You are on page 1of 9

OVULA

IX. PEMBAHASAN
Ovula adalah suatu bentuk sediaan padat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan
melalui vagina, dimana ovula akan melebur, melunak, atau melarut dan memberikan eIek lokal
atau sistemik. Ovula yang dibuat secara kompresi dapat dimasukkan lebih jauh ke dalam saluran
vagina dengan bantuan alat khusus (Lachman, L., et al., 1994).
Untuk tujuan penting selayaknya basis ovula dibagi menurut siIat Iisiknya ke dalam dua
kelompok :
1. Basis berminyak atau berlemak.
2. Basis yang larut dalam air atau dapat bercampur dengan air.
3. Basis lainnya, umumnya merupakan kombinasi dari bahan-bahan lipoIlik dan hidroIilik.
Basis berminyak atau berlemak merupakan basis yang paling banyak dipakai, karena
pada dasarnya oleum cacao termasuk kelompok ini, utama dan kelompok ketiga merupakan
golongan basis lainnya. Oleum cacao berupa padatan berwarna kuning putih atau bau coklat,
terdiri atas campuran ester gliseril stearat, palmitat, oleat dan asam lemak lainnya. Oleum cacao
dideIinisikan sebagai lemak yang diperoleh dari biji Theobroma cacao yang dipanggang. Pada
suhu kamar, kekuning-kuningan, putih padat sedikit redup, berbau seperti coklat. Karena oleum
cacao meleleh antara 30° sampai 36°C, merupakan basis ovula yang ideal, yang dapat melumer
pada suhu tubuh tapi tetap dapat bertahan sebagai bentuk padat pada suhu kamar biasa
(Lachman, L., et al., 1994).
Keuntungan basis oleu cacao, diantaranya sebagai berikut :
a. #entang suhu lebur antara 30- 36
o
C sehingga berbentuk padat pada tempratur kamar dan
melebur pada suhu tubuh.
b. Segera melebur jika dihangatkan dan cepat kembali kekeadaan awal jika dibiarkan mendingin.
c. Dapat bercampur dengan banyak komponen.
d. menyenangkan dan tidak merangsang.


Kerugian dari oleum cacao, diantaranya sebagai berikut :
a. PolimorIisme
Apabila dilebur dan didinginkan, massa memadat dalam berbagai bentuk kristal ang berbeda
bergantung pada suhu peleburan, kecepatan pendinginan, dan jumlah massa yang dilebur Jika
dipanaskan pada suhu tidak lebih dari 36
o
C dan segera secara perlahan-lahan didinginkan
akan terbentuk Kristal yang stabil dengan suhu lebur normal. Akan tetapi, bila dipanaskan
secara berlebihan. Gamma 1 p tidak stabil yang akan melebur pada suhu sekitar 20°C . Bentuk
tidak stabil akan kembali ke bentuk stabil setelah beberapa hari sehingga sediaan tidak dapat
digunakan oleh pasien.
b. Melengket pada cetakan
Minyak coklat tidak cukup berkontraksi pada saat pendinginan sehingga tidak melepas dengan
mudah oleh cetakan. Pelengketan ini merupakan masalah yang dapat di atasi dengan
penggunaan pelican yang cukup.
c. Suhu pelunakan terlalu rendah untuk daerah tropic (Indonesia).
d. Suhu lebur akan turun jika terdapat komponen yang larut. Untuk menaikan suhu lebur dapat
ditambahkan Cera atau malam lebah. Perhatian prinsip pencampuran ini adalah menemukan
suhu tertentu yang sesuaiyaitu suhu disekitar suhu tubuh 36-37 o C melebur atau suhu
eutektik.
e. Berbau atatu tegik pada penyimpnan karena terjadi oksidasi gliserida tidak jenuh.
I. Kemampuan absorpsi air rendah, dapat ditingkatkan dengan penambahan zat pengemulsi.
g. Bocor dari tubuh. Kadang-kadang basis yang elebur keluar dari rectum atatu vagina karena
alas an ini ol cacao jarang digunakansebagai basis ovula saa ini.
Pemilihan basis ovula dapat didasarkan pada eIek yang diharapkan dan siIat kepolaran
basis (hidroIil dan hidroIob). Untuk ovula yang memberi eIek lokal biasanya begitu dimasukkan,
basis meleleh, melunak atau melarut menyebarkan bahan obat yang dibawanya ke jaringan-
jaringan di daerah tersebut. Obat ini bisa dimaksudkan untuk ditahan dalam ruang tersebut untuk
eIek kerja lokal, bisa juga dimaksudkan agar diabsorbsi untuk mendapat aksi sistemik. Untuk
eIek sistemik, membran mukosa vagina memungkinkan absorbsi dari kebanyakan obat yang
dapat larut. Namun, vagina tidak sering digunakan untuk tujuan ini.
Tujuan penggunaan ovula, yaitu biasanya digunakan untuk lokal dengan eIek antiseptik,
kontrasepsi, anastetik lokal, dan pengobatan penyakit inIeksi seperti trichomonal, bakteri
monilial. Pada umumnya ovula digunakan pada eIek lokal, tapi beberapa penelitian menunjukana
da beberapa obat yang dapat berdiIusi melalui mukosa dan masuk dalam peredaran darah selain
itu ovula juga bertujuan untuk melawan inIeksi yang terjadi pada sekitar alat kelamin wanita dan
memperbaiki dan mengembalikan pada keadaan normal dari mukosa vagina (Lachman, L., et al.,
1994). Kelebihan sediaan ovula daripada sediaan yang pemakaiannya secara oral :
1. Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung.
2. Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan.
3. Langsung dapat masuk saluran darah berakibat akan memberi eIek lebih cepat daripada
penggunaan obat per oral.
4. Bagi pasien yang mudah muntah atau tidak sadar.
Kekurangan sediaan ovula :
1. Tidak praktis.
2. Pasien sering merasa risih.
SiIat ovula yang ideal adalah :
O Melebur pada suhu tubuh atau melarut dalam cairan tubuh
O Tidak toksik dan tidak merangsang
O Dapat bercampur atau kompatibel dengan bahan obat
O Dapat melepas obat dengan segera
O Mudah dituang dalam cetakan dan dapat mudah dilepas dari cetakan
O Stabil terhadap pemanasan diatas suhu lebur
O Mudah ditangani
O Stabil selama penyimpanan (H. A. Syamsuni. 2006).
Pada percobaan pembuatan ovula, dibuat ovula dengan 4 Iormula yang berbeda-beda dan
zat aktiI yang dipakai povidon 10°. Basis yang digunakan, diantaranya Iormula 1 menggunakan
PEG (polyetilen glikol). Formula 2, basis yang digunakan yaitu campuran antara gliserin, gelatin,
dan aquadest. Formula 3, menggunakan basis oleum cacao. Dan Iormula 4, oleum cacao dengan
setil alkohol.
Formula 1, basis yang digunakan PEG. PEG ini merupakan basis ovula yang larut dalam
air dan tidak mudah meleleh pada suhu kamar. PEG (polyetilen glikol) dipilih sebagai basis
karena siIatnya yang hidroIil, tidak iritan, pelepasan zat aktiI tidak bergantung pada titik leleh,
dan stabil secara Iisik pada suhu penyimpanan. Dan pada pembuatan ovula Iormula 1 ini dipakai
basis PEG 4000 dan PEG 1000 dengan perbandingan yang sama.
Formula 2 menggunakan gelatin, gliserin, dan aquadest sebagai bahan dasar pembuatan
ovula. Basis ini tidak melebur pada suhu tubuh, tetapi melarut dalam sekresi tubuh dan
cenderung menyerap uap air karena siIat gliserin yang higroskopis yang dapat menyebabkan
dehidrasi atau iritasi jaringan.
Formula 3 dan 4 menggunakan basis berlemak yaitu oleum cacao atau lemak coklat.
Namun, perbedaannya pada Iormula 4 disertai penggunaan setil alkohol. Formula 3 dan 4
menggunakan basis berminyak atau berlemak yang merupakan basis paling banyak dipakai,
karena pada dasarnya oleum cacao termasuk kelompok ini. Oleum cacao dideIinisikan sebagai
lemak yang diperoleh dari biji Theobroma cacao yang dipanggang. Pada suhu kamar, kekuning-
kuningan, putih padat sedikit redup, berbau seperti coklat (AnieI, Moh. 2000). Karena oleum
cacao meleleh antara 30° sampai 36°C, merupakan basis ovula yang ideal, yang dapat melumer
pada suhu tubuh tetapi tetap dapat bertahan sebagai bentuk padat pada suhu kamar biasa. Jika
hanya lemak coklat yang digunakan, maka akan terbentuk residu dalam vagina.
Oleum cacao ini mencair pada suhu 30
o
C, tetapi dibawah suhu 30
o
C merupakan masa
semi padat. Pemanasan oleum cacao tidak boleh terlalu tinggi karena akan mencair sempurna dan
kehilangan semua inti kristal yang stabil yang berguna untuk memadat. Bila didinginkan dibawah
15
o
C kristal akan membentuk kristal metastabil. Maka pemanasan oleum cacao sebaiknya
dilakukan sampai cukup meleleh untuk dituang, sehingga tetap mengandung inti kristal dari
bentuk stabil (AnieI, Moh. 2000).
Dalam proses pembuatannya dilakukan metode pencetakan dengan cara penuangan. Pada
proses peleburan basis, suhu harus dibuat agar tidak terlalu panas kemudian dimasukkan ke
dalam cetakan. Sesaat setelah masa ovula dimasukkan ke dalam cetakan kemudian dibiarkan
hingga sedikit mengeras volume masa berkurang didalam cetakan. Untuk menghindari
penyusutan volume masa, maka selalu dibuat berlebih saat masa dituangkan kedalam cetakan dan
untuk menghindari masa yang melekat pada cetakan, maka sebelumnya cetakan diolesi dengan
gliserin.
Setelah selesai mencetak dan sediaan di ambil dari cetakan, semua sediaan (basis saja
maupun basis dan zat aktiI) ditimbang tujuannya untuk menghitung bilangan pengganti. Bilangan
pengganti adalah bilangan yang digunakan untuk basis agar setara dengan zat aktiI dari ovula
yang akan diganti. Dalam hal ini zat aktiI yang disetarakan dengan basis Iormula dari ovula yang
dibuat kembali. Dimana terdapatnya dua proses pengerjaan, yaitu basis saja dan basis ¹ zat aktiI.
Tujuan bilangan pengganti ini dilakukan agar diperoleh keseragaman kandungan zat aktiI dalam
sediaan, sehingga eIek terapinya tercapai.
Evaluasi yang dilakukan terhadap ovula, antara lain penampilan atau organoleptik, uji
kisaran dan waktu meleleh, keseragaman bobot, dan homogenitas baik eksternal maupun
internal. Berdasarkan pengamatan evaluasi penampilan atau organoleptik, diperoleh hasil
evaluasi pada Iormula 1, 2, 3, dan 4 tidak ditemukan retakan dan pembengkakkan basis pada
sediaan ovula yang dibuat. Tetapi, pada Iormula 1, Iormula 3, dan Iormula 4 ketika dipotong
vertikal terdapat lubang eksudasi yang disebabkan karena adanya perbedaan suhu.
Berdasarkan evaluasi homogenitas, Iormula 1 sediaan baik eksternal maupun internal
terlihat homogen. Untuk Iormula 2 ovula lebih kenyal atau lunak, karena basis yang
digunakannya campuran gelatin, gliserin, dan aquadest. Selain itu, hasil evaluasi sediaannya pun
terlihat homogen, baik eksternal dan internal. Sedangkan, pada Iormula 3 dan 4, baik eksternal
dan internal tidak homogen. Hal ini disebabkan adanya zat aktiI tidak tercampur merata dalam
ovula, karena terjadi pengendapan. Penyebab peristiwa ini kemungkinan karena berat jenis
povidon lebih besar dan ukuran partikel yang besar. Untuk mengatasi pengendapan yang terjadi
dapat dengan memperkecil ukuran partikel zat aktiI. Dengan adanya sediaan yang homogen,
maka terdapatnya kelarutan zat aktiI yang tercampur dengan basis merata. Sedangkan, sediaan
yang tidak homogen menimbulkan adanya kelarutan antara zat aktiI dan basis tidak tercampur
rata.
Keseragaman bobot ovula. Dari 6 ovula tiap Iormulanya diperoleh rata-rata, Iormula 1 ÷
3,889 gram; Formula 2 ÷ 3,962 gram; Formula 3 ÷ 3,048 gram; Formula 4 ÷ 3,108 gram.
Berdasarkan hasil evaluasi keseragaman bobot, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada ovula
yang bobotnya menyimpang dari simpangan baku (bobot rata-rata ~ 5°). Adanya keseragaman
bobot yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh kepadatan atau konsentrasi zat aktiI dan basis,
berat atau massa dari zat aktiI dan basis, dan volume isi dari zat aktiI dan basis.
Uji kisaran meleleh dan waktu meleleh ovula, kisaran meleleh adalah rentang suhu zat
padat dari mulai meleleh hingga meleleh sempurna. Sedangkan, waktu meleleh adalah waktu dari
mulai zat padat meleleh sampai meleleh sempurna.Waktu meleleh ovula di ukur pada suhu
37°0,5°C (Teori Dan Praktek Iarmasi Industri. Edisi III. 1994. Hal. 1191).
Berdasarkan hasil evaluasi kisaran dan waktu meleleh diperoleh, antara lain sebagai
berikut :
1. Formula 1 : kisaran meleleh suhu awal 30°C dan meleleh sempurna 54-58°C.sedangkan,
waktu meleleh 7.21 sampai 7.50.
2. Formula 2 : kisaran meleleh suhu awal 32°C dan meleleh sempurna 44°C. Sedangkan, waktu
meleleh 3.00 sampai 3.35.
3. Formula 3 : kisaran meleleh suhu awal 30-34°C dan meleleh sempurna 39-46°C. Sedangkan,
waktu meleleh 5.42 sampai 6.00.
4. Formula 4 : kisaran meleleh suhu awal 32-36°C dan meleleh sempurna 42-48°C. Sedangkan,
waktu meleleh 7.20 sampai 7.46.
Berdasarkan literatur, ovula dengan basis oleum cacao lebih cepat memberikan eIeknya
dibandingkan dengan PEG yang lebih lama memberikan eIeknya. Ini disebabkan karena oleum
cacao lebih cepat meleleh sehingga obat juga akan cepat terlepas dan cepat diabsorpsi, sedangkan
ovula dengan bahan dasar PEG harus menunggu basisnya larut terlebih dahulu baru kemudian
obatnya dapat diabsoprsi (H. A. Syamsuni. 2006).

X. Kesimpulan
1. Kekuatan sediaan zat aktiI (povidone iodine) yang dipakai pada pembuatan ovula pada
praktikum ini adalah 10°.
2. Basis ovula harus dapat larut dalam air atau meleleh pada suhu tubuh.
3. Berdasarkan evaluasi penampilan atau organoleptik, Iormula 1,2,3, dan 4 tidak ada
retakan dan pembengkakan basis. Sedangkan, pada Iormula 1,3, dan 4 terdapat lubang
eksudasi.
4. Berdasarkan evaluasi homogenitas, Iormula 1 dan Iormula 2 terlihat homogen.
Sedangkan, pada Iormula 3 dan Iormula 4 terlihat tidak homogen.
5. Berdasarkan evaluasi kisaran meleleh dan waktu meleleh, Iormula 1 memiliki kisaran
meleleh dan waktu meleleh yang lebih lama, dibandingkan Iormula lainnya.
6. Berdasarkan evaluasi keseragaman bobot, semua sediaan yang terdapat di dalam
keempat Iormula yang di uji, tidak ada bobot yang menyimpang dari rentang bobot rata-
rata.
7. PEG ini merupakan basis ovula yang larut dalam air dan tidak mudah meleleh pada
suhu kamar.
8. Ovula dengan basis oleum cacao eIeknya lebih cepat dibandingkan dengan ovula basis
PEG.
9. Bilangan pengganti bertujuan agar diperoleh keseragaman kandungan zat aktiI dalam
sediaan, sehingga eIek terapinya tercapai.
10.Adanya keseragaman bobot yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh kepadatan atau
konsentrasi zat aktiI dan basis, berat atau massa dari zat aktiI dan basis, dan volume isi
dari zat aktiI dan basis

XI. Daftar Pustaka
1. AnieI, Moh. 2000. Ilmu Meracik Obat, teori dan Praktek Cet. Ke-9, Yogyakarta :
Gadjah Mada University Press.
2. Departemen Kesehatan #I. 1979. armakope III. Edisi ke-3. Departemen Kesehatan #I.
Jakarta
3. Departemen Kesehatan #I. 1995. armakope IJ. Edisi ke-4. Departemen Kesehatan #I.
Jakarta
4. ISO Indonesia vol. 45 tahun 2010-2011
5. H. A. Syamsuni, Ilmu Resep. Jakarta : EGC, 2006
6. Lachman, L., et al., 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi ke-3. Penerbit
Universitas Indonesia. Jakarta.
7. Teori Dan Praktek Iarmasi Industri. Edisi III. 1994. Hal. 1191.
8. Wade, A. & P.J. Weller, andbook of Pharmaceutical Excipients, 4
th
ed, The
Pharmaceutical Press London.
9. Wade, A. & P.J. Weller, andbook of Pharmaceutical Excipients, 5
th
ed, The
Pharmaceutical Press London.



LAPORAN PRAKTIKUM
FARMASETIKA IIA (TABLET)
OVULA (TIPE 2)

NAMA / NPM : Fadilla Noer Rizky / 10060308013
Sali Adni Agnia A. / 10060308014
Dwitia Oktaviani / 10060308015
Gita Camelya Sari / 10060308016
KELAS : FARMASI - A
KELOMPOK / SHIFT : 3A / I
HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Rabu, 26 Oktober 2011
Rabu, 02 November 2011
HARI/TANGGAL LAPORAN : Rabu, 09 November 2011
ASISTEN : Meryana Sulistiyani, S. Farm.





LABORATORIUM FARMASI TERPADU UNIT F
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI FARMASI
UNVERSITAS ISLAM BANDUNG
1432 M / 2011








.9 //..03:  1  02../.350.3/03.9:2 .3 -.2-.-0-07.3.7:9 &39:203.47 /.  -.7 S 039: 9/.07.5  -.25:.9/..88 /741/./.3. 507./0-:7/.3:39:/9.88 4.3 .5...-.3 8:: 9079039: .3 /./.9 .3010.80-...3803.3 3.3//.9..3200-:75./.3.3 -./48/..8909 4. /.-09:/2.2005.803  -  003095.8.7..3503/33.9.5.3/0-:7../. 20302:.3 5.:.80/.93-8.3.  /  $:: 0-:7.907/.7.3 .3./:3.9: 8:: /809.3 907-039: 789./.7703/.22...3 -.  /.5.8..39:7:3 .  !42471820 5...2-07-.9 054.07.:.88.3 .3 ... 3/4308.202.8807/.-847-8 /.8073/:3.8/03.:39:/.39/.3. .3 .  -8.27:.3 4-.3503.-84758.302-.3/..3/7414..89./.7.73.3 57385 503.7 8:: 9:-:   4  200-:7 .7 0-.740:2.88 .4 /.-.7 9:-:  ..  .3 909.3  !00309.3.7803.8 88902  &39: 010 88902  202-7..9.3  !02.7.3 2:48.: 2. .-070-.9 3108 805079 97..5.3202-070104.3  -..39:35.-07:9 .... 0 .39. /.7:9 2030-.3 2.3 4-.9:905..5..3/:3...-039:789.3 /. /2.:.:..3 ..99/.9 / .4243.25:7.9..5.3. .884.: 8:: 0:909  0  07-.703.07:.3 89.3//33.9:-./.8:.503253.3.::5-074397.90780-:9  -.8:/.5.3 503:3.7. 4.2:3 ..3:39:4.4.3503:3.3 8:: 0-:7/.0-039:89.09.9745.3 /-...9 .94254303 .88 2000  20:3.950302:8    4.9 .34.3.. -07....9503/33.-.703.4.2 0-.7 70.7:9 .3 2:/.73./. :.9/.7 /.8.907 . 8:: 9/.7  4 /..59/. 40 .-.3. /5.3 81.3 503.3 /. ..8...88.3 8:: 0-:7 3472. 80.3 2./.3:39:9::.9.3.390780-:9:39: 010 07. .3/.9.8::500-:7..3. ./..3 00-:7 0:.3 3 .3 5034-.3-07-0/.: 20. 010 .3 -.7.5.-.- /03.7.9/93.7 /.3 8007.380-..3 /...::5  ...3. &39:4.9/.5.3 808:.9 /:3.3 0.33  %::.89.8.3 .7.9.907. /5.3 //33. 0- /.9. .09.2.3 80.-847-8 :39: 203/.5.2-.3.8 /03.3907...-8090.3.8::809.3 07.9./.8058  .3../03.3 3 207:5. .8.3:2.9.3 /.8:/.8..398059  4397.3 .3405.05./2.9/.3 5.9.:.9 /9.85.:703/.  $::50:3.9: .8.334.  !07.8. 202:33.

8.3-.72:48..8::9:-:./.. -07. 79.320302-.:. .8840:2.    .5.9 .3 /.9..3..3 O $9.:.8/.9 O .7.7  0:7.2.:./.28:3    !. 2000 5.85.92033/.39.3   $..:7.32:/.3 .-80.3 /.98    !..4-.34-.84-./. 81.3 809.:425. -.9.7./..39:-: O %/.9:.5. .3.7...3/5..3.80/.2 .75.3203:3:.7907.3    .90.3.3..35./05.3502.7. -.7../.:.75.0.6:./.3/:3.39/.39:3 5.7:9/.5../.3./5.-./.9.243..33108..:20.88::0-:7 O :/..-0-07.80.   %/..92033/..2-:3    . 2:/.3/.78  $1.8.:./.8073 0.   00-..1472:. 503:3.47.   .91 9/./.5-0-07.34..57. -07.507.9./.4/03.3 .25:7.5./3.-907./:3.9 2.3-07-0/.3/.3/.3  09.9-07.09.7..3  5005.94.50325.207.5502..3-.5...2:39.3 O .3/:3.4.703. !.32.05.9.:2:23.8:/.88.31472:.80./.3 O $9..2.38.073.3 /741  9/. 99 00  ... -0/.8.7  ! 540903 4  /5 80-.38:3 /. O :/. /.39.09./9.8038073207.803..94.9 .3502-:. 8:: .3 ! 5409034 472:.92:/.5./.3.91.3.9.50309.0104.7.4 .39./03./. 9.-079::.38007.:.3:39:20.5.3 202507-.:2:48.9-07/1:820./../.3/:3.79.:9/./.7.3 9:4.3-.5..23.2./089 472:.88.3..54.3..44  472:.2.:.31472:.5./.25070/...707:8..9 /.7.950747.34-.9-0/03.3.3 202-07 010 0- .. O 00-:75. -..34..33472..380/.7 /./43  .:..884.34-.5.380/./..9/03.2.8: 8.3/./.940032503.9.3/.92005.33..4-.88..93  /.8.3907.203:3..35.3.. /-:.88 .7:9/....3! !3207:5.948/.25:7..93./9:.3/.:.809.3 9/. 40:2.3/0../. 203:3.34.

3 /../. /.3/5.3 809 .3  802:. 502.3 0 /.9.7 -.3.:.2...30/. 40:2 ..8.3 503.185.3./.9 !02.3.39 .3 :39: 2033/.39 .7:9 /.09.3 3.9 -079. 5. ..7 0:33 :33.920:207 5..3/0. 8:: .3 8.703./.3 -.884.3 -..3 0 /.9  . 209.8.2 .8.3.3 !.3  203:3.3  203:3..3 80-./.9.3.88 3 9/.3.3 40:2 .703.8.7.09.3203.3/:3.88  8:: ..2.32094/0503.3 2.-.3 -.703..7 9/.9 80/9 70/:5  -07-. /2. .09. 80-0:23.80..2..3/.3  2.35.7 5.3 2.: 805079 . 5.3802:.-.5 203.502-:.. -..9.92.3 / .8.389..8 02:/.3-07:3.5..  .4.7 .3 /408 /03././9:.38.3.88/.25.3.3.3 .4:202..39::.34.9 ...7 809.2 .3 ..8: 04254 3  0:2 .5 /-..- 301 4   .33.3 -...2./.. 40:2 ././.3 .5 20.3 02:/.8./. /.88 .3. 2..7 2.340:2.  /.9-070-8.  472:.3/:3 39 789. -039: 5.39789./..3 :39: -.7 -039:89.33.3...09..4 9072.7.3  &39: 2033/./.3 /0/7..4.9 5.3 0.389.78025:73. .44  472:. 574808 500-:7.8 . 80/. 907.3/03..4..9.5 :. 2.  ..3-. 909.89.9 5.3.3 . -07:7...02.03/07:3 20307...503:.3 202-039: 789.3 /.:39:202.09. -.2 .3 4.42000./.3 -.9 8090.3 .  /.3 80-. /5. /03./. . 8::  4 207:5. .. . 81.:. 8:: 9:-: 909. 8:: 9:-:  909.7:8 /-:.25./089 80-..3. 2.9 2030-.. ..::5 2000 :39: /9:.. 8025.. 503:3.3/-.4 80-...09... /.2574808502-:.3/. ...3 -.  0:2 .88 -0723.3 0.:.3  472:.2 80708 9:-: /.3.:.3507-..  203:3.. S8..3 !.9... 1472:..-80. -.8.9 .3..:93.9 8073 .91 /....8.88 5. 203.33..88! /.4:20 2.3 /2.1472:. .//33.3/50740/.09.4 //0138.3.7 .3 //.4..88 -0702...93  8073  /.7-%04-742.3  803. 8::  4  909..7 4./.7 503:8:9.:79.5 /..3 200../.:..88 8..5.8.3.  /8079.7. 4..2- /.91 /92-.3 80/.. .3503.7 502-:. 8008.3 /:3..9 .3/5.9.9.3./.3! /03.: 02.S 207:5.:5:3-./. .-40907.2:3  507-0/. /.9: 40:2 .3/3.3...09.:/-:. 4 789.5 .8:.:39:2039:3-...: -0702.8.8::50325.7.8.8.5 909.  ..2./.6:./.9.. 200-:7 5.3  $08.4 .8:.703.8. ..4 3 203. 80/9 20307..3 207:5..09..:.3 8073  $090.: 5.7.. 02.73..-  .49/.9 301  4    .5..3907-039:708/:/.:.3 748458 .3 /-.3  5:9 5..73.8::.39.

7. 8:: S] S %047.3.:5:3 39073.9: 2000  0807.3.   1472:.079.  .9:-.20325.9/. .   .3-4-493.7:9.2..3 ./.9.3::7.5.39 .9. 2. /54943 ..3 502-03.3 /:3.8 503.3 /.:.9 5./../.7. 089073.9.7. 2000 8025:73. .7.3 /-:.703. 7039.3 -.9 .3-../089 $0.91/.3.:2.3 .9.9.-..3/809.881472:..790.3.7.3 -.9.3 2000 /.39.5 4. -07.3-08.3-.3 907..4.9.33.2 80/./.72:.3.83/:897 /8  .8.  .. 2.3/.:.91  %::..2 4.9/..8.3 907.:5:3 39073.91 /./.  8. 1472:.9..3 -.25:7 7.38::  07/././.850303/.:.3.. /.3 .3 /.9 5.3 .. /..2 472:.703.8 0.9.30.3 /.2. 42403 2032-:.9. /.3 .7/.2.3 803..9: 2000 4.3 /-:.:. 907.3 -../507407.91/.7.9.3!7.907/. 3 02:33.7 2:.     7.3 -4-49 2.:.7/507400807..-./.91.  .91/...88.3 .3 5./.308:/....33../.74.3/03.4:208/.2.2 472:.907/.      7.5.3.3 .8./:..3-. 80/.7..9:-.9.91/. 42403  .9 .2.9.9/825:.53..25:7 /03.. 907/.942403  -.3  !030-.74.3-.902-. 1472:.3.3 -4-49.0807.3.3-.3  80/.   7. ..39: .51472:.7.80.. . . 7.:. 9/.3503./503. 0- 03.88 . .9 2000 8.3 9/./.9.     7.88 . .3-.25. 089073.9.3 709..3 .703./.3 503.9.  4.010907.. 1472:.3 .5./.3/.:./ 50303/.91 .3907. -0/.9.88 5.3 1472:.3 2025070.: 47.25.25.3 5.88  -07.9 ..2.3. / ::7 5..3 424039..703.7:4005..34059  : 8. 3 /80-.:. $0/.3./.393/.901./430--08.: 47..  80/.80. ..3..5..20003.9:2000.9.3 .2 472:.5  5.3 0./.9:/.34059  /50740 .3 . /902:.3.:. -.3.. 907.5:3 907.3/:3.72.6:.9 038 54.88 9/.7:9.5.3/80-.   /..3.  09.3 .3  -.57480850307.25:7 207. ::7.3 39073.8.9 .5.3.93.:.8 .3 503.9 /03.790 .3.:.91 9/.7.9 42403  &39: 1472:./.5.3-4-494. 80/.9.089073.88 207.3 2000 .3  9/.3 39073.880/.507-0/..3-.39.3.3 . 2.7 &39:203../.80807.907.       /./. 907.5.9./.  07/..3-07-0/.20008025:73.9  %09.  0807.:./ /.9: 2000 4.7.8  1472:.089073.3 -.3 0.- 50789.3.3. 7././.  . 907.3. 0.: -4-497.:.25:7.:. .:..3 4./.9.8 424039.:4380397.3 8:: .91  03.2. 0.: :3.3 .7825..35.8 5.8 -.3 .703.93.3.  $0/. $0/.9. 1472:.3 -4-49  /.2  07/.9.7.88 /.3 42403  2.8.888.93 8073 /.:.:.:.88  & 8.

 80/.8.320008025:73..8.-4-49.9: 2000 8.9:23.2.2.3 .77039.. ...:.8/.25./.39.:. 7.31472:.9.34.9:2000  8.  S /.  /.502-:.9: 2000 /50740  .3 5.8.1472:.05.9.7 ! .3 0. S $0/.:.3502-03.8 8.3 /..5.3.7.380/. /-./4304/30 .7.3.7.9.:.320008::.7../.3/5.05. 8.5.2.8.S/.   07/.9:2000.99/.. S/./..9 / /./.3 2000 /.30103.3-4-497.3/.3.7:9/.     .5.05.88 40:2 .    472:.3  ..7.9:2000 8.5.:.42403    07/.3 08:/.7. 202-07..  202 8.907. -07:9   472:.703. S $0/.8.3 .: 47..3 4-.9.7.91472:.3 .9/.3 2000 8:: ..3 ..884.8.3  .93.8 424039.7.9/.    07/../..07/.990705.7..:: -.-84578   $.3   0:.92000803.7:9 9070- /.  8.3/03.9:-./.9.3 80-.30-.3.2..3.8 0807.3  9/.3 0..8 503.3 -4-49  802:.3 4.:.25.3 0.3.9 42403  $0/.33.  S 80/..3907/.8    07/.3 .320008025:73.3 2000 8025:73. 57.:20005.05.3/: 9/.3/..9:2000 8.  907. 8.9.9 202-07.5.3-.8.31472:.3 5.3. 3/80-.8  1472:.7.40-.34059  1472:. ..3.  .9:7 4.8.3..3/3.1472:.320008025:73..:.25./.3 1472:. .883.91 54.-.     472:..3 .9.3 -.5.3 0.28:3      0825:. /-. S/.3 /.7./.:.9.7:8 203:3: -.25.320008::.     472:...8 0.2 0025.-84758 80/.  /.3! .3.3 907..     /.3 2000/.3..S $0/.3 0103.9:./.7.320325.320008::.:.9: 2000  1472:.40:2 .4 0- .3 0- .3.3 -. /03.8::9:-:    07/. /03.7.7: 02:/.4-.7.3/3..3 907/./.8 8..7.3  .25.7:8/... 709.88 $0/.

.72.2.3#  ..72.7!:89.88 !    . .790203080.83/:897 /8  .3 .3/03.91/.88    .3 !7.. -0/..5.:.   $ 3/4308.3-07-0/.3.3#  ..9  9047 /.9.7:9 /.3 -.9..!708843/43     .9.3 803.3-.450 /80  05.0:9..8840:2.3 9/.8 3/:897  /8 0   !0307-9 &3.0789!7088    05.    %047../.     .3!7.9.9.7    .83/4308.91/.901.50398  9 0/  %0 !. 2:/.3..28:3 2:#0805 .703.3/:3.: 4380397.0807.91 /.3-.9./03.19.907.88 -07..3-.72.0-.3 503.3..3 ../503..72.88.90 09  0   4.790203080.0:9.4:208 /.8.450' /80  05. 2000 5.2..79.3 .790203080..010907.2.. .72.  .:3        $.79..9.3-4-49.53.05./.0:9.   05.72./.3 .90 .34.39 -079::.4 9..3.9 .../.2.:.7 /50740 0807.9.3 !7.:../.    %047 /.7:4005.88 4.72.3-.-.3/-44 41 !.3    09 .   /.3#  .:2.9/-.72..40103.. . 8::.7.79.   301  4    2: 07.50398  9 0/  %0 !.2 80/.9.     . . -.790203080.88 /.7..91/..79.  ! 3 207:5.3/3.9.!708843/43    .0789.79./0     !   007  ..7 /.&3.9..3#  .0:9.2 ...3/-44 41 !./0     !   007  ..

! #!#%& #$% %%  '& %!   .

!    $             ./.407#.

 .     $./33.

     9. 9..3..

     9.7.$.20..

      #$  .

  ! .

$% #.

3.-:  4.-:  94-07       #.72  #.02-07  #.3 $ .02-07  07.%!#%& #.-:  4.$:89.

%! # $$%          #% #&#$%#!&&% &%$%%&!%& !# #$%&#$ &'#$%$$& .

  .

          .