo membentaknya, “Nah, kalau memang itu yang kau rasakan, barang kali kau memang akan mati.” Ia jengkel, karena sesungguhnya ia ingin temannya itu lebih kuat, hingga ia sendiri dapat menyandarkan diri kepadanya sekali-kali, bukan secara fisik, melainkan sebagai pendorong. “Ayolah Matahachi! Jangan seperti bayi cengeng begitu.” “Kalau ibuku pasti ada yang mengurus, tapi Otsu, dia sendirian di dunia ini. Selamanya begitu. Kasihan aku padanya, Takezo. Berjanjilah kau akan mengurusnya, kalau aku tak ada.” “Kau mesti percaya pada diri sendiri! Tak ada orang mati karena mencret. Cepat atau lambat kita akan menemukan rumah, dan kalau kita sudah menemukan rumah itu, kutidurkan kau dan akan kudapatkan obat. Sekarang hentikan rengekan tentang mati itu!” Lebih jauh sedikit, sampailah mereka di tempat bertumpuknya tubuh-tubuh tanpa nyawa, hingga kelihatan seolah satu divisi penuh telah disapu habis. Waktu itu sudah hilang perasaan mereka melihat darah kental. Mata mereka berkaca-kaca menangkap pemandangan itu dengan sikap masa bodoh yang dingin. Mereka berhenti lagi, beristirahat. Selagi mereka mengatur napas, terdengar ada yang bergerak di antara mayat-mayat itu. Keduanya undur ketakutan, dan secara naluriah merundukkan badan dengan mata terbuka lebar dan perasaan diwaspadakan. Sosok tubuh itu membuat gerakan melejit cepat, seperti gerakan seekor kelinci yang terkejut. Dan ketika mata mereka sudah terpusat ke arahnya, terlihat oleh mereka orang yang entah siapa itu sedang berjongkok rendah. Semula mereka menduga ia seorang samurai yang tersesat, karena itu mereka menabahkan diri untuk menghadapi pertemuan yang berbahaya. Tapi alangkah kaget mereka, karena ternyata prajurit dahsyat itu hanyalah seorang gadis muda. Gadis itu agaknya berumur sekitar tiga belas atau empat belas tahun, mengenakan kimono dengan lengan digulung. Obi sempit yang membelit pinggangnya sudah bertambal-tambal di beberapa tempat, namun terbuat dari brokat emas. Di tengah himpunan mayat itu, ia betulbetul merupakan pemandangan yang ganjil. Ia melayangkan pandang dan menatap mereka dengan penuh kecurigaan, dengan mata kucing yang licik. Takezo dan Matahachi heran akan hal yang sama: apa yang menyebabkan gadis itu datang di malam buta itu?

6

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sekejap keduanya hanya balas memandang gadis itu. Kemudian Takezo berkata, “Siapa kau?” Gadis itu mengerdip beberapa kali, berdiri, lalu enyah dari situ. “Stop!” seru Takezo. “aku cuma mau mengajukan satu pertanyaan padamu. Jangan pergi dulu!” Tapi gadis itu sudah pergi, seperti kilasan kilat di tengah malam. Dan bunyi giring-giring kecil pun menghilang ke dalam ngeri kegelapan. “Apa kemungkinan itu hantu?” renung Takezo keras, sementara ia memandang kosong ke dalam kabut tipis. Matahachi menggigil sedikit, tapi memaksakan diri tertawa. “Kalau ada hantu di sini, tentunya hantu serdadu-serdadu itu, kan?” “Sayang aku telah membikin takut gadis itu,” kata Takezo. “Tentunya ada dusun di dekatdekat sini. Dan dia tentunya bisa memberikan petunjuk pada kita.” Mereka berjalan terus, mendaki bukit pertama dari dua bukit yang ada di hadapan mereka. Di cekungan sebelah sana terdapat paya-paya yang menghampar ke selatan Gunung Fuwa. Dan tampak cahaya, hanya setengah mil jauhnya. Ketika mendekati rumah pertanian itu, terasa oleh mereka bahwa rumah itu bukan sekedar rumah biasa. Kelihatan dari tembok tanah tebal yang mengelilinginya. Juga dari pintu gerbangnya yang boleh dikatakan megah. Atau setidaknya sisa-sisanya, karena pintu gerbang itu sudah tua dan sudah sangat memerlukan perbaikan. Takezo mendekati pintu dan mengetuk-ngetuk pelan. “Permisi!” Karena tidak ada jawaban, ia mencoba sekali lagi. “Maaf kami mengganggu pada jam seperti ini, tapi temanku ini sakit. Kami tak ingin menyusahkan – dia perlu istirahat sedikit.” Mereka mendengar orang berbisik-bisik di dalam, dan akhirnya terdengar bunyi orang berjalan ke pintu. “Kalian yang berkeliaran di Sekigahara, kan?” Suara itu datang dari seorang gadis muda. “Betul,” kata Takezo. “Kami bawahan Lord Shimmen dari Iga.” “Menyingkirlah! Kalau kalian ditemukan orang di sini, kami bisa celaka.” “Betul-betul kami minta maaf telah mengganggu seperti ini, tapi kami telah lama sekali berjalan. Temanku ini butuh sedikit istirahat, hanya itu, dan …” “Pergilah. Menyingkirlah!” “Baiklah, kalau memang itu yang Anda kehendaki. Tapi apa tak bisa temanku ini diberi obat? Perutnya sakit sekali, hingga sukar bagi kami berjalan terus.” “Entahlah….” Beberapa waktu kemudian, mereka mendengar langkah-langkah kaki dan bunyi dering kecil menjauh ke dalam rumah, makin lama makin lemah.

7

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Baru pada waktu itulah mereka melihat wajah itu. Wajah itu tampak di jendela samping, wajah seorang wanita, dan wajah itu memperhatikan mereka terus. “Akemi,” serunya, “biar mereka masuk. Mereka prajurit biasa. Patroli Tokugawa tak akan membuang-buang waktu buat mereka. Mereka tak dikenal.” Akemi membuka pintu, dan wanita yang memperkenalkan diri sebagai Oko itu pun datang untuk mendengarkan cerita Takezo. Maka disetujuilah bahwa mereka tidur di lumbung. Untuk mengobati sakit perutnya, Matahachi mendapat tepung arang magnolia dan bubur beras encer dengan campuran bawang. Beberapa hari berturut-turut ia tidur terus-menerus, sedangkan Takezo duduk berjaga-jaga di sampingnya, sambil mengobati luka-luka peluru di pahanya dengan minuman keras murah. Pada suatu malam, kira-kira seminggu kemudian, Takezo dan Matahachi duduk mengobrol. “Mereka tentunya punya usaha tertentu,” kata Takezo. “Aku tak peduli dengan kerja keras mereka. Aku senang mereka telah menerima kita.” Tetapi rasa ingin tahu Takezo telah bangkit. “Ibunya belum begitu tua,” sambungnya. “Aneh, bahwa mereka berdua hidup sendiri di pegunungan ini.” “Hm. Apa menurut pendapatmu gadis itu agak mirip Otsu?” “Memang ada sesuatu padanya yang membuat aku ingat Otsu, tapi kukira mereka tidak betulbetul serupa. Keduanya manis, titik. Menurut pendapatmu, apa yang sedang dia lakukan waktu pertama kali kita melihatnya itu? Merangkak-rangkak di antara mayat-mayat itu di tengah malam? Dan kelihatannya pekerjaan itu tidak mengganggunya sama sekali. Ha! Masih terbayang olehku hal itu. Wajahnya tenang dan tenteram, seperi boneka buatan Kyoto. Sungguh gambaran yang luar biasa!” Matahachi memberi isyarat pada Takezo untuk diam. “Ssst! Kudengar giring-giringnya.” Ketukan ringan Akemi di pintu terdengar seperti ketukan burung pelatuk. “Matahachi, Takezo,” panggilnya lembut. “Ya?” “Ini aku.” Takezo berdiri dan membuka kunci. Gadis itu membawa sebaki obat-obatan dan makanan, dan bertanya tentang kesehatan mereka. “Jauh lebih baik. Terima kasih untukmu. Juga untuk ibumu.” “Ibu bilang, biar kalian sudah sehat, kalian jangan bicara terlalu keras atau pergi keluar.” Takezo pun menjawab atas nama mereka berdua. “Kami minta maaf sudah membikin repot kalian.”

8

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Oh, tidak apa-apa. Cuma kuminta kalian berhati-hati. Ishida Mitsunari dan beberapa jenderal lain belum tertangkap. Mereka mengawasi daerah ini dengan ketat, dan jalan-jalan penuh dengan pasukan Tokugawa.” “Betul?” “Makanya, biar kalian cuma prajrit biasa. Ibu bilang, kalau kami tertangkap menyembunyikan kalian, kami akan ditahan.” “Kami tak akan bikin rebut,” janji Takezo. “Malahan muka Matahachi akan kututup kain, kalau dia mendengkur terlalu keras.” Akemi tersenyum, membalikkan badan untuk pergi, dan katanya, “Selamat malam. Aku akan datang lagi besok pagi.” “Tunggu!” kata Matahachi. “Apa salahnya kau datang ke sini, bicara dengan kami sedikit?” “Tidak bisa.” “Kenapa?” “Ibu nanti marah.” “Peduli apa dengan ibumu? Berapa tahun umurmu?” “Enam belas.” “Kalau begitu, badanmu terlalu kecil, ya?” “Terima kasih atas komentar itu.” “Di mana ayahmu?” “Tidak punya lagi.” “Maaf. Lalu bagaimana kalian hidup?” “Kami bikin moxa.” “Obat yang dibakar di kulit buat menghilangkan sakit itu?” “Ya, moxa daerah ini terkenal. Musim semi kami memotong mugwort di Gunung Ibuki. Musim panas mengeringkannya, lalu musim gugur dan dingin membuatnya jadi moxa. Kami jual di Tarui. Orang datang dari mana-mana hanya untuk beli moxa itu.” “Kiranya kalian tidak butuh lelaki untuk mengerjakan itu.” “O, kalau itu yang ingin kalian ketahui, lebih baik aku pergi.” “Nanti dulu, sedikit lagi,” kata Takezo. “Ada satu pertanyaan lagi.” “Apa itu?” “Malam ketika kami datang kemari itu, kami melihat seorang gadis di medan pertempuran, dan dia mirip sekali denganmu. Apa itu kau?” Akemi cepat membalikkan badan dan membuka pintu. “Apa kerjamu di sana?” Gadis itu membanting pintu di belakangnya. Dan ketika ia berjalan ke rumah itu, giring-giring kecil pun berdering dengan iramanya yang aneh dan sumbang.

9

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

2. Sisir
Dengan tinggi sekitar 1,75 meter, Takezo cukup jangkung untuk orang sezamannya. Tubuhnya seperti tubuh kuda yang indah: kuat dan lentur, dengan kaki panjang berotot. Bibirnya penuh, berwarna merah tua, dan alisnya yang hitam tebal jadi tampak tidak lebat karena bentuknya yang indah. Karena jauh melampaui sudut-sudut luar matanya, alis itu pun menambah kejantanannya. Orang-orang kampung menyebutnya “anak tahun yang gemuk”, suatu ungkapan yang hanya dipakai untuk anak dengan badan lebih besar dari rata-rata. Sebutan itu jauh dari maksud menghina, tapi bagaimanapun membuatnya ada jarak dengan anak-anak muda lain, dan itu membuatnya cukup malu pada masa kanak-kanaknya. Ungkapan itu tidak pernah dipergunakan untuk menggambarkan Matahachi, namun dapat pula dikenakan padanya. Ia agak lebih pendek dan pejal daripada Takezo, dadanya bidang dan besar, dan wajahnya bulat, memberikan kesan periang, kalau bukan sifat badut sejati. Matanya yang besar dan sedikit menonjol itu cenderung bergerak ketika ia berbicara, dan kebanyakan lulucon yang dibuat orang untuk merendahkannya berpusat pada kemiripannya dengan katak yang tak henti-hentinya berdengkung pada malam-malam musim panas. Kedua pemuda itu sedang berada di puncak usia pertumbuhan mereka, dan karenanya cepat pulih dari sebagian besar penyakit. Ketika luka-luka Takezo sudah sepenuhnya sembuh, Matahachi pun tidak dapat lagi menahan hambatan yang dirasakannya. Mulailah ia berjalan mondar-mandir di seputar lumbung, dan tak henti-hentinya mengeluh karena merasa terkurung. Tidak hanya sekali ia membuat kesalahan, dengan mengatakan bahwa ia merasa seperti jangkrik di dalam lubang yang gelap dan jangrik memang suka pada suasana hidup seperti itu. Matahachi tentunya telah mulai mengintip kedalam rumah, karena pada suatu hari ia mendekatkan mulutnya kepada teman seselnya itu, seolah hendak menyampaikan berita yang mengguncangkan dunia. “Tiap malam,” bisiknya genting, “janda itu membedaki mukanya dan mempercantik diri!” Muka Takezo pun jadi seperti anak umur dua belas tahun yang benci anak gadis, melihat pengkhianatan teman karibnya yang makin tertarik kepada “mereka” itu. Matahachi sudah menjadi pengkhianat kini, dan pandangan mata Takezo pun tidak salah lagi mengungkapkan kemuakan. Matahachi mulai kerap pergi ke rumah itu, duduk-duduk di dekat perapian bersama Akemi dan ibunya yang masih muda. Sesudah tiga atau empat hari mengobrol dan berkelakar dengan mereka, tamu yang ramah itu pun sudah menjadi anggota keluarga. Ia tidak kembali ke lumbung, juga pada malam hari, dan kalau kadang-kadang pulang, napasnya berbau sake. Ia mencoba membujuk Takezo datang ke rumah itu, dengan menyanyikan puji-pujian terhadap kehidupan yang baik, yang hanya beberapa meter jauhnya dari tempat itu.

10

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Gila kau!” jawab Takezo gusar. “Kau bisa bikin kita terbunuh, atau setidaknya tertangkap. Kita ini sudah kalah, jadi gelandangan—apa kau belum juga mengerti? Kita mesti berhati-hati dan bersembunyi, sampai keadaan mereda.” Tapi dengan segera ia bosan mencoba mengajak temannya yang cinta kenikmatan itu untuk berpikiran sehat, dan mulailah ia menghentikan omongan temannya dengan jawabanjawaban ringkas. “Aku tidak suka sake,” atau kadang-kadang, “Aku lebih suka di sini. Santai.” Tapi Takezo sendiri akhirnya mulai sinting juga. Ia merasa bosan bukan kepalang, dan mulai memperlihatkan tanda-tanda mengalah. “Apa betul-betul aman?” tanyanya. “Maksudku sekitar sini? Apa tak ada tanda-tanda patroli? Apa kau yakin?” Maka, sesudah terkubur dua puluh hari lamanya dalam lumbung itu, akhirnya ia keluar seperti tawanan perang yang setengah kelaparan. Kulitnya tampak jernih pucat, seperti mayat, lebih-lebih ketika ia berdiri di samping temannya yang sudah terbakar matahari dan sake itu. Dipandangnya langit biru yang terang, dan sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, ia pun menguap dengan nikmatnya. Ketika mulutnya yang besar itu akhirnya menutup kembali, terlihatlah bahwa alisnya waktu itu mengait. Wajahnya tampak resah. “Matahachi,” katanya sungguh-sungguh, “kita terlalu memaksakan keinginan pada orangorang ini. Mereka sekarang menghadapi resiko besar gara-gara kita di sini. Kupikir kita harus berusaha pulang sekarang.” “Kau benar,” kata Matahachi. “Tapi tak seorang pun dapat melewati rintangan itu tanpa pemeriksaan. Jalan ke Ise dan Kyoto tak bisa ditempuh, menurut janda itu. Katanya, kita mesti bertahan sampai salju turun. Gadis itu juga bilang begitu. Dia yakin mesti tetap bersembunyi. Dan kau tahu, dia selalu pergi ke mana-mana setiap hari.” “Kau bilang duduk di dekat api sambil minum itu bersembunyi?” “Tentu. Tahu tidak, apa yang sudah kulakukan? Beberap hari yang lalu orang-orang Tokugawa datang mengintai; mereka masih mencari Jenderal Ukita. Dan aku bisa melepaskan diri dari bajingan-bajingan itu hanya dengan keluar dan menyapa mereka.“ Mata Takezo membelalak tak percaya mendengar itu, sedangkan Matahachi tertawa terbahak-bahak. Setelah tawanya reda, ia pun melanjutkan. “Kau lebih selamat di tempat terbuka daripada meringkuk di lumbung, sambil mendengarkan langkah-langkah kaki orang dan dibikin gila olehnya. Inilah yang mau kukatakan padamu.” Matahachi tertawa terpingkal-pingkal, sedangkan Takezo mengangkat bahu. “Barangkali kau benar. Itu bisa jadi cara terbaik untuk mengatasi persoalan.” Takezo masih juga mengajukan persyaratan, tapi sesudah percakapan itu, ia pun ikut pergi ke rumah tersebut. Oko, yang agaknya senang kalau ada orang lain, terutama laki-laki, berusaha membuat mereka betul-betul kerasan. Namun sekali-kali ia membuat kedua pemuda itu terlonjak dengan sarannya agar seorang dari mereka mengawini Akemi. Tapi ini agaknya lebih

11

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membikin bingung Matahachi daripada Takezo. Takezo mengabaikan saja saran itu, atau menandinginya dengan kata-kata lucu. Waktu itu musim matsutake yang lezat dan harum, yang tumbuh di pangkal-pangkal pohonpohon pinus, dan Takezo cukup terhibur mencari jamur-jamur besar di gunung yang berhutan, di belakang rumah itu. Sambil memegang keranjang, Akemi mencari jamur itu dari pohon ke pohon. Setiap kali tercium baunya, suaranya yang tanpa dosa itu pun menggema di tengah hutan. “Takezo, sini! Banyak di sini!” Dan kalau sedang mencari-cari di dekatnya, Takezo pun selalu menjawab, “Di sini juga banyak!” Sinar matahari musim gugur menerobos tipis dan miring ke arah mereka, lewat rantingranting pinus. Babut daun pinus di tempat teduh yang sejuk di bawah pohon-pohonan itu bagaikan bunga mawar yang lunak berdebu. Setelah lelah, Akemi pun menantang Takezo sambil terkikik, “Mari kita lihat, siapa yang paling banyak!” “Aku!” jawab Takezo pasti. Mendengar itu, Akemi pun mulai memeriksa keranjang Takezo. Hari ini tidak beda dengan hari-hari lain. “Ha, ha! Aku tahu!” teriak Akemi. Dengan rasa kemenangan penuh kegembiraan yang hanya bisa terjadi pada gadis semuda itu, dan tanpa kesadaran diri ataupun sikap sopan yang dibuat-buat, ia pun menunduk ke keranjang Takezo. “Yang banyak kau dapat itu jamur payung!” Lalu ia pun membuangi jamur beracun itu satu per satu, bukan sambil menghitungnya keras-keras, melainkan diiringi gerakan yang begitu pelan dan disengaja, hingga Takezo hampir tidak dapat mengabaikannya, sekalipun dengan mata terpejam, Akemi melontarkan masing-masing jamur itu sejauh-jauhnya. Selesai dengan tugas itu, ia pun menengadah dengan wajah membinarkan rasa puas diri. “Sekarang lihat, aku dapat jauh lebih banyak daripada kau!” “Sudah siang sekarang,” gumam Takezo. “Mari pulang.” “Kau marah karena kalah, kan?” Akemi pun berlari kencang seperti ayam pegar menuruni sisi bukit, tapi sekonyong-konyong ia berhenti, wajahnya dipenuhi rasa terkejut. Seorang lelaki raksasa datang lurus mendekat lewat belukar, setengah jalan menuruni lereng bukit; langkah-langkahnya panjang dan tenang, matanya yang tajam menatap langsung kepada gadis muda yang rapuh di hadapannya. Orang itu tampak primitif luar biasa. Segala sesuatu pada dirinya bernada perjuangan untuk tetap hidup, dan ia menampakkan ciri suka berkelahi: alis yang lebat dan ganas, dan bibir atas yang tebal melingkar; pedang berat, jubah zirah, dan kulit binatang melengkapi dirinya. “Akemi!” raungnya seraya mendekati gadis itu. Ia menyeringai lebar, memperlihatkan giginya yang kuning melapuk, tapi wajah Akemi tetap saja menyiratkan kengerian belaka. “Apa ibumu yang hebat itu ada di rumah?” tanyanya dengan ejekan yang dibuat-buat.

12

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Ya,” cicit Akemi. “Nah, kalau nanti kau pulang, ceritakan sesuatu padanya. Mau tidak?” Ejekan itu diucapkannya dengan sopan. “Ya.” Dan kini nadanya berubah kasar. “Katakan padanya, jangan mempermainkan aku dengan menimbun uang tanpa sepengetahuanku. Katakan aku akan datang segera untuk mengambil bagianku. Mengerti?’ Akemi diam saja. “Dia pikir barangkali aku tidak tahu, tapi orang yang dijuali barang-barang itu datang langsung padaku. Aku berani bertaruh, kau pergi juga ke Sekigahara, bukan, Nak?” “Ah, tidak!” protes Akemi lemah. “Ya, tak apalah. Cuma sampaikan padanya apa yang kukatakan tadi. Kalau dia main tidak jujur lagi, akan kutendang dia keluar dari daerah ini.” Ia menyorot gadis itu sesaat dengan matanya, kemudian pergi dengan lamban ke arah paya. Takezo mengalihkan matanya dari orang asing itu kepada Akemi, dengan penuh minat. “Siapa orang itu?” Dengan bibir masih menggeletar Akemi menjawab lesu, “Namanya Tsujikaze. Dia dari kampung Fuwa.” Suara Akemi hampir tak lebih dari bisikan. “Dia bandit, kan?” “Ya.” “Kenapa dia begitu marah?” Akemi berdiri saja tanpa menjawab. “Tak akan kuceritakan itu pada orang lain,” kata Takezo, mencoba meyakinkan Akemi. “Apa tak bisa kau menceritakannya padaku?” Akemi, yang jelas merasa tak senang, agaknya sedang mencari-cari kata. Dan tiba-tiba ia pun menyandarkan diri ke dada Takezo dan memohon, “Kau janji tak akan bercerita pada orang lain?” “Siapa yang akan kuceritai? Samurai Tokugawa?” “Ingat waktu kau pertama kali melihatku malam itu? Di Sekigahara?” “Tentu saja ingat.” “Nah, apa belum kau bayangkan, apa yang kulakukan waktu itu?” “Belum, aku belum pernah memikirkannya,” kata Takezo dengan wajah sungguh-sungguh. “Nah, waktu itu aku mencuri!” Lalu ia pun menatap Takezo dekat-dekat, untuk menaksir reaksi Takezo. “Mencuri?”

13

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Sesudah pertempuran, aku pergi ke medan, mengambili barang-barang serdadu yang tewas: pedang, hiasan sarung pedang, kantong kemenyan––apa saja yang dapat kami jual.” Ia memandang Takezo lagi untuk menangkap tanda-tanda sikap tidak setuju, tetapi wajah Takezo tidak memperlihatkannya sama sekali. “Pekerjaan itu mengerikan,” keluhnya kemudian, lalu berubah bersikap pragmatis, “tapi kami butuh uang untuk makan. Kalau aku bilang tak mau pergi, Ibu marah.” Matahari masih cukup tinggi di langit. Atas saran Akemi, Takezo duduk di rumput. Lewat pohon-pohon pinus, mereka dapat memandang ke bawah, ke rumah di tengah paya itu. Takezo mengangguk pada diri sendiri, seolah sedang membayangkan sesuatu. Sejenak kemudian ia berkata, “Kalau begitu, cerita tentang memotong mugwort dan membuat moxa itu bohong semuanya?” “O, tidak. Kami mengerjakan itu juga! Tapi selera Ibu begitu mahal. Tak mungkin kami dapat hidup dari moxa saja. Ketika ayahku masih hidup, kami tinggal di rumah terbesar di kampung ini, malahan boleh dibilang di tujuh dusun yang ada di Ibuki. Kami punya banyak pelayan, dan Ibu selalu punya barang-barang bagus. “Apa ayahmu pedagang?” “O, tidak. Dia pemimpin bandit setempat.” Mata Akemi bersinar penuh kebanggaan. Jelaslah, ia tidak lagi takut akan reaksi Takezo, dan kini ia melepaskan perasaan sebenarnya. Rahangnya mantap, tangannya yang kecil mengepal pada waktu bicara. “Tsujikaze Temma, orang yang baru kita jumpai tadi, itulah yang membunuhnya. Paling tidak, begitulah kata semua orang.” “Maksudmu, ayahmu dibunuh?” Sambil mengangguk diam, Akemi mulai menangis, sekalipun ia berusaha menahannya. Takezo merasa sesuatu yang berada jauh di dalam dirinya mulai mencair. Semula ia tidak menaruh simpati pada gadis itu. Sekalipun gadis itu lebih kebanyakan dari gadis yang sudah berumur enam belas tahun, namun bicaranya seperti wanita dewasa, dan sering kali ia membuat gerakan cepat yang membuat orang lain berjaga-jaga. Tapi ketika air mata mulai menitik dari bulu matanya yang panjang, tiba-tiba Takezo pun jadi meleleh oleh rasa kasihan. Ia ingin mendekap gadis itu untuk melindunginya. Gadis itu bukanlah gadis yang dibesarkan seperti biasa. Agaknya tak pernah ia pertanyakan, apakah di dunia ini tidak ada yang lebih mulia daripada pekerjaan ayahnya. Ibunya telah meyakinkannya bahwa tak ada salahnya melucuti mayat, bukan untuk makan, melainkan untuk hidup layak. Banyak pencuri sejati enggan melakukan pekerjaan itu. Selama bertahun-tahun berlangsungnya perselisihan kaum feodal, keadaan telah menjadikan semua manusia, sampai yang pemalas di pedesaan, terhanyut oleh cara hidup seperti ini. Orang banyak pun lebih-kurang memang telah minta mereka melakukan hal itu. Ketika perang pecah

14

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI para penguasa militer setempat bahkan memanfaatkan jasa-jasa mereka dan memberikan imbalan melimpah pada mereka atas jasa membakar perbekalan musuh, menyebarkan desasdesus bohong, mencuri kuda dari kamp-kamp musuh, dan lain-lain hal seperti itu. Yang paling sering terjadi adalah jasa-jasa mereka dibeli orang. Tapi, sekalipun tidak dibeli, perang menawarkan banyak kesempatan. Di samping berkeliaran di antara mayat-mayat untuk mengumpulkan barang-barang berharga, kadang-kadang mereka berhasil mendapat hadiah dari menyerahkan kepala samurai yang kebetulan tersandung oleh mereka dan kemudian mereka pungut. Satu saja pertempuran besar sudah cukup bagi para pencuri bejat ini hidup senang enam bulan atau setahun. Pada waktu-waktu bergolak, petani atau pembelah kayu biasa pun sudah tahu mengambil keuntungan dari kesengsaraan orang dan pertumpahan darah. Perkelahian di luar kampung sendiri sudah bisa membuat orang-orang sederhana ini meninggalkan pekerjaan, dan dengan cakapnya mereka menyesuaikan diri dengan situasi, dan menemukan cara untuk memunguti sisasisa hidup manusia lain, seperti burung pemakan bangkai. Sebagian karena gangguan inilah para penjarah professional menetapkan perlindungan keras atas wilayah masing-masing. Sudah menjadi peraturan keras bahwa para pemburu liar, yaitu perampok-perampok yang melanggar hak-hak yang telah dimiliki para penjahat kejam ini dapat dikenai pembalasan dendam. Akemi pun menggigil, dan katanya, “Apa akal kita? Orang-orang bayaran Temma sedang dalam perjalanan kemari sekarang. Aku tahu itu.” “Jangan khawatir,” kata Takezo meyakinkannya. “Kalau mereka nanti muncul, aku sendiri yang akan menyambut mereka.” Ketika mereka turun bukit, senja telah turun di atas paya itu, dan segalanya sunyi. Jejak asap api pemandian di rumah itu merayap di area puncak jajaran rumput mendong, seperti ular yang melenggok-lenggok di langit. Oko sedang berdiri santai di pintu belakang, seusai melakukan riasan malam. Ketika melihat anak perempuannya datang bersama Takezo, ia pun berseru, “Akemi, apa kerjamu sampai begini larut?” Terasa benar tajamnya mata dan suaranya. Gadis itu pun segera tersadar, sesudah begitu lama ia berjalan dengan kepala kosong. Ia memang lebih peka terhadap suasana hati ibunya daripada apa pun di dunia ini. Ibunya telah menanamkan kepekaan ini dan telah berhasil memanfaatkannya, mengendalikan anak gadis itu seperti boneka, hanya dengan pandangan atau gerak-geriknya. Cepat-cepat Akemi menjauh dari sisi Takezo, dan dengan wajah memerah ia pun mendahului dan masuk rumah. Hari berikutnya, Akemi menyampaikan pada ibunya tentang Tsujikaze Temma. Oko naik pitam.

15

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Kenapa tidak cepat-cepat kau ceritakan?” raungnya sambil menyeruduk ke sana kemari seperti perempuan gila, menarik-narik rambutnya, mengeluar-ngeluarkan barang dari laci dan lemari dan mengonggokkan semuanya di tengah kamar. “Matahachi! Takezo! Bantu aku! Semua ini mesti kita sembunyikan.” Matahachi menggeser sebuah papan yang ditunjukkan oleh Oko, lalu ia menempatkan diri di atas langit-langit. Tak banyak ruangan antara langit-langit dan kasau itu. Orang hampir tidak dapat merangkak di situ, tapi cukuplah itu untuk memenuhi kebutuhan Oko, dan terutama agaknya kebutuhan almarhum suaminya. Takezo berdiri di atas bangku, di antara ibu dan anak, dan mulai mengulurkan barang-barang itu satu persatu kepada Matahachi. Jika Takezo tidak mendengar cerita Akemi hari sebelumnya, tidak bakal ia tidak merasa kagum melihat keanekaragaman barang-barang yang sekarang dilihatnya. Takezo tahu ibu dan anak ini sudah lama melakukan pekerjaan itu, namun demikian sungguh mengagumkan. Betapa banyaknya barang yang mereka timbun. Ada belati, umbai lembing, lengan baju zirah, helm tanpa mahkota, kuil mini yang dapat dibawa-bawa, tasbih Budha, tiang bendera…. Bahkan ada sandal berlak berukir indah dan bertatah emas, perak, dan indung mutiara. Dari lubang di langit-langit, Matahachi mengintip keluar dengan wajah bingung. “Sudah semua?” “Tidak, ada satu lagi,” kata Oko seraya pergi cepat-cepat. Sesaat kemudian ia sudah kembali membawa sebilah pedang, satu seperempat meter panjangnya, dari kayu ek hitam. Takezo mulai mengeluarkan barang itu pada Matahachi, tetapi bobot, lengkung dan sempurnanya keseimbangan senjata itu demikian mengesankannya, sampai tak dapat ia melepaskannya. Ia pun menoleh kepada Oko dengan pandangan tersipu. “Apa tak bisa Ibu menghadiahkan ini padaku?” tanyanya dengan mata memancarkan kepasrahan. Ia memandang kakinya sendiri, seakan-akan hendak mengatakan bahwa ia memang belum melakukan sesuatu yahg pantas mendapat ganjaran pedang itu. “Apa kau betul-betul menginginkannya?” jawab nyonya itu dengan lembut, dengan nada seorang ibu. “Ya…ya… tentu!” Sekalipun wanita itu tidak benar-benar mengatakan Takezo boleh memilikinya, namun ia tersenyum, memperlihatkan dekik pipinya, dan tahulah Takezo bahwa pedang itu sudah menjadi miliknya. Matahachi melompat turun dari langit-langit, meledak oleh rasa iri. Ia pun merabaraba pedang itu dengan tamaknya, membuat Oko tertawa. “Coba lihat, orang kecil ini merajuk karena tidak dapat hadiah!” Ia mencoba menenteramkan hati Matahachi dengan memberikan pundit-pundi kulit yang manis dan berbatu akik. Matahachi tidak tampak terlalu senang. Matanya terus tertuju kepada pedang kayu ek hitam itu.

16

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Perasaannya terluka, dan pundit-pindi itu hanya sedikit dapat menyembuhkan harga dirinya yang terluka. Keika suaminya masih hidup, Oko rupanya punya kebiasaan mandi uap secara santai tiap malam, merias diri, dan kemudian minum sedikit sake. Singkatnya, ia menghabiskan waktu untuk merias diri sebanyak yang dihabiskan geisha yang terbesar bayarannya. Ini bukanlah jenis kemewahan yang dapat dikembangkan oleh orang biasa, tetapi ia berkeras melakukannya, bahkan ia telah mengajar Akemi mengikuti kebiasaan yang sama itu, sekalipun gadis itu menganggapnya menjemukan, dan alasannya tidak dapat ia pahami. Oko tidak hanya suka senang; ia pun berketetapan untuk tetap muda selama-lamanya. Malam itu, selagi mereka duduk di sekitar perapian ceruk, Oko menuangkan sake untuk Matahachi dan mencoba meyakinkan Takezo untuk juga mencobanya. Ketika Takezo menolak, ia letakkan mangkuk itu ke tangan Takezo, ia tangkap pergelangan tangannya, dan ia paksa Takezo mengangkat mangkuk itu ke bibirnya. “Laki-laki udah sewajarnya minum,” umpatnya. “Kalau kau tidak dapat melakukannya sendiri, akan kubantu.” Berulang kali Matahachi menatap Oko denganperasaan tak enak. Sadar akan pandangan Matahachi itu, Oko bahkan semakin berani terhadap Takezo. Sambil meletakkan tangannya secara main-main di lutut Takezo, mulailah ia mendendangkan lagu cinta yang sedang popular. Sampai di sini, Matahachi pun merasa sudah sampai batas kesabarannya. Sambil tiba-tiba menoleh kepada Takezo, ia berucap, “Kita mesti lekas meneruskan perjalanan!” Ucapan ini mencapai sasarannya. “Tapi… tapi… ke mana kalian akan pergi?” Tanya Oko terbata-bata. “Kembali ke Miyamoto. Ibuku dan tunanganku tinggal di sana.” Oko hanya sekejap terkejut; sebentar kemudian ia sudah dapat menguasai dirinya kembali. Matanya menyempit, senyumnya membeku, dan suaranya menjadi getir. “Nah, harap dimaafkan karena aku telah menghambat kalian, telah menerima kalian, dan memberikan tempat pada kalian. Kalau memang ada gadis yang menanti kalian, lebih baik kalian lekas-lekas saja pulang. Jangan kiranya aku menahan kalian!” Sesudah menerima pedang ek hitam itu, Takezo tak pernah lagi terpisah darinya. Memegangnya saja merupakan kenikmatan yang tak terlukiskan baginya. Sering ia meremas gagang pedang itu erat-erat, atau menggesekkan sisinya yang tumpul pada telapak tangannya, hanya untuk merasakan betapa sesuai lengkung dengan panjangnya. Bila tidur ia dekap pedang itu ke tubuhnya. Sentuhan dingin permukaan kayu itu pada pipinya mengingatkannya pada lantai dojo, di mana ia pernah mempraktekkan teknik-teknik main pedang pada musim dingin. Alat yang

17

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI hampir sempurna, dan sekaligus merupakan benda seni dan maut ini, membangkitkan kembali di dalam dirinya semangat tempur yang telah ia warisi dari ayahnya. Takezo mencintai ibunya, tetapi ibu itu telah meninggalkan ayahnya dan pergi ketika Takezo masih kecil, meninggalkannya sendirian dengan Munisai, seorang ayah yang gila tata tertib, yang tak tahu bagaimana memanjakan anak dalam suasana yang tidak menguntungkan seperti itu. Apabila ayahnya ada, anak itu selalu merasa kikuk dan ketakutan, tidak pernah merasa santai. Ketika berumur sembilan tahun, begitu besar hasratnya akan kata manis ibunya, hingga ia pernah melarikan diri dari rumah dan nekat pergi ke Propinsi Harima, tempat ibunya tinggal. Takezo tak pernah mengerti mengapa ibu dan ayahnya bercerai, dan pada umur sekian, penjelasan tentang itu pun tidak akan banyak menolong. Ibunya telah kawin dengan samurai lain, dan mendapat seorang anak lagi. Begitu pelarian kecil itu sampai di Harima, ia tidak membuang-buang waktu lagi untuk menemukan ibunya. Ibunya lalu membawanya ke daerah hutan di belakang kuil setempat, supaya tidak kelihatan orang, dan di sana sambil berurai air mata ia pun memeluk anaknya itu erat-erat dan menyuruhnya kembali kepada ayahnya. Takezo tak pernah melupakan adegan itu; setiap detailnya akan tetap hidup dalam kenangannya, sepanjang umurnya. Sebagai seorang samurai, tentu saja Munisai mengirimkan orang-orangnya untuk memperoleh kembali anaknya, begitu ia mengetahui anaknya hilang. Sudah jelas ke mana perginya anak itu. Takezo pun dikembalikan ke Miyamoto seperti seikat kayu bakar, diikat di punggung kuda yang tidak bersadel. Sebagai pembuka, Munisai menyebutnya anak bandel yang kurang ajar, dan dengan keberangan yang hampir mencapai histeris, ia sabet anaknya sampai ia tak kuat menyabet lagi. Takezo ingat lebih gamblang daripada apa pun di dunia ini, betapa sengit ultimatum ayahnya waktu itu. “Kalau sekali lagi kau pergi ke ibumu, tak akan kuakui kau sebagai anak.” Tidak lama sesudah kejadian itu. Takezo mendengar kabar bahwa ibunya jatuh sakit dan meninggal. Kematian itu berakibat berubahnya Takezo dari seorang anak pendiam dan pemurung menjadi anak kampung yang jail. Munisai pun akhirnya menjadi takut. Ketika ia mendatangi anak itu dengan pentung, anak itu menantangnya dengan tongkat kayu. Satu-satunya orang yang bisa menandinginya adalah Matahachi, yang juga anak seorang samurai; semua anak lain tunduk pada perintah Takezo. Waktu ia berumur dua belas atau tiga belas tahun, badannya sudah hampir setinggi orang dewasa. Pada suatu kali, seorang pemain pedang pengembara bernama Arima Kihei menaikkan panjipanji berhias emas, dan menyatakan siap melawan siapa saja penantang dari kampung itu. Takezo berhasil membunuh orang itu tanpa kesukaran, dan mendapat pujian dari orang-orang kampung atas keberaniannya.

18

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Namun penghargaan itu singkat saja umurnya, karena bersamaan dengan bertambahnya umur, ia pun jadi semakin tak dapat dikendalikan dan brutal. Banyak orang yang menganggapnya sadis, dan apabila ia muncul di suatu tempat, orang pun segera menyingkir. Sikap Takezo terhadap mereka semakin menjelaskan sikap dingin mereka terhadapnya. Ketika ayahnya yang tetap keras dan kasar akhirnya meninggal, unsur kejam di dalam diri Takezo lebih membesar lagi. Kalau tidak karena kakak perempuannya, Ogin, Takezo barangkali sudah lebih tak bisa dikendalikan lagi dan telah diusir dari kampung oleh penduduk yang marah. Untunglah ia menyayangi kakaknya, dan karena tak tahan melihat air mata kakaknya, biasanya ia pun melakukan apa saja yang diminta kakaknya. Pergi perang bersama Matahachi merupakan titik balik bagi Takezo. Hal itu menunjukkan bahwa bagaimanapun ia mau merebut kedudukan di tengah masyarakat, sejajar dengan orangorang lain. Tetapi kekalahan di Sekigahara sekonyong-konyong telah menghilangkan harapanharapan seperti itu, dan ia pun mendapati dirinya sekali lagi tercebur ke dalam kenyataan gelap yang menurut anggapannya telah ia tinggalkan. Namun ia seorang pemuda yang diberkati sifat riang yang mulia, yang hanya dapat berkembang di zaman perjuangan. Selagi tidur, wajahnya setenang wajah bayi, sama sekali tak terusik oleh pikiran-pikiran hari esok. Memang ia mengalami juga mimpi-mimpi, baik di waktu tidur maupun terjaga, tapi tidak banyak ia mengalami kekecewaan yang sebenar-benarnya. Karena modalnya hanya sedikit, maka hanya sedikit pula ia kehilangan; sekalipun dalam makna tertentu ia sudah tercerabut, namun ia terbebaskan juga dari belenggu. Melihat napasnya yang dalam dan tetap, sementara ia memeluk erat pedang kayunya itu, barangkali Takezo sedang bermimpi; senyuman halus tersungging pada bibirnya, sedangkan bayangan kakak perempuannya yang lembut dan kota kelahirannya yang damai berpancaran turun seperti air terjun dari gunung, di hadapan matanya yang terpejam dan berbulu lebat itu, Oko menyelinap ke dalam kamarnya sambil membawa lampu. “Sungguh wajah yang damai,” bisik Oko dengan kagum, lalu ia pun mengulurkan tangan dan menyentuh sedikit bibir Takezo dengan jemarinya. Kemudian ia mematikan lampu dan berbaring di samping Takezo. Seraya meringkuk seperti kucing, sedikit demi sedikit ia merapatkan tubuhnya ke tubuh Takezo, sementara wajahnya yang putih dan gaun malam warna-warni yang betul-betul terlampau muda untuknya itu terbenam dalam kegelapan. Yang kedengaran saat itu hanyalah titik-titik embun yang jatuh di ambang jendela. “Ingin tahu juga, apakah dia masih perjaka,” kagumnya sambil mengulurkan tangan untuk menyingkirkan pedang kayu itu. Tapi begitu ia menyentuh pedang itu, Takezo langsung berdiri dan berteriak, “Pencuri! Pencuri!”

19

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Oko terlempar ke lampu, hingga bahu dan dadanya luka, dan Takezo memelintir tangannya tanpa ampun lagi. Oko menjerit kesakitan. Karena kagetnya, Takezo pun melepaskannya. “O. jadi ini tadi Ibu? Aku pikir pencuri.” “Oooh,” rintih Oko. “Sakit!” “Maaf, aku tidak tahu.” “Kau ini tak kenal kekuatan badan sendiri. Hampir lepas tanganku.” “Aku sudah minta maaf. Mau apa Ibu di sini?” Oko tak menghiraukan pertanyaan Takezo yang polos itu; ia tidak merasakan luka tangannya; dicobanya melingkarkan anggota badannya itu ke leher Takezo, dan gumamnya, “Kau tak perlu minta maaf. Takezo …” Ia pun menggosokkan punggung tangannya lembut-lembut ke pipi Takezo. “Hai! Apa pula ini? Apa Ibu gila?” teriak Takezo sambil meloloskan diri dari sentuhan wanita itu. “Jangan ribut begitu, tolol. Kau tahu perasaanku padamu.” Oko terus mencoba membelai Takezo, tapi Takezo menepak-nepaknya, seperti orang diserang gerombolan lebah. “Ya, dan aku sangat berterima kasih. Kami berdua tak akan melupakan betapa besar kebaikan Ibu, yang telah menerima kami dan segalanya itu.” “Maksudku bukan itu, Takezo. Aku bicara tentang perasaan wanitaku—tentang perasaan yang indah dan hangat terhadapmu.” “Tunggu dulu,” kata Takezo sambil melompat berdiri. “Akan kunyalakan lampu.” “Oh, bagaimana kau bisa begini kejam,” rengek Oko, dan bergerak lagi akan memeluk Takezo. “Jangan!” teriak Takezo marah. “Hentikan, sungguh! Hentikan!” Ada sesuatu dalam suara Takezo yang membuat Oko takut dan menghentikan serangannya, sesuatu yang tegas dan mantap. Takezo merasa tulang-tulangnya bergoyang dan giginya gemeretuk. Tidak pernah ia menghadapi lawan yang demikian berat. Bahkan ketika telentang di bawah kuda-kuda yang mencongklang lewat di Sekigahara, tak pernah jantungnya demikian berdentam. Ia pun duduk ngeri di sudut kamar “Kuminta ibu pergi dari sini,” mohonnya. “Kembalilah ke kamar ibu sendiri. Kalau tidak, akan kupanggil Matahachi. Akan kubangunkan seisi rumah!” Oko tidak beranjak. Ia duduk saja di kegelapan dengan napas berat, dan dengan mata menciut ia pun menatap Takezo. Ia tak mau ditolak. “Takezo,” gumamnya lagi. “Apa kau tidak memahami perasaanku?” Takezo tidak menjawab. “Tidak memahami?”

20

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Ya, tapi apa Ibu memahami perasaanku: diserang selagi tidur, dibikin takut setengah mati, dan dianiaya seekor macan dalam gelap?” Kini giliran Oko yang diam. Dari kedalaman kerongkongannya keluar bisikan seperti suara geraman, dan ia pun mengucapkan setiap suku katanya ini dendam. “Begitu tega kau mempermalukan aku?” “Aku mempermalukan ibu?” “Ya ini sungguh membikin malu.” Keduanya begitu tegang waktu itu, hingga tak terdengar oleh mereka ketukan pintu, yang agaknya sudah berlangsung beberapa lama. Ketukan itu dipertegas lagi oleh teriakan-teriakan. “Ada apa di dalam? Apa kau tuli? Buka pintu!” Berkas cahaya tampak di celah daun jendela. Akemi terbangun. Kemudian langkah kaki Matahachi terdengar mendekat, dan suaranya berseru, “Ada apa?” Kemudian dari gang rumah, Akemi berseru resah, “Ibu! Apa Ibu di situ? Jawab, Bu!” Oko menyerobot cepat kembali ke kamarnya sendiri yang berdekatan dengan kamar Takezo. Ia menjawab dari situ. Orang-orang lelaki di luar rupanya mendobrak daun jendela dan menyerbu ke dalam. Sampai di kamar perapian, Oko melihat enam atau tujuh pasang bahu lebar menyerbu dapur yang berdekatan dan berlantai kotor. Letaknya agak di bawah, karena memang dibuat lebih rendah dari ruangan-ruangan lain. Seorang di antaranya berteriak, “Tsujikaze Temma di sini. Kasih lampu!” Orang-orang itu menyerobot masuk ke dalam ruang tamu. Mereka bahkan tidak melepas sandal, suatu tanda kekasaran yang sudah melekat. Mereka mulai melongok ke sana kemari––ke lemari, ke laci-laci, ke bawah tatami jerami tebal yang menutup lantai. Temma mendudukkan diri dengan megahnya di dekat perapian, sambil mengawasi kaki tangannya menggeledah ruangan-ruangan itu dengan sistematis. Ia betul-betul menikmati pekerjaan itu, tapi dengan segera ia bosan karena tidak melakukan apa-apa. “Terlalu lama!” geramnya sambil menghantamkan tinju ke tatami. “Kau pasti menyimpannya sebagian di sini. Di mana barang itu?” “Aku tak merngerti apa yang kau bicarakan,” jawab Oko sambil melipat dengan sabar kedua tangannya di perut. “Jangan bicara begitu, perempuan!” lenguh Temma. “Mana barang itu? Aku tahu barang itu ada di sini!” “Aku tak punya apa-apa!” “Tak punya?” “Tak punya.”

21

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Kalau begitu, barangkali memang kau tidak memilikinya. Barangkali salah informasi yang kuterima….” Ia pun memandang Oko dengan tajam, sambil menarik-narik dan menggaruk-garuk jenggotnya. “Cukup, anak-anak!” gunturnya. Sementara itu, Oko sudah duduk di kamar sebelah. Pintu dorongnya terbuka lebar, seakanakan hendak mengatakan bahwa Temma dapat memeriksa terus tempat yang dicurigainya. “Oko,” panggil Temma kasar. “Apa maumu?” terdengar jawaban dingin “Bagaimana kalau minum sedikit?” “Mau sedikit air?” “Jangan paksa aku…,” ancam Temma memperingatkan. “Sake ada di sana. Minumlah kalau mau.” “Ai, Oko,” kata Temma melunak. Ia hampir-hampir mengagumi Oko karena sikap keras kepalanya yang dingin. “Jangan begitu. Aku sudah lama tak berkunjung. Apa begini caranya menyambut teman lama?” “Berkunjung!” “Sudahlah kau ikut bersalah juga. Sudah banyak yang kudengar tentang apa yang dilakukan ‘janda tukang moxa dari berbagai orang, sampai rasanya tak mungkin semua itu bohong. Kudengar kau menyuruh anakmu yang cantik itu mempreteli mayat-mayat. Nah, kenapa dia mesti melakukan hal seperti itu?” “Tunjukkan padaku buktinya!” jerit Oko. “Mana buktinya!” “Kalau ada rencanaku menggalinya, mana mungkin aku mengingatkan Akemi sebelumnya? Kau tahu sendiri aturan permainannya. Ini wilayahku, dan aku harus memeriksa rumahmu. Kalau tidak, semua orang akan menyangka mereka bisa lepas begitu saja sesudah melakukan hal seperti itu. Kalau begitu, di mana nanti tempatku? Aku harus melindungi diriku, tahu!” Oko menatap Temma dalam kediaman baja, kepalanya setengah tertoleh kepadanya, sedangkan dagu dan hidungnya terangkat bangga. “Baiklah, akan kulepaskan kau kali ini. Tapi ingat, aku bersikap baik sekali kepadamu sekarang.” “Baik kepadaku? Siapa? Kau? Menggelikan!” “Oko,” bujuk Temma, “ke sinilah, dan tuangkan minuman untukku.” Tapi ketika Oko tidak juga memperlihatkan tanda-tanda akan bergerak, ia pun meledak, “Anjing gila kau! Apa kau tidak tahu, kalau kau bersikap baik padaku, tidak bakal kau hidup seperti ini?” Temma mereda sedikit, kemudian nasihatnya, “Pikirlah dulu.” “Aku memang tenggelam dalam kebaikan hati Tuan,” terdengar jawaban yang berbisa. “Kau tak suka padaku?”

22

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Coba jawab pertanyaan ini: Siapa yang membunuh suamimu? Aku yakin kau ingin aku percaya bahwa kau tidak tahu, kan?” “Kalau kau mau membalas dendam pada pelakunya , aku akan membantumu dengan senang hati. Aku bisa membantu dengan jalan apa pun.” “Jangan berlagak bodoh!” “Apa maksudmu?” “Kau sudah banyak mendengar dari orang banyak. Apa mereka tidak mengatakan padamu bahwa kau sendirilah yang membunuhnya? Apa kau belum mendengar bahwa Tsujikaze Temma itulah pembunuhnya? Semua orang tahu. Boleh saja aku janda seorang bandit, tapi aku belum jatuh begitu rendah sampai mau main ke sana kemari dengan pembunuh suamiku.” “Kau rupanya memang harus mengatakannya: tak bisa kau membiarkan saja hal itu, ya!” Sambil tertawa, Temma mengosongkan sakenya dalam sekali teguk, dan menuang lagi. “Kau tahu, mestinya kau tidak mengatakan hal-hal seperti itu. Itu tak baik untuk kesehatanmu atau kesehatan anakmu yang manis!” “Aku akan mendidik Akemi dengan semestinya, dan sesudah dia kawin, aku akan kembali menghadapimu. Ingat kata-kataku ini!” Temma tertawa lagi hingga bahu dan seluruh tubuhnya berguncang. Setelah mereguk seluruh sake yang dapat ditemukannya, ia pun memberi isyarat kepada salah seorang kaki-tangannya yang ditempatkan di sudut dapur, tombaknya tegak sejajar dengan bahunya. “He, kau,” katanya dengan suara menggelegar, “geser papan langit-langit itu dengan pangkal tombakmu!” Orang itu tunduk pada perintah Temma. Ia mengitari kamar sambil menyodok-nyodok langitlangit, dan kekayaan Oko pun berjatuhan ke lantai, seperti hujan es. “Seperti sudah kuduga,” kata Temma sambil berdiri dengan kikuknya. “Coba lihat, anakanak. Bukti! Dia telah melanggar peraturan, tak sangsi lagi. Bawa dia keluar dan kasih hukumannya!” Orang-orang itu pun berduyun-duyun ke kamar perapian, tapi sekonyong-konyong mereka terhenti. Oko berdiri mematung di pintu, seakan menantang mereka untuk menjamahnya. Temma, yang telah turun ke dapur, memanggil tak sabar, “Apa yang kalian tunggu? Bawa dia kemari!” Tak ada yang bergerak. Oko terus menatap orang-orang itu dari atas, dan orang-orang itu tetap saja seperti lumpuh. Temma pun memutuskan untuk mengambil alih. Sambil mendecapkan lidahnya ia mendekati Oko, tetapi ia pun tiba-tiba terhenti di depan pintu. Di belakang Oko, tidak kelihatan dari dapur, berdiri dua pemuda berwajah ganas. Takezo menggenggam rendah pedang kayunya, siap mematahkan tulang kering pendatang pertama atau siapa pun yang cukup bodoh untuk mengikutinya. Di pihak lain, Matahachi menggenggam pedang tinggi-tinggi, siap menebaskannya ke leher pertama yang berusaha menerobos pintu masuk. Akemi tidak kelihatan.

23

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

hingga tebasan itu mental mengenai sarung pedang Temma. “Mestinya tidak ada lelaki di rumah ini. Itu berbahaya.” Kedua pemuda itu sama sekali tidak bergerak. sifat yang sekaligus liar dan murni. Inilah orang terkuat yang pernah dihadapinya. kalian berdua… Kalian pasti dari Sekigahara! Hati-hatilah kalian—kuperingatkan kalian. sifat yang mengingatkan orang pada prajurit .prajurit ganas jepang kuno. “Aku pernah lihat orang itu berjalan bersama Akemi beberapa hari yang lalu—yang memegang tongkat itu. jadi begitu ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “O. Temma memberi isyarat pada kaki-tangannya untuk menyingkir. sementara Takezo menanti dengan pedang kayu eknya yang terpasang horizontal. “Tak ada di daerah ini yang tidak kenal nama Tsujikaze Temma! Akan kutunjukkan pada kalian. Ia menjerit. Ketegangan memuncak. Ia mendarat ke dinding. ia takkan setengah-tengah membunuhnya. Pedang itu mendecit di kegelapan. dan ketika turun ia menerjang Takezo derngan kekuatan batu besar. Tidak kenal pula sikap lunak. Hatinya sudah bulat. Ia akan memastikan benar bahwa tak ada sepenggal nafas pun tertinggal. ruangan sudah penuh oleh asap.co.” raung Temma.id and dimhad. bandit itu berkelit. lalu mengayunkan pedangnya dengan segenap kekuatan. Oko telah melarikan diri ke sudut terdekat. suatu ciri yang membuat ayahnya tak bisa menyukai anak itu. syauqy_arr@yahoo. “Hai. Matahachi pun menebaskan pedang dengan kedua tangannya. Manusia lembu itu telah melenting ke udara pada waktunya. tapi tidak terdengar suara benturan. Siapa yang satunya?” Matahachi ataupun Takezo tidak menjawab. apa yang kami lakukan terhadap gelandangan!” Sunyi. sehingga Temma terlempar ke udara. mengguncangkan rumah dan segala isinya. Temma mencengkeram lehernya dan mendaratkan dua-tiga pukulan yang membuat tengkorak Takezo seperti pecah. Waktu kecil pun sudah ada sifat primitif dalam darahnya. dan ranting-ranting menyala yang kejatuhan tubuhnya menjadi bunga api ke langit-langit. tetapi 24 thanks to. Ia mengincar kaki Temma. Itu ciri alamiah. yang tiba-tiba ingat adegan di sisi gunung. langsung berdiri dan melarikan diri. dikejar oleh Takezo.com . Ia makhluk ekstrem. Seorang di antaranya terjatuh ke perapian. Takezo merasa seakan berkelahi dengan seekor beruang. Ketika Takezo mengangakt pedang kayunya untuk dihantamkan ke kepala Takezo. Itulah sifat Takezo. Kemudian Takezo mendapat kesempatan lagi. Dalam beberapa detik saja. Takezo sudah memutuskan untuk tidak membiarkan Temma lolos. Ini berarti mereka bermaksud menjawab dengan senjata.webng. Kalau berhasil menangkap orang itu. tapi orang tua itu terlalu cepat baginya. Munisai telah mencoba dengan cara apa pun yang khas bagi golongan militer untuk mengatasi kebuasan anaknya dengan menghukumnya keras-keras dan sering-sering.” rintih Temma. Sifat itu tak kenal cahaya peradaban ataupun tempaan pengetahuan. “Aarrrghh!” Temma menerjang ke ruangan itu.

kembalilah ia ke rumah. semakin ia bersikap seolah ia berkuasa atas mereka. Dari kegelapan terdengar suara Matahachi. menghapus banjir keringat yang turun dari keningnya. tanpa nyawa dan sendirian. dengan penuh kebanggaan ia berkata. Dan kini. Baginya tidak ada yang namanya merenungkan kegagalan dalam usaha ‘sejati’ yang pertama ataupun mempertanyakan suramnya masa depan. Makin jauh ia berlari. Kapten?” tanyanya penuh kemenangan. “Ada apa?” Matahachi berlari mendekat dan katanya sambil terengah-engah. Rambut Takezo menyapu telinganya. kaukah itu?” “Ya. Impian-impian di masa muda porak-poranda— meski ia tak punya banyak impian. “Yang lain-lain lari. pemimpin para bandit! Inilah lawan yang ia hasratkan bertanding di Sekigahara. melintasi lapangan yang gelap kelam. Terlampau mudah baginya mengancam orang-orang dusun yang sifatnya takut-takut. seperti celeng liar yang kebuasan sejatinya muncul pada waktu ketiadaan makanan. tidak menyesal karena tahu kalau orang itu yang menang. Takezo mengangkat tangan. syauqy_arr@yahoo. sama sekali tanpa urusan di dunia ini. Sepuluh langkah di depannya Temma melarikan diri seperti terbang. ia pun mulai bosan dengan berlagak sebagai pemilik dusun itu. matanya lepas dari ceruknya. Sambil melebarkan bahunya. sambil meneriakkan katakata ejekan. “Pengecut!” bentaknya. “Jangan lari! Dan ayo lawan aku!” Takezo berlari seperti kilat. dan ia menerima seluruh bencana berdarah itu dengan tenang saja. Ia merasa bahagia—lebih bahagia daripada kapan pun dalam hidupnya.” Matahachi mengangkat pedangnya yang berlumuran darah sampai ketangan gagangnya.co. “Aku bunuh satu! Bagaimana denganmu?” “Aku bunuh satu juga. “Takezo.” jawab Takezo kering.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI akibatnya hanya membuat anak itu lebih liar.com . Dengan sikap acuh tak acuh. Sekigahara telah memberikan kepadanya pelajaran pertama tentang apa sebenarnya dunia ini. kebetulan saja ia tertumbuk pada kakap yang sungguh besar--Tsujikaze Temma. ia sendiri akan terbaring di sana. Ia mulai memimpikan hal-hal yang lebih besar. “Puas. Maka ia pun melompat ke punggung Temma. Semakin orang kampung menghinakan pemuda kasar itu.id and dimhad. Ia merasa bebas. Tubuh bandit yang besdar dan berat itu jatuh ke bumi dengan suara yang berdebam dan terguling. Ia belum tahu arti disiplin pribadi. dan jeritan yang membekukan darah mengoyak malam yang tenang. Ketika anak alam itu sudah besar. makin dekat ia pada kegairahan binatang semata-mata. dan tulangtulang rusuk yang patah pun mencuat dari kulitnya.webng. Orang yang tidak tahu kejadian barusan akan menyangka ia hanya keluar malam untuk jalan-jalan. Darah menyembur di ujung pedang kayu itu. Dua-tiga pukulan berat dijatuhkan lagi ke tubuh itu. 25 thanks to. Tengkoraknya hancur.

Semula ia pikir janda dan anak gadisnya itu akan senang sekali mendengar berita kematian Temma. mereka pun menuju lampu yang tampak dari jauh. “Matahachi sudah cukup tinggi. ketika membungkuk kesal di dekat api. wanita-wanita yang manis ini. cemberut begitu?” “Apa betul begitu kelihatannya?” “Ya. ha! Ini baru perkelahian. membasahi rambutnya. Kelihatannya seperti kalian sedang berkabung.id and dimhad. betul sekali. Sambil memaki binatang itu. Sambil berkeciap senang. Memang malam sebelumnya Akemi bertepuk tangan gembira ketika pertama kali mendengar tentangnya. "Inilah balasannya!" katanya pada diri sendiri sambil mengambil teh pahit yang dituangkan Akemi untuknya dan berjongkok. ia tampak lebih muram lagi. dan mereka puas seperti sepasang anak kucing yang makan kenyang. seakan-akan mencoba mereguk sinar matahari dan seluruh udara yang ada di langit. ha-ha-ha!” Kedua pemuda itu penuh percikan darah kental.co. Seekor kuda gelandangan melongokkan kepalanya ke jendela dan melihat-lihat sekitar rumah. dan hari ini. 26 thanks to. "Ada apa dengan Ibu?" tanya Matahachi. mereka tidak akan lekas lupa.” kata Takezo. Takezo berlari ke belakang rumah dan melepas baju sampai pinggang. menguap. kenapa pula kalian. syauqy_arr@yahoo. Seraya menengadah ia menarik napas dalam-dalam beberapa kali. Untuk kedua orang ini. Matahachi masuk ke kamar perapian.com . Sambil merundukkan badan di sisi sungai gunung yang bersih dan sejuk itu ia memercikkan air ke wajahnya. “Apa kau kira sudah sore?” “Tidak mungkin!” Sesudah tidur nyenyak. Matahachi dengan pedang yang juga berdarah. yang ada hanya hari ini dan besok. Takezo menampar telak hidungnya. peristiwa-peristiwa malam sebelumnya sudah terlupakan sama sekali. berucap betapa enak tidurnya. Masih mengantuk.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bajingan-bajingan pencuri ini pengecut! Tak punya nyali! Cuma bisa melawan mayat. Ia mengucapkan selamat pagi kepada Oko dan Akemi dengan riang. Dengusnya membangunkan kedua orang yang sedang tidur. Matahachi meregangkan badan. Apa yang mesti dirisaukan? Kami telah membunuh pembunuh suami ibu dan menghantam kaki-tangannya. Tetapi Oko dari semula sudah tampak tidak enak.” Kekecewaan Matahachi tidak sukar diterka. la berpendapat Oko adalah wanita yang paling sukar disenangkan hatinya di dunia ini. dan membasuh dada dan punggungnya. Takezo dengan pedang berdarah. “He.

Tapi lain sekali halnya kalau orang itu menyerang selagi kita tidur nyenyak. memandang ke kejauhan. tak berbuat apa-apa!" sela Oko.." "Tentu saja. Matahachi membusungkan dadanya dan katanya. "kau rupanya belum mengerti." ". Jalan pikiran Matahachi hanyalah. itu mudah.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Oko tersenyum lesu." katanya letih. tapi kalian kekanak-kanakan! Bahkan terhadap aku! Temma punya adik lelaki bernama Tsujikaze Kohei. Oko pun sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada lagi yang dapat dilakukannya kecuali meninggalkan rumah itu beserta cara hidupnya dan pergi jauh dari situ.. "Ke mana pula dia pergi tadi?" Ia pun berjalan ke luar dan mencari ke sekitar situ. "Aku tidur seperti orang mati” Sementara duduk bertopang dagu dan berpikir. kalau orang menyerang kita di tempat terbuka. Tsujikaze Kohei agaknya memiliki gerombolan besar pengikut di sekitar Yasugawa di Kiso. syauqy_arr@yahoo. Sejenak kemudian ia memayungi matanya dengan tangan. Takezo dan aku akan. Ia pun bertanya pada Matahachi.." demikian diakuinya. dan kalau dia datang mencari kalian. Kami tidak takut akan macam orang-orang yang ikut dengan orang seperti itu. Orang brengsek seperti dia selalu punya banyak pengikut.id and dimhad. . 27 thanks to. tapi Takezo tidak tampak di mana pun. tapi sementara Oko meneruskan pembicaraannya ia mulai berpikir barangkali Oko ada benarnya. Temma punya beratus-ratus pengikut. Kalau kami dapat membunuh dia kenapa kami mesti takut kepada anak buahnya? Kalau mereka mencoba menyerang kami. ia ahli berkelahi dan luar biasa mahir dalam menangkap orang yang lepas dari tangkapannya.webng. kalian berdua jadi satu pun tak akan punya kesempatan menang!" Ini bukan macam pembicaraan yang suka didengar oleh Matahachi. dan melihat Takezo sedang menaiki kuda. "Aku akan membicarakannya dengan dia" jawab Matahachi. Atau Ibu pikir Takezo dan aku ini pengecut? Mau merangkak mengundurkan diri? Ibu kira siapa kami ini?" "Kalian bukan pengecut. apa yang hendak dilakukannya beserta Takezo.com . "Matahachi.. Sebegitu jauh belum ada orang yang dapat hidup normal sesudah Kohei secara terbuka menyatakan akan membunuhnya. Dan bukan hanya itu. "Siapa bilang begitu? Datangkan mereka sebanyak-banyaknya! Mereka tak lebih dari serombongan cacing. iri kepada anak muda yang belum banyak mengecap asam garam kehidupan di dunia ini. "Itulah kelemahanku.

Miyamoto memiliki rona eksotik sebuah kampung yang sering dikunjungi oleh penduduk yang datang dari beberapa provinsi dan dapat membanggakan tidak hanya losmennya. Yang Dipertuan Shimmen dari Iga memiliki sebuah puri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 3. hampir-hampir seperti peri. Jalannya anggun. ia tampak bagai patung porselen. Sosoknya itu menyiratkan kesan kudus.co. sehingga sukar dibajak. Rombongan perempuan malam juga berlabuh di sana. dan sejak ia meninggalkan 28 thanks to. tapi dahulu pernah memiliki daya tarik bagi para penambang dan mana-mana. yang lain berkerumun jauh di atas perbukitan. jalan raya Mimasaka merupakan jalan utama. Tidak seperti gadis-gadis petani yang tegap dan merah sehat. Sampai kira-kira setahun sebelum itu. tapi puri yang memikat para tukang dan pedagang untuk selalu datang. gerak-gerik Otsu halus. Seperti halnya pancang-pancang yang menandai perbatasan MimasakaHarima. Jika dilihat secara keseluruhan. dan di situ sering kali mereka terkejut melihat sebuah kampung yang cukup besar. lehernya jenjang dan kepalanya tegak. Mereka biasa mondar-mandir di depan rumah usahanya. berkelok-kelok melewati dataran yang dalam peribahasa dilukiskan sebagai "berbukit-bukit". Otsu duduk melamun. Pesta Bunga PADA abad tujuh belas. Sebagai bayi temuan di kuil gunung ini.com . membuat matanya memancarkan pandangan kontemplatif dan sungguhsungguh tajam.webng. Leher mereka dipupur putih seperti mode waktu itu. hanya satu tahun lebih tua darinya. Matahachi. jumlah rumahrumah itu cukup memadai untuk suatu pemukiman pedesaan pada waktu itu. Para musafir yang bepergian dari Tottori ke Himeji atau dari Tajima ke Bizen lewat pegunungan itu biasanya menggunakan jalan raya tersebut. seperti kelelawar putih di bawah tepi atap. syauqy_arr@yahoo. Ia gadis lembut. berkulit terang dan berambut hitam mengilat. tunangannya. dan biasanya mereka juga singgah di Miyamoto. Kini. yang cenderung menolak lelaki yang terbiasa dengan perempuan sembarangan. jalan itu menelusuri rangkaian pegunungan yang seakan tanpa akhir. yang bekerja di sawah di bawah sana. melainkan juga toko pakaiannya. tak sampai satu mil jauhnya dari sungai-sebuah puri kecil sebagaimana puri-puri lain. Para musafir yang muncul dari Celah Nakayama biasa memandang ke lembah Sungai Aida. Sebetulnya Miyamoto lebih tepat dinamakan perserakan dusun daripada sebuah kampung yang sesungguhnya. ia punya sifat menyendiri yang jarang ditemukan pada gadis umur enam belas tahun. Keengganannya bergaul dengan gadis-gadis lain seumurnya dan dari dunia kerja. Sambil memandang puncak-puncak atap Miyamoto. dan yang lain lagi mengambil tempat di tengah dataran terbuka berbatu-batu. Lebih jauh ke utara terdapat tambang perak Shikozaka yang kini sudah lewat zaman keemasannya. Itulah kota yang ditinggalkan oleh Takezo dan Matahachi untuk pergi berperang. Sekelompok rumah berderet di sepanjang sisi-sisi sungai. selagi duduk di ujung emperan kuil Shippoji. Jalan itu membentang dari Tatsuno di Provinsi Harima. sosok tubuh dan anggota badannya indah dan kelihatan rapuh.id and dimhad.

id and dimhad." demikian tanya Otsu. Tapi tak seorang pun memperhatikan keluhannya. Sungguh aku 29 thanks to. memang begitu. Tapi bagaimana dengan prajurit biasa? Apakah tidak wajar kalau mereka pulang? Bukankah mereka sudah akan pulang lama berselang.co. dan ia tidak lagi berani berharap. memang tidak. Tiba-tiba ada suara lelaki menyerbu pulau kedamaiannya. “Otsu!" Gelandangan yang telah membangunkan mereka dengan ringkiknya itu. dan pelan-pelan muncullah pikiran di kepalanya. sesudah bulat pikiran kita. Ia dapat menyendiri berjam-jam lamanya di tempat itu. ayo kita pergi. namun kini bulan keempat sudah dekat. "Sekarang. "kenapa orang-orang pergi berperang?" Kini ia sudah bisa menikmati kesenduan duduk sendiri di emperan kuil dan merenungkan hal yang muskil itu. Bagi orang kampung yang bersahaja. Tiba-tiba aku menyadari sangat kehilangan Otsu." Matahachi berguling dan memandang ke langit.webng. bertelanjang punggung. "Seperti tak ada masalah di dunia ini baginya. tenggelam dalam angan-angan murung. tidak ada alasan lagi untuk menyimpulkan bahwa mereka masih hidup." Setidak-tidaknya itulah keyakinan Takezo. Matahachi berkata. dengan harapan atau dengan suara dan mata mengimbau. entah untuk keberapa kalinya. menurut pendapatmu kita mesti pulang?" "Ya. kalau mereka memang masih hidup? "Kenapa. Kita tak dapat tinggal dengan kedua wanita ini selamanya. Bahkan sampai bulan pertama dan kedua tahun baru ini la merindukan berita tentang Matahachi. membicarakan apa yang akan mereka lakukan kemudian. Dengan malas pandangannya mengawang ke awan-awan. "Baik. agar orang lain itu membantahnya dan memintanya untuk tidak berputus asa." "Ya. syauqy_arr@yahoo. "Hei." "Aku tak suka perempuan. berputar-putar di kaki gunung. Tak seorang pun anggota keluarga Yang Dipertuan Shimmen pulang dari Sekigahara. "Saudara perempuan Takezo pun tidak mendengar berita tentang Takezo. Kalau begitu. kalau aku menyangka di antara mereka ada yang masih hidup. mereka telah kalah. dan itu wajar sekali. "Jadi. Bodoh aku.com . Mereka keluarga samurai." kata Matahachi pada diri sendiri dengan rasa iri. Tak akan mereka berkehendak memperlihatkan wajahnya kepada orang-orang yang mengenalnya. Dengan tangan mencorong di depan mulut ia berseru. Otsu tidak mendengar kabar apa-apa tentangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto bersama Takezo pada musim panas sebelumnya." Sekali-kali ia mengucapkan kata-kata itu pada seseorang. ingin rasanya aku cepat-cepat pulang. yang sudah terbiasa dengan pasukan Tokugawa yang menduduki kuil Shimmen sederhana itu. Takezo! Pulang! Kita mesti bicara!" Sesaat kemudian mereka sama-sama berbaring di rumput sambil mengunyah-ngunyah rumput. Sebentar lagi sudah satu tahun penuh.

"Tak ada gunanya menyisakan sesuatu untuk tikus-tikus di sini. "Kenapa pula kau sedih?" Oko sedang mengatur riasannya. kan?" Tanpa gumaman apa pun Takezo merebahkan diri asal saja. Betul. Akemi termenung. Akemi bertepuk tangan gembira ketika kedua pemuda itu sama-sama berlari melintasi rumput yang tinggi.id and dimhad.co. Matahachi menurunkan guci sake besar dari sebuah rak. yang baru saja dilepaskannya." "Atau cacing-cacing!" sambut Matahachi. Ia sudah sangat mabuk. begitu saja ia pergi sendiri ke tempat lain. sama rumitnya seperti biasa.. Sesudah makan malam. "Ayo balapan!" teriak Takezo. la baru saja mendengar bahwa kedua orang itu telah memutuskan untuk kembali ke rumah mereka. Oko menyandarkan badan pada Matahachi dan mulai membelainya sedemikian rupa. mereka merencanakan untuk minum sepuas-puasnya. tidurlah sendirian. Sungguh menyenangkan bahwa mereka tinggal di rumah itu. Karena malam itu malam terakhir. Matahachi mengawalnya ke kasurnya. dan hari sudah larut malam. Sementara memaki anak gadisnya... Takezo." gumam Oko mabuk. hingga Takezo memalingkan kepala karena malu.com . ia pun menatap Takezo di dalam cermin. "Tolol kau!" umpat ibunya. Oko pun agaknya mencurahkan perhatian khusus kepada wajahnya. Apabila kita tidak membutuhkannya lagi. Oko menoleh pada Takezo dan katanya dengki. Mereka pun berdiri. Seperti kebanyakan pengembara yang diam di padang-padang. "Kau. "Ayo!" Matahachi menimpali. syauqy_arr@yahoo. lalu mengempaskan diri di samping Takezo dan mulai mengisi sebuah botol pemanas kecil.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ingin melihatnya segera. ia pun tidak meminta apa-apa dari kita. Akemi memanggil mereka makan malam. seolah-olah ia adalah tuan rumah." Matahachi menjejak-jejak tanah sambil menunjuk langit. Lihat di atas itu! Ada awan yang bentuknya seperti raut muka Otsu. dan tiba-tiba teringatlah ia akan bau harum tajam wanita itu ketika menyerbu ke dalam kamarnya. aku. 30 thanks to.webng. dan ia ingin hal itu berlangsung selamanya. kuda gelandangan dianggapnya makhluk yang baik wataknya. "Aku. Dari rumah. Sampai di sana. meninggalkan awan debu di belakang mereka.. Mata Takezo mengikuti bayangan kuda menjauh. Dalam waktu singkat mereka telah mengosongkan tiga guci besar. Lihat! Bagian itu seperti rambutnya sesudah dikeramas. Kau suka tidur sendiri. Takezo menangkap pandangannya. "Jangan sampai ada setetes pun yang tak terminum!" katanya. sementara kepala Oko tersandar berat ke bahunya. tak bisa berjalan.

la ingin berteriak berang. tapi berkah campuran.id and dimhad. Barang-barang yang hari sebelumnya ditumpukkan Oko dan Akemi untuk perjalanan telah hilang. tapi tak ada jawaban. Begitu keadaan sedikit panas. "Matahachi babi!" katanya pada diri sendiri. sebelum pakaian Bapak kering!" 31 thanks to. babi?" Diinjaknya sisir merah itu. yang dapat dibayangkannya dengan jelas sedang menanti di kampung sana. tak seorang pun di lumbung. Orang itu hanya mengenakan cawat yang hampir tidak dapat memenuhi fungsinya. Otsu menoleh. Selagi ia duduk sedih di dapur. Ia biarawan Zen yang tigaempat tahun lalu datang ke tempat itu dari Provinsi Tajima. Satu-satunya jejak teman-temannya hanyalah sisir merah terang yang tergeletak di samping mulut pipa air yang terbuka. "Bagaimana dengan Otsu? Apa yang akan kauperbuat dengan dia? Apa tidak sudah terlalu sering dia kautinggalkan. "Hai. la memanggil. kuda gelandangan itu melongok tenang di pintu. aku orang yang punya selera. kembali ia teringat bagaimana Oko mencoba menggodanya malam hari belum lama ini. kalau aku menutup bunga-bunga itu. Terasa olehnya rumah itu kosong. Tidak ada pakaian. Ia melihat seorang laki-laki bertampang muda datang mendekati dari sumur. kutu-kutu busuk itu pun melanda negeri. dan ia pun tidak mengharapkannya lagi. melainkan karena rasa kasihan pada Otsu.com . ia pun pergi ke meja cuci dan dengan malasnya menjilati butir-butir padi yang menempel di sana.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ketika ia terbangun.webng. Karena Takezo tidak menepuk hidungnya. "Akhirnya datang musim semi. "Takuan! Bapak tak bisa ke mana-mana setengah telanjang begitu.co. anak buah seorang regent. tapi aku tak dapat menemukan tempat menggantungkan jubah ini! Otsu! Pinjami aku kayu jemuran. tak ada sandal-dan Matahachi pun tak kelihatan. hari telah tinggi. ia pun merasakannya. Mencium bau sisir. tolol!" teriaknya keras. Ia pun berseru. persis seperti Fujiwara no Michinaga. Mereka mencoba mengambil alih negeri." Sebentar kemudian ia pun meneruskan monolog itu. Sejak itu ia tinggal di kuil itu." pikirnya. Memikirkan hal itu saja darahnya menggelegak. Cobalah pikir. "Aku baru saja mencuci pakaianku. "Inilah yang mengalahkan Matahachi. si bangsat lihai. Dosa besar sekali dan menghina alam. Begitu membuka mata. dan kulitnya yang tertempa cuaca berkilau seperti emas redup patung Budha. Tak ada orang di halaman. tapi di mana akan kukeringkan jubah tua yang sudah compang-camping ini? Aku tak dapat menggantungkannya di pohon prem. bukan untuk diri sendiri. Rumah yang kosong memancarkan suasananya sendiri. tak ada orang di belakang rumah." kata biarawan itu. syauqy_arr@yahoo. "Musim semi suatu berkah." Wajah Otsu memerah melihat biarawan bercawat cekak itu. puas pada diri sendiri.

syauqy_arr@yahoo.com . sang tawon menukik lagi. Takuan bertanya polos. "Kerjaan apa?" "Kerjaan apa? Apa Bapak sudah lupa juga? Pertunjukan pantomim Bapak tadi yang mengingatkan saya. Kemudian saya harus menyiapkan segalanya untuk upacara pengurapan. Ketelanjangan itu sifat alamiahnya. Dan malam ini saya harus membuat teh manis. Melihat celah dalam cawatnya yang longgar itu." 32 thanks to. Ada hal-hal penting yang harus saya kerjakan:' Sementara ia memasukkan kakinya yang putih kecil itu ke dalam sandal. "0. di lapangan bawah. Takuan menirukan gaya patung kecil Budha yang setiap tahun sekali biasa diurapi para pemujanya dengan teh khusus. "Sebenarnya aku menanti saja sampai besok! Karena hari ini tanggal delapan. dan Otsu pun tertawa terbahak-bahak. nama yang diberikan kepadanya sesudah menjadi pendeta. dan gaya reinkarnasinya pun seketika berganti dengan gerak tangan yang kacau. Namun sekonyong-konyong Otsu berhenti tertawa. kalau sendirian." "Tanpa pakaian?" "Kau tak akan bisa memetik bunga secukupnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu. Aku ini titisan Pangeran Sidharta. bahkan bagi Otsu yang pendiam itu pun tak ada hari tanpa hiburan berupa apa yang dilakukannya atau dikatakannya." Dan dengan wajah saleh ia pun melagukan sabda pertama sang Budha. Kalau mereka menuangkan teh manis ke badanku. tapi saya tidak menganggap itu alamiah. saya tak bisa lagi membuang-buang waktu seperti ini. Pendeta tua menyuruh saya mengambil bunga untuk menghias kuil bunga. Sejak datangnya Takuan Soho. berdiri saja baik-baik di situ.webng. "Di langit sana dan di bumi ini hanya aku yang suci. Bapak ini keterlaluan!" Sambil mengangkat satu tangannya ke langit dan satu lagi menunjuk tanah. Bagaimana kalau begitu?" "Oh. aku akan tidur. lebih baik saya pergi sendiri. Jangan bergerak! Aku akan ambil teh untuk pengurapannya.id and dimhad. "Bapak betul-betul mirip. Kau perlu bantuan." "Mungkin saja. Lagi pula." Pada saat itu seekor tawon menyambar kepala Takuan." • Otsu pun tertawa geli melihat lagak Takuan yang kurang pantas itu.co. aku bisa berdiri saja seperti ini dan membiarkan orang-orang menunduk hormat padaku." "Kalau begitu. lho!" "Tentu saja mirip. manusia dilahirkan tanpa pakaian." "Di mana kau mengambil bunga?" "Dekat sungai. Saya harus menyiapkan segala sesuatunya untuk besok." "Aku akan mengawanimu. akan kukejutkan mereka dengan menjilat bibirku. hari ulang tahun sang Budha. Sudahlah.

lalu la pun menyelinap ke luar pintu samping.co. Cuma." 33 thanks to. menderita. Sejenak kemudian Takuan pun terpekur. Otsu meletakkan keranjangnya di tanah. "Nah. Otsu! Kau tahu. "Takuan. diikuti langkahlangkah panjang Takuan. "Jangan marah.webng. penjual pakaian. Aku cuma mau menyampaikan padamu ajaran sang Budha tentang nasib perempuan. kalau kita dapat menghabiskan hidup kita di surga penuh bunga. dan tersesat dalam pusaran derita dan kemarahan. "Aku bukannya bicara tentang tawon. dan di tengah lautan kupukupu yang sedang berterbangan mulailah ia mengayunkan sabitnya dengan gerakan setengah lingkaran. memotong bunga-bunga itu di dekat akarnya." "Takuan. jangan jalan di samping saya!" "Tapi sebelum ini tak pernah rasanya kau keberatan berjalan di samping seorang pria. lebih baik Bapak waspada terhadap tawon-tawon itu. "Rasanya Anda benar. kau keliru! Sudah tugasku sebagai pendeta untuk mencampuri kehidupan orang banyak. bunga-bunga musim semi bermekaran di kedua tepi Sungai Aida. tapi beberapa saat kemudian ia sudah melihat kembali Takuan menempel di belakangnya." Otsu pun melunak. Sebuah keranjang ia sandangkan ke punggung. ini jenis pekerjaan yang suka mencampuri urusan orang. Orang bisa mengira Bapak gila. semacam yang biasa digunakan orang untuk membawa tilam." "Nasib perempuan sama sekali bukan urusan Bapak!" "O. aster. Bapak ini betul-betul mengerikan!" la pun berlari jauh ke depan. Ia menjawab. tukang kayu. Kain pembalutnya mengepak-ngepak liar ditiup angin.com . daripada berkhotbah. Pekerjaan ini ada karena dibutuhkan." Delapan atau sembilan ratus meter di bawah kuil itu. dan violet musim semi. aku hanya menggoda. "Apa ini lebih cocok untukmu?" serunya sambil menyeringai. atau samurai. seperti sang Budha turun dari pegunungan Himalaya. apiun." "Kenapa?" "Entahlah. "Sungguh damai di sini." Takuan menganggukkan kepala sambil mendesah putus asa. la ambil sebuah sabit. Otsu. dan menyiksa diri dalam nyala api neraka? Kuharap setidak-tidaknya kau tak usah mengalami segalanya itu." desahnya." Otsu secara berirama mengisi keranjangnya dengan bunga-bunga rumput yang kuning cemerlang. Sekarang ia mengenakan kain pembalut besar.id and dimhad. "Tentu saja tidak. seruni. Dan lagi teman teman lelakimu tak suka kalau kau terlalu banyak cemberut. Aku setuju. tapi tidak lebih sia-sia daripada urusan seorang pedagang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan harapan dapat menghindar. Bapak kelihatan lucu. yang kedengaran religius dan kekanak-kanakan sekaligus. kenapa kita semua ini lebih suka menangis. Otsu pun bergegas memutar ke belakang kuil. syauqy_arr@yahoo.

Bertahun-tahun aku menggeluti kitab suci. Iblis. dia duduk di bawah pohon bodhi. ibu yang baik. sang Budha sendiri lelaki. di masa tuanya dia mengambil beberapa murid perempuan.co. Tapi kuminta kaudengarkan nasihat yang diberikan Nagarjuna pada perempuan. Kau tahu. Iblis-iblis perempuan menggodanya siang-malam. selama kira-kira tiga ribu tahun. agama Budha mengajarkan bahwa perempuan itu jahat. "Dan jangan lupa Bodisatwa Nagarjuna yang juga membenci-maksudku takut-pada perempuan." "Saudara perempuan yang patuh. kenapa perempuan itu jahat?" "Karena dia menipu lelaki." "Itu cukup wajar." "Kalau ajaran agama itu hanya pikiran sehat. Bahkan dia pun sampai mengagungkan empat jenis perempuan. dan pembantu yang tunduk. keadaannya akan sebaliknya?" "Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin seorang iblis dapat menjadi Budha?" "Takuan." "Nah. Saya sedang tak senang bicara hari ini. sekali lagi Bapak memutarbalikkan semuanya untuk keuntungan diri sendiri!" "Komentar khas perempuan." "Diam. Dengan sendirinya dia lalu tidak menghargai tinggi perempuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Memang demikianlah yang terjadi selama ini. yaitu saudara perempuan yang patuh. Berulang-ulang dia memuji kebajikan mereka itu dan menasihatkan pada orang laki-laki untuk memperistri perempuan-perempuan jenis itu tadi. "Takuan. Utusan neraka. perempuan!" "Kan dari tadi Bapak yang terus bicara?" Takuan memejamkan mata.." "Apa menurut Bapak. Saya lihat Bapak sudah menyusun semua itu untuk keuntungan lelaki.. seperti juga sang Budha. wajahnya memperlihatkan sikap jemu.webng. karena itu bukan kebetulan bahwa kau dan aku selamanya berselisih. Golongan pendeta tidak bagus hubungannya dengan kaum perempuan. kita hentikan saja omongan ini. teman perempuan yang penuh kasih.. dan pembantu yang tunduk. Sekalipun begitu. tapi." 34 thanks to. ibu yang baik. Kenapa mesti menyerangku pribadi?" Otsu menghentikan ayunan sabitnya lagi.. karena dia memang maha pengampun.id and dimhad. "Biar kujelaskan sekarang. seolah-olah mengerahkan kesabaran.com . syauqy_arr@yahoo. Ketika sang Budha masih muda. teman perempuan yang penuh kasih. itu.." "Dan menurut kitab suci Bapak. kalau dia perempuan." "Karena dia sudah bijaksana atau pikun?" "Jangan menghujat!" Takuan memperingatkan dengan tajam. bukan? Di India kuno lelaki lebih dihormati dan perempuan kurang dihormati dibandingkan dengan di Jepang." "Apa lelaki tidak menipu perempuan juga?" "Ya. itu tidak masuk akal. kita tak akan membutuhkan nabi-nabi untuk menyampaikannya pada kita.

"Lihat tidak?" kata Takuan sambil mengibaskan tangannya. tapi Takuan tidak mengacuhkannya. aku pun tak akan memaksakannya padamu. Rumah yang ditinggalinya dibangun oleh ayah mereka. Ogin. tapi sama sekali tidak jelek tampangnya. la menolak semua pinangan." "Dengan pakaian begitu?" Takuan berpura-pura tidak mendengar. "apa sih 'kebenaran' itu?" Takuan menjatuhkan kedua tangannya ke samping dan memandang ke tanah.com . jangan berkhotbah lagi. "Sementara Bapak bekerja.." "Ogin? Kakak perempuan Takezo itu? Aku sudah pernah melihatnya." Otsu mengangkat sabitnya tak sabar. Bapak. Aku sudah haus setengah mati. "Aku ikut. dan di situlah kau mesti menelurkan anak-anak yang bagus dan sehat. Karena itulah aku di sini."' Otsu memandangnya dengan hampa. " Dia mengatakan. Otsu pun mengangguk lemah. Pembawaan dan pendidikannya yang baik segera tampak oleh semua orang. tapi tak kurang orang yang melamarnya. "Dia barangkali akan menyuguhi kita teh. kalau dipikir-pikir. "Ada yang aku tahu pasti. Walaupun para calon cenderung mundur karena reputasi adik lelakinya. untuk melihat apa dia sudah menyelesaikan obi yang akan saya pakai besok." Karena sudah capek sekali berdebat dengan biarawan itu." katanya berpura-pura tersinggung.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nasihat apa?" "Dia mengatakan. perempuan. kalau kau memang tidak menginginkan bimbingan spiritual dariku. syauqy_arr@yahoo. kan? Bukankah dia pernah datang ke kuil denganmu?" Dan Takuan pun menjatuhkan sabitnya.." Tawa Otsu pun pecah. itu berarti kau tak boleh diberahikan semata-mata oleh makhluk hidup. perempuan." katanya sambil berpikir. kawinlah dengan kebenaran. saya akan lari ke rumah Ogin. ketika masih memegang tanggung jawab latihan militer keluarga Shimmen. kawin dengan kejujuran artinya kan tak boleh berkeinginan pergi ke kota." "Tapi. 'Hai." "Baiklah. Kalau diterapkan pada kehidupanmu. Kau mesti tetap di kampung. jangan kamu mengawini laki-laki. sematamata karena ia ingin mengurus adik lelakinya lebih lama lagi. dan bersama-sama mereka berjalan menyusuri sungai. "aku sendiri tidak begitu yakin. Sebagai hadiah atas kerjanya yang sangat 35 thanks to. melahirkan anak-anak yang lemah dan sentimental. dan pegang sabit ini.id and dimhad. tidak lagi dianggap orang sedang mekarmekarnya.webng. tapi harus mencari yang abadi. "Kawinlah dengan kebenaran. seorang gadis berumur dua puluh lima." "Itu lucu!" "Masih ada kelanjutannya. "Bapak datang kemari ini untuk membantu saya memetik bunga atau tidak?" "Tentu saja." bentaknya jengkel." "Kalau begitu.co. "Yah. "Takuan." kata Otsu tak sabar. Munisai. yang jadi milikmu. 'Hai.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI baik. para pembantunya pun pergi. tapi kini telah reyot. tapi karena mereka semua orang asli Miyamoto. Sebetulnya aku bisa menjahitnya sendiri. Ketika Munisai tak disukai lagi. di atas piring kecil.com . ia kehilangan status dan mati sebagai orang miskin. Di atasnya menyala lilin. Tapi apa lagi yang lain dari itu? Aku sudah pasrah. Dahulu rumah itu megah. kini terlapisi seluruhnya oleh kotoran burung layang-layang putih. "Oh. Aku yakin mereka tewas di Sekigahara. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Mereka juga senang mengobrol dengan anak perempuan Munisai." Ogin memandang jahitannya. banyak yang masih sering singgah.co. "Apa kau sudah mendapat kabar bahwa mereka terbunuh?" "Ah. 36 thanks to. ia menyangka yang datang adalah salah seorang dari bekas-bekas pembantu itu.. dan jauh lebih besar dari yang diperlukan oleh seorang samurai biasa di pedesaan. Bunga-bunga iris liar berkecambah dari atapnya. Bikin kaget aku saja. aku mau mengucapkan terima kasih. kan?" "Betul. dan dinding dojo. membersihkan kamar-kamar yang tidak dipakai. belum. Dalam cahaya suram itu la melihat dua tulisan gelap yang dilukis sangat saksama dengan kuas. mengisi guci-guci air. dengan sesajian air dan bunga di depannya: Roh Shimmen Takezo yang telah pergi. ia dianugerahi hak utama menggunakan nama Shimmen. menyapu jalanan. belum! Kurasa mereka akan muncul hari-hari ini. Karena sedang tenggelam dalam pekerjaannya. mereka meninggalkan sayur-sayuran segar. dan terlihat olehnya altar keluarga. "Apa kau mimpi tentang Matahachi?" tanyanya lembut." Otsu mengangkat kepala. Ogin. didirikan di atas pondasi batu. tapi di kuil begitu banyak pekerjaan. Aku punya lebih banyak waktu dari yang kubutuhkan. Umur sama." Otsu menggelengkan kepala keras-keras. Umur 17. "Ogin.." katanya. Keduanya dilekatkan di papan." "O. Rumah itu menghadap ke sungai. Apabila singgah. "Kamu rupanya. sampai tak ada waktu lagi. aku senang bisa membantu. Segera sesudah kematiannya.webng. aku mulai melamun.. Mau kaupakai besok. Aku baru menyelesaikan obi-mu. Ketika Ogin yang sedang menjahit di kamar dalam mendengar pintu belakang terbuka. di mana Munisai dahulu biasa mengajarkan seni perang. dikitari oleh tembok kotor yang tinggi. Kalau tak ada kesibukan." kata Otsu resah. Suatu kejadian yang bukan tidak umum di zaman yang penuh kekalutan. dan dengan cara-cara lain yang tak terhitung jumlahnya mereka berusaha memelihara rumah tua itu. karena kau sudah mau bersusah payah. "Jangan katakan itu! Bikin sial! Mereka belum mati. ia pun terlompat ketika mendengar Otsu menyalaminya. Roh Hon'iden Matahachi yang telah pergi.

memandang ke tanah. denganku.com . dan mulai mempersiapkan diri menjadi pendeta ketika umur sepuluh tahun. selalu. Salah seorang pendeta mengatakan." Sebagai tanda minta maaf." "Mungkin saja. "Siapa itu?" "Biarawan musafir yang tinggal di kuil. "Maaf. Belakangan dia belajar dengan pimpinan Gudo dari Myoshinji." "O.webng. jangan bilang begitu!" Otsu pun berlari ke altar dan mencabut tulisan itu dari papannya." "Aneh ya." Air mata melelehi wajahnya ketika la mengembus lilin itu. kira-kira empat tahun kemudian. Tak puas dengan itu. "Apa pula yang kaulakukan ini? Aku datang kemari mencari secangkir teh. dia biarawan hebat. Takuan. ingat tidak? Waktu dia sedang berjemur telungkup sambil memegang kepala. Ogin yang memandang tajam ke beranda itu bertanya. Ketika ia kembali ke dalam. lalu ia berlari melintasi kamar sebelah. syauqy_arr@yahoo. tapi kadang-kadang aku merasa seperti kakaknya. Yang kotor itu." "Apa yang dipakainya itu? Kelihatannya bukan jubah pendeta. Kemudian dia masuk kuil sekte Zen Rinzai. "Kusingkirkan barang-barang ini. menuju beranda. Betul-betul minta maaf." "Dari mana dia itu?" "Dia lahir di Provinsi Tajima." "Ya. bukan mandi!" Otsu pun tertawa sampai keluar air mata. Aku sendiri tidak mimpi yang lain kecuali adikku." "Kain pembalut? Eksentrik. Itu kain pembalut.co. Berapa umurnya?" "Katanya tiga puluh satu tahun. biarpun kelihatannya begitu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Kau pernah melihatnya." "Memang bukan." "Ogin. dia begitu tolol. dia!" "Ya. dia. Di sana dilontarkannya bunga itu sejauh-jauhnya dan dituangkannya air di pinggir sana.id and dimhad. Saya tak lihat. dia mengatakan kutu-kutunya sedang mengadakan pertandingan gulat. dicengkeramnya bunga dan mangkuk air. "Aaii! Dingin!" lengking Takuan sambil melompat. Pergi dari sana dia menjadi pengikut pendeta sarjana dari Daitokuji dan melakukan perjalanan bersamanya ke Kyoto dan Nara. Air tumpah tepat di kepala Takuan yang sedang jongkok di bawah. ia pun membawakan Takuan teh yang sudah dinantikannya. Kenapa?" "Itu artinya dia sudah mati. begitulah paling tidak. Kita tak dapat selalu menilai orang dari tampangnya. dan dengan kalutnya ia mencoba mengeringkan rambut dengan salah satu ujung kain pembalutnya. Ketika kita bertanya kepadanya apa yang dilakukannya. Itto 37 thanks to. Cuma mengundang yang jelek-jelek. Namanya Takuan Soho. Dia bilang dia telah melatih kutu-kutu itu untuk menghiburnya.

tapi tindakanmu jauh lebih kejam dan bengis daripadaku." "Memang begitu yang dikatakannya." "Apa maksudmu. dan kadang-kadang masih terdengar dentangnya sampai jauh lepas tengah hari. "Kalaupun kalian membicarakan yang jelek. syauqy_arr@yahoo. "Orang bilang jenderal-jenderal terkenal seperti Hosokawa dan orangorang bangsawan macam Karasumaru sudah berulang-ulang mencoba meyakinkannya untuk tinggal menetap. betul begitu? Dan bagaimana saya bisa kejam dan bengis begitu?" "Kau meninggalkan aku di luar sini tanpa daya. hanya berteman kutu-kutunya. "Aku bisa mendengar semua yang kalian bicarakan!" "Tapi rasanya kami tidak membicarakan yang jelek." "Barangkali menurut anggapannya kita ini yang aneh. "Dia memang seperti itu sejak dulu. Takuan berseru." Ogin menggelengkan kepala. Dia sendiri tak pernah menceritakan masa lalunya. DI kuil Shippoji. Kejam!" Di kuil Daishoji dan Shippoji lonceng berdentang-dentang." "O. istri-istri pedagang dengan warna kimono yang lebih lembut. Tetapi para pemudanya kelihatannya lebih tertarik mencuri-curi pandang ke Otsu daripada mengikuti upacara keagamaan ini. Tak pernah aku tahu alasannya dari siapa pun. tapi dia tidak tertarik. Dia bilang lebih suka mengembara di pedesaan seperti pengemis.com .id and dimhad. Tapi." jawab Otsu riang.webng." Seraya berdiri di dekat beranda. Otsu melanjutkan. dan di sana-sini wanita tua dengan kimono warna gelap menggandeng tangan cucu-cucu mereka. tapi setidak-tidaknya kalian dapat memberiku kue manis untuk teman minum teh ini. Dia menghabiskan banyak sekali waktu untuk belajar!" "Barangkali itu sebabnya dia agak lain. Lonceng mulai berdentang selewat subuh. tiga hari sesudahnya dia melarikan diri. kalau itu menghibur kalian. dan menghilang hari berikutnya. sedangkan kau duduk merintihkan kekasihmu yang hilang. ruang utama yang kecil penuh dengan umat. "Dan kau sendiri? Kau kelihatannya saja tidak tega melukai seekor lalat. Pada pagi hari orang-orang berduyun-duyun ke kuil: gadis-gadis dengan obi merah. aku seperti itu?" Mata Takuan pun berseri-seri." kata Otsu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dari Sennan. tanpa apa-apa kecuali teh. karena beberapa alasan. Mereka malahan sudah menawarkan membangun kuil untuknya dan menyumbangkan uang untuk perawatannya.co. Kurasa dia agak sinting. "Dia diangkat menjadi pendeta tetap di Nansoji dan ditunjuk sebagai kepala biara Daitokuji dengan maklumat Kaisar. aku tak peduli." "Itu dia. 38 thanks to. dan satu deretan panjang orang suci lain yang terkenal." "Berapa lama dia akan tinggal di sini?" "Mana bisa tahu? Dia biasa muncul suatu hari." Otsu melanjutkan ceritanya.

Itulah inti amal. Saya tahu siapa Anda. pencuri biasa pun bisa jadi orang suci semuanya. Jika Anda meninggalkan uang sebanyak lima puluh kilo. sudah demikian seringnya. antrelah. "Dengan jalan pikiran itu. hingga pergelangan tangannya mulai berdenyut dan tulisan tangannya mulai mencerminkan kelelahan. syauqy_arr@yahoo. sini. penyakit. Sekali-sekali ia mencelupkannya ke dalam kotak tinta berlak emas di sebelah sana. Tangannya yang satu menunjuk ke langit dan satunya lagi ke tanah. Patung ini berdiri di dalam semacam baskom dari tanah liar. Di dalam "kuil bunga" ini ada patung Budha berwarna hitam.com . "Sini. Terutama Andaanda yang kaya. Otsu menuliskan sajak itu sudah berpuluh kali-ya." bisik pemuda lain." jawab Takuan. "Jangan berdesakan." 39 thanks to. "Kuil ini miskin.id and dimhad. pelan-pelan. membawa minyak suci dan mengisikannya ke dalam tabungtabung bambu kecil untuk dibawa pulang para pengunjung sebagai pembawa berkah. Itu jadi beban mereka. ia pun menegur Takuan. Wajahnya memancarkan rona merah muda. "Hentikanlah usaha merampok orangorang ini. dan juga nasib sial. Sambil menuangkan minyak ia menghimbau mereka untuk memberikan sumbangan. "Semakin cantik saja. Terlalu banyak Bapak mengambil. ia memainkan kuas dengan terampilnya. Otsu duduk menghadap meja berplitur hitam. Anda memakai sutra halus dan obi bersulam.webng." katanya kepada orang banyak yang berdesak-desak. Pada hari yang sebaik-baiknya ini. Di dalam ruang itu ada sebuah kuil mini. kesusahan Anda akan berkurang lima puluh kilo juga. Setelah berhenti sejenak. Anda punya banyak uang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dia ada di sini. Anda sekalian akan segera mendapat kesempatan mengosongkan pundi-pundi Anda. Entah sejak kapan orang di daerah ini menganggap bahwa menggantungkan sajak bernada praktis itu di dinding akan melindungi mereka dari hama. la menulis: Dengan cepat dan saksama." bisik seorang pemuda.co. Atapnya dari daun-daun pohon jeruk dan tiangtiangnya dililit bunga-bunga liar. Ia mengenakan obi baru." Di sebelah lain kuil bunga itu. Jatuhlah hukuman bagi Para serangga yang menghabiskan panen. maka tinggalkan sumbangan sebanyak yang Anda sanggup." Takuan terlalu sibuk mengumpulkan mata uang emas untuk menjawab. Takuan berdiri di dekatnya. Anda pasti punya banyak kesusahan juga. Orang-orang melewati patung itu sambil mengguyurkan teh manis ke kepalanya dengan menggunakan sendok besar dari bambu. seperti bunga-bunga yang ada di sekitarnya. setinggi kira-kira setengah meter. yaitu meringankan mereka dari beban. Yaitu tanggal delapan bulan empat. Ketika menuliskan kata-kata pesona di atas kertas lima warna." "Aku bicara kepada mereka yang sudah terlalu banyak harta.

webng. Hentikan sekarang juga. kalau kau berlaku seperti orang kikir." Wajah Otsu berubah merah tua. 40 thanks to. Tiba-tiba terpandang olehnya sesosok wajah. syauqy_arr@yahoo. saya betul-betul marah!" Untuk mengistirahatkan matanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei. lalu melayangkan pandang kepada orang banyak. Pendeta!" kata seorang pemuda yang mendapat peringatan karena mendesakkan diri ke tengah. Bapak terus menyuruh kami menunggu giliran.id and dimhad. berudu! Kaukira aku tidak tahu kenapa kau di sini! Kau tidak datang untuk menghormat sang Budha atau membawa pulang kebaikan." "Saya suka perempuan sama dengan lelaki di belakangnya.co. kan? Tak bakal kau mendapat perempuan. tapi Bapak mendahulukan perempuan. "Ya. kalau tidak." "Cukup. "Maksud Anda saya?" kata Takuan sambil menunjuk hidungnya. "Takuan.com . hentikan. Kau datang untuk bisa memandang Otsu lebih jelas! Nah. Otsu kembali menghentikan pekerjaannya. akuilah sekarang betul." "Bapak ini mestinya salah seorang biarawan bejat yang selalu kami dengar ceritanya itu.

id and dimhad. Heita?" tanyanya tajam. "ambili daun murbei ini. ia pun memutar badannya kembali. "Dan dia pakai obi yang bagus sekali. dari seberang kali. Dia bilang. syauqy_arr@yahoo." "Otsu ada di sana?" "Ya. "Heita. Di musim tanam ia mencangkul ladang. Osugi menghentikan kerjanya di petak kebun murbei ketika melihat cucu lelakinya yang masih ingusan berlari-lari telanjang kaki melintas ladang. Matahachi pasti pulang juga." Tubuh kekar itu pun seperti lumpuh seketika." "Saya ikut." Mata perempuan tua yang biasanya tersembunyi di antara lipatan dan kerut-kerut itu kini terbelalak karena jengkel. Mereka juga mengerjakan tanah.com . Sore pada hari pesta bunga itu.webng. hingga tubuhnya yang hampir melipat dua itu nyaris tidak kelihatan. dan sesudah panen la menebah butir-butirnya dengan menginjak-injaknya. tiap hari ia memimpin keluarga dan petani penyewanya ke ladang dan bekerja sama kerasnya dengan mereka." 41 thanks to. biasanya ia dapat ditemui sedang mengurus ulat sutranya. ya?" "He-eh. ada saja yang dapat ditemukannya untuk disandangkan ke punggungnya yang bungkuk dan diangkutnya pulang ke rumah. Ketika tak dilihatnya seorang pun. tidak usah repot dengan hama-hama itu. dan matanya menjadi kabur oleh air mata. Sering kali yang dipanggulnya adalah ikatan daun murbei yang demikian banyak. anggota kebanggaan kelompok bangsawan desa yang masuk kelas samurai. "Betul? Betul-betul dia melihatnya. "Dari kuil. ' "Dari mana kamu. "Kenapa tidak?" "Otsu bilang. Napasnya masih terengah-engah. Murka Janda Bangsawan KELUARGA Matahachi. Kalau senja memaksanya berhenti bekerja.co." Suara Osugi turun satu oktaf. Pelan-pelan ia menoleh. tidak?" "Tidak." "Mengatakan apa?" "Takezo. Pada malam hari. Jangan nakal. seakan-akan berharap melihat anak lelakinya berdiri di belakangnya." "Nenek mau ke mana?" "Pulang. Kepala sesungguhnya dari keluarga itu adalah ibu Matahachi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 4. Nek." jawab anak itu girang. saya mesti lari pulang dan mengatakan pada Nenek." "Tak usah. Sekalipun sudah hampir enam puluh tahun umurnya. Hon'iden." "Kamu bawa pulang teh manis dan mantra pengusir hama. Heita." katanya sekonyong-konyong. seorang perempuan yang sangat keras kepala bernama Osugi. Kalau Takezo kembali. Otsu bilang melihat dia di pesta. Dia membantu pesta. Heita?" "Ya.

Seakan-akan. la menolak menerima jawaban "belum".id and dimhad. "Otsu! Orang bilang kau melihat Takezo." "Lari?" tanya Osugi keheranan. tapi perempuan tua itu seperti tidak mendengarnya. Osugi melewatinya saja dan berlari langsung ke lumbung. Saya melihatnya di tengah orang banyak di luar kuil. si bangsat Takezo yang sempat dibencinya karena memikat Matahachi yang sangat disayanginya untuk pergi perang. Masih di kejauhan ia sudah berseru pada mereka dengan agak histeris.webng. tak ada makan malam di rumah itu. la sendiri tinggal di rumah. Osugi pun akhirnya bergerak. syauqy_arr@yahoo. Kemudian ia pun kembali berperan sebagai komandan tertinggi. Karena semua orang masih melakukan pencarian. dan tiap kali dirasanya ada orang mendekat. dan gadis itu berlari. dan ia menjelaskan apa yang telah didengarnya dari Heita. 42 thanks to. ia berlari ke luar dan bertanya apakah mereka belum menemukan anaknya. kemudian dia hilang. tapi saya tak bisa mengerti. Bau harum kembang pit mengambang di udara. Rumah pertanian yang dikitari pohon ek tua berbonggol bonggol itu adalah rumah yang besar.co. dan memandangnya seakan-akan la telah kehilangan akal. Ketika malam tiba dan masih juga belum ada berita. Diperintahkannya mereka pergi ke semua arah untuk menemukan Matahachi. Betul?" "Ya. saya yakin. Melihat bayangan Otsu. Sandalnya yang basah berdetap-detap berat di tanah. Sejak dulu dia memang aneh. sedangkan pegunungan yang membayang di depan dan di belakang rumah terselimut kabut putih.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Wanita tua itu pun enyah. "Apa Matahachi sudah pulang? Apa dia sudah di sini?" Orang-orang itu terkejut. Seperti sedang kesurupan ia keluar pelan-pelan dari rumah. Sesosok tubuh terlihat mendekat. dan semakin ia bertanya. la mulai bertanya-tanya pada dirinya. Bulan bersinar menembus ranting-ranting pohon ek. seperti anak yatim. Saya lihat matanya sesaat. menuju gerbang depan. menyusuri sisi luar kebun pit. Di sana ia menanti. ia pun mulai menyebut mereka semua dungu." "Kau tidak lihat Matahachi?" "Tidak. dia melompat seperti kelinci ketakutan. sekali lagi telah berbuat sesuatu yang tidak baik. Saya lari ke luar untuk menanyai Takezo. semakin terbentuk kecurigaan yang mengerikan di dalam otaknya. tapi ketika saya memanggil. Pada waktu matahari terbenam. masih dengan semangat tinggi ia meletakkan lilin di depan tanda peringatan nenek moyang suaminya. tersembunyi dalam kegelapan.com . meninggalkan anak kecil itu sendirian. Osugi pun memanggilnya. Menjadi jelaslah baginya bahwa anak lelaki Shimmen. Akhirnya seorang dari mereka mengatakan "belum". la duduk seperti patung. Ketika mereka terus memperlihatkan pandangan kosong. karena sudah terlalu lelah. Matahachi pasti kembali juga. kenapa dia lari seperti itu. di mana anak perempuannya dan beberapa petani penyewa sedang bekerja. Waktu pun mengapung lewat tanpa terasa. Kalau Takezo kembali.

" "Nek. dan berkata lagi. "Tidak bisa dia sembunyi dariku!" Otsu tetap tenang. dia tak akan berbuat begitu! Aku kenal iblis itu! Dia tidak sebaik itu. tapi tak pernah sekali pun dia datang minta maaf atau menunjukkan sikap hormat. dan kedua keluarga itu berasal dari wangsa Akamatsu beberapa generasi sebelumnya.. dia tidak memberitahu aku. Sampai di gerbang depan. "Ah." kata Otsu meredakan. kemudian mencuri-curi pulang dalam keadaan sehat walafiat. Berdua saja. kalau Nenek mau.id and dimhad. mereka mendapati gerbang itu terkunci." "Kalau begitu. Ogin kakak perempuannya. "Bangsat! Barangkali dia sudah meninggalkan Matahachi yang malang mati entah di mana." Osugi menerima desakan Otsu dengan segan-segan. Nek. saya pikir dia tak akan berbuat begitu." Osugi menolak keras. la menggelenggelengkan kepala dengan mantapnya. tapi Osugi mogok. "Barangkali kau benar. Pepohonan demikian lebat. Pengecut!" Osugi pun mulai gemetar karena berang. keluarga Shimmen adalah bangsawan desa. "Saya pikir. Sekarang pun. pasti dia menyampaikan pesan untuk kita. Otsu hendak berjalan memutar ke pintu belakang. atau paling tidak tanda mata dari dia. Sebagaimana keluarga Hon'iden. Hanya sampai di situlah keakraban mereka. apa yang sudah terjadi. Namun Osugi waktu itu sudah yakin benar akan pengkhianatan Takezo. Kita mesti bertanya. Kenapa aku harus pergi mendatanginya? Itu merendahkan martabat. Itu menurunkan derajat. hingga tak mungkin terlihat cahaya lampu rumah. ketika Takezo datang. kita pergi. "Apa?" bentak Osugi yang sama sekali tidak reda marahnya. dan memang tak seorang pun di kampung ini yang akan menerima Takezo.. syauqy_arr@yahoo. Saya yang melakukan semua formalitas. kalau pergi ke rumah Ogin. Aku tunggu dia di sini.co. "Dan lagi. Nenek tak perlu melakukan apa-apa." 43 thanks to." jawab Otsu. mari kita melihat ke sana. "Tak ada alasan untukku ke sana.." Kemarahan perempuan tua itu pun mereda sedikit. Biarpun dia harus meninggalkan Matahachi. Ayolah.com . Matahachi mestinya tak perlu bergaul dengannya. Tentu saja ia sama inginnya dengan Otsu untuk mengetahui apa yang terjadi. "Rasanya tidak pantas kalau kepala keluarga Hon'iden masuk rumah keluarga Shimmen dari pintu belakang. dan diam-diam mereka selalu mengakui hak hidup masing-masing pihak.webng. kita mungkin menemukan Takezo di sana. Dia tahu adiknya yang menyeret anakku pergi perang." "Tapi ini bukan keadaan biasa. Mereka menempati kedua tepi sungai yang berhadapan. tapi lebih baik ia mati daripada mengemis pada seorang Shimmen. yang pokok sekarang menemui Takezo secepatnya. "Ah." Kata-kata Otsu terdengar gemetar karena tuduhan perempuan tua yang tergesagesa itu. Rumah Ogin kira-kira satu mil jauhnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Akhirnya berkatalah ia mengancam. dan suaranya meninggi menjadi jeritan.

bukan. setan kecil rumah ini sudah merangkak pulang. Matahachi itu ahli waris dan anggota terpenting keluarga Hon'iden? Adikmu yang membujuk anakku pergi dan terbunuh. apa kau ingin aku percaya kau belum dengar berita tentang dia? Apa kau tidak tahu. yang tiba-tiba berubah dari seorang perempuan buruk pembajak ladang menjadi seorang wanita bangsawan besar dan menyapa nyonya rumah dengan nada-nada tinggi. dan kakinya tersimpuh rapi. Saya ketularan orang-orang itu. la duduk dengan angkuhnya. Otsu melanjutkan berjalan ke pintu belakang sendirian. 'Setan kecil' itu Takezo. Nona sangat bermurah hati telah datang dan menyilakan saya masuk!" la pun cepat melewati Ogin dan langsung masuk rumah. untuk meluruskan perasaan-perasaan yang sudah terganggu. bukan?" "Ah. kemudian matanya menyala kembali dalam keberangan. "Oh. "Apa artinya semua ini? Jadi. Karena malu mendengar adiknya disebut demikian. Dan karena kasihan kepadanya." kata Ogin. melipat tangan di pangkuan. Kemudian. ia pun menambahkan. ia pun menggigit bibirnya. "Ini pertama kali saya mendengarnya. "Itulah nama yang diberikan orang kampung kepadanya. Seperti bunglon. Osugi pun mengubah taktiknya. Tapi kalau dia kembali seperti Ibu katakan itu. syauqy_arr@yahoo. dan seperti utusan dewa-dewa ia pun segera menuju tempat yang paling terhormat di dalam ruangan itu. Dia bersembunyi di sini. di depan ceruk.id and dimhad. Senyuman palsunya lenyap ketika ia menatap perempuan muda di depannya. "Lalu kau sendiri bagaimana? Sejak dia jelas berbuat tak pantas 44 thanks to. Dengan gaya seorang mertua yang sedang meradang ia pun melancarkan badai umpatan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Melihat Osugi tak hendak beranjak. dan kalau dirasanya dia dapat pulang diam diam sendiri dan beres semuanya. berarti adikmu yang membunuhnya.." Osugi yang duduk resmi di bantalan lantai. lalu Osugi langsung pada persoalan. Basa-basi telah berakhir. kedengkian yang tak disembunyi sembunyikan ini terdengar bagai guncangan bagi Ogin yang halus. tidak. tetapi urusan saya ini betul-betul tak bisa ditangguhkan. Kalau anakku mati. Ogin sendiri yang keluar menyambut perempuan tua itu. lidah saya sudah tergelincir tadi. Otsu pun menjelaskan bahwa ia telah melihat Takezo dalam pesta.webng.." Cukup lama perempuan tua itu berhenti untuk mengatur napas. "Siapa yang Ibu maksud dengan 'setan kecil' itu?" tanya Ogin. saya yakin dia akan mengetuk pintu sebentar lagi." katanya sambil tertawa. akulah ibu anak yang telah diseret pergi perang oleh pemuda sampah itu? Apa kau tidak tahu. Saya minta dia dibawa kemari. "Maafkan saya mengganggu Nona pada waktu seperti ini. bahwa dia tidak langsung datang ke sini?" "Tapi betul dia tidak datang. Tubuhnya diapit perkamen yang tergantung dan satu karangan bunga." Walaupun lidah Osugi terkenal tajam. Akhirnya lampu pun muncul di sebelah dalam gerbang.com . jelas menahan diri. la pun berkenan mendengarkan katakata sambutan yang setulus-tulusnya dari Ogin.co. "Aneh juga. "Saya mendengar kabar." jawab Ogin yang benar-benar terkejut.

. Seorang pemuda yang mengenakan pelindung kaki telentang di tanah. menatap Ogin yang berlutut. Kalian pikir siapa aku ini?" Dan sesudah menelan napas sekali lagi. bawa Matahachi padaku. mati. ia berkata. ia tentunya punya alasan yang baik. diikuti bunyi kaki berlari." la pun menuju pintu dan mendorongnya dengan keras. menurut perasaan Otsu. Perempuan tua itu sudah mengucapkan banyak kata keji. Tak mengerti aku. Melihat tengkoraknya yang berantakan. "Kalau Takezo memang pulang. Otsu membawa lampu ke beranda dan berdiri di samping Osugi yang membelalak ketakutan ke arah mayat itu. tetapi bunyi berikutnya yang terdengar adalah pekikan yang menegakkan bulu roma. Akan terasa tidak adil bagi Ogin. paling tidak suruh setan kecil itu ke sini sekarang. mengharap setengah mati ayahnya masih hidup. "Ayo kita pulang. kalau la pergi sebelum memberikan salep kepada lukaluka itu.co. "Siapa yang melakukan ini?" Sambil menoleh cepat kepada Otsu. kenapa kau mencoba menyembunyikan dia dariku. "Tangkap dia!" Kemudian terdengar bunyi lebih banyak kaki. Memperlakukan seorang perempuan tua tanpa sopan sama sekali. ada.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan pulang diam-diam sendirian." Otsu tak dapat memaksa dirinya pergi.. tapi ingatlah. la melompat berdiri.id and dimhad. diiringi kertak ranting-ranting dan gemeresik pohon bambu. Suara manusia yang mirip sekali dengan lolongan binatang. Mata Osugi berkilat.com . aku tak akan melupakannya." "Bohong besar!" jerit Osugi. pastilah ia dibunuh dengan satu hantaman pedang kayu.. ia pun berkaok-kaok kembali. Tapi apa yang dilihatnya di luar membuat wajahnya yang sudah pucat itu menjadi lebih putih lagi. berlarian di sekitar rumah. Kalau tak bisa. "Kau pasti tahu di mana dia!" "Saya sudah bilang tidak tahu!" protes Ogin. Kalaupun Ogin berdusta. syauqy_arr@yahoo. untuk menjelaskan padaku apa yang terjadi dengan anak kesayanganku dan di mana dia sekarang-sekarang juga!" "Bagaimana saya bisa melakukan itu? Dia tak ada di sini. "Aku tahu dia di sini!" katanya garang. dan menyemburkan kata-kata. ada orang mati di situ!" katanya terbata-bata.webng. Seorang lelaki berteriak.. lalu lebih banyak lagi. "Itu sama terangnya dengan hidung di mukamu. Osugi berbisik. dan Otsu mulai berdiri. tapi mayat samurai yang tidak mereka kenali. Suaranya bergetar dan matanya basah oleh air mata. sebelum terlibat. Tiba-tiba dari pintu yang terbuka ke beranda terdengar bunyi berderak. 45 thanks to. kenapa kau yang menjadi kakak perempuannya tidak lekas menyuruhnya datang padaku? Aku muak dengan kalian berdua. "Itu Takezo!" teriak Osugi. Bukan mayat Takezo atau Matahachi. la pun membungkuk. Darah segar masih mengalir dari mata dan hidungnya. "Ada.

syauqy_arr@yahoo." "Jadi. Dia memang cukup ulet.. maka Otsu pun mengatakan kepada Osugi bahwa la akan menyusul kemudian.” "Apa Ibu anggota keluarga Shimmen?" "Tentu saja bukan!" bentak Osugi sambil mengibaskan tangan sebagai tanda protes. seorang lelaki menyuruhnya berhenti. kepala keluarga Hon'iden belum begitu pikun hingga membutuhkan lampu untuk berjalan.com .. "Semaumulah. Dia diperdaya setan kecil itu. tapi sampai sekarang kami 46 thanks to. "Ketahuilah. "Takezo yang berasal dari rumah itu. Ibu ini ibu Hon'iden Matahachi yang pergi dengan Shimmen Takezo ke Medan Sekigahara?" "Ya.id and dimhad. kami pergi ke Puri Himeji. "Ya. saya membuat rintangan di perbatasan Provinsi Harima untuk menyaring semua orang yang lewat. Kami mengejarnya sampai tempat ini. "sudah menembus rintangan dan lari ke Miyamoto. Sesudah pertempuran. sebetulnya saya tidak begitu yakin. sejak anak saya bergaul dengan dia." bentak Osugi sambil bersiap-siap pergi." Osugi memandang ragu-ragu." "Disukai? Menggelikan. Saya. meninggalkan rumah itu dan berjalan tegap menempuh kabut yang menebal.co." "Setan?" "Itu.. Dengan sopan Ogin menawarkan lentera.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Karena merasa harus tinggal untuk menyenangkan hati Ogin. Atas perintah pimpinan saya. kalau saya katakan. Belum pernah kau melihat penjahat seperti dia! Tak dapat kaubayangkan kesulitan yang kami alami dalam keluarga. Pedangnya terhunus... tapi anak saya pergi ke sana bukan karena ingin. si Takezo!" "Saya dengar Takezo itu tidak begitu disukai di kampung ini. "Ibu kan baru datang dari rumah Shimmen?" tanyanya.webng. Ia jelas samurai profesional yang tidak bisa ditemukan di kampung itu. dan tangan serta kakinya terlindung zirah." la pun melipat keliman kimononya. tapi Osugi menolak keras. "Saya kepala keluarga samurai di seberang kali." "Matahachi! Meninggal?" "Eh. "Siapa Anda ini?" "Saya dari garnisun Tokugawa. Kami mengira sesudah beberapa hari berjalan dia akan ambruk." "Anak Ibu itu barangkali meninggal di Sekigahara.. tapi. Tidak jauh dari rumah itu. saya akan melakukan segala yang mungkin untuk membantu Ibu membalas dendam." sambungnya sambil menunjuk. Tapi barangkali akan menjadi hiburan sedikit bagi Ibu dalam kesedihan Ibu.

" "Nah." 47 thanks to. Lalu beberapa orang serdadu menyerbu ke dalam rumah. Tanpa ibu tempatnya mengadu. Dan cara mereka lari waktu melihatku itu. "Begitu melihatku." katanya malu-malu. terus terang.com . Berita kematian Matahachi pun tidak dipercayainya. dan yang lebih penting lagi. Sesudah ia memberikan keterangan ringkas. Tapi sementara itu. Menghadapi serdadu-serdadu itu Otsu ketakutan dan pucat lesi. langsung mereka lapor pada pengawal di gunung. Dengan mata tenang dan tajam. samurai itu mengumpulkan kelompoknya yang terdiri atas empat belas atau lima belas orang di belakang rumah Ogin.co. Namun Ogin yang bangga menjadi anak Munisai tetap tak gentar. Tapi dia takkan dapat terus begitu selamanya. mengepung rumah. karena itulah tempat pertama yang akan digeledah tentara. Kata-katanya agaknya sangat menyenangkan." Dengan mengangguk-angguk sadarlah Osugi sekarang. bukan memberikan hiburan. menghapus-hapus wajah yang berurai air mata. la tatap dengan berangnya para penyerbu itu. "Kenapa semua orang kampung memusuhiku?" tanyanya. Kali-kali kecil yang mengalir cepat dan bukit-bukit yang berombak-ombak di tempat tinggalnya sendiri pun seperti mengejek. di mana dua perempuan muda sedang duduk berkabung. itulah pendapat saya semula. karena Takezo melakukan perjalanan sendirian. kenapa Takezo tidak muncul di Shippoji. Takezo bisa sekuat dan selicik binatang liar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI belum dapat menyusulnya. meninggalkan jejak-jejak berlumpur. Getah putih yang memancar dari luka pohon itu mengingatkannya akan air susu ibu yang sedang menyusui.id and dimhad. "Saya tahu." Sambil membungkuk ia pun membisikkan sesuatu ke telinga samurai itu. Karena tak ada sasaran nyata bagi kemarahannya. kemarahan Osugi tidak mereda. dan memblokir semua pintu keluar. Mereka masuk ke kamar dalam. mereka pun melompati dinding. Tak lama sesudahnya. yang ada di dunia ini hanya kesepian.webng. "Bajingan! Binatang!" geramnya. la berdiri dan pandangannya nyalang. Tapi jumlah kami tak banyak. dan dia baru saja membunuh seorang anak buah saya. "Tapi saya tak percaya samurai sekaliber Anda sulit menangkapnya. "Gagasan bagus! Hebat!" "Jangan tanggung-tanggung melaksanakan tugas itu. syauqy_arr@yahoo." dorong Osugi sambil berangkat pulang. ia pun mengayunkan pedang ek hitamnya hingga mendecit di udara. dan dengan bersemangat berkata. Kami akan menangkapnya. seperti aku ini orang gila saja. Samurai itu mengangguk-angguk tanda setuju. ia sadar bahwa Takezo barangkali tidak pulang ke rumah." "Izinkanlah perempuan tua ini memberikan sedikit nasihat pada Anda. menebas cabang sebuah pohon besar.

Barangkali sebaiknya kusampaikan pada perempuan tua itu. Atapnya muncul dari antara pepohonan. tidak ada pilihan lagi baginya kecuali melarikan diri. Kini. Tapi tiba-tiba ia mendengar jeritan tertahan. tampak dari tempat perlindungannya di pegunungan. lewat tabir kabut tengah hari. Sesudah itu tak ada lagi alasanku untuk berkeliaran di sini.co. dan dengan mudah terkejar. ia tak boleh mendekati kampung sebelum gelap. seperti seekor macan tutul mengejar mangsa yang kabur. Marah karena dibenci dan ditakuti. ia mulai lagi berjalan. Memang. walau tidak kenal. sekalipun kuil itu penuh orang." Setelah membulatkan tekad. Ketika didengarnya namanya dipanggil orang. dia nanti dapat pelan pelan menyampaikannya pada Otsu. mencoba mengarang-ngarang penjelasan di mana Matahachi berada. Disamping ingin menyelamatkan lehernya sendiri. Takezo mencengkeram kerahnya dan menyeretnya kembali ke tempat terbuka. Dengan sebuah karang besar ia pecahkan karang lain menjadi pecahan-pecahan kecil. dan orang kampung bergabung membentuk kelompok-kelompok pencari. "Sukar sekali mengatakan pada Otsu alasan sebenarnya tunangannya tidak pulang.. Sambil melahap burung. siapa saja yang melihatnya selalu berlari menghindar penuh ketakutan melintasi hutan. kebetulan sekali ibu Matahachi ada di sana. Sejak itu. Sejenak ia hanya berdiri di luar. Sekali lagi ia terpaksa lari tanpa mendapat kesempatan bicara dengan siapa pun.com . Takezo pun kembali berjalan. Malam itu. ia tahu kalau ia ditemukan orang di sana. Takezo tahu orang itu. Mereka merondai setiap jalan yang mungkin ditempuhnya. rumah yang didiami kakak perempuannya sendirian. menjelajahi pegunungan. la bertanya-tanya bagaimana kiranya pendapat Otsu tentangnya. la tahu bahwa ia tidak dapat mendekati satu pun dari kedua tempat itu.. Pikirnya. Ia mulai curiga Otsu pun telah memusuhinya.id and dimhad. ia pun jadi serba sulit. Otsu pun akan mendapat kesulitan. 48 thanks to. Betul! Kalau kujelaskan semua itu kepadanya. tapi ia tahu. serdadu-serdadu melihatnya. Ketika ia memberanikan diri mendekati kuil itu pada hari lahir sang Budha. dikejar-kejar tanpa alasan. Orang itu bukanlah tandingan Takezo. lalu ia lemparkan sebuah di antaranya ke burung yang sedang terbang. Ternyata ia penduduk kampung yang datang ke pegunungan untuk membuat arang. ketika diam-diam ia pergi ke rumah kakak perempuannya. ia pun berteriak. samurai Tokugawa mencari-cari secara gencar sekali. Karena merasa orang sekampungnya sendiri menganggapnya musuh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sudah empat hari ia bersembunyi di Pegunungan Sanumo.webng. Kuil Shippoji bersarang di bukit di bawahnya. ia dapat melihat rumah ayahnya. ia telah membahayakan hidupnya. "Tunggu!" Dan ia mulai berlari. syauqy_arr@yahoo. tapi ketika sedang mengawasi kakak perempuannya lewat celah pintu. Burung itu jatuh.. dan belum lagi selesai mencabuti bulunya ia sudah membenamkan gigi-giginya yang setengah kelaparan ke daging yang masih mentah dan hangat itu.

Aku tak hendak menyalahkan orang kampung yang mencoba menangkapku. yang isinya setiap 49 thanks to. Kau tahu kan. Jangan pura-pura bodoh." "Tak ada yang mau membunuhmu. dari Keluarga Shimmen. tapi makhluk malang itu hendak lari. hingga terpaksa Takezo menendang pantatnya dan berbuat seolah-olah hendak memukulnya dengan pedang kayunya. Dan sambil mencengkeram erat leher orang itu. menguik-nguik sambil tangannya memegangi kepala." "Akan saya jawab semuanya-tapi jangan bunuh saya! Saya punya istri dan keluarga. Apa betul bukit-bukit ini penuh serdadu?" "Ya. "Kau seorang dari mereka?" Orang itu mendadak berdiri sambil menggeleng-gelengkan kepala seperti orang bisu-tuli "Tidak. dan bahwa telah disebarkan perintah di kampung." "Apa mereka mengawasi Kuil Shippoji juga?" "Ya.com . Tak bakal aku memakanmu hidup-hidup. Samurai yang memaksa mereka. atau kuhancurkan tengkorakmu!" "Tunggu! Jangan! Saya akan bicara! Akan saya katakan semuanya!" Dengan tangan terlipat tanda memohon. tapi aku yakin mereka tak akan mengapa-apakan kakak perempuanku. syauqy_arr@yahoo. Ada yang sudah terjadi dengan dia. Apa anggapanku ini keliru?" Orang itu pun memberikan jawaban yang terlampau polos.co. Shimmen Takezo dari Miyamoto." "Apa orang kampung memburuku lagi hari ini?" Diam. pembuat arang itu gemetaran dan ia bercerita bahwa Ogin telah ditawan. tidak sopan lari begitu saja dari orang yang dikenal tanpa mengucapkan salam!" "Y y-y-y-ya. Ogin. Tuan!" "Duduk!" Takezo melepaskan cengkeramannya dari lengan orang itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa kau lari? Apa kau tidak kenal aku? Aku seorang dari kalian. ia pun bertanya. "Jangan bunuh saya!" jeritnya mengiba-iba. Orang itu merangkak-rangkak di tanah seperti anjing. tidak!" "Cukup!" teriak Takezo. siap memukul." Takezo cepat mengangkat pedangnya ke atas kepala orang itu. Kau tadi janji akan menjawab pertanyaan-pertanyaanku.webng. "Bagaimana dengan kakak perempuanku?" "Kakak perempuan mana?" "Kakak perempuanku. "Awas! Kedengarannya mencurigakan.id and dimhad. "Jawab saja pertanyaan-pertanyaanku. tidak. kan? Jangan pura-pura lagi. "Saya tidak tahu apa-apa soal itu. Sama sekali tidak tahu.

melainkan marah." Sesudah memilih arah tindakannya. menimbulkan bayangan tentang nasi dan sop mengepul. Perutnya kini berontak. Tulang punggung pegunungan itu telah diwarnai bayang-bayang awan petang yang kelabu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI orang yang memberikan makanan atau perlindungan kepada Takezo otomatis akan dianggap anteknya. yang menghubungkan kamar-kamar pendeta dengan kuil utama. Lonceng malam baru saja berhenti berdentang. Bau makanan yang sedang dimasak mengambang di udara. itu saja. Hari sudah gelap dan cahaya lampu kelihatan menyorot dari kuil itu sendiri.. syauqy_arr@yahoo. perut Takezo pun bergolak memikirkan sifat pengecut manusia-sifat pengecut yang telah memaksa samurai mengusik seorang wanita malang tak berdaya. "Kalau saja Otsu keluar. ia pun berjalan tegak ke arah kampung dengan langkah-langkah jantan. Kami cuma melakukan apa yang diperintahkan. kalau mencelakakan dia. la senang kini seorang diri lagi. tapi saya tidak tahu apa itu betul.. Kerongkongannya terasa panas ketika getah lambungnya naik. dan tiap keluarga diminta menyediakan seorang pemuda dua hari sekali untuk keperluan itu. Melihat orang itu bergegas pergi karena senang hidupnya yang tak berarti itu selamat. tapi ia begitu mual. pahit rasanya. Kami takut pada Kepala Distrik. Bukan karena takut. la mengatakan bahwa tiap hari para serdadu mengerahkan orang kampung ke pegunungan. "Tak seorang pun dari kami tahu soal itu. juga dari dapur dan petak-petak pendeta. tepat di atas kepala Takezo. kembali Takezo mencuri-curi mendekati Shippoji." "Di mana mereka menahan kakakku?" "Desas-desusnya mereka menahan dia di benteng Hinagura. "Tuduhan apa yang dijatuhkan atas kakak perempuanku?" Matanya berkilat-kilat oleh air mata. 50 thanks to." jawab Otsu yang keluar membawa baki makan malam dan mulai menyeberang lorong..id and dimhad. Untuk meyakinkan diri bahwa yang didengarnya benar ia pun bertanya.com .co." pikirnya. la harus berpikir. hingga tak berhasil memperdengarkan suara jelas. "Barangkali kucing." "Hinagura. Beberapa jam kemudian. Takezo membiarkan orang itu pergi. "Apa itu?" terdengar suara. Keterangan tersebut membuat Takezo tegak bulu romanya. Akan kubunuh mereka semua. Kakakku yang malang. Segera kemudian ia mengambil keputusan. Takezo mencoba memanggilnya. Beberapa hari terakhir ini ia tidak makan apa-apa kecuali daging burung mentah dan umbut rumput. di mana orang nampaknya mondar-mandir. Matanya pun menoleh ke jajaran pegunungan yang menandai perbatasan provinsi. "Aku harus menyelamatkan Ogin.webng. Ia pun meringkukkan badan tanpa bergerak-gerak di bawah lorong tinggi beratap. dan dalam kesengsaraan itu ia pun menghirup napas keras-keras. itu harus." ulang Takezo. tapi tak berdinding.

Lonceng kuil mulai memberikan isyarat bahaya bahwa Takezo telah ditemukan. dan mendaratkan tinjunya ke kepala orang itu dari belakang. "Bagaimana kalau ikut aku ke kamar mandi?" sarannya garang. Ketika pengejaran sedang sengit-sengitnya. Takezo melompat ke lorong seperti kucing. karena cuma itu yang saya tahu. ia sudah berdiri di tempat jauh. di pintu masuk dapur besar berlantai kotor milik keluarga Hon'iden. selagi anak buahnya dan orang kampung harus menjelajahi sisi-sisi gunung siang-malam. dia masih segar bugar.co. Otsu mencoba melepaskan diri dan genggamannya dan memperdengarkan jeritan nyaring. dan dari hutan berbondong-bondong orang mulai berkumpul di pekarangan kuil. Di provinsi lain. karena justru saat itu suara lelaki tepat di belakang Otsu terdengar bertanya. Sekejap tak berdaya. "Hentikan! Lepaskan saya!" teriak Otsu. dan tak lama kemudian kelompok-kelompok pencari sekali lagi dikirimkan untuk menjelajahi perbukitan Sanumo." la menurunkan baki dan mengantar orang itu menyusuri lorong. Takezo sendiri hampir tidak ingat bagaimana ia menyelinap lewat jaring yang dengan cepat mengetat itu. Tapi Takezo sudah pergi. diikat dengan sabuk sempit. wajah Osugi yang sudah berkeriput itu memucat melihat tamunya. Jelas ia berpangkat tinggi. "Mana jalan ke kamar mandi?" Orang itu mengenakan kimono pinjaman dari kuil.id and dimhad. Tiba tiba samurai itu menghampirinya dan merangkul Otsu dari belakang. "Ada berita penting yang mau saya sampaikan pada Nenek. "Matahachi tidak mati. tapi masih terus berpegangan pada Otsu. Lupa akan bahaya.com . Itu saja yang dapat saya sampaikan. di mana tergantung handuk kecil. hingga dapat menginap di kuil dan menghabiskan waktu malamnya dengan makan dan minum sekenyang-kenyangnya. Dia tinggal bersama seorang perempuan. memegang wajahnya dengan kedua tangannya yang besar dan menyapukan bibirnya ke pipi Otsu. cukup tinggi. "Kau!" teriaknya. "Itu dia! Itu Takezo! Dia di sini! Ayo tangkap dia!" Dari dalam kuil terdengar derap kaki dan raungan suara orang. "Apa salahnya?" bujuknya. Serdadu ini pun menutupkan tangannya ke mulut Otsu. "Apa kau tak suka lelaki?" "Hentikan! Tak boleh begitu!" protes Otsu yang tak berdaya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ternyata nasib baik. Saya tak bisa menyampaikannya sendiri. "Nenek!" "Siapa?" terdengar jawaban serak." 51 thanks to. Diterangi dari bawah oleh lentera kertas yang dipegangnya. Orang yang terjatuh itu berteriak. samurai itu pun jatuh telentang. Melongok ke dalam rumah berpenerangan suram itu ia berseru. Saya minta Nenek menyampaikan berita ini pada Otsu. syauqy_arr@yahoo. Pukulan itu keras.webng. mencari si pelarian." kata Takezo buru-buru. tapi orang itu membalikkan badan Otsu. Takezo mengenalnya sebagai salah seorang samurai dari Himeji. "Kamar mandi?" kata Otsu. Osugi berjalan pelan keluar dari kamar belakang. "Mari saya tunjukkan.

menyelamatkan Ogin. Tak lama kemudian menantu itu muncul kembali di gerbang. Nasi belum matang. syauqy_arr@yahoo. bagaimana?" seru Osugi riang. ia segera pergi. "Tenang-tenang saja dan hangatkan badanmu.id and dimhad. Takezo. Buat hadiah selamat jalan. "Lekas sana ke kamar mandi. sebentar lagi aku kasih kamu makan malam yang hangat dan enak. "Tak usah terkejut begitu. "Mau pergi ke mana kau sekarang?" "Saya mesti masuk ke benteng Hinagura." desak Osugi dengan nada seorang nenek. Sudah begitu lama tak seorang pun bersikap begitu baik kepadanya." la pun menyerahkan lentera itu pada Takezo dan menghilang ke belakang rumah. kehabisan napas. Hampir pada waktu itu juga menantu perempuannya meninggalkan rumah. begitu." "Terima kasih. lari melintasi halaman dan hilang ditelan malam. Dari kamar mandi." "O. "Sudah itu saya akan pergi entah ke mana. keluargamu dan keluarga kami selalu berdampingan sejak wangsa Akamatsu. Akan kuambilkan kimono dan pakaian dalam Matahachi untukmu. Kemudian ia memberi isyarat pada Takezo. mestinya saya datang lebih cepat. Dan lagi apa kau tak ingin mandi selagi aku menyiapkan makanan?" Takezo tak bisa bicara. jangan meninggalkan tempat ini. tiba-tiba sekarang ia teringat bagaimana rasanya diperlakukan sebagai manusia." Osugi memindahkan lentera dari tangan yang satu ke tangan yang lain untuk mengulur waktu. bahwa tidak saya biarkan Matahachi mati. terdengar suara air berkecipak." jawab Takezo sedih. 52 thanks to.webng. Selain itu. Saya cuma mau menyampaikan pada Nenek dan keluarga Nenek. di mana lentera itu berayun-ayun. "Bahaya sekali berdiri di sini-orang bisa melihatmu. Menurut pendapatku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan perasaan puas luar biasa karena telah bebas dari berita yang menjadi beban baginya. "Kau pasti lapar." sahut Takezo. tapi perempuan itu memanggilnya kembali.com . kan?" "Berhari-hari saya tidak mendapat makanan yang pantas. juga pada Otsu. Sesudah menjadi orang yang selalu curiga dan tidak mempercayai siapa saja. Sekarang tenang-tenang saja dan mandilah yang baik.co. kau seharusnya. la diikuti serombongan samurai dan barisan sukarela. "Nah. tapi yang pasti tak akan kubiarkan kau pergi tanpa diberi makan enak dan cukup!" Sekali lagi Takezo tak dapat menjawab. Osugi keluar rumah. la mengangkat sebelah tangannya dan menghapus matanya. Kalau saya tahu begini macamnya. "Cukup panas?" "Cukup! Saya menjadi orang baru. menyambut mereka dengan bisikan. Saya yakin Nenek akan menerima saya!" la bicara lagi dua-tiga kali. dan Osugi tidak menjawab." "Kasihan! Tunggu! Aku sedang masak tadi. tak ada alasan lagi bagi saya untuk tinggal di sini. tapi suaranya tenggelam oleh bunyi air.

lalu ia menyerang ke sekitarnya seperti gasing yang berpusing. dan ia mengintip lewat celah pintu. la hanya menajamkan matanya dalam cahaya lampu samar-samar untuk menemukan pakaiannya sendiri yang compang-camping. seperti dalam keadaan yang lain-lain juga. Tangkai lembing sering dapat lebih jitu dipergunakan daripada matanya. ia tangkap dan rebut tangkai lembing pertama yang ditusukkan kepadanya. Di luar pintu ia melihat gerombolan orang bersenjata tongkat. Ada sesuatu-sesuatu yang tak dapat dijelaskan-menggelitik naluri Takezo. karena tidak dari semula mengirim tiga-empat orang menyerbu kamar mandi. satu-satunya yang menurutnya harus dilakukan adalah menyerang daripada diserang. hingga pemiliknya terpental ke semak-semak. Namun jelas mereka telah lumpuh. Akhirnya dilihatnyaa pakaian itu di sudut dapur. bajingan-bajingan. Senjata itu digenggamnya erat-erat.com . juga lemari kimono yang besar. "Lihat. Tak ada waktu untuk berpikir.webng. Maka tegaklah bulu romanya.co. Ketika calon-calon penangkapnya sedang mengatur langkah di luar. Dengan suara ingar-bingar Takezo mengacak-acak seluruh rumah. "Aku dijebak!" pekiknya. Dalam keadaan masih telanjang dan rambut terburai ke sana kemari. Para penyerang terlambat sadar bahwa mereka telah membuat kesalahan besar. itu bagus sekali! Pasti kena dia kali ini!" Sesudah memecah diri menjadi dua kelompok. hampir bersamaan dengan keluarnya Osugi dan menantu perempuannya dari rumah ke halaman belakang. disertai teriakan perang yang menakutkan. jadi Ibu suruh dia mandi. "Mana pakaian saya? Kembalikan pakaian saya!" Di tempat itu berserakan pakaian kerja. dengan tiba-tiba ia tendang pintu sampai terbuka dan ia pun melompat ke udara." geramnya. Sekitar sepuluh kali senjata Takezo mengenai tanah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "O. Rasa takut apa pun yang mungkin dimilikinya hapus oleh rasa berangnya terhadap Osugi. Dalam keadaan itu. Begitu saja diayunkannya senjata itu dan dihantamkannya pada siapa saja yang datang mendekat. Tapi Takezo tidak memperhatikannya.id and dimhad. Cerdik sekali. orang-orang itu pun merunduk dan bergerak hati-hati seperti kelompok katak ke arah api yang menyala terang di bawah kamar mandi. Maka ia pun mengambil karang besar dan melontarkannya kepada orang-orang yang sudah memperlihatkan tanda-tanda mundur itu. dan begitu memperoleh pijakan kaki di 53 thanks to. lembing. dia lari masuk rumah!" seru seorang dari mereka. namun ia tak gentar. "Ya. "Baik. Ia mengambil pelajaran dari Sekigahara bahwa cara ini amat sangat efektif bagi orang yang kalah dalam jumlah. awas. Pekiknya." kata salah seorang dari mereka dengan kagum. syauqy_arr@yahoo. Kini mereka hanya dapat berteriak saling menyemangati. dicengkeramnya dengan sebelah tangan. dan senjata itu patah. dan pentung. Ia telanjang bulat. Ia sudah tak peduli lagi dengan banyaknya mereka. dan kamar mandi itu pun kecil.

Langit musim semi penuh dengan bintang.webng. 54 thanks to. para pengejarnya yang sudah sama sekali bingung itu tinggal mengutuk dan saling menyesali.com . Ketika la merangkak ke atas. syauqy_arr@yahoo. Disobeknya sedikit kain ikat pinggang dengan giginya dan diikatnya rambutnya yang masih basah ke belakang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI atas tungku tanah yang besar. karena gagal menjerat Takezo.id and dimhad. ia pun merangkak keluar dari jendela kecil yang tinggi. Berdiri di tengah atap. dan demikian erat hingga alisnya dan sudut-sudut matanya tertarik. tanpa tergesa-gesa Takezo mengenakan kimononya.co. dekat pada pangkalnya.

"Dia membunuh satu orang lagi!" seru satu orang kampung. Pemberitahuan itu ditandatangani secara resmi oleh Ikeda Terumasa. Otsu sejak semula tidak suka kepadanya." thanks to. Juga imbalan memadai untuk informasi apa pun yang bisa menghasilkan tertangkapnya Takezo. "Dari mana kau. Kumisnya seperti tali. kedua kakinya mencuat ke langit dalam kedudukan tak wajar. tidak dapat tidak. ada surat buatmu. Di kaki bukit ia berpapasan dengan kapten yang menginap di kuil dan lima-enam anak buahnya. la pun bergegas mendaki anak tangga kuil. membaca daftar hadiah yang dijanjikan itu. Wajah Otsu mengerut pucat ketika ia muncul dari tengah-tengah kerumunan. dengan petunjuk pasukan Himeji. Kepalanya tergeletak dalam rumpun rumput yang tinggi. Itu yang paling tidak disukainya. Mereka ketakutan. Tapi ternyata usaha mereka tidak membawa hasil. Tanpa melirik orang itu. Tengkorak orang itu hancur." jawab Otsu pendek.com 55 . Melihat gadis itu. Orang kampung tak dapat mengerjakan ladangnya atau merawat ulat sutranya. Mereka telah mendengar pembunuhan yang mengerikan itu dan sedang dalam perjalanan untuk menyelidikinya.co. Belum jelas siapa. "Di mana? Siapa kali ini?" "Seorang samurai.webng. "Otsu. Orang-orang yang melongo melihat pemandangan itu. Takuan sedang duduk di depan ruang utama." "Belanja. melihatnya saja sudah membuat ia jijik.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 5. Menyesal karena telah melihat. ia pun bergegas menuju kuil dan mencoba menghapus gambaran wajah orang mati yang terus terbayang di depan matanya. jangan-jangan Takezo datang membalas dendam. Seni Perang PENCARIAN yang dilakukan setiap hari di pegunungan berlangsung terus. Papan itu tergeletak melintang di tubuh yang basah oleh darah. Di kediaman Hon'iden berkecamuk suasana panik. Otsu bergegas lewat agak jauh dari situ untuk menghindari binatang kotor itu. bermain dengan seekor anjing kampung. Papan-papan besar dipasang di depan rumah kepala kampung dan di setiap persimpangan: pengumuman hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap atau membunuh Takezo. Orang kampung terus datang-pergi dan berkasak-kusuk antarsesamanya.id and dimhad. Mereka ketakutan setengah mati. yang dipertuan di Puri Himeji. Tapi sejak malam orang itu mencoba memaksanya. jelas akibat hantaman salah satu papan tanda hadiah. Osugi dan keluarganya mengunci gerbang utama dan merintangi semua jalan masuk. sang kapten menyeringai. ketika Takuan melihatnya dan memanggil. tapi sangat ingin tahu. Para pencari." Mayat itu ditemukan di dekat jalan setapak di luar kampung. Beberapa orang tertawa muram melihat ironi mencolok itu. menyusun rencana-rencana baru untuk menjerat pelarian itu. dan kerja pertanian pun mengendur. Otsu?" tanyanya dengan sikap akrab menyenangkan. syauqy_arr@yahoo.

la merasa surat itu tentunya ditujukan pada orang lain. Mereka tak punya alasan sama sekali untuk membunuhnya. saya takut!" kata Otsu memohon. begitulah terkanya cepat. Ha! Padahal tadinya kudengar kampung ini seperti surga kecil!" "Kenapa Takezo membunuh orang?" "Supaya mereka tidak membunuhnya. dan saya memberikan kesaksian atas kebenaran penjelasan itu. Matanya masih terbuka. seakan-akan menenun itu sendiri mendekatkan Matahachi padanya. terpaksa kau mesti menutup mata kalau pergi ke mana-mana. dan darah. "Ya. Ada apa?" "Saya mual. Tapi kalau melihat keadaan sekarang. Hari-hari ini aku selalu bertemu mayat. Surat itu jelas sudah menempuh jalan panjang sebelum sampai kepadanya. Sejak tahun lalu selalu ia menggunakan waktu luangnya dengan memintal benang sutra untuk pakaian itu. Saya kira. Ketika segelnya dibuka. kau sedang pergi ketika pesuruh datang.co. la merasa senang bahwa nantinya dapat menjahit semua bagian kain itu menjadi satu kimono lengkap. yang jatuh ke pangkuannya bukannya satu.. penuh dengan noda bekas jari dan titik air hujan. Saya sudah kawin dengan Matahachi dan menerimanya dalam keluarga saya. Tadi saya lihat orang mati menggeletak di rumput. dia rupanya masih memikirkan Anda. la ingin pakaian itu kekal selamanya. Hormat saya. Pada alat tenun terpasang secarik kain kimono lelaki yang belum selesai. Karenanya saya tidak akan berbicara terperinci. la menenun setiap helainya dengan sangat cermat. Itu untuk Matahachi. Sambil duduk di depan alat tenun. Yang pertama ditulis seorang wanita yang tak dikenal. Berulang kali ia baca alamatnya untuk mencari kesalahannya.id and dimhad. ia menatap surat itu dengan saksama. Meskipun begitu. Bungkusannya sudah sobek-sobek dan lusuh. Harap lupakan Matahachi. Saya menulis hanya untuk membenarkan apa yang tertulis dalam surat satunya. seorang wanita yang sudah agak tua. "Apa yang mesti kita lakukan kalau dia datang kemari?" Mendung gelap bergumpal-gumpal di atas pegunungan. Otsu menerima surat misterius itu dan pergi menyembunyikan diri di kamar tenun. syauqy_arr@yahoo. jadi kenapa pula dia mesti membiarkan mereka?" "Takuan.com . salahlah kalau kita membiarkan saja hal itu." Dikeluarkannya sebuah gulungan kecil dari lengan kimononya dan diserahkannya pada Otsu. tentu saja." "Kau tak perlu melihat hal-hal seperti itu. "Siapa yang mengirim?" bisiknya pada diri sendiri. Oko 56 thanks to. melainkan dua surat. karena itu dia tinggalkan surat itu padaku. Katanya. "Kau kelihatan kurang sehat.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Buat saya?" tanya Otsu tak percaya.. Karena itu Matahachi dengan ini mengirimkan penjelasan.

Banyak sekali pekerjaan harus dilakukan untuk menyenangkan orang itu.webng. Surat itu telah diinjak-injak seperti sepasang boneka jerami. Semua orang di dapur mulai bertanya-tanya di mana gerangan Otsu. Takuan pun akhirnya membuka pintu kamar tenun. Takuan memungutnya. la duduk terpukau. terlampau terguncang untuk dapat berteriak atau sekadar mengedip. Kalau Otsu kebetulan bertemu dengan ibunya. biarawan itu melintasi pekarangan kuil dan melewati kamar tenun beberapa kali. Ikan segar dari kali harus disiapkan menurut petunjuk-petunjuknya. dan serunya. la sama sekali tidak memikirkan si kapten. Kapten yang diserahi tugas melakukan pencarian merasa puas dapat memerintahkan orang-orangnya yang kelelahan itu tidur di hutan. "Cepat temukan dia! Tamu kita bilang tak bisa minum sake kalau bukan Otsu yang menuangkan. "Kenapa kau tidak menyimpannya?" 57 thanks to. Beberapa kali pendeta kuil keluar lorong tinggi dan berseru kepada Takuan. karena "sukar" baginya menulis langsung kepada ibunya tentang persoalan itu. Kuku-kuku jarinya yang memegang surat itu berubah sewarna dengan kulit orang mati yang dilihatnya kurang dari sejam sebelumnya. Otsu terkulai di atas alat tenun. dan satu orang harus mengambil sake mutu terbaik dari salah satu rumah kampung. Karena tak ingin mengganggu. Yang dikhawatirkannya adalah Otsu. Hampir bersamaan waktunya dengan keberangkatan pembantu itu. tak mau la bersusah-susah melihat ke dalam. Karena Otsu menghilang. "Apa ini bukan yang dibawa pesuruh hari ini?" tanyanya lembut. Sambil memanggil-manggil namanya. Takuan diam saja memandang kedua surat yang kusut dan sobek di tanah. Bukan kebiasaan gadis itu untuk pergi tanpa memberitahu. Otsu merasa sumsum tulang punggungnya berubah menjadi es. Karena pintu kamar itu tertutup.com . Apa yang dilihatnya di dalam sungguh mengejutkannya. Intinya tentu saja permintaan agar Otsu melupakan pertunangan dengannya dan agar menemukan suami lain. ia diminta menyampaikan bahwa Matahachi masih hidup dan sehat.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Surat satunya berisi tulisan cakar ayam Matahachi dan berisi penjelasan panjang yang menjemukan. Takuan pun pergi mencarinya. Air mandi harus dipanaskan sepantasnya. serta tinggal di provinsi lain. Matahachi menambahkan. "Belum juga ketemu? Mestinya di sini-sini saja. ia akan berterima kasih apabila Otsu mau membantu." Tapi lama kelamaan ia pun bingung.id and dimhad. tapi ketika ia sendiri kembali ke kuil pada senja hari. Jam-jam berlalu. mengenai semua alasan kenapa ia tidak mungkin pulang." Pembantu kuil disuruh menuruni bukit untuk mencari Otsu sambil membawa lentera. ia pun menuntut kenikmatan yang sesuai dengan statusnya. dan sebagian besar pekerjaan itu jatuh pada Otsu. makan malam si kapten terlambat. syauqy_arr@yahoo. jelas dalam keadaan dirundung kesedihan.

dan basuh mukamu." Ketika akhirnya Otsu muncul di petak pendeta. aku akan mengawanimu. Dia manusia dari dunia ini.co. dan sudut-sudut matanya yang melotot itu mulai turun. Aku tahu kau enggan. tidak sepenuhnya ia merasa senang. katanya. tapi kau betul-betul harus kerja. dan si kapten menudingnya sambil berteriak. tapi dia selalu pergi kalau saya datang.id and dimhad. Ia mengangkat matanya yang kosong dan memandang ke sekitar. sampai Otsu menyodoknya. kepala saya sakit. kapten yang sudah membongkok mabuk itu jadi gembira. Otsu. "Lagi pula. Itu kurang baik juga. Takuan duduk membungkuk seperti pengemis buta. "Otsu. Yang jelas. syauqy_arr@yahoo. yang di sana itu!" Takuan terus juga membaca." Takuan menepuk punggung Otsu. tapi si Jenggot Jarang tua itu tak suka padaku. Aku sendiri sudah mencari ke manamana. ia menengadahkan wajahnya yang basah oleh air mata kepada Takuan dan berkata. Tapi pendeta itu lain pendapatnya. malam ini saja?" Takuan mengeluh. Sekarang jangan pikirkan lagi. "Semua orang sudah setengah gila mengkhawatirkanmu. asyik membaca buku yang terbuka di atas lututnya. dia sudah menerima dan membesarkanmu." "Hmmm." "Aku tidak keberatan. "Saya akan pergi. Ketika Takuan membantunya berdiri. aku pribadi berpendapat kau tak usah menghidangkan sake untuknya malam ini atau malam kapan pun." bisik Otsu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Otsu menggeleng lesu.webng. Di sebelah lampu.." "Tapi saya tak mau ke sana sendirian!" "Tapi Pendeta ada di sana. Biarawan itu dikira pembantu pendeta. kau mesti melayani Kapten. Dia bukan orang yang dapat merebut rasa hormat atau dukungan daimyo bagi kuilnya lewat kebesaran jiwa semata-mata. "Bapak. "Kapten memanggil saya?" 58 thanks to. asal Bapak berjanji menemani saya. "Hei. Sekalipun demikian. dan sebabnya adalah hadirnya satu orang yang tidak dikehendakinya di kamar itu. tapi ada beberapa orang yang memang begitu pengaruhnya terhadapku.. Segera kemudian mukanya jadi merah padam. Tiap kali aku melihat kumis konyol itu. Dia percaya bahwa dia mesti menghidangkan anggur dan makanan agar Kapten senang selalu. Ayo pulang. jadi kau berutang budi padanya. apa tak bisa mereka meliburkan saya. Aku tahu perasaan itu kekanak-kanakan." Dengan enggan Otsu pun menurut.. la meluruskan topinya yang dari tadi sudah sangat miring. kan?" "Ya.com . Pendeta tua itu sudah hilang akal. la jadi sangat riang dan berkali-kali minta dituangkan sake lagi." "Kepala saya. aku jadi ingin sekali mengatakan bahwa kumis itu lucu sekali. Baiklah.. Kau tak boleh tinggal terlalu lama di sini.

"Apa!" "Apa Kapten sudah mengamati kumis Kapten? Maksud saya. "Tamu bilang dia lebih suka seorang diri." "Ada apa rupanya?" "Siapa bilang Otsu mesti pergi denganmu. "Saya ini sungguh tidak sopan.. la jadi tampak seperti ikan buntal. Kita tak boleh mengganggunya lagi. bukan itu.co.. "Itu berarti Kapten mau memenggal kepala saya? Kalau begitu. syauqy_arr@yahoo. tidak keberatan." jawab Takuan polos. Kalau begitu. Ayo.id and dimhad. Sambil memegang tangan Otsu ia pun berkata pada gadis itu. lalu hinggap di baki Kapten. "Keluar kamu. "Wah. akan saya tutup buku saya. Akan saya minta Otsu menyingkirkannya. Cinta kesendirian adalah tanda kebijaksanaan. Tapi samurai juga begitu." Mata si kapten hampir saja melompat dari ceruknya.. apa Kapten sungguh-sungguh menyediakan waktu untuk menatapnya dan menilainya secara objektif?" "Anak haram jadah!" teriak Kapten seraya mengambil pedang yang tersandar di dinding. orang pandir jelek?" Takuan pun melipat kedua tangannya." "Oh." "Bukan. "Oh." gertak si kapten.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kapten menjawab pedas. "Sudah cukup aku diejek. "Hmm. ya?" "Sama sekali tidak.com . Soalnya karena saya bukan Wuk'ung yang suci dan dapat mengubah diri menjadi kepulan asap. maaf. "Jaga dirimu!" Takuan berdiri. lupakan saja. Membosankan sekali." "Baiklah. "Rasa sake jadi rusak karena ada orang membaca. Sekarang giliranmu menerima akibatnya!" Takuan jadi tertawa.. "Sudah bertahun-tahun saya memperhatikan. dan sambil memandang Kapten dengan sebelah matanya ia pun bertanya tenang. bodoh! Enyah dari mukaku!" "Baik." Wajah Takuan menjadi sungguh-sungguh. kamu. Bagaimana saya mesti menjaga diri saya sendiri?" Kapten pun memekik sambil memegang pedangnya yang masih tersarung. umpamanya. "Tapi aku keberatan. kamu! Aku tak ada urusan denganmu. kamu.. tidak banyak pendeta atau biarawan yang tampan." "Kenapa. kalau begitu sulit juga. atau menjadi serangga. ya. goblok! Kau ini bikin rusak suasana.." kata Takuan dan kembali membaca buku. saya kira. tapi kau sendiri." Leher kapten yang merah itu pun menggembung dan matanya melotot." kata Takuan tenang sambil membungkuk.. "Ya. Anda sendiri." jawab Takuan bernada ejekan. Pergi dari sini!" "Oh." "Ha?" 59 thanks to. tapi saya tidak keberatan di sini.. kenapa." "Melihat buku itu saja aku sudah jengkel.webng.

"Tak ada yang salah dengan otakku. Memang rasanya tak ada bedanya buat kalian para serdadu.com ." guntur samurai itu. berapa pun waktu yang kalian hamburkan buat mencari Takezo. Itu bukan prestasi besar. "kalau begitu aku puas bila bisa membungkam mulutmu. syauqy_arr@yahoo. Aku hanya mengemukakan kebenaran. Tak bisa saya membayangkan hal yang lebih membosankan daripada memenggal kepala seorang biarawan. tapi saya minta Kapten bersabar. tapi rupanya orang tak suka mendengarnya. Apa maumu aku berdusta?" "Lebih baik jangan kau ulangi. Apa kalian menyadari apa yang kalian lakukan terhadap mereka? Mereka tak bisa makan kalau kalian teruskan ini. Apa kaupikir akan kubiarkan diriku dipenggal oleh orang tolol macam ini? Memang dia mengepalai berpuluh orang yang terampil bersenjata. Tapi itu beban luar biasa buat petani.webng. akan mengherankan sekali kalau dia dapat mengalahkanku!" "Jangan bergerak!" perintah Kapten. Otsu?" kata Takuan keberatan. Biar sukar buatmu melanjutkan bualan kurang ajar!" Dengan keberanian yang biasa dimiliki orang hanya karena memegang senjata. "Apa pula bicara Bapak ini?" katanya dengan maksud mengendurkan perasaan dan melambatkan tindakan. tapi dua puluh hari dibuangnya hanya untuk menemukan tempat seorang pelarian yang sudah kecapekan dan setengah kelaparan. Otsu menengahi kedua orang itu. bagaimana mereka 60 thanks to. sungguh!" Air mata bercucuran dari matanya. Dia tidak bermaksud apa-apa. Barangkali malahan tak terpikir oleh kalian. ia pun tertawa terbahak-bahak jelek sekali dan maju dengan sikap mengancam. "Minggir. Apa gunanya buat Anda?" "Hah. Bicaranya memang begitu dengan semua orang. dan aku bukannya melucu. berusaha melindungi Takuan. "Kapten cukup punya alasan untuk marah. "Apa katamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Membosankan. Kepala itu akan jatuh begitu saja ke lantai dan menggeletak di situ menertawakan Kapten. Kalau dia tak punya cukup akal buat menemukan Takezo. Otsu! Biar kupotong pembantu pendeta bermulut besar ini menjadi dua!" Otsu menjatuhkan diri ke kaki Kapten dan memohon. Mukanya membengkak menjadi warna lembayung ketika ia bergerak menarik pedangnya. "Bukan begitu caranya bicara dengan prajurit." Tapi Takuan sama sekali tidak mundur. Aku tak apa-apa." mohonnya. hingga tangannya yang memegang sarung pedang bergetar hebat. makanya kusebut dia tolol. "Minggir. minta maaf pada Kapten. Dia orang yang tidak begitu beres." geram Kapten. Otsu.id and dimhad. "Ayolah. Dia tolol. Coba sekarang katakan Bapak menyesal.co. "Aku akan bicara sesukaku. "Kapten!" Tingkah laku Takuan yang asal saja itu membuatnya demikian berang.

Sebagai hadiah. hanya kepalamu yang datang menghadap hari ini? Di mana bagian badanmu yang lain?' "Pasti kau berminat mengetahui bahwa Yang Dipertuan Terumasa dan aku biasa bersamasama ambil bagian dalam upacara minum teh di Myoshinji. Beliau suka sekali tepung itu. dan kaugunakan kedudukanmu untuk mendapat penginapan yang paling menyenangkan. tapi apa yang kaulakukan? Setiap ada kesempatan. Barangkali dia akan berkata. Kyoto. pengkhianat. Kau bahkan tidak memikirkan sama sekali anak buahmu. Kapten! Kau menutup mata pada kenyataan bahwa kau menarik para petani dari kerja yang menghasilkan makanan mereka sehari-hari." Kegarangan si Jenggot Jarang menguap dalam sekejap. sekalipun tampaknya ia masih belum dapat menilai apakah yang dikatakan Takuan itu benar atau tidak. aku senang bisa pergi bersamamu ke puri dan menghadap Yang Dipertuan sendiri.co. "Sekarang cobalah potong kepalaku dan kirimkan kepada Yang Dipertuan Ikeda Terumasa! Percayalah." Kini Kapten sudah demikian terpesona. aku bisa membawakannya tepung soba lezat. hingga tak dapat menutup mulutnya yang menganga. "Apa bukan tugas samurai untuk mengabdi kepada atasan dengan jujur dan tak kenal lelah? Apa bukan tugas Kapten menunjukkan kebajikan kepada rakyat yang membanting tulang demi daimyo? Coba lihat diri sendiri. Kau mestinya melakukan misi resmi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terpaksa menelantarkan sama sekali kerja ladangnya untuk mengikuti perburuan angsa liar kalian yang berantakan itu. syauqy_arr@yahoo. 61 thanks to. yang bisa dibikin orang sini. dia akan kaget. "Pertama-tama. 'Hai. "Kalau kaupikir aku bohong. tapi pejabat-pejabat birokrat seperti kamu yang berdiri antara daimyo dan rakyat jelata ini.com . untuk tujuan-tujuan pribadimu sendiri. dan tidak tahu mau bertindak bagaimana. Kami berdua pun berkali-kali mengobrol lama dan hangat di Daitokuji.id and dimhad. kenapa kau bermalas-malasan di sini malam ini? Siapa yang memberimu hak bersantai pakai kimono yang manis dan enak. Mabuknya pun sudah sedikit berkurang. Kauselimuti diri dengan kekuasaan atasanmu untuk menghamburkan tenaga rakyat jelata. Itu fitnah besar terhadap pemerintah Tokugawa!" "Bukan pemerintah Tokugawa yang kukritik. kaulahap makanan dan minuman orang lain yang diperoleh dengan susah payah. Satu hal lagi. Takuan mendesak terus." kata biarawan itu. yang bisa saja mencuri upah yang mestinya mereka terima. nyaman dan hangat. mandi seenaknya dan minum sake sebelum tidur dengan layanan seorang gadis manis? Apa itu yang kausebut mengabdi kepada atasan?" Kapten itu bungkam. Dan tanpa upah pula! Sungguh memalukan!" "Jangan sembarangan kamu. Takuan! Jadi. lebih baik kau duduk dulu.webng. la tampak lumpuh. Aku berani mengatakan. kau adalah contoh korupsi yang klasik.

Ini ada hubungannya dengan kerja resmimu." Kapten itu lelaki umur empat puluhan." la menoleh pada sang gadis. makin lama Anda bisa tinggal di kuil ini. Dengan takut-takut ia berkata. Tapi kalau pencarian di pegunungan sepanjang hari itu berjalan terus. tapi kalian para prajurit ini memang sama saja. makan. aku tak dapat berbohong. Saya minta Anda memaafkan saya.id and dimhad. "Sudah dari semula kukatakan supaya jangan mengancamku. syauqy_arr@yahoo. Aku mau menunjukkan kepadamu bagaimana menangkap Takezo tanpa kehilangan lagi anak buah atau menyebabkan orang kampung mendapat kesulitan lebih dari yang sudah kauberikan. 62 thanks to. Kejadiannya barangkali akan berakhir dengan kau bunuh diri gara-gara ketidakmampuanmu.com . tapi Takuan menahan diri untuk tidak lebih memojokkannya lagi." "Ya. "Kau tentu kenal dengan buku Seni Perang karangan Jenderal Sun-tzu. dan tak ada yang paling tidak kusukai daripada mendatangi seorang daimyo. saya telah berlaku terlalu kasar. tolong tuangkan secangkir sake lagi untuk Kapten." la jadi begitu tertekan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tapi tak ada yang lebih capek. Saya tak tahu sama sekali bahwa Anda teman Yang Dipertuan Terumasa. Dan lagi. tapi jelas dari wajah mereka waktu itu bahwa kekuatan watak tak ada urusannya dengan umur." "Tentu saja aku juga tahu bahwa buat Anda tidak penting berapa lama dibutuhkan untuk menangkap orang itu. Terutama di depan Yang Dipertuan. "Otsu. Kalian tak pernah berpikir tentang konsekuensi. akan kuceritakan hal lain. karena itu kau mesti benar-benar memperhatikannya. yang merupakan karya klasik Cina tentang strategi militer? Aku yakin prajurit setarafmu kenal sekali dengan buku yang demikian penting. saya tak mau lagi sake. Dan inilah kekurangan kalian yang terbesar. "Tidak. Aku menyebutnya karena aku ingin memberikan satu pelajaran yang menggambarkan salah satu prinsip utama buku itu. Cacian lisan Takuan telah merendahkan orang yang lebih tua itu." Kapten yang sudah tak berdaya itu pun menurut." Serdadu itu pun tampak seperti seorang anak yang akan menangis. kira-kira sepuluh tahun lebih tua daripada Takuan. dan keangkuhannya pun menguap. Yang ingin kubicarakan adalah bagaimana menangkap Takezo. "Mari kita lupakan saja. dan mengerling Otsu?" "Saya minta jangan membawa-bawa lagi soal itu. "Aku bersedia menganggap seluruh peristiwa ini sebagai rahasia. "Sekarang turunkan pedang itu. Itulah yang harus Anda lakukan untuk melaksanakan perintah dan menjaga kehormatan Anda sebagai samurai.webng. hingga tampak menggelikan.co. Bukankah makin lama waktu itu. para petani akan mengalami kesulitan besar. kalau orang-orang yang menjadi korban tindakanmu di Miyamoto kebetulan datang selagi kami mengobrol sambil minum teh. Maaf.

padahal menurut pendapatku." 63 thanks to. tapi menyedihkan sekali. aku terpaksa duduk lagi dan melihat saja Anda terus membuat kesalahan besar.. Sebaliknya. "Kalau aku berhasil membawa pulang pelarian itu. tapi. Takezo beruntung. tetapi juga penduduk kampung terlalu limbung dan ketakutan untuk melakukan pekerjaan yang biasa." "Anda main-main saja." "Anda menangkap dia?" "Apa Anda kira aku berkelakar?" "Tidak. Aku pribadi menawarkan diri untuk menangkap Takezo dalam tiga hari. apa Anda merencanakan untuk menunggu sampai turun salju? Kira-kira delapan bulan lagi?" "Tidak." "Aku paham betul. kan?" "Diam dulu! Apa menurut Anda. Bahkan menurut pendapatku Anda tidak menggunakan strategi sama sekali. mungkin saja aku hanya seorang pendeta sederhana." "Tapi apa?" "Tapi kalau dihitung tenaga bantuan dari Himeji dan semua petani serta prajurit itu. Ya.. Anda orang yang tidak berpendidikan dan sama sekali tidak efektif. Banyak yang bisa dimakan pada musim ini. Menurut penglihatanku. Aku tidak membutuhkan bantuan." "Nah. akulah yang menentukan nasibnya. bahwa Anda tidak mengenal Seni Perang?" "Saya malu mengakuinya. itulah sebab terpenting kegagalan Anda yang memalukan. kami berdua cukuplah. Anda harus merasa malu. saya pikir tak bisa. Aku hanya akan mengusulkan sesuatu. Anda tidak mengenal Seni Perang. syauqy_arr@yahoo.com . kesulitannya adalah Anda tidak menggunakan strategi yang sewajarnya. sampai salju jatuh. Takuan Soho menghabiskan seluruh waktunya buat bikin lelucon?" "Maaf. Apa betul anggapanku. Anda bisa saja seorang pejabat.id and dimhad. Justru karena itu aku menawarkan diri menangkapnya untuk Anda. Sekarang tinggal satu syarat lagi." "Apa syaratnya?" tanya Kapten hati-hati." "Seperti kukatakan tadi. barangkali aku akan membawa serta Otsu.webng. tapi aku memahami Sun-tzu. lebih dari dua ratus orang sudah menjelajahi pegunungan itu hampir tiga minggu lamanya. Kalau Anda tak setuju." "Tentu saja tidak bisa.co. Karena itu tak akan kaget kalau aku sebut Anda tolol. Tapi pikir-pikir." "Dan karena sekarang ini musim semi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tidak hanya para petani. Tapi tak ada gunanya membikin pusing Anda. dan barangkali juga kepala Anda. tapi memang demikian. aku dapat melakukannya sendiri." "Kalau begitu.

demi Matahachi.id and dimhad. Tapi bagaimana kalau Anda tidak dapat menemukannya dalam tiga hari?" "Aku akan gantung diri pada pohon kriptomeria di kebun itu. Sinar harapannya yang terakhir. la sangat tergoda untuk melakukan hal itu. Ia mempercayai tunangannya itu. ada kemungkinan ia sama sekali tidak waras. Berbagai pikiran berkecamuk dalam kepalanya. Hanya sehari sebelumnya surat selamat tinggal Matahachi melukainya. Yang lebih dipedulikannya adalah kemungkinan satu-satunya teman di dunia ini akan hilang juga karena usul tololnya. "Tidak!" "Tidak. Anda dapat memutuskan apa hukumannya. Dan sekarang Takuan membuat perjanjian yang sinting. ia mengangguk bijaksana dan mengatakan bahwa mulut manusia itu pintu bencana. Takuan merupakan titik terang dalam hidup ini. Kapten mengangguk tanda setuju.webng. sungguh-sungguh gila!" "Bagaimana dia akan menangkapnya?" Jawaban-jawaban konyol dan ketawa mengejek pun terdengar. syauqy_arr@yahoo. ketika ia menangis sendirian di kamar tenun. "Baiklah kalau begitu. dan bahkan bersedia menenggang Osugi yang dahsyat itu sebagai mertua tukang perintah. Kalau Anda menangkapnya. Ketika berita itu sampai ke telinga pendeta kuil.co. Setidak-tidaknya barangkali ia dapat memetik hasil pada saat terakhir. Tetapi yang betul-betul paling khawatir adalah Otsu. la juga sudah bermaksud menghunjamkan bilah tajam itu ke dalam tenggorokannya.com . Ia masih dapat merasakan hangatnya tangan kokoh biarawan itu ketika membimbingnya ke luar kamar tenun. Lukanya lebih perih dibanding berita kematiannya. ia mengambil pisau tajam dan mengiris-iris sampai lumat kain kimono yang sungguh-sungguh telah disulami jiwanya. Kepada siapa ia harus berpaling kini? Bagi Otsu yang sudah tercebur dalam kegelapan dan keputusasaan. Dengan pikiran itu. la merasa 64 thanks to. Sehari sebelumnya. "Apa Takuan sudah gila? Saya dengar dia berjanji mencari Takezo sendiri!" Mata orang-orang di dapur terbelalak. Takuan menghiburnya dan meyakinkannya agar setuju menuangkan sake. seorang anteknya? Mungkinkah ia tahu di mana orang itu bersembunyi? Tapi kalaupun tidak tahurasanya memang tidak-apa salahnya memberinya kesempatan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa maksud Anda?" Kapten menarik-narik kumisnya." Pagi harinya pembantu kuil dengan wajah sangat gelisah berlari ke dapur. dan Takuan akhirnya menepuk punggungnya. namun munculnya Takuan akhirnya membuyarkan maksud itu dari kepalanya. Otsu tidak begitu memedulikan keselamatannya sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa yakin biarawan aneh ini tidak akan menipunya? Walau ia bicara lancar. Mungkinkah ia teman Takezo. Terengah-engah ia berseru. tapi terdengar juga bisikan terpendam yang mengandung kekhawatiran. sekadar untuk melihat apakah ia berhasil dengan rencana gilanya.

Akal sehatnya menyatakan aneh kalau ia dan Takuan dapat menemukan tempat Takezo dalam waktu sesingkat itu. o. Katanya. tapi karena alasan-alasan yang hampir tak dapat dimengertinya sendiri. Aku juga butuh kuali. lagi pula pilihan untuk tinggal di kuil dan selalu gelisah lebih buruk lagi dibanding dengan pergi. pegunungan dengan dedaunan yang berkilat-kilat lemah oleh cahaya suram makin tampak seakan bermandikan hujan petang hari. dan mencegah berlangsungnya terus pemborosan hidup manusia." "Apa? Senjata? Apa kita mesti bahwa pedang atau lembing.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI putus asa dan sangat tertekan. Seperti si kucing." itulah nasihat praktis mereka. Bambu bergaris dan tumbuhan jalar wistaria menjerat kabut. bumbu kacang. Wajah Otsu cekung.com . tetapi Takuan berkeras tak ada yang mesti dikhawatirkan. ya." "Sudah saya kemasi semuanya-sandal jerami. maksud Bapak beberapa kotak makan siang?" "Bukan. "Otsu. dan percaya penuh padanya. sedikit sake. pesuruh. Waktu itu musim semi sudah hampir usai." panggilnya. Otsu sudah terlampau bingung untuk menolak. Takuan bahkan sudah berani bertukar sumpah dengan si Jenggot Jarang di hadapan altar Hachiman. obat-obatan. dan. bikin bungkusan yang besar. ia pun meregangkan anggota badannya sambil menguap lebar.. Dan bawa pikulan. sedangkan pegunungan yang di kejauhan lebih pucat daripada mika. Baik pendeta. maupun pembantu pendeta mencoba meyakinkannya untuk tidak pergi. Kucing melompat turun dari emperan kuil. Pergi ke dapur sana. tujuannya adalah meringankan beban kampung. Aku mau bawa nasi. angin berbau wangi dan hangat. mengamankan kembali lalu lintas di jalan raya. makanan yang enak. syauqy_arr@yahoo. Mengingat jumlah nyawa yang dapat diselamatkan kalau Takezo bisa cepat ditangkap. "Pergi saja sembunyi. kertas minyak polonia. Matahari tenggelam dengan cepat. 65 thanks to. Apa saja yang enak bolehlah.." "Ada yang kamu lupa.co. Takuan pun meminta agar Otsu beristirahat sebanyak-banyaknya menjelang malam hari berikutnya.webng. tongkat. Otsu sama sekali tidak tergerak untuk berbuat demikian.id and dimhad. Petang hari berikutnya Takuan masih tidur bersama kucing di sudut bangunan utama kuil. atau yang lain?" "Tentu saja tidak! Aku mau bawa bekal makanan. Makin jauh Takuan dan Otsu meninggalkan kampung. Ketika Takuan kembali. dan bayang-bayang malam yang pekat mulai menyelimuti celah-celah jajaran gunung yang menandai alur Sungai Aida. saat mereka berangkat. Otsu menegurnya dengan keras karena sikapnya yang terburu-buru itu. nyawanya sendiri tidaklah begitu penting. dan akhirnya Takuan sendiri keluar ke beranda. dewa perang. Otsu harus ikut tanpa mengeluh." Pegunungan dekat tempat itu kini lebih hitam dibanding pernis yang paling hitam. pembalut kaki. "lebih baik kita berangkat sekarang." "O.

jangan khawatir." "Takuan. Dia berjuang demi hidupnya. "Ke mana kita pergi?" "Aku belum tahu." "Apa kau capek?" "Tidak." "Apa para petani itu yang memasangnya di sini buat menangkap Takezo?" "He-eh." jawab Takuan. tapi pikulan itu jelas menyakitinya.webng." "Apa yang kau khawatirkan? Kalaupun kita terperangkap." "Kapten tidak memperlihatkan muka di kuil sepanjang hari tadi. apa yang akan kita lakukan? Sesudah diburu orang banyak begitu lama." "Kalau begitu. tapi sisi belakang Sanumo sudah kita lewati beberapa waktu lalu. dan dia sangat kuat. masing-masing memikul ujung pikulan bambu yang digantungi bungkusan yang terikat baik-baik.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mereka berjalan beriringan menembus kegelapan. Cepat atau lambat dia akan muncul." la menyeringai pada Otsu. Kalau nanti dia muncul." Sesudah diam sekejap. bagaimana caranya menangkap Takezo?" "0.com . kalau Bapak bicara soal itu. Kenapa bicara soal jalan pada saya?" "Mari kita turunkan beban ini sebentar. aku yang lebih dulu. ia pun menambahkan. "Rasanya kurang begitu indah. "Di mana saja orang-orang ini? Tak seorang pun kulihat. supaya kita dapat sendirian saja tiga hari ini.co. tampak berpikir sedikit. Takuan pergi menuju karang yang berdekatan. langkahnya langsung terhenti. "tapi mari kita jalan lebih jauh lagi sedikit. ya?" kata Takuan sambil menoleh ke belakang. Ini tentunya Tsujinohara. kita terpaksa jalan sepanjang malam ini. saya bahkan tak tahu ke mana kita ini. Tapi kalau kita tidak hati-hati. sia-sia saja mereka menempuh banyak kesulitan. Bukan Takezo. Pak Takuan. Aku cuma mau mengingatkan kamu supaya jalan yang balk. kita yang akan masuk kedalamnya. "Ada apa? Kenapa Bapak bikin takut saya?" "Jangan khawatir. Memikirkan itu saja kaki saya sudah gemetar." jawab gadis itu. syauqy_arr@yahoo." Habis meletakkan bungkusan itu ke tanah. Tak perlu kau menyusulku. apa menurutmu jurang ini tidak makin sempit?" "Tak tahulah saya. "Oh!" teriak Otsu ketakutan." gerutu Otsu.id and dimhad. Banyak wistaria dan perangkap semak sepanjang pinggir jalan ini. tentunya dia nekat sekarang. dia menyuruh pulang para pencari. Saya berani bertaruh." "Hati-hati! Awas kakimu!" seru Takuan tiba-tiba. "Menurutku." "Saya sih tidak keberatan jalan." "Ah. "Otsu. 66 thanks to. karena setiap kali ia memindahkannya dari bahu satu ke bahu lain. "Malam yang bagus buat jalan-jalan." "Tapi dia belum pernah menemui siapa pun. saya jadi gugup dan tak bisa melangkah.

akan jatuh ke tanganku tepat seperti Jenderal Ts'ao dari Wei jatuh ke tangan Ch'u-ko K'ung-ming. Otsu bertanya. "Maksud Bapak. jadi ada namanya?" Ketika mereka sampai. Pokoknya. ada yang mengatakan. Sambil buang air kecil." "Buku Perubahan? Bapak tidak membawa buku. tapi malam itu tak seekor binatang pun kelihatan atau terdengar. memenuhi telinganya." "O. "Bagaimana kita bisa menangkap Takezo kalau hanya duduk di sini?" "Dengan jaring pun kita dapat menangkap burung terbang tanpa mesti terbang sendiri. "Kita berkemah di sini. atau alam semesta menyatu denganku?" Akhirnya ia kembali dan jelasnya. "Oh. aku bisa lekas bebas. Gunung Takateru?" "Aku tidak tahu namanya. jadi kalau aku kesurupan. dan menembus seluruh dirinya.com . Ketika berdiri di sana tadi." "Orang menyebutnya padang rumput Itadori. ia memandang ke langit. Para petani biasa menggiring kuda dan lembunya ke sana untuk merumput. kali-kali kecil yang bergabung menjadi Sungai Aida mengguntur dari batu ke batu. Ketenangan di situ hanya terpecahkan oleh angin musim semi yang hangat membelai rerumputan." "Bukan yang tertulis. seakan-akan menghitung-hitung bintang. "Takezo." Ketika mereka sudah menurunkan beban. "Aku menyatu dengan alam semesta. Bunyi itu menderu menuju dirinya. Apa Bapak yakin tidak kesurupan rubah atau yang lain?' "Kalau begitu. padang rumput itu ternyata sebuah dataran kecil yang melandai ke tenggara dan memberikan pemandangan indah daerah sekitar. syauqy_arr@yahoo. betul tidak?" 67 thanks to. "Apa yang kita lakukan di sini?" "Duduk. atau di tempat lain. penampilan air. aku membuka-buka Buku Perubahan. musuh itu. atau perut. dan Takuan membuat api. tapi yang ada dalam diriku. nikmat rasanya!" katanya bersuka hati." Seratus kaki di bawah Takuan. Rubah takut api." la menunjuk ke puncak yang dekat." Mereka mengumpulkan kayu kering. aku memikirkan letak tanah." jawab Takuan mantap. "Ketika di sana tadi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bapak mau ke mana?" "Mau buang air." "Tapi kita belum memasang jaring sama sekali.id and dimhad. Dia ada dalam hati. Kemudian aku menutup mata. dan sekarang aku tahu pasti tindakan apa yang akan kita ambil. Buku Perubahan asli milikku sendiri.webng." ucap Takuan. yang setengahnya dataran terbuka. mari bikin api. dan keadaan langit. Sudah jelas sekarang. dan ketika aku membukanya.co. Semangat Otsu tampak naik. 'Pergi ke gunung di sana itu. "Api yang baik membuat gembira orang.

karena ini masalah mempertahankan diri. begitu takutnya. syauqy_arr@yahoo." "Itulah barangkali yang dilakukan Takezo pada malam hari dan kalau udara buruk. apa kau sedang sedih?" "Oh. Kita dapat berteduh di sana sampai hujan berhenti. Otsu. dan kemudian membunuhi orang-orang lain lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Yang jelas menghangatkan. aku melihat gua dekat jalan. "Pak Takuan. tapi tentunya dia cukup cerdik untuk berteduh dalam gua jika hujan. Kesalahan besar pertamanya adalah menerobos rintangan di perbatasan. orang di luar hukum. mereka cuma berkepentingan melindungi diri sendiri.webng." "Barangkali." "Jadi. Sesudah itu ya seperti bola salju yang menggelinding. kenapa orang kampung begitu benci pada Takezo?" "Para penguasa itu yang membuat mereka membencinya." "Apa Bapak membencinya juga?" "Aku jijik! Aku tidak menyukai kebodohannya! Kalau aku penguasa di provinsi ini. sampai kalau pemerintah yang menitahkan. bahkan juga sanak mereka sendiri.id and dimhad. Dia harus terus membunuh untuk melindungi hidupnya sendiri. Takuan. Dia sebetulnya tidak begitu cerdik. walaupun dia sendiri bagi sejumlah orang tak lebih dari seorang bajingan. akan kubikin dia menanggung hukuman paling buruk yang dapat kutemukan. Dan saya rasa tak ada orang yang betul-betul suka menginap di pegunungan seperti ini.com . mereka itu orang-orang sederhana. Tapi dialah yang memulai." "Tapi bagaimana dengan samurai? Kenapa mereka ribut mempersoalkan orang tak penting macam Takezo?" "Karena dia lambang kekacauan. Mereka takut kepada pemerintah. 68 thanks to. Apa yang akan kita lakukan.co. akan kusuruh orang mempreteli anggota badannya. Apa saja. Yang mereka kehendaki sebetulnya cuma sekadar tidak diganggu. untuk pelajaran bagi orang banyak. kan? Penguasa provinsi tidak boleh bermurah hati pada orangorang macam Takezo. Mereka harus menjaga ketenangan. Bapak sudah lihat sendiri bagaimana perasaan saya selama ini. dia tak lebih dari binatang liar. akan mereka halau orang-orang sekampungnya. Mestinya banyak tempat macam itu di seluruh gunung ini." "Sebetulnya bukan salah mereka. Sesudah perang Sekigahara. Dia mestinya menggunakan otaknya sedikit. Seluruh keadaan yang tak menguntungkan itu akibat satu hal saja: Takezo sama sekali tak punya akal sehat. Tapi Takezo tidak begitu! Dia merasa harus masuk dan membunuh seorang pengawal. menurut Bapak. Kau mesti memaafkan mereka karena mendahulukan kepentingan sendiri. seandainya sekarang ini turun hujan?" "Dalam perjalanan ke atas tadi. Mereka itu sama sekali tak berdaya. Bagaimanapun. Di situ barangkali dia menyembunyikan diri selama ini. Tapi. Sesungguhnya. kabur malam hari atau menyamar. Takezo selalu merasa dikejar-kejar musuh." Otsu jadi tercenung.

co. tapi ada pikiran lain yang jauh lebih khusus di otakmu. "Aku minta maaf telah melanggar rahasia pribadimu. Malam telah penuh. Semua bintang di kegelapan kosong di sana itu. Takuan mematahkan ranting-ranting kering dan membakarnya. tapi di dasar hati ternyata Bapak sangat keras." "Selama ini saya selalu menganggap Bapak orang baik. Ia berkata lirih." "Memang. apa itu?" teriak Otsu sambil meloncat bangun dari tempatnya dekat api. pecahlah tawanya. saya setengah mati ketakutan!" Selama beberapa jam berikutnya. Kupikir sikapku itu keliru. Bergerak pelan.. Yang baik harus diganjar dan yang jahat harus dihukum. Tapi sesudah mendengarkan baik-baik beberapa saat lamanya. kamu.. Otsu kelihatan lega. seperti langkah-langkah kaki. "Apa Bapak tidak dengar? Kedengaran bunyi gemeresik. Ketika kaubilang tidak membutuhkannya. Saya tak menyangka Bapak mengurusi hukum hukum daimyo itu. pelan. Otsu. kelihatan mereka bergerak. Pikiran saya terasa berputar-putar dalam lingkaran." "Oh. terutama pada masa-masa yang tak menentu ini. "Ha.id and dimhad. Sambil menengadah ke langit berbintang. tapi 69 thanks to." Otsu diam. Sedangkan diri saya hanya satu rink kecil di dalam semua itu-satu titik yang dikendalikan oleh kekuatan mengagumkan yang tak dapat saya lihat." "Betul? Tapi laknya tidak rusak!" "Aku membacanya sesudah melihatmu di kamar tenun itu. keduanya hanya duduk diam menatap api. Kalau Bapak memandang bintang-bintang itu lama-lama. tapi sebetulnya aku benci percakapan dengan diri sendiri. Merangkum segala-galanya. dan aku datang kemari justru dengan kekuasaan untuk melaksanakannya. Kesimpulannya tak bisa lain bahwa seluruh dunia ini bergerak. dan duduk kembali. Meski sering melakukannya. Bahkan selagi saya duduk di sini sambil merenung.webng." "Kau tidak bicara yang sebenarnya!" kata Takuan tajam. "Otsu. di pohon-pohon sana itu?" "Langkah-langkah kaki?" Takuan pun bersikap waspada.com . bukan itu maksud saya. Tiap kali api akan mati. nasib saya pun berubah sedikit demi sedikit. Saya merasakannya. apa yang kaupikirkan?" "Saya?" "Ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tindakannya merugikan hukum dan ketertiban. "Pikiran-pikiran itu memang betul masuk kepalamu. syauqy_arr@yahoo. "Saya pikir aneh sekali dunia ini. kumasukkan surat itu dalam lengan bajuku. dan itu tidak baik.. Tidak. Lihat!" Dan tampaklah bayangan seekor monyet besar dan monyet kecil yang berayun-ayun di antara pepohonan." Mata Otsu sudah bengkak oleh asap. Aku telah membaca surat-surat yang kauterima itu. "Uh. ha! Itu kan cuma beberapa ekor monyet.

lebih dari orang-orang lain. sebelum saya mengatakan langsung padanya pendapat saya tentang dia. ya?" "Apa yang dikomat-kamitkan?" "Aku baru saja menyadari bahwa Takezo harus segera muncul. Kuharap dirimu yang manis dan polos itu dapat melewati semua tahap kehidupan tanpa cela dan tanpa luka.webng. Akhirnya ia bergumam. Otsu mulai merasa yakin akan hal ini. Kemudian katanya. kupikir kau beruntung. Kau akan menceburkan diri ke laut dari karang yang terjal. "Apa?" Takuan menatap tanah." Melihat wajah biarawan yang tegang itu." "Bapak jelek! Bagaimana mungkin Bapak melakukan itu! Dan buat membuang waktu pula!" "Untuk alasan apa sajalah. syauqy_arr@yahoo.com . Takuan berkomat-kamit. Aku senang semua itu sudah lewat sebelum sampai di situ." "Betul begitu? Bagaimana pikiran mereka?" "Saya marah betul." sambar Otsu dengan nada getir yang memang disengaja. Dengarkan. dulu maupun sekarang. sekadar membuang waktu. Kaupikir aku jelek? Lihatlah dia!" "Apa maksud Bapak?" "Matahachi itu. Takuan menatapnya dengan bergumam samarsamar. ya?" Otsu tampak tercengang. Kalau kau kawin dengan dia. pasti saya temukan! Saya tak akan berhenti.id and dimhad. Termasuk tentang perempuan Oko itu." Tapi kelihatannya angin nasib sudah sepenuhnya gila? Kadang-kadang orang yang tidak begitu beres otaknya dianggap jenius oleh orang lain. biarawan itu terus memandang kosong ke api. tapi barangkali dia tidak merasa kalian berdua punya janji. apa yang bikin banjir air mata itu." Air mata Otsu bercucuran karena marahnya. "Suatu hari nanti akan saya temukan dia! Saya bersumpah. ya?" "Tentu saja! Sebentar lagi fajar. Takuan kemungkinan orang semacam itu. Lama-kelamaan kupikir lebih baik jalannya peristiwa justru seperti sekarang. terhindar dari hal-hal yang jahat dan sikap muka dua di dunia ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kemudian ketika aku ada di kamar kecil. dan kemudian suatu hari dia mengejutkanmu dengan surat seperti itu. Rasanya ingin menjerit!" Dan dengan marahnya ia pun menarik lengan kimononya dengan giginya. seperti sedang menyusun pikirannya. Otsu pun melunak. Apa yang bikin kau kelihatan setengah mati waktu itu." "Ya. Tenang seperti biasanya. kukeluarkan surat-surat itu dan kubaca. tak kenal tanggung jawab. "Aneh. Kenapa ia mempercayai orang gila yang mau bunuh diri ini? Tanpa menghiraukan tajamnya jawaban Otsu. seakan-akan baru melihatnya. aku kenal kau." "Wanita tidak berpikir seperti itu. "Otsu. "Sudah larut sekarang. Tapi setidak-tidaknya sekarang aku tahu. apa yang akan kaulakukan? Tak usahlah kaukatakan. "Apa betul menurut Bapak dia akan muncul?" 70 thanks to. "Sudah mulai. aku betul-betul mengharapkan bahwa kau.co. Otsu.

memandang kita dengan mencuri-curi.id and dimhad. ini bukan sekadar impian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu saja!" "Tapi kenapa dia mau langsung masuk perangkap?" "Ah. mereka itu lemah. Sudah berlusin-lusin suling aku mainkan.com ... Ini malahan bukan teoriku sendiri. Kesendirian bukan alamnya. biar kumainkan sebentar. hingga Otsu jadi merasa puas bahwa penolakan Takuan itu demikian pastinya. dan Takuan tahu betapa berharga barang itu untuknya. "Bukan." "Tapi. Kau bisa saja menganggap itu wajar. tak dapat maju atau mundur." "Apa pun yang terjadi?" "Apa pun yang terjadi. "Apa ruginya kalau aku memainkannya? Suling bertambah baik kalau dimainkan. hanya sifat manusia." "Keras kepala!" "Biar saya keras kepala. Tak pernah saya mengizinkan siapa pun menyentuhnya.co. Namun tak pernah Takuan membayangkan bahwa Otsu akan menolak meminjamkannya. terutama kalau kesendirian itu disertai pengepungan tentara dan pengejaran dengan pedang. "Betul. Manusia hatinya tidak kuat. Ini milik seorang ahli strategi. tidak persis begitu." "Tidak." 71 thanks to." "Suling bambu saya?" "Ya. apa yang harus dilakukannya. syauqy_arr@yahoo. Tak mungkin. aku tak akan merusakkannya. Otsu.webng. Coba kemarikan suling yang kausimpan dalam obi-mu itu. Soalnya. "Tak peduli kenapa!" teriak Otsu sambil menggeleng. Anak malang itu barangkali sedang dilanda keraguan. Aku tak akan merusaknya.. aku pegang saja. dan dia sedang bergelut dengannya." Ia berbicara demikian yakin. tapi aku akan heran sekali kalau Takezo bisa menolak godaan untuk mendatangi kita dan menghangatkan diri dekat api." "Kenapa?" desak Takuan. "Aku perkirakan Shimmen Takezo berada dekat sekali di sini. itu saja. Ayolah. kita ini kawan atau lawan. begini. 0. tapi belum lagi bisa memutuskan. dan bertanya-tanya habis-habisan." "Tidak." Dan Otsu pun mencengkeramkan tangan kanannya kuat-kuat ke suling dalam obinya. Dugaanku dia sedang bersembunyi di dalam bayangan kegelapan sekarang ini. Ia selalu menyimpan suling itu dekat tubuhnya." "Apa itu bukan sekadar impian? Dia barangkali sama sekali tidak di dekat-dekat sini." Takuan menggelengkan kepala dan katanya.

" "Hmm. Kainnya sobek-sobek. Aku duduk saja di sini seperti ini.id and dimhad. Bukan maksudku mengganggumu. dan sekalisekali larut di balik awan berkabut. kalau begitu kamulah yang memainkannya. Kadangkadang suara kuak mereka terdengar di telinga kedua orang itu dari tengah awan-awan." Dan ia pun merasa kasihan pada Otsu. suling itu bukan sekadar gambaran tentang ibu dan ayah yang tak pernah dilihatnya. Saya tidak keberatan lagi. tetapi juga merupakan suara mereka." "Tapi kenapa tidak kaumainkan sendiri? Lebih baik aku mendengarkan saja. Menurutnya hati itu sudah ditakdirkan untuk mati-matian merindukan apa yang tidak bisa diperolehnya." bisik Otsu. Nah." Takuan berpikir. ada apa? Ada yang tidak beres?" Otsu tidak menjawab. "Jadi. Mainkanlah untukku sedikit. "Maaf aku telah mengingatkan masa lalu padamu. "Ya. Pada malam ketiga ini. la merasa kasihan akan sifat gigih bercampur keras kepala yang khas anak yatim. Suling itu terbungkus dalam kain brokat yang sudah tua dan aus." "Itu pun saya tak mau. "Apa kau menangis?" Otsu tetap diam. Otsu selalu merindukan orangtua yang tidak pernah dikenalnya dan mereka pun merindukannya." "Tidak apa-apa. Suling itulah satu-satunya barang peninggalan orangtuanya baginya. tapi ia tak mengenal cinta asli orangtua. Angsa liar yang selalu bermigrasi ke Jepang pada musim gugur dan pulang pada musim semi kini tampak dalam perjalanan kembali ke utara. talinya rantas. Ambillah suling ini dan mainkanlah. "Mestinya saya tak boleh begitu keras kepala. syauqy_arr@yahoo. dia menangis kalau memainkannya!" pikir Takuan.com . dan saya tak dapat main suling kalau saya menangis. merindukan cinta orangtua yang tidak pernah mereka kenyam. "Apinya mati.. untuk pertama kali bulan indah berkilau-kilau di langit. "Boleh kulihat?" tanya Takuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan pun mengalah. "Tidak heran dia begitu enggan meminjamkannya pada orang lain.co. Takuan berkata." la pun mengeluarkan suling itu dari obi-nya dan mengulurkannya pada Takuan lewat atas api. dan ditinggalkan seperti anak kucing telantar di emperan Kuil Shippoji." la memutar ke samping dan memelukkan tangannya ke lutut. Bangun dari lamunannya. satu-satunya gambaran yang pernah ia punyai tentang mereka. Ketika ia belum lagi cukup umur untuk melihat cahaya matahari. malahan juga memainkannya sendiri.. 72 thanks to." "Kenapa?" "Karena saya akan menangis.webng. "Nah. Tapi ia pun sadar akan kehampaan yang ada dalam hati mereka yang tegar itu. Masukkan sedikit kayu lagi. lihatlah.. Otsu. namun masih tampak keanggunan yang antik.

73 thanks to. Jemari pipih gadis itu menari di atas ketujuh lubang alat musik tersebut. Ia menoleh pada Takuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Baiklah." la berlutut dengan sikap formal di atas rumput. "Di manakah engkau!" Apakah jeritan ini tidak tercampur rasa benci yang sangat dari seorang perawan yang ditinggalkan dan dikhianati lelaki tak setia? Otsu agaknya sudah mabuk oleh musik dan tenggelam dalam emosinya. Napasnya mulai menunjukkan tanda-tanda lelah. Ketika nada-nada tinggi terdengar." kata Otsu merendah. "tapi akan saya coba. Takuan pun teringat akan legenda Pangeran Hiromasa yang sedang bercengkerama pada suatu malam terang bulan di Gerbang Suzaku. meloncat-loncat bersama awan-awan. Saya tidak begitu pandai.co. Ia asyik mendengarkan dengan mata tertutup. Takuan merasa dirinya berubah menjadi air mengalir yang berkecipak menyusuri jurang." pikir Takuan. Otsu yang mewakili kekuatan dan keluhuran seni. Wajahnya terbenam lebih dalam lagi di antara lututnya. la begitu menyatu dalam musiknya. tapi air matanva tidak keluar. Otsu. Ketika cahaya api sedikit demi sedikit surut. Takuan tidak bicara apa-apa lagi. meletakkan barang pusaka yang dipujanya itu ke bibir. Suara basah suling mulai mengalun. syauqy_arr@yahoo. diselarasi oleh suling lain. sambil memainkan sulingnya. hingga sukar membedakannya dari alat musik yang dimainkannya. Baru kemudian pangeran itu mengetahui bahwa teman bermainnya itu setan dalam bentuk manusia. Butir-butir keringat muncul di dahi. Terdengar bunyi. Yang ada hanyalah alam semesta yang besar dan diam terselimut malam. la membasahi bibir suling dan membulatkan jiwa untuk bermain. "Setan pun tergerak hatinya oleh musik. Kyoto. Mereka bertukar suling dan bermain musik bersama sepanjang malam. la tampak berbeda dari Otsu yang biasanya. Tubuh biarawan yang seperti bayangan itu tampak seperti batu karang yang telah berguling turun dari sisi bukit dan menetap di dataran. Apakah ia sedang memanggil ibu dan ayahnya? Apakah bunyi-bunyi yang mendaki langit itu betul-betul melantunkan. Bunyi bumi dan gaung langit bercampur dan berubah menjadi rintihan sayu angin yang berembus melintas pepohonan cemara. Pangeran mencari-cari pemain suling itu. Buku-buku jarinya tampak seperti kurcaci yang sedang tenggelam dalam tarian lambat. menegakkan leher kimononya dan membungkuk ke arah suling yang terletak di depannya. meratapi ketidakabadian dunia ini. dan bermain-main di tempat yang dangkal. seperti gemericik kali kecil. wajahnya yang putih menoleh sedikit ke samping. dan menemukannya di tingkat atas gerbang itu. betapa dalam dia akan terpengaruh bunyi suling yang dimainkan gadis cantik ini!" Ia ingin menangis. di sekitar anak rambutnya. rendah.id and dimhad. "apalagi manusia yang punya lima macam nafsu.com . pipi Otsu berubah jadi merah tua. Dengan santun sekali lagi ia mengingkari bahwa ia cakap bermain.webng. yang secara tak sadar dipeluknya lebih erat lagi. Takuan mengangguk acuh tak acuh. ia merasa semangatnya terembus ke langit.

com . Kepala Takuan mendongak. Kau mengukuhi pandangan yang cukup menyesatkan tentang dunia ini. Pelarian itu berhenti seakan terpaku di tanah. "Takezo.id and dimhad." Menyusul sunyi penuh tanda tanya. Jaraknya tidak lebih dari lima atau enam meter dari api. Datanglah ke dekat api ini. "Pak Takuan. Kedua orang itu tampaknya bahkan menyatu dalam tarikan napas mereka. makanan." desak Takuan. yang tidak dapat begitu saja diabaikan. Ke sinilah. dan mari kita bicara. Wajahnya yang gelap memperlihatkan ekspresi aneh. Mari kita bicara. memang 74 thanks to. kemudian sambil menjerit ia melemparkan sulingnya ke sosok hitam itu.co. Diam-diam ia mengangkat tangan dan melambaikan salam. sedikit terpesona. la memandang langsung ke benda hitam itu. Takezo mengedip. Terdengar seperti binatang yang sedang melata. "Takezo! Berhenti!" Di dalam suara itu terasa ada kekuatan yang perkasa. syauqy_arr@yahoo." Sunyi lagi. "Hai. terasa lagu itu bagai berlanjut terus untuk selamanya. "Kemarilah!" Mendengar kata-kata itu. Disilangkannya tangannya pelan-pelan ke dada. dan menoleh ke belakang. dan minuman. la memandang Takuan dengan mata curiga. bahkan juga simpati manusia. la melompat seperti kijang yang terperanjat dan lari. Datanglah ke dekat api sini dan hangatkan badanmu.webng. Memang itu Takezo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Air mata menuruni wajahnya. Tapi aku tak akan berdebat lagi denganmu. Dia mendengarkan kau main suling. Sedikit demi sedikit di sudut-sudut mata Takuan muncul kerut-merut yang menandai mulainya senyuman bersahabat. Kami bukan musuhmu. "Kemarilah. Dalam keadaanmu sekarang. Dan tiba-tiba terlihat gerakan di rumput. Biarawan itu tidak bicara. beberapa waktu lamanya. la merasa seakan-akan jaring yang dengan hati-hati direntangkannya telah sobek dan ikan pun lolos. Katanya." Otsu terkejut dan berhenti bermain. la melompat dan memanggil sekuat paru-parunya. Tapi kau berkeras menyeret dirimu ke dalam neraka pribadimu sendiri. Malahan kami juga punya sake. "dan kita dapat saling tukar pikiran. la membuka lipatan tangannya dan memberikan isyarat kepada Takezo. apa Bapak bicara sendiri lagi?" "Apa kau tidak lihat?" tanya Takuan sambil menuding. "Takezo ada di sana tadi. Katanya. apa kau tidak membuat kesalahan besar? Ada tempat yang menyediakan api. Takuan sama kagetnya seperti Takezo karena jeritan Otsu. kamu yang di sana! Tentu dingin rasanya di tengah embun." Otsu menoleh. "Di sini banyak makanan. kekuatan yang memerintah. Sekalipun terputus-putus oleh sedu sedan tertahan. Ditatapnya Takezo semantap tatapan Takezo padanya.

apa 75 thanks to. dan ia tak siap dengan jawaban. Mau coba sedikit. Otsu.co. Karena lapar yang luar biasa." "Tidak suka?" "Saya tak mau sekarang. Segera ia berkata dengan cukup sopan. Kemudian ganti la memandang kedua orang itu. dan ia masukkan ke dalam mulutnya." Sesudah sekian lama berkeliaran di pegunungan. Takezo sekali-sekali mengembus makanan yang masih panas itu dan melahapnya dengan suapan besar-besar. Takezo?" Takezo mengangguk dan untuk pertama kali ia menyeringai. ya?" tanya biarawan itu sambil meletakkan sumpitnya. Takuan menggelindingkan sebuah batu karang ke dekat api dan menepuk punggung Takezo. Takezo mendadak duduk." Pertanyaan Takezo itu mengejutkan Otsu. ia bertanya. ia takut sake akan membuatnya sakit. Tangannya gemetar dan giginya gemerincing mengenai tepi mangkuk. "Duduklah di sini. "Enak. Sambil berputar langsung menghadap Takezo ia pun berkata.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI hampir tidak dapat kau mendengar suara akal sehat." katanya. Takuan berkata. syauqy_arr@yahoo. "Kenapa kau datang kemari? Kemarin malam kulihat juga apimu. panaskan kentang rebus yang kaubuat tadi." la tusukkan ujung sumpitnya ke kentang. katanya. Takuan menyadari bahwa waktu untuk bertindak sudah tiba.webng. dan ia beringsut mendekat. Ketika hampir berada di atas mereka. memperlihatkan sederetan gigi yang sempurna putihnya. ia keluarkan kentang itu. Mengerikan." Ketika mengembalikan mangkuk kepada Otsu.id and dimhad. tetapi Takuan menyelamatkannya dengan langsung mengatakan. Otsu memasukkan kentang ke dalam mangkuk dan memberikannya kepada Takezo. ia berhenti dan tegak diam. Sudahlah. "Terima kasih untuk makanan ini." "Apa sudah cukup?" "Sudah. Saya merasa hangat sekarang. Adegan penuh kedamaian ini menghapuskan rasa takut Takezo." Otsu meletakkan kuali di atas api. dan Takuan meletakkan guci sake di dekat api untuk menghangatkannya. sekalipun agaknya ia ragu-ragu menerima ucapan Takuan itu demikian saja. "Terus terang saja. Otsu tidak dapat memandang langsung kepada teman bekas tunangannya itu. kami datang kemari untuk menangkapmu.com . la merasa seolah-olah berada di dekat binatang liar tak terantai. datang ke dekat api sini. "Bagaimana kalau mencoba sake?" "Saya tak mau sake. "Bagaimana pendapatmu? Kalau kau akan ditangkap. la diam saja dan menundukkan kepala. geletar itu tidak terkendalikan lagi." Takezo tidak memperlihatkan sikap kaget secara khusus. agaknya terhambat oleh semacam rasa malu di dalam dirinya. "Rupanya sudah matang. terima kasih. "Manis sekali dan empuk. Sambil membuka tutup kuali. la mengunyah lahap. Aku pun sudah lapar.

dan matanya basah.. juga semua orang yang kubenci! Akan kubunuh orang sebanyak yang aku bisa!" "Dan apa yang hendak kaulakukan untuk kakak perempuanmu?" "Ha …" "Ogin. "Akhirnya aku akan terbunuh. aku dapat menang itu?" "Maksudku." "Tidak. tapi pada akhirnya apa engkau bisa betul-betul menang?" "Apa maksudmu. Apa. tapi dari antara dua itu. Apa yang akan kaulakukan untuknya? Dia dikurung di benteng Hinagura!" Takezo tak dapat menjawab. Karena terkejut. Aku mengerti bahwa engkau bertekad untuk bertahan sampai mati. bahkan selanjutnya dari wangsa Akamatsu dari Harima yang terkenal itu?" Takezo menutup mukanya dengan kedua tangannya yang hitam dan kini berkuku panjang itu." rengek pelarian itu. menggeleng-geleng marah.webng. sekalipun sebelumnya ia berketetapan untuk membebaskan kakaknya.co. Takuan melanjutkan dengan nada lunak. "Sinting!" guntur suara biarawan itu. Wajahnya berubah penuh kesedihan. Shimmen Munisai? Apa engkau sudah lupa bahwa nama itu berasal dari keluarga Hirata. Bahunya yang tajam mencuat ke atas ketika berguncang bersama gemetarnya tubuhnya yang kurus. "Aku. Dan bagaimana dengan kewajibanmu melanjutkan nama ayahmu. Takezo pun terhuyung-huyung oleh pukulan itu. tidak tahu. Karena ayahibumu dan nenek moyangmu tak ada di sini untuk menghukummu. dan terhadap musuhmu terbesar... ikatan Budha-lah yang lebih lembut dan berperi. syauqy_arr@yahoo. "Sakit?" tanyanya sengit. apakah engkau dapat berhasil bertahan terhadap rakyat yang membencimu. tidak!" kata Takezo. 76 thanks to. sakit. kali ini hingga Takezo jatuh ke tanah. Takuan tiba-tiba mengepalkan tinjunya dan menghantam keras-keras rahang Takezo. tapi sebelumnya akan kubunuh dulu perempuan Hon'iden tua itu dan serdadu-serdadu Himeji.. akulah yang melakukannya atas nama mereka. "Ya.id and dimhad. dirimu sendiri?" “Aku tahu aku sudah kalah.. tapi sebelum sempat pulih dari pukulan itu ia sudah menerima pukulan lain di sisi lain. "Dengar dulu sebentar. la tersedu-sedu sedih. "Apa engkau tidak mesti mulai memikirkan nasib wanita yang baik itu? Sudah demikian banyak yang dilakukannya untukmu. apa bedanya sekarang ini?" Melihat itu. terhadap hukum provinsi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tidak lebih baik kalau kau diikat dengan ikatan Hukum Budha? Peraturan daimyo itu hukum dan Hukum Budha pun hukum. Terimalah ini!" Biarawan itu pun memukulnya lagi. "Orang bebal tak bertanggung jawab! Orang bodoh tak kenal terima kasih. aku.com .kemanusiaan.." rintih Takezo.

Nah. tidak berusaha bergerak. Kalau sakit. tapi tali cinta. Ini bukan tali kekuasaan. 77 thanks to. artinya kau masih punya sedikit darah manusia dalam nadimu. Dia sudah siap. kaki dan tangannya terulur.webng. seakan-akan akhirnya ia menyerah pada suatu hukum alam yang tak kelihatan.co. Kalau mau melawan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bagus. tunggu apa lagi? Bawa ke sini tali itu! Takezo sudah tahu aku akan mengikatnya. Cepat berikan tali itu!" Takezo diam menelungkup di tanah. syauqy_arr@yahoo. Takuan pun dengan mudah menduduki punggungnya. berikan ke sini tali itu.id and dimhad. bisa saja Takezo menendang Takuan ke udara. seperti bola kertas kecil.com . Mereka berdua pun tahu itu. Namun Takezo hanya terbaring pasif. Tidak ada alasan bagimu untuk takut atau kasihan padanya. Otsu.

Tentara akan segera pergi!" Bagi orang kampung yang biasa ditakut-takuti itu. Yang lain lagi berlutut di kakinya. Batas waktu yang diberikan pada Takuan sudah habis. yang hendak kuminta dari kalian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 6. "Bukan aku yang berjasa atas penangkapan Takezo. Aku membutuhkan bantuan kalian." lanjut Takuan. pembebas. Seakan-akan untuk mengecilkan reaksi mereka yang dibesar-besarkan itu. Beberapa orang menahan napas dan terengah-engah melihat pemandangan itu.webng. "sekarang kalian dapat kembali ke ladang kalian dengan damai. penduduk Miyamoto." "Bantuan apa?" terdengar pertanyaan dari kerumunan yang ingin tahu." "Jangan melucu begitu! Anda yang menangkapnya. untuk melihat apakah Takuan berhasil melakukan tugas yang mustahil itu. yang sudah. Hukum itulah yang harus kalian hormati. Berita keberhasilannya menyebar seperti api liar.com . Takuan pun segera menjadi pahlawan. bukan alam!" "Jangan merendahkan diri. dan pelindung dari yang jahat. "Takezo sudah tertangkap!" "Betul? Siapa yang menangkap?" "Takuan!" "Ah. Pohon Kriptomeria Tua SEKALIPUN pagi itu bukan saat biasanya lonceng kuil dibunyikan. Takuan pun duduk sedikit ke atas tangga sambil bertelekan pada sikunya. Biarawan!" "Kami hanya memberikan penghargaan yang pada tempatnya!" "Lupakan hukum itu. 78 thanks to. Yang lain mendesakkan diri ke depan untuk menyentuh tangan atau jubahnya. "Dengar." Tepik sorak orang banyak pun mereda. Beberapa orang membungkuk rendah. dan sekarang ini ada sesuatu yang sangat penting. Ada yang mau kukatakan kepada kalian." serunya. Bukan aku yang melaksanakannya. la diikat seperti binatang ke pagar tangga di depan bangunan suci utama.id and dimhad.co. Penduduk kampung bergegas menuju bukit. "Orang-orang Miyamoto. syauqy_arr@yahoo. sesuatu yang penting. kalau begitu berterima kasihlah padaku. kepala hampir menyentuh tanah di halaman kuil. tak percaya aku! Tanpa senjata? Tak mungkin!" Orang membanjir ke Shippoji dan memandang ternganga ke arah penjahat yang relah tertangkap itu. Ngeri oleh sikap mendewakan diri ini. Baiklah. Takuan pun menarik diri dari kerumunan itu dan mengangkat tangan untuk menenangkan mereka. namun gema suara lonceng yang berat teratur itu terdengar mendayu-dayu di seluruh kampung dan menggaung sampai jauh ke pegunungan. Hari itu hari perhitungan. tapi hukum alam. dan menyeringai dengan sikap bersahabat. Tapi kalian mesti menghormati hukum. "Aku tidak keberatan. Orang yang melanggar hukum alam akhirnya akan kalah. sudahlah. seakan-akan mereka sedang menyaksikan wajah jin Gunung Oe yang ditakuti. Kami mau berterima kasih pada Anda!" "Nah.

"Matahachi itu. dialah Osugi si pemarah itu. dan ia menunjuk Takezo. ia mengangkat ranting pohon itu. dan ia menjerit. akulah yang menentukan nasibnya. "Apa yang Ibu inginkan dariku?" tanya biarawan itu. dia jahat! Kalau kita biarkan hidup." Orang banyak mulai berbisik-bisik." Selagi dia!" Pada saat itu. aku yakin kalian pernah melihatnya. dia sampai kemari ini tanpa perkelahian. sampai akhirnya la kehabisan napas dan tangannya jatuh ke samping tubuhnya. Akan kita bunuh dia.com ." balas Takuan. kalau begitu apa yang akan kita lakukan dengan dia? Seperti kalian lihat. si orang lembek ini. Tapi kalau aku berhasil.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Cuma ini: apa yang akan kita lakukan terhadap Takezo sekarang? Janjiku kepada wakil Keluarga Ikeda. dan pekiknya." Badan Osugi berguncang hebat. atau kita lepaskan?" Terdengar suara heboh tanda tak setuju dengan gagasan untuk melepaskan Takezo. "Aku tak peduli dengan pendapatmu. "Mesti kita bunuh dia! Dia tak berguna. "Kamu makhluk rendah. "Kami tahu!" Takuan kembali mengambil sikap hakim. ia membelalak pada Takezo sejenak. syauqy_arr@yahoo.co. dia yang membuat anakku jadi brengsek Takuan berhenti bicara dan tampaknya sedang memikirkan kemungkinankemungkinannya. Memang tak ada orang yang mengerti dia. "Dialah yang menyesatkan anakku. memuakkan!" Dan ia pun menyabetkan ranting di tangannya beberapa kali kepada Takezo. sebetulnya cuma kroco belaka. Takezo menyeringai kesakitan.id and dimhad. kan? Sebetulnya. kemudian menoleh pada orang-orang kampung. suara-suara marah dan tak sabaran terdengar dari belakang. "Nah. Dia tidak begitu mengerikan. seorang perempuan tua mendesakkan diri ke depan dan menyingkirkan orangorang lelaki yang badannya dua kali lebih besar darinya dengan tusukan-tusukan tajam sikunya. Sampai di tangga. Tak salah lagi.webng. Satu orang berteriak. "Aku tak akan puas kalau dia hanya dibunuh! Biar dia menderita dulu! Lihat saja mukanya yang mengerikan itu!" Sambil kembali menoleh kepada tawanan. buah hatiku itu. sementara Osugi menoleh kepada Takuan dengan pandangan mengancam. "Bunuh dia! Bunuh 79 thanks to. Apa tak akan lebih baik kalau kelak Ibu mengangkat menantu lelaki Ibu sebagai ahli waris dan memberikan padanya nama Hon'iden yang terhormat itu?" "Berani betul kamu berkata seperti itu!" Tiba-tiba janda bangsawan yang sombong itu meledak sedu sedannya. binatang yang ditakuti ini sudah ada di sini dalam keadaan hidup. dia akan jadi kutukan buat kampung ini. kalau boleh aku mengatakannya. "Padahal tanpa Matahachi tak ada yang akan meneruskan nama keluarga kami!" "Yah. Sebetulnya dia tidak jelek." Kemarahannya timbul lagi. aku akan menggantung diri di pohon kriptomeria besar itu. adalah kalau aku tidak membawa pulang pelarian itu dalam tiga hari. Sambil mengacungkan ranting pohon arbei ke udara ia pun berteriak. "Karena pembunuh inilah hidup anakku hancur.

adalah kewajibanku untuk mengambil tanggung jawab atas tawanan ini. "Takuan. "Ada apa di sini? Ini bukan pertunjukan ekstra! Pergi semua dari sini! Kembali kerja.com . "Shimmen Takezo ini tidak hanya sudah melakukan kejahatan-kejahatan berat dan serius terhadap hukum provinsi. kemudian kepada Osugi. Nasib tawanan ini tidak lagi menjadi kepentinganmu. tapi lalu meningkat lagi. la mulai meludah dan menggerutu. Aku mengundang mereka kemari justru untuk dengan cepat membicarakan apa yang harus dilakukan terhadap Takezo. 80 thanks to." la berdiri tegak dan membelalak kepada Takuan. Memikirkan dia pun tak perlu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI seperti dia sendiri. dan akhirnya kepada orang banyak. ia pun mengangkat jari menyuruhnya diam. kau pasti akan menerima uang yang sudah ditawarkan pemerintah sebagai hadiah. dan tawanya pun pecah lagi. Biarawan!" kata Kapten memperingatkan. Hukumannya tidak bisa ditentukan oleh rakyat. Pulang. Aku tahu apa yang mesti dilakukan terhadapnya!" Tepat pada saat itu satu teriakan keras dan marah menghentikan perempuan itu.id and dimhad. dia juga pelarian dari Sekigahara. dan orang yang baru datang itu pun berjalan cepat ke depan. akan kulepaskan Takezo sekarang juga di tempat ini!" Terengah-engah orang kampung serentak mulai menyingkir. "Kalian sudah dengar apa kataku! Ayo jalan! Apa yang kalian tunggu?" Ia melangkah dengan sikap mengancam ke arah mereka. Jenggot Jarang. Dia harus dikembalikan kepada pemerintah!" Takuan menggelengkan kepala. "Apanya yang lucu? Hah? Kaupikir semua ini lelucon?" "Tingkahku?" ulang Takuan. "Perhatikan tingkahmu.webng. Orang itu si Jenggot Jarang. syauqy_arr@yahoo. apa kau bermaksud melanggar persetujuan kita dan tidak memenuhi janjimu yang suci? Kalau benar demikian. Kerumunan orang terbelah menjadi dua seperti kain sobek. Tidak usah kau menyusahkan diri. "Tak ada alasan mengusir orang-orang baik ini. Tapi sebagai wakil resmi Yang Dipertuan Terumasa. Kemarahannya sedang menjulang. "Tidak!" sela Takuan. "Siap?" tanya Takuan sambil menjangkau tali yang mengikat Takezo. Aku punya hak untuk membalas dendam. "Biarkan aku yang memutuskan. tapi tertawa terpingkal-pingkal. Tangannya tertumpang di pedang. Orang-orang yang ada di depan mundur dengan mata melotot. Cepat!" Terdengar kaki-kaki diseret. "Tingkahku? Dengar. "Kau tak perlu bicara dalam soal ini." Takuan tidak berusaha menjawab. la pun berkata dengan suara menggelegar. "Bukan itu yang sudah kausetujui!" Merasa martabatnya terancam. tapi tak seorang pun mau pergi. "Omong kosong!" Melihat si Jenggot Jarang sudah siap menjawab." "Diam kamu!" perintah Kapten. Kapten mulai mencari-cari alasan. Tiap kali tawa itu seperti akan berhenti." Ia meminta kepada khalayak. kuperingatkan.co. Beri aku kesempatan.

. dan dia akan merasakan cuaca siang dan malam. "Baik. ini pedangku. Menghadap kepada khalayak. tidak.. tak berperi-kemanusiaan. Kalian dapat menyelesaikan perkelahian itu berdua. berikan kepalanya padaku untuk kubawa pulang. Dengarlah! Kau bisa membunuh Takezo sendiri. Bagaimana?" Usul biarawan itu terdengar sangat kejam oleh para pendengarnya.id and dimhad. Lalu tahanlah dia kalau kau bisa!" "Tunggu dulu... Lalu aku sendiri akan datang memberikan pukulan maut. Jadi!" Ia memegang tali yang sudah dilepasnya dari pagar. Beberapa potong tali disambung-sambungkan menjadi satu." Di dahi samurai itu bermunculan titik-titik keringat. Ini.. Tapi kupikir kita harus menggantungnya seminggu lamanya—o. seolah akan melepaskan belenggu tawanan itu. "Tunggu. karena. Tawanan itu berjalan tanpa perlawanan. "Dan kalau kulepaskan dia akan kusuruh dia pertama-tama menyerangmu." Takuan terus berlalu. syauqy_arr@yahoo. Apa yang akan kita lakukan? Perempuan itu bilang. hingga mula-mula tak seorang pun dapat menjawab.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kapten bungkam." Walau tangan samurai itu sudah mencengkeram gagang pedang. la tampak begitu menyesal. "Kuminta kalian bicarakan hal ini sekali lagi di antara kalian. sekitar 81 thanks to. sebentar saja!" "Aku sudah memegang janjiku. Takuan pun mengangguk. Tapi membuang mayat atau bagian-bagiannya. dan berikan jawabannya padaku. "Dia sudah terikat. tidak cukup membunuhnya seketika. biarawan itu mengambil sikap sungguh-sungguh lagi. hingga beberapa orang yang berhati lunak merasa sedikit kasihan kepadanya.. dan kuil-kuil akan bangkrut dalam waktu singkat. Tak boleh dia dilepaskan. dan dengan penuh semangat semua orang ikut serta dalam kesenangan itu. Takuan tidak tahan untuk tidak mengejeknya.. Takezo dinaikkan ke sebuah cabang. Namun kegembiraan karena telah menangkap "binatang liar" itu tidak juga usai.. kan?" "Kepalanya untukmu! Tak bakalan! Urusan kependetaan antara lain memimpin upacara pemakaman. "Takuan. karena. kalau kami hanya akan membuangnya. yang mengatakan. Kecuali Osugi." la hampir menggagap. itu akan memberikan nama jelek pada kami para pendeta. Burung-burung gagak barangkali akan mematuk bola-bola matanya. Bagaimana kalau dia diikatkan ke cabang pohon kriptomeria itu beberapa hari: Kita dapat mengikat tangan dan kakinya.co. Cuma." Tanpa panjang kata. Adil. "Kenapa?" "Ya. betul tidak? Tak seorang pun akan mempercayakan mayat keluarga mereka. kepalanya tertunduk tanpa katakata. Cuma akan bikin kesulitan lagi.. kita harus menyiksanya dulu. lebih! Biar dia tergantung di sana sepuluh atau dua puluh hari. gagasanmu itu menunjukkan kau sungguh-sungguh bijaksana.webng.com .. dan diseretnya Takezo seperti seekor anjing menuju pohon.

Satu orang yang kuat dan sepenuhnya dapat dipercayai. tapi pikirannya masih terus digeluti oleh masalah itu. Memang selalu ada suling itu. hampir sepanjang waktu Takuan rapat di kamar tamu dengan samurai Himeji. sebelum akhirnya sampai pada satu kesimpulan. Kemudian sampailah ia kepada kesadaran polos bahwa ia kesepian karena Takuan tidak ada di dekatnya. Satu orang yang dapat disandarinya. Ia menyadari. Air matanya tumpah ke meja kecil yang dipernis itu.com . Itulah yang ia rindukan.webng. ia lebih mirip boneka jerami besar daripada seorang manusia hidup. Api atau lampu mana pun tak dapat menandingi. namun tak tahu ia apakah itu. "Semua memuakkan!" katanya keras. Takuan tidak sama sekali berada di luar dirinya. Sesuatu yang harus ada. syauqy_arr@yahoo. itulah yang ia dambakan sekali sampai ia hampir gila. Ia bertanya-tanya kenapa demikian. Satu saja yang mengenalnya dengan baik. Tapi pada saat seorang gadis mencapai umur enam belas tahun. Takuan tak punya waktu lagi untuk duduk bercakap-cakap dengan Otsu seperti yang ia lakukan di pegunungan itu. Di pegunungan yang ada hanya kesunyian. Sesudah memutuskan hukuman untuk Takezo. Karena harus mondar-mandir ke kampung untuk menyampaikan ini-itu. Tinggal sendirian bukanlah hal baru baginya. Kepalanya berdenyut. Kesadaran datang bagai wahyu. la memiliki segala yang menyenangkan di rumah. Otsu duduk kembali. Dalam keadaan terikat. Duduk bertopang dagu menghadap meja rendah di dekat jendela. tapi di dalam diri seseorang. 82 thanks to.id and dimhad. ia pun berdiri. kesepian ternyata seperti rasa lapar. Kata-kata Takuan masuk langsung ke dalam hatinya. la membutuhkan keakraban dan rasa kebersamaan. pepohonan. menghangatkan dan meneranginya. Tapi menyuarakan perasaannya itu sama sekali tidak meredakan kebenciannya kepada Matahachi. Sadar akan penemuan ini.co. dan kabut. Dan lagi di sekitar kuil selalu ada beberapa orang. Bukan di luar. Kesepian berarti merasa kekurangan sesuatu. la merasa pengalaman ini telah memberikan pemahaman ke dalam hatinya sendiri. ada soal-soal dan hal-hal tak menentu di dalam dirinya yang tidak dapat dijawab oleh sebatang bambu. yang nyata. Otsu mulai merasakan kesenduan yang aneh dan amat sangat apabila ia berada sendirian di dalam kamar. Namun ia merasa lebih sepi kini daripada sewaktu tiga hari lamanya berada di sisi bukit terpencil. dan diikat erat. bukan sekadar hidup yang mengamati. hanya berteman Takuan. ia menimbang-nimbang perasaannya setengah hari lamanya. Baik. Orang-orang di sekitarnya maupun keramahan hidup di kuil tidak dapat meredakan perasaan terpencil yang sekarang ia rasakan. sekiranya ia punya seorang teman! la tidak membutuhkan banyak. Oh. Darah yang bergejolak di dalam nadinya membuat pelipisnya biru. tapi waktu itu ada juga Takuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sepuluh meter tingginya dari tanah. Sekembalinya ke kuil dari pegunungan itu.

Karena itu aku ingin kamu tinggalkan kuil ini dan menetap bersamaku. "Baiklah kalau begitu. dan keluarga Hon'iden sudah menerimamu sebagai istri anakku.. tapi pembantu pendeta tidak menyuguhkan minuman. kan?" Otsu mengeluh pelan.co... "Tentu saja bodoh kalau aku percaya kata-kata Takezo si tukang bohong itu." kata perempuan tua itu tanpa pendahuluan lagi." "Eh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Diam-diam pintu di belakangnya bergeser terbuka.id and dimhad. Apa pun yang terjadi nanti. tak bisa aku terlalu banyak memaksanya." 83 thanks to." Osugi memulai dengan nada-nada megah. ia membungkuk rendah di hadapan perempuan tua jelek itu. ada satu hal kecil yang ingin kubicarakan denganmu. syauqy_arr@yahoo." "Siapa lagi yang bisa masuk rumah Hon'iden.. Aku baru saja bicara dengan Takuan dan samurai Himeji itu." "Tapi saya. "Ah ha! Jadi.com . api untuk memasak makan malam menyala terang.. Karena takutnya.webng. Dan karena menantuku juga repot dengan keluarganya sendiri. sesaat Otsu ragu-ragu sebelum menyambut perempuan tua itu dan meletakkan bantal tempat duduk.. Tapi yang jelas. Bu. "Kamu tahu omongan orang.. aku perlu bantuanmu. Di dapur kuil. "Kamu tak akan melakukan hal seperti itu. "Karena kau sudah mengakui ada hubungan di antara kita. aku gembira!" Ia berbicara seolah-olah menangguhkan suatu pertemuan. Tenggorokanku kering!" Otsu menurut dan mengambilkan teh. Tak dapat kukerjakan sendiri... bukan itu. "Aku ingin bicara tentang Matahachi." jawab Otsu. aku percaya kamu tak punya pikiran buat melanggar janji. Pekerjaanku banyak sekali. "Ya." "Apa kamu mau bilang keberatan? Apa kamu tak ingin tinggal di rumahku? Kebanyakan gadisgadis akan melompat mendapat kesempatan itu!" "Bukan. Tanpa menunggu katakata tuan rumah. Tapi ambilkan dulu teh untukku. "Menantuku yang baik.. kalau bukan istri Matahachi?" "Tak tahu saya. tapi. pendeta yang bertindak sebagai pelindungmu di sini sudah menyetujui perkawinanmu dengan anakku. Jadi... di sinilah kamu sembunyi! Duduk di sini dan membiarkan hari lewat sia-sia!" Tubuh Osugi muncul di pintu." "Betul?" kata Otsu dingin. Terkejut dari lamunannya. tapi rupanya Matahachi masih hidup dan tinggal di provinsi lain. Tapi. Tak ada berita kapan Matahachi kembali. "Aku tak yakin. Osugi langsung duduk.

aku bisa mengatakan telah melaksanakan tugas dengan penuh kehormatan." "Sama sekali jangan!" Nada Osugi terdengar pasti. "Bisa-bisa kamu mulai memikirkan lelaki lain. Aku ingin kamu mengawasi baik-baik kedua orang itu. "Dan ada satu hal lagi. Kepalanya masih berdenyut. Sementara itu. kan? Kamu datang dengan barang-barangmu ke rumah keluarga Hon'iden nanti. waktu kepala Takezo sudah terpisah dari badannya. Aku akan mendapat nama baik.com ." "Jangan sampai lupa!" salak Osugi seraya mendesis keluar dari ruangan itu.. sampai Matahachi kembali. Kalau kamu tidak khusus berjaga malam hari.. menjahit lurus keliman. Pembicaraan tentang Matahachi itu membuat dadanya sesak. tak bisa diketahui apa yang mungkin dilakukan Takuan.webng. Mata yang menyambutnya ternyata mata Kapten. Aku khawatir. sampai kita yakin bahwa Takezo mati. Kamu tak bisa tinggal di dua tempat sekaligus. "tapi aku baru saja terima perintah dari Himeji untuk pulang. ia tersentak mundur karena kagetnya. jangan-jangan air matanya membanjir. "Kau sudah berbuat baik padaku. Tugasku menjaga supaya kamu tidak berlaku tak senonoh. memelihara ulat sutra. la mengangkat kepala dengan angkuhnya. kalau begitu jangan membuang-buang waktu lagi! Kumpulkan barang-barangmu!" "Sekarang juga? Apa tidak lebih baik menunggu?" "Tunggu apa?" "Sampai. tapi cengkeraman kapten itu terlalu kuat." Otsu tak berdaya untuk membantah.. "Kalau saja aku bisa memperoleh kepala Takezo." "O.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nah. "Otsu! Otsu!" Karena berharap orang itu Takuan." "O.. muncullah sebuah bayangan di jendela yang tertutup kertas itu. Ketika jendela dibuka. Sesudah itu." jelasnya. Otsu tak lagi memandang bentuk bayangannya dan langsung bergegas membuka jendela. menangkap tangan Otsu dan meremasnya keras-keras. "Rupanya mereka sedang melakukan penyelidikan tentang kejadian di sini. Suara lelaki memanggil pelan. sayang sekali. Kapten mengulurkan tangan. apa yang hendak dilakukan biarawan yang tak bisa diduga itu atas Takezo. aku perlu mengatur supaya kamu belajar melakukan pekerjaan ladang." kata Osugi. syauqy_arr@yahoo. Tanpa menghiraukan bingungnya gadis itu. la takut bicara lagi. Mereka bisa bersekongkol!" "Jadi.id and dimhad." Otsu berusaha menarik tangannya. saya mengerti. "Aku masih belum merasa pasti. begitu.co. seakan-akan sudah lama menanti kesempatan. Ibu tidak keberatan saya tinggal di sini?" "Sementara tidak." katanya. Tapi Takuan yang gila dan keras 84 thanks to. Siang dan malam. dan berlaku seperti nyonya bangsawan. Mengerti?" "Ya.

dan ingin menyelidiki. dan pergi seketika itu juga. Ambil surat ini." "Surat itu tidak merisaukan saya. Kupikir kau ada di pihakku. 85 thanks to.webng. nama yang menurut pengakuan si penulis sendiri termasuk salah satu prajurit paling ternama di daerah itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kepala itu tidak membiarkan aku memilikinya. Namun isi tulisannya sendiri cukup jelas: ia minta Otsu memotong kepala Takezo dalam beberapa hari itu dan membawanya ke Himeji. dan baca kemudian kalau tak ada orang melihatmu. Kepala saya sakit." kata Otsu. dan sesudah membacanya Takuan pun tertawa dengan riangnya. Surat ini sungguh surat yang lucu! Sesungguhnya dunia kita ini beruntung karena diberkati dengan samurai yang demikian terkemuka dan jujur! Dia demikian berani. tapi ia terlalu murka waktu itu. "Otsu. Bukan mau campur tangan!" "Apa Bapak mau lihat?" "Kalau kau tidak keberatan. "Kasihan! Dia begitu putus asa. Otsu dapat mendengarnya bergegas menuruni tangga. Si penulis akan memperistrinya.com . Barang itu ternyata lebih dari sekadar surat." Kapten memasukkan surat itu ke tangan Otsu." "Apa yang kaupegang itu?" "Surat." "Ini." "Cuma buat mengisi waktu?" "Itu alasan yang sama baiknya dengan alasan yang lain. ke jalanan.co. Dia tak mau mendengarkan apa pun yang kukatakan.id and dimhad. Dan demikian bodohnya.Takuan memanggil. syauqy_arr@yahoo. hingga dia menuliskannya." Otsu menyerahkan surat itu. Otsu tidak bisa berbuat lain kecuali tersenyum. sampai-sampai mencoba menyuapmu dengan cinta dan uang sekaligus. "tapi apa yang akan saya lakukan dengan uang ini?" Ia menyerahkan kepingan emas itu kepada Takuan. itu sebabnya aku datang kemari. kau belum makan?" Otsu mengenakan sandal dan keluar. dan Otsu akan hidup di tengah kekayaan dan kemuliaan selama hidupnya. Ketika ia selesai membaca. Nak. hingga seorang gadis dia minta menggantikannya memotong kepala. karena di dalamnya terdapat sepotong besar uang emas. Surat itu ditanda-tangani oleh "Aoki Tanzaemon"." "Lain lagi?" "Ya." "Dari siapa?" "Bapak ini mau campur tangan saja!" "Ingin tahu. Saya tidak keberatan sama sekali. "Rasanya saya tak ingin makan. Otsu ingin tertawa terbahak-bahak.

.co. "Itulah yang merisaukan saya. dan kau tahu itu!" "Kalau begitu. Takezo. Daun-daun berguguran di sekitar pohon dan mengenai wajah Takuan yang menengadah. apa yang akan terjadi dengan Takezo?" "Hmmm. dan sang Budha menyerahkannya kepadamu.." "Emas ini bukan lagi milik Aoki Tanzaemon." Takuan termenung. Otsu." "Tapi kalau hujan itu lebat. ya? Akan hujan malam ini barangkali. "Angin. karena kau tahu akan segera mati. Biarawan itu tertawa. Lebih baik saya berpura-pura tak pernah melihatnya. Bagus. "Biarawan babi kamu! Penipu kotor! Coba berdiri di bawah sini! Ada yang mau kukatakan padamu!" Angin menerpa deras cabang-cabang pohon itu. Tapi kemudian ia berubah pikiran. "Kalau aku takut mati. yang tidak segar-bugar." Takuan pun pergi ke depan kuil. Simpanlah untuk keberuntungan-mu. Saya bisa ditagih kemudian hari. Kemudian." "Jangan khawatir. ini tak akan mengganggu. Aku pintar membuang uang." "Diam kamu!" teriak Takezo.. Takezo pun menghujankan kutukankutukannya. lebih baik ini kausimpan. Kita membutuhkannya untuk membersihkan semua bunga mati. Takezo?" Ketika Takuan menjeling untuk melihat ke atas pohon." "Musim semi sudah hampir lewat. ia berkata. sambil menengadah ke langit. melainkan sangat marah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Barang ini cukup besar nilainya. "Kulihat kau masih segar bugar. syauqy_arr@yahoo." kata Takuan sambil menimbang-nimbang barang itu dengan tangannya. Sebelum memasukkan mata uang itu ke dalamnya." Tanpa protes lagi Otsu memasukkan mata uang itu ke dalam obi-nya. Suara Takezo terdengar patah-patah dan putus-putus. Baru saja kedua orang itu menoleh ke arah pohon kriptomeria.id and dimhad.webng. termasuk menghilangkan kebosanan orang. kenapa pula aku mesti diam saja ketika kau mengikatku?" "Kau melakukan itu karena aku kuat dan kamu lemah!" "Itu bohong. jadi sudah waktunya turun hujan lebat. sebagai tanda hormat kepada sang Budha." "Saya tak mau. terdengar panggilan dari cabang-cabangnya di atas. Kuharap itu bukan sekadar daya palsu. Ini sudah menjadi persembahan bagi sang Budha. akan kukatakan dengan cara lain: aku pandai dan kamu bodoh." 86 thanks to. "Kalau dipikir sekali lagi. di mana terdapat kotak derma. Cuma akan bikin sulit.com . Aku berani mengatakan. cocok betul buatku. ia sentuhkan uang itu ke dahinya. "Takuan! Takuan!" "Apa? Kamu yang memanggilku. Sudah berabadabad lamanya tidak hujan.

Kewajibankulah untuk datang menyampaikan kepada perempuan setan tua itu apa yang terjadi dengan Matahachi. Takezo. kalau aku memang harus mati lebih baik kaupilih cara menghukumku daripada membiarkan orang banyak yang haus darah itu melakukannya. Takezo?" 87 thanks to. itulah satu-satunya sebab kenapa aku menerobos rintangan dan datang kemari. Semakin kau yakin. habis perkara! Kupikir. "Kenapa kau melakukan lni?" bungkah jerami itu menjerit. Jauh lebih mengerti daripada kamu!" "Rasanya lebih baik kalau orang-orang kampung itu yang menangkapku. "Kenapa tidak kaupenggal saja kepalaku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau mungkin benar." "Jangan menggeliat terlalu banyak.co. bajingan! Kau menyuruhku percaya padamu. jadi lebih baik kau meninggalkan jalan pikiran itu.webng. di mana kau berada? Tertangkap dalam perangkap yang kaupasang sendiri!" Takuan berhenti sebentar." kata Takuan tak sabar. aku bisa dengan mudah melumatkanmu seperti ketimun dengan sebelah kakiku. Sungguh menjijikkan." "Kalau aku mau melawanmu di gunung itu. kalau memang masih ada sisa darahmu. semakin kau merugikan dirimu dan semua orang lain. Padahal tidak begitu! Kau merasa yakin bahwa tindak kesetiaanmu itu benar." "O." "Kau mengecohku dengan khotbahmu yang muluk-muluk." "Langsung saja pada soalnya. pandir! Susahnya. berpikir pun kamu tak bisa. Lupakan yang sudah terjadi. tapi apa yang dia lakukan? Dia mencoba menghasut orang banyak untuk menyiksaku! Membawa berita untuknya tentang anak yang disayanginya. tapi kau berkhianat. monyet pohon! Itu tak baik buatmu. temanku yang terbaik. Sudah terlambat untuk menyesal. Takuan!" "Aku dengarkan. Takezo? Apa segala yang pernah kau lakukan itu bukan kesalahan? Selagi kau di atas." "Itukah kesalahanmu satu-satunya. Tapi biar bagaimanapun kau tidak melakukannya." "Itu bukan persamaan yang sangat menyanjung. hai. Perbuatan berani semata-mata seakan-akan dapat membuatmu menjadi samurai. Walau kau seorang biarawan. orang sesat yang malang. Paling tidak. kenapa tidak kaucoba memikirkan masa lalu sedikit?" "O.id and dimhad. Dan terus terang. Aku tak mengira akan dihina seperti ini. Apa itu pelanggaran atas tata krama prajurit?" "Bukan itu soalnya. Kubiarkan kau menangkapku karena kupikir kau lain dari yang lain. munafik! Aku tidak malu! Ibu Matahachi boleh menyebutku apa saja semaunya. bagaimana pemandangan dari atas.com . katamu kau mengerti juga Jalan Samurai." "Dengar. tapi Matahachi temanku. diam kamu. cuma bikin kau berdarah. Aku betul-betul bodoh membiarkan kau menangkapku. Dan sekarang. syauqy_arr@yahoo. "Tapi omongomong. itu sangat tak pantas. Kau rupanya salah mengerti. mereka manusia. hai. memang aku mengerti.

waktu dia mengatakan percaya pada Bapak dan membiarkan Bapak menangkapnya tanpa perlawanan. hingga yang kaudapat untuk keluargamu hanyalah aib. Tak pernah ia membayangkan bahwa Takuan bisa demikian kejam. bukan?" "Tak ada hubungannya itu. Perhatikan dunia manusia.co. ini sudah keterlaluan! Saya dengar. Kemudian. Sebelum kau berubah jadi daging kering. la menempelkan muka dan dadanya ke batang pohon dan mulai meratap. bunuh saja. Saya sudah ikut Bapak ke pegunungan dan tinggal di sana tiga hari tiga malam. Biarlah dia mati dengan damai!" Begitu berangnya Otsu. cobalah pandang dunia luas di sekitarmu.webng. menertawakan orang-orang tolol macam dia. Begitu sadar. dan ubahlah cara berpikirmu yang cuma mementingkan diri sendiri." "Tidak. Saya dengar semuanya. habis perkara! Takezo sudah pasrah untuk mati. tidak seperti biasanya." "Itu tidak berperikemanusiaan. Otsu. hukumlah dia! Bunuh dia! Sekarang. "Perempuan tak tahu apa-apa soal ini. Orang kampung percaya bahwa kalaupun biarawan itu mengikat Takezo sementara waktu. atau mestinya begitu! Takezo benar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Babi kamu! Tak akan kulupakan perbuatanmu ini!" "Kau akan segera lupa segalanya. "Diam kamu!" kata Takuan dengan sikap brutal. sekarang! Pergi.id and dimhad. ada orang bernama Takuan Soho yang mengatakan hal ini padamu. Mereka akan girang sekali mengetahui bahwa kau sudah memperoleh bimbingan yang begitu baik." seru Takuan sambil menyikut Otsu dengan keras. hingga disambarnya dada Takuan dengan kalut." "Kalau begitu. Takuan Soho yang akan menghukum Takezo dengan hukuman yang menurut dia cocok. Pak! Kalau mendengar Bapak bicara seperti itu. akhirnya ia akan melunakkan dan meringankan hukuman itu. katakan pada mereka bahwa tepat sebelum kau mati. saya tak mau. Sekarang Takuan mengaku 88 thanks to. Bagaimana Bapak bisa begitu kejam pada orang yang mempertahankan diri pun tak bisa? Bapak kan orang saleh. Takezo. Tahan mulutmu. tak mau!" pekik Otsu. walau kau mempelajari hakikat hidup ini sudah terlambat sekali." "Saya tak mau!" "Jangan kamu keras kepala lagi. "Pak Takuan. tinggalkan aku sendiri." "Pergi dari sini. Otsu sudah tertelungkup di pohon. atau akan kugantung juga kamu bersama dia di sana. Tidak betul kalau Bapak menertawakan kesengsaraannya selagi dia terbaring setengah mati di sana. syauqy_arr@yahoo. Kalau Bapak bermaksud membunuh dia." Otsu yang selama itu berdiri terpaku tidak jauh dari situ datang berlari lari dan menyerang Takuan dengan suara nyaring. sungguh saya benci pada Bapak.com . apa pula ini? Apa teman seperjuanganku sudah berbalik melawanku?" "Kasihan." "Kebetulan itulah satu-satunya kelemahanku." "Lho. kalau kau sampai di dunia sana dan bersatu dengan nenek moyangmu. "Tapi saya mesti dikasih kesempatan bicara juga.

Dan kalau tak ada seorang pun yang dapat la percayai. Batangnya kuno dan besar. "Semua ini salahmu. Otsu melihat kelemahan Takezo. Titik-titik air besar jatuh di leher kimononya dan mengalir menuruni punggung.com . Masih bergayut erat pada batang pohon. la menggosokkan pipinya yang basah oleh air mata ke kulit pohon. tanpa memiliki gambaran nyata tentang manusianya sendiri. la merasakan kehangatan aneh pada pohon ini. tapi tidak 89 thanks to." seru Takuan sambil memayungi kepalanya dengan tangan. membuat dingin tulang punggungnya. Sungguh ia mirip anak seorang samurai! Sungguh ia berani! Ketika Takuan pertama kali mengikatnya. hujan jadi tak berarti lagi. Dalam batang itu la merasakan darah Takezo beredar. Takuan berlari ke tempat berteduh di kuil.. Diam-diam ia berdoa agar hidup Takezo terselamatkan. terbuai olehnya. Sampai saat ini Otsu terbawa arus pendapat orang banyak. la berjalan berputar-putar mengelilingi pangkal pohon dan berkali-kali memandang ke Takezo. Jangan buang-buang air matamu untuk orang yang biar bagaimanapun akan mati! Ayo!" Sambil menutupkan ujung kimononya ke kepala. Sekalipun air sudah mengaliri punggungnya. Dalam beberapa saat saja hujan deras turun. kalau Takuan yang ia percayai dengan sepenuh hati saja dapat menjadi orang yang tak berhati. dan kelihatannya akan datang badai besar. tapi tak dapat melihatnya karena badai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahwa kelemahannya adalah menikmati Takezo menderita! Otsu menggigil melihat kebuasan manusia ini. dan sekali lagi belum lama ini.. "Ayolah. la tak sanggup pergi. mengalir turun dari penjaranya yang genting di cabang-cabang pohon di atas itu. Jadi. Angin bersiul keras lewat cabang-cabang atas yang berayun-ayun lebar ke sana kemari. Takezo dapat menangis. demikian besar hingga sepuluh orang tidak dapat mencakupnya dengan rentangan tangan. Serta-merta ia memanggil namanya.id and dimhad.webng. Otaknya dipenuhi gambaran yang baru terbentuk tentang bagaimana seharusnya seorang lelaki." Kemudian nada ejekan itu hilang dari suaranya. Otsu! Kau ini bayi cengeng! Kau menangis. syauqy_arr@yahoo. Otsu tidak juga beranjak. "Angin makin keras. langit menangis juga. Tidak terpikir olehnya kenapa ia mesti menderita semata-mata karena Takezo menderita. Apakah yang membuat orang banyak itu membencinya seperti iblis dan memburunya seperti binatang? Punggung dan bahu Otsu naik-turun karena sedu sedannya. Titik-titik hujan menimbulkan titik-titik putih saat menghunjam tanah. seluruh dunia ini tentunya jahat luar biasa. Otsu. "Kita basah kuyup nanti. Ketika pikirannya tertuju kepada Takezo." Otsu tidak menjawab.co. karena itu ayo masuk. sekalipun kimononya yang basah kuyup sudah menempel ke kulitnya dan ia kedinginan sampai ke tulang sumsum.

tapi saya minta. "Aku mau tidur. Saya datang untuk minta tolong. "Tidak. apa tak ada orang di dunia ini yang dapat menyelamatkan dia?" Ia berlari sekencang-kencangnya. "Pak Takuan!" pekiknya. la menarik keluh panjang. "Siapa?" terdengar suara Takuan dari dalam. Pak 90 thanks to. "pasti dia mati sebelum pagi. tapi Otsu menariknya kembali. turunkan dia dari pohon itu!" "Apa? Tak akan aku melakukannya!" kata Takuan bersikeras.webng. Akan saya lakukan apa saja untuk Bapak.id and dimhad. tolong.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ada jawaban. Dan aku nasihati kamu tidur juga.com . la merangkak di bawah rumah sampai mencapai tempat yang menurut perkiraannya tempat tidur Takuan. namun hujan menyiram Takuan juga. Tapi Otsu tetap tidak menyerah." demikian pikirnya putus asa. seperti pintu-pintu bangunan suci tempat penyimpanan Budha yang rahasia." mohon Otsu mendekati pintu. Air yang melimpah dari talang menimbulkan selokan-selokan yang dalam di tanah ketika menderas menuruni bukit. syauqy_arr@yahoo. Bangunan dapur dan petak pendeta di belakang kuil utama tertutup rapat. "Cepat masuk!" serunya sambil langsung mencengkeram lengan Otsu." "Tolong. tapi Bapak mesti menolongnya! Ayolah. "Saya mohon. "Saya—Otsu!" "Kenapa masih di luar saja?" Takuan cepat membuka pintu dan memandang Otsu keheranan. Saya mohon. Bapak. Pintu pun mengatup keras. Oh. "Saya mohon." la pun berlutut di lumpur dan mengangkat kedua tangannya memohon. "Kalau dia terus kehujanan. Saya mohon. Saya akan berterima kasih pada Bapak untuk selamalamanya. "Saya sembah Bapak. la membuka mata dan menyemburkan api. sebagian terdorong angin yang menggila. selamatkan dia!" Takuan diam. atau sekadar orang kampung yang memusuhinya.co. Pak. la sudah sampai di pintu kamar Takuan dan mulai menggedorgedornya sekuat tenaga. Dengan tangan masih diacungkan ke depan la tampak seperti seorang penganut Budha yang sedang menjalani latihan ketahanan dengan berdiri di bawah air terjun dingin. Pak! Bapak tak bisa membiarkannya mati-tak bisa!" Bunyi air yang menderas hampir menenggelamkan suaranya yang bercampur tangis. "Tentang saya sendiri tak usah dipikirkan. Matanya terpejam erat. turunkanlah dia. Timbul kecurigaan dalam benaknya. Pak. "Tidur sana! Sekarang juga! Badanmu lemah! Dan berada di luar pada cuaca seperti ini sama saja dengan bunuh diri. jangan-jangan ia dianggap salah seorang anggota keluarga Hon'iden. la panggili Takuan lagi. Bangunan itu memiliki tepi atap yang panjang." Suaranya seperti es. bukan untuk mengeringkan badan.

apa Bapak dengar suara saya? Jawab.co. "Tolong! Pencuri! Pencuri di bawah lantai! Tangkap!" Otsu merangkak ke luar menuju badai lagi dan mundur kalah. sungguh Bapak binatang! Jahanam tak berhati dan berdarah dingin!" Untuk sesaat lamanya biarawan itu mendengarkan saja dengan sabar tanpa menjawab. syauqy_arr@yahoo. Akhirnya dalam ledakan kemarahan ia pun melompat keluar dan tempat tidur. dan serunya. Tapi ia belum menyerah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan. Ini soal paling penting di dunia buat saya! Pak. 91 thanks to. Pak! O.com . tapi tindakan Otsu itu membuatnya tak bisa tidur.id and dimhad.webng.

id and dimhad. tentu saja Otsu!" "Otsu? Kenapa Ibu sebut dia menantu Ibu? Dia belum masuk keluarga Hon'iden. "apa Takezo tetap hidup kena badai itu?" Biarawan itu muncul di beranda. angin dan hujan telah menghalau musim semi tanpa jejak." panggilnya. "Menunduk dia seperti gombal basah. "Saya tak melihat menantu saya di mana-mana." "Saya belum lihat burung gagak mematuk mukanya. "Takuan. tapi aku punya rencana memasukkannya segera. la mengangkat tangan untuk melindungi matanya dan sesaat ia pun lega sedikit. Mengerikan sekali hujan kemarin. "Bisa bikin mati. kataku!" ulang Osugi tak sabaran. Osugi mendaki bukit menuju kuil. Tolonglah Anda panggilkan. kan?" "Belum.com ." "Menantu Ibu? Saya tak pernah bertemu dengannya." kata Takuan tersenyum." "Maksud Anda. "Tentunya sudah tak mungkin dia hidup lagi. Orang terpelajar seperti Anda pasti lebih tahu daripada saya tentang hal-hal seperti itu. "Oh. gelandangan! Ini tak ada hubungannya denganmu! Katakan saja. ya?" "Ya.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 7. Hanya sedikit orang kampung yang berjalan tanpa mengenakan caping pelindung. Paling tidak. saya tak kenal namanya. tak mungkin. Batu Karang dan Pohon PAGI harinya. di mana Otsu!" "Rasanya masih di tempat tidur. Ibu. "Saya pikir itu artinya dia masih bernapas. "Dengar. kalau orang itu tidak ada?" Osugi jadi lebih naik darah lagi. karena sudah tak sabar ingin mengetahui nasib korbannya. Jadi. tidak terlalu sukar satu-dua malam menahan hujan yang terderas pun. Mataharilah yang bisa membunuh. "Siapa pula yang Ibu bicarakan ini?" "Lho. Matanya yang seperti jarum menciut dalam cahaya matahari yang menyilaukan. dan tiba di pintu Takuan dalam keadaan haus dan kehabisan napas. dia masih hidup?" kata Osugi tak percaya. sebagai istri Matahachi. Matahari panas melecut bumi dengan garangnya. Titik-titik keringat muncul di atas rambutnya dan menyatu menjadi alur-alur keringat yang mengalir langsung menuruni hidungnya yang lurus." katanya dengan harapan baru." 92 thanks to. bagaimana mungkin saya memanggilnya?" "Panggil dia. Tubuh manusia mampu menahan banyak lecutan.co. la tidak memperhatikannya. Bagaimana mungkin dia mengawini seseorang." la pun menjulurkan lehernya dan mengintip ke dalam ruangan." "Sukar dibayangkan. dan seketika ia menolehkan mukanya yang keriput itu ke pohon kriptomeria tua." "Tapi saya yakin Ibu tahu. syauqy_arr@yahoo." "Terima kasih." Osugi tersenyum licik.

kau butuh lima atau enam hari lagi. Ketika akhirnya selesai. Takuan orang yang selalu waspada. orang terpaksa menyeretnya masuk dan memaksanya minum sedikit teh. bagaimana perutmu? Cukup kosong. tapi kali itu ia tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. tidak! Tidak secepat itu! Orang mesti hati-hati menghadapi hal-hal seperti itu. setengah kepada dirinya. Takuan meletakkan buku yang sedang dibacanya." kata Takuan sendiri. bertopang tongkat kayu arbei. Malam tiba. Bertentangan sekali dengan malam sebelumnya. ia berjalan tertatih-tatih ke kampung. "Keras juga suaramu. Yakin kau betul-betul bukan seekor ikan atau sejenis monster laut? Kalau begini caranya. mengenakan bakiak.id and dimhad. Namun Takuan tetap tenang. Beberapa kali pembantu membawakan obat atau mangkuk tanah berisi bubur betas kental. atau agak berpura-pura bodoh. "Takezo!" panggilnya. kalau aku mau!" Dengan segenap kekuatan yang masih tersisa dalam tubuhnya mulailah ia menggoyangkan badannya sehebat-hebatnya." "Baiklah. seperti lubang yang dibuat dengan rapi di langit. syauqy_arr@yahoo. la menendang-nendang dan menjerit-jerit. 93 thanks to. untuk ukuran orang yang sudah mau mati. kecuali apabila dibuka oleh pembantu pendeta. Di sana ia menatap ke atas lama-lama. hingga hampir patah cabang yang menjadi gantungannya. "Kasihan. Takuan. ia sudah balik kanan dan berjalan menuju bawah pohon. Jauh di atas kepalanya satu cabang bergoyang. dan titik-titik embun yang berkelipan jatuh. potong kepalaku." "O. hampir tidak dapat mengangkat kepala untuk makan buburnya. Ketika orang menemukan Otsu dalam keadaan setengah mati di tengah hujan malam sebelumnya. bulan bersinar terang. "Takezo! Takezo!" "Apa maumu. Apa kamu tidak harus mengawasinya kalau siang?" tanyanya mengandung tuduhan. Pintunya tertutup juga sepanjang hari. Tanpa menanti jawaban. barangkali dia akan terbang ke bawah dan berusaha menggigitku. Mungkin dia tak punya tenaga lagi buat menjawab. di bangunan yang sama. jadi mestinya dia capek juga siang hari. ya?" "Lupakan omongan tetek-bengek ini. pandangilah aku. Tapi omong-omong. Kamar Otsu tidak jauh dari kamarnya. seakan-akan kesurupan." Suara Takuan melemah.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "O ya.webng. habis perkara." gerutu perempuan tua itu. Pendeta melancarkan cacian keras kepadanya. Kulit kayu dan dedaunan menghujani orang yang di bawah. dan keluar ke halaman. dan ia memandang ke langit.com . Ketika semua orang sedang tidur nyenyak. biarawan anjing kampung kotor! Akan kutunjukkan apa yang aku bisa. Pagi harinya ia demam hebat. mestinya tadi aku menyangka begitu. "Aku memang menyuruhnya mengawasi Takezo malam hari. Takuan kembali ke kamar dan tinggal di situ sampai malam. "Indah sekali bulan itu! Kau beruntung dapat melihatnya dari tempat yang begitu menguntungkan. biarawan bajingan?" terdengar jawaban garang. mengempaskan bobot tubuhnya ke atas ke bawah. tapi ia duduk bisu bersandar di dinding. Kalau kupotong kepalamu sekarang juga.

Takezo! Seluruh pohon bergoyang. Aku benci melihat orang muda yang menahan diri. "Kenapa kau tidak menyerah saja. Kemarahan karena tetek-bengek emosional yang tak ada artinya adalah untuk perempuan. Takuan memandang terus sejenak. Tapi maaf saja. aku akan mengunyahnya supaya aku dapat menangkapmu dan mempreteli anggota tubuhmu!" "Itu janji atau ancaman? Kalau menurutmu kau memang dapat melakukannya." Takezo memperdengarkan erangan keras. bukan lelaki.co. tidak kulihat tanah bergetar. tanpa pernah menjadi manusia sebenarnya! Sungguh sia-sia!" "Kausebut dirimu sendiri manusia?" Takezo meludah. makin baik!" "Tunggu. Takezo. kenyataannya kamu itu lemah. belum lagi orang-orang biasa yang sederhana. Apa kau yakin bisa mengerjakannya tanpa membunuh dirimu sendiri. 94 thanks to. kau tidak bakal berhasil. syauqy_arr@yahoo. aku akan tinggal di bawah sini. Sungguh menyedihkan bahwa seorang pemuda tampan seperti kau mesti menemui ajal di sini. Takezo. yang sopan santun. biarpun sudah sedikit telat untuk mulai sekarang. sayang sekali! Biarpun kau dilahirkan sebagai manusia. Kemarahanmu itu tidak lebih dari kedengkian pribadi. menanti. kau akan punya kesempatan menggerakkan dewa-dewa atau bahkan alam semesta. kau lebih mirip binatang. Ia sadar bahwa biarawan itu benar. ia pun menengadah lagi. dan apa gunanya untukmu? Biar kau menggeliat-geliat seperti apa pun. "Kau memang betul-betul kuat.webng.com . Mereka memiliki lebih banyak semangat daripada orang-orang tua. "Aku akan langsung ke lehermu!" Takezo berjuang terus. dan ketika selesai. Teruskan! Rasakan kekuatanmu sepenuh penuhnya." Suara Takuan kini ganti jadi sedikit bernada petuah. Kalau kau mencoba. tak bakalan kau bisa mematahkan satu pun cabang pohon ini. "Itulah yang dinamakan semangat. Takuan. tapi menurut pendapatku mereka itu bodoh. kemudian memberikan nasihat persahabatan. tidak lebih baik daripada babi hutan atau serigala. tunggu! Kalau aku memang mesti mengunyah tali ini dengan gigi telanjang. dan mereka harus menunjukkannya. tunjukkan bahwa kau manusia sejati. Kemarahan lelaki sejati adalah ungkapan kemarahan moral. tapi tali besar itu tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Kau cuma melelahkan dirimu. "Sayang. Takezo! Makin gila kamu." ancam Takezo. Jangan menahan-nahan diri. sebelum tali itu putus?" "Diam!" pekik Takezo parau. tunjukkan pada kami.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Biarawan itu dengan tenang mengusap bahunya. terbuat dari apakah kau ini! Orang zaman sekarang menyangka bahwa mampu menahan marah adalah tanda kebijaksanaan dan kepribadian. Kemarahannya sudah lewat.id and dimhad. Kau mesti mencoba berbuat sesuatu untuk orang lain. Susahnya. Takezo! Memang baik marah seperti kau sekarang ini. "Kurasa kekuatan itu lebih baik digunakan bekerja untuk kebaikan negeri." "Sebentar lagi. apalagi membuat penyok alam semesta ini.

Kalau kalah. "Pikirkan satu malam lagi. sekarang aku duduk di batu karang ini. "Tunggu!" Takuan menoleh. tapi kau tidak berusaha mencapai pengetahuan atau kebajikan. Tapi kau curang. Belum lagi dua puluh langkah. sediam batu karang yang diduduki Takuan. Ini pertarungan tak adil. kalau aku mencoba menangkapmu dengan kekuatan. "Itulah yang kumaksud. "Apa maumu sekarang?" "Kembalilah. tapi kena diakali dan dibikin bungkam. di mana kau sekarang!" "Tak ada yang perlu kumalukan." Tetap tak ada jawaban. Mati dengan penuh kemuliaan. Takezo. padahal kalau dicampurkan dengan baik keduanya itu bukan dua-keduanya itu satu. sungguh gila aku. Apa kau mau mendengar lebih banyak lagi? Apa kau akhirnya mulai berpikir?" 95 thanks to. Suka atau tidak. Keberanian sejati mengenal rasa takut. "Itu sama saja dengan yang kaunamakan keberanianmu itu. Apa kau tak bisa lihat perbedaan antara kau dan aku?" "Ya. Kau dilahirkan dengan kekuatan fisik dan keuletan. Dan mereka memilih waktu dan tempat yang tepat untuk menyerahkannya. karena dia lebih pandai. Mereka mendekapnya sebagai permata yang berharga. kalau kukatakan kau ini payah. Orang bicara tentang bagaimana mencampurkan Jalan Pengetahuan dengan Jalan Samurai. dan mengira kau tak ada tandingannya di dunia ini. dan serunya. suara Takezo mendering keras dan terasa mendesak. Kau bukannya kena hajar. Kau berhasil menguasai beberapa ciri kurang baik dari Jalan Samurai. Manusia tak punya banyak kesempatan menang bergulat dengan macan. akan kupotong kepalamu seperti kauminta." la meninggal-kan tempat itu dengan langkah-langkah panjang penuh pikiran. jenis keberanian yang tak menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan.webng. Tapi coba lihat.co. Kau penipu dan pengecut!" "O." "Pada akhirnya tak ada bedanya. Dia tahu bagaimana takut pada apa yang harus ditakuti. Takuan bangkit pelan-pelan dan berhati-hati. Orang-orang yang tulus menghargai hidup dengan penuh kecintaan. Kegelapan itu pun diam." Pohon itu diam. Tingkah lakumu sampai sekarang ini tidak lebih dari keberanian binatang. tapi kau kurang pengetahuan dan kebijaksanaan. sedangkan kau terbaring di atas situ tanpa daya.com . Hanya ada satu jalan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dengar. Tidak banyak orang yang membantah kenyataan bahwa macan lebih rendah daripada manusia." "Mm.id and dimhad. kepala menunduk. orang barbar! Kau percaya betul dengan kekuatan kasarmu sendiri. Sesudah itu. syauqy_arr@yahoo. Tubuhmu terlalu kuat. Beberapa waktu kemudian. Takezo. Itu bukan jenis keberanian yang menciptakan seorang samurai." Tak ada petunjuk bahwa Takezo masih mendengarkan. Tapi untunglah jarang manusia mesti bergulat dengan macan. kalah sajalah. Takezo.

Wajah itu bicara. Takezo. Itu hukum alam." "Akhirnya kau sadar.. hidupku hanya tinggal terikat pada pohon ini! Tak dapat aku menghapuskan apa-apa yang telah kulakukan. ia menutup mata yang baru saja mengalami kesadaran luar biasa dan melupakan segalanya. Takuan!" teriak Takezo. tapi aku tak dapat melepaskan tali itu. Tetapi si pemanjat meneruskan usahanya dengan tabah. Dan pada saat aku sadar. "Aku mau jadi orang yang lebih baik. tapi aku mengerti apa artinya hidup. dan melakukan semuanya baik-baik. Sejenak kemudian ia merasa ada orang di pangkal pohon. seakan-akan seluruh pohon itu menangis.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Takuan! Selamatkan aku!" Teriakan minta tolong Takezo itu keras dan sedih. Untuk pertama kali dalam hidupmu kau bicara sebagai manusia. Tubuh Takezo hampir tak bisa dibedakan dari dahan tempatnya terikat. "Ini aku!" katanya dengan keluguan kanak-kanak. Begitulah adanya. betapa penting dan istimewanya lahir sebagai manusia. Hanya matanya yang hidup dan tampak bersemangat. Aku hampir mati. Kau sendirilah yang mengikatkannya. tolong!" Biarawan itu menggelengkan kepala. la pun dapat mendengar potongan-potongan kulit pohon berguguran ke tanah. dan Takezo tidak berteriak lagi. Angin malam berdesir melintas pohon. Aku sadar sekarang. Itu di luar kekuasaanku.. Orang itu. dan di bawah sejuta bintang kecil ia terbaring diam. Takuan telah pergi. Tentu saja aku kasihan padamu. Itulah hidup. Kau tak bisa mengulangnya.com . Terasa ia tidak begitu cakap. aku mohon! Tolonglah aku. Segalanya! Kau tak bisa mengembalikan kepalamu di tempatnya sesudah musuh memenggalnya. mencoba lagi.webng. dingin sekali.id and dimhad. "Takuan. Aku mau pergi. Takezo. Suara terengah-engah membisikkan namanya. Hadapilah maut dengan berani dan tenang. karena bukan aku yang mengikatkannya. "Otsu?" 96 thanks to. la lupakan kehidupan dan kematian. entah siapa. Yang dapat kulakukan hanyalah memberikan nasihat padamu.. dan ia yakin bahwa tangan-tangan itu jauh lebih terkelupas daripada pohonnya. Segala yang terjadi adalah untuk selamanya. sampai akhirnya dahan yang pertama dapat dicapai.. syauqy_arr@yahoo. Ucapkan doa dan berharaplah ada orang yang mau mendengarkan. Dan demi nenek moyangmu. mencoba berkali-kali lagi menempel pada pohon.co. matilah dengan layak. la merasa dingin." Tubuhnya mengejang-ngejang karena sedu sedan. mendekap batang pohon yang lebar itu dan berusaha setengah mati naik ke dahan terendah." "Aku tak mau mati. Cabang pohon itu mulai bergetar. Mengikuti nasihat biarawan itu. "Maaf. Takezo dapat mendengarkan bagaimana si pemanjat itu tergelincir hampir di tiap usahanya untuk naik. Kemudian sosok itu naik dengan agak mudah ke tempat Takezo terbaring dalam keadaan kehabisan tenaga. dengan wajah damai!" Gemeratak sandal Takuan menghilang di kejauhan. "Aku mau hidup. Dengan susah payah Takezo membuka mata dan ternyata ia berhadapan dengan kerangka.

dan semua miliknya sudah bergantung pada bahunya. lalu lepas terpelanting. Aku juga tak tahan lagi diam di kampung ini. aku.. "Aku hidup! Aku betul-betul hidup!" "Tentu saja kau hidup!" "Itu bukan 'tentu saja'. Otsu mencoba mendukung seluruh bobot Takezo.webng. kemudian ucapnya. ayo kita lari! Aku dengar kau memekik ingin sekali hidup. terpincang-pincang dalam diam. Aku punya alasan sendiri.. Beberapa menit berlalu sebelum rasa berdenyut pada kaki-tangan Takezo mereda dan ia dapat melenturkan otot-ototnya.." la berhenti sedetik-dua. Otsu merangkak." "Kita jatuh menimpa cabang-cabang itu. menggeliat kesakitan. Aku cuma mau keluar dari tempat yang bodoh dan kejam ini. oh.. Kepalanya pusing karena jatuh dari ketinggian sepuluh meter. Kediaman yang lama kemudian baru terpecahkan." "Di mana kita ini?" "Di puncak Celah Nakayama. Takezo." erangnya.." "Apa betul sudah begitu jauh?" 97 thanks to. Kalau ada yang menemukan kita di sini. namun ia menjejakkan kaki di tanah mantap-mantap. celaka nanti. Takezo merangkulnya dan membantunya berdiri. berputar di udara dan jatuh ke tanah.. tapi akibatnya. jadi barangkali lukamu tidak seberapa.co. "O-o-h-h.id and dimhad. Aku. Aku. tidak apa-apa. ketika Otsu berteriak.." "Lari? Kau akan melepas ikatanku dan membebaskan aku?" "Ya. Kedua tubuh itu saling bergayutan. dan Takezo mengikutinya.. "Ada yang patah?" "Entah. "Lihat! Sudah mulai terang di arah Harima.. pelan-pelan. Otsu pun terperosok bersama. Mereka berjalan sedapat-dapatnya." Otsu berjalan terpincang-pincang. Takezo! Kita dapat saling menolong!" Otsu sudah mengenakan pakaian perjalanan. dan dalam sekejap mata ia sudah meretas ikatan tahanan itu. Takezo berdiri..." "Kau sendiri bagaimana? Tidak apa-apa?" "Ya. Aku akan menolongmu. aku. tapi rasanya aku masih bisa jalan. dan badannya lemah dan kaku. dalam sebuah kantong kain kecil.com . seperti dua ekor serangga rapuh terluka sedang berjalan di udara dingin musim gugur. diam-diam.." "Mari kita lekas pergi dari sini. "Cepat putuskan tali! Apa lagi yang kautunggu? Potong!" "Takkan makan waktu lama. Kalau aku tinggal di sini. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. aku tak ingin lagi memikirkan itu. ketika Takezo tergelincir." Otsu menghunus belati kecilnya.

." Otsu kelihatan khawatir." "Baiklah. di pinggiran Himeji. Kalau kau berusaha menyelamatkan Ogin. "Kalau memang itu yang kaurasakan. "Mengagumkan memang apa yang dapat dilakukan orang. Kutunggu kau di sana. aku akan pergi ke Himeji dan menanti." kata Takezo langsung setuju. pergilah! Tapi kalau aku tahu kau akan meninggalkan aku. Mata Takezo melebar. Hadiah kehidupan Otsu adalah kue bakpao yang dipadati kacang manis. la bersumpah sejak saat itu akan hidup secara berbeda sama sekali." 98 thanks to. Takezo tiba-tiba menyadari bahwa perutnya yang kisut kejang kesakitan. "Aku hidup. "Kalau hari terang. kepala Takezo pun menjadi pusing. "suka atau tidak. dan rasa laparnya berganti menjadi tenang karena kenyang." kata Otsu. Kita hampir sampai perbatasan provinsi." Otsu tersenyum lemah. diam terpukau. kalau ada waktu.id and dimhad. Aku harus mengeluarkannya dari sana." "Aku menunggu di Jembatan Hanada. "Kau pasti akan datang. kan?" "Tentu. Awan yang kemerah-merahan pagi itu membuat pipi mereka berwarna merah muda. Kukira aku terpaksa mengucapkan selamat tinggal." Mendengar kata makanan." Otsu memandang wajah Takezo dengan tajam." mohonnya. Otsu menggenggam tangan Takezo." "Hinagura? Kenapa?" "Di sana kakak perempuanku dikurung. biar sampai seratus atau seribu hari.com . bersama Otsu. kalau sudah bertekad. "Perbatasan! Betul.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Wajah dan seluruh tubuhnya menyala oleh cinta.co. Jari-jari yang memegang kue itu bergetar. Begitu ia sadar. Tapi. kita harus sangat hati-hati. "Takezo. "Kau tentunya kelaparan. "akan kukatakan padamu bagaimana perasaanku kemudian. Terasa berjam-jam lamanya. sebelum akhirnya Otsu dapat membuka kantongnya dan mengeluarkaan makanan. keadaan jadi menyiksa. tak akan aku meninggalkan Miyamoto. Kau tidak makan apa-apa berhari-hari." pikirnya berulang-ulang. syauqy_arr@yahoo. tapi kuminta jangan tinggalkan aku di sini sendiri! Bawa aku ke mana saja kau pergi!" "Tapi aku tak bisa!" "Ingatlah" Otsu mencengkeram tangan Takezo erat-erat. Aku harus pergi ke Hinagura.webng." "Apa lagi yang dapat kulakukan? Membiarkan dia dl benteng sana?" Dengan pandangan menghunjam. aku akan ikut. Ketika rasa manis kue itu menurun lembut dalam kerongkongannya. sehat walafiat. Ketika Takezo bisa memandang wajah Otsu dengan lebih jelas. aku lupa.. Takezo. terasa olehnya seperti mimpi bahwa ia kini duduk di sini.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan jawaban anggukan kecil. "Apa sih ribut-ribut ini?" "Nek. hampir tidak memperhatikan cucunya.com .webng. Paman Gon. kau ingat apa kata Nenek kalau orang bohong?" "Ini betul. Mereka butuh 99 thanks to. Talinya putus. "Heita!" "Ya?" "Lari secepat-cepatnya. Nenek belum tahu? Takezo lari!" "Lari!" Dan kipas pun jatuh ke api. "Nek. sejumlah orang kampung sudah datang.co. sambil berseru. Dia hilang juga. Muka Osugi memutih. Di antara mereka terdapat menantu lelaki Osugi. syauqy_arr@yahoo. memandang kosong ke arah rumah. sumpah! Semua orang bilang begitu. Nek. Nek." Akibat berita itu sungguh penuh warna. sedemikian rupa hingga Heita mengerut ketakutan. yang berubah warna dari merah ke biru dan lembayung. lalu pergilah ke pinggir kali dan panggil Paman Gon! Cepat!" Suara Osugi menggeletar. penuh bayang-bayang nyala kipasnya yang terbakar itu. cucu Osugi berlari-lari naik ke rumah besar Hon'iden." "Kau yakin betul?" "Ya. "Nek! Nenek!" Sambil menghapus hidung dengan punggung tangan. ya?" "Dan Takuan juga tidak kelihatan lagi!" "Pasti mereka kerja sama. Sementara itu di kampung. la bergegas menyusuri pegunungan yang membujur dari celah itu ke pegunungan di kejauhan." "Heita." "Apa yang dilakukan perempuan tua itu nanti? Kehormatan keluarganya jadi taruhan!" Menantu Osugi dan Paman Gon yang membawa lembing turun-temurun dari nenek moyang. Mereka ramai berbicara sendiri. "Apa katamu?" "Pagi ini dia tak ada di pohon. sampai tubuh Takezo menyatu dengan pemandangan. apa Nenek sudah dengar? Ada kejadian hebat!" Osugi yang sedang berdiri di depan tungku dan menghidupkan api dengan kipas. "Jadi. Mereka belum dapat melakukan sesuatu. Otsu lari juga. la melongok ke dapur dan katanya ribut. Jemput ayahmu. Takezo berangkat tanpa banyak berkata kata lagi. Otsu mengangkat kepala untuk memperhatikannya. Semua orang lari ke sana kernari berteriak-teriak. sanak keluarga yang lain.id and dimhad. dan sejumlah petani penyewa. Dan di kuil orang mencari Otsu. Segera wajah itu seolah-olah kehilangan darah. Sebelum Heita sampai di gerbang.

tapi ia berusaha mengendalikan dirinya dengan berlutut di depan altar keluarga. darahnya pun mendidih. Karena itu mereka berdiri saja di sana dengan gelisah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI petunjuk. Bahkan keluarga Hon'iden bisa terpaksa meninggalkan tanahnya.co. la melukiskan Takezo sebagai seorang "penjahat". "nama nenek moyang kami akan ternoda. membuka mata. Orang banyak itu pun menggelegak marahnya. tapi sudah terlambat. Mereka sampai di sana tepat sebelum tengah hari. "Kalau tidak kami selesaikan soal ini sekarang. dan Takuan "gila". ia mengangkat kepala. syauqy_arr@yahoo. Barangkali la dapat melakukan penyelidikan di 100 thanks to. ia selipkan pedang pendek itu dalam obi-nya." ucapnya dengan nada pendek-pendek. "Mereka sudah berhasil lolos!" seru seseorang. Dan kami tak akan pernah bisa menegakkan kepala. mereka beriring-iring menuju Celah Nakayama. menarik lacinya dan mengeluarkan senjata simpanannya. dan menoleh ke sekitar." jelasnya. dan mengaturnya supaya dia mendapat hukuman setimpal.com ." Rahangnya mengatup. Paman Gon maju ke depan dan memohon dengan sangat kepada pejabat itu. "Nek!" seru seseorang akhirnya. menanti Osugi keluar memberikan perintah-perintahnya. Tenang ia membuka tutup peti pedang. Sesudah menyampaikan doa permohonan dengan diam. "Semuanya akan beres." Pejabat itu mengatakan dapat memahami keadaan sulit tersebut. dan ia lebih dari siap untuk membalas dendam atas penghinaan terhadap keluarganya. Bersenjatakan tongkat. "Akan kuburu sendiri perempuan jalang yang tak kenal malu itu.webng. barulah akhirnya seorang dari antara orang banyak itu memperdengarkan suaranya. tanpa berhenti untuk istirahat. kita harus pergi juga. "Kalian semua tenang saja. dan pergilah ia ke pintu gerbang." Osugi segera bertindak. tapi ia tak dapat berbuat apa-apa untuk menolong. Otsu "setan". la sudah berjalan cepat di jalan. dan tunggu.id and dimhad. Di situ ia ikatkan tall sandal baik-baik pada pergelangan kakinya. Kekecewaan mereka ditambah lagi dengan penjelasan seorang pejabat perbatasan bahwa rombongan sebesar itu tidak bisa lewat. "Kalau perempuan tua itu pergi. Keheningan penuh pesona yang menyambutnya ketika ia mendekati gerbang jelas menunjukkan bahwa orang-orang itu sudah tahu untuk apa ia berpakaian demikian. Ketika ia mengetahui bahwa berita mengerikan itu benar. dan sambil membuat tombak bambu dalam perjalanan. Perempuan tua yang keras kepala itu memang bermaksud bertindak. Hukum adalah hukum." Semua sanak keluarga dan penyewa pun berdiri dan serentak mengikuti bunda mereka yang gagah berani itu." terdengar jawabannya. "Apa Nenek belum dengar?" "Aku akan datang segera ke sana. la kenakan pakaian yang cocok untuk memburu orang. Kami akan menjadi bahan tertawaan orang kampung.

supaya orang kampung sekali lagi mengakui keluarga kita sebagai keluarga yang mulia dan terhormat. Aku juga mengucapkan dua sumpah. Paman Gon dan aku sudah cukup tua untuk pensiun. tapi juga kepada kalian.co. Ketika aku mengambil pedang pendek ini. Dan kalau dia masih hidup. "Satu. dan dia juga sudah bertekad untuk melaksanakan sumpah itu. biarpun misalnya aku terpaksa mengikat lehernya dan menyeretnya pulang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Himeji dan memintakan izin khusus untuk menyeberang perbatasan bagi mereka. memandang penuh perhatian kepada mulutnya yang berbibir tipis dan giginya yang besar merongos. Orang-orang itu rupanya bimbang untuk membiarkan mereka berdua pergi sendiri. biarpun terpaksa menjelajahi negeri ini.com . aku harus memastikan-bahkan sampai mati-apakah anakku Matahachi masih hidup.id and dimhad. Mengerti?" Paman Gon hampir lima puluh tahun umurnya. la berkata. apa ada alasan kenapa kami berdua.webng. akan kubawa dia pulang untuk melanjutkan nama keluarga. syauqy_arr@yahoo. menantuku akan mengambil alih jabatanku sebagai kepala keluarga. tidak bisa jalan terus?" "Sampai lima orang bisa diizinkan. sedangkan Osugi sepuluh tahun lebih tua. Osugi maju ke hadapan pejabat itu dan bertanya. Kemudian kelihatannya ia hendak mengucapkan kata-kata perpisahan yang mengharukan. Mereka semua 101 thanks to. "Kalau begitu. Sejak sebelum berangkat pun aku sudah membayangkan ini akan terjadi. "Kami berdua sependapat mengenai segala sesuatu yang sudah kusumpahkan tadi." lanjutnya." Osugi mengangguk setuju. Dia punya kewajiban tidak hanya kepadaku dan kepada mereka yang sudah pergi." Ketika mereka bertepuk tangan dan bersorak-sorai. biarpun menghabiskan waktu dua-tiga tahun tanpa melakukan apa-apa. seorang lelaki mengucapkan sesuatu yang kedengaran seperti erangan. Selama itu kalian harus berjanji untuk bekerja keras seperti biasanya. Baru sesudah itu dia akan mencari seorang istri yang seratus kali lebih baik dari Otsu dan menghapuskan aib ini selamanya. Aku bersumpah melakukan ini. karena jelas kedua orang itu bukan tandingan Takezo apabila mereka menemukannya. Osugi menatap tajam menantunya. yaitu saya sendiri dan Paman Gon. Aku tak ingin mendengar ada di antara kalian yang menelantarkan ulat sutra atau membiarkan rumput tumbuh liar di ladang. dan akan kulaksanakan. tapi itu akan makan waktu. "Tak usah kalian bingung. Sesudah berunding dengan sanak saudara dan petani penyewa. Yang kedua. Selama aku pergi. Mereka berbaris di depannya. aku berlutut di depan tanda peringatan nenek moyang kita dan mengucapkan selamat berpisah secara resmi pada mereka. Ketika mereka semua sudah diam. salah satu pusaka Hon'iden yang paling berharga. Tapi akhirnya ia hanya menyuruh para pengikutnya berkumpul dengan singkat. aku akan mengejar dan menghukum perempuan kurang ajar yang sudah mencoreng nama kita dengan lumpur. "Sekarang ini.

ya?" kata seseorang.id and dimhad. Aku tak sebanding dengan dia dalam kekuatan tubuh. tapi aku sendiri cuma memakai pakaian sehari-hari. kirim suruhan ke kampung. heranlah mereka melihat matahari sudah mulai terbenam." Ketika sampai di warung teh itu. "Aku tidak butuh bantuan apa-apa. Tak seorang pun mencoba menghentikannya lagi. tapi aku belum kehilangan akalku." katanya lagi sambil menudingkan jari telunjuknya ke hidung. "Perempuan tua itu betul-betul berani. Tak ada lagi yang mesti kalian lakukan sekarang kecuali pulang. tapi di masa mudanya ia samurai. pulanglah dan urus semuanya sampai kami kembali.co. ia menoleh pada Paman Gon. Namanya Warung Teh Mikazuki. "Kalau Ibu jatuh sakit. Paman Gon juga belum pikun. karena hari-hari memang 102 thanks to. "Jaga diri baik-baik. syauqy_arr@yahoo. Seorang lelaki lain mencorongkan tangannya dan berseru.webng. Tadinya mereka mengira masih mempunyai waktu beberapa jam lagi. "Dan aku akan melaksanakannya. Mereka menyerukan salam perpisahan dan memandangi pasangan tua itu memulai perjalanannya ke timur. Ha! Semua orang berpendapat Takezo sangat kuat." la mengusir mereka dan pergi menuju perbatasan. mencari sandal dan topi. tapi itu tidak bikin aku takut! Dia itu cuma anak bandel. Gon adalah singkatan Gonroku." Perempuan tua itu menggelengkan kepalanya keras-keras. Aku harus berhenti nanti. Aku tak pernah dibantu." "Ada warung teh kira-kira setengah jalan turun bukit ini. pasti. Nama keluarganya Fuchikawa. Jadi. Menurut ceritanya sendiri. "Nek. "Apa tidak lebih baik kalau Ibu membawa tiga pemuda?" saran seseorang." katanya. Sebagai paman Matahachi. Rambutnya tak lebih dari yang pernah kukenal waktu dia bayi. Paman Gon hidup dengan berburu.com ." "Nenek benar sekali." "Ya. "Pejabat itu mengatakan lima orang bisa lewat. Aku masih dapat mengakali seorang dua orang musuh. ia pernah terlibat dalam banyak pertempuran berdarah. “Apa?" "Nenek sempat memikirkan pakaian perjalanan. "Biar bagaimana kita akan mati sebelum orang orang muda itu." Orang ketiga berseru khawatir.dan aku tak akan mau. menuruni sisi gunung.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membayangkan Takezo sebagai orang gila yang baru mencium bau darah saja sudah menyerang dan membunuh." Ketika Osugi sudah tak dapat lagi mendengar suara orang-orang itu." jawab Paman Gon yakin. namanya sendiri. Sampai sekarang pun kulitnya masih merah sehat dan rambutnya sehitam biasanya. kan? Aku yakin mereka menjual barang yang kubutuhkan. betul! Aku ingat. Sekarang sudah kusampaikan pada kalian apa yang akan kulakukan. dengan sendirinya ia sangat prihatin dan bingung oleh peristiwaperistiwa yang baru terjadi itu.

karena terkejut melihat sesosok tubuh yang terbaring di lantai. Nek. Dan ke mana Anda akan pergi?" "Tatsuno." "Maaf.id and dimhad." "Malam begini?" 103 thanks to." nasihat Gon.co. "Tapi tunggu sebentar. Dalam perjalanan kembali ke jalan di depan. "Anda berdua ini cekatan sekali.webng." "Ada apa?" "Aku mau mengisi tabung bambu ini dengan air minum" Gonroku berjalan ke belakang rumah dan mencelupkan tabungnya ke kali yang mengalir jernih. Gonroku tak dapat melihat wajah orang itu. Ayo kita jalan. "Apa itu luar biasa? Perhatianmu ini gampang teralih. "Paman Gon." "Kita butuh tidur justru sekarang ini. orang sinting tua!" Pada saat itu terdengar suara yang menyapa mereka dari belakang. syauqy_arr@yahoo. Mereka minum sedikit teh dan beristirahat sebentar. dan tampaklah oleh mereka pemilik warung teh itu menunggang kudanya. jangan berani-berani kau mengajariku! Jalan ini bisa kulalui dengan mata tertutup. sekilas ia memandang lewat jendela samping ke bagian dalam warung teh yang samar-samar itu. Jalan yang sehariharinya dilalui kuda-kuda beban dari tambang perak itu penuh dengan lubang. tapi ia lebih tahu cara mengendalikan perempuan itu daripada kebanyakan orang lain. lekas!" seru Osugi tak sabaran." Gonroku lekas-lekas minta maaf." kata Gonroku sambil berjalan di belakang Osugi seperti anjing yang sedang dihukum. maaf. ya. terima kasih. Bau obat-obatan memenuhi udara. la memang gampang ditakut-takuti Osugi. kami baru saja istirahat di tempat Anda. Ketika mengeluarkan uang. berselimut tikar jerami. Hari pertama mengejar kehormatan keluarga yang hilang. seperti orang lain juga. "Takano terlalu jauh kalau dicapai malam hari. "Sebentar." "Ada apa?" "Kelihatannya ada orang sakit di dalam. "O. "Jangan sampai jatuh. tapi dapat melihat rambut hitam yang terburai ke sana kemari di atas bantal. Kau sendiri yang mesti hati-hati." Mereka menoleh. menuju jalan Harima.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bertambah panjang bersama datangnya musim panas berarti lebih banyak waktu untuk melakukan pencarian.com ." kata Gonroku sambil bangkit mencekau topi jerami yang barusan dibelinya. Kita terpaksa tidur di tikar bau di penginapan kusir kuda beban di Shingu. Osugi berkata. Mereka berangkat menuruni bukit yang cukup terjal. meskipun tidak tidur sama sekali barangkali lebih baik. seperti anak-anak. "O. Tiba-tiba ia pun terhenti. sampai gelembung-gelembung air tidak naik lagi ke permukaan.

Kelihatannya cukup gawat. Gadis yang sakit itu lebih penting daripada tasbih saya. Tapi tidak juga dia membaik. Tak seorang pun bicara. ketika ia berseru. "Sebentar saya ambilkan." kata pemilik warung.com . Saya merasa harus berbuat sesuatu. Pasti itu Otsu! Otsu sebetulnya belum sembuh benar dari demam yang menyerangnya pada malam ia diseret masuk dari tengah badai itu. syauqy_arr@yahoo. Ketika sampai di warung teh itu." kata tukang warung seraya membalikkan kudanya. ketinggalan di warung teh itu!" "Apa yang ketinggalan?" "Tasbih. dan sangat ramping?" "Ya. Tapi berat rasanya kalau buat orang lain. Aku ingat sekarang-tadi kutaruh di atas bangku." Kening Osugi sekarang ikut berkerut. Pelan-pelan la berhasil merangkak ke situ. Beberapa waktu kemudian Otsu sudah lupa bahwa tukang warung pernah bicara dengannya.id and dimhad. la dapat melupakan sakitnya ketika beberapa jam berada bersama Takezo. Tak tahu ia sudah berapa lama terbaring di kamar belakang itu. ia pun menegakkan badan dengan kedua sikunya dan menjulurkan leher ke arah tempayan air yang ada di luar pintu. Begitu selesai berbicara dengan pemilik warung teh yang baik budi itu. "Oh." Paman Gon sementara itu sudah berbalik. Tak lama kemudian mereka berdua terengah-engah kehabisan napas. Sebelum pergi. orang yang baru datang buat istirahat. la merasa mulutnya penuh duri. Karena tak ada jawaban. tidak. "Ketika dia istirahat badannya mulai menggigil. "Ya. Tapi pandangan kecewa tergambar pada wajahnya. melangkah cepat mendaki bukit. "Kalau istri saya sendiri atau salah seorang anak saya. jangan! Anda mesti menjemput dokter. sekitar enam belas. tapi sesudah Takezo meninggalkannya ia hanya dapat berjalan sedikit sebelum akhirnya mulai menyerah pada rasa sakit dan lelah." kata Paman Gon. Biarpun naik kuda. tukang warung menjenguknya dan mendesaknya supaya bertahan." "O." Keningnya mengerut." Osugi pun mengedip pada Gonroku dan mulai menggerayangi obi-nya." "O. keadaannya jauh lebih buruk. "Apa gadis itu sekitar enam belas tahun. celaka. tapi ketika 104 thanks to. baru tengah malam saya akan sampai." "Apa istri Anda sakit?" "O. dan berkali-kali meminta air dalam igauannya. ia sudah benar-benar tidak tahan.co. Sebaliknya. jadi saya tawarkan kamar belakang buat berbaring. tidak apalah. Biar kami sendiri kembali mengambilnya.webng. Mulutnya kering. "Apa itu gadis yang ada di kamar belakang Anda? Kebetulan saya melihatnya tadi sekilas." Osugi menghentikan jalannya. saya kira. "Air. Badannya panas sekali karena demam. minta air!" serunya lemah." "Jangan. air.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak ada dokter. kecuali di sana. Katanya dia datang dari Miyamoto. Osugi pun segera menyusul.

sampai lengan baju dan kimononya mengembung di belakangnya. "Gon.webng." keluh perempuan tua itu dengan suara yang menurutnya hanya bisikan. lalu mengaduk bara dan memasukkan sedikit kayu untuk sedikit menerangi ruangan. Osugi berteriak. Mana kau menjatuhkan tirai segala!" Wajah perempuan tua itu sudah berubah bentuk karena berang. merangkak-rangkak. "Tukang sihir tua!" teriak Paman Gon marah. "Cobalah turun sendiri! Biar tahu sendiri rasanya!" 105 thanks to. Kukira tidak terlalu dalam. "Lihat di sana!" serunya. "Itu dia. karena banyak ribut itu.com . Osugi dan Paman Gon menerobos dari tempat tirai terbuka itu. Sebentar lagi dia pasti terkejar oleh-ku. tapi jangan potong kepalanya sebelum aku sempat kasih dia sedikit pendapatku. dan lagi kakinya kaki gadis. kejar!" "Apa dia lari?" "Tentu saja lari! Kita sudah kasih dia kesempatan lari. Kejar. Nek!" "Dia pasti di sini! Tak mungkin dia pergi!" Hampir seketika itu juga Osugi pun melihat pintu kamar belakang terbuka. didengarnya tirai hujan jatuh ke tanah di belakangnya. yang sudah berdiri di luar. Osugi segera menyusulnya. "Aku tidak lihat apa-apa. Tepat di depan mereka ternganga jurang terjal penuh bambu. "Lihat itu ke bawah. "Apa yang kautunggu." jawab Gon yang waktu itu sedang menuju kamar perapian. syauqy_arr@yahoo. Otsu. dan akhirnya berhenti di dasar jurang." Ketika ia sedang berlutut memandang ke dalam jurang. Terpaksa kembali ke warung teh buat ambil obor." Paman Gon tiba-tiba memekik kaget dan jatuh tengkurap." teriaknya. Dia sakit. "Ada apa?" teriak Osugi yang menyusulnya. kan? Jangan khawatir.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ia mengulurkan tangan untuk memegang ciduk bambu di sampingnya. "Paman Gon. Gon. "kau boleh menggunakan pedang.id and dimhad. "Tunggu.co. "Dia terjun ke situ?" "Ya." Ia menarik dagunya dan langsung berlari. tolol?" dan menyodoknya dengan keras. Warung teh itu memang tak lebih dari gubuk pegunungan. "Tak ada di sini." Osugi pun melihat ke sana. tapi terlalu gelap. Terdengar bunyi kaki-kaki yang mencoba mencari pijakan. dia tak jauh mendahului kita. "Apa tak bisa kaukejar?" Paman Gon mengarahkan pandangannya ke sosok tubuh yang seperti' kijang terbang di kejauhan. dan tidak suatu pun dapat mencegah orang mengangkat satu atau seluruh tirai yang tak terikat itu. Osugi berlari ke luar dan memaki-maki. la mengangkat tangan dan menuding. Gon. menyiramkan air yang sudah diciduk tadi lewat lubang sempit ke muka perempuan tua itu dan berlari kencang menuruni bukit seperti burung di tengah angin.

seakan terkunci. bukan itu. namun belum juga la dapat menyusun rencana untuk mengeluarkan kakaknya." Setengah hari kemudian tangannya masih tetap terlipat di dada. Tak bisa. Ia membayangkan di bawah salah satu atap itulah kakak perempuannya dipenjarakan. Berani." Ia merasa terhina dan tak berdaya. Di belakang benteng terdapat parit dalam.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takezo duduk di atas batu besar sambil melipat tangan dan memandang ke seberang lembah. sekalipun artinya ia harus melanggar untuk terakhir kalinya pengetahuan diri yang sangat berharga. Namun ia tidak dapat membiarkan kakak perempuannya ditahan. pikir Takezo sedih. Pada hari tak berawan seperti ini. Manusia berani yang sudah melampaui kesembronoan remajanya. Ia menatap langit terang yang cantik. la bermaksud terus duduk sampai ia mendapatkan rencana itu. la sudah duduk di situ sejak matahari terbit sampai matahari terbenam sehari sebelumnya dan sepanjang hari ini. Setiap usaha untuk mendobraknya pasti membunyikan tanda bahaya berupa anak genta dari kayu yang ingar-bingar bunyinya itu. Rasanya perasaan itu mengalir di dadanya seperti sungai yang lembut. bukan sikap pengecut. pasti membahayakan hidupku sendiri dan hidupnya. Berkali-kali ia mencela dirinya sendiri. lain sekali dengan ganas. Pikirannya sudah sampai pada keyakinan bahwa la dapat membikin lumpuh lima puluh atau seratus serdadu yang mengawal benteng itu. dipoles dan disempurnakan. Ia menarik pelajaran yang dengan segala jerih payah diberikan oleh Takuan. Hidup yang diberikan padanya adalah sesuatu yang harus dihargai dan dijunjung. keadaan itu memaksanya melakukan serangan malam. dan ia ragu-ragu mendekati benteng itu. la paham sekarang. "Sekalipun aku mengambil jalan terbaik. mereka berdua nantinya akan terpaksa melarikan din menyeberangi dataran rata yang tidak ditumbuhi sebatang pohon pun untuk berlindung. Tak pernah aku seperti ini. yang warnanya saja rasanya sudah merupakan keajaiban. Tidak. tapi ia sudah melihat bahwa gerbang-gerbang itu ditutup dan dikunci sebelum matahari terbenam.id and dimhad. yang baru saja la peroleh dengan penuh penderitaan. Yang ia perlukan bukan hanya masuknya. Yang lebih buruk lagi.com . Tak ada jalan. Barangkali berhadapan dengan maut membikin orang jadi pengecut. ke benteng Hinagura.co. Ia mengkhawatirkan sesuatu yang tak dapat dirumuskannya. Jadi. "Aku sudah kehilangan keberanian. tapi ia masih terus mempertimbangkan letak tanah. "Bagaimana mungkin aku jadi begini pengecut?" tanyanya pada diri sendiri. Agaknya tak ada cara yang mudah untuk mendekati benteng itu. ia merasa seperti seorang manusia. perasaan damai. tak ada sasaran yang lebih baik dari itu." Ia pun menggelengkan kepala. la tidak merasa seperti binatang. 106 thanks to. dan sekarang ia bisa melihat segala sesuatu dengan lebih jernih. "Seminggu yang lalu aku bahkan tidak berpikir sempat lolos dalam keadaan hidup. tapi juga keluarnya. syauqy_arr@yahoo.webng. Keadaannya tidak begitu membesarkan hati. jalan masuk benteng itu dilindungi dengan baik oleh gerbang ganda. sedangkan di depan. la merasakan ketenangan baru.

sampai tercerabut dari tanah. ia merenggut sebuah tiang di gerbang dalam. la tak dapat melihat serdadu yang mengejarnya. Kemudian ia berbalik kepada para pengejarnya. reaksinya. aku akan menyeberangi lembah dan memanjat karang di sebelah sana. Hampir seketika itu juga mereka buyar. beberapa inci dari jemari kakinya. Tak lama kemudian. Tak ada gerbang di bagian belakang. Namun ketika mereka sampai di gerbang luar. Di seberang lembah sana ia melihat kerumunan orang banyak bergerak ke sana kemari di dalam benteng. Tepat sebelum kegelapan menyelimuti. "Itu Takezo! Takezo dari Miyamoto!" "Dia berbahaya! Jangan sepelekan dia!" satu orang lagi mengingatkan. dan dalam sekejap ia sendiri sudah menerobos. berlari langsung ke arah gerbang benteng. la sudah melihat makan malamnya melayang di atas kepala. Takezo menghentikan pesta unggas mentah itu dan menyorotkan pandangan kejam ke arah para calon penangkapnya. Sekarang ia berada di antara kedua gerbang. dikejar para serdadu yang memperdengarkan teriakan-teriakan perang. sebatang anak panah mendesis ke arahnya dan menancap di tanah. Orang-orang itu ternganga. tapi dengan sengaja ia diam tak bergerak di tempatnya. Satu orang berseru. la menduga tembakan itu percobaan untuk melihat. lalu la hantam benda tak berbentuk itu 107 thanks to. Dengan kekuatan yang hampir-hampir di luar kekuatan manusia.com .co. dan agaknya tempat itu tidak dikawal ketat. Begitu posisi rapi." Belum lagi la sampai pada kesimpulan ini. Pandangan yang biasa diperlihatkan oleh binatang ketika terganggu di tengah makannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sebuah rencana mulai terbentuk. Selagi ia makan. Takezo sudah melompat naik. Batu itu menjadi merah oleh darah. pagar.id and dimhad. Rintangan alam itu bisa menjadi samaran. mereka memperdengarkan teriakan perang. ia guncangkan mati matian. la bahkan tak sadar ketika merobohkan dengan satu pukulan saja seorang penjaga yang mencoba melompatinya.webng. cahaya matahari sore mulai mengabur di belakang puncak pegunungan barat. ia bangkit dan memungut sebuah batu. yang sebetulnya sebuah perangkap. la tak tahu jumlah mereka. Jelas mereka telah melihatnya. Begitu dilemparnya burung itu pun jatuh. Yang diketahuinya hanyalah sesuatu yang besar dan hitam menyerangnya. Mata Takezo sama sekali tak melihat. maupun para pengawal di gerbang kedua. lebih dari dua puluh serdadu bergerak ribut mencari posisi dan mengepungnya. la membidik sebaik-baiknya. "Kalau malam tiba. "Ya-a-h-h!" pekiknya sambil mengambil sebuah batu besar dan melontarkannya ke baris depan dinding manusia itu. "Apa yang dia lakukan?" "Ke mana perginya orang sinting itu?" "Dia gila!" Takezo terbang seperti capung yang keranjingan. dikoyaknya dan dibenamkannya giginya ke dalam daging yang hangat itu. syauqy_arr@yahoo.

... Setengah lusin anak panah terbang melewatinya. ini aku.. Perintah dari puri. "Ogin!" teriak Takezo sambil berlari ke bagian belakang benteng. keberanian yang nyata. ia melihat seorang lelaki mencoba menyelinap. sambil terus memanggil-manggil kakak perempuannya. Ketika Takezo melompat ke arahnya. Kekuatan yang kasar dalam permainan anak-anak. orang itu mulai menangis tak kenal malu.ya." "Kalau kau bohong. Gema tembakan senapan itu meraung ke seberang lembah. dan sementara berlari petikan-petikan ajaran Takuan pun melintas dalam kepalanya." Takezo mencekal rambut orang yang menangis tersedu-sedu itu. ku. terbang ke udara dan jatuh berantakan ke tanah. dan dalam sekejap mata sudah melompatinya. terbang ke segala jurusan. Di belakangnya terdengar ledakan keras..webng. Akhirnya di dalam bayangan salah satu sel kecil dan kotor. Punyailah kekuatan prajurit sejati. "Ogin!" Setelah gagal mengetahui tempat kakak perempuannya.." 108 thanks to. "Ogin.. betul.y. Ayam-ayam pengawal berkaok-kaok menyelamatkan hidup. Satu demi satu ia gedor pintu-pintu itu dengan tiang gerbang. aku akan kembali khusus mencarimu!" Serdadu-serdadu itu merapat lagi.. sebuah menempel seperti jarum jahit raksasa di kimononya..com . Kemudian ia menghilang ke dalam bayangan sel-sel yang mesum." "Di mana. Takezo menggigit kuku ibu jarinya dan memandang anak-anak panah itu melaju lewat. lebih baik kalau begitu. teriakan-teriakannya yang serak menjadi hampir tak bisa dimengerti.." Ia tatap gedung-gedung itu dengan mata menyala.. dia tidak di sini. Tapi kalau kau bohong.y.. Sejumlah besar lembing dan pedang berantakan. "Betul. syauqy_arr@yahoo. "Berhenti!" serunya sambil melemparkan tiang gerbang yang bernoda darah itu ke kaki makhluk seperti musang tersebut.. Takezo. kekuatan binatang yang tak berakal.. Takezo mengangkat orang itu dan melemparkannya ke arah mereka. "Mana kakakku?" raungnya. Sumpah!" "Nah. kemudian tiba-tiba ia menuju pagar. "Diapakan dia? Katakan di mana dia. kalau tidak kubunuh kau!" "Dia. Kemarin dulu dia dibawa pergi. Takezo meluncur menuruni jurang. "Belajarlah takut pada apa yang menakutkan.id and dimhad. "Apa semua ini tipu daya?" pikirnya panik.... Dibawa ke mana dia?" "Himeji?" "I.co. Hidup itu berharga. Takezo menampar keras pipinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan tiang gerbang.

"Ayo ikut aku. Nada gawat yang ada dalam suaranya itu mustahil diabaikan." Takezo ikut tanpa melawan. la dapat melihat sekarang. Kalau ia tertangkap di sana. la mengangkat kepala dengan tegas.id and dimhad. Langkah-langkah kaki terdengar di belakangnya. la berharap ia benar. Takuan mendahuluinya menyeberangi jembatan lengkung lebar yang membentang hingga parit luar. Walaupun tidak menoleh. Takuan dapat merasakan keraguannya. Kalaupun mereka harus mati. mereka mendekati gerbang kedua. dan tampak olehnya Takuan datang mendekat sambil berseru. la sedang berada di dekat pusat kota pada suatu hari. dengan hati-hati membenamkan topi dan menyembunyikan wajahnya. Lewat menara gerbang. "Dan jangan bikin ribut. Atau barangkali ke kamar bawah tanah di dalam puri. la sangat risau bahwa Otsu belum juga muncul. Biarawan itu menangkap pergelangan tangannya. "Takezo! Tunggu!" Takezo terperanjat. Di sini serdadu-serdadu memandang lebih cermat dan waspada lagi.co. Bangunan megah itu berdiri di atas kubu batu yang sangat besar. Tak terpikir olehnya ke mana mereka pergi." perintahnya. Ia heran. bahkan juga Takuan. seperti burung besar angkuh yang turun dari langit. 109 thanks to. ketika didengarnya suara orang memanggil namanya. Dengan isyarat tak sabar la mendesak Takezo maju terus. ia pun semakin tergoda untuk mondar mandir. seperti pengemis. sekalipun janjinya pada Otsu bukanlah satu-satunya alasan kenapa ia ke Himeji. tapi seribu. la pun harus menemukan di mana orang menahan Ogin. tapi lebih sering berdiri di jembatan dan diam-diam memperhatikan orang-orang lewat. la menduga kakaknya ditahan di dalam salah satu benteng.webng. pantang ia melanggarnya. dan seperti biasa di hadapan biarawan ini ia merasa sedikit rendah diri. Puri Himeji muncul di hadapan matanya. Lahirnya Musashi TAKEZO menanti di pinggiran kota Himeji.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 8. dan merasa yakin bahwa tak seorang pun mengenalinya. Cahaya matahari yang memantulkan lembingl embing terhunus membuat Takezo sekejap ragu-ragu lewat. Sebarisan pengawal berdiri tegak di depan gerbang besi. Apabila sedang tidak berada di dekat jembatan itu. tapi sekali lagi ia merasa tanpa daya menghadapi orang istimewa ini. tapi tak ada satu bukti pun untuk membenarkan dugaannya itu. dengan anyaman jerami. Sudah lama aku mencarimu. kenapa puri itu disebut "Puri Bangau Putih". Ia merdeka sekarang dan sepanjang pengetahuannya mereka berjalan langsung kembali ke pohon gila di Miyamoto itu. kadang-kadang bersembunyi di bawah Jembatan Hanada. syauqy_arr@yahoo. memang tak ada orang lain yang cukup dicintainya yang dapat diajaknya berbagi saat-saat akhir hidup yang berharga ini. setidak-tidaknya mereka dapat mati bersama. la menyangka penyamarannya sudah aman. baru seminggu berlalu sejak gadis itu bersumpah akan menanti di situ-bukan seratus hari. ia biasa melakukan pesiar singkat sekitar kota. Sekali Takezo membuat janji. Tetapi bersamaan dengan berlalunya waktu. kenapa demikian.com .

dan tak seorang pun mengganggu jalannya.webng. Kapten tidak menyentuh orang yang jadi tanggungannya. Kalau kau menggodanya. Rupanya ia kenal baik jalan di situ. Takuan. Tubuhnya pendek. Takezo ikut tanpa berkata-kata.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dan siap untuk berkelahi begitu ada perintah. Segera mereka sampai di rumah mandi. dan ingin ia mengangkat kain katun bersih itu ke wajahnya dan menggosokkannya ke pipi serta menghirup bau segarnya. Anda dapat memakainya kalau nanti keluar. kepalanya tercukur bersih. tapi ia menambahkan. Walau tidak mengenakan pakaian paling resmi. ia mengenakan juga tutup kepala dan kain sutra longgar yang sesuai dengan lingkungannya. Segalanya begitu damai-sebuah pulau ketenangan. Saat itu punggung Takezo pun mengejang. mengulur waktu dan memperhatikan sekitarnya." Takezo hampir menangis. karena ia ingat benar akan waktu mandi terakhir kali di rumah Osugi. "Wajahnya cakap. menyandarkan diri pada tangan kursi dan memandang ke luar. Segalanya sederhana dan tidak mahal. Dia masih liar.id and dimhad. "Saya letakkan di sini." jawab biarawan itu sambil membungkuk hormat." ucapnya. tapi tak ada yang kurang. Sambil menyerahkan Takezo. "Hati-hati. "Itu dia?" tanyanya kepada Takuan sambil menudingkan kipas lipatnya. Sesuai perintah Takuan. biarawan itu menasihati orang tersebut untuk memperlakukan Takezo baik-baik sebagaimana diinstruksikan sebelumnya. Dia anak macan yang bertaring. di mana seorang daimyo dapat menikmati kenikmatan hidup. Ini puri seorang daimyo. dia akan menggigit. melainkan juga sepasang pedang samurai panjang dan pendek. "Ya. yang dipertuan di puri itu." "Tidak betul itu. Takuan memanggil kapten pengawal." "Dia berutang nyawa pada Tuan. Perlengkapan itu mencakup tidak hanya kipas lipat dan kertas tisu. "Aku sudah menangkapnya. sekiranya aku memiliki banyak anak buah seperti Anda di sini." Takuan melewati gerbang kedua menuju bangunan tengah. tak sangsi lagi banyak orang berguna akan diselamatkan. dan Anda tahu itu. la hampir tidak mengangkat kepala waktu berjalan. Buktinya ia tidak memerlukan penunjuk jalan ataupun petunjuk. dan dunia akan 110 thanks to. Segera kemudian seorang pembantu datang membawa kimono katun hitam hakama.com . Bukan pada saya. O. ia belum terbiasa akan kemewahan perdamaian. Ia diperlakukan sebagai manusia lagi. Sulit bagi penghuninya untuk dapat santai dan menerima kenyataan bahwa negeri telah berhasil dipersatukan. la hanya minta Takezo mengikutinya. ke kebun.co. Seperti banyak puri lain pada zaman itu. apabila tidak sedang mengatur strategi. syauqy_arr@yahoo. Ia berbalik dan masuk rumah mandi. dan noda-noda gelap bekas cacar menaburi wajahnya. dan Kapten memerintahkannya membasuh badan. Ikeda Terumasa. Ia mengangguk dan berkata sopan. Ia melipat tangan dan mencoba berpikir. ingat akan perangkap yang untung berhasil diterobosnya. itu dia. di mana terletak kediaman daimyo. Bagus sekali Anda menyelamatkannya.

Takezo menengadah cepat dan melihat wajah orang terkenal itu. Tentu aku tak akan mengizinkan dia pergi tanpa hukuman. kalau Anda berhasil menangkap orang ini. Wajahnya serasa terbakar. namun demikian ia merasa malu karena telah mendatangkan aib besar kepada nenek moyangnya dan nama keluarganya. semua orangku menyangka bahwa satu-satunya tugas mereka adalah mengikat orang atau memenggal kepalanya. sumpahnya pada Anda berarti sumpahku. "Keluarga Shimmen adalah cabang keluarga Akamatsu. aku simpulkan Anda sudah punya usul.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menjadi lebih baik karenanya. "Yang kauperbuat itu tak dapat diampuni." "Bagus. apa yang akan kita lakukan kepadanya?" "Saya pikir. "Jadi." "Karenanya. klan Akamatsu Masanori." "Aku sudah bertanya padanya. "Ya. yang terbaik adalah menempatkan tawanan ini dalam-akan kita namakan apa itu?—'keadaan serba kurang' untuk sementara waktu.id and dimhad. Selamanya ia menganggap dirinya kambing hitam keluarga Shimmen. "Ya." Daimyo itu mengeluh. "Susahnya. Kerongkongan Takezo jadi kering. apakah menurut pendapat Anda saya berbohong?" "Tentu saja tidak. namamu Shimmen Takezo?" tanya Yang Dipertuan Ikeda." "Kalau begitu. Tuan. "Apa betul pembantuku Aoki Tanzaemon tanpa izinku berjanji. kepalanya tertunduk dan tangannya terletak rata di atas lutut. Tanzaemon sudah mengaku. Karena itu.webng. Tuan. dengan sikap hormat mendengarkan. aku terpaksa menghukummu. tapi aku menginginkan pembenaran Anda." "Kalau begitu. Baru sekali itu ia kehabisan kata." Sambil menoleh kepada Takuan ia bertanya. Itulah justru yang saya pikirkan. syauqy_arr@yahoo. yang tak ada perasaan hormat khusus ataupun perasaan kagum kepada daimyo itu. Anda dapat memutuskan dan memberikan hukuman?" "Saya kira Anda dapat mengetahui hal itu dengan langsung bertanya pada Tanzaemon." "Dan bagaimana usul Anda untuk melakukan itu?" "Saya yakin di puri ini ada sebuah kamar tertutup yang sudah lama didesas-desuskan ada hantunya?" 111 thanks to. seperti kau tahu betul." Satu jam kemudian Takezo sudah duduk di kebun di luar beranda.co.com . aku telah kehilangan hakku menghukum Takezo dengan hukuman yang cocok. Nah." lanjut Terumasa dengan nada lebih keras. tapi terserah Anda. pernah menjadi yang dipertuan di puri ini. bentuk hukuman apa yang akan diambil. walaupun aku yang dipertuan di tanah ini. Karena dia bawahan langsungku." jawabnya terang. kemudian dengan hormat menunduk kembali.

bahkan hampir-hampir bersaudara. tak ada musim gugur.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Betul. nampak sangat bersahabat.webng." kata Terumasa pada si biarawan." "Hmm. Sekarang kamar itu kubiarkan sebagaimana adanya. kita harus menaruh lampu di sana.com . "Bagus!" Jelas hubungan mereka baik sekali. Menara utama benteng di atas itu selalu gelap gulita. karena kamar itu selamanya tidak terpakai. dan katanya. orang suka berpikir demikian. tak ada bunyi kehidupan keseharian. Bagian ilmu medan dalam buku Seni Perang karangan Sun-tzu terbuka di meja rendah di hadapannya. Kaudengar itu. sebaiknya Anda ikut aku ke warung teh. ketika ia hendak pergi. ia membacanya keras berulang-ulang. apa yang dikatakan Takuan pada Aoki Tanzaemon di kuil malam hari dulu itu benar. Ada yang membatasi. dan akan kubuktikan bahwa aku bukan lagi sekadar serdadu yang tak tahu adat. tetapi Terumasa mulai tertawa. karena tak ada alasan untuk membukanya. Datanglah nanti. kalau Anda. Di situ tak ada kalender. dua-duanya pengikut Zen. akan saya simpan Takezo di sana sampai saya siap memaafkannya. " "Kalau Anda mengizinkan saya menggunakan kamar itu. Ada jarak yang harus diperhitungkan." Apabila terbaca olehnya bagian yang sangat menarik seperti di bawah ini. Semua pesuruhku menolak untuk masuk dan para pembantu selalu menghindarinya." Terumasa lalu mengundurkan diri ke bagian dalam kediamannya. apa Anda bermaksud sekali lagi memperlihatkan ketidakmahiran Anda dalam upacara minum teh?" "Ah. Di situlah terletak kamar yang ada hantunya itu. tak ada musim semi. seperti nyanyian: 112 thanks to. Hanya ada sebuah lampu kecil yang menerangi pipi pucat cekung Takezo." "Nah. tidak betul. "Sesudah mengantarnya ke petak baru itu nanti. Takuan. Takuan dan Terumasa. Takezo?" Tidak kedengaran Takezo berkuik. Jadi. "O. Sekalipun tubuhnya pendek-hampir tidak sampai satu setengah meter-kehadirannya seakanakan memenuhi puri yang bertingkat banyak itu. Hari-hari ini aku sudah betul-betul mulai tahu seluk-beluknya. Ikeda Terumasa." "Tapi apakah menurut pendapat Anda tidak rendah bagi kemuliaan salah seorang prajurit terkuat dalam lingkungan Tokugawa. Sudah cukup lama dia hidup dalam kegelapan semata. Ada yang dapat menerobos. Menurut saya. memiliki kamar yang tak pernah berlampu dalam puri?" "Tak pernah aku berpikir demikian. syauqy_arr@yahoo. Aku menunggu. Ada yang memungkinkan gerak laju. Ini adalah cermin kekuasaan dan martabat Anda.id and dimhad. Ada bagian yang terpencil.co. Sun-tzu berkata: "Inilah yang penting diketahui tentang medan.

ia kehabisan tenaga dan gairah hidup. Kalau udara panas." Sejak itu Takezo berhenti menghitung hari. la kaya karsa dan membatasi kemungkinan. Kalau kau melihatnya hanya dengan matamu. Terserah padamu. ataukah kamar penuh cahaya. "Barang siapa mengenal dirinya sendiri dan mengenal musuhnya. dimatikannya saja lampu itu. Disergap rasa sesal. Kalau minyak hampir habis dan sumbu lampu memercik. "Dan apa yang sudah kulakukan selama dua puluh satu tahun ini?" Kadang-kadang kenangan tentang tahun-tahun lalu itu menekan dirinya tak hentihentinya dan merundungnya dengan kesedihan. artinya musim dingin. "Aku akan berumur dua puluh satu tahun." katanya pada dirinya sendiri. Udara tetap sama.co. Kamar ini dapat menjadi sumber pencerahan. maka itulah musim semi tahun ketiga la berada di dalam rahim itu. syauqy_arr@yahoo. pancuran pengetahuan yang ditemukan dan diperkaya oleh orang-orang bijak di masa lalu. ia mencucinya dengan air sejuk dari mangkuk kecil yang selalu ada di sampingnya. 113 thanks to.com . hati saya serasa melihat lebih banyak daripada sebelumnya. sebagian dalam bahasa Jepang. ia senantiasa menang dengan mudah. la meratap dan mengerang. seakan-akan berkabung. dan berjilid-jilid tentang sejarah Jepang. tak akan serampangan ia dalam gerakannya. Lain dari itu tidak banyak yang diketahuinya. Buku-buku tentang Zen. ia berkata. Hari-hari ditelan derita. tak akan kau melihat apa-apa kecuali sel yang tak berlampu dan tertutup. "Anggaplah kamar ini sebagai rahim ibumu dan bersiaplah untuk lahir kembali. Sekeliling meja bertumpuk-tumpuk buku. Namun ia hampir merasa pasti bahwa kalau nanti burung layang-layang datang bersarang lagi dalam lubang-lubang penyimpanan senapan yang tertutup papan dalam menara itu. Ketika Takuan menjatuhkan hukuman kurungan. Akhirnya suatu hari ia mendengar burung layang-layang kembali ke bawah atap menara itu. Kalau udara dingin. memukul dan menendang.id and dimhad. Apabila derita itu mereda. Ketika saya keluar. Rambutnya berantakan dan hatinya hancur. Saya terbenam dalam kitabkitab suci dan membaca beribu-ribu jilid buku." Apabila matanya sudah kabur karena lelah. apakah kamar ini menjadi kamar kegelapan. lembap dan pengap. Takezo benar-benar tenggelam dalam buku pelajaran ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Barang siapa mengenal seni perang. ia menang atas segalanya. musim panas. Lihatlah dengan akalmu dan berpikirlah. Barang siapa mengenal langit dan bumi. dan kadang-kadang ia tersedu-sedan bagai bayi. Tapi pandanglah lebih saksama. sebagian lagi dalam bahasa Cina. Karenanya Sun-tzu berkata. Seorang pendeta terkenal zaman kuno pernah berkata. "Kau boleh membaca sebanyak kau suka. Semua itu dipinjam dari koleksi Yang Dipertuan Ikeda. dan musim tak ada sangkut-pautnya dengan hidupnya.webng. Sekali lagi musim semi terbang dari seberang lautan. ia pun merintih.

seperti kata semua orang. kali ini kedengaran aneh. Bagaimana saya harus mengucapkan terima kasih pada Takuan?" "Terima kasih?" kata Takuan tak percaya. tentunya kau sudah jadi sekarang. "Dan kalau saya mengabdi di puri ini. hampir-hampir menyakitkan telinga." "Kenapa? Apa hantu-hantu itu menemanimu?" "Kalau Tuan membawa lampu dan memeriksa kamar itu dengan saksama. Kemungkinan besar kau benar. "hantu-hantu barangkali akan mulai muncul dalam kamar tertutup itu tiap malam. demikian dijelaskannya." katanya. Itu darah manusia. kemungkinan besar darah yang dicurahkan oleh orang-orang Akamatsu. Kelihatannya seperti lak.webng. "Walau tak ada yang dapat kauajak bercakap-cakap kecuali dirimu sendiri. nenek moyang saya. Tuan akan melihat bercak-bercak hitam memerciki pintu-pintu dan tiang-tiangnya. "Walau saya orang tak berharga. ketika mereka mempertahankan puri ini. "Aku baru pulang dari perjalanan. Mereka tewas binasa. saya anggota wangsa yang sama.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tak lama sesudah datangnya burung itu. saya jadi naik pitam. apa yang Bapak maksudkan. Dalam pertemuan sebelumnya ia didudukkan di kebun. tapi ia merasa belum waktunya mengabdi pada seorang daimyo. Sesudah saling mengucapkan salam dan basa-basi. tapi bukan. peluklah dengan erat pencerahan yang telah kaubayar mahal. Takezo menolak. Dan kalau kau pergi. terdengar suara bertanya. Jiwa mereka begitu saja tersapu angin musim gugur. Kegembiraannya meluap mendengar suara manusia lain. Takezo menarik lengan kimono biarawan itu dan menariknya masuk kamar. "Darah yang sama mengalir juga dalam nadi saya. Sesudah menempuh masa persiapan selama ini." kata Takuan.co. dan mereka dapat dibangkitkan. Kau akan membutuhkannya apabila nanti memasuki dunia dan menggabungkan diri dengan sesamamu. syauqy_arr@yahoo." "Melihat noda-noda itu. Pesuruh-pesuruh yang membawakannya makanan tidak sekali pun pernah mengucapkan kata-kata. dan kalau saya 114 thanks to. la merasa mendapat kehormatan besar. terutama suara manusia ini. "Ini sudah tahun ketigamu di sini. Darah saya mendidih memikirkan bagaimana nenek moyang saya yang pernah menguasai seluruh wilayah ini berakhir dengan kebinasaan.com ." "Saya berterima kasih atas kebaikan Bapak.id and dimhad. tapi mereka wangsa yang perkasa." ia melanjutkan dengan pandangan saksama. Lalu ia tertawa. kau baik-baik saja?" Kepala Takuan yang sudah dikenalnya itu muncul di puncak tangga." "Hmm." Takuan membawa Takezo sebagaimana adanya menghadap Yang Dipertuan Ikeda. ternyata kau sudah betul-betul bisa bicara seperti manusia! Bagus! Hari ini kau boleh meninggalkan tempat ini. Terkejut dan terlampau terharu hingga tak dapat mengeluarkan kata-kata. Terumasa tidak membuang-buang waktu dan meminta Takezo menjadi bawahannya. Saya paham sekarang. tapi sekarang untuknya disediakan tempat di beranda. "Takezo.

la memang ahli. Gerak-geriknya yang indah menciptakan dunia kegembiraan khayali. sake dihidangkan. begitu. barangkali juga pemberontakan." perintahnya. menarikan satu tarian kuno. dan Takezo serta Takuan mengawani Yang Dipertuan sampai larut malam. "Aku mengerti maksudmu. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tinggal di puri ini. mengangguk." kata Terumasa. Tepat sekali.webng. Memang lebih baik kalau kau meninggalkan puri ini. Musashi mengawali hidup baru. Saya terima. "Tapi karena dia hendak pergi sendiri-dan menurut Anda sudah dilahirkan kembali-dia harus mempunyai nama baru." jawab Yang Dipertuan sambil menoleh kepada Takuan." "O. Tapi mereka dapat menimbulkan kemelut." Terumasa sana?" Takezo tersenyum tanpa suara. karena tidak menggoda saya untuk membalas dendam nenek moyang saya. Takezo. "Izinkan saya mengucapkan teirma kasih atas kebaikan hati Anda pada anak ini. hidup dalam disiplin dan latihan seni bela diri. Takezo yang kini bernama Musashi memandang penuh kagum. Kita mesti minum untuk merayakannya. "Saya ingin mengembara sekehendak hati saya untuk sementara.id and dimhad." Tangan Takezo langsung jatuh ke lantai." Takuan menyeringai. Saya berutang budi pada semua penduduk di daerah ini. Mereka disertai beberapa pembantu Terumasa. nama yang bagus sekali. "Sediakan untuknya uang dan pakaian yang sesuai. mengangguk bergairah." "Dan kau mesti mengubah nama kecilmu juga. hormat dan gembira. Jadi. hingga dia tak akan lupa tempat kelahirannya. "Inilah pertama kali Anda mengucapkan dua kali terima kasih padaku untuk satu hal saja!" "Benar. sementara acara minum berjalan terus." Terumasa yang sedang sangat senang perasaannya." "Takuan!" Ikeda tertawa. Dengan telapak tangan tertelungkup ia membungkuk dalam dan lama." Mereka berpindah ke kamar lain." seru Takuan. Sebaiknya namanya Miyamoto. Takuan membungkuk. tapi ke mana? Apa kau bermaksud kembali ke Miyamoto? Dan hidup di 115 thanks to. Selama tiga tahun di dalam kurungan itu la telah bertekad menguasai Seni Perang. Hari berikutnya mereka berdua meninggalkan puri. bahkan pertumpahan darah lagi." "Biarlah dia mengembara dulu sementara masih muda. sejak saat ini. dan akhirnya Takuan bangkit berdiri. Dalam batas tertentu. sebut dirimu Miyamoto. "Bagaimana kalau namamu dibaca seperti huruf Cina 'Musashi' dan bukan 'Takezo'? Kau bisa tetap menulis namamu seperti sebelumnya. Penjelasan datang pada saya di kamar itu: siapa saya ini. "Baik. Tuan. Kita tidak dalam suasana damai. "Miyamoto Musashi! Nama yang bagus.com . segalanya mesti baru pada hari kelahiranmu ini. mereka sudah merasuki saya. "Baiklah. hantu-hantu bisa bangkit dan mencoba meraih saya. itu tidak akan terulang lagi.co.

Bapak sungguh orang yang penuh kasih kepada orang lain. ternyata Ogin enggan pulang. Musashi memperlihatkan gelagat hendak minta diri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan punya rencana-rencana sendiri. seperti yang ia lakukan kalau berdoa di depan patung sang Budha. Aku bilang padanya tiga tahun lalu bahwa dia mesti menganggapmu sudah mati. Tapi aku bilang juga padanya. Dan waktu berpisah sudah tiba. tapi si biarawan menarik lengan kimononya. yang tak lain dari Takezo yang lama. Tapi bukan sekarang. Ia memilih tinggal dengan seorang sanak di sebuah kampung di daerah Sayo." Musashi menangkupkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya di depan kepala. "Apa kau tak ingin bertemu dengannya?" tanya Takuan.co.. Dalam tidurnya pun tak pernah ia melupakan kakak perempuannya yang lembut. la berketetapan menjelajahi pedesaan. Takuan bercerita bahwa ketika Musashi menyerang benteng Hinagura tiga tahun lalu. Pak. "tapi Bapak pun sudah memperhatikan kesejahteraan Ogin. karena dalam arti tertentu kau memang sudah mati. barangkali akan saya perlukan waktu untuk bersantai dan menoleh ke belakang. katanya. rasanya tidak." "Kau pasti ingin bertemu dengannya sendiri." "Aku mengerti. yang sudah demikian lama ia anggap seperti ibunya sendiri. Sekarang ia sudah senang tinggal di sana. tapi saya harap Bapak dapat memahaminya. Katanya. tidak. Ketika mereka sampai di wilayah kota di luar dinding puri. "Apa tak ada yang ingin kaujumpai?" "Siapa?" "Ogin?" "Apa dia masih hidup?" tanyanya heran. walau cuma beberapa menit. Kalau saya sudah mendapat kemajuan dalam pengetahuan dan penyempurnaan diri yang sedang saya lakukan ini." "Tidak. Rasanya bukan sekarang saatnya kembali ke masa lalu. saya tak akan menemuinya. Sekalipun tak ada tuduhan terhadapnya. "Dia ingin sekali ketemu kau." "Tidak. ke masa depan. bahwa tiga tahun kemudian aku akan mengantarkan adik lelaki yang baru." "Salah satu cara untuk mengucapkan terima kasih padaku adalah dengan membiarkan aku mengantarmu ke kakakmu." "Sukar saya meneruskannya dalam kata-kata. Saya belum lagi menemukan jalan yang hendak saya tempuh. Saya sudah mati. Saya kira tak akan dapat saya mengucapkan terima kasih atas apa-apa yang telah Bapak perbuat itu. dan saya sungguh-sungguh lahir kembali.com .." 116 thanks to. "Bapak tidak hanya menyelamatkan saya. Mendengar kabarnya saja dari Bapak sudah sama baiknya dengan menemuinya. Yang harus saya lakukan sekarang adalah mengambil langkah pasti ke muka." katanya penuh haru.id and dimhad. Ogin memang sudah dilepaskan. syauqy_arr@yahoo.webng.

sampai akhirnya tidak kelihatan lagi. Mata Musashi menyipit karena terang matahari. la sendiri terus di persimpangan jalan sambil memperhatikan bagaimana sosok biarawan itu semakin mengecil." Takuan berbalik. Kemudian.id and dimhad." Ia letakkan tangannya ke gagang senjata." seru Musashi kepadanya. tapi kemudian berhenti. ya. mereka masih berusaha menelusuri jejakmu. Mereka bertekad takkan pulang sebelum dapat membalas dendam. Biar mereka sudah tua.co. ia berjalan ke timur. tapi samurai yang baik itu sudah membikin cemar dirinya sendiri." pikirnya. matanya penuh dengan gairah muda dan harapan. la tidak menoleh lagi. dan dengan belajar menguasainya aku akan berjuang memperbaiki diriku. Jangan terlalu dipikirkan. Barangkali tak ada hubungannya dengan apa yang kita katakan atau kita perbuat. Takuan mengikuti Jalan Zen. demikian pikirnya. Pasti dia juga sedang mengembara. Langkah kakinya tetap tegap. Belum lagi terlambat." Takuan berbalik dan berjalan ke barat. melangkah. syauqy_arr@yahoo. Aku harus menjadikan diriku manusia yang lebih baik dari dirinya. "Musashi. Akibatnya dia dipecat untuk selamanya dari pekerjaannya oleh Yang Dipertuan Ikeda." Takuan jadi murung. Aku akan menganggapnya jiwaku. ada lagi. Berhati-hatilah menempuh jalan itu." "Saya akan berusaha sebaik-baiknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tahu. Aku mesti mengingatkanmu bahwa Osugi dan Paman Gon meninggalkan Miyamoto mencarimu dan Otsu tiga tahun lalu.webng. "Aku akan hidup dengan aturannya. Suatu kali nanti. jalanmu bukan jalan yang mudah. Aku gembira melihat kau bersungguh-sungguh dalam tujuanmu.com . Dari waktu ke waktu ia mengangkat tepi topi anyamannya dan menatap jalan ke masa depan. "Satu-satunya barang di dunia ini yang harus jadi andalanku. kalau saya tidak terbunuh di perjalanan. Teruslah ikuti jalan pikiranmu. kita akan bertemu lagi. Aoki Tanzaemon. untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bijaksana." Bagaimanapun. ya. "Baik-baik di jalan. dan berjanji pada diri sendiri. mari kita usahakan sungguh-sungguh untuk bersua lagi. Bisa saja mereka berbuat sesuatu yang tak akan mengenakkan. Aku pergi. Mungkin kau tak pernah kenal namanya." Musashi tersenyum." "Saya mengucapkan selamat berpisah sekarang. "O. jalan asing yang harus ditempuh semua orang. 117 thanks to." "Ya. ia masih muda. rasanya sudah semuanya. sekali lagi sendirian. dan aku akan mengikuti Jalan Pedang. ya. "Sekarang cuma ada pedang ini. Belum lagi jauh-sesungguhnya ia baru berada di pinggiran Himejis eorang perempuan datang berlari-lari ke arahnya dari sisi lain Jembatan Hanada. "Nah. tapi dialah yang bertanggung jawab ketika kau diburu-buru. tapi rasanya mereka tak akan betul-betul menyulitkanmu. Kalau ada kesempatan. "O.

Hampir saja aku terbunuh." "Aku harus menempuh perjalanan panjang dan berat. aku bisa tinggal di sana dan menantimu. kau tidak lupa." "Bukan itu soalnya. kan? Kau tidak lupa nama jembatan ini? Apa kau lupa janjiku akan menanti di sini berapa pun lamanya?" "Kau menanti di sini tiga tahun lamanya?" Musashi terpana. bukan?" Sesungguhnya. 'Lihat Musashi itu: dia butuh seorang inang buat menjaganya. sebuah kedai kecil khas di pinggir jalan raya yang menjual cenderamata." "Kapan aku membohongimu?" "Di celah gunung itu.id and dimhad. dan aku sudah memenuhi janjiku dengan setia. Tapi aku berhasil lolos. "Apa dayaku? Bagaimana mungkin aku berhasil mencari kebenaran dan pengetahuan. syauqy_arr@yahoo. "Ya. Hari ini hari kesembilan ratus tujuh puluh.com ." Ia menatap wajah Musashi. tentu saja Musashi tak punya maksud untuk mengajaknya atau siapa pun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah. dan mereka berbaik hati menerimaku sebagai semacam pembantu. mencoba menduga pikirannya. Jadi. Kau berjanji akan mengajakku. "Lepaskan bajuku. Otsu. Aku menunggu di sini sejak dua puluh hari sejak kita berpisah di Celah Nakayama itu. akhirnya kau muncul juga!" teriak Otsu sambil mencengkram lengan kimononya. "Tidak. "Kuceritakan riwayatku kepada orang-orang di sana." la menunjuk toko anyaman di ujung jembatan. Osugi dan Paman Gon menyusulku tepat saat kau pergi. Waktu itu aku sakit dan harus beristirahat. bagaimana mungkin seorang lelaki menguasai Jalan Samurai. Kata-kata Otsu bernada teguran. bukan untuk pelesir!" "Aku tak akan menghalangi jalanmu." 118 thanks to." "Beberapa? Hanya beberapa?" "Berapa pun banyaknya.'" Otsu lebih keras menarik kimono Musashi dan bergayut seperti anak-anak.co. "Takezo. Saat itu ia sedang bergegas menghindarkan pikiran tentang kakak perempuannya yang demikian ingin ia temui dan demikian kuat ia rindukan. "Aku boleh ikut kamu. kalau selamanya dicampuri oleh perempuan. Musashi terengah-engah kaget. "Ke mana saja kau pergi. Masalah-masalah itu berkecamuk dalam pikirannya yang gelisah. aku tak mau! Kau bohong." Tak bisa Musashi menyembunyikan pikiran-pikiran itu dari wajahnya. "Ikut? Ikut ke mana?" tanyanya blak-blakan.webng. Lanjutnya. kalau perempuan membuntutinya terus? Apa tidak lucu? Orang akan mengatakan. Dan aku siap menahan beberapa kesulitan. gadis ini masih tunangan Matahachi. oleh siapa pun? Lagi pula." perintah Musashi.

itu pikiranmu. Lupakanlah. Engkau tidak berutang apa pun padaku. Waktu itu aku tidak serius. "Lepaskan! Orang-orang memandangi kita!" "Biar saja! Waktu kau terikat di pohon itu. "Maaf." Musashi membungkuk dan menyibakkan rambut Otsu dari wajahnya dengan kedua belah tangan. dan orang-orang memandangi kita." "Engkau tahu?" "Pak Takuan bilang padaku. "Lepaskan!" katanya memutuskan. Sesudah itu aku tidak melihatnya lagi sampai kemarin. dan tak ada waktu buat menjelaskan. jadi siapa yang tahu bagaimana akhirnya?"' Musashi menurunkan tangannya dan memandang ke jalan yang menuju barat. Aku tidak begitu mengerti apa yang dimaksudkannya. tidak betul. la bertanya dalam hati. Pertama ia ditinggalkan selagi bayi. Tiga tahun lamanya aku bahkan tak pernah melihat matahari. hingga dua kali kauminta aku memotong tali itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Itu berabad-abad lalu. Itu tiga tahun lalu. dan Musashi sangat memikirkannya. kemudian diputus cintanya oleh tunangannya.com . Apa kau ingin kita jadi tontonan buat orang-orang yang suka ikut campur?" Otsu melepaskan lengan baju Musashi dan jatuh tersedu-sedu ke pagar jembatan. tidak. Kau tidak menyangkal hal ini. Waktu itu aku melarikan diri dari Osugi dan Paman Gon. akan pernahkah la bertemu lagi dengan orang yang telah menyelamatkan hidupnya." "Takuan? Dia menceritakan segalanya?" "Kukira begitu. tapi dia berkata." katanya lembut. 'Soalnya adalah soal antara lelaki dan perempuan." gumam Otsu. tapi ternyata air mata menggagalkannya. karena tak ada pilihan lain. tapi lidahnya kelu. Sekali lagi ia terpukau oleh perhatian Takuan terhadap sesama manusia yang mencakup 119 thanks to. syauqy_arr@yahoo. Kau begitu gembira. tidak! Tidak betul yang kaukatakan itu. "Selama kau menanti sampai hari ini. Pak Takuan menyelamatkan aku. kemudian ia menatap mata Otsu." teriak Otsu. Ia mendesak Musashi ke pagar jembatan. aku terkurung dalam menara puri.id and dimhad. aku sudah dengar. "Otsu.co. Dia juga yang menolongku mendapatkan pekerjaan di sini. di toko cenderamata." "Tidak. itu bukan pikiranku. kan?" Otsu berusaha mengemukakan alasan yang logis.webng." "Ya. Dan lagi. "Mestinya aku tak boleh bicara seperti itu. ketika dia datang dan minum teh. dan sekarang ini! Musashi tahu Otsu sendirian di dunia ini. Dulu aku jatuh pingsan di dasar jurang dekat Warung Teh Mikazuki. Aku sedang tergesa-gesa dan kau tak mau melepaskan aku sebelum aku berjanji. aku tanya apa kau butuh pertolonganku. sekalipun dari luar ia tampak lebih tenang. Rambutnya yang berkilauan menutupi wajahnya. "Ini tengah hari benderang. Aku iyakan saja.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI segalanya dan sepenuhnya bebas dari sikap mementingkan diri sendiri. Musashi pun sadar betapa sempit pandangannya selama ini, dan betapa kerdil ia menyangka bahwa biarawan itu hanya punya rasa cinta khusus kepadanya seorang. Padahal kebesaran jiwanya mencakup Ogin, Otsu, dan siapa saja yang membutuhkan, yang menurut pendapatnya dapat dibantunya. "Soalnya adalah soal antara lelaki dan perempuan..." Kata-kata Takuan kepada Otsu itu kini memberati pikirannya. Ini beban yang tak siap dipikulnya, karena dalam bergunung-gunung buku yang telah dibacanya bertahun-tahun itu, tidak ada satu kata pun yang membahas situasi yang dihadapinya sekarang. Bahkan Takuan pun mengundurkan diri, agar tidak tersangkut dalam persoalan antara dia dan Otsu. Apakah maksud Takuan hubungan antara lelaki dan wanita itu harus dipecahkan oleh orang-orang yang bersangkutan saja? Apakah menurutnya tidak ada aturan yang dapat diterapkan seperti halnya dalam Seni Perang? Tidak ada strategi yang aman, tidak ada jalan untuk menang? Atau apakah ini yang dimaksud cobaan bagi Musashi, suatu masalah yang hanya dapat dipecahkan Musashi sendiri? Tenggelam dalam renungan, ia menatap ke bawah, ke air yang mengalir di bawah jembatan. Otsu memandang wajah Musashi yang kini tampak jauh dan tenang. "Jadi, aku boleh ikut?" mohonnya. "Pemilik toko sudah berjanji membolehkan aku pergi kapan saja kuinginkan. Aku cuma perlu datang dan menjelaskan soalnya, dan kemudian mengemasi barang-barangku. Sebentar aku kembali." Musashi menggenggam tangan Otsu yang putih mungil dan tertumpang di atas pagar jembatan itu. "Dengar, Otsu," katanya sedih. "Aku minta, pikirkanlah lagi." "Apanya yang mesti dipikirkan?" "Sudah kukatakan. Aku baru menjadi orang baru. Tiga tahun lamanya aku tinggal dalam lubang lembap. Aku membaca buku. Aku berpikir. Aku menjerit dan berteriak. Dan tiba-tiba fajar merekah. Aku baru paham apa artinya menjadi manusia. Aku punya nama baru sekarang, Miyamoto Musashi. Aku mau membaktikan diriku pada latihan dan disiplin. Aku ingin memanfaatkan setiap saat dalam tiap hariku untuk bekerja memperbaiki diri. Aku sadar sekarang, betapa jauh jalan yang harus kutempuh. Kalau engkau memilih mengikatkan hidupmu padaku, engkau tak akan pernah bahagia. Hanya ada kesukaran, dan kesukaran itu tidak akan berkurang. Bahkan keadaan semakin lama akan semakin sukar saja." "Bicaramu membuat aku merasa lebih dekat padamu daripada kapan pun. Sekarang aku yakin diriku benar. Aku sudah menemukan pria terbaik, yang takkan kuperoleh lagi sampai akhir hidupku." Musashi sadar ia hanya memperburuk keadaan. "Maafkan aku. Aku tak dapat membawamu," katanya.

120

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu, aku ikut saja. Selama aku tidak mencampuri latihanmu, apa jeleknya? Engkau pun tak akan merasa aku ada di situ." Musashi tak dapat menjawab lagi. "Aku tak akan mengganggumu. Aku berjanji." Musashi tetap diam. "Beres, kan? Tunggu saja di sini; sebentar aku kembali. Aku akan marah sekali kalau kau pergi diam-diam." Otsu berlari ke arah toko anyaman. Terpikir oleh Musahi akan mengabaikan saja semuanya itu dan lari ke arah yang bertentangan. Keinginan demikian ada padanya, tapi kakinya tak mau bergerak. Otsu menoleh ke belakang, dan serunya, "Ingat, jangan coba-coba pergi diam-diam!" la tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya, dan Musashi asal mengangguk saja. Puas mendapatkan isyarat ini, Otsu menghilang ke dalam toko. Kalau ia memang mau melarikan diri, inilah saatnya. Hatinya mengatakan demikian, tapi tubuhnya masih terbelenggu oleh lesung pipit yang manis dan mata Otsu yang memohon. Alangkah manisnya anak itu! Jelas baginya, tak seorang pun di dunia ini yang begitu mencintainya, kecuali kakak perempuannya. Dan ia pun bukan tidak menyukai Otsu. la memandang ke langit, melihat ke dalam air, mencengkeram pagar jembatan dengan kerasnya, kacau dan bingung. Segera saja potongan-potongan kecil kayu jembatan mengapung di air yang mengalir. Otsu muncul kembali di jembatan, mengenakan sandal jerami baru, pembalut kaki kuning muda, dan topi besar perjalanan yang terikat di bawah dagu dengan pita merah tua. Tak pernah ia tampak begitu cantik. Tapi Musashi tak nampak lagi. Otsu berteriak terkejut dan menangis sejadi-jadinya. Kemudian terpandang olehnya bagian pagar jembatan, tempat asal jatuhnya potongan-potongan kayu tadi. Di situ tertulis jelas pesan yang digoreskan dengan ujung belati. "Maafkan aku. Maafkan aku."

121

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

9. Perguruan Yoshioka
HIDUP hari ini, yang tak kenal hari esok.... Di Jepang, pada awal abad tujuh belas, kesadaran orang mengenai hidup yang hanya selintas terdapat pada orang kebanyakan maupun pada golongan elite. Jenderal terkenal Oda Nobunaga, yang telah meletakkan dasar-dasar bagi Toyotomi Hideyoshi dalam mempersatukan Jepang, menyimpulkan pandangan ini dalam sebuah sajak pendek: Umur manusia yang lima puluh tahun Tidak lebih dari impian maya Dalam perjalanan lewat Perpindahan perpindahan abadi. Kalah dalam suatu pertempuran kecil dengan salah seorang jenderalnya sendiri, yang menyerangnya secara mendadak dalam usaha balas dendam, Nobunaga bunuh diri di Kyoto pada umur empat puluh delapan. Tahun 1605, sekitar dua dasawarsa kemudian, perang yang tak kenal henti antara para daimyo pada pokoknya sudah lewat. Tokugawa Ieyasu telah memerintah sebagai shogun dua tahun lamanya. Lentera di jalan-jalan Kyoto dan Osaka bersinar terang sebagaimana pada masa kejayaan zaman ke-shogun-an Ashikaga. Suasana umumnya riang dan penuh pesta. Tapi hanya sedikit orang yang yakin bahwa perdamaian itu akan kekal. Perang saudara selama lebih dari seratus tahun telah demikian mewarnai pandangan hidup rakyat, hingga mereka beranggapan bahwa ketenangan yang sedang berlangsung itu rapuh belaka dan bakal berumur pendek. Ibu kota memang berkembang, tetapi ketegangan akibat tidak diketahuinya berapa lama keadaan itu akan berlangsung lebih merangsang keinginan rakyat untuk bersuka ria. Sekalipun masih memegang kekuasaan, Ieyasu secara resmi sudah mengundurkan diri dari kedudukan shogun. Selagi masih cukup kuat untuk menguasai daimyo lain dan mempertahankan hak keluarga untuk berkuasa, ia menyerahkan gelarnya kepada anak lelakinya yang ketiga, Hidetada. Ada desas-desus bahwa shogun baru akan segera mengunjungi Kyoto untuk menyatakan hormatnya kepada Kaisar, tapi semua orang tahu bahwa perjalanannya ke barat itu akan lebih dari sekadar kunjungan kesopanan. Saingan terbesarnya yang potensial, Toyotomi Hideyori, adalah anak Hideyoshi, penerus Nobunaga. Hideyoshi telah berbuat sebisa-bisanya agar kekuasaan tetap berada di tangan keluarga Toyotomi sampai Hideyori cukup umur, tetapi pemenang di Sekigahara adalah Ieyasu. Hideyori masih bersemayam di Puri Osaka. Meskipun Ieyasu tidak menyingkirkannya, malahan mengizinkannya menikmati penghasilan tahunan yang besar jumlahnya, ia sadar bahwa Osaka merupakan ancaman besar. Tempat ini bisa menjadi titik kumpul yang mungkin dipakai untuk perlawanan. Banyak penguasa feodal lainnya juga mengetahui hal ini. Mereka memasang taruhan yang jumlahnya sama untuk kemenangan kedua belah pihak. Mereka pun berbaik-baik dengan

122

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Hideyori maupun shogun untuk mengamankan diri. Sering orang mengatakan bahwa Hideyori memiliki cukup banyak puri dan emas hingga bisa membeli semua samurai tak bertuan atau ronin di negeri itu, jika ia mau. Spekulasi kosong mengenai masa depan politik negeri itu merupakan bahan utama pergunjingan di udara Kyoto. "Perang pasti pecah, cepat atau lambat." "Tinggal masalah waktu." "Lentera-lentera jalan ini bisa padam besok." "Kenapa mesti pusing? Apa yang terjadi, terjadilah." "Mari kita bersuka ria selagi bisa!" Kehidupan malam yang sibuk dan tempat-tempat hiburan yang semakin meriah merupakan bukti nyata bahwa kebanyakan penduduk memang melakukannya. Di antaranya adalah sekelompok samurai yang kini sedang berjalan membelok masuk Jalan Shijo. Di samping mereka berdiri tembok panjang berplester putih yang berakhir pada sebuah gerbang mengesankan dan beratap mengagumkan. Sebuah papan kayu yang sudah hitam warnanya karena usia, memuat tulisan yang hampir tak terbaca lagi: Yoshioka Kempo dari Kyoto. Instruktur Militer bagi para Shogun Ashikaga. Kedelapan samurai muda itu kelihatannya selesai berlatih pedang terus-menerus sepanjang hari. Sebagian mengenakan pedang kayo sebagai pelengkap pedang baja yang biasa, dan sebagian lagi membawa lembing. Mereka tampak kuat, jenis orang pertama yang melihat tumpahnya darah pada saat pertarungan senjata meletus. Wajah mereka sekeras batu dan mata mereka penuh ancaman, seakan selamanya berada di ambang letusan kemarahan. "Ke mana kita pergi malam ini, Tuan Muda?" tanya mereka beramai-ramai sambil mengelilingi guru mereka. "Ke mana lagi kalau bukan ke tempat kemarin malam?" jawab sang guru dengan muram. "Ah! Perempuan-perempuan itu semuanya jatuh hati kepada Tuan! Mereka hampir tidak memandang kami." "Barangkali dia benar," yang lain menyela. "Kenapa tidak kita coba tempat lain yang baru, di mana tak ada orang mengenal Tuan Muda atau salah seorang dari kita?" Sambil berteriak-teriak dan ribut tak keruan, tampaknya mereka benar-benar tenggelam dalam persoalan ke mana akan pergi minum dan melacur. Mereka masuk daerah yang berpenerangan baik di sepanjang tepi Sungai Kamo. Bertahuntahun tanah itu kosong dan penuh ditumbuhi rumput, benar-benar lambang kehancuran perang. Tetapi bersamaan dengan datangnya damai, nilainya pun melonjak. Rumah-rumah rapuh tersebar di sana-sini, tirai-tirai merah dan kuning pucat tergantung melengkung di pintu masuk. Di situ kupu-kupu malam menjalankan usahanya. Gadis-gadis dari Provinsi Tamba dengan muka

123

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berpupur sembarangan menyiuli calon pelanggan. Perempuan-perempuan malang yang dibeli secara berkelompok itu memetik shamisen, alat musik yang belum lama populer. Mereka menyanyikan lagu lagu mesum dan tertawa-tawa antara sesamanya. Nama tuan muda itu Yoshioka Seijuro. Kimono cokelat tua yang bagus potongannya menutup tubuhnya yang jangkung. Begitu mereka memasuki daerah pelacuran, ia menoleh ke belakang dan katanya kepada salah seorang dari kelompoknya, "Toji, belikan aku topi anyaman." "Yang dapat menyembunyikan wajah Anda?" "Ya." "Anda membutuhkannya bukan untuk di sini, bukan?" jawab Gion Toji. "Aku takkan minta kalau tidak membutuhkannya di sini!" decap Seijuro tak sabar. "Aku tak suka orang melihat anak Yoshioka Kempo berkeliaran di tempat seperti ini." Toji tertawa. "Tapi itu justru menarik perhatian. Semua perempuan di sini tahu bahwa kalau Anda menyembunyikan wajah dengan topi, tentunya Anda dari keluarga baik-baik, dan barangkali dari keluarga kaya. Tentu saja ada alasan lain kenapa mereka suka pada Anda, tapi itu salah satu di antaranya." Toji, sebagaimana biasa, sedang menggoda dan sekaligus menjilat tuannya. Ia menoleh dan memerintahkan salah seorang untuk mencari topi yang dimaksud, lalu ia berdiri menanti orang yang disuruh itu pergi melewati lentera-lentera dan orang-orang yang sedang bersuka ria. Ketika orang yang disuruh itu kembali, Seijuro mengenakan topi dan merasa lebih santai. "Dengan topi itu," ucap Toji, "Anda lebih tampak seperti orang yang tahu mode." Sambil menoleh kepada yang lain-lain, ia melanjutkan jilatannya secara tak langsung. "Lihat, perempuan-perempuan itu semua melongok dari pintu, supaya dapat benar-benar melihatnya." Tanpa jilatan Toji pun, Seijuro memang memiliki tubuh yang bagus. Dengan dua sarung pedang bersemir mengilat yang tergantung di sisinya, ia memancarkan kemuliaan dan kelas yang memang pantas bagi anak keluarga kaya. Maka tak ada topi jerami yang dapat menghentikan perempuan perempuan itu menegurnya ketika ia lewat. "Hei, tampan! Kenapa sembunyi di bawah topi jelek?" "Ayolah kemari! Saya ingin lihat yang di bawahnya." "Ayo, jangan malu-malu. Biar kami melihat." Seijuro menanggapi ajakan-ajakan menggoda ini dengan berusaha kelihatan lebih tinggi dan lebih mulia lagi. Sikap ini diambilnya belum lama setelah ia, untuk pertama kalinya, berhasil dibujuk Toji untuk menginjakkan kaki di daerah itu, dan ia masih malu dilihat orang di sana. Terlahir sebagai anak tertua pemain pedang terkenal, Yoshioka Kempo, tak pernah ia kekurangan uang, tapi sampai waktu belum lama berselang ia tak kenal dengan sisi buruk kehidupan ini. Perhatian yang ditunjukkan orang kepadanya membuat detak darahnya berpacu.

124

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Masih ada rasa malu yang disembunyikannya. Sebagai anak manja dari keluarga kaya, ia selalu suka pamer. Jilatan pengiringnya tak kalah ampuhnya dengan cumbuan perempuan, menyokong kesombongannya seperti racun yang manis. "Oh, itu tuan dari Jalan Shijo!" ujar salah seorang perempuan itu. "Kenapa Anda menyembunyikan wajah? Anda tidak bisa mengecoh siapa pun." "Bagaimana perempuan itu bisa tahu siapa aku?" geram Seijuro kepada Toji, pura-pura tersinggung. "Mudah sekali," kata perempuan itu, sebelum Toji dapat membuka mulut. "Semua orang tahu, orang dari Perguruan Yoshioka suka memakai warna cokelat tua. Namanya 'warna Yoshioka'. Warna itu populer sekali di sini." "Betul. Tapi seperti kaukatakan, banyak orang lain yang memakainya juga." "Ya, tapi mereka tidak mengenakan hiasan tiga lingkaran pada kimononya." Seijuro menunduk memandang lengan kimononya, "Aku mesti lebih hati-hati," katanya. Saat itu juga sebuah tangan dari belakang kisi-kisi terulur dan menarik pakaian itu. "Wah, wah," kata Toji. "Menyembunyikan wajah, tapi tidak menyembunyikan hiasannya. Tentunya dia memang ingin dikenali. Jadi, saya kira, betul-betul tak mungkin sekarang untuk tidak singgah." "Semaumulah," kata Seijuro yang tampak tak enak, "tapi suruh perempuan ini melepaskan lengan bajuku." "Lepaskan, perempuan!" raung Toji. "Beliau bilang, kami akan masuk!" Para siswa itu pun berkerumun masuk ke bawah tirai warung. Kamar yang mereka masuki itu, hiasannya tanpa selera sama sekali. Gambar-gambar kampungan dan bunga-bungaan disusun morat-marit, hingga sukar bagi Seijuro untuk merasa senang. Namun yang lain-lain tidak memperhatikan joroknya lingkungan. "Keluarkan sake!" perintah Toji, yang juga memesan beberapa penganan pilihan. Sesudah makanan datang, Ueda Ryohei yang menjadi tandingan Toji dalam permainan pedang berteriak, "Keluarkan perempuan!" Perintah itu diberikan dengan nada yang sama masamnya dengan nada yang dipakai Toji untuk memesan makanan dan minuman. "Hei, Ueda tua bilang, keluarkan perempuan!" kata yang lain-lain serentak menirukan suara Ryohei. "Aku tak suka disebut tua," kata Ryohei, memberengutkan muka. "Memang aku lebih lama dari yang lain-lain belajar di perguruan ini, tapi kalian takkan menemukan uban dalam rambutku." "Kau menyemirnya barangkali." "Siapa yang mengatakan itu, maju ke depan dan minum satu sloki sebagai hukuman!" "Susah-susah amat. Lemparkan ke sini!" Sloki sake pun melayang di udara.

125

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dan ini balasannya." Dan satu sloki lagi terbang. "He, siapa yang menari!" Seijuro berseru, "Kau menari, Ryohei! Menarilah, dan tunjukkan kau masih muda." "Boleh. Lihat!" Ryohei pergi ke sudut beranda. Di situ diikatkannya celemek merah milik pelayan ke belakang kepalanya, ditusukkannya kembang prem ke dalam simpulnya, dan diambilnya sapu. "Lihat! Dia mau menarikan tarian Perawan Hida! Mari kita dengarkan nyanyiannya juga, Toji!" Ia mengajak mereka semua menggabungkan diri, dan mulailah mereka, mengetuk-ngetuk piring secara berirama dengan sumpitnya, sedangkan satu orang mendentang-dentangkan penjepit api ke pinggir anglo. Di balik pagar bambu, pagar bambu, pagar bambu, Kulihat kimono berlengan panjang, Kimono berlengan panjang di salju.... Tenggelam dalam tepuk tangan sesudah bait pertama, Toji pun membungkuk, dan perempuan-perempuan melanjutkannya dengan iringan shamisen. Gadis yang kulihat kemarin Tak ada lagi hari ini. Gadis yang kulihat hari ini Takkan datang lagi esok hari. Tak tahulah apa yang terjadi esok, Aku ingin mencumbunya hari ini Di sebuah sudut, seorang siswa mengangkat mangkuk sake yang besar untuk rekannya. Katanya, "Bagaimana kalau minum ini sekali teguk?" "Tidak, terima kasih." "Terima kasih? Katanya kau samurai, tapi tak bisa kau menghabiskan ini?" "Tentu saja bisa. Tapi kalau aku minum, kau juga mesti!" "Ya, itu adil!" Pertandingan pun dimulai. Mereka minum seperti kuda di palungan, dan sake mengucur dari sudut-sudut mulut mereka. Kira-kira sejam kemudian, beberapa orang di antaranya sudah mulai muntah, sedang lain-lainnya tak bisa bergerak lagi dan hanya melotot kosong dengan mata merah. Satu orang yang punya kebiasaan bicara keras, dan semakin lantang bicaranya kalau makin banyak minumnya, menyatakan, "Apakah di negeri ini, di luar Tuan Muda, ada yang benar-benar mengerti teknik-teknik Delapan Gaya Kyoto? Kalau ada-hik-ingin aku ketemu dengannya.... Hups!" Seorang anggota perguruan yang duduk dekat Seijuro tertawa. Bicaranya tersendat-sendat, cegukan, "Dia mengumbar jilatan karena Tuan Muda ada di sini. Ada perguruan lain di samping delapan yang ada di Kyoto ini, dan Perguruan Yoshioka ini tidak lagi yang terbesar. Di Kyoto saja

126

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ada Perguruan Toda Seigen di Kurotani, dan Ogasawara Genshinsai di Kitano. Dan jangan lupa Ito Ittosai di Shirakawa, walaupun tidak menerima siswa." "Apa istimewanya mereka itu?" "Maksudku, kita tidak boleh merasa kita ini satu-satunya pemain pedang di dunia." "Bajingan picik kamu!" seru seorang yang merasa tersinggung harga dirinya. "Maju!" "Begini?" jawab si pengecam dengan tajam sambil bangkit. "Kau anggota perguruan ini, tapi kau mengecilkan Gaya Yoshioka Kempo?" "Aku tidak mengecilkannya! Sekarang ini tidak seperti dulu, ketika guru mengajar para shogun dan dianggap pemain pedang terbesar. Sekarang jauh lebih banyak orang yang mempraktekkan Jalan Pedang, tidak hanya di Kyoto, tapi juga di Edo, Hitachi, Echizen, provinsiprovinsi dalam, provinsi provinsi barat, Kyushu-di seluruh negeri ini. Ketenaran Yoshioka Kempo tidak berarti Tuan Muda dan kita semua ini pemain-pemain pedang terbesar masa kini. Itu sama sekali tidak benar, kenapa pula mesti membohongi diri sendiri?" "Pengecut! Kau pura-pura jadi samurai, tapi kau takut pada perguruan lain!" "Siapa yang takut? Aku cuma ingin kita menjaga diri dari rasa puas diri." "Tapi siapa kau ini, berani-berani memberi peringatan?" Murid yang tersinggung itu meninju dada lawannya hingga terjatuh. "Kau ingin berkelahi?" geram orang yang jatuh. "Ya. Ayo." Murid-murid senior, Gion Toji dan Ueda Ryohei, menengahi. "Berhenti kalian!" Keduanya melompat, memisahkan yang berkelahi, dan mencoba meredakan kemarahan mereka. "Tenang!" "Kami semua mengerti perasaan kalian." Beberapa sloki sake lagi dituangkan untuk mereka yang berkelahi, dan akhirnya keadaan normal kembali. Si penghasut sekali lagi memuji-muji dirinya dan lain-lainnya, sedang si pengecam, sambil menangis memeluk Ryohei, mempertahankan pendapatnya. "Aku cuma mengemukakan pendapat untuk kebaikan perguruan ini," sedannya. "Kalau orang terus menyemburkan jilatan, nama baik Yoshioka Kempo akhirnya akan runtuh. Percayalah, runtuh!" Hanya Seijuro yang tetap paling tenang. Melihat ini, Toji berkata, "Apakah Anda tidak menikmati pesta ini?" "Ah. Apa mereka itu betul-betul menikmatinya? Rasanya tidak." "Tentu. Inilah cara mereka bergembira." "Aku tak percaya kalau kelakuan mereka seperti itu." "Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang lebih tenang? Saya sendiri sudah bosan di sini."

127

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Seijuro tampak sangat lega dan segera saja setuju. "Aku ingin pergi ke tempat kemarin malam." "Maksud Anda Yomogi?" "Ya." "Di sana memang jauh lebih baik. Tadinya saya kira Anda memang ingin pergi ke sana, tapi di sana cuma buang-buang uang saja kalau membawa gerombolan orang bebal ini. Itu sebabnya saya giring mereka kemari-murah." "Mari kita pergi diam-diam. Biar Ryohei mengurus orang-orang ini." "Anda pura-pura pergi ke belakang. Saya akan menyusul beberapa menit lagi." Seijuro menghilang dengan lihainya. Tak seorang pun melihat. Di luar rumah, tak jauh dari situ, seorang perempuan sedang berdiri berjinjit, mencoba menggantungkan kembali lentera ke pakunya. Angin mengembus lilin lentera itu, dan ia menurunkannya untuk menyalakannya kembali. Punggungnya tegak di bawah tepi atap, dan rambutnya yang baru dikeramas tergerai di sekitar wajahnya. Untaian rambut dan cahaya lentera menimbulkan bayang-bayang yang terus berubah-ubah di kedua tangannya yang terulur. Semerbak kembang prem mengambang di angin petang. "Oko! Biar kugantungkan lampunya." "Oh, Tuan Muda," kata Oko kaget. "Tunggu." Ketika orang itu mendekat ternyata bukan Seijuro, tapi Toji. "Cukup?" tanya Toji. "Ya, bagus. Terima kasih." Tetapi Toji melirik lentera itu, menganggapnya miring, dan menggantungkannya kembali. Oko heran, kenapa sebagian lelaki bisa begitu suka menolong dan penuh perhatian bila sedang mengunjungi tempat seperti ini, padahal di rumah sendiri mereka sama sekali menolak mengulurkan tangan. Sering kali mereka membuka dan menutup jendela sendiri, mengeluarkan bantal-bantal sendiri, dan melakukan selusin pekerjaan kecil lain yang tak terbayang akan mereka lakukan di rumah sendiri. Toji berpura-pura tidak mendengar, dan mempersilakan tuannya masuk. Begitu duduk, Seijuro berkata, "Tenang sekali di sini." "Saya buka pintu ke beranda," kata Toji. Di bawah beranda sempit itu berdesir air Sungai Takase. Di sebelah selatan, di seberang jembatan kecil di Jalan Sanjo, menghampar halaman luas Zuisenin, jajaran hitam Teramachi atau "Kota Kumpulan Kuil", dan padang miskantus. Tempat ini berada dekat Kayahara. Di sini pasukan Toyotomi Hideyoshi membantai istri, gundik-gundik, dan anak-anak kemenakannya, regent Hidetsugu yang kejam. Suatu peristiwa yang masih segar tersimpan dalam kenangan banyak orang.

128

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Toji jadi gugup. "Masih terlalu sepi di sini. Di mana saja perempuan perempuan sembunyi? Rupanya tak ada pelanggan lain malam ini." la gelisah sedikit. "Saya heran, kenapa Oko lama betul. Dia malahan tidak membawakan kita teh." Ketika akhirnya ketidaksabaran itu berubah jadi kegelisahan, ia tidak dapat lagi duduk tenang. Ia berdiri mencari tahu, kenapa teh tidak dihidangkan. Waktu melangkah ke beranda, hampir saja ia bertumbukan dengan Akemi yang sedang membawa baki berpernis emas. Giring-giring kecil pada obi-nya berdering ketika ia berseru, "Awas! Bisa tumpah teh ini!" "Kenapa kau begitu lambat? Tuan Muda di sini. Kurasa kau suka dia." "Lihat, tumpah sebagian. Ini salahmu. Ayo ambilkan lap." "Ha! Lancang kamu, ya? Di mana Oko?" "Berhias tentu saja." "Jadi, dia belum selesai?" "Ya, siang hari kami sibuk sekali." "Siang? Siapa yang datang siang-siang?" "Itu bukan urusanmu. Biarkan aku lewat." Toji minggir, dan Akemi masuk kamar menyalami tamunya. "Selamat malam. Terima kasih atas kedatangan Anda." Seijuro berpura-pura acuh tak acuh, memandang ke samping, dan katanya, "Oh, kamu, Akemi. Terima kasih atas yang semalam." Ia merasa jengah. Dari baki itu Akemi menurunkan guci yang menyerupai pedupaan dan meletakkan di atasnya sebuah pipa yang bagian pengisap dan kepalanya terbuat dari keramik. "Anda ingin merokok?" tanyanya sopan. "Rasanya tembakau baru-baru ini dilarang." "Memang, tapi semua orang masih juga merokok." "Baiklah, aku akan merokok." "Saya nyalakan apinya." Akemi mengambil sejumput tembakau dari sebuah kotak kecil dari kerang mutiara dan memasukkannya ke dalam pipa dengan jari-jarinya yang mungil dan molek. Kemudian diselipkannya pipa itu ke mulut Seijuro. Karena tidak terbiasa, Seijuro memegang pipa itu dengan kaku. "Hmm, pahit, ya!" katanya. Akemi mengikik. "Toji ke mana?" "Barangkali di kamar Ibu."

129

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Rupanya dia suka Oko. Paling tidak, begitulah kelihatannya. Kukira dia sering datang kemari tanpa aku. Betul?" Akemi tertawa, tapi tidak menjawabnya. "Apanya yang lucu? Kupikir ibumu suka dia juga." "Saya betul-betul tidak tahu." "Tapi aku yakin! Betul-betul yakin! Pertemuan yang menyenangkan, ya? Dua pasangan bahagia-ibumu dengan Toji, kau dengan aku." Berusaha selugu mungkin, Seijuro meletakkan tangannya ke tangan Akemi yang terletak di pangkuan. Akemi menyingkirkan tangan itu dengan santun, tetapi tindakan ini malah membuat Seijuro menjadi lebih berani. Ketika Akemi berdiri, ia melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Akemi dan menariknya. "Tak usah lari," katanya. "Aku tak akan menyakitimu." "Lepaskan!" protes Akemi. "Baik, asalkan kau duduk lagi." "Sake.... Saya cuma mau ambil sake." "Aku tak mau sake." "Tapi kalau saya tidak ambil, Ibu marah." "Ibu di kamar lain, sedang asyik ngobrol dengan Toji." Seijuro mencoba menggosokkan pipinya ke wajah Akemi yang tertunduk, tapi Akemi mengelak dan berteriak-teriak meminta tolong. "Ibu! Ibu!" Seijuro melepaskannya, dan Akemi lari ke belakang rumah. Seijuro jadi gundah. Ia kesepian, tapi tak ingin memaksakan kehendaknya pada gadis itu. Tak tahu apa yang hendak dilakukannya, ia menggerutu keras, "Aku pulang sekarang," dan turun ke gang luar. Semakin jauh ia melangkah, semakin merah tua mukanya. "Tuan Muda, mau ke mana? Tuan Muda belum mau pulang, kan?" Entah dari mana datangnya, Oko muncul begitu saja di belakangnya, berlari lewat ruang depan. Ia memeluk pinggang Tuan Muda, dan tampak rambut Oko sudah rapi dan riasannya sudah beres. Oko minta pertolongan Toji, dan bersama-sama mereka membujuk Seijuro untuk kembali duduk. Oko membawakan sake dan mencoba menggembirakan Seijuro, kemudian Toji mendatangkan kembali Akemi ke kamar itu. Melihat betapa kecewanya Seijuro, gadis itu pun melontarkan senyuman. "Akemi, tuang sedikit sake untuk Tuan Muda." "Ya, Bu," kata Akemi patuh. "Tuan lihat sendiri," kata Oko. "Tingkahnya seperti anak kecil saja." "Itulah daya tariknya-dia masih muda," kata Toji sambil menggeser bantalnya ke dekat meja. "Tapi dia sudah dua puluh satu umurnya."

130

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dua puluh satu? Tak kukira sudah setua itu. Dia begitu kecil. Kelihatannya baru sekitar enam betas atau tujuh belas." Akemi tiba-tiba jadi kembali hidup seperti ikan, dan katanya, "Betul? Oh, saya senang sekali. Saya ingin tetap umur enam belas selamanya. Sesuatu yang indah terjadi, ketika saya umur enam belas." "Apa?" "Oh," katanya sambil menangkupkan tangannya ke dada. "Saya tak bisa menceritakan pada siapa pun. Tapi betul. Waktu itu tahun pertempuran di Sekigahara." Dengan pandangan mengancam, Oko berkata, "Tukang bual! Kau jangan bikin kami bosan di sini. Pergi sana ambil shamisen-mu." Sambil cemberut sedikit, Akemi berdiri dan pergi mengambil alat musiknya. Ketika kembali, ia mulai bermain dan menyanyi, tapi kelihatannya ia lebih cenderung menghibur diri sendiri daripada menyenangkan hati para tamu. Malam ini, Kalau berawan, Biarlah ia berawan, Menyembunyikan bulan Yang hanya terlihat lewat air mataku. Ia berhenti menyanyi, dan tanyanya, "Anda paham, Toji?" "Aku tak yakin. Teruskanlah." Bahkan di malam yang tergelap pun Tak hilang jalanku. Tapi oh! Betapa kau memikatku! "Yah, bagaimanapun dia memang sudah dua puluh satu tahun," kata Toji. Seijuro yang selama ini duduk diam sambil menyandarkan dahi di tangan kini tergugah lagi, dan katanya, "Akemi, ayo minum sake sama-sama." Ia mengulurkan sloki pada Akemi dan mengisinya dari tempat pemanasannya. Akemi mereguknya tanpa menolak-nolak lagi dan cepat menyerahkan kembali sloki itu pada Seijuro. Seijuro agak heran, katanya, "Bisa juga kau minum, ya?" Selesai meneguk bagiannya, Seijuro menawarkan lagi pada Akemi, yang diteguk lagi dengan cekatan. Rupanya karena tak puas dengan ukuran sloki itu, ia mengambil sloki lain yang lebih besar, dan selama setengah jam sesudah itu ia terus menandingi Seijuro, sloki demi sloki. Seijuro kagum. Gadis yang tampaknya berumur enam belas tahun, dengan bibir yang tidak pernah dicium dan mata yang memejam malu, ternyata dapat mereguk sake seperti lelaki. Ke mana saja perginya sake itu dalam tubuh mungil itu? "Anda sebaiknya berhenti saja," kata Oko pada Seijuro, "Entah kenapa, anak itu dapat minum semalam suntuk tanpa mabuk. Sebaiknya biarkan dia main shamisen saja." "Tapi ini benar-benar menyenangkan!" kata Seijuro yang kini betul-betul merasa senang.

131

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Karena merasa suaranya sudah terdengar aneh, Toji bertanya, "Anda tak apa-apa? Tidak kebanyakan minum?" "Tak apa-apa. Malam ini aku tidak pulang, Toji!" "Bisa saja," jawab Toji. "Anda dapat tinggal di sini selama Anda mau betul kan, Akemi?" Toji mengedip pada Oko, kemudian menuntun Oko ke kamar lain, di mana ia mulai berbisikbisik cepat. Ia mengatakan pada Oko bahwa kalau Tuan Muda sudah demikian bersemangat, berarti ia ingin tidur dengan Akemi. Akan susah jadinya kalau Akemi menolak. Tapi tentu saja perasaan seorang ibulah yang terpenting dalam hal-hal seperti itu-atau dengan kata lain, berapa bayarannya? "Nah?" desak Toji mendadak. Oko menempelkan jarinya ke pipi yang berbedak tebal itu, berpikir. "Ya, ya, pikirlah!" desak Toji. Sambil semakin mendekati Oko, katanya, "Bukan pasangan yang jelek! Dia guru seni bela diri yang terkenal, dan keluarganya punya banyak uang. Ayahnya punya murid yang jumlahnya lebih banyak daripada murid siapa pun di negeri ini. Dan lagi, dia belum kawin. Dari segala segi, ini tawaran menarik." "Nah, aku juga pikir begitu, tapi..." "Tak ada tapi-tapian. Pokoknya jadi! Kami berdua akan menginap disini. " Tak ada penerangan di kamar itu. Dengan seenaknya Toji meletakkan tangan ke bahu Oko. Justru pada waktu itu terdengar suara keras di kamar sebelah, di belakang. "Apa itu?" tanya Toji. "Ada langganan lain?" Oko mengangguk, kemudian meletakkan bibirnya yang basah ke telinga Toji, bisiknya, "Nanti." Keduanya lalu mencoba bersikap biasa saja dan kembali ke kamar Seijuro, dan mendapati Seijuro seorang diri, tidur nyenyak. Toji mengambil kamar sebelahnya, merebahkan diri di kasur jerami. Ia berbaring di sana sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke tatami, menantikan Oko. Oko lama tidak juga muncul. Akhirnya pelupuk mata Toji menjadi berat dan berlayarlah ia ke alam mimpi. Sudah siang ketika ia bangun esok harinya, wajahnya masam. Seijuro sudah bangun dan sedang minum di kamar yang menghadap sungai. Baik Oko maupun Akemi tampak cerah dan gembira, seolah-olah mereka telah lupa malam sebelumnya. Mereka sedang membujuk Seijuro agar mau berjanji. "Jadi, Tuan akan ajak kami?" "Baiklah, kita pergi. Siapkan beberapa kotak makan siang dan bawa juga sedikit sake." Mereka bicara tentang Kabuki Okuni yang sedang mengadakan pertunjukan di tepi sungai di Jalan Shijo. Kabuki adalah tarian jenis baru yang disertai kata-kata dan musik, yang sedang digemari orang di ibu kota. Diciptakan oleh seorang biarawati bernama Okuni di Kuil Izumo. Kepopulerannya menyebabkan banyak orang lain meniru. Di daerah ramai sepanjang sungai itu

132

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berdiri panggung berderet-deret. Di sana kelompok-kelompok pemain wanita berlomba-lomba memikat penonton. Masing-masing berusaha mencapai taraf kepribadian sendiri dengan menambahkan tari-tarian dan lagu-lagu daerah yang istimewa ke dalam repertoarnya. Para aktris itu sebagian besar mulai sebagai wanita malam. Namun kini sesudah naik panggung, mereka biasa dipanggil untuk mengadakan pertunjukan di rumah rumah orang paling kaya di ibu kota. Banyak di antara mereka menggunakan nama pria, mengenakan pakaian pria, dan mengadakan pertunjukan-pertunjukan yang menggetarkan sebagai prajurit yang gagah berani. Seijuro duduk memandang ke luar pintu. Di bawah jembatan kecil di Jalan Sanjo perempuanperempuan sedang mengelantang kain di sungai; pria-pria berkuda mondar-mandir di jembatan. "Apa kedua orang itu belum juga siap?" tanyanya kesal. Sudah lewat tengah hari. Lebam karena minum dan lelah karena menanti, sudah tak ingin lagi ia melihat Kabuki. Toji, yang merasa jengkel karena pengalaman malam sebelumnya, tidak bersemangat seperti biasanya. "Memang menarik membawa perempuan ke luar," gerutunya, "tapi kenapa justru waktu kita sudah siap berangkat, tiba-tiba mereka mulai ribut soal apa rambutnya sudah benar atau obi-nya sudah lurus? Brengsek betul!" Pikiran Seijuro melayang ke perguruannya. Ia seakan mendengar bunyi pedang kayu dan detak gagang-gagang lembing. Apa kata para siswanya tentang ketidakhadirannya? Tidak sangsi lagi, pasti adiknya, Denshichiro, mendecap mengecamnya. "Toji," katanya, "Aku tidak betul-betul ingin membawa mereka itu melihat Kabuki. Mari kita pulang." "Sesudah Tuan berjanji?" "Yaaa..." "Mereka sudah begitu gembira! Mereka akan marah besar kalau kita ingkar janji. Saya akan menyuruh mereka buru-buru." Dari gang rumah, Toji melayangkan pandang ke kamar tempat pakaian para wanita itu berserakan. Alangkah herannya ia, karena kedua wanita itu tidak kelihatan. "Ke mana pula mereka itu?" tanyanya tak habis pikir. Di kamar sebelah pun mereka tak ada. Di sebelahnya lagi terdapat kamar kecil yang suram, tidak tembus matahari dan berbau apak kain seprai. Toji membuka pintu, disambut oleh raungan kemarahan, "Siapa itu?" Melompat mundur, Toji menatap ke dalam kamar sempit yang gelap itu; kamar itu beralas tikar rombeng, lain sekali dengan kamar-kamar depan yang menyenangkan, seperti malam dengan siang bedanya. Seorang samurai jorok tergeletak di lantai, pedangnya terletak sembarangan di atas perutnya; pakaian dan penampilannya tak bisa disangsikan lagi menunjukkan bahwa ia salah seorang ronin yang sering kelihatan bergelandangan di jalan-jalan.

133

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Telapak kakinya yang kotor menghadap muka Toji. Ia tidak berusaha bangun; terbaring saja di situ setengah sadar. Toji berkata, "Oh, maaf. Saya tidak tahu di sini ada tamu." "Aku bukan tamu!" pekik orang itu ke langit-langit, memancarkan bau sake. Toji tidak tahu siapa orang itu, dan juga tak ingin berurusan dengannya. "Maaf, mengganggu," katanya cepat, dan membalik pergi. "Tunggu!" kata orang itu dengan kasar sambil bangkit sedikit. "Tutup pintu!" Kaget oleh kekasaran itu, Toji pun melakukan apa yang diminta, dan pergi. Begitu Toji pergi, muncullah Oko. Dandanannya habis-habisan, jelas ingin kelihatan sebagai nyonya besar. Seakan-akan sedang mengomeli anak kecil, ia berkata pada Matahachi, "Nah, marah apa lagi sekarang?" Akemi yang baru saja berdiri di belakang ibunya, bertanya, "Tak mau ikut kami?" "Ke mana?" "Lihat Kabuki Okuni." Mulut Matahachi mencibir muak. "Suami macam apa yang mau jalan bersama lelaki lain yang sedang mengejar-ngejar istrinya?" tanyanya pahit. Oko merasa wajahnya bagai disiram air dingin. Matanya menyala marah, dan katanya, "Ini omongan apa? Apa maksudmu antara aku dan Toji ada apa-apa?" "Siapa bilang ada apa-apa?" "Kata-katamu itu yang bilang." Matahachi tidak menjawab lagi. "Katanya kamu lelaki!" Walaupun Oko melontarkan kata-kata itu dengan penuh kejijikan, Matahachi tetap diam dengan muka cemberut. "Tapi kau membuatku muak!" desisnya. "Kau selalu cemburu tanpa alasan! Ayo, Akemi. Kita jangan buang-buang waktu untuk orang gila ini." Matahachi mengulurkan tangan, mencekal kimono Oko. "Siapa yang kausebut orang gila? Apa maksudmu bicara begitu pada suamimu?" Oko melepaskan diri darinya. "Kenapa tidak?" katanya kejam. "Kalau kau seorang suami, kenapa tidak bertindak seperti suami? Siapa menurutmu yang memberimu makan, gelandangan tak berguna?" "Heh!" "Kau hampir tidak menghasilkan apa-apa sejak kita meninggalkan Provinsi Omi. Kau cuma menggantungkan diri padaku, minum sake dan malas-malasan. Mengeluh apa lagi?" "Aku sudah bilang mau pergi dan kerja! Aku sudah bilang, menyeret batu pun aku mau buat dinding puri. Tapi itu tak cukup baik buatmu. Kaubilang tak bisa makan ini, tak bisa memakai itu, tak bisa tinggal di rumah kecil yang kotor-tak ada yang kausukai. Lalu tidak kaubolehkan aku

134

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI melakukan kerja yang jujur, dan kau mulai membuka kedai minum yang busuk ini. Nah, tutup itu, ya, tutup itu!" pekiknya. Badannya pun mulai gemetar. "Tutup apa?" "Tutup kedai minummu." "Dan kalau kututup, mau makan apa besok?" "Aku bisa dapat cukup uang untuk hidup kita, biar dengan menyeret batu karang. Cukup untuk kita bertiga." "Kalau ingin angkat batu atau potong kayu, kenapa tidak pergi saja? Sana, jadilah buruh, atau yang lain, tapi kalau begitu, hidup sendiri saja! Susahnya, kau dilahirkan sebagai orang goblok, dan selamanya kau akan jadi orang goblok. Mestinya kau tetap tinggal di Mimasaka! Percayalah, aku tidak minta kau tinggal terus di sini. Kau bebas pergi, kapan saja!" Selagi Matahachi berusaha menahan air mata kemarahan, Oko dan Akemi berpaling meninggalkannya. Tapi lama sesudah mereka tidak kelihatan, ia masih juga menatap pintu. Ketika Oko menyembunyikannya di rumahnya dekat Gunung Ibuki dulu itu, ia merasa beruntung telah menemukan orang yang akan mencintai dan mengurusnya. Tapi sekarang rasanya sama saja seperti ditangkap musuh. Mana yang lebih baik? Menjadi tawanan, atau menjadi piaraan seorang janda jalang, dan tidak lagi menjadi lelaki sejati? Apakah lebih buruk merana di dalam penjara daripada menderita di sini, dalam kegelapan, dan selalu menjadi sasaran hinaan perempuan pemberang? Dulu ia pernah punya harapan besar pada masa depan, namun telah dibiarkannya sundal berbedak dan bernafsu garang ini menurunkan derajatnya hingga sama tingkatannya dengan dia. "Sundal!" Matahachi menggigil karena berang. "Anjing betina busuk!" Air mata meluap langsung dari dasar hatinya. Kenapa, oh, kenapakah ia dulu tidak kembali ke Miyamoto? Kenapa ia tidak kembali kepada Otsu? Ibunya ada di Miyamoto. Saudara perempuannya juga, iparnya juga, Paman Gon juga. Mereka semua begitu baik padanya. Lonceng di Shippoji tentunya berdentang hari ini. Seperti dentangnya pada hari-hari lain. Dan Sungai Aida menghilir menyusuri alurnya, sepertibiasa. Bunga-bunga berkembang di tepi sungai dan burung-burung erkicau menyambut datangnya musim semi. "Sungguh tolol aku ini! Sungguh aku si tolol gila, goblok!" Matahachi memukul-mukul kepalanya dengan tinjunya. Di luar, ibu dan anak perempuannya, disertai kedua tamu yang bermalam itu sudah berjalan sambil mengobrol dengan riangnya. "Kelihatannya sudah seperti musim semi!" "Orang bilang shogun sebentar lagi akan datang ke ibu kota. Kalau dia datang nanti, kalian berdua tentunya dapat uang banyak, ya?" "Ah, tidak, saya yakin tidak."

135

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa? Apa samurai dari Edo tak suka main?" "Mereka terlalu kurang ajar." "Ibu, bukankah itu musik Kabuki? Aku mendengar suara giring-giring. Juga suling." "Coba dengar anak ini! Dia selalu seperti itu. Dia pikir dia sudah di tempat pertunjukan." "Tapi, Bu, aku sudah mendengarnya." "Sudahlah. Bawakan topi Tuan Muda ini." Langkah-langkah kaki dan suara-suara orang itu mengambang sampai Yomogi. Dengan mata masih merah karena marah, Matahachi mencuri pandang dari jendela pada keempat orang yang bahagia itu. Ia merasa pemandangan itu sangat menghinanya, karena itu ia sekali lagi menjatuhkan diri di tatami di kamar yang gelap itu sambil mengutuki dirinya. "Apa kerjamu di sini? Apa tak ada lagi harga dirimu? Bagaimana mungkin kau membiarkan segalanya seperti itu? Idiot! Lakukanlah sesuatu!" Kata-kata itu ditujukan pada diri sendiri, ia begitu marah pada kelemahannya sendiri yang seperti pengecut itu. "Dia bilang pergi. Baiklah, aku pergi!" demikian kilahnya. "Buat apa duduk di sini menggemerutukkan gigi. Umurmu baru dua puluh dua. Kau masih muda. Pergilah dan lakukan sesuatu sendiri." Ia merasa tak bisa tinggal lebih lama lagi dalam rumah kosong dan lengang itu, tapi entah kenapa, tak mau ia berangkat. Kepalanya sakit karena bingung. Ia sadar bahwa cara hidupnya beberapa tahun belakangan ini telah membuatnya kehilangan kemampuan berpikir dengan jelas. Bagaimana ia dapat menahan diri? Istrinya menghabiskan malam-malamnya menghibur lelaki lain, menjual kepada mereka pesona yang dahulu dicurahkan kepadanya. Malam ia tak dapat tidur, sedang di siang hari tak ada semangat untuk pergi. Tinggal diam di dalam kamar gelap ini, tak ada yang dapat dilakukannya kecuali minum. Dan semua itu demi sundal tua itu! pikirnya. Ia pun muak dengan dirinya sendiri. Ia tahu bahwa jalan satu-satunya untuk keluar dari hidup sekarat ini adalah meninggalkan segalanya dan kembali kepada aspirasi masa mudanya. Ia harus menemukan jalannya yang telah hilang. Namun... namun... Ada daya tarik ajaib yang mengikatnya. Jenis pesona jahat apakah yang mengikatnya di sini? Apakah perempuan itu setan yang menyamar? Perempuan itu bisa memakinya, menyuruhnya enyah, bersumpah bahwa ia cuma beban, tapi kemudian di tengah malam ia akan meleleh seperti madu dan mengatakan bahwa semua itu cuma gurauan dan ia sama sekali tidak bermaksud demikian. Lagi pula, sekalipun perempuan itu sudah hampir empat puluh tahun, bibirnya itu, oh... bibir merah cemerlang yang sama merangsangnya dengan bibir anaknya. Namun ini belum cerita seluruhnya. Pada dasarnya Matahachi tak punya nyali untuk dilihat Oko dan Akemi bekerja sebagai buruh harian. Ia telah menjadi malas dan lembek; pemuda berpakaian sutra yang dari rasa saja dapat membedakan sake Nada dari bikinan setempat,

136

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berbeda sekali dengan Matahachi sederhana yang compang-camping, yang pernah ikut pertempuran di Sekigahara. Yang paling parah adalah bahwa hidupnya yang aneh dengan perempuan yang lebih tua itu telah merampas kebeliaannya. Dalam umur ia masih muda, tapi dalam semangat ia cabul dan pendengki, malas dan penggerutu. "Tapi akan kulakukan!" janjinya. "Aku akan pergi sekarang!" Sesudah menjatuhkan pukulan kemarahan terakhir ke kepalanya, ia pun melompat bangkit, dan pekiknya, "Aku akan pergi dari sini hari ini juga!" Ia mendengar sendiri suaranya tertahan karena menyadari bahwa tak ada orang lain yang akan menahannya pergi, dan tak ada sesungguhnya yang mengikatnya di rumah ini. Satu-satunya barang yang sungguh-sungguh miliknya dan tidak dapat ia tinggalkan adalah pedangnya, maka cepat-cepat ia selipkan pedang itu dalam obi-nya. Sambil menggigit bibir, ia berkata dengan penuh kepastian. "Biar bagaimana, aku seorang lelaki." Sebetulnya ia dapat menderap keluar lewat pintu depan, melambaikan pedang bagai seorang jenderal yang menang perang, tapi karena kebiasaan, ia sorongkan kaki ke sandalnya yang kotor dan keluar lewat pintu dapur. Sejauh ini belum ada masalah. Ia sudah di luar rumah! Tapi mau apa sekarang? Kedua kaki itu berhenti. Ia berdiri tak bergerak-gerak dalam angin musim semi yang menyegarkan. Bukan cahaya menyilaukan yang menahannya. Persoalannya adalah, ke mana ia pergi? Pada saat itulah terasa oleh Matahachi betapa dunia ini bagai lautan luas yang bergejolak, tiada pegangan tempat bergayut. Di luar Kyoto, pengalamannya hanya meliputi kehidupan di kampung dan satu pertempuran. Selagi terombang-ambing oleh situasi, suatu pikiran lain mendadak datang dan membuatnya bergegas sepeti anak anjing, pulang kembali melalui pintu dapur. "Aku butuh uang," katanya pada diri sendiri. "Aku pasti akan butuh uang." Ia langsung menuju kamar Oko, digeledahnya kotak-kotak kosmetik, gagang cermin, peti laci, dan apa saja yang terpikir olehnya. Ia obrak-abrik tempat itu, tapi tak ada uang sama sekali. Tentu saja seharusnya ia sudah dapat mengira-ngira bahwa Oko bukanlah jenis perempuan yang tidak bakal mengambil tindakan berjaga-jaga terhadap hal-hal seperti ini. Dengan kecewa Matahachi menjatuhkan diri ke atas pakaian yang masih tersebar di lantai. Bau Oko mengambang seperti kabut tebal di sekitar pakaian dalamnya yang terbuat dari sutra merah, di sekitar obi Nishijinnya, dan di sekitar kimononya yang celupan Momoyama. Terbayang olehnya, kini Oko sedang berada di lapangan pertunjukan di tepi sungai, menonton tari-tarian Kabuki di samping Toji. Ia pun membayangkan kulitnya yang putih dan wajahnya yang kenes merangsang. "Sundal iblis!" teriaknya. Pikiran-pikiran pahit dan kejam bangkit langsung dari isi perutnya.

137

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kemudian, tanpa diduga-duga, timbul padanya kenangan pedih akan Otsu. Sesudah lama berpisah, barulah ia dapat memahami kemurnian dan bakti gadis ini, yang telah berjanji akan menantikannya. Dengan senang hati ia akan bersedia berlutut dan mengangkat tangan memohon di hadapannya jika kiranya gadis itu mau memaafkannya. Tapi ia sudah putus dengan Otsu, menelantarkannya demikian rupa, hingga mustahil baginya untuk menemui gadis itu lagi. "Semuanya gara-gara perempuan ini," pikirnya sedih. Sekarang, ketika sudah terlambat, segalanya menjadi jelas baginya; mestinya ia tidak memberitahukan apa-apa tentang Otsu kepada Oko. Ketika Oko pertama kali mendengar tentang gadis itu, ia tersenyum kecil dan berpura-pura tidak acuh sama sekali, padahal sebetulnya ia sangat cemburu. Kemudian, apabila mereka bertengkar, ia selalu mengungkit soal itu dan mendesak agar Matahachi menulis surat untuk memutuskan pertunangannya. Dan ketika akhirnya Matahachi menyetujui dan melakukannya, perempuan itu secara tak tahu malu melampirkan satu surat dengan tulisannya sendiri yang jelas bergaya perempuan, dan tanpa perasaan sama sekali menyampaikan surat resmi itu melalui seorang pesuruh yang tidak dikenal. "Lalu apa pikir Otsu tentang diriku?" rintih Matahachi dengan sedih. Bayangan wajah Otsu yang masih polos itu tergambar di depan matanya wajah yang penuh gugatan. Sekali lagi terbayang olehnya pegunungan dan sungai di Mimasaka. Ingin ia memanggil ibunya, sanak keluarganya. Mereka semua begitu baik. Tanah di sana pun kini agaknya hangat dan menyenangkan. "Tak akan bisa lagi aku pulang!" pikirnya. "Aku sudah membuang semua itu untuk... untuk..." Kembali dilanda kemarahan, dikeluarkannya semua pakaian Oko dari peti-peti pakaian, dirobekrobeknya, kemudian serpihan serpihan dan sobekan-sobekan itu dihamburkannya di seluruh rumah. Perlahan-lahan kemudian sadarlah ia bahwa ada orang memanggil dari pintu depan. "Maafkan," kata suara itu. "Saya dari Perguruan Yoshioka. Apakah Tuan Muda dan Toji ada di sini?" "Bagaimana aku tahu?" jawab Matahachi pedas. "Mereka tentunya di sini! Saya tahu, memang tidak pantas mengganggu mereka selagi sedang mencari kesenangan, tapi ada satu kejadian yang sangat penting. Ini menyangkut nama baik Keluarga Yoshioka." "Pergi sana! Jangan ganggu aku!" "Tapi apa tak bisa setidak-tidaknya Anda menyampaikan berita ini pada mereka? Tolonglah katakan bahwa seorang pemain pedang bernama Miyamoto Musashi sudah datang di perguruan, dan yah, tak seorang pun dari kami dapat mengunggulinya. Dia menunggu Tuan Muda kembali dan—menolak pergi sebelum mendapat kesempatan menghadapinya. Tolonglah sampaikan pada mereka supaya lekas-lekas pulang!" "Miyamoto? Miyamoto?

138

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

10. Roda Keberuntungan
HARI itu adalah hari aib yang tak terlupakan bagi Perguruan Yoshioka. Tak pernah sebelumnya pusat seni bela diri yang bernama besar ini menderita penghinaan yang begitu tandas. Murid-murid yang biasanya bersemangat kini duduk berkeliling dalam keputusasaan yang mengenaskan; wajah mereka murung dan buku-buku jari mereka yang putih mencerminkan penderitaan dan frustrasi. Sebagian besar dari mereka ada di kamar depan yang berlantai kayu, sedangkan sebagian kecil di kamar samping. Hari sudah senja, biasanya mereka sudah berangkat pulang atau pergi minum. Tak seorang pun beranjak pergi. Senyap bagai kuburan. Suasana itu hanya dipecahkan oleh derit gerbang depan yang sesekali berbunyi. "Diakah itu?" "Apa Tuan Muda sudah kembali?" "Belum." Ini diucapkan oleh seorang lelaki yang sudah setengah sore itu bersandar putus asa pada tiang pintu masuk. Dan setiap kali pula orang-orang itu lebih dalam lagi terbenam dalam rawa kemuraman. Lidah-lidah berdecap putus asa, dan pelupuk mereka melelehkan air mata pedih. Dokter keluar dari kamar belakang dan berkata kepada orang yang bersandar di pintu masuk, "Saya tahu Seijuro tak ada di sini. Tapi apa Anda tidak tahu di mana dia?" "Sedang dicari. Barangkali sebentar lagi kembali." Dokter mendeham dan pergi. Di depan perguruan itu, lilin altar pemujaan Hachiman dikitari lingkaran sinar yang melantunkan bencana. Tak seorang pun akan membantah bahwa pendiri, dan guru pertama, Yoshioka Kempo, adalah orang yang jauh lebih besar daripada Seijuro atau adik lelakinya. Kempo memulai hidup hanya sebagai pedagang, seorang pencelup kain, tetapi dari tak henti-henti mengulang irama dan gerak pencelupan anti luntur, akhirnya ia menemukan cara baru memainkan pedang pendek. Sesudah mempelajari cara menggunakan tombak-kapak dari salah seorang prajurit-pendeta yang cakap di Kurama dan kemudian mendalami Delapan Seni Pedang Gaya Kyoto, ia pun menciptakan gaya yang sepenuhnya orisinal. Teknik pedang pendeknya kemudian dipergunakan oleh shogun-shogun Ashikaga yang mendatangkannya sebagai guru resmi. Kempo adalah seorang ahli besar, orang yang kearifannya setara dengan keterampilannya. Sekalipun kedua anaknya, Seijuro dan Denshichiro, menerima latihan sekeras ayahnya, mereka telah mewarisi kekayaan yang besar dan kemasyhuran ayahnya, dan menurut pendapat beberapa orang itulah sebab dari kelemahan mereka. Seijuro biasa dipanggil "Tuan Muda", tapi sebenarnya ia belum benar-benar mencapai taraf keterampilan yang dapat memikat banyak pengikut. Para siswa datang ke sekolah itu karena di bawah pimpinan Kempo, Gaya Yoshioka telah menjadi demikian termasyhur, hingga bisa masuk sekolah itu saja sudah berarti diakui oleh masyarakat sebagai prajurit terampil.

139

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah runtuhnya ke-shogun-an Ashikaga tiga dasawarsa sebelum itu, Keluarga Yoshioka tidak lagi memperoleh tunjangan resmi, tetapi pada masa hidup Kempo yang hemat, keluarga itu sedikit demi sedikit telah berhasil memupuk kekayaan besar. Selain itu ia memiliki bangunan besar di Jalan Shijo, dengan siswa yang jumlahnya lebih besar daripada perguruan mana pun di Kyoto; Kyoto waktu itu adalah kota terbesar di negeri ini. Tetapi sebenarnya sekolah yang menduduki taraf puncak di bidang seni pedang itu tinggal namanya saja. Dunia di luar dinding perguruan yang putih besar ini telah berubah lebih dari yang disadari oleh kebanyakan orang di dalamnya. Bertahun-tahun mereka telah menepuk dada, bermalasmalasan, dan hanya bermain-main, dan waktu pun melangkahi mereka. Hari ini mata mereka terbuka oleh kekalahan yang memalukan, setelah bertanding dengan seorang pemain pedang pedesaan yang tak dikenal. Menjelang tengah hari, salah seorang pesuruh datang ke dojo untuk melaporkan bahwa seorang yang menamakan dirinya Musashi berdiri di pintu, mohon diizinkan masuk. Ketika ditanya macam apa orang itu, pesuruh menjawab bahwa orang itu seorang ronin, datang dari Miyamoto di Mimasaka, umur dua puluh satu atau dua puluh dua, kira-kira 1,83 meter tingginya, dan kelihatannya agak bodoh. Rambutnya yang tidak disisir setidak-tidaknya satu tahun diikat sembarangan saja dengan kain gombal yang kemerah-merahan, sedangkan pakaiannya begitu kotor, hingga susah ditentukan hitam atau cokelatkah warnanya, poloskah atau berpola kembang. Pesuruh merasa mencium bau orang itu, tapi mengakui bahwa mungkin juga ia keliru. Tamu itu menyandang kantong kulit beranyam yang biasa disebut orang tas belajar prajurit; ini barangkali berarti ia seorang shugyosha, salah seorang dari para samurai yang banyak jumlahnya waktu itu, yang kerjanya mengembara dan menghabiskan waktu di luar tidurnya untuk mempelajari seni pedang. Namun demikian, kesan umum yang didapat pesuruh itu adalah bahwa orang yang namanya Musashi itu jelas janggal hadir di Perguruan Yoshioka tersebut. Kalau orang itu hanya minta makan, tidak masalah. Tapi ketika orang-orang mendengar bahwa pengganggu bulukan itu datang ke gerbang besar untuk menantang Yoshioka Seijuro yang termasyhur itu bertanding, mereka pun terbahak-bahak. Beberapa orang berpendapat lebih baik mengusirnya saja tanpa banyak ribut, sedang yang lain-lain mengatakan mereka harus melihat dulu, gaya apa yang dipakainya dan siapa nama gurunya. Pesuruh, yang sama merasa geli seperti yang lain-lain, pergi dan kembali lagi dengan kabar bahwa tamu itu sewaktu masih kanak-kanak belajar menggunakan pentung dari ayahnya, dan kemudian memungut pelajaran dari prajurit mana saja yang lewat di kampungnya. Meninggalkan rumah ketika berumur tujuh belas, dan "karena alasan-alasan pribadi" ia pun menenggelamkan diri dalam mempelajari ilmu pengetahuan pada umur delapan belas, sembilan belas, dan dua puluh. Sepanjang tahun sebelum itu, ia hanya sendirian tinggal di pegunungan, melulu berguru pada pepohonan dan keheningan gunung. Oleh karena itu, tidak dapat ia menyebutkan suatu

140

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI aliran khusus atau nama seorang guru. Tapi di masa depan ia berharap akan mempelajari ajaranajaran Kiichi Hogen, ahli hakikat Delapan Gaya Kyoto, dan akan berusaha meniru Yoshioka Kempo yang agung dengan menciptakan gayanya sendiri, yang menurut keputusannya akan dinamakannya Gaya Miyamoto. Memang ia memiliki banyak kekurangan, tapi itulah tujuannya, dan untuk itulah ia berhasrat bekerja dengan sepenuh hati dan jiwanya. Pesuruh mengakui bahwa semua itu merupakan jawaban yang jujur dan tidak dibuat-buat, tetapi orang itu beraksen kampung dan hampir tiap kata ia ucapkan dengan menggagap. Pesuruh dengan senang hati menirukannya untuk para pendengarnya, dan mereka pun sekali lagi terpingkal-pingkal. Orang itu tentunya sudah sinting. Menyatakan tujuannya menciptakan gaya sendiri benarbenar gila. Untuk memberikan sedikit ajaran kepada orang sombong itu, para siswa menyuruh pesuruh keluar lagi, kali ini dengan pertanyaan apakah tamu itu sudah menunjuk orang untuk mengambil mayatnya sesudah pertandingan nanti. Musashi memberikan jawaban, "Kalau kebetulan saya terbunuh, tak ada bedanya, apakah Anda membuang tubuh saya ke Gunung Toribe atau melemparkannya ke Sungai Kamo bersama sampah. Baik untuk yang pertama maupun yang kedua, saya berjanji tak akan menuntut balas." Menurut pesuruh, caranya menjawab kali ini sangat jelas, tidak mengandung kekakuan seperti jawaban-jawaban sebelumnya. Sesudah ragu-ragu sebentar, akhirnya satu orang berkata, "Suruh dia masuk!" Itulah awal mulanya; para siswa menyangka mereka akan berhasil menyayat pendatang baru itu sedikit, kemudian melemparkannya ke luar. Namun pada pertandingan pertama saja juara perguruanlah yang keluar sebagai pihak yang kalah. Tangannya putus. Hanya sedikit kulit yang masih menghubungkan pergelangan dengan tangan. Satu demi satu yang lain-lain pun menerima tantangan orang asing itu, dan satu demi satu pula mereka kalah secara memalukan. Beberapa orang luka parah, dan pedang kayo Musashi bergelimang darah. Sesudah kekalahan kesekian kali, para siswa berubah jadi ingin membunuh; kalaupun mereka semua harus terbunuh, tak akan mereka membiarkan orang gila biadab ini pergi dalam keadaan hidup, membawa serta kehormatan Perguruan Yoshioka. Musashi sendirilah yang mengakhiri pertumpahan darah itu. Sejak tantangannya diterima, tak ada rasa kuatir padanya tentang jatuhnya korban, tapi ia menyatakan, "Tak ada gunanya melanjutkan ini sebelum Seijuro kembali," dan ia menolak untuk bertempur lagi. Karena tak ada pilihan lain, atas permintaannya sendiri ia dipersilakan masuk ke sebuah kamar untuk menunggu. Baru pada waktu itulah satu orang tersadar dan memanggil dokter. Tak lama sesudah dokter pergi, suara-suara yang memekikkan nama dua orang yang terluka menyebabkan selusin orang masuk kamar belakang. Mereka mengerumuni kedua samurai itu

141

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan sikap tak percaya bercampur takjub; wajah mereka kelabu dan napas mereka tidak tetap. Kedua orang itu tewas. Langkah-langkah kaki bergegas melintas dojo dan masuk ke kamar mati. Para siswa memberikan jalan bagi Seijuro dan Toji. Keduanya pucat, seakan-akan baru saja keluar dari air terjun yang dingin. "Apa yang terjadi di sini?" tanya Toji. "Apa arti semua ini?" Nada bicaranya gusar seperti biasa. Seorang samurai yang berlutut dengan wajah tercekam di samping bantal salah seorang kawannya yang mati melontarkan pandangan penuh tuduhan kepada Toji, dan katanya, "Kau yang mesti menjelaskan apa yang sedang terjadi. Kau yang membawa Tuan Muda minum-minum. Nah, kali ini kau sudah bertindak terlalu jauh." "Jaga lidahmu, atau kupotong nanti." "Ketika Tuan Kempo masih hidup, tak ada hari lewat tanpa dia ada di dojo", "Lantas mau apa? Tuan Muda ingin bersenang-senang sedikit, dan kami pergi ke Kabuki. Apa maksudmu bicara demikian di depannya? Kaupikir siapa kau ini?" "Apa untuk melihat Kabuki saja dia mesti tinggal di luar sepanjang malam? Bisa-bisa Tuan Kempo bangkit dari kuburnya." "Cukup!" teriak Toji sambil menyerang orang itu. Ketika yang lain-lain campur tangan pula dan mencoba memisahkan serta menenangkan kedua orang itu, satu suara berat karena beban sakit terdengar sedikit mengungguli suara percekcokan itu. "Kalau Tuan Muda sudah kembali, sudah waktunya menghentikan percekcokan. Terserah kepadanya untuk mengembalikan kehormatan perguruan. Ronin itu tidak boleh meninggalkan tempat ini dalam keadaan hidup." Beberapa di antara yang luka menjerit dan memukul-mukul lantai. Tindakan itu merupakan celaan yang seterang-terangnya terhadap mereka yang belum menghadapi pedang Musashi. Bagi samurai zaman itu, yang terpenting di dunia ini adalah kehormatan. Sebagai golongan, mereka benar-benar saling berlomba mencari jalan untuk mati lebih dulu dalam mempertahankannya. Pemerintah sampai hari-hari terakhir terlampau sibuk dengan perang, hingga tak ada waktu untuk menyusun sistem administrasi yang memadai bagi suatu negeri yang damai, bahkan Kyoto pun hanya diatur dengan seperangkat peraturan yang longgar dan bersifat tambal sulam. Toh pentingnya kehormatan pribadi bagi golongan prajurit itu tetap dihargai, baik oleh kaum petani maupun orang-orang kota, dan ini besar artinya dalam menjamin ketenteraman. Pendapat umum mengenai mana tindakan terhormat dan mana yang tidak telah memungkinkan rakyat mengatur diri sendiri, sekalipun hanya dengan undang undang yang tidak memadai.

142

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

Pada umumnya ada anggapan bahwa ia lebih cocok untuk melanjutkan kerja ayahnya. Mulutnya kering karena tegang. maka ia pun menjadi orang yang berwatak sangat santai. dan bahkan tidak merasa perlu berpesan kapan akan pulang. orang-orang dari Perguruan Yoshioka sama sekali bukan orangorang rendah yang tak kenal malu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sekalipun tidak terpelajar. Konsultasi diam-diam itu berpusat pada Toji dan murid-murid senior lain perguruan itu. Ia pun duduk di tempat guru. Tak lama kemudian. lemah. hal pertama yang terpikir oleh mereka adalah kehormatan. Kebanyakan orang itu berpendapat. kehormatan guru.co. Itu tindakan yang terlampau riskan. Toji mendekati Seijuro. "Dia di kamar kecil di samping kamar terima tamu. kehormatan pribadi mereka sendiri. begitu banyak yang hadir di situ. tapi karena ia anak kedua dan tidak mempunyai tanggung jawab serius. sebagian besar dari mereka berkumpul di sekitar Seijuro. Pagi itu ia sudah meninggalkan rumah dengan teman-temannya ke Ise. Sayang sekali. Dua orang sudah tewas dan beberapa orang terluka. jauh dari pendengaran Seijuro. tetapi Toji dan Ryohei menyuruh mereka menanti. melainkan juga menyadari benar kekurangan Seijuro sebagai seorang pejuang. walaupun tidak diucapkan. Kalau Seijuro pun menderita kekalahan. dan mereka pun menyimpulkan bahwa tidak bijaksana membiarkannya menghadapi Musashi satu lawan satu. dan katanya. kebetulan hari itu Seijuro sedang kehilangan semangat juangnya.webng. Tiga-empat orang menerima perintah dan mulai meninggalkan tempat. "Kami sudah mencapai kesimpulan. dan bersiap-siap menerima salam dari Musashi.com . justru loyo. tidak banyak yang perlu dikuatirkan. Pada saat itu. syauqy_arr@yahoo. yaitu kehormatan perguruan. Ketika mereka sadar kembali sesudah menderita guncangan kekalahan itu. Sebagian besar tidak hanya memprihatinkan nasib perguruan. ia yang seharusnya berada dalam keadaan prima. Dengan menyingkirkan permusuhan perseorangan." 143 thanks to. Meski berlangsung seru. bahwa jika waktu itu Denshichiro hadir. Menyusullah bisik-bisik lama. Dipilihnya salah satu pedang kayu yang disodorkan para muridnya. para anggota keluarga dan beberapa orang lain menggabungkan diri. dan dipegangnya tegak di samping.id and dimhad. memperbincangkan apa yang harus diperbuat. dan kehabisan tenaga. perdebatan dapat diselesaikan dalam waktu cukup singkat." kata seorang murid sambil menunjuk ke seberang kebun. hingga kerumunan itu terpecah dalam kelompok-kelompok. waktu itu juga dan di tempat itu juga. "Panggil dia!" perintah Seijuro. krisis yang mengancam perguruan akan berat luar biasa. "Di mana orang itu?" tanyanya seraya mengikatkan lengan kimononya dengan tali kulit. sebuah mimbar kecil.

Yoshioka Seijuro. "Serahkan pada kami. Mati-matian sekarang ia mencoba membayang-bayangkan apa yang mungkin diperbuat Musashi. Lagi pula." Toji memohon. "Aku tak setuju dengan tindakan seperti itu! Itu pengecut. namun ia sama sekali tidak merasa senang. Menurut pengertiannya. dan menyembunyikan diri. Diam-diam. "Cuma kami tak percaya Anda dapat memperoleh kehormatan dengan mengalahkan dia. sama sekali tidak begitu. lalu memadamkan lampu." kata Toji tegas. "Tuan Muda. Kami yang akan mengurus. dengan mengambil langkah itu. Maka Toji pun mengungguli suaranya. Kedudukan Anda terlalu tinggi untuk menghadapi gelandangan kurang ajar seperti itu.webng." Belum selesai mereka beradu pendapat. Apa pun kekurangan Toji. "Apa menurutmu aku. tidak. Ia pun melonggarkan pedang dalam sarungnya dan menaikkan lengan kimononya. seperti kucing. Itulah satu-satunya cahaya yang ada di sekitar tempat itu. dan ini membuatnya sangat sedih. Banyak juga mata lain mengintip ke arah yang sama.co. Seijuro tetap duduk. berarti para muridnya menilai rendah kemampuannya." kata Toji berbohong. jumlah orang yang berada di dalam ruangan sudah berkurang lebih dari setengahnya. bukan? Hanya satu yang penting. Para penyerang meletakkan pedangnya di tanah di hadapan mereka." Namun Seijuro tak juga bisa menerima. Rumah itu semakin dingin dan senyap seperti dasar sumur. Karena tak dapat duduk tenang. dan katanya keras. sampai akhirnya ia pun tersengal-sengal dan hampir tidak dapat mengendalikan kemarahannya lagi. ke arah pintu belakang dan ke kamar-kamar dalam. "Mengakali dia?" Toji mencoba meredakan dengan gerakan mata. lalu menyergapnya?" "Tenanglah.com . "Dia sama 144 thanks to. ia telah memperoleh latihan sebagai seorang samurai. Seijuro tampak semakin berang. tapi Seijuro terus juga membangkang. menahan napas dan mendengarkan baik-baik setiap bunyi yang dapat mengungkapkan kepada mereka sedang apakah Musashi. tapi Seijuro tidak dapat diredakan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar laporan yang disampaikan dengan bisikan itu. Sekalipun dalam batas-batas tertentu ia puas karena tidak harus bertempur melawan orang asing itu.id and dimhad. kita tak dapat menangguhkannya lagi. Bagaimana kalau sampai kedengaran orang bahwa Perguruan Yoshioka takut pada seorang prajurit tak dikenal. yaitu tidak membiarkan dia pergi dalam keadaan hidup. dan secara hampir tidak kelihatan menghilang ke kegelapan. mereka menghilang ke kebun. Lewat pintu-pintu kamar Musashi yang tertutup kertas ia dapat melihat cahaya lampu yang berkelap-kelip lembut. syauqy_arr@yahoo. Seijuro pun bangkit dan berdiri dekat jendela. tidak ada alasan kenapa orang di luar rumah ini mesti tahu soal itu. Ia pun terkenang bagaimana ia telah mengabaikan latihan sejak meninggalnya ayahnya. akan kalah dengan si Musashi atau siapa pun namanya itu?" "Oh.

"Mestinya begitu. bantalan yang tadi didudukinya masih di sana. memberitahukan kepada yang lain-lain bahwa Musashi sudah pergi. mengentakkan kaki dengan marah dan memaki-maki orang yang menjaga kamar yang kecil itu. dan masih ada cangkir teh yang belum disentuh. Musashi masih duduk di sana sejenak sebelum itu. Lampu masih menyala. syauqy_arr@yahoo. dan semua pintu lain dalam kamar itu pun gemerantang terbuka. Sambil bersumpah tak akan membiarkan Musashi meloloskan diri. Tapi dalam beberapa detik saja seseorang menyerukan serang. berseru. Mereka pun bertukar pandang. terlepas dari lekuknya akibat hantaman itu. Toji pun memberikan isyarat ke kanan dan ke kiri. Agaknya itulah yang terjadi. dia sudah membuktikan dirinya cerdik. Tak ada jalan baginya untuk pergi tanpa terlihat. Bagian bawah pintu bergeser sekitar dua kaki ke dalam kamar. 145 thanks to. Mendengar bunyi itu. Tapi Musashi tak ada! Satu orang berlari ke beranda. Akhirnya Toji yang licik dan persis berada di luar kamar Musashi. Mungkinkah dia sekadar duduk diam di kamar itu? Pengepungan kami cukup hati-hati. kalau tidak. Setiap orang yang mencoba hidup sebagai prajurit pasti mengetahuinya. Betul begitu!" Orang-orang itu menanti dengan gelisah. barangkali dia sudah tertidur. tapi segera kembali ke kamarnya lagi. tapi dia seorang pendekar hebat. Kemungkinan dia sedang berdiri di sana dalam keadaan siap tempur. Dari bawah beranda dan dari tempat-tempat gelap di kebun para murid dan pesuruh pun berkumpul. "Musashi! Maaf membiarkanmu lama menunggu! Boleh aku bertemu sebentar?" Karena tak ada jawaban. ketika seseorang membawakan lampu.co. "Mm. Ia memang pergi ke kamar kecil kurang dari sejam sebelum itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sekali tak dikenal di ibu kota.webng. tapi dia tentunya merasa bahwa orang banyak sedang mendesaknya sekarang. Memang sudah lama juga dia menanti. Toji menyimpulkan bahwa Musashi memang sudah siap menanti serangan. diamdiam saling menanyakan. membiarkan lampu menyala untuk membuat orang-orang ini kehilangan kewaspadaan dan tinggal menanti serangan pertama. Namun para penjaga tetap menyatakan bahwa Musashi tak mungkin pergi. orang-orang yang seharusnya menyerbu ke dalam kamar secara tak sengaja mundur selangkah. "Dia tak ada!" "Kamar kosong!" Suara-suara yang mencerminkan pulihnya keberanian pun terdengar menggerutu menyatakan tak percaya. anglo masih menyala dengan baik. siapa yang pertama-tama akan maju menyerbu dan mempertaruhkan nyawanya.id and dimhad. dia sudah mati sekarang.com . kemudian menerjang ke arah pintu. karena orang yang menjadi sasaran nafsu membunuh mereka juga sama inginnya membantai mereka. "Di pihak lain.

Rupanya dia cuma semacam benalu. "Uh. belakang. ketika orang keempat datang berlari dan berseru. "Apa dia pemilik Yornogi?" "Tidak. Pedang orang itu sudah mau ditebaskan kepada mereka. "Dari sini dia pergi! Lihat. Orang yang terkepung itu memperoleh kembali kekuatannya dan membalik menghadapi para penangkapnya. "Itu dia!" Dekat gerbang belakang. satu orang memekik." Sementara mereka memandangnya dengan diam dan curiga. "Pengecut!" "Mau lari.webng. ya?" "Sesudah tindakanmu hari ini?" Terdengar bunyi tonjokan dan tendangan keras. Baru saja mereka berduyun-duyun keluar dari gerbang depan. pasti dalam hatinya ia seorang pengecut! Jalan pikiran ini mengobarkan kembali semangat para pengejarnya yang beberapa lama sebelumnya sudah sangat kehilangan semangat.com . Matahachi tenang-tenang merapikan rambutnya yang kusut dan meratakan kimononya. dan katanya heran.id and dimhad. "Sudah kalian tangkap?" tanyanya. papan-papan lantai ini sudah lepas. Apa kerjanya di dekat-dekat gerbang ini? Mematamatai?" 146 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa maksudmu dia tidak kelihatan. "Tunggu! Salah! Ini bukan orang yang kita kejar. menyeberang jalan. "Hei." Matahachi menurunkan pedangnya. juga lolongan menantang." "Kelihatannya memang mencurigakan." Toji memperhatikan tangkapan itu dengan lebih saksama. Toji sampai di tempat kejadian. Dua-tiga orang murid berhasil mengejarnya antara Kuyado dan puing-puing kebakaran Honnoji. Kau kenal dia?" "Baru tadi siang aku melihatnya di Warung Teh Yomogi. dan masuk lorong gelap di sisi lain. nyonya rumah mengatakan padaku bukan. kau benar! Bukan Musashi!" Selagi mereka berdiri di sana dengan kebingungan. Tepat waktu itu satu orang yang selama itu celingukan di kamar kecil berseru. Sosok itu berlari seperti kelinci. seperti angin?" satu orang bertanya dengan nada mencemooh. syauqy_arr@yahoo. satu sosok melejit keluar dari bayangan. Tak mungkin dia sudah pergi jauh!" "Kejar dia!" Kalau Musashi memang melarikan diri. melenceng ke satu sisi ketika hampir mencapai dinding di ujung lorong. dan samping. "Ini orang yang kalian kejar?" "Ya. dan orang-orang itu pun berdiri. Dalam sekejap ketiga orang yang menjambak tengkuknya terjerembap ke tanah. orang lain-bukan orang yang bikin ribut itu.co." "Belum lama lampu itu tadi dirapikan.

Paling tidak. ia pun merasa melihat wajah Takezo di hadapannya.." gumamnya. syauqy_arr@yahoo. "Berapa umur orang yang namanya Musashi itu?" "Mana aku tahu?" "Apa kira-kira seumurku?" "Kira-kira begitu. "Ini bukan waktu yang tepat. orang itu pun lari. Tapi kalau gerombolan Yoshioka itu berhasil mengejarnya.webng. Boleh jadi dia lain sekali dengan dahulu." "Kukira 'Musashi' itu cara lain untuk membaca dua huruf yang bisa dipakai menuliskan 'Takezo'. Orang itu berhenti." Maka disurukkannya tangannya ke dalam obi. Matahachi mendekatinya. Matahachi lalu berjalan pelan-pelan di samping parit gelap itu. Sekarang kita berpencar saja dan jalan. Menghadapi parit Honnoji.." "Nah.com .id and dimhad. Tiap kali menendang. Ya. kita bisa tahu di mana dia tinggal. kau bisa mendapat kesulitan besar hari-hari ini. dan tanyanya. kan?" "Kenapa kau menanyakan sernua itu? Apa dia temanmu?" "Ah. "Ada apa?" tanyanya." Terdengar suara-suara mengiakan. ingin aku memperingatkannya. Aku cukup punya harga diri dan takkan membiarkan dia memandang rendah kepadaku. dan mereka pun berangkat. Ketika orang terakhir lewat.. kemungkinan mereka akan membunuhnya. dan sekali-sekali berhenti untuk memandang bintang-bintang. Aku cuma heran." "Apa dia dari Desa Miyamoto di Provinsi Mimasaka?" "Ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tapi Toji sudah mulai bergerak. dan mulailah ia menendang-nendang sebuah batu dengan jari sandalnya. "Pasti dialah itu!" demikian kesimpulannya. "Kalau kita menghabiskan waktu dengan dial kita akan kehilangan Musashi." 147 thanks to. Ia rupanya tidak mempunyai tujuan khusus. tidak. sementara orang-orang itu lewat berlarian. Di mana dia berada kira-kira? Paling tidak. lain kali apa tidak lebih baik kau jauh-jauh saja dari tempat-tempat yang bukan tempatmu? Kalau tidak.co. "Dia tentunya sudah mengubah namanya menjadi Musashi dan menjadi pemain pedang." Sesudah menyampaikan peringatan itu. ia pun berseru kepadanya. Matahachi berdiri diam dengan kepala menunduk. "Aku akan malu kepadanya kalau dia melihatku dalam keadaan seperti ini.

id and dimhad. "Kau pergi meninggalkan istri dan anak kelaparan. rambutnya awut-awutan dan payudaranya tergantung-gantung seperti tetek sapi.webng. "Apa kaubilang. orang sinting tua?" Para tetangga bergegas datang dan mencoba melerai. Musashi sebetulnya ingin mencoba bekerja dengan tanah liat itu." demikian kagumnya.co. Sebuah piring melayang keluar dari pintu salah satu gubuk bobrok itu dan pecah berantakan di jalan. menurut pendapatnya. sloki sake. "Sekarang mau pergi ke mana kamu. ia sudah berdiri di luar. Sejak kecil ia menyukai pekerjaan tangan. demikian tuanya hingga lumut sudah menumbuhi tepi-tepi atapnya. dan tidak jauh dari situ seekor anjing menggonggong. yang agaknya seorang pekerja tangan. Musashi tersenyum ironis dan membalikkan badan menuju toko barang tembikar. "Ternyata diperlukan banyak teknik untuk membuat barang sederhana itu saja. Beberapa waktu sebelum pecahnya pertengkaran keluarga itu. orang udik?" jeritnya serak. Sekejap kemudian menyusul pula istrinya yang bertelanjang kaki. paling tidak ia akan dapat membuat mangkuk teh sederhana. berderet-deret piring. lalu datang lagi merangkak seperti cacing!" Dari dalam rumah terdengar suara anak-anak menangis. Melihat betapa cekatan orang itu menggerakkan jari-jarinya dan memainkan kape-nya. bahkan kemampuan melakukan tugas yang sederhana dengan baik. Perempuan itu akhirnya berhasil mengejar suaminya. dan mulai memukulinya. menyusul terhuyung ke luar. Di sebuah sudut toko itu. dan kendi. di sebuah meja panjang darurat yang terbuat dari papan pintu tua. syauqy_arr@yahoo.com . jalan itu semerbak oleh bau ikan asin yang dibakar di atas arang. mengamati para pembuat tembikar dengan kegairahan kanak-kanaknya. Konsentrasi mereka sungguh bulat. Karena mata mereka terpaku kepada pekerjaan. Di bawah sinar matahari siang yang panas. menangkap gelung rambutnya. Berhadapan dan Mundur SEPANJANG jalan setapak berbatu yang menuju Kuil Kiyomizudera berdiri sederetan rumah kumuh dengan atap papan yang tersusun seperti gigi rusak. Ia merasa menghargai teknik.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 11. mereka seakan-akan sudah menyatu dengan tanah liat itu. seni. Dua lelaki yang ada di dalam tidak menyadari kehadirannya. Hari-hari itu sering kali ia merasa amat kagum pada kerja orang lain. Barang barang itu dijual untuk tanda mata dengan harga dua puluh atau tiga puluh sen saja kepada orang-orang yang pergi atau datang dari kuil. Sesuatu yang bertentangan sekali dengan kesungguhan para tukang tembikar pada pekerjaan 148 thanks to. Seorang lelaki umur sekitar lima puluh tahun. Namun justru pada waktu itu salah seorang tukang tembikar yang umurnya hampir enam puluh tahun mulai membuat mangkuk teh. terutama jika itu adalah keterampilan yang tidak dikuasainya. Musashi pun sadar bahwa ia terlalu tinggi menilai kemampuannya sendiri.

com . dan mulailah ia mendaki lereng terjal Kiyomizudera. "Tuan. dan sudah lama menjadi tempat berkumpulnya jenderal-jenderal ternama dan prajurit-prajurit legendaris? Namun selama berada di sana. apa nama Tuan Miyamoto?" "Ya. 149 thanks to. tuan yang di sana! Ronin!' "Maksud Anda. Musashi pun merasa jalannya sendiri masih panjang. tapi ia mengira. Sekalipun selalu memenangkan pertandingan. Tak dapat ia memperkirakan. belum pernah ia menemukan satu pun pusat latihan yang mengajarkan kepadanya sesuatu yang benar-benar pantas diberi ucapan terima kasih. tapi karena tak seorang pun muncul. tak dapat ia menetapkan apakah itu disebabkan ia yang bagus atau lawan-lawannya yang jelek. dan tongkat yang dibawanya. Dalam hati ia merasa sangat hormat kepada orang-orang tua bergelimang tanah liat yang sedang bekerja pada rodanya itu. Terpikir oleh Musashi.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mereka adalah hina-dinanya pondok papan mereka. Melihat pakaian katunnya yang berlapis. "Hei. kakinya yang telanjang.. ia kembali mendaki. dan sempat bertanya-tanya kepada dirinya apakah ia tidak terlampau kritis terhadap diri sendiri semenjak dikurung di Himeji dulu. jika ia ingat bagaimana ia mencapai taraf kesempurnaan dalam seni pedang yang diinginkannya itu.id and dimhad. konsentrasi. hanya kekecewaan yang diperolehnya di setiap perguruan itu. Baik dalam hal yang pertama maupun kedua. Tergugah oleh keberhasilannya. apakah mereka selalu dapat makan cukup. siapa yang kini telah menyuruh salah seorang dari mereka itu untuk menanyakan namanya. Hidup ini agaknya tidak semudah kelihatannya. Sebaliknya. ia pun merasa bersalah dan patut dihukum." "Terima kasih.. Belum lagi jauh. ia pun sampai kepada pemikiran untuk merasa bangga akan keahliannya. Musashi melihatnya memasuki rumah yang nampaknya warung teh. Sewaktu melewati daerah itu tadi. syauqy_arr@yahoo. saya?" tanya Musashi sambil menoleh. orang itu adalah pemikul joli. siapa pun yang telah menyuruh itu pasti akan segera datang menemuinya. terdengar suara memanggilnya dari bawah. Ia pun berdiri dulu di sana sebentar. Keinginannya semula adalah melihat Kyoto sebagai tempat penuh orang yang telah menguasai seni bela diri.co. karena dalam tiga minggu terakhir itu ia telah mengunjungi pusat-pusat latihan terkenal lain di Kyoto disamping Perguruan Yoshioka. Bukankah kota itu ibu kota kekaisaran dan dahulu menjadi pusat ke-shogun-an Ashikaga. kalau para samurai yang dijumpainya itu memang gambaran dari samurai masa kini. Memikirkan keterampilan. Dari balik jenggotnya ia berkata. ingat akan bahaya puas diri. Pikiran itu sungguh pikiran yang menyadarkan." Orang itu pun membalik dan turun ke Bukit Chawan. cukup sopan untuk orang yang kedudukannya serendah itu. Tetapi sekarang. dan kesetiaan yang dicurahkan untuk membuat barang-barang semurah itu. ia memang melihat satu rombongan besar kuli dan pemikul joli sedang berdiri di sanasini di bawah sinar matahari. berarti negeri itu berada dalam keadaan memprihatinkan.

Aku mau menempuhnya. Impian yang dimilikinya lain jenisnya. tetapi zaman tidak lagi membutuhkan orang-orang dengan bakat seperti mereka. jalan menuju kebesaran itu kini tidak lagi terletak dalam memenangkan perang. Ieyasu sudah mengatur segala hal." Sesaat ia singkirkan gagasan-gagasan itu dari pikirannya dan mencoba meninjau keadaan dirinya secara objektif. Namun sekarang ia merasa hal itu tidak lagi menggelikan." pikirnya." Ia pernah membaca bahwa pada abad sepuluh.webng." Sampai di tepi tebing karang ia jatuhkan topi anyaman yang dipakainya ke tanah dan duduk. karena aku lahir sebagai manusia. "Aku ingin menempuh hidup yang berarti. Sementara ia duduk merangkul lutut. atau biarlah dia mati. Kiranya bagus juga menjadi seorang Hideyoshi atau Ieyasu. tapi masih dapat aku memimpikan dunia yang harus kutaklukkan sendiri. Merenungkan perjuangan panjang yang harus ditempuh Tokugawa Ieyasu dalam mengubah keinginan itu menjadi kenyataan.id and dimhad. kalau menang perang. Sekarang rakyat hanya menginginkan perdamaian yang telah begitu lama mereka rindukan. Jadikanlah dia pemain pedang terbesar di negeri ini. bergejolaklah ambisi yang sederhana namun kuat dalam dadanya yang masih muda. Kalau orang muda tidak dapat menggantungkan cita-cita besar dalam jiwanya. "Ini zaman baru. Pemikul joli tadi pun mempunyai impiannya sendiri.com . 150 thanks to. tidak lagi ada keperluan akan perang-perang berdarah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Di sepanjang jalan itu ia berhenti menjenguk kuil-kuil terkenal. Tetapi jelas. "Sisa hidupku masih ada di hadapanku. Ia berpikir tentang Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi. Dari situ ia dapat memandang seluruh kota Kyoto. mereka akan membagi Jepang di antara mereka berdua." Yang kedua: "Ujilah Musashi yang hina ini dengan kesulitan. dan jalan Pedang adalah jalan yang telah dipilihnya. Sukar memastikan kebenaran cerita itu. dan di tiap kuil ia membungkukkan badan dan mengucapkan dua doa. Tak seorang pun dapat menghentikanku melakukan itu. Doa pertama: "Lindungilah kakak perempuanku dari bahaya. Ia memiliki pedang. tentang visi mereka untuk mempersatukan Jepang dan tentang banyak pertempuran yang telah mereka lakukan untuk mencapai tujuan itu. Di Kyoto yang terhampar di bawah sana kehidupan tidak lagi soal untung-untungan. Memang terlambat aku menempuh jalan yang dilalui Nobunaga atau Hideyoshi. syauqy_arr@yahoo. siapa lagi yang dapat? Saat itu Musashi pun membayangkan bagaimana ia dapat menciptakan tempatnya sendiri di dunia ini. Musashi pun sadar sekali lagi. dua pemberontak bernama Taira no Masakado dan Fujiwara no Sumitomo yang sama-sama ambisius telah bergabung dan bersepakat. tapi Musashi ingat. waktu itu ia berpendapat alangkah bodoh dan tidak realistis sekiranya mereka percaya bisa melaksanakan rencana gila-gilaan semacam itu. tapi ada beberapa persamaan. betapa susahnya berpegang teguh pada cita-cita.co.

id and dimhad. Dari arah Bukit Sannen kedengaran nyanyian berirama pengatur langkah oleh orang-orang yang membawa beban. ia pun puas karena telah menemukan hubungan antara seni bela diri dan visinya mengenai kebesaran. mereka membentuk kelompok-kelompok di luar lingkaran kuli-kuli yang mengepung Musashi. Penuh rasa ingin tahu. yang tergantung pada blandar pintu masuk kuil. Ia pun berdiri saja di sana dengan sabar. sambil mencoba mengabaikan mereka. Suara itu makin lama makin dekat. wajah pemikul joli muncul kembali di bawah tebing karang. Mereka mulai mendaki bukit menuju ke arahnya. "Kali ini kita 151 thanks to. dan tukang jualan menajamkan mata untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sementara ia duduk tenggelam dalam pemikiran itu." Si pengusung melipat kakinya dan Osugi pun melompat sigap ke tanah sambil mengucapkan terima kasih. syauqy_arr@yahoo. lambat atau cepat mereka akan bubar. Kesan Musashi adalah mereka sedang saling merangsang semangat. sampai akhirnya dua orang memasuki pekarangan kuil dengan menggendong seorang perempuan tua dan seorang samurai desa yang tampak agak lelah. sejumlah besar orang telah mengepungnya dari jauh. Dan punggung pengusungnya Osugi melambaikan tangan dengan gerakan cepat. juga seni pedang yang dikuasainya dalam hubungan kehadirannya sebagai manusia. "Di sini saja. dan katanya. la menudingkan tongkat bambunya kepada Musashi. sambil membaca dan membaca sekali lagi kata-kata pada tanda peringatan itu: "Kaul sejati". yang penting sejak sekarang dan untuk seterusnya adalah pedangnya dan masyarakat sekitarnya. barangkali ada kekeliruan.co. peziarah. Musashi yang kini berada di depan tangga Hongando memang sedang menengadah memperhatikan tanda peringatan yang sudah dimakan cuaca. Kalau demikian. Lagi pula. "Itu dia di sana!" Musashi memandang ke bawah. Tetapi tak lama kemudian ia melihat jalannya tercegat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bagi Musashi. dan serunya. ia berjalan terus mendaki bukit. Walaupun ia tahu dapat membereskan mereka dengan cepat. Ia pun bangkit. Mereka pun mulai bicara antara sesamanya dengan suara tertahan-tahan. Pada saat memperoleh pemahaman mendalam itu. "Ini dia datang!" salah seorang kuli berteriak.webng. Dengan bergandengan tangan dan mengacung-acungkan tongkat.com . Seorang dari mereka menyeringai memperlihatkan giginya dan memberitahukan kepada yang lain-lain bahwa Musashi rupanya "sedang memperhatikan tanda peringatan atau entah apa". Pekarangan dalam gerbang barat kuil itu dengan segera penuh orang. tampak olehnya orangorang di belakangnya itu berhenti. Ia merasa gelisah dan bertanya-tanya dalam hati apakah ia sebaiknya menakutnakuti mereka dengan teriakan perang. ke arah kuli-kuli yang sedang bergerak ke sana kemari sambil berteriak-teriak. Sembari menoleh kepada Paman Gon. dan sekarang para pendeta. ia berkata. tak ada gunanya ribut dengan gerombolan pekerja kasar itu. Ketika ia menoleh.

tapi tak mungkin dia belajar banyak. dan kedua orang itu pun menerobos lingkaran manusia tersebut. Sesudah minum seteguk besar. "Pastikan dulu apa Anda sudah betul-betul siap. ia mengeluarkan tasbihnya dan memejamkan mata.com . "Mana dia?" seru Osugi. ia pun langsung menuju tangga depan Hongando dan duduk di tangga." Seorang kuli berlari datang membawa segayung air untuk Osugi. Takezo itu cuma manusia jerami.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI takkan membiarkannya lepas. "Siapa menganggap ini lucu? Ini bukan bahan tertawaan. Pemandangan itu ternyata agak terlampau melodramatis." kata yang lain." dan menuding bangga ke arah kuil." "Tapi dia sudah begitu tua! Malah pengiringnya juga sudah goyah kakinya! Mestinya ada alasan kuat. Diilhami oleh semangat keagamaannya. Salah seorang kuli pikul menjawab. Melulu karena itu saja patutlah dia kita hormati. Bisa saja dia belajar sedikit cara memakai pedang. "Apa perempuan tua ini betul-betul mau menantang duel ronin itu?" "Kelihatannya begitu. tapi tidak. Sementara para pekerja memberikan dorongan dan dukungan bagi Osugi." "Tentulah sekitar permusuhan keluarga!" "Lihat tuh! Dia memarahi lelaki tua itu. "Pada umur seperti itu.co." "Orang-orang samurai ini lain dengan kita. lalu mulai menggerakgerakkan bibir. dia malah di sini menggantikan anaknya menuntut balas atas penghinaan terhadap keluarganya. Saban hari selalu dia berdoa di kuil ini selama hampir dua bulan. Tanpa memperhatikan Musashi atau orang banyak yang memandangnya. mengapa mereka mencoba menghadapi orang yang begitu jauh lebih muda." salah seorang kuli pikul mengingatkan. perempuan tua ini mestinya dapat hidup senang di rumah. para penonton merasa cemas. syauqy_arr@yahoo. "Itu di sana." nasihat yang lain. "Tenang saja. Ada memang nenek-nenek tua yang betul-betul gagah berani. "Sekarang jaga jangan sampai kau bingung. kan?" Pakaian dan sepatu kedua orang itu mengesankan seolaholah mereka hendak menghabiskan sisa hidupnya dalam perjalanan. dan akhirnya hari ini orang itu muncul. Paman Gon menangkupkan kedua tangannya dan berbuat demikian pula. Paman Gon membasahi gagang pedangnya dengan ludah." kata kuli yang lain." 152 thanks to. Seketika itu juga salah seorang kuli memutar badan dan katanya menantang. tak sampai sepuluh langkah dari Musashi. Osugi menyerahkan gayung itu kepada Paman Gon dan berkata tegas kepadanya.id and dimhad. bermain dengan cucu-cucunya. dan salah seorang penonton mulai tertawa terkekeh.webng. "Orangnya tampak tangguh. sebab tak ada yang perlu dibingungkan. orang sinting! Jauh-jauh perempuan tua ini datang dari Mimasaka untuk mencari manusia sampah yang melarikan istri anaknya. Tenang saja kamu!" Untuk memelopori.

co. sukarlah baginya mengekang kekesalan terhadap rasa benci yang disimpan keluarga Hon'iden terhadapnya selama ini. sambil meletakkan tangan kirinya ke pedang pendek di pinggangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Orang ketiga mengatakan. Dia punya semangat. jika saja Matahachi ada. "Takezo!" seru Osugi keras. kegairahan pun meningkat. sungguh! Sudah tua.com . syauqy_arr@yahoo. Seluruh perkara itu tidak lebih dari soal kecil Miyamoto." Ketika orang banyak mengetahui sebab-sebab Osugi berada di situ. "Takezo!" katanya lagi. Ia ingat peringatan Takuan di Himeji bahwa ia kemungkinan akan bertemu dengan Osugi. Ia tak dapat menjawab." "Kau benar! Tapi mari kita lakukan sekarang saja! Tak dapat kita berdiri saja di sini dan membiarkan dia terbunuh. ia sungguh bingung mengenai apa yang hendak diperbuat di sini.webng. Di luar itu aku tak butuh omongan kalian.id and dimhad. Osugi memasukkan tasbih ke dalam kimononya dan keheningan pun mencekam pekarangan kuil. dan sambil mendongakkan kepala ke depan ia pun meneriakkan tantangan. Membantu pihak yang lemah itu benar! Kalau nanti dia kalah. Selama itu Musashi hanya berdiri tak bergerak. pikirannya serba ragu. "Takezo itu selamanya namamu di kampung. "Lihat bajingan itu! Dia takut!" seorang kuli berseru. sekarang ini. Bahkan ketika Osugi memanggil namanya pun ia berbuat seolah-olah tidak mendengarnya. mari kita hadapi sendiri ronin itu. Bagaimana kita mesti menjawab tantangan seorang perempuan tua yang sudah reyot dan seorang samurai yang sudah kisut wajahnya? Musashi tetap diam memandang. Sekali lagi Musahi tidak menjawab. Betul-betul tak tahu ia bagaimana akan menjawab. "Bersikaplah jantan! Beri kesempatan perempuan ini membunuhmu!" cemooh yang lain. ia pun bergerak beberapa langkah mendekati Musashi. kita mesti membantunya sedapat-dapatnya. Kalau kami berdua nanti terbunuh. Namun demikian. "Kita bukan membantu dia karena dia memberi kita uang. Tak gentar oleh hal itu. betul? Tapi 153 thanks to. kemudian memandang para pemikul dan mendecap merah. jadi kenapa kamu tidak menjawab? Kudengar kau sudah mengambil nama baru yang bagus-Miyamoto Musashi. "Diam kalian! Kalian cuma saksi. tapi tidak takut berkelahi. Paman Gon yang berdiri di samping Osugi memilih saat itu untuk mengambil sikap menyerang. Sebetulnya ingin ia mengabaikan saja perempuan itu sama sekali. Beberapa penonton mulai mendorong kuli-kuli itu maju. kalian yang mengirim mayat kami kembali ke Miyamoto. tapi ia sangat tersinggung oleh pembicaraan para kuli yang tersebar di tengah orang banyak itu. Perempuan itu mengedipkan mata dan menggelengkan kepala. Tak satu orang pun tidak berada di pihak Osugi. suatu salah paham yang dapat dengan mudah dijelaskan. juga bantuan kalian!" Sambil menarik pedang pendeknya setengah jalan dari sarungnya. Lagi pula. Menurutku.

tapi akhirnya ia pun berkata dengan suara mengguntur. ha." "Takezo! Maju dan ayo berkelahi!" "Apa yang kau tunggu?" Musashi tidak beranjak. atau kau berhasil lagi tetap hidup!" Dengan suaranya yang sudah layu. Memang aku sudah tua. "Apa pedang di tanganmu itu cuma hiasan? Apa tak tahu kamu menggunakannya?" Wajah Musashi seperti topeng. "Aku tak dapat melakukannya." Mulailah ia berjalan ke arah mereka. "Ke-ke mana kamu pergi. syauqy_arr@yahoo. karena ia mencekal lagi pedangnya dan berjalan kembali ke sisi Paman Gon. dan seseorang menjerit. tapi tiba-tiba ia terantuk batu dan jatuh ke depan. terlalu takjub.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bagiku tetap saja kamu Takezo! Ha. mendarat tengkurap hampir di kaki Musashi. Kemudian perempuan tua itu mengejutkan semua orang. "Minggir kau!" Osugi menoleh kepadanya dengan marah. memandang dua orang tua itu dan pedang mereka yang sudah terhunus. "Bisa terbunuh dia!" "Cepat selamatkan dia!" Tetapi Paman Gon hanya menatap muka Musashi.com .co. Agaknya ia mau membunuh Musashi dengan kata-kata. Dan nenek moyang orang Hon'iden juga beserta kita! Tak ada yang perlu ditakutkan. dan kami selalu mencarimu selama ini. lalu kembali mengambil sikap menantang. Paman Gon. Takezo?" "Tak bisa aku menggunakan pedangku. Ayo sekarang berkelahi! Akan kita lihat.id and dimhad. sebelum pedang dihunus. "Sudah empat tahun kau selalu meloloskan diri. "Ada apa. tapi tak bakal aku kalah dengan orang macam kamu! Siap-siap saja kau mati!" Sambil menarik pedangnya ia pun berteriak kepada Osugi. Takezo! Kau takut?" Ia pun maju dengan badan dimiringkan dan siap menyerang. Orang banyak terkesiap. Osugi berteriak." 154 thanks to. dan Paman Gon dan Osugi pun seketika undur ke sisi masing-masing. dan aku tahu dewa-dewa pasti berbuat begitu.webng. ha!" Leher keriput itu menggetar selagi ia tertawa. orang sinting tua? Kau sendiri yang menggigil!" "Tidak apa! Bodisatwa kuil ini akan melindungi kita!" "Betul. Sekarang doa kami di Kiyomizudera sudah memasukkanmu dalam genggaman kami. hingga tak dapat bergerak. "Kenapa kamu. "Apa kaukira dapat mencegahku mencari jejakmu. orang udik?" teriak Osugi. "Apa maksudmu. apa kubawa kepalamu pulang. hanya karena kau mengubah nama? Bodoh sekali! Dewa-dewa di langit sudah memimpinku menemukanmu. Paman Gon pun mengeluarkan tantangannya sendiri. Ia berdiri saja seperti orang bisu-tuli.

co. Kemudian.webng. syauqy_arr@yahoo. 155 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Berhenti! Kenapa tidak berhenti dan berkelahi?" "Sudah kukatakan! Tak bisa aku!" Ia berjalan terus ke depan. tanpa sekali pun membelok. Osugi pun berteriak. ketika orang pulang lewat lereng bukit-bukit Sannen dan Chawan yang gelap. tapi ketika mereka kira telah mengimpitnya. terutama Osugi dan Paman Gon.id and dimhad. Begitu tersadar kembali. ternyata ia tidak lagi di sana. ringan bagai kucing ke atas dinding setinggi hampir dua meter di gerbang barat dan menghilang. tapi kemudian jadi tertegun. Bukan main bingungnya mereka. Tak seorang pun percaya. tanpa menoleh ke kiri atau ke kanan. seseorang bersumpah telah melihat Musashi melompat. mencari dengan kalutnya di bawah lantai-lantai bangunan kuil dan di tengah hutan untuk menemukan mangsa mereka yang telah lenyap itu.com . Mereka pun memecah diri menjadi kelompok-kelompok kecil dan terus juga hilir-mudik sampai matahari tenggelam. "Dia lari! Jangan biarkan dia lolos!" Orang banyak pun sekarang bergerak mengepung Musashi. Ia langsung melintasi orang banyak. Mata mereka menyala keheranan.

Di dapur yang kotor lantainya. Jo?" seru pak tua pemilik penginapan dari kamar belakang. Untuk sewa kasur jerami. "Kamu itu. Peri Air DI sebuah dusun sebelah barat laut Kyoto. Hujan salah musim menembus atap lalang.com . tak lebih dari sepuluh atau sebelas tahun. walau dari jenis yang termurah. Tamuku belum kembali.. Bapak sudah begitu tua. Tapi ini sedikit sukar. sejumlah biasanya. Hanya sedikit yang dapat membeli kemewahan itu. sebuah tempat kotor lain di jalan itu. Pakaiannya pun sesuai untuk peran itu: kimono yang hanya sampai paha dengan lengan berbentuk tabung." "Mau saya tuliskan?" "Sok bisa kamu!" 156 thanks to.webng. Selamat malam!. Bapak mau menyuruh saya ambil sake?" "Tidak hari ini. menyatakan rumah itu sebuah penginapan.." "Oh.. "Halo!. Umurnya. Rambutnya yang basah oleh hujan dan menjurai menutupi telinga membuat ia tampak tak lebih besar dari peri air dalam lukisan khayal. Rumah itu bertuliskan huruf-huruf tebal dan kasar. "Ya. mereka harus bayar lagi. Aku belum butuh. hingga waktu senja asap api dapur hanya mengepul dari beberapa rumah saja.. suara anak itu terlalu keras kedengarannya. nanti aku ambil sendiri.id and dimhad. Ada orang di sini?" Ia anak suruhan toko minuman. syauqy_arr@yahoo. tentunya dia perlu sake.co. Musafir yang berhenti di situ hanya orang-orang melarat yang cuma menyewa lantai." "Kalau dia kembali. Sebuah topi anyaman tergantung di bawah tepian atap sebuah rumah kecil. seorang anak lelaki melongok dengan tangan bertumpu pada tatami kamar sebelah yang lebih tinggi letaknya. Melihat orangnya." Enggan pergi tanpa membawa pesanan. dentam-dentam berat alu penumbuk padi menggetarkan bumi." "Kalau dia kembali. akan kukirimkan lewat kuda beban ke Kurama besok. tapi masih belum bisa menulis!" "Cukup! Kalau sampai kudengar kamu lancang lagi. Kemiskinannya demikian sarat. anak itu pun bertanya. "Apa yang Bapak kerjakan?" "Aku lagi nulis surat. dan seutas tali besar pengganti obi. sampai sudah mulai bungkuk. kuambilkan pentung kayu api.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 12. lucu juga. Tempat itu semacam tanah tak bertuan yang terletak antara kota dan daerah pertanian. Lumpur yang memercik tidak mengotori punggung ketika ia berlari dengan bakiaknya. Akan saya bawakan nanti. jangan ganggu aku. Dan punggungku pun sakit. Di tengah kamar itu terdapat perapian yang hampir mati. di samping pintu masuk. Diamlah.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bisa. Musashi berhenti di pintu dan memeras air dari lengan bajunya. Tapi Bapak boleh berikan ini pada saya untuk bayarannya. ya? Huruf yang Bapak tulis itu artinya 'tongkat'. Karena ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan. "Kenapa Bapak sebut saya kikuk? Bapak sendiri yang tak bisa menulis!" "Hidungmu menetesi kertas.id and dimhad. dong. dan gerutunya. Jotaro menengadah ke wajah Musashi. ya? Baik. dan begitu saja melemparkan karung arang yang baru diambilnya di suatu tempat dan tadi dibawa di atas kepalanya." "Oh." "Lima gelas?' "Tidak sebanyak itu yang kubutuhkan. kecuali Bapak sendiri." "Baik." "Oh." "Nah. Penginapan itu telah terasa seperti rumahnya." Jotaro duduk dan mengambil kuas. Tak ada yang dapat menduga maksud surat ini. "Asal Kakak mau beli sake. Baru saja surat itu selesai ditulis. kemudian buru-buru menyembunyikan kuas dan kertas di belakangnya. Bungabunga mesh muda menyambutnya tiap pagi semenjak ia datang." kata Jotaro menggeleng." 157 thanks to. la memandang surat itu dari atas bahu orang tua itu." keluhnya. "Lihat." Anak itu pun membaca sedikit lebih lama. kemudian katanya.com ." Ia membuang ingusnya dengan kertas yang sudah kotor itu." kata Musashi. jadi itu yang kamu mainkan. "Tidak boleh memata-matai orang macam itu. ini kurang baik. "Ayolah tunjukkan. kalau Bapak suruh. syauqy_arr@yahoo. Ia memandang ke luar.webng. Tapi tulisan Bapak itu salah. coba kamu yang tulis. diam-diam ia berdiri di belakang orang tua itu dan mengintip dari atas bahunya. "Bapak mau nulis 'kentang'. "Kukira inilah akhir musim bunga prem. "Ah." ucap anak itu sambil masuk kamar." Lebih dari dua puluh hari Musashi berada di situ. maaf. Ketika masuk dapur. ia heran melihat anak toko sake itu duduk akrab dengan pemilik penginapan. "Jangan. Sekarang katakan apa yang mau Bapak tuliskan. ke arah pohon di dekat gerbang depan. Daun bunga jatuh berserakan di lumpur. tamu pulang. "Sekarang. kalau kamu memang pintar. anak itu menulis dengan lancarnya apa-apa yang didiktekan orang tua itu. apa yang mau Bapak katakan?" Dengan pegangan kuas yang mantap." kata Musashi mengganggu. aku beli." "Diam!" "Saya akan diam.co. dan pecahlah tawanya. Bapak mau mengirim kentang atau tongkat kepada teman-teman Bapak?" "Kentang. "Keledai kikuk kamu!" ucap orang tua itu.

dan siapa saja.webng." "Maksud Anda?" "Maksud saya.id and dimhad. berapa? Jangan kikir. ya? Kelihatannya pintar sekali anak itu." Tawar-menawar berakhir. "Ke mana saja kamu?" tanyanya pada anak itu." "Kalau begitu." 158 thanks to. Saya dipegangnya eraterat. Saya beri seharga uangmu. mabuk sekali. menjadi manusia sejati. Tapi janji. Kaukira aku banyak uang buat dihamburkan?" "Baik. Jotaro berkecipak dengan riangnya menempuh hujan. orang itu menggantungkan kuali di atas api dan mengeluarkan acar serta mangkuk nasi. Jotaro kembali. tulisannya memang ada sifat kekanakannya. mengangkat tutup kuali. "Betul-betul dia yang menulis ini?" "Ya. Kakak mesti mendongengkan beberapa cerita. Saya yang menakarnya sendiri nanti.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tiga gelas?" "Masih kebanyakan. bagaimana dia bisa menulis begitu baik. "Apa pula kerja bajingan kecil itu?" gerutu pemilik penginapan." "Saya tak bisa apa-apa. Di situ dia bertemu dengan segala macam orang-kusir kereta. ah!" "Kikir? Kau tahu. Sekiranya saya sedang memikirkan seorang pemain pedang. Mungkin karena dia bekerja di toko sake ini sejak umur tujuh tahun. ya. Musashi memungut surat itu dan membacanya. para musafir. Mengagumkan.co. Musashi kembali dan duduk dekat perapian. Anak itu nantinya bisa jadi orang. "Belum juga kembali. bisa saya katakan tulisan itu memperlihatkan keluasan spiritual." "Apa memang baik betul?" "Ya. namanya-semacam sifat terus terang yang menggugah. dan meneruskan gerutuannya. tapi ada juga-apa. aku cuma pemain pedang miskin. dia lagi ngeluyur sekarang." Sementara Musashi pergi ke sumur. Pernah dikatakannya." "Terlalu dewasa untuk anak seusianya." "Oh?" Orang tua itu pun mengerutkan kening. Saya berani bertaruh." Baru saja ia hendak mengenakan sandal untuk pergi mengambil sake itu sendiri.com ." "Saya heran. pembuat kertas di ujung jalan sana. kalau tak salah. Sesaat-dua saat kemudian ia menoleh kepada pemilik penginapan. "Lama sekali dia ambil sake." "Berapa umur anak itu?" "Sebelas. bukan?" "Mm. dan tanyanya. dan ditanyai macam-macam. mandi air dingin dan mengenakan pakaian kering. syauqy_arr@yahoo. "Kau bikin tamuku ini lama menunggu. Ada pembeli datang ke toko.

Bagaimana juga kamu menilainya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Pertanyaan apa?" "Dia tanya tentang Miyamoto Musashi. Seorang pengunjung toko pernah bilang pada saya. yang mengabdi Keluarga Tokugawa. Saya mahir sekali soal itu." "Mesti umur berapa dulu." 159 thanks to." "Itu betul." "Dan kamu mengoceh. sebelum Kakak punya banyak pengikut?" "Tak tahu aku. ya?" "Betul. dan mendapat penggantian kuda dan burung elang juga. ya?" kata Musashi dengan nada menghargai." "Baiklah.com .id and dimhad." "Tapi karena miskin." Ia memasukkan guci sake ke dalam abu hangat di sekitar api. "Boleh saya tinggal di sini sebentar dan bicara dengan Kakak?" Dan mulailah ia membasuh kaki dan bersiap-siap masuk kamar perapian. hampir-hampir dengan nada memohon. apa akan punya pengikut. mempunyai pendapatan lima puluh ribu gantang padi. dan tanyanya." "Itu betul juga. aku lari waktu itu. "Cepat. saya kira Kakak tak banyak minum. "Aku sih boleh saja. dan tak lama kemudian ia pun menyatakan sudah siap. kalaupun saya ngoceh." "Oh. Perempuan sebelah rumah dan anak tukang pernis. Mereka lihat sendiri kejadiannya. kalau majikanmu tidak keberatan." "Tak usah lagi kamu bicara itu!" kata Musashi. Semua orang di sini tahu apa yang terjadi di Kiyomizudera hari itu. "Kakak senang sake?" "Ya." "Tadinya saya mengira orang yang pintar dalam seni bela diri dapat mengabdi tuan-tuan besar dengan gaji besar." "Kenapa? Apa Kakak kurang pandai?" "Kamu sudah dengar apa yang dikatakan orang yang melihatku di kuil.webng. Anak yang bermata tajam itu menaksir sikap Musashi. kan?" "Tak ada salahnya. Tsukahara Bokuden selalu berkeliling dengan tujuh puluh atau delapan puluh pesuruh." "Akan saya panaskan sake Kakak." "Dan saya mendengar prajurit kenamaan. kenapa Kakak begitu miskin?" "Aku masih belajar.co. keduanya ada di kuil hari itu. syauqy_arr@yahoo. dia tidak butuh saya sekarang." "Kalau begitu. bernama Yagyu.

"Saya ingin menjadi pengikut Kakak—keliling negeri. Kalau itu yang kaukehendaki. Ia menanyakan nama ayah anak itu. pengganti kasih sayang keluarga yang semenjak kanak-kanak tak pernah dimilikinya." Bibir Jotaro mengatup menjadi garis lurus. Dulu dia punya gaji dua ribu lima ratus gantang padi." Musashi merasa sukar menolak apa saja yang diminta anak itu. dan Kakak dari Mimasaka.com . Tapi sungguh jengkel saya mendengarkan mereka itu. anak pembuat kertas." "Ya. shugyosha di penginapan itu—yaitu Kakak— orang lemah." "Betul. Kenapa Kakak tidak berkelahi dengan salah seorang dari mereka dan mengalahkannya?" "Baiklah." "Oh. ha! Kenapa pula kamu risau? Mereka tidak bicara tentang dirimu. tapi saya kasihan pada Kakak. Sesudah semua uangnya habis. Adapun Musashi . Sebagian karena ia sendiri dalam banyak hal masih kanak-kanak dalam hatinya. kata mereka. dan beberapa pemuda itu kadang-kadang berkumpul di belakang toko pernis buat latihan main pedang." "Yah. tapi baginya jawaban itu telah membikin jelas beberapa persoalan. sebagian besar secara tak sadar. Tapi saya tak mau tinggal di toko itu. dia tinggalkan saya di toko sake itu dan pergi ke kuil untuk menjadi biarawan. akan kulakukan. syauqy_arr@yahoo.webng. Apa Kakak tak mau mengajak saya jadi murid?" Selesai mengungkapkan maksudnya itu.co. Selamanya ia mencari. Saya ingin menjadi samurai seperti ayah saya. belajar dengan Kakak. kemudian melanjutkan dengan sungguh-sungguh. dia tinggalkan kerjanya dan pergi ke Kyoto sebagai ronin. Jotaro pun memperlihatkan wajah yang jelas-jelas mencerminkan tekadnya untuk tidak mendapat jawaban tidak. Dalam hal ini tak bisa tidak ia bersimpati pada orang itu. "Ha. Jalan Samurai memang perjudian tanpa henti. "Namanya Aoki Tanzaemon. Kakak tahu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Itulah yang dikatakan semua orang.id and dimhad. Namun yang benar-benar dipikirkannya bukan soal mengatakan ya atau tidak. jadi kamu dari Harima. "Di mana kamu lahir?" "Di Himeji. walaupun sama sekali bukan soal betapa baiknya anak itu menulis. ia tak dapat menolak permintaan itu mentah-mentah." katanya. tapi ketika saya umur tujuh tahun. melainkan tentang Aoki Tanzaemon dan nasibnya yang tidak beruntung. Samurai yang betul-betul setia pada kebaikan!" Semula Musashi tampak kaget. dan saya ingin belajar main pedang seperti Kakak. "Mari kita bicara soal lain saja. ya? Ada orang mengatakan demikian. dan seorang samurai harus siap 160 thanks to. dan karena itu bersimpati kepada Jotaro. Apa kerja ayahmu?" "Dia dulu samurai. anak tukang kaleng. Apa bukan jalan terbaik menjadi samurai?" Anak itu berhenti. Tentu saja ia tidak tahu bahwa orang tempatnya memohon itu adalah orang yang telah menjadi sebab ayahnya mendapat kesulitan bertubi-tubi.

Barisan depan kaum feodal berpengaruh dan juga feodal-feodal kecil sudah datang. tidak. berpakaian. Pagi berikutnya Musashi bangun pagi-pagi. Kau boleh menjadi pengikutku. Dia masih anak-anak. Jotaro lari menderap ke toko sake. dan angin sepoi-sepoi mengelus kulit Musashi dengan lembut. karena akan datang kunjungan shogun baru. Ia merasa kesepian. samurai memeriksa orang-orang yang datang dan pergi. Toyotomi Hideyoshi sudah meninggal dua tahun sebelum pertempuran. Ketika Musashi bertanya kenapa ada inspeksi itu. Pengalaman memaksanya memikirkan statusnya sendiri sebagai prajurit tak bertuan yang mengembara. ia mendapat jawaban. Karena tak melihat jalan lain. kalau dia tahu saya sudah pergi." "Dan lagi. seakan-akan tersapu bersih. Musashi juga seorang ronin. Sungai Kamo naik. Ketika berangkat ke Sekigahara dan berpihak pada pasukan Osaka melawan kaum Tokugawa.webng." "Jangan kuatir. "Apa karena anak itu terus mendesak Anda?" "Oh. yang setia kepada anaknya." kata Musashi ketika sudah turun ke jalan. asal kau pergi dan bicara dulu dengan majikanmu. bukan salah dia. Memikirkan contoh perubahan hidup ini. "Tolong siapkan kotak makan siang untuk saya. Soalnya adalah kesetiaan ayahnya yang tidak pernah berubah semenjak ia mengabdi pada Yang Dipertuan Shimmen dari Iga." Karena akhirnya terpenuhi keinginannya. tapi saya pikir saya harus terus pergi ke Nara sekarang. Ketika pemilik penginapan mencoba menyuruhnya meninggalkan Musashi. dan berkata kepada pemilik penginapan. cukup. Saya senang tinggal di sini beberapa minggu ini. itu soal warisan. tak terikat ikrar kepada Tokugawa ataupun para saingannya di Osaka. lalu melipatgandakan usahanya. Badai sudah lewat. Saya memang sudah lama bermaksud pergi ke Nara-bertemu dengan pemain-pemain tombak terkenal di Hozoin. Dia akan menjerit dan memekik sebentar.com . Langkah-langkah sedang diambil untuk menyingkirkan samurai tak bertuan dan berbahaya ke luar kota. Dipegangnya pergelangan tangan Musashi erat-erat. kemudian dipeluknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sepanjang waktu untuk membunuh atau dibunuh. ia menjawab secara kurang ajar. kemudian akan melupakannya sama sekali. dan akhirnya ia berurai air mata. Musashi menjadi sedih dan efek sake yang diminumnya lenyap secara tiba-tiba. tak mungkin rasanya tukang sake itu akan mengizinkannya pergi. "Baiklah. dan ia dibolehkan lewat. membentuk fraksi Osaka. tapi ia sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. airnya berlumpur. Saya harap dia tidak terlalu menyulitkan Bapak. Di salah satu ujung jembatan kayu di Jalan Sanjo. Jotaro mendesak terus.id and dimhad. Musashi pun berkata. Di 161 thanks to. berlainan sekali dengan angin ganas sehari sebelumnya.co." "Begitu cepat?" tanya pemilik penginapan yang tidak mengharapkan tamunya pergi begitu mendadak. syauqy_arr@yahoo. Para pendukungnya. baiklah.

bagaimana mungkin ia bertindak demikian tolol. Tapi kimono itu dua kali lebih kecil dari badannya. Dari jauh didengarnya suara berseru-seru. Ia harus melewati jalan panjang menuju maut. meski kelihatan hampir menangis. Hideyoshi dianggap pahlawan terbesar. Musashi melihat bahwa kini ia sudah mendekati Daigo. "Kalau seorang samurai mati sambil mengucapkan doa bagi kemenangan tuannya. Sungguh ganjil dulu mereka dapat berpikir seperti itu. mendengarkan cerita-cerita tentang kegagahan prajurit besar itu semasa ia kanakkanak. "Kenapa Kakak lakukan itu!" Napasnya megap-megap karena berlari dan wajahnya merah. Musashi hampir tertawa melihat pakaiannya. Gambaran ini semakin terbentuk di masa remajanya dan terus merasuk dalam dirinya. bahkan juga tanpa pikir panjang mengorbankan milik mereka yang paling berharga." demikian jalan pikiran Musashi sekarang. yang sedang berlari sekuatkuatnya. Ia berbicara dengan sikap bermusuhan. Untuk orang yang hendak mengabdi kepada tuannya dengan setia. ia berurai air mata. "Kakak bohong!" seru Jotaro. Sejak itu Musashi mulai paham. "Tunggu! Tunggu!" Ketika menatap jalan gunung yang curam itu. dan di punggungnya tergantung topi anyaman sebesar payung. Pandangan mata anak itu menghunjam marah ke mata Musashi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto. tapi anak itu terus juga 162 thanks to. usaha memperoleh penghidupan tanpa pengorbanan.webng. ia memutuskan untuk berhenti dan beristirahat. Selagi masih berseru-seru kepada Musashi karena sudah meninggalkannya.com . apabila didesak untuk mengatakan pihak mana yang dipilihnya. berarti dia telah melakukan sesuatu yang indah dan bermakna. tampaklah olehnya sosok si peri air kecil Jotaro. Secara harafiah mereka mempertaruhkan segala yang dipunyai. bagian selatan kota. Sekarang pun.id and dimhad. Maka Musashi mendekapnya dan berusaha menyenangkan hatinya.co. Tetapi pada waktu itu ia maupun Matahachi tidak memiliki rasa setia. syauqy_arr@yahoo. Yang mereka hausi hanyalah kemasyhuran dan kemuliaan. Sesudah belajar dari Takuan bahwa hidup adalah permata yang harus ditimang-timang. dan menggantinya dengan kimono biasa. dan sekarang ia menyadari bahwa tindakan-tindakannya pada umur tujuh belas itu kurang pertimbangan dan tanpa hasil. Pada pinggangnya tergantung pedang kayu yang lebih panjang dari tinggi badannya. dengan harapan akan memperoleh gaji tetap yang tak berarti sebagai samurai. atau lebih tepat lagi. Karena keringatnya mengucur. Anak itu membuang pakaian kerja sehari sebelumnya. hingga roknya hampir tak sampai lututnya dan lengannya hanya sampai siku. barangkali ia akan mengatakan Osaka. Musashi ingat betapa dahulu ia duduk di dekat perapian. tidaklah cukup hanya dengan melompat membabi-buta ke tengah keributan dan mengacungkan lembing. Musashi sadar bahwa waktu itu mereka tidak hanya menyia-nyiakan. Merenungkan masa lalu itu ia heran.

jadi saya pinjam saja topinya dari sangkutannya di bawah pinggiran atap. "Diam sekarang. tapi kamu kan masih ada ayah." kata Musashi. "saya pergi ke penginapan." "Tapi itu kan papan nama tempat itu? Di situ tertulis 'Penginapan'. Akhirnya Musashi berkata. tapi Kakak membohongi saya. "Dan apa katanya?" "Dia bilang saya boleh pergi." "Ah. Musashi terpaksa menerima kenyataan bahwa ia kurang-lebih sudah terikat pada anak itu. Kuminta kamu pergi bicara dengannya." Musashi tersenyum mendengar jalan pikiran orang itu. Sekarang ia menjadi murid Musashi. "Aku tidak bermaksud berbohong padamu. tentunya dia orang yang tepat untuk saya. tapi Kakak meninggalkan saya. Apa betul kamu membicarakannya dengan dia?" "Ya. Permintaan maaf yang sederhana ini mengubah tangis anak itu menjadi rengekan. "Kakak orang dewasa. siapa tahu hujan. Katanya. dan dia memberi saya pedang kayu ini sebagai hadiah perpisahan. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI rnelolong. bukan? Kurasa waktu itu dia tak akan setuju. dan kamu punya majikan? Aku tak bisa membawamu." Jotaro mengendalikan sedu-sedannya. paling tidak?" "Itu sebabnya aku minta maaf padamu sekarang. Memang." "Kenapa Kakak tidak tunggu sampai mendapat jawabannya. ketika ia merenungkan peranannya sendiri dalam peristiwa hilangnya status Tanzaemon. Saya butuh topi. Kakak bilang mau menerima saya jadi pengikut. kecuali kalau majikanmu menyetujui. 163 thanks to. Orang tua itu tak ada. Agaknya karena merasa bahwa di pegunungan tak ada orang." kata anak itu melanjutkan." Jelaslah dari sikap Jotaro bahwa segala janji dan sumpah yang diperlukan telah dilaksanakan.co. "Kau senang berlaku seperti bayi cengeng?" "Saya tak peduli!" sedan Jotaro." kata Musashi.com . tak ada prajurit terhormat atau perguruan yang mau menerima anak seperti saya. ia dapat melepaskan perasaannya. barangkali saja Kakak dapat memakai saya untuk membawakan barang.id and dimhad. Tapi karena samurai di penginapan itu orang lemah. biar saja. Merasakan hal ini. "Sudah itu. Apa orang dewasa memang suka begitu?" "Maafkan aku. Itulah agaknya yang harus dilakukannya. ia menyimpulkan bahwa barangkali ia mesti berterima kasih atas kesempatan yang diperolehnya untuk membentuk masa depan anak ini. Tapi terpikir juga olehnya bahwa ini semua demi kebaikan. kemudian ia tarik dua lembar daun dari sebuah pohon.webng. Dengan daun itu ia membuang ingusnya." "Lalu?" "Dia bilang.

164 thanks to. Aku banyak minum. dan kemalasan memakan tulangku. tapi juga karena pesan yang disampaikannya pun melantur dan tidak pasti. Beberapa lagi bilang kau pemain pedang yang tak ada tandingannya. dan tahulah ia bahwa surat itu dari Matahachi yang memang dalam keadaan mabuk. Mula-mula ia melihat bagian bawahnya. Aku berdoa untuk kesehatanmu. Dia tukang minum juga-satu botol penuh sake diminumnya sendiri! Kemudian dia menulis surat ini dan minta saya memberikannya pada Kakak.webng. dan mengajukan banyak pertanyaan.co. "Di mana kamu mendapatkannya?"' "Kakak ingat. Semenjak berpisah denganmu. Tak peduli aku mana yang benar. aku heran dengan diriku. Jotaro tiba-tiba ingat akan sesuatu dan merogoh kimononya. Sejak meninggalkanmu di Gunung Ibuki. Kebetulan kudengar namamu di Perguruan Yoshioka. Kau mesti bisa menempuh jalanmu lewat pedang. Memandang surat itu dengan rasa ingin tahu." ia mengeluarkan sepucuk surat. kau sekarang terkenal sebagai pemain pedang.com . bisanya cuma lari. Ini dia." "Waktu saya pulang. Musashi bertanya. Dan tak lupa aku pada teman lamaku. Huruf-hurufnya pun tampak agak mabuk. Aku tak ingin bertemu denganmu sekarang. Aku cuma senang bahwa pedangmu sudah bikin orang ibu kota bicara tentangmu. Membaca gulungan itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah tenang dan tenteram. seperti sekarang ini. aku tak lupa desa kita. Aku memang orang sinting! Bagaimana mungkin orang sial macam aku ini bertemu dengan teman bijaksana seperti kamu tanpa mati karena malu? Tapi nanti dulu! Hidup ini panjang. dan terlalu dini sekarang untuk dikatakan apa yang akan terjadi di masa depan. Lima tahun lamanya aku menghabiskan waktu dalam keadaan setengah sadar.id and dimhad. Sekarang aku di toko sake. Di ibu kota. aku terkurung dalam sangkar nafsu. dia masih ada di sana. Waktu itu aku bingung dan tak bisa memutuskan. aku mau bertemu. Ada sesuatu untuk Kakak. tapi mulai dari situ surat itu sukar diikuti maksudnya. tanpa melakukan sesuatu. lalu membuka meterai surat tersebut. Musashi tercengkeram nostalgia dan kesedihan menjadi satu. apa aku harus menjumpaimu. Kau cakap. Dia terus juga bertanya tentang Kakak. Tapi kalau aku menoleh ke belakang." "Ya. "Saya hampir lupa. syauqy_arr@yahoo. tapi akan tiba waktunya. Aku minum untukmu! Beberapa orang mengatakan Musashi pengecut. Sampai di situ maknanya cukup jelas." Musashi menelengkan kepala keheranan. tadi malam saya bilang ada seorang ronin minum di toko. Tidak saja karena tulisan itu kalut.

tapi ada sesuatu yang tak beres dengan sikapnya. karena kau baru mulai menciptakan nama." "Betul. dan katanya. Kedua orang itu berjalan terus dalam diam. supaya kau bisa mengilhami diriku. "Tak mau." "Itu berarti balik kanan dan kembali ke tempat yang baru saja saya tinggalkan. Tentu saja ia juga ingin Matahachi menjelaskan kepada ibunya betapa salah perbuatan ibunya itu. dan kenapa kita tidak bertemu dan ngobrol sepuasnya?" "Jo. Jagalah dirimu. ingin ia menariknya keluar dari suasana hatinya yang sekarang. ingin aku bertemu denganmu dan bicara tentang masa lalu. tapi apa Kakak menyuruh saya ini buat menyingkirkan saya?" 165 thanks to." Terpikir oleh Musashi bahwa kalau ia tahu di mana Matahachi tinggal. Mendadak Musashi menoleh kepada anak itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kemudian menyusul tambahan yang ditulis cepat bagai cakar ayam. tetaplah hidup." "Ke mana?" "Kyoto. memberitakan kepadanya bahwa Perguruan Yoshioka memandang sangat serius kejadian yang baru lalu itu. Jotaro menggelengkan kepala tak menentu. Mereka menuruni Gunung Daigo.co. pasti ia akan kembali ke Kyoto sekarang juga untuk bertemu dengannya. yang jelas cenderung menghancurkan diri sendiri.webng. ini yang pertama kali." "Apa dia sering datang ke sana?" "Tidak. "Saya tidak keberatan.com . yang isinya panjanglebar. Kenapa ia mesti menyanjung Musashi sedemikian rupa dan berikutnya bicara sedemikian rupa tentang kegagalan-kegagalan sendiri? "Yah. Persimpangan Rokujizo sudah tampak di bawah mereka. syauqy_arr@yahoo. Tambahan itu berakhir dengan: Kau tak boleh mati sekarang. aku mau minta tolong. Aku ingin kamu menyampaikan suratku kepada Perguruan Yoshioka di Jalan Shijo. mencoba menyadarkannya. Tidak sangsi lagi Matahachi punya maksud baik. ya?" tanya Musashi sambil menatap anak itu. "Jo. dan bahwa mereka sedang mencarinya ke mana-mana.id and dimhad." "Apa?" "Menyampaikan pesanku." Musashi heran. Kalau nanti aku pun sudah melakukan sesuatu untuk diriku. Karena ia masih menganggap Matahachi sebagai temannya." Dengan kecewa Jotaro menendang batu dengan jari kakinya. membangkitkan kembali semangat yang pernah dimilikinya. "apa tak bisa dia sekadar menulis bahwa sudah lama waktu berlalu. Ingin ia bicara dengan kawan masa kecilnya itu. karena itu ia mesti hati-hati dengan tindakannya. apa kau menanyakan alamat orang ini?" "Tidak.

webng. Sekarang saya berada di jalan raya Yamato. ia letakkan kuasnya dan ia serahkan surat itu kepada Jotaro. itu sama sekali tidak sukar." "Apa?" "Apakah kamu dapat menemukan orang yang memberikan surat padamu itu? Namanya Hon'iden Matahachi. melainkan juga semua murid di sekolah itu. Kamu mesti menyapa dulu di pintu depan. karena saya bermaksud mengadakan perjalanan keliling di kawasan Iga dan Ise sekitar setahun lamanya untuk melanjutkan pelajaran saya dalam ilmu pedang." "Betul? Bagaimana caramu?" "Ah. Sesudah mengubah alamat surat itu agar tidak hanya mencakup Seijuro saja. dia kenal orang di Perguruan Yoshioka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kecurigaan anak itu membuat Musashi merasa bersalah. Maafkan aku atas kejadian pagi tadi. Kemudian Musashi menulis surat yang dialamatkan kepada Yoshioka Seijuro: Saya mendapat kabar bahwa Anda dan murid-murid Anda sedang mencari saya. Sebagai penutup." "Baik. saya pergi.co. maka ingin saya memberitahukan bahwa saya pasti akan kembali ke ibu kota pada bulan pertama atau kedua tahun depan. namun jelas nampak keyakinan Musashi pada diri sendiri. Kupikir lebih cepat kalau tanya tentang dia di sana. "Apa bisa saya masukkan saja surat ini di perguruan itu. Tapi menurut surat Matahachi itu." "Ada hal lain lagi yang harus kamu lakukan. dan makan siang. Saya percaya Anda sendiri tak akan mengabaikan latihan Anda." Musashi tertawa. memesan teh." "Oh. Dia teman lamaku. Akan merupakan aib besar jika Perguruan Yoshioka Kempo yang sedang mekar itu harus menderita kekalahan kedua seperti kekalahan di waktu lalu. saya tanyakan saja di semua toko minuman." "Baik." thanks to. tapi karena saya sama kecewanya dengan Anda berhubung tidak dapat bertemu dengan Anda selama kunjungan saya ke perguruan Anda. "Tidak. "Seorang samurai tidak berbohong. tapi barangkali agak sukar. syauqy_arr@yahoo. karena bukankah ia sendiri yang telah menghilangkan kepercayaan itu pada orang dewasa? "Tidak!" katanya tegas. "Boleh juga pikiranmu itu.com 166 ." Mereka masuk warung teh di persimpangan yang dikenal dengan nama Rokuamida. saya sampaikan harapan penuh hormat agar Anda selalu dalam keadaan sehat walafiat. Surat itu memang sopan. Dari sekarang sampai waktu itu saya berharap akan dapat memperbaiki teknik saya sebaik-baiknya.id and dimhad. lalu pergi?" tanya anak itu. Shimmen Miyamoto Musashi Masana. Saya tak ingin mengubah rencana waktu ini. lalu menyerahkan surat itu langsung kepada pembantu di sana. Itu cuma kesalahan.

" "Sungguh?" "Ha. sedangkan Jotaro ke arah yang berlawanan. dari hari pertama sampai hari ketujuh tahun baru nanti. syauqy_arr@yahoo. burung layang-layang." Musashi masih juga tertawa ketika meninggalkan warung teh. 167 thanks to. la berangkat menuju Nara. Lalu Kakak ada di mana. tiap pagi aku akan ke jembatan besar di Jalan Gojo menantikan dia. Suruh dia datang menemuiku pada salah satu hari itu.id and dimhad. ha! Kamu masih curiga. Kalau nanti aku sampai Nara. dan kuda-kuda meringkik. Katakan padanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa yang harus saya lakukan kalau sudah menemukan dia?" "Aku ingin kamu menyampaikan pesan. ya? Jangan kuatir. tapi sampaikan juga kepadanya bahwa aku ingin sekali bertemu dengannya. kalau saya kembali nanti?" "Kuterangkan sekarang. boleh kamu memotong kepalaku. akan kuatur supaya kamu dapat mengetahui tempatku dengan bertanya di Hozoin." "Baik. Di persimpangan jalan itu bercampur aduk orang banyak yang mengenakan topi anyaman.com .webng. lalu masing-masing menempuh jalannya sendiri. Hozoin adalah kuil terkenal karena permainan lembingnya. Sementara melintasi gerombolan orang banyak itu. ke arah Kyoto. saya mengerti. Jotaro menoleh ke belakang dan melihat Musashi masih berdiri di tempat semula dan memperhatikannya." "Cuma itu?" "Ya. Kalau aku tidak memenuhi janjiku kali ini. Mereka tersenyum dari jauh sebagai tanda perpisahan.co.

Paling tidak." jawab Jotaro sambil menuding tak jelas. demikian pikirnya.co. lalu bertanya." "Oh. Lebih baik kau buang ingusmu. Ia memandang anak yang seperti orang cebol mengenakan pedang kayu panjang dan topi anyaman besar itu. dan ia tersenyum ramah. "Aku sendiri tidak begitu yakin. senang sekali aku mendengarnya! Lama sekali aku mencarinya. gadis manis! Bagaimana kalau begitu?" "Diam kamu!" kata Akemi tertawa.com . "Apa ada warung teh di sekitar sini yang namanya Yomogi?" Oh. Akemi mengucapkan terima kasih. itu rumahku. tercipta bayangan bunga ceri yang terbang berputar-putar. Angin cinta Menyentak-nyentak lengan kimonoku. Akemi mencuci sepotong kain sambil menyanyikan lagu yang dipelajarinya di Kabuki Okuni." "Saya cuma mau tanya sedikit. Bi. apa yang hendak ditanyakan Jotaro. dan ia tersenyum ramah." “Dia tidak di situ. syauqy_arr@yahoo. "Dari mana itu kira-kira?" Jotaro ragu-ragu. Setiap kali ia menarik kain berpola kembang itu. Tapi kenapa kamu tertarik pada warung teh kami?" "Saya mencari orang yang namanya Hon'iden Matahachi. "Tak apalah. "Dan apa maksudmu memanggilku Bibi? Aku masih muda!" "Baik. kalau saya pergi ke Yomogi. lengan jadi terasa berat! Apakah angin cinta itu berat? Jotaro berdiri di atas tanggul." Akemi terkikik. oh!" teriak Akemi ketakutan. "Bagus nyanyinya. ya." Jotaro mengejar kain itu dari tepi sungai." "Oh." serunya. disana itu. "Kamu siapa?" tanyanya." "Bohong!" 168 thanks to. Matanya yang lincah mengamati pemandangan. "Apa?" tanya Akemi. pedang ini bisa dipakai buat keadaan seperti ini. Orang Perguruan Yoshioka bilang. saya akan menemukannya. "Kainku!" "Sebentar saya ambilkan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 13. "Kau masih terlalu kecil buat merayu. kemudian memancingnya dari air dengan pedangnya.webng. Angin Musim Semi DI tepi Sungai Takase." "Kenapa? Kamu datang dari mana?" "Dari jalan itu. Oh.id and dimhad.

Aku tak akan ketawa lagi. "Bagus sekali kamu jadi suruhan! Tak tahu dari mana datang. Matahachi mesti menjumpai dia di sana. Betul. Ya." Anak itu memerosotkan badannya dan menatap air dengan gelisah.com ." "Ke mana?" "Aku tidak tahu." "Tapi orang serumahmu pasti ada yang tahu. maksudmu." "Apa kamu membawa surat?" "Tidak. di salah satu hari itu. "Janji?" 169 thanks to." "Pesan apa itu? Barangkali orang itu tak akan kembali lagi. Dia minggat. dan bahunya tegang karena marah. Dulu dia memang tinggal dengan kami." "Tapi saya membawa pesan. minta Matahachi menjumpainya tahun depan? Gurumu itu mestinya sama anehnya dengan kamu! Ha. dan tidak membawa surat pula. barangkali juga boleh. Dan kalau Matahachi kembali. aku betul-betul minta maaf." kata Jotaro sambil menggeleng. tak dapat dikendalikan lagi. Dia minta saya menyampaikan pada Matahachi bahwa dia akan menanti di jembatan besar Jalan Gojo tiap pagi. sekarang kamu marah.webng." "Tidak. Dia bilang ingin sekali bertemu dengan Matahachi. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Ibuku juga tidak tahu. Saya minta tolong dengan sopan.co. tapi kamu ketawa seperti orang gila." Akemi pecah ketawanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak. "Apanya yang lucu?" Akhirnya Akemi berhasil menghentikan tawanya. sekarang dia mengirim pesan. tapi kalau dia kembali akan kusampaikan pesanmu itu. "Tak pernah aku mendengar pesan seperti itu! Jadi. ya?" "Tentu saja." "Saya kira tak boleh saya mengatakannya. "Sekarang apa yang mesti kulakukan?" keluhnya." "Maaf. Ha!" Sikap mencemooh tampak pada wajah Jotaro." "Oh." "Siapa gurumu?" "Namanya Miyamoto Musashi. dari hari pertama sampai hari ketujuh tahun baru nanti. kan?" "Jangan tanya aku." "Kalau begitu. Putuskan olehmu sendiri. "Siapa yang menyuruhmu kemari?" "Guruku. tapi dia sudah pergi beberapa waktu lalu. "Jadi. akan kusampaikan pesan itu kepadanya.

lebih baik saya pergi sekarang." Sambil menggigit bibir untuk menghindari senyum.id and dimhad. Dan semenjak itu semakin yakin ia akan benarnya pilihan atas Takezo. tapi Musashi. Akemi menatap tajam-tajam huruf-huruf di pasir itu. "Apa ini bukan Musashi dari daerah Yoshino di Mimasaka?" "Ya. Ia sudah melihat cara hidup ibunya. Kenangan hari-hari itu membangkitkan kenikmatan di dalam hatinya. ketika ia menyanyikan lagu-lagu cinta untuk dirinya sendiri. betul-betulah sampaikan apa yang sudah saya katakan tadi. hingga bicara pun jadi sukar. 170 thanks to." "Bagaimana kamu menuliskan Musashi itu?" Jotaro mengambil bilah bambu. ketika masih kecil dia bisulan di puncak kepalanya. Saya dari Harima. tak jauh dari sana. menderap sepanjang puncak tanggul sempit itu. Karena tugasnya selesai. Akemi bertanya. kelihatan jantan? Dan apa bagian atas kepalanya tidak dicukur?" "Ya. Kalau kamu bertemu dengan Matahachi. aku bersumpah. dan tenggelam dalam renungan. Jotaro berkata. itu huruf-huruf yang bunyinya Takezo!" ucap Akemi. Ia begitu lain dari Matahachi. Ia mencemooh mereka dan terus berpegang teguh pada gambarannya tentang Takezo. "Siapa namanya tadi? Orang yang menyuruhmu menyampaikan pesan itu?" "Ingatanmu tidak begitu baik rupanya. Ia gembira karena masih sendiri. sudah lima tahun lalu. Yakin dari berita kecil vang disampaikan anak itu bahwa Musashi adalah Takezo. "Namanya bukan Takezo. hanya Takezo-lah kekasih di dalam hatinya. Bagaimana kamu bisa tahu?" "Aku ingat dia pernah cerita." "Apa orangnya tinggi.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Sering kali ia mengambil sikap tidak menghanyutkan diri dengan para leaki yang selalu minum di warung tehnya. kamu sudah begitu lama kenal guru saya?" Akemi tidak menjawab. Takezo. lalu mengguratkan dua huruf di pasir. mengamat-amatinya dari kepala sampai jari kaki." "Ya. dan ia juga sudah melihat Matahachi semakin memburuk perkembangannya. Dia dari Kampung Miyamoto di Provinsi Mimasaka. akan kelihatan bekas lukanya yang buruk. Sejak semula ia lebih menyukai Takezo. Akhirnya ia menengadah memandang Jotaro. Takezo. tapi bisa juga dibaca Takezo. Namanya Miyamoto Musashi. lalu tanyanya dengan suara lembut.com . ya?" decap Jotaro sambil melemparkan bilah bambu itu ke sungai." "Kamu keras kepala rupanya. Jauh di lubuk hatinya ia selalu bermimpi akan menemukan Takezo kembali." "Jadi." Ia pergi. "Nah. Kalau dia mencukurnya seperti biasa dilakukan samurai. ia jadi tercengkeram hasrat untuk bertemu Musashi kembali.co. syauqy_arr@yahoo." "Pernah cerita? Kapan?" "Oh. "Lho.

Akhirnya dihentikannya kereta.id and dimhad. "Tak apa-apa. tapi ia harus berpikir dua kali. Jalan raya Yamato terasa damai.co. maka ia merasa bersyukur setiap roda kereta menggilas batu dan berguncang.com . Pukulan tinju yang dijatuhkannya demikian keras. Karena takut kereta akan sampai di Nara selagi ia masih tidur. Karena enaknya tempat itu. ia mulai mencari-cari dengan teliti di tanah sekitarnya. ia menoleh ke kiri. "Kamu kehilangan sesuatu. bunyi rodanya gemeretak. ia selalu tergoda untuk tidur. ia marah bukan kepalang. seperti bola. Di puncak tumpukan ada tulisan yang menyatakan bahwa barang itu sumbangan kaum Budhis yang setia untuk Kofukuji yang agung di Nara. seakan-akan menertawakannya. "Untung sekali!" pikir Jotaro sambil bersandar dan bersantai. "Apa kerjamu di sini?" gertaknya. bukit-bukit landai terselimut barisan semak teh yang rapi. ia bertanya. Dikejarnya kendaraan itu. Kereta berjalan kembali. tapi sekarang lenyap. bajingan kurang ajar kamu!" seru tukang kereta sambil melontarkan Joraro ke tanah. kemudian ke kanan. dan berkali-kali lagi. Ia sadar tabung bambu berisi jawaban dari Perguruan Yoshioka untuk Musashi hilang. Melihat Jotaro. Itu membantu matanya tetap terbuka. ya?" 171 thanks to. Wajah Jotaro menyala menyatakan kegembiraan kanak-kanaknya. Jotaro kenal kuil itu karena namanya identik dengan Nara. masih ada cukup ruangan untuk duduk. Tadi barang itu Ia gantungkan di leher dengan seutas tali. Karena siulan terus juga berbunyi. syauqy_arr@yahoo. Ketika Jotaro sadar kembali. Perempuanperempuan berlutut di pinggir kali. mencuci sayur-sayuran. Kusir kereta menoleh ke belakang. lalu naiklah ia ke atasnya. Pohon-pohon ceri mulai berbunga. dan pergilah ia memutar ke belakang. kacang merah. hingga anak itu berteriak kesakitan. Jika ia menghadap ke belakang. Jotaro dengan malas meraih dan memetik selembar daun dari pohon kamelia. Dan sebagai tambahan kenikmatan. atau hasil bumi setempat yang lain.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kereta sapi itu penuh bermuatan karung-karung yang barangkali berisi betas.webng. dan para petani sudah membajak gerst-sejenis gandum. Di kiri-kanan jalan. Mereka pasti berharap agar tahun itu ladang terhindar dari pijakan para serdadu dan kuda. ada pula karung-karung buat bersandar. kan?" "Enak saja kau!" "Kenapa? Bapak kan tidak menariknya sendiri?" "Oh. Di luar sebuah kampung. tapi tidak melihat apa-apa. Ketika anak itu sangat kebingungan dan sedikit demi sedikit melebarkan wilayah pencariannya. Tak ada yang lebih menyenangkan baginya daripada berjalan terus seperti ini menuju tujuannya. Jotaro terpelanting dan kemudian terguling ke pangkal sebatang pohon. Diletakkannya daun itu di atas lidahnya dan mulailah ia menyiulkan sebuah lagu. seorang perempuan muda berpakaian perjalanan berhenti memperhatikannya.

. Lebih baik kamu kembali menanyakan kepadanya." "Terima kasih. Itu. Segala sesuatu yang ada padanya sedikit lebih besar dan yang biasa-tingginya. Kalau tuanmu menyuruh kamu. dan ia takut menyapanya. "Apa bukan kamu anak nakal yang menjatuhkan tabung bambu ini di depan Mampukuji?" tanyanya. Jotaro merasa pasti bahwa orang itu prajurit besar yang mengabdi kepada salah seorang daimyo yang sangat penting. yang memakai hakama lapangan.webng. Dari pandangan sekilas.id and dimhad." "Betul begitu?" "Tentu." Tapi baru saja ia hendak berlari. dan samurai yang sedang bicara dengan kusir-kusir tadi itu mengambilnya. ya " "Waktu kamu ketakutan dan lari. karena mengganggu kuda mereka!" "Ah-h-h. Jotaro berhenti dan menanti dengan mata terbuka lebar. Tabung itu jatuh di jalan. syauqy_arr@yahoo. bahunya yang lebar. dan apabila berjalan langkah-langkahnya yang mantap seakan memadatkan tanah. "Kamu kehilangan uang?" Karena terlampau asyik. kamulah yang diteriak-teriaki kusir-kusir dekat Mampukuji tadi. la mengenakan kaus kaki kulit dan sandal jerami. "Oh. Apa Tuan melihat isinya?" 172 thanks to. dan kembali mencari. "Tunggu! Tak perlu kamu kembali ke sana. jangan kamu berhenti sepanjang jalan mengganggu kuda. "Apa tabung bambu yang panjangnya kira-kira satu kaki dan bertali?" Jotaro tersentak.com . betul! Tuan menemukannya!" "Apa tak bisa kamu mengucapkan terima kasih?" "Maaf.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro memandang wajahnya yang sebagian tertutup topi bertepi lebar.. Jotaro tidak begitu memperhatikan pertanyaan itu. tali itu tentunya putus. Kulihat samurai itu berjalan kemari." "Ya. membonceng-bonceng. atau bermalas-malas di pinggir jalan. Untunglah samurai itu yang bicara dulu memanggilnya. dadanya yang padat. mengangguk. perempuan muda itu memanggilnya. berumur sekitar empat puluh tahun.co. jenggotnya yang hitam legam. Samurai itu seorang lelaki yang mengesankan. "Ya! Bagaimana Kakak bisa tahu?" "Jadi. dan hanya memperdengarkan gerutuan tak senang. Tuan." Ia menuding orang itu. Terima kasih. Tuan!" "Aku yakin ada surat penting di dalamnya.

ia cepat-cepat mengubah pertanyaannya. Belum pernah saya bertemu dengan dia. tanpa malu-malu Jotaro melongokkan kepala ke pinggang gadis itu untuk memeriksa benda tersebut." Sebuah benda panjang sempit yang terbungkus kain brokat emas dan tersimpan dalam obi gadis itu menarik perhatiannya. apa masih baik keadaannya.com . tidak. tolol! Ini suling. dan ia bersumpah tak akan melepaskannya untuk kedua kali." "Tabung surat? Apa maksudmu?" "Itu. "Oh. dan ia merasa pusing. Jotaro terkesan sekali akan kecantikan gadis itu. semangat Jotaro naik lagi." Samurai itu tertawa.webng. atau setidak-tidaknya mengerti secara naluriah. "Baik sekali Tuan telah menemukan barang itu." "Suling?" Dengan mata menyala-nyala karena rasa ingin tahu.co. "Oh." "Barangkali kepolosan kanak-kanaknya itu yang membuat dia begitu menarik. untuk memperbaiki sikap Jotaro yang tidak mampu menyatakan terima kasih dengan baik." Jotaro membuka tutup tabung dan melihat ke dalamnya. coba periksa dan lihat. Puas karena surat itu masih ada. "Siapa nama Kakak?" Gadis itu tertawa dan melemparkan pandangan senang kepada si samurai lewat kepala anak itu..id and dimhad. tapi aku tidak merusak meterai surat itu. syauqy_arr@yahoo. ke Kuil Hozoin. "Mau ke mana kamu?" Karena berjalan bersama kedua orang itu. karena ingat akan reaksi Akemi terhadap kata "Bibi" itu. "Kupikir tadi kamu dan dia pasangan yang agak aneh." Sambil menoleh kepada Jotaro. Samurai berjenggot itu mulai berjalan lagi bersama mereka berdua. Hati-hati.. Prajurit yang seperti beruang itu ikut tertawa. kalau kita menemukan sesuatu. Tiba-tiba suatu perasaan aneh datang kepadanya." katanya kepada si samurai. Saya suka dia juga. Hatinya pun berdentum. digantungkannya tabung itu kembali ke lehernya. jangan Kakak hilangkan. memperlihatkan barisan giginya yang putih kuat di belakang jenggotnya. Suling. Anak itu seperti setan kecil yang lucu. 173 thanks to. kita memeriksanya dan mengembalikannya kepada pemiliknya. ia bertanya. apalagi ada kata 'Penginapan' pada topinya. "Saya akan pergi ke Nara. Perempuan muda itu tampak sama puasnya dengan Jotaro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah sewajarnya. Sekarang. Apa Bibi bisa main suling?" tanyanya. ia berkata. Anak-anak pun mempunyai selera terhadap kecantikan wanita. dan ia menghargainya. Kemudian. "Ini bukan tabung surat. Sambil memperhatikannya. "Apa anak itu bersamamu?" tanyanya kepada perempuan itu. Ia mundur dan seperti mengamat-amati gadis itu. Terasa olehnya sebagai keberuntungan tak terukir bahwa sekarang ia berjalan bersama orang yang begitu molek. sesudah barang itu di tanganmu lagi. dalam obi Kakak. "Saya lihat Kakak membawa tabung surat juga." Gadis itu pun tertawa. apakah wanita itu murni atau tidak.

Cuma aku heran melihat pedang begitu kamu bawa. "Tuan menyuruh saya menyebutkan nama saya. la kelihatan puas sebentar. Kami sudah menyebutkan nama kami. Lalu nama Tuan yang lain apa?" "Terpaksa aku minta diizinkan hanya menyebut nama itu.webng. "Itu tentunya nama keluarga. musik jenis apa?" "Oh.com ." "Nama saya Otsu.id and dimhad. Kenapa kamu membawanya?" "Saya mau belajar ilmu pedang. "Sekarang giliran Kakak. kan? Kalau kamu ingin tahu nama orang lain." "Jadi." Jawaban ini menimbulkan ketawa lebih banyak lagi.co." "Ya." "Apa musik yang Kakak mainkan seperti musik yang sudah saya dengar di Gion dan Kuil Kamo? Musik untuk tari-tarian suci?" "Tidak. Kurang sopan kalau Kakak tidak menyebutkan nama Kakak." "Apa dia yang akan menerima surat itu?" „ Ya. " 174 thanks to." "Nama saya Jotaro. Siapa nama Tuan?" "Namaku Shoda. "Itu tidak adil!" teriak Jotaro. "Kenapa ke mana-mana Kakak menyimpan suling dalam obi?" "Oh. syauqy_arr@yahoo. Bolehlah kamu menyebut itu pekerjaanku. jadi kamu belajar sekarang? Apa kamu sudah punya guru?" "Punya." "Kalau begitu. yang sopan adalah kamu menyebutkan dulu namamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kamu anak baik. Kakak ini pemain suling?" "Sebetulnya aku tidak yakin apa ada pemain suling profesional. tapi saya belum tahu nama Tuan." Sementara itu si samurai bertanya-tanya dalam hati mengenai pedang kayu panjang milik Jotaro itu. "Apa yang kamu pasang di pinggangmu itu?" tanyanya." Dengan berani Jotaro menoleh kepada gadis itu. lagu-lagu biasa saja." "Oh. dan katanya. aku butuh suling ini buat mencari makan. tapi kemudian mengoceh lagi." "Apa musik buat jenis tarian yang lain-misalnya Kabuki?" "Tidak. tapi uang yang kudapat dengan main suling ini bisa buat melakukan perjalanan-perjalanan jauh macam ini. aku memang samurai." "Otsu?" Jotaro mengulang. "Apa Tuan tak kenal pedang kayu kalau Tuan melihatnya? Saya pikir Tuan ini samurai." kata samurai itu.

sedangkan dia belum tahu akan menginap di mana?" Mendengar pertanyaan itu. Kalau tidak. bahkan bermaksud saja jangan!" katanya pasti. tidak banyak berita yang terdengar. ia segera mengambilnya dan larilah ia ke bukit rendah di belakang warung teh." "Apa kamu tidak keberatan punya guru lemah?" "Tidak. ia mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah. kalau seorang wanita muda mengadakan perjalanan sendiri ke Nara. Begitu kue datang. seakan hendak pecah menjadi senyuman. "Silakan masuk." Samurai itu hampir tak dapat menahan rasa geli. apa menurut Bapak cukup aman hari-hari ini. "Bicara dengan kamu ini bikin jalan lebih pendek. Saya belum lagi belajar apa-apa." Shoda pun segera menyambung. orang tua itu membelalakkan matanya. tapi tepatnya Nara bagian mana.com . Ada seorang ronin yang sudah sekitar satu tahun saya cari. sementara teman-temannya duduk.co. silakan!" "Kami mau istirahat sebentar di sini. Nona sendiri mau pergi ke mana?" "Ke Nara.id and dimhad. dan katanya." "Apa maksudmu?" "Semua orang bilang dia lemah. Rupanya kebanyakan orang mendapat 175 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau dia itu gurumu. saya punya rencana ke sana. Sambil menghirup teh. Lalu. saya belum tahu. syauqy_arr@yahoo. "Lupakan keinginan itu sama sekali." Tawa samurai itu pun akhirnya pecah berderai-derai. Sambil menoleh ke Otsu. Bisa sediakan kue manis buat anak ini?" Jotaro tetap berdiri.webng. seorang tua yang sangat sopan memegang sebuah ketel teh besar. Otsu bertanya kepada orang tua itu. Baginya duduk dan beristirahat itu membosankan. jadi tak ada bedanya. "Apa kamu sudah mempelajari beberapa teknik?" "Belum bisa dikatakan begitu. Di bawah tepi atap sebuah warung teh. walaupun saya akui. Tapi terpikir juga oleh saya. tetapi matanya tetap muram. Mulutnya menggetar. Ia sedang melayani para langganan yang duduk berkeliling di bangku. itu lain soal. ia menyalaminya dengan hangat. lalu bercerita kepada mereka mengenai apa yang diketahuinya tentang keadaan Nara. "Senang sekali bertemu dengan anggota Keluarga Yagyu!" serunya. "Apa Nara masih jauh dari sini?" "Masih. Anak perempuan seperti Anda mesti menginap di Taga atau Ide. Orang yang cepat jalannya pun barangkali takkan sampai lebih jauh dari Kizu sebelum matahari terbenam. Kalau Nona yakin ada teman untuk tinggal di sana. "Oh." Pemilik warung menuangkan secangkir teh untuk diri sendiri. Melihat Shoda. tentunya dia ahli yang sejati. dan karena menurut pendengaran saya banyak ronin berkumpul di Nara sekarang ini." "Dia sama sekali tidak sebaik itu. "Nona ini sudah beberapa bulan mencari seseorang. Nara bisa jadi tempat yang sangat berbahaya. Saya juga tidak pandai main pedang." Jembatan Uji mulai tampak.

120. Sesudah Pertempuran Sekigahara. "Misalnya." kata orang tua itu. Wilayah sekitar Nara dan Gunung Koya penuh kuil. 176 thanks to. Kebanyakan anggota partisan Osaka dari Tentara Barat dan Osaka. Kota Nara yang dahulu tenang itu kini berubah menjadi sarang penjahat nekat. disangsikan apakah para pelarian itu akan dapat lagi memperoleh penghidupan terang-terangan dengan pedangnya. Setengahnya lalu mulai berkelahi. lalu Sengoku Soya kabarnya berada di luar Horyuji. di mana banyak kuil berwarna-warni dan rusa-rusa jinak-sebuah tempat yang tidak terganggu oleh perang atau kelaparan. damai. orang-orang Tokugawa menyita tanah-tanah milik yang seluruhnya menghasilkan 33 juta gantang padi tiap tahun. dan Ban Dan'emon di Kofukuji. Menurut perkiraan kebanyakan orang. hingga kalau bisa pedang pun akan mereka jual. Tetapi yang mempersulit keadaan adalah para samurai miskin yang berkeliaran di jalan-jalan belakang kota. karena itu sukar bagi angkatan bersenjata Tokugawa untuk mengadakan perondaan. Untuk gadis manis seperti Otsu. Sebagai pemenang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kesan bahwa ibu kota lama itu tempat yang tenang. syauqy_arr@yahoo. keadaan mereka demikian sulit. berapa banyak ronin dari pihak yang kalah telah datang bersembunyi di sana. karena mereka semua sedikit banyak punya prestise dan dapat hidup sendiri dengan keluarganya. Satu-satunya harapan mereka untuk masa depan adalah kalau perang pecah lagi. Tergerak oleh ceritanya sendiri. Walau jika dihitung juga tuan-tuan tanah feodal yang semenjak itu diizinkan menetap kembali dengan gaya yang lebih sederhana.co. pemilik warung teh menutup ceritanya dengan minta amat sangat pada Otsu untuk mengubah maksudnya.000 atau 130.000 orang. samurai-samurai yang kini tak punya penghasilan dan sedikit saja punya harapan akan memperoleh pekerjaan lain. Menurut pendapat orang tua itu. pergi ke sana sama halnya dengan menuangkan minyak ke kimono dan menceburkan diri ke dalam api. maka setidak-tidaknya ada delapan puluh daimyo dengan penghasilan seluruhnya sekitar dua puluh juta gantang yang telah dicabut hak miliknya. tak tahulah orang. para pelarian berbondong bondong bergerak ke sana.com . "Sanada Yukimura yang terkenal itu bersembunyi di Gunung Kudo.000 orang samurai kehilangan jabatannya. berjudi. Kalau dihitung untuk setiap lima ratus gantang padi ada tiga samurai yang telah dihentikan dari tempat kerjanya dan dipaksa bersembunyi di berbagai provinsi lain-terhitung keluarga dan pesuruhnya-maka jumlah mereka seluruhnya tidak akan kurang dari 100. Banyak lagi yang dapat saya sebutkan. Dengan semakin berkembangnya kekuasaan ke-shogun-an Tokugawa dari tahun ke tahun.id and dimhad. atau mengganggu ketenteraman.webng. Juga. dengan harapan kerusakan yang mereka datangkan itu akan membuat angkatan bersenjata Osaka bangkit dan mengangkat senjata. orang-orang yang akan dibunuh dengan seketika kalau mereka menunjukkan diri. karena merupakan tempat sembunyi yang ideal." Semua itu orang-orang yang punya nama. keadaan tidak begitu jelek kalau hanya para ronin terkenal itu yang menyembunyikan diri. Padahal kenyataannya kota itu tidak lagi seperti itu.

dan sebagai gantinya kau pergi denganku ke tanah Koyagyu?" Karena merasa wajib memberikan keterangan lebih banyak tentang dirinya." "Nah. ia memakai nama Sekishusai. Melihat kebingungan pada wajahnya. Tak ada tawaran lain yang lebih baik dari itu. Dia menderita kebosanan luar biasa. syauqy_arr@yahoo. Kalau sekiranya ada sedikit saja petunjuk bahwa Musashi kemungkinan berada di Nara. Tapi sayangnya la betul-betul tak punya alasan untuk terus. aku memang ragu-ragu mengatakan ini. Otsu. Cuma saya takut. yang dipertuan dari Koyagyu yang sudah tua itu adalah Yagyu Muneyoshi yang agung. Tidak ada keluarga yang lebih besar di Jepang ini daripada Keluarga Yagyu.id and dimhad.co. "Tak suka kamu ke sana?" "Bukan itu soalnya." desaknya. ia melanjutkan. dan aku mengabdi kepada Keluarga Yagyu. pulang dari Sekigahara. dia langsung dipanggil ke Edo dan ditunjuk menjadi instruktur dalam rumah tangga shogun." "Jangan panjang-panjang kamu memikirkan soal itu. Kebetulan tuanku yang sudah berumur delapan puluh tahun tidak lagi aktif. Diundang ke Koyagyu saja sudah merupakan kehormatan. "Kamu lebih baik ikut dia. "Tadi kaubilang namamu Otsu. Segera setelah ahli warisnya.com . terpikir olehku. Apa kau suka kerja begitu?" Orang tua itu segera menimpali dengan pernyataan setuju. dan meyakinkan Otsu bahwa maksudnya itu terhormat. Dapat dipahami kalau para pemain pedang dari seluruh negeri akan datang ke pintu gerbangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Otsu kini merasa ragu-ragu dan duduk diam sebentar. yaitu Yang Dipertuan dari Tajima. daripada berkeliaran tanpa tujuan ke Nara. "Barangkali kamu tahu. Sejak meninggalnya Yoshioka Kempo. Jangan sampai tidak diterima tawaran itu!" Mendengar bahwa Kizaemon adalah pejabat dalam Keluarga Yagyu yang termasyhur itu. Keluarga Yagyu dianggap banyak orang sebagai eksponen terbesar dalam seni perang di negeri ini. akan senang sekali dia kalau kamu ada di dekatnya dan sekali-sekali main untuknya. Kizaemon bertanya. Keluarga Yagyu itu lain sekali dengan daimyo lain. Shoda berkata." Otsu sadar bahwa pergi ke Koyagyu lebih memberikan harapan. berapa pun kecilnya. di situ 177 thanks to. semenjak Musashi meninggalkannya di Jembatan Himeji. karena besar dugaannya.webng. Munenori. Khususnya Sekishusai. Otsu merasa beruntung. nanti permainan saya tidak cukup baik untuk orang seperti Yagyu Muneyoshi. tapi kenapa tidak kau batalkan saja maksudmu pergi ke Nara itu. orang itu bukanlah samurai biasa. "Nama lengkapku Shoda Kizaemon. bukan?" "Ya. Namun ia merasa sukar menjawab tawaran itu. Sesudah pensiun. Ketika kau berkata kau hidup dari main suling. la sekadar berjalan ke arah Nara—tak ada bedanya dengan pengembaraannya ke berbagai tempat lain. dia ahli upacara minum teh yang berselera sederhana. Melihat Otsu masih juga diam. tak akan ia berpikir panjang mengenai bahayanya. tenang. Dia akan lebih terganggu oleh sifat malu-malumu itu daripada bayanganmu bahwa kamu kurang terampil.

Yamato. mereka bisa lebih kuat daripada pasukan Yang Dipertuan sendiri. "Kalau menurut pendapat Tuan tak ada halangan apa-apa. "Yang berjudi itu termasuk yang baik-baik.. Apa kamu bisa naik kuda?" "Bisa. apa seorang perempuan dapat jalan sejauh itu sebelum malam datang. Kizaemon bertanya kepadanya. saya mau ke sana. Mereka tak punya cukup uang untuk makan. "Apa sudah mau berangkat? "Ya. jadi mereka itu berjudi untuk mata pencaharian?" tanya Kizaemon. "Banyak lagi lainnya yang menjadi tukang culik dan peras." "Kamu mau? Bagus sekali! Terima kasih sekali. Memalukan!" "Oh. Kizaemon menyuruh Otsu naik ke atasnya. syauqy_arr@yahoo." jawab tukang kuda. dan Jotaro menjawab bahwa di sebuah semak di bukit itu terdapat banyak orang sedang main. Alangkah bahagianya kalau dalam daftar itu dapat ia temukan nama Miyamoto Musashi! Terutama karena memikirkan kemungkinan itu. apa yang dilakukannya tadi. "Itu ronin-ronin jembel yang sedang berjudi. Tukang kuda tertawa. Hmm. tapi kelihatannya menarik." sela Jotaro.id and dimhad. tapi aku ragu." "Betul. Mereka begitu kasar. Mereka datang dari Tsutsui. "Guru saya seorang ronin!" 178 thanks to. "tapi di antara mereka tentunya ada orang-orang yang baik. Tukang kuda yang menanti di sana datang berlari-lari membawa kuda. dan serunya.webng." Kizaemon membungkuk ke bawah tepi atap dan mengangkat tangan ke arah jembatan. la tidak tahu nama permainan itu. sampai tak ada orang yang dapat berbuat sesuatu untuk menghentikan mereka." "Tunggu saya!" Mereka sudah setengah jalan menyeberang Jembatan Uji ketika Jotaro menyusul." "Saya dengar Koga juga penuh dengan mereka itu.co. Jotaro melihat mereka dari bukit di belakang warung teh. Mereka bertekad bertahan terus sampai perang berikutnya." "Ya.com ." "Bapak ini begitu terus bicaranya tentang ronin. sedangkan ia sendiri berjalan di sampingnya.. Kalau semua ronin dari Kawachi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahkan akan ada daftar tamu." kata Kizaemon menyetujui. ia berkata riang.. kami berangkat." "Kenapa Yang Dipertuan daerah ini tidak menangkap atau mengusir mereka?" "Jumlah mereka terlalu banyak-jauh lebih banyak daripada yang dapat dihadapi. dan Kii bergabung jadi satu. karena itu mereka memikat musafir untuk main dengan mereka dan mengakali segala milik mereka.

sebentar lagi gelap." Ia memungut sebuah batu dan dilemparkannya batu itu bersilantar di permukaan air. orang akan menunjukkan pada saya. Kita melihat banyak orang macam itu. "O ya." Jotaro tampak terenyak. nanti kamu kehilangan tabung bambu lagi. Yang lain-lain memandang matahari yang pelan-pelan tenggelam. karena entah dari mana mereka itu mendengar." "Otsu?" kata Jotaro. ya? Apa di sana gurumu tinggal?" "Saya tidak tahu betul. akhir-akhirnya kebanyakan mereka itu akan kelaparan. dan sedihnya." sela tukang kuda. "Hei. tapi sudah membayang-kan dirinya prajurit besar. Nah." "Kamu muridnya. kalau berani mengatakan begitu!" "Coba dengar! Masih seperti kutu membawa cungkil gigi. "Apa ini? Coba. Cukup setia juga kamu. Jotaro merajuk diam." Kizaemon tertawa." Kemarahan Jotaro sekilas bangkit." kata Otsu. di mana dia. yang mengira Otsu akan pergi bersamanya.. Coba.co." "Itu cuma sebagian sebabnya. jadi lebih baik kamu buru-buru." "Jalan pintas untuk menjadi kaya.. Dan jangan buang waktu di jalan. Barangkali dia mengira bahwa dia hanya harus belajar memukul orang dengan pedang itu untuk menjadi manusia sejati. "Maka itu kamu membela mereka." "Apa gaya gurumu itu?" "Saya tidak tahu." 179 thanks to. "ilmu pedang itu sekarang cuma iseng-iseng. Akhirnya mereka sampai di pangkalan perahu tambangan di Sungai Kizu. Rumahmu jalanan. dan katanya. bahwa jika orang cakap bermain pedang. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Jotaro. "Mestinya sudah sejak tadi aku tahu bakal sendiri lagi.com . anak sekecil ini pun sudah pegang pedang kayu. Semua orang mempelajarinya.. "Aku sudah memutuskan pergi dengan Tuan ini ke puri di Koyagyu. Kita dapat bertemu dengan lima atau sepuluh orang dari mereka yang berkeliaran di jalan ini setiap hari. jangan marah. tapi kamu tak tahu gayanya?" "Tuan. "Di sini kita berpisah. Itu semua karena jauh lebih banyak ronin yang mengajar dibanding dahulu. Kaubilang akan pergi ke Hozoin tadi. tapi dia bilang. aku lupa bilang tadi. kalau saya pergi ke sana." kata Otsu tersenyum. daimyo akan berlomba-lomba menyewanya dengan bayaran empat atau lima ribu gantang setahun. Mengerikan kalau kita memikirkannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kizaemon tertawa. "Jaga baik-baik dirimu." "Mereka tertarik. "Tapi kita akan bertemu lagi hari-hari ini." "Tidak lagi! Tak usah menguatirkan saya!" Mereka berjalan terus. sedangkan aku sendiri banyak jalan.webng. ya?" "Tepat.

co.webng. syauqy_arr@yahoo. Mereka berada di lembah. Masih dapat ia mengenali kuda Otsu dan Kizaemon di jalan Kuil Kasagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro kelihatan tak ingin bergerak. di sisi bagian sungai yang tiba-tiba menyempit. "Tapi siapa yang Kakak cari itu?" tanyanya. ia menoleh ke belakang. dan sedikit demi sedikit ditelan oleh awal bayang-bayang gunung. Jotaro berlari sepanjang tepi sungai.id and dimhad. "Orang macam apa?" Tanpa menjawab. lalu melompat ke tengah perahu tambangan kecil. Otsu melambaikan selamat berpisah. 180 thanks to.com . Ketika perahu yang menjadi merah warnanya oleh matahari petang itu sudah setengah jalan menyeberangi sungai.

dan reruntuhan rumah mandi umum raksasa yang dibangun oleh Ratu Komyo untuk orang miskin. yaitu "O". sudah cukup untuk dianggap penipu. yaitu Kuil Ganrin'in. Selagi ia berdiri di sana. Walaupun kemudian ia segera menyadari kesalahannya. Di sini pula terdapat sisa-sisa kebesaran zaman Nara-reruntuhan sebuah kuil. Yang berani menganggap dirinya murid serius. di tengah hutan kriptomeria yang luas dan lebat. yang berlainan. Hozoin ada di Bukit Abura. Tetapi sekarang yang tertinggal dari semua itu hanyalah serakan batu pondasi yang mengintip dari balik lumut dan rerumputan." "Kenapa?" 181 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 14. Musashi melepas topi. Hozoin MURID seni bela diri umumnya mengenal Hozoin. Sepanjang pengetahuannya.com . Pohon-pohon kriptomeria telah menempuh musim dingin dengan selamat. karena hanya huruf pertama. dan katanya. Sekalipun di antara kuil-kuil itu tak ada yang mirip dengan yang dicarinya. sekalipun aneh juga bahwa hanya sedikit orang yang kenal Gudang Shosoin yang justru lebih penting karena koleksi bendabenda seni kuno yang tak ternilai harganya. Tempat itu juga terkenal di antara penduduk setempat. Pikiran Musashi demikian penuh oleh Hozoin. di atas pepohonan itu tampak lekuk-lekuk feminin Gunung Kasuga. dan kini bermandikan hujan awal musim semi. syauqy_arr@yahoo. Betul?" "Di belakang kuil ini. Musashi mendatangi setiap gerbang untuk memeriksa papan namanya. Hozoin adalah kuil Zen yang tak ada hubungan-nya dengan Nichiren. itulah tempat tinggal jin-jin. Bersamaan dengan tibanya senja. seperti yang tertulis di papan itu.webng. Ozoin rupanya milik Sekte Nichiren. "Boleh saya bertanya?" "Tentang apa?" "Kuil ini namanya Ozoin?" "Ya. tapi menganggap tempat itu sama saja seperti kuil-kuil yang lain.co. Pendeknya. hingga ketika ia melihat papan nama Kuil Ozoin.id and dimhad. tapi begitu sampai disana ia berdiri memandang ke sekitar dengan kagumnya. mula-mula ia salah baca." "Kata orang." "Kalau begitu dengarkan nasihat saya: Lupakan saja. Musashi tidak mengalami kesulitan mencari arah Bukit Abura. karena di sana terdapat kuil-kuil lain yang bersarang di tengah hutan. seorang biarawan muda yang baru kembali ke Ozoin melewatinya dan menatapnya penuh curiga. Warna daun-daunnya sedang gelapgelapnya. Kuil itu terletak di Bukit Abura. Gunung-gunung di kejauhan masih terang oleh sinar matahari. Anda mau ke sana buat bertanding?" "Ya. pergi juga ia ke dalam untuk melihat.

." Sikap kasar orang itu menunjukkan bahwa ia ingin Musashi lekas pergi. Kakuzenbo In'ei. Soal lembing sudah dilupakannya sama sekali. agak lain daripada biarawan Nichiren biasa. kepala biara itu tertarik pada seni bela diri dan akhirnya mulai belajar ilmu pedang sebagai pelengah waktu. "Saya sudah mendengar tentang In'ei. Menurut biarawan itu. walaupun dia sudah punya banyak murid. "tak banyak faedahnya Anda pergi ke sana. Inshun sebetulnya murid kepala biara Ozoin. tapi dia sudah paham semua rahasia Gaya Hozoin. Lalu ia mengembangkan cara-cara baru dalam menggunakan lembing. Anda barangkali tak dapat bertemu dengan gurunya. Karena hubungannya dengan Muneyoshi dan dengan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise.com . kepala biara yang dulu. Inshun. begitulah. demikianlah kira-kira." kata Musashi." kata biarawan itu dengan nada menghina. In'ei sekarang berumur delapan puluh empat tahun dan sudah sepenuhnya pikun. Pada waktu menerima tamu pun ia sudah tidak dapat melakukan percakapan. Saya bisa mengerti kalau orang yang dilahirkan pincang pergi ke situ untuk diluruskan kakinya. tapi saya tak melihat alasannya kalau orang yang anggota badannya baik dan lurus mesti pergi ke sana untuk dikutungi. teman Muneyoshi." simpul biarawan itu sesudah menjelaskan semuanya. seperti ditunjukkan oleh namanya. dan kemudian dia atur pula agar Inshun menjadi kepala biara. Karena itu dia mengajarkan pada Inshun rahasia-rahasia permainan lembing yang pernah dia pelajari dari In'ei.co. Ia hanya duduk dan membuat gerakan-gerakan yang tak dapat dimengerti dengan mulutnya yang sudah ompong. Walaupun sadar dianggap enteng oleh orang itu. begitu. sering kali mengunjungi Yagyu Muneyoshi. Kelihatannya ia tidak dapat menangkap apa pun yang dikatakan orang kepadanya. "Jadi. Ia hampir tidak pernah menjumpai siapa pun." "Oh." 182 thanks to. tak dapat Anda mempelajari sesuatu. "Tak ada apa-apanya desas-desus itu." Biarawan itu tegap tubuhnya.webng. Musashi mendesak terus. Tapi saya mendengar juga bahwa seorang pendeta yang namanya Inshun telah mengambil alih kedudukannya dan menggantikannya.id and dimhad. dan kalaupun Anda bertemu dengannya.. tidak pernah dia menolak memberikan pelajaran pada siapa pun yang datang kepadanya. syauqy_arr@yahoo. Seni bela diri hanya sampingan. Kuil itu tempat suci untuk cahaya Hukum Sang Budha. Perhatian utamanya terletak pada agama. kepala biara kami merasa sayang jika reputasi Hozoin tersia-sia begitu saja.. "Tapi Anda masih juga ingin ke sana?" "Yah. Orang bilang dia masih belajar." "Oh. dan saya tahu bahwa yang Anda katakan itu benar. jumlah calon prajurit telah mencapai angka yang oleh Hozoin pun sudah dianggap mengganggu. dan sepengetahuan Musashi inilah yang menjadi cikal-bakal Gaya Hozoin yang sangat dihargai orang. Menurut yang saya dengar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Berbahaya. Sesudah In'ei mulai memperlihatkan tanda-tanda ketuaan. sudah sejauh ini saya pergi.

hingga rasanya kurang sopan mengganggunya. kagum oleh kekuatan yang baru saja menyerangnya. Takkan salah lagi. Selagi berjalan di tanah lunak di antara baris-baris lobak. Sambil menanti munculnya seorang pembantu. Musashi berjalan melewati dapur kuil itu ke belakang pekarangan. ia lihat di satu sisi seorang tua yang sedang mencangkuli sayur sayuran.co. rades. tapi jawaban satu-satunya yang diperolehnya adalah gema dari pepohonan di sekitar. ia hanya melontarkan pandangan selintas. keadaan betul-betul sepi. Melihat ada sebuah gong besar di samping pintu masuk. dilihatnya punggung yang bungkuk itu masih menghadapnya dan cangkul itu masih juga meneruskan iramanya yang tak terputus-putus. tiba-tiba sadarlah ia bahwa orang itu sedang menatap kakinya dari sudut matanya. dan katanya. Seluruh tubuhnya terasa panas. Kecuali dentang cangkul yang mengenai batubatuan. Sekiranya ia salah seorang prajurit pendeta Gunung Hiei. Hampir seketika itu juga teriakan jawaban terdengar dari dalam kuil. Di situ terdapat gudang kayu. Akhirnya sampailah ia di depan Hozoin. Namun ketika Musashi berlalu tanpa mengucapkan sesuatu.webng. ia memandang baik-baik lempengan cangkulnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu. Sambil membungkuk mencangkul. Lebih baik memutar ke kiri atau ke kanan?" "Tak perlu memutar. ia berpikir." Sesudah mengucapkan terima kasih kepadanya.. Ia berseru dua kali lagi. "Anda shugyosha?" 183 thanks to. ia memukulnya. tapi aku ingin tahu. Musashi merasa diserang dengan kekuatan yang mengerikan-suatu kekuatan yang seperti kilat membelah awan. Ini bukan mimpi di siang bolong. dan ia meloncat ketakutan ke udara.com . Karena dari hari ke hari terbiasa menerima kunjungan orang-orang seperti Musashi. Ia benar-benar merasakan kekuatan misterius itu menghunjam tubuhnya. mirip sekali dengan wilayah di sekitar rumah seorang petani kaya. Walaupun orang itu tidak bergerak ataupun berbicara. Jauh lebih cepat jalan terus lewat kuil kami ini. syauqy_arr@yahoo. seolah-olah baru saja lolos dari pukulan pedang atau tombak yang mematikan. la hampir berbicara." "Tadi Anda bilang tempatnya di belakang ini. Musashi menyimpulkan bahwa orang tua itu biarawan Ozoin." Kejadian di halaman itu masih terus menghantui pikirannya. "Inshun mestinya masih muda. dan kebun sayursayuran yang luasnya sekitar satu ekar. tapi orang tua itu rupanya demikian tenggelam dalam pekerjaannya. pasti ia komandan batalion. Di sebelah kebun itu ia melihat Hozoin. Ketika ia menoleh.id and dimhad. namun rasa ingin tahunya masih belum reda. "Apa arti semua ini?" demikian ia terheran-heran. dan bawang. Yang kelihatan oleh Musashi pada orang itu hanyalah sepasang alisnya yang putih saiju.. Orangnya besar dan berotot. Seorang pendeta datang ke pintu. Biarawan muda itu tadi mengatakan In'ei sudah pikun dan sudah lupa sama sekali akan tombak. gudang empleng kacang.

Pendeta itu tentu saja sangat tertarik pada hal ini. Ia menutupnya dengan mengatakan." Pendeta itu berkata. barangkali lebih baik Anda membaca dulu apa yang tertulis di awal buku tamu itu." Bicaranya seolah-olah sedang mengajar seorang anak. Bunyinya: Karena saya datang kemari dengan tujuan belajar. Pertarungan di sini berlangsung kasar.com ." Musashi mengambil buku itu. maksudnya secara tak langsung adalah supaya Musashi membasuh kakinya dulu. dan membaca persyaratan yang tadi ia lewati." Karena ada maksud belajar dengan sungguh-sungguh. demikian juga contoh-contoh yang diberikan oleh para pendahulu di negeri ini." "Ada keperluan apa ke sini?" "Saya ingin bertemu dengan Guru. Jawaban Musashi sama dengan yang pernah diberikannya di Perguruan Yoshioka. dan gaya apa yang Anda gunakan. Di situ ia diminta menanti. dan tidak ada perkecualian." Musashi membuka buku itu dan memperhatikan nama-nama di dalamnya." dan memberikan isyarat ke kanan pintu masuk. Judul buku tamu itu: "Daftar Orang-orang yang Mengunjungi Kuil Ini untuk Belajar Pramugara Hozoin. Anda barangkali sudah tahu. Sebelum Anda melanjutkan. Lewat jendela ia dapat melihat daun-daun lebar pohon pisang. Ketika muncul kembali. Di situ terdapat sebuah tong penuh air yang disalurkan lewat pipa bambu." "Mm. "tapi tidak terlalu rajin mempelajarinya. membukanya.id and dimhad. Bau dupa mengambang di udara. pendeta itu menyerahkan daftar tamu dan kotak tinta kepadanya. di mana Anda pernah belajar. syauqy_arr@yahoo.co. Masing-masing ditulis di bawah tanggal berkunjungnya seorang samurai atau murid. Selain sikap kasar si raksasa yang telah mengantarnya masuk itu. maka saya membebaskan kuil dari segala tanggung jawab. Katanya. "Silakan tulis nama Anda. "Saya masih dalam taraf belajar. Silakan. manakala saya mendapat cedera badaniah ataupun terbunuh. la belajar menggunakan pentung dengan pimpinan ayahnya. maka ia berguru pada segala yang ada di alam semesta ini." 184 thanks to. "Silakan masuk. dan dipersilakan masuk ke kamar tunggu. "Saya setuju. "Baiklah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Musashi menuliskan keterangan yang diminta. Musashi mengikuti pendeta itu menyusuri lorong yang lebar dan gelap. tanpa menyebutkan nama gurunya." kata Musashi sambil menyeringai sedikit—memang itu sudah sewajarnya bagi orang yang berniat menjadi prajurit. Hozoin terkenal di mana-mana karena permainan tombaknya. tapi semenjak zaman guru kami yang pertama. Menuruti gaya masukan yang terakhir.webng. Di kanan-kirinya terdapat sekitar sepuluh pasang sandal yang usang dan kotor. menurut penglihatan Musashi tak ada suatu pun yang menunjukkan bahwa ada yang luar biasa di kuil yang satu ini.

Kalah. Pendeta berdiri tak bergerak ketika si penantang pergi ke dinding. Disamping itu ada beberapa samurai yang hanya menjadi peninjau. kembali pada posisi semula. syauqy_arr@yahoo. Belum pernah Musashi melihat tiang-tiang yang demikian besar kelilingnya. "Berikutnya!" terdengar panggilan orang yang duduk di lantai.id and dimhad. dan bahkan dahinya seolah terdiri atas otot-otot menggelembung. tapi orang-orang yang duduk di sekitarnya mengatakan bukan. Menurut papan pemberitahuan di dinding. kertas emas. dan seluruh tubuhnya-kaki. guru generasi kedua. si pendeta sudah memperdengarkan raungan anjing liar." serunya. Salah seorang yang berlatih terlontar ke udara dan berjalan terpincang pincang kembali ke tempat duduk. Ia belum mati. Orang itu tak dapat lagi duduk. "Berikutnya!" seru si pendeta lagi. Tongkat kayu ek yang dipegangnya tegak lurus itu panjangnya paling tidak sepuluh kaki. la mengikat lengan kimononya dengan tali kulit dan berjalan menuju tempat latihan. Orang itu Agon. jika seseorang ingin bertarung dengan tombak bertulang. bahkan bisa juga mematikan. ketika ia duduk di sebuah sudut. dan ia juga melihat bekas-bekas cat.co. tetap dengan wajah masam. Dua murid si pendeta keluar dan menyeretnya pergi pada lengan dan pinggang kimononya. Lengan jubahnya diikatkan ke belakang. dan menjatuhkan diri dengan susah payah pada sebelah lututnya. tapi mengangkat kepala dari lantai pun ia sudah tak sanggup. dan cat dasar Cina putih pada kerangka lubang angin. dan datang menghadapinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dojo itu besar sekali.com . Ia bukan tamu satu-satunya di situ. tantangan akan diterima. tetapi para murid yang kini duduk di lantai itu hanya menggunakan tongkat latihan dari kayu ek panjang. dan bersamaan dengan itu ia menjatuhkan tongkatnya sekuat-kuatnya ke tengkorak si penantang. Namun pukulan di sini bisa terasa sangat sakit. tangan. tapi baru saja mereka selesai menghormat. Penantangnya sudah kalah. Satu orang yang agaknya salah seorang dari yang datang hari itu menyambutnya. Para biarawan tentunya telah mengorbankan sebuah ruangan kuliah atau bangunan besar lain untuk membuat dojo itu. Selesai sudah. Musashi melihat pahanya membengkak sampai sebesar batang pohon. seorang pendeta yang sikapnya angkuh luar biasa. Semuanya dengan saksama memperhatikan dua pemain tombak yang sedang melakukan latihan pertandingan. Semua itu hal-hal yang tidak biasa ditemukan dalam ruang latihan biasa.webng. Semula Musashi mengira orang itu Inshun. Kakinya yang luka dijulurkannya ke depan. Mereka membungkuk seperti kebiasaan. "Berikutnya. memilih tombak-kampak. Di lantai yang ditinggalkannya berceceran ludah bercampur darah. bahu. Di situ ada juga murid pendeta yang sama jumlahnya. Tak seorang pun melontarkan pandangan kepada Musashi. salah seorang murid senior yang dikenal 185 thanks to. Lebih dari sepuluh calon prajurit duduk di kamar tunggu.

ia menderas ke arah dinding belakang dan dengan bengis menghunjamkan tombaknya ke bagian dinding yang dipergunakan untuk berlatih. syauqy_arr@yahoo. "Tak baik buatmu. membelakangi Musashi. Agon yang congkak itu telah menyingkir dari lantai dan waktu itu sedang bercakap-cakap dan tertawa bersemangat dengan sekelompok pendeta. Satu suara mengatakan. jika Inshun sudah kembali. bukan berjalan. orang bebal. kelihatan sedikit heran. Terdengar tawa kering di luar jendela. Saya datang lagi nanti. "Agon.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sebagai "Tujuh Pilar Hozoin"." "Teruskan saja. Biarkan saja orang itu menanti sampai lusa. yang agaknya sudah dikenalnya betul. Pramugara berotot itu pun mencocokkan daftar tamu dengan wajah orang-orang yang sedang menanti. lihat! Bukan papan yang kamu hadapi. Ia berdiri diam. Papan-papan di situ baru saja diganti. "Tidak." Agon mengalah." 186 thanks to. Katanya malas." "Bagaimana kalau Anda?" "Kalau Anda tidak keberatan. dan menyerang ke jurusan lain. "Gantikan saya. Ia menunjuk seorang di antaranya. "Siapa kamu?" lenguhnya. "Siap!" teriak Agon.. "Tinggal seorang lagi. pandangan bosan tampak kembali pada wajahnya. Mereka bilang Inshun sendiri tidak pernah bertarung." desak mereka.co.id and dimhad. tapi sekalipun kayu baru itu liar. Uap mengepul dari tubuhnya yang terselimut Ia mengambil posisi agak jauh.com . seakan-akan keduanya itu digantungkan di sana oleh seorang pedagang barang antik. "Yow-w-w!" Pekik kemenangannya menggema seram di seluruh ruangan ketika ia mencabut tombaknya dan mulai menari. jangan hari ini.. lembing Agon yang tidak bermata logam itu langsung melesak tembus. kembali mendekati Musashi. Musashi maju bersenjatakan pedang kayu.." "Apa pula itu artinya?" "Artinya. kemudian tampak di ambang jendela kepala mengilat dan sepasang alis seputih salju. "Yah-h-h!" Sambil memekik seperti burung garuda yang sedang berang.webng. jangan tolol! Lihat." Semua mata menatap Musashi ketika ia bangkit." Tanpa mengendurkan sikapnya. karena para penantang selalu dapat dijatuhkan oleh salah seorang dari mereka ini. Dengan cepat ia mengambil sikap menyerang. Ia mencengkeram tongkat kayu hitam mengilat itu. Kali ini tidak. tapi ketika penantang baru muncul. lalu berjalan acuh tak acuh ke tengah lantai. Agon memandang ke jendela. Ia menatap penantang terakhir itu dengan galak. Tawa itu terdengar terus. "Tidak ada lagi?" lenguh Agon yang memegang tombak latihannya mendatar. saya sedia bertarung. Agon.

Dalam sedetik yang menentukan itu Musashi menangkis dan sekaligus melancarkan serangan balasan. Berulang-ulang ia mengganti posisi dalam usaha memancing Musashi. kepala itu sudah lenyap. Peringatan orang tua itu hanya berpengaruh pada genggaman senjata Agon yang agak mengendur. Ia memegang pedang lurus ke depan dengan kedua belah tangannya. "Kalau obat dapat menyelamatkannya. ia menyumpah ke arah jendela yang kini kosong dan melupakan nasihat yang diterimanya. "Ya?" "Saya mau bicara sedikit dengan Anda.webng. tangan dan dadanya berlumuran darah. "Hai!" katanya. barangkali untuk mengibaskan keringat yang mengucur dari dahinya. tapi karena badannya sedikit lebih kecil dari lawannya dan tidak begitu berotot. Tapi baru saja ia sadar. dan serunya. barangkali untuk mengibaskan kata-kata peringatan orang tua itu. Sambil menoleh Musashi menjawab. Mata Musashi setajam mata burung.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi yang juga menoleh ke jendela itu. Perbedaan terbesar adalah pada matanya. Otot-ototnya seperti baja. Musashi berdiri diam sepenuhnya. Karena tak ada lagi yang bisa dikerjakannya. "Obat! Ambil obat! Cepat!" "Kalian tidak membutuhkan obat lagi. Apakah kata-kata itu masih menempel? Apakah ia mencoba membuangnya ke luar pikirannya? Apa pun alasannya. Musashi bertanya untuk basa-basi. ia tampak terganggu sekali. Goblok!" Tak seorang pun memperhatikan Musashi. beberapa orang menginjak tombak latihan dan jatuh tertelungkup." Itu ucapan orang tua yang masuk dari pintu depan dan cepat menilai keadaan. atau begitulah kelihatannya." 187 thanks to. Masuklah lagi. menggeletar seperti cahaya bulan di atas gelombang samudra.com . dan bila ia melompat.id and dimhad. Agon menggelengkan kepala. tapi begitu matanya bertatap pandang dengan mata Musashi. Kelihatan seolah kedua kakinya berada di lantai dan di udara sekaligus. Musashi berjalan ke pintu depan dan mengenakan sandalnya. syauqy_arr@yahoo. Wajahnya masam. Tak ada yang aneh pada sikapnya. Sergapan yang dilancarkan Agon diiringi pekik tajam. "Apa yang terjadi?" Para rekan pendeta Agon bergegas maju ke depan dan mengerumuninya dalam bentuk lingkaran hitam. Dalam suasana kacau-balau itu. tetapi Musashi tetap tak bergerak. Orang tua itu mengikutinya. Sementara Agon mengetatkan genggaman tombaknya. sedangkan biji matanya seperti batu koral terang bergurat darah. melihat bahwa wajah di jendela itu wajah orang tua yang tadi dilihatnya ketika menuju Hozoin. ia tampak hampir biasa saja. "Anda siap?" Basa-basi ini malah membikin Agon meradang.co. tidak akan aku mencoba menghentikannya tadi. lompatannya bukan main ringannya. Seorang pendeta bangkit berdiri.

. sebuah sel sederhana persegi empat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia mengantar Musashi ke sebuah kamar di belakang ruangan latihan." kata orang tua itu." "Bukan itu yang kumaksud." "Bagaimana?" tanya Musashi bingung. Pak." "Ketika melihatku. tapi dia sedang dalam perjalanan. belajar di gunung-gunung dan sungai-sungai. Saya juga menghabiskan sejumlah waktu mengitari pedesaan. Kekuatanmu itulah yang menjadi masalah. Ia memejamkan mata. mesti lebih lemah. tapi saya minta maaf atas terjadinya musibah tadi." "Kenapa begitu?" 188 thanks to. Jadi. wajah Musashi memerah." "Kamu rupanya memiliki sikap yang tepat." "Kenapa? Hal seperti itu memang kadang-kadang terjadi. saya bertindak atas namanya. terjadi lagi sekarang. orang tua itu berkata." "Apa namamu Miyamoto Musashi?" "Betul. Sesudah mereka duduk. "Kau ingat." kata Musashi membungkukkan kepala. "Oh." "Bagaimana luka Agon?" "Dia terbunuh seketika. Ayah saya mengajari saya menggunakan pentung ketika saya masih kecil. tidak! Saya masih belum matang. "Dia mati?" Lalu kepada diri sendiri Musashi berkata. Pintu merupakan satu-satunya jalan ke luar.webng. dan baru kembali dalam dua atau tiga hari ini.co. bukan?" "Ya." "Siapa gurumu belajar seni bela diri?" "Saya tak pernah punya guru dalam arti biasa. kau melompat menyingkir.. Tak usah itu menggelisahkan Anda. "Jadi. Kau mesti mengendalikannya. "Sebetulnya lebih layak kalau Kepala Biara datang menyambut Anda. Anda harus siap menerimanya sebelum Anda mulai bertarung. syauqy_arr@yahoo. "Saya berterima kasih atas latihan baik yang saya terima hari ini. "Anak muda!" "Ya." Sekali lagi pedang kayunya membunuh orang. Sejak itu saya mengambil sejumlah pelajaran dari samurai yang lebih tua di berbagai provinsi. Saya menganggap semua itu guru juga.com ." "Oh. Saya masih selalu berbuat kesalahan. Bapak sungguh baik hati. tadi kau lewat kebun sayur tempat aku bekerja?" "Ya. dan katanya. Embusan napasnya terasa seperti angin dingin pada wajah Musashi.. seperti yang biasa dilakukannya dahulu dalam kejadian serupa.id and dimhad. Tapi kamu begitu kuat! Terlalu amat kuat!" Merasa sedang dipuji. Dalam hati ia menyerukan nama Sang Budha.

com . Sekarang tidak pernah lagi kusentuh senjata itu. Saya merasa ada hawa pembunuhan dalam pandangan Bapak. "Itu buang-buang waktu. Boleh saya menanyakan nama Bapak dan kedudukan Bapak di kuil ini?" "Oh. sekalipun mereka belum bersapa kata. aku sendiri tak akan lebih dari seorang tua yang sedang mengurus sayur-sayuran. aku bukan dari Kuil Hozoin. "Padahal yang terjadi justru sebaliknya.webng. Karena itu aku mengajarkannya kepada Inshun. Sikapnya kepada orang tua bungkuk itu menjadi hormat." "Oh.id and dimhad. Kurasakan itu di ujung cangkulku." "Ya.co. seluruh tubuh saya terasa terpaku oleh pandangan Bapak. dan karena dia mempelajari seni tombak. dan rasanya sayang bahwa Hozoin jadi terkenal justru karena seni bela dirinya. "Saya mengucapkan terima kasih atas pelajaran yang Bapak berikan. walaupun perhatian Bapak kelihatannya terpusat ke tanah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Wah. Inshun yang jadi kepala biara ini murid Bapak. Aku Kepala Biara Ozoin. saya ingin tahu. Musashi benar. ketika ia menduga orang itu bukan orang biasa. dan ia sendiri murid. seakan-akan Bapak sedang mencari tempat lemah dalam tubuh saya untuk diserang." "Kalau demikian. tapi sudah kutangkap apa yang dinamakan 'hawa pembunuh' itu di udara." "Aku teman lama In'ei. syauqy_arr@yahoo. Tak ada yang bisa dipelajari di sini. sehingga muncul dalam setiap langkah yang kau ambil. Sekarang ia merasakan pendeta itu guru. Tapi belakangan aku punya pikiran lain." Nikkan menggeleng mencela." "Jadi. Benar. apakah Bapak mengizinkan saya tinggal di kuil Bapak sampai Inshun kembali?" "Apa kau berniat menantangnya?" "Yah." "Apa betul demikian?" 189 thanks to. kau merasakan sikap permusuhanku. " Jadi. dapat dianggap demikian. Waktu itu aku merasa harus siap mempertahankan diri. Demikian kuat semangat juang dan ambisimu. Juga. tapi itu hanya pantulan sikapmu sendiri. "Kalau yang lewat itu cuma salah seorang dari petani desa ini. Tak ada orang lain lagi yang kuajari. bukan karena semangat keagamaannya. Namun ada yang merasa sayang sekali kalau Gaya Hozoin itu lenyap." Orang tua itu tertawa. ingin saya melihat bagaimana guru terkemuka itu memainkan tombak. Tapi kaum pendeta tidak seharusnya menggunakan senjata. Namaku Nikkan. Kau masih lima puluh kaki jauhnya dariku. selama saya berada di sini. kuputuskan untuk belajar bersamanya. saya bayangkan waktu itu Bapak bisa menggunakan cangkul Bapak sebagai senjata dan menghantam kaki saya.

" Nikkan menaikkan bahunya. Sudah biasa bagi Hozoin menyuguhkannya pada semua orang yang datang kemari untuk belajar.id and dimhad. Sementara Musashi ganti memandangnya. perhatikan aku. karena itu tak usah merasa telah merepotkan. Sudah cukup banyak. Baru ia menggigit acar itu." "Bagaimana rasa acarnya?" "Enak sekali. Cahaya mata itu membakar dan menumpulkan pikiran Musashi. Nikkan bertanya. "Kusuguhkan nasi. Tapi kali ini tak dapat ia menyatakan apakah daya tembus mata itu berasal dari dalam diri si pendeta. "Aku sudah diungguli!" Dalam cahaya remang-remang terlihat olehnya bayang-bayang sekejap melintasi jalannya. teh." Sementara Musashi mengambil sumpit. Bayang-bayang segerombolan kecil rusa yang ketakutan oleh langkah kakinya. hanya untuk kalah secara batin?" 190 thanks to. tapi aku tinggalkan tempat itu dengan perasaan kalah. ia merasa mata Nikkan yang tajam itu terarah lagi kepadanya. Segera pendeta muda itu kembali membawa baki dan wadah nasi dari kayu yang bulat bentuknya. "Bawa sini. karena ia meninggalkan tempat itu dengan keyakinan bahwa bagaimanapun ia sudah kalah." demikian gerutunya ketika ia berjalan pelan-pelan melintasi rumpun kriptomeria. yaitu mentimun yang diisi kemangi dan cabe merah. ataukah jawaban atas sesuatu yang ia keluarkan sendiri. Matanya seolah-olah melompat dari ceruknya. "Aku kalah. Dan itu tidak merupakan satu satunya sengatan yang dirasakannya. Pandang mataku. atau barangkali tombak di dekat ambang pintu itu yang hendak melayang ke arahnya. biji mata Nikkan bersinar. memajukan sedikit kepalanya." perintahnya. Tawa Nikkan pun berderai-derai seperti derak papan sekering tulang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah kaulihat seni tombak Hozoin tadi. "Kalau bicara soal kekuatan fisik. Ia melengos. terima kasih. Mereka membuat acarnya sendiri yang disebut acar Hozoin. lalu memberikannya kepada Musashi. ada perasaan mencengkamnya bahwa tinju Takuan hendak menghantamnya lagi. dan menatap Musashi. dan acar. Nikkan menyendok nasi dari wadah itu dan memasukkannya ke dalam mangkuk.com . "Mau lagi?" "Tidak. lalu berangsur-angsur berubah menjadi biru langit yang bening. Kenapa? Apa aku menang secara lahir. mula-mula dengan nyala warna merah merjan.co.webng. Ketika ia sudah menghabiskan semangkuk nasi dengan teh dan dua acar. terima kasih. Kau akan merasakannya enak juga. Ia baru mengendurkan pandangannya ketika seorang pendeta muda masuk dan berbisik kepadanya. syauqy_arr@yahoo. ketika menghadapi Agon. Apa lagi yang perlu disaksikan? Kalau ingin belajar lebih banyak." Sesudah pergi pun sengatan cabe merah di lidah itulah yang terutama mengingatkan Musashi kepada rasa acar itu. aku menang.

Namanya Jotaro. saya mohon disampaikan kepadanya bahwa saya tinggal di daerah Kolam Sarusawa. "Di mana Tuan mau menginap malam ini?" Karena tidak kenal daerah itu. Pertemuan hari ini telah membuatnya betul-betul murung. namun ada satu hal yang mengganggu pikirannya. Gadis itu mengatakan bahwa salah seorang sanak pemilik toko itu mempunyai rumah pondokan. Musashi merasa perlu menambahkan. "Yang datang itu anak lelaki. agar Jotaro dapat menemukannya dengan mudah." Musashi kembali menempuh jalan yang tadi ditempuhnya sambil menggerutu. Aku dikalahkan oleh kepala biara tua itu!" Kekesalan Musashi berlanjut terus. Gadis yang menuangkan tehnya bertanya sopan. tapi ketika tercium olehnya bau bakpau itu. Di sana sekarang terdapat bangunan campur aduk.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tiba-tiba. tapi ia harus hati-hati mengeluarkan uang. yang terbesar dari semuanya? Itulah persoalan yang terus merundungnya siang dan malam.com . Ia baru saja makan di kuil. Musashi berhenti di tengah hutan lampu di daerah paling ramai. Besok atau lusa akan datang satu orang mencari saya kemari. "Ini bukti aku kalah. Selama sekitar dua puluh tahun terakhir ini. Aku bahkan lupa meninggalkan pesan untuk Jotaro.webng. Ia masuk toko itu. di mana lampulampu masih menyala.co. Di situ Musashi akan diterima 191 thanks to.id and dimhad. karena ingat Jotaro. Ia menyebutkan namanya dan pendeta yang berjaga di pintu melongokkan kepala. dan toko-toko baru. duduk dan memesan satu piring penuh. Baru-baru ini Okubo Nagayasu datang memerintah kota itu atas nama Keluarga Tokugawa dan mendirikan kantor-kantor pemerintahan di dekat sana. wilayah antara Kolam Sarusawa dan bagian hilir Sungai Sai telah dibangun dengan mantapnya. dan katanya sambil lalu. Ada banyak rumah penginapan di sana. Usahanya berjualan bakpau maju pesat." Karena jawaban itu acuh tak acuh. ia melihat bahwa nama Lin dicetakkan di bagian bawah kue. Ketika pesanan datang. dan waktu itu sedang berlangsung perluasan tokonya ke arah Kolam Sarusawa. Ia bingung di mana mesti tinggal. ia merasa lapar lagi. syauqy_arr@yahoo. rasa kue itu dapat dinikmatinya dengan senang. Bagaimana mungkin ia menjadi pemain pedang besar. ia memutar langkah kembali menuju Hozoin. rumah-rumah penginapan. Berlainan dengan acar pedas di Hozoin. Dia harus menanyakan saya di rumah-rumah penginapan yang ada di sana. yaitu kementahan yang dirasakannya di hadapan Nikkan. Lagi pula ia ingin memilih tempat yang tidak terlampau jauh dari jalan yang banyak ditempuh orang. Walaupun ia sudah menang melawan Agon. "Ada apa? Ada yang lupa?" "Ya. Musashi segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjelaskan keadaan dirinya dan sekalian minta nasihatnya. karena itu tolong disampaikan pesan ini baik-baik kepadanya. Dia masih kecil. Di tengah kota berdiri bangunan milik seorang Cina yang kabarnya adalah turunan Lin Ho-ching." "Baik. Kalau dia datang.

Maklum. Apa keberatan kalau saya menginap sehari-dua hari sampai dia datang?" "Tentu saja tidak. di rumah ini tak ada lelaki. Saya harap Tuan dapat merasa bebas tinggal di sini. dan kedua orang itu saling berbisik beberapa waktu lamanya. kenapa rumah sebaik itu menerima tumpangan. Tanpa menantikan jawaban Musashi lagi. Rumah pondokan itu terdapat di lorong yang tenang. syauqy_arr@yahoo." Ia selanjutnya menjelaskan bahwa jalan-jalan penuh toko minuman dan pelacur. ia menjawab sambil tertawa. mengetuk pintu pelanpelan. gadis itu sudah menderap pergi. dan lembut. tapi yang ditanya hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. Agaknya itu tempat tinggal biasa yang kadang-kadang menerima tamu. Ketika Musashi mencoba memuaskan rasa ingin tahunya dan bertanya kenapa nyonya itu menerima orang menginap. Sesudah makan. Operasi ini mereka namakan "kunjungan pada para janda. agaknya ia istri pemilik toko.id and dimhad." "Saya mengerti sepenuhnya. namanya Kanze." kata nyonya itu tersenyum. Si nyonya tak beralis itu mengantar Musashi. betul?" "Yah. Mereka memeras keterangan dari pemuda pemuda setempat dan menyerang rumah-rumah yang tak ada lelakinya. "Nyonya menerima orang seperti saya ini supaya saya dapat bertindak selaku pengawal. selama Tuan suka." kata Musashi." jawab pelayan tanpa bertanya lagi kepada nyonya rumah. sampai ketika ia hampir tertidur. "Ini rumah kakak perempuan saya. kemudian menoleh kepada Musashi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan senang hati. Musashi mandi dan pergi tidur. Nyonya rumah itu wanita berpakaian apik berumur sekitar tiga puluh tahun. selama saya di sini. Ia kembali lagi bersama seorang wanita yang masih agak muda. tapi persoalan itu masih terus terpikir olehnya.webng. karena itu apakah Nyonya dapat memasang tanda yang memuat nama saya di luar gerbang sana?" 192 thanks to. Alisnya yang dicukur menunjukkan bahwa ia sudah menikah. "seperti saya katakan tadi. berkulit indah. banyak ronin yang kurang berpendidikan di sekitar sini. tidak jauh dari restoran. Pagi berikutnya ia mengatakan kepada pelayan itu. Hanya ada satu hal yang saya minta.co. Saya harap Nyonya merasa aman. saya janda-suami saya dulu aktor No. jadi tak usah susah-susah memberi tip atau apa pun. Ia heran. Saya menantikan seorang tamu. yang segera datang sendiri berkunjung." "Dengan kata lain." Pelayan keluar dari rumah. hingga Musashi merasa sedikit kurang enak. dan katanya pelan. Maka ia bertanya kepada pelayan. "Akan ada orang datang mencari saya.com . "Kalau mau terus terang. Pelayan merasa puas dan mengantar Musashi ke lantai kedua. Saya takut kalau tak ada lelaki di rumah ini. Kamar dan perlengkapan kamar itu terlalu baik untuk sebuah rumah penginapan biasa. Banyak di antara samurai miskin tidak cukup puas dengan barang-barang hiburan itu.

Malu mendapat pujian demikian melimpah. Tapi ketika mereka tidak memperlihatkan tanda-tanda akan mengubah pokok pembicaraan." "Kalau Anda tidak keberatan. Orang yang di sebelahnya berkata. "Saya Otomo Banryu. Semua ronin bertanya-tanya. Mereka langsung naik dan masuk ke kamar Musashi. "Semua orang yang kami kenal bicara tentang itu. Jarang ada pemandangan seperti itu!" Yang lain melanjutkan dengan nada yang sama. seolah-olah mereka telah mengenalnya sepanjang hidupnya." 193 thanks to. Saya menguasai Gaya Bokuden. bahwa ada lelaki di rumahnya. walaupun diprotes oleh pelayan.co." kata yang seorang. Dan Anda akan menjadi lebih baik lagi nantinya. mereka mencurahkan kata-kata jilatan. nama saya Yamazoe Dampachi. Musashi mengalihkan pandangan dari kanan ke kiri." kata yang pertama.com .id and dimhad. karena menurut pikirnya lambat atau cepat semangat mereka itu akan menurun. ia mengambil prakarsa dengan menanyakan nama mereka. seperti ayah saya." "Ya. tapi hari berikutnya Musashi menerima kunjungan rombongan tiga samurai. Saya mengabdi kepada Yang Dipertuan Gamo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Janda itu sama sekali tidak keberatan mengumumkan kepada orang banyak. Musashi segera tahu bahwa mereka sebagian dari orang-orang yang hadir di Hozoin ketika la membunuh Agon. "Saya belum pernah jadi apa-apa kecuali ronin. Anda tentu pemain pedang terbesar di negeri ini!" "Dan masih begitu muda lagi!" "Tak sangsi lagi.webng. Jotaro tidak muncul hari itu. Hari itu hari buruk buat nama baik Hozoin. dan saya banyak punya rencana untuk masa depan. Ketiganya memaksa masuk. syauqy_arr@yahoo. "O. maka dengan patuhnya ia menuliskan nama "Miyamoto Musashi" pada secarik kertas yang kemudian ditempelkannya di tiang gerbang. Untuk sementara ia mendengarkan saja dengan muka tenang. "Tak pernah saya melihat yang seperti itu dalam hidup saya. hingga remah-remahnya berceceran ke pangkuan mereka dan ke lantai. "Saya yakin belum pernah hal semacam itu terjadi di Hozoin. siapa orang yang namanya Miyamoto Musashi ini. dan sebaliknya. saya ingin bertanya. Sekali bentak saja dia sudah muntah darah. Dan bukan orang biasa yang dilumpuhkannya. kenapa dengan kecakapan Anda yang demikian Anda hanya jadi ronin? Suatu pemborosan bakat bahwa Anda tidak mengabdi kepada seorang daimyo!" Mereka berhenti agak lama hanya waktu menghirup teh dan melahap kue dengan rakusnya. dan begitu saja dia langsung melumpuhkan salah satu dari Tujuh Pilar. Duduk di lantai mengitarinya. Bayangkan saja! Seorang tamu tak dikenal datang. maaf." kata orang ketiga sambil tertawa kecil. tapi Agon yang mengerikan itu sendiri." "Saya Yasukawa Yasubei.

mereka tinggalkan tempat itu dengan ribut. Kalau ia mau menggabungkan diri dengan mereka. Malam itu. memberengut. "Apa maksud Anda dengan itu?" "Jadi. dan kami ingin bicara dengan Anda soal itu. kalian tak mengerti.webng. Yasubei berkata. Musashi senang juga mendengar bujukan mereka itu. "Kenapa tidak tertarik?" Watak muda Musashi meletus." Ia melanjutkan bahwa arena sudah didirikan. sedangkan seorang lagi menjadi merah karena marah.id and dimhad. tak ada yang mesti dibicarakan. Sekarang enyah dari sini!" Mulut salah seorang dari orang-orang itu memerot menjadi mata kayu yang keji." "Kenapa tidak?" tanya Dampachi. Kami ingin mengadakan serangkaian pertandingan yang akan memberikan pelajaran pada rakyat tentang seni bela diri. Saya tidak tertarik. Sambil maju cepat ke depan. Ini bukan permainan atau hal lain serupa itu. bulan tampak putih dan sedikit berawan. Musashi yang paling tepat bagi mereka. tapi segera mereka membenarkan bahwa mereka memang datang untuk apa yang mereka anggap sebagai misi yang sangat penting. Mereka menyimpulkan. dan serunya. bukan dengan pedang saya!" "Apa itu?" mereka bertiga memprotes. Begini. syauqy_arr@yahoo. "Saya bukan penjudi!" katanya berang. dan saya bermaksud tetap menjadi samurai. orang-orang sinting? Saya ini samurai. tapi segera kemudian ia lelah.co." Mereka pura-pura terkejut mendengar apa yang dikemukakan Musashi. kenapa mereka membuang waktu untuk omongan yang tak ada artinya itu. "Memang kami ada urusan dengan Anda. ia berkata. Itu berarti uang yang mereka peroleh dengan susah payah akan hilang percuma. untuk perjalanannya yang akan datang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi heran. "Kalau itu yang Anda sekalian inginkan. samurai yang betul-betul kuat kemungkinan akan datang dan mengalahkan mereka semua. biarpun saya akan kelaparan karena itu. "Kamu pasti akan menyesal!" Mereka tahu benar bahwa mereka bertiga jadi satu pun bukan tandingan Musashi. "Dan saya makan dengan sumpit. Nyonya rumah yang masih muda berusaha menyuguhkan makanan yang enak dan sake yang baik 194 thanks to. Dengan cara itu. kami punya rencana mengadakan 'hiburan' umum di kaki Gunung Kasuga. dan tukasnya. karena terhina oleh sindiran Musashi.com . karena itu ketika pembicaraan berhenti lagi. seperti malam-malam sebelumnya. Namun mereka merasa butuh orang lain. dan prospeknya kelihatannya baik sekali. karena kalau hanya mereka bertiga. Jelaslah ia tidak akan mengetahui sesuatu kalau ia tidak bertanya. dan sekaligus memberikan kesempatan pada mereka untuk bertaruh. mereka tidak hanya akan membagi dengannya keuntungan mereka. dan berusaha keras menimbulkan kesan bahwa urusan dengan Musashi belum selesai. Tapi untuk menyelamatkan muka. ia dapat dengan mudah memperoleh uang cepat. "Saya kira Anda sekalian datang kemari karena ada urusan dengan saya. melainkan juga membayar makanan dan penginapan Musashi selama pertandingan berlangsung.

bahkan juga yang sampai terbunuh atau setengah terbunuh. Sebelum itu tak pernah ia susah-susah memikirkan persoalan. karena ia merasa bebas dari kekuatiran selama Musashi diam di sana. tapi sekarang. Ia mencengkeram rambutnya dan memeras otak bagaimana caranya mengungguli Nikkan. Orang-orang seperti itu terus menetap dalam pikirannya seperti roh yang hidup.id and dimhad. dia tertawa senang. Musashi menyimpulkan bahwa yang dibicarakan Nikkan bukan kekuatan fisik. tidak dapat ia beristirahat sebelum ditemukannya penjelasan yang memuaskan kecerdasannya. Dahulu ia hanya bertindak atas dasar naluri. Benar. Tak bisa tidak.com . ia kurang bisa menilai kekuatannya sendiri secara objektif. Nikkan mengatakan ia terlampau kuat. Kembali ke kamarnya. dan memilih bicara berteka-teki untuk membingungkan aku dan menyenangkan hatinya sendiri. "Sungguh memalukan. "Apa betul diriku kurang baik?" tanyanya sedih kepada diri sendiri." pikir Musashi. selalu menghilang dari pikirannya seperti buih. sebelum dapat menerimanya. tapi ia sangat kecewa terhadap dirinya sendiri. atau dalam hal ini siapa pun yang rasanya mengunggulinya. sekarang ia harus memahami setiap hal-hal kecil.webng. sehingga harus belajar menjadi lebih lemah. Mungkin saja. "Memalukan!" ulangnya. Tapi ia tidak dapat melupakan siapa pun yang berhasil lebih baik daripada dirinya. Segera kemudian pikirannya pun terhenti pada Nikkan. dan dalam acara makan itu ia minum sampai setengah mabuk. apabila sesuatu terjadi. ia ragu. Inilah yang membuat pikirannya terus bekerja keras. kenekatan di dalam dirinya sudah dijinakkan. karena ia tidak dapat menduga maknanya. Barangkali dia memandang mudanya umurku. Dua hari lamanya persoalan itu menggerogotinya. Dan sesudah aku pergi. "bangsat tua itu mempermainkan diriku. Karena selama ini belajar ilmu pedang tanpa guru. Apakah kekuatan itu bukan dasar terpenting seorang prajurit? Apakah bukan itu yang membuat seorang prajurit unggul atas prajurit lain? Bagaimana bisa Nikkan menyebutnya sebagai suatu kekurangan? "Barangkali." Pada waktu-waktu seperti ini. Bukan ia ingin mencelakakan Nikkan. tapi juga mengenai cara memandang manusia dan masyarakat. Musuh-musuh yang telah dikalahkannya. seperti yang dipancarkan pendeta tua itu. melainkan 195 thanks to. ia menggeletakkan diri di lantai." katanya pada diri sendiri. Dan ini tidak hanya mengenai seni pedang. Namun Nikkan mengatakan ia "terlalu kuat". Musashi bertanya-tanya apakah bijaksana membaca segala macam buku di Puri Himeji itu.co. bagaimana caranya menghadapi pandangan yang menakutkan itu tanpa mengelak. syauqy_arr@yahoo. dan ia selalu berpikir kapan dapat mengalahkan mereka. Musashi makan di bawah bersama keluarga.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mutunya kepada Musashi.

"Saya tak dapat menemukan Hon'iden Matahachi." demikian ia meyakinkan dirinya kembali. jadi saya minta orang di rumahnya menyampaikan pesan kepadanya. Nanti mereka kasih kamu makan di bawah. Tapi baiklah. Omongan besar ini disampaikan dengan tulisan tangan kaku yang agaknya dibuat orang lain. dia pasti ambruk dan jatuh berantakan!" Bunyi langkah kaki di tangga mengganggu renungannya. siapakah di antara kedua jago itu yang akan menjadi abu? Musashi menganggap sudah sewajarnya seorang prajurit harus puas dengan hidup dari hari ke hari." Jotaro menyerahkan tabung bambu itu kepada Musashi. tapi rambutnya yang seperti rambut peri itu putih oleh debu." "Ini jawaban dari Perguruan Yoshioka itu. padahal jelas yang terjadi akan lebih lagi. Apakah pendeta itu benar-benar dapat memahaminya. "Bahkan khusus kukatakan pada mereka. dan tak pernah tahu di waktu pagi apakah ia akan terus hidup menyaksikan jatuhnya 196 thanks to. akibat surat yang menghina ini. Tahun depan. aku senang kamu sudah melakukan semua itu. mereka kenal betul!" Mata Musashi menyipit.co. kamu bisa menemukan aku dekat Kolam Sarusawa. capeknya!" keluhnya. Sekiranya Nikkan sejenak saja menutup mata dan salah langkah." "Bagus. bisa lambat tindakannya. "Apa sulit menemukan aku?" "Sulit! Hampir saya putus asa. syauqy_arr@yahoo. maka remah-remah hangus itu pun berterbangan ke udara. Musashi merobek-robek surat itu menjadi sobekan-sobekan kecil dan membakarnya. "Oh. ataukah hanya menduga-duga? "Pengetahuan yang berasal dari buku itu tidak ada gunanya buat prajurit. Sudah di seluruh tempat saya mencari!" "Apa kamu tidak bertanya di Hozoin?" "Ya. "Kalau orang terlalu menggubris apa yang dipikirkan atau dilakukan orang lain. Jika Musashi tidak muncul seperti dijanjikan tahun berikutnya. Kalau itu terjadi.webng. Anak itu menjatuhkan diri ke lantai dan langsung meluruskan kedua kakinya yang kotor.com . dapat disimpulkan bahwa ia sudah kehilangan nyali." "Oh. Seijuro bicara tentang "pertandingan". Musashi benar-benar senang mendapat hiburan dengan datangnya teman kecilnya itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI semangat juang liar yang menyertai kelahirannya.id and dimhad. tapi mereka bilang tidak kenal Kakak sama sekali. bukan Seijuro." Musashi mengeluarkan surat itu dari tabungnya dan membacanya. Seijuro pasti akan menjadikan Musashi bahan tertawaan di Kyoto. seperti kupu-kupu hitam. Sekarang pergi mandi sana. Ia menyambut si anak dengan tangan terbuka. Isinya menyatakan bahwa Seijuro mengharapkan berlangsungnya "pertandingan kedua". Pembantu muncul diiringi Jotaro yang kulitnya jadi lebih hitam lagi oleh debu yang menempel pada badannya selama perjalanan. Yang akan terjadi adalah pertarungan sampai mati.

karena ia bermaksud meneruskan perjalanan. Dan lagi pakaian ini tidak begitu luar biasa. sudah mandi. ia merasa sangat terikat kepadanya. Ia ingin juga memiliki rumah yang pantas. Jotaro datang kembali. Barang-barang itu tak ada gunanya buat saya. Musashi menidurkannya ke tempat tidur. dan itu bukan tidak wajar. ia tetap perjaka." Ia pergi ke belakang Musashi dan mengangkat kimono itu supaya Musashi dapat memasukkan tangannya. jadi kalau Anda tidak menerimanya. Saya banyak punya kimono lama dan pakaian No peninggalan suami saya. dan bangga karena sudah melaksanakan kewajiban dengan berhasil. Tak lama sesudah bersila dan mengatur tangan di pangkuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI malam. Anak itu bangun bersama burung layang-layang. agak resah juga ia memikirkan bahwa tahun yang akan datang kemungkinan ia akan benar-benar mati. Dan yang menyenangkannya itu bukan hanya nilai-nilai keindahan mereka. akan sia-sia saja kerja saya. demikian pikirnya. mulutnya ternganga. Sekalipun gadis itu sekarang merupakan makhluk masa lalu yang jauh. "Saya jahit pakaian ini untuk Anda sebagai hadiah perpisahan-sebuah kimono dengan jubah pendek. tahulah Musashi bahwa bahan sutranya dari mutu 197 thanks to. padahal ia tinggal di situ hanya selama dua hari. Dan tentu saja. Segera saja ia tertidur dengan nyenyaknya. mereka juga menggetarkannya secara fisik. Namun terpesona juga ia melihat sebagian wanita di jalan-jalan Kyoto dan Nara. dengan istri yang baik dan pelayan-pelayan setia. Tak lama kemudian angan-angan itu buyar. Pertamatama ia menyimpan keinginan menyala-nyala untuk menjadi pemain pedang besar. tetapi janda itu berkeras. sebelum hidup menetap.id and dimhad. ketika ia kesepian atau sedang gundah. Ketika ia sedang berpakaian. Pagi tiba. yang kemudian diberikannya kepada Musashi.co. tapi saya harap Anda memakainya. ia belum melakukan satu pun dari hal-hal yang biasa dilakukan orang dalam perjalanan hidupnya. Saya harap betul. Begitu banyak hal yang masih ingin ia lakukan. Saya sudah mengubahnya. Pada umurnya sekarang. ia pun menyerah kepada lelah. Anda tidak menolak. sebetulnya terlalu pagi ia punya pikiran ingin memiliki pegawai sendiri dalam jumlah besar." la membawa pakaian. apa Anda menyukainya. Musashi pun bangun pagi. Sebegitu jauh. supaya cocok untuk Anda. Beberapa kali sudah. "Anda rupanya buru-buru akan pergi. janda itu muncul.com . Selama beberapa tahun berpikir sematamata tentang Jalan Samurai. Dan bukan itu saja. Ia mencoba menolaknya. Lebih baik kalau Anda memilikinya. "Tidak. kenyang.webng. seperti Bokuden dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. diam-diam ingin juga ia mengalami percintaan menyala-nyala. Tak tahulah saya. Ia ingin menjadi tuan yang baik dan menikmati kehangatan dan kesenangan hidup keluarga. Namun demikian. syauqy_arr@yahoo. dan katanya dengan nada menyesali. Pakaian itu terlalu mahal baginya. Selagi mengenakan kimono itu. kenangan samar-samar saja tentang gadis itu sudah dapat menyegarkannya kembali. Pikirannya pun melayang kepada Otsu. yang akan menuntun kuda kudanya atau membawa burung elangnya. Anda mesti menerimanya." Musashi memandang heran.

Si pengukir telah memasukkan sesuatu yang sifatnya setani dalam ciptaannya. mulailah ia memahaminya. Wajah yang diukir sangat halus itu wajah jin perempuan. "siapa yang mau kimono lama?" "Apa ada yang sungguh kamu inginkan?" Anak itu lari ke dinding kamar tunggu dan mencopot topeng No dari sangkutannya.com . ini!" Ia mendambakan barang itu sejak pertama kali mengamatinya malam sebelumnya." "Ah. Tapi ketika masuk. Tentunya diimpor dari Cina. lalu turun tangga. lapisannya dari kain krep sutra. maka topeng ini adalah wajah gadis cantik dan anggun. siap mencacinya sehebat-hebatnya. tapi umurnya tentulah sudah dua atau tiga abad. "Apa guna topeng ini buat Ibu? Sudah jadi milik saya sekarang. Yang ganjil padanya hanyalah karena salah satu ujung mulutnya melengkung tajam ke atas.co. 198 thanks to. Jotaro tampak iri. sama sekali tidak marah. Jubah tak berlengan itu bagus sekali. Jotaro menghindari jangkauan janda itu dan mengenakan topeng itu pada kepalanya dan menari sekeliling kamar sambil berseru-seru melawan. yang cantik namun penuh pesona. tapi jelas kelihatan ia tidak ingin berpisah dengan topeng itu." gerutu Jotaro. mengandung setan. "Booo!" dan menyorongkan topeng itu ke hadapannya. "Ya. tetapi Jotaro memasukkan topeng itu ke dalam kimononya. "Kelihatan cocok sekali untuk Anda!" ucap janda itu. Akan saya ambil!" Musashi berusaha juga menangkapnya. Tapi ketika mengawasi topeng itu dalam cahaya remang-remang. "Seharusnya kamu sudah senang mendapat kesempatan mengikuti tuanmu yang gagah. Musashi duduk menghadap pintu. syauqy_arr@yahoo. anak itu berteriak. dan ia merasa lebih malu lagi dari sebelumnya. mengerikan sekali. Sebentar kemudian Jotaro kembali naik tangga pelan-pelan. Ia tidak tahu kenapa kelakar Jotaro menimbulkan akibat sedemikian padanya. Tetapi kalau biasanya topeng jenis ini dicat titik-titik warna biru mengerikan. "Saya sendiri mau Ibu kasih apa?" Janda itu tertawa. berusaha merebut topeng tersebut. Jelaslah bukan wajah khayalan yang diciptakan sang seniman. Senyuman bulan sabit yang disertai lengkungan ke atas pada bagian kiri wajah putih itu sungguh angker. otot-ototnya menjadi tegang dan lututnya beralih-alih letak tanpa disadarinya. Kelimannya dari kain brokat emas.id and dimhad. karena ia merasa kaget dan malu oleh kelakuan muridnya. Janda itu memang tertawa. "Oh." kata janda itu tegas. melainkan potret perempuan gila yang nyata dan hidup. katanya. Musashi sangat terkejut.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang baik sekali. dan tali pengikatnya terbuat dari kulit dicelup warna ungu. dikejar janda itu. dan kini ia membelaikan topeng itu dengan mesranya ke pipi. Sukar diketahui siapa pembuatnya. dan tiba-tiba katanya kepada janda itu. itu tak boleh kamu miliki.webng. Ia sendiri merasa topeng itu mengagumkan buatannya. dan jelas pernah dipakai dalam pertunjukan-pertunjukan No. Musashi kagum akan selera bagus anak itu.

dan beberapa kali ia minta kepada Musashi untuk datang kembali dan tinggal di sana. tetapi janda itu rupaya tidak butuh uang-apalagi uang dalam jumlah kecil yang dapat disisihkan Musashi-sedangkan di antara miliknya yang tak seberapa itu tak ada yang sesuai untuk hadiah. mari kita berangkat." "Oh?" "Ya. syauqy_arr@yahoo. maka ia sekali lagi berusaha mengembalikannya. Musashi berkaca. "Tidak." 199 thanks to. seakan-akan ada setan yang menakutkan hendak menyerangnya." "Bohong! Turun sana. dia bilang. Makin saya timbang. "Ada apa? Apa yang mengerikan?" "Pendeta-pendeta Hozoin mendengar bahwa Anda akan berangkat hari ini.. Lagi pula dia ingin sekali memilikinya. boleh saya memilikinya. Musashi mengalah pada kebaikan janda itu dan menerima hadiahnya. karena pertama ia menerima kimono itu. Anda tak bisa pergi sekarang. Tetap duduk. Tak usahlah begitu keras terhadap dia. dan kemudian topeng yang agaknya sangat dihargai janda itu. dan para pendeta akan mencegatnya di jalan. menanti dekat gerbang dengan pandangan puas. Musashi sedang mengikatkan tali sandalnya ketika istri pembuat kue bakpau itu datang berlari-lari. makin terpikir oleh saya bahwa saya lebih bahagia tanpa topeng itu. dan kembalikan padanya. kapan saja ia berada di Nara." "Mau kuapakan kamu!" Musashi merasa malu. dan Kepala Biara. ia lebih berat melihat Musashi pergi daripada kehilangan topeng itu." "Tapi dia sudah memberikannya pada saya! Waktu mau saya kembalikan.co. Musashi selesai mengikatkan sandalnya. dan tenang-tenang mengangkat kepala. ikut juga dengan mereka. Kata janda muda itu." kata nyonya itu kehabisan napas. Karena sudah ingin pergi. Inshun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau mau berangkat. Namun janda itu mengatakan. akan meninggalkan Nara hari ini. "Kenapa belum kamu kembalikan topeng itu? Buat apa kamu barang macam itu?" "Tapi dia bilang.id and dimhad.com .webng. Tadi saya janji akan merawatnya. Cuma dia pesan supaya saya merawatnya baik-baik. kalau saya memang ingin sekali. Pendeta mengatakan orang yang tinggal di sini beberapa hari terakhir ini.. Lebih dari sepuluh orang membawa tombak dan mengendap menanti Anda di Dataran Hannya. Suami saya kenal salah seorang pendeta itu dan sudah bertanya kepadanya apa yang sedang terjadi." Musashi menduga topeng itu memiliki makna tertentu bagi si janda. Saya minta Anda balik ke atas. yaitu orang yang namanya Miyamoto. "Oh. Mengerikan!" Suara perempuan itu gemetar.. "saya senang sekali Anda belum berangkat. tetapi kali itu Jotaro sudah mengenakan sandal jeraminya dan sudah berada di luar. Ingin ia berbuat sesuatu untuk membalasnya." kata Jotaro. Ia turun tangga untuk meminta maaf atas kekurangajaran Jotaro dan mencoba mengembalikan topeng itu. boleh saya ambil! Dia berikan pada saya.

Di Kyoto ia mendengar bahwa tuannya itu lemah dan pengecut. Memang Jotaro belum betul-betul kenal Musashi. Ia berusaha meyakinkan Musashi bahwa meninggalkan Nara pagi itu sama saja dengan bunuh diri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Wajah perempuan itu mengerinyut takut. tak perlu Anda pergi ke sana dan terbunuh karenanya. "Anda lebih aman di sini." "Nah.co." Dengan dahi bercucuran keringat Musashi memandang ke langit. Ia menyandangkan tas perjalanannya ke punggung. Apa Anda bicara jelek tentang kuil itu. mereka bermaksud menemui saya di Dataran Hannya?" "Saya tidak tahu pasti di mana. Katanya mereka akan menangkap Anda dan mengembalikan Anda ke Hozoin. Jo! Ucapkan terima kasih pada Ibu. Pikiran bahwa jago-jago tombak jahat Hozoin akan menyerang Musashi itulah yang sangat mematahkan semangatnya. "Saya pergi sekarang. Semua itu kekeliruan. "Kalau saya menginap semalam lagi. entah bagaimana caranya?" "Tidak. menurut Ibu." desak janda itu. merenung. janda itu mengikutinya sambil menangis dan memohon kepadanya agar tidak pergi. dan sambil menghadap kedua perempuan itu ia mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati mereka." jelasnya. tapi mereka pergi ke jurusan itu.webng. itu berarti Anda bergendang paha. Barangkali merekalah sumber segalanya ini." kata Musashi datar. karena sudah membunuh seorang dari mereka. tapi bukan karena menyesal akan berangkat. mengambil topi anyaman.com . mereka bilang." katanya. "Ya." "Saya tak peduli." "Nah." Dengan patuhnya anak itu membungkuk dan melakukan hal yang disuruhkan kepadanya. Menurut mereka. akan lebih aman kalau Musashi mencoba pergi diam-diam hari berikutnya. Ia kelihatannya patah semangat. syauqy_arr@yahoo. kalau itu kekeliruan. 200 thanks to. Ibu sudah begitu baik pada saya." "Tidak. Saya tak ingin hal itu terjadi. Mendadak sontak la berdiri. Mereka bilang banyak ronin ikut juga berkumpul. dan teringatlah ia betapa marah ketiga ronin itu ketika ia menolak tawaran bisnis mereka. "pasti akan timbul kesulitan di rumah Ibu." "Saya tidak melakukan hal-hal seperti itu. Rasanya tidak mengherankan jika orang seperti mereka lalu memasang poster-poster yang sifatnya menghina dan kemudian menyebarkan kepada orang banyak bahwa dialah yang melakukan itu. Menurut pendapatnya.id and dimhad. Beberapa penduduk mengatakan yang ikut tidak hanya pendeta. Dengan sangat ia minta Musashi untuk menanti sampai malam berikutnya. atau menghina mereka. pendeta-pendeta itu naik darah karena Anda sudah menyewa orang untuk memasang banyak poster dengan sajak-sajak yang isinya menertawakan Hozoin. saya pergi sekarang. Ketika ia berjalan menuju gerbang. "Jadi. Hatinya yang masih muda itu penuh kemurungan dan firasat.

"Nyaman.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 15. Dapat saja mereka masuk salah satu kuil yang banyak jumlahnya di sepanjang jalan itu dan menanti kesempatan yang baik. apakah Musashi bermaksud meminta maaf kepada para pendeta itu." "Nah. Ia merasa kasihan. "Jotaro!" Mendengar namanya dipanggil. Alisnya naik ke atas dan tubuhnya jadi tegang. syauqy_arr@yahoo.webng. Itu sudah tentu lebih masuk akal. Ada beberapa ekor di sekitar tempat ini. Jo? Sepertinya kita sedang berjalan diiringi lagu burung bulbul. di jalan yang lembap dan teduh di dekat Todaiji." "Apa?" tanya anak itu kaget. bukan." "Oh. lalu apa sekarang?" Jataro tidak menjawab.com . 201 thanks to. kalau Musashi minta maaf pada mereka. Jotaro sudah memutuskan. Ketika Musashi melanjutkan bicaranya. ia menatapkan matanya dengan berani ke langit. Banyak tempat untuk bersembunyi kalau bermaksud demikian. Ingin ia mengetahui. Karena merasa barangkali mukanya pucat akibat takut. Musashi memandang ke langit juga. Nara sudah jauh mereka tinggalkan. sekalipun tak pernah ia berbuat salah kepada mereka. dan karena tak ingin kelihatan kekanak-kanakan. Mata yang pernah nyalang gembira ketika mengejuti Musashi dengan topeng itu kini tampak gelisah dan sedih. ya. ia juga akan berbuat demikian. Betapapun. Dataran Hannya JOTARO berjalan sedih pelan-pelan di belakang gurunya. Di atasnya langit yang damai. Hanya nyanyian burung bulbul dingin saja yang terdengar oleh telinganya. dan anak itu merasa lebih kecil hati lagi. Sebelum itu. Burung-burung gagak hitam yang dilihatnya sepanjang jalan ikut menimbulkan rasa ngeri padanya. "Burung bulbul. Tak dapat ia mengusir firasat yang dirasakannya bahwa mereka berdua segera akan berpisah untuk selamanya. anak itu terkejut. sebutir embun yang menjatuhi kerahnya hampir saja membuatnya berteriak. kataku. karena takut setiap langkah yang diambilnya akan semakin mendekatkan mereka kepada maut.co. mereka melihat puncak-puncak Gunung Mikasa. Lewat baris-baris pohon kriptomeria di sepanjang jalan. mereka dapat melihat dataran yang melandai berombak-ombak menuju Bukit Hannya. Bahwa ia dan Musashi sedang berjalan langsung menuju tempat pencegatan para jago tombak Hozoin baginya betul-betul tak masuk akal. burung bulbul. Sekarang bukan waktunya berdebat tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. ya?" kata Musashi. kata-kata yang diucapkannya bernada gembira seperti biasanya.id and dimhad. "Kita sudah dekat Bukit Hannya. Di sebelah kanan. "Betul. bisa saja dalam beberapa menit lagi tiba-tiba anak itu menjadi sebatang kara di tempat yang asing. kan?" Musashi dapat melihat dari pucatnya bibir anak itu bahwa ia sedih sekali.

. "Apa pula ini? Kaubilang mau belajar Jalan Samurai? Kalau nanti aku menerobos dan lari. seakan-akan ia sedang tersedak. Jotaro mencengkeram lengan kimono Musashi. kau mesti ikut lari ke jurusan yang sama. tetapi sekarang ini bukan waktunya memikirkan anak-anak.co. Apa yang kita tunggu?" "Tidak!" Musashi membalikkan badan. dan ucapnya. Jotaro menyerah dan duduk.webng. Karena tahu bahwa para jago tombak Hozoin itu lebih dari sepuluh orang jumlahnya. dan bahunya menggeletar. Suaranya pun jadi tajam. ya?" "Saya takut! Saya tak mau mati!" Dengan tangan gemetar ia menariki lengan kimono Musashi agar kembali. tak bakal kamu jadi samurai. Punggung tangannya diusapkannya ke mata. seperti bendungan jebol. Dari sana akan tampak segala yang terjadi. Tak ada alasan buatmu untuk membahayakan diri sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Lebih baik kau tinggal di sini. dan perhatikan dari sana. syauqy_arr@yahoo. apalagi semuanya sekaligus. Para jago tombak sudah menanti dengan satu tujuan: membunuhnya. mumpung masih bisa!" "Kalau kamu bicara seperti itu. Musashi sendiri sudah mulai kehilangan kesabaran. "Aku tak mau kalah." "Kalau begitu. "Ayo kita lari!" "Bukan begitu cara samurai bicara! Kau mau jadi yang begitu. Kenapa kamu tidak kembali saja ke toko sake itu?" Dengan tegas dan agak keras ditolaknya anak itu. "Aku samurai. Apalagi Musashi terkenal sebagai orang lemah. aku jadi ingin lari juga. "Kalau kau jalan terus. kau kembali ke toko sake di Kyoto. seperti aku ketika seumur kamu. kau bisa terluka. Tangisnya ditambah pula dengan sentakan-sentakan kecil.id and dimhad. "Jangan kuatir!" kata Musashi. Kamu tak punya orangtua yang akan mengurusmu." Mendengar kepastian dalam nada Musashi itu. Kamu anak samurai." Jotaro pun pecahlah tangisnya. Kalau aku terbunuh. ia sangsi apakah Musashi akan dapat mengalahkan mereka satu-satu.. Tapi. aku harus menang! Segalanya akan beres nanti." Jotaro tidak sedikit pun senang mendengar kata-kata itu. "Pikirkan saya." Sesudah mengusap air mata.com . Tapi sekarang kau pergi ke bukit kecil di sana itu. Ia tak dapat percaya sepatah kata pun. 202 thanks to. dan sambil mengangkangkan kakinya ia menghadapi anak itu. Jotaro merupakan gangguan baginya sekarang. "Jangan nangis lagi! Kalau begitu kelakuanmu." demikian ia memohon. "Ayolah pergi dari sini. Air mata kotor meleleh di pipinya ketika ia menghapus matanya yang merah bengkak dengan kedua tangannya. ayolah. Air mata meleleh di pipinya. Kita tak akan lari. Ia harus siap menghadapi mereka." kata Musashi. Ia suka pada Jotaro dan kasihan kepadanya.

"Kuharap engkau bisa melupakannya." Nada bicaranya terlalu sopan. "Mau ke mana?" tanyanya lagi. syauqy_arr@yahoo. Musashi hanyalah seorang ronin provinsi yang tidak akan lebih dari dua puluh satu atau dua puluh dua tahun umurnya. Dampachi berkata. Melindungi diri sendiri saja sudah lebih dari cukup beratnya. tapi kau mesti singgah di sana dan melihat keadaannya. Dilihatnya gurunya berjalan terus menuju Bukit Hannya. itu tidak jauh dari Lembah Yagyu?" "Tidak. Dan kau?" "Oh. "Aku senang bertemu denganmu. mengingat hal itu saja sudah membuat tulang punggungnya dingin. tidak jauh. tapi dilawannya dorongan keinginan itu.id and dimhad." Dampachi sendiri belum begitu tahu bagaimana harus bersikap terhadap Musashi. dekat Kuil Kasagidera. Ia merasa dapat melihat anak kecil yang malang dan ketakutan itu melalui tengkuknya.webng. Di jalan yang memecah menuju Gunung Mikasa. Ia ingin memanggil. Ia mendapati dirinya sudah berada di tengah dataran terbuka.co. dan menggeretakkan giginya. menutup muka dengan tangan. ia hanya bisa mengandalkan diri kepada pedang dan tak tahu ia apa yang bakal terjadi esok-jadi. dalam keadaan belum matang seperti sekarang." "Di situlah kuil Yang Dipertuan Yagyu. dan selagi bicara jelas ia memperhatikan wajah Musashi sebaik-baiknya. Walaupun Musashi segera merasa bahwa tujuan Dampachi adalah menjebaknya." 203 thanks to. dan anaknya Munenori ada di Edo. "Rencananya lewat Iga ke jalan raya Ise. walaupun sedu-sedan Jotaro menggema di telinganya. mukanya kelihatan kaget.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro terkena batunya dan tiba-tiba berhenti menangis dan berdiri tegak. Engkau mesti pergi ke sana nanti. "Hei. Musashi! Mau ke mana?" Musashi dapat mengenali orang yang datang ke arahnya itu.com . Aku ingin kau tahu bahwa aku sangat menyesali urusan kemarin itu. Ya. kan?" "Ya. Kemudian ia berjongkok di bawah sebuah pohon tak jauh dari situ. Dia Yamazoe Dampachi. ada pekerjaan di Tsukigase. Musashi tidak menoleh. Sebuah datarannya agak tinggi dan pegunungan di kejauhan sana. apa perlunya teman baginya? Pohon-pohon mulai menjarang." "Kalau tak salah. Sebaliknya ia paksa dirinya tinggal diam beberapa menit lamanya. Yang Dipertuan Muneyoshi sekarang hidup pensiun sebagai ahli upacara minum teh. dan ia menyesali telah membawanya serta. namun ia menyambut juga dengan sungguh-sungguh. Semua itu kekeliruan. seorang lelaki mengangkat tangan menyapanya. Tapi biar bagaimana. Ia memang sangat terkesan oleh apa yang disaksikannya di Hazoin. Dan Dampachi masih jauh dari siap untuk mengakui bahwa orang seumur dan dengan status seperti Musashi itu dapat lebih baik dari dirinya.

Ia berjalan langsung ke arah bukit itu. mencurigakan. wajahnya sendiri mengeras. Pedang yang ditudingkan Musashi ke tanah berkilauan oleh sinar matahari. terdengar hiruk-pikuk hebat tanpa kata di tengah gerombolan itu. ia tak sadar bahwa Musashi sudah menarik pedangnya. Karena perhatiannya tertuju pada jari Musashi. "Apa itu?" tanyanya." "Ada kemungkinan. seperti pandangan matamu sekarang ini. apa dia mau memperkenalkanmu. Mereka melihat pedang yang bernoda darah. Garis langit di sana-sini diselingi pohon kriptomeria tunggal atau pinus hitam Cina Namun di sana-sini dataran itu menaik lembut. Sekarang semua bangkit berdiri. Kalau kau suka. Sekonyong-konyong ia menyapukan jarinya ke tubuh Dampachi. "Apa yang apa?" "Asap di sana itu. dan mendarat dengan wajah ke bawah. Musashi dapat mengenali pengikut Dampachi. ke arah api yang menyala." Selama itu Dampachi terus menempel di sisi kiri Musashi." kata Musashi tajam. Setengahnya pendeta. "Dia datang!" kata yang lain membeo. yaitu Yasukawa Yasubei dan Otomo Banryu. Dua orang muncul di puncak bukit." Dataran itu menghampar luas beberapa mil jauhnya. melayang ke depan. "Dia datang!" seru seorang dari kedua orang yang tadi lari menggabungkan diri dengan yang lain-lain. Di dekat kaki Bukit Hannya. Sekalipun angin musim semi bertiup lembut ke kulitnya. Tubuhnya melambung.webng. dan jalan pun ikut naik dan turun. Dampachi tak akan bangkit lagi. dan setengahnya lagi ronin yang sukar dilukiskan. tangan diacung-acungkan di udara. dan tiba-tiba sadarlah mereka bahwa pertempuran sudah dimulai. syauqy_arr@yahoo. Semuanya ada sekitar tiga puluh orang. Musashi melihat asap api berwarna cokelat mengepul di belakang sebuah bukit rendah. Dampachi tersengalsengal terkena hantaman Musashi. "Asap di sana itu mencurigakan. Kebetulan aku kenal seorang tukang senjata di Tsukigase yang bekerja pada Keluarga Yagyu." katanya. Tentu saja lebih baik kalau kau punya pengantar.co. 204 thanks to. Darah segar menetes dari ujungnya. Musashi merasa otot-ototnya menegang selagi mendaki. Dari puncak bukit ia melihat ke bawah. Seorang memekik. Ketika Musashi tampak. Musashi menuding.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak yakin aku bahwa Yang Dipertuan Yagyu mau memberikan pelajaran kepada musafir seperti diriku. aku bisa tanya. Bunyi orang bersuit melengking memecahkan kesunyian dataran itu. "Apa menurutmu tidak begitu?" "Mencurigakan? Mencurigakan bagaimana?" "Yah. dan ketika ia memandang wajah Musashi. Mereka tadi sedang bermalas-malasan di bawah sinar matahari.com . Dari kejauhan terdengar teriakan tanda bahaya. lalu keduanya memutar badan dan angkat kaki.id and dimhad.

Kedua belah pihak menyadari semakin mendekatnya maut. Ia sedang memilih korbannya. ia berjalan mantap dan langsung ke arah mereka. dan mengayun-ayunkan pedang ke udara. memaki-maki. Mereka menyusun diri menghadapi pertempuran. mereka malah cuma duduk-duduk mengitari api dan membiarkan Musashi yang menantang. dan tanpa merusak formasi mereka menderas mengepung Musashi dari kanan. kau tidak boleh hanya percaya pada yang kau lihat dan kau dengar. Namun tindakan jaga-jaga itu ternyata tidak perlu. langkah demi langkah. bagaimana Yamazoe sudah terbantai. Sambil memekik-mekik. Mereka tampak aneh. Lewat matanya menyorot mata dewa pembalasan dendam.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bukannya menantang Musashi. Mereka didukung penuh semangat oleh kaum ronin yang telah menyusun diri dalam formasi rapat di sebelah kiri Musashi. Para ronin membentuk setengah lingkaran. hingga mereka dapat menyaksikan pertunjukan itu dan sekaligus mencegah Musashi melarikan diri. Lalu kau secara terbuka menghina kehormatan Hozoin. "Kalau kau memang pendeta. Sebaliknya. sementara para pendeta Hozoin menatap Musashi dengan pandangan mengancam. Musashi tiba-tiba menghadap mereka dan berseru. Namun tak seorang pun ingin menjadi orang pertama yang diserang." Kata-kata itu seperti menuangkan minyak ke dalam nyala api. Kau mesti menimbang segala sesuatu dengan pikiran dan jiwamu. mereka mendesak para pendeta untuk bertindak. Seorang pendeta di ujung barisan memberikan isyarat.id and dimhad.webng." seru pendeta itu. Karena yakin para ronin cuma bermulut besar dan tak berani berkelahi. "Baik! Siapa di antara kalian akan maju dahulu?" 205 thanks to. menyatakan tak ada gunanya berbicara. menjelaskan dengan gerak-gerik cepat.co. para pendeta mulai berteriak-teriak. Pelan-pelan. Yasukawa dan Otomo bicara cepat. seakan-akan siap menerkam setiap saat. Semua pendeta itu membawa tombak. Benar?" "Tidak!" seru Musashi.com . Kau mengejek kami dengan memasang poster-poster di seluruh kota. berkilat-kilat penuh kesengitan. "Musashi! Aku Inshun. Jumlah mereka yang besar memberikan keyakinan. dan kau membunuh Agon. Baik kaum ronin maupun kaum pendeta tidak setegang Musashi. "Aku diberitahu bahwa kau datang ketika aku sedang pergi. ia maju. Untuk sesaat berkecamuk kesunyian yang menyesakkan. seperti setan-setan neraka. Dengan lengan baju hitam tersingsing mereka siap beraksi dengan tekad membalas kematian Agon dan memulihkan kehormatan kuil. karena Musashi tidak memperlihatkan tanda-tanda akan lari atau mengundurkan diri. dan optimisme mereka tak tergoyahkan. dan sudah saatnya kini bertempur. syauqy_arr@yahoo. Wajah Musashi menjadi pucat pasi. Tanpa menghiraukan pemimpinnya. Ronin itu melolong berang.

karena menurut pikiran mereka para pendeta akan segera datang menyelamatkan. Dalam sekejap mata Musashi sudah menerpa seorang di antaranya. Tuhan yang di surga. Kedua tangannya terlipat di dada dan matanya tertengadah ke langit. Jari dan tangan berterbangan di udara. Ia menjadi tiupan angin pusaran yang menerjang kawanan ronin. Musashi basah kuyup oleh darah korbannya. seperti jago aduan. Kemudian terdengar suara mengerikan bukan teriakan perang. Jotaro tenggelam dalam doa. Beberapa ronin yang masih tinggal pun bermandikan darah kental.webng. Pertarungan sudah selesai sebelum ia sempat mengambil napas kedua puluh. penuh dengan darah. Singkatnya pertarungan dihitung salah seorang pendeta dengan tangan dan embusan napasnya. karena masing masing yakin bahwa mata setan Musashi mengarah kepadanya. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kecuali dua-tiga orang. di mana tubuh dan jiwanya terpusat hanya pada pedangnya yang semeter panjangnya. Tak lama kemudian mereka saling menyerang ke segala jurusan dan saling melukai.id and dimhad. karena kalah jumlah. Tolonglah dia!" 206 thanks to. tetapi lolongan yang benarbenar membekukan darah. sampai pada apa yang dipelajarinya di Sekigahara. Tak disadarinya bahwa seluruh pengalaman hidupnya-mulai dari pengetahuan yang ditempatkan kepadanya oleh ayahnya. Sementara pertarungan berlangsung. Hampir sepanjang waktu itu Musashi tidak sadar benar. Mula-mula sekali mereka merapatkan diri dengan cukup baik. Dia lemah. yang karena kebingungan menjadi sasaran empuk serangan pedangnya. seraya mengumandangkan tantangan. Tanah. bukan untuk ambil bagian di dalamnya. bantulah dia! Guruku di dataran sana tak berdaya. Ia memohon. sedangkan gaung di dalam tubuhnya sendiri menjadi petunjuk bahwa ia sedang bertumbukan dengan tulang manusia. Darah dan otak berpercikan dari pedangnya. dan ronin yang masih hidup bertebaran di mana-mana. Seorang di antara mereka menjerit. tapi dia bukan orang jahat. Pedang Musashi mendesing ke sana kemari di udara. apa yang sedang diperbuatnya. dalam mimpi penuh pembunuhan.co. Tapi ternyata para pendeta itu hanya berdiri diam tak bergerak. mereka semua mundur selangkah. Terdengar bunyi seperti letupan sumbat botol.com . sementara Musashi dengan cepat membantai lima atau enam ronin serta membikin kacau yang lain-lain. teori-teori yang pernah didengarnya di berbagai perguruan seni pedang. serta pelajaran-pelajaran yang diberikan kepadanya oleh pegunungan dan pepohonansemuanya itu serentak bermain dalam gerak cepat tubuhnya. bukan kutukan. dan tanah pun merah oleh darah. Dua-tiga orang yang berani itu bersiap dengan pedang diacungkan. Ia seperti kesurupan. Kaum ronin itu rupanya datang untuk menyaksikan penyembelihan besar-besaran. dan bahkan udara. "Ya. Kelemahan mereka telah menyebabkan Musashi menyerang mereka lebih dahulu.

dan dirinya cemar juga oleh darah mengental. dengan topinya dan topeng di sampingnya. tapi dia sedikit aneh sejak tadi pagi. dan lempeng tombaknya pun sangat berbedabeda-yang lancip. dan sesaat kemudian para jago tombak itu segera beraksi. dan mulailah ia marah. Musashi gawat sekarang!" Lupa akan segalanya. tolonglah dia!" Sesudah berseru-seru kepada para dewa seratus kali atau lebih. Kalau tidak. dan itulah pertama kali ia melihat darah sebanyak itu.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo. Inshun. memberikan perintah menyerang. sementara para pendeta berpencar seperti tawon yang menghambur dari sarangnya. "Lihat! Guruku ternyata bukan orang lemah! Dia menghajar mereka!" Itulah pertama kali Jotaro menyaksikan orang bertempur seperti binatang. Saat ini dia bukan dirinya. Senjata mereka yang berkilauan bersuit-suit di udara. Kepala Biara. aku mohon. yang berbentuk silang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Walaupun Musashi memerintahkannya pergi. Hatinya berubah jungkir balik. di tengah kancah. Hari ini mereka mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana teknik-teknik yang mereka asah dalam latihan dapat mereka gunakan dalam perkelahian yang sebenarnya. tak akan dilayaninya orang sebanyak itu sekaligus! Oh. atau yang bengkok-tiap pendeta menggunakan jenis yang paling disukainya. dan membiarkan orang baik terbunuh? Kalau memang begitu. Biasanya dia lunak dan lembut. Tempat yang akhirnya dipilihnya untuk duduk. doa-doanya pun berubah menjadi kutukan yang diarahkannya tidak hanya kepada musuh. Oh. oh! Gawat kelihatannya. Jotaro meluncur seperti bola api ke tengah kancah bencana yang sedang menghampiri itu. 207 thanks to. lindungilah dia. yang berbentuk kerucut. "Lihat dia! Dia bisa melawan! Bukan main serangan itu! Dan lihat pendeta-pendeta tolol itu. semua yang selalu dikatakan orang padaku tentang benar dan salah itu bohong! Kalian tak bisa membiarkan dia terbunuh! Kalau kalian biarkan. "Apa sudah tak ada dewa di negeri ini? Apa akan kalian biarkan orang orang jahat menang. aku mohon. yang papak.co. Dia tentunya gila. Dari situ ia memperhatikan pemandangan di sekitar api di kejauhan itu. ketika disadarinya bahwa darah yang tertumpah di dataran itu bukan darah gurunya. tak dapat ia pergi. Mereka ramai-ramai menyerang dia. mendadak ia mengubah lagu. diiringi raungan gegap gempita. "Hachiman! Kompira! Dewa Kuil Kasuga! Lihat! Guruku langsung menyongsong musuh.com . Akhirnya ia berseru. Tombak yang mereka bawa berlain-lainan.webng. tetapi takut maju!" Tapi yang terakhir itu terlalu dini diucapkannya. akan kuludahi kalian!" Ketika dilihatnya Musashi terkepung. para pendeta Hozoin mulai menyerbu Musashi. karena ketika ia mengucapkan itu. sampai mati. adalah sebuah bukit kecil. "Oh. ia merasa ringan dan pening. la merasa seolah berada di sana. semata-mata karena kecemasannya. Kemudian. ia lihat usahanya itu tak ada hasil. tapi juga kepada dewa-dewa sendiri. dewa-dewa langit. yang cuma berbaris seperti gerombolan gagak berkaok-kaok. Kepala mereka yang gundul itu membuat mereka tampak lebih barbar lagi.

"Tentu Anda Miyamoto. Gagang pedang itu lengket oleh darah kental. "Izinkan saya memperkenalkan diri. sementara para ronin menjerit-jerit memprotes. Letih dan sedikit pusing oleh pertarungan sebelumnya." Kepala Biara itu jangkung dan berwajah cerah." Menyayangkan perbuatan Agon? Musashi merasa barangkali telinganya perlu dibersihkan. Suatu kehormatan bertemu dengan Anda." sambung pendeta itu. tapi ia bertekad untuk mati dengan cemerlang. Kenapa para pendeta itu menyerang pendukung mereka? Dan kenapa demikian kejam? Baru beberapa saat sebelumnya ia berkelahi seperti binatang liar. tampak olehnya Jotaro sedang mengucurkan air mata puas. sekarang ia pulih kembali pada keadaannya yang biasa. Sekarang hampir tak dapat ia menahan diri melihat kebuasan para pendeta itu dalam menyembelih ronin. Pembunuhan besar-besaran itu betul-betul sempurna dan sekaligus menunjukkan sifat haus darah. Musashi agak terpengaruh oleh kehadirannya. Kepala Biara Hozoin. atau dibantai. "Sayang saya tak ada ketika Anda mengunjungi kami baru-baru ini. juga oleh sikapnya yang tenang." kata Musashi. Tetapi sungguh ia heran.webng. "Saya Inshun.co. Setelah sesaat lamanya berubah menjadi seekor binatang yang tak berpikiran. lalu berkata dengan sikap sopan dan mulia. campuran darah dan keringat mengaburkan pandangannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sementara mereka maju menyebar. Para pendeta bukannya melakukan serangan yang memang dinanti-nantikan itu ke arahnya. ia harus menghapuskan dahulu kekacauan dalam pikirannya." "Jadi. Pengalaman itu membuatnya sadar. Kemudian sadarlah ia bahwa tangan dan kakinya ditarik-tarik orang. Andalah ahli tombak itu. ditikam mulutnya. setelah melihat orang orang lain mengalami perubahan juga. Setelah pertempuran berakhir. kalau memang ia harus mati. sampai tak seorang pun di antaranya tetap hidup. Ia 208 thanks to. Saya juga merasa malu bahwa murid saya. Kepala Biara mendekatinya. karena sebelum ia dapat memutuskan cara yang cocok untuk menjawab nada sopan Inshun itu. Mereka diiris. Mereka mengejar para ronin yang telah melarikan diri dan menyerang mereka tanpa kenal ampun. memperlihatkan perkelahian yang demikian jelek. Dan untuk pertama kali waktu itu la merasa santai. Dan ketika ia melihat ke bawah. Musashi melompat mundur dan berdiri siap menantikan serangan muslihat. serangan itu tidak juga datang. ditusuk. Musashi tak percaya akan matanya. melainkan menyerang bekas sekutunya seperti anjing gila. syauqy_arr@yahoo.com . dibelah dua.id and dimhad. tapi sesaat lamanya tak dapat ia mengucapkan kata-kata. Para ronin yang tak menduga itu sia-sia saja mencoba mengerahkan para jago tombak agar melawan Musashi. Dengan sedikit bingung ia hapus pedangnya dan la sarungkan. Ia tetap diam sesaat lamanya. dicengkeramnya gagang pedangnya erat-erat. Agon.

duduk bersama Inshun dan Musashi. "Tapi saya pikir lebih baik kita menanti dan mempersilakan Nikkan menjelaskan pada Anda." "Bukan saya yang cepat.com ." kata seseorang. "Tadi saya pikir Anda dan orang-orang Anda datang kemari untuk menyerang saya. menunjuk ke atas. "bersihkan sebagian darah itu.webng." "Anda namakan semua ini 'bersih rumah'?" "Betul." Mereka membenarkan. di sisi lain dataran itu berkatalah seorang penunggang kuda kepada Nikkan. seakan-akan menghadapi suatu acara suci. kami memang tak perlu menganggap Anda sekutu. kenapa Anda sekalian memperlakukan saya seperti ini. para pendeta saling berbisik." Pada saat itu juga. begitu kita pergi. Saya yakin titik hitam di tepi dataran itu dia. Anda yang lambat. Kelima penunggang kuda itu pejabat. "Nah.co. "Anda cepat sekali berjalan kalau melihat umur Anda. Dan mereka mulai mengobrol. dan saya sudah bertekad mengirim sebanyak-banyaknya dari antara Anda sekalian ke negeri orang mati. "Ayolah. sedangkan Jotaro menguntit di belakang. mundur mengambil jarak yang sesuai. gagak-gagak sudah mencium bau darah. Ketika rombongan itu mendekat. syauqy_arr@yahoo. "Lihat ke sana. "Sudah kalian urus semuanya?" 209 thanks to. Sudah berkaok-kaok mencari mayat mereka." kata kepala biara itu." "Anda lebih gesit daripada kuda. kecuali kalau ia bertanya. untuk menyambut Nikkan dan pengiringnya." "Kenapa tidak? Saya lelaki. "Aaa. Ia bahkan sedikit heran bahwa dirinya masih hidup. Berangsur-angsur mereka semua berkumpul di sekitar api. Yang pertama dikatakan Nikkan adalah. seolah-olah tak suatu pun yang aneh telah terjadi. Anda butuh istirahat." Pendeta tua yang berjalan kaki sendiri itu melangkah menyamai para penunggang kuda yang sedang maju ke arah asap api. "Itu Guru Tua. dan katanya. Para pendeta menyobek-nyobek secarik kain katun lebar menjadi potongan-potongan kecil dan menghapus lembing mereka." kata Inshun sambil menuding ke arah kaki langit.id and dimhad. tapi tujuan kami yang sebenarnya hari ini adalah sedikit 'bersih rumah'. Dan mereka akan berebutan melahap makanan besar itu. Ia memandang Inshun." Inshun tertawa." Olok-olok mengerikan itu berlangsung terus dengan nada santai serupa. Musashi memperoleh kesan bahwa ia tak akan mendapatkan keterangan apa pun. dan membariskan diri dengan penuh upacara." "Kenapa burung-burung itu tidak turun?" "Mereka akan turun nanti.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI masih belum dapat mengerti kenapa para pendeta itu kemudian melawan para ronin tak dapat ia mencari jawaban yang masuk akal. Tak mengerti saya." Inshun mengantarnya ke dekat api.

Begitulah juga poster-poster itu." jawab Nikkan. mengepak-ngepakkan sayap dengan riangnya. kawan-kawan. "Seperti Bapak perintahkan.. Sayalah yang harus berterima kasih. agaknya dengan perkiraan aku bodoh. dan katanya ringan saja. "Akan kami kirim kemari orang dari kota untuk membersihkan semua ini. berjudi. Nikkan memberitahu para pendeta bahwa tenaga mereka tidak diperlukan lagi. tapi mereka sudah tahu bahwa ada sekitar lima belas pentolannya. Anda sekalian sudah melaksanakan kerja hebat. apa yang sudah terjadi ini. "Terima kasih atas kedatangan Tuan-tuan." perintah Nikkan." Musashi bangkit berdiri. memasuki rumah-rumah janda-menimbulkan segala macam kesulitan. Terima kasih. Inshun mengucapkan selamat tinggal pada Nikkan dan Musashi. Anda sekalian boleh merasa bebas meninggalkan segalanya ini sebagaimana adanya. "Saya bahkan tidak begitu mengerti. memeras.id and dimhad. terdengarlah hiruk-pikuk besar." Musashi berlutut dan membungkuk dalam-dalam di depan pendeta tua itu.com . Mari kita periksa. Mereka membungkuk dan meninggalkan tempat itu diam-diam. Nikkan berjalan ke sisi Musashi." "Sama sekali tidak. Apa Bapak dapat menceritakannya pada saya?" "Dengan senang hati. lalu meninggalkan tempat itu. Pimpinan mereka menjawab. Karena takut menyerangmu sendiri. Pemerintah tak dapat mengendalikan mereka." Dengan itu kelima orang tersebut menaiki kembali kuda mereka dan pergi." Para samurai melompat turun satu demi satu dari kuda. Mereka berjanji segalanya akan dilaporkan padaku. "Apakah pengalaman di sini memberikan pelajaran kepadamu?" tanya pendeta itu. syauqy_arr@yahoo. Para pendeta Hozoin-lah yang berkelahi untuk mereka. Kemudian pimpinannya kembali ke tempat berdirinya Inshun. Bapak sudah berbuat baik sekali." 210 thanks to. "Tak apa-apa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Inshun membungkuk dan menjawab. mereka membuat rencana yang menurut mereka jitu. "Padang ini bukan tempat untuk membungkuk. Mereka masih asing dengan daerah ini. termasuk Dampachi dan Yasukawa. Burung-burung gagak turun. Sambil menggerutu karena bunyi ribut itu. dan para ronin mengambil keuntungan dari asingnya mereka itu dengan tempat ini mencegati musafir yang tak berdosa. "Kau tahu Dampachi dan pengikutnya tak suka padamu. "Bangkitlah. melarikan perempuan.. "Maafkan kalau saya sudah melukai hati Anda beberapa hari lain.webng.co.." Para pejabat berjalan ke sana kemari memeriksa mayat-mayat dan membuat beberapa catatan. Pernyataan-pernyataan fitnah tentang kuil yang dituduhkan padamu itu pekerjaan mereka. Begitu orang-orang itu berangkat. "Para pejabat yang baru pergi tadi itu bekerja di bawah Okubo Nagayasu yang baru-baru ini dikirim kemari untuk memerintah Nara." Kemudian ia menoleh kepada para pejabat.

Juga sake merah pekat.com . Wahai. Tapi jangan terlalu banyak. Kubicarakan rencana itu dengan Inshun. oh." Jotaro berdiri diam memandang wajah Kepala Biara. Sebab kalian bisa mabuk. "dan terpikir olehku. "Maka kupertimbangkan hal itu sebentar. para pejabat. dan sekarang semua orang pun senang-para pendeta.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar itu Musashi tertawa. Sekali-sekali Memang perlu bersih rumah Tidak hanya di Nara. Kami bakar ladangan. 211 thanks to. ini kesempatan ideal untuk mengadakan 'bersih rumah' di Nara. Kami bakar dedaunan. "Jangan seperti orang tolol. ya. Cerita Nikkan itu telah menghapuskan sama sekali segala kesangsian dan rasa takut Jotaro. syauqy_arr@yahoo. Memang kebiasaan alam Membikin baru semuanya. ha!" Ada satu orang lagi yang senang bukan buatan. Dia setuju menjalankan. Ha.webng. ia melanjutkan: Ya. Jotaro waktu itu mengenakan topengnya sambil tersenyum ajaib dan menudingkan pedang kayunya ke tubuh-tubuh yang berserakan. Terkadang kami butuhkan salju turun. sambil menari-nari seperti burung yang mengepak-ngepakkan sayapnya: Bersih rumah.co. juga burung-burung gagak itu. "Ya. Ambilkan beberapa batu.id and dimhad. Terkadang kami butuhkan bersih rumah. dan anak itu gembira luar biasa. Bersih rumah! Mendengar suaranya yang tak dibuat-buat ini. Ia menyanyikan lagu populer karangannya sendiri. Pak. burung gagak! Berpestalah! Dan memilihlah! Sop langsung dari ceruk mata. Musashi dan Nikkan menoleh memandangnya. memungut sebuah batu yang terletak dekat kakinya dan mengacungkannya. "Sini. Nak!" seru Nikkan tajam." kata Kepala Biara." "Macam ini?" tanya Jotaro. kalian. burung gagak. Sambil sekali-sekali melayangkan pukulan ke arah burung burung. Supaya musim semi dapat naik dari bumi.

Ambil yang banyak!" "Baik. Kamu mesti mempelajari jalan yang ditempuh oleh Yagyu Sekishusai dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Pendeta tua itu sudah menghilang. "Kamu sudah melaksanakan sesuatu hari ini. "Doa itu akan melindungi mereka. "Apa?" tanya Nikkan.webng. "Satu satunya yang harus kuajarkan padamu adalah kamu terlalu kuat. kemudian tiba-tiba ia melesat mengejarnya.co. kamu bisa mencapai kebenaran. saya akan senang jika mendapat sedikit nasihat dari Bapak. Aku kembali ke Nara.id and dimhad. tapi belum baik. Sesaat Musashi hanya menatap tubuh yang makin menjauh itu. tapi suatu kesalahan besar kalau kamu menyangka Jalan Samurai itu hanya terdiri atas pameran kekuatan. dan karena tak ada jalan untuk mengetahui kapan kita akan bertemu lagi. "Bapak Pendeta!" panggilnya. Sementara Jotaro melakukan suruhannya. Kalau kamu terus juga membanggakan dirimu dengan kekuatanmu. dan putuskan sendiri bagaimana membawa diri nanti. Nikkan duduk dan menuliskan kata-kata Namu Myoho Renge-kyo." Musashi diam. Hari-hari ini mudah sekali kamu terbunuh. yang selama itu memandang ke tanah dan tenggelam dalam pemikiran. "Apa tak ada yang Bapak lupakan?" Ia menepuknepuk pedangnya selagi mengatakan itu. Nikkan mengatupkan kedua tangannya dan menyanyikan bagian dari Sutra Bunga Teratai. Kalau kamu mencontoh mereka dan mencoba mengikuti jalan yang sudah mereka tempuh. ia menyatakan.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. 212 thanks to. Sekishusai dulu guruku. Pikirkan itu. tak dapat aku menyatakan kamu benar. sebelum Musashi sempat mengucapkan terima kasih atau membuat janji untuk bertemu lagi dengannya. Musashi. kamu belum mengerti?" tanyanya. "Jadi. menengadah. Sekarang kalian berdua bisa jalan terus. "Bapak belum memberikan petunjuk. ia pun berangkat dengan kecepatan hebat. "Tapi aku sendiri cenderung memiliki kesalahan yang sama. kamu tak akan hidup sampai umur tiga puluh. macam itu. Karena kamu masih muda." Mulut Kepala Biara yang tak bergigi itu memperdengarkan tawa terbahak bahak yang terkenal itu. Kemudian ia berikan batu-batu itu kembali pada anak itu dan ia perintahkan anak itu menyebarkannya di antara mayat-mayat. Selesai melakukan hal itu. syauqy_arr@yahoo. sama sekali belum." Suara Nikkan tidak kedengaran lagi. Pak!" Anak itu mengumpulkan batu-batu. seperti kebiasaannya. doa suci sekte Nichiren. dan Yang Dipertuan Koizumi gurunya." Dan sama mendadaknya dengan waktu ia datang. pada tiap batu itu. karena itu aku tidak berhak bicara padamu tentang soal ini.

Di tengah masyarakat kecil itu berdiri Wisma Utama. tempat itu merupakan wilayah kediaman masyarakat kecil yang sejahtera. Di rumah besar itu. Di sini orang tidak melihat tanda-tanda kekurangan atau kemerosotan moral yang ada hubungannya dengan samurai bebas. namun tidak cukup berpenduduk atau ramai untuk dapat disebut kota. Tanah Perdikan Koyagyu LEMBAH Yagyu terletak di kaki Gunung Kasagi di sebelah timur Laut Nara. mengelilingi Wisma Utama. Kubu-kubu batu. tetapi penduduk tempat itu sendiri menyebutnya Kambe Demesne. Suaranya sejernih kristal. dan sepanjang waktu siap melindungi wilayahnya dengan taruhan nyawa. sebuah nama yang diwarisi dari zaman tanah perdikan. bersamaan dengan itu. Tentu saja ia dapat disebut Kampung Kasagi. sebuah puri yang menjadi lambang kemantapan pemerintah maupun pusat budaya daerah itu. hidup senang di sana semenjak abad kesepuluh. Gunung-gunung dalam jajaran Kasagi tidak kurang indahnya pada waktu senja dibandingkan pada waktu matahari terbit. dan burung-burung bulbul menyanyi dari musim melelehnya salju sampai musim datangnya angin ribut berguntur. Ia tidak lagi memperlihatkan minat kepada pemerintahan setempat. pegunungan. Tetapi tempat ini memang tempat kelahiran para pahlawan. dan sungai-sungai biasanya segar dan jernih. maka kata-kata penyair itu kosong saja kiranya. Penguasa yang sekarang seorang tuan tanah desa yang baik. Namun. Tak ada bukti yang lebih meyakinkan daripada para Yang Dipertuan Yagyu sendiri. Singkatnya tempat itu merupakan tanah perdikan yang damai dan diperintah dengan cara yang bagus. Seorang penyair pernah menuliskan bahwa di tempat lahirnya seorang pahlawan. Wilayah ini sama sekali tidak mirip dengan Nara. Airnya murni dan bersih. Yagyu Muneyoshi Sekishusai yang kini mengundurkan diri itu berdiam di sebuah rumah pegunungan kecil. Banyak di antara mereka yang asalnya petani. dan tidak memedulikan pula siapa yang waktu itu 213 thanks to.id and dimhad. Rakyat wilayah itu. yang mengingatkan orang kepada benteng kuno. para pegawai pun orang-orang bangsawan. Lingkungan itu sendiri memang tak kenal keburukan.co.com . Kembang prem Tsukigase tidak jauh turnbuhnya dari tempat itu. di mana kuil-kuil kuno yang ternama dalam sejarah dan kesusastraan rakyat dibiarkan telantar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 16. Jika tak ada pahlawan dilahirkan di Lembah Yagyu. Di awal abad ketujuh belas. tapi kemudian jadi menonjol karena pertempuran. Unsurunsur yang mengganggu tidak dibiarkan memasuki kehidupan masyarakat. kemudian menjadi pembantu yang setia dan cakap. demikian juga nenek moyang Yang Dipertuan. Ia terlalu besar untuk dilukiskan sebagai kampung semata-mata. seperti jernihnya air sungai gunung. secara hati-hati ia menghindari keterlibatan serius dalam perang dan permusuhan antara tuan-tuan feodal di daerah-daerah lain. tak berapa jauh di belakang Wisma Utama. Orang bilang air itu air ideal untuk membuat teh. Ia menyebarkan kebudayaan di antara rakyatnya.webng. syauqy_arr@yahoo.

Di perjalanan ia telah menyaksikan barang-barang peninggalan zaman Kemmu. Musashi datang ke daerah itu sekitar sepuluh hari sesudah terjadi pertempuran di Dataran Hannya. juga pegawai-pegawai yang dapat dipercaya untuk membantu dan membimbing mereka." "Hanya itu?" "Tidak. para petani tidak melihatnya dengan perasaan iri?" "Ada lagi?" "Seperti kaulihat. Kawachi dan Izumi. syauqy_arr@yahoo. Dan apa tidak kau lihat bahwa kalau musafir lewat dengan pakaian yang baik." kata Musashi. sama dengan ketika ia yang mengurusnya. sedangkan pedang dan senapan dalam gudang senjata tetap tergosok dan berada dalam keadaan sebaik-baiknya. "Betul. pada suatu hari ia keluar berjalan-jalan dengan Jotaro. Ladang di sini juga hijau. dan gandum yang baru tumbuh itu diinjak-injak bawahnya baik-baik untuk menguatkan akarnya dan membikin baik tumbuhnya. "Mengagumkan. Akhirnya Jotaro bertanya. Semua pohon di Yagyu ini tua." Jotaro tertawa. "Apanya yang mengagumkan?" Baginya yang paling mengagumkan adalah kenapa Musashi berbicara sendiri." keluh Jotaro. aku sudah mengunjungi Provinsi Settsu. "Sejak meninggalkan Mimasaka. Ini berarti tidak pernah terjadi perang di sini." "Rasanya tak ada yang istimewa. Anak-anak tumbuh sehat.co. banyak gadis muda kerja di ladang. Ia punya sejumlah anak dan cucu yang terampil. "Mengagumkan. Dengan pakaian tidak resmi. Betul.webng. Ia menginap di penginapan setempat dengan maksud bersantai sementara. kan?" "Ya. sementara matanya mengembara memandang panenan di ladang dan para petani yang sedang bekerja.id and dimhad. baik fisik maupun mental. Dan dengar itu! Apa tidak kau dengar bunyi roda pemintalan? Bunyi itu seperti berasal dari tiap rumah. setidak-tidaknya untuk waktu yang sangat lama. tidak ada pasukan musuh yang membakar atau menebangi hutan. orang tua diperlakukan cukup hormat. Ini berarti daerah ini makmur." 214 thanks to. di pegunungan ini banyak terdapat pohon. "Pohon? Di mana-mana ada pohon. sedang pemuda dan pemudi tidak pergi ke tempat-tempat lain untuk mencari hidup yang tak menentu.com . dan hidup di sini normal." ulangnya beberapa kali." "Lalu kenapa? Apanya yang lain?" "Pertama. Kyoto dan Nara. Aku berani bertaruh yang dipertuan daerah ini kaya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI memegang kekuasaan langsung. tapi di sini lain. dan belum pernah aku melihat tempat seperti ini. kukira kau tak akan tertarik. Itu berarti juga tidak pernah terjadi kelaparan. Selanjutnya ia dapat dengan bebas menganggap bahwa rakyat diperintah dengan sebaik-baiknya.

Pokoknya. mereka pulang ke penginapan. dan banyak di antara orang orang yang berziarah ke Kuil Joruriji atau Kasagidera itu menginap di situ." "Lucu nama itu. dan tidak hanya memberikan jawaban setengah-setengah. hubungan mereka dengan yang dipertuan di wilayah mereka. Kakak datang kemari bukan untuk mengagumi pemandangan." Jotaro tertawa. kan?" "Berkelahi itu bukan satu-satunya dalam Seni Perang." Musashi berangkat ke kamar mandi. ya?" Kalau tidak melihat obi merahnya. "Gila kamu. orang bisa menyangkanya anak lelaki.id and dimhad. Ia menanggalkan pakaiannya dan membuka pintu masuk kamar mandi yang 215 thanks to. tapi penginapan itu besar. sekarang bisa terus mandi. Musashi mengetahui bahwa di bak mandi ada orang-orang lain. "Apanya yang lucu?" tanya Kocha sambil meninju Jotaro. tingkah laku dan adat kebiasaan mereka. demikian Wisma Utama itu biasanya disebut orang. Orang-orang yang berpikir demikian dan sudah puas hanya karena bisa makan dan punya tempat untuk tidur. sebenarnya cuma gelandangan. irigasi. dan sesudah melihat dengan saksama segala sesuatu di sekitar lembah itu. Kakak mau melawan samurai dalam Keluarga Yagyu. "Sudah jalan-jalan. "Dia pukul aku!" pekik Jotaro. Dari pakaian yang terlipat di lantai kamar tamu." Musashi sadar bahwa kuliah ini barangkali hanya sedikit artinya bagi Jotaro. karena ia mengenakan celana pendaki gunung. Pada malam hari. Dia ingin mengetahui apa yang terjadi di dalam puri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dan lagi." jawab gadis itu. sedangkan Jotaro yang merasa mendapat teman baru yang seumur dengannya lalu bertanya. tapi ia merasa perlu bersikap jujur kepada anak itu. Ia tidak memperlihatkan ketidaksabaran mendengar banyaknya pertanyaan anak itu. Di tempat itu hanya terdapat sebuah penginapan. Sesudah mereka melihat apa-apa yang bisa dilihat di bagian luar Puri Koyagyu. sepuluh atau dua belas kuda beban selalu siap tertambat di pohon dekat pintu masuk atau di bawah tepi atap depan.webng. Seorang pelajar yang serius jauh lebih berkepentingan melatih pikirannya dan mendisiplinkan semangatnya daripada sekadar mengembangkan keterampilan perang.com . Jalan di situ bagian dari jalan raya Iga.co. perasaan rakyat. "Kalau mau." "Kocha. "Siapa namamu?" "Tidak tahu aku. maka selagi mereka berjalan itu ia terus memberikan jawaban-jawaban yang mengandung pemikiran dan serius. tidak hanya yang terjadi di luarnya. Tanpa menantikan jawaban lagi ia mengatakan. tidak tahu nama sendiri. Ia harus mempelajari segala macam hal—geografi. syauqy_arr@yahoo. Pembantu yang mengikuti mereka ke kamar bertanya. dia ingin pergi ke semua tempat yang dapat didatanginya dan mempelajari segala yang dapat dipelajarinya.

syauqy_arr@yahoo. ketika Kempo menjadi guru para shogun. Tak sangsi lagi. Sekishusai sudah mengundurkan diri dan tak pernah lagi bertarung. pasti dia keluar dari pintu itu dan kembali seketika dengan pedang. Dia tentu sudah mendengar tentang apa yang terjadi di perguruannya.id and dimhad. bahwa ia memutuskan untuk "tidak ambil risiko". begitu tiba. dulu.co. "Pertama. Mengomentari sikap Sekishusai itu.webng. betul demikian. Agaknya mereka orang kota. Berangsur-angsur mereka menyambung kembali percakapan yang terputus. tapi ketika melihat tubuh Musashi yang berotot. Musashi masuk ke dalam bak mandi umum itu sambil melenguh nikmat. Mereka membasuh diri di luar kolam. Karenanya Musashi menyimpulkan ketiga orang itu sedang dalam perjalanan pulang ke Kyoto. atau cuma mengarang-ngarang?" "Ah. kupikir tidak betul.com . pemuda-pemuda kota tersebut mengatakan bahwa Sekishusai "bijaksana". yang waktu itu sudah menyandarkan kepala ke tepi kolam dan menutup mata. dia menyebut nama Shoda Kizaemon. aku bertemu dengan salah seorang Yoshioka. tentunya dia tidak sebaik yang dikatakan orang." pikir Musashi sedih. Tubuh yang tingginya 180-an sentimeter itu menyebabkan air panas melimpah. tanpa pakaian sama sekali.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI beruap. "Setidak-tidaknya dia cukup bijaksana dengan mengirim buah dan mengatakan dia berharap kita dapat menikmati persinggahan kita di sini." "Kalau Yang Dipertuan Yagyu mengirim pegawai untuk menyampaikan penolakan bertanding. dulu Osugi menjebakku dengan mandi. dan sekarang. Entah karena apa. Kalau dia tahu namaku Miyamoto. dan karena itu pula ia mengirimkan Shoda untuk melakukan kunjungan kehormatan ke penginapan. Agaknya Sekishusai pernah punya hubungan dengan Yoshioka Kempo. Yang jauh lebih mungkin adalah ketika dia mendengar anak kedua Keluarga Yoshioka menantangnya. hal itu mengejutkan ketiga orang lainnya. "Siapa namanya—samurai dari Keluarga Yagyu itu?" "Kalau tak salah. justru karena ini Sekishusai tidak membiarkan anak Kempo pergi tanpa menjawab suratnya. mereka berhenti bicara. karena cara bicaranya halus dan berbau kota. Seorang di antaranya langsung menatap Musashi. Dari percakapan mereka diketahui. Kulit punggung mereka putih dan otot-otot mereka lentur. Bagaimana pendapatmu. Ada tiga orang sedang berbicara dengan riangnya." "Menurut Shoda. dia memutuskan untuk tidak ambil risiko"." Tapi ketiga orang itu tidak memperhatikannya. Salah seorang dari mereka tentunya Denshichiro. dan bahwa ia tidak 216 thanks to. mereka mengirim surat pada Keluarga Yagyu. Ia sudah mendengar bahwa Denshichiro sedang mengadakan perjalanan ke Ise sewaktu ia singgah di Perguruan Yoshioka. Yang manakah? "Aku kurang beruntung dengan acara mandi rupanya." Yoshioka? Musashi mengangkat kepala dan membuka mata. seakan-akan ada unsur asing telah menyerobot ke tengah mereka.

Hal itu mengingatkannya pada pepatah katak di dasar sumur. yang kegagahannya diakui oleh Ieyasu sendiri.id and dimhad. yang terkenal di seluruh negeri karena keberaniannya. jauh dari pusat politik dan ekonomi negeri. Tetapi yang terjadi pada mereka adalah: selagi mereka mengawasi lautan terbuka luas. Berlawanan dengan apa yang sudah ia lihat di Puri Koyagyu dan keadaan penduduk daerah yang membikin iri hati itu.webng.com . Ia pindah ke sudut tempat disalurkannya air ke dalam kamar itu. dia pukul saya!" 217 thanks to. Ada juga anak-anak Muneyoshi yang lebih tua. Dalam hal kemasyhuran dan nama baik. Di sana ia temukan Kocha yang tampak seperti anak lelaki itu sedang menangis. tapi menurut Musashi mereka itu lucu. "Kenapa kamu?" "Anak lelaki Tuan itu. Sementara itu. dan mengguyur badan lagi dengan air panas. Gorozaemon dan Toshikatsu. dan mulailah ia menggosok kulit kepalanya. Denshichiro dan teman-temannya buta karena keangkuhan sendiri. Coba lihat. mereka bertiga rasanya tidak memiliki apa pun selain kefasihan bicara. Namun demikian. memperbaiki segi-segi mereka yang lemah dan semakin kukuh kelebihannya. Anakanak muda manja dari Kyoto ini punya kesempatan melihat apa yang terjadi di pusat segala sesuatu dan mengetahui apa yang terjadi di mana-mana. Mereka rupanya puas sekali dengan diri mereka. yang tak dapat melihat apa yang terjadi di dunia luar. seorang guru besar dalam seni bela diri. mengikat rambut. Koyagyu menghasilkan Yagyu Muneyoshi.co. di dasar sumur yang dalam. membasuh badan sepenuhnya. Kadang-kadang ia merasa pepatah itu dapat berlaku sebaliknya." "Memang enak. dan cucunya Hyogo Toshitoshi yang prestasi-prestasi luar biasanya menyebabkan ia dapat menduduki jabatan yang besar gajinya di bawah Jenderal Kato Kiyomasa dari Higo yang termasyhur. "Uh. di Koyagyu. dan kembali ke kamarnya. enak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mungkin "sebaik yang dikatakan orang". Musashi merasa sedikit kasihan pada mereka. ada seekor katak yang dengan mantap tumbuh makin lama makin besar dan kuat. Bagaimana kalau kita panggil gadis-gadis buat menuangkan sake kita?" "Gagasan bagus! Bagus. syauqy_arr@yahoo. Sesudah mandi. perbedaan itu hanyalah masa lalu. Keluarga Yagyu belum setara Keluarga Yoshioka. Ditanggalkannya ikat kepalanya. kemudian diambilnya segenggam tanah liat. bagus!" Ketiga orang itu selesai mengeringkan diri dan pergi. Tetapi dalam hal kecakapan. Itulah pertama kali selama berminggu-minggu ia bermewah-mewah dengan pencuci rambut yang baik. di tempat lain. Di sini. orang-orang Kyoto itu menyelesaikan mandi. ' Bersama dengan berlalunya waktu. dan anaknya Yang Dipertuan Munenori dari Tajima. para samurai tegap berpuluh-puluh tahun lamanya menempuh kehidupan pedesaan yang sehat dengan mempertahankan nilai-nilai kuno. Musashi mengeringkan badan.

" Musashi tertawa. Yagyu pemilik puri. "haruslah dengan orang yang kuat." Anak itu jadi semakin keras kepala. Kak. Musashi baru akan memakinya." Musashi sadar bahwa kebanyakan orang akan langsung menertawakannya. saya tidak bilang Tuan atau yang lain itu lemah." "Saya akan mandi di sungai besok pagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah." kata Musashi bohong. Ada manfaatnya membahayakan hidup ini. Mereka makan tanpa bicara. yang masih juga mendongkol.com . Jotaro dan pelayan saling pandang." pikir Musashi. Anak bandel ini tadi membual bahwa Tuan pemain pedang terbesar di negeri ini.id and dimhad. merekalah yang mengendarai puncak waktu. sesudah makin terbiasa dengan Musashi. sekalipun ia sedang makan nasi. Walaupun bukan salah seorang daimyo penting. Akhirnya anak itu tidak jadi mandi. dan seluruh keluarganya mendalami tradisi kelas prajurit." "Itu tak benar. di Jepang tak ada yang lebih baik bermain pedang daripada yang dipertuan daerah ini. Jo!" katanya keras. Saya tidak bilang begitu. Tak ada gunanya mengikuti Jalan Pedang jika aku tak punya keberanian mencoba. karena ia punya pikiran seperti itu. Kuharap kamu memaafkan kami. ya. bohong!" teriak Jotaro marah. "Ini merupakan ujian sejati. "Ya. kemungkinan saja. karena Tuan sudah membunuh berlusin-lusin ronin di Dataran Hannya. Anaknya dinas di istana shogun. dan aku akan memarahinya. Musashi sibuk memikirkan maksud pribadinya untuk menemui Sekishusai. sampai bau. begitu. Melihat kedudukannya yang rendah." pikir Musashi yang sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungan. tapi kemungkinan. Memang tak boleh dia melakukan itu." kata anak itu. dari sudut yang lain. sementara gadis itu menyediakan makanan." "Kamu bilang!" "Tuan. 218 thanks to. "Pergi mandi sana!" "Saya tak suka mandi!" "Aku juga tak suka. "Si tolol ini bilang Kakak lemah. Jotaro sudah memprotes. Di zaman baru yang sedang terbit ini. untuk melihat apakah aku dapat mengalahkan Yagyu yang bernama besar itu. barangkali usaha ini terlalu berlebihan. syauqy_arr@yahoo. hal itu bisa.webng. "Oh. lalu dia mulai menampar pipi saya. tapi Musashi tidak begitu keberatan. "Kalau aku beradu senjata dengan seseorang. tapi saya katakan. Tak lama kemudian Kocha membawakan makan malam dengan baki. Bahkan ia menyukai watak Jotaro itu. "Tapi kamu begitu berkeringat.co.

namun ia menolak untuk terlibat dalam pertempuran yang sering terjadi pada pusat-pusat kekuasaan dan intrik itu. 219 thanks to. ia mungkin menjadi korban Nobunaga. karena alasan-alasan pribadi ia memutuskan untuk meninggalkan peperangan. Sungguhpun misalnya Sekishusai tidak dilahirkan dalam keluarga seperti itu. Sekiranya ia menerima perlindungan Hideyoshi." demikian sering kali ia meyakinkan semua orang. syauqy_arr@yahoo." Ini tidak dibesar-besarkan. jalan hidup dan terutama sikapnya setelah ia mencapai umur tua menyebabkan orang percaya bahwa ia akan dapat hidup sampai seratus tahun. Ia menulikan telinga terhadap desakan shogun Ashikaga Yoshiaki. Mereka semua cenderung berpihak pada seseorang di suatu hari dan secara tak kenal malu meninggalkannya pada hari berikutnya. hampir tak dapat dipercaya bahwa puri kecil ini berhasil tetap tegak secara lengkap." Di antara peperangan yang tak terhitung jumlahnya.com . "Aku akan hidup sampai seratus tahun. demi kepentingannya sendiri tanpa memikirkan kesopanan ataupun ketulusan—atau bahkan membantai sanak saudara sendiri yang mencampuri ambisi pribadi. hak miliknya mungkin dicabut oleh Ieyasu sesudah Pertempuran Sekigahara. kemungkinan ia bertabrakan dengan Hideyoshi. Giginya masih lengkap dan matanya tajam luar biasa. hingga sekarang ia tak lain dari menyerupai derek megah. maupun permohonan yang berulang-ulang dari Nobunaga dan Hideyoshi untuk menggabungkan diri dengan mereka. ia ambil bagian dalam beberapa perang besar. Sekishusai sendiri percaya benar akan hal ini.id and dimhad. Pada zaman tidak menentu ini. Sekishusai harus memiliki kekuatan dalam yang tidak dimiliki oleh samurai biasa pada zamannya. Sekalipun ia hidup hampir dalam bayangan Kyoto dan Osaka. dan sekiranya ia dulu membantu Nobunaga. Lainnya hidup sampai melebihi enam puluh tahun. Pada umur empat puluh tujuh. ia mempertahankan penampilan dan tingkah laku samurai berpendidikan baik. Ia lebih suka tinggal di Yagyu. Semenjak itu belum ada yang dapat mengubah tekadnya. Sekishusai pernah mengatakan. "Keluarga Yagyu selamanya berumur panjang. tetapi untuk dapat tetap tegak dalam zaman yang demikian bergolak. Sekiranya ia dulu membantu Yoshiaki.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 17. termasuk pemberontakan Miyoshi dan pertempuran-pertempuran yang menandai bangkit dan jatuhnya Keluarga Matsunaga dan Oda.co. seperti beruang di dalam gua. "Aku sudah berbuat sebaikbaiknya dengan berkukuh pada tanah ini." demikian ia suka mengatakan. Ketajaman pandangannya yang dikagumi orang banyak itu memang merupakan satu faktor kelebihan. "Yang mati umur dua puluhan dan tiga puluhan biasanya terbunuh dalam pertempuran.webng. dan ia merawat tanahnya yang berpenghasilan lima belas ribu gantang itu demikian rupa hingga nanti ia dapat menyerahkannya pada keturunannya dalam keadaan baik. Sementara itu. ketika para pemimpin bangkit dan jatuh begitu cepat. Bunga Peoni KEMULIAAN orang tua itu tumbuh bersama berlalunya waktu.

Tidak henti-hentinya ia merasa kagum dapat menemukan betapa terampil gurunya memainkan kuas." ujar Sekishusai dengan sederhananya. karena ayahnya juga menurunkan pengetahuan taraf tinggi dalam Seni Perang. Itu perlindungan terakhirku.co. Apabila Sekishusai memandang gambar-gambar itu. dan minta Munenori ditunjuk menggantikannya. buku pegangan itu berisi gambar-gambar ilustrasi. yang memungkinkan seorang pemimpin memerintah dengan bijaksana. Sekishusai senang membuka-buka gulungan itu dan memeriksa isinya. dan cucunya Hyogo yang waktu itu baru berumur enam belas. Ia membawa serta anaknya yang kelima. Bunyinya: Tak ada padaku cara cerdik Buat menempuh hidup. Di samping gambaran tentang teknik-teknik pedang tersembunyi Gaya Shinkage. tetapi memintanya menjadi guru dalam seni perang bagi Keluarga Tokugawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak dapat berbuat seperti itu.webng. Ketika diundang Ieyasu untuk mengunjungi Kyoto. Surat keterangan yang diberikan kepadanya oleh Yang Dipertuan Koizumi untuk membuktikan penguasaannya atas ilmu pedang Gaya Shinkage. Aku hanya mengandalkan diri Pada Seni perang. semuanya hasil tangan Yang Dipertuan Koizumi sendiri. Warisan yang dibawa Munenori ke Edo itu lebih dari sekadar kecakapan hebat dalam seni bela diri. Munenori. Seni Perang memang alat untuk memerintah rakyat. Sekishusai tak pernah lupa menghaturkan persembahan makanan bagi semua harta milik yang sangat berharga itu.com . Ieyasu tidak hanya membenarkan prajurit tua yang patut dimuliakan itu dalam hal pemilikan tanah. 220 thanks to. yang sering dinamakan dewa pelindung rumah tangga Yagyu. selalu disimpan di sebuah rak kamar Sekishusai bersama empat jilid buku pegangan teknik militer yang dihadiahkan kepadanya oleh Yang Dipertuan. mau tak mau Sekishusai merasa harus menerimanya dan keluar dari keterpencilan tenteram yang berpuluh tahun lamanya itu untuk melakukan kunjungan pertama ke istana shogun. yang berumur dua puluh empat tahun. Namun ia belum meninggalkan Seni Perang itu sendiri. Ini dipelajarinya dari Yang Dipertuan Koizumi. Dan apa yang dikatakannya itu benar. Bahkan dalam masa pensiunnya pun. Gambar-gambar itu menunjukkan orang-orang yang sedang bertarung dan bermain pedang dalam segala posisi dan langkah yang mungkin. tetapi ia pun alat untuk mengendalikan diri. ia merasa para pemain pedang itu turun dari langit dan bergabung dengannya di rumah pegunungan yang kecil itu. Pada ulang tahun meninggalnya Yang Dipertuan Koizumi. Ieyasu setuju. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Sekishusai menolak kehormatan itu dengan alasan umur. Menurut Sekishusai. Dalam ceruk kamar duduknya tergantung sajak yang ditulisnya sendiri.

itu tak bisa. Kalau Anda melakukan itu. Melihat langkah baru itu.com . "Oh. Yang Dipertuan Koizumi tinggal di Koyagyu selama enam bulan. Dengan ini lahirlah Gaya Yagyu." Kemudian ia memberi Sekishusai sebuah teka-teki Zen: "Apakah artinya main pedang tanpa pedang?" Bertahun-tahun lamanya Sekishusai merenungkannya. Sekalipun ia mencintai hidup mengasingkan diri menurut ajaran Tao.webng. syauqy_arr@yahoo. Hari kedua terjadi hal yang sama. Ketika akhirnya mereka berpisah. dan pada suatu hari ia tiba di Hozoin. "Jangan. Itulah zaman ketika In'ei sering kali berkunjung ke Puri Koyagyu. dan tidak pernah mengganggu. Sekishusai dan Koizumi melakukan pertandingan tiga hari berturut-turut.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Yang Dipertuan Koizumi pertama kali datang ke Puri Koyagyu ketika Sekishusai berumur tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan tahun dan masih meluap-luap ambisi militernya.co. akan sia-sia saja. kemudian katanya. Koizumi hanya mengatakan. gadis itu juga menambahkan sentuhan 221 thanks to. meninjaunya dari segala penjuru. dan akhirnya sampai pada jawaban yang memuaskan dirinya. Kemudian diingatnya bahwa pada kesempatan itulah pertama kali ia melihat Seni Perang sejati." Tanpa berpanjang-panjang lagi ia pun menyerang dan mengalahkan Sekishusai untuk ketiga kalinya. Yang Dipertuan Koizumi mengatakan. saya akan melakukan ini. Sekishusai tinggal di rumah pegunungan karena ia tidak lagi menyukai puri yang mencolok dengan segala hiasannya yang rumit itu. Yang Dipertuan bersama dua kemenakannya. sopan." Kemudian ia menghadiahi Sekishusai surat keterangan dan buku pegangan empat jilid itu. Anda masih muda. "Jalan ilmu pedang saya masih belum sempurna. Sejak hari itu Sekishusai meninggalkan pendekatan congkak atas ilmu pedang. dan selama itu Sekishusai belajar sepenuh hati bak seorang yang baru mulai. Atas desakan kuat Sekishusai. Karena harga dirinya terluka. Sekishusai menyambutnya dengan mata jernih tak terusik. Dalam pertandingan pertama Koizumi menyebutkan di mana ia akan menyerang. namun ia senang mendapat teman gadis yang dibawa Shoda Kizaemon untuk bermain suling baginya. dan In'ei pun menyampaikan pada Sekishusai tentang tamu itu. Itulah permulaan hubungan mereka. Ketika Yang Dipertuan Koizumi datang lagi berkunjung. dan menyarankan agar mereka bertanding. pada hari ketiga Sekishusai memusatkan usahanya pada cara baru. Anda sudah menemukan kebenaran. Hikida Bungoro dan Suzuki Ihaku waktu itu sedang mengembara mencari ahli seni perang. Pada gilirannya hal itu melahirkan cara hidup damai Sekishusai di umur tuanya. Tidak hanya dalam permainan suling ia amat menyenangkan. Yang Dipertuan memperhatikannya dengan saksama sesaat lamanya. dan mulailah ia bertanding tepat sesuai yang dikatakannya. dan Anda mesti mencoba mengusahakannya sampai sempurna.id and dimhad. karena gadis itu penuh perhatian.

Atau. seakan-akan tak ada barang yang lebih dari itu di mana pun. aku lebih suka mendengar sajaksajak sederhana tentang alam. Selagi Sekishusai dan Otsu bicara tentang susunan bunga. diam-diam Kizaemon datang di pintu masuk rumah pegunungan itu dan memanggil Otsu. semua itu cuma soal semangat. Sekishusai bertanya kepada Otsu. Man'yoshu memang bagus dan apik. coba ajarkan padaku gaya sajak istana. gadis itu melakukan hal-hal kecil baginya." Otsu merasa orang tua yang cermat ini telah mengajarkan banyak hal yang perlu ia ketahui. Mengerti tidak. dan tak pernah aku belajar merangkai bunga atau upacara minum teh dengan pimpinan seorang guru." "Cara yang kugunakan untuk bunga sama dengan cara untuk pedang. Misalnya ia senang sekali ketika gadis itu membuatkannya topi kain kecil seperti yang biasa dipakai tukang teh. "Akan kuajarkan padamu upacara minum teh. "Bisa kau membuat sajak Jepang? Kalau bisa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kemudaan dan kewanitaan yang menyenangkan bagi rumah tangganya. "Tolong sampaikan kepada Yang Dipertuan. Aku tidak menggunakan peraturanmisalnya bagaimana memilih bunga-bunga itu dengan ujung jari atau mencekiknya di leher. tetapi ia selalu memintanya tinggal sedikit lebih lama." Sebagai gantinya. tapi Kizaemon ragu-ragu. Sekali-sekali gadis itu mengatakan hendak pergi dari situ. Otsu keluar dan mempersilakan Kizaemon masuk. "Oh.webng. yang tak terpikirkan oleh orang lain. Aku bukan bangsawan Kyoto. Permainan suling gadis itu pun sangat menyenangkan hatinya." katanya." "Tapi kelihatannya Bapak pernah belajar. Kini hampir sepanjang waktu ia mengenakan topi itu dan sangat menghargainya." "Kenapa?" 222 thanks to. Sambil mengatur letak terakhir bunga peoni tunggal yang dimasukkannya dalam jambangan buatan Iga. Lihat itu! Bungaku sama sekali tidak mati. aku baru saja kembali dari menjalankan perintah." Otsu tampak terkejut. sama seperti waktu dipetik. tapi hidup di tempat terpencil ini." demikian katanya. syauqy_arr@yahoo. bunyi sulingnya yang indah mengalun itu sering kali terdengar sampai ke puri. Pada malam-malam terang bulan. ia merasa sangat beruntung.co. ini namanya terbalik. Soalnya cuma bagaimana menunjukkan semangat sewajarnya-bagaimana membuatnya tampak hidup. "Bapak tentunya pernah belajar keras merangkai bunga. "Bagaimana pendapatmu? Apa susunan bungaku cukup hidup?" Otsu yang berdiri di belakang orang tua itu berkata. "Apa betul Bapak menyusun bunga seperti menggunakan pedang?" "Ya." "Sama sekali tidak. dan karena semua itu hanya diawali oleh pertemuan kebetulan saja di jalan raya.com . Otsu tertawa.id and dimhad.

" "Tampaknya anak-anak Yoshioka itu memang tak becus seperti yang dikatakan orang. mereka itu cenderung mencoba dan memutar balik segala sesuatu untuk keuntungan sendiri.co. Saya cuma orang luar yang diundang bermain suling. mereka akan datang besok. Kizaemon mendapati orang tua itu di kamar teh. aku heran kalau dia mengesankan. kami bertemu dia dua-tiga kali dan minum sake bersama-sama. syauqy_arr@yahoo. barangkali saya sendiri yang akan melayani.. "Apa sudah kamu jelaskan bahwa Munenori ada di Edo. dan tidak ada orang sama sekali di sini?" "Sudah. "Jadi. Isinya. Kalau kamu hendak mengalahkannya. tak ada artinya menerima tantangannya. Kalau mungkin. kamu mesti mengerti 223 thanks to. dia punya hak untuk tidak ditolak masuk sini.id and dimhad. Orang muda itu rupanya menyangka karena dia anak Kempo." "Denshichiro ini rupanya terlalu percaya diri. Bagi saya dia memang tidak mengesankan. Kelihatannya keluarga itu merosot terus sejak itu. "Ya. Begitu saya kembali di sini." "Yang ada di Wataya itu Denshichiro. Sudah kukirim orang. Ketika aku pergi ke Kyoto bersama Yang Dipertuan Koizumi. Apa tidak lebih baik Tuan menghadap langsung kepada beliau daripada lewat saya?" "Kukira pendapatmu itu betul. sampaikan kepada beliau." "Saya tak tahu apa. menyatakan tak bisa menerima mereka. seorang utusan datang dari penginapan. membawa surat. seperti Tuan perintahkan. berpikir seperti itu saja pun jangan. mereka tetap saja memaksa. kamu sudah kembali?" tanya Sekishusai. Hampir seketika itu juga Otsu kembali untuk mengatakan bahwa Sekishusai minta Kizaemon masuk. Ayahnya memang orang yang punya watak. Mereka juga mengatakan ingin bertemu dengan Tuan dan menyatakan hormat mereka." "Tidak. Kalau dia memang ingin sekali datang." "Oh. "Apa mereka sudah pergi?" "Belum. Sudahlah. tapi di rumah kecil ini kamu orang khusus. kemudian membiarkannya pergi membawa kekalahan." "Aku benci orang seperti itu. mengenakan topi kain buatan Otsu." "Lancang benar orang tak tahu adat itu! Kenapa pula mereka begitu mengganggu?" Sekishusai tampak jengkel sekali. Hyogo di Kumamoto.. Saya sudah mendatangi mereka dan menyampaikan surat dan buah itu kepada mereka. karena mereka telah datang di Yagyu ini. Tuan jauh lebih dekat kepada beliau daripada saya. Lagi pula.com . tak hendak mereka pergi sebelum melihat dojo. Anak-anak orang terkenal itu biasanya terlalu tinggi menilai dirinya. Ia melihat Otsu sangat disukai tuannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tuan kan abdi utama di sini." Kizaemon senang dengan perubahan yang terjadi di situ.webng. karena itu dia mendesakkan terus tantangannya. Dari sudut pandang kita.

" "Tak apa-apa?" "Tentu saja tidak. Otsu turun dan menambatkan kudanya ke pohon di halaman." "Saya temani?" "Tak usah. tak usah buru-buru. Ia dapat mengendarai kuda dengan baik. tak ada persoalan." "Baik. "Berikan ini padanya.id and dimhad. Sesampai di Wataya. "Kupikir perempuan lebih baik. dan menyerahkannya kepada Otsu. Otsu kemungkinan orang yang tepat untuk itu. hubungan mereka dengan Sekishusai jauh lebih bersahabat daripada yang biasa terjadi antara tuan tanah dan para petani. namun perempuan-perempuan kelas atas dan menengah di daerah masih menghargainya. Para petani dan pekerja di ladang melambaikan tangan kepadanya." Sekishusai cepat menulis sepucuk surat sederhana. apa yang hendak kita lakukan?" "Yang terbaik adalah kalau kita mencoba meredakan hatinya dan membuatnya merasa bahwa dia diperlakukan sesuai perlakuan terhadap anak satu keluarga besar. disuruh Tuan. Kekaguman serta rasa hormat kepadanya pun menjalar kepada Otsu. Tentang diriku. Besok pagi saja. Kuda-kuda yang dulu biasa saya naiki di Mimasaka masih liar.webng. "Mau menginap?" 224 thanks to." kata Otsu. seperti surat yang ditulis seorang ahli upacara minum teh. Memang. Mari kita lihat apa jawabnya. dengan sebelah tangan ia memegang surat dan bunga peoni yang sudah sedikit layu. syauqy_arr@yahoo. dan katakan kamu datang mewakili aku karena aku sedang pilek. ia melanjutkan. kerudung cokelatnya yang kemerahan mengapung tertiup angin di belakangnya. "Apa saya mesti pergi sekarang?" "Tidak. Saya suka kuda. ya?" "Ya. Para petani di situ semuanya tahu bahwa seorang perempuan muda yang cantik datang untuk bermain suling bagi tuannya.com . dan dengan tangan lain mengendalikan kuda dengan terampilnya." Pagi berikutnya Otsu mengenakan kerudung panjang. Otsu meminjam kuda.co. kamu pergi. bahkan juga di lapisan masyarakat yang lebih tinggi. saya harus pergi ke Wataya. tapi tak ingin aku membebani Munenori atau Hyogo dengan hal seperti itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahwa dia pasti akan mencoba menghancurkan nama baik kita di Kyoto. "Selamat datang!" kata Kocha menyambutnya. Tukang kuda yang sedang sibuk bersih-bersih bertanya." Sambil mengalihkan pandangan kepada Otsu." "Kalau begitu. karena dalam waktu yang singkat di sana itu Otsu sudah cukup dikenal oleh rakyat setempat. atau hampir-hampir liar. "Oh." Ketika Otsu berkuda. disertai sekuntum bunga peoni seperti yang ia susun dalam jambangan. Walaupun kerudung sudah tidak model lagi di Kyoto. Di kandang kuda yang terletak di pekarangan luar puri itu. Barangkali keliru mengirim orang lelaki untuk bertemu dengannya.

saya datang dari Puri Koyagyu membawa surat untuk Yoshioka Denshichiro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak. yang waktu itu sibuk mengenakan legging dan sandal serta mengikatkan bawaannya ke punggung." "Ah." Dalam waktu singkat selama ditinggalkan Kocha itu. membuat para tamu yang hendak pergi berbisik-bisik dan menatapnya dengan penuh perhatian. Karena Munenori berada di Edo.id and dimhad." "Saya datang kemari diutus oleh Yang Dipertuan Puri Koyagyu. sambil meletakkan surat dan bunga peoni itu di hadapan Denshichiro. Dia masih di sini.co. "Siapa itu?" tanya seorang. beliau merasa suguhan teh akan 225 thanks to. tapi sayang sekali saya sedang sedikit pilek. maaf. Saya sangsi akan memperlihatkan muka. "Silakan masuk. beliau juga mengatakan. meskipun ingin minum teh dengan Anda. dengan harapan bahwa Anda akan menerima maaf saya. ini suratnya? Ya. "Menurutmu siapa yang akan dia temui?" Kecantikan Otsu. ya. beliau ragu-ragu mengundang Anda datang ke rumah. silakan masuk." Dengan wajah amat menyesal mereka meluruskan kimono dan duduk baik-baik. sampai kemudian ia mengikuti Kocha dan menghilang dari pandangan. Otsu telah membikin suasana jadi sedikit hiruk di antara para musafir. karena malam harinya mereka minum sampai larut. bersimpuh sedikit kaku. karena tak ada orang lain di sana kecuali prajurit-prajurit yang tak kenal enaknya teh. Kamarnya berantakan.. Tubuh saya yang sudah sangat tua ini kini berada di luar kehidupan sehari-hari. Surat ditulis dengan tinta tipis dan menyebarkan sedikit bau teh. Ketika disampaikan kepada mereka bahwa seorang utusan telah datang dari puri. Melihat Otsu membawa bunga peoni putih. "Saya persilakan membaca surat ini sekarang juga.com . syauqy_arr@yahoo. Bunyinya: Maafkan saya. "Oh. Saya kirimkan bunga ini lewat tangan sekuntum bunga pula. Mudah-mudahan Anda dapat tersenyum maklum kepada orang tua ini." kata Otsu sederhana. "Tidak." Ia membaca gulungan yang tidak lebih dari sekaki panjangnya itu. Denshichiro mendengus jijik dan menggulung surat itu..webng. Denshichiro dan teman-temannya baru saja bangun. saya baca. "Hanya ini?" tanyanya. bukan?" "Silakan tunggu sebentar. karena telah mengirimkan salam lewat surat dan bukannya menjumpai Anda sendiri. mereka menyangka utusan itu adalah orang yang datang hari sebelumnya. mereka pun terkejut. dan keelokannya yang anggun dan jarang ditemui orang di pedesaan. Saya pikir sekuntum bunga peoni yang putih bersih akan lebih menyenangkan bagi Anda daripada hidung ingusan seorang tua.

sudah selesai urusan saya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terasa kasar. Dengan janji akan menyampaikan pesan itu. kami punya peoni sendiri di Kyoto!" Kalau memang demikian perasaannya. kami ingin bertemu dengan beliau.” ”Oh." Dan dikembalikannya bunga peoni itu kepada Otsu. dan kini beliau punya kebiasaan mengungkapkan banyak buah pikirannya dengan istilah-istilah upacara minum teh. Boleh ambil kalau kamu suka.id and dimhad. Kocha keluar dari kamar Musashi dan berlari mengejarnya." Dengan sikap muak yang tampak jelas sekali." "Beliau mengerti benar soal itu. Denshichiro menjawab. atau kalau Anda naik kuda.” “Ya. menggantungkannya di sadel. beliau tidak memberikan pada kami pilihan lain kecuali menerima. Otsu meninggalkan tempat itu dengan berat.com . “Apa itu bunga peoni? Saya baru tahu ada yang putih warnanya. Beliau minta saya menyampaikan maaf kepada Anda. kami tak tahu apa-apa tentang teh. dan menyampaikan kepada Anda pula bahwa beliau berharap bertemu dengan Anda pada kesempatan lain nanti." "Ha. "Anda tak suka ini? Beliau merasa bunga ini akan menggembirakan dalam perjalanan. karena kami berasal dari keluarga samurai. Karena marah. ha!" ucap Denshichiro seraya memperlihatkan wajah curiga. lalu ia membelok ke jurusan lain. Tapi beliau sekarang sedang menghabiskan umur tuanya dengan menyendiri. “Mau pulang?” tanyanya. "Kalau benar penangkapan saya. Sekishusai mengira yang kami inginkan adalah menyaksikan indahnya upacara minum teh. "Yah.webng. ya?” Melihat tangan Otsu.” kata Kocha sambil mengulurkan tangan. demikian kesimpulan Otsu. Begitu sampai di lorong rumah. "Aneh! Sampaikan pada beliau. Terus terang saja. mau. seberat kalau ia mesti membuka perban dari luka yang terbuka. kemudian dengan wajah masam ia berkata. cepat sekali. Otsu tertawa pelan sendiri. bahwa kalau kami datang lagi nanti. syauqy_arr@yahoo. ia bertanya. Ini dari halaman puri." "Beliau maksudkan ini sebagai tanda mata?" Denshichiro menundukkan mata seakan-akan terhina. “Ya. tentu saja. tak ada gunanya mendesaknya menerima hadiah itu. sehingga bisa menimbulkan tawa di bibir orang-orang ibu kota kekaisaran. Tolong sampaikan pada beliau. tuan-tuan rumah itu hampir tidak melihat kepergian Otsu. Dipandangnya lantai hitam mengkilat yang menuju kamar tinggal Musashi.co. Maksud kami sebenarnya adalah menanyakan secara pribadi kesehatan Sekishusai dan membujuk beliau untuk memberikan pelajaran ilmu pedang pada kami. 226 thanks to. Beliau mengatakan Anda dapat menggantungkannya di sudut joli Anda.” “Oh.

walaupun belum dapat ia memastikan apa gerangan yang memikat perhatiannya itu. pertama.webng. Akhirnya. Musashi duduk di jendela sambil bertopang dagu. “Batangnya terlalu panjang. Ia memandang ke arah puri dan berpikir keras tentang tujuannya: bagaimana caranya agar. bagus ini. Kepalanya miring terkejut. “Hmm. Sungguh ajaib. “Tuan suka bunga?” tanya Kocha ketika masuk.” kata Musashi. syauqy_arr@yahoo. dan kedua. Kocha pergi ke petak pembantu dan memperlihatkan bunga itu pada semua orang di sana. ia sudah melepaskan bunga itu dan mencucurkan air mata. 227 thanks to. Musashi memungut potongan batang bunga yang telah diirisnya dan mulai membandingkan ujungnya dengan ujung yang lain. kilas baja dan bunyi pedang yang mendetak masuk kembali ke dalam sarungnya itu seakan-akan terjadi serentak. Belum lagi sadar akan apa yang terjadi. Bagi Kocha. memekik keras. karena dalam sekejap mata Musashi sudah menghunus pedang pendeknya. Ia tampak tenggelam sepenuhnya di situ. Secara kebetulan mata Musashi tertuju pada pangkal batang peoni yang terpapas.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah berpisah dengan Otsu. mengalahkannya dengan pedang.com . tapi kurang berhasil. memotong pangkal bunga yang ada di antara kedua tangan Kocha. dengan kecewa ia kembali ke kamar Musashi. ia minta maaf dan membelai-belai kepalanya. Kocha meletakkan jambangan dalam ceruk kamar dan mencoba memasukkan bunga itu ke dalamnya.” “Ini namanya peoni.” “Baik. saya akan ambil air. Nanti kalau kamu dirikan. Tuan saja yang menyusun. akan tampak pantas. Karena tak seorang pun mengaguminya. “Bawa kemari. peoni putih.” “Betul? Kenapa tidak kamu masukkan jambangan di sana itu?” “Saya tak bisa menyusun bunga. ia dapat bertemu dengan Sekishusai. biar kupotong.” kata Kocha sambil membawa jambangan itu keluar.id and dimhad. Minat yang hanya sambil lalu itu telah berubah menjadi pemikiran asyik ketika Kocha kembali. Kocha membawa bunga itu dan menyampaikannya kepada Musashi. Lebih baik menyusunnya tanpa berpikir bagaimana jadinya. “Bunga?” Dan ditunjukkannya bunga peoni itu. Tanpa mencoba menghibur gadis yang ketakutan itu. kamu saja.” “Tuan suka?” “Ya.” “Tidak.co. dan memasukkan kembali pedang ke dalam sarungnya. ketika melihat gadis yang kebingungan itu.

" Namun selangkah demi selangkah ia pulih kembali dari perasaan itu. Bunga ini pemberian orang. bunga sudah bisa disusun sekarang. orangorang Yagyu itu lawan yang layak. segera ia sadar bahwa potongan yang dilakukannya masih kalah jauh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Selesai membujuk gadis itu agar tidak menangis lagi. Ia bertanya pada diri sendiri. mau kamu memaafkan aku? Biar bagaimana." "Begini?" "Ya. Kalaupun aku kalah nanti. Siapa pun yang telah melakukannya.id and dimhad." "Salah seorang samurai itu?" "Tidak. bagus itu. Sekalipun ia sendiri baru saja mencoba meniru potongan itu dengan pedangnya.com . tapi kilasan pedangnya itu membikin tubuhnya dingin sampai ke tulang sumsum. maka taraf Keluarga Yagyu tentunya lebih tinggi lagi daripada yang kuduga. "Jika seorang samurai yang bekerja di kebun puri dapat melakukan potongan seperti itu. aku dapat menjatuhkan diri ke kaki mereka dan menerima kekalahan dengan keanggunan. Pemilik 228 thanks to. Kalau kubelikan kamu kue nanti. termasuk mati." "Maaf aku sudah bikin kamu takut tadi. Perbedaannya seperti patung Budha hasil ukiran ahli dan patung buatan tukang kebanyakan saja. waktu kedua ujung potongan itu dibandingkan. Tapi bagaimana ia bisa melakukannya? Biarpun seorang siswa sudah datang di ambang pintunya dan memperkenalkan diri baik-baik. ia merasa dirinya jadi tambah bersemangat. dia yang mengatakan. Coba masukkan dalam jambangan. "Kamu tahu. "Aku sama sekali belum siap. maka potongan itu hanya mungkin dilakukan dengan pedang." Sebenarnya Kocha menyukai Musashi. seorang perempuan muda." Sementara duduk memanas-manaskan keberaniannya. Musashi jauh lebih terpesona oleh potongan batang bunga yang delapan inci panjangnya itu daripada oleh bunga di ceruk kamar. Ia yakin potongan yang pertama tidak dibuat dengan gunting atau pisau. siapa yang memotong bunga ini?" "Tidak." "Siapa yang memberi?" "Orang dari puri.webng. syauqy_arr@yahoo. apa gerangan makna yang tersembunyi di situ. "Bagaimanapun. Batang bunga peoni itu lentur dan luwes. Ia meninggalkan kamar itu dan tak ingin kembali sampai tugas benarbenar memaksanya. Lalu kamu pikir bunga itu dari puri?" "Ya. belum tentu Sekishusai setuju bertanding." "Mm." Dan tiba-tiba saja keyakinan dirinya buyar. bukanlah orang biasa. dan hanya hantaman yang sangat mantap saja dapat membuat irisan yang demikian bersih.co. ia bertanya. Aku toh sudah memutuskan bersedia menghadapi apa pun.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI penginapan itu cukup banyak bercerita. kan? Lalu kenapa pakaianmu kamu tanggalkan?" "Mana mungkin saya terjun ke sungai dengan pakaian lengkap?" "Sungai? Tapi air sungai tentunya sedang membeku sekarang. kemudian langsung memandang Otsu. syauqy_arr@yahoo. karena secara tak sadar ia diingatkan oleh bunga itu. Otsu sendiri sedang dalam perjalanan pulang ke Puri Koyagyu. dan kelihatan olehnya seorang anak muncul dari rumpun pohon di kaki sebuah batu karang. Pandangan matanya kembali ke bunga di dalam ceruk kamar. Ia menoleh. ia berkata. "Di mana kamu tinggal?" "Di Wataya. dengan guru saya. betul. sekadar untuk memenuhi keingintahuannya. Bagaimana kalau kembali lagi dengan saya sekarang?" "Tak bisa sekarang. Aku sedang disuruh. karena itu saya ke sungai. tapi karena anak-anak di wilayah itu terlampau pemalu untuk menyapa seorang perempuan muda seperti dirinya. Dan karena Munenori maupun Hyogo tak ada di rumah." "Menangis? Saya tidak menangis!" "Ya sudahlah. Orang di sini bisa tertawa mendengar orang berenang musim begini. keringat saya bau. Sudah berapa lama kamu di sini?" "Baru kemarin datang. Sekali lagi ia mencoba mencari jalan untuk memperoleh izin masuk puri." "O ya. "Anda kan Kakak yang main suling itu." "Sendiri?" "Tidak. Tanpa malu. aku baru dari sana. Mulailah terbentuk di hadapan matanya bayangan seseorang. Rambutnya basah dan pakaiannya digulung bulat terkepit di ketiaknya. Anak itu jelas datang untuk menemui Otsu." 229 thanks to. tak ada lagi yang mesti ditantang kecuali Sekishusai sendiri. "Anak kecil yang menangis di jalan raya Yamato itu." "Bukan berenang.co." Otsu mendecap.com . Jotaro telanjang bulat. ketika tiba-tiba didengarnya pekikan parau di belakangnya." "Lho. walaupun telanjang. maka Otsu sengaja menghentikan kudanya. Guru saya bilang. Memandang wajah Otsu dalam mata pikirannya itu menenangkan semangatnya dan menyejukkan sarafnya.id and dimhad. "Kamu!" seru Otsu. sebelum akhirnya memalingkan muka karena malu." "Sayang sekali Kakak tidak bertemu kami. Kamu bilang sedang belajar seni pedang. saya mandi.webng. Apa Kakak masih tinggal di sini?" Ia memandang kuda Otsu dengan sikap tak suka.

ia bertanya. "Ya. Keluarga Yoshioka itu boleh dikatakan sudah berakhir dengan matinya Kempo." "Apa boleh saya datang?" Baru saja Otsu mengucapkan kata-kata itu. syauqy_arr@yahoo." "Dia tidak memeriksanya atau mengatakan sesuatu tentangnya?" "Tidak. Kilau kayu yang terbentuk bertahun-tahun lamanya itu mencerminkan kekerasan orang orang yang telah memperoleh latihan di situ." Sejenak kemudian. ia sudah menyayangkannya. dan Sekishusai mengangguk setuju. selamat berpisah!" kata Jotaro dan terus membalik untuk pergi. "Jotaro.id and dimhad. Sekishusai tertawa.webng." "Kalau begitu. tak mau saya ke sana. Jadi. "Jadi. Tak ada yang bisa mereka perbuat dengan itu. mereka marah! Bagus! Biar mereka marah." "Lalu?" "Dia cuma mengembalikannya pada saya. Dojo itu terletak di pekarangan luar puri. boleh." Otsu merasa lega. seakan-akan teringat sesuatu. kalau begitu pendapat Kakak. Bangunan itu pun cukup luas untuk dipakai sebagai barak para samurai di masa perang. "Sekali lagi! Tadi itu salah sama sekali!" 230 thanks to. Sesudah mengembalikan kudanya ke kandang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu. tapi katanya. ia pergi melapor ke Sekishusai.co." "Dia tidak melihat batangnya?" "Setahu saya tidak. Saya tak suka tempat-tempat yang orangnya cerewet. Senyuman masih tampak pada wajahnya ketika ia mengendarai kudanya melewati gerbang puri. dengan tekad!" demikian Shoda Kizaemon meraungkan perintah-perintah marah kepada dua pemain pedang yang bercita-cita tinggi.com . tapi jangan sampai kamu tampil seperti sekarang ini. memang sudah benar aku menolak bertemu dengan dia. "Apa bunga peoni itu kamu buang?" Otsu menjelaskan bahwa bunga itu telah ia berikan kepada pembantu di penginapan. "Apa anak Yoshioka itu memegang bunga itu dan melihatnya?" tanyanya." Dojo Yagyu dapat dengan tepat dilukiskan: megah. dan dibangun kembali kira-kira waktu Sekishusai berumur empat puluh tahun. Shoda Kizaemon duduk di podium yang ditinggikan sedikit dan mengenakan jubah dalam dan hakama. Ketika dia membaca surat itu. katanya. "Ya. "Yang enteng! Bukan dengan ujung pedang! Dengan tekad. Balok kekar yang dipergunakan untuk membangunnya memberikan kesan tak terhancurkan. Tak ada gunanya dia ditemui. datanglah ke tempatku di puri sekali-sekali. "Oh.

dan orang-orang yang kini bekerja pada Yagyu adalah hasil saringan yang sangat cermat. Lagi pula. dan tidak ada peraturan yang melarang melabrak orang yang sudah jatuh. Tak perlu disebutkan lagi. kabarnya lawan tangguh Hyogo. namun masih dapat menghilangkan telinga atau mengubah hidung menjadi buah delima. Karena itu. Pelatih kuda Yagyu.com . dan kini ia dapat bicara dengan bangga tentang "Gaya Shoda Sejati". Sebagai gantinya. "A-o-o-oh!" "Y-a-a-ah!" Di Yagyu.co. terus begitu! Terus macam itu! Sama dengan yang tadi!" demikian Kizaemon mendorong para siswanya. Tidak ada batasan mengenai bagian tubuh mana yang dapat diserang oleh petarung. para pemula tidak diizinkan menggunakan pedang kayu. juga seorang ahli seperti halnya Murata Yozo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sasaran cacian Kizaemon itu dua samurai Yagyu. dan Keluarga Tokugawa dari Kii telah mencoba memikat Murata pergi dari situ. Kebiasaan yang berlaku di sini adalah tidak membiarkan orang meninggalkan tempat sebelum la hampir roboh. Prajurit biasa dan tukang kuda pun orang-orang yang sudah lanjut dalam mempelajari seni pedang.id and dimhad. Shoda Kizaemon adalah pemain pedang yang sudah jadi dan telah menguasai Gaya Shinkage pada umur sangat muda. Di bawah pengawasan Sekishusai sendiri ia kemudian mempelajari rahasia-rahasia Gaya Yagyu. namun terus juga beradu. meskipun keuntungan materilnya lebih kecil. tidak pernah dipuji. mereka menggunakan tongkat yang dibuat khusus untuk Gaya Shinkage. mempelajari seni pedang sejak kanakkanak dan dapat menggunakan sebuah senjata yang perkasa. Semua itu ditambahnya dengan beberapa teknik pribadinya sendiri. namun kedua orang itu memilih tinggal di Yagyu. Tongkat ini kurang berbahaya dibandingkan dengan pedang kayu. Yang Dipertuan Echizen telah mencoba membujuk Debuchi untuk bekerja padanya. Para pendatang baru jarang bertahan lama. yang sekalipun sudah setengah sadar dan mandi keringat. syauqy_arr@yahoo. senjata disiapkan. yang walaupun dipekerjakan sebagai penjaga gudang. rata-rata samurai tahu bahwa bekerja pada Keluarga Yagyu bukanlah sesuatu yang mesti diterima enteng. Tongkat itu berupa kantong kulit panjang tipis yang diisi belahan-belahan bambu. Sebetulnya benda itu tongkat kulit tak bergagang dan tak berpelindung tangan. "Ya.webng. Merobohkan lawan dengan memukul kakinya mendatar diperbolehkan. dan keduanya bertemu lagi seperti api dengan api. seorang pejabat lain yang relative tak penting. Kimura Sukekuro. 231 thanks to. dan dijadikan sasaran caci-maki yang tidak sedikit. Debuchi Magobei. Para pemula diajar sangat keras. para samurai Yagyu belum diakui sebagai pemain pedang sebelum mereka membuktikan kesanggupannya menempuh cara hidup yang tak kenal ampun. Langkah langkah diambil. Keluarga Yagyu yang kini mencapai puncak peruntungan itu sudah menghasilkan jajaran pemain pedang besar yang kelihatannya tanpa henti.

" jawab Jotaro sesuai dengan kenyataannya. silakan baca." "Ini bukan tempat main. karena itu akan kusebutkan padamu apa isi surat itu." Ia berhenti bicara. "Minta kepada penjaga di sana supaya menjelaskan padamu semuanya. kan?" "Silakan Tuan lihat suratnya. jadi tak perlu aku membacanya." "Biar begitu. "Kenapa kamu bawa dia kemari?" "Dia bilang mau bertemu Tuan. dia akan sangat berterima kasih mendapat pelajaran di sini. Kalau murid datang ke rumah ini. karena aku sudah tahu isinya. "Betul begitu?" Kemudian kepada pengawal. Ia rupanya terkejut melihat Jotaro yang berjalan mengikuti samurai. kemudian melanjutkan." "Dari gurumu? Kamu pernah bilang. dan untuk kepentingan semua pengikut yang akan menempuh Jalan Pedang." Mata Jotaro membundar. Nak!" "Ya. Pergi kamu dari sini. Saya bawa surat dari guru saya. ingin walaupun hanya sesaat bersenang-senang di bawah bayangan guru terbesar di negeri ini. "Nah. Kukira itulah kira-kira isi surat itu. jangan sampai dikatakan Keluarga Yagyu dengan darah dingin menolak orang-orang yang datang bertamu kepada mereka. Sebabnya aku tak perlu membaca surat itu. Tapi aku kasihan padamu.id and dimhad. kan? Biar begitu. apa tidak lebih sopan kalau membacanya?" "Murid di tempat ini meruap seperti nyamuk dan belatung." "Tapi saya datang bukan buat bermain. 232 thanks to. Kalau kusediakan waktu buat berlaku sopan pada mereka semua. lalu terus ke gerbang tengah yang di sebelah kanannya ada bangunan yang namanya Shin'indo. dia murid yang mengembara itu." "Tak perlu.co. kamu bawa anak ini kemari atas kehendak dia sendiri? Hei. dia masuk lewat gerbang utama. "Apa kerjamu dalam puri ini?" tanya Kizaemon tajam. takkan dapat aku melakukan yang lain. "Orang di pintu gerbang yang membawa saya masuk." "Oh. syauqy_arr@yahoo. yang di sana itu!" seru Kizaemon pada seorang pengawal yang lewat di luar. Kizaemon bertanya." "Maksudmu. Baik? Isinya.webng.com . Ada papan nama tergantung di bangunan itu. penulis ingin diizinkan melihat dojo yang sangat indah di sini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei." "Kenapa? Apa Tuan tak bisa baca?" Kizaemon mendengus. "Apa itu isi surat ini?" "Ya. Tuan. "Halo!" seru Jotaro dengan seramah-ramahnya. seakan-akan sudah terlatih mengucapkan pidatonya. kalau Tuan bisa baca. anak bandel yang pintar sekali kamu.

ya. wajahnya menjadi sunguh-sungguh. Kalau dia pergi. Ia tidak sepenuhnya dapat memahami makna surat Musashi. Surat itu menjelaskan bahwa pelayan penginapan telah memberikan kepadanya sekuntum bunga yang katanya berasal dari puri. dan ketika ia memeriksa batang bunga itu. dia bebas untuk beristirahat sebentar." "Kenapa tidak Tuan lihat surat ini? Mungkin isinya lain sekali dari yang Tuan duga. "Tidak." "Nah. siapakah di antara anggota rumah tangga Tuan yang sudah melakukannya.id and dimhad. kamu tak dapat memotong kepalaku. Tanpa mengatakan sesuatu. saya 233 thanks to. Wajah dan mulutnya yang merah di balik jenggotnya yang seperti paku itu tampak seperti bagian dalam buah berangan yang sudah pecah. kan?" "Kamu pintar sekali menggunakan lidahmu. Kizaemon memeriksa kedua ujung batang itu." Jotaro cepat-cepat mengeluarkan batang peoni dari dalam kimononya. tapi kalau Tuan tidak berkeberatan menyampaikan kepada saya. Surat menyatakan lagi: Sesudah memasukkan bunga itu ke dalam jambangan.webng. Sekarang. Kita harapkan. Wajahnya tampak agak heran. saya lupa! Saya mesti menyampaikan ini juga. dan di sana ada tempat untuk menginap semalam-dua malam. Saya bukan anak pengemis!" "Kuakui kamu punya kecakapan menggunakan kata-kata. Lalu apa yang akan Tuan lakukan nanti? Apa akan Tuan suruh saya memotong kepala Tuan?" "Tunggu dulu!" Kizaemon tertawa.com . Aku akan membacanya. saya merasa mendapatkan suatu semangat khusus darinya. syauqy_arr@yahoo. Selesai membaca ia bertanya." "Kenapa pula tidak? Tuan pejabat paling tinggi dalam Keluarga Yagyu. Selagi membaca. "Aku kagum dengan tekadmu untuk tidak membiarkan pesan gurumu tak disampaikan. yang mesti kamu lakukan adalah memberikan surat itu kepada pengurus di Shin'indo—mengerti?" "Tidak!" kata Jotaro." "Coba sini. kamu dapat berbuat sama dengan pedangmu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kalau murid itu minta kepada pengurus di sana. ia melihat bahwa potongan bunga itu dibuat oleh "orang yang bukan orang biasa". dan saya merasa harus menemukan orang yang telah melakukan pemotongan itu.co." "Untuk apa?" Jotaro pun merasa menyesal telah melangkah demikian jauh. Persoalan ini bisa saja kelihatan remeh. la menggelengkan kepala dan mengangkat bahu kanannya sedikit. dan dengan diam ia baca pesan Musashi. "Coba Tuan dengar!" "Ha?' "Tuan tak boleh menilai orang lain dari penampilannya." Kizaemon melepaskan meterai surat itu. dia mendapat sedikit uang untuk bantuan dalam perjalanan. "Apa kamu bawa yang lain disamping surat ini?" "Oh. kalau begitu Tuan lihatlah surat ini. kalau kamu besar nanti.

" pikir Kizaemon.com . Ingin aku bertemu dengannya." "Kalau apa yang dinyatakan surat itu benar. dan kita dapat juga meminta dia menceritakan peristiwa yang terjadi di Dataran Hannya.webng." kata Kizaemon.co. Tapi aku tidak melihat beliau memotongnya. aku memang melihat beliau mengatur bunga." Mereka pergi ke kantor di belakang bangunan itu dan mengajukan soal itu kepada rekan mereka di sana. "Aneh juga tulisan ini. tapi la terpaksa mengaku tidak melihat beda kedua potongan itu. Tiba-tiba ia menengadah dengan mata kaget." "Nah. "Tulisannya memang berwatak. "Hm. ketika ia mulai membaca surat Musashi lagi. dan rupanya hal ini cukup jelas bagi orang yang matanya memang benar-benar dapat melihat. syauqy_arr@yahoo. Debuchi yang kebetulan ada di kamar itu mengatakan." kata Debuchi. melainkan menanyakan pendapat Kimura. "Surat ini ditandatangani oleh 'Shimmen Musashi'. "Apa menurutmu Musashi yang sudah membantu para pendeta Hozoin membunuh semua jembel di Dataran Hannya itu? Tentunya dia!" Debuchi dan Murata berganti-ganti mengambil surat itu dan membacanya kembali. Guru Tua itu yang memotongnya sendiri." Kata Debuchi." katanya." "Ya. Dengan begitu kita dapat mengecek soal itu." kata Kizaemon. ini satu dari dua bunga yang beliau potong. maka tidak dapat mereka menerimanya sebagai tamu di ruangan praktek.id and dimhad. aku ingat.. Beliau masukkan yang satu ke jambangan di kamar beliau. "Kelihatannya dia luar biasa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI akan sangat berterima kasih kalau Tuan mengirimkan balasannya lewat anak yang membawa surat int. namun ia tak dapat membedakan apakah ujung yang satu berlainan dengan ujung yang lain. "Mari kita perlihatkan kepada Kimura. tentunya dia mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui. Hanya itu—tak ada disebutkan bahwa si penulis seorang murid. Shoda?" "Tidak. dan yang lain beliau suruh Otsu bawa ke Yoshioka bersama surat. namun tak ada alasan 234 thanks to. yang sementara itu sama kagumnya dengan mereka. "Coba lihat ini. dan sekali lagi ia memeriksa kedua ujungnya baik-baik. Apa engkau tidak bersama beliau waktu itu." gumam Murata. "Ini salah satu bunga yang dipotong oleh Yang Dipertuan sendiri kemarin dulu. "dan dia betul-betul dapat menyatakan bahwa batang ini sudah dipotong oleh seorang ahli. dan tak ada permintaan untuk bertanding. Kimura menyatakan bahwa karena mereka tidak pernah menerima shugyosha. Sekali lagi ia memandang batang peoni itu. "Ya..." Namun Debuchi tak hendak melibatkan dirinya seorang. Apa bisa kamu melihat beda antara potongan di kedua ujung batang ini? Apa barangkali yang satu tampak lebih tajam?" Murata Yozo mengamat-amati batang bunga itu. "Murata!" panggilnya.

hingga menarik perhatian para pengawal. Kemudian.webng. "Saran yang baik sekali. syauqy_arr@yahoo. katanya. dan Yang Dipertuan pasti tidak keberatan kalau beliau mendengar tentangnya. Kedengaran seperti pedang itu menghantam karang. Jotaro menebaskan pedangnya ke kepala anjing.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kenapa mereka tak dapat mengundangnya makan atau menikmati sake di Shin'indo. Merasa mendapat teman baru. Kizaemon berkata. "Kamu kira apa aku ini? Tidak boleh kamu lakukan itu!" serunya. Anjing menganggapnya sungguh-sungguh dan mulai menyalak keras-keras. Kizaemon menepuk lututnya. dan menjatuhkan Jotaro ke tanah. menyalak sekarang!" Perbuatan itu membuat si anjing marah. Sambil mengutuk. Bunga-bunga iris sudah berkembang di sana. tapi anjing itu terus menempelnya." Selagi duduk menulis jawaban. Sambil melepaskan diri ia gigit tepian kimono Jotaro dan ia tarik sekuat-kuatnya. dan Jotaro dengan bingung mencoba melindungi wajahnya dengan kedua belah tangannya. Ia menarik pedang kayunya dan mengancamnya ke kepala anjing." sambung Murata. "Lamanya mereka itu. Anjing suka dengan permainan itu. sambil memegang kedua rahang anjing itu. menggigit obi-nya. dan katanya. Ia mencoba meloloskan diri. Gema salaknya memantulmantul melintasi pegunungan. seekor anjing hitam besar mencium baunya dan datang mengendusnya.com . dan bunga-bunga azalea liar mulai berkembang. Belum lagi Jotaro sempat berdiri. anjing itu sudah menyerangnya lagi. Darah mulai mengalir dari antara jari-jari yang menutup muka Jotaro." Sementara itu.id and dimhad. Kemungkinan besar Musashi dengan senang hati datang." "Jadi. Kim giliran Jotaro yang jadi marah. kemudian merangkum anjing itu dan melemparkannya. Mereka bisa mengadakan pesta kecil dan bicara tentang seni pedang dan hal-hal lain seperti itu. Jotaro berkata. Suruh dia masuk. "Nah. "Mari kita kirimkan jawaban sekarang juga." Beberapa menit sebelumnya Jotaro memang sudah menguap dan menggerutu. "Anak itu ada di luar. Jotaro menangkapnya lagi dan melemparkannya dua-tiga kali lagi. "Ayo kita bergulat. Anjing meloncat ke punggung anak itu. 235 thanks to. pesta buat kita juga. dan segera kemudian lolongan kesakitan anak itu sudah mengalahkan lolongan si anjing. Jotaro bicara dengan anjing itu dan menarik telinganya supaya maju mendekat." desaknya.

"Ini jawaban mereka. tapi karena ia tidak memberikan penjelasan. Kemudian ia pergi mengambil salep dan mengoleskannya ke wajah Jotaro. "Aku suka kamu juga. Matahari bersinar lewat kembang persik merah muda. sedang hidungnya tampak seperti buah arbei masak. Tak sangsi lagi. Kocha memburunya dan memperhatikan goresan-goresan di wajahnya dengan pandangan kuatir. syauqy_arr@yahoo. Musashi tidak mengajukan pertanyaan." "Anjing siapa?" "Salah satu anjing di puri. Aku yakin." kata gadis itu mengaku. Terima kasih. Jotaro bersikap sopan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 18. Sesudah gadis itu selesai menolongnya." 236 thanks to." kata Jotaro sambil menyerahkan kepada Musashi surat Shoda Kizaemon serta menambahkan beberapa patah kata tentang pertemuannya dengan samurai itu.id and dimhad. takkan dapat kamu menandinginya. Kocha mengantar Jotaro ke kali dan menyuruhnya membasuh wajahnya. Tak seorang pun kelihatan. Pembalasan Jotaro KEMBALI di penginapan. "Hentikan angguk-angguk itu. sekian saja. Jotaro membungkukan badan berulang-ulang untuk mengucapkan terima kasih. ya?" tanyanya dengan nada kecewa. dan pipi Kocha jadi manyala.webng." "Tapi aku menghargai sekali jasamu. "Aku ingin kamu bisa tinggal di sini setahun atau dua tahun. "Tuanmu barangkali akan segera pergi.co. Kamu kan lelaki." "Oh. apa bukan anjing Kishu yang besar hitam itu? Dia memang jahat. Beberapa goresan menyilangi muka anak itu." "Betul?" Bagian-bagian wajah Jotaro yang tidak terkena salep berubah menjadi merah tua. "Seekor anjing menyerangku. Oh. Jotaro duduk di depan Musashi dengan wajah puas. Tapi ia tidak mengatakan apa-apa tentang anjing itu." jawab Jotaro. berusaha meyakinkan Kocha.com . "Ya. dan Jotaro menutup mukanya dengan tangan dan buruburu meninggalkan kamar. "Kenapa mukamu itu?" tanyanya. dan perbuatan itu lucu kelihatannya. dia sudah menggigit tukang-tukang rampas sampai mati!" Walaupun hubungan mereka berdua tidak begitu balk. tapi aku suka kamu. "Cukup sekian saja?" tanyanya. Ia melaporkan sudah melaksanakan tugasnya. biarpun kamu kuat." Musashi membuka surat Kizaemon." "Biar kita banyak berkelahi. "Kami masih akan tinggal di sini sebentar. Sementara ia bicara. ia pasti kesakitan. luka-lukanya mulai berdarah lagi.

ia menjawab tidak. Sorenya Musashi menyuruh anak itu minta kuitansi mereka dan bersiap-siap berangkat. Kocha bertanya. dan diberinya Kocha beberapa pukulan keras di pantat. Tangan mereka bersentuhan. Sekali. terus gigit lagi! Gigit lebih keras!" Jotaro memenuhi permintaannya dan menyentak-nyentak jari-jari gadis itu seperti anak anjing. Selamat tinggal. Ketika ditanya apakah ia menghendaki makan malam. ketika ayah Kocha datang mencari anaknya. Ia duduk saja dengan tangan terlipat dan berpikir. tanpa ada maksud lain. Musashi menoleh mencari Jotaro. Kocha. Sambil berdiri menganggur di sudut kamar. Di pintu gerbang. Jotaro terbangun. Kemungkinan gurunya sudah mendengar tentang bagaimana ia main dengan Kocha di dalam gubuk. ekspresinya berubah keras. Tanpa peringatan lagi ia menarik tangan Kocha dan menggigit jarinya. Sangat aneh bagi mereka bahwa kedua tamu itu berangkat tepat sebelum matahari tenggelam. seperti wajah orang bijaksana dalam agama KongHu-Cu." kata Kocha.id and dimhad. ia kembali ke penginapan. Jerami berhamburan menutupi kepala mereka. Musashi berbaring di tempat tidur dengan mata terbuka lebar. Sesudah berjalan sebentar. "Tuan tak akan pulang tidur malam ini?" "Tidak. Melihat Musashi mendekat. dan juru tulis datang membawanya. dan dengan mengangkat kepala sedikit ia mencuri pandang pada tuannya. menatap langit-langit dengan pemusatan penuh.com ." "Jaga diri Tuan baik-baik. dan di sana mereka berbaring telentang di atas jerami. Gigit sekali lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Keduanya lalu masuk gubuk tempat menyimpan makanan kuda. di tengah malam. geblek. "Ohh!" "Sakit ya? Maaf. mereka cepat-cepat saling memisahkan diri. Aku yakin kami sudah banyak mengganggu." "Tak apa-apa. dan tak lama kemudian mereka sudah saling peluk. kepala penginapan dan dua pelayan lain berbaris mengantar mereka. Anak itu berada di bawah gudang. apa yang kalian lakukan ini? Kalian ini masih anak-anak!" Diseretnya mereka keluar pada tengkuknya. syauqy_arr@yahoo." "Kamu tidak keberatan?" "Tidak. Namun Musashi tidak mengatakan apa-apa. Seterusnya hari itu Musashi sedikit sekali bicara dengan orang lain. Ngeri melihat pemandangan itu. 237 thanks to. menyembunyikan air matanya. "He. sedang mengucapkan selamat berpisah pada Kocha.webng. Jotaro ketakutan. dan rasa hangat menyengat tubuh Jotaro. atas pelayanan yang baik. Terima kasih. Karena tidak melihat anak itu. tidak.co. Hari berikutnya pun Musashi tetap menyendiri. Ia menutupkan tangannya ke muka.

sampai penginapan tidak kelihatan lagi. Musashi berseru. Sambil menyerahkan surat dari Shoda Kizaemon ia berkata. Kamar-kamar di sepanjang lorong yang menuju belakang bangunan itu semuanya didereti rak-rak buku." kata Kocha. Musashi berjalan terus tanpa berkatakata dan tidak sekali pun menoleh ke belakang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Selamat jalan. dan saya datang kemari atas undangan Shoda. Pengawal menyerahkan kepadanya bantalan bundar keras dari jerami. sikap sopan santun pengawalnya. Tempat itu juga menjadi perpustakaan tanah perdikan tersebut. Walaupun takut kepada mata Musashi. "Selamat tinggal.webng." seru Jotaro sambil berlari ke sisi Musashi. Jotaro mengikuti dengan murung. damai. Musashi mendapat kesan itu sekarang." "Apa kita akan menginap di sana malam ini?" "Tak tahu aku. "Apa kita belum sampai?" "Di mana?" "Di gerbang utama Puri Koyagyu." Pengawal itu memang sudah menantinya.id and dimhad. Pada waktu memasuki sebuah rumah untuk pertama kali. Segala sesuatu dalam puri kelihatan diliputi sejarah. Sekalipun Keluarga Yagyu termasyhur berkat kecakapan militernya. Itu gerbangnya. yang 238 thanks to. "Nama saya Musashi. syauqy_arr@yahoo." katanya sambil memberikan isyarat kepada Musashi untuk mengikutinya. pohon-pohon besar memperdengarkan bunyi desir. namun Musashi dapat melihat bahwa puri itu menekankan sekali pendidikan. Lampu-lampu mulai bermunculan dalam lembah itu.com . "Mereka sedang menanti Anda. kadang-kadang seorang tamu merasa sudah kenal baik dengan tempat itu dan para penghuninya. Beberapa waktu kemudian Musashi bertanya. dan pemberian lampu yang cermat. saya sudah datang." Musashi berhenti dan berdiri di depan gerbang. Shin'indo merupakan tempat bagi para pemuda puri untuk mempelajari agama Kong-Hu-Cu. kedua kakinya dirapatkan. Seberkas cahaya tunggal menyorot dari sebuah jendela persegi. anak itu tak dapat tidak mencuri pandangnya ke belakang.co. Di atas benteng yang ditumbuhi lumut. Minta tolong disampaikan kepadanya. dan seorang pengawal muncul. ketika ia duduk di lantai kayu dalam kamar besar yang ditunjukkan kepadanya oleh pengawal." "Apa kita pergi ke puri itu?" "Ya. Dan segala sesuatu kelihatan terurus baik. kalau dinilai dari kerapian jalan dari gerbang sampai Shin'indo. di sekitar menara utama. Disamping fungsi-fungsi lainnya." "Itu. Itu tergantung perkembangan nanti.

Namun jauh di dalam dirinya menindih suatu perasaan gelisah yang tak dapat ditekan. dan Murata. Sungai agaknya mengalir di bawah bangunan." kata Kizaemon. Namun tak lama kemudian terasa olehnya bahwa bunyi itu datang dari langit-langit. Sesudah ketiga orang lain memperkenalkan diri." Shoda Kizaemon masuk ke kamar bersama Kimura. Air terdengar berkericik di suatu tempat di halaman.webng. saya mendengar bahwa peoni yang Anda tanyakan kemarin dipotong sendiri oleh Yang Dipertuan puri ini. berwarna putih dan lembayung muda." kata Kimura Sukekuro. kemudian meninggalkannya sendiri. Bau wisteria yang manis itu mengambang di udara. syauqy_arr@yahoo. dan menawarkan untuk mengisi lagi mangkuknya. Sesudah diajak. Jotaro ditinggalkan di kamar tunggu pembantu. "Kelihatannya Anda biasa juga minum. kami membiarkan Anda menanti. bahkan dari lampu. "Dia pemain pedang. dari dinding. Itulah semangat juang yang tak terpuaskan.id and dimhad." kata Kizaemon hangat. terdengar olehnya bunyi air mengalir di bawah dirinya. yang lain-lain pun mendorongnya untuk merasa senang dan tidak berkukuh pada upacara. Tapi malam ini aku akan maju selangkah ke depan dan meninggalkan Yagyu di belakang. Debuchi. dan mengatakan kepada Musashi bahwa tuan rumah akan segera datang. Dengkung pertama tahun itu. Sesudah ia duduk tenang. tapi tidak begitu lekas mendatangkan akibat kepadanya. Dari cahaya lampu rendah yang bersinar ke halaman ia dapat melihat lilitan tanaman wisteria yang sedang berkembang. "Omong-omong. pekat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diterimanya dengan ucapan terima kasih. "Di desa ini. sekalipun ia tidak suka benar minuman itu. dan dihidangkan dalam mangkuk mangkuk besar gaya lama yang tinggi pegangannya. "Memang sudah saya duga!" serunya. "Siapakah Yagyu itu?" tanyanya dengan mata menantang. Musashi pun mau menerima sedikit sake. tapi kami harap Anda kerasan. Dalam hal ini kami sama." Dengan penuh kehangatan. yang mengalir dalam nadinya.co. Sake di situ merupakan hasil rebusan sendiri. la kaget mendengar dengkung katak. "Selamat datang di Koyagyu. agak seperti sirup." "Maaf. Di perjalanan.com ." Musashi menepuk lututnya. "tak banyak yang dapat kami suguhkan. "Potongan itu bagus sekali!" 239 thanks to. Musashi menggeser bantal bundar itu ke sebuah sudut dan bersandar pada tiang. Dari bantalan pada tiang itu ia memandang ke sekeliling dengan hati bertanya-tanya. melainkan karena ia masih terlalu muda untuk dapat menghargai kehalusan rasanya. Bukannya ia membenci sake. sekalipun dalam suasana setenang itu. dan aku pun pemain pedang. para pelayan mendatangkan berbaki-baki sake dan penganan. Sake malam itu cukup lezat. Pengawal kembali beberapa menit kemudian. Ia merasa sejuk dan santai.

terpaksa Anda sekalian mencabut pedang dan menghadapi saya dalam pertarungan. Dengkung katak terdengar lagi. dan ekspresi matanya.com .webng." kata Kizaemon.id and dimhad. Tempat yang cocok bagi kami untuk mendengar kuliah dari Anda malam ini. seperti yang akan mereka lakukan juga terhadap orang asing lain. Baru menghabiskan tiga atau empat mangkuk sake saja. Kami berpendapat akan sangat membantu pendidikan kami di masa depan kalau Anda dapat menjelaskannya pada kami. tak ada yang khusus di sini-itu cuma terkaan yang mengena." "Merasa bagaimana?" Keempat siswa senior Keluarga Yagyu itu mencoba menganalisis Musashi sebagai seorang manusia dan sekaligus mengujinya. tak salah lagi!" kata Kizaemon. "Betul-betul tak ada cara lain untuk menjelaskannya. Debuchi. Tetapi cara Musashi memegang mangkuk sake dan sumpit itu bagaimanapun menunjukkan bahwa ia berpendidikan kampung. sekadar memenangkan waktu. Kami semua terkesan oleh kemampuan Anda melihatnva. "Ah. Sikap kekanak-kanakan ini membuat mereka tertawa. "Dan kami sampai pada kesimpulan bahwa dibutuhkan seorang jenius untuk mengenali jenius yang lain. "Tentang perasaan Anda itu. Ini gedung penting dalam sejarah seni pedang. wajah Musashi sudah jadi merah tembaga. mengagumi pembawaannya. Karena malu. itu artinya kita merasakannya. sehitam tinta cumi-cumi. kalau beliau sedang berkunjung. syauqy_arr@yahoo." ulang Kizaemon." Asap lampu naik. "Kami sendiri tidak melihat ada hal khusus di situ." Sesudah menghirup sake lagi. Tak ada cara lain.co." "Ayolah. ya? Betul?" "Ya. Musashi memutuskan untuk mencebur sekalian. Mereka sudah mengamati fisiknya." Karena belum tahu benar ke mana arah pembicaraan itu. 240 thanks to. Kalau Anda sekalian menghendaki saya memperlihatkan apa yang saya maksudkan itu." "Saya bukan merendahkan diri. "Kalau kita merasakan sesuatu. jangan merendahkan diri. ke udara malam yang tenang itu. bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa potongan batang lunak dan kecil itu dibuat oleh guru pemain pedang. "Begitu. "Yang ingin saya ketahui adalah. dua-tiga kali ia menyentuh dahi dan pipinya. Musashi berkata. "apa tidak bisa Anda menceritakannya lebih banyak? Anda tahu gedung Shin'indo ini dibangun dengan sengaja untuk kediaman Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. dan ini membuat mereka cenderung mengguruinya." katanya. Musashi berkata." Karena sadar bahwa memprotes sanjungan itu tak akan dapat meloloskan dirinya. dan Murata hampir bersamaan. Saya cuma merasa begitu sesudah melihat potongan batang itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kimura mendekat.

kemudian ketika masuk kamar kembali. syauqy_arr@yahoo. Shoda dan Debuchi memilih tertawa. Kizaemon mengatakan sudah waktunya menghidangkan makanan terakhir. Tanpa menanggapi tantangan itu. Ia tak dapat menerima kalau ia harus meninggalkan tempat itu tanpa melaksanakan maksudnya. yaitu gerst campur nasi. Dengan pedangnya sendiri ia ingin membuat Sekishusai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kizaemon dan Debuchi. tiba-tiba jalan peristiwa membelok tak terduga-duga. ia sadar bahwa waktu berlalu dengan cepat. kalau berasal hanya dari seekor anjing saja." 241 thanks to. kemudian tentang Zen. Musashi. Debuchi berkata. yang dalam pertempuran berdarah itu berada di pihak lawan. saling pandang dan tertawa. Kedengarannya terlalu keras dan mengerikan. Haruskah ia menyodok salah seorang dari tuan rumah itu supaya naik darah? Itu sukar kalau ia sendiri tidak sedang marah. Tak bisa dibantah bahwa salak anjing yang sepertinya datang dari lingkaran kedua puri itu sangat mengerikan. Maafkan saya. karena itu dengan sengaja ia beberapa kali mengatakan tidak sependapat dengan apa yang mereka katakan. Kizaemon. Tuan rumah tampaknya sangat menikmati percakapan itu. Silakan terus tanpa saya. dan bicara dengan cara kasar dan kurang ajar.id and dimhad. Mendengar itu.webng.co." Taro anjing yang bermasalah dengan Jotaro. dan mereka memang menganggapnya demikian. Apakah mereka sudah mengenalinya sepenuhnya? Baru saja ia memikirkan hal itu. "Kalian dengar?" tanya Kimura. bertekuk lutut. bapak agung seni perang yang disebut "naga kuno" itu. tentang Pertempuran Sekigahara. dan Kimura telah ambil bagian dalam pertempuran berdarah itu. Semakin lama semakin jelas baginya bahwa ia mungkin terpaksa harus menggunakan akal licik. yang tertua di antara mereka. Sekalipun Musashi berbicara tenang. Tak seorang pun dari keempat orang itu mau kena provokasi untuk melakukan sesuatu yang kurang pikir. Debuchi. kalau malam ini ia tidak bertemu dengan Sekishusai. "Bagaimana aku bisa bertemu dengannya?" pikir Musashi. ia tak akan bertemu dengannya untuk selamanya. Saya pikir ada yang tak beres. Bagi Musashi. Untuk memperoleh mahkota. dan sudah meninggalkan tanda pada Keluarga Yagyu. sudah pergi. pernyataannya tentang keharusan mengujinya tidak dapat disangkal lagi merupakan tantangan.com . ia menghendaki bintang kemenangan yang cemerlang. Maka akhirnya Musashi pun nekat. dan untuk sejarah. Tapi barangkali ini penting. dan dalam hati ia tahu. ia ingin orang mengetahui bahwa Musashi pernah berkunjung ke tempat itu. cerita-cerita mereka terdengar bagai kebenaran yang pahit. Namun demikian. katanya. mereka berbicara tentang pedang. sedangkan Musashi merasa sangat terpesona mendengarkannya. "Lebih baik saya lihat. Murata keluar ke beranda. pesta ini terganggu. "Taro menyalakbiasanya tidak begitu salaknya. tentang peristiwa-peristiwa di provinsi-provinsi lain. Sake pun diundurkan.

Masih ada prajurit-prajurit rusak yang suka melongok-longok untuk memuaskan ambisinya sendiri. Ia rupanya berusaha memberikan peringatan tentang adanya bahaya. katanya. Darah mengucur dari mulutnya.co. 242 thanks to. Dari pinggir luar lingkaran itu Musashi mengintip ke tempat terbuka di tengah. Boleh saya pergi bersama Anda?" "Tentu. giginya menyeringai. saya tahu apa yang sudah terjadi.com . Sambil menoleh pada Kizaemon. berlumuran darah dan tampak seperti anak setan tangannya memegang pedang kayu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Baru saja ia pergi. kakinya terjulur. hampir merupakan tanda pasti bahwa sedang terjadi sesuatu yang tak menguntungkan. Kizaemon pun bangkit. membentuk lingkaran hitam. "Saya tak bisa mengerti." Ia berangkat. Musashi menunjukkan wajah prihatin." Sekitar tiga ratus meter dari dojo telah berkumpul sejumlah orang. Kizaemon berkomat-kamit dan memandang Musashi. Kalau salah satu anjing puri berbuat demikian. Salak anjing itu jadi semakin mendesak. dan beberapa obor dinyalakan. Jotaro ada di sana. "Ya. "Saya pikir. dan bahunya naik-turun akibat napasnya yang berat. "Mati dia. dia dibunuh." kata seseorang sedih. semuanya berbicara dan berteriak-teriak.webng. masih di kamar tunggu?" Mereka pun menujukan pertanyaan itu kepada samurai muda di depan Shin'indo. juga mata-mata yang bergelandangan mencari sasaran empuk dan mudah dijadikan mangsa. Apa Jotaro." Tak lagi dapat menahan diri. Di sampingnya terbaring Taro. tapi dapat dielakkan Jotaro. Seorang samurai mendekati Jotaro dan pekiknya. Kizaemon tampak sangat terganggu. "Tunggu. ia berkata. "Bajingan kecil kamu! Apa yang kau lakukan? Kau yang membunuh anjing ini?" Orang itu mengangkat tangannya dan menampar dengan berang. Di samping Murata. seolah-olah sedang menghitung gema suara yang tak wajar. syauqy_arr@yahoo. giginya mengatup erat. Murata dan Kimura minta mengundurkan diri juga dan dengan sopan minta maaf kepada Musashi. anak yang datang dengan saya itu. Matanya yang tak melihat lagi memantulkan cahaya obor.id and dimhad. samurai mengatakan bahwa anak itu tak ditemukan di mana pun. Akhirnya terdengar raungan panjang dan sedih." kata Musashi. Memang kedamaian yang dinikmati negeri itu belumlah mantap sehingga seorang daimyo dapat mengendurkan kewaspadaannya terhadap tanah-tanah perdikan yang berdekatan. ada sejumlah prajurit biasa dan pengawal. Tepat seperti yang ditakutkannya. tapi Musashi menghentikannya. Maka hatinya pun serasa terbang. Debuchi. Ia terus menatap cahaya lampu kecil yang tak menyenangkan. Sesudah mencari-cari. "Ini anjing Yang Dipertuan. dan Kimura.

dan menyatakan bahwa ia wajib menghukum pembunuh anjing itu. supaya dapat aku membunuhmu! Menyalaklah! Gigit aku!" 243 thanks to. Nak! Menyalak seperti anjing!" perawat anjing itu berteriak.id and dimhad. penjahat kecil. Pembantaian binatang itu sudah pasti akan diperiksa dengan tuntas. kamu tidak keberatan kalau aku memukul kamu juga sampai mati." "Apa?" Semua orang heran mendengar jawaban Jotaro. Kali ini Jotaro tidak menghindar pada waktunya. karena luka yang kelihatan adalah aib besar bagi seorang samurai. kan? Dan memang itu yang akan kulakukan. memandang orang banyak untuk meminta persetujuan. "Ya. "Tutup mulutmu yang kurang ajar itu!" raung perawat anjing. "Kamu membunuh anjing itu. "Menyalaklah. tapi mereka tidak mengatakan apa-apa. "Aku tak peduli. itu tidak betul!" Menurut pandangan Jotaro. Untuk membela harga diri. Ia telah bertahan dan bertekad tidak akan mundur.com . Lalu ia ayunkan Jotaro berputar-putar pada kerahnya dan dengan pandangan muram ia jatuhkan Jotaro ke tanah. "Kamu sudah membunuh anjing Tuan. "Tutup mulut!" serunya sambil melayangkan tinjunya ke kepala Jotaro. Jadi. anjing betina milik Yang Dipertuan Yorinori dari Kishu yang sangat disayanginya. Orang banyak mengangguk diam sebagai pernyataan setuju. Kenapa saya dihukum? Orang dewasa mesti tahu. Jotaro mengangkat tangan meraba lukanya. dan Munenori merawatnya sendiri. Yang berhadapan dengan Jotaro itu seorang dari kedua samurai tersebut. Taro binatang kesayangan Yang Dipertuan Munenori dari Tajima.webng. bagaimanapun ia mengharapkan dipuji atas perbuatannya yang berani itu. saya yang melakukan!" "Kamu mengaku?" "Ada sebabnya!" "Ha!" "Saya cuma membalas dendam. Pukulan mendarat di sekitar telinganya. Dan semuanya marah. tidak ada pilihan lain kecuali membunuh anjing itu. Jotaro berseru menantang. Yang Dipertuan Yorinori secara pribadi memberikan anak anjing itu kepada Munenori." "Saya cuma membalas apa yang sudah dia perbuat.co. dan nasib dua orang samurai yang telah dibayar untuk mengurus anjing itu sekarang dalam bahaya. Sekarang datang giliranmu! Berdiri kamu. Memang. Bukan hanya itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil membidangkan bahunya. ia keturunan ras dari Raiko. Kemudian ia ambil tongkat kayu ek dan ia hantamkan kuat-kuat ke tubuh anak itu. kamu sudah cukup besar untuk dapat membedakan anjing dan manusia. biar kamu anak kecil. syauqy_arr@yahoo. ia cuma membela kehormatannya dan membahayakan hidupnya dalam melakukan hal itu. "Apa pula ini?" jeritnya. Macam apa pula itu—membalas dendam kepada binatang yang bodoh!" Ia mencengkeram kerah Jotaro. Keempat orang yang belum lama sebelumnya menjamu Musashi itu tampak sedih.

"Ayo. ia angkat anak itu ke atas kepala dan ia biarkan terus di sana. Apa orang itu sudah gila? Siapa pernah mendengar ada orang menggunakan manusia sebagai senjata pelawan manusia lain? Perawat anjing memandang bengong ketika Jotaro melayang di udara dan membentur dadanya. ia mencakar selangkangan si perawat anjing dengan kukunya. setan kecil!" Ia mencengkeram obi Jotaro dengan kedua tangan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro mengatupkan giginya erat-erat. Dengan anggapan bahwa hidup itu berharga. tapi pukulan itu tidak mengena." Dengan nada berapi-api. Tangannya turun. Pukulannya bisa membunuh anak itu jika mengena. Tanpa pikir lagi ia menangkis pukulan perawat anjing itu. seolah-olah penopang yang mengganjalnya tiba- 244 thanks to. "Bunuh aku!" jeritnya. kemudian menopang dirinya dengan sebelah tangan dan berjuang menegakkan diri sambil memegang pedang kayunya. ia mengatakan. dan dalam sekejap ia sudah menerobos dinding manusia yang kokoh itu dan meloncat ke tengah medan. Orang kedua menderap ke tengah lingkaran dan sudah hendak memyerang Jotaro dari belakang. Nah. tangannya dilipatkan dan wajahnya tidak mengungkapkan sesuatu. Anda mesti memeriksa saya juga. dan ekspresi wajahnya pun tetap saja ekspresi kanak-kanak. sering ia menyesal di kemudian hari. Sebuah tongkat kayu ek dan dua kaki itu membentuk sebuah relung di udara.co. ini anaknya!" Ia melemparkan Jotaro langsung kepada orang itu. bunuh aku!" "Nah.webng. syauqy_arr@yahoo. Musashi memekik. dan kalau Anda mau memeriksa dia. perawat anjing menjawab. dan pedang kayu Jotaro terbang ke udara. tapi lolongan yang keluar dari tenggorokannya terdengar sangat liar mengerikan. Musashi bertindak. tapi apabila kemarahan anak-anak sudah bangkit. "Pengecut!" pekiknya kepada orang kedua itu. namun pada waktu itu muncullah tongkat kayu ek lain. Ia pun memukul.com . dan mendarat jadi onggokan sekitar empat meter jauhnya. Orang itu langsung rebah ke belakang. Musashi tetap diam.id and dimhad. Air mukanya tidak meninggalkan ciri peri air. "Dan sekarang giliranmu. Orang banyak pun menggagap kaget dan mundur selangkah. Bunyi berderak tajam bergema di telinga orang-orang yang berdiri menonton. "Baik. sedangkan si perawat anjing dengan sia-sia mengayun-ayunkan tongkatnya. matilah kamu!" pekik perawat anjing mengamuk. "Saya sudah melihat semua ini dari permulaan. Anak ini pembantu saya. Apabila seorang dewasa marah. Tanpa senjata ia menutup mata dan secara membuta menyerang tubuh bagian depan musuh itu dan menguncikan gigi ke obi-nya. ibunya sendiri yang melahirkannya ke dunia pun tak dapat menenteramkannya. Sambil menoleh kepada perawat anjing yang waktu itu kembali menggenggam tongkatnya. Kami periksa kalian berdua!" "Bagus! Kami berdua akan menghadapi Anda. dan saya pikir Anda keliru menindaknya.

"Dengarkan dia itu! Dia orang di luar hukum!" "Dia mata-mata! Ikat dia!" "Tidak. Orang sinting macam apakah yang telah mereka undang datang ke puri itu? Mereka menyesal bahwa Musashi tidak berakal sehat. 245 thanks to. "Nah.id and dimhad. hai.com . kalau sekiranya ia mau sedikit saja berusaha meredakan perasaan para samurai Yagyu yang sedang kacau itu. dan berangsur-angsur mereka pun mengitari orang banyak itu. izinkan saya mengatakan ini: kami tidak bermaksud membiarkan diri kami dibunuh seperti anjing. "Siapa pula ronin gila ini?" Perkelahian kini tidak lagi hanya melibatkan perawat anjing. "Kejahatan anak ini adalah kejahatan tuannya.webng. tapi ia menghantam tanah diiringi suara lolongan. Tetapi sikap Musashi mencegah terjadinya hal itu. Jotaro melentingkan diri dari dada orang itu. samurai-samurai lain mulai memaki-maki Musashi. dan berguling seperti bola ke tempat yang jauhnya dua puluh atau tiga puluh kaki dari situ. Tapi pertama-tama. "Kalian lihat?" pekik satu orang. dan Murata semuanya mengerutkan kening. yang bersama Debuchi dan Murata berusaha mengendalikan orang banyak itu." Jadi. ia bukannya mengakui kejahatannya dan menerima hukuman. berjungkir balik di udara. potong saja dia!" "Jangan biarkan dia lari!" Untuk sesaat lamanya tampak seolah Musashi dan Jotaro yang sudah kembali ke sisinya itu akan ditelan oleh lautan pedang.co. Kimura. Kebanyakan mereka sudah tidak sadar bahwa Musashi tamu yang diundang. Ia rupanya sudah bertekad menciptakan gangguan yang lebih besar lagi. Dan kami berdua siap membayarnya. apakah kepalanya yang telah membentur batu karang. kini ditambah lagi dengan tantangan Musashi. Shoda. melainkan menantang mereka! Kalau pada waktu itu Musashi minta maaf untuk Jotaro dan bicara membelanya. atau tulang iganya yang patah. dan langsung muntah darah. kalian semua!" Mereka menatapnya dengan saksama ketika ia mengambil pedang kayu Jotaro dan menghadapi mereka dengan wajah memberengut menakutkan." kata Musashi. dan beberapa orang menyarankan untuk membunuhnya seketika itu juga dan di tempat itu juga.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tiba diambil. "Tunggu!" Itulah suara Kizaemon. Debuchi. Kami siap menghadapi kalian. Sukar dikatakan. tak habis-habis heran mereka. maka seluruh kejadian itu akan berlalu dengan damai. tetapi saat itu juga terdengar teriakan berwibawa. syauqy_arr@yahoo. "dengarkan. Orang banyak itu sudah menggelegak darahnya. dengan mata menatap tajam kepada Musashi.

tetapi maknanya jelas seperti kristal. tidak untuk waktu lama. "Musashi. katanya. "maaf terpaksa saya sampaikan kepada Anda bahwa rencana Anda telah gagal. meninggalkan keempat orang yang telah menjamu Musashi di Shin'indo itu. Kita sudah berpesta bersama dalam suasana bersahabat. tetapi ke arah yang dipilihnya sendiri. dan jika Musashi mati sekarang. tapi Anda justru mengambil keuntungan dari kami. sekarang kami akan menanti. "Jalan!" perintahnya. Kami berempat akan mengambil alih tanggung jawab ini. langsung menuju menara utama. Anda mungkin seorang bajingan. "Tak ada gunanya bicara lagi!" Ia pergi ke belakang Musashi dan mendorongnya. tidak akan dapat ia meloloskan diri. tapi Anda sudah memperlihatkan keberanian luar biasa dengan datang di puri ini hanya berteman anak itu.com . tapi tidak sepenting hidup manusia. Sekarang persoalannya bukanlah tamu dengan tuan rumah. Anda dapat membuktikan bahwa Anda seorang samurai sejati!" Itu merupakan pemecahan ideal kiranya. Mereka tidak berkonsultasi dengan Sekishusai. Kalau Anda siap. Musashi sadar bahwa tak ada di antara mereka yang bukan ahli pedang. Saya kira ada orang yang menugaskan Anda memata-matai Puri Koyagyu ini atau sekadar menimbulkan kerusuhan. syauqy_arr@yahoo. seluruh kejadian akan dikubur bersama badan Musashi." Dan bahunya pun berguncang karena tertawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Orang itu rupanya sudah merencanakan semua ini. "Baiklah. tapi saya kira rencana itu tidak berhasil. kita terpaksa mempertanggungjawabkannya kepada Yang Dipertuan.co." kata Debuchi. "Kalau kalian membiarkan dia menyesatkan kalian. kalau nanti kami mengambil tindakan. 246 thanks to. Yakinlah bahwa tak ada hal buruk akan menimpa kalian. biarpun misalnya ia memiliki sayap. "Anda gagal. Sekarang tenanglah. Nadanya tenang." Kimura menyela." Dengan enggan orang-orang itu bubar. dan kalian terluka atau terbunuh. tetapi persoalan orang di luar hukum dengan para hakimnya. "Musashi!" panggil Debuchi sambil mencabut sedikit pedangnya dari sarungnya. "Jalan ke mana?" "Ke sel!" Musashi mengangguk dan mulai berjalan.webng. Tetapi Musashi punya pikiran lain. Dalam keadaan terkepung demikian. dan pulanglah. sementara Anda menyiapkan diri melakukan harakiri. "Kami sudah mencoba memperlakukan Anda dengan pantas. "Anda mengira saya akan membunuh diri sendiri? Oh. Ia berdiri diam sambil menopangkan tangan ke bahu Jotaro. Yang pantas untuk Anda adalah bunuh diri.id and dimhad." kata Kizaemon." kata Kizaemon. itu keterlaluan! Saya tidak bermaksud untuk mati. Anjing itu memang penting." Sementara mereka berempat mengepung Musashi.

"Apa pula ini? Mau ke mana kamu?" "Mau bertemu Yagyu Sekishusai. Terdengar bunyi mengepak ketika seekor rajawali terbang ke arah mereka dari balik awan hitam 247 thanks to. dan aku sedang belajar seni perang. apa lagi yang bisa kuperbuat selain menantangnya? Memang aku sadar bahwa kalaupun aku menantangnya." "Bertempur?" kata keempat orang itu bersama-sama. dan tubuhnya membengkak karena gembira. kalau sudah bertemu dengan beliau?" tanya Kizaemon.com .webng.id and dimhad." "Apa?" Tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa pemuda tak waras itu punya maksud yang demikian tak masuk akal. memerintahkannya untuk menahan diri. syauqy_arr@yahoo. Kenangan tentang keberanian gurunya di Dataran Hannya datang kembali padanya. Karena itu." "Kalau begitu. "Aku seorang pemuda. Kizaemon dan Debuchi. Sel ada di belakangmu. kenapa kau tidak minta?" "Bukankah Sekishusai tak pernah bertemu dengan siapa pun. sebagai gantinya aku menantang seluruh puri ini untuk bertempur. di depan menara utama. Musashi menengadah ke langit. barangkali dia menolak meninggalkan istirahatnya. apakah yang hendak diperbuat Musashi. Disuruhnya Jotaro pergi duduk di bawah pohon pinus di halaman. Jotaro melejit dari bawah lengan kimono Musashi dan bersembunyi di balik pohon.co. Kizaemon dan Debuchi mengambil posisi di kedua sisi Musashi dan mencoba menariknya ke belakang dengan menarik lengannya. Dengan lengan masih dipegang oleh Kizaemon dan Debuchi. tapi Musashi tak beranjak. Balik!" "Tidak!" teriak Musashi. Salah satu tujuanku dalam hidup ini adalah menerima pelajaran dari guru Gaya Yagyu. Tanah di sekitar pohon-pohon pinus itu ditimbuni pasir putih yang digaruk baik-baik. "Ini bukan jalan ke sel. tetapi temannya yang lebih senior. "Ayo!" "Aku tak akan pergi!" "Kau mau melawan?" "Betul!" Kimura kehilangan kesabaran dan mulai menarik pedangnya. Ia menunduk memandang Jotaro yang masih bergayut di sisinya. "Dan apa yang akan kaulakukan. Ia bertanya-tanya dalam hati.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ke mana jalanmu ini?" teriak Kimura sambil melompat ke depan Musashi dan merentangkan tangan untuk menghalanginya. dan tak pernah memberikan pelajaran kepada murid prajurit?" "Betul." "Kalau itu yang kauinginkan.

dan pada saat jatuhnya tebasan itu ia menjadi jauh lebih dekat kepada Kimura daripada yang diduga oleh Kimura. Terdengar bunyi serupa bunyi pasir yang aneh ketika pedang itu mendesah di udara. tapi hakikatnya sama saja. melainkan dari Jotaro yang waktu itu meloncat keluar dari tempatnya di belakang pohon pinus. sebelum ia meluncur dengan ributnya dan turun ke atap gudang beras. Bagi keempat pegawai itu.com . apakah Musashi masih memiliki akal sehat. tapi aku dapat menyuguhkan perkelahian. di mana kedua pihak yang berperang memusatkan segenap jiwa dan kecakapannya dan nasib mereka ditentukan. dalam kediaman penuh ketegangan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang menyelimuti Gunung Kasagi. Tekad Musashi dalam hal ini kelihatan dengan jelas dari teguhnya tumitnya menghunjam ke bumi. Tekad baja inilah yang membuat kata "bertempur" itu wajar diucapkan bibirnya. Pertempuran sekarang ini sederhana saja.webng. Pertempuran antara dua tentara bisa saja lain bentuknya. Karena sadar bahwa Kimura menaksir jarak untuk dapat menebas dengan efektif. Shoda. 248 thanks to.co. "Bagus! Tak ada yang lebih kusukai daripada pertempuran! Tak dapat aku menyuguhkan dentam genderang atau dengung gong. Musashi terhuyung empat atau lima langkah ke arah Kimura. Pedang tidak menyentuh apa pun kecuali udara dan pasir. Sekarang ia sudah kehilangan kesabaran. "Biar aku yang membereskannya!" Saat itu juga Kizaemon dan Debuchi menolakkan Musashi ke depan. Satu orang lawan satu puri. syauqy_arr@yahoo. "Ayo dorong!" desaknya." Kimura-lah yang pertama kali tadi menyarankan agar mereka menghukum Musashi. ini pantas untuk ditonton. Sambil menendang sandal jeraminya ke udara dan menyingsingkan hakama-nya ia berkata. maka Musashi dengan sengaja menambah kecepatan langkahnya yang terhuyung itu. mengangkat siku ke depan wajahnya. Segengggam pasir yang dilemparkannya itulah sumber dari bunyi aneh itu. biarpun sedikit. Di sana mereka berdiri." kata Kizaemon pelan. tetapi bagi Musashi kata itu cukup memadai untuk mengungkapkan pengertiannya mengenai apa yang bakal terjadi. dipisahkan oleh jarak tiga atau empat langkah. Yang dimaksudkan olehnya adalah perang total. Akhirnya Kimura menerima tantangan itu. Saar itu juga terdengar pekikan. Keempat orang itu merenungi wajah Musashi dan sekali lagi bertanya tanya. bayangan burung itu menutupi bintang bintang dari pandangan mata. "Oh. Seperti kain kafan raksasa. saling tatap penuh ancaman. dorong dia kemari. dan sambil menarik napas cepat ia menebaskan pedang ke arah sosok Musashi yang sedang terhuyung-huyung. Yang dibicarakannya bukan hanya pertandingan pedang yang harus diselesaikan dengan keterampilan teknik semata-mata. Kedua pihak dengan cepat melompat mundur. kata "bertempur" terdengar begitu melodramatis hingga patut ditertawakan. tapi kemudian ia mengendalikan diri dan berusaha bersabar. bukan dari Musashi.id and dimhad. Kimura undur selangkah. Debuchi.

terdengar bunyi mereguk dan mendesis. Dari arah keempat lawannya yang tersusun di kedua sisinya. Walau enggan melakukan sesuatu yang dapat dinilai sebagai sikap pengecut. tapi mereka terpaksa bertindak untuk mencegah terjadinya bencana. Bunyi gerutu pelan yang hampir tak terdengar dikeluarkan oleh Debuchi. Matanya seperti dua batu putih yang digosok di tengah wajah yang kabur. Tapi sebelum salah satu pihak bergerak. di depan dan di belakangnya. Inikah bunga seroja yang menyala. Ia tahu sekarang bahwa apa yang dimulai sebagai sesuatu yang agak tak berarti itu akan berubah menjadi bencana besar. Ia sadar terjadinya pembengkakan pada urat-urat nadinya.webng.id and dimhad. tapi keduanya mengambil posisi baru dan menyiapkan langkah bertahan. Musashi merasa benar-benar hidup.com . Ia berdiri tak bergerak. Namun Musashi merasa tidak berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. Mereka dapat saling berhubungan dengan baik sekali lewat mata. Untuk sesaat yang terjadi adalah pertempuran saraf. Pada detik yang sama. Ia yakin Kizaemon dan Murata pun mengerti hal ini. Dan apa yang mereka lihat sampai sedemikian jauh. Pada saat-saat seperti itu. Tidak mudah mengakhiri semua itu. tapi dari seluruh tubuhnya. sedangkan dentang-dentang lonceng kuil yang tiba-tiba terdengar menggemakannya ke segala penjuru. seperti dikatakan oleh orang-orang Budha? Yaitu panas yang teramat sangat bergabung dengan dingin yang teramat sangat. Pedang Kimura ditempatkan sedikit lebih rendah dari dadanya. Darahnya terasa seperti mau meletus dari setiap poriporinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Debuchi dan Murata tidak berada dalam wilayah pertempuran. sintesa nyala api dan air? Tak ada lagi pasir dihamburkan ke udara. Pemecahan terbaik adalah melepaskan diri mereka dari si penyerbu yang aneh dan tak punya keseimbangan ini secepat mungkin dan mencegah agar diri mereka tidak mendapat luka secara sia-sia. Satu lawan empat. syauqy_arr@yahoo. pedang Musashi mengoyak udara seperti desing tali busur. Angin bersiul turun dari puncak Gunung Kasagi. Di sini tidak diperlukan tukar kata. Segera kemudian jelaslah bahwa ia bernapas lebih cepat dan lebih gelisah daripada Musashi. kata orang pikiran tentang mati akan mendesakkan diri ke dalam otak. pedang-pedang yang digenggam erat berkilau bercahaya. Caranya mengelak dan menyusun kembali posisi sudah meyakinkan mereka bahwa ia lawan setanding Kimura. Hasil pertarungan antara Musashi dan Kimura kini boleh dikatakan telah ditentukan. Pekik pertempuran itu tidak hanya keluar dari mulutnya. namun sukar dilukiskan. nyatalah bahwa Musashi seorang pejuang terampil.co. Jotaro sudah menghilang. tapi kepalanya sendiri sedingin es. tapi pada 249 thanks to. Secara serentak mereka bertiga mengepung Musashi. bahu kanan maju ke depan dan sikunya di atas. dan pekik mengguntur memenuhi ruangan kosong. kegelapan sekitar Kimura seperti goyah. berubah. kecuali kalau langkah-langkah istimewa diambil. Musashi sama diamnya. tangannya memegang gagang pedang.

Kimura menerjang ke depan. Ingin ia sebenarnya agar lawan-lawannya bukan mengepungnya. makin kurang menguntungkan keadaan baginya. dan langit-semuanya seperti sudah membeku jadi padat. Tetapi justru pada waktu itu ke tengah kediaman tersebut mengalun bunyi yang sama sekali tak didugaduga. Satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah menanti. "Aneh sekali orang ini!" pikirnya.com . membikin terang pandangannya. Batinnya menjadi lumpuh. Namun bersamaan dengan itu ia pun tidak merasa yakin akan mampu menang. tanah. lengan pedangnya seakan-akan menjelma enam atau tujuh kaki panjangnya. Lengan kimono kirinya tersobek dari bahu sampai 250 thanks to. Jauh di dasar hatinya ia mengenali bunyi ini. Begitu nadanya menyerobot ke dalam telinga Musashi. lupa akan musuh. Kelima orang itu membentuk tablo yang seakan-akan statis. dan sang musuh yang juga tanggap itu pun tidak membuat gerakan lebih lanjut untuk menyerang. Mereka tahu bahwa apabila seorang dari mereka memperlihatkan tanda sekecil apa pun bahwa mereka mengendurkan sikap. manusia. Bunyi inilah yang telah memikatnya keluar dari persembunyian di Gunung Takateru dulu-bunyi yang telah menjatuhkannya ke tangan Takuan. Musashi akan menyerang. Musashi sadar bahwa makin lama hal ini berlangsung. ia lupa akan dirinya. Kizaemon pun tidak dapat membuat gerakan. Pedang. Itulah suling Otsu. Ia yakin telah terluka. Mereka mengerti bahwa Musashi bukanlah jenis orang yang biasa dijumpai di dunia ini. sekalipun tubuhnya jadi bertambah pekat dan titik-titik keringat berminyak berkilau-kilau di dahinya. Terdengar gemeresik pelan. pedang Musashi menyampaikan kepadanya bahwa orang yang di sebelah kin telah menggerakkan sebelah kakinya seinci dua inci.id and dimhad. yaitu bunyi alunan suling yang ditiup angin. sebelum salah seorang dari mereka mengubah kedudukan atas kehendak sendiri. tak dapat ia membuat gerakan. lupa akan hidup dan mati. menjurus kepada perdarahan. dan Otsu-lah yang memainkannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi tak ada sedikit pun pikiran tentang maut. tetapi menyebar dalam garis lurus-agar dapat dihadapinya satu per satu-tetapi ia tidak berhadapan dengan orang-orang amatir sekarang ini. dan darah seakan-akan menderas di dalam dirinya. Ia pun melakukan penyesuaian dalam meletakkan senjatanya.co. Otot-otot Musashi menegang. Lawan-lawan Musashi sebetulnya sedikit saja merasa enak memiliki keunggulan jumlah itu. tapi itu sudah cukup. Dari luar. Angin terasa seperti bertiup melintasi kepalanya.webng. Seperti sungut kumbang. menyejukkan otaknya. Kenyataannya. perubahan itu hampir tidak dapat dilihat. syauqy_arr@yahoo. dan berharap bahwa pada akhirnya salah seorang dari mereka akan mengambil langkah sementara yang keliru dan memberikan peluang kepadanya. Dengan memperdengarkan teriakan perang yang keluar dari pinggangnya.

Satu-satunya bunyi yang terdengar hanyalah alunan suara suling yang manis di kejauhan.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo.com . lenyap ke dalam gelap. Tetapi Musashi waktu itu juga menendang tanah sekuat-kuatnya dan melompat demikian tinggi. dan melihat Kimura sudah menghuyung ke tempat tadi ia berdiri. 251 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pergelangan tangan. dan tidak menoleh-noleh lagi. "Musashi!" seru Debuchi Magobei. tiba-tiba berpaling.co. Untuk sesaat ia kehilangan penguasaan diri. dan lengannya yang tiba-tiba kelihatan itu membuatnya menyangka bahwa ia terluka. terdengar gemeretak rerantingan.webng. "Kau ini lebih pintar bicara daripada berkelahi!" ejek Murata ketika ia dan Kizaemon berusaha menghadang Musashi. Kemudian ia melompat berulang-ulang lagi. dan ia pun menjerit menyerukan nama dewa perang. Ia melompat. hingga mengenai cabang-cabang bawah pepohonan pinus. "Pengecut!" "Musashi!" "Ayo berkelahi seperti lelaki!" Ketika Musashi sampai di tepi parit sekitar kuil dalam. tapi sudah itu diam.

tentunya sesudah peristiwa itu gadis itu sangat membencinya! Oh. dan segera kemudian ia terbawa hanyut oleh kenangan: Otsu di celah perbatasan Mimasaka-Harima. dan menyatakan bahwa ia dapat menahan kesukaran apa pun. di situlah pertempuran dimulai. Ia jadi kecewa melihat dirinya menangis. Satu demi satu bilah-bilah itu ia 252 thanks to. "Apa yang kubutuhkan dari seorang perempuan?" katanya mengolok-olok dirinya. dan katanya aku tak dapat berkelahi seperti lelaki! Tapi aku belum lagi menyerah. "Tak ada dia di sini.. Burung-Burung Bulbul TIDAK mungkinlah untuk mengetahui berapa lama air hujan yang ada di dasar parit yang dalamnya tiga puluh kaki itu dapat menggenang. Kedengarannya seperti. gadis itu mengatakan kepadanya telah menantinya hampir seribu hari. kemudian menghilang. "Mereka sebut aku pengecut.com . Terkejut ia mendengar teriakan dari puncak parit. Ia mulai berjalan pelan-pelan sepanjang dasar parit itu. ia meloncat ke dasar parit. dan di situ ia berbaring telentang di rumput. Meskipun begitu.webng. "Bagaimanapun." Tiga atau empat obor kayu pinus menyala di antara pepohonan. Perbuatan Musashi lari dari Himeji itu merupakan pengkhianatan. Musashi menyuruk ke dalam pagar di dekat puncak parit dan meluncur cepat setengah jalan turun. Mereka tidak mengetahui tempatnya. Oh. tanpa membuat bunyi apa pun. lalu berhenti dan melemparkan sebuah batu. "Maafkan aku!" Kata-kata yang diukirnya di pagar jembatan itu kini keluar dari bibirnya. syauqy_arr@yahoo. sambil menghapus mata dengan tangannya. sama sekali belum menyerah! Aku tidak melarikan diri. tak ada gunanya bertempur dengan keempat orang itu. bukan tak mungkin juga dia di sini. mengatakan tidak dapat hidup tanpa dirinya dan tak ada lelaki lain baginya di dunia ini. "Telingaku tentunya salah. Bukan itu sasaranku. Air mata meleleh dari sudut-sudut matanya. Karena tidak mendengar kecipak air. Mungkin juga dia. Sebentar kemudian tulang-tulang iganya sudah berhenti naik-turun dan detak nadinya kembali normal." Ia berhenti dan mulai mengumpulkan ranting-ranting jatuhan yang kemudian ia patahpatahkan menjadi bilah-bilah pendek dengan lututnya. Lalu minta dibawa serta. tentunya ia menggigit bibir dan mengutuk sifat lelaki yang tak dapat diduga-duga itu. "Tak mungkin Otsu ada di Koyagyu ini!" katanya pada diri sendiri. Aku cuma melakukan gerak mundur taktis.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 19. Ketika keringat sudah menyejuk." Hampir satu jam berlalu.. ia mulai bernapas teratur kembali. ia membayangkan mata Otsu di tengah bintang-bintang di atasnya. Kalau aku bertemu dengan Sekishusai sendiri. Kemudian di Jembatan Hanada di Himeji.co." Sambil berdebat dengan dirinya.. dan akan menanti sepuluh atau dua puluh tahun lagi-sampai ia tua dan putih rambutnya. Ia bangkit berdiri dan menengadah memandang sosok hitam Puri Koyagyu.

dinding batu. ataukah karena ia melihat daundaun bunga putih di tanah? Apa pun alasannya. Tapi ketika jam demi jam berlalu. Sesaat ia tergiur untuk melompati pagar. ia kembali mengayun langkah ke arah selatan. Tak ia dengar lagi bunyi suling. Ketika mengintip lewat celah di pintu gerbang. dipaksa oleh dorongan setan. atau lumbung padi meyakinkannya kembali bahwa ia masih ada di dalam. Tentunya ia tampak seperti orang gelandangan sekarang. Anak itu dapat menjaga dirinya. kalau nanti menemukan rumah pegunungan itu. Akhirnya. di kaki lereng yang menjurus ke bagian tenggara puri. Sebetulnya ia tidak begitu gundah memikirkan anak itu. dan di atas tebing itu Gunung Kasagi. kepekaan penghuni tempat itu menembusnya hingga gejolak perasaan Musashi mereda. Keinginan untuk menemukan dan mengalahkan Sekishusai sekali lagi menjadi nafsu yang mengendalikan semuanya. akan menerobos masuk sambil mengucapkan tantangannya. tetapi ia masih menahan diri. Ia sudah mendengar dari pemilik penginapan itu bahwa Sekishusai mundur bukan ke salah satu lingkaran puri.com . Apakah karena perawatan penuh cinta yang telah diberikan pada daerah itu. tapi kemudian potongan parit. Di sebelah sana menjulang tebing. syauqy_arr@yahoo. Tidak adanya obor lagi menunjukkan bahwa pencarian sudah dihentikan. Ia bermaksud.webng. 253 thanks to. Tetapi tiba-tiba terpikir olehnya penampilannya sendiri.co. lalu memanjat ke luar parit. Ketika ia sudah hampir menjerit karena frustrasi. pepohonan yang bagus bentuknya dan rumput yang terawat balk pun menyatakan kepadanya bahwa ia telah menemukan tempat memencilkan diri itu. Terkaannya segera dibenarkan oleh sebuah gerbang beratap lalang dengan gaya yang disukai ahli upacara minum teh besar Sen no Rikyu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI masukkan ke celah-celah dinding batu dan ia gunakan sebagai tempat menapak. dengan rambut awut-awutan dan kimono berantakan. Hari sudah mendekati fajar ketika ia berada di gerbang belakang puri. mau rasanya ia melihat hantu dalam bentuk Sekishusai.id and dimhad. seperti yang terdapat di tempat-tempat penganut Budha Zen menyendiri di pegunungan. Di dalam sana ia melihat rumpun bambu yang terselimut kabut pagi. melainkan ke satu tempat terpencil di wilayah luar. ia melihat jalan itu berkelok-kelok melintasi rumpun pohon. tapi ketika ia berhenti dan mendengarkan lebih saksama. Kadang-kadang ia merasa sudah tersesat di luar wilayah puri. setidaknya untuk malam itu. ternyata tidak ada sesuatu pun yang terdengar. mendaki bukit. Barangkali ia kini sudah bermil-mil jauhnya. Sepanjang malam ia mencari. Sesaat ia mendapat perasaan samar-samar bahwa Jotaro memanggilnya. Musashi berjalan terus menembus hutan dan lembah. Ada sesuatu pada lingkungan itu yang menghambatnya berbuat demikian. menjadi hantu utama yang terbentuk akibat hasratnya yang mahahebat untuk mendapat pengakuan dan kehormatan.

Ia menepuk-nepuk rambutnya dan meluruskan kerahnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak perlu buru-buru. "pasti seseorang datang ke gerbang ini. "Hari inilah harinya. Maka dicarinya alat pengetuk. Ia berbeda dari Sekishusai. dan entah kenapa ia teringat pada Jotaro. Kalau dia masih menolak menemuiku sebagai murid pengembara. "Lambat atau cepat. bagus sekali. Barangkali ia telah memperlakukan anak itu terlalu kasar malam sebelumnya. Ia basuh handuk tangannya di dalam sungai. mengambil jalan memutar dalam pagar. Panas matahari telah menghidupkan kembali semangatnya. karena ia sekarang sadar bahwa tenaganya sudah habis. tetapi juga salah satu orang besar di negeri itu." pikirnya. ia membersihkan kotoran kukunya. Karena itu kemungkinan ketukan biasa tidak akan terdengar." Ia duduk di bawah tepi atap gerbang. bersandar ke tiang. Pikirannya terang. tampak olehnya matahari merah cemerlang naik di atas pegunungan. Sambil meregangkan badan. tak terbayang olehnya bahwa air semurni itulah yang menjadi cita-cita setiap ahli upacara minum teh. Ia mendengarkan suara sungai kecil yang mengalir menuruni sisi gunung. tapi itu gerakan yang sudah diperhitungkannya. seperti berbedanya bintang yang terkecil dengan bulan. sebelum menampilkan diri kepada tuan di dalam itu. Tak ada lagi kelelahan yang tersisa ia merasa lahir kembali. Musashi bermaksud menampilkan diri sebaik-baiknya. kepalanya dibasuh oleh angin pagi dan nyanyian burung bulbul. ketika sebutir embun besar jatuh dengan dinginnya ke lehernya dan membangunkannya. Rumah itu cukup jauh letaknya di atas bukit. dan ketika ia menggerakkan badan dari tidurnya. dan jatuh tertidur. akan kupergunakan pendekatan lain. dan terlihatlah olehnya sepasang 254 thanks to. hingga Musashi membayangkan bahwa mungkin itulah alasan utama Sekishusai memilih tempat ini untuk mengundurkan diri dari dunia." Ia lapar. Ia mesti menguasai diri terlebih dahulu.com . dan kemudian muncul dari bawah pagar dalam perjalanan menuju wilayah puri bawah. Cahaya siang datang. dan sesudah menggosok tengkuk seluruhnya. Air itu bagus. Ia sendiri tidak lebih dari seorang prajurit tak bernama. ia berkata lirih. dan tenaga yang tertimbun di dalam anggota badannya menghendaki kegiatan.webng. Dan itulah waktunya." katanya pada diri sendiri. ia bertekad mengetuk pintu gerbang itu sebagai tamu yang sah. syauqy_arr@yahoo. Karena Sekishusai tidak hanya pemilik Gaya Yagyu. Ia bangkit. Kemudian ia rapikan rambut dengan belati yang melekat pada pedangnya.id and dimhad. dan bagian dari latihan anak itu.co. Ketika ia menggosok-gosok matanya dan menengadah. mengitari rumpun bambu. ia tidak berada dalam bahaya. kalau ada. Sekali lagi Musashi merasa yakin bahwa di mana pun Jotaro waktu itu. ya. dan ia merasa mantap dalam hati. Namun karena ia tak tahu apa-apa tentang seni upacara minum teh. Bintang-bintang sedang memudar dan bunga-bunga aster putih berayunayun. Musashi membasuh wajah dan minum sekenyangkenyangnya untuk ganti makan pagi.

hingga jaraknya tinggal beberapa meter saja dari tempatnya berdiri. dan tulisan yang berupa ukiran itu diisi dengan tanah liat kebiruan yang tampaknya seperti lapisan perunggu. dan jasa apakah.webng. yang akan memasuki gerbang ini. maksudnya para pejabat puri.id and dimhad." pikir Musashi. Orang tua itu menutup gerbangnya tidak hanya bagi para murid yang mengembara. Akan dia yang menyukai purinya tertutup. "Kalau tidak. Mengganggu rumah tangganya akan merupakan pelanggaran besar. Musashi mengintip lewat gerbang. "Kukira tadi dia ada di belakangku. "Terlalu muda! Orang ini ada di luar jangkauanku sama sekali. Agaknya karena takut mendengar bunyi ribut itu. dan ia merasa sangat malu terhadap diri sendiri. tetapi juga bagi semua peristiwa dunia ini. pikiran untuk menyerobot masuk mendatangi pertapa kuno itu kini terasa liar. "Aku harus!" Keragu-raguan mencengkamnya. sekelompok burung kecil mengangkasa. Ya." gumamnya sambil menoleh ke sekitar. namun maknanya lebih dalam dari itu." pikirnya. Dan di sebelah kiri: Takkan kautemukan pemain pedang di sini. serta memperdengarkan teriakan terkejut. "Jotaro! Di mana kamu?" 255 thanks to. Jantungnya berdebar-debar dan keyakinan dirinya terbang. Dari kejauhan di atas bukit terdengar bunyi langkah-langkah cepat. Ia sudah meninggalkan sama sekali hasrat dunia. Hanya bunga dan burung. Otsu berlari turun." kata Musashi pada diri sendiri. Jadi. yang menolak kesia-siaan hidup manusia. dan serunya.com . yang mungkin diperoleh dari mengalahkan orang yang sudah tidak menghargai kehormatan dan jasa? "Bagus juga aku membaca ini. Dan kehormatan apakah. Keduanya ditulis dengan indah. suling gadis itulah yang telah didengarnya! Haruskah ia menanti dan kemudian menjumpainya? Atau pergi saja? "Aku ingin bicara dengannya. bukan lagi penguasa tanah perdikan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tanda peringatan di kedua sisi gerbang. "Aku masih muda. Ternyata Otsu. Hanya burung-burung bulbul muda di ladang. syauqy_arr@yahoo. tetapi orang yang telah kembali kepada alam. Sajak itu ditujukan kepada para "penulis". angin dan bulan. Sekishusai bukan lagi pemain pedang terbesar di negeri ini. Kemudian Otsu berhenti dan membalik. baik itu hasratnya sendiri maupun hasrat orang lain. bagi segala kemuliaan ataupun kesengsaraannya. aku akan menjadikan diriku orang yang setolol-tololnya!" Bersama dengan semakin tingginya matahari di langit. siapakah yang datang itu. hai para penulis." Keinginan untuk mengetuk gerbang pun menguap. Kemudian ia berlari kembali ke atas bukit.co. Di sebelah kanan tertulis: Janganlah curiga. nyanyian burung bulbul mereda.

sampai tak tahu saya. Musashi menjadi merah mukanya karena malu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar suaranya." "Lucu. kalau Kakak tak bisa ingat apa yang Kakak lakukan sendiri? Tapi biar bagaimana. dan mulailah ia berkeringat. Musashi tentunya mendengar juga. saya pun ingat Kakak ada di puri ini. syauqy_arr@yahoo. "Saya di sini! Di mana Kakak?" seru Jotaro dari bagian atas rumpun. "Kan sudah kubilang kau ikut aku. apa yang mesti saya lakukan.id and dimhad. Ia merasa muak karena telah kehilangan keyakinan. Yang Dipertuan jadi terkejut juga. Ketika mendengar suling itu. Kalau soalnya cuma empat orang biasa lawan guru saya. tidak betul. Dia bukan orang yang gampang terluka. Beberapa waktu kemudian Otsu memanggil kembali." "Kedengarannya lain dengan kejadian tadi malam itu: kamu datang lari-lari ke kamarku dan langsung mau nangis saja. "Aku sedang memikirkan dia ketika aku main itu. mengejar ayam pegar! Apa kamu lupa.co. "Oh. Cuma semuanya itu begitu cepat. tapi kemudian saya lihat ayam pegar. jadi saya mengejarnya." Jotaro datang berlari-lari mendekati Otsu. "Di sini!" jawab Otsu. saya cukup gentar juga." "Cuma itu?" "Tentu saja cuma itu. jadi Kakak di sini. terutama sesudah kamu menyebut nama gurumu itu. Tak dapat ia bergerak dari tempat sembunyinya di dalam bayangan pepohonan itu." "Tapi sungguh pertunjukan besar yang kamu lakukan-menyerbu rumah orang dan menjeritjerit tentang 'pertempuran' yang sedang terjadi.com . saya tak akan kuatir.. Saya tak mengerti. ya?" serunya." "Kalau kamu memang mendengarku main suling." 256 thanks to." "Saya juga sudah ikut." "Tapi bagaimana Kakak bisa kenal dengan Musashi?" "Kami datang dari desa yang sama. "Aku kan sudah bilang tadi. karena itu saya pikir kalau saya dapat minta maaf kepada Yang Dipertuan. Cuma.." "Saya tak melihat apa pentingnya itu. Bahkan dia mungkin tahu yang main itu aku." "Mana bisa begitu." "Tapi apa aku menangis lama?" "Bagaimana bisa Kakak ingat semua yang saya lakukan." Suara Otsu menjadi lunak. tapi saya tidak kuatir dengan dia.webng." "Aku juga begitu. dari bunyi suling itu saya dapat mengira-ngira di mana Kakak berada. jangan pergi ke mana mana." "Ah. mesti mencari orang penting pagi ini?" "Ah. saya kira. kenapa pula Kakak mesti menangis hanya karena ada orang sedesa datang ke sini. Tapi kabarnya mereka semua itu jagoan. saya bukan mau menangis. dan kali ini terdengar balasannya.

yang sadar benar akan keyatimannya dan merasa agak benci dengan kenyataan itu.com . syauqy_arr@yahoo. "Sekarang ada yang lebih penting dilakukan. namun ada sesuatu di dalam dirinya yang tidak dapat menyerah kepada segala perasaan itu. Katanya dia mau menemui orang yang sudah melakukan apa yang kamu katakan itu. Kalau tidak ada orang yang tahu." Otsu tampak benar-benar riang. yang berseru kepada Otsu.webng. dia tidak mengamuk seperti yang lain-lain. karena sadar sedang membuang-buang waktu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tapi dia orang baik. Ia memang merasa sengsara. Musashi yang sedang bersembunyi di antara pepohonan memperhatikannya baik-baik dan mengagumi kesehatan tubuhnya. Sekarang ia cukup kuat untuk mengaku bahwa semua perasaannya itu nyata.id and dimhad. Otsu bergegas pergi ke gerbang. manakah dirinya yang sebenarnya 257 thanks to. Kita mesti mencari Musashi. Ia akan menyatakan kepada Otsu. Perbedaannya adalah karena waktu itu Otsu tak punya orang yang dicintai. Sepanjang tahun yang dihabiskannya untuk mengembara mencari Musashi. dan ia merasa kesegaran dedaunan itu mengisi paru parunya. Atau setidak-tidaknya. Musashi cepat menangkap daya hidup Otsu yang baru dan membuatnya bertambah cantik itu. dan ia melihat betapa kejam dan buruknya ia menolak cinta yang sederhana dan terus terang seperti yang diungkapkan Otsu. lahirlah cinta yang kini menetap di dalam dirinya dan memberikan arti pada hidupnya. Sekishusai malahan sudah melanggar peraturannya sendiri. Dalam matahari terang awal musim panas itu pipinya bersinar seperti buah masak. di mana mereka dapat berduaan saja. dan menceritakan semua kepadanya Betapa ia merindukan Otsu secara fisik. "Kita bisa bicara lagi nanti. Waktu itu ia masih anak-anak yang sentimental. Ia mencium daun-daun muda. Ketika saya katakan padanya saya sudah membunuh Taro." Tiba-tiba. membelaikan pipinya ke pipi Otsu. Ia tak bisa mengatakan. tubuh dan pikirannya membentuk keberanian untuk menghadapi apa pun. Sesudah mengenal Musashi dan mengaguminya. Dirinya terpecah menjadi dua: pertama. cinta yang dirasakannya waktu itu hanyalah samar-samar dan sukar dipegang. Otsu yang ia lihat sekarang ini lain sekali dengan gadis yang duduk patah hati di beranda Kuil Shippoji dan memandang dunia luar dengan mata kosong. Ia dapat mendekapnya. mencurahkan air mata yang ingin ia tangiskan. ia dapat menunjukkan kepada Otsu bahwa ia pun dapat bersikap mesra. seperti bunga. Ia ingin mengungkapkan bahwa jauh di dalam hatinya yang terbuat dari baja itu terdapat kelemahan. Ia ingin menarik kembali kata-kata yang diukirkannya di Jembatan Hanada itu.co. dan ingin ia membawa gadis itu ke suatu tempat. sesuatu yang menyatakan kepadanya bahwa itu salah. Hal-hal yang dikatakan Otsu kepadanya di masa lampau kini kembali mengiang di telinganya. dan kedua yang mengatakan kepadanya bahwa ia orang tolol." katanya.

Dan ketika menoleh ke belakang. "Lihat ini!" "Ah. diikuti anak itu." "Saya tak melihat dia. tapi ia berteriak." "Milik Musashi?" ucap Otsu sambil berlari kembali mendapatkan Jotaro. "Kakak keliru!" pekik Jotaro. Jotaro menolongnya berdiri. "Sensei!" Di tengah rumpun terdengar bunyi gemeresik. tetapi kegembiraan sekilas yang dirasakannya segera digantikan oleh keprihatinan. Karena tak tahu adanya Musashi. "Saya ingat ini. "Ke mana Kakak pergi?" tanya Jotaro. "Musashi baru saja lari!" "Ke mana?" "Ke situ. walau tidak yakin benar bahwa Otsu melihat Musashi. Jotaro berdiri tegak sampai hampir setinggi gadis itu.com . Ini nama pemilik restoran bakpau di sana. syauqy_arr@yahoo. Tersengal Otsu memutai badan dan melejit ke arah pepohonan. Kenapa Musashi mesti lari?" "Coba lihat itu!" "Ke mana?" "Ke sana!" Ia mengambil napas dalam-dalam.webng. Lihat ini: ada gambar daun mapel celupan di sini. Otsu berlari mengejar dengan sekuat kakinya. ia melihat Jotaro membungkuk mengambil sesuatu." jawab Jotaro seraya membeberkan handuk tangan itu untuk dilihat Otsu." "Di rumpun pohon sana itu!" Otsu melihat sosok tubuh Musashi. satu jalan terang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Seraya memperhatikan dari balik pohon dan tenggelam dalam keraguan itu ia seperti melihat dua jalan di hadapanya. dan sambil mengerahkan suara sekuat-kuatnya ia menjerit. dan yang lain jalan gelap. "Musashi!!" Tapi baru saja teriakan kalut itu keluar dari bibirnya. Otsu berjalan beberapa langkah meninggalkan gerbang. "Kenapa kamu tidak memanggilnya juga? Panggil dia! Panggil dia!" 258 thanks to. apa yang kamu lakukan itu? Ayo cepat!" "Tunggu!" seru Jotaro riang." "Apa menurutmu Musashi ada di sini?" teriak Otsu sambil memandang bingung ke sekitarnya. ia terhuyung jatuh. karena Musashi dengan cepat meningkatkan jarak yang memisahkan mereka. "Barangkali orang lain. dan ada huruf yang bunyinya 'Lin'.id and dimhad. ini miliknya.co. Ini dari rumah janda tempat kami menginap di Nara. Jotaro berlari mengikutinya. dan dengan sekuat suaranya ia memekik. "Jotaro. "Ya. itu kan cuma gombal tua yang kotor! Buat apa itu?" "Ini milik Musashi.

webng. Cintanya yang besar pada Musashi tak mampu menahan kepergian Musashi—walaupun untuk cinta itu ia bersedia mengorbankan segalanya. apa tujuan hidup Musashi dan kenapa Musashi menghindari dirinya. Ia tahu. anak itu dapat dengan jelas melihat gurunya. dengan matanya yang merah. Pada mulut Otsu tidak ada bengkokan aneh ke atas. Namun ia tak bisa mengerti. Kalau Musashi tak ada minat kepadanya.id and dimhad. merasa kehilangan. Jotaro cepat menarik tangannya dan undur dengan ketakutan. tapi di luar itu keduanya serupa. namun. Otsu mulai memahami Musashi ketika melihatnya terikat di pohon di Shippoji itu. tak ada gunanya berdebat dengannya.. alis yang seperti jarum. Ia tak percaya bahwa Musashi orang yang bisa berbohong kepada perempuan.. serta hidung dan rahang yang seperti lilin. Di sebelah hutan terdapat bukit rendah. Maka mereka berlari kembali. Otsu terus mencelanya. Otsu bersandar ke pohon berangan besar. syauqy_arr@yahoo. "Kita tak boleh menyerah! Dia tak akan kembali lagi kalau kita biarkan dia pergi sekarang! Panggil dia! Suruh dia kembali!" Ada sesuatu yang menolak dalam diri Jotaro.co. 259 thanks to. sejak pengalaman di Jembatan Hanada. Ia mengingat kembali katakata Musashi dengan sedihnya. seperti anak-anak telantar. dan sepanjang kaki bukit itu menghampar jalan belakang dari Tsukigase ke Iga. "Dia sudah gila! Dia tak berakal! Bagaimana mungkin dia meninggalkan saya seperti ini?" teriak Jotaro sambil mengentak-entakkan kakinya. Ia heran. Namun. dan ia mulai berteriak juga sekuat-kuatnya. sementara gemericik sungai menambah kesepian mereka. tapi pandangan wajah Otsu menyatakan kepadanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro bukannya melakukan yang disuruhkan Otsu. "Itu Musashi!" teriak Jotaro. Sampai di jalan tersebut. dan marah. melainkan kelu karena terkejut. tetapi Musashi sudah terlalu jauh di depan mereka. ia akan mengatakannya demikian. Itulah muka topeng! Topeng perempuan gila yang diberikan kepadanya oleh janda di Nara itu. dan menatap wajah Otsu. Otsu dan Jotaro berlari sekuat kaki mereka sambil berteriak-teriak sampai parau. sedih. Kenapa tekadnya itu mesti dilemahkan oleh kehadirannya? Ataukah itu cuma alasan? Apakah alasan sebenarnya karena Musashi tidak cukup mencintainya? Itulah yang barangkali lebih masuk akal.. tapi kenyataannya di Jembatan Hanada Musashi mengatakan senang sekali kepadanya. karena ia lari langsung masuk kaki perbukitan yang berhutan lebat. Mereka berhenti dan berdiri di sana. Sudah pernah ia melihat wajah itu..com . Di ujung lembah mereka tidak melihat Musashi lagi. Jeritan mereka menggema melintasi peladangan. hingga tak dapat mendengar teriakan mereka. kenapa Musashi menganggapnya penghalang antara dirinya dan cita-citanya. Ia sudah tahu itu. Awan putih menghampar kosong di atas mereka. dan air matanya mengucur sejadi-jadinya.

yaitu orang-orang yang merasakan perlunya mempelajari peristiwa-peristiwa kejiwaan maupun keterampilan teknik dalam seni perang. Biarawan yang menuruni lereng di kejauhan itu tampak seperti turun dari atas awan dan tak ada hubungan apa pun dengan bumi ini. ada apa ini?" katanya. Dengan matanya yang bengkak dan lebar karena kagum ia berseru. sikap dingin tertentu mencegah dirinya mempercayai banyak orang. Apakah itu nasib atau bukan. Kedatangannya bukan kebetulan. Dengan semakin dekatnya siang. Tetapi Musashi bukanlah Matahachi.co. apakah ia tidak sedang bermimpi. ia melihat Takuan Soho sebagai penyelamat.com . dan salah satu hasilnya adalah kuil itu jadi dikenal sebagai wilayah pembibitan pemberontakan. biarpun hanya sepatah? Ini sungguh terlalu berat untuk ditanggung. ia akan mempercayainya sepenuhnya.id and dimhad. 260 thanks to. langit di atas berubah menjadi biru tua. Pengkhianatan Matahachi telah mengajarkan kepadanya betapa seorang gadis harus berhati-hati dalam menilai lelaki. dan bukan pula keajaiban. Takuan sudah lama menjalin hubungan persahabatan dengan Keluarga Yagyu. ia memandangnya dan melihat Otsu. Perkenalannya dengan mereka bermula ketika ia masih seorang biarawan muda di Kuil Sangen'in. dan ia telah membulatkan tekad untuk tidak menyesal berbuat demikian. Mendengar suaranya.webng. semakin ia tenggelam dalam cinta pada Musashi." Otsu tidak memperhatikannya. Sekalipun melihat Takuan merupakan guncangan bagi Otsu. dan ucapnya. tidak dapat Ia mengatakannya. Kewajibannya mencakup pembersihan dapur dan pembuatan empleng kacang. artinya samurai yang mencurahkan perhatiannya kepada pemikiran filsafat tentang makna hidup dan mati. "Nah. Ia telah memutuskan akan hidup untuk Musashi. Jotaro memandang ke jalan. Tapi kenapa Musashi tak dapat mengucapkan kata-kata. syauqy_arr@yahoo. ini datang seorang pendeta. Semakin marah. namun bagi Takuan menemukan Otsu tidak lebih daripada pembenaran atas sesuatu yang telah ia curigai. Sangen'in yang dikenal dengan nama "Sektor Utara" Daitokuji termasyhur sebagai tempat berkumpul para samurai "luar biasa". Otsu menengadah. Pada waktu ini ia merasa tidak ada orang lain kecuali Musashi yang patut dibela atau diandalkannya. seakan-akan pohon itu sendiri mengerti dan bersimpati. Daitokuji. Pada masa itu. Ia bertanya-tanya dalam hati. tapi sekali ia percaya pada seseorang. "Lho. tetapi semangatnya yang dirobek-robek kesedihan menunjukkan bahwa tidak ada hidup sejati baginya di luar Musashi. transparan. Daun-daun pohon berangan bergetar. Ketika mendekati pohon berangan itu. Kaum samurai yang bergerombol di sana lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan kaum biarawan Zen.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sebagai anak yatim. "Takuan!" Dalam keadaannya sekarang ini. apa pun yang terjadi.

dan akhirnya bagaimana perasaannya terhadap Musashi. " "Saya sudah memutuskan apa yang akan saya perbuat. saya harap Anda datang dan menikmati santapan ini bersama saya. karena memiliki banyak harapan di masa depan.id and dimhad.co. dan Otsu menjawabnya tanpa bertele-tele. menjadi bunga yang berkembang di rumah. Ia menyampaikan kepada Takuan apa yang dilakukannya semenjak terakhir kali mereka bertemu di Himeji dahulu. dan saudara lelaki Gorozaemon. dan karena Anda demikian dekat dengan tempat ini. dan dari sana ia mengirimkan surat menanyakan kesehatan Sekishusai dan Munenori.webng." "Nah. Takuan mengajukan banyak pertanyaan pada Otsu. yang kalau tidak berkat dirinya akan merupakan gubuk tua yang dingin dan layu." "Oh. ahli waris Keluarga Yagyu. yang baginya mengesankan. dan mengarang sajak. tetapi dugaannya bahwa gadis yang dilukiskan dalam surat itu adalah Otsu. dan pergi belajar sendiri. ia mengatakan. lalu apa yang telah terjadi pagi itu. Saya sendiri sekarang memiliki tenaga seorang gadis muda dan cantik. saya pikir Anda dan dia banyak memiliki persamaan. Karena ia mengatakan datang dari Mimasaka yang berdekatan dengan tempat kelahiran Anda dan dibesarkan di kuil yang bernama Shippoji. syauqy_arr@yahoo. sangat sukar bagi Takuan menolak undangan ini. Sesudah beberapa kali mengadakan kunjungan ke Puri Koyagyu. "Kukira kaum perempuan mampu memilih jalan hidup yang mustahil bagi kaum lelaki.. tidak. yang tidak hanya dapat bermain suling dengan baik. Menurut penangkapanku. kau menghendaki aku memberikan nasihat padamu tentang jalan yang harus kautempuh di masa depan. Yagyu Gorozaemon. la menjadi kegembiraan dalam umur tua saya. saudara lelaki Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Dan ia telah menerima jawaban panjang dari Sekishusai.. membuatnya bersungguhsungguh menerimanya. Munenori sudah mendapat kedudukan dalam Keluarga Tokugawa di Edo. menyusun bunga. Takuan berjumpa dengan Sekishusai dan menaruh rasa hormat yang besar kepada orang tua itu.com . Ketika mereka bertiga berjalan menuju rumah Sekishusai. tetapi juga berbicara dengan saya. dan cucu saya yang telah meninggalkan pekerjaannya pada Yang Dipertuan Kato dari Higo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Di antara samurai yang sering datang ke sana adalah Suzuki Ihaku. Sekishusai pun menyukai biarawan muda ini. Baru-baru ini Takuan singgah beberapa waktu lamanya di Kuil Nansoji di Provinsi Izumi. banyak mendapat kemajuan. Menyenangkan luar biasa minum sake malam hari dengan iringan suling yang baik permainannya. Takuan mendengarkan cerita Otsu yang menyedihkan itu sambil mengangguk-angguk sabar. Ketika Otsu selesai bercerita. dan bersama-sama kami menyiapkan teh. Dalam keadaan bagaimanapun." 261 thanks to. dan keduanya bersahabat semenjak itu. yaitu Munenori. yang di antaranya berbunyi: Saya sangat beruntung akhir-akhir ini. Munenori cepat menyukai Takuan..

" kata Otsu. Tak mungkin bagi orang yang tidak pernah jatuh cinta memahami apa yang dirasakannya. Satu-satunya pertanyaan dalam pikiran saya adalah.. Ia kelihatan berada dalam lembah keputusasaan. saya tak mengerti apa yang Bapak maksudkan. ada orang-orang yang bersedia mati demi cinta." "Kukira memang tak akan kamu mengerti." 262 thanks to. syauqy_arr@yahoo. " "Sava. karena Takuan tidak pernah jatuh cinta. Pikirnya. yang memaksa Takuan melakukan penilaian kembali. Tolol kamu. Bagi seorang yang dibuai oleh cinta yang bermakna hidup atau mati. bukan? Dan aku berani mengatakan kamu tak akan dapat menangkapnya. Otsu. tidak ada bedanya bunyi tepukan sebelah tangan." "Dan apa itu artinya?" "Tak dapat saya mengatakannya pada Bapak." "Jadi. Betapapun kamu mencintainya. Tapi seperti halnya terdapat kebenaran dalam Zen. Otsu!" "Terhadap apa?" 'Di bawah matahari yang terang riang ini dewa maut sedang menarik narikmu. Seorang lelaki yang memiliki kemauan seperti yang kaumiliki ini pasti dapat melaksanakan sesuatu demi kebaikan negeri. khususnya demi hal yang tak lebih dari cinta yang bertepuk sebelah tangan. "Sekiranya saya punya keraguan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan memperhatikan dengan saksama. "Kau mestinya dilahirkan sebagai laki-laki. saya harus melakukan sesuatu untuknya. sekiranya saya bermaksud menyerah. Otsu sudah berhenti berjalan dan kini memandang tanah." kata Takuan tertawa." "Hati-hatilah. Kalau memang demikian. Sambil menggigit bibir. cinta itu satu hal yang jauh lebih serius daripada teka-teki sulit seorang pendeta Zen. entah yang pandir dapat memahaminya atau tidak. Setidak-tidaknya bagi perempuan.id and dimhad. Baginya. Aku tidak bicara soal itu. seorang perempuan seperti saya ini hidup? Karena akan mendatangkan kerugian pada Musashi?" "Jangan putar balikkan apa-apa yang kukatakan. Otsu. dia masih lari. Takuan menjadi sungguh-sungguh.com . Otsu bersumpah tak akan mengatakan apa-apa lagi. Saya masih bertekad menemui Musashi. apakah salah. tak ada bedanya ini dengan udara kosong.co. apakah hal ini akan menimbulkan kesulitan baginya. "barangkali tak akan saya meninggalkan Shippoji.webng. kalau kau mau mati. namun ada suatu kekuatan dalam nada bicaranya. Otsu menjadi marah kembali. dan apakah kalau saya terus hidup akan mendatangkan ketidakbahagiaan padanya. mencoba menjelaskan perasaannya kepada Takuan sama saja dengan Takuan mencoba menjelaskan Budhisme Zen kepada orang pandir.. entah Takuan dapat memahaminya atau tidak. tapi itu karena dewa maut meminjamkan tenaga kepadamu.

com . yang demikian bertekad pergi membuta menempuh jalan yang telah dipilihnya." Otsu melengos. karena sadar bahwa ia tidak berdaya menghadapi perempuan muda yang berkemauan keras ini. Di sini damai dan tenang. "Ayo pergi." demikian ditawarkannya. syauqy_arr@yahoo. Ia ingin sekali agar gadis itu mempercayainya. tapi di sini juga indah. "Aku akan bicara dengan Sekishusai tentang itu. belum lama aku tidak melihatmu." Takuan berdiri memperhatikan. dan hidup di sini sederhana. dan ia dekati gadis itu dan ia pegang tangannya. "Tentang bagaimana kamu bisa hidup dan bahagia. jadi Bapak tidak lihat. sejak saya lahir. sedangkan Otsu dan Jotaro menuruni jalan samping. Kamu bisa mendapatkan suami yang baik di Koyagyu.webng. dan katanya." "Tidak pernah ada jalan terang bagi saya. biarawan itu sampai pada kesimpulan bahwa tak ada lagi yang dapat dilakukannya. ada. Maka serunya kepada Otsu. Pak!" Takuan mengeluh. seperti juga burung-burung bulbul yang kita dengar sedang menyanyi itu." "Oh. Saya tak bisa berbuat lain. Beliau tahu. Otsu. Diiringi kerjapan alisnya yang sedih." "Ha. bahwa jalan kegelapan dan keinginan itu hanya menjurus pada kekecewaan dan kesengsaraan. ya? Baiklah." "Kegelapan?" "Kamu dibesarkan di dalam kuil." "Jadi. di tengah pegunungan dan sungai-sungai ini. kamu tak akan mempertimbangkannya kembali?" "Mempertimbangkan apa?" "Tinggal di Pegunungan Mimasaka itu indah. "Kamu boleh tertawa. tidak ada. Saya mencintainya!" "Coba.co. sebelum pergi menuruti kehendak hati?" "Saya akan mengucapkan selamat tinggal dalam hati. Memang benar. Jotaro. Kekecewaan dan kesengsaraan yang tak bisa diselamatkan lagi. saya tak pernah bermaksud tinggal lama di sini. perempuan bagiku merupakan teka-teki." "Ah.id and dimhad. "Apa kamu takkan mengucapkan selamat tinggal pada Sekishusai. aku lebih suka melihatmu hidup dalam kedamaian. Daripada melihat kamu pergi memasuki dunia biasa dengan segala kesengsaraan dan kesulitannya. Pendeta cemerlang seperti Bapak tak akan dapat memahami perasaan perempuan!" "Tak bisa aku menjawab ini. dan melihatmu lagi kamu sudah berbuat seperti semua perempuan lain. tak usah kita bicara lagi. ada!" Takuan memasukkan tetesan daya terakhir ke dalam permohonan-nya. ha! Terima kasih banyak. Kamu mesti tahu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Saya lakukan ini bukan karena saya senang melakukannya. 263 thanks to. tapi jalan yang hendak kamu tempuh itu jalan kegelapan.

Takuan mengerut melihatnya. syauqy_arr@yahoo. ia memandang Jotaro.. menjatuhkannya.co. Tapi Otsu tetap tak tergoyahkan. Bapak berusaha membantu.webng. Otsu berdiam diri di persimpangan." "Oh. pergilah sejauh kau bisa. Takuan diam. Pikirkan diriku. "Otsu. sebutlah namaku. "Sang Budha sendiri pun berputus asa menyelamatkan perempuan. Dan itu akan membuatmu lebih bahagia." kata Otsu. dan cobalah berhati-hati!" 264 thanks to." "Saya mengerti." Ia segera berlari. "Ya. "Saya nyatakan hormat kepada Sekishusai di sini. "Saya tidak. tapi setidak-tidaknya kembalilah ke puri mengucapkan selamat tinggal pada Sekishusai. tapi saya mohon Bapak menyampaikan terima kasih saya dan ucapan selamat berpisah kepada beliau. dan katanya. mereka bertemu dengan orang-orang yang berduyun-duyun menuju neraka. "Tak ada lagi yang dapat kuperbuat." Takuan mengangkat kedua tangannya. kalau kau nanti mulai tenggelam dalam Enam Jalan Jahat atau Tiga Persimpangan. dan melangkah meninggalkan Takuan." "Cobalah! Kuminta kamu mencoba!" Sambil menarik tangan gadis itu." "Selamat tinggal. dan panggillah namaku! Sementara ini. Nak!" Jotaro menggelengkan kepala dengan tegas. Kemudian Jotaro kembali berlari-lari mengenakan topeng. katanya. Takuan sudah mengingatkannya akan bahaya yang mengintai dalam hidup yang hendak ditempuhnya dan mencoba meyakinkannya bahwa ada jalan lain untuk menemukan kebahagiaan. ayo pergi! Sekarang!" Takuan menengadahkan mata ke awan-awan putih. dan secara naluriah merasa bahwa itulah wajah masa depan Otsu. Kamu akan membuat tempat ini lebih baik. Akan saya ambil dulu. meratapi kegagalannya. dan katanya dengan sangat khidmat. Jotaro bergayut pada lengan kimononya.. aku bahkan mulai berpikir sekarang bahwa pendeta-pendeta adalah orang gila." kata Otsu. Ke mana saja mereka pergi.id and dimhad. Saya akan mengikuti guru saya. tapi. lakukanlah apa yang kamu suka. wajah yang akan ia saksikan sesudah Otsu menanggung derita dalam perjalanan panjangnya menelusuri jalan kegelapan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI memiliki anak-anak. saya lupa!" kata Jotaro terengah. Pak." katanya. tak peduli dengan jalan kegelapan dan jalan terang itu. "Kamu juga. dan kembali menjadi teman lama yang pernah dikenalnya. "Saya pergi sekarang. dan melakukan hal-hal yang juga dilakukan perempuan lain." "Nah." "Oh. "Topeng saya tertinggal di sana. yang bisa kukatakan cuma.com .

luasnya paling sedikit dua meter persegi dan tingginya sekitar satu meter. berdebu. kehilangan warna lembut cahaya lenteranya di waktu senja.com ." "Memang kupikir begitu. kenapa Ieyasu mengawinkan cucu perempuannya. Kebanyakan batu itu besar. Yodogimi. Pohon-pohon liu di dekat jembatan berkilauan putih. Sedangkan di Fushimi setiap patah kata yang diucapkan oleh seorang samurai Osaka.webng. Jenderal-jenderal Osaka tampaknya sedang mengumpulkan semua ronin yang dapat mereka temukan. Senhime. setiap gejolak politik di daerah Kyoto segera menimbulkan gemanya di Osaka. syauqy_arr@yahoo. dianggap orang sebagai isyarat masa depan. dua pekerja yang beruntung mendapat istirahat setengah jam dari kerja yang mematahkan tulang punggung itu berbaring telentang di permukaan sebuah batu besar yang lebar. Dalam panasnya tengah hari. masih terus berusaha bergayut pada sisa kekuasaan yang sudah pudar. panas yang membakar mengingatkan orang pada hari-hari terpanas setelah musim hujan di awal musim panas. tepat seperti matahari yang sedang terbenam berteguh pada keindahannya yang perlahan menghilang. Puri Fushimi sedang dibetulkan. Barangkali tak boleh aku bicara keras-keras. dan dari wajah para samurai telantar yang mencari pekerjaan. Sungai Yodo melingkar mengelilingi sebuah bukit bernama Momoyama (daerah Puri Fushimi). dan tingkah laku orang-orang di jalan raya. Di sekitar Momoyama sedang terjadi pergolakan. Itu kelihatan dari perahu-perahu yang hilir-mudik di sungai. Batu-batu karang yang dimuntahkan dari perahu-perahu ke tepi sungai benar-benar menggunung. Perbenturan antara yang lama dan yang baru tampak di mana-mana. karena Tokugawa Ieyasu memutuskan mengubah cara hidup yang telah berkembang di zaman Hideyoshi. kemudian mengalir terus melintasi Dataran Yamashiro ke arah benteng Puri Osaka. "Kau pikir akan ada perang lagi?" "Kenapa tidak? Rasanya tak ada orang yang cukup kuat untuk memegang kontrol. dari lagu-lagu rakyat. dengan Hideyori?" 265 thanks to." "Kupikir kau benar. tapi kudengar Keluarga Tokugawa sedang membeli senapan dan amunisi kapal-kapal asing. apalagi seorang jenderal Osaka.co. sambil mengobrol tentang soal yang sedang menjadi buah bibir setiap orang. sekitar 20 mil ke sebelah barat daya.id and dimhad. Kekuasaan yang sebenarnya berada di Fushimi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 20. Seekor jangkrik melesat berkelok-kelok dari sungai ke sebuah rumah kecil di dekat tepi sungai. Puri Osaka yang dihuni oleh Hideyori dan ibunya. Batu-batu itu mendesis-desis terkena sinar matahari yang mendidih. yang dipilih Ieyasu sebagai tempat tinggalnya selama perjalanan-perjalanan jauhnya ke daerah Kansai. Atap-atap rumah di desa itu berwarna abu-abu kering. Walaupun waktu itu musim gugur menurut kalender. Sasaki Kojiro TEPAT di selatan Kyoto." "Kalau begitu. Sebagian karena hubungan air yang langsung ini.

Sebagai gantinya. Salah satu cara Ieyasu untuk mengendalikan para daimyo adalah memerintahkan mereka menangani proyek bangunan. Mereka harus dibuat masa bodoh terhadap politik dan diajar mengandalkan diri pada kekuasaan yang ada. Hikone. Bagi mereka tidak banyak bedanya siapa yang berkuasa. melainkan uang orang-orang yang bisa menjadi musuhnya. Akibatnya kota di sekitar kuil tiba-tiba dibanjiri para penjaja. Nagoya. cara ini membuat tuan-tuan feodal yang bersahabat terlampau sibuk untuk melunak. dan para pedagang mengkhayal bahwa di atas ini semua akan ada kesempatan buat terjadinya perang lagi—yang akan lebih menguntungkan. Memang bukan uangnya sendiri. Di Fushimi saja. Sesudah menghitung dengan sipoa kolektifnya. dan berliur mulutnya. Dalam hal ini pun Ieyasu tidak mengecewakan mereka. Alasan sebenarnya kenapa kuil itu diperbaiki tidak diketahui oleh pekerja rendahan. yang mengira Ieyasu akan tinggal di situ. yang secara langsung atau tidak mendapat keuntungan juga dari pekerjaan umum yang besar itu. Kedua ekor binatang itu masih terpasang pada gerobak balok yang kosong." Lalat-lalat merubung kedua orang itu. pasti ada alasannya. Penduduk kota dengan cepat melupakan hari-hari yang tenang pada masa kekuasaan Hideyoshi.id and dimhad. Barang-barang berlalu lintas dengan sibuknya. karena ia dapat menghamburkan uang seperti menyebarkan gula-gula kepada anak-anak. Dalam pertanian pun ia memperkenalkan sistem pengendalian baru. tak ada alasan untuk mengeluh. Tujuannya sebagian besar bersifat politik. Tujuan lain pemerintah adalah memperoleh dukungan rakyat banyak. Orangorang biasa macam kita ini tak mungkin tahu.com . para petani harus diperbolehkan menggarap tanahnya—dengan sedikit sekali mengerjakan yang lain. sekaligus memaksa para daimyo yang melawan Ieyasu di Sekigahara berpisah dengan sebagian besar penghasilan mereka. 266 thanks to. Masyarakat luas gembira dengan masa baik yang didatangkan Ieyasu. Dari sekarang. Tokoh-tokoh setempat tidak lagi diizinkan memerintah semaunya atau mengerahkan petani semaunya untuk kerja luar.co. Otsu. bermalas-malasan di bawah sinar matahari. dan selusin kota kuil yang lain lagi. Padahal perbaikan itu merupakan satu tahap saja dalam program pembangunan besar-besaran. tenang. mereka berspekulasi tentang apa yang mungkin diperoleh di harihari mendatang. hampir seribu pekerja dikerahkan memperluas gerigi batu di atas benteng. Karena tak ada yang cukup kuat untuk menolak. diam.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mana aku tahu? Apa pun yang dia lakukan. pelacur. kita boleh bertaruh. syauqy_arr@yahoo. Selama mereka dapat memenuhi kebutuhan remehnya.webng. suatu bagian penting dari rencana pemerintahan Tokugawa. bahkan sekarang pun kebanyakan barang barang itu berupa perbekalan militer. Kerja pembangunan besar-besaran dilaksanakan juga di Edo. dan lalat langau— lambang-lambang kemakmuran. Suruga. apa yang ada dalam pikiran Ieyasu. para pengusaha besar menyimpulkan bahwa perbekalan militerlah yang paling menguntungkan. Segerombolan lain merubung dua ekor sapi jantan tak jauh dari situ.

Namun demikian. ia pun berhasil menjual semangka pada beberapa lelaki yang sedang mengadu mata uang di bawah bayangan batu besar. ia mencondongkan badan ke samping dan mulai meludah ke rumput. Sekalipun mereka berbicara tentang perang dan tentang kapan perang bisa meletus. Bayangan kelelahan menyamarkan usia mudanya. Tak seorang pun. Dengan kebijaksanaan inilah ia bermaksud mengabadikan kekuasaan Tokugawa. Para pekerja di Puri Fushimi itu pun tidak memikirkan hari esok. Dengan jemu ia memandang semangka itu. Dengan riangnya ia beralih dari satu gerombolan ke gerombolan lain sambil berseru. dan Takezo.id and dimhad. maupun daimyo tidak sadar bahwa mereka dengan hati-hati sedang dijalinkan ke dalam sistem feodal yang akhirnya akan mengikat kaki dan tangan mereka. Yang dimaksudkannya adalah orang-orang yang hendak dibalasnya: Oko. adalah orang yang tidak membiarkan para penggarap tanah mati kelaparan. Dialah Hon'iden Matahachi. Mereka hanya memiliki harapan sederhana.webng. sedangkan kulitnya merah sehat terbakar matahari. Yang kedua." Kecewa karena keberuntungan awalnya terhenti. si Wajah Berpupur. sekaligus menjaga agar mereka tidak naik melebihi statusnya. Gerakan kecil itu saja sudah membuatnya kehabisan tenaga. biasa berkeliling.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Penguasa yang berbudi. ia sudah ada di rumahnya di 267 thanks to. tak mungkinlah keadaan mereka lebih buruk dari yang sekarang. "Babi!" gumamnya lemah. siapa beli semangka?" seru seorang anak perempuan petani yang setiap hari. Apa pun yang terjadi. Sampailah ia pada keyakinan bahwa sekiranya bukan karena kedua peristiwa itu. di waktu seperti itu. tunduk kepada janda yang menggairahkan itu. "Siapa lagi?" "Kamu gila. menurut jalan pikiran Ieyasu. petani. Pekerja itu kurus. dan kakinya menyandar pada batu lain. Begitu muncul. kecuali Ieyasu. Sedikit pun tak ada lagi tenaganya untuk mengambil kembali semangka yang terjatuh dari pangkuannya. Baik orang kota. pemilik pedang kayu. matanya cekung. syauqy_arr@yahoo.co. ya? Kaukira kami punya uang buat semangka?" "Sini! Saya sih mau saja—kalau tanpa bayar. Ia bersandar pada batu yang satu. teman-teman dekatnya masih mengenalnya. gadis itu mendekati seorang pekerja muda. makin cepat makin baik. namun rencana-rencana besar untuk menjaga perdamaian dan meningkatkan kemakmuran tidak berhubungan sama sekali dengan mereka. lalu memberikannya kepada gadis itu. Yaitu sekadar melewati hari itu. Tak seorang pun berpikir tentang apa yang bakal terjadi lima ratus tahun lagi. Ketika ia menyandarkan diri kembali ke batu. yang sedang duduk di antara dua batu besar.com . sedangkan tangannya merangkul lutut. sedangkan matanya yang hitam tidak memperlihatkan tanda-tanda kekuatan ataupun harapan. Merasa mual. walaupun tidak begitu menaruh harapan. "Semangka?" tanya gadis itu. kepalanya merunduk murung. Dengan lesu ia menghitung beberapa keping mata uang kotor dalam telapak tangannya. "Semangka? Ya. Kekeliruannya yang pertama adalah pergi ke Sekigahara.

mulailah ia merindukan Otsu kembali. Aku dapat melakukan apa saja yang dilakukan Takezo! Aku dapat melakukan lebih dari itu. "Umurku baru dua puluh dua. Tetapi mulanya ia tidak dapat menemukan pekerjaan yang cocok. dan membujuknya untuk kawin. menjadi kepala Keluarga Hon'iden. itu berarti menutup mata. menjadi suami seorang istri yang cantik. Ketika sifat Oko yang sebenarnya akhirnya ia pahami. Untuk sesaat kelihatan olehnya seolah sudah terlambat untuk mengadakan perubahan. berapa sudah umur Otsu waktu itu. dan menunggunya selama itu? Sedikit kemungkinannya. dan menjual tenaga sebagai buruh harian di Fushimi. Karena ingat akan Otsu.webng. biarpun sudah mengalami peristiwa dengan Oko.com . Guncangan keras ini segera disusul gelombang cemburu hebat. Pada malam keberangkatannya. dan mencoba menanggalkan sifat malas dan kebiasaan buruknya. kadang-kadang memikirkan bekas tunangannya itu merupakan hiburannya satu-satunya. membudakkan diri dengan tekun dari hari ke hari. "Lima tahun. sementara matahari menyengatnya dari musim panas sampai musim gugur. sekalipun sedang mau muntah. syauqy_arr@yahoo. "Itulah satusatunya cara!" ucapnya. 268 thanks to." Sepuluh tahun? Ia berhenti untuk menghitung. meloncati jurang lima tahun lamanya. Lalu aku akan melakukan pembalasan. Agak bangga juga ia dapat bertahan di situ. ia sudah berhenti minum. dan membebaskan diri dari Warung Teh Yomogi. Takezo.id and dimhad. kenapa aku tak dapat memperoleh nama untuk diriku. meminta maaf kepada Otsu. ia mengetahui bahwa Miyamoto Musashi yang meraih reputasi sebagai pemain pedang di ibu kota itu ternyata teman lamanya. Disumpahinya dirinya sendiri karena selama lima tahun tidak mengikuti arus perubahan. dan kilas cahaya tampak kembali pada matanya." Ia menatap semangka itu. dan akan kulakukan. "Akan kutunjukkan pada semua orang!" demikian pikirnya. Yang kubutuhkan sekarang cuma sepuluh tahun. dan membikin iri seluruh kampung. Pada waktu itu ia akan kembali ke kampung. Aku dapat melakukan apa saja kalau aku mencoba!" Setiap orang bisa saja mengalami perasaan seperti itu. Di situ ia bekerja keras.. Tak dapat ia mengetahui bahwa khayalannya kosong. "Belum terlambat!" demikian ia meyakinkan dirinya.. Tapi sepuluh tahun—tak mungkin! Tak akan lebih dari lima atau enam tahun! Dalam jangka waktu itu ia sudah mencapai sukses. Matahachi tak tahu sama sekali tentang apa yang belum lama itu terjadi di Mimasaka.co. "Kukira Otsu pasti membenciku sekarang. tapi dalam hal Matahachi.. "Tak ada alasan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto sekarang. atau paling banyak enam tahun. Dan semenjak ia berakal sehat. Apa gerangan yang sedang dia lakukan?" Dalam keadaan sekarang. sementara selama itu seorang perempuan yang lebih tua menanggung hidupnya. semakin sering ia memikirkan Otsu. Tiga puluh satu! Apakah Otsu akan tetap sendiri.

Air liur keluar dari mulutnya ketika ia mengguncang-guncangkan kepalanya. "Kukira itulah yang baik. Tapi kita setia padanya-sampai mati. Ei." "Oh. sa. "Kukira terlalu banyak aku terkena panas matahari. Yang Dipertuan. syauqy_arr@yahoo. 269 thanks to. Tarik ya! Seret ya! Tarik ya! Seret ya! Tuan kita bicara. Sambil menopangkan siku ke puncak batu besar lebar itu. Yang Dipertuan Togoro. sa." Para penghela batu besar yang tegap-tegap itu mencemoohkan kelunglaiannya. Kaki tangan kita gemetar. kawan-kawan! Makan ini." jawab Matahachi. Apa semangka itu busuk?" Matahachi terpaksa menampakkan senyuman lemah.id and dimhad.. Karangan sederhana seperti di bawah ini menjadi semacam mode di tengah masyarakat. "Ini bukan apa-apa. Biar aku beristirahat di sini sekitar sejam. juga di antara para pekerja. ei. walaupun dengan cara baik-baik saja. lagu-lagu berirama ini pun berkembang biak. teman itu berseru. jelas telah mengetahui syair-syair itu dari sebuah pesta. "Kenapa kamu beli semangka kalau kamu tak bisa makan semangka?" "Aku beli ini untuk kalian semua. yang bertanggung jawab atas pembangunan Puri Nagoya. manis menetes-netes itu. ketika sebuah batu raksasa dipindahkan dengan pengumpil-pengumpil besar ke atas gelindingan dan diseret dengan tali-tali setebal lengan. Dengan ramainya pembangunan puri. apa yang kau gumamkan sendiri? Mukamu kelihatan hijau. Sekalipun kata-katanya jarang dituliskan." Buruh-buruh pun memecahkan semangka itu di sudut batu dan menyerbu-nya seperti semut. "Hei. bukan apa-apa!" Sengal-nya. namun sekali lagi ia terserang gelombang pusing.. Matahachi. kalian!" Samurai yang bertugas keluar dari sebuah gubuk memegang cambuk. Matahachi yang bayar. hei. Dari Awataguchi kita menariknya Menyeretnya batu demi batu-demi batu. tidak kurang dari Yang Dipertuan Hachisuka dari Awa.webng.co. Hei. seperti gunung yang bergeser.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Justru pada waktu itu salah seorang teman kerjanya berdiri di seberang batu besar di depannya. karena aku tak bisa mengerjakan bagian kerjaku. telah mencatat beberapa syairnya dalam sebuah surat. Segera kemudian terdengar lagu kerja para penghela batu di medan kerja itu. bagus juga. seseorang melompat ke atas batu dan pekiknya. Batu itu maju dengan berat dan lambat. membagi-bagi daging buah yang merah. Buat Tuan Yang Mulia. yang tentunya tak ada kesempatan biarpun cuma menyentuh bahan-bahan bangunan. Bau keringatnya menyebar ke atas tanah. "Kembali kerja. Salah seorang bertanya. Begitu semangka habis.com .

"Semua orang. Umpamanya aku kerja keras." "Sebetulnya lebih baik dari biasanya. dan kelihatannya tak mempan oleh panas yang tak menyenangkan itu. dan nyanyian dengan kata-kata "tarik-ya" itu mendengung. ia pun mendudukkan diri di samping sebuah batu yang lebar rata. Kepala itu demam oleh suhu tinggi. nyanyian yang spontan sifatnya cenderung memberikan tempat kepada musik yang digubah oleh para musisi yang mengabdi kepada para shogun. menyanyikan lagu ini. dan di pinggangnya tergantung satu bungkusan seperti yang biasa dibawa oleh shugyosha. Segera kemudian samurai itu tahu bahwa Matahachi sedang muntah. Dalam keadaan seorang diri. kemudian sambil menopangkan kepala ke batu dengan sikunya." rintihnya. "Kau sedang kurang sehat rupanya.com . Ia duduk membelakangi pendatang itu dan sekali-sekali muntah. kini ia menjadi murung." jawab Matahachi. Ketika kekuasaan Tokugawa menjadi lebih kuat. Kepalanya tertutup topi anyaman kasar dalam-dalam. apa untungnya itu untukku? Aku kerja sehari penuh. Tinggi batu itu tepat sekali untuk meja tulis. Lagu-lagu populer pada zaman merosotnya keshogun-an Ashikaga pada umumnya bersifat dekaden dan kebanyakan dinyanyikan secara pribadi. lagu-lagu bahagia dan gembira sering terdengar di tempat umum.co. ketika kerasnya kekuasaan Ieyasu mulai terasa. menghiasi bagian depan topinya. Kalau tidak kerja. Sekalipun panas matahari menyengat langsung wajahnya. Sebuah emblem dalam bentuk kipas bertulang baja yang setengah terbuka. Tampak olehnya seorang pemuda jangkung. Matahachi meletakkan kepalanya ke tangan. ia tetap tak bergerak." 270 thanks to. "Hei. namun lagu-lagu mereka benar-benar mencerminkan semangat zaman. "Lima tahun. apakah ada orang atau tidak di dekatnya.id and dimhad. "Kenapa kamu?" "Panas ini. tapi saya pusing. yang kudapat cuma cukup buat makan sehari. Kemudian hari. Ia tidak melihat Matahachi yang waktu itu masih terlalu merana untuk peduli. dan ia menengadah. mengiang di telinganya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Penulisnya berkomentar. syauqy_arr@yahoo.webng. tua-muda. termasuk juga iringan semut yang sedang berbaris di situ." katanya. tetapi pada tahun-tahun makmur kekuasaan Hideyoshi. karena lagu ini bagian dari dunia mengambang yang kita tinggali!" Kaum buruh di Fushimi tidak sadar akan gema sosial lagu-lagu ini. aku tidak makan. Orang lain tidak ada artinya sama sekali baginya." Waktu itu dirasanya ada orang berdiri di dekatnya. seperti segerombolan lebah. "Tapi apa gunanya. nada-nada itu kehilangan sebagian semangat gembiranya. Sesudah beberapa waktu. Ia sedang memandang kerangka bangunan dengan penuh renungan dan sedang menaksir medannya. ia kembali mengamati baik-baik lingkungan sekitar. Ditiupnya pasir di atas batu itu.

" "Ini tugasku!" "Mengganggu urusan orang lain itu tugasmu?" 271 thanks to.webng. aku mau minta tolong. Ia mendekat dan memasukkan obat itu ke mulut Matahachi. dan mulailah ia menggambar. sungai. dan kali-kali kecil. dan waktu itulah tampak olehnya si pengganggu itu. benteng. Inspektur mengambil buku tulis itu dan mengacungkannya tinggi-tinggi. Ia buka alas di atas batu itu." Ia kembali ke batunya sendiri. Calon prajurit itu menangkap pergelangan tangannya dan bangkit berdiri. "Sebentar lagi kau sembuh. namun dengan perincian luas mengenai seluruh puri. pegunungan di latar belakang. Matahachi merasa bersalah karena tidak melihat pada waktunya. sehingga akan mengalahkan Benteng Hideyori di Osaka. Calon prajurit itu membuat sketsa sepintas-lintas secara cepat." "Kalau begitu. "Aku mau lihat dulu. "Apa yang kamu lakukan ini?" serunya. dan dua pekarangannya. dan si inspektur menatap kembali dengan marahnya sebentar.com . tapi tiba tiba saja muncul inspektur proyek. kemudian mengulurkan tangan ke arah gambar. juga sebagian paritnya. termasuk juga menara utama. supaya dapat memberikan peringatan.co. Kini sudah terlambat. "Kau tak punya hak. "Uh-Oh!" ujar Matahachi pelan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mau obat?" kata samurai itu sambil membuka kotak obat yang dipernis hitam dan menumpahkan pil-pil merah ke telapak tangannya. Tepat sebelum Pertempuran Sekigahara. Orang itu berdiri diam. "Terima kasih. dan mengeluarkan kuas dari kantong tulisnya dan buku tulis dari kimononya. Entah dari mana datangnya. seakan-akan menanti dilihat orang." salaknya. berpakaian setengah zirah dan mengenakan sandal jerami." katanya. Segera kemudian calon prajurit itu mengangkat tangan untuk mengusir lalat dari kerahnya yang berkeringat. melainkan juga diperkuat. Ia menengadah dengan mata terkejut." "Apa kau mau istirahat lebih lama di sini?" "Ya. Kasih tahu aku kalau nanti ada orang datang lemparkan saja kerikil atau yang lain.id and dimhad. puri ini diserang oleh kesatuan kesatuan Tentara Barat. menderita kerusakan besar. Di bawah tepi topinya. dan pada halaman kedua ia mulai membuat diagram jalan-jalan dari belakang. syauqy_arr@yahoo. duduk di situ. Sekarang benteng ini tidak hanya dibangun kembali. matanya bergerak ke sana kemari dari puri ke lingkungan terdekatnya. yang kemudian berdiri di belakang pembuat sketsa itu.

" "Apa dasarnya? Apa kamu perwira?" "Betul. Mereka semua mengajukan alasan macam itu. tiap kali kalian membuka mulut besar itu!" "Diam kamu! Ayo ikut!" "Jangan kau coba-coba denganku!" Calon prajurit itu tetap tak mau menyerah. Ayo sini ikut aku!" "Jadi." kata si inspektur. Kamu mesti menjawab beberapa pertanyaan.com . si calon prajurit cepat kembali kepada sikap tenang sepenuhnya." "Oh. syauqy_arr@yahoo. seperti semangka. Sambil melolong keras ditangkapnya leher inspektur itu dengan sebelah tangan. dan dengan tangan lain dicengkeramnya ujung bawah baju zirahnya. jangan. karena kepala si inspektur sudah menganga di atas batu. Inspektur itu menjatuhkan belahan buku tulis tersebut. 272 thanks to. aku punya perintah untuk menyelidiki siapa saja di tempat ini yang kelihatan mencurigakan. jangan!" teriak calon prajurit itu hendak merebut buku tulisnya. lawannya sudah beraksi. Belum lagi kata-kata itu selesai diucapkan. pegawai-pegawai bejat! Terlalu biasa kalian menakut-nakuti orang banyak. terpaksa aku mengikat dan menyeret-mu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa? Apa tak boleh aku melihat?" "Orang bebal macam kamu tak bakal mengerti. Tak peduli siapa kamu.co." "Kupikir lebih baik aku menyimpannya. Kedua orang itu tarik-menarik. tapi kata-kata itu kurang cepat waktunya untuk didengar si inspektur.id and dimhad. Sementara itu. "Kalau kamu tak mau ikut dengan sukarela. kemudian dibantingnya ke sebuah batu besar. Nadi-nadi di dahinya menggelembung marah. "Orang udik tak berguna!" jeritnya. Apa salahnya?" "Tempat ini penuh mata-mata musuh. Matahachi berteriak ngeri sambil menutup muka dengan tangan untuk melindungi diri dari gumpalan-gumpalan benda encer merah yang melayang ke arahnya." "He. "Awas kamu!" seru si inspektur. menginjaknya. dan menarik lembing kapaknya. kau menuduhku penjahat?" "Tutup mulutmu dan ikut aku. "Lebih baik kamu memberi penjelasan baik-baik. Si calon prajurit melompat mundur selangkah. Tapi kau boleh tahu. aku sedang membuat telaah tentang puri-puri dan ciri-ciri geografisnya buat rujukan masa depan. Siapa kasih kamu izin membuat sketsa?" "Lho." "Apa kelompokmu? Siapa komandanmu?" "Bukan urusanmu.webng. memperbaiki kedudukannya. Atau kuadukan kau. dan buku tulis sobek menjadi dua.

Mata pengawas umum para tukang kayu dan pembelah kayu yang berdiri di puncak perancah tinggi. yang semula minum teh di bawah perancah. Seluruh peristiwa itu terjadi demikian cepat. sempat melihatnya. tapi seorang penjaga melihatnya dan menjegalnya dengan tongkat berpaku. syauqy_arr@yahoo. dan sekelompok serdadu. sampai akhirnya seolah-olah ia terbang bersama angin. sementara para pengawas yang bersenjatakan cambuk dan lembing kapak meneriakkan perintah-perintah ke punggung mereka yang berkeringat. Kemudian pergilah ia dengan langkah cepat dan semakin cepat." "Bunuh dia! Bunuh dia!" Para penghela batu. "Jangan lepaskan dia!" Tanpa ragu-ragu lagi orang banyak itu menyerang si pelaku kejahatan. Wajahnya yang kurus dan terbakar matahari itu bopeng.com . dan lain-lainnya berteriak-teriak seakan-akan "matamata" itu musuh pribadinya. Mungkinkah orang itu sudah terbiasa membunuh dengan cara brutal seperti itu? Ataukah sifat darah dingin itu sekadar akibat ledakan kemarahan? Karena gentar yang sehebat-hebatnya. lalu menyerang si 273 thanks to. dan mencoba menyelinap. Teriakan-teriakan marah mengudara dari kerumunan orang banyak. orang itu belum lagi berumur tiga puluh. "Ada apa?" "Perkelahian lagi?" Yang lain-lain mendengar seruan untuk memegang senjata. Namun ada sepasang mata khusus yang menyaksikan semua itu. ia meneriakkan perintah. "Ada mata-mata! Mata-mata dari Osaka!" "Tak mau juga mereka itu belajar. Samurai itu berlari di belakang kereta sapi yang sedang keluar dari gerbang. Menurut terkaannya. dan segera kemudian berkepul debu kuning di dekat gerbang kayu benteng yang memisahkan wilayah pembangunan dengan kampung.id and dimhad. ia mengenakannya dengan hati-hati di kepala. Para pekerja melanjutkan kerja keras seperti lebah. dan kelihatannya tidak berdagu. yang memungkinkannya meninjau seluruh wilayah tersebut. Kemudian ia menoleh ke sekitar tenang-tenang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi sungguh terpesona. Barangkali karena bekas luka pedang yang dalam dan mencekung aneh bentuknya. Sesudah ditemukannya topi itu. segera bergerak.co. Calon prajurit itu tidak terburu-buru melarikan diri.webng. yang terus melawan seperti binatang kena perangkap. Ia mengumpulkan dahulu bagian-bagian buku tulisnya yang robek-robek. ataupun orang-orang yang mengawasi pekerjaan mereka. Ia merebut tongkat dari tangan penjaga. dan sekali lagi menyembunyikan mukanya yang mengerikan itu dari pandangan mata. pengangkut tanah. dan menyerbu ke arah samurai tak berdagu itu. Melihat calon prajurit itu melarikan diri. Dari atas perancah pengawas terdengar teriakan. untuk mencari topinya yang terbang ketika ia melaksanakan lemparan hebat tadi. hingga tak seorang pun dari beratus-ratus buruh yang ada di sekitar tempat itu. Matahachi mulai mengucurkan keringat.

Semua itu seperti mimpi buruk yang tampak oleh mata. Kepalanya tergeletak miring di tanah. Sikap mereka lebih kejam lagi." Ia merasa kasihan kepada samurai tak berdagu itu. dan mukanya masih memperlihatkan kemarahan. "Hidup ini begini rapuh. dan panas yang menumpulkan pikiran-semuanya kembali biasa. "Hei. "He. kenapa para pengawal mengambil tindakan berjaga-jaga demikian rupa. Orang banyak melampiaskan kemarahan sepuas-puasnya." pikirnya. hujan batu menimpanya dari segala jurusan. tidak produktif. Sekarang dia sekarat. mencoba menyuruh orang-orang itu berpikir dan menahan diri. Orang-orang yang hendak menangkapnya undur ketakutan. dan sombong. dan tawon-tawon mulai terbang di sekitar rambutnya yang kusut. terdengar oleh telinga. tapi kepalanya tidak dapat menangkap maksudnya atau makna peristiwa yang baru saja disaksikannya. ringkik kuda yang sudah setengah kacau karena panas matahari. Darah merembes dari kulit kepalanya. Tali itu mengikatkannya pada sebuah batu besar. tapi agaknya ia lebih suka mengumpat para penyerangnya daripada menghindari batu-batu yang dilontarkan kepadanya. syauqy_arr@yahoo. ia menarik pedang besarnya dan mengambil sikap menyerang. padahal orang itu sudah sedemikian dekat dengan maut. dan terlihatlah olehnya Matahachi. Bunga-bunga api yang berterbangan dari berbagai alat pemotong. Semut-semut sudah hampir menutup kedua tangan dan kakinya. yang telah diikat dengan tali rami besar." kata salah seorang pengawal. Ia memang melawan mereka. Tidak sedikit para penonton yang tidak bersalah ikut terluka dalam perkelahian itu. Barangkali juga ia sudah mati. Dua pengawal berdiri di samping tubuh yang jatuh itu.id and dimhad. Padahal dia belum lagi tua. dan dengan ujung senjata itu ia banting si penjaga dengan kepala di bawah. hitam oleh kotoran dan darah kental. Seperti umumnya orang kebanyakan. tapi ketika ia bersiap-siap menerobos lingkaran yang mengepungnya. karena rasa benci yang dalam terhadap semua shugyosha. kamu! Jaga orang ini. kaum buruh ini menganggap samurai pengembara tak berguna.co. tapi tak dimengerti oleh otaknya. Matahachi merasa heran. Dalam lima menit saja wilayah pembangunan yang luas itu kembali seperti keadaan semula. Biar dia mati.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI penjaga. Teriakan mereda. "jadi bisa kita tinggalkan dia di sini sampai hakim datang. "Sudah sembilan puluh persen mati." Ia memandang ke sekitar. Kemudian dalam sekejap segalanya berlalu. Setelah menjatuhkan empat atau lima orang lagi dengan cara seperti itu. tak apa-apa." Matahachi mendengar kata-kata itu. Sebelah kakinya menyembul aneh dari tengah sobekan panjang hakama-nya. hingga mengeluarkan suara pun tak bisa. "Beberapa menit yang lalu dia masih sibuk membuat sketsa. sedangkan tulang keringnya yang putih menyembul dari tengah daging yang merah tua.webng. 274 thanks to. dan kaum buruh mulai kembali ke tempat kerja masing-masing.com . jangan seperti orang kasar bodoh!" teriak samurai yang sudah terkepung itu. seakan-akan tak ada yang telah terjadi.

tetapi melihat prajurit yang berlumur darah itu. ia dapat diambil oleh salah seorang bangsawan daerah. Sementara Matahachi merenungkan samurai yang terbaring di depannya itu. sekalipun banyak orang menyombongkan diri memiliki kekuatan setara sepuluh atau dua puluh orang." demikian pikirnya. Samurai yang terbaring di ambang kematian itu telah dikuasai oleh suatu kekuatan setani yang memungkinkan-nya jauh melebihi kekuatan manusia biasa.. dari mana dia datang. tetapi lidahnya sudah menjadi hitam dan kering. menegakkan kepala.co." Waktu itu adalah abad yang memacu harapan orang muda. Dengan lemah ia mengangkat tubuhnya. Hampir Matahachi tak percaya dengan matanya.. Jalan Pedang pun jadi tampak sia-sia dan tolol.id and dimhad. "mestinya ada cara yang lebih baik untuk maju. "Kalau dia belajar sungguh-sungguh. melecut mereka untuk memperbaiki statusnya dalam hidup. Ya. Selebihnya harus merasa puas dengan kepuasan yang dapat mereka peroleh dari pengetahuan bahwa cita-cita mereka sukar dan berbahaya. dari semua pemuda yang mulai dengan harapan-harapan tinggi itu. yang mendorong mereka untuk mendambakan suatu impian. Ingin tahu juga. menyeret batu karang seberat hampir dua ratus kilogram yang menjadi tambatan tali pengikatnya. hingga tak mungkin baginya 275 thanks to.com . ataukah ia prihatin dengan kekaburan masa depannya sendiri? "Untuk orang yang mempunyai ambisi. dan apa orangtuanya masih hidup. dan menarik tali tegangtegang. hanya satu dalam seribu yang benar-benar mengakhiri usahanya dengan menemukan kedudukan dengan pendapatan memadai. seluruh jalan pikirannya mulai dirasa betul-betul bodoh olehnya. abad ketika orang seperti Matahachi pun dapat berkhayal akan bangkit dari ketiadaan dan menjadi penguasa sebuah puri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Orang sial." pikir Matahachi.webng. dan jika lebih beruntung lagi ia dapat menerima penghasilan tetap dari seorang daimyo. syauqy_arr@yahoo. Ia mencoba mati-matian untuk berbicara. Satu kaki. Tangan orang itu menjulur seperti sirip penyu dan mencakar tanah. dua kaki—sungguh suatu peragaan kekuatan seorang manusia super! Tak seorang pun manusia berotot atau tukang hela batu yang dapat melakukan itu. Apakah ia benar-benar meratapi nasib orang itu. Orang itu bergerak sedikit demi sedikit di tanah. Ke manakah arah jalan yang ditempuh Musashi? Keinginan Matahachi untuk menyamai atau melebihi temannya semasa kanak-kanak memang belum mereda. Kengerian tiba-tiba menyadarkannya bahwa prajurit di depannya itu bergerak." Matahachi tercengkam oleh kesangsian aneh. dan urutan pikirannya pun tiba-tiba berhenti. Bunyi menggelegak terdengar dari tenggorokan orang sekarat itu. dan hidup dari kedermawanan para pendeta. Namun. Kalau beruntung. Seorang prajurit yang berbakat sederhana dapat mencapai sukses hanya dengan mengadakan perjalanan dari kuil satu ke kuil lain. pasti dia mempunyai ambisi besar dalam hidup.

membasuh diri dengan air tempayan. ia dengar langkah-langkah kaki mendekat. apakah akan memotong sedikit rambut orang itu untuk disampaikan kepada ibunya.. 276 thanks to. Apakah yang diinginkan orang itu darinya? Matahachi merasa dikejar-kejar oleh pikiran bahwa kini ia menanggung kewajiban. Sebagian di antaranya bahkan masuk ke dalam lubang hidungnya yang sudah tersumbat keringan darah. kemudian masuk cepat ke kamarnya sendiri dan mengambil kimono dan pedang dari lemari. ia memperlihatkan sebagian kulitnya yang putih dari balik pintu samping. Di situlah terletak akhir air matanya dan kepastian mautnya. Matahachi menduga bahwa permintaan orang itu di waktu sekarat adalah agar tanda mata yang ada padanya disampaikan pada keluarganya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membentuk kata-kata. Isinya pastilah dapat mengungkapkan siapa orang itu dan dari mana ia datang. "Kamu itu." Sedikit demi sedikit mengertilah Matahachi bahwa orang itu mengatakan "tolong". pasti ia mengalami kesulitan hebat. Namun mata orang itulah yang terutama berbicara.com . tapi ketika sedang menatap wajah yang mengerikan itu. dan tampak olehnya seorang samurai datang untuk mengambil mayat itu. sedangkan seharusnya ia mengingat-kan orang itu akan datangnya sang inspektur? Apakah memang sudah ditakdirkan itu terjadi? Matahachi mencoba-coba meraba bungkusan kain dalam obi orang mati itu. "To-lo-lo-ng. Lalu ia bersoal-jawab dengan dirinya sendiri.. kulit di bawah kerah kimononya sudah berwarna biru kehitaman. Matahachi?" Matahachi menjawab dengan gerutuan keras. Kenapa nasib telah membutakan mata Matahachi. kemudian ia ikatkan handuk yang sudah digulung di sekitar kepalanya dan bersiap siap mengenakan sandal lagi. Kemudian terdengar bunyi lain yang tak jelas ucapannya. dan telah menunjukkan kebaikan hatinya dengan memberikan obat kepadanya.id and dimhad.co. Samurai itu sudah mendatanginya ketika ia sakit. Mendengar Matahachi ada di dalam rumah. Dua jam kemudian ia tiba di toko manisan tempat ia tinggal. Matanya yang menonjol dari ceruknya memandang dengan nada memohon kepada Matahachi. dan serunya. syauqy_arr@yahoo. Ditengoknya dari balik sebuah batu. Napasnya terdengar sebagai desisan yang merongga terputus-putus. Maka ia mengendap rendah-rendah dan menyelinap dari bayangan batu yang satu ke bayangan batu yang lain dan meninggalkan tempat itu seperti seekor tikus ladang. Kepalanya jatuh ke belakang dan napasnya berhenti. Istri pemilik toko sedang berada di samping rumah. Maka lebih banyak lagi semut keluar dari dalam rumput untuk menjelajahi rambut yang memutih oleh debu itu. dan tampaklah oleh Matahachi. Kalau tertangkap menyimpan milik orang mati itu.webng. Maka diambilnya bungkusan itu dan dimasukkannya cepat-cepat ke dalam kimononya sendiri. dan Matahachi menangkapnya sebagai ucapan "saya minta". "Apa tidak gelap di situ?" seru perempuan itu.

Tepi pakaiannya yang basah melibat kakinya. tampak bahwa pagar dan pintu gerbang rumah itu miring. Tak sangsi lagi mereka datang dari puri. ia tidak merasa melakukan kejahatan. Ketika melintas gerbang yang tampak murung itu. ia terus berjalan menempuh panjangnya ladang itu. Mereka memasuki toko manisan itu dari depan dan belakang. tapi sekarang ia lapar bukan kepalang. Bunga miskantus tegak setinggi bahunya." Menurut jalan pikirannya. Serangga mendengung-dengung di sekitarnya. walaupun sudah layu. dan kabut yang turun melembapkan pakaiannya. Karena ingin menemukan tempat berbaring dan beristirahat.id and dimhad. "Tapi aku tidak mencuri sesuatu. Segera sesudah merasa jauh dari jangkauan para pengejarnya." "Tak perlu. angin akan membawanya berembus. Nanti saja. "Hampir saja aku celaka. Tapi bersamaan dengan itu ia pun sadar bahwa ia tidak dapat lagi memperlihatkan diri di wilayah pembangunan itu. Atap rumah itu pun membutuhkan perbaikan." "Akan saya bawakan lampu. tampak olehnya rumah utama dan rumah kecil yang terpisah itu sudah hampir terkubur rumput liar. agaknya dirusak badai yang belum lama menimpa. Tulang keringnya gatal. dan di seberang sana tampak atap sebuah rumah. Ia merasa makin jauh ia berjalan. Aku harus melakukannya. Tapi ke mana ia harus pergi? Suatu pilihan yang sukar. Aku cuma mengambilnya untuk disimpan. Pemandangan di situ 277 thanks to.webng. Lebih-lebih karena ia yakin benar bahwa keberuntungan terletak di satu jurusan dan nasib malang di jurusan lain. Biji-biji rumput menempel ke lengan kimononya. Dia minta betul aku melakukannya. duduk di kereta bertabir mewah yang sedang mendekati rumah itu dengan langkah megah. Ingatan mengenai rasa muak yang dialaminya tengah hari itu kini hilang. Osaka? Kyoto? Nagoya? Edo? Ia tak punya seorang pun teman di tempat-tempat itu." "Apa tidak mandi? " "Tidak. Beberapa menit kemudian ia menoleh ke belakang." Ia bergegas keluar menuju ladang dan cepat menghindar dari rumah jembel itu. dan tabir kabut petang mengambang di atasnya. syauqy_arr@yahoo. selama ia mengakui barang-barang itu bukan miliknya. Kalau angin bertiup." pikirnya. Seperti halnya pada Matahachi.com . Ia membayangkan seorang wanita istana cantik. Ketika ia sudah lebih dekat. Tak seorang pun dapat melihatnya dari kejauhan. pada dadu semua adalah kemungkinan. Saya akan pergi. makin dalam ia masuk ke rumpun miskantus. Namun rumah itu tadinya tentu milik satu keluarga berada. dan terlihat olehnya sekelompok samurai datang dari seberang padang miskantus. Mudahlah ia menyelinap pergi dari situ. karena ada keanggunan tertentu. saya bisa lihat dengan jelas. Rasanya ingin ia melempar dadu untuk memutuskan ke mana akan pergi. ia pun mulai merasa sengsara karena harus berjalan.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak.

Ia memainkan lagu sedih. lebih baik aku harus lebih berhati-hati. ratapan tunggal mengenai kesendirian dan sendunya musim gugur. di mana pun ia berada. Ketika lagu berhenti. kedudukan. yang hanya dimaksud untuk telinga sendiri.. Empat puluh tujuh tahun! Dan masih saja aku tergoda angan-angan buruk dan kehilangan semuanya-pendapatan. Hati Matahachi jadi menggigil. Untuk apa? Cinta buta? "Memalukan—tak dapat lagi aku menghadapi arwah istriku. Segera kemudian ia dengar ratapan merana shakuhachi. Api yang baru dinyalakannya bertambah terang. Ia meringkuk di dekat rumah itu sambil membisikkan katakata yang sudah lama dilupakannya itu. suling bambu yang biasa dimainkan pendeta pengemis apabila sedang mengemis di jalan-jalan. Tapi cobalah lihat diriku ini! Empat puluh tujuh ketika kuhancurkan nama baik keluargaku. "Orang bilang.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mengingatkannya pada sebagian sajak penyair Saigyo yang pernah ia pelajari di masa kanakkanak: Saya dengar ada kenalan saya tinggal di Fushimi. dan bayangan dirinya di dinding makin besar. Ha! Kalau orang berbicara bahwa kita menjadi bijaksana sesudah umur empat puluh." 278 thanks to. tanpa banyak kembang. bukan orang-orang tolol seperti aku ini. Di halaman penuh embun Serangga yang hina pun berlagu.. Daripada menganggap diri bijaksana karena usia. Sungguh gila tidak berhati-hati. Sementara serangga-serangga menyanyi. Baru saja ia akan menyimpulkan rumah itu kosong. tetapi halamannya demikian tertutup semak! Saya bahkan tak dapat melihat jalannya. pendeta itu mengeluh dalam dan mulai meratap. Ketika menengok ke dalam.webng. syauqy_arr@yahoo. juga anak lelakiku.co.com . Kusembunyikan rasa senduku Dalam lipatan lengan kimonoku. mestinya yang dibicarakan itu orang-orang besar. dan saya pergi berkunjung kepadanya. Telah kubiarkan anak lelakiku satu satunya mengurus diri sendiri di dunia yang brengsek ini. didapatinya si pemain memang anggota kelas itu. kalau kita berumur empat puluh tahun. Orang itu bermain sederhana saja. seberkas cahaya merah muncul dari dalam. kita bebas dari godaan. hingga Matahachi mendapat kesan bahwa ia cuma menaruh sedikit rasa bangga pada permainannya sendiri. nama baik.. Orang itu duduk di samping perapian. Bukan hanya itu. kalau soalnya menyangkut perempuan. saya pun menggubah sajak ini: Menerobos rumput liar.

"Pendeta-pendeta pengembara yang gila ini tak punya harta milik. dan dalam cuaca buruk. Matahachi merasa sedikit kasihan kepadanya. "Dia belum lagi tua. bahunya kelihatan lancip seperti bahu anjing liar. tapi berdirinya sudah begitu goyah. syauqy_arr@yahoo. Karena tiupan angin malam. yang digulungnya dan dibawanya ke mana saja ia pergi itu.webng. seperti yang biasa terjadi pada orang lapar mana pun." Matahachi merangkak masuk kamar sebelah. barangkali satu satunya harta rumah tangganya-tempat tidurnya. Kimononya polos dan kumal.co. Matahachi meringkuk diam-diam. tak seorang pun mau memaafkan aku lagi. tak punya keluarga. Tikar buluh tempat ia duduk. Dalam cahaya api yang mengejapngejap. tetapi ia mengenakan juga baju jubah hitam.id and dimhad. merasa bersyukur atas nasib baiknya. hanya untuk menghangatkan bangkainya sendiri yang tak ada manfaatnya bagi siapa pun. Matahachi masuk kamar kosong itu. terdengar dari dalamnya suara gemericik gembira. "Justru karena orang-orang seperti dia itu kuilkuil kuno di Nara dan Gunung Koya begitu sering hancur." Karena dikiranya orang itu kurang waras. Cepat ia mengosongkan sake itu dengan beberapa tegukan panjang. kemudian mengosongkan isi kuali nasi dan mengucapkan selamat kepada diri sendiri karena perutnya sudah kenyang. ia meneruskan. "Oh. melainkan sebuah kuali logam yang sudah hitam dan sebuah guci sake bermulut sumbing di sebelahnya. dan menuangkan isinya ke api.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil menegakkan shakuhachi di depannya dan mengganjalkan kedua tangan pada pipinya. Pipi pendeta itu cekung. namun kurang pikir tentang hak milik orang lain. Di dalam kuali itu ada sedikit bubur nasi. nyala api dari ranting-ranting patah mulai membakar lantai. 279 thanks to. Sudah terlambat. "Ketika urusan dengan Otsu itu terjadi. Matahachi seperti melihat ada kumis menyerabut di bawah hidungnya yang kurus." gumamnya sambil menolehkan matanya ke arah ceruk kamar. dan ketika ia mengguncangkan guci itu. Mereka bisa saja menyalakan api di ruang besar sebuah biara tua. di dekat lukisan dinding." pikirnya. tetapi jijik dengan apa yang dilihatnya. tapi bagaimana kalau yang terbakar itu kuil kuno dari zaman Asuka atau Kamakura? Matahachi merasakan gejolak kemarahan yang jarang terjadi padanya. juga atapnya. Sambil melakukan itu terpikir olehnya. dan rambutnya tidak mengilat. P'u-hua. sosok tubuh orang itu menimbulkan khayalan tentang setan-setan malam. "Tapi ini ada yang menarik. betapa besarnya bahaya api. Mereka tak pernah berpikir. Pendeta itu memungut shakuhachi-nya dan berjalan dengan lesu ke luar rumah. "Sungguh orang aneh!" pikirnya. Ia mendengarkan. Ia tersenyum lebar. tabirnya.com . alangkah cerobohnya pendeta itu. apa yang harus kuperbuat?" rintih pendeta itu lagi sambil mengangkat matanya yang cekung ke langit-langit. menemukan kendi air. terlambat. yang menunjukkan bahwa ia pengikut guru Zen Cina. Bukan pola anggun kamar ataupun sisa-sisa jambangan berharga yang memikat perhatiannya. Tak apa-apa kalau yang terbakar habis cuma rumah tua yang kosong itu.

Pundi-pundi itu terbuat dari kulit bercelup warna lembayung. "Ini uang orang lain. melainkan juga dari dinding. terdapat sebuah sajak. Ketika dibukanya kertas minyak yang membungkus barang yang panjang.gaya kilat. Provinsi Echizen. Tepat sebelum berlayar ke alam tidur. Secara rahasia . gaya roda. Tak Terhingga. Bunyinya. hingga tangan Matahachi gemetar ketakutan. tetapi nama Kanemaki Jisai itu tak ada artinya sama sekali baginya. murid Toda Seigen Di atas secarik kertas yang agaknya ditambahkan kemudian. dan pelan-pelan dibukanya.. Isinya pakaian dalam yang sudah dicuci bersih. Ia pasti akan dapat mengenali nama Ito Yagoro. langit-langit. gaya bulat. bulan… Kinemaki Jisai. gaya perahu mengapung. tampak sebuah gulungan dililitkan pada sebuah gelindingan dengan kain brokat emas di ujungnya. Usaka Demesne. Bungkusan itu berupa kain krep kotor yang dicelup dengan celupan kayu sappan merah tua. ditemukannya sebuah benda yang ukuran dan bentuknya seperti gulungan surat.co." demikian ia mengingatkan dirinya. terbungkus dengan amat hatihati dalam kertas minyak.. Bulan yang memancarkan sinar Ke air yang tiada Dalam sumur yang belum digali Menghasilkan manusia Tanpa bayangan ataupun bentuk Matahachi sadar bahwa ia memegang sertifikat yang diberikan kepada seorang murid yang telah mempelajari segala yang diajarkan gurunya. pada hari.id and dimhad. ia mendengar dengung serangga yang seperti hujan datang dari ladang gelap di luar—tidak hanya dari ladang.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil mengangguk-angguk mengantuk di samping perapian. teringat olehnya bungkusan yang diambil-nya dari prajurit yang sekarat tadi. Ia bangun dan membukanya. bukan uangku. dan tikar tatami yang membusuk.Berlian. Dikeluarkan di Kampung Jokyoji. Isinya emas dan perak dalam jumlah demikian banyak. serta barang-barang yang biasa dibawa musafir. Terdapat juga sebuah pundi-pundi yang seketika jatuh dari lipatan kain dengan denting nyaring. SERTIFIKAT Dengan sumpah suci saya bersumpah telah menurunkan kepada Sasaki Kojiro tujuh metoda rahasia seni pedang Gaya Chujo berikut ini: Secara terang-terangan . Ketika pakaian dibuka. yang dengan nama Ittosai thanks to. Dengan rasa ingin tahu yang besar diletakkannya gulungan itu di hadapannya. syauqy_arr@yahoo. Olah Batin.com 280 . Segera ia merasa bahwa gulungan itu mengandung rahasia penting.

Lagu sedih yang agaknya mencaricari sesuatu dan menyeru pada seseorang terus mendayu-dayu. Sungguh sayang dia mesti mati! Tapi aku jadi yakin sekarang.webng. apa pun macamnya gaya itu. Dari kejauhan terdengar bunyi shakuhachi pendeta tua itu. "Dia tentunya pemain pedang mahir yang patut mendapat hadiah surat keterangan untuk Gaya Chujo. barangkali orang yang berasal dari tempat kelahirannya. Matahachi membaca kembali nama pertama itu. yang telah menguasai Gaya Toda Seigen sejati dan telah mengundurkan diri ke sebuah kampung terpencil untuk menghabiskan masa tuanya sebagai orang tak dikenal. kemudian membaringkan diri di dekat perapian.co. syauqy_arr@yahoo." pikirnya. Segera ia jatuh tertidur. Ia pun tidak tahu bahwa Jisai seorang samurai yang baik sekali wataknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI telah menciptakan gaya main pedang yang terkenal dan sangat dikagumi. Betul sekali dugaanku. Dia tentunya ingin aku menyampaikan ini pada seseorang. dan sesudah itu menurunkan Metoda Seigen hanya kepada beberapa murid pilihan." Macahachi membacakan doa pendek kepada sang Budha untuk Sasaki Kojiro.com . 281 thanks to.id and dimhad. Untuk menghilangkan rasa dingin. "Sasaki Kojiro ini pasti samurai yang terbunuh di Fushimi hari ini. tapi ia tidak tahu bahwa Jisai guru Ito. sementara gelombang pedih mengalun di atas desir ladang. kemudian berjanji pada diri sendiri bahwa bagaimanapun ia akan melaksanakan misinya yang baru ini. ia menghidupkan api kembali.

tendangan saja belum cukup! Siapa bilang kamu boleh masuk rumah ini dan mencuri nasi dan sake-ku?" "Oh. Setelah pemeriksaan cepat. Di siang hari terdapat lebih banyak kamar di rumah itu daripada yang kelihatan waktu malam hari... Tentu saja bukan hanya sake yang hilang. dan di sana-sini dikotori rumput yang menempel selagi ia mengembara seperti orang hilang melewati malam.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 21.!" gagap pendeta itu dan menendang sekali lagi. tanpa sake ia masih tak apa-apa. sebelum akhirnya teringat bahwa ia masih menyimpan sedikit sake sisa malam sebelumnya. Kimono dan jubahnya yang kotor basah oleh embun. Ia tidur nyenyak. dan udara dingin pagi hari mengisyaratkan musim gugur sudah benar-benar dimulai. lubang hidung dan matanya membuka lebar. tapi pendeta itu dapat menemukan jalannya tanpa kesulitan. tetapi nasi adalah soal hidup dan mati. "Jangan menendang macam itu!" "Oh.id and dimhad. tapi Matahachi hanya berkomat-kamit sambil mengantuk. Berkumpul Kembali di Osaka LADANG itu diselimuti kabut kelabu. Sebagai gantinya ada seorang asing di dekat perapian. Sambil menggumam sendiri ia berjalan menyusuri gang panjang ke kamar perapian di bagian belakang rumah itu.co. syauqy_arr@yahoo. kemudian menarik tangan dari bawah badannya dan dengan malas mengangkat kepala. Maka jelaslah ke mana larinya sake itu. dan berguncanglah tubuhnya oleh bersin hebat. Urat-urat nadi menggelembung pada wajahnya yang mengantuk itu ketika ia melompat berdiri. karena guci sake sudah tidak ada di tempat-nya. Namun ia tidak berusaha menghapus ingus yang mengucur dari hidung ke kumisnya yang tipis." "Kamu mesti berbuat lebih dari itu!" 282 thanks to. jadi nasi dan sake itu punyamu?" "Tentu saja punyaku!" "Maaf. kepalanya berbantalkan satu lengan dan air liur menetes dari mulutnya.webng. Sambil memekik seru ditendangnya si penidur itu sekuat-kuatnya. Tangannya masih menggenggam shakuhachi. Ketika ia membuka matanya dan duduk. terbukti tak sedikit pun tertinggal bubur beras yang maksudnya untuk sarapan.. Bajing-bajing berkeliaran di mana-mana. Ia duduk di sana beberapa menit. Pendeta pengemis yang kembali dengan terhuyung-huyung sebelum matahari terbit membaringkan diri karena lelah di lantai kamar sepen. "Apa pula ini?" teriak Matahachi. "Kamu.. Tetapi alangkah heran ia.com . hidungnya mengerut. kamu." "Maaf? Apa gunanya itu buatku?" "Saya minta maaf. dan di dapur tak berpintu pada rumah tak berpenghuni itu jejak-jejak rubah yang masih baru simpang siur di lantai. Pendeta itu merah padam oleh amarah.

sampai akhirnya berdebam menghantam dinding plester di sisi luar kamar sebelah.id and dimhad. dan dengan sekali tolak saja Matahachi pun terguling. kan? Paling banyak yang kudapat dari keliling-keliling main musik di pintu gerbang orang banyak itu cuma sedikit beras atau beberapa tetes sake. Ditariknya lengan-nya keras-keras sampai lepas dari cengkeraman. Sambil meludah semulut penuh Matahachi bangkit berdiri. lihat sekarang akibat ulahmu sendiri!" pekik Matahachi sambil mengayun pedang. Suatu gerakan cekatan. lain ia coba melontarkan orang itu dengan sentakan cepat.co. "Takkan kulepaskan kamu begitu saja!" "Jangan seperti orang sinting begitu!" bentak Matahachi. dan suaranya bagi Matahachi terdengar seperti suara setan lapar yang langsung datang dari neraka. Karena tiang-tiang dan galar-galar sudah lapuk. Pendeta itu mencengkeram erat leher Matahachi dan tak hendak melepaskannya. Tapi alangkah terkejutnya ia karena tubuh yang kelaparan itu tidak beranjak. seperti rengek orang yang sedang sekarat." "Keledai kamu! Mungkin kamu menampik nasi sisa. tapi terus juga ia mengayun tanpa kenal ampun dan tidak memberikan kesempatan kepada pendeta itu untuk memperoleh napas kembali.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa yang mesti saya lakukan?" "Kembalikan nasi dan sake itu!" "Ah! Dua-duanya sudah dalam perut saya dan sudah memperpanjang hidup saya satu malam. 283 thanks to. Ayunan pedang tidak mengenai sasaran. Muka orang tua itu tampak seperti hantu. syauqy_arr@yahoo. sebagian besar dinding itu runtuh menghujani Matahachi dengan kotoran. tapi buatku itu makanan sehari-hidup sehari!" Pendeta itu menggeram dan mencengkeram pergelangan tangan Matahachi. "Janganlah begitu kikir. Berkali-kali ia melompat mundur. "Buat apa pula mesti jengkel hanya karena sedikit nasi dan kurang dari setengah guci sake kelas tiga. tetapi belum-belum ia sudah tersengal-sengal mencari udara. dan dicengkeramnya rambut orang tua yang sudah jarang itu. Namun karena ia terus-menerus beralih kedudukan. dan menyerang orang tua itu. Dan Matahachi pun terus berguling. "Bajingan kamu!" salak Matahachi sambil menaksir kekuatan lawannya. Si pendeta sudah siap menangkis serangan dengan shakuhachi-nya. menghunus pedang. Tak bisa saya mengembalikannya sekarang!" "Tapi aku mesti hidup juga. Pendeta itu menghujamkan kakinya mantap-mantap ke lantai. terdengar teriakan sedih.webng. Dungu kamu! Kaukira aku bisa berdiri saja diam-diam dan membiarkanmu mencuri makananku? Kuminta kembalikan barang itu!" Nada yang dipergunakannya mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal itu penuh paksaan. "Nah. maka tak mungkin Matahachi menebaskan pedangnya.com ." kata Matahachi dengan sikap meremehkan. dengan menggunakan kekuatan Matahachi sendiri. Lompatan itu tidak melenting dan ia rupanya sudah hampir pingsan. Setiap kali ia mengelak. Tapi sudah terlambat.

kegairahanku. sebelah kakinya terayun-ayun masuk ke sebuah lubang. "Sungguh aku keledai!" sambungnya. "Lihat tidak. Matahachi segera membebaskan kakinya dan melompat meloloskan diri. hukuman yang dijatuhkannya pada 284 thanks to.com . pelipis dan tubuhnya-mana saja yang dapat dikenai shakuhachinya. "Kenapa aku memainkan shakuhachi ini? Apa untuk mengusir khayalanku. "Kenapa aku jadi begini tolol!" Seperti halnya kekuatan yang baru saja dipakainya untuk berkelahi. sikapku yang mementingkan diri sendiri." "Oh. "Coba lihat dirimu itu! Begitu melihat uang.webng. tapi beruntunglah ia karena pada detik itu keping-keping emas dan perak mulai berjatuhan dari kimononya. Si pendeta melompat menyerang. Sambil memegang kepalanya yang berdenyut-denyut. kebodohanku. Matahachi jatuh telentang. namun begitu kakinya menginjak lantai beranda yang lapuk. Uang bisa kubuang-buang! Ambillah kalau kau mau! Tapi sebagai gantinya kau mesti menerima kembali pukulan yang sudah kauberikan padaku. tapi waktu itu orang tua itu sudah tidak marah lagi. Keluarkan kepalamu yang tolol itu. Matahachi berseru.co. Rintihnya. syauqy_arr@yahoo. tapi katanya berbisa. Kemarahan Matahachi mereda sedikit. Sampai sedemikian jauh. Ia rupanya bermaksud menghantamkan dahinya sampai belah menjadi dua. sikap mencela diri sendiri itu lebih hebat daripada yang dimiliki kebanyakan orang. sungguh memalukan diriku!" lolong sang pendeta. Kepalanya tampak membengkak sampai sebesar tong. Setiap jatuhnya pukulan diikuti bunyi gemerincing mata uang yang jatuh ke lantai. "Apa itu?" seru si pendeta tersengal-sengal. Dan setiap kali menghantam. "Apa belum juga sadar aku akan diriku? Pada umur ini? Juga sesudah terbuang dari masyarakat dan tenggelam sedalam-dalamnya?" Ia menoleh ke tiang hitam di sampingnya. Ketika pendeta itu melompat ke kebun. Biarpun tinjunya sakit dan napasnya sesak. melainkan meletakkan wajahnya ke lantai dan mulai menangis. dan nafsunafsu jahatku lewat kelima lubangnya? Bagaimana mungkin aku mengizinkan diriku terlibat dalam pertarungan hidup-mati hanya demi secuil makanan dan minuman? Dan dengan orang yang pantas menjadi anakku pula?" Belum pernah Matahachi melihat orang seperti ini. lalu melepaskan korbannya. Orang tua itu menangis beberapa waktu lamanya. ia menggeram keras. orang tua sinting? Tak perlu kamu naik darah cuma karena nasi dan sake sedikit saja. Matahachi mengikutinya dengan membabi-buta.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Akhirnya Matahachi celaka oleh kecerobohannya sendiri. dan mulailah ia membentur benturkan kepalanya pada tiang itu. papan-papan berderak dan patah.id and dimhad. terus saja berantakan. Matahachi tak berdaya. Karena sebelah kakinya terjerat. kemudian membenturkan kepala lagi ke tiang. tak dapat ia tidak menatap uang itu dengan heran. dan akan kubayar kamu dengan bunganya untuk ganti nasi dan minumanmu itu!" Si pendeta bukannya menjawab cacian itu. Ditangkapnya bagian depan kimono Matahachi dan dipukulinya kepala Matahachi.

sebelum aku membuang daging ini." "Tak usahlah kamu kuatir. Apa kau sakit?" "Tidak. Sebentar kemudian darah mulai mengalir dari keningnya." pinta si pendeta." Orang tua itu tampak santai. kataku!" Meskipun sebelum itu telah meledak kemarahannya gara-gara secuil bubur nasi. "Di mana di Mimasaka? " "Kampung Yoshino.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diri sendiri lebih banyak jumlahnya daripada pukulan yang dijatuhkannya kepada Matahachi. ia membalikkan badan dan masih terus berlutut. Tepatnya Miyamoto. ya? Kentara dari tekanan katamu. Aku lahir di Himeji. Aku mau memukul badanku yang jahat ini sampai mati dan menyuruh burung-burung gagak memakannya.co." "Pasti ada. "Hentikan! Apa-apaan kamu ini." kata Matahachi. "Sebagian karena kesalahanku." "Kukira begitu. Aku ingin kuat dan jujur seperti orang lain." "Kalau begitu apa?" "Aku muak dengan diriku. dan barangkali kamu akan memaafkan aku. "Tapi ada apa kau ini?" "Tak ada apa-apa. "Aneh juga kau ini. Kupikir kau dapat menamakan ini penyakit. Pernah aku bertugas jaga di Benteng Hinagura. "Kukira tidak." "Kau rupanya dari provinsi barat." "Mimasaka?" ulang si pendeta sambil menatap Matahachi. Kehilangan kendali diri telah membuat diriku marah. sekarang ia pandang uang itu dengan penuh kejijikan. Anda pernah jadi samurai di tanah perdikan Himeji?" 285 thanks to." "Aku tak ingin!" teriak pendeta sambil cepat menarik tangannya." "Tapi kau berbuat aneh.id and dimhad.com . "Miyamoto? Oh." "Biarkan aku sendiri." Karena merasa kasihan kepadanya. syauqy_arr@yahoo." "Kalau begitu. "Kuberikan ini padamu. tapi tak mau aku mati seperti orang bebal yang bodoh. katanya tenang. Aku kenal betul daerah itu. "Hai! katanya. Aku tak perlu uang. "Aku tak perlu uang." katanya dengan nada minta maaf. Matahachi merasa berkewajiban mencegahnya menyiksa diri lebih lanjut." "Betul? Aku dari sana juga—Mimasaka. Sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan hebat. Matahachi memungut uang yang jatuh itu dan mencoba memasukkan sebagian ke tangan si pendeta. itu nama yang membawa kenang-kenangan. Sambil menundukkan diri di beranda.

Dalam perjalanan dari Fushimi ke Osaka. dan mencari sesuap nasi. Semua jawaban yang diperolehnya negatif. tapi kalau dia masih hidup.. Satu-satunya harapan. di tiap warung teh. "Saya pernah mendengar tentang Jisai. dan orang yang memberikan keterangan kepada Matahachi merasa cukup yakin bahwa orang itu keluarga yang sama dengan Seigen. "Kalau kusampaikan uang itu ke rumah orang yang mati itu seperti dimintanya. kalau bukan mengambilnya dari kantong yang kubawa ini?" Sikap membenarkan diri sendiri yang sederhana itu demikian menyenangkan. Orang itu agaknya ronin. Karena itu pula ia tak tahu ke mana harus membawa surat itu." demikian pikirnya. Ada yang bilang dia pergi ke timur dan menjadi pertapa di sebuah desa di Kozuke atau di tempat lain lagi. yang pasti tahu segala sesuatu tentang Sasaki. Walaupun kecewa karena tidak terangnya petunjuk yang pertama didapatnya itu. Matahachi bertanya apakah ada yang mengetahui tentang Jisai. itu tidak betul. adalah menemukan guru pedang Kanemaki Jisai. demikian diputuskannya. Akhirnya seorang samurai yang kebetulan dikenalnya di jalan memberikan titik terang. "Ah.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Aku cuma mengarang-ngarang. Bahkan tambahan keterangan bahwa Jisai murid yang diakui Toda Seigen tidak mendatangkan tanggapan. asalkan tidak banyak. dan segera sesudah beres ia bertanya pada pemilik 286 thanks to.id and dimhad. rumah makan. Kalau Anda ingin tahu lebih banyak tentang dia. Sesudah orang tua itu pergi. dan pilihan apa lagi yang ada padaku.co. mulailah Matahachi berpikir-pikir. tapi waktu itu aku menjadi semacam prajurit. Setibanya di Osaka. syauqy_arr@yahoo. Kukira sekarang tampangku sudah tak pantas lagi.com . tapi tak mungkinkah misalnya ia bekerja pada seorang daimyo? Matahachi tidak menemukan jawaban atas soal dari manakah asal orang itu. Matahachi memutuskan untuk mengikutinya. pasti dia sudah sangat tua. dan rumah penginapan. ia menyewa kamar di sebuah rumah penginapan murah di salah satu jalan ramai. kemudian tiba-tiba pula melanjutkan. Lupakan bahwa aku pernah mengatakan sesuatu." Sampai di situ ia membalikkan badan dan berjalan cepat menuju ladang miskantus. main shakuhachi. "aku pasti membutuhkan biaya. hingga semenjak hari itu mulailah ia menggunakan uang itu sedikit demi sedikit. "Aku akan pergi ke kota. apakah benar sikapnya menawarkan uang yang berasal dari pundi-pundi samurai yang telah mati kepada pendeta itu? Tapi segera kemudian ia sudah dapat memecahkan dilema itu dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa mungkin tak ada salahnya meminjam uang itu sedikit. Tinggallah kini persoalan surat keterangan Sasaki Kojiro." Mondonosho agaknya salah seorang guru Hideyori dalam seni perang. Namaku Aoki Tan." Ia berdiri." Sampai di situ mendadak ia berhenti. Anda mesti pergi ke Puri Osaka dan bicara dengan orang yang namanya Tomita Mondonosho.. katanya.

co. boleh jadi dia sudah kembali ke Echizen beberapa tahun yang lalu. Sekalipun masih muda. sebelum mengembangkan gaya sendiri. dan secara pura-pura ia menghabiskan waktu dengan tingkah laku sembrono yang perlente. dan beberapa waktu lamanya sudah tidak kelihatan lagi di Kyoto atau Osaka. Saya pikir.com . Atau setidaknya pernah mengajarkannya. Orang mencari para pemuda seperti dirinya.id and dimhad.webng. ia akan bangkit membela nama baik mendiang Hideyoshi 287 thanks to. "Anda bisa pergi ke Echizen dan mencari dia di sana. yang sekarang tinggal di sebuah rumah sewaan di jalan sempit di luar kota. syauqy_arr@yahoo. saya sudah pernah mendengar nama itu. Dikatakan misalnya. tapi tidak ada jaminan apakah dia masih ada di sana. Namun di sini para jenderal yang menguasai Puri Osaka mencari ronin untuk dijadikan tentara. Tentu saja tidak secara terang-terangan. dan ia bermaksud meninggalkan seluruh urusan itu." jawab pemilik rumah penginapan. Kesibukan dan kegairahan kota itu menyulut kembali ambisinya dan menggelitik jiwa mudanya. tapi ketika Matahachi mulai mencari Ittosai. Hideyori diam-diam menyediakan dana untuk para daimyo pelarian seperti Goto Matabei. Tak lama kemudian tekad Matahachi pun merosot. Ya. Di sebuah kota yang terbuka lebar seperti ini. "Ya. Sejauh yang dapat diketahuinya. para pejabat secara tulus-ikhlas melaksanakan kebijaksanaan pemerintah Tokugawa. Daripada mengadakan perjalanan begitu jauh hanya berpegangan dugaan. Ini suatu pernyataan bahwa peristiwa dunia yang mengambang ini tidak lagi menjadi perhatiannya. apakah orang itu tahu orang yang bernama Tomita Mondonosho di Puri Osaka. semuanya teguh dalam keyakinan bahwa apabila tiba saatnva. kenapa pula ia menghabiskan waktu dengan mencari keluarga orang mati? Banyak hal dapat dilakukan di sini. Chosokabe telah mencukur kepalanya seperti pendeta Budha dan mengubah namanya menjadi Ichimusai "Manusia dengan impian tunggal". namun cukup terbuka. tapi dia memang mengajarkan ilmu pedang pada sejumlah samurai di puri itu. hingga sudah umum diketahui ronin lebih diterima dan dapat hidup lebih baik di sini daripada di kota puri mana pun di negeri ini. apa tidak lebih mudah menjumpai Ito Ittosai? Saya agak yakin dia mempelajari Gaya Chujo pada Jisai. Namun umum diketahui bahwa ada tujuh atau delapan ratus ronin bekerja padanya. orang itu sampai baru-baru ini masih tinggal di sebuah gubuk kecil di Shirakawa di sebelah timur Kyoto. tapi sekarang sudah tidak tinggal lagi di sana. Akashi Kamon. Sanada Yukimura. dan bahkan Chosokabe Morichika yang berbahaya. Di Puri Fushimi. Dia bukan instruktur pribadi Yang Dipertuan Hideyori. "Saya percaya dia cucu Toda Seigen." Saran pemilik rumah penginapan itu tampaknya masuk akal.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI rumah penginapan. itulah yang dia lakukan. Desas-desus sembarangan beredar di antara penduduk kota. ia menemukan dirinya berada di jalan buntu lain lagi.

hingga tak ada satu pun celah yang dapat dilewatinya. dan makin lama ia makin yakin bahwa inilah tempat baginya. Pada waktu lain ia merasakan sisa-sisa patah hati yang dialaminya. Bulan terakhir tahun itu Matahachi masih juga menganggur. Di sinilah ia akan meraih kesempatan menuju sukses. termasuk gaji untuk para ronin-nya. tukang sadel menjawab dengan penuh optimisme.id and dimhad.. sedang uangnya tinggal separuh. Ia yakin bahwa ia akan terantuk pada sebuah batu dan muncul bertimbun uang. kalau kita masih belum mendapat kesempatan. Ia pun membeli pakaian lengkap yang baru. "Dunia ini dinding batu. tapi sekali kutemukan peluang. Ia melihat apa yang ingin dilihatnya. Didesas-desuskan bahwa biaya hidupnya. Keberuntungan sedang mencarinya. tak gentar oleh semakin menipisnya uang samurai yang sudah mati itu. dan dengan hati-hati memilih bahan yang cocok untuk cuaca di musim dingin yang sudah mendekat. "Apa yang kubicarakan ini? Memang begitulah kelihatannya. Sambil hidup bersenang-senang. Dua bulan lamanya Matahachi berkeliaran di Osaka. Berulang-ulang ia merasa tergugah oleh cerita tentang samurai ini atau itu yang belum lama masih menyeret kotoran dari wilayah pembangunan. mengherankan juga gerombolan orang yang berbondong-bondong menelusuri jalan tampak tidak terburu-buru." Namun kekecewaan ini selalu menyingkir. ia terus mencari seorang teman.. Di pusat kota ada bidang bidang tanah kosong. Tetapi ia merasa sudah berlaku lebih baik daripada kapan pun sebelumnya. Setiap hari baru adalah kebahagiaan. dan pagi-pagi benar rumput di situ putih oleh 288 thanks to. ia menyewa sebuah kamar kecil milik seorang tukang sadel di sekitar Parit Junkei dan mulai makan di luar. "Kamu muda dan kuat. Kalau kamu mengajukan permohonan di puri. karena menurut anggapannya hidup di sebuah rumah penginapan terlampau mahal.com . apabila semangat menghendakinya. Kemudian. Pakaian baru! Itulah yang dia perlukan. Sebetulnya Matahachi perlu mengendalikan diri untuk tetap hidup dalam batas-batas kemampuannya. Di bawah sinar matahari musim dingin pada bulan yang paling sibuk tahun itu. kegembiraan. syauqy_arr@yahoo. Sering ia pergi sepanjang malam. Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun ia merasa seberani dan setak-kenal-takut seperti ketika berangkat perang dulu." Tetapi menemukan pekerjaan yang tepat tidaklah semudah itu. seorang penghubung yang akan mengantarkannya ke kedudukan dengan gaji besar pada seorang daimyo besar." Ketika ia bertanya kepada pembuat sadel apakah ia tahu kedudukan seperti itu. melintasi kota bersama dua puluh pegawai dan seekor kuda cadangan. semua keluar dari kantong pribadi Hideyori." demikian pikirnya.co. karena ia percaya bahwa akhirnya nasib baik telah beralih kepadanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang pernah bersikap dermawan kepadanya. namun sekarang sudah tampak mengendarai kuda dengan megahnya. "Dan batu-batu itu sudah disusun demikian rapat. pasti kamu mendapat tempat. dan pulang apabila ingin pulang. la merasa sehat dan hidup kembali. Selamanya sukar masuknya.webng.

"Ah. "Kalau Tuan tak ada di sini.co. mereka melarikan diri. ya?" ucapnya bersahabat. dan samar-samar sadarlah ia betapa ia mulai minum lagi. Matahachi merasa puas dengan dirinya. berjalan bergerombol-gerombol sambil mengunyah penganan kacang panggang. kemudian menghidangkan satu guci sake lagi pada Matahachi. Lelaki-lelaki dengan kaki berbulu dan mulut penuh makanan meringkik seperti kuda di toko-toko. "Terima kasih. sekalipun ia tidak mengenakan jubah penutup kimono.webng. kawan. sekitar leher kimono itu sangat kotor. Ketika mengangkat mangkuk.id and dimhad. Belum lagi dapat dikatakan siapa yang menang. kemudian pergi lagi. Orang yang duduk diam di bangku di samping Matahachi juga seorang ronin. dan suasana musim dingin terusir oleh suara para pedagang yang menjajakan barang dagangannya diiringi suara gong bertalu-talu dan genderang berdentumdentum. Tuan. orang-orang yang berkelahi itu sudah balik kanan dan angkat kaki. dan waktu senja wanita-wanita berbaju lengan panjang dan berbedak tersenyum-senyum tolol seperti biri-biri. Pedangnya yang panjang dan pendek tampak mengesankan. "Kalau orang lelaki tak boleh minum sekali-sekali. Mereka tinggal sebentar di sini. Orang orang kota cenderung menyingkir. Tapi ada saja yang datang lagi. Tujuh atau delapan kios yang dikelilingi tikar jerami lusuh. untuk mencegah orang luar menengok ke dalam. Ia menghidangkan juga sejumlah makanan kecil sebagai tanda penghargaan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI embun beku. Tuan. ingatlah ia akan sumpahnya untuk berhenti minum sebelum ia pergi bekerja di Fushimi." Orang itu membungkuk beberapa kali. syauqy_arr@yahoo. 289 thanks to." kata penjual sake kepada Matahachi. "Ini akhir tahun. dan ketika ia memandang marah kepada mereka dan mengancam akan membunuh keduanya kalau mereka menimbulkan kerusuhan di kios itu.. Bau kecap murah mengambang di udara.com . orang-orang kota yang sedang berkelahi itu melarikan diri. Pada suatu petang terjadi perkelahian antara para pembeli sebuah warung sake yang menempatkan beberapa bangku di tepi jalan. pasti mereka sudah bikin pecah semua pinggan saya. tapi apa salahnya?" pikirnya." "Bagus sekali cuaca bertahan begini." Wajah Matahachi merah oleh minuman." katanya keras.. meninggalkan jejak tetesan darah. berusaha memikat orang banyak dengan bendera-bendera kertas dan lembing yang dihias aneka warna bulu untuk mereklamekan pertunjukan yang sedang diadakan di dalam. "Banyak sekali orang sekitar sini. Menurutnya sake itu sudah dihangatkan sampai pada suhu yang tepat. Tukang-tukang teriak berlomba dengan suara lantang memikat orang lewat yang iseng untuk memasuki teater mereka yang rapuh. Berkat penampilan Matahachi yang menyilaukan. Semakin siang jalan-jalan semakin berlumpur. Percekcokan meletus antara dua pekerja." "Satu lagi.

Kami pernah mengadakan perjalanan bersama ketika dia masih menjadi ronin. yang biasanya tak ada pada orang-orang militer. "Boleh coba ini punyaku. "Osaka." Ia mundur. Namaku Akakabe Yasoma. Kami akan berkumpul lagi hari hari ini. Tanpa Honda Masazumi dan beberapa pendukung lamanya yang lain. Aku dari Gamo. sementara menunggu punyamu dihangatkan." Ia mengosongkan isi mangkuknva sekali teguk." jawab orang itu asal saja. Ia biasa minum juga. Ketika matanya sampai pada wajah Matahachi. tapi kukira tak boleh aku menanyakan itu. "Kau sendiri siapa?" 290 thanks to." kata Matahachi. "Siapa pula Ieyasu itu? Omong kosong saja kalau dia bisa mengabaikan tuntutan Hideyori dan ke sana kemari menyebut dirinya 'Maharaja Agung'. sepertinya lengan bajuku ini yang ditariknya. bawakan juga aku satu. Aku juga teman Susukida Hayato Kanesuke. dan sebentar kemudian ronin itu mengangkat bahu. sebelum aku memberitahukan siapa diriku.com .. diam sebentar. kemudian tanyanya." Akhirnya mulailah mereka bicara tentang situasi politik. Barangkali kau pernah mendengar tentang Ban Dan'emon? Aku sahabatnya. ia memperhatikan Matahachi dari bawah ke atas. "Halo.webng. "Engkau seorang dari kami. tapi menurutku dia terlalu murung. "Berapa banyak biasanya kau minum?" tanya Matahachi. sedangkan Matahachi baru menghabiskan satu guci. karena agaknya menimbang kembali apakah ia berbicara terlalu banyak. oh. "Kalau nanti Osaka bentrok dengan Edo lagi. kelicikan. "Sepuluh atau dua belas guci. Matahachi menjawab. sedangkan statusnya tidak cukup tinggi." "Bagus!" Orang itu berdiri memegang guci sake. tiba-tiba la bertanya. ya? Kulihat kamu duduk di sini menghadapi sake.co. dan sedikit saja kemampuan politik—maksudku yang dipunyainya itu cuma bakat politik tertentu. "Secara pribadi aku mengharap Ishida Mitsunari yang menang di Sekigahara.id and dimhad. jenderal ternama dari Puri Osaka. syauqy_arr@yahoo. katanya. Matahachi suka melihat gayanya. walaupun dia memang memiliki lebih banyak pengaruh politik daripada Kanesuke.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei. Sambil mengganjalkan kaki kanan ke lutut kirinya. Orang itu kelihatan bersahabat. ia pun tersenyum. dan ada sesuatu yang memikat dalam dirinya. "Sungguh memalu-kan menjadi pemabuk." Sesudah menyatakan penilaiannya itu. kalau sedang mau. Mari kita minum! Dari daerah mana.. dan katanya. apanya yang tinggal? Cuma darah dingin. "Ah. tak tahulah aku. Beberapa menit kemudian ia sudah menenggak lima guci." "Halo. pihak mana yang akan kaupilih?" Disertai sikap ragu-ragu." kata orang itu sambil mengangkat mangkuk. Bau harumnya mengambang di udara dan menarik-narikku kemari." "Terima kasih. Dan orang itu masih juga sadar. tapi dia terlalu berjiwa besar untuk mengorganisir para daimyo. dan cepat!" serunya. Aku juga pernah bertemu dengan Ono Shurinosuke tiga atau empat kali.

hingga tak banyak waktuku untuk bersahabat dengan orang banyak. ia terpaksa berkelahi demi hidupnya.co. syauqy_arr@yahoo. guruku pertapa Kanemaki Jisai yang agung dan tak mementingkan diri sendiri. tapi sudah terlambat." "Ya. sesudah saya pikirkan lagi." "Namaku Sasaki Kojiro." jawab Matahachi. Tapi sekarang belum sampai aku pada titik itu." kata Yasoma." kata Matahachi dengan murah hati. "Tapi saya pikir tidak betul kalau Anda tak punya kedudukan resmi. Tapi saya memang tak bisa tahu tadi. pencipta Gaya Itto." "Kalau begitu. "Maafkan saya. tak akan dapat kita bicara sebagai teman. "Yah. "Tak perlu engkau membungkuk seperti itu. dan saya harus minta maaf karena tadi tidak berbicara lebih sopan. dan terasa ada kemampuan padamu. aku telah membaktikan diriku dengan tulus ikhlas kepada pedangku." "Betul.id and dimhad. Tak ada lagi jalan kembali." "Tapi Anda tentunya tersinggung oleh bualan saya tadi itu. adalah murid senior dari sekolah yang sama itu." 291 thanks to. kalau pantas aku menanyakan hal ini. Apakah itu berarti Anda tidak berminat menemukan kedudukan yang baik?" "Tidak. begitu. namun ia merasa bahwa untuk sementara ia dipaksa kalah pengaruh. tapi Anda pemain pedang besar. jelaslah buat saya. siapa sesungguhnya Anda." kata Matahachi dengan wajah sungguh-sungguh. Untuk sesaat yang penuh kegelisahan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi memang tidak mempercayai segala yang dikatakan orang itu. "Orang yang menemukan Gaya Tomita?" "Aku pernah mendengar nama itu. "Saya sudah sering mendengar Sasaki Kojiro pemain pedang yang baik sekali." Matahachi menjawab polos. Sudah banyak kali saya mendengar nama Anda. Matahachi terpikir akan menarik kembali segala keterangannya itu. yang telah menerima Gaya Tomita sejati dari Seigen dan kemudian mengembangkan Gaya Chujo. Yasoma sudah berlutut di tanah dan membungkuk dalam." "Nah." "Kenapa? Aku tak punya status dan kedudukan khusus." Ia memandang Matahachi baik-baik.webng. kau ini tentunya pemain pedang tulen. "Apa kau tahu Toda Seigen?" tanyanya. Aku cuma pemuda yang tak banyak kenal dengan dunia ini. aku selalu berpikir bahwa pada suatu hari aku akan terpaksa mencari seorang tuan untuk kuabdi. Tubuhmu tampak terdisiplin. Sekiranya Yasoma kebetulan teman atau kenalan Kojiro." katanya beberapa kali. Sekarang. "Ito Yagoro." Matahachi lega luar biasa. "Kalau kau berkeras mengambil sikap resmi. Dan ia mulai menikmati permainan itu.com ." "Oh. "sebetulnya aku sudah dari tadi menyangka begitu. Andalah Sasaki Kojiro. Siapa namamu waktu kau mendapat latihan di bawah pimpinan Jisai? Maksudku. "Percaya tidak." "Apa betul begitu?" kata Yasoma heran.

" Sementara Yasoma bertambah gembira dengan prospek-prospek yang dihadapinya. kalau bukan seorang "mata-mata" yang telah dilempari batu sampai matt? Maka. dan Yasoma jadi bingung.. Cobalah pikir. tak seorang pun akan mencari Anda. Anda punya nama baik yang didukung pedang. Tapi. Tak bisa dihindari nama Sasaki Kojiro telah menimbulkan kesan kuat. mencarikan kedudukan buat saya juga.id and dimhad. kalau Anda tetap diam. ujarnya. kemudian katanya. 292 thanks to.co." kata Yasoma yang kelihatan lega sekali. Susukida Kanesuke. tapi ia takut membuat kesalahan kalau membawakan diri sebagal Sasaki Kojiro. Tentu saja. biarpun barangkali gajinya tidak banyak. "Mana rekeningnya. Segera kemudian mereka sudah berada di sebuah daerah lain. saya akan senang melakukannya. di mana kita dapat tinggal berdua saja. dengan senang hati saya akan bicara dengannya. syauqy_arr@yahoo. Matahachi bangkit akan meninggalkan tempat itu.. sebelum Anda menyatakan pada saya. Dan kecil kemungkinan mereka akan bersusah payah melakukan penyelidikan. "Sekiranya Anda menghendaki saya membantu. terbentuklah dengan pasti rencana berani dalam kepalanya: ia akan menjadi Sasaki Kojiro. Semenjak saat ini." jawab Matahachi." serunya sambil mengeluarkan beberapa mata uang dari pundi-pundinya. saya bahkan tak tahu siapa Anda. seorang samurai kampungan dari Mimasaka. tentu. tapi kita tak dapat membicarakan soal macam itu di sini.. "aku akan sangat berterima kasih kalau kau mau bicara dengan temanmu itu atas namaku. Kalau Anda suka. Barangkali Yasoma akan memandang rendah kepadanya. kalau ia mengatakan bahwa ia Hon'iden Matahachi. Lagi pula. Saya yakin Kanesuke akan senang merekomendasikan orang seperti Anda kepada pihak berwenang di sana." Yasoma berhenti. Terus terang. adakah sesuatu yang benar-benar perlu dikuatirkan? Kojiro yang sebenarnya sudah mati. Saya ingin dimasukkan Puri Osaka. berapa banyak pun bakat yang Anda punyai. Yasoma tak akan menawarkan bantuan kepadanya. Agaknya menurutnya wajar sekali.com . Mari kita pergi ke tempat lain yang tenang. saya sudah minta teman saya. sementara Matahachi sedikit-sedikit meyakinkan dirinya bahwa rahasianya itu tidak akan diketahui orang. dan itulah yang membuat Anda berbeda. Ia memang ingin sekali mendapat pekerjaan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Oh. dan tidak akan mudah ia keluar dari sana. Saya betul-betul terkejut. Matahachi sendiri tak dapat menghindari perasaan bahwa ia telah tercebur langsung ke dalam suatu kancah." "Oh.webng. Sebaliknya. siapakah orang itu. dan Matahachi satu-satunya orang yang mengetahui hal itu. karena ia yang menyimpan surat keterangan yang merupakan satu-satunva pengenal orang yang telah mati itu. beberapa jauh dari jalan-jalan utama itu. "Bagaimana dengan usul saya itu?" "Oh. kalau Matahachi membayar rekeningnya juga. tentu. soal itu gampang sekali. Tanpa surat keterangan itu tidak ada jalan bagi penguasa untuk mengetahui siapakah si ronin itu.

tapi kalau kita lewatkan satu malam di musim dingin dengan seorang dari mereka dan bicara dengannya tentang keluarganya dan sebagainya. Kalau orang memperhatikan dengan saksama. terlihat kutu ikan dan kepiting sungai yang merayap ke sana kemari di bawah jendela-jendela menonjol dan lentera-lentera merah. dan Matahachi menyerahkan segalanya kepada Yasoma yang kelihatannya berpengalaman. Matahachi merasa dalam batas-batas tertentu ia telah mendapat 293 thanks to. "Sebagian dari mereka pernah menjadi gundik shogun. yang meskipun dengan mata muram. tapi segera ia tertarik oleh kegembiraan suasana di situ. kepala terbungkus kain penolak dingin. Matahachi memang memperhatikan baik-baik. Ini terjadi pada abad-abad ketika Taira jatuh ke tangan Minamoto. dan ini cuma sedikit saja dibesar-besarkan. di sana terdapat seribu rumah hiburan dengan perdagangan yang demikian berkembang. hingga dalam satu malam saja dihabiskan seratus barel minyak lampu. Dan mereka tak dapat betul-betul dipersalahkan karena sudah menjadi sundal. namun pada tengah hari berikutnya Yasoma belum juga memperlihatkan kelelahan.id and dimhad. Daerah itu sebagian besar dihuni oleh perempuan yang tebal pupurnya. Di antara mereka sekali-sekali memang tampak wajah yang manis. Matahachi semula sedikit enggan." jawab Yasoma. syauqy_arr@yahoo. kemungkinan besar kita akan menemukan bahwa dia sama seperti wanita lain. ia membawa Matahachi ke daerah yang supaya enak disebut Kota Pendeta Wanita. Tidak jauh dari sana terdapat parit kuil yang biasa dialiri air banjiran dari teluk. tapi yang terbanyak kelihatan sudah berumur lebih dari empat puluh tahun. Ia tahu bagaimana memesan sake dan menghadapi gadis-gadis.webng. banyak di antara sampah itu terdiri atas bunga-bunga yang sudah gugur. Orang cenderung menolak gagasan tentang penjualan seks. Perempuan perempuan ini biasa mengarungi jalan-jalan. dan akhirnya ia pun merasa sedikit kurang enak. tapi Yasoma menyarankan untuk pergi ke tempat lain yang lebih murah dan lebih menarik. Mereka menginap di sana. "Dan mereka ini lebih baik daripada pelayan warung teh atau gadis penyanyi di rumah sebelah yang kemungkinan mengawani Anda. Anda akan melihat bahwa di dalam selokan dunia yang mengambang ini. bersusah payah membela para wanita itu. dan gigi yang sudah hitam. Ia betul-betul tanpa cela." Mereka masuk sebuah rumah." kata Matahachi mengeluh. tetap mencoba dengan lesunya menggelitik hati lelaki yang berkumpul di sana.co. karena keduanya itu mengingatkannya pada kalajengking pembawa maut.com . Jadi. "Banyak juga mereka. dan banyak di antaranya yang ayahnya pernah menjadi pegawai daimyo yang sudah kehilangan kekuasaan. Kata orang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi semula bermaksud membawa teman yang baru ditemukannya itu ke sebuah tempat minum yang mentereng. Sambil menyanyikan puji-pujian pada daerah lampu merah. Matahachi merasa pengalaman itu sangat menyenang-kan. "Sudah saya katakan tadi.

Tetapi ia mulai merasa lunglai. Terlalu pagi sekarang ini." "Aku tak akan minta upah terlalu besar sebagai permulaan. sementara angin dingin terusir akibat sake yang telah mereka masukkan he dalam tubuh sepanjang hari itu. dan lagi tak bisa saya membicarakan keadaan Anda sebelum saya mendapat gagasan yang lebih baik tentang apa yang Anda kehendaki. menuju salah satu wilayah pemukiman samurai yang lebih eksklusif." Tapi Yasoma tak hendak pergi. ia sudah demikian bulat mempercayai Yasoma.id and dimhad. Sebaliknya. besar. "Aku tak mau lagi minum. Kalau Anda mengatakan bersedia menerima kedudukan seperti dulu. Sementara memandang rumah-rumah semayam para daimyo yang mengitari purl besar itu. Akhirnya ia mengaku sudah cukup banyak minum. selalu dibayar dan diperlakukan lebih baik.. "Tinggallah dengan saya sampai malam. kalau kita pergi ke rumahnya. bagaimana dengan soal uang?" 294 thanks to." kata Yasoma. Namun ia merasa harus tetap acuh tak acuh. Bagaimana kalau saya katakan kepadanya bahwa Anda menginginkan upah dua ribu lima ratus gantang? Seorang samurai yang yakin dirinya baik. Sesudah meninggalkan bordil itu." katanya. Matahachi dan Yasoma pergi melintasi kota. Seorang samurai sekaliber Anda ini dapat menerima jumlah berapa saja yang Anda sebut. "Ada apa?" "Saya punya janji menemui Susukida Kanesuke. jalan-jalan yang terletak di dalam bayangan besar Puri Osaka itu cepat menjadi gelap." kata Yasoma. Anda tak boleh memberikan kesan bahwa Anda puas dengan jumlah berapapun. tapi sekarang. hingga ia tidak lagi mengajukan pertanyaan tentang apa yang dikatakan orang itu." "Tak ada alasan menjual diri terlalu murah bagi Anda. tak seorang pun pernah mendengar tentangnya.. Ayo kita pergi. "Aku pun akan tinggal di tempat seperti itu—tak lama lagi. Katanya.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ganti dari perlakuan terhadapnya ketika ia digusur ke kamar belakang di Yomogi itu." "Hmm. Sebelum umur sekitar tiga puluh. berarti Anda merendahkan diri sendiri. Bukannya ia tidak percaya. "saya akan bertemu dengan Kanesuke dan bicara dengannya supaya dia mempekerjakan Anda." Matahachi berpura-pura tidak mencurahkan perhatian pada apa yang dikatakan Yasoma." Sementara malam datang. rumah sudut di sampingnya itu. ya?" "Kanesuke sudah dapat nama.webng. semangat mudanya yang mentah berkata. "Di sana rumah Susukida. Mereka berdiri membelakangi parit. Tapi sebelum itu." "Sekarang. "Yang gerbangnya pakai atap kurung itu?" "Bukan. syauqy_arr@yahoo.co.

Dia bukan satu-satunya orang berpengaruh di Osaka. "Tentunya ada yang menahannya." "Apa tak perlu kau membungkusnya?" "Tidak. Ia menanti sampai matahari terbenam. saya cuma harus menyimpan kembali uang ini dan mengembalikannya pada Anda. dan sangat terbuka. Matahachi merasa Yasoma tentunya sudah mengenal Kanesuke semenjak zaman ia kurang makmur." "Yang paling baik kalau Anda menanti di warung sake tempat kita pertama kali bertemu. Apa ini cukup?" "Oh. sadar bahwa suap memang umum." mohonnya. tapi tentunya Anda tak hendak berdiri beranginangin di sini. kan? Nanti orang-orang bisa curiga Anda akan melakukan sesuatu yang buruk.co. tanpa menunjukkan sedikit pun keraguan. Yasoma tetap tak tampak." Sesudah menetapkan waktu pertemuan." Tapi sekali lagi matahari tenggelam. ia mengikuti beberapa langkah. "Hanya ini yang kupunyai. Seperti hari sebelumnya. syauqy_arr@yahoo. 295 thanks to." pikirnya bermurah hati. Kalau kelihatannya ada kesulitan. Dengan mudah saya dapat minta bantuan pada Ono atau Goto. ia berkata.id and dimhad. Tak perlu malu. Yasoma melambaikan tangan dan berjalan gagah melintasi gerbang rumah persemayaman itu sambil mengayunkan bahunya. Ketika Yasoma pergi. cukup sekali. Malam itu ia bermimpi tentang masa depannya yang menyenangkan. mulailah ia merasa tidak tenang. Pada waktu yang ditentukan. Karena sudah terkesan. Kanesuke bukan satu-satunya orang di tempat ini yang menerima bayaran karena mencarikan kedudukan untuk seseorang. Hari sesudahnya Matahachi pergi lagi ke sana." kata Matahachi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Oh. Matahachi berjalan melintasi udara beku yang sedang mencair di tempat terbuka itu. "Jangan kuatir." "Baik. angin terasa dingin dan banyak orang di sana. "Usahakan sebaik-baiknya." "Di mana?" "Datanglah ke tempat kosong.com . Keyakinan betul-betul sudah melingkupinya. Anda bisa menanti saya. Ketika mengeluarkan pundipundi dari dadanya. Mari kita ketemu lagi besok. Saya punya banyak koneksi. "Dia pasti datang hari ini. tentu. tahulah ia bahwa isinya sudah susut sampai sekitar sepertiga dari jumlah semula. tempat orang mengadakan pertunjukan-pertunjukan tambahan itu. tapi sesudah menyerahkan selebihnya. sambil menatap wajah orang banyak berlalu. tapi tak melihat tanda-tanda Akakabe Yasoma. Semua orang melakukannya." Matahachi mengambil kembali sebagian kecil dari uang tunai itu. tentu. tidak.webng." "Kapan aku mendapat jawaban?" "Kita lihat nanti. Sambil mengeluarkan seluruh isinya.

" "A-apa? Kenapa Anda berkata begitu?" "Oh. Orang-orang jembel di tempat ini sering berkumpul di belakang sana untuk berjudi. Sekarang Anda sudah telanjur kehilangan uang. dia mengatakan pada Anda akan mencarikan kedudukan yang baik dan kemudian mencuri uang Anda?" "Dia bukan mencurinya. kemungkinan dia akan mencoba menggandakannya. mereka pun menerkamnya. "Jadi. Ia mencoba meyakinkan Matahachi bahwa tidak memalukan ditipu pencuri-pencuri yang beroperasi di sana." "Sungguh malang Anda! Anda bisa menunggu seratus tahun." Matahachi lalu menjelaskan keadaannya sejelas-jelasnya. "tapi Anda bisa mencoba bertanya di sana. Matahachi berjalan menikung ke belakang. tapi tak ingin saya ikut campur. dan bendera-bendera yang terpasang di dekat gerbang kayu mengumumkan nama-nama beberapa artis sulap terkenal.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Hari ketiga. macam apa wataknya. saya berjanji bertemu dengan orang yang namanya Akakabe Yasoma.co. Sayang sekali!" Orang itu bersimpati sekali pada Matahachi. Saya jumpa dengan dia hari itu. itulah yang membuat darahnya mendidih. dia itu bajingan yang terkenal jahat! Daerah ini penuh benalu macam dia. Tadinya saya mau memperingatkan Anda. "Saya sangsi apakah akan ada gunanya. serta tepuk tangan para penonton. Dari balik tirai dan lembar-lembar tikar jerami yang mengitari pagar terdengar bunyi musik aneh bercampur suara para tukang sulap yang keras dan cepat. melainkan kenyataan bahwa uangnya hilang. Saya menunggu dia di sini untuk mengetahui hasilnya. di kios tukang sulap. Saya pikir Anda akan tahu dari cara dia memandang dan bertindak. Di depan.webng.id and dimhad." kata penjual sake. Matahachi mengatakan pada si penjual sake dengan agak malu. dan beserta uang itu hilang pula harapan-harapannya yang besar. seorang pengintai bertanya kepadanya. Kalau mereka melihat orang yang tampak sedikit polos. Anda tak akan melihatnya lagi." "Terima kasih. Kalau Yasoma mendapat uang. dan di sana menemukan gerbang lain. Ketika ia melongok ke dalam." 'Anda menanti seseorang?" "Ya. syauqy_arr@yahoo. "Yang mana kios tukang sulap itu?" Rumah yang dituding orang itu dikelilingi pagar bambu runcing. Ia memandang putus asa kepada orang banyak yang bergerak di sekitarnya. "Si bajingan itu?" sengal penjual sake. Saya berikan uang kepadanya untuk diberikan kepada orang yang namanya Susukida Kanesuke. "Anda kemari mau berjudi?" 296 thanks to. Namun sesungguhnya bukan rasa malu itu yang mengganggu Matahachi.com . orang berkaokkaok untuk menarik pengunjung." kata Matahachi sambil melompat bersemangat. "Saya di sini lagi. tapi saya berani mengatakan.

kau bicara sungguh-sungguh. dan orang itu membiarkannya masuk. tapi terbuka atapnya. syauqy_arr@yahoo. Gunakan pedangmu kalau kau berani!" "Kuperingatkan kau. "Aku jadi sadar. dan satu orang diam-diam menyediakan ruang kepadanya untuk duduk. Semua mata menoleh kepada Matahachi. "Hei.id and dimhad. Biar kamu tidak main. tak mungkin aku tinggal hidup di Osaka sehari saja. "Apa Akakabe Yasoma ada di sini?" tanya Matahachi." kata Matahachi sambil lekas-lekas keluar." 297 thanks to. dengar kalian semua! Orang ini baru saja menyebut dirinya dengan nama yang hebat. "Berhenti!" perintah seorang dari para penjudi seraya berdiri dan mengikutinya. Mari kita lihat kecakapannya main pedang. "Kalau ancaman dari orang-orang macam kau bisa bikin aku takut." "Apa kerjamu di sini kalau tak mau main?" "Aku mencari Yasoma." "Saya datang bukan untuk main. aku bicara sungguh-sungguh!" "Oh. Kenapa?" "Apa menurut Anda dia akan datang?" "Mana aku tahu? Silakan duduk. Tapi ternyata tidak. dan main. tapi perbuatan itu hanya membuat girang si penjudi. duduk melingkar bermain. dan menduga bahwa pengumuman itu saja akan membuat orang melarikan diri. "Tak bisa kamu pergi hanya dengan bilang minta maaf." "Aku bukan pencuri! Tak boleh kamu menyebut begitu!" Matahachi mendorongkan gagang pedangnya ke depan. ya? Jadi.com . "Yasoma?" ulang seorang penjudi dengan nada heran. cuma tunggu kesempatan menyikat uang. kamu mesti bayar buat tempat duduk. Ia mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang dikelilingi tenda. Sekitar dua puluh orang yang semuanya dari jenis tak pernah puas." "Kenapa tak mau cari di tempat lain lagi?" "Aku sudah minta maaf tadi. Dia yang menciptakan Gaya Tomita. Mestinya menyenangkan juga." "Aku tak punya uang.co. Penjudi itu meludah dan kembali masuk kalangan. pengganti Toda Seigen dari Kampung Jokyoji di Echizen.webng." Matahachi menyatakan hal itu dengan penuh kebanggaan. ya?" "Apa kau tahu siapa aku?" "Kenapa pula mesti tahu?" "Aku Sasaki Kojiro. dia tidak di sini akhirakhir ini. "Goblok!" salaknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia mengangguk. ya? Pencuri terkutuk." "Tak ada uang! Begitu. Maaf mengganggu. Kelihatannya mau mencabut pedang lawan kita.

kan?" Samurai tua itu menjulurkan tangan ke atas pagar bambu dan meraba kulit itu. dan tiba-tiba terpandang olehnya seorang lelaki tua dan seorang perempuan. "Besar. tanda di luar mesti mengatakan begitu juga." kata lelaki itu sambil tertawa kecil. Nek. Dengan jalan menyuruk dari kawanan orang satu ke kawanan lain ia bisa bersembunyi. Para penonton menatapnya dengan rasa ingin tahu yang besar. lebih baik aku melihat gambar. Kalau yang akan kulihat cuma kulit macan." "Jangan bikin ribut. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Melihat orang itu sedang lengah.id and dimhad. Matahachi menyelam ke tengah orang banyak. Mereka tidak merasa kecewa bahwa makhluk itu ternyata tidak utuh dan tidak pula hidup.webng. ya?" kagum yang lain." kata satu orang. Matahachi melontarkan sebentuk mata uang dan langsung menerobos pintu masuk. Mendengar suara percakapan mereka.com . dan seorang tukang teriak berdiri di atas kotak kosong sambil berseru-seru parau. ia melihat ke sana kemari. Osugi tidak gampang saja menerima hal itu. "Jangan seperti orang tolol! Kalau macan ini bukan macan betulan. berirama. "Paman Gon. inilah yang dinamakan macan itu." 298 thanks to. "Jadi. tapi setiap muka yang dilihatnya tampak sebagai muka salah seorang penjudi. Ayo kita ambil uang kita kembali. "macan itu mati. "Tentu saja mati.co. "Anak anjing!" jeritnya. seperti cucian yang sedang dikeringkan pada papan kayu. Jangan lewatkan macan ini!" Seruan yang diucapkannya itu terdengar ingar-bingar. saudara-saudara. Orang itu melompat tegak ke udara. Pada pintu gerbang terdapat juga panji-panji dengan gambar kambing bercabang dua dan kepala bermata ular. Di ujung tenda itu terpentang kulit macan besar. maka ia menoleh ke sekitar untuk mencari tempat berlindung yang lebih mantap. Karena menurut pendapatnya ia tidak dapat menyembunyikan diri selamanya seperti itu. Sambil memonyongkan mulutnya ia memprotes. ditangkap sendiri oleh jenderal besar Kato Kiyomasa di Korea. "Saksikan macan! Silakan masuk dan saksikan macan! Adakan perjalanan sejauh seribu mil! Macan ini." "Itulah barangkali yang namanya tukang bual. Matahachi berdiri agak di sisi kulit macan itu." "Tapi orang di luar itu bicaranya seolah-olah macan itu masih hidup. Tepat di depannya tergantung tirai bergambar macan besar pada pagar bambunya. Orang menertawakan kamu nanti. lalu jawabnya murung. telinganya pun tegak tak percaya. menyabetkannya melintang pantatnya. Karena merasa relatif aman. Matahachi tiba-tiba menarik pedangnya." kata perempuan itu. Ini cuma kulitnya. mencari binatang itu.

Sambil mengusir mereka.com . "Apa yang kalian lakukan ini?" teriaknya." "Anakmu?" "Ya. ia pegang gagang pedang pendeknya serta menyeringaikan giginya. "Kenapa kau lari? Kau kenapa? Matahachi! Matahachi!" Karena merasa tak dapat lagi menangkapnya. tapi selalu dapat membebaskan diri kembali dan berlari terus. "Hei. Paman Gon pun melambai-lambaikan tangan dengan hebatnya. Kalian hanya orang kota kebanyakan. akan ku. Osugi menjulurkan lehernya yang keriput itu ke depan. dia anakku. syauqy_arr@yahoo. aku akan pergi sendiri. ya?" serunya. dan dengan sekuat paru-paru ia pun menjerit. "A-apa katamu. ya? Siapa yang teriak 'pencuri' semenit lalu?" 299 thanks to. tapi dia lari. Kalau kalian sentuh dia lagi. "Kenapa kalian serang orang ini?" "Dia pencuri!" "Dia bukan pencuri! Dia anakku. "Tunggu.id and dimhad." Ketika ia mulai berjalan kembali melalui para penonton lain. Matahachi! Kamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Biar. Matahachi terus bertumbuk-tumbuk orang. Osugi tiba bersama Paman Gon. Nak.webng.co. cepat menguasai keadaan dan balik mendamprat para penyerang Matahachi. Paman Gon sudah melihatnya. Kalau kau tak mau pergi. tapi terlambat. "Matahachi!" teriaknya.. Matahachi merunduk.. tunggu!" teriak Osugi. pencuri! Perampok! Tangkap dia!" Seketika itu juga orang-orang di sekitarnya mengambil alih pengejaran. dan beberapa orang malahan sudah meludahinya. Aku tak senang. "Berhenti. Osugi yang sudah tidak begitu awas matanya itu menggagap. dan kalian tak punya hak memukulnya. "Tahan dia di sana!" "Bajingan!" "Hajar dulu!" Orang banyak berhasil mengepung Matahachi. anak seorang samurai. dan orang-orang yang di depan segera menyerang Matahachi dengan tongkat bambu. Paman Gon?" "Apa kau tidak lihat? Matahachi berdiri di belakangmu itu!" "Tak mungkin!" "Dia di sana tadi. Matahachi menoleh ke belakang dan melihat ibunya mengejarnya seperti perempuan gila. akan kuhadapi kalian semua!" "Kau berkelakar." "Di mana? Ke mana?" Keduanya berlari keluar dari gerbang kayu. ke tengah orang banyak yang sudah bermandikan cahaya petang berwarna-warni.

Beberapa menit lamanya Paman Gon hanya berdiri memandang dari gerbang kuil itu... Katanya mengejek..webng. "Tak terpikir olehku bahwa kau masih hidup. Tapi siapa yang menyuruh kalian. dan aku akan menghukumnya dengan hukuman yang menurutku cocok. Terlalu bangga ia akan dirinya untuk memperlihatkan kelemahannya dan ia memperbaharui serangannya. orang tak bisa berbuat lain daripada menyetujui pendapat itu. Kalau ibu-ibu lain tentunya sudah menangis karena gembira. tapi hampir seketika itu juga ia menghentikan tangisnya.id and dimhad. dan kupikir. "Maafkan aku. jangan perlakukan Matahachi seperti kanakkanak lagi. Kalau kauteruskan juga. orang kampung! Kau anakku!" Dan mulailah ia menampar anaknya. sampai aku tak dapat menghadapi Ibu dan Paman Gon. seakan-akan Matahachi masih anak-anak. Hidung Osugi mengerut dan ia mulai menangis. Matahachi." Ia menutup wajahnya dengan tangan. Paman Gon memohon. Aku seorang ibu yang setia. syauqy_arr@yahoo. itu tak kusangkal.. "Kalau kau begitu malu dengan dirimu sendiri dan merasa sudah mempermalukan leluhurmu.. maka tak dapat aku pulang. Aku malu dengan cara hidupku.co. Aku begitu kaget melihat Ibu. maka Osugi mendidih darahnya karena berang." 300 thanks to. "Nek. anakku akan berhenti lari. Bu! Aku minta maaf. Melihat tindakan Osugi itu." mohon Matahachi seperti bayi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Memang aku. dan tanpa pikir lagi aku lari. Aku tahu yang kulakukan ini salah. Kau diam saja dan urusi urusanmu sendiri!. Mereka kagum akan keberanian perempuan itu. kalau aku berteriak 'pencuri'." Ia mencoba menarik tangan Osugi dari kerah Matahachi. Karena tak dapat lagi menahan diri. tapi kemudian ia mendekati mereka dan katanya.com . "Gagasan apa itu! Lari dari ibu sendiri! Kau bukan lahir dari selangkangan pohon.. tentunya kau sudah berbuat tak baik selama im. tapi ternyata di Osaka ini kau bergelandangan! Memalukan! Manusia tak tahu malu. Ia membanting Matahachi ke tanah dan membenturkan kepalanya ke sana. anak yang tak tahu diuntung. Osugi mencekal kerah anaknya yang tak patut itu dan menyeretnya ke pekarangan kuil tak jauh dari sana. pasti akan rusak tabiat anak ini. manusia sampah. "Jangan kamu ikut campur! Dia anakku. Kenapa kau tidak pulang menyatakan hormat kepada leluhur sebagaimana mestinya? Kenapa kau tak mau menunjukkan muka. Justru karena tahu sudah menelantarkan Ibu. orang banvak itu pelan-pelan bubar. Aku bukan bermaksud lari dari Ibu.. biar cuma sekali. tanpa bantuanmu. kepada ibumu yang sudah tua? Apa kau tidak tahu. "Cukuplah itu. orang-orang bebal. Akan kuperlihatkan padamu!" Orang mengatakan makin tua seseorang makin sederhana dan makin langsung sikapnya. semua sanak keluarga kuatir dengan dirimu?" "Ibu. tapi perempuan tua itu menepiskannya dengan kasar. memukulnya? Itu tak patut!" Heran melihat perubahan haluan yang sekonyong-konyong ini. Maafkan aku.

. tersangkut dengan Oko. Untuk pertama kali. Dan apa yang kaulakukan sekarang? Kelihatannya kau dapat pakaian bagus. aku harus sekeras ayahnya. Semua itu meringankan dirinya. Ia sudah kehilangan keinginan untuk melawan. bersembunyi di Ibuki." Matahachi memulai. Aku akan menghukumnya. tak boleh kau bersikap begitu lunak. dia punya semangat yang benar!" 301 thanks to. "Betul begitu?" tanya Osugi penuh minat. aku takkan menyembunyikan apa pun.com . dia anakku." katanya. "Baik. cahaya kegembiraan muncul pada wajah Osugi.." kata Matahachi." "Jangan kuatir. Matahachi! Duduk kamu yang tegak! Pandang mukaku." Paman Gon mengangguk bersemangat.. tapi sikapnya yang selalu siap mengungkit persoalan tentang kewajiban terhadap leluhur itu membuat Matahachi tak betah. tidak. "Sudah sewajarnya kalau kita mengetahui ini. dan hidup darinya—sekalipun ia membencinya beberapa tahun lamanya. "Itu menunjukkan bahwa dia memang menyimpan darah leluhur Hon'iden dalam nadinya. Ia memang takut kepada ibunya." kata Osugi. Kau ini lelaki." "Kalau begitu.co. "Sungguh aku terguncang oleh kelakuan-mu. syauqy_arr@yahoo." Ia duduk resmi di tanah dan menunjuk tempat yang harus diduduki Matahachi." kata Matahachi menurut. ya? Tidak heran kalau anakku menyediakan waktu buat menyempurnakan kecakapannya main pedang—meskipun menempuh hidup seperti sekarang ini. Apa kau sudah mendapat kedudukan yang cukup upahnya?" "Ya. "Maksudku. Sebagai ibunya." gumam Paman Gon berkali-kali.. Ibunya dapat kadang-kadang memanjakan. Bu. dan aku belum lagi selesai!." Ada nada kebenaran dalam cara ia mengatakannya dan hal itu menimbulkan akibat yang memang dikehendaki. katanya. Jelas sekarang. aku tak punya kedudukan. "Hmm. "Betul-betul kularang kamu menyembunyikan apa pun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah kubilang simpan nasihatmu itu untuk diri sendiri.. la mengangkat bahunya yang terkena kotoran. seandainya dia masih hidup. Ia merasa bersyukur melihat semangat perempuan tua itu naik lagi. ia muntahkan seluruh ceritanya sampai sekecil-kecilnya: tentang bagaimana ia meloloskan diri dari Sekigahara. Tak ada salahnya dia tersesat sebentar. dan ia merasa jauh lebih ringan sesudah melakukan pengakuan itu. "Main pedang.id and dimhad. Jawaban itu meluncur begitu saja tanpa dipikirkan lebih dahulu. Juga tentang bagaimana ia kini menyesali dengan setulus-tulusnya apa yang telah ia lakukan. Paman Gon! Biar bagaimana. Kaudengar. seperti melepas empedu dari dalam perut. Osugi mendecapkan lidahnya.webng. dari mana kau mendapat uang buat hidup?" "Pedangku—aku mengajar main pedang. kemudian ia terburu-buru membetulkannya. "Sekarang apa persisnya yang telah kaukerjakan sejak lari ke Sekigahara? Jelaskan dan jangan berhenti sampai aku sudah mendengar semua yang ingin kudengarkan. Tepat seperti yang dikatakannya. dan berlutut.

Tapi kalau yang menjadi perhatian utama ibunya adalah kehormatan keluarga dan semangat samurai. Karena masa laluku memalukan." Osugi dengan bersemangat mulai memberikan uraian tentang peristiwa yang telah terjadi di Miyamoto. Ia memilih kata-kata yang diperhitungkannya dapat memacu Matahachi untuk beraksi. bagus!" jawab Matahachi sesudah berpikir cepat." katanya." kata Osugi. "Tunggu sebentar.com . Matahachi mengeluarkan sertifikat dan membuka gulungannya." "Di daerah ini.id and dimhad. Ia menjelaskan bagaimana Keluarga Hon'iden dihinakan. Apa ini tidak hebat? Aku selamanya berpendapat. tapi bagaimanapun terbawa juga ia oleh ceritanya sendiri. tapi Matahachi mencekamnya.co. Tapi justru pada waktu itu tangan Matahachi terpeleset. Matanya basah dan suaranya menjadi berat. "Ya. lihat ini." Demikian gembira perempuan itu. "Bu." "Oh. kuputuskan untuk tidak menggunakan nama sendiri." Osugi mengangguk.webng. di bawah pimpinan siapa kau belajar ilmu pedang?" "Kanemaki Jisai. Kau tidak tahu apa pun tentang apa yang sudah terjadi di kampung. Lihat ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Matahachi. dan nama pada gulungan itu jadi kelihatan. "Coba kulihat. dia lebih cerdas dan lebih mampu daripada Takezo dan anak-anak lelaki lain. begitu. Pada waktu-waktu seperti ini. dan ia terpukau oleh gamblangnya cerita ibunya. Bu. Karena ingin lebih menggembirakan ibunya lagi. Ia hendak mengambil gulungan itu. "Tapi sesudah kutimbang-timbang. ini betul-betul bagus." "Betul? Dia termasyhur. "Ya. Matahachi mendengarkan dengan kepala tertunduk. Matahachi sendiri tergerak sedalam-dalamnya oleh hal lain: kalau benar yang dikatakan 302 thanks to." "Nama perang? Buat apa kamu memerlukan itu? Apa Hon'iden Matahachi tidak cukup untukmu?" "Ya. ia merasa mudah menjadi anak yang baik dan penurut. "Kenapa 'Sasaki Kojiro'?" "Oh. hingga sementara berbicara ia mulai meludah-ludah. Kukira jalan pikiran yang baik." kata Osugi. syauqy_arr@yahoo." Osugi memperlihatkan wajah bahagia. bagaimana ia dan Paman Gon bertahuntahun lamanya mencari Otsu dan Takezo. Sekarang perhatikan. tapi ia menutup nama Sasaki itu dengan jempolnya. Ia coba untuk bersikap tidak emosional. "Bu. tak perlu Ibu kuatir denganku. aku takut mengaibkan leluhurku. karena itu aku akan bercerita. Ini penting. juga waktu dia masih bayi. lihat." kata Osugi. itu? Itu nama perang. Paman Gon.

Apa tidak betul begitu. kau mengerti. dan menetap. Aku tak akan pernah kembali. "Apa benar begitu?" tanyanya. Aku akan selalu di samping-mu. Menyadari hal tersebut. Kau membersihkan dirimu sebagai seorang samurai. Dia sudah bersumpah akan membalas dendam kepada Takezo dan Otsu. Apa itu bukan gagasan yang baik. Bisa kau melakukan itu. maka Takezo memikat Otsu untuk pergi dengannya. Sebelum aku membunuh mereka. Kau mesti membunuh kedua orang itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI oleh ibunya. syauqy_arr@yahoo.com . "Kaulihat sekarang. dan timbul reaksi baru terhadap kawan masa kecilnya itu." "Aku mengerti. ibunya mengipasi bunga api itu." "Dan ibumu yang sudah tua ini pun demikian." protes Matahachi. kau dapat jalan terus dan mencari istri. Paman Gon buka suara." "Jadi. aku tak dapat memperlihatkan muka lagi di kampung atau berdiri di depan tanda peringatan leluhur kita." Begitulah. kukira begitu. Matahachi! Kau mengerti." katanya. kenapa Paman Gon dan Ibu meninggalkan kampung? Kami mau membalas dendam pada mereka." "Bukan itu soalnya. Paman Gon?" "Ya. Matahachi? Mau kau melakukannya?" "Ya. dan keduanya lalu lari sama-sama. tak sangsi lagi." "Itu namanya anak baik. Dengan kata lain." Kata-kata itu menimbulkan akibat paling buruk pada Matahachi. Kecuali kita sudah membalas dendam. dan kau akan membuktikan itu pada setiap orang. Inilah untuk pertama kalinya ia mendengarnya. Melihat warna wajah Matahachi berubah. dia mendapat pertolongan dari Otsu untuk melarikan diri. "Mari kita bawa kepala mereka pulang ke kampung sebagai tanda mata buat orang banyak. kau bisa mengatakan. Matahachi." "Kedengarannya kau tidak begitu bersemangat. Nak? Kalau itu kita lakukan. "tanya Paman Gon." tambah Osugi. Perempuan jalang itu sudah meninggalkanmu dan lari bersama Takezo. Paman Gon. Ketika Takezo diikat di atas pohon itu. kau pun tak dapat kembali ke Miyamoto?" "Aku tak akan kembali. Otsu tidak mencintainya lagi. Osugi mengambil kesimpulan yang keliru bahwa kuliahnya tentang kehormatan dan semangat itu sudah mencapai hasil.webng.id and dimhad.co. dan juga mendapat nama baik. akhirnya 303 thanks to. ucapkan selamat pada anak ini. Ada apa? Apa kau tidak merasa cukup kuat untuk membunuh Takezo?" "Tentu saja cukup kuat. Mereka musuh bebuyutan kita. "Kalau kaupikir itu bohong. Semua orang mengatakan antara mereka sudah terjadi sesuatu. Bu. karena tahu kau tak akan kembali beberapa lama. "Jangan kuatir." "Ya. Tak ada nama yang lebih baik di seluruh daerah Yoshino daripada Hon' iden. jangan berdiri saja di situ.

"Paman Gon." Ketika air mata jatuh ke leher Matahachi." "Baik.com . Paman Gon." "Oh. dan mulailah ia bangkit dari tanah dengan susah payah.id and dimhad. Osugi menangis karena gembira. "Kita mesti mencari rumah penginapan sekarang. sakit rasanya!" teriaknya. Apa wasirmu kumat lagi?" Untuk menunjukkan bakti seorang anak. Ibu. Perut dan pinggulku sakit. kau mau menggendongku? Senang sekali aku!" Sambil memegang bahu anaknya.co. "Naiklah ke punggungku. Bu! Ringan sekali! Jauh lebih ringan daripada batu!" 304 thanks to. syauqy_arr@yahoo." Sementara berjalan. di mana kalian tinggal?" tanyanya. "Oh. "Ringan." "Wah. kurang baik itu. Matahachi merasakan kegembiraan yang aneh. Matahachi melambung-lambungkan sedikit ibunya di punggungnya. ya? Lihat. Matahachi menggendongku. Di mana saja bisa. Mari kita mencarinya. Matahachi mengatakan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ia kelihatan puas. "Sudah berapa tahun lewat.webng. "Ada apa?" tanya Paman Gon. "Tanah ini dingin sekali.

com . atau menguyahnya. ya?" "Ya. Kebanyakan mereka tidak kenal makanan yang baik. "Bagaimana kabarnya? Saya berani bertaruh. kita masih beruntung." "Sama sekali tidak! Tiap orang bilang semua sedang menanjak di Sakai. "Saya sendiri mensuplai perlengkapan perang-tiang bendera. Sekalipun muatannya sebagian besar terdiri atas kertas dan bahan celup indigo. Terdapat juga sejumlah penumpang di kapal itu. banyak juga untungnya. Setidaknya kita masih dapat melakukan apa yang kita inginkan. Saya dengar mereka butuh pandai meriam. barang itu akan kembali lagi." Percakapan di tengah kelompok lain adalah tentang bidang serupa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 22." "Ha. Tapi jumlahnya tak seberapa sekarang.webng." "Ah. betul-betul tidak percuma. ha!" "Dulu kalau penjarah pulang membawa rampasan. sampai tidak dapat lagi bersantai dan menikmati hidup. mencium. pakaian zirah. berangsur-angsur digelapkan oleh kabut sore musim dingin. Sebagian besar pedagang yang sedang pulang atau untuk berdagang akhir tahun di Osaka. Saya kasihan pada mereka. syauqy_arr@yahoo." kata orang yang lain." Seorang lelaki memandang ke arah samudera dan memuji-muji kekayaan negeri-negeri di seberang. lalu terbunuh." "Apa tidak benar begitu? Kita mengeluh tentang masa yang buruk dan semua yang lain. Kita bicara tentang kemewahan yang dapat dinikmati para daimyo. "biarpun keadaan kita tidak begitu baik hari-hari ini. Kapal yang beberapa kali sebulan berlayar antara Osaka dan Provinsi Awa di Shikoku itu sedang menyeberangi Laut Pedalaman dalam perjalanan ke Osaka. Begitu sibuk mereka memikirkan kehormatan dan tata krama prajurit. Pemuda Tampan PULAU Awaji yang bermandikan matahari menghilang di kejauhan. habis pertempuran berikutnya." "Anda benar. dari pandangan samurai. Pemerintah Tokugawa melarang rakyat mengisap." "Begitu. tapi saya tak melihat buktinya. Memang riskan. Kalau ingin benar-benar untung. Masukilah perdagangan luar negeri. padahal satu-satunya kemungkinan sekarang ini adalah menjadi saudagar. tapi cepat atau lambat mereka terpaksa mengenakan perlengkapan kulit dan bajanya. Kepak-kepak layar besar di tengah angin menenggelamkan bunyi ombak. dan kita dapat mendandaninya dan menjualnya lagi." 305 thanks to. baunya yang khas menunjukkan bahwa ia membawa barang selundupan berupa tembakau. tapi kalau kita beruntung." "Saya dengar kurang tenaga kerja di sana. macam itulah. kita celup kembali atau cetak kembali barang-barang itu dan kita jual kembali kepada tentara. saya kira sekarang samurai-samurai itu tahu bagaimana berhitung. "Tak dapat lagi kita mendapat uang di dalam negeri.id and dimhad. Kemudian.co. kita mesti melakukan apa yang dilakukan oleh Naya 'Luzon' Sukezaemon atau Chaya Sukejiro.

" "Boleh. berbulu lebat." Tirai pun digantungkan. nyonya-nyonya dan pembantunya membawakan sake. sebelum saya berhasil lari. seorang pendeta Kong Hu Cu. menyaksikan awal permainan kartu yang penuh lagak itu. padahal jumlah itu sudah dianggap pendapatan besar oleh kebanyakan samurai. sudah lama juga Anda miliki?" "Tidak." "Kalau begitu. beberapa ronin.co. Mari kita main kartu kecil-kecilan buat menghabiskan waktu.id and dimhad.webng. Kadang-kadang ingin saya bertanya kepada samurai. Di antara para penumpang terdapat beberapa orang yang bisa saja ditanya oleh para saudagar kaya itu. tapi monyet-monyet yang lebih tua hampir saja merobek-robek saya. sebuah permainan yang belum lama diperkenalkan oleh pedagangpedagang Portugis. Bahkan seorang pedagang kecil pun biasanya lebih kaya daripada seorang samurai yang upahnya lima ribu gantang padi setahun. saya menemukannya belum lama ini di pegunungan antara Tosa dan Awa." 306 thanks to. dan beberapa prajurit profesional. perlu juga kita bersenang-senang. ya?" "Memang tak banyak. dan berkali-kali menyuruhnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Yang mesti kita lakukan cuma berpura-pura membungkuk kepada samurai. Anda menangkapnya sendiri?" "Ya. dengan taruhan yang sukar dipercaya." "Memang begitu juga pendapat saya. "Tak banyak yang bisa dilakukan dalam perjalanan-perjalanan begini." "Jadi. Seorang pemuda memangku sesuatu yang bulat bentuknya. Kebanyakan mereka duduk di samping barang bawaan mereka dan memandang laut dengan sikap tak senang. dan orangorang mulai main umsummo. apa yang mereka peroleh dari hidup ini. Sesudah kematian Hideyoshi. "Duduk yang tenang!" "Bagus sekali monyet kecil Anda itu." "Kalau kita mau hidup di dunia ini. Ini bukti bahwa mereka lebih kaya daripada penduduk lain. Dan pada waktu waktu itu orang-orang kota yang kaya itu kota yang kaya adalah orangorang yang memiliki perangkat minum sake yang anggun dan peralatan perjalanan yang indah dan mahal. apa yang mereka peroleh dari hidup ini—seorang pendeta pengembara. "Ya. tetapi oleh para penjudi dilemparkan saja ke sana kemari seperti kerikil. dan sedikit uang cukuplah buat sebagian besar mereka itu.com . kemewahan zaman Momoyama sebagian besar telah beralih ke tangan para saudagar. Emas yang ada di meja sesungguhnya dapat menyelamatkan banyak desa dari bencana kelaparan. bukan ke tangan samurai." Permadani wol yang dihamparkan untuk duduk kelompok orang ini barang impor. Apa dia terlatih?" tanya penumpang lain. syauqy_arr@yahoo.

Gion Toji yang berdiri beberapa jauh dari situ pun terkesan oleh senjata itu. Perjalanan yang telah empat belas hari itu sungguh menjengkelkan. Dengan mudah ia dapat diduga sebagai seorang ronin. "Ingin tahu juga aku. Kulit pemuda itu bercahaya penuh kebeliaan. Jadi. pemain boneka. ia mengenakan sandal jerami dan kaus kulit seperti yang dipakai semua orang.webng. besar. bibirnya merah sehat. Sementara menguap dan berpikir bahwa di Kyoto pun tidak sering terlihat pedang yang demikian tinggi mutunya. namun ada sesuatu yang mengisyaratkan bahwa ia memiliki status lebih tinggi. untuk meringankan beban kebosanan yang dialaminya.id and dimhad. akibat cara hidup Seijuro yang melebihi kemampuan. karena baik kimono maupun jubah merah pendek di atas kimononya itu betul-betul menarik perhatian." renungnya.com . Karena sedang dalam perjalanan. melelahkan. Pakaiannya menunjukkan bahwa ia masih kanak-kanak. tubuhnya kokoh kekar dan kekerasan yang dewasa memancar dari alisnya yang lebat dan lengkungan ke atas di kedua sudut matanya. pemuda itu terus sibuk menangkapi kutu binatang itu. Kalaupun tidak membawa monyet. Sikap polos yang diperlihatkannya waktu la mencari kutu binatang itu menambah kesan umur mudanya. Yang lebih memburukkan keadaan adalah tunggakan-tunggakan akhir tahun yang sudah tak terhitung 307 thanks to. dari situ tak dapat diambil sesuatu kesimpulan. Hampir tiap orang yang berbicara dengan pemuda itu memuji bagusnya buatan pedang tersebut. Ia sudah rindu sekali berada lagi di tengah orang-orang yang dikenalnya. pemuda itu pasti memikat perhatian orang. apa pembawa surat itu tiba pada waktunya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil berbicara. Rumah di Jalan Shijo sudah digadaikan. "Kenapa pula kau ini menggeliat-geliat saja?" katanya tak sabaran sambil mengetuk-ngetuk tajam kepala monyet itu. "Kalau tiba pada waktunya. Status sosial pemuda itu juga sukar dipastikan. para samurai compang-camping.co. Toji merasa bosan. Keluarga itu tidak lagi kaya. pakaian pada umumnya telah lebih berwarna-warni." Ia mencoba mengingatingat wajah Oko. dan para petani yang tak bercukur di kapal itu. dan membiarkan rambut di ubun-ubunnya tidak dipotong. dan sudah dalam bahaya disita oleh para saudagar kreditor. syauqy_arr@yahoo. dan gelung rambutnya terikat pita ungu yang lain dari yang lain. dan ia kelihatan betul-betul kerasan di tengah pendeta pengembara. dia pasti menjemputku di dermaga Osaka. Alasan di balik perjalanannya itu adalah keadaan keuangan Keluarga Yoshioka yang goyah. dan lagi tak ada buahnya. Senjata itu berupa pedang pertempuran yang panjang lurus. ia semakin ingin tahu latar belakang pemiliknya. Rambut bagian depannya tidak bercukur. tapi sekarang ini tak semudah dulu menyebut umur seseorang dari pakaiannya. yaitu senjata yang disandangnya di punggung dengan tali kulit. dan matanya terang. dan buatannya amat indah. Tidak aneh lagi bahwa lelaki yang sudah berumur sekitar dua puluh lima tahun terus mengenakan pakaian seperti anak-anak umur lima belas atau enam belas tahun. Dengan naiknya Hideyoshi. Di lain pihak.

id and dimhad. Menghadapi keadaan ini." Kata-kata itu diucapkannya dengan sikap pasti. syauqy_arr@yahoo. Segera kemudian ia sudah seperti duduk di bara hangat kembali. pemuda itu membuka matanya sedikit dan katanya. Sokongan yang dibawa pulang Toji hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang sebelumnya dibayangkannya. menghindar. dan Shikoku. "Halo. satu-satunya komentar Seijuro hanyalah. walaupun Toji sungguh tulus dalam permohonannya.webng. Ia harus melakukan sesuatu untuk menghabiskan waktu. Memang di berbagai wilayah feodal banyak orang pernah belajar di bawah pimpinan Kempo. Sering benar jawabannya berbunyi." "Kalau begitu. orang muda. tidak akan tersedia cukup dana untuk menutup rekening yang sudah menimbun. makin hanyut ia dalam pemikiran bahwa kewajiban suci sekolah itulah untuk mengajarkan Gaya Kempo kepada sebanyak mungkin orang. "Akan saya tulis nanti pada Anda soal ini". Dengan adanya segala macam orang yang berhasrat belajar seni perang dan para daimyo yang menginginkan sekali prajurit terlatih. Ia iri pada pemuda yang sedang mencari kutu monyetnya itu. tentunya kau dari Awa. Seijuro menulis surat edaran untuk maksud itu. Toji mendekat dan mencoba membuka percakapan. Makin lama memikirkan hal itu. "Bagaimana ini bisa terjadi?" Karena merasa dialah yang mendorong keroyalan tuan muda itu. Ia berjanji. dan wajah yang muncul dalam pikirannya sekarang pun bukan wajah Seijuro. "Ya. Biarpun semua milik keluarga dijual. yang bersifat sama juga. Namun bahkan wajah Oko pun hanya dapat sekilas saja mengalihkan perhatiannya. Kyushu. Toji mengatakan bahwa persoalan itu mesti ia yang menangani. sampailah ia pada gagasan untuk membangun sekolah baru dan lebih besar di tanah kosong dekat Nishinotoin. dan dengan senjata itu Toji berangkat mengusahakan bantuan dari bekas-bekas siswa sekolah di daerah barat Honshu. entah dengan cara bagaimana akan membereskan soal-soal itu. dan sebagian besar dari mereka sekarang menjadi samurai dengan kedudukan yang membuat orang iri. sekarang ini bukan zamannya lagi untuk bersikap eksklusif. 308 thanks to. Dengan mengerahkan otaknya. Ke Osaka. Sebenarnya rumah tangga yang dalam bahaya itu bukanlah rumah tangga Toji sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI jumlahnya. Namun ternyata. melainkan wajah Oko. "Akan kita tinjau hal ini nanti. Menurutnya.co." "Apa keluargamu tinggal di sana?" "Tidak. Di situ jumlah siswa yang jauh lebih besar akan dapat ditampung. kalau saya berada di Kyoto lagi". tidak juga dari sana. tidak banyak di antara mereka yang bersedia memberikan sokongan berarti atau berjanji akan memberikan uang sesuai dengan maklumat pendek itu." "Tidak. maka sekolah yang lebih besar dan menghasilkan sejumlah besar pemain pedang terlatih akan memuaskan kepentingan semua pihak. ya?" Tanpa mengangkat kepala. atau lain lagi.com .

syauqy_arr@yahoo. "Ya." "Di mana rumahmu?" 309 thanks to.webng.id and dimhad." katanya." "Guru-guru desa memang semuanya gampang saja mengeluarkan sertifikat. dan pergi menemui Kanemaki Jisai. Jisai tidak. Nyatanya. menerima saya sebagai muridnya. Ini pedang pertempuran. Pemuda itu melontarkan pandangan penuh tanya ke wajah Toji yang tampak puas diri.com . dan sesudah empat tahun saya belajar di bawah pimpinannya.co." kata Toji dengan gaya berwibawa. Dia tidak seperti itu. dia mengatakan saya bisa jalan sendiri. Dia bersimpati pada saya. ya?" "Tak tahulah. si pemuda memperbaiki posisi duduknya menghadapi Toji dan menjawab ramah. "Pedangmu luar biasa kelihatannya. tiba-tiba saya dipanggil pulang karena ibu saya akan meninggal. Tapi belum saya berhasil. Saya lihat sekarang banyak orang terhuyung-huyung memakai pedang yang amat besar. supaya mudah saya menariknya dari pinggang. Toji tak dapat menyembunyikan perasaannya bahwa ia lebih unggul daripada anak ini. Dan itu menyebabkan saya dikeluarkan dari sekolah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Toji jadi terdiam untuk beberapa waktu. saya betul-betul kerja keras." Sambil senyum si pemuda menjawab yakin. Saya tak suka meniru." "Panjang sekali. Setelah saya memutuskan untuk jadi orang kedua yang secara resmi diberi sertifikat." "Memang pedang dapat dipakai. "Tapi cuma orang ahli yang dapat memakainya dengan mudah. "Gaya Tomita. tapi kemudian mencoba lagi. kalau saya mempelajari Gaya Tomita." kata Toji mencela." "Terlalu panjang. Guru saya menggunakan pedang pendek. Agaknya. Dia juga sudah meninggalkan Gaya Tomita. "Siapa saja harus dapat menggunakan pedang sepanjang ini. karena senang senjatanya dipuji." "Orang-orang muda seperti kalian rupanya bangga dengan sifat memberontak. biar panjangnya semeter atau bahkan lebih. Apa yang terjadi sesudah itu?" "Saya tinggalkan Desa Jokyoji di Echizen. dan mengembangkan Gaya Chujo. mereka balik kanan dan lari. tidak berarti saya harus menggunakan pedang pendek." "Tapi Gaya Tomita itu untuk pedang yang lebih pendek daripada pedang itu. Gaya apa yang kaupelajari?" Dalam hal yang berkenaan dengan permainan pedang. jadi saya putuskan menggunakan pedang panjang. "Oh. Panjangnya cuma semeter. dan jawabnya." "Oh. tapi saya bermaksud mencari pandai pedang yang baik di Osaka untuk menyetelnya kembali. Memang tampak mengesankan. pedang ini sudah lama menjadi milik keluarga saya. tapi kalau sudah terdesak. satu-satunya orang yang pernah diberinya sertifikat cuma Ito Yagoro Ittosai.

Dia tidak hanya menginginkan saya menerimanya. Sekali mulai. Sebelum ibu saya meninggal. "Ketika saya berada di Suo itu. tapi dia ada di Kozuke.co. karena pedang ini buatan Nagamitsu. berpura-pura menaruh minat besar." Mata orang muda itu pun basah oleh kenangannya. beliau memberikan pedang ini dan minta saya menjaganya betul. namun dalam masalah yang disukainya ia dapat berbicara berpanjang-panjang. Dengan itu saya mengembangkan teknik sendiri. Kapal mulai oleng. Sesudah pulang itu. dan dari ceritanya tentang pengalaman-pengalamannya di masa lalu. tiap hari saya latihan di sekitar Jembatan Kintai dengan menebasi sayap burung layang-layang dan menetaki cabang pohon liu. Tenki sudah belajar di sekolah itu lama sebelum saya. Dari situ. bersama sertifikat dan buku rahasia tersebut. tapi ia mempercayakan kepada Tenki sejumlah uang untuk orang muda itu. dia mengatakan pada kemenakannya itu akan memberikan sertifikat pada saya bersama buku metoda-metoda rahasia yang dimilikinya. membuat seluruh langit berwarna keabu-abuan. dan dia masih di sana ketika guru terbaring sakit di tempat tidur. beratus mil jauhnya dari Suo. Tenki kemenakannya. Toji sama sekali tidak terkesan oleh pemuda tampan yang emosional itu. Matanya mendung dan merenung. dia meninggal waktu engkau tak ada di tempat?" "Ingin sekali saya pergi mendapatkannya begitu saya mendengar tentang sakitnya. Orang menamakannya Galah Pengering. Pada suatu ketika. ini pedang terkenal. Sebelum mereka berjumpa pada hari yang telah ditentukan 310 thanks to. begitu. di Provinsi Suo." "Nagamitsu? Ah. Lagi pula. tampak bahwa wataknya lebih kuat daripada yang bisa disimpulkan melalui seleranya berpakaian. tapi berbicara dengannya lebih baik daripada sendirian dan merasa bosan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Iwakuni. dan buih air terbang ke kapal lewat bibir kapal. ketika siang dan malam sama lamanya. bahkan dengan sukarela ia memberikan keterangan." gumamnya. akhirnya ibu saya meninggal kira-kira pada waktu yang bersamaan. Sebaliknya." Awan-awan menyembunyikan matahari. tapi selamanya pedang ini dianggap buatannya. Kurang kemungkinannya bahwa Jisai yang tidak memiliki sanak dekat itu meninggalkan banyak kekayaan.com . jadi tak mungkin saya berada di sampingnya sampai akhir hayatnya." Walaupun sebelumnya pemuda itu pendiam. Di tempat asal saya." katanya. masa?" "Memang tak ada tanda tangannya pada ujungnya. "Jisai jatuh sakit. "Oh. syauqy_arr@yahoo. melainkan juga berharap bertemu dengan saya dan memberikannya langsung pada saya. saya betul-betul sedih dan menangis. ia terus mengoceh. Pemuda itu melanjutkan cerita sentimentalnya. yang intinya adalah bahwa ia telah menutup tempat semayam keluarganya di Suo. dengan sedikit saja memperhatikan reaksi pendengarnya.webng.id and dimhad. "Jadi. Ketika mendengar kabar itu dari Kusanagi Tenki. pemuda itu berhenti bicara sesaat lamanya. tapi Jisai mempertimbangkan pun tidak untuk memberikan sertifikat kepadanya. dan melalui surat menyurat ia mempersiapkan diri bertemu dengan temannya Tenki pada musim semi.

dan katanya. Pertanyaan itu sendiri cukup polos. Orang muda itu sendiri berencana menghabiskan waktu di Kyoto untuk belajar dan melihat-lihat. Saya tak percaya dengan segala yang saya dengar. untuk melihat sampai seberapa kebolehannya. tapi hampir setiap orang rupanya menduga Keluarga Yoshioka akan berakhir dengan Seijuro dan Denshichiro. Selesai dengan ceritanya. Sudah lama ia muak dengan pemain-pemain pedang muda sesat yang berkeliaran ke sana kemari membualkan sertifikat dan buku-buku rahasianya. anak tertua Yoshioka Kempo. Sekarang dialah yang ingin tertawa. Sudah pernah engkau mengunjungi tempat itu?" "Tidak. Tentu saja orang muda itu tidak mengetahui kedudukannya di perguruan tersebut. Dengan wajah memerot dan nada menghinakan. Bukanlah ia sendiri hampir dua puluh tahun lamanya di Perguruan Yoshioka. sebelum kau betul-betul berjumpa dengan mereka?" "Itulah yang dikatakan oleh samurai dari provinsi-provinsi lain. "Ya. ia menoleh kepada Toji dan tanyanya. Ia berpendapat tak mungkin ada sedemikian banyak ahli pedang yang mengembara berkeliling. dan tertawalah ia. "Kyoto?" gumamnya. tak sangsi lagi ia pasti menyesali apa yang baru dikatakannya." Toji ingin sekali menyuruh pemuda itu menjaga lidahnya. Tenki diperkirakan sedang mengadakan perjalanan keliling untuk belajar. "Saya dengar ada orang yang namanya Yoshioka Seijuro di sana. Cepat sekali ia membenci keyakinan diri orang muda yang kurang ajar itu. Untuk sesaat bahkan terpikir olehnya akan membuka identitasnya.webng. tapi kalau nanti sampai Kyoto. dan bukankah ia masih seorang murid. "Anda dari Osaka?" "Tidak. "Dan kukira engkau menduga dapat pergi tanpa cedera?" "Kenapa tidak?" tukas balik pemuda itu. terbawa oleh bunyi ombak dan layar. saya dari Kyoto. Kalau ia tahu. jadi menurut bayangan saya Kempo tentunya seorang pemain pedang besar. tapi menggawatkan keadaan pada taraf itu akan membuatnya tampak sebagai pihak yang kalah." Toji batuk-batuk untuk menekan tawanya. mendekati sikap merendahkan. "Yoshioka memiliki rumah besar dan banyak nama baik." "Bagaimana kau bisa demikian yakin.co. di tengah jalan antara Kozuke dan Awa. Toji bertanya. syauqy_arr@yahoo.com ." jawabnya singkat." Sejenak mereka berdua terdiam. saya ingin bertanding dengan Seijuro. Apakah dia masih aktif?" Toji jadi ingin sedikit mempermainkannya. "Perguruan Yoshioka kelihatannya sekarang berkembang pesat. namun pandangan mata Toji memperlihatkan sikap meninggikan diri. Tapi kata orang tak seorang pun dari anak-anaknya bisa menyamai tarafnya.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI di Gunung Horaiji di Provinsi Mikawa. "Jadi. kau punya rencana memasuki dunia ini lewat seni bela diri?" kata Toji. kemudian menoleh lagi pada Toji. Maka dengan seboleh-bolehnya menahan diri ia 311 thanks to. sekalipun murid yang mempunyai banyak hak istimewa? Pemuda itu beralih tempat duduk dan memandang dengan saksama ke arah air yang kelabu.

" "Oh." kata Toji. tapi lebih baik kau ingat bahwa tidak semua orang itu bodoh." kata Toji dengan nada bergaya.id and dimhad.webng. katanya. "Rupanya sekarang provinsi-provinsi penuh orang yang serbatahu. "jika kau demikian hebat hingga dapat meremehkan Keluarga Yoshioka sebelum kau sendiri ke sana. Lebih baik kau melihat dulu baik-baik siapa yang kauajak bicara." "Orang muda!" kata Toji tajam. "Tapi tak seorang pun di Kyoto suka mendengar Perguruan Yoshioka disepelekan. jadi saya sudah bikin kesal Anda. Tadi kau mengatakan sudah menemukan cara membunuh burung layang-layang pada sayapnya?" "Ya." "Anda pikir kata-kata saya itu cuma bualan?" "Ya... ya?" "Tidak. murid utama Yoshioka Seijuro. saya tadi mengatakannya. "Saya dapat melakukannya. Kalau kau meremehkan orang lain. Kau membual tentang menetak burung layang-layang dan bicara tentang sertifikat Gaya Chujo." Pemuda itu tidak segera memberikan jawaban. tidak bakal engkau sampai ke mana-mana.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menjawab. syauqy_arr@yahoo. Tapi cobalah engkau bercerita lebih banyak tentang dirimu. "Apa?" "Apa kau tahu artinya 'samurai setengah matang'? Demi masa depanmu. maka aku tak heran kalau Keluarga Yoshioka disepelekan." "Nah. 312 thanks to. Toji yang telah menyatakan namanya dan mengagungkan statusnya berjalan dengan gayanya ke buritan kapal." Toji mendekat sambil membusungkan dadanya. tapi jangan-lah sampai keterlaluan. tapi saya pikir itu perbuatan bodoh. Tapi masalahnya adalah aku Gion Toji." Dan ketika orang muda itu tidak mengatakan sesuatu. Toji melanjutkan. "Dari permulaan tadi aku sudah mendengar kau membangga-banggakan diri. tentunya tak sukar bagimu menetak salah seekor camar laut yang menukik ke kapal ini. "Tak seorang pun keberatan mendengar seorang muda membanggakan kemampuannya. terpaksa aku bertindak!" Waktu itu mereka sudah menarik perhatian penumpang-penumpang lain.co. sama sekali tidak." "Nah. kalau kau dapat melakukan itu. betul.com . sebelum kau membanggakan diri. kuperingatkan kau. Mendadak sontak terpikir olehnya bahwa Toji punya maksud tak baik terhadapnya. dan aku tidak keberatan. Saya hanya mengulangi apa yang saya dengar." "Ha! Tapi saya bukannya menyampaikan pikiran saya sendiri tadi itu. Sambil menatap bibir Toji yang cemberut." "Dan kau melakukannya dengan pedang panjang besar itu?" "Betul. Kalau sekali lagi kau mengeluarkan ucapan yang menghina Keluarga Yoshioka.

com . dan mendesak saya menebas burung camar. syauqy_arr@yahoo. Pemuda itu berhasil 313 thanks to. Oko menantinya apabila kapal masuk dermaga nanti.." "Aku tak punya maksud mencegahmu. "Apa maumu?" "Tuan sudah menyebut saya seorang pembual di depan banyak orang yang tak dikenal. Tak dapat lagi menahan sikap masa bodohnya. akan saya lakukan. Maka dengan menampakkan diri sesantai mungkin ia menelekan sikunya ke susuran kapal dan memandang penuh perhatian ke pusaran biru hitam yang terbentuk di bawah kemudi. kau akan benar-benar menjadi tertawaan." "Bagus sekali!" Toji tertawa mengejek. "Tuan." ulang orang muda itu. "Suruh burung camar terbang turun di depan saya. Toji bertanya." Toil tiba-tiba menyadari persamaan antara apa yang sedang terjadi itu dengan jalan cerita sebuah cerita lucu yang menurut kata orang diciptakan oleh pendeta Ikkyu. apa itu akan meyakinkan Tuan bahwa saya tidak hanya omong?" "Ya. ia akan mengalami kesulitan dengan para pejabat kemudian. Toji menatap ingin tahu. dan saya ingin Tuan menjadi saksinya.co. ya?" "Jika saya tebas seekor. pasti." "Tapi Tuan mau jadi saksi?" "Oh. Pemuda itu menepuk punggungnya pelan." "Akan saya terima kemungkinan itu. dengan senang hati. Sambil melakukan itu.. jika kau melakukan ini cuma demi kebanggaan dan kau gagal. dan bertanya apa yang dikehendaki pemuda itu. jadi aku tadi usul begitu. Dengan sikap sangat sungguh-sungguh pemuda itu berkata.id and dimhad. Saya merasa terpaksa melakukan apa yang sudah Tuan tantangkan pada saya untuk saya lakukan beberapa menit lalu." katanya dengan suara tenang yang tidak mengungkapkan kemarahan ataupun kebencian." "Apa yang kutantangkan untuk kaulakukan?" "Tidak mungkin Tuan sudah lupa. Toji sama sekali tidak merasa senang dengan keadaan itu. ya. berapa saja jumlahnya. sedangkan saya punya kehormatan yang harus saya junjung. sedangkan para penumpang ternganga dari jarak yang aman." "Baiklah." Pemuda itu mengambil posisi di atas lempeng timah di tengah dek belakang dan menggerakkan tangan ke pedangnya." "Hmm. "Tapi jangan lupa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menggeram tentang kekurangajaran para pemuda zaman sekarang. Tuan tertawa ketika saya katakan saya dapat menetak sayap burung layang-layang. dan jika sekarang ia terlibat dalam perkelahian.webng. Pemuda itu mengikutinya tanpa mengatakan sesuatu. Toji tidak menjawab. Saya siap menebas burung-burung itu. ia memanggil nama Toji. "Tuan.

syauqy_arr@yahoo. Secara refleks kepala Toji merunduk. kalau saya bermaksud melakukan itu. Gerakan itu demikian cepat. tentu saja dapat dia menebasnya. pemuda itu tidak berbohong atau menyuarakan bualan kosong. Gelungan rambutnya sudah hilang! Gelungan yang sangat dibanggakannya-kebanggaan tiap samurai! Dengan wajah mengerikan ia menyapukan tangan ke atas kepalanya. "Mengerti sekarang?" tanya pemuda itu sambil membalik. Kalau tak bisa membunuh camar laut lewat sayap-sayapnya. akan saya tebas yang lain buat Tuan.com . Kalau burung-burung itu tidak mendekat. "Bajingan!" Kemarahan yang tidak tanggung-tanggung melanda hatinya." Toji datang mendekat sambil menggeram. dan pergi di antara tumpukan bagasi. dan mintalah maaf. dan ternyata pita yang mengikat rambutnya di belakang kepala sudah lepas. "A-a-apa?" teriak Toji sambil terhuyung ke belakang dan memegang kerahnya. Suatu pikiran mengerikan bersarang di kepalanya. sedangkan pedang saya hanya satu meter panjangnya. tapi hormat yang dirasakannya itu satu hal. Kalau Tuan pikir lebih masuk akal saya memenggal kepala itu daripada membunuh camar laut yang tak bersalah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menganggapnya seekor keledai. Toji berkata senang.co. tak akan saya berdiri menanti di sini. Akan saya tunjukkan pada Tuan. ke arah bagian dek yang diterangi matahari. Toji kagum bahwa orang yang masih begitu muda dapat begitu hebat. 314 thanks to. sedangkan kemarahan dalam hatinya hal lain lagi." "Seperti misalnya. "Itu namanya Cuma mau mencoba menyelamatkan diri. Dengan marah ia berseru. seperti sebuah sikat kecil. Kalau burung-burung itu tidak mendekat.. karena justru pada saat itu pemuda itu mencabut pedang dari sarungnya dan mengayunkannya. "Omong kosong apa pula ini? Kalau orang bisa membuat camar terbang di depannya. katakan saja tak bisa." "Laut menghampar beratus mil jauhnya. hingga pedang yang panjangnya satu meter itu rasanya tak lebih besar dari sebuah jarum. "Apa maksudmu sekarang?" "Saya cuma ingin Tuan mengizinkan saya memanfaatkan kepala Tuan—kepala yang sudah Tuan pakai mendesak saya membuktikan bahwa saya bukan hanya membanggakan diri. dan sejauh yang ia ketahui.. Rambut yang tadi terikat pita itu memburai di seluruh permukaan kepalanya." "Apa kau sudah gila?" teriak Toji. Toji jadi merah padam karena malu.id and dimhad. ia sama sekali tidak cedera. ia lihat sebuah benda yang tampak aneh. Untunglah kepalanya masih ada. Ia memang masih muda. dan ia meletakkan tangan ke atas kepalanya." "Oh.?" "Cobalah maju lima langkah lagi.webng. Tahulah ia sekarang. Ketika ia memandang ke bawah. tapi ia pemain pedang menakjubkan. mana bisa saya menebasnya?" Sambil maju beberapa langkah.

dia menguyahnya sekarang. "Mestinya dia masih menyimpan tiga atau empat lembar lagi. dan katanya. setuju menerimanya. Berdiri di atas tumpukan muatan." Selembar kartu melayang turun. "Apa pula ini? Kartunya tak cukup!" "Ke mana perginya?" "Lihat sana!" "Aku sudah lihat. para penumpang lain semuanya memandang monyet yang waktu itu bertengger di puncak yang yang tingginya sepuluh meter. seorang di antaranya kebetulan memandang ke atas." "Nah. Dengan tubuh membengkak merah dan napas berat ia menabahkan diri untuk menyerang. tapi ia tak peduli. Jelas ia sedang lengah." "Bagaimana kalau Kapten sendiri?" "Saya pikir dia dapat. ia lihat pemuda itu sudah kembali ke tempat duduknya semula dan sedang mencari-cari sesuatu di dek. Tapi justru pada waktu itu timbul keributan di antara para saudagar yang sedang bermain kartu. Pasti dia mau. kalau dia memang mau.co. dan ia menyelinap ke belakang penyiksanya. dan Toji merasa bahwa kesempatan untuk membalas dendam tiba. Ia tidak yakin apakah sasarannya cukup baik untuk memotong gelung rambut orang itu saja tanpa mesti mengikutsertakan kepalanya. mencuri kartu. ha!" tawa seseorang. sepertinya dia sedang membagikannya." Ketika mereka sedang berteriak-teriak dan mengibas-ngibaskan permadani. "Ha. "Milik siapa monyet itu? Saya persilakan pemiliknya maju ke muka.com . ia berseru kepada para penumpang." "Bukan." "Tak seorang pun mau memanjat. katanya. ya.webng. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ketika mengangkat kepala dan melihat ke arah haluan. tapi sejumlah orang yang mengetahui bahwa monyet itu milik si pemuda tampan menjeling penuh harap kepadanya. Salah seorang saudagar mengambilnya. "Bukan main monyet itu—mencuri kartu. maka naiklah darahnya melihat pemuda itu tidak menjawab." Kapten mendengar usul itu. Kapten sendiri mengetahui." "Mesti ada yang naik mengambil kartu itu! Tak bisa kita main tanpa yang itu. "Di atas itu! Monyet itu yang mengambilnya!" Senang dengan hiburan yang lain daripada yang lain itu." Tak seorang pun menjawab.id and dimhad." "Mari kita tawarkan uang kepadanya. Sambil meludahi gagang pedang ia cengkeram gagang itu erat-erat. "Apa 315 thanks to. dan mengambil uang itu. tapi agaknya ia merasa bahwa sebagai pemimpin di kapal itu pertama tama ia harus menentukan tanggung jawab atas kejadian tersebut. Sambil meninggikan lagi suaranya.

Sambil memekik berang. Kapten memandang benci pada pemuda itu. Untuk sesaat ia seperti hampir tergantung-gantung. tapi saya tak ingin ada keluhan nantinya. Seperti kita lihat. berceloteh. Beberapa penumpang mulai berbisik-bisik dengan sikap tak senang. orang muda itu mendorong laras senapan dari kedudukannya. "Rupanya monyet hidup di laut dan di darat. Kapten mencekal dada orang muda itu. syauqy_arr@yahoo. Kapten!" Kali ini giliran Kapten berpura-pura tidak mendengar. karena sekalipun bertubuh kuat. Tiba-tiba ia memperlihatkan giginya.com . Tapi ada keraguan dalam hati siapa pun bahwa Kapten siap menggunakanmya. tapi dia tak mau. Kapten menghilang turun dan masuk palka. "Stop. Kalau nanti dia mengeluh menyatakan tidak mendengar saya. Wajah orang-orang dialihkan dari Kapten ke pemilik monyet. Pada detik terakhir. para penumpang menunduk sambil menutup telinga dengan tangan. seekor di antaranya sudah datang ke tempat kita. Di atas sana ia bermain dengan kartu itu dan melakukan segala yang dapat dilakukannya untuk menjengkelkan orang-orang di atas dek. "Apa pula Tuan ini?" pekik si orang muda.id and dimhad.webng. Monyet itu sedang menyenang-nyenangkan diri sepenuhnya." Pemilik monyet bersandar pada sebuah muatan dan sedang berpikir keras. Ia menekan pelatuk. kan?" "Saya sudah memberikan peringatan yang perlu!" "Bagaimana Tuan melakukannya?" 316 thanks to. jadilah saksi saya! Sebagai kapten. Para penumpang. saya minta saudara-saudara berdiri di pihak saya!" "Kami menjadi saksi Kapten!" teriak para saudagar yang waktu itu sudah hampir naik pitam. dan senapan meletus dengan suara berdentam. Tetapi tembakan itu melenceng jauh. Ketika muncul kembali. tapi sesudah sampai di sana rupanya tak tahu ia apa yang hendak dilakukannya. Tapi. pemilik monyet berseru. Namun pemuda itu hanya sedikit mengubah kedudukannva ke sisi dan berbuat seolah-olah tak suatu pun terjadi. ia sudah memegang senapan dengan sumbu lambat yang sudah dinyalakan. sementara salah seorang saudagar menarik lengan baju Kapten dan mendesaknya untuk menembak. dan sebagian lagi mulai bertanya apakah orang itu bisu-tuli atau sekadar kurang ajar. Kapten berbicara lagi. dan berlari ke ujung palang tiang. saya kira kita dapat melakukan apa saja yang kita kehendaki. saya sudah mengimbau pemiliknya untuk menyatakan diri.co. "Tuan mau menembak monyet yang tak bersalah dengan mainan Tuan itu?" "Betul.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pemiliknya tak ada di sini? Kalau tak ada yang memiliki monyet itu. saya akan mengambilnya. Kapten mengangkat senapan dan membidik." "Tapi perbuatan itu tidak begitu baik. Para pemain kartu menggerutu dengki. ia pendek dibandingkan dengan pemuda tampan itu. Karena dia tak bertuan.

Tak ada alasan saya untuk minta maaf!" Orang muda itu memandang tajam-tajam kepada para saudagar kaya dan menujukan tawanya yang keras mencemooh ke arah mereka.webng." ' "Itu sama sekali tak mengubah diri mereka-saudagar-saudagar yang rendah kelasnya dan tak kenal tanggung jawab. Kau pasti mendengar. minum sake.com . yang melempar-lemparkan emas di depan semua orang. dan berbuat seolah-olah pemilik kapal.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa kau tak punya mata dan telinga?" "Diam! Saya penumpang di kapal ini. kau toh dapat memperlihatkan iktikad baik pada orang-orang yang merasa terganggu oleh monyetmu?" "Orang-orang mana? Yang Tuan maksud gerombolan pedagang yang sedang berjudi di belakang tirai itu?" "Jangan omong besar kamu! Mereka membayar tiga kali lipat dari yang lain. Apa Tuan kira saya mau menjawab kalau cuma seorang kapten kapal berdiri di depan para penumpang kapal. 317 thanks to. Dan lagi saya seorang samurai. Saya sudah memperhatikan mereka. Bagaimana kalau monyet itu betul-betul lari membawa kartu mereka? Saya tidak menyuruh berbuat demikian.co. dan saya tak suka sama sekali pada mereka. Biarpun kau tak suka dengan caraku bicara. syauqy_arr@yahoo. Dia cuma menirukan apa yang mereka lakukan. lalu melenguh-lenguh seakan-akan dia majikan atau guru mereka?" "Jangan kurang ajar kamu! Aku sudah mengulang peringatan tiga kali.id and dimhad.

"Cuma karena tahu sedikit main pedang!" "Oh. Sedikit demi sedikit jarak antara suara-suara yang datang dari kapal dan suara-suara dari pantai memadu. "Apa putra pendeta Biara Sumiyoshi ada di kapal?" "Apa ada pembawa surat?" "Guru! Kami ada di sini. tak bakal bisa dia pergi tanpa perkelahian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 23. dengan pemandangan yang indah juga!" Tak seorang pun datang menjemput pemuda itu. Tuan-tanpa bayar buat monyet. tanpa memperhatikan para pencari pelanggan ataupun yang lainnya. waktu kapal memasuki pelabuhan Kizugawa.id and dimhad. Buat apa uringuringan karena kejadian kecil hari ini?" Sambil bercakap-cakap seperti ini. para saudagar tetap mengurus agar barang mereka yang bergunung-gunung dihimpun dengan tertib. Tuan bisa dapat kamar yang indah." "Tempat kami tepat di depan Biara Sumiyoshi yang cukup besar untuk peziarah. "Ke tempat kami. Orang terakhir yang meninggalkan kapal adalah Gion Toji. Teriakan-teriakan bersemangat riuh bunyinya memenuhi udara. sedangkan kita mengambil buahnya. di sini!" Seperti ombak. "Dia pikir siapa dirinya?" geram seorang penumpang. lentera-lentera kertas bertuliskan nama-nama berbagai penginapan melintasi dermaga menuju kapal. syauqy_arr@yahoo. dan kendaraan. disambut bau ikan yang meliputi segalanya. lentera. jangkar pun dijatuhkan. Tak pernah dalam hidupnya ia mengalami hari yang lebih tidak menyenangkan daripada hari itu. Lampu-lampu kemerahan berkelap-kelip di pantai dan ombak berdebur terus-menerus di latar belakang. 318 thanks to. mereka bahagia. Ia berjalan langsung dari dermaga. tali-tali dilontarkan dan tangga diturunkan pada tempatnya. tapi kain itu tak dapat menyembunyikan alisnya yang turun dan bibirnya yang cemberut. "Siapa ke penginapan Kashiwaya!" Orang muda tadi menerobos orang banyak dengan monyet bertengger di bahunya. sementara para pencari pelanggan berlomba-lomba melakukan pekerjaannya. Tugas kita sebagai rakyat adalah membiarkan mereka mengambil bunga.co. untuk akhirnya dijemput oleh kelompok manusia.com . Tak seorang pun dari mereka yang tidak segera dikelilingi beberapa perempuan yang penuh hasrat membantu." "Tenanglah! Biar saja prajurit-prajurit itu menyangka mereka lebih baik daripada siapa pun. Selama dapat bergaya seperti raja.webng. Kerang Pelipur Lara PETANG hari. Wajahnya mengungkapkan perasaan yang betul-betul tak enak. kemudian diturunkan. Kepalanya terbungkus kerudung untuk menyembunyikan gelungan yang hilang dengan cara sangat memalukan itu. Disertai kecipak air berwarna putih. kalau aku bukan cuma rakyat biasa.

" "Ada yang tidak beres? Kau tampak bingung. Bau pupur dan rambutnya yang manis menyusupi diri Toji.webng. "Semua orang? Apa maksudmu? Kupikir cuma kita berdua yang akan menghabiskan hari-hari menyenangkan di satu tempat yang tenang." kata Toji. Ada joliku menunggu. Waktu itu mereka berada di pasar ikan. aku tidak pergi.co." pinta Oko. dan sisik-sisik ikan yang bertebaran di jalan berkelipan seperti kerang-kerangan perak kecil. "Aku mohon. mencari penginapan yang baik." "Tapi dua-tiga hari ini—aku betul-betul mengharapkannya. orang-orang akan mengira ada sesuatu. dan kerut-merutnya menampakkan diri dari balik pupur yang dimaksud untuk menyembunyikannya." "Terima kasih. Pipinya yang sejuk menempel pada pipi Toji. "Lepaskan!" pekik Toji. Segala kemarahan yang telah bertumpuk dalam dirinya di kapal kini meledak.com . syauqy_arr@yahoo. minta aku menunggumu di sini. "Oko! Jadi. tapi kita masih akan punya kesempatan lain untuk bersama-sama. di samping daerah pelabuhan." "Aku mengerti.id and dimhad. Sekalipun kepalanya juga terbungkus kerudung." Pandangan cemas melintasi wajah Toji. ia menukasnya telak dan menyebutnya goblok." "Biar mereka mengira semaunya!" "Oh. "Aku tahu. Apa kau sudah pesan kamar buat kita?" "Ya." Ia merenggutkan lengan kimononya dari Oko dan bergegas pergi. "Suruh joli itu pergi! Bagaimana mungkin kau begitu bodoh? Kau ini sama sekali tak mengerti diriku. kan?" "Ya. "Kalau kau pergi sendiri. Ayo kita pergi ke Sumiyoshi. tapi kupikir surat itu tidak sampai pada waktunya. Kalau banyak orang di sana. Cuma sedikit mabuk laut.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Toji! Aku di sini!" seru Oko. Karena di sana betul-betul tidak ada orang. bukan? Kau menulis. "Ini cuma karena aku begitu kecewa. dan berangsur-angsur kemarahan dan rasa frustrasinya mereda. jangan bicara seperti itu!" mohon Oko." Ia menolak naik joli. mencoba meredakan kemarahannya." "Tak apa-apa. "Aku akan tinggal sendiri di mana saja!" lenguhnya. dan berjalan marah lebih dulu. wajah Oko terkena tiupan angin dingin selama menanti tadi. maka Oko memeluk Toji. Semua toko sudah tutup. Ketika Oko mencoba menjelaskan. Semua orang menunggu di penginapan." "Jalan sini. kau datang juga." 319 thanks to." "Itu yang kauharapkan.

syauqy_arr@yahoo." kata Oko mencela sambil menatap ke depan. tapi segera kemudian kaki mereka mulai membujur dengan nikmatnya. Satu hal.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau kau mengerti. Akan jauh lebih menyenangkan berada sendirian dalam kamar dengan Akemi dan kotatsu hangat. dan Akemi membocorkan pada mereka bahwa Toji akan datang. baiklah. tapi bagaimanapun ia senang juga meninggalkan tempat itu. mengenakan kimono berlapis katun nyaman yang disediakan rumah penginapan. ketika kedua orang itu tidak juga muncul. Ketika pembawa surat datang membawa surat Toji. daripada minum dengan gerombolan orang kasar ini. melainkan mencoba sekali lagi memaksa Toji mendengarkan penjelasannya." Konsekuensi wajar dari pernyataan ini adalah pesanan sake.webng. Suruh joli itu kemari. namun perasaan murungnya tidak juga membaik. Seijuro dan lain-lainnya sudah mandi. kenapa kauseret ikut orang-orang itu? Itu karena perasaanmu terhadapku lain dengan perasaanku terhadapmu!" "Sekarang kau mulai soal itu lagi. di mana suasananya lebih tenang. Akhirnya rombongan yang menginap di penginapan Sumiyoshi itu berjumlah sepuluh orang. tapi dasar nasib. satu orang berkata. tapi kemudian satu orang menyarankan agar ia dan Akemi mengundurkan diri ke kamar lain. aku sungguh bahagia!" seru Oko.com . 320 thanks to. "Apa tak ada gadis-gadis penyanyi di Sumiyoshi ini?" "Ide bagus! Apa salahnya kalau kita panggil tiga atau empat gadis manis?" Seijuro tampak ragu-ragu.id and dimhad. "Baiklah. "aku pergi denganmu. Di rumah penginapan. dan ia yakin bakal datang yang lebih buruk lagi. malam itu juga Seijuro datang di Yomogi bersama enam atau tujuh orang muridnya. "Cepat atau lambat mereka berdua akan datang. dan tampak seakan air matanya akan mengalir. Seketika itu juga orang-orang itu memutuskan akan mengantar Oko ke Osaka dan minta Akemi datang bersama mereka. Tapi ia bukannya menangis. Semula mereka minum hanya untuk menghabiskan waktu. tentu saja ia berencana untuk datang ke Osaka sendirian. mereka semua sudah kurang-lebih melupakan Toji dan Oko. Toji terpaksa membenarkan bahwa dalam keadaan seperti itu tak banyak yang dapat diperbuat Oko. dan mangkuk-mangkuk sake bergerak mondar-mandir lebih cepat. dan menyerahlah ia kepada nasib.co. Tindakan yang tidak terlalu halus untuk menyingkirkannya itu mendatangkan senyum sayu di wajahnya. pertanyaan pertama yang akan dilontarkan kepadanya adalah tentang hasil kampanye keliling yang telah dilakukannya. Hari itu jelas bukan hari baik baginya. Beberapa waktu kemudian. Tak ada alasan untuk duduk di sini berpangku tangan." "Oh. Tapi yang jauh lebih ia takuti adalah bahwa ia terpaksa melepaskan kerudung dari kepalanya." katanya. Bagaimana mungkin ia memberikan penjelasan tentang hilangnya gelungan itu? Akhirnya ia menyadari bahwa tak ada jalan keluar. dan ia merasa benci karena harus menyampaikan berita buruk pada mereka. lalu kembali ke dermaga. dan duduk menanti kembalinya Toji dan Oko. Tak lama kemudian.

si biang keladi vang berbau sake datang terhuyung-huyung dan merangkulkan tangannya ke leher Toji.id and dimhad. Setelah dibuat berpikir bahwa mereka semua berkumpul demi meyakinkan Toji bahwa semua itu diadakan untuk dia.." "Oh. "Hei. "Kerudungku!" sengal Toji. "Baru kembali? Kau tentunya bersenang-senang dengan Oko entah di mana. dan tak lama kemudian beberapa gadis penyanyi dari kelas yang oleh penduduk setempat dikenal sebagai "kebanggaan Tosamagawa" muncul di kebun di luar kamar. kemudian jatuh ke lantai bersama Toji pula. Tapi ketika mereka sedang masuk ke gang. Siapa itu Toji?" Masuknya Toji dengan Oko sama sekali tidak mengganggu acara itu. Tangannya cepat memegang kepalanya. dan sudah aus karena sering dipakai." "Hebat! Bagus sekali! Toji tua yang baik itu datang. dia bilang orang yang namanya Toji datang. pesta pun dimulai dengan sesungguhnya. Toji jadi muak. Ia panggil kembali gadis yang mengantar mereka dan minta dibawa ke kamar Seijuro. Itu mestinya tak boleh kamu lakukan!" Toji mencoba melepaskan orang itu dari dirinya. Dalam perjalanan.com . selagi kami duduk menunggu di sini.co. "Apa yang terjadi dengan kepalamu?" 321 thanks to. diiringi napas tersengal bersama." Untuk menghormati hadirnya wanita di tempat itu. Tak ada orang mengeluarkan uang untuk berkelahi! Kami panggil kalian kemari supaya kami dapat minum dan bersenang-senang. "Apa katanya? Ada orang datang?" "Ya. Semua mata memandang langsung ke tempat bekas gelungan Toji. si biang keladi telah menyambar kerudung itu dan kini ia menggenggamnya." "Nah. bermutu rendah. "saya senang mendengar itu. Orang itu menariknya ke dalam kamar. "Tuan-tuan datang kemari untuk minum atau bercekcok?" Orang yang menganggap dirinya pimpinan menyahut. bahkan sesungguhnya mereka berdua diabaikan. bagus! Mari kita nyanyikan lagu-lagu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Segera sesudah ia keluar dari ruangan. Toji!" katanya dengan nada malas. Musik dimulai. Sambil jatuh. semangat meningkat. Suling dan shamisen yang mereka bawa sudah tua." kata gadis itu dengan bijaksana. beberapa tulang kering yang berambut pun ditarik masuk ke balik ujung kimono.. menendang beberapa guci sake. dan beberapa tubuh yang menggeletak menegakkan diri. tapi sia-sia. tapi saya harap betul Tuan-Tuan sedikit tenang. "Kenapa Tuan-tuan begini ribut?" tanya seorang di antara perempuan itu lancang. dan pesta berkembang pesat. syauqy_arr@yahoo. Pesta sedang berjalan sehebat-hebatnya ketika seorang gadis muda masuk memberitahukan bahwa orang lelaki yang tiba dengan kapal dari Shikoku itu telah datang dengan temannya. orang itu menginjak sebuah-dua buah baki.webng. kalau itu yang kaukehendaki. dan Toji meronta-ronta. "Jangan mengajukan pertanyaanpertanyaan tolol. tapi terlambat.

dan tak seorang pun bicara lagi tentang gelungan itu. Tunjukkan pada kami!" Dari lelucon ringan itu jelaslah bahwa tak seorang pun percaya pada Toji. Ia sampaikan pada mereka cerita lucu tentang pemotongan gelungan itu dan ia akhiri ceritanya dengan mengatakan. ia menggagap.co. Mereka duduk melingkar.id and dimhad. sebagian dengan dada dibidangkan. seorang saudagar masuk. "Ah. Tapi segera mereka temukan bahwa Toji sudah bangun lebih pagi. Kehormatan Perguruan Yoshioka sedang dipertaruhkan. Tanpa mengetahui siapa mereka. Dan ketika mereka berada di tempat mandi. sebagian lagi dengan tangan disilangkan. syauqy_arr@yahoo. untuk ditanyai tentang kejadian tersebut. tak apa-apa.webng. kemudian langsung berangkat dengan Oko ke Kyoto sesudah makan pagi. Kita harus menunjukkan kepadanya bahwa bukan hanya kebanggaan Gion Toji yang tersangkut di sini. tapi pesta berjalan terus. "Dia bawa pulang bisul untuk oleh-oleh!" "Tutup tempat yang busuk itu!" "Jangan cuma bicara. kalau memang benar demikian. Pukul sepuluh." "Tapi persoalannya. tapi apa tindakan kita?" "Nah. Hal ini membenarkan tepatnya cerita itu. Aku punya bisul. buruk keadaannya. "Samurai yang kehilangan rambutnya itu menyatakan diri sebagai murid terkemuka Keluarga Yoshioka di Kyoto. kelompok yang sama sudah berkumpul di pantai di belakang rumah penginapan." Tanpa kecuali. dalam keadaan sudah tidak mabuk dan tenggelam dalam pembicaraan yang sangat serius. ha. Kita harus bertindak!" "Tentu saja.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ha. Pendapat saya. apakah benar begitu?" "Aku mendengar dengan telingaku sendiri. mereka memesan air hangat untuk mandi. semua orang tertawa terbahak-bahak.com . ia bercerita tentang apa yang telah terjadi di kapal. Pagi berikutnya persoalan sudah lain sama sekali. berbicara sepatah dua patah kata dengan Seijuro. yang mendorong orang-orangnya memasuki pertempuran. sekarang ini masih belum terlambat. Sambil memungut kerudungnya dan mengembalikannya ke tempatnya. Kita harus menemukan orang yang membawa monyet itu dan memotong gelungannya. Ketika terbangun pagi itu. "Dari segi mana pun. untuk menghilangkan sisa mabuk mereka. tapi semuanya tampak muram. ha! Cukuran baru rupanya!" "Di mana kaudapatkan itu?" Wajah Toji menjadi merah padam." Murid-murid Yoshioka cepat bebas dari mabuknya dan pergi mencari murid senior yang sulit diatur itu. Ini persoalan yang menyangkut martabat seluruh Perguruan Yoshioka! Ada yang keberatan?" Biang keladi yang mabuk semalam itu kini menjadi letnan yang gagah berani. 322 thanks to. Apa kau mau menyebutku pembohong?" "Kita tak dapat membiarkan hal itu berlalu tanpa melakukan sesuatu. keadaan Keluarga Yoshioka itu tentunya lebih buruk lagi dari yang dapat dibayangkan orang.

mereka memutuskan lebih masuk akal menemukan pemuda tak dikenal yang membawa monyet itu dan membersihkan nama baik Yoshioka. dan mulai beraksi." "Tapi aku mencari jenis kerang yang sangat khusus." "Aku berani bertaruh tak ada barang macam itu!" 323 thanks to. kecuali kalau kami bertindak cepat. ya?" "Kalian orang-orang lelaki ini menghabiskan waktu dengan mengejar hal-hal paling tolol. Ketika orang terakhir melewatinya. "Bukannya kami suka berkelahi." Ia menyampaikan pada Akemi apa yang telah terjadi. "Ke mana kalian semua ini pergi?" "Oh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI namun daripada mengejar Toji si pengecut. "Bagaimana kalau kau ikut mencari denganku? Setiap orang mendapat bagian wilayah untuk diliput." "Apa yang dilakukannya?" "Sesuatu yang akan membikin malu nama Tuan Muda. Perempuan biasa menghamburkan waktu dengan cara-cara yang lebih gila daripada lelaki. Namanya pelipur lara.webng. Dia membawa monyet. tapi langsung membuangnya kembali. Sekalipun waktu itu musim dingin. Namun ia gagal membangkitkan minat Akemi setitik pun. Contoh yang tepat buatmu. ia berseru. Dengan mata terbuka lebar karena heran." "Oh? Dan apa betul ada kerang macam itu?" "Ada! Tapi orang bilang kita hanya dapat menemukannya di sini." "Hah?" Dan dengan mata menyipit ia memandang Akemi curiga." "Apa yang kalian cari?" "Seorang samurai muda dengan jambul panjang. Akemi memandang orang orang Yoshioka berlari ke arah yang berbeda-beda itu. memunguti kerang laut satu demi satu. tapi kalau kita biarkan dia lolos. Akemi yang bertelanjang kaki bermain di tepi air. "Dan apa yang kamu lakukan di sini selama ini?" "Aku?" Akemi menjatuhkan pandangan matanya ke pasir indah di sekitar kakinya. sementara ujung sarung pedang mereka mendongak-dongak ke udara. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. dia dapat mendatangkan aib bagi perguruan yang menjadi pusat terbesar seni bela diri di negeri ini. mengibaskan pasir yang menempel di kimono. "Kalian ini selalu saja mencari perkelahian!" kata Akemi dengan nada tidak sependapat. dan katanya.co. di pantai Sumiyoshi. Dalam sidang perang di tepi pantai itu mereka menyepakati sebuah rencana. Tidak jauh dari sana. lalu bangkit berdiri.com . "Aku mencari kerang laut. kamu?" kata orang itu. matahari bersinar hangat dan bau laut memancar dari buih ombak yang menghampar seperti rantai bunga mawar putih sejauh-jauh mata memandang." "Dan bagaimana kalau benar begitu?" "Kamu gila." "Buat apa mencarinya? Ada berjuta-juta kerang di seluruh tempat ini.

syauqy_arr@yahoo. dan ia tunjuk sebuah batu berukiran sebuah sajak kuno. demikian diputuskannya." Samurai itu tertawa. keajaiban apa yang akan kaudapat?" "Mudah sekali. Tapi kenangan tentang Musashi yang sekali-sekali menjadi pelariannya sering juga menjadi sumber kesengsaraannya. "Lihat! Bukti apa lagi yang kamu perlukan?" "Ah. maksudmu kamu mau lebih lalai daripada sekarang" "Ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ada! Kalau kamu tak percaya. Bagaimana kalau kamu tinggal saja di sini. salah satu kebohongan tak berguna yang disampaikan dengan puisi. Ada beberapa hal yang tak dapat kulupakan.co. Kalau kita masukkan satu ke dalam obi atau lengan baju kita. karena itu aku merasa tidak bahagia siang hari dan berbaring dengan mata melotot malam hari. Ingatan akan Seijuro itu saja membuat hatinya dingin. itu kan cuma dongeng.com . ini bukan waktu untuk mainan anak-anak!" kata samurai itu mencela. ataukah pada keinginan untuk melontarkan kenangan itu ke laut. Sekiranya kupunya waktu. dan merasa bimbang apakah akan berpegang teguh pada sejumlah kenangan yang didambakannya. Apabila sedang sedih. dan ia pun melesat sekencang-kencangnya. kalau saja Seijuro melupakan segala yang menyangkut dirinya. ayo pergi denganku. kita dapat melupakan segalanya. melainkan akan diselipkannya ke dalam lengan baju Seijuro. jika misalnya memang ada. karena kenangan itu membuatnya ingin lari dan meloloskan 324 thanks to. Jika sekiranya memang ada yang namanya kerang pelipur lara itu. Ia cenderung yakin bahwa Seijuro ada di dunia ini semata-mata untuk meruntuhkan masa mudanya. kemudian tiba-tiba ia ingat akan kewajibannya. Orang bilang akan sampai ke sana Kerang penyebabnya Lupa akan cinta Dengan bangga Akemi berkata. dan juga air.id and dimhad. bukan ia yang akan membawanya. Akan kutemukan ia di pantai Sumiyoshi. Pada waktu ini ia sedang merangkul lutut. Karena itulah aku mencarinya. dan membayangkan alangkah baiknya hidup ini." Ditariknya pemuda yang enggan itu ke barisan pohon pinus." -Tapi di Sumiyoshi ada juga bunga yang bikin kita lupa. Aku ingin melupakan semuanya. Akan kutunjukkan nanti. "Jadi. Ketika Seijuro mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaan cinta bercampur bujukan." "Nah. Ia mengeluh. ia menghibur diri dengan memikirkan Musashi. Akemi sering mengira bahwa persoalan yang dihadapinya akan terpecahkan jika saja ia dapat melupakan masa lalu dan menikmati masa kini.webng. membantu mencari?" "Ah.

Ingat tidak." "Ibuku? Dia tidak memikirkan aku. Pikiran-pikiran Akemi terganggu oleh datangnya seorang pembantu rumah penginapan. "Tak ada orang lain di sini hari ini. di mana Nona tadi? Tuan Muda memanggil-manggil Nona. Pada waktu mereka hadir. hingga belum dapat barangkali ia menerima cinta seorang lelaki." "Coba duduk sini. pembantu datang berlari. Dia sendiri yakin. Di halaman. Apa salahnya?" "Banyak salahnya. angin lembut gemeresik lewat pohon-pohon pinus yang layu. dan katanya. karena tahu besar kemungkinan Musashi telah sama sekali melupakannya. 325 thanks to." "Berapa kaukira umurmu pada hari ulang tahun yang akan datang?" "Tak ada artinya. barangkali sedikit sembrono. ia jadi ketakutan. Ibumu cukup bijaksana dengan kembali ke Kyoto. "Kau keluar dalam udara dingin begini?" tanya Seijuro.. Semua orang di sekitarnya menganggap Akemi sangat bahagia." "Aku tak mau." "Aku memang anak kecil. dan beliau kuatir sekali." "Kau ini macam anak kecil. Tapi bila sendirian. Di pantai matahari terang. Melihat ia berada di dekat prasasti batu. dan menghilang. Kamar dalam keadaan tenang." "Akemi!" Seijuro menangkap pergelangan tangannya dan menariknya ke dirinya. Akemi menjumpai Seijuro sendirian menghangatkan kedua tangannya di bawah selimut merah yang menutup kotatsu. dan mencibir bila perlu." Di rumah penginapan.co. ia tertawa berkelakar." "Apa yang kaulakukan di sana?" "Mencari kerang laut. Alangkah mudahnya berlari langsung masuk ke dalamnya.com . Ibu Akemi sama sekali tak mengira bahwa Akemi menyimpan pikiran pikiran putus asa semacam itu. tapi bagaimanapun masih kuncup yang belum berkembang. menggemerincingkan giring-giringnya. alangkah baiknya kalau ada cara yang dapat kupakai untuk menghapus wajahnya itu dari pikiranku!" pikirnya. apalagi Seijuro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diri ke dunia impian. syauqy_arr@yahoo. "Kenapa mau lari?" tanya Seijuro menuduh. dia masih muda. dan tubuhnya pun menegang.webng. ibunya dan orang-orang lelaki yang datang ke warung teh itu sesuatu yang berada di luar dirinya. Nanti aku kepanasan. "Apa maksudmu? Rasanya tidak dingin. Bagi Akemi. Ia ragu-ragu akan menyerahkan diri seluruhnya kepada khayal. tapi Seijuro memegang pergelangan tangannya erat-erat. Dan memandang laut itu. aku masih muda. desah-desahnya muram dan gelap." Akemi memandang mata Seijuro yang menyala. "Oh.id and dimhad. Air Laut Pedalaman yang biru tiba-tiba tampak begitu memikat. "Oh. Aku masih anak kecil. Secara tak sadar ia mundur. Kau mesti memikirkan rencana-rencana ibumu untukmu.

dan lagi. jadi begitu perasaanmu? Lebih baik kautanyakan soal itu pada ibumu! Sudah cukup banyak aku membayar. "Menjeritlah. tangan kanannya memegang tangan kiri yang baret-baret berdarah. bukan. hari ini mari kita. Seijuro muncul di lorong luar.co. dengan wajah pucat seperti mayat.." Di atas shoji." "Tubuhku bukan milikmu!" "Oh. kau tak mau menyerah karena caraku yang salah. Kau tahu perasaanku padamu. seakan-akan tak sesuatu pun terjadi. Sering ia mencari kesenangan dan hiburan dengan sake." "Aku mau pergi dari sini. Ini kesempatan baik. "Kenapa kauperlakukan aku seperti ini. Rumah besar terlalu jauh dari sini. Oko sudah lama memberi izin.com . sinar matahari pucat berbaur dengan bayangan resah pohon-pohon pinus. Tak mungkin gadis itu cukup kuat melawan teknik-teknik militer Delapan Perguruan Kyoto. aku menjerit!" "Menjeritlah. biar bagaimana kamu tak mau?" "Berhenti! Lepaskan!" Sekalipun tangan Akemi sudah merah oleh cengkeramannya." "Oh. kataku!" Tiba-tiba Akemi membungkuk dan merendahkan kepala dengan malunya. anak anjing! Jeritkan semua yang kaumau! Tak seorang pun akan datang. Tak ada yang akan mendengarmu. aku sudah bilang pada mereka supaya kita jangan diganggu. Seijuro tetap tak mau melepaskannya. tapi aku belum menjual diriku! Lebih-lebih pada lelaki yang kupandang rendah. tapi hari ini ia tak minum apa pun. 326 thanks to. Jadi. Di luar. "Jadi. Dia bilang." "Takkan kubiarkan. Beberapa waktu kemudian. ibuku mungkin sudah menjualku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak mau lari." "Berhenti! Lepaskan tanganku! Lepaskan. lebih dari maut sendiri!" "Apa?" pekik Seijuro sambil melontarkan selimut merah ke atas kepala Akemi.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo. Hari ini Seijuro lain dari biasanya. segalanya tenang kecuali pukulan ombak di kejauhan dan cicit burung-burung." "Tak ada orang lain sekarang di sini. Akemi?" "Kesempatan apa?" "Jangan keras kepala begitu! Sudah hampir setahun kita saling bertemu. Akemi? Kau mau menghina aku?" "Tak mau aku bicara tentang itu! Kalau tidak kaulepaskan.. Diam yang dalam mengiringi raungan Akemi yang teredam.webng. Akemi menjerit sekuat paru-parunya.

webng.com . 327 thanks to. Seijuro yang tangannya kini berbungkus handuk berseru kaget dan bergerak seakan hendak menghentikannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tak lama sesudah itu pintu terbuka lagi dengan suara berdentam. dan Akemi muncul. tapi tidak cukup cepat. tapi ia tidak mengejar Akemi. Senyuman kepuasan yang amat sangat. sementara Akemi menyeberang halaman dan masuk bagian lain rumah penginapan. Tak lama kemudian senyuman tipis jahat tersungging di bibirnya. Wajah Seijuro mengerut gundah.co.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo. Gadis yang sudah setengah gila itu melarikan diri secepat kilat.

karena itu mereka demikian tenggelam dalam agama. syauqy_arr@yahoo. ia selalu bersama mereka-jalan. Apa kau mau sedikit?" Paman Gon tertawa.com .co." Barangkali inilah barang pertama dari delapan puluh kapal upeti yang disampaikan Raja Silla kepada Maharani Jingu. air rebusan kacang yang dicampur makanan kuda kalau diminum bisa menghentikan teriakan dan kerotan gigi malam hari. Sudah lama kita tidak bersama-sama merayakan Tahun Baru." "Kupikir begitu. ia telah membulatkan hati untuk meninggalkan mereka beberapa hari sesudah hari pertama Tahun Baru. Lima atau sepuluh hari melihat-lihat pemandangan mungkin bagus dan baik-baik saja. jalan.webng. "Sebentar lagi Tahun baru. tapi ia takut memikirkan harus menyertai mereka membalas dendam. itu dia. Hmm. Tapi ibunya tak hendak mendengarkan. dan sekali lagi jalan." "Lihat kandang kuda-kuda suci itu! Apa bukan binatang yang elok itu? Pasti dia dapat nomor satu dalam pacuan kuda tahunan di Kamo. dan sedapat-dapatnya berhenti di setiap biara dan kuil dengan meninggalkan persembahan dan 328 thanks to. Lebih baik ia pergi mencari Musashi sendirian.id and dimhad." Matahachi mengikuti dari belakang dengan malasnya." "Maksudmu yang putih itu?" "Ya. sedikit. "Jangan berbuat tolol macam itu!" Dan sambil menoleh ia bertanya. apa bunyi papan nama itu?" "Katanya. tapi biara ini bagus sekali gedung-gedungnya. "Dan Ibu ingin kau menyambutnya bersama Ibu. Berlalunya Seorang Pahlawan "PAMAN GON!" " Apa? " "Paman capek?" "Ya. "Apa yang terjadi dengan Matahachi?" "Rupanya ngeluyur. kita dapat melihat Tori Agung yang asli." Wanita tua itu mengangkat tangan memanggil anaknya. tapi mari kita pergi ke Lentera Tinggi. dan ini barangkali kesempatan kita yang terakhir. apa ini bukan pohon jeruk yang disebut pohon rahasia Wakamiya Hachiman itu?" "Rupanya. Kesabarannya mulai menipis. Semenjak ibunya menangkapnya di Osaka. ya? Hei." "Oh. Aku sendiri hampir mogok. Osugi dan Paman Gon barangkali kuatir takkan lama lagi hidup. ketika maharani itu menaklukkan Korea." Walaupun Matahachi tahu tak dapat menolak ibunya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 24." ujarnya. Sudah dicobanya meyakinkan mereka. bahwa berjalan bersama-sama seperti itu merupakan cara yang buruk. istirahat dekat panggung tarian suci. "Kalau kita lewat jalan itu.

" Terjerat oleh sarang labah-labahnya sendiri. "Rasanya aku mencium bau enak! Orang menjual remis panggang di warung teh tepi pantai itu. Apabila malam tiba dan mereka kembali ke rumah penginapan. sudah sewajarnya kalau dia berhenti dan berdoa kepada dewa-dewa. Matahachi masih marah-marah. katanya ramah. Sambil menawarkan mangkuk pada Osugi. Sementara kedua orang itu duduk seenak-enaknya di bangku luar. Osugi sampai pada batas kesabarannya. Ia memperolok-olok Osugi setiap kali ada kesempatan. tapi begitu Matahachi sudah terbiasa dengan ibunya lagi. Ingat-ingatlah kata-kata Ibu ini. Paman Gon! kamu lebih tua daripada Matahachi. Langkah Matahachi tidak berubah. mestinya tahu. "Sudah cukup kamu minum!" omelnya. Dua-tiga hari pertama segalanya semanis madu antara mereka. Karena dirasanya akan terdengar khotbah lagi. dan gerutunya. "Ini akan membikin Matahachi riang sedikit. "Bukan main pasangan ini!" keluh Paman Gon sendiri.co." "Menjengkelkan!" geram Matahachi. Ketika ia meminta guci keempat kepada Paman Gon. yang membuat Matahachi jadi lebih murung lagi. Hampir seluruh hari ini mereka habiskan di Biara Sumiyoshi. Paman Gon masuk dan keluar lagi membawa sake." Baik ibu maupun anak tidak memperlihatkan kegairahan. syauqy_arr@yahoo. "Ini bukan piknik. Barangkali kau sedikit terlalu keras kepadanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mengajukan permohonan panjang-panjang kepada para dewa dan Budha. sama seperti jengkel ibunya kepadanya. tapi Paman Gon berhasil membawa mereka ke warung tepi laut yang dipasangi kerai gelagah tipis itu. dan segera mengosongkan tiga guci sake secepatcepatnya.webng. Osugi menyuruh Matahachi duduk di depannya dan kemudian mengkhotbahinya. "Aku tak ingin minum apa-apa. tukasnya." Osugi memalingkan muka. "Oh. ia berjalan menyeret kaki dan cemberut." 329 thanks to. "Ibu ini terus saja menyuruhku cepat dan tunggu! Cepat dan tunggu. cepat dan tunggu!" "Apa yang mesti Ibu lakukan pada anak lelaki macam kamu? Orang datang ke biara. karena tahu benar hal itu akan membuat ibunya pucat kelabu. ia bergerak memintasinya. kalau kamu mau berdoa bersama kami. Mari kita ke sana makan remis." serunya riang. mulailah ia tersinggung oleh segala yang dilakukan dan dikatakan ibunya.com . Paman Gon menawarkan mangkuk pada Matahachi. sambil mencari-cari cara untuk meredakan kekesalan perempuan tua itu dan mengembalikan sedikit ketenangan pada wajah kemenakannya yang cemberut. Kecuali itu. Ia jengkel sekali pada ibunya. "Siapa yang menjengkelkan?" teriak Osugi berang.id and dimhad. "Apa kamu tak bisa jalan lebih cepat?" tanya Osugi marah. Belum pernah Ibu lihat kamu membungkuk kepada satu dewa atau Budha pun. Matahachi sudah kalut oleh rasa bosan. dan kita rancang kemari bukan untuk mabuk! Kamu juga jaga dirimu. takkan lama kamu menunggu. kamu akan menyesal nanti.

"Goblok!!" teriak Osugi. agaknya kepalanya disibukkan oleh pikiran-pikiran lain. melainkan mengatakan. Aku pergi!" Mendidih karena marah. "Jangan mencoba menghentikannya.id and dimhad. yang menunjukkan kamu punya rasa bangga atau hormat diri?" "Ibu. lalu berjalan pergi beberapa langkah jauhnya.." "Oh." Ia mengejar Paman Gon. perempuan tua itu mencoba memanggilnya kembali dengan suara bergetar memilukan." katanya sia-sia kepada Paman Gon. Osugi berdiri. Dimarahinya Matahachi dengan garang. Tunggu di sini sebentar!" Belum habis kata-kata itu diucapkan. aku bukan orang tak berharga seperti yang Ibu pikir. aku orang dusun yang tak tahu terima kasih dan tak punya rasa hormat diri. "Ke mana kamu pergi? Matahachi. rasa cinta yang dahsyat. dan mencoba menyembunyikan wajahnya dengan menggosokkan tangan ke wajah itu. sampai ibunya selesai. seolah-olah ia sendiri yang minum. Karena terkejut. "Tak ada gunanya. tapi Ibu takkan tahu soal itu. Tapi Matahachi tak menghiraukannya." "Ha! Kuharap memang demikian." katanya menurut. Paman Gon yang sebetulnya dapat berlari dan mencoba menghentikannya hanya berdiri memandang tajam ke laut." katanya. tak peduli apakah orang lain mendengar atau tidak. kalau dipikir-pikir. kemudian duduk kembali. Ibu akan menyesal sudah mengatakan itu. Matahachi sudah menyinggung sedalam-dalamnya cinta dan keprihatinan ibunya. tapi bukan menjawab. tapi aku sangsi apa akan bisa terjadi meski seratus tahun lagi. Osugi tak peduli lagi apakah harus menanti sampai mereka kembali ke rumah penginapan." "Kalau Ibu sedih sekali punya anak seperti aku. dan kupikir hari kelahiranmu itulah hari buruk buat Keluarga Hon'iden!" "Lebih baik Ibu tunggu dan lihat! Aku masih muda. Sungguh menyedihkan.com . tak banyak lagi gunanya aku ada di sini. "Gadis di sana itu aneh sekali gerak-geriknya. tak seorang pun yang lebih mengenal anak daripada orangtuanya. jadi Ibu tak bisa tahu? Coba dengar. "Ya.webng. syauqy_arr@yahoo. tapi sekitar dua puluh meter dari warung itu kakinya terantuk gumpalan rumput laut dan ia jatuh 330 thanks to. Ibu sudah menyimpulkan. walau rapuh. Lalu semuanya terjadi dengan sangat seru. ia sudah melemparkan capingnya ke bawah tepi atap warung dan berlari secepat anak panah ke air. kan? Betul?" "Betul! Apa yang sudah kamu lakukan sampai sekarang. "Baik. kau benar.. Matahachi menatapnya dengan pandangan ingkar yang muram. Matahachi. kalau Ibu sudah mati dan dikubur." Paman Gon menoleh kepadanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Paman Gon menjadi malu.co. Ia bangkit berdiri. Suatu hari nanti. "Jadi. ia bangkit berdiri dan berjalan pergi dengan langkah-langkah panjang dan mantap.

sementara rambutnya yang hitam berkibar di belakangnya. "Kau berkelakar?" kata yang lain tertawa. Ketika terlihat kembali Paman Gon. "Bunuh diri karena cinta?" tanya seorang. goblok! Cepat. Sambil menggerutu marah ia bangun. "Apa bisa kita selamatkan dia?" 331 thanks to." Dari arah rumah penginapan ada empat atau lima orang yang datang mendekat. tapi ia berdiri saja. gadis itu masih berdiri dalam bayangan pohon-pohon pinus. wajah dan bahunya penuh dengan pasir." Beberapa menit kemudian. ya?" Ia sendiri tenggelam ke bawah permukaan air. "Hei. Sambil melambai-lambaikan tangan. Bahkan dengan giginya yang masih menggigit bibir bawah itu. meninggalkan pusaran di permukaan. Ia begitu kalang kabut. Tiba-tiba tubuhnya menghilang diiringi bunyi aneh. berlari. memandang kosong ke laut. Di antara mereka Seijuro yang dengan napas sesak menerobos kerumunan orang banyak itu. syauqy_arr@yahoo. Gadis itu menampilkan wajah aneh. tapi baik ia maupun gadis itu sudah tidak bernapas lagi. dan jatuh-bangun ia memerintahkan orangorang di pantai untuk menolong. dan dengan cepat ia mendekati titik terjal di dasar laut.id and dimhad. pupur dan lipstiknya tidak terhapus. ya?" jeritnya. terselimut buih putih. Paman Gon berseru-seru kalut. Sambil mendekatinya. Ketika dilihatnya kedua orang itu tenggelam. hingga tampaknya ia sendiri sudah gila. kalau tidak mereka tenggelam. mulutnya yang ungu seperti menampakan gerak tawa. orang tua goblok! Ke mana kamu pergi? Sudah kehilangan akal. beberapa nelayan membawa tubuh mereka dan meletakkannya di atas pasir. dan ia tampak seakan masih hidup. seakan-akan merekalah penyebab terjadinya kecelakaan. Osugi berlari ke sana kemari di tepian. "Saya pernah melihat gadis ini. kedua matanya melotot seperti cermin." seseorang berkata. namun terlambat. karena sekalipun rambutnya kusut dan kacau. Wajahnya menjadi pucat. betul! Dia tinggal di penginapan sana itu.co. Ketika Paman Gon pertama kali melihatnya. Kelihatan la sudah hampir kesurupan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tertelungkup. tapi kemudian tiba-tiba ia berlari menyeberang pasir dan masuk air. jeritannya berubah menjadi seruan-seruan lantang minta tolong. "Akemi!" teriaknya. dan terus ke tengah. gelagapan. tapi gadis itu terus dengan tekadnya. Paman Gon berhasil mencekal obi gadis itu dan masih menggenggamnya. Lebih jauh lagi di tengah laut kelihatan seorang gadis muda yang mati-matian berusaha masuk ke air dalam. Ia lari kencang-kencang mengikuti Paman Gon. "Sudah nekat bunuh diri.webng.com . Paman Gon sudah masuk air sampai setinggi lutut. "Anak gila!" teriak Paman Gon. Air kini sudah sampai pinggangnya. "Apa bukan dia yang cari kerang di pantai belum lama ini?" "Ya. "Selamatkan mereka.

" Osugi berhenti menangis cukup lama untuk berpaling kepada mereka. ia memerintah mereka membuat api. Para nelayan menyerah. ia kerjakan dengan air muka semasam-masamnya. seakan-akan mereka musuh. Namun ia bukannya menghargai bantuan mereka. Mereka mulai menampar-nampar punggung kedua orang itu dan menekan-nekan perutnya. Seberapa banyak pun usaha Osugi tak akan dapat membukakan matanya kembali. memeluk tubuh Paman Gon erat-erat. Oh. Ia tidak hanya tua. Ia mengeluh bahwa mereka tidak menekan dengan cara yang benar. berurai air mata. Bagi orang-orang di pantai itu. tapi ia pun telah minum sake cukup banyak sebelum menyelamatkan gadis itu. Osugi membuat api dan duduk di dekatnya. Akemi dapat kembali hidup karena ia masih muda. Ia mencoba dan mencoba lagi mengembalikan kehangatan tubuh yang telah mati itu. Ombak laut menggelap. "Orang tua itu telah pergi. bahwa yang mereka lakukan takkkan ada hasilnya. Ia kunyah beberapa pil dari kotak obat dalam obinya 332 thanks to. Seijuro menyuruh orang-orang dari rumah penginapan membawa Akemi pulang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak bisa. tinggallah Osugi sendirian dengan mayat itu. tapi Paman Gon." Para nelayan melepaskan cekalan Paman Gon. "Akan kuhidupkan dia kembali! Akan kutunjukkan pada kalian.. Kalau dia bisa menghidupkannya lagi. meletakkan kedua tubuh itu berdampingan. karena itu akhirnya orang yang paling bersimpati kepadanya pun menjadi marah.id and dimhad. dan ia menyuruh mereka pergi mencari obat. kalau Tuan cuma berdiri melongo. Beberapa orang itu tinggal membantunya. kabut bangkit dari laut. ia bukan sanak ataupun teman. Tekadnya itu menimbulkan air mata orang-orang yang menyaksikannya. "Apa maksud kalian? Kenapa dia mesti mati..com . malahan memerintah mereka melakukan ini-itu seperti tenaga sewaan. Di tengah kegelapan yang mulai menyelimuti. "Paman Gon. Napasnya terhenti untuk selamanya. sedangkan gadis muda itu dapat selamat?" Sikapnya menunjukkan seakan ia siap menyerang mereka secara fisik." Tak lama kemudian. Pandangan wajahnya menunjukkan betapa ia berharap sebentar lagi Paman Gon membuka mulut dan bicara dengannya. Paman Gon!" lolongnya. "Siapa sih perempuan tua jelek ini?" geram satu orang. syauqy_arr@yahoo. biar saja. melainkan sekadar orang asing. dan yang tertinggal dari hari itu hanyalah barisan awan jingga di dekat kaki langit. Ditepiskannya orang-orang itu. Akemi cepat sekali kembali bernapas.webng. dan katanya mantap. "Hm! Tak tahu bedanya orang pingsan dan orang mati. Apa pun yang ia lakukan. bukan orang-orang yang telah membantu. "Paman Gon! Paman Gon!" panggil Osugi dengan mulut di telinga orang tua itu.co. Karena ingin sekali menghindari tatapan mata para penonton." Dan mulailah ia mencoba membangunkan Paman Gon dengan segala cara yang dapat dipergunakannya.

" "Maafkan aku. Paman Gon!" mohonnya.. wajahnya lebih pucat daripada wajah Akemi. Ia peluk Paman Gon dan ia guncangguncangkan." Direndahkannya wajahnya ke Akemi.. Tahun Baru?" "Tinggal tujuh hari lagi. maafkan!" "Pergi dari sini! Jangan bicara padaku. Ketika mengetahui penderitaan yang telah ditimpakannya kepada gadis itu.. Bukan cuma diriku seorang.. Akemi bergerak. ia pun menderita. Kegelapan dalam kamar itu pekat seperti tinta.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dan ia pindahkan kunyahan itu ke mulut Paman Gon. Sekarang ia duduk murung dan kaku. "Cobalah tenang.. "Katakan sesuatu! Tak bisa kau pergi meninggalkan aku sendirian.. Akemi. Shoji yang tertutup kertas meredam bunyi angin dan ombak. dan kita akan kembali ke Kyoto. Ia menatap Akemi dan berbisik.com . apakah kata-kata ini benar-benar ditujukan kepada gadis itu ataukah dimaksudkan untuk menenangkan dirinya sendiri. "Berhenti! Pergi! Aku tak suka padamu. Kebanyakan lelaki memang begitu. "Buka matamu. Tapi ia terus juga menyuarakan perasaan itu berulang-ulang.webng. Matanya sedih dan sikap mulutnya rendah hati. ia menggumam mengigau.. Aku tak. Akemi terbaring dalam tidur yang resah. tapi Akemi menolaknya dengan telapak tangan.id and dimhad. Kita masih belum membunuh Musashi atau menghukum Otsu yang bejat itu. Dalam satu hari yang singkat saja ia sekaligus menjadi binatang dan manusia yang berperasaan belas kasihan. aku tak ingin melihatmu. Untuk sesaat Seijuro duduk di sampingnya. Kau pasti sembuh sebelum waktu itu." Seijuro menarik diri. "Orang tolol! Binatang!" Seijuro tinggal diam. Akemi menggumam. dan berdoa semoga hidup yang untuk beberapa waktu lamanya meninggalkan gadis itu bisa dipulihkan kembali. walaupun kau tentunya dikejutkan oleh kekerasan cintaku.. tapi kata-kata setengah gila menyembur dari bibir Akemi. kedua tangannya yang putih menyelinap keluar dari bawah selimut. Tetapi bagi Seijuro yang cenderung kepada ekstremitas. prihatin dengan denyut nadi dan napas gadis itu. 333 thanks to. diam seribu bahasa. "Tanggal berapa ini?" "Apa?" "Berapa. Ketika Seijuro mencoba membetulkan letak selimut itu. berapa hari lagi. Kau segera akan mengerti. tingkah lakunya itu tidak terasa tidak konsisten." Di dalam rumah penginapan. Ia sendiri yang dengan nafsu binatangnya memangsa gadis itu dan memuaskan birahinya." Tangan Akemi melambai-lambai kacau dalam kegelapan. "Kau binatang. Akemi. syauqy_arr@yahoo." Sukarlah ditentukan. Seijuro menelan ludah dengan sedih. Ketika Seijuro mencoba membetulkan letak kepalanya yang demam itu di atas bantal. tapi terus juga memandanginya..

Kalau aku pergi ke jembatan itu." "Musashi?" tanya Seijuro heran. "Tuan Muda ada di sini. kemudian mendekatkan lampu yang telah ditinggalkan oleh pelayan itu ke sisi Seijuro..webng....com .. Tak lama lagi Tahun Baru. masih dalam pakaian perjalanan lengkap dan penuh debu.. Aku ingin mendengar kenapa kau datang... tapi tak apalah. Daun-daun pinus kering mengetuk-ngetuk shoji. suara Akemi terdengar dari kamar sebelah. syauqy_arr@yahoo. maka Seijuro takkan membawanya dalam perjalanan mendadak.co.. Selagi mereka bertukar salam. "Ini.. "Hmm. Binatang!. Jembatan Jalan Gojo.. Ia tidur lelap." "Itu Akemi?" "Ya. Tiap hari.. "Siapa?" tanyanya. Antara Tahun Baru dan tanggal tujuh." "Ada apa?" Ketika Ryohei memasukkan kedua tangannya ke dalam kimono dan meraba-raba.. Ryohei salah seorang siswa senior yang diperlukan di rumah. dia akan ada di sana." "Ya!" kata Ryohei tegas. Kelopak matanya yang biru menutup.. dengan hati-hati menutup pintu di belakangnya. "Apa ini belum Tahun Baru?. "Aku tak suka padamu!. dan suara seorang pelayan terdengar mengatakan....id and dimhad. Dia demam. Tiap hari. Seijuro bertanya dalam hati. Dengan terkejut Ryohei bertanya. Miyamoto Musashi?" Seijuro menatap wajah Akemi." Buru-buru Seijuro masuk kamar sebelah. "Apa Musashi ini . Ryohei masuk dan duduk....EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tanggal. Kabar dari Musashi." "Ueda Ryohei. sekali-sekali dia sedikit mengigau.." katanya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. itu? Akemi jatuh sakit ketika pulang.. Gadis yang sedang mengigau itu terdiam. Seekor kuda meringkik. Pergi!" Kata-kata yang diucapkan dengan jelas itu penuh nada takut... dan saya harus minta Anda segera kembali. tapi Akemi tidak mengatakan apa-apa lagi. "Siapa itu?" "Oh." Dari kantong perut di bawah kimononya akhirnya Ryohei mengeluarkan sepucuk surat dan menyerahkannya kepada Seijuro... Siapa pun akan mengira ia sedang terjaga dan dalam bahaya besar. apa gerangan yang menyebabkan orang itu datang.... 334 thanks to. Aku mesti kembali ke Kyoto." terdengar jawabannya... Cahaya muncul di seberang penyekat.. "Ya.. Karena seperti halnya Toji. tanggal berapa?" Kali ini Seijuro tak menjawab. Dia bilang akan ada di jembatan. "Aku di sini. Dari Miyamoto Musashi.. "Kenapa datang kemari? Ada yang terjadi sepeninggalku?" tanya Seijuro.

di antara murid yang lebih teguh ada perasaan muak terhadap cara hidup Tuan Muda yang tidak berdisiplin itu. coba Tuan bayangkan kesombongannya! Teruslah baca surat itu! Isinya tantangan. saya yakin dia takkan menjejakkan kaki lagi di Kyoto. Ia mengumumkan perang pada Keluarga Yoshioka. "Apa Anda tak merasa perlu membacanya?" 335 thanks to. marah. Namun ketika surat sudah disampaikan sekarang. Sumber bahaya terbesar adalah bahwa Seijuro masih belum memahami kenyataan ini. Walau demikian. Ryohei bertanya. mereka sepakat untuk menyampaikan keadaan itu kepada Seijuro dan memutuskan bahwa Seijuro mesti segera kembali ke Kyoto. ternyata Seijuro hanya meletakkannya di pangkuan dan tak bergerak membukanya. dan menandatanganinya hanya dengan namanya sendiri.. Tapi ia tidak melupakan janji yang telah ia tulis kepada Seijuro dan murid-muridnya. dan dengan surat kedua ini dadu telah dilemparkan. melainkan bertanya sedikit ragu. namun di balik pikiran Seijuro sudah lama bersarang wujud Musashi." Seijuro bukannya membaca sendiri isi surat itu. Ketika surat itu tiba di Kyoto. Dengan perasaan jengkel yang tampak jelas. dan dalam surat pun tak ada isyarat tentang tempat ia berada. dan kami memutuskan bahwa kemungkinan surat ini penting. "Apa katanya?" Walau tak seorang pun berani menyebutkan persoalan kepadanya. Ryohei menggigit bibir. Mereka menggerutu marah karena ia tidak hadir justru pada saat yang demikian menentukan. Saya sudah membicarakannya dengan yang lain-lain.webng.co. Dia pikir dia dapat menghadapi kita semua sendirian!" Musashi tidak menuliskan alamat untuk balasan surat. syauqy_arr@yahoo. membuat tulang punggung Seijuro panas dingin. Mereka gusar oleh penghinaan yang dilontarkan oleh ronin tunggal ini.. "Akhirnya datang juga dia. dan bahwa sekarang bukanlah saat untuk membuang-buang waktu dengan kesenangan-kesenangan kosong. tapi. Ia tidak melihat bahwa hari perhitungan sudah tiba. Sesudah banyak membincangkannya. dan ini akan merupakan pertempuran habishabisan-pertempuran di mana para samurai akan bertarung sampai mati untuk menjaga kehormatan dan memurnikan keterampilan mereka dengan pedang. ia sudah hampir meyakinkan dirinya bahwa ia tak akan bertemu lagi dengan orang itu. Surat yang tiba-tiba datang. Apabila tiba waktunya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau sudah membukanya?" "Ya.com . dan dia punya nyali pula menunjukkan tantangan pada seluruh Keluarga Yoshioka. karena itu kami membuka dan membacanya. Pertempuran akan terjadi. dan menyesal bahwa Kempo tidak lagi hidup.id and dimhad. Musashi mempertaruhkan hidupnya dan menantang Perguruan Yoshioka untuk melakukan hal yang sama. tepat sesudah Akemi menyebut nama Musashi itu. Ketika dia pergi dengan omongan besar musim semi lalu. kata-kata dan keterampilan teknik yang mahir pun akan sedikit saja artinya.

Sesuai dengan janji saya terdahulu." kata Seijuro pada Ryohei. hingga ia tidak dapat lagi tinggal di tempat itu lebih lama. kini saya menulis untuk menanyakan di mana. Surat Musashi sederhana dan langsung. Shimmen Miyamota Musashi. bukan karena ketabahan. "Aku akan kembali ke Kyoto sekarang.id and dimhad. suatu tanda ketidakmantapan yang disebabkan bukan oleh bahasa dan nada keras tantangan Musashi. Disertai suasana hiruk-pikuk. sebelum hari ketujuh Tahun Baru. Kata-kata ini diucapkannya lebih karena perasaan sudah demikian kalut.com . melainkan oleh perasaan lemah dan perasaan rendah pada dirinya sendiri.co. Belum pernah ia merasa demikian tanpa daya. sekalipun menerima uang Seijuro. Saya percaya Anda telah menggosok ilmu pedang Anda sebagaimana biasa. ia melompat ke pelana dan melarikan kuda itu kencang-kencang melintasi barisbaris pohon gelap. dan pada jam berapa kita akan bertemu. ini?" tanya Seijuro kosong. suatu tugas yang diterimanya dengan perasaan enggan. Kata-kata penolakan kasar Akemi menghancurkan harga dirinya sebagai samurai. Seijuro menjejalkan surat itu ke dalam kimononya. 336 thanks to. Jarijarinya mulai menggeletar tak terkendalikan lagi. Dan seperti seorang bandit yang sedang melarikan diri. jadi. Saya sendiri merasa bahwa sampai batas-batas tertentu telah mencapai perbaikan. Saya tak punya pilihan khusus. dan berdirl. dan saya bersedia melaksanakan pertandingan yang telah kita janjikan pada waktu dan tempat yang Anda tentukan. pemilik rumah penginapan dipanggil dan diminta mengurus Akemi. meninggalkan Ryohei yang mengikutinya dengan berlari setengah mati. Apakah Anda dalam keadaan baik semenjak terakhir kali saya menyurati Anda. Saya mohon Anda memancangkan jawaban Anda di jembatan Jalan Gojo. Ia harus pergi dan segera mungkin melupakan seluruh hari mengerikan itu. pada hari apa. syauqy_arr@yahoo. "Akan kupakai kudamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa? Oh.webng. Ia membuka gulungan surat itu dan membacanya." katanya.

" 337 thanks to.webng. Tertangkap dia sekarang. dan jelas dengan perasaan bangga. tapi pedang itu terlampau berharga untuk dipercayakan kepada orang lain di luar ahli pedang sendiri. kemudian keluar sambil berseru. Ketika kepadanya disampaikan bahwa pandai pedang sedang pergi. ke mana perginya?" "Kesana. Walaupun waktu itu sudah lewat saat tutup bagi toko-toko sepanjang Parit Timur. ke arah Jembatan Nojin. Tapi dia tidak menyeberangi jembatan-sepertinya dia masuk bengkel pandai pedang. tapi sesudah mengamati. Pedang saya terlampau bagus. "Semua pandai pedang Osaka yang sudah saya kunjungi rupanya hanya mengurusi barang rombengan prajurit biasa.co. pengalaman memotong gelungan Gion Toji membikin si pembual itu lebih congkak daripada sebelumnya." tukasnya. samurai itu mengatakan ingin menajamkan pedangnya. toko pedang masih buka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 25. Tertarik akan bualan orang muda itu. "Akan saya rawatkan pedang saya di Kyoto. dia memang kemari belum lama ini. Magang dengan sopan memperlihatkan kepadanya beberapa bilah pedang. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Magang mengatakan bahwa ketika ia baru akan menutup daun jendela menjelang malam." Ia berangkat dengan pandangan dingin. karya seorang pandai pedang Bizen." katanya kering. "Rupanya Anda sekalian di sini cuma mengerjakan senjata-senjata biasa. Jelas bagi mereka. "Saya tidak yakin apakah akan menyerahkan pedang saya pada Anda. "Itu pasti orang yang kita cari!" "Jadi.com . Namanya Galah Pengering. dan mendadak berdiri dan minta keterangan tentang bagaimana pergi ke pangkalan kapal tambangan Temma Kyoto. murid-murid Yoshioka berangkat beramai-ramai. Seorang dari orang-orang itu masuk. Galah Pengering "PEMUDA yang membawa monyet? Ya. Lihat? Sempurna sekali. duduk di bangku dan minta bertemu dengan pandai pedang." "Apa Anda lihat. si magang bergumam mengatakan bahwa satu-satunya ciri menonjol pedang itu adalah bentuknya yang panjang dan lurus. Ia lalu mendesak minta melihat contoh-contoh karya pedang. telah mengganggu. membuat orang yang memberikan keterangan itu menganga heran menyaksikan segala keributan tersebut." Setelah berunding sebentar. Maaf. yang diperlihatkan samurai itu tak lebih dari sikap muak." Ia mengangkat pedangnya. Itu bukti baru mengenai apa yang mereka anggap kecongkakan luar biasa orang muda itu. Samurai itu jelas sekali tersinggung karenanya. seorang samurai berjambul panjang menurunkan monyet di dekat pintu depan. mengadakan pembicaraan dengan magang toko. Cerita magang itu semakin membikin berang mereka. sudah kita temukan sekarang. "Temma! Dia menuju Temma!" Dan ke sanalah mereka berduyun-duyun.

Tahu akan hal ini. "Ketinggalan kita!" Yang dimaksud adalah kapal terakhir hari itu. menuding dermaga. semua sependapat bahwa langkah terbaik adalah menuntut penumpang itu seketika itu juga. di dekat percabangan ini cahaya berkelap-kelip di tengah sungai. seorang dari mereka berseru. sungai tampak bagai seekor ular perak yang melenggok-lenggok ke kejauhan. yang tak sangsi lagi suara Kapten. ketika mereka bertanya lagi pada orang lain. sekali lagi mereka berseru pada orang-orang yang ada di atas kapal. meminta keterangan apa yang mereka kehendaki. "Itu kapalnya!" seru seseorang. mereka memanfaatkan waktu dengan minum teh." Sambil berjalan mengikuti jalan kapal.com . sekalipun matahari mulai terbenam." kata orang yang pertama tadi. Ketika jarak antara mereka dan cahaya mengapung itu memendek. Sebuah suara berwibawa. Di hadapan sana. Ketujuh orang itu bangkit semangatnya. "Warungwarung teh sudah menumpuk bangkunya. walaupun tanpa bergegas. dan segera mereka lupa akan udara dingin yang menembus kulit. Angin seolah bermuatan es. melompat ke air. "Rapatkan kapal ke tepi!" 338 thanks to.webng. makan kue betas. sebelum berangkat dengan langkah cepat menempuh jalan sepanjang tepi sungai. Kapal tentunya sudah berangkat. Kemudian. "Tidak mungkin. "Dia hanya sendirian. syauqy_arr@yahoo. dan menyelamatkan diri. dan sedikit gula-gula murahan. Maka mereka punya waktu banyak untuk menyusul kapal tambangan itu di Toyosaki. Mendekati dermaga Temma. yang di sana itu! Kurangi kecepatan!" "Kenapa?" terdengar balasan dari geladak.co. "Tidak lihat. dia bisa curiga. Di ladang-ladang telanjang di tepi jalan. Jika kita tidak menantangnya sekarang juga. Mereka juga mendapat keterangan.id and dimhad. kapal itu baru saja berangkat dan untuk beberapa lama tidak akan berhenti di perhentian berikut." Untuk sesaat mereka semua berdiri terpaku. "Hei. ternyata samurai itu memang sudah naik kapal terakhir. ya? Di sana itu. Sungai Nakatsu dan Temma bergabung menjadi satu membentuk Sungai Yodo. seorang dari mereka berteriak. Namun kapal berhenti juga di perhentian berikut. Toyosaki. teman-temannya mengumpat orang yang besar mulut itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Orang-orang itu melanjutkan pengejaran tanpa satu kali pun berhenti untuk beristirahat. Tanpa pikir lagi. lebih dulu memberikan peringatan. Jengkel karena perhatian orang jadi tertuju pada mereka. mereka dapat melihat kapal itu dengan sangat jelas. Karena sudah telanjur." "Kenapa kaupikir kita sudah ketinggalan?" tanya yang lain. rumput merang kering yang tertutup embun beku berkilauan seperti pedang-pedang baja ramping. kehilangan semangat. Sungguh suatu kebodohan besar. Kapal-kapal yang berjalan mudik ke Kyoto umumnya pelan.

Mereka itu setiap saat dapat melompat ke geladak. "Kami minta Anda menyampaikan kepada pembual muda itu supaya datang ke susuran. Orang yang berbicara dengan bebasnya kepada para samurai di pantai beberapa waktu lalu kini berdiri diam. orang-orang goblok! Kami akan mendarat! Lebih baik siapkan diri kalian untuk mempertahankan diri.id and dimhad. Ketujuh orang itu tetap berada dekat kapal dengan lengan baju disingsingkan dan tangan dilekatkan ke pedang. kapal sudah berhenti di tengah sungai dan mulai berputar beberapa kali. tapi mereka tak mendengar sesuatu. kapal mendekati tanggul Kema yang memiliki tiangtiang tambatan dan juga gudang. "Mari jalan terus ke Moriguchi. Sebuah suara meraung di udara dingin. Ketujuh orang itu berlari maju untuk mengepung tempat mendarat.webng. syauqy_arr@yahoo. kami tunggu Anda di perhentian berikut. "Pinggirkan di sini!" "Mustahil" "Kalau begitu. "Apa Anda tuli?" teriak seorang dari mereka. "Tutup mulut. sampai akhirnya haluan kapal mulai bergerak ke tepi. akan kami seret kalian semua ke darat. saya?" teriak sebuah suara dari kapal. Baginya dan bagi orang-orang lain. kalau dia punya hormat. giginya berkilauan seperti mutiara putih oleh pantulan sinar bulan. "Apa yang kaulakukan?" "Kalian tak bisa tinggal di situ selamanya!" "Sini kamu." 339 thanks to." "Maksud Anda. "Di kapal tak ada orang lain yang bawa monyet. keselamatan mereka tergantung pada jarak antara kapal dan tepi sungai. Dan kalau Anda membiarkan dia pergi. disertai tawa parau. "Itu dia di sana. bromocorah malang? Gerombolan aktor lapar?" Ketika adu teriak semakin menghebat. abaikan saja.co. Di sana ada pengawal. "Apa pun yang mereka katakan. Wajah orang-orang Yoshioka jadi pucat kelabu. jadi saya kira sayalah yang Anda cari. jangan jawab mereka!" mohon seorang penumpang. Pakai jambul bawa monyet. Siapa kalian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa? Apa kalian gila?" terdengar jawabannya. Katakan padanya." Kebanyakan penumpang berkumpul-kumpul ketakutan dan berbicara dengan suara ditekan. atau kami akan datang ke situ. Sekali mereka berhenti mendengarkan. dia mesti menampakkan diri.com . tapi belum lagi mereka sampai di sana. Orang muda berpedang panjang itu berdiri tegap di lambung kapal. Kami urusan dengan orang muda yang ada di kapal Anda. agaknya mengharapkan jawaban atas tantangan mereka. kurang ajar seperti biasanya!" Orang-orang itu menudingkan jari dan memandang ke kapal." "Kapten. sedangkan celoteh pelan para penumpang semakin hiruk-pikuk." yang lain menasihati." Ancaman-ancaman terus berlangsung.

lumpuhlah otak mereka. Tiba-tiba kecepatan kapal meningkat. Kemudian secara serentak semua kepala menoleh diiringi suara menggagap. Dan mengambil keuntungan dari kedudukan mereka yang porak-poranda itu. Apa kalian semua datang buat potong rambut? Kalau memang begitu. syauqy_arr@yahoo. orang-orang Yoshioka segera menyerang musuh mereka dalam satu barisan. sementara tubuh yang menggerakkan kapal dengan galah itu semakin dekat dengan mereka. Orang muda itu menancapkan galahnya ke dalam sungai dan melompat melintasi rumput mendoang. Rupanya itu tak cukup buat kalian. Galah Pengering pun membelah udara. Serangan demikian justru memberikan kedudukan menguntungkan bagi si orang muda untuk bertahan.id and dimhad.webng. jadi sebaik-nya saya manfaatkan kesempatan ini. Tangan kanannya di belakang mernegang gagang pedang. Ketujuh samurai segera berkerumun sekitar tempat yang akan disentuh haluan kapal. dan sikunya mencongak di atas bahunya. seperti bola-bola yang saling bertumbukan. para penumpang menggerombol di sebuah sudut kapal. Sadar akan keuntungan psikologis yang dimilikinya. orang muda itu tetap merebut galah orang kapal dan mendaratkan kapal tambangan itu. dan barulah ia menyadari kebodohan langkahnya. Untuk menyembunyikan rasa malu. Pada saat itu segala keterampilan perang yang pernah dipelajarinya tak ada gunanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Walaupun dicegah oleh penumpang-penumpang lain. Saya memang merasa seperti sudah kenal kalian.co. Melihat kawannya terbantai demikian mudah. Tanpa sempat menyusun diri kembali. Lunas kapal mencakar dasar sungai dan mereka undur serentak. mereka saling meneriakkan perintah mendesak. saya yakin dapat membantu kalian. Orang pertama sudah maju terlampau jauh untuk dapat mundur kembali. si penyerang pun mengayunkan 340 thanks to. secara naluriah mereka semua mencabut pedang dan membabatkan ke udara kosong di sekitar mereka. Seorang dari kalian sudah berkenan mengizinkan saya memotong gelungannya. tapi tak seorang pun berani bicara. Satu demi satu mereka mundur saling tunjang. Kebetulan sebentar lagi saya mesti menajamkan pedang ini." Ketika kata-kata itu berakhir. "Oh.com . Sebelum mereka menyadari bahwa benda itu hanya seekor monyet. sekalipun agak menimbulkan tanda tanya. jadi kalian dari Perguruan Yoshioka? Bagus. Aniaya yang diderita ketujuh orang di tepi sungai itu membesarkan hati mereka. gerakannya lebih ringan daripada monyet tadi. Kejadian ini lebih mengacaukan lagi. dan orang muda itu menyerang mereka sebelum mereka mengetahuinya. sosok pemuda tampan itu seakan tampak makin besar. Pada waktu itulah sebuah benda hitam bulat melayang melintasi gelagah dan menempelkan diri ke leher seorang di antara mereka. Yang dapat diperbuatnya hanyalah memeringiskan gigi dan secara ngawur mengayun-ayunkan pedang di depan dirinya. dan kemudian membelah tubuh pemain pedang terdekat yang merunduk. Dengan harapan akan terhindar dari keributan.

syauqy_arr@yahoo. orang muda itu berdiri memegang pedang dengan kedua tangannya.co. Perguruan Yoshioka menjadi bahan tertawaan. 341 thanks to. Jeritan perang masih mendering di udara. Mereka saling meyakinkan bahwa taktik mereka kali itu cukup aman. Kenal akan ketiga orang itu. sampai-sampai berani mengejek orang muda itu lagi. Sungai dan embun beku di ladang memantulkan cukup banyak cahaya bagi pemuda itu untuk melihat sosok tubuh di punggung kuda dan sosok tubuh lain berlari-lari di belakangnya. Justru pada waktu itu dari sekitar tanggul terdengar dering giring-giring kuda. Ia yakin telah melakukan penebasan. ketika penunggang kuda itu mendadak sontak mengekang kudanya. "Kembali ke sini dan ayo berkelahi! Apa ini Gaya Yoshioka yang kalian banggakan itu? Menantang seseorang. Ueda Ryohei yang muncul dari balik kuda itu menyerang mereka. disertai teriakan keras. Sekalipun napas beku mengepul ngepul dari lubang hidungnya. yang sementara itu menyusun diri di sekitarnya bagai daun bunga. ke arah orang berikutnya. mereka bukannya berkelahi karena mabuk. Orang muda itu membelalakkan mata kepada lima orang sisanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pedang ke samping. "Apa artinya ini? Kalian mestinya mengawal Tuan Muda. penghinaan seperti itu lebih buruk daripada diludahi. Namun kali ini kata-kata mereka gemetar dan palsu. ya?" Ketiga orang itu dengan marah memuntahkan cerita tentang bagaimana mereka mempertahankan kehormatan Perguruan Yoshioka dan gurunya. Tuan Muda!" seorang dari mereka menggagap.. Akhirnya. Padahal ujung pedangnya masih dua kaki penuh jaraknya dari sasaran.id and dimhad. Seijuro memberengut berang. Ketiga samurai yang melarikan diri hampir saja bertumbukan dengan kuda. Dengan wajah kejam. lalu melarikan diri? Tidak heran." Bagi samurai mana pun yang punya harga diri. "Ke mana kalian lari?" "Oh. seorang dari mereka meloncat ke depan dan mengayunkan pedangnya.com . tapi ketiga orang lain sudah angkat kaki seribu. tetapi bekas-bekas pengejar orang muda itu sudah terlampau sibuk berlari dan tidak memperhatikannya. dan kemudian mengakhiri gerak lengkungnya di sebuah batu karang dengan suara berdentang. "Apa yang kalian lakukan di sini?" salaknya. dan keyakinan mereka pulih.. gerombolan tolol! Rupanya kalian terlalu sibuk ribut sesudah minum lagi. mereka kelihatan tidak memperhatikan dinginnya udara dan terus melaju ke depan. dan betapa mereka mengalami kegagalan berhadapan dengan samurai muda yang seperti setan itu. dan menjatuhkan pukulan demikian mantap hingga orang itu terjungkal ke rumput mendoang diiringi suara jeritan. Orang muda itu bukannya membantai mangsa yang demikian mudahnya. Orang itu jatuh ke depan. oh. Ia melompat ke samping dan mengayunkan pedang ke arah orang berikut. "Pengecut!" pekiknya. Jadi. Tubuhnya terbuka lebar untuk serangan.webng.

co. "Ganryu! Tunggu!" ia lepaskan sebelah kakinya dari sanggurdi. Karena kalian pengecut. syauqy_arr@yahoo. tapi ketika jatuh ia kehilangan senjatanya. "Dia datang kemari. 342 thanks to. pemuda itu sedang bergerak dengan kekuatan dan kecepatan seekor macan yang sedang marah. memporak-porandakan ketiga murid itu dengan kilasan pedangnya dan sedang mendekati Seijuro. Tak bakal kita bisa menebus dengan perbuatan macam itu. terbawa oleh kecepatan ayunannya. sedangkan Ryohei mengeluarkan teriakan yang memekakkan telinga. lalu mendekati Seijuro.com . Tapi sekarang bahaya menyerang langsung dirimya dalam bentuk pedang yang tamak. "Biarpun kau musuhku. perbuatan tadi betul-betul bagus! Kau tentunya Seijuro sendiri. mendarat dengan kedua kakinya sekitar tiga langkah jauhnya. Untung baginya. paling sedikit yang dapat kalian lakukan adalah meninggalkan kepala kalian. tapi Galah Pengering saya masih haus. Ia memang berhasil mengelakkan-nya pada waktunya. "Diam kalian!" perintah Ryohei dengan suara muak. Ia semakin mendekati Seijuro.id and dimhad. sedangkan Seijuro terbang ke belakang. "Terlalu banyak kalian bicara. mengangkat pedang ke atas jubah warna emas pemuda itu dan menebaskannya dengan ganas. tapi terjungkal juga ia ke sawah. Sepanjang hidupnya belum pernah Ryohei menyaksikan pukulan yang demikian hebat. Minggir semua! Aku yang akan menghadapinya sendiri. Menurut pikirannya. dan menanti. Ia dapat menghadapi bahaya itu dengan tenang. Kuda melompat ke depan. dan berdirilah ia lurus-lurus." Mata-mata yang ketakutan memperhatikan musuh yang mendekat. "Apa lari itu seni bela diri Yoshioka? Secara pribadi tak ingin saya membunuh kalian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Lihat itu!" teriak seorang dari mereka. Bagus sekali kalian melindungi kehormatan perguruan. dan ayo berkelahi!" teriaknya. dan kelihatan akan melompati kepala Ryohei yang waktu itu sudah meludah ke tangan dan menggenggam kembali pedangnya penuh kemantapan. namun sekalipun memiliki kelemahan-kelemahan. karena tanggul itu cukup rendah dan sawah itu membeku. Pemuda itu menuju ke arah mereka. tapi gagal. ia naikkan ke pelana. "Berhenti kalian. dan teriaknya. Pada saat itulah pemuda itu terbang. Terdorong oleh suatu ilham yang tiba-tiba datang. dan dengan itu keyakinannya pula. ke arah kepala pemuda itu." Ia lari menyusur tanggul dengan langkah-langkah besar dan yakin. Ketika ia merangkak kembali ke atas." Ia mengambil jurus menantang. Seijuro adalah anak Kempo.webng. "Bukan main!" teriak orang muda itu kagum sekali. menoleh. dan pemuda itu menyapunya tanpa ampun lagi. Seijuro belum lagi merasa ngeri. Jaga dirimu!" Mata pedang panjang itu menjadi perwujudan semangat juang. "Apa ini? Orang baru?" Ryohei terhuyung ke depan. ia berteriak. segalanya akan berlalu sebelum ia sendiri terlibat. Pemuda itu mendadak menghentikan gerakan.

aku Yoshioka Seijuro. ini tampaknya bukan pertemuan yang pertama lagi. "Senang sekali bertemu denganmu. "Bagaimana kau bisa tahu siapa aku?" tanyanya. bagaimana mereka akan menyelesaikan urusan itu. kita dapat mengundurkannya pada waktu lain." Pikiran Seijuro tertuju kepada tingkah laku Gion Toji baru-baru itu. yang mengingatkan kepadanya bahwa telah terjadi perkelahian.co. "Kalau aku kembali nanti. disebut Sasaki Kojiro itu ia pun terkejut." "Dari siapa?" tanya Kojiro. Ito Yagoro. bagaimana bisa Anda mengetahui ini begitu cepat. Ittosai agak sering menyebutmu. Dia beberapa kali juga berkunjung ke rumahku. Seijuro menampar paha. Kalau benar-benar perlu. Singkirkan pedangmu. Aku sudah banyak mendengar tentangmu. akan kupanggil dia supaya bercerita. Kojiro berkata. syauqy_arr@yahoo. ya?" "Tidak. apa sebab semua ini. Aku betul-betul malu melihat orang-orang perguruanku kurang baik disiplinnya." "Tapi aku masih belum mengerti. "Dari teman seniormu." katanya. Anda muda dan cocok dengan gambaran itu." Dedalu di Tepi Sungai'. "Kalau begitu." Sementara Kojiro mencecap gembira. Aku tak punya soal dengan mereka. tentu Andalah itu. gara-gara apa perkelahian itu tadi. "Dari semula aku tak mengerti. tapi dugaanku betul!" Kemudian ia maju ke depan. hingga saling pengertian pun segera tercapai. tapi suatu hari nanti akan menjadi satu-satunya pemain pedang yang dapat menantang Ittosai." "Oh. "Aku muak dengan Toji. Sekarang ini aku cuma ingin mengetahui." "Nah. Benar seperti dugaanmu. Aku lalu 343 thanks to. Dia mengatakan ada satu orang dari Iwakuni bernama Sasaki yang sudah mempelajari gaya Toda Seigen.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kepada pemuda itu ia berkata yakin." Ketika Seijuro menyebutnya Ganryu. Rombongan kecil itu berjalan menuju Kyoto. Tak ada keinginanku berkelahi denganmu. Sampai musim gugur lalu dia memiliki tempat pertapaan di Bukit Kagura di Shirakawa. "Aku tahu! Aku cuma menduga. dan kemudian belajar di bawah pimpinan Kanemaki Jisai. dan itu membuatnya bertanya-tanya dalam hati. dan katanya.id and dimhad. Di belakang mereka berjalan Ryohei dan tiga murid yang kesal hati." Kojiro tersenyum. "Kau Sasaki Kojiro dari Iwakuni. Dia mengatakan padaku. matanya menoleh memandang pedangnya yang masih berdarah. jadi kau ini temannya?" "Ya. pemuda itu jelas tidak mendengarnya. Kuharap Anda tidak menganggap aku dendam terhadap Anda. Tapi sekarang. dan aku benar. Melihat Anda menggunakan pedang panjang itu.com . aku ingat Anda disebut juga Ganryu—'Pohon mendapat firasat. Sasaki murid termuda di perguruan Jisai. Namun nyatanya ia dan Seijuro telah bertemu demikian baik. dan beberapa menit kemudian mereka sudah berjalan bahu-membahu seperti sahabat lama. dan aku sering mengunjunginya di sana.

Toji tergoda untuk mempermainkannya sedikit. dan kalau kaki Anda lelah nanti. Mayat-mayat sudah membeku. Sayang mereka itu tidak seberapa sebagai pejuang. Wajahnya menampakkan rasa sakit yang sebenar-benarnya. Seijuro berkata." Seijuro merasa ada baiknya pemain pedang seperti Sasaki Kojiro itu berada di sampingnya. kalau begitu. "Aku cuma seorang ronin muda." Dengan sikap sopan santun yang sama. Sikap hormatnya tidak seperti biasa. begitulah yang dikatakannya)." "Aku yang mesti dipersalahkan. putra seorang terhormat. tapi setidak-tidaknya mereka sudah mencoba. Kojiro pergi bersiul-siul memanggil monyetnya. dan aku selalu siap berkelahi dengan siapa saja. Tidak mengherankan kalau karena ketidaktahuannya. Aku memegang kendali ini saja." "Tak ada yang lebih menyenangkan bagiku. orang macam apa aku ini. sedangkan Anda guru sebuah perguruan besar.webng. pada saat ia terpaksa bertarung dengan Miyamoto Musashi pada permulaan Tahun Baru. syauqy_arr@yahoo. Lebih mudah jalan begini. Melihat bidangnya bahu dan tegapnya punggung Kojiro itu mereka heran. Kojiro menolak. Kalau memang tidak keberatan. yang oleh Ittosai dipuji-puji? ("Keajaiban Iwakuni". aku naik sekarang.id and dimhad. Seijuro tidak hanya mendesak Kojiro datang ke perguruannya di Jalan Shijo dan tinggal di sana sejenak. tapi juga menawarkan kudanya. sedangkan Ryohei pergi mencari kuda. Ryohei dan ketiga orang temannya menggigil kalau ingat betapa mereka hampir kena berondong Galah Pengering. kita dapat bertukar tempat. "Bicaraku terlalu besar. dan ketiga orang itu ditugaskan menguburnya. Tak lama kemudian." Bersatunya kedua orang itu mendatangkan kelegaan pada yang lain-lain. Andalah yang naik. "Kurang baik. mereka sampai kembali di tempat perhentian kapal. Dan tidak mengherankan bahwa akhirnya ia sendiri yang jadi tampak konyol. pemimpin beratus-ratus pengikut." katanya.com . Bahkan kukira Anda mesti memberikan pujian pada mereka karena telah berusaha mempertahankan nama baik perguruan. "Silakan. bagaimana mungkin mereka telah berlaku demikian bodoh dengan menyepelekannya." Sambil memegang kendali. Aku sedikit kasihan pada mereka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nah.co. Kini mata mereka telah terbuka. Murid-murid Anda bukan satu-satunya orang yang mesti dipersalahkan. Anda sudah lihat sendiri. "Mari kita lupakan semuanya. aku menerima tawaran Anda tinggal dengan Anda sebentar di Kyoto. 344 thanks to." jawab Kojiro. ia melanjutkan. "Nah." kata Seijuro polos. Siapa menyangka bahwa anak lelaki yang tampan dan tumbuh lebih besar dari seharusnya ini Sasaki Kojiro yang besar. Tiba-tiba monyet itu muncul entah dari mana dan melompat ke bahu tuannya.

345 thanks to. dan untuk mempelajarinya para murid harus pergi ke Kuwana. pemain-pemain pedang besar yang paling terkenal di Jepang Timur adalah Tsukahara Bokuden dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. di mana Kitabatake memerintah. Di sebelah timur. dan saya diberitahu bahwa dia mengajarkannya juga pada Anda. Musashi yang sedang menuruni Gunung Tarusaka dalam perjalanan dari kota Kuwana mendengar cerita itu dari tukang kudanya. dan katanya sopan. dan bukan rahasia yang paling dalam. tapi tidak mendapat warisan jurus rahasia itu. Gunung Rajawali PADA tahun 1550-an dan 1560-an. Namun ia cepat menyetujui memberikan demonstrasi. "Ayah saya. apakah tidak sebaiknya kita membandingkan apa yang telah kita pelajari?" Kitabatake segera menyadari maksud kurang baik pewaris Bokuden itu. melainkan di daerah Kuwana.co. mewarisi nama dan tanah milik ayahnya. karena cerita-cerita seperti itu memang beredar. karena bagi mereka ia melambangkan hakikat pemerintahan yang baik dan kemakmuran. Hikoshiro menurunkan kulit kosong lancung keterampilan ayahnya sebagai ajaran yang asli: suatu bentuk tanpa inti. Belakangan ini saya bertanya-tanya pada diri sendiri. namun angin yang berembus dari Teluk Nako dingin menggigit. di mana Hikoshiro bergiat. orang Kuwana masih berbicara tentang dirinya dengan rasa cinta. sesudah meninggalnya Bokuden. maka cerita itu lebih dapat diterima dan kurang ngawur dibandingkan lautan cerita rakyat setempat yang disampaikan orang untuk menegaskan kembali keunikan kota-kota dan provinsi-provinsi yang mereka cintai. Sekalipun iklim Ise relatif hangat. Maka Kitabatake tetap merupakan satu-satunya guru Gaya Bokuden sejati. Anak Bokuden. Seorang guru seni bela diri dan gubernur terkemuka. Di samping itu ada Yang Dipertuan Kitabatake Tomonori dari Kuwana. Itulah sebabnya mengapa Gaya Bokuden bukannya menyebar di timur. Tsukuhara Hikoshiro. Karena rahasia-rahasia tertinggi dalam aliran kita jadi kepentingan bersama.id and dimhad.webng. Hikoshiro datang ke Kuwana untuk mencoba memperdayakan Kitabatake agar membukakan jurus rahasia itu. syauqy_arr@yahoo. "Betul begitu? Menarik sekali!" Waktu itu pertengahan bulan terakhir. yaitu rahasia tertinggi di antara jurus-jurus rahasia miliknya. yang terakhir ini menurunkan kepadanya Ilmu Pedang Tertinggi. Lama sesudah ia meninggal. Bukan cerita yang jelek. Rahasia yang diketahui Hikoshiro waktu itu hanyalah bentuk luar Ilmu Pedang Tertinggi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 26. apakah yang diajarkan pada kita itu bukan barang yang sama. "dahulu mengajarkannya pada saya. Ketika Kitabatake masih belajar di bawah pimpinan Bokuden. Ia mengangguk." demikian kabarnya ia mengatakan. sedangkan saingannya di Honshu Tengah adalah Yoshioka Kempo dari Kyoto dan Yagyu Muneyoshi dari Yamato. Atau demikianlah setidak-tidaknya cerita yang disampaikan pada setiap musafir yang kebetulan menginjakkan kaki di daerah Kuwana. dan karena didasarkan pada fakta. Konon.com .

biasa bikin sabit besar. Sebelum sampai Desa Ujii." Musashi waktu itu lebih tertarik pada pemandangan teluk daripada berbicara." "Tak apa-apa?" "Mm. Tukang kuda mencoba lagi. Sekiranya ia membuang barang itu di jalan. menyebabkan kulitnya tampak seperti kulit yang tersamak baik." "Dia pandai besi. saya sarankan Tuan pergi ke Matsuzaka. dan sampai Kameyama petang hari. dan yakin tak akan mendapat muatan pulang dari tempat jauh di tengah pegunungan itu. Apa Tuan belajar seni bela diri?" "Mm." katanya agak takut-takut.com . Ia sangsi apakah akan menerima upah. daripada menemui Baiken. hari pasti sudah tengah malam. tapi tetap masih seperti sarang burung. Apa pun yang dilakukannya selama enam bulan terakhir itu. hingga tukang kuda itu tidak memperoleh jawaban lebih dari anggukan kepala dan kata "Mm" yang tak berisi pendapat itu. Namanya Shishido apa?" "Shishido Baiken. Wajahnya bukan lagi berwarna perunggu. topi anyamannya yang sudah aus dan berumbai tampak berlebihan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia hanya mengenakan kimono tipis." 346 thanks to." "Di Kuwana saya dengar ada satu orang yang pandai sekali main rantai peluru-sabit.webng." "Ya. Matanya bersinar seperti mutiara putih di tengah lingkungannya yang segelap arang.id and dimhad. Berarti pakaian yang terlalu tipis untuk ukuran mana pun. Rambutnya yang sudah berhari-hari tak dicuci. syauqy_arr@yahoo. "Mm?" "Kita akan sampai Yokkaichi sebelum tengah hari.co. melainkan hitam terbakar matahari." "Itu dia. "Ujii tak lebih dari dukuh kecil sekitar delapan mil masuk pegunungan dari punggung Gunung Suzuka. Dan lagi jelas tampak kotor. kecuali petani dan penebang kayu. Pakaian dalamnya dari katun dan jubah tak berlengan. "Tuan." "Mm. Saya ingat pernah mendengar dia mahir sekali bikin senjata itu. Bagaimana ceritanya sampai Tuan pergi ke tempat macam itu?" "Saya pergi untuk menemui seseorang. diikat ke belakang. Di atas kepalanya yang termakan cuaca." "Oh. tak seorang pun akan bersusah payah memungutnya." "Saya kira Shishido." "Tak ada siapa-siapa di sana. kalau begitu. Tukang kuda sudah kuatir semenjak membawa penunggang kuda yang acak-acakan itu. Beberapa pemain pedang terbaik Provinsi Ise tinggal di sana.

"Kukira aku beruntung. Namun demikian. sesuatu yang tak dapat ditemukan tersembunyi di kota ataupun di ngarai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Siapa misalnya?" "Misalnya. Sebagai murid bela diri.webng. hal itu terasa olehnya sebagai kelainan yang melumpuhkan. pikirannya selalu kembali kepada Takuan. ia bertempur dengan sebuah paku. "Setidaknya aku beruntung telah mengenal seorang manusia sejati. Dalam kerangka pikiran yang mengecam diri pribadi ini. dan ini memberikan kesan bahwa ia kenal betul kemampuan-kemampuan besar Mikogami. Sekalipun kedua tangannya jadi semakin kuat dari hari ke hari. karena semangatku belum lagi aktif di seluruh tubuhku. dan ini terbukti gerak reflekku lamban. "Paku itu mencongak ke atas dan kelihatan jelas. semangatnya dan bagian lain tubuhnya tidak selaras. demikian kesimpulannya. ia merasa malu membiarkan dirinya kena paku tanpa sadar. Aku harus membuat pengalaman mengenal dia itu membuahkan sesuatu. Mikogami Tanzen. syauqy_arr@yahoo. "Apa tak ada jalan buat melawan musuh macam itu?" tanyanya beberapa kali kepada dirinya. di setiap ngarai gunung. pertama-tama ia pergi ke Iga. dan sejak kemarin ia demam." pikir Musashi. Musashi menjadi yakin akan hal itu. Jumlahnya berlusinlusin dan semuanya pemain pedang yang terlatih baik dan dari kelas tinggi. tapi menemukan seorang manusia sejati tidaklah mudah. karena telapak kakinya luka bernanah. Sekiranya aku menguasai sepenuhnya diriku. Di setiap kota. beberapa hari sebelumnya. saya pernah dengar. di kota pelabuhan ramai Narumi terinjak olehnya papan berpaku. Dunia ini memang penuh orang. dengan berapa banyak prajurit ia telah berbentrokan. Namun demikian. aku membiarkan paku itu menembus dalam. kemudian ke jalan raya Omi. dan di situ ia memesan makan siang dan duduk makan.co. sampai terasa menyakitkan dan semangatnya mengendur. dan paku itu menang. Tak ingat lagi ia. lalu menjelajahi Provinsi Mino dan Owari. ia berusaha menguasai Jalan Pedang yang sejati. Selama perjalanannya." 347 thanks to. Walaupun biasanya ia selalu berhati-hati dengan tubuhnya. pasti aku sudah melihat paku itu begitu sandalku menyentuhnya. aku buta. Sampai kota kecil Yokkaichi. Sesudah melarikan diri dari Yagyu. Lebih dari itu. "Ya." Ia tidak mengatakan apa-apa lagi. yang unik." Persoalan yang dihadapinya adalah ketidakmatangan. Tidak sukar menemukan pemain-pemain pedang cakap.id and dimhad. tapi rahasianya tetap saja sukar ditangkap. bahkan terlalu penuh. Kadang-kadang ia merasa sudah mencapainya." Musashi mengangguk. Itulah sebabnya ia memilih menyewa kuda dan bukan berjalan. Yang sukar ditemukan adalah manusia sejati. Tubuhnya dan pedangnya masih belum menjadi satu. seyakin-yakinnya. karena tak sangsi lagi dialah pribadi yang otentik. Kakinya yang merah bengkak itu tampak seperti kesemek asin. ia tidak merasa membuang-buang waktu saja enam bulan lalu itu. Aku menginjaknya karena aku setengah tertidur-tidak. Kura-kura sebelah kakinya terbalut. Menurut jalan pikirannya. ia berjalan terpincang-pincang kesakitan menuju sebuah warung.com .

"Bagus sekali! Aku bahagia sekarang. apa yang dapat dikatakan oleh Takuan? Sudah pasti ia akan berteriak girang dan menyatakan.com . Tentu saja bisa terjadi bahwa segala sesuatu tidak berlangsung tepat seperti yang direncanakan. syauqy_arr@yahoo. tubuhnya penuh cakaran dan luka memar. melainkan beraksi. suatu kenangan psikologis akan saat ia terikat erat pada cabang pohon kriptomeria. Kalau sisi praktis dirinya mengingatkan ia betapa Takuan sudah jauh lebih lanjut menempuh jalan itu dibandingkan dengannya. Musashi telah menempuh jalannya sendiri. "Tunggulah!" sumpah Musashi.co. ia akan tertawa dan katanya.id and dimhad. dan dari hari kehari ia menemukan betapa paniang dan sukarnya jalan menuju kemanusiaan sejati. dan aku akan duduk di tanah." Tapi tidak. bahwa menghantam kepala Takuan dengan keunggulan pribadinya merupakan suatu keharusan. maka khayalan itu pun lenyap. Memikirkan guru Yagyu tua itu membuatnya sinting dan sekaligus sedih. semacam utang terhadap biarawan itu. walaupun aneh. dunia yang pernah dikiranya penuh orang bodoh itu kelihatannya besar menakutkan. Lebih mengguncangkan lagi apabila ia memikirkan betapa mentah dan tak layak dirinya dibandingkan dengan Sekhishusai. Khayalan itu cukup polos. sehingga 348 thanks to. dan sekiranya pada akhirnya ia dapat mengikat Takuan di atas pohon dan menguliahinya. Ia jadi demikian kotor akibat tidur di tanah. "Sebentar lagi akan kuikat Takuan di pohon itu juga. Pedang bukan logika. sejenis rasa nyeri menyebar dari pergelangan tangannya ke seluruh tubuhnya. "Bodoh kamu! Kau makin maju. tapi sekiranya ia memang mendapat kemajuan besar. Ia cuma ingin menunjukkan bahwa taraf yang dapat dicapai seseorang melalui Jalan Pedang lebih tinggi daripada yang dapat dicapai dengan mempraktekkan Zen. Pada waktu-waktu seperti ini. Persoalannya Musashi merasa. maka Musashi biasa langsung pergi ke pegunungan dan hidup dengan dirinya dalam kesendirian itu. Perasaan itu aneh. tapi ia pun bisa menjadi besar! Apabila kesangsian terhadap diri sendiri sudah mengancam akan menenggelamkannya. Gaya hidupnya di sana tampak jelas dari penampilannya ketika kembali ke peradaban-pipinya secekung pipi rusa. rambutnya kering dan kaku karena berjam-jam tersiram air terjun dingin. mengkhotbahkan jalan hidup sejati kepadanya!" Bukannya ia benci kepada Takuan atau punya hasrat membalas dendam. Takuan tak akan pernah bersikap langsung macam itu. Mungkin saja ada orang-orang lain yang sekarang ini jauh lebih besar daripadanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Manakala Musashi memikirkan Takuan. tentang Seni Bela Diri atau yang lain lagi dengan penuh keyakinan. Yang penting bukan bicara atau berspekulasi.webng. tapi masih bodoh!" Bagaimana persisnya kata-kata tidaklah menjadi persoalan benar. Musashi tersenyum memikirkan kemungkinan bahwa pada suatu hari nanti ia akan ganti menguasai biarawan eksentrik itu. Sebagai Takuan. Dan Musashi berkata pada diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah soal logika. ia menjadi sadar sesadar-sadarnya akan ketidakmampuannya bicara tentang Jalan Kesempurnaan.

jauh di pegunungan itu.id and dimhad. udara dingin mendekati bunyi itu. Esok harinya ia akan dapat turun dari Celah Suzuka. dan meledak-ledak dengan hasrat menjumpai lawan yang berarti. "Saya membawa seseorang dari jauh untuk bertemu dengan suami Nyonya.co. Tuan." kata Musashi. si tukang kuda lebih suka mengawani Musashi ke rumah yang dicarinya dan menginap di bawah tepi atap. Kami baru saja sampai. tapi karena sudah larut. syauqy_arr@yahoo. ia menyala penuh keyakinan." 349 thanks to. Sesudah mengucapkan terima kasih.com . tapi pada waktu malam seperti itu seluruh desa sedang tidur. Bagaimanapun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI giginya yang putih seakan-akan tidak berasal dari dunia. "Kalau begitu. Mari kita lihat." "Terima kasih. Perempuan itu terlompat karena tukang kuda yang mendadak masuk itu. Ternyata itu rumah pandai besi. Atas perintah Musashi. Saya tukang kuda dari Kuwana. Namun semua itu hanyalah permukaan semata. hampir-hampir keangkuhan. "Siapa pula ini?" tanyanya. apa kita dapat menemukannya. masih ada waktu untuk melihat apakah Shishido Baiken sungguh seorang manusia sejati. Mereka berada di sebuah lembah yang tertutup tiga sisinya. yang demikian banyaknya menghuni bumi ini? Larut malam barulah ia sampai di tujuannya. "Tunggu sebentar. dikatakannya bahwa tukang kuda itu bebas untuk pergi. Di dalam. siapa pun di antara petani setempal dapat mengantar mereka ke rumahnya. "ayolah ikut saya. saya jelaskan. dan menghentikan pekerjaannya..webng. Musashi sependapat dengannya. Bagus sekali!" Tukang kuda langsung menuju dapur api itu." kata tukang kuda sambil memanaskan kedua tangannya. Jalan mana pun terpaksa mendaki pegunungan yang tertimbun salju setinggi lutut." "Ke rumah Shishido Baiken?" "Ya. Nyonya! Oh! Nyonya ada api. ataukah sekadar cacing pemakan nasi juga. Dalam sepuluh hari yang masih tersisa sebelum ia memenuhi janjinya di Kyoto. Di depan terdapat timbunan logam tua: dan sisi bawah ujung atap hitam oleh asap. dan jika beruntung ia dapat mengambil penumpang kembali di jalan. Satu-satunya tanda kehidupan adalah bunyi godam yang secara teratur menghantam blok. "Selamat malam. Api menyala di dapur api dan seorang perempuan yang membelakangi api sedang menumbuk-numbuk kain. tukang kuda membuka pintu dan masuk. Dan pencarian ujian atas keberanian inilah yang selalu membawanya turun dari pegunungan. Ia dalam perjalanannya sekarang karena ingin tahu apakah ahli rantai peluru-sabit Kuwana itu memang cakap. Sesudah berjalan melintas. cuaca waktu itu terlalu dingin dan gelap untuk mencoba kembali sebelum matahari terbit." Karena Baiken membuka bengkel. akhirnya mereka melihat cahaya.

. "Kukira kau ini samurai muda lain lagi yang datang kemari buat dibikin berlumuran darah oleh suamiku. Musashi berkata.id and dimhad. Karena tak ingin melukai perasaannya. Musashi bertanya. setidak-tidaknya ia bisa mempelajari sesuatu dari memperhatikan senjata-senjata pandai besi itu. Bayi jaga dan nangis." Musashi membungkuk dan mematuhi perintah itu. syauqy_arr@yahoo. Ia rupanya mengira suaminya orang terhebat di bumi ini. kamu beruntung.com . karena terus terang saja. Perempuan yang umurnya sekitar tiga puluh tahun dan agak manis itu meletakkan palunya dan kembali ke daerah tempat tinggal. itu nakal Dan bikin ibunya nangis juga. perempuan itu menyanyikan lagu buaian dalam logat setempat. Tidurlah. lalu mengangkat anak itu dan menyusuinya. Karena menurut pikirannya. Suamiku sedang pergi. Musashi tidak tertawa. Ia jengkel sekali. Perempuan ini lebih gawat daripada kebanyakan istri. tapi.co. ia belum pernah melihatnya. tapi belum tahu Keluarga Arakida?" Waktu itu bayi di dadanya mulai rewel. Dengan nada angkuh ia berkata kepada Musashi." "Di mana itu?" "Ha.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Ia perkirakan itulah senjatanya. jadi kamu tak perlu kuatir terbunuh. ha! Kamu sudah datang di Ise. Kepada Musashi ia berkata. dan tanpa menghiraukan. Musashi mengira ia akan membawakan teh. tamunya. "Apa ini senjata yang digunakan begitu fasihnya oleh suami Nyonya?" 350 thanks to.webng." Ia tertawa riang. Menurut renungannya. Kerutan keningnya jelas menunjukkan bahwa ia sudah lebih dari cukup menjumpai shugyosha dan sudah tahu bagaimana menghadapi mereka. "Saya kecewa suami Nyonya tidak ada. tidurlah Bayi tidur sungguh manis. Maka berkilau-kilaulah matanya karena rasa ingin tahu. Pada sebuah papan yang dipakukan ke dinding tergantung sekitar sepuluh senjata rantai-peluru-sabit. tapi ternyata ia pergi ke tikar tempat tidur seorang bayi. Ia datang ke desa terpencil ini bukan untuk dipermainkan oleh seorang perempuan. Kemudian ia duduk di atas tunggul pohon di samping dapur api dan mengamati sekitarnya dari daerah penuangan besi yang menghitam sampai ruangan tempat tinggal yang berkamar tiga. "Tutup pintu! Bayiku bisa masuk angin kalau udara dingin itu masuk. seperti kepada anak kecil. semua perempuan cenderung keterlaluan melebihkan status suaminya. Alasannya yang lain mengadakan perjalanan kemari adalah karena ia berpendapat seorang murid semacam dirinya haruslah berkenalan dengan segala jenis senjata." Perempuan itu memandang masam ke arah Musashi. Ke mana dia pergi?" "Ke rumah Arakida. Kalau betul begitu..

ia mendekat ke tempat Musashi berdiri. Ketika menyusui bayinya tadi." pikir Musashi. Ketika ia menarik benda itu dengan kukunya. Musashi ingin melihatnya menggunakan alat itu lagi. Pegang begini. Di ujung lain rantai itu terdapat peluru logam yang berat. "Kukira begini memegangnya. "Kalau perempuan ini dapat mengambil jurus demikian mengesankan.id and dimhad. "Jadi. ia kembali sibuk dengan pekerjaan di dekat bak cuci. dan ketika Musashi minta dibolehkan memeriksanya. Ujungnya memakai cincin tempat menyangkutkan rantai. "Bukan begitu! Salah sekali!" Sambil menjejalkan buah dadanya kembali ke dalam kimononya. dan menggerutu lagi. Ia mencuci pecah belah atau bersiap memasak sesuatu." kata Musashi seraya memegang sabit itu dengan tangan kiri dan rantai dengan tangan kanan. Sesudah membersihkan dinding. dan umpatnya. Di lekuk yang dalam pada salah satu sisi batang logam itu tampak punggung pisau. dan pelan-pelan ia bertanya kepada tukang kuda mengenai Keluarga Arakida. tidaklah sukar memotong kepala lawan. perempuan itu tampak betul-betul seperti sapi." Senjata di tangannya itu terdiri atas satu batang logam yang panjangnya 60 cm (yang dengan mudah dapat disimpan di dalam obi). Sambil bersandar ke dinding dan menghangatkan diri pada panas api. Perempuan itu mengalihkan matanya dari tempat tidur bayinya unruk memperhatikan. Musashi tak suka melihat seorang perempuan mengambil jurus tempur dengan senjata yang demikian brutal." Maka hampir tak sabar lagi ia ingin menjumpai Baiken. ia mengambil jurus dan menimbang-nimbang gerakan yang diperlukannya. dan. Sementara memperhatikan. "Saya dengar orang banyak menggunakannya sekarang ini." katanya. tapi sekarang sesudah siap tempur ia tampak gagah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Perempuan itu menggerutu. 351 thanks to. seperti mata sabit. ya. tukang kuda menyatakan dengan suara gumam bahwa mereka itu keluarga yang ditugaskan mengawal Biara Ise. "suaminya tentunya benar-benar patut dilihat. bermartabat. "Gaya Shishido Yaegaki". tapi perempuan itu jelas tak punya keinginan melakukannya. "Kalau kamu memegangnya begitu.com . yang cukup kokoh untuk memecahkan tengkorak manusia. Sambil membayangkan seorang musuh di hadapannya. bahkan cantik. Perempuan itu mengambil jurus tersebut hanya sesaat. syauqy_arr@yahoo.co. "Yah. Musashi melihat bahwa pada pedang berwarna biru kehitaman seperti punggung ikan makerel itu terdapat tulisan yang bunyinya. la memandang dengan mulut menganga. Dengan senjata itu. setengah pada diri sendiri." Ia merebut senjata itu dari tangan Musashi dan memperlihatkan padanya bagaimana cara berdiri." katanya sambil melipatkan kembali pisau itu ke dalam gagangnya dan menggantungkan senjata itu ke sangkutannya. kira-kira seperti itulah. inilah macamnya. benda itu melenting ke samping. ia mengangguk. orang yang bersenjata pedang bisa menebasmu tanpa kesulitan sama sekali.webng. Musashi menurunkan satu senjata dari sangkutannya.

tak akan sukar menemukan tempat mereka itu. Tak seorang pun yang namanya demikian ada di sana. Dalam surat tantangan yang dikirimkannya kepada Sekolah Yoshioka dari Nagoya. Pengalaman itu menyebabkan ia berpikir. Orang itu berani bersumpah bahwa keluarganya telah menggunakannya beberapa generasi. Tidak pernah dalam hidupnya ia terbaring tiga hari lamanya. ia menyerahkan pada mereka untuk memilih salah satu hari dalam minggu pertama Tahun Baru. Bahkan lebih buruk lagi bahwa bau tahu itu memualkan. demikian pikir Musashi. Selain bisul yang pernah dipunyainya di kepala semasa kanak-kanak. Hanya sedikit orang berjalan. Mestinya ia langsung ke Kyoto. Ia gusar karena tinggal beberapa hari lagi waktu yang tersisa baginya untuk berada di Kyoto. Petang hari mereka sudah sampai di jalan panjang berapit pohon yang menuju biara itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kalau ini benar. termasuk mengoleskan obat seperti minyak pemberian pemilik rumah penginapan. yang dalam semalam itu sudah sangat membengkak. dan ia rendam kakinya dalam air itu. Ampas tahu ia masukkan dalam kantong kain. Ia mengambil keputusan untuk mencarinya. Karena kecewa. Namun tak ada perbaikan.id and dimhad. ia mengeluh atas kebodohannya telah menyeleweng pergi ke Ise. Sibuk mengurusi kakinya. Ia tak dapat menolak sekarang dengan alasan kaki sakit. Musashi mengirim seorang pesuruh untuk bertanya ke rumah Arakida. magang pandai besi itu bangun dan membuka luar bengkel. syauqy_arr@yahoo. bahkan juga untuk musim dingin. lalu melingkarkan diri di tikar dekat api dan tidur. menurut ingatannya tak pernah ia sakit. tukang kuda segera menyetujui. Malam itu kakinya ia bungkus di bawah selimut. Musashi mengalihkan perhatian kepada kakinya yang luka. Disamping itu. kota terdekat dengan Biara Ise. ia peras sampai keluar airnya. dan rasanya sudah seberat balok kayu. Kakinya tampak seperti gumpalan tahu besar membengkak." Sampai sekarang ia menduga musuh-musuhnya akan selalu datang dari 352 thanks to. Sejumlah pohon yang tumbang oleh badai musim gugur masih menggeletak di tempat tumbangnya.webng. Sepanjang hari berikutnya ia gunakan untuk menerapkan obat yang pernah didengarnya. Demamnya menanjak dan rasa nyerinya tak tertahankan lagi. dan jalan itu sendiri dalam keadaan buruk. Dari rumah penginapan di Yamada. Puas karena telah dibayar hari sebelumnya. Pagi berikutnya dengan putus asa ia cobakan resep-resep lain. Warung-warung teh di situ tampak sangat sepi. Musashi bangun juga dan minta kepada tukang kuda agar membawanya ke Yamada.com . "Namun tak berdaya aku dalam genggamannya. Jawaban yang datang menyatakan bahwa tentunya telah terjadi kekeliruan. "Sakit adalah sejenis musuh yang paling jahat. Namun bengkak tidak juga surut. ia berjanji menjumpai Matahachi di jembatan Jalan Gojo. Pagi-pagi. apakah Shishido Baiken tinggal di sana.co." demikian pikirnya.

Penampilan puncak gunung yang congkak itu menyinggung perasaannya. dan sedikit ke timur Gunung Asama. apakah setan akan menyerah pada kegigihannya yang pantang menyerah itu. tampaklah di hadapannya hutan sekitar Biara Ise. untuk sementara ia lupa akan kakinya. Sekarang rempat itu lebih mirip bordil terbuka yang didereti warung-warung teh dan 353 thanks to. "Kalau menendang ini saja aku tak dapat. Tapi sekarang sedikit saja yang mengingatkan orang bahwa tempat itu tempat lahir para pahlawan.webng. Hampir-hampir pingsan. pasti tak terasa sakit lagi. Lamakelamaan mulai kelihatan olehnya bahwa puncak itu memang Sekishusai yang sedang memandang kepadanya dan atas awan-awan. Sakit rasanya. sakit sekali.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI luar. terpincang-pincang melewati lapangan pasar. baginya sungguh baru dan memaksanya untuk berpikir. Maka terpikirlah olehnya Yagyu Sekishusai. Di situlah tentunya dilahirkan prajurit terkenal Tairo no Tadakiyo. Tanpa dikehendakinya. Ketika tidak cepat muncul. ia tarik kaki yang besar bulat itu dari bawah dirinya dan ia tatap. Cukup lama waktu berlalu. tanpa mengetahui bahwa namanya memang Gunung Rajawali. Selagi memandang gunung itu. pahlawan "Cerita Perang Hogen". Sekiranya ia hantamkan kakinya ke api bengkel pandai besi itu. Ia menghadap jendela. "Itu burung rajawali. Tak hendak ia menerima kenyataan bahwa kaki itu benar-benar sebagian dari dirinya. Ia bertanya pada diri sendiri. "Di mana saja semua orang ini?" pekiknya. Ia memaksa dirinya duduk bersimpuh dalam gaya resmi. demikian pikirnya sedih. Ketika membuka mata. bagaimana bisa aku mengalahkan seluruh Keluarga Yoshioka?" Ia membayangkan akan menghimpit dan mencekik setan di dalam dirinya.co. Menjulang di atas pegunungan di antara kedua gunung itu tampak sebuah puncak yang menatap dengan pandangan merendahkan kepada gunung-gunung di sekitarnya. Dengan suara keras ia panggil pesuruh. Gayanya yang sombong itu mengejeknya. "Tinggal berapa hari lagi tahun ini?" demikian ia bertanya-tanya.id and dimhad. "Tak bisa aku hanya tinggal di sini membuang-buang waktu!" Dalam keadaan terbaring dengan perasaan jengkel itu. sebelum akhirnya warna merah pada wajahnya mulai berkurang dan kepalanya mendingin sedikit. dan menatap pula kepada Musashi dengan kurang ajarnya. menertawakan kelemahan dan kekerdilannya." pikir Musashi. ia pukul tatami dengan tinjunya. tapi segera kemudian rasa nyeri mendesak kembali ke dalam kesadarannya. Di seberang pepohonan terlihat olehnya Gunung Mai.com . Ia tendang selimut dari kakinya yang bengkak. tapi dengan menutup mata. hingga semangat juangnya sekali lagi tergelitik. tulangtulang rusuknya terasa seperti menekan jantungnya dan dadanya terasa mengerut. syauqy_arr@yahoo. pemain pedang tua yang mirip dengan puncak angkuh ini. maka kenyataan bahwa ia dibikin lumpuh oleh musuh dari dalam. "Aku mau pergi dari sini! Mana rekening! Sediakan makanan-nasi gorengdan bawakan aku tiga pasang sandal jerami yang berat!" Sebentar kemudian ia sudah ada di jalan.

com . dan menggoda. sambil mencumbu. Bukannya ia berkhayal. tangannya jadi selengket madu. dan ia bermaksud mengatasinya. walaupun tiap kali menyeret kaki sial itu ia mengutuk pelan. Akhirnya ia tak peduli lagi dengan segala macam topeng harga diri. Musashi betul-betul harus berjuang melintasi mereka sambil merengut dan menghindari pandangan mereka yang tak sopan itu. mencengkeram tangannya. yang berasal dari telapak kaki. Ia sudah tahu ketika meninggalkan rumah penginapan itu bahwa ini akan merupakan siksaan baginya. serangan tangan-tangan putih itu menjadi gencar. bahkan ia tak mau berhenti memungut topinya ketika topi itu terlepas dari kepalanya. "Kenapa kakimu?" "Apa mau saya obati?" "Sini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dikerumuni perempuan. Bahkan Otsu yang polos itu pun kadang-kadang menjadi khayalnya yang penuh nafsu. Kadang-kadang ia merasa seolah tubuhnya tiba-tiba akan pecah berantakan. Belakangan. Bibirnya memerah. dan ia pun lari. Tidak mungkin bagi Musashi mengabaikan perempuan.webng. Setiap langkah yang diambilnya berarti tikaman derita di kepala. Sama sekali tak bisa ia bertahan terhadap serangan macam itu. dan bau rambutnya menyengat karena keringat. 354 thanks to. Rangsangan yang ditimbulkan oleh tangan-tangan yang mencakar-cakar itu lama baru bisa reda. Mereka memanggil-maggil orang lewat dan mencekal lengan baju calon-calon korban yang lewat. Betul-betul ia tak tahu bagaimana mengatasinya. Untuk sampai ke biara itu. Ketika seorang dari mereka mengatakan bahwa Musashi "semungil anak macan tutul!". apabila tubuhnya menyala oleh birahi. Bagaimanapun ia sudah berhasil tetap mengendalikan diri. membujuk. Maka suara-suara mengikik mengikutinya di antara pepohonan di luar kota itu. dan dengan sopan menyatakan menyesal pada yang lain. menggenggam tangannya. Itu ancaman yang lebih besar dibandingkan dengan musuh yang berdiri dengan pedang terhunus di hadapannya. Lebih banyak perempuan penggoda berdiri di sepanjang jalan itu daripada pohon. syauqy_arr@yahoo. dan usaha mental macam apa pun darinya takkan dapat menenangkannya. Mengangkat kaki yang luka itu saja menghabiskan seluruh tenaga yang dapat ia kerahkan.co.id and dimhad. Ingatan tentang bau bedak putih yang tajam tentu saja sudah dapat membuat detak nadinya menggebu. Semua itu hanya membikin perempuanperempuan itu tertawa terkekeh-kekeh. biar saya gosoki!" Mereka menarik-narik pakaiannya. Hari ini kakinya memaksanya melepaskan pikiran tentang perempuan. "Lelaki tampan takkan sampai ke mana-mana dengan mengerutkan dahi macam itu!" Musashi menjadi merah mukanya dan menghuyungkan diri dengan membuta. sepanjang malam ia gelisah. tapi melarikan diri dari mereka dalam keadaan hampir tak dapat berjalan itu sama saja dengan menyeberangi kancah logam cair panas. dan ia minta maaf pada sebagian dari mereka.

Apakah itu tidak kekanak-kanakan. entah di mana. Lama ia duduk di sana tak bergerak-gerak. tak dapat ia mengatakan. mencelupkan kepala dan memurnikan diri. sampai kakinya terobati. sambil merintih pelan kesakitan dan memegangi kaki dengan kedua tangannya. Merasa lega karena tidak harus memberikan keterangan tentang dirinya.webng. bertelanjang bulat. ia melepaskan pedang dan bungkusan dari punggungnya. Lewat rintihan pohon-pohon besar yang suram dan tak henti-hentinya terdengar di hutan suci itu telinga Musashi menangkap bunyi lain.id and dimhad. ia pecahkan es di permukaan sungai dan ia ceburkan dirinya ke air dingin itu. Kenapakah ia tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melarikan diri dari rumah penginapan itu? Orang normal mana pun akan tetap tinggal di sana tenang-tenang. Dalam keadaan tanpa beban itu ia letakkan kedua tangannya di pinggul dan ia berjalan terpincang-pincang kembali ke Sungai Isuzu. Semua itu diikat bersama dan digantungkannya pada sangkutan di dinding dalam.co. dan membasuh badan. Yang menggerakkannya adalah kebutuhan spiritual. sekalipun kulitnya tersengat oleh angin dingin. Sambil menggigit bibir ia memaksakan diri berdiri. Pendeta yang lewat bisa-bisa menduga ia sudah gila dan mengusirnya. Untung tak seorang pun ada di sekitar. Ia angkatkan kepala. Wisma Para Perawan ini dihuni gadis-gadis muda yang mengabdi kepada dewa-dewa. walau tubuhnya yang enggan itu menolak setiap gerak. tapi tak melihat seorang pun. semangat Musashi pekat dan berdetak penuh daya hidup. Kira-kira sejam kemudian. Tubuhnya menyala demam. sementara suara anak-anak yang halus menyanyikan doa suci. Tidak berapa jauh. tapi ia ada di sana. Di sini mereka berlatih memainkan alat-alat musik kuno dan belajar menarikan tari-tarian suci yang diciptakan berabad-abad sebelumnya. musik persembahan bagi para dewa. 355 thanks to. Di sana ia diam. Ia merasakan suasana suci dalam tumbuh-tumbuhan.com . bahwa seorang dewasa membiarkan dirinya dikuasai ketidaksabaran? Namun bukan ketidaksabaran itu semata-mata yang menggerakkannya. pohonpohonan. Bahkan bodoh. seperti batu karang. seruling dan buluh menyuarakan musik kuno. Musashi mendekati pintu belakang bangunan itu. bahkan juga dalam suara burung-burung. Kendati dilanda nyeri dan derita fisik. Ia rebah di akar sebatang pohon kriptomeria besar. pada hakikatnya. Apakah itu. Sesudah mencapai dinding tanah gedung biara. dan dengan mata nyalang ia pandang kehampaan di sekitarnya. Musik itu berasal dari bangunan yang agak lebih jauh letaknya. berkecipak. Seberkas cahaya bersinar lewat jendelanya yang berkisi-kisi. diraihnya dinding itu dengan kedua tangan dan berusaha merayap dengan gerakan kepiting yang kaku. Ia berhenti dan memandang ke dalam. Tertarik oleh bunyi damai ini Musashi mencoba berdiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Menyeberangi Sungai Isuzu dan memasuki pekarangan biara itu mendatangkan perubahan suasana yang menyenangkan. syauqy_arr@yahoo. dan kebutuhan yang sangat dalam.

Apabila ia membandingkan dirinya dengan Nikkan atau Sekishusai atau Takuan. Bagi Musashi. tapi menurut jalan pikiran Musashi semua itu omong kosong belaka.com . walau tidak kehilangan keseimbangan menghadapi mati merupakan keadaan mental yang tinggi tarafnya. Menghadapi kemungkinan seperti ini. Ia sadar. Memenangkan perkelahian hidup atau mati dengan segala kekuatan tidaklah lebih dari naluri binatang.id and dimhad. dan ia mencoba membangun keyakinan untuk berbuat demikian. Mereka akan mengerahkan setiap daya yang ada pada mereka terhadapnya. yaitu karena ia tahu dirinya belum matang. kalau itu cocok buat mereka. Lagi pula. dan Musashi tahu bahwa untuk menyelamatkan nyawanya ia harus menggunakan muslihat. Ia merasa bahwa jauh di dalam dirinya terdapat kelemahan. Musashi hanya mau membereskan pertempuran dengan kemenangan heroik. sesungguhnya tidaklah begitu sukar menghadapi maut. tak dapat ia mengelak dari 356 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Menurut legenda Ise. Mereka harus berbuat demikian untuk menyelamatkan muka. Musashi tidak takut mati. tapi tujuannya memang mutlak. kalau ia sudah tahu bahwa la harus mati. ia menjadi gila sama sekali. Apakah secara mental ia sudah siap? Apakah pikiran dan semangatnya sudah benar-benar satu? Musashi belum dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini secara positif. bukan sekadar hidup. bagaimana mungkin ia bertahan terhadap halangan-halangan yang lebih mengancam hidup? Dan pada saat ini persoalannya bukanlah kemungkinan masa depan yang abstrak. samurai pada umumnya pasti akan bicara tentang "berkelahi dengan segala tenaga" atau "siap menghadapi maut". seorang pemanah bernama Nikki Yoshinaga dahulu kala menyerang dan menduduki sebagian wilayah Biara Ise. Biarlah orang lain gugur secara heroik. Kalau ia dapat menjaga langkah. Kalau tubuhnya tak dapat menahan dingin. melainkan kemungkinan menghadapi Yoshioka Seijuro yang sangat nyata. Merasa sudah mantap. Ketika akhirnya ia melompat ke atas batu. Kyoto tidak jauh. dan itu mengecewakannya. helai rambut di sepanjang dahinya kaku menjadi kerat-kerat es. Namun waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual tidaklah dapat ditakar. tidak lebih dari tujuh puluh atau delapan puluh mil. beserta seluruh pengikutnya. bahwa ia belum mencapai taraf pikiran seorang guru sejati. mencemplungkan diri ke sungai suci itu penting.webng.co. ia dapat melakukan lompatan itu dengan ringannya. ia bisa sampai di sana dalam tiga hari. Musashi yang berbuat seperti orang itu dapat dengan mudah dikira hantu orang gila itu. bahwa ia masih jauh dari seorang manusia yang lengkap dan sempurna. syauqy_arr@yahoo. ia memancing di Sungai Isuzu yang suci dan menggunakan burung elang pemburu untuk menangkap burung-burung kecil di hutan suci itu. demikian kata legenda itu. Karena melakukan penjarahan yang melanggar kesucian ini. Sementara ia mengeringkan diri dan mengenakan pakaian. seperti seekor burung kecil. Mereka tahu bahwa mereka tak punya pilihan lain kecual membunuhnya.

Orang bilang hanya monyet dan peri dapat memanjatnya. "Ini dia jalan ke Gunung Rajawali. menyeretnya mundur. Dulu ia tertawa ketika Musashi terbaring di tempat tidur. Maka semangat Musashi yang tak kenal menyerah betul-betul tersengat oleh keunggulan Sekishusai. Seratus kaki. menginjak-injak seenaknya kepala Sekishusai. tampak olehnya kaki Gunung Rajawali. itu pun dengan bergayut pada batu dan tumbuhan menjalar. aku harus menang!" Sambil berjalan terpincang-pincang memudiki Sungai Isuzu. Berpegangan pada tumbuhan menjalar yang kuat. batu-batu kecil menghujan. Majulah ia menentang perlawanan rumput liar. Sesampainya di puncak karang meledaklah pekik kemenangan darinya." Ia gembira melihat tak ada rintangan tak tertembus di sini. "Aku harus menang!" Ia melintasi air terjun yang tenang dan beku. Di seberang tempat bernama Ichinose terdapat jurang yang panjangnya lima atau enam ratus meter. penuh dengan tebing terjal dan riam.co. dan katanya tanpa khayal. ia memekik lagi agar semua pohon di hutan suci itu mendengar. Setiap kali ia merasa sudah ada pijakan itu. Darahnya yang belum lama ini kedinginan kini mendidih dan tubuhnya mengepul ketika keringat yang keluar dari pori-porinya berjumpa dengan udara dingin. "Aku harus menang. Wajahnya semerah wajah setan. merupakan tantangan.webng. tiga 357 thanks to.com . pohon. yang sebelumnya tak banyak ditempuh orang. Dari sana terlihat olehnya aliran sungai yang putih dan pesisir perak sepanjang pantai Futamigaura. es—musuh-musuh yang mencoba matimatian menyeretnya mundur. Gunung itu Sekishusai. baru ia dapat maju selangkah. dan kini puncaknya melanjutkan ejekan itu. Serangan itu menindasnya. di seberang belukar jarang yang berselimut kabut malam.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kebenaran sederhana ini: ia masih hijau! Analisis yang dilakukannya sendiri atas kemampuan dan sifat-sifat dirinya tidak hanya mengungkapkan kelemahan di beberapa bidang. Di ujungnya menjulang tebing yang hampir terjal. Musashi memeluk permukaan puncak yang merah warnanya itu sambil mencari-cari pijakan kaki. seolah disangga oleh suatu gaya berat terbalik. ia mulai mendaki permukaan batu karang. Hanya dengan mengerahkan segala tenaga. melainkan juga kekurangan dalam bidang-bidang lain. setengah memanjat setengah berayun. Tubuhnya bergetar ketika ia memekik. syauqy_arr@yahoo. setiap napas. untuk menunjukkan kepadanya bahwa Musashi dapat dan harus menang. Berangsur-angsur terbentuklah tujuan dalam dirinya: mendaki sampai puncak dan melampiaskan dendam. menimpa belukar di bawah. hingga ikan forsel pun tak dapat melintasinya. Musashi memandang batu karang itu.id and dimhad. Setiap langkah. Dan di hadapannya. dua ratus. dan seperti manusia primitif ia merangkak ke atas batu-batu besar dan bersusah payah menerobos semak-semak rimbun di ngarai yang dalam.

para superman yang harus dan akan ditaklukkannya. Apabila awan-awan itu bersibak. Demikian pekat tegangan yang dialaminya. ia memandang ke segala jurusan. matanya terpejam tak berani bergerak. Karena bau keringat. Dan setelah meluruskan badan. seakan seseorang menepukkan tangan ke mukanya. kampung nelayan Toba. beberapa kaki. hingga jantungnya serasa akan naik dan meledak dari mulutnya.co. bajingan!" Dengan segala daya yang ada padanya ia kutuki raksasa-raksasa yang dihormatinya. Napas Musashi terhenti.id and dimhad. Nikkan! Dan untukmu. Kalau tubuh dan daya kemauannya melemah. dan lautan terbuka luas.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ratus—ia kini di tengah awan-awan. Tapi justru pada waktu itu sebutir batu di bawah ibu jari kakinya terlepas dan membuatnya sadar kembali. Puncak gunung menatap dingin kepadanya. Gunung Asama. Kemudian tiba-tiba ia sudah tengkurap. mengancam meniupnya bersama batu karang dan segalanya. tapi seolah-olah heran melihat mahluk ini mencakarnya." pikirnya. "Berhasil! Aku menang!" 358 thanks to. maka sebagai pemain pedang pasti pada suatu hari ia akan terbunuh. la hanya dapat memanjat beberapa kaki. dan ia jadi ingin sekali tidur. tapi alangkah sukar dicapai! Karena "sedikit lagi" itulah yang membedakan pedang kemenangan dengan pedang yang kalah. kembali ia mencakar gunung itu. ia injak-injak dan ia tunjukkan pada mereka siapa yang terbaik di antara mereka. "Sedikit lagi!" "Sedikit lagi. "Satu untukmu. "Hampir sampai. Seluruh dunia terhampar di bawahnya: hutan besar yang memagari tempat suci. Sementara ia bergayut pada batu karang itu. setelah dekat ke puncak tertinggi. para superman yang telah menyebabkannya datang kemari.webng. angin berembus. bahkan ia melahap udara dengan pori-porinya. syauqy_arr@yahoo. Sekishusai! Untukmu. lalu berhenti lagi. Satu saja gerakan keliru akan membuatnya melayang ke riam karang dan batu-batu besar. jalur putih yang tentunya sungai. Kini. ia mulai samar-samar merasa sedang bersarang di dada ibunya. ia pegang teguh hidupnya tercinta. Gunung Mae. mendesir-desir. Tapi dalam hatinya ia menyanyikan lagu kegembiraan meluap. gunung itu menggertak dan meludahkan longsoran batu kerikil dan pasir. Di sinilah pertandingan akan ditentukan. lalu berhenti. dan Musashi tahu itu. Ia dan gunung itu kini satu. "Ini dia! Hampir sampai!" Dengan kaki-tangan kejang dan sakit. Permukaan gunung yang kasar mulai terasa seperti kulit ibunya. demikian dikatakannya kepada dirinya. Takuan!" Ia panjati kepala berhala-berhala itu. dan cahaya fajar tiba-tiba tampak di tengah lautan awan putih di bawahnya. Ia mencari-cari pijakan lain. "Ini untukmu.com ." Alangkah mudah dikatakan. Napasnya terengahengah. dari bawah ia tampak seperti tergantung di awang-awang tanpa berat.

Musashi merasa bahwa kegembiraan yang tak terlukiskan membengkak memenuhi seluruh dirinya. Dan dalam selimut kegembiraan meluap yang surgawi itu. di perbatasan antara langit dan bumi.co. "Aku sekarang berdiri di atas kepala rajawali!" Matahari pagi yang baru muncul menyinarkan cahaya kemerahan kepadanya dan kepada gunung itu. pikirannya pun semurni dan sejernih kristal. Di sinilah. Mendadak ia ingin melompat dan melejit ke sana kemari seperti ikan mino di sungai. membubunglah napas kemanusiaan—napas manis kegelapan yang telah terhalau. Angin di puncak tertinggi menghujani punggungnya dengan pasir dan batu. Semangat manusia dan gunung kini sedang melaksanakan karya cipta yang agung di keluasan alam tak terbatas di waktu fajar. "Tak ada apa pun lagi di atasku!" teriaknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Begitu ia sadar telah mencapai puncak. 359 thanks to. syauqy_arr@yahoo. Ketika akhirnya ia mengangkat kepala. Tubuhnya yang basah kuyup oleh keringat kini tersatukan dengan permukaan gunung.com . Di tengah kemurnian angkasa yang mengitarinya.webng. tidurlah ia dengan damai. Ia pandang kakinya yang terhujam teguh ke puncak tertinggi. sementara ia merentangkan tangannya yang berotot dan liar ke langit.id and dimhad. dan waktu itu tampak olehnya seolah seember penuh nanah kekuningan merembes dari kakinya yang cedera. begitu daya kemauannya yang sudah menegang itu mendetak seperti tali busur.

dan tiba-tiba seorang di antaranya berseru. Ketika ia turun membawa bungkusan dan pedang itu." "Sudah pasti.com . dan jangan buang buang waktu lagi. Ngengat di Musim Dingin TIAP hari. Sekelompok gadis menghambur keluar dari pintu belakang." "Ha? Lebih baik itu kalian bawa ke rumah Arakida." Mereka berpandangan dan menahan napas. dan dengan persetujuan bersama mereka berlari kembali ke asrama dan berseru dari bawah susuran tangga di luar kamar Otsu. sesudah menyelesaikan kewajiban di biara. "Barang-barang siapa yang tergantung di sini ini?" tanya Otsu kepada juru masak." kata Otsu. dan Mino mencari Musashi. bisa juga pencuri yang meninggalkannya di sini. "Punya siapa itu menurutmu?" "Mestinya punya samurai." "Ah. Juru masak tentu saja tidak tahu. Ayo belajar sana. Untuk menarikan tari-tarian keagamaan. syauqy_arr@yahoo. sesudah mondar-mandir di Jalan Iga. para gadis yang hidup di Wisma Perawan dengan buku di tangan pergi ke ruang belajar di rumah Arakida. bagaimana kaum pria biasa berjalan membawa beban seberat itu. karena akan sukar berjalan menerobos pegunungan selagi ada 360 thanks to. seakan-akan menemukan begal itu sendiri yang berikat kepala kulit dan sedang tidur siang. mereka mengenakan kimono sutra putih dengan celana bertepi lebar merah tua yang disebut hakama. Omi." "Itu namanya ribut tak keruan saja. "Sensei! Sensei! Ada yang aneh di bawah sini. Otsu dan Jotaro datang ke tempat itu dua bulan sebelumnya. Tapi sekarang mereka berkimono lengan pendek dan berhakama katun putih. "Ada pencuri meninggalkan pedang dan bungkusan." Begitu Otsu turun dari kamarnya. hampir saja barang-barang itu terjatuh karena beratnya. Mengangkat barang itu ia merasa heran. Yang tinggal di asrama itu hanyalah perempuan tua juru masak dan seorang gadis yang sakit. "Ada apa?" tanyanya. yang biasa mereka kenakan pada waktu belajar atau melakukan pekerjaan rumah tangga." "Tidak. Keduanya di sana. gadis-gadis itu sudah pergi.webng." saran seorang di antaranya. jangan! Kami takut memegangnya. Sesampai di Ise. Coba lihat sini!" Otsu meletakkan kuas tulisnya di meja dan menjulurkan kepala ke luar jendela. "Barangkali kita mesti memberitahu Otsu. "Apa itu?" dan menuding bungkusan serta pedang yang terikat di sana.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 27.co. yang pada malam sebelumnya digantungkan Musashi. mereka putuskan untuk menetap selama menanti musim dingin.id and dimhad. "Biar kubawa ke rumah Arakida. Disana mereka belajar tata bahasa dan berlatih menulis sajak. tergantung di dinding belakang.

yang umurnya sekurangkurangnya tiga belas atau empat belas tahun." "Kupikir kau sedang kerja tadi. Bunyi gemeretak keras yang didengarnya itu mirip bunyi cabang pohon yang patah. syauqy_arr@yahoo. bahwa di sini dilarang merusak pohonpohonan. Jotaro sebetulnya menjadi penghalang Otsu menerima jabatan itu. tapi bukan di sini Jotaro. suci buat dewi leluhur kita semua." gerutu Jotaro dengan wajah jengkel. Otsu berlari menyusuri jalan setapak melintas belukar. ia pun menerima. pasti kita mendapat kesulitan!" 361 thanks to. bukan karena ingin mengajar." kata Otsu tajam. siang hari Jotaro menyapu pekarangan suci dan malam hari menginap di gudang kayu Keluarga Arakida. kakak ini tadi. Akhirnya keputusan yang mereka ambil adalah. "Kalau sudah tahu. ia hanya mengatakan. Ini wilayah suci. karena ada larangan menerima lelaki tinggal di asrama anak-anak perempuan. melainkan karena berminat mempelajari musik kuno. "Oh. Ia berhenti dan tersenyum. justru pada umur ketika anak-anak lelaki hanya senang bermain dan menyenangnyenangkan diri. kenapa kaulakukan? Kalau Pak Arakida menangkap basah kamu. Semula Otsu memberikan pelajaran suling di daerah Toba. dan lagi ia ingin tinggal beberapa waktu lamanya bersama gadis-gadis di tempat suci itu. kedamaian hutan tempat suci itu telah mengimbaunya. Juga. ia merasa senang bahwa Jotaro yang wataknya sukar diubah.id and dimhad. "Apa kerjamu dengan pedang kayu itu? Dan pakai pakaian kerja putih lagi. yang sebagai pemimpin upacara resmi menduduki tempat kedua sesudah pendeta kepala. di mana kau sekarang? Halaman ini lambang kedamaian dan kemurnian. Bunyi itu terdengar lagi. melukai. Apa kau sudah lupa. Sebentar saja Otsu sudah mendengar langkah Jotaro. Latihan dengan pohon-pohon. dan sebanyak-banyaknya sekitar dua puluh. panggilnya." "Tak ada orang yang keberatan dengan latihanmu. Terpikir oleh Otsu . Ketika Otsu melintasi halaman biara. musik suci. sekalipun umurnya masih muda. dan sambil mencengkeram barang bawaannya. sudah tahu aku semua itu.webng. angin yang menakutkan dan lain dari biasanya bersiul di antara pepohonan yang tak berdaun. Seberkas asap naik dari sebuah belukar di kejauhan. Tapi ketika anak itu sudah berhenti di depannya.co. atau membunuh binatang? Memalukan kalau orang yang bekerja di sini mematahkan cabang-cabang pohon dengan pedang kayu." "Ah. tapi kemudian ia menarik minat kepala Keluarga Arakida. Lihat ke sana itu. hari-hari itu patuh sekali dan dengan penuh tanggung jawab menyesuaikan diri dengan pekerjaan. "Jotaro! Jo-o-ota-ro-o-o!" "Ya-a-a?" terdengar jawaban gagah.com ." "Aku sedang latihan. barangkali Jotaro di sana sedang menyapu pekarangan dengan sapu bambunya. Ketika Arakida meminta Otsu datang ke biara untuk mengajar gadis-gadis itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI salju.

webng." "Tidak begitu jelek kalau cuma rumput liar. Burung-burung mematuki atap bangunan sampai bocor. dan Ieyasu itu betul-betul orang besar." "Oh. Aku tahu mereka tentunya orang penting. apa Nobunaga.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo. mereka sudah memperbaiki istana kaisar di Kyoto dan mencoba membahagiakan rakyat. memegang dagu Jotaro dan mengangkat wajahnya." "Tanya apa?" "Kalau kebun ini begitu penting. Biarpun seandainya mereka melakukan hal-hal itu hanya untuk membenarkan tindakannya sendiri terhadap diri sendiri dan orang-orang lain. kalau begitu aku tak pernah bisa menang. "Yang kaukatakan itu cuma jiplakan kuliah Pak Arakida. tapi apa indahnya menguasai negeri kalau menurut kita. "Wah. kan?" "Itu kalau tidak di sini!" "Itu yang Kakak ketahui! Coba sekarang aku mau tanya. Tak ada salahnya kalau memang sudah mati. tak ada salahnya mematahkan dahan yang sudah mati. Waktu aku mendengarkan dia bicara." kata Otsu menyela. Shogun-shogun Ashikaga jauh lebih buruk. Di mana-mana begitu. kenapa orang tidak merawatnya lebih baik?" "Memang sayang sekali mereka tidak merawatnya baik-baik. Pohon-pohon yang disambar petir itu dibiarkan saja mati. Coba. mereka tetap patut mendapat pujian. yang kerja di sini cuma aku dan tiga atau empat lelaki tua! Padahal. Dan tak ada orang memperbaiki lentera kalau rusak. dan pohon-pohon yang dirobohkan badai bergeletakan saja seperti waktu robohnya." "Dia memang benar. coba lihat berapa luasnya?" "Jotaro!" kata Otsu. kitalah satu-satunya orang yang berarti. Hideyoshi." "Tapi Nobunaga dan Hideyoshi itu tak seburuk orang-orang lain." "Bagaimana buruknya?" 362 thanks to. apa puri di Osaka itu tidak putih menyilaukan kalau kita lihat dari Samudra di Settsu? Apa Tokugawa Ieyasu tidak membangun purl-puri yang lebih megah di Fushimi dan selusin tempat lain? Apa rumah-rumah baru daimyo dan saudagar-saudagar kaya di Kyoto dan Osaka tidak mengilat karena perhiasan emasnya? Apa ahli-ahli upacara teh Rikyu dan Kobori Enshu tidak mengatakan bahwa secercah kotoran di halaman warung teh bisa merusak aroma teh? "Kebun ini sedang runtuh. "Bagaimana bisa Kakak mengatakan tempat ini penting? Coba. jadi Kakak mendengar kuliah itu juga?" "Tentu saja. Membiarkannya rusak seperti ini sama saja dengan membiarkan rumput liar tumbuh dalam jiwa. tapi lihat pohon-pohon itu. Paling tidak. biarpun yang dikatakannya itu benar. Aku tak setuju dengan cara itu.co." "Membeokan apa yang dikatakan Pak Arakida tak ada artinya buatku. aku jadi berpikir.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Menurutku.com .

" "Ah. dan tak seorang pun punya perhatian sungguh-sungguh terhadap negeri secara keseluruhan. Rakyat biasa tidak mendapatkan kedamaian sedikit pun.webng. Matahari musim dingin bersinar melalui pohon-pohon. kan?" . dan uang tak cukup untuk melanjutkan upacara-upacara kuno dan ritus-ritus suci. lebih seratus tahun lalu. ya?" Dan air liur Jotaro mengucur. dan ranting-ranting berayun-ayun seperti ombak kecil. waktu sudah dewasa orang suka lupa bahwa mereka berutang sumber hidup kepada leluhurnya. kan?" "Anak bandel kau ini!" ujar Otsu sambil tertawa sendiri. Pedang panjang ini besar sekali. "Pak Arakida memanggil Sensei. Jotaro menoleh ke sekitar dengan terheran-heran. ke-shogun-an terlalu lemah." Puas karena sudah mendapat pidato panjang berapi-api dari Otsu. "Ada apa?" tanya Otsu. Berani sumpah. Ingin sebetulnya ia menampar Jotaro. "Sensei" Seorang di antara gadis tempat suci datang berlari-lari. tapi istana kaisar terlalu miskin. Walaupun demikian. bukan? Tapi kalau kita pikirkan. Arakida Ujitsune menjadi pendeta kepala Tempat Suci Ise." Hampir tanpa berhenti. dan para prajurit begitu sibuk dengan pertumpahan darah." "Maksud Kakak pertempuran yang terkenal antara Keluarga Yaman dan Kosokawa?" "Ya. "Punya siapa itu?" tanyanya sambil mengulurkan tangan. Dua puluh tujuh kali Ujitsune mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah untuk membetulkan bangunan-bangunan suci. Mata Jotaro memandang seolah melihat hantu di antara bercak-bercak cahaya matahari. "Apa yang kamu perhatikan?" 363 thanks to. ini mesti berat. "Ini cerita sedih. sampai mereka tak peduli dengan apa yang terjadi. Waktu itulah. Para prajurit selamanya saling perang untuk memperebutkan lebih banyak wilayah. Jotaro melompat ke udara sambil tertawa dan bertepuk tangan. Waktu itulah Jotaro melihat bungkusan yang lain dari yang lain. "Hm. gadis itu memutar badan dan berlari kembali. sampai terus-menerus terjadi perang." "Ke-shogun-an Ashikaga begitu tidak cakap. sampai akhirnya berhasil mendirikan tempat suci baru. Ujitsune pergi berkeliling juga memperjuangkan cita-citanya. Maka sambil terus tersenyum ia tatap saja anak lelaki itu.com .id and dimhad. syauqy_arr@yahoo. "Jangan sentuh! Tak tahu kita punya siapa ini.. sama seperti kita semua berutang hidup kepada Dewi Ise.co. berdetap-detap bunyi sandal jeraminya. aku kan tak akan bikin rusak! Aku cuma mau lihat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau pernah mendengar tentang Perang Onin... tapi bungkusan yang dibawanya menghalanginya. "Sekarang siapa yang membeo Pak Arakida? Kakak pikir aku belum pernah mendengar itu sebelumnya.

padahal sekarang zaman orang banyak cenderung menganggap nasib bangsa ini adalah nasib kelas prajurit. Dalam hal tertentu. meletakkan kepala ke dadanya dan mengucurkan air mata bahagia." "Maaf. Ujitomi berjuang seorang diri menanamkan benih-benih kebudayaan yang lebih awal dan lebih tradisional di antara orang-orang muda daerah biara itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah. tapi apabila kenangan mendatanginya. "Waktu gadis itu memanggil 'guru'. maka menurut pikirannya 364 thanks to. Walaupun pernyataan Jotaro itu diucapkan dengan penuh kepolosan. mencari dan menemukannya. ia berlari mendekati Otsu. kenapa pula ia menyinggung Musashi? Sekalipun sudah mendapat nasihat Takuan. Jotaro ikut saja dengan sedih. Cinta itu seperti sakit gigi. dan tanyanya. Sejarah awal negeri ini berhubungan erat sekali dengan Biara Ise dan tanah-tanahnya. dan yang paling menyengsarakan pastilah tak adanya kemampuan untuk memandang orang yang dirindukan. Pedang berat dan perabot usang itu tak berarti apa-apa baginya.id and dimhad." Otsu tiba-tiba merasa sedih dan sedikit kesal. Ketika Otsu sedang sibuk. Ia coba memberikan kepada orang-orang muda itu sejenis pendidikan yang sekarang tidak terlalu populer: mempelajari sejarah Jepang Kuno yang di kota-kota besar dianggap tidak relevan. syauqy_arr@yahoo. Takuan orang yang begitu tanpa perasaan.co.webng." jawab anak itu kesal sambil menggigit jari telunjuknya. sehingga apa yang terjadi di masa lalu yang jauh itu tak banyak berarti. Tapi jangan kuatir. Kalau ia dapat mengajar anak-anak setempat mengenai masa lalu. tak apa-apa. sesaat kupikir yang dia maksud guruku. Bagaimana mungkin ia memimpikan membawa barang-barang milik Musashi? Karena merasa telah berbuat salah.com . Ia mengubah sebagian rumah itu menjadi sekolah. Betul-betul aku minta maaf. Dan dengan air mata meleleh di pipi ia berjalan terus." "Ini bukan salahmu. Kak. Di manakah dia? Dari segala kesedihan yang mungkin merundung mahluk hidup. tidak. "Kakak marah. Aku mau tahu. ia tak pernah bisa mengusir rasa rindu kepada Musashi dari hatinya. Tanpa mengatakan sesuatu. ia berjalan. Ujitomi memiliki pandangan lain. tidak hanya untuk gadis-gadis biara. Otsu kasihan pada biarawan itu dan pada ketidaktahuannya akan makna cinta. paling celaka." Arakida Ujitomi menyebut tempat tinggalnya Wisma Belajar. Aku cuma merasa sedikit sedih. yang paling menggerek. agak jauh di belakang. ya? Karena kata-kataku?" "Oh. Kembalilah kau bekerja. Baru ketika Otsu membelok masuk gerbang rumah Arakida. melainkan juga untuk empat puluh atau lima puluh anak lain dari tiga daerah yang termasuk daerah Biara Ise. Kalau orang lain mungkin menyatakan bahwa daerahdaerah provinsi tak ada sangkut pautnya dengan nasib bangsa. apa yang dikehendaki Pak Arakida. perasaan cinta itu tidak mengganggu. ia tercengkam oleh keinginan yang amat sangat untuk menyusuri jalan-jalan raya lagi. tak apa-apa.

" serunya. orang-orang muda nantinya akan mengerti bahwa Dewi Matahari yang agunglah yang menjadi lambang cita-cita bangsa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI barangkali semangat masa lampau itu pada suatu hari akan tumbuh subur seperti pohon besar di hutan suci. "Ini barangkali kelakar samurai. Tengah malam tentunya orang datang masuk pekarangan. sejarah tentang Jepang." "Apa ini ada hubungannya dengan saya?" "Nah. Aku tak suka. tapi seperti halnya orangtuanya. dan kemudian dengan curiga memperhatikan kedua pedang itu.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo.com . Ketika anak-anak sudah menghambur keluar seperti kawanan lebah dan melejit cepat ke rumah masingmasing. aku tak ingin engkau tersinggung tentang ini. "Pemuda biasa takkan datang kemari membawa barang-barang seperti itu. "Saya di sini. "Bapak memanggil saya?" "Saya minta maaf terpaksa membiarkan engkau menunggu. Aku kan memanggil tadi. untuk kebaikanku sendiri. Seorang samurai menegurku karena memasukkan engkau ke asrama perawan—perawan suci. Otsu menjelaskan bagaimana ia sampai mendapat barang-barang itu. tapi soalnya begini. bukan prajurit diktator yang tak tahu adat. Arakida berkata.webng.co." Kemudian dengan wajah tak senang ia menggerutu. Arakida keluar dari ruang belajarnya yang luas dengan wajah sedikit berkeringat. Dan justru itu yang ingin kukemukakan padamu. Dengan penuh keuletan dan pengabdian. dia memperingatkan diriku. Arakida melirik." "Apa saya sudah melakukan sesuatu yang berakibat buruk pada Bapak?" 365 thanks to." Ia mengantar Otsu masuk kamar belajar pribadinya. seorang gadis biara menyampaikan kepadanya bahwa Otsu sedang menanti. Dia bilang. Sudah lupa sama sekali. "Betul. Ia melakukan hal tersebut lebih dari sepuluh tahun lamanya. Menurutnya. tentu. tapi sebelum duduk ia menuding barangbarang yang dibawa Otsu dan bertanya apakah itu. "Dan malam kemarin barang itu belum ada di sana. tiap hari ia bicara pada anak anak itu tentang karya-karya klasik Tionghoa dan Catatan Tentang Hal-hal Kuno." katanya. Kalau ia bekerja keras dengan sabar. Di mana dia?" Otsu berada di luar. Sedikit bingung. mendengarkan pelajaran Arakida. anak-anak muda tidak boleh salah membedakan bintang keberuntungan seorang pahlawan militer dengan matahari yang indah. Ia berharap anak-anak didiknya akhirnya akan menghargai buku-buku itu. Sudah beberapa waktu ia berdiri di situ. Silakan masuk. Hideyoshi boleh memegang kendali negeri dan menyatakan diri dengan wali. Tokugawa Ieyasu boleh menjadi shogun "penakluk orang barbar" yang mahakuasa." "Oh? Apa menurut pendapat Bapak seorang lelaki telah masuk Wisma Perawan?" "Ya.

Jotaro yang tadi mengikuti Otsu memilih saat itu untuk menjengukkan kepalanya dari beranda. dan gunakanlah untuk perjalanan.co." Ia mengulurkan bungkusan yang berisi beberapa keping mata uang emas. dialah yang mesti membayar untuk makanan dan penginapannya. Sekarang kau jangan marah. Otsu menolak menyentuhnya." 366 thanks to.id and dimhad." "Dengan senang hati saya melakukan permintaan Bapak itu. demikianlah dikatakannya. melainkan karena ia memang tak punya rencana tinggal terus di situ dan tak ingin menimbulkan kesulitan.webng. Namun sungguh merupakan pengalaman meremukkan hati dituduh tidak suci. katanya. kalau kebetulan engkau pergi ke Kyoto. Arakida rupanya tidak terlalu mementingkan soal itu. tapi aku ingin minta pertolonganmu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak ada yang mengecewakanku." Arakida berusaha meyakinkan Otsu. dan karena waktu itu akhir tahun "dan lain sebagainya itu". Kau sudah ke sana kemari dengan lelaki. syauqy_arr@yahoo. hanya karena memberikan pelajaran suling kepada anak-anak gadis itu." "Ini ada hadiah kecil. "Tak mungkin aku menerima uang darimu. Kebetulan aku sudah jemu menyapu kebun tua mereka ini." jawab Arakida. benar ia mengembara dalam hidup ini membawa serta cinta lamanya. Jadi. Sekalipun ia benci kebohongan desas-desus itu. sambil menjangkau rak buku kecil dan mengeluarkan sejumlah uang yang dibungkus kertas. tak perlu secepat itu sebetulnya. namun air mata marah membanjiri mata Otsu. yah." kata Arakida. kau tahu sendiri bagaimana omongan orang. Dengan wajah terkejut ia menyatakan pada Arakida bahwa ia tak pantas mendapat bayaran. dan bisiknya.com .. benar ia terbiasa menjumpai orang banyak. "Oh. Otsu cepat menyetujui. bolehlah engkau menganggap uang ini sebagai bayaran atas jasamu. bukan sebagai pengakuan kesalahan. aku ikut. kau memang bukan lagi benar-benar perawan. karena itu barangkali sudah sewajarnya orang menganggapnya perempuan duniawi. padahal kenyataannya ia masih suci. Ia cuma terganggu bahwa orang membicarakan yang bukan-bukan. terutama bagi Pak Arakida.." Arakida menoleh kepada Jotaro. dan menyatakan bahwa ia akan pergi hari itu juga. Benar ia banyak mengadakan perjalanan ke mana-mana. biar bagaimana. ia cepat mengucapkan terima kasih atas kebaikan Arakida selama ia tinggal di sana. "Kalau Kakak pergi. dan orang mengatakan menyimpan perempuan yang bukan perawan bersama-sama gadis-gadis di Wisma Perawan itu bisa menodai tempat suci. tapi kebaikan Bapak sendiri sudah merupakan bayaran buat saya. Cuma inilah. tapi terimalah. "Bagaimana kalau uang ini kuberikan saja pada anak ini? Dia dapat membelikan apa-apa buat kalian berdua di perjalanan. maka ia bertanya apakah Otsu berkenan menghentikan pelajaran suling itu dengan meninggalkan Wisma Perawan." Sekalipun nada bicara Arakida biasa saja. Yang lebih tepat. "Tidak. "Tak banyak.

Lukisan itu dibuat dengan Gaya Tosa dan bersumber pada seni Jepang klasik. gadis-gadis Wisma Perawan pun jadi sedih. "Tapi barangkali ada baiknya kutunjukkan dulu padamu lukisan ini. Kemudian Arakida mengeluarkan kotak dan kertas minyak. "Apa betul?" 367 thanks to. karena itu mereka tampak murung ketika berkumpul mengerumuni Otsu." Sambil berkata demikian. "Kelihatan seperti menyala betulan." kata Jotaro yang cepat mengulurkan tangannya untuk menerima bungkusan itu. Apa engkau bersedia membawanya dan menjaga supaya lukisan-lukisan ini tak kena air atau minyak di jalan?" Ini tugas yang tak terduga-duga pentingnya." tegur Otsu. syauqy_arr@yahoo. mereka tidak mengetahui cerita apa yang dilukiskan di situ. katanya. Arakida mengangguk. dan semula Otsu ragu-ragu menerimanya.webng. kan?" Karena sudah dipojokkan. dan ia sendiri ingin melayangkan pandangan terakhir sebelum berpisah dengan karya itu." kata Arakida. Akhirnya lukisan-lukisan ini selesai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Terima kasih. Kukira boleh. dan sejenak kemudian ia menyatakan setuju. "Ya-ya. Ia kelihatan bangga akan karyanya. mereka saksikan di hadapan mereka gambaran kehidupan istana kekaisaran kuno dalam coretan kasar dan warna-warna indah serta sentuhan-sentuhan bubuk emas. Selama dua bulan Otsu tinggal bersama mereka. sedangkan mata Jotaro melebar ketika ia membungkuk memperhatikannya lebih saksama." Ia duduk dan mulai membuka lukisan itu di lantai di hadapannya. katanya. ia mengambil dua gulungan dari rak yang sudah goyang di dinding. Walaupun Jotaro tak pernah mendapat pelajaran seni.id and dimhad. tapi sebelum membungkus dan memeterai gulungan itu. Itu sebabnya aku tak ingin mempercayakan-nya kepada pembawa surat biasa atau orang istana. Tapi sesudah berpikir lagi ia memandang Otsu.co. Tapi sebaiknya suruh orang itu membuat surat tanda terima. "Lihat apinya itu.. ya?" "Jangan sentuh. dan jawabnya. Otsu akhirnya menyetujui dan mengucapkan terima kasih kepada Arakida." Selagi mereka menatapkan mata dengan penuh kekaguman. Beliau ada rencana menulis komentar yang cocok dengan lukisan ini dan menghadiahkannya pada Kaisar. siap menyampaikan sesuatu kepada Arakida dengan suara pelan sekali..com . "Boleh. "adalah menyampaikan bingkisan kepada Yang Dipertuan Karasumaru Mitsuhiro yang tinggal di Horikawa. Tapi kurang pantas kalau ia menolaknya. seorang pesuruh masuk. terpukau juga ia oleh apa yang dilihatnya." Dan ia menyerahkan bungkusan dan dua bilah pedang yang tadi dibawa Otsu. Otsu tersengal melihat keindahan gulungan itu. mereka telah menganggapnya sebagai kakak sendiri. "Yang Dipertuan Karasumaru minta padaku dua tahun lalu untuk melukis ini. tapi ketika Arakida membuka gulungan itu adegan demi adegan. "Pertolongan yang kuminta padamu. Mendengar guru suling mereka akan pergi. "Lihat saja." ujarnya. Karena komentar untuk lukisan itu belum lagi ditulis.. Kyoto.

jaga diri kalian baik-baik. perempuan begitu lama kalau berpakaian dan berkemas?" Waktu itu ia berjemur di pekarangan sambil menguap. Tapi memang dasar tidak sabaran.webng. Mereka mengerumuninya dan mengantarnya ke luar." "Anak brengsek!" ucap seorang gadis. "Barangkali dia capek menunggu. "Tadi Kakak suruh aku menunggu berabad-abad. Dalam usahanya meloloskan diri. syauqy_arr@yahoo. "Belum juga Kakak siap? Kenapa ya." Ingat akan percakapannya dengan Arakida. Barangkali gadis-gadis itu pun menerkanya demikian. sebentar kemudian ia sudah bosan. Beberapa di antara mereka menangis.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sensei betul akan pergi?" "Sensei takkan kembali lagi?" Dari seberang asrama. tanpa perasaan kuatir ia berkata. "Tak usah sedih. Pada waktu itu Jotaro datang berlari-lari mendapatkan mereka. Aku lari buat melihatnya. "Apa dia anak Sensei?" "Anakku? Bagaimana kamu bisa berpikir begitu? Tahun depan aku belum lagi dua puluh satu. ia berkata menghibur gadis-gadis itu. tapi ada yang bilang. karena itu mereka corongkan tangan di mulut dan mereka panggil namanya. Akhirnya seorang dari mereka mengusulkan agar mereka semua mengantar Otsu sampai jembatan suci di seberang Sungai Isuzu. Saya akan datang berkunjung hari-hari ini.com . Apa tampangku begitu tua dan pantas punya anak sebesar itu?" "Tidak. cepat sekali!" "Aku selalu cepat!" jawab Jotaro pedas. Sebetulnya ia sudah selesai berkemas. Dari jendela. tapi gadis-gadis itu tak hendak melepaskannya. dengan pedang kayu di pinggang." Tak enak juga ia bahwa yang dikatakannya itu tidak benar." jawab Otsu. "Apa belum juga siap?" serunya lagi. Apa lagi yang ditunggu?" Ia sudah menanggalkan jubah putih dan kembali mengenakan kimono pendek yang biasa.id and dimhad. karena melihat keadaannya kecil kemungkinannya ia akan kembali lagi. Sementara itu. Kotak yang terbungkus kain berisi gulungan disandang melintang di punggung. "Tapi mestinya Kakak bisa mencariku. Di sana Jotaro tidak segera tampak." "Orang yang seperti Musashi?" 368 thanks to. dia anak Sensei. Seorang lagi tiba-tiba memandang Otsu. "Ah. selama Musashi setia kepadanya. tapi sekarang Kakak berangkat tanpa aku!" "Tapi tadi kamu tak ada di tempat!" ujar Otsu. "Aku sudah siap. apa betul dia. "Hei. wajah Otsu memerah. ada apa sih sebetulnya?" katanya memberengut. namun tak ada jawaban. Jotaro berteriak. Otsu balas berteriak.co. kan? Tadi kulihat di jalan raya Toba sana itu ada orang yang mirip guruku. dan dia jalan duluan. dan tanyanya. Otsu sudah hafal dengan cara-cara Jotaro. "Sebentar lagi siap. tapi kemudian ia menghibur diri dengan pendapat bahwa yang dikatakan orang lain tak berarti.

" Ia puas melihat dari kejauhan. Karena itulah sekarang Otsu tidak sekesal biasanya.co. ronin yang menunggang kuda. katanya." "Tak boleh kau bicara begitu. Kini. Tahu tidak. Sambil menangkupkan tangan satu kali. yang disusul kekecewaan. meniru gaya kata-kata Otsu. Sambil menertawakan kejadian itu." panggil seorang di antaranya. jadi baik sekali mereka mengawani kita sampai jembatan." kata Otsu tenang. begitu!" gumam Jotaro." Selamanya seperti itu saja. sekalipun Jotaro sendiri patah hati. mereka mengejar untuk memastikannya. samurai di perahu yang baru saja berangkat. kita akan marah terus sepanjang jalan. tapi tak mungkin orang itu Musashi.webng. kalau kita memulai perjalanan dengan kesal." "Apanya yang tolol. itu bukan jalan ke jembatan. "Oh. Tak ada hari tanpa menyaksikan cahaya harapan. tenanglah sekarang. syauqy_arr@yahoo. "keliru.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya.id and dimhad. "Sayang sekali kau keliru. Jotaro masih juga melengos dan melontarkan pandangan kasar kepada gadis-gadis yang berarak-arak di belakang. tapi ternyata bukan dia. karena dia pincang." 369 thanks to. Tingkah Jotaro membuat semuanya tertawa terpingkal-pingkal.com . dan gadis-gadis itu pulih kembali semangatnya. Aku mendekati sampai barisan pohon itu dan melihat orang itu baik-baik dari belakang. Ke mana pun mereka pergi. orang bilang. Nah. menunjukkan hormat kepada Dewi Matahari? Dia tak seperti dewa-dewa kecil yang dipuja orang di kota-kota itu. "Sensei." Walaupun kelihatan puas. kalau Otsu dan Jotaro mengadakan perjalanan. musafir yang samarsamar kelihatan dalam joli. Ia memang membelok ke Gerbang Tamagushi untuk menyatakan hormat ke kuil pusat. sesudah Jotaro menggabungkan diri dengan rombongan. mereka melihat orang yang mengingatkan keduanya kepada Musashi-orang yang lewat jendela." "Aku tahu. tapi jangan lalu uringuringan karena aku jalan dulu. ia menundukkan kepala ke arah tempat suci itu dan beberapa saat lamanya mengambil sikap berdoa diam. Kupikir aku akan menjumpaimu di jembatan. "Aku tak ingin membungkuk pada tempat suci tua mana pun." "Tolol rasanya membungkuk macam itu. kesedihan karena perpisahan menjadi surut. tapi gadis-gadis itu menyodok punggungnya dan bertanya kepadanya kenapa ia tidak mencontoh yang dilakukan Otsu." "Oh. Dengan harapan menjulang tinggi. "Aku?" tanya anak itu tak percaya." kata Jotaro. Kau bisa kena hukum suatu hari nanti. tapi akhirnya hanya saling pandang dengan sedih. betapa baiknya mereka. "Dia pikir tak boleh meninggalkan tempat ini tanpa ucapan selamat berpisah kepada dewi. Mereka cuma sayang melihat aku pergi. "Apa saja kerja mereka ini di sini? Apa akan pergi dengan kita?" "Tentu saja tidak. Hal seperti ini sering terjadi berlusin-lusin kali.

. Jotaro." "Tidak percaya.co. dan dengan cara yang sangat kekanak-kanakan ia membungkuk dalam-dalam secepat kilat. supaya tidak melihat kamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak tahu!" "Nah.id and dimhad. "Betul-betul kau mesti berdoa. kaget oleh kekasaran Jotaro. "Apa yang terjadi?" tanyanya "Kalian kelihatan kesal. cuma karena kami menyuruhnya membungkuk kepada dewi. ya?" "Diam." "Baiklah." "Buat apa?" "Apa kau sendiri tak pernah cerita? Waktu Musashi akan dibunuh pendeta-pendeta dari Hozoin itu kau mengangkat tanganmu dan berdoa sekeras-kerasnya! Kenapa di sini tak bisa kamu berdoa?" "Tapi.com .. kami akan membalikkan badan. "Jahat sekali!" ujar salah seorang gadis. 370 thanks to. kalau begitu kenapa kau tidak menyatakan hormat?" "Sebab aku tak mau. kalian semua perempuan sinting!" "Aduh. tapi Otsu mencuri pandang kepadanya. Sampai di sana ia menghadap tempat suci." Mereka pun membelakanginya." "Kau tahu itu tidak baik." tegur Otsu. "Dia sebut kami perempuan sinting. Jotaro berlari ke arah Gerbang Tamagushi." Salah seorang gadis mengungkapkan. aduh!" seru gadis-gadis itu serentak.webng. mereka semua melihat. syauqy_arr@yahoo. Waktu itu Otsu sudah selesai sembahyang dan datang kembali ke dekat mereka.

Tertangkap basah sedang bermain seperti anak-anak. merasa puas dan bangga karena hidup di dunia ini." "Kalau begitu." protes Jotaro. Di situ untuk pertama kali mereka merasakan hangatnya matahari terbit yang menyinari punggung. kemudian melanjutkan perjalanan lagi sebelum kabut pagi menghilang. bahkan juga tumbuhan dan binatang. kan Kakak yang main tadi. Lihat itu! Orang di warung teh itu memandang kita terus." "Kalau tak ada orang lain di jalan yang kujalani. syauqy_arr@yahoo. Ia berhenti melihat bulatan emas besar itu.webng.com 371 . jangan begitu. "Kita berdua yang pertama di jalan ini. Kalau lari. tapi kamu yang mulai. "Tak boleh kamu lari dari tuanmu. Apa artinya?" "Oh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 29. "Semua membungkuk! Semua membungkuk kepada Yang Dipertuan!" Seorang lelaki memandang bertanya-tanya dari bawah ujung atap warung teh." "Apa menurutmu jalan ini lalu jadi lebih pendek?" "Oh. "Bukan main indahnya!" ujar Otsu." "Memang betul. dan sambil mengayun-ayunkan bambu itu dengan khidmat ia berseru-seru dengan nada sama.co." "Mari kita kembali ke sana. kenapa tidak kamu umpamakan dirimu seorang samurai besar yang sedang menunggang kuda dan memeriksa tanahmu yang luas? Aku akan jadi pembantumu. Ia tampak penuh harapan dan keriangan. Tak ada orang di depan kita. aku merasa jalan itu milikku. ah!" "Lho. menginap di sebuah rumah penginapan. bukan. Jotaro berkata senang. "Oh. Pasti dikiranya kita sinting. Itulah saat indah ketika semua benda bernyawa. itu lebih baik daripada berjalan di belakang joli atau kuda. banyak artinya. bukan aku?" "Ya.id and dimhad." "Buat apa?" "Aku lapar. terpaksa aku membunuhmu!" "Aku tak mau main lagi. biar cuma pertama di jalan. Senang rasanya menjadi orang pertama. Kuda Terbang OTSU dan Jotaro tiba di perbatasan larut malam. Dari Gunung Fudesute mereka berjalan ke Yonkenjaya." "Sudah lapar?" "Apa tak bisa kita makan separuh kue nasi yang buat makan siang?" thanks to. wajah Otsu memerah dan ia berjalan terus secepatcepatnya. Mesti Kakak akui." Otsu memungut sebatang bambu." "Kedengarannya bangga betul kamu.

Ayolah. serunya." "Tapi aku ingin naik kuda.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sabar. seperti ditunjukkan oleh nama Yonkenjaya itu." "Anak-anak tak perlu naik kuda."­ "Jangan. Teriakan bernafsu anak itu mengejutkannya dan membangunkannya. Minta disiapkan sekarang juga. maka Otsu menyetujui. Apa tak bisa? Bisa. tak bakal aku naik kuda. kemudian berhenti tiba-tiba.co. sekarang masih terlalu pagi. tapi hari ini saja." "Kulihat ada kuda terikat di warung teh itu. syauqy_arr@yahoo." "Bandel!" 372 thanks to." jawab Jotaro kurang ajar. Ayolah!" Karena merasa bahwa kalau terus begitu mereka akan kehilangan waktu yang sudah mereka hemat dengan berangkat pagi-pagi.webng.com ." "Mungkin. biar kita jalan seratus hari atau seribu lima ratus kilo. Dengan muka masam ia menggerutu." "Kalau begitu. Jotaro berlari menjumpai pemilik warung. Kalau kubiarkan bisa-bisa kamu makan lima kali sehari." "Kakak kan tahu betul. Kita belum lagi tiga kilometer. "Hari ini giliranku naik kuda. "Kupikir turunan liar dewa badai.id and dimhad. Walaupun di sekitar itu terdapat empat warung teh. Tampangmu gila macam guntur. Kalau begitu pendapatmu. Kakak bohong tadi bilang aku boleh naik kuda!" "Aku tidak bohong." "Tapi kamu ini anak siapa?" "Aku anak ibuku dan ayahku. aku tak pernah capek. kan?" "Barangkali. Ini lebih aman daripada kalau jalan ramai. tapi kamu kan belum capek? Menyewa kuda itu membuang-buang uang saja. Kalau mesti tunggu sampai lelah. mumpung tak ada orang di depan kita. ia berlari kembali ke warung teh ia memang tidak menantikan anggukan Otsu. Berapa sampai Minakuchi? Kalau tak begitu mahal. dan cuma karena sudah gelap dan kita mesti buru-buru. aku akan jalan sepanjang hari ini. itu kan cuma tadi malam. mari kita sewa kuda sekarang. Aku tak akan capek. Begitu Jotaro merasa Otsu mengangguk setuju. "Hei." "Ah. siapa di situ? Aku mau kuda! Keluarkan satu buatku!" Orang tua itu sedang menurunkan daun jendela. "Apa saja ini! Buat apa memekik sekeras itu!" "Aku perlu kuda. Adapun warung yang baru mereka lewati itulah satu-satunya yang tampak oleh mereka. warung-warung itu terletak di berbagai tempat yang berlainan di lereng Gunung Fudesute dan Kutsutake. bisa diteruskan sampai Kusatsu." "Kamu ini dewa badainya. Kita dapat menyewanya. Tapi Kakak tak pernah lihat aku naik joli atau menaiki kuda seperti Kakak.

Sambil meringkik membelah udara... Jotaro mulai lagi. Bajingan!" jerit si pemilik.id and dimhad." 373 thanks to." Dan untuk mengimbangi nada bicara orang itu. tapi begitu dia lihat wajah manis.com . ya?" teriak orang itu sambil mengambil ranting menyala dari api di bawah tungku dan melemparkannya kepada anak itu. dong.co. Sikap Otsu yang memohon itu melunakkan si orang tua. atau juga ke Kusatsu. Soal itu beres. "Apa pendapat Kakak tentang dia? Dia perlakukan aku seperti keledai." "Jangan kuatir. tapi menimpa kuda tua yang tertambat di bawah ujung atap." "Tidak bisa.. Ranting iru tidak mengenai Jotaro. syauqy_arr@yahoo. ujar Jotaro marah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mana kudanya!" "Oh. Kudanya ini mendengarkan.webng." katanya." "Kenapa tak bisa?" "Tak ada tukang yang membawanya. "Oh. Jotaro menyahut. Jotaro memandang megah ke sekitar." "Apa menurut Kakak. Cuma permintaanku. kau pikir kuda itu buat disewakan? Kuda itu tidak disewakan. naik dari belakang?" "Ah." Ketika mereka akan berangkat. "Pinjamkan dia untuk aku. "Kakak jalan di depan. dan ia mengambil keputusan bahwa ia dapat mempercayai Otsu. jadi aku tak akan mendapat kehormatan menyewanya?" "Lancang kamu. kuda tua lemah kaki ini bisa mengalahkan aku?" "Kamu kan belum bisa naik kuda?" "Siapa bilang tak bisa?" "Lalu macam apa pula ini." "Hati-hati kamu. Selagi ia melepaskan tali dan menuntun kuda itu ke pekarangan samping. ke dunia di bawahnya. kalau kau mau." Otsu memihak Jotaro dan menyarankan. "Dudukmu belum benar. kalau bicara tentang orang tua itu. kirim dia kembali. "Kalau begitu. Sambil menyerahkan tali kepada Otsu. Ia melompat keluar dari warung sambil memuntahkan sumpah serapah dan berlari mendapatkan binatang itu. Maka aku kuatir tidak mendapat kehormatan meminjamkannya kepada Tuan. kuda itu mundur dan membenturkan punggungnya ke tiang. kalau tak ada tukang kuda ia dapat membayar uang di muka dan mengirimkan kuda pulang kembali dari Minakuchi bersama musafir yang pergi ke sini. katanya. bisa kaubawa dia ke Minakuchi. Dia bisa marah dan melemparkanmu. tolong dong!" "Brengsek!" Otsu memegang ketiak Jotaro dan menaikkannya ke punggung binatang itu.

katanya. "Perempuan!" "Ya?" kata Otsu lirih. tapi kamu menyesal nanti." "Apa maksudmu tak mau?" "Ini kudaku. Bibirnya menggeletar. Jotaro tetap menggeleng. kabut mengental menjadi bunga es pada cabang-­cabang dan ranting-ranting pohon. "Aku tak mau. dan dengan gerakan cepat merebut tali kekang dari tangan Otsu. Belum lagi seratus langkah. Ingin sekali ia bertanya. Semula mereka hanya dapat menangkap garis bentuknya saja.co. berhenti. tapi leher orang itu berkelip-kelip seperti ular karena keringat. "Namaku Shishido Baiken. Baiken demikian terburu-buru. Aku tinggal di Desa Ujii di pegunungan sebelah sana perbatasan. syauqy_arr@yahoo. perbatasan Omi. hingga mereka dapat mengirangirakan penampilannya dan umurnya. Hawa setani mengitari tubuhnya. seakan-­akan orang itu diikuti angin pusaran yang sedang mengamuk. Jotaro memekik.com . bukan kamu!" Orang itu mendengus.webng. Sambil mencekal bulu tengkuknya. mana boleh begitu! Aku yang menyewa kuda ini. "Turun!" perintahnya sambil menatap Jotaro. Di tengah kabut putih mengasap itu terbentuk bayangan orang. tapi segera kemudian orang itu sudah cukup dekat. seakan bumi di bawahnya menguras seluruh darah tubuhnya. "Siapa itu kira-kira?" tanya Jotaro. Barangkali dia lewat beberapa jam lalu." Orang itu bicara sangat cepat." Sambil memegang tali kekang dengan satu tangan. Berikan kuda ini padaku. Dia lewat jalan ini sebelum fajar tadi. "Ayo cepat! Kalau tidak kucambuk kamu!" Dan ia mengacungkan ujung tali kekang itu seperti cambuk. "Hei. Aku sedang mengejar orang yang namanya Miyamoto Musashi. Otsu melambaikan ucapan selamat berpisah kepada pemilik kuda dengan tangan satunya. tapi kaki dan tangannya gemetar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Baiklah. Mereka menghentikan kuda itu dan menoleh. Otsu tegak diam. Tak peduli kamu terburu­-buru atau tidak. kemudian warnanya. menoleh kepada Otsu. lalu keduanya berangkat. Orang itu cepat mendekat ke samping Otsu. "Kamu bilang Musashi?" ucap Jotaro." 374 thanks to. mereka sudah mendengar pekik keras dari tengah kabut di belakang mereka. Kuda itu berlari kecil mundur. jadi aku mesti jalan cepat kalau mau berhasil mengejar dia di Yasugawa. "Apa kita yang dipanggilnya?" tanya Otsu. wajahnya putih seperti mayat. diiringi langkah kaki berlari. hingga tidak melihat geletar tubuh mereka.id and dimhad. Tapi ia tak dapat mengucapkan sepatah kata pun. untuk memastikan apa yang didengarnya itu benar. Dalam udara dingin itu. tulang rusuknya mengembang dan mengempis. Ia masih mencengkeram bulu tengkuk kuda itu. kamu tak bisa mengambilnya.

Baiken melakukan kesalahan lebih besar lagi daripada malam sebelumnya. justru pada waktu ia tahu bahwa setidak-tidaknya mereka berada di jalan yang sama. satusatunya cara bertahan yang teringat olehnya adalah meludahi muka Baiken. Otsu kini tidak takut pada apa pun dan mengayunkan 375 thanks to. dan pada detik itulah tangan Otsu menangkap gagang pedangnya. tapi. Inilah saatnya Jotaro mesti menggunakan pedang kayunya. marah oleh nada bicara anak itu. kujelaskan duduk perkaranya. Sambil menggigit bibir dan kemudian menjerit. dan itulah yang dilakukannya berulang-ulang. Seperti dikatakan anak ini. makin banyak Musashi punya waktu untuk lari. "Lebih baik aku mati daripada turun!" "Sudah bulat kamu tak mau melepaskan kuda ini?" tanya Baiken kasar." katanya. tapi mata pedang. syauqy_arr@yahoo.webng. Otsu?" sela Jotaro. "Anak anjing!" teriak Baiken. tapi kami juga buru-buru.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Awas kau! Sikapku sudah baik sekali. Musashi sedang dikejar makin lama ia dapat menghambat iblis ini.. Tuan dapat menyewa salah satu kuda yang jalan naik-turun gunung ini dengan teratur. berusaha mencengkeram pergelangan tangan Otsu.co. "Betul. Baiken kehilangan keseimbangan. Tapi karena bingung ia lupa sama sekali akan senjata itu. "Saya percaya Tuan memang buru-buru. Tapi tiba-tiba ia melolong kesakitan. Sambil memegang tangan yang berdarah itu ia melompat mundur. tetapi bagaimana mencegah orang jahat ini mengejar lebih cepat.id and dimhad. Jotaro yang mengetatkan cengkeramannya pada bulu tengkuk kuda itu tampak hanya sedikit lebih besar dari seekor kucu. Baja berkilau cemerlang yang terulur dari tangan Otsu menggaruk tanah dan berhenti di belakang gadis itu. Tapi memang tak ada soal menyerah dan membiarkan orang itu mengambil kuda. Baiken menjangkau sebelah kaki Jotaro dan menariknya turun. Karena masih menghapus ludah dari wajahnya. apakah jarak antara Musahi dan dirinya akan bertambah juga. Rasa takut akan terluka atau terbunuh oleh orang ini mendatangkan rasa asam dan kering dalam mulutnya." "Aku tak mau turun.com ." "Betul. tidak adil kalau Tuan mencoba mengambil kuda ini dari kami. Sambil mengutuk diri sendiri karena sikapnya yang tidak hati-hati. "Mestinya kamu sudah tahu. "Kamu tidak boleh berbuat begitu!" ia memukul dada Baiken dengan tenaga yang bahkan ia sendiri pun tak menduganya. sehingga tak sengaja menghunus pedang dari sarungnya." jawab Jotaro geram. Berhadapan dengan musuh yang lebih kuat daripada dirinya. kalian cuma seorang perempuan dan anak yang jalan sendiri. bukan tangan Otsu yang ia parut. "Anjing!" salak orang itu. kan?" Otsu ingin memeluk anak itu." ulang Jotaro. ia berjuang untuk memperoleh kembali keseimbangannya. Ujung dua jari tangan kanannya jatuh ke tanah. Karena sebagian pedang itu sudah keluar dari sarungnya. Tak jadi soal baginya. Otsu jadi ngeri sekali. kan.. kami tak mau. "Tak boleh dia ambil kuda ini. Baginya soalnya bukanlah kuda itu.

tangan Otsu guncang dan ia terhuyung ke depan. Di situ tubuh itu berayun-ayun seperti bandul jam.webng. tapi kuda itu memperdengarkan suara mengerikan. tidak setiap lelaki dapat menggunakannya. tapi waktu itu si kuda menyepak mereka berdua ke udara. Tapi senjata itu senjata besar berlempeng lebar. Baiken terhuyung-huyung di udara penuh debu. ke mata Baiken yang besar dan pedangnya yang berkilauan. Kapan saja ia mau. Setidaknya ia pasti tahu ke mana perginya Musashi. Otsu jatuh ke bawah dan berpegangan pada akar-akar sebatang pohon. ia sadar bahwa pedang mengenai pantat kuda. ia dapat meloloskan diri hanya dengan melepaskan pohon itu dan melemparkan diri. terpikir olehnya: tentunya ada hubungan antara perempuan ini dengan Musashi! Dan kalau ia teman Musashi. Luka itu tidak dalam.com . syauqy_arr@yahoo. Lima puluh atau enam puluh kaki di bawah sana sebatang sungai melintasi dasar lembah.co. kemudian mundur dan menyepak dengan liarnya. tapi kakinya tergelincir dan tubuhnya jatuh ke ujung karang terjal. Ia menyerbu turun bukit dengan tenaga bagai tanah longsor dan segera dapat menguasai jarak yang memisahkan mereka. Ia rasakan kedua tangannya terpilin sekilas dan darah hitam kemerahan menyembur ke wajahnya. Ia tahu tak dapat menangkap binatang yang menggila itu. Sesudah ia membenahi diri. Kelihatan bercak­-bercak salju terakhir. Setengah berlari setengah meluncur ia menuruni tanggul di samping jalan. Seorang perempuan tua yang membungkuk di balik mesin pemintal dalam rumah memandangnya ketakutan. "Kau pikir kau bisa lolos sekarang?" Otsu menatap ke bawah. sementara Jotaro terus bergayut kuat-kuat pada punggungnya dan darah mencurah di belakangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pedang itu ke samping. Baiken mencengkeram terus pergelangan tangan Otsu dan mencoba memperoleh kembali pedangnya.id and dimhad. ia bisa menjadi umpan yang baik sekali. "Tolol!" kata Baiken menghina. Ia merasakan dekatnya 376 thanks to. Kemudian. sambil berdiri pada kaki belakangnya. panjangnya hampir tiga kaki. "Anjing!" teriaknya sambil mengulurkan tangan kiri dan memegang rambut Otsu. Kemudian tampak olehnya Otsu berlari kencang melintasi rumpun kriptomeria yang rimbun. Sesaat kemudian ia melihat pedangnya di bawah sebatang pohon larch. Ketika Baiken menghindar. memeriksa bawah lantai dan dalam gudangnya. dan sekali sergap ia mengambilnya kembali. menuju lembah di kejauhan. Lumpur dan kerikil jatuh ke wajahnya ketika ia memandang ke atas. menyerahkan diri kepada ruang terbuka di bawah. Ia menganggap lembah itu sebagai penyelamatnya. Tapi Otsu sudah tak ada. ke arah orang itu. mengitari sebuah rumah pertanian beratap lalang. Setelah pusing sebentar. Disertai teriakan tak keruan. karena itu dengan mata marah ia menoleh ke tempat Otsu tadi berada. Anehnya ia tidak takut. kuda meringkik keras dan terbang ke jalan seperti anak panah lepas dari busurnya.

kuda itu demikian menggila. melintasi desa-desa. wajahnya menghadap ke samping. kita akan bisa menangkapnya di sana. "Ikat dia dan bawa. Dengan mencuri­-curi mereka melontarkan pandangan malu ke raut muka Otsu yang pucat. tapi bukan itu yang dipikirkannya. Baiken sudah di Lembah Kaga. mengangkatnya. Karena luka baru yang membakar seperti obor. seakan terjebak oleh pandangan ganas Baiken. Musashi akan mendahului kita ke Yasugawa. dan berteriak." "Baik. "Apa kerja Bapak di sana? Sebaiknya kita cepat-cepat. Ia berhenti." kata Baiken sebelum berangkat melintasi hutan. Pak!" sahut mereka serempak. kalaupun Jotaro tahu carany. Kalau kita cepat-­cepat ke Yasugawa. ia melaju membuta ke depan. Meskipun sudah tua." Punggung Baiken membelakangi orang itu. "Hei!" raung Baiken. Tapi dia pergi ke sana atau menyeberang Gunung Tsuchi ke Minakuchi. Ia pusatkan pikiran pada satu-satunya bayangan dalam batinnya: Musashi. menoleh ke karang. Semua jalan itu sampai Ishibe. tapi merasa kasihan kepadanya. Jotaro terus meluncur ke jalan raya.id and dimhad. Tepat pada saat itu seorang begundalnya memanggil dari jalan. dan lari ke Lembah Kaga." "Biar. Sampai di tempat berdirinya Baiken. Karena terbiasa berjalan melintasi pegunungan. Mereka mengikat Otsu. dan menyeretnya dari ujung karang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI maut. bukan soal. "Kalian bertiga turun sini!" "Ada apa?" "Turun sini cepat!" "Kalau kita buang waktu. seorang samurai membangunkannva sebelum fajar. mendaki bukit turun lembah. Dan buka mata kalian. "Kita ketemu di Yasugawa. Aku ambil jalan pintas.webng. tapi kalian terus ambil jalan raya. sedangkan matanya terpancang pada Otsu yang meringkuk di depannya. dan segera kemudian sudah tidak kelihatan. syauqy_arr@yahoo. mereka dapat menyerbu menuruni lereng dengan kecepatan gerombolan babi hutan. memesan makan siang. Orang tua di warung itu tadi bilang. Baiken cepat menangkap pergelangan Otsu. Otsu terbaring tanpa daya di tanah. mereka melihat Otsu.co.com . Baiken berlari seperti kambing gunung di antara batu-batu karang." "Lembah Kaga?" "Katanya. hingga tak dapat dihentikan seutas tali kekang. Pemimpin mereka cepat menjelaskan keadaan itu. Ia seolah melihat Musashi seperti bulan bulat di langit penuh badai." Ketiga orang itu sebagian orang-orang yang ikut melakukan pencarian sia-sia malam sebelumya. 377 thanks to.

Sekitar sepertiga jalan ke bawah. ia perbaiki letak tangannya yang sakit. teriakannya mendadak berubah lagi. karena tanpa pengendara lagi. Untuk menjatuhkan diri ke tanah. dan Jotaro terpental-pental seperti bola di atas punggungnya. tapi sesudah beberapa menit saja naik dengan cara yang menegakkan bulu roma seperti itu. Karena lama-kelamaan sadar bahwa teriakan-teriakannya tidak bermanfaat. "Awas! awas!" jeritnya berulangulang. Kata-kata itu sudah seperti doa yang terus diulang­ulangnya. jarak yang begitu dekat terasa seperti jurang menganga. Sekiranya ia penunggang ahli yang dapat dengan sempurna mengendalikan kudanya. Sungai Yakota. Karena tak bisa lagi bergayut pada bulu tengkuk kuda. Kuda mulai menuruni lereng terjal. dapat kiranya ia memayungi mata dengan tangan. ia menyatukan kedua tangannya. Ketika Jotaro merasa daun-daunan menempel di wajahnya. dan sesaat kemudian sudah tergantung di udara. dan salah satu cabangnya mencongak menyeberang jalan. jaraknya tidak lebih tiga meter. dan di kejauhan perairan Danau Biwa yang seperti cermin. "Berhenti! Berhenti! Berhenti!" nada teriakannya telah berubah. Dalam keadaan sangat terguncang itu. apa yang harus dilakukannya. Apabila pantat binatang itu naik ke udara. Ketika ia minta Otsu membolehkannya naik kuda tadi. Dan ketika mulai menuruni Bukit Koji. ia silangkan kedua kakinya di atas dahan itu. Ia bergantung terus pada dahan penyelamat hidupnya. dengan keyakinan bahwa dewa-­dewa telah mendengar doanya dan menggerakkan anggota badannya ke depan. Ia melompat seperti kodok. Bukannya membantu. ia mengetatkan cekalannya pada leher kuda. kapoklah ia. berangsur­-angsur permohonannya berganti dengan lolongan sedih. dan bertanyatanya dengan gundahnya dalam hati. sebatang pohon ek besar menonjol dari sebuah karang terjal di sebelah kiri.co. kedua tangannya merangkum erat-erat dahan di atas kepalanya. Matanya tertutup. Tapi Jotaro tak mau memaksa diri melepaskan cengkeramannya.webng. Tapi harapan itu rasanya berlebihan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Suatu nasib baik semata-mata bahwa Jotaro tidak terlontar. karena orang jalan dan orang desa tak ada yang mau terluka oleh perkara yang tidak menyangkut kepentingan mereka. Kuda lolos dari bawahnya dan lari sedikit lebih cepat. pikirnya alangkah hebat mencongklang sekehendak hati dengan kuda indah. Lebih kuatir. Barangkali ia benar. Persoalan segera 378 thanks to. Jotaro ikut juga naik. syauqy_arr@yahoo. dan dengan tenang meninjau pegunungan dan lembah Iga yang indah itu-meninjau ke puncak Nunobiki.com . Jotaro berharap ada orang-siapa saja-yang mau bersukarela menangkap tali kekang yang lepas itu dan menghentikan si kuda.id and dimhad. "Tolong! Tolong!" jeritnya. semua orang malah mencoba mencari tempat aman di pinggir jalan dan memaki penunggang kuda yang tidak bertanggung jawab itu. Sebentar saja ia telah melewati Desa Mikumo dan sampai di kota penginapan Natsumi.

" "Apa Bapak lihat perempuan manis umur sekitar dua puluh tahun?" "Ya. Tanpa mengindahkan tanah yang diinjaknya ia berseru. Tentu saja aneh. tapi biarpun dengan keberanian. kau bisa terbunuh sebelum dapat menolong orang lain." "Di mana?" "Di Natsumi kulihat beberapa bromocorah berjalan dengan seorang gadis. "Apa yang terjadi?" "Bapak datang dari atas bukit sana. "Apa yang mungkin terjadi dengan dia? . Mereka pindahan satu desa penuh gelandangan dari Yasugawa ke Lembah Suzuka beberapa tahun lalu.Otsu." hanya itu yang dapat dikatakannya." 379 thanks to." Jotaro segera menaruh kepercayaan pada orang itu dan menceritakan segala yang terjadi sejak pagi. Barangkali aku dapat memberimu nasihat. "Otsu!" Ia berlari balik mendaki lereng. sekarang ceritakan padaku. Kemudian ia ingat. kulihat. tapi akan kupikirkan hal itu nanti.webng. Ketika Jotaro selesai bercerita. Berkali-kali orang bertopi itu mengangguk­angguk. Nah. "Haa . Otsu! O-tsu-u-u!" Tak lama kemudian ia bertemu dengan seorang lelaki berkimono merah kelabu yang menuruni bukit. tapi orang itu meng­hentikannya. Aku yakin orang-orang itu gerombolan Tsujikaze Kohei.. duduk di tanah tanpa cedera. betul itu namanya?" "Apa mau mereka menyerahkannya pada Bapak?" "Barangkali tidak.. "Halo!" Jotaro menengok." Jotaro mulai berjalan terus.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terpecahkan. tapi tak berjubah. syauqy_arr@yahoo. dan orang itu bertanya. Sesudah melewati Jotaro ia menoleh dan katanya. Sementara ini sembunyilah kamu di semak-semak. "Aku mengerti kesulitannya. Cabang itu patah dengan suara berderak." "Itu dia. Kenapa kau tidak tunggu saja di sini? Cepat atau lambat mereka akan lewat sini. semangatnya merosot. anak lelaki bukan tandingan orang-orang Kohei. dan langsung lompat berdiri. seorang perempuan dan.. Tangan gadis itu terikat di belakang.co. ia berkata.. "Ya. "Apa kalian tadi jalan bersama?" tanyanya. h.com . Namanya Otsu." "Kalau kau nekat. sebelah tangannya erat memegang pedang kayu. "Ya. Sesaat Jotaro menyangka telah mati. kalau cuma diminta. kan?" tanya Jotaro. tapi aku tak punya alasan untuk campur tangan. kalau tak hendak dikatakan patah.. Kupikir lebih baik kuselamatkan Otsu. Beberapa menit lamanya ia duduk malas. Orang asing itu mengenakan hakama kulit dan membawa dua bilah pedang. kenapa ada di sana. apa saja semua ini. dan diam di sana. aku yakin..id and dimhad.

"Apa pula menoleh-noleh! Jalan cepat!" "Betul itu. dan menanyai tiap orang yang lewat. Rupanya dia siap tempur sampai penghabisan. ia berkata seolah kepada diri sendiri. "Mengerikan. Dia langsung mendatangi saya dan menanyakan nama saya. Jotaro!" "Diam!" Jotaro sudah hampir memekik dan melompat keluar dari persembunyiannya. beres saja. Salah seorang bajingan itu menggeram sambil mendorong bahu Otsu ke depan. "Hei!" seru seorang di antaranya. Dia sangat sopan sesungguhnya. Dia berdiri di tengah jalan dengan pedang terhunus. Sesaat Jotaro bertanya­-tanya dalam hati. Satu-dua menit kemudian Otsu tampak. Dia bertekad berkubu di tempat itu dan menanti serangan di situ. mau menangkap dan membunuhnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sementara Jotaro memilih rumpun semak dan bersembunyi di baliknya. dan warna mukanya gelap. Sambil berjalan cepat mendaki lereng. Karena merasa kuatir. Pandangan matanya tampak lurus dan tidak mengembara ke kanan atau ke kiri." "Benar yang kau katakan itu. Katanya. apa yang terjadi. selama saya tak ada hubungan dengan Tsujikaze Kohei. syauqy_arr@yahoo. dan saya datang dari Iga. dikitari tiga orang dengan tangan terikat erat di belakang.co. tetapi orang-orang itu menghentikannya. tapi karena mendengar suara orang. ia mengangkat kepala ke atas belukar. "Belum dengar?" "Dengar apa?" "Di kaki bukit ini ada samurai. seorang pelaksana taktik gaib yang dikenal dengan nama Ninjutzu. tapi ronin itu sudah kembali lagi." "Musashi?" "Betul. Matanya paling dahsyat yang pernah saya lihat. Umurnya dua puluh enam atau dua puluh tujuh. apakah ia tidak tertipu. namanya Miyamoto Musashi. ia menundukkan badan lagi.com .. jalan!" "Saya mencari teman saya. Kepala keluarganya sekarang Watanabe Hanzo. Dia bilang Kohei ada di jalan itu dengan begundalbegundalnya. ia menegur mereka dengan gumaman dan berjalan terus cepat-cepat. betul-betul mengerikan!" Ketika melewati Otsu dan orang-orang yang menangkapnya. "Apa kamu bukan kemenakan Watanabe? Apanya yang mengerikan?" Watanabe adalah nama keluarga tua di daerah itu. Apa yang terjadi dengannya?. yang siap melakukan pertarungan besar." "Begitu?" "Saya bertanya padanya.id and dimhad.. Dia minta maaf dan membiarkan saya pergi. kemenakan Watanabe Hanzo. jadi saya katakan padanya nama saya Tsuge Sannojo. kali ini tampak mengenakan topi. Sannojo?" 380 thanks to.webng. orang itu melanjutkan jalan cepat menuruni bukit. Darah mengering di goresan pada kakinya yang putih.

Pertama." Mereka masuk hutan. lalu mereka seret Otsu ke sebuah belukar dan mereka ikatkan talinya pada sebatang pohon. dia takkan mengakui saya lagi. "Sannojo!" "Ya?" "Aku tak tahu apa yang mesti kami lakukan. kalian dapat mengikat perempuan itu pada sebuah pohon dan meninggalkannya. tapi beberapa menit kemudian mereka kembali untuk menyumbat mulutnya." "Tidak jelek gagasan itu." "Tapi Anda sekalian mesti hati-hati sekali. "Lebih baik Anda sekalian hati-hati. Kemudian kalian dapat mengepung Musashi dan berangsur-angsur menjepitnya. Mereka saling pandang dengan gelisah.webng." kata Sannojo. "Cukup kukira." "Nah.id and dimhad." "Jangan seperti itu.co." "Tak ada hubungannya dengan saya." "Memang kelihatannya dia yakin betul dengan dirinya. Jotaro menanti dengan sabar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu saja. Lebih baik Anda sekalian menghindar." Mereka segera sependapat dengan saran Sannojo. pura-pura meneruskan jalan mendaki bukit. Ada jalan yang agak lebih jauh. Pak Ketua bilang. tak ada bromocorah." "Ada lagi?" "Kalian jangan ambil jalan ini. dan dia akan membawa beberapa nyawa kalau dia pergi.." "Apa yang mesti kami lakukan menurutmu? Kami lagi membawa perempuan ini ke Yasugawa atas perintah Pak Ketua. Sambil jongkok di belakang tabir dedaunan.." "Mustahil! Kalau saya tolong Anda sekalian dan paman saya tahu. Waktu dia mendekati saya dengan pedang. ragu-ragu apa yang hendak mereka lakukan. tak ada Sannojo. "Mari jalan.com ." kata seorang. Dengan begitu. syauqy_arr@yahoo. Tolonglah kami. Tak seorang pun tampak olehnya-tak ada orang jalan. saya betul-betul merasa takkan bisa melawan­nya. Anda sekalian dapat menempuh jalan lembah ke Yasugawa dan memberitahu orang-orang di sana tentang semua ini. 381 thanks to. sebelum akhirnya mengangkat kepala. Kemudian mereka pergi. meninjau sekitarnya. Musashi ini luar biasa kuatnya. bicaralah! Apa yang mesti kami lakukan?" "Hm. Buat apa saya bohong?" Wajah ketiga orang itu pucat. Tapi tentu saja saya dapat memberikan nasihat pada kalian. kalian dapat bergerak lebih cepat. Musashi akan berkelahi demi hidupnya.

Kakak kelihatan senang. melambai-lambaikan tangan." "Oh.webng. dan menendang-nendangkan kaki. ya? Aku akan lari duluan buat melihat.co. syauqy_arr@yahoo. "Ini bukan waktu buat berdandan. ronin itu betul-betul melihat Musashi?" "Tentu saja. cuma main-main." demikian pikirnya. tapi aku tak mencoba menyembunyikannya seperti Kakak. Agak aneh juga dia itu. Hatinya sudah terbang ke dasar lereng sana. Otsu merasa pasti bahwa Jotaro sudah melihat Musashi. "Apa yang dikutik-kutik itu?" Dari irama bicaranya. 'Aku senang!"' Ia menari-nari sedikit. "Tapi kalau Musashi sudah begitu dekat." "Apa Kakak percaya. dan ia sudah bosan. Aku akan berteriak. Tapi omong-omong. ya?" "Kita pergi sekarang?"