SIMULASI PINTU GARASI MOBIL OTOMATIS BERBASIS PLC (Programmable Logic Control

)
TUGAS AKHIR
Diajukan dalam rangka penyelesaian studi diploma 3 Untuk mencapai gelar Ahli Madya

Nama NIM Prodi Jurusan

: Brata Abi Mantra : 5351302024 : D3 Teknik Elektro : Teknik Elektro

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Tugas Akhir ini telah dipertahankan di hadapan sidang penguji Tugas Akhir Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Pada hari Tanggal : : Dosen Pembimbing

Drs. Henry Ananta, M.Pd. NIP. 131571562

Dosen Penguji II:

Dosen Penguji I:

Drs. Henry Ananta, M.Pd. NIP. 131571562 Ketua Jurusan,

Riana Defi MP, S.T, M.T NIP. 132 307 547 Ketua Program Studi,

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T. NIP. NIP. 131570064

Drs. Agus Murnomo, M.T. NIP. 131616610

Dekan,

Prof. DR. Soesanto NIP. 130875753

ii

ABSTRAK Brata Abi Mantra, 2005. “Simulasi Pintu Garasi Mobil Otomatis Berbasis PLC(Programmable Logic Control)”. Tugas akhir program studi instalasi listrik, D3 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Sistem kontrol proses terdiri atas sekumpulan piranti-piranti dan peralatanperalatan elektronik yang mampu menangani kestabilan, akurasi dan mengeliminasi transisi status yang berbahaya dalam proses produksi. Alat–alat kontrol ini diantaranya alat kontrol berbasis mikrokontroler, saklar–saklar otomatis, dan programmable logic control (PLC). PLC (Programmable Logic Control) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relai yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor yang terkait), kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan, yang berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya (logik, 0 atau 1, hidup atau mati) Pemakaian PLC sebagai alat kontrol untuk beberapa sistem otomatisasi telah banyak digunakan karena PLC dapat diberi perintah masukan yang memungkinkan dapat diterapkan dalam sistem pengoperasian pintu garasi secara otomatis. Pada sistem ini sebagai masukan PLC menggunakan empat pasang dioda sinar laser dan LDR(light dipendent resistor) yaitu 00.001-00.004, yang akan bekerja apabila resistansi dari LDR yang terkena cahaya oleh dioda laser tersebut berkurang yang kemudian dihubungkan dengan relai sebagai masukan pada PLC serta menggunakan dua buah limit switch (00.005-00.006), untuk menghentikan putaran motor. Sebagai aktuatornya (keluaran) menggunakan sebuah motor DC 12 Volt (01.001 dan 01.002), yang digunakan untuk memutar rolling door untuk membuka ataupun menutup pintu. Simulasi alat ini berbetuk sebuah garasi yang dilengkapi dengan rolling door. Dengan adanya alat kontrol ini dapat memberikan gambaran mengenai salah satu aplikasi PLC dalam banyak hal tidak terbatas pada satu aplikasi saja serta dengan adanya alat ini diharapkan akan dapat meminimalisasi campur tangan manusia dalam membuka ataupun menutup pintu garasi mobil. Berdasarkan hasil pembuatan simulasi alat kontrol pintu garasi mobil maka pemahaman mengenai deskripsi kerja alat mudah dimengerti dan dipahami. Rangkaian kendali pintu garasi mobil ini dapat bekerja secara otomatis dan manual. Pengoperasian secara otomatis dilakukan untuk mempermudah pengoperasiannya sedangkan secara manual digunakan untuk perawatan dan perbaikan sistem. Dengan melihat hasil keseluruhan dari pembuatan alat simulasi ini, maka dapat diberikan saran sebagai berikut Dalam pemakaian sistem kendali khususnya PLC, sistem harus benar-benar terisolasi dari rangkaian interface luar. Dengan adanya alat simulasi ini, dapat memberikan gambaran mengenai salah satu aplikasi PLC. Pada pembuatan sistem kendali pintu garasi mobil otomatis yang sesungguhnya, harus diperhitungkan kembali faktor pemilihan motor dan gear box. iii

Kepandaian tanpa jiwa yang sehat bagai kapal tanpa nahkoda.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO • Kemauan dan usaha keras dalam berusaha adalah langkah awal mencapai kesuksesan. Kepada semua pembaca yang budiman. PERSEMBAHAN • • • Kepada Ibunda dan keluarga tercinta. • • Pengalaman adalah guru yang paling baik. iv . Kepada seseorang yang aku sayangi.

M. 4. M.T. Bapak Drs.Pd.T. Dr. Soesanto. Henry Ananta. yang telah memberikan bimbingan.T. Ibu Riana Defi MP. M. Bapak Drs. baik dari segi fisik maupun bahasanya. kritik dan saran yang bersifat membangun akan penulis terima. 9. Oleh karena itu. Untuk itu. Orang Tua serta keluarga yang telah memberikan dorongan baik moril maupun materiil kepada penulis dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan. 6. petunjuk dan saran hingga terselesaikannya tugas akhir ini. Bapak Ibu Dosen TE UNNES yang telah memberikan ilmu pengetahuan. Djoko Adi Widodo. M. Dekan Fakultas Teknik. dan bimbingan yang telah diterima dengan baik secara langsung maupun tidak langsung. dorongan. 7. Dosen Penguji tugas akhir. Dosen Pembimbing. 5. v . 8. Ketua Program Studi Diploma III Teknik Elektro. Dan kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulis dalam menyelesaikan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. 2. Ketua Jurusan Teknik Elektro. hal itu karena keterbatasan kemampuan penulis baik dalam teori maupun pengalaman. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA sehingga dapat terselesaikannya Tugas Akhir ini. Bapak Prof. 3.KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah swt. dan kartika. S.T. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Keberhasilan Tugas Akhir ini tidak lepas dari semua pihak yang banyak memberikan bantuan. kost LA. ita yang telah memberikan dukungannya. Teman-teman TIL’02. Bapak Drs. dalam kesempatan ini ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada : 1. Agus Murnomo.

Semarang. Februari 2006 Penulis vi .Akhirnya penulis berharap agar Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam memperluas pengetahuan akan ilmu dan teknologi.

.....................4 C................... ix DAFTAR TABEL ........................... Tujuan .................................3................ ii ABSTRAK ..................................................................................................................................................... Keluaran-keluaran PLC .. Programmable Logic Control (PLC)..................28 vii .......... Permasalahan ........... Landasan Perencanaan A............................................................. Manfaat .....v DAFTAR ISI ..................................................................................................7 A.................. iv KATA PENGANTAR ......................5 D......... Pembatasan Masalah.................1...................................... i HALAMAN PENGESAHAN ........................................................1..1.........................................................................2.............. xiii BAB I PENDAHULUAN A.13 A............................................................................. Masukan-masukan PLC ................................ vii DAFTAR GAMBAR ...........................................................5 E......................... xii DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL....................................................................1 B.................................................................................................................................................... Latar Belakang Masalah....27 A............................... iii MOTO DAN PERSEMBAHAN ..............................1....................................................................... Bagian-bagian PLC..1.....................................................................5 BAB II ISI A......................................

Halaman A.2. Sensor Cahaya A.2.1. Dioda Sinar Laser ...........................................................29 A.2.2. LDR(Light Dependent Resistor ......................................31 A.3. Motor DC sebagai penggerak .....................................................32 A.4. Komponen Pendukung................................................................32 A.4.1. Resistor dan Transistor ...................................................32 A.4.2. Relai................................................................................35 A.4.3. Limit Switch ....................................................................35 A.4.4. Pengaman Lebur(Fuse)...................................................36 A.4.5. Saklar Tombol Tekan .....................................................36 A.5. Catu Daya A.5.1. Transformator penurun tegangan....................................38 A.5.2. Penyearah........................................................................38 A.5.3. Penyaring ........................................................................38 A.5.4. IC Catu Daya ..................................................................39 B. Perancangan Alat Simulasi ...................................................................... B.1. Perancangan Pesawat Simulasi ...................................................40 B.2. Pembuatan Alat Simulasi............................................................40 C. Pengujian Pesawat Simulasi .................................................................... C.1. Pengujian Catu Daya...................................................................62 C.2. Pengujian Motor..........................................................................62 D. Pengoperasian .......................................................................................... D.1. Otomatis......................................................................................64 D.2. Manual ........................................................................................65 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ..........................................................................................66 B. Saran ....................................................................................................66 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1. Omron CPM 1 A ................................................................................11 2. Foto Omron CPM 1 A........................................................................12 3. Omron CPM 2 A ................................................................................12 4. Contoh ladder diagram ......................................................................20 5. Contoh instruksi LD dan LD NOT ....................................................21 6. Contoh instruksi AND dan AND NOT................................................22 7. Contoh instruksi OR dan OR NOT .....................................................23 8. Contoh instruksi OUT dan OUT NOT................................................23 9. Contoh instruksi DIFD (13) dan DIFU (14) ......................................24 10. Contoh instruksi END (01) ................................................................25 11. Contoh pemograman yang salah ........................................................27 12. Contoh menghubungkan sensor masukan..........................................28 13. Relai sebagai keluaran pada PLC Omron CPM 1 A ..........................28 14. Contoh menghubungkan keluaran PLC .............................................29 15. Dioda laser .........................................................................................30 16. LDR....................................................................................................31 17. Motor DC ...........................................................................................32 18. Simbol transistor dan resistor ............................................................34 19. Relai 12 Volt 8 pin .............................................................................35 20. Limit switch .......................................................................................35

ix

Gambar

Halaman

21. (a). Trafo step down tanpa CT............................................................38 (b). Trafo step down dengan CT ........................................................38 22. Penyearah gelombang penuh dengan CT...........................................38 23. Penyearah gelombang penuh dengan dioda bidge .............................38 24. Filter kapasitor ...................................................................................39 25. IC LM 7805........................................................................................40 26. Diagram blok simulasi pintu garasi mobil otomatis berbasis PLC ....41 27. Flow chart simulasi pintu garasi mobil otomatis berbasis PLC .......42 28. Ladder diagram simulasi pintu garasi otomatis berbasis PLC ..........44 29. Ladder diagram start motor forward dengan self holding ................45 30. Ladder diagram DIFD (14)................................................................46 31. Chart DIFD (14) ................................................................................46 32. Ladder diagram start motor reverse dengan self holding..................47 33. Ladder diagram start motor forward dengan self holding ................48 34. Rangkaian Catu daya otomatis dan manual .......................................53 35. Rangkaian pemancar sinar laser.........................................................53 36. Rangkaian penerima sinar laser .........................................................54 37. (a). Rangkaian pembalik arah putaran motor manual ........................55 (b). Rangkaian pembalik arah putaran motor otomatis......................55 38. Tampilan penyutingan diagram tangga syswin ..................................55 39. Jendela new project setup ..................................................................56 40. Kotak dialog intruksi ladder diagram................................................56 41. Contoh penggambaran ladder diagram NO contact ..........................57

x

..............................................58 44............................................................... Kotak insert network ...........57 43............... Kotak dialog function............................. Contoh hasil akhir diagram tangga ...............................61 xi .................... Pengeditan diagram tangga secara online ..................60 49....... Mengatur komunikasi PLC ....... Kotak penyutingan diagram tangga lainnya................................................................60 48. Kotak dialog select function ..........................Gambar Halaman 42................................................................................................59 46................ Kotak download program to PLC.........................61 50...................................................59 47. Kotak PLC mode ..58 45.....................

..............33 4......................50 8.............43 6...............26 3...................................... Daftar hasil pengujian motor................................ Arti lampu indikator status CPU PLC Omron CPM 1A/ CPM 2 A .... Daftar gelang warna resistor ........................62 (b)...62 9............................................................. Daftar hasil pengujian dioda laser ..........63 xii ........... Contoh penyimpanan kode mnemonik ............................................ (a)..49 7............................................. Daftar hasil pengujian LDR.. Daftar alamat masukan PLC ........ Daftar alat dan bahan ................................... Daftar alamat keluaran PLC........... Daftar hasil pengujian catu daya ..........................................................................43 5......13 2........................................................................................ Daftar mnemonik program...............................63 10......................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1..........

.........69 2.................................................................. Rancang bangun alat simulasi..............81 xiii .... Ladder diagram simulasi pintu garasi mobil otomatis berbasis PLC ...............................79 5................ Spesifikasi Umum PLC........... Ringkasan penggunaan tombol singkat (Shortcut) ............................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1........72 3....... Rangkaian keseluruhan ..............................74 4........

Untuk memenuhi kebutuhan otomatisasi ini diperlukan peralatan kontrol yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Melihat kondisi riil yang ada kebanyakan proses pengoperasian pintu garasi mobil masih dilakukan secara manual dimana campur tangan manusia masih dilibatkan secara langsung. disamping kurang sopan juga kurang praktis. Bagi 1 . bahkan aktifitas tersebut tidak lepas dari keberadaan pintu dimana kita harus membuka atau menutup pintu yang membuat kita terasa enggan untuk melakukannya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang dilakukan di dalam dan di luar ruangan. praktis dan berteknologi tinggi. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini sangat pesat. Alat–alat kontrol ini diantaranya alat kontrol berbasis mikrokontroler. Hal semacam ini memerlukan sarana pendukung yang sederhana. susah bergerak. berulang-ulangkali keluar masuk pintu dengan menarik atau mendorong pintu. saklar–saklar otomatis. berfikiran praktis dan simple. Apalagi pintu yang terpasang mengeluarkan bunyi keras. dan programmable logic control (PLC). terutama di bidang teknologi elektronika mengakibatkan beberapa efek yang mempengaruhi kehidupan masyarakat untuk melangkah lebih maju (modernisasi). Hal ini dapat disaksikan bahwa pembuatan peralatan–peralatan yang serba otomatis yang mengesampingkan peran manusia sebagai subjek pekerjaan telah banyak ditemukan.BAB I PENDAHULUAN A.

Ada juga yang menyebutnya dengan PC (programmable controlle ). misalnya pada proses pengepakan. 2. semakin kompleks proses yang harus ditangani semakin penting penggunaan PLC untuk mempermudah proses-proses tersebut (dan sekaligus menggantikan beberapa alat yang diperlukan). PLC (Programmable Logic Control) dapat dibayangkan seperti sebuah personal komputer konvensional (konfigurasi internal pada PLC mirip sekali dengan konfigurasi internal pada personal komputer). diharapkan mampu terciptanya sebuah alat kontrol otomatis yang dapat memenuhi harapan tersebut. penanganan bahan. Dengan demikian. Dengan kata lain. Perlu kerja keras saat dilakukan pengkabelan. Jadi bisa dianggap PLC adalah komputernya panel listrik. PLC banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi industri. 3. hampir semua aplikasi yang memerlukan kontrol listrik atau elektronik lainnya. Akan tetapi dalam hal ini PLC dirancang untuk pembuatan panel listrik (untuk arus kuat). antara lain: 1. namun bagi sebagian orang lainnya. Kesulitan saat dilakukan penggantian dan perbaikan. Kesulitan saat dilakukan pelacakan kesalahan. Dengan memanfaatkan salah satu sistem yang mempergunakan alat–alat kontrol otomatis dalam hal ini PLC. perakitan otomatis dan lain sebagainya.2 sebagian orang. . kegiatan seperti itu mungkin saja menjadi sebuah hal yang membosankan. membuka atau menutup pintu garasi mobil secara manual mungkin tidak menjadi persoalan. Selain itu sistem kontrol proses konvensional memiliki beberapa kelemahan.

hanya dengan melakukan perubahan atau penggantian program. perangkat kontroler sederhana. khususnya dalam kasus penggunaan instrumen I/O yang cukup banyak dan fungsi operasional prosesnya cukup kompleks. 7. antara lain: 1. Fungsi diagnostik pada sebuah kontroler PLC membolehkan pendeteksian kesalahan yang mudah dan cepat. Dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional. Perubahan pada urutan operasional atau proses atau aplikasi dapat dilakukan dengan mudah.3 4. baik melalui terminal konsol maupun komputer PC. 5. Hard-wired Program 6. 2. PLC mengkonsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional (berbasis relai). 5. Ketahanan PLC jauh lebih baik dibandingkan dengan relai automekanik. waktu tunggu tidak menentu dan biasanya lama. 6. Tujuan dan aplikasi tertentu. 4. wiring relatif sedikit. Saat terjadi masalah. jumlah kabel yang dibutuhkan bisa berkurang hingga 80%. Sedangkan penggunaan kontroler PLC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional. 3. Lebih murah dibandingkan dengan sistem konvensional. . Tidak membutuhkan spare part yang banyak.

Standarisasi sistem kontrol lebih mudah diterapkan.4 8. 14. Commissioning dan trouble shooting lebih mudah dengan menggunakan fungsi yang tersedia. 15. Produksi yang relatif besar Pemakaian PLC sebagai alat kontrol untuk beberapa sistem otomatisasi telah banyak digunakan karena PLC dapat diberi perintah masukan yang memungkinkan dapat diterapkan dalam sistem pengoperasian pintu garasi secara otomatis. 12. Pada sistem ini pintu garasi akan membuka dan menutup sendiri ketika ada sebuah mobil yang akan masuk ataupun keluar pintu garasi dan proses ini akan berulang–ulang secara otomatis. . 9. 13. Pemrograman yang ampuh dan disimpan didalam memori 11. B. Dapat menerima kondisi lingkungan yang berat. 10. Aplikasi yang universal karena suatu program ditetukan oleh fungsi yang tersedia. Permasalahan Berdasarkan kondisi di atas maka timbul permasalahan yaitu bagaimana merancang sebuah simulasi pintu garasi mobil otomatis yang menggunakan sistem kontrol PLC dan akan bekerja ketika ada sebuah mobil yang masuk ataupun keluar pintu garasi dengan jalan menaikkan dan menurunkan pintu. Programnya dapat menggunakan teks dan grafik. Dokumentasi gambar sistem lebih sederhana dan mudah dimengerti.

. Merancang dan membuat simulasi pintu garasi mobil otomatis dengan penggunakan PLC sebagai alat kontrol pengendali kerja motor dan sensor. Mengetahui unjuk kerja dari alat yang dibuat. D. 2. maka masalah yang akan dikaji dan dibahas meliputi : 1. artinya hanya menggunakan kondisi pintu yang tertutup. E. Sistem pengaman garasi mobil diabaikan.5 C. Manfaat Adapun manfaat yang tercapai dengan adanya alat tersebut adalah : 1. dapat memberikan gambaran mengenai salah satu aplikasi PLC dalam banyak hal tidak terbatas pada satu aplikasi saja. 4. Bagi penulis sendiri. Penerapan sensor disesuaikan dengan keadaan lingkungan. Meminimalisasi campur tangan manusia dalam membuka atau menutup pintu garasi mobil. 3. Sistem program pengendalian piranti menggunakan PLC OMRON SYSMAC CPM 2 A. Tujuan Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah : 1. Pembatasan Masalah Karena terbatasnya sarana dan prasarana dalam pembuatan alat. 3. Penguncian pintu hanya menggunakan kondisi motor yang tidak bergerak. artinya kuat cahaya dioda laser disesuaikan dengan kepekaan LDR pada rangkaian penerima. 2.

Memudahkan pemakai dalam membuka dan menutup pintu garasi mobil. Sebagai bahan penunjang praktik di laboratorium PLC Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. .6 2. 4. Pemakai dapat membuka dan menutup pintu garasi secara otomatis tanpa harus mendorong ataupun menarik pintu garasi. 3.

(Setiawan Heru. menunjukkan kemampuannya dapat diubah-ubah sesuai program yang dibuat dan kemampuannya dalam hal memori program yang telah dibuat. tidak peduli ukurannya. Landasan Perencanaan A. Logic. PLC(Programmable Logic Control) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relai yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional. Programmable Logic Control (PLC) Sistem kontrol proses terdiri atas sekumpulan piranti-piranti dan peralatan-peralatan elektronik yang mampu menangani kestabilan. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor yang terkait). Masing-masing komponen dalam sistem kontrol proses tersebut memegang peranan pentingnya masing-masing.1. 7 .BAB II ISI A. yakni melakukan operasi negasi. menunjukkan kemampuannya dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan keluaran yang diinginkan). PLC (Programmable. yang berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya (logik. menunjukkan kemampuannya dalam memproses input secara aritmatik. membagi. menjumlahkan & membandingkan. Menurut Putra Afgianto E (2004:1). akurasi dan mengeliminasi transisi status yang berbahaya dalam proses produksi. kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan. Controller. mengalikan. mengurangi. 2005:1).

Akan tetapi dalam hal ini PLC dirancang untuk pembuatan panel listrik (untuk arus kuat). PLC menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrumen keluaran berkaitan dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati. Dengan kata lain. Dengan kata lain. Program yang dibuat umumnya dinamakan diagram tangga atau ladder diagram yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan. penanganan bahan. PLC (Programmable Logic Control) dapat dibayangkan seperti sebuah personal komputer konvensional (konfigurasi internal pada PLC mirip sekali dengan konfigurasi internal pada personal komputer). PLC banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi industri. semakin kompleks proses yang harus ditangani semakin penting penggunaan PLC untuk mempermudah proses-proses tersebut (dan sekaligus menggantikan beberapa alat yang diperlukan). hampir semua aplikasi yang memerlukan kontrol listrik atau elektronik lainnya. Ada juga yang menyebutnya dengan PC (programmable controlle ). hidup atau mati). Jadi bisa dianggap PLC adalah komputernya panel listrik. Selain . perakitan otomatis dan lain sebagainya.8 0 atau 1. Menurut Suryono dan Tugino (2005:1). Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa PLC adalah sebuah peralatan kontrol otomatis yang mempunyai memori untuk menyimpan program masukan guna mengontrol peralatan atau proses melalui modul masukan dan keluaran baik digital maupun analog. Dengan demikian. misalnya pada proses pengepakan.

d.9 itu sistem kontrol proses konvensional memiliki beberapa kelemahan. hanya dengan melakukan perubahan atau penggantian program. c. Saat terjadi masalah. Sedangkan penggunaan kontroler PLC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sisitem kontrol proses konvensional. baik melalui terminal konsol maupun komputer PC. b. . Kesulitan saat dilakukan pelacakan kesalahan. antara lain: a. Perubahan pada urutan operasional atau proses atau aplikasi dapat dilakukan dengan mudah. Perlu kerja keras saat dilakukan pengkabelan. jumlah kabel yang dibutuhkan bisa berkurang hingga 80%. waktu tunggu tidak menentu dan biasanya lama. Fungsi diagnostik pada sebuah kontroler PLC membolehkan pendeteksian kesalahan yang mudah dan cepat. Biaya relatif mahal karena membutuhkan spare part relatif banyak. Kesulitan saat dilakukan penggantian dan perbaikan. d. c. antara lain: a. Dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional. e. b. PLC mengkonsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional (berbasis relai). wiring relatif sedikit.

Tiap-tiap PLC pada dasarnya merupakan sebuah mikrokontroler (CPUnya PLC bisa berupa mikrokontroller maupun mikroprosesor) yang dilengkapi dengan peripheral yang dapat berupa masukan digital. Programnya . g. Perangkat lunak programnya sama sekali berbeda dengan bahasa komputer seperti pascal. keluaran digital atau relai. o. Programnya dapat menggunakan teks dan grafik.10 e. i. Pemrograman yang ampuh dan disimpan didalam memori. Dokumentasi dimengerti. Dapat menerima kondisi lingkungan yang berat. Lebih murah dibandingkan dengan sistem konvensional. Tidak membutuhkan spare part yang banyak. h. m. k. Aplikasi yang universal karena suatu program ditetukan oleh fungsi yang tersedia. f. Commissioning dan troubleshooting lebih mudah dengan gambar sistem lebih sederhana dan mudah menggunkan fungsi yang tersedia. j. khususnya dalam kasus penggunaan instrumen I/O yang cukup banyak dan fungsi operasional prosesnya cukup kompleks. Produksi yang relatif besar. Ketahanan PLC jauh lebih baik dibandingkan dengan relai automekanik. perangkat kontroler sederhana. basis C dan lain-lain. l. n. Standarisasi sistem kontrol lebih mudah diterapkan.

Pada gambar 1 dan 2 ditunjukkan gambar Omron CPM1A 10 keluaran atau masukan (10 I/O). CPM1A 10 memiliki 6 masukan (I0-I5) dan 4 keluaran (O0-O3) total 10 jalur keluaran atau masukan.11 menggunakan apa yang dinamakan sebagai diagram tangga atau ladder diagram. PLC(Programmable Logic Control) CPM1A dan CPM2A merupakan PLC produk dari OMRON. Gambar 1. perbedaan mendasar antara CPM1A dan CPM2A adalah fungsi dan jumlah terminal masukan dan keluarannya. Omron CPM1A Sumber (Putra Afgianto Eko. sedangkan gambar 3 ditunjukkan gambar Omron CPM2A (20 I/O). 2004:21) . sedangkan CPM2A 20 memilki 12 masukan dan 8 keluaran (total 20 jalur masukan atau keluaran).

2004:22) . Foto Omron CPM1A Gambar 3. Omron CPM2A Sumber (Putra Afgianto Eko.12 Gambar 2.

Tabel 1. RUN. PLC dalam kondisi mode PROGRAM atau kesalahan total terjadi. ERROR atau Alarm (merah) OFF Flashing ON Kesalahan fatal terjadi (PLC berhenti bekerja) Kesalahan yang tidak fatal terjadi (PLC meneruskan operasi). ERR atau ALM. Arti masing-masing lampu indikator tersebut ditunjukkan pada tabel 1. COMM (oranye) ON Data sedang di transfer lewat terminal peripheral atau RS-232C OFF Data tidak sedang di transfer lewat terminal peripheral atau RS-232C. yaitu PWR. Mengindikasikan operasi normal.13 Sebagaimana terlihat pada gambar 1 dan 2 maupun gambar 3 selain adanya indikator keluaran masukan. Sumber (Putra Afgianto Eko. Arti lampu indikator status CPU PLC CPM1A/CPM2A Indikator Power (hijau) RUN (hijau) OFF Status ON OFF ON Keterangan Catu daya disalurkan ke PLC Catu daya tidak disalurkan ke PLC PLC dalam kondisi mode kerja RUN atau MONITOR. 2004:20) . terlihat juga adanya 4 macam lampu indikator. COMM.

b. eksekusi interkonektifitas antar bagian-bagian internal program. Modul ini berupa switching power supply. Elemen-elemen sebuah PLC terdiri atas : a. . manajemen memori. Central Processing Unit (CPU) Adalah otak dalam PLC.14 A.1. CPU PLC Omron sangat bervariasi macamnya tergantung pada masing-masing tipe PLC-nya. Terminal masukan (Power Supply ) Adalah terminal untuk memberi tegangan dari power supply ke CPU (100 sampai 240 VAC atau 24 VDC).1. eksternal. Kontroler PLC memiliki suatu suatu rutin kompleks yang digunakan untuk memeriksa memori agar dapat dipastikan memori PLC tidak rusak yang diandai dengan lampu indikator pada badan PLC. artinya seperangkat perangkat lunak dan keras yang di adaptasi untuk keperluan aplikasi dalam dunia industri. mengawasi atau mengamati masukan dan memberikan sinyal ke keluaran (sesuai dengan proses atau program yang dijalankan). merupakan tempat mengolah program sehingga sistem kontrol yang telah di desain akan bekerja seperti yang telah diprogramkan. CPU ini juga menangani komunikasi dengan piranti PLC. Bagian–bagian PLC PLC sesungguhnya merupakan sistem mikrokontroler khusus untuk industri.

k. e. Terminal keluaran Power Supply Sebuah CPM 1A/2A dengan sumber tegangan AC dilengkapi dengan keluaran 24 VDC untuk mensuplai keluaran. Terminal keluaran (Terminal Output) Adalah keluaran. d. Adalah terminal pertanahan yang harus diketanahkan jika menggunakan tegangan sumber AC. Terminal pertanahan fungsional (Functional Earth Terminal). Memori PLC 1) IR (Internal Relay) . terminal yang menghubungkan ke rangkaian g. Indikator PC Indikator yang memperlihatkan atau menampilkan status operasi atau mode dari PC. i. Terminal pertanahan pengaman (Protective Out Terminal) Adalah terminal pengaman pertanahan untuk mengurangi resiko kejutan listrik.15 c. Menyala saat terminal masukan ON. h. Terminal masukan (Terminal Input) Adalah terminal yang menghubungkan ke rangkaian masukan. f. Indikator keluaran (Indikator Output) Menyala saat terminal keluaran ON. j. Indikator masukan (Indikator Input).

kontrol bit PLC.16 Bagian memori ini digunakan untuk menyimpan status keluaran dan masukan PLC. misal IR000.2 detik dan sebagainya). area keluaran dan area kerja. kondisi spesial I/O. Dapat menunjukkan kondisi PLC yang disebabkan oleh kegagalan sumber tegangan. informasi kondisi PLC. interupsi dan status flags (misalnya pada intruksi penjumlahan terdapat kelebihan digit pada hasilnya (carry flag). 3) Ar (Auxilary Relay) Terdiri dari flags dan bit untuk tujuan-tujuan khusus. yaitu area masukan. kondisi CPU PLC. Artinya untuk tukar-menukar informasi antara dua PLC atau lebih dalam . Daerah IR terbagi atas tiga macam area. masingmasing bit IR000 berhubungan langsung dengan terminal masukan. 0. Untuk CPM1A/CPM2A. Untuk mengakses memori ini cukup dengan angkanya saja. dan sistem clock (pulsa 1 detik. 000 untuk masukan. 4) LR (Link Relay) Digunakan untuk data link pada PLC link system. kondisi memori PLC.05 (atau 000.05). kondisi input atau output unit. 010 untuk keluaran dan 200 untuk memori kerjanya 2) SR (Special Relay) Special relay adalah relai yang mempunyai fungsi-fungsi khusus seperti untuk pencacah.00 saja) berhubungan langsung dengan masukan ke-1 dan IR 000.00 (atau 000.

6) TR (Temporary Relay) Berfungsi untuk penyimpanan sementara kondisi logika program pada ladder diagram yang mempunyai titik percabangan khusus terdapat 8 bit. . Bit-bit HR ini dapat digunakan bebas didalam program sebagaimana bit-bit kerja (works bit). TR00 hingga TR07. Untuk CPM1A/CPM2A daerah ini terdiri dari 20 word.00 hingga HR19.15. baik untuk CPM1A/CPM2A 7) DM (Data Memory) Berfungsi untuk penyimpanan data-data program karena isi DM tidak akan hilang (reset) walaupun sumber tegangan PLC mati. HR000.00 hingga LR15.17 suatu sistem kontrol yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan menggunakan banyak PLC. LR00 hingga LR15 atau 256 bit. LR00. untuk CPM1A/CPM2A.15. Terdiri dari 16 word. 5) HR (Holding Relay) Holding Relay digunakan untuk mempertahankan kondisi kerja rangkaian PLC yang sedang dioperasikan apabila terjadi gangguan pada sumber tegangan dan akan menyimpan kondisi kerja PLC walaupun sudah dimatikan. HR00 hingga HR19 atau 320 bit.

Exspanssion I/O Penghubung CPU ke exspanssion I/O unit untuk menambah 12 masukan dan 8 keluaran. (a) RUN. Programming console (PC) PC berfungsi untuk memasukkan perintah atau program secara berurutan. . Peripheral port Penghubung antara CPU dengan PC atau peralatan peripheral lainnya. n.18 l. 2) Mode Pilihan Memilih mode operasi pada PLC yaitu mode RUN. Digunakan untuk mengoperasikan program tanpa dapat mengubah nilai setting yang dapat diubah pada posisi mode MON. Adapun bagian–bagian dari program console adalah : 1) LCD display Menampilkan program atau perintah yang dimasukkan ke dalam PLC. mode PROGRAM dan mode MON (Monitor). yaitu dengan menggunakan kabel data RS 232C adaptor atau RS 422). m.

VER. o. TR. AND. SFT. Garis . DEL. (c) PROGRAM Digunakan untuk membuat program atau membuat modifikasi atau perbaikan program sebelumnya. Shift Register SRCH. WRITE. PLAY atau SET. REC.19 (b) MONITOR (MON) Digunakan untuk memonitor kerja program yang telah dibuat. EXT. 3) Tombol–tombol instruksi (Instruction Keys) Adalah tombol–tombol untuk memasukkan perintah kontak yang akan digunakan. Pemograman PLC(Programmable Logic Control) 1) Diagram Tangga (ladder diagram) dasar Menurut Putra Afgianto Eko (2004:57). HR. COUNTER (CNT). 5) Tombol–tombol nomor (Numeric Keys) Adalah tombol–tombol untuk memasukkan nomor–nomor kontak relai dan nilai pewaktu ataupun counter (0-9). DM. OR. OUT. CLEAR. LR. sebuah diagram tangga atau ladder diagram terdiri dari sebuah garis menurun ke bawah pada sisi kiri dengan garis-garis bercabang ke kanan. INS. NOT. Tombol intruksi tersebut antara lain FUN. TIMER (TIM). 4) Tombol–tombol operasi (Operasion Keys) Adalah tombol–tombol untuk memasukkan perintah relai yang akan dipergunakan. LOAD.

Contoh Ladder Diagram . Sepanjang garis intruksi bisa bercabang-cabang lagi kemudian bergabung lagi.20 yang ada sebelah kiri di sebut palang bis (bus bar). Status bit yang berkaitan dengan masing-masing kondisi tersebut yang menentukan kondisi eksekusi dari intruksi berikutnya. Garis-garis pasangan vertikal (seperti lambang kapasitor) itulah yang disebut kondisi. 00000 01001 00002 01000 00003 01000 00002 01001 Gambar 4. sedangkan garis-garis bercabang (The Branching Lines) adalah baris instruksi atau anak tangga. Contoh diagram tangga ditunjukkan pada gambar 4. Sepanjang garis instruksi ditempatkan berbagai macam kondisi yang terhubungkan ke instruksi lain di sisi kanan. Angka-angka yang terdapat pada masing-masing kondisi merupakan bit operan intruksi. Kombinasi logika dari konsisi-kondisi tersebut menyatakan kapan dan bagaimana instruksi yang ada di sisi kanan tersebut dikerjakan.

Masing-masing instruksi ini membutuhkan satu baris kode mnemonik dan kondisi eksekusinya. maka kondisi yang . Instruksi-instruksi tangga. seperti ditunjukkan pada gambar 5. Contoh intruksi LD dan LD NOT (b) AND dan AND NOT Jika terdapat dua atau lebih kondisi yang dihubungkan secara seri pada garis instruksi yang sama. akan membentuk kondisi eksekusi Putra Afgianto Eko (2004:62). baik yang independen maupun kombinasi atau gabungan dengan blok instruksi berikut atau sebelumnya.21 2) Instruksi-instruksi tangga(ladder instrucstion) Instruksi tangga atau ladder instrucstion adalah instruksiinstruksi yang terkait dengan kondisi-kondisi di dalam diagram tangga. 00000 01000 Instruksi LOAD 00001 01001 Instruksi LOAD NOT Gambar 5. (a) LOAD (LD) dan LOAD NOT (LD NOT) Kondisi pertama yang mengawali sembarang blok logika di dalam diagram tangga.

22 pertama menggunakan instruksi LD atau LD NOT dan sisanya menggunakan instruksi AND atau AND NOT. . maka kondisi pertama terkait dengan instruksi LD atau LD NOT dan sisanya berkaitan dengan instruksi OR atau OR NOT. dan OR. jika ada salah satu atau kedua-duanya dalam kondisi OFF maka instruksi AND akan lalu menghasilkan OFF. Instruksi AND dapat dibayangkan akan menghasilkan ON jika kedua kondisi yang terhubungkan dalam kondisi ON semua. Gambar 7 ditunjukkan tiga buah kondisi yang berkaitan dengan LD NOT. OR NOT. 00000 01002 00002 01000 00004 00003 01000 01002 Gambar 6. Sekali lagi masingmasing intruksi ini membutuhkan satu baris kode mnemonik. artinya dalam garis instruksi yang berbeda kemudian bergabung lagi dalam satu garis instruksi yang sama. Contoh instruksi AND dan AND NOT (c) OR dan OR NOT Jika dua atau lebih kondisi dihubungkan secara pararel.

00000 01000 00001 01001 Gambar 8. Contoh intruksi OUT dan OUT NOT . Contoh instruksi OR dan OR NOT (d) OUT dan OUT NOT Cara yang paling mudah untuk mengeluarkan hasil kombinasi kondisi eksekusi adalah dengan menyambung langsung dengan keluaran melalui instruksi OUTPUT (OUT) atau OUTPUT NOT (OUT NOT).23 00000 01000 00001 01000 Gambar 7. Kedua instruksi ini digunakan untuk mengontrol bit operan yang bersangkutan berkaitan dengan kondisi eksekusi apakah ON atau Off.

Contoh intruksi DIFD(14) dan DIFU(13) (f) END Instruksi terakhir yang harus dituliskan atau digambarkan dalam diagram tangga adalah instruksi END. DIFU (13) 200. Intruksi DIFU(13) dan DIFD(14) digunakan untuk meng-On-kan bit operan hanya satu siklus saja atau dengan kata lain hanya sesaat saja. Instruksi DIFU(13) digunakan untuk meng-ON-kan bit operan sesaat saja saat terjadi transisi kondisi eksekusi dari OFF ke ON. Sedangkan instruksi DIFD(14) digunakan untuk tujuan yang sama dengan DIFU(13).00 FTSENSE DIFD (14) 200. PLC akan mengerjakan semua instruksi dalam program dari .00 FTSENSE Gambar 9.24 (e) Differentiate UP DIFU(13) dan Differentiate Down DIFD (14). hanya saja saat terjadi transisi kondisi eksekusi dari ON ke OFF.

sebelum kembali lagi mengerjakan instruksi dari awal lagi. artinya instruksi-instruksi yang ada di bawah atau setelah instruksi END diabaikan. Jika suatu diagram tangga atau program PLC tidak dilengkapi instruksi END. Untuk mengirimkan diagram tangga menggunakan konsol pemrograman maka harus dilakukan konversi diagram tangga ke kode-kode mnemonik (perangkat lunak Syswin khusus Omron PLC Sysmac) dapat melakukan hal ini dengan otomatis. Kode mnemonik menyediakan informasi yang sama persis dengan diagram tangga . maka program tidak dapat dijalankan. 00005 01005 END(01) Gambar 10.25 awal (baris pertama) hingga ditemui instruksi END yang pertama. Contoh intruksi END(01) 3) Kode Mnemonik Menurut Putra Afgianto Eko(2004:60) diagram tangga tidak dapat langsung dikirim ke PLC menggunakan konsol pemrograman (Programming Console).

02 010. Contoh penyimpanan kode mnemonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 Intruksi LD AND OR AND NOT AND NOT AND NOT OUT Data 000.01 010. sehingga program bisa bekerja atau berjalan sesuai dengan yang di kehendaki.01 010.00 4) Eksekusi Program Saat eksekusi program dijalankan. . unit CPU didalam PLC akan men-scan program dari atas ke bawah. Dan CPU selalu mengerjakan instruksi dari kiri ke kanan sebelum kembali lagi ke titik cabang kemudian mengerjakan pada garis instruksi berikutnya dan seterusnya. Contoh penyimpanan kode mnemonik ditunjukkan pada tabel 2. Tabel 2.00 000. memeriksa semua kondisi dan mengerjakan semua intruksi terkait ke arah bawah.26 hanya dalam bentuk yang langsung bisa diketikkan ke PLC yang bersangkutan (melalui konsol pemrograman). Dengan demikian penting untuk menempatkan instruksi-instruksi sesuai urutan yang seharusnya.03 010.00 000.

2. Pada gambar 12 ditunjukkan contoh menghubungkan sebuah sensor dengan tipe keluaran sinking(menyedot arus) dengan masukan PLC yang bersifat sourcing(memberikan arus).1. serumit mungkin. sebagaimana ditunjukkan pada gambar 11. Tetapi ada satu hal yang tidak boleh dilakukan yaitu menulis kondisi secara vertikal. dibutuhkan sumber tegangan untuk memicu masukan.27 (a) Catatan Penting Pemrograman Jumlah kondisi yang digunakan baik secara seri ataupun pararel tidak terbatas selama tidak melampaui kapasitas memori dari PLC. . Dengan demikian gunakan sebanyak mungkin kondisi sesuai dengan kebutuhan pemrograman PLC. Untuk bisa melakukan perubahan pada memori status masukan tersebut. Masukan–masukan PLC Kecerdasan sebuah sistem terotomasi sangat tergantung pada kemampuan sebuah PLC untuk membaca sinyal dari berbagai macam jenis sensor dan piranti-piranti masukan lainnya. Pemrograman yang salah A. Gambar 11.

28

Gambar 12. Contoh menghubungkan sensor masukan Sumber Putra Afgianto Eko (2004:13) A.1.3. Keluaran PLC Sistem terotomasi tidaklah akan lengkap jika tidak ada fasilitas keluaran, beberapa alat atau piranti yang banyak digunakan adalah motor, solenoida, relai, lampu indikator dan sebagainya. Omron

CPM1A/CPM2A (seri A) menggunakan keluaran berupa relai, dengan adanya relai ini, menghubungkan dengan piranti eksternal menjadi lebih mudah. Pada gambar 13 ditunjukkan gambar rangkaian internal rangkaian relai sebagai keluaran pada CPM1A atau CPM2A.

Optoisolator

Gambar 13. Relai sebagai keluaran pada PLC Omron Sumber Putra Afgianto Eko (2004:23)

29

Pada gambar diatas tampak bahwa CPU PLC betul-betul terisolasi dari luar, pertama dengan menggunakan komponen optoisolator dan dari optoisolator ini digunakan untuk menggerakkan relai(terminal A dan B) dan sebuah dioda yang dipasang pararel dengan relai sebagai pengaman arus balik yang terjadi saat pensaklaran.

Gambar 14. Contoh menghubungkan keluaran PLC dengan lampu Sumber Putra Afgianto Eko (2004:24)

A.2. Sensor Cahaya A.2.1. Dioda Laser Dioda laser adalah LED yang dibuat khusus untuk dapat beroperasi sebagai laser. Laser singkatan dari “light amplifications by stimulated of radiation” (amplifikasi cahaya dengan emisi radiasi yang distimulasi). Tidak seperti LED, dioda laser mempunyai lubang optis dibentuk dengan pelapisan sisi yang berlawanan dari chip untuk menghasilkan dua permukaan pemantulan yang tinggi. (Frank D. Petruzela, 2002:244). Seperti LED, dioda laser adalah dioda sambungan PN yang pada level arus tertentu akan memancarkan cahaya.

30

Dioda laser tidak lebih dari suatu LED yang dibuat dengan sangat teliti dengan lapisan–lapisan rata dan dua buah cermin kecil. Cermin– cermin itu sangat berhadapan antara yang satu dengan yang lainnya dan menghasilkan umpan balik internal yang menyebabkan terjadinya perangsangan emisi dari radiasi (stimulated emulation of radiation). Emisi yang distimulasikan terjadi secara alamiah bila suatu proses cahaya yang dipancarkan oleh elektron yang dibangkitkan menyerang elektron kedua yang dibangkitkan dan memaksa untuk mengadakan penggabungan kembali dengan suatu lubang hasilnya adalah terjadinya dua buah proton yang memiliki frekuensi dan perjalanan yang benar–benar identik dalam fasa yang sempurna antara yang satu dengan yang lainnya. Emisi yang disimulasikan merupakan suatu amplifikasi (penguatan) kemudian disimulasikan bahan laser dan hasilnya adalah sinar laser. cahaya Lensa

Gambar 15. Dioda laser

Sebagian besar dioda laser dibuat dengan memproduksi lapisan presisi dari arsenida galium (GaAs) atau semikonduktor penghasil cahaya yang lain, dioda laser dalam rangkian ini digunakan sebagai pemancar yang berkas cahayanya dikenakan secara langsung dengan LDR selaku sensor penerima cahaya.

Jika jangkar berputar maka dalam lilitan jangkar motor .31 A. Prinsip kerjanya adalah apabila sebuah kawat penghantar yang dialiri arus diletakkan antara dua buah kutub magnet. Motor DC Motor adalah suatu mesin yang berfungsi mengubah tenaga listrik arus searah menjadi tenaga gerak atau energi mekanik. LDR (Light Dependent Resistor) LDR singkatan dari Light Dependent Resistor yang dibuat dari bahan semikonduktor seperti silicon. Fungsi motor ini berdasarkan gejala bahwa suatu medan magnet mengeluarkan gaya pada penghantar berarus. maka pada kawat itu akan bekerja suatu gaya yang menggerakkan kawat itu (gaya lorentz). konduktor pengalir arus dililitkan pada alur-alur jangkar. (Paul Fay. Pada motor DC. selenium atau kadmium sulfida. Kuat medan tergantung pada besarnya arus yang mengalir dalam konduktor tersebut. Setiap konduktor yang mengalirkan arus mempunyai medan magnet disekelilingnya.2.2. Foton conductive ini mempunyai sifat akan berkurang nilai resistansinya apabila tidak terdapat cahaya yang mengenainya dan akan naik nilai resistansinya apabila cahaya jatuh padanya.3. 1984:36). Gambar 16. dimana tenaga gerak tersebut berupa putaran daripada rotor. LDR A.

Komponen pendukung A. Kontruksi dari motor DC terbagi atas beberapa bagian antara lain : 1) Stator atau bagian yang diam. 2) Rotor yang berputar. Motor DC A.1.4. Untuk menentukan nilai resistansi dari resistor biasanya dilakukan dengan cara mengamati gelang warna yang terdapat pada . sehingga dibuat dari bahan feromagnetik.4. komutator dan sikat-sikat. dan melindungi bagian-bagian mesin lainnya. terdiri dari: Rumah stator (gandar) sebagai tempat jalan mengalirnya medan magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet. Gambar 17.32 tersebut dibangkitkan gaya gerak listrik (GGL) yang kemudian diubah menjadi energi mekanik dalam rotor. lilitan jangkar. terdiri dari jangkar. Resistor dan transistor Resistor adalah salah satu komponen elektronika dari bahan semi konduktor yang mempunyai dua kaki yang bersifat menghambat arus yang mengalir.

5.33 resistor.7 volt) dan transistor germanium(0. Transistor terdiri dari dua jenis dilihat dari bahan yang membuatnya. 7. 9. 4. Merah Orange Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Perak 2 3 4 5 6 7 8 9 - 2 3 4 5 6 7 8 8 - 10 3 10 4 10 5 10 6 10 7 10 8 10 9 5% 10% Transistor adalah merupakan salah satu komponen elaktronika yang terdapat dari bahan semikonduktor yang mempunyai tiga kaki yaitu kaki basis. Tabel 3. 8. Dibawah ini daftar gelang warna yang biasa terdapat pada badan resistor. Daftar gelang warna resistor No 1. 11. Warna Hitam Coklat Gelang ke-1 0 1 Gelang ke-2 0 1 Gelang ke-3 0 101 10 2 3. 2.2 volt. 6. 12. yaitu transistor silikon (0.) Transistor dibagi menjadi dua tipe. yaitu : . kaki kolektor dan kaki emitor. 10.

Relai menempati posisi penting dalam banyak sistem kontroL. Gerakan armatur ini melalui pengungkit dipakai untuk membuka atau menutup kontak-kontak. 2004:191). Gambar 18. medan magnet yang dibangun menarik armatur berporos. (b).4. Tipe PNP (negative-positif-negative) 2.2. Petruzella. Relai Relai adalah suatu alat yang dioperasikan dengan listrik yang mengontrol penghubungan rangkaian listrik (Frank D. Simbol transistor dan resistor A. bermanfaat untuk kontrol jarak jauh.34 1. Waktu kerja dan waktu lepas untuk relai armatur berada dalam daerah 15 . Jika kolektor positif dan emitor negative. hal ini yang dimanfaatkan sebagai saklar. 3 R1 2 Q1A TIP 13 2k2 Ohm (a). pengendalian arus dan tegangan tinggi dengan sinyal kendali bertegangan dan berarus rendah. maka transistor akan jenuh. Susunan paling sederhana terdiri atas kumparan kawat penghantar yang digulungkan pada former memutari teras magnet. serta antara kolektor dan emitor akan terhubung singkat. Bila kumparan dienergikan oleh arus. memaksanya bergerak cepat kearah teras. Tipe PNP (positif-negative-positif) Dalam rangkaian ini menggunakan transistor tipe NPN. transistor ini bekerja jika pada basis dibias positif.

3. Limit switch mampunyai fungsi yang sama yaitu mempunyai kontak NO (Normaly Open) dan NC (Normally Close). kontak-kontak akan tertutup bila relai diberi tegangan. Normal terbuka (normally open). Limit Switch .4.35 milidetik. Limit switch akan bekerja jika ada benda yang menekan roller-nya. demikian pula dengan kedudukan kontak-kontaknya. roller dari limit switch kembali keposisi semula. 1 dan 2 NO 1 dan 3 NC 1 2 3 Gambar 20. Susunan semua kontaknya itu secara listrik terisolasi dari rangkaian kumparan. kontak-kontak terbuka bila diberi tegangan. Relai 12 Vollt 8 pin A. 13 9 NC 5 1 NO 14 12 8 4 Gambar 19. Normal tertutup (normally close). Jika benda sudah diangkat. sehingga kedudukan kontak NO menjadi NC dan kontak NC menjadi NO. Limit Switch Sakelar batas atau limit switch merupakan saklar yang dapat dioperasikan secara otomatis ataupun manual.

4. begitu juga sebaliknya . Kontak NO kedudukan kontaknya dalam keadaan terbuka sebelum tombol dioperasikan atau ditekan. Saklar tombol tekan dioperasikan secara manual dengan cara menekan tombolnya. Pengaman Lebur (fuse) A.4. Pengaman lebur tabung (Fuse) Pengaman lebur berguna untuk memutuskan atau membuka rangkaian listrik bila terjadi hubung singkat. Menurut kedudukan kontak-kontaknya tombol tekan dapat dibagi menjadi dua yaitu. Gambar 21.4. Pengaman lebur tabung mempunyai elemen lebur yang ditempatkan dan dilindungi oleh tabung kertas fiber dan kedua unjungnya ditutup dengan kontak cincin perunggu. Kedua ujung elemen leburnya disambungkan kepada kedua kontak cincin perunggu tersebut. Sehingga apabila diantara kedua ujung cincin perunggu diukur dengan Ohmmeter akan menunjukkan adanya hubungan keduanya.36 A.5. Normally Open (NO) dan Normally Close (NC). Apabila kontak NO tersebut ditekan maka kedudukan kontaknya akan berubah menjadi NC (tertutup). Saklar tombol tekan Saklar tombol tekan adalah suatu jenis peralatan kontrol yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan rangkaian listrik.

Transformator Penurun Tegangan Transformator penurun tegangan adalah transformator yang diperlukan untuk menurunkan tegangan primer yang tinggi misalnya sebesar 220 Volt atau 380 Volt. Sebuah power supply dapat dibuat dengan tiga buah komponen utama. Meskipun baterai berguna dalam piranti yang bisa dibawa-bawa atau piranti berdaya rendah.5. Saklar tekan NO dan NC A. Sumber daya yang mudah dapat dibuat dari sebuah rangkaian yang dapat mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. 6 Volt. Ada dua jenis transformator penurun tegangan yaitu transformator penurun tegangan dengan CT (Center Tap) dan transformator penurun tegangan tanpa CT. akan tetapi waktu operasinya terbatas. 9 Volt. dan kapasitor filter. menjadi tegangan yang lebih rendah pada bagian sekundernya. yaitu transformer. atau 24 Volt.5. Catu daya Sebagian besar piranti elektronika membutuhkan tegangan DC untuk bekerja.37 untuk kontak NC dan ketika tombol dilepas maka kedudukan kontaknya akan kembali keposisi semula. A.1. Push Gambar 22. 12 Volt. . dioda penyearah.

Trafo step down dengan CT A. Komponen yang berfungsi sebagai penyearah adalah dioda.5.2.38 220 1 T1 3 12 VAC 2 4 0 220 1 T2 5 6 12 VAC CT 4 0 8 12 VAC 0 (a) (b) Gambar 23. 220 1 T2 5 6 D2 VCC CT 4 0 8 D2 0 (a) . (a). Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan CT 2. Trafo step down tanpa CT dan (b). Penyearah Penyearah (rectifier) merupakan bagian dari catu daya yang berfungsi untuk mengubah tegangan bolak-balik atau AC menjadi tegangan searah atau DC. Dalam pembuatan catu daya menggunakan 2 macam rangkaian penyearah yaitu : 1. Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan dioda bridge.

C1 Beban Gambar 25. Penyaring kapasitor (filter kapasitor) Tegangan DC yang berdenyut yang dihasilkan oleh rangkaian penyearah bukanlah DC murni. Rangkaian filter ini menggunakan kapasitor yang diletakkan melintasi terminal keluaran. Kapasitor ini meratakan denyutan-denyutan tersebut dan memberikan suatu tegangan yang hampir DC murni.3.5. Filter dengan menggunakan Kapasitor . sehingga dibutuhkan sebuah penyaring. biasanya kapasitor filter itu adalah sebuah kapasitor elektrolit dengan harga yang besar. Penyearah gelombang penuh dengan CT (b).39 220 1 T1 3 D1 + D2 D4 2 0 4 D3 - (b) Gambar 24 (a). Penyearah gelombang penuh dengan dioda bidge A.

Perancangan alat simulasi Pesawat simulasi digunakan untuk mendiskripsikan cara kerja sistem pengendalian pintu garasi menggunakan programmable logic controller (PLC). IC ini digunakan untuk lebih mengakuratkan nilai tegangan keluaran. Dalam rangkaian ini menggunakan IC antara lain : • LM 7805 (positif regulator) tegangan keluaran + 5 V. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan program kendali pintu garasi pada PLC adalah sebagai berikut : 1.4. Perencanaan Alat Simulasi B. untuk mengatasi masalah tersebut biasanya dipasang IC catu daya.40 A.1. . IC LM 7805 Sumber Wijayacitra Paulus (1994:12) B. IC Catu daya Didalam rangkaian catu daya biasanya tegangan keluaran dari rangkaian itu tidak sesuai atau mendekati tegangan nominal yang diperlukan . Input 123 Ground Output Gambar 26.5. Memahami urutan kerja kendali pintu garasi dan membuat dalam bentuk diagram blok dan flow chart seperti yang terdapat pada gambar 27 dan 28.

06 Limit Switch bawah Driver Motor DC M Catu Daya 20 volt Pintu garasi mobil Gambar 27.03 000.04 000.02 000. .01 000. Diagram blok simulasi pintu garasi mobil otomatis berbasis PLC.01 010.41 Catu Daya 5 Volt Catu Daya 12 volt Input PLC Output Sensor 1 Sensor 2 Sensor 3 Sensor 4 Penerima Sinar Laser Penerima Sinar Laser Penerima Sinar Laser Penerima Sinar Laser 000.02 010.05 Limit Switch atas 000.

.42 Gambar 28. Flow chart simulasi pintu garasi mobil otomatis berbasis PLC.

Membuat daftar input dan output Berikut ini merupakan daftar alamat input dan output PLC yang ditunjukkan pada tabel 4. . Sensor buka pintu garasi dari arah dalam ruangan. Tabel 4. Limit switch batas atas penghenti kerja pintu naik. Motor penutup pintu garasi. 3.43 2. Daftar alamat masukan PLC Alamat 00001 00002 00003 00004 00005 00006 Keterangan Sensor buka pintu garasi (1) dari arah luar ruangan. Daftar alamat keluaran PLC ALAMAT 01001 01002 KETERANGAN Motor pembuka pintu garasi. Pembuatan ladder diagram Dibawah ini merupakan ladder diagram simulasi pintu garasi mobil otomatis berbasis PLC serta terdapat beberapa penjelasan mengenai ladder diagram-nya. Limit switch batas bawah penghenti kerja pintu turun.diseri dengan sensor (1). Sensor tutup pintu garasi. Tabel 5. Sensor buka pintu garasi (2).

00 FTSENSE 200.44 00001 00002 00005 01002 01001 Sensor_1 01001 Sensor_2 Batas_atas Turunkan Naikkan Naikkan 00003 DIFD ( 14) Sensor_3 200.00 00006 01001 01002 FTSENSE 01002 Turunkan 00004 Sensor_4 01001 Batas_bawah Naikkan Turunkan 00005 Batas_atas 01002 Turunkan 01001 Naikkan Naikkan END Gambar 29. Ladder Diagram Pintu Garasi Mobil Berbasis PLC .

Rangkaian ini biasanya disebut rangkaian self holding (rangkaian pengunci). Apabila sensor_1 (00001) dan sensor_2 (00002) ataupun salah satu saklar di off-kan maka tidak akan berpengaruh pada keluaran (01000) karena keluaran (01001) di-OR kan dengan saklar masukan. pintu tidak akan bekerja kecuali kedua-duanya terpicu secara bersamaan. saat saklar (00005) terpicu maka arus keluaran .45 Penjelasan ladder diagram 00001 00002 00005 01002 01001 Sensor_1 01001 Sensor_2 Batas_atas Turunkan Naikkan Naikkan Gambar 30. Ketika motor (forward) maka kontak (01001) akan terhubung sehingga arus akan mengalir ke keluaran (01001). Sensor_1 (00001) dan 2 (00002) ini di–AND kan guna mengatasi keluaran apabila ada sesuatu ataupun seseorang yang melewati salah satu sensor. Limit switch batas atas (00005) digunakan sebagai pemutus arus yang menuju keluaran (01001). Ladder diagram start motor forward dengan self holding Saat sensor_1 (00001) dan 2 (00002) terpicu maka keluaran 01001 atau motor (forward) akan bekerja dengan kondisi bahwa saklar batas atas (00005) dan keluaran turunkan (01002) masih dalam keadaan OFF atau mati.

DIFD (14) mendeteksi transisi turun dari input. IN OUT 1 SCAN Gambar 32. Saat sensor 3 kembali OFF maka keluaran akan langsung bekerja. Ladder diagram DIFD (14) Saat sensor_3 (00003. menyebabkan motor berhenti dan kontak (01001) akan terbuka kembali. saklar untuk menutup pintu) terpicu. keluaran tidak akan langsung bekerja karena diberi perintah DIFD (14). yang artinya kondisi ini bekerja dari transisi OFF ke ON ke OFF.46 akan terputus. Dimana perintah diferentiate down(DIFD (14)) berfungsi untuk mengubah kondisi logika bit operan dari OFF menjadi ON selama 1 scan time.00 FTSENSE Gambar 30. Chart DIFD (14) . 00003 DIFD (14) Sensor_3 200. 1 scan time adalah jumlah waktu yang dibutuhkan oleh PLC untuk menjalankan program mulai dari alamat program (00000) sampai intruksi END (01).

00 terbuka kembali. Limit switch batas bawah (00006) digunakan sebagai pemutus arus yang menuju keluaran (01002). Kondisi ini juga dilengkapi dengan rangkaian self holding sehingga saat kontak IR 200. menyebabkan motor berhenti dan kontak (01002) akan terbuka kembali.47 00003 DIFD (14) Sensor_3 200.00 akan bekerja mensuplai arus ke keluaran sehingga keluaran (01002) akan bekerja dengan kondisi bahwa saklar batas atas (00006) dan keluaran naikkan (01001) masih dalam keadaan NC atau OFF. . keluaran (01002) tidak akan langsung bekerja. kemudian setelah saklar OFF kembali arus mengalir pada kontak IR 200.00 FTSENSE 200. saat limit switch (00006) terpicu maka arus keluaran akan terputus.00 00006 01001 01002 FTSENSE 01002 Batas_bawah Naikkan Turunkan Turunkan Gambar 33. Ladder diagram start motor reverse dengan rangkaian self holding Saat kondisi sensor_3 (00003) terpicu (sensor untuk menutup pintu). arus tetap mengalir dan keluaran tetap bekerja.

. menyebabkan motor berhenti dan kontak (01001) akan terbuka kembali. Ladder diagram start motor forward dengan self holding Saat sensor (00004) terpicu maka keluaran (01001) atau motor (forward) akan bekerja dengan kondisi bahwa saklar (00005) (limit switch batas atas) dan keluaran turunkan (01002) masih dalam keadaan off atau mati. Apabila saklar (00004) di off kan maka tidak akan berpengaruh pada keluaran 01001 karena keluaran 01001 di-ORkan dengan sensor masukan (00004) (rangkaian self holding atau pengunci). Ketika motor (forward) maka kontak (01001) akan terhubung sehingga arus juga mengalir dari saklar (01001).48 00004 00005 01002 01001 Sensor_4 01001 Batas_atas Turunkan Naikkan Naikkan END(01) Gambar 33. Limit switch batas bawah (00005) digunakan sebagai pemutus arus yang menuju keluaran (01001). Perintah END digunakan untuk mengakhiri seluruh perintah yang terdapat pada program PLC.

02 01001 (01) .01 000.02 000. Daftar mnemonik Program Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 00009 00010 00011 00012 00013 00014 00015 00016 00017 00018 Intruksi LD AND OR AND NOT AND NOT OUT LD DIFD LD OR AND NOT AND NOT OUT LD OR AND NOT AND NOT OUT FUN Data 000.03 200.02 000.00 010.04 010.02 010.49 4.01 010.01 000. Pembuatan mnemonik program Tabel 6.01 000.02 010.06 010.05 010.01 000.00 200.05 010.

14. 2. 7. 3. Gergaji kayu Gergaji besi Obeng Obeng + Bor kayu Mata bor Bor PCB Tang Kombinasi Kikir bulat Palu Multimeter Digital Laker Paku skrup Pipa PVC Amplas Ф 1 mm Ф 8 mm Spesifikasi Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 gros ½ meter 2 lembar MAXCOM Ф 10 mm ¾”. ½” ¾” No. 1000 . 5. 4.1. 8. 15. 9. Alat dan bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan pesawat simulasi dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 7.2. 12.50 B. Pembuatan Alat Simulasi B.2. 10. 11. 6. Daftar alat dan bahan No Nama Alat dan Bahan 1. 13.

18. Dioda IC Regulator LDR Resistor Transistor Jumper Sekering tabung Push button Kabel pelangi PLC Solder dan Tenol Soldering Atactor IN 5401. 1000 VAC 5 mm. 34. 32.6 mm 2K2 Ω TIP 31 5A 1 A. PCB Motor Limit switch Lampu LED Relai 5 Pin Relai 8 Pin 20 X 10 cm 12 VDC 10 A. 25. 26.51 16. 22. 20. 33. 35. 10 mm 12 VDC. 5 A 2 buah 1 buah 2 buah 5 buah 4 buah 8 buah 21. 23. 31. 29. 50 V AC CPM 2A - 8 buah 1 buah 4 buah 4 buah 4 buah 16 buah 1 buah 4 buah 5 meter 1 buah 1 buah 1 buah . 19.5 X 3. 17. 1000 µf / 35 V 4 buah 1 buah 2 buah 24. IN 4002 LM 7805 4. 27. 28. Dioda laser Transformator Kapasitor CLASS 11 A 3A 2200 µf / 50 V. 30.

4 serta dudukan untuk limit switch disesuaikan dengan kebutuhan. Merangkai kayu tersebut dengan paku serta simulasi pintu garasi berikut daun pintunya.2. Proses pembuatan alat simulasi Pembuatan simulasi pintu garasi otomatis dengan menggunakan PLC ini dirancang untuk dapat mengoperasikan pintu garasi secara otomatis. serta membuat dudukannya dengan menggunakan dua buah laker yang dipasang pada samping atas kedua sisi pintu garasi serta pemutarnya menggunakan pipa PVC berdiameter ± 2 cm. 3. sebuah mika plastik dengan ukuran 27 x 35 cm sebagai daun pintu. 3. Membuat simulasi pintu rolling door menggunakan potongan dudukan tirai jendela dengan ukuran 29 x 30 cm. 38. 4. Proses pembuatan alat simulasi dimulai dilakukan dengan urutan sebagai berikut : 1.5 m 1X1.52 36. . 37. Memotong kayu dengan ukuran 85 x 30 cm sebagai alas 1 buah. Membuat dudukan untuk penempatan sensor 1. 5. Besi Kayu Triplek Φ=1 cm.2. 2. P=30 cm P=1. Pemutar pintu rooling door dengan menggunakan potongan besi berdiameter ± 1cm. 2.5 m 1 buah 1 buah 1 buah B. 30 x 30 sebanyak 6 buah dan 2 buah ukuran 40 x 30 cm sebagai rangka sebuah garasi serta triplek ukuran 40 x 30 cm 2 buah dan 30 x 30 cm.

Rangkaian pemancar dioda laser HI LM 7805 Dioda laser 1-4 HI HI HI HI . 12. Melakukan pengujian terhadap semua bagian pesawat simulasi. 11. Memasang dioda laser. Rangkaian Catu Daya Otomatis dan Manual 47 Ohm .53 6.com Gambar 36. dan limit switch. 8. Mencoba kerja pesawat simulasi dengan menggunakan PLC catu daya penerima OTOMATIS T1 1 12 2 HI 0 220 Volt AC 7 15 CT R1 R catu daya motor DIODE 6 5 1 12 Volt DC Buka Pintu 15 0 D3 DIODE 11 TRAN_ISDN_12 0 2 + 4 BRIDGE OTOMATIS Tutup Pintu 3 0 Gambar 35. Membuat panel sesuai gambar rencana. Memasang mekanik pintu garasi dan menghubungkannya ke motor. 9. Membuat rangkaian elektronik sesuai gambar dibawah ini. Memasang koponen-konponen panel. 7. 10.5 Volt D1 LED + 5 Volt @be. LDR.

Rangkaian penerima sinar laser LS1 Ke rangkaian catu daya manual buka pintu HI 4 3 5 8 6 7 1 2 RELAY DPDT LS2 + Motor 0 + 4 5 8 - Ke rangkaian catu daya manual tutup pintu HI 3 6 7 1 2 0 RELAY DPDT (a) LS2 4 3 5 8 6 7 1 2 RELAY DPDT LS2 4 3 5 8 6 7 1 2 RELAY DPDT Output PLC + M HI Catu daya otomatis 0 - + Output PLC (b) Gambar 38. (a) Rangkaian Pembalik arah putaran manual (b).54 LS1 5 3 4 R2 2 R1 LDR 2K2 Ohm 1 2 Q1A TIP 31 RELAY SPDT 1 3 + ke PLC + 0 HI Gambar 37. Rangkaian Pembalik arah putaran dengan PLC .

Hubungkan PLC dengan komputer menggunakan kabel port peripheral RS 232C. Pemasukan program PLC kedalam alat simulasi Berikut merupakan langkah-langkah dalam memasukkan program ke dalam alat simulasi. Aktifkan Syswin sehingga ditampilkan sebagai berikut: a. 1. beserta input dan output dari pesawat simulasi ke PLC. Hubungkan input catu daya PLC ke tegangan 220 V dari PLN. lakukan konektifitas diantara ketiganya.55 B. 3. Gambar 39. Tampilan penyuntingan diagram tangga Syswin Sumber Putra Afgianto Eko (2004:101). Hidupkan PLC dan komputer. Lakukan pengaturan PLC seperi gambar dibawah ini. . 2.3.

Mulailah dengan menu File New Project.56 b. sehingga akan dimunculkan kotak dialog sebagai berikut: Gambar 40. Mulailah melakukan penggambaran Ladder diagram sampai selesai. kemudian klik Ok. Lakukan setting seperti pada gambar di atas. maka tulislah alamat yang diinginkan kemudian klik OK. . c. Kotak dialog intruksi ladder diagram Sumber Putra Afgianto Eko (2004:102). pilih fungsi atau kondisi yang hendak dipasang. Jendela New Project Setup Sumber Putra Afgianto Eko (2004:102). misal normaly open contact. Gambar 41. misal (00000 ataupun 01001 dan sebagainya).

pilih dimunculkan dialog: Insert Network akan Blok Gambar 43.57 Gambar 42. Keterangan : ABOVE Current Network digunakan untuk menyisipkan network di atas (sebelum) network terpilih. Untuk menambah jaringan. . BELOW Current Network digunakan untuk menyisipkan network di bawah (setelah) network terpilih. Kotak insert network Sumber Putra Afgianto Eko (2004:104). d. Contoh penggambaran Normaly Open Contact Sumber Putra Afgianto Eko (2004:103).

Kotak dialog select function Sumber Putra Afgianto Eko (2004:106). END. TIM.58 e. . Ataupun dengan memilih daftar simbol yang ada di sebelah kiri tampilan syswin. Untuk memasukkan intruksi diagram tangga. Kotak dialog function Sumber Putra Afgianto Eko (2004:105). CNT 000. DIFU(13). seperti CNT 000. DIFD(14). klik tombol Function sehingga akan ditampilkan kotak dialog Function sebagaimana ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Gambar 44. misalkan FUN. Maka akan ditampilkan dialog sebagai berikut: Gambar 45. TIM.

59 f. bisa digunakan untuk menghapus ataupun menyisipkan jaringan. Sarana penyutingan diagram tangga lainnya 1 2 3 Gambar 47. Edit network symbol digunakan untuk memberikan nama dan keterangan atau komentar pada suatu jaringan. Keterangan : 1. Kotak penyutingan diagram tangga lainnya Sumber Putra Afgianto Eko (2004:107). g. Contoh hasil akhir diagram tangga Sumber Putra Afgianto Eko (2004:106). . Gambar 46. ASE (address symbol editor) fungsinya untuk memberikan nama simbol pada masing-masing alamat kondisi 2. Dibawah ini merupakan contoh hasil akhir sebuah diagram tangga.

PLC Mode. h. Mengatur komunikasi serial dengan PLC melalui menu Projects. untuk memilih mode kerja dari PLC yang bersangkutan. . Connect (tombol-tombol berikut hanya aktif jika sudah Online) 1 2 3 4 Gambar 49. Communications (lakukan setting seperti gambar berikut): Gambar 48. Communications Connect. Statement list merupakan ungkapan dari diagram tangga yang dibuat. Keterangan: 1. Mengatur komunikasi dengan PLC Sumber Putra Afgianto Eko (2004:112). Pengeditan diagram tangga secara online Sumber Putra Afgianto Eko (2004:112). untuk melakukan koneksi dengan PLC yang bersangkutan. Untuk melakukan koneksi dengan PLC gunakan Online.60 3. 2. jika diklik akan dimunculkan pilihan.

4. digunakan untuk penyutingan ladder secara online. Lakukan pengaturan sebagaimana tampak pada gambar.61 Gambar 50. Setelah terkoneksi. agar bisa memasukkan program yang bersangkutan. dengan cara memilih Menu. masukkan program ladder ke PLC Omron yang bersangkutan. sehingga akan ditampilkan: Gambar 51. Kotak PLC mode Sumber Putra Afgianto Eko (2004:112). . Monitoring. untuk melakukan monitoring kerja PLC melalui komputer. Jika PLC dalam mode RUN atau MONITOR. Online. maka Anda harus mengubahnya ke mode STOP atau PRG. 3. Online Edit. Kotak download program to PLC Sumber Putra Afgianto Eko (2004:113). i. Download program to PLC.

Daftar hasil pengujian laser dan penerima laser No Sensor 1 1.01 20. Catu daya (Volt) 5 30 Masukan AC (Volt Keluaran DC (Volt) 220 220 5. Pengujian Catu daya Langkah pengujian : A. Tabel 9. Daftar hasil pengujian catu daya No 1. Tabel 8. Pengujian Sensor Langkah pengujian : a. 2..1. Mencatat hasil pengujian.02 C. Pengujian C.2. Dioda laser 1 Dioda laser 2 Bekerja Rangkaian penerima 2 Bekerja 3 4 - . Melakukan pengujian pada tiap bagian untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dengan multimeter digital. b. C. Mencatat hasil pengujian. 2.62 C. Mengukur tegangan keluaran catu daya dengan multimeter digital. c. Menghubungkan input catu daya ke tegangan 220 V dfari PLN B. Menghubungkan catu daya 12 V dengan rangkaian penerima sensor cahaya dan DC 5 V pada dioda laser.

Pengujian pada motor Langkah pengujian : a. Menghubungkan catu daya 20 V dengan motor DC. d. Daftar hasil pengujian Motor No 1. 2. Menukar kabel catu daya.1. Arah putaran motor Forward Reverse pintu membuka bekerja - pintu menutup bekerja D. maka . c. Mencatat arah putaran c. Hubungkan power suplai 220 VAC dengan benda simulasi b. Tabel 10.63 3. Saat mobil berada di depan garasi. Pengoperasian D.3. Tekan saklar power dan saklar otomatis pada posisi ON. Dioda laser 3 Dioda laser 4 - - Bekerja - Bekerja C. Pengoperasian secara otomatis Cara pengoperasiannya adalah sebagai berikut : a. b. mobil menghalangi cahaya dioda sinar laser 1dan 2 yang diarahkan mengenai sensor LDR 1 dan LDR 2. Mencatat hasil pengujian. 4. Mobil masuk garasi. Bersamaan dengan turunnya nilai resistansi LDR 1 dan LDR 2.

Saat mobil akan keluar dari garasi. Dan bekerja seperti pada saat mobil masuk. setelah aktif sensor akan memberikan sinyal ke relai. Saat mobil bergerak masuk dan tepat berada dibawah pintu. Tekan saklar power pada posisi ON. . Saat mobil keluar dan menghalangi cahaya sensor 1 dan sensor 2. Saat mobil bergerak keluar dan tepat berada dibawah pintu. saklar otomatis dalam posisi ON atau OFF (alat dapat beroperasi manual meskipun saklar otomatis ON). Dan selanjutnya setelah mobil meninggalkan area sensor 1 dan 2. Setelah mobil melewati sensor 3 pintu akan menutup sampai limit switch batas bawah. mobil harus maju kedepan untuk mengaktifkan sensor 4. d. Relai sensor akan bekerja sehingga akan memberikan sinyal masukan ke PLC untuk membuka pintu. Pintu terbuka sampai limit switch batas atas pintu. Hubungkan power suplai 220 VAC dengan benda simulasi b. kondisi kembali seperti semula. Tetapi bekerjanya sensor ini setelah mobil melewati area sensor 3. Pengoperasian secara manual Cara pengoperasiannya adalah sebagai berikut : a. PLC tidak akan bekerja meskipun kedua sensor memberikan sinyal masukan. Mobil keluar garasi.2. mobil akan mengaktifkan sensor 3 yang berada di dekat pintu. mobil mengaktifkan sensor 3 yang berada di dekat pintu. D.64 akan memicu relai untuk memberikan sinyal masukan pada PLC untuk menaikkan pintu sampai limit switch batas atas terpicu.

sesuai dengan lama penekanan tombol ataupun ditekan kembali seperti keadaan semula. d. e. . Tekan tombol hitam digunakan untuk menutup pintu garasi.65 c. Untuk menghentikan pintu. Tekan tombol merah digunakan untuk membuka pintu garasi.

BAB III PENUTUP A. maka pemahaman mengenai deskripsi kerja alat mudah dimengerti dan dipahami. Dengan adanya alat bantu simulasi. 2. SARAN 1. Sistem kendali yang bekerja secara otomatis dapat membantu mempermudah manusia dalam melakukan aktifitasnya. 4. 3. Dengan adanya alat simulasi ini. 2. Posisi parkir mobil pada daerah yang tidak mengenai area sensor 3 dan 4 secara bersamaan B. PLC merupakan salah satu alat kendali modern yang khusus dirancang untuk menangani sistem kendali otomatis baik dalam bidang industri maupun non industri. KESIMPULAN 1. Rangkaian kendali pintu garasi mobil ini dapat bekerja secara otomatis dan manual. 66 . dapat memberikan gambaran mengenai salah satu aplikasi PLC. sistem harus benarbenar terisolasi dari rangkaian interface luar. Pengoperasian secara otomatis dilakukan untuk mempermudah pengoperasiannya sedangkan secara manual digunakan untuk perawatan dan perbaikan sistem. 5. Dalam pemakaian sistem kendali khususnya PLC.

harus diperhitungkan kembali faktor pemilihan motor dan gear box. . Pada pembuatan sistem kendali pintu garasi mobil otomatis yang sesungguhnya.67 3.

Konsep Pemrograman dan Aplikasi(Omron CPM1A/CPM2A dan ZEN Programmable Relay). Vademekum Elektronika. Interindo Wiradinamika. C Series SYSMAC CPM1A. Jakarta : Erlanga. Jakarta : Depdikbud. Suryono dan Tugino. Robert L.UMS. UNNES.1985. Training Manual. Putra Afgianto Eko. Panduan Work Shop Pemograman Dan Aplikasi PLC. Frank D Petruzela. Jakarta : Gramedia Pustaka Umum. Pengantar Ilmu Teknik Elektronika. 1997. Smallest PLC in the Sysmac. Malvino. 1991. Wijayacitra Paulus. Jakarta : Gramedia. 2005. Prinsip-prinsip Elektronika Edisi ke 3 jilid 1. Yogyakarta : Gava Media. Bandung : PT. 1987. 1994.DAFTAR PUSTAKA Bambang Soepatah dan Soeparno. Mesin Listrik 1. Shrader. Jakarta : Elekmedia Komputindo. Wasito S. Buku Data IC Catu Daya. Komunikasi Elektronika. Setiawan Heru. Yogyakarta : Andi Ofset. 68 . 2005. Workshop Kontrol Pneumatic dengan PLC. Elektronika Industri. 1985. 2001. Jakarta : Gramedia Pustaka Umum. 2002. Paul Fay dkk. Omron. 2004. Surakarta : Laboratorium Jurusan Teknik Elektro. Dikdirmenjur. Semarang : Laboratorium Jurusan Teknik Elektro.

Y dan Z. INTERINDO WIRADINAMIKA – BANDUNG (Authorized Distributor OMRON) http : www. arus bocor : max. 60 A 24 VDC 300 mA (lihat catatan) Min.69 LAMPIRAN 1 Spesifikasi umum CPM 1 APPENDIX C . Max 600 g Max. Operasi : 0 – 55 C Penyimpanan : 20 – 75 C 10 % sampai 90 % (tanpa pengembunan). Tipe DC : min 2 ms.300 VAC 50/60 HZ untuk 1 menit antara terminal eksternal AC dan terminal pencegah grounding. (koefisien waktu : 8 menit x faktor koefisien 10 = waktu total 80 menit).57) HZ. 196 m/s (20G) tiga kali dalam arah X. tegangan dari supply daya eksternal akan jatuh. PT.4 – 26. 800 g Max. waktu naik : 1ns (dengan simulasi noise) (10 .4 VDC MAX. 20 M Ω (pada 500 VDC) antara terminal eksternal AC dan terminal pencegah grounding. 10 mA.sg .1)ųs.Spesifikasi Spesifikasi Spesifikasi umum Jenis Tegangan Suplai Daerah Tegangan kerja Tipe AC Tipe DC Tipe AC Tipe DC Tipe AC Tipe DC Arus Inrush Catu Daya Tahanan isolasi Kekuatan Dielektrik Daya Tahan Noise Tahanan getaran Suplai Tegangan Kapasitas Output CPM-10CDR-[ ] CPM-20CDR-[ ] CPM1-30CDR-[ ] 100 – 240 VAC.8 m/s (1G) dalam arah X. Com. (57 . (Gangguan daya terjadi bila daya dibawah 85 % dari tegangan kerja yang lebih lama dari waktu gangguan daya). 60 VA MAX. 1. 900 g Max 500 g Max. Y. 700g Max. amplitudo 0.075 mm. percepatan : 9. Omron. Dan PC akan terus bekerja. 50/60 HZ 24 VDC 85 – 264 VAC 20. Harus bebas dari gas korosif M3 Kurang dari 100 Ω Tipe AC : min 10 ms.500 Vp-p. 800 g Max 600 g Tahanan Goncangan Temperatur Kerja Kelembapan Atsmosfir Ukuran Terminal Baut Grounding Waktu Gangguan Daya Berat CPU Tipe AC Tipe DC Berat Ekspansi I/O Unit Catatan : Apabila terjadi arus berlebihan atau hubungan singkat pada supply tegangan eksternal.1 . dan Z untuk setiap 80 menit.150) HZ. 20 W MAX. lebar pulsa : (0. 2.

Daya diperoleh dari CPU PC Max.3 A 10 sampai 57 HZ: amplitudo 0. Harus bebas dari gas korosif Max 200 g.Spesifikasi Spesifikasi Adapter Komunikasi Spesifikasi Adapter RS-232C Jenis Fungsi Isolasi Catu Daya Baud rate Tahanan Vibrasi Tahanan Goncangan Temperatur Sekitar Kelembapan Atmosfir berat Spesifikasi Mengubah antara format CMOS (sisi CPU PC) dengan format RS232C (sisi komputer). INTERINDO WIRADINAMIKA – BANDUNG (Authorized Distributor OMRON) http : www. 0.075 mm 57 sampai 150 HZ: 9.sg . Com. RS-232C (sisi komputer). y dan Z Operasi 0 sampai 55 C Penyimpanan -20 sampai 75 C.70 CPM 1 APPENDIX C . 147 m/s (15G) tiga kali dalam setiap arah x. Omron. 10 % sampai 90 % (tiada pembekuan). percepatan pada arah x. PT. y dan Z.8 m/s (1G). diisolasi dengan konverter DC/DC dan photocoupler.

71 LAMPIRAN 2 Ringkasan penggunaan tombol-singkat (ShortCut): Tombol/ShortCut Gambar ESC “ / | O Q F T C / Del Shift + F2 Fungsi Mouse ke fungsi select Normally Open Contact Normally Close Contact Horizontal Connector Vertical Connector Normally OFF Output Normally ON Output Function Timer Counter Negate / Differentiate Delete Item Open Project Tombol/ShortCut Shift + F3 Shift + F4 Ctrl + x Ctrl + c Ctrl + v Ctrl + z Ctrl + F2 Ctrl + F3 Gambar Fungsi Save Project Print Object Cut Items Copy Items Paste Items Undo Data Force (jika Online) Data Set (jika Online) .

72 Ctrl + F4 Shift + F5 Shift + F6 / Alt + Ins Shift + F7 / Alt + Del Shift + F8 / Alt + Enter Ctrl + F5 Ctrl + F6 Ctrl + F7 Ctrl + F8 Shift + F9 Shift + F10 Ctrl + F11 Shift + F11 Shift + F12 Choose Editor Select Network Insert Network Delete Network Test Network Block Manager Edit Address Symbols Edit Network Symbols Statement List Communications Connect PLC Mode (jika Online) Monitoring (jika Online) Online Edit (jika Online) Overview Mode .

01 Naikkan Sensor_1 Naikkan Sensor_2 Batas_atas sensor 1 bekerja bersamaan dengan sensor 2.SWP 1/02/02/06 7:11:06 Page 1 Main 1 – Rolling Door Diagram tangga ini digunakan untuk mengendalikan pintu rolling door pada sebuah garasi mobil ataupun gudang Network 1 . sensor2 bekerja bersamaan dengan sensor 1.01 000.73 LAMPIRAN 3 Ladder diagram simulasi pintu PLC(Programmable Logic Control) Ladder Diagram – 1: 1 garasi mobil otomatis berbasis MYGARASI.00 FTSENSE 000.03 200.05 010. buka pintu Naikkan pintu rolling door. buka pintu Digunakan untuk menghentikan pintu rolling door Turunkan pintu rolling door Network 2 -Fotosensor Sensor 3 dideteksi hingga terjadi transisi dari OFF ke ON (DIFD) 00003 DIFD (14) 200.01 010.02 000.Naikkan 00001 00002 00005 01002 01001 Sensor_1 01001 Sensor_2 Batas_atas Turunkan Naikkan Naikkan 00000 00001 00003 00004 00005 000.01 000.02 000.00 Terjadi transisi dari OFF ke ON Terjadi transisi dari OFF ke ON. Sensor_3 FTSENSE Sensor_3 00006 00007 000.01 010.05 010.02 LD OR AND AND NOT OUT Sensor_1 Naikkan Sensor_2 Batas_atas Turunkan 000.00 LD DIFD Sensor_3 FTSENSE .03 200.

Naikkan Jaringan untuk mengakhiri program END(01 00018 END . Digunakan untuk menghentikan pintu rolling door Turunkan pintu rolling door Network 4 .74 Ladder Diagram – 1: 2 MYGARASI.Naikkan Jaringan untuk menaikkan pintu atau rolling door dari arah dalam ruangan. 00004 Sensor_4 01001 Naikkan END(01) 00006 Batas_atas 01002 Turunkan 01001 Naikkan 00013 00014 00015 00016 00017 000.SWP 1/02/02/06 7:11:06 Page 2 Network 3 .04 010.01 000.00 010.06 010.04 010.02 000.01 010. buka pintu Naikkan pintu rolling door.00 010.06 010.01 Sensor_1 Naikkan Batas_atas Turunkan Naikkan sensor 1 bekerja bersamaan dengan sensor 2.Turunkan Jaringan untuk menurunkan pintu rolling door 200.02 010.02 LD OR AND NOT AND NOT OUT Sensor_14 Naikkan Batas_atas Turunkan 000.02 FTSENSE Turunkan Batas_bawah Naikkan Turunkan Network 4 .00 00006 01001 01002 FTSENSE 01002 Batas_bawah Naikkan Turunkan Turunkan 00008 00009 00010 00011 00012 LD OR AND NOT AND NOT OUT 200.01 000.

02 000.03 200.01 010.00 Terjadi transisi dari OFF ke ON Terjadi transisi dari OFF ke ON.03 200. Sensor_3 FTSENSE Network 3 .01 LD OR AND NOT AND NOT OUT FTSENSE Turunkan Batas_bawah Naikkan 200. sensor2 bekerja bersamaan dengan sensor 1.02 FTSENSE Turunkan Batas_bawah Naikkan Turunkan Terjadi transisi dari OFF ke ON. Turunkan pintu rolling door Digunakan untuk menghentikan pintu rolling door Naikkan pintu rolling door .Turunkan Jaringan untuk menurunkan pintu rolling door 00008 00009 00010 00011 00012 200.75 Statement List Main 1 – Rolling Door MYGARASI.01 000.00 010.02 LD OR AND AND NOT OUT Sensor_1 Naikkan Sensor_2 Batas_atas Turunkan 000.02 000.02 000.05 010.00 010.SWP 1/02/02/06 7:11:06 Page 3 Diagram tangga ini digunakan untuk mengendalikan pintu rolling door pada sebuah garasi mobil ataupun gudang Network 1 .01 010.01 010.01 Naikkan Sensor_1 Naikkan Sensor_2 Batas_atas sensor 1 bekerja bersamaan dengan sensor 2.01 000.Naikkan Jaringan untuk menaikkan pintu atau rolling door dari arah luar ruangan 00000 00001 00003 00004 00005 000. buka pintu Naikkan pintu rolling door.00 LD DIFD Sensor_3 FTSENSE 000.00 010.05 010.06 010. buka pintu Digunakan untuk menghentikan pintu rolling door Turunkan pintu rolling door Network 2 -Fotosensor Sensor 3 dideteksi hingga terjadi transisi dari OFF ke ON (DIFD) 00006 00007 000.02 000.

02 010.SWP 1/02/02/06 7:11:06 Page 4 Network 4 . buka pintu Naikkan Batas_atas Turunkan Naikkan pintu rolling door.Naikkan Jaringan untuk mengakhiri program 00018 END .02 LD OR AND NOT AND NOT OUT 000.76 Statement List MYGARASI.06 010.04 010.01 000.04 010. Digunakan untuk menghentikan pintu rolling door Turunkan pintu rolling door Network 4 . 00013 00014 00015 00016 00017 000.01 000.Naikkan Jaringan untuk menaikkan pintu atau rolling door dari arah dalam ruangan.01 Naikkan Sensor_1 Naikkan Batas_atas Turunkan Sensor_4 sensor 1 bekerja bersamaan dengan sensor 2.06 010.

buka pintu sensor2 bekerja bersamaan dengan sensor 1. buka pintu Terjadi transisi dari OFF ke ON sensor 1 bekerja bersamaan dengan sensor 2.04 000.02 000.01 010.02 200. Turunkan pintu rolling door Terjadi transisi dari OFF ke ON. .77 Symbol List MYGARASI.06 010. buka pintu Digunakan untuk menghentikan pintu rolling door Digunakan untuk menghentikan pintu rolling door Naikkan pintu rolling door.00 Sensor_1 Sensor_2 Sensor_3 Sensor_4 Batas_atas Batas_bawah Naikkan Turunkan FTSENSE sensor 1 bekerja bersamaan dengan sensor 2.03 000.05 000.SWP 1/02/02/06 7:11:06 Page 5 00001 000.

78 LAMPIRAN 4 A. Rancang Bangun Alat Simulasi • Tampak depan Limit switch atas Bok Motor PLC Sensor 4 Sensor 3 Sensor 2 Sensor 1 Limit switch bawah • Tampak samping Rol Pemutar daun pintu LS2 Bok Motor LS 1 S1 S2 S3 S4 .

79 • Tampak atas 50 cm 35 CM 100 cm 40 cm Bok Kontrol 25 cm 30 cm 40 cm 30 cm S1 S2 S3 S4 100 cm 50 cm .

06 220 VAC 0 catu daya motor 24 VDC T1 1 7 15 COM RELAY DPDT LS2 + Motor 12 2 6 CT Buka Pintu 0 DIODE 010.00 010.06 11 5 15 4 3 5 8 6 7 1 2 + - TRAN_ISDN_12 DIODE 0 Tutup Pintu 12 Volt DC KE LS1.LS3 5 3 1 2 TIP 31A 2K2 Ohm 2 3 4 1 2 4 3 LS3 Penerima 1 Penerima 3 5 2K2 Ohm 2 3 TIP 31A 1 LDR 1 + VCC 20 V LS3 5 3 1 2 TIP 31A 2K2 Ohm 2 3 4 1 2 4 3 + VCC 20 V LS3 5 RELAY SPDT LDR RELAY SPDT Penerima 2 Penerima 4 2K2 Ohm 2 3 TIP 31A 1 1 LAMPIRAN 5 Rangkaian Keseluruhan LDR RELAY SPDT LDR RELAY SPDT + VCC 20 V + VCC 20 V LS1 4 3 5 8 6 7 1 2 catu daya penerima OTOMATIS HI HI IN PLC OUT 220 Volt AC R1 R COM 000. kaki no 6 DIODE RELAY DPDT DIODE OTOMATIS LM 7805 HI HI DIODE KE LS2. 2006 Sheet 1 of 1 Rev <Rev Code> 0 HI 80 . kaki no 3 DIODE HI Dioda laser 1-4 Title <Title> Size A Document Number <Doc> Date: Thursday .05 010.00 000.01 000.04 010. February 16.02 000.05 000.03 000.03 010.02 010.01 010.04 000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful