Discussion Board  Topic View

Topic: TIGA DOKTRIN HUKUM KEDOKTERAN DALAM PERJANJIAN TERAPEUTIK
Displaying all 2 posts.


RSI Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman Barat TIGA DOKTRIN HUKUM KEDOKTERAN DALAM PERJANJIAN TERAPEUTIK Dasar dari adanya hubungan hukum antara dokter dengan pasien adalah perjanjian terapeutik. Dalam Ilmu Hukum Kedokteran dikenal istilah TRILOGI RAHASIA KEDOKTERAN, maka untuk penyederhanaan pemikiran, penulis menyebutnya dengan “tiga doktrin hukum kedokteran dalam perjanjian terapeutik sebagai berikut : 1. Persetujuan Tindakan Medik (Informed consent) Pengertian informed consent berasal dari kata ”informed” yang berarti telah mendapat penjelasan, dan kata “consent” yang berarti memberikan persetujuan. Dengan demikian yang dimaksud “informed consent” adalah adanya persetujuan yang timbul dari informasi yang dianggap jelas oleh pasien terhadap suatu tindakan medik yang akan dilakukan kepadanya sehubungan dengan keperluan diagnosa dan/atau terapi kesehatan. “Persetujuan tindakan medik/informed consent adalah persetujuan yang diberikan pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut”. Maka jika seorang dokter akan melakukan tindakan kedokteran / tindakan medis, terlebih dahulu dokter tersebut harus memberikan penjelasan (informasi) mengenai tindakan apa yang hendak dilakukan, apa resikonya, tindakan alternatif lainnya, apa kemungkinan yang akan terjadi jika tindakan tersebut tidak dilakukan. Keterangan ini harus diberikan secara jelas dan dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pasiennya dengan memperhitungkan tingkat pendidikan dan intelektualnya. Jika pasien sudah mengerti sepenuhnya dan memberikan persetujuan (izinnya), maka barulah dokter tersebut boleh melakukan tindakannya. Informasi yang disampaikan oleh dokter kepada pasien mencakup hal-hal diantaranya : a. keuntungan dan kerugian dari tindakan medik yang akan dilakukan, baik diagnostik maupun terapeutik; b. informasi yang diberikan secara lisan; c. informasi dberikan secara jujur dan benar, kecuali bila dokter menilai hal itu dapat merugikan kepentingan pasien; d. informasi yang dapat diberikan kepada keluarga pasien, setelah dokter meminta persetujuan pasien; Yang berwenang memberikan penjelasan (informasi) kepada pasien yang akan diberikan tindakan medik, yaitu : a. Dalam hal tindakan medik yang akan dilakukan adalah tindakan bedah (operasi) atau tindakan invasif lainnya, maka penjelasan (informasi) harus diberikan oleh dokter yang akan melakukan operasi itu sendiri. b. Dalam keadaan tertentu dimana tidak ada dokter yang akan mengoperasi tersebut, penjelasan (informasi) harus diberikan oleh dokter lain dengan pengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab. c. Dalam hal tindakan yang bukan bedah (operasi) dan tindakan invasif lainnya, penjelasan (informasi) dapat diberikan oleh dokter lain atau perawat dengan pengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab. orang yang berwenang memberikan informed consent sebagai berikut : a. Orang dewasa; Bagi pasien dewasa, persetujuan diberikan oleh pasien tersebut, dengan syarat : 1). Berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau telah menikah. 2). Dalam keadaan sadar; dan 3) sehat mental, Pasal 8. b. Wali/kurator; Bagi pasien dewasa yang ditaruh di bawah pengampuan, persetujuan diberikan oleh wali/kurator (pengampu). Sementara itu, bagi pasien dewasa yang menderita cacad mental, persetujuan diberikan oleh orang tua/wali/kurator, Pasal 9. c. Orang tua/wali/keluarga terdekat; Bagi pasien yang berada di bawah umur 21 (dua puluh satu) tahun, persetujuan diberikan oleh orang tuanya/walinya. Apabila tidak mempunyai orang tua/wali dan atau orang tua/wali berhalangan, persetujuan oleh keluarga terdekat atau induk semang (guardian), Pasal 10. d. Keluarga terdekat; Bagi pasien yang tidak sadar/pingsan didampingi oleh keluarga terdekat, persetujuan diberikan keluarga terdekat. Tetapi apabila tidak didampingi oleh keluarga terdekat dan secara medik berada dalam keadaan darurat yang memerlukan tindakan medik segera untuk kepentingannya, tidak diperlukan persetujan dari siapapun, Pasal 11. Penjelasan itu sekurang-kurangnya mencakup : a. diagnosa dan tata cara tindakan medis;

Orang-orang yang berhak memberikan persetujuan atau penolakan tindakan medik. c. Segi keuangan. pasien juga diberikan hak menuntut secara pidana dan secara administratif kepada dokter yang tidak melaksanakan standar profesi. Apabila pasien telah memberikan persetujuan tindakan medik (informed consent) kepada dokter. Rekam Medik (Medical Record) “Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien. maka kedudukan dokter menjadi kuat. pasien tidak akan menuntut dokter yang bersangkutan. Segi hukum. persetujuan atau penolakan tindakan medis dapat diberikan oleh keluarga terdekat antara lain suami/isteri/ayah/ibu kandung. d. b. yaitu pasien yang bersangkutan.Diagnosis. yaitu segala data atau informasi yang bersangkut paut dengan data identitas pasien yang sifatnya non medis. Dalam hal pasien adalah anak-anak atau orang yang tidak sadar. dan e. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. 4.b. pemeriksaan. berkas dan catatan tidak boleh dihilangkan atau dihapus dengan cara apapun. Persetujuan tertulis adalah suatu bentuk persetujuan yang diberikan oleh pasien kepada tenaga kesehatan / dokter / dokter gigi. Untuk pasien rawat nginap sekurang-kurangnya memuat : . d. Segi medis. g. alternatif tindakan lain dan resikonya. anak-anak kandung atau saudarasaudara kandung. penjelasan diberikan kepada anak yang bersangkutan atau pada kesempatan pertama pasien sudah sadar. segera diberikan penjelasan dan dibuat persetujuan. Isi rekam medis terdiri dari : a. untuk menyelamatkan jiwa pasien tidak diperlukan persetujuan. 2.Tindakan/pengobatan yang diberikan kepada pasien. baik ditinjau dari segi pelaksanaan pelayanan medis (praktik kedokteran) maupun dari aspek hukum. Untuk pasien rawat jalan. e. yaitu segala data dan informasi tentang keadaan medis / klinis pasien. dan . Apabila pasien yang bersangkutan berada di bawah pengampuan (under curatele). dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan”. Perlindungan hukum kepada pasien adalah agar pasien mendapat pelayanan kesehatan secara maksimal dari dokter yang menanganinya.dokumentasikan dan dapat dipakai sebagi bahan pertanggung jawaban rumah sakit. f. c. pengobatan. . Apabila tidak ada keluarganya. Menjaga keseimbangan antara dokter (health provider) dan pasien (health receivers) dalam pelayanan kesehatan dapat diwujudkan dari kelengkapan pembuatan rekam medik.Identitas pasien. tindakan. Segi pendidikan. Sementara itu bagi dokter adalah menjaga kemungkinan timbulnya gugatan oleh pasien atau keluarganya apabila ia lalai dalam melaksanakan kewajibannya. Tindakan medis beresiko tinggi adalah seperti tindakan bedah atau tindakan invasif lainnya. karena isinya menjadi sumber ingatan yang harus di. . Keberadaan rekam medik sangat diperlukan dalam setiap pelayanan kesehatan. apabila dokter tidak melaksanakan standar profesi dengan baik. dapat diketahui antara lain dari baik / buruknya penyelengaraan rekam medik. Dimana kedua bentuk data tersebut bersifat rahasia (confidential). 2. Maka dengan demikian. b. karena isinya dapat digunakan sebagai bahan/referensi pengajaran di bidang profesi si pemakai. Segi penelitian. Namun secara yuridis pasien mempunyai hak untuk menggugat dokter. Karena di dalam informed consent telah disebutkan bahwa apabila dokter gagal melaksanakan kewajibannya. Dalam keadaan gawat darurat. Namun terdapat pengecualian sebagai berikut : a. Data sosiologis / non medis. Sedangkan bentuk persetujuan untuk “tindakan medis beresiko tinggi” harus dibuat dalam bentuk tertulis. dimana isi persetujuan itu telah dituangkan dalam bentuk formulir Informed consent yang telah dibakukan dinamakan dengan perjanjian standar.Anamnese. termasuk rumah sakit. Persetujuan lisan adalah persetujuan yang diberikan dalam bentuk ucapan setuju atau bentuk gerakan menganggukkan kepala yang diartikan sebagai ucapan setuju. Segi dokumentasi. Kegunaan rekam medik : a. karena isinya menyangkut adanya jaminan atas kepastian hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk penegakan keadilan. karena isinya dapat dijadikan bahan penelitian guna pengembangan ilmu pengetahuan. resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan. c. Orang-orang yang berhak memberikan persetujuan. Data dalam rekam medik terdiri dari : 1. Data medis / klinis. Dalam hal terjadi kesalahan dalam melakukan pencatatan pada rekam medis. Disamping itu. penjelasan diberikan kepada keluarganya atau yang mengantar. Namun setelah pasien sadar atau dalam kondisi yang sudah memungkinkan. b. d. rekam medis sekurang-kurangnya memuat : . sedangkan tindakan medis harus dilakukan. Oleh karena itu rekam medis harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh dokter dan pimpinan sarana pelayanan kesehatan. karena isinya dapat dijadikan sebagai dasar penetapan biaya pelayanan kepada pasien. yang dititipkan / diamanatkan kepada dokter untuk memperlakukan sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan yang berlaku. baik atau buruknya pelayanan kedokteran / pelayanan kesehatan di suatu sarana pelayanan kesehatan (termasuk rumah sakit). tujuan tindakan medis yang dilakukan. Perubahan catatan atau kesalahan dalam rekam medis hanya dapat dilakukan dengan pencoretan dan dibubuhi paraf petugas yang bersangkutan. Tujuan persetujuan tindakan medik atau (informed consent) adalah memberikan perlindungan hukum bagi pasien dan dokter. karena catatan tersebut digunakan sebagai dasar perencanaan atas pengobatan/perawatan kepada pasien. Bentuk persetujuan yang diberikan oleh pasien terhadap tenaga kesehatan / dokter / dokter gigi dapat diberikan baik secara tertulis maupun lisan. Segi administrasi. Dokumen rekam medis merupakan milik dokter atau sarana pelayanan kesehatan sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien.

Sebelum berlangsungnya perjanjian terapeutik antara dokter dengan pasien. baik pada saat pengobatannya bahkan sebelum maupun setelah pengobatan atau setelah berakhirnya hubungan antara dokter dan pasien tersebut. hasil diagnosis maupun terapeutik.Anamnese. Setelah berakhirnya perjanjian terapeutik. berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ataupun tidak. kemungkinan akan memalukan pasiennya dan atau merugikan kepentingan pasiennya atau kepentingan orang lain dimana rahasia tersebut tidak boleh dibuka baik oleh dokter. segala temuan pada diri pasien dapat dikatakan sebagai rahasia medik atau rahasia kedokteran dan rahasia ini sepenuhnya milik si pasien. 3.Catatan observasi klinis dan hasil pengobatan. . . Dokter tidak boleh membuka rahasia pasien. Rahasia tersebut sebelumnya belum pernah terbuka untuk umum secara meluas. Hal tersebut akan mempersulit dokter dalam melakukan pengobatannya. dokumen. Rahasia yang jika dibuka akan menimbulkan rasa malu bagi pasien. Tentu saja tidak semua informasi atas pengakuan. Masalah larangan membuka rahasia pasien oleh dokter ini merupakan salah satu masalah klasik dalam bidang kedokteran. Rahasia yang jika dibuka akan menimbulkan kemungkinan pasien tidak lagi memberikan informasi selanjutnya kepada dokter. komunikasi.” Menjaga rahasia pasien oleh dokter berarti : 1.Riwayat penyakit.Resume akhir dan evaluasi pengobatan. rahasia tersebut tetap tidak boleh dibuka oleh dokter kepada orang lain. dokumen. hasil laboratorium. Rahasia tersebut bukanlah informasi yang memang tersedia untuk publik (public information).Persetujuan tindakan medik . 2. Pada saat berlangsungnya perjanjian terapeutik. 3. 8. 10. d. dokter. 5. Rahasia yang jika dibuka akan merugikan kepentingan pasiennya. Pasien tidak pernah mengizinkan (no waiver) secara tegas atau secara tersirat untuk dibuka rahasia tersebut. Rahasia yang jika dibuka akan mempersulit pengobatan oleh dokter terhadap pasiennya. Kerahasiaan antara dokter dan pasiennya bukan hanya rahasia yang terbit dari hubungan langsung (konsultasi) antara dokter dan pasiennya. yakni hak untuk tidak diganggu atau dicampuri masalah pribadi oleh orang lain. . 7. ataupun mitra kerja dari dokter. akan menimbulkan kemarahan/gejolak atau sikap masyarakat yang merugikan kepentingan pasien dan atau merugikan kepentingan pengobatan.Tindakan/pengobatan. hasil investigasi. . 2. .Identitas pasien. baik ketika pasien masih hidup bahkan ketika pasien sudah meninggal dunia. Setelah pasien meninggal dunia. oleh bawahan. 3. Dalam bidang medis/kedokteran. Dokter tidak boleh menggunakan rahasia pasiennya untuk kepentingan pribadi dokter atau untuk kepentingan pihak ketiga. Rahasia Kedokteran (Medical Secrecy) Hakikat rahasia adalah : “Suatu hal yang tidak boleh atau tidak dikehendaki untuk diketahui oleh orang yang tidak berkepentingan atau tidak berhak mengetahui hal itu”. Yang dimaksud dengan hubungan kerahasiaan antara dokter dan pasien adalah : “Kerahasiaan atas segala informasi atau pengakuan. 6. yaitu melindungi hak-hak sebagai berikut : 1. atau pihak-pihak lainnya. Sedemikian klasiknya.Catatan perawat. hasil observasi. 2. tetapi belum meluas atau jika rahasia tersebut sudah dibuka sebagai alat bukti. Hak privacy. yakni hak untuk menentukan nasibnya sendiri. fakta dan data. b. informasi tersebut sangat penting dan sensitif. Kewajiban menjaga rahasia tersebut berlaku pada waktu-waktu sebagai berikut : a. . yang dilindungi berdasarkan prinsip hubungan kerahasiaan antara dokter dengan pasiennya. Rahasia tersebut merupakan informasi yang substansial dan penting bagi pasien atau bagi pengobatannya. Bagi pasien. . Merupakan prinsip hukum dan etika bahwa ada informasi tertentu yang tidak boleh dibuka sembarangan. . . jiwa raga.Diagnosis. melainkan termasuk juga perlindungan kerahasiaan dari informasi yang didapatkan dokter dari sumber lain yang berkaitan dengan pasien yang bersangkutan. informasi mana terbit dari hubungan antara para profesional bahkan hubungan bisnis. Jika dibuka rahasia tersebut. atau informasi tentang jiwa dan raga yang diperoleh dokter dari pasiennya atau dari pihak lain yang berhubungan dengan pasiennya itu. data. sehingga dalam bentuk naskah kedokteran/kesehatan kita dapat menemukan ketentuan yang pada prinsipnya melarang dokter untuk membuka rahasia pasien yang oleh pasien telah dibuka kepada dokter yang bersangkutan. Apabila rahasia tersebut telah terbuka untuk umum. atasan. dalam arti bahwa segala sesuatu yang terlanjur telah di informasikan oleh pasien tetap dijaga kerahasiaannya meskipun pasien tersebut kemungkinan tidak jadi menggunakan jasa dokter tersebut. atau jika rahasia tersebut dibuka. atau rekan. baik jika diminta oleh pasien agar rahasia tersebut dibuka.Hasil pemerikaan laboratorik. 4. Hak otonomi. Perlindungan terhadap kerahasiaan yang terbit dari hubungan antara dokter dan pasiennya ini dilakukan dalam rangka melindungi hak-hak individual dari pasien. c. Dokter tidak boleh menggunakan rahasia pasiennya untuk merugikan kepentingan pasien tersebut. atau informasi yang diperoleh dokter dari pasiennya atau dari pihak lain yang berhubungan dengan pasiennya itu merupakan kerahasiaan yang dilindungi oleh hukum.. fakta. termasuk didalamnya hubungan antara dokter dengan pasien. 9. Hanya kerahasiaan tertentu saja yang merupakan rahasia yang dilindungi yakni rahasia-rahasia yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1.

Dari dua hal diatas manakah kedudukannya didalam hukum kedokteran yang lebih diutamakan? Terima kasih over a year ago . Dimana disebutkan setiap perbuatan melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Pengecualian membuka rahasia pasien juga dapat diberlakukan terhadap : 1. over a year ago  Ahmad Mohon maaf sebelumnya. 2. Dasar yuridis dari adanya kewajiban menyimpan rahasia kedokteran ini.Kerahasiaan kedokteran atas pasien dapat dibuka : 1. 3. misalnya seorang pasien yang diketahui oleh dokter menderita penyakit AIDS yang akan menyumbangkan darahnya kepada pihak lain dimana jika tranfusi darah dilakukan dapat menyebabkan tertularnya pihak lain tersebut. 3. 2. Jika dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan lainnya. pasien juga diberikan hak menuntut secara pidana dan secara administratif kepada dokter yang tidak melaksanakan standar profesi. apabila dokter tidak melaksanakan standar profesi dengan baik. baik sekarang maupun yang dahulu. Karena di dalam informed consent telah disebutkan apabila dokter gagal melaksanakan kewajibannya. apabila dokter tidak melaksanakan standar profesi dengan baik. selain diatur dalam UUPK.. pasien tidak akan menuntut dokter yang bersangkutan. Namun secara yuridis pasien mempunyai hak untuk menggugat dokter. berdasarkan hal tersebut terdapat dua hal pokok : 1. Contoh lainnya adalah seorang sopir bus yang mengidap penyakit ayan (epilepsi) yang dapat membahayakan keselamatan penumpangnya. setelah saya membaca artikel ini ada hal yang ingin saya tanyakan sekedar untuk menambah wawasan saya. Pasal 1365 KUH Perdata tentang perbuatan melawan hukum (onrechmatige daad). mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian itu. dihukum dengan penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda. Peraturan Pemerintah No. maka kedudukan dokter menjadi kuat. Hal-hal yang mendesak/membahayakan kepentingan umum atau membahayakan orang lain.. mengganti kerugian tersebut. 2. Jika dilakukan untuk kepentingan kesehatan pasien. 10 Tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran. 4. Karena adanya informed consent pasien tidak akan menuntut dokter yang bersangkutan. Jika dilakukan untuk memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum.. juga dapat dikaitkan dengan ketentuan dalam : 1. Disamping itu. misalnya untuk kepentingan pendidikan kedokteran atau untuk penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran itu sendiri dimana informasi tentang penyakit pasien yang seharusnya dirahasiakan tetapi dibutuhkan untuk kepentingan pendidikan dan penelitian tersebut.” 2. Jika dilakukan atas permintaan pasien sendiri. dalam artikel ini disebutkan: . Jadi dokter secara etika dan hukum wajib memberi tahu bahwa penyumbang darah tersebut adalah penderita AIDS. Pasal 322 KUHP yang menyebutkan : “Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang ia wajib menyimpan oleh jabatan atau pekerjaannya. Secara yuridis pasien mempunyai hak untuk menggugat dokter.Apabila pasien telah memberikan persetujuan tindakan medik (informed consent) kepada dokter. Hal-hal yang termasuk untuk kepentingan umum atau kepentingan yang lebih tinggi.