You are on page 1of 8

Nokia Kalah Bersaing dengan BlackBerry dan iPhone

Pada tahun 2009, penjualan Nokia (1) menurun, penjualan Samsung (2) dan LG (3) naik. Untuk sebuah pangsa smartphone Nokia sudah digerogoti oleh Blackberry, iPhone dan Android. Saya menggunakan Nokia E71, dan juga iPhone. iPhone menggantikan Samsung Windows Mobile 6.5 touch screen SGH780. Nokia mengalami kemunduran, menurut analisa saya karena:
    

Nokia dicitrakan sebagai handphone. Blackberry mencitrakan diri sebagai handphone untuk bisnis. Blackberry dan iPhone, nantinya Android mendapatkan keuntungan karena internet semakin murah. Nokia tidak memiliki bundle data dari operator telekomunikasi. Nokia tidak bisa pindah dari Symbian, OS nya sendiri. Kurangnya dukungan komunitas.

Nokia dicitrakan sebagai handphone. Nokia E71 dibuat tipis, dengan casing yang rapih, keyboard yang empuk, resolusi layar dan camera yang bagus. Demikian juga E90 Nokia Comunicator yang pernah berjaya dan banyak digunakan oleh orang bisnis penting. Smartphone penggantinya adalah N97. Lalu kenapa Nokia tidak lagi menjadi pilihan smartphone? Nokia bisa Facebook (anda tahu?), kalau mau Yahoo Messengger? Well saya menggunakan eBuddy. Browser preloaded Nokia, dan downloadable Opera. Map ada, yang baru namanya Nokia Map. Nokia Map berhubungan dengan build-in GPS. Nokia memiliki cukup banyak aplikasi, apakah ada yang tahu? Baru-baru ini, Nokia mulai mempromosikan Ovi Store. Jadi Nokia adalah handphone... Dengan menjadi 'handphone' saja,

dan harga yang masih premium, Nokia akan digerogoti oleh handphone lainnya. Blackberry mencitrakan diri sebagai handphone untuk bisnis Blackberry (BB) push email, email dimana saja kapan saja, anda selalu di 'kantor'. Saya bertemu dengan beberapa orang yang selalu memegang BB di tangan, meletakkan BB di meja meeting, dan selalu mendengar bunyi BB nya langsung sibuk pencet-pencet. BB adalah handphone komunikator, chatting, kirim gambar kepada teman chatting, Facebook, Twitter, Friendster... BB tidak perlu iklan, karena komunikasi dari mulut ke mulut, setiap orang yang menggunakan BB puas dengan BB. Citra pengguna BB adalah I mean business. Internet makin murah BB affordable karena bundle dari operator. Biaya komunikasi data 150 ribu per bulan. Internet murah memungkinkah hal tersebut, dalam Web 2.0 content is the king. Nokia = Symbian Symbian adalah Operating System yang digunakan oleh Nokia. Nokia menginisiasi OS tersebut bersama-sama dengan Motorola dan beberapa perusahaan lainnya. Kemudian Nokia membeli Symbian dan membuatnya menjadi Open Source. Kurangnya pengembang aplikasi adalah juga salah satu sebab kurang berkembangnya Symbian. Kita memang sudah sering melihat bagaimana produk killer apps menghancurkan perusahaan besar. Ingat DEC (Digital Equipment Corporation) salah satu perusahaan mini komputer, yang kemudian dibeli oleh Compaq dan sekarang menjadi bagian dari HP. Lalu dimana posisi Nokia? Music, Maps? Nokia Maps download, dan gratis selamanya. Mungkin nantinya Nokia juga akan bergerak di bisnis location. iPhone menjual internet in your hand. Google mengembangkan Android dan Nexus One karena bisnis internet nanti nya adalah mobile location base internet. Apple sekarang berperang dengan Google untuk bisnis ini. Diposkan oleh sekilas di 03:44 Label: Apple, Blackberry, Google, Nokia, smartphone, Symbian

Teknologi cepat berubah. Sebab itu, teknologi juga cepat usang. Produk yang berbasis teknologi tercanggih pun suatu saat bisa cepat usang lantaran muncul produk yang lebih canggih lagi. Demikian juga yang terjadi di produk-produk seluler, seperti ponsel. Nokia, misalnya, pernah berjaya sebagai raja ponsel dan mendapat julukan ponsel sejuta umat. Dulu, Nokia seperti komunikator, menjadi simbol gengsi dari pemakainya. Tapi, pamor Nokia kian meredup di tengah gempuran ponsel-ponsel lain, khususnya ponsel pintar, yang mengusung fitur-fitur menarik yang tak dimiliki Nokia. Bahkan, Wall Street meramalkan Nokia menjadi satu dari 12 merek yang bakal lenyap di tahun 2012. Sementara itu, BlackBerry diklaim sebagai salah satu penyebab tergerusnya kue pasar Nokia. BlackBerry dipuja-puja karena mengusung fitur-fitur yang tak dimiliki oleh Nokia, seperti BlackBerry Messenger (BBM) dan sebagainya. Produk besutan Research in Motion (RIM) ini pun menjadi

status tersendiri bagi pemakainya. Dulu, orang latah bertukar nomer telepon. Sekarang, latah bertukar nomer pin. Namun, banyak yang meramalkan kejayaan BlackBerry tidak akan lama lagi. Hal ini dikarenakan membanjirnya ponsel-ponsel Android yang mengusung fitur-fitur tak kalah menarik dari BlackBerry. Selain itu, banyak produsen yang membanderol dengan harga miring. Nukman Luthfie dalam Twitter bilang “Masa depan BlackBerry diramalkan akan menyuram seperti Nokia.” Produk tabletnya, Playbook, juga tidak seheboh yang diramalkan. Selain karena kemunculannya boleh dibilang terlambat, gempuran tablet-tablet dari China yang mengusung harga murah juga menjadi penyebab. Termasuk masih kalah pamor dengan tablet keluaran Apple, iPad. Belum lama ini, RIM membeberkan pendapatan per kuartal tahun ini kemungkinan besar melorot. Selain itu, RIM pun mempunyai rencana untuk memangkas jumlah karyawannya. Dua pengembang, Seesmic Inc dan Mobile Roadie LLC, memilih berpisah dengan BlackBerry. Sahamnya di Ontario turun 12,9 persen. Padahal saham pengembang Apple dan Android justru naik 36 persen. Penurunan ini diakui RIM karena kalah bersaing dengan produk IPhone milik Apple dan ponsel android. Sementara, menurut ComScore Inc, pangsa pasar RIM di Amerika Serikat saja anjlok 4,7 persen menjadi 25,7 persen pada April lalu. Di tengah-tengah menyurutnya pamor BlackBerry, produsen android gencar melalukan promosi dan penawaran produk yang mengusung harga murah. Tak tertutup kemungkinan akan banyak pelanggan BlackBerry yang bakal berpaling ke mereka apalagi BlackBerry juga mempunyai beberapa kelemahan. Mau tidak mau, BlackBerry kudu berbenah. Kalau tidak, senjakala BlackBerry semakin kentara! Referensi: Berbagai sumber. Ilustrasi diambil dari http://thechouman.com/ Never say Never, kata Justin Bieber. Itulah fakta yang ada di dunia teknologi saat ini, khususnya untuk pasar smartphone. Jika beberapa tahun ini, pasar smartphone dunia masih didominasi oleh platform Symbian, lain halnya dengan tahun 2011. Kini smartphone Android merajai pasar smartphone dunia dengan pangsa pasar lebih dari 43%. Hal ini tentunya dipicu oleh keputusan Nokia untuk beralih ke platform Windows Phone sebagai platform baru untuk produk smartphone di masa mendatang. Keperkasaan penjualan smartphone terlihat jelas pada angka-angka penjualan di kwartal kedua tahun 2011. Volume penjualan smartphone meningkat 74%, jika dibandingkan di kwartal yang sama tahun 2010, dan memberikan kontribusi penjualan mencapai 25% atau naik 17% dibanding tahun 2010. Angka yang fantastis inilah yang mendasari banyak analis untuk memprediksi bahwa di tahun 2015, jumlah smartphone yang dijual akan mencapai 1 milyar unit dan akan lebih banyak smartphone yang terjual dibanding ponsel biasa (atau sering disebut feature phone).

Tapi untuk di Indonesia, peta kekuatan sedikit berbeda. BlackBerry masih menjadi pemimpin smartphone di sini, diikuti oleh Symbian dan Android. Nah, kira-kira siapakah yang akan menjadi pemimpin smartphone di Indonesia, setidaknya untuk satu tahun ke depan? BlackBerry Popularitas BlackBerry di Indonesia boleh dibilang cukup mengagumkan. Paket layanan BlackBerry Internet Service dengan harga yang terjangkau dan murah, jika dibandingkan negara lain, membantu suburnya pertumbuhan komunitas pengguna smartphone yang awalnya dirancang untuk kebutuhan korporat ini. Tapi ada beberapa indikasi keperkasaan BlackBerry akan memudar, seperti produk mendatang yang kurang greget dan lama hadir di pasar, Playbook yang tidak sehebat iklannya, kondisi keuangan yang jauh di bawah ekspektasi, penurunan tajam harga saham RIM, serta minimnya aplikasi di BlackBerry App World. Hal ini tercermin dari turunnya pangsa pasar BlackBerry dari 18.7 persen menjadi 11.7 persen di seluruh dunia, walaupun berhasil menjual lebih banyak handset di kwartal ini. Untuk dapat mempertahankan posisinya, RIM sepertinya harus menghadirkan inovasi baru di luar kebutuhan bisnis yang juga tergerogoti oleh dua platform pesaingnya tersebut. Symbian Dari sisi total jumlah pengguna, Symbian masih merajai untuk saat ini. Pengumuman mengenai peralihan portofolio smartphone Nokia dari Symbian ke Windows Phone sudah terasa dampaknya, terbukti dari penurunan tajam penjualan smartphone Nokia berbasis Symbian. Melihat perkembangan Symbian dan keputusan Nokia untuk meninggalkan platform ini, sepertinya dalam 1 tahun, pengguna Symbian akan semakin menyusut drastis sebelum akhirnya mengikuti jejak PalmOS. iOS Hanya ada dua perangkat yang menggunakan software iOS yang dipasarkan, yaitu iPhone 3GS dan iPhone 4. Meskipun begitu, Apple berhasil menempati ranking ketiga sebagai produsen smartphone terbesar di dunia, dengan meraup 18.2 persen pangsa pasar smartphone, naik 3.9% dibanding kwartal yang sama tahun lalu. Rahasia kesuksesannya tidak terletak pada spesifikasi dan desain saja, tapi pada kematangan ekosistem platform iOS yang ditandai dengan tersedianya ratusan ribu aplikasi. Tidak hanya unggul dalam hal jumlah, tapi berbagai aplikasi terbaik untuk smartphone dapat ditemukan di platform ini. Jumlah produk yang dapat dihitung jari membuat Apple dapat menyajikan pengalaman pengguna yang konsisten. Tapi kelebihan itu juga menjadi kekurangan iPhone. Ditambah dengan harganya yang tinggi, Apple iPhone masih tetap terbatas untuk kalangan menengah ke atas. Desain iPhone yang hanya mengakomodasi touchscreen juga membatasi jangkauan pasarnya. Jika Apple mengeluarkan iPhone versi “hemat” namun berkualitas, pangsa pasarnya diprediksi akan meningkat. Android Platform smartphone keluaran Google ini berhasil mencatat lompatan fantastis, dari rengkuhan pasar 17.2% menjadi 43.4% dibanding kwartal yang sama tahun 2010. Salah satu faktor kunci

kesuksesannya adalah banyaknya brand yang memasarkan ponsel pintar berbasis Android. Samsung, misalnya, berhasil menjual 1 juta unit Galaxy S II hanya di Korea dalam waktu kurang dari 2 bulan. HTC juga meraih kenaikan penjualan yang hampir dua kali dibanding tahun 2010 lalu. Begitu juga dengan Sony Ericsson dan Motorola yang terselamatkan dari kebangkrutan berkat kemunculan platform Android. Belum lagi vendor-vendor lokal di berbagai negara yang ingin turut mencicipi kue Android yang semakin manis. Kelebihan Android terletak pada ketersediaan pilihan perangkat yang beragam pada berbagai tingkat harga dan spesifikasi. Sayangnya, pilihan yang beragam itu juga berarti bahwa pengalaman pengguna akan bervariasi, tergantung dari kombinasi hardware dan versi software yang digunakan. Untuk pasar Indonesia, penobatan Android sebagai raja smartphone sepertinya juga tinggal menunggu waktu. Ini terbukti dengan semakin manisnya penjualan ponsel berbasis layar sentuh di tanah air. Untuk platform lainnya, tampaknya akan sulit menghentikan laju pertumbuhan Android dan mungkin harus puas berebut posisi kedua. Untuk di Indonesia, supremasi ponsel Android masih dipegang nama-nama besar seperti Samsung dan Sony Ericsson, dibayangi HTC, Motorola dan merek-merek lokal lainnya. Platform lain Untuk platform yang lain seperti Windows Phone, Bada, dan Meego, sepertinya masih harus mengejar banyak hal. Salah satunya adalah ketersediaan produk. Windows Phone tampaknya menjadi platform alternatif yang paling menjanjikan, mengingat adanya dukungan dari Nokia. Untuk Bada, mungkin akan meningkat tapi hanya pada kalangan terbatas, apalagi jika Samsung tidak melakukan edukasi pasar. Sedangkan Meego masih belum stabil sebagai platform dan sering diterjang berbagai kabar miring mengenai kelangsungan pengembangannya. kkkk Akhirnya ponsel Android berhasil mengalahkan iPhone dalam total pengguna ponsel pintar di Amerika. Menurut data yang diambil dari ComScore, RIM BlackBerry masih tetap menjadi nomor satu dengan total pengguna 33.5% hingga bulan November 2010. Namun pangsa pasar RIM menurun secara perlahan dari bulang Agustus lalu yang mencapai 37.6% total pengguna.

Berbeda dengan RIM, total pengguna ponsel pintar Apple dan Google malah meningkat namun pertumbuhan ponsel Android lah yang paling tajam. Dari data ComScore terakhir bulan November, OS Android sudah menguasai peringkat 2 total pengguna ponsel pintar di Amerika dengan persentas sebesar 26% dan Apple harus berpuas di peringkat ke-3 dengan persentase sebesar 25%. Peringkat keempat dan kelima selebihnya diambil oleh Microsoft dan Palm. Selain itu, posisi lima vendor ponsel teratas di Amerika masih tetap sama dari periode sebelumnya dengan urutan 1-5: Samsung-LG-Motorola-RIM-Nokia. Samsung menunjukkan peningkatan dari periode sebelumnya sementara LG dan Motorola mengalami penurunan. Peningkatan tersebut mungkin berhubungan dengan Samsung yang berhasil menguasai 1/3 pasar ponsel Android. Dapatkah total pengguna Android mengalahkan total pengguna BlackBerry di Amerika?

ComScore

via androinica, comscore

HP Nokia terbaru 2010. Peluncuran produk-produk Nokia terbaru di tahun 2010 seperti ponsel seri N97 dan N900 diharapkan menjadi tonggak dalam menjuarai pasar smartphone dunia setelah badai serangan Apple iPhone, Samsung Corby dan BlackBerry semakin ganas menggerus market sang raja handphone dari Finlandia tersebut. Nokia kembali menunjukkan taringnya, setelah sebelumnya sempat loyo karena mendapat terjangan dari iPhone Apple serta BlackBerry RIM. Bangkitnya kekuatan raksasa ponsel Finlandia ini ditunjukkan dengan meningkatnya pangsa pasar mereka di kuartal keempat. Dikutip dari FT.com, Nokia mengklaim bahwa pangsa pasar smartphone Nokia 2010 meningkat dari 35 persen di kuartal ketiga, menjadi 40 persen di kuartal keempat. Ini semua berkat kesukesan produk-produk barunya. EMPO Interaktif, Jakarta - Nokia akhirnya takluk. Laporan keuangan terbaru perusahaan itu menunjukkan performa perusahaan itu terus menurun. Tahta penguasa pasar ponsel pintar kini telah direbut Apple dengan iPhone-nya. Samsung malah ikut menyalip. Secara volume untuk penjualan ponsel keseluruhan, Nokia memang masih menjadi raja. Tapi untuk kuartal ini, volume penjualan ponsel pintar Nokia adalah 16,7 juta unit. Sementara iPhone telah menjual sebanyak 20,3 juta unit. Adapun Samsung mengekor dengan pencapaian 20 juta unit. Kalkulasi Reuters menunjukkan keseluruhan pangsa pasar Nokia turun menjadi 23,7 persen dari 29,1 persen pada kuartal sebelumnya. Sebelum kejatuhan ini, Nokia sudah lama mencicipi pangsa 40 persen. Nokia menciptakan pasar ponsel pintar pada 1996 dengan Communicator. Namun, semakin lama pengguna justru beralih ke iPhone dan BlackBerry. Nokia pun menggandeng Microsoft. Tapi, hasilnya baru akan terwujud pada tahun depan. “Pemulihan Nokia bisa panjang,” kata Geoff Blaber, analis dari CCS kepada kantor berita Reuters. "Kuartal kedua memang berat," kata Chief Executive Nokia, Stephen Elop, mengakui. Tapi, dia menjanjikan peningkatan di bulan-bulan depan. "Kami akan mulai melihat dampak positif terhadap kesehatan Nokia.” DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER