EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

1

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

1. Giring-Giring Kecil
Takezo terbaring di antara mayat-mayat itu. Ribuan jumlahnya. “Dunia sudah gila,” pikirnya samar. “Manusia seperti daun kering, yang hanyut ditiup angin musim gugur.” Ia sendiri seperti satu di antara tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan di sekitarnya. Ia mencoba mengangkat kepala, tapi hanya dapat mengangkatnya beberapa inci dari tanah. Ia tak ingat, apakah pernah merasa begitu lemah. “Sudah berapa lama aku di sini?” ia bertanya-tanya. Lalat-lalat mendengung di sekitar kepalanya. Ia ingin mengusirnya, tapi mengerahkan tenaga untuk mengangkat tangan pun ia tak sanggup. Tangan itu kaku, hampir-hampir rapuh, seperti halnya bagian tubuh yang lain. “Tentunya sudah beberapa lama tadi aku pingsan,” pikirnya sambil menggerak-gerakkan jemarinya satu demi satu. Ia belum begitu sadar bahwa dirinya sudah terluka. Dua peluru bersarang erat di dalam pahanya. Awan gelap mengerikan berlayar rendah di langit. Malam sebelumnya, kira-kira antara tengah malam dan fajar, hujan deras mengguyur daratan Sekigahara. Sekarang ini lewat tengah hari, tanggal lima belas bulan sembilan tahun 1600. Sekalipun topan telah berlalu, sekali-kali siraman hujan segar masih menimpa mayat-mayat itu, termasuk wajah Takezo yang tengadah. Tiap kali hujan menyiram, ia membuka dan menutup mulutnya seperti ikan, mencoba mereguk titik-titik air itu. “Seperti air yang dipakai mengusap bibir orang sekarat,” kenangnya sambil melahap setiap titik air yang datang. Kepalanya sudah hilang rasa, sedangkan pikirannya seperti bayang-bayang igauan yang melintas. Pihaknya telah kalah. Ia tahu betul itu. Kobayakawa Hideaki, yang dikiranya sekutu, ternyata diam-diam telah bergabung dengan Tentara Timur. Ketika ia menyerang pasukan Ishida Mitsunari pada senja hari, jalan pertempuran pun berubah. Ia kemudian menyerang tentara panglimapanglima yang lain—Ukita, Shimazu, dan Konishi. Maka sempurnalah keruntuhan Tentara Barat. Hanya dalam setengah hari pertempuran sudah dapat dipastikan siapa yang sejak itu akan memerintah negeri. Dialah Tokugawa Ieyasu, daimyo Edo yang perkasa. Bayangan kakak perempuannya dan penduduk desa yang sudah tua-tua mengambang di depan matanya. “Aku akan mati,” pikirnya tanpa rona sedih. “Jadi, beginikah rasanya?” Dan ia pun merasa tertarik ke arah kedamaian maut, seperti anak-anak yang terpesona oleh nyala api. Tiba-tiba salah satu mayat yang dekat dengannya mengangkat kepala, “Takezo!” Bayang-bayang dalam kepala Takezo menghilang. Seolah terbangun dari mati, ia pun menoleh ke arah suara itu. Ia yakin itu suara teman karibnya. Dengan segenap kekuatan, ia mengangkat tubuhnya sedikit dan ia paksakan keluar suara bisikan yang hampir tidak terdengar itu, karena kalah oleh titik-titik hujan. “Matahachi, kaukah itu?” Lalu ia rebah, terbaring diam, mendengarkan.

2

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Takezo! Betul-betul kau masih hidup?” “Ya, hidup!” serunya, tiba-tiba keluar pongahnya. “Dan kau? Kau sebaiknya jangan mati juga. Jangan berani-berani!” Matanya lebar terbuka sekarang, dan senyuman tipis bermain di bibirnya. “Mana bisa aku mati! O, tidak!” Sambil terengah-engah karena merangkak menyeret badan dengan susah payah, Matahachi pun mendekati sahabatnya setapak demi setapak. Ditangkapnya tangan Takezo, tapi yang ia cengkeram dengan kelingkingnya sendiri hanyalah kelingking temannya itu. Sebagai sahabat, sejak kanak-kanak mereka sering mematrikan janji dengan cara itu. Ia pun lebih mendekat lagi, dan kemudian menggenggam tangan sahabatnya itu seluruhnya. “Sungguh aku tak percaya kau hidup juga! Tentunya hanya kita yang selamat!” “Jangan begitu terburu-buru! Aku belum mencoba berdiri.” “Mari kubantu. Ayo kita pergi dari sini!” Tapi tiba-tiba saja Takezo menarik Matahachi ke tanah dan menggeram, “Pura-pura mati! Celaka lagi!” Bumi pun mulai menderum seperti kawah gunung. Lewat tangan mereka berdua tampak angin pusaran sedang mendekat. Dan semakin mendekat. Baris-baris penunggang kuda sehitam jelaga meluncur langsung menuju mereka berdua. “Bajingan! Mereka kembali!” kata Matahachi sambil terus mengangkat lutut, seolah-olah bersiap melompat. Takezo langsung menangkap pergelangan kakinya, hingga hampir-hampir mematahkannya, serta merenggutnya ke bumi. Dalam sekejap mata, para penunggang kuda sudah terbang melewati mereka. Beratus-ratus kaki kuda yang berlumpur dan menyimpan maut mencongklang dalam formasi, menyepelekan para samurai yang sudah tewas. Sambil memperdengarkan pekikan-pekikan perang, dan dengan zirah serta senjata berdentingan, para penunggang kuda itu melaju terus. Matahachi berbaring menelungkup dengan mata terpejam, dengan harapan kosong semoga mereka tidak terinjak-injak, sedangkan Takezo menatap tanpa berkedip ke langit. Kuda-kuda itu begitu dekat dengan mereka, hingga mereka dapat mencium bau keringatnya. Kemudian semuanya berlalu. Secara ajaib mereka tidak terluka dan tidak dikenali, dan untuk beberapa menit lamanya keduanya tinggal diam tak percaya. “Selamat lagi!” kata Takezo sambil mengulurkan tangan kepada Matahachi. Masih merangkum bumi, pelan-pelan Matahachi memutar kepala, memperlihatkan seringai lebar yang sedikit bergetar. “Ada yang berpihak pada kita, itu pasti,” katanya parau. Kedua sahabat itu saling bantu berdiri dengan susah payah. Pelan-pelan mereka melintasi medan pertempuran, menuju tempat aman di bukit-bukit berhutan, terpincang-pincang dan berangkulan. Di sana mereka rebah, dan sesudah beristirahat sebentar, mulailah mereka

3

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mencari-cari makanan. Dua hari mereka hidup dari buah berangan liar dan daun-daunan yang dapat dimakan di dalam lubang-lubang basah di Gunung Ibuki. Makanan itulah yang membuat mereka tidak mati kelaparan, tapi perut Takezo jadi sakit, dan usus Matahachi tersiksa. Tak ada makanan yang dapat mengenyangkannya, tak ada minuman yang dapat menghilangkan dahaganya, tapi ia merasa kekuatannya pulih kembali sedikit demi sedikit. Badai tanggal lima belas itu menandai akhir topan musim gugur. Kini hanya dua malam sesudahnya, bulan yang putih dingin sudah memandang muram ke bawah, dari langit yang tak berawan. Mereka berdua mengerti, betapa berbahayanya berada di jalan, dalam cahaya bulan terang. Bayangan mereka akan tampak seperti bayangan sasaran, yang dapat dengan jelas dilihat oleh patroli yang sedang mencari orang-orang yang berkeliaran. Keputusan untuk mengambil resiko itu datang dari Takezo. Melihat keadaan Matahachi yang begitu jelek— katanya lebih baik tertangkap daripada terus mencoba berjalan—agaknya memang tidak banyak pilihan lain. Mereka harus berjalan terus, tapi jelas pula bahwa mereka harus menemukan tempat untuk menyembunyikan diri dan beristirahat. Maka perlahan-lahan mereka pun berjalan menuju tempat yang menurut mereka adalah arah kecil Tarui. “Bisa kau bertahan?” Tanya Takezo berulang-ulang. Dilingkarkannya tangan temannya itu ke bahunya sendiri, untuk membantunya berjalan. “Kau baik-baik saja, kan?” Napas berat temannya itulah yang mengkhawatirkannya. “Mau beristirahat?” “Aku baik-baik saja.” Matahachi mencoba kedengaran berani, tapi wajahnya lebih pucat daripada bulan di atas mereka. Bahkan dengan lembing yang digunakannya sebagai tongkat pun hampir tidak dapat melangkahkan kaki. Beberapa kali ia meminta maaf merendah-rendah, “Maaf, Takezo. Aku tahu, akulah yang melambatkan jalan kita. Betul-betul aku minta maaf.” Beberapa kali pula Takezo hanya menjawab dengan kata-kata, “Lupakan itu.” Tapi akhirnya, ketika mereka sudah berhenti untuk beristirahat, ia pun menoleh kepada temannya dan cetusnya, “Coba dengar, akulah yang mestinya minta maaf. Pertama-tama, akulah yang menjerumuskanmu ke sini, ingat tidak? Kau ingat, bagaimana aku menyampaikan rencanaku padamu, bahwa akhirnya aku aku akan melakukan sesuatu yang bakal betul-betul mengesankan ayahku? Aku sungguh tak bisa menerima kenyataan bahwa sampai meninggalnya, Ayah tetap yakin aku tak akan pernah mencapai sesuatu. Aku ingin perlihatkan padanya! Ha!” Ayah Takezo, Munisai, dulu mengabdi pada yang Dipertuan Shimmen dari Iga. Begitu Takezo mendengar bahwa Ishida Mitsunari sedang membentuk tentara, ia pun yakin bahwa kesempatan yang hanya sekali seumur hidup akhirnya datang baginya. Ayahnya seorang samurai. Apakah tidak sewajarnya kalau ia pun menjadi samurai? Ingin sekali ia memasuki kancah keributan, untuk membuktikan keberaniannya, untuk membikin berita tersebar seperti api kebakaran

4

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI melintas dusun: ia telah memenggal jenderal musuh. Ia sangat ingin membuktikan dirinya sebagai orang yang harus diperhitungkan, dihormati – bukan hanya sebagai perisau dusun. Takezo mengingatkan Matahachi tentang semua itu, dan Matahachi mengangguk. “Aku tahu. Aku tahu. Tapi aku merasa begitu juga. Bukan hanya kau.” Takezo melanjutkan, “Aku minta kau mengawaniku, karena kita memang selalu bersamasama melakukan semuanya. Tapi perbuatan ibumu itu sungguh mengerikan! Dia berteriak-teriak mengatakan pada semua orang bahwa aku gila dan brengsek! Dan tunanganmu Otsu, saudara perempuanku, dan semua orang menangis. Katanya pemuda-pemuda dusun seharusnya tinggal di dusun. Ya, barangkali mereka benar juga. Kita ini anak laki-laki satu-satunya, dan kalau kita terbunuh, tidak ada yang melanjutkan nama keluarga. Tapi peduli apa? Apa begitu mestinya hidup?” Mereka berhasil menyelinap keluar dusun tanpa kelihatan orang, dan merasa yakin tidak ada lagi penghalang yang memisahkan mereka dengan kehormatan pertempuran. Namun ketika sampai di perkemahan Shimmen, mereka berhadapan dengan kenyataan perang. Mereka langsung diberitahu bahwa mereka tidak akan menjadi samurai dalam waktu singkat, bahkan tidak dalam beberapa minggu, tak peduli siapa ayah mereka. Bagi Ishida dan jenderal-jenderal lain, Takezo dan Matahachi hanyalah sepasang orang udik, tidak banyak lebihnya dari anak-anak yang kebetulan memegang sepasang lembing. Paling banyak yang dapat mereka peroleh adalah izin untuk tinggal di sana sebagai prajurit biasa. Tanggung jawab mereka, kalaupun dapat dinamakan demikian, hanyalah mengangkut senjata, periuk nasi, dan alat-alat rumah tangga lainnya, memotong rumput, mempengaruhi geng-geng jalanan, dan sesekali bertugas sebagai pandu. “Samurai, ha!” kata Takezo. “Lelucon macam apa pula. Kepala jenderal! Mendekati samurai musuh saja tidak, apalagi jenderal. Tapi setidak-tidaknya semua itu sudah lewat. Sekarang apa yang mau kita lakukan? Aku tidak bisa meninggalkanmu di sini sendirian. Kalau itu kulakukan, bagaimana aku akan menghadapi ibumu dan Otsu?” “Takezo, aku tidak menyalahkanmu karena kita celaka. Bukan salahmu kita kalah. Kalaupun ada yang mesti disalahkan, Kobayakawa-lah orangnya. Kobayakawa yang bermuka dua itu. Betulbetul aku ingin menangkapnya. Akan kubunuh bangsat itu!” Beberapa jam kemudian, mereka sudah berdiri di tepi dataran kecil, menyaksikan lautan miskantus yang serupa buluh, sudah berantakan dan patah-patah terkena badai. Tak ada rumah. Tak ada cahaya. Di sini pun banyak mayat, bergelimpangan seperti waktu jatuhnya. Kepala salah satu mayat itu tergeletak dalam rumput tinggi. Ada juga yang menengadah di sungai kecil. Lainnya lagi tersangkut dengan anehnya pada seekor kuda mati. Hujan telah membasuh darah, dan dalam

5

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sinar bulan daging mati itu tampak seperti sisik ikan. Di sekitar semua itu, yang terdengar hanyalah litani giring-giring dan jangkrik musim gugur yang sepi. Aliran air mata membentuk jalur putih menuruni wajah suram Matahachi, dan ia memperdengarkan keluhan seorang yang sakit parah. “Takezo, kalau aku mati, maukah kau mengurus Otsu?” “Apa yang kau omongkan ini?” “Aku merasa seperti mau mati.” Takezo membentaknya, “Nah, kalau memang itu yang kau rasakan, barang kali kau memang akan mati.” Ia jengkel, karena sesungguhnya ia ingin temannya itu lebih kuat, hingga ia sendiri dapat menyandarkan diri kepadanya sekali-kali, bukan secara fisik, melainkan sebagai pendorong. “Ayolah Matahachi! Jangan seperti bayi cengeng begitu.” “Kalau ibuku pasti ada yang mengurus, tapi Otsu, dia sendirian di dunia ini. Selamanya begitu. Kasihan aku padanya, Takezo. Berjanjilah kau akan mengurusnya, kalau aku tak ada.” “Kau mesti percaya pada diri sendiri! Tak ada orang mati karena mencret. Cepat atau lambat kita akan menemukan rumah, dan kalau kita sudah menemukan rumah itu, kutidurkan kau dan akan kudapatkan obat. Sekarang hentikan rengekan tentang mati itu!” Lebih jauh sedikit, sampailah mereka di tempat bertumpuknya tubuh-tubuh tanpa nyawa, hingga kelihatan seolah satu divisi penuh telah disapu habis. Waktu itu sudah hilang perasaan mereka melihat darah kental. Mata mereka berkaca-kaca menangkap pemandangan itu dengan sikap masa bodoh yang dingin. Mereka berhenti lagi, beristirahat. Selagi mereka mengatur napas, terdengar ada yang bergerak di antara mayat-mayat itu. Keduanya undur ketakutan, dan secara naluriah merundukkan badan dengan mata terbuka lebar dan perasaan diwaspadakan. Sosok tubuh itu membuat gerakan melejit cepat, seperti gerakan seekor kelinci yang terkejut. Dan ketika mata mereka sudah terpusat ke arahnya, terlihat oleh mereka orang yang entah siapa itu sedang berjongkok rendah. Semula mereka menduga ia seorang samurai yang tersesat, karena itu mereka menabahkan diri untuk menghadapi pertemuan yang berbahaya. Tapi alangkah kaget mereka, karena ternyata prajurit dahsyat itu hanyalah seorang gadis muda. Gadis itu agaknya berumur sekitar tiga belas atau empat belas tahun, mengenakan kimono dengan lengan digulung. Obi sempit yang membelit pinggangnya sudah bertambal-tambal di beberapa tempat, namun terbuat dari brokat emas. Di tengah himpunan mayat itu, ia betulbetul merupakan pemandangan yang ganjil. Ia melayangkan pandang dan menatap mereka dengan penuh kecurigaan, dengan mata kucing yang licik. Takezo dan Matahachi heran akan hal yang sama: apa yang menyebabkan gadis itu datang di malam buta itu?

6

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sekejap keduanya hanya balas memandang gadis itu. Kemudian Takezo berkata, “Siapa kau?” Gadis itu mengerdip beberapa kali, berdiri, lalu enyah dari situ. “Stop!” seru Takezo. “aku cuma mau mengajukan satu pertanyaan padamu. Jangan pergi dulu!” Tapi gadis itu sudah pergi, seperti kilasan kilat di tengah malam. Dan bunyi giring-giring kecil pun menghilang ke dalam ngeri kegelapan. “Apa kemungkinan itu hantu?” renung Takezo keras, sementara ia memandang kosong ke dalam kabut tipis. Matahachi menggigil sedikit, tapi memaksakan diri tertawa. “Kalau ada hantu di sini, tentunya hantu serdadu-serdadu itu, kan?” “Sayang aku telah membikin takut gadis itu,” kata Takezo. “Tentunya ada dusun di dekatdekat sini. Dan dia tentunya bisa memberikan petunjuk pada kita.” Mereka berjalan terus, mendaki bukit pertama dari dua bukit yang ada di hadapan mereka. Di cekungan sebelah sana terdapat paya-paya yang menghampar ke selatan Gunung Fuwa. Dan tampak cahaya, hanya setengah mil jauhnya. Ketika mendekati rumah pertanian itu, terasa oleh mereka bahwa rumah itu bukan sekedar rumah biasa. Kelihatan dari tembok tanah tebal yang mengelilinginya. Juga dari pintu gerbangnya yang boleh dikatakan megah. Atau setidaknya sisa-sisanya, karena pintu gerbang itu sudah tua dan sudah sangat memerlukan perbaikan. Takezo mendekati pintu dan mengetuk-ngetuk pelan. “Permisi!” Karena tidak ada jawaban, ia mencoba sekali lagi. “Maaf kami mengganggu pada jam seperti ini, tapi temanku ini sakit. Kami tak ingin menyusahkan – dia perlu istirahat sedikit.” Mereka mendengar orang berbisik-bisik di dalam, dan akhirnya terdengar bunyi orang berjalan ke pintu. “Kalian yang berkeliaran di Sekigahara, kan?” Suara itu datang dari seorang gadis muda. “Betul,” kata Takezo. “Kami bawahan Lord Shimmen dari Iga.” “Menyingkirlah! Kalau kalian ditemukan orang di sini, kami bisa celaka.” “Betul-betul kami minta maaf telah mengganggu seperti ini, tapi kami telah lama sekali berjalan. Temanku ini butuh sedikit istirahat, hanya itu, dan …” “Pergilah. Menyingkirlah!” “Baiklah, kalau memang itu yang Anda kehendaki. Tapi apa tak bisa temanku ini diberi obat? Perutnya sakit sekali, hingga sukar bagi kami berjalan terus.” “Entahlah….” Beberapa waktu kemudian, mereka mendengar langkah-langkah kaki dan bunyi dering kecil menjauh ke dalam rumah, makin lama makin lemah.

7

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Baru pada waktu itulah mereka melihat wajah itu. Wajah itu tampak di jendela samping, wajah seorang wanita, dan wajah itu memperhatikan mereka terus. “Akemi,” serunya, “biar mereka masuk. Mereka prajurit biasa. Patroli Tokugawa tak akan membuang-buang waktu buat mereka. Mereka tak dikenal.” Akemi membuka pintu, dan wanita yang memperkenalkan diri sebagai Oko itu pun datang untuk mendengarkan cerita Takezo. Maka disetujuilah bahwa mereka tidur di lumbung. Untuk mengobati sakit perutnya, Matahachi mendapat tepung arang magnolia dan bubur beras encer dengan campuran bawang. Beberapa hari berturut-turut ia tidur terus-menerus, sedangkan Takezo duduk berjaga-jaga di sampingnya, sambil mengobati luka-luka peluru di pahanya dengan minuman keras murah. Pada suatu malam, kira-kira seminggu kemudian, Takezo dan Matahachi duduk mengobrol. “Mereka tentunya punya usaha tertentu,” kata Takezo. “Aku tak peduli dengan kerja keras mereka. Aku senang mereka telah menerima kita.” Tetapi rasa ingin tahu Takezo telah bangkit. “Ibunya belum begitu tua,” sambungnya. “Aneh, bahwa mereka berdua hidup sendiri di pegunungan ini.” “Hm. Apa menurut pendapatmu gadis itu agak mirip Otsu?” “Memang ada sesuatu padanya yang membuat aku ingat Otsu, tapi kukira mereka tidak betulbetul serupa. Keduanya manis, titik. Menurut pendapatmu, apa yang sedang dia lakukan waktu pertama kali kita melihatnya itu? Merangkak-rangkak di antara mayat-mayat itu di tengah malam? Dan kelihatannya pekerjaan itu tidak mengganggunya sama sekali. Ha! Masih terbayang olehku hal itu. Wajahnya tenang dan tenteram, seperi boneka buatan Kyoto. Sungguh gambaran yang luar biasa!” Matahachi memberi isyarat pada Takezo untuk diam. “Ssst! Kudengar giring-giringnya.” Ketukan ringan Akemi di pintu terdengar seperti ketukan burung pelatuk. “Matahachi, Takezo,” panggilnya lembut. “Ya?” “Ini aku.” Takezo berdiri dan membuka kunci. Gadis itu membawa sebaki obat-obatan dan makanan, dan bertanya tentang kesehatan mereka. “Jauh lebih baik. Terima kasih untukmu. Juga untuk ibumu.” “Ibu bilang, biar kalian sudah sehat, kalian jangan bicara terlalu keras atau pergi keluar.” Takezo pun menjawab atas nama mereka berdua. “Kami minta maaf sudah membikin repot kalian.”

8

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Oh, tidak apa-apa. Cuma kuminta kalian berhati-hati. Ishida Mitsunari dan beberapa jenderal lain belum tertangkap. Mereka mengawasi daerah ini dengan ketat, dan jalan-jalan penuh dengan pasukan Tokugawa.” “Betul?” “Makanya, biar kalian cuma prajrit biasa. Ibu bilang, kalau kami tertangkap menyembunyikan kalian, kami akan ditahan.” “Kami tak akan bikin rebut,” janji Takezo. “Malahan muka Matahachi akan kututup kain, kalau dia mendengkur terlalu keras.” Akemi tersenyum, membalikkan badan untuk pergi, dan katanya, “Selamat malam. Aku akan datang lagi besok pagi.” “Tunggu!” kata Matahachi. “Apa salahnya kau datang ke sini, bicara dengan kami sedikit?” “Tidak bisa.” “Kenapa?” “Ibu nanti marah.” “Peduli apa dengan ibumu? Berapa tahun umurmu?” “Enam belas.” “Kalau begitu, badanmu terlalu kecil, ya?” “Terima kasih atas komentar itu.” “Di mana ayahmu?” “Tidak punya lagi.” “Maaf. Lalu bagaimana kalian hidup?” “Kami bikin moxa.” “Obat yang dibakar di kulit buat menghilangkan sakit itu?” “Ya, moxa daerah ini terkenal. Musim semi kami memotong mugwort di Gunung Ibuki. Musim panas mengeringkannya, lalu musim gugur dan dingin membuatnya jadi moxa. Kami jual di Tarui. Orang datang dari mana-mana hanya untuk beli moxa itu.” “Kiranya kalian tidak butuh lelaki untuk mengerjakan itu.” “O, kalau itu yang ingin kalian ketahui, lebih baik aku pergi.” “Nanti dulu, sedikit lagi,” kata Takezo. “Ada satu pertanyaan lagi.” “Apa itu?” “Malam ketika kami datang kemari itu, kami melihat seorang gadis di medan pertempuran, dan dia mirip sekali denganmu. Apa itu kau?” Akemi cepat membalikkan badan dan membuka pintu. “Apa kerjamu di sana?” Gadis itu membanting pintu di belakangnya. Dan ketika ia berjalan ke rumah itu, giring-giring kecil pun berdering dengan iramanya yang aneh dan sumbang.

9

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

2. Sisir
Dengan tinggi sekitar 1,75 meter, Takezo cukup jangkung untuk orang sezamannya. Tubuhnya seperti tubuh kuda yang indah: kuat dan lentur, dengan kaki panjang berotot. Bibirnya penuh, berwarna merah tua, dan alisnya yang hitam tebal jadi tampak tidak lebat karena bentuknya yang indah. Karena jauh melampaui sudut-sudut luar matanya, alis itu pun menambah kejantanannya. Orang-orang kampung menyebutnya “anak tahun yang gemuk”, suatu ungkapan yang hanya dipakai untuk anak dengan badan lebih besar dari rata-rata. Sebutan itu jauh dari maksud menghina, tapi bagaimanapun membuatnya ada jarak dengan anak-anak muda lain, dan itu membuatnya cukup malu pada masa kanak-kanaknya. Ungkapan itu tidak pernah dipergunakan untuk menggambarkan Matahachi, namun dapat pula dikenakan padanya. Ia agak lebih pendek dan pejal daripada Takezo, dadanya bidang dan besar, dan wajahnya bulat, memberikan kesan periang, kalau bukan sifat badut sejati. Matanya yang besar dan sedikit menonjol itu cenderung bergerak ketika ia berbicara, dan kebanyakan lulucon yang dibuat orang untuk merendahkannya berpusat pada kemiripannya dengan katak yang tak henti-hentinya berdengkung pada malam-malam musim panas. Kedua pemuda itu sedang berada di puncak usia pertumbuhan mereka, dan karenanya cepat pulih dari sebagian besar penyakit. Ketika luka-luka Takezo sudah sepenuhnya sembuh, Matahachi pun tidak dapat lagi menahan hambatan yang dirasakannya. Mulailah ia berjalan mondar-mandir di seputar lumbung, dan tak henti-hentinya mengeluh karena merasa terkurung. Tidak hanya sekali ia membuat kesalahan, dengan mengatakan bahwa ia merasa seperti jangkrik di dalam lubang yang gelap dan jangrik memang suka pada suasana hidup seperti itu. Matahachi tentunya telah mulai mengintip kedalam rumah, karena pada suatu hari ia mendekatkan mulutnya kepada teman seselnya itu, seolah hendak menyampaikan berita yang mengguncangkan dunia. “Tiap malam,” bisiknya genting, “janda itu membedaki mukanya dan mempercantik diri!” Muka Takezo pun jadi seperti anak umur dua belas tahun yang benci anak gadis, melihat pengkhianatan teman karibnya yang makin tertarik kepada “mereka” itu. Matahachi sudah menjadi pengkhianat kini, dan pandangan mata Takezo pun tidak salah lagi mengungkapkan kemuakan. Matahachi mulai kerap pergi ke rumah itu, duduk-duduk di dekat perapian bersama Akemi dan ibunya yang masih muda. Sesudah tiga atau empat hari mengobrol dan berkelakar dengan mereka, tamu yang ramah itu pun sudah menjadi anggota keluarga. Ia tidak kembali ke lumbung, juga pada malam hari, dan kalau kadang-kadang pulang, napasnya berbau sake. Ia mencoba membujuk Takezo datang ke rumah itu, dengan menyanyikan puji-pujian terhadap kehidupan yang baik, yang hanya beberapa meter jauhnya dari tempat itu.

10

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Gila kau!” jawab Takezo gusar. “Kau bisa bikin kita terbunuh, atau setidaknya tertangkap. Kita ini sudah kalah, jadi gelandangan—apa kau belum juga mengerti? Kita mesti berhati-hati dan bersembunyi, sampai keadaan mereda.” Tapi dengan segera ia bosan mencoba mengajak temannya yang cinta kenikmatan itu untuk berpikiran sehat, dan mulailah ia menghentikan omongan temannya dengan jawabanjawaban ringkas. “Aku tidak suka sake,” atau kadang-kadang, “Aku lebih suka di sini. Santai.” Tapi Takezo sendiri akhirnya mulai sinting juga. Ia merasa bosan bukan kepalang, dan mulai memperlihatkan tanda-tanda mengalah. “Apa betul-betul aman?” tanyanya. “Maksudku sekitar sini? Apa tak ada tanda-tanda patroli? Apa kau yakin?” Maka, sesudah terkubur dua puluh hari lamanya dalam lumbung itu, akhirnya ia keluar seperti tawanan perang yang setengah kelaparan. Kulitnya tampak jernih pucat, seperti mayat, lebih-lebih ketika ia berdiri di samping temannya yang sudah terbakar matahari dan sake itu. Dipandangnya langit biru yang terang, dan sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, ia pun menguap dengan nikmatnya. Ketika mulutnya yang besar itu akhirnya menutup kembali, terlihatlah bahwa alisnya waktu itu mengait. Wajahnya tampak resah. “Matahachi,” katanya sungguh-sungguh, “kita terlalu memaksakan keinginan pada orangorang ini. Mereka sekarang menghadapi resiko besar gara-gara kita di sini. Kupikir kita harus berusaha pulang sekarang.” “Kau benar,” kata Matahachi. “Tapi tak seorang pun dapat melewati rintangan itu tanpa pemeriksaan. Jalan ke Ise dan Kyoto tak bisa ditempuh, menurut janda itu. Katanya, kita mesti bertahan sampai salju turun. Gadis itu juga bilang begitu. Dia yakin mesti tetap bersembunyi. Dan kau tahu, dia selalu pergi ke mana-mana setiap hari.” “Kau bilang duduk di dekat api sambil minum itu bersembunyi?” “Tentu. Tahu tidak, apa yang sudah kulakukan? Beberap hari yang lalu orang-orang Tokugawa datang mengintai; mereka masih mencari Jenderal Ukita. Dan aku bisa melepaskan diri dari bajingan-bajingan itu hanya dengan keluar dan menyapa mereka.“ Mata Takezo membelalak tak percaya mendengar itu, sedangkan Matahachi tertawa terbahak-bahak. Setelah tawanya reda, ia pun melanjutkan. “Kau lebih selamat di tempat terbuka daripada meringkuk di lumbung, sambil mendengarkan langkah-langkah kaki orang dan dibikin gila olehnya. Inilah yang mau kukatakan padamu.” Matahachi tertawa terpingkal-pingkal, sedangkan Takezo mengangkat bahu. “Barangkali kau benar. Itu bisa jadi cara terbaik untuk mengatasi persoalan.” Takezo masih juga mengajukan persyaratan, tapi sesudah percakapan itu, ia pun ikut pergi ke rumah tersebut. Oko, yang agaknya senang kalau ada orang lain, terutama laki-laki, berusaha membuat mereka betul-betul kerasan. Namun sekali-kali ia membuat kedua pemuda itu terlonjak dengan sarannya agar seorang dari mereka mengawini Akemi. Tapi ini agaknya lebih

11

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membikin bingung Matahachi daripada Takezo. Takezo mengabaikan saja saran itu, atau menandinginya dengan kata-kata lucu. Waktu itu musim matsutake yang lezat dan harum, yang tumbuh di pangkal-pangkal pohonpohon pinus, dan Takezo cukup terhibur mencari jamur-jamur besar di gunung yang berhutan, di belakang rumah itu. Sambil memegang keranjang, Akemi mencari jamur itu dari pohon ke pohon. Setiap kali tercium baunya, suaranya yang tanpa dosa itu pun menggema di tengah hutan. “Takezo, sini! Banyak di sini!” Dan kalau sedang mencari-cari di dekatnya, Takezo pun selalu menjawab, “Di sini juga banyak!” Sinar matahari musim gugur menerobos tipis dan miring ke arah mereka, lewat rantingranting pinus. Babut daun pinus di tempat teduh yang sejuk di bawah pohon-pohonan itu bagaikan bunga mawar yang lunak berdebu. Setelah lelah, Akemi pun menantang Takezo sambil terkikik, “Mari kita lihat, siapa yang paling banyak!” “Aku!” jawab Takezo pasti. Mendengar itu, Akemi pun mulai memeriksa keranjang Takezo. Hari ini tidak beda dengan hari-hari lain. “Ha, ha! Aku tahu!” teriak Akemi. Dengan rasa kemenangan penuh kegembiraan yang hanya bisa terjadi pada gadis semuda itu, dan tanpa kesadaran diri ataupun sikap sopan yang dibuat-buat, ia pun menunduk ke keranjang Takezo. “Yang banyak kau dapat itu jamur payung!” Lalu ia pun membuangi jamur beracun itu satu per satu, bukan sambil menghitungnya keras-keras, melainkan diiringi gerakan yang begitu pelan dan disengaja, hingga Takezo hampir tidak dapat mengabaikannya, sekalipun dengan mata terpejam, Akemi melontarkan masing-masing jamur itu sejauh-jauhnya. Selesai dengan tugas itu, ia pun menengadah dengan wajah membinarkan rasa puas diri. “Sekarang lihat, aku dapat jauh lebih banyak daripada kau!” “Sudah siang sekarang,” gumam Takezo. “Mari pulang.” “Kau marah karena kalah, kan?” Akemi pun berlari kencang seperti ayam pegar menuruni sisi bukit, tapi sekonyong-konyong ia berhenti, wajahnya dipenuhi rasa terkejut. Seorang lelaki raksasa datang lurus mendekat lewat belukar, setengah jalan menuruni lereng bukit; langkah-langkahnya panjang dan tenang, matanya yang tajam menatap langsung kepada gadis muda yang rapuh di hadapannya. Orang itu tampak primitif luar biasa. Segala sesuatu pada dirinya bernada perjuangan untuk tetap hidup, dan ia menampakkan ciri suka berkelahi: alis yang lebat dan ganas, dan bibir atas yang tebal melingkar; pedang berat, jubah zirah, dan kulit binatang melengkapi dirinya. “Akemi!” raungnya seraya mendekati gadis itu. Ia menyeringai lebar, memperlihatkan giginya yang kuning melapuk, tapi wajah Akemi tetap saja menyiratkan kengerian belaka. “Apa ibumu yang hebat itu ada di rumah?” tanyanya dengan ejekan yang dibuat-buat.

12

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Ya,” cicit Akemi. “Nah, kalau nanti kau pulang, ceritakan sesuatu padanya. Mau tidak?” Ejekan itu diucapkannya dengan sopan. “Ya.” Dan kini nadanya berubah kasar. “Katakan padanya, jangan mempermainkan aku dengan menimbun uang tanpa sepengetahuanku. Katakan aku akan datang segera untuk mengambil bagianku. Mengerti?’ Akemi diam saja. “Dia pikir barangkali aku tidak tahu, tapi orang yang dijuali barang-barang itu datang langsung padaku. Aku berani bertaruh, kau pergi juga ke Sekigahara, bukan, Nak?” “Ah, tidak!” protes Akemi lemah. “Ya, tak apalah. Cuma sampaikan padanya apa yang kukatakan tadi. Kalau dia main tidak jujur lagi, akan kutendang dia keluar dari daerah ini.” Ia menyorot gadis itu sesaat dengan matanya, kemudian pergi dengan lamban ke arah paya. Takezo mengalihkan matanya dari orang asing itu kepada Akemi, dengan penuh minat. “Siapa orang itu?” Dengan bibir masih menggeletar Akemi menjawab lesu, “Namanya Tsujikaze. Dia dari kampung Fuwa.” Suara Akemi hampir tak lebih dari bisikan. “Dia bandit, kan?” “Ya.” “Kenapa dia begitu marah?” Akemi berdiri saja tanpa menjawab. “Tak akan kuceritakan itu pada orang lain,” kata Takezo, mencoba meyakinkan Akemi. “Apa tak bisa kau menceritakannya padaku?” Akemi, yang jelas merasa tak senang, agaknya sedang mencari-cari kata. Dan tiba-tiba ia pun menyandarkan diri ke dada Takezo dan memohon, “Kau janji tak akan bercerita pada orang lain?” “Siapa yang akan kuceritai? Samurai Tokugawa?” “Ingat waktu kau pertama kali melihatku malam itu? Di Sekigahara?” “Tentu saja ingat.” “Nah, apa belum kau bayangkan, apa yang kulakukan waktu itu?” “Belum, aku belum pernah memikirkannya,” kata Takezo dengan wajah sungguh-sungguh. “Nah, waktu itu aku mencuri!” Lalu ia pun menatap Takezo dekat-dekat, untuk menaksir reaksi Takezo. “Mencuri?”

13

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Sesudah pertempuran, aku pergi ke medan, mengambili barang-barang serdadu yang tewas: pedang, hiasan sarung pedang, kantong kemenyan––apa saja yang dapat kami jual.” Ia memandang Takezo lagi untuk menangkap tanda-tanda sikap tidak setuju, tetapi wajah Takezo tidak memperlihatkannya sama sekali. “Pekerjaan itu mengerikan,” keluhnya kemudian, lalu berubah bersikap pragmatis, “tapi kami butuh uang untuk makan. Kalau aku bilang tak mau pergi, Ibu marah.” Matahari masih cukup tinggi di langit. Atas saran Akemi, Takezo duduk di rumput. Lewat pohon-pohon pinus, mereka dapat memandang ke bawah, ke rumah di tengah paya itu. Takezo mengangguk pada diri sendiri, seolah sedang membayangkan sesuatu. Sejenak kemudian ia berkata, “Kalau begitu, cerita tentang memotong mugwort dan membuat moxa itu bohong semuanya?” “O, tidak. Kami mengerjakan itu juga! Tapi selera Ibu begitu mahal. Tak mungkin kami dapat hidup dari moxa saja. Ketika ayahku masih hidup, kami tinggal di rumah terbesar di kampung ini, malahan boleh dibilang di tujuh dusun yang ada di Ibuki. Kami punya banyak pelayan, dan Ibu selalu punya barang-barang bagus. “Apa ayahmu pedagang?” “O, tidak. Dia pemimpin bandit setempat.” Mata Akemi bersinar penuh kebanggaan. Jelaslah, ia tidak lagi takut akan reaksi Takezo, dan kini ia melepaskan perasaan sebenarnya. Rahangnya mantap, tangannya yang kecil mengepal pada waktu bicara. “Tsujikaze Temma, orang yang baru kita jumpai tadi, itulah yang membunuhnya. Paling tidak, begitulah kata semua orang.” “Maksudmu, ayahmu dibunuh?” Sambil mengangguk diam, Akemi mulai menangis, sekalipun ia berusaha menahannya. Takezo merasa sesuatu yang berada jauh di dalam dirinya mulai mencair. Semula ia tidak menaruh simpati pada gadis itu. Sekalipun gadis itu lebih kebanyakan dari gadis yang sudah berumur enam belas tahun, namun bicaranya seperti wanita dewasa, dan sering kali ia membuat gerakan cepat yang membuat orang lain berjaga-jaga. Tapi ketika air mata mulai menitik dari bulu matanya yang panjang, tiba-tiba Takezo pun jadi meleleh oleh rasa kasihan. Ia ingin mendekap gadis itu untuk melindunginya. Gadis itu bukanlah gadis yang dibesarkan seperti biasa. Agaknya tak pernah ia pertanyakan, apakah di dunia ini tidak ada yang lebih mulia daripada pekerjaan ayahnya. Ibunya telah meyakinkannya bahwa tak ada salahnya melucuti mayat, bukan untuk makan, melainkan untuk hidup layak. Banyak pencuri sejati enggan melakukan pekerjaan itu. Selama bertahun-tahun berlangsungnya perselisihan kaum feodal, keadaan telah menjadikan semua manusia, sampai yang pemalas di pedesaan, terhanyut oleh cara hidup seperti ini. Orang banyak pun lebih-kurang memang telah minta mereka melakukan hal itu. Ketika perang pecah

14

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI para penguasa militer setempat bahkan memanfaatkan jasa-jasa mereka dan memberikan imbalan melimpah pada mereka atas jasa membakar perbekalan musuh, menyebarkan desasdesus bohong, mencuri kuda dari kamp-kamp musuh, dan lain-lain hal seperti itu. Yang paling sering terjadi adalah jasa-jasa mereka dibeli orang. Tapi, sekalipun tidak dibeli, perang menawarkan banyak kesempatan. Di samping berkeliaran di antara mayat-mayat untuk mengumpulkan barang-barang berharga, kadang-kadang mereka berhasil mendapat hadiah dari menyerahkan kepala samurai yang kebetulan tersandung oleh mereka dan kemudian mereka pungut. Satu saja pertempuran besar sudah cukup bagi para pencuri bejat ini hidup senang enam bulan atau setahun. Pada waktu-waktu bergolak, petani atau pembelah kayu biasa pun sudah tahu mengambil keuntungan dari kesengsaraan orang dan pertumpahan darah. Perkelahian di luar kampung sendiri sudah bisa membuat orang-orang sederhana ini meninggalkan pekerjaan, dan dengan cakapnya mereka menyesuaikan diri dengan situasi, dan menemukan cara untuk memunguti sisasisa hidup manusia lain, seperti burung pemakan bangkai. Sebagian karena gangguan inilah para penjarah professional menetapkan perlindungan keras atas wilayah masing-masing. Sudah menjadi peraturan keras bahwa para pemburu liar, yaitu perampok-perampok yang melanggar hak-hak yang telah dimiliki para penjahat kejam ini dapat dikenai pembalasan dendam. Akemi pun menggigil, dan katanya, “Apa akal kita? Orang-orang bayaran Temma sedang dalam perjalanan kemari sekarang. Aku tahu itu.” “Jangan khawatir,” kata Takezo meyakinkannya. “Kalau mereka nanti muncul, aku sendiri yang akan menyambut mereka.” Ketika mereka turun bukit, senja telah turun di atas paya itu, dan segalanya sunyi. Jejak asap api pemandian di rumah itu merayap di area puncak jajaran rumput mendong, seperti ular yang melenggok-lenggok di langit. Oko sedang berdiri santai di pintu belakang, seusai melakukan riasan malam. Ketika melihat anak perempuannya datang bersama Takezo, ia pun berseru, “Akemi, apa kerjamu sampai begini larut?” Terasa benar tajamnya mata dan suaranya. Gadis itu pun segera tersadar, sesudah begitu lama ia berjalan dengan kepala kosong. Ia memang lebih peka terhadap suasana hati ibunya daripada apa pun di dunia ini. Ibunya telah menanamkan kepekaan ini dan telah berhasil memanfaatkannya, mengendalikan anak gadis itu seperti boneka, hanya dengan pandangan atau gerak-geriknya. Cepat-cepat Akemi menjauh dari sisi Takezo, dan dengan wajah memerah ia pun mendahului dan masuk rumah. Hari berikutnya, Akemi menyampaikan pada ibunya tentang Tsujikaze Temma. Oko naik pitam.

15

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Kenapa tidak cepat-cepat kau ceritakan?” raungnya sambil menyeruduk ke sana kemari seperti perempuan gila, menarik-narik rambutnya, mengeluar-ngeluarkan barang dari laci dan lemari dan mengonggokkan semuanya di tengah kamar. “Matahachi! Takezo! Bantu aku! Semua ini mesti kita sembunyikan.” Matahachi menggeser sebuah papan yang ditunjukkan oleh Oko, lalu ia menempatkan diri di atas langit-langit. Tak banyak ruangan antara langit-langit dan kasau itu. Orang hampir tidak dapat merangkak di situ, tapi cukuplah itu untuk memenuhi kebutuhan Oko, dan terutama agaknya kebutuhan almarhum suaminya. Takezo berdiri di atas bangku, di antara ibu dan anak, dan mulai mengulurkan barang-barang itu satu persatu kepada Matahachi. Jika Takezo tidak mendengar cerita Akemi hari sebelumnya, tidak bakal ia tidak merasa kagum melihat keanekaragaman barang-barang yang sekarang dilihatnya. Takezo tahu ibu dan anak ini sudah lama melakukan pekerjaan itu, namun demikian sungguh mengagumkan. Betapa banyaknya barang yang mereka timbun. Ada belati, umbai lembing, lengan baju zirah, helm tanpa mahkota, kuil mini yang dapat dibawa-bawa, tasbih Budha, tiang bendera…. Bahkan ada sandal berlak berukir indah dan bertatah emas, perak, dan indung mutiara. Dari lubang di langit-langit, Matahachi mengintip keluar dengan wajah bingung. “Sudah semua?” “Tidak, ada satu lagi,” kata Oko seraya pergi cepat-cepat. Sesaat kemudian ia sudah kembali membawa sebilah pedang, satu seperempat meter panjangnya, dari kayu ek hitam. Takezo mulai mengeluarkan barang itu pada Matahachi, tetapi bobot, lengkung dan sempurnanya keseimbangan senjata itu demikian mengesankannya, sampai tak dapat ia melepaskannya. Ia pun menoleh kepada Oko dengan pandangan tersipu. “Apa tak bisa Ibu menghadiahkan ini padaku?” tanyanya dengan mata memancarkan kepasrahan. Ia memandang kakinya sendiri, seakan-akan hendak mengatakan bahwa ia memang belum melakukan sesuatu yahg pantas mendapat ganjaran pedang itu. “Apa kau betul-betul menginginkannya?” jawab nyonya itu dengan lembut, dengan nada seorang ibu. “Ya…ya… tentu!” Sekalipun wanita itu tidak benar-benar mengatakan Takezo boleh memilikinya, namun ia tersenyum, memperlihatkan dekik pipinya, dan tahulah Takezo bahwa pedang itu sudah menjadi miliknya. Matahachi melompat turun dari langit-langit, meledak oleh rasa iri. Ia pun merabaraba pedang itu dengan tamaknya, membuat Oko tertawa. “Coba lihat, orang kecil ini merajuk karena tidak dapat hadiah!” Ia mencoba menenteramkan hati Matahachi dengan memberikan pundit-pundi kulit yang manis dan berbatu akik. Matahachi tidak tampak terlalu senang. Matanya terus tertuju kepada pedang kayu ek hitam itu.

16

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Perasaannya terluka, dan pundit-pindi itu hanya sedikit dapat menyembuhkan harga dirinya yang terluka. Keika suaminya masih hidup, Oko rupanya punya kebiasaan mandi uap secara santai tiap malam, merias diri, dan kemudian minum sedikit sake. Singkatnya, ia menghabiskan waktu untuk merias diri sebanyak yang dihabiskan geisha yang terbesar bayarannya. Ini bukanlah jenis kemewahan yang dapat dikembangkan oleh orang biasa, tetapi ia berkeras melakukannya, bahkan ia telah mengajar Akemi mengikuti kebiasaan yang sama itu, sekalipun gadis itu menganggapnya menjemukan, dan alasannya tidak dapat ia pahami. Oko tidak hanya suka senang; ia pun berketetapan untuk tetap muda selama-lamanya. Malam itu, selagi mereka duduk di sekitar perapian ceruk, Oko menuangkan sake untuk Matahachi dan mencoba meyakinkan Takezo untuk juga mencobanya. Ketika Takezo menolak, ia letakkan mangkuk itu ke tangan Takezo, ia tangkap pergelangan tangannya, dan ia paksa Takezo mengangkat mangkuk itu ke bibirnya. “Laki-laki udah sewajarnya minum,” umpatnya. “Kalau kau tidak dapat melakukannya sendiri, akan kubantu.” Berulang kali Matahachi menatap Oko denganperasaan tak enak. Sadar akan pandangan Matahachi itu, Oko bahkan semakin berani terhadap Takezo. Sambil meletakkan tangannya secara main-main di lutut Takezo, mulailah ia mendendangkan lagu cinta yang sedang popular. Sampai di sini, Matahachi pun merasa sudah sampai batas kesabarannya. Sambil tiba-tiba menoleh kepada Takezo, ia berucap, “Kita mesti lekas meneruskan perjalanan!” Ucapan ini mencapai sasarannya. “Tapi… tapi… ke mana kalian akan pergi?” Tanya Oko terbata-bata. “Kembali ke Miyamoto. Ibuku dan tunanganku tinggal di sana.” Oko hanya sekejap terkejut; sebentar kemudian ia sudah dapat menguasai dirinya kembali. Matanya menyempit, senyumnya membeku, dan suaranya menjadi getir. “Nah, harap dimaafkan karena aku telah menghambat kalian, telah menerima kalian, dan memberikan tempat pada kalian. Kalau memang ada gadis yang menanti kalian, lebih baik kalian lekas-lekas saja pulang. Jangan kiranya aku menahan kalian!” Sesudah menerima pedang ek hitam itu, Takezo tak pernah lagi terpisah darinya. Memegangnya saja merupakan kenikmatan yang tak terlukiskan baginya. Sering ia meremas gagang pedang itu erat-erat, atau menggesekkan sisinya yang tumpul pada telapak tangannya, hanya untuk merasakan betapa sesuai lengkung dengan panjangnya. Bila tidur ia dekap pedang itu ke tubuhnya. Sentuhan dingin permukaan kayu itu pada pipinya mengingatkannya pada lantai dojo, di mana ia pernah mempraktekkan teknik-teknik main pedang pada musim dingin. Alat yang

17

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI hampir sempurna, dan sekaligus merupakan benda seni dan maut ini, membangkitkan kembali di dalam dirinya semangat tempur yang telah ia warisi dari ayahnya. Takezo mencintai ibunya, tetapi ibu itu telah meninggalkan ayahnya dan pergi ketika Takezo masih kecil, meninggalkannya sendirian dengan Munisai, seorang ayah yang gila tata tertib, yang tak tahu bagaimana memanjakan anak dalam suasana yang tidak menguntungkan seperti itu. Apabila ayahnya ada, anak itu selalu merasa kikuk dan ketakutan, tidak pernah merasa santai. Ketika berumur sembilan tahun, begitu besar hasratnya akan kata manis ibunya, hingga ia pernah melarikan diri dari rumah dan nekat pergi ke Propinsi Harima, tempat ibunya tinggal. Takezo tak pernah mengerti mengapa ibu dan ayahnya bercerai, dan pada umur sekian, penjelasan tentang itu pun tidak akan banyak menolong. Ibunya telah kawin dengan samurai lain, dan mendapat seorang anak lagi. Begitu pelarian kecil itu sampai di Harima, ia tidak membuang-buang waktu lagi untuk menemukan ibunya. Ibunya lalu membawanya ke daerah hutan di belakang kuil setempat, supaya tidak kelihatan orang, dan di sana sambil berurai air mata ia pun memeluk anaknya itu erat-erat dan menyuruhnya kembali kepada ayahnya. Takezo tak pernah melupakan adegan itu; setiap detailnya akan tetap hidup dalam kenangannya, sepanjang umurnya. Sebagai seorang samurai, tentu saja Munisai mengirimkan orang-orangnya untuk memperoleh kembali anaknya, begitu ia mengetahui anaknya hilang. Sudah jelas ke mana perginya anak itu. Takezo pun dikembalikan ke Miyamoto seperti seikat kayu bakar, diikat di punggung kuda yang tidak bersadel. Sebagai pembuka, Munisai menyebutnya anak bandel yang kurang ajar, dan dengan keberangan yang hampir mencapai histeris, ia sabet anaknya sampai ia tak kuat menyabet lagi. Takezo ingat lebih gamblang daripada apa pun di dunia ini, betapa sengit ultimatum ayahnya waktu itu. “Kalau sekali lagi kau pergi ke ibumu, tak akan kuakui kau sebagai anak.” Tidak lama sesudah kejadian itu. Takezo mendengar kabar bahwa ibunya jatuh sakit dan meninggal. Kematian itu berakibat berubahnya Takezo dari seorang anak pendiam dan pemurung menjadi anak kampung yang jail. Munisai pun akhirnya menjadi takut. Ketika ia mendatangi anak itu dengan pentung, anak itu menantangnya dengan tongkat kayu. Satu-satunya orang yang bisa menandinginya adalah Matahachi, yang juga anak seorang samurai; semua anak lain tunduk pada perintah Takezo. Waktu ia berumur dua belas atau tiga belas tahun, badannya sudah hampir setinggi orang dewasa. Pada suatu kali, seorang pemain pedang pengembara bernama Arima Kihei menaikkan panjipanji berhias emas, dan menyatakan siap melawan siapa saja penantang dari kampung itu. Takezo berhasil membunuh orang itu tanpa kesukaran, dan mendapat pujian dari orang-orang kampung atas keberaniannya.

18

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Namun penghargaan itu singkat saja umurnya, karena bersamaan dengan bertambahnya umur, ia pun jadi semakin tak dapat dikendalikan dan brutal. Banyak orang yang menganggapnya sadis, dan apabila ia muncul di suatu tempat, orang pun segera menyingkir. Sikap Takezo terhadap mereka semakin menjelaskan sikap dingin mereka terhadapnya. Ketika ayahnya yang tetap keras dan kasar akhirnya meninggal, unsur kejam di dalam diri Takezo lebih membesar lagi. Kalau tidak karena kakak perempuannya, Ogin, Takezo barangkali sudah lebih tak bisa dikendalikan lagi dan telah diusir dari kampung oleh penduduk yang marah. Untunglah ia menyayangi kakaknya, dan karena tak tahan melihat air mata kakaknya, biasanya ia pun melakukan apa saja yang diminta kakaknya. Pergi perang bersama Matahachi merupakan titik balik bagi Takezo. Hal itu menunjukkan bahwa bagaimanapun ia mau merebut kedudukan di tengah masyarakat, sejajar dengan orangorang lain. Tetapi kekalahan di Sekigahara sekonyong-konyong telah menghilangkan harapanharapan seperti itu, dan ia pun mendapati dirinya sekali lagi tercebur ke dalam kenyataan gelap yang menurut anggapannya telah ia tinggalkan. Namun ia seorang pemuda yang diberkati sifat riang yang mulia, yang hanya dapat berkembang di zaman perjuangan. Selagi tidur, wajahnya setenang wajah bayi, sama sekali tak terusik oleh pikiran-pikiran hari esok. Memang ia mengalami juga mimpi-mimpi, baik di waktu tidur maupun terjaga, tapi tidak banyak ia mengalami kekecewaan yang sebenar-benarnya. Karena modalnya hanya sedikit, maka hanya sedikit pula ia kehilangan; sekalipun dalam makna tertentu ia sudah tercerabut, namun ia terbebaskan juga dari belenggu. Melihat napasnya yang dalam dan tetap, sementara ia memeluk erat pedang kayunya itu, barangkali Takezo sedang bermimpi; senyuman halus tersungging pada bibirnya, sedangkan bayangan kakak perempuannya yang lembut dan kota kelahirannya yang damai berpancaran turun seperti air terjun dari gunung, di hadapan matanya yang terpejam dan berbulu lebat itu, Oko menyelinap ke dalam kamarnya sambil membawa lampu. “Sungguh wajah yang damai,” bisik Oko dengan kagum, lalu ia pun mengulurkan tangan dan menyentuh sedikit bibir Takezo dengan jemarinya. Kemudian ia mematikan lampu dan berbaring di samping Takezo. Seraya meringkuk seperti kucing, sedikit demi sedikit ia merapatkan tubuhnya ke tubuh Takezo, sementara wajahnya yang putih dan gaun malam warna-warni yang betul-betul terlampau muda untuknya itu terbenam dalam kegelapan. Yang kedengaran saat itu hanyalah titik-titik embun yang jatuh di ambang jendela. “Ingin tahu juga, apakah dia masih perjaka,” kagumnya sambil mengulurkan tangan untuk menyingkirkan pedang kayu itu. Tapi begitu ia menyentuh pedang itu, Takezo langsung berdiri dan berteriak, “Pencuri! Pencuri!”

19

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Oko terlempar ke lampu, hingga bahu dan dadanya luka, dan Takezo memelintir tangannya tanpa ampun lagi. Oko menjerit kesakitan. Karena kagetnya, Takezo pun melepaskannya. “O. jadi ini tadi Ibu? Aku pikir pencuri.” “Oooh,” rintih Oko. “Sakit!” “Maaf, aku tidak tahu.” “Kau ini tak kenal kekuatan badan sendiri. Hampir lepas tanganku.” “Aku sudah minta maaf. Mau apa Ibu di sini?” Oko tak menghiraukan pertanyaan Takezo yang polos itu; ia tidak merasakan luka tangannya; dicobanya melingkarkan anggota badannya itu ke leher Takezo, dan gumamnya, “Kau tak perlu minta maaf. Takezo …” Ia pun menggosokkan punggung tangannya lembut-lembut ke pipi Takezo. “Hai! Apa pula ini? Apa Ibu gila?” teriak Takezo sambil meloloskan diri dari sentuhan wanita itu. “Jangan ribut begitu, tolol. Kau tahu perasaanku padamu.” Oko terus mencoba membelai Takezo, tapi Takezo menepak-nepaknya, seperti orang diserang gerombolan lebah. “Ya, dan aku sangat berterima kasih. Kami berdua tak akan melupakan betapa besar kebaikan Ibu, yang telah menerima kami dan segalanya itu.” “Maksudku bukan itu, Takezo. Aku bicara tentang perasaan wanitaku—tentang perasaan yang indah dan hangat terhadapmu.” “Tunggu dulu,” kata Takezo sambil melompat berdiri. “Akan kunyalakan lampu.” “Oh, bagaimana kau bisa begini kejam,” rengek Oko, dan bergerak lagi akan memeluk Takezo. “Jangan!” teriak Takezo marah. “Hentikan, sungguh! Hentikan!” Ada sesuatu dalam suara Takezo yang membuat Oko takut dan menghentikan serangannya, sesuatu yang tegas dan mantap. Takezo merasa tulang-tulangnya bergoyang dan giginya gemeretuk. Tidak pernah ia menghadapi lawan yang demikian berat. Bahkan ketika telentang di bawah kuda-kuda yang mencongklang lewat di Sekigahara, tak pernah jantungnya demikian berdentam. Ia pun duduk ngeri di sudut kamar “Kuminta ibu pergi dari sini,” mohonnya. “Kembalilah ke kamar ibu sendiri. Kalau tidak, akan kupanggil Matahachi. Akan kubangunkan seisi rumah!” Oko tidak beranjak. Ia duduk saja di kegelapan dengan napas berat, dan dengan mata menciut ia pun menatap Takezo. Ia tak mau ditolak. “Takezo,” gumamnya lagi. “Apa kau tidak memahami perasaanku?” Takezo tidak menjawab. “Tidak memahami?”

20

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Ya, tapi apa Ibu memahami perasaanku: diserang selagi tidur, dibikin takut setengah mati, dan dianiaya seekor macan dalam gelap?” Kini giliran Oko yang diam. Dari kedalaman kerongkongannya keluar bisikan seperti suara geraman, dan ia pun mengucapkan setiap suku katanya ini dendam. “Begitu tega kau mempermalukan aku?” “Aku mempermalukan ibu?” “Ya ini sungguh membikin malu.” Keduanya begitu tegang waktu itu, hingga tak terdengar oleh mereka ketukan pintu, yang agaknya sudah berlangsung beberapa lama. Ketukan itu dipertegas lagi oleh teriakan-teriakan. “Ada apa di dalam? Apa kau tuli? Buka pintu!” Berkas cahaya tampak di celah daun jendela. Akemi terbangun. Kemudian langkah kaki Matahachi terdengar mendekat, dan suaranya berseru, “Ada apa?” Kemudian dari gang rumah, Akemi berseru resah, “Ibu! Apa Ibu di situ? Jawab, Bu!” Oko menyerobot cepat kembali ke kamarnya sendiri yang berdekatan dengan kamar Takezo. Ia menjawab dari situ. Orang-orang lelaki di luar rupanya mendobrak daun jendela dan menyerbu ke dalam. Sampai di kamar perapian, Oko melihat enam atau tujuh pasang bahu lebar menyerbu dapur yang berdekatan dan berlantai kotor. Letaknya agak di bawah, karena memang dibuat lebih rendah dari ruangan-ruangan lain. Seorang di antaranya berteriak, “Tsujikaze Temma di sini. Kasih lampu!” Orang-orang itu menyerobot masuk ke dalam ruang tamu. Mereka bahkan tidak melepas sandal, suatu tanda kekasaran yang sudah melekat. Mereka mulai melongok ke sana kemari––ke lemari, ke laci-laci, ke bawah tatami jerami tebal yang menutup lantai. Temma mendudukkan diri dengan megahnya di dekat perapian, sambil mengawasi kaki tangannya menggeledah ruangan-ruangan itu dengan sistematis. Ia betul-betul menikmati pekerjaan itu, tapi dengan segera ia bosan karena tidak melakukan apa-apa. “Terlalu lama!” geramnya sambil menghantamkan tinju ke tatami. “Kau pasti menyimpannya sebagian di sini. Di mana barang itu?” “Aku tak merngerti apa yang kau bicarakan,” jawab Oko sambil melipat dengan sabar kedua tangannya di perut. “Jangan bicara begitu, perempuan!” lenguh Temma. “Mana barang itu? Aku tahu barang itu ada di sini!” “Aku tak punya apa-apa!” “Tak punya?” “Tak punya.”

21

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Kalau begitu, barangkali memang kau tidak memilikinya. Barangkali salah informasi yang kuterima….” Ia pun memandang Oko dengan tajam, sambil menarik-narik dan menggaruk-garuk jenggotnya. “Cukup, anak-anak!” gunturnya. Sementara itu, Oko sudah duduk di kamar sebelah. Pintu dorongnya terbuka lebar, seakanakan hendak mengatakan bahwa Temma dapat memeriksa terus tempat yang dicurigainya. “Oko,” panggil Temma kasar. “Apa maumu?” terdengar jawaban dingin “Bagaimana kalau minum sedikit?” “Mau sedikit air?” “Jangan paksa aku…,” ancam Temma memperingatkan. “Sake ada di sana. Minumlah kalau mau.” “Ai, Oko,” kata Temma melunak. Ia hampir-hampir mengagumi Oko karena sikap keras kepalanya yang dingin. “Jangan begitu. Aku sudah lama tak berkunjung. Apa begini caranya menyambut teman lama?” “Berkunjung!” “Sudahlah kau ikut bersalah juga. Sudah banyak yang kudengar tentang apa yang dilakukan ‘janda tukang moxa dari berbagai orang, sampai rasanya tak mungkin semua itu bohong. Kudengar kau menyuruh anakmu yang cantik itu mempreteli mayat-mayat. Nah, kenapa dia mesti melakukan hal seperti itu?” “Tunjukkan padaku buktinya!” jerit Oko. “Mana buktinya!” “Kalau ada rencanaku menggalinya, mana mungkin aku mengingatkan Akemi sebelumnya? Kau tahu sendiri aturan permainannya. Ini wilayahku, dan aku harus memeriksa rumahmu. Kalau tidak, semua orang akan menyangka mereka bisa lepas begitu saja sesudah melakukan hal seperti itu. Kalau begitu, di mana nanti tempatku? Aku harus melindungi diriku, tahu!” Oko menatap Temma dalam kediaman baja, kepalanya setengah tertoleh kepadanya, sedangkan dagu dan hidungnya terangkat bangga. “Baiklah, akan kulepaskan kau kali ini. Tapi ingat, aku bersikap baik sekali kepadamu sekarang.” “Baik kepadaku? Siapa? Kau? Menggelikan!” “Oko,” bujuk Temma, “ke sinilah, dan tuangkan minuman untukku.” Tapi ketika Oko tidak juga memperlihatkan tanda-tanda akan bergerak, ia pun meledak, “Anjing gila kau! Apa kau tidak tahu, kalau kau bersikap baik padaku, tidak bakal kau hidup seperti ini?” Temma mereda sedikit, kemudian nasihatnya, “Pikirlah dulu.” “Aku memang tenggelam dalam kebaikan hati Tuan,” terdengar jawaban yang berbisa. “Kau tak suka padaku?”

22

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “Coba jawab pertanyaan ini: Siapa yang membunuh suamimu? Aku yakin kau ingin aku percaya bahwa kau tidak tahu, kan?” “Kalau kau mau membalas dendam pada pelakunya , aku akan membantumu dengan senang hati. Aku bisa membantu dengan jalan apa pun.” “Jangan berlagak bodoh!” “Apa maksudmu?” “Kau sudah banyak mendengar dari orang banyak. Apa mereka tidak mengatakan padamu bahwa kau sendirilah yang membunuhnya? Apa kau belum mendengar bahwa Tsujikaze Temma itulah pembunuhnya? Semua orang tahu. Boleh saja aku janda seorang bandit, tapi aku belum jatuh begitu rendah sampai mau main ke sana kemari dengan pembunuh suamiku.” “Kau rupanya memang harus mengatakannya: tak bisa kau membiarkan saja hal itu, ya!” Sambil tertawa, Temma mengosongkan sakenya dalam sekali teguk, dan menuang lagi. “Kau tahu, mestinya kau tidak mengatakan hal-hal seperti itu. Itu tak baik untuk kesehatanmu atau kesehatan anakmu yang manis!” “Aku akan mendidik Akemi dengan semestinya, dan sesudah dia kawin, aku akan kembali menghadapimu. Ingat kata-kataku ini!” Temma tertawa lagi hingga bahu dan seluruh tubuhnya berguncang. Setelah mereguk seluruh sake yang dapat ditemukannya, ia pun memberi isyarat kepada salah seorang kaki-tangannya yang ditempatkan di sudut dapur, tombaknya tegak sejajar dengan bahunya. “He, kau,” katanya dengan suara menggelegar, “geser papan langit-langit itu dengan pangkal tombakmu!” Orang itu tunduk pada perintah Temma. Ia mengitari kamar sambil menyodok-nyodok langitlangit, dan kekayaan Oko pun berjatuhan ke lantai, seperti hujan es. “Seperti sudah kuduga,” kata Temma sambil berdiri dengan kikuknya. “Coba lihat, anakanak. Bukti! Dia telah melanggar peraturan, tak sangsi lagi. Bawa dia keluar dan kasih hukumannya!” Orang-orang itu pun berduyun-duyun ke kamar perapian, tapi sekonyong-konyong mereka terhenti. Oko berdiri mematung di pintu, seakan menantang mereka untuk menjamahnya. Temma, yang telah turun ke dapur, memanggil tak sabar, “Apa yang kalian tunggu? Bawa dia kemari!” Tak ada yang bergerak. Oko terus menatap orang-orang itu dari atas, dan orang-orang itu tetap saja seperti lumpuh. Temma pun memutuskan untuk mengambil alih. Sambil mendecapkan lidahnya ia mendekati Oko, tetapi ia pun tiba-tiba terhenti di depan pintu. Di belakang Oko, tidak kelihatan dari dapur, berdiri dua pemuda berwajah ganas. Takezo menggenggam rendah pedang kayunya, siap mematahkan tulang kering pendatang pertama atau siapa pun yang cukup bodoh untuk mengikutinya. Di pihak lain, Matahachi menggenggam pedang tinggi-tinggi, siap menebaskannya ke leher pertama yang berusaha menerobos pintu masuk. Akemi tidak kelihatan.

23

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

Temma memberi isyarat pada kaki-tangannya untuk menyingkir. sifat yang sekaligus liar dan murni. Ia makhluk ekstrem. tapi tidak terdengar suara benturan.webng. sifat yang mengingatkan orang pada prajurit . Waktu kecil pun sudah ada sifat primitif dalam darahnya. hingga tebasan itu mental mengenai sarung pedang Temma. Oko telah melarikan diri ke sudut terdekat.” raung Temma.co.id and dimhad. Pedang itu mendecit di kegelapan. Ia akan memastikan benar bahwa tak ada sepenggal nafas pun tertinggal. Takezo sudah memutuskan untuk tidak membiarkan Temma lolos. Ia mendarat ke dinding. Siapa yang satunya?” Matahachi ataupun Takezo tidak menjawab. Ini berarti mereka bermaksud menjawab dengan senjata. sehingga Temma terlempar ke udara. kalian berdua… Kalian pasti dari Sekigahara! Hati-hatilah kalian—kuperingatkan kalian.” rintih Temma. Ketegangan memuncak. Dalam beberapa detik saja. tapi orang tua itu terlalu cepat baginya. Itu ciri alamiah. jadi begitu ya.” Kedua pemuda itu sama sekali tidak bergerak. Manusia lembu itu telah melenting ke udara pada waktunya. Inilah orang terkuat yang pernah dihadapinya. Seorang di antaranya terjatuh ke perapian. dan ketika turun ia menerjang Takezo derngan kekuatan batu besar. “Tak ada di daerah ini yang tidak kenal nama Tsujikaze Temma! Akan kutunjukkan pada kalian. bandit itu berkelit. dikejar oleh Takezo. suatu ciri yang membuat ayahnya tak bisa menyukai anak itu. dan ranting-ranting menyala yang kejatuhan tubuhnya menjadi bunga api ke langit-langit. Ia mengincar kaki Temma. “Mestinya tidak ada lelaki di rumah ini. ruangan sudah penuh oleh asap. ia takkan setengah-tengah membunuhnya. Sifat itu tak kenal cahaya peradaban ataupun tempaan pengetahuan. Kalau berhasil menangkap orang itu. lalu mengayunkan pedangnya dengan segenap kekuatan. Hatinya sudah bulat. sementara Takezo menanti dengan pedang kayu eknya yang terpasang horizontal. apa yang kami lakukan terhadap gelandangan!” Sunyi. “Aku pernah lihat orang itu berjalan bersama Akemi beberapa hari yang lalu—yang memegang tongkat itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI “O. Ia menjerit. Temma mencengkeram lehernya dan mendaratkan dua-tiga pukulan yang membuat tengkorak Takezo seperti pecah. Itulah sifat Takezo. syauqy_arr@yahoo. Tidak kenal pula sikap lunak. Matahachi pun menebaskan pedang dengan kedua tangannya. Itu berbahaya. Munisai telah mencoba dengan cara apa pun yang khas bagi golongan militer untuk mengatasi kebuasan anaknya dengan menghukumnya keras-keras dan sering-sering.com . yang tiba-tiba ingat adegan di sisi gunung. “Aarrrghh!” Temma menerjang ke ruangan itu. tetapi 24 thanks to. Ketika Takezo mengangakt pedang kayunya untuk dihantamkan ke kepala Takezo. mengguncangkan rumah dan segala isinya. “Hai. langsung berdiri dan melarikan diri. Takezo merasa seakan berkelahi dengan seekor beruang.prajurit ganas jepang kuno. Kemudian Takezo mendapat kesempatan lagi.

melintasi lapangan yang gelap kelam. Dari kegelapan terdengar suara Matahachi. kaukah itu?” “Ya. Darah menyembur di ujung pedang kayu itu. Baginya tidak ada yang namanya merenungkan kegagalan dalam usaha ‘sejati’ yang pertama ataupun mempertanyakan suramnya masa depan. Makin jauh ia berlari. kebetulan saja ia tertumbuk pada kakap yang sungguh besar--Tsujikaze Temma. sambil meneriakkan katakata ejekan. Tengkoraknya hancur. “Pengecut!” bentaknya. dan jeritan yang membekukan darah mengoyak malam yang tenang. tanpa nyawa dan sendirian. kembalilah ia ke rumah. Orang yang tidak tahu kejadian barusan akan menyangka ia hanya keluar malam untuk jalan-jalan. semakin ia bersikap seolah ia berkuasa atas mereka. Semakin orang kampung menghinakan pemuda kasar itu. Dengan sikap acuh tak acuh.” Matahachi mengangkat pedangnya yang berlumuran darah sampai ketangan gagangnya.id and dimhad.” jawab Takezo kering. Rambut Takezo menyapu telinganya. seperti celeng liar yang kebuasan sejatinya muncul pada waktu ketiadaan makanan. pemimpin para bandit! Inilah lawan yang ia hasratkan bertanding di Sekigahara. “Puas. Kapten?” tanyanya penuh kemenangan. Dan kini. Takezo mengangkat tangan. Sepuluh langkah di depannya Temma melarikan diri seperti terbang.co. “Aku bunuh satu! Bagaimana denganmu?” “Aku bunuh satu juga. “Yang lain-lain lari. “Ada apa?” Matahachi berlari mendekat dan katanya sambil terengah-engah. Ia mulai memimpikan hal-hal yang lebih besar. tidak menyesal karena tahu kalau orang itu yang menang. Ia merasa bebas.webng. menghapus banjir keringat yang turun dari keningnya. Impian-impian di masa muda porak-poranda— meski ia tak punya banyak impian. dan tulangtulang rusuk yang patah pun mencuat dari kulitnya. ia sendiri akan terbaring di sana. matanya lepas dari ceruknya. Terlampau mudah baginya mengancam orang-orang dusun yang sifatnya takut-takut. syauqy_arr@yahoo. dan ia menerima seluruh bencana berdarah itu dengan tenang saja. sama sekali tanpa urusan di dunia ini. Ia belum tahu arti disiplin pribadi. ia pun mulai bosan dengan berlagak sebagai pemilik dusun itu. “Takezo. dengan penuh kebanggaan ia berkata. Ketika anak alam itu sudah besar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI akibatnya hanya membuat anak itu lebih liar. Maka ia pun melompat ke punggung Temma. Dua-tiga pukulan berat dijatuhkan lagi ke tubuh itu.com . Tubuh bandit yang besdar dan berat itu jatuh ke bumi dengan suara yang berdebam dan terguling. Sambil melebarkan bahunya. 25 thanks to. Ia merasa bahagia—lebih bahagia daripada kapan pun dalam hidupnya. “Jangan lari! Dan ayo lawan aku!” Takezo berlari seperti kilat. makin dekat ia pada kegairahan binatang semata-mata. Sekigahara telah memberikan kepadanya pelajaran pertama tentang apa sebenarnya dunia ini.

Takezo berlari ke belakang rumah dan melepas baju sampai pinggang. “Matahachi sudah cukup tinggi. "Inilah balasannya!" katanya pada diri sendiri sambil mengambil teh pahit yang dituangkan Akemi untuknya dan berjongkok. betul sekali. Matahachi dengan pedang yang juga berdarah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bajingan-bajingan pencuri ini pengecut! Tak punya nyali! Cuma bisa melawan mayat. “Apa kau kira sudah sore?” “Tidak mungkin!” Sesudah tidur nyenyak.id and dimhad. ha-ha-ha!” Kedua pemuda itu penuh percikan darah kental. wanita-wanita yang manis ini. cemberut begitu?” “Apa betul begitu kelihatannya?” “Ya. berucap betapa enak tidurnya. yang ada hanya hari ini dan besok. menguap.co. Sambil berkeciap senang. “He. Kelihatannya seperti kalian sedang berkabung. ha! Ini baru perkelahian. Masih mengantuk. Memang malam sebelumnya Akemi bertepuk tangan gembira ketika pertama kali mendengar tentangnya. mereka pun menuju lampu yang tampak dari jauh. dan membasuh dada dan punggungnya. Matahachi meregangkan badan. mereka tidak akan lekas lupa.” kata Takezo. kenapa pula kalian. Sambil merundukkan badan di sisi sungai gunung yang bersih dan sejuk itu ia memercikkan air ke wajahnya. ketika membungkuk kesal di dekat api.” Kekecewaan Matahachi tidak sukar diterka. Tetapi Oko dari semula sudah tampak tidak enak. la berpendapat Oko adalah wanita yang paling sukar disenangkan hatinya di dunia ini.com . Ia mengucapkan selamat pagi kepada Oko dan Akemi dengan riang. dan hari ini. "Ada apa dengan Ibu?" tanya Matahachi. Matahachi masuk ke kamar perapian. peristiwa-peristiwa malam sebelumnya sudah terlupakan sama sekali. Sambil memaki binatang itu.webng. 26 thanks to. syauqy_arr@yahoo. ia tampak lebih muram lagi. Takezo dengan pedang berdarah. Untuk kedua orang ini. Dengusnya membangunkan kedua orang yang sedang tidur. Takezo menampar telak hidungnya. Seekor kuda gelandangan melongokkan kepalanya ke jendela dan melihat-lihat sekitar rumah. seakan-akan mencoba mereguk sinar matahari dan seluruh udara yang ada di langit. dan mereka puas seperti sepasang anak kucing yang makan kenyang. Semula ia pikir janda dan anak gadisnya itu akan senang sekali mendengar berita kematian Temma. membasahi rambutnya. Apa yang mesti dirisaukan? Kami telah membunuh pembunuh suami ibu dan menghantam kaki-tangannya. Seraya menengadah ia menarik napas dalam-dalam beberapa kali.

" "Tentu saja. iri kepada anak muda yang belum banyak mengecap asam garam kehidupan di dunia ini. Jalan pikiran Matahachi hanyalah.id and dimhad." demikian diakuinya.webng. tapi Takezo tidak tampak di mana pun... kalian berdua jadi satu pun tak akan punya kesempatan menang!" Ini bukan macam pembicaraan yang suka didengar oleh Matahachi. Ia pun bertanya pada Matahachi. "kau rupanya belum mengerti. Kalau kami dapat membunuh dia kenapa kami mesti takut kepada anak buahnya? Kalau mereka mencoba menyerang kami. Atau Ibu pikir Takezo dan aku ini pengecut? Mau merangkak mengundurkan diri? Ibu kira siapa kami ini?" "Kalian bukan pengecut. Oko pun sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada lagi yang dapat dilakukannya kecuali meninggalkan rumah itu beserta cara hidupnya dan pergi jauh dari situ. . "Ke mana pula dia pergi tadi?" Ia pun berjalan ke luar dan mencari ke sekitar situ. tapi sementara Oko meneruskan pembicaraannya ia mulai berpikir barangkali Oko ada benarnya. syauqy_arr@yahoo. Matahachi membusungkan dadanya dan katanya. "Aku akan membicarakannya dengan dia" jawab Matahachi. dan kalau dia datang mencari kalian. itu mudah." katanya letih. "Matahachi. Kami tidak takut akan macam orang-orang yang ikut dengan orang seperti itu. Temma punya beratus-ratus pengikut. Dan bukan hanya itu..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Oko tersenyum lesu. dan melihat Takezo sedang menaiki kuda. ia ahli berkelahi dan luar biasa mahir dalam menangkap orang yang lepas dari tangkapannya. kalau orang menyerang kita di tempat terbuka. tapi kalian kekanak-kanakan! Bahkan terhadap aku! Temma punya adik lelaki bernama Tsujikaze Kohei. Tsujikaze Kohei agaknya memiliki gerombolan besar pengikut di sekitar Yasugawa di Kiso. "Itulah kelemahanku. memandang ke kejauhan. tak berbuat apa-apa!" sela Oko.com . 27 thanks to. apa yang hendak dilakukannya beserta Takezo. "Siapa bilang begitu? Datangkan mereka sebanyak-banyaknya! Mereka tak lebih dari serombongan cacing. Sejenak kemudian ia memayungi matanya dengan tangan.." ". "Aku tidur seperti orang mati” Sementara duduk bertopang dagu dan berpikir.co. Takezo dan aku akan. Orang brengsek seperti dia selalu punya banyak pengikut. Sebegitu jauh belum ada orang yang dapat hidup normal sesudah Kohei secara terbuka menyatakan akan membunuhnya. Tapi lain sekali halnya kalau orang itu menyerang selagi kita tidur nyenyak.

Lebih jauh ke utara terdapat tambang perak Shikozaka yang kini sudah lewat zaman keemasannya. seperti kelelawar putih di bawah tepi atap. dan yang lain lagi mengambil tempat di tengah dataran terbuka berbatu-batu. yang lain berkerumun jauh di atas perbukitan. Sampai kira-kira setahun sebelum itu. Jika dilihat secara keseluruhan. Jalannya anggun. tak sampai satu mil jauhnya dari sungai-sebuah puri kecil sebagaimana puri-puri lain. dan di situ sering kali mereka terkejut melihat sebuah kampung yang cukup besar. Sebagai bayi temuan di kuil gunung ini. melainkan juga toko pakaiannya. tunangannya.com .id and dimhad. Pesta Bunga PADA abad tujuh belas. ia tampak bagai patung porselen. berkelok-kelok melewati dataran yang dalam peribahasa dilukiskan sebagai "berbukit-bukit". Otsu duduk melamun. jalan itu menelusuri rangkaian pegunungan yang seakan tanpa akhir. hampir-hampir seperti peri. Itulah kota yang ditinggalkan oleh Takezo dan Matahachi untuk pergi berperang. Jalan itu membentang dari Tatsuno di Provinsi Harima. gerak-gerik Otsu halus. Mereka biasa mondar-mandir di depan rumah usahanya. Leher mereka dipupur putih seperti mode waktu itu. jumlah rumahrumah itu cukup memadai untuk suatu pemukiman pedesaan pada waktu itu. membuat matanya memancarkan pandangan kontemplatif dan sungguhsungguh tajam. Sosoknya itu menyiratkan kesan kudus. Matahachi. Ia gadis lembut. Para musafir yang muncul dari Celah Nakayama biasa memandang ke lembah Sungai Aida. Sekelompok rumah berderet di sepanjang sisi-sisi sungai. syauqy_arr@yahoo. hanya satu tahun lebih tua darinya. Rombongan perempuan malam juga berlabuh di sana. Yang Dipertuan Shimmen dari Iga memiliki sebuah puri. Kini.webng. sehingga sukar dibajak. Sambil memandang puncak-puncak atap Miyamoto.co. lehernya jenjang dan kepalanya tegak. Miyamoto memiliki rona eksotik sebuah kampung yang sering dikunjungi oleh penduduk yang datang dari beberapa provinsi dan dapat membanggakan tidak hanya losmennya. tapi dahulu pernah memiliki daya tarik bagi para penambang dan mana-mana. selagi duduk di ujung emperan kuil Shippoji. yang cenderung menolak lelaki yang terbiasa dengan perempuan sembarangan. dan biasanya mereka juga singgah di Miyamoto. berkulit terang dan berambut hitam mengilat. sosok tubuh dan anggota badannya indah dan kelihatan rapuh. tapi puri yang memikat para tukang dan pedagang untuk selalu datang. Sebetulnya Miyamoto lebih tepat dinamakan perserakan dusun daripada sebuah kampung yang sesungguhnya. ia punya sifat menyendiri yang jarang ditemukan pada gadis umur enam belas tahun. dan sejak ia meninggalkan 28 thanks to. Seperti halnya pancang-pancang yang menandai perbatasan MimasakaHarima.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 3. Para musafir yang bepergian dari Tottori ke Himeji atau dari Tajima ke Bizen lewat pegunungan itu biasanya menggunakan jalan raya tersebut. Keengganannya bergaul dengan gadis-gadis lain seumurnya dan dari dunia kerja. yang bekerja di sawah di bawah sana. jalan raya Mimasaka merupakan jalan utama. Tidak seperti gadis-gadis petani yang tegap dan merah sehat.

" demikian tanya Otsu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto bersama Takezo pada musim panas sebelumnya. "Saudara perempuan Takezo pun tidak mendengar berita tentang Takezo. Tak akan mereka berkehendak memperlihatkan wajahnya kepada orang-orang yang mengenalnya. bertelanjang punggung. memang tidak." "Ya. menurut pendapatmu kita mesti pulang?" "Ya. memang begitu. "Hei. berputar-putar di kaki gunung." kata Matahachi pada diri sendiri dengan rasa iri. Ia dapat menyendiri berjam-jam lamanya di tempat itu. "kenapa orang-orang pergi berperang?" Kini ia sudah bisa menikmati kesenduan duduk sendiri di emperan kuil dan merenungkan hal yang muskil itu. Tak seorang pun anggota keluarga Yang Dipertuan Shimmen pulang dari Sekigahara. membicarakan apa yang akan mereka lakukan kemudian. ayo kita pergi. Kita tak dapat tinggal dengan kedua wanita ini selamanya. Tiba-tiba ada suara lelaki menyerbu pulau kedamaiannya. yang sudah terbiasa dengan pasukan Tokugawa yang menduduki kuil Shimmen sederhana itu.com . kalau mereka memang masih hidup? "Kenapa. Bodoh aku. Bahkan sampai bulan pertama dan kedua tahun baru ini la merindukan berita tentang Matahachi." "Aku tak suka perempuan." Sekali-kali ia mengucapkan kata-kata itu pada seseorang. tidak ada alasan lagi untuk menyimpulkan bahwa mereka masih hidup. “Otsu!" Gelandangan yang telah membangunkan mereka dengan ringkiknya itu." Setidak-tidaknya itulah keyakinan Takezo. agar orang lain itu membantahnya dan memintanya untuk tidak berputus asa. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. "Seperti tak ada masalah di dunia ini baginya. Otsu tidak mendengar kabar apa-apa tentangnya. Tapi tak seorang pun memperhatikan keluhannya. dan ia tidak lagi berani berharap. Dengan malas pandangannya mengawang ke awan-awan. Sungguh aku 29 thanks to. Takezo! Pulang! Kita mesti bicara!" Sesaat kemudian mereka sama-sama berbaring di rumput sambil mengunyah-ngunyah rumput. Bagi orang kampung yang bersahaja. Dengan tangan mencorong di depan mulut ia berseru. Sebentar lagi sudah satu tahun penuh.webng. Matahachi berkata. "Baik.co. "Sekarang. mereka telah kalah. dan pelan-pelan muncullah pikiran di kepalanya. sesudah bulat pikiran kita. tenggelam dalam angan-angan murung. dan itu wajar sekali. namun kini bulan keempat sudah dekat. entah untuk keberapa kalinya. Kalau begitu. Mereka keluarga samurai. dengan harapan atau dengan suara dan mata mengimbau. "Jadi. Tiba-tiba aku menyadari sangat kehilangan Otsu." Matahachi berguling dan memandang ke langit. kalau aku menyangka di antara mereka ada yang masih hidup. ingin rasanya aku cepat-cepat pulang. Tapi bagaimana dengan prajurit biasa? Apakah tidak wajar kalau mereka pulang? Bukankah mereka sudah akan pulang lama berselang.

id and dimhad. Akemi bertepuk tangan gembira ketika kedua pemuda itu sama-sama berlari melintasi rumput yang tinggi. "Kau. Oko menyandarkan badan pada Matahachi dan mulai membelainya sedemikian rupa. "Tak ada gunanya menyisakan sesuatu untuk tikus-tikus di sini.. Lihat di atas itu! Ada awan yang bentuknya seperti raut muka Otsu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ingin melihatnya segera.. begitu saja ia pergi sendiri ke tempat lain. Karena malam itu malam terakhir. sementara kepala Oko tersandar berat ke bahunya. la baru saja mendengar bahwa kedua orang itu telah memutuskan untuk kembali ke rumah mereka. Apabila kita tidak membutuhkannya lagi. Betul. Seperti kebanyakan pengembara yang diam di padang-padang. kuda gelandangan dianggapnya makhluk yang baik wataknya. meninggalkan awan debu di belakang mereka. Akemi memanggil mereka makan malam. Matahachi menurunkan guci sake besar dari sebuah rak. seolah-olah ia adalah tuan rumah. syauqy_arr@yahoo. dan hari sudah larut malam.co. Sementara memaki anak gadisnya. tidurlah sendirian. Akemi termenung. Dalam waktu singkat mereka telah mengosongkan tiga guci besar." gumam Oko mabuk.com . hingga Takezo memalingkan kepala karena malu. Oko pun agaknya mencurahkan perhatian khusus kepada wajahnya. "Aku. lalu mengempaskan diri di samping Takezo dan mulai mengisi sebuah botol pemanas kecil. Sampai di sana. yang baru saja dilepaskannya. ia pun menatap Takezo di dalam cermin." "Atau cacing-cacing!" sambut Matahachi. mereka merencanakan untuk minum sepuas-puasnya. sama rumitnya seperti biasa. Oko menoleh pada Takezo dan katanya dengki. ia pun tidak meminta apa-apa dari kita. 30 thanks to. Kau suka tidur sendiri. Takezo.webng.. "Tolol kau!" umpat ibunya." Matahachi menjejak-jejak tanah sambil menunjuk langit.. aku. kan?" Tanpa gumaman apa pun Takezo merebahkan diri asal saja. Mata Takezo mengikuti bayangan kuda menjauh. dan ia ingin hal itu berlangsung selamanya. "Ayo balapan!" teriak Takezo. "Kenapa pula kau sedih?" Oko sedang mengatur riasannya. Dari rumah. Matahachi mengawalnya ke kasurnya. "Ayo!" Matahachi menimpali. Sungguh menyenangkan bahwa mereka tinggal di rumah itu. "Jangan sampai ada setetes pun yang tak terminum!" katanya. Takezo menangkap pandangannya. Sesudah makan malam. Mereka pun berdiri. Ia sudah sangat mabuk. dan tiba-tiba teringatlah ia akan bau harum tajam wanita itu ketika menyerbu ke dalam kamarnya. Lihat! Bagian itu seperti rambutnya sesudah dikeramas. tak bisa berjalan.

tapi di mana akan kukeringkan jubah tua yang sudah compang-camping ini? Aku tak dapat menggantungkannya di pohon prem. Begitu membuka mata. ia pun pergi ke meja cuci dan dengan malasnya menjilati butir-butir padi yang menempel di sana. Sejak itu ia tinggal di kuil itu. kutu-kutu busuk itu pun melanda negeri. Mencium bau sisir." Sebentar kemudian ia pun meneruskan monolog itu." Wajah Otsu memerah melihat biarawan bercawat cekak itu. anak buah seorang regent." kata biarawan itu. Terasa olehnya rumah itu kosong. "Bagaimana dengan Otsu? Apa yang akan kauperbuat dengan dia? Apa tidak sudah terlalu sering dia kautinggalkan. tak ada sandal-dan Matahachi pun tak kelihatan. kalau aku menutup bunga-bunga itu. bukan untuk diri sendiri. Ia biarawan Zen yang tigaempat tahun lalu datang ke tempat itu dari Provinsi Tajima. syauqy_arr@yahoo. persis seperti Fujiwara no Michinaga. Cobalah pikir. tak seorang pun di lumbung. "Inilah yang mengalahkan Matahachi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ketika ia terbangun. tapi berkah campuran. Begitu keadaan sedikit panas. "Aku baru saja mencuci pakaianku. Karena Takezo tidak menepuk hidungnya. Otsu menoleh. Satu-satunya jejak teman-temannya hanyalah sisir merah terang yang tergeletak di samping mulut pipa air yang terbuka. "Takuan! Bapak tak bisa ke mana-mana setengah telanjang begitu." pikirnya. "Musim semi suatu berkah. si bangsat lihai. tapi aku tak dapat menemukan tempat menggantungkan jubah ini! Otsu! Pinjami aku kayu jemuran. Tidak ada pakaian. melainkan karena rasa kasihan pada Otsu. la memanggil. tapi tak ada jawaban. Mereka mencoba mengambil alih negeri.com . Ia pun berseru.id and dimhad. ia pun merasakannya. yang dapat dibayangkannya dengan jelas sedang menanti di kampung sana. kembali ia teringat bagaimana Oko mencoba menggodanya malam hari belum lama ini. kuda gelandangan itu melongok tenang di pintu. tak ada orang di belakang rumah. sebelum pakaian Bapak kering!" 31 thanks to. tolol!" teriaknya keras. "Hai. puas pada diri sendiri. "Akhirnya datang musim semi. Barang-barang yang hari sebelumnya ditumpukkan Oko dan Akemi untuk perjalanan telah hilang. aku orang yang punya selera.co. dan ia pun tidak mengharapkannya lagi. hari telah tinggi. dan kulitnya yang tertempa cuaca berkilau seperti emas redup patung Budha. la ingin berteriak berang. Dosa besar sekali dan menghina alam. "Matahachi babi!" katanya pada diri sendiri.webng. Ia melihat seorang laki-laki bertampang muda datang mendekati dari sumur. Rumah yang kosong memancarkan suasananya sendiri. Orang itu hanya mengenakan cawat yang hampir tidak dapat memenuhi fungsinya. Tak ada orang di halaman. Selagi ia duduk sedih di dapur. babi?" Diinjaknya sisir merah itu. Memikirkan hal itu saja darahnya menggelegak.

"Di langit sana dan di bumi ini hanya aku yang suci. Namun sekonyong-konyong Otsu berhenti tertawa. Ada hal-hal penting yang harus saya kerjakan:' Sementara ia memasukkan kakinya yang putih kecil itu ke dalam sandal. hari ulang tahun sang Budha. Aku ini titisan Pangeran Sidharta." "Mungkin saja.com . saya tak bisa lagi membuang-buang waktu seperti ini. Kalau mereka menuangkan teh manis ke badanku. Melihat celah dalam cawatnya yang longgar itu. lebih baik saya pergi sendiri." "Aku akan mengawanimu.webng." "Tanpa pakaian?" "Kau tak akan bisa memetik bunga secukupnya." Pada saat itu seekor tawon menyambar kepala Takuan. sang tawon menukik lagi. Sejak datangnya Takuan Soho. "0." 32 thanks to. dan Otsu pun tertawa terbahak-bahak. Kau perlu bantuan. aku akan tidur. Lagi pula. Jangan bergerak! Aku akan ambil teh untuk pengurapannya. akan kukejutkan mereka dengan menjilat bibirku. Pendeta tua menyuruh saya mengambil bunga untuk menghias kuil bunga. manusia dilahirkan tanpa pakaian. syauqy_arr@yahoo. Kemudian saya harus menyiapkan segalanya untuk upacara pengurapan. berdiri saja baik-baik di situ. lho!" "Tentu saja mirip. "Sebenarnya aku menanti saja sampai besok! Karena hari ini tanggal delapan. aku bisa berdiri saja seperti ini dan membiarkan orang-orang menunduk hormat padaku.id and dimhad. Takuan bertanya polos. Ketelanjangan itu sifat alamiahnya. nama yang diberikan kepadanya sesudah menjadi pendeta." "Kalau begitu. di lapangan bawah. Sudahlah.co. Dan malam ini saya harus membuat teh manis. Takuan menirukan gaya patung kecil Budha yang setiap tahun sekali biasa diurapi para pemujanya dengan teh khusus.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu." "Di mana kau mengambil bunga?" "Dekat sungai. Bagaimana kalau begitu?" "Oh. "Kerjaan apa?" "Kerjaan apa? Apa Bapak sudah lupa juga? Pertunjukan pantomim Bapak tadi yang mengingatkan saya. bahkan bagi Otsu yang pendiam itu pun tak ada hari tanpa hiburan berupa apa yang dilakukannya atau dikatakannya. "Bapak betul-betul mirip. Saya harus menyiapkan segala sesuatunya untuk besok. tapi saya tidak menganggap itu alamiah. dan gaya reinkarnasinya pun seketika berganti dengan gerak tangan yang kacau." Dan dengan wajah saleh ia pun melagukan sabda pertama sang Budha. kalau sendirian. Bapak ini keterlaluan!" Sambil mengangkat satu tangannya ke langit dan satu lagi menunjuk tanah." • Otsu pun tertawa geli melihat lagak Takuan yang kurang pantas itu.

kenapa kita semua ini lebih suka menangis. dan di tengah lautan kupukupu yang sedang berterbangan mulailah ia mengayunkan sabitnya dengan gerakan setengah lingkaran. diikuti langkahlangkah panjang Takuan." "Nasib perempuan sama sekali bukan urusan Bapak!" "O." "Kenapa?" "Entahlah. aku hanya menggoda. lalu la pun menyelinap ke luar pintu samping. Sekarang ia mengenakan kain pembalut besar. seperti sang Budha turun dari pegunungan Himalaya. Bapak ini betul-betul mengerikan!" la pun berlari jauh ke depan. Bapak kelihatan lucu. "Tentu saja tidak. memotong bunga-bunga itu di dekat akarnya.id and dimhad. Otsu! Kau tahu. penjual pakaian.com . tapi tidak lebih sia-sia daripada urusan seorang pedagang. kalau kita dapat menghabiskan hidup kita di surga penuh bunga. Pekerjaan ini ada karena dibutuhkan. "Aku bukannya bicara tentang tawon.webng. Sebuah keranjang ia sandangkan ke punggung. Ia menjawab." "Takuan. atau samurai." desahnya. dan menyiksa diri dalam nyala api neraka? Kuharap setidak-tidaknya kau tak usah mengalami segalanya itu. dan violet musim semi. Otsu pun bergegas memutar ke belakang kuil. lebih baik Bapak waspada terhadap tawon-tawon itu. tapi beberapa saat kemudian ia sudah melihat kembali Takuan menempel di belakangnya. yang kedengaran religius dan kekanak-kanakan sekaligus. Otsu meletakkan keranjangnya di tanah. Aku setuju. Orang bisa mengira Bapak gila." 33 thanks to.co. Kain pembalutnya mengepak-ngepak liar ditiup angin. "Apa ini lebih cocok untukmu?" serunya sambil menyeringai. apiun. "Sungguh damai di sini. kau keliru! Sudah tugasku sebagai pendeta untuk mencampuri kehidupan orang banyak." Delapan atau sembilan ratus meter di bawah kuil itu. Otsu. jangan jalan di samping saya!" "Tapi sebelum ini tak pernah rasanya kau keberatan berjalan di samping seorang pria.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan harapan dapat menghindar. semacam yang biasa digunakan orang untuk membawa tilam. dan tersesat dalam pusaran derita dan kemarahan." Otsu pun melunak. "Takuan. menderita. Cuma. seruni." Otsu secara berirama mengisi keranjangnya dengan bunga-bunga rumput yang kuning cemerlang. "Jangan marah. Aku cuma mau menyampaikan padamu ajaran sang Budha tentang nasib perempuan. "Nah. daripada berkhotbah. Dan lagi teman teman lelakimu tak suka kalau kau terlalu banyak cemberut. aster. "Rasanya Anda benar. tukang kayu. ini jenis pekerjaan yang suka mencampuri urusan orang. Sejenak kemudian Takuan pun terpekur." Takuan menganggukkan kepala sambil mendesah putus asa. syauqy_arr@yahoo. la ambil sebuah sabit. bunga-bunga musim semi bermekaran di kedua tepi Sungai Aida.

selama kira-kira tiga ribu tahun. Saya lihat Bapak sudah menyusun semua itu untuk keuntungan lelaki..id and dimhad. Bertahun-tahun aku menggeluti kitab suci. karena dia memang maha pengampun. Tapi kuminta kaudengarkan nasihat yang diberikan Nagarjuna pada perempuan. Iblis. Sekalipun begitu." 34 thanks to." "Kalau ajaran agama itu hanya pikiran sehat.. teman perempuan yang penuh kasih. perempuan!" "Kan dari tadi Bapak yang terus bicara?" Takuan memejamkan mata.co. Bahkan dia pun sampai mengagungkan empat jenis perempuan.. kita hentikan saja omongan ini. itu. Iblis-iblis perempuan menggodanya siang-malam. wajahnya memperlihatkan sikap jemu. Kau tahu. dia duduk di bawah pohon bodhi. "Biar kujelaskan sekarang. dan pembantu yang tunduk.com .. dan pembantu yang tunduk. kalau dia perempuan." "Itu cukup wajar. kenapa perempuan itu jahat?" "Karena dia menipu lelaki." "Apa menurut Bapak. seperti juga sang Budha. ibu yang baik." "Nah. Ketika sang Budha masih muda. Golongan pendeta tidak bagus hubungannya dengan kaum perempuan. keadaannya akan sebaliknya?" "Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin seorang iblis dapat menjadi Budha?" "Takuan.webng. Utusan neraka. "Takuan. di masa tuanya dia mengambil beberapa murid perempuan. Dengan sendirinya dia lalu tidak menghargai tinggi perempuan. tapi. bukan? Di India kuno lelaki lebih dihormati dan perempuan kurang dihormati dibandingkan dengan di Jepang. Saya sedang tak senang bicara hari ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Memang demikianlah yang terjadi selama ini. agama Budha mengajarkan bahwa perempuan itu jahat. "Dan jangan lupa Bodisatwa Nagarjuna yang juga membenci-maksudku takut-pada perempuan." "Apa lelaki tidak menipu perempuan juga?" "Ya. karena itu bukan kebetulan bahwa kau dan aku selamanya berselisih. yaitu saudara perempuan yang patuh." "Diam.. teman perempuan yang penuh kasih. Kenapa mesti menyerangku pribadi?" Otsu menghentikan ayunan sabitnya lagi." "Dan menurut kitab suci Bapak. syauqy_arr@yahoo. Berulang-ulang dia memuji kebajikan mereka itu dan menasihatkan pada orang laki-laki untuk memperistri perempuan-perempuan jenis itu tadi. ibu yang baik. sekali lagi Bapak memutarbalikkan semuanya untuk keuntungan diri sendiri!" "Komentar khas perempuan. sang Budha sendiri lelaki." "Karena dia sudah bijaksana atau pikun?" "Jangan menghujat!" Takuan memperingatkan dengan tajam. kita tak akan membutuhkan nabi-nabi untuk menyampaikannya pada kita. seolah-olah mengerahkan kesabaran. itu tidak masuk akal." "Saudara perempuan yang patuh.

tapi sama sekali tidak jelek tampangnya."' Otsu memandangnya dengan hampa.co. tapi tak kurang orang yang melamarnya." "Dengan pakaian begitu?" Takuan berpura-pura tidak mendengar." Tawa Otsu pun pecah. untuk melihat apa dia sudah menyelesaikan obi yang akan saya pakai besok. syauqy_arr@yahoo. Walaupun para calon cenderung mundur karena reputasi adik lelakinya. dan bersama-sama mereka berjalan menyusuri sungai.id and dimhad." Otsu mengangkat sabitnya tak sabar. kalau kau memang tidak menginginkan bimbingan spiritual dariku. Munisai. Aku sudah haus setengah mati. "Yah. sematamata karena ia ingin mengurus adik lelakinya lebih lama lagi. kawin dengan kejujuran artinya kan tak boleh berkeinginan pergi ke kota." kata Otsu tak sabar." Karena sudah capek sekali berdebat dengan biarawan itu. kalau dipikir-pikir. "apa sih 'kebenaran' itu?" Takuan menjatuhkan kedua tangannya ke samping dan memandang ke tanah.. perempuan." bentaknya jengkel. kan? Bukankah dia pernah datang ke kuil denganmu?" Dan Takuan pun menjatuhkan sabitnya. kawinlah dengan kebenaran. " Dia mengatakan. "Dia barangkali akan menyuguhi kita teh. itu berarti kau tak boleh diberahikan semata-mata oleh makhluk hidup. tapi Takuan tidak mengacuhkannya. Bapak." "Kalau begitu." katanya sambil berpikir. "Aku ikut. "Ada yang aku tahu pasti. aku pun tak akan memaksakannya padamu." "Baiklah. "Takuan. seorang gadis berumur dua puluh lima." "Itu lucu!" "Masih ada kelanjutannya." katanya berpura-pura tersinggung. Otsu pun mengangguk lemah.com . dan di situlah kau mesti menelurkan anak-anak yang bagus dan sehat. perempuan. Kau mesti tetap di kampung. "aku sendiri tidak begitu yakin. Kalau diterapkan pada kehidupanmu. jangan berkhotbah lagi. 'Hai. la menolak semua pinangan. "Kawinlah dengan kebenaran. yang jadi milikmu. Sebagai hadiah atas kerjanya yang sangat 35 thanks to. Ogin. melahirkan anak-anak yang lemah dan sentimental. jangan kamu mengawini laki-laki." "Tapi. Pembawaan dan pendidikannya yang baik segera tampak oleh semua orang. dan pegang sabit ini. ketika masih memegang tanggung jawab latihan militer keluarga Shimmen. 'Hai. "Bapak datang kemari ini untuk membantu saya memetik bunga atau tidak?" "Tentu saja.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nasihat apa?" "Dia mengatakan. Karena itulah aku di sini.webng. "Lihat tidak?" kata Takuan sambil mengibaskan tangannya." "Ogin? Kakak perempuan Takezo itu? Aku sudah pernah melihatnya. tapi harus mencari yang abadi. "Sementara Bapak bekerja. saya akan lari ke rumah Ogin. Rumah yang ditinggalinya dibangun oleh ayah mereka. tidak lagi dianggap orang sedang mekarmekarnya..

kan?" "Betul. dan dinding dojo.. Ketika Ogin yang sedang menjahit di kamar dalam mendengar pintu belakang terbuka." katanya. mereka meninggalkan sayur-sayuran segar. "Apa kau sudah mendapat kabar bahwa mereka terbunuh?" "Ah. ia dianugerahi hak utama menggunakan nama Shimmen. tapi di kuil begitu banyak pekerjaan. menyapu jalanan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI baik.." Ogin memandang jahitannya. Kalau tak ada kesibukan." "O.com . Aku punya lebih banyak waktu dari yang kubutuhkan. aku mulai melamun. ia pun terlompat ketika mendengar Otsu menyalaminya. banyak yang masih sering singgah." Otsu mengangkat kepala. Bunga-bunga iris liar berkecambah dari atapnya. "Jangan katakan itu! Bikin sial! Mereka belum mati. di atas piring kecil.id and dimhad.co. "Oh." kata Otsu resah. "Kamu rupanya. dan dengan cara-cara lain yang tak terhitung jumlahnya mereka berusaha memelihara rumah tua itu. kini terlapisi seluruhnya oleh kotoran burung layang-layang putih. aku mau mengucapkan terima kasih. Umur sama. Dahulu rumah itu megah. sampai tak ada waktu lagi. dan jauh lebih besar dari yang diperlukan oleh seorang samurai biasa di pedesaan. Di atasnya menyala lilin. Sebetulnya aku bisa menjahitnya sendiri. belum. Bikin kaget aku saja. mengisi guci-guci air. dengan sesajian air dan bunga di depannya: Roh Shimmen Takezo yang telah pergi. di mana Munisai dahulu biasa mengajarkan seni perang. Mau kaupakai besok. 36 thanks to. Ogin. tapi karena mereka semua orang asli Miyamoto. aku senang bisa membantu. Apabila singgah. Ketika Munisai tak disukai lagi. Karena sedang tenggelam dalam pekerjaannya. ia kehilangan status dan mati sebagai orang miskin.. ia menyangka yang datang adalah salah seorang dari bekas-bekas pembantu itu. Segera sesudah kematiannya. Roh Hon'iden Matahachi yang telah pergi. belum! Kurasa mereka akan muncul hari-hari ini. Tapi apa lagi yang lain dari itu? Aku sudah pasrah. Mereka juga senang mengobrol dengan anak perempuan Munisai. Aku yakin mereka tewas di Sekigahara. Umur 17." Otsu menggelengkan kepala keras-keras. Keduanya dilekatkan di papan.webng. didirikan di atas pondasi batu. Suatu kejadian yang bukan tidak umum di zaman yang penuh kekalutan. Aku baru menyelesaikan obi-mu. syauqy_arr@yahoo. karena kau sudah mau bersusah payah. Dalam cahaya suram itu la melihat dua tulisan gelap yang dilukis sangat saksama dengan kuas. membersihkan kamar-kamar yang tidak dipakai. Rumah itu menghadap ke sungai. "Ogin. tapi kini telah reyot. "Apa kau mimpi tentang Matahachi?" tanyanya lembut. dikitari oleh tembok kotor yang tinggi. para pembantunya pun pergi. dan terlihat olehnya altar keluarga.

dia mengatakan kutu-kutunya sedang mengadakan pertandingan gulat." "Mungkin saja. Saya tak lihat. "Siapa itu?" "Biarawan musafir yang tinggal di kuil." "Apa yang dipakainya itu? Kelihatannya bukan jubah pendeta. Di sana dilontarkannya bunga itu sejauh-jauhnya dan dituangkannya air di pinggir sana. dan mulai mempersiapkan diri menjadi pendeta ketika umur sepuluh tahun. Cuma mengundang yang jelek-jelek. Namanya Takuan Soho." "Dari mana dia itu?" "Dia lahir di Provinsi Tajima. Ketika ia kembali ke dalam. Belakangan dia belajar dengan pimpinan Gudo dari Myoshinji." "Memang bukan." "Kain pembalut? Eksentrik. Betul-betul minta maaf. Dia bilang dia telah melatih kutu-kutu itu untuk menghiburnya. dia!" "Ya." Air mata melelehi wajahnya ketika la mengembus lilin itu. Ketika kita bertanya kepadanya apa yang dilakukannya. denganku.id and dimhad." "Ogin. Itto 37 thanks to. Air tumpah tepat di kepala Takuan yang sedang jongkok di bawah. begitulah paling tidak. Kau pernah melihatnya. memandang ke tanah. Tak puas dengan itu. dan dengan kalutnya ia mencoba mengeringkan rambut dengan salah satu ujung kain pembalutnya. lalu ia berlari melintasi kamar sebelah. Takuan. "Kusingkirkan barang-barang ini. Yang kotor itu. dia biarawan hebat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. syauqy_arr@yahoo. Salah seorang pendeta mengatakan. selalu. Kita tak dapat selalu menilai orang dari tampangnya. "Maaf." "Ya. ingat tidak? Waktu dia sedang berjemur telungkup sambil memegang kepala.co. "Apa pula yang kaulakukan ini? Aku datang kemari mencari secangkir teh. tapi kadang-kadang aku merasa seperti kakaknya.webng.com . Aku sendiri tidak mimpi yang lain kecuali adikku. ia pun membawakan Takuan teh yang sudah dinantikannya. dia begitu tolol. kira-kira empat tahun kemudian. menuju beranda." "Aneh ya. "Aaii! Dingin!" lengking Takuan sambil melompat. Itu kain pembalut. bukan mandi!" Otsu pun tertawa sampai keluar air mata. Berapa umurnya?" "Katanya tiga puluh satu tahun. biarpun kelihatannya begitu." Sebagai tanda minta maaf. Kenapa?" "Itu artinya dia sudah mati." "O. Kemudian dia masuk kuil sekte Zen Rinzai. jangan bilang begitu!" Otsu pun berlari ke altar dan mencabut tulisan itu dari papannya. Ogin yang memandang tajam ke beranda itu bertanya. dicengkeramnya bunga dan mangkuk air. dia. Pergi dari sana dia menjadi pengikut pendeta sarjana dari Daitokuji dan melakukan perjalanan bersamanya ke Kyoto dan Nara.

" Ogin menggelengkan kepala.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dari Sennan." "Berapa lama dia akan tinggal di sini?" "Mana bisa tahu? Dia biasa muncul suatu hari. "Dia memang seperti itu sejak dulu. "Dan kau sendiri? Kau kelihatannya saja tidak tega melukai seekor lalat. DI kuil Shippoji." "Itu dia. dan satu deretan panjang orang suci lain yang terkenal." "Memang begitu yang dikatakannya.id and dimhad. Lonceng mulai berdentang selewat subuh. hanya berteman kutu-kutunya." Seraya berdiri di dekat beranda." "O. dan kadang-kadang masih terdengar dentangnya sampai jauh lepas tengah hari. Tapi. dan di sana-sini wanita tua dengan kimono warna gelap menggandeng tangan cucu-cucu mereka. syauqy_arr@yahoo. tapi dia tidak tertarik." kata Otsu." "Barangkali menurut anggapannya kita ini yang aneh. tiga hari sesudahnya dia melarikan diri. Kurasa dia agak sinting. aku tak peduli. dan menghilang hari berikutnya." Otsu melanjutkan ceritanya. Kejam!" Di kuil Daishoji dan Shippoji lonceng berdentang-dentang. Dia bilang lebih suka mengembara di pedesaan seperti pengemis. aku seperti itu?" Mata Takuan pun berseri-seri. ruang utama yang kecil penuh dengan umat. "Kalaupun kalian membicarakan yang jelek. Otsu melanjutkan. Mereka malahan sudah menawarkan membangun kuil untuknya dan menyumbangkan uang untuk perawatannya. "Dia diangkat menjadi pendeta tetap di Nansoji dan ditunjuk sebagai kepala biara Daitokuji dengan maklumat Kaisar.co. sedangkan kau duduk merintihkan kekasihmu yang hilang." jawab Otsu riang. istri-istri pedagang dengan warna kimono yang lebih lembut. Dia menghabiskan banyak sekali waktu untuk belajar!" "Barangkali itu sebabnya dia agak lain. tanpa apa-apa kecuali teh. karena beberapa alasan. Pada pagi hari orang-orang berduyun-duyun ke kuil: gadis-gadis dengan obi merah. betul begitu? Dan bagaimana saya bisa kejam dan bengis begitu?" "Kau meninggalkan aku di luar sini tanpa daya. tapi setidak-tidaknya kalian dapat memberiku kue manis untuk teman minum teh ini. Takuan berseru. "Aku bisa mendengar semua yang kalian bicarakan!" "Tapi rasanya kami tidak membicarakan yang jelek. Tetapi para pemudanya kelihatannya lebih tertarik mencuri-curi pandang ke Otsu daripada mengikuti upacara keagamaan ini.webng. Dia sendiri tak pernah menceritakan masa lalunya. 38 thanks to.com ." "Apa maksudmu. "Orang bilang jenderal-jenderal terkenal seperti Hosokawa dan orangorang bangsawan macam Karasumaru sudah berulang-ulang mencoba meyakinkannya untuk tinggal menetap. kalau itu menghibur kalian. Tak pernah aku tahu alasannya dari siapa pun. tapi tindakanmu jauh lebih kejam dan bengis daripadaku.

Saya tahu siapa Anda. Patung ini berdiri di dalam semacam baskom dari tanah liar. pelan-pelan. sudah demikian seringnya. Wajahnya memancarkan rona merah muda. sini. Atapnya dari daun-daun pohon jeruk dan tiangtiangnya dililit bunga-bunga liar. Pada hari yang sebaik-baiknya ini. syauqy_arr@yahoo. Itulah inti amal. Sekali-sekali ia mencelupkannya ke dalam kotak tinta berlak emas di sebelah sana. "Dengan jalan pikiran itu. Di dalam ruang itu ada sebuah kuil mini. la menulis: Dengan cepat dan saksama.webng. "Jangan berdesakan. Terlalu banyak Bapak mengambil. Di dalam "kuil bunga" ini ada patung Budha berwarna hitam." 39 thanks to." jawab Takuan. ia pun menegur Takuan. Setelah berhenti sejenak. pencuri biasa pun bisa jadi orang suci semuanya. Anda pasti punya banyak kesusahan juga. Tangannya yang satu menunjuk ke langit dan satunya lagi ke tanah." bisik seorang pemuda. antrelah. Anda memakai sutra halus dan obi bersulam. Yaitu tanggal delapan bulan empat. Jika Anda meninggalkan uang sebanyak lima puluh kilo.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dia ada di sini. Ketika menuliskan kata-kata pesona di atas kertas lima warna. Jatuhlah hukuman bagi Para serangga yang menghabiskan panen. ia memainkan kuas dengan terampilnya. Anda punya banyak uang. "Kuil ini miskin. kesusahan Anda akan berkurang lima puluh kilo juga." Di sebelah lain kuil bunga itu." Takuan terlalu sibuk mengumpulkan mata uang emas untuk menjawab. Itu jadi beban mereka. "Hentikanlah usaha merampok orangorang ini. seperti bunga-bunga yang ada di sekitarnya. hingga pergelangan tangannya mulai berdenyut dan tulisan tangannya mulai mencerminkan kelelahan. Otsu duduk menghadap meja berplitur hitam. yaitu meringankan mereka dari beban.co. Sambil menuangkan minyak ia menghimbau mereka untuk memberikan sumbangan. Entah sejak kapan orang di daerah ini menganggap bahwa menggantungkan sajak bernada praktis itu di dinding akan melindungi mereka dari hama. Ia mengenakan obi baru. membawa minyak suci dan mengisikannya ke dalam tabungtabung bambu kecil untuk dibawa pulang para pengunjung sebagai pembawa berkah. Anda sekalian akan segera mendapat kesempatan mengosongkan pundi-pundi Anda." "Aku bicara kepada mereka yang sudah terlalu banyak harta. "Sini. maka tinggalkan sumbangan sebanyak yang Anda sanggup. Otsu menuliskan sajak itu sudah berpuluh kali-ya.id and dimhad." bisik pemuda lain. "Semakin cantik saja. Terutama Andaanda yang kaya. Orang-orang melewati patung itu sambil mengguyurkan teh manis ke kepalanya dengan menggunakan sendok besar dari bambu. setinggi kira-kira setengah meter. Takuan berdiri di dekatnya." katanya kepada orang banyak yang berdesak-desak. penyakit. dan juga nasib sial.

syauqy_arr@yahoo. hentikan. lalu melayangkan pandang kepada orang banyak." "Cukup.co. berudu! Kaukira aku tidak tahu kenapa kau di sini! Kau tidak datang untuk menghormat sang Budha atau membawa pulang kebaikan. Tiba-tiba terpandang olehnya sesosok wajah. tapi Bapak mendahulukan perempuan." "Bapak ini mestinya salah seorang biarawan bejat yang selalu kami dengar ceritanya itu." "Saya suka perempuan sama dengan lelaki di belakangnya.com . "Takuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei. Hentikan sekarang juga. "Ya. Bapak terus menyuruh kami menunggu giliran. kan? Tak bakal kau mendapat perempuan. Otsu kembali menghentikan pekerjaannya. kalau kau berlaku seperti orang kikir.id and dimhad.webng. 40 thanks to. akuilah sekarang betul. saya betul-betul marah!" Untuk mengistirahatkan matanya. Kau datang untuk bisa memandang Otsu lebih jelas! Nah. kalau tidak. "Maksud Anda saya?" kata Takuan sambil menunjuk hidungnya." Wajah Otsu berubah merah tua. Pendeta!" kata seorang pemuda yang mendapat peringatan karena mendesakkan diri ke tengah.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 4." "Nenek mau ke mana?" "Pulang." 41 thanks to. Osugi menghentikan kerjanya di petak kebun murbei ketika melihat cucu lelakinya yang masih ingusan berlari-lari telanjang kaki melintas ladang. Nek. dari seberang kali. Kalau Takezo kembali. Murka Janda Bangsawan KELUARGA Matahachi. Di musim tanam ia mencangkul ladang. Sekalipun sudah hampir enam puluh tahun umurnya." "Saya ikut. Heita?" "Ya. Mereka juga mengerjakan tanah." "Otsu ada di sana?" "Ya. seakan-akan berharap melihat anak lelakinya berdiri di belakangnya." jawab anak itu girang." "Tak usah. ya?" "He-eh. Pada malam hari.co. Ketika tak dilihatnya seorang pun. Sering kali yang dipanggulnya adalah ikatan daun murbei yang demikian banyak. "Heita. biasanya ia dapat ditemui sedang mengurus ulat sutranya. ada saja yang dapat ditemukannya untuk disandangkan ke punggungnya yang bungkuk dan diangkutnya pulang ke rumah. "Kenapa tidak?" "Otsu bilang. syauqy_arr@yahoo. Jangan nakal. Matahachi pasti pulang juga. "ambili daun murbei ini. Otsu bilang melihat dia di pesta.webng." Tubuh kekar itu pun seperti lumpuh seketika." Suara Osugi turun satu oktaf. tiap hari ia memimpin keluarga dan petani penyewanya ke ladang dan bekerja sama kerasnya dengan mereka. ia pun memutar badannya kembali. Heita. dan sesudah panen la menebah butir-butirnya dengan menginjak-injaknya. Kepala sesungguhnya dari keluarga itu adalah ibu Matahachi.id and dimhad. tidak?" "Tidak. "Dari kuil. Dia bilang." Mata perempuan tua yang biasanya tersembunyi di antara lipatan dan kerut-kerut itu kini terbelalak karena jengkel. ' "Dari mana kamu. Dia membantu pesta. "Dan dia pakai obi yang bagus sekali. dan matanya menjadi kabur oleh air mata. Pelan-pelan ia menoleh. tidak usah repot dengan hama-hama itu. hingga tubuhnya yang hampir melipat dua itu nyaris tidak kelihatan. Heita?" tanyanya tajam. Sore pada hari pesta bunga itu. "Betul? Betul-betul dia melihatnya. Kalau senja memaksanya berhenti bekerja. saya mesti lari pulang dan mengatakan pada Nenek.com . Hon'iden." katanya sekonyong-konyong." "Kamu bawa pulang teh manis dan mantra pengusir hama." "Mengatakan apa?" "Takezo. seorang perempuan yang sangat keras kepala bernama Osugi. anggota kebanggaan kelompok bangsawan desa yang masuk kelas samurai. Napasnya masih terengah-engah.

masih dengan semangat tinggi ia meletakkan lilin di depan tanda peringatan nenek moyang suaminya. Saya lihat matanya sesaat. Seakan-akan. "Otsu! Orang bilang kau melihat Takezo. "Apa Matahachi sudah pulang? Apa dia sudah di sini?" Orang-orang itu terkejut. Osugi pun akhirnya bergerak. Pada waktu matahari terbenam. dan tiap kali dirasanya ada orang mendekat. 42 thanks to. ia berlari ke luar dan bertanya apakah mereka belum menemukan anaknya. Waktu pun mengapung lewat tanpa terasa. semakin terbentuk kecurigaan yang mengerikan di dalam otaknya. menuju gerbang depan. Karena semua orang masih melakukan pencarian. kemudian dia hilang.co. karena sudah terlalu lelah. tersembunyi dalam kegelapan. Matahachi pasti kembali juga. la mulai bertanya-tanya pada dirinya. syauqy_arr@yahoo. Seperti sedang kesurupan ia keluar pelan-pelan dari rumah. saya yakin. dan gadis itu berlari.webng. meninggalkan anak kecil itu sendirian. dan semakin ia bertanya. Sejak dulu dia memang aneh. Di sana ia menanti. Osugi pun memanggilnya. menyusuri sisi luar kebun pit. Bau harum kembang pit mengambang di udara. Sandalnya yang basah berdetap-detap berat di tanah. la sendiri tinggal di rumah. la duduk seperti patung. dia melompat seperti kelinci ketakutan. Kalau Takezo kembali. tapi ketika saya memanggil. si bangsat Takezo yang sempat dibencinya karena memikat Matahachi yang sangat disayanginya untuk pergi perang. Kemudian ia pun kembali berperan sebagai komandan tertinggi. sedangkan pegunungan yang membayang di depan dan di belakang rumah terselimut kabut putih. Osugi melewatinya saja dan berlari langsung ke lumbung. Sesosok tubuh terlihat mendekat. Saya melihatnya di tengah orang banyak di luar kuil. seperti anak yatim. dan ia menjelaskan apa yang telah didengarnya dari Heita. Ketika malam tiba dan masih juga belum ada berita. dan memandangnya seakan-akan la telah kehilangan akal.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Wanita tua itu pun enyah. tapi saya tak bisa mengerti. tapi perempuan tua itu seperti tidak mendengarnya. Akhirnya seorang dari mereka mengatakan "belum". Diperintahkannya mereka pergi ke semua arah untuk menemukan Matahachi. ia pun mulai menyebut mereka semua dungu. di mana anak perempuannya dan beberapa petani penyewa sedang bekerja. sekali lagi telah berbuat sesuatu yang tidak baik." "Kau tidak lihat Matahachi?" "Tidak. Masih di kejauhan ia sudah berseru pada mereka dengan agak histeris.id and dimhad. Ketika mereka terus memperlihatkan pandangan kosong. Rumah pertanian yang dikitari pohon ek tua berbonggol bonggol itu adalah rumah yang besar. kenapa dia lari seperti itu." "Lari?" tanya Osugi keheranan. Bulan bersinar menembus ranting-ranting pohon ek. Betul?" "Ya. Melihat bayangan Otsu.com . Saya lari ke luar untuk menanyai Takezo. tak ada makan malam di rumah itu. la menolak menerima jawaban "belum". Menjadi jelaslah baginya bahwa anak lelaki Shimmen.

Tentu saja ia sama inginnya dengan Otsu untuk mengetahui apa yang terjadi. dia tidak memberitahu aku.. Pepohonan demikian lebat. kalau pergi ke rumah Ogin. "Barangkali kau benar. dan kedua keluarga itu berasal dari wangsa Akamatsu beberapa generasi sebelumnya. "Saya pikir. Rumah Ogin kira-kira satu mil jauhnya. kalau Nenek mau." 43 thanks to. "Bangsat! Barangkali dia sudah meninggalkan Matahachi yang malang mati entah di mana.com . dan diam-diam mereka selalu mengakui hak hidup masing-masing pihak. kita pergi. Nenek tak perlu melakukan apa-apa. mereka mendapati gerbang itu terkunci. kemudian mencuri-curi pulang dalam keadaan sehat walafiat.. Otsu hendak berjalan memutar ke pintu belakang." Kemarahan perempuan tua itu pun mereda sedikit. tapi lebih baik ia mati daripada mengemis pada seorang Shimmen. Pengecut!" Osugi pun mulai gemetar karena berang. mari kita melihat ke sana.webng. Dia tahu adiknya yang menyeret anakku pergi perang. syauqy_arr@yahoo. la menggelenggelengkan kepala dengan mantapnya. "Dan lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Akhirnya berkatalah ia mengancam. Saya yang melakukan semua formalitas. yang pokok sekarang menemui Takezo secepatnya." "Tapi ini bukan keadaan biasa. tapi tak pernah sekali pun dia datang minta maaf atau menunjukkan sikap hormat." Kata-kata Otsu terdengar gemetar karena tuduhan perempuan tua yang tergesagesa itu. "Rasanya tidak pantas kalau kepala keluarga Hon'iden masuk rumah keluarga Shimmen dari pintu belakang." "Kalau begitu. apa yang sudah terjadi. pasti dia menyampaikan pesan untuk kita. Aku tunggu dia di sini. Hanya sampai di situlah keakraban mereka. saya pikir dia tak akan berbuat begitu. Namun Osugi waktu itu sudah yakin benar akan pengkhianatan Takezo. "Ah. Mereka menempati kedua tepi sungai yang berhadapan. dan memang tak seorang pun di kampung ini yang akan menerima Takezo. Itu menurunkan derajat. Sekarang pun." jawab Otsu." Osugi menolak keras. Berdua saja.. "Tak ada alasan untukku ke sana. Nek.co. dan suaranya meninggi menjadi jeritan. Kita mesti bertanya. "Tidak bisa dia sembunyi dariku!" Otsu tetap tenang. ketika Takezo datang.id and dimhad. keluarga Shimmen adalah bangsawan desa. Ogin kakak perempuannya. tapi Osugi mogok. Sebagaimana keluarga Hon'iden. "Ah. Sampai di gerbang depan." kata Otsu meredakan." Osugi menerima desakan Otsu dengan segan-segan. hingga tak mungkin terlihat cahaya lampu rumah. dan berkata lagi. Matahachi mestinya tak perlu bergaul dengannya. Ayolah. dia tak akan berbuat begitu! Aku kenal iblis itu! Dia tidak sebaik itu. "Apa?" bentak Osugi yang sama sekali tidak reda marahnya." "Nek. Kenapa aku harus pergi mendatanginya? Itu merendahkan martabat. kita mungkin menemukan Takezo di sana. atau paling tidak tanda mata dari dia. Biarpun dia harus meninggalkan Matahachi.

syauqy_arr@yahoo. berarti adikmu yang membunuhnya. la pun berkenan mendengarkan katakata sambutan yang setulus-tulusnya dari Ogin. yang tiba-tiba berubah dari seorang perempuan buruk pembajak ladang menjadi seorang wanita bangsawan besar dan menyapa nyonya rumah dengan nada-nada tinggi. bukan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Melihat Osugi tak hendak beranjak." Walaupun lidah Osugi terkenal tajam. akulah ibu anak yang telah diseret pergi perang oleh pemuda sampah itu? Apa kau tidak tahu.. Otsu pun menjelaskan bahwa ia telah melihat Takezo dalam pesta. bahwa dia tidak langsung datang ke sini?" "Tapi betul dia tidak datang. "Apa artinya semua ini? Jadi. apa kau ingin aku percaya kau belum dengar berita tentang dia? Apa kau tidak tahu. untuk meluruskan perasaan-perasaan yang sudah terganggu. jelas menahan diri. Tapi kalau dia kembali seperti Ibu katakan itu. saya yakin dia akan mengetuk pintu sebentar lagi. Kemudian. Seperti bunglon. Osugi pun mengubah taktiknya. tidak. Ogin sendiri yang keluar menyambut perempuan tua itu. Karena malu mendengar adiknya disebut demikian. melipat tangan di pangkuan. Dengan gaya seorang mertua yang sedang meradang ia pun melancarkan badai umpatan. lalu Osugi langsung pada persoalan. setan kecil rumah ini sudah merangkak pulang. "Lalu kau sendiri bagaimana? Sejak dia jelas berbuat tak pantas 44 thanks to.. di depan ceruk.id and dimhad. Matahachi itu ahli waris dan anggota terpenting keluarga Hon'iden? Adikmu yang membujuk anakku pergi dan terbunuh. ia pun menambahkan. dan kakinya tersimpuh rapi.co. Otsu melanjutkan berjalan ke pintu belakang sendirian. Dia bersembunyi di sini. Tubuhnya diapit perkamen yang tergantung dan satu karangan bunga. kemudian matanya menyala kembali dalam keberangan. Dan karena kasihan kepadanya.webng. Saya minta dia dibawa kemari. ia pun menggigit bibirnya. dan kalau dirasanya dia dapat pulang diam diam sendiri dan beres semuanya. Akhirnya lampu pun muncul di sebelah dalam gerbang." katanya sambil tertawa. "Aneh juga. lidah saya sudah tergelincir tadi. Basa-basi telah berakhir. Nona sangat bermurah hati telah datang dan menyilakan saya masuk!" la pun cepat melewati Ogin dan langsung masuk rumah. Senyuman palsunya lenyap ketika ia menatap perempuan muda di depannya." Cukup lama perempuan tua itu berhenti untuk mengatur napas." jawab Ogin yang benar-benar terkejut. dan seperti utusan dewa-dewa ia pun segera menuju tempat yang paling terhormat di dalam ruangan itu. la duduk dengan angkuhnya.com ." kata Ogin." Osugi yang duduk resmi di bantalan lantai. "Maafkan saya mengganggu Nona pada waktu seperti ini. "Itulah nama yang diberikan orang kampung kepadanya. "Saya mendengar kabar. kedengkian yang tak disembunyi sembunyikan ini terdengar bagai guncangan bagi Ogin yang halus. 'Setan kecil' itu Takezo. Kalau anakku mati. Saya ketularan orang-orang itu. "Oh. bukan?" "Ah. tetapi urusan saya ini betul-betul tak bisa ditangguhkan. "Siapa yang Ibu maksud dengan 'setan kecil' itu?" tanya Ogin. "Ini pertama kali saya mendengarnya.

lalu lebih banyak lagi. tetapi bunyi berikutnya yang terdengar adalah pekikan yang menegakkan bulu roma. la melompat berdiri. paling tidak suruh setan kecil itu ke sini sekarang. ia pun berkaok-kaok kembali. "Aku tahu dia di sini!" katanya garang. pastilah ia dibunuh dengan satu hantaman pedang kayu. Kalaupun Ogin berdusta.. syauqy_arr@yahoo. Otsu membawa lampu ke beranda dan berdiri di samping Osugi yang membelalak ketakutan ke arah mayat itu. 45 thanks to. aku tak akan melupakannya. ada. "Kalau Takezo memang pulang. Akan terasa tidak adil bagi Ogin. Kalau tak bisa. "Ayo kita pulang. "Siapa yang melakukan ini?" Sambil menoleh cepat kepada Otsu. tapi ingatlah. Seorang pemuda yang mengenakan pelindung kaki telentang di tanah. Kalian pikir siapa aku ini?" Dan sesudah menelan napas sekali lagi.webng. berlarian di sekitar rumah. Tiba-tiba dari pintu yang terbuka ke beranda terdengar bunyi berderak. Tapi apa yang dilihatnya di luar membuat wajahnya yang sudah pucat itu menjadi lebih putih lagi. tapi mayat samurai yang tidak mereka kenali. la pun membungkuk. kenapa kau yang menjadi kakak perempuannya tidak lekas menyuruhnya datang padaku? Aku muak dengan kalian berdua. dan menyemburkan kata-kata. kalau la pergi sebelum memberikan salep kepada lukaluka itu. "Itu Takezo!" teriak Osugi." Otsu tak dapat memaksa dirinya pergi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan pulang diam-diam sendirian. menatap Ogin yang berlutut.. untuk menjelaskan padaku apa yang terjadi dengan anak kesayanganku dan di mana dia sekarang-sekarang juga!" "Bagaimana saya bisa melakukan itu? Dia tak ada di sini.co. ia tentunya punya alasan yang baik. Memperlakukan seorang perempuan tua tanpa sopan sama sekali. Darah segar masih mengalir dari mata dan hidungnya. diikuti bunyi kaki berlari. Tak mengerti aku.com . Suaranya bergetar dan matanya basah oleh air mata.. mengharap setengah mati ayahnya masih hidup. Suara manusia yang mirip sekali dengan lolongan binatang. Melihat tengkoraknya yang berantakan. Mata Osugi berkilat. diiringi kertak ranting-ranting dan gemeresik pohon bambu. "Ada. "Kau pasti tahu di mana dia!" "Saya sudah bilang tidak tahu!" protes Ogin. ada orang mati di situ!" katanya terbata-bata. sebelum terlibat.id and dimhad. "Itu sama terangnya dengan hidung di mukamu. Bukan mayat Takezo atau Matahachi. "Tangkap dia!" Kemudian terdengar bunyi lebih banyak kaki." la pun menuju pintu dan mendorongnya dengan keras. menurut perasaan Otsu. Perempuan tua itu sudah mengucapkan banyak kata keji. Osugi berbisik. dan Otsu mulai berdiri.." "Bohong besar!" jerit Osugi. kenapa kau mencoba menyembunyikan dia dariku. Seorang lelaki berteriak. ia berkata. mati. bawa Matahachi padaku.

kepala keluarga Hon'iden belum begitu pikun hingga membutuhkan lampu untuk berjalan. Dia diperdaya setan kecil itu. saya akan melakukan segala yang mungkin untuk membantu Ibu membalas dendam.” "Apa Ibu anggota keluarga Shimmen?" "Tentu saja bukan!" bentak Osugi sambil mengibaskan tangan sebagai tanda protes. Kami mengira sesudah beberapa hari berjalan dia akan ambruk.. saya membuat rintangan di perbatasan Provinsi Harima untuk menyaring semua orang yang lewat. tapi sampai sekarang kami 46 thanks to. sejak anak saya bergaul dengan dia." "Anak Ibu itu barangkali meninggal di Sekigahara. "sudah menembus rintangan dan lari ke Miyamoto. Pedangnya terhunus." "Matahachi! Meninggal?" "Eh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Karena merasa harus tinggal untuk menyenangkan hati Ogin." "Disukai? Menggelikan. Tidak jauh dari rumah itu. Sesudah pertempuran. kami pergi ke Puri Himeji. Tapi barangkali akan menjadi hiburan sedikit bagi Ibu dalam kesedihan Ibu. dan tangan serta kakinya terlindung zirah. sebetulnya saya tidak begitu yakin. "Siapa Anda ini?" "Saya dari garnisun Tokugawa. Atas perintah pimpinan saya. syauqy_arr@yahoo..co. "Takezo yang berasal dari rumah itu. "Ibu kan baru datang dari rumah Shimmen?" tanyanya. Ia jelas samurai profesional yang tidak bisa ditemukan di kampung itu." la pun melipat keliman kimononya.webng. si Takezo!" "Saya dengar Takezo itu tidak begitu disukai di kampung ini." "Jadi. tapi. Dengan sopan Ogin menawarkan lentera. maka Otsu pun mengatakan kepada Osugi bahwa la akan menyusul kemudian. tapi Osugi menolak keras." Osugi memandang ragu-ragu. "Saya kepala keluarga samurai di seberang kali... tapi anak saya pergi ke sana bukan karena ingin.com . Kami mengejarnya sampai tempat ini. "Ketahuilah. Ibu ini ibu Hon'iden Matahachi yang pergi dengan Shimmen Takezo ke Medan Sekigahara?" "Ya. Saya. "Semaumulah." bentak Osugi sambil bersiap-siap pergi. Dia memang cukup ulet.id and dimhad... seorang lelaki menyuruhnya berhenti. Belum pernah kau melihat penjahat seperti dia! Tak dapat kaubayangkan kesulitan yang kami alami dalam keluarga." sambungnya sambil menunjuk. kalau saya katakan." "Setan?" "Itu. "Ya. meninggalkan rumah itu dan berjalan tegap menempuh kabut yang menebal.

Mereka masuk ke kamar dalam. Dan cara mereka lari waktu melihatku itu." "Nah.co. di mana dua perempuan muda sedang duduk berkabung. Tapi sementara itu." katanya malu-malu. Getah putih yang memancar dari luka pohon itu mengingatkannya akan air susu ibu yang sedang menyusui. Karena tak ada sasaran nyata bagi kemarahannya." 47 thanks to. Menghadapi serdadu-serdadu itu Otsu ketakutan dan pucat lesi.id and dimhad. ia sadar bahwa Takezo barangkali tidak pulang ke rumah. dan dengan bersemangat berkata.com . Samurai itu mengangguk-angguk tanda setuju. terus terang. mereka pun melompati dinding. menghapus-hapus wajah yang berurai air mata. karena itulah tempat pertama yang akan digeledah tentara. "Kenapa semua orang kampung memusuhiku?" tanyanya. Kali-kali kecil yang mengalir cepat dan bukit-bukit yang berombak-ombak di tempat tinggalnya sendiri pun seperti mengejek. dan dia baru saja membunuh seorang anak buah saya. la berdiri dan pandangannya nyalang. Namun Ogin yang bangga menjadi anak Munisai tetap tak gentar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI belum dapat menyusulnya. Kata-katanya agaknya sangat menyenangkan. Sesudah ia memberikan keterangan ringkas. dan yang lebih penting lagi. dan memblokir semua pintu keluar." Dengan mengangguk-angguk sadarlah Osugi sekarang. la tatap dengan berangnya para penyerbu itu.webng. "Begitu melihatku." Sambil membungkuk ia pun membisikkan sesuatu ke telinga samurai itu. "Gagasan bagus! Hebat!" "Jangan tanggung-tanggung melaksanakan tugas itu. Tapi dia takkan dapat terus begitu selamanya. "Saya tahu. Dengan mata tenang dan tajam. "Bajingan! Binatang!" geramnya. Kami akan menangkapnya. ia pun mengayunkan pedang ek hitamnya hingga mendecit di udara. karena Takezo melakukan perjalanan sendirian. bukan memberikan hiburan. syauqy_arr@yahoo. yang ada di dunia ini hanya kesepian. mengepung rumah. Lalu beberapa orang serdadu menyerbu ke dalam rumah. Tak lama sesudahnya. kenapa Takezo tidak muncul di Shippoji. Takezo bisa sekuat dan selicik binatang liar. kemarahan Osugi tidak mereda." "Izinkanlah perempuan tua ini memberikan sedikit nasihat pada Anda. seperti aku ini orang gila saja. Tanpa ibu tempatnya mengadu. meninggalkan jejak-jejak berlumpur. samurai itu mengumpulkan kelompoknya yang terdiri atas empat belas atau lima belas orang di belakang rumah Ogin. itulah pendapat saya semula. menebas cabang sebuah pohon besar. Berita kematian Matahachi pun tidak dipercayainya. Tapi jumlah kami tak banyak." dorong Osugi sambil berangkat pulang. langsung mereka lapor pada pengawal di gunung. "Tapi saya tak percaya samurai sekaliber Anda sulit menangkapnya.

Sejak itu. siapa saja yang melihatnya selalu berlari menghindar penuh ketakutan melintasi hutan. ia telah membahayakan hidupnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sudah empat hari ia bersembunyi di Pegunungan Sanumo. Takezo mencengkeram kerahnya dan menyeretnya kembali ke tempat terbuka.. sekalipun kuil itu penuh orang. Takezo pun kembali berjalan. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. ia pun jadi serba sulit. menjelajahi pegunungan. Ketika ia memberanikan diri mendekati kuil itu pada hari lahir sang Budha.webng. Betul! Kalau kujelaskan semua itu kepadanya. la tahu bahwa ia tidak dapat mendekati satu pun dari kedua tempat itu. dan belum lagi selesai mencabuti bulunya ia sudah membenamkan gigi-giginya yang setengah kelaparan ke daging yang masih mentah dan hangat itu. Otsu pun akan mendapat kesulitan. dan orang kampung bergabung membentuk kelompok-kelompok pencari. Tapi tiba-tiba ia mendengar jeritan tertahan. Barangkali sebaiknya kusampaikan pada perempuan tua itu. kebetulan sekali ibu Matahachi ada di sana. seperti seekor macan tutul mengejar mangsa yang kabur. samurai Tokugawa mencari-cari secara gencar sekali. ketika diam-diam ia pergi ke rumah kakak perempuannya. ia tak boleh mendekati kampung sebelum gelap. Sejenak ia hanya berdiri di luar. Burung itu jatuh. Sesudah itu tak ada lagi alasanku untuk berkeliaran di sini. lewat tabir kabut tengah hari. Ternyata ia penduduk kampung yang datang ke pegunungan untuk membuat arang. dia nanti dapat pelan pelan menyampaikannya pada Otsu. Malam itu." Setelah membulatkan tekad. tidak ada pilihan lagi baginya kecuali melarikan diri. rumah yang didiami kakak perempuannya sendirian. Kini. la bertanya-tanya bagaimana kiranya pendapat Otsu tentangnya. Kuil Shippoji bersarang di bukit di bawahnya. ia mulai lagi berjalan. ia pun berteriak. Ketika didengarnya namanya dipanggil orang. dan dengan mudah terkejar. Mereka merondai setiap jalan yang mungkin ditempuhnya. Marah karena dibenci dan ditakuti. Sekali lagi ia terpaksa lari tanpa mendapat kesempatan bicara dengan siapa pun. ia dapat melihat rumah ayahnya. Atapnya muncul dari antara pepohonan. Disamping ingin menyelamatkan lehernya sendiri. dikejar-kejar tanpa alasan. Pikirnya. mencoba mengarang-ngarang penjelasan di mana Matahachi berada. serdadu-serdadu melihatnya. Sambil melahap burung.co. Orang itu bukanlah tandingan Takezo. Dengan sebuah karang besar ia pecahkan karang lain menjadi pecahan-pecahan kecil. "Tunggu!" Dan ia mulai berlari.. Karena merasa orang sekampungnya sendiri menganggapnya musuh. Memang. tapi ketika sedang mengawasi kakak perempuannya lewat celah pintu. lalu ia lemparkan sebuah di antaranya ke burung yang sedang terbang..com . 48 thanks to. walau tidak kenal. ia tahu kalau ia ditemukan orang di sana. tapi ia tahu. "Sukar sekali mengatakan pada Otsu alasan sebenarnya tunangannya tidak pulang. Takezo tahu orang itu. tampak dari tempat perlindungannya di pegunungan. Ia mulai curiga Otsu pun telah memusuhinya.

Kau tahu kan.webng. menguik-nguik sambil tangannya memegangi kepala. tapi makhluk malang itu hendak lari.co." "Apa mereka mengawasi Kuil Shippoji juga?" "Ya. Tak bakal aku memakanmu hidup-hidup. "Awas! Kedengarannya mencurigakan. "Jangan bunuh saya!" jeritnya mengiba-iba. dari Keluarga Shimmen. tidak." "Apa orang kampung memburuku lagi hari ini?" Diam. Jangan pura-pura bodoh. kan? Jangan pura-pura lagi. siap memukul. tapi aku yakin mereka tak akan mengapa-apakan kakak perempuanku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa kau lari? Apa kau tidak kenal aku? Aku seorang dari kalian. "Saya tidak tahu apa-apa soal itu. dan bahwa telah disebarkan perintah di kampung. "Kau seorang dari mereka?" Orang itu mendadak berdiri sambil menggeleng-gelengkan kepala seperti orang bisu-tuli "Tidak. Aku tak hendak menyalahkan orang kampung yang mencoba menangkapku. pembuat arang itu gemetaran dan ia bercerita bahwa Ogin telah ditawan. Apa anggapanku ini keliru?" Orang itu pun memberikan jawaban yang terlampau polos. hingga terpaksa Takezo menendang pantatnya dan berbuat seolah-olah hendak memukulnya dengan pedang kayunya. Samurai yang memaksa mereka. Tuan!" "Duduk!" Takezo melepaskan cengkeramannya dari lengan orang itu. tidak sopan lari begitu saja dari orang yang dikenal tanpa mengucapkan salam!" "Y y-y-y-ya. yang isinya setiap 49 thanks to.id and dimhad. Sama sekali tidak tahu. Dan sambil mencengkeram erat leher orang itu." "Akan saya jawab semuanya-tapi jangan bunuh saya! Saya punya istri dan keluarga." "Tak ada yang mau membunuhmu. tidak!" "Cukup!" teriak Takezo. Shimmen Takezo dari Miyamoto. "Jawab saja pertanyaan-pertanyaanku. Kau tadi janji akan menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Orang itu merangkak-rangkak di tanah seperti anjing. "Bagaimana dengan kakak perempuanku?" "Kakak perempuan mana?" "Kakak perempuanku. Apa betul bukit-bukit ini penuh serdadu?" "Ya.com . Ogin. ia pun bertanya." Takezo cepat mengangkat pedangnya ke atas kepala orang itu. syauqy_arr@yahoo. atau kuhancurkan tengkorakmu!" "Tunggu! Jangan! Saya akan bicara! Akan saya katakan semuanya!" Dengan tangan terlipat tanda memohon. Ada yang sudah terjadi dengan dia.

tapi ia begitu mual. Kerongkongannya terasa panas ketika getah lambungnya naik. la mengatakan bahwa tiap hari para serdadu mengerahkan orang kampung ke pegunungan. la senang kini seorang diri lagi. Bau makanan yang sedang dimasak mengambang di udara." "Hinagura. Takezo membiarkan orang itu pergi.id and dimhad. perut Takezo pun bergolak memikirkan sifat pengecut manusia-sifat pengecut yang telah memaksa samurai mengusik seorang wanita malang tak berdaya. Melihat orang itu bergegas pergi karena senang hidupnya yang tak berarti itu selamat. juga dari dapur dan petak-petak pendeta. Matanya pun menoleh ke jajaran pegunungan yang menandai perbatasan provinsi. dan dalam kesengsaraan itu ia pun menghirup napas keras-keras. Kami takut pada Kepala Distrik. Hari sudah gelap dan cahaya lampu kelihatan menyorot dari kuil itu sendiri. "Kalau saja Otsu keluar. Keterangan tersebut membuat Takezo tegak bulu romanya. kalau mencelakakan dia. dan tiap keluarga diminta menyediakan seorang pemuda dua hari sekali untuk keperluan itu. Beberapa jam kemudian. "Aku harus menyelamatkan Ogin.co. tapi saya tidak tahu apa itu betul." Sesudah memilih arah tindakannya." ulang Takezo. "Tak seorang pun dari kami tahu soal itu. 50 thanks to. Kami cuma melakukan apa yang diperintahkan.webng. Akan kubunuh mereka semua. tapi tak berdinding. kembali Takezo mencuri-curi mendekati Shippoji. "Apa itu?" terdengar suara." "Di mana mereka menahan kakakku?" "Desas-desusnya mereka menahan dia di benteng Hinagura. ia pun berjalan tegak ke arah kampung dengan langkah-langkah jantan. Bukan karena takut." pikirnya..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI orang yang memberikan makanan atau perlindungan kepada Takezo otomatis akan dianggap anteknya. Untuk meyakinkan diri bahwa yang didengarnya benar ia pun bertanya." jawab Otsu yang keluar membawa baki makan malam dan mulai menyeberang lorong. Perutnya kini berontak. Tulang punggung pegunungan itu telah diwarnai bayang-bayang awan petang yang kelabu. pahit rasanya.. Ia pun meringkukkan badan tanpa bergerak-gerak di bawah lorong tinggi beratap. la harus berpikir. hingga tak berhasil memperdengarkan suara jelas. tepat di atas kepala Takezo. itu harus. menimbulkan bayangan tentang nasi dan sop mengepul. yang menghubungkan kamar-kamar pendeta dengan kuil utama.. Segera kemudian ia mengambil keputusan. syauqy_arr@yahoo. Lonceng malam baru saja berhenti berdentang. Kakakku yang malang. itu saja. melainkan marah. Beberapa hari terakhir ini ia tidak makan apa-apa kecuali daging burung mentah dan umbut rumput. Takezo mencoba memanggilnya. "Tuduhan apa yang dijatuhkan atas kakak perempuanku?" Matanya berkilat-kilat oleh air mata. di mana orang nampaknya mondar-mandir.com . "Barangkali kucing.

samurai itu pun jatuh telentang. Tiba tiba samurai itu menghampirinya dan merangkul Otsu dari belakang. Sekejap tak berdaya. "Apa kau tak suka lelaki?" "Hentikan! Tak boleh begitu!" protes Otsu yang tak berdaya. "Ada berita penting yang mau saya sampaikan pada Nenek. tapi masih terus berpegangan pada Otsu. mencari si pelarian. "Itu dia! Itu Takezo! Dia di sini! Ayo tangkap dia!" Dari dalam kuil terdengar derap kaki dan raungan suara orang." 51 thanks to. Saya minta Nenek menyampaikan berita ini pada Otsu. selagi anak buahnya dan orang kampung harus menjelajahi sisi-sisi gunung siang-malam. diikat dengan sabuk sempit. Takezo melompat ke lorong seperti kucing. di pintu masuk dapur besar berlantai kotor milik keluarga Hon'iden.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ternyata nasib baik. Tapi Takezo sudah pergi. Diterangi dari bawah oleh lentera kertas yang dipegangnya." la menurunkan baki dan mengantar orang itu menyusuri lorong. Saya tak bisa menyampaikannya sendiri. Ketika pengejaran sedang sengit-sengitnya. "Hentikan! Lepaskan saya!" teriak Otsu. "Mari saya tunjukkan. "Kamar mandi?" kata Otsu. memegang wajahnya dengan kedua tangannya yang besar dan menyapukan bibirnya ke pipi Otsu. dan mendaratkan tinjunya ke kepala orang itu dari belakang. "Matahachi tidak mati. syauqy_arr@yahoo. Melongok ke dalam rumah berpenerangan suram itu ia berseru. Orang yang terjatuh itu berteriak. Di provinsi lain. di mana tergantung handuk kecil. Dia tinggal bersama seorang perempuan. Takezo sendiri hampir tidak ingat bagaimana ia menyelinap lewat jaring yang dengan cepat mengetat itu. wajah Osugi yang sudah berkeriput itu memucat melihat tamunya. karena cuma itu yang saya tahu. dia masih segar bugar. Itu saja yang dapat saya sampaikan. cukup tinggi. "Apa salahnya?" bujuknya. Osugi berjalan pelan keluar dari kamar belakang. "Kau!" teriaknya.com . Jelas ia berpangkat tinggi. Serdadu ini pun menutupkan tangannya ke mulut Otsu. karena justru saat itu suara lelaki tepat di belakang Otsu terdengar bertanya. dan dari hutan berbondong-bondong orang mulai berkumpul di pekarangan kuil. Lonceng kuil mulai memberikan isyarat bahaya bahwa Takezo telah ditemukan.webng. "Nenek!" "Siapa?" terdengar jawaban serak. Otsu mencoba melepaskan diri dan genggamannya dan memperdengarkan jeritan nyaring.id and dimhad. tapi orang itu membalikkan badan Otsu. Takezo mengenalnya sebagai salah seorang samurai dari Himeji.co. Pukulan itu keras. dan tak lama kemudian kelompok-kelompok pencari sekali lagi dikirimkan untuk menjelajahi perbukitan Sanumo. "Bagaimana kalau ikut aku ke kamar mandi?" sarannya garang. Lupa akan bahaya. ia sudah berdiri di tempat jauh. "Mana jalan ke kamar mandi?" Orang itu mengenakan kimono pinjaman dari kuil. hingga dapat menginap di kuil dan menghabiskan waktu malamnya dengan makan dan minum sekenyang-kenyangnya." kata Takezo buru-buru.

tapi perempuan itu memanggilnya kembali. "Sudah itu saya akan pergi entah ke mana. di mana lentera itu berayun-ayun. "Cukup panas?" "Cukup! Saya menjadi orang baru. jangan meninggalkan tempat ini. la mengangkat sebelah tangannya dan menghapus matanya. keluargamu dan keluarga kami selalu berdampingan sejak wangsa Akamatsu." "Terima kasih. terdengar suara air berkecipak. "Tak usah terkejut begitu. lari melintasi halaman dan hilang ditelan malam. "Kau pasti lapar.com . Saya cuma mau menyampaikan pada Nenek dan keluarga Nenek. bahwa tidak saya biarkan Matahachi mati. kau seharusnya. Sudah begitu lama tak seorang pun bersikap begitu baik kepadanya." Osugi memindahkan lentera dari tangan yang satu ke tangan yang lain untuk mengulur waktu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan perasaan puas luar biasa karena telah bebas dari berita yang menjadi beban baginya. Takezo. syauqy_arr@yahoo. kan?" "Berhari-hari saya tidak mendapat makanan yang pantas. begitu. Sesudah menjadi orang yang selalu curiga dan tidak mempercayai siapa saja. "Tenang-tenang saja dan hangatkan badanmu. bagaimana?" seru Osugi riang. menyelamatkan Ogin. sebentar lagi aku kasih kamu makan malam yang hangat dan enak. Dan lagi apa kau tak ingin mandi selagi aku menyiapkan makanan?" Takezo tak bisa bicara. "Lekas sana ke kamar mandi. Saya yakin Nenek akan menerima saya!" la bicara lagi dua-tiga kali. Akan kuambilkan kimono dan pakaian dalam Matahachi untukmu. tapi suaranya tenggelam oleh bunyi air.id and dimhad. tak ada alasan lagi bagi saya untuk tinggal di sini. Kemudian ia memberi isyarat pada Takezo. "Bahaya sekali berdiri di sini-orang bisa melihatmu. kehabisan napas." desak Osugi dengan nada seorang nenek. tiba-tiba sekarang ia teringat bagaimana rasanya diperlakukan sebagai manusia. juga pada Otsu." sahut Takezo. Dari kamar mandi." jawab Takezo sedih." "O. Kalau saya tahu begini macamnya. Menurut pendapatku. menyambut mereka dengan bisikan. Tak lama kemudian menantu itu muncul kembali di gerbang. "Nah. Nasi belum matang." "Kasihan! Tunggu! Aku sedang masak tadi. mestinya saya datang lebih cepat. Osugi keluar rumah. ia segera pergi. tapi yang pasti tak akan kubiarkan kau pergi tanpa diberi makan enak dan cukup!" Sekali lagi Takezo tak dapat menjawab." la pun menyerahkan lentera itu pada Takezo dan menghilang ke belakang rumah. "Mau pergi ke mana kau sekarang?" "Saya mesti masuk ke benteng Hinagura. dan Osugi tidak menjawab. la diikuti serombongan samurai dan barisan sukarela. Selain itu. 52 thanks to. Hampir pada waktu itu juga menantu perempuannya meninggalkan rumah. Buat hadiah selamat jalan. Sekarang tenang-tenang saja dan mandilah yang baik.co.webng.

seperti dalam keadaan yang lain-lain juga. karena tidak dari semula mengirim tiga-empat orang menyerbu kamar mandi. dia lari masuk rumah!" seru seorang dari mereka. ia tangkap dan rebut tangkai lembing pertama yang ditusukkan kepadanya. Rasa takut apa pun yang mungkin dimilikinya hapus oleh rasa berangnya terhadap Osugi. jadi Ibu suruh dia mandi. lalu ia menyerang ke sekitarnya seperti gasing yang berpusing. dicengkeramnya dengan sebelah tangan. "Aku dijebak!" pekiknya. syauqy_arr@yahoo. dan ia mengintip lewat celah pintu. Begitu saja diayunkannya senjata itu dan dihantamkannya pada siapa saja yang datang mendekat. dan pentung. Ada sesuatu-sesuatu yang tak dapat dijelaskan-menggelitik naluri Takezo. dan kamar mandi itu pun kecil. bajingan-bajingan. hingga pemiliknya terpental ke semak-semak. Ia sudah tak peduli lagi dengan banyaknya mereka. orang-orang itu pun merunduk dan bergerak hati-hati seperti kelompok katak ke arah api yang menyala terang di bawah kamar mandi. Cerdik sekali. Di luar pintu ia melihat gerombolan orang bersenjata tongkat. Namun jelas mereka telah lumpuh. Para penyerang terlambat sadar bahwa mereka telah membuat kesalahan besar. dengan tiba-tiba ia tendang pintu sampai terbuka dan ia pun melompat ke udara. itu bagus sekali! Pasti kena dia kali ini!" Sesudah memecah diri menjadi dua kelompok. Senjata itu digenggamnya erat-erat. "Ya. Ia telanjang bulat. Ketika calon-calon penangkapnya sedang mengatur langkah di luar.co. Dengan suara ingar-bingar Takezo mengacak-acak seluruh rumah. Akhirnya dilihatnyaa pakaian itu di sudut dapur. Maka ia pun mengambil karang besar dan melontarkannya kepada orang-orang yang sudah memperlihatkan tanda-tanda mundur itu. Kini mereka hanya dapat berteriak saling menyemangati.com ." kata salah seorang dari mereka dengan kagum. Tangkai lembing sering dapat lebih jitu dipergunakan daripada matanya. dan senjata itu patah. Tak ada waktu untuk berpikir. hampir bersamaan dengan keluarnya Osugi dan menantu perempuannya dari rumah ke halaman belakang. "Lihat. Maka tegaklah bulu romanya.webng.id and dimhad. "Mana pakaian saya? Kembalikan pakaian saya!" Di tempat itu berserakan pakaian kerja. disertai teriakan perang yang menakutkan. Tapi Takezo tidak memperhatikannya. Dalam keadaan masih telanjang dan rambut terburai ke sana kemari. namun ia tak gentar. juga lemari kimono yang besar. lembing. Sekitar sepuluh kali senjata Takezo mengenai tanah. Ia mengambil pelajaran dari Sekigahara bahwa cara ini amat sangat efektif bagi orang yang kalah dalam jumlah. awas." geramnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "O. Pekiknya. la hanya menajamkan matanya dalam cahaya lampu samar-samar untuk menemukan pakaiannya sendiri yang compang-camping. dan begitu memperoleh pijakan kaki di 53 thanks to. Dalam keadaan itu. satu-satunya yang menurutnya harus dilakukan adalah menyerang daripada diserang. "Baik.

com . dan demikian erat hingga alisnya dan sudut-sudut matanya tertarik.co.id and dimhad. ia pun merangkak keluar dari jendela kecil yang tinggi. para pengejarnya yang sudah sama sekali bingung itu tinggal mengutuk dan saling menyesali. 54 thanks to. dekat pada pangkalnya. Berdiri di tengah atap. syauqy_arr@yahoo.webng. karena gagal menjerat Takezo. tanpa tergesa-gesa Takezo mengenakan kimononya. Disobeknya sedikit kain ikat pinggang dengan giginya dan diikatnya rambutnya yang masih basah ke belakang. Ketika la merangkak ke atas. Langit musim semi penuh dengan bintang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI atas tungku tanah yang besar.

"Di mana? Siapa kali ini?" "Seorang samurai. Para pencari. Belum jelas siapa. Tapi ternyata usaha mereka tidak membawa hasil. Otsu?" tanyanya dengan sikap akrab menyenangkan.id and dimhad. jangan-jangan Takezo datang membalas dendam. Papan-papan besar dipasang di depan rumah kepala kampung dan di setiap persimpangan: pengumuman hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap atau membunuh Takezo. dengan petunjuk pasukan Himeji. Pemberitahuan itu ditandatangani secara resmi oleh Ikeda Terumasa. Otsu sejak semula tidak suka kepadanya. Kumisnya seperti tali. Di kaki bukit ia berpapasan dengan kapten yang menginap di kuil dan lima-enam anak buahnya. tidak dapat tidak. Tanpa melirik orang itu. Mereka ketakutan. ketika Takuan melihatnya dan memanggil. melihatnya saja sudah membuat ia jijik. Di kediaman Hon'iden berkecamuk suasana panik. ada surat buatmu." jawab Otsu pendek. Kepalanya tergeletak dalam rumpun rumput yang tinggi. Itu yang paling tidak disukainya. ia pun bergegas menuju kuil dan mencoba menghapus gambaran wajah orang mati yang terus terbayang di depan matanya. Mereka telah mendengar pembunuhan yang mengerikan itu dan sedang dalam perjalanan untuk menyelidikinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 5. Papan itu tergeletak melintang di tubuh yang basah oleh darah. Tapi sejak malam orang itu mencoba memaksanya. sang kapten menyeringai. Melihat gadis itu. menyusun rencana-rencana baru untuk menjerat pelarian itu. Osugi dan keluarganya mengunci gerbang utama dan merintangi semua jalan masuk. jelas akibat hantaman salah satu papan tanda hadiah. yang dipertuan di Puri Himeji. Orang kampung terus datang-pergi dan berkasak-kusuk antarsesamanya. kedua kakinya mencuat ke langit dalam kedudukan tak wajar. Juga imbalan memadai untuk informasi apa pun yang bisa menghasilkan tertangkapnya Takezo. Orang kampung tak dapat mengerjakan ladangnya atau merawat ulat sutranya.webng. tapi sangat ingin tahu. membaca daftar hadiah yang dijanjikan itu." thanks to. "Otsu. la pun bergegas mendaki anak tangga kuil.co. syauqy_arr@yahoo." Mayat itu ditemukan di dekat jalan setapak di luar kampung. Mereka ketakutan setengah mati. Tengkorak orang itu hancur. Seni Perang PENCARIAN yang dilakukan setiap hari di pegunungan berlangsung terus. "Dia membunuh satu orang lagi!" seru satu orang kampung. "Dari mana kau. bermain dengan seekor anjing kampung." "Belanja.com 55 . Wajah Otsu mengerut pucat ketika ia muncul dari tengah-tengah kerumunan. Otsu bergegas lewat agak jauh dari situ untuk menghindari binatang kotor itu. Beberapa orang tertawa muram melihat ironi mencolok itu. Takuan sedang duduk di depan ruang utama. Orang-orang yang melongo melihat pemandangan itu. dan kerja pertanian pun mengendur. Menyesal karena telah melihat.

seakan-akan menenun itu sendiri mendekatkan Matahachi padanya. Ketika segelnya dibuka. Tapi kalau melihat keadaan sekarang." "Kau tak perlu melihat hal-hal seperti itu. Surat itu jelas sudah menempuh jalan panjang sebelum sampai kepadanya. Bungkusannya sudah sobek-sobek dan lusuh. jadi kenapa pula dia mesti membiarkan mereka?" "Takuan. Otsu menerima surat misterius itu dan pergi menyembunyikan diri di kamar tenun. dia rupanya masih memikirkan Anda. Matanya masih terbuka. "Apa yang mesti kita lakukan kalau dia datang kemari?" Mendung gelap bergumpal-gumpal di atas pegunungan. Hari-hari ini aku selalu bertemu mayat. "Siapa yang mengirim?" bisiknya pada diri sendiri." Dikeluarkannya sebuah gulungan kecil dari lengan kimononya dan diserahkannya pada Otsu. Oko 56 thanks to. terpaksa kau mesti menutup mata kalau pergi ke mana-mana. Yang pertama ditulis seorang wanita yang tak dikenal. Sejak tahun lalu selalu ia menggunakan waktu luangnya dengan memintal benang sutra untuk pakaian itu. kau sedang pergi ketika pesuruh datang. Tadi saya lihat orang mati menggeletak di rumput. yang jatuh ke pangkuannya bukannya satu. saya takut!" kata Otsu memohon. penuh dengan noda bekas jari dan titik air hujan.. dan saya memberikan kesaksian atas kebenaran penjelasan itu. Ada apa?" "Saya mual. ia menatap surat itu dengan saksama. Pada alat tenun terpasang secarik kain kimono lelaki yang belum selesai. Meskipun begitu. Saya sudah kawin dengan Matahachi dan menerimanya dalam keluarga saya. Saya kira.. melainkan dua surat. la menenun setiap helainya dengan sangat cermat. la merasa senang bahwa nantinya dapat menjahit semua bagian kain itu menjadi satu kimono lengkap. seorang wanita yang sudah agak tua. Karenanya saya tidak akan berbicara terperinci. Sambil duduk di depan alat tenun.webng. salahlah kalau kita membiarkan saja hal itu. Katanya. karena itu dia tinggalkan surat itu padaku. la merasa surat itu tentunya ditujukan pada orang lain. "Kau kelihatan kurang sehat. la ingin pakaian itu kekal selamanya. tentu saja. "Ya. Ha! Padahal tadinya kudengar kampung ini seperti surga kecil!" "Kenapa Takezo membunuh orang?" "Supaya mereka tidak membunuhnya. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Buat saya?" tanya Otsu tak percaya. begitulah terkanya cepat. dan darah. Itu untuk Matahachi. Berulang kali ia baca alamatnya untuk mencari kesalahannya.co. Saya menulis hanya untuk membenarkan apa yang tertulis dalam surat satunya.id and dimhad. Mereka tak punya alasan sama sekali untuk membunuhnya. Karena itu Matahachi dengan ini mengirimkan penjelasan. Harap lupakan Matahachi.com . Hormat saya.

Kalau Otsu kebetulan bertemu dengan ibunya.webng. Hampir bersamaan waktunya dengan keberangkatan pembantu itu. la sama sekali tidak memikirkan si kapten. Takuan diam saja memandang kedua surat yang kusut dan sobek di tanah. terlampau terguncang untuk dapat berteriak atau sekadar mengedip. "Belum juga ketemu? Mestinya di sini-sini saja.id and dimhad. Otsu merasa sumsum tulang punggungnya berubah menjadi es. serta tinggal di provinsi lain. jelas dalam keadaan dirundung kesedihan. Takuan pun pergi mencarinya. Jam-jam berlalu. "Apa ini bukan yang dibawa pesuruh hari ini?" tanyanya lembut. la duduk terpukau. dan sebagian besar pekerjaan itu jatuh pada Otsu. "Kenapa kau tidak menyimpannya?" 57 thanks to. Otsu terkulai di atas alat tenun. ia pun menuntut kenikmatan yang sesuai dengan statusnya. Semua orang di dapur mulai bertanya-tanya di mana gerangan Otsu.com . Ikan segar dari kali harus disiapkan menurut petunjuk-petunjuknya. Matahachi menambahkan. Yang dikhawatirkannya adalah Otsu. ia diminta menyampaikan bahwa Matahachi masih hidup dan sehat. syauqy_arr@yahoo. Karena tak ingin mengganggu. Sambil memanggil-manggil namanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Surat satunya berisi tulisan cakar ayam Matahachi dan berisi penjelasan panjang yang menjemukan. ia akan berterima kasih apabila Otsu mau membantu. Takuan pun akhirnya membuka pintu kamar tenun." Pembantu kuil disuruh menuruni bukit untuk mencari Otsu sambil membawa lentera. dan serunya. Kapten yang diserahi tugas melakukan pencarian merasa puas dapat memerintahkan orang-orangnya yang kelelahan itu tidur di hutan." Tapi lama kelamaan ia pun bingung. Air mandi harus dipanaskan sepantasnya. Banyak sekali pekerjaan harus dilakukan untuk menyenangkan orang itu. tak mau la bersusah-susah melihat ke dalam. Kuku-kuku jarinya yang memegang surat itu berubah sewarna dengan kulit orang mati yang dilihatnya kurang dari sejam sebelumnya. Intinya tentu saja permintaan agar Otsu melupakan pertunangan dengannya dan agar menemukan suami lain. Beberapa kali pendeta kuil keluar lorong tinggi dan berseru kepada Takuan. Karena pintu kamar itu tertutup.co. Karena Otsu menghilang. Takuan memungutnya. Apa yang dilihatnya di dalam sungguh mengejutkannya. tapi ketika ia sendiri kembali ke kuil pada senja hari. biarawan itu melintasi pekarangan kuil dan melewati kamar tenun beberapa kali. karena "sukar" baginya menulis langsung kepada ibunya tentang persoalan itu. dan satu orang harus mengambil sake mutu terbaik dari salah satu rumah kampung. Surat itu telah diinjak-injak seperti sepasang boneka jerami. "Cepat temukan dia! Tamu kita bilang tak bisa minum sake kalau bukan Otsu yang menuangkan. mengenai semua alasan kenapa ia tidak mungkin pulang. makan malam si kapten terlambat. Bukan kebiasaan gadis itu untuk pergi tanpa memberitahu.

kepala saya sakit. tapi si Jenggot Jarang tua itu tak suka padaku. Ketika Takuan membantunya berdiri. tapi kau betul-betul harus kerja. asyik membaca buku yang terbuka di atas lututnya. kapten yang sudah membongkok mabuk itu jadi gembira. kan?" "Ya. Dia bukan orang yang dapat merebut rasa hormat atau dukungan daimyo bagi kuilnya lewat kebesaran jiwa semata-mata. "Otsu. Dia manusia dari dunia ini. Di sebelah lampu. Aku tahu perasaan itu kekanak-kanakan. dia sudah menerima dan membesarkanmu. Sekarang jangan pikirkan lagi.id and dimhad." "Aku tidak keberatan." Dengan enggan Otsu pun menurut. Ayo pulang. Pendeta tua itu sudah hilang akal.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Otsu menggeleng lesu. tapi ada beberapa orang yang memang begitu pengaruhnya terhadapku. malam ini saja?" Takuan mengeluh. jadi kau berutang budi padanya. aku akan mengawanimu. Dia percaya bahwa dia mesti menghidangkan anggur dan makanan agar Kapten senang selalu. katanya. aku pribadi berpendapat kau tak usah menghidangkan sake untuknya malam ini atau malam kapan pun. Segera kemudian mukanya jadi merah padam. Biarawan itu dikira pembantu pendeta. aku jadi ingin sekali mengatakan bahwa kumis itu lucu sekali. la jadi sangat riang dan berkali-kali minta dituangkan sake lagi.co. Itu kurang baik juga." Takuan menepuk punggung Otsu. Tiap kali aku melihat kumis konyol itu. Yang jelas. Kau tak boleh tinggal terlalu lama di sini. Baiklah. Ia mengangkat matanya yang kosong dan memandang ke sekitar. Aku tahu kau enggan. dan basuh mukamu. apa tak bisa mereka meliburkan saya. tapi dia selalu pergi kalau saya datang. la meluruskan topinya yang dari tadi sudah sangat miring. "Lagi pula. dan si kapten menudingnya sambil berteriak. sampai Otsu menyodoknya. "Saya akan pergi.." Ketika akhirnya Otsu muncul di petak pendeta... "Bapak. "Hei. Otsu. Sekalipun demikian. tidak sepenuhnya ia merasa senang. dan sudut-sudut matanya yang melotot itu mulai turun.com ." "Kepala saya. yang di sana itu!" Takuan terus juga membaca. "Kapten memanggil saya?" 58 thanks to.webng. kau mesti melayani Kapten." "Tapi saya tak mau ke sana sendirian!" "Tapi Pendeta ada di sana." "Hmmm. Takuan duduk membungkuk seperti pengemis buta." bisik Otsu. "Semua orang sudah setengah gila mengkhawatirkanmu. asal Bapak berjanji menemani saya. Aku sendiri sudah mencari ke manamana. dan sebabnya adalah hadirnya satu orang yang tidak dikehendakinya di kamar itu.. Tapi pendeta itu lain pendapatnya. ia menengadahkan wajahnya yang basah oleh air mata kepada Takuan dan berkata. syauqy_arr@yahoo.

" kata Takuan tenang sambil membungkuk. saya kira.. umpamanya. Membosankan sekali. Bagaimana saya mesti menjaga diri saya sendiri?" Kapten pun memekik sambil memegang pedangnya yang masih tersarung. Sambil memegang tangan Otsu ia pun berkata pada gadis itu.. kalau begitu sulit juga.. lalu hinggap di baki Kapten." kata Takuan dan kembali membaca buku. Pergi dari sini!" "Oh. la jadi tampak seperti ikan buntal.co." Leher kapten yang merah itu pun menggembung dan matanya melotot. "Sudah cukup aku diejek. Kalau begitu. goblok! Kau ini bikin rusak suasana." Wajah Takuan menjadi sungguh-sungguh. "Jaga dirimu!" Takuan berdiri. kamu! Aku tak ada urusan denganmu." gertak si kapten. Kita tak boleh mengganggunya lagi. kamu. lupakan saja.id and dimhad. "Tapi aku keberatan. syauqy_arr@yahoo. tapi saya tidak keberatan di sini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kapten menjawab pedas. Sekarang giliranmu menerima akibatnya!" Takuan jadi tertawa. Anda sendiri. atau menjadi serangga. tidak banyak pendeta atau biarawan yang tampan. ya?" "Sama sekali tidak. "Tamu bilang dia lebih suka seorang diri.. Cinta kesendirian adalah tanda kebijaksanaan.. "Itu berarti Kapten mau memenggal kepala saya? Kalau begitu." jawab Takuan bernada ejekan. Soalnya karena saya bukan Wuk'ung yang suci dan dapat mengubah diri menjadi kepulan asap. "Apa!" "Apa Kapten sudah mengamati kumis Kapten? Maksud saya." "Kenapa. kenapa. maaf." "Melihat buku itu saja aku sudah jengkel. "Oh. Tapi samurai juga begitu..." Mata si kapten hampir saja melompat dari ceruknya.com . "Sudah bertahun-tahun saya memperhatikan. orang pandir jelek?" Takuan pun melipat kedua tangannya." "Oh. "Rasa sake jadi rusak karena ada orang membaca. apa Kapten sungguh-sungguh menyediakan waktu untuk menatapnya dan menilainya secara objektif?" "Anak haram jadah!" teriak Kapten seraya mengambil pedang yang tersandar di dinding. "Hmm. dan sambil memandang Kapten dengan sebelah matanya ia pun bertanya tenang. tidak keberatan." "Ada apa rupanya?" "Siapa bilang Otsu mesti pergi denganmu. Akan saya minta Otsu menyingkirkannya." "Ha?" 59 thanks to. akan saya tutup buku saya. "Saya ini sungguh tidak sopan." "Bukan. "Wah. tapi kau sendiri." "Baiklah. bodoh! Enyah dari mukaku!" "Baik. ya." jawab Takuan polos. kamu..webng. "Keluar kamu. "Ya. Ayo. bukan itu.

"Minggir. "Apa pula bicara Bapak ini?" katanya dengan maksud mengendurkan perasaan dan melambatkan tindakan. Kepala itu akan jatuh begitu saja ke lantai dan menggeletak di situ menertawakan Kapten. syauqy_arr@yahoo. "Tak ada yang salah dengan otakku. dan aku bukannya melucu. "Ayolah. "Kapten cukup punya alasan untuk marah. Otsu?" kata Takuan keberatan. berapa pun waktu yang kalian hamburkan buat mencari Takezo. Tapi itu beban luar biasa buat petani. Tak bisa saya membayangkan hal yang lebih membosankan daripada memenggal kepala seorang biarawan. akan mengherankan sekali kalau dia dapat mengalahkanku!" "Jangan bergerak!" perintah Kapten. "Kapten!" Tingkah laku Takuan yang asal saja itu membuatnya demikian berang. Apa kalian menyadari apa yang kalian lakukan terhadap mereka? Mereka tak bisa makan kalau kalian teruskan ini. "Apa katamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Membosankan. tapi saya minta Kapten bersabar. Mukanya membengkak menjadi warna lembayung ketika ia bergerak menarik pedangnya. "Minggir. tapi rupanya orang tak suka mendengarnya." geram Kapten. Apa maumu aku berdusta?" "Lebih baik jangan kau ulangi.com ." guntur samurai itu. Aku tak apa-apa. Apa gunanya buat Anda?" "Hah. Bicaranya memang begitu dengan semua orang. Biar sukar buatmu melanjutkan bualan kurang ajar!" Dengan keberanian yang biasa dimiliki orang hanya karena memegang senjata. Otsu. "Bukan begitu caranya bicara dengan prajurit. bagaimana mereka 60 thanks to." mohonnya. berusaha melindungi Takuan. Otsu menengahi kedua orang itu. Coba sekarang katakan Bapak menyesal. tapi dua puluh hari dibuangnya hanya untuk menemukan tempat seorang pelarian yang sudah kecapekan dan setengah kelaparan. Apa kaupikir akan kubiarkan diriku dipenggal oleh orang tolol macam ini? Memang dia mengepalai berpuluh orang yang terampil bersenjata.co. Aku hanya mengemukakan kebenaran. Otsu! Biar kupotong pembantu pendeta bermulut besar ini menjadi dua!" Otsu menjatuhkan diri ke kaki Kapten dan memohon. minta maaf pada Kapten.id and dimhad. Dia tidak bermaksud apa-apa.webng. Memang rasanya tak ada bedanya buat kalian para serdadu." Tapi Takuan sama sekali tidak mundur. "kalau begitu aku puas bila bisa membungkam mulutmu. Itu bukan prestasi besar. Dia tolol. makanya kusebut dia tolol. Kalau dia tak punya cukup akal buat menemukan Takezo. sungguh!" Air mata bercucuran dari matanya. hingga tangannya yang memegang sarung pedang bergetar hebat. ia pun tertawa terbahak-bahak jelek sekali dan maju dengan sikap mengancam. Dia orang yang tidak begitu beres. "Aku akan bicara sesukaku. Barangkali malahan tak terpikir oleh kalian.

Kau bahkan tidak memikirkan sama sekali anak buahmu. dan tidak tahu mau bertindak bagaimana. Dan tanpa upah pula! Sungguh memalukan!" "Jangan sembarangan kamu. syauqy_arr@yahoo." kata biarawan itu. "Kalau kaupikir aku bohong. Kauselimuti diri dengan kekuasaan atasanmu untuk menghamburkan tenaga rakyat jelata. mandi seenaknya dan minum sake sebelum tidur dengan layanan seorang gadis manis? Apa itu yang kausebut mengabdi kepada atasan?" Kapten itu bungkam. kau adalah contoh korupsi yang klasik. nyaman dan hangat. "Apa bukan tugas samurai untuk mengabdi kepada atasan dengan jujur dan tak kenal lelah? Apa bukan tugas Kapten menunjukkan kebajikan kepada rakyat yang membanting tulang demi daimyo? Coba lihat diri sendiri. Satu hal lagi. Mabuknya pun sudah sedikit berkurang. hanya kepalamu yang datang menghadap hari ini? Di mana bagian badanmu yang lain?' "Pasti kau berminat mengetahui bahwa Yang Dipertuan Terumasa dan aku biasa bersamasama ambil bagian dalam upacara minum teh di Myoshinji. dia akan kaget. Takuan! Jadi. dan kaugunakan kedudukanmu untuk mendapat penginapan yang paling menyenangkan. Takuan mendesak terus. Sebagai hadiah. Kami berdua pun berkali-kali mengobrol lama dan hangat di Daitokuji. "Sekarang cobalah potong kepalaku dan kirimkan kepada Yang Dipertuan Ikeda Terumasa! Percayalah.com .webng. "Pertama-tama. pengkhianat. 'Hai. 61 thanks to. sekalipun tampaknya ia masih belum dapat menilai apakah yang dikatakan Takuan itu benar atau tidak. tapi apa yang kaulakukan? Setiap ada kesempatan. kenapa kau bermalas-malasan di sini malam ini? Siapa yang memberimu hak bersantai pakai kimono yang manis dan enak. la tampak lumpuh." Kegarangan si Jenggot Jarang menguap dalam sekejap. yang bisa dibikin orang sini." Kini Kapten sudah demikian terpesona. Barangkali dia akan berkata. Beliau suka sekali tepung itu. tapi pejabat-pejabat birokrat seperti kamu yang berdiri antara daimyo dan rakyat jelata ini. hingga tak dapat menutup mulutnya yang menganga. aku bisa membawakannya tepung soba lezat. untuk tujuan-tujuan pribadimu sendiri.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terpaksa menelantarkan sama sekali kerja ladangnya untuk mengikuti perburuan angsa liar kalian yang berantakan itu. kaulahap makanan dan minuman orang lain yang diperoleh dengan susah payah. aku senang bisa pergi bersamamu ke puri dan menghadap Yang Dipertuan sendiri. lebih baik kau duduk dulu. Aku berani mengatakan.co. yang bisa saja mencuri upah yang mestinya mereka terima. Kapten! Kau menutup mata pada kenyataan bahwa kau menarik para petani dari kerja yang menghasilkan makanan mereka sehari-hari. Kau mestinya melakukan misi resmi. Kyoto. Itu fitnah besar terhadap pemerintah Tokugawa!" "Bukan pemerintah Tokugawa yang kukritik.

aku tak dapat berbohong. tapi kalian para prajurit ini memang sama saja.id and dimhad. dan tak ada yang paling tidak kusukai daripada mendatangi seorang daimyo.co. "Tidak. Saya minta Anda memaafkan saya. saya telah berlaku terlalu kasar. Ini ada hubungannya dengan kerja resmimu. tapi Takuan menahan diri untuk tidak lebih memojokkannya lagi. 62 thanks to. Terutama di depan Yang Dipertuan. Dan lagi. "Kau tentu kenal dengan buku Seni Perang karangan Jenderal Sun-tzu. makin lama Anda bisa tinggal di kuil ini. dan keangkuhannya pun menguap. Dan inilah kekurangan kalian yang terbesar." Kapten yang sudah tak berdaya itu pun menurut. "Otsu. Kalian tak pernah berpikir tentang konsekuensi. Itulah yang harus Anda lakukan untuk melaksanakan perintah dan menjaga kehormatan Anda sebagai samurai. Tapi kalau pencarian di pegunungan sepanjang hari itu berjalan terus. saya tak mau lagi sake. kalau orang-orang yang menjadi korban tindakanmu di Miyamoto kebetulan datang selagi kami mengobrol sambil minum teh. syauqy_arr@yahoo." la jadi begitu tertekan. hingga tampak menggelikan. dan mengerling Otsu?" "Saya minta jangan membawa-bawa lagi soal itu. tapi jelas dari wajah mereka waktu itu bahwa kekuatan watak tak ada urusannya dengan umur. "Aku bersedia menganggap seluruh peristiwa ini sebagai rahasia.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tapi tak ada yang lebih capek." "Ya. Kejadiannya barangkali akan berakhir dengan kau bunuh diri gara-gara ketidakmampuanmu." "Tentu saja aku juga tahu bahwa buat Anda tidak penting berapa lama dibutuhkan untuk menangkap orang itu." la menoleh pada sang gadis. Yang ingin kubicarakan adalah bagaimana menangkap Takezo. Dengan takut-takut ia berkata. Maaf. Cacian lisan Takuan telah merendahkan orang yang lebih tua itu. Saya tak tahu sama sekali bahwa Anda teman Yang Dipertuan Terumasa. Aku mau menunjukkan kepadamu bagaimana menangkap Takezo tanpa kehilangan lagi anak buah atau menyebabkan orang kampung mendapat kesulitan lebih dari yang sudah kauberikan. kira-kira sepuluh tahun lebih tua daripada Takuan. Bukankah makin lama waktu itu. akan kuceritakan hal lain. makan. para petani akan mengalami kesulitan besar.webng. "Sudah dari semula kukatakan supaya jangan mengancamku." Serdadu itu pun tampak seperti seorang anak yang akan menangis. Aku menyebutnya karena aku ingin memberikan satu pelajaran yang menggambarkan salah satu prinsip utama buku itu. tolong tuangkan secangkir sake lagi untuk Kapten. "Sekarang turunkan pedang itu.com . "Mari kita lupakan saja. yang merupakan karya klasik Cina tentang strategi militer? Aku yakin prajurit setarafmu kenal sekali dengan buku yang demikian penting." Kapten itu lelaki umur empat puluhan. karena itu kau mesti benar-benar memperhatikannya.

kami berdua cukuplah." "Tentu saja tidak bisa. saya pikir tak bisa. mungkin saja aku hanya seorang pendeta sederhana. tapi menyedihkan sekali." "Kalau begitu. aku terpaksa duduk lagi dan melihat saja Anda terus membuat kesalahan besar.com . Anda bisa saja seorang pejabat. Karena itu tak akan kaget kalau aku sebut Anda tolol." "Apa syaratnya?" tanya Kapten hati-hati. Tapi pikir-pikir. Justru karena itu aku menawarkan diri menangkapnya untuk Anda." "Dan karena sekarang ini musim semi. Anda tidak mengenal Seni Perang. aku dapat melakukannya sendiri. syauqy_arr@yahoo. dan barangkali juga kepala Anda.webng." "Anda menangkap dia?" "Apa Anda kira aku berkelakar?" "Tidak. Anda orang yang tidak berpendidikan dan sama sekali tidak efektif.co. tapi memang demikian. Takezo beruntung." "Seperti kukatakan tadi. apa Anda merencanakan untuk menunggu sampai turun salju? Kira-kira delapan bulan lagi?" "Tidak. tetapi juga penduduk kampung terlalu limbung dan ketakutan untuk melakukan pekerjaan yang biasa. Aku tidak membutuhkan bantuan. kan?" "Diam dulu! Apa menurut Anda. Kalau Anda tak setuju.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tidak hanya para petani. Tapi tak ada gunanya membikin pusing Anda. Ya." "Aku paham betul. Banyak yang bisa dimakan pada musim ini." "Anda main-main saja. sampai salju jatuh. tapi. "Kalau aku berhasil membawa pulang pelarian itu." "Nah. barangkali aku akan membawa serta Otsu." 63 thanks to. itulah sebab terpenting kegagalan Anda yang memalukan. Menurut penglihatanku. bahwa Anda tidak mengenal Seni Perang?" "Saya malu mengakuinya. Apa betul anggapanku. Aku hanya akan mengusulkan sesuatu. padahal menurut pendapatku. Bahkan menurut pendapatku Anda tidak menggunakan strategi sama sekali. Takuan Soho menghabiskan seluruh waktunya buat bikin lelucon?" "Maaf.. akulah yang menentukan nasibnya." "Tapi apa?" "Tapi kalau dihitung tenaga bantuan dari Himeji dan semua petani serta prajurit itu. kesulitannya adalah Anda tidak menggunakan strategi yang sewajarnya. tapi aku memahami Sun-tzu. lebih dari dua ratus orang sudah menjelajahi pegunungan itu hampir tiga minggu lamanya. Sebaliknya.id and dimhad. Aku pribadi menawarkan diri untuk menangkap Takezo dalam tiga hari.. Sekarang tinggal satu syarat lagi. Anda harus merasa malu.

la merasa 64 thanks to. Dengan pikiran itu. Tetapi yang betul-betul paling khawatir adalah Otsu. dan Takuan akhirnya menepuk punggungnya.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa maksud Anda?" Kapten menarik-narik kumisnya. "Apa Takuan sudah gila? Saya dengar dia berjanji mencari Takezo sendiri!" Mata orang-orang di dapur terbelalak. sekadar untuk melihat apakah ia berhasil dengan rencana gilanya. seorang anteknya? Mungkinkah ia tahu di mana orang itu bersembunyi? Tapi kalaupun tidak tahurasanya memang tidak-apa salahnya memberinya kesempatan.co. Dan sekarang Takuan membuat perjanjian yang sinting. Kapten mengangguk tanda setuju. ia mengambil pisau tajam dan mengiris-iris sampai lumat kain kimono yang sungguh-sungguh telah disulami jiwanya. Ia mempercayai tunangannya itu. Ia masih dapat merasakan hangatnya tangan kokoh biarawan itu ketika membimbingnya ke luar kamar tenun. Anda dapat memutuskan apa hukumannya. la juga sudah bermaksud menghunjamkan bilah tajam itu ke dalam tenggorokannya.id and dimhad. Tapi bagaimana kalau Anda tidak dapat menemukannya dalam tiga hari?" "Aku akan gantung diri pada pohon kriptomeria di kebun itu. syauqy_arr@yahoo. sungguh-sungguh gila!" "Bagaimana dia akan menangkapnya?" Jawaban-jawaban konyol dan ketawa mengejek pun terdengar. Hanya sehari sebelumnya surat selamat tinggal Matahachi melukainya. Takuan menghiburnya dan meyakinkannya agar setuju menuangkan sake. Kepada siapa ia harus berpaling kini? Bagi Otsu yang sudah tercebur dalam kegelapan dan keputusasaan. Sinar harapannya yang terakhir. la sangat tergoda untuk melakukan hal itu.webng. "Baiklah kalau begitu. Mungkinkah ia teman Takezo. Kalau Anda menangkapnya. ia mengangguk bijaksana dan mengatakan bahwa mulut manusia itu pintu bencana. Setidak-tidaknya barangkali ia dapat memetik hasil pada saat terakhir. ketika ia menangis sendirian di kamar tenun. tapi terdengar juga bisikan terpendam yang mengandung kekhawatiran. "Tidak!" "Tidak. Otsu tidak begitu memedulikan keselamatannya sendiri. ada kemungkinan ia sama sekali tidak waras. dan bahkan bersedia menenggang Osugi yang dahsyat itu sebagai mertua tukang perintah. Takuan merupakan titik terang dalam hidup ini. Lukanya lebih perih dibanding berita kematiannya. namun munculnya Takuan akhirnya membuyarkan maksud itu dari kepalanya. Yang lebih dipedulikannya adalah kemungkinan satu-satunya teman di dunia ini akan hilang juga karena usul tololnya. Bagaimana mungkin ia bisa yakin biarawan aneh ini tidak akan menipunya? Walau ia bicara lancar." Pagi harinya pembantu kuil dengan wajah sangat gelisah berlari ke dapur. Sehari sebelumnya. Ketika berita itu sampai ke telinga pendeta kuil. demi Matahachi. Berbagai pikiran berkecamuk dalam kepalanya. Terengah-engah ia berseru.

Makin jauh Takuan dan Otsu meninggalkan kampung. ya. Apa saja yang enak bolehlah.com . Otsu harus ikut tanpa mengeluh. Takuan pun meminta agar Otsu beristirahat sebanyak-banyaknya menjelang malam hari berikutnya. bumbu kacang.co. Ketika Takuan kembali. o. saat mereka berangkat. dan akhirnya Takuan sendiri keluar ke beranda." "Apa? Senjata? Apa kita mesti bahwa pedang atau lembing. tongkat. Matahari tenggelam dengan cepat. dewa perang. kertas minyak polonia. Waktu itu musim semi sudah hampir usai." "Sudah saya kemasi semuanya-sandal jerami. "lebih baik kita berangkat sekarang. maupun pembantu pendeta mencoba meyakinkannya untuk tidak pergi. dan. "Pergi saja sembunyi. sedikit sake. lagi pula pilihan untuk tinggal di kuil dan selalu gelisah lebih buruk lagi dibanding dengan pergi." Pegunungan dekat tempat itu kini lebih hitam dibanding pernis yang paling hitam. atau yang lain?" "Tentu saja tidak! Aku mau bawa bekal makanan.. Otsu menegurnya dengan keras karena sikapnya yang terburu-buru itu." "Ada yang kamu lupa. Baik pendeta. angin berbau wangi dan hangat. Dan bawa pikulan. obat-obatan. sedangkan pegunungan yang di kejauhan lebih pucat daripada mika." panggilnya.. dan percaya penuh padanya. ia pun meregangkan anggota badannya sambil menguap lebar. pegunungan dengan dedaunan yang berkilat-kilat lemah oleh cahaya suram makin tampak seakan bermandikan hujan petang hari. syauqy_arr@yahoo." itulah nasihat praktis mereka. Katanya. Kucing melompat turun dari emperan kuil. mengamankan kembali lalu lintas di jalan raya. Pergi ke dapur sana. Bambu bergaris dan tumbuhan jalar wistaria menjerat kabut. Akal sehatnya menyatakan aneh kalau ia dan Takuan dapat menemukan tempat Takezo dalam waktu sesingkat itu. pembalut kaki.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI putus asa dan sangat tertekan. tapi karena alasan-alasan yang hampir tak dapat dimengertinya sendiri. Petang hari berikutnya Takuan masih tidur bersama kucing di sudut bangunan utama kuil. maksud Bapak beberapa kotak makan siang?" "Bukan. Takuan bahkan sudah berani bertukar sumpah dengan si Jenggot Jarang di hadapan altar Hachiman. "Otsu.webng. tetapi Takuan berkeras tak ada yang mesti dikhawatirkan. Otsu sudah terlampau bingung untuk menolak. tujuannya adalah meringankan beban kampung. Mengingat jumlah nyawa yang dapat diselamatkan kalau Takezo bisa cepat ditangkap. pesuruh. Otsu sama sekali tidak tergerak untuk berbuat demikian. nyawanya sendiri tidaklah begitu penting. Aku mau bawa nasi. 65 thanks to. dan bayang-bayang malam yang pekat mulai menyelimuti celah-celah jajaran gunung yang menandai alur Sungai Aida. Seperti si kucing. Wajah Otsu cekung. bikin bungkusan yang besar. Aku juga butuh kuali. makanan yang enak." "O.id and dimhad. dan mencegah berlangsungnya terus pemborosan hidup manusia.

webng. supaya kita dapat sendirian saja tiga hari ini. "Ke mana kita pergi?" "Aku belum tahu. "Malam yang bagus buat jalan-jalan." gerutu Otsu. Tak perlu kau menyusulku. Memikirkan itu saja kaki saya sudah gemetar. Kalau nanti dia muncul. "Di mana saja orang-orang ini? Tak seorang pun kulihat. tapi pikulan itu jelas menyakitinya. ya?" kata Takuan sambil menoleh ke belakang. karena setiap kali ia memindahkannya dari bahu satu ke bahu lain. Pak Takuan. kita yang akan masuk kedalamnya. ia pun menambahkan." jawab gadis itu. Takuan pergi menuju karang yang berdekatan." jawab Takuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mereka berjalan beriringan menembus kegelapan." "Ah." "Kalau begitu." "Tapi dia belum pernah menemui siapa pun. dan dia sangat kuat. tampak berpikir sedikit. kalau Bapak bicara soal itu. Kenapa bicara soal jalan pada saya?" "Mari kita turunkan beban ini sebentar. Aku cuma mau mengingatkan kamu supaya jalan yang balk. jangan khawatir. saya jadi gugup dan tak bisa melangkah. "Menurutku. "Oh!" teriak Otsu ketakutan. dia menyuruh pulang para pencari.co. sia-sia saja mereka menempuh banyak kesulitan. langkahnya langsung terhenti. "Rasanya kurang begitu indah. Saya berani bertaruh. "Otsu. Tapi kalau kita tidak hati-hati. Bukan Takezo. 66 thanks to." Habis meletakkan bungkusan itu ke tanah." "Hati-hati! Awas kakimu!" seru Takuan tiba-tiba. kita terpaksa jalan sepanjang malam ini. Dia berjuang demi hidupnya. "Ada apa? Kenapa Bapak bikin takut saya?" "Jangan khawatir. Ini tentunya Tsujinohara. "tapi mari kita jalan lebih jauh lagi sedikit.com ." "Kapten tidak memperlihatkan muka di kuil sepanjang hari tadi. apa yang akan kita lakukan? Sesudah diburu orang banyak begitu lama. tapi sisi belakang Sanumo sudah kita lewati beberapa waktu lalu. saya bahkan tak tahu ke mana kita ini." "Apa yang kau khawatirkan? Kalaupun kita terperangkap." la menyeringai pada Otsu. masing-masing memikul ujung pikulan bambu yang digantungi bungkusan yang terikat baik-baik." "Takuan.id and dimhad. Banyak wistaria dan perangkap semak sepanjang pinggir jalan ini." Sesudah diam sekejap. syauqy_arr@yahoo." "Apa para petani itu yang memasangnya di sini buat menangkap Takezo?" "He-eh. bagaimana caranya menangkap Takezo?" "0." "Saya sih tidak keberatan jalan. apa menurutmu jurang ini tidak makin sempit?" "Tak tahulah saya." "Apa kau capek?" "Tidak. tentunya dia nekat sekarang. aku yang lebih dulu. Cepat atau lambat dia akan muncul.

'Pergi ke gunung di sana itu.co. Para petani biasa menggiring kuda dan lembunya ke sana untuk merumput." ucap Takuan. atau di tempat lain." Ketika mereka sudah menurunkan beban. aku memikirkan letak tanah. "Apa yang kita lakukan di sini?" "Duduk. Ketika berdiri di sana tadi. Buku Perubahan asli milikku sendiri. jadi kalau aku kesurupan. seakan-akan menghitung-hitung bintang. tapi yang ada dalam diriku. dan sekarang aku tahu pasti tindakan apa yang akan kita ambil. ia memandang ke langit. Semangat Otsu tampak naik. aku membuka-buka Buku Perubahan. syauqy_arr@yahoo. "Api yang baik membuat gembira orang. Otsu bertanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bapak mau ke mana?" "Mau buang air. penampilan air. Rubah takut api. Bunyi itu menderu menuju dirinya. "Maksud Bapak. memenuhi telinganya." jawab Takuan mantap. "Ketika di sana tadi. Dia ada dalam hati. dan ketika aku membukanya. "Aku menyatu dengan alam semesta. tapi malam itu tak seekor binatang pun kelihatan atau terdengar. "Kita berkemah di sini.com ." "Orang menyebutnya padang rumput Itadori." Mereka mengumpulkan kayu kering. betul tidak?" 67 thanks to. dan menembus seluruh dirinya. Pokoknya. "Takezo. Sudah jelas sekarang. akan jatuh ke tanganku tepat seperti Jenderal Ts'ao dari Wei jatuh ke tangan Ch'u-ko K'ung-ming.id and dimhad." "Buku Perubahan? Bapak tidak membawa buku. padang rumput itu ternyata sebuah dataran kecil yang melandai ke tenggara dan memberikan pemandangan indah daerah sekitar." "Tapi kita belum memasang jaring sama sekali. atau perut. Apa Bapak yakin tidak kesurupan rubah atau yang lain?' "Kalau begitu. Ketenangan di situ hanya terpecahkan oleh angin musim semi yang hangat membelai rerumputan. atau alam semesta menyatu denganku?" Akhirnya ia kembali dan jelasnya. Kemudian aku menutup mata. ada yang mengatakan. dan keadaan langit. "Oh. mari bikin api. nikmat rasanya!" katanya bersuka hati. aku bisa lekas bebas." "O. "Bagaimana kita bisa menangkap Takezo kalau hanya duduk di sini?" "Dengan jaring pun kita dapat menangkap burung terbang tanpa mesti terbang sendiri." Seratus kaki di bawah Takuan. musuh itu." la menunjuk ke puncak yang dekat. yang setengahnya dataran terbuka." "Bukan yang tertulis. Gunung Takateru?" "Aku tidak tahu namanya.webng. Sambil buang air kecil. dan Takuan membuat api. jadi ada namanya?" Ketika mereka sampai. kali-kali kecil yang bergabung menjadi Sungai Aida mengguntur dari batu ke batu.

mereka cuma berkepentingan melindungi diri sendiri." "Sebetulnya bukan salah mereka. Dia mestinya menggunakan otaknya sedikit. akan kusuruh orang mempreteli anggota badannya. Kesalahan besar pertamanya adalah menerobos rintangan di perbatasan. dia tak lebih dari binatang liar. Yang mereka kehendaki sebetulnya cuma sekadar tidak diganggu. bahkan juga sanak mereka sendiri. Kita dapat berteduh di sana sampai hujan berhenti. Mereka takut kepada pemerintah. Apa yang akan kita lakukan. Bagaimanapun. syauqy_arr@yahoo. Takezo selalu merasa dikejar-kejar musuh. Dan saya rasa tak ada orang yang betul-betul suka menginap di pegunungan seperti ini. Otsu. Mereka harus menjaga ketenangan." "Apa Bapak membencinya juga?" "Aku jijik! Aku tidak menyukai kebodohannya! Kalau aku penguasa di provinsi ini. Dia harus terus membunuh untuk melindungi hidupnya sendiri." Otsu jadi tercenung.id and dimhad.co. Tapi dialah yang memulai. kan? Penguasa provinsi tidak boleh bermurah hati pada orangorang macam Takezo. Apa saja. seandainya sekarang ini turun hujan?" "Dalam perjalanan ke atas tadi. kabur malam hari atau menyamar. apa kau sedang sedih?" "Oh. akan mereka halau orang-orang sekampungnya. Tapi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Yang jelas menghangatkan. tapi tentunya dia cukup cerdik untuk berteduh dalam gua jika hujan. Di situ barangkali dia menyembunyikan diri selama ini. Takuan." "Itulah barangkali yang dilakukan Takezo pada malam hari dan kalau udara buruk. Tapi Takezo tidak begitu! Dia merasa harus masuk dan membunuh seorang pengawal.webng." "Tapi bagaimana dengan samurai? Kenapa mereka ribut mempersoalkan orang tak penting macam Takezo?" "Karena dia lambang kekacauan. dan kemudian membunuhi orang-orang lain lagi. menurut Bapak. sampai kalau pemerintah yang menitahkan. aku melihat gua dekat jalan. Sesudah itu ya seperti bola salju yang menggelinding.com . Sesungguhnya. Mereka itu sama sekali tak berdaya. begitu takutnya. untuk pelajaran bagi orang banyak. mereka itu orang-orang sederhana. karena ini masalah mempertahankan diri. akan kubikin dia menanggung hukuman paling buruk yang dapat kutemukan. Seluruh keadaan yang tak menguntungkan itu akibat satu hal saja: Takezo sama sekali tak punya akal sehat." "Jadi. Sesudah perang Sekigahara. orang di luar hukum. "Pak Takuan. Mestinya banyak tempat macam itu di seluruh gunung ini. walaupun dia sendiri bagi sejumlah orang tak lebih dari seorang bajingan." "Barangkali. Bapak sudah lihat sendiri bagaimana perasaan saya selama ini. Dia sebetulnya tidak begitu cerdik. 68 thanks to. Kau mesti memaafkan mereka karena mendahulukan kepentingan sendiri. kenapa orang kampung begitu benci pada Takezo?" "Para penguasa itu yang membuat mereka membencinya.

Kesimpulannya tak bisa lain bahwa seluruh dunia ini bergerak. Lihat!" Dan tampaklah bayangan seekor monyet besar dan monyet kecil yang berayun-ayun di antara pepohonan. Ketika kaubilang tidak membutuhkannya." "Kau tidak bicara yang sebenarnya!" kata Takuan tajam. saya setengah mati ketakutan!" Selama beberapa jam berikutnya. Yang baik harus diganjar dan yang jahat harus dihukum. Semua bintang di kegelapan kosong di sana itu. "Uh. Sambil menengadah ke langit berbintang. dan duduk kembali.co. kumasukkan surat itu dalam lengan bajuku. Otsu kelihatan lega. Saya tak menyangka Bapak mengurusi hukum hukum daimyo itu. Sedangkan diri saya hanya satu rink kecil di dalam semua itu-satu titik yang dikendalikan oleh kekuatan mengagumkan yang tak dapat saya lihat." "Betul? Tapi laknya tidak rusak!" "Aku membacanya sesudah melihatmu di kamar tenun itu. tapi ada pikiran lain yang jauh lebih khusus di otakmu. tapi sebetulnya aku benci percakapan dengan diri sendiri.id and dimhad. kelihatan mereka bergerak.webng. tapi di dasar hati ternyata Bapak sangat keras. tapi 69 thanks to. "Aku minta maaf telah melanggar rahasia pribadimu. apa itu?" teriak Otsu sambil meloncat bangun dari tempatnya dekat api.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tindakannya merugikan hukum dan ketertiban. Meski sering melakukannya.. Tiap kali api akan mati. ha! Itu kan cuma beberapa ekor monyet." "Memang. "Ha. Merangkum segala-galanya. di pohon-pohon sana itu?" "Langkah-langkah kaki?" Takuan pun bersikap waspada. kamu. pecahlah tawanya. Bahkan selagi saya duduk di sini sambil merenung. "Otsu. nasib saya pun berubah sedikit demi sedikit. Bergerak pelan. Tapi sesudah mendengarkan baik-baik beberapa saat lamanya. "Saya pikir aneh sekali dunia ini. "Apa Bapak tidak dengar? Kedengaran bunyi gemeresik. pelan. Ia berkata lirih. keduanya hanya duduk diam menatap api. Malam telah penuh. bukan itu maksud saya.. syauqy_arr@yahoo." Otsu diam. Kupikir sikapku itu keliru." "Selama ini saya selalu menganggap Bapak orang baik. dan aku datang kemari justru dengan kekuasaan untuk melaksanakannya. Pikiran saya terasa berputar-putar dalam lingkaran. Tidak.. Takuan mematahkan ranting-ranting kering dan membakarnya. terutama pada masa-masa yang tak menentu ini. seperti langkah-langkah kaki. apa yang kaupikirkan?" "Saya?" "Ya. Aku telah membaca surat-surat yang kauterima itu. dan itu tidak baik." "Oh. Kalau Bapak memandang bintang-bintang itu lama-lama. "Pikiran-pikiran itu memang betul masuk kepalamu.com . Otsu." Mata Otsu sudah bengkak oleh asap. Saya merasakannya.

terhindar dari hal-hal yang jahat dan sikap muka dua di dunia ini. "Apa?" Takuan menatap tanah. Otsu pun melunak. Takuan menatapnya dengan bergumam samarsamar. Kau akan menceburkan diri ke laut dari karang yang terjal. Akhirnya ia bergumam. Rasanya ingin menjerit!" Dan dengan marahnya ia pun menarik lengan kimononya dengan giginya. ya?" "Apa yang dikomat-kamitkan?" "Aku baru saja menyadari bahwa Takezo harus segera muncul. kupikir kau beruntung. kukeluarkan surat-surat itu dan kubaca. Kaupikir aku jelek? Lihatlah dia!" "Apa maksud Bapak?" "Matahachi itu.id and dimhad." Tapi kelihatannya angin nasib sudah sepenuhnya gila? Kadang-kadang orang yang tidak begitu beres otaknya dianggap jenius oleh orang lain." "Bapak jelek! Bagaimana mungkin Bapak melakukan itu! Dan buat membuang waktu pula!" "Untuk alasan apa sajalah. Otsu mulai merasa yakin akan hal ini.co. Tapi setidak-tidaknya sekarang aku tahu. Otsu. syauqy_arr@yahoo. Tenang seperti biasanya. Takuan berkomat-kamit. tak kenal tanggung jawab." "Ya. Kemudian katanya." "Betul begitu? Bagaimana pikiran mereka?" "Saya marah betul. "Otsu. apa yang akan kaulakukan? Tak usahlah kaukatakan. "Apa betul menurut Bapak dia akan muncul?" 70 thanks to. pasti saya temukan! Saya tak akan berhenti.com . "Sudah mulai. Lama-kelamaan kupikir lebih baik jalannya peristiwa justru seperti sekarang." Air mata Otsu bercucuran karena marahnya. seperti sedang menyusun pikirannya. "Sudah larut sekarang. Kuharap dirimu yang manis dan polos itu dapat melewati semua tahap kehidupan tanpa cela dan tanpa luka. aku kenal kau. Apa yang bikin kau kelihatan setengah mati waktu itu. tapi barangkali dia tidak merasa kalian berdua punya janji." "Wanita tidak berpikir seperti itu. aku betul-betul mengharapkan bahwa kau. biarawan itu terus memandang kosong ke api. Kenapa ia mempercayai orang gila yang mau bunuh diri ini? Tanpa menghiraukan tajamnya jawaban Otsu. ya?" "Tentu saja! Sebentar lagi fajar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kemudian ketika aku ada di kamar kecil. Dengarkan. sekadar membuang waktu. dan kemudian suatu hari dia mengejutkanmu dengan surat seperti itu. Termasuk tentang perempuan Oko itu. "Suatu hari nanti akan saya temukan dia! Saya bersumpah.webng. sebelum saya mengatakan langsung padanya pendapat saya tentang dia. Aku senang semua itu sudah lewat sebelum sampai di situ. Takuan kemungkinan orang semacam itu. ya?" Otsu tampak tercengang. "Aneh." sambar Otsu dengan nada getir yang memang disengaja." Melihat wajah biarawan yang tegang itu. apa yang bikin banjir air mata itu. dulu maupun sekarang. lebih dari orang-orang lain. Kalau kau kawin dengan dia. seakan-akan baru melihatnya.

terutama kalau kesendirian itu disertai pengepungan tentara dan pengejaran dengan pedang." Takuan menggelengkan kepala dan katanya." "Kenapa?" desak Takuan. "Apa ruginya kalau aku memainkannya? Suling bertambah baik kalau dimainkan.. Ayolah. Kesendirian bukan alamnya." "Apa itu bukan sekadar impian? Dia barangkali sama sekali tidak di dekat-dekat sini. Dugaanku dia sedang bersembunyi di dalam bayangan kegelapan sekarang ini. mereka itu lemah. tidak persis begitu. Kau bisa saja menganggap itu wajar. Coba kemarikan suling yang kausimpan dalam obi-mu itu. tapi aku akan heran sekali kalau Takezo bisa menolak godaan untuk mendatangi kita dan menghangatkan diri dekat api. Tak mungkin." 71 thanks to.. tak dapat maju atau mundur. ini bukan sekadar impian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu saja!" "Tapi kenapa dia mau langsung masuk perangkap?" "Ah." "Tidak. dan dia sedang bergelut dengannya. biar kumainkan sebentar. syauqy_arr@yahoo.webng. Soalnya. 0. itu saja. "Betul. Otsu." "Tidak. Tak pernah saya mengizinkan siapa pun menyentuhnya.co. hingga Otsu jadi merasa puas bahwa penolakan Takuan itu demikian pastinya. apa yang harus dilakukannya. Ini milik seorang ahli strategi. Ia selalu menyimpan suling itu dekat tubuhnya. "Tak peduli kenapa!" teriak Otsu sambil menggeleng." "Tapi.. "Aku perkirakan Shimmen Takezo berada dekat sekali di sini." Ia berbicara demikian yakin. Ini malahan bukan teoriku sendiri. Manusia hatinya tidak kuat. dan Takuan tahu betapa berharga barang itu untuknya.com . aku tak akan merusakkannya. kita ini kawan atau lawan. begini. "Bukan. memandang kita dengan mencuri-curi. tapi belum lagi bisa memutuskan.id and dimhad. Namun tak pernah Takuan membayangkan bahwa Otsu akan menolak meminjamkannya. Anak malang itu barangkali sedang dilanda keraguan." "Suling bambu saya?" "Ya. Aku tak akan merusaknya." "Apa pun yang terjadi?" "Apa pun yang terjadi. aku pegang saja." Dan Otsu pun mencengkeramkan tangan kanannya kuat-kuat ke suling dalam obinya." "Keras kepala!" "Biar saya keras kepala. Sudah berlusin-lusin suling aku mainkan. dan bertanya-tanya habis-habisan. hanya sifat manusia.

com . Menurutnya hati itu sudah ditakdirkan untuk mati-matian merindukan apa yang tidak bisa diperolehnya. Tapi ia pun sadar akan kehampaan yang ada dalam hati mereka yang tegar itu. dia menangis kalau memainkannya!" pikir Takuan.. Suling itulah satu-satunya barang peninggalan orangtuanya baginya." Takuan berpikir. Saya tidak keberatan lagi. 72 thanks to. Angsa liar yang selalu bermigrasi ke Jepang pada musim gugur dan pulang pada musim semi kini tampak dalam perjalanan kembali ke utara. Aku duduk saja di sini seperti ini. dan ditinggalkan seperti anak kucing telantar di emperan Kuil Shippoji.co. merindukan cinta orangtua yang tidak pernah mereka kenyam. Nah." "Kenapa?" "Karena saya akan menangis. Pada malam ketiga ini. "Mestinya saya tak boleh begitu keras kepala. "Jadi. "Maaf aku telah mengingatkan masa lalu padamu. untuk pertama kali bulan indah berkilau-kilau di langit.. dan sekalisekali larut di balik awan berkabut. "Boleh kulihat?" tanya Takuan. la merasa kasihan akan sifat gigih bercampur keras kepala yang khas anak yatim. Kainnya sobek-sobek." "Itu pun saya tak mau. tetapi juga merupakan suara mereka." la pun mengeluarkan suling itu dari obi-nya dan mengulurkannya pada Takuan lewat atas api." "Hmm. satu-satunya gambaran yang pernah ia punyai tentang mereka." "Tapi kenapa tidak kaumainkan sendiri? Lebih baik aku mendengarkan saja. Kadangkadang suara kuak mereka terdengar di telinga kedua orang itu dari tengah awan-awan. Takuan berkata.id and dimhad." la memutar ke samping dan memelukkan tangannya ke lutut. dan saya tak dapat main suling kalau saya menangis. malahan juga memainkannya sendiri." Dan ia pun merasa kasihan pada Otsu. Bukan maksudku mengganggumu. "Apinya mati. lihatlah. syauqy_arr@yahoo." "Tidak apa-apa. Ambillah suling ini dan mainkanlah." bisik Otsu. Bangun dari lamunannya. "Ya. Otsu selalu merindukan orangtua yang tidak pernah dikenalnya dan mereka pun merindukannya. tapi ia tak mengenal cinta asli orangtua. ada apa? Ada yang tidak beres?" Otsu tidak menjawab.. Suling itu terbungkus dalam kain brokat yang sudah tua dan aus.webng. Mainkanlah untukku sedikit. talinya rantas. "Tidak heran dia begitu enggan meminjamkannya pada orang lain. Ketika ia belum lagi cukup umur untuk melihat cahaya matahari. "Nah. namun masih tampak keanggunan yang antik. suling itu bukan sekadar gambaran tentang ibu dan ayah yang tak pernah dilihatnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan pun mengalah. kalau begitu kamulah yang memainkannya. Masukkan sedikit kayu lagi. "Apa kau menangis?" Otsu tetap diam. Otsu.

la begitu menyatu dalam musiknya. Wajahnya terbenam lebih dalam lagi di antara lututnya. tapi air matanva tidak keluar. Suara basah suling mulai mengalun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Baiklah. 73 thanks to. "Di manakah engkau!" Apakah jeritan ini tidak tercampur rasa benci yang sangat dari seorang perawan yang ditinggalkan dan dikhianati lelaki tak setia? Otsu agaknya sudah mabuk oleh musik dan tenggelam dalam emosinya. "tapi akan saya coba." kata Otsu merendah.id and dimhad. Buku-buku jarinya tampak seperti kurcaci yang sedang tenggelam dalam tarian lambat. Takuan mengangguk acuh tak acuh. Mereka bertukar suling dan bermain musik bersama sepanjang malam. Ia asyik mendengarkan dengan mata tertutup. Saya tidak begitu pandai. Otsu yang mewakili kekuatan dan keluhuran seni. meratapi ketidakabadian dunia ini. menegakkan leher kimononya dan membungkuk ke arah suling yang terletak di depannya. syauqy_arr@yahoo. Ketika nada-nada tinggi terdengar. Takuan merasa dirinya berubah menjadi air mengalir yang berkecipak menyusuri jurang. la membasahi bibir suling dan membulatkan jiwa untuk bermain. Yang ada hanyalah alam semesta yang besar dan diam terselimut malam. "Setan pun tergerak hatinya oleh musik. hingga sukar membedakannya dari alat musik yang dimainkannya. di sekitar anak rambutnya. meloncat-loncat bersama awan-awan. wajahnya yang putih menoleh sedikit ke samping. Tubuh biarawan yang seperti bayangan itu tampak seperti batu karang yang telah berguling turun dari sisi bukit dan menetap di dataran. Terdengar bunyi. Ketika cahaya api sedikit demi sedikit surut. yang secara tak sadar dipeluknya lebih erat lagi. Otsu. betapa dalam dia akan terpengaruh bunyi suling yang dimainkan gadis cantik ini!" Ia ingin menangis. dan menemukannya di tingkat atas gerbang itu. sambil memainkan sulingnya. ia merasa semangatnya terembus ke langit. Apakah ia sedang memanggil ibu dan ayahnya? Apakah bunyi-bunyi yang mendaki langit itu betul-betul melantunkan.webng." la berlutut dengan sikap formal di atas rumput. Takuan tidak bicara apa-apa lagi. rendah. Dengan santun sekali lagi ia mengingkari bahwa ia cakap bermain. pipi Otsu berubah jadi merah tua. Jemari pipih gadis itu menari di atas ketujuh lubang alat musik tersebut." pikir Takuan. seperti gemericik kali kecil. Bunyi bumi dan gaung langit bercampur dan berubah menjadi rintihan sayu angin yang berembus melintas pepohonan cemara. Ia menoleh pada Takuan. dan bermain-main di tempat yang dangkal. Takuan pun teringat akan legenda Pangeran Hiromasa yang sedang bercengkerama pada suatu malam terang bulan di Gerbang Suzaku. Kyoto. Butir-butir keringat muncul di dahi.com . meletakkan barang pusaka yang dipujanya itu ke bibir. Baru kemudian pangeran itu mengetahui bahwa teman bermainnya itu setan dalam bentuk manusia.co. "apalagi manusia yang punya lima macam nafsu. diselarasi oleh suling lain. Pangeran mencari-cari pemain suling itu. Napasnya mulai menunjukkan tanda-tanda lelah. la tampak berbeda dari Otsu yang biasanya.

dan minuman. kemudian sambil menjerit ia melemparkan sulingnya ke sosok hitam itu. Memang itu Takezo. Mari kita bicara. "dan kita dapat saling tukar pikiran. la membuka lipatan tangannya dan memberikan isyarat kepada Takezo.com . Dia mendengarkan kau main suling. dan mari kita bicara. beberapa waktu lamanya. Kedua orang itu tampaknya bahkan menyatu dalam tarikan napas mereka. Diam-diam ia mengangkat tangan dan melambaikan salam.co. Dalam keadaanmu sekarang." Sunyi lagi. Pelarian itu berhenti seakan terpaku di tanah. yang tidak dapat begitu saja diabaikan. sedikit terpesona. memang 74 thanks to. Terdengar seperti binatang yang sedang melata. "Pak Takuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Air mata menuruni wajahnya. bahkan juga simpati manusia. Jaraknya tidak lebih dari lima atau enam meter dari api. Katanya. Takezo mengedip. Kepala Takuan mendongak. Wajahnya yang gelap memperlihatkan ekspresi aneh. Tapi kau berkeras menyeret dirimu ke dalam neraka pribadimu sendiri. kamu yang di sana! Tentu dingin rasanya di tengah embun. Sekalipun terputus-putus oleh sedu sedan tertahan. Datanglah ke dekat api sini dan hangatkan badanmu. "Kemarilah." desak Takuan. makanan. Datanglah ke dekat api ini. la melompat dan memanggil sekuat paru-parunya.id and dimhad." Otsu terkejut dan berhenti bermain. Katanya. la merasa seakan-akan jaring yang dengan hati-hati direntangkannya telah sobek dan ikan pun lolos. syauqy_arr@yahoo. terasa lagu itu bagai berlanjut terus untuk selamanya. Malahan kami juga punya sake. la memandang Takuan dengan mata curiga. "Hai. dan menoleh ke belakang. "Takezo ada di sana tadi. kekuatan yang memerintah. Ke sinilah. "Takezo." Otsu menoleh. Biarawan itu tidak bicara. Kau mengukuhi pandangan yang cukup menyesatkan tentang dunia ini. Kami bukan musuhmu. "Di sini banyak makanan. la melompat seperti kijang yang terperanjat dan lari." Menyusul sunyi penuh tanda tanya. Disilangkannya tangannya pelan-pelan ke dada. apa Bapak bicara sendiri lagi?" "Apa kau tidak lihat?" tanya Takuan sambil menuding. Ditatapnya Takezo semantap tatapan Takezo padanya. Takuan sama kagetnya seperti Takezo karena jeritan Otsu.webng. la memandang langsung ke benda hitam itu. apa kau tidak membuat kesalahan besar? Ada tempat yang menyediakan api. Dan tiba-tiba terlihat gerakan di rumput. "Kemarilah!" Mendengar kata-kata itu. "Takezo! Berhenti!" Di dalam suara itu terasa ada kekuatan yang perkasa. Tapi aku tak akan berdebat lagi denganmu. Sedikit demi sedikit di sudut-sudut mata Takuan muncul kerut-merut yang menandai mulainya senyuman bersahabat.

dan ia tak siap dengan jawaban. terima kasih. Otsu. Karena lapar yang luar biasa." Takezo tidak memperlihatkan sikap kaget secara khusus. Ketika hampir berada di atas mereka. Otsu tidak dapat memandang langsung kepada teman bekas tunangannya itu." la tusukkan ujung sumpitnya ke kentang. kami datang kemari untuk menangkapmu. Saya merasa hangat sekarang. Takezo sekali-sekali mengembus makanan yang masih panas itu dan melahapnya dengan suapan besar-besar. "Bagaimana pendapatmu? Kalau kau akan ditangkap. Takezo mendadak duduk." "Apa sudah cukup?" "Sudah. Sambil berputar langsung menghadap Takezo ia pun berkata. "Kenapa kau datang kemari? Kemarin malam kulihat juga apimu. "Bagaimana kalau mencoba sake?" "Saya tak mau sake. "Enak. Takuan menggelindingkan sebuah batu karang ke dekat api dan menepuk punggung Takezo. Takezo?" Takezo mengangguk dan untuk pertama kali ia menyeringai. Mengerikan. sekalipun agaknya ia ragu-ragu menerima ucapan Takuan itu demikian saja. datang ke dekat api sini. "Manis sekali dan empuk. Tangannya gemetar dan giginya gemerincing mengenai tepi mangkuk. ia bertanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI hampir tidak dapat kau mendengar suara akal sehat. syauqy_arr@yahoo. geletar itu tidak terkendalikan lagi.id and dimhad. Sambil membuka tutup kuali. Otsu memasukkan kentang ke dalam mangkuk dan memberikannya kepada Takezo. la diam saja dan menundukkan kepala.webng." Sesudah sekian lama berkeliaran di pegunungan. Segera ia berkata dengan cukup sopan. dan ia masukkan ke dalam mulutnya. katanya. "Duduklah di sini. "Terus terang saja.com ." "Tidak suka?" "Saya tak mau sekarang. ia keluarkan kentang itu. dan ia beringsut mendekat." katanya. "Terima kasih untuk makanan ini." Otsu meletakkan kuali di atas api. la merasa seolah-olah berada di dekat binatang liar tak terantai. dan Takuan meletakkan guci sake di dekat api untuk menghangatkannya." Pertanyaan Takezo itu mengejutkan Otsu. Mau coba sedikit. Takuan berkata. ia berhenti dan tegak diam. la mengunyah lahap.co. agaknya terhambat oleh semacam rasa malu di dalam dirinya. tetapi Takuan menyelamatkannya dengan langsung mengatakan. Sudahlah. "Rupanya sudah matang. panaskan kentang rebus yang kaubuat tadi. Takuan menyadari bahwa waktu untuk bertindak sudah tiba. Adegan penuh kedamaian ini menghapuskan rasa takut Takezo. ya?" tanya biarawan itu sambil meletakkan sumpitnya. ia takut sake akan membuatnya sakit. apa 75 thanks to." Ketika mengembalikan mangkuk kepada Otsu. memperlihatkan sederetan gigi yang sempurna putihnya. Aku pun sudah lapar. Kemudian ganti la memandang kedua orang itu.

aku. "Aku. tapi sebelumnya akan kubunuh dulu perempuan Hon'iden tua itu dan serdadu-serdadu Himeji. Shimmen Munisai? Apa engkau sudah lupa bahwa nama itu berasal dari keluarga Hirata. "Sakit?" tanyanya sengit. Apa yang akan kaulakukan untuknya? Dia dikurung di benteng Hinagura!" Takezo tak dapat menjawab. menggeleng-geleng marah. tapi sebelum sempat pulih dari pukulan itu ia sudah menerima pukulan lain di sisi lain. syauqy_arr@yahoo.. "Sinting!" guntur suara biarawan itu. tapi pada akhirnya apa engkau bisa betul-betul menang?" "Apa maksudmu. "Orang bebal tak bertanggung jawab! Orang bodoh tak kenal terima kasih.webng. bahkan selanjutnya dari wangsa Akamatsu dari Harima yang terkenal itu?" Takezo menutup mukanya dengan kedua tangannya yang hitam dan kini berkuku panjang itu. "Dengar dulu sebentar. dirimu sendiri?" “Aku tahu aku sudah kalah. Takuan tiba-tiba mengepalkan tinjunya dan menghantam keras-keras rahang Takezo. Bahunya yang tajam mencuat ke atas ketika berguncang bersama gemetarnya tubuhnya yang kurus. Karena terkejut. akulah yang melakukannya atas nama mereka." "Tidak. sekalipun sebelumnya ia berketetapan untuk membebaskan kakaknya. sakit.kemanusiaan.." rengek pelarian itu. ikatan Budha-lah yang lebih lembut dan berperi. aku dapat menang itu?" "Maksudku..co. "Akhirnya aku akan terbunuh. dan matanya basah. terhadap hukum provinsi. Apa. Takuan melanjutkan dengan nada lunak. Karena ayahibumu dan nenek moyangmu tak ada di sini untuk menghukummu. tidak tahu. dan terhadap musuhmu terbesar. 76 thanks to.com . tapi dari antara dua itu." rintih Takezo.. Wajahnya berubah penuh kesedihan.. apa bedanya sekarang ini?" Melihat itu. Takezo pun terhuyung-huyung oleh pukulan itu. "Apa engkau tidak mesti mulai memikirkan nasib wanita yang baik itu? Sudah demikian banyak yang dilakukannya untukmu. tidak!" kata Takezo. Aku mengerti bahwa engkau bertekad untuk bertahan sampai mati.id and dimhad. apakah engkau dapat berhasil bertahan terhadap rakyat yang membencimu. Dan bagaimana dengan kewajibanmu melanjutkan nama ayahmu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tidak lebih baik kalau kau diikat dengan ikatan Hukum Budha? Peraturan daimyo itu hukum dan Hukum Budha pun hukum.. "Ya. kali ini hingga Takezo jatuh ke tanah. juga semua orang yang kubenci! Akan kubunuh orang sebanyak yang aku bisa!" "Dan apa yang hendak kaulakukan untuk kakak perempuanmu?" "Ha …" "Ogin. Terimalah ini!" Biarawan itu pun memukulnya lagi. la tersedu-sedu sedih.

77 thanks to. syauqy_arr@yahoo. tapi tali cinta. kaki dan tangannya terulur. Otsu.id and dimhad. Kalau sakit. Ini bukan tali kekuasaan. seakan-akan akhirnya ia menyerah pada suatu hukum alam yang tak kelihatan. seperti bola kertas kecil.com .co. tidak berusaha bergerak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bagus. Cepat berikan tali itu!" Takezo diam menelungkup di tanah. Nah. berikan ke sini tali itu. tunggu apa lagi? Bawa ke sini tali itu! Takezo sudah tahu aku akan mengikatnya. Takuan pun dengan mudah menduduki punggungnya. Tidak ada alasan bagimu untuk takut atau kasihan padanya.webng. artinya kau masih punya sedikit darah manusia dalam nadimu. Dia sudah siap. bisa saja Takezo menendang Takuan ke udara. Mereka berdua pun tahu itu. Kalau mau melawan. Namun Takezo hanya terbaring pasif.

Takuan pun segera menjadi pahlawan. "sekarang kalian dapat kembali ke ladang kalian dengan damai. Seakan-akan untuk mengecilkan reaksi mereka yang dibesar-besarkan itu. "Dengar. Hari itu hari perhitungan. tapi hukum alam. yang hendak kuminta dari kalian. penduduk Miyamoto. untuk melihat apakah Takuan berhasil melakukan tugas yang mustahil itu. Tapi kalian mesti menghormati hukum." serunya. Pohon Kriptomeria Tua SEKALIPUN pagi itu bukan saat biasanya lonceng kuil dibunyikan.webng. Yang lain lagi berlutut di kakinya. Takuan pun menarik diri dari kerumunan itu dan mengangkat tangan untuk menenangkan mereka. pembebas. tak percaya aku! Tanpa senjata? Tak mungkin!" Orang membanjir ke Shippoji dan memandang ternganga ke arah penjahat yang relah tertangkap itu. yang sudah. dan sekarang ini ada sesuatu yang sangat penting. Kami mau berterima kasih pada Anda!" "Nah. "Aku tidak keberatan. Batas waktu yang diberikan pada Takuan sudah habis." "Bantuan apa?" terdengar pertanyaan dari kerumunan yang ingin tahu. dan pelindung dari yang jahat. Biarawan!" "Kami hanya memberikan penghargaan yang pada tempatnya!" "Lupakan hukum itu. "Orang-orang Miyamoto. bukan alam!" "Jangan merendahkan diri.id and dimhad." Tepik sorak orang banyak pun mereda. la diikat seperti binatang ke pagar tangga di depan bangunan suci utama. seakan-akan mereka sedang menyaksikan wajah jin Gunung Oe yang ditakuti." lanjut Takuan.com . kalau begitu berterima kasihlah padaku. Baiklah. Ngeri oleh sikap mendewakan diri ini. Tentara akan segera pergi!" Bagi orang kampung yang biasa ditakut-takuti itu. sesuatu yang penting. Orang yang melanggar hukum alam akhirnya akan kalah. Bukan aku yang melaksanakannya. Beberapa orang membungkuk rendah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 6. Yang lain mendesakkan diri ke depan untuk menyentuh tangan atau jubahnya. "Bukan aku yang berjasa atas penangkapan Takezo. Takuan pun duduk sedikit ke atas tangga sambil bertelekan pada sikunya. syauqy_arr@yahoo. Beberapa orang menahan napas dan terengah-engah melihat pemandangan itu. dan menyeringai dengan sikap bersahabat. namun gema suara lonceng yang berat teratur itu terdengar mendayu-dayu di seluruh kampung dan menggaung sampai jauh ke pegunungan.co. sudahlah. "Takezo sudah tertangkap!" "Betul? Siapa yang menangkap?" "Takuan!" "Ah. kepala hampir menyentuh tanah di halaman kuil. Penduduk kampung bergegas menuju bukit. 78 thanks to." "Jangan melucu begitu! Anda yang menangkapnya. Hukum itulah yang harus kalian hormati. Ada yang mau kukatakan kepada kalian. Berita keberhasilannya menyebar seperti api liar. Aku membutuhkan bantuan kalian.

" Badan Osugi berguncang hebat. dia yang membuat anakku jadi brengsek Takuan berhenti bicara dan tampaknya sedang memikirkan kemungkinankemungkinannya. ia mengangkat ranting pohon itu. binatang yang ditakuti ini sudah ada di sini dalam keadaan hidup." Selagi dia!" Pada saat itu. dia jahat! Kalau kita biarkan hidup. dialah Osugi si pemarah itu. dia akan jadi kutukan buat kampung ini. dan ia menunjuk Takezo. "Kami tahu!" Takuan kembali mengambil sikap hakim. kalau boleh aku mengatakannya. Akan kita bunuh dia. Tapi kalau aku berhasil. aku yakin kalian pernah melihatnya. Memang tak ada orang yang mengerti dia. dan ia menjerit. Sebetulnya dia tidak jelek. "Karena pembunuh inilah hidup anakku hancur. "Nah. seorang perempuan tua mendesakkan diri ke depan dan menyingkirkan orangorang lelaki yang badannya dua kali lebih besar darinya dengan tusukan-tusukan tajam sikunya.webng. Dia tidak begitu mengerikan. Apa tak akan lebih baik kalau kelak Ibu mengangkat menantu lelaki Ibu sebagai ahli waris dan memberikan padanya nama Hon'iden yang terhormat itu?" "Berani betul kamu berkata seperti itu!" Tiba-tiba janda bangsawan yang sombong itu meledak sedu sedannya. dan pekiknya. "Padahal tanpa Matahachi tak ada yang akan meneruskan nama keluarga kami!" "Yah. adalah kalau aku tidak membawa pulang pelarian itu dalam tiga hari. "Aku tak peduli dengan pendapatmu. atau kita lepaskan?" Terdengar suara heboh tanda tak setuju dengan gagasan untuk melepaskan Takezo. buah hatiku itu. "Aku tak akan puas kalau dia hanya dibunuh! Biar dia menderita dulu! Lihat saja mukanya yang mengerikan itu!" Sambil kembali menoleh kepada tawanan.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Cuma ini: apa yang akan kita lakukan terhadap Takezo sekarang? Janjiku kepada wakil Keluarga Ikeda. memuakkan!" Dan ia pun menyabetkan ranting di tangannya beberapa kali kepada Takezo. sementara Osugi menoleh kepada Takuan dengan pandangan mengancam. Tak salah lagi. kalau begitu apa yang akan kita lakukan dengan dia? Seperti kalian lihat. kemudian menoleh pada orang-orang kampung. sebetulnya cuma kroco belaka.id and dimhad. akulah yang menentukan nasibnya.co. si orang lembek ini. aku akan menggantung diri di pohon kriptomeria besar itu. Sampai di tangga. "Apa yang Ibu inginkan dariku?" tanya biarawan itu. dia sampai kemari ini tanpa perkelahian. suara-suara marah dan tak sabaran terdengar dari belakang. "Bunuh dia! Bunuh 79 thanks to. Takezo menyeringai kesakitan." balas Takuan." Kemarahannya timbul lagi. Satu orang berteriak. "Matahachi itu. ia membelalak pada Takezo sejenak. "Mesti kita bunuh dia! Dia tak berguna. "Dialah yang menyesatkan anakku. "Kamu makhluk rendah. kan? Sebetulnya." Orang banyak mulai berbisik-bisik. sampai akhirnya la kehabisan napas dan tangannya jatuh ke samping tubuhnya. Sambil mengacungkan ranting pohon arbei ke udara ia pun berteriak. syauqy_arr@yahoo.

"Ada apa di sini? Ini bukan pertunjukan ekstra! Pergi semua dari sini! Kembali kerja. "Tak ada alasan mengusir orang-orang baik ini. "Tingkahku? Dengar. "Omong kosong!" Melihat si Jenggot Jarang sudah siap menjawab. "Takuan. la mulai meludah dan menggerutu. Pulang. Aku punya hak untuk membalas dendam. Aku mengundang mereka kemari justru untuk dengan cepat membicarakan apa yang harus dilakukan terhadap Takezo. tapi tertawa terpingkal-pingkal. "Biarkan aku yang memutuskan. Orang itu si Jenggot Jarang. Kapten mulai mencari-cari alasan. 80 thanks to. kemudian kepada Osugi. Tapi sebagai wakil resmi Yang Dipertuan Terumasa. Biarawan!" kata Kapten memperingatkan. "Tidak!" sela Takuan. "Kau tak perlu bicara dalam soal ini. Beri aku kesempatan. syauqy_arr@yahoo.co. Kerumunan orang terbelah menjadi dua seperti kain sobek. Tidak usah kau menyusahkan diri. "Apanya yang lucu? Hah? Kaupikir semua ini lelucon?" "Tingkahku?" ulang Takuan. kau pasti akan menerima uang yang sudah ditawarkan pemerintah sebagai hadiah.webng. "Perhatikan tingkahmu." Ia meminta kepada khalayak. dan akhirnya kepada orang banyak. Tiap kali tawa itu seperti akan berhenti. Jenggot Jarang. dia juga pelarian dari Sekigahara. Dia harus dikembalikan kepada pemerintah!" Takuan menggelengkan kepala." Takuan tidak berusaha menjawab. Aku tahu apa yang mesti dilakukan terhadapnya!" Tepat pada saat itu satu teriakan keras dan marah menghentikan perempuan itu. la pun berkata dengan suara menggelegar. ia pun mengangkat jari menyuruhnya diam. "Shimmen Takezo ini tidak hanya sudah melakukan kejahatan-kejahatan berat dan serius terhadap hukum provinsi. adalah kewajibanku untuk mengambil tanggung jawab atas tawanan ini.id and dimhad. Memikirkan dia pun tak perlu. akan kulepaskan Takezo sekarang juga di tempat ini!" Terengah-engah orang kampung serentak mulai menyingkir.com . "Siap?" tanya Takuan sambil menjangkau tali yang mengikat Takezo. kuperingatkan. "Kalian sudah dengar apa kataku! Ayo jalan! Apa yang kalian tunggu?" Ia melangkah dengan sikap mengancam ke arah mereka. dan tawanya pun pecah lagi. Cepat!" Terdengar kaki-kaki diseret." la berdiri tegak dan membelalak kepada Takuan." "Diam kamu!" perintah Kapten. "Bukan itu yang sudah kausetujui!" Merasa martabatnya terancam. Hukumannya tidak bisa ditentukan oleh rakyat. apa kau bermaksud melanggar persetujuan kita dan tidak memenuhi janjimu yang suci? Kalau benar demikian. Tangannya tertumpang di pedang. tapi lalu meningkat lagi. Orang-orang yang ada di depan mundur dengan mata melotot. dan orang yang baru datang itu pun berjalan cepat ke depan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI seperti dia sendiri. Nasib tawanan ini tidak lagi menjadi kepentinganmu. Kemarahannya sedang menjulang. tapi tak seorang pun mau pergi.

Menghadap kepada khalayak. Lalu tahanlah dia kalau kau bisa!" "Tunggu dulu." Walau tangan samurai itu sudah mencengkeram gagang pedang. Bagaimana?" Usul biarawan itu terdengar sangat kejam oleh para pendengarnya. seolah akan melepaskan belenggu tawanan itu. berikan kepalanya padaku untuk kubawa pulang. Apa yang akan kita lakukan? Perempuan itu bilang." Di dahi samurai itu bermunculan titik-titik keringat.. dan berikan jawabannya padaku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kapten bungkam. Kalian dapat menyelesaikan perkelahian itu berdua. Takezo dinaikkan ke sebuah cabang. biarawan itu mengambil sikap sungguh-sungguh lagi. Namun kegembiraan karena telah menangkap "binatang liar" itu tidak juga usai. sekitar 81 thanks to. yang mengatakan.com . itu akan memberikan nama jelek pada kami para pendeta. la tampak begitu menyesal. dan diseretnya Takezo seperti seekor anjing menuju pohon.. "Kenapa?" "Ya.. Bagaimana kalau dia diikatkan ke cabang pohon kriptomeria itu beberapa hari: Kita dapat mengikat tangan dan kakinya.. Takuan pun mengangguk. hingga mula-mula tak seorang pun dapat menjawab.. Beberapa potong tali disambung-sambungkan menjadi satu. Kecuali Osugi. dan kuil-kuil akan bangkrut dalam waktu singkat. "Dan kalau kulepaskan dia akan kusuruh dia pertama-tama menyerangmu. "Kuminta kalian bicarakan hal ini sekali lagi di antara kalian. tidak cukup membunuhnya seketika. "Tunggu. "Takuan. lebih! Biar dia tergantung di sana sepuluh atau dua puluh hari. Cuma akan bikin kesulitan lagi. "Baik. Cuma. Jadi!" Ia memegang tali yang sudah dilepasnya dari pagar. Tawanan itu berjalan tanpa perlawanan. Burung-burung gagak barangkali akan mematuk bola-bola matanya. hingga beberapa orang yang berhati lunak merasa sedikit kasihan kepadanya.." la hampir menggagap.co..." Takuan terus berlalu. betul tidak? Tak seorang pun akan mempercayakan mayat keluarga mereka. kan?" "Kepalanya untukmu! Tak bakalan! Urusan kependetaan antara lain memimpin upacara pemakaman.." Tanpa panjang kata. Adil. kalau kami hanya akan membuangnya. kepalanya tertunduk tanpa katakata. tidak. Tapi membuang mayat atau bagian-bagiannya. Takuan tidak tahan untuk tidak mengejeknya. Tak boleh dia dilepaskan. gagasanmu itu menunjukkan kau sungguh-sungguh bijaksana. karena. karena. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Dengarlah! Kau bisa membunuh Takezo sendiri. Lalu aku sendiri akan datang memberikan pukulan maut. sebentar saja!" "Aku sudah memegang janjiku. tak berperi-kemanusiaan. Tapi kupikir kita harus menggantungnya seminggu lamanya—o. dan dengan penuh semangat semua orang ikut serta dalam kesenangan itu.webng. dan dia akan merasakan cuaca siang dan malam. kita harus menyiksanya dulu. "Dia sudah terikat. Ini.. ini pedangku.

sebelum akhirnya sampai pada satu kesimpulan. Otsu mulai merasakan kesenduan yang aneh dan amat sangat apabila ia berada sendirian di dalam kamar. tapi pikirannya masih terus digeluti oleh masalah itu. la merasa pengalaman ini telah memberikan pemahaman ke dalam hatinya sendiri. Air matanya tumpah ke meja kecil yang dipernis itu. la membutuhkan keakraban dan rasa kebersamaan. Karena harus mondar-mandir ke kampung untuk menyampaikan ini-itu.com . Oh. Dan lagi di sekitar kuil selalu ada beberapa orang. Duduk bertopang dagu menghadap meja rendah di dekat jendela. Tapi menyuarakan perasaannya itu sama sekali tidak meredakan kebenciannya kepada Matahachi. Satu orang yang kuat dan sepenuhnya dapat dipercayai. yang nyata. Satu saja yang mengenalnya dengan baik. Sesudah memutuskan hukuman untuk Takezo. Orang-orang di sekitarnya maupun keramahan hidup di kuil tidak dapat meredakan perasaan terpencil yang sekarang ia rasakan. Bukan di luar. Kata-kata Takuan masuk langsung ke dalam hatinya. sekiranya ia punya seorang teman! la tidak membutuhkan banyak. syauqy_arr@yahoo. ia lebih mirip boneka jerami besar daripada seorang manusia hidup. ada soal-soal dan hal-hal tak menentu di dalam dirinya yang tidak dapat dijawab oleh sebatang bambu. Takuan tak punya waktu lagi untuk duduk bercakap-cakap dengan Otsu seperti yang ia lakukan di pegunungan itu. Sesuatu yang harus ada. dan kabut. "Semua memuakkan!" katanya keras. menghangatkan dan meneranginya. tapi di dalam diri seseorang. Takuan tidak sama sekali berada di luar dirinya. Baik. Sadar akan penemuan ini. Namun ia merasa lebih sepi kini daripada sewaktu tiga hari lamanya berada di sisi bukit terpencil. Sekembalinya ke kuil dari pegunungan itu. Ia menyadari. Tinggal sendirian bukanlah hal baru baginya. Api atau lampu mana pun tak dapat menandingi. Dalam keadaan terikat. Itulah yang ia rindukan. namun tak tahu ia apakah itu. pepohonan. Kemudian sampailah ia kepada kesadaran polos bahwa ia kesepian karena Takuan tidak ada di dekatnya. kesepian ternyata seperti rasa lapar. ia menimbang-nimbang perasaannya setengah hari lamanya. tapi waktu itu ada juga Takuan. Kepalanya berdenyut. hampir sepanjang waktu Takuan rapat di kamar tamu dengan samurai Himeji.webng. bukan sekadar hidup yang mengamati. Tapi pada saat seorang gadis mencapai umur enam belas tahun. dan diikat erat. Memang selalu ada suling itu. Ia bertanya-tanya kenapa demikian. Otsu duduk kembali. Di pegunungan yang ada hanya kesunyian.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sepuluh meter tingginya dari tanah. itulah yang ia dambakan sekali sampai ia hampir gila. Darah yang bergejolak di dalam nadinya membuat pelipisnya biru. Kesepian berarti merasa kekurangan sesuatu. hanya berteman Takuan.co. 82 thanks to. la memiliki segala yang menyenangkan di rumah. Kesadaran datang bagai wahyu. ia pun berdiri. Satu orang yang dapat disandarinya.

." jawab Otsu." "Tapi saya. Tak ada berita kapan Matahachi kembali.. Bu... Pekerjaanku banyak sekali. Terkejut dari lamunannya. Tapi ambilkan dulu teh untukku. ia membungkuk rendah di hadapan perempuan tua jelek itu. Karena takutnya. tapi pembantu pendeta tidak menyuguhkan minuman. aku perlu bantuanmu. Osugi langsung duduk. Tapi yang jelas. tapi. "Tentu saja bodoh kalau aku percaya kata-kata Takezo si tukang bohong itu. syauqy_arr@yahoo. Apa pun yang terjadi nanti.id and dimhad." "Siapa lagi yang bisa masuk rumah Hon'iden. Di dapur kuil." "Apa kamu mau bilang keberatan? Apa kamu tak ingin tinggal di rumahku? Kebanyakan gadisgadis akan melompat mendapat kesempatan itu!" "Bukan. "Aku ingin bicara tentang Matahachi.com .. Tenggorokanku kering!" Otsu menurut dan mengambilkan teh. api untuk memasak makan malam menyala terang.. "Kamu tak akan melakukan hal seperti itu. "Baiklah kalau begitu. "Menantuku yang baik.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Diam-diam pintu di belakangnya bergeser terbuka. ada satu hal kecil yang ingin kubicarakan denganmu. pendeta yang bertindak sebagai pelindungmu di sini sudah menyetujui perkawinanmu dengan anakku... kalau bukan istri Matahachi?" "Tak tahu saya." kata perempuan tua itu tanpa pendahuluan lagi. Jadi. kan?" Otsu mengeluh pelan. Aku baru saja bicara dengan Takuan dan samurai Himeji itu.. di sinilah kamu sembunyi! Duduk di sini dan membiarkan hari lewat sia-sia!" Tubuh Osugi muncul di pintu. "Kamu tahu omongan orang.co. "Ah ha! Jadi.. "Ya. sesaat Otsu ragu-ragu sebelum menyambut perempuan tua itu dan meletakkan bantal tempat duduk. aku percaya kamu tak punya pikiran buat melanggar janji.. Tak dapat kukerjakan sendiri. dan keluarga Hon'iden sudah menerimamu sebagai istri anakku. aku gembira!" Ia berbicara seolah-olah menangguhkan suatu pertemuan. Karena itu aku ingin kamu tinggalkan kuil ini dan menetap bersamaku. "Karena kau sudah mengakui ada hubungan di antara kita. bukan itu. Tanpa menunggu katakata tuan rumah. tapi rupanya Matahachi masih hidup dan tinggal di provinsi lain.webng. Tapi. "Aku tak yakin." "Betul?" kata Otsu dingin." Osugi memulai dengan nada-nada megah." "Eh." 83 thanks to. tak bisa aku terlalu banyak memaksanya. Dan karena menantuku juga repot dengan keluarganya sendiri..

Aku ingin kamu mengawasi baik-baik kedua orang itu. Tanpa menghiraukan bingungnya gadis itu. Ibu tidak keberatan saya tinggal di sini?" "Sementara tidak. "tapi aku baru saja terima perintah dari Himeji untuk pulang.. Otsu tak lagi memandang bentuk bayangannya dan langsung bergegas membuka jendela." Otsu tak berdaya untuk membantah. aku perlu mengatur supaya kamu belajar melakukan pekerjaan ladang. saya mengerti. tak bisa diketahui apa yang mungkin dilakukan Takuan. Sesudah itu. waktu kepala Takezo sudah terpisah dari badannya." jelasnya. menangkap tangan Otsu dan meremasnya keras-keras. sayang sekali. Mata yang menyambutnya ternyata mata Kapten. "Rupanya mereka sedang melakukan penyelidikan tentang kejadian di sini. apa yang hendak dilakukan biarawan yang tak bisa diduga itu atas Takezo. "Aku masih belum merasa pasti. Kamu tak bisa tinggal di dua tempat sekaligus. la takut bicara lagi. dan berlaku seperti nyonya bangsawan. ia tersentak mundur karena kagetnya. sampai Matahachi kembali." "Jangan sampai lupa!" salak Osugi seraya mendesis keluar dari ruangan itu. Kalau kamu tidak khusus berjaga malam hari.. "Otsu! Otsu!" Karena berharap orang itu Takuan. Siang dan malam.webng. seakan-akan sudah lama menanti kesempatan. Mereka bisa bersekongkol!" "Jadi." "Sama sekali jangan!" Nada Osugi terdengar pasti. Kepalanya masih berdenyut." Otsu berusaha menarik tangannya. kan? Kamu datang dengan barang-barangmu ke rumah keluarga Hon'iden nanti. Tapi Takuan yang gila dan keras 84 thanks to. "Bisa-bisa kamu mulai memikirkan lelaki lain. Aku akan mendapat nama baik. Kapten mengulurkan tangan. muncullah sebuah bayangan di jendela yang tertutup kertas itu. Tugasku menjaga supaya kamu tidak berlaku tak senonoh. "Dan ada satu hal lagi. menjahit lurus keliman. Suara lelaki memanggil pelan. kalau begitu jangan membuang-buang waktu lagi! Kumpulkan barang-barangmu!" "Sekarang juga? Apa tidak lebih baik menunggu?" "Tunggu apa?" "Sampai. Mengerti?" "Ya. syauqy_arr@yahoo. aku bisa mengatakan telah melaksanakan tugas dengan penuh kehormatan.co. Aku khawatir." kata Osugi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nah. Sementara itu.." "O. begitu. memelihara ulat sutra. Pembicaraan tentang Matahachi itu membuat dadanya sesak." katanya.com ." "O. tapi cengkeraman kapten itu terlalu kuat. sampai kita yakin bahwa Takezo mati.id and dimhad.. jangan-jangan air matanya membanjir. la mengangkat kepala dengan angkuhnya. "Kau sudah berbuat baik padaku. "Kalau saja aku bisa memperoleh kepala Takezo. Ketika jendela dibuka.

co." "Surat itu tidak merisaukan saya.webng. Surat ini sungguh surat yang lucu! Sesungguhnya dunia kita ini beruntung karena diberkati dengan samurai yang demikian terkemuka dan jujur! Dia demikian berani. Otsu dapat mendengarnya bergegas menuruni tangga. Ambil surat ini. Kupikir kau ada di pihakku. "Otsu. hingga dia menuliskannya. dan baca kemudian kalau tak ada orang melihatmu.Takuan memanggil. sampai-sampai mencoba menyuapmu dengan cinta dan uang sekaligus. Ketika ia selesai membaca. "Kasihan! Dia begitu putus asa. Si penulis akan memperistrinya." "Apa yang kaupegang itu?" "Surat." "Dari siapa?" "Bapak ini mau campur tangan saja!" "Ingin tahu. kau belum makan?" Otsu mengenakan sandal dan keluar. karena di dalamnya terdapat sepotong besar uang emas. dan ingin menyelidiki." "Cuma buat mengisi waktu?" "Itu alasan yang sama baiknya dengan alasan yang lain. syauqy_arr@yahoo. nama yang menurut pengakuan si penulis sendiri termasuk salah satu prajurit paling ternama di daerah itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kepala itu tidak membiarkan aku memilikinya. dan sesudah membacanya Takuan pun tertawa dengan riangnya. Surat itu ditanda-tangani oleh "Aoki Tanzaemon". hingga seorang gadis dia minta menggantikannya memotong kepala. Nak. Bukan mau campur tangan!" "Apa Bapak mau lihat?" "Kalau kau tidak keberatan." Otsu menyerahkan surat itu. Dia tak mau mendengarkan apa pun yang kukatakan. dan pergi seketika itu juga. Otsu ingin tertawa terbahak-bahak.id and dimhad. Namun isi tulisannya sendiri cukup jelas: ia minta Otsu memotong kepala Takezo dalam beberapa hari itu dan membawanya ke Himeji.com . Barang itu ternyata lebih dari sekadar surat. 85 thanks to." "Lain lagi?" "Ya. itu sebabnya aku datang kemari. Kepala saya sakit. ke jalanan. dan Otsu akan hidup di tengah kekayaan dan kemuliaan selama hidupnya." kata Otsu. "Rasanya saya tak ingin makan. Dan demikian bodohnya." Kapten memasukkan surat itu ke tangan Otsu. tapi ia terlalu murka waktu itu. Otsu tidak bisa berbuat lain kecuali tersenyum." "Ini. "tapi apa yang akan saya lakukan dengan uang ini?" Ia menyerahkan kepingan emas itu kepada Takuan. Saya tidak keberatan sama sekali.

Kita membutuhkannya untuk membersihkan semua bunga mati." "Tapi kalau hujan itu lebat. Lebih baik saya berpura-pura tak pernah melihatnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Barang ini cukup besar nilainya. "Angin. Saya bisa ditagih kemudian hari." Takuan termenung. ya? Akan hujan malam ini barangkali. "Kalau aku takut mati.. apa yang akan terjadi dengan Takezo?" "Hmmm." Takuan pun pergi ke depan kuil." "Jangan khawatir. di mana terdapat kotak derma." "Musim semi sudah hampir lewat. terdengar panggilan dari cabang-cabangnya di atas. kenapa pula aku mesti diam saja ketika kau mengikatku?" "Kau melakukan itu karena aku kuat dan kamu lemah!" "Itu bohong. "Kulihat kau masih segar bugar. Sudah berabadabad lamanya tidak hujan. ia sentuhkan uang itu ke dahinya. sebagai tanda hormat kepada sang Budha. dan sang Budha menyerahkannya kepadamu. "Kalau dipikir sekali lagi." "Saya tak mau.. "Biarawan babi kamu! Penipu kotor! Coba berdiri di bawah sini! Ada yang mau kukatakan padamu!" Angin menerpa deras cabang-cabang pohon itu. Kuharap itu bukan sekadar daya palsu. Aku pintar membuang uang..com . jadi sudah waktunya turun hujan lebat. dan kau tahu itu!" "Kalau begitu." 86 thanks to. ia berkata." Tanpa protes lagi Otsu memasukkan mata uang itu ke dalam obi-nya. ini tak akan mengganggu. Cuma akan bikin sulit." kata Takuan sambil menimbang-nimbang barang itu dengan tangannya. "Takuan! Takuan!" "Apa? Kamu yang memanggilku. Baru saja kedua orang itu menoleh ke arah pohon kriptomeria.id and dimhad. Takezo?" Ketika Takuan menjeling untuk melihat ke atas pohon." "Emas ini bukan lagi milik Aoki Tanzaemon.webng. Suara Takezo terdengar patah-patah dan putus-putus. Sebelum memasukkan mata uang itu ke dalamnya. karena kau tahu akan segera mati. Takezo. Kemudian. cocok betul buatku. Daun-daun berguguran di sekitar pohon dan mengenai wajah Takuan yang menengadah. Biarawan itu tertawa. Simpanlah untuk keberuntungan-mu. Takezo pun menghujankan kutukankutukannya. termasuk menghilangkan kebosanan orang. sambil menengadah ke langit. yang tidak segar-bugar. "Itulah yang merisaukan saya. Tapi kemudian ia berubah pikiran. Aku berani mengatakan. Bagus." "Diam kamu!" teriak Takezo. Otsu. Ini sudah menjadi persembahan bagi sang Budha. melainkan sangat marah.co. akan kukatakan dengan cara lain: aku pandai dan kamu bodoh. syauqy_arr@yahoo. lebih baik ini kausimpan.

id and dimhad. Sungguh menjijikkan. berpikir pun kamu tak bisa. Perbuatan berani semata-mata seakan-akan dapat membuatmu menjadi samurai. Takezo?" 87 thanks to. "Kenapa tidak kaupenggal saja kepalaku. Lupakan yang sudah terjadi. Kubiarkan kau menangkapku karena kupikir kau lain dari yang lain.co.webng. pandir! Susahnya. munafik! Aku tidak malu! Ibu Matahachi boleh menyebutku apa saja semaunya. syauqy_arr@yahoo. Jauh lebih mengerti daripada kamu!" "Rasanya lebih baik kalau orang-orang kampung itu yang menangkapku. hai." "Dengar. Sudah terlambat untuk menyesal. temanku yang terbaik. tapi apa yang dia lakukan? Dia mencoba menghasut orang banyak untuk menyiksaku! Membawa berita untuknya tentang anak yang disayanginya. "Kenapa kau melakukan lni?" bungkah jerami itu menjerit.com . kenapa tidak kaucoba memikirkan masa lalu sedikit?" "O. bagaimana pemandangan dari atas." "Kalau aku mau melawanmu di gunung itu. Takuan!" "Aku dengarkan." "O." "Itukah kesalahanmu satu-satunya. katamu kau mengerti juga Jalan Samurai. Tapi biar bagaimanapun kau tidak melakukannya. aku bisa dengan mudah melumatkanmu seperti ketimun dengan sebelah kakiku. Semakin kau yakin. diam kamu." kata Takuan tak sabar. Dan sekarang. itulah satu-satunya sebab kenapa aku menerobos rintangan dan datang kemari.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau mungkin benar. Aku tak mengira akan dihina seperti ini. monyet pohon! Itu tak baik buatmu." "Jangan menggeliat terlalu banyak. di mana kau berada? Tertangkap dalam perangkap yang kaupasang sendiri!" Takuan berhenti sebentar. Takezo? Apa segala yang pernah kau lakukan itu bukan kesalahan? Selagi kau di atas. kalau memang masih ada sisa darahmu. memang aku mengerti. jadi lebih baik kau meninggalkan jalan pikiran itu. bajingan! Kau menyuruhku percaya padamu. hai. Paling tidak. Kewajibankulah untuk datang menyampaikan kepada perempuan setan tua itu apa yang terjadi dengan Matahachi. habis perkara! Kupikir. Dan terus terang. Kau rupanya salah mengerti. Padahal tidak begitu! Kau merasa yakin bahwa tindak kesetiaanmu itu benar. semakin kau merugikan dirimu dan semua orang lain. Takezo." "Kau mengecohku dengan khotbahmu yang muluk-muluk. tapi kau berkhianat. Apa itu pelanggaran atas tata krama prajurit?" "Bukan itu soalnya. tapi Matahachi temanku. mereka manusia." "Itu bukan persamaan yang sangat menyanjung. "Tapi omongomong. itu sangat tak pantas." "Langsung saja pada soalnya. orang sesat yang malang. cuma bikin kau berdarah. kalau aku memang harus mati lebih baik kaupilih cara menghukumku daripada membiarkan orang banyak yang haus darah itu melakukannya. Walau kau seorang biarawan. Aku betul-betul bodoh membiarkan kau menangkapku.

atau akan kugantung juga kamu bersama dia di sana. katakan pada mereka bahwa tepat sebelum kau mati.co. Sebelum kau berubah jadi daging kering." seru Takuan sambil menyikut Otsu dengan keras. Saya dengar semuanya. Biarlah dia mati dengan damai!" Begitu berangnya Otsu. apa pula ini? Apa teman seperjuanganku sudah berbalik melawanku?" "Kasihan. atau mestinya begitu! Takezo benar. Kalau Bapak bermaksud membunuh dia." "Itu tidak berperikemanusiaan. Begitu sadar. sungguh saya benci pada Bapak." "Lho.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Babi kamu! Tak akan kulupakan perbuatanmu ini!" "Kau akan segera lupa segalanya. "Tapi saya mesti dikasih kesempatan bicara juga." "Saya tak mau!" "Jangan kamu keras kepala lagi. Tahan mulutmu. bunuh saja. Mereka akan girang sekali mengetahui bahwa kau sudah memperoleh bimbingan yang begitu baik." "Kalau begitu.com . saya tak mau. akhirnya ia akan melunakkan dan meringankan hukuman itu. menertawakan orang-orang tolol macam dia. cobalah pandang dunia luas di sekitarmu. "Perempuan tak tahu apa-apa soal ini. Otsu. Tidak betul kalau Bapak menertawakan kesengsaraannya selagi dia terbaring setengah mati di sana." "Kebetulan itulah satu-satunya kelemahanku.webng. Otsu sudah tertelungkup di pohon. Takuan Soho yang akan menghukum Takezo dengan hukuman yang menurut dia cocok. Orang kampung percaya bahwa kalaupun biarawan itu mengikat Takezo sementara waktu. Pak! Kalau mendengar Bapak bicara seperti itu.id and dimhad. walau kau mempelajari hakikat hidup ini sudah terlambat sekali. hingga yang kaudapat untuk keluargamu hanyalah aib. kalau kau sampai di dunia sana dan bersatu dengan nenek moyangmu. "Pak Takuan. Saya sudah ikut Bapak ke pegunungan dan tinggal di sana tiga hari tiga malam. dan ubahlah cara berpikirmu yang cuma mementingkan diri sendiri. Takezo. hukumlah dia! Bunuh dia! Sekarang." "Tidak." Otsu yang selama itu berdiri terpaku tidak jauh dari situ datang berlari lari dan menyerang Takuan dengan suara nyaring. Tak pernah ia membayangkan bahwa Takuan bisa demikian kejam. tinggalkan aku sendiri. ada orang bernama Takuan Soho yang mengatakan hal ini padamu. tidak seperti biasanya. sekarang! Pergi. ini sudah keterlaluan! Saya dengar. bukan?" "Tak ada hubungannya itu. waktu dia mengatakan percaya pada Bapak dan membiarkan Bapak menangkapnya tanpa perlawanan. Perhatikan dunia manusia. Bagaimana Bapak bisa begitu kejam pada orang yang mempertahankan diri pun tak bisa? Bapak kan orang saleh. "Diam kamu!" kata Takuan dengan sikap brutal. la menempelkan muka dan dadanya ke batang pohon dan mulai meratap. hingga disambarnya dada Takuan dengan kalut. Sekarang Takuan mengaku 88 thanks to. habis perkara! Takezo sudah pasrah untuk mati. syauqy_arr@yahoo." "Pergi dari sini. Kemudian. tak mau!" pekik Otsu.

langit menangis juga. "Angin makin keras. Apakah yang membuat orang banyak itu membencinya seperti iblis dan memburunya seperti binatang? Punggung dan bahu Otsu naik-turun karena sedu sedannya. Otsu! Kau ini bayi cengeng! Kau menangis. dan kelihatannya akan datang badai besar. sekalipun kimononya yang basah kuyup sudah menempel ke kulitnya dan ia kedinginan sampai ke tulang sumsum. Otsu tidak juga beranjak. Dan kalau tak ada seorang pun yang dapat la percayai.id and dimhad. Angin bersiul keras lewat cabang-cabang atas yang berayun-ayun lebar ke sana kemari." Otsu tidak menjawab. Takezo dapat menangis. Batangnya kuno dan besar. Otaknya dipenuhi gambaran yang baru terbentuk tentang bagaimana seharusnya seorang lelaki. membuat dingin tulang punggungnya. Sekalipun air sudah mengaliri punggungnya. la tak sanggup pergi." seru Takuan sambil memayungi kepalanya dengan tangan. Sungguh ia mirip anak seorang samurai! Sungguh ia berani! Ketika Takuan pertama kali mengikatnya. Takuan berlari ke tempat berteduh di kuil. Titik-titik air besar jatuh di leher kimononya dan mengalir menuruni punggung. la menggosokkan pipinya yang basah oleh air mata ke kulit pohon. Otsu. terbuai olehnya. karena itu ayo masuk..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahwa kelemahannya adalah menikmati Takezo menderita! Otsu menggigil melihat kebuasan manusia ini. Titik-titik hujan menimbulkan titik-titik putih saat menghunjam tanah. Masih bergayut erat pada batang pohon. kalau Takuan yang ia percayai dengan sepenuh hati saja dapat menjadi orang yang tak berhati.com . Tidak terpikir olehnya kenapa ia mesti menderita semata-mata karena Takezo menderita. Jadi. mengalir turun dari penjaranya yang genting di cabang-cabang pohon di atas itu. Sampai saat ini Otsu terbawa arus pendapat orang banyak. la merasakan kehangatan aneh pada pohon ini. tapi tidak 89 thanks to. "Ayolah. dan sekali lagi belum lama ini. "Kita basah kuyup nanti. demikian besar hingga sepuluh orang tidak dapat mencakupnya dengan rentangan tangan. tapi tak dapat melihatnya karena badai.co. tanpa memiliki gambaran nyata tentang manusianya sendiri." Kemudian nada ejekan itu hilang dari suaranya. Ketika pikirannya tertuju kepada Takezo. hujan jadi tak berarti lagi.webng. Dalam batang itu la merasakan darah Takezo beredar. Serta-merta ia memanggil namanya. Otsu melihat kelemahan Takezo. seluruh dunia ini tentunya jahat luar biasa.. Jangan buang-buang air matamu untuk orang yang biar bagaimanapun akan mati! Ayo!" Sambil menutupkan ujung kimononya ke kepala. Diam-diam ia berdoa agar hidup Takezo terselamatkan. "Semua ini salahmu. syauqy_arr@yahoo. Dalam beberapa saat saja hujan deras turun. la berjalan berputar-putar mengelilingi pangkal pohon dan berkali-kali memandang ke Takezo.

jangan-jangan ia dianggap salah seorang anggota keluarga Hon'iden. "Siapa?" terdengar suara Takuan dari dalam. syauqy_arr@yahoo. Air yang melimpah dari talang menimbulkan selokan-selokan yang dalam di tanah ketika menderas menuruni bukit. "Kalau dia terus kehujanan. Pintu pun mengatup keras. "Tidak. Saya akan berterima kasih pada Bapak untuk selamalamanya. la menarik keluh panjang. Matanya terpejam erat. turunkanlah dia.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ada jawaban. Bangunan itu memiliki tepi atap yang panjang. la panggili Takuan lagi. Dan aku nasihati kamu tidur juga. turunkan dia dari pohon itu!" "Apa? Tak akan aku melakukannya!" kata Takuan bersikeras. "Saya—Otsu!" "Kenapa masih di luar saja?" Takuan cepat membuka pintu dan memandang Otsu keheranan. sebagian terdorong angin yang menggila. seperti pintu-pintu bangunan suci tempat penyimpanan Budha yang rahasia. Bapak. apa tak ada orang di dunia ini yang dapat menyelamatkan dia?" Ia berlari sekencang-kencangnya. "Saya sembah Bapak." Suaranya seperti es. "Tentang saya sendiri tak usah dipikirkan. Bangunan dapur dan petak pendeta di belakang kuil utama tertutup rapat." la pun berlutut di lumpur dan mengangkat kedua tangannya memohon. la merangkak di bawah rumah sampai mencapai tempat yang menurut perkiraannya tempat tidur Takuan. la membuka mata dan menyemburkan api. tolong. tapi saya minta. namun hujan menyiram Takuan juga.com . bukan untuk mengeringkan badan." mohon Otsu mendekati pintu. Timbul kecurigaan dalam benaknya. la sudah sampai di pintu kamar Takuan dan mulai menggedorgedornya sekuat tenaga. "Pak Takuan!" pekiknya. "Cepat masuk!" serunya sambil langsung mencengkeram lengan Otsu. Pak 90 thanks to. Pak. Saya mohon.co." demikian pikirnya putus asa. tapi Otsu menariknya kembali. Oh. Dengan tangan masih diacungkan ke depan la tampak seperti seorang penganut Budha yang sedang menjalani latihan ketahanan dengan berdiri di bawah air terjun dingin. "Tidur sana! Sekarang juga! Badanmu lemah! Dan berada di luar pada cuaca seperti ini sama saja dengan bunuh diri." "Tolong.webng.id and dimhad. Pak. "Aku mau tidur. "Saya mohon. Tapi Otsu tetap tidak menyerah. "Saya mohon. Saya mohon. atau sekadar orang kampung yang memusuhinya. Pak! Bapak tak bisa membiarkannya mati-tak bisa!" Bunyi air yang menderas hampir menenggelamkan suaranya yang bercampur tangis. tapi Bapak mesti menolongnya! Ayolah. Saya datang untuk minta tolong. Akan saya lakukan apa saja untuk Bapak. "pasti dia mati sebelum pagi. selamatkan dia!" Takuan diam.

syauqy_arr@yahoo.com . tapi tindakan Otsu itu membuatnya tak bisa tidur. dan serunya. Ini soal paling penting di dunia buat saya! Pak. sungguh Bapak binatang! Jahanam tak berhati dan berdarah dingin!" Untuk sesaat lamanya biarawan itu mendengarkan saja dengan sabar tanpa menjawab. apa Bapak dengar suara saya? Jawab. "Tolong! Pencuri! Pencuri di bawah lantai! Tangkap!" Otsu merangkak ke luar menuju badai lagi dan mundur kalah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan.webng. Tapi ia belum menyerah.id and dimhad. 91 thanks to. Pak! O.co. Akhirnya dalam ledakan kemarahan ia pun melompat keluar dan tempat tidur.

"Menunduk dia seperti gombal basah." Osugi tersenyum licik. "Takuan." "Sukar dibayangkan. tak mungkin. gelandangan! Ini tak ada hubungannya denganmu! Katakan saja. karena sudah tak sabar ingin mengetahui nasib korbannya. bagaimana mungkin saya memanggilnya?" "Panggil dia. di mana Otsu!" "Rasanya masih di tempat tidur. tidak terlalu sukar satu-dua malam menahan hujan yang terderas pun. kan?" "Belum." katanya dengan harapan baru. Paling tidak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 7.id and dimhad. Batu Karang dan Pohon PAGI harinya. "Bisa bikin mati." kata Takuan tersenyum. Osugi mendaki bukit menuju kuil. kalau orang itu tidak ada?" Osugi jadi lebih naik darah lagi. ya?" "Ya. dan tiba di pintu Takuan dalam keadaan haus dan kehabisan napas." "Maksud Anda. la mengangkat tangan untuk melindungi matanya dan sesaat ia pun lega sedikit.co. Matanya yang seperti jarum menciut dalam cahaya matahari yang menyilaukan." "Terima kasih. "Siapa pula yang Ibu bicarakan ini?" "Lho." "Tapi saya yakin Ibu tahu. tapi aku punya rencana memasukkannya segera. sebagai istri Matahachi. syauqy_arr@yahoo. Mataharilah yang bisa membunuh. kataku!" ulang Osugi tak sabaran." panggilnya. Tolonglah Anda panggilkan. Tubuh manusia mampu menahan banyak lecutan." "Saya belum lihat burung gagak mematuk mukanya. Jadi.com . Ibu. "apa Takezo tetap hidup kena badai itu?" Biarawan itu muncul di beranda. Bagaimana mungkin dia mengawini seseorang. "Dengar. dia masih hidup?" kata Osugi tak percaya. Orang terpelajar seperti Anda pasti lebih tahu daripada saya tentang hal-hal seperti itu. saya tak kenal namanya. "Saya tak melihat menantu saya di mana-mana. dan seketika ia menolehkan mukanya yang keriput itu ke pohon kriptomeria tua. tentu saja Otsu!" "Otsu? Kenapa Ibu sebut dia menantu Ibu? Dia belum masuk keluarga Hon'iden. angin dan hujan telah menghalau musim semi tanpa jejak." "Menantu Ibu? Saya tak pernah bertemu dengannya. Matahari panas melecut bumi dengan garangnya. "Saya pikir itu artinya dia masih bernapas. la tidak memperhatikannya. "Tentunya sudah tak mungkin dia hidup lagi." la pun menjulurkan lehernya dan mengintip ke dalam ruangan. Hanya sedikit orang kampung yang berjalan tanpa mengenakan caping pelindung. Titik-titik keringat muncul di atas rambutnya dan menyatu menjadi alur-alur keringat yang mengalir langsung menuruni hidungnya yang lurus. Mengerikan sekali hujan kemarin." 92 thanks to. "Oh.webng.

com . "Takezo!" panggilnya. Kalau kupotong kepalamu sekarang juga. Takuan meletakkan buku yang sedang dibacanya. Malam tiba. seperti lubang yang dibuat dengan rapi di langit. Mungkin dia tak punya tenaga lagi buat menjawab. "Kasihan. mengenakan bakiak. untuk ukuran orang yang sudah mau mati. dan keluar ke halaman." Suara Takuan melemah." "Baiklah. Ketika akhirnya selesai.webng." gerutu perempuan tua itu. bertopang tongkat kayu arbei. barangkali dia akan terbang ke bawah dan berusaha menggigitku. dan ia memandang ke langit. hingga hampir patah cabang yang menjadi gantungannya. 93 thanks to. Tanpa menanti jawaban. Pagi harinya ia demam hebat. tidak! Tidak secepat itu! Orang mesti hati-hati menghadapi hal-hal seperti itu. kalau aku mau!" Dengan segenap kekuatan yang masih tersisa dalam tubuhnya mulailah ia menggoyangkan badannya sehebat-hebatnya. ia sudah balik kanan dan berjalan menuju bawah pohon. Ketika orang menemukan Otsu dalam keadaan setengah mati di tengah hujan malam sebelumnya. habis perkara. ia berjalan tertatih-tatih ke kampung. Ketika semua orang sedang tidur nyenyak. Tapi omong-omong.co." kata Takuan sendiri. ya?" "Lupakan omongan tetek-bengek ini. setengah kepada dirinya. "Aku memang menyuruhnya mengawasi Takezo malam hari. Yakin kau betul-betul bukan seekor ikan atau sejenis monster laut? Kalau begini caranya. mengempaskan bobot tubuhnya ke atas ke bawah. Kamar Otsu tidak jauh dari kamarnya. Takuan kembali ke kamar dan tinggal di situ sampai malam. "Indah sekali bulan itu! Kau beruntung dapat melihatnya dari tempat yang begitu menguntungkan. Kulit kayu dan dedaunan menghujani orang yang di bawah. "Takezo! Takezo!" "Apa maumu. tapi kali itu ia tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. mestinya tadi aku menyangka begitu. Bertentangan sekali dengan malam sebelumnya. kau butuh lima atau enam hari lagi. Jauh di atas kepalanya satu cabang bergoyang. atau agak berpura-pura bodoh. Takuan. di bangunan yang sama. hampir tidak dapat mengangkat kepala untuk makan buburnya. Namun Takuan tetap tenang. dan titik-titik embun yang berkelipan jatuh. syauqy_arr@yahoo. kecuali apabila dibuka oleh pembantu pendeta. bagaimana perutmu? Cukup kosong. Apa kamu tidak harus mengawasinya kalau siang?" tanyanya mengandung tuduhan. orang terpaksa menyeretnya masuk dan memaksanya minum sedikit teh. pandangilah aku. biarawan bajingan?" terdengar jawaban garang. potong kepalaku. bulan bersinar terang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "O ya. Takuan orang yang selalu waspada. Di sana ia menatap ke atas lama-lama.id and dimhad. Beberapa kali pembantu membawakan obat atau mangkuk tanah berisi bubur betas kental. Pintunya tertutup juga sepanjang hari. jadi mestinya dia capek juga siang hari. la menendang-nendang dan menjerit-jerit. Pendeta melancarkan cacian keras kepadanya. tapi ia duduk bisu bersandar di dinding. biarawan anjing kampung kotor! Akan kutunjukkan apa yang aku bisa." "O. seakan-akan kesurupan. "Keras juga suaramu.

Apa kau yakin bisa mengerjakannya tanpa membunuh dirimu sendiri. kenyataannya kamu itu lemah. Kemarahan karena tetek-bengek emosional yang tak ada artinya adalah untuk perempuan. tunjukkan bahwa kau manusia sejati. "Aku akan langsung ke lehermu!" Takezo berjuang terus. Kau mesti mencoba berbuat sesuatu untuk orang lain. tanpa pernah menjadi manusia sebenarnya! Sungguh sia-sia!" "Kausebut dirimu sendiri manusia?" Takezo meludah. aku akan tinggal di bawah sini. Kemarahan lelaki sejati adalah ungkapan kemarahan moral." ancam Takezo. "Sayang. "Kau memang betul-betul kuat. Takezo! Memang baik marah seperti kau sekarang ini. Takezo. belum lagi orang-orang biasa yang sederhana. tunjukkan pada kami. dan ketika selesai. Teruskan! Rasakan kekuatanmu sepenuh penuhnya. Takezo! Makin gila kamu. dan apa gunanya untukmu? Biar kau menggeliat-geliat seperti apa pun. dan mereka harus menunjukkannya. Susahnya. sebelum tali itu putus?" "Diam!" pekik Takezo parau. sayang sekali! Biarpun kau dilahirkan sebagai manusia. Takuan memandang terus sejenak. "Itulah yang dinamakan semangat. Takezo." Takezo memperdengarkan erangan keras. menanti. makin baik!" "Tunggu. tak bakalan kau bisa mematahkan satu pun cabang pohon ini. tidak lebih baik daripada babi hutan atau serigala. ia pun menengadah lagi. tapi tali besar itu tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Kemarahannya sudah lewat. kau lebih mirip binatang. Kau cuma melelahkan dirimu. Aku benci melihat orang muda yang menahan diri. kau akan punya kesempatan menggerakkan dewa-dewa atau bahkan alam semesta. kau tidak bakal berhasil. apalagi membuat penyok alam semesta ini. tunggu! Kalau aku memang mesti mengunyah tali ini dengan gigi telanjang. tidak kulihat tanah bergetar. biarpun sudah sedikit telat untuk mulai sekarang. bukan lelaki.id and dimhad. Takuan. Tapi maaf saja. Ia sadar bahwa biarawan itu benar. "Kurasa kekuatan itu lebih baik digunakan bekerja untuk kebaikan negeri. syauqy_arr@yahoo." "Sebentar lagi. terbuat dari apakah kau ini! Orang zaman sekarang menyangka bahwa mampu menahan marah adalah tanda kebijaksanaan dan kepribadian. aku akan mengunyahnya supaya aku dapat menangkapmu dan mempreteli anggota tubuhmu!" "Itu janji atau ancaman? Kalau menurutmu kau memang dapat melakukannya. Sungguh menyedihkan bahwa seorang pemuda tampan seperti kau mesti menemui ajal di sini. 94 thanks to. tapi menurut pendapatku mereka itu bodoh. Kalau kau mencoba. "Kenapa kau tidak menyerah saja.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Biarawan itu dengan tenang mengusap bahunya. Takezo! Seluruh pohon bergoyang. Mereka memiliki lebih banyak semangat daripada orang-orang tua. kemudian memberikan nasihat persahabatan. Kemarahanmu itu tidak lebih dari kedengkian pribadi.webng.com . Jangan menahan-nahan diri.co. yang sopan santun." Suara Takuan kini ganti jadi sedikit bernada petuah.

"Apa maumu sekarang?" "Kembalilah. Dan mereka memilih waktu dan tempat yang tepat untuk menyerahkannya. Hanya ada satu jalan. Kau berhasil menguasai beberapa ciri kurang baik dari Jalan Samurai. suara Takezo mendering keras dan terasa mendesak. kalau kukatakan kau ini payah. Ini pertarungan tak adil. Sesudah itu. Manusia tak punya banyak kesempatan menang bergulat dengan macan.webng. "Itulah yang kumaksud. tapi kau tidak berusaha mencapai pengetahuan atau kebajikan. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Takuan bangkit pelan-pelan dan berhati-hati. Tidak banyak orang yang membantah kenyataan bahwa macan lebih rendah daripada manusia. Tubuhmu terlalu kuat. Kau penipu dan pengecut!" "O. Orang bicara tentang bagaimana mencampurkan Jalan Pengetahuan dengan Jalan Samurai. tapi kau kurang pengetahuan dan kebijaksanaan. "Tunggu!" Takuan menoleh." "Mm." Tak ada petunjuk bahwa Takezo masih mendengarkan. "Pikirkan satu malam lagi. akan kupotong kepalamu seperti kauminta." la meninggal-kan tempat itu dengan langkah-langkah panjang penuh pikiran." "Pada akhirnya tak ada bedanya. Orang-orang yang tulus menghargai hidup dengan penuh kecintaan. di mana kau sekarang!" "Tak ada yang perlu kumalukan. kalah sajalah. Tapi kau curang. Keberanian sejati mengenal rasa takut. Takezo.co. "Itu sama saja dengan yang kaunamakan keberanianmu itu. Mereka mendekapnya sebagai permata yang berharga.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dengar. sekarang aku duduk di batu karang ini. Tapi coba lihat. Kalau kalah. kepala menunduk. Apa kau mau mendengar lebih banyak lagi? Apa kau akhirnya mulai berpikir?" 95 thanks to. dan serunya. Suka atau tidak. Apa kau tak bisa lihat perbedaan antara kau dan aku?" "Ya." Tetap tak ada jawaban. Itu bukan jenis keberanian yang menciptakan seorang samurai. Takezo. Beberapa waktu kemudian. Takezo. sediam batu karang yang diduduki Takuan. karena dia lebih pandai. tapi kena diakali dan dibikin bungkam. jenis keberanian yang tak menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan. dan mengira kau tak ada tandingannya di dunia ini. Mati dengan penuh kemuliaan. orang barbar! Kau percaya betul dengan kekuatan kasarmu sendiri. Kau dilahirkan dengan kekuatan fisik dan keuletan. kalau aku mencoba menangkapmu dengan kekuatan. Belum lagi dua puluh langkah. Kegelapan itu pun diam. sedangkan kau terbaring di atas situ tanpa daya. Tingkah lakumu sampai sekarang ini tidak lebih dari keberanian binatang. Kau bukannya kena hajar. sungguh gila aku. padahal kalau dicampurkan dengan baik keduanya itu bukan dua-keduanya itu satu. Tapi untunglah jarang manusia mesti bergulat dengan macan.com . Dia tahu bagaimana takut pada apa yang harus ditakuti." Pohon itu diam.

." "Aku tak mau mati. Kemudian sosok itu naik dengan agak mudah ke tempat Takezo terbaring dalam keadaan kehabisan tenaga. Begitulah adanya. Aku sadar sekarang. Takezo. Orang itu. la lupakan kehidupan dan kematian. Itulah hidup. Tubuh Takezo hampir tak bisa dibedakan dari dahan tempatnya terikat. matilah dengan layak. entah siapa. "Otsu?" 96 thanks to. Takezo dapat mendengarkan bagaimana si pemanjat itu tergelincir hampir di tiap usahanya untuk naik. "Takuan. "Ini aku!" katanya dengan keluguan kanak-kanak. Ucapkan doa dan berharaplah ada orang yang mau mendengarkan. Sejenak kemudian ia merasa ada orang di pangkal pohon. Segala yang terjadi adalah untuk selamanya. Suara terengah-engah membisikkan namanya. Dengan susah payah Takezo membuka mata dan ternyata ia berhadapan dengan kerangka. dan di bawah sejuta bintang kecil ia terbaring diam. sampai akhirnya dahan yang pertama dapat dicapai. Hanya matanya yang hidup dan tampak bersemangat. tolong!" Biarawan itu menggelengkan kepala. Hadapilah maut dengan berani dan tenang. Dan demi nenek moyangmu. Itu hukum alam. Takuan!" teriak Takezo. Kau tak bisa mengulangnya. hidupku hanya tinggal terikat pada pohon ini! Tak dapat aku menghapuskan apa-apa yang telah kulakukan. mendekap batang pohon yang lebar itu dan berusaha setengah mati naik ke dahan terendah. dingin sekali. "Maaf. "Aku mau jadi orang yang lebih baik. la pun dapat mendengar potongan-potongan kulit pohon berguguran ke tanah. Takuan telah pergi. dan Takezo tidak berteriak lagi. karena bukan aku yang mengikatkannya. Aku mau pergi.com . mencoba berkali-kali lagi menempel pada pohon. Angin malam berdesir melintas pohon. Segalanya! Kau tak bisa mengembalikan kepalamu di tempatnya sesudah musuh memenggalnya.webng.co. Cabang pohon itu mulai bergetar. betapa penting dan istimewanya lahir sebagai manusia. Tetapi si pemanjat meneruskan usahanya dengan tabah. Takezo. "Aku mau hidup.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Takuan! Selamatkan aku!" Teriakan minta tolong Takezo itu keras dan sedih. seakan-akan seluruh pohon itu menangis. Tentu saja aku kasihan padamu. tapi aku tak dapat melepaskan tali itu.. Kau sendirilah yang mengikatkannya." "Akhirnya kau sadar. Aku hampir mati. ia menutup mata yang baru saja mengalami kesadaran luar biasa dan melupakan segalanya." Tubuhnya mengejang-ngejang karena sedu sedan.. Untuk pertama kali dalam hidupmu kau bicara sebagai manusia. la merasa dingin. Wajah itu bicara. Mengikuti nasihat biarawan itu. tapi aku mengerti apa artinya hidup. Dan pada saat aku sadar.id and dimhad. Terasa ia tidak begitu cakap.. Itu di luar kekuasaanku. syauqy_arr@yahoo. dan ia yakin bahwa tangan-tangan itu jauh lebih terkelupas daripada pohonnya. dan melakukan semuanya baik-baik. Yang dapat kulakukan hanyalah memberikan nasihat padamu. mencoba lagi. dengan wajah damai!" Gemeratak sandal Takuan menghilang di kejauhan. aku mohon! Tolonglah aku.

"Lihat! Sudah mulai terang di arah Harima. Beberapa menit berlalu sebelum rasa berdenyut pada kaki-tangan Takezo mereda dan ia dapat melenturkan otot-ototnya. "O-o-h-h. Aku.." Otsu berjalan terpincang-pincang.. namun ia menjejakkan kaki di tanah mantap-mantap." "Di mana kita ini?" "Di puncak Celah Nakayama. syauqy_arr@yahoo. kemudian ucapnya.. seperti dua ekor serangga rapuh terluka sedang berjalan di udara dingin musim gugur.co. Kepalanya pusing karena jatuh dari ketinggian sepuluh meter. Takezo. Kalau aku tinggal di sini. terpincang-pincang dalam diam. Takezo merangkulnya dan membantunya berdiri... oh. Aku punya alasan sendiri. berputar di udara dan jatuh ke tanah.id and dimhad." "Mari kita lekas pergi dari sini. Aku." "Kau sendiri bagaimana? Tidak apa-apa?" "Ya. Kedua tubuh itu saling bergayutan. ketika Otsu berteriak.." "Apa betul sudah begitu jauh?" 97 thanks to.. Aku juga tak tahan lagi diam di kampung ini. dan badannya lemah dan kaku. menggeliat kesakitan. Aku akan menolongmu.webng. ketika Takezo tergelincir. diam-diam. tidak apa-apa.. dalam sebuah kantong kain kecil. Mereka berjalan sedapat-dapatnya. Kalau ada yang menemukan kita di sini." erangnya. Kediaman yang lama kemudian baru terpecahkan.. "Cepat putuskan tali! Apa lagi yang kautunggu? Potong!" "Takkan makan waktu lama. aku." "Kita jatuh menimpa cabang-cabang itu. celaka nanti." Otsu menghunus belati kecilnya. "Aku hidup! Aku betul-betul hidup!" "Tentu saja kau hidup!" "Itu bukan 'tentu saja'. dan Takezo mengikutinya. Otsu mencoba mendukung seluruh bobot Takezo. pelan-pelan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya.. ayo kita lari! Aku dengar kau memekik ingin sekali hidup. jadi barangkali lukamu tidak seberapa. Otsu pun terperosok bersama. dan semua miliknya sudah bergantung pada bahunya.." la berhenti sedetik-dua. "Ada yang patah?" "Entah." "Lari? Kau akan melepas ikatanku dan membebaskan aku?" "Ya. Otsu merangkak.. aku. Takezo! Kita dapat saling menolong!" Otsu sudah mengenakan pakaian perjalanan. Aku cuma mau keluar dari tempat yang bodoh dan kejam ini.com . Takezo berdiri. tapi akibatnya. lalu lepas terpelanting. tapi rasanya aku masih bisa jalan. dan dalam sekejap mata ia sudah meretas ikatan tahanan itu. aku tak ingin lagi memikirkan itu.

Takezo tiba-tiba menyadari bahwa perutnya yang kisut kejang kesakitan. bersama Otsu. keadaan jadi menyiksa. dan rasa laparnya berganti menjadi tenang karena kenyang. diam terpukau. sebelum akhirnya Otsu dapat membuka kantongnya dan mengeluarkaan makanan.com . sehat walafiat. Kukira aku terpaksa mengucapkan selamat tinggal. terasa olehnya seperti mimpi bahwa ia kini duduk di sini. tapi kuminta jangan tinggalkan aku di sini sendiri! Bawa aku ke mana saja kau pergi!" "Tapi aku tak bisa!" "Ingatlah" Otsu mencengkeram tangan Takezo erat-erat." mohonnya. "suka atau tidak. "Kalau hari terang." kata Takezo langsung setuju. kalau sudah bertekad. syauqy_arr@yahoo." "Baiklah." Otsu memandang wajah Takezo dengan tajam. aku akan pergi ke Himeji dan menanti. Mata Takezo melebar.co. kita harus sangat hati-hati." Mendengar kata makanan. biar sampai seratus atau seribu hari. aku akan ikut. Ketika Takezo bisa memandang wajah Otsu dengan lebih jelas. la bersumpah sejak saat itu akan hidup secara berbeda sama sekali. "Perbatasan! Betul. Kutunggu kau di sana.." pikirnya berulang-ulang. Terasa berjam-jam lamanya. kalau ada waktu. kan?" "Tentu. kepala Takezo pun menjadi pusing. "akan kukatakan padamu bagaimana perasaanku kemudian. pergilah! Tapi kalau aku tahu kau akan meninggalkan aku. Awan yang kemerah-merahan pagi itu membuat pipi mereka berwarna merah muda. Kita hampir sampai perbatasan provinsi." "Apa lagi yang dapat kulakukan? Membiarkan dia dl benteng sana?" Dengan pandangan menghunjam. "Takezo. Begitu ia sadar. Wajah dan seluruh tubuhnya menyala oleh cinta. "Mengagumkan memang apa yang dapat dilakukan orang. Hadiah kehidupan Otsu adalah kue bakpao yang dipadati kacang manis. Jari-jari yang memegang kue itu bergetar. Kau tidak makan apa-apa berhari-hari. aku lupa. Aku harus mengeluarkannya dari sana.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. di pinggiran Himeji..webng. Otsu menggenggam tangan Takezo. Ketika rasa manis kue itu menurun lembut dalam kerongkongannya." "Aku menunggu di Jembatan Hanada. "Kau tentunya kelaparan. tak akan aku meninggalkan Miyamoto." Otsu kelihatan khawatir.id and dimhad. "Aku hidup. "Kalau memang itu yang kaurasakan. Takezo." "Hinagura? Kenapa?" "Di sana kakak perempuanku dikurung." Otsu tersenyum lemah. Kalau kau berusaha menyelamatkan Ogin. Tapi." 98 thanks to." kata Otsu. "Kau pasti akan datang. Aku harus pergi ke Hinagura.

sanak keluarga yang lain. apa Nenek sudah dengar? Ada kejadian hebat!" Osugi yang sedang berdiri di depan tungku dan menghidupkan api dengan kipas. Talinya putus." "Kau yakin betul?" "Ya. cucu Osugi berlari-lari naik ke rumah besar Hon'iden. Otsu mengangkat kepala untuk memperhatikannya. kau ingat apa kata Nenek kalau orang bohong?" "Ini betul. Nek. "Nek! Nenek!" Sambil menghapus hidung dengan punggung tangan. la melongok ke dapur dan katanya ribut. Mereka ramai berbicara sendiri. sumpah! Semua orang bilang begitu. Dia hilang juga. Sementara itu di kampung.com . ya?" "Dan Takuan juga tidak kelihatan lagi!" "Pasti mereka kerja sama. "Apa sih ribut-ribut ini?" "Nek." "Apa yang dilakukan perempuan tua itu nanti? Kehormatan keluarganya jadi taruhan!" Menantu Osugi dan Paman Gon yang membawa lembing turun-temurun dari nenek moyang. Muka Osugi memutih." "Heita. Jemput ayahmu." Akibat berita itu sungguh penuh warna. yang berubah warna dari merah ke biru dan lembayung.webng. Nek. Nenek belum tahu? Takezo lari!" "Lari!" Dan kipas pun jatuh ke api. "Nek. "Heita!" "Ya?" "Lari secepat-cepatnya. dan sejumlah petani penyewa. Di antara mereka terdapat menantu lelaki Osugi. memandang kosong ke arah rumah. Takezo berangkat tanpa banyak berkata kata lagi. Dan di kuil orang mencari Otsu. sedemikian rupa hingga Heita mengerut ketakutan. Semua orang lari ke sana kernari berteriak-teriak. Otsu lari juga.id and dimhad.co. Paman Gon. Mereka butuh 99 thanks to. hampir tidak memperhatikan cucunya. sambil berseru. lalu pergilah ke pinggir kali dan panggil Paman Gon! Cepat!" Suara Osugi menggeletar. Mereka belum dapat melakukan sesuatu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dengan jawaban anggukan kecil. penuh bayang-bayang nyala kipasnya yang terbakar itu. "Apa katamu?" "Pagi ini dia tak ada di pohon. "Jadi. Segera wajah itu seolah-olah kehilangan darah. syauqy_arr@yahoo. la bergegas menyusuri pegunungan yang membujur dari celah itu ke pegunungan di kejauhan. sejumlah orang kampung sudah datang. Sebelum Heita sampai di gerbang. sampai tubuh Takezo menyatu dengan pemandangan.

"Akan kuburu sendiri perempuan jalang yang tak kenal malu itu." ucapnya dengan nada pendek-pendek. Hukum adalah hukum. Karena itu mereka berdiri saja di sana dengan gelisah. Bahkan keluarga Hon'iden bisa terpaksa meninggalkan tanahnya. "Kalian semua tenang saja. "Mereka sudah berhasil lolos!" seru seseorang." Pejabat itu mengatakan dapat memahami keadaan sulit tersebut." Osugi segera bertindak. menarik lacinya dan mengeluarkan senjata simpanannya. tanpa berhenti untuk istirahat. Di situ ia ikatkan tall sandal baik-baik pada pergelangan kakinya. dan pergilah ia ke pintu gerbang. "Kalau perempuan tua itu pergi.com .id and dimhad. Sesudah menyampaikan doa permohonan dengan diam." jelasnya. dan Takuan "gila". mereka beriring-iring menuju Celah Nakayama. Ketika ia mengetahui bahwa berita mengerikan itu benar. Dan kami tak akan pernah bisa menegakkan kepala. dan mengaturnya supaya dia mendapat hukuman setimpal. Otsu "setan". la sudah berjalan cepat di jalan. ia selipkan pedang pendek itu dalam obi-nya." Semua sanak keluarga dan penyewa pun berdiri dan serentak mengikuti bunda mereka yang gagah berani itu. tapi sudah terlambat. ia mengangkat kepala. barulah akhirnya seorang dari antara orang banyak itu memperdengarkan suaranya.co. dan sambil membuat tombak bambu dalam perjalanan. syauqy_arr@yahoo. la melukiskan Takezo sebagai seorang "penjahat".webng. menanti Osugi keluar memberikan perintah-perintahnya." Rahangnya mengatup. dan tunggu. Barangkali la dapat melakukan penyelidikan di 100 thanks to. membuka mata. Orang banyak itu pun menggelegak marahnya. kita harus pergi juga. tapi ia berusaha mengendalikan dirinya dengan berlutut di depan altar keluarga. "nama nenek moyang kami akan ternoda. "Apa Nenek belum dengar?" "Aku akan datang segera ke sana. "Semuanya akan beres. "Nek!" seru seseorang akhirnya." terdengar jawabannya. Mereka sampai di sana tepat sebelum tengah hari. Paman Gon maju ke depan dan memohon dengan sangat kepada pejabat itu. la kenakan pakaian yang cocok untuk memburu orang. dan menoleh ke sekitar. Keheningan penuh pesona yang menyambutnya ketika ia mendekati gerbang jelas menunjukkan bahwa orang-orang itu sudah tahu untuk apa ia berpakaian demikian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI petunjuk. Kami akan menjadi bahan tertawaan orang kampung. tapi ia tak dapat berbuat apa-apa untuk menolong. Kekecewaan mereka ditambah lagi dengan penjelasan seorang pejabat perbatasan bahwa rombongan sebesar itu tidak bisa lewat. Bersenjatakan tongkat. Tenang ia membuka tutup peti pedang. Perempuan tua yang keras kepala itu memang bermaksud bertindak. darahnya pun mendidih. dan ia lebih dari siap untuk membalas dendam atas penghinaan terhadap keluarganya. "Kalau tidak kami selesaikan soal ini sekarang.

dan akan kulaksanakan. Mereka berbaris di depannya.webng. Aku juga mengucapkan dua sumpah. biarpun terpaksa menjelajahi negeri ini. Aku tak ingin mendengar ada di antara kalian yang menelantarkan ulat sutra atau membiarkan rumput tumbuh liar di ladang. la berkata." Osugi mengangguk setuju. Ketika mereka semua sudah diam. akan kubawa dia pulang untuk melanjutkan nama keluarga. Yang kedua. biarpun menghabiskan waktu dua-tiga tahun tanpa melakukan apa-apa.co. yaitu saya sendiri dan Paman Gon. "Tak usah kalian bingung. menantuku akan mengambil alih jabatanku sebagai kepala keluarga. karena jelas kedua orang itu bukan tandingan Takezo apabila mereka menemukannya. biarpun misalnya aku terpaksa mengikat lehernya dan menyeretnya pulang. Paman Gon dan aku sudah cukup tua untuk pensiun. apa ada alasan kenapa kami berdua. Osugi maju ke hadapan pejabat itu dan bertanya." Ketika mereka bertepuk tangan dan bersorak-sorai.com .id and dimhad. aku berlutut di depan tanda peringatan nenek moyang kita dan mengucapkan selamat berpisah secara resmi pada mereka. tapi juga kepada kalian. "Kalau begitu. Selama itu kalian harus berjanji untuk bekerja keras seperti biasanya. Kemudian kelihatannya ia hendak mengucapkan kata-kata perpisahan yang mengharukan. Tapi akhirnya ia hanya menyuruh para pengikutnya berkumpul dengan singkat. Orang-orang itu rupanya bimbang untuk membiarkan mereka berdua pergi sendiri. tapi itu akan makan waktu. memandang penuh perhatian kepada mulutnya yang berbibir tipis dan giginya yang besar merongos." lanjutnya. salah satu pusaka Hon'iden yang paling berharga. Mereka semua 101 thanks to. tidak bisa jalan terus?" "Sampai lima orang bisa diizinkan. Mengerti?" Paman Gon hampir lima puluh tahun umurnya. Sejak sebelum berangkat pun aku sudah membayangkan ini akan terjadi. aku harus memastikan-bahkan sampai mati-apakah anakku Matahachi masih hidup. Sesudah berunding dengan sanak saudara dan petani penyewa. "Kami berdua sependapat mengenai segala sesuatu yang sudah kusumpahkan tadi. supaya orang kampung sekali lagi mengakui keluarga kita sebagai keluarga yang mulia dan terhormat. sedangkan Osugi sepuluh tahun lebih tua. seorang lelaki mengucapkan sesuatu yang kedengaran seperti erangan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Himeji dan memintakan izin khusus untuk menyeberang perbatasan bagi mereka. "Sekarang ini. dan dia juga sudah bertekad untuk melaksanakan sumpah itu. Osugi menatap tajam menantunya. syauqy_arr@yahoo. "Satu. Selama aku pergi. Ketika aku mengambil pedang pendek ini. aku akan mengejar dan menghukum perempuan kurang ajar yang sudah mencoreng nama kita dengan lumpur. Dia punya kewajiban tidak hanya kepadaku dan kepada mereka yang sudah pergi. Baru sesudah itu dia akan mencari seorang istri yang seratus kali lebih baik dari Otsu dan menghapuskan aib ini selamanya. Aku bersumpah melakukan ini. Dan kalau dia masih hidup.

"Nek. menuruni sisi gunung. pasti. betul! Aku ingat." Ketika sampai di warung teh itu.webng. Ha! Semua orang berpendapat Takezo sangat kuat. Mereka menyerukan salam perpisahan dan memandangi pasangan tua itu memulai perjalanannya ke timur. Paman Gon juga belum pikun. Seorang lelaki lain mencorongkan tangannya dan berseru. ia menoleh pada Paman Gon. Paman Gon hidup dengan berburu." Orang ketiga berseru khawatir. Rambutnya tak lebih dari yang pernah kukenal waktu dia bayi. "Biar bagaimana kita akan mati sebelum orang orang muda itu. pulanglah dan urus semuanya sampai kami kembali. "Dan aku akan melaksanakannya." Perempuan tua itu menggelengkan kepalanya keras-keras. "Jaga diri baik-baik. Tak seorang pun mencoba menghentikannya lagi. Menurut ceritanya sendiri." Ketika Osugi sudah tak dapat lagi mendengar suara orang-orang itu.id and dimhad.com . Aku tak sebanding dengan dia dalam kekuatan tubuh. Sampai sekarang pun kulitnya masih merah sehat dan rambutnya sehitam biasanya.co. karena hari-hari memang 102 thanks to. dengan sendirinya ia sangat prihatin dan bingung oleh peristiwaperistiwa yang baru terjadi itu. mencari sandal dan topi. ia pernah terlibat dalam banyak pertempuran berdarah. Sebagai paman Matahachi." la mengusir mereka dan pergi menuju perbatasan. kan? Aku yakin mereka menjual barang yang kubutuhkan. Aku harus berhenti nanti." katanya lagi sambil menudingkan jari telunjuknya ke hidung. Aku masih dapat mengakali seorang dua orang musuh. namanya sendiri. Aku tak pernah dibantu. ya?" kata seseorang. syauqy_arr@yahoo. tapi aku belum kehilangan akalku. Tadinya mereka mengira masih mempunyai waktu beberapa jam lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membayangkan Takezo sebagai orang gila yang baru mencium bau darah saja sudah menyerang dan membunuh." jawab Paman Gon yakin. heranlah mereka melihat matahari sudah mulai terbenam. Namanya Warung Teh Mikazuki. “Apa?" "Nenek sempat memikirkan pakaian perjalanan.dan aku tak akan mau." "Ada warung teh kira-kira setengah jalan turun bukit ini. Tak ada lagi yang mesti kalian lakukan sekarang kecuali pulang. Sekarang sudah kusampaikan pada kalian apa yang akan kulakukan. "Kalau Ibu jatuh sakit. "Apa tidak lebih baik kalau Ibu membawa tiga pemuda?" saran seseorang. tapi aku sendiri cuma memakai pakaian sehari-hari. "Pejabat itu mengatakan lima orang bisa lewat." "Ya. Jadi." katanya." "Nenek benar sekali. tapi di masa mudanya ia samurai. kirim suruhan ke kampung. "Perempuan tua itu betul-betul berani. Nama keluarganya Fuchikawa. tapi itu tidak bikin aku takut! Dia itu cuma anak bandel. "Aku tidak butuh bantuan apa-apa. Gon adalah singkatan Gonroku.

terima kasih. orang sinting tua!" Pada saat itu terdengar suara yang menyapa mereka dari belakang. tapi ia lebih tahu cara mengendalikan perempuan itu daripada kebanyakan orang lain. menuju jalan Harima. kami baru saja istirahat di tempat Anda. seperti orang lain juga. Osugi berkata. dan tampaklah oleh mereka pemilik warung teh itu menunggang kudanya. "Anda berdua ini cekatan sekali. Gonroku tak dapat melihat wajah orang itu." kata Gonroku sambil berjalan di belakang Osugi seperti anjing yang sedang dihukum.id and dimhad. Bau obat-obatan memenuhi udara." Gonroku lekas-lekas minta maaf. Kau sendiri yang mesti hati-hati." "Maaf. "O. "Takano terlalu jauh kalau dicapai malam hari. Hari pertama mengejar kehormatan keluarga yang hilang. "Sebentar. ya.com ." Mereka menoleh. lekas!" seru Osugi tak sabaran. "Jangan sampai jatuh." "Kita butuh tidur justru sekarang ini." "Malam begini?" 103 thanks to. jangan berani-berani kau mengajariku! Jalan ini bisa kulalui dengan mata tertutup. "Paman Gon.co. meskipun tidak tidur sama sekali barangkali lebih baik. Dalam perjalanan kembali ke jalan di depan. Mereka berangkat menuruni bukit yang cukup terjal. "Tapi tunggu sebentar. berselimut tikar jerami.webng. Jalan yang sehariharinya dilalui kuda-kuda beban dari tambang perak itu penuh dengan lubang. Ketika mengeluarkan uang. sekilas ia memandang lewat jendela samping ke bagian dalam warung teh yang samar-samar itu. la memang gampang ditakut-takuti Osugi. "O. seperti anak-anak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bertambah panjang bersama datangnya musim panas berarti lebih banyak waktu untuk melakukan pencarian." "Ada apa?" "Kelihatannya ada orang sakit di dalam. sampai gelembung-gelembung air tidak naik lagi ke permukaan. Kita terpaksa tidur di tikar bau di penginapan kusir kuda beban di Shingu. karena terkejut melihat sesosok tubuh yang terbaring di lantai. maaf." kata Gonroku sambil bangkit mencekau topi jerami yang barusan dibelinya. tapi dapat melihat rambut hitam yang terburai ke sana kemari di atas bantal. Ayo kita jalan. Mereka minum sedikit teh dan beristirahat sebentar." "Ada apa?" "Aku mau mengisi tabung bambu ini dengan air minum" Gonroku berjalan ke belakang rumah dan mencelupkan tabungnya ke kali yang mengalir jernih. Nek. "Apa itu luar biasa? Perhatianmu ini gampang teralih. Tiba-tiba ia pun terhenti." nasihat Gon. Dan ke mana Anda akan pergi?" "Tatsuno. syauqy_arr@yahoo.

sekitar enam belas.webng. melangkah cepat mendaki bukit." "Apa istri Anda sakit?" "O. keadaannya jauh lebih buruk.co. Saya merasa harus berbuat sesuatu. Mulutnya kering. syauqy_arr@yahoo. Tak lama kemudian mereka berdua terengah-engah kehabisan napas. Tapi pandangan kecewa tergambar pada wajahnya. Kelihatannya cukup gawat. la dapat melupakan sakitnya ketika beberapa jam berada bersama Takezo." kata Paman Gon." Osugi menghentikan jalannya. Pelan-pelan la berhasil merangkak ke situ. Karena tak ada jawaban. "Air. ketika ia berseru. Biarpun naik kuda. ketinggalan di warung teh itu!" "Apa yang ketinggalan?" "Tasbih. Tapi berat rasanya kalau buat orang lain. Sebelum pergi. jadi saya tawarkan kamar belakang buat berbaring. la merasa mulutnya penuh duri. saya kira. tapi ketika 104 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak ada dokter. ia pun menegakkan badan dengan kedua sikunya dan menjulurkan leher ke arah tempayan air yang ada di luar pintu." Osugi pun mengedip pada Gonroku dan mulai menggerayangi obi-nya." "Jangan. tapi sesudah Takezo meninggalkannya ia hanya dapat berjalan sedikit sebelum akhirnya mulai menyerah pada rasa sakit dan lelah. Osugi pun segera menyusul. Badannya panas sekali karena demam. Sebaliknya." Keningnya mengerut. Katanya dia datang dari Miyamoto. dan sangat ramping?" "Ya." Paman Gon sementara itu sudah berbalik. ia sudah benar-benar tidak tahan." Kening Osugi sekarang ikut berkerut. Ketika sampai di warung teh itu.com ." kata tukang warung seraya membalikkan kudanya. Tapi tidak juga dia membaik. "Ketika dia istirahat badannya mulai menggigil." "O. Beberapa waktu kemudian Otsu sudah lupa bahwa tukang warung pernah bicara dengannya. "Ya. air." "O. Gadis yang sakit itu lebih penting daripada tasbih saya. Begitu selesai berbicara dengan pemilik warung teh yang baik budi itu. Tak tahu ia sudah berapa lama terbaring di kamar belakang itu. "Kalau istri saya sendiri atau salah seorang anak saya." kata pemilik warung. Tak seorang pun bicara. baru tengah malam saya akan sampai. "Apa gadis itu sekitar enam belas tahun. tidak apalah. tidak. kecuali di sana. celaka. minta air!" serunya lemah. "Oh. Aku ingat sekarang-tadi kutaruh di atas bangku. "Sebentar saya ambilkan. tukang warung menjenguknya dan mendesaknya supaya bertahan.id and dimhad. Biar kami sendiri kembali mengambilnya. Pasti itu Otsu! Otsu sebetulnya belum sembuh benar dari demam yang menyerangnya pada malam ia diseret masuk dari tengah badai itu. jangan! Anda mesti menjemput dokter. "Apa itu gadis yang ada di kamar belakang Anda? Kebetulan saya melihatnya tadi sekilas. orang yang baru datang buat istirahat. dan berkali-kali meminta air dalam igauannya.

Osugi berteriak. karena banyak ribut itu. "Tak ada di sini. la mengangkat tangan dan menuding. dan lagi kakinya kaki gadis. "Apa yang kautunggu. Kejar." Ketika ia sedang berlutut memandang ke dalam jurang. Tepat di depan mereka ternganga jurang terjal penuh bambu. "Apa tak bisa kaukejar?" Paman Gon mengarahkan pandangannya ke sosok tubuh yang seperti' kijang terbang di kejauhan. "Cobalah turun sendiri! Biar tahu sendiri rasanya!" 105 thanks to. Osugi berlari ke luar dan memaki-maki. "Tukang sihir tua!" teriak Paman Gon marah." Osugi pun melihat ke sana. Osugi segera menyusulnya.co. tolol?" dan menyodoknya dengan keras.webng. kejar!" "Apa dia lari?" "Tentu saja lari! Kita sudah kasih dia kesempatan lari. "Lihat di sana!" serunya." jawab Gon yang waktu itu sedang menuju kamar perapian. "Itu dia.com . Mana kau menjatuhkan tirai segala!" Wajah perempuan tua itu sudah berubah bentuk karena berang. "Ada apa?" teriak Osugi yang menyusulnya. Kukira tidak terlalu dalam. Gon." teriaknya. sampai lengan baju dan kimononya mengembung di belakangnya. "Dia terjun ke situ?" "Ya. "Tunggu. tapi jangan potong kepalanya sebelum aku sempat kasih dia sedikit pendapatku. Dia sakit. Nek!" "Dia pasti di sini! Tak mungkin dia pergi!" Hampir seketika itu juga Osugi pun melihat pintu kamar belakang terbuka. dan akhirnya berhenti di dasar jurang. dia tak jauh mendahului kita. kan? Jangan khawatir. syauqy_arr@yahoo. "Paman Gon. didengarnya tirai hujan jatuh ke tanah di belakangnya. "Lihat itu ke bawah." keluh perempuan tua itu dengan suara yang menurutnya hanya bisikan. "kau boleh menggunakan pedang. tapi terlalu gelap. Sebentar lagi dia pasti terkejar oleh-ku." Paman Gon tiba-tiba memekik kaget dan jatuh tengkurap. Osugi dan Paman Gon menerobos dari tempat tirai terbuka itu. Gon. menyiramkan air yang sudah diciduk tadi lewat lubang sempit ke muka perempuan tua itu dan berlari kencang menuruni bukit seperti burung di tengah angin.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ia mengulurkan tangan untuk memegang ciduk bambu di sampingnya." Ia menarik dagunya dan langsung berlari. yang sudah berdiri di luar. "Gon. Warung teh itu memang tak lebih dari gubuk pegunungan. "Aku tidak lihat apa-apa. lalu mengaduk bara dan memasukkan sedikit kayu untuk sedikit menerangi ruangan. Terdengar bunyi kaki-kaki yang mencoba mencari pijakan.id and dimhad. dan tidak suatu pun dapat mencegah orang mengangkat satu atau seluruh tirai yang tak terikat itu. Terpaksa kembali ke warung teh buat ambil obor. merangkak-rangkak. Otsu.

webng. Pikirannya sudah sampai pada keyakinan bahwa la dapat membikin lumpuh lima puluh atau seratus serdadu yang mengawal benteng itu. perasaan damai. yang warnanya saja rasanya sudah merupakan keajaiban. Pada hari tak berawan seperti ini. Ia menarik pelajaran yang dengan segala jerih payah diberikan oleh Takuan. tapi juga keluarnya. dan ia ragu-ragu mendekati benteng itu. tapi ia sudah melihat bahwa gerbang-gerbang itu ditutup dan dikunci sebelum matahari terbenam. dipoles dan disempurnakan. Manusia berani yang sudah melampaui kesembronoan remajanya. la paham sekarang. tak ada sasaran yang lebih baik dari itu. namun belum juga la dapat menyusun rencana untuk mengeluarkan kakaknya. Namun ia tidak dapat membiarkan kakak perempuannya ditahan.id and dimhad. Hidup yang diberikan padanya adalah sesuatu yang harus dihargai dan dijunjung. ia merasa seperti seorang manusia. "Seminggu yang lalu aku bahkan tidak berpikir sempat lolos dalam keadaan hidup. "Sekalipun aku mengambil jalan terbaik. bukan itu. Ia menatap langit terang yang cantik. Tidak. la bermaksud terus duduk sampai ia mendapatkan rencana itu. Tak pernah aku seperti ini. Yang ia perlukan bukan hanya masuknya. 106 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takezo duduk di atas batu besar sambil melipat tangan dan memandang ke seberang lembah. sekalipun artinya ia harus melanggar untuk terakhir kalinya pengetahuan diri yang sangat berharga. lain sekali dengan ganas. yang baru saja la peroleh dengan penuh penderitaan. ke benteng Hinagura." Setengah hari kemudian tangannya masih tetap terlipat di dada. tapi ia masih terus mempertimbangkan letak tanah. Berani. la merasakan ketenangan baru. sedangkan di depan. la sudah duduk di situ sejak matahari terbit sampai matahari terbenam sehari sebelumnya dan sepanjang hari ini." Ia pun menggelengkan kepala. Agaknya tak ada cara yang mudah untuk mendekati benteng itu. pasti membahayakan hidupku sendiri dan hidupnya. seakan terkunci. syauqy_arr@yahoo. jalan masuk benteng itu dilindungi dengan baik oleh gerbang ganda. Setiap usaha untuk mendobraknya pasti membunyikan tanda bahaya berupa anak genta dari kayu yang ingar-bingar bunyinya itu. Tak bisa. Keadaannya tidak begitu membesarkan hati. pikir Takezo sedih. Tak ada jalan. Di belakang benteng terdapat parit dalam." Ia merasa terhina dan tak berdaya.com . Ia membayangkan di bawah salah satu atap itulah kakak perempuannya dipenjarakan. Barangkali berhadapan dengan maut membikin orang jadi pengecut. keadaan itu memaksanya melakukan serangan malam. Berkali-kali ia mencela dirinya sendiri.co. la tidak merasa seperti binatang. Yang lebih buruk lagi. "Aku sudah kehilangan keberanian. Rasanya perasaan itu mengalir di dadanya seperti sungai yang lembut. mereka berdua nantinya akan terpaksa melarikan din menyeberangi dataran rata yang tidak ditumbuhi sebatang pohon pun untuk berlindung. bukan sikap pengecut. Ia mengkhawatirkan sesuatu yang tak dapat dirumuskannya. "Bagaimana mungkin aku jadi begini pengecut?" tanyanya pada diri sendiri. Jadi. dan sekarang ia bisa melihat segala sesuatu dengan lebih jernih.

Jelas mereka telah melihatnya. Kemudian ia berbalik kepada para pengejarnya.webng. "Kalau malam tiba. beberapa inci dari jemari kakinya. la sudah melihat makan malamnya melayang di atas kepala. la membidik sebaik-baiknya. syauqy_arr@yahoo. Yang diketahuinya hanyalah sesuatu yang besar dan hitam menyerangnya. lalu la hantam benda tak berbentuk itu 107 thanks to. Di seberang lembah sana ia melihat kerumunan orang banyak bergerak ke sana kemari di dalam benteng. Orang-orang itu ternganga. pagar. Mata Takezo sama sekali tak melihat. Batu itu menjadi merah oleh darah. dan dalam sekejap ia sendiri sudah menerobos. dikejar para serdadu yang memperdengarkan teriakan-teriakan perang. la menduga tembakan itu percobaan untuk melihat. Rintangan alam itu bisa menjadi samaran. Begitu dilemparnya burung itu pun jatuh. dikoyaknya dan dibenamkannya giginya ke dalam daging yang hangat itu. cahaya matahari sore mulai mengabur di belakang puncak pegunungan barat. sebatang anak panah mendesis ke arahnya dan menancap di tanah. maupun para pengawal di gerbang kedua. la tak tahu jumlah mereka. reaksinya. Takezo sudah melompat naik. Namun ketika mereka sampai di gerbang luar. Tak ada gerbang di bagian belakang. ia bangkit dan memungut sebuah batu. dan agaknya tempat itu tidak dikawal ketat. "Ya-a-h-h!" pekiknya sambil mengambil sebuah batu besar dan melontarkannya ke baris depan dinding manusia itu. ia merenggut sebuah tiang di gerbang dalam. berlari langsung ke arah gerbang benteng. Selagi ia makan. Tak lama kemudian. Satu orang berseru. "Apa yang dia lakukan?" "Ke mana perginya orang sinting itu?" "Dia gila!" Takezo terbang seperti capung yang keranjingan. yang sebetulnya sebuah perangkap. tapi dengan sengaja ia diam tak bergerak di tempatnya. Sekarang ia berada di antara kedua gerbang. "Itu Takezo! Takezo dari Miyamoto!" "Dia berbahaya! Jangan sepelekan dia!" satu orang lagi mengingatkan. ia guncangkan mati matian. sampai tercerabut dari tanah. lebih dari dua puluh serdadu bergerak ribut mencari posisi dan mengepungnya.co. mereka memperdengarkan teriakan perang. Takezo menghentikan pesta unggas mentah itu dan menyorotkan pandangan kejam ke arah para calon penangkapnya. aku akan menyeberangi lembah dan memanjat karang di sebelah sana.com ." Belum lagi la sampai pada kesimpulan ini.id and dimhad. Tepat sebelum kegelapan menyelimuti. la bahkan tak sadar ketika merobohkan dengan satu pukulan saja seorang penjaga yang mencoba melompatinya. Begitu posisi rapi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sebuah rencana mulai terbentuk. Pandangan yang biasa diperlihatkan oleh binatang ketika terganggu di tengah makannya. Dengan kekuatan yang hampir-hampir di luar kekuatan manusia. Hampir seketika itu juga mereka buyar. la tak dapat melihat serdadu yang mengejarnya.

teriakan-teriakannya yang serak menjadi hampir tak bisa dimengerti. "Diapakan dia? Katakan di mana dia. "Berhenti!" serunya sambil melemparkan tiang gerbang yang bernoda darah itu ke kaki makhluk seperti musang tersebut. Kekuatan yang kasar dalam permainan anak-anak. Takezo menggigit kuku ibu jarinya dan memandang anak-anak panah itu melaju lewat. Dibawa ke mana dia?" "Himeji?" "I. lebih baik kalau begitu. kemudian tiba-tiba ia menuju pagar. Takezo.co.. dan sementara berlari petikan-petikan ajaran Takuan pun melintas dalam kepalanya. aku akan kembali khusus mencarimu!" Serdadu-serdadu itu merapat lagi. "Mana kakakku?" raungnya. terbang ke segala jurusan. "Ogin.. Ayam-ayam pengawal berkaok-kaok menyelamatkan hidup." "Di mana.y... ini aku. "Ogin!" Setelah gagal mengetahui tempat kakak perempuannya..webng. dia tidak di sini. Gema tembakan senapan itu meraung ke seberang lembah. Hidup itu berharga." "Kalau kau bohong." Ia tatap gedung-gedung itu dengan mata menyala. syauqy_arr@yahoo. Perintah dari puri. Sejumlah besar lembing dan pedang berantakan. Sumpah!" "Nah. Kemarin dulu dia dibawa pergi. Takezo menampar keras pipinya. orang itu mulai menangis tak kenal malu. Punyailah kekuatan prajurit sejati... "Belajarlah takut pada apa yang menakutkan. Takezo mengangkat orang itu dan melemparkannya ke arah mereka. betul..com .. Akhirnya di dalam bayangan salah satu sel kecil dan kotor. Takezo meluncur menuruni jurang. kekuatan binatang yang tak berakal.. Tapi kalau kau bohong. sambil terus memanggil-manggil kakak perempuannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan tiang gerbang.." Takezo mencekal rambut orang yang menangis tersedu-sedu itu.id and dimhad. kalau tidak kubunuh kau!" "Dia. ku. keberanian yang nyata. Di belakangnya terdengar ledakan keras. Setengah lusin anak panah terbang melewatinya.." 108 thanks to.y. sebuah menempel seperti jarum jahit raksasa di kimononya. dan dalam sekejap mata sudah melompatinya.ya. terbang ke udara dan jatuh berantakan ke tanah. ia melihat seorang lelaki mencoba menyelinap. "Betul.. "Ogin!" teriak Takezo sambil berlari ke bagian belakang benteng. "Apa semua ini tipu daya?" pikirnya panik. Satu demi satu ia gedor pintu-pintu itu dengan tiang gerbang. Ketika Takezo melompat ke arahnya. Kemudian ia menghilang ke dalam bayangan sel-sel yang mesum.....

seperti burung besar angkuh yang turun dari langit. Ia merdeka sekarang dan sepanjang pengetahuannya mereka berjalan langsung kembali ke pohon gila di Miyamoto itu. Nada gawat yang ada dalam suaranya itu mustahil diabaikan. mereka mendekati gerbang kedua. memang tak ada orang lain yang cukup dicintainya yang dapat diajaknya berbagi saat-saat akhir hidup yang berharga ini. dan merasa yakin bahwa tak seorang pun mengenalinya. Tak terpikir olehnya ke mana mereka pergi. dan tampak olehnya Takuan datang mendekat sambil berseru. syauqy_arr@yahoo. dan seperti biasa di hadapan biarawan ini ia merasa sedikit rendah diri. pantang ia melanggarnya.co. Bangunan megah itu berdiri di atas kubu batu yang sangat besar. bahkan juga Takuan. Takuan dapat merasakan keraguannya. la menduga kakaknya ditahan di dalam salah satu benteng. "Dan jangan bikin ribut. tapi sekali lagi ia merasa tanpa daya menghadapi orang istimewa ini.webng. "Takezo! Tunggu!" Takezo terperanjat. Langkah-langkah kaki terdengar di belakangnya. Atau barangkali ke kamar bawah tanah di dalam puri. ia pun semakin tergoda untuk mondar mandir. dengan anyaman jerami. Tetapi bersamaan dengan berlalunya waktu. dengan hati-hati membenamkan topi dan menyembunyikan wajahnya. Sebarisan pengawal berdiri tegak di depan gerbang besi. setidak-tidaknya mereka dapat mati bersama. la berharap ia benar. Puri Himeji muncul di hadapan matanya. la dapat melihat sekarang.id and dimhad. Biarawan itu menangkap pergelangan tangannya. ketika didengarnya suara orang memanggil namanya. sekalipun janjinya pada Otsu bukanlah satu-satunya alasan kenapa ia ke Himeji. la pun harus menemukan di mana orang menahan Ogin. Walaupun tidak menoleh.com ." perintahnya. Lewat menara gerbang. ia biasa melakukan pesiar singkat sekitar kota. tapi tak ada satu bukti pun untuk membenarkan dugaannya itu. Lahirnya Musashi TAKEZO menanti di pinggiran kota Himeji. la sangat risau bahwa Otsu belum juga muncul. Di sini serdadu-serdadu memandang lebih cermat dan waspada lagi. tapi lebih sering berdiri di jembatan dan diam-diam memperhatikan orang-orang lewat. "Ayo ikut aku. la menyangka penyamarannya sudah aman. 109 thanks to. baru seminggu berlalu sejak gadis itu bersumpah akan menanti di situ-bukan seratus hari. Sudah lama aku mencarimu. la mengangkat kepala dengan tegas. la sedang berada di dekat pusat kota pada suatu hari. Kalau ia tertangkap di sana. Dengan isyarat tak sabar la mendesak Takezo maju terus. kadang-kadang bersembunyi di bawah Jembatan Hanada. Cahaya matahari yang memantulkan lembingl embing terhunus membuat Takezo sekejap ragu-ragu lewat. Kalaupun mereka harus mati.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 8. Sekali Takezo membuat janji. Ia heran. kenapa demikian. Apabila sedang tidak berada di dekat jembatan itu. Takuan mendahuluinya menyeberangi jembatan lengkung lebar yang membentang hingga parit luar. tapi seribu. kenapa puri itu disebut "Puri Bangau Putih". seperti pengemis." Takezo ikut tanpa melawan.

menyandarkan diri pada tangan kursi dan memandang ke luar. di mana terletak kediaman daimyo. dan dunia akan 110 thanks to. ingat akan perangkap yang untung berhasil diterobosnya. Rupanya ia kenal baik jalan di situ. Bagus sekali Anda menyelamatkannya. apabila tidak sedang mengatur strategi. dia akan menggigit. sekiranya aku memiliki banyak anak buah seperti Anda di sini. kepalanya tercukur bersih. Ia melipat tangan dan mencoba berpikir. Kapten tidak menyentuh orang yang jadi tanggungannya." "Dia berutang nyawa pada Tuan. Tubuhnya pendek. Segalanya begitu damai-sebuah pulau ketenangan. tak sangsi lagi banyak orang berguna akan diselamatkan.com . "Aku sudah menangkapnya. biarawan itu menasihati orang tersebut untuk memperlakukan Takezo baik-baik sebagaimana diinstruksikan sebelumnya. ke kebun. Kalau kau menggodanya." "Tidak betul itu. "Ya. Segalanya sederhana dan tidak mahal. Takuan." Takuan melewati gerbang kedua menuju bangunan tengah. Ia berbalik dan masuk rumah mandi. tapi ia menambahkan. di mana seorang daimyo dapat menikmati kenikmatan hidup. "Itu dia?" tanyanya kepada Takuan sambil menudingkan kipas lipatnya. Walau tidak mengenakan pakaian paling resmi." ucapnya. la hanya minta Takezo mengikutinya.co. dan tak seorang pun mengganggu jalannya." Takezo hampir menangis. O. mengulur waktu dan memperhatikan sekitarnya. Sambil menyerahkan Takezo. itu dia. Buktinya ia tidak memerlukan penunjuk jalan ataupun petunjuk. Ini puri seorang daimyo. Sulit bagi penghuninya untuk dapat santai dan menerima kenyataan bahwa negeri telah berhasil dipersatukan. "Saya letakkan di sini.id and dimhad. Segera mereka sampai di rumah mandi.webng. Ia mengangguk dan berkata sopan. dan Anda tahu itu. melainkan juga sepasang pedang samurai panjang dan pendek. tapi tak ada yang kurang. ia mengenakan juga tutup kepala dan kain sutra longgar yang sesuai dengan lingkungannya. Perlengkapan itu mencakup tidak hanya kipas lipat dan kertas tisu. Takuan memanggil kapten pengawal. la hampir tidak mengangkat kepala waktu berjalan. Seperti banyak puri lain pada zaman itu. yang dipertuan di puri itu. "Wajahnya cakap. dan noda-noda gelap bekas cacar menaburi wajahnya. karena ia ingat benar akan waktu mandi terakhir kali di rumah Osugi. dan ingin ia mengangkat kain katun bersih itu ke wajahnya dan menggosokkannya ke pipi serta menghirup bau segarnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dan siap untuk berkelahi begitu ada perintah." jawab biarawan itu sambil membungkuk hormat. dan Kapten memerintahkannya membasuh badan. Segera kemudian seorang pembantu datang membawa kimono katun hitam hakama. Takezo ikut tanpa berkata-kata. Anda dapat memakainya kalau nanti keluar. Ia diperlakukan sebagai manusia lagi. syauqy_arr@yahoo. "Hati-hati. ia belum terbiasa akan kemewahan perdamaian. Saat itu punggung Takezo pun mengejang. Sesuai perintah Takuan. Bukan pada saya. Ikeda Terumasa. Dia masih liar. Dia anak macan yang bertaring.

Tuan. dengan sikap hormat mendengarkan. "Apa betul pembantuku Aoki Tanzaemon tanpa izinku berjanji." Daimyo itu mengeluh." "Kalau begitu. aku telah kehilangan hakku menghukum Takezo dengan hukuman yang cocok. aku terpaksa menghukummu." Sambil menoleh kepada Takuan ia bertanya. Baru sekali itu ia kehabisan kata. kemudian dengan hormat menunduk kembali. Tanzaemon sudah mengaku." "Kalau begitu. tapi terserah Anda. Itulah justru yang saya pikirkan. apakah menurut pendapat Anda saya berbohong?" "Tentu saja tidak." "Dan bagaimana usul Anda untuk melakukan itu?" "Saya yakin di puri ini ada sebuah kamar tertutup yang sudah lama didesas-desuskan ada hantunya?" 111 thanks to. syauqy_arr@yahoo. apa yang akan kita lakukan kepadanya?" "Saya pikir. seperti kau tahu betul. Selamanya ia menganggap dirinya kambing hitam keluarga Shimmen." "Aku sudah bertanya padanya. walaupun aku yang dipertuan di tanah ini." "Karenanya. Nah.com . Karena itu. pernah menjadi yang dipertuan di puri ini. "Susahnya. semua orangku menyangka bahwa satu-satunya tugas mereka adalah mengikat orang atau memenggal kepalanya.id and dimhad. klan Akamatsu Masanori. Wajahnya serasa terbakar." lanjut Terumasa dengan nada lebih keras." "Bagus. namamu Shimmen Takezo?" tanya Yang Dipertuan Ikeda. kalau Anda berhasil menangkap orang ini." Satu jam kemudian Takezo sudah duduk di kebun di luar beranda. sumpahnya pada Anda berarti sumpahku. Karena dia bawahan langsungku. Kerongkongan Takezo jadi kering. tapi aku menginginkan pembenaran Anda. aku simpulkan Anda sudah punya usul. yang terbaik adalah menempatkan tawanan ini dalam-akan kita namakan apa itu?—'keadaan serba kurang' untuk sementara waktu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menjadi lebih baik karenanya. Takezo menengadah cepat dan melihat wajah orang terkenal itu. Tentu aku tak akan mengizinkan dia pergi tanpa hukuman.co. yang tak ada perasaan hormat khusus ataupun perasaan kagum kepada daimyo itu. Tuan. "Jadi. Anda dapat memutuskan dan memberikan hukuman?" "Saya kira Anda dapat mengetahui hal itu dengan langsung bertanya pada Tanzaemon. bentuk hukuman apa yang akan diambil. kepalanya tertunduk dan tangannya terletak rata di atas lutut. namun demikian ia merasa malu karena telah mendatangkan aib besar kepada nenek moyangnya dan nama keluarganya. "Yang kauperbuat itu tak dapat diampuni." jawabnya terang. "Ya. "Keluarga Shimmen adalah cabang keluarga Akamatsu.webng. "Ya.

" "Nah. karena kamar itu selamanya tidak terpakai. Takezo?" Tidak kedengaran Takezo berkuik." kata Terumasa pada si biarawan." "Hmm. memiliki kamar yang tak pernah berlampu dalam puri?" "Tak pernah aku berpikir demikian. apa Anda bermaksud sekali lagi memperlihatkan ketidakmahiran Anda dalam upacara minum teh?" "Ah. Ada yang memungkinkan gerak laju. Bagian ilmu medan dalam buku Seni Perang karangan Sun-tzu terbuka di meja rendah di hadapannya. "Sesudah mengantarnya ke petak baru itu nanti. Ada yang membatasi. tak ada musim gugur. Semua pesuruhku menolak untuk masuk dan para pembantu selalu menghindarinya. Di situ tak ada kalender. tak ada musim semi.co. kalau Anda. akan saya simpan Takezo di sana sampai saya siap memaafkannya. Datanglah nanti. tak ada bunyi kehidupan keseharian. Menara utama benteng di atas itu selalu gelap gulita.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Betul. Hanya ada sebuah lampu kecil yang menerangi pipi pucat cekung Takezo. Takuan dan Terumasa. Ada bagian yang terpencil. Sudah cukup lama dia hidup dalam kegelapan semata. Jadi. tetapi Terumasa mulai tertawa. ketika ia hendak pergi. Ini adalah cermin kekuasaan dan martabat Anda. "O. Ada yang dapat menerobos. Sun-tzu berkata: "Inilah yang penting diketahui tentang medan. bahkan hampir-hampir bersaudara. orang suka berpikir demikian." Terumasa lalu mengundurkan diri ke bagian dalam kediamannya. seperti nyanyian: 112 thanks to. Ikeda Terumasa. Takuan. Menurut saya. tidak betul. Aku menunggu. nampak sangat bersahabat. apa yang dikatakan Takuan pada Aoki Tanzaemon di kuil malam hari dulu itu benar. kita harus menaruh lampu di sana. Ada jarak yang harus diperhitungkan." Apabila terbaca olehnya bagian yang sangat menarik seperti di bawah ini.webng. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. dua-duanya pengikut Zen. Di situlah terletak kamar yang ada hantunya itu. dan katanya. "Bagus!" Jelas hubungan mereka baik sekali. Sekarang kamar itu kubiarkan sebagaimana adanya. " "Kalau Anda mengizinkan saya menggunakan kamar itu.com . Sekalipun tubuhnya pendek-hampir tidak sampai satu setengah meter-kehadirannya seakanakan memenuhi puri yang bertingkat banyak itu." "Tapi apakah menurut pendapat Anda tidak rendah bagi kemuliaan salah seorang prajurit terkuat dalam lingkungan Tokugawa. karena tak ada alasan untuk membukanya. Hari-hari ini aku sudah betul-betul mulai tahu seluk-beluknya. dan akan kubuktikan bahwa aku bukan lagi sekadar serdadu yang tak tahu adat. ia membacanya keras berulang-ulang. sebaiknya Anda ikut aku ke warung teh. Kaudengar itu.

"Aku akan berumur dua puluh satu tahun. 113 thanks to." Apabila matanya sudah kabur karena lelah.webng. hati saya serasa melihat lebih banyak daripada sebelumnya. ia menang atas segalanya. Karenanya Sun-tzu berkata. ia pun merintih. ia senantiasa menang dengan mudah. "Barang siapa mengenal dirinya sendiri dan mengenal musuhnya. Lihatlah dengan akalmu dan berpikirlah. Ketika Takuan menjatuhkan hukuman kurungan. "Dan apa yang sudah kulakukan selama dua puluh satu tahun ini?" Kadang-kadang kenangan tentang tahun-tahun lalu itu menekan dirinya tak hentihentinya dan merundungnya dengan kesedihan. ia kehabisan tenaga dan gairah hidup. maka itulah musim semi tahun ketiga la berada di dalam rahim itu.com . Buku-buku tentang Zen. ataukah kamar penuh cahaya. ia berkata. Seorang pendeta terkenal zaman kuno pernah berkata. Sekali lagi musim semi terbang dari seberang lautan. ia mencucinya dengan air sejuk dari mangkuk kecil yang selalu ada di sampingnya. "Kau boleh membaca sebanyak kau suka. Sekeliling meja bertumpuk-tumpuk buku. tak akan kau melihat apa-apa kecuali sel yang tak berlampu dan tertutup. dan musim tak ada sangkut-pautnya dengan hidupnya. Kalau udara dingin. Takezo benar-benar tenggelam dalam buku pelajaran ini. syauqy_arr@yahoo. Disergap rasa sesal. memukul dan menendang. Kalau udara panas. la meratap dan mengerang. dan kadang-kadang ia tersedu-sedan bagai bayi. dan berjilid-jilid tentang sejarah Jepang. Rambutnya berantakan dan hatinya hancur.id and dimhad. Terserah padamu." katanya pada dirinya sendiri. sebagian lagi dalam bahasa Cina. Tapi pandanglah lebih saksama. Kalau kau melihatnya hanya dengan matamu. "Anggaplah kamar ini sebagai rahim ibumu dan bersiaplah untuk lahir kembali. Udara tetap sama. Hari-hari ditelan derita. Namun ia hampir merasa pasti bahwa kalau nanti burung layang-layang datang bersarang lagi dalam lubang-lubang penyimpanan senapan yang tertutup papan dalam menara itu. Apabila derita itu mereda. tak akan serampangan ia dalam gerakannya. Saya terbenam dalam kitabkitab suci dan membaca beribu-ribu jilid buku. Barang siapa mengenal langit dan bumi. lembap dan pengap. Semua itu dipinjam dari koleksi Yang Dipertuan Ikeda. Kalau minyak hampir habis dan sumbu lampu memercik. sebagian dalam bahasa Jepang. Akhirnya suatu hari ia mendengar burung layang-layang kembali ke bawah atap menara itu. musim panas. artinya musim dingin.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Barang siapa mengenal seni perang. apakah kamar ini menjadi kamar kegelapan.co. Ketika saya keluar. Kamar ini dapat menjadi sumber pencerahan. Lain dari itu tidak banyak yang diketahuinya. la kaya karsa dan membatasi kemungkinan. dimatikannya saja lampu itu." Sejak itu Takezo berhenti menghitung hari. pancuran pengetahuan yang ditemukan dan diperkaya oleh orang-orang bijak di masa lalu. seakan-akan berkabung.

Terumasa tidak membuang-buang waktu dan meminta Takezo menjadi bawahannya. Saya paham sekarang. Jiwa mereka begitu saja tersapu angin musim gugur. dan mereka dapat dibangkitkan. Dalam pertemuan sebelumnya ia didudukkan di kebun.id and dimhad. Takezo menolak. Tuan akan melihat bercak-bercak hitam memerciki pintu-pintu dan tiang-tiangnya." "Kenapa? Apa hantu-hantu itu menemanimu?" "Kalau Tuan membawa lampu dan memeriksa kamar itu dengan saksama.webng. "Walau tak ada yang dapat kauajak bercakap-cakap kecuali dirimu sendiri. tapi bukan. Dan kalau kau pergi. dan kalau saya 114 thanks to." katanya." ia melanjutkan dengan pandangan saksama." Takuan membawa Takezo sebagaimana adanya menghadap Yang Dipertuan Ikeda. Terkejut dan terlampau terharu hingga tak dapat mengeluarkan kata-kata. Bagaimana saya harus mengucapkan terima kasih pada Takuan?" "Terima kasih?" kata Takuan tak percaya. Sesudah saling mengucapkan salam dan basa-basi. terdengar suara bertanya. hampir-hampir menyakitkan telinga. Itu darah manusia. nenek moyang saya." "Saya berterima kasih atas kebaikan Bapak. tapi sekarang untuknya disediakan tempat di beranda. ketika mereka mempertahankan puri ini.com . terutama suara manusia ini. Mereka tewas binasa. Lalu ia tertawa. tentunya kau sudah jadi sekarang. "Takezo. "Ini sudah tahun ketigamu di sini. kemungkinan besar darah yang dicurahkan oleh orang-orang Akamatsu. Kelihatannya seperti lak. kau baik-baik saja?" Kepala Takuan yang sudah dikenalnya itu muncul di puncak tangga. la merasa mendapat kehormatan besar. seperti kata semua orang. tapi mereka wangsa yang perkasa. kali ini kedengaran aneh. Kau akan membutuhkannya apabila nanti memasuki dunia dan menggabungkan diri dengan sesamamu. peluklah dengan erat pencerahan yang telah kaubayar mahal. "Darah yang sama mengalir juga dalam nadi saya. syauqy_arr@yahoo. Darah saya mendidih memikirkan bagaimana nenek moyang saya yang pernah menguasai seluruh wilayah ini berakhir dengan kebinasaan. Kemungkinan besar kau benar. tapi ia merasa belum waktunya mengabdi pada seorang daimyo.co. apa yang Bapak maksudkan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tak lama sesudah datangnya burung itu." kata Takuan. "Aku baru pulang dari perjalanan." "Hmm. saya jadi naik pitam. "Dan kalau saya mengabdi di puri ini. "hantu-hantu barangkali akan mulai muncul dalam kamar tertutup itu tiap malam. saya anggota wangsa yang sama. "Walau saya orang tak berharga." "Melihat noda-noda itu. Sesudah menempuh masa persiapan selama ini. Takezo menarik lengan kimono biarawan itu dan menariknya masuk kamar. Kegembiraannya meluap mendengar suara manusia lain. demikian dijelaskannya. ternyata kau sudah betul-betul bisa bicara seperti manusia! Bagus! Hari ini kau boleh meninggalkan tempat ini. Pesuruh-pesuruh yang membawakannya makanan tidak sekali pun pernah mengucapkan kata-kata.

Takezo yang kini bernama Musashi memandang penuh kagum. Sebaiknya namanya Miyamoto. karena tidak menggoda saya untuk membalas dendam nenek moyang saya. Jadi. "Miyamoto Musashi! Nama yang bagus. sake dihidangkan. "Bagaimana kalau namamu dibaca seperti huruf Cina 'Musashi' dan bukan 'Takezo'? Kau bisa tetap menulis namamu seperti sebelumnya. Saya berutang budi pada semua penduduk di daerah ini. sebut dirimu Miyamoto. hingga dia tak akan lupa tempat kelahirannya." Tangan Takezo langsung jatuh ke lantai.id and dimhad. Penjelasan datang pada saya di kamar itu: siapa saya ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tinggal di puri ini." "Takuan!" Ikeda tertawa. Tuan. Musashi mengawali hidup baru. Tapi mereka dapat menimbulkan kemelut.webng. "Izinkan saya mengucapkan teirma kasih atas kebaikan hati Anda pada anak ini. bahkan pertumpahan darah lagi." "Biarlah dia mengembara dulu sementara masih muda. hidup dalam disiplin dan latihan seni bela diri. Takuan membungkuk. barangkali juga pemberontakan." seru Takuan. Selama tiga tahun di dalam kurungan itu la telah bertekad menguasai Seni Perang." Terumasa sana?" Takezo tersenyum tanpa suara. nama yang bagus sekali. tapi ke mana? Apa kau bermaksud kembali ke Miyamoto? Dan hidup di 115 thanks to.com . "Tapi karena dia hendak pergi sendiri-dan menurut Anda sudah dilahirkan kembali-dia harus mempunyai nama baru.co. hantu-hantu bisa bangkit dan mencoba meraih saya." Terumasa yang sedang sangat senang perasaannya." perintahnya. sementara acara minum berjalan terus. "Baik. Kita tidak dalam suasana damai. mengangguk bergairah. segalanya mesti baru pada hari kelahiranmu ini. Dalam batas tertentu. "Baiklah. Mereka disertai beberapa pembantu Terumasa." Mereka berpindah ke kamar lain. sejak saat ini. Gerak-geriknya yang indah menciptakan dunia kegembiraan khayali. "Aku mengerti maksudmu. Saya terima." jawab Yang Dipertuan sambil menoleh kepada Takuan. Tepat sekali." "Dan kau mesti mengubah nama kecilmu juga. Dengan telapak tangan tertelungkup ia membungkuk dalam dan lama. mengangguk. la memang ahli. begitu." kata Terumasa. "Sediakan untuknya uang dan pakaian yang sesuai. hormat dan gembira. "Saya ingin mengembara sekehendak hati saya untuk sementara. syauqy_arr@yahoo. Kita mesti minum untuk merayakannya. mereka sudah merasuki saya. Takezo. dan akhirnya Takuan bangkit berdiri. dan Takezo serta Takuan mengawani Yang Dipertuan sampai larut malam. Hari berikutnya mereka berdua meninggalkan puri. Memang lebih baik kalau kau meninggalkan puri ini." "O." Takuan menyeringai. "Inilah pertama kali Anda mengucapkan dua kali terima kasih padaku untuk satu hal saja!" "Benar. menarikan satu tarian kuno. itu tidak akan terulang lagi.

Yang harus saya lakukan sekarang adalah mengambil langkah pasti ke muka." "Tidak. Takuan bercerita bahwa ketika Musashi menyerang benteng Hinagura tiga tahun lalu. "Dia ingin sekali ketemu kau. Ia memilih tinggal dengan seorang sanak di sebuah kampung di daerah Sayo. dan saya sungguh-sungguh lahir kembali." "Tidak. Kalau saya sudah mendapat kemajuan dalam pengetahuan dan penyempurnaan diri yang sedang saya lakukan ini. Dalam tidurnya pun tak pernah ia melupakan kakak perempuannya yang lembut. katanya.. tapi si biarawan menarik lengan kimononya. "tapi Bapak pun sudah memperhatikan kesejahteraan Ogin. bahwa tiga tahun kemudian aku akan mengantarkan adik lelaki yang baru." "Aku mengerti. karena dalam arti tertentu kau memang sudah mati. Aku bilang padanya tiga tahun lalu bahwa dia mesti menganggapmu sudah mati. Bapak sungguh orang yang penuh kasih kepada orang lain.co. Musashi memperlihatkan gelagat hendak minta diri. Dan waktu berpisah sudah tiba. tapi saya harap Bapak dapat memahaminya. Ketika mereka sampai di wilayah kota di luar dinding puri. Rasanya bukan sekarang saatnya kembali ke masa lalu. Saya sudah mati." "Kau pasti ingin bertemu dengannya sendiri. barangkali akan saya perlukan waktu untuk bersantai dan menoleh ke belakang.. tidak. ke masa depan. Pak. Sekalipun tak ada tuduhan terhadapnya. saya tak akan menemuinya. Katanya." 116 thanks to." katanya penuh haru." Musashi menangkupkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya di depan kepala. seperti yang ia lakukan kalau berdoa di depan patung sang Budha. yang sudah demikian lama ia anggap seperti ibunya sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan punya rencana-rencana sendiri. syauqy_arr@yahoo. Tapi aku bilang juga padanya. Saya belum lagi menemukan jalan yang hendak saya tempuh. "Bapak tidak hanya menyelamatkan saya. Tapi bukan sekarang. Ogin memang sudah dilepaskan.com . Saya kira tak akan dapat saya mengucapkan terima kasih atas apa-apa yang telah Bapak perbuat itu." "Sukar saya meneruskannya dalam kata-kata. "Apa tak ada yang ingin kaujumpai?" "Siapa?" "Ogin?" "Apa dia masih hidup?" tanyanya heran." "Salah satu cara untuk mengucapkan terima kasih padaku adalah dengan membiarkan aku mengantarmu ke kakakmu. Sekarang ia sudah senang tinggal di sana. yang tak lain dari Takezo yang lama. ternyata Ogin enggan pulang. "Apa kau tak ingin bertemu dengannya?" tanya Takuan. la berketetapan menjelajahi pedesaan. Mendengar kabarnya saja dari Bapak sudah sama baiknya dengan menemuinya. walau cuma beberapa menit. rasanya tidak.webng.id and dimhad.

webng. dan dengan belajar menguasainya aku akan berjuang memperbaiki diriku. Aku harus menjadikan diriku manusia yang lebih baik dari dirinya." "Saya mengucapkan selamat berpisah sekarang. "Baik-baik di jalan." "Saya akan berusaha sebaik-baiknya. jalan asing yang harus ditempuh semua orang. syauqy_arr@yahoo. "O. sekali lagi sendirian." Bagaimanapun. Berhati-hatilah menempuh jalan itu." pikirnya. rasanya sudah semuanya. la tidak menoleh lagi. Pasti dia juga sedang mengembara. Belum lagi terlambat. melangkah. dan aku akan mengikuti Jalan Pedang. Dari waktu ke waktu ia mengangkat tepi topi anyamannya dan menatap jalan ke masa depan. Akibatnya dia dipecat untuk selamanya dari pekerjaannya oleh Yang Dipertuan Ikeda. Teruslah ikuti jalan pikiranmu. 117 thanks to. "Nah." Takuan berbalik dan berjalan ke barat. ia masih muda." Takuan berbalik. Aku akan menganggapnya jiwaku. kalau saya tidak terbunuh di perjalanan. ya. Kemudian. Aku gembira melihat kau bersungguh-sungguh dalam tujuanmu. "Sekarang cuma ada pedang ini. matanya penuh dengan gairah muda dan harapan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tahu. Langkah kakinya tetap tegap. kita akan bertemu lagi. tapi samurai yang baik itu sudah membikin cemar dirinya sendiri. Kalau ada kesempatan. dan berjanji pada diri sendiri. mari kita usahakan sungguh-sungguh untuk bersua lagi." "Ya. ada lagi. mereka masih berusaha menelusuri jejakmu. tapi kemudian berhenti. ia berjalan ke timur. Aku mesti mengingatkanmu bahwa Osugi dan Paman Gon meninggalkan Miyamoto mencarimu dan Otsu tiga tahun lalu. Aoki Tanzaemon. "Aku akan hidup dengan aturannya. Jangan terlalu dipikirkan. "O. untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bijaksana.co." Ia letakkan tangannya ke gagang senjata. Bisa saja mereka berbuat sesuatu yang tak akan mengenakkan. demikian pikirnya. "Musashi. ya. Takuan mengikuti Jalan Zen. Mereka bertekad takkan pulang sebelum dapat membalas dendam.id and dimhad. sampai akhirnya tidak kelihatan lagi. Barangkali tak ada hubungannya dengan apa yang kita katakan atau kita perbuat. Mungkin kau tak pernah kenal namanya. jalanmu bukan jalan yang mudah." Musashi tersenyum. Mata Musashi menyipit karena terang matahari." Takuan jadi murung." seru Musashi kepadanya. "Satu-satunya barang di dunia ini yang harus jadi andalanku. tapi rasanya mereka tak akan betul-betul menyulitkanmu. tapi dialah yang bertanggung jawab ketika kau diburu-buru.com . ya. Biar mereka sudah tua. la sendiri terus di persimpangan jalan sambil memperhatikan bagaimana sosok biarawan itu semakin mengecil. Belum lagi jauh-sesungguhnya ia baru berada di pinggiran Himejis eorang perempuan datang berlari-lari ke arahnya dari sisi lain Jembatan Hanada. Suatu kali nanti. Aku pergi.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah. Hampir saja aku terbunuh. Kau berjanji akan mengajakku. "Ikut? Ikut ke mana?" tanyanya blak-blakan. bukan?" Sesungguhnya.webng. Kata-kata Otsu bernada teguran. "Apa dayaku? Bagaimana mungkin aku berhasil mencari kebenaran dan pengetahuan. gadis ini masih tunangan Matahachi. Otsu. dan aku sudah memenuhi janjiku dengan setia.'" Otsu lebih keras menarik kimono Musashi dan bergayut seperti anak-anak." perintah Musashi. Dan aku siap menahan beberapa kesulitan. oleh siapa pun? Lagi pula. aku bisa tinggal di sana dan menantimu. bagaimana mungkin seorang lelaki menguasai Jalan Samurai. "Ya.id and dimhad. "Lepaskan bajuku.com . "Tidak. Waktu itu aku sakit dan harus beristirahat. Masalah-masalah itu berkecamuk dalam pikirannya yang gelisah. "Ke mana saja kau pergi. kau tidak lupa. tentu saja Musashi tak punya maksud untuk mengajaknya atau siapa pun. Tapi aku berhasil lolos." "Beberapa? Hanya beberapa?" "Berapa pun banyaknya. 'Lihat Musashi itu: dia butuh seorang inang buat menjaganya. kan? Kau tidak lupa nama jembatan ini? Apa kau lupa janjiku akan menanti di sini berapa pun lamanya?" "Kau menanti di sini tiga tahun lamanya?" Musashi terpana. mencoba menduga pikirannya." "Bukan itu soalnya." Ia menatap wajah Musashi." "Kapan aku membohongimu?" "Di celah gunung itu. Osugi dan Paman Gon menyusulku tepat saat kau pergi." 118 thanks to. akhirnya kau muncul juga!" teriak Otsu sambil mencengkram lengan kimononya. dan mereka berbaik hati menerimaku sebagai semacam pembantu. Lanjutnya. bukan untuk pelesir!" "Aku tak akan menghalangi jalanmu. "Takezo." Tak bisa Musashi menyembunyikan pikiran-pikiran itu dari wajahnya. Jadi. syauqy_arr@yahoo. Aku menunggu di sini sejak dua puluh hari sejak kita berpisah di Celah Nakayama itu. sebuah kedai kecil khas di pinggir jalan raya yang menjual cenderamata.co. Musashi terengah-engah kaget. aku tak mau! Kau bohong. kalau perempuan membuntutinya terus? Apa tidak lucu? Orang akan mengatakan. Saat itu ia sedang bergegas menghindarkan pikiran tentang kakak perempuannya yang demikian ingin ia temui dan demikian kuat ia rindukan. kalau selamanya dicampuri oleh perempuan. Hari ini hari kesembilan ratus tujuh puluh. "Aku boleh ikut kamu." "Aku harus menempuh perjalanan panjang dan berat." la menunjuk toko anyaman di ujung jembatan. "Kuceritakan riwayatku kepada orang-orang di sana.

Engkau tidak berutang apa pun padaku. Waktu itu aku tidak serius.id and dimhad. tidak betul. itu bukan pikiranku. tapi dia berkata. karena tak ada pilihan lain. Waktu itu aku melarikan diri dari Osugi dan Paman Gon. itu pikiranmu. Ia mendesak Musashi ke pagar jembatan. jadi siapa yang tahu bagaimana akhirnya?"' Musashi menurunkan tangannya dan memandang ke jalan yang menuju barat. "Maaf.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Itu berabad-abad lalu." "Takuan? Dia menceritakan segalanya?" "Kukira begitu. Apa kau ingin kita jadi tontonan buat orang-orang yang suka ikut campur?" Otsu melepaskan lengan baju Musashi dan jatuh tersedu-sedu ke pagar jembatan. Sesudah itu aku tidak melihatnya lagi sampai kemarin." "Tidak. Rambutnya yang berkilauan menutupi wajahnya. "Otsu. syauqy_arr@yahoo. kemudian diputus cintanya oleh tunangannya." "Ya. Aku sedang tergesa-gesa dan kau tak mau melepaskan aku sebelum aku berjanji. "Ini tengah hari benderang. aku sudah dengar. dan orang-orang memandangi kita. "Lepaskan!" katanya memutuskan." Musashi membungkuk dan menyibakkan rambut Otsu dari wajahnya dengan kedua belah tangan." katanya lembut. aku terkurung dalam menara puri." teriak Otsu. la bertanya dalam hati. sekalipun dari luar ia tampak lebih tenang. "Selama kau menanti sampai hari ini. Itu tiga tahun lalu. kemudian ia menatap mata Otsu.webng. dan tak ada waktu buat menjelaskan. Pertama ia ditinggalkan selagi bayi. hingga dua kali kauminta aku memotong tali itu.co. aku tanya apa kau butuh pertolonganku. Aku iyakan saja. "Mestinya aku tak boleh bicara seperti itu. Kau begitu gembira. kan?" Otsu berusaha mengemukakan alasan yang logis. ketika dia datang dan minum teh. Pak Takuan menyelamatkan aku. Dulu aku jatuh pingsan di dasar jurang dekat Warung Teh Mikazuki." "Engkau tahu?" "Pak Takuan bilang padaku. dan Musashi sangat memikirkannya. Lupakanlah. Sekali lagi ia terpukau oleh perhatian Takuan terhadap sesama manusia yang mencakup 119 thanks to. Kau tidak menyangkal hal ini. tidak. tapi lidahnya kelu. Dan lagi. dan sekarang ini! Musashi tahu Otsu sendirian di dunia ini. 'Soalnya adalah soal antara lelaki dan perempuan. Tiga tahun lamanya aku bahkan tak pernah melihat matahari. Aku tidak begitu mengerti apa yang dimaksudkannya. "Lepaskan! Orang-orang memandangi kita!" "Biar saja! Waktu kau terikat di pohon itu. akan pernahkah la bertemu lagi dengan orang yang telah menyelamatkan hidupnya. tidak! Tidak betul yang kaukatakan itu. tapi ternyata air mata menggagalkannya. Dia juga yang menolongku mendapatkan pekerjaan di sini. di toko cenderamata.com ." gumam Otsu.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI segalanya dan sepenuhnya bebas dari sikap mementingkan diri sendiri. Musashi pun sadar betapa sempit pandangannya selama ini, dan betapa kerdil ia menyangka bahwa biarawan itu hanya punya rasa cinta khusus kepadanya seorang. Padahal kebesaran jiwanya mencakup Ogin, Otsu, dan siapa saja yang membutuhkan, yang menurut pendapatnya dapat dibantunya. "Soalnya adalah soal antara lelaki dan perempuan..." Kata-kata Takuan kepada Otsu itu kini memberati pikirannya. Ini beban yang tak siap dipikulnya, karena dalam bergunung-gunung buku yang telah dibacanya bertahun-tahun itu, tidak ada satu kata pun yang membahas situasi yang dihadapinya sekarang. Bahkan Takuan pun mengundurkan diri, agar tidak tersangkut dalam persoalan antara dia dan Otsu. Apakah maksud Takuan hubungan antara lelaki dan wanita itu harus dipecahkan oleh orang-orang yang bersangkutan saja? Apakah menurutnya tidak ada aturan yang dapat diterapkan seperti halnya dalam Seni Perang? Tidak ada strategi yang aman, tidak ada jalan untuk menang? Atau apakah ini yang dimaksud cobaan bagi Musashi, suatu masalah yang hanya dapat dipecahkan Musashi sendiri? Tenggelam dalam renungan, ia menatap ke bawah, ke air yang mengalir di bawah jembatan. Otsu memandang wajah Musashi yang kini tampak jauh dan tenang. "Jadi, aku boleh ikut?" mohonnya. "Pemilik toko sudah berjanji membolehkan aku pergi kapan saja kuinginkan. Aku cuma perlu datang dan menjelaskan soalnya, dan kemudian mengemasi barang-barangku. Sebentar aku kembali." Musashi menggenggam tangan Otsu yang putih mungil dan tertumpang di atas pagar jembatan itu. "Dengar, Otsu," katanya sedih. "Aku minta, pikirkanlah lagi." "Apanya yang mesti dipikirkan?" "Sudah kukatakan. Aku baru menjadi orang baru. Tiga tahun lamanya aku tinggal dalam lubang lembap. Aku membaca buku. Aku berpikir. Aku menjerit dan berteriak. Dan tiba-tiba fajar merekah. Aku baru paham apa artinya menjadi manusia. Aku punya nama baru sekarang, Miyamoto Musashi. Aku mau membaktikan diriku pada latihan dan disiplin. Aku ingin memanfaatkan setiap saat dalam tiap hariku untuk bekerja memperbaiki diri. Aku sadar sekarang, betapa jauh jalan yang harus kutempuh. Kalau engkau memilih mengikatkan hidupmu padaku, engkau tak akan pernah bahagia. Hanya ada kesukaran, dan kesukaran itu tidak akan berkurang. Bahkan keadaan semakin lama akan semakin sukar saja." "Bicaramu membuat aku merasa lebih dekat padamu daripada kapan pun. Sekarang aku yakin diriku benar. Aku sudah menemukan pria terbaik, yang takkan kuperoleh lagi sampai akhir hidupku." Musashi sadar ia hanya memperburuk keadaan. "Maafkan aku. Aku tak dapat membawamu," katanya.

120

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu, aku ikut saja. Selama aku tidak mencampuri latihanmu, apa jeleknya? Engkau pun tak akan merasa aku ada di situ." Musashi tak dapat menjawab lagi. "Aku tak akan mengganggumu. Aku berjanji." Musashi tetap diam. "Beres, kan? Tunggu saja di sini; sebentar aku kembali. Aku akan marah sekali kalau kau pergi diam-diam." Otsu berlari ke arah toko anyaman. Terpikir oleh Musahi akan mengabaikan saja semuanya itu dan lari ke arah yang bertentangan. Keinginan demikian ada padanya, tapi kakinya tak mau bergerak. Otsu menoleh ke belakang, dan serunya, "Ingat, jangan coba-coba pergi diam-diam!" la tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya, dan Musashi asal mengangguk saja. Puas mendapatkan isyarat ini, Otsu menghilang ke dalam toko. Kalau ia memang mau melarikan diri, inilah saatnya. Hatinya mengatakan demikian, tapi tubuhnya masih terbelenggu oleh lesung pipit yang manis dan mata Otsu yang memohon. Alangkah manisnya anak itu! Jelas baginya, tak seorang pun di dunia ini yang begitu mencintainya, kecuali kakak perempuannya. Dan ia pun bukan tidak menyukai Otsu. la memandang ke langit, melihat ke dalam air, mencengkeram pagar jembatan dengan kerasnya, kacau dan bingung. Segera saja potongan-potongan kecil kayu jembatan mengapung di air yang mengalir. Otsu muncul kembali di jembatan, mengenakan sandal jerami baru, pembalut kaki kuning muda, dan topi besar perjalanan yang terikat di bawah dagu dengan pita merah tua. Tak pernah ia tampak begitu cantik. Tapi Musashi tak nampak lagi. Otsu berteriak terkejut dan menangis sejadi-jadinya. Kemudian terpandang olehnya bagian pagar jembatan, tempat asal jatuhnya potongan-potongan kayu tadi. Di situ tertulis jelas pesan yang digoreskan dengan ujung belati. "Maafkan aku. Maafkan aku."

121

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

9. Perguruan Yoshioka
HIDUP hari ini, yang tak kenal hari esok.... Di Jepang, pada awal abad tujuh belas, kesadaran orang mengenai hidup yang hanya selintas terdapat pada orang kebanyakan maupun pada golongan elite. Jenderal terkenal Oda Nobunaga, yang telah meletakkan dasar-dasar bagi Toyotomi Hideyoshi dalam mempersatukan Jepang, menyimpulkan pandangan ini dalam sebuah sajak pendek: Umur manusia yang lima puluh tahun Tidak lebih dari impian maya Dalam perjalanan lewat Perpindahan perpindahan abadi. Kalah dalam suatu pertempuran kecil dengan salah seorang jenderalnya sendiri, yang menyerangnya secara mendadak dalam usaha balas dendam, Nobunaga bunuh diri di Kyoto pada umur empat puluh delapan. Tahun 1605, sekitar dua dasawarsa kemudian, perang yang tak kenal henti antara para daimyo pada pokoknya sudah lewat. Tokugawa Ieyasu telah memerintah sebagai shogun dua tahun lamanya. Lentera di jalan-jalan Kyoto dan Osaka bersinar terang sebagaimana pada masa kejayaan zaman ke-shogun-an Ashikaga. Suasana umumnya riang dan penuh pesta. Tapi hanya sedikit orang yang yakin bahwa perdamaian itu akan kekal. Perang saudara selama lebih dari seratus tahun telah demikian mewarnai pandangan hidup rakyat, hingga mereka beranggapan bahwa ketenangan yang sedang berlangsung itu rapuh belaka dan bakal berumur pendek. Ibu kota memang berkembang, tetapi ketegangan akibat tidak diketahuinya berapa lama keadaan itu akan berlangsung lebih merangsang keinginan rakyat untuk bersuka ria. Sekalipun masih memegang kekuasaan, Ieyasu secara resmi sudah mengundurkan diri dari kedudukan shogun. Selagi masih cukup kuat untuk menguasai daimyo lain dan mempertahankan hak keluarga untuk berkuasa, ia menyerahkan gelarnya kepada anak lelakinya yang ketiga, Hidetada. Ada desas-desus bahwa shogun baru akan segera mengunjungi Kyoto untuk menyatakan hormatnya kepada Kaisar, tapi semua orang tahu bahwa perjalanannya ke barat itu akan lebih dari sekadar kunjungan kesopanan. Saingan terbesarnya yang potensial, Toyotomi Hideyori, adalah anak Hideyoshi, penerus Nobunaga. Hideyoshi telah berbuat sebisa-bisanya agar kekuasaan tetap berada di tangan keluarga Toyotomi sampai Hideyori cukup umur, tetapi pemenang di Sekigahara adalah Ieyasu. Hideyori masih bersemayam di Puri Osaka. Meskipun Ieyasu tidak menyingkirkannya, malahan mengizinkannya menikmati penghasilan tahunan yang besar jumlahnya, ia sadar bahwa Osaka merupakan ancaman besar. Tempat ini bisa menjadi titik kumpul yang mungkin dipakai untuk perlawanan. Banyak penguasa feodal lainnya juga mengetahui hal ini. Mereka memasang taruhan yang jumlahnya sama untuk kemenangan kedua belah pihak. Mereka pun berbaik-baik dengan

122

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Hideyori maupun shogun untuk mengamankan diri. Sering orang mengatakan bahwa Hideyori memiliki cukup banyak puri dan emas hingga bisa membeli semua samurai tak bertuan atau ronin di negeri itu, jika ia mau. Spekulasi kosong mengenai masa depan politik negeri itu merupakan bahan utama pergunjingan di udara Kyoto. "Perang pasti pecah, cepat atau lambat." "Tinggal masalah waktu." "Lentera-lentera jalan ini bisa padam besok." "Kenapa mesti pusing? Apa yang terjadi, terjadilah." "Mari kita bersuka ria selagi bisa!" Kehidupan malam yang sibuk dan tempat-tempat hiburan yang semakin meriah merupakan bukti nyata bahwa kebanyakan penduduk memang melakukannya. Di antaranya adalah sekelompok samurai yang kini sedang berjalan membelok masuk Jalan Shijo. Di samping mereka berdiri tembok panjang berplester putih yang berakhir pada sebuah gerbang mengesankan dan beratap mengagumkan. Sebuah papan kayu yang sudah hitam warnanya karena usia, memuat tulisan yang hampir tak terbaca lagi: Yoshioka Kempo dari Kyoto. Instruktur Militer bagi para Shogun Ashikaga. Kedelapan samurai muda itu kelihatannya selesai berlatih pedang terus-menerus sepanjang hari. Sebagian mengenakan pedang kayo sebagai pelengkap pedang baja yang biasa, dan sebagian lagi membawa lembing. Mereka tampak kuat, jenis orang pertama yang melihat tumpahnya darah pada saat pertarungan senjata meletus. Wajah mereka sekeras batu dan mata mereka penuh ancaman, seakan selamanya berada di ambang letusan kemarahan. "Ke mana kita pergi malam ini, Tuan Muda?" tanya mereka beramai-ramai sambil mengelilingi guru mereka. "Ke mana lagi kalau bukan ke tempat kemarin malam?" jawab sang guru dengan muram. "Ah! Perempuan-perempuan itu semuanya jatuh hati kepada Tuan! Mereka hampir tidak memandang kami." "Barangkali dia benar," yang lain menyela. "Kenapa tidak kita coba tempat lain yang baru, di mana tak ada orang mengenal Tuan Muda atau salah seorang dari kita?" Sambil berteriak-teriak dan ribut tak keruan, tampaknya mereka benar-benar tenggelam dalam persoalan ke mana akan pergi minum dan melacur. Mereka masuk daerah yang berpenerangan baik di sepanjang tepi Sungai Kamo. Bertahuntahun tanah itu kosong dan penuh ditumbuhi rumput, benar-benar lambang kehancuran perang. Tetapi bersamaan dengan datangnya damai, nilainya pun melonjak. Rumah-rumah rapuh tersebar di sana-sini, tirai-tirai merah dan kuning pucat tergantung melengkung di pintu masuk. Di situ kupu-kupu malam menjalankan usahanya. Gadis-gadis dari Provinsi Tamba dengan muka

123

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berpupur sembarangan menyiuli calon pelanggan. Perempuan-perempuan malang yang dibeli secara berkelompok itu memetik shamisen, alat musik yang belum lama populer. Mereka menyanyikan lagu lagu mesum dan tertawa-tawa antara sesamanya. Nama tuan muda itu Yoshioka Seijuro. Kimono cokelat tua yang bagus potongannya menutup tubuhnya yang jangkung. Begitu mereka memasuki daerah pelacuran, ia menoleh ke belakang dan katanya kepada salah seorang dari kelompoknya, "Toji, belikan aku topi anyaman." "Yang dapat menyembunyikan wajah Anda?" "Ya." "Anda membutuhkannya bukan untuk di sini, bukan?" jawab Gion Toji. "Aku takkan minta kalau tidak membutuhkannya di sini!" decap Seijuro tak sabar. "Aku tak suka orang melihat anak Yoshioka Kempo berkeliaran di tempat seperti ini." Toji tertawa. "Tapi itu justru menarik perhatian. Semua perempuan di sini tahu bahwa kalau Anda menyembunyikan wajah dengan topi, tentunya Anda dari keluarga baik-baik, dan barangkali dari keluarga kaya. Tentu saja ada alasan lain kenapa mereka suka pada Anda, tapi itu salah satu di antaranya." Toji, sebagaimana biasa, sedang menggoda dan sekaligus menjilat tuannya. Ia menoleh dan memerintahkan salah seorang untuk mencari topi yang dimaksud, lalu ia berdiri menanti orang yang disuruh itu pergi melewati lentera-lentera dan orang-orang yang sedang bersuka ria. Ketika orang yang disuruh itu kembali, Seijuro mengenakan topi dan merasa lebih santai. "Dengan topi itu," ucap Toji, "Anda lebih tampak seperti orang yang tahu mode." Sambil menoleh kepada yang lain-lain, ia melanjutkan jilatannya secara tak langsung. "Lihat, perempuan-perempuan itu semua melongok dari pintu, supaya dapat benar-benar melihatnya." Tanpa jilatan Toji pun, Seijuro memang memiliki tubuh yang bagus. Dengan dua sarung pedang bersemir mengilat yang tergantung di sisinya, ia memancarkan kemuliaan dan kelas yang memang pantas bagi anak keluarga kaya. Maka tak ada topi jerami yang dapat menghentikan perempuan perempuan itu menegurnya ketika ia lewat. "Hei, tampan! Kenapa sembunyi di bawah topi jelek?" "Ayolah kemari! Saya ingin lihat yang di bawahnya." "Ayo, jangan malu-malu. Biar kami melihat." Seijuro menanggapi ajakan-ajakan menggoda ini dengan berusaha kelihatan lebih tinggi dan lebih mulia lagi. Sikap ini diambilnya belum lama setelah ia, untuk pertama kalinya, berhasil dibujuk Toji untuk menginjakkan kaki di daerah itu, dan ia masih malu dilihat orang di sana. Terlahir sebagai anak tertua pemain pedang terkenal, Yoshioka Kempo, tak pernah ia kekurangan uang, tapi sampai waktu belum lama berselang ia tak kenal dengan sisi buruk kehidupan ini. Perhatian yang ditunjukkan orang kepadanya membuat detak darahnya berpacu.

124

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Masih ada rasa malu yang disembunyikannya. Sebagai anak manja dari keluarga kaya, ia selalu suka pamer. Jilatan pengiringnya tak kalah ampuhnya dengan cumbuan perempuan, menyokong kesombongannya seperti racun yang manis. "Oh, itu tuan dari Jalan Shijo!" ujar salah seorang perempuan itu. "Kenapa Anda menyembunyikan wajah? Anda tidak bisa mengecoh siapa pun." "Bagaimana perempuan itu bisa tahu siapa aku?" geram Seijuro kepada Toji, pura-pura tersinggung. "Mudah sekali," kata perempuan itu, sebelum Toji dapat membuka mulut. "Semua orang tahu, orang dari Perguruan Yoshioka suka memakai warna cokelat tua. Namanya 'warna Yoshioka'. Warna itu populer sekali di sini." "Betul. Tapi seperti kaukatakan, banyak orang lain yang memakainya juga." "Ya, tapi mereka tidak mengenakan hiasan tiga lingkaran pada kimononya." Seijuro menunduk memandang lengan kimononya, "Aku mesti lebih hati-hati," katanya. Saat itu juga sebuah tangan dari belakang kisi-kisi terulur dan menarik pakaian itu. "Wah, wah," kata Toji. "Menyembunyikan wajah, tapi tidak menyembunyikan hiasannya. Tentunya dia memang ingin dikenali. Jadi, saya kira, betul-betul tak mungkin sekarang untuk tidak singgah." "Semaumulah," kata Seijuro yang tampak tak enak, "tapi suruh perempuan ini melepaskan lengan bajuku." "Lepaskan, perempuan!" raung Toji. "Beliau bilang, kami akan masuk!" Para siswa itu pun berkerumun masuk ke bawah tirai warung. Kamar yang mereka masuki itu, hiasannya tanpa selera sama sekali. Gambar-gambar kampungan dan bunga-bungaan disusun morat-marit, hingga sukar bagi Seijuro untuk merasa senang. Namun yang lain-lain tidak memperhatikan joroknya lingkungan. "Keluarkan sake!" perintah Toji, yang juga memesan beberapa penganan pilihan. Sesudah makanan datang, Ueda Ryohei yang menjadi tandingan Toji dalam permainan pedang berteriak, "Keluarkan perempuan!" Perintah itu diberikan dengan nada yang sama masamnya dengan nada yang dipakai Toji untuk memesan makanan dan minuman. "Hei, Ueda tua bilang, keluarkan perempuan!" kata yang lain-lain serentak menirukan suara Ryohei. "Aku tak suka disebut tua," kata Ryohei, memberengutkan muka. "Memang aku lebih lama dari yang lain-lain belajar di perguruan ini, tapi kalian takkan menemukan uban dalam rambutku." "Kau menyemirnya barangkali." "Siapa yang mengatakan itu, maju ke depan dan minum satu sloki sebagai hukuman!" "Susah-susah amat. Lemparkan ke sini!" Sloki sake pun melayang di udara.

125

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dan ini balasannya." Dan satu sloki lagi terbang. "He, siapa yang menari!" Seijuro berseru, "Kau menari, Ryohei! Menarilah, dan tunjukkan kau masih muda." "Boleh. Lihat!" Ryohei pergi ke sudut beranda. Di situ diikatkannya celemek merah milik pelayan ke belakang kepalanya, ditusukkannya kembang prem ke dalam simpulnya, dan diambilnya sapu. "Lihat! Dia mau menarikan tarian Perawan Hida! Mari kita dengarkan nyanyiannya juga, Toji!" Ia mengajak mereka semua menggabungkan diri, dan mulailah mereka, mengetuk-ngetuk piring secara berirama dengan sumpitnya, sedangkan satu orang mendentang-dentangkan penjepit api ke pinggir anglo. Di balik pagar bambu, pagar bambu, pagar bambu, Kulihat kimono berlengan panjang, Kimono berlengan panjang di salju.... Tenggelam dalam tepuk tangan sesudah bait pertama, Toji pun membungkuk, dan perempuan-perempuan melanjutkannya dengan iringan shamisen. Gadis yang kulihat kemarin Tak ada lagi hari ini. Gadis yang kulihat hari ini Takkan datang lagi esok hari. Tak tahulah apa yang terjadi esok, Aku ingin mencumbunya hari ini Di sebuah sudut, seorang siswa mengangkat mangkuk sake yang besar untuk rekannya. Katanya, "Bagaimana kalau minum ini sekali teguk?" "Tidak, terima kasih." "Terima kasih? Katanya kau samurai, tapi tak bisa kau menghabiskan ini?" "Tentu saja bisa. Tapi kalau aku minum, kau juga mesti!" "Ya, itu adil!" Pertandingan pun dimulai. Mereka minum seperti kuda di palungan, dan sake mengucur dari sudut-sudut mulut mereka. Kira-kira sejam kemudian, beberapa orang di antaranya sudah mulai muntah, sedang lain-lainnya tak bisa bergerak lagi dan hanya melotot kosong dengan mata merah. Satu orang yang punya kebiasaan bicara keras, dan semakin lantang bicaranya kalau makin banyak minumnya, menyatakan, "Apakah di negeri ini, di luar Tuan Muda, ada yang benar-benar mengerti teknik-teknik Delapan Gaya Kyoto? Kalau ada-hik-ingin aku ketemu dengannya.... Hups!" Seorang anggota perguruan yang duduk dekat Seijuro tertawa. Bicaranya tersendat-sendat, cegukan, "Dia mengumbar jilatan karena Tuan Muda ada di sini. Ada perguruan lain di samping delapan yang ada di Kyoto ini, dan Perguruan Yoshioka ini tidak lagi yang terbesar. Di Kyoto saja

126

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ada Perguruan Toda Seigen di Kurotani, dan Ogasawara Genshinsai di Kitano. Dan jangan lupa Ito Ittosai di Shirakawa, walaupun tidak menerima siswa." "Apa istimewanya mereka itu?" "Maksudku, kita tidak boleh merasa kita ini satu-satunya pemain pedang di dunia." "Bajingan picik kamu!" seru seorang yang merasa tersinggung harga dirinya. "Maju!" "Begini?" jawab si pengecam dengan tajam sambil bangkit. "Kau anggota perguruan ini, tapi kau mengecilkan Gaya Yoshioka Kempo?" "Aku tidak mengecilkannya! Sekarang ini tidak seperti dulu, ketika guru mengajar para shogun dan dianggap pemain pedang terbesar. Sekarang jauh lebih banyak orang yang mempraktekkan Jalan Pedang, tidak hanya di Kyoto, tapi juga di Edo, Hitachi, Echizen, provinsiprovinsi dalam, provinsi provinsi barat, Kyushu-di seluruh negeri ini. Ketenaran Yoshioka Kempo tidak berarti Tuan Muda dan kita semua ini pemain-pemain pedang terbesar masa kini. Itu sama sekali tidak benar, kenapa pula mesti membohongi diri sendiri?" "Pengecut! Kau pura-pura jadi samurai, tapi kau takut pada perguruan lain!" "Siapa yang takut? Aku cuma ingin kita menjaga diri dari rasa puas diri." "Tapi siapa kau ini, berani-berani memberi peringatan?" Murid yang tersinggung itu meninju dada lawannya hingga terjatuh. "Kau ingin berkelahi?" geram orang yang jatuh. "Ya. Ayo." Murid-murid senior, Gion Toji dan Ueda Ryohei, menengahi. "Berhenti kalian!" Keduanya melompat, memisahkan yang berkelahi, dan mencoba meredakan kemarahan mereka. "Tenang!" "Kami semua mengerti perasaan kalian." Beberapa sloki sake lagi dituangkan untuk mereka yang berkelahi, dan akhirnya keadaan normal kembali. Si penghasut sekali lagi memuji-muji dirinya dan lain-lainnya, sedang si pengecam, sambil menangis memeluk Ryohei, mempertahankan pendapatnya. "Aku cuma mengemukakan pendapat untuk kebaikan perguruan ini," sedannya. "Kalau orang terus menyemburkan jilatan, nama baik Yoshioka Kempo akhirnya akan runtuh. Percayalah, runtuh!" Hanya Seijuro yang tetap paling tenang. Melihat ini, Toji berkata, "Apakah Anda tidak menikmati pesta ini?" "Ah. Apa mereka itu betul-betul menikmatinya? Rasanya tidak." "Tentu. Inilah cara mereka bergembira." "Aku tak percaya kalau kelakuan mereka seperti itu." "Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang lebih tenang? Saya sendiri sudah bosan di sini."

127

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Seijuro tampak sangat lega dan segera saja setuju. "Aku ingin pergi ke tempat kemarin malam." "Maksud Anda Yomogi?" "Ya." "Di sana memang jauh lebih baik. Tadinya saya kira Anda memang ingin pergi ke sana, tapi di sana cuma buang-buang uang saja kalau membawa gerombolan orang bebal ini. Itu sebabnya saya giring mereka kemari-murah." "Mari kita pergi diam-diam. Biar Ryohei mengurus orang-orang ini." "Anda pura-pura pergi ke belakang. Saya akan menyusul beberapa menit lagi." Seijuro menghilang dengan lihainya. Tak seorang pun melihat. Di luar rumah, tak jauh dari situ, seorang perempuan sedang berdiri berjinjit, mencoba menggantungkan kembali lentera ke pakunya. Angin mengembus lilin lentera itu, dan ia menurunkannya untuk menyalakannya kembali. Punggungnya tegak di bawah tepi atap, dan rambutnya yang baru dikeramas tergerai di sekitar wajahnya. Untaian rambut dan cahaya lentera menimbulkan bayang-bayang yang terus berubah-ubah di kedua tangannya yang terulur. Semerbak kembang prem mengambang di angin petang. "Oko! Biar kugantungkan lampunya." "Oh, Tuan Muda," kata Oko kaget. "Tunggu." Ketika orang itu mendekat ternyata bukan Seijuro, tapi Toji. "Cukup?" tanya Toji. "Ya, bagus. Terima kasih." Tetapi Toji melirik lentera itu, menganggapnya miring, dan menggantungkannya kembali. Oko heran, kenapa sebagian lelaki bisa begitu suka menolong dan penuh perhatian bila sedang mengunjungi tempat seperti ini, padahal di rumah sendiri mereka sama sekali menolak mengulurkan tangan. Sering kali mereka membuka dan menutup jendela sendiri, mengeluarkan bantal-bantal sendiri, dan melakukan selusin pekerjaan kecil lain yang tak terbayang akan mereka lakukan di rumah sendiri. Toji berpura-pura tidak mendengar, dan mempersilakan tuannya masuk. Begitu duduk, Seijuro berkata, "Tenang sekali di sini." "Saya buka pintu ke beranda," kata Toji. Di bawah beranda sempit itu berdesir air Sungai Takase. Di sebelah selatan, di seberang jembatan kecil di Jalan Sanjo, menghampar halaman luas Zuisenin, jajaran hitam Teramachi atau "Kota Kumpulan Kuil", dan padang miskantus. Tempat ini berada dekat Kayahara. Di sini pasukan Toyotomi Hideyoshi membantai istri, gundik-gundik, dan anak-anak kemenakannya, regent Hidetsugu yang kejam. Suatu peristiwa yang masih segar tersimpan dalam kenangan banyak orang.

128

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Toji jadi gugup. "Masih terlalu sepi di sini. Di mana saja perempuan perempuan sembunyi? Rupanya tak ada pelanggan lain malam ini." la gelisah sedikit. "Saya heran, kenapa Oko lama betul. Dia malahan tidak membawakan kita teh." Ketika akhirnya ketidaksabaran itu berubah jadi kegelisahan, ia tidak dapat lagi duduk tenang. Ia berdiri mencari tahu, kenapa teh tidak dihidangkan. Waktu melangkah ke beranda, hampir saja ia bertumbukan dengan Akemi yang sedang membawa baki berpernis emas. Giring-giring kecil pada obi-nya berdering ketika ia berseru, "Awas! Bisa tumpah teh ini!" "Kenapa kau begitu lambat? Tuan Muda di sini. Kurasa kau suka dia." "Lihat, tumpah sebagian. Ini salahmu. Ayo ambilkan lap." "Ha! Lancang kamu, ya? Di mana Oko?" "Berhias tentu saja." "Jadi, dia belum selesai?" "Ya, siang hari kami sibuk sekali." "Siang? Siapa yang datang siang-siang?" "Itu bukan urusanmu. Biarkan aku lewat." Toji minggir, dan Akemi masuk kamar menyalami tamunya. "Selamat malam. Terima kasih atas kedatangan Anda." Seijuro berpura-pura acuh tak acuh, memandang ke samping, dan katanya, "Oh, kamu, Akemi. Terima kasih atas yang semalam." Ia merasa jengah. Dari baki itu Akemi menurunkan guci yang menyerupai pedupaan dan meletakkan di atasnya sebuah pipa yang bagian pengisap dan kepalanya terbuat dari keramik. "Anda ingin merokok?" tanyanya sopan. "Rasanya tembakau baru-baru ini dilarang." "Memang, tapi semua orang masih juga merokok." "Baiklah, aku akan merokok." "Saya nyalakan apinya." Akemi mengambil sejumput tembakau dari sebuah kotak kecil dari kerang mutiara dan memasukkannya ke dalam pipa dengan jari-jarinya yang mungil dan molek. Kemudian diselipkannya pipa itu ke mulut Seijuro. Karena tidak terbiasa, Seijuro memegang pipa itu dengan kaku. "Hmm, pahit, ya!" katanya. Akemi mengikik. "Toji ke mana?" "Barangkali di kamar Ibu."

129

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Rupanya dia suka Oko. Paling tidak, begitulah kelihatannya. Kukira dia sering datang kemari tanpa aku. Betul?" Akemi tertawa, tapi tidak menjawabnya. "Apanya yang lucu? Kupikir ibumu suka dia juga." "Saya betul-betul tidak tahu." "Tapi aku yakin! Betul-betul yakin! Pertemuan yang menyenangkan, ya? Dua pasangan bahagia-ibumu dengan Toji, kau dengan aku." Berusaha selugu mungkin, Seijuro meletakkan tangannya ke tangan Akemi yang terletak di pangkuan. Akemi menyingkirkan tangan itu dengan santun, tetapi tindakan ini malah membuat Seijuro menjadi lebih berani. Ketika Akemi berdiri, ia melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Akemi dan menariknya. "Tak usah lari," katanya. "Aku tak akan menyakitimu." "Lepaskan!" protes Akemi. "Baik, asalkan kau duduk lagi." "Sake.... Saya cuma mau ambil sake." "Aku tak mau sake." "Tapi kalau saya tidak ambil, Ibu marah." "Ibu di kamar lain, sedang asyik ngobrol dengan Toji." Seijuro mencoba menggosokkan pipinya ke wajah Akemi yang tertunduk, tapi Akemi mengelak dan berteriak-teriak meminta tolong. "Ibu! Ibu!" Seijuro melepaskannya, dan Akemi lari ke belakang rumah. Seijuro jadi gundah. Ia kesepian, tapi tak ingin memaksakan kehendaknya pada gadis itu. Tak tahu apa yang hendak dilakukannya, ia menggerutu keras, "Aku pulang sekarang," dan turun ke gang luar. Semakin jauh ia melangkah, semakin merah tua mukanya. "Tuan Muda, mau ke mana? Tuan Muda belum mau pulang, kan?" Entah dari mana datangnya, Oko muncul begitu saja di belakangnya, berlari lewat ruang depan. Ia memeluk pinggang Tuan Muda, dan tampak rambut Oko sudah rapi dan riasannya sudah beres. Oko minta pertolongan Toji, dan bersama-sama mereka membujuk Seijuro untuk kembali duduk. Oko membawakan sake dan mencoba menggembirakan Seijuro, kemudian Toji mendatangkan kembali Akemi ke kamar itu. Melihat betapa kecewanya Seijuro, gadis itu pun melontarkan senyuman. "Akemi, tuang sedikit sake untuk Tuan Muda." "Ya, Bu," kata Akemi patuh. "Tuan lihat sendiri," kata Oko. "Tingkahnya seperti anak kecil saja." "Itulah daya tariknya-dia masih muda," kata Toji sambil menggeser bantalnya ke dekat meja. "Tapi dia sudah dua puluh satu umurnya."

130

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dua puluh satu? Tak kukira sudah setua itu. Dia begitu kecil. Kelihatannya baru sekitar enam betas atau tujuh belas." Akemi tiba-tiba jadi kembali hidup seperti ikan, dan katanya, "Betul? Oh, saya senang sekali. Saya ingin tetap umur enam belas selamanya. Sesuatu yang indah terjadi, ketika saya umur enam belas." "Apa?" "Oh," katanya sambil menangkupkan tangannya ke dada. "Saya tak bisa menceritakan pada siapa pun. Tapi betul. Waktu itu tahun pertempuran di Sekigahara." Dengan pandangan mengancam, Oko berkata, "Tukang bual! Kau jangan bikin kami bosan di sini. Pergi sana ambil shamisen-mu." Sambil cemberut sedikit, Akemi berdiri dan pergi mengambil alat musiknya. Ketika kembali, ia mulai bermain dan menyanyi, tapi kelihatannya ia lebih cenderung menghibur diri sendiri daripada menyenangkan hati para tamu. Malam ini, Kalau berawan, Biarlah ia berawan, Menyembunyikan bulan Yang hanya terlihat lewat air mataku. Ia berhenti menyanyi, dan tanyanya, "Anda paham, Toji?" "Aku tak yakin. Teruskanlah." Bahkan di malam yang tergelap pun Tak hilang jalanku. Tapi oh! Betapa kau memikatku! "Yah, bagaimanapun dia memang sudah dua puluh satu tahun," kata Toji. Seijuro yang selama ini duduk diam sambil menyandarkan dahi di tangan kini tergugah lagi, dan katanya, "Akemi, ayo minum sake sama-sama." Ia mengulurkan sloki pada Akemi dan mengisinya dari tempat pemanasannya. Akemi mereguknya tanpa menolak-nolak lagi dan cepat menyerahkan kembali sloki itu pada Seijuro. Seijuro agak heran, katanya, "Bisa juga kau minum, ya?" Selesai meneguk bagiannya, Seijuro menawarkan lagi pada Akemi, yang diteguk lagi dengan cekatan. Rupanya karena tak puas dengan ukuran sloki itu, ia mengambil sloki lain yang lebih besar, dan selama setengah jam sesudah itu ia terus menandingi Seijuro, sloki demi sloki. Seijuro kagum. Gadis yang tampaknya berumur enam belas tahun, dengan bibir yang tidak pernah dicium dan mata yang memejam malu, ternyata dapat mereguk sake seperti lelaki. Ke mana saja perginya sake itu dalam tubuh mungil itu? "Anda sebaiknya berhenti saja," kata Oko pada Seijuro, "Entah kenapa, anak itu dapat minum semalam suntuk tanpa mabuk. Sebaiknya biarkan dia main shamisen saja." "Tapi ini benar-benar menyenangkan!" kata Seijuro yang kini betul-betul merasa senang.

131

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Karena merasa suaranya sudah terdengar aneh, Toji bertanya, "Anda tak apa-apa? Tidak kebanyakan minum?" "Tak apa-apa. Malam ini aku tidak pulang, Toji!" "Bisa saja," jawab Toji. "Anda dapat tinggal di sini selama Anda mau betul kan, Akemi?" Toji mengedip pada Oko, kemudian menuntun Oko ke kamar lain, di mana ia mulai berbisikbisik cepat. Ia mengatakan pada Oko bahwa kalau Tuan Muda sudah demikian bersemangat, berarti ia ingin tidur dengan Akemi. Akan susah jadinya kalau Akemi menolak. Tapi tentu saja perasaan seorang ibulah yang terpenting dalam hal-hal seperti itu-atau dengan kata lain, berapa bayarannya? "Nah?" desak Toji mendadak. Oko menempelkan jarinya ke pipi yang berbedak tebal itu, berpikir. "Ya, ya, pikirlah!" desak Toji. Sambil semakin mendekati Oko, katanya, "Bukan pasangan yang jelek! Dia guru seni bela diri yang terkenal, dan keluarganya punya banyak uang. Ayahnya punya murid yang jumlahnya lebih banyak daripada murid siapa pun di negeri ini. Dan lagi, dia belum kawin. Dari segala segi, ini tawaran menarik." "Nah, aku juga pikir begitu, tapi..." "Tak ada tapi-tapian. Pokoknya jadi! Kami berdua akan menginap disini. " Tak ada penerangan di kamar itu. Dengan seenaknya Toji meletakkan tangan ke bahu Oko. Justru pada waktu itu terdengar suara keras di kamar sebelah, di belakang. "Apa itu?" tanya Toji. "Ada langganan lain?" Oko mengangguk, kemudian meletakkan bibirnya yang basah ke telinga Toji, bisiknya, "Nanti." Keduanya lalu mencoba bersikap biasa saja dan kembali ke kamar Seijuro, dan mendapati Seijuro seorang diri, tidur nyenyak. Toji mengambil kamar sebelahnya, merebahkan diri di kasur jerami. Ia berbaring di sana sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke tatami, menantikan Oko. Oko lama tidak juga muncul. Akhirnya pelupuk mata Toji menjadi berat dan berlayarlah ia ke alam mimpi. Sudah siang ketika ia bangun esok harinya, wajahnya masam. Seijuro sudah bangun dan sedang minum di kamar yang menghadap sungai. Baik Oko maupun Akemi tampak cerah dan gembira, seolah-olah mereka telah lupa malam sebelumnya. Mereka sedang membujuk Seijuro agar mau berjanji. "Jadi, Tuan akan ajak kami?" "Baiklah, kita pergi. Siapkan beberapa kotak makan siang dan bawa juga sedikit sake." Mereka bicara tentang Kabuki Okuni yang sedang mengadakan pertunjukan di tepi sungai di Jalan Shijo. Kabuki adalah tarian jenis baru yang disertai kata-kata dan musik, yang sedang digemari orang di ibu kota. Diciptakan oleh seorang biarawati bernama Okuni di Kuil Izumo. Kepopulerannya menyebabkan banyak orang lain meniru. Di daerah ramai sepanjang sungai itu

132

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berdiri panggung berderet-deret. Di sana kelompok-kelompok pemain wanita berlomba-lomba memikat penonton. Masing-masing berusaha mencapai taraf kepribadian sendiri dengan menambahkan tari-tarian dan lagu-lagu daerah yang istimewa ke dalam repertoarnya. Para aktris itu sebagian besar mulai sebagai wanita malam. Namun kini sesudah naik panggung, mereka biasa dipanggil untuk mengadakan pertunjukan di rumah rumah orang paling kaya di ibu kota. Banyak di antara mereka menggunakan nama pria, mengenakan pakaian pria, dan mengadakan pertunjukan-pertunjukan yang menggetarkan sebagai prajurit yang gagah berani. Seijuro duduk memandang ke luar pintu. Di bawah jembatan kecil di Jalan Sanjo perempuanperempuan sedang mengelantang kain di sungai; pria-pria berkuda mondar-mandir di jembatan. "Apa kedua orang itu belum juga siap?" tanyanya kesal. Sudah lewat tengah hari. Lebam karena minum dan lelah karena menanti, sudah tak ingin lagi ia melihat Kabuki. Toji, yang merasa jengkel karena pengalaman malam sebelumnya, tidak bersemangat seperti biasanya. "Memang menarik membawa perempuan ke luar," gerutunya, "tapi kenapa justru waktu kita sudah siap berangkat, tiba-tiba mereka mulai ribut soal apa rambutnya sudah benar atau obi-nya sudah lurus? Brengsek betul!" Pikiran Seijuro melayang ke perguruannya. Ia seakan mendengar bunyi pedang kayu dan detak gagang-gagang lembing. Apa kata para siswanya tentang ketidakhadirannya? Tidak sangsi lagi, pasti adiknya, Denshichiro, mendecap mengecamnya. "Toji," katanya, "Aku tidak betul-betul ingin membawa mereka itu melihat Kabuki. Mari kita pulang." "Sesudah Tuan berjanji?" "Yaaa..." "Mereka sudah begitu gembira! Mereka akan marah besar kalau kita ingkar janji. Saya akan menyuruh mereka buru-buru." Dari gang rumah, Toji melayangkan pandang ke kamar tempat pakaian para wanita itu berserakan. Alangkah herannya ia, karena kedua wanita itu tidak kelihatan. "Ke mana pula mereka itu?" tanyanya tak habis pikir. Di kamar sebelah pun mereka tak ada. Di sebelahnya lagi terdapat kamar kecil yang suram, tidak tembus matahari dan berbau apak kain seprai. Toji membuka pintu, disambut oleh raungan kemarahan, "Siapa itu?" Melompat mundur, Toji menatap ke dalam kamar sempit yang gelap itu; kamar itu beralas tikar rombeng, lain sekali dengan kamar-kamar depan yang menyenangkan, seperti malam dengan siang bedanya. Seorang samurai jorok tergeletak di lantai, pedangnya terletak sembarangan di atas perutnya; pakaian dan penampilannya tak bisa disangsikan lagi menunjukkan bahwa ia salah seorang ronin yang sering kelihatan bergelandangan di jalan-jalan.

133

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Telapak kakinya yang kotor menghadap muka Toji. Ia tidak berusaha bangun; terbaring saja di situ setengah sadar. Toji berkata, "Oh, maaf. Saya tidak tahu di sini ada tamu." "Aku bukan tamu!" pekik orang itu ke langit-langit, memancarkan bau sake. Toji tidak tahu siapa orang itu, dan juga tak ingin berurusan dengannya. "Maaf, mengganggu," katanya cepat, dan membalik pergi. "Tunggu!" kata orang itu dengan kasar sambil bangkit sedikit. "Tutup pintu!" Kaget oleh kekasaran itu, Toji pun melakukan apa yang diminta, dan pergi. Begitu Toji pergi, muncullah Oko. Dandanannya habis-habisan, jelas ingin kelihatan sebagai nyonya besar. Seakan-akan sedang mengomeli anak kecil, ia berkata pada Matahachi, "Nah, marah apa lagi sekarang?" Akemi yang baru saja berdiri di belakang ibunya, bertanya, "Tak mau ikut kami?" "Ke mana?" "Lihat Kabuki Okuni." Mulut Matahachi mencibir muak. "Suami macam apa yang mau jalan bersama lelaki lain yang sedang mengejar-ngejar istrinya?" tanyanya pahit. Oko merasa wajahnya bagai disiram air dingin. Matanya menyala marah, dan katanya, "Ini omongan apa? Apa maksudmu antara aku dan Toji ada apa-apa?" "Siapa bilang ada apa-apa?" "Kata-katamu itu yang bilang." Matahachi tidak menjawab lagi. "Katanya kamu lelaki!" Walaupun Oko melontarkan kata-kata itu dengan penuh kejijikan, Matahachi tetap diam dengan muka cemberut. "Tapi kau membuatku muak!" desisnya. "Kau selalu cemburu tanpa alasan! Ayo, Akemi. Kita jangan buang-buang waktu untuk orang gila ini." Matahachi mengulurkan tangan, mencekal kimono Oko. "Siapa yang kausebut orang gila? Apa maksudmu bicara begitu pada suamimu?" Oko melepaskan diri darinya. "Kenapa tidak?" katanya kejam. "Kalau kau seorang suami, kenapa tidak bertindak seperti suami? Siapa menurutmu yang memberimu makan, gelandangan tak berguna?" "Heh!" "Kau hampir tidak menghasilkan apa-apa sejak kita meninggalkan Provinsi Omi. Kau cuma menggantungkan diri padaku, minum sake dan malas-malasan. Mengeluh apa lagi?" "Aku sudah bilang mau pergi dan kerja! Aku sudah bilang, menyeret batu pun aku mau buat dinding puri. Tapi itu tak cukup baik buatmu. Kaubilang tak bisa makan ini, tak bisa memakai itu, tak bisa tinggal di rumah kecil yang kotor-tak ada yang kausukai. Lalu tidak kaubolehkan aku

134

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI melakukan kerja yang jujur, dan kau mulai membuka kedai minum yang busuk ini. Nah, tutup itu, ya, tutup itu!" pekiknya. Badannya pun mulai gemetar. "Tutup apa?" "Tutup kedai minummu." "Dan kalau kututup, mau makan apa besok?" "Aku bisa dapat cukup uang untuk hidup kita, biar dengan menyeret batu karang. Cukup untuk kita bertiga." "Kalau ingin angkat batu atau potong kayu, kenapa tidak pergi saja? Sana, jadilah buruh, atau yang lain, tapi kalau begitu, hidup sendiri saja! Susahnya, kau dilahirkan sebagai orang goblok, dan selamanya kau akan jadi orang goblok. Mestinya kau tetap tinggal di Mimasaka! Percayalah, aku tidak minta kau tinggal terus di sini. Kau bebas pergi, kapan saja!" Selagi Matahachi berusaha menahan air mata kemarahan, Oko dan Akemi berpaling meninggalkannya. Tapi lama sesudah mereka tidak kelihatan, ia masih juga menatap pintu. Ketika Oko menyembunyikannya di rumahnya dekat Gunung Ibuki dulu itu, ia merasa beruntung telah menemukan orang yang akan mencintai dan mengurusnya. Tapi sekarang rasanya sama saja seperti ditangkap musuh. Mana yang lebih baik? Menjadi tawanan, atau menjadi piaraan seorang janda jalang, dan tidak lagi menjadi lelaki sejati? Apakah lebih buruk merana di dalam penjara daripada menderita di sini, dalam kegelapan, dan selalu menjadi sasaran hinaan perempuan pemberang? Dulu ia pernah punya harapan besar pada masa depan, namun telah dibiarkannya sundal berbedak dan bernafsu garang ini menurunkan derajatnya hingga sama tingkatannya dengan dia. "Sundal!" Matahachi menggigil karena berang. "Anjing betina busuk!" Air mata meluap langsung dari dasar hatinya. Kenapa, oh, kenapakah ia dulu tidak kembali ke Miyamoto? Kenapa ia tidak kembali kepada Otsu? Ibunya ada di Miyamoto. Saudara perempuannya juga, iparnya juga, Paman Gon juga. Mereka semua begitu baik padanya. Lonceng di Shippoji tentunya berdentang hari ini. Seperti dentangnya pada hari-hari lain. Dan Sungai Aida menghilir menyusuri alurnya, sepertibiasa. Bunga-bunga berkembang di tepi sungai dan burung-burung erkicau menyambut datangnya musim semi. "Sungguh tolol aku ini! Sungguh aku si tolol gila, goblok!" Matahachi memukul-mukul kepalanya dengan tinjunya. Di luar, ibu dan anak perempuannya, disertai kedua tamu yang bermalam itu sudah berjalan sambil mengobrol dengan riangnya. "Kelihatannya sudah seperti musim semi!" "Orang bilang shogun sebentar lagi akan datang ke ibu kota. Kalau dia datang nanti, kalian berdua tentunya dapat uang banyak, ya?" "Ah, tidak, saya yakin tidak."

135

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa? Apa samurai dari Edo tak suka main?" "Mereka terlalu kurang ajar." "Ibu, bukankah itu musik Kabuki? Aku mendengar suara giring-giring. Juga suling." "Coba dengar anak ini! Dia selalu seperti itu. Dia pikir dia sudah di tempat pertunjukan." "Tapi, Bu, aku sudah mendengarnya." "Sudahlah. Bawakan topi Tuan Muda ini." Langkah-langkah kaki dan suara-suara orang itu mengambang sampai Yomogi. Dengan mata masih merah karena marah, Matahachi mencuri pandang dari jendela pada keempat orang yang bahagia itu. Ia merasa pemandangan itu sangat menghinanya, karena itu ia sekali lagi menjatuhkan diri di tatami di kamar yang gelap itu sambil mengutuki dirinya. "Apa kerjamu di sini? Apa tak ada lagi harga dirimu? Bagaimana mungkin kau membiarkan segalanya seperti itu? Idiot! Lakukanlah sesuatu!" Kata-kata itu ditujukan pada diri sendiri, ia begitu marah pada kelemahannya sendiri yang seperti pengecut itu. "Dia bilang pergi. Baiklah, aku pergi!" demikian kilahnya. "Buat apa duduk di sini menggemerutukkan gigi. Umurmu baru dua puluh dua. Kau masih muda. Pergilah dan lakukan sesuatu sendiri." Ia merasa tak bisa tinggal lebih lama lagi dalam rumah kosong dan lengang itu, tapi entah kenapa, tak mau ia berangkat. Kepalanya sakit karena bingung. Ia sadar bahwa cara hidupnya beberapa tahun belakangan ini telah membuatnya kehilangan kemampuan berpikir dengan jelas. Bagaimana ia dapat menahan diri? Istrinya menghabiskan malam-malamnya menghibur lelaki lain, menjual kepada mereka pesona yang dahulu dicurahkan kepadanya. Malam ia tak dapat tidur, sedang di siang hari tak ada semangat untuk pergi. Tinggal diam di dalam kamar gelap ini, tak ada yang dapat dilakukannya kecuali minum. Dan semua itu demi sundal tua itu! pikirnya. Ia pun muak dengan dirinya sendiri. Ia tahu bahwa jalan satu-satunya untuk keluar dari hidup sekarat ini adalah meninggalkan segalanya dan kembali kepada aspirasi masa mudanya. Ia harus menemukan jalannya yang telah hilang. Namun... namun... Ada daya tarik ajaib yang mengikatnya. Jenis pesona jahat apakah yang mengikatnya di sini? Apakah perempuan itu setan yang menyamar? Perempuan itu bisa memakinya, menyuruhnya enyah, bersumpah bahwa ia cuma beban, tapi kemudian di tengah malam ia akan meleleh seperti madu dan mengatakan bahwa semua itu cuma gurauan dan ia sama sekali tidak bermaksud demikian. Lagi pula, sekalipun perempuan itu sudah hampir empat puluh tahun, bibirnya itu, oh... bibir merah cemerlang yang sama merangsangnya dengan bibir anaknya. Namun ini belum cerita seluruhnya. Pada dasarnya Matahachi tak punya nyali untuk dilihat Oko dan Akemi bekerja sebagai buruh harian. Ia telah menjadi malas dan lembek; pemuda berpakaian sutra yang dari rasa saja dapat membedakan sake Nada dari bikinan setempat,

136

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI berbeda sekali dengan Matahachi sederhana yang compang-camping, yang pernah ikut pertempuran di Sekigahara. Yang paling parah adalah bahwa hidupnya yang aneh dengan perempuan yang lebih tua itu telah merampas kebeliaannya. Dalam umur ia masih muda, tapi dalam semangat ia cabul dan pendengki, malas dan penggerutu. "Tapi akan kulakukan!" janjinya. "Aku akan pergi sekarang!" Sesudah menjatuhkan pukulan kemarahan terakhir ke kepalanya, ia pun melompat bangkit, dan pekiknya, "Aku akan pergi dari sini hari ini juga!" Ia mendengar sendiri suaranya tertahan karena menyadari bahwa tak ada orang lain yang akan menahannya pergi, dan tak ada sesungguhnya yang mengikatnya di rumah ini. Satu-satunya barang yang sungguh-sungguh miliknya dan tidak dapat ia tinggalkan adalah pedangnya, maka cepat-cepat ia selipkan pedang itu dalam obi-nya. Sambil menggigit bibir, ia berkata dengan penuh kepastian. "Biar bagaimana, aku seorang lelaki." Sebetulnya ia dapat menderap keluar lewat pintu depan, melambaikan pedang bagai seorang jenderal yang menang perang, tapi karena kebiasaan, ia sorongkan kaki ke sandalnya yang kotor dan keluar lewat pintu dapur. Sejauh ini belum ada masalah. Ia sudah di luar rumah! Tapi mau apa sekarang? Kedua kaki itu berhenti. Ia berdiri tak bergerak-gerak dalam angin musim semi yang menyegarkan. Bukan cahaya menyilaukan yang menahannya. Persoalannya adalah, ke mana ia pergi? Pada saat itulah terasa oleh Matahachi betapa dunia ini bagai lautan luas yang bergejolak, tiada pegangan tempat bergayut. Di luar Kyoto, pengalamannya hanya meliputi kehidupan di kampung dan satu pertempuran. Selagi terombang-ambing oleh situasi, suatu pikiran lain mendadak datang dan membuatnya bergegas sepeti anak anjing, pulang kembali melalui pintu dapur. "Aku butuh uang," katanya pada diri sendiri. "Aku pasti akan butuh uang." Ia langsung menuju kamar Oko, digeledahnya kotak-kotak kosmetik, gagang cermin, peti laci, dan apa saja yang terpikir olehnya. Ia obrak-abrik tempat itu, tapi tak ada uang sama sekali. Tentu saja seharusnya ia sudah dapat mengira-ngira bahwa Oko bukanlah jenis perempuan yang tidak bakal mengambil tindakan berjaga-jaga terhadap hal-hal seperti ini. Dengan kecewa Matahachi menjatuhkan diri ke atas pakaian yang masih tersebar di lantai. Bau Oko mengambang seperti kabut tebal di sekitar pakaian dalamnya yang terbuat dari sutra merah, di sekitar obi Nishijinnya, dan di sekitar kimononya yang celupan Momoyama. Terbayang olehnya, kini Oko sedang berada di lapangan pertunjukan di tepi sungai, menonton tari-tarian Kabuki di samping Toji. Ia pun membayangkan kulitnya yang putih dan wajahnya yang kenes merangsang. "Sundal iblis!" teriaknya. Pikiran-pikiran pahit dan kejam bangkit langsung dari isi perutnya.

137

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kemudian, tanpa diduga-duga, timbul padanya kenangan pedih akan Otsu. Sesudah lama berpisah, barulah ia dapat memahami kemurnian dan bakti gadis ini, yang telah berjanji akan menantikannya. Dengan senang hati ia akan bersedia berlutut dan mengangkat tangan memohon di hadapannya jika kiranya gadis itu mau memaafkannya. Tapi ia sudah putus dengan Otsu, menelantarkannya demikian rupa, hingga mustahil baginya untuk menemui gadis itu lagi. "Semuanya gara-gara perempuan ini," pikirnya sedih. Sekarang, ketika sudah terlambat, segalanya menjadi jelas baginya; mestinya ia tidak memberitahukan apa-apa tentang Otsu kepada Oko. Ketika Oko pertama kali mendengar tentang gadis itu, ia tersenyum kecil dan berpura-pura tidak acuh sama sekali, padahal sebetulnya ia sangat cemburu. Kemudian, apabila mereka bertengkar, ia selalu mengungkit soal itu dan mendesak agar Matahachi menulis surat untuk memutuskan pertunangannya. Dan ketika akhirnya Matahachi menyetujui dan melakukannya, perempuan itu secara tak tahu malu melampirkan satu surat dengan tulisannya sendiri yang jelas bergaya perempuan, dan tanpa perasaan sama sekali menyampaikan surat resmi itu melalui seorang pesuruh yang tidak dikenal. "Lalu apa pikir Otsu tentang diriku?" rintih Matahachi dengan sedih. Bayangan wajah Otsu yang masih polos itu tergambar di depan matanya wajah yang penuh gugatan. Sekali lagi terbayang olehnya pegunungan dan sungai di Mimasaka. Ingin ia memanggil ibunya, sanak keluarganya. Mereka semua begitu baik. Tanah di sana pun kini agaknya hangat dan menyenangkan. "Tak akan bisa lagi aku pulang!" pikirnya. "Aku sudah membuang semua itu untuk... untuk..." Kembali dilanda kemarahan, dikeluarkannya semua pakaian Oko dari peti-peti pakaian, dirobekrobeknya, kemudian serpihan serpihan dan sobekan-sobekan itu dihamburkannya di seluruh rumah. Perlahan-lahan kemudian sadarlah ia bahwa ada orang memanggil dari pintu depan. "Maafkan," kata suara itu. "Saya dari Perguruan Yoshioka. Apakah Tuan Muda dan Toji ada di sini?" "Bagaimana aku tahu?" jawab Matahachi pedas. "Mereka tentunya di sini! Saya tahu, memang tidak pantas mengganggu mereka selagi sedang mencari kesenangan, tapi ada satu kejadian yang sangat penting. Ini menyangkut nama baik Keluarga Yoshioka." "Pergi sana! Jangan ganggu aku!" "Tapi apa tak bisa setidak-tidaknya Anda menyampaikan berita ini pada mereka? Tolonglah katakan bahwa seorang pemain pedang bernama Miyamoto Musashi sudah datang di perguruan, dan yah, tak seorang pun dari kami dapat mengunggulinya. Dia menunggu Tuan Muda kembali dan—menolak pergi sebelum mendapat kesempatan menghadapinya. Tolonglah sampaikan pada mereka supaya lekas-lekas pulang!" "Miyamoto? Miyamoto?

138

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI

10. Roda Keberuntungan
HARI itu adalah hari aib yang tak terlupakan bagi Perguruan Yoshioka. Tak pernah sebelumnya pusat seni bela diri yang bernama besar ini menderita penghinaan yang begitu tandas. Murid-murid yang biasanya bersemangat kini duduk berkeliling dalam keputusasaan yang mengenaskan; wajah mereka murung dan buku-buku jari mereka yang putih mencerminkan penderitaan dan frustrasi. Sebagian besar dari mereka ada di kamar depan yang berlantai kayu, sedangkan sebagian kecil di kamar samping. Hari sudah senja, biasanya mereka sudah berangkat pulang atau pergi minum. Tak seorang pun beranjak pergi. Senyap bagai kuburan. Suasana itu hanya dipecahkan oleh derit gerbang depan yang sesekali berbunyi. "Diakah itu?" "Apa Tuan Muda sudah kembali?" "Belum." Ini diucapkan oleh seorang lelaki yang sudah setengah sore itu bersandar putus asa pada tiang pintu masuk. Dan setiap kali pula orang-orang itu lebih dalam lagi terbenam dalam rawa kemuraman. Lidah-lidah berdecap putus asa, dan pelupuk mereka melelehkan air mata pedih. Dokter keluar dari kamar belakang dan berkata kepada orang yang bersandar di pintu masuk, "Saya tahu Seijuro tak ada di sini. Tapi apa Anda tidak tahu di mana dia?" "Sedang dicari. Barangkali sebentar lagi kembali." Dokter mendeham dan pergi. Di depan perguruan itu, lilin altar pemujaan Hachiman dikitari lingkaran sinar yang melantunkan bencana. Tak seorang pun akan membantah bahwa pendiri, dan guru pertama, Yoshioka Kempo, adalah orang yang jauh lebih besar daripada Seijuro atau adik lelakinya. Kempo memulai hidup hanya sebagai pedagang, seorang pencelup kain, tetapi dari tak henti-henti mengulang irama dan gerak pencelupan anti luntur, akhirnya ia menemukan cara baru memainkan pedang pendek. Sesudah mempelajari cara menggunakan tombak-kapak dari salah seorang prajurit-pendeta yang cakap di Kurama dan kemudian mendalami Delapan Seni Pedang Gaya Kyoto, ia pun menciptakan gaya yang sepenuhnya orisinal. Teknik pedang pendeknya kemudian dipergunakan oleh shogun-shogun Ashikaga yang mendatangkannya sebagai guru resmi. Kempo adalah seorang ahli besar, orang yang kearifannya setara dengan keterampilannya. Sekalipun kedua anaknya, Seijuro dan Denshichiro, menerima latihan sekeras ayahnya, mereka telah mewarisi kekayaan yang besar dan kemasyhuran ayahnya, dan menurut pendapat beberapa orang itulah sebab dari kelemahan mereka. Seijuro biasa dipanggil "Tuan Muda", tapi sebenarnya ia belum benar-benar mencapai taraf keterampilan yang dapat memikat banyak pengikut. Para siswa datang ke sekolah itu karena di bawah pimpinan Kempo, Gaya Yoshioka telah menjadi demikian termasyhur, hingga bisa masuk sekolah itu saja sudah berarti diakui oleh masyarakat sebagai prajurit terampil.

139

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah runtuhnya ke-shogun-an Ashikaga tiga dasawarsa sebelum itu, Keluarga Yoshioka tidak lagi memperoleh tunjangan resmi, tetapi pada masa hidup Kempo yang hemat, keluarga itu sedikit demi sedikit telah berhasil memupuk kekayaan besar. Selain itu ia memiliki bangunan besar di Jalan Shijo, dengan siswa yang jumlahnya lebih besar daripada perguruan mana pun di Kyoto; Kyoto waktu itu adalah kota terbesar di negeri ini. Tetapi sebenarnya sekolah yang menduduki taraf puncak di bidang seni pedang itu tinggal namanya saja. Dunia di luar dinding perguruan yang putih besar ini telah berubah lebih dari yang disadari oleh kebanyakan orang di dalamnya. Bertahun-tahun mereka telah menepuk dada, bermalasmalasan, dan hanya bermain-main, dan waktu pun melangkahi mereka. Hari ini mata mereka terbuka oleh kekalahan yang memalukan, setelah bertanding dengan seorang pemain pedang pedesaan yang tak dikenal. Menjelang tengah hari, salah seorang pesuruh datang ke dojo untuk melaporkan bahwa seorang yang menamakan dirinya Musashi berdiri di pintu, mohon diizinkan masuk. Ketika ditanya macam apa orang itu, pesuruh menjawab bahwa orang itu seorang ronin, datang dari Miyamoto di Mimasaka, umur dua puluh satu atau dua puluh dua, kira-kira 1,83 meter tingginya, dan kelihatannya agak bodoh. Rambutnya yang tidak disisir setidak-tidaknya satu tahun diikat sembarangan saja dengan kain gombal yang kemerah-merahan, sedangkan pakaiannya begitu kotor, hingga susah ditentukan hitam atau cokelatkah warnanya, poloskah atau berpola kembang. Pesuruh merasa mencium bau orang itu, tapi mengakui bahwa mungkin juga ia keliru. Tamu itu menyandang kantong kulit beranyam yang biasa disebut orang tas belajar prajurit; ini barangkali berarti ia seorang shugyosha, salah seorang dari para samurai yang banyak jumlahnya waktu itu, yang kerjanya mengembara dan menghabiskan waktu di luar tidurnya untuk mempelajari seni pedang. Namun demikian, kesan umum yang didapat pesuruh itu adalah bahwa orang yang namanya Musashi itu jelas janggal hadir di Perguruan Yoshioka tersebut. Kalau orang itu hanya minta makan, tidak masalah. Tapi ketika orang-orang mendengar bahwa pengganggu bulukan itu datang ke gerbang besar untuk menantang Yoshioka Seijuro yang termasyhur itu bertanding, mereka pun terbahak-bahak. Beberapa orang berpendapat lebih baik mengusirnya saja tanpa banyak ribut, sedang yang lain-lain mengatakan mereka harus melihat dulu, gaya apa yang dipakainya dan siapa nama gurunya. Pesuruh, yang sama merasa geli seperti yang lain-lain, pergi dan kembali lagi dengan kabar bahwa tamu itu sewaktu masih kanak-kanak belajar menggunakan pentung dari ayahnya, dan kemudian memungut pelajaran dari prajurit mana saja yang lewat di kampungnya. Meninggalkan rumah ketika berumur tujuh belas, dan "karena alasan-alasan pribadi" ia pun menenggelamkan diri dalam mempelajari ilmu pengetahuan pada umur delapan belas, sembilan belas, dan dua puluh. Sepanjang tahun sebelum itu, ia hanya sendirian tinggal di pegunungan, melulu berguru pada pepohonan dan keheningan gunung. Oleh karena itu, tidak dapat ia menyebutkan suatu

140

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI aliran khusus atau nama seorang guru. Tapi di masa depan ia berharap akan mempelajari ajaranajaran Kiichi Hogen, ahli hakikat Delapan Gaya Kyoto, dan akan berusaha meniru Yoshioka Kempo yang agung dengan menciptakan gayanya sendiri, yang menurut keputusannya akan dinamakannya Gaya Miyamoto. Memang ia memiliki banyak kekurangan, tapi itulah tujuannya, dan untuk itulah ia berhasrat bekerja dengan sepenuh hati dan jiwanya. Pesuruh mengakui bahwa semua itu merupakan jawaban yang jujur dan tidak dibuat-buat, tetapi orang itu beraksen kampung dan hampir tiap kata ia ucapkan dengan menggagap. Pesuruh dengan senang hati menirukannya untuk para pendengarnya, dan mereka pun sekali lagi terpingkal-pingkal. Orang itu tentunya sudah sinting. Menyatakan tujuannya menciptakan gaya sendiri benarbenar gila. Untuk memberikan sedikit ajaran kepada orang sombong itu, para siswa menyuruh pesuruh keluar lagi, kali ini dengan pertanyaan apakah tamu itu sudah menunjuk orang untuk mengambil mayatnya sesudah pertandingan nanti. Musashi memberikan jawaban, "Kalau kebetulan saya terbunuh, tak ada bedanya, apakah Anda membuang tubuh saya ke Gunung Toribe atau melemparkannya ke Sungai Kamo bersama sampah. Baik untuk yang pertama maupun yang kedua, saya berjanji tak akan menuntut balas." Menurut pesuruh, caranya menjawab kali ini sangat jelas, tidak mengandung kekakuan seperti jawaban-jawaban sebelumnya. Sesudah ragu-ragu sebentar, akhirnya satu orang berkata, "Suruh dia masuk!" Itulah awal mulanya; para siswa menyangka mereka akan berhasil menyayat pendatang baru itu sedikit, kemudian melemparkannya ke luar. Namun pada pertandingan pertama saja juara perguruanlah yang keluar sebagai pihak yang kalah. Tangannya putus. Hanya sedikit kulit yang masih menghubungkan pergelangan dengan tangan. Satu demi satu yang lain-lain pun menerima tantangan orang asing itu, dan satu demi satu pula mereka kalah secara memalukan. Beberapa orang luka parah, dan pedang kayo Musashi bergelimang darah. Sesudah kekalahan kesekian kali, para siswa berubah jadi ingin membunuh; kalaupun mereka semua harus terbunuh, tak akan mereka membiarkan orang gila biadab ini pergi dalam keadaan hidup, membawa serta kehormatan Perguruan Yoshioka. Musashi sendirilah yang mengakhiri pertumpahan darah itu. Sejak tantangannya diterima, tak ada rasa kuatir padanya tentang jatuhnya korban, tapi ia menyatakan, "Tak ada gunanya melanjutkan ini sebelum Seijuro kembali," dan ia menolak untuk bertempur lagi. Karena tak ada pilihan lain, atas permintaannya sendiri ia dipersilakan masuk ke sebuah kamar untuk menunggu. Baru pada waktu itulah satu orang tersadar dan memanggil dokter. Tak lama sesudah dokter pergi, suara-suara yang memekikkan nama dua orang yang terluka menyebabkan selusin orang masuk kamar belakang. Mereka mengerumuni kedua samurai itu

141

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan sikap tak percaya bercampur takjub; wajah mereka kelabu dan napas mereka tidak tetap. Kedua orang itu tewas. Langkah-langkah kaki bergegas melintas dojo dan masuk ke kamar mati. Para siswa memberikan jalan bagi Seijuro dan Toji. Keduanya pucat, seakan-akan baru saja keluar dari air terjun yang dingin. "Apa yang terjadi di sini?" tanya Toji. "Apa arti semua ini?" Nada bicaranya gusar seperti biasa. Seorang samurai yang berlutut dengan wajah tercekam di samping bantal salah seorang kawannya yang mati melontarkan pandangan penuh tuduhan kepada Toji, dan katanya, "Kau yang mesti menjelaskan apa yang sedang terjadi. Kau yang membawa Tuan Muda minum-minum. Nah, kali ini kau sudah bertindak terlalu jauh." "Jaga lidahmu, atau kupotong nanti." "Ketika Tuan Kempo masih hidup, tak ada hari lewat tanpa dia ada di dojo", "Lantas mau apa? Tuan Muda ingin bersenang-senang sedikit, dan kami pergi ke Kabuki. Apa maksudmu bicara demikian di depannya? Kaupikir siapa kau ini?" "Apa untuk melihat Kabuki saja dia mesti tinggal di luar sepanjang malam? Bisa-bisa Tuan Kempo bangkit dari kuburnya." "Cukup!" teriak Toji sambil menyerang orang itu. Ketika yang lain-lain campur tangan pula dan mencoba memisahkan serta menenangkan kedua orang itu, satu suara berat karena beban sakit terdengar sedikit mengungguli suara percekcokan itu. "Kalau Tuan Muda sudah kembali, sudah waktunya menghentikan percekcokan. Terserah kepadanya untuk mengembalikan kehormatan perguruan. Ronin itu tidak boleh meninggalkan tempat ini dalam keadaan hidup." Beberapa di antara yang luka menjerit dan memukul-mukul lantai. Tindakan itu merupakan celaan yang seterang-terangnya terhadap mereka yang belum menghadapi pedang Musashi. Bagi samurai zaman itu, yang terpenting di dunia ini adalah kehormatan. Sebagai golongan, mereka benar-benar saling berlomba mencari jalan untuk mati lebih dulu dalam mempertahankannya. Pemerintah sampai hari-hari terakhir terlampau sibuk dengan perang, hingga tak ada waktu untuk menyusun sistem administrasi yang memadai bagi suatu negeri yang damai, bahkan Kyoto pun hanya diatur dengan seperangkat peraturan yang longgar dan bersifat tambal sulam. Toh pentingnya kehormatan pribadi bagi golongan prajurit itu tetap dihargai, baik oleh kaum petani maupun orang-orang kota, dan ini besar artinya dalam menjamin ketenteraman. Pendapat umum mengenai mana tindakan terhormat dan mana yang tidak telah memungkinkan rakyat mengatur diri sendiri, sekalipun hanya dengan undang undang yang tidak memadai.

142

thanks to. syauqy_arr@yahoo.co.id and dimhad.webng.com

tapi karena ia anak kedua dan tidak mempunyai tanggung jawab serius. dan katanya. "Panggil dia!" perintah Seijuro. Pagi itu ia sudah meninggalkan rumah dengan teman-temannya ke Ise. Sebagian besar tidak hanya memprihatinkan nasib perguruan. kehormatan guru. Toji mendekati Seijuro. orang-orang dari Perguruan Yoshioka sama sekali bukan orangorang rendah yang tak kenal malu. sebagian besar dari mereka berkumpul di sekitar Seijuro. "Di mana orang itu?" tanyanya seraya mengikatkan lengan kimononya dengan tali kulit. Konsultasi diam-diam itu berpusat pada Toji dan murid-murid senior lain perguruan itu. melainkan juga menyadari benar kekurangan Seijuro sebagai seorang pejuang. justru loyo. jauh dari pendengaran Seijuro.co. dan bahkan tidak merasa perlu berpesan kapan akan pulang. "Kami sudah mencapai kesimpulan. kehormatan pribadi mereka sendiri. memperbincangkan apa yang harus diperbuat. tidak banyak yang perlu dikuatirkan. Sayang sekali. waktu itu juga dan di tempat itu juga." 143 thanks to.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sekalipun tidak terpelajar. Pada saat itu. yaitu kehormatan perguruan. hingga kerumunan itu terpecah dalam kelompok-kelompok. Ia pun duduk di tempat guru. kebetulan hari itu Seijuro sedang kehilangan semangat juangnya. Itu tindakan yang terlampau riskan. krisis yang mengancam perguruan akan berat luar biasa. Dipilihnya salah satu pedang kayu yang disodorkan para muridnya. lemah. Menyusullah bisik-bisik lama.com . begitu banyak yang hadir di situ. Ketika mereka sadar kembali sesudah menderita guncangan kekalahan itu. walaupun tidak diucapkan. para anggota keluarga dan beberapa orang lain menggabungkan diri. Meski berlangsung seru. perdebatan dapat diselesaikan dalam waktu cukup singkat. Dua orang sudah tewas dan beberapa orang terluka. Dengan menyingkirkan permusuhan perseorangan. dan mereka pun menyimpulkan bahwa tidak bijaksana membiarkannya menghadapi Musashi satu lawan satu. dan bersiap-siap menerima salam dari Musashi. Kebanyakan orang itu berpendapat.id and dimhad. dan kehabisan tenaga. Mulutnya kering karena tegang. ia yang seharusnya berada dalam keadaan prima. dan dipegangnya tegak di samping. bahwa jika waktu itu Denshichiro hadir. tetapi Toji dan Ryohei menyuruh mereka menanti. Pada umumnya ada anggapan bahwa ia lebih cocok untuk melanjutkan kerja ayahnya. sebuah mimbar kecil. Kalau Seijuro pun menderita kekalahan. Tak lama kemudian. hal pertama yang terpikir oleh mereka adalah kehormatan. Tiga-empat orang menerima perintah dan mulai meninggalkan tempat. syauqy_arr@yahoo. "Dia di kamar kecil di samping kamar terima tamu." kata seorang murid sambil menunjuk ke seberang kebun. maka ia pun menjadi orang yang berwatak sangat santai.

" Toji memohon. dengan mengambil langkah itu. "Mengakali dia?" Toji mencoba meredakan dengan gerakan mata. Kedudukan Anda terlalu tinggi untuk menghadapi gelandangan kurang ajar seperti itu. Bagaimana kalau sampai kedengaran orang bahwa Perguruan Yoshioka takut pada seorang prajurit tak dikenal. Rumah itu semakin dingin dan senyap seperti dasar sumur. kita tak dapat menangguhkannya lagi. Para penyerang meletakkan pedangnya di tanah di hadapan mereka. Lagi pula. lalu menyergapnya?" "Tenanglah. jumlah orang yang berada di dalam ruangan sudah berkurang lebih dari setengahnya." Namun Seijuro tak juga bisa menerima. Menurut pengertiannya. tapi Seijuro tidak dapat diredakan. sama sekali tidak begitu.webng.co. Yoshioka Seijuro. tidak ada alasan kenapa orang di luar rumah ini mesti tahu soal itu." Belum selesai mereka beradu pendapat. "Apa menurutmu aku. "Dia sama 144 thanks to. sampai akhirnya ia pun tersengal-sengal dan hampir tidak dapat mengendalikan kemarahannya lagi. dan katanya keras. Itulah satu-satunya cahaya yang ada di sekitar tempat itu. Apa pun kekurangan Toji. menahan napas dan mendengarkan baik-baik setiap bunyi yang dapat mengungkapkan kepada mereka sedang apakah Musashi. namun ia sama sekali tidak merasa senang. dan ini membuatnya sangat sedih. dan menyembunyikan diri." kata Toji berbohong. akan kalah dengan si Musashi atau siapa pun namanya itu?" "Oh. seperti kucing. Seijuro tetap duduk. Ia pun melonggarkan pedang dalam sarungnya dan menaikkan lengan kimononya. Karena tak dapat duduk tenang. dan secara hampir tidak kelihatan menghilang ke kegelapan. mereka menghilang ke kebun. berarti para muridnya menilai rendah kemampuannya.com ." kata Toji tegas. bukan? Hanya satu yang penting. ke arah pintu belakang dan ke kamar-kamar dalam. "Serahkan pada kami. syauqy_arr@yahoo. ia telah memperoleh latihan sebagai seorang samurai. "Tuan Muda. Sekalipun dalam batas-batas tertentu ia puas karena tidak harus bertempur melawan orang asing itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar laporan yang disampaikan dengan bisikan itu. Banyak juga mata lain mengintip ke arah yang sama. Lewat pintu-pintu kamar Musashi yang tertutup kertas ia dapat melihat cahaya lampu yang berkelap-kelip lembut. Mati-matian sekarang ia mencoba membayang-bayangkan apa yang mungkin diperbuat Musashi. Seijuro tampak semakin berang. Ia pun terkenang bagaimana ia telah mengabaikan latihan sejak meninggalnya ayahnya. lalu memadamkan lampu. "Aku tak setuju dengan tindakan seperti itu! Itu pengecut. "Cuma kami tak percaya Anda dapat memperoleh kehormatan dengan mengalahkan dia. yaitu tidak membiarkan dia pergi dalam keadaan hidup. Kami yang akan mengurus. tidak. Diam-diam. tapi Seijuro terus juga membangkang. Maka Toji pun mengungguli suaranya.id and dimhad. Seijuro pun bangkit dan berdiri dekat jendela.

barangkali dia sudah tertidur. dia sudah membuktikan dirinya cerdik. Musashi masih duduk di sana sejenak sebelum itu. Dari bawah beranda dan dari tempat-tempat gelap di kebun para murid dan pesuruh pun berkumpul. "Musashi! Maaf membiarkanmu lama menunggu! Boleh aku bertemu sebentar?" Karena tak ada jawaban. Mungkinkah dia sekadar duduk diam di kamar itu? Pengepungan kami cukup hati-hati. Namun para penjaga tetap menyatakan bahwa Musashi tak mungkin pergi. orang-orang yang seharusnya menyerbu ke dalam kamar secara tak sengaja mundur selangkah. bantalan yang tadi didudukinya masih di sana. Sambil bersumpah tak akan membiarkan Musashi meloloskan diri. Mereka pun bertukar pandang. "Mestinya begitu. ketika seseorang membawakan lampu. siapa yang pertama-tama akan maju menyerbu dan mempertaruhkan nyawanya. dan masih ada cangkir teh yang belum disentuh. mengentakkan kaki dengan marah dan memaki-maki orang yang menjaga kamar yang kecil itu. Akhirnya Toji yang licik dan persis berada di luar kamar Musashi. dia sudah mati sekarang. Setiap orang yang mencoba hidup sebagai prajurit pasti mengetahuinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sekali tak dikenal di ibu kota. Toji pun memberikan isyarat ke kanan dan ke kiri. kemudian menerjang ke arah pintu.id and dimhad. memberitahukan kepada yang lain-lain bahwa Musashi sudah pergi. Toji menyimpulkan bahwa Musashi memang sudah siap menanti serangan. Betul begitu!" Orang-orang itu menanti dengan gelisah. Kemungkinan dia sedang berdiri di sana dalam keadaan siap tempur. "Mm. Tapi dalam beberapa detik saja seseorang menyerukan serang.com . anglo masih menyala dengan baik. dan semua pintu lain dalam kamar itu pun gemerantang terbuka. Ia memang pergi ke kamar kecil kurang dari sejam sebelum itu. "Di pihak lain. tapi dia tentunya merasa bahwa orang banyak sedang mendesaknya sekarang. Lampu masih menyala. Tapi Musashi tak ada! Satu orang berlari ke beranda. karena orang yang menjadi sasaran nafsu membunuh mereka juga sama inginnya membantai mereka. Bagian bawah pintu bergeser sekitar dua kaki ke dalam kamar. kalau tidak. tapi segera kembali ke kamarnya lagi.webng. diamdiam saling menanyakan. tapi dia seorang pendekar hebat. Mendengar bunyi itu. membiarkan lampu menyala untuk membuat orang-orang ini kehilangan kewaspadaan dan tinggal menanti serangan pertama. "Dia tak ada!" "Kamar kosong!" Suara-suara yang mencerminkan pulihnya keberanian pun terdengar menggerutu menyatakan tak percaya. Tak ada jalan baginya untuk pergi tanpa terlihat. berseru. Agaknya itulah yang terjadi. syauqy_arr@yahoo. Memang sudah lama juga dia menanti. 145 thanks to. terlepas dari lekuknya akibat hantaman itu.co.

Baru saja mereka berduyun-duyun keluar dari gerbang depan. dan samping. Dua-tiga orang murid berhasil mengejarnya antara Kuyado dan puing-puing kebakaran Honnoji. Sosok itu berlari seperti kelinci. "Sudah kalian tangkap?" tanyanya. Tak mungkin dia sudah pergi jauh!" "Kejar dia!" Kalau Musashi memang melarikan diri. dan orang-orang itu pun berdiri. "Hei. orang lain-bukan orang yang bikin ribut itu. "Pengecut!" "Mau lari. menyeberang jalan. satu orang memekik. Rupanya dia cuma semacam benalu. belakang.com . Dalam sekejap ketiga orang yang menjambak tengkuknya terjerembap ke tanah. Pedang orang itu sudah mau ditebaskan kepada mereka. "Itu dia!" Dekat gerbang belakang. "Apa dia pemilik Yornogi?" "Tidak. seperti angin?" satu orang bertanya dengan nada mencemooh. Toji sampai di tempat kejadian." Sementara mereka memandangnya dengan diam dan curiga. "Uh. ya?" "Sesudah tindakanmu hari ini?" Terdengar bunyi tonjokan dan tendangan keras. melenceng ke satu sisi ketika hampir mencapai dinding di ujung lorong." Toji memperhatikan tangkapan itu dengan lebih saksama.webng. juga lolongan menantang. "Dari sini dia pergi! Lihat. syauqy_arr@yahoo. Apa kerjanya di dekat-dekat gerbang ini? Mematamatai?" 146 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa maksudmu dia tidak kelihatan. ketika orang keempat datang berlari dan berseru.id and dimhad. nyonya rumah mengatakan padaku bukan." "Belum lama lampu itu tadi dirapikan. pasti dalam hatinya ia seorang pengecut! Jalan pikiran ini mengobarkan kembali semangat para pengejarnya yang beberapa lama sebelumnya sudah sangat kehilangan semangat. dan masuk lorong gelap di sisi lain. dan katanya heran. kau benar! Bukan Musashi!" Selagi mereka berdiri di sana dengan kebingungan. Matahachi tenang-tenang merapikan rambutnya yang kusut dan meratakan kimononya. "Tunggu! Salah! Ini bukan orang yang kita kejar.co. satu sosok melejit keluar dari bayangan. Tepat waktu itu satu orang yang selama itu celingukan di kamar kecil berseru." "Kelihatannya memang mencurigakan." Matahachi menurunkan pedangnya. "Ini orang yang kalian kejar?" "Ya. Kau kenal dia?" "Baru tadi siang aku melihatnya di Warung Teh Yomogi. papan-papan lantai ini sudah lepas. Orang yang terkepung itu memperoleh kembali kekuatannya dan membalik menghadapi para penangkapnya.

dan mulailah ia menendang-nendang sebuah batu dengan jari sandalnya." "Apa dia dari Desa Miyamoto di Provinsi Mimasaka?" "Ya. orang itu pun lari. Aku cukup punya harga diri dan takkan membiarkan dia memandang rendah kepadaku. lain kali apa tidak lebih baik kau jauh-jauh saja dari tempat-tempat yang bukan tempatmu? Kalau tidak." Maka disurukkannya tangannya ke dalam obi. "Dia tentunya sudah mengubah namanya menjadi Musashi dan menjadi pemain pedang. Ketika orang terakhir lewat. sementara orang-orang itu lewat berlarian. "Kalau kita menghabiskan waktu dengan dial kita akan kehilangan Musashi. "Berapa umur orang yang namanya Musashi itu?" "Mana aku tahu?" "Apa kira-kira seumurku?" "Kira-kira begitu.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tapi Toji sudah mulai bergerak." Terdengar suara-suara mengiakan. ia pun merasa melihat wajah Takezo di hadapannya. Menghadapi parit Honnoji. "Aku akan malu kepadanya kalau dia melihatku dalam keadaan seperti ini. kita bisa tahu di mana dia tinggal. Orang itu berhenti. ia pun berseru kepadanya." gumamnya.id and dimhad." "Kukira 'Musashi' itu cara lain untuk membaca dua huruf yang bisa dipakai menuliskan 'Takezo'. Paling tidak." "Nah.. "Pasti dialah itu!" demikian kesimpulannya. dan sekali-sekali berhenti untuk memandang bintang-bintang. Ya. Matahachi mendekatinya. kau bisa mendapat kesulitan besar hari-hari ini. kemungkinan mereka akan membunuhnya. Boleh jadi dia lain sekali dengan dahulu. syauqy_arr@yahoo. Aku cuma heran. ingin aku memperingatkannya. Sekarang kita berpencar saja dan jalan. Di mana dia berada kira-kira? Paling tidak.. Ia rupanya tidak mempunyai tujuan khusus. dan mereka pun berangkat.co. Tiap kali menendang." Sesudah menyampaikan peringatan itu. Tapi kalau gerombolan Yoshioka itu berhasil mengejarnya. dan tanyanya. "Ada apa?" tanyanya. Matahachi lalu berjalan pelan-pelan di samping parit gelap itu. tidak." 147 thanks to.. Matahachi berdiri diam dengan kepala menunduk. kan?" "Kenapa kau menanyakan sernua itu? Apa dia temanmu?" "Ah.com . "Ini bukan waktu yang tepat.

Berhadapan dan Mundur SEPANJANG jalan setapak berbatu yang menuju Kuil Kiyomizudera berdiri sederetan rumah kumuh dengan atap papan yang tersusun seperti gigi rusak. ia sudah berdiri di luar. Namun justru pada waktu itu salah seorang tukang tembikar yang umurnya hampir enam puluh tahun mulai membuat mangkuk teh. bahkan kemampuan melakukan tugas yang sederhana dengan baik. "Kau pergi meninggalkan istri dan anak kelaparan. jalan itu semerbak oleh bau ikan asin yang dibakar di atas arang. menurut pendapatnya. rambutnya awut-awutan dan payudaranya tergantung-gantung seperti tetek sapi.webng. "Apa kaubilang. demikian tuanya hingga lumut sudah menumbuhi tepi-tepi atapnya. mengamati para pembuat tembikar dengan kegairahan kanak-kanaknya. "Sekarang mau pergi ke mana kamu.co. menangkap gelung rambutnya. Hari-hari itu sering kali ia merasa amat kagum pada kerja orang lain. sloki sake. Musashi pun sadar bahwa ia terlalu tinggi menilai kemampuannya sendiri. Di sebuah sudut toko itu. menyusul terhuyung ke luar. dan kendi. Sebuah piring melayang keluar dari pintu salah satu gubuk bobrok itu dan pecah berantakan di jalan. paling tidak ia akan dapat membuat mangkuk teh sederhana. terutama jika itu adalah keterampilan yang tidak dikuasainya. syauqy_arr@yahoo. Sesuatu yang bertentangan sekali dengan kesungguhan para tukang tembikar pada pekerjaan 148 thanks to. Seorang lelaki umur sekitar lima puluh tahun. Melihat betapa cekatan orang itu menggerakkan jari-jarinya dan memainkan kape-nya. orang sinting tua?" Para tetangga bergegas datang dan mencoba melerai. seni. yang agaknya seorang pekerja tangan. lalu datang lagi merangkak seperti cacing!" Dari dalam rumah terdengar suara anak-anak menangis. Sejak kecil ia menyukai pekerjaan tangan. Musashi tersenyum ironis dan membalikkan badan menuju toko barang tembikar. Perempuan itu akhirnya berhasil mengejar suaminya.id and dimhad. "Ternyata diperlukan banyak teknik untuk membuat barang sederhana itu saja. berderet-deret piring. di sebuah meja panjang darurat yang terbuat dari papan pintu tua. Ia merasa menghargai teknik. mereka seakan-akan sudah menyatu dengan tanah liat itu. Musashi sebetulnya ingin mencoba bekerja dengan tanah liat itu. orang udik?" jeritnya serak. dan mulai memukulinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 11. Beberapa waktu sebelum pecahnya pertengkaran keluarga itu. Konsentrasi mereka sungguh bulat." demikian kagumnya.com . Dua lelaki yang ada di dalam tidak menyadari kehadirannya. Sekejap kemudian menyusul pula istrinya yang bertelanjang kaki. Di bawah sinar matahari siang yang panas. Karena mata mereka terpaku kepada pekerjaan. dan tidak jauh dari situ seekor anjing menggonggong. Barang barang itu dijual untuk tanda mata dengan harga dua puluh atau tiga puluh sen saja kepada orang-orang yang pergi atau datang dari kuil.

siapa yang kini telah menyuruh salah seorang dari mereka itu untuk menanyakan namanya. tapi ia mengira.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mereka adalah hina-dinanya pondok papan mereka. kalau para samurai yang dijumpainya itu memang gambaran dari samurai masa kini. Tetapi sekarang. Melihat pakaian katunnya yang berlapis. dan sudah lama menjadi tempat berkumpulnya jenderal-jenderal ternama dan prajurit-prajurit legendaris? Namun selama berada di sana.webng.co.com . Bukankah kota itu ibu kota kekaisaran dan dahulu menjadi pusat ke-shogun-an Ashikaga." Orang itu pun membalik dan turun ke Bukit Chawan. Keinginannya semula adalah melihat Kyoto sebagai tempat penuh orang yang telah menguasai seni bela diri. "Hei. ia pun merasa bersalah dan patut dihukum. tak dapat ia menetapkan apakah itu disebabkan ia yang bagus atau lawan-lawannya yang jelek. berarti negeri itu berada dalam keadaan memprihatinkan. terdengar suara memanggilnya dari bawah. Dari balik jenggotnya ia berkata. karena dalam tiga minggu terakhir itu ia telah mengunjungi pusat-pusat latihan terkenal lain di Kyoto disamping Perguruan Yoshioka. hanya kekecewaan yang diperolehnya di setiap perguruan itu. dan sempat bertanya-tanya kepada dirinya apakah ia tidak terlampau kritis terhadap diri sendiri semenjak dikurung di Himeji dulu. Sekalipun selalu memenangkan pertandingan. Musashi pun merasa jalannya sendiri masih panjang. orang itu adalah pemikul joli. Ia pun berdiri dulu di sana sebentar. konsentrasi. ia memang melihat satu rombongan besar kuli dan pemikul joli sedang berdiri di sanasini di bawah sinar matahari. ia kembali mendaki. "Tuan. syauqy_arr@yahoo. apa nama Tuan Miyamoto?" "Ya. tuan yang di sana! Ronin!' "Maksud Anda. Pikiran itu sungguh pikiran yang menyadarkan. dan kesetiaan yang dicurahkan untuk membuat barang-barang semurah itu. apakah mereka selalu dapat makan cukup. Tak dapat ia memperkirakan. Belum lagi jauh." "Terima kasih. saya?" tanya Musashi sambil menoleh. tapi karena tak seorang pun muncul. Memikirkan keterampilan. Hidup ini agaknya tidak semudah kelihatannya. Dalam hati ia merasa sangat hormat kepada orang-orang tua bergelimang tanah liat yang sedang bekerja pada rodanya itu.id and dimhad. Sebaliknya. ingat akan bahaya puas diri. Sewaktu melewati daerah itu tadi. kakinya yang telanjang. ia pun sampai kepada pemikiran untuk merasa bangga akan keahliannya. belum pernah ia menemukan satu pun pusat latihan yang mengajarkan kepadanya sesuatu yang benar-benar pantas diberi ucapan terima kasih... Terpikir oleh Musashi. Baik dalam hal yang pertama maupun kedua. dan mulailah ia mendaki lereng terjal Kiyomizudera. jika ia ingat bagaimana ia mencapai taraf kesempurnaan dalam seni pedang yang diinginkannya itu. Tergugah oleh keberhasilannya. dan tongkat yang dibawanya. cukup sopan untuk orang yang kedudukannya serendah itu. 149 thanks to. siapa pun yang telah menyuruh itu pasti akan segera datang menemuinya. Musashi melihatnya memasuki rumah yang nampaknya warung teh.

Memang terlambat aku menempuh jalan yang dilalui Nobunaga atau Hideyoshi. karena aku lahir sebagai manusia. Sukar memastikan kebenaran cerita itu. waktu itu ia berpendapat alangkah bodoh dan tidak realistis sekiranya mereka percaya bisa melaksanakan rencana gila-gilaan semacam itu. siapa lagi yang dapat? Saat itu Musashi pun membayangkan bagaimana ia dapat menciptakan tempatnya sendiri di dunia ini." Ia pernah membaca bahwa pada abad sepuluh. 150 thanks to. tentang visi mereka untuk mempersatukan Jepang dan tentang banyak pertempuran yang telah mereka lakukan untuk mencapai tujuan itu. Sekarang rakyat hanya menginginkan perdamaian yang telah begitu lama mereka rindukan." Sampai di tepi tebing karang ia jatuhkan topi anyaman yang dipakainya ke tanah dan duduk. Impian yang dimilikinya lain jenisnya. "Ini zaman baru. tidak lagi ada keperluan akan perang-perang berdarah. Musashi pun sadar sekali lagi. syauqy_arr@yahoo. jalan menuju kebesaran itu kini tidak lagi terletak dalam memenangkan perang. Ia memiliki pedang. betapa susahnya berpegang teguh pada cita-cita. kalau menang perang. Tak seorang pun dapat menghentikanku melakukan itu." Yang kedua: "Ujilah Musashi yang hina ini dengan kesulitan. Kalau orang muda tidak dapat menggantungkan cita-cita besar dalam jiwanya. Pemikul joli tadi pun mempunyai impiannya sendiri. Namun sekarang ia merasa hal itu tidak lagi menggelikan.co. Merenungkan perjuangan panjang yang harus ditempuh Tokugawa Ieyasu dalam mengubah keinginan itu menjadi kenyataan. Sementara ia duduk merangkul lutut. Aku mau menempuhnya. tapi Musashi ingat. Tetapi jelas." Sesaat ia singkirkan gagasan-gagasan itu dari pikirannya dan mencoba meninjau keadaan dirinya secara objektif.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Di sepanjang jalan itu ia berhenti menjenguk kuil-kuil terkenal. Dari situ ia dapat memandang seluruh kota Kyoto.webng. Jadikanlah dia pemain pedang terbesar di negeri ini. Di Kyoto yang terhampar di bawah sana kehidupan tidak lagi soal untung-untungan." pikirnya. mereka akan membagi Jepang di antara mereka berdua. Doa pertama: "Lindungilah kakak perempuanku dari bahaya. dan di tiap kuil ia membungkukkan badan dan mengucapkan dua doa. Ieyasu sudah mengatur segala hal. "Aku ingin menempuh hidup yang berarti. tapi masih dapat aku memimpikan dunia yang harus kutaklukkan sendiri. atau biarlah dia mati. Kiranya bagus juga menjadi seorang Hideyoshi atau Ieyasu. Ia berpikir tentang Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi. tetapi zaman tidak lagi membutuhkan orang-orang dengan bakat seperti mereka.id and dimhad. tapi ada beberapa persamaan. dua pemberontak bernama Taira no Masakado dan Fujiwara no Sumitomo yang sama-sama ambisius telah bergabung dan bersepakat.com . bergejolaklah ambisi yang sederhana namun kuat dalam dadanya yang masih muda. "Sisa hidupku masih ada di hadapanku. dan jalan Pedang adalah jalan yang telah dipilihnya.

"Kali ini kita 151 thanks to. Suara itu makin lama makin dekat. ia pun puas karena telah menemukan hubungan antara seni bela diri dan visinya mengenai kebesaran. Mereka mulai mendaki bukit menuju ke arahnya.id and dimhad. Dengan bergandengan tangan dan mengacung-acungkan tongkat. la menudingkan tongkat bambunya kepada Musashi. Mereka pun mulai bicara antara sesamanya dengan suara tertahan-tahan.webng. syauqy_arr@yahoo.co. Kesan Musashi adalah mereka sedang saling merangsang semangat.com . mereka membentuk kelompok-kelompok di luar lingkaran kuli-kuli yang mengepung Musashi. sampai akhirnya dua orang memasuki pekarangan kuil dengan menggendong seorang perempuan tua dan seorang samurai desa yang tampak agak lelah. Musashi yang kini berada di depan tangga Hongando memang sedang menengadah memperhatikan tanda peringatan yang sudah dimakan cuaca. Sembari menoleh kepada Paman Gon. wajah pemikul joli muncul kembali di bawah tebing karang. Pada saat memperoleh pemahaman mendalam itu. Ketika ia menoleh. yang penting sejak sekarang dan untuk seterusnya adalah pedangnya dan masyarakat sekitarnya. dan katanya. sambil membaca dan membaca sekali lagi kata-kata pada tanda peringatan itu: "Kaul sejati". "Itu dia di sana!" Musashi memandang ke bawah. Pekarangan dalam gerbang barat kuil itu dengan segera penuh orang. Tetapi tak lama kemudian ia melihat jalannya tercegat. barangkali ada kekeliruan. dan sekarang para pendeta. Seorang dari mereka menyeringai memperlihatkan giginya dan memberitahukan kepada yang lain-lain bahwa Musashi rupanya "sedang memperhatikan tanda peringatan atau entah apa". sejumlah besar orang telah mengepungnya dari jauh. Penuh rasa ingin tahu. juga seni pedang yang dikuasainya dalam hubungan kehadirannya sebagai manusia. Dan punggung pengusungnya Osugi melambaikan tangan dengan gerakan cepat. "Ini dia datang!" salah seorang kuli berteriak. Walaupun ia tahu dapat membereskan mereka dengan cepat. peziarah. Sementara ia duduk tenggelam dalam pemikiran itu. Dari arah Bukit Sannen kedengaran nyanyian berirama pengatur langkah oleh orang-orang yang membawa beban. yang tergantung pada blandar pintu masuk kuil. sambil mencoba mengabaikan mereka. lambat atau cepat mereka akan bubar. Ia merasa gelisah dan bertanya-tanya dalam hati apakah ia sebaiknya menakutnakuti mereka dengan teriakan perang. dan tukang jualan menajamkan mata untuk melihat apa yang sedang terjadi. Lagi pula. tampak olehnya orangorang di belakangnya itu berhenti. Ia pun bangkit. ke arah kuli-kuli yang sedang bergerak ke sana kemari sambil berteriak-teriak." Si pengusung melipat kakinya dan Osugi pun melompat sigap ke tanah sambil mengucapkan terima kasih.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bagi Musashi. ia berjalan terus mendaki bukit. ia berkata. tak ada gunanya ribut dengan gerombolan pekerja kasar itu. Ia pun berdiri saja di sana dengan sabar. "Di sini saja. Kalau demikian. dan serunya.

Seketika itu juga salah seorang kuli memutar badan dan katanya menantang. kan?" Pakaian dan sepatu kedua orang itu mengesankan seolaholah mereka hendak menghabiskan sisa hidupnya dalam perjalanan. Sesudah minum seteguk besar. para penonton merasa cemas. "Pada umur seperti itu. "Sekarang jaga jangan sampai kau bingung." "Orang-orang samurai ini lain dengan kita. "Apa perempuan tua ini betul-betul mau menantang duel ronin itu?" "Kelihatannya begitu." nasihat yang lain. bermain dengan cucu-cucunya." 152 thanks to. dia malah di sini menggantikan anaknya menuntut balas atas penghinaan terhadap keluarganya." kata kuli yang lain. "Itu di sana. ia mengeluarkan tasbihnya dan memejamkan mata." dan menuding bangga ke arah kuil. Osugi menyerahkan gayung itu kepada Paman Gon dan berkata tegas kepadanya. syauqy_arr@yahoo." Seorang kuli berlari datang membawa segayung air untuk Osugi." salah seorang kuli pikul mengingatkan. Saban hari selalu dia berdoa di kuil ini selama hampir dua bulan. tak sampai sepuluh langkah dari Musashi. Pemandangan itu ternyata agak terlampau melodramatis. ia pun langsung menuju tangga depan Hongando dan duduk di tangga. sebab tak ada yang perlu dibingungkan." "Tapi dia sudah begitu tua! Malah pengiringnya juga sudah goyah kakinya! Mestinya ada alasan kuat. tapi tidak. Melulu karena itu saja patutlah dia kita hormati. orang sinting! Jauh-jauh perempuan tua ini datang dari Mimasaka untuk mencari manusia sampah yang melarikan istri anaknya. dan salah seorang penonton mulai tertawa terkekeh. lalu mulai menggerakgerakkan bibir. Tanpa memperhatikan Musashi atau orang banyak yang memandangnya. tapi tak mungkin dia belajar banyak.id and dimhad." kata yang lain. "Mana dia?" seru Osugi. Paman Gon membasahi gagang pedangnya dengan ludah.webng.co. dan akhirnya hari ini orang itu muncul. dan kedua orang itu pun menerobos lingkaran manusia tersebut. Takezo itu cuma manusia jerami.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI takkan membiarkannya lepas. Ada memang nenek-nenek tua yang betul-betul gagah berani." "Tentulah sekitar permusuhan keluarga!" "Lihat tuh! Dia memarahi lelaki tua itu. "Tenang saja. "Pastikan dulu apa Anda sudah betul-betul siap. Sementara para pekerja memberikan dorongan dan dukungan bagi Osugi. perempuan tua ini mestinya dapat hidup senang di rumah. Tenang saja kamu!" Untuk memelopori. Paman Gon menangkupkan kedua tangannya dan berbuat demikian pula. Salah seorang kuli pikul menjawab. "Siapa menganggap ini lucu? Ini bukan bahan tertawaan. mengapa mereka mencoba menghadapi orang yang begitu jauh lebih muda.com . "Orangnya tampak tangguh. Diilhami oleh semangat keagamaannya. Bisa saja dia belajar sedikit cara memakai pedang.

sukarlah baginya mengekang kekesalan terhadap rasa benci yang disimpan keluarga Hon'iden terhadapnya selama ini. kita mesti membantunya sedapat-dapatnya. sambil meletakkan tangan kirinya ke pedang pendek di pinggangnya. "Lihat bajingan itu! Dia takut!" seorang kuli berseru. Membantu pihak yang lemah itu benar! Kalau nanti dia kalah. Di luar itu aku tak butuh omongan kalian. jika saja Matahachi ada. Seluruh perkara itu tidak lebih dari soal kecil Miyamoto. Betul-betul tak tahu ia bagaimana akan menjawab. mari kita hadapi sendiri ronin itu. tapi ia sangat tersinggung oleh pembicaraan para kuli yang tersebar di tengah orang banyak itu. Ia tak dapat menjawab. Namun demikian. kalian yang mengirim mayat kami kembali ke Miyamoto. "Diam kalian! Kalian cuma saksi. Selama itu Musashi hanya berdiri tak bergerak. ia sungguh bingung mengenai apa yang hendak diperbuat di sini. juga bantuan kalian!" Sambil menarik pedang pendeknya setengah jalan dari sarungnya. Beberapa penonton mulai mendorong kuli-kuli itu maju. Tak satu orang pun tidak berada di pihak Osugi. "Takezo!" katanya lagi. betul? Tapi 153 thanks to. "Bersikaplah jantan! Beri kesempatan perempuan ini membunuhmu!" cemooh yang lain. Kalau kami berdua nanti terbunuh.co.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Orang ketiga mengatakan. syauqy_arr@yahoo. kemudian memandang para pemikul dan mendecap merah. tapi tidak takut berkelahi. Osugi memasukkan tasbih ke dalam kimononya dan keheningan pun mencekam pekarangan kuil. jadi kenapa kamu tidak menjawab? Kudengar kau sudah mengambil nama baru yang bagus-Miyamoto Musashi. pikirannya serba ragu. Bagaimana kita mesti menjawab tantangan seorang perempuan tua yang sudah reyot dan seorang samurai yang sudah kisut wajahnya? Musashi tetap diam memandang. "Takezo!" seru Osugi keras. kegairahan pun meningkat.id and dimhad." "Kau benar! Tapi mari kita lakukan sekarang saja! Tak dapat kita berdiri saja di sini dan membiarkan dia terbunuh. dan sambil mendongakkan kepala ke depan ia pun meneriakkan tantangan. suatu salah paham yang dapat dengan mudah dijelaskan. ia pun bergerak beberapa langkah mendekati Musashi. Lagi pula. "Kita bukan membantu dia karena dia memberi kita uang. Sekali lagi Musahi tidak menjawab. Paman Gon yang berdiri di samping Osugi memilih saat itu untuk mengambil sikap menyerang. Perempuan itu mengedipkan mata dan menggelengkan kepala. sungguh! Sudah tua. Ia ingat peringatan Takuan di Himeji bahwa ia kemungkinan akan bertemu dengan Osugi. Tak gentar oleh hal itu. Bahkan ketika Osugi memanggil namanya pun ia berbuat seolah-olah tidak mendengarnya. Sebetulnya ingin ia mengabaikan saja perempuan itu sama sekali." Ketika orang banyak mengetahui sebab-sebab Osugi berada di situ. sekarang ini. "Takezo itu selamanya namamu di kampung. Dia punya semangat.webng. Menurutku.

orang sinting tua? Kau sendiri yang menggigil!" "Tidak apa! Bodisatwa kuil ini akan melindungi kita!" "Betul. dan aku tahu dewa-dewa pasti berbuat begitu. terlalu takjub. Takezo?" "Tak bisa aku menggunakan pedangku.com . syauqy_arr@yahoo. "Aku tak dapat melakukannya." "Takezo! Maju dan ayo berkelahi!" "Apa yang kau tunggu?" Musashi tidak beranjak. apa kubawa kepalamu pulang. ha. dan seseorang menjerit. Memang aku sudah tua. "Sudah empat tahun kau selalu meloloskan diri. "Kenapa kamu. karena ia mencekal lagi pedangnya dan berjalan kembali ke sisi Paman Gon. Ayo sekarang berkelahi! Akan kita lihat. dan kami selalu mencarimu selama ini. dan Paman Gon dan Osugi pun seketika undur ke sisi masing-masing. hanya karena kau mengubah nama? Bodoh sekali! Dewa-dewa di langit sudah memimpinku menemukanmu. "Ke-ke mana kamu pergi. tapi akhirnya ia pun berkata dengan suara mengguntur." Mulailah ia berjalan ke arah mereka. "Bisa terbunuh dia!" "Cepat selamatkan dia!" Tetapi Paman Gon hanya menatap muka Musashi.webng. Paman Gon pun mengeluarkan tantangannya sendiri. Paman Gon. atau kau berhasil lagi tetap hidup!" Dengan suaranya yang sudah layu. Dan nenek moyang orang Hon'iden juga beserta kita! Tak ada yang perlu ditakutkan. Orang banyak terkesiap. tapi tak bakal aku kalah dengan orang macam kamu! Siap-siap saja kau mati!" Sambil menarik pedangnya ia pun berteriak kepada Osugi. "Apa kaukira dapat mencegahku mencari jejakmu. memandang dua orang tua itu dan pedang mereka yang sudah terhunus. "Minggir kau!" Osugi menoleh kepadanya dengan marah.co. "Apa pedang di tanganmu itu cuma hiasan? Apa tak tahu kamu menggunakannya?" Wajah Musashi seperti topeng. hingga tak dapat bergerak. Osugi berteriak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bagiku tetap saja kamu Takezo! Ha. Sekarang doa kami di Kiyomizudera sudah memasukkanmu dalam genggaman kami. Takezo! Kau takut?" Ia pun maju dengan badan dimiringkan dan siap menyerang. Agaknya ia mau membunuh Musashi dengan kata-kata. orang udik?" teriak Osugi. lalu kembali mengambil sikap menantang. sebelum pedang dihunus.id and dimhad. mendarat tengkurap hampir di kaki Musashi. ha!" Leher keriput itu menggetar selagi ia tertawa. tapi tiba-tiba ia terantuk batu dan jatuh ke depan. Ia berdiri saja seperti orang bisu-tuli. "Apa maksudmu. "Ada apa. Kemudian perempuan tua itu mengejutkan semua orang." 154 thanks to.

tanpa menoleh ke kiri atau ke kanan. syauqy_arr@yahoo. Mereka pun memecah diri menjadi kelompok-kelompok kecil dan terus juga hilir-mudik sampai matahari tenggelam.co.id and dimhad.webng. Kemudian. tanpa sekali pun membelok. Tak seorang pun percaya. ternyata ia tidak lagi di sana. tapi ketika mereka kira telah mengimpitnya. "Dia lari! Jangan biarkan dia lolos!" Orang banyak pun sekarang bergerak mengepung Musashi. tapi kemudian jadi tertegun. seseorang bersumpah telah melihat Musashi melompat. ketika orang pulang lewat lereng bukit-bukit Sannen dan Chawan yang gelap. mencari dengan kalutnya di bawah lantai-lantai bangunan kuil dan di tengah hutan untuk menemukan mangsa mereka yang telah lenyap itu. Mata mereka menyala keheranan. terutama Osugi dan Paman Gon. 155 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Berhenti! Kenapa tidak berhenti dan berkelahi?" "Sudah kukatakan! Tak bisa aku!" Ia berjalan terus ke depan. Begitu tersadar kembali. Osugi pun berteriak. Bukan main bingungnya mereka. ringan bagai kucing ke atas dinding setinggi hampir dua meter di gerbang barat dan menghilang.com . Ia langsung melintasi orang banyak.

walau dari jenis yang termurah. Diamlah. menyatakan rumah itu sebuah penginapan. suara anak itu terlalu keras kedengarannya. sebuah tempat kotor lain di jalan itu. Hanya sedikit yang dapat membeli kemewahan itu. tapi masih belum bisa menulis!" "Cukup! Kalau sampai kudengar kamu lancang lagi. Ada orang di sini?" Ia anak suruhan toko minuman.. Dan punggungku pun sakit." "Oh." "Mau saya tuliskan?" "Sok bisa kamu!" 156 thanks to.id and dimhad. dan seutas tali besar pengganti obi. Rambutnya yang basah oleh hujan dan menjurai menutupi telinga membuat ia tampak tak lebih besar dari peri air dalam lukisan khayal. Pakaiannya pun sesuai untuk peran itu: kimono yang hanya sampai paha dengan lengan berbentuk tabung." Enggan pergi tanpa membawa pesanan. Sebuah topi anyaman tergantung di bawah tepian atap sebuah rumah kecil. Tapi ini sedikit sukar.. Kemiskinannya demikian sarat. Melihat orangnya. lucu juga. anak itu pun bertanya. akan kukirimkan lewat kuda beban ke Kurama besok. Umurnya. syauqy_arr@yahoo. dentam-dentam berat alu penumbuk padi menggetarkan bumi. Bapak sudah begitu tua. Peri Air DI sebuah dusun sebelah barat laut Kyoto. Akan saya bawakan nanti.. Aku belum butuh. Hujan salah musim menembus atap lalang. Selamat malam!. Jo?" seru pak tua pemilik penginapan dari kamar belakang. tentunya dia perlu sake.webng. nanti aku ambil sendiri." "Kalau dia kembali. Di dapur yang kotor lantainya. Rumah itu bertuliskan huruf-huruf tebal dan kasar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 12. Untuk sewa kasur jerami. seorang anak lelaki melongok dengan tangan bertumpu pada tatami kamar sebelah yang lebih tinggi letaknya. kuambilkan pentung kayu api. tak lebih dari sepuluh atau sebelas tahun. Bapak mau menyuruh saya ambil sake?" "Tidak hari ini. jangan ganggu aku. Musafir yang berhenti di situ hanya orang-orang melarat yang cuma menyewa lantai. sampai sudah mulai bungkuk. Di tengah kamar itu terdapat perapian yang hampir mati. di samping pintu masuk. sejumlah biasanya." "Kalau dia kembali. "Apa yang Bapak kerjakan?" "Aku lagi nulis surat. Tamuku belum kembali. mereka harus bayar lagi. Tempat itu semacam tanah tak bertuan yang terletak antara kota dan daerah pertanian. hingga waktu senja asap api dapur hanya mengepul dari beberapa rumah saja.com . "Kamu itu. "Halo!.. Lumpur yang memercik tidak mengotori punggung ketika ia berlari dengan bakiaknya.co. "Ya.

" keluhnya. Baru saja surat itu selesai ditulis. ya? Baik." Jotaro duduk dan mengambil kuas." Anak itu pun membaca sedikit lebih lama. kalau Bapak suruh." "Oh. dan begitu saja melemparkan karung arang yang baru diambilnya di suatu tempat dan tadi dibawa di atas kepalanya. kalau kamu memang pintar. anak itu menulis dengan lancarnya apa-apa yang didiktekan orang tua itu. kecuali Bapak sendiri." "Oh. "Tidak boleh memata-matai orang macam itu. dan pecahlah tawanya. Bungabunga mesh muda menyambutnya tiap pagi semenjak ia datang. aku beli. Sekarang katakan apa yang mau Bapak tuliskan." 157 thanks to. ya? Huruf yang Bapak tulis itu artinya 'tongkat'. "Kenapa Bapak sebut saya kikuk? Bapak sendiri yang tak bisa menulis!" "Hidungmu menetesi kertas." "Nah.webng. Daun bunga jatuh berserakan di lumpur. la memandang surat itu dari atas bahu orang tua itu. ini kurang baik. Jotaro menengadah ke wajah Musashi. dong. "Lihat. "Sekarang. ia heran melihat anak toko sake itu duduk akrab dengan pemilik penginapan. Musashi berhenti di pintu dan memeras air dari lengan bajunya. kemudian buru-buru menyembunyikan kuas dan kertas di belakangnya. "Jangan. dan gerutunya. ke arah pohon di dekat gerbang depan.co." kata Musashi mengganggu." Ia membuang ingusnya dengan kertas yang sudah kotor itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Bisa. Tak ada yang dapat menduga maksud surat ini. "Asal Kakak mau beli sake. Ketika masuk dapur. "Bapak mau nulis 'kentang'.id and dimhad. "Ayolah tunjukkan. kemudian katanya." ucap anak itu sambil masuk kamar." "Diam!" "Saya akan diam. Bapak mau mengirim kentang atau tongkat kepada teman-teman Bapak?" "Kentang. "Kukira inilah akhir musim bunga prem." kata Musashi." "Baik. diam-diam ia berdiri di belakang orang tua itu dan mengintip dari atas bahunya. "Ah. syauqy_arr@yahoo. maaf. Karena ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan.com . Tapi tulisan Bapak itu salah." Lebih dari dua puluh hari Musashi berada di situ. jadi itu yang kamu mainkan. apa yang mau Bapak katakan?" Dengan pegangan kuas yang mantap. Penginapan itu telah terasa seperti rumahnya." "Lima gelas?' "Tidak sebanyak itu yang kubutuhkan. Tapi Bapak boleh berikan ini pada saya untuk bayarannya. tamu pulang. Ia memandang ke luar. "Keledai kikuk kamu!" ucap orang tua itu. coba kamu yang tulis." kata Jotaro menggeleng.

" "Terlalu dewasa untuk anak seusianya. ah!" "Kikir? Kau tahu. mandi air dingin dan mengenakan pakaian kering. Anak itu nantinya bisa jadi orang. Musashi memungut surat itu dan membacanya.id and dimhad. dia lagi ngeluyur sekarang. bukan?" "Mm. ya. bagaimana dia bisa menulis begitu baik. Ada pembeli datang ke toko." "Saya tak bisa apa-apa. Mungkin karena dia bekerja di toko sake ini sejak umur tujuh tahun. Tapi janji." Tawar-menawar berakhir. namanya-semacam sifat terus terang yang menggugah. "Betul-betul dia yang menulis ini?" "Ya." "Apa memang baik betul?" "Ya. Jotaro kembali." Sementara Musashi pergi ke sumur. mabuk sekali. "Apa pula kerja bajingan kecil itu?" gerutu pemilik penginapan." "Berapa umur anak itu?" "Sebelas. "Belum juga kembali. tapi ada juga-apa. berapa? Jangan kikir. Mengagumkan. mengangkat tutup kuali.webng. bisa saya katakan tulisan itu memperlihatkan keluasan spiritual. Jotaro berkecipak dengan riangnya menempuh hujan. dan siapa saja." "Saya heran. Kaukira aku banyak uang buat dihamburkan?" "Baik. Pernah dikatakannya. dan ditanyai macam-macam." "Oh?" Orang tua itu pun mengerutkan kening." Baru saja ia hendak mengenakan sandal untuk pergi mengambil sake itu sendiri. menjadi manusia sejati. Saya beri seharga uangmu. para musafir. tulisannya memang ada sifat kekanakannya. Saya yang menakarnya sendiri nanti." 158 thanks to. Saya dipegangnya eraterat. kalau tak salah. Sesaat-dua saat kemudian ia menoleh kepada pemilik penginapan. Sekiranya saya sedang memikirkan seorang pemain pedang. "Lama sekali dia ambil sake. pembuat kertas di ujung jalan sana.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tiga gelas?" "Masih kebanyakan. dan meneruskan gerutuannya.com . "Kau bikin tamuku ini lama menunggu. Di situ dia bertemu dengan segala macam orang-kusir kereta. aku cuma pemain pedang miskin. "Ke mana saja kamu?" tanyanya pada anak itu. ya? Kelihatannya pintar sekali anak itu. syauqy_arr@yahoo. Musashi kembali dan duduk dekat perapian. dan tanyanya. Kakak mesti mendongengkan beberapa cerita." "Maksud Anda?" "Maksud saya. Saya berani bertaruh. orang itu menggantungkan kuali di atas api dan mengeluarkan acar serta mangkuk nasi.co." "Kalau begitu.

apa akan punya pengikut." Ia memasukkan guci sake ke dalam abu hangat di sekitar api. sebelum Kakak punya banyak pengikut?" "Tak tahu aku.co. dan mendapat penggantian kuda dan burung elang juga. ya?" kata Musashi dengan nada menghargai." 159 thanks to. "Kakak senang sake?" "Ya. Mereka lihat sendiri kejadiannya." "Akan saya panaskan sake Kakak." "Tapi karena miskin. mempunyai pendapatan lima puluh ribu gantang padi." "Dan saya mendengar prajurit kenamaan. dan tanyanya." "Baiklah. kalaupun saya ngoceh. keduanya ada di kuil hari itu." "Kalau begitu." "Tak usah lagi kamu bicara itu!" kata Musashi. Perempuan sebelah rumah dan anak tukang pernis. "Cepat. syauqy_arr@yahoo. kan?" "Tak ada salahnya. saya kira Kakak tak banyak minum." "Oh. Saya mahir sekali soal itu. Semua orang di sini tahu apa yang terjadi di Kiyomizudera hari itu." "Mesti umur berapa dulu." "Itu betul juga. Anak yang bermata tajam itu menaksir sikap Musashi. Tsukahara Bokuden selalu berkeliling dengan tujuh puluh atau delapan puluh pesuruh." "Kenapa? Apa Kakak kurang pandai?" "Kamu sudah dengar apa yang dikatakan orang yang melihatku di kuil. dan tak lama kemudian ia pun menyatakan sudah siap. aku lari waktu itu. kalau majikanmu tidak keberatan." "Tadinya saya mengira orang yang pintar dalam seni bela diri dapat mengabdi tuan-tuan besar dengan gaji besar. "Aku sih boleh saja. Bagaimana juga kamu menilainya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Pertanyaan apa?" "Dia tanya tentang Miyamoto Musashi. Seorang pengunjung toko pernah bilang pada saya.id and dimhad. yang mengabdi Keluarga Tokugawa." "Itu betul.webng. ya?" "Betul. "Boleh saya tinggal di sini sebentar dan bicara dengan Kakak?" Dan mulailah ia membasuh kaki dan bersiap-siap masuk kamar perapian.com . kenapa Kakak begitu miskin?" "Aku masih belajar." "Dan kamu mengoceh. hampir-hampir dengan nada memohon. bernama Yagyu. dia tidak butuh saya sekarang.

Sesudah semua uangnya habis." Musashi merasa sukar menolak apa saja yang diminta anak itu. sebagian besar secara tak sadar. Saya ingin menjadi samurai seperti ayah saya. Jotaro pun memperlihatkan wajah yang jelas-jelas mencerminkan tekadnya untuk tidak mendapat jawaban tidak.id and dimhad. jadi kamu dari Harima. dan karena itu bersimpati kepada Jotaro." katanya." "Betul. Sebagian karena ia sendiri dalam banyak hal masih kanak-kanak dalam hatinya. Apa kerja ayahmu?" "Dia dulu samurai. walaupun sama sekali bukan soal betapa baiknya anak itu menulis. "Saya ingin menjadi pengikut Kakak—keliling negeri. Kalau itu yang kaukehendaki. pengganti kasih sayang keluarga yang semenjak kanak-kanak tak pernah dimilikinya. tapi ketika saya umur tujuh tahun. Dalam hal ini tak bisa tidak ia bersimpati pada orang itu. Selamanya ia mencari. Jalan Samurai memang perjudian tanpa henti. "Di mana kamu lahir?" "Di Himeji. kemudian melanjutkan dengan sungguh-sungguh. akan kulakukan. dan beberapa pemuda itu kadang-kadang berkumpul di belakang toko pernis buat latihan main pedang. "Namanya Aoki Tanzaemon. Adapun Musashi . dia tinggalkan kerjanya dan pergi ke Kyoto sebagai ronin. Tentu saja ia tidak tahu bahwa orang tempatnya memohon itu adalah orang yang telah menjadi sebab ayahnya mendapat kesulitan bertubi-tubi. Namun yang benar-benar dipikirkannya bukan soal mengatakan ya atau tidak. tapi saya kasihan pada Kakak. Tapi saya tak mau tinggal di toko itu. shugyosha di penginapan itu—yaitu Kakak— orang lemah. ya? Ada orang mengatakan demikian. belajar dengan Kakak. ha! Kenapa pula kamu risau? Mereka tidak bicara tentang dirimu. dan seorang samurai harus siap 160 thanks to." "Oh. dan Kakak dari Mimasaka. tapi baginya jawaban itu telah membikin jelas beberapa persoalan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Itulah yang dikatakan semua orang. dan saya ingin belajar main pedang seperti Kakak. kata mereka." "Ya.com . Apa bukan jalan terbaik menjadi samurai?" Anak itu berhenti.webng. Ia menanyakan nama ayah anak itu. Kenapa Kakak tidak berkelahi dengan salah seorang dari mereka dan mengalahkannya?" "Baiklah. "Mari kita bicara soal lain saja. melainkan tentang Aoki Tanzaemon dan nasibnya yang tidak beruntung. anak tukang kaleng. anak pembuat kertas. ia tak dapat menolak permintaan itu mentah-mentah.co. "Ha. dia tinggalkan saya di toko sake itu dan pergi ke kuil untuk menjadi biarawan. Samurai yang betul-betul setia pada kebaikan!" Semula Musashi tampak kaget. Tapi sungguh jengkel saya mendengarkan mereka itu." "Yah. Apa Kakak tak mau mengajak saya jadi murid?" Selesai mengungkapkan maksudnya itu." Bibir Jotaro mengatup menjadi garis lurus. syauqy_arr@yahoo. Kakak tahu. Dulu dia punya gaji dua ribu lima ratus gantang padi.

"Tolong siapkan kotak makan siang untuk saya. dan berkata kepada pemilik penginapan. Di salah satu ujung jembatan kayu di Jalan Sanjo." "Jangan kuatir." "Begitu cepat?" tanya pemilik penginapan yang tidak mengharapkan tamunya pergi begitu mendadak. Barisan depan kaum feodal berpengaruh dan juga feodal-feodal kecil sudah datang." Karena akhirnya terpenuhi keinginannya. Para pendukungnya. Dia masih anak-anak. airnya berlumpur. Musashi juga seorang ronin. berlainan sekali dengan angin ganas sehari sebelumnya. tak mungkin rasanya tukang sake itu akan mengizinkannya pergi. dan angin sepoi-sepoi mengelus kulit Musashi dengan lembut. cukup. baiklah. ia menjawab secara kurang ajar. kemudian dipeluknya." kata Musashi ketika sudah turun ke jalan. Saya senang tinggal di sini beberapa minggu ini. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sepanjang waktu untuk membunuh atau dibunuh.webng. tapi saya pikir saya harus terus pergi ke Nara sekarang. samurai memeriksa orang-orang yang datang dan pergi. ia mendapat jawaban. kemudian akan melupakannya sama sekali. Badai sudah lewat. Karena tak melihat jalan lain. Ketika Musashi bertanya kenapa ada inspeksi itu. Sungai Kamo naik. Musashi pun berkata. Ketika pemilik penginapan mencoba menyuruhnya meninggalkan Musashi. "Apa karena anak itu terus mendesak Anda?" "Oh. Musashi menjadi sedih dan efek sake yang diminumnya lenyap secara tiba-tiba. Jotaro mendesak terus. berpakaian. dan ia dibolehkan lewat. Pagi berikutnya Musashi bangun pagi-pagi.id and dimhad. itu soal warisan. Soalnya adalah kesetiaan ayahnya yang tidak pernah berubah semenjak ia mengabdi pada Yang Dipertuan Shimmen dari Iga. tidak. Ia merasa kesepian. Kau boleh menjadi pengikutku. Dipegangnya pergelangan tangan Musashi erat-erat. tak terikat ikrar kepada Tokugawa ataupun para saingannya di Osaka. dan akhirnya ia berurai air mata. Saya memang sudah lama bermaksud pergi ke Nara-bertemu dengan pemain-pemain tombak terkenal di Hozoin. karena akan datang kunjungan shogun baru. yang setia kepada anaknya. Ketika berangkat ke Sekigahara dan berpihak pada pasukan Osaka melawan kaum Tokugawa. tapi ia sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pengalaman memaksanya memikirkan statusnya sendiri sebagai prajurit tak bertuan yang mengembara. seakan-akan tersapu bersih. "Baiklah. membentuk fraksi Osaka. Toyotomi Hideyoshi sudah meninggal dua tahun sebelum pertempuran. Di 161 thanks to. Saya harap dia tidak terlalu menyulitkan Bapak. Langkah-langkah sedang diambil untuk menyingkirkan samurai tak bertuan dan berbahaya ke luar kota. kalau dia tahu saya sudah pergi.com . lalu melipatgandakan usahanya. Memikirkan contoh perubahan hidup ini. bukan salah dia.co." "Dan lagi. Jotaro lari menderap ke toko sake. asal kau pergi dan bicara dulu dengan majikanmu. Dia akan menjerit dan memekik sebentar.

meski kelihatan hampir menangis. Sejak itu Musashi mulai paham. dan menggantinya dengan kimono biasa. Anak itu membuang pakaian kerja sehari sebelumnya. tidaklah cukup hanya dengan melompat membabi-buta ke tengah keributan dan mengacungkan lembing. hingga roknya hampir tak sampai lututnya dan lengannya hanya sampai siku. tampaklah olehnya sosok si peri air kecil Jotaro. "Tunggu! Tunggu!" Ketika menatap jalan gunung yang curam itu. Untuk orang yang hendak mengabdi kepada tuannya dengan setia. yang sedang berlari sekuatkuatnya. Pandangan mata anak itu menghunjam marah ke mata Musashi. barangkali ia akan mengatakan Osaka. Tapi kimono itu dua kali lebih kecil dari badannya. Sesudah belajar dari Takuan bahwa hidup adalah permata yang harus ditimang-timang. Selagi masih berseru-seru kepada Musashi karena sudah meninggalkannya. mendengarkan cerita-cerita tentang kegagahan prajurit besar itu semasa ia kanakkanak. Merenungkan masa lalu itu ia heran. bagaimana mungkin ia bertindak demikian tolol. ia memutuskan untuk berhenti dan beristirahat. dengan harapan akan memperoleh gaji tetap yang tak berarti sebagai samurai. Ia harus melewati jalan panjang menuju maut. Karena keringatnya mengucur. Gambaran ini semakin terbentuk di masa remajanya dan terus merasuk dalam dirinya. Musashi sadar bahwa waktu itu mereka tidak hanya menyia-nyiakan. apabila didesak untuk mengatakan pihak mana yang dipilihnya. Secara harafiah mereka mempertaruhkan segala yang dipunyai. bahkan juga tanpa pikir panjang mengorbankan milik mereka yang paling berharga. Maka Musashi mendekapnya dan berusaha menyenangkan hatinya. ia berurai air mata. "Kakak bohong!" seru Jotaro. Sekarang pun.webng. Pada pinggangnya tergantung pedang kayu yang lebih panjang dari tinggi badannya. "Kalau seorang samurai mati sambil mengucapkan doa bagi kemenangan tuannya.com . Musashi ingat betapa dahulu ia duduk di dekat perapian. usaha memperoleh penghidupan tanpa pengorbanan.co. Musashi hampir tertawa melihat pakaiannya. "Kenapa Kakak lakukan itu!" Napasnya megap-megap karena berlari dan wajahnya merah. Yang mereka hausi hanyalah kemasyhuran dan kemuliaan. Dari jauh didengarnya suara berseru-seru. tapi anak itu terus juga 162 thanks to.id and dimhad. Tetapi pada waktu itu ia maupun Matahachi tidak memiliki rasa setia." demikian jalan pikiran Musashi sekarang. Hideyoshi dianggap pahlawan terbesar. berarti dia telah melakukan sesuatu yang indah dan bermakna. dan sekarang ia menyadari bahwa tindakan-tindakannya pada umur tujuh belas itu kurang pertimbangan dan tanpa hasil. Musashi melihat bahwa kini ia sudah mendekati Daigo. dan di punggungnya tergantung topi anyaman sebesar payung. Sungguh ganjil dulu mereka dapat berpikir seperti itu. atau lebih tepat lagi. syauqy_arr@yahoo. Ia berbicara dengan sikap bermusuhan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto. bagian selatan kota.

jadi saya pinjam saja topinya dari sangkutannya di bawah pinggiran atap.co. Akhirnya Musashi berkata. siapa tahu hujan." Jotaro mengendalikan sedu-sedannya. tapi Kakak membohongi saya. Agaknya karena merasa bahwa di pegunungan tak ada orang. ia dapat melepaskan perasaannya." "Lalu?" "Dia bilang. Saya butuh topi. "Dan apa katanya?" "Dia bilang saya boleh pergi. "Aku tidak bermaksud berbohong padamu.id and dimhad." kata Musashi." kata Musashi. Tapi karena samurai di penginapan itu orang lemah. "Diam sekarang. tak ada prajurit terhormat atau perguruan yang mau menerima anak seperti saya. Musashi terpaksa menerima kenyataan bahwa ia kurang-lebih sudah terikat pada anak itu. paling tidak?" "Itu sebabnya aku minta maaf padamu sekarang. kemudian ia tarik dua lembar daun dari sebuah pohon." Jelaslah dari sikap Jotaro bahwa segala janji dan sumpah yang diperlukan telah dilaksanakan. Permintaan maaf yang sederhana ini mengubah tangis anak itu menjadi rengekan. "Kakak orang dewasa. ia menyimpulkan bahwa barangkali ia mesti berterima kasih atas kesempatan yang diperolehnya untuk membentuk masa depan anak ini. Katanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI rnelolong. "saya pergi ke penginapan. Memang. Dengan daun itu ia membuang ingusnya. biar saja. tentunya dia orang yang tepat untuk saya. kecuali kalau majikanmu menyetujui. "Sudah itu. Apa orang dewasa memang suka begitu?" "Maafkan aku. Apa betul kamu membicarakannya dengan dia?" "Ya. dan kamu punya majikan? Aku tak bisa membawamu. barangkali saja Kakak dapat memakai saya untuk membawakan barang. "Kau senang berlaku seperti bayi cengeng?" "Saya tak peduli!" sedan Jotaro. Sekarang ia menjadi murid Musashi. Itulah agaknya yang harus dilakukannya. Tapi terpikir juga olehnya bahwa ini semua demi kebaikan. Orang tua itu tak ada. Kakak bilang mau menerima saya jadi pengikut.com . syauqy_arr@yahoo. Kuminta kamu pergi bicara dengannya. tapi Kakak meninggalkan saya." Musashi tersenyum mendengar jalan pikiran orang itu." "Tapi itu kan papan nama tempat itu? Di situ tertulis 'Penginapan'." "Kenapa Kakak tidak tunggu sampai mendapat jawabannya. 163 thanks to.webng. tapi kamu kan masih ada ayah. ketika ia merenungkan peranannya sendiri dalam peristiwa hilangnya status Tanzaemon. Merasakan hal ini." "Ah. bukan? Kurasa waktu itu dia tak akan setuju." kata anak itu melanjutkan. dan dia memberi saya pedang kayu ini sebagai hadiah perpisahan.

" "Waktu saya pulang. dan kemalasan memakan tulangku. Sejak meninggalkanmu di Gunung Ibuki. Dia tukang minum juga-satu botol penuh sake diminumnya sendiri! Kemudian dia menulis surat ini dan minta saya memberikannya pada Kakak.webng. "Di mana kamu mendapatkannya?"' "Kakak ingat. aku mau bertemu. Ini dia. Jotaro tiba-tiba ingat akan sesuatu dan merogoh kimononya. bisanya cuma lari. Kau cakap. Waktu itu aku bingung dan tak bisa memutuskan." "Ya. Memandang surat itu dengan rasa ingin tahu. Tapi kalau aku menoleh ke belakang. tadi malam saya bilang ada seorang ronin minum di toko. kau sekarang terkenal sebagai pemain pedang. Aku banyak minum. tapi akan tiba waktunya. "Saya hampir lupa. Mula-mula ia melihat bagian bawahnya. Semenjak berpisah denganmu. 164 thanks to. Dia terus juga bertanya tentang Kakak." ia mengeluarkan sepucuk surat. apa aku harus menjumpaimu. Ada sesuatu untuk Kakak. dan tahulah ia bahwa surat itu dari Matahachi yang memang dalam keadaan mabuk. Lima tahun lamanya aku menghabiskan waktu dalam keadaan setengah sadar. tapi juga karena pesan yang disampaikannya pun melantur dan tidak pasti. tanpa melakukan sesuatu. aku tak lupa desa kita. Beberapa lagi bilang kau pemain pedang yang tak ada tandingannya.com . Membaca gulungan itu. Dan tak lupa aku pada teman lamaku. dan mengajukan banyak pertanyaan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah tenang dan tenteram. Musashi tercengkeram nostalgia dan kesedihan menjadi satu. dia masih ada di sana. Aku minum untukmu! Beberapa orang mengatakan Musashi pengecut. aku heran dengan diriku. dan terlalu dini sekarang untuk dikatakan apa yang akan terjadi di masa depan. Sampai di situ maknanya cukup jelas. Musashi bertanya. lalu membuka meterai surat tersebut." Musashi menelengkan kepala keheranan. syauqy_arr@yahoo. Kebetulan kudengar namamu di Perguruan Yoshioka. Sekarang aku di toko sake. Aku memang orang sinting! Bagaimana mungkin orang sial macam aku ini bertemu dengan teman bijaksana seperti kamu tanpa mati karena malu? Tapi nanti dulu! Hidup ini panjang. Kau mesti bisa menempuh jalanmu lewat pedang. Tak peduli aku mana yang benar. Aku berdoa untuk kesehatanmu. Aku cuma senang bahwa pedangmu sudah bikin orang ibu kota bicara tentangmu. Di ibu kota. Tidak saja karena tulisan itu kalut.id and dimhad. Huruf-hurufnya pun tampak agak mabuk. aku terkurung dalam sangkar nafsu.co. Aku tak ingin bertemu denganmu sekarang. tapi mulai dari situ surat itu sukar diikuti maksudnya. seperti sekarang ini.

dan kenapa kita tidak bertemu dan ngobrol sepuasnya?" "Jo.id and dimhad. Kenapa ia mesti menyanjung Musashi sedemikian rupa dan berikutnya bicara sedemikian rupa tentang kegagalan-kegagalan sendiri? "Yah." "Apa dia sering datang ke sana?" "Tidak.co." "Itu berarti balik kanan dan kembali ke tempat yang baru saja saya tinggalkan. aku mau minta tolong. "apa tak bisa dia sekadar menulis bahwa sudah lama waktu berlalu. Mendadak Musashi menoleh kepada anak itu. memberitakan kepadanya bahwa Perguruan Yoshioka memandang sangat serius kejadian yang baru lalu itu. tetaplah hidup. "Saya tidak keberatan. syauqy_arr@yahoo.com . mencoba menyadarkannya. pasti ia akan kembali ke Kyoto sekarang juga untuk bertemu dengannya. "Tak mau.webng. "Jo." "Betul. Aku ingin kamu menyampaikan suratku kepada Perguruan Yoshioka di Jalan Shijo. ya?" tanya Musashi sambil menatap anak itu. Jagalah dirimu. tapi apa Kakak menyuruh saya ini buat menyingkirkan saya?" 165 thanks to. Tentu saja ia juga ingin Matahachi menjelaskan kepada ibunya betapa salah perbuatan ibunya itu. ingin aku bertemu denganmu dan bicara tentang masa lalu. apa kau menanyakan alamat orang ini?" "Tidak. dan bahwa mereka sedang mencarinya ke mana-mana." Terpikir oleh Musashi bahwa kalau ia tahu di mana Matahachi tinggal." Dengan kecewa Jotaro menendang batu dengan jari kakinya. Persimpangan Rokujizo sudah tampak di bawah mereka. Kalau nanti aku pun sudah melakukan sesuatu untuk diriku. tapi ada sesuatu yang tak beres dengan sikapnya. Jotaro menggelengkan kepala tak menentu. karena itu ia mesti hati-hati dengan tindakannya." Musashi heran. Kedua orang itu berjalan terus dalam diam. karena kau baru mulai menciptakan nama. membangkitkan kembali semangat yang pernah dimilikinya." "Apa?" "Menyampaikan pesanku. dan katanya. Tidak sangsi lagi Matahachi punya maksud baik. ingin ia menariknya keluar dari suasana hatinya yang sekarang. Karena ia masih menganggap Matahachi sebagai temannya. yang isinya panjanglebar. yang jelas cenderung menghancurkan diri sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kemudian menyusul tambahan yang ditulis cepat bagai cakar ayam. Mereka menuruni Gunung Daigo. Ingin ia bicara dengan kawan masa kecilnya itu. ini yang pertama kali." "Ke mana?" "Kyoto. supaya kau bisa mengilhami diriku. Tambahan itu berakhir dengan: Kau tak boleh mati sekarang.

Kemudian Musashi menulis surat yang dialamatkan kepada Yoshioka Seijuro: Saya mendapat kabar bahwa Anda dan murid-murid Anda sedang mencari saya." "Baik. saya sampaikan harapan penuh hormat agar Anda selalu dalam keadaan sehat walafiat. "Tidak. tapi barangkali agak sukar. melainkan juga semua murid di sekolah itu. saya tanyakan saja di semua toko minuman. Dari sekarang sampai waktu itu saya berharap akan dapat memperbaiki teknik saya sebaik-baiknya. Shimmen Miyamoto Musashi Masana. saya pergi. memesan teh. Sesudah mengubah alamat surat itu agar tidak hanya mencakup Seijuro saja." "Betul? Bagaimana caramu?" "Ah." thanks to. "Seorang samurai tidak berbohong. Dia teman lamaku. maka ingin saya memberitahukan bahwa saya pasti akan kembali ke ibu kota pada bulan pertama atau kedua tahun depan. Kamu mesti menyapa dulu di pintu depan. dan makan siang. namun jelas nampak keyakinan Musashi pada diri sendiri." "Baik." "Apa?" "Apakah kamu dapat menemukan orang yang memberikan surat padamu itu? Namanya Hon'iden Matahachi. Saya percaya Anda sendiri tak akan mengabaikan latihan Anda." "Ada hal lain lagi yang harus kamu lakukan.webng. "Boleh juga pikiranmu itu. Sekarang saya berada di jalan raya Yamato. Akan merupakan aib besar jika Perguruan Yoshioka Kempo yang sedang mekar itu harus menderita kekalahan kedua seperti kekalahan di waktu lalu. tapi karena saya sama kecewanya dengan Anda berhubung tidak dapat bertemu dengan Anda selama kunjungan saya ke perguruan Anda. karena saya bermaksud mengadakan perjalanan keliling di kawasan Iga dan Ise sekitar setahun lamanya untuk melanjutkan pelajaran saya dalam ilmu pedang.co. Itu cuma kesalahan. Maafkan aku atas kejadian pagi tadi. lalu menyerahkan surat itu langsung kepada pembantu di sana. karena bukankah ia sendiri yang telah menghilangkan kepercayaan itu pada orang dewasa? "Tidak!" katanya tegas.com 166 ." Mereka masuk warung teh di persimpangan yang dikenal dengan nama Rokuamida. dia kenal orang di Perguruan Yoshioka. itu sama sekali tidak sukar. Saya tak ingin mengubah rencana waktu ini." Musashi tertawa. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Kupikir lebih cepat kalau tanya tentang dia di sana. lalu pergi?" tanya anak itu. Sebagai penutup. ia letakkan kuasnya dan ia serahkan surat itu kepada Jotaro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kecurigaan anak itu membuat Musashi merasa bersalah. Tapi menurut surat Matahachi itu." "Oh. Surat itu memang sopan. "Apa bisa saya masukkan saja surat ini di perguruan itu.

" Musashi masih juga tertawa ketika meninggalkan warung teh. Mereka tersenyum dari jauh sebagai tanda perpisahan. 167 thanks to. Sementara melintasi gerombolan orang banyak itu. akan kuatur supaya kamu dapat mengetahui tempatku dengan bertanya di Hozoin.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa yang harus saya lakukan kalau sudah menemukan dia?" "Aku ingin kamu menyampaikan pesan. Kalau nanti aku sampai Nara. dan kuda-kuda meringkik. ya? Jangan kuatir. ha! Kamu masih curiga. tapi sampaikan juga kepadanya bahwa aku ingin sekali bertemu dengannya." "Baik. boleh kamu memotong kepalaku. saya mengerti. ke arah Kyoto.webng. Lalu Kakak ada di mana. la berangkat menuju Nara. Hozoin adalah kuil terkenal karena permainan lembingnya. Kalau aku tidak memenuhi janjiku kali ini.co. dari hari pertama sampai hari ketujuh tahun baru nanti. sedangkan Jotaro ke arah yang berlawanan. Katakan padanya.id and dimhad. lalu masing-masing menempuh jalannya sendiri. Jotaro menoleh ke belakang dan melihat Musashi masih berdiri di tempat semula dan memperhatikannya." "Cuma itu?" "Ya. kalau saya kembali nanti?" "Kuterangkan sekarang." "Sungguh?" "Ha. Suruh dia datang menemuiku pada salah satu hari itu. tiap pagi aku akan ke jembatan besar di Jalan Gojo menantikan dia. Di persimpangan jalan itu bercampur aduk orang banyak yang mengenakan topi anyaman. burung layang-layang. syauqy_arr@yahoo.

" "Saya cuma mau tanya sedikit." Jotaro mengejar kain itu dari tepi sungai. oh!" teriak Akemi ketakutan. "Tak apalah. Bi. Setiap kali ia menarik kain berpola kembang itu. tercipta bayangan bunga ceri yang terbang berputar-putar. "Apa ada warung teh di sekitar sini yang namanya Yomogi?" Oh. gadis manis! Bagaimana kalau begitu?" "Diam kamu!" kata Akemi tertawa.co. Akemi mengucapkan terima kasih. lengan jadi terasa berat! Apakah angin cinta itu berat? Jotaro berdiri di atas tanggul. Paling tidak. demikian pikirnya. Tapi kenapa kamu tertarik pada warung teh kami?" "Saya mencari orang yang namanya Hon'iden Matahachi. Lebih baik kau buang ingusmu.com . senang sekali aku mendengarnya! Lama sekali aku mencarinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 13.id and dimhad." "Oh. ya. itu rumahku. disana itu.webng." "Oh. "Dan apa maksudmu memanggilku Bibi? Aku masih muda!" "Baik. Oh. "Kau masih terlalu kecil buat merayu. pedang ini bisa dipakai buat keadaan seperti ini. dan ia tersenyum ramah. syauqy_arr@yahoo. Orang Perguruan Yoshioka bilang. lalu bertanya. apa yang hendak ditanyakan Jotaro. dan ia tersenyum ramah." "Bohong!" 168 thanks to. "Kamu siapa?" tanyanya. Matanya yang lincah mengamati pemandangan. "Bagus nyanyinya. Akemi mencuci sepotong kain sambil menyanyikan lagu yang dipelajarinya di Kabuki Okuni." serunya." Akemi terkikik. "Kainku!" "Sebentar saya ambilkan. Angin cinta Menyentak-nyentak lengan kimonoku. kemudian memancingnya dari air dengan pedangnya. Angin Musim Semi DI tepi Sungai Takase. "Dari mana itu kira-kira?" Jotaro ragu-ragu." "Kenapa? Kamu datang dari mana?" "Dari jalan itu. kalau saya pergi ke Yomogi. "Apa?" tanya Akemi. saya akan menemukannya." jawab Jotaro sambil menuding tak jelas. "Aku sendiri tidak begitu yakin." “Dia tidak di situ. Ia memandang anak yang seperti orang cebol mengenakan pedang kayu panjang dan topi anyaman besar itu.

"Janji?" 169 thanks to. tak dapat dikendalikan lagi. dan bahunya tegang karena marah. syauqy_arr@yahoo. "Sekarang apa yang mesti kulakukan?" keluhnya. Matahachi mesti menjumpai dia di sana. ya?" "Tentu saja." "Saya kira tak boleh saya mengatakannya. Aku tak akan ketawa lagi. aku betul-betul minta maaf. Betul. tapi kalau dia kembali akan kusampaikan pesanmu itu. tapi kamu ketawa seperti orang gila. Ibuku juga tidak tahu. Dia minggat.com . sekarang kamu marah." "Pesan apa itu? Barangkali orang itu tak akan kembali lagi. Putuskan olehmu sendiri. "Tak pernah aku mendengar pesan seperti itu! Jadi." "Apa kamu membawa surat?" "Tidak. Ya. minta Matahachi menjumpainya tahun depan? Gurumu itu mestinya sama anehnya dengan kamu! Ha. "Bagus sekali kamu jadi suruhan! Tak tahu dari mana datang. barangkali juga boleh." "Siapa gurumu?" "Namanya Miyamoto Musashi.co. Dan kalau Matahachi kembali." "Maaf. Dia minta saya menyampaikan pada Matahachi bahwa dia akan menanti di jembatan besar Jalan Gojo tiap pagi." "Tidak. "Siapa yang menyuruhmu kemari?" "Guruku. dari hari pertama sampai hari ketujuh tahun baru nanti. "Jadi. "Apanya yang lucu?" Akhirnya Akemi berhasil menghentikan tawanya. Ha!" Sikap mencemooh tampak pada wajah Jotaro. maksudmu. Dia bilang ingin sekali bertemu dengan Matahachi." "Kalau begitu. kan?" "Jangan tanya aku. di salah satu hari itu." Anak itu memerosotkan badannya dan menatap air dengan gelisah.id and dimhad." kata Jotaro sambil menggeleng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak. akan kusampaikan pesan itu kepadanya. Saya minta tolong dengan sopan." "Tapi saya membawa pesan." "Tapi orang serumahmu pasti ada yang tahu. sekarang dia mengirim pesan." "Ke mana?" "Aku tidak tahu.webng. tapi dia sudah pergi beberapa waktu lalu. dan tidak membawa surat pula." "Oh." Akemi pecah ketawanya. Dulu dia memang tinggal dengan kami.

syauqy_arr@yahoo. "Lho. hingga bicara pun jadi sukar. aku bersumpah. mengamat-amatinya dari kepala sampai jari kaki." "Ya. akan kelihatan bekas lukanya yang buruk. ketika masih kecil dia bisulan di puncak kepalanya. Namanya Miyamoto Musashi.co. dan tenggelam dalam renungan. Kalau kamu bertemu dengan Matahachi. "Apa ini bukan Musashi dari daerah Yoshino di Mimasaka?" "Ya. Saya dari Harima." Ia pergi.com . Jotaro berkata.webng. lalu tanyanya dengan suara lembut. 170 thanks to. menderap sepanjang puncak tanggul sempit itu. Akemi bertanya. Dan semenjak itu semakin yakin ia akan benarnya pilihan atas Takezo. tak jauh dari sana. sudah lima tahun lalu. Yakin dari berita kecil vang disampaikan anak itu bahwa Musashi adalah Takezo. Takezo. Ia begitu lain dari Matahachi. ia jadi tercengkeram hasrat untuk bertemu Musashi kembali." "Kamu keras kepala rupanya. Dia dari Kampung Miyamoto di Provinsi Mimasaka.id and dimhad. itu huruf-huruf yang bunyinya Takezo!" ucap Akemi. kamu sudah begitu lama kenal guru saya?" Akemi tidak menjawab. Takezo. Sering kali ia mengambil sikap tidak menghanyutkan diri dengan para leaki yang selalu minum di warung tehnya. "Siapa namanya tadi? Orang yang menyuruhmu menyampaikan pesan itu?" "Ingatanmu tidak begitu baik rupanya. kelihatan jantan? Dan apa bagian atas kepalanya tidak dicukur?" "Ya. "Namanya bukan Takezo. Kalau dia mencukurnya seperti biasa dilakukan samurai." "Bagaimana kamu menuliskan Musashi itu?" Jotaro mengambil bilah bambu. ya?" decap Jotaro sambil melemparkan bilah bambu itu ke sungai. tapi Musashi." "Jadi. dan ia juga sudah melihat Matahachi semakin memburuk perkembangannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya." "Apa orangnya tinggi. hanya Takezo-lah kekasih di dalam hatinya. Akemi menatap tajam-tajam huruf-huruf di pasir itu. Sejak semula ia lebih menyukai Takezo. ketika ia menyanyikan lagu-lagu cinta untuk dirinya sendiri. "Nah. Ia sudah melihat cara hidup ibunya. lalu mengguratkan dua huruf di pasir. Bagaimana kamu bisa tahu?" "Aku ingat dia pernah cerita. Karena tugasnya selesai." Sambil menggigit bibir untuk menghindari senyum. betul-betulah sampaikan apa yang sudah saya katakan tadi. Akhirnya ia menengadah memandang Jotaro. lebih baik saya pergi sekarang. Ia mencemooh mereka dan terus berpegang teguh pada gambarannya tentang Takezo. Jauh di lubuk hatinya ia selalu bermimpi akan menemukan Takezo kembali. Ia gembira karena masih sendiri." "Pernah cerita? Kapan?" "Oh. tapi bisa juga dibaca Takezo. Kenangan hari-hari itu membangkitkan kenikmatan di dalam hatinya.

co. dan pergilah ia memutar ke belakang. Melihat Jotaro. Dan sebagai tambahan kenikmatan. dan berkali-kali lagi. Ketika anak itu sangat kebingungan dan sedikit demi sedikit melebarkan wilayah pencariannya. tapi sekarang lenyap. Jotaro terpelanting dan kemudian terguling ke pangkal sebatang pohon. Jotaro kenal kuil itu karena namanya identik dengan Nara. Di luar sebuah kampung. Karena takut kereta akan sampai di Nara selagi ia masih tidur. ia marah bukan kepalang. kemudian ke kanan. bukit-bukit landai terselimut barisan semak teh yang rapi. mencuci sayur-sayuran. Karena siulan terus juga berbunyi. Diletakkannya daun itu di atas lidahnya dan mulailah ia menyiulkan sebuah lagu. tapi ia harus berpikir dua kali. bunyi rodanya gemeretak. hingga anak itu berteriak kesakitan. ada pula karung-karung buat bersandar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kereta sapi itu penuh bermuatan karung-karung yang barangkali berisi betas. syauqy_arr@yahoo. "Apa kerjamu di sini?" gertaknya. Kusir kereta menoleh ke belakang. Jotaro dengan malas meraih dan memetik selembar daun dari pohon kamelia. Dikejarnya kendaraan itu. kan?" "Enak saja kau!" "Kenapa? Bapak kan tidak menariknya sendiri?" "Oh.id and dimhad. dan para petani sudah membajak gerst-sejenis gandum. seperti bola. Perempuanperempuan berlutut di pinggir kali. Ketika Jotaro sadar kembali. atau hasil bumi setempat yang lain. Ia sadar tabung bambu berisi jawaban dari Perguruan Yoshioka untuk Musashi hilang. Karena enaknya tempat itu. Jika ia menghadap ke belakang. seakan-akan menertawakannya. Di kiri-kanan jalan. Tadi barang itu Ia gantungkan di leher dengan seutas tali. Mereka pasti berharap agar tahun itu ladang terhindar dari pijakan para serdadu dan kuda. ia bertanya. ia menoleh ke kiri. Di puncak tumpukan ada tulisan yang menyatakan bahwa barang itu sumbangan kaum Budhis yang setia untuk Kofukuji yang agung di Nara. masih ada cukup ruangan untuk duduk. bajingan kurang ajar kamu!" seru tukang kereta sambil melontarkan Joraro ke tanah. Akhirnya dihentikannya kereta. Tak ada yang lebih menyenangkan baginya daripada berjalan terus seperti ini menuju tujuannya. tapi tidak melihat apa-apa. ia selalu tergoda untuk tidur. Jalan raya Yamato terasa damai. maka ia merasa bersyukur setiap roda kereta menggilas batu dan berguncang. "Tak apa-apa. kacang merah. Wajah Jotaro menyala menyatakan kegembiraan kanak-kanaknya.webng. Pukulan tinju yang dijatuhkannya demikian keras. lalu naiklah ia ke atasnya. Itu membantu matanya tetap terbuka. ia mulai mencari-cari dengan teliti di tanah sekitarnya. Kereta berjalan kembali. Pohon-pohon ceri mulai berbunga. "Untung sekali!" pikir Jotaro sambil bersandar dan bersantai. "Kamu kehilangan sesuatu. ya?" 171 thanks to.com . seorang perempuan muda berpakaian perjalanan berhenti memperhatikannya.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro memandang wajahnya yang sebagian tertutup topi bertepi lebar. Jotaro merasa pasti bahwa orang itu prajurit besar yang mengabdi kepada salah seorang daimyo yang sangat penting.id and dimhad. dan kembali mencari. membonceng-bonceng. Tabung itu jatuh di jalan. "Tunggu! Tak perlu kamu kembali ke sana. Untunglah samurai itu yang bicara dulu memanggilnya. karena mengganggu kuda mereka!" "Ah-h-h. tali itu tentunya putus. kamulah yang diteriak-teriaki kusir-kusir dekat Mampukuji tadi." "Betul begitu?" "Tentu. ya " "Waktu kamu ketakutan dan lari. la mengenakan kaus kaki kulit dan sandal jerami. "Apa bukan kamu anak nakal yang menjatuhkan tabung bambu ini di depan Mampukuji?" tanyanya. jenggotnya yang hitam legam. dadanya yang padat. dan hanya memperdengarkan gerutuan tak senang. atau bermalas-malas di pinggir jalan. Kalau tuanmu menyuruh kamu. Jotaro berhenti dan menanti dengan mata terbuka lebar. bahunya yang lebar. Tuan!" "Aku yakin ada surat penting di dalamnya. "Kamu kehilangan uang?" Karena terlampau asyik." Tapi baru saja ia hendak berlari. "Oh. perempuan muda itu memanggilnya. "Apa tabung bambu yang panjangnya kira-kira satu kaki dan bertali?" Jotaro tersentak. Apa Tuan melihat isinya?" 172 thanks to. berumur sekitar empat puluh tahun..webng. mengangguk. Itu." Ia menuding orang itu. Kulihat samurai itu berjalan kemari. Lebih baik kamu kembali menanyakan kepadanya.com . Tuan. dan ia takut menyapanya. "Ya! Bagaimana Kakak bisa tahu?" "Jadi.co. Dari pandangan sekilas." "Ya. jangan kamu berhenti sepanjang jalan mengganggu kuda. Jotaro tidak begitu memperhatikan pertanyaan itu." "Terima kasih. yang memakai hakama lapangan. syauqy_arr@yahoo.. Samurai itu seorang lelaki yang mengesankan. dan samurai yang sedang bicara dengan kusir-kusir tadi itu mengambilnya. Terima kasih. Segala sesuatu yang ada padanya sedikit lebih besar dan yang biasa-tingginya. dan apabila berjalan langkah-langkahnya yang mantap seakan memadatkan tanah. betul! Tuan menemukannya!" "Apa tak bisa kamu mengucapkan terima kasih?" "Maaf.

Hati-hati.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah sewajarnya. apa masih baik keadaannya. Anak-anak pun mempunyai selera terhadap kecantikan wanita. untuk memperbaiki sikap Jotaro yang tidak mampu menyatakan terima kasih dengan baik. Terasa olehnya sebagai keberuntungan tak terukir bahwa sekarang ia berjalan bersama orang yang begitu molek. Perempuan muda itu tampak sama puasnya dengan Jotaro. "Oh. tolol! Ini suling. digantungkannya tabung itu kembali ke lehernya.. ia cepat-cepat mengubah pertanyaannya. "Kupikir tadi kamu dan dia pasangan yang agak aneh. sesudah barang itu di tanganmu lagi. Puas karena surat itu masih ada.webng. Samurai berjenggot itu mulai berjalan lagi bersama mereka berdua. tanpa malu-malu Jotaro melongokkan kepala ke pinggang gadis itu untuk memeriksa benda tersebut.com . "Ini bukan tabung surat. "Mau ke mana kamu?" Karena berjalan bersama kedua orang itu. memperlihatkan barisan giginya yang putih kuat di belakang jenggotnya. apakah wanita itu murni atau tidak. dan ia merasa pusing. Tiba-tiba suatu perasaan aneh datang kepadanya. ia bertanya. "Baik sekali Tuan telah menemukan barang itu. semangat Jotaro naik lagi. Jotaro terkesan sekali akan kecantikan gadis itu." "Tabung surat? Apa maksudmu?" "Itu. jangan Kakak hilangkan. "Saya lihat Kakak membawa tabung surat juga. 173 thanks to." Samurai itu tertawa." Sebuah benda panjang sempit yang terbungkus kain brokat emas dan tersimpan dalam obi gadis itu menarik perhatiannya. atau setidak-tidaknya mengerti secara naluriah." katanya kepada si samurai. Kemudian. karena ingat akan reaksi Akemi terhadap kata "Bibi" itu.. dan ia menghargainya. tidak. coba periksa dan lihat. "Siapa nama Kakak?" Gadis itu tertawa dan melemparkan pandangan senang kepada si samurai lewat kepala anak itu.co. Hatinya pun berdentum. "Apa anak itu bersamamu?" tanyanya kepada perempuan itu. Apa Bibi bisa main suling?" tanyanya. apalagi ada kata 'Penginapan' pada topinya. ia berkata. "Saya akan pergi ke Nara. syauqy_arr@yahoo. Ia mundur dan seperti mengamat-amati gadis itu. Prajurit yang seperti beruang itu ikut tertawa. Belum pernah saya bertemu dengan dia." "Suling?" Dengan mata menyala-nyala karena rasa ingin tahu. kalau kita menemukan sesuatu. Saya suka dia juga. tapi aku tidak merusak meterai surat itu. kita memeriksanya dan mengembalikannya kepada pemiliknya. Anak itu seperti setan kecil yang lucu. Sambil memperhatikannya. "Oh. Sekarang. ke Kuil Hozoin." "Barangkali kepolosan kanak-kanaknya itu yang membuat dia begitu menarik. dalam obi Kakak." Sambil menoleh kepada Jotaro. Suling." Gadis itu pun tertawa." Jotaro membuka tutup tabung dan melihat ke dalamnya.id and dimhad. dan ia bersumpah tak akan melepaskannya untuk kedua kali.

la kelihatan puas sebentar. syauqy_arr@yahoo." Jawaban ini menimbulkan ketawa lebih banyak lagi. Kurang sopan kalau Kakak tidak menyebutkan nama Kakak.webng. Siapa nama Tuan?" "Namaku Shoda. aku memang samurai." "Otsu?" Jotaro mengulang." "Apa musik yang Kakak mainkan seperti musik yang sudah saya dengar di Gion dan Kuil Kamo? Musik untuk tari-tarian suci?" "Tidak. yang sopan adalah kamu menyebutkan dulu namamu. lagu-lagu biasa saja. " 174 thanks to." "Nama saya Otsu." "Apa dia yang akan menerima surat itu?" „ Ya. Lalu nama Tuan yang lain apa?" "Terpaksa aku minta diizinkan hanya menyebut nama itu.co. Cuma aku heran melihat pedang begitu kamu bawa." "Nama saya Jotaro. aku butuh suling ini buat mencari makan. Kenapa kamu membawanya?" "Saya mau belajar ilmu pedang. kan? Kalau kamu ingin tahu nama orang lain. "Tuan menyuruh saya menyebutkan nama saya.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kamu anak baik. Kami sudah menyebutkan nama kami. "Itu tidak adil!" teriak Jotaro. tapi saya belum tahu nama Tuan." "Apa musik buat jenis tarian yang lain-misalnya Kabuki?" "Tidak." "Ya." kata samurai itu. tapi kemudian mengoceh lagi. "Itu tentunya nama keluarga." "Jadi." "Kalau begitu." "Oh. "Apa yang kamu pasang di pinggangmu itu?" tanyanya." Dengan berani Jotaro menoleh kepada gadis itu. jadi kamu belajar sekarang? Apa kamu sudah punya guru?" "Punya. "Sekarang giliran Kakak. Kakak ini pemain suling?" "Sebetulnya aku tidak yakin apa ada pemain suling profesional. dan katanya. musik jenis apa?" "Oh. Bolehlah kamu menyebut itu pekerjaanku. tapi uang yang kudapat dengan main suling ini bisa buat melakukan perjalanan-perjalanan jauh macam ini. "Apa Tuan tak kenal pedang kayu kalau Tuan melihatnya? Saya pikir Tuan ini samurai. "Kenapa ke mana-mana Kakak menyimpan suling dalam obi?" "Oh.com ." Sementara itu si samurai bertanya-tanya dalam hati mengenai pedang kayu panjang milik Jotaro itu.

" Samurai itu hampir tak dapat menahan rasa geli. dan katanya. ia mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah. Mulutnya menggetar." Shoda pun segera menyambung. Sambil menghirup teh. "Bicara dengan kamu ini bikin jalan lebih pendek. Rupanya kebanyakan orang mendapat 175 thanks to. syauqy_arr@yahoo. "Oh. walaupun saya akui. tetapi matanya tetap muram. Saya belum lagi belajar apa-apa. "Silakan masuk. Kalau Nona yakin ada teman untuk tinggal di sana. lalu bercerita kepada mereka mengenai apa yang diketahuinya tentang keadaan Nara. Lalu. Tapi terpikir juga oleh saya." "Apa maksudmu?" "Semua orang bilang dia lemah. dan karena menurut pendengaran saya banyak ronin berkumpul di Nara sekarang ini.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau dia itu gurumu. Anak perempuan seperti Anda mesti menginap di Taga atau Ide. Otsu bertanya kepada orang tua itu. silakan!" "Kami mau istirahat sebentar di sini. Sambil menoleh ke Otsu. "Apa kamu sudah mempelajari beberapa teknik?" "Belum bisa dikatakan begitu. Nona sendiri mau pergi ke mana?" "Ke Nara.webng. tentunya dia ahli yang sejati. Di bawah tepi atap sebuah warung teh. Ada seorang ronin yang sudah sekitar satu tahun saya cari. itu lain soal. "Senang sekali bertemu dengan anggota Keluarga Yagyu!" serunya. ia menyalaminya dengan hangat." Tawa samurai itu pun akhirnya pecah berderai-derai. seorang tua yang sangat sopan memegang sebuah ketel teh besar. saya belum tahu. Kalau tidak. ia segera mengambilnya dan larilah ia ke bukit rendah di belakang warung teh. sementara teman-temannya duduk. Melihat Shoda. "Nona ini sudah beberapa bulan mencari seseorang. Begitu kue datang. Nara bisa jadi tempat yang sangat berbahaya. sedangkan dia belum tahu akan menginap di mana?" Mendengar pertanyaan itu. Orang yang cepat jalannya pun barangkali takkan sampai lebih jauh dari Kizu sebelum matahari terbenam. Saya juga tidak pandai main pedang." "Dia sama sekali tidak sebaik itu. bahkan bermaksud saja jangan!" katanya pasti. Baginya duduk dan beristirahat itu membosankan. saya punya rencana ke sana. tapi tepatnya Nara bagian mana.com . Ia sedang melayani para langganan yang duduk berkeliling di bangku.co. "Apa Nara masih jauh dari sini?" "Masih. apa menurut Bapak cukup aman hari-hari ini. jadi tak ada bedanya. Bisa sediakan kue manis buat anak ini?" Jotaro tetap berdiri. tidak banyak berita yang terdengar. kalau seorang wanita muda mengadakan perjalanan sendiri ke Nara." Pemilik warung menuangkan secangkir teh untuk diri sendiri. seakan hendak pecah menjadi senyuman. "Lupakan keinginan itu sama sekali." Jembatan Uji mulai tampak. orang tua itu membelalakkan matanya." "Apa kamu tidak keberatan punya guru lemah?" "Tidak.

Banyak lagi yang dapat saya sebutkan. Walau jika dihitung juga tuan-tuan tanah feodal yang semenjak itu diizinkan menetap kembali dengan gaya yang lebih sederhana.000 orang samurai kehilangan jabatannya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kesan bahwa ibu kota lama itu tempat yang tenang.com . karena merupakan tempat sembunyi yang ideal. orang-orang yang akan dibunuh dengan seketika kalau mereka menunjukkan diri. karena itu sukar bagi angkatan bersenjata Tokugawa untuk mengadakan perondaan. pergi ke sana sama halnya dengan menuangkan minyak ke kimono dan menceburkan diri ke dalam api. Kebanyakan anggota partisan Osaka dari Tentara Barat dan Osaka. orang-orang Tokugawa menyita tanah-tanah milik yang seluruhnya menghasilkan 33 juta gantang padi tiap tahun. Menurut perkiraan kebanyakan orang. Setengahnya lalu mulai berkelahi.co. berapa banyak ronin dari pihak yang kalah telah datang bersembunyi di sana.webng. Sebagai pemenang. hingga kalau bisa pedang pun akan mereka jual. berjudi. pemilik warung teh menutup ceritanya dengan minta amat sangat pada Otsu untuk mengubah maksudnya. dan Ban Dan'emon di Kofukuji. Tetapi yang mempersulit keadaan adalah para samurai miskin yang berkeliaran di jalan-jalan belakang kota. para pelarian berbondong bondong bergerak ke sana. tak tahulah orang. karena mereka semua sedikit banyak punya prestise dan dapat hidup sendiri dengan keluarganya. Untuk gadis manis seperti Otsu. Menurut pendapat orang tua itu." Semua itu orang-orang yang punya nama. Sesudah Pertempuran Sekigahara. maka setidak-tidaknya ada delapan puluh daimyo dengan penghasilan seluruhnya sekitar dua puluh juta gantang yang telah dicabut hak miliknya. "Sanada Yukimura yang terkenal itu bersembunyi di Gunung Kudo. Wilayah sekitar Nara dan Gunung Koya penuh kuil. Kota Nara yang dahulu tenang itu kini berubah menjadi sarang penjahat nekat." kata orang tua itu.000 orang. atau mengganggu ketenteraman. dengan harapan kerusakan yang mereka datangkan itu akan membuat angkatan bersenjata Osaka bangkit dan mengangkat senjata. syauqy_arr@yahoo. 120. Dengan semakin berkembangnya kekuasaan ke-shogun-an Tokugawa dari tahun ke tahun. lalu Sengoku Soya kabarnya berada di luar Horyuji.id and dimhad. 176 thanks to. keadaan tidak begitu jelek kalau hanya para ronin terkenal itu yang menyembunyikan diri. disangsikan apakah para pelarian itu akan dapat lagi memperoleh penghidupan terang-terangan dengan pedangnya.000 atau 130. Tergerak oleh ceritanya sendiri. Padahal kenyataannya kota itu tidak lagi seperti itu. Kalau dihitung untuk setiap lima ratus gantang padi ada tiga samurai yang telah dihentikan dari tempat kerjanya dan dipaksa bersembunyi di berbagai provinsi lain-terhitung keluarga dan pesuruhnya-maka jumlah mereka seluruhnya tidak akan kurang dari 100. "Misalnya. Satu-satunya harapan mereka untuk masa depan adalah kalau perang pecah lagi. di mana banyak kuil berwarna-warni dan rusa-rusa jinak-sebuah tempat yang tidak terganggu oleh perang atau kelaparan. damai. Juga. samurai-samurai yang kini tak punya penghasilan dan sedikit saja punya harapan akan memperoleh pekerjaan lain. keadaan mereka demikian sulit.

Namun ia merasa sukar menjawab tawaran itu." desaknya." "Nah. Dia menderita kebosanan luar biasa. Shoda berkata. Kebetulan tuanku yang sudah berumur delapan puluh tahun tidak lagi aktif. Melihat Otsu masih juga diam. Cuma saya takut. Tapi sayangnya la betul-betul tak punya alasan untuk terus. dan aku mengabdi kepada Keluarga Yagyu." Otsu sadar bahwa pergi ke Koyagyu lebih memberikan harapan. semenjak Musashi meninggalkannya di Jembatan Himeji." "Jangan panjang-panjang kamu memikirkan soal itu. Tidak ada keluarga yang lebih besar di Jepang ini daripada Keluarga Yagyu. Ketika kau berkata kau hidup dari main suling. karena besar dugaannya. Sesudah pensiun. Diundang ke Koyagyu saja sudah merupakan kehormatan. nanti permainan saya tidak cukup baik untuk orang seperti Yagyu Muneyoshi. bukan?" "Ya. Melihat kebingungan pada wajahnya. Segera setelah ahli warisnya. dia ahli upacara minum teh yang berselera sederhana. yaitu Yang Dipertuan dari Tajima. Keluarga Yagyu dianggap banyak orang sebagai eksponen terbesar dalam seni perang di negeri ini. Tak ada tawaran lain yang lebih baik dari itu. akan senang sekali dia kalau kamu ada di dekatnya dan sekali-sekali main untuknya. la sekadar berjalan ke arah Nara—tak ada bedanya dengan pengembaraannya ke berbagai tempat lain. pulang dari Sekigahara. Apa kau suka kerja begitu?" Orang tua itu segera menimpali dengan pernyataan setuju.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Otsu kini merasa ragu-ragu dan duduk diam sebentar. "Nama lengkapku Shoda Kizaemon. aku memang ragu-ragu mengatakan ini. "Barangkali kamu tahu. dan meyakinkan Otsu bahwa maksudnya itu terhormat. syauqy_arr@yahoo.webng. tak akan ia berpikir panjang mengenai bahayanya. daripada berkeliaran tanpa tujuan ke Nara. Dia akan lebih terganggu oleh sifat malu-malumu itu daripada bayanganmu bahwa kamu kurang terampil. ia melanjutkan. Kalau sekiranya ada sedikit saja petunjuk bahwa Musashi kemungkinan berada di Nara. Kizaemon bertanya. "Tak suka kamu ke sana?" "Bukan itu soalnya. "Kamu lebih baik ikut dia. dia langsung dipanggil ke Edo dan ditunjuk menjadi instruktur dalam rumah tangga shogun. Khususnya Sekishusai. di situ 177 thanks to. tenang. orang itu bukanlah samurai biasa. ia memakai nama Sekishusai. Otsu. terpikir olehku.com .id and dimhad. dan sebagai gantinya kau pergi denganku ke tanah Koyagyu?" Karena merasa wajib memberikan keterangan lebih banyak tentang dirinya. Dapat dipahami kalau para pemain pedang dari seluruh negeri akan datang ke pintu gerbangnya. Keluarga Yagyu itu lain sekali dengan daimyo lain. "Tadi kaubilang namamu Otsu. Jangan sampai tidak diterima tawaran itu!" Mendengar bahwa Kizaemon adalah pejabat dalam Keluarga Yagyu yang termasyhur itu. tapi kenapa tidak kau batalkan saja maksudmu pergi ke Nara itu.co. yang dipertuan dari Koyagyu yang sudah tua itu adalah Yagyu Muneyoshi yang agung. Sejak meninggalnya Yoshioka Kempo. Otsu merasa beruntung. berapa pun kecilnya. Munenori.

" "Bapak ini begitu terus bicaranya tentang ronin. saya mau ke sana." kata Kizaemon menyetujui. dan Kii bergabung jadi satu.webng. apa seorang perempuan dapat jalan sejauh itu sebelum malam datang. jadi mereka itu berjudi untuk mata pencaharian?" tanya Kizaemon. Kalau semua ronin dari Kawachi." "Tunggu saya!" Mereka sudah setengah jalan menyeberang Jembatan Uji ketika Jotaro menyusul." "Kamu mau? Bagus sekali! Terima kasih sekali. dan Jotaro menjawab bahwa di sebuah semak di bukit itu terdapat banyak orang sedang main. tapi aku ragu. Hmm. sedangkan ia sendiri berjalan di sampingnya. "Banyak lagi lainnya yang menjadi tukang culik dan peras. kami berangkat.co. Memalukan!" "Oh. Alangkah bahagianya kalau dalam daftar itu dapat ia temukan nama Miyamoto Musashi! Terutama karena memikirkan kemungkinan itu. "Guru saya seorang ronin!" 178 thanks to. "Kalau menurut pendapat Tuan tak ada halangan apa-apa." "Kenapa Yang Dipertuan daerah ini tidak menangkap atau mengusir mereka?" "Jumlah mereka terlalu banyak-jauh lebih banyak daripada yang dapat dihadapi. Tukang kuda tertawa." sela Jotaro." "Saya dengar Koga juga penuh dengan mereka itu. Mereka tak punya cukup uang untuk makan. "Apa sudah mau berangkat? "Ya. Mereka bertekad bertahan terus sampai perang berikutnya. karena itu mereka memikat musafir untuk main dengan mereka dan mengakali segala milik mereka.id and dimhad. sampai tak ada orang yang dapat berbuat sesuatu untuk menghentikan mereka." "Ya. Mereka datang dari Tsutsui. "tapi di antara mereka tentunya ada orang-orang yang baik.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahkan akan ada daftar tamu. syauqy_arr@yahoo. la tidak tahu nama permainan itu. Mereka begitu kasar. ia berkata riang. tapi kelihatannya menarik. mereka bisa lebih kuat daripada pasukan Yang Dipertuan sendiri. Kizaemon bertanya kepadanya." jawab tukang kuda." Kizaemon membungkuk ke bawah tepi atap dan mengangkat tangan ke arah jembatan. Apa kamu bisa naik kuda?" "Bisa. Yamato. Kizaemon menyuruh Otsu naik ke atasnya. "Itu ronin-ronin jembel yang sedang berjudi. Jotaro melihat mereka dari bukit di belakang warung teh.com .... dan serunya. Tukang kuda yang menanti di sana datang berlari-lari membawa kuda." "Betul. "Yang berjudi itu termasuk yang baik-baik. apa yang dilakukannya tadi.

" Ia memungut sebuah batu dan dilemparkannya batu itu bersilantar di permukaan air. Semua orang mempelajarinya. Dan jangan buang waktu di jalan. Kaubilang akan pergi ke Hozoin tadi.co." 179 thanks to." kata Otsu. Rumahmu jalanan. Kita dapat bertemu dengan lima atau sepuluh orang dari mereka yang berkeliaran di jalan ini setiap hari. ya?" "Tepat. "Maka itu kamu membela mereka. Barangkali dia mengira bahwa dia hanya harus belajar memukul orang dengan pedang itu untuk menjadi manusia sejati. "Tapi kita akan bertemu lagi hari-hari ini. akhir-akhirnya kebanyakan mereka itu akan kelaparan.." "Mereka tertarik. kalau saya pergi ke sana. "Aku sudah memutuskan pergi dengan Tuan ini ke puri di Koyagyu. aku lupa bilang tadi. dan sedihnya. Jotaro. Yang lain-lain memandang matahari yang pelan-pelan tenggelam.. orang akan menunjukkan pada saya. "ilmu pedang itu sekarang cuma iseng-iseng. "Jaga baik-baik dirimu." Jotaro tampak terenyak. tapi sudah membayang-kan dirinya prajurit besar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kizaemon tertawa." "Itu cuma sebagian sebabnya. "Apa ini? Coba.com . jangan marah. daimyo akan berlomba-lomba menyewanya dengan bayaran empat atau lima ribu gantang setahun. nanti kamu kehilangan tabung bambu lagi. anak sekecil ini pun sudah pegang pedang kayu." kata Otsu tersenyum. "Mestinya sudah sejak tadi aku tahu bakal sendiri lagi. ya? Apa di sana gurumu tinggal?" "Saya tidak tahu betul. Nah. bahwa jika orang cakap bermain pedang. "Di sini kita berpisah. Jotaro merajuk diam. tapi dia bilang. Akhirnya mereka sampai di pangkalan perahu tambangan di Sungai Kizu." "Otsu?" kata Jotaro." "Tidak lagi! Tak usah menguatirkan saya!" Mereka berjalan terus. Mengerikan kalau kita memikirkannya." sela tukang kuda. "O ya. "Hei." "Apa gaya gurumu itu?" "Saya tidak tahu. dan katanya. Coba." "Kamu muridnya." Kizaemon tertawa. jadi lebih baik kamu buru-buru. tapi kamu tak tahu gayanya?" "Tuan. Kita melihat banyak orang macam itu.. yang mengira Otsu akan pergi bersamanya.id and dimhad." Kemarahan Jotaro sekilas bangkit. sedangkan aku sendiri banyak jalan. sebentar lagi gelap. karena entah dari mana mereka itu mendengar." "Jalan pintas untuk menjadi kaya. kalau berani mengatakan begitu!" "Coba dengar! Masih seperti kutu membawa cungkil gigi. di mana dia.webng. Itu semua karena jauh lebih banyak ronin yang mengajar dibanding dahulu. syauqy_arr@yahoo. Cukup setia juga kamu.

Otsu melambaikan selamat berpisah.com . Jotaro berlari sepanjang tepi sungai. di sisi bagian sungai yang tiba-tiba menyempit. 180 thanks to. Ketika perahu yang menjadi merah warnanya oleh matahari petang itu sudah setengah jalan menyeberangi sungai. Masih dapat ia mengenali kuda Otsu dan Kizaemon di jalan Kuil Kasagi. "Orang macam apa?" Tanpa menjawab. ia menoleh ke belakang. "Tapi siapa yang Kakak cari itu?" tanyanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro kelihatan tak ingin bergerak.webng.co. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Mereka berada di lembah. dan sedikit demi sedikit ditelan oleh awal bayang-bayang gunung. lalu melompat ke tengah perahu tambangan kecil.

" "Kata orang. Hozoin adalah kuil Zen yang tak ada hubungan-nya dengan Nichiren. Musashi melepas topi. Yang berani menganggap dirinya murid serius. "Boleh saya bertanya?" "Tentang apa?" "Kuil ini namanya Ozoin?" "Ya. dan kini bermandikan hujan awal musim semi. yang berlainan. Pendeknya. Anda mau ke sana buat bertanding?" "Ya. syauqy_arr@yahoo. Selagi ia berdiri di sana. tapi begitu sampai disana ia berdiri memandang ke sekitar dengan kagumnya. itulah tempat tinggal jin-jin. Tempat itu juga terkenal di antara penduduk setempat. Sekalipun di antara kuil-kuil itu tak ada yang mirip dengan yang dicarinya. seorang biarawan muda yang baru kembali ke Ozoin melewatinya dan menatapnya penuh curiga. Di sini pula terdapat sisa-sisa kebesaran zaman Nara-reruntuhan sebuah kuil. Sepanjang pengetahuannya. Walaupun kemudian ia segera menyadari kesalahannya. hingga ketika ia melihat papan nama Kuil Ozoin. pergi juga ia ke dalam untuk melihat. Warna daun-daunnya sedang gelapgelapnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 14. Bersamaan dengan tibanya senja. karena hanya huruf pertama. Pohon-pohon kriptomeria telah menempuh musim dingin dengan selamat. Ozoin rupanya milik Sekte Nichiren. Gunung-gunung di kejauhan masih terang oleh sinar matahari. mula-mula ia salah baca." "Kenapa?" 181 thanks to. dan reruntuhan rumah mandi umum raksasa yang dibangun oleh Ratu Komyo untuk orang miskin. Hozoin ada di Bukit Abura. tapi menganggap tempat itu sama saja seperti kuil-kuil yang lain.id and dimhad. Pikiran Musashi demikian penuh oleh Hozoin.com . di atas pepohonan itu tampak lekuk-lekuk feminin Gunung Kasuga. Betul?" "Di belakang kuil ini. di tengah hutan kriptomeria yang luas dan lebat. Musashi tidak mengalami kesulitan mencari arah Bukit Abura. Musashi mendatangi setiap gerbang untuk memeriksa papan namanya. sudah cukup untuk dianggap penipu.webng.co. seperti yang tertulis di papan itu. karena di sana terdapat kuil-kuil lain yang bersarang di tengah hutan. Tetapi sekarang yang tertinggal dari semua itu hanyalah serakan batu pondasi yang mengintip dari balik lumut dan rerumputan. sekalipun aneh juga bahwa hanya sedikit orang yang kenal Gudang Shosoin yang justru lebih penting karena koleksi bendabenda seni kuno yang tak ternilai harganya. yaitu "O". yaitu Kuil Ganrin'in. dan katanya." "Kalau begitu dengarkan nasihat saya: Lupakan saja. Hozoin MURID seni bela diri umumnya mengenal Hozoin. Kuil itu terletak di Bukit Abura.

kepala biara yang dulu. demikianlah kira-kira. syauqy_arr@yahoo. Inshun sebetulnya murid kepala biara Ozoin.webng.. tak dapat Anda mempelajari sesuatu. Lalu ia mengembangkan cara-cara baru dalam menggunakan lembing. jumlah calon prajurit telah mencapai angka yang oleh Hozoin pun sudah dianggap mengganggu. Inshun." simpul biarawan itu sesudah menjelaskan semuanya. dan kemudian dia atur pula agar Inshun menjadi kepala biara. walaupun dia sudah punya banyak murid. tidak pernah dia menolak memberikan pelajaran pada siapa pun yang datang kepadanya. "Tak ada apa-apanya desas-desus itu. Tapi saya mendengar juga bahwa seorang pendeta yang namanya Inshun telah mengambil alih kedudukannya dan menggantikannya. "Saya sudah mendengar tentang In'ei." "Oh. "tak banyak faedahnya Anda pergi ke sana. Musashi mendesak terus. Anda barangkali tak dapat bertemu dengan gurunya. Menurut biarawan itu." "Oh.. tapi dia sudah paham semua rahasia Gaya Hozoin. Ia hampir tidak pernah menjumpai siapa pun. kepala biara itu tertarik pada seni bela diri dan akhirnya mulai belajar ilmu pedang sebagai pelengah waktu. begitu. dan sepengetahuan Musashi inilah yang menjadi cikal-bakal Gaya Hozoin yang sangat dihargai orang. In'ei sekarang berumur delapan puluh empat tahun dan sudah sepenuhnya pikun. Karena hubungannya dengan Muneyoshi dan dengan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. sering kali mengunjungi Yagyu Muneyoshi. Sesudah In'ei mulai memperlihatkan tanda-tanda ketuaan.co. kepala biara kami merasa sayang jika reputasi Hozoin tersia-sia begitu saja. Pada waktu menerima tamu pun ia sudah tidak dapat melakukan percakapan.. seperti ditunjukkan oleh namanya. agak lain daripada biarawan Nichiren biasa. sudah sejauh ini saya pergi. Seni bela diri hanya sampingan. dan kalaupun Anda bertemu dengannya. Walaupun sadar dianggap enteng oleh orang itu. Kuil itu tempat suci untuk cahaya Hukum Sang Budha. Karena itu dia mengajarkan pada Inshun rahasia-rahasia permainan lembing yang pernah dia pelajari dari In'ei." kata biarawan itu dengan nada menghina. Perhatian utamanya terletak pada agama. tapi saya tak melihat alasannya kalau orang yang anggota badannya baik dan lurus mesti pergi ke sana untuk dikutungi. teman Muneyoshi.com . Kakuzenbo In'ei." kata Musashi. Soal lembing sudah dilupakannya sama sekali." Biarawan itu tegap tubuhnya. Orang bilang dia masih belajar." 182 thanks to. Saya bisa mengerti kalau orang yang dilahirkan pincang pergi ke situ untuk diluruskan kakinya. Kelihatannya ia tidak dapat menangkap apa pun yang dikatakan orang kepadanya. Menurut yang saya dengar." Sikap kasar orang itu menunjukkan bahwa ia ingin Musashi lekas pergi. Ia hanya duduk dan membuat gerakan-gerakan yang tak dapat dimengerti dengan mulutnya yang sudah ompong. "Tapi Anda masih juga ingin ke sana?" "Yah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Berbahaya. begitulah. "Jadi.id and dimhad. dan saya tahu bahwa yang Anda katakan itu benar.

Melihat ada sebuah gong besar di samping pintu masuk. tapi aku ingin tahu." Sesudah mengucapkan terima kasih kepadanya. Musashi menyimpulkan bahwa orang tua itu biarawan Ozoin. Jauh lebih cepat jalan terus lewat kuil kami ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu. ia hanya melontarkan pandangan selintas.id and dimhad. tapi orang tua itu rupanya demikian tenggelam dalam pekerjaannya. syauqy_arr@yahoo. Yang kelihatan oleh Musashi pada orang itu hanyalah sepasang alisnya yang putih saiju. Selagi berjalan di tanah lunak di antara baris-baris lobak. dan kebun sayursayuran yang luasnya sekitar satu ekar. Di situ terdapat gudang kayu. dan bawang. gudang empleng kacang. seolah-olah baru saja lolos dari pukulan pedang atau tombak yang mematikan. Namun ketika Musashi berlalu tanpa mengucapkan sesuatu. ia berpikir." "Tadi Anda bilang tempatnya di belakang ini.. Orangnya besar dan berotot. tiba-tiba sadarlah ia bahwa orang itu sedang menatap kakinya dari sudut matanya. "Anda shugyosha?" 183 thanks to.co. Ia berseru dua kali lagi. Sambil menanti munculnya seorang pembantu. ia lihat di satu sisi seorang tua yang sedang mencangkuli sayur sayuran. "Inshun mestinya masih muda. keadaan betul-betul sepi. namun rasa ingin tahunya masih belum reda. la hampir berbicara." Kejadian di halaman itu masih terus menghantui pikirannya. mirip sekali dengan wilayah di sekitar rumah seorang petani kaya. dilihatnya punggung yang bungkuk itu masih menghadapnya dan cangkul itu masih juga meneruskan iramanya yang tak terputus-putus. Sekiranya ia salah seorang prajurit pendeta Gunung Hiei. Ketika ia menoleh. Hampir seketika itu juga teriakan jawaban terdengar dari dalam kuil. tapi jawaban satu-satunya yang diperolehnya adalah gema dari pepohonan di sekitar.webng. Seorang pendeta datang ke pintu. rades. Lebih baik memutar ke kiri atau ke kanan?" "Tak perlu memutar. Kecuali dentang cangkul yang mengenai batubatuan. ia memandang baik-baik lempengan cangkulnya.com . Di sebelah kebun itu ia melihat Hozoin.. Ia benar-benar merasakan kekuatan misterius itu menghunjam tubuhnya. dan ia meloncat ketakutan ke udara. hingga rasanya kurang sopan mengganggunya. kagum oleh kekuatan yang baru saja menyerangnya. dan katanya. Karena dari hari ke hari terbiasa menerima kunjungan orang-orang seperti Musashi. Akhirnya sampailah ia di depan Hozoin. Biarawan muda itu tadi mengatakan In'ei sudah pikun dan sudah lupa sama sekali akan tombak. Musashi merasa diserang dengan kekuatan yang mengerikan-suatu kekuatan yang seperti kilat membelah awan. "Apa arti semua ini?" demikian ia terheran-heran. Takkan salah lagi. Sambil membungkuk mencangkul. Ini bukan mimpi di siang bolong. Musashi berjalan melewati dapur kuil itu ke belakang pekarangan. pasti ia komandan batalion. Walaupun orang itu tidak bergerak ataupun berbicara. ia memukulnya. Seluruh tubuhnya terasa panas.

Pertarungan di sini berlangsung kasar. maka saya membebaskan kuil dari segala tanggung jawab. Lewat jendela ia dapat melihat daun-daun lebar pohon pisang. "tapi tidak terlalu rajin mempelajarinya." 184 thanks to. Di situ terdapat sebuah tong penuh air yang disalurkan lewat pipa bambu. maksudnya secara tak langsung adalah supaya Musashi membasuh kakinya dulu. manakala saya mendapat cedera badaniah ataupun terbunuh. barangkali lebih baik Anda membaca dulu apa yang tertulis di awal buku tamu itu. "Silakan tulis nama Anda." Musashi membuka buku itu dan memperhatikan nama-nama di dalamnya. dan tidak ada perkecualian. "Saya setuju.com ." kata Musashi sambil menyeringai sedikit—memang itu sudah sewajarnya bagi orang yang berniat menjadi prajurit. Judul buku tamu itu: "Daftar Orang-orang yang Mengunjungi Kuil Ini untuk Belajar Pramugara Hozoin." Musashi mengambil buku itu." Bicaranya seolah-olah sedang mengajar seorang anak. Musashi mengikuti pendeta itu menyusuri lorong yang lebar dan gelap. di mana Anda pernah belajar. Hozoin terkenal di mana-mana karena permainan tombaknya. Ia menutupnya dengan mengatakan. Jawaban Musashi sama dengan yang pernah diberikannya di Perguruan Yoshioka. Pendeta itu tentu saja sangat tertarik pada hal ini. tapi semenjak zaman guru kami yang pertama. pendeta itu menyerahkan daftar tamu dan kotak tinta kepadanya. Katanya." dan memberikan isyarat ke kanan pintu masuk. syauqy_arr@yahoo.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Ketika muncul kembali. menurut penglihatan Musashi tak ada suatu pun yang menunjukkan bahwa ada yang luar biasa di kuil yang satu ini. Bau dupa mengambang di udara. tanpa menyebutkan nama gurunya.co. "Baiklah. demikian juga contoh-contoh yang diberikan oleh para pendahulu di negeri ini. Masing-masing ditulis di bawah tanggal berkunjungnya seorang samurai atau murid. maka ia berguru pada segala yang ada di alam semesta ini. Sebelum Anda melanjutkan. Di situ ia diminta menanti." Karena ada maksud belajar dengan sungguh-sungguh. "Silakan masuk." "Mm. dan gaya apa yang Anda gunakan. Selain sikap kasar si raksasa yang telah mengantarnya masuk itu. dan dipersilakan masuk ke kamar tunggu." Pendeta itu berkata. Musashi menuliskan keterangan yang diminta. Bunyinya: Karena saya datang kemari dengan tujuan belajar.id and dimhad. "Saya masih dalam taraf belajar. la belajar menggunakan pentung dengan pimpinan ayahnya. Silakan. Di kanan-kirinya terdapat sekitar sepuluh pasang sandal yang usang dan kotor. dan membaca persyaratan yang tadi ia lewati. membukanya. Anda barangkali sudah tahu. Menuruti gaya masukan yang terakhir." "Ada keperluan apa ke sini?" "Saya ingin bertemu dengan Guru.

tapi baru saja mereka selesai menghormat. Semua itu hal-hal yang tidak biasa ditemukan dalam ruang latihan biasa. Namun pukulan di sini bisa terasa sangat sakit. Ia belum mati. Orang itu tak dapat lagi duduk. dan datang menghadapinya. Lengan jubahnya diikatkan ke belakang. dan menjatuhkan diri dengan susah payah pada sebelah lututnya. tapi mengangkat kepala dari lantai pun ia sudah tak sanggup. bahkan bisa juga mematikan. Mereka membungkuk seperti kebiasaan. Di situ ada juga murid pendeta yang sama jumlahnya. Salah seorang yang berlatih terlontar ke udara dan berjalan terpincang pincang kembali ke tempat duduk. Dua murid si pendeta keluar dan menyeretnya pergi pada lengan dan pinggang kimononya. Tongkat kayu ek yang dipegangnya tegak lurus itu panjangnya paling tidak sepuluh kaki. dan bersamaan dengan itu ia menjatuhkan tongkatnya sekuat-kuatnya ke tengkorak si penantang. Orang itu Agon. tetap dengan wajah masam. dan ia juga melihat bekas-bekas cat. seorang pendeta yang sikapnya angkuh luar biasa. Kalah. Tak seorang pun melontarkan pandangan kepada Musashi. guru generasi kedua. Para biarawan tentunya telah mengorbankan sebuah ruangan kuliah atau bangunan besar lain untuk membuat dojo itu. dan seluruh tubuhnya-kaki. Selesai sudah. Semula Musashi mengira orang itu Inshun. Lebih dari sepuluh calon prajurit duduk di kamar tunggu. salah seorang murid senior yang dikenal 185 thanks to. Ia bukan tamu satu-satunya di situ. jika seseorang ingin bertarung dengan tombak bertulang. "Berikutnya. Satu orang yang agaknya salah seorang dari yang datang hari itu menyambutnya. tantangan akan diterima. tetapi para murid yang kini duduk di lantai itu hanya menggunakan tongkat latihan dari kayu ek panjang. Penantangnya sudah kalah. "Berikutnya!" terdengar panggilan orang yang duduk di lantai. tapi orang-orang yang duduk di sekitarnya mengatakan bukan.co. kertas emas. kembali pada posisi semula. Pendeta berdiri tak bergerak ketika si penantang pergi ke dinding. dan bahkan dahinya seolah terdiri atas otot-otot menggelembung. ketika ia duduk di sebuah sudut." serunya. bahu. Disamping itu ada beberapa samurai yang hanya menjadi peninjau. syauqy_arr@yahoo. memilih tombak-kampak. Kakinya yang luka dijulurkannya ke depan.webng. dan cat dasar Cina putih pada kerangka lubang angin. Di lantai yang ditinggalkannya berceceran ludah bercampur darah. Menurut papan pemberitahuan di dinding.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Dojo itu besar sekali. si pendeta sudah memperdengarkan raungan anjing liar. Musashi melihat pahanya membengkak sampai sebesar batang pohon. Belum pernah Musashi melihat tiang-tiang yang demikian besar kelilingnya.id and dimhad.com . "Berikutnya!" seru si pendeta lagi. Semuanya dengan saksama memperhatikan dua pemain tombak yang sedang melakukan latihan pertandingan. la mengikat lengan kimononya dengan tali kulit dan berjalan menuju tempat latihan. tangan.

tapi ketika penantang baru muncul. "Siapa kamu?" lenguhnya." desak mereka. Agon memandang ke jendela. Dengan cepat ia mengambil sikap menyerang. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI sebagai "Tujuh Pilar Hozoin". jika Inshun sudah kembali." Agon mengalah. membelakangi Musashi. jangan tolol! Lihat. Ia mencengkeram tongkat kayu hitam mengilat itu. Uap mengepul dari tubuhnya yang terselimut Ia mengambil posisi agak jauh. Ia menunjuk seorang di antaranya. orang bebal. Pramugara berotot itu pun mencocokkan daftar tamu dengan wajah orang-orang yang sedang menanti. kelihatan sedikit heran. Biarkan saja orang itu menanti sampai lusa.. "Tak baik buatmu. karena para penantang selalu dapat dijatuhkan oleh salah seorang dari mereka ini. "Siap!" teriak Agon. ia menderas ke arah dinding belakang dan dengan bengis menghunjamkan tombaknya ke bagian dinding yang dipergunakan untuk berlatih. Agon. "Yow-w-w!" Pekik kemenangannya menggema seram di seluruh ruangan ketika ia mencabut tombaknya dan mulai menari. "Tinggal seorang lagi. lihat! Bukan papan yang kamu hadapi. Katanya malas. seakan-akan keduanya itu digantungkan di sana oleh seorang pedagang barang antik." Semua mata menatap Musashi ketika ia bangkit. "Tidak ada lagi?" lenguh Agon yang memegang tombak latihannya mendatar.. Saya datang lagi nanti. dan menyerang ke jurusan lain. Terdengar tawa kering di luar jendela. lalu berjalan acuh tak acuh ke tengah lantai.co. Satu suara mengatakan. kembali mendekati Musashi.id and dimhad." "Bagaimana kalau Anda?" "Kalau Anda tidak keberatan. Kali ini tidak.webng. "Tidak. tapi sekalipun kayu baru itu liar. bukan berjalan." Tanpa mengendurkan sikapnya..com . Ia menatap penantang terakhir itu dengan galak. jangan hari ini. "Agon. lembing Agon yang tidak bermata logam itu langsung melesak tembus. yang agaknya sudah dikenalnya betul. Papan-papan di situ baru saja diganti." 186 thanks to. "Gantikan saya. "Yah-h-h!" Sambil memekik seperti burung garuda yang sedang berang." "Teruskan saja. kemudian tampak di ambang jendela kepala mengilat dan sepasang alis seputih salju. saya sedia bertarung. Agon yang congkak itu telah menyingkir dari lantai dan waktu itu sedang bercakap-cakap dan tertawa bersemangat dengan sekelompok pendeta. Musashi maju bersenjatakan pedang kayu." "Apa pula itu artinya?" "Artinya. pandangan bosan tampak kembali pada wajahnya. Tawa itu terdengar terus. Ia berdiri diam. Mereka bilang Inshun sendiri tidak pernah bertarung.

Apakah kata-kata itu masih menempel? Apakah ia mencoba membuangnya ke luar pikirannya? Apa pun alasannya. Seorang pendeta bangkit berdiri. barangkali untuk mengibaskan keringat yang mengucur dari dahinya. tapi karena badannya sedikit lebih kecil dari lawannya dan tidak begitu berotot. "Hai!" katanya. ia menyumpah ke arah jendela yang kini kosong dan melupakan nasihat yang diterimanya. Musashi berdiri diam sepenuhnya. kepala itu sudah lenyap. Sergapan yang dilancarkan Agon diiringi pekik tajam. Dalam suasana kacau-balau itu. lompatannya bukan main ringannya. "Obat! Ambil obat! Cepat!" "Kalian tidak membutuhkan obat lagi. Masuklah lagi. tetapi Musashi tetap tak bergerak. beberapa orang menginjak tombak latihan dan jatuh tertelungkup. Tapi baru saja ia sadar. Ia memegang pedang lurus ke depan dengan kedua belah tangannya. Agon menggelengkan kepala. sedangkan biji matanya seperti batu koral terang bergurat darah. tidak akan aku mencoba menghentikannya tadi. Peringatan orang tua itu hanya berpengaruh pada genggaman senjata Agon yang agak mengendur. Otot-ototnya seperti baja. tapi begitu matanya bertatap pandang dengan mata Musashi. Sambil menoleh Musashi menjawab.co." Itu ucapan orang tua yang masuk dari pintu depan dan cepat menilai keadaan. "Ya?" "Saya mau bicara sedikit dengan Anda. dan bila ia melompat. ia tampak terganggu sekali. "Kalau obat dapat menyelamatkannya. menggeletar seperti cahaya bulan di atas gelombang samudra.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi yang juga menoleh ke jendela itu. ia tampak hampir biasa saja." 187 thanks to. "Anda siap?" Basa-basi ini malah membikin Agon meradang. Orang tua itu mengikutinya. Musashi bertanya untuk basa-basi. Kelihatan seolah kedua kakinya berada di lantai dan di udara sekaligus. Karena tak ada lagi yang bisa dikerjakannya. atau begitulah kelihatannya.com . Berulang-ulang ia mengganti posisi dalam usaha memancing Musashi.webng. Sementara Agon mengetatkan genggaman tombaknya. Goblok!" Tak seorang pun memperhatikan Musashi. melihat bahwa wajah di jendela itu wajah orang tua yang tadi dilihatnya ketika menuju Hozoin. "Apa yang terjadi?" Para rekan pendeta Agon bergegas maju ke depan dan mengerumuninya dalam bentuk lingkaran hitam. syauqy_arr@yahoo. Dalam sedetik yang menentukan itu Musashi menangkis dan sekaligus melancarkan serangan balasan. Mata Musashi setajam mata burung. tangan dan dadanya berlumuran darah. Perbedaan terbesar adalah pada matanya.id and dimhad. dan serunya. Wajahnya masam. Tak ada yang aneh pada sikapnya. barangkali untuk mengibaskan kata-kata peringatan orang tua itu. Musashi berjalan ke pintu depan dan mengenakan sandalnya.

"Dia mati?" Lalu kepada diri sendiri Musashi berkata." Sekali lagi pedang kayunya membunuh orang. orang tua itu berkata." "Bukan itu yang kumaksud." "Kamu rupanya memiliki sikap yang tepat... tadi kau lewat kebun sayur tempat aku bekerja?" "Ya. dan baru kembali dalam dua atau tiga hari ini. Pak. Tak usah itu menggelisahkan Anda. terjadi lagi sekarang. mesti lebih lemah.webng. Anda harus siap menerimanya sebelum Anda mulai bertarung." "Kenapa? Hal seperti itu memang kadang-kadang terjadi.co. saya bertindak atas namanya. "Kau ingat. Saya menganggap semua itu guru juga." "Bagaimana?" tanya Musashi bingung. tapi dia sedang dalam perjalanan.id and dimhad.com . Saya masih selalu berbuat kesalahan. Jadi. wajah Musashi memerah. "Sebetulnya lebih layak kalau Kepala Biara datang menyambut Anda. Kekuatanmu itulah yang menjadi masalah. "Anak muda!" "Ya. "Oh." "Ketika melihatku. Embusan napasnya terasa seperti angin dingin pada wajah Musashi. Kau mesti mengendalikannya." "Apa namamu Miyamoto Musashi?" "Betul. "Saya berterima kasih atas latihan baik yang saya terima hari ini. Saya juga menghabiskan sejumlah waktu mengitari pedesaan. seperti yang biasa dilakukannya dahulu dalam kejadian serupa. Ia memejamkan mata. syauqy_arr@yahoo. "Jadi." kata orang tua itu. kau melompat menyingkir. Dalam hati ia menyerukan nama Sang Budha.. tidak! Saya masih belum matang. tapi saya minta maaf atas terjadinya musibah tadi. Sesudah mereka duduk. Bapak sungguh baik hati. Ayah saya mengajari saya menggunakan pentung ketika saya masih kecil. dan katanya. Pintu merupakan satu-satunya jalan ke luar. bukan?" "Ya." "Bagaimana luka Agon?" "Dia terbunuh seketika. Tapi kamu begitu kuat! Terlalu amat kuat!" Merasa sedang dipuji. Sejak itu saya mengambil sejumlah pelajaran dari samurai yang lebih tua di berbagai provinsi." "Oh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia mengantar Musashi ke sebuah kamar di belakang ruangan latihan. belajar di gunung-gunung dan sungai-sungai." kata Musashi membungkukkan kepala." "Siapa gurumu belajar seni bela diri?" "Saya tak pernah punya guru dalam arti biasa. sebuah sel sederhana persegi empat." "Kenapa begitu?" 188 thanks to.

Musashi benar.co. "Kalau yang lewat itu cuma salah seorang dari petani desa ini. kuputuskan untuk belajar bersamanya." "Ya. Tapi kaum pendeta tidak seharusnya menggunakan senjata.com . sekalipun mereka belum bersapa kata. dan ia sendiri murid. selama saya berada di sini. bukan karena semangat keagamaannya. aku sendiri tak akan lebih dari seorang tua yang sedang mengurus sayur-sayuran. Namaku Nikkan. walaupun perhatian Bapak kelihatannya terpusat ke tanah.webng. "Saya mengucapkan terima kasih atas pelajaran yang Bapak berikan. Tak ada orang lain lagi yang kuajari. apakah Bapak mengizinkan saya tinggal di kuil Bapak sampai Inshun kembali?" "Apa kau berniat menantangnya?" "Yah. sehingga muncul dalam setiap langkah yang kau ambil. Juga. saya ingin tahu. " Jadi. seluruh tubuh saya terasa terpaku oleh pandangan Bapak." "Aku teman lama In'ei. Karena itu aku mengajarkannya kepada Inshun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Wah. Tapi belakangan aku punya pikiran lain. dan karena dia mempelajari seni tombak. Sikapnya kepada orang tua bungkuk itu menjadi hormat. aku bukan dari Kuil Hozoin. Benar." "Oh. tapi sudah kutangkap apa yang dinamakan 'hawa pembunuh' itu di udara." "Jadi. Aku Kepala Biara Ozoin. seakan-akan Bapak sedang mencari tempat lemah dalam tubuh saya untuk diserang." "Kalau demikian. Kau masih lima puluh kaki jauhnya dariku." "Apa betul demikian?" 189 thanks to. Sekarang ia merasakan pendeta itu guru. ketika ia menduga orang itu bukan orang biasa." Orang tua itu tertawa. saya bayangkan waktu itu Bapak bisa menggunakan cangkul Bapak sebagai senjata dan menghantam kaki saya. dapat dianggap demikian. dan rasanya sayang bahwa Hozoin jadi terkenal justru karena seni bela dirinya." Nikkan menggeleng mencela. Kurasakan itu di ujung cangkulku.id and dimhad. Sekarang tidak pernah lagi kusentuh senjata itu. Inshun yang jadi kepala biara ini murid Bapak. tapi itu hanya pantulan sikapmu sendiri. ingin saya melihat bagaimana guru terkemuka itu memainkan tombak. kau merasakan sikap permusuhanku. Demikian kuat semangat juang dan ambisimu. "Itu buang-buang waktu. Waktu itu aku merasa harus siap mempertahankan diri. Namun ada yang merasa sayang sekali kalau Gaya Hozoin itu lenyap. Saya merasa ada hawa pembunuhan dalam pandangan Bapak. Boleh saya menanyakan nama Bapak dan kedudukan Bapak di kuil ini?" "Oh. syauqy_arr@yahoo. "Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Tak ada yang bisa dipelajari di sini.

Ia baru mengendurkan pandangannya ketika seorang pendeta muda masuk dan berbisik kepadanya. atau barangkali tombak di dekat ambang pintu itu yang hendak melayang ke arahnya. ia merasa mata Nikkan yang tajam itu terarah lagi kepadanya. Bayang-bayang segerombolan kecil rusa yang ketakutan oleh langkah kakinya. Tapi kali ini tak dapat ia menyatakan apakah daya tembus mata itu berasal dari dalam diri si pendeta." Sementara Musashi mengambil sumpit. "Kalau bicara soal kekuatan fisik.id and dimhad." demikian gerutunya ketika ia berjalan pelan-pelan melintasi rumpun kriptomeria.com . biji mata Nikkan bersinar. hanya untuk kalah secara batin?" 190 thanks to. terima kasih. Dan itu tidak merupakan satu satunya sengatan yang dirasakannya. yaitu mentimun yang diisi kemangi dan cabe merah. tapi aku tinggalkan tempat itu dengan perasaan kalah. aku menang. dan menatap Musashi. memajukan sedikit kepalanya. "Mau lagi?" "Tidak. Ketika ia sudah menghabiskan semangkuk nasi dengan teh dan dua acar." Sesudah pergi pun sengatan cabe merah di lidah itulah yang terutama mengingatkan Musashi kepada rasa acar itu. ataukah jawaban atas sesuatu yang ia keluarkan sendiri. "Bawa sini. "Aku kalah. ketika menghadapi Agon. mula-mula dengan nyala warna merah merjan. Nikkan bertanya. karena itu tak usah merasa telah merepotkan. "Kusuguhkan nasi. teh. ada perasaan mencengkamnya bahwa tinju Takuan hendak menghantamnya lagi. Sementara Musashi ganti memandangnya." "Bagaimana rasa acarnya?" "Enak sekali. lalu berangsur-angsur berubah menjadi biru langit yang bening. syauqy_arr@yahoo. Tawa Nikkan pun berderai-derai seperti derak papan sekering tulang. dan acar." Nikkan menaikkan bahunya. Sudah biasa bagi Hozoin menyuguhkannya pada semua orang yang datang kemari untuk belajar. lalu memberikannya kepada Musashi. Baru ia menggigit acar itu. Segera pendeta muda itu kembali membawa baki dan wadah nasi dari kayu yang bulat bentuknya.co. Cahaya mata itu membakar dan menumpulkan pikiran Musashi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah kaulihat seni tombak Hozoin tadi. "Aku sudah diungguli!" Dalam cahaya remang-remang terlihat olehnya bayang-bayang sekejap melintasi jalannya. Pandang mataku. terima kasih. perhatikan aku. Nikkan menyendok nasi dari wadah itu dan memasukkannya ke dalam mangkuk. Ia melengos. karena ia meninggalkan tempat itu dengan keyakinan bahwa bagaimanapun ia sudah kalah. Kenapa? Apa aku menang secara lahir. Mereka membuat acarnya sendiri yang disebut acar Hozoin.webng. Apa lagi yang perlu disaksikan? Kalau ingin belajar lebih banyak." perintahnya. Matanya seolah-olah melompat dari ceruknya. Sudah cukup banyak. Kau akan merasakannya enak juga.

com . Aku dikalahkan oleh kepala biara tua itu!" Kekesalan Musashi berlanjut terus. Gadis itu mengatakan bahwa salah seorang sanak pemilik toko itu mempunyai rumah pondokan. dan waktu itu sedang berlangsung perluasan tokonya ke arah Kolam Sarusawa. "Ini bukti aku kalah. Pertemuan hari ini telah membuatnya betul-betul murung." Musashi kembali menempuh jalan yang tadi ditempuhnya sambil menggerutu. di mana lampulampu masih menyala.co. dan toko-toko baru. rumah-rumah penginapan. Besok atau lusa akan datang satu orang mencari saya kemari. Ketika pesanan datang. Musashi merasa perlu menambahkan. Dia harus menanyakan saya di rumah-rumah penginapan yang ada di sana. Selama sekitar dua puluh tahun terakhir ini. Ada banyak rumah penginapan di sana. Gadis yang menuangkan tehnya bertanya sopan. Lagi pula ia ingin memilih tempat yang tidak terlampau jauh dari jalan yang banyak ditempuh orang. Di situ Musashi akan diterima 191 thanks to. duduk dan memesan satu piring penuh. ia merasa lapar lagi. Usahanya berjualan bakpau maju pesat. ia melihat bahwa nama Lin dicetakkan di bagian bawah kue." "Baik. Aku bahkan lupa meninggalkan pesan untuk Jotaro. Namanya Jotaro." Karena jawaban itu acuh tak acuh. rasa kue itu dapat dinikmatinya dengan senang. Ia bingung di mana mesti tinggal. Bagaimana mungkin ia menjadi pemain pedang besar. wilayah antara Kolam Sarusawa dan bagian hilir Sungai Sai telah dibangun dengan mantapnya. "Yang datang itu anak lelaki. Di sana sekarang terdapat bangunan campur aduk. "Di mana Tuan mau menginap malam ini?" Karena tidak kenal daerah itu. yang terbesar dari semuanya? Itulah persoalan yang terus merundungnya siang dan malam. Di tengah kota berdiri bangunan milik seorang Cina yang kabarnya adalah turunan Lin Ho-ching. syauqy_arr@yahoo. "Ada apa? Ada yang lupa?" "Ya. Musashi berhenti di tengah hutan lampu di daerah paling ramai. Baru-baru ini Okubo Nagayasu datang memerintah kota itu atas nama Keluarga Tokugawa dan mendirikan kantor-kantor pemerintahan di dekat sana. Ia baru saja makan di kuil. Ia masuk toko itu. agar Jotaro dapat menemukannya dengan mudah.id and dimhad. tapi ia harus hati-hati mengeluarkan uang. karena itu tolong disampaikan pesan ini baik-baik kepadanya. Dia masih kecil. namun ada satu hal yang mengganggu pikirannya. ia memutar langkah kembali menuju Hozoin. Berlainan dengan acar pedas di Hozoin. yaitu kementahan yang dirasakannya di hadapan Nikkan. dan katanya sambil lalu. tapi ketika tercium olehnya bau bakpau itu. Kalau dia datang. Musashi segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjelaskan keadaan dirinya dan sekalian minta nasihatnya. karena ingat Jotaro. saya mohon disampaikan kepadanya bahwa saya tinggal di daerah Kolam Sarusawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tiba-tiba.webng. Ia menyebutkan namanya dan pendeta yang berjaga di pintu melongokkan kepala. Walaupun ia sudah menang melawan Agon.

agaknya ia istri pemilik toko. "seperti saya katakan tadi. Saya harap Nyonya merasa aman. "Nyonya menerima orang seperti saya ini supaya saya dapat bertindak selaku pengawal. Tanpa menantikan jawaban Musashi lagi. Pagi berikutnya ia mengatakan kepada pelayan itu. dan kedua orang itu saling berbisik beberapa waktu lamanya. Ketika Musashi mencoba memuaskan rasa ingin tahunya dan bertanya kenapa nyonya itu menerima orang menginap. Hanya ada satu hal yang saya minta. Operasi ini mereka namakan "kunjungan pada para janda. Banyak di antara samurai miskin tidak cukup puas dengan barang-barang hiburan itu. berkulit indah. Saya harap Tuan dapat merasa bebas tinggal di sini. tidak jauh dari restoran." "Dengan kata lain. Rumah pondokan itu terdapat di lorong yang tenang." Ia selanjutnya menjelaskan bahwa jalan-jalan penuh toko minuman dan pelacur. selama Tuan suka. dan lembut. Pelayan merasa puas dan mengantar Musashi ke lantai kedua. ia menjawab sambil tertawa.co. banyak ronin yang kurang berpendidikan di sekitar sini. Saya menantikan seorang tamu." kata nyonya itu tersenyum. Alisnya yang dicukur menunjukkan bahwa ia sudah menikah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dengan senang hati. Si nyonya tak beralis itu mengantar Musashi. Musashi mandi dan pergi tidur. Mereka memeras keterangan dari pemuda pemuda setempat dan menyerang rumah-rumah yang tak ada lelakinya. karena itu apakah Nyonya dapat memasang tanda yang memuat nama saya di luar gerbang sana?" 192 thanks to. sampai ketika ia hampir tertidur. "Ini rumah kakak perempuan saya. Nyonya rumah itu wanita berpakaian apik berumur sekitar tiga puluh tahun. namanya Kanze. Ia kembali lagi bersama seorang wanita yang masih agak muda. Apa keberatan kalau saya menginap sehari-dua hari sampai dia datang?" "Tentu saja tidak.id and dimhad. Kamar dan perlengkapan kamar itu terlalu baik untuk sebuah rumah penginapan biasa. saya janda-suami saya dulu aktor No. betul?" "Yah. di rumah ini tak ada lelaki. "Akan ada orang datang mencari saya. yang segera datang sendiri berkunjung. kenapa rumah sebaik itu menerima tumpangan. Agaknya itu tempat tinggal biasa yang kadang-kadang menerima tamu." "Saya mengerti sepenuhnya.webng. Maklum. syauqy_arr@yahoo." jawab pelayan tanpa bertanya lagi kepada nyonya rumah.com . gadis itu sudah menderap pergi. tapi persoalan itu masih terus terpikir olehnya. Maka ia bertanya kepada pelayan. Sesudah makan. Ia heran." kata Musashi. Saya takut kalau tak ada lelaki di rumah ini. hingga Musashi merasa sedikit kurang enak. "Kalau mau terus terang. kemudian menoleh kepada Musashi." Pelayan keluar dari rumah. selama saya di sini. jadi tak usah susah-susah memberi tip atau apa pun. tapi yang ditanya hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. mengetuk pintu pelanpelan. dan katanya pelan.

hingga remah-remahnya berceceran ke pangkuan mereka dan ke lantai. syauqy_arr@yahoo. Musashi mengalihkan pandangan dari kanan ke kiri.id and dimhad. Malu mendapat pujian demikian melimpah. Dan bukan orang biasa yang dilumpuhkannya. seperti ayah saya. "Saya yakin belum pernah hal semacam itu terjadi di Hozoin. dan sebaliknya. Semua ronin bertanya-tanya. "Saya belum pernah jadi apa-apa kecuali ronin. walaupun diprotes oleh pelayan. Jotaro tidak muncul hari itu. Musashi segera tahu bahwa mereka sebagian dari orang-orang yang hadir di Hozoin ketika la membunuh Agon. ia mengambil prakarsa dengan menanyakan nama mereka. Sekali bentak saja dia sudah muntah darah. maka dengan patuhnya ia menuliskan nama "Miyamoto Musashi" pada secarik kertas yang kemudian ditempelkannya di tiang gerbang.webng. saya ingin bertanya. Saya menguasai Gaya Bokuden. karena menurut pikirnya lambat atau cepat semangat mereka itu akan menurun. seolah-olah mereka telah mengenalnya sepanjang hidupnya. Jarang ada pemandangan seperti itu!" Yang lain melanjutkan dengan nada yang sama. dan begitu saja dia langsung melumpuhkan salah satu dari Tujuh Pilar. Saya mengabdi kepada Yang Dipertuan Gamo. siapa orang yang namanya Miyamoto Musashi ini. dan saya banyak punya rencana untuk masa depan. Dan Anda akan menjadi lebih baik lagi nantinya. Untuk sementara ia mendengarkan saja dengan muka tenang. Hari itu hari buruk buat nama baik Hozoin.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Janda itu sama sekali tidak keberatan mengumumkan kepada orang banyak. mereka mencurahkan kata-kata jilatan. Tapi ketika mereka tidak memperlihatkan tanda-tanda akan mengubah pokok pembicaraan." kata yang pertama. Anda tentu pemain pedang terbesar di negeri ini!" "Dan masih begitu muda lagi!" "Tak sangsi lagi. tapi Agon yang mengerikan itu sendiri. bahwa ada lelaki di rumahnya.com . "Tak pernah saya melihat yang seperti itu dalam hidup saya. Duduk di lantai mengitarinya. "Saya Otomo Banryu. Ketiganya memaksa masuk.co." "Ya. maaf. Bayangkan saja! Seorang tamu tak dikenal datang." kata yang seorang." "Saya Yasukawa Yasubei. nama saya Yamazoe Dampachi. Orang yang di sebelahnya berkata. Mereka langsung naik dan masuk ke kamar Musashi." 193 thanks to. tapi hari berikutnya Musashi menerima kunjungan rombongan tiga samurai." "Kalau Anda tidak keberatan. kenapa dengan kecakapan Anda yang demikian Anda hanya jadi ronin? Suatu pemborosan bakat bahwa Anda tidak mengabdi kepada seorang daimyo!" Mereka berhenti agak lama hanya waktu menghirup teh dan melahap kue dengan rakusnya. "O. "Semua orang yang kami kenal bicara tentang itu." kata orang ketiga sambil tertawa kecil.

Yasubei berkata. "Memang kami ada urusan dengan Anda. orang-orang sinting? Saya ini samurai. dan serunya. kalian tak mengerti. ia dapat dengan mudah memperoleh uang cepat. kenapa mereka membuang waktu untuk omongan yang tak ada artinya itu. Jelaslah ia tidak akan mengetahui sesuatu kalau ia tidak bertanya. dan sekaligus memberikan kesempatan pada mereka untuk bertaruh. Musashi senang juga mendengar bujukan mereka itu." "Kenapa tidak?" tanya Dampachi. Sekarang enyah dari sini!" Mulut salah seorang dari orang-orang itu memerot menjadi mata kayu yang keji. Nyonya rumah yang masih muda berusaha menyuguhkan makanan yang enak dan sake yang baik 194 thanks to. Malam itu. karena itu ketika pembicaraan berhenti lagi. samurai yang betul-betul kuat kemungkinan akan datang dan mengalahkan mereka semua. Kami ingin mengadakan serangkaian pertandingan yang akan memberikan pelajaran pada rakyat tentang seni bela diri. Namun mereka merasa butuh orang lain. tapi segera mereka membenarkan bahwa mereka memang datang untuk apa yang mereka anggap sebagai misi yang sangat penting. mereka tidak hanya akan membagi dengannya keuntungan mereka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi heran. mereka tinggalkan tempat itu dengan ribut. Begini.co. untuk perjalanannya yang akan datang. tapi segera kemudian ia lelah. karena kalau hanya mereka bertiga. "Saya kira Anda sekalian datang kemari karena ada urusan dengan saya." Mereka pura-pura terkejut mendengar apa yang dikemukakan Musashi. dan saya bermaksud tetap menjadi samurai. bukan dengan pedang saya!" "Apa itu?" mereka bertiga memprotes. Mereka menyimpulkan. Sambil maju cepat ke depan. tak ada yang mesti dibicarakan. syauqy_arr@yahoo. "Apa maksud Anda dengan itu?" "Jadi. dan kami ingin bicara dengan Anda soal itu. "Kamu pasti akan menyesal!" Mereka tahu benar bahwa mereka bertiga jadi satu pun bukan tandingan Musashi. Saya tidak tertarik. "Kalau itu yang Anda sekalian inginkan. "Saya bukan penjudi!" katanya berang.com . biarpun saya akan kelaparan karena itu. dan tukasnya. Kalau ia mau menggabungkan diri dengan mereka. "Kenapa tidak tertarik?" Watak muda Musashi meletus." Ia melanjutkan bahwa arena sudah didirikan. dan berusaha keras menimbulkan kesan bahwa urusan dengan Musashi belum selesai. kami punya rencana mengadakan 'hiburan' umum di kaki Gunung Kasuga. Musashi yang paling tepat bagi mereka. karena terhina oleh sindiran Musashi. bulan tampak putih dan sedikit berawan.webng. Dengan cara itu. Itu berarti uang yang mereka peroleh dengan susah payah akan hilang percuma. Tapi untuk menyelamatkan muka. ia berkata. dan prospeknya kelihatannya baik sekali. melainkan juga membayar makanan dan penginapan Musashi selama pertandingan berlangsung. Ini bukan permainan atau hal lain serupa itu. "Dan saya makan dengan sumpit. seperti malam-malam sebelumnya. sedangkan seorang lagi menjadi merah karena marah. memberengut.id and dimhad.

syauqy_arr@yahoo. karena ia tidak dapat menduga maknanya. kenekatan di dalam dirinya sudah dijinakkan. Benar. Inilah yang membuat pikirannya terus bekerja keras. Apakah kekuatan itu bukan dasar terpenting seorang prajurit? Apakah bukan itu yang membuat seorang prajurit unggul atas prajurit lain? Bagaimana bisa Nikkan menyebutnya sebagai suatu kekurangan? "Barangkali. seperti yang dipancarkan pendeta tua itu. "Sungguh memalukan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mutunya kepada Musashi. Tapi ia tidak dapat melupakan siapa pun yang berhasil lebih baik daripada dirinya.id and dimhad. Musashi menyimpulkan bahwa yang dibicarakan Nikkan bukan kekuatan fisik. Sebelum itu tak pernah ia susah-susah memikirkan persoalan. ia menggeletakkan diri di lantai. tapi juga mengenai cara memandang manusia dan masyarakat. karena ia merasa bebas dari kekuatiran selama Musashi diam di sana. atau dalam hal ini siapa pun yang rasanya mengunggulinya. ia ragu. apabila sesuatu terjadi.webng. Mungkin saja. bahkan juga yang sampai terbunuh atau setengah terbunuh.co. Segera kemudian pikirannya pun terhenti pada Nikkan. Dahulu ia hanya bertindak atas dasar naluri. "Apa betul diriku kurang baik?" tanyanya sedih kepada diri sendiri. Barangkali dia memandang mudanya umurku. Orang-orang seperti itu terus menetap dalam pikirannya seperti roh yang hidup. tidak dapat ia beristirahat sebelum ditemukannya penjelasan yang memuaskan kecerdasannya. Tak bisa tidak. dan ia selalu berpikir kapan dapat mengalahkan mereka. Dan sesudah aku pergi. Dan ini tidak hanya mengenai seni pedang. Namun Nikkan mengatakan ia "terlalu kuat". Musashi bertanya-tanya apakah bijaksana membaca segala macam buku di Puri Himeji itu.com . "bangsat tua itu mempermainkan diriku." Pada waktu-waktu seperti ini. Ia mencengkeram rambutnya dan memeras otak bagaimana caranya mengungguli Nikkan. Nikkan mengatakan ia terlampau kuat. Musashi makan di bawah bersama keluarga. sebelum dapat menerimanya." pikir Musashi. ia kurang bisa menilai kekuatannya sendiri secara objektif. Bukan ia ingin mencelakakan Nikkan. "Memalukan!" ulangnya. Musuh-musuh yang telah dikalahkannya. bagaimana caranya menghadapi pandangan yang menakutkan itu tanpa mengelak. tapi ia sangat kecewa terhadap dirinya sendiri. sehingga harus belajar menjadi lebih lemah. melainkan 195 thanks to. dan memilih bicara berteka-teki untuk membingungkan aku dan menyenangkan hatinya sendiri. sekarang ia harus memahami setiap hal-hal kecil. dia tertawa senang." katanya pada diri sendiri. Dua hari lamanya persoalan itu menggerogotinya. Karena selama ini belajar ilmu pedang tanpa guru. Kembali ke kamarnya. tapi sekarang. selalu menghilang dari pikirannya seperti buih. dan dalam acara makan itu ia minum sampai setengah mabuk.

" demikian ia meyakinkan dirinya kembali. Isinya menyatakan bahwa Seijuro mengharapkan berlangsungnya "pertandingan kedua". jadi saya minta orang di rumahnya menyampaikan pesan kepadanya. tapi rambutnya yang seperti rambut peri itu putih oleh debu.webng. Jika Musashi tidak muncul seperti dijanjikan tahun berikutnya. Anak itu menjatuhkan diri ke lantai dan langsung meluruskan kedua kakinya yang kotor. kamu bisa menemukan aku dekat Kolam Sarusawa. tapi mereka bilang tidak kenal Kakak sama sekali. Ia menyambut si anak dengan tangan terbuka." "Ini jawaban dari Perguruan Yoshioka itu.id and dimhad. siapakah di antara kedua jago itu yang akan menjadi abu? Musashi menganggap sudah sewajarnya seorang prajurit harus puas dengan hidup dari hari ke hari. Omongan besar ini disampaikan dengan tulisan tangan kaku yang agaknya dibuat orang lain. Seijuro pasti akan menjadikan Musashi bahan tertawaan di Kyoto. Sekiranya Nikkan sejenak saja menutup mata dan salah langkah. Kalau itu terjadi. "Bahkan khusus kukatakan pada mereka. bukan Seijuro. Musashi merobek-robek surat itu menjadi sobekan-sobekan kecil dan membakarnya. Nanti mereka kasih kamu makan di bawah." Jotaro menyerahkan tabung bambu itu kepada Musashi. Pembantu muncul diiringi Jotaro yang kulitnya jadi lebih hitam lagi oleh debu yang menempel pada badannya selama perjalanan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI semangat juang liar yang menyertai kelahirannya. Tapi baiklah. Sudah di seluruh tempat saya mencari!" "Apa kamu tidak bertanya di Hozoin?" "Ya. Yang akan terjadi adalah pertarungan sampai mati. syauqy_arr@yahoo. "Apa sulit menemukan aku?" "Sulit! Hampir saya putus asa. aku senang kamu sudah melakukan semua itu. capeknya!" keluhnya. Apakah pendeta itu benar-benar dapat memahaminya. dapat disimpulkan bahwa ia sudah kehilangan nyali. Sekarang pergi mandi sana. "Oh. Seijuro bicara tentang "pertandingan". padahal jelas yang terjadi akan lebih lagi.co.com ." "Bagus. Musashi benar-benar senang mendapat hiburan dengan datangnya teman kecilnya itu. seperti kupu-kupu hitam. akibat surat yang menghina ini. maka remah-remah hangus itu pun berterbangan ke udara. bisa lambat tindakannya." "Oh. mereka kenal betul!" Mata Musashi menyipit. ataukah hanya menduga-duga? "Pengetahuan yang berasal dari buku itu tidak ada gunanya buat prajurit. "Saya tak dapat menemukan Hon'iden Matahachi. dia pasti ambruk dan jatuh berantakan!" Bunyi langkah kaki di tangga mengganggu renungannya." Musashi mengeluarkan surat itu dari tabungnya dan membacanya. dan tak pernah tahu di waktu pagi apakah ia akan terus hidup menyaksikan jatuhnya 196 thanks to. "Kalau orang terlalu menggubris apa yang dipikirkan atau dilakukan orang lain. Tahun depan.

sudah mandi. Pagi tiba. Anda mesti menerimanya. Pada umurnya sekarang. yang akan menuntun kuda kudanya atau membawa burung elangnya.co. Segera saja ia tertidur dengan nyenyaknya. sebelum hidup menetap.id and dimhad. tapi saya harap Anda memakainya. Tak tahulah saya. Selagi mengenakan kimono itu. ia pun menyerah kepada lelah. mereka juga menggetarkannya secara fisik. "Saya jahit pakaian ini untuk Anda sebagai hadiah perpisahan-sebuah kimono dengan jubah pendek. Namun demikian." Musashi memandang heran.com . ia merasa sangat terikat kepadanya. Anak itu bangun bersama burung layang-layang. Dan tentu saja. kenyang. demikian pikirnya. Beberapa kali sudah. dan katanya dengan nada menyesali. janda itu muncul. "Anda rupanya buru-buru akan pergi. karena ia bermaksud meneruskan perjalanan." la membawa pakaian. Ia mencoba menolaknya. agak resah juga ia memikirkan bahwa tahun yang akan datang kemungkinan ia akan benar-benar mati. Anda tidak menolak. Saya banyak punya kimono lama dan pakaian No peninggalan suami saya. tetapi janda itu berkeras. Musashi pun bangun pagi. syauqy_arr@yahoo. dengan istri yang baik dan pelayan-pelayan setia. ketika ia kesepian atau sedang gundah. Ketika ia sedang berpakaian. kenangan samar-samar saja tentang gadis itu sudah dapat menyegarkannya kembali. Tak lama kemudian angan-angan itu buyar. Lebih baik kalau Anda memilikinya. mulutnya ternganga. yang kemudian diberikannya kepada Musashi. padahal ia tinggal di situ hanya selama dua hari. Pakaian itu terlalu mahal baginya. tahulah Musashi bahwa bahan sutranya dari mutu 197 thanks to. Saya harap betul. Barang-barang itu tak ada gunanya buat saya. ia belum melakukan satu pun dari hal-hal yang biasa dilakukan orang dalam perjalanan hidupnya. Musashi menidurkannya ke tempat tidur. Pertamatama ia menyimpan keinginan menyala-nyala untuk menjadi pemain pedang besar. apa Anda menyukainya. "Tidak. ia tetap perjaka.webng. Sebegitu jauh. jadi kalau Anda tidak menerimanya. Sekalipun gadis itu sekarang merupakan makhluk masa lalu yang jauh. diam-diam ingin juga ia mengalami percintaan menyala-nyala. Dan bukan itu saja. sebetulnya terlalu pagi ia punya pikiran ingin memiliki pegawai sendiri dalam jumlah besar." Ia pergi ke belakang Musashi dan mengangkat kimono itu supaya Musashi dapat memasukkan tangannya. Selama beberapa tahun berpikir sematamata tentang Jalan Samurai. Tak lama sesudah bersila dan mengatur tangan di pangkuan. supaya cocok untuk Anda. Dan lagi pakaian ini tidak begitu luar biasa. Saya sudah mengubahnya. Jotaro datang kembali. Dan yang menyenangkannya itu bukan hanya nilai-nilai keindahan mereka. Ia ingin menjadi tuan yang baik dan menikmati kehangatan dan kesenangan hidup keluarga. Namun terpesona juga ia melihat sebagian wanita di jalan-jalan Kyoto dan Nara. Ia ingin juga memiliki rumah yang pantas. dan bangga karena sudah melaksanakan kewajiban dengan berhasil. Begitu banyak hal yang masih ingin ia lakukan. akan sia-sia saja kerja saya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI malam. dan itu bukan tidak wajar. seperti Bokuden dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Pikirannya pun melayang kepada Otsu.

melainkan potret perempuan gila yang nyata dan hidup. dan jelas pernah dipakai dalam pertunjukan-pertunjukan No.webng. ini!" Ia mendambakan barang itu sejak pertama kali mengamatinya malam sebelumnya. tapi umurnya tentulah sudah dua atau tiga abad. "Booo!" dan menyorongkan topeng itu ke hadapannya. dan ia merasa lebih malu lagi dari sebelumnya. katanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang baik sekali. Tapi ketika masuk. Wajah yang diukir sangat halus itu wajah jin perempuan. dan kini ia membelaikan topeng itu dengan mesranya ke pipi. Akan saya ambil!" Musashi berusaha juga menangkapnya. "Saya sendiri mau Ibu kasih apa?" Janda itu tertawa. berusaha merebut topeng tersebut. "Apa guna topeng ini buat Ibu? Sudah jadi milik saya sekarang.com . "Ya. lalu turun tangga. Jotaro menghindari jangkauan janda itu dan mengenakan topeng itu pada kepalanya dan menari sekeliling kamar sambil berseru-seru melawan. "Kelihatan cocok sekali untuk Anda!" ucap janda itu. otot-ototnya menjadi tegang dan lututnya beralih-alih letak tanpa disadarinya. Musashi duduk menghadap pintu. Ia tidak tahu kenapa kelakar Jotaro menimbulkan akibat sedemikian padanya. 198 thanks to. anak itu berteriak. Kelimannya dari kain brokat emas. itu tak boleh kamu miliki." "Ah. tapi jelas kelihatan ia tidak ingin berpisah dengan topeng itu. yang cantik namun penuh pesona. Jubah tak berlengan itu bagus sekali. mengandung setan. "siapa yang mau kimono lama?" "Apa ada yang sungguh kamu inginkan?" Anak itu lari ke dinding kamar tunggu dan mencopot topeng No dari sangkutannya. Tentunya diimpor dari Cina.id and dimhad. maka topeng ini adalah wajah gadis cantik dan anggun. Jelaslah bukan wajah khayalan yang diciptakan sang seniman. "Seharusnya kamu sudah senang mendapat kesempatan mengikuti tuanmu yang gagah. Yang ganjil padanya hanyalah karena salah satu ujung mulutnya melengkung tajam ke atas." kata janda itu tegas. Sukar diketahui siapa pembuatnya. Sebentar kemudian Jotaro kembali naik tangga pelan-pelan. Ia sendiri merasa topeng itu mengagumkan buatannya. Tapi ketika mengawasi topeng itu dalam cahaya remang-remang. Musashi kagum akan selera bagus anak itu. mulailah ia memahaminya. siap mencacinya sehebat-hebatnya. Janda itu memang tertawa." gerutu Jotaro. Musashi sangat terkejut. sama sekali tidak marah. tetapi Jotaro memasukkan topeng itu ke dalam kimononya. Si pengukir telah memasukkan sesuatu yang sifatnya setani dalam ciptaannya. Senyuman bulan sabit yang disertai lengkungan ke atas pada bagian kiri wajah putih itu sungguh angker. "Oh. dan tiba-tiba katanya kepada janda itu. dikejar janda itu. syauqy_arr@yahoo. Tetapi kalau biasanya topeng jenis ini dicat titik-titik warna biru mengerikan. Jotaro tampak iri. karena ia merasa kaget dan malu oleh kelakuan muridnya.co. dan tali pengikatnya terbuat dari kulit dicelup warna ungu. lapisannya dari kain krep sutra. mengerikan sekali.

. dia bilang." "Bohong! Turun sana. "Oh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau mau berangkat. dan kemudian topeng yang agaknya sangat dihargai janda itu. ia lebih berat melihat Musashi pergi daripada kehilangan topeng itu. ikut juga dengan mereka. Cuma dia pesan supaya saya merawatnya baik-baik. yaitu orang yang namanya Miyamoto. Tak usahlah begitu keras terhadap dia. Musashi berkaca. "saya senang sekali Anda belum berangkat. "Tidak. seakan-akan ada setan yang menakutkan hendak menyerangnya. Suami saya kenal salah seorang pendeta itu dan sudah bertanya kepadanya apa yang sedang terjadi. tetapi kali itu Jotaro sudah mengenakan sandal jeraminya dan sudah berada di luar. Lagi pula dia ingin sekali memilikinya. "Ada apa? Apa yang mengerikan?" "Pendeta-pendeta Hozoin mendengar bahwa Anda akan berangkat hari ini." kata Jotaro. tetapi janda itu rupaya tidak butuh uang-apalagi uang dalam jumlah kecil yang dapat disisihkan Musashi-sedangkan di antara miliknya yang tak seberapa itu tak ada yang sesuai untuk hadiah.. dan Kepala Biara." kata nyonya itu kehabisan napas. mari kita berangkat.webng. makin terpikir oleh saya bahwa saya lebih bahagia tanpa topeng itu." "Tapi dia sudah memberikannya pada saya! Waktu mau saya kembalikan. boleh saya ambil! Dia berikan pada saya.com . Lebih dari sepuluh orang membawa tombak dan mengendap menanti Anda di Dataran Hannya. Ingin ia berbuat sesuatu untuk membalasnya. "Kenapa belum kamu kembalikan topeng itu? Buat apa kamu barang macam itu?" "Tapi dia bilang. dan para pendeta akan mencegatnya di jalan. maka ia sekali lagi berusaha mengembalikannya. kalau saya memang ingin sekali.. akan meninggalkan Nara hari ini." "Mau kuapakan kamu!" Musashi merasa malu. Ia turun tangga untuk meminta maaf atas kekurangajaran Jotaro dan mencoba mengembalikan topeng itu. Musashi selesai mengikatkan sandalnya. Musashi sedang mengikatkan tali sandalnya ketika istri pembuat kue bakpau itu datang berlari-lari. Makin saya timbang. boleh saya memilikinya." 199 thanks to." Musashi menduga topeng itu memiliki makna tertentu bagi si janda. Anda tak bisa pergi sekarang. Inshun. syauqy_arr@yahoo.co. menanti dekat gerbang dengan pandangan puas. karena pertama ia menerima kimono itu. dan tenang-tenang mengangkat kepala. Mengerikan!" Suara perempuan itu gemetar. Namun janda itu mengatakan. Pendeta mengatakan orang yang tinggal di sini beberapa hari terakhir ini. Musashi mengalah pada kebaikan janda itu dan menerima hadiahnya. dan kembalikan padanya. Tetap duduk.id and dimhad. Saya minta Anda balik ke atas. Kata janda muda itu. Karena sudah ingin pergi. dan beberapa kali ia minta kepada Musashi untuk datang kembali dan tinggal di sana. Tadi saya janji akan merawatnya." "Oh?" "Ya. kapan saja ia berada di Nara.

atau menghina mereka. Ia menyandangkan tas perjalanannya ke punggung. syauqy_arr@yahoo." "Saya tak peduli. merenung. kalau itu kekeliruan. dan sambil menghadap kedua perempuan itu ia mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati mereka. pendeta-pendeta itu naik darah karena Anda sudah menyewa orang untuk memasang banyak poster dengan sajak-sajak yang isinya menertawakan Hozoin." Dengan patuhnya anak itu membungkuk dan melakukan hal yang disuruhkan kepadanya. saya pergi sekarang. "Ya. Rasanya tidak mengherankan jika orang seperti mereka lalu memasang poster-poster yang sifatnya menghina dan kemudian menyebarkan kepada orang banyak bahwa dialah yang melakukan itu. Memang Jotaro belum betul-betul kenal Musashi. Menurut pendapatnya. tapi bukan karena menyesal akan berangkat. Ibu sudah begitu baik pada saya. Menurut mereka. "Kalau saya menginap semalam lagi. Pikiran bahwa jago-jago tombak jahat Hozoin akan menyerang Musashi itulah yang sangat mematahkan semangatnya. Saya tak ingin hal itu terjadi." "Tidak.com . Hatinya yang masih muda itu penuh kemurungan dan firasat. Dengan sangat ia minta Musashi untuk menanti sampai malam berikutnya. menurut Ibu. mereka bilang. "Jadi. dan teringatlah ia betapa marah ketiga ronin itu ketika ia menolak tawaran bisnis mereka." "Nah. Apa Anda bicara jelek tentang kuil itu." desak janda itu. janda itu mengikutinya sambil menangis dan memohon kepadanya agar tidak pergi." jelasnya. Mendadak sontak la berdiri. "Anda lebih aman di sini.id and dimhad. Beberapa penduduk mengatakan yang ikut tidak hanya pendeta." "Nah. Di Kyoto ia mendengar bahwa tuannya itu lemah dan pengecut. "Saya pergi sekarang. tak perlu Anda pergi ke sana dan terbunuh karenanya. Jo! Ucapkan terima kasih pada Ibu. Ketika ia berjalan menuju gerbang. Ia kelihatannya patah semangat. entah bagaimana caranya?" "Tidak. itu berarti Anda bergendang paha. "pasti akan timbul kesulitan di rumah Ibu. Katanya mereka akan menangkap Anda dan mengembalikan Anda ke Hozoin." "Saya tidak melakukan hal-hal seperti itu. Ia berusaha meyakinkan Musashi bahwa meninggalkan Nara pagi itu sama saja dengan bunuh diri.co. Mereka bilang banyak ronin ikut juga berkumpul. tapi mereka pergi ke jurusan itu. akan lebih aman kalau Musashi mencoba pergi diam-diam hari berikutnya. Barangkali merekalah sumber segalanya ini. mereka bermaksud menemui saya di Dataran Hannya?" "Saya tidak tahu pasti di mana. 200 thanks to.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Wajah perempuan itu mengerinyut takut." Dengan dahi bercucuran keringat Musashi memandang ke langit. karena sudah membunuh seorang dari mereka." kata Musashi datar. Semua itu kekeliruan." katanya. mengambil topi anyaman.

ya. "Betul. Sekarang bukan waktunya berdebat tentang siapa yang benar dan siapa yang salah.id and dimhad. Sebelum itu.co. Karena merasa barangkali mukanya pucat akibat takut. Musashi memandang ke langit juga. Jotaro sudah memutuskan. Banyak tempat untuk bersembunyi kalau bermaksud demikian. burung bulbul. Ia merasa kasihan. Burung-burung gagak hitam yang dilihatnya sepanjang jalan ikut menimbulkan rasa ngeri padanya.webng. 201 thanks to. "Kita sudah dekat Bukit Hannya. apakah Musashi bermaksud meminta maaf kepada para pendeta itu. sebutir embun yang menjatuhi kerahnya hampir saja membuatnya berteriak. bisa saja dalam beberapa menit lagi tiba-tiba anak itu menjadi sebatang kara di tempat yang asing. Nara sudah jauh mereka tinggalkan. karena takut setiap langkah yang diambilnya akan semakin mendekatkan mereka kepada maut. Dataran Hannya JOTARO berjalan sedih pelan-pelan di belakang gurunya. kalau Musashi minta maaf pada mereka. dan anak itu merasa lebih kecil hati lagi. Betapapun. kata-kata yang diucapkannya bernada gembira seperti biasanya. lalu apa sekarang?" Jataro tidak menjawab. Ada beberapa ekor di sekitar tempat ini." "Oh. Itu sudah tentu lebih masuk akal. di jalan yang lembap dan teduh di dekat Todaiji. syauqy_arr@yahoo. ia juga akan berbuat demikian. Di atasnya langit yang damai. bukan. Di sebelah kanan. Ingin ia mengetahui. kataku." "Apa?" tanya anak itu kaget. ia menatapkan matanya dengan berani ke langit. Lewat baris-baris pohon kriptomeria di sepanjang jalan. Jo? Sepertinya kita sedang berjalan diiringi lagu burung bulbul. "Nyaman. mereka dapat melihat dataran yang melandai berombak-ombak menuju Bukit Hannya.com . "Jotaro!" Mendengar namanya dipanggil." "Nah. ya?" kata Musashi. kan?" Musashi dapat melihat dari pucatnya bibir anak itu bahwa ia sedih sekali. Ketika Musashi melanjutkan bicaranya. anak itu terkejut. Tak dapat ia mengusir firasat yang dirasakannya bahwa mereka berdua segera akan berpisah untuk selamanya. Hanya nyanyian burung bulbul dingin saja yang terdengar oleh telinganya. Bahwa ia dan Musashi sedang berjalan langsung menuju tempat pencegatan para jago tombak Hozoin baginya betul-betul tak masuk akal. Mata yang pernah nyalang gembira ketika mengejuti Musashi dengan topeng itu kini tampak gelisah dan sedih. "Burung bulbul.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 15. sekalipun tak pernah ia berbuat salah kepada mereka. Dapat saja mereka masuk salah satu kuil yang banyak jumlahnya di sepanjang jalan itu dan menanti kesempatan yang baik. dan karena tak ingin kelihatan kekanak-kanakan. mereka melihat puncak-puncak Gunung Mikasa. Alisnya naik ke atas dan tubuhnya jadi tegang.

Jotaro merupakan gangguan baginya sekarang. Suaranya pun jadi tajam. ya?" "Saya takut! Saya tak mau mati!" Dengan tangan gemetar ia menariki lengan kimono Musashi agar kembali. Musashi sendiri sudah mulai kehilangan kesabaran. apalagi semuanya sekaligus. dan perhatikan dari sana. kau kembali ke toko sake di Kyoto.. Ia suka pada Jotaro dan kasihan kepadanya. Para jago tombak sudah menanti dengan satu tujuan: membunuhnya. "Aku tak mau kalah. kau bisa terluka. Tapi sekarang kau pergi ke bukit kecil di sana itu. "Jangan nangis lagi! Kalau begitu kelakuanmu. "Apa pula ini? Kaubilang mau belajar Jalan Samurai? Kalau nanti aku menerobos dan lari." kata Musashi. Kamu anak samurai. dan sambil mengangkangkan kakinya ia menghadapi anak itu..id and dimhad." Mendengar kepastian dalam nada Musashi itu. Dari sana akan tampak segala yang terjadi. "Aku samurai. dan ucapnya. "Ayo kita lari!" "Bukan begitu cara samurai bicara! Kau mau jadi yang begitu. aku jadi ingin lari juga. Tapi.com .co. "Ayolah pergi dari sini.webng." Jotaro tidak sedikit pun senang mendengar kata-kata itu. Apa yang kita tunggu?" "Tidak!" Musashi membalikkan badan. seakan-akan ia sedang tersedak. Tangisnya ditambah pula dengan sentakan-sentakan kecil. Apalagi Musashi terkenal sebagai orang lemah." "Kalau begitu. Punggung tangannya diusapkannya ke mata. Jotaro menyerah dan duduk. syauqy_arr@yahoo. Kita tak akan lari. seperti bendungan jebol. Tak ada alasan buatmu untuk membahayakan diri sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Lebih baik kau tinggal di sini. kau mesti ikut lari ke jurusan yang sama. 202 thanks to. seperti aku ketika seumur kamu. tetapi sekarang ini bukan waktunya memikirkan anak-anak. Kenapa kamu tidak kembali saja ke toko sake itu?" Dengan tegas dan agak keras ditolaknya anak itu. Kamu tak punya orangtua yang akan mengurusmu. "Pikirkan saya." Sesudah mengusap air mata. dan bahunya menggeletar. Jotaro mencengkeram lengan kimono Musashi. mumpung masih bisa!" "Kalau kamu bicara seperti itu. Kalau aku terbunuh. Ia harus siap menghadapi mereka. Air mata meleleh di pipinya. Ia tak dapat percaya sepatah kata pun. aku harus menang! Segalanya akan beres nanti. Karena tahu bahwa para jago tombak Hozoin itu lebih dari sepuluh orang jumlahnya. tak bakal kamu jadi samurai." demikian ia memohon. "Kalau kau jalan terus. ayolah. "Jangan kuatir!" kata Musashi." Jotaro pun pecahlah tangisnya. ia sangsi apakah Musashi akan dapat mengalahkan mereka satu-satu. Air mata kotor meleleh di pipinya ketika ia menghapus matanya yang merah bengkak dengan kedua tangannya.

Ya. Ia memang sangat terkesan oleh apa yang disaksikannya di Hazoin. tapi dilawannya dorongan keinginan itu. apa perlunya teman baginya? Pohon-pohon mulai menjarang. dan anaknya Munenori ada di Edo. menutup muka dengan tangan. Dan kau?" "Oh. tidak jauh. Tapi biar bagaimana. Dia Yamazoe Dampachi." 203 thanks to." "Kalau tak salah. Kemudian ia berjongkok di bawah sebuah pohon tak jauh dari situ. Dampachi berkata.co.com . "Aku senang bertemu denganmu. ada pekerjaan di Tsukigase. tapi kau mesti singgah di sana dan melihat keadaannya.id and dimhad. Dilihatnya gurunya berjalan terus menuju Bukit Hannya. "Mau ke mana?" tanyanya lagi. dan ia menyesali telah membawanya serta. Aku ingin kau tahu bahwa aku sangat menyesali urusan kemarin itu. mukanya kelihatan kaget. namun ia menyambut juga dengan sungguh-sungguh.webng. Musashi tidak menoleh." "Di situlah kuil Yang Dipertuan Yagyu. Musashi! Mau ke mana?" Musashi dapat mengenali orang yang datang ke arahnya itu. kan?" "Ya. walaupun sedu-sedan Jotaro menggema di telinganya. itu tidak jauh dari Lembah Yagyu?" "Tidak. "Kuharap engkau bisa melupakannya. Ia merasa dapat melihat anak kecil yang malang dan ketakutan itu melalui tengkuknya. Di jalan yang memecah menuju Gunung Mikasa. syauqy_arr@yahoo. Walaupun Musashi segera merasa bahwa tujuan Dampachi adalah menjebaknya. dalam keadaan belum matang seperti sekarang. ia hanya bisa mengandalkan diri kepada pedang dan tak tahu ia apa yang bakal terjadi esok-jadi. dekat Kuil Kasagidera. Dan Dampachi masih jauh dari siap untuk mengakui bahwa orang seumur dan dengan status seperti Musashi itu dapat lebih baik dari dirinya. seorang lelaki mengangkat tangan menyapanya. Ia ingin memanggil. Sebuah datarannya agak tinggi dan pegunungan di kejauhan sana. "Rencananya lewat Iga ke jalan raya Ise. Yang Dipertuan Muneyoshi sekarang hidup pensiun sebagai ahli upacara minum teh. dan selagi bicara jelas ia memperhatikan wajah Musashi sebaik-baiknya. Melindungi diri sendiri saja sudah lebih dari cukup beratnya." Nada bicaranya terlalu sopan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro terkena batunya dan tiba-tiba berhenti menangis dan berdiri tegak. dan menggeretakkan giginya. Semua itu kekeliruan. mengingat hal itu saja sudah membuat tulang punggungnya dingin. Engkau mesti pergi ke sana nanti. Sebaliknya ia paksa dirinya tinggal diam beberapa menit lamanya." Dampachi sendiri belum begitu tahu bagaimana harus bersikap terhadap Musashi. "Hei. Musashi hanyalah seorang ronin provinsi yang tidak akan lebih dari dua puluh satu atau dua puluh dua tahun umurnya. Ia mendapati dirinya sudah berada di tengah dataran terbuka.

Dua orang muncul di puncak bukit. Tentu saja lebih baik kalau kau punya pengantar. Kebetulan aku kenal seorang tukang senjata di Tsukigase yang bekerja pada Keluarga Yagyu.com . Dampachi tak akan bangkit lagi. Bunyi orang bersuit melengking memecahkan kesunyian dataran itu. "Apa menurutmu tidak begitu?" "Mencurigakan? Mencurigakan bagaimana?" "Yah. "Asap di sana itu mencurigakan. wajahnya sendiri mengeras. Seorang memekik. "Apa itu?" tanyanya. ia tak sadar bahwa Musashi sudah menarik pedangnya. ke arah api yang menyala. mencurigakan. dan mendarat dengan wajah ke bawah." kata Musashi tajam. Ia berjalan langsung ke arah bukit itu. Mereka melihat pedang yang bernoda darah. apa dia mau memperkenalkanmu. Sekalipun angin musim semi bertiup lembut ke kulitnya. Tubuhnya melambung. Dari kejauhan terdengar teriakan tanda bahaya. tangan diacung-acungkan di udara. Sekonyong-konyong ia menyapukan jarinya ke tubuh Dampachi.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak yakin aku bahwa Yang Dipertuan Yagyu mau memberikan pelajaran kepada musafir seperti diriku. lalu keduanya memutar badan dan angkat kaki. melayang ke depan.co. "Apa yang apa?" "Asap di sana itu. Mereka tadi sedang bermalas-malasan di bawah sinar matahari.webng. Semuanya ada sekitar tiga puluh orang. "Dia datang!" seru seorang dari kedua orang yang tadi lari menggabungkan diri dengan yang lain-lain. dan jalan pun ikut naik dan turun. syauqy_arr@yahoo." katanya. Sekarang semua bangkit berdiri. dan setengahnya lagi ronin yang sukar dilukiskan. Ketika Musashi tampak. yaitu Yasukawa Yasubei dan Otomo Banryu. Musashi melihat asap api berwarna cokelat mengepul di belakang sebuah bukit rendah. Di dekat kaki Bukit Hannya. seperti pandangan matamu sekarang ini." "Ada kemungkinan. Karena perhatiannya tertuju pada jari Musashi. Darah segar menetes dari ujungnya. Setengahnya pendeta. Pedang yang ditudingkan Musashi ke tanah berkilauan oleh sinar matahari. Musashi merasa otot-ototnya menegang selagi mendaki. Garis langit di sana-sini diselingi pohon kriptomeria tunggal atau pinus hitam Cina Namun di sana-sini dataran itu menaik lembut. aku bisa tanya. "Dia datang!" kata yang lain membeo. dan ketika ia memandang wajah Musashi." Selama itu Dampachi terus menempel di sisi kiri Musashi. Kalau kau suka. dan tiba-tiba sadarlah mereka bahwa pertempuran sudah dimulai." Dataran itu menghampar luas beberapa mil jauhnya. Dari puncak bukit ia melihat ke bawah. terdengar hiruk-pikuk hebat tanpa kata di tengah gerombolan itu. 204 thanks to. Musashi dapat mengenali pengikut Dampachi. Musashi menuding. Dampachi tersengalsengal terkena hantaman Musashi.

Tanpa menghiraukan pemimpinnya. Namun tak seorang pun ingin menjadi orang pertama yang diserang. mereka malah cuma duduk-duduk mengitari api dan membiarkan Musashi yang menantang. memaki-maki. Musashi tiba-tiba menghadap mereka dan berseru. Untuk sesaat berkecamuk kesunyian yang menyesakkan. berkilat-kilat penuh kesengitan. hingga mereka dapat menyaksikan pertunjukan itu dan sekaligus mencegah Musashi melarikan diri. karena Musashi tidak memperlihatkan tanda-tanda akan lari atau mengundurkan diri. dan sudah saatnya kini bertempur. kau tidak boleh hanya percaya pada yang kau lihat dan kau dengar. sementara para pendeta Hozoin menatap Musashi dengan pandangan mengancam. Jumlah mereka yang besar memberikan keyakinan. Ronin itu melolong berang. "Kalau kau memang pendeta. seperti setan-setan neraka. Namun tindakan jaga-jaga itu ternyata tidak perlu. Mereka tampak aneh. ia maju. Benar?" "Tidak!" seru Musashi. Kedua belah pihak menyadari semakin mendekatnya maut. Seorang pendeta di ujung barisan memberikan isyarat. Lalu kau secara terbuka menghina kehormatan Hozoin. Para ronin membentuk setengah lingkaran. menyatakan tak ada gunanya berbicara. Baik kaum ronin maupun kaum pendeta tidak setegang Musashi. Wajah Musashi menjadi pucat pasi. Sambil memekik-mekik. Ia sedang memilih korbannya. dan kau membunuh Agon. Kau mesti menimbang segala sesuatu dengan pikiran dan jiwamu. para pendeta mulai berteriak-teriak.com . Sebaliknya. Semua pendeta itu membawa tombak.webng. "Baik! Siapa di antara kalian akan maju dahulu?" 205 thanks to. Mereka menyusun diri menghadapi pertempuran.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Bukannya menantang Musashi." seru pendeta itu. dan mengayun-ayunkan pedang ke udara. "Aku diberitahu bahwa kau datang ketika aku sedang pergi. Mereka didukung penuh semangat oleh kaum ronin yang telah menyusun diri dalam formasi rapat di sebelah kiri Musashi. Karena yakin para ronin cuma bermulut besar dan tak berani berkelahi." Kata-kata itu seperti menuangkan minyak ke dalam nyala api. "Musashi! Aku Inshun. Dengan lengan baju hitam tersingsing mereka siap beraksi dengan tekad membalas kematian Agon dan memulihkan kehormatan kuil. menjelaskan dengan gerak-gerik cepat. Lewat matanya menyorot mata dewa pembalasan dendam. langkah demi langkah. dan tanpa merusak formasi mereka menderas mengepung Musashi dari kanan. Yasukawa dan Otomo bicara cepat.id and dimhad. Pelan-pelan. mereka mendesak para pendeta untuk bertindak. bagaimana Yamazoe sudah terbantai.co. ia berjalan mantap dan langsung ke arah mereka. syauqy_arr@yahoo. dan optimisme mereka tak tergoyahkan. seakan-akan siap menerkam setiap saat. Kau mengejek kami dengan memasang poster-poster di seluruh kota.

sampai pada apa yang dipelajarinya di Sekigahara. Hampir sepanjang waktu itu Musashi tidak sadar benar. seperti jago aduan. Sementara pertarungan berlangsung.id and dimhad. serta pelajaran-pelajaran yang diberikan kepadanya oleh pegunungan dan pepohonansemuanya itu serentak bermain dalam gerak cepat tubuhnya. teori-teori yang pernah didengarnya di berbagai perguruan seni pedang. dan tanah pun merah oleh darah. Pertarungan sudah selesai sebelum ia sempat mengambil napas kedua puluh. penuh dengan darah. Dia lemah. Kelemahan mereka telah menyebabkan Musashi menyerang mereka lebih dahulu. Seorang di antara mereka menjerit.co. sementara Musashi dengan cepat membantai lima atau enam ronin serta membikin kacau yang lain-lain. bukan kutukan. Terdengar bunyi seperti letupan sumbat botol. seraya mengumandangkan tantangan. Mula-mula sekali mereka merapatkan diri dengan cukup baik. Jari dan tangan berterbangan di udara. karena masing masing yakin bahwa mata setan Musashi mengarah kepadanya. Ia memohon. Dalam sekejap mata Musashi sudah menerpa seorang di antaranya. Tak disadarinya bahwa seluruh pengalaman hidupnya-mulai dari pengetahuan yang ditempatkan kepadanya oleh ayahnya. di mana tubuh dan jiwanya terpusat hanya pada pedangnya yang semeter panjangnya. Singkatnya pertarungan dihitung salah seorang pendeta dengan tangan dan embusan napasnya.com . dalam mimpi penuh pembunuhan. dan ronin yang masih hidup bertebaran di mana-mana. syauqy_arr@yahoo. Dua-tiga orang yang berani itu bersiap dengan pedang diacungkan. tapi dia bukan orang jahat. bantulah dia! Guruku di dataran sana tak berdaya. Darah dan otak berpercikan dari pedangnya. dan bahkan udara.webng. Beberapa ronin yang masih tinggal pun bermandikan darah kental. Tuhan yang di surga. Kedua tangannya terlipat di dada dan matanya tertengadah ke langit.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kecuali dua-tiga orang. karena menurut pikiran mereka para pendeta akan segera datang menyelamatkan. Kaum ronin itu rupanya datang untuk menyaksikan penyembelihan besar-besaran. Jotaro tenggelam dalam doa. Kemudian terdengar suara mengerikan bukan teriakan perang. "Ya. Tak lama kemudian mereka saling menyerang ke segala jurusan dan saling melukai. Ia seperti kesurupan. Pedang Musashi mendesing ke sana kemari di udara. bukan untuk ambil bagian di dalamnya. sedangkan gaung di dalam tubuhnya sendiri menjadi petunjuk bahwa ia sedang bertumbukan dengan tulang manusia. tetapi lolongan yang benarbenar membekukan darah. Musashi basah kuyup oleh darah korbannya. mereka semua mundur selangkah. apa yang sedang diperbuatnya. Ia menjadi tiupan angin pusaran yang menerjang kawanan ronin. yang karena kebingungan menjadi sasaran empuk serangan pedangnya. karena kalah jumlah. Tapi ternyata para pendeta itu hanya berdiri diam tak bergerak. Tolonglah dia!" 206 thanks to. Tanah.

dan dirinya cemar juga oleh darah mengental. Hatinya berubah jungkir balik. Hari ini mereka mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana teknik-teknik yang mereka asah dalam latihan dapat mereka gunakan dalam perkelahian yang sebenarnya. aku mohon. Mereka ramai-ramai menyerang dia. "Oh. para pendeta Hozoin mulai menyerbu Musashi. "Lihat! Guruku ternyata bukan orang lemah! Dia menghajar mereka!" Itulah pertama kali Jotaro menyaksikan orang bertempur seperti binatang. sementara para pendeta berpencar seperti tawon yang menghambur dari sarangnya. ketika disadarinya bahwa darah yang tertumpah di dataran itu bukan darah gurunya. doa-doanya pun berubah menjadi kutukan yang diarahkannya tidak hanya kepada musuh. dan lempeng tombaknya pun sangat berbedabeda-yang lancip. "Hachiman! Kompira! Dewa Kuil Kasuga! Lihat! Guruku langsung menyongsong musuh.co. Kemudian. dan mulailah ia marah. oh! Gawat kelihatannya.webng. yang berbentuk kerucut. semata-mata karena kecemasannya. tak dapat ia pergi. diiringi raungan gegap gempita. lindungilah dia. di tengah kancah. Saat ini dia bukan dirinya. atau yang bengkok-tiap pendeta menggunakan jenis yang paling disukainya. yang berbentuk silang. Senjata mereka yang berkilauan bersuit-suit di udara. tolonglah dia!" Sesudah berseru-seru kepada para dewa seratus kali atau lebih. yang papak. Musashi gawat sekarang!" Lupa akan segalanya. la merasa seolah berada di sana. dengan topinya dan topeng di sampingnya. Jotaro meluncur seperti bola api ke tengah kancah bencana yang sedang menghampiri itu. Inshun. 207 thanks to. Dari situ ia memperhatikan pemandangan di sekitar api di kejauhan itu. Tombak yang mereka bawa berlain-lainan. Dia tentunya gila. tak akan dilayaninya orang sebanyak itu sekaligus! Oh. akan kuludahi kalian!" Ketika dilihatnya Musashi terkepung.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Walaupun Musashi memerintahkannya pergi. dewa-dewa langit. syauqy_arr@yahoo. mendadak ia mengubah lagu. tetapi takut maju!" Tapi yang terakhir itu terlalu dini diucapkannya. Akhirnya ia berseru. Kepala mereka yang gundul itu membuat mereka tampak lebih barbar lagi. Tempat yang akhirnya dipilihnya untuk duduk. Biasanya dia lunak dan lembut. dan sesaat kemudian para jago tombak itu segera beraksi. Kepala Biara. ia merasa ringan dan pening. memberikan perintah menyerang. sampai mati. tapi juga kepada dewa-dewa sendiri. aku mohon. karena ketika ia mengucapkan itu. Oh.id and dimhad.com . "Apa sudah tak ada dewa di negeri ini? Apa akan kalian biarkan orang orang jahat menang. yang cuma berbaris seperti gerombolan gagak berkaok-kaok. tapi dia sedikit aneh sejak tadi pagi. adalah sebuah bukit kecil. "Lihat dia! Dia bisa melawan! Bukan main serangan itu! Dan lihat pendeta-pendeta tolol itu. ia lihat usahanya itu tak ada hasil. semua yang selalu dikatakan orang padaku tentang benar dan salah itu bohong! Kalian tak bisa membiarkan dia terbunuh! Kalau kalian biarkan. Kalau tidak. dan membiarkan orang baik terbunuh? Kalau memang begitu. dan itulah pertama kali ia melihat darah sebanyak itu.

melainkan menyerang bekas sekutunya seperti anjing gila." kata Musashi. Agon. Pengalaman itu membuatnya sadar. Musashi melompat mundur dan berdiri siap menantikan serangan muslihat. Para pendeta bukannya melakukan serangan yang memang dinanti-nantikan itu ke arahnya. Suatu kehormatan bertemu dengan Anda. Musashi agak terpengaruh oleh kehadirannya. ia harus menghapuskan dahulu kekacauan dalam pikirannya. memperlihatkan perkelahian yang demikian jelek. campuran darah dan keringat mengaburkan pandangannya. Ia tetap diam sesaat lamanya. karena sebelum ia dapat memutuskan cara yang cocok untuk menjawab nada sopan Inshun itu. Kepala Biara Hozoin. syauqy_arr@yahoo. "Izinkan saya memperkenalkan diri. "Tentu Anda Miyamoto. Mereka diiris. ditikam mulutnya. sampai tak seorang pun di antaranya tetap hidup. Saya juga merasa malu bahwa murid saya." Menyayangkan perbuatan Agon? Musashi merasa barangkali telinganya perlu dibersihkan. Setelah pertempuran berakhir. Para ronin yang tak menduga itu sia-sia saja mencoba mengerahkan para jago tombak agar melawan Musashi. Pembunuhan besar-besaran itu betul-betul sempurna dan sekaligus menunjukkan sifat haus darah. juga oleh sikapnya yang tenang." sambung pendeta itu. atau dibantai. serangan itu tidak juga datang." "Jadi. sekarang ia pulih kembali pada keadaannya yang biasa. tapi ia bertekad untuk mati dengan cemerlang.webng. tampak olehnya Jotaro sedang mengucurkan air mata puas. "Saya Inshun. Kepala Biara mendekatinya. dicengkeramnya gagang pedangnya erat-erat. Andalah ahli tombak itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sementara mereka maju menyebar. Gagang pedang itu lengket oleh darah kental." Kepala Biara itu jangkung dan berwajah cerah.co. kalau memang ia harus mati. Sekarang hampir tak dapat ia menahan diri melihat kebuasan para pendeta itu dalam menyembelih ronin.com . Setelah sesaat lamanya berubah menjadi seekor binatang yang tak berpikiran. dibelah dua. Kemudian sadarlah ia bahwa tangan dan kakinya ditarik-tarik orang. Dan ketika ia melihat ke bawah. Kenapa para pendeta itu menyerang pendukung mereka? Dan kenapa demikian kejam? Baru beberapa saat sebelumnya ia berkelahi seperti binatang liar. Letih dan sedikit pusing oleh pertarungan sebelumnya. tapi sesaat lamanya tak dapat ia mengucapkan kata-kata. setelah melihat orang orang lain mengalami perubahan juga. ditusuk. Dengan sedikit bingung ia hapus pedangnya dan la sarungkan. Dan untuk pertama kali waktu itu la merasa santai. Mereka mengejar para ronin yang telah melarikan diri dan menyerang mereka tanpa kenal ampun. Tetapi sungguh ia heran. Musashi tak percaya akan matanya.id and dimhad. sementara para ronin menjerit-jerit memprotes. lalu berkata dengan sikap sopan dan mulia. Ia 208 thanks to. "Sayang saya tak ada ketika Anda mengunjungi kami baru-baru ini.

" Mereka membenarkan. duduk bersama Inshun dan Musashi. sedangkan Jotaro menguntit di belakang.id and dimhad. seakan-akan menghadapi suatu acara suci." Inshun mengantarnya ke dekat api. Dan mereka mulai mengobrol. Ketika rombongan itu mendekat. seolah-olah tak suatu pun yang aneh telah terjadi. untuk menyambut Nikkan dan pengiringnya." kata kepala biara itu. Ia memandang Inshun. "Nah. Ia bahkan sedikit heran bahwa dirinya masih hidup. di sisi lain dataran itu berkatalah seorang penunggang kuda kepada Nikkan. dan saya sudah bertekad mengirim sebanyak-banyaknya dari antara Anda sekalian ke negeri orang mati." kata seseorang. "Itu Guru Tua." "Kenapa tidak? Saya lelaki." Pada saat itu juga. Kelima penunggang kuda itu pejabat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI masih belum dapat mengerti kenapa para pendeta itu kemudian melawan para ronin tak dapat ia mencari jawaban yang masuk akal.webng. mundur mengambil jarak yang sesuai." "Bukan saya yang cepat. "Tadi saya pikir Anda dan orang-orang Anda datang kemari untuk menyerang saya. syauqy_arr@yahoo. Sudah berkaok-kaok mencari mayat mereka. "Tapi saya pikir lebih baik kita menanti dan mempersilakan Nikkan menjelaskan pada Anda. gagak-gagak sudah mencium bau darah.co. begitu kita pergi. dan katanya." "Anda namakan semua ini 'bersih rumah'?" "Betul. dan membariskan diri dengan penuh upacara. Yang pertama dikatakan Nikkan adalah. menunjuk ke atas. Anda butuh istirahat. Berangsur-angsur mereka semua berkumpul di sekitar api. tapi tujuan kami yang sebenarnya hari ini adalah sedikit 'bersih rumah'. Musashi memperoleh kesan bahwa ia tak akan mendapatkan keterangan apa pun. "Sudah kalian urus semuanya?" 209 thanks to. Tak mengerti saya. "Lihat ke sana. "Aaa. "Anda cepat sekali berjalan kalau melihat umur Anda. kami memang tak perlu menganggap Anda sekutu." kata Inshun sambil menuding ke arah kaki langit." Inshun tertawa. kecuali kalau ia bertanya. Dan mereka akan berebutan melahap makanan besar itu. "Ayolah." Pendeta tua yang berjalan kaki sendiri itu melangkah menyamai para penunggang kuda yang sedang maju ke arah asap api. Anda yang lambat. kenapa Anda sekalian memperlakukan saya seperti ini. Saya yakin titik hitam di tepi dataran itu dia. Para pendeta menyobek-nyobek secarik kain katun lebar menjadi potongan-potongan kecil dan menghapus lembing mereka." "Anda lebih gesit daripada kuda. para pendeta saling berbisik. "bersihkan sebagian darah itu." "Kenapa burung-burung itu tidak turun?" "Mereka akan turun nanti.com ." Olok-olok mengerikan itu berlangsung terus dengan nada santai serupa.

"Para pejabat yang baru pergi tadi itu bekerja di bawah Okubo Nagayasu yang baru-baru ini dikirim kemari untuk memerintah Nara. Mereka membungkuk dan meninggalkan tempat itu diam-diam. "Tak apa-apa. "Akan kami kirim kemari orang dari kota untuk membersihkan semua ini.com . terdengarlah hiruk-pikuk besar. Sayalah yang harus berterima kasih." Dengan itu kelima orang tersebut menaiki kembali kuda mereka dan pergi. melarikan perempuan. Anda sekalian sudah melaksanakan kerja hebat." 210 thanks to. "Saya bahkan tidak begitu mengerti. termasuk Dampachi dan Yasukawa. Sambil menggerutu karena bunyi ribut itu. Nikkan memberitahu para pendeta bahwa tenaga mereka tidak diperlukan lagi. "Padang ini bukan tempat untuk membungkuk. "Seperti Bapak perintahkan.." Kemudian ia menoleh kepada para pejabat." perintah Nikkan. Inshun mengucapkan selamat tinggal pada Nikkan dan Musashi.id and dimhad. Apa Bapak dapat menceritakannya pada saya?" "Dengan senang hati. dan para ronin mengambil keuntungan dari asingnya mereka itu dengan tempat ini mencegati musafir yang tak berdosa. "Kau tahu Dampachi dan pengikutnya tak suka padamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Inshun membungkuk dan menjawab.webng. berjudi. apa yang sudah terjadi ini. kawan-kawan." "Sama sekali tidak." Para pejabat berjalan ke sana kemari memeriksa mayat-mayat dan membuat beberapa catatan. "Maafkan kalau saya sudah melukai hati Anda beberapa hari lain. memeras.. Nikkan berjalan ke sisi Musashi. mereka membuat rencana yang menurut mereka jitu. Karena takut menyerangmu sendiri. dan katanya ringan saja. Burung-burung gagak turun. Para pendeta Hozoin-lah yang berkelahi untuk mereka. "Apakah pengalaman di sini memberikan pelajaran kepadamu?" tanya pendeta itu. tapi mereka sudah tahu bahwa ada sekitar lima belas pentolannya. Mereka berjanji segalanya akan dilaporkan padaku. lalu meninggalkan tempat itu. mengepak-ngepakkan sayap dengan riangnya. Begitu orang-orang itu berangkat." Para samurai melompat turun satu demi satu dari kuda.co. Mereka masih asing dengan daerah ini. syauqy_arr@yahoo.. Terima kasih. "Terima kasih atas kedatangan Tuan-tuan. "Bangkitlah. Bapak sudah berbuat baik sekali. Kemudian pimpinannya kembali ke tempat berdirinya Inshun. memasuki rumah-rumah janda-menimbulkan segala macam kesulitan. Anda sekalian boleh merasa bebas meninggalkan segalanya ini sebagaimana adanya." Musashi bangkit berdiri. Pernyataan-pernyataan fitnah tentang kuil yang dituduhkan padamu itu pekerjaan mereka. Pimpinan mereka menjawab. Mari kita periksa. Pemerintah tak dapat mengendalikan mereka." jawab Nikkan. agaknya dengan perkiraan aku bodoh." Musashi berlutut dan membungkuk dalam-dalam di depan pendeta tua itu. Begitulah juga poster-poster itu.

Tapi jangan terlalu banyak. syauqy_arr@yahoo." kata Kepala Biara. Cerita Nikkan itu telah menghapuskan sama sekali segala kesangsian dan rasa takut Jotaro. memungut sebuah batu yang terletak dekat kakinya dan mengacungkannya.co. Ambilkan beberapa batu. Sambil sekali-sekali melayangkan pukulan ke arah burung burung. Kubicarakan rencana itu dengan Inshun.webng. Kami bakar ladangan. Jotaro waktu itu mengenakan topengnya sambil tersenyum ajaib dan menudingkan pedang kayunya ke tubuh-tubuh yang berserakan. juga burung-burung gagak itu. Supaya musim semi dapat naik dari bumi. Terkadang kami butuhkan bersih rumah. Juga sake merah pekat. Pak." Jotaro berdiri diam memandang wajah Kepala Biara. 211 thanks to. Nak!" seru Nikkan tajam. Terkadang kami butuhkan salju turun. ya. dan anak itu gembira luar biasa. ini kesempatan ideal untuk mengadakan 'bersih rumah' di Nara. Sekali-sekali Memang perlu bersih rumah Tidak hanya di Nara. Bersih rumah! Mendengar suaranya yang tak dibuat-buat ini. Sebab kalian bisa mabuk. "dan terpikir olehku. Musashi dan Nikkan menoleh memandangnya. Wahai. Dia setuju menjalankan. burung gagak! Berpestalah! Dan memilihlah! Sop langsung dari ceruk mata. dan sekarang semua orang pun senang-para pendeta. sambil menari-nari seperti burung yang mengepak-ngepakkan sayapnya: Bersih rumah. Memang kebiasaan alam Membikin baru semuanya. "Ya. kalian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar itu Musashi tertawa. oh. Ha. "Jangan seperti orang tolol. ia melanjutkan: Ya.id and dimhad. "Maka kupertimbangkan hal itu sebentar. burung gagak. ha!" Ada satu orang lagi yang senang bukan buatan." "Macam ini?" tanya Jotaro. para pejabat.com . Ia menyanyikan lagu populer karangannya sendiri. Kami bakar dedaunan. "Sini.

Kalau kamu mencontoh mereka dan mencoba mengikuti jalan yang sudah mereka tempuh. dan karena tak ada jalan untuk mengetahui kapan kita akan bertemu lagi. Sesaat Musashi hanya menatap tubuh yang makin menjauh itu.com . "Jadi.id and dimhad. sama sekali belum. "Apa tak ada yang Bapak lupakan?" Ia menepuknepuk pedangnya selagi mengatakan itu. syauqy_arr@yahoo. kamu tak akan hidup sampai umur tiga puluh. Selesai melakukan hal itu. macam itu. "Bapak belum memberikan petunjuk. Ambil yang banyak!" "Baik." Suara Nikkan tidak kedengaran lagi.co. karena itu aku tidak berhak bicara padamu tentang soal ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Pendeta tua itu sudah menghilang. "Tapi aku sendiri cenderung memiliki kesalahan yang sama. Kamu mesti mempelajari jalan yang ditempuh oleh Yagyu Sekishusai dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. tapi belum baik. Sekarang kalian berdua bisa jalan terus. Pikirkan itu. Nikkan mengatupkan kedua tangannya dan menyanyikan bagian dari Sutra Bunga Teratai. menengadah. yang selama itu memandang ke tanah dan tenggelam dalam pemikiran. 212 thanks to. ia menyatakan. kamu belum mengerti?" tanyanya. "Apa?" tanya Nikkan. Kemudian ia berikan batu-batu itu kembali pada anak itu dan ia perintahkan anak itu menyebarkannya di antara mayat-mayat. tapi suatu kesalahan besar kalau kamu menyangka Jalan Samurai itu hanya terdiri atas pameran kekuatan. Pak!" Anak itu mengumpulkan batu-batu.webng." Mulut Kepala Biara yang tak bergigi itu memperdengarkan tawa terbahak bahak yang terkenal itu. "Kamu sudah melaksanakan sesuatu hari ini. ia pun berangkat dengan kecepatan hebat. Aku kembali ke Nara. saya akan senang jika mendapat sedikit nasihat dari Bapak. tak dapat aku menyatakan kamu benar. Kalau kamu terus juga membanggakan dirimu dengan kekuatanmu." Musashi diam. "Bapak Pendeta!" panggilnya. sebelum Musashi sempat mengucapkan terima kasih atau membuat janji untuk bertemu lagi dengannya. kemudian tiba-tiba ia melesat mengejarnya. doa suci sekte Nichiren." Dan sama mendadaknya dengan waktu ia datang. kamu bisa mencapai kebenaran. pada tiap batu itu. seperti kebiasaannya. Nikkan duduk dan menuliskan kata-kata Namu Myoho Renge-kyo. dan putuskan sendiri bagaimana membawa diri nanti. "Doa itu akan melindungi mereka. Sementara Jotaro melakukan suruhannya. Musashi. Karena kamu masih muda. dan Yang Dipertuan Koizumi gurunya. Sekishusai dulu guruku. Hari-hari ini mudah sekali kamu terbunuh. "Satu satunya yang harus kuajarkan padamu adalah kamu terlalu kuat.

dan tidak memedulikan pula siapa yang waktu itu 213 thanks to. Airnya murni dan bersih. yang mengingatkan orang kepada benteng kuno. dan burung-burung bulbul menyanyi dari musim melelehnya salju sampai musim datangnya angin ribut berguntur. Suaranya sejernih kristal. Namun. Orang bilang air itu air ideal untuk membuat teh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 16. Ia menyebarkan kebudayaan di antara rakyatnya. Unsurunsur yang mengganggu tidak dibiarkan memasuki kehidupan masyarakat. dan sungai-sungai biasanya segar dan jernih. Ia tidak lagi memperlihatkan minat kepada pemerintahan setempat. syauqy_arr@yahoo. Gunung-gunung dalam jajaran Kasagi tidak kurang indahnya pada waktu senja dibandingkan pada waktu matahari terbit. Kembang prem Tsukigase tidak jauh turnbuhnya dari tempat itu. tetapi penduduk tempat itu sendiri menyebutnya Kambe Demesne. seperti jernihnya air sungai gunung. tak berapa jauh di belakang Wisma Utama. tapi kemudian jadi menonjol karena pertempuran. kemudian menjadi pembantu yang setia dan cakap. Tetapi tempat ini memang tempat kelahiran para pahlawan. para pegawai pun orang-orang bangsawan. Seorang penyair pernah menuliskan bahwa di tempat lahirnya seorang pahlawan. namun tidak cukup berpenduduk atau ramai untuk dapat disebut kota.com . Tentu saja ia dapat disebut Kampung Kasagi. dan sepanjang waktu siap melindungi wilayahnya dengan taruhan nyawa. sebuah puri yang menjadi lambang kemantapan pemerintah maupun pusat budaya daerah itu. Rakyat wilayah itu. Tak ada bukti yang lebih meyakinkan daripada para Yang Dipertuan Yagyu sendiri. Di sini orang tidak melihat tanda-tanda kekurangan atau kemerosotan moral yang ada hubungannya dengan samurai bebas.co. Kubu-kubu batu. Jika tak ada pahlawan dilahirkan di Lembah Yagyu. pegunungan. Di tengah masyarakat kecil itu berdiri Wisma Utama. bersamaan dengan itu. Tanah Perdikan Koyagyu LEMBAH Yagyu terletak di kaki Gunung Kasagi di sebelah timur Laut Nara. tempat itu merupakan wilayah kediaman masyarakat kecil yang sejahtera. Wilayah ini sama sekali tidak mirip dengan Nara. Di rumah besar itu.id and dimhad. Lingkungan itu sendiri memang tak kenal keburukan. Banyak di antara mereka yang asalnya petani. Yagyu Muneyoshi Sekishusai yang kini mengundurkan diri itu berdiam di sebuah rumah pegunungan kecil. Singkatnya tempat itu merupakan tanah perdikan yang damai dan diperintah dengan cara yang bagus. Di awal abad ketujuh belas.webng. Penguasa yang sekarang seorang tuan tanah desa yang baik. di mana kuil-kuil kuno yang ternama dalam sejarah dan kesusastraan rakyat dibiarkan telantar. maka kata-kata penyair itu kosong saja kiranya. hidup senang di sana semenjak abad kesepuluh. demikian juga nenek moyang Yang Dipertuan. Ia terlalu besar untuk dilukiskan sebagai kampung semata-mata. secara hati-hati ia menghindari keterlibatan serius dalam perang dan permusuhan antara tuan-tuan feodal di daerah-daerah lain. sebuah nama yang diwarisi dari zaman tanah perdikan. mengelilingi Wisma Utama.

kukira kau tak akan tertarik. "Mengagumkan. "Mengagumkan. "Betul. setidak-tidaknya untuk waktu yang sangat lama. sama dengan ketika ia yang mengurusnya. sementara matanya mengembara memandang panenan di ladang dan para petani yang sedang bekerja. juga pegawai-pegawai yang dapat dipercaya untuk membantu dan membimbing mereka. Ladang di sini juga hijau. banyak gadis muda kerja di ladang. "Apanya yang mengagumkan?" Baginya yang paling mengagumkan adalah kenapa Musashi berbicara sendiri. Dan dengar itu! Apa tidak kau dengar bunyi roda pemintalan? Bunyi itu seperti berasal dari tiap rumah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI memegang kekuasaan langsung. Dengan pakaian tidak resmi. dan hidup di sini normal. "Pohon? Di mana-mana ada pohon. Ia menginap di penginapan setempat dengan maksud bersantai sementara." "Lalu kenapa? Apanya yang lain?" "Pertama. Aku berani bertaruh yang dipertuan daerah ini kaya.id and dimhad.webng. di pegunungan ini banyak terdapat pohon. Itu berarti juga tidak pernah terjadi kelaparan. tapi di sini lain." "Hanya itu?" "Tidak." 214 thanks to." ulangnya beberapa kali. kan?" "Ya. sedangkan pedang dan senapan dalam gudang senjata tetap tergosok dan berada dalam keadaan sebaik-baiknya." Jotaro tertawa." "Rasanya tak ada yang istimewa. sedang pemuda dan pemudi tidak pergi ke tempat-tempat lain untuk mencari hidup yang tak menentu. Kawachi dan Izumi. baik fisik maupun mental. Akhirnya Jotaro bertanya. para petani tidak melihatnya dengan perasaan iri?" "Ada lagi?" "Seperti kaulihat. orang tua diperlakukan cukup hormat." keluh Jotaro. Selanjutnya ia dapat dengan bebas menganggap bahwa rakyat diperintah dengan sebaik-baiknya." kata Musashi. Dan apa tidak kau lihat bahwa kalau musafir lewat dengan pakaian yang baik. Ini berarti daerah ini makmur. dan gandum yang baru tumbuh itu diinjak-injak bawahnya baik-baik untuk menguatkan akarnya dan membikin baik tumbuhnya. dan belum pernah aku melihat tempat seperti ini. Di perjalanan ia telah menyaksikan barang-barang peninggalan zaman Kemmu. Semua pohon di Yagyu ini tua.co. aku sudah mengunjungi Provinsi Settsu. "Sejak meninggalkan Mimasaka. Ia punya sejumlah anak dan cucu yang terampil. Ini berarti tidak pernah terjadi perang di sini. syauqy_arr@yahoo. Anak-anak tumbuh sehat.com . Musashi datang ke daerah itu sekitar sepuluh hari sesudah terjadi pertempuran di Dataran Hannya. Betul. tidak ada pasukan musuh yang membakar atau menebangi hutan. Kyoto dan Nara. pada suatu hari ia keluar berjalan-jalan dengan Jotaro.

sekarang bisa terus mandi. "Dia pukul aku!" pekik Jotaro. Dari pakaian yang terlipat di lantai kamar tamu. "Kalau mau. hubungan mereka dengan yang dipertuan di wilayah mereka. tapi penginapan itu besar. dan tidak hanya memberikan jawaban setengah-setengah. Musashi mengetahui bahwa di bak mandi ada orang-orang lain. Ia harus mempelajari segala macam hal—geografi. Tanpa menantikan jawaban lagi ia mengatakan. Kakak mau melawan samurai dalam Keluarga Yagyu. kan?" "Berkelahi itu bukan satu-satunya dalam Seni Perang." jawab gadis itu. sebenarnya cuma gelandangan. Dia ingin mengetahui apa yang terjadi di dalam puri." Musashi sadar bahwa kuliah ini barangkali hanya sedikit artinya bagi Jotaro. Di tempat itu hanya terdapat sebuah penginapan. tapi ia merasa perlu bersikap jujur kepada anak itu. sepuluh atau dua belas kuda beban selalu siap tertambat di pohon dekat pintu masuk atau di bawah tepi atap depan. Ia tidak memperlihatkan ketidaksabaran mendengar banyaknya pertanyaan anak itu. maka selagi mereka berjalan itu ia terus memberikan jawaban-jawaban yang mengandung pemikiran dan serius. orang bisa menyangkanya anak lelaki.webng. sedangkan Jotaro yang merasa mendapat teman baru yang seumur dengannya lalu bertanya." "Lucu nama itu." Jotaro tertawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Dan lagi. tidak tahu nama sendiri. tidak hanya yang terjadi di luarnya. dia ingin pergi ke semua tempat yang dapat didatanginya dan mempelajari segala yang dapat dipelajarinya. "Apanya yang lucu?" tanya Kocha sambil meninju Jotaro. "Siapa namamu?" "Tidak tahu aku." "Kocha. "Gila kamu." Musashi berangkat ke kamar mandi. dan banyak di antara orang orang yang berziarah ke Kuil Joruriji atau Kasagidera itu menginap di situ. Pokoknya.com . irigasi. Ia menanggalkan pakaiannya dan membuka pintu masuk kamar mandi yang 215 thanks to. mereka pulang ke penginapan. Pembantu yang mengikuti mereka ke kamar bertanya. demikian Wisma Utama itu biasanya disebut orang. Pada malam hari.co. syauqy_arr@yahoo. ya?" Kalau tidak melihat obi merahnya. Kakak datang kemari bukan untuk mengagumi pemandangan. "Sudah jalan-jalan. Jalan di situ bagian dari jalan raya Iga. perasaan rakyat. Sesudah mereka melihat apa-apa yang bisa dilihat di bagian luar Puri Koyagyu. Orang-orang yang berpikir demikian dan sudah puas hanya karena bisa makan dan punya tempat untuk tidur. Seorang pelajar yang serius jauh lebih berkepentingan melatih pikirannya dan mendisiplinkan semangatnya daripada sekadar mengembangkan keterampilan perang.id and dimhad. tingkah laku dan adat kebiasaan mereka. dan sesudah melihat dengan saksama segala sesuatu di sekitar lembah itu. karena ia mengenakan celana pendaki gunung.

Mereka membasuh diri di luar kolam. Entah karena apa.com . Sekishusai sudah mengundurkan diri dan tak pernah lagi bertarung. ketika Kempo menjadi guru para shogun. mereka berhenti bicara. justru karena ini Sekishusai tidak membiarkan anak Kempo pergi tanpa menjawab suratnya. karena cara bicaranya halus dan berbau kota. Kulit punggung mereka putih dan otot-otot mereka lentur. "Setidak-tidaknya dia cukup bijaksana dengan mengirim buah dan mengatakan dia berharap kita dapat menikmati persinggahan kita di sini. mereka mengirim surat pada Keluarga Yagyu. Bagaimana pendapatmu. aku bertemu dengan salah seorang Yoshioka. begitu tiba." "Menurut Shoda. Musashi masuk ke dalam bak mandi umum itu sambil melenguh nikmat." pikir Musashi sedih.webng. Ada tiga orang sedang berbicara dengan riangnya. bahwa ia memutuskan untuk "tidak ambil risiko". dan bahwa ia tidak 216 thanks to. Mengomentari sikap Sekishusai itu. Yang manakah? "Aku kurang beruntung dengan acara mandi rupanya. Berangsur-angsur mereka menyambung kembali percakapan yang terputus. hal itu mengejutkan ketiga orang lainnya. Tubuh yang tingginya 180-an sentimeter itu menyebabkan air panas melimpah. Salah seorang dari mereka tentunya Denshichiro. Tak sangsi lagi. betul demikian. "Siapa namanya—samurai dari Keluarga Yagyu itu?" "Kalau tak salah. dia memutuskan untuk tidak ambil risiko"." Yoshioka? Musashi mengangkat kepala dan membuka mata. Kalau dia tahu namaku Miyamoto. Yang jauh lebih mungkin adalah ketika dia mendengar anak kedua Keluarga Yoshioka menantangnya. Dari percakapan mereka diketahui. Agaknya mereka orang kota. tentunya dia tidak sebaik yang dikatakan orang. syauqy_arr@yahoo. Ia sudah mendengar bahwa Denshichiro sedang mengadakan perjalanan ke Ise sewaktu ia singgah di Perguruan Yoshioka. "Pertama. pemuda-pemuda kota tersebut mengatakan bahwa Sekishusai "bijaksana". Agaknya Sekishusai pernah punya hubungan dengan Yoshioka Kempo. Dia tentu sudah mendengar tentang apa yang terjadi di perguruannya. dia menyebut nama Shoda Kizaemon." "Kalau Yang Dipertuan Yagyu mengirim pegawai untuk menyampaikan penolakan bertanding.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI beruap. dan karena itu pula ia mengirimkan Shoda untuk melakukan kunjungan kehormatan ke penginapan. dulu Osugi menjebakku dengan mandi. yang waktu itu sudah menyandarkan kepala ke tepi kolam dan menutup mata. Seorang di antaranya langsung menatap Musashi. atau cuma mengarang-ngarang?" "Ah.co. Karenanya Musashi menyimpulkan ketiga orang itu sedang dalam perjalanan pulang ke Kyoto. pasti dia keluar dari pintu itu dan kembali seketika dengan pedang. kupikir tidak betul." Tapi ketiga orang itu tidak memperhatikannya.id and dimhad. tanpa pakaian sama sekali. tapi ketika melihat tubuh Musashi yang berotot. dulu. seakan-akan ada unsur asing telah menyerobot ke tengah mereka. dan sekarang.

memperbaiki segi-segi mereka yang lemah dan semakin kukuh kelebihannya. Kadang-kadang ia merasa pepatah itu dapat berlaku sebaliknya. dan mengguyur badan lagi dengan air panas. perbedaan itu hanyalah masa lalu. Dalam hal kemasyhuran dan nama baik. Namun demikian. di Koyagyu. Koyagyu menghasilkan Yagyu Muneyoshi. Sesudah mandi. "Kenapa kamu?" "Anak lelaki Tuan itu. yang terkenal di seluruh negeri karena keberaniannya. Di sana ia temukan Kocha yang tampak seperti anak lelaki itu sedang menangis. yang kegagahannya diakui oleh Ieyasu sendiri. Musashi merasa sedikit kasihan pada mereka. orang-orang Kyoto itu menyelesaikan mandi." "Memang enak. Gorozaemon dan Toshikatsu. Itulah pertama kali selama berminggu-minggu ia bermewah-mewah dengan pencuci rambut yang baik. di dasar sumur yang dalam. ' Bersama dengan berlalunya waktu. bagus!" Ketiga orang itu selesai mengeringkan diri dan pergi. enak. di tempat lain.co. dan anaknya Yang Dipertuan Munenori dari Tajima. "Uh. Anakanak muda manja dari Kyoto ini punya kesempatan melihat apa yang terjadi di pusat segala sesuatu dan mengetahui apa yang terjadi di mana-mana. Ia pindah ke sudut tempat disalurkannya air ke dalam kamar itu. dan mulailah ia menggosok kulit kepalanya. seorang guru besar dalam seni bela diri. mengikat rambut. dia pukul saya!" 217 thanks to. Ditanggalkannya ikat kepalanya. Mereka rupanya puas sekali dengan diri mereka. mereka bertiga rasanya tidak memiliki apa pun selain kefasihan bicara. Musashi mengeringkan badan.com . membasuh badan sepenuhnya.webng. Tetapi dalam hal kecakapan. jauh dari pusat politik dan ekonomi negeri. Sementara itu. Coba lihat. dan kembali ke kamarnya. Bagaimana kalau kita panggil gadis-gadis buat menuangkan sake kita?" "Gagasan bagus! Bagus.id and dimhad. ada seekor katak yang dengan mantap tumbuh makin lama makin besar dan kuat. yang tak dapat melihat apa yang terjadi di dunia luar. dan cucunya Hyogo Toshitoshi yang prestasi-prestasi luar biasanya menyebabkan ia dapat menduduki jabatan yang besar gajinya di bawah Jenderal Kato Kiyomasa dari Higo yang termasyhur. Denshichiro dan teman-temannya buta karena keangkuhan sendiri. tapi menurut Musashi mereka itu lucu. Hal itu mengingatkannya pada pepatah katak di dasar sumur. Berlawanan dengan apa yang sudah ia lihat di Puri Koyagyu dan keadaan penduduk daerah yang membikin iri hati itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mungkin "sebaik yang dikatakan orang". kemudian diambilnya segenggam tanah liat. Di sini. Ada juga anak-anak Muneyoshi yang lebih tua. Tetapi yang terjadi pada mereka adalah: selagi mereka mengawasi lautan terbuka luas. para samurai tegap berpuluh-puluh tahun lamanya menempuh kehidupan pedesaan yang sehat dengan mempertahankan nilai-nilai kuno. syauqy_arr@yahoo. Keluarga Yagyu belum setara Keluarga Yoshioka.

co." "Saya akan mandi di sungai besok pagi." Anak itu jadi semakin keras kepala. Walaupun bukan salah seorang daimyo penting. Saya tidak bilang begitu. "haruslah dengan orang yang kuat. Tak lama kemudian Kocha membawakan makan malam dengan baki. hal itu bisa. begitu.id and dimhad.com . kemungkinan saja. Ada manfaatnya membahayakan hidup ini. 218 thanks to." "Itu tak benar. Kak. syauqy_arr@yahoo. Musashi baru akan memakinya." pikir Musashi. Anaknya dinas di istana shogun. dari sudut yang lain. Mereka makan tanpa bicara." "Kamu bilang!" "Tuan. sekalipun ia sedang makan nasi. sementara gadis itu menyediakan makanan. "Kalau aku beradu senjata dengan seseorang. Tak ada gunanya mengikuti Jalan Pedang jika aku tak punya keberanian mencoba.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah." kata anak itu. "Ini merupakan ujian sejati." kata Musashi bohong. tapi kemungkinan. tapi saya katakan. Anak bandel ini tadi membual bahwa Tuan pemain pedang terbesar di negeri ini. merekalah yang mengendarai puncak waktu. Akhirnya anak itu tidak jadi mandi. Melihat kedudukannya yang rendah. Jotaro sudah memprotes. Bahkan ia menyukai watak Jotaro itu. "Tapi kamu begitu berkeringat. sesudah makin terbiasa dengan Musashi. karena ia punya pikiran seperti itu. saya tidak bilang Tuan atau yang lain itu lemah. untuk melihat apakah aku dapat mengalahkan Yagyu yang bernama besar itu. sampai bau. bohong!" teriak Jotaro marah. "Pergi mandi sana!" "Saya tak suka mandi!" "Aku juga tak suka. Memang tak boleh dia melakukan itu." Musashi tertawa. Jo!" katanya keras. "Si tolol ini bilang Kakak lemah. Yagyu pemilik puri. dan seluruh keluarganya mendalami tradisi kelas prajurit. Kuharap kamu memaafkan kami." pikir Musashi yang sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungan. karena Tuan sudah membunuh berlusin-lusin ronin di Dataran Hannya.webng. barangkali usaha ini terlalu berlebihan. di Jepang tak ada yang lebih baik bermain pedang daripada yang dipertuan daerah ini. ya. dan aku akan memarahinya. lalu dia mulai menampar pipi saya. tapi Musashi tidak begitu keberatan. "Oh. yang masih juga mendongkol. Di zaman baru yang sedang terbit ini. "Ya. Musashi sibuk memikirkan maksud pribadinya untuk menemui Sekishusai. Jotaro dan pelayan saling pandang." Musashi sadar bahwa kebanyakan orang akan langsung menertawakannya.

kemungkinan ia bertabrakan dengan Hideyoshi. ia mempertahankan penampilan dan tingkah laku samurai berpendidikan baik. Semenjak itu belum ada yang dapat mengubah tekadnya. ia mungkin menjadi korban Nobunaga. hak miliknya mungkin dicabut oleh Ieyasu sesudah Pertempuran Sekigahara. Sekishusai harus memiliki kekuatan dalam yang tidak dimiliki oleh samurai biasa pada zamannya. karena alasan-alasan pribadi ia memutuskan untuk meninggalkan peperangan. Bunga Peoni KEMULIAAN orang tua itu tumbuh bersama berlalunya waktu. Ia lebih suka tinggal di Yagyu.webng." Di antara peperangan yang tak terhitung jumlahnya. demi kepentingannya sendiri tanpa memikirkan kesopanan ataupun ketulusan—atau bahkan membantai sanak saudara sendiri yang mencampuri ambisi pribadi. "Keluarga Yagyu selamanya berumur panjang. Mereka semua cenderung berpihak pada seseorang di suatu hari dan secara tak kenal malu meninggalkannya pada hari berikutnya. hampir tak dapat dipercaya bahwa puri kecil ini berhasil tetap tegak secara lengkap. Pada zaman tidak menentu ini. maupun permohonan yang berulang-ulang dari Nobunaga dan Hideyoshi untuk menggabungkan diri dengan mereka. seperti beruang di dalam gua. "Aku sudah berbuat sebaikbaiknya dengan berkukuh pada tanah ini. Sekiranya ia menerima perlindungan Hideyoshi." demikian sering kali ia meyakinkan semua orang. Sungguhpun misalnya Sekishusai tidak dilahirkan dalam keluarga seperti itu. ketika para pemimpin bangkit dan jatuh begitu cepat. ia ambil bagian dalam beberapa perang besar. Ia menulikan telinga terhadap desakan shogun Ashikaga Yoshiaki.com . tetapi untuk dapat tetap tegak dalam zaman yang demikian bergolak. "Aku akan hidup sampai seratus tahun. syauqy_arr@yahoo. termasuk pemberontakan Miyoshi dan pertempuran-pertempuran yang menandai bangkit dan jatuhnya Keluarga Matsunaga dan Oda. jalan hidup dan terutama sikapnya setelah ia mencapai umur tua menyebabkan orang percaya bahwa ia akan dapat hidup sampai seratus tahun." demikian ia suka mengatakan. hingga sekarang ia tak lain dari menyerupai derek megah. Sekiranya ia dulu membantu Yoshiaki. Pada umur empat puluh tujuh. "Yang mati umur dua puluhan dan tiga puluhan biasanya terbunuh dalam pertempuran. Ketajaman pandangannya yang dikagumi orang banyak itu memang merupakan satu faktor kelebihan.co. 219 thanks to. Sekishusai sendiri percaya benar akan hal ini. Giginya masih lengkap dan matanya tajam luar biasa. Lainnya hidup sampai melebihi enam puluh tahun. Sementara itu. dan sekiranya ia dulu membantu Nobunaga. Sekishusai pernah mengatakan. namun ia menolak untuk terlibat dalam pertempuran yang sering terjadi pada pusat-pusat kekuasaan dan intrik itu. dan ia merawat tanahnya yang berpenghasilan lima belas ribu gantang itu demikian rupa hingga nanti ia dapat menyerahkannya pada keturunannya dalam keadaan baik.id and dimhad. Sekalipun ia hidup hampir dalam bayangan Kyoto dan Osaka." Ini tidak dibesar-besarkan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 17.

Sekishusai senang membuka-buka gulungan itu dan memeriksa isinya. syauqy_arr@yahoo.co. yang sering dinamakan dewa pelindung rumah tangga Yagyu. Sekishusai tak pernah lupa menghaturkan persembahan makanan bagi semua harta milik yang sangat berharga itu. 220 thanks to. Apabila Sekishusai memandang gambar-gambar itu. Sekishusai menolak kehormatan itu dengan alasan umur. tetapi ia pun alat untuk mengendalikan diri. Ia membawa serta anaknya yang kelima. semuanya hasil tangan Yang Dipertuan Koizumi sendiri. Menurut Sekishusai. Munenori.com . Ini dipelajarinya dari Yang Dipertuan Koizumi. Dalam ceruk kamar duduknya tergantung sajak yang ditulisnya sendiri. Itu perlindungan terakhirku.id and dimhad. Surat keterangan yang diberikan kepadanya oleh Yang Dipertuan Koizumi untuk membuktikan penguasaannya atas ilmu pedang Gaya Shinkage. Warisan yang dibawa Munenori ke Edo itu lebih dari sekadar kecakapan hebat dalam seni bela diri. dan cucunya Hyogo yang waktu itu baru berumur enam belas. mau tak mau Sekishusai merasa harus menerimanya dan keluar dari keterpencilan tenteram yang berpuluh tahun lamanya itu untuk melakukan kunjungan pertama ke istana shogun. Ieyasu tidak hanya membenarkan prajurit tua yang patut dimuliakan itu dalam hal pemilikan tanah. Aku hanya mengandalkan diri Pada Seni perang. dan minta Munenori ditunjuk menggantikannya. yang memungkinkan seorang pemimpin memerintah dengan bijaksana. Ketika diundang Ieyasu untuk mengunjungi Kyoto. Bahkan dalam masa pensiunnya pun. Gambar-gambar itu menunjukkan orang-orang yang sedang bertarung dan bermain pedang dalam segala posisi dan langkah yang mungkin.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak dapat berbuat seperti itu. tetapi memintanya menjadi guru dalam seni perang bagi Keluarga Tokugawa. Tidak henti-hentinya ia merasa kagum dapat menemukan betapa terampil gurunya memainkan kuas. selalu disimpan di sebuah rak kamar Sekishusai bersama empat jilid buku pegangan teknik militer yang dihadiahkan kepadanya oleh Yang Dipertuan. Bunyinya: Tak ada padaku cara cerdik Buat menempuh hidup. Namun ia belum meninggalkan Seni Perang itu sendiri." ujar Sekishusai dengan sederhananya. karena ayahnya juga menurunkan pengetahuan taraf tinggi dalam Seni Perang. yang berumur dua puluh empat tahun. Dan apa yang dikatakannya itu benar. buku pegangan itu berisi gambar-gambar ilustrasi. ia merasa para pemain pedang itu turun dari langit dan bergabung dengannya di rumah pegunungan yang kecil itu.webng. Ieyasu setuju. Pada ulang tahun meninggalnya Yang Dipertuan Koizumi. Seni Perang memang alat untuk memerintah rakyat. Di samping gambaran tentang teknik-teknik pedang tersembunyi Gaya Shinkage.

"Jalan ilmu pedang saya masih belum sempurna. dan mulailah ia bertanding tepat sesuai yang dikatakannya.id and dimhad. Anda masih muda. Sejak hari itu Sekishusai meninggalkan pendekatan congkak atas ilmu pedang. Ketika Yang Dipertuan Koizumi datang lagi berkunjung." Kemudian ia menghadiahi Sekishusai surat keterangan dan buku pegangan empat jilid itu." Tanpa berpanjang-panjang lagi ia pun menyerang dan mengalahkan Sekishusai untuk ketiga kalinya. saya akan melakukan ini. Hikida Bungoro dan Suzuki Ihaku waktu itu sedang mengembara mencari ahli seni perang. Tidak hanya dalam permainan suling ia amat menyenangkan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Yang Dipertuan Koizumi pertama kali datang ke Puri Koyagyu ketika Sekishusai berumur tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan tahun dan masih meluap-luap ambisi militernya. Dengan ini lahirlah Gaya Yagyu. Sekalipun ia mencintai hidup mengasingkan diri menurut ajaran Tao. Dalam pertandingan pertama Koizumi menyebutkan di mana ia akan menyerang. "Jangan." Kemudian ia memberi Sekishusai sebuah teka-teki Zen: "Apakah artinya main pedang tanpa pedang?" Bertahun-tahun lamanya Sekishusai merenungkannya. Sekishusai tinggal di rumah pegunungan karena ia tidak lagi menyukai puri yang mencolok dengan segala hiasannya yang rumit itu. Itulah permulaan hubungan mereka. Yang Dipertuan Koizumi tinggal di Koyagyu selama enam bulan. karena gadis itu penuh perhatian. Koizumi hanya mengatakan. dan pada suatu hari ia tiba di Hozoin. dan selama itu Sekishusai belajar sepenuh hati bak seorang yang baru mulai. Atas desakan kuat Sekishusai. "Oh. Pada gilirannya hal itu melahirkan cara hidup damai Sekishusai di umur tuanya.co. Itulah zaman ketika In'ei sering kali berkunjung ke Puri Koyagyu. Anda sudah menemukan kebenaran. pada hari ketiga Sekishusai memusatkan usahanya pada cara baru. dan akhirnya sampai pada jawaban yang memuaskan dirinya. sopan. Karena harga dirinya terluka. kemudian katanya. gadis itu juga menambahkan sentuhan 221 thanks to. syauqy_arr@yahoo. Sekishusai dan Koizumi melakukan pertandingan tiga hari berturut-turut. Yang Dipertuan Koizumi mengatakan. dan In'ei pun menyampaikan pada Sekishusai tentang tamu itu.com . meninjaunya dari segala penjuru. Yang Dipertuan bersama dua kemenakannya. dan menyarankan agar mereka bertanding. namun ia senang mendapat teman gadis yang dibawa Shoda Kizaemon untuk bermain suling baginya. dan tidak pernah mengganggu.webng. itu tak bisa. Melihat langkah baru itu. Ketika akhirnya mereka berpisah. Sekishusai menyambutnya dengan mata jernih tak terusik. Yang Dipertuan memperhatikannya dengan saksama sesaat lamanya. akan sia-sia saja. Kalau Anda melakukan itu. Hari kedua terjadi hal yang sama. dan Anda mesti mencoba mengusahakannya sampai sempurna. Kemudian diingatnya bahwa pada kesempatan itulah pertama kali ia melihat Seni Perang sejati.

Selagi Sekishusai dan Otsu bicara tentang susunan bunga. coba ajarkan padaku gaya sajak istana. diam-diam Kizaemon datang di pintu masuk rumah pegunungan itu dan memanggil Otsu. syauqy_arr@yahoo. "Apa betul Bapak menyusun bunga seperti menggunakan pedang?" "Ya. "Bapak tentunya pernah belajar keras merangkai bunga. semua itu cuma soal semangat." "Sama sekali tidak. Aku tidak menggunakan peraturanmisalnya bagaimana memilih bunga-bunga itu dengan ujung jari atau mencekiknya di leher." "Kenapa?" 222 thanks to. dan tak pernah aku belajar merangkai bunga atau upacara minum teh dengan pimpinan seorang guru. seakan-akan tak ada barang yang lebih dari itu di mana pun. yang tak terpikirkan oleh orang lain. gadis itu melakukan hal-hal kecil baginya. "Oh. "Tolong sampaikan kepada Yang Dipertuan. Otsu keluar dan mempersilakan Kizaemon masuk. dan karena semua itu hanya diawali oleh pertemuan kebetulan saja di jalan raya. Sambil mengatur letak terakhir bunga peoni tunggal yang dimasukkannya dalam jambangan buatan Iga. sama seperti waktu dipetik. bunyi sulingnya yang indah mengalun itu sering kali terdengar sampai ke puri.id and dimhad. Kini hampir sepanjang waktu ia mengenakan topi itu dan sangat menghargainya. Atau. tetapi ia selalu memintanya tinggal sedikit lebih lama.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kemudaan dan kewanitaan yang menyenangkan bagi rumah tangganya. "Bisa kau membuat sajak Jepang? Kalau bisa. tapi hidup di tempat terpencil ini. Sekishusai bertanya kepada Otsu.com . Lihat itu! Bungaku sama sekali tidak mati. tapi Kizaemon ragu-ragu. Man'yoshu memang bagus dan apik." "Cara yang kugunakan untuk bunga sama dengan cara untuk pedang. Pada malam-malam terang bulan." Otsu merasa orang tua yang cermat ini telah mengajarkan banyak hal yang perlu ia ketahui. ia merasa sangat beruntung. "Bagaimana pendapatmu? Apa susunan bungaku cukup hidup?" Otsu yang berdiri di belakang orang tua itu berkata." demikian katanya. Sekali-sekali gadis itu mengatakan hendak pergi dari situ.webng. ini namanya terbalik.co." katanya. Soalnya cuma bagaimana menunjukkan semangat sewajarnya-bagaimana membuatnya tampak hidup. Permainan suling gadis itu pun sangat menyenangkan hatinya. Mengerti tidak. Misalnya ia senang sekali ketika gadis itu membuatkannya topi kain kecil seperti yang biasa dipakai tukang teh. aku lebih suka mendengar sajaksajak sederhana tentang alam." Otsu tampak terkejut. Otsu tertawa." "Tapi kelihatannya Bapak pernah belajar. aku baru saja kembali dari menjalankan perintah." Sebagai gantinya. Aku bukan bangsawan Kyoto. "Akan kuajarkan padamu upacara minum teh.

Anak-anak orang terkenal itu biasanya terlalu tinggi menilai dirinya. Saya cuma orang luar yang diundang bermain suling." "Tidak." "Oh. Apa tidak lebih baik Tuan menghadap langsung kepada beliau daripada lewat saya?" "Kukira pendapatmu itu betul. kamu sudah kembali?" tanya Sekishusai." Kizaemon senang dengan perubahan yang terjadi di situ. dia punya hak untuk tidak ditolak masuk sini. karena itu dia mendesakkan terus tantangannya. dan tidak ada orang sama sekali di sini?" "Sudah. Sudahlah.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tuan kan abdi utama di sini.. Ia melihat Otsu sangat disukai tuannya. mereka akan datang besok. Lagi pula. syauqy_arr@yahoo." "Yang ada di Wataya itu Denshichiro. Tuan jauh lebih dekat kepada beliau daripada saya.co. berpikir seperti itu saja pun jangan." "Saya tak tahu apa.webng. sampaikan kepada beliau. Dari sudut pandang kita. "Apa sudah kamu jelaskan bahwa Munenori ada di Edo. karena mereka telah datang di Yagyu ini. kamu mesti mengerti 223 thanks to. aku heran kalau dia mengesankan. Saya sudah mendatangi mereka dan menyampaikan surat dan buah itu kepada mereka. Kalau kamu hendak mengalahkannya. "Apa mereka sudah pergi?" "Belum. mengenakan topi kain buatan Otsu. tapi di rumah kecil ini kamu orang khusus. Orang muda itu rupanya menyangka karena dia anak Kempo. Hyogo di Kumamoto. barangkali saya sendiri yang akan melayani. kami bertemu dia dua-tiga kali dan minum sake bersama-sama. Kelihatannya keluarga itu merosot terus sejak itu. Kizaemon mendapati orang tua itu di kamar teh. Kalau dia memang ingin sekali datang. seorang utusan datang dari penginapan." "Lancang benar orang tak tahu adat itu! Kenapa pula mereka begitu mengganggu?" Sekishusai tampak jengkel sekali. tak hendak mereka pergi sebelum melihat dojo. Sudah kukirim orang." "Denshichiro ini rupanya terlalu percaya diri. "Ya." "Tampaknya anak-anak Yoshioka itu memang tak becus seperti yang dikatakan orang. seperti Tuan perintahkan. Ketika aku pergi ke Kyoto bersama Yang Dipertuan Koizumi.. mereka itu cenderung mencoba dan memutar balik segala sesuatu untuk keuntungan sendiri. mereka tetap saja memaksa.com . kemudian membiarkannya pergi membawa kekalahan. tak ada artinya menerima tantangannya. "Jadi. menyatakan tak bisa menerima mereka." "Aku benci orang seperti itu. membawa surat. Bagi saya dia memang tidak mengesankan. Kalau mungkin. Isinya. Hampir seketika itu juga Otsu kembali untuk mengatakan bahwa Sekishusai minta Kizaemon masuk. Ayahnya memang orang yang punya watak. Begitu saya kembali di sini. Mereka juga mengatakan ingin bertemu dengan Tuan dan menyatakan hormat mereka.

karena dalam waktu yang singkat di sana itu Otsu sudah cukup dikenal oleh rakyat setempat. syauqy_arr@yahoo. Kuda-kuda yang dulu biasa saya naiki di Mimasaka masih liar. kamu pergi." "Tak apa-apa?" "Tentu saja tidak. kerudung cokelatnya yang kemerahan mengapung tertiup angin di belakangnya. disertai sekuntum bunga peoni seperti yang ia susun dalam jambangan. disuruh Tuan. seperti surat yang ditulis seorang ahli upacara minum teh. tapi tak ingin aku membebani Munenori atau Hyogo dengan hal seperti itu. tak ada persoalan." "Baik. hubungan mereka dengan Sekishusai jauh lebih bersahabat daripada yang biasa terjadi antara tuan tanah dan para petani. dan menyerahkannya kepada Otsu. apa yang hendak kita lakukan?" "Yang terbaik adalah kalau kita mencoba meredakan hatinya dan membuatnya merasa bahwa dia diperlakukan sesuai perlakuan terhadap anak satu keluarga besar. Besok pagi saja." "Saya temani?" "Tak usah. Saya suka kuda. "Kupikir perempuan lebih baik. Sesampai di Wataya. Tukang kuda yang sedang sibuk bersih-bersih bertanya. namun perempuan-perempuan kelas atas dan menengah di daerah masih menghargainya. Walaupun kerudung sudah tidak model lagi di Kyoto. dengan sebelah tangan ia memegang surat dan bunga peoni yang sudah sedikit layu.co." kata Otsu. atau hampir-hampir liar. "Mau menginap?" 224 thanks to. dan dengan tangan lain mengendalikan kuda dengan terampilnya. Otsu meminjam kuda. "Oh. saya harus pergi ke Wataya." Sambil mengalihkan pandangan kepada Otsu. Para petani dan pekerja di ladang melambaikan tangan kepadanya. "Apa saya mesti pergi sekarang?" "Tidak." Pagi berikutnya Otsu mengenakan kerudung panjang. Ia dapat mengendarai kuda dengan baik. Di kandang kuda yang terletak di pekarangan luar puri itu. Kekaguman serta rasa hormat kepadanya pun menjalar kepada Otsu. Otsu kemungkinan orang yang tepat untuk itu.webng. Tentang diriku. "Berikan ini padanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI bahwa dia pasti akan mencoba menghancurkan nama baik kita di Kyoto. Para petani di situ semuanya tahu bahwa seorang perempuan muda yang cantik datang untuk bermain suling bagi tuannya. "Selamat datang!" kata Kocha menyambutnya." Sekishusai cepat menulis sepucuk surat sederhana. Memang. tak usah buru-buru." "Kalau begitu. ia melanjutkan.id and dimhad. Mari kita lihat apa jawabnya.com . ya?" "Ya. bahkan juga di lapisan masyarakat yang lebih tinggi." Ketika Otsu berkuda. dan katakan kamu datang mewakili aku karena aku sedang pilek. Otsu turun dan menambatkan kudanya ke pohon di halaman. Barangkali keliru mengirim orang lelaki untuk bertemu dengannya.

mereka menyangka utusan itu adalah orang yang datang hari sebelumnya. silakan masuk." "Ah. karena malam harinya mereka minum sampai larut." Dengan wajah amat menyesal mereka meluruskan kimono dan duduk baik-baik. syauqy_arr@yahoo. Saya kirimkan bunga ini lewat tangan sekuntum bunga pula. karena telah mengirimkan salam lewat surat dan bukannya menjumpai Anda sendiri. ya. dengan harapan bahwa Anda akan menerima maaf saya. Mudah-mudahan Anda dapat tersenyum maklum kepada orang tua ini. Dia masih di sini. "Hanya ini?" tanyanya. mereka pun terkejut. sampai kemudian ia mengikuti Kocha dan menghilang dari pandangan. "Silakan masuk.. dan keelokannya yang anggun dan jarang ditemui orang di pedesaan. karena tak ada orang lain di sana kecuali prajurit-prajurit yang tak kenal enaknya teh. Bunyinya: Maafkan saya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak. "Tidak. sambil meletakkan surat dan bunga peoni itu di hadapan Denshichiro.co. beliau merasa suguhan teh akan 225 thanks to. saya baca. tapi sayang sekali saya sedang sedikit pilek." Ia membaca gulungan yang tidak lebih dari sekaki panjangnya itu." Dalam waktu singkat selama ditinggalkan Kocha itu." kata Otsu sederhana. Denshichiro mendengus jijik dan menggulung surat itu. beliau ragu-ragu mengundang Anda datang ke rumah. yang waktu itu sibuk mengenakan legging dan sandal serta mengikatkan bawaannya ke punggung. Melihat Otsu membawa bunga peoni putih. maaf. Otsu telah membikin suasana jadi sedikit hiruk di antara para musafir. Surat ditulis dengan tinta tipis dan menyebarkan sedikit bau teh. membuat para tamu yang hendak pergi berbisik-bisik dan menatapnya dengan penuh perhatian.id and dimhad. "Oh. ini suratnya? Ya. "Saya persilakan membaca surat ini sekarang juga.. meskipun ingin minum teh dengan Anda. bersimpuh sedikit kaku. Ketika disampaikan kepada mereka bahwa seorang utusan telah datang dari puri. Tubuh saya yang sudah sangat tua ini kini berada di luar kehidupan sehari-hari. bukan?" "Silakan tunggu sebentar. Saya sangsi akan memperlihatkan muka." "Saya datang kemari diutus oleh Yang Dipertuan Puri Koyagyu.webng. Denshichiro dan teman-temannya baru saja bangun. Saya pikir sekuntum bunga peoni yang putih bersih akan lebih menyenangkan bagi Anda daripada hidung ingusan seorang tua.com . beliau juga mengatakan. saya datang dari Puri Koyagyu membawa surat untuk Yoshioka Denshichiro. Kamarnya berantakan. Karena Munenori berada di Edo. "Siapa itu?" tanya seorang. "Menurutmu siapa yang akan dia temui?" Kecantikan Otsu.

" Dengan sikap muak yang tampak jelas sekali. cepat sekali. "Kalau benar penangkapan saya. Dipandangnya lantai hitam mengkilat yang menuju kamar tinggal Musashi. sudah selesai urusan saya.” “Ya. Karena marah. Otsu meninggalkan tempat itu dengan berat. dan kini beliau punya kebiasaan mengungkapkan banyak buah pikirannya dengan istilah-istilah upacara minum teh. dan menyampaikan kepada Anda pula bahwa beliau berharap bertemu dengan Anda pada kesempatan lain nanti. 226 thanks to. “Apa itu bunga peoni? Saya baru tahu ada yang putih warnanya. kami tak tahu apa-apa tentang teh." Dan dikembalikannya bunga peoni itu kepada Otsu. Sekishusai mengira yang kami inginkan adalah menyaksikan indahnya upacara minum teh." "Beliau mengerti benar soal itu. Otsu tertawa pelan sendiri. tak ada gunanya mendesaknya menerima hadiah itu. sehingga bisa menimbulkan tawa di bibir orang-orang ibu kota kekaisaran. ha!" ucap Denshichiro seraya memperlihatkan wajah curiga.webng. Dengan janji akan menyampaikan pesan itu.” ”Oh. "Yah. Maksud kami sebenarnya adalah menanyakan secara pribadi kesehatan Sekishusai dan membujuk beliau untuk memberikan pelajaran ilmu pedang pada kami. Ini dari halaman puri. “Ya. "Anda tak suka ini? Beliau merasa bunga ini akan menggembirakan dalam perjalanan. ia bertanya. Terus terang saja. ya?” Melihat tangan Otsu. tentu saja. karena kami berasal dari keluarga samurai. Tolong sampaikan pada beliau. seberat kalau ia mesti membuka perban dari luka yang terbuka.com . bahwa kalau kami datang lagi nanti. "Aneh! Sampaikan pada beliau. beliau tidak memberikan pada kami pilihan lain kecuali menerima. “Mau pulang?” tanyanya. kemudian dengan wajah masam ia berkata. Denshichiro menjawab." "Beliau maksudkan ini sebagai tanda mata?" Denshichiro menundukkan mata seakan-akan terhina.” kata Kocha sambil mengulurkan tangan. tuan-tuan rumah itu hampir tidak melihat kepergian Otsu. kami ingin bertemu dengan beliau. Boleh ambil kalau kamu suka. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terasa kasar. Tapi beliau sekarang sedang menghabiskan umur tuanya dengan menyendiri. lalu ia membelok ke jurusan lain.co. Kocha keluar dari kamar Musashi dan berlari mengejarnya. Begitu sampai di lorong rumah." "Ha. atau kalau Anda naik kuda. demikian kesimpulan Otsu. menggantungkannya di sadel. mau.id and dimhad. Beliau mengatakan Anda dapat menggantungkannya di sudut joli Anda. kami punya peoni sendiri di Kyoto!" Kalau memang demikian perasaannya. Beliau minta saya menyampaikan maaf kepada Anda.” “Oh.

co. Ia tampak tenggelam sepenuhnya di situ. Belum lagi sadar akan apa yang terjadi. Tanpa mencoba menghibur gadis yang ketakutan itu. Musashi memungut potongan batang bunga yang telah diirisnya dan mulai membandingkan ujungnya dengan ujung yang lain. Kocha membawa bunga itu dan menyampaikannya kepada Musashi.” kata Musashi. “Tuan suka bunga?” tanya Kocha ketika masuk. bagus ini. Ia memandang ke arah puri dan berpikir keras tentang tujuannya: bagaimana caranya agar. Kepalanya miring terkejut. kamu saja. biar kupotong. mengalahkannya dengan pedang. dan memasukkan kembali pedang ke dalam sarungnya. akan tampak pantas.” “Tidak. saya akan ambil air.webng. Sungguh ajaib.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sesudah berpisah dengan Otsu.com . Kocha meletakkan jambangan dalam ceruk kamar dan mencoba memasukkan bunga itu ke dalamnya. tapi kurang berhasil. karena dalam sekejap mata Musashi sudah menghunus pedang pendeknya. ia minta maaf dan membelai-belai kepalanya. “Hmm.” “Tuan suka?” “Ya. peoni putih. Musashi duduk di jendela sambil bertopang dagu. Lebih baik menyusunnya tanpa berpikir bagaimana jadinya. Kocha pergi ke petak pembantu dan memperlihatkan bunga itu pada semua orang di sana. Bagi Kocha. 227 thanks to. “Bawa kemari. “Batangnya terlalu panjang. memekik keras.” “Baik. syauqy_arr@yahoo.” “Betul? Kenapa tidak kamu masukkan jambangan di sana itu?” “Saya tak bisa menyusun bunga. kilas baja dan bunyi pedang yang mendetak masuk kembali ke dalam sarungnya itu seakan-akan terjadi serentak. ia dapat bertemu dengan Sekishusai. dengan kecewa ia kembali ke kamar Musashi.” “Ini namanya peoni. Secara kebetulan mata Musashi tertuju pada pangkal batang peoni yang terpapas. ia sudah melepaskan bunga itu dan mencucurkan air mata. pertama. walaupun belum dapat ia memastikan apa gerangan yang memikat perhatiannya itu. dan kedua. Minat yang hanya sambil lalu itu telah berubah menjadi pemikiran asyik ketika Kocha kembali. memotong pangkal bunga yang ada di antara kedua tangan Kocha. Tuan saja yang menyusun.id and dimhad. Nanti kalau kamu dirikan. Karena tak seorang pun mengaguminya. Akhirnya. ketika melihat gadis yang kebingungan itu.” kata Kocha sambil membawa jambangan itu keluar. “Bunga?” Dan ditunjukkannya bunga peoni itu.

Sekalipun ia sendiri baru saja mencoba meniru potongan itu dengan pedangnya. orangorang Yagyu itu lawan yang layak. Aku toh sudah memutuskan bersedia menghadapi apa pun." Sementara duduk memanas-manaskan keberaniannya." "Siapa yang memberi?" "Orang dari puri. Ia yakin potongan yang pertama tidak dibuat dengan gunting atau pisau. waktu kedua ujung potongan itu dibandingkan. Tapi bagaimana ia bisa melakukannya? Biarpun seorang siswa sudah datang di ambang pintunya dan memperkenalkan diri baik-baik." "Begini?" "Ya. Kalau kubelikan kamu kue nanti. termasuk mati." "Maaf aku sudah bikin kamu takut tadi. "Aku sama sekali belum siap. maka taraf Keluarga Yagyu tentunya lebih tinggi lagi daripada yang kuduga. siapa yang memotong bunga ini?" "Tidak. Lalu kamu pikir bunga itu dari puri?" "Ya." Namun selangkah demi selangkah ia pulih kembali dari perasaan itu. seorang perempuan muda." Sebenarnya Kocha menyukai Musashi. dia yang mengatakan. segera ia sadar bahwa potongan yang dilakukannya masih kalah jauh. Bunga ini pemberian orang. bukanlah orang biasa. Perbedaannya seperti patung Budha hasil ukiran ahli dan patung buatan tukang kebanyakan saja. Musashi jauh lebih terpesona oleh potongan batang bunga yang delapan inci panjangnya itu daripada oleh bunga di ceruk kamar. dan hanya hantaman yang sangat mantap saja dapat membuat irisan yang demikian bersih. tapi kilasan pedangnya itu membikin tubuhnya dingin sampai ke tulang sumsum. bunga sudah bisa disusun sekarang. Pemilik 228 thanks to." "Salah seorang samurai itu?" "Tidak." Dan tiba-tiba saja keyakinan dirinya buyar. mau kamu memaafkan aku? Biar bagaimana. Ia bertanya pada diri sendiri. "Bagaimanapun. Coba masukkan dalam jambangan. "Jika seorang samurai yang bekerja di kebun puri dapat melakukan potongan seperti itu.com .webng. ia bertanya." "Mm.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Selesai membujuk gadis itu agar tidak menangis lagi. "Kamu tahu. Ia meninggalkan kamar itu dan tak ingin kembali sampai tugas benarbenar memaksanya. Batang bunga peoni itu lentur dan luwes. apa gerangan makna yang tersembunyi di situ.id and dimhad. bagus itu. Kalaupun aku kalah nanti. ia merasa dirinya jadi tambah bersemangat. Siapa pun yang telah melakukannya.co. syauqy_arr@yahoo. belum tentu Sekishusai setuju bertanding. maka potongan itu hanya mungkin dilakukan dengan pedang. aku dapat menjatuhkan diri ke kaki mereka dan menerima kekalahan dengan keanggunan.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI penginapan itu cukup banyak bercerita." "Bukan berenang. Sekali lagi ia mencoba mencari jalan untuk memperoleh izin masuk puri. Dan karena Munenori maupun Hyogo tak ada di rumah." "Sayang sekali Kakak tidak bertemu kami. Jotaro telanjang bulat. kan? Lalu kenapa pakaianmu kamu tanggalkan?" "Mana mungkin saya terjun ke sungai dengan pakaian lengkap?" "Sungai? Tapi air sungai tentunya sedang membeku sekarang. "Anda kan Kakak yang main suling itu. betul. "Anak kecil yang menangis di jalan raya Yamato itu. Orang di sini bisa tertawa mendengar orang berenang musim begini. sekadar untuk memenuhi keingintahuannya." "O ya. dengan guru saya. aku baru dari sana. tak ada lagi yang mesti ditantang kecuali Sekishusai sendiri. karena itu saya ke sungai. Memandang wajah Otsu dalam mata pikirannya itu menenangkan semangatnya dan menyejukkan sarafnya. dan kelihatan olehnya seorang anak muncul dari rumpun pohon di kaki sebuah batu karang. Rambutnya basah dan pakaiannya digulung bulat terkepit di ketiaknya." "Lho.com . Aku sedang disuruh. Guru saya bilang. Ia menoleh. saya mandi. "Kamu!" seru Otsu." 229 thanks to. kemudian langsung memandang Otsu. ia berkata. keringat saya bau. karena secara tak sadar ia diingatkan oleh bunga itu.webng." "Sendiri?" "Tidak. Apa Kakak masih tinggal di sini?" Ia memandang kuda Otsu dengan sikap tak suka. Bagaimana kalau kembali lagi dengan saya sekarang?" "Tak bisa sekarang.co. ketika tiba-tiba didengarnya pekikan parau di belakangnya. tapi karena anak-anak di wilayah itu terlampau pemalu untuk menyapa seorang perempuan muda seperti dirinya. Anak itu jelas datang untuk menemui Otsu. Otsu sendiri sedang dalam perjalanan pulang ke Puri Koyagyu. Tanpa malu." "Menangis? Saya tidak menangis!" "Ya sudahlah." Otsu mendecap. "Di mana kamu tinggal?" "Di Wataya. sebelum akhirnya memalingkan muka karena malu. Sudah berapa lama kamu di sini?" "Baru kemarin datang. walaupun telanjang. syauqy_arr@yahoo. Pandangan matanya kembali ke bunga di dalam ceruk kamar. maka Otsu sengaja menghentikan kudanya. Kamu bilang sedang belajar seni pedang.id and dimhad. Mulailah terbentuk di hadapan matanya bayangan seseorang.

Senyuman masih tampak pada wajahnya ketika ia mengendarai kudanya melewati gerbang puri. "Ya. dan Sekishusai mengangguk setuju. dengan tekad!" demikian Shoda Kizaemon meraungkan perintah-perintah marah kepada dua pemain pedang yang bercita-cita tinggi. Bangunan itu pun cukup luas untuk dipakai sebagai barak para samurai di masa perang. "Apa bunga peoni itu kamu buang?" Otsu menjelaskan bahwa bunga itu telah ia berikan kepada pembantu di penginapan. Jadi. Balok kekar yang dipergunakan untuk membangunnya memberikan kesan tak terhancurkan. mereka marah! Bagus! Biar mereka marah. "Yang enteng! Bukan dengan ujung pedang! Dengan tekad. datanglah ke tempatku di puri sekali-sekali." "Dia tidak memeriksanya atau mengatakan sesuatu tentangnya?" "Tidak. selamat berpisah!" kata Jotaro dan terus membalik untuk pergi." "Dia tidak melihat batangnya?" "Setahu saya tidak. Tak ada gunanya dia ditemui. Shoda Kizaemon duduk di podium yang ditinggikan sedikit dan mengenakan jubah dalam dan hakama. boleh.co. memang sudah benar aku menolak bertemu dengan dia." Dojo Yagyu dapat dengan tepat dilukiskan: megah. Sekishusai tertawa. "Jotaro. "Oh. Dojo itu terletak di pekarangan luar puri. tapi katanya. tak mau saya ke sana. "Sekali lagi! Tadi itu salah sama sekali!" 230 thanks to." Sejenak kemudian.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau begitu. Kilau kayu yang terbentuk bertahun-tahun lamanya itu mencerminkan kekerasan orang orang yang telah memperoleh latihan di situ.webng. Ketika dia membaca surat itu. "Apa anak Yoshioka itu memegang bunga itu dan melihatnya?" tanyanya. Keluarga Yoshioka itu boleh dikatakan sudah berakhir dengan matinya Kempo. ia pergi melapor ke Sekishusai. dan dibangun kembali kira-kira waktu Sekishusai berumur empat puluh tahun. "Jadi. "Ya." "Apa boleh saya datang?" Baru saja Otsu mengucapkan kata-kata itu. kalau begitu pendapat Kakak." Otsu merasa lega." "Lalu?" "Dia cuma mengembalikannya pada saya. katanya.com ." "Kalau begitu. syauqy_arr@yahoo. Sesudah mengembalikan kudanya ke kandang.id and dimhad. Saya tak suka tempat-tempat yang orangnya cerewet. ia sudah menyayangkannya. seakan-akan teringat sesuatu. Tak ada yang bisa mereka perbuat dengan itu. ia bertanya. tapi jangan sampai kamu tampil seperti sekarang ini.

dan orang-orang yang kini bekerja pada Yagyu adalah hasil saringan yang sangat cermat.co. yang walaupun dipekerjakan sebagai penjaga gudang. namun kedua orang itu memilih tinggal di Yagyu. para pemula tidak diizinkan menggunakan pedang kayu. Langkah langkah diambil. Tongkat itu berupa kantong kulit panjang tipis yang diisi belahan-belahan bambu. Prajurit biasa dan tukang kuda pun orang-orang yang sudah lanjut dalam mempelajari seni pedang. meskipun keuntungan materilnya lebih kecil. dan tidak ada peraturan yang melarang melabrak orang yang sudah jatuh. Para pendatang baru jarang bertahan lama. Karena itu. Kebiasaan yang berlaku di sini adalah tidak membiarkan orang meninggalkan tempat sebelum la hampir roboh. namun terus juga beradu. "Ya. Tidak ada batasan mengenai bagian tubuh mana yang dapat diserang oleh petarung.webng. Sebetulnya benda itu tongkat kulit tak bergagang dan tak berpelindung tangan. Debuchi Magobei.id and dimhad. Di bawah pengawasan Sekishusai sendiri ia kemudian mempelajari rahasia-rahasia Gaya Yagyu. terus begitu! Terus macam itu! Sama dengan yang tadi!" demikian Kizaemon mendorong para siswanya. Yang Dipertuan Echizen telah mencoba membujuk Debuchi untuk bekerja padanya. Semua itu ditambahnya dengan beberapa teknik pribadinya sendiri. Sebagai gantinya. Tongkat ini kurang berbahaya dibandingkan dengan pedang kayu. yang sekalipun sudah setengah sadar dan mandi keringat. 231 thanks to. rata-rata samurai tahu bahwa bekerja pada Keluarga Yagyu bukanlah sesuatu yang mesti diterima enteng. dan keduanya bertemu lagi seperti api dengan api. dan dijadikan sasaran caci-maki yang tidak sedikit. Para pemula diajar sangat keras. "A-o-o-oh!" "Y-a-a-ah!" Di Yagyu. syauqy_arr@yahoo. mempelajari seni pedang sejak kanakkanak dan dapat menggunakan sebuah senjata yang perkasa. seorang pejabat lain yang relative tak penting. senjata disiapkan.com . Shoda Kizaemon adalah pemain pedang yang sudah jadi dan telah menguasai Gaya Shinkage pada umur sangat muda. tidak pernah dipuji. Lagi pula. Tak perlu disebutkan lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sasaran cacian Kizaemon itu dua samurai Yagyu. namun masih dapat menghilangkan telinga atau mengubah hidung menjadi buah delima. Merobohkan lawan dengan memukul kakinya mendatar diperbolehkan. para samurai Yagyu belum diakui sebagai pemain pedang sebelum mereka membuktikan kesanggupannya menempuh cara hidup yang tak kenal ampun. juga seorang ahli seperti halnya Murata Yozo. Keluarga Yagyu yang kini mencapai puncak peruntungan itu sudah menghasilkan jajaran pemain pedang besar yang kelihatannya tanpa henti. dan kini ia dapat bicara dengan bangga tentang "Gaya Shoda Sejati". dan Keluarga Tokugawa dari Kii telah mencoba memikat Murata pergi dari situ. Pelatih kuda Yagyu. Kimura Sukekuro. kabarnya lawan tangguh Hyogo. mereka menggunakan tongkat yang dibuat khusus untuk Gaya Shinkage.

Ada papan nama tergantung di bangunan itu. kan?" "Silakan Tuan lihat suratnya. dan untuk kepentingan semua pengikut yang akan menempuh Jalan Pedang. "Apa kerjamu dalam puri ini?" tanya Kizaemon tajam.webng. kalau Tuan bisa baca. "Halo!" seru Jotaro dengan seramah-ramahnya. Tapi aku kasihan padamu. silakan baca. karena itu akan kusebutkan padamu apa isi surat itu. Ia rupanya terkejut melihat Jotaro yang berjalan mengikuti samurai. karena aku sudah tahu isinya. syauqy_arr@yahoo.co. Kalau murid datang ke rumah ini. "Orang di pintu gerbang yang membawa saya masuk. dia murid yang mengembara itu. ingin walaupun hanya sesaat bersenang-senang di bawah bayangan guru terbesar di negeri ini." Mata Jotaro membundar.com . Kizaemon bertanya." Ia berhenti bicara.id and dimhad. yang di sana itu!" seru Kizaemon pada seorang pengawal yang lewat di luar. dia masuk lewat gerbang utama. anak bandel yang pintar sekali kamu. Baik? Isinya. jangan sampai dikatakan Keluarga Yagyu dengan darah dingin menolak orang-orang yang datang bertamu kepada mereka." "Maksudmu." "Tapi saya datang bukan buat bermain. 232 thanks to. penulis ingin diizinkan melihat dojo yang sangat indah di sini. Tuan." "Biar begitu. Saya bawa surat dari guru saya. apa tidak lebih sopan kalau membacanya?" "Murid di tempat ini meruap seperti nyamuk dan belatung. jadi tak perlu aku membacanya. Sebabnya aku tak perlu membaca surat itu. takkan dapat aku melakukan yang lain. Kukira itulah kira-kira isi surat itu." "Tak perlu. "Minta kepada penjaga di sana supaya menjelaskan padamu semuanya." "Kenapa? Apa Tuan tak bisa baca?" Kizaemon mendengus. "Apa itu isi surat ini?" "Ya. kemudian melanjutkan." jawab Jotaro sesuai dengan kenyataannya. seakan-akan sudah terlatih mengucapkan pidatonya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei. dia akan sangat berterima kasih mendapat pelajaran di sini. "Nah. "Kenapa kamu bawa dia kemari?" "Dia bilang mau bertemu Tuan. "Betul begitu?" Kemudian kepada pengawal." "Ini bukan tempat main. Nak!" "Ya." "Dari gurumu? Kamu pernah bilang. Pergi kamu dari sini. kan? Biar begitu. kamu bawa anak ini kemari atas kehendak dia sendiri? Hei. lalu terus ke gerbang tengah yang di sebelah kanannya ada bangunan yang namanya Shin'indo. Kalau kusediakan waktu buat berlaku sopan pada mereka semua." "Oh.

dan dengan diam ia baca pesan Musashi. yang mesti kamu lakukan adalah memberikan surat itu kepada pengurus di Shin'indo—mengerti?" "Tidak!" kata Jotaro. Kizaemon memeriksa kedua ujung batang itu. Persoalan ini bisa saja kelihatan remeh. kamu dapat berbuat sama dengan pedangmu. dia bebas untuk beristirahat sebentar. saya merasa mendapatkan suatu semangat khusus darinya. la menggelengkan kepala dan mengangkat bahu kanannya sedikit." Kizaemon melepaskan meterai surat itu. kalau begitu Tuan lihatlah surat ini. Kita harapkan. kalau kamu besar nanti. dan ketika ia memeriksa batang bunga itu. syauqy_arr@yahoo. kan?" "Kamu pintar sekali menggunakan lidahmu. Ia tidak sepenuhnya dapat memahami makna surat Musashi. "Tidak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kalau murid itu minta kepada pengurus di sana. ia melihat bahwa potongan bunga itu dibuat oleh "orang yang bukan orang biasa". "Aku kagum dengan tekadmu untuk tidak membiarkan pesan gurumu tak disampaikan." "Nah. Aku akan membacanya. Surat itu menjelaskan bahwa pelayan penginapan telah memberikan kepadanya sekuntum bunga yang katanya berasal dari puri. Sekarang. saya 233 thanks to. saya lupa! Saya mesti menyampaikan ini juga. Tanpa mengatakan sesuatu. ya. tapi kalau Tuan tidak berkeberatan menyampaikan kepada saya. dan saya merasa harus menemukan orang yang telah melakukan pemotongan itu. dan di sana ada tempat untuk menginap semalam-dua malam.id and dimhad. Saya bukan anak pengemis!" "Kuakui kamu punya kecakapan menggunakan kata-kata. dia mendapat sedikit uang untuk bantuan dalam perjalanan.co. siapakah di antara anggota rumah tangga Tuan yang sudah melakukannya. "Coba Tuan dengar!" "Ha?' "Tuan tak boleh menilai orang lain dari penampilannya." "Coba sini. Selesai membaca ia bertanya. Wajah dan mulutnya yang merah di balik jenggotnya yang seperti paku itu tampak seperti bagian dalam buah berangan yang sudah pecah. Kalau dia pergi. Selagi membaca." "Kenapa pula tidak? Tuan pejabat paling tinggi dalam Keluarga Yagyu." Jotaro cepat-cepat mengeluarkan batang peoni dari dalam kimononya. Lalu apa yang akan Tuan lakukan nanti? Apa akan Tuan suruh saya memotong kepala Tuan?" "Tunggu dulu!" Kizaemon tertawa. Wajahnya tampak agak heran. wajahnya menjadi sunguh-sungguh.webng." "Untuk apa?" Jotaro pun merasa menyesal telah melangkah demikian jauh." "Kenapa tidak Tuan lihat surat ini? Mungkin isinya lain sekali dari yang Tuan duga. kamu tak dapat memotong kepalaku.com . "Apa kamu bawa yang lain disamping surat ini?" "Oh. Surat menyatakan lagi: Sesudah memasukkan bunga itu ke dalam jambangan.

Tiba-tiba ia menengadah dengan mata kaget. Shoda?" "Tidak. tentunya dia mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui. aku ingat. dan tak ada permintaan untuk bertanding. Apa engkau tidak bersama beliau waktu itu.webng.id and dimhad. Debuchi yang kebetulan ada di kamar itu mengatakan. Hanya itu—tak ada disebutkan bahwa si penulis seorang murid. dan yang lain beliau suruh Otsu bawa ke Yoshioka bersama surat. melainkan menanyakan pendapat Kimura." Kata Debuchi. syauqy_arr@yahoo. namun ia tak dapat membedakan apakah ujung yang satu berlainan dengan ujung yang lain. "Kelihatannya dia luar biasa." katanya." "Nah. Ingin aku bertemu dengannya. tapi la terpaksa mengaku tidak melihat beda kedua potongan itu." kata Kizaemon.." "Kalau apa yang dinyatakan surat itu benar. Kimura menyatakan bahwa karena mereka tidak pernah menerima shugyosha." Mereka pergi ke kantor di belakang bangunan itu dan mengajukan soal itu kepada rekan mereka di sana." pikir Kizaemon. "Mari kita perlihatkan kepada Kimura. "Surat ini ditandatangani oleh 'Shimmen Musashi'. ini satu dari dua bunga yang beliau potong. "Coba lihat ini. "Ya. "Murata!" panggilnya. Apa bisa kamu melihat beda antara potongan di kedua ujung batang ini? Apa barangkali yang satu tampak lebih tajam?" Murata Yozo mengamat-amati batang bunga itu. dan rupanya hal ini cukup jelas bagi orang yang matanya memang benar-benar dapat melihat. yang sementara itu sama kagumnya dengan mereka. "dan dia betul-betul dapat menyatakan bahwa batang ini sudah dipotong oleh seorang ahli." kata Debuchi. Tapi aku tidak melihat beliau memotongnya. dan sekali lagi ia memeriksa kedua ujungnya baik-baik. "Hm. ketika ia mulai membaca surat Musashi lagi.com .co. dan kita dapat juga meminta dia menceritakan peristiwa yang terjadi di Dataran Hannya." Namun Debuchi tak hendak melibatkan dirinya seorang. aku memang melihat beliau mengatur bunga. Dengan begitu kita dapat mengecek soal itu. maka tidak dapat mereka menerimanya sebagai tamu di ruangan praktek. Sekali lagi ia memandang batang peoni itu. Beliau masukkan yang satu ke jambangan di kamar beliau.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI akan sangat berterima kasih kalau Tuan mengirimkan balasannya lewat anak yang membawa surat int. "Ini salah satu bunga yang dipotong oleh Yang Dipertuan sendiri kemarin dulu. namun tak ada alasan 234 thanks to. "Aneh juga tulisan ini. "Tulisannya memang berwatak. "Apa menurutmu Musashi yang sudah membantu para pendeta Hozoin membunuh semua jembel di Dataran Hannya itu? Tentunya dia!" Debuchi dan Murata berganti-ganti mengambil surat itu dan membacanya kembali." gumam Murata." "Ya... Guru Tua itu yang memotongnya sendiri." kata Kizaemon.

menggigit obi-nya.webng. Jotaro berkata." desaknya. pesta buat kita juga." Selagi duduk menulis jawaban. dan segera kemudian lolongan kesakitan anak itu sudah mengalahkan lolongan si anjing. Darah mulai mengalir dari antara jari-jari yang menutup muka Jotaro. "Ayo kita bergulat. katanya. Sambil melepaskan diri ia gigit tepian kimono Jotaro dan ia tarik sekuat-kuatnya. Kemudian. Anjing menganggapnya sungguh-sungguh dan mulai menyalak keras-keras. Bunga-bunga iris sudah berkembang di sana. Anjing suka dengan permainan itu. tapi anjing itu terus menempelnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kenapa mereka tak dapat mengundangnya makan atau menikmati sake di Shin'indo. hingga menarik perhatian para pengawal. dan Yang Dipertuan pasti tidak keberatan kalau beliau mendengar tentangnya. dan bunga-bunga azalea liar mulai berkembang. Belum lagi Jotaro sempat berdiri. Kemungkinan besar Musashi dengan senang hati datang.com ." "Jadi. seekor anjing hitam besar mencium baunya dan datang mengendusnya. Gema salaknya memantulmantul melintasi pegunungan. dan Jotaro dengan bingung mencoba melindungi wajahnya dengan kedua belah tangannya. Ia mencoba meloloskan diri." Sementara itu. Sambil mengutuk. "Lamanya mereka itu. Kedengaran seperti pedang itu menghantam karang. dan menjatuhkan Jotaro ke tanah. Anjing meloncat ke punggung anak itu. "Anak itu ada di luar. anjing itu sudah menyerangnya lagi. Mereka bisa mengadakan pesta kecil dan bicara tentang seni pedang dan hal-hal lain seperti itu. "Kamu kira apa aku ini? Tidak boleh kamu lakukan itu!" serunya. syauqy_arr@yahoo. "Nah. menyalak sekarang!" Perbuatan itu membuat si anjing marah. Merasa mendapat teman baru. dan katanya. "Mari kita kirimkan jawaban sekarang juga. Jotaro bicara dengan anjing itu dan menarik telinganya supaya maju mendekat. kemudian merangkum anjing itu dan melemparkannya. Kizaemon menepuk lututnya. Jotaro menebaskan pedangnya ke kepala anjing.id and dimhad. "Saran yang baik sekali." sambung Murata. Kizaemon berkata. Ia menarik pedang kayunya dan mengancamnya ke kepala anjing." Beberapa menit sebelumnya Jotaro memang sudah menguap dan menggerutu. Jotaro menangkapnya lagi dan melemparkannya dua-tiga kali lagi.co. Kim giliran Jotaro yang jadi marah. sambil memegang kedua rahang anjing itu. Suruh dia masuk. 235 thanks to.

"Aku ingin kamu bisa tinggal di sini setahun atau dua tahun. "Tuanmu barangkali akan segera pergi. "Seekor anjing menyerangku." jawab Jotaro. takkan dapat kamu menandinginya. Jotaro membungkukan badan berulang-ulang untuk mengucapkan terima kasih.co. Jotaro bersikap sopan. Kocha memburunya dan memperhatikan goresan-goresan di wajahnya dengan pandangan kuatir. Beberapa goresan menyilangi muka anak itu." 236 thanks to. Oh. "Cukup sekian saja?" tanyanya.com . "Ya. Tak sangsi lagi. "Kenapa mukamu itu?" tanyanya. Sesudah gadis itu selesai menolongnya. Terima kasih. "Hentikan angguk-angguk itu. biarpun kamu kuat. Kamu kan lelaki. Tapi ia tidak mengatakan apa-apa tentang anjing itu." Musashi membuka surat Kizaemon. Ia melaporkan sudah melaksanakan tugasnya. Kocha mengantar Jotaro ke kali dan menyuruhnya membasuh wajahnya. dan perbuatan itu lucu kelihatannya. sedang hidungnya tampak seperti buah arbei masak. Pembalasan Jotaro KEMBALI di penginapan." "Biar kita banyak berkelahi. ia pasti kesakitan. dan pipi Kocha jadi manyala. dan Jotaro menutup mukanya dengan tangan dan buruburu meninggalkan kamar." "Tapi aku menghargai sekali jasamu. tapi aku suka kamu. Sementara ia bicara. syauqy_arr@yahoo." kata gadis itu mengaku.webng. Tak seorang pun kelihatan. tapi karena ia tidak memberikan penjelasan. berusaha meyakinkan Kocha. dia sudah menggigit tukang-tukang rampas sampai mati!" Walaupun hubungan mereka berdua tidak begitu balk. "Kami masih akan tinggal di sini sebentar." "Oh. Musashi tidak mengajukan pertanyaan. sekian saja. Aku yakin." "Anjing siapa?" "Salah satu anjing di puri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 18." kata Jotaro sambil menyerahkan kepada Musashi surat Shoda Kizaemon serta menambahkan beberapa patah kata tentang pertemuannya dengan samurai itu.id and dimhad. Matahari bersinar lewat kembang persik merah muda. Jotaro duduk di depan Musashi dengan wajah puas. apa bukan anjing Kishu yang besar hitam itu? Dia memang jahat. "Aku suka kamu juga. ya?" tanyanya dengan nada kecewa. luka-lukanya mulai berdarah lagi." "Betul?" Bagian-bagian wajah Jotaro yang tidak terkena salep berubah menjadi merah tua. Kemudian ia pergi mengambil salep dan mengoleskannya ke wajah Jotaro. "Ini jawaban mereka.

Tanpa peringatan lagi ia menarik tangan Kocha dan menggigit jarinya. atas pelayanan yang baik. Sambil berdiri menganggur di sudut kamar. Melihat Musashi mendekat. dan dengan mengangkat kepala sedikit ia mencuri pandang pada tuannya. kepala penginapan dan dua pelayan lain berbaris mengantar mereka. dan juru tulis datang membawanya." kata Kocha. menyembunyikan air matanya. Jotaro terbangun.co. ia menjawab tidak." "Jaga diri Tuan baik-baik. Kocha bertanya.webng. di tengah malam. tanpa ada maksud lain. dan rasa hangat menyengat tubuh Jotaro. Selamat tinggal.id and dimhad. Seterusnya hari itu Musashi sedikit sekali bicara dengan orang lain.com . dan di sana mereka berbaring telentang di atas jerami. dan tak lama kemudian mereka sudah saling peluk. syauqy_arr@yahoo. Aku yakin kami sudah banyak mengganggu. geblek. Sesudah berjalan sebentar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Keduanya lalu masuk gubuk tempat menyimpan makanan kuda. Sangat aneh bagi mereka bahwa kedua tamu itu berangkat tepat sebelum matahari tenggelam. terus gigit lagi! Gigit lebih keras!" Jotaro memenuhi permintaannya dan menyentak-nyentak jari-jari gadis itu seperti anak anjing. tidak. dan diberinya Kocha beberapa pukulan keras di pantat. Ia menutupkan tangannya ke muka. Anak itu berada di bawah gudang. Hari berikutnya pun Musashi tetap menyendiri. Sorenya Musashi menyuruh anak itu minta kuitansi mereka dan bersiap-siap berangkat. Ia duduk saja dengan tangan terlipat dan berpikir. Gigit sekali lagi. Di pintu gerbang. Jotaro ketakutan." "Kamu tidak keberatan?" "Tidak. ketika ayah Kocha datang mencari anaknya. Musashi menoleh mencari Jotaro. "Tuan tak akan pulang tidur malam ini?" "Tidak. Jerami berhamburan menutupi kepala mereka. Namun Musashi tidak mengatakan apa-apa. mereka cepat-cepat saling memisahkan diri. "He. Kemungkinan gurunya sudah mendengar tentang bagaimana ia main dengan Kocha di dalam gubuk. seperti wajah orang bijaksana dalam agama KongHu-Cu. 237 thanks to. Karena tidak melihat anak itu. "Ohh!" "Sakit ya? Maaf. Kocha." "Tak apa-apa. menatap langit-langit dengan pemusatan penuh. ekspresinya berubah keras. ia kembali ke penginapan. Tangan mereka bersentuhan. Terima kasih. Ketika ditanya apakah ia menghendaki makan malam. sedang mengucapkan selamat berpisah pada Kocha. Musashi berbaring di tempat tidur dengan mata terbuka lebar. Sekali. apa yang kalian lakukan ini? Kalian ini masih anak-anak!" Diseretnya mereka keluar pada tengkuknya. Ngeri melihat pemandangan itu.

di sekitar menara utama. Lampu-lampu mulai bermunculan dalam lembah itu.com ." "Apa kita pergi ke puri itu?" "Ya. Pada waktu memasuki sebuah rumah untuk pertama kali." Pengawal itu memang sudah menantinya." "Apa kita akan menginap di sana malam ini?" "Tak tahu aku. kadang-kadang seorang tamu merasa sudah kenal baik dengan tempat itu dan para penghuninya.co. "Mereka sedang menanti Anda. "Selamat tinggal. Musashi berjalan terus tanpa berkatakata dan tidak sekali pun menoleh ke belakang. syauqy_arr@yahoo." seru Jotaro sambil berlari ke sisi Musashi. "Nama saya Musashi. anak itu tak dapat tidak mencuri pandangnya ke belakang. Tempat itu juga menjadi perpustakaan tanah perdikan tersebut." "Itu. Itu gerbangnya.id and dimhad." Musashi berhenti dan berdiri di depan gerbang. Kamar-kamar di sepanjang lorong yang menuju belakang bangunan itu semuanya didereti rak-rak buku. namun Musashi dapat melihat bahwa puri itu menekankan sekali pendidikan." katanya sambil memberikan isyarat kepada Musashi untuk mengikutinya. kalau dinilai dari kerapian jalan dari gerbang sampai Shin'indo. Segala sesuatu dalam puri kelihatan diliputi sejarah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Selamat jalan. Walaupun takut kepada mata Musashi. kedua kakinya dirapatkan. Minta tolong disampaikan kepadanya. Sekalipun Keluarga Yagyu termasyhur berkat kecakapan militernya. Musashi berseru. dan seorang pengawal muncul. Pengawal menyerahkan kepadanya bantalan bundar keras dari jerami. Jotaro mengikuti dengan murung. dan saya datang kemari atas undangan Shoda. Disamping fungsi-fungsi lainnya. Itu tergantung perkembangan nanti. ketika ia duduk di lantai kayu dalam kamar besar yang ditunjukkan kepadanya oleh pengawal. "Apa kita belum sampai?" "Di mana?" "Di gerbang utama Puri Koyagyu. Sambil menyerahkan surat dari Shoda Kizaemon ia berkata. Beberapa waktu kemudian Musashi bertanya. Di atas benteng yang ditumbuhi lumut. pohon-pohon besar memperdengarkan bunyi desir.webng. sikap sopan santun pengawalnya. Seberkas cahaya tunggal menyorot dari sebuah jendela persegi. yang 238 thanks to. dan pemberian lampu yang cermat. Shin'indo merupakan tempat bagi para pemuda puri untuk mempelajari agama Kong-Hu-Cu. sampai penginapan tidak kelihatan lagi." kata Kocha. Musashi mendapat kesan itu sekarang. saya sudah datang. damai. Dan segala sesuatu kelihatan terurus baik.

Sungai agaknya mengalir di bawah bangunan. Namun tak lama kemudian terasa olehnya bahwa bunyi itu datang dari langit-langit. Bukannya ia membenci sake. Sesudah ia duduk tenang." "Maaf. Sake malam itu cukup lezat. "Potongan itu bagus sekali!" 239 thanks to. Sesudah ketiga orang lain memperkenalkan diri. "Selamat datang di Koyagyu. "Memang sudah saya duga!" serunya. dan Murata. Bau wisteria yang manis itu mengambang di udara.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diterimanya dengan ucapan terima kasih. "Omong-omong. dari dinding. yang mengalir dalam nadinya. "Di desa ini." Musashi menepuk lututnya. melainkan karena ia masih terlalu muda untuk dapat menghargai kehalusan rasanya. Di perjalanan." Shoda Kizaemon masuk ke kamar bersama Kimura. Sesudah diajak.webng. bahkan dari lampu. para pelayan mendatangkan berbaki-baki sake dan penganan. Namun jauh di dalam dirinya menindih suatu perasaan gelisah yang tak dapat ditekan. syauqy_arr@yahoo. Musashi menggeser bantal bundar itu ke sebuah sudut dan bersandar pada tiang. pekat. Sake di situ merupakan hasil rebusan sendiri. saya mendengar bahwa peoni yang Anda tanyakan kemarin dipotong sendiri oleh Yang Dipertuan puri ini." kata Kimura Sukekuro. dan dihidangkan dalam mangkuk mangkuk besar gaya lama yang tinggi pegangannya. tapi tidak begitu lekas mendatangkan akibat kepadanya. agak seperti sirup. Dari bantalan pada tiang itu ia memandang ke sekeliling dengan hati bertanya-tanya." kata Kizaemon. berwarna putih dan lembayung muda.id and dimhad. Dalam hal ini kami sama. dan mengatakan kepada Musashi bahwa tuan rumah akan segera datang. yang lain-lain pun mendorongnya untuk merasa senang dan tidak berkukuh pada upacara. "Kelihatannya Anda biasa juga minum. Jotaro ditinggalkan di kamar tunggu pembantu. Air terdengar berkericik di suatu tempat di halaman. sekalipun ia tidak suka benar minuman itu. Dengkung pertama tahun itu. dan menawarkan untuk mengisi lagi mangkuknya. sekalipun dalam suasana setenang itu. Dari cahaya lampu rendah yang bersinar ke halaman ia dapat melihat lilitan tanaman wisteria yang sedang berkembang.co. Musashi pun mau menerima sedikit sake. kami membiarkan Anda menanti." Dengan penuh kehangatan. Debuchi.com ." kata Kizaemon hangat. Ia merasa sejuk dan santai. dan aku pun pemain pedang. Pengawal kembali beberapa menit kemudian. tapi kami harap Anda kerasan. "Dia pemain pedang. kemudian meninggalkannya sendiri. Itulah semangat juang yang tak terpuaskan. terdengar olehnya bunyi air mengalir di bawah dirinya. Tapi malam ini aku akan maju selangkah ke depan dan meninggalkan Yagyu di belakang. la kaget mendengar dengkung katak. "Siapakah Yagyu itu?" tanyanya dengan mata menantang. "tak banyak yang dapat kami suguhkan.

"Begitu. Ini gedung penting dalam sejarah seni pedang. terpaksa Anda sekalian mencabut pedang dan menghadapi saya dalam pertarungan. "Ah. Kami berpendapat akan sangat membantu pendidikan kami di masa depan kalau Anda dapat menjelaskannya pada kami. Karena malu. jangan merendahkan diri." katanya." "Merasa bagaimana?" Keempat siswa senior Keluarga Yagyu itu mencoba menganalisis Musashi sebagai seorang manusia dan sekaligus mengujinya." "Ayolah. Musashi berkata. tak ada yang khusus di sini-itu cuma terkaan yang mengena. Sikap kekanak-kanakan ini membuat mereka tertawa. kalau beliau sedang berkunjung. Dengkung katak terdengar lagi. itu artinya kita merasakannya. dan Murata hampir bersamaan. tak salah lagi!" kata Kizaemon. "Yang ingin saya ketahui adalah. "Betul-betul tak ada cara lain untuk menjelaskannya." ulang Kizaemon." Asap lampu naik." Karena belum tahu benar ke mana arah pembicaraan itu. "apa tidak bisa Anda menceritakannya lebih banyak? Anda tahu gedung Shin'indo ini dibangun dengan sengaja untuk kediaman Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. Debuchi. Saya cuma merasa begitu sesudah melihat potongan batang itu. dan ini membuat mereka cenderung mengguruinya. Musashi memutuskan untuk mencebur sekalian.id and dimhad. Baru menghabiskan tiga atau empat mangkuk sake saja.co. Tetapi cara Musashi memegang mangkuk sake dan sumpit itu bagaimanapun menunjukkan bahwa ia berpendidikan kampung. syauqy_arr@yahoo. sekadar memenangkan waktu. Mereka sudah mengamati fisiknya. wajah Musashi sudah jadi merah tembaga.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kimura mendekat.com . Tak ada cara lain. Kalau Anda sekalian menghendaki saya memperlihatkan apa yang saya maksudkan itu. Kami semua terkesan oleh kemampuan Anda melihatnva. 240 thanks to. dua-tiga kali ia menyentuh dahi dan pipinya. "Kami sendiri tidak melihat ada hal khusus di situ. "Tentang perasaan Anda itu. "Kalau kita merasakan sesuatu. bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa potongan batang lunak dan kecil itu dibuat oleh guru pemain pedang." kata Kizaemon. ya? Betul?" "Ya.webng." "Saya bukan merendahkan diri." Sesudah menghirup sake lagi." Karena sadar bahwa memprotes sanjungan itu tak akan dapat meloloskan dirinya. sehitam tinta cumi-cumi. Musashi berkata. mengagumi pembawaannya. ke udara malam yang tenang itu. Tempat yang cocok bagi kami untuk mendengar kuliah dari Anda malam ini. dan ekspresi matanya. "Dan kami sampai pada kesimpulan bahwa dibutuhkan seorang jenius untuk mengenali jenius yang lain. seperti yang akan mereka lakukan juga terhadap orang asing lain.

pesta ini terganggu. Maka akhirnya Musashi pun nekat. Kizaemon. Debuchi. dan mereka memang menganggapnya demikian.webng. "Kalian dengar?" tanya Kimura. bapak agung seni perang yang disebut "naga kuno" itu. kemudian ketika masuk kamar kembali. Apakah mereka sudah mengenalinya sepenuhnya? Baru saja ia memikirkan hal itu. kalau malam ini ia tidak bertemu dengan Sekishusai. dan dalam hati ia tahu. sudah pergi. Kedengarannya terlalu keras dan mengerikan. Semakin lama semakin jelas baginya bahwa ia mungkin terpaksa harus menggunakan akal licik. tentang peristiwa-peristiwa di provinsi-provinsi lain. kalau berasal hanya dari seekor anjing saja. Tak bisa dibantah bahwa salak anjing yang sepertinya datang dari lingkaran kedua puri itu sangat mengerikan. dan bicara dengan cara kasar dan kurang ajar. ia menghendaki bintang kemenangan yang cemerlang. "Bagaimana aku bisa bertemu dengannya?" pikir Musashi. dan Kimura telah ambil bagian dalam pertempuran berdarah itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kizaemon dan Debuchi. Saya pikir ada yang tak beres." 241 thanks to. mereka berbicara tentang pedang. tentang Pertempuran Sekigahara. Murata keluar ke beranda. dan sudah meninggalkan tanda pada Keluarga Yagyu. Ia tak dapat menerima kalau ia harus meninggalkan tempat itu tanpa melaksanakan maksudnya. Bagi Musashi. "Taro menyalakbiasanya tidak begitu salaknya. ia sadar bahwa waktu berlalu dengan cepat. "Lebih baik saya lihat. ia ingin orang mengetahui bahwa Musashi pernah berkunjung ke tempat itu. Debuchi berkata. Tapi barangkali ini penting. saling pandang dan tertawa. Musashi. Shoda dan Debuchi memilih tertawa. Dengan pedangnya sendiri ia ingin membuat Sekishusai. Sekalipun Musashi berbicara tenang. kemudian tentang Zen. Maafkan saya. Namun demikian. dan untuk sejarah. tiba-tiba jalan peristiwa membelok tak terduga-duga. Kizaemon mengatakan sudah waktunya menghidangkan makanan terakhir. syauqy_arr@yahoo. yang tertua di antara mereka. karena itu dengan sengaja ia beberapa kali mengatakan tidak sependapat dengan apa yang mereka katakan. Haruskah ia menyodok salah seorang dari tuan rumah itu supaya naik darah? Itu sukar kalau ia sendiri tidak sedang marah.com . yang dalam pertempuran berdarah itu berada di pihak lawan. Silakan terus tanpa saya. Tak seorang pun dari keempat orang itu mau kena provokasi untuk melakukan sesuatu yang kurang pikir. Sake pun diundurkan. ia tak akan bertemu dengannya untuk selamanya. cerita-cerita mereka terdengar bagai kebenaran yang pahit. bertekuk lutut. Mendengar itu. pernyataannya tentang keharusan mengujinya tidak dapat disangkal lagi merupakan tantangan. yaitu gerst campur nasi. sedangkan Musashi merasa sangat terpesona mendengarkannya. katanya." Taro anjing yang bermasalah dengan Jotaro.co.id and dimhad. Untuk memperoleh mahkota. Tuan rumah tampaknya sangat menikmati percakapan itu. Tanpa menanggapi tantangan itu.

Dari pinggir luar lingkaran itu Musashi mengintip ke tempat terbuka di tengah. "Saya tak bisa mengerti. ia berkata. ada sejumlah prajurit biasa dan pengawal. tapi dapat dielakkan Jotaro. Kizaemon tampak sangat terganggu.id and dimhad." kata seseorang sedih. Kalau salah satu anjing puri berbuat demikian. Di samping Murata. Salak anjing itu jadi semakin mendesak. Seorang samurai mendekati Jotaro dan pekiknya. 242 thanks to. Sesudah mencari-cari. "Mati dia. Murata dan Kimura minta mengundurkan diri juga dan dengan sopan minta maaf kepada Musashi. giginya menyeringai. Ia rupanya berusaha memberikan peringatan tentang adanya bahaya. "Bajingan kecil kamu! Apa yang kau lakukan? Kau yang membunuh anjing ini?" Orang itu mengangkat tangannya dan menampar dengan berang." Ia berangkat. dan Kimura." Sekitar tiga ratus meter dari dojo telah berkumpul sejumlah orang. "Tunggu. membentuk lingkaran hitam. anak yang datang dengan saya itu. Tepat seperti yang ditakutkannya. Ia terus menatap cahaya lampu kecil yang tak menyenangkan. katanya. masih di kamar tunggu?" Mereka pun menujukan pertanyaan itu kepada samurai muda di depan Shin'indo. Kizaemon pun bangkit." kata Musashi. Kizaemon berkomat-kamit dan memandang Musashi." Tak lagi dapat menahan diri. Matanya yang tak melihat lagi memantulkan cahaya obor. kakinya terjulur. Di sampingnya terbaring Taro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Baru saja ia pergi. saya tahu apa yang sudah terjadi. semuanya berbicara dan berteriak-teriak. Apa Jotaro.com . dan bahunya naik-turun akibat napasnya yang berat. Jotaro ada di sana. Akhirnya terdengar raungan panjang dan sedih. Masih ada prajurit-prajurit rusak yang suka melongok-longok untuk memuaskan ambisinya sendiri. "Ya. samurai mengatakan bahwa anak itu tak ditemukan di mana pun. "Ini anjing Yang Dipertuan. juga mata-mata yang bergelandangan mencari sasaran empuk dan mudah dijadikan mangsa. Musashi menunjukkan wajah prihatin. dan beberapa obor dinyalakan. Maka hatinya pun serasa terbang.webng. Sambil menoleh pada Kizaemon. Boleh saya pergi bersama Anda?" "Tentu. Memang kedamaian yang dinikmati negeri itu belumlah mantap sehingga seorang daimyo dapat mengendurkan kewaspadaannya terhadap tanah-tanah perdikan yang berdekatan. dia dibunuh. tapi Musashi menghentikannya. Darah mengucur dari mulutnya. syauqy_arr@yahoo. giginya mengatup erat. Debuchi.co. hampir merupakan tanda pasti bahwa sedang terjadi sesuatu yang tak menguntungkan. "Saya pikir. seolah-olah sedang menghitung gema suara yang tak wajar. berlumuran darah dan tampak seperti anak setan tangannya memegang pedang kayu.

ia cuma membela kehormatannya dan membahayakan hidupnya dalam melakukan hal itu. "Apa pula ini?" jeritnya. Kenapa saya dihukum? Orang dewasa mesti tahu. biar kamu anak kecil. "Tutup mulutmu yang kurang ajar itu!" raung perawat anjing. Jadi. Dan semuanya marah. Jotaro berseru menantang. supaya dapat aku membunuhmu! Menyalaklah! Gigit aku!" 243 thanks to. Orang banyak mengangguk diam sebagai pernyataan setuju. Lalu ia ayunkan Jotaro berputar-putar pada kerahnya dan dengan pandangan muram ia jatuhkan Jotaro ke tanah. Taro binatang kesayangan Yang Dipertuan Munenori dari Tajima. Pembantaian binatang itu sudah pasti akan diperiksa dengan tuntas. Untuk membela harga diri. dan Munenori merawatnya sendiri. Jotaro mengangkat tangan meraba lukanya. "Menyalaklah. dan menyatakan bahwa ia wajib menghukum pembunuh anjing itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil membidangkan bahunya. karena luka yang kelihatan adalah aib besar bagi seorang samurai. dan nasib dua orang samurai yang telah dibayar untuk mengurus anjing itu sekarang dalam bahaya. "Ya. itu tidak betul!" Menurut pandangan Jotaro. Nak! Menyalak seperti anjing!" perawat anjing itu berteriak. Ia telah bertahan dan bertekad tidak akan mundur. Keempat orang yang belum lama sebelumnya menjamu Musashi itu tampak sedih. "Kamu sudah membunuh anjing Tuan. syauqy_arr@yahoo. Kali ini Jotaro tidak menghindar pada waktunya.webng. ia keturunan ras dari Raiko. "Aku tak peduli. Yang berhadapan dengan Jotaro itu seorang dari kedua samurai tersebut.id and dimhad. bagaimanapun ia mengharapkan dipuji atas perbuatannya yang berani itu. penjahat kecil. kamu sudah cukup besar untuk dapat membedakan anjing dan manusia. tapi mereka tidak mengatakan apa-apa." "Saya cuma membalas apa yang sudah dia perbuat. Bukan hanya itu. Pukulan mendarat di sekitar telinganya. saya yang melakukan!" "Kamu mengaku?" "Ada sebabnya!" "Ha!" "Saya cuma membalas dendam. kan? Dan memang itu yang akan kulakukan.com . tidak ada pilihan lain kecuali membunuh anjing itu. anjing betina milik Yang Dipertuan Yorinori dari Kishu yang sangat disayanginya. Sekarang datang giliranmu! Berdiri kamu.co. kamu tidak keberatan kalau aku memukul kamu juga sampai mati. Kemudian ia ambil tongkat kayu ek dan ia hantamkan kuat-kuat ke tubuh anak itu. "Tutup mulut!" serunya sambil melayangkan tinjunya ke kepala Jotaro. memandang orang banyak untuk meminta persetujuan. Macam apa pula itu—membalas dendam kepada binatang yang bodoh!" Ia mencengkeram kerah Jotaro. Yang Dipertuan Yorinori secara pribadi memberikan anak anjing itu kepada Munenori." "Apa?" Semua orang heran mendengar jawaban Jotaro. "Kamu membunuh anjing itu. Memang.

"Bunuh aku!" jeritnya. "Baik. Air mukanya tidak meninggalkan ciri peri air. Tanpa pikir lagi ia menangkis pukulan perawat anjing itu. tapi lolongan yang keluar dari tenggorokannya terdengar sangat liar mengerikan. Musashi memekik. ibunya sendiri yang melahirkannya ke dunia pun tak dapat menenteramkannya. ia mengatakan. "Ayo. Kami periksa kalian berdua!" "Bagus! Kami berdua akan menghadapi Anda. Musashi bertindak. "Dan sekarang giliranmu. Sebuah tongkat kayu ek dan dua kaki itu membentuk sebuah relung di udara.webng. Tanpa senjata ia menutup mata dan secara membuta menyerang tubuh bagian depan musuh itu dan menguncikan gigi ke obi-nya. tapi apabila kemarahan anak-anak sudah bangkit. syauqy_arr@yahoo. dan dalam sekejap ia sudah menerobos dinding manusia yang kokoh itu dan meloncat ke tengah medan. dan mendarat jadi onggokan sekitar empat meter jauhnya. sedangkan si perawat anjing dengan sia-sia mengayun-ayunkan tongkatnya.id and dimhad. perawat anjing menjawab." Dengan nada berapi-api. Pukulannya bisa membunuh anak itu jika mengena.com . Dengan anggapan bahwa hidup itu berharga. ini anaknya!" Ia melemparkan Jotaro langsung kepada orang itu. matilah kamu!" pekik perawat anjing mengamuk. tapi pukulan itu tidak mengena. bunuh aku!" "Nah. Tangannya turun. Sambil menoleh kepada perawat anjing yang waktu itu kembali menggenggam tongkatnya. Ia pun memukul. kemudian menopang dirinya dengan sebelah tangan dan berjuang menegakkan diri sambil memegang pedang kayunya. Apa orang itu sudah gila? Siapa pernah mendengar ada orang menggunakan manusia sebagai senjata pelawan manusia lain? Perawat anjing memandang bengong ketika Jotaro melayang di udara dan membentur dadanya. dan pedang kayu Jotaro terbang ke udara. "Pengecut!" pekiknya kepada orang kedua itu. ia mencakar selangkangan si perawat anjing dengan kukunya. tangannya dilipatkan dan wajahnya tidak mengungkapkan sesuatu. Orang itu langsung rebah ke belakang. Orang banyak pun menggagap kaget dan mundur selangkah. Apabila seorang dewasa marah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro mengatupkan giginya erat-erat. namun pada waktu itu muncullah tongkat kayu ek lain. "Saya sudah melihat semua ini dari permulaan. dan kalau Anda mau memeriksa dia. Bunyi berderak tajam bergema di telinga orang-orang yang berdiri menonton. Anda mesti memeriksa saya juga. dan ekspresi wajahnya pun tetap saja ekspresi kanak-kanak. setan kecil!" Ia mencengkeram obi Jotaro dengan kedua tangan. ia angkat anak itu ke atas kepala dan ia biarkan terus di sana. Musashi tetap diam. sering ia menyesal di kemudian hari. Anak ini pembantu saya.co. dan saya pikir Anda keliru menindaknya. seolah-olah penopang yang mengganjalnya tiba- 244 thanks to. Orang kedua menderap ke tengah lingkaran dan sudah hendak memyerang Jotaro dari belakang. Nah.

dan Murata semuanya mengerutkan kening.id and dimhad. "Kejahatan anak ini adalah kejahatan tuannya. "Kalian lihat?" pekik satu orang. tak habis-habis heran mereka. apakah kepalanya yang telah membentur batu karang. hai. tetapi saat itu juga terdengar teriakan berwibawa. "dengarkan. 245 thanks to. "Nah. maka seluruh kejadian itu akan berlalu dengan damai. kalian semua!" Mereka menatapnya dengan saksama ketika ia mengambil pedang kayu Jotaro dan menghadapi mereka dengan wajah memberengut menakutkan." Jadi. Tapi pertama-tama. Orang sinting macam apakah yang telah mereka undang datang ke puri itu? Mereka menyesal bahwa Musashi tidak berakal sehat. "Siapa pula ronin gila ini?" Perkelahian kini tidak lagi hanya melibatkan perawat anjing. Kebanyakan mereka sudah tidak sadar bahwa Musashi tamu yang diundang. Shoda.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tiba diambil. dan beberapa orang menyarankan untuk membunuhnya seketika itu juga dan di tempat itu juga. syauqy_arr@yahoo. izinkan saya mengatakan ini: kami tidak bermaksud membiarkan diri kami dibunuh seperti anjing. Tetapi sikap Musashi mencegah terjadinya hal itu. Kami siap menghadapi kalian. dan berangsur-angsur mereka pun mengitari orang banyak itu. Sukar dikatakan. kini ditambah lagi dengan tantangan Musashi. tapi ia menghantam tanah diiringi suara lolongan. ia bukannya mengakui kejahatannya dan menerima hukuman.com . Ia rupanya sudah bertekad menciptakan gangguan yang lebih besar lagi. kalau sekiranya ia mau sedikit saja berusaha meredakan perasaan para samurai Yagyu yang sedang kacau itu. dan langsung muntah darah. atau tulang iganya yang patah. Orang banyak itu sudah menggelegak darahnya. dengan mata menatap tajam kepada Musashi. potong saja dia!" "Jangan biarkan dia lari!" Untuk sesaat lamanya tampak seolah Musashi dan Jotaro yang sudah kembali ke sisinya itu akan ditelan oleh lautan pedang. berjungkir balik di udara. samurai-samurai lain mulai memaki-maki Musashi. Kimura." kata Musashi. dan berguling seperti bola ke tempat yang jauhnya dua puluh atau tiga puluh kaki dari situ.webng. Jotaro melentingkan diri dari dada orang itu. yang bersama Debuchi dan Murata berusaha mengendalikan orang banyak itu. Dan kami berdua siap membayarnya. Debuchi.co. melainkan menantang mereka! Kalau pada waktu itu Musashi minta maaf untuk Jotaro dan bicara membelanya. "Tunggu!" Itulah suara Kizaemon. "Dengarkan dia itu! Dia orang di luar hukum!" "Dia mata-mata! Ikat dia!" "Tidak.

Nadanya tenang. "maaf terpaksa saya sampaikan kepada Anda bahwa rencana Anda telah gagal. tidak untuk waktu lama. Kalau Anda siap. dan jika Musashi mati sekarang. "Baiklah. "Jalan!" perintahnya. Kita sudah berpesta bersama dalam suasana bersahabat. 246 thanks to. biarpun misalnya ia memiliki sayap. Mereka tidak berkonsultasi dengan Sekishusai." Dengan enggan orang-orang itu bubar. Saya kira ada orang yang menugaskan Anda memata-matai Puri Koyagyu ini atau sekadar menimbulkan kerusuhan. "Anda mengira saya akan membunuh diri sendiri? Oh.id and dimhad. Anjing itu memang penting." Kimura menyela." kata Debuchi. "Jalan ke mana?" "Ke sel!" Musashi mengangguk dan mulai berjalan. dan pulanglah." kata Kizaemon. sementara Anda menyiapkan diri melakukan harakiri." Dan bahunya pun berguncang karena tertawa. tapi Anda sudah memperlihatkan keberanian luar biasa dengan datang di puri ini hanya berteman anak itu. langsung menuju menara utama.webng. Yang pantas untuk Anda adalah bunuh diri. "Kami sudah mencoba memperlakukan Anda dengan pantas. Tetapi Musashi punya pikiran lain. Anda dapat membuktikan bahwa Anda seorang samurai sejati!" Itu merupakan pemecahan ideal kiranya. "Anda gagal." Sementara mereka berempat mengepung Musashi. Anda mungkin seorang bajingan. tetapi persoalan orang di luar hukum dengan para hakimnya. tapi tidak sepenting hidup manusia. Ia berdiri diam sambil menopangkan tangan ke bahu Jotaro.com . tetapi maknanya jelas seperti kristal. tapi saya kira rencana itu tidak berhasil. sekarang kami akan menanti. "Tak ada gunanya bicara lagi!" Ia pergi ke belakang Musashi dan mendorongnya. Sekarang tenanglah. Yakinlah bahwa tak ada hal buruk akan menimpa kalian. Kami berempat akan mengambil alih tanggung jawab ini. meninggalkan keempat orang yang telah menjamu Musashi di Shin'indo itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Orang itu rupanya sudah merencanakan semua ini. "Musashi. syauqy_arr@yahoo. kalau nanti kami mengambil tindakan. seluruh kejadian akan dikubur bersama badan Musashi. tetapi ke arah yang dipilihnya sendiri. "Kalau kalian membiarkan dia menyesatkan kalian. "Musashi!" panggil Debuchi sambil mencabut sedikit pedangnya dari sarungnya. itu keterlaluan! Saya tidak bermaksud untuk mati. tapi Anda justru mengambil keuntungan dari kami. Dalam keadaan terkepung demikian. kita terpaksa mempertanggungjawabkannya kepada Yang Dipertuan. Musashi sadar bahwa tak ada di antara mereka yang bukan ahli pedang. dan kalian terluka atau terbunuh.co." kata Kizaemon. katanya. tidak akan dapat ia meloloskan diri. Sekarang persoalannya bukanlah tamu dengan tuan rumah.

Musashi menengadah ke langit. "Aku seorang pemuda. Karena itu. kenapa kau tidak minta?" "Bukankah Sekishusai tak pernah bertemu dengan siapa pun. Jotaro melejit dari bawah lengan kimono Musashi dan bersembunyi di balik pohon. "Ini bukan jalan ke sel. Dengan lengan masih dipegang oleh Kizaemon dan Debuchi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ke mana jalanmu ini?" teriak Kimura sambil melompat ke depan Musashi dan merentangkan tangan untuk menghalanginya. syauqy_arr@yahoo.webng. dan tubuhnya membengkak karena gembira. Disuruhnya Jotaro pergi duduk di bawah pohon pinus di halaman. Kizaemon dan Debuchi mengambil posisi di kedua sisi Musashi dan mencoba menariknya ke belakang dengan menarik lengannya. tetapi temannya yang lebih senior. tapi Musashi tak beranjak. Salah satu tujuanku dalam hidup ini adalah menerima pelajaran dari guru Gaya Yagyu. apa lagi yang bisa kuperbuat selain menantangnya? Memang aku sadar bahwa kalaupun aku menantangnya. Terdengar bunyi mengepak ketika seekor rajawali terbang ke arah mereka dari balik awan hitam 247 thanks to. kalau sudah bertemu dengan beliau?" tanya Kizaemon. Kizaemon dan Debuchi." "Bertempur?" kata keempat orang itu bersama-sama. sebagai gantinya aku menantang seluruh puri ini untuk bertempur. Tanah di sekitar pohon-pohon pinus itu ditimbuni pasir putih yang digaruk baik-baik. Sel ada di belakangmu." "Apa?" Tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa pemuda tak waras itu punya maksud yang demikian tak masuk akal. dan tak pernah memberikan pelajaran kepada murid prajurit?" "Betul. "Apa pula ini? Mau ke mana kamu?" "Mau bertemu Yagyu Sekishusai. memerintahkannya untuk menahan diri. Balik!" "Tidak!" teriak Musashi. Ia menunduk memandang Jotaro yang masih bergayut di sisinya.com . dan aku sedang belajar seni perang.id and dimhad. di depan menara utama. barangkali dia menolak meninggalkan istirahatnya." "Kalau begitu. "Dan apa yang akan kaulakukan. Kenangan tentang keberanian gurunya di Dataran Hannya datang kembali padanya. Ia bertanya-tanya dalam hati.co." "Kalau itu yang kauinginkan. apakah yang hendak diperbuat Musashi. "Ayo!" "Aku tak akan pergi!" "Kau mau melawan?" "Betul!" Kimura kehilangan kesabaran dan mulai menarik pedangnya.

dalam kediaman penuh ketegangan. apakah Musashi masih memiliki akal sehat. Shoda. bayangan burung itu menutupi bintang bintang dari pandangan mata. Tekad baja inilah yang membuat kata "bertempur" itu wajar diucapkan bibirnya. Saar itu juga terdengar pekikan." Kimura-lah yang pertama kali tadi menyarankan agar mereka menghukum Musashi. di mana kedua pihak yang berperang memusatkan segenap jiwa dan kecakapannya dan nasib mereka ditentukan. Akhirnya Kimura menerima tantangan itu. saling tatap penuh ancaman. Tekad Musashi dalam hal ini kelihatan dengan jelas dari teguhnya tumitnya menghunjam ke bumi. tapi aku dapat menyuguhkan perkelahian. 248 thanks to. Kimura undur selangkah. dan sambil menarik napas cepat ia menebaskan pedang ke arah sosok Musashi yang sedang terhuyung-huyung. maka Musashi dengan sengaja menambah kecepatan langkahnya yang terhuyung itu. Kedua pihak dengan cepat melompat mundur. kata "bertempur" terdengar begitu melodramatis hingga patut ditertawakan. Bagi keempat pegawai itu. "Biar aku yang membereskannya!" Saat itu juga Kizaemon dan Debuchi menolakkan Musashi ke depan.com . syauqy_arr@yahoo. "Oh. Pedang tidak menyentuh apa pun kecuali udara dan pasir. Debuchi.co. Seperti kain kafan raksasa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang menyelimuti Gunung Kasagi. Pertempuran sekarang ini sederhana saja. "Bagus! Tak ada yang lebih kusukai daripada pertempuran! Tak dapat aku menyuguhkan dentam genderang atau dengung gong. dipisahkan oleh jarak tiga atau empat langkah. Karena sadar bahwa Kimura menaksir jarak untuk dapat menebas dengan efektif. tapi hakikatnya sama saja. Sekarang ia sudah kehilangan kesabaran. Terdengar bunyi serupa bunyi pasir yang aneh ketika pedang itu mendesah di udara. dan pada saat jatuhnya tebasan itu ia menjadi jauh lebih dekat kepada Kimura daripada yang diduga oleh Kimura. Yang dibicarakannya bukan hanya pertandingan pedang yang harus diselesaikan dengan keterampilan teknik semata-mata. Keempat orang itu merenungi wajah Musashi dan sekali lagi bertanya tanya. melainkan dari Jotaro yang waktu itu meloncat keluar dari tempatnya di belakang pohon pinus. "Ayo dorong!" desaknya. bukan dari Musashi. mengangkat siku ke depan wajahnya. biarpun sedikit. Musashi terhuyung empat atau lima langkah ke arah Kimura. Di sana mereka berdiri.webng. sebelum ia meluncur dengan ributnya dan turun ke atap gudang beras. dorong dia kemari. Satu orang lawan satu puri. tapi kemudian ia mengendalikan diri dan berusaha bersabar. Segengggam pasir yang dilemparkannya itulah sumber dari bunyi aneh itu. Pertempuran antara dua tentara bisa saja lain bentuknya. Sambil menendang sandal jeraminya ke udara dan menyingsingkan hakama-nya ia berkata. tetapi bagi Musashi kata itu cukup memadai untuk mengungkapkan pengertiannya mengenai apa yang bakal terjadi. ini pantas untuk ditonton." kata Kizaemon pelan.id and dimhad. Yang dimaksudkan olehnya adalah perang total.

tangannya memegang gagang pedang. di depan dan di belakangnya. Walau enggan melakukan sesuatu yang dapat dinilai sebagai sikap pengecut. Mereka dapat saling berhubungan dengan baik sekali lewat mata. Pada detik yang sama. pedang-pedang yang digenggam erat berkilau bercahaya. Musashi merasa benar-benar hidup. namun sukar dilukiskan. Ia tahu sekarang bahwa apa yang dimulai sebagai sesuatu yang agak tak berarti itu akan berubah menjadi bencana besar. tapi kepalanya sendiri sedingin es. Caranya mengelak dan menyusun kembali posisi sudah meyakinkan mereka bahwa ia lawan setanding Kimura. nyatalah bahwa Musashi seorang pejuang terampil. syauqy_arr@yahoo. Namun Musashi merasa tidak berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. Pada saat-saat seperti itu. terdengar bunyi mereguk dan mendesis.com . Untuk sesaat yang terjadi adalah pertempuran saraf. berubah. pedang Musashi mengoyak udara seperti desing tali busur. Ia berdiri tak bergerak. Ia sadar terjadinya pembengkakan pada urat-urat nadinya. Secara serentak mereka bertiga mengepung Musashi. Matanya seperti dua batu putih yang digosok di tengah wajah yang kabur.co. Tapi sebelum salah satu pihak bergerak. Satu lawan empat. sedangkan dentang-dentang lonceng kuil yang tiba-tiba terdengar menggemakannya ke segala penjuru. Segera kemudian jelaslah bahwa ia bernapas lebih cepat dan lebih gelisah daripada Musashi. Musashi sama diamnya. Pekik pertempuran itu tidak hanya keluar dari mulutnya.id and dimhad. Dan apa yang mereka lihat sampai sedemikian jauh. Di sini tidak diperlukan tukar kata. Jotaro sudah menghilang. kegelapan sekitar Kimura seperti goyah. kecuali kalau langkah-langkah istimewa diambil. bahu kanan maju ke depan dan sikunya di atas.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Debuchi dan Murata tidak berada dalam wilayah pertempuran. Inikah bunga seroja yang menyala. Bunyi gerutu pelan yang hampir tak terdengar dikeluarkan oleh Debuchi.webng. tapi mereka terpaksa bertindak untuk mencegah terjadinya bencana. Tidak mudah mengakhiri semua itu. Angin bersiul turun dari puncak Gunung Kasagi. sintesa nyala api dan air? Tak ada lagi pasir dihamburkan ke udara. Hasil pertarungan antara Musashi dan Kimura kini boleh dikatakan telah ditentukan. dan pekik mengguntur memenuhi ruangan kosong. Darahnya terasa seperti mau meletus dari setiap poriporinya. Pedang Kimura ditempatkan sedikit lebih rendah dari dadanya. Pemecahan terbaik adalah melepaskan diri mereka dari si penyerbu yang aneh dan tak punya keseimbangan ini secepat mungkin dan mencegah agar diri mereka tidak mendapat luka secara sia-sia. tapi dari seluruh tubuhnya. kata orang pikiran tentang mati akan mendesakkan diri ke dalam otak. Dari arah keempat lawannya yang tersusun di kedua sisinya. Ia yakin Kizaemon dan Murata pun mengerti hal ini. tapi pada 249 thanks to. tapi keduanya mengambil posisi baru dan menyiapkan langkah bertahan. seperti dikatakan oleh orang-orang Budha? Yaitu panas yang teramat sangat bergabung dengan dingin yang teramat sangat.

dan langit-semuanya seperti sudah membeku jadi padat. Ingin ia sebenarnya agar lawan-lawannya bukan mengepungnya. Musashi sadar bahwa makin lama hal ini berlangsung. Ia pun melakukan penyesuaian dalam meletakkan senjatanya. Dari luar. Lengan kimono kirinya tersobek dari bahu sampai 250 thanks to. Seperti sungut kumbang.co. syauqy_arr@yahoo. Itulah suling Otsu. Satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah menanti. lupa akan musuh. Terdengar gemeresik pelan. Kenyataannya. sebelum salah seorang dari mereka mengubah kedudukan atas kehendak sendiri.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Musashi tak ada sedikit pun pikiran tentang maut. Tetapi justru pada waktu itu ke tengah kediaman tersebut mengalun bunyi yang sama sekali tak didugaduga. Begitu nadanya menyerobot ke dalam telinga Musashi. Dengan memperdengarkan teriakan perang yang keluar dari pinggangnya. tapi itu sudah cukup. ia lupa akan dirinya. membikin terang pandangannya. Pedang. dan berharap bahwa pada akhirnya salah seorang dari mereka akan mengambil langkah sementara yang keliru dan memberikan peluang kepadanya. makin kurang menguntungkan keadaan baginya. dan Otsu-lah yang memainkannya. dan darah seakan-akan menderas di dalam dirinya. tanah. manusia. dan sang musuh yang juga tanggap itu pun tidak membuat gerakan lebih lanjut untuk menyerang. Bunyi inilah yang telah memikatnya keluar dari persembunyian di Gunung Takateru dulu-bunyi yang telah menjatuhkannya ke tangan Takuan.webng. menyejukkan otaknya. Batinnya menjadi lumpuh. pedang Musashi menyampaikan kepadanya bahwa orang yang di sebelah kin telah menggerakkan sebelah kakinya seinci dua inci. Kizaemon pun tidak dapat membuat gerakan.id and dimhad. tak dapat ia membuat gerakan. "Aneh sekali orang ini!" pikirnya. Namun bersamaan dengan itu ia pun tidak merasa yakin akan mampu menang. tetapi menyebar dalam garis lurus-agar dapat dihadapinya satu per satu-tetapi ia tidak berhadapan dengan orang-orang amatir sekarang ini. yaitu bunyi alunan suling yang ditiup angin. menjurus kepada perdarahan. lupa akan hidup dan mati. Otot-otot Musashi menegang. Kelima orang itu membentuk tablo yang seakan-akan statis. lengan pedangnya seakan-akan menjelma enam atau tujuh kaki panjangnya. Lawan-lawan Musashi sebetulnya sedikit saja merasa enak memiliki keunggulan jumlah itu. perubahan itu hampir tidak dapat dilihat. Ia yakin telah terluka. Jauh di dasar hatinya ia mengenali bunyi ini. sekalipun tubuhnya jadi bertambah pekat dan titik-titik keringat berminyak berkilau-kilau di dahinya. Mereka tahu bahwa apabila seorang dari mereka memperlihatkan tanda sekecil apa pun bahwa mereka mengendurkan sikap. Musashi akan menyerang. Mereka mengerti bahwa Musashi bukanlah jenis orang yang biasa dijumpai di dunia ini. Angin terasa seperti bertiup melintasi kepalanya. Kimura menerjang ke depan.com .

Tetapi Musashi waktu itu juga menendang tanah sekuat-kuatnya dan melompat demikian tinggi. 251 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pergelangan tangan. Kemudian ia melompat berulang-ulang lagi. tiba-tiba berpaling. "Kau ini lebih pintar bicara daripada berkelahi!" ejek Murata ketika ia dan Kizaemon berusaha menghadang Musashi.webng. Satu-satunya bunyi yang terdengar hanyalah alunan suara suling yang manis di kejauhan. lenyap ke dalam gelap. "Musashi!" seru Debuchi Magobei. hingga mengenai cabang-cabang bawah pepohonan pinus. tapi sudah itu diam.co. dan tidak menoleh-noleh lagi. dan melihat Kimura sudah menghuyung ke tempat tadi ia berdiri. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Ia melompat. dan lengannya yang tiba-tiba kelihatan itu membuatnya menyangka bahwa ia terluka.com . "Pengecut!" "Musashi!" "Ayo berkelahi seperti lelaki!" Ketika Musashi sampai di tepi parit sekitar kuil dalam. Untuk sesaat ia kehilangan penguasaan diri. terdengar gemeretak rerantingan. dan ia pun menjerit menyerukan nama dewa perang.

" Ia berhenti dan mulai mengumpulkan ranting-ranting jatuhan yang kemudian ia patahpatahkan menjadi bilah-bilah pendek dengan lututnya. "Maafkan aku!" Kata-kata yang diukirnya di pagar jembatan itu kini keluar dari bibirnya. syauqy_arr@yahoo. "Bagaimanapun.. tak ada gunanya bertempur dengan keempat orang itu. Ia bangkit berdiri dan menengadah memandang sosok hitam Puri Koyagyu." Sambil berdebat dengan dirinya. "Tak mungkin Otsu ada di Koyagyu ini!" katanya pada diri sendiri. Mungkin juga dia. Lalu minta dibawa serta. ia membayangkan mata Otsu di tengah bintang-bintang di atasnya. Kedengarannya seperti. Musashi menyuruk ke dalam pagar di dekat puncak parit dan meluncur cepat setengah jalan turun. Mereka tidak mengetahui tempatnya. Kemudian di Jembatan Hanada di Himeji. dan menyatakan bahwa ia dapat menahan kesukaran apa pun. dan di situ ia berbaring telentang di rumput.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 19. kemudian menghilang. Burung-Burung Bulbul TIDAK mungkinlah untuk mengetahui berapa lama air hujan yang ada di dasar parit yang dalamnya tiga puluh kaki itu dapat menggenang. tanpa membuat bunyi apa pun. dan segera kemudian ia terbawa hanyut oleh kenangan: Otsu di celah perbatasan Mimasaka-Harima.com .. Perbuatan Musashi lari dari Himeji itu merupakan pengkhianatan. Sebentar kemudian tulang-tulang iganya sudah berhenti naik-turun dan detak nadinya kembali normal. Air mata meleleh dari sudut-sudut matanya. tentunya ia menggigit bibir dan mengutuk sifat lelaki yang tak dapat diduga-duga itu. Oh. ia meloncat ke dasar parit. Aku cuma melakukan gerak mundur taktis.co. Karena tidak mendengar kecipak air. lalu berhenti dan melemparkan sebuah batu. sambil menghapus mata dengan tangannya. tentunya sesudah peristiwa itu gadis itu sangat membencinya! Oh. "Tak ada dia di sini. dan akan menanti sepuluh atau dua puluh tahun lagi-sampai ia tua dan putih rambutnya." Hampir satu jam berlalu. di situlah pertempuran dimulai. Bukan itu sasaranku. dan katanya aku tak dapat berkelahi seperti lelaki! Tapi aku belum lagi menyerah. Ia jadi kecewa melihat dirinya menangis. "Mereka sebut aku pengecut.webng. "Apa yang kubutuhkan dari seorang perempuan?" katanya mengolok-olok dirinya. Ia mulai berjalan pelan-pelan sepanjang dasar parit itu. Meskipun begitu. ia mulai bernapas teratur kembali. Ketika keringat sudah menyejuk.." Tiga atau empat obor kayu pinus menyala di antara pepohonan. Kalau aku bertemu dengan Sekishusai sendiri. mengatakan tidak dapat hidup tanpa dirinya dan tak ada lelaki lain baginya di dunia ini.id and dimhad. "Telingaku tentunya salah. bukan tak mungkin juga dia di sini. Satu demi satu bilah-bilah itu ia 252 thanks to. Terkejut ia mendengar teriakan dari puncak parit. gadis itu mengatakan kepadanya telah menantinya hampir seribu hari. sama sekali belum menyerah! Aku tidak melarikan diri.

ia kembali mengayun langkah ke arah selatan. atau lumbung padi meyakinkannya kembali bahwa ia masih ada di dalam. Sesaat ia mendapat perasaan samar-samar bahwa Jotaro memanggilnya. Di sebelah sana menjulang tebing. Akhirnya. Ia sudah mendengar dari pemilik penginapan itu bahwa Sekishusai mundur bukan ke salah satu lingkaran puri.com . Tetapi tiba-tiba terpikir olehnya penampilannya sendiri. ternyata tidak ada sesuatu pun yang terdengar. di kaki lereng yang menjurus ke bagian tenggara puri. ataukah karena ia melihat daundaun bunga putih di tanah? Apa pun alasannya. Tentunya ia tampak seperti orang gelandangan sekarang. syauqy_arr@yahoo. Ada sesuatu pada lingkungan itu yang menghambatnya berbuat demikian. Hari sudah mendekati fajar ketika ia berada di gerbang belakang puri. menjadi hantu utama yang terbentuk akibat hasratnya yang mahahebat untuk mendapat pengakuan dan kehormatan. Musashi berjalan terus menembus hutan dan lembah. Sebetulnya ia tidak begitu gundah memikirkan anak itu. dipaksa oleh dorongan setan. Tidak adanya obor lagi menunjukkan bahwa pencarian sudah dihentikan. kalau nanti menemukan rumah pegunungan itu. dengan rambut awut-awutan dan kimono berantakan. Sepanjang malam ia mencari. Terkaannya segera dibenarkan oleh sebuah gerbang beratap lalang dengan gaya yang disukai ahli upacara minum teh besar Sen no Rikyu. tapi kemudian potongan parit. Di dalam sana ia melihat rumpun bambu yang terselimut kabut pagi. Keinginan untuk menemukan dan mengalahkan Sekishusai sekali lagi menjadi nafsu yang mengendalikan semuanya. Barangkali ia kini sudah bermil-mil jauhnya.webng. melainkan ke satu tempat terpencil di wilayah luar. kepekaan penghuni tempat itu menembusnya hingga gejolak perasaan Musashi mereda. setidaknya untuk malam itu.id and dimhad. ia melihat jalan itu berkelok-kelok melintasi rumpun pohon. akan menerobos masuk sambil mengucapkan tantangannya. Ia bermaksud. tetapi ia masih menahan diri. pepohonan yang bagus bentuknya dan rumput yang terawat balk pun menyatakan kepadanya bahwa ia telah menemukan tempat memencilkan diri itu. seperti yang terdapat di tempat-tempat penganut Budha Zen menyendiri di pegunungan. 253 thanks to. dinding batu. dan di atas tebing itu Gunung Kasagi. Apakah karena perawatan penuh cinta yang telah diberikan pada daerah itu. lalu memanjat ke luar parit. Ketika mengintip lewat celah di pintu gerbang. Tapi ketika jam demi jam berlalu. Anak itu dapat menjaga dirinya. mau rasanya ia melihat hantu dalam bentuk Sekishusai. Kadang-kadang ia merasa sudah tersesat di luar wilayah puri. Tak ia dengar lagi bunyi suling.co. Ketika ia sudah hampir menjerit karena frustrasi. Sesaat ia tergiur untuk melompati pagar. tapi ketika ia berhenti dan mendengarkan lebih saksama. mendaki bukit.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI masukkan ke celah-celah dinding batu dan ia gunakan sebagai tempat menapak.

tak terbayang olehnya bahwa air semurni itulah yang menjadi cita-cita setiap ahli upacara minum teh. bersandar ke tiang. Pikirannya terang. bagus sekali. Ia mesti menguasai diri terlebih dahulu. Barangkali ia telah memperlakukan anak itu terlalu kasar malam sebelumnya. ia bertekad mengetuk pintu gerbang itu sebagai tamu yang sah. Ia mendengarkan suara sungai kecil yang mengalir menuruni sisi gunung." katanya pada diri sendiri. dan sesudah menggosok tengkuk seluruhnya. dan terlihatlah olehnya sepasang 254 thanks to. Air itu bagus. ya. Karena itu kemungkinan ketukan biasa tidak akan terdengar. ketika sebutir embun besar jatuh dengan dinginnya ke lehernya dan membangunkannya.co. tampak olehnya matahari merah cemerlang naik di atas pegunungan. dan ketika ia menggerakkan badan dari tidurnya. Tak ada lagi kelelahan yang tersisa ia merasa lahir kembali. sebelum menampilkan diri kepada tuan di dalam itu. tapi itu gerakan yang sudah diperhitungkannya. "Hari inilah harinya. Ia berbeda dari Sekishusai. ia berkata lirih. "pasti seseorang datang ke gerbang ini. Sekali lagi Musashi merasa yakin bahwa di mana pun Jotaro waktu itu. dan entah kenapa ia teringat pada Jotaro. dan kemudian muncul dari bawah pagar dalam perjalanan menuju wilayah puri bawah. seperti berbedanya bintang yang terkecil dengan bulan. Ia bangkit. Kemudian ia rapikan rambut dengan belati yang melekat pada pedangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak perlu buru-buru. kalau ada. dan tenaga yang tertimbun di dalam anggota badannya menghendaki kegiatan. Ketika ia menggosok-gosok matanya dan menengadah. tetapi juga salah satu orang besar di negeri itu. karena ia sekarang sadar bahwa tenaganya sudah habis. Kalau dia masih menolak menemuiku sebagai murid pengembara. ia tidak berada dalam bahaya. "Lambat atau cepat. Karena Sekishusai tidak hanya pemilik Gaya Yagyu. dan ia merasa mantap dalam hati. Sambil meregangkan badan. Panas matahari telah menghidupkan kembali semangatnya." Ia lapar." Ia duduk di bawah tepi atap gerbang. mengitari rumpun bambu. Ia basuh handuk tangannya di dalam sungai. ia membersihkan kotoran kukunya. kepalanya dibasuh oleh angin pagi dan nyanyian burung bulbul. Namun karena ia tak tahu apa-apa tentang seni upacara minum teh. Bintang-bintang sedang memudar dan bunga-bunga aster putih berayunayun. Cahaya siang datang." pikirnya. dan bagian dari latihan anak itu. Dan itulah waktunya.webng. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Rumah itu cukup jauh letaknya di atas bukit. hingga Musashi membayangkan bahwa mungkin itulah alasan utama Sekishusai memilih tempat ini untuk mengundurkan diri dari dunia. Musashi membasuh wajah dan minum sekenyangkenyangnya untuk ganti makan pagi. akan kupergunakan pendekatan lain. mengambil jalan memutar dalam pagar.com . dan jatuh tertidur. Musashi bermaksud menampilkan diri sebaik-baiknya. Maka dicarinya alat pengetuk. Ia sendiri tidak lebih dari seorang prajurit tak bernama. Ia menepuk-nepuk rambutnya dan meluruskan kerahnya.

hingga jaraknya tinggal beberapa meter saja dari tempatnya berdiri. pikiran untuk menyerobot masuk mendatangi pertapa kuno itu kini terasa liar. yang mungkin diperoleh dari mengalahkan orang yang sudah tidak menghargai kehormatan dan jasa? "Bagus juga aku membaca ini. baik itu hasratnya sendiri maupun hasrat orang lain. Hanya bunga dan burung. Sajak itu ditujukan kepada para "penulis". suling gadis itulah yang telah didengarnya! Haruskah ia menanti dan kemudian menjumpainya? Atau pergi saja? "Aku ingin bicara dengannya. Ia sudah meninggalkan sama sekali hasrat dunia.webng. tetapi orang yang telah kembali kepada alam." gumamnya sambil menoleh ke sekitar. "Kukira tadi dia ada di belakangku. Mengganggu rumah tangganya akan merupakan pelanggaran besar.co. dan serunya.id and dimhad." pikirnya. yang akan memasuki gerbang ini. Ternyata Otsu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tanda peringatan di kedua sisi gerbang. sekelompok burung kecil mengangkasa. Musashi mengintip lewat gerbang. Dari kejauhan di atas bukit terdengar bunyi langkah-langkah cepat. siapakah yang datang itu." pikir Musashi. "Kalau tidak. tetapi juga bagi semua peristiwa dunia ini. Dan kehormatan apakah. namun maknanya lebih dalam dari itu. Jadi. Jantungnya berdebar-debar dan keyakinan dirinya terbang. hai para penulis. Orang tua itu menutup gerbangnya tidak hanya bagi para murid yang mengembara. "Jotaro! Di mana kamu?" 255 thanks to. nyanyian burung bulbul mereda. Sekishusai bukan lagi pemain pedang terbesar di negeri ini. dan ia merasa sangat malu terhadap diri sendiri. bagi segala kemuliaan ataupun kesengsaraannya. bukan lagi penguasa tanah perdikan. serta memperdengarkan teriakan terkejut. "Terlalu muda! Orang ini ada di luar jangkauanku sama sekali.com . Kemudian ia berlari kembali ke atas bukit. Dan di sebelah kiri: Takkan kautemukan pemain pedang di sini. maksudnya para pejabat puri. Hanya burung-burung bulbul muda di ladang. Keduanya ditulis dengan indah." kata Musashi pada diri sendiri. Ya. dan tulisan yang berupa ukiran itu diisi dengan tanah liat kebiruan yang tampaknya seperti lapisan perunggu. "Aku masih muda. syauqy_arr@yahoo. Kemudian Otsu berhenti dan membalik. angin dan bulan. "Aku harus!" Keragu-raguan mencengkamnya. aku akan menjadikan diriku orang yang setolol-tololnya!" Bersama dengan semakin tingginya matahari di langit. Di sebelah kanan tertulis: Janganlah curiga. dan jasa apakah." Keinginan untuk mengetuk gerbang pun menguap. Agaknya karena takut mendengar bunyi ribut itu. yang menolak kesia-siaan hidup manusia. Otsu berlari turun. Akan dia yang menyukai purinya tertutup.

" "Kedengarannya lain dengan kejadian tadi malam itu: kamu datang lari-lari ke kamarku dan langsung mau nangis saja." "Mana bisa begitu. "Aku sedang memikirkan dia ketika aku main itu.. Bahkan dia mungkin tahu yang main itu aku. Tapi kabarnya mereka semua itu jagoan. "Aku kan sudah bilang tadi." "Lucu. saya cukup gentar juga. "Kan sudah kubilang kau ikut aku. Musashi tentunya mendengar juga." "Saya tak melihat apa pentingnya itu. mesti mencari orang penting pagi ini?" "Ah.com . saya pun ingat Kakak ada di puri ini. Yang Dipertuan jadi terkejut juga. tapi saya tidak kuatir dengan dia. Cuma semuanya itu begitu cepat. Musashi menjadi merah mukanya karena malu. dan kali ini terdengar balasannya. terutama sesudah kamu menyebut nama gurumu itu.webng. jadi saya mengejarnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Mendengar suaranya." Jotaro datang berlari-lari mendekati Otsu. karena itu saya pikir kalau saya dapat minta maaf kepada Yang Dipertuan. Cuma." "Kalau kamu memang mendengarku main suling. "Oh. "Di sini!" jawab Otsu. Ketika mendengar suling itu. apa yang mesti saya lakukan.. sampai tak tahu saya. Beberapa waktu kemudian Otsu memanggil kembali." "Tapi apa aku menangis lama?" "Bagaimana bisa Kakak ingat semua yang saya lakukan. Kalau soalnya cuma empat orang biasa lawan guru saya. Saya tak mengerti. ya?" serunya." "Ah." "Tapi bagaimana Kakak bisa kenal dengan Musashi?" "Kami datang dari desa yang sama. jadi Kakak di sini. Ia merasa muak karena telah kehilangan keyakinan." Suara Otsu menjadi lunak. kalau Kakak tak bisa ingat apa yang Kakak lakukan sendiri? Tapi biar bagaimana. Dia bukan orang yang gampang terluka. jangan pergi ke mana mana.co. dan mulailah ia berkeringat." "Aku juga begitu." "Tapi sungguh pertunjukan besar yang kamu lakukan-menyerbu rumah orang dan menjeritjerit tentang 'pertempuran' yang sedang terjadi.id and dimhad. saya kira. saya bukan mau menangis. dari bunyi suling itu saya dapat mengira-ngira di mana Kakak berada. Tak dapat ia bergerak dari tempat sembunyinya di dalam bayangan pepohonan itu. kenapa pula Kakak mesti menangis hanya karena ada orang sedesa datang ke sini." "Cuma itu?" "Tentu saja cuma itu. tapi kemudian saya lihat ayam pegar. "Saya di sini! Di mana Kakak?" seru Jotaro dari bagian atas rumpun." "Saya juga sudah ikut. tidak betul. syauqy_arr@yahoo. saya tak akan kuatir." 256 thanks to. mengejar ayam pegar! Apa kamu lupa.

" Tiba-tiba. namun ada sesuatu di dalam dirinya yang tidak dapat menyerah kepada segala perasaan itu. Kalau tidak ada orang yang tahu. Sekishusai malahan sudah melanggar peraturannya sendiri. manakah dirinya yang sebenarnya 257 thanks to. dan ia merasa kesegaran dedaunan itu mengisi paru parunya.id and dimhad.com . Sepanjang tahun yang dihabiskannya untuk mengembara mencari Musashi. Dalam matahari terang awal musim panas itu pipinya bersinar seperti buah masak. dan ingin ia membawa gadis itu ke suatu tempat. Otsu yang ia lihat sekarang ini lain sekali dengan gadis yang duduk patah hati di beranda Kuil Shippoji dan memandang dunia luar dengan mata kosong. Ketika saya katakan padanya saya sudah membunuh Taro.webng. "Sekarang ada yang lebih penting dilakukan. lahirlah cinta yang kini menetap di dalam dirinya dan memberikan arti pada hidupnya.co. Dirinya terpecah menjadi dua: pertama. Hal-hal yang dikatakan Otsu kepadanya di masa lampau kini kembali mengiang di telinganya. Ia memang merasa sengsara. Ia mencium daun-daun muda. cinta yang dirasakannya waktu itu hanyalah samar-samar dan sukar dipegang. Ia ingin menarik kembali kata-kata yang diukirkannya di Jembatan Hanada itu. Ia ingin mengungkapkan bahwa jauh di dalam hatinya yang terbuat dari baja itu terdapat kelemahan. mencurahkan air mata yang ingin ia tangiskan. ia dapat menunjukkan kepada Otsu bahwa ia pun dapat bersikap mesra. Ia akan menyatakan kepada Otsu. Sesudah mengenal Musashi dan mengaguminya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tapi dia orang baik. Sekarang ia cukup kuat untuk mengaku bahwa semua perasaannya itu nyata. Atau setidak-tidaknya. Ia dapat mendekapnya. membelaikan pipinya ke pipi Otsu. sesuatu yang menyatakan kepadanya bahwa itu salah." katanya. karena sadar sedang membuang-buang waktu. syauqy_arr@yahoo. yang berseru kepada Otsu. dia tidak mengamuk seperti yang lain-lain. Musashi yang sedang bersembunyi di antara pepohonan memperhatikannya baik-baik dan mengagumi kesehatan tubuhnya. Katanya dia mau menemui orang yang sudah melakukan apa yang kamu katakan itu. Perbedaannya adalah karena waktu itu Otsu tak punya orang yang dicintai. Musashi cepat menangkap daya hidup Otsu yang baru dan membuatnya bertambah cantik itu. "Kita bisa bicara lagi nanti." Otsu tampak benar-benar riang. Otsu bergegas pergi ke gerbang. Waktu itu ia masih anak-anak yang sentimental. di mana mereka dapat berduaan saja. dan kedua yang mengatakan kepadanya bahwa ia orang tolol. yang sadar benar akan keyatimannya dan merasa agak benci dengan kenyataan itu. dan menceritakan semua kepadanya Betapa ia merindukan Otsu secara fisik. tubuh dan pikirannya membentuk keberanian untuk menghadapi apa pun. Ia tak bisa mengatakan. dan ia melihat betapa kejam dan buruknya ia menolak cinta yang sederhana dan terus terang seperti yang diungkapkan Otsu. Kita mesti mencari Musashi. seperti bunga.

tetapi kegembiraan sekilas yang dirasakannya segera digantikan oleh keprihatinan. Kenapa Musashi mesti lari?" "Coba lihat itu!" "Ke mana?" "Ke sana!" Ia mengambil napas dalam-dalam. apa yang kamu lakukan itu? Ayo cepat!" "Tunggu!" seru Jotaro riang.co.com . "Lihat ini!" "Ah. tapi ia berteriak. walau tidak yakin benar bahwa Otsu melihat Musashi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Seraya memperhatikan dari balik pohon dan tenggelam dalam keraguan itu ia seperti melihat dua jalan di hadapanya. dan yang lain jalan gelap. diikuti anak itu. Lihat ini: ada gambar daun mapel celupan di sini." "Saya tak melihat dia. Karena tak tahu adanya Musashi. "Musashi!!" Tapi baru saja teriakan kalut itu keluar dari bibirnya. "Kakak keliru!" pekik Jotaro. karena Musashi dengan cepat meningkatkan jarak yang memisahkan mereka. ini miliknya. ia terhuyung jatuh. "Musashi baru saja lari!" "Ke mana?" "Ke situ. Jotaro berdiri tegak sampai hampir setinggi gadis itu. syauqy_arr@yahoo. dan dengan sekuat suaranya ia memekik. Ini nama pemilik restoran bakpau di sana. "Kenapa kamu tidak memanggilnya juga? Panggil dia! Panggil dia!" 258 thanks to. ia melihat Jotaro membungkuk mengambil sesuatu. Jotaro berlari mengikutinya. "Saya ingat ini. itu kan cuma gombal tua yang kotor! Buat apa itu?" "Ini milik Musashi. dan sambil mengerahkan suara sekuat-kuatnya ia menjerit." jawab Jotaro seraya membeberkan handuk tangan itu untuk dilihat Otsu.webng. Otsu berlari mengejar dengan sekuat kakinya.id and dimhad. Otsu berjalan beberapa langkah meninggalkan gerbang. Dan ketika menoleh ke belakang. "Jotaro. dan ada huruf yang bunyinya 'Lin'. Tersengal Otsu memutai badan dan melejit ke arah pepohonan. Jotaro menolongnya berdiri." "Apa menurutmu Musashi ada di sini?" teriak Otsu sambil memandang bingung ke sekitarnya." "Di rumpun pohon sana itu!" Otsu melihat sosok tubuh Musashi. "Ya. "Sensei!" Di tengah rumpun terdengar bunyi gemeresik. "Barangkali orang lain. "Ke mana Kakak pergi?" tanya Jotaro." "Milik Musashi?" ucap Otsu sambil berlari kembali mendapatkan Jotaro. satu jalan terang. Ini dari rumah janda tempat kami menginap di Nara.

. Di ujung lembah mereka tidak melihat Musashi lagi.com . anak itu dapat dengan jelas melihat gurunya. dan air matanya mengucur sejadi-jadinya. serta hidung dan rahang yang seperti lilin. Otsu bersandar ke pohon berangan besar. melainkan kelu karena terkejut. "Kita tak boleh menyerah! Dia tak akan kembali lagi kalau kita biarkan dia pergi sekarang! Panggil dia! Suruh dia kembali!" Ada sesuatu yang menolak dalam diri Jotaro. Ia heran. Sampai di jalan tersebut. apa tujuan hidup Musashi dan kenapa Musashi menghindari dirinya.id and dimhad. Kenapa tekadnya itu mesti dilemahkan oleh kehadirannya? Ataukah itu cuma alasan? Apakah alasan sebenarnya karena Musashi tidak cukup mencintainya? Itulah yang barangkali lebih masuk akal.webng. Ia tak percaya bahwa Musashi orang yang bisa berbohong kepada perempuan. sementara gemericik sungai menambah kesepian mereka. karena ia lari langsung masuk kaki perbukitan yang berhutan lebat. hingga tak dapat mendengar teriakan mereka. syauqy_arr@yahoo. "Dia sudah gila! Dia tak berakal! Bagaimana mungkin dia meninggalkan saya seperti ini?" teriak Jotaro sambil mengentak-entakkan kakinya. Mereka berhenti dan berdiri di sana. Kalau Musashi tak ada minat kepadanya. Itulah muka topeng! Topeng perempuan gila yang diberikan kepadanya oleh janda di Nara itu. Jeritan mereka menggema melintasi peladangan. dan sepanjang kaki bukit itu menghampar jalan belakang dari Tsukigase ke Iga. tapi pandangan wajah Otsu menyatakan kepadanya. Di sebelah hutan terdapat bukit rendah. Namun. sedih. Ia tahu. Pada mulut Otsu tidak ada bengkokan aneh ke atas. seperti anak-anak telantar. tapi kenyataannya di Jembatan Hanada Musashi mengatakan senang sekali kepadanya. tak ada gunanya berdebat dengannya. kenapa Musashi menganggapnya penghalang antara dirinya dan cita-citanya. "Itu Musashi!" teriak Jotaro. namun.co. alis yang seperti jarum. Otsu mulai memahami Musashi ketika melihatnya terikat di pohon di Shippoji itu. sejak pengalaman di Jembatan Hanada. dan ia mulai berteriak juga sekuat-kuatnya. dan marah. Otsu terus mencelanya. Cintanya yang besar pada Musashi tak mampu menahan kepergian Musashi—walaupun untuk cinta itu ia bersedia mengorbankan segalanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Jotaro bukannya melakukan yang disuruhkan Otsu. dan menatap wajah Otsu. tetapi Musashi sudah terlalu jauh di depan mereka. Maka mereka berlari kembali. Awan putih menghampar kosong di atas mereka.. 259 thanks to.. Sudah pernah ia melihat wajah itu.. tapi di luar itu keduanya serupa. Jotaro cepat menarik tangannya dan undur dengan ketakutan. Namun ia tak bisa mengerti. Ia mengingat kembali katakata Musashi dengan sedihnya. dengan matanya yang merah. merasa kehilangan. ia akan mengatakannya demikian. Otsu dan Jotaro berlari sekuat kaki mereka sambil berteriak-teriak sampai parau. Ia sudah tahu itu.

yaitu orang-orang yang merasakan perlunya mempelajari peristiwa-peristiwa kejiwaan maupun keterampilan teknik dalam seni perang. tetapi semangatnya yang dirobek-robek kesedihan menunjukkan bahwa tidak ada hidup sejati baginya di luar Musashi. Daun-daun pohon berangan bergetar.com . "Lho. apakah ia tidak sedang bermimpi. Jotaro memandang ke jalan. ia memandangnya dan melihat Otsu. Sekalipun melihat Takuan merupakan guncangan bagi Otsu. tidak dapat Ia mengatakannya. Pada waktu ini ia merasa tidak ada orang lain kecuali Musashi yang patut dibela atau diandalkannya.co. Kedatangannya bukan kebetulan. artinya samurai yang mencurahkan perhatiannya kepada pemikiran filsafat tentang makna hidup dan mati. Kewajibannya mencakup pembersihan dapur dan pembuatan empleng kacang. Dengan semakin dekatnya siang. Kaum samurai yang bergerombol di sana lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan kaum biarawan Zen.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sebagai anak yatim. seakan-akan pohon itu sendiri mengerti dan bersimpati. dan ucapnya. dan salah satu hasilnya adalah kuil itu jadi dikenal sebagai wilayah pembibitan pemberontakan. "Nah. Tapi kenapa Musashi tak dapat mengucapkan kata-kata. Semakin marah. Pada masa itu. apa pun yang terjadi. ia akan mempercayainya sepenuhnya." Otsu tidak memperhatikannya. dan ia telah membulatkan tekad untuk tidak menyesal berbuat demikian. ada apa ini?" katanya. transparan. Pengkhianatan Matahachi telah mengajarkan kepadanya betapa seorang gadis harus berhati-hati dalam menilai lelaki. semakin ia tenggelam dalam cinta pada Musashi. Perkenalannya dengan mereka bermula ketika ia masih seorang biarawan muda di Kuil Sangen'in. tapi sekali ia percaya pada seseorang. Takuan sudah lama menjalin hubungan persahabatan dengan Keluarga Yagyu.webng. Ketika mendekati pohon berangan itu. namun bagi Takuan menemukan Otsu tidak lebih daripada pembenaran atas sesuatu yang telah ia curigai. ini datang seorang pendeta. Apakah itu nasib atau bukan. Ia bertanya-tanya dalam hati. biarpun hanya sepatah? Ini sungguh terlalu berat untuk ditanggung. Otsu menengadah.id and dimhad. dan bukan pula keajaiban. syauqy_arr@yahoo. sikap dingin tertentu mencegah dirinya mempercayai banyak orang. Mendengar suaranya. 260 thanks to. Daitokuji. langit di atas berubah menjadi biru tua. Biarawan yang menuruni lereng di kejauhan itu tampak seperti turun dari atas awan dan tak ada hubungan apa pun dengan bumi ini. Ia telah memutuskan akan hidup untuk Musashi. ia melihat Takuan Soho sebagai penyelamat. Dengan matanya yang bengkak dan lebar karena kagum ia berseru. Sangen'in yang dikenal dengan nama "Sektor Utara" Daitokuji termasyhur sebagai tempat berkumpul para samurai "luar biasa". Tetapi Musashi bukanlah Matahachi. "Takuan!" Dalam keadaannya sekarang ini.

ia mengatakan. Ketika Otsu selesai bercerita.. saya harap Anda datang dan menikmati santapan ini bersama saya. Karena ia mengatakan datang dari Mimasaka yang berdekatan dengan tempat kelahiran Anda dan dibesarkan di kuil yang bernama Shippoji. dan mengarang sajak. karena memiliki banyak harapan di masa depan. "Kukira kaum perempuan mampu memilih jalan hidup yang mustahil bagi kaum lelaki.co." "Nah. kau menghendaki aku memberikan nasihat padamu tentang jalan yang harus kautempuh di masa depan. Ketika mereka bertiga berjalan menuju rumah Sekishusai. saya pikir Anda dan dia banyak memiliki persamaan. ahli waris Keluarga Yagyu. Takuan berjumpa dengan Sekishusai dan menaruh rasa hormat yang besar kepada orang tua itu. Yagyu Gorozaemon. Menurut penangkapanku. lalu apa yang telah terjadi pagi itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Di antara samurai yang sering datang ke sana adalah Suzuki Ihaku. dan dari sana ia mengirimkan surat menanyakan kesehatan Sekishusai dan Munenori. Sekishusai pun menyukai biarawan muda ini.webng.. Menyenangkan luar biasa minum sake malam hari dengan iringan suling yang baik permainannya. " "Saya sudah memutuskan apa yang akan saya perbuat. yang tidak hanya dapat bermain suling dengan baik. Sesudah beberapa kali mengadakan kunjungan ke Puri Koyagyu. Takuan mengajukan banyak pertanyaan pada Otsu.. dan pergi belajar sendiri. dan akhirnya bagaimana perasaannya terhadap Musashi. menyusun bunga. yang baginya mengesankan. saudara lelaki Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. tetapi juga berbicara dengan saya. dan saudara lelaki Gorozaemon. sangat sukar bagi Takuan menolak undangan ini." 261 thanks to. Dan ia telah menerima jawaban panjang dari Sekishusai. Saya sendiri sekarang memiliki tenaga seorang gadis muda dan cantik.com . syauqy_arr@yahoo. Ia menyampaikan kepada Takuan apa yang dilakukannya semenjak terakhir kali mereka bertemu di Himeji dahulu. yaitu Munenori. Munenori cepat menyukai Takuan. dan Otsu menjawabnya tanpa bertele-tele. banyak mendapat kemajuan. yang kalau tidak berkat dirinya akan merupakan gubuk tua yang dingin dan layu." "Oh. membuatnya bersungguhsungguh menerimanya. tetapi dugaannya bahwa gadis yang dilukiskan dalam surat itu adalah Otsu. Munenori sudah mendapat kedudukan dalam Keluarga Tokugawa di Edo. Baru-baru ini Takuan singgah beberapa waktu lamanya di Kuil Nansoji di Provinsi Izumi. dan bersama-sama kami menyiapkan teh. la menjadi kegembiraan dalam umur tua saya. menjadi bunga yang berkembang di rumah. dan cucu saya yang telah meninggalkan pekerjaannya pada Yang Dipertuan Kato dari Higo. dan karena Anda demikian dekat dengan tempat ini. yang di antaranya berbunyi: Saya sangat beruntung akhir-akhir ini. dan keduanya bersahabat semenjak itu. tidak.id and dimhad. Takuan mendengarkan cerita Otsu yang menyedihkan itu sambil mengangguk-angguk sabar. Dalam keadaan bagaimanapun.

apakah hal ini akan menimbulkan kesulitan baginya. Baginya. Ia kelihatan berada dalam lembah keputusasaan. entah yang pandir dapat memahaminya atau tidak. tidak ada bedanya bunyi tepukan sebelah tangan. " "Sava." kata Otsu. syauqy_arr@yahoo. Tapi seperti halnya terdapat kebenaran dalam Zen. Otsu. Tak mungkin bagi orang yang tidak pernah jatuh cinta memahami apa yang dirasakannya.id and dimhad. ada orang-orang yang bersedia mati demi cinta. yang memaksa Takuan melakukan penilaian kembali. sekiranya saya bermaksud menyerah. bukan? Dan aku berani mengatakan kamu tak akan dapat menangkapnya. kalau kau mau mati.webng." 262 thanks to. seorang perempuan seperti saya ini hidup? Karena akan mendatangkan kerugian pada Musashi?" "Jangan putar balikkan apa-apa yang kukatakan." "Dan apa itu artinya?" "Tak dapat saya mengatakannya pada Bapak. saya harus melakukan sesuatu untuknya. Sambil menggigit bibir. Pikirnya. Otsu bersumpah tak akan mengatakan apa-apa lagi. Seorang lelaki yang memiliki kemauan seperti yang kaumiliki ini pasti dapat melaksanakan sesuatu demi kebaikan negeri.com . Setidak-tidaknya bagi perempuan. "Kau mestinya dilahirkan sebagai laki-laki.co. cinta itu satu hal yang jauh lebih serius daripada teka-teki sulit seorang pendeta Zen. Bagi seorang yang dibuai oleh cinta yang bermakna hidup atau mati. Satu-satunya pertanyaan dalam pikiran saya adalah. mencoba menjelaskan perasaannya kepada Takuan sama saja dengan Takuan mencoba menjelaskan Budhisme Zen kepada orang pandir. Betapapun kamu mencintainya." "Jadi. Aku tidak bicara soal itu. namun ada suatu kekuatan dalam nada bicaranya. dan apakah kalau saya terus hidup akan mendatangkan ketidakbahagiaan padanya. Otsu menjadi marah kembali." kata Takuan tertawa. entah Takuan dapat memahaminya atau tidak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Takuan memperhatikan dengan saksama. dia masih lari." "Kukira memang tak akan kamu mengerti. Otsu!" "Terhadap apa?" 'Di bawah matahari yang terang riang ini dewa maut sedang menarik narikmu.. Otsu sudah berhenti berjalan dan kini memandang tanah. tak ada bedanya ini dengan udara kosong. Tolol kamu. Saya masih bertekad menemui Musashi. "Sekiranya saya punya keraguan. Otsu." "Hati-hatilah. saya tak mengerti apa yang Bapak maksudkan. Takuan menjadi sungguh-sungguh.. tapi itu karena dewa maut meminjamkan tenaga kepadamu. apakah salah. Kalau memang demikian. karena Takuan tidak pernah jatuh cinta. khususnya demi hal yang tak lebih dari cinta yang bertepuk sebelah tangan. "barangkali tak akan saya meninggalkan Shippoji.

com . Kekecewaan dan kesengsaraan yang tak bisa diselamatkan lagi. biarawan itu sampai pada kesimpulan bahwa tak ada lagi yang dapat dilakukannya. syauqy_arr@yahoo. Kamu bisa mendapatkan suami yang baik di Koyagyu. "Apa kamu takkan mengucapkan selamat tinggal pada Sekishusai." Takuan berdiri memperhatikan. Pak!" Takuan mengeluh. Daripada melihat kamu pergi memasuki dunia biasa dengan segala kesengsaraan dan kesulitannya. sebelum pergi menuruti kehendak hati?" "Saya akan mengucapkan selamat tinggal dalam hati. yang demikian bertekad pergi membuta menempuh jalan yang telah dipilihnya. Beliau tahu. tidak ada. tapi di sini juga indah. Di sini damai dan tenang. Otsu. Memang benar. ya? Baiklah. sedangkan Otsu dan Jotaro menuruni jalan samping. bahwa jalan kegelapan dan keinginan itu hanya menjurus pada kekecewaan dan kesengsaraan. jadi Bapak tidak lihat. kamu tak akan mempertimbangkannya kembali?" "Mempertimbangkan apa?" "Tinggal di Pegunungan Mimasaka itu indah. belum lama aku tidak melihatmu. aku lebih suka melihatmu hidup dalam kedamaian." "Oh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Saya lakukan ini bukan karena saya senang melakukannya. Saya tak bisa berbuat lain. "Ayo pergi. 263 thanks to. Ia ingin sekali agar gadis itu mempercayainya. di tengah pegunungan dan sungai-sungai ini. dan katanya. karena sadar bahwa ia tidak berdaya menghadapi perempuan muda yang berkemauan keras ini. Maka serunya kepada Otsu. saya tak pernah bermaksud tinggal lama di sini. ada!" Takuan memasukkan tetesan daya terakhir ke dalam permohonan-nya." "Jadi. Pendeta cemerlang seperti Bapak tak akan dapat memahami perasaan perempuan!" "Tak bisa aku menjawab ini. seperti juga burung-burung bulbul yang kita dengar sedang menyanyi itu. "Tentang bagaimana kamu bisa hidup dan bahagia. Diiringi kerjapan alisnya yang sedih." "Kegelapan?" "Kamu dibesarkan di dalam kuil. Kamu mesti tahu." "Ah. "Kamu boleh tertawa. dan melihatmu lagi kamu sudah berbuat seperti semua perempuan lain. ha! Terima kasih banyak." "Tidak pernah ada jalan terang bagi saya." "Ha. dan hidup di sini sederhana. Jotaro. tak usah kita bicara lagi. Saya mencintainya!" "Coba. tapi jalan yang hendak kamu tempuh itu jalan kegelapan." Otsu melengos. dan ia dekati gadis itu dan ia pegang tangannya." demikian ditawarkannya. perempuan bagiku merupakan teka-teki.id and dimhad. sejak saya lahir.co. ada.webng. "Aku akan bicara dengan Sekishusai tentang itu.

"Tak ada lagi yang dapat kuperbuat. "Kamu juga." "Oh. menjatuhkannya.co. tak peduli dengan jalan kegelapan dan jalan terang itu. Takuan mengerut melihatnya. Kemudian Jotaro kembali berlari-lari mengenakan topeng. tapi setidak-tidaknya kembalilah ke puri mengucapkan selamat tinggal pada Sekishusai. dan melangkah meninggalkan Takuan. ia memandang Jotaro. "Sang Budha sendiri pun berputus asa menyelamatkan perempuan. dan panggillah namaku! Sementara ini. saya lupa!" kata Jotaro terengah. "Topeng saya tertinggal di sana. tapi.." kata Otsu. dan katanya dengan sangat khidmat." "Saya mengerti.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI memiliki anak-anak. ayo pergi! Sekarang!" Takuan menengadahkan mata ke awan-awan putih. Saya akan mengikuti guru saya. sebutlah namaku.id and dimhad." "Selamat tinggal." katanya. mereka bertemu dengan orang-orang yang berduyun-duyun menuju neraka." kata Otsu. Otsu berdiam diri di persimpangan. Akan saya ambil dulu. Kamu akan membuat tempat ini lebih baik. dan cobalah berhati-hati!" 264 thanks to. Pak. Bapak berusaha membantu. pergilah sejauh kau bisa. "Saya tidak. Tapi Otsu tetap tak tergoyahkan." "Cobalah! Kuminta kamu mencoba!" Sambil menarik tangan gadis itu. Ke mana saja mereka pergi.webng.. meratapi kegagalannya. lakukanlah apa yang kamu suka. kalau kau nanti mulai tenggelam dalam Enam Jalan Jahat atau Tiga Persimpangan. Takuan diam. "Otsu. dan melakukan hal-hal yang juga dilakukan perempuan lain. "Ya. dan kembali menjadi teman lama yang pernah dikenalnya." Ia segera berlari. tapi saya mohon Bapak menyampaikan terima kasih saya dan ucapan selamat berpisah kepada beliau. Nak!" Jotaro menggelengkan kepala dengan tegas." Takuan mengangkat kedua tangannya. syauqy_arr@yahoo. Jotaro bergayut pada lengan kimononya. aku bahkan mulai berpikir sekarang bahwa pendeta-pendeta adalah orang gila." "Nah. dan katanya. Takuan sudah mengingatkannya akan bahaya yang mengintai dalam hidup yang hendak ditempuhnya dan mencoba meyakinkannya bahwa ada jalan lain untuk menemukan kebahagiaan. wajah yang akan ia saksikan sesudah Otsu menanggung derita dalam perjalanan panjangnya menelusuri jalan kegelapan. yang bisa kukatakan cuma. "Saya pergi sekarang.com . Dan itu akan membuatmu lebih bahagia. Pikirkan diriku." "Oh. "Saya nyatakan hormat kepada Sekishusai di sini. katanya. dan secara naluriah merasa bahwa itulah wajah masa depan Otsu.

kehilangan warna lembut cahaya lenteranya di waktu senja. dan dari wajah para samurai telantar yang mencari pekerjaan. dua pekerja yang beruntung mendapat istirahat setengah jam dari kerja yang mematahkan tulang punggung itu berbaring telentang di permukaan sebuah batu besar yang lebar. Walaupun waktu itu musim gugur menurut kalender. dan tingkah laku orang-orang di jalan raya. Dalam panasnya tengah hari. Pohon-pohon liu di dekat jembatan berkilauan putih. tapi kudengar Keluarga Tokugawa sedang membeli senapan dan amunisi kapal-kapal asing. panas yang membakar mengingatkan orang pada hari-hari terpanas setelah musim hujan di awal musim panas. Puri Fushimi sedang dibetulkan. apalagi seorang jenderal Osaka. sekitar 20 mil ke sebelah barat daya. kemudian mengalir terus melintasi Dataran Yamashiro ke arah benteng Puri Osaka. luasnya paling sedikit dua meter persegi dan tingginya sekitar satu meter. Atap-atap rumah di desa itu berwarna abu-abu kering. berdebu. Batu-batu itu mendesis-desis terkena sinar matahari yang mendidih.webng." "Kupikir kau benar. Barangkali tak boleh aku bicara keras-keras.id and dimhad. Kebanyakan batu itu besar. syauqy_arr@yahoo. Perbenturan antara yang lama dan yang baru tampak di mana-mana. dengan Hideyori?" 265 thanks to. Batu-batu karang yang dimuntahkan dari perahu-perahu ke tepi sungai benar-benar menggunung." "Kalau begitu. tepat seperti matahari yang sedang terbenam berteguh pada keindahannya yang perlahan menghilang. kenapa Ieyasu mengawinkan cucu perempuannya. Sedangkan di Fushimi setiap patah kata yang diucapkan oleh seorang samurai Osaka." "Memang kupikir begitu. Jenderal-jenderal Osaka tampaknya sedang mengumpulkan semua ronin yang dapat mereka temukan. sambil mengobrol tentang soal yang sedang menjadi buah bibir setiap orang. Senhime. yang dipilih Ieyasu sebagai tempat tinggalnya selama perjalanan-perjalanan jauhnya ke daerah Kansai. Kekuasaan yang sebenarnya berada di Fushimi. Sungai Yodo melingkar mengelilingi sebuah bukit bernama Momoyama (daerah Puri Fushimi). masih terus berusaha bergayut pada sisa kekuasaan yang sudah pudar. setiap gejolak politik di daerah Kyoto segera menimbulkan gemanya di Osaka. dari lagu-lagu rakyat. Itu kelihatan dari perahu-perahu yang hilir-mudik di sungai. Seekor jangkrik melesat berkelok-kelok dari sungai ke sebuah rumah kecil di dekat tepi sungai. Sasaki Kojiro TEPAT di selatan Kyoto. Di sekitar Momoyama sedang terjadi pergolakan. Puri Osaka yang dihuni oleh Hideyori dan ibunya. "Kau pikir akan ada perang lagi?" "Kenapa tidak? Rasanya tak ada orang yang cukup kuat untuk memegang kontrol. Yodogimi. dianggap orang sebagai isyarat masa depan.co.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 20. Sebagian karena hubungan air yang langsung ini. karena Tokugawa Ieyasu memutuskan mengubah cara hidup yang telah berkembang di zaman Hideyoshi.

Tokoh-tokoh setempat tidak lagi diizinkan memerintah semaunya atau mengerahkan petani semaunya untuk kerja luar. Mereka harus dibuat masa bodoh terhadap politik dan diajar mengandalkan diri pada kekuasaan yang ada. Padahal perbaikan itu merupakan satu tahap saja dalam program pembangunan besar-besaran. para petani harus diperbolehkan menggarap tanahnya—dengan sedikit sekali mengerjakan yang lain." Lalat-lalat merubung kedua orang itu. dan selusin kota kuil yang lain lagi. Tujuan lain pemerintah adalah memperoleh dukungan rakyat banyak. Memang bukan uangnya sendiri. Tujuannya sebagian besar bersifat politik. dan lalat langau— lambang-lambang kemakmuran. sekaligus memaksa para daimyo yang melawan Ieyasu di Sekigahara berpisah dengan sebagian besar penghasilan mereka. Hikone. yang mengira Ieyasu akan tinggal di situ. bahkan sekarang pun kebanyakan barang barang itu berupa perbekalan militer. hampir seribu pekerja dikerahkan memperluas gerigi batu di atas benteng. Sebagai gantinya. Selama mereka dapat memenuhi kebutuhan remehnya. Suruga. dan berliur mulutnya. diam. Dari sekarang. Dalam pertanian pun ia memperkenalkan sistem pengendalian baru. para pengusaha besar menyimpulkan bahwa perbekalan militerlah yang paling menguntungkan. syauqy_arr@yahoo. cara ini membuat tuan-tuan feodal yang bersahabat terlampau sibuk untuk melunak. pelacur. Sesudah menghitung dengan sipoa kolektifnya. yang secara langsung atau tidak mendapat keuntungan juga dari pekerjaan umum yang besar itu. kita boleh bertaruh. tak ada alasan untuk mengeluh. Segerombolan lain merubung dua ekor sapi jantan tak jauh dari situ. apa yang ada dalam pikiran Ieyasu. Nagoya. Karena tak ada yang cukup kuat untuk menolak. bermalas-malasan di bawah sinar matahari.id and dimhad. dan para pedagang mengkhayal bahwa di atas ini semua akan ada kesempatan buat terjadinya perang lagi—yang akan lebih menguntungkan. Kedua ekor binatang itu masih terpasang pada gerobak balok yang kosong. Otsu. Salah satu cara Ieyasu untuk mengendalikan para daimyo adalah memerintahkan mereka menangani proyek bangunan.co. 266 thanks to. Dalam hal ini pun Ieyasu tidak mengecewakan mereka. Alasan sebenarnya kenapa kuil itu diperbaiki tidak diketahui oleh pekerja rendahan. Orangorang biasa macam kita ini tak mungkin tahu. Barang-barang berlalu lintas dengan sibuknya. Bagi mereka tidak banyak bedanya siapa yang berkuasa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mana aku tahu? Apa pun yang dia lakukan. Kerja pembangunan besar-besaran dilaksanakan juga di Edo. mereka berspekulasi tentang apa yang mungkin diperoleh di harihari mendatang.webng. karena ia dapat menghamburkan uang seperti menyebarkan gula-gula kepada anak-anak. tenang. Penduduk kota dengan cepat melupakan hari-hari yang tenang pada masa kekuasaan Hideyoshi. suatu bagian penting dari rencana pemerintahan Tokugawa.com . melainkan uang orang-orang yang bisa menjadi musuhnya. pasti ada alasannya. Akibatnya kota di sekitar kuil tiba-tiba dibanjiri para penjaja. Masyarakat luas gembira dengan masa baik yang didatangkan Ieyasu. Di Fushimi saja.

syauqy_arr@yahoo. namun rencana-rencana besar untuk menjaga perdamaian dan meningkatkan kemakmuran tidak berhubungan sama sekali dengan mereka. Pekerja itu kurus. Para pekerja di Puri Fushimi itu pun tidak memikirkan hari esok. Dengan lesu ia menghitung beberapa keping mata uang kotor dalam telapak tangannya. Dialah Hon'iden Matahachi. Merasa mual. Tak seorang pun berpikir tentang apa yang bakal terjadi lima ratus tahun lagi.webng. ya? Kaukira kami punya uang buat semangka?" "Sini! Saya sih mau saja—kalau tanpa bayar. kecuali Ieyasu. si Wajah Berpupur. di waktu seperti itu. Yang kedua. ia mencondongkan badan ke samping dan mulai meludah ke rumput. siapa beli semangka?" seru seorang anak perempuan petani yang setiap hari. walaupun tidak begitu menaruh harapan. teman-teman dekatnya masih mengenalnya. Yang dimaksudkannya adalah orang-orang yang hendak dibalasnya: Oko.id and dimhad. petani. makin cepat makin baik. biasa berkeliling. Kekeliruannya yang pertama adalah pergi ke Sekigahara. Namun demikian. Apa pun yang terjadi. Mereka hanya memiliki harapan sederhana. Gerakan kecil itu saja sudah membuatnya kehabisan tenaga. dan kakinya menyandar pada batu lain. Bayangan kelelahan menyamarkan usia mudanya. "Semangka?" tanya gadis itu. "Siapa lagi?" "Kamu gila. Yaitu sekadar melewati hari itu. Ia bersandar pada batu yang satu. "Semangka? Ya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Penguasa yang berbudi. Dengan riangnya ia beralih dari satu gerombolan ke gerombolan lain sambil berseru. Sedikit pun tak ada lagi tenaganya untuk mengambil kembali semangka yang terjatuh dari pangkuannya. Sampailah ia pada keyakinan bahwa sekiranya bukan karena kedua peristiwa itu. sedangkan tangannya merangkul lutut. Tak seorang pun. tunduk kepada janda yang menggairahkan itu.com ." Kecewa karena keberuntungan awalnya terhenti. menurut jalan pikiran Ieyasu. Dengan jemu ia memandang semangka itu. Ketika ia menyandarkan diri kembali ke batu. sekaligus menjaga agar mereka tidak naik melebihi statusnya.co. sedangkan matanya yang hitam tidak memperlihatkan tanda-tanda kekuatan ataupun harapan. Dengan kebijaksanaan inilah ia bermaksud mengabadikan kekuasaan Tokugawa. maupun daimyo tidak sadar bahwa mereka dengan hati-hati sedang dijalinkan ke dalam sistem feodal yang akhirnya akan mengikat kaki dan tangan mereka. pemilik pedang kayu. yang sedang duduk di antara dua batu besar. gadis itu mendekati seorang pekerja muda. "Babi!" gumamnya lemah. adalah orang yang tidak membiarkan para penggarap tanah mati kelaparan. ia sudah ada di rumahnya di 267 thanks to. ia pun berhasil menjual semangka pada beberapa lelaki yang sedang mengadu mata uang di bawah bayangan batu besar. sedangkan kulitnya merah sehat terbakar matahari. lalu memberikannya kepada gadis itu. matanya cekung. Baik orang kota. Begitu muncul. tak mungkinlah keadaan mereka lebih buruk dari yang sekarang. kepalanya merunduk murung. Sekalipun mereka berbicara tentang perang dan tentang kapan perang bisa meletus. dan Takezo.

sementara matahari menyengatnya dari musim panas sampai musim gugur.. syauqy_arr@yahoo. "Kukira Otsu pasti membenciku sekarang. ia mengetahui bahwa Miyamoto Musashi yang meraih reputasi sebagai pemain pedang di ibu kota itu ternyata teman lamanya. Pada malam keberangkatannya. Yang kubutuhkan sekarang cuma sepuluh tahun.. Dan semenjak ia berakal sehat. Takezo. dan kilas cahaya tampak kembali pada matanya. Lalu aku akan melakukan pembalasan. Untuk sesaat kelihatan olehnya seolah sudah terlambat untuk mengadakan perubahan. Matahachi tak tahu sama sekali tentang apa yang belum lama itu terjadi di Mimasaka. "Umurku baru dua puluh dua. Tiga puluh satu! Apakah Otsu akan tetap sendiri. menjadi suami seorang istri yang cantik. mulailah ia merindukan Otsu kembali. dan membebaskan diri dari Warung Teh Yomogi. Di situ ia bekerja keras. "Lima tahun. dan membujuknya untuk kawin. kenapa aku tak dapat memperoleh nama untuk diriku. Pada waktu itu ia akan kembali ke kampung. membudakkan diri dengan tekun dari hari ke hari. Aku dapat melakukan apa saja yang dilakukan Takezo! Aku dapat melakukan lebih dari itu. "Itulah satusatunya cara!" ucapnya. "Akan kutunjukkan pada semua orang!" demikian pikirnya. berapa sudah umur Otsu waktu itu. "Belum terlambat!" demikian ia meyakinkan dirinya. Tak dapat ia mengetahui bahwa khayalannya kosong. dan menjual tenaga sebagai buruh harian di Fushimi.webng. Agak bangga juga ia dapat bertahan di situ. tapi dalam hal Matahachi.id and dimhad.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Miyamoto sekarang. biarpun sudah mengalami peristiwa dengan Oko. dan membikin iri seluruh kampung. Guncangan keras ini segera disusul gelombang cemburu hebat. semakin sering ia memikirkan Otsu. Aku dapat melakukan apa saja kalau aku mencoba!" Setiap orang bisa saja mengalami perasaan seperti itu. dan mencoba menanggalkan sifat malas dan kebiasaan buruknya. dan menunggunya selama itu? Sedikit kemungkinannya. Karena ingat akan Otsu. atau paling banyak enam tahun.co. sekalipun sedang mau muntah. itu berarti menutup mata. menjadi kepala Keluarga Hon'iden. kadang-kadang memikirkan bekas tunangannya itu merupakan hiburannya satu-satunya. "Tak ada alasan. ia sudah berhenti minum. Apa gerangan yang sedang dia lakukan?" Dalam keadaan sekarang. meminta maaf kepada Otsu. 268 thanks to. Tapi sepuluh tahun—tak mungkin! Tak akan lebih dari lima atau enam tahun! Dalam jangka waktu itu ia sudah mencapai sukses.com . Tetapi mulanya ia tidak dapat menemukan pekerjaan yang cocok." Ia menatap semangka itu. meloncati jurang lima tahun lamanya. Ketika sifat Oko yang sebenarnya akhirnya ia pahami. dan akan kulakukan.. sementara selama itu seorang perempuan yang lebih tua menanggung hidupnya. Disumpahinya dirinya sendiri karena selama lima tahun tidak mengikuti arus perubahan." Sepuluh tahun? Ia berhenti untuk menghitung.

jelas telah mengetahui syair-syair itu dari sebuah pesta. "Kembali kerja. teman itu berseru. ei. "Kenapa kamu beli semangka kalau kamu tak bisa makan semangka?" "Aku beli ini untuk kalian semua. Ei." Buruh-buruh pun memecahkan semangka itu di sudut batu dan menyerbu-nya seperti semut. Batu itu maju dengan berat dan lambat. Sekalipun kata-katanya jarang dituliskan." Para penghela batu besar yang tegap-tegap itu mencemoohkan kelunglaiannya. sa. lagu-lagu berirama ini pun berkembang biak. ketika sebuah batu raksasa dipindahkan dengan pengumpil-pengumpil besar ke atas gelindingan dan diseret dengan tali-tali setebal lengan. Bau keringatnya menyebar ke atas tanah. apa yang kau gumamkan sendiri? Mukamu kelihatan hijau. Air liur keluar dari mulutnya ketika ia mengguncang-guncangkan kepalanya. Tapi kita setia padanya-sampai mati.com . telah mencatat beberapa syairnya dalam sebuah surat. manis menetes-netes itu. Begitu semangka habis. Matahachi. namun sekali lagi ia terserang gelombang pusing. Dengan ramainya pembangunan puri. karena aku tak bisa mengerjakan bagian kerjaku. "Ini bukan apa-apa. "Kukira itulah yang baik.id and dimhad. Kaki tangan kita gemetar. Apa semangka itu busuk?" Matahachi terpaksa menampakkan senyuman lemah. syauqy_arr@yahoo. hei. 269 thanks to. Yang Dipertuan Togoro. kalian!" Samurai yang bertugas keluar dari sebuah gubuk memegang cambuk. kawan-kawan! Makan ini. sa. Salah seorang bertanya. bagus juga." "Oh. Sambil menopangkan siku ke puncak batu besar lebar itu. membagi-bagi daging buah yang merah. Hei.webng.. Tarik ya! Seret ya! Tarik ya! Seret ya! Tuan kita bicara.co. yang tentunya tak ada kesempatan biarpun cuma menyentuh bahan-bahan bangunan. Biar aku beristirahat di sini sekitar sejam.. "Hei. tidak kurang dari Yang Dipertuan Hachisuka dari Awa. bukan apa-apa!" Sengal-nya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Justru pada waktu itu salah seorang teman kerjanya berdiri di seberang batu besar di depannya. walaupun dengan cara baik-baik saja. yang bertanggung jawab atas pembangunan Puri Nagoya. Matahachi yang bayar. Yang Dipertuan. Dari Awataguchi kita menariknya Menyeretnya batu demi batu-demi batu. juga di antara para pekerja. Segera kemudian terdengar lagu kerja para penghela batu di medan kerja itu. seperti gunung yang bergeser. "Kukira terlalu banyak aku terkena panas matahari." jawab Matahachi. Karangan sederhana seperti di bawah ini menjadi semacam mode di tengah masyarakat. Buat Tuan Yang Mulia. seseorang melompat ke atas batu dan pekiknya.

Kepala itu demam oleh suhu tinggi.id and dimhad. menghiasi bagian depan topinya. Umpamanya aku kerja keras. "Semua orang. dan kelihatannya tak mempan oleh panas yang tak menyenangkan itu. nyanyian yang spontan sifatnya cenderung memberikan tempat kepada musik yang digubah oleh para musisi yang mengabdi kepada para shogun. menyanyikan lagu ini. Lagu-lagu populer pada zaman merosotnya keshogun-an Ashikaga pada umumnya bersifat dekaden dan kebanyakan dinyanyikan secara pribadi. ia pun mendudukkan diri di samping sebuah batu yang lebar rata. kini ia menjadi murung. tapi saya pusing. Orang lain tidak ada artinya sama sekali baginya. Sekalipun panas matahari menyengat langsung wajahnya. Dalam keadaan seorang diri. Kepalanya tertutup topi anyaman kasar dalam-dalam. ia tetap tak bergerak. Tampak olehnya seorang pemuda jangkung." "Sebetulnya lebih baik dari biasanya. yang kudapat cuma cukup buat makan sehari. Matahachi meletakkan kepalanya ke tangan. Segera kemudian samurai itu tahu bahwa Matahachi sedang muntah. apa untungnya itu untukku? Aku kerja sehari penuh. Sebuah emblem dalam bentuk kipas bertulang baja yang setengah terbuka. Kalau tidak kerja. tua-muda. Tinggi batu itu tepat sekali untuk meja tulis. mengiang di telinganya. "Kau sedang kurang sehat rupanya. Ditiupnya pasir di atas batu itu." katanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Penulisnya berkomentar. Ketika kekuasaan Tokugawa menjadi lebih kuat." jawab Matahachi. Ia duduk membelakangi pendatang itu dan sekali-sekali muntah. Ia tidak melihat Matahachi yang waktu itu masih terlalu merana untuk peduli. aku tidak makan. kemudian sambil menopangkan kepala ke batu dengan sikunya. dan di pinggangnya tergantung satu bungkusan seperti yang biasa dibawa oleh shugyosha. dan ia menengadah.co. "Hei. dan nyanyian dengan kata-kata "tarik-ya" itu mendengung. Kemudian hari. Ia sedang memandang kerangka bangunan dengan penuh renungan dan sedang menaksir medannya.webng." rintihnya. karena lagu ini bagian dari dunia mengambang yang kita tinggali!" Kaum buruh di Fushimi tidak sadar akan gema sosial lagu-lagu ini. namun lagu-lagu mereka benar-benar mencerminkan semangat zaman. ia kembali mengamati baik-baik lingkungan sekitar. tetapi pada tahun-tahun makmur kekuasaan Hideyoshi. lagu-lagu bahagia dan gembira sering terdengar di tempat umum. termasuk juga iringan semut yang sedang berbaris di situ. Sesudah beberapa waktu. "Tapi apa gunanya. ketika kerasnya kekuasaan Ieyasu mulai terasa." Waktu itu dirasanya ada orang berdiri di dekatnya. apakah ada orang atau tidak di dekatnya.com . syauqy_arr@yahoo. "Lima tahun. nada-nada itu kehilangan sebagian semangat gembiranya. "Kenapa kamu?" "Panas ini." 270 thanks to. seperti segerombolan lebah.

com . "Kau tak punya hak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mau obat?" kata samurai itu sambil membuka kotak obat yang dipernis hitam dan menumpahkan pil-pil merah ke telapak tangannya. dan kali-kali kecil. termasuk juga menara utama. Ia mendekat dan memasukkan obat itu ke mulut Matahachi. sehingga akan mengalahkan Benteng Hideyori di Osaka.id and dimhad. dan mengeluarkan kuas dari kantong tulisnya dan buku tulis dari kimononya. "Terima kasih. "Apa yang kamu lakukan ini?" serunya." "Ini tugasku!" "Mengganggu urusan orang lain itu tugasmu?" 271 thanks to. Sekarang benteng ini tidak hanya dibangun kembali. namun dengan perincian luas mengenai seluruh puri. Matahachi merasa bersalah karena tidak melihat pada waktunya. "Sebentar lagi kau sembuh.webng. benteng. "Uh-Oh!" ujar Matahachi pelan. Segera kemudian calon prajurit itu mengangkat tangan untuk mengusir lalat dari kerahnya yang berkeringat. Entah dari mana datangnya. dan si inspektur menatap kembali dengan marahnya sebentar. Tepat sebelum Pertempuran Sekigahara. Di bawah tepi topinya. kemudian mengulurkan tangan ke arah gambar. menderita kerusakan besar. Kasih tahu aku kalau nanti ada orang datang lemparkan saja kerikil atau yang lain. "Aku mau lihat dulu. syauqy_arr@yahoo. dan pada halaman kedua ia mulai membuat diagram jalan-jalan dari belakang. berpakaian setengah zirah dan mengenakan sandal jerami." salaknya." "Apa kau mau istirahat lebih lama di sini?" "Ya. yang kemudian berdiri di belakang pembuat sketsa itu. tapi tiba tiba saja muncul inspektur proyek. puri ini diserang oleh kesatuan kesatuan Tentara Barat. juga sebagian paritnya.co. dan mulailah ia menggambar. Orang itu berdiri diam." katanya. Kini sudah terlambat. dan waktu itulah tampak olehnya si pengganggu itu. aku mau minta tolong. Ia menengadah dengan mata terkejut. melainkan juga diperkuat. pegunungan di latar belakang. Calon prajurit itu membuat sketsa sepintas-lintas secara cepat. Ia buka alas di atas batu itu. Calon prajurit itu menangkap pergelangan tangannya dan bangkit berdiri. Inspektur mengambil buku tulis itu dan mengacungkannya tinggi-tinggi. supaya dapat memberikan peringatan." "Kalau begitu. matanya bergerak ke sana kemari dari puri ke lingkungan terdekatnya. duduk di situ. sungai." Ia kembali ke batunya sendiri. dan dua pekarangannya. seakan-akan menanti dilihat orang.

" "Apa kelompokmu? Siapa komandanmu?" "Bukan urusanmu. jangan!" teriak calon prajurit itu hendak merebut buku tulisnya. aku punya perintah untuk menyelidiki siapa saja di tempat ini yang kelihatan mencurigakan." "He.co. 272 thanks to.webng. Ayo sini ikut aku!" "Jadi. terpaksa aku mengikat dan menyeret-mu. kau menuduhku penjahat?" "Tutup mulutmu dan ikut aku. pegawai-pegawai bejat! Terlalu biasa kalian menakut-nakuti orang banyak. karena kepala si inspektur sudah menganga di atas batu. si calon prajurit cepat kembali kepada sikap tenang sepenuhnya. Kamu mesti menjawab beberapa pertanyaan. "Awas kamu!" seru si inspektur. "Kalau kamu tak mau ikut dengan sukarela. Atau kuadukan kau." kata si inspektur. tapi kata-kata itu kurang cepat waktunya untuk didengar si inspektur. jangan. seperti semangka.com . Sambil melolong keras ditangkapnya leher inspektur itu dengan sebelah tangan. syauqy_arr@yahoo. Mereka semua mengajukan alasan macam itu. lawannya sudah beraksi." "Oh. Belum lagi kata-kata itu selesai diucapkan." "Kupikir lebih baik aku menyimpannya. Si calon prajurit melompat mundur selangkah.id and dimhad. "Orang udik tak berguna!" jeritnya. Sementara itu." "Apa dasarnya? Apa kamu perwira?" "Betul. Tapi kau boleh tahu. tiap kali kalian membuka mulut besar itu!" "Diam kamu! Ayo ikut!" "Jangan kau coba-coba denganku!" Calon prajurit itu tetap tak mau menyerah. menginjaknya. dan buku tulis sobek menjadi dua.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kenapa? Apa tak boleh aku melihat?" "Orang bebal macam kamu tak bakal mengerti. Tak peduli siapa kamu. Nadi-nadi di dahinya menggelembung marah. "Lebih baik kamu memberi penjelasan baik-baik. aku sedang membuat telaah tentang puri-puri dan ciri-ciri geografisnya buat rujukan masa depan. dan dengan tangan lain dicengkeramnya ujung bawah baju zirahnya. Siapa kasih kamu izin membuat sketsa?" "Lho. Matahachi berteriak ngeri sambil menutup muka dengan tangan untuk melindungi diri dari gumpalan-gumpalan benda encer merah yang melayang ke arahnya. kemudian dibantingnya ke sebuah batu besar. Apa salahnya?" "Tempat ini penuh mata-mata musuh. memperbaiki kedudukannya. dan menarik lembing kapaknya. Kedua orang itu tarik-menarik. Inspektur itu menjatuhkan belahan buku tulis tersebut.

Sesudah ditemukannya topi itu. Para pekerja melanjutkan kerja keras seperti lebah. ia meneriakkan perintah.co. untuk mencari topinya yang terbang ketika ia melaksanakan lemparan hebat tadi. pengangkut tanah. yang semula minum teh di bawah perancah. sementara para pengawas yang bersenjatakan cambuk dan lembing kapak meneriakkan perintah-perintah ke punggung mereka yang berkeringat. dan mencoba menyelinap. tapi seorang penjaga melihatnya dan menjegalnya dengan tongkat berpaku. dan lain-lainnya berteriak-teriak seakan-akan "matamata" itu musuh pribadinya. hingga tak seorang pun dari beratus-ratus buruh yang ada di sekitar tempat itu. ia mengenakannya dengan hati-hati di kepala. sampai akhirnya seolah-olah ia terbang bersama angin. lalu menyerang si 273 thanks to. yang terus melawan seperti binatang kena perangkap.webng. Ia merebut tongkat dari tangan penjaga. dan menyerbu ke arah samurai tak berdagu itu. Barangkali karena bekas luka pedang yang dalam dan mencekung aneh bentuknya. dan kelihatannya tidak berdagu. Kemudian ia menoleh ke sekitar tenang-tenang. Kemudian pergilah ia dengan langkah cepat dan semakin cepat." "Bunuh dia! Bunuh dia!" Para penghela batu. dan sekelompok serdadu. segera bergerak. orang itu belum lagi berumur tiga puluh.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi sungguh terpesona. dan segera kemudian berkepul debu kuning di dekat gerbang kayu benteng yang memisahkan wilayah pembangunan dengan kampung. yang memungkinkannya meninjau seluruh wilayah tersebut.com . Namun ada sepasang mata khusus yang menyaksikan semua itu. "Ada apa?" "Perkelahian lagi?" Yang lain-lain mendengar seruan untuk memegang senjata. Melihat calon prajurit itu melarikan diri. sempat melihatnya. Mata pengawas umum para tukang kayu dan pembelah kayu yang berdiri di puncak perancah tinggi. ataupun orang-orang yang mengawasi pekerjaan mereka. Samurai itu berlari di belakang kereta sapi yang sedang keluar dari gerbang. Dari atas perancah pengawas terdengar teriakan. dan sekali lagi menyembunyikan mukanya yang mengerikan itu dari pandangan mata. Wajahnya yang kurus dan terbakar matahari itu bopeng. Matahachi mulai mengucurkan keringat. Mungkinkah orang itu sudah terbiasa membunuh dengan cara brutal seperti itu? Ataukah sifat darah dingin itu sekadar akibat ledakan kemarahan? Karena gentar yang sehebat-hebatnya. syauqy_arr@yahoo. Calon prajurit itu tidak terburu-buru melarikan diri. "Ada mata-mata! Mata-mata dari Osaka!" "Tak mau juga mereka itu belajar. Menurut terkaannya.id and dimhad. Seluruh peristiwa itu terjadi demikian cepat. "Jangan lepaskan dia!" Tanpa ragu-ragu lagi orang banyak itu menyerang si pelaku kejahatan. Ia mengumpulkan dahulu bagian-bagian buku tulisnya yang robek-robek. Teriakan-teriakan marah mengudara dari kerumunan orang banyak.

Dalam lima menit saja wilayah pembangunan yang luas itu kembali seperti keadaan semula. hitam oleh kotoran dan darah kental." Ia memandang ke sekitar." kata salah seorang pengawal. Dua pengawal berdiri di samping tubuh yang jatuh itu. dan mukanya masih memperlihatkan kemarahan. Orang-orang yang hendak menangkapnya undur ketakutan. kaum buruh ini menganggap samurai pengembara tak berguna. Tidak sedikit para penonton yang tidak bersalah ikut terluka dalam perkelahian itu. tapi agaknya ia lebih suka mengumpat para penyerangnya daripada menghindari batu-batu yang dilontarkan kepadanya. tak apa-apa. "Sudah sembilan puluh persen mati. hingga mengeluarkan suara pun tak bisa. jangan seperti orang kasar bodoh!" teriak samurai yang sudah terkepung itu. dan kaum buruh mulai kembali ke tempat kerja masing-masing. Semut-semut sudah hampir menutup kedua tangan dan kakinya. ia menarik pedang besarnya dan mengambil sikap menyerang. Sebelah kakinya menyembul aneh dari tengah sobekan panjang hakama-nya. seakan-akan tak ada yang telah terjadi. yang telah diikat dengan tali rami besar." pikirnya. Kepalanya tergeletak miring di tanah. Setelah menjatuhkan empat atau lima orang lagi dengan cara seperti itu. "jadi bisa kita tinggalkan dia di sini sampai hakim datang. padahal orang itu sudah sedemikian dekat dengan maut." Ia merasa kasihan kepada samurai tak berdagu itu. Teriakan mereda." Matahachi mendengar kata-kata itu. dan panas yang menumpulkan pikiran-semuanya kembali biasa. "He. Barangkali juga ia sudah mati. Orang banyak melampiaskan kemarahan sepuas-puasnya. Sekarang dia sekarat. Semua itu seperti mimpi buruk yang tampak oleh mata. Darah merembes dari kulit kepalanya. mencoba menyuruh orang-orang itu berpikir dan menahan diri. kamu! Jaga orang ini.com . Tali itu mengikatkannya pada sebuah batu besar. dan dengan ujung senjata itu ia banting si penjaga dengan kepala di bawah. "Beberapa menit yang lalu dia masih sibuk membuat sketsa. tapi kepalanya tidak dapat menangkap maksudnya atau makna peristiwa yang baru saja disaksikannya. Biar dia mati. Sikap mereka lebih kejam lagi.webng. ringkik kuda yang sudah setengah kacau karena panas matahari.co. syauqy_arr@yahoo. dan sombong. Bunga-bunga api yang berterbangan dari berbagai alat pemotong. tidak produktif. dan terlihatlah olehnya Matahachi. kenapa para pengawal mengambil tindakan berjaga-jaga demikian rupa. dan tawon-tawon mulai terbang di sekitar rambutnya yang kusut. Ia memang melawan mereka. tapi ketika ia bersiap-siap menerobos lingkaran yang mengepungnya. hujan batu menimpanya dari segala jurusan.id and dimhad. sedangkan tulang keringnya yang putih menyembul dari tengah daging yang merah tua. karena rasa benci yang dalam terhadap semua shugyosha.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI penjaga. Matahachi merasa heran. "Hidup ini begini rapuh. 274 thanks to. terdengar oleh telinga. tapi tak dimengerti oleh otaknya. Kemudian dalam sekejap segalanya berlalu. Seperti umumnya orang kebanyakan. Padahal dia belum lagi tua. "Hei.

Ingin tahu juga. "Kalau dia belajar sungguh-sungguh. "mestinya ada cara yang lebih baik untuk maju. Jalan Pedang pun jadi tampak sia-sia dan tolol. Hampir Matahachi tak percaya dengan matanya. menyeret batu karang seberat hampir dua ratus kilogram yang menjadi tambatan tali pengikatnya. Seorang prajurit yang berbakat sederhana dapat mencapai sukses hanya dengan mengadakan perjalanan dari kuil satu ke kuil lain. Tangan orang itu menjulur seperti sirip penyu dan mencakar tanah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Orang sial.. dua kaki—sungguh suatu peragaan kekuatan seorang manusia super! Tak seorang pun manusia berotot atau tukang hela batu yang dapat melakukan itu. dan apa orangtuanya masih hidup." Matahachi tercengkam oleh kesangsian aneh. hanya satu dalam seribu yang benar-benar mengakhiri usahanya dengan menemukan kedudukan dengan pendapatan memadai. dan menarik tali tegangtegang. ataukah ia prihatin dengan kekaburan masa depannya sendiri? "Untuk orang yang mempunyai ambisi. syauqy_arr@yahoo. Bunyi menggelegak terdengar dari tenggorokan orang sekarat itu. tetapi melihat prajurit yang berlumur darah itu. melecut mereka untuk memperbaiki statusnya dalam hidup. Samurai yang terbaring di ambang kematian itu telah dikuasai oleh suatu kekuatan setani yang memungkinkan-nya jauh melebihi kekuatan manusia biasa. abad ketika orang seperti Matahachi pun dapat berkhayal akan bangkit dari ketiadaan dan menjadi penguasa sebuah puri. ia dapat diambil oleh salah seorang bangsawan daerah. Apakah ia benar-benar meratapi nasib orang itu. Ke manakah arah jalan yang ditempuh Musashi? Keinginan Matahachi untuk menyamai atau melebihi temannya semasa kanak-kanak memang belum mereda. sekalipun banyak orang menyombongkan diri memiliki kekuatan setara sepuluh atau dua puluh orang. dan hidup dari kedermawanan para pendeta. dan urutan pikirannya pun tiba-tiba berhenti. Satu kaki. Orang itu bergerak sedikit demi sedikit di tanah. pasti dia mempunyai ambisi besar dalam hidup. Kengerian tiba-tiba menyadarkannya bahwa prajurit di depannya itu bergerak.id and dimhad.com ." pikir Matahachi.webng. dari semua pemuda yang mulai dengan harapan-harapan tinggi itu. Dengan lemah ia mengangkat tubuhnya. seluruh jalan pikirannya mulai dirasa betul-betul bodoh olehnya.. dari mana dia datang. tetapi lidahnya sudah menjadi hitam dan kering. menegakkan kepala." demikian pikirnya. Namun. yang mendorong mereka untuk mendambakan suatu impian. Selebihnya harus merasa puas dengan kepuasan yang dapat mereka peroleh dari pengetahuan bahwa cita-cita mereka sukar dan berbahaya." Waktu itu adalah abad yang memacu harapan orang muda. Ya. Kalau beruntung. hingga tak mungkin baginya 275 thanks to. dan jika lebih beruntung lagi ia dapat menerima penghasilan tetap dari seorang daimyo.co. Sementara Matahachi merenungkan samurai yang terbaring di depannya itu. Ia mencoba mati-matian untuk berbicara.

" Sedikit demi sedikit mengertilah Matahachi bahwa orang itu mengatakan "tolong". "Apa tidak gelap di situ?" seru perempuan itu. membasuh diri dengan air tempayan.webng. Napasnya terdengar sebagai desisan yang merongga terputus-putus. Matanya yang menonjol dari ceruknya memandang dengan nada memohon kepada Matahachi. Isinya pastilah dapat mengungkapkan siapa orang itu dan dari mana ia datang. kemudian masuk cepat ke kamarnya sendiri dan mengambil kimono dan pedang dari lemari. 276 thanks to. Kenapa nasib telah membutakan mata Matahachi. Maka ia mengendap rendah-rendah dan menyelinap dari bayangan batu yang satu ke bayangan batu yang lain dan meninggalkan tempat itu seperti seekor tikus ladang. Matahachi?" Matahachi menjawab dengan gerutuan keras. Kepalanya jatuh ke belakang dan napasnya berhenti.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI membentuk kata-kata. tapi ketika sedang menatap wajah yang mengerikan itu. ia dengar langkah-langkah kaki mendekat.co. kulit di bawah kerah kimononya sudah berwarna biru kehitaman. Di situlah terletak akhir air matanya dan kepastian mautnya. dan telah menunjukkan kebaikan hatinya dengan memberikan obat kepadanya. Matahachi menduga bahwa permintaan orang itu di waktu sekarat adalah agar tanda mata yang ada padanya disampaikan pada keluarganya. pasti ia mengalami kesulitan hebat. Mendengar Matahachi ada di dalam rumah. Istri pemilik toko sedang berada di samping rumah. syauqy_arr@yahoo. Apakah yang diinginkan orang itu darinya? Matahachi merasa dikejar-kejar oleh pikiran bahwa kini ia menanggung kewajiban. Kalau tertangkap menyimpan milik orang mati itu. kemudian ia ikatkan handuk yang sudah digulung di sekitar kepalanya dan bersiap siap mengenakan sandal lagi. Kemudian terdengar bunyi lain yang tak jelas ucapannya. apakah akan memotong sedikit rambut orang itu untuk disampaikan kepada ibunya. Ditengoknya dari balik sebuah batu. Lalu ia bersoal-jawab dengan dirinya sendiri. "To-lo-lo-ng. Maka diambilnya bungkusan itu dan dimasukkannya cepat-cepat ke dalam kimononya sendiri.com . dan tampaklah oleh Matahachi. sedangkan seharusnya ia mengingat-kan orang itu akan datangnya sang inspektur? Apakah memang sudah ditakdirkan itu terjadi? Matahachi mencoba-coba meraba bungkusan kain dalam obi orang mati itu. Samurai itu sudah mendatanginya ketika ia sakit. ia memperlihatkan sebagian kulitnya yang putih dari balik pintu samping. Dua jam kemudian ia tiba di toko manisan tempat ia tinggal. dan Matahachi menangkapnya sebagai ucapan "saya minta".id and dimhad.. Sebagian di antaranya bahkan masuk ke dalam lubang hidungnya yang sudah tersumbat keringan darah. Maka lebih banyak lagi semut keluar dari dalam rumput untuk menjelajahi rambut yang memutih oleh debu itu. dan tampak olehnya seorang samurai datang untuk mengambil mayat itu. Namun mata orang itulah yang terutama berbicara. "Kamu itu. dan serunya..

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak." pikirnya. dan di seberang sana tampak atap sebuah rumah. Saya akan pergi. Ingatan mengenai rasa muak yang dialaminya tengah hari itu kini hilang. makin dalam ia masuk ke rumpun miskantus. "Hampir saja aku celaka. duduk di kereta bertabir mewah yang sedang mendekati rumah itu dengan langkah megah.com . Serangga mendengung-dengung di sekitarnya. angin akan membawanya berembus. Osaka? Kyoto? Nagoya? Edo? Ia tak punya seorang pun teman di tempat-tempat itu. Ia membayangkan seorang wanita istana cantik. pada dadu semua adalah kemungkinan. Tapi ke mana ia harus pergi? Suatu pilihan yang sukar. Ia merasa makin jauh ia berjalan.co. tampak olehnya rumah utama dan rumah kecil yang terpisah itu sudah hampir terkubur rumput liar. Atap rumah itu pun membutuhkan perbaikan. "Tapi aku tidak mencuri sesuatu. Tak sangsi lagi mereka datang dari puri. dan terlihat olehnya sekelompok samurai datang dari seberang padang miskantus. tampak bahwa pagar dan pintu gerbang rumah itu miring. Aku cuma mengambilnya untuk disimpan. Namun rumah itu tadinya tentu milik satu keluarga berada." "Tak perlu. ia terus berjalan menempuh panjangnya ladang itu. ia tidak merasa melakukan kejahatan. Ketika ia sudah lebih dekat.id and dimhad. Mereka memasuki toko manisan itu dari depan dan belakang. Tak seorang pun dapat melihatnya dari kejauhan. Ketika melintas gerbang yang tampak murung itu. Rasanya ingin ia melempar dadu untuk memutuskan ke mana akan pergi. ia pun mulai merasa sengsara karena harus berjalan. Seperti halnya pada Matahachi. Beberapa menit kemudian ia menoleh ke belakang. Kalau angin bertiup. Tepi pakaiannya yang basah melibat kakinya." "Akan saya bawakan lampu. walaupun sudah layu. Tulang keringnya gatal. Mudahlah ia menyelinap pergi dari situ. Bunga miskantus tegak setinggi bahunya. tapi sekarang ia lapar bukan kepalang. karena ada keanggunan tertentu. Tapi bersamaan dengan itu ia pun sadar bahwa ia tidak dapat lagi memperlihatkan diri di wilayah pembangunan itu. saya bisa lihat dengan jelas. Pemandangan di situ 277 thanks to." Ia bergegas keluar menuju ladang dan cepat menghindar dari rumah jembel itu." Menurut jalan pikirannya. Aku harus melakukannya." "Apa tidak mandi? " "Tidak. agaknya dirusak badai yang belum lama menimpa. Biji-biji rumput menempel ke lengan kimononya. dan tabir kabut petang mengambang di atasnya. selama ia mengakui barang-barang itu bukan miliknya. Lebih-lebih karena ia yakin benar bahwa keberuntungan terletak di satu jurusan dan nasib malang di jurusan lain.webng. syauqy_arr@yahoo. Dia minta betul aku melakukannya. Nanti saja. Segera sesudah merasa jauh dari jangkauan para pengejarnya. Karena ingin menemukan tempat berbaring dan beristirahat. dan kabut yang turun melembapkan pakaiannya.

" 278 thanks to. suling bambu yang biasa dimainkan pendeta pengemis apabila sedang mengemis di jalan-jalan. Orang itu bermain sederhana saja.. di mana pun ia berada. hingga Matahachi mendapat kesan bahwa ia cuma menaruh sedikit rasa bangga pada permainannya sendiri. Bukan hanya itu. Untuk apa? Cinta buta? "Memalukan—tak dapat lagi aku menghadapi arwah istriku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mengingatkannya pada sebagian sajak penyair Saigyo yang pernah ia pelajari di masa kanakkanak: Saya dengar ada kenalan saya tinggal di Fushimi. Daripada menganggap diri bijaksana karena usia.id and dimhad. Hati Matahachi jadi menggigil. Orang itu duduk di samping perapian. juga anak lelakiku. tanpa banyak kembang. dan saya pergi berkunjung kepadanya. lebih baik aku harus lebih berhati-hati. dan bayangan dirinya di dinding makin besar. Ia meringkuk di dekat rumah itu sambil membisikkan katakata yang sudah lama dilupakannya itu. nama baik. bukan orang-orang tolol seperti aku ini. Sungguh gila tidak berhati-hati. Telah kubiarkan anak lelakiku satu satunya mengurus diri sendiri di dunia yang brengsek ini. syauqy_arr@yahoo. pendeta itu mengeluh dalam dan mulai meratap. kedudukan. mestinya yang dibicarakan itu orang-orang besar. kita bebas dari godaan.webng. yang hanya dimaksud untuk telinga sendiri. Empat puluh tujuh tahun! Dan masih saja aku tergoda angan-angan buruk dan kehilangan semuanya-pendapatan.com . kalau kita berumur empat puluh tahun. Ha! Kalau orang berbicara bahwa kita menjadi bijaksana sesudah umur empat puluh. Kusembunyikan rasa senduku Dalam lipatan lengan kimonoku. didapatinya si pemain memang anggota kelas itu. Ketika lagu berhenti. Sementara serangga-serangga menyanyi. ratapan tunggal mengenai kesendirian dan sendunya musim gugur. saya pun menggubah sajak ini: Menerobos rumput liar. Ia memainkan lagu sedih.. Di halaman penuh embun Serangga yang hina pun berlagu. seberkas cahaya merah muncul dari dalam. Baru saja ia akan menyimpulkan rumah itu kosong.co. "Orang bilang. Api yang baru dinyalakannya bertambah terang. Segera kemudian ia dengar ratapan merana shakuhachi. Tapi cobalah lihat diriku ini! Empat puluh tujuh ketika kuhancurkan nama baik keluargaku. Ketika menengok ke dalam. kalau soalnya menyangkut perempuan. tetapi halamannya demikian tertutup semak! Saya bahkan tak dapat melihat jalannya..

namun kurang pikir tentang hak milik orang lain. apa yang harus kuperbuat?" rintih pendeta itu lagi sambil mengangkat matanya yang cekung ke langit-langit. "Dia belum lagi tua. terdengar dari dalamnya suara gemericik gembira. dan rambutnya tidak mengilat.webng. sosok tubuh orang itu menimbulkan khayalan tentang setan-setan malam. "Pendeta-pendeta pengembara yang gila ini tak punya harta milik. P'u-hua. tetapi ia mengenakan juga baju jubah hitam. Sambil melakukan itu terpikir olehnya. tabirnya. barangkali satu satunya harta rumah tangganya-tempat tidurnya. seperti yang biasa terjadi pada orang lapar mana pun.id and dimhad. syauqy_arr@yahoo. Matahachi masuk kamar kosong itu. melainkan sebuah kuali logam yang sudah hitam dan sebuah guci sake bermulut sumbing di sebelahnya." pikirnya. Pipi pendeta itu cekung.com . Matahachi seperti melihat ada kumis menyerabut di bawah hidungnya yang kurus. "Oh. Karena tiupan angin malam.co. Di dalam kuali itu ada sedikit bubur nasi. ia meneruskan. Ia mendengarkan. merasa bersyukur atas nasib baiknya. "Tapi ini ada yang menarik. Mereka tak pernah berpikir. Sudah terlambat. tapi berdirinya sudah begitu goyah. nyala api dari ranting-ranting patah mulai membakar lantai. Tak apa-apa kalau yang terbakar habis cuma rumah tua yang kosong itu. yang menunjukkan bahwa ia pengikut guru Zen Cina. Cepat ia mengosongkan sake itu dengan beberapa tegukan panjang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil menegakkan shakuhachi di depannya dan mengganjalkan kedua tangan pada pipinya. tak punya keluarga. Pendeta itu memungut shakuhachi-nya dan berjalan dengan lesu ke luar rumah." gumamnya sambil menolehkan matanya ke arah ceruk kamar. Matahachi merasa sedikit kasihan kepadanya. "Justru karena orang-orang seperti dia itu kuilkuil kuno di Nara dan Gunung Koya begitu sering hancur. dan ketika ia mengguncangkan guci itu. tapi bagaimana kalau yang terbakar itu kuil kuno dari zaman Asuka atau Kamakura? Matahachi merasakan gejolak kemarahan yang jarang terjadi padanya. terlambat. tetapi jijik dengan apa yang dilihatnya. dan menuangkan isinya ke api. Kimononya polos dan kumal." Karena dikiranya orang itu kurang waras." Matahachi merangkak masuk kamar sebelah. Tikar buluh tempat ia duduk. bahunya kelihatan lancip seperti bahu anjing liar. tak seorang pun mau memaafkan aku lagi. 279 thanks to. dan dalam cuaca buruk. yang digulungnya dan dibawanya ke mana saja ia pergi itu. betapa besarnya bahaya api. "Ketika urusan dengan Otsu itu terjadi. Mereka bisa saja menyalakan api di ruang besar sebuah biara tua. Dalam cahaya api yang mengejapngejap. hanya untuk menghangatkan bangkainya sendiri yang tak ada manfaatnya bagi siapa pun. menemukan kendi air. Bukan pola anggun kamar ataupun sisa-sisa jambangan berharga yang memikat perhatiannya. di dekat lukisan dinding. juga atapnya. alangkah cerobohnya pendeta itu. kemudian mengosongkan isi kuali nasi dan mengucapkan selamat kepada diri sendiri karena perutnya sudah kenyang. Matahachi meringkuk diam-diam. "Sungguh orang aneh!" pikirnya. Ia tersenyum lebar.

Tak Terhingga. dan pelan-pelan dibukanya. SERTIFIKAT Dengan sumpah suci saya bersumpah telah menurunkan kepada Sasaki Kojiro tujuh metoda rahasia seni pedang Gaya Chujo berikut ini: Secara terang-terangan . Isinya pakaian dalam yang sudah dicuci bersih.webng. "Ini uang orang lain. Dengan rasa ingin tahu yang besar diletakkannya gulungan itu di hadapannya. Tepat sebelum berlayar ke alam tidur. Secara rahasia . Ia bangun dan membukanya.com 280 . bulan… Kinemaki Jisai. hingga tangan Matahachi gemetar ketakutan. gaya bulat. Ketika pakaian dibuka.gaya kilat.Berlian. dan tikar tatami yang membusuk. terbungkus dengan amat hatihati dalam kertas minyak. terdapat sebuah sajak. gaya perahu mengapung. Usaka Demesne.co. Terdapat juga sebuah pundi-pundi yang seketika jatuh dari lipatan kain dengan denting nyaring.id and dimhad. gaya roda. Segera ia merasa bahwa gulungan itu mengandung rahasia penting. tampak sebuah gulungan dililitkan pada sebuah gelindingan dengan kain brokat emas di ujungnya. Ia pasti akan dapat mengenali nama Ito Yagoro. Pundi-pundi itu terbuat dari kulit bercelup warna lembayung. teringat olehnya bungkusan yang diambil-nya dari prajurit yang sekarat tadi. Isinya emas dan perak dalam jumlah demikian banyak. syauqy_arr@yahoo. Ketika dibukanya kertas minyak yang membungkus barang yang panjang. pada hari. tetapi nama Kanemaki Jisai itu tak ada artinya sama sekali baginya." demikian ia mengingatkan dirinya. Dikeluarkan di Kampung Jokyoji. murid Toda Seigen Di atas secarik kertas yang agaknya ditambahkan kemudian. serta barang-barang yang biasa dibawa musafir. Bungkusan itu berupa kain krep kotor yang dicelup dengan celupan kayu sappan merah tua. ia mendengar dengung serangga yang seperti hujan datang dari ladang gelap di luar—tidak hanya dari ladang. langit-langit. Olah Batin. ditemukannya sebuah benda yang ukuran dan bentuknya seperti gulungan surat. Bulan yang memancarkan sinar Ke air yang tiada Dalam sumur yang belum digali Menghasilkan manusia Tanpa bayangan ataupun bentuk Matahachi sadar bahwa ia memegang sertifikat yang diberikan kepada seorang murid yang telah mempelajari segala yang diajarkan gurunya. melainkan juga dari dinding.. Provinsi Echizen. Bunyinya. yang dengan nama Ittosai thanks to. bukan uangku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil mengangguk-angguk mengantuk di samping perapian..

" pikirnya. kemudian membaringkan diri di dekat perapian.webng. ia menghidupkan api kembali. sementara gelombang pedih mengalun di atas desir ladang. apa pun macamnya gaya itu. Matahachi membaca kembali nama pertama itu. barangkali orang yang berasal dari tempat kelahirannya. Dari kejauhan terdengar bunyi shakuhachi pendeta tua itu. Segera ia jatuh tertidur. 281 thanks to. tapi ia tidak tahu bahwa Jisai guru Ito. Untuk menghilangkan rasa dingin. Ia pun tidak tahu bahwa Jisai seorang samurai yang baik sekali wataknya.id and dimhad. "Dia tentunya pemain pedang mahir yang patut mendapat hadiah surat keterangan untuk Gaya Chujo. Dia tentunya ingin aku menyampaikan ini pada seseorang. syauqy_arr@yahoo." Macahachi membacakan doa pendek kepada sang Budha untuk Sasaki Kojiro.co. Betul sekali dugaanku. yang telah menguasai Gaya Toda Seigen sejati dan telah mengundurkan diri ke sebuah kampung terpencil untuk menghabiskan masa tuanya sebagai orang tak dikenal. "Sasaki Kojiro ini pasti samurai yang terbunuh di Fushimi hari ini. dan sesudah itu menurunkan Metoda Seigen hanya kepada beberapa murid pilihan. Lagu sedih yang agaknya mencaricari sesuatu dan menyeru pada seseorang terus mendayu-dayu.com . Sungguh sayang dia mesti mati! Tapi aku jadi yakin sekarang. kemudian berjanji pada diri sendiri bahwa bagaimanapun ia akan melaksanakan misinya yang baru ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI telah menciptakan gaya main pedang yang terkenal dan sangat dikagumi.

"Apa pula ini?" teriak Matahachi." "Kamu mesti berbuat lebih dari itu!" 282 thanks to.co. Namun ia tidak berusaha menghapus ingus yang mengucur dari hidung ke kumisnya yang tipis. sebelum akhirnya teringat bahwa ia masih menyimpan sedikit sake sisa malam sebelumnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 21. syauqy_arr@yahoo. Kimono dan jubahnya yang kotor basah oleh embun.. Pendeta pengemis yang kembali dengan terhuyung-huyung sebelum matahari terbit membaringkan diri karena lelah di lantai kamar sepen. lubang hidung dan matanya membuka lebar. "Kamu. dan berguncanglah tubuhnya oleh bersin hebat. Sebagai gantinya ada seorang asing di dekat perapian. Setelah pemeriksaan cepat. Tetapi alangkah heran ia." "Maaf? Apa gunanya itu buatku?" "Saya minta maaf. Urat-urat nadi menggelembung pada wajahnya yang mengantuk itu ketika ia melompat berdiri. tapi pendeta itu dapat menemukan jalannya tanpa kesulitan. "Jangan menendang macam itu!" "Oh. terbukti tak sedikit pun tertinggal bubur beras yang maksudnya untuk sarapan. Di siang hari terdapat lebih banyak kamar di rumah itu daripada yang kelihatan waktu malam hari. Ketika ia membuka matanya dan duduk. Sambil memekik seru ditendangnya si penidur itu sekuat-kuatnya. tanpa sake ia masih tak apa-apa. dan di dapur tak berpintu pada rumah tak berpenghuni itu jejak-jejak rubah yang masih baru simpang siur di lantai. jadi nasi dan sake itu punyamu?" "Tentu saja punyaku!" "Maaf. kepalanya berbantalkan satu lengan dan air liur menetes dari mulutnya. karena guci sake sudah tidak ada di tempat-nya. Berkumpul Kembali di Osaka LADANG itu diselimuti kabut kelabu. Ia tidur nyenyak. Maka jelaslah ke mana larinya sake itu. Ia duduk di sana beberapa menit. dan di sana-sini dikotori rumput yang menempel selagi ia mengembara seperti orang hilang melewati malam... Bajing-bajing berkeliaran di mana-mana.com . tendangan saja belum cukup! Siapa bilang kamu boleh masuk rumah ini dan mencuri nasi dan sake-ku?" "Oh.!" gagap pendeta itu dan menendang sekali lagi. tetapi nasi adalah soal hidup dan mati. hidungnya mengerut.id and dimhad. Tangannya masih menggenggam shakuhachi.webng. kamu. dan udara dingin pagi hari mengisyaratkan musim gugur sudah benar-benar dimulai. Pendeta itu merah padam oleh amarah. tapi Matahachi hanya berkomat-kamit sambil mengantuk.. kemudian menarik tangan dari bawah badannya dan dengan malas mengangkat kepala. Tentu saja bukan hanya sake yang hilang. Sambil menggumam sendiri ia berjalan menyusuri gang panjang ke kamar perapian di bagian belakang rumah itu.

dan suaranya bagi Matahachi terdengar seperti suara setan lapar yang langsung datang dari neraka. Pendeta itu mencengkeram erat leher Matahachi dan tak hendak melepaskannya. maka tak mungkin Matahachi menebaskan pedangnya. "Buat apa pula mesti jengkel hanya karena sedikit nasi dan kurang dari setengah guci sake kelas tiga. Tapi alangkah terkejutnya ia karena tubuh yang kelaparan itu tidak beranjak. Lompatan itu tidak melenting dan ia rupanya sudah hampir pingsan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa yang mesti saya lakukan?" "Kembalikan nasi dan sake itu!" "Ah! Dua-duanya sudah dalam perut saya dan sudah memperpanjang hidup saya satu malam. Dan Matahachi pun terus berguling. Ayunan pedang tidak mengenai sasaran.co. kan? Paling banyak yang kudapat dari keliling-keliling main musik di pintu gerbang orang banyak itu cuma sedikit beras atau beberapa tetes sake. Muka orang tua itu tampak seperti hantu. 283 thanks to. seperti rengek orang yang sedang sekarat. Si pendeta sudah siap menangkis serangan dengan shakuhachi-nya. "Takkan kulepaskan kamu begitu saja!" "Jangan seperti orang sinting begitu!" bentak Matahachi. "Bajingan kamu!" salak Matahachi sambil menaksir kekuatan lawannya. Berkali-kali ia melompat mundur. syauqy_arr@yahoo. Sambil meludah semulut penuh Matahachi bangkit berdiri.id and dimhad. tapi buatku itu makanan sehari-hidup sehari!" Pendeta itu menggeram dan mencengkeram pergelangan tangan Matahachi. Tak bisa saya mengembalikannya sekarang!" "Tapi aku mesti hidup juga. dan dengan sekali tolak saja Matahachi pun terguling. Namun karena ia terus-menerus beralih kedudukan. Pendeta itu menghujamkan kakinya mantap-mantap ke lantai. "Janganlah begitu kikir. lain ia coba melontarkan orang itu dengan sentakan cepat. Suatu gerakan cekatan. sebagian besar dinding itu runtuh menghujani Matahachi dengan kotoran. Setiap kali ia mengelak. Ditariknya lengan-nya keras-keras sampai lepas dari cengkeraman." "Keledai kamu! Mungkin kamu menampik nasi sisa. terdengar teriakan sedih. tapi terus juga ia mengayun tanpa kenal ampun dan tidak memberikan kesempatan kepada pendeta itu untuk memperoleh napas kembali. dan menyerang orang tua itu.com . Tapi sudah terlambat. dan dicengkeramnya rambut orang tua yang sudah jarang itu." kata Matahachi dengan sikap meremehkan. lihat sekarang akibat ulahmu sendiri!" pekik Matahachi sambil mengayun pedang. sampai akhirnya berdebam menghantam dinding plester di sisi luar kamar sebelah. Karena tiang-tiang dan galar-galar sudah lapuk. menghunus pedang. tetapi belum-belum ia sudah tersengal-sengal mencari udara. "Nah.webng. dengan menggunakan kekuatan Matahachi sendiri. Dungu kamu! Kaukira aku bisa berdiri saja diam-diam dan membiarkanmu mencuri makananku? Kuminta kembalikan barang itu!" Nada yang dipergunakannya mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal itu penuh paksaan.

Si pendeta melompat menyerang. Sampai sedemikian jauh. tapi katanya berbisa. "Sungguh aku keledai!" sambungnya. Kemarahan Matahachi mereda sedikit. Kepalanya tampak membengkak sampai sebesar tong. sikap mencela diri sendiri itu lebih hebat daripada yang dimiliki kebanyakan orang. sebelah kakinya terayun-ayun masuk ke sebuah lubang. Matahachi jatuh telentang. "Lihat tidak. melainkan meletakkan wajahnya ke lantai dan mulai menangis. Uang bisa kubuang-buang! Ambillah kalau kau mau! Tapi sebagai gantinya kau mesti menerima kembali pukulan yang sudah kauberikan padaku. "Kenapa aku jadi begini tolol!" Seperti halnya kekuatan yang baru saja dipakainya untuk berkelahi. orang tua sinting? Tak perlu kamu naik darah cuma karena nasi dan sake sedikit saja. hukuman yang dijatuhkannya pada 284 thanks to.co. Ia rupanya bermaksud menghantamkan dahinya sampai belah menjadi dua. tapi beruntunglah ia karena pada detik itu keping-keping emas dan perak mulai berjatuhan dari kimononya. Dan setiap kali menghantam. dan nafsunafsu jahatku lewat kelima lubangnya? Bagaimana mungkin aku mengizinkan diriku terlibat dalam pertarungan hidup-mati hanya demi secuil makanan dan minuman? Dan dengan orang yang pantas menjadi anakku pula?" Belum pernah Matahachi melihat orang seperti ini. namun begitu kakinya menginjak lantai beranda yang lapuk.com . dan mulailah ia membentur benturkan kepalanya pada tiang itu." "Oh.id and dimhad. "Coba lihat dirimu itu! Begitu melihat uang. pelipis dan tubuhnya-mana saja yang dapat dikenai shakuhachinya. Rintihnya. ia menggeram keras. Keluarkan kepalamu yang tolol itu. "Apa belum juga sadar aku akan diriku? Pada umur ini? Juga sesudah terbuang dari masyarakat dan tenggelam sedalam-dalamnya?" Ia menoleh ke tiang hitam di sampingnya. Matahachi mengikutinya dengan membabi-buta. Ditangkapnya bagian depan kimono Matahachi dan dipukulinya kepala Matahachi. sikapku yang mementingkan diri sendiri. tapi waktu itu orang tua itu sudah tidak marah lagi. lalu melepaskan korbannya. Matahachi tak berdaya. Ketika pendeta itu melompat ke kebun. syauqy_arr@yahoo. papan-papan berderak dan patah. tak dapat ia tidak menatap uang itu dengan heran. Karena sebelah kakinya terjerat. Sambil memegang kepalanya yang berdenyut-denyut. Setiap jatuhnya pukulan diikuti bunyi gemerincing mata uang yang jatuh ke lantai. terus saja berantakan. Matahachi berseru. "Apa itu?" seru si pendeta tersengal-sengal. kebodohanku. "Kenapa aku memainkan shakuhachi ini? Apa untuk mengusir khayalanku. kegairahanku. sungguh memalukan diriku!" lolong sang pendeta. kemudian membenturkan kepala lagi ke tiang. dan akan kubayar kamu dengan bunganya untuk ganti nasi dan minumanmu itu!" Si pendeta bukannya menjawab cacian itu. Biarpun tinjunya sakit dan napasnya sesak.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Akhirnya Matahachi celaka oleh kecerobohannya sendiri. Orang tua itu menangis beberapa waktu lamanya. Matahachi segera membebaskan kakinya dan melompat meloloskan diri.

Aku kenal betul daerah itu. "Kuberikan ini padamu. Pernah aku bertugas jaga di Benteng Hinagura. katanya tenang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diri sendiri lebih banyak jumlahnya daripada pukulan yang dijatuhkannya kepada Matahachi. Aku mau memukul badanku yang jahat ini sampai mati dan menyuruh burung-burung gagak memakannya." "Pasti ada.com . itu nama yang membawa kenang-kenangan.id and dimhad. Sebentar kemudian darah mulai mengalir dari keningnya." "Tak usahlah kamu kuatir. Matahachi memungut uang yang jatuh itu dan mencoba memasukkan sebagian ke tangan si pendeta. Tepatnya Miyamoto. Apa kau sakit?" "Tidak." Orang tua itu tampak santai." "Kalau begitu. Matahachi merasa berkewajiban mencegahnya menyiksa diri lebih lanjut. Sambil menundukkan diri di beranda. "Aku tak perlu uang. Sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan hebat. "Hai! katanya." kata Matahachi. Aku lahir di Himeji." "Kalau begitu apa?" "Aku muak dengan diriku." "Kau rupanya dari provinsi barat." Karena merasa kasihan kepadanya." "Tapi kau berbuat aneh." katanya dengan nada minta maaf. "Hentikan! Apa-apaan kamu ini. Aku tak perlu uang." "Kukira begitu. "Di mana di Mimasaka? " "Kampung Yoshino. sekarang ia pandang uang itu dengan penuh kejijikan. tapi tak mau aku mati seperti orang bebal yang bodoh. kataku!" Meskipun sebelum itu telah meledak kemarahannya gara-gara secuil bubur nasi." "Betul? Aku dari sana juga—Mimasaka. Anda pernah jadi samurai di tanah perdikan Himeji?" 285 thanks to." "Mimasaka?" ulang si pendeta sambil menatap Matahachi. Aku ingin kuat dan jujur seperti orang lain." "Aku tak ingin!" teriak pendeta sambil cepat menarik tangannya. "Miyamoto? Oh. ya? Kentara dari tekanan katamu. "Sebagian karena kesalahanku. dan barangkali kamu akan memaafkan aku. ia membalikkan badan dan masih terus berlutut.webng. Kupikir kau dapat menamakan ini penyakit. syauqy_arr@yahoo. "Aneh juga kau ini." pinta si pendeta. "Kukira tidak. sebelum aku membuang daging ini. "Tapi ada apa kau ini?" "Tak ada apa-apa." "Biarkan aku sendiri.co. Kehilangan kendali diri telah membuat diriku marah.

itu tidak betul. "Ah. Tinggallah kini persoalan surat keterangan Sasaki Kojiro. Walaupun kecewa karena tidak terangnya petunjuk yang pertama didapatnya itu..id and dimhad. "Saya pernah mendengar tentang Jisai. Bahkan tambahan keterangan bahwa Jisai murid yang diakui Toda Seigen tidak mendatangkan tanggapan. main shakuhachi. di tiap warung teh. "Kalau kusampaikan uang itu ke rumah orang yang mati itu seperti dimintanya. rumah makan. Matahachi bertanya apakah ada yang mengetahui tentang Jisai. dan pilihan apa lagi yang ada padaku. tapi waktu itu aku menjadi semacam prajurit. Aku cuma mengarang-ngarang." demikian pikirnya.. Ada yang bilang dia pergi ke timur dan menjadi pertapa di sebuah desa di Kozuke atau di tempat lain lagi. Matahachi memutuskan untuk mengikutinya. dan orang yang memberikan keterangan kepada Matahachi merasa cukup yakin bahwa orang itu keluarga yang sama dengan Seigen. ia menyewa kamar di sebuah rumah penginapan murah di salah satu jalan ramai. adalah menemukan guru pedang Kanemaki Jisai. asalkan tidak banyak. demikian diputuskannya.webng.co. Lupakan bahwa aku pernah mengatakan sesuatu. dan segera sesudah beres ia bertanya pada pemilik 286 thanks to. "aku pasti membutuhkan biaya. Setibanya di Osaka. "Aku akan pergi ke kota. mulailah Matahachi berpikir-pikir. dan rumah penginapan. tapi kalau dia masih hidup." Ia berdiri." Sampai di situ ia membalikkan badan dan berjalan cepat menuju ladang miskantus. kalau bukan mengambilnya dari kantong yang kubawa ini?" Sikap membenarkan diri sendiri yang sederhana itu demikian menyenangkan. pasti dia sudah sangat tua. Sesudah orang tua itu pergi.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya." Mondonosho agaknya salah seorang guru Hideyori dalam seni perang. kemudian tiba-tiba pula melanjutkan. Kukira sekarang tampangku sudah tak pantas lagi. Kalau Anda ingin tahu lebih banyak tentang dia." Sampai di situ mendadak ia berhenti. Semua jawaban yang diperolehnya negatif. dan mencari sesuap nasi. Akhirnya seorang samurai yang kebetulan dikenalnya di jalan memberikan titik terang. Anda mesti pergi ke Puri Osaka dan bicara dengan orang yang namanya Tomita Mondonosho. Satu-satunya harapan. Dalam perjalanan dari Fushimi ke Osaka. yang pasti tahu segala sesuatu tentang Sasaki. tapi tak mungkinkah misalnya ia bekerja pada seorang daimyo? Matahachi tidak menemukan jawaban atas soal dari manakah asal orang itu. apakah benar sikapnya menawarkan uang yang berasal dari pundi-pundi samurai yang telah mati kepada pendeta itu? Tapi segera kemudian ia sudah dapat memecahkan dilema itu dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa mungkin tak ada salahnya meminjam uang itu sedikit. Karena itu pula ia tak tahu ke mana harus membawa surat itu. katanya. Orang itu agaknya ronin. hingga semenjak hari itu mulailah ia menggunakan uang itu sedikit demi sedikit. Namaku Aoki Tan. syauqy_arr@yahoo.

Sanada Yukimura. para pejabat secara tulus-ikhlas melaksanakan kebijaksanaan pemerintah Tokugawa. Namun di sini para jenderal yang menguasai Puri Osaka mencari ronin untuk dijadikan tentara. sebelum mengembangkan gaya sendiri. semuanya teguh dalam keyakinan bahwa apabila tiba saatnva. Namun umum diketahui bahwa ada tujuh atau delapan ratus ronin bekerja padanya. Di sebuah kota yang terbuka lebar seperti ini. tapi dia memang mengajarkan ilmu pedang pada sejumlah samurai di puri itu. orang itu sampai baru-baru ini masih tinggal di sebuah gubuk kecil di Shirakawa di sebelah timur Kyoto. Dia bukan instruktur pribadi Yang Dipertuan Hideyori. "Anda bisa pergi ke Echizen dan mencari dia di sana." Saran pemilik rumah penginapan itu tampaknya masuk akal. hingga sudah umum diketahui ronin lebih diterima dan dapat hidup lebih baik di sini daripada di kota puri mana pun di negeri ini. Dikatakan misalnya.id and dimhad.com . dan bahkan Chosokabe Morichika yang berbahaya. namun cukup terbuka. Sejauh yang dapat diketahuinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI rumah penginapan. "Ya. apa tidak lebih mudah menjumpai Ito Ittosai? Saya agak yakin dia mempelajari Gaya Chujo pada Jisai." jawab pemilik rumah penginapan. Hideyori diam-diam menyediakan dana untuk para daimyo pelarian seperti Goto Matabei. Orang mencari para pemuda seperti dirinya. Tentu saja tidak secara terang-terangan. Daripada mengadakan perjalanan begitu jauh hanya berpegangan dugaan.webng. Ini suatu pernyataan bahwa peristiwa dunia yang mengambang ini tidak lagi menjadi perhatiannya. dan beberapa waktu lamanya sudah tidak kelihatan lagi di Kyoto atau Osaka. Ya. Chosokabe telah mencukur kepalanya seperti pendeta Budha dan mengubah namanya menjadi Ichimusai "Manusia dengan impian tunggal". Akashi Kamon. tapi sekarang sudah tidak tinggal lagi di sana. Saya pikir. ia akan bangkit membela nama baik mendiang Hideyoshi 287 thanks to. Desas-desus sembarangan beredar di antara penduduk kota. apakah orang itu tahu orang yang bernama Tomita Mondonosho di Puri Osaka.co. itulah yang dia lakukan. Tak lama kemudian tekad Matahachi pun merosot. kenapa pula ia menghabiskan waktu dengan mencari keluarga orang mati? Banyak hal dapat dilakukan di sini. dan ia bermaksud meninggalkan seluruh urusan itu. Atau setidaknya pernah mengajarkannya. Sekalipun masih muda. ia menemukan dirinya berada di jalan buntu lain lagi. tapi tidak ada jaminan apakah dia masih ada di sana. saya sudah pernah mendengar nama itu. Kesibukan dan kegairahan kota itu menyulut kembali ambisinya dan menggelitik jiwa mudanya. boleh jadi dia sudah kembali ke Echizen beberapa tahun yang lalu. "Saya percaya dia cucu Toda Seigen. yang sekarang tinggal di sebuah rumah sewaan di jalan sempit di luar kota. syauqy_arr@yahoo. Di Puri Fushimi. dan secara pura-pura ia menghabiskan waktu dengan tingkah laku sembrono yang perlente. tapi ketika Matahachi mulai mencari Ittosai.

seorang penghubung yang akan mengantarkannya ke kedudukan dengan gaji besar pada seorang daimyo besar. kegembiraan. tapi sekali kutemukan peluang. "Apa yang kubicarakan ini? Memang begitulah kelihatannya.id and dimhad. sedang uangnya tinggal separuh. melintasi kota bersama dua puluh pegawai dan seekor kuda cadangan. syauqy_arr@yahoo." Ketika ia bertanya kepada pembuat sadel apakah ia tahu kedudukan seperti itu. mengherankan juga gerombolan orang yang berbondong-bondong menelusuri jalan tampak tidak terburu-buru. Ia pun membeli pakaian lengkap yang baru. Setiap hari baru adalah kebahagiaan.webng. karena menurut anggapannya hidup di sebuah rumah penginapan terlampau mahal. karena ia percaya bahwa akhirnya nasib baik telah beralih kepadanya. "Dunia ini dinding batu. semua keluar dari kantong pribadi Hideyori. Keberuntungan sedang mencarinya.com . Di pusat kota ada bidang bidang tanah kosong." Tetapi menemukan pekerjaan yang tepat tidaklah semudah itu. Ia melihat apa yang ingin dilihatnya. dan dengan hati-hati memilih bahan yang cocok untuk cuaca di musim dingin yang sudah mendekat. Di sinilah ia akan meraih kesempatan menuju sukses." demikian pikirnya. pasti kamu mendapat tempat. "Kamu muda dan kuat. apabila semangat menghendakinya. termasuk gaji untuk para ronin-nya.co. dan pulang apabila ingin pulang. ia menyewa sebuah kamar kecil milik seorang tukang sadel di sekitar Parit Junkei dan mulai makan di luar. Pakaian baru! Itulah yang dia perlukan. "Dan batu-batu itu sudah disusun demikian rapat. Pada waktu lain ia merasakan sisa-sisa patah hati yang dialaminya. Berulang-ulang ia merasa tergugah oleh cerita tentang samurai ini atau itu yang belum lama masih menyeret kotoran dari wilayah pembangunan. dan pagi-pagi benar rumput di situ putih oleh 288 thanks to.. Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun ia merasa seberani dan setak-kenal-takut seperti ketika berangkat perang dulu. Kalau kamu mengajukan permohonan di puri. Bulan terakhir tahun itu Matahachi masih juga menganggur. ia terus mencari seorang teman. dan makin lama ia makin yakin bahwa inilah tempat baginya. Ia yakin bahwa ia akan terantuk pada sebuah batu dan muncul bertimbun uang. tukang sadel menjawab dengan penuh optimisme. namun sekarang sudah tampak mengendarai kuda dengan megahnya. Didesas-desuskan bahwa biaya hidupnya. Sambil hidup bersenang-senang. Dua bulan lamanya Matahachi berkeliaran di Osaka. Sering ia pergi sepanjang malam. hingga tak ada satu pun celah yang dapat dilewatinya. Di bawah sinar matahari musim dingin pada bulan yang paling sibuk tahun itu. tak gentar oleh semakin menipisnya uang samurai yang sudah mati itu. Sebetulnya Matahachi perlu mengendalikan diri untuk tetap hidup dalam batas-batas kemampuannya. Tetapi ia merasa sudah berlaku lebih baik daripada kapan pun sebelumnya.." Namun kekecewaan ini selalu menyingkir. Kemudian. kalau kita masih belum mendapat kesempatan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI yang pernah bersikap dermawan kepadanya. la merasa sehat dan hidup kembali. Selamanya sukar masuknya.

Berkat penampilan Matahachi yang menyilaukan." katanya keras. dan ketika ia memandang marah kepada mereka dan mengancam akan membunuh keduanya kalau mereka menimbulkan kerusuhan di kios itu. "Banyak sekali orang sekitar sini. Orang yang duduk diam di bangku di samping Matahachi juga seorang ronin. Tujuh atau delapan kios yang dikelilingi tikar jerami lusuh. Tuan. ingatlah ia akan sumpahnya untuk berhenti minum sebelum ia pergi bekerja di Fushimi. kemudian pergi lagi. "Ah. "Terima kasih. meninggalkan jejak tetesan darah. "Ini akhir tahun. Ia menghidangkan juga sejumlah makanan kecil sebagai tanda penghargaan.. sekalipun ia tidak mengenakan jubah penutup kimono. Tukang-tukang teriak berlomba dengan suara lantang memikat orang lewat yang iseng untuk memasuki teater mereka yang rapuh. kawan. berjalan bergerombol-gerombol sambil mengunyah penganan kacang panggang." "Bagus sekali cuaca bertahan begini. Tuan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI embun beku. Ketika mengangkat mangkuk.com ." Orang itu membungkuk beberapa kali. "Kalau orang lelaki tak boleh minum sekali-sekali. Semakin siang jalan-jalan semakin berlumpur." kata penjual sake kepada Matahachi. Bau kecap murah mengambang di udara. kemudian menghidangkan satu guci sake lagi pada Matahachi. Mereka tinggal sebentar di sini. syauqy_arr@yahoo. dan samar-samar sadarlah ia betapa ia mulai minum lagi. mereka melarikan diri. Lelaki-lelaki dengan kaki berbulu dan mulut penuh makanan meringkik seperti kuda di toko-toko. tapi apa salahnya?" pikirnya. orang-orang yang berkelahi itu sudah balik kanan dan angkat kaki. Matahachi merasa puas dengan dirinya.id and dimhad. untuk mencegah orang luar menengok ke dalam. Menurutnya sake itu sudah dihangatkan sampai pada suhu yang tepat. orang-orang kota yang sedang berkelahi itu melarikan diri. Belum lagi dapat dikatakan siapa yang menang. Tapi ada saja yang datang lagi.. Percekcokan meletus antara dua pekerja. 289 thanks to. ya?" ucapnya bersahabat. Pada suatu petang terjadi perkelahian antara para pembeli sebuah warung sake yang menempatkan beberapa bangku di tepi jalan. Pedangnya yang panjang dan pendek tampak mengesankan." "Satu lagi. Orang orang kota cenderung menyingkir. berusaha memikat orang banyak dengan bendera-bendera kertas dan lembing yang dihias aneka warna bulu untuk mereklamekan pertunjukan yang sedang diadakan di dalam." Wajah Matahachi merah oleh minuman. dan waktu senja wanita-wanita berbaju lengan panjang dan berbedak tersenyum-senyum tolol seperti biri-biri. "Kalau Tuan tak ada di sini. sekitar leher kimono itu sangat kotor.webng. pasti mereka sudah bikin pecah semua pinggan saya.co. dan suasana musim dingin terusir oleh suara para pedagang yang menjajakan barang dagangannya diiringi suara gong bertalu-talu dan genderang berdentumdentum.

"Siapa pula Ieyasu itu? Omong kosong saja kalau dia bisa mengabaikan tuntutan Hideyori dan ke sana kemari menyebut dirinya 'Maharaja Agung'. bawakan juga aku satu. "Kau sendiri siapa?" 290 thanks to. Sambil mengganjalkan kaki kanan ke lutut kirinya. tapi dia terlalu berjiwa besar untuk mengorganisir para daimyo. tapi menurutku dia terlalu murung. apanya yang tinggal? Cuma darah dingin. sedangkan Matahachi baru menghabiskan satu guci. kelicikan. dan sebentar kemudian ronin itu mengangkat bahu. ya? Kulihat kamu duduk di sini menghadapi sake. "Osaka.id and dimhad." jawab orang itu asal saja. "Secara pribadi aku mengharap Ishida Mitsunari yang menang di Sekigahara. ia memperhatikan Matahachi dari bawah ke atas. Mari kita minum! Dari daerah mana. walaupun dia memang memiliki lebih banyak pengaruh politik daripada Kanesuke. Matahachi menjawab.co. pihak mana yang akan kaupilih?" Disertai sikap ragu-ragu." kata orang itu sambil mengangkat mangkuk. Orang itu kelihatan bersahabat. "Sungguh memalu-kan menjadi pemabuk. sementara menunggu punyamu dihangatkan. Ia biasa minum juga. Kami pernah mengadakan perjalanan bersama ketika dia masih menjadi ronin. Namaku Akakabe Yasoma. tak tahulah aku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Hei. kalau sedang mau." Akhirnya mulailah mereka bicara tentang situasi politik. Aku juga pernah bertemu dengan Ono Shurinosuke tiga atau empat kali.. dan ada sesuatu yang memikat dalam dirinya. Ketika matanya sampai pada wajah Matahachi. jenderal ternama dari Puri Osaka. Dan orang itu masih juga sadar. Tanpa Honda Masazumi dan beberapa pendukung lamanya yang lain. kemudian tanyanya. "Engkau seorang dari kami." Sesudah menyatakan penilaiannya itu. ia pun tersenyum.com . Aku juga teman Susukida Hayato Kanesuke." kata Matahachi. dan sedikit saja kemampuan politik—maksudku yang dipunyainya itu cuma bakat politik tertentu. syauqy_arr@yahoo. karena agaknya menimbang kembali apakah ia berbicara terlalu banyak.webng. Bau harumnya mengambang di udara dan menarik-narikku kemari. sebelum aku memberitahukan siapa diriku. "Boleh coba ini punyaku. katanya. Kami akan berkumpul lagi hari hari ini." Ia mundur. tapi kukira tak boleh aku menanyakan itu. Aku dari Gamo. "Berapa banyak biasanya kau minum?" tanya Matahachi. tiba-tiba la bertanya." "Halo. dan cepat!" serunya. diam sebentar. "Halo. sepertinya lengan bajuku ini yang ditariknya. sedangkan statusnya tidak cukup tinggi." "Terima kasih. Barangkali kau pernah mendengar tentang Ban Dan'emon? Aku sahabatnya. dan katanya. "Kalau nanti Osaka bentrok dengan Edo lagi. "Sepuluh atau dua belas guci. "Ah." Ia mengosongkan isi mangkuknva sekali teguk. yang biasanya tak ada pada orang-orang militer.. Matahachi suka melihat gayanya." "Bagus!" Orang itu berdiri memegang guci sake. oh. Beberapa menit kemudian ia sudah menenggak lima guci.

Sudah banyak kali saya mendengar nama Anda. "Saya sudah sering mendengar Sasaki Kojiro pemain pedang yang baik sekali. kau ini tentunya pemain pedang tulen." Matahachi menjawab polos. begitu." kata Matahachi dengan wajah sungguh-sungguh. "sebetulnya aku sudah dari tadi menyangka begitu." Matahachi lega luar biasa." "Kenapa? Aku tak punya status dan kedudukan khusus. syauqy_arr@yahoo. Siapa namamu waktu kau mendapat latihan di bawah pimpinan Jisai? Maksudku. Aku cuma pemuda yang tak banyak kenal dengan dunia ini.webng." jawab Matahachi.id and dimhad. pencipta Gaya Itto. tapi Anda pemain pedang besar. "Kalau kau berkeras mengambil sikap resmi. kalau pantas aku menanyakan hal ini. Sekarang. guruku pertapa Kanemaki Jisai yang agung dan tak mementingkan diri sendiri." Ia memandang Matahachi baik-baik. namun ia merasa bahwa untuk sementara ia dipaksa kalah pengaruh. adalah murid senior dari sekolah yang sama itu." "Apa betul begitu?" kata Yasoma heran." "Kalau begitu. aku selalu berpikir bahwa pada suatu hari aku akan terpaksa mencari seorang tuan untuk kuabdi." "Oh. Untuk sesaat yang penuh kegelisahan. "Apa kau tahu Toda Seigen?" tanyanya. siapa sesungguhnya Anda. "Percaya tidak." "Tapi Anda tentunya tersinggung oleh bualan saya tadi itu." kata Matahachi dengan murah hati. dan saya harus minta maaf karena tadi tidak berbicara lebih sopan. Tak ada lagi jalan kembali. Andalah Sasaki Kojiro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi memang tidak mempercayai segala yang dikatakan orang itu. ia terpaksa berkelahi demi hidupnya." "Nah. Apakah itu berarti Anda tidak berminat menemukan kedudukan yang baik?" "Tidak. jelaslah buat saya. Tubuhmu tampak terdisiplin. "Ito Yagoro. Dan ia mulai menikmati permainan itu." "Ya.co. "Orang yang menemukan Gaya Tomita?" "Aku pernah mendengar nama itu." kata Yasoma. tak akan dapat kita bicara sebagai teman. Tapi saya memang tak bisa tahu tadi. dan terasa ada kemampuan padamu.com . Matahachi terpikir akan menarik kembali segala keterangannya itu." "Betul. hingga tak banyak waktuku untuk bersahabat dengan orang banyak. Yasoma sudah berlutut di tanah dan membungkuk dalam." katanya beberapa kali. "Maafkan saya. "Tapi saya pikir tidak betul kalau Anda tak punya kedudukan resmi. aku telah membaktikan diriku dengan tulus ikhlas kepada pedangku. Sekiranya Yasoma kebetulan teman atau kenalan Kojiro. Tapi sekarang belum sampai aku pada titik itu. tapi sudah terlambat." 291 thanks to. "Tak perlu engkau membungkuk seperti itu. yang telah menerima Gaya Tomita sejati dari Seigen dan kemudian mengembangkan Gaya Chujo. sesudah saya pikirkan lagi. "Yah." "Namaku Sasaki Kojiro.

Kalau Anda suka. kemudian katanya. "Sekiranya Anda menghendaki saya membantu." Sementara Yasoma bertambah gembira dengan prospek-prospek yang dihadapinya. berapa banyak pun bakat yang Anda punyai. adakah sesuatu yang benar-benar perlu dikuatirkan? Kojiro yang sebenarnya sudah mati. seorang samurai kampungan dari Mimasaka." Yasoma berhenti. Matahachi sendiri tak dapat menghindari perasaan bahwa ia telah tercebur langsung ke dalam suatu kancah. tentu. Segera kemudian mereka sudah berada di sebuah daerah lain. Sebaliknya. Cobalah pikir. Saya betul-betul terkejut. dan tidak akan mudah ia keluar dari sana. sementara Matahachi sedikit-sedikit meyakinkan dirinya bahwa rahasianya itu tidak akan diketahui orang. "Mana rekeningnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Oh. Saya ingin dimasukkan Puri Osaka. Susukida Kanesuke. kalau ia mengatakan bahwa ia Hon'iden Matahachi. biarpun barangkali gajinya tidak banyak. Mari kita pergi ke tempat lain yang tenang. kalau Matahachi membayar rekeningnya juga. Tak bisa dihindari nama Sasaki Kojiro telah menimbulkan kesan kuat. Tapi." kata Yasoma yang kelihatan lega sekali. "aku akan sangat berterima kasih kalau kau mau bicara dengan temanmu itu atas namaku. dan itulah yang membuat Anda berbeda. dan Yasoma jadi bingung. tak seorang pun akan mencari Anda. Tentu saja. saya sudah minta teman saya.. Saya yakin Kanesuke akan senang merekomendasikan orang seperti Anda kepada pihak berwenang di sana.." "Oh." serunya sambil mengeluarkan beberapa mata uang dari pundi-pundinya. tentu. kalau bukan seorang "mata-mata" yang telah dilempari batu sampai matt? Maka." jawab Matahachi. tapi kita tak dapat membicarakan soal macam itu di sini.com . Semenjak saat ini. Anda punya nama baik yang didukung pedang. siapakah orang itu.. saya bahkan tak tahu siapa Anda. "Bagaimana dengan usul saya itu?" "Oh. Yasoma tak akan menawarkan bantuan kepadanya.webng. syauqy_arr@yahoo. tapi ia takut membuat kesalahan kalau membawakan diri sebagal Sasaki Kojiro. ujarnya. sebelum Anda menyatakan pada saya. Terus terang.co. Ia memang ingin sekali mendapat pekerjaan. terbentuklah dengan pasti rencana berani dalam kepalanya: ia akan menjadi Sasaki Kojiro. Dan kecil kemungkinan mereka akan bersusah payah melakukan penyelidikan. beberapa jauh dari jalan-jalan utama itu. soal itu gampang sekali. karena ia yang menyimpan surat keterangan yang merupakan satu-satunva pengenal orang yang telah mati itu. mencarikan kedudukan buat saya juga. Barangkali Yasoma akan memandang rendah kepadanya. dan Matahachi satu-satunya orang yang mengetahui hal itu. 292 thanks to.id and dimhad. Lagi pula. Matahachi bangkit akan meninggalkan tempat itu. dengan senang hati saya akan bicara dengannya. Tanpa surat keterangan itu tidak ada jalan bagi penguasa untuk mengetahui siapakah si ronin itu. di mana kita dapat tinggal berdua saja. saya akan senang melakukannya. Agaknya menurutnya wajar sekali. kalau Anda tetap diam.

Ia tahu bagaimana memesan sake dan menghadapi gadis-gadis. tapi kalau kita lewatkan satu malam di musim dingin dengan seorang dari mereka dan bicara dengannya tentang keluarganya dan sebagainya. Dan mereka tak dapat betul-betul dipersalahkan karena sudah menjadi sundal. tapi Yasoma menyarankan untuk pergi ke tempat lain yang lebih murah dan lebih menarik. Perempuan perempuan ini biasa mengarungi jalan-jalan.id and dimhad. dan gigi yang sudah hitam. "Dan mereka ini lebih baik daripada pelayan warung teh atau gadis penyanyi di rumah sebelah yang kemungkinan mengawani Anda. bersusah payah membela para wanita itu. kemungkinan besar kita akan menemukan bahwa dia sama seperti wanita lain." Mereka masuk sebuah rumah." kata Matahachi mengeluh. hingga dalam satu malam saja dihabiskan seratus barel minyak lampu.com . di sana terdapat seribu rumah hiburan dengan perdagangan yang demikian berkembang. dan banyak di antaranya yang ayahnya pernah menjadi pegawai daimyo yang sudah kehilangan kekuasaan. Matahachi merasa pengalaman itu sangat menyenang-kan. Anda akan melihat bahwa di dalam selokan dunia yang mengambang ini. "Sebagian dari mereka pernah menjadi gundik shogun. dan ini cuma sedikit saja dibesar-besarkan. Jadi. kepala terbungkus kain penolak dingin. namun pada tengah hari berikutnya Yasoma belum juga memperlihatkan kelelahan. Daerah itu sebagian besar dihuni oleh perempuan yang tebal pupurnya. Matahachi semula sedikit enggan. Orang cenderung menolak gagasan tentang penjualan seks. dan Matahachi menyerahkan segalanya kepada Yasoma yang kelihatannya berpengalaman. karena keduanya itu mengingatkannya pada kalajengking pembawa maut. Di antara mereka sekali-sekali memang tampak wajah yang manis. Sambil menyanyikan puji-pujian pada daerah lampu merah. tapi segera ia tertarik oleh kegembiraan suasana di situ. Tidak jauh dari sana terdapat parit kuil yang biasa dialiri air banjiran dari teluk. tetap mencoba dengan lesunya menggelitik hati lelaki yang berkumpul di sana.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Matahachi semula bermaksud membawa teman yang baru ditemukannya itu ke sebuah tempat minum yang mentereng. yang meskipun dengan mata muram. Matahachi merasa dalam batas-batas tertentu ia telah mendapat 293 thanks to. Ia betul-betul tanpa cela. Kata orang. terlihat kutu ikan dan kepiting sungai yang merayap ke sana kemari di bawah jendela-jendela menonjol dan lentera-lentera merah. "Sudah saya katakan tadi. banyak di antara sampah itu terdiri atas bunga-bunga yang sudah gugur. Ini terjadi pada abad-abad ketika Taira jatuh ke tangan Minamoto. Kalau orang memperhatikan dengan saksama. Mereka menginap di sana." jawab Yasoma.co. Matahachi memang memperhatikan baik-baik. syauqy_arr@yahoo. "Banyak juga mereka.webng. ia membawa Matahachi ke daerah yang supaya enak disebut Kota Pendeta Wanita. dan akhirnya ia pun merasa sedikit kurang enak. tapi yang terbanyak kelihatan sudah berumur lebih dari empat puluh tahun.

kalau kita pergi ke rumahnya." kata Yasoma." katanya. Bagaimana kalau saya katakan kepadanya bahwa Anda menginginkan upah dua ribu lima ratus gantang? Seorang samurai yang yakin dirinya baik." Sementara malam datang.webng. tak seorang pun pernah mendengar tentangnya. "Ada apa?" "Saya punya janji menemui Susukida Kanesuke. Namun ia merasa harus tetap acuh tak acuh. menuju salah satu wilayah pemukiman samurai yang lebih eksklusif. ia sudah demikian bulat mempercayai Yasoma. Bukannya ia tidak percaya. Tetapi ia mulai merasa lunglai. Terlalu pagi sekarang ini. Sementara memandang rumah-rumah semayam para daimyo yang mengitari purl besar itu.. Sebaliknya. Sesudah meninggalkan bordil itu. "Yang gerbangnya pakai atap kurung itu?" "Bukan. "Di sana rumah Susukida." Matahachi berpura-pura tidak mencurahkan perhatian pada apa yang dikatakan Yasoma. "saya akan bertemu dengan Kanesuke dan bicara dengannya supaya dia mempekerjakan Anda.com . dan lagi tak bisa saya membicarakan keadaan Anda sebelum saya mendapat gagasan yang lebih baik tentang apa yang Anda kehendaki. Katanya. ya?" "Kanesuke sudah dapat nama. hingga ia tidak lagi mengajukan pertanyaan tentang apa yang dikatakan orang itu.. Mereka berdiri membelakangi parit. Tapi sebelum itu.id and dimhad." kata Yasoma. "Aku pun akan tinggal di tempat seperti itu—tak lama lagi. tapi sekarang. "Aku tak mau lagi minum. berarti Anda merendahkan diri sendiri." "Hmm. rumah sudut di sampingnya itu. besar. semangat mudanya yang mentah berkata. Kalau Anda mengatakan bersedia menerima kedudukan seperti dulu." "Aku tak akan minta upah terlalu besar sebagai permulaan." "Tak ada alasan menjual diri terlalu murah bagi Anda. bagaimana dengan soal uang?" 294 thanks to. Matahachi dan Yasoma pergi melintasi kota. jalan-jalan yang terletak di dalam bayangan besar Puri Osaka itu cepat menjadi gelap. Anda tak boleh memberikan kesan bahwa Anda puas dengan jumlah berapapun. Sebelum umur sekitar tiga puluh. Akhirnya ia mengaku sudah cukup banyak minum." Tapi Yasoma tak hendak pergi." "Sekarang. syauqy_arr@yahoo. sementara angin dingin terusir akibat sake yang telah mereka masukkan he dalam tubuh sepanjang hari itu.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ganti dari perlakuan terhadapnya ketika ia digusur ke kamar belakang di Yomogi itu. Seorang samurai sekaliber Anda ini dapat menerima jumlah berapa saja yang Anda sebut. Ayo kita pergi. "Tinggallah dengan saya sampai malam. selalu dibayar dan diperlakukan lebih baik.

ia berkata. Yasoma tetap tak tampak. Yasoma melambaikan tangan dan berjalan gagah melintasi gerbang rumah persemayaman itu sambil mengayunkan bahunya." Sesudah menetapkan waktu pertemuan. tentu. mulailah ia merasa tidak tenang. tapi tak melihat tanda-tanda Akakabe Yasoma.webng. Seperti hari sebelumnya. Pada waktu yang ditentukan. ia mengikuti beberapa langkah.id and dimhad. Apa ini cukup?" "Oh. cukup sekali. tahulah ia bahwa isinya sudah susut sampai sekitar sepertiga dari jumlah semula. kan? Nanti orang-orang bisa curiga Anda akan melakukan sesuatu yang buruk. Matahachi merasa Yasoma tentunya sudah mengenal Kanesuke semenjak zaman ia kurang makmur." "Yang paling baik kalau Anda menanti di warung sake tempat kita pertama kali bertemu. "Usahakan sebaik-baiknya. "Dia pasti datang hari ini. tempat orang mengadakan pertunjukan-pertunjukan tambahan itu.co." "Apa tak perlu kau membungkusnya?" "Tidak. tanpa menunjukkan sedikit pun keraguan. Saya punya banyak koneksi. angin terasa dingin dan banyak orang di sana." mohonnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Oh.com . Ia menanti sampai matahari terbenam. syauqy_arr@yahoo. sambil menatap wajah orang banyak berlalu. Mari kita ketemu lagi besok." kata Matahachi. saya cuma harus menyimpan kembali uang ini dan mengembalikannya pada Anda. Keyakinan betul-betul sudah melingkupinya. Ketika Yasoma pergi." "Kapan aku mendapat jawaban?" "Kita lihat nanti. Anda bisa menanti saya. sadar bahwa suap memang umum. Dengan mudah saya dapat minta bantuan pada Ono atau Goto. Kalau kelihatannya ada kesulitan. tapi tentunya Anda tak hendak berdiri beranginangin di sini. Dia bukan satu-satunya orang berpengaruh di Osaka. 295 thanks to. Karena sudah terkesan. Sambil mengeluarkan seluruh isinya. "Hanya ini yang kupunyai. Malam itu ia bermimpi tentang masa depannya yang menyenangkan. "Tentunya ada yang menahannya. Matahachi berjalan melintasi udara beku yang sedang mencair di tempat terbuka itu. tapi sesudah menyerahkan selebihnya." "Baik. Ketika mengeluarkan pundipundi dari dadanya. dan sangat terbuka." Matahachi mengambil kembali sebagian kecil dari uang tunai itu. Hari sesudahnya Matahachi pergi lagi ke sana." Tapi sekali lagi matahari tenggelam. tentu. tidak." "Di mana?" "Datanglah ke tempat kosong. "Jangan kuatir. Tak perlu malu. Kanesuke bukan satu-satunya orang di tempat ini yang menerima bayaran karena mencarikan kedudukan untuk seseorang. Semua orang melakukannya." pikirnya bermurah hati.

"Yang mana kios tukang sulap itu?" Rumah yang dituding orang itu dikelilingi pagar bambu runcing. Tadinya saya mau memperingatkan Anda." 'Anda menanti seseorang?" "Ya. Saya pikir Anda akan tahu dari cara dia memandang dan bertindak. serta tepuk tangan para penonton. tapi saya berani mengatakan. dan di sana menemukan gerbang lain. "Saya di sini lagi.id and dimhad. Ia memandang putus asa kepada orang banyak yang bergerak di sekitarnya. Kalau Yasoma mendapat uang. macam apa wataknya. "Anda kemari mau berjudi?" 296 thanks to. dan bendera-bendera yang terpasang di dekat gerbang kayu mengumumkan nama-nama beberapa artis sulap terkenal.com . Sayang sekali!" Orang itu bersimpati sekali pada Matahachi. "Si bajingan itu?" sengal penjual sake. dan beserta uang itu hilang pula harapan-harapannya yang besar. seorang pengintai bertanya kepadanya. Saya berikan uang kepadanya untuk diberikan kepada orang yang namanya Susukida Kanesuke. Di depan. syauqy_arr@yahoo." kata Matahachi sambil melompat bersemangat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Hari ketiga. Ia mencoba meyakinkan Matahachi bahwa tidak memalukan ditipu pencuri-pencuri yang beroperasi di sana. Sekarang Anda sudah telanjur kehilangan uang. Matahachi mengatakan pada si penjual sake dengan agak malu. saya berjanji bertemu dengan orang yang namanya Akakabe Yasoma. tapi tak ingin saya ikut campur. Matahachi berjalan menikung ke belakang.webng." "Sungguh malang Anda! Anda bisa menunggu seratus tahun. Anda tak akan melihatnya lagi. Kalau mereka melihat orang yang tampak sedikit polos. di kios tukang sulap." kata penjual sake. mereka pun menerkamnya. melainkan kenyataan bahwa uangnya hilang. "Saya sangsi apakah akan ada gunanya." "A-apa? Kenapa Anda berkata begitu?" "Oh.co. itulah yang membuat darahnya mendidih. Namun sesungguhnya bukan rasa malu itu yang mengganggu Matahachi. Ketika ia melongok ke dalam. "tapi Anda bisa mencoba bertanya di sana. orang berkaokkaok untuk menarik pengunjung. "Jadi. Dari balik tirai dan lembar-lembar tikar jerami yang mengitari pagar terdengar bunyi musik aneh bercampur suara para tukang sulap yang keras dan cepat. dia itu bajingan yang terkenal jahat! Daerah ini penuh benalu macam dia. dia mengatakan pada Anda akan mencarikan kedudukan yang baik dan kemudian mencuri uang Anda?" "Dia bukan mencurinya. Orang-orang jembel di tempat ini sering berkumpul di belakang sana untuk berjudi." Matahachi lalu menjelaskan keadaannya sejelas-jelasnya. kemungkinan dia akan mencoba menggandakannya. Saya menunggu dia di sini untuk mengetahui hasilnya." "Terima kasih. Saya jumpa dengan dia hari itu.

Sekitar dua puluh orang yang semuanya dari jenis tak pernah puas." "Saya datang bukan untuk main." "Aku tak punya uang. kamu mesti bayar buat tempat duduk. dengar kalian semua! Orang ini baru saja menyebut dirinya dengan nama yang hebat. ya?" "Apa kau tahu siapa aku?" "Kenapa pula mesti tahu?" "Aku Sasaki Kojiro. dan menduga bahwa pengumuman itu saja akan membuat orang melarikan diri. ya? Pencuri terkutuk. Penjudi itu meludah dan kembali masuk kalangan. Biar kamu tidak main." "Kenapa tak mau cari di tempat lain lagi?" "Aku sudah minta maaf tadi. dia tidak di sini akhirakhir ini. Mestinya menyenangkan juga." "Aku bukan pencuri! Tak boleh kamu menyebut begitu!" Matahachi mendorongkan gagang pedangnya ke depan. tapi terbuka atapnya. Mari kita lihat kecakapannya main pedang. syauqy_arr@yahoo. cuma tunggu kesempatan menyikat uang. "Hei.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia mengangguk. "Goblok!" salaknya. Kenapa?" "Apa menurut Anda dia akan datang?" "Mana aku tahu? Silakan duduk. "Apa Akakabe Yasoma ada di sini?" tanya Matahachi." "Apa kerjamu di sini kalau tak mau main?" "Aku mencari Yasoma. tak mungkin aku tinggal hidup di Osaka sehari saja." "Tak ada uang! Begitu. kau bicara sungguh-sungguh.webng." kata Matahachi sambil lekas-lekas keluar. Tapi ternyata tidak. pengganti Toda Seigen dari Kampung Jokyoji di Echizen. Gunakan pedangmu kalau kau berani!" "Kuperingatkan kau. "Aku jadi sadar. tapi perbuatan itu hanya membuat girang si penjudi.com ." Matahachi menyatakan hal itu dengan penuh kebanggaan. dan orang itu membiarkannya masuk. Kelihatannya mau mencabut pedang lawan kita. Semua mata menoleh kepada Matahachi. dan main. duduk melingkar bermain. "Berhenti!" perintah seorang dari para penjudi seraya berdiri dan mengikutinya.co. Maaf mengganggu." 297 thanks to. dan satu orang diam-diam menyediakan ruang kepadanya untuk duduk. Dia yang menciptakan Gaya Tomita. Ia mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang dikelilingi tenda. "Tak bisa kamu pergi hanya dengan bilang minta maaf.id and dimhad. "Kalau ancaman dari orang-orang macam kau bisa bikin aku takut. "Yasoma?" ulang seorang penjudi dengan nada heran. ya? Jadi. aku bicara sungguh-sungguh!" "Oh.

Para penonton menatapnya dengan rasa ingin tahu yang besar. telinganya pun tegak tak percaya.webng. Matahachi berdiri agak di sisi kulit macan itu." kata perempuan itu. "Saksikan macan! Silakan masuk dan saksikan macan! Adakan perjalanan sejauh seribu mil! Macan ini. maka ia menoleh ke sekitar untuk mencari tempat berlindung yang lebih mantap.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Melihat orang itu sedang lengah. "Jangan seperti orang tolol! Kalau macan ini bukan macan betulan. lalu jawabnya murung. Pada pintu gerbang terdapat juga panji-panji dengan gambar kambing bercabang dua dan kepala bermata ular. berirama. menyabetkannya melintang pantatnya. ya?" kagum yang lain. ditangkap sendiri oleh jenderal besar Kato Kiyomasa di Korea." "Tapi orang di luar itu bicaranya seolah-olah macan itu masih hidup. Matahachi menyelam ke tengah orang banyak.com . Sambil memonyongkan mulutnya ia memprotes." 298 thanks to. Ini cuma kulitnya." kata lelaki itu sambil tertawa kecil. Matahachi tiba-tiba menarik pedangnya. "Anak anjing!" jeritnya. tapi setiap muka yang dilihatnya tampak sebagai muka salah seorang penjudi. Nek. Ayo kita ambil uang kita kembali. "Paman Gon. Orang itu melompat tegak ke udara. Jangan lewatkan macan ini!" Seruan yang diucapkannya itu terdengar ingar-bingar. ia melihat ke sana kemari. Dengan jalan menyuruk dari kawanan orang satu ke kawanan lain ia bisa bersembunyi." "Itulah barangkali yang namanya tukang bual. tanda di luar mesti mengatakan begitu juga. "macan itu mati.id and dimhad. "Tentu saja mati. Karena menurut pendapatnya ia tidak dapat menyembunyikan diri selamanya seperti itu. Di ujung tenda itu terpentang kulit macan besar. kan?" Samurai tua itu menjulurkan tangan ke atas pagar bambu dan meraba kulit itu.co." kata satu orang. dan seorang tukang teriak berdiri di atas kotak kosong sambil berseru-seru parau. inilah yang dinamakan macan itu. "Besar. "Jadi. Osugi tidak gampang saja menerima hal itu. Tepat di depannya tergantung tirai bergambar macan besar pada pagar bambunya. Kalau yang akan kulihat cuma kulit macan. lebih baik aku melihat gambar. Mereka tidak merasa kecewa bahwa makhluk itu ternyata tidak utuh dan tidak pula hidup. Mendengar suara percakapan mereka. Orang menertawakan kamu nanti. dan tiba-tiba terpandang olehnya seorang lelaki tua dan seorang perempuan. Matahachi melontarkan sebentuk mata uang dan langsung menerobos pintu masuk. saudara-saudara." "Jangan bikin ribut. syauqy_arr@yahoo. seperti cucian yang sedang dikeringkan pada papan kayu. mencari binatang itu. Karena merasa relatif aman.

" Ketika ia mulai berjalan kembali melalui para penonton lain. "Berhenti. Kalau kau tak mau pergi. ia pegang gagang pedang pendeknya serta menyeringaikan giginya. dan beberapa orang malahan sudah meludahinya. Kalian hanya orang kota kebanyakan. dan orang-orang yang di depan segera menyerang Matahachi dengan tongkat bambu. akan kuhadapi kalian semua!" "Kau berkelakar. Nak. tunggu!" teriak Osugi.co. cepat menguasai keadaan dan balik mendamprat para penyerang Matahachi. "Tahan dia di sana!" "Bajingan!" "Hajar dulu!" Orang banyak berhasil mengepung Matahachi. tapi dia lari. Osugi menjulurkan lehernya yang keriput itu ke depan. anak seorang samurai. ya? Siapa yang teriak 'pencuri' semenit lalu?" 299 thanks to.com ." "Anakmu?" "Ya. Matahachi merunduk. akan ku. Paman Gon?" "Apa kau tidak lihat? Matahachi berdiri di belakangmu itu!" "Tak mungkin!" "Dia di sana tadi. Osugi yang sudah tidak begitu awas matanya itu menggagap. Matahachi terus bertumbuk-tumbuk orang. ya?" serunya. "Kenapa kalian serang orang ini?" "Dia pencuri!" "Dia bukan pencuri! Dia anakku.. Paman Gon sudah melihatnya. tapi selalu dapat membebaskan diri kembali dan berlari terus. "Matahachi!" teriaknya. Paman Gon pun melambai-lambaikan tangan dengan hebatnya. pencuri! Perampok! Tangkap dia!" Seketika itu juga orang-orang di sekitarnya mengambil alih pengejaran. ke tengah orang banyak yang sudah bermandikan cahaya petang berwarna-warni. Kalau kalian sentuh dia lagi. "Hei. syauqy_arr@yahoo. "A-apa katamu.webng." "Di mana? Ke mana?" Keduanya berlari keluar dari gerbang kayu. Aku tak senang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Biar. dan kalian tak punya hak memukulnya. aku akan pergi sendiri. Matahachi menoleh ke belakang dan melihat ibunya mengejarnya seperti perempuan gila. dan dengan sekuat paru-paru ia pun menjerit. Matahachi! Kamu.id and dimhad. Sambil mengusir mereka. "Kenapa kau lari? Kau kenapa? Matahachi! Matahachi!" Karena merasa tak dapat lagi menangkapnya. dia anakku. Osugi tiba bersama Paman Gon. "Tunggu. "Apa yang kalian lakukan ini?" teriaknya.. tapi terlambat.

" Ia menutup wajahnya dengan tangan. Terlalu bangga ia akan dirinya untuk memperlihatkan kelemahannya dan ia memperbaharui serangannya. "Nek. Hidung Osugi mengerut dan ia mulai menangis." 300 thanks to. Maafkan aku.. Melihat tindakan Osugi itu. Karena tak dapat lagi menahan diri. orang tak bisa berbuat lain daripada menyetujui pendapat itu. tapi perempuan tua itu menepiskannya dengan kasar. Aku begitu kaget melihat Ibu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Memang aku.webng. "Kalau kau begitu malu dengan dirimu sendiri dan merasa sudah mempermalukan leluhurmu. "Gagasan apa itu! Lari dari ibu sendiri! Kau bukan lahir dari selangkangan pohon. Kau diam saja dan urusi urusanmu sendiri!. Paman Gon memohon. semua sanak keluarga kuatir dengan dirimu?" "Ibu. manusia sampah. dan aku akan menghukumnya dengan hukuman yang menurutku cocok. seakan-akan Matahachi masih anak-anak. sampai aku tak dapat menghadapi Ibu dan Paman Gon. anakku akan berhenti lari. Ia membanting Matahachi ke tanah dan membenturkan kepalanya ke sana." mohon Matahachi seperti bayi. tapi hampir seketika itu juga ia menghentikan tangisnya. biar cuma sekali. Kalau kauteruskan juga.. maka tak dapat aku pulang. dan tanpa pikir lagi aku lari. maka Osugi mendidih darahnya karena berang. Aku bukan bermaksud lari dari Ibu. Mereka kagum akan keberanian perempuan itu. Justru karena tahu sudah menelantarkan Ibu.com . tapi kemudian ia mendekati mereka dan katanya. tanpa bantuanmu. Aku tahu yang kulakukan ini salah.id and dimhad.. "Cukuplah itu. jangan perlakukan Matahachi seperti kanakkanak lagi." Ia mencoba menarik tangan Osugi dari kerah Matahachi. "Tak terpikir olehku bahwa kau masih hidup. syauqy_arr@yahoo.. orang kampung! Kau anakku!" Dan mulailah ia menampar anaknya. tentunya kau sudah berbuat tak baik selama im. Bu! Aku minta maaf. tapi ternyata di Osaka ini kau bergelandangan! Memalukan! Manusia tak tahu malu. Osugi mencekal kerah anaknya yang tak patut itu dan menyeretnya ke pekarangan kuil tak jauh dari sana. Matahachi.. pasti akan rusak tabiat anak ini.. Aku malu dengan cara hidupku. itu tak kusangkal. orang-orang bebal. Tapi siapa yang menyuruh kalian. Katanya mengejek. Aku seorang ibu yang setia. Kalau ibu-ibu lain tentunya sudah menangis karena gembira. memukulnya? Itu tak patut!" Heran melihat perubahan haluan yang sekonyong-konyong ini.co. kepada ibumu yang sudah tua? Apa kau tidak tahu. anak yang tak tahu diuntung. Kenapa kau tidak pulang menyatakan hormat kepada leluhur sebagaimana mestinya? Kenapa kau tak mau menunjukkan muka. dan kupikir. "Jangan kamu ikut campur! Dia anakku. Beberapa menit lamanya Paman Gon hanya berdiri memandang dari gerbang kuil itu. "Maafkan aku. kalau aku berteriak 'pencuri'. orang banvak itu pelan-pelan bubar.. Akan kuperlihatkan padamu!" Orang mengatakan makin tua seseorang makin sederhana dan makin langsung sikapnya.

aku tak punya kedudukan. "Sekarang apa persisnya yang telah kaukerjakan sejak lari ke Sekigahara? Jelaskan dan jangan berhenti sampai aku sudah mendengar semua yang ingin kudengarkan. Paman Gon! Biar bagaimana. Ia merasa bersyukur melihat semangat perempuan tua itu naik lagi. dia punya semangat yang benar!" 301 thanks to." kata Matahachi menurut. "Main pedang. Untuk pertama kali." Paman Gon mengangguk bersemangat. Matahachi! Duduk kamu yang tegak! Pandang mukaku. Aku akan menghukumnya.co. Jelas sekarang. Ia memang takut kepada ibunya. "Maksudku. dan ia merasa jauh lebih ringan sesudah melakukan pengakuan itu. "Hmm. "Betul-betul kularang kamu menyembunyikan apa pun. Jawaban itu meluncur begitu saja tanpa dipikirkan lebih dahulu. "Sungguh aku terguncang oleh kelakuan-mu. seperti melepas empedu dari dalam perut. ya? Tidak heran kalau anakku menyediakan waktu buat menyempurnakan kecakapannya main pedang—meskipun menempuh hidup seperti sekarang ini. aku takkan menyembunyikan apa pun. dan berlutut. Bu." katanya. seandainya dia masih hidup. Juga tentang bagaimana ia kini menyesali dengan setulus-tulusnya apa yang telah ia lakukan. kemudian ia terburu-buru membetulkannya. Semua itu meringankan dirinya. tak boleh kau bersikap begitu lunak." gumam Paman Gon berkali-kali.id and dimhad.." Ia duduk resmi di tanah dan menunjuk tempat yang harus diduduki Matahachi." "Kalau begitu. Kau ini lelaki. Tak ada salahnya dia tersesat sebentar." Matahachi memulai. "Baik. "Sudah sewajarnya kalau kita mengetahui ini.. Osugi mendecapkan lidahnya. aku harus sekeras ayahnya. Apa kau sudah mendapat kedudukan yang cukup upahnya?" "Ya. "Betul begitu?" tanya Osugi penuh minat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sudah kubilang simpan nasihatmu itu untuk diri sendiri. ia muntahkan seluruh ceritanya sampai sekecil-kecilnya: tentang bagaimana ia meloloskan diri dari Sekigahara. dan hidup darinya—sekalipun ia membencinya beberapa tahun lamanya.com . Ia sudah kehilangan keinginan untuk melawan. tapi sikapnya yang selalu siap mengungkit persoalan tentang kewajiban terhadap leluhur itu membuat Matahachi tak betah.. la mengangkat bahunya yang terkena kotoran.. "Itu menunjukkan bahwa dia memang menyimpan darah leluhur Hon'iden dalam nadinya. Dan apa yang kaulakukan sekarang? Kelihatannya kau dapat pakaian bagus. cahaya kegembiraan muncul pada wajah Osugi. tersangkut dengan Oko." kata Osugi. syauqy_arr@yahoo. bersembunyi di Ibuki. Tepat seperti yang dikatakannya." kata Matahachi. dia anakku." Ada nada kebenaran dalam cara ia mengatakannya dan hal itu menimbulkan akibat yang memang dikehendaki. Ibunya dapat kadang-kadang memanjakan. Kaudengar.webng. katanya. dan aku belum lagi selesai!. dari mana kau mendapat uang buat hidup?" "Pedangku—aku mengajar main pedang. tidak." "Jangan kuatir. Sebagai ibunya..

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Matahachi. bagaimana ia dan Paman Gon bertahuntahun lamanya mencari Otsu dan Takezo. Kau tidak tahu apa pun tentang apa yang sudah terjadi di kampung." kata Osugi. Matahachi sendiri tergerak sedalam-dalamnya oleh hal lain: kalau benar yang dikatakan 302 thanks to. Karena masa laluku memalukan. kuputuskan untuk tidak menggunakan nama sendiri. Apa ini tidak hebat? Aku selamanya berpendapat. ia merasa mudah menjadi anak yang baik dan penurut. Karena ingin lebih menggembirakan ibunya lagi." "Nama perang? Buat apa kamu memerlukan itu? Apa Hon'iden Matahachi tidak cukup untukmu?" "Ya. "Ya." Osugi memperlihatkan wajah bahagia. Matahachi mendengarkan dengan kepala tertunduk. "Coba kulihat." Osugi mengangguk. hingga sementara berbicara ia mulai meludah-ludah. Ia coba untuk bersikap tidak emosional. Tapi justru pada waktu itu tangan Matahachi terpeleset. "Bu." "Di daerah ini. Sekarang perhatikan. Matanya basah dan suaranya menjadi berat. lihat ini. "Ya." Demikian gembira perempuan itu. bagus!" jawab Matahachi sesudah berpikir cepat. tapi bagaimanapun terbawa juga ia oleh ceritanya sendiri. Tapi kalau yang menjadi perhatian utama ibunya adalah kehormatan keluarga dan semangat samurai. karena itu aku akan bercerita. begitu. Ia menjelaskan bagaimana Keluarga Hon'iden dihinakan. Kukira jalan pikiran yang baik. Ia memilih kata-kata yang diperhitungkannya dapat memacu Matahachi untuk beraksi. Ini penting.com . aku takut mengaibkan leluhurku." "Betul? Dia termasyhur. Ia hendak mengambil gulungan itu. "Bu.webng. Lihat ini. dia lebih cerdas dan lebih mampu daripada Takezo dan anak-anak lelaki lain. Matahachi mengeluarkan sertifikat dan membuka gulungannya. "Tunggu sebentar." kata Osugi. "Tapi sesudah kutimbang-timbang." katanya.id and dimhad.co. Bu. lihat. itu? Itu nama perang. dan ia terpukau oleh gamblangnya cerita ibunya. "Kenapa 'Sasaki Kojiro'?" "Oh. Pada waktu-waktu seperti ini. di bawah pimpinan siapa kau belajar ilmu pedang?" "Kanemaki Jisai. dan nama pada gulungan itu jadi kelihatan. tapi ia menutup nama Sasaki itu dengan jempolnya. tak perlu Ibu kuatir denganku." "Oh. ini betul-betul bagus." Osugi dengan bersemangat mulai memberikan uraian tentang peristiwa yang telah terjadi di Miyamoto. syauqy_arr@yahoo. juga waktu dia masih bayi." kata Osugi. Paman Gon. tapi Matahachi mencekamnya.

syauqy_arr@yahoo. Paman Gon?" "Ya. Perempuan jalang itu sudah meninggalkanmu dan lari bersama Takezo." "Bukan itu soalnya." katanya.webng. kau bisa mengatakan. kau pun tak dapat kembali ke Miyamoto?" "Aku tak akan kembali. kau dapat jalan terus dan mencari istri." "Itu namanya anak baik. kenapa Paman Gon dan Ibu meninggalkan kampung? Kami mau membalas dendam pada mereka. Paman Gon." protes Matahachi." "Kedengarannya kau tidak begitu bersemangat. dan juga mendapat nama baik. Kecuali kita sudah membalas dendam. Aku tak akan pernah kembali. maka Takezo memikat Otsu untuk pergi dengannya. Menyadari hal tersebut. "Apa benar begitu?" tanyanya. Apa tidak betul begitu. dia mendapat pertolongan dari Otsu untuk melarikan diri. Bisa kau melakukan itu." "Aku mengerti. "Kaulihat sekarang. aku tak dapat memperlihatkan muka lagi di kampung atau berdiri di depan tanda peringatan leluhur kita. Aku akan selalu di samping-mu. Semua orang mengatakan antara mereka sudah terjadi sesuatu. Kau membersihkan dirimu sebagai seorang samurai. Matahachi? Mau kau melakukannya?" "Ya. Apa itu bukan gagasan yang baik. jangan berdiri saja di situ. dan keduanya lalu lari sama-sama." "Dan ibumu yang sudah tua ini pun demikian. kau mengerti. Ketika Takezo diikat di atas pohon itu." Begitulah." "Jadi. Kau mesti membunuh kedua orang itu. Matahachi! Kau mengerti. ibunya mengipasi bunga api itu.co. Inilah untuk pertama kalinya ia mendengarnya. Dia sudah bersumpah akan membalas dendam kepada Takezo dan Otsu. dan kau akan membuktikan itu pada setiap orang. Ada apa? Apa kau tidak merasa cukup kuat untuk membunuh Takezo?" "Tentu saja cukup kuat." tambah Osugi. Osugi mengambil kesimpulan yang keliru bahwa kuliahnya tentang kehormatan dan semangat itu sudah mencapai hasil. "Mari kita bawa kepala mereka pulang ke kampung sebagai tanda mata buat orang banyak. karena tahu kau tak akan kembali beberapa lama. Mereka musuh bebuyutan kita. ucapkan selamat pada anak ini. "Jangan kuatir. kukira begitu. Paman Gon buka suara. dan timbul reaksi baru terhadap kawan masa kecilnya itu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI oleh ibunya. "Kalau kaupikir itu bohong. "tanya Paman Gon. Sebelum aku membunuh mereka. Melihat warna wajah Matahachi berubah. akhirnya 303 thanks to. Bu. tak sangsi lagi. dan menetap. Nak? Kalau itu kita lakukan. Otsu tidak mencintainya lagi.com .id and dimhad." Kata-kata itu menimbulkan akibat paling buruk pada Matahachi." "Ya. Matahachi. Tak ada nama yang lebih baik di seluruh daerah Yoshino daripada Hon' iden. Dengan kata lain.

Apa wasirmu kumat lagi?" Untuk menunjukkan bakti seorang anak." Sementara berjalan. Matahachi merasakan kegembiraan yang aneh." "Oh. Osugi menangis karena gembira. kurang baik itu. "Paman Gon. syauqy_arr@yahoo. "Oh. Matahachi mengatakan. "Tanah ini dingin sekali. "Naiklah ke punggungku.webng. Ibu. di mana kalian tinggal?" tanyanya. Paman Gon." Ketika air mata jatuh ke leher Matahachi." "Baik. dan mulailah ia bangkit dari tanah dengan susah payah. "Sudah berapa tahun lewat. sakit rasanya!" teriaknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ia kelihatan puas. Bu! Ringan sekali! Jauh lebih ringan daripada batu!" 304 thanks to." "Wah.com . Mari kita mencarinya. "Ringan.co. ya? Lihat. Di mana saja bisa.id and dimhad. "Ada apa?" tanya Paman Gon. Matahachi menggendongku. "Kita mesti mencari rumah penginapan sekarang. Matahachi melambung-lambungkan sedikit ibunya di punggungnya. kau mau menggendongku? Senang sekali aku!" Sambil memegang bahu anaknya. Perut dan pinggulku sakit.

" 305 thanks to. "biarpun keadaan kita tidak begitu baik hari-hari ini. syauqy_arr@yahoo. Tapi jumlahnya tak seberapa sekarang. barang itu akan kembali lagi. Setidaknya kita masih dapat melakukan apa yang kita inginkan. tapi kalau kita beruntung. sampai tidak dapat lagi bersantai dan menikmati hidup. baunya yang khas menunjukkan bahwa ia membawa barang selundupan berupa tembakau. Kita bicara tentang kemewahan yang dapat dinikmati para daimyo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 22. kita celup kembali atau cetak kembali barang-barang itu dan kita jual kembali kepada tentara. habis pertempuran berikutnya." "Sama sekali tidak! Tiap orang bilang semua sedang menanjak di Sakai." "Ah. "Tak dapat lagi kita mendapat uang di dalam negeri. dari pandangan samurai. dan kita dapat mendandaninya dan menjualnya lagi. tapi cepat atau lambat mereka terpaksa mengenakan perlengkapan kulit dan bajanya. pakaian zirah. Pemerintah Tokugawa melarang rakyat mengisap. Kapal yang beberapa kali sebulan berlayar antara Osaka dan Provinsi Awa di Shikoku itu sedang menyeberangi Laut Pedalaman dalam perjalanan ke Osaka. atau menguyahnya. kita masih beruntung.webng. Saya kasihan pada mereka. padahal satu-satunya kemungkinan sekarang ini adalah menjadi saudagar.id and dimhad. kita mesti melakukan apa yang dilakukan oleh Naya 'Luzon' Sukezaemon atau Chaya Sukejiro. tapi saya tak melihat buktinya." "Ha. "Saya sendiri mensuplai perlengkapan perang-tiang bendera." "Apa tidak benar begitu? Kita mengeluh tentang masa yang buruk dan semua yang lain. Kebanyakan mereka tidak kenal makanan yang baik.co." "Anda benar.com . Sekalipun muatannya sebagian besar terdiri atas kertas dan bahan celup indigo. Kepak-kepak layar besar di tengah angin menenggelamkan bunyi ombak." "Saya dengar kurang tenaga kerja di sana. ha!" "Dulu kalau penjarah pulang membawa rampasan. Terdapat juga sejumlah penumpang di kapal itu. saya kira sekarang samurai-samurai itu tahu bagaimana berhitung. Masukilah perdagangan luar negeri." kata orang yang lain. Sebagian besar pedagang yang sedang pulang atau untuk berdagang akhir tahun di Osaka. Kalau ingin benar-benar untung. macam itulah. Kemudian. Begitu sibuk mereka memikirkan kehormatan dan tata krama prajurit. mencium. betul-betul tidak percuma." "Begitu. Memang riskan." Percakapan di tengah kelompok lain adalah tentang bidang serupa. ya?" "Ya. lalu terbunuh. "Bagaimana kabarnya? Saya berani bertaruh." Seorang lelaki memandang ke arah samudera dan memuji-muji kekayaan negeri-negeri di seberang. Saya dengar mereka butuh pandai meriam. banyak juga untungnya. berangsur-angsur digelapkan oleh kabut sore musim dingin. Pemuda Tampan PULAU Awaji yang bermandikan matahari menghilang di kejauhan.

Seorang pemuda memangku sesuatu yang bulat bentuknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Yang mesti kita lakukan cuma berpura-pura membungkuk kepada samurai. Anda menangkapnya sendiri?" "Ya. Sesudah kematian Hideyoshi. Mari kita main kartu kecil-kecilan buat menghabiskan waktu. seorang pendeta Kong Hu Cu. "Tak banyak yang bisa dilakukan dalam perjalanan-perjalanan begini. ya?" "Memang tak banyak. "Ya. Kebanyakan mereka duduk di samping barang bawaan mereka dan memandang laut dengan sikap tak senang." "Kalau kita mau hidup di dunia ini. nyonya-nyonya dan pembantunya membawakan sake. sudah lama juga Anda miliki?" "Tidak. Kadang-kadang ingin saya bertanya kepada samurai. Ini bukti bahwa mereka lebih kaya daripada penduduk lain. sebelum saya berhasil lari. Dan pada waktu waktu itu orang-orang kota yang kaya itu kota yang kaya adalah orangorang yang memiliki perangkat minum sake yang anggun dan peralatan perjalanan yang indah dan mahal.com . perlu juga kita bersenang-senang. apa yang mereka peroleh dari hidup ini. tapi monyet-monyet yang lebih tua hampir saja merobek-robek saya.co. dan berkali-kali menyuruhnya. syauqy_arr@yahoo. dan sedikit uang cukuplah buat sebagian besar mereka itu.id and dimhad." 306 thanks to." "Boleh. padahal jumlah itu sudah dianggap pendapatan besar oleh kebanyakan samurai. "Duduk yang tenang!" "Bagus sekali monyet kecil Anda itu. dan beberapa prajurit profesional." Permadani wol yang dihamparkan untuk duduk kelompok orang ini barang impor. tetapi oleh para penjudi dilemparkan saja ke sana kemari seperti kerikil. dan orangorang mulai main umsummo. apa yang mereka peroleh dari hidup ini—seorang pendeta pengembara. sebuah permainan yang belum lama diperkenalkan oleh pedagangpedagang Portugis." Tirai pun digantungkan. dengan taruhan yang sukar dipercaya. menyaksikan awal permainan kartu yang penuh lagak itu.webng." "Jadi. bukan ke tangan samurai." "Memang begitu juga pendapat saya. Emas yang ada di meja sesungguhnya dapat menyelamatkan banyak desa dari bencana kelaparan. berbulu lebat." "Kalau begitu. Apa dia terlatih?" tanya penumpang lain. kemewahan zaman Momoyama sebagian besar telah beralih ke tangan para saudagar. Bahkan seorang pedagang kecil pun biasanya lebih kaya daripada seorang samurai yang upahnya lima ribu gantang padi setahun. Di antara para penumpang terdapat beberapa orang yang bisa saja ditanya oleh para saudagar kaya itu. beberapa ronin. saya menemukannya belum lama ini di pegunungan antara Tosa dan Awa.

syauqy_arr@yahoo. dan gelung rambutnya terikat pita ungu yang lain dari yang lain. dan ia kelihatan betul-betul kerasan di tengah pendeta pengembara.com . dan sudah dalam bahaya disita oleh para saudagar kreditor. Tidak aneh lagi bahwa lelaki yang sudah berumur sekitar dua puluh lima tahun terus mengenakan pakaian seperti anak-anak umur lima belas atau enam belas tahun. Senjata itu berupa pedang pertempuran yang panjang lurus. pemuda itu terus sibuk menangkapi kutu binatang itu. "Kalau tiba pada waktunya. Keluarga itu tidak lagi kaya. ia semakin ingin tahu latar belakang pemiliknya. dan buatannya amat indah. Di lain pihak. Rambut bagian depannya tidak bercukur. tubuhnya kokoh kekar dan kekerasan yang dewasa memancar dari alisnya yang lebat dan lengkungan ke atas di kedua sudut matanya. pemain boneka. pemuda itu pasti memikat perhatian orang. dari situ tak dapat diambil sesuatu kesimpulan. Toji merasa bosan. apa pembawa surat itu tiba pada waktunya. Dengan mudah ia dapat diduga sebagai seorang ronin." renungnya." Ia mencoba mengingatingat wajah Oko. Perjalanan yang telah empat belas hari itu sungguh menjengkelkan. dia pasti menjemputku di dermaga Osaka. Karena sedang dalam perjalanan. akibat cara hidup Seijuro yang melebihi kemampuan. untuk meringankan beban kebosanan yang dialaminya.webng. para samurai compang-camping. Kulit pemuda itu bercahaya penuh kebeliaan.id and dimhad. "Ingin tahu juga aku. Yang lebih memburukkan keadaan adalah tunggakan-tunggakan akhir tahun yang sudah tak terhitung 307 thanks to. pakaian pada umumnya telah lebih berwarna-warni. tapi sekarang ini tak semudah dulu menyebut umur seseorang dari pakaiannya. Gion Toji yang berdiri beberapa jauh dari situ pun terkesan oleh senjata itu. Alasan di balik perjalanannya itu adalah keadaan keuangan Keluarga Yoshioka yang goyah. Sikap polos yang diperlihatkannya waktu la mencari kutu binatang itu menambah kesan umur mudanya. Ia sudah rindu sekali berada lagi di tengah orang-orang yang dikenalnya. karena baik kimono maupun jubah merah pendek di atas kimononya itu betul-betul menarik perhatian. dan lagi tak ada buahnya. besar. melelahkan. Sementara menguap dan berpikir bahwa di Kyoto pun tidak sering terlihat pedang yang demikian tinggi mutunya. Status sosial pemuda itu juga sukar dipastikan. ia mengenakan sandal jerami dan kaus kulit seperti yang dipakai semua orang. Pakaiannya menunjukkan bahwa ia masih kanak-kanak. Jadi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sambil berbicara. namun ada sesuatu yang mengisyaratkan bahwa ia memiliki status lebih tinggi. dan membiarkan rambut di ubun-ubunnya tidak dipotong. Hampir tiap orang yang berbicara dengan pemuda itu memuji bagusnya buatan pedang tersebut. dan matanya terang. dan para petani yang tak bercukur di kapal itu. "Kenapa pula kau ini menggeliat-geliat saja?" katanya tak sabaran sambil mengetuk-ngetuk tajam kepala monyet itu. yaitu senjata yang disandangnya di punggung dengan tali kulit. Rumah di Jalan Shijo sudah digadaikan.co. bibirnya merah sehat. Dengan naiknya Hideyoshi. Kalaupun tidak membawa monyet.

308 thanks to. Ia harus melakukan sesuatu untuk menghabiskan waktu. melainkan wajah Oko. Dengan adanya segala macam orang yang berhasrat belajar seni perang dan para daimyo yang menginginkan sekali prajurit terlatih. Sokongan yang dibawa pulang Toji hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang sebelumnya dibayangkannya. Biarpun semua milik keluarga dijual. sekarang ini bukan zamannya lagi untuk bersikap eksklusif. dan wajah yang muncul dalam pikirannya sekarang pun bukan wajah Seijuro. Toji mengatakan bahwa persoalan itu mesti ia yang menangani. entah dengan cara bagaimana akan membereskan soal-soal itu. kalau saya berada di Kyoto lagi". tidak akan tersedia cukup dana untuk menutup rekening yang sudah menimbun. atau lain lagi. Di situ jumlah siswa yang jauh lebih besar akan dapat ditampung. menghindar.co. tidak juga dari sana. Makin lama memikirkan hal itu.webng. makin hanyut ia dalam pemikiran bahwa kewajiban suci sekolah itulah untuk mengajarkan Gaya Kempo kepada sebanyak mungkin orang. Ke Osaka. tentunya kau dari Awa. pemuda itu membuka matanya sedikit dan katanya. Segera kemudian ia sudah seperti duduk di bara hangat kembali. Menghadapi keadaan ini. "Akan kita tinjau hal ini nanti." "Apa keluargamu tinggal di sana?" "Tidak. "Akan saya tulis nanti pada Anda soal ini". sampailah ia pada gagasan untuk membangun sekolah baru dan lebih besar di tanah kosong dekat Nishinotoin. dan Shikoku. Memang di berbagai wilayah feodal banyak orang pernah belajar di bawah pimpinan Kempo." "Kalau begitu. dan dengan senjata itu Toji berangkat mengusahakan bantuan dari bekas-bekas siswa sekolah di daerah barat Honshu. Kyushu." "Tidak.id and dimhad. Toji mendekat dan mencoba membuka percakapan. Namun ternyata. Ia iri pada pemuda yang sedang mencari kutu monyetnya itu." Kata-kata itu diucapkannya dengan sikap pasti. yang bersifat sama juga. ya?" Tanpa mengangkat kepala. Menurutnya. "Ya. Dengan mengerahkan otaknya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI jumlahnya. tidak banyak di antara mereka yang bersedia memberikan sokongan berarti atau berjanji akan memberikan uang sesuai dengan maklumat pendek itu. orang muda.com . "Bagaimana ini bisa terjadi?" Karena merasa dialah yang mendorong keroyalan tuan muda itu. Sebenarnya rumah tangga yang dalam bahaya itu bukanlah rumah tangga Toji sendiri. maka sekolah yang lebih besar dan menghasilkan sejumlah besar pemain pedang terlatih akan memuaskan kepentingan semua pihak. satu-satunya komentar Seijuro hanyalah. syauqy_arr@yahoo. walaupun Toji sungguh tulus dalam permohonannya. Ia berjanji. Sering benar jawabannya berbunyi. Namun bahkan wajah Oko pun hanya dapat sekilas saja mengalihkan perhatiannya. Seijuro menulis surat edaran untuk maksud itu. "Halo. dan sebagian besar dari mereka sekarang menjadi samurai dengan kedudukan yang membuat orang iri.

" "Memang pedang dapat dipakai. Saya lihat sekarang banyak orang terhuyung-huyung memakai pedang yang amat besar.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Toji jadi terdiam untuk beberapa waktu. Setelah saya memutuskan untuk jadi orang kedua yang secara resmi diberi sertifikat." "Oh." "Tapi Gaya Tomita itu untuk pedang yang lebih pendek daripada pedang itu. "Tapi cuma orang ahli yang dapat memakainya dengan mudah. Memang tampak mengesankan. "Oh." kata Toji mencela. satu-satunya orang yang pernah diberinya sertifikat cuma Ito Yagoro Ittosai.com . tidak berarti saya harus menggunakan pedang pendek.webng. "Gaya Tomita. Dia juga sudah meninggalkan Gaya Tomita. Tapi belum saya berhasil. Dan itu menyebabkan saya dikeluarkan dari sekolah. "Siapa saja harus dapat menggunakan pedang sepanjang ini. karena senang senjatanya dipuji. tapi saya bermaksud mencari pandai pedang yang baik di Osaka untuk menyetelnya kembali. Panjangnya cuma semeter. Apa yang terjadi sesudah itu?" "Saya tinggalkan Desa Jokyoji di Echizen. Guru saya menggunakan pedang pendek. biar panjangnya semeter atau bahkan lebih. Toji tak dapat menyembunyikan perasaannya bahwa ia lebih unggul daripada anak ini." "Terlalu panjang. Dia bersimpati pada saya. supaya mudah saya menariknya dari pinggang. Jisai tidak." "Orang-orang muda seperti kalian rupanya bangga dengan sifat memberontak. tapi kalau sudah terdesak. Ini pedang pertempuran. tiba-tiba saya dipanggil pulang karena ibu saya akan meninggal. Saya tak suka meniru. kalau saya mempelajari Gaya Tomita. Gaya apa yang kaupelajari?" Dalam hal yang berkenaan dengan permainan pedang.id and dimhad. tapi kemudian mencoba lagi. Pemuda itu melontarkan pandangan penuh tanya ke wajah Toji yang tampak puas diri." katanya. dan jawabnya.co." Sambil senyum si pemuda menjawab yakin. mereka balik kanan dan lari. si pemuda memperbaiki posisi duduknya menghadapi Toji dan menjawab ramah. Agaknya." "Di mana rumahmu?" 309 thanks to." "Panjang sekali. Nyatanya. "Pedangmu luar biasa kelihatannya." "Guru-guru desa memang semuanya gampang saja mengeluarkan sertifikat. dan sesudah empat tahun saya belajar di bawah pimpinannya. ya?" "Tak tahulah. saya betul-betul kerja keras. "Ya. dan mengembangkan Gaya Chujo. syauqy_arr@yahoo. dan pergi menemui Kanemaki Jisai." kata Toji dengan gaya berwibawa. dia mengatakan saya bisa jalan sendiri. jadi saya putuskan menggunakan pedang panjang. pedang ini sudah lama menjadi milik keluarga saya. menerima saya sebagai muridnya. Dia tidak seperti itu.

Pada suatu ketika. beratus mil jauhnya dari Suo." katanya. tiap hari saya latihan di sekitar Jembatan Kintai dengan menebasi sayap burung layang-layang dan menetaki cabang pohon liu. Pemuda itu melanjutkan cerita sentimentalnya. Dengan itu saya mengembangkan teknik sendiri. beliau memberikan pedang ini dan minta saya menjaganya betul. membuat seluruh langit berwarna keabu-abuan. tampak bahwa wataknya lebih kuat daripada yang bisa disimpulkan melalui seleranya berpakaian. dia mengatakan pada kemenakannya itu akan memberikan sertifikat pada saya bersama buku metoda-metoda rahasia yang dimilikinya. jadi tak mungkin saya berada di sampingnya sampai akhir hayatnya. saya betul-betul sedih dan menangis." Mata orang muda itu pun basah oleh kenangannya. pemuda itu berhenti bicara sesaat lamanya. Sekali mulai.id and dimhad. begitu. akhirnya ibu saya meninggal kira-kira pada waktu yang bersamaan. Kapal mulai oleng. dengan sedikit saja memperhatikan reaksi pendengarnya. Tenki sudah belajar di sekolah itu lama sebelum saya. dan dari ceritanya tentang pengalaman-pengalamannya di masa lalu. ketika siang dan malam sama lamanya. tapi Jisai mempertimbangkan pun tidak untuk memberikan sertifikat kepadanya. Orang menamakannya Galah Pengering. Sebelum ibu saya meninggal. Tenki kemenakannya." Awan-awan menyembunyikan matahari. Kurang kemungkinannya bahwa Jisai yang tidak memiliki sanak dekat itu meninggalkan banyak kekayaan. Sebaliknya. tapi berbicara dengannya lebih baik daripada sendirian dan merasa bosan. ini pedang terkenal. masa?" "Memang tak ada tanda tangannya pada ujungnya." gumamnya. Sebelum mereka berjumpa pada hari yang telah ditentukan 310 thanks to. bersama sertifikat dan buku rahasia tersebut.co. yang intinya adalah bahwa ia telah menutup tempat semayam keluarganya di Suo. dan melalui surat menyurat ia mempersiapkan diri bertemu dengan temannya Tenki pada musim semi. "Jisai jatuh sakit. Dari situ. tapi dia ada di Kozuke. Lagi pula." Walaupun sebelumnya pemuda itu pendiam. "Jadi. tapi selamanya pedang ini dianggap buatannya. Matanya mendung dan merenung. di Provinsi Suo. "Ketika saya berada di Suo itu. namun dalam masalah yang disukainya ia dapat berbicara berpanjang-panjang. dia meninggal waktu engkau tak ada di tempat?" "Ingin sekali saya pergi mendapatkannya begitu saya mendengar tentang sakitnya. Ketika mendengar kabar itu dari Kusanagi Tenki.webng. Toji sama sekali tidak terkesan oleh pemuda tampan yang emosional itu. syauqy_arr@yahoo. tapi ia mempercayakan kepada Tenki sejumlah uang untuk orang muda itu. dan dia masih di sana ketika guru terbaring sakit di tempat tidur. melainkan juga berharap bertemu dengan saya dan memberikannya langsung pada saya. "Oh. berpura-pura menaruh minat besar. Dia tidak hanya menginginkan saya menerimanya." "Nagamitsu? Ah. ia terus mengoceh. dan buih air terbang ke kapal lewat bibir kapal. Di tempat asal saya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Iwakuni.com . bahkan dengan sukarela ia memberikan keterangan. karena pedang ini buatan Nagamitsu. Sesudah pulang itu.

dan bukankah ia masih seorang murid. Sudah pernah engkau mengunjungi tempat itu?" "Tidak. saya dari Kyoto." Toji ingin sekali menyuruh pemuda itu menjaga lidahnya. "Kyoto?" gumamnya. Selesai dengan ceritanya. Orang muda itu sendiri berencana menghabiskan waktu di Kyoto untuk belajar dan melihat-lihat. Pertanyaan itu sendiri cukup polos. "Ya.com . Saya tak percaya dengan segala yang saya dengar. "Anda dari Osaka?" "Tidak." Sejenak mereka berdua terdiam. Bukanlah ia sendiri hampir dua puluh tahun lamanya di Perguruan Yoshioka. namun pandangan mata Toji memperlihatkan sikap meninggikan diri. kau punya rencana memasuki dunia ini lewat seni bela diri?" kata Toji. Toji bertanya. dan katanya. Kalau ia tahu. Tapi kata orang tak seorang pun dari anak-anaknya bisa menyamai tarafnya. "Dan kukira engkau menduga dapat pergi tanpa cedera?" "Kenapa tidak?" tukas balik pemuda itu." "Bagaimana kau bisa demikian yakin." Toji batuk-batuk untuk menekan tawanya. ia menoleh kepada Toji dan tanyanya. Sekarang dialah yang ingin tertawa.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI di Gunung Horaiji di Provinsi Mikawa. tapi menggawatkan keadaan pada taraf itu akan membuatnya tampak sebagai pihak yang kalah. untuk melihat sampai seberapa kebolehannya. jadi menurut bayangan saya Kempo tentunya seorang pemain pedang besar. mendekati sikap merendahkan. dan tertawalah ia. Sudah lama ia muak dengan pemain-pemain pedang muda sesat yang berkeliaran ke sana kemari membualkan sertifikat dan buku-buku rahasianya.id and dimhad. "Perguruan Yoshioka kelihatannya sekarang berkembang pesat. Apakah dia masih aktif?" Toji jadi ingin sedikit mempermainkannya. "Yoshioka memiliki rumah besar dan banyak nama baik. "Jadi. tapi kalau nanti sampai Kyoto. Tenki diperkirakan sedang mengadakan perjalanan keliling untuk belajar.webng. saya ingin bertanding dengan Seijuro. tak sangsi lagi ia pasti menyesali apa yang baru dikatakannya. Untuk sesaat bahkan terpikir olehnya akan membuka identitasnya. di tengah jalan antara Kozuke dan Awa.co. sebelum kau betul-betul berjumpa dengan mereka?" "Itulah yang dikatakan oleh samurai dari provinsi-provinsi lain. anak tertua Yoshioka Kempo." jawabnya singkat. Dengan wajah memerot dan nada menghinakan. tapi hampir setiap orang rupanya menduga Keluarga Yoshioka akan berakhir dengan Seijuro dan Denshichiro. "Saya dengar ada orang yang namanya Yoshioka Seijuro di sana. Maka dengan seboleh-bolehnya menahan diri ia 311 thanks to. terbawa oleh bunyi ombak dan layar. sekalipun murid yang mempunyai banyak hak istimewa? Pemuda itu beralih tempat duduk dan memandang dengan saksama ke arah air yang kelabu. Ia berpendapat tak mungkin ada sedemikian banyak ahli pedang yang mengembara berkeliling. kemudian menoleh lagi pada Toji. syauqy_arr@yahoo. Tentu saja orang muda itu tidak mengetahui kedudukannya di perguruan tersebut. Cepat sekali ia membenci keyakinan diri orang muda yang kurang ajar itu.

"Tak seorang pun keberatan mendengar seorang muda membanggakan kemampuannya." kata Toji. maka aku tak heran kalau Keluarga Yoshioka disepelekan." "Ha! Tapi saya bukannya menyampaikan pikiran saya sendiri tadi itu. jadi saya sudah bikin kesal Anda. sebelum kau membanggakan diri. "Apa?" "Apa kau tahu artinya 'samurai setengah matang'? Demi masa depanmu." "Nah. tapi saya pikir itu perbuatan bodoh. "Saya dapat melakukannya. Toji yang telah menyatakan namanya dan mengagungkan statusnya berjalan dengan gayanya ke buritan kapal. Kau membual tentang menetak burung layang-layang dan bicara tentang sertifikat Gaya Chujo. ya?" "Tidak. "Tapi tak seorang pun di Kyoto suka mendengar Perguruan Yoshioka disepelekan." Toji mendekat sambil membusungkan dadanya." "Oh. kalau kau dapat melakukan itu. syauqy_arr@yahoo. Lebih baik kau melihat dulu baik-baik siapa yang kauajak bicara.. Tapi masalahnya adalah aku Gion Toji." Pemuda itu tidak segera memberikan jawaban. Tapi cobalah engkau bercerita lebih banyak tentang dirimu. dan aku tidak keberatan. "jika kau demikian hebat hingga dapat meremehkan Keluarga Yoshioka sebelum kau sendiri ke sana. saya tadi mengatakannya.id and dimhad. "Rupanya sekarang provinsi-provinsi penuh orang yang serbatahu. 312 thanks to." "Orang muda!" kata Toji tajam. tidak bakal engkau sampai ke mana-mana. terpaksa aku bertindak!" Waktu itu mereka sudah menarik perhatian penumpang-penumpang lain. betul. katanya. Mendadak sontak terpikir olehnya bahwa Toji punya maksud tak baik terhadapnya. Tadi kau mengatakan sudah menemukan cara membunuh burung layang-layang pada sayapnya?" "Ya. kuperingatkan kau. "Dari permulaan tadi aku sudah mendengar kau membangga-banggakan diri.webng. Toji melanjutkan." "Anda pikir kata-kata saya itu cuma bualan?" "Ya. murid utama Yoshioka Seijuro." Dan ketika orang muda itu tidak mengatakan sesuatu. tapi jangan-lah sampai keterlaluan.." "Dan kau melakukannya dengan pedang panjang besar itu?" "Betul. Kalau kau meremehkan orang lain." kata Toji dengan nada bergaya.com . tapi lebih baik kau ingat bahwa tidak semua orang itu bodoh. Saya hanya mengulangi apa yang saya dengar. Kalau sekali lagi kau mengeluarkan ucapan yang menghina Keluarga Yoshioka.co." "Nah. sama sekali tidak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menjawab. Sambil menatap bibir Toji yang cemberut. tentunya tak sukar bagimu menetak salah seekor camar laut yang menukik ke kapal ini.

dengan senang hati. syauqy_arr@yahoo." "Tapi Tuan mau jadi saksi?" "Oh. "Tapi jangan lupa. ya." ulang orang muda itu. dan bertanya apa yang dikehendaki pemuda itu. ya?" "Jika saya tebas seekor.. Saya merasa terpaksa melakukan apa yang sudah Tuan tantangkan pada saya untuk saya lakukan beberapa menit lalu. sedangkan para penumpang ternganga dari jarak yang aman.webng." "Apa yang kutantangkan untuk kaulakukan?" "Tidak mungkin Tuan sudah lupa.com ." "Bagus sekali!" Toji tertawa mengejek. kau akan benar-benar menjadi tertawaan. "Tuan. "Suruh burung camar terbang turun di depan saya. apa itu akan meyakinkan Tuan bahwa saya tidak hanya omong?" "Ya.co.. Pemuda itu berhasil 313 thanks to. Sambil melakukan itu. jika kau melakukan ini cuma demi kebanggaan dan kau gagal. sedangkan saya punya kehormatan yang harus saya junjung. "Apa maumu?" "Tuan sudah menyebut saya seorang pembual di depan banyak orang yang tak dikenal. jadi aku tadi usul begitu. Pemuda itu menepuk punggungnya pelan. dan saya ingin Tuan menjadi saksinya. Pemuda itu mengikutinya tanpa mengatakan sesuatu. Toji bertanya. Dengan sikap sangat sungguh-sungguh pemuda itu berkata. Tak dapat lagi menahan sikap masa bodohnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menggeram tentang kekurangajaran para pemuda zaman sekarang. Toji tidak menjawab. Saya siap menebas burung-burung itu. Oko menantinya apabila kapal masuk dermaga nanti. ia memanggil nama Toji." "Hmm. akan saya lakukan. Toji sama sekali tidak merasa senang dengan keadaan itu." "Baiklah. dan jika sekarang ia terlibat dalam perkelahian. Maka dengan menampakkan diri sesantai mungkin ia menelekan sikunya ke susuran kapal dan memandang penuh perhatian ke pusaran biru hitam yang terbentuk di bawah kemudi." katanya dengan suara tenang yang tidak mengungkapkan kemarahan ataupun kebencian." Toil tiba-tiba menyadari persamaan antara apa yang sedang terjadi itu dengan jalan cerita sebuah cerita lucu yang menurut kata orang diciptakan oleh pendeta Ikkyu. Toji menatap ingin tahu." "Aku tak punya maksud mencegahmu." Pemuda itu mengambil posisi di atas lempeng timah di tengah dek belakang dan menggerakkan tangan ke pedangnya. dan mendesak saya menebas burung camar.id and dimhad." "Akan saya terima kemungkinan itu. pasti. "Tuan. berapa saja jumlahnya. ia akan mengalami kesulitan dengan para pejabat kemudian. Tuan tertawa ketika saya katakan saya dapat menetak sayap burung layang-layang.

syauqy_arr@yahoo. 314 thanks to.. dan mintalah maaf. karena justru pada saat itu pemuda itu mencabut pedang dari sarungnya dan mengayunkannya. seperti sebuah sikat kecil. tapi hormat yang dirasakannya itu satu hal. Kalau burung-burung itu tidak mendekat. katakan saja tak bisa. dan ia meletakkan tangan ke atas kepalanya.?" "Cobalah maju lima langkah lagi. "Omong kosong apa pula ini? Kalau orang bisa membuat camar terbang di depannya.co. Untunglah kepalanya masih ada. "Mengerti sekarang?" tanya pemuda itu sambil membalik.webng. Suatu pikiran mengerikan bersarang di kepalanya. mana bisa saya menebasnya?" Sambil maju beberapa langkah. dan pergi di antara tumpukan bagasi. tak akan saya berdiri menanti di sini. dan ternyata pita yang mengikat rambutnya di belakang kepala sudah lepas. ke arah bagian dek yang diterangi matahari. Toji berkata senang. Gerakan itu demikian cepat. dan sejauh yang ia ketahui. kalau saya bermaksud melakukan itu. tapi ia pemain pedang menakjubkan. "Bajingan!" Kemarahan yang tidak tanggung-tanggung melanda hatinya. "A-a-apa?" teriak Toji sambil terhuyung ke belakang dan memegang kerahnya. Dengan marah ia berseru. sedangkan pedang saya hanya satu meter panjangnya. Kalau Tuan pikir lebih masuk akal saya memenggal kepala itu daripada membunuh camar laut yang tak bersalah." Toji datang mendekat sambil menggeram.com .id and dimhad. Secara refleks kepala Toji merunduk." "Oh. akan saya tebas yang lain buat Tuan. Ia memang masih muda. Ketika ia memandang ke bawah. Gelungan rambutnya sudah hilang! Gelungan yang sangat dibanggakannya-kebanggaan tiap samurai! Dengan wajah mengerikan ia menyapukan tangan ke atas kepalanya. ia lihat sebuah benda yang tampak aneh." "Apa kau sudah gila?" teriak Toji. Akan saya tunjukkan pada Tuan. "Apa maksudmu sekarang?" "Saya cuma ingin Tuan mengizinkan saya memanfaatkan kepala Tuan—kepala yang sudah Tuan pakai mendesak saya membuktikan bahwa saya bukan hanya membanggakan diri. Kalau tak bisa membunuh camar laut lewat sayap-sayapnya. Rambut yang tadi terikat pita itu memburai di seluruh permukaan kepalanya. Tahulah ia sekarang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI menganggapnya seekor keledai. tentu saja dapat dia menebasnya. hingga pedang yang panjangnya satu meter itu rasanya tak lebih besar dari sebuah jarum." "Laut menghampar beratus mil jauhnya. ia sama sekali tidak cedera. pemuda itu tidak berbohong atau menyuarakan bualan kosong. sedangkan kemarahan dalam hatinya hal lain lagi.. Toji kagum bahwa orang yang masih begitu muda dapat begitu hebat. Toji jadi merah padam karena malu. "Itu namanya Cuma mau mencoba menyelamatkan diri. Kalau burung-burung itu tidak mendekat." "Seperti misalnya.

Jelas ia sedang lengah." "Mari kita tawarkan uang kepadanya. Berdiri di atas tumpukan muatan. tapi agaknya ia merasa bahwa sebagai pemimpin di kapal itu pertama tama ia harus menentukan tanggung jawab atas kejadian tersebut. "Apa 315 thanks to. ia berseru kepada para penumpang. Kapten sendiri mengetahui. ha!" tawa seseorang. sepertinya dia sedang membagikannya. maka naiklah darahnya melihat pemuda itu tidak menjawab. para penumpang lain semuanya memandang monyet yang waktu itu bertengger di puncak yang yang tingginya sepuluh meter.id and dimhad." Selembar kartu melayang turun.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ketika mengangkat kepala dan melihat ke arah haluan." "Mesti ada yang naik mengambil kartu itu! Tak bisa kita main tanpa yang itu." Tak seorang pun menjawab. "Milik siapa monyet itu? Saya persilakan pemiliknya maju ke muka. ia lihat pemuda itu sudah kembali ke tempat duduknya semula dan sedang mencari-cari sesuatu di dek. "Apa pula ini? Kartunya tak cukup!" "Ke mana perginya?" "Lihat sana!" "Aku sudah lihat. seorang di antaranya kebetulan memandang ke atas. Sambil meludahi gagang pedang ia cengkeram gagang itu erat-erat. Salah seorang saudagar mengambilnya. tapi ia tak peduli." "Bagaimana kalau Kapten sendiri?" "Saya pikir dia dapat. dan mengambil uang itu.com ." "Tak seorang pun mau memanjat. syauqy_arr@yahoo. tapi sejumlah orang yang mengetahui bahwa monyet itu milik si pemuda tampan menjeling penuh harap kepadanya. Ia tidak yakin apakah sasarannya cukup baik untuk memotong gelung rambut orang itu saja tanpa mesti mengikutsertakan kepalanya. Pasti dia mau. dia menguyahnya sekarang." "Bukan. Sambil meninggikan lagi suaranya. mencuri kartu." "Nah.webng. dan Toji merasa bahwa kesempatan untuk membalas dendam tiba." Kapten mendengar usul itu. dan ia menyelinap ke belakang penyiksanya." Ketika mereka sedang berteriak-teriak dan mengibas-ngibaskan permadani. Dengan tubuh membengkak merah dan napas berat ia menabahkan diri untuk menyerang. katanya. setuju menerimanya. "Bukan main monyet itu—mencuri kartu. dan katanya. Tapi justru pada waktu itu timbul keributan di antara para saudagar yang sedang bermain kartu. "Di atas itu! Monyet itu yang mengambilnya!" Senang dengan hiburan yang lain daripada yang lain itu. kalau dia memang mau. ya. "Ha. "Mestinya dia masih menyimpan tiga atau empat lembar lagi.co.

saya minta saudara-saudara berdiri di pihak saya!" "Kami menjadi saksi Kapten!" teriak para saudagar yang waktu itu sudah hampir naik pitam. saya akan mengambilnya. Untuk sesaat ia seperti hampir tergantung-gantung. Tapi ada keraguan dalam hati siapa pun bahwa Kapten siap menggunakanmya. Beberapa penumpang mulai berbisik-bisik dengan sikap tak senang. Tiba-tiba ia memperlihatkan giginya. tapi sesudah sampai di sana rupanya tak tahu ia apa yang hendak dilakukannya. Kalau nanti dia mengeluh menyatakan tidak mendengar saya. Kapten berbicara lagi. Tetapi tembakan itu melenceng jauh. Para pemain kartu menggerutu dengki. Ia menekan pelatuk." "Tapi perbuatan itu tidak begitu baik. "Apa pula Tuan ini?" pekik si orang muda. Kapten mengangkat senapan dan membidik. saya kira kita dapat melakukan apa saja yang kita kehendaki.co. Wajah orang-orang dialihkan dari Kapten ke pemilik monyet. Namun pemuda itu hanya sedikit mengubah kedudukannva ke sisi dan berbuat seolah-olah tak suatu pun terjadi. sementara salah seorang saudagar menarik lengan baju Kapten dan mendesaknya untuk menembak.webng. pemilik monyet berseru. "Stop. tapi dia tak mau. Seperti kita lihat. Para penumpang. Di atas sana ia bermain dengan kartu itu dan melakukan segala yang dapat dilakukannya untuk menjengkelkan orang-orang di atas dek. karena sekalipun bertubuh kuat. Sambil memekik berang. orang muda itu mendorong laras senapan dari kedudukannya. tapi saya tak ingin ada keluhan nantinya. Kapten memandang benci pada pemuda itu. Ketika muncul kembali. Monyet itu sedang menyenang-nyenangkan diri sepenuhnya.com ." Pemilik monyet bersandar pada sebuah muatan dan sedang berpikir keras. Pada detik terakhir. ia pendek dibandingkan dengan pemuda tampan itu. seekor di antaranya sudah datang ke tempat kita. saya sudah mengimbau pemiliknya untuk menyatakan diri. berceloteh.id and dimhad. Kapten mencekal dada orang muda itu. Kapten!" Kali ini giliran Kapten berpura-pura tidak mendengar. ia sudah memegang senapan dengan sumbu lambat yang sudah dinyalakan. "Rupanya monyet hidup di laut dan di darat. kan?" "Saya sudah memberikan peringatan yang perlu!" "Bagaimana Tuan melakukannya?" 316 thanks to. jadilah saksi saya! Sebagai kapten.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pemiliknya tak ada di sini? Kalau tak ada yang memiliki monyet itu. dan senapan meletus dengan suara berdentam. Karena dia tak bertuan. dan sebagian lagi mulai bertanya apakah orang itu bisu-tuli atau sekadar kurang ajar. Kapten menghilang turun dan masuk palka. para penumpang menunduk sambil menutup telinga dengan tangan. "Tuan mau menembak monyet yang tak bersalah dengan mainan Tuan itu?" "Betul. syauqy_arr@yahoo. dan berlari ke ujung palang tiang. Tapi.

Saya sudah memperhatikan mereka. Dia cuma menirukan apa yang mereka lakukan." ' "Itu sama sekali tak mengubah diri mereka-saudagar-saudagar yang rendah kelasnya dan tak kenal tanggung jawab. Biarpun kau tak suka dengan caraku bicara. lalu melenguh-lenguh seakan-akan dia majikan atau guru mereka?" "Jangan kurang ajar kamu! Aku sudah mengulang peringatan tiga kali. Apa Tuan kira saya mau menjawab kalau cuma seorang kapten kapal berdiri di depan para penumpang kapal. dan saya tak suka sama sekali pada mereka. syauqy_arr@yahoo.webng. kau toh dapat memperlihatkan iktikad baik pada orang-orang yang merasa terganggu oleh monyetmu?" "Orang-orang mana? Yang Tuan maksud gerombolan pedagang yang sedang berjudi di belakang tirai itu?" "Jangan omong besar kamu! Mereka membayar tiga kali lipat dari yang lain. Tak ada alasan saya untuk minta maaf!" Orang muda itu memandang tajam-tajam kepada para saudagar kaya dan menujukan tawanya yang keras mencemooh ke arah mereka.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa kau tak punya mata dan telinga?" "Diam! Saya penumpang di kapal ini. 317 thanks to. Dan lagi saya seorang samurai. minum sake. Bagaimana kalau monyet itu betul-betul lari membawa kartu mereka? Saya tidak menyuruh berbuat demikian.com . Kau pasti mendengar. dan berbuat seolah-olah pemilik kapal.id and dimhad. yang melempar-lemparkan emas di depan semua orang.

tapi kain itu tak dapat menyembunyikan alisnya yang turun dan bibirnya yang cemberut. para saudagar tetap mengurus agar barang mereka yang bergunung-gunung dihimpun dengan tertib. lentera-lentera kertas bertuliskan nama-nama berbagai penginapan melintasi dermaga menuju kapal. Tuan-tanpa bayar buat monyet. Orang terakhir yang meninggalkan kapal adalah Gion Toji. Buat apa uringuringan karena kejadian kecil hari ini?" Sambil bercakap-cakap seperti ini. Sedikit demi sedikit jarak antara suara-suara yang datang dari kapal dan suara-suara dari pantai memadu.id and dimhad. Lampu-lampu kemerahan berkelap-kelip di pantai dan ombak berdebur terus-menerus di latar belakang. sementara para pencari pelanggan berlomba-lomba melakukan pekerjaannya. "Siapa ke penginapan Kashiwaya!" Orang muda tadi menerobos orang banyak dengan monyet bertengger di bahunya." "Tenanglah! Biar saja prajurit-prajurit itu menyangka mereka lebih baik daripada siapa pun. Kepalanya terbungkus kerudung untuk menyembunyikan gelungan yang hilang dengan cara sangat memalukan itu. disambut bau ikan yang meliputi segalanya. Tugas kita sebagai rakyat adalah membiarkan mereka mengambil bunga.co. "Cuma karena tahu sedikit main pedang!" "Oh. "Ke tempat kami. dan kendaraan. Disertai kecipak air berwarna putih. tali-tali dilontarkan dan tangga diturunkan pada tempatnya. "Apa putra pendeta Biara Sumiyoshi ada di kapal?" "Apa ada pembawa surat?" "Guru! Kami ada di sini. dengan pemandangan yang indah juga!" Tak seorang pun datang menjemput pemuda itu. "Dia pikir siapa dirinya?" geram seorang penumpang. lentera. Tuan bisa dapat kamar yang indah. tak bakal bisa dia pergi tanpa perkelahian. Wajahnya mengungkapkan perasaan yang betul-betul tak enak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 23. Selama dapat bergaya seperti raja. 318 thanks to. kemudian diturunkan. tanpa memperhatikan para pencari pelanggan ataupun yang lainnya. sedangkan kita mengambil buahnya. kalau aku bukan cuma rakyat biasa. waktu kapal memasuki pelabuhan Kizugawa. Tak seorang pun dari mereka yang tidak segera dikelilingi beberapa perempuan yang penuh hasrat membantu. Teriakan-teriakan bersemangat riuh bunyinya memenuhi udara.com . Tak pernah dalam hidupnya ia mengalami hari yang lebih tidak menyenangkan daripada hari itu. untuk akhirnya dijemput oleh kelompok manusia. jangkar pun dijatuhkan. Kerang Pelipur Lara PETANG hari.webng. Ia berjalan langsung dari dermaga." "Tempat kami tepat di depan Biara Sumiyoshi yang cukup besar untuk peziarah. di sini!" Seperti ombak. mereka bahagia. syauqy_arr@yahoo.

webng. kau datang juga. wajah Oko terkena tiupan angin dingin selama menanti tadi. mencari penginapan yang baik. "Lepaskan!" pekik Toji. "Aku mohon. Segala kemarahan yang telah bertumpuk dalam dirinya di kapal kini meledak. dan berjalan marah lebih dulu. jangan bicara seperti itu!" mohon Oko." "Aku mengerti. Ayo kita pergi ke Sumiyoshi. Ketika Oko mencoba menjelaskan.co. "Aku tahu. Waktu itu mereka berada di pasar ikan. Karena di sana betul-betul tidak ada orang. "Aku akan tinggal sendiri di mana saja!" lenguhnya. "Kalau kau pergi sendiri." "Tak apa-apa." "Jalan sini. maka Oko memeluk Toji. tapi kita masih akan punya kesempatan lain untuk bersama-sama. "Suruh joli itu pergi! Bagaimana mungkin kau begitu bodoh? Kau ini sama sekali tak mengerti diriku. minta aku menunggumu di sini.id and dimhad. Bau pupur dan rambutnya yang manis menyusupi diri Toji." Ia merenggutkan lengan kimononya dari Oko dan bergegas pergi. orang-orang akan mengira ada sesuatu." "Ada yang tidak beres? Kau tampak bingung. dan kerut-merutnya menampakkan diri dari balik pupur yang dimaksud untuk menyembunyikannya." Pandangan cemas melintasi wajah Toji. mencoba meredakan kemarahannya." "Tapi dua-tiga hari ini—aku betul-betul mengharapkannya. kan?" "Ya." kata Toji.com ." 319 thanks to. "Semua orang? Apa maksudmu? Kupikir cuma kita berdua yang akan menghabiskan hari-hari menyenangkan di satu tempat yang tenang." "Terima kasih. "Ini cuma karena aku begitu kecewa. bukan? Kau menulis. dan berangsur-angsur kemarahan dan rasa frustrasinya mereda." Ia menolak naik joli." "Biar mereka mengira semaunya!" "Oh. Cuma sedikit mabuk laut. di samping daerah pelabuhan." "Itu yang kauharapkan. "Oko! Jadi. Ada joliku menunggu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Toji! Aku di sini!" seru Oko. Apa kau sudah pesan kamar buat kita?" "Ya. Semua toko sudah tutup. dan sisik-sisik ikan yang bertebaran di jalan berkelipan seperti kerang-kerangan perak kecil. Kalau banyak orang di sana. tapi kupikir surat itu tidak sampai pada waktunya. ia menukasnya telak dan menyebutnya goblok. Pipinya yang sejuk menempel pada pipi Toji. Sekalipun kepalanya juga terbungkus kerudung." pinta Oko. Semua orang menunggu di penginapan. syauqy_arr@yahoo. aku tidak pergi.

"Apa tak ada gadis-gadis penyanyi di Sumiyoshi ini?" "Ide bagus! Apa salahnya kalau kita panggil tiga atau empat gadis manis?" Seijuro tampak ragu-ragu. syauqy_arr@yahoo. "Cepat atau lambat mereka berdua akan datang. "Baiklah. Bagaimana mungkin ia memberikan penjelasan tentang hilangnya gelungan itu? Akhirnya ia menyadari bahwa tak ada jalan keluar. Tak lama kemudian. tapi segera kemudian kaki mereka mulai membujur dengan nikmatnya. Tapi yang jauh lebih ia takuti adalah bahwa ia terpaksa melepaskan kerudung dari kepalanya. Tak ada alasan untuk duduk di sini berpangku tangan. baiklah. Toji terpaksa membenarkan bahwa dalam keadaan seperti itu tak banyak yang dapat diperbuat Oko. ketika kedua orang itu tidak juga muncul. dan mangkuk-mangkuk sake bergerak mondar-mandir lebih cepat.id and dimhad.co. Akan jauh lebih menyenangkan berada sendirian dalam kamar dengan Akemi dan kotatsu hangat.webng. Tapi ia bukannya menangis. aku sungguh bahagia!" seru Oko. di mana suasananya lebih tenang. Hari itu jelas bukan hari baik baginya. kenapa kauseret ikut orang-orang itu? Itu karena perasaanmu terhadapku lain dengan perasaanku terhadapmu!" "Sekarang kau mulai soal itu lagi. malam itu juga Seijuro datang di Yomogi bersama enam atau tujuh orang muridnya. 320 thanks to. Suruh joli itu kemari. tapi dasar nasib. melainkan mencoba sekali lagi memaksa Toji mendengarkan penjelasannya. dan ia yakin bakal datang yang lebih buruk lagi. Tindakan yang tidak terlalu halus untuk menyingkirkannya itu mendatangkan senyum sayu di wajahnya. Semula mereka minum hanya untuk menghabiskan waktu." Konsekuensi wajar dari pernyataan ini adalah pesanan sake. mereka semua sudah kurang-lebih melupakan Toji dan Oko." katanya." "Oh." kata Oko mencela sambil menatap ke depan. lalu kembali ke dermaga. dan ia merasa benci karena harus menyampaikan berita buruk pada mereka.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kalau kau mengerti. tapi kemudian satu orang menyarankan agar ia dan Akemi mengundurkan diri ke kamar lain. daripada minum dengan gerombolan orang kasar ini. Di rumah penginapan. dan Akemi membocorkan pada mereka bahwa Toji akan datang. Beberapa waktu kemudian. namun perasaan murungnya tidak juga membaik. "aku pergi denganmu. pertanyaan pertama yang akan dilontarkan kepadanya adalah tentang hasil kampanye keliling yang telah dilakukannya. Satu hal. tentu saja ia berencana untuk datang ke Osaka sendirian. dan duduk menanti kembalinya Toji dan Oko. Seijuro dan lain-lainnya sudah mandi. dan menyerahlah ia kepada nasib.com . Seketika itu juga orang-orang itu memutuskan akan mengantar Oko ke Osaka dan minta Akemi datang bersama mereka. tapi bagaimanapun ia senang juga meninggalkan tempat itu. Ketika pembawa surat datang membawa surat Toji. dan tampak seakan air matanya akan mengalir. satu orang berkata. mengenakan kimono berlapis katun nyaman yang disediakan rumah penginapan. Akhirnya rombongan yang menginap di penginapan Sumiyoshi itu berjumlah sepuluh orang.

" Untuk menghormati hadirnya wanita di tempat itu. Setelah dibuat berpikir bahwa mereka semua berkumpul demi meyakinkan Toji bahwa semua itu diadakan untuk dia.id and dimhad. Tak ada orang mengeluarkan uang untuk berkelahi! Kami panggil kalian kemari supaya kami dapat minum dan bersenang-senang. Toji jadi muak. bagus! Mari kita nyanyikan lagu-lagu.com . "Apa yang terjadi dengan kepalamu?" 321 thanks to. Musik dimulai. "Apa katanya? Ada orang datang?" "Ya. si biang keladi telah menyambar kerudung itu dan kini ia menggenggamnya. tapi saya harap betul Tuan-Tuan sedikit tenang. selagi kami duduk menunggu di sini. Tangannya cepat memegang kepalanya.. "Kerudungku!" sengal Toji. "Kenapa Tuan-tuan begini ribut?" tanya seorang di antara perempuan itu lancang. Semua mata memandang langsung ke tempat bekas gelungan Toji. orang itu menginjak sebuah-dua buah baki. si biang keladi vang berbau sake datang terhuyung-huyung dan merangkulkan tangannya ke leher Toji..co. Dalam perjalanan." "Nah.webng. bahkan sesungguhnya mereka berdua diabaikan. "saya senang mendengar itu." "Hebat! Bagus sekali! Toji tua yang baik itu datang. Suling dan shamisen yang mereka bawa sudah tua. kemudian jatuh ke lantai bersama Toji pula. Tapi ketika mereka sedang masuk ke gang. Pesta sedang berjalan sehebat-hebatnya ketika seorang gadis muda masuk memberitahukan bahwa orang lelaki yang tiba dengan kapal dari Shikoku itu telah datang dengan temannya. "Hei. tapi sia-sia." "Oh. diiringi napas tersengal bersama. beberapa tulang kering yang berambut pun ditarik masuk ke balik ujung kimono. dan pesta berkembang pesat. kalau itu yang kaukehendaki.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Segera sesudah ia keluar dari ruangan. Toji!" katanya dengan nada malas. "Tuan-tuan datang kemari untuk minum atau bercekcok?" Orang yang menganggap dirinya pimpinan menyahut. Siapa itu Toji?" Masuknya Toji dengan Oko sama sekali tidak mengganggu acara itu. bermutu rendah. semangat meningkat. Orang itu menariknya ke dalam kamar. dan sudah aus karena sering dipakai. syauqy_arr@yahoo. Itu mestinya tak boleh kamu lakukan!" Toji mencoba melepaskan orang itu dari dirinya. Sambil jatuh. dan Toji meronta-ronta. dan beberapa tubuh yang menggeletak menegakkan diri. pesta pun dimulai dengan sesungguhnya. dia bilang orang yang namanya Toji datang." kata gadis itu dengan bijaksana. tapi terlambat. dan tak lama kemudian beberapa gadis penyanyi dari kelas yang oleh penduduk setempat dikenal sebagai "kebanggaan Tosamagawa" muncul di kebun di luar kamar. Ia panggil kembali gadis yang mengantar mereka dan minta dibawa ke kamar Seijuro. "Jangan mengajukan pertanyaanpertanyaan tolol. menendang beberapa guci sake. "Baru kembali? Kau tentunya bersenang-senang dengan Oko entah di mana.

Tanpa mengetahui siapa mereka. kelompok yang sama sudah berkumpul di pantai di belakang rumah penginapan. sebagian lagi dengan tangan disilangkan. Mereka duduk melingkar. Aku punya bisul.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ha." "Tapi persoalannya. tak apa-apa." Murid-murid Yoshioka cepat bebas dari mabuknya dan pergi mencari murid senior yang sulit diatur itu. "Ah. Ia sampaikan pada mereka cerita lucu tentang pemotongan gelungan itu dan ia akhiri ceritanya dengan mengatakan.com . ha. Pagi berikutnya persoalan sudah lain sama sekali. apakah benar begitu?" "Aku mendengar dengan telingaku sendiri. ha! Cukuran baru rupanya!" "Di mana kaudapatkan itu?" Wajah Toji menjadi merah padam. seorang saudagar masuk. ia bercerita tentang apa yang telah terjadi di kapal. berbicara sepatah dua patah kata dengan Seijuro. "Samurai yang kehilangan rambutnya itu menyatakan diri sebagai murid terkemuka Keluarga Yoshioka di Kyoto. dan tak seorang pun bicara lagi tentang gelungan itu. Apa kau mau menyebutku pembohong?" "Kita tak dapat membiarkan hal itu berlalu tanpa melakukan sesuatu.id and dimhad. buruk keadaannya. Dan ketika mereka berada di tempat mandi. 322 thanks to. untuk menghilangkan sisa mabuk mereka. "Dari segi mana pun.webng. tapi pesta berjalan terus. Kehormatan Perguruan Yoshioka sedang dipertaruhkan. Pukul sepuluh. Kita harus menunjukkan kepadanya bahwa bukan hanya kebanggaan Gion Toji yang tersangkut di sini. Kita harus menemukan orang yang membawa monyet itu dan memotong gelungannya. keadaan Keluarga Yoshioka itu tentunya lebih buruk lagi dari yang dapat dibayangkan orang. kalau memang benar demikian. semua orang tertawa terbahak-bahak. untuk ditanyai tentang kejadian tersebut. mereka memesan air hangat untuk mandi. yang mendorong orang-orangnya memasuki pertempuran. dalam keadaan sudah tidak mabuk dan tenggelam dalam pembicaraan yang sangat serius.co. Pendapat saya. tapi semuanya tampak muram. Kita harus bertindak!" "Tentu saja. Ini persoalan yang menyangkut martabat seluruh Perguruan Yoshioka! Ada yang keberatan?" Biang keladi yang mabuk semalam itu kini menjadi letnan yang gagah berani. "Dia bawa pulang bisul untuk oleh-oleh!" "Tutup tempat yang busuk itu!" "Jangan cuma bicara." Tanpa kecuali. Sambil memungut kerudungnya dan mengembalikannya ke tempatnya. tapi apa tindakan kita?" "Nah. Tapi segera mereka temukan bahwa Toji sudah bangun lebih pagi. Tunjukkan pada kami!" Dari lelucon ringan itu jelaslah bahwa tak seorang pun percaya pada Toji. sebagian dengan dada dibidangkan. kemudian langsung berangkat dengan Oko ke Kyoto sesudah makan pagi. ia menggagap. Hal ini membenarkan tepatnya cerita itu. sekarang ini masih belum terlambat. Ketika terbangun pagi itu. syauqy_arr@yahoo.

" "Dan bagaimana kalau benar begitu?" "Kamu gila. memunguti kerang laut satu demi satu. matahari bersinar hangat dan bau laut memancar dari buih ombak yang menghampar seperti rantai bunga mawar putih sejauh-jauh mata memandang. dan mulai beraksi. Perempuan biasa menghamburkan waktu dengan cara-cara yang lebih gila daripada lelaki. ya?" "Kalian orang-orang lelaki ini menghabiskan waktu dengan mengejar hal-hal paling tolol.id and dimhad.webng. Tidak jauh dari sana. Namanya pelipur lara. Sekalipun waktu itu musim dingin. Akemi memandang orang orang Yoshioka berlari ke arah yang berbeda-beda itu. "Ke mana kalian semua ini pergi?" "Oh. di pantai Sumiyoshi." "Oh? Dan apa betul ada kerang macam itu?" "Ada! Tapi orang bilang kita hanya dapat menemukannya di sini." "Tapi aku mencari jenis kerang yang sangat khusus. syauqy_arr@yahoo." "Apa yang dilakukannya?" "Sesuatu yang akan membikin malu nama Tuan Muda. "Aku mencari kerang laut. Dia membawa monyet. "Dan apa yang kamu lakukan di sini selama ini?" "Aku?" Akemi menjatuhkan pandangan matanya ke pasir indah di sekitar kakinya. dan katanya. mengibaskan pasir yang menempel di kimono." Ia menyampaikan pada Akemi apa yang telah terjadi. Ketika orang terakhir melewatinya. ia berseru. tapi kalau kita biarkan dia lolos. "Kalian ini selalu saja mencari perkelahian!" kata Akemi dengan nada tidak sependapat. "Bagaimana kalau kau ikut mencari denganku? Setiap orang mendapat bagian wilayah untuk diliput. Akemi yang bertelanjang kaki bermain di tepi air. Dengan mata terbuka lebar karena heran.co." "Apa yang kalian cari?" "Seorang samurai muda dengan jambul panjang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI namun daripada mengejar Toji si pengecut. "Bukannya kami suka berkelahi." "Hah?" Dan dengan mata menyipit ia memandang Akemi curiga. kamu?" kata orang itu. Dalam sidang perang di tepi pantai itu mereka menyepakati sebuah rencana." "Buat apa mencarinya? Ada berjuta-juta kerang di seluruh tempat ini.com ." "Aku berani bertaruh tak ada barang macam itu!" 323 thanks to. Namun ia gagal membangkitkan minat Akemi setitik pun. mereka memutuskan lebih masuk akal menemukan pemuda tak dikenal yang membawa monyet itu dan membersihkan nama baik Yoshioka. sementara ujung sarung pedang mereka mendongak-dongak ke udara. Contoh yang tepat buatmu. tapi langsung membuangnya kembali. lalu bangkit berdiri. dia dapat mendatangkan aib bagi perguruan yang menjadi pusat terbesar seni bela diri di negeri ini. kecuali kalau kami bertindak cepat.

itu kan cuma dongeng. Ada beberapa hal yang tak dapat kulupakan. Bagaimana kalau kamu tinggal saja di sini. ini bukan waktu untuk mainan anak-anak!" kata samurai itu mencela.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ada! Kalau kamu tak percaya. Ia mengeluh. Apabila sedang sedih. demikian diputuskannya. membantu mencari?" "Ah. syauqy_arr@yahoo. Ingatan akan Seijuro itu saja membuat hatinya dingin. jika misalnya memang ada. maksudmu kamu mau lebih lalai daripada sekarang" "Ya. Orang bilang akan sampai ke sana Kerang penyebabnya Lupa akan cinta Dengan bangga Akemi berkata. Aku ingin melupakan semuanya. ia menghibur diri dengan memikirkan Musashi." "Nah.id and dimhad. Akan kutemukan ia di pantai Sumiyoshi. dan merasa bimbang apakah akan berpegang teguh pada sejumlah kenangan yang didambakannya." Samurai itu tertawa." -Tapi di Sumiyoshi ada juga bunga yang bikin kita lupa. bukan ia yang akan membawanya. Kalau kita masukkan satu ke dalam obi atau lengan baju kita. dan membayangkan alangkah baiknya hidup ini. Ketika Seijuro mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaan cinta bercampur bujukan. Karena itulah aku mencarinya.webng. Tapi kenangan tentang Musashi yang sekali-sekali menjadi pelariannya sering juga menjadi sumber kesengsaraannya. salah satu kebohongan tak berguna yang disampaikan dengan puisi. melainkan akan diselipkannya ke dalam lengan baju Seijuro. dan ia tunjuk sebuah batu berukiran sebuah sajak kuno. Akan kutunjukkan nanti. Pada waktu ini ia sedang merangkul lutut. karena kenangan itu membuatnya ingin lari dan meloloskan 324 thanks to. keajaiban apa yang akan kaudapat?" "Mudah sekali. dan juga air. Ia cenderung yakin bahwa Seijuro ada di dunia ini semata-mata untuk meruntuhkan masa mudanya. Jika sekiranya memang ada yang namanya kerang pelipur lara itu. "Lihat! Bukti apa lagi yang kamu perlukan?" "Ah. Sekiranya kupunya waktu. dan ia pun melesat sekencang-kencangnya. ataukah pada keinginan untuk melontarkan kenangan itu ke laut. karena itu aku merasa tidak bahagia siang hari dan berbaring dengan mata melotot malam hari. "Jadi." Ditariknya pemuda yang enggan itu ke barisan pohon pinus. ayo pergi denganku.com . Akemi sering mengira bahwa persoalan yang dihadapinya akan terpecahkan jika saja ia dapat melupakan masa lalu dan menikmati masa kini. kalau saja Seijuro melupakan segala yang menyangkut dirinya. kita dapat melupakan segalanya.co. kemudian tiba-tiba ia ingat akan kewajibannya.

dan beliau kuatir sekali.. dia masih muda." "Aku tak mau. apalagi Seijuro.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI diri ke dunia impian. dan tubuhnya pun menegang. menggemerincingkan giring-giringnya." "Aku memang anak kecil.webng. tapi Seijuro memegang pergelangan tangannya erat-erat. Apa salahnya?" "Banyak salahnya. Pada waktu mereka hadir. Aku masih anak kecil. tapi bagaimanapun masih kuncup yang belum berkembang. hingga belum dapat barangkali ia menerima cinta seorang lelaki. Di halaman. Ibumu cukup bijaksana dengan kembali ke Kyoto.com . Kamar dalam keadaan tenang. Tapi bila sendirian. pembantu datang berlari. "Kau keluar dalam udara dingin begini?" tanya Seijuro." "Berapa kaukira umurmu pada hari ulang tahun yang akan datang?" "Tak ada artinya. Alangkah mudahnya berlari langsung masuk ke dalamnya." Di rumah penginapan." "Coba duduk sini. Air Laut Pedalaman yang biru tiba-tiba tampak begitu memikat.id and dimhad." "Ibuku? Dia tidak memikirkan aku." "Akemi!" Seijuro menangkap pergelangan tangannya dan menariknya ke dirinya. alangkah baiknya kalau ada cara yang dapat kupakai untuk menghapus wajahnya itu dari pikiranku!" pikirnya. Melihat ia berada di dekat prasasti batu. Ibu Akemi sama sekali tak mengira bahwa Akemi menyimpan pikiran pikiran putus asa semacam itu. "Oh. syauqy_arr@yahoo. "Tak ada orang lain di sini hari ini. barangkali sedikit sembrono. dan katanya. karena tahu besar kemungkinan Musashi telah sama sekali melupakannya. aku masih muda. Ia ragu-ragu akan menyerahkan diri seluruhnya kepada khayal." Akemi memandang mata Seijuro yang menyala. angin lembut gemeresik lewat pohon-pohon pinus yang layu. Nanti aku kepanasan. Pikiran-pikiran Akemi terganggu oleh datangnya seorang pembantu rumah penginapan. ia jadi ketakutan." "Kau ini macam anak kecil. Ingat tidak. Akemi menjumpai Seijuro sendirian menghangatkan kedua tangannya di bawah selimut merah yang menutup kotatsu. Dan memandang laut itu. "Oh. Dia sendiri yakin.co. Kau mesti memikirkan rencana-rencana ibumu untukmu. dan menghilang. 325 thanks to. dan mencibir bila perlu. desah-desahnya muram dan gelap. ibunya dan orang-orang lelaki yang datang ke warung teh itu sesuatu yang berada di luar dirinya. "Kenapa mau lari?" tanya Seijuro menuduh. di mana Nona tadi? Tuan Muda memanggil-manggil Nona. Semua orang di sekitarnya menganggap Akemi sangat bahagia." "Apa yang kaulakukan di sana?" "Mencari kerang laut. "Apa maksudmu? Rasanya tidak dingin. Bagi Akemi. Secara tak sadar ia mundur. ia tertawa berkelakar. Di pantai matahari terang.

Akemi menjerit sekuat paru-parunya.id and dimhad. tapi hari ini ia tak minum apa pun." "Takkan kubiarkan." "Berhenti! Lepaskan tanganku! Lepaskan." "Oh. hari ini mari kita. bukan. "Jadi. Tak ada yang akan mendengarmu." "Aku mau pergi dari sini. Seijuro muncul di lorong luar. segalanya tenang kecuali pukulan ombak di kejauhan dan cicit burung-burung." Di atas shoji. dengan wajah pucat seperti mayat. Tak mungkin gadis itu cukup kuat melawan teknik-teknik militer Delapan Perguruan Kyoto. Beberapa waktu kemudian. aku sudah bilang pada mereka supaya kita jangan diganggu.. Seijuro tetap tak mau melepaskannya. kataku!" Tiba-tiba Akemi membungkuk dan merendahkan kepala dengan malunya. Oko sudah lama memberi izin." "Tak ada orang lain sekarang di sini. "Menjeritlah. lebih dari maut sendiri!" "Apa?" pekik Seijuro sambil melontarkan selimut merah ke atas kepala Akemi.webng. biar bagaimana kamu tak mau?" "Berhenti! Lepaskan!" Sekalipun tangan Akemi sudah merah oleh cengkeramannya. dan lagi. sinar matahari pucat berbaur dengan bayangan resah pohon-pohon pinus. Ini kesempatan baik. Jadi. jadi begitu perasaanmu? Lebih baik kautanyakan soal itu pada ibumu! Sudah cukup banyak aku membayar." "Tubuhku bukan milikmu!" "Oh. Kau tahu perasaanku padamu. aku menjerit!" "Menjeritlah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak mau lari. Di luar. "Kenapa kauperlakukan aku seperti ini. kau tak mau menyerah karena caraku yang salah. tapi aku belum menjual diriku! Lebih-lebih pada lelaki yang kupandang rendah. tangan kanannya memegang tangan kiri yang baret-baret berdarah. syauqy_arr@yahoo. Rumah besar terlalu jauh dari sini..co. Akemi?" "Kesempatan apa?" "Jangan keras kepala begitu! Sudah hampir setahun kita saling bertemu. 326 thanks to. Diam yang dalam mengiringi raungan Akemi yang teredam. Dia bilang.com . anak anjing! Jeritkan semua yang kaumau! Tak seorang pun akan datang. seakan-akan tak sesuatu pun terjadi. ibuku mungkin sudah menjualku. Sering ia mencari kesenangan dan hiburan dengan sake. Hari ini Seijuro lain dari biasanya. Akemi? Kau mau menghina aku?" "Tak mau aku bicara tentang itu! Kalau tidak kaulepaskan.

tapi tidak cukup cepat. Senyuman kepuasan yang amat sangat. syauqy_arr@yahoo. Wajah Seijuro mengerut gundah. Tak lama kemudian senyuman tipis jahat tersungging di bibirnya.id and dimhad.webng. Gadis yang sudah setengah gila itu melarikan diri secepat kilat. sementara Akemi menyeberang halaman dan masuk bagian lain rumah penginapan. tapi ia tidak mengejar Akemi. 327 thanks to.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Tak lama sesudah itu pintu terbuka lagi dengan suara berdentam.co. Seijuro yang tangannya kini berbungkus handuk berseru kaget dan bergerak seakan hendak menghentikannya. dan Akemi muncul.com .

" ujarnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 24. itu dia. Berlalunya Seorang Pahlawan "PAMAN GON!" " Apa? " "Paman capek?" "Ya. ia telah membulatkan hati untuk meninggalkan mereka beberapa hari sesudah hari pertama Tahun Baru. jalan. Lima atau sepuluh hari melihat-lihat pemandangan mungkin bagus dan baik-baik saja. air rebusan kacang yang dicampur makanan kuda kalau diminum bisa menghentikan teriakan dan kerotan gigi malam hari. dan sekali lagi jalan. tapi biara ini bagus sekali gedung-gedungnya. Hmm. Osugi dan Paman Gon barangkali kuatir takkan lama lagi hidup. Semenjak ibunya menangkapnya di Osaka. "Dan Ibu ingin kau menyambutnya bersama Ibu.co. kita dapat melihat Tori Agung yang asli." "Lihat kandang kuda-kuda suci itu! Apa bukan binatang yang elok itu? Pasti dia dapat nomor satu dalam pacuan kuda tahunan di Kamo. Kesabarannya mulai menipis. sedikit." Matahachi mengikuti dari belakang dengan malasnya. Lebih baik ia pergi mencari Musashi sendirian. "Apa yang terjadi dengan Matahachi?" "Rupanya ngeluyur. apa ini bukan pohon jeruk yang disebut pohon rahasia Wakamiya Hachiman itu?" "Rupanya.webng. bahwa berjalan bersama-sama seperti itu merupakan cara yang buruk." "Oh.com . dan ini barangkali kesempatan kita yang terakhir. tapi ia takut memikirkan harus menyertai mereka membalas dendam." "Maksudmu yang putih itu?" "Ya. Sudah lama kita tidak bersama-sama merayakan Tahun Baru. karena itu mereka demikian tenggelam dalam agama. Sudah dicobanya meyakinkan mereka. Tapi ibunya tak hendak mendengarkan. ketika maharani itu menaklukkan Korea." Walaupun Matahachi tahu tak dapat menolak ibunya. Apa kau mau sedikit?" Paman Gon tertawa. ya? Hei. Aku sendiri hampir mogok." Wanita tua itu mengangkat tangan memanggil anaknya. apa bunyi papan nama itu?" "Katanya." Barangkali inilah barang pertama dari delapan puluh kapal upeti yang disampaikan Raja Silla kepada Maharani Jingu." "Kupikir begitu. tapi mari kita pergi ke Lentera Tinggi. syauqy_arr@yahoo. ia selalu bersama mereka-jalan. "Jangan berbuat tolol macam itu!" Dan sambil menoleh ia bertanya. istirahat dekat panggung tarian suci. "Sebentar lagi Tahun baru. "Kalau kita lewat jalan itu. dan sedapat-dapatnya berhenti di setiap biara dan kuil dengan meninggalkan persembahan dan 328 thanks to.id and dimhad.

kamu akan menyesal nanti. "Ini bukan piknik. tapi Paman Gon berhasil membawa mereka ke warung tepi laut yang dipasangi kerai gelagah tipis itu. Dua-tiga hari pertama segalanya semanis madu antara mereka. Apabila malam tiba dan mereka kembali ke rumah penginapan. cepat dan tunggu!" "Apa yang mesti Ibu lakukan pada anak lelaki macam kamu? Orang datang ke biara." Osugi memalingkan muka. "Apa kamu tak bisa jalan lebih cepat?" tanya Osugi marah. sudah sewajarnya kalau dia berhenti dan berdoa kepada dewa-dewa. Karena dirasanya akan terdengar khotbah lagi. "Aku tak ingin minum apa-apa.id and dimhad. Mari kita ke sana makan remis. Ia memperolok-olok Osugi setiap kali ada kesempatan. "Oh. mestinya tahu. Matahachi masih marah-marah. Sambil menawarkan mangkuk pada Osugi. "Rasanya aku mencium bau enak! Orang menjual remis panggang di warung teh tepi pantai itu. Belum pernah Ibu lihat kamu membungkuk kepada satu dewa atau Budha pun." 329 thanks to." Terjerat oleh sarang labah-labahnya sendiri. Hampir seluruh hari ini mereka habiskan di Biara Sumiyoshi. Matahachi sudah kalut oleh rasa bosan. dan kita rancang kemari bukan untuk mabuk! Kamu juga jaga dirimu. sambil mencari-cari cara untuk meredakan kekesalan perempuan tua itu dan mengembalikan sedikit ketenangan pada wajah kemenakannya yang cemberut.co. Osugi sampai pada batas kesabarannya. Paman Gon menawarkan mangkuk pada Matahachi. Paman Gon masuk dan keluar lagi membawa sake. Osugi menyuruh Matahachi duduk di depannya dan kemudian mengkhotbahinya. sama seperti jengkel ibunya kepadanya. "Bukan main pasangan ini!" keluh Paman Gon sendiri.com ." serunya riang. ia berjalan menyeret kaki dan cemberut. kalau kamu mau berdoa bersama kami.webng. Ketika ia meminta guci keempat kepada Paman Gon. dan segera mengosongkan tiga guci sake secepatcepatnya. Sementara kedua orang itu duduk seenak-enaknya di bangku luar. Kecuali itu. Langkah Matahachi tidak berubah." "Menjengkelkan!" geram Matahachi. dan gerutunya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI mengajukan permohonan panjang-panjang kepada para dewa dan Budha. karena tahu benar hal itu akan membuat ibunya pucat kelabu. syauqy_arr@yahoo. "Siapa yang menjengkelkan?" teriak Osugi berang. takkan lama kamu menunggu. ia bergerak memintasinya. "Sudah cukup kamu minum!" omelnya. "Ibu ini terus saja menyuruhku cepat dan tunggu! Cepat dan tunggu. katanya ramah. tapi begitu Matahachi sudah terbiasa dengan ibunya lagi. Ia jengkel sekali pada ibunya. Paman Gon! kamu lebih tua daripada Matahachi. Ingat-ingatlah kata-kata Ibu ini. mulailah ia tersinggung oleh segala yang dilakukan dan dikatakan ibunya. tukasnya. "Ini akan membikin Matahachi riang sedikit. Barangkali kau sedikit terlalu keras kepadanya." Baik ibu maupun anak tidak memperlihatkan kegairahan. yang membuat Matahachi jadi lebih murung lagi.

tak seorang pun yang lebih mengenal anak daripada orangtuanya. "Jangan mencoba menghentikannya. dan kupikir hari kelahiranmu itulah hari buruk buat Keluarga Hon'iden!" "Lebih baik Ibu tunggu dan lihat! Aku masih muda. jadi Ibu tak bisa tahu? Coba dengar. perempuan tua itu mencoba memanggilnya kembali dengan suara bergetar memilukan. Matahachi. kemudian duduk kembali. "Goblok!!" teriak Osugi. Matahachi sudah menyinggung sedalam-dalamnya cinta dan keprihatinan ibunya. syauqy_arr@yahoo. tapi bukan menjawab." Paman Gon menoleh kepadanya. Suatu hari nanti. "Ke mana kamu pergi? Matahachi. Aku pergi!" Mendidih karena marah. Karena terkejut.id and dimhad. Ibu sudah menyimpulkan. "Baik. walau rapuh. Sungguh menyedihkan.com . aku orang dusun yang tak tahu terima kasih dan tak punya rasa hormat diri.co. Ia bangkit berdiri. Osugi tak peduli lagi apakah harus menanti sampai mereka kembali ke rumah penginapan. "Gadis di sana itu aneh sekali gerak-geriknya. melainkan mengatakan. lalu berjalan pergi beberapa langkah jauhnya. rasa cinta yang dahsyat." Ia mengejar Paman Gon. sampai ibunya selesai." "Ha! Kuharap memang demikian.." "Kalau Ibu sedih sekali punya anak seperti aku. tapi Ibu takkan tahu soal itu. "Jadi. Lalu semuanya terjadi dengan sangat seru.webng. tak peduli apakah orang lain mendengar atau tidak." katanya menurut. kalau dipikir-pikir. Paman Gon yang sebetulnya dapat berlari dan mencoba menghentikannya hanya berdiri memandang tajam ke laut. Ibu akan menyesal sudah mengatakan itu. Tunggu di sini sebentar!" Belum habis kata-kata itu diucapkan." "Oh. yang menunjukkan kamu punya rasa bangga atau hormat diri?" "Ibu. Tapi Matahachi tak menghiraukannya. aku bukan orang tak berharga seperti yang Ibu pikir. "Tak ada gunanya. kan? Betul?" "Betul! Apa yang sudah kamu lakukan sampai sekarang. dan mencoba menyembunyikan wajahnya dengan menggosokkan tangan ke wajah itu. ia bangkit berdiri dan berjalan pergi dengan langkah-langkah panjang dan mantap. seolah-olah ia sendiri yang minum.." katanya sia-sia kepada Paman Gon. Dimarahinya Matahachi dengan garang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Paman Gon menjadi malu. tapi sekitar dua puluh meter dari warung itu kakinya terantuk gumpalan rumput laut dan ia jatuh 330 thanks to. kau benar. tapi aku sangsi apa akan bisa terjadi meski seratus tahun lagi. kalau Ibu sudah mati dan dikubur." katanya. tak banyak lagi gunanya aku ada di sini. ia sudah melemparkan capingnya ke bawah tepi atap warung dan berlari secepat anak panah ke air. "Ya. agaknya kepalanya disibukkan oleh pikiran-pikiran lain. Osugi berdiri. Matahachi menatapnya dengan pandangan ingkar yang muram.

memandang kosong ke laut. Sambil melambai-lambaikan tangan. gadis itu masih berdiri dalam bayangan pohon-pohon pinus. "Kau berkelakar?" kata yang lain tertawa. sementara rambutnya yang hitam berkibar di belakangnya. hingga tampaknya ia sendiri sudah gila. "Saya pernah melihat gadis ini.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI tertelungkup. karena sekalipun rambutnya kusut dan kacau. Paman Gon berseru-seru kalut. "Apa bisa kita selamatkan dia?" 331 thanks to. kalau tidak mereka tenggelam. "Sudah nekat bunuh diri. ya?" jeritnya. Lebih jauh lagi di tengah laut kelihatan seorang gadis muda yang mati-matian berusaha masuk ke air dalam. ya?" Ia sendiri tenggelam ke bawah permukaan air. meninggalkan pusaran di permukaan. dan ia tampak seakan masih hidup. Ketika terlihat kembali Paman Gon. kedua matanya melotot seperti cermin. dan dengan cepat ia mendekati titik terjal di dasar laut. terselimut buih putih. "Bunuh diri karena cinta?" tanya seorang. Bahkan dengan giginya yang masih menggigit bibir bawah itu. syauqy_arr@yahoo. dan terus ke tengah." seseorang berkata. Ia begitu kalang kabut. gelagapan. Ketika Paman Gon pertama kali melihatnya. Sambil menggerutu marah ia bangun. Paman Gon berhasil mencekal obi gadis itu dan masih menggenggamnya. Gadis itu menampilkan wajah aneh. beberapa nelayan membawa tubuh mereka dan meletakkannya di atas pasir. wajah dan bahunya penuh dengan pasir. goblok! Cepat. tapi kemudian tiba-tiba ia berlari menyeberang pasir dan masuk air." Dari arah rumah penginapan ada empat atau lima orang yang datang mendekat. berlari. Ia lari kencang-kencang mengikuti Paman Gon. Paman Gon sudah masuk air sampai setinggi lutut. mulutnya yang ungu seperti menampakan gerak tawa. tapi baik ia maupun gadis itu sudah tidak bernapas lagi.id and dimhad. "Akemi!" teriaknya. pupur dan lipstiknya tidak terhapus.com . Kelihatan la sudah hampir kesurupan. Tiba-tiba tubuhnya menghilang diiringi bunyi aneh. "Apa bukan dia yang cari kerang di pantai belum lama ini?" "Ya. "Selamatkan mereka. Di antara mereka Seijuro yang dengan napas sesak menerobos kerumunan orang banyak itu. Osugi berlari ke sana kemari di tepian. "Anak gila!" teriak Paman Gon. "Hei. dan jatuh-bangun ia memerintahkan orangorang di pantai untuk menolong.webng. Ketika dilihatnya kedua orang itu tenggelam. namun terlambat. betul! Dia tinggal di penginapan sana itu. seakan-akan merekalah penyebab terjadinya kecelakaan.co. Sambil mendekatinya. Wajahnya menjadi pucat. tapi ia berdiri saja. Air kini sudah sampai pinggangnya. jeritannya berubah menjadi seruan-seruan lantang minta tolong. tapi gadis itu terus dengan tekadnya." Beberapa menit kemudian. orang tua goblok! Ke mana kamu pergi? Sudah kehilangan akal.

berurai air mata. ia kerjakan dengan air muka semasam-masamnya.. Ia kunyah beberapa pil dari kotak obat dalam obinya 332 thanks to. "Siapa sih perempuan tua jelek ini?" geram satu orang. seakan-akan mereka musuh. "Hm! Tak tahu bedanya orang pingsan dan orang mati." Osugi berhenti menangis cukup lama untuk berpaling kepada mereka. tapi ia pun telah minum sake cukup banyak sebelum menyelamatkan gadis itu. karena itu akhirnya orang yang paling bersimpati kepadanya pun menjadi marah. Beberapa orang itu tinggal membantunya. Karena ingin sekali menghindari tatapan mata para penonton. tinggallah Osugi sendirian dengan mayat itu. dan ia menyuruh mereka pergi mencari obat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tidak bisa. sedangkan gadis muda itu dapat selamat?" Sikapnya menunjukkan seakan ia siap menyerang mereka secara fisik. Akemi cepat sekali kembali bernapas. memeluk tubuh Paman Gon erat-erat.. ia memerintah mereka membuat api. Ditepiskannya orang-orang itu. Ia tidak hanya tua. "Paman Gon." Dan mulailah ia mencoba membangunkan Paman Gon dengan segala cara yang dapat dipergunakannya. dan yang tertinggal dari hari itu hanyalah barisan awan jingga di dekat kaki langit. Napasnya terhenti untuk selamanya. Namun ia bukannya menghargai bantuan mereka. Apa pun yang ia lakukan. Ia mengeluh bahwa mereka tidak menekan dengan cara yang benar. kabut bangkit dari laut. Para nelayan menyerah. Pandangan wajahnya menunjukkan betapa ia berharap sebentar lagi Paman Gon membuka mulut dan bicara dengannya.co." Tak lama kemudian. Seijuro menyuruh orang-orang dari rumah penginapan membawa Akemi pulang. Osugi membuat api dan duduk di dekatnya. "Apa maksud kalian? Kenapa dia mesti mati. ia bukan sanak ataupun teman. "Orang tua itu telah pergi." Para nelayan melepaskan cekalan Paman Gon. biar saja.id and dimhad. Mereka mulai menampar-nampar punggung kedua orang itu dan menekan-nekan perutnya. Tekadnya itu menimbulkan air mata orang-orang yang menyaksikannya. Akemi dapat kembali hidup karena ia masih muda. bahwa yang mereka lakukan takkkan ada hasilnya. Di tengah kegelapan yang mulai menyelimuti. Paman Gon!" lolongnya. Ia mencoba dan mencoba lagi mengembalikan kehangatan tubuh yang telah mati itu.webng. bukan orang-orang yang telah membantu. melainkan sekadar orang asing. Seberapa banyak pun usaha Osugi tak akan dapat membukakan matanya kembali. syauqy_arr@yahoo. "Paman Gon! Paman Gon!" panggil Osugi dengan mulut di telinga orang tua itu. Bagi orang-orang di pantai itu. tapi Paman Gon. malahan memerintah mereka melakukan ini-itu seperti tenaga sewaan. kalau Tuan cuma berdiri melongo. meletakkan kedua tubuh itu berdampingan. Oh. dan katanya mantap. "Akan kuhidupkan dia kembali! Akan kutunjukkan pada kalian. Kalau dia bisa menghidupkannya lagi.com . Ombak laut menggelap.

Akemi terbaring dalam tidur yang resah. Akemi.com . Ia peluk Paman Gon dan ia guncangguncangkan. Dalam satu hari yang singkat saja ia sekaligus menjadi binatang dan manusia yang berperasaan belas kasihan. Akemi.. Ketika Seijuro mencoba membetulkan letak selimut itu. ia pun menderita.co." Seijuro menarik diri. Kau pasti sembuh sebelum waktu itu. tapi Akemi menolaknya dengan telapak tangan. tingkah lakunya itu tidak terasa tidak konsisten. walaupun kau tentunya dikejutkan oleh kekerasan cintaku. tapi kata-kata setengah gila menyembur dari bibir Akemi. Matanya sedih dan sikap mulutnya rendah hati. Tetapi bagi Seijuro yang cenderung kepada ekstremitas. "Kau binatang. dan berdoa semoga hidup yang untuk beberapa waktu lamanya meninggalkan gadis itu bisa dipulihkan kembali. Tapi ia terus juga menyuarakan perasaan itu berulang-ulang." Di dalam rumah penginapan. maafkan!" "Pergi dari sini! Jangan bicara padaku.id and dimhad... "Katakan sesuatu! Tak bisa kau pergi meninggalkan aku sendirian. "Buka matamu. Kita masih belum membunuh Musashi atau menghukum Otsu yang bejat itu. "Berhenti! Pergi! Aku tak suka padamu..." Sukarlah ditentukan." Direndahkannya wajahnya ke Akemi. "Cobalah tenang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dan ia pindahkan kunyahan itu ke mulut Paman Gon.." "Maafkan aku. 333 thanks to. "Tanggal berapa ini?" "Apa?" "Berapa. aku tak ingin melihatmu. berapa hari lagi. Ia sendiri yang dengan nafsu binatangnya memangsa gadis itu dan memuaskan birahinya. Seijuro menelan ludah dengan sedih. Kau segera akan mengerti. ia menggumam mengigau. Bukan cuma diriku seorang.. tapi terus juga memandanginya. Paman Gon!" mohonnya. syauqy_arr@yahoo. Kebanyakan lelaki memang begitu. Shoji yang tertutup kertas meredam bunyi angin dan ombak. wajahnya lebih pucat daripada wajah Akemi. Ketika Seijuro mencoba membetulkan letak kepalanya yang demam itu di atas bantal. apakah kata-kata ini benar-benar ditujukan kepada gadis itu ataukah dimaksudkan untuk menenangkan dirinya sendiri. Kegelapan dalam kamar itu pekat seperti tinta.. prihatin dengan denyut nadi dan napas gadis itu. Akemi menggumam. Tahun Baru?" "Tinggal tujuh hari lagi. Sekarang ia duduk murung dan kaku. Ia menatap Akemi dan berbisik. Akemi bergerak. Untuk sesaat Seijuro duduk di sampingnya. diam seribu bahasa.. kedua tangannya yang putih menyelinap keluar dari bawah selimut." Tangan Akemi melambai-lambai kacau dalam kegelapan. dan kita akan kembali ke Kyoto. Aku tak. "Orang tolol! Binatang!" Seijuro tinggal diam.webng. Ketika mengetahui penderitaan yang telah ditimpakannya kepada gadis itu.

dengan hati-hati menutup pintu di belakangnya. tapi tak apalah. itu? Akemi jatuh sakit ketika pulang.. suara Akemi terdengar dari kamar sebelah. dan suara seorang pelayan terdengar mengatakan. "Ini. kemudian mendekatkan lampu yang telah ditinggalkan oleh pelayan itu ke sisi Seijuro. masih dalam pakaian perjalanan lengkap dan penuh debu.. Dengan terkejut Ryohei bertanya. Tiap hari. "Hmm. Ia tidur lelap. "Apa ini belum Tahun Baru?... Miyamoto Musashi?" Seijuro menatap wajah Akemi.. 334 thanks to.. Antara Tahun Baru dan tanggal tujuh. "Tuan Muda ada di sini. Dia demam.. "Aku tak suka padamu!.. Binatang!.. syauqy_arr@yahoo. Jembatan Jalan Gojo." Buru-buru Seijuro masuk kamar sebelah. Daun-daun pinus kering mengetuk-ngetuk shoji.com . Dari Miyamoto Musashi.. tapi Akemi tidak mengatakan apa-apa lagi. "Apa Musashi ini . Ryohei masuk dan duduk.. Seekor kuda meringkik.. Pergi!" Kata-kata yang diucapkan dengan jelas itu penuh nada takut.. Selagi mereka bertukar salam. "Siapa itu?" "Oh.. "Siapa?" tanyanya. Siapa pun akan mengira ia sedang terjaga dan dalam bahaya besar. Gadis yang sedang mengigau itu terdiam." "Itu Akemi?" "Ya... sekali-sekali dia sedikit mengigau.. "Aku di sini." terdengar jawabannya.. Tiap hari.... dan saya harus minta Anda segera kembali. maka Seijuro takkan membawanya dalam perjalanan mendadak. Karena seperti halnya Toji. Tak lama lagi Tahun Baru." "Ya!" kata Ryohei tegas. Aku mesti kembali ke Kyoto. Cahaya muncul di seberang penyekat." "Musashi?" tanya Seijuro heran.co.. Aku ingin mendengar kenapa kau datang.webng. "Ya.. Seijuro bertanya dalam hati. "Kenapa datang kemari? Ada yang terjadi sepeninggalku?" tanya Seijuro. Ryohei salah seorang siswa senior yang diperlukan di rumah." katanya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Kabar dari Musashi. apa gerangan yang menyebabkan orang itu datang. tanggal berapa?" Kali ini Seijuro tak menjawab.. Dia bilang akan ada di jembatan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tanggal..... Kelopak matanya yang biru menutup. dia akan ada di sana." "Ueda Ryohei.." "Ada apa?" Ketika Ryohei memasukkan kedua tangannya ke dalam kimono dan meraba-raba.id and dimhad.. Kalau aku pergi ke jembatan itu." Dari kantong perut di bawah kimononya akhirnya Ryohei mengeluarkan sepucuk surat dan menyerahkannya kepada Seijuro.....

Tapi ia tidak melupakan janji yang telah ia tulis kepada Seijuro dan murid-muridnya. marah. Mereka gusar oleh penghinaan yang dilontarkan oleh ronin tunggal ini. Walau demikian. Mereka menggerutu marah karena ia tidak hadir justru pada saat yang demikian menentukan. Ketika surat itu tiba di Kyoto. Apabila tiba waktunya. saya yakin dia takkan menjejakkan kaki lagi di Kyoto.com . melainkan bertanya sedikit ragu. Sesudah banyak membincangkannya. dan ini akan merupakan pertempuran habishabisan-pertempuran di mana para samurai akan bertarung sampai mati untuk menjaga kehormatan dan memurnikan keterampilan mereka dengan pedang. tepat sesudah Akemi menyebut nama Musashi itu. Ia mengumumkan perang pada Keluarga Yoshioka. syauqy_arr@yahoo. Ryohei menggigit bibir. Surat yang tiba-tiba datang. dan dia punya nyali pula menunjukkan tantangan pada seluruh Keluarga Yoshioka. karena itu kami membuka dan membacanya. ternyata Seijuro hanya meletakkannya di pangkuan dan tak bergerak membukanya. di antara murid yang lebih teguh ada perasaan muak terhadap cara hidup Tuan Muda yang tidak berdisiplin itu. dan menyesal bahwa Kempo tidak lagi hidup. Sumber bahaya terbesar adalah bahwa Seijuro masih belum memahami kenyataan ini.co.webng. "Akhirnya datang juga dia. tapi. namun di balik pikiran Seijuro sudah lama bersarang wujud Musashi. Ryohei bertanya. kata-kata dan keterampilan teknik yang mahir pun akan sedikit saja artinya. Saya sudah membicarakannya dengan yang lain-lain. membuat tulang punggung Seijuro panas dingin." Seijuro bukannya membaca sendiri isi surat itu. Pertempuran akan terjadi. Ketika dia pergi dengan omongan besar musim semi lalu. dan dalam surat pun tak ada isyarat tentang tempat ia berada.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau sudah membukanya?" "Ya. coba Tuan bayangkan kesombongannya! Teruslah baca surat itu! Isinya tantangan. ia sudah hampir meyakinkan dirinya bahwa ia tak akan bertemu lagi dengan orang itu. Dia pikir dia dapat menghadapi kita semua sendirian!" Musashi tidak menuliskan alamat untuk balasan surat. Dengan perasaan jengkel yang tampak jelas. dan menandatanganinya hanya dengan namanya sendiri. "Apa katanya?" Walau tak seorang pun berani menyebutkan persoalan kepadanya. dan kami memutuskan bahwa kemungkinan surat ini penting. Ia tidak melihat bahwa hari perhitungan sudah tiba. dan bahwa sekarang bukanlah saat untuk membuang-buang waktu dengan kesenangan-kesenangan kosong. mereka sepakat untuk menyampaikan keadaan itu kepada Seijuro dan memutuskan bahwa Seijuro mesti segera kembali ke Kyoto.id and dimhad.. Namun ketika surat sudah disampaikan sekarang.. "Apa Anda tak merasa perlu membacanya?" 335 thanks to. dan dengan surat kedua ini dadu telah dilemparkan. Musashi mempertaruhkan hidupnya dan menantang Perguruan Yoshioka untuk melakukan hal yang sama.

Saya percaya Anda telah menggosok ilmu pedang Anda sebagaimana biasa. jadi.com . sekalipun menerima uang Seijuro. Seijuro menjejalkan surat itu ke dalam kimononya. suatu tugas yang diterimanya dengan perasaan enggan. Dan seperti seorang bandit yang sedang melarikan diri. melainkan oleh perasaan lemah dan perasaan rendah pada dirinya sendiri. Saya sendiri merasa bahwa sampai batas-batas tertentu telah mencapai perbaikan. Jarijarinya mulai menggeletar tak terkendalikan lagi. bukan karena ketabahan. Disertai suasana hiruk-pikuk. ini?" tanya Seijuro kosong. kini saya menulis untuk menanyakan di mana. pemilik rumah penginapan dipanggil dan diminta mengurus Akemi." kata Seijuro pada Ryohei.id and dimhad." katanya.co.webng. "Akan kupakai kudamu. sebelum hari ketujuh Tahun Baru. ia melompat ke pelana dan melarikan kuda itu kencang-kencang melintasi barisbaris pohon gelap. Sesuai dengan janji saya terdahulu. Shimmen Miyamota Musashi. pada hari apa. Ia membuka gulungan surat itu dan membacanya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa? Oh. dan pada jam berapa kita akan bertemu. dan berdirl. Belum pernah ia merasa demikian tanpa daya. Apakah Anda dalam keadaan baik semenjak terakhir kali saya menyurati Anda. Surat Musashi sederhana dan langsung. 336 thanks to. syauqy_arr@yahoo. "Aku akan kembali ke Kyoto sekarang. Saya mohon Anda memancangkan jawaban Anda di jembatan Jalan Gojo. Ia harus pergi dan segera mungkin melupakan seluruh hari mengerikan itu. Saya tak punya pilihan khusus. dan saya bersedia melaksanakan pertandingan yang telah kita janjikan pada waktu dan tempat yang Anda tentukan. hingga ia tidak dapat lagi tinggal di tempat itu lebih lama. Kata-kata penolakan kasar Akemi menghancurkan harga dirinya sebagai samurai. Kata-kata ini diucapkannya lebih karena perasaan sudah demikian kalut. meninggalkan Ryohei yang mengikutinya dengan berlari setengah mati. suatu tanda ketidakmantapan yang disebabkan bukan oleh bahasa dan nada keras tantangan Musashi.

murid-murid Yoshioka berangkat beramai-ramai. tapi pedang itu terlampau berharga untuk dipercayakan kepada orang lain di luar ahli pedang sendiri. ke arah Jembatan Nojin. Tapi dia tidak menyeberangi jembatan-sepertinya dia masuk bengkel pandai pedang. si magang bergumam mengatakan bahwa satu-satunya ciri menonjol pedang itu adalah bentuknya yang panjang dan lurus. "Temma! Dia menuju Temma!" Dan ke sanalah mereka berduyun-duyun." katanya kering. Tertangkap dia sekarang. karya seorang pandai pedang Bizen. mengadakan pembicaraan dengan magang toko.webng. kemudian keluar sambil berseru. Jelas bagi mereka. duduk di bangku dan minta bertemu dengan pandai pedang." tukasnya. Ketika kepadanya disampaikan bahwa pandai pedang sedang pergi." Ia mengangkat pedangnya.com . dia memang kemari belum lama ini. Lihat? Sempurna sekali. Itu bukti baru mengenai apa yang mereka anggap kecongkakan luar biasa orang muda itu.id and dimhad." Ia berangkat dengan pandangan dingin. samurai itu mengatakan ingin menajamkan pedangnya. Tertarik akan bualan orang muda itu. Pedang saya terlampau bagus. sudah kita temukan sekarang. Walaupun waktu itu sudah lewat saat tutup bagi toko-toko sepanjang Parit Timur. toko pedang masih buka. dan jelas dengan perasaan bangga. pengalaman memotong gelungan Gion Toji membikin si pembual itu lebih congkak daripada sebelumnya." 337 thanks to. membuat orang yang memberikan keterangan itu menganga heran menyaksikan segala keributan tersebut. Seorang dari orang-orang itu masuk.co." "Apa Anda lihat. Samurai itu jelas sekali tersinggung karenanya. "Akan saya rawatkan pedang saya di Kyoto. ke mana perginya?" "Kesana. telah mengganggu. Cerita magang itu semakin membikin berang mereka. "Saya tidak yakin apakah akan menyerahkan pedang saya pada Anda. seorang samurai berjambul panjang menurunkan monyet di dekat pintu depan. Maaf. syauqy_arr@yahoo. Namanya Galah Pengering.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 25. dan mendadak berdiri dan minta keterangan tentang bagaimana pergi ke pangkalan kapal tambangan Temma Kyoto. "Semua pandai pedang Osaka yang sudah saya kunjungi rupanya hanya mengurusi barang rombengan prajurit biasa. tapi sesudah mengamati." Setelah berunding sebentar. Magang mengatakan bahwa ketika ia baru akan menutup daun jendela menjelang malam. yang diperlihatkan samurai itu tak lebih dari sikap muak. "Rupanya Anda sekalian di sini cuma mengerjakan senjata-senjata biasa. Galah Pengering "PEMUDA yang membawa monyet? Ya. Magang dengan sopan memperlihatkan kepadanya beberapa bilah pedang. Ia lalu mendesak minta melihat contoh-contoh karya pedang. "Itu pasti orang yang kita cari!" "Jadi.

"Hei. sekalipun matahari mulai terbenam. Angin seolah bermuatan es. di dekat percabangan ini cahaya berkelap-kelip di tengah sungai.webng.id and dimhad. Di ladang-ladang telanjang di tepi jalan. mereka memanfaatkan waktu dengan minum teh. ya? Di sana itu. dan menyelamatkan diri. mereka dapat melihat kapal itu dengan sangat jelas. "Ketinggalan kita!" Yang dimaksud adalah kapal terakhir hari itu. seorang dari mereka berseru. "Rapatkan kapal ke tepi!" 338 thanks to. dan segera mereka lupa akan udara dingin yang menembus kulit. Maka mereka punya waktu banyak untuk menyusul kapal tambangan itu di Toyosaki. Namun kapal berhenti juga di perhentian berikut.com . makan kue betas. sungai tampak bagai seekor ular perak yang melenggok-lenggok ke kejauhan. Kapal-kapal yang berjalan mudik ke Kyoto umumnya pelan. Mendekati dermaga Temma. dia bisa curiga. meminta keterangan apa yang mereka kehendaki. kapal itu baru saja berangkat dan untuk beberapa lama tidak akan berhenti di perhentian berikut. dan sedikit gula-gula murahan. Ketika jarak antara mereka dan cahaya mengapung itu memendek. Sungai Nakatsu dan Temma bergabung menjadi satu membentuk Sungai Yodo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Orang-orang itu melanjutkan pengejaran tanpa satu kali pun berhenti untuk beristirahat. ternyata samurai itu memang sudah naik kapal terakhir. "Tidak lihat. yang tak sangsi lagi suara Kapten. Tahu akan hal ini. sebelum berangkat dengan langkah cepat menempuh jalan sepanjang tepi sungai.co. Di hadapan sana. Jika kita tidak menantangnya sekarang juga. Karena sudah telanjur. seorang dari mereka berteriak. semua sependapat bahwa langkah terbaik adalah menuntut penumpang itu seketika itu juga. "Dia hanya sendirian. lebih dulu memberikan peringatan." kata orang yang pertama tadi. walaupun tanpa bergegas. kehilangan semangat. menuding dermaga. Kapal tentunya sudah berangkat. Tanpa pikir lagi. "Tidak mungkin. Kemudian. sekali lagi mereka berseru pada orang-orang yang ada di atas kapal." "Kenapa kaupikir kita sudah ketinggalan?" tanya yang lain. "Itu kapalnya!" seru seseorang. Mereka juga mendapat keterangan. Sebuah suara berwibawa. ketika mereka bertanya lagi pada orang lain. "Warungwarung teh sudah menumpuk bangkunya. Sungguh suatu kebodohan besar. Jengkel karena perhatian orang jadi tertuju pada mereka. Toyosaki. Ketujuh orang itu bangkit semangatnya. rumput merang kering yang tertutup embun beku berkilauan seperti pedang-pedang baja ramping. yang di sana itu! Kurangi kecepatan!" "Kenapa?" terdengar balasan dari geladak. melompat ke air." Sambil berjalan mengikuti jalan kapal. teman-temannya mengumpat orang yang besar mulut itu. syauqy_arr@yahoo." Untuk sesaat mereka semua berdiri terpaku.

"Kami minta Anda menyampaikan kepada pembual muda itu supaya datang ke susuran. Orang yang berbicara dengan bebasnya kepada para samurai di pantai beberapa waktu lalu kini berdiri diam. sampai akhirnya haluan kapal mulai bergerak ke tepi. kami tunggu Anda di perhentian berikut.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Apa? Apa kalian gila?" terdengar jawabannya. Sekali mereka berhenti mendengarkan. agaknya mengharapkan jawaban atas tantangan mereka. Katakan padanya. Ketujuh orang itu tetap berada dekat kapal dengan lengan baju disingsingkan dan tangan dilekatkan ke pedang. Baginya dan bagi orang-orang lain. "Apa yang kaulakukan?" "Kalian tak bisa tinggal di situ selamanya!" "Sini kamu. atau kami akan datang ke situ.com . Di sana ada pengawal." 339 thanks to." "Kapten. orang-orang goblok! Kami akan mendarat! Lebih baik siapkan diri kalian untuk mempertahankan diri. disertai tawa parau. keselamatan mereka tergantung pada jarak antara kapal dan tepi sungai. "Apa pun yang mereka katakan." yang lain menasihati. Wajah orang-orang Yoshioka jadi pucat kelabu. jadi saya kira sayalah yang Anda cari. kapal sudah berhenti di tengah sungai dan mulai berputar beberapa kali. sedangkan celoteh pelan para penumpang semakin hiruk-pikuk. jangan jawab mereka!" mohon seorang penumpang. saya?" teriak sebuah suara dari kapal." Kebanyakan penumpang berkumpul-kumpul ketakutan dan berbicara dengan suara ditekan. Orang muda berpedang panjang itu berdiri tegap di lambung kapal. "Di kapal tak ada orang lain yang bawa monyet." "Maksud Anda. abaikan saja. Dan kalau Anda membiarkan dia pergi. "Apa Anda tuli?" teriak seorang dari mereka. Kami urusan dengan orang muda yang ada di kapal Anda. syauqy_arr@yahoo. "Pinggirkan di sini!" "Mustahil" "Kalau begitu.webng. bromocorah malang? Gerombolan aktor lapar?" Ketika adu teriak semakin menghebat. Ketujuh orang itu berlari maju untuk mengepung tempat mendarat.co. Siapa kalian. tapi belum lagi mereka sampai di sana. giginya berkilauan seperti mutiara putih oleh pantulan sinar bulan. "Tutup mulut. kalau dia punya hormat." Ancaman-ancaman terus berlangsung. Pakai jambul bawa monyet. tapi mereka tak mendengar sesuatu. "Mari jalan terus ke Moriguchi. dia mesti menampakkan diri. Mereka itu setiap saat dapat melompat ke geladak. kurang ajar seperti biasanya!" Orang-orang itu menudingkan jari dan memandang ke kapal. "Itu dia di sana. akan kami seret kalian semua ke darat. Sebuah suara meraung di udara dingin.id and dimhad. kapal mendekati tanggul Kema yang memiliki tiangtiang tambatan dan juga gudang.

Tiba-tiba kecepatan kapal meningkat. lumpuhlah otak mereka. Untuk menyembunyikan rasa malu. orang-orang Yoshioka segera menyerang musuh mereka dalam satu barisan. Pada saat itu segala keterampilan perang yang pernah dipelajarinya tak ada gunanya. Galah Pengering pun membelah udara. mereka saling meneriakkan perintah mendesak. Kebetulan sebentar lagi saya mesti menajamkan pedang ini.co. Aniaya yang diderita ketujuh orang di tepi sungai itu membesarkan hati mereka. secara naluriah mereka semua mencabut pedang dan membabatkan ke udara kosong di sekitar mereka. tapi tak seorang pun berani bicara. saya yakin dapat membantu kalian. Tanpa sempat menyusun diri kembali. para penumpang menggerombol di sebuah sudut kapal. jadi sebaik-nya saya manfaatkan kesempatan ini. seperti bola-bola yang saling bertumbukan. Orang muda itu menancapkan galahnya ke dalam sungai dan melompat melintasi rumput mendoang. Dengan harapan akan terhindar dari keributan. Kemudian secara serentak semua kepala menoleh diiringi suara menggagap. orang muda itu tetap merebut galah orang kapal dan mendaratkan kapal tambangan itu. Serangan demikian justru memberikan kedudukan menguntungkan bagi si orang muda untuk bertahan. sosok pemuda tampan itu seakan tampak makin besar. Kejadian ini lebih mengacaukan lagi. Seorang dari kalian sudah berkenan mengizinkan saya memotong gelungannya. Rupanya itu tak cukup buat kalian. Orang pertama sudah maju terlampau jauh untuk dapat mundur kembali. Tangan kanannya di belakang mernegang gagang pedang.webng. Apa kalian semua datang buat potong rambut? Kalau memang begitu. gerakannya lebih ringan daripada monyet tadi. Yang dapat diperbuatnya hanyalah memeringiskan gigi dan secara ngawur mengayun-ayunkan pedang di depan dirinya. si penyerang pun mengayunkan 340 thanks to.com . dan orang muda itu menyerang mereka sebelum mereka mengetahuinya. dan barulah ia menyadari kebodohan langkahnya." Ketika kata-kata itu berakhir. sekalipun agak menimbulkan tanda tanya. "Oh. jadi kalian dari Perguruan Yoshioka? Bagus. Lunas kapal mencakar dasar sungai dan mereka undur serentak. Dan mengambil keuntungan dari kedudukan mereka yang porak-poranda itu. dan sikunya mencongak di atas bahunya. Ketujuh samurai segera berkerumun sekitar tempat yang akan disentuh haluan kapal. Sadar akan keuntungan psikologis yang dimilikinya. Saya memang merasa seperti sudah kenal kalian. Pada waktu itulah sebuah benda hitam bulat melayang melintasi gelagah dan menempelkan diri ke leher seorang di antara mereka. dan kemudian membelah tubuh pemain pedang terdekat yang merunduk. sementara tubuh yang menggerakkan kapal dengan galah itu semakin dekat dengan mereka.id and dimhad. Melihat kawannya terbantai demikian mudah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Walaupun dicegah oleh penumpang-penumpang lain. Sebelum mereka menyadari bahwa benda itu hanya seekor monyet. Satu demi satu mereka mundur saling tunjang. syauqy_arr@yahoo.

Orang muda itu membelalakkan mata kepada lima orang sisanya. disertai teriakan keras. mereka bukannya berkelahi karena mabuk.com . "Pengecut!" pekiknya. mereka kelihatan tidak memperhatikan dinginnya udara dan terus melaju ke depan. Sekalipun napas beku mengepul ngepul dari lubang hidungnya. Tuan Muda!" seorang dari mereka menggagap. Akhirnya. Seijuro memberengut berang. Padahal ujung pedangnya masih dua kaki penuh jaraknya dari sasaran." Bagi samurai mana pun yang punya harga diri. 341 thanks to.. Dengan wajah kejam.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pedang ke samping. tapi ketiga orang lain sudah angkat kaki seribu. Jeritan perang masih mendering di udara. dan menjatuhkan pukulan demikian mantap hingga orang itu terjungkal ke rumput mendoang diiringi suara jeritan. Jadi.co.id and dimhad. Sungai dan embun beku di ladang memantulkan cukup banyak cahaya bagi pemuda itu untuk melihat sosok tubuh di punggung kuda dan sosok tubuh lain berlari-lari di belakangnya. "Kembali ke sini dan ayo berkelahi! Apa ini Gaya Yoshioka yang kalian banggakan itu? Menantang seseorang. dan kemudian mengakhiri gerak lengkungnya di sebuah batu karang dengan suara berdentang. lalu melarikan diri? Tidak heran. Tubuhnya terbuka lebar untuk serangan. dan betapa mereka mengalami kegagalan berhadapan dengan samurai muda yang seperti setan itu. Perguruan Yoshioka menjadi bahan tertawaan. oh. Kenal akan ketiga orang itu. ke arah orang berikutnya. Ia yakin telah melakukan penebasan.. "Ke mana kalian lari?" "Oh. Justru pada waktu itu dari sekitar tanggul terdengar dering giring-giring kuda. penghinaan seperti itu lebih buruk daripada diludahi. Ia melompat ke samping dan mengayunkan pedang ke arah orang berikut. seorang dari mereka meloncat ke depan dan mengayunkan pedangnya. Ketiga samurai yang melarikan diri hampir saja bertumbukan dengan kuda. tetapi bekas-bekas pengejar orang muda itu sudah terlampau sibuk berlari dan tidak memperhatikannya. Ueda Ryohei yang muncul dari balik kuda itu menyerang mereka. "Apa artinya ini? Kalian mestinya mengawal Tuan Muda. yang sementara itu menyusun diri di sekitarnya bagai daun bunga. Mereka saling meyakinkan bahwa taktik mereka kali itu cukup aman. gerombolan tolol! Rupanya kalian terlalu sibuk ribut sesudah minum lagi. ketika penunggang kuda itu mendadak sontak mengekang kudanya. ya?" Ketiga orang itu dengan marah memuntahkan cerita tentang bagaimana mereka mempertahankan kehormatan Perguruan Yoshioka dan gurunya.webng. orang muda itu berdiri memegang pedang dengan kedua tangannya. dan keyakinan mereka pulih. Orang itu jatuh ke depan. Orang muda itu bukannya membantai mangsa yang demikian mudahnya. syauqy_arr@yahoo. sampai-sampai berani mengejek orang muda itu lagi. Namun kali ini kata-kata mereka gemetar dan palsu. "Apa yang kalian lakukan di sini?" salaknya.

"Bukan main!" teriak orang muda itu kagum sekali. Tapi sekarang bahaya menyerang langsung dirimya dalam bentuk pedang yang tamak. Bagus sekali kalian melindungi kehormatan perguruan. Pemuda itu mendadak menghentikan gerakan. Pada saat itulah pemuda itu terbang. "Diam kalian!" perintah Ryohei dengan suara muak. ia naikkan ke pelana. Terdorong oleh suatu ilham yang tiba-tiba datang. memporak-porandakan ketiga murid itu dengan kilasan pedangnya dan sedang mendekati Seijuro. terbawa oleh kecepatan ayunannya. dan menanti.id and dimhad. segalanya akan berlalu sebelum ia sendiri terlibat. paling sedikit yang dapat kalian lakukan adalah meninggalkan kepala kalian. dan pemuda itu menyapunya tanpa ampun lagi. Seijuro belum lagi merasa ngeri. tapi gagal. lalu mendekati Seijuro.co. Ia semakin mendekati Seijuro. "Berhenti kalian. Seijuro adalah anak Kempo.com . ke arah kepala pemuda itu. "Apa lari itu seni bela diri Yoshioka? Secara pribadi tak ingin saya membunuh kalian. "Terlalu banyak kalian bicara.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Lihat itu!" teriak seorang dari mereka. 342 thanks to. Menurut pikirannya. Sepanjang hidupnya belum pernah Ryohei menyaksikan pukulan yang demikian hebat. tapi ketika jatuh ia kehilangan senjatanya. pemuda itu sedang bergerak dengan kekuatan dan kecepatan seekor macan yang sedang marah. sedangkan Seijuro terbang ke belakang. Karena kalian pengecut." Ia mengambil jurus menantang. "Biarpun kau musuhku. ia berteriak. Ia dapat menghadapi bahaya itu dengan tenang. dan dengan itu keyakinannya pula. tapi Galah Pengering saya masih haus. perbuatan tadi betul-betul bagus! Kau tentunya Seijuro sendiri." Mata-mata yang ketakutan memperhatikan musuh yang mendekat. dan kelihatan akan melompati kepala Ryohei yang waktu itu sudah meludah ke tangan dan menggenggam kembali pedangnya penuh kemantapan. Minggir semua! Aku yang akan menghadapinya sendiri. mendarat dengan kedua kakinya sekitar tiga langkah jauhnya. Pemuda itu menuju ke arah mereka. "Dia datang kemari. Kuda melompat ke depan. mengangkat pedang ke atas jubah warna emas pemuda itu dan menebaskannya dengan ganas. "Apa ini? Orang baru?" Ryohei terhuyung ke depan. namun sekalipun memiliki kelemahan-kelemahan. Tak bakal kita bisa menebus dengan perbuatan macam itu.webng. sedangkan Ryohei mengeluarkan teriakan yang memekakkan telinga. dan berdirilah ia lurus-lurus. Untung baginya. menoleh. syauqy_arr@yahoo. dan teriaknya. Ia memang berhasil mengelakkan-nya pada waktunya. Ketika ia merangkak kembali ke atas. Jaga dirimu!" Mata pedang panjang itu menjadi perwujudan semangat juang. dan ayo berkelahi!" teriaknya." Ia lari menyusur tanggul dengan langkah-langkah besar dan yakin. karena tanggul itu cukup rendah dan sawah itu membeku. tapi terjungkal juga ia ke sawah. "Ganryu! Tunggu!" ia lepaskan sebelah kakinya dari sanggurdi.

Dia mengatakan padaku. Seijuro menampar paha. Aku lalu 343 thanks to. kita dapat mengundurkannya pada waktu lain. Benar seperti dugaanmu. apa sebab semua ini. "Kau Sasaki Kojiro dari Iwakuni. disebut Sasaki Kojiro itu ia pun terkejut." Dedalu di Tepi Sungai'." "Oh. dan aku benar. Sekarang ini aku cuma ingin mengetahui. Dia mengatakan ada satu orang dari Iwakuni bernama Sasaki yang sudah mempelajari gaya Toda Seigen. "Senang sekali bertemu denganmu.com . Aku tak punya soal dengan mereka. "Dari semula aku tak mengerti. pemuda itu jelas tidak mendengarnya. ini tampaknya bukan pertemuan yang pertama lagi. Ito Yagoro. Aku sudah banyak mendengar tentangmu. "Aku muak dengan Toji. Anda muda dan cocok dengan gambaran itu. Sasaki murid termuda di perguruan Jisai. Melihat Anda menggunakan pedang panjang itu. "Kalau begitu. dan itu membuatnya bertanya-tanya dalam hati. Rombongan kecil itu berjalan menuju Kyoto. tapi dugaanku betul!" Kemudian ia maju ke depan. tentu Andalah itu. Aku betul-betul malu melihat orang-orang perguruanku kurang baik disiplinnya. Singkirkan pedangmu. "Kalau aku kembali nanti." Pikiran Seijuro tertuju kepada tingkah laku Gion Toji baru-baru itu. Kojiro berkata. yang mengingatkan kepadanya bahwa telah terjadi perkelahian. dan kemudian belajar di bawah pimpinan Kanemaki Jisai.co. Ittosai agak sering menyebutmu. dan aku sering mengunjunginya di sana. ya?" "Tidak. bagaimana bisa Anda mengetahui ini begitu cepat.id and dimhad. jadi kau ini temannya?" "Ya." "Nah. Tak ada keinginanku berkelahi denganmu. hingga saling pengertian pun segera tercapai. Dia beberapa kali juga berkunjung ke rumahku. gara-gara apa perkelahian itu tadi." katanya. dan katanya. bagaimana mereka akan menyelesaikan urusan itu. "Aku tahu! Aku cuma menduga. Kuharap Anda tidak menganggap aku dendam terhadap Anda." Kojiro tersenyum." "Dari siapa?" tanya Kojiro. Namun nyatanya ia dan Seijuro telah bertemu demikian baik. Kalau benar-benar perlu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kepada pemuda itu ia berkata yakin. matanya menoleh memandang pedangnya yang masih berdarah.webng." "Tapi aku masih belum mengerti. dan beberapa menit kemudian mereka sudah berjalan bahu-membahu seperti sahabat lama. tapi suatu hari nanti akan menjadi satu-satunya pemain pedang yang dapat menantang Ittosai. Di belakang mereka berjalan Ryohei dan tiga murid yang kesal hati. akan kupanggil dia supaya bercerita. "Dari teman seniormu. syauqy_arr@yahoo. aku Yoshioka Seijuro." Ketika Seijuro menyebutnya Ganryu. aku ingat Anda disebut juga Ganryu—'Pohon mendapat firasat. Tapi sekarang. "Bagaimana kau bisa tahu siapa aku?" tanyanya." Sementara Kojiro mencecap gembira. Sampai musim gugur lalu dia memiliki tempat pertapaan di Bukit Kagura di Shirakawa.

Kojiro menolak.webng. "Bicaraku terlalu besar. kita dapat bertukar tempat.co. Kojiro pergi bersiul-siul memanggil monyetnya. yang oleh Ittosai dipuji-puji? ("Keajaiban Iwakuni". Sayang mereka itu tidak seberapa sebagai pejuang. Toji tergoda untuk mempermainkannya sedikit. dan kalau kaki Anda lelah nanti. Seijuro berkata. Bahkan kukira Anda mesti memberikan pujian pada mereka karena telah berusaha mempertahankan nama baik perguruan. Kini mata mereka telah terbuka. begitulah yang dikatakannya). Tak lama kemudian. 344 thanks to. aku naik sekarang. dan ketiga orang itu ditugaskan menguburnya. sedangkan Ryohei pergi mencari kuda. Siapa menyangka bahwa anak lelaki yang tampan dan tumbuh lebih besar dari seharusnya ini Sasaki Kojiro yang besar." katanya. Anda sudah lihat sendiri." Dengan sikap sopan santun yang sama. pemimpin beratus-ratus pengikut. "Silakan. pada saat ia terpaksa bertarung dengan Miyamoto Musashi pada permulaan Tahun Baru. Ryohei dan ketiga orang temannya menggigil kalau ingat betapa mereka hampir kena berondong Galah Pengering. Dan tidak mengherankan bahwa akhirnya ia sendiri yang jadi tampak konyol. Tidak mengherankan kalau karena ketidaktahuannya. Lebih mudah jalan begini. Andalah yang naik. Wajahnya menampakkan rasa sakit yang sebenar-benarnya. Tiba-tiba monyet itu muncul entah dari mana dan melompat ke bahu tuannya. tapi setidak-tidaknya mereka sudah mencoba. tapi juga menawarkan kudanya. syauqy_arr@yahoo. "Mari kita lupakan semuanya." "Aku yang mesti dipersalahkan. "Aku cuma seorang ronin muda." kata Seijuro polos. kalau begitu. dan aku selalu siap berkelahi dengan siapa saja. Kalau memang tidak keberatan. "Nah." Sambil memegang kendali. Mayat-mayat sudah membeku. Aku memegang kendali ini saja." Seijuro merasa ada baiknya pemain pedang seperti Sasaki Kojiro itu berada di sampingnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Nah. putra seorang terhormat.com . sedangkan Anda guru sebuah perguruan besar. orang macam apa aku ini. Seijuro tidak hanya mendesak Kojiro datang ke perguruannya di Jalan Shijo dan tinggal di sana sejenak. ia melanjutkan. "Kurang baik. Melihat bidangnya bahu dan tegapnya punggung Kojiro itu mereka heran." Bersatunya kedua orang itu mendatangkan kelegaan pada yang lain-lain." "Tak ada yang lebih menyenangkan bagiku. Aku sedikit kasihan pada mereka. bagaimana mungkin mereka telah berlaku demikian bodoh dengan menyepelekannya. Sikap hormatnya tidak seperti biasa. Murid-murid Anda bukan satu-satunya orang yang mesti dipersalahkan. aku menerima tawaran Anda tinggal dengan Anda sebentar di Kyoto.id and dimhad." jawab Kojiro. mereka sampai kembali di tempat perhentian kapal.

Gunung Rajawali PADA tahun 1550-an dan 1560-an.webng. syauqy_arr@yahoo. karena cerita-cerita seperti itu memang beredar. dan saya diberitahu bahwa dia mengajarkannya juga pada Anda. "Betul begitu? Menarik sekali!" Waktu itu pertengahan bulan terakhir. namun angin yang berembus dari Teluk Nako dingin menggigit. Di sebelah timur. Namun ia cepat menyetujui memberikan demonstrasi. Maka Kitabatake tetap merupakan satu-satunya guru Gaya Bokuden sejati. Lama sesudah ia meninggal. Seorang guru seni bela diri dan gubernur terkemuka. "dahulu mengajarkannya pada saya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 26. tapi tidak mendapat warisan jurus rahasia itu.co. Di samping itu ada Yang Dipertuan Kitabatake Tomonori dari Kuwana. Hikoshiro datang ke Kuwana untuk mencoba memperdayakan Kitabatake agar membukakan jurus rahasia itu.com . dan katanya sopan. Sekalipun iklim Ise relatif hangat.id and dimhad. Hikoshiro menurunkan kulit kosong lancung keterampilan ayahnya sebagai ajaran yang asli: suatu bentuk tanpa inti. apakah tidak sebaiknya kita membandingkan apa yang telah kita pelajari?" Kitabatake segera menyadari maksud kurang baik pewaris Bokuden itu. Ia mengangguk. "Ayah saya. sesudah meninggalnya Bokuden. Anak Bokuden. pemain-pemain pedang besar yang paling terkenal di Jepang Timur adalah Tsukahara Bokuden dan Yang Dipertuan Koizumi dari Ise. yang terakhir ini menurunkan kepadanya Ilmu Pedang Tertinggi. Atau demikianlah setidak-tidaknya cerita yang disampaikan pada setiap musafir yang kebetulan menginjakkan kaki di daerah Kuwana. Bukan cerita yang jelek. dan karena didasarkan pada fakta. orang Kuwana masih berbicara tentang dirinya dengan rasa cinta. Ketika Kitabatake masih belajar di bawah pimpinan Bokuden. Rahasia yang diketahui Hikoshiro waktu itu hanyalah bentuk luar Ilmu Pedang Tertinggi. yaitu rahasia tertinggi di antara jurus-jurus rahasia miliknya. Itulah sebabnya mengapa Gaya Bokuden bukannya menyebar di timur." demikian kabarnya ia mengatakan. mewarisi nama dan tanah milik ayahnya. Belakangan ini saya bertanya-tanya pada diri sendiri. dan untuk mempelajarinya para murid harus pergi ke Kuwana. Musashi yang sedang menuruni Gunung Tarusaka dalam perjalanan dari kota Kuwana mendengar cerita itu dari tukang kudanya. di mana Hikoshiro bergiat. sedangkan saingannya di Honshu Tengah adalah Yoshioka Kempo dari Kyoto dan Yagyu Muneyoshi dari Yamato. dan bukan rahasia yang paling dalam. apakah yang diajarkan pada kita itu bukan barang yang sama. karena bagi mereka ia melambangkan hakikat pemerintahan yang baik dan kemakmuran. Konon. Karena rahasia-rahasia tertinggi dalam aliran kita jadi kepentingan bersama. Tsukuhara Hikoshiro. maka cerita itu lebih dapat diterima dan kurang ngawur dibandingkan lautan cerita rakyat setempat yang disampaikan orang untuk menegaskan kembali keunikan kota-kota dan provinsi-provinsi yang mereka cintai. 345 thanks to. melainkan di daerah Kuwana. di mana Kitabatake memerintah.

" "Oh. Matanya bersinar seperti mutiara putih di tengah lingkungannya yang segelap arang. Bagaimana ceritanya sampai Tuan pergi ke tempat macam itu?" "Saya pergi untuk menemui seseorang.id and dimhad." "Tak ada siapa-siapa di sana. "Ujii tak lebih dari dukuh kecil sekitar delapan mil masuk pegunungan dari punggung Gunung Suzuka. Pakaian dalamnya dari katun dan jubah tak berlengan. Apa Tuan belajar seni bela diri?" "Mm." 346 thanks to. Wajahnya bukan lagi berwarna perunggu. Dan lagi jelas tampak kotor.com . Tukang kuda sudah kuatir semenjak membawa penunggang kuda yang acak-acakan itu. kalau begitu. Ia sangsi apakah akan menerima upah. dan yakin tak akan mendapat muatan pulang dari tempat jauh di tengah pegunungan itu." "Ya. biasa bikin sabit besar. Berarti pakaian yang terlalu tipis untuk ukuran mana pun. hari pasti sudah tengah malam. Saya ingat pernah mendengar dia mahir sekali bikin senjata itu. Rambutnya yang sudah berhari-hari tak dicuci. saya sarankan Tuan pergi ke Matsuzaka. Di atas kepalanya yang termakan cuaca." "Itu dia. syauqy_arr@yahoo." "Di Kuwana saya dengar ada satu orang yang pandai sekali main rantai peluru-sabit." katanya agak takut-takut." "Dia pandai besi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Ia hanya mengenakan kimono tipis. "Tuan. Apa pun yang dilakukannya selama enam bulan terakhir itu. menyebabkan kulitnya tampak seperti kulit yang tersamak baik. Namanya Shishido apa?" "Shishido Baiken.webng. daripada menemui Baiken. Beberapa pemain pedang terbaik Provinsi Ise tinggal di sana." "Mm. diikat ke belakang." "Tak apa-apa?" "Mm." Musashi waktu itu lebih tertarik pada pemandangan teluk daripada berbicara. Sebelum sampai Desa Ujii. kecuali petani dan penebang kayu.co. tak seorang pun akan bersusah payah memungutnya. melainkan hitam terbakar matahari. Sekiranya ia membuang barang itu di jalan. hingga tukang kuda itu tidak memperoleh jawaban lebih dari anggukan kepala dan kata "Mm" yang tak berisi pendapat itu. Tukang kuda mencoba lagi. tapi tetap masih seperti sarang burung. "Mm?" "Kita akan sampai Yokkaichi sebelum tengah hari." "Saya kira Shishido. topi anyamannya yang sudah aus dan berumbai tampak berlebihan. dan sampai Kameyama petang hari.

Menurut jalan pikirannya.webng. lalu menjelajahi Provinsi Mino dan Owari." pikir Musashi. Kakinya yang merah bengkak itu tampak seperti kesemek asin. Aku harus membuat pengalaman mengenal dia itu membuahkan sesuatu. di setiap ngarai gunung. Sampai kota kecil Yokkaichi. "Kukira aku beruntung. sesuatu yang tak dapat ditemukan tersembunyi di kota ataupun di ngarai. Namun demikian. Dunia ini memang penuh orang. aku buta. di kota pelabuhan ramai Narumi terinjak olehnya papan berpaku. Itulah sebabnya ia memilih menyewa kuda dan bukan berjalan. ia berusaha menguasai Jalan Pedang yang sejati. "Paku itu mencongak ke atas dan kelihatan jelas. dan paku itu menang. Namun demikian. pikirannya selalu kembali kepada Takuan.com . hal itu terasa olehnya sebagai kelainan yang melumpuhkan. ia merasa malu membiarkan dirinya kena paku tanpa sadar." Musashi mengangguk. karena semangatku belum lagi aktif di seluruh tubuhku. Sesudah melarikan diri dari Yagyu. dan di situ ia memesan makan siang dan duduk makan. karena tak sangsi lagi dialah pribadi yang otentik. saya pernah dengar. dan ini terbukti gerak reflekku lamban. Dalam kerangka pikiran yang mengecam diri pribadi ini. beberapa hari sebelumnya. Sekiranya aku menguasai sepenuhnya diriku. "Apa tak ada jalan buat melawan musuh macam itu?" tanyanya beberapa kali kepada dirinya. "Setidaknya aku beruntung telah mengenal seorang manusia sejati. ia bertempur dengan sebuah paku. tapi rahasianya tetap saja sukar ditangkap. aku membiarkan paku itu menembus dalam. Selama perjalanannya. Tak ingat lagi ia. Kadang-kadang ia merasa sudah mencapainya. pertama-tama ia pergi ke Iga. seyakin-yakinnya." Ia tidak mengatakan apa-apa lagi. kemudian ke jalan raya Omi. karena telapak kakinya luka bernanah. dan sejak kemarin ia demam. Sekalipun kedua tangannya jadi semakin kuat dari hari ke hari. ia berjalan terpincang-pincang kesakitan menuju sebuah warung. Tubuhnya dan pedangnya masih belum menjadi satu.co. yang unik. Musashi menjadi yakin akan hal itu. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Siapa misalnya?" "Misalnya. Mikogami Tanzen. bahkan terlalu penuh. demikian kesimpulannya. Jumlahnya berlusinlusin dan semuanya pemain pedang yang terlatih baik dan dari kelas tinggi. ia tidak merasa membuang-buang waktu saja enam bulan lalu itu. Lebih dari itu. Tidak sukar menemukan pemain-pemain pedang cakap. dan ini memberikan kesan bahwa ia kenal betul kemampuan-kemampuan besar Mikogami. Walaupun biasanya ia selalu berhati-hati dengan tubuhnya. semangatnya dan bagian lain tubuhnya tidak selaras." 347 thanks to. pasti aku sudah melihat paku itu begitu sandalku menyentuhnya. Kura-kura sebelah kakinya terbalut.id and dimhad. tapi menemukan seorang manusia sejati tidaklah mudah. Di setiap kota. Aku menginjaknya karena aku setengah tertidur-tidak. Yang sukar ditemukan adalah manusia sejati. Sebagai murid bela diri. dengan berapa banyak prajurit ia telah berbentrokan." Persoalan yang dihadapinya adalah ketidakmatangan. sampai terasa menyakitkan dan semangatnya mengendur. "Ya.

tentang Seni Bela Diri atau yang lain lagi dengan penuh keyakinan. Persoalannya Musashi merasa. "Bodoh kamu! Kau makin maju. Dan Musashi berkata pada diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah soal logika. tapi ia pun bisa menjadi besar! Apabila kesangsian terhadap diri sendiri sudah mengancam akan menenggelamkannya. walaupun aneh. Perasaan itu aneh. Musashi tersenyum memikirkan kemungkinan bahwa pada suatu hari nanti ia akan ganti menguasai biarawan eksentrik itu. Ia cuma ingin menunjukkan bahwa taraf yang dapat dicapai seseorang melalui Jalan Pedang lebih tinggi daripada yang dapat dicapai dengan mempraktekkan Zen. mengkhotbahkan jalan hidup sejati kepadanya!" Bukannya ia benci kepada Takuan atau punya hasrat membalas dendam. Yang penting bukan bicara atau berspekulasi. "Tunggulah!" sumpah Musashi. suatu kenangan psikologis akan saat ia terikat erat pada cabang pohon kriptomeria. tubuhnya penuh cakaran dan luka memar. Pedang bukan logika.co." Tapi tidak. sehingga 348 thanks to. semacam utang terhadap biarawan itu.webng. Lebih mengguncangkan lagi apabila ia memikirkan betapa mentah dan tak layak dirinya dibandingkan dengan Sekhishusai. rambutnya kering dan kaku karena berjam-jam tersiram air terjun dingin. dan dari hari kehari ia menemukan betapa paniang dan sukarnya jalan menuju kemanusiaan sejati. Ia jadi demikian kotor akibat tidur di tanah. ia akan tertawa dan katanya. Sebagai Takuan. Khayalan itu cukup polos. Mungkin saja ada orang-orang lain yang sekarang ini jauh lebih besar daripadanya. dunia yang pernah dikiranya penuh orang bodoh itu kelihatannya besar menakutkan. Tentu saja bisa terjadi bahwa segala sesuatu tidak berlangsung tepat seperti yang direncanakan. tapi sekiranya ia memang mendapat kemajuan besar.id and dimhad. sejenis rasa nyeri menyebar dari pergelangan tangannya ke seluruh tubuhnya. syauqy_arr@yahoo. Musashi telah menempuh jalannya sendiri. Gaya hidupnya di sana tampak jelas dari penampilannya ketika kembali ke peradaban-pipinya secekung pipi rusa. Pada waktu-waktu seperti ini. maka Musashi biasa langsung pergi ke pegunungan dan hidup dengan dirinya dalam kesendirian itu. "Bagus sekali! Aku bahagia sekarang. apa yang dapat dikatakan oleh Takuan? Sudah pasti ia akan berteriak girang dan menyatakan. maka khayalan itu pun lenyap. "Sebentar lagi akan kuikat Takuan di pohon itu juga. dan aku akan duduk di tanah. Kalau sisi praktis dirinya mengingatkan ia betapa Takuan sudah jauh lebih lanjut menempuh jalan itu dibandingkan dengannya. dan sekiranya pada akhirnya ia dapat mengikat Takuan di atas pohon dan menguliahinya. melainkan beraksi. tapi masih bodoh!" Bagaimana persisnya kata-kata tidaklah menjadi persoalan benar.com . Takuan tak akan pernah bersikap langsung macam itu. Memikirkan guru Yagyu tua itu membuatnya sinting dan sekaligus sedih. bahwa menghantam kepala Takuan dengan keunggulan pribadinya merupakan suatu keharusan. ia menjadi sadar sesadar-sadarnya akan ketidakmampuannya bicara tentang Jalan Kesempurnaan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Manakala Musashi memikirkan Takuan.

udara dingin mendekati bunyi itu.com .EIJI YOSHIKAWA MUSASHI giginya yang putih seakan-akan tidak berasal dari dunia. dan jika beruntung ia dapat mengambil penumpang kembali di jalan. Bagaimanapun.. cuaca waktu itu terlalu dingin dan gelap untuk mencoba kembali sebelum matahari terbit. siapa pun di antara petani setempal dapat mengantar mereka ke rumahnya. "Selamat malam." "Terima kasih." "Ke rumah Shishido Baiken?" "Ya. "Saya membawa seseorang dari jauh untuk bertemu dengan suami Nyonya. Sesudah mengucapkan terima kasih. Kami baru saja sampai. Mereka berada di sebuah lembah yang tertutup tiga sisinya. Api menyala di dapur api dan seorang perempuan yang membelakangi api sedang menumbuk-numbuk kain. masih ada waktu untuk melihat apakah Shishido Baiken sungguh seorang manusia sejati. ia menyala penuh keyakinan. tapi karena sudah larut. ataukah sekadar cacing pemakan nasi juga. "ayolah ikut saya. Di dalam. Tuan. dan menghentikan pekerjaannya. "Siapa pula ini?" tanyanya. saya jelaskan. akhirnya mereka melihat cahaya. "Tunggu sebentar. Ia dalam perjalanannya sekarang karena ingin tahu apakah ahli rantai peluru-sabit Kuwana itu memang cakap. tukang kuda membuka pintu dan masuk. hampir-hampir keangkuhan. "Kalau begitu. apa kita dapat menemukannya. Atas perintah Musashi. yang demikian banyaknya menghuni bumi ini? Larut malam barulah ia sampai di tujuannya. Nyonya! Oh! Nyonya ada api. Musashi sependapat dengannya." kata Musashi." 349 thanks to.co. Di depan terdapat timbunan logam tua: dan sisi bawah ujung atap hitam oleh asap. Ternyata itu rumah pandai besi. Dalam sepuluh hari yang masih tersisa sebelum ia memenuhi janjinya di Kyoto. tapi pada waktu malam seperti itu seluruh desa sedang tidur.webng. Sesudah berjalan melintas. Mari kita lihat.id and dimhad. Esok harinya ia akan dapat turun dari Celah Suzuka." kata tukang kuda sambil memanaskan kedua tangannya." Karena Baiken membuka bengkel. Jalan mana pun terpaksa mendaki pegunungan yang tertimbun salju setinggi lutut. Perempuan itu terlompat karena tukang kuda yang mendadak masuk itu. Bagus sekali!" Tukang kuda langsung menuju dapur api itu. Satu-satunya tanda kehidupan adalah bunyi godam yang secara teratur menghantam blok. syauqy_arr@yahoo. si tukang kuda lebih suka mengawani Musashi ke rumah yang dicarinya dan menginap di bawah tepi atap. Saya tukang kuda dari Kuwana. dan meledak-ledak dengan hasrat menjumpai lawan yang berarti. dikatakannya bahwa tukang kuda itu bebas untuk pergi. jauh di pegunungan itu. Dan pencarian ujian atas keberanian inilah yang selalu membawanya turun dari pegunungan. Namun semua itu hanyalah permukaan semata.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. Alasannya yang lain mengadakan perjalanan kemari adalah karena ia berpendapat seorang murid semacam dirinya haruslah berkenalan dengan segala jenis senjata. ha! Kamu sudah datang di Ise. tapi belum tahu Keluarga Arakida?" Waktu itu bayi di dadanya mulai rewel. seperti kepada anak kecil. semua perempuan cenderung keterlaluan melebihkan status suaminya. "Kukira kau ini samurai muda lain lagi yang datang kemari buat dibikin berlumuran darah oleh suamiku. Karena tak ingin melukai perasaannya. Kalau betul begitu. Maka berkilau-kilaulah matanya karena rasa ingin tahu. Musashi berkata. kamu beruntung. Ia datang ke desa terpencil ini bukan untuk dipermainkan oleh seorang perempuan. Musashi mengira ia akan membawakan teh.. Suamiku sedang pergi. Musashi bertanya. Perempuan ini lebih gawat daripada kebanyakan istri. jadi kamu tak perlu kuatir terbunuh. Kerutan keningnya jelas menunjukkan bahwa ia sudah lebih dari cukup menjumpai shugyosha dan sudah tahu bagaimana menghadapi mereka. Ke mana dia pergi?" "Ke rumah Arakida. tidurlah Bayi tidur sungguh manis.id and dimhad. tapi ternyata ia pergi ke tikar tempat tidur seorang bayi.com ." Perempuan itu memandang masam ke arah Musashi. Ia rupanya mengira suaminya orang terhebat di bumi ini. setidak-tidaknya ia bisa mempelajari sesuatu dari memperhatikan senjata-senjata pandai besi itu. itu nakal Dan bikin ibunya nangis juga. Musashi tidak tertawa. tamunya. Dengan nada angkuh ia berkata kepada Musashi." Ia tertawa riang. Tidurlah. Ia perkirakan itulah senjatanya. Kemudian ia duduk di atas tunggul pohon di samping dapur api dan mengamati sekitarnya dari daerah penuangan besi yang menghitam sampai ruangan tempat tinggal yang berkamar tiga. "Tutup pintu! Bayiku bisa masuk angin kalau udara dingin itu masuk. "Apa ini senjata yang digunakan begitu fasihnya oleh suami Nyonya?" 350 thanks to.webng. karena terus terang saja. Pada sebuah papan yang dipakukan ke dinding tergantung sekitar sepuluh senjata rantai-peluru-sabit. Bayi jaga dan nangis. lalu mengangkat anak itu dan menyusuinya. Menurut renungannya. Perempuan yang umurnya sekitar tiga puluh tahun dan agak manis itu meletakkan palunya dan kembali ke daerah tempat tinggal." Musashi membungkuk dan mematuhi perintah itu. Karena menurut pikirannya. Ia jengkel sekali.. dan tanpa menghiraukan." "Di mana itu?" "Ha. "Saya kecewa suami Nyonya tidak ada. tapi. ia belum pernah melihatnya. syauqy_arr@yahoo. perempuan itu menyanyikan lagu buaian dalam logat setempat.co. Kepada Musashi ia berkata.

"Yah. kira-kira seperti itulah." Senjata di tangannya itu terdiri atas satu batang logam yang panjangnya 60 cm (yang dengan mudah dapat disimpan di dalam obi).com . Ketika ia menarik benda itu dengan kukunya. setengah pada diri sendiri. "suaminya tentunya benar-benar patut dilihat." kata Musashi seraya memegang sabit itu dengan tangan kiri dan rantai dengan tangan kanan. Dengan senjata itu. Musashi ingin melihatnya menggunakan alat itu lagi. bahkan cantik." katanya. perempuan itu tampak betul-betul seperti sapi. Sambil membayangkan seorang musuh di hadapannya. orang yang bersenjata pedang bisa menebasmu tanpa kesulitan sama sekali. inilah macamnya. "Kalau perempuan ini dapat mengambil jurus demikian mengesankan. tukang kuda menyatakan dengan suara gumam bahwa mereka itu keluarga yang ditugaskan mengawal Biara Ise. tapi perempuan itu jelas tak punya keinginan melakukannya. "Bukan begitu! Salah sekali!" Sambil menjejalkan buah dadanya kembali ke dalam kimononya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Perempuan itu menggerutu.co. 351 thanks to. Pegang begini." katanya sambil melipatkan kembali pisau itu ke dalam gagangnya dan menggantungkan senjata itu ke sangkutannya." Ia merebut senjata itu dari tangan Musashi dan memperlihatkan padanya bagaimana cara berdiri. Di ujung lain rantai itu terdapat peluru logam yang berat. Perempuan itu mengalihkan matanya dari tempat tidur bayinya unruk memperhatikan. la memandang dengan mulut menganga. ia kembali sibuk dengan pekerjaan di dekat bak cuci. Sesudah membersihkan dinding. seperti mata sabit. Sambil bersandar ke dinding dan menghangatkan diri pada panas api. Di lekuk yang dalam pada salah satu sisi batang logam itu tampak punggung pisau. Ia mencuci pecah belah atau bersiap memasak sesuatu. "Kalau kamu memegangnya begitu. dan ketika Musashi minta dibolehkan memeriksanya. Musashi melihat bahwa pada pedang berwarna biru kehitaman seperti punggung ikan makerel itu terdapat tulisan yang bunyinya. syauqy_arr@yahoo. dan pelan-pelan ia bertanya kepada tukang kuda mengenai Keluarga Arakida. Musashi menurunkan satu senjata dari sangkutannya. Sementara memperhatikan. "Jadi. "Gaya Shishido Yaegaki". dan.id and dimhad. Musashi tak suka melihat seorang perempuan mengambil jurus tempur dengan senjata yang demikian brutal. "Saya dengar orang banyak menggunakannya sekarang ini. ya. ia mengangguk. dan menggerutu lagi. dan umpatnya. ia mengambil jurus dan menimbang-nimbang gerakan yang diperlukannya. benda itu melenting ke samping. Perempuan itu mengambil jurus tersebut hanya sesaat. yang cukup kokoh untuk memecahkan tengkorak manusia." Maka hampir tak sabar lagi ia ingin menjumpai Baiken. "Kukira begini memegangnya. Ketika menyusui bayinya tadi. Ujungnya memakai cincin tempat menyangkutkan rantai. bermartabat. tapi sekarang sesudah siap tempur ia tampak gagah. ia mendekat ke tempat Musashi berdiri.webng." pikir Musashi. tidaklah sukar memotong kepala lawan.

webng. Sibuk mengurusi kakinya. Hanya sedikit orang berjalan. syauqy_arr@yahoo." Sampai sekarang ia menduga musuh-musuhnya akan selalu datang dari 352 thanks to. Warung-warung teh di situ tampak sangat sepi. Orang itu berani bersumpah bahwa keluarganya telah menggunakannya beberapa generasi. tukang kuda segera menyetujui. Mestinya ia langsung ke Kyoto. kota terdekat dengan Biara Ise. "Sakit adalah sejenis musuh yang paling jahat. Ampas tahu ia masukkan dalam kantong kain. Demamnya menanjak dan rasa nyerinya tak tertahankan lagi. Sepanjang hari berikutnya ia gunakan untuk menerapkan obat yang pernah didengarnya. dan rasanya sudah seberat balok kayu. Tak seorang pun yang namanya demikian ada di sana. Sejumlah pohon yang tumbang oleh badai musim gugur masih menggeletak di tempat tumbangnya. Dalam surat tantangan yang dikirimkannya kepada Sekolah Yoshioka dari Nagoya. Ia tak dapat menolak sekarang dengan alasan kaki sakit.id and dimhad. ia berjanji menjumpai Matahachi di jembatan Jalan Gojo. Pagi-pagi. Puas karena telah dibayar hari sebelumnya. Musashi mengirim seorang pesuruh untuk bertanya ke rumah Arakida. demikian pikir Musashi. ia peras sampai keluar airnya. tak akan sukar menemukan tempat mereka itu." demikian pikirnya. Dari rumah penginapan di Yamada. Malam itu kakinya ia bungkus di bawah selimut.com . magang pandai besi itu bangun dan membuka luar bengkel. Disamping itu. Tidak pernah dalam hidupnya ia terbaring tiga hari lamanya. Musashi mengalihkan perhatian kepada kakinya yang luka. Bahkan lebih buruk lagi bahwa bau tahu itu memualkan. dan ia rendam kakinya dalam air itu.co. Pengalaman itu menyebabkan ia berpikir. termasuk mengoleskan obat seperti minyak pemberian pemilik rumah penginapan. Kakinya tampak seperti gumpalan tahu besar membengkak. dan jalan itu sendiri dalam keadaan buruk. Ia mengambil keputusan untuk mencarinya. menurut ingatannya tak pernah ia sakit. Ia gusar karena tinggal beberapa hari lagi waktu yang tersisa baginya untuk berada di Kyoto. ia menyerahkan pada mereka untuk memilih salah satu hari dalam minggu pertama Tahun Baru. Petang hari mereka sudah sampai di jalan panjang berapit pohon yang menuju biara itu. "Namun tak berdaya aku dalam genggamannya. Pagi berikutnya dengan putus asa ia cobakan resep-resep lain. lalu melingkarkan diri di tikar dekat api dan tidur. apakah Shishido Baiken tinggal di sana. Namun tak ada perbaikan. yang dalam semalam itu sudah sangat membengkak. Jawaban yang datang menyatakan bahwa tentunya telah terjadi kekeliruan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Kalau ini benar. Namun bengkak tidak juga surut. ia mengeluh atas kebodohannya telah menyeleweng pergi ke Ise. Karena kecewa. Selain bisul yang pernah dipunyainya di kepala semasa kanak-kanak. Musashi bangun juga dan minta kepada tukang kuda agar membawanya ke Yamada. bahkan juga untuk musim dingin.

Selagi memandang gunung itu. Sekiranya ia hantamkan kakinya ke api bengkel pandai besi itu.co. Tak hendak ia menerima kenyataan bahwa kaki itu benar-benar sebagian dari dirinya. Tanpa dikehendakinya. Lamakelamaan mulai kelihatan olehnya bahwa puncak itu memang Sekishusai yang sedang memandang kepadanya dan atas awan-awan.webng. "Tak bisa aku hanya tinggal di sini membuang-buang waktu!" Dalam keadaan terbaring dengan perasaan jengkel itu. demikian pikirnya sedih. tapi segera kemudian rasa nyeri mendesak kembali ke dalam kesadarannya. pemain pedang tua yang mirip dengan puncak angkuh ini." pikir Musashi. Ia tendang selimut dari kakinya yang bengkak. dan menatap pula kepada Musashi dengan kurang ajarnya. untuk sementara ia lupa akan kakinya. "Kalau menendang ini saja aku tak dapat. sakit sekali. tapi dengan menutup mata. Di seberang pepohonan terlihat olehnya Gunung Mai.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI luar. Penampilan puncak gunung yang congkak itu menyinggung perasaannya. tanpa mengetahui bahwa namanya memang Gunung Rajawali. "Aku mau pergi dari sini! Mana rekening! Sediakan makanan-nasi gorengdan bawakan aku tiga pasang sandal jerami yang berat!" Sebentar kemudian ia sudah ada di jalan. dan sedikit ke timur Gunung Asama. Ia memaksa dirinya duduk bersimpuh dalam gaya resmi. Menjulang di atas pegunungan di antara kedua gunung itu tampak sebuah puncak yang menatap dengan pandangan merendahkan kepada gunung-gunung di sekitarnya. pahlawan "Cerita Perang Hogen". "Itu burung rajawali. Sekarang rempat itu lebih mirip bordil terbuka yang didereti warung-warung teh dan 353 thanks to. menertawakan kelemahan dan kekerdilannya. Maka terpikirlah olehnya Yagyu Sekishusai. tampaklah di hadapannya hutan sekitar Biara Ise. Di situlah tentunya dilahirkan prajurit terkenal Tairo no Tadakiyo. "Di mana saja semua orang ini?" pekiknya. baginya sungguh baru dan memaksanya untuk berpikir. Sakit rasanya. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. Ketika membuka mata.com . Ia menghadap jendela. Hampir-hampir pingsan. Cukup lama waktu berlalu. bagaimana bisa aku mengalahkan seluruh Keluarga Yoshioka?" Ia membayangkan akan menghimpit dan mencekik setan di dalam dirinya. pasti tak terasa sakit lagi. sebelum akhirnya warna merah pada wajahnya mulai berkurang dan kepalanya mendingin sedikit. Tapi sekarang sedikit saja yang mengingatkan orang bahwa tempat itu tempat lahir para pahlawan. Ketika tidak cepat muncul. apakah setan akan menyerah pada kegigihannya yang pantang menyerah itu. ia tarik kaki yang besar bulat itu dari bawah dirinya dan ia tatap. "Tinggal berapa hari lagi tahun ini?" demikian ia bertanya-tanya. terpincang-pincang melewati lapangan pasar. hingga semangat juangnya sekali lagi tergelitik. ia pukul tatami dengan tinjunya. Gayanya yang sombong itu mengejeknya. tulangtulang rusuknya terasa seperti menekan jantungnya dan dadanya terasa mengerut. Ia bertanya pada diri sendiri. Dengan suara keras ia panggil pesuruh. maka kenyataan bahwa ia dibikin lumpuh oleh musuh dari dalam.

sambil mencumbu. Lebih banyak perempuan penggoda berdiri di sepanjang jalan itu daripada pohon. dan menggoda. membujuk. mencengkeram tangannya.id and dimhad. Itu ancaman yang lebih besar dibandingkan dengan musuh yang berdiri dengan pedang terhunus di hadapannya. apabila tubuhnya menyala oleh birahi. tapi melarikan diri dari mereka dalam keadaan hampir tak dapat berjalan itu sama saja dengan menyeberangi kancah logam cair panas. Musashi betul-betul harus berjuang melintasi mereka sambil merengut dan menghindari pandangan mereka yang tak sopan itu. Mereka memanggil-maggil orang lewat dan mencekal lengan baju calon-calon korban yang lewat. tangannya jadi selengket madu. Bukannya ia berkhayal. 354 thanks to. yang berasal dari telapak kaki. Akhirnya ia tak peduli lagi dengan segala macam topeng harga diri. Bagaimanapun ia sudah berhasil tetap mengendalikan diri. Semua itu hanya membikin perempuanperempuan itu tertawa terkekeh-kekeh. dan ia minta maaf pada sebagian dari mereka. sepanjang malam ia gelisah. bahkan ia tak mau berhenti memungut topinya ketika topi itu terlepas dari kepalanya. dan usaha mental macam apa pun darinya takkan dapat menenangkannya. syauqy_arr@yahoo. "Lelaki tampan takkan sampai ke mana-mana dengan mengerutkan dahi macam itu!" Musashi menjadi merah mukanya dan menghuyungkan diri dengan membuta. dan ia pun lari. Sama sekali tak bisa ia bertahan terhadap serangan macam itu. Ia sudah tahu ketika meninggalkan rumah penginapan itu bahwa ini akan merupakan siksaan baginya. biar saya gosoki!" Mereka menarik-narik pakaiannya. Rangsangan yang ditimbulkan oleh tangan-tangan yang mencakar-cakar itu lama baru bisa reda. Belakangan. Bahkan Otsu yang polos itu pun kadang-kadang menjadi khayalnya yang penuh nafsu. dan ia bermaksud mengatasinya.com . Ketika seorang dari mereka mengatakan bahwa Musashi "semungil anak macan tutul!".EIJI YOSHIKAWA MUSASHI dikerumuni perempuan.webng.co. Untuk sampai ke biara itu. Maka suara-suara mengikik mengikutinya di antara pepohonan di luar kota itu. "Kenapa kakimu?" "Apa mau saya obati?" "Sini. Setiap langkah yang diambilnya berarti tikaman derita di kepala. walaupun tiap kali menyeret kaki sial itu ia mengutuk pelan. menggenggam tangannya. serangan tangan-tangan putih itu menjadi gencar. Tidak mungkin bagi Musashi mengabaikan perempuan. dan dengan sopan menyatakan menyesal pada yang lain. Bibirnya memerah. Kadang-kadang ia merasa seolah tubuhnya tiba-tiba akan pecah berantakan. Hari ini kakinya memaksanya melepaskan pikiran tentang perempuan. dan bau rambutnya menyengat karena keringat. Mengangkat kaki yang luka itu saja menghabiskan seluruh tenaga yang dapat ia kerahkan. Ingatan tentang bau bedak putih yang tajam tentu saja sudah dapat membuat detak nadinya menggebu. Betul-betul ia tak tahu bagaimana mengatasinya.

dan dengan mata nyalang ia pandang kehampaan di sekitarnya. Di sana ia diam. entah di mana. ia melepaskan pedang dan bungkusan dari punggungnya. Yang menggerakkannya adalah kebutuhan spiritual. Lama ia duduk di sana tak bergerak-gerak. Ia angkatkan kepala.com .co. dan membasuh badan. seperti batu karang. Kendati dilanda nyeri dan derita fisik. Tertarik oleh bunyi damai ini Musashi mencoba berdiri. Sesudah mencapai dinding tanah gedung biara. seruling dan buluh menyuarakan musik kuno. tapi tak melihat seorang pun. tak dapat ia mengatakan.webng. sementara suara anak-anak yang halus menyanyikan doa suci.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Menyeberangi Sungai Isuzu dan memasuki pekarangan biara itu mendatangkan perubahan suasana yang menyenangkan. walau tubuhnya yang enggan itu menolak setiap gerak. Apakah itu. pohonpohonan. dan kebutuhan yang sangat dalam. Dalam keadaan tanpa beban itu ia letakkan kedua tangannya di pinggul dan ia berjalan terpincang-pincang kembali ke Sungai Isuzu. pada hakikatnya. Ia berhenti dan memandang ke dalam. bertelanjang bulat. Apakah itu tidak kekanak-kanakan. Ia rebah di akar sebatang pohon kriptomeria besar. Bahkan bodoh. diraihnya dinding itu dengan kedua tangan dan berusaha merayap dengan gerakan kepiting yang kaku. Sambil menggigit bibir ia memaksakan diri berdiri. bahwa seorang dewasa membiarkan dirinya dikuasai ketidaksabaran? Namun bukan ketidaksabaran itu semata-mata yang menggerakkannya. Ia merasakan suasana suci dalam tumbuh-tumbuhan. Merasa lega karena tidak harus memberikan keterangan tentang dirinya. Lewat rintihan pohon-pohon besar yang suram dan tak henti-hentinya terdengar di hutan suci itu telinga Musashi menangkap bunyi lain. Wisma Para Perawan ini dihuni gadis-gadis muda yang mengabdi kepada dewa-dewa. musik persembahan bagi para dewa. tapi ia ada di sana.id and dimhad. Tubuhnya menyala demam. 355 thanks to. bahkan juga dalam suara burung-burung. Kenapakah ia tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melarikan diri dari rumah penginapan itu? Orang normal mana pun akan tetap tinggal di sana tenang-tenang. sambil merintih pelan kesakitan dan memegangi kaki dengan kedua tangannya. Untung tak seorang pun ada di sekitar. Semua itu diikat bersama dan digantungkannya pada sangkutan di dinding dalam. ia pecahkan es di permukaan sungai dan ia ceburkan dirinya ke air dingin itu. syauqy_arr@yahoo. sampai kakinya terobati. Musashi mendekati pintu belakang bangunan itu. Di sini mereka berlatih memainkan alat-alat musik kuno dan belajar menarikan tari-tarian suci yang diciptakan berabad-abad sebelumnya. berkecipak. sekalipun kulitnya tersengat oleh angin dingin. Seberkas cahaya bersinar lewat jendelanya yang berkisi-kisi. Kira-kira sejam kemudian. Tidak berapa jauh. Pendeta yang lewat bisa-bisa menduga ia sudah gila dan mengusirnya. semangat Musashi pekat dan berdetak penuh daya hidup. Musik itu berasal dari bangunan yang agak lebih jauh letaknya. mencelupkan kepala dan memurnikan diri.

bahwa ia masih jauh dari seorang manusia yang lengkap dan sempurna. tapi menurut jalan pikiran Musashi semua itu omong kosong belaka. tapi tujuannya memang mutlak.co. Ia sadar.id and dimhad. Ia merasa bahwa jauh di dalam dirinya terdapat kelemahan. ia memancing di Sungai Isuzu yang suci dan menggunakan burung elang pemburu untuk menangkap burung-burung kecil di hutan suci itu. dan Musashi tahu bahwa untuk menyelamatkan nyawanya ia harus menggunakan muslihat. beserta seluruh pengikutnya. Mereka harus berbuat demikian untuk menyelamatkan muka. Musashi tidak takut mati.webng. tidak lebih dari tujuh puluh atau delapan puluh mil. dan ia mencoba membangun keyakinan untuk berbuat demikian. Memenangkan perkelahian hidup atau mati dengan segala kekuatan tidaklah lebih dari naluri binatang. Merasa sudah mantap. Mereka akan mengerahkan setiap daya yang ada pada mereka terhadapnya. Apabila ia membandingkan dirinya dengan Nikkan atau Sekishusai atau Takuan.com . Musashi hanya mau membereskan pertempuran dengan kemenangan heroik. yaitu karena ia tahu dirinya belum matang. syauqy_arr@yahoo. walau tidak kehilangan keseimbangan menghadapi mati merupakan keadaan mental yang tinggi tarafnya. Mereka tahu bahwa mereka tak punya pilihan lain kecual membunuhnya. Kalau tubuhnya tak dapat menahan dingin. helai rambut di sepanjang dahinya kaku menjadi kerat-kerat es. Biarlah orang lain gugur secara heroik. Kalau ia dapat menjaga langkah. Apakah secara mental ia sudah siap? Apakah pikiran dan semangatnya sudah benar-benar satu? Musashi belum dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini secara positif. Namun waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual tidaklah dapat ditakar. melainkan kemungkinan menghadapi Yoshioka Seijuro yang sangat nyata. ia bisa sampai di sana dalam tiga hari. bagaimana mungkin ia bertahan terhadap halangan-halangan yang lebih mengancam hidup? Dan pada saat ini persoalannya bukanlah kemungkinan masa depan yang abstrak. kalau itu cocok buat mereka. Musashi yang berbuat seperti orang itu dapat dengan mudah dikira hantu orang gila itu. Menghadapi kemungkinan seperti ini. Karena melakukan penjarahan yang melanggar kesucian ini. Lagi pula.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Menurut legenda Ise. demikian kata legenda itu. bahwa ia belum mencapai taraf pikiran seorang guru sejati. seorang pemanah bernama Nikki Yoshinaga dahulu kala menyerang dan menduduki sebagian wilayah Biara Ise. tak dapat ia mengelak dari 356 thanks to. Kyoto tidak jauh. Bagi Musashi. sesungguhnya tidaklah begitu sukar menghadapi maut. ia menjadi gila sama sekali. Sementara ia mengeringkan diri dan mengenakan pakaian. mencemplungkan diri ke sungai suci itu penting. ia dapat melakukan lompatan itu dengan ringannya. Ketika akhirnya ia melompat ke atas batu. samurai pada umumnya pasti akan bicara tentang "berkelahi dengan segala tenaga" atau "siap menghadapi maut". bukan sekadar hidup. dan itu mengecewakannya. kalau ia sudah tahu bahwa la harus mati. seperti seekor burung kecil.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI kebenaran sederhana ini: ia masih hijau! Analisis yang dilakukannya sendiri atas kemampuan dan sifat-sifat dirinya tidak hanya mengungkapkan kelemahan di beberapa bidang. Majulah ia menentang perlawanan rumput liar. Dan di hadapannya. dan katanya tanpa khayal. dua ratus.id and dimhad. Darahnya yang belum lama ini kedinginan kini mendidih dan tubuhnya mengepul ketika keringat yang keluar dari pori-porinya berjumpa dengan udara dingin. yang sebelumnya tak banyak ditempuh orang. "Aku harus menang!" Ia melintasi air terjun yang tenang dan beku. Serangan itu menindasnya. ia memekik lagi agar semua pohon di hutan suci itu mendengar. Berpegangan pada tumbuhan menjalar yang kuat. hingga ikan forsel pun tak dapat melintasinya. di seberang belukar jarang yang berselimut kabut malam. dan seperti manusia primitif ia merangkak ke atas batu-batu besar dan bersusah payah menerobos semak-semak rimbun di ngarai yang dalam. Musashi memandang batu karang itu. menginjak-injak seenaknya kepala Sekishusai. penuh dengan tebing terjal dan riam." Ia gembira melihat tak ada rintangan tak tertembus di sini. untuk menunjukkan kepadanya bahwa Musashi dapat dan harus menang. pohon. menyeretnya mundur. tiga 357 thanks to. es—musuh-musuh yang mencoba matimatian menyeretnya mundur. Sesampainya di puncak karang meledaklah pekik kemenangan darinya. Wajahnya semerah wajah setan. menimpa belukar di bawah. itu pun dengan bergayut pada batu dan tumbuhan menjalar. Berangsur-angsur terbentuklah tujuan dalam dirinya: mendaki sampai puncak dan melampiaskan dendam. "Aku harus menang. "Ini dia jalan ke Gunung Rajawali. seolah disangga oleh suatu gaya berat terbalik. Orang bilang hanya monyet dan peri dapat memanjatnya. Musashi memeluk permukaan puncak yang merah warnanya itu sambil mencari-cari pijakan kaki. ia mulai mendaki permukaan batu karang. merupakan tantangan. setiap napas. Di ujungnya menjulang tebing yang hampir terjal. Hanya dengan mengerahkan segala tenaga. Setiap langkah. batu-batu kecil menghujan.co. Di seberang tempat bernama Ichinose terdapat jurang yang panjangnya lima atau enam ratus meter. syauqy_arr@yahoo. Dulu ia tertawa ketika Musashi terbaring di tempat tidur. tampak olehnya kaki Gunung Rajawali. Tubuhnya bergetar ketika ia memekik. Maka semangat Musashi yang tak kenal menyerah betul-betul tersengat oleh keunggulan Sekishusai. Dari sana terlihat olehnya aliran sungai yang putih dan pesisir perak sepanjang pantai Futamigaura.webng. Seratus kaki. setengah memanjat setengah berayun. melainkan juga kekurangan dalam bidang-bidang lain. Setiap kali ia merasa sudah ada pijakan itu. aku harus menang!" Sambil berjalan terpincang-pincang memudiki Sungai Isuzu. dan kini puncaknya melanjutkan ejekan itu.com . baru ia dapat maju selangkah. Gunung itu Sekishusai.

" pikirnya. hingga jantungnya serasa akan naik dan meledak dari mulutnya. "Berhasil! Aku menang!" 358 thanks to. "Ini dia! Hampir sampai!" Dengan kaki-tangan kejang dan sakit. dan cahaya fajar tiba-tiba tampak di tengah lautan awan putih di bawahnya. jalur putih yang tentunya sungai. Sementara ia bergayut pada batu karang itu. syauqy_arr@yahoo. Tapi dalam hatinya ia menyanyikan lagu kegembiraan meluap. para superman yang harus dan akan ditaklukkannya. Satu saja gerakan keliru akan membuatnya melayang ke riam karang dan batu-batu besar. ia injak-injak dan ia tunjukkan pada mereka siapa yang terbaik di antara mereka. Napasnya terengahengah. Nikkan! Dan untukmu. bajingan!" Dengan segala daya yang ada padanya ia kutuki raksasa-raksasa yang dihormatinya. maka sebagai pemain pedang pasti pada suatu hari ia akan terbunuh. beberapa kaki. Gunung Asama. bahkan ia melahap udara dengan pori-porinya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI ratus—ia kini di tengah awan-awan. Napas Musashi terhenti. mendesir-desir. Gunung Mae. dan lautan terbuka luas. dan Musashi tahu itu. gunung itu menggertak dan meludahkan longsoran batu kerikil dan pasir. Kini. Puncak gunung menatap dingin kepadanya. "Ini untukmu. mengancam meniupnya bersama batu karang dan segalanya.id and dimhad." Alangkah mudah dikatakan.co. Dan setelah meluruskan badan. Apabila awan-awan itu bersibak. matanya terpejam tak berani bergerak. Ia mencari-cari pijakan lain. Takuan!" Ia panjati kepala berhala-berhala itu. lalu berhenti.com . angin berembus. Permukaan gunung yang kasar mulai terasa seperti kulit ibunya. Ia dan gunung itu kini satu. Demikian pekat tegangan yang dialaminya. tapi alangkah sukar dicapai! Karena "sedikit lagi" itulah yang membedakan pedang kemenangan dengan pedang yang kalah. tapi seolah-olah heran melihat mahluk ini mencakarnya. kampung nelayan Toba. Tapi justru pada waktu itu sebutir batu di bawah ibu jari kakinya terlepas dan membuatnya sadar kembali. dari bawah ia tampak seperti tergantung di awang-awang tanpa berat. "Sedikit lagi!" "Sedikit lagi. setelah dekat ke puncak tertinggi.webng. Kemudian tiba-tiba ia sudah tengkurap. Karena bau keringat. ia pegang teguh hidupnya tercinta. Kalau tubuh dan daya kemauannya melemah. Seluruh dunia terhampar di bawahnya: hutan besar yang memagari tempat suci. la hanya dapat memanjat beberapa kaki. Di sinilah pertandingan akan ditentukan. demikian dikatakannya kepada dirinya. "Hampir sampai. para superman yang telah menyebabkannya datang kemari. seakan seseorang menepukkan tangan ke mukanya. dan ia jadi ingin sekali tidur. ia mulai samar-samar merasa sedang bersarang di dada ibunya. Sekishusai! Untukmu. lalu berhenti lagi. "Satu untukmu. ia memandang ke segala jurusan. kembali ia mencakar gunung itu.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Begitu ia sadar telah mencapai puncak. Semangat manusia dan gunung kini sedang melaksanakan karya cipta yang agung di keluasan alam tak terbatas di waktu fajar.webng. 359 thanks to. dan waktu itu tampak olehnya seolah seember penuh nanah kekuningan merembes dari kakinya yang cedera. membubunglah napas kemanusiaan—napas manis kegelapan yang telah terhalau. di perbatasan antara langit dan bumi. tidurlah ia dengan damai. Di sinilah. Ketika akhirnya ia mengangkat kepala.com . begitu daya kemauannya yang sudah menegang itu mendetak seperti tali busur. "Aku sekarang berdiri di atas kepala rajawali!" Matahari pagi yang baru muncul menyinarkan cahaya kemerahan kepadanya dan kepada gunung itu. Tubuhnya yang basah kuyup oleh keringat kini tersatukan dengan permukaan gunung. Musashi merasa bahwa kegembiraan yang tak terlukiskan membengkak memenuhi seluruh dirinya. syauqy_arr@yahoo. Dan dalam selimut kegembiraan meluap yang surgawi itu. Angin di puncak tertinggi menghujani punggungnya dengan pasir dan batu. Di tengah kemurnian angkasa yang mengitarinya. "Tak ada apa pun lagi di atasku!" teriaknya.co. Ia pandang kakinya yang terhujam teguh ke puncak tertinggi. pikirannya pun semurni dan sejernih kristal. Mendadak ia ingin melompat dan melejit ke sana kemari seperti ikan mino di sungai. sementara ia merentangkan tangannya yang berotot dan liar ke langit.id and dimhad.

Tapi sekarang mereka berkimono lengan pendek dan berhakama katun putih." saran seorang di antaranya. dan Mino mencari Musashi. yang pada malam sebelumnya digantungkan Musashi. tergantung di dinding belakang. "Ada apa?" tanyanya. Keduanya di sana. "Barangkali kita mesti memberitahu Otsu. Sekelompok gadis menghambur keluar dari pintu belakang. Mengangkat barang itu ia merasa heran. "Punya siapa itu menurutmu?" "Mestinya punya samurai. dan jangan buang buang waktu lagi. Otsu dan Jotaro datang ke tempat itu dua bulan sebelumnya. mereka mengenakan kimono sutra putih dengan celana bertepi lebar merah tua yang disebut hakama." "Ha? Lebih baik itu kalian bawa ke rumah Arakida. "Barang-barang siapa yang tergantung di sini ini?" tanya Otsu kepada juru masak. Untuk menarikan tari-tarian keagamaan. Ayo belajar sana. syauqy_arr@yahoo." "Tidak. Yang tinggal di asrama itu hanyalah perempuan tua juru masak dan seorang gadis yang sakit. Disana mereka belajar tata bahasa dan berlatih menulis sajak." "Ah. hampir saja barang-barang itu terjatuh karena beratnya. "Sensei! Sensei! Ada yang aneh di bawah sini. bisa juga pencuri yang meninggalkannya di sini. sesudah menyelesaikan kewajiban di biara. dan tiba-tiba seorang di antaranya berseru. "Biar kubawa ke rumah Arakida.id and dimhad. bagaimana kaum pria biasa berjalan membawa beban seberat itu.co. seakan-akan menemukan begal itu sendiri yang berikat kepala kulit dan sedang tidur siang." "Sudah pasti. Ngengat di Musim Dingin TIAP hari." "Itu namanya ribut tak keruan saja. Coba lihat sini!" Otsu meletakkan kuas tulisnya di meja dan menjulurkan kepala ke luar jendela. Ketika ia turun membawa bungkusan dan pedang itu." Mereka berpandangan dan menahan napas. yang biasa mereka kenakan pada waktu belajar atau melakukan pekerjaan rumah tangga.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 27. Juru masak tentu saja tidak tahu. "Apa itu?" dan menuding bungkusan serta pedang yang terikat di sana.com ." kata Otsu.webng. mereka putuskan untuk menetap selama menanti musim dingin." Begitu Otsu turun dari kamarnya. Omi. karena akan sukar berjalan menerobos pegunungan selagi ada 360 thanks to. dan dengan persetujuan bersama mereka berlari kembali ke asrama dan berseru dari bawah susuran tangga di luar kamar Otsu. jangan! Kami takut memegangnya. sesudah mondar-mandir di Jalan Iga. para gadis yang hidup di Wisma Perawan dengan buku di tangan pergi ke ruang belajar di rumah Arakida. "Ada pencuri meninggalkan pedang dan bungkusan. gadis-gadis itu sudah pergi. Sesampai di Ise.

dan sebanyak-banyaknya sekitar dua puluh. hari-hari itu patuh sekali dan dengan penuh tanggung jawab menyesuaikan diri dengan pekerjaan. Apa kau sudah lupa. Terpikir oleh Otsu . pasti kita mendapat kesulitan!" 361 thanks to." "Aku sedang latihan. Bunyi itu terdengar lagi. Tapi ketika anak itu sudah berhenti di depannya. "Jotaro! Jo-o-ota-ro-o-o!" "Ya-a-a?" terdengar jawaban gagah. melukai. Semula Otsu memberikan pelajaran suling di daerah Toba. Lihat ke sana itu. sekalipun umurnya masih muda. karena ada larangan menerima lelaki tinggal di asrama anak-anak perempuan. Seberkas asap naik dari sebuah belukar di kejauhan. ia merasa senang bahwa Jotaro yang wataknya sukar diubah.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI salju.id and dimhad. Juga. bahwa di sini dilarang merusak pohonpohonan. Ia berhenti dan tersenyum. justru pada umur ketika anak-anak lelaki hanya senang bermain dan menyenangnyenangkan diri. sudah tahu aku semua itu. Sebentar saja Otsu sudah mendengar langkah Jotaro." "Tak ada orang yang keberatan dengan latihanmu." "Kupikir kau sedang kerja tadi. siang hari Jotaro menyapu pekarangan suci dan malam hari menginap di gudang kayu Keluarga Arakida. syauqy_arr@yahoo. Jotaro sebetulnya menjadi penghalang Otsu menerima jabatan itu. ia hanya mengatakan. suci buat dewi leluhur kita semua. di mana kau sekarang? Halaman ini lambang kedamaian dan kemurnian. musik suci. Latihan dengan pohon-pohon. Ini wilayah suci. tapi kemudian ia menarik minat kepala Keluarga Arakida. Ketika Otsu melintasi halaman biara. ia pun menerima. "Apa kerjamu dengan pedang kayu itu? Dan pakai pakaian kerja putih lagi. melainkan karena berminat mempelajari musik kuno. tapi bukan di sini Jotaro. Bunyi gemeretak keras yang didengarnya itu mirip bunyi cabang pohon yang patah. panggilnya. kakak ini tadi. barangkali Jotaro di sana sedang menyapu pekarangan dengan sapu bambunya." kata Otsu tajam. atau membunuh binatang? Memalukan kalau orang yang bekerja di sini mematahkan cabang-cabang pohon dengan pedang kayu. kenapa kaulakukan? Kalau Pak Arakida menangkap basah kamu. Ketika Arakida meminta Otsu datang ke biara untuk mengajar gadis-gadis itu." "Ah. yang umurnya sekurangkurangnya tiga belas atau empat belas tahun.com . bukan karena ingin mengajar. yang sebagai pemimpin upacara resmi menduduki tempat kedua sesudah pendeta kepala.co." gerutu Jotaro dengan wajah jengkel. Akhirnya keputusan yang mereka ambil adalah. dan lagi ia ingin tinggal beberapa waktu lamanya bersama gadis-gadis di tempat suci itu. "Oh. dan sambil mencengkeram barang bawaannya. kedamaian hutan tempat suci itu telah mengimbaunya. Otsu berlari menyusuri jalan setapak melintas belukar.webng. "Kalau sudah tahu. angin yang menakutkan dan lain dari biasanya bersiul di antara pepohonan yang tak berdaun.

syauqy_arr@yahoo. Paling tidak. tapi lihat pohon-pohon itu. Burung-burung mematuki atap bangunan sampai bocor. coba lihat berapa luasnya?" "Jotaro!" kata Otsu. Tak ada salahnya kalau memang sudah mati.co. kenapa orang tidak merawatnya lebih baik?" "Memang sayang sekali mereka tidak merawatnya baik-baik.com ." "Dia memang benar." "Bagaimana buruknya?" 362 thanks to.webng. Aku tahu mereka tentunya orang penting. dan Ieyasu itu betul-betul orang besar. jadi Kakak mendengar kuliah itu juga?" "Tentu saja. Membiarkannya rusak seperti ini sama saja dengan membiarkan rumput liar tumbuh dalam jiwa. memegang dagu Jotaro dan mengangkat wajahnya. "Yang kaukatakan itu cuma jiplakan kuliah Pak Arakida. mereka tetap patut mendapat pujian. aku jadi berpikir.id and dimhad. kalau begitu aku tak pernah bisa menang.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Menurutku. Coba. Hideyoshi. dan pohon-pohon yang dirobohkan badai bergeletakan saja seperti waktu robohnya." kata Otsu menyela." "Tidak begitu jelek kalau cuma rumput liar. Waktu aku mendengarkan dia bicara. Pohon-pohon yang disambar petir itu dibiarkan saja mati. Aku tak setuju dengan cara itu." "Tapi Nobunaga dan Hideyoshi itu tak seburuk orang-orang lain. Dan tak ada orang memperbaiki lentera kalau rusak. "Wah. mereka sudah memperbaiki istana kaisar di Kyoto dan mencoba membahagiakan rakyat. apa puri di Osaka itu tidak putih menyilaukan kalau kita lihat dari Samudra di Settsu? Apa Tokugawa Ieyasu tidak membangun purl-puri yang lebih megah di Fushimi dan selusin tempat lain? Apa rumah-rumah baru daimyo dan saudagar-saudagar kaya di Kyoto dan Osaka tidak mengilat karena perhiasan emasnya? Apa ahli-ahli upacara teh Rikyu dan Kobori Enshu tidak mengatakan bahwa secercah kotoran di halaman warung teh bisa merusak aroma teh? "Kebun ini sedang runtuh. tak ada salahnya mematahkan dahan yang sudah mati." "Oh. Biarpun seandainya mereka melakukan hal-hal itu hanya untuk membenarkan tindakannya sendiri terhadap diri sendiri dan orang-orang lain. apa Nobunaga." "Membeokan apa yang dikatakan Pak Arakida tak ada artinya buatku. kitalah satu-satunya orang yang berarti. tapi apa indahnya menguasai negeri kalau menurut kita. kan?" "Itu kalau tidak di sini!" "Itu yang Kakak ketahui! Coba sekarang aku mau tanya. biarpun yang dikatakannya itu benar. Di mana-mana begitu. "Bagaimana bisa Kakak mengatakan tempat ini penting? Coba." "Tanya apa?" "Kalau kebun ini begitu penting. Shogun-shogun Ashikaga jauh lebih buruk. yang kerja di sini cuma aku dan tiga atau empat lelaki tua! Padahal.

Waktu itulah. dan uang tak cukup untuk melanjutkan upacara-upacara kuno dan ritus-ritus suci. aku kan tak akan bikin rusak! Aku cuma mau lihat.id and dimhad." Puas karena sudah mendapat pidato panjang berapi-api dari Otsu. sampai mereka tak peduli dengan apa yang terjadi. Para prajurit selamanya saling perang untuk memperebutkan lebih banyak wilayah. kan?" . Ingin sebetulnya ia menampar Jotaro. dan ranting-ranting berayun-ayun seperti ombak kecil." "Maksud Kakak pertempuran yang terkenal antara Keluarga Yaman dan Kosokawa?" "Ya. Ujitsune pergi berkeliling juga memperjuangkan cita-citanya. "Ini cerita sedih. Jotaro menoleh ke sekitar dengan terheran-heran. berdetap-detap bunyi sandal jeraminya.co." "Ke-shogun-an Ashikaga begitu tidak cakap. "Ada apa?" tanya Otsu. Walaupun demikian. Berani sumpah.webng. Arakida Ujitsune menjadi pendeta kepala Tempat Suci Ise.. sampai akhirnya berhasil mendirikan tempat suci baru. Maka sambil terus tersenyum ia tatap saja anak lelaki itu. ya?" Dan air liur Jotaro mengucur. "Apa yang kamu perhatikan?" 363 thanks to. "Sensei" Seorang di antara gadis tempat suci datang berlari-lari. kan?" "Anak bandel kau ini!" ujar Otsu sambil tertawa sendiri. "Punya siapa itu?" tanyanya sambil mengulurkan tangan. gadis itu memutar badan dan berlari kembali. ke-shogun-an terlalu lemah. Matahari musim dingin bersinar melalui pohon-pohon. "Pak Arakida memanggil Sensei. sama seperti kita semua berutang hidup kepada Dewi Ise. Waktu itulah Jotaro melihat bungkusan yang lain dari yang lain." "Ah. Mata Jotaro memandang seolah melihat hantu di antara bercak-bercak cahaya matahari. bukan? Tapi kalau kita pikirkan. tapi istana kaisar terlalu miskin. sampai terus-menerus terjadi perang. dan tak seorang pun punya perhatian sungguh-sungguh terhadap negeri secara keseluruhan. lebih seratus tahun lalu. syauqy_arr@yahoo.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Kau pernah mendengar tentang Perang Onin. tapi bungkusan yang dibawanya menghalanginya. dan para prajurit begitu sibuk dengan pertumpahan darah. Rakyat biasa tidak mendapatkan kedamaian sedikit pun. Pedang panjang ini besar sekali. Jotaro melompat ke udara sambil tertawa dan bertepuk tangan.. "Hm.. "Jangan sentuh! Tak tahu kita punya siapa ini.com . "Sekarang siapa yang membeo Pak Arakida? Kakak pikir aku belum pernah mendengar itu sebelumnya. ini mesti berat. Dua puluh tujuh kali Ujitsune mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah untuk membetulkan bangunan-bangunan suci." Hampir tanpa berhenti. waktu sudah dewasa orang suka lupa bahwa mereka berutang sumber hidup kepada leluhurnya.

"Waktu gadis itu memanggil 'guru'. Betul-betul aku minta maaf.co. ia berjalan. apa yang dikehendaki Pak Arakida. dan yang paling menyengsarakan pastilah tak adanya kemampuan untuk memandang orang yang dirindukan. ya? Karena kata-kataku?" "Oh. Aku mau tahu. "Kakak marah. melainkan juga untuk empat puluh atau lima puluh anak lain dari tiga daerah yang termasuk daerah Biara Ise. tak apa-apa. tidak hanya untuk gadis-gadis biara." Arakida Ujitomi menyebut tempat tinggalnya Wisma Belajar. Dalam hal tertentu. Ujitomi memiliki pandangan lain. Ujitomi berjuang seorang diri menanamkan benih-benih kebudayaan yang lebih awal dan lebih tradisional di antara orang-orang muda daerah biara itu.com . Dan dengan air mata meleleh di pipi ia berjalan terus.id and dimhad. ia tak pernah bisa mengusir rasa rindu kepada Musashi dari hatinya. paling celaka. yang paling menggerek. Ketika Otsu sedang sibuk. Kalau orang lain mungkin menyatakan bahwa daerahdaerah provinsi tak ada sangkut pautnya dengan nasib bangsa. Cinta itu seperti sakit gigi. tak apa-apa. sehingga apa yang terjadi di masa lalu yang jauh itu tak banyak berarti. Bagaimana mungkin ia memimpikan membawa barang-barang milik Musashi? Karena merasa telah berbuat salah." "Ini bukan salahmu. Ia mengubah sebagian rumah itu menjadi sekolah." jawab anak itu kesal sambil menggigit jari telunjuknya. maka menurut pikirannya 364 thanks to. kenapa pula ia menyinggung Musashi? Sekalipun sudah mendapat nasihat Takuan. dan tanyanya. Tapi jangan kuatir. Kak. tidak. syauqy_arr@yahoo." Otsu tiba-tiba merasa sedih dan sedikit kesal. padahal sekarang zaman orang banyak cenderung menganggap nasib bangsa ini adalah nasib kelas prajurit. Walaupun pernyataan Jotaro itu diucapkan dengan penuh kepolosan. perasaan cinta itu tidak mengganggu.webng. agak jauh di belakang. Di manakah dia? Dari segala kesedihan yang mungkin merundung mahluk hidup. sesaat kupikir yang dia maksud guruku. meletakkan kepala ke dadanya dan mengucurkan air mata bahagia. mencari dan menemukannya. Jotaro ikut saja dengan sedih. Ia coba memberikan kepada orang-orang muda itu sejenis pendidikan yang sekarang tidak terlalu populer: mempelajari sejarah Jepang Kuno yang di kota-kota besar dianggap tidak relevan. Tanpa mengatakan sesuatu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ah. Kembalilah kau bekerja. Baru ketika Otsu membelok masuk gerbang rumah Arakida. Kalau ia dapat mengajar anak-anak setempat mengenai masa lalu." "Maaf. ia tercengkam oleh keinginan yang amat sangat untuk menyusuri jalan-jalan raya lagi. Takuan orang yang begitu tanpa perasaan. Otsu kasihan pada biarawan itu dan pada ketidaktahuannya akan makna cinta. Sejarah awal negeri ini berhubungan erat sekali dengan Biara Ise dan tanah-tanahnya. ia berlari mendekati Otsu. Pedang berat dan perabot usang itu tak berarti apa-apa baginya. Aku cuma merasa sedikit sedih. tapi apabila kenangan mendatanginya.

Aku kan memanggil tadi. "Pemuda biasa takkan datang kemari membawa barang-barang seperti itu. Aku tak suka. tiap hari ia bicara pada anak anak itu tentang karya-karya klasik Tionghoa dan Catatan Tentang Hal-hal Kuno." "Oh? Apa menurut pendapat Bapak seorang lelaki telah masuk Wisma Perawan?" "Ya. tapi sebelum duduk ia menuding barangbarang yang dibawa Otsu dan bertanya apakah itu. Arakida berkata. tapi seperti halnya orangtuanya. bukan prajurit diktator yang tak tahu adat.id and dimhad. seorang gadis biara menyampaikan kepadanya bahwa Otsu sedang menanti." Ia mengantar Otsu masuk kamar belajar pribadinya. sejarah tentang Jepang. "Dan malam kemarin barang itu belum ada di sana. "Saya di sini. "Bapak memanggil saya?" "Saya minta maaf terpaksa membiarkan engkau menunggu. Arakida keluar dari ruang belajarnya yang luas dengan wajah sedikit berkeringat. Kalau ia bekerja keras dengan sabar. Sudah lupa sama sekali.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI barangkali semangat masa lampau itu pada suatu hari akan tumbuh subur seperti pohon besar di hutan suci. Dengan penuh keuletan dan pengabdian. Sudah beberapa waktu ia berdiri di situ. Ia berharap anak-anak didiknya akhirnya akan menghargai buku-buku itu.webng. Dan justru itu yang ingin kukemukakan padamu. "Ini barangkali kelakar samurai. "Betul.com ." "Apa ini ada hubungannya dengan saya?" "Nah. tentu. Tokugawa Ieyasu boleh menjadi shogun "penakluk orang barbar" yang mahakuasa. Seorang samurai menegurku karena memasukkan engkau ke asrama perawan—perawan suci. Tengah malam tentunya orang datang masuk pekarangan. syauqy_arr@yahoo. Ketika anak-anak sudah menghambur keluar seperti kawanan lebah dan melejit cepat ke rumah masingmasing. Di mana dia?" Otsu berada di luar. Arakida melirik." serunya. dan kemudian dengan curiga memperhatikan kedua pedang itu. Silakan masuk. Hideyoshi boleh memegang kendali negeri dan menyatakan diri dengan wali. anak-anak muda tidak boleh salah membedakan bintang keberuntungan seorang pahlawan militer dengan matahari yang indah. dia memperingatkan diriku. mendengarkan pelajaran Arakida." Kemudian dengan wajah tak senang ia menggerutu.co. untuk kebaikanku sendiri. Menurutnya. Ia melakukan hal tersebut lebih dari sepuluh tahun lamanya." katanya. Otsu menjelaskan bagaimana ia sampai mendapat barang-barang itu. aku tak ingin engkau tersinggung tentang ini." "Apa saya sudah melakukan sesuatu yang berakibat buruk pada Bapak?" 365 thanks to. Dia bilang. orang-orang muda nantinya akan mengerti bahwa Dewi Matahari yang agunglah yang menjadi lambang cita-cita bangsa. tapi soalnya begini. Sedikit bingung.

" Arakida menoleh kepada Jotaro. karena itu barangkali sudah sewajarnya orang menganggapnya perempuan duniawi. demikianlah dikatakannya. "Tidak. padahal kenyataannya ia masih suci." Sekalipun nada bicara Arakida biasa saja. yah. bolehlah engkau menganggap uang ini sebagai bayaran atas jasamu. bukan sebagai pengakuan kesalahan. tapi aku ingin minta pertolonganmu." Arakida berusaha meyakinkan Otsu. benar ia mengembara dalam hidup ini membawa serta cinta lamanya." "Dengan senang hati saya melakukan permintaan Bapak itu. "Kalau Kakak pergi." 366 thanks to. kau tahu sendiri bagaimana omongan orang.id and dimhad. Dengan wajah terkejut ia menyatakan pada Arakida bahwa ia tak pantas mendapat bayaran. "Bagaimana kalau uang ini kuberikan saja pada anak ini? Dia dapat membelikan apa-apa buat kalian berdua di perjalanan. tak perlu secepat itu sebetulnya. dialah yang mesti membayar untuk makanan dan penginapannya. kau memang bukan lagi benar-benar perawan.webng. Ia cuma terganggu bahwa orang membicarakan yang bukan-bukan. tapi terimalah. biar bagaimana." Ia mengulurkan bungkusan yang berisi beberapa keping mata uang emas. Otsu cepat menyetujui. benar ia terbiasa menjumpai orang banyak. katanya.co. hanya karena memberikan pelajaran suling kepada anak-anak gadis itu. terutama bagi Pak Arakida.. namun air mata marah membanjiri mata Otsu." "Ini ada hadiah kecil. dan orang mengatakan menyimpan perempuan yang bukan perawan bersama-sama gadis-gadis di Wisma Perawan itu bisa menodai tempat suci. Jadi. "Tak mungkin aku menerima uang darimu. tapi kebaikan Bapak sendiri sudah merupakan bayaran buat saya. Namun sungguh merupakan pengalaman meremukkan hati dituduh tidak suci. "Tak banyak. dan bisiknya. dan karena waktu itu akhir tahun "dan lain sebagainya itu".EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tak ada yang mengecewakanku. "Oh. Jotaro yang tadi mengikuti Otsu memilih saat itu untuk menjengukkan kepalanya dari beranda. aku ikut.com . maka ia bertanya apakah Otsu berkenan menghentikan pelajaran suling itu dengan meninggalkan Wisma Perawan. kalau kebetulan engkau pergi ke Kyoto. Otsu menolak menyentuhnya. dan menyatakan bahwa ia akan pergi hari itu juga. Sekarang kau jangan marah. melainkan karena ia memang tak punya rencana tinggal terus di situ dan tak ingin menimbulkan kesulitan. Kau sudah ke sana kemari dengan lelaki. sambil menjangkau rak buku kecil dan mengeluarkan sejumlah uang yang dibungkus kertas. Sekalipun ia benci kebohongan desas-desus itu. syauqy_arr@yahoo. Cuma inilah. Kebetulan aku sudah jemu menyapu kebun tua mereka ini. dan gunakanlah untuk perjalanan." jawab Arakida." kata Arakida. Yang lebih tepat.. ia cepat mengucapkan terima kasih atas kebaikan Arakida selama ia tinggal di sana. Benar ia banyak mengadakan perjalanan ke mana-mana. Arakida rupanya tidak terlalu mementingkan soal itu.

"Pertolongan yang kuminta padamu.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Terima kasih.co. "Ya-ya. mereka telah menganggapnya sebagai kakak sendiri.webng. "Lihat apinya itu. "Apa betul?" 367 thanks to.. Tapi sesudah berpikir lagi ia memandang Otsu. "adalah menyampaikan bingkisan kepada Yang Dipertuan Karasumaru Mitsuhiro yang tinggal di Horikawa. sedangkan mata Jotaro melebar ketika ia membungkuk memperhatikannya lebih saksama. Ia kelihatan bangga akan karyanya." Selagi mereka menatapkan mata dengan penuh kekaguman." tegur Otsu.. dan ia sendiri ingin melayangkan pandangan terakhir sebelum berpisah dengan karya itu. gadis-gadis Wisma Perawan pun jadi sedih. ya?" "Jangan sentuh. Lukisan itu dibuat dengan Gaya Tosa dan bersumber pada seni Jepang klasik. Arakida mengangguk." Ia duduk dan mulai membuka lukisan itu di lantai di hadapannya. seorang pesuruh masuk. Otsu akhirnya menyetujui dan mengucapkan terima kasih kepada Arakida. mereka tidak mengetahui cerita apa yang dilukiskan di situ.id and dimhad. karena itu mereka tampak murung ketika berkumpul mengerumuni Otsu. dan jawabnya. mereka saksikan di hadapan mereka gambaran kehidupan istana kekaisaran kuno dalam coretan kasar dan warna-warna indah serta sentuhan-sentuhan bubuk emas." ujarnya. Walaupun Jotaro tak pernah mendapat pelajaran seni. Mendengar guru suling mereka akan pergi. terpukau juga ia oleh apa yang dilihatnya. tapi ketika Arakida membuka gulungan itu adegan demi adegan." Dan ia menyerahkan bungkusan dan dua bilah pedang yang tadi dibawa Otsu. Apa engkau bersedia membawanya dan menjaga supaya lukisan-lukisan ini tak kena air atau minyak di jalan?" Ini tugas yang tak terduga-duga pentingnya. "Boleh. "Yang Dipertuan Karasumaru minta padaku dua tahun lalu untuk melukis ini." Sambil berkata demikian. Kukira boleh. Karena komentar untuk lukisan itu belum lagi ditulis. Akhirnya lukisan-lukisan ini selesai. Selama dua bulan Otsu tinggal bersama mereka. tapi sebelum membungkus dan memeterai gulungan itu. siap menyampaikan sesuatu kepada Arakida dengan suara pelan sekali. Kyoto.com . Otsu tersengal melihat keindahan gulungan itu. Beliau ada rencana menulis komentar yang cocok dengan lukisan ini dan menghadiahkannya pada Kaisar. dan sejenak kemudian ia menyatakan setuju. ia mengambil dua gulungan dari rak yang sudah goyang di dinding." kata Arakida. syauqy_arr@yahoo.. Tapi kurang pantas kalau ia menolaknya. katanya. dan semula Otsu ragu-ragu menerimanya. "Tapi barangkali ada baiknya kutunjukkan dulu padamu lukisan ini. Tapi sebaiknya suruh orang itu membuat surat tanda terima. "Kelihatan seperti menyala betulan. Itu sebabnya aku tak ingin mempercayakan-nya kepada pembawa surat biasa atau orang istana." kata Jotaro yang cepat mengulurkan tangannya untuk menerima bungkusan itu. "Lihat saja. kan?" Karena sudah dipojokkan. katanya. Kemudian Arakida mengeluarkan kotak dan kertas minyak.

Beberapa di antara mereka menangis. tapi ada yang bilang. "Hei. dan tanyanya. "Tapi mestinya Kakak bisa mencariku. "Ah. "Barangkali dia capek menunggu. cepat sekali!" "Aku selalu cepat!" jawab Jotaro pedas. "Apa belum juga siap?" serunya lagi. tapi sekarang Kakak berangkat tanpa aku!" "Tapi tadi kamu tak ada di tempat!" ujar Otsu. "Sebentar lagi siap. "Tak usah sedih. Mereka mengerumuninya dan mengantarnya ke luar. dia anak Sensei. selama Musashi setia kepadanya." Ingat akan percakapannya dengan Arakida. tanpa perasaan kuatir ia berkata. dan dia jalan duluan. namun tak ada jawaban. Dari jendela." Tak enak juga ia bahwa yang dikatakannya itu tidak benar. Seorang lagi tiba-tiba memandang Otsu. perempuan begitu lama kalau berpakaian dan berkemas?" Waktu itu ia berjemur di pekarangan sambil menguap. Tapi memang dasar tidak sabaran.co. ia berkata menghibur gadis-gadis itu. Saya akan datang berkunjung hari-hari ini. Sebetulnya ia sudah selesai berkemas. Otsu balas berteriak. Barangkali gadis-gadis itu pun menerkanya demikian. Apa tampangku begitu tua dan pantas punya anak sebesar itu?" "Tidak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sensei betul akan pergi?" "Sensei takkan kembali lagi?" Dari seberang asrama. Dalam usahanya meloloskan diri.com . tapi kemudian ia menghibur diri dengan pendapat bahwa yang dikatakan orang lain tak berarti. syauqy_arr@yahoo. Sementara itu. jaga diri kalian baik-baik.id and dimhad. "Belum juga Kakak siap? Kenapa ya. Otsu sudah hafal dengan cara-cara Jotaro. kan? Tadi kulihat di jalan raya Toba sana itu ada orang yang mirip guruku. ada apa sih sebetulnya?" katanya memberengut. sebentar kemudian ia sudah bosan. karena itu mereka corongkan tangan di mulut dan mereka panggil namanya." "Anak brengsek!" ucap seorang gadis. Pada waktu itu Jotaro datang berlari-lari mendapatkan mereka. apa betul dia. Akhirnya seorang dari mereka mengusulkan agar mereka semua mengantar Otsu sampai jembatan suci di seberang Sungai Isuzu. Di sana Jotaro tidak segera tampak.webng. "Aku sudah siap. wajah Otsu memerah. "Tadi Kakak suruh aku menunggu berabad-abad. Aku lari buat melihatnya." jawab Otsu." "Orang yang seperti Musashi?" 368 thanks to. Jotaro berteriak. "Apa dia anak Sensei?" "Anakku? Bagaimana kamu bisa berpikir begitu? Tahun depan aku belum lagi dua puluh satu. Kotak yang terbungkus kain berisi gulungan disandang melintang di punggung. dengan pedang kayu di pinggang. Apa lagi yang ditunggu?" Ia sudah menanggalkan jubah putih dan kembali mengenakan kimono pendek yang biasa. tapi gadis-gadis itu tak hendak melepaskannya. karena melihat keadaannya kecil kemungkinannya ia akan kembali lagi.

" panggil seorang di antaranya. tapi tak mungkin orang itu Musashi. kalau Otsu dan Jotaro mengadakan perjalanan. Nah. tapi gadis-gadis itu menyodok punggungnya dan bertanya kepadanya kenapa ia tidak mencontoh yang dilakukan Otsu. orang bilang. Tak ada hari tanpa menyaksikan cahaya harapan. Ia memang membelok ke Gerbang Tamagushi untuk menyatakan hormat ke kuil pusat. kita akan marah terus sepanjang jalan. Kau bisa kena hukum suatu hari nanti." kata Jotaro." "Apanya yang tolol. Aku mendekati sampai barisan pohon itu dan melihat orang itu baik-baik dari belakang." Walaupun kelihatan puas. karena dia pincang. begitu!" gumam Jotaro. sesudah Jotaro menggabungkan diri dengan rombongan. Tahu tidak. betapa baiknya mereka. syauqy_arr@yahoo." kata Otsu tenang. Kini. mereka melihat orang yang mengingatkan keduanya kepada Musashi-orang yang lewat jendela. yang disusul kekecewaan." "Aku tahu. ronin yang menunggang kuda. "Aku tak ingin membungkuk pada tempat suci tua mana pun. dan gadis-gadis itu pulih kembali semangatnya. jadi baik sekali mereka mengawani kita sampai jembatan. samurai di perahu yang baru saja berangkat.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Ya. "Oh. "Sayang sekali kau keliru. "Aku?" tanya anak itu tak percaya. ia menundukkan kepala ke arah tempat suci itu dan beberapa saat lamanya mengambil sikap berdoa diam. katanya. menunjukkan hormat kepada Dewi Matahari? Dia tak seperti dewa-dewa kecil yang dipuja orang di kota-kota itu. Dengan harapan menjulang tinggi. Mereka cuma sayang melihat aku pergi. Hal seperti ini sering terjadi berlusin-lusin kali. tapi ternyata bukan dia. kesedihan karena perpisahan menjadi surut. tenanglah sekarang. Ke mana pun mereka pergi." "Tak boleh kau bicara begitu." "Tolol rasanya membungkuk macam itu. sekalipun Jotaro sendiri patah hati. Sambil menertawakan kejadian itu. musafir yang samarsamar kelihatan dalam joli." Selamanya seperti itu saja.id and dimhad. meniru gaya kata-kata Otsu.com . "Sensei. "Apa saja kerja mereka ini di sini? Apa akan pergi dengan kita?" "Tentu saja tidak. "Dia pikir tak boleh meninggalkan tempat ini tanpa ucapan selamat berpisah kepada dewi. mereka mengejar untuk memastikannya." "Oh. tapi jangan lalu uringuringan karena aku jalan dulu. Sambil menangkupkan tangan satu kali. Karena itulah sekarang Otsu tidak sekesal biasanya." Ia puas melihat dari kejauhan." 369 thanks to. kalau kita memulai perjalanan dengan kesal. tapi akhirnya hanya saling pandang dengan sedih.webng.co. Jotaro masih juga melengos dan melontarkan pandangan kasar kepada gadis-gadis yang berarak-arak di belakang. "keliru. Tingkah Jotaro membuat semuanya tertawa terpingkal-pingkal. itu bukan jalan ke jembatan. Kupikir aku akan menjumpaimu di jembatan.

Sampai di sana ia menghadap tempat suci." "Buat apa?" "Apa kau sendiri tak pernah cerita? Waktu Musashi akan dibunuh pendeta-pendeta dari Hozoin itu kau mengangkat tanganmu dan berdoa sekeras-kerasnya! Kenapa di sini tak bisa kamu berdoa?" "Tapi." Salah seorang gadis mengungkapkan. mereka semua melihat. kaget oleh kekasaran Jotaro. "Betul-betul kau mesti berdoa." "Baiklah. 370 thanks to.co. Jotaro.id and dimhad. "Apa yang terjadi?" tanyanya "Kalian kelihatan kesal.. kami akan membalikkan badan. tapi Otsu mencuri pandang kepadanya." tegur Otsu. dan dengan cara yang sangat kekanak-kanakan ia membungkuk dalam-dalam secepat kilat. Jotaro berlari ke arah Gerbang Tamagushi.webng." "Kau tahu itu tidak baik.com . kalau begitu kenapa kau tidak menyatakan hormat?" "Sebab aku tak mau.. cuma karena kami menyuruhnya membungkuk kepada dewi. "Dia sebut kami perempuan sinting." Mereka pun membelakanginya. Waktu itu Otsu sudah selesai sembahyang dan datang kembali ke dekat mereka. syauqy_arr@yahoo." "Tidak percaya. aduh!" seru gadis-gadis itu serentak.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Aku tak tahu!" "Nah. kalian semua perempuan sinting!" "Aduh. supaya tidak melihat kamu. "Jahat sekali!" ujar salah seorang gadis. ya?" "Diam.

banyak artinya. Jotaro berkata senang. Kalau lari. kemudian melanjutkan perjalanan lagi sebelum kabut pagi menghilang.co. wajah Otsu memerah dan ia berjalan terus secepatcepatnya. "Oh. Pasti dikiranya kita sinting." "Kalau begitu. merasa puas dan bangga karena hidup di dunia ini. terpaksa aku membunuhmu!" "Aku tak mau main lagi. Di situ untuk pertama kali mereka merasakan hangatnya matahari terbit yang menyinari punggung. itu lebih baik daripada berjalan di belakang joli atau kuda. syauqy_arr@yahoo. Lihat itu! Orang di warung teh itu memandang kita terus. bahkan juga tumbuhan dan binatang. Kuda Terbang OTSU dan Jotaro tiba di perbatasan larut malam.com 371 . biar cuma pertama di jalan. Senang rasanya menjadi orang pertama. tapi kamu yang mulai." "Buat apa?" "Aku lapar.id and dimhad. bukan aku?" "Ya." "Sudah lapar?" "Apa tak bisa kita makan separuh kue nasi yang buat makan siang?" thanks to. Tak ada orang di depan kita." protes Jotaro. "Semua membungkuk! Semua membungkuk kepada Yang Dipertuan!" Seorang lelaki memandang bertanya-tanya dari bawah ujung atap warung teh. Mesti Kakak akui. "Tak boleh kamu lari dari tuanmu. Ia tampak penuh harapan dan keriangan." "Kedengarannya bangga betul kamu. kenapa tidak kamu umpamakan dirimu seorang samurai besar yang sedang menunggang kuda dan memeriksa tanahmu yang luas? Aku akan jadi pembantumu." Otsu memungut sebatang bambu." "Apa menurutmu jalan ini lalu jadi lebih pendek?" "Oh. bukan. Tertangkap basah sedang bermain seperti anak-anak. Ia berhenti melihat bulatan emas besar itu. "Bukan main indahnya!" ujar Otsu." "Kalau tak ada orang lain di jalan yang kujalani. "Kita berdua yang pertama di jalan ini. menginap di sebuah rumah penginapan. Apa artinya?" "Oh.webng. kan Kakak yang main tadi. Itulah saat indah ketika semua benda bernyawa." "Mari kita kembali ke sana. aku merasa jalan itu milikku.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI 29. ah!" "Lho. Dari Gunung Fudesute mereka berjalan ke Yonkenjaya. jangan begitu. dan sambil mengayun-ayunkan bambu itu dengan khidmat ia berseru-seru dengan nada sama." "Memang betul.

com ." "Tapi kamu ini anak siapa?" "Aku anak ibuku dan ayahku. kan?" "Barangkali. tapi hari ini saja. Walaupun di sekitar itu terdapat empat warung teh. "Hari ini giliranku naik kuda. Kalau begitu pendapatmu. siapa di situ? Aku mau kuda! Keluarkan satu buatku!" Orang tua itu sedang menurunkan daun jendela." "Kalau begitu. mari kita sewa kuda sekarang." jawab Jotaro kurang ajar. Adapun warung yang baru mereka lewati itulah satu-satunya yang tampak oleh mereka. serunya. Berapa sampai Minakuchi? Kalau tak begitu mahal." "Kulihat ada kuda terikat di warung teh itu." "Bandel!" 372 thanks to. bisa diteruskan sampai Kusatsu. Ayolah!" Karena merasa bahwa kalau terus begitu mereka akan kehilangan waktu yang sudah mereka hemat dengan berangkat pagi-pagi. tapi kamu kan belum capek? Menyewa kuda itu membuang-buang uang saja. Aku tak akan capek. itu kan cuma tadi malam. dan cuma karena sudah gelap dan kita mesti buru-buru. Jotaro berlari menjumpai pemilik warung. Kita belum lagi tiga kilometer. kemudian berhenti tiba-tiba. maka Otsu menyetujui." "Anak-anak tak perlu naik kuda. Kalau mesti tunggu sampai lelah. "Apa saja ini! Buat apa memekik sekeras itu!" "Aku perlu kuda.webng. mumpung tak ada orang di depan kita. Begitu Jotaro merasa Otsu mengangguk setuju. Ini lebih aman daripada kalau jalan ramai."­ "Jangan." "Tapi aku ingin naik kuda.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Sabar." "Kakak kan tahu betul." "Kamu ini dewa badainya. Kita dapat menyewanya. Kalau kubiarkan bisa-bisa kamu makan lima kali sehari." "Mungkin. Tampangmu gila macam guntur. Teriakan bernafsu anak itu mengejutkannya dan membangunkannya. Minta disiapkan sekarang juga. seperti ditunjukkan oleh nama Yonkenjaya itu. Kakak bohong tadi bilang aku boleh naik kuda!" "Aku tidak bohong. tak bakal aku naik kuda.id and dimhad. biar kita jalan seratus hari atau seribu lima ratus kilo. "Hei. "Kupikir turunan liar dewa badai. sekarang masih terlalu pagi. Dengan muka masam ia menggerutu." "Ah. aku tak pernah capek. syauqy_arr@yahoo. ia berlari kembali ke warung teh ia memang tidak menantikan anggukan Otsu. Tapi Kakak tak pernah lihat aku naik joli atau menaiki kuda seperti Kakak. aku akan jalan sepanjang hari ini. warung-warung itu terletak di berbagai tempat yang berlainan di lereng Gunung Fudesute dan Kutsutake. Ayolah. Apa tak bisa? Bisa.

"Kalau begitu. Jotaro memandang megah ke sekitar." Ketika mereka akan berangkat. dan ia mengambil keputusan bahwa ia dapat mempercayai Otsu. Ia melompat keluar dari warung sambil memuntahkan sumpah serapah dan berlari mendapatkan binatang itu." "Kenapa tak bisa?" "Tak ada tukang yang membawanya. Sambil meringkik membelah udara. Sikap Otsu yang memohon itu melunakkan si orang tua. Maka aku kuatir tidak mendapat kehormatan meminjamkannya kepada Tuan. Ranting iru tidak mengenai Jotaro.id and dimhad. kau pikir kuda itu buat disewakan? Kuda itu tidak disewakan. "Kakak jalan di depan. syauqy_arr@yahoo. Dia bisa marah dan melemparkanmu. bisa kaubawa dia ke Minakuchi. Soal itu beres. tolong dong!" "Brengsek!" Otsu memegang ketiak Jotaro dan menaikkannya ke punggung binatang itu.webng. tapi begitu dia lihat wajah manis.. Kudanya ini mendengarkan. kuda itu mundur dan membenturkan punggungnya ke tiang. Selagi ia melepaskan tali dan menuntun kuda itu ke pekarangan samping. naik dari belakang?" "Ah. kirim dia kembali." "Apa menurut Kakak. Cuma permintaanku. dong. kalau kau mau. tapi menimpa kuda tua yang tertambat di bawah ujung atap." "Tidak bisa.co.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Mana kudanya!" "Oh. atau juga ke Kusatsu.. Sambil menyerahkan tali kepada Otsu." katanya. "Dudukmu belum benar." "Jangan kuatir. Bajingan!" jerit si pemilik." 373 thanks to. Jotaro mulai lagi." "Hati-hati kamu. ya?" teriak orang itu sambil mengambil ranting menyala dari api di bawah tungku dan melemparkannya kepada anak itu.com . ujar Jotaro marah. "Oh.. "Apa pendapat Kakak tentang dia? Dia perlakukan aku seperti keledai. jadi aku tak akan mendapat kehormatan menyewanya?" "Lancang kamu. kalau tak ada tukang kuda ia dapat membayar uang di muka dan mengirimkan kuda pulang kembali dari Minakuchi bersama musafir yang pergi ke sini. kalau bicara tentang orang tua itu. "Pinjamkan dia untuk aku. kuda tua lemah kaki ini bisa mengalahkan aku?" "Kamu kan belum bisa naik kuda?" "Siapa bilang tak bisa?" "Lalu macam apa pula ini. Jotaro menyahut." Otsu memihak Jotaro dan menyarankan. katanya. ke dunia di bawahnya." Dan untuk mengimbangi nada bicara orang itu.

"Perempuan!" "Ya?" kata Otsu lirih." Orang itu bicara sangat cepat. Hawa setani mengitari tubuhnya. tapi leher orang itu berkelip-kelip seperti ular karena keringat. Dia lewat jalan ini sebelum fajar tadi." Sambil memegang tali kekang dengan satu tangan. bukan kamu!" Orang itu mendengus. perbatasan Omi.id and dimhad. Ia masih mencengkeram bulu tengkuk kuda itu. dan dengan gerakan cepat merebut tali kekang dari tangan Otsu. lalu keduanya berangkat. Barangkali dia lewat beberapa jam lalu. Berikan kuda ini padaku. hingga tidak melihat geletar tubuh mereka. Mereka menghentikan kuda itu dan menoleh. "Apa kita yang dipanggilnya?" tanya Otsu. kamu tak bisa mengambilnya. Otsu melambaikan ucapan selamat berpisah kepada pemilik kuda dengan tangan satunya." "Apa maksudmu tak mau?" "Ini kudaku. Semula mereka hanya dapat menangkap garis bentuknya saja. katanya. Jotaro tetap menggeleng.com .webng. Aku tinggal di Desa Ujii di pegunungan sebelah sana perbatasan. tapi segera kemudian orang itu sudah cukup dekat. tulang rusuknya mengembang dan mengempis. mereka sudah mendengar pekik keras dari tengah kabut di belakang mereka. Tapi ia tak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Ingin sekali ia bertanya. Belum lagi seratus langkah. syauqy_arr@yahoo.co. berhenti. Sambil mencekal bulu tengkuknya. "Aku tak mau." 374 thanks to. kemudian warnanya. seakan bumi di bawahnya menguras seluruh darah tubuhnya. "Turun!" perintahnya sambil menatap Jotaro. tapi kaki dan tangannya gemetar. menoleh kepada Otsu. "Siapa itu kira-kira?" tanya Jotaro. Otsu tegak diam. untuk memastikan apa yang didengarnya itu benar. diiringi langkah kaki berlari. tapi kamu menyesal nanti. Dalam udara dingin itu. Aku sedang mengejar orang yang namanya Miyamoto Musashi. jadi aku mesti jalan cepat kalau mau berhasil mengejar dia di Yasugawa. hingga mereka dapat mengirangirakan penampilannya dan umurnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Baiklah. Di tengah kabut putih mengasap itu terbentuk bayangan orang. "Namaku Shishido Baiken. wajahnya putih seperti mayat. seakan-­akan orang itu diikuti angin pusaran yang sedang mengamuk. Orang itu cepat mendekat ke samping Otsu. kabut mengental menjadi bunga es pada cabang-­cabang dan ranting-ranting pohon. Kuda itu berlari kecil mundur. "Hei. Jotaro memekik. Tak peduli kamu terburu­-buru atau tidak. Baiken demikian terburu-buru. "Kamu bilang Musashi?" ucap Jotaro. "Ayo cepat! Kalau tidak kucambuk kamu!" Dan ia mengacungkan ujung tali kekang itu seperti cambuk. mana boleh begitu! Aku yang menyewa kuda ini. Bibirnya menggeletar.

dan itulah yang dilakukannya berulang-ulang. kujelaskan duduk perkaranya. "Betul.com . Sambil memegang tangan yang berdarah itu ia melompat mundur. Baiken kehilangan keseimbangan. justru pada waktu ia tahu bahwa setidak-tidaknya mereka berada di jalan yang sama. apakah jarak antara Musahi dan dirinya akan bertambah juga. Baginya soalnya bukanlah kuda itu." "Aku tak mau turun. tidak adil kalau Tuan mencoba mengambil kuda ini dari kami. berusaha mencengkeram pergelangan tangan Otsu." ulang Jotaro. tapi kami juga buru-buru. Inilah saatnya Jotaro mesti menggunakan pedang kayunya.. makin banyak Musashi punya waktu untuk lari. tapi mata pedang. "Mestinya kamu sudah tahu." katanya. Otsu jadi ngeri sekali. Baja berkilau cemerlang yang terulur dari tangan Otsu menggaruk tanah dan berhenti di belakang gadis itu. Otsu?" sela Jotaro. Seperti dikatakan anak ini. sehingga tak sengaja menghunus pedang dari sarungnya. kan?" Otsu ingin memeluk anak itu. Tapi tiba-tiba ia melolong kesakitan. Sambil menggigit bibir dan kemudian menjerit.. Tapi karena bingung ia lupa sama sekali akan senjata itu. kami tak mau. satusatunya cara bertahan yang teringat olehnya adalah meludahi muka Baiken. Sambil mengutuk diri sendiri karena sikapnya yang tidak hati-hati. Baiken menjangkau sebelah kaki Jotaro dan menariknya turun. syauqy_arr@yahoo.id and dimhad. ia berjuang untuk memperoleh kembali keseimbangannya. bukan tangan Otsu yang ia parut. Jotaro yang mengetatkan cengkeramannya pada bulu tengkuk kuda itu tampak hanya sedikit lebih besar dari seekor kucu. dan pada detik itulah tangan Otsu menangkap gagang pedangnya.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Awas kau! Sikapku sudah baik sekali. Berhadapan dengan musuh yang lebih kuat daripada dirinya.co. Ujung dua jari tangan kanannya jatuh ke tanah. Rasa takut akan terluka atau terbunuh oleh orang ini mendatangkan rasa asam dan kering dalam mulutnya. Musashi sedang dikejar makin lama ia dapat menghambat iblis ini. "Kamu tidak boleh berbuat begitu!" ia memukul dada Baiken dengan tenaga yang bahkan ia sendiri pun tak menduganya. Baiken melakukan kesalahan lebih besar lagi daripada malam sebelumnya.webng. Tak jadi soal baginya. marah oleh nada bicara anak itu. kan. Tapi memang tak ada soal menyerah dan membiarkan orang itu mengambil kuda. Karena sebagian pedang itu sudah keluar dari sarungnya. "Tak boleh dia ambil kuda ini. tetapi bagaimana mencegah orang jahat ini mengejar lebih cepat. Karena masih menghapus ludah dari wajahnya. "Lebih baik aku mati daripada turun!" "Sudah bulat kamu tak mau melepaskan kuda ini?" tanya Baiken kasar." "Betul. kalian cuma seorang perempuan dan anak yang jalan sendiri. "Anak anjing!" teriak Baiken. Tuan dapat menyewa salah satu kuda yang jalan naik-turun gunung ini dengan teratur. "Anjing!" salak orang itu. tapi." jawab Jotaro geram. "Saya percaya Tuan memang buru-buru. Otsu kini tidak takut pada apa pun dan mengayunkan 375 thanks to.

memeriksa bawah lantai dan dalam gudangnya. Setengah berlari setengah meluncur ia menuruni tanggul di samping jalan.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI pedang itu ke samping. Sesaat kemudian ia melihat pedangnya di bawah sebatang pohon larch. ke mata Baiken yang besar dan pedangnya yang berkilauan. "Kau pikir kau bisa lolos sekarang?" Otsu menatap ke bawah. Setidaknya ia pasti tahu ke mana perginya Musashi. Luka itu tidak dalam. Lima puluh atau enam puluh kaki di bawah sana sebatang sungai melintasi dasar lembah.com . Setelah pusing sebentar. Seorang perempuan tua yang membungkuk di balik mesin pemintal dalam rumah memandangnya ketakutan. Baiken terhuyung-huyung di udara penuh debu. ia dapat meloloskan diri hanya dengan melepaskan pohon itu dan melemparkan diri. Kemudian tampak olehnya Otsu berlari kencang melintasi rumpun kriptomeria yang rimbun. mengitari sebuah rumah pertanian beratap lalang. tangan Otsu guncang dan ia terhuyung ke depan. Ia tahu tak dapat menangkap binatang yang menggila itu. Ia merasakan dekatnya 376 thanks to. Ia menganggap lembah itu sebagai penyelamatnya. Kelihatan bercak­-bercak salju terakhir. karena itu dengan mata marah ia menoleh ke tempat Otsu tadi berada. Otsu jatuh ke bawah dan berpegangan pada akar-akar sebatang pohon. Disertai teriakan tak keruan. kemudian mundur dan menyepak dengan liarnya.co. menyerahkan diri kepada ruang terbuka di bawah. dan sekali sergap ia mengambilnya kembali. syauqy_arr@yahoo. Tapi senjata itu senjata besar berlempeng lebar. sambil berdiri pada kaki belakangnya. Ketika Baiken menghindar. menuju lembah di kejauhan.webng. Anehnya ia tidak takut. ke arah orang itu. tapi waktu itu si kuda menyepak mereka berdua ke udara. tidak setiap lelaki dapat menggunakannya.id and dimhad. Kapan saja ia mau. Ia menyerbu turun bukit dengan tenaga bagai tanah longsor dan segera dapat menguasai jarak yang memisahkan mereka. ia sadar bahwa pedang mengenai pantat kuda. panjangnya hampir tiga kaki. sementara Jotaro terus bergayut kuat-kuat pada punggungnya dan darah mencurah di belakangnya. ia bisa menjadi umpan yang baik sekali. kuda meringkik keras dan terbang ke jalan seperti anak panah lepas dari busurnya. Sesudah ia membenahi diri. Lumpur dan kerikil jatuh ke wajahnya ketika ia memandang ke atas. "Tolol!" kata Baiken menghina. Tapi Otsu sudah tak ada. Kemudian. Ia rasakan kedua tangannya terpilin sekilas dan darah hitam kemerahan menyembur ke wajahnya. "Anjing!" teriaknya sambil mengulurkan tangan kiri dan memegang rambut Otsu. tapi kuda itu memperdengarkan suara mengerikan. tapi kakinya tergelincir dan tubuhnya jatuh ke ujung karang terjal. Di situ tubuh itu berayun-ayun seperti bandul jam. Baiken mencengkeram terus pergelangan tangan Otsu dan mencoba memperoleh kembali pedangnya. terpikir olehnya: tentunya ada hubungan antara perempuan ini dengan Musashi! Dan kalau ia teman Musashi.

" "Lembah Kaga?" "Katanya. Baiken sudah di Lembah Kaga. Baiken berlari seperti kambing gunung di antara batu-batu karang. bukan soal. Aku ambil jalan pintas. kuda itu demikian menggila. mendaki bukit turun lembah. dan berteriak." Ketiga orang itu sebagian orang-orang yang ikut melakukan pencarian sia-sia malam sebelumya. Tapi dia pergi ke sana atau menyeberang Gunung Tsuchi ke Minakuchi.webng. dan lari ke Lembah Kaga. seakan terjebak oleh pandangan ganas Baiken. Karena luka baru yang membakar seperti obor. Meskipun sudah tua. tapi kalian terus ambil jalan raya. Ia seolah melihat Musashi seperti bulan bulat di langit penuh badai. "Kalian bertiga turun sini!" "Ada apa?" "Turun sini cepat!" "Kalau kita buang waktu. Sampai di tempat berdirinya Baiken. kita akan bisa menangkapnya di sana. Tepat pada saat itu seorang begundalnya memanggil dari jalan. Musashi akan mendahului kita ke Yasugawa. hingga tak dapat dihentikan seutas tali kekang. Pak!" sahut mereka serempak. dan segera kemudian sudah tidak kelihatan. Kalau kita cepat-­cepat ke Yasugawa. "Hei!" raung Baiken.id and dimhad. Semua jalan itu sampai Ishibe. seorang samurai membangunkannva sebelum fajar. tapi merasa kasihan kepadanya. tapi bukan itu yang dipikirkannya.co. dan menyeretnya dari ujung karang. Baiken cepat menangkap pergelangan Otsu. kalaupun Jotaro tahu carany. memesan makan siang. sedangkan matanya terpancang pada Otsu yang meringkuk di depannya. Otsu terbaring tanpa daya di tanah. 377 thanks to. Orang tua di warung itu tadi bilang. Mereka mengikat Otsu. Pemimpin mereka cepat menjelaskan keadaan itu. melintasi desa-desa." "Biar. mereka dapat menyerbu menuruni lereng dengan kecepatan gerombolan babi hutan.com . Ia berhenti.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI maut." "Baik. "Kita ketemu di Yasugawa." Punggung Baiken membelakangi orang itu. Dengan mencuri­-curi mereka melontarkan pandangan malu ke raut muka Otsu yang pucat. menoleh ke karang. ia melaju membuta ke depan." kata Baiken sebelum berangkat melintasi hutan. "Apa kerja Bapak di sana? Sebaiknya kita cepat-cepat. wajahnya menghadap ke samping. mereka melihat Otsu. Jotaro terus meluncur ke jalan raya. mengangkatnya. "Ikat dia dan bawa. syauqy_arr@yahoo. Karena terbiasa berjalan melintasi pegunungan. Dan buka mata kalian. Ia pusatkan pikiran pada satu-satunya bayangan dalam batinnya: Musashi.

EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Suatu nasib baik semata-mata bahwa Jotaro tidak terlontar. dan Jotaro terpental-pental seperti bola di atas punggungnya. dapat kiranya ia memayungi mata dengan tangan. tapi sesudah beberapa menit saja naik dengan cara yang menegakkan bulu roma seperti itu. "Awas! awas!" jeritnya berulangulang. pikirnya alangkah hebat mencongklang sekehendak hati dengan kuda indah.co. semua orang malah mencoba mencari tempat aman di pinggir jalan dan memaki penunggang kuda yang tidak bertanggung jawab itu. Dalam keadaan sangat terguncang itu.com . karena tanpa pengendara lagi. teriakannya mendadak berubah lagi. Kuda mulai menuruni lereng terjal. ia menyatukan kedua tangannya. ia perbaiki letak tangannya yang sakit. Tapi harapan itu rasanya berlebihan. Jotaro berharap ada orang-siapa saja-yang mau bersukarela menangkap tali kekang yang lepas itu dan menghentikan si kuda. jaraknya tidak lebih tiga meter. Untuk menjatuhkan diri ke tanah. Kata-kata itu sudah seperti doa yang terus diulang­ulangnya. "Berhenti! Berhenti! Berhenti!" nada teriakannya telah berubah. Dan ketika mulai menuruni Bukit Koji. syauqy_arr@yahoo. Lebih kuatir.webng. berangsur­-angsur permohonannya berganti dengan lolongan sedih. Persoalan segera 378 thanks to. Barangkali ia benar. Sebentar saja ia telah melewati Desa Mikumo dan sampai di kota penginapan Natsumi. Kuda lolos dari bawahnya dan lari sedikit lebih cepat. Matanya tertutup. apa yang harus dilakukannya. Karena tak bisa lagi bergayut pada bulu tengkuk kuda. Jotaro ikut juga naik. ia silangkan kedua kakinya di atas dahan itu. Karena lama-kelamaan sadar bahwa teriakan-teriakannya tidak bermanfaat. dan sesaat kemudian sudah tergantung di udara. ia mengetatkan cekalannya pada leher kuda. dan salah satu cabangnya mencongak menyeberang jalan. dan dengan tenang meninjau pegunungan dan lembah Iga yang indah itu-meninjau ke puncak Nunobiki. dengan keyakinan bahwa dewa-­dewa telah mendengar doanya dan menggerakkan anggota badannya ke depan. jarak yang begitu dekat terasa seperti jurang menganga. dan di kejauhan perairan Danau Biwa yang seperti cermin. Ia bergantung terus pada dahan penyelamat hidupnya. "Tolong! Tolong!" jeritnya. dan bertanyatanya dengan gundahnya dalam hati. Tapi Jotaro tak mau memaksa diri melepaskan cengkeramannya. Ketika Jotaro merasa daun-daunan menempel di wajahnya. Bukannya membantu.id and dimhad. kedua tangannya merangkum erat-erat dahan di atas kepalanya. Sekitar sepertiga jalan ke bawah. Ketika ia minta Otsu membolehkannya naik kuda tadi. Apabila pantat binatang itu naik ke udara. Sekiranya ia penunggang ahli yang dapat dengan sempurna mengendalikan kudanya. karena orang jalan dan orang desa tak ada yang mau terluka oleh perkara yang tidak menyangkut kepentingan mereka. Ia melompat seperti kodok. Sungai Yakota. kapoklah ia. sebatang pohon ek besar menonjol dari sebuah karang terjal di sebelah kiri.

" "Kalau kau nekat. kau bisa terbunuh sebelum dapat menolong orang lain. anak lelaki bukan tandingan orang-orang Kohei. "Ya. Beberapa menit lamanya ia duduk malas. Barangkali aku dapat memberimu nasihat. Nah.Otsu." Jotaro mulai berjalan terus. tapi tak berjubah. Sesaat Jotaro menyangka telah mati. ia berkata. kalau tak hendak dikatakan patah. seorang perempuan dan." "Di mana?" "Di Natsumi kulihat beberapa bromocorah berjalan dengan seorang gadis. "Apa kalian tadi jalan bersama?" tanyanya. h. "Haa . tapi biarpun dengan keberanian." 379 thanks to. Namanya Otsu. Aku yakin orang-orang itu gerombolan Tsujikaze Kohei.webng.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI terpecahkan. Kenapa kau tidak tunggu saja di sini? Cepat atau lambat mereka akan lewat sini. semangatnya merosot. dan orang itu bertanya.co.id and dimhad. "Aku mengerti kesulitannya.. tapi aku tak punya alasan untuk campur tangan. tapi orang itu meng­hentikannya. kalau cuma diminta.. Tentu saja aneh. "Halo!" Jotaro menengok. kan?" tanya Jotaro. sebelah tangannya erat memegang pedang kayu. Tanpa mengindahkan tanah yang diinjaknya ia berseru. Mereka pindahan satu desa penuh gelandangan dari Yasugawa ke Lembah Suzuka beberapa tahun lalu. kenapa ada di sana. Tangan gadis itu terikat di belakang." "Itu dia. kulihat. sekarang ceritakan padaku.. "Ya. Sementara ini sembunyilah kamu di semak-semak." "Apa Bapak lihat perempuan manis umur sekitar dua puluh tahun?" "Ya.. betul itu namanya?" "Apa mau mereka menyerahkannya pada Bapak?" "Barangkali tidak. Otsu! O-tsu-u-u!" Tak lama kemudian ia bertemu dengan seorang lelaki berkimono merah kelabu yang menuruni bukit. Berkali-kali orang bertopi itu mengangguk­angguk. Kemudian ia ingat. syauqy_arr@yahoo. Ketika Jotaro selesai bercerita. apa saja semua ini. "Apa yang mungkin terjadi dengan dia? . duduk di tanah tanpa cedera. Sesudah melewati Jotaro ia menoleh dan katanya. Kupikir lebih baik kuselamatkan Otsu. "Apa yang terjadi?" "Bapak datang dari atas bukit sana. aku yakin.. tapi akan kupikirkan hal itu nanti.. "Otsu!" Ia berlari balik mendaki lereng. Cabang itu patah dengan suara berderak.com . dan diam di sana." Jotaro segera menaruh kepercayaan pada orang itu dan menceritakan segala yang terjadi sejak pagi. dan langsung lompat berdiri. Orang asing itu mengenakan hakama kulit dan membawa dua bilah pedang." hanya itu yang dapat dikatakannya.

beres saja. dan saya datang dari Iga. Salah seorang bajingan itu menggeram sambil mendorong bahu Otsu ke depan. kali ini tampak mengenakan topi. mau menangkap dan membunuhnya. kemenakan Watanabe Hanzo. Jotaro!" "Diam!" Jotaro sudah hampir memekik dan melompat keluar dari persembunyiannya. Sannojo?" 380 thanks to. syauqy_arr@yahoo.. Rupanya dia siap tempur sampai penghabisan. "Mengerikan. yang siap melakukan pertarungan besar. jadi saya katakan padanya nama saya Tsuge Sannojo.co. Dia sangat sopan sesungguhnya." "Begitu?" "Saya bertanya padanya. Apa yang terjadi dengannya?. Matanya paling dahsyat yang pernah saya lihat.webng." "Musashi?" "Betul. Karena merasa kuatir.. dan warna mukanya gelap." "Benar yang kau katakan itu. Darah mengering di goresan pada kakinya yang putih. dikitari tiga orang dengan tangan terikat erat di belakang. "Apa pula menoleh-noleh! Jalan cepat!" "Betul itu. Dia bilang Kohei ada di jalan itu dengan begundalbegundalnya. tapi ronin itu sudah kembali lagi. Sesaat Jotaro bertanya­-tanya dalam hati. Pandangan matanya tampak lurus dan tidak mengembara ke kanan atau ke kiri. "Hei!" seru seorang di antaranya. namanya Miyamoto Musashi. jalan!" "Saya mencari teman saya. ia mengangkat kepala ke atas belukar. ia menegur mereka dengan gumaman dan berjalan terus cepat-cepat. "Apa kamu bukan kemenakan Watanabe? Apanya yang mengerikan?" Watanabe adalah nama keluarga tua di daerah itu. dan menanyai tiap orang yang lewat. Sambil berjalan cepat mendaki lereng. Dia minta maaf dan membiarkan saya pergi. Dia berdiri di tengah jalan dengan pedang terhunus. ia menundukkan badan lagi.EIJI YOSHIKAWA MUSASHI Sementara Jotaro memilih rumpun semak dan bersembunyi di baliknya. apakah ia tidak tertipu. Katanya. Umurnya dua puluh enam atau dua puluh tujuh. Satu-dua menit kemudian Otsu tampak. Dia langsung mendatangi saya dan menanyakan nama saya. betul-betul mengerikan!" Ketika melewati Otsu dan orang-orang yang menangkapnya. ia berkata seolah kepada diri sendiri.id and dimhad. seorang pelaksana taktik gaib yang dikenal dengan nama Ninjutzu. Kepala keluarganya sekarang Watanabe Hanzo. "Belum dengar?" "Dengar apa?" "Di kaki bukit ini ada samurai. tapi karena mendengar suara orang. orang itu melanjutkan jalan cepat menuruni bukit. apa yang terjadi. selama saya tak ada hubungan dengan Tsujikaze Kohei. Dia bertekad berkubu di tempat itu dan menanti serangan di situ. tetapi orang-orang itu menghentikannya.com .

webng. Tolonglah kami..EIJI YOSHIKAWA MUSASHI "Tentu saja. Ada jalan yang agak lebih jauh." Mereka segera sependapat dengan saran Sannojo." "Memang kelihatannya dia yakin betul dengan dirinya. pura-pura meneruskan jalan mendaki bukit.." "Mustahil! Kalau saya tolong Anda sekalian dan paman saya tahu. lalu mereka seret Otsu ke sebuah belukar dan mereka ikatkan talinya pada sebatang pohon. Jotaro menanti dengan sabar." "Jangan seperti itu. tak ada bromocorah. Lebih baik Anda sekalian menghindar. ragu-ragu apa yang hendak mereka lakukan. kalian dapat bergerak lebih cepat. Kemudian mereka pergi." kata seorang. syauqy_arr@yahoo. Musashi ini luar biasa kuatnya. Anda sekalian dapat menempuh jalan lembah ke Yasugawa dan memberitahu orang-orang di sana tentang semua ini. dia takkan mengakui saya lagi." "Tak ada hubungannya dengan saya." "Nah." kata Sannojo." "Tidak jelek gagasan itu. "Cukup kukira. bicaralah! Apa yang mesti kami lakukan?" "Hm.id and dimhad. Pak Ketua bilang. Musashi akan berkelahi demi hidupnya. Mereka saling pandang dengan gelisah. Tapi tentu saja saya dapat memberikan nasihat pada kalian. 381 thanks to." "Tapi Anda sekalian mesti hati-hati sekali. sebelum akhirnya mengangkat kepala. Kemudian kalian dapat mengepung Musashi dan berangsur-angsur menjepitnya." "Apa yang mesti kami lakukan menurutmu? Kami lagi membawa perempuan ini ke Yasugawa atas perintah Pak Ketua.com . Dengan begitu. "Sannojo!" "Ya?" "Aku tak tahu apa yang mesti kami lakukan. Tak seorang pun tampak olehnya-tak ada orang jalan. "Mari jalan. kalian dapat mengikat perempuan itu pada sebuah pohon dan meninggalkannya. saya betul-betul merasa takkan bisa melawan­nya. Sambil jongkok di belakang tabir dedaunan. "Lebih baik Anda sekalian hati-hati. Waktu dia mendekati saya dengan pedang. Pertama. dan dia akan membawa beberapa nyawa kalau dia pergi. meninjau sekitarnya. tapi beberapa menit kemudian mereka kembali untuk menyumbat mulutnya." "Ada lagi?" "Kalian jangan ambil jalan ini. Buat apa saya bohong?" Wajah ketiga orang itu pucat. tak ada Sannojo." Mereka masuk hutan.co.

Aku akan berteriak. ketika ia akan bertemu dengan Musashi kembali. ya?" "Kita pergi sekarang?" kata Otsu. kemudian katanya. ya? Aku akan lari duluan buat melihat. supaya tiap orang mendengar. dan menggandengnya. Sampai waktu itu ia harus mencari kesenangan di dalam dirinya sendiri. baik kepada dirinya maupun kepada dewa-dewa." "Memang." kata Otsu sambil berhenti untuk merapikan rambutnya. melambai-lambaikan tangan. ronin itu betul-betul melihat Musashi?" "Tentu saja." Otsu tenang saja. Ia cepat mendapatkan Otsu. Sekarang. meluruskan kerahnya. "Sungguh mengecewakan kalau Musashi tak ada di sana. Mereka berlari ke jalan. Hatinya sudah terbang ke dasar lereng sana. di mana dia tadi?" "Dia