You are on page 1of 19

Pedoman pelatihan kader posyandu - Presentation Transcript

1. 2. PENDAHULUAN Created by Manjilala | www.human-nutrition.net PENDAHULUAN o Selama ini Kader Posyandu lebih sering menjadi pelaksana kegiatan saja, bukan pengelola Posyandu. o Pengelola Posyandu artinya bukan hanya melaksanakan kegiatan Posyandu saja, tetapi juga merencanakan kegiatan dan mengaturnya. o Kader Posyandu sebaiknya mampu menjadi pengelola Posyandu, karena merekalah yang paling memahami kondisi kebutuhan masyarakat di wilayahnya 3. PERMASALAHAN YANG DAPAT MENGHAMBAT JALANNYA PENYELENGGARAAN POSYANDU o Banyak Kader Posyandu yang tidak aktif lagi dan atau sangat kurang jumlahnya o Pengetahuan, sikap dan keterampilan kader Posyandu kurang, bahkan ada yang belum memahami hal-hal baru berkaitan dengan kegiatan Posyandu. o Adanya perkembangan keadaan dan kebijakan-kebijakan baru yang berkaitan dengan pengelolaan Posyandu 4. PAKET PELATIHAN o Pedoman penyelenggaraan pelatihan kader posyandu o Panduan Fasilitator  Buku II A : GBPP  Buku II B : SAP o Bahan bacaan  Buku kader posyandu dalam UPGK  Buku standar pemantauan pertumbuhan balita  Lembar balik menuju balita sehat  dll 5. BAHAN PENYULUHAN LEMBAR BALIK MENUJU BALITA SEHAT 6. RUANG LINGKUP o Materi pelatihan yang difokuskan pada Program Minimum Posyandu, termasuk masalah gizi masyarakat, khususnya pada ibu hamil, ibu menyusui, Wanita Usia Subur (WUS) bayi dan balita. o Materi pelatihan yang ditekankan pada upaya peningkatan kinerja para kader dalam pengelola Posyandu, meliputi peningkatan pengetahuan, pengembangan sikap dan ketrampilan dalam mengelola dan melakukan pelayanan kesehatan dasar dalam Posyandu 7. TUJUAN UMUM o Setelah selesai mengikuti Pelatihan Kader Posyandu, diharapkan para Kader Posyandu dapat mengelola dan melaksanakan lima kegiatan di Posyandu 8. TUJUAN KHUSUS o Memahami tugas-tugas Kader Posyandu dalam menangani Posyandu. o Mengerjakan pengisian dan membaca Kartu Menuju Sehat. o Melakukan penyuluhan. o Melakukan pencatatan kegiatan posyandu. o Melakukan penilaian masalah sasaran Posyandu. o Memahami metode dan media diskusi serta sikap pemandu yang baik. o Menggerakkan masyarakat. o Melakukan upaya peningkatan gizi keluarga. o Melaksanakan lima kegiatan di Posyandu. 9. LATAR BELAKANG PESERTA o Kader Posyandu lama o Kader Posyandu yang baru direkrut, dan o Calon Kader Posyandu 10. PERSYARATAN PESERTA o ASPEK FISIK : o Pria atau wanita berusia antara 18-50 tahun. o Berbadan sehat jasmani dan rohani. o Mau bekerja secara sukarela mengelola Posyandu. o ASPEK PENDIDIKAN : o Kader Posyandu, baik yang lama maupun yang baru direkrut ataupun yang masih calon, berpendidikan paling sedikit Sekolah Dasar atau yang sederajat.

o Memimpin kegiatan-kegiatan kesekretariatan o BENDAHARA o Menyusun anggaran biaya dan mengajukan kepada Ketua Penyelenggara untuk diambil keputusan. Seksi Pemantauan dan Seksi Penilaian. lugas akan kewenangan masing-masing pelatih / fasilitator 17. o Mempersiapkan materi. Dalam waktu sedikitnya 2 tahun tidak pindah ke tempat (desa / kelurahan) lain. o Menyiapkan akomodasi (tempat pelatihan / ruang sidang / kelas dan ruang diskusi / kerja kelompok (serta asrama bila peserta diasramakan). o Menyelenggarakan pemantauan seluruh kegiatan pelatihan. RINCIAN TUGAS PANITIA o SEKSI PELATIHAN o Mempersiapkan jadwal pelatihan. makalah. RINCIAN TUGAS PANITIA o SEKSI PEMANTAUAN DAN PENILAIAN o Mempersiapkan format-format pemantauan dan penilaian / evaluasi belajar. Disetujui oleh Kepala Desa / Kelurahan tempat tinggalnya 11. sehingga jelas. ORGANISASI PENYELENGGARAAN PELATIHAN o o o o Ketua Sekretaris Bendahara Seksi-seksi :    a. RINCIAN TUGAS PANITIA o SEKSI UMUM o Membantu Sekretaris melaksanakan tugasnya. o Menyelesaikan urusan surat-surat perjalanan bagi peserta pelatihan. Seksi Pelatihan. o Mempersiapkan lokasi praktek lapangan (apabila dijadwalkan) dan semua persyaratan yang dibutuhkan. JUMLAH PESERTA PERKELAS o Jumlah peserta yang ideal adalah antara 12 . o Menyelesaikan urusan pengajuan anggaran pembiayaan yang telah diputuskan. o Memimpin dan mengawasi pelaksanaan pelatihan. RINCIAN TUGAS PANITIA o SEKRETARIS o Membantu Ketua Panitia Penyelenggara dalam melaksanakan tugasnya.20 orang per kelas o o o o 12. o Mengkoordinasikan kegiatan Sekretariat. Ketua Panitia Penyelenggara mengadakan hubungan dengan pihak lain yang dipandang perlu 14. o Memprogramkan acara selingan (olah raga dan rekreasi pada waktu-waktu tertentu) 16. bahan dan media belajar. o Mempersiapkan dan menyampaikan surat pemanggilan calon peserta Pelatihan dan surat-surat lainnya. o Mempersiapkan pelatih / fasilitator. RINCIAN TUGAS PANITIA o KETUA o Mengadakan perencanaan dan persiapan pelaksanaan pelatihan. Bendahara. o Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan praktek lapangan (apabila dijadwalkan). o Untuk kelancaran tugasnya. o Melaksanakan pengetikan dan penggandaan materi serta penyampaiannya kepada peserta. serta penilaian / evaluasi penyelenggaraan pada akhir pelatihan. ruang diskusi / kerja kelompok beserta peralatan-peralatan perangkat kerasnya guna kelancaran proses pembelajaran. reaksi dan penyelenggaraan pelatihan. Seksi Pelatihan c. o Menyelenggarakan penilaian / evaluasi belajar dan penilaian / evaluasi reaksi untuk o Setiap bahasan. Seksi Pemantauan dan Penilaian 13. Seksi Umum b.ASPEK ADMINISTRATIF : Tercatat sebagai penduduk desa / kelurahan terkait. . o Mengkoordinir para pelatih / fasilitator. konsumsi dan transportasi. o Mengatur ruang sidang / kelas. o Menyusun pertanggung jawaban penggunaan anggaran biaya pelatihan 15.

3 Kesulitan yang dihadapi Kader di masing-masing Kritik dan saran untuk kader 10.2 Media Diskusi 7.1 Rencana tindak lanjut pela tihan 11.3 Masalah gizi 9. o Mengadakan evaluasi terhadap peserta dan proses pelatihan o 19.2 Jenis catatan pada KMS 3.1 Pengertian 2.2 Kontrak Belajar 90 Menit 2 Tugas-tugas Kader Posyandu 2.4 Tiga Jenis Kegiatan 6.1 Pengertian zat gizi seimbang 9.5 Hal-hal yang menghambat Usaha peningkatan gizi 9.2 Penilaian Masalah 6.4 Isi Penyuluhan 4. o Merumuskan kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil kegiatan peserta.Pengertian dan Tujuan Kunjungan rumah . dan memberikan umpan balik kepada yang berkepentingan 18.5 Cara Penyuluhan Yang baik dan menarik 90 Menit 5 Pencatatan Kegiatan Posyandu 5. dan penyajian materi sesuai dengan bidangnya.hambatan dan saran-saran Untuk kader 90 Menit 9 Upaya meningkatkan Gizi Keluarga 9.2 Kelebihan dan Kekurangan penyuluhan 4.2 Evaluasi pelatihan 90 Menit Pembukaan dan Penutupan . WAKTU DAN TEMPAT o WAKTU PELATIHAN o Lama Pelatihan Kader Posyandu selama 3 hari efektif.5 Penilaian hasil penimbangan Pada KMS 90 Menit 4 Penyuluhan 4. 9.1 Metode Belajar . MATERI DAN ALOKASI WAKTU NO POKOK BAHASAN SILABI WAKTU (@ 45 M ENIT/ JP) 1 Kontrak Belajar 1.1 Pengertian Lima kegiatan Posyandu 10. NO POKOK BAHASAN SILABI WAKTU (@ 45 MENIT/ JP) 7 Metode dan Media Diskusi serta sikap pemandu yang baik 7.3 Topik Penyuluhan yang Wajib di Meja Empat 4.Langkah-langkah kunjungan Rumah .5 Pemberian Rujukan 6. o Menata situasi proses belajar dengan mengupayakan terjadinya interaksi proses belajar mengajar.6 Kriteria sasaran yang perlu dirujuk 90 Menit 20.2 Tiga kelompok utama dalam Gizi seimbang.125 Menit (25 Jam Pelajaran) 21.3 Manfaat catatan / informasi Pada KMS 3. METODE & MEDIA BELAJAR o Metode Belajar : Partisipatori-andragogi o Media belajar  Perangkat Lunak  Lembar informasi  Lembar penugasan  Kartu jodoh  Kartu arus  Lembar petunjuk simulasi  Lembar kasus  Lembar evaluasi  dll  Perangkat Keras  LCD atau OHP  Papan tulis  Papan lembar balik  Sound sistem  dll 22.3 Paket Pelayanan Minimal dan 2. Dalam jumlah ini termasuk 90 menit untuk Upacara Pembukaan dan Penutupan.3 Sikap Pemandu yang baik 90 Menit 8 Penggerakan Masyarakat 8. o Mengadakan bimbingan pada diskusi / kerja kelompok (dan peninjauan lapangan.Jenis-jenis Metode Belajar .Pembukaan .Penutupan 90 Menit Jumlah Jam Pelajaran 1.2 Langkah-langkah pelaksanaan lima kegiatan Posyandu 10.3 Kunjungan rumah .4 Simulasi pelaksanaan Lima Kegiatan di Posyandu 135 Menit 11 Rencana tindak lanjut dan evaluasi pelatihan 11. TIM PELATIH/FASILITATOR o TUGAS DAN TANGGUNG-JAWAB PELATIH / FASILITATOR ADALAH : o Menata acara belajar. . dengan jumlah jam = 25 jam pelatihan (1 jam pelatihan = 45 menit).2 Macam-macam Format SIP 5.2 Cara Penggerakan masyarakat 8. bila dijadwalkan).Menganalisis informasi hasil pemantauan dan penilaian.Teknik Penggunaan Metode Diskusi kelompok 7. menyiapkan materi.1 Pengertian KMS 3.3 Cara Mengisi Format SIP 90 Menit 6 Penilaian Masalah Sasaran Posyandu 6.2 Tugas-tugas Kader Posyandu 2.1 Perkenalan 1.1 Pengertian Masalah 6.1 Perlunya penggerakan masyarakat 8.4 Langkahlangkah Pencatatan Pada KMS 3.6 cara menghadapi faktor-faktor penghambat 90 Menit 10 Simulasi Pelaksanaan kegiatan posyandu 10.5 Lima kegiatan di posyandu 90 Menit 3 Teknik Mengisi dan Membaca Kartu Menuju Sehat 3.4 Paket pilihan Posyandu 2.1 Pengertian Penyuluhan 4.1 Pengertian Sistem Informasi Posyandu (SIP) 5. sehingga tidak menyita waktu 25 jam pelatihan tersebut.sasaran kunjungan rumah .4 Cara menyusun menu gizi seimbang 9. o Mengarahkan acara belajar dan menilai bahan belajar sesuai dengan rencana pelatihan.3 Waktu Penilaian Masalah 6. Penjelasan-penjelasan Panitia supaya diusahakan sebelum pembukaan atau pada waktu-waktu luang.

o Catatan: rencana tindak lanjut pelatihan yang disusun oleh masing-masing peserta dapat dipergunakan sebagai acuan pembinaan PANDUAN PENYELENGGARAAN PERSIAPAN o Sebelum hari pelatihan. maka masingmasing mendapat tugas untuk 2-3 PB PERSIAPAN (lanjut) o Pengaturan ruangan yang tepat untuk mendorong proses partisipasi para peserta adalah bentuk setengah lingkaran atau huruf &quot. agar mempertimbangkan fasilitas ruang belajar. 24. dan pembahasan bersama). Beberapa peran Pelatih Pendamping adalah : o o . o Memandu kegiatan belajar mengikuti langkah-langkah pada setiap Pokok Bahasan (PB) sesuai dengan Modul Pelatihan PELAKSANAAN (lanjut) o PERAN PELATIH PENDAMPING o Sementara satu orang menjadi pelatih utama yang memimpin kegiatan belajar. sampai kepada pelaksanaan serta monitoring dan evaluasinya. Apabila terdapat 3-4 pelatih. 28. o Meja akan memenuhi ruangan dan menghalangi ruang gerak peserta sehingga membatasi proses partisipasi PERSIAPAN (lanjut) o Pemeriksaan bahan-bahan pelatihan. di luar gedung DIKLAT dimaksud. 30. o Diadakan bimbingan langsung kepada para Kader Posyandu di saat melaksanakan pelayanan di Posyandu dari mulai penyusunan rencana (identifikasi kebutuhan. o Dalam hal penggunaan tempat lain. TEMPAT PELATIHAN Pelatihan Kader Posyandu agar diupayakan diselenggarakan di Gedung DIKLAT di lingkungan Pemerintah Daerah atau di tempat lain bila di pandang perlu. serta melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan Posyandu baik vertikal maupun horizontal. PEMBINAAN o PEMBINAAN PASCA PELATIHAN INI DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA : o Pertemuan berkala TP-PKK Desa / Kelurahan dengan Kelompok-kelompok PKK termasuk Kader-kader Dasawisma dan Kader-kader Posyandu di desa / kelurahannya serta pihak-pihak lain yang terkait.23. buletin atau majalah berkala kepada para Kader Posyandu. o Studi banding ke desa / kelurahan lain yang telah berhasil melaksanakan kegiatan Posyandu. o Sebaiknya disediakan kursi yang memiliki meja lengan sehingga tidak perlu meja lagi. Tujuan dan Waktu yang di perlukan pada setiap Pokok Bahasan (PB) dengan mengacu pada modul pelatihan. pelatih utama mengumpulkan semua media belajar dan bahan yang akan diperlukan selama memandu Pokok Bahasan yang bersangkutan o Menyampaikan Judul. Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah pembagian tugas sebagai pelatih yaitu menentukan satu pelatih untuk setiap Pokok Bahasan (PB). dan alat-alat yang disiapkan panitia PELAKSANAAN o PERAN PELATIH UTAMA o Pelatihan Partisipatif akan berjalan baik jika dilakukan dengan kerjasama tim. analisis. Pelatih utama memiliki peran memimpin proses belajar pada setiap Pokok Bahasan (PB) dengan langkahlangkah sebagai berikut : o Sesaat sebelum dimulai. 31. 29.. para alumni pelatihan perlu diikutkan dalam Pelatihan Penyegaran Kader Posyandu. akomodasi / asrama dan fasilitas belajar lainnya yang memenuhi syarat untuk pelatihan yang partisipatif PEMBIAYAAN o APBN o APBD Provinsi o APBD Kabupaten/ Kota o Lembaga Donor o dll PENDAYAGUNAAN o Alumni Pelatihan Kader Posyandu agar didayagunakan sesegera mungkin secara penuh dan merata. Tim Pelatih perlu bertemu untuk mempersiapkan pelatihan. anggota Tim Pelatih lainnya sebaiknya membaur dengan para peserta pelatihan. o Apabila ada perkembangan baru.U&quot. 26. o Pengiriman selebaran. 25. membahas permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan Posyandu dan mencari jalan untuk mengatasinya. karena terdapat 11 PB. media belajar yang perlu difotokopi pada modul pelatihan. 27.

apakah mereka setuju pendapat peserta tersebut tentang penyebab suatu keadaan ? 36. CARA MELIBATKAN PESERTA o Pelatih mengajukan pertanyaan APA terlebih dahulu sehingga peserta bisa menceritakan pengalamannya. pelatih utama sebaiknya mencatat pendapat peserta pelatihan di atas kertas besar (plano) selama memandu Pokok Bahasan. dapat meminta bantuan pelatih pendamping sebagai pencatat. peserta lebih aktif Mendampingi kegiatan kelompok kecil. Gambar A : Pada diskusi pleno atau curah pendapat. TIPS UNTUK KERJASAMA TIM PELATIH o Selama melibatkan diri dalam diskusi. Catatlah pendapat yang telah disepakati oleh forum. CARA MELIBATKAN PESERTA (lanjut) o Pelatih kemudian menanyakan Mengapa hal tersebut terjadi ? (Apa sebabnya hal tersebut terjadi ?) o Kembali pelatih meminta tanggapan kepada beberapa peserta lainnya.o o o 32. agar peserta pelatihan bisa berbaur. Membantu Pelatih Utama yang sedang bertugas apabila diperlukan. EVALUASI TIM PELATIH o DI TENGAH-TENGAH PROSES PELATIHAN. EVALUASI TIM PELATIH o Apakah semua peserta pelatihan terlibat ? Siapa yang tidak cukup terlibat ? Mengapa ? o Bagaimana kita bisa mendorongnya untuk lebih aktif ? o Apakah ada peserta yang mendominasi? Bagaimana kita bisa mendorongnya untuk memberi kesempatan kepada peserta pelatihan lain? o Apakah peserta pelatihan bisa menerima dan menghargai perbedaan pendapat? o Adakah yang bisa kita lakukan untuk membangun suasana saling menghargai? o Apakah Pelatih masih dominan dibandingkan peserta? Bagaimana caranya agar peserta semakin aktif dan peran pelatih semakin sedikit ? o Pelatih kemudian menanyakan BAGAIMANA cara mengatasi keadaan tersebut? . Pelatih utama menyampaikan masukan dengan mengacu pada Lembar Informasi Kunci (LIK) hanya pada hal-hal yang belum di bahas atau belum disampaikan pada langkah-langkah sebelumnya o o GAMBAR A GAMBAR B 34. Gambar B : Pada akhir setiap Pokok bahasan. apakah mereka juga menemukan kejadian yang serupa ? 35. tetapi hindari perbedaan pendapat yang menjatuhkan pelatih lainnya o Amati peserta-peserta yang pasif dan bantulah pelatih utama untuk membangkitkan partisipasi peserta pelatihan ini dengan cara mendorong agar mereka berani mengemukakan pendapat o Ciptakan suasana tim kerja yang positif dan saling membantu sepenuhnya selama proses 5 hari pelatihan. o Tunjukkan bagaimana cara berbeda pendapat yang baik. perhatikan cara pelatih utama membawakan materi Pokok Bahasan (PB) dan hindari perdebatan dengan sesama pelatih. TEKNIK MEMANDU (lanjut) o Gambar kiri : ada banyak media berupa kartu / gambar / tabel / bagan yang di pakai untuk membantu diskusi kelompok selama pelatihan ini. misalnya memancing pertanyaan kepada peserta agar lebih aktif berbicara dan mengemukakan pendapatnya Ikut berdiskusi dengan peserta lainnya agar suasana membaur dan akrab. Jika pelatih utama mengalami kesulitan dalam menuliskan pendapat. Para pelatih utama dan pendamping perlu selalu memeriksa untuk memastikan peserta pelatihan mengerti isi media / gambar dan cara menggunakanya sebelum mereka memulai kegiatan diskusi kelompok 38. 40.serta KAPAN hal itu terjadi ? o Pelatih kemudian menanyakan kepada beberapa peserta lain. satu pelatih perkelompok jika diperlukan 33. tuliskan tugas-tugas tersebut di atas papan tulis atau kertas besar (plano). Pelatih sebaiknya tidak pernah keluar masuk ruangan seperti juga peserta lainnya 39. TIM PELATIH PERLU MEMANTAU PERKEMBANGANNYA DENGAN MENGADAKAN PERTEMUAN PENDEK (5-10 MENIT). o Bagilah peserta pelatihan dalam kelompok kecil secara acak. meskipun perbedaan pendapat itu terjadi sesama pelatih. o Setiap kali ada tugas kelompok. TEKNIK MEMANDU 37.

Hokeng Jaya. penugasan. tanya jawab. Tim Pelatih mengumpulkan semua dokumen hasil pelatihan yang terdapat pada kertas besar (plano) dan catatan yang di buat selama pelatihan berlangsung.15 dan diakhiri dengan post test dengan hasil nilai rata – rata 9. Baluk Hering. menilai. namun pelatih juga ingat bahwa setiap pokok bahasan dibatasi waktu. dan mengkritik : o Bersikap terbuka o Bersikap positif o • TERIMA KASIH PELATIHAN KADER POSYANDU DI PERDHAKI WILAYAH LARANTUKA Salah satu kegiatan pelayanan ke luar gedung dalam Program KIA di Larantuka adalah posyandu. o Mintalah peserta yang sudah banyak pendapat untuk memberi kesempatan pada peserta lain yang belum berpendapat o Mintalah peserta untuk berbicara fokus kepada hal yang dibahas agar tidak bertele-tele 43. simulasi . bermain peran. Pelatihan diberikan kepada kader dari 9 Unit Kesehatan Perdhaki di 7 desa binaan dan 14 posyandu. karena Posyandu merupakan pelayanan kesehatan yang paling dasar dan paling mudah ditemukan oleh masyarakat. Sebagai pengelola posyandu. Sejauh ini kader posyandu lebih sering menjadi pelaksana dan bukan pengelola. sesudah seluruh kegiatan selesai. Dengan fasilitator dari Dinas Kesehatan Flores Timur Ibu Hironima Jawa Hayon. San Dominggo – Larantuka.Pelatih perlahan-lahan membiarkan peserta saling menceritakan pengalaman dan melontarkan pendapatnya 41. Tim pelatih kemudian membahas rencana penulisan laporan yang merupakan tugas panitia 42. o Batasi jumlah pendapat yang dikemukakan oleh peserta pelatihan. Metode pelatihan: ceramah. kader bukan hanya melaksanakan kegiatan tetapi merencanakan kegiatan dan mengaturnya. desa Lamawalang. INGATLAH BATAS WAKTU o Sekalipun merupakan diskusi yang partisipatif. Desa Lewat. SIKAP PELATIH YANG BAIK o Bersikap sabar o Mendengarkan dan tidak Mendominasi o Menghargai dan rendah hati o Mau belajar o Bersikap sederajat dan akrab o Tidak menggurui o Tidak memihak. sharing pengalaman. TAHAP SESUDAH PELAKSANAAN o Pada hari terakhir pelatihan. Kader yang hadir dalam posyandu berasal dari Kelurahan Sarotari. TUJUAN PELATIHAN KADER 1) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam mengelola posyandu 2) Mendapat tambahan pengetahuan dan ketrampilan dari mendengar dan berdialog selama pelatihan 3) Para kader semakin trampil dalam merencanakan dan melakukan kegiatan pelayanan di Posyandu PELAKSANAAN Dilaksanakan oleh Program KIA di Perdhaki Wilayah Larantuka pada tanggal 9 s/d 11 Juli 2010 di Saron. Pelatihan dimulai dengan pre test dengan hasil nilai rata – rata 7. Maka perlu dilaksanakan pelatihan terhadap kader – kader yang sudah ada atau yang baru direkrut dengan harapan dapat menyegarkan kembali dan menambah pengetahuan serta ketrampilan bagi perkembangan dan kemajuan kader. Desa Kiwangona dan Desa Lamablawa.

Dalam keterbatasannya. Dalam rencananya kegiatan posyandu akan dilakukan oleh para anggota PKK tingkat desa dan kelurahan di bawah koordinasi isteri kepala desa atau lurah setempat. Pada akhirnya posyandu lebih sebagai tempat masyarakat mencari pengobatan.7 % Madya dan 16. Posyandu diharapkan lahir dan dikembangkan atas kesadaran dan upaya masyarakat sendiri. 28 April 2008 Dinkes Bonbol : Posyandu atau pos pelayanan terpadu adalah akronim yang sudah sangat familiar di telinga masyarakat kita. Kader yang tidak aktif dan kalaupun aktif selalu berjuang sendiri bersama tim penggerak PKK. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango. Yang berjalan pun hanyalah terbatas pada kegiatan penimbangan bayi dan pengisian KMS serta pemberian makanan tambahan serta pemberian Vitamin A pada bulan Februari dan Agustus.Materi yang disampaikan selama pelatihan antara lain : 1) Perkenalan. sangat besar harapan pelayanan di posyandu akan meningkat.. Permasalahan lain adalah komunikasi hanya terbatas pada para kader kesehatan dengan ketua tim penggerak PKK. Posyandu juga sebenarnya merupakan salah satu kegiatan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Pada akhir pelatihan kader posyandu peserta melakukan penyusunan rencana tindak lanjut. antara para ibu dan para petugas kesehatan pada tingkat puskesmas.6 % Posyandu Pratama. Katili.7% Posyandu Purnama/Mandiri. MARS pada Pembukaan Pelatihan Kader Posyandu Pratama Tingkat Kabupaten Bone Bolango Tahun 2008. kader yang memang cukup letih berjuang sendiri kadang salah berkomunikasi. Hasil evaluasi Program di akhir tahun 2007 menunjukkan bahwa dari 181 Posyandu di wilayah Kabupaten Bone Bolango. namun pada akhirnya ada semacam persepsi bahwa inilah bentuk &rdquo. awalnya adalah sebuah organisasi pelayanan pencegahan penyakit dan keluarga berencana bagi kalangan isteri berusia subur dan balita. kontrak belajar dan menyusun harapan 2) Tugas – tugas kader posyandu 3) Pengenalan penggunaan buku KIA terbaru (edisi 2009 ada perbedaan KMS antara anak laki – laki dan perempuan ) 4) Pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) 5) Teknik penyuluhan di Posyandu 6) Simulasi pelaksanaan kegiatan posyandu sistem 5 meja 7) Evaluasi dan rencana tindak lanjut (RTL) PENUTUP Evaluasi pada akhir pelatihan kader posyandu menunjukkan hasil sangat memuaskan karena banyak pembelajaran yang didapatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan di posyandu. Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 22 &ndash. 67. 24 April 2008 ini menghadirkan 30 kader Posyandu Pratama. Memang pola seperti ini awalnya hanya dilakukan pada tempat-tempat yang sangat terpencil. Rusli A. dan pemberian imunisasi. namun malah kegiatan yang sebenarnya tidak termasuk dalam program posyandu justru yang dilaksanakan sehingga ramai dikunjungi yaitu perawatan kuratif yang dilaksanakan oleh paramedis dari puskesmas setempat dengan biaya yang disesuaikan dengan kemampuan pasien. bukan . 16. Peranan Kader Dalam Kegiatan Posyandu Monday. Tapi jujur harus diakui bahwa sampai dengan saat ini masih banyak Posyandu yang belum berjalan dengan semestinya. Kegiatan lain tidak berjalan dengan teratur seperti penyuluhan.peningkatan posyandu&rdquo. Tenaga medis akan selalu berlindung di balik alasan kekurangan tenaga dan fungsi mereka hanya pelayanan. dr. Permasalahan yang sering muncul adalah Kegiatan posyandu terkesan sebagai kegiatan rutinitas penimbangan balita. sementara penggerakan aksi masyarakat dan komunikasi masa/kunjungan ke rumah hampir tidak ada. Setelah pelatihan kader ini. atau partisipasi sosial dari setiap komunitas di desa dan kelurahan.

petugas di meja lima bisa melakukan intervensi dengan mencari tahu penyebab turunnya berat badan si anak lalu memberikan saran-saran. Di sini. Nah.Pembersihan sarang nyamuk. Dan yang lebih sangat diharapkan adalah target SPM untuk Posyandu Purnama/Mandiri 2010 bisa tercapai yakni 40 %. meja komunikasi. Menunjang upanya kesehatan lainnya yang sesuai dengan permasalahan yang ada: Pemberantasan penyakit menular. meja pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat). Dengan hilangnya BKKBN di daerah mempunyai masalah tersendiri karena tidak ada lagi instansi yang memiliki lini sampai di tingkat desa selain Dinas Kesehatan. Gizi dan penanggulangan diare. Tanpa ini. Melaksanakan pencatatan hassil penimbangan. hasil penimbangan seorang anak dikomunikasikan.Penyehatan rumah. Melalui Pelatihan kader Posyandu ini diharapkan peranan kader pada kegiatan Posyandu yang sudah berjalan dapat ditingkatkan agar anggota masyarakat dapat menolong diri dan keluarganya dalam bidang kesehatan serta mengikuti kegiatan Posyandu secara teratur bagi yang mempunyai balita. Mengajak ibu-ibu untuk datang para hari kegiatan Posyandu. . meja empat ini memegang fungsi sangat penting. Merujuk. Ini pula yang terjadi di sebagian Posyandu di Wilayah Kabupaten Bone Bolango. deh! Tujuan Umum • . Pokonya.Memberikan penyuluhan. ibarat orang tanpa muka.Kegiatan pengembangan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan. KIA. Peranan Kader diluar Posyandu (untuk menunjang kegiatan Posyandu) adalah: Menunjang pelayanan KB.Memberi dan membantu pelayanan. . P3K .Menyediakan sarana jamban keluarga.Pemberian pertolongan pertama pada penyakit. meja penimbangan. Namun kita tidak boleh menutup mata untuk memperhatikan para kader yang sangat banyak pengorbanannya dalam mengelola Posyandu.Melaksanakan penimbangan bayi dan balita. Peranan kader pada saat Posyandu adalah : . Tul. Jika diketahui berat badan seorang anak anjlok (di bawah grafik KMS). titik terlemah ada di meja keempat yaitu meja komunikasi/penyuluhan. bahkan dibeberapa Posyandu kader yang bertugas hanya 1 Orang. Poin-poin tersebut di antaranya : • Judul Ini wajib and mutlak kudu ada. Setiap Posyandu memiliki lima meja yaitu meja pendaftaran. b. Peranan Kader dalam kegiatan Posyandu Peranan kader dalam upaya peningkatan Posyandu sangat besar meliputi : a.Dana sehat. Padahal. bagaimana mungkin menjalankan fungsi lima meja sementara kader yang bertugas hanya 2-3 orang. . acara tanpa judul… Nggak. . Walaupun kader yang bertugas di Posyandu ada 5 Orang tetap dari kelima meja ini. . Tul. nggak?) Biasanya TOR mengandung beberapa poin penting yang kudu diperhatikan si pengisi materi. . Promosi Kesehatan term of Reference alias TOR adalah segala batasan yang berguna untuk setiap pengisi (pemateri/pembicara) agar sesuai dengan apa yang diharapkan panitia yang mengundangnya. Kader pun akan kehilangan motivasi kerja dan dalam keterbatasannya kader yang memang cukup letih berjuang sendiri kadang salah berkomunikasi. Imunisasi.Penyediaan sarana bersih. Pembuatan sarana pembuangan air limbah.Melaksanan pendaftaran.sebagai penggerak masyarakat. kalau pernah ngisi materi alias cuap-cuap di suatu acara pasti udah pernah dikasih TOR (kecuali acaranya kurang profesional. kan? Makanya. Pembuangan sampah. . Sumber : Lap. Apabila mengalami hambatan komunikasi bukannya mencari alternatif lain. Dari permasalahan ini dampaknya adalah jumlah kunjungan posyandu sangat rendah karena masyarakat memandang posyandu sebagai sebuah rutinitas biasa yang kalau dijalankan tergantung waktu luang karena tidak memberikan sebuah pengaruh yang signifikan. dan meja tindakan. Kita nggak bakal tau siapa orang itu kalo kita nggak tau wajahnya. . .

Biasanya bisa berupa jawaban dari beberapa pertanyaan ini : pesertanya siapa? pekerjaannya apa? Gendernya apa? range usianya berapa? Hobinya apa? Dari suku/negara mana? Metode Metode ini biasanya berupa rangkaian bentuk materi dalam pembagian waktu tertentu. . sementara setengah jam berikutnya diisi dengan metode simulasi dan tanya jawab. Hari / tanggal & waktu Kalo panitia nggak ngasih hari. tapi lebih bersifat teknis.• • • • • • Tujuan utama mengapa materi tertentu ingin disampaikan dalam suatu acara. sehingga penyampaiannya tepat. Dalam arti lain bisa menjawab pertanyaan : bagaimana cara agar tujuan khusus tercapai? Kondisi ‘Kondisi’ di sini menggambarkan kondisi objek yang akan diberi materi saat penyampaian materi. kirakira kapan si pemateri/pembicara harus datang? Resume Hampir mirip dengan tujuan khusus. dari total waktu 2 jam. Misalnya. Kebanyakan berupa harapan-harapan mengenai teknis saat cuap-cuap. Keterangan Apapun yang perlu ditambahkan sebagai pesan untuk pemateri/pembicara biasanya ditulis di sini. Harus diperhatikan siapa peserta yang bakal diberi materi.5 jam. Tujuan-tujuan di sini harus selaras dengan tujuan umum agar si tujuan umumnya itu sendiri tercapai. Kadang disebutkan juga peralatan-peralatan (apakah disediakan oleh panitia atau disarankan pemateri/pembicara yang bawa?) yang menunjang penyampaian materi. dan waktu acara disampaikan. tanggal. Tujuan Khusus Kalo ini tujuan khususnya mengapa materi tertentu ingin disampaikan dalam acara tersebut. pemateri/pembicara diberikan kesempatan untuk menyampaikan dengan metode materi selama 1.

daftar mahasiswa peserta kuliah. Pengembangan data base manajemen Jurusan merupakan faktor utama dalam mengelola Jurusan agar lebih efektif dan efisien.TOR (Term of Reference) PENGEMBANGAN MANAJEMEN MUTU TERPADU (TQM) : PENGEMBANGAN STAF Nama Kegiatan : Magang Dosen Manajemen Database Latar belakang Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya saat ini sedang terus berupaya berbenah diri membangun kekuatan internal dan eksternalnya untuk mencapai visi dan misi yang ingin dicapai. Harapan yang ingin dicapai adalah dapat terlaksananya perbaikan manajemen data base jurusan yang handal dan berkelanjutan. (2) Belum adanya pedoman pelaksanaan pengembangan manajemen database jurusan yang handal. seperti penyusunan jadwal kuliah dan praktikum. kinerja dosen hingga evaluasi kinerja dosen dan mahasiswa. nilai mahasiwa. Penyusunan database manajemen ini sangat penting dalam rangka evaluasi diri bagi Jurusan dan dalam jangka panjang untuk melakukan perbaikan untuk mencapai visi dan misi Jurusan. Kekuatan internal yang sangat strategis adalah pengembangan sumberdaya manusia. Sedangkan kekuatan eksternal yang diharapkan adalah adanya kerja sama dengan stakholder dalam rangka lebih mendekatkan sistem pendidikan yang diselenggarakan dengan realitas kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini. Berdasarkan kondisi tersebut maka disadari oleh Jurusan Sosial Ekonomi untuk melaksanakan kegiatan Magang Dosen tentang Manajemen Data Base Jurusan. . Keadaan selama ini pengelolaan data base manajemen jurusan masih belum optimal karena (1) masih terbatasnya pengetahuan staf pengajar dan staf administrasi yang menguasai dan menyadari pentingnya pengelolaan serta pengembangan manajemen database Jurusan. Dalam peningkatan kualitas manajemen internal dan Organisasi Jurusan tidak hanya tergantung pada kualitas pengelola tetapi juga perbaikan sistem pengelolaan serta pengembangan data base manajemen Jurusan.

diskusi dengan tenaga ahli di institusi sasaran. Manfaat Utama Kegiatan Berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai tersebut. 3. Bentuk Kegiatan Kegiatan ini berbentuk magang oleh tenaga dosen pada institusi sasaran yang dianggap layak menjadi institusi sasaran pelaksanaan kegiatan. Dalam hal ini berkenaan dengan subyek manajemen (ISO).(Empat Belas Juta Rupiah). Jurusan dalam pengembangan 2. 14.. Meningkatkan kemampuan penguasaan manajemen database Jurusan baik bagi pengelola Jurusan maupun bagi staf pengajar lain agar pengembangan manajemen database Jurusan berkelanjutan. Mendapatkan informasi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengembangkan manajemen database jurusan. Teridentifikasinya permasalahan terkait manajemen database Jurusan 4. Seluruh kebutuhan pembiayaan . Adanya pemahaman bagi staf pengajar dan staf administrasi tentang Manajemen Data Base Jurusan sehingga Jurusan mampu menguasai manajemen database yang handal dan berkelanjutan. manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari pelaksanaan kegiatan Magang Dosen Tentang Manajemen Database ini adalah : 1. Kegiatan yang akan dilaksanakan melalui magang ini antara lain : mempelajari mekanisme pelaksanaan manajemen database pada institusi sasaran. Tersedianya pengelolaan pelayanan terhadap mahasiswa dan staf pengajar yang lebih efektif dan efisien. 3. 2.000. Hal ini disajikan dalam tabel berikut ini : Universitas Bina nusantara Merupakan salah satu institusi yang memiliki kredibilitas. dan mengidentifikasi permalasahan database manajemen Jurusan terutama berkenaan dengan penyelenggaraan kegiatan administrasi pendidikan. manajemen SDM.Tujuan Utama Tujuan utama kegiatan Magang Manajemen Data Base dalam rangka pelaksanaan program SP-4 ini adalah : 1. maupun dalam manajemen keuangan. Biaya Kegiatan Biaya yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan ini adalah sebesar Rp. Meningkatnya kemampuan pengelola manajemen database Jurusan. reputasi dan hubungan yang kuat baik nasional maupun internasional khususnya berkenaan dengan pengelolaan pendidikan. Institusi Sasaran Dosen Magang Pemilihan institusi sasaran berdasarkan upaya pencapaian tujuan dan harapan akan manfaat yang diperoleh dengan pelaksanaan kegiatan ini.000. Meningkatnya efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan Jurusan. baik dalam manajemen database.

pelaksana kegiatan diwajibkan menyusun laporan hasil kegiatan dan merumuskan rekomendasi tindak lanjut hasil magang bagi pegembangan manajemen database Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penyusunan Agenda kerja Dosen Magang Pada tahapan ini pelaksana kegiatan melakukan koordinasi dengan pihak Jurusan serta tim penanggung jawab kegiatan sebagai upaya sinkrionisasi program agar pencapaian output dapat dicapai secara maksimal. 5. Penyusunan agenda kerja yang mencakup :   Lingkup informasi utama secara spesifik Pembagian alokasi waktu.kegiatan didanai oleh program SP-4 Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Seleksi atas pelaksana kegiatan a. Ir. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Tahapan pelaksanaan kegiatan Magang Manajemen Database adalah sebagai berikut ini : 1. 3. Kliwon Hidayat. Pelaksanaan magang Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah tercantum dalam proposal kegiatan. 2. Pelaksana memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan pengalaman organisasi yang memadai. selanjutnya pelaksana kegiatan terpilih diberikan ditugaskan oleh Ketua Jurusan. Pengajuan permohonan formal pada institusi sasaran Pihak Jurusan Sosial Ekonomi melalui koordinator kegiatan yang ditunjuk melakukan audiensi formal dengan lembaga sasaran untuk mendapatkan informasi kesanggupan dari lembaga sasaran atas kegiatan yang direncanakan. MS : Dr. Kegiatan seleksi ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Program SP-4 tahun kedua berkoordinasi pimpinan Jurusan. Pelaksana mampu melakukan analisa pada permasalahan yang berkitan dengan manajemen database Jurusan. Ir. seleksi dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut :    Pelaksana adalah orang yang profesional dalam melaksanakan tugas yang dibebankan. 4. Setelah dilakukan seleksi. Budi Setiawan. Melalui tahapan pelaksnaan seperti tersebut di atas diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan output yang maksimal dan dapat ditindaklanjuti dalam rangka perbaikan dan pegembangan manajemen database di Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Panitia Penanggung Jawab Ketua Pelaksana : Dr. MS . Penyusunan laporan hasil dan rekomendasi tindak lanjut Setelah kegiatan magang dilakukan.

Mangku Pornomo. 130 935 081 .. Dr.Sekretaris Anggota : Bayu Adi Kusuma.Si. SP. M. Kliwon Hidayat. SP.. MP : Sujarwo. MS NIP. MS NIP. MP Rosihan Asmara. Ir.. SP.MP Riyanti Isaskar. SP. MSi Jurusan Sosial Ekonomi Penanggung Jawab Program Ketua Pelaksana. SE. 130 873 498 Dr. Budi Setiawan. Ir.

3 Pengajuan permohonan formal pada institusi sasaran . .Lampiran 1 : TIME SCHEDULE KEGIATAN MAGANG MANAJEMEN DATABASE JURUSAN SOSIAL EKONOMI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA DI UNIVERSITAS BINA NUSANTARA JAKARTA Maret I II III IV I II April III IV No. Uraian Kegiatan 1 Penugasan atas pelaksana kegiatan . 2 Penyusunan Agenda kerja Dosen Magang . 4 Pelaksanaan magang .

5 Penyusunan laporan hasil dan rekomendasi tindak lanjut . .

00 Rp.00 Rp. 2.00 Rp.000.Lampiran 2 : RENCANA ANGGARAN DANA KEGIATAN MAGANG MANAJEMEN DATABASE JURUSAN SOSIAL EKONOMI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA DI UNIVERSITAS BINA NUSANTARA JAKARTA Satuan Satuan 1 Keg Biaya Rp.000.000.000. 2 Lumpsum Peserta .000. 400.00 1 Keg Rp 750.00 Rp. 6 Dokumentasi Kegiatan .000. 2 org X 6 hari 2 Org Rp. 1.00 . 150.00 3 Transportasi (Malang – Jakarta PP) 2 org .00 12 OH Rp. 900.400. 300. 4 Akomodasi .000.800.00 Rp.000.00 Rp. No. 1 Fee Institusi Sasaran .000. Uraian Kegiatan Jumlah 4.000.000. 1.800. 200.00 2 org X 6 hari 12 OH Rp.00 1 Keg Rp.000.000. 4. 1. 5 Fotocopy Dokumen .000.000.

00 Rp.000. 9 Lain-lain .000.500.000.00 1 Keg Rp. 500. 600. Total 1 Keg Rp. 14.000. 8 Cindera Mata .7 Pelaporan Kegiatan .00 Rp.00 Rp.000. 500.00 Rp.000.500. 1.000.00 Rp.000. 1.00 . 500.

cakap. kader harus mampu mengaplikasikan (Mengejowantahkan) nilai-nilai kontekstual yang ada pada nilai-nilai pergerakan itu sendiri. 14 Mei 2009 Pelatihan Kader Dasar Pelatihan Kaer Dasar. damai dan lain-lain) dan keIndonesia-an (keberagaman suku. Trasformasi adalah keniscayaan dan kita tidak bisa menjauh bahkan menolak dari trasformasi itu sendiri. perasaan/al-musawa. Adapun NDP (Nilai Dasar Pergerakan) yang ada pada PMII adalah nilai-nilai yang secara mendasar mensublimasi nilai-nilai ke-Islam-an (seperti. berbudi luhur.. mendorong. bertindak dan berjuang untuk masyarakat. memberi arah. Karena dengan itulah kita mempunyai paradigma dan pijakan yang tepat untuk berfikir. Dengan semangat perjuangannya sebagai seorang kader jangan sampai nilai-nilai yang ada pada diri kita luntur dengan berubahnya ruang dan waktu yang berbeda. Nilai-nilai pergerakan yang ada harus senantiasa kita junjung dalam kehidupan sehari-hari. toleran. bangsa dan negara. Proses MAPABA dan PKD merupakan jenis pengkaderan informal yang diselenggarakan oleh komisariat PMII Sunan Kudus disetiap tahunnya. beribu pulau persilangan budaya) dengan kerangka pemahaman ahlu sunnah wal jamaah yang menjiwai berbagai aturan. Amiiin II. dalam kaitannya menciptakan transformasi sosial. berilmu. Dalam kaitannya hal ini maka PKD merupakan proses pengkaderan yang strategis untuk membangun kader yang mampu tanggap realitas dan mampu membuat perubahan baik dataran diri sendiri. serta komitmen atas cita-cita kemerdekaan rakyat Indonesia. kemerdekaan/al-hurriyah.Kamis. DASAR PEMIKIRAN Dalam menjalankan sistem pengkaderannya PMII kali ini akan mengadakan proses rutinan tahapan kedua dari proses pengkaderan yang ada pada dataran komisariat PMII Sunan Kudus. Oleh karenanya trasformasi harus kita terima dan bagaimana kita bisa memainkan perubahan itu sendiri. Adapun jenis pengkaderan seperti ini sudah menjadi program kerja dari komisariat PMII Sunan Kudus disetiap tahunnya. Adapun nama kagiatannya adalah PKD (Pelatihan Kader Dasar) yang mana pengkaderan ini dilakukan setelah MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) berlangsung. tidak hanya kita tahu dan mampu memahami tetapi lebih dari pada itu. keadilan.. inovatif dan transformatif yang sadar akan posisi dan peranannya sebagai khalifah di muka bumi. NAMA KEGIATAN Adapun kegiatan ini bernama : PKD (Pelatihan Kader Dasar) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Kudus. TERM OF REFERENCE (TOR) I. yang itu sesuai dengan nilai-nilai yang sudah kita aktualisasikan pada diri kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian harapan kita bersama dari hasil PKD (Pelatihan Kader Dasar) adalah mampu menjadi cita-cita yang diharapkan dari sebuah kader PMII yakni menjadi pribadi Muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah. dan tanggung jawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya. Karena tugas dan tanggungjawab yang ada pastinya akan turun-temurun kepada kader-kader yang ada pada hari ini. Dengan tema : “Aktualisasi Nilai-Nilai Pergerakan . Adapun sosok yang dituju adalah sosok insan kamil Indonesia yang kritis. Dengan dibekali nilai-nilai yang ada kita harus mampu membuat perubahan pada diri kita secara khusus dan umumnya mampu menciptakan perubahan sosial. agama dan ras. organisasi lebih-lebih dataran sosial. serta penggerak kegiatan-kegiatan PMII Artinya NDP merupakan sumber kekuatan ideal dari aktifitas pergerakan yang ada. Nilai-nilai pergerakan yang ada harus senantiasa ada dan melekat pada diri sebuah kader. Dalam sebuah organisasi kader merupakan elemen fital yang harus kita berdayakan..

............. Rapat Komisaraiat PMII 23 Maret 2009 IV......... PELAKSANAAN KEGIATAN ........ TUJUAN DAN TARGET KEGIATAN Adapun tujuan kegiatan ini adalah : 1..................... ......... III...................... .. Atas bantuan dan partisipasi yang telah terwujud kami mengucapkan banyak terimakasih.. PANITIA KEGIATAN …………………………………………………………………………………………………… ………………....... V.. PENUTUP Demikian Term Of Reference (TOR) kami buat. 3............................................................ ........... X............................. JADWAL KEGIATAN Hari/tgl Waktu Jenis kegiatan Materi Pelaksana ................... AD/ART PMII 2................ 2....................................Dalam Menciptakan Transformasi Sosial”......... 5..................... agar dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan pedoman pelaksanaan kegiatan untuk semua pihak..... Menanamkan nilai-nilai idealisme pergerakan kepada kader 2.............................................. VII............ SCHEDULE ACARA Adapun gambaran acara secara terjadwal sebagaimana terlampir VIII..... ... ..................... 4. . Mengupayakan terwujudnya aktualisasi nilai-nilai pergerakan pada kader 3........ Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII 3... PESERTA KEGIATAN …………………………………………………………………………………………………… …………… IX..................... BENTUK KEGIATAN …………………………………………………………………………………………………… …………………………………… VI......... …………………………………...... LANDASAN KEGIATAN Adapun landasan kegiatan ini meliputi : 1............. Sedangkan target dalam kegiatan ini meliputi : 1.........