Praktikal Konstruksi Baja

8. PEKERJAAN
FABRIKASI
Kualitas hasil pekerjaan fabrikasi komponen struktur baja merupakan hal mutlak dan dipersyaratkan oleh pemberi kerja dan standar baku yang ada. Kualitas dari hasil fabrikasi harus dipenuhi untuk memastikan bahwa pekerjaan konstruksi dapat berlang sung dengan baik dan terhindar dari risiko keterlambatan jadwal dan membengkaknya biaya produksi ulang. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya didapatkan bahwa terdapat 9 proses dalam fabrikasi komponen struktur baja, yaitu pembuatan gambar fabrikasi, pengadaan material, penandaan, pemotongan, pembuatan lubang, perakitan, pengelasan. penyelesaian dan pengiriman. Setiap proses saling berkaitan dan memiliki tingkat kepentingan yang sama. Penyimpangan terhadap kualitas yang direncanakan didapatkan sering terjadi pada proses pemotongan, pembuatan lubang dan pengelasan. 8.1 Fabrikasi Komponen Struktur Baja Pengertian proses fabrikasi komponen struktur baja secara umum adalah suatu proses pembuatan komponenkomponen struktur baja dari bahan profil baja dan atau plat baja. Pelaksanaan proses fabrikasi dapat dilakukan di dalam pabrik dan di luar

pabrik yaitu di lapangan dimana proyek konstruksi berlangsung.

Gambar 8.1 Bahan struktur baja selesai diproses fabrikasi Dalam kenyataannya hampir sebagian besar proses fabrikasi selalu dilakukan di dalam pabrik karena pertimbangan-pertimbangan: 1. Peralatan fabrikasi yang lebih baik dan memadai tersedia di pabrik, seperti crane, mesin potong, mesin bor, mesin punching, mesin las, mesin oven untuk kawat las. Peralatan mesin potong, mesin bor, mesin punching juga tersedia dalam bentuk portable untuk keperluan pelaksanaan proses fabrikasi di lapangati, tetapi kecepatan dan keakuratannya tidak sebaik peralatan yang tersedia di pabrik. Sebagai perbandingan, mesin potong yang ada di pabrik biasanya sudah dilengkapi dengan mesin bor atau mesin punching sehingga pekerjaan pemotongan dilakukan bersamasama dengan pembuatan lubang. Crane yang digunakan untuk memindahkan profil dan pelat baja dengan berat yang sulit dipindahkan dengan tenaga manusia tidak dapat ditem-

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

205

Praktikal Konstruksi Baja
patkan di lapangan. Pengadaan oven untuk kawat las dilapangan mungkiti dapat dilakukan tetapi hal ini tidak menguntungkan dari segi biaya karena oven tersebut hanya dapat dipakai untuk satu proyek saja. 2. Penyimpanan material yang jauh lebih baik bila proses fabrikasi dilakukan di pabrik. Kondisi lapangan yang terbuka terhadap cuaca sangat tidak mendukung terhadap penyimpanan material baja mengingat sifat baja yang sangat rentan terhadap korosi. 3. Penghematan jumlah pekerja yang jauh lebih. baik bila proses fabrikasi dilakukan di pabrik. Biasanya dilakukan pembagian pekerja di pabrik bagian pemotongan baja profil. bagian pemotongan plat baja, bagian perakitan, bagian pengelasan, bagian pengecatan. Masing-masing bagian berkonsentrasi hanya pada pekerjaannya, sebagai contoh bagian pemotongan baja profil hanya melakukan pemotongan profil baja untuk bermacam-macam proyek. Bila proses fabrikasi dilakukan di lapangan maka pekerja itu hanya dapat melakukan pemotongan baja profil untuk satu proyek saja. 4. Kemudahan dan penghematan biaya pekerjaan pengecatan juga jauh lebih baik bila proses fabrikasi dilakukan di pabrik. Pekerjaan persi apan permukaan material baja sebelum dicat yaitu sandblasting tidak memungkinkan dilakukan di lapangan karena untuk pekerjaan ini memerlukan tempat tertutup dengan luas yang cukup besar dan permanen. Selain itu pekerjaan pengecatan yang dilakukan di lapangan terbuka akan jauh lebih boros dalam segi biaya dibandingkan bila pengecatan dilakukan di pabrik yang semi terbuka karena faktor hembusan angin yang lebih besar bila pekerjaan pengecatan dilakukan di tempat terbuka. 5. Pengontrolan kualitas proses fabrikasi lebih efisien bila dilakukan di pabrik. Untuk mengontrol kualitas proses fabrikasi terutama pekerjaan pengelasan diperlukan tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman. Jumlah tenaga kerja seperti ini sangat terbatas. Bila proses fabrikasi dilakukan di pabrik maka dengan jumlah yang terbatas itu dapat mengontrol kualitas proses fabrikasi untuk beberapa proyek. Faktor lain yang menguntungkan dari pelaksanaan proses fabrikasi di pabrik adalah sarana pencahayaan yang lebih baik. Dengan dibantu lampu yang cukup maka proses fabrikasi di pabrik dapat dilakukan pada malam hari. Hal yang sama dapat diterapkan di lapangan tetapi kapasitas lampu yang dibutuhkan akan jauh lebih besar untuk mendapatkan penerangan yang sama. Dengan faktor-faktor yang disebutkan di atas maka proses fabrikasi yang dilakukan di pabrik akan jauh lebih menguntungkan dari segi waktu dan biaya pelaksanaan, tenaga kerja, peralatan dan kualitas pekerjaan.

206

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
pelanggan internal (departemen lain dalam perusahaan itu) dan pelanggan eksternal (pemberi kerja). 2. Dengan melakukan kebijaksanaan kualitas yang ditujukan pada pengontrolan kualitas dari setiap tahapan pekerjaan, kualitas yang maksimum, produktifitas dan pengurangan biaya akan dicapai. Berorientasi pada pencegahan ketidaksesuaian dan bukan pada pencarian ketidaksesuaian. 3. Mengendalikan keseluruhan pro ses pekerjaan dan tidak terfokus pada pengendalian kualitas produk akhir saja. Kualitas yang baik menurut Armand V. Feigenbaum (1988), adalah kata kunci keberhasilan suatu perusahaan dalam memenangkan persaingan bisnis. Pada masa sekarang konsumen lebih menginginkan kualitas produk yang baik daripada harga jual yang murah.

Gambar 8.2 bahan struktur baja dalam proses fabrikasi

8.2

Kualitas pembuatan

Definisi dari kualitas menurut Robert H. Lochner (1990), adalah gambaran dan karakteristik menye luruh dari barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat. Selama ini kegiatan pengendalian kualitas lebih banyak dipandang sebagai pelaksanaan inspeksi dan pengujian yang dilakukan untuk menemukan hasil produk yang tidak sesuai dengan persyaratan yang ditentukan (Lochner et al. 1990). Dengan semakin meningkatnya pengetahuan dan kebutuhan akan kualitas dan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, pandangan seperti itu sudah ditinggalkan. Karakteristik dari sistem kualitas di masa sekarang (Lochner et al. 1990): 1. Fokus pada pelanggan Produk didesain dan dibuat untuk memenuhi keinginan pelanggan. Yang dimaksud pelanggan adalah

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

207

Praktikal Konstruksi Baja
Gambar 8.3 Proses pengelasan komponen baja struktur Karena itu peningkatan kualitas adalah suatu langkah yang harus dilakukan untuk dapat berhasil dalam persaingan bisnis. Tiga prinsip dalam peningkatan kualitas (Feigenbaum, Armand V. 1988): 1. Kualitas adalah pemenuhan terhadap apa yang diharapkan oleh pelanggan. 2. Perusahaan yang mempunyai reputasi baik dalam kualitas memiliki keuntungan dalam jangka panjang. 3. Kualitas dan biaya berhubungan erat. Dalam proses perencanaan dan pengendalian kualitas menurut Robert James Taylor (1989), diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana proses perencanaan dan pengendalian kualitas harus dilaksanakan untuk menjamin dihasilkannya suatu produk akhir yang berkualitas baik dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh pelanggan dan standar baku yang berlaku. Menurut ISO 9000 pengendalian harus dilakukan pada tahap-tahap proses (PT. Surveyor Indonesia, 2000): 1. Pengadaan material. Pengendalian dilakukan terhadap produk yang dipasok oleh pemasok material, subkontraktor dan pelang gan. 2, Proses Pengendalian dilakukan terhadap keseluruhan proses, peralatan, lingkungan. 3. Inspeksi dan pengujian Inspeksi dan pengujian yang dilakukan meliputi: a) Inspeksi dan pengujian penerimaan yang dilakukan terhadap produk masuk sebelum dipakai atau diproses. Inspeksi dan pengujian dalam proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan pada setiap tahap pekerjaan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. b) Inspeksi dan pengujian akhir yang dilakukan sebelum produk diserahkari kepada pelanggan untuk memastikan bahwa produk akhir tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. 4. Alat inspeksi dan alat ukur Pengendalian terhadap alat inspeksi dan alat ukur harus dilakukan untuk memastikan bahwa alat inspeksi dan alat uji telah dikalibrasi dan dipelihara untuk dapat menjamin kepastian inspeksi dan pengujian yang dilakukan. 5. Status inspeksi dan uji Status inspeksi dan uji produk harus diidentifikasikan untuk menunjukkan kesesuaian dan ketidaksesuaian produk dengan persyaratan yang dite tapkan selama inspeksi dan pengujian dilakukan dan untuk memastikan bahwa hanya produk yang telah lulus dalam inspeksi dan

208

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
pengujian yang dikirim kepada pelanggan. 6. Produk yang tidak sesuai Pengendalian ini meliputi identifikasi, dokumentasi, penentuan dan pemisahan produk yang tidak sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dan pemberitahuan kepada fungsi yang bersangkutan. Penggunaan atau perbaikan yang diusulkan untuk produk yang tidak sesuai dengan persyaratan yang ditentukan harus dilaporkan kepada pelanggan. Produk yang diperbaiki dan/atau dikerjakan ulang harus diinspeksi ulang sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 7, Tindakan koreksi Pengendalian dilakukan untuk memastikan bahwa tindakan koreksi yang dilakukan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian. Penanganan, penyimpanan, pengema san, pengawetan dan penyerahan Pengendalian harus dilakukan selama proses penanganan, penyimpanan, pengemasan, pengawetan dan penyerahan untuk memastikan kese suaian produk terhadap persyaratan yang ditentukan. 8. Rekaman kualitas Semua rekaman proses pengendalian kualitas yang dilakukan harus diidentifikasikan, dikumpulkan, disimpan dan dipelihara dengan baik. Proses perencanaan dan pengendalian kualitas di masa sekarang mempunyai pengertian lebih dari sekedar pelaksanaan inspeksi dan pengujian dalam upaya untuk menemukan produk yang tidak sesuai dengan persyaratan, tetapi pelaksa naan pengendalian kualitas terhadap keseluruhan proses dan berorientasi pada pencegahan terjadinya ketidak sesuaian suatu produk selama proses berlangsung

Gambar 8.4 Proses las MIG pada komponen baja 8.3 Sistem Pengendalian Perencanaan Dan

Kualitas Pada Proses Fabrikasi Komponen Struktur Baja Dalam proses fabrikasi kompo nen struktur baja terdapat beberapa tahapan yang saling berurutan dan terkait. Masing-rnasing tahapan menghasilkan output yang akan menjadi input pada tahapan yang mengikutinya, karena itu output yang dihasilkan oleh masing-masing taha pan harus dipastikan telah memenuhi standar kualitas yang ditentukan sebelum dikerjakan dalam tahapan berlkutnya. Untuk memastikan bahwa stan

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

209

Praktikal Konstruksi Baja
dar kualitas yang ditentukan telah tercapai maka diperlukan suatu sistem untuk merencanakan dan mengenda likan kualitas pekerjaan pada masingmasing tahapan. Dengan adanya sistem perencanaan dan pengendalian kualitas diharapkan penyimpangan kualitas yang mungkin terjadi dalam tahapan-tahapan proses fabrikasi komponen struktur baja dapat diketahui pada tahap sedini Proses Fabrikasi Komponen Struktur Baja Definisi sistem adalah gabungan dari elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud bersama untuk mencapai suatu tujuan. Masing-masing sistem memiliki elemen-elemen yang berbeda dan tidak sama satu dengan yang lain, tetapi secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut: Sistem lingkaran tertutup adalah suatu sistetn yang memiliki lingkaran umpan balik dan mekanisme pengendalian. Sistem seperti ini dapat mengendalikan output-nya dengan membuat penyesuaian-penyesuaian pada inputnya (Mc Leod, Raymond, 1993). Sistem perencanaan dan pengendalian kualitas dalarn proses fabrikasi tidak akan lepas dari kegiatan pengujian dan inspeksi. Data-data yang didapat dari kegiatan pengujian dan inspeksi tersebut diolah menjadi informasi yang bersifat relevan, akurat dan tepat waktu dalam sebuah mekanisme pengendalian. Informasi yang relevan berarti informasi itu berkaitan langsung dengan masalah yang ada dalam pelaksanaan perencanaan dan pengendalian kualitas, akurat berarti informasi tersebut dihasilkan dari sebuah proses pemeriksaan yang dilakukan dengan benar dan tepat waktu berarti informasi harus tersedia untuk memecahkan masalah sebelum situasi menjadi tidak terkendali Selain itu informasi yang tersedia harus mampu menggam barkan apa yang terjadi sekarang, selain apa yang telah terjadi di masa lampau.

Gambar 8.5 Hasil pengelasan pelat gusset mungkin dan dapat segera dilakukan tindakan pencegahan atau perbaikan agar kualitas dari output yang dihasilkan baik dari masing-masing tahapan maupun hasil akhir dari keseluruhan proses fabrikasi dapat dipastikan memenuhi standar kualitas yang ditentukan. Perencanaan dan Pengendalian kualitas dilakukan dengan mengacu kepada standar-standar baku menge nai proses fabrikasi yang telah ada. 8.3.1 Sistem Informasi Dalam Perencanaan Dan Pengendalian Kualitas

210

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
Untuk melakukan pengendalian diperlukan dua unsur yaitu, harus ada informasi yang meng-gambarkan apa yang sedang dicapai dalam proses yang dikendalikan dan harus ada standar kinerja yang mencermmkan apa yang harus dicapai oleh proses itu. Standar yang ditetapkan diguna kan untuk mengendalikan system fisik dengan mengendalikan kinerja aktual, seperti yang dilaporkan pengolah informasi, dengan standar. Hasil perbandingan menentukan apakah suatu tindakan diperlukan. Pada fabrikator komponen struktur baja, bahan baku sebagai input melalui proses fabrikasi diproses menjadi output yaitu komponen struktur baja. Mekanisme pengendalian memonitor proses fabrikasi untuk memastikan standar yang ditentukan telah tercapai. Dalam hal ini mekanisme pengendalian mendapatkan masukan data dan informasi dari output proses fabrikasi untuk dibandingkan dengan standar yang ingin dicapai dan menentukan langkah perbaikan yang harus dilakukan terhadap proses fabrikasi. 8.4 Perencanaan Pada Proses Pengadaan Material Material yang digunakan dalam proses fabrikasi komponen struktur baja dapat dibagi menjadi dua yaitu bahan baku dan bahan penunjang, Yang dimaksud dengan bahan baku material baja adalah profil dan plat baja. Sedangkan bahan penunjang adalah material yang akan habis dipakai selama proses fabrikasi seperti kawat las, cat, biji blasting grit. 8.4.1 Pengadaan Bahan Baku Pemesanan bahan baku profil dan plat baja pada umumnya dilakukan berdasarkan pada perhitungan kebutuhan material sesuai dengan Bill of Materials yang tercantum dalam gambar kerja. Untuk efisiensi pemakaian material, berdasarkan Bill of Materials dibuat rencana potong untuk profil dan plat baja sesuai dengan standar panjang profil baja dan panjang serta lebar plat baja yang dijual di pasaran. Pada umumnya standard panjang profil yang dijual di pasaran adalah: Profil WF, H, Besi Beton, Pipa Kotak – 12 meter, Profil Siku (L30s/dL150) – 6 meter, Profil Siku (L 100 s/d L 250) – 12 meter, profil UNP, CNP, Pipa Bulat – 6meter

Gambar 8.6 Pengelasan SMAW .

Dalam kondisi tertentu bila panjang profil baja yang dibutuhkan tidak memungkinkan untuk dipotong tanpa meninggalkan sisa yang tidak bisa dipakai lagi untuk keperluan lain dan dalam jumlah yang banyak, maka dimungkinkan pemesanan profil baja dengan panjang khusus sesuai DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 211

Praktikal Konstruksi Baja
kebutuhan dengan biaya yang lebih mahal. Untuk plat baja ukuran standard panjang dan lebar yang dijual di pasaran adalah 1,2 m x 2,4 m, 1,5 m x 6 m dan 1,8 m x 6 m. Selain jumlah kebutuhan bahan baku, data pemesanan juga harus menyebutkan dengan jelas spesifikasi standard yang diperlukan. Spesifikasi standard biasanya tercantum dalam dokumen kontrak dan gambar kerja. Menurut Japanase Architectural Standard Specification Structural steelwork Specification for Building Construction (JASS 6) section 3.1: 1. Material harus bebas dari lapisan dan bebas dari kerusakan retak. 2. Nilai tegangan leleh yang dise butkan harus sesuai dengan yang ditentukan. 3. Kandungan karbon dan parame ter retak yang berhubungan dengan kemampuan material untuk proses pengelasan harus sesuai dengan yang ditentukan. Menurut Japanase Architectural Standard Specification Strutural Steelwork Specification for Building Construction (JASS 6) section 3.5: 1. Kelas, bentuk dan ukuran material harus sesuai dengan sertifikat inspeksi material yang asli. 2. Bila sertifikat inspeksi material yang asli tidak bisa didapat, copy dari sertifikat inspeksi material boleh dipakai. Nama dan tanda tangan pihak yang menjamin material tersebut dan tanggal sertifikat harus disebut dalam copy sertifikat. 3. Material harus dipastikan bebas dari korosi yang berlebihan, kerusakan seperti cacat permukaan, perubahan bentuk seperti tekuk dan puntir. 4. Material harus dikontrol untuk memastikan bahwa material dengan standar yang berbeda atau material yang cacat tidak tercampur dengan material yang telah lolos uji penerimaan, dan material harus disimpan dalam kondisi yang bagus. Dalam Code of Standard Prac tice for Steel Buildings and Bridges, American Institute of Steel Cons truction (AISC) pemeriksaan terhadap material dibedakan menjadi dua yaitu material baru yang diterima dari pemasok material dan material stok. Untuk material yang baru diterima dari pemasok material, fabricator biasanya melakukan inspeksi secara visual terhadap material dan tidak mela- kukan uji terhadap material. Pengujian terhadap material meliputi komposisi

Gambar 8.7 Pengelasan baja struktur

212

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
kimia dan sifat mekanis sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam spesifikasi ,maka fabricator diijinkan untuk melakukan pekerjaan perbaikan dengan melakukan pema nasan dan pelurusan secara mekanik dengan mengacu kepada peraturanperaturan yang berlaku. Pekerjaan perbaikan untuk mem perbaiki bentuk dan permukaan material dapat dilakukan oleh fabri kator di tempat produksi material tersebut bila 213abricator menemukan banyaknya variasi pada material yang telah diterimanya. Untuk material yang terdapat dalam stok fabrikator harus mempunyai kualitas yang setidaknya sama dengan yang disyaratkan. Sertifikat bahan dapat diterima sebagai bukti yang cukup untuk menyatakan kualitas material yang disimpan oleh fabrikator.

Gambar 8.8 Penyimpanan bahan dilakukan oleh pabrik yang memproduksi material tersebut dan hasilnya dinyatakan dalam sertifikat bahan. Dalam sertifikat bahan selain komposisi kimia dan sifat mekanis material juga disebutkan ukuran panjang, dimensi, berat, kelurusan, tekuk dan distorsi dari material tersebut. Sertifikat bahan disediakan oleh fabricator banya bila diminta oleh pelanggan dan dinyatakan dalam dokumen kontrak. Bila diperlukan oleh pelanggan maka serangkaian uji tambahan dapat dilakukan oleh fabricator dan hal ini harus disebutkan di dalam dokumen kontrak termasuk ketentuan mengenai biaya pelaksanaan uji tambahan yang menjadi tanggung an pelanggan. Bila material yang diterima oleh fabricator tidak memenuhi persyaratan toleransi untuk lendut, ukuran, bentuk, kerataan seperti yang ditentukan

Gambar 8.9 Pengelasan SAW

Material stok yang tidak memiliki sertifikat bahan tidak boleh digunakan tanpa persetujuan dari pelanggan. Pada saat penerimaan material harus diperiksa kesesuai annya terhadap toleransi standar yang diijinkan. Standar toleransi untuk material terdapat dalam: — Japan Industrial Standards (JIS), DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 213

Praktikal Konstruksi Baja
— Australian Standards (AS), — American Institute of Construction (AISC), Steel Menurut Standard Association of Australia Part 8 - Fabrication, section 8.2.9.2, kawat las harus disimpan pada tempat yang kering. Kawat las dalam kondisi yang tidak kering tidak boleh digunakan dalarn proses pengelasan. Menurut Japanase rchitectural Standard Specification Structural Steelwork Specification for Building Construction (JASS 6) section 5.5.b, kawat las harus harus disirapan agar terhindar dari kelembaban. Kawat las dengan kondisi lembab, kotor, berkarat tidak boleh digunakan dalam proses pengelasan. Kawat las dalam kondisi lembab boleh digunakan dalam proses pengelasan setelah dikeringkan. 2.2.3 Perencanaan Pada Proses Penandaan Penandaan adalah tahap peker jaan pemberian tanda garis potong, nomor identifikasi, jarak lubang baut, diameter

8.4.2 Pengadaan bahan penunjang Untuk material penunjang cat pemesanan dilakukan berdasarkan perhitungan luas bahan baku material baja yang akan dicat dibagi dengan luas sebar efektif cat untuk tebal yang ditentukan per satu litemya. Data cat yang diperlukan untuk pemesanan adalah jenis cat yang ditentukan dalam spestfikasi teknis. Untuk material penunjang kawat las dan biji blasting grit pemesanan dilakukan tidak berdasarkan kebutuhan masingmasing proyek karena material penunjang ini bersifat umum dan dapat digunakan untuk bermacam-macam proyek.

Gambar 8.10 Proses pembengkokan baja struktur Untuk bahan penunjang kawat las pengendalian kualitas yang dilakukan adalah pada proses penyimpanan.

Gambar 8.11 Proses penandaan dengan template lubang baut dan jumlah lubang baut pada bahan baku profil dan plat baja

214

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
dengan mengacu kepa da gambar febrikasi. Menurut Standard Association of Australia Part 8 - Fabrication, section 8.2.3: 1. Pemberian tanda dilakukan secara manual dengan mengacu kepada gambar fabrikasi atau dengan membu at template dengan skala 1:1 bila item yang akan diberi tanda akan dibuat jumlah yang banyak. 2. Dalam pemberian tanda harus dipertimbangjkan penyusutan, perubahan bentuk dan toleransi ukuran akhir yang diijinkan. 2.2.4 Perencanaan Pada Proses Pemotongan Pemotongan adalah tahap pekerjaan pemotongan bahan baku profil dan plat baja sesuai dengan tandatanda yang telah ditetapkan pada proses penandaan. Proses pemotongan dilakukan dengan memotong material sesuai dengan tanda potong yang telah diberikan. Pemotongan dapat dilaku kan dengan beberapa cara yaitu: (Davies, et. al., 1980) a) Pemotongan dengan menggunakan gunting (shearing) Pemotongan dengan gunting biasanya dibedakan berdasarkan kecepatannya dalam memotong baja dengan kadar karbon rendah. Pada umumnya mesin potong memiliki jarak pisau permanen yang bisa disesuaikan sampai 1/20 dari tebal baja yang akan dipotong. Hal ini menimbulkan masalah bagi pabrik yang harus memotong baja dengan tebal yang bervariasi.

Gambar 8.12 Baja struktur yang telah ditandai untuk dipotong 2. Pada pabrik yang dalam proses pemotongan dan pemberian lubang menggunakan mesin, pemberian tanda dilakukan secara otomatis pada saai pemotongan material. Dalam penggunaan mesin, input data meliputi garis potong, jarak lubang baut, diameter lubang baut dan posisi plat dilakukan bersamaan dengan komputer dengan mengacu kepada gambar fabrikasi. Menurut Japanase architect tural Standard Specification Structural Steelwork Specificationfor Building Construction (JASS 6) section 4.5: 1. Pemberian tanda harus dilakukan dengan akurat dan jelas dengan mengacu kepada gambar fabrikasi dan atau mal.

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

215

Praktikal Konstruksi Baja
bentuk akibat puntir dan bagian yang rusak, yang biasanya disebabkan oleh jarak pisau yang tidak tepat atau sudut pisau yang berlebihan. Semakin tebal, semakin panjang, dan semakin keras baja yang akan dipotong maka perubahan bentuk puntir juga semakin meningkat. Jarak pisau yang berlebihan akan menyebabkan material bergerak menuju pisau bagian bawah yang akan menyebabkan bagian rusak pada hasil potongan dan membu tuhkan gaya potong yang lebih besar. Sebaliknya jarak pisau yang terlalu sempit dapat menimbulkan gaya potong yang berlebihan dan memper pendek umur pisau. Materi seperti baja tahan karat memerlukan gaya potong yang lebih besar daripada materi baja berkarbon rendah dengan ketebalan yang sama karena kuat geser dari baja tahan karat yang lebih tinggi dibandingkan baja berkarbon rendah. Jarak bebas harus tetap sama dengan baja berkarbon rendah, kare na jarak yang lebih besar dapat menyebabkan pengerasan pada baja tahan karat yang telah terpotong sebagian yang mengaki batkan diperlukan gaya ekstra untuk melakukan pemotongan. Pemotongan dengan gunting dapat dilakukan dengan cara mekanis atau hidrolis. Plat yang akan dipotong diletakkan segaris antara garis potong dengan mata pisau bagian bawah. Atau lebih dianjurkan apabila terdapat garis bayangan pada mesin, maka garis potong pada pelat harus diletak kan segaris sesuai dengan garis

Gambar 8.13 Kertas dan bahan template lainnya

Keuntungan dari pemakaian gunting potong adalah jarak pisaunya yang dapat diatur. Keuntungan yang lain adalah pergerakan sudut pisau dan sudut bebas pada ujung pisau. Perbandingan sudut pisau biasanya adalah 1:8, pisau atas dinaikkan 10 mm setiap 80 mm panjang pisau, dengan perbandingan ini dibutuhkan gaya potong yang terkecil. Pengurangan sudut pisau akan mengurangi gaya puntir yang timbul selama proses pemotongan, tetapi gaya potong yang dibutuhkan akan meningkat. Sudut bebas pada pisau potong dibatasi untuk menghindari perlema han pada ujung material yang dipotong. Biasanya sudut yang dipakai adalah 1.5° sampai 3.5° tergantung dari material yang akan dipotong. Semakin pendek material yang akan dipotong semakin besar sudut yang dibutuhkan. Masalah yang biasanya timbul dalam pemotongan dengan menggu nakan gunting adalah perubahan DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 216

Praktikal Konstruksi Baja
bayangan yang terdapat pada mesin. Pembuatan pelat yang berbentuk persegi tanpa proses penandaan terlebih dahulu, dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan dari garis pengukur pada tepis mesin yang membentuk sudut 90 derajat (siku) terhadap mata pisau. Pada bagian depan mesin potong terdapat alat henti sehingga bila diinginkan proses pemotongan yang berkelanjutan bisa dilakukan dengan cepat dengan mengguna kan alat ini. Pemotongan miring dilakukan dengan membaut alat bantu sesuai sudut yang diinginkan. untuk berma cam-macam profil baja. Mesin cropping juga dilengkapi dengan berbagai ukuran pisau untuk profil baja yang berbeda-beda. Hal ini memungkinkan penggantian profil baja yang akan dipotong dapat dilakukan dalam waktu 60 detik. Beberapa mesin cropping juga dapat digunakan untuk memotong besi beton bulat dan kotak. Biasanya mesin cropping diga bungkan dengan sistem punching untuk mengurangi proses penandaan. c) Pemotongan dengan gergaji (sawing) Pemotongan dengan gergaji dapat menggunakan bermacam-macam alat diantaranya: a) Gergaji putar {circular saw) Pemotongan dilakukan dengan menjalankan mesin pada arah horison tal dengan posisi pisau berada pada bagian atas atau pada bagian bawah meja kerja. Bila pisau berada pada bagian bawah meja kerja, pisau berjalan mengikuti slot yang ada untuk menjamin pemotongan panjang dengan akurat. Pemasangan pisau pada bagian atas meja kerja akan memberi kemudahan pada waktu penggantian pisau. Selama proses pemotongan berlangsung serbuk dari sisa penggergajian harus dibersihkan, agar proses pemoto ngan dapat terus berjalan. Proses pemotongan dengan menggunakan alat ini dapat memo tong pelat baja sampai ukuran panjang 12 meter. Mesin gergaji ini dapat digabungkan dengan ban

Gambar 8.14 Proses pemasangan baut b) Pemotongan dengan mesin cropping Prinsip pemotongan dengan mesin cropping sama seperti pemo tongan dengan gunting. Perbedaan nya adalah pemotongan dengan gunting hanya dapat dilakukan untuk plat baja sedangkan pemotongan dengan mesin cropping dapat dilakukan selain untuk plat baja juga

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

217

Praktikal Konstruksi Baja
berjalan dan sistem pengukuran untuk menaikkan alur pergerakan material. Selain itu mesin ini juga dapat digabungkan dengan mesin bor. Dengan sistem seperti ini material dapat diukur, dilubangi dan dipotong dibawah keadali seorang operator. b) Mesin hack-sawing Mesin ini digunakan untuk memotong material dengan ukuran yang kecil. Mesin ini cocok untuk digunakan di bengkel-bengkel kecil dimana tidak banyak dilakukan pekerjaan pemotongan dan jenis material yang akan dipotong terbatas antara baja dengan kandungan karbon yang rendah sampai profil pipa bulat dan kotak dengan ukuran diameter maksimum 150 mm. c) Mesin potong abrasif Mesin ini kadang-kadang diguna kan untuk pemotongan dengan kece patan tinggi. Pemotongan dengan mesin ini memberikan hasil yang baik karena hanya memberikan kerusakan yang sedikit pada ujung potongan. Kerusakan pada ujung potongan dapat dikurangi dengan pemilihan jenis roda yang sesuai dengan material yang akan dipotong. Gambar 8.15 Penandaan potonganpotongan baja d) Mesin sabuk gergaji (band saw machine) Mesin ini cocok untuk aplikasi berat dan sangat sesuai untuk material dengan ukuran sampai 400 mm. e) Pemotongan dengan api (flame cutting) Pemotongan baja dengan api menggunakan oxy-acetylene torch /oxyacetylene flame/nyafa api yang didapat dari zat asam dan asetilin (gas karbit) tekanan tinggi dari silindersilinder baja terpisah adalah metode yang paling berguna dalam industri fabrikasi baja. Nyala api dapat digunakan secara eksterisif untuk memotong material sampai ukuran yang dibutuhkan. Selain itu juga dapat dipakai untuk memotongan bentuk lengkung dan bentuk-bentuk lain yang kompleks. Menurut Standard Association ofAustralia Part 8 - Fabrication, section 8.2.6: 1. Pemotongan dapat dilakukan dengan menggunakan gunting (shearirtg), mesin cropping, gergaji

218

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
(sawing) atau menggunakan api (flame cutting). Bekas potongan pada ujung material harus dihaluskan dengan digerinda. Pada ujung material yang akan dilas harus diberi scallop untuk memung kinkan pengelasan secara penuh pada permukaan bidang material yang harus dilas. Scallop pada ujung material harus bebas dari takikan dengan radius minimum 12 mm. Menurut Japanase Architec tural Standard Specification Structnral Steelwork Specification for Building Construction (JASS 6) section 4.6: 1. Pemotongan material harus dilakukan dengan cara yang paling sesuai diantaranya pemotongan dengan mesin, api, dengan memper hitungkan bentuk dan ukuran material. 2. Pada pemotongan dengan menggunakan api, secara prinsip pemotongan harus dilakukan dengan memakai peralatan automatic gas cutting. 3. Ketelitian bidang potong pada ujung material harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Bila tidak ditentukan lain, maka standar yang dipakai adalah: - Kekasaran hasil potong < 100S - Kedalaman takikan < 1 mm 4. Permukaan hasil potong yang tidak memenuhi persyaratan pada nomor 3 harus dihaluskan dengan digerinda. Gambar 8.16 Pengeboran dengan mesin portable Proses pembuatan dapat dilakukan dengan: DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN lubang 5. Persiapan bevel permukaan mate rial untuk keperluan las harus meme nuhi persyaratan sebagai berikut: - Kekasaran hasil potong < 200 S - Kedalaman takikan < 2 mm dan Ketebalan plat baja yang dipotong dengan gunting adalah lebih kecil dari 13 mm. Bekas potongan pada permukaan material harus dihaluskan dengan digerinda. 8.5 Proses Pembuatan Lubang Pembuatan lubang yaitu tahapan pekerjaan pembuatan lubang baut sesuai dengan tanda-tanda pada bahan baku profil dan plat baja yang telah ditetapkan pada proses penandaan. Proses pembuatan lubang dilakukan dengan melubangi material pada tempat-tempat yang telah diberi tanda dengan ukuran diameter lubang sesuai dengan ukuran diameter yang telah diberikan pada proses penandaan.

219

Praktikal Konstruksi Baja
a) Pengeboran (drilling) Pembuatan lubang dengan pengeboran (Davies, et. Al., 1980) Jenis bor yang dipakai untuk melu bangi baja adalah bor ulir. Pemilihan jenis mata bor dan kecepatan pemakaian dipengaruhi oleh beberapa fektor yaitu jenis material yang akan dibor dan ukuran lubang. Dalam proses fabrikasi baja jenis mesin bor yang dipakai adalah: i) Mesin bor tangan {portable machine) yang dapat berupa mesin bor angin maupun mesin bor elektris. Mesin ini digunakan bila pekerjaan pengeboran yang harus dilakukan sedikit. ii) Mesin bor radial {radial drilling machine), digunakan untuk memper besar lubang dekat permukaan agar kepala sekrup atau baut dapat terta nam rata. iii) Universal drilling machine, digunakan untuk mengebor lubang dengan berbagai macam variasi sudut dari sumbu vertical. iv) Multi-spindle machine, digunakan untuk mengebor sejumlah lubang yang parallel secara bersamaan. b) Pembuatan lubang dengan dipukul / punching Selain dengan dibor pembuatan lubang juga dapat dilakukan dengan dipukul. Dengan cara ini selain lubang berbentuk bulat juga dapat dibuat lubang berbentuk lonjong. Pembuatan lubang dengan cara ini memiliki kekurangan bila diban dingkan dengan pembuatan lubang dengan cara dibor, yaitu bentuk lubang pada bagian bawah material yang tidak terkena pukulan tidak bagus karena terkoyak dan mengeras pada ujung-ujungnya. Bentuk yang tidak sempurna ini dapat mengakibatkan retak pada bagian ujungnya, karena itu pembu atan lubang dengan cara dipukul tidak diijinkan untuk struktur seperti jembatan. c) Pembuatan lubang dengan api Pembuatan lubang juga bisa dilakukan dengan menggunakan api, tetapi hasil nya tidak dapat dijamin kualitasnya baik dari bentuk lubang maupun ketepatan ukuran diameter lubang. Karena itu cara pembuatan lubang dengan api sebaiknya tidak dilakukan. Menurut New Zealand Standard (NZS) 3404 Part 1, section 14.3.5: 1. Pembuatan lubang berbentuk bulat harus menggunakan machine flame cutting, atau dibor dengan ukuran diameter yang diinginkan, atau dipukul sebagian sampai ukuran 3 mm dibawah ukuran diamater yang diinginkan kemudian lubang dibesar kan sampai mencapai ukuran diameter yang diinginkan, atau dipukul dengan ukuran diameter yang diinginkan.

220

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
6. Lubang dengan ukuran diameter yang lebih besar daripada yang ditentukan pada nomor 4 diijinkan dengan persyaratan ukuran diameter lubang tidak lebih besar dari 1.25 kali ukuran diameter baut 7. Lubang berbentuk lonjong (slotted hole) diijinkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut: - Untuk lubang berbentuk lonjong yang pendek, ukuran lebar lubang lonjong tidak melebihi ukuran yang ditentukan pada nomor dan ukuran panjang lubang lonjong tidak melebih 1.33 kali ukuran diameter baut atau (ukuran diameter lubang baut + 10), diambil ukuran yang terbesar. - Untuk lubang berbentuk lonjong yang panjang, ukuran lebar lubang lonjong tidak melebihi ukuran yang ditentukan pada nomor dan ukuran panjang lubang lonjong tidak melebifa 1.5 kali ukuran diameter baut. Menurut Standard Association of Australia Part 8 - Fabrication, section 8.2.7: Pembuatan lubang dapat dilakukan

Gambar 8.17 Pengiriman bahan ke lokasi proyek 2. Pembuatan lubang berbentuk lonjong (slotted hole) harus menggu nakan machine flame cutting, atau dipukul, atau dibentuk dengan penge bor dua lubang yang berdekatan. 3. Pembuatan lubang dengan dipukul hanya diijinkan untuk material dengan tegangan leleh (fy) tidak lebih dari 360 Mpa dan tebal tidak lebih dari (5600/fy) mm. 4. Ukuran diameter lubang selain lubang pada tapak kaki kolom adalah 2 mm lebih besar dari ukuran diameter baut untuk baut dengan diameter lebih kecil dari 24 mm dan tidak lebih dari 3 mm lebih besar dari ukuran diameter baut untuk baut dengan diameter yang lebih besar. 5. Ukuran diameter lubang pada tapak kaki kolom tidak lebih dari 6 mm lebih besar dari ukuran diameter angker baut.

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

221

Praktikal Konstruksi Baja
dengan: bulat dan lubang berbentuk lonjong. Pembuatan lubang dengan dipukul sampai ukuran diameter yang diinginkan tidak diijinkan menurut Australian Standards AS 1250, tetapi lubang dapat dipukul sebagian sampai 3 mm dibawah ukuran diameter yang diinginkan kemudian lubang dibesar kan sampai mencapai ukuran diame ter yang diinginkan. c) Dibesarkan setelah dipukul seba gian. Pembesaran lubang dilakukan setelah pembuatan lubang dengan dipukul sebagian sampai 3 mm diba wah ukuran diameter yang diinginkan kemudian lubang dibesarkan dengan alat khusus yang ada pada mesin bor. Pembesaran lubang dengan cara ini akan menghasilkan lubang yang bersih dari bekas api. Menurut Japanase Architectural Standard Specification Structural Steelwork Specification for Building Construction (JASS 6) section 4.8: 1. Lubang untuk baut dengan mutu tinggi harus dilakukan dengan bor. Bila persiapan permukaan daerah sambungan akan dilakukan dengan proses blasting maka pembuatan lubang harus dilakukan sebelum proses blasting. 2. Secara prinsip pembuatan lubang untuk baut, angker baut dan tulangan pengaku harus dilakuan dengan bor. Tetapi untuk plat dengan tebal tidak lebih dari 13 mm, pembuatan lubang dapat dilakukan dengan dipukul. Permukaan lubang yang bergerigi ha-

Gambar 8.18 Cambering dengan proses dingin a) Dibor (drilling) Pembuatan lubang dengan bor dilakukan dengan menggunakan mesin bor radial terutama untuk pembuatan lubang pada plat yang ditumpuk lebih dari satu. Pembuatan lubang yang memiliki sudut kemiringan yang bervariasi dilakukan dengan menggunakan universal drilling machine. Pembuatan lubang yang sejajar dan dilakukan secara bersamaan dilakukan dengan menggunakan mesin multi-spindle. Pembuatan lubang dengan jumlah banyak dalam arah vertikal dan horisontal dilakukan dengan menggu nakan mesin automatic beam lines. Pembuatan lubang dalam jumlah yang sedikit dan sewaktu-waktu dalam proses fabrikasi dapat dilakukan dengan mesin bor portable. Mesin bor portable bekerja dengan hidrolis atau elektris. b) Dipukul (punching) Pembuatan lubang dengan dipukul dilakukan untuk lubang berbentuk

222

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
rus dihaluskan dengan digerinda. 3. Pembuatan lubang dengan api dapat dilakukan untuk lubang dengan ukuran diameter 30 mm atau lebih, untuk keperluan angker baut, pekerjaan pipa, pekerjaan beton. Kekasaran permukaan lubang yang dibuat dengan api tidak melebihi 100S dengan toleransi diameter ± 2 mm. 4. Ukuran diameter lubang untuk baut mutu tinggi, baut biasa dan angker baut harus memenuhi persyaratan 5. Ukuran diameter lubang untuk tulangan pengaku harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Bila tidak ditentukan lain persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut: 6. Permukaan lubang harus tegak lurus terhadap permnkaan material. Komponen-komponen plat yang akan dirakit pada komponen utama ditempatkan pada tempat-tempat yang telah diberi tanda sebelurnnya yaitu pada proses penandaan. Kemudian komponen-komponen plat tersebut dilas dengan ukuran dan tipe las yang sesuai dengan yang tercantum dalam gambar kerja.

Gambar 8.20 Proses detail penandaan

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada proses perakitan adalah pengaruh pada bentuk komponen yang 8.6 Proses Perakitan akan terjadi sebagai akibat dari panas Proses perakitan adalah proses yang dihasilkan selama proses pengikatan komponen-komponen men pengelasan. Selain mengakibatkan jadi satu, biasanya proses perakitan penyusutan pada panjang material, yang dilakukan di bengkel adalah pengelasan juga dapat mengakidengan cara pengelasan. batkan perubahan bentuk pada material, karena itu perlu dilakukan pemilihan metode pengelasan yang dapat mengurangi terjadinya perubahan bentuk pada material. Untuk mengurangi perubahan bentuk yang terjadi pada material akibat penge lasan dapat juga dipasang alat bantu pengaku sementara. Menurut Standard Association ofAustralia Part 8 - Fabrication, Gambar 8.19 Proses penandaan pada section 8.2.8: baja struktur DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 223

Praktikal Konstruksi Baja
klem, clips, dogs, jacks kemudian dilas titik. Posisi dari sub komponen harus diperiksa ketepatannya dengan mengacu pada gambar fabrikasi sebe lum dilas penuh. 3. Pada bagian yang akan dibaut, parallel drift atau tapered drift digunakan untuk meluruskan subkomponen yang akan dibaut agar didapatkan posisi baut yang akurat. 4. Pada proses perakitan dengan menggunakan las harus dipastikan bahwa pekerjaan pemotongan dan persiapan permukaan bagian yang akan dilas telah dilakukan dengan sesuai. Menurut Japanase Architectural Standard Specification Structural Steelwork Specificationfor Building Construction (JASS 6) section 4.12: 1. Persiapan proses perakitan Sebelum proses perakitan harus dilakukan pemeriksaan terhadap kom ponen yang meliputi nomor iden tifikasi, jumlah dan kualitasnya dalam hal ini terhadap karat dan cacat. Bila ditemukan ketidaksesuaian maka komponen harus diperbaiki atau diganti. Semua perubahan bentuk dari komponen harus diluruskan terlebih dahulu sebelum proses perakitan untuk memastikan dihasilkannya produk yang sesuai. 2. Proses perakitan Proses perakitan dilakukan dengan menggunakan alat bantu sementara untuk memastikan keakuratan penempatan dan ketegaklurusan kom-

Gambar 8.21 Layout sambungan sikusiku 1. Perakitan adalah proses perakitan beberapa subkomponen yang dihasilkan dari proses sebelumnya yaitu proses pemoto ngan dan pembuatan lubang menjadi satu komponen struktur yang utuh dengan dilas atau dibaut. Sub komponen dapat berupa plat-plat penyambung, batang-batang pada rangka batang atau kolom majemuk, plat sayap dan plat badan pada balok girder yang dibuat dari plat. 2. Pada bagian yang akan dilas, sub komponen dipasang dengan memakai

224

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
ponen yang akan dirakit. Bentuk bevel dan jarak antar komponen yang akan dilas harus diperiksa dan diperbaiki bila ditemukan ketidak sesuaian. 3. Lastitik Las titik dilakukan dengan shielded arc welding atau gas shielded arc welding. 8.7 Proses Penyelesaian Proses penyelesaian pada proses fabrikasi adalah dengan memberikan lapisan pelindung pada baja. Pelapisan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya korosi. Pelapisan baja dapat dilakukan de ngan melapisi baja dengan cat atau dengan lapisan metal. Proses penyelesaian dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap memper siapkan permukaan dan tahap pembe rian lapisan. 1. Persiapan Permukaan Sebelum dilapisi dengan lapisan pelindung permukaan baja perlu dipersiapkan terlebih dulu yaitu dengan membuat permukaan baja bebas dari lapisan oksida. Cara-cara yang dilakukan dalam melakukan persiapan permukaan menurut buku "Steel Structures, a manual for use in the design and construction of structural steelwork, yaitu: a) Blast Cleaning Permukaan baja dihaluskan dengan menembakkan pasir besi [grit blasting). b) Pickling Permukaan baja dilapisi dengan bahan-bahan kimia. Setelah pemberian bahan kimia, permukaan baja dibersihkan dari bahan-bahan yang mengandung asam dengan menggunakan air bersih, kemudian permukaan baja dikeringkan. c) Flame Cleaning Pembersihan permukaan baja dari karat dilakukan dengan mengguna kan api. d) Hand Cleaning Ada dua jenis pembersih yaitu dengan menggunakan palu atau jarum tembak dan dengan menggunakan alat gerinda dan sikat kawat. 2. Pemberian Lapisan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan lapisan pelindung yang akan dipakai. Pemberian lapisan cat dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: a) Dengan menggunakan kuas Pengecatan dengan menggunakan kuas sangat dianjurkan untuk pengecatan pada permukaan yang kasar karena dapat mengisi rongga-rongga yang ada. Kekurangan dari cara pengecatan dengan menggunakan kuas adalah waktu pengerjaan yang dilakukan Iebih lama. b) Dengan menggunakan roller Pengecatan dengan menggunakan roller sangat dianjurkan untuk permukaan yang besar dan datar. Keuntungan lain dari pengecatan dengan cara ini adalah tidak terpengaruh oleh

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

225

Praktikal Konstruksi Baja
angin bila pengecatan dilakukan di luar ruangan Jenis cat akhir yang sering digunakan adalah: Resin paint Jenis cat ini memberikan perlindungan yang sangat baik untuk struktur yang berada di lingkungan yang basah dan lembab seperti jembatan dan pelabuhan. Alkyd Resin Paint Jenis cat ini memberikan permukaan yang rata dan tersedia dalam bermacam-macam warna. Cat ini biasanya dipakai untuk melapisi cat resin untuk memberikan tampilan yang lebih baik. Chemical Resistance Paint Cat ini dipakai untuk melapisi struktur baja yang berada pada tempat tempat yang memiliki kandungan zat kimia dan struktur baja yang berada di dalam air laut. Vinyl Resin Paint Cat ini memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap asam, alkali dan air termasuk air laut. Menurut Japanase Architec tural Standard Specification Structural Steelwork Specification for Building Construction (JASS 6) section 8.2: 1. Proses pengecatan tidak boleh dilakukan pada kondisi: a. Temperatur udara di tempat dimana proses pengecatan akan dilakukan lebih rendah dari 5° C. b. Kelembaban udara lebih dari 80%. c. Hujan dan angin yang kencang. d. Temperatur baja lebih dari 50° C di bawah sinar matahari.

Gambar 8.22 Penyemprotan pelindung api c) Dengan disemprotkan Pengecatan dengan cara semprotkan menguntungkan dari segi kecepatan waktu pelaksanaan. Pelapisan dengan cat dilakukan dalam dua kall pelapisan yaitu: i) Lapisan cat dasar (primer paini) Pelapisan dengan cat dasar dilakukan untuk membasahi permukaan yang akan dicat dan mempersiapkan permukaan baja agar mempunyai daya lekat yang baik dengan lapisan cat akhir. Jenis cat dasar yang sering digunakan adalah cat zinc chrome, zinc rich dan red lead. Ketebalan lapisan cat dasar yang diterapkan harus mengikuti spesifikasi yang disediakan oleh pemasok cat. Lapisan cat dasar dapat melindungi baja dari karat untuk waktu yang cukup lama yaitu antara tiga sampai enam minggu, sebelum dilapisi dengan cat akhir. ii) Lapisan cat akhir (finish paint)

226

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
e. Gelembung-gelembung timbul pada cat. Usia layan lebih dapat diperkirakan • Hanya memerlukan sekali pela-pisan • Tidak memerlukan waktu untuk mengeringkan. • Daya tahan terhadap gores lebih baik Pelapisan dengan logam dapat dilakukan dengan beberapa metode (Davies, et. al., 1980) yaitu: i) Hot dip galvanizing Pelapisan dilakukan dengan mencelup kan material baja kedalam larutan seng. Hal yang perlu diperhatikan bila material akan dilapisi dengan metode ini adalah keterbatasan ukuran bak pencelupan, sehingga ukuran pan jang, lebar dan tinggi material harus direncanakan sesuai dengan ukuran bak yang tersedia. ii) Sherardizing Metode ini dilakukan untuk melapisi komponen yang berukuran kecil. Pelapisan dilakukan dengan mema sukkan material ke dalam debu seng panas. iii) Electroplating Seperti metode sherardizing, electro plating dilakukan untuk melapisi kom ponen yang berukuran kecil. Pelapisan dilakukan dengan meren dam material baja bersama dengan batangan atau lempengan logam yang akan disalutkan kedalam suatu elektrolit yang mengandung garam-garam logam penyalut {platingmetal). iv) Metal spraying •

Gambar 8.23 Hasil penyemprotan pelindung api 2. Bagian-bagian yang tidak boleh dilapisi cat adalah: a. Bagian yang akan dilas di lapangan sampai sejauh 100 mm dari kedua ujung bagian yang akan dilas. b. Bagian dimana lapisan cat dapat merintangi uji ultrasonik. c. Bagian permukaan geser dimana akan dilakukan sambungan dengan menggunakan baut mutu tinggi. d. Bagian yang akan ditanam dalam beton. Pemberian Lapisan Logam Pelapisan baja dengan lapisan logam memiliki beberapa keuntungan bila dibandingkan dengan lapisan cat (Davies, et. a l, 1980) yaitu:

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

227

Praktikal Konstruksi Baja
Metode ini dapat dilakukan di dalam bengkel maupun di luar bengkel (di lapangan). Pelapisan dilakukan dengan menyemprotkan bubuk seng dan aluminium ke permukaan baja. 8.8 Proses Pengiriman Pengiriman yaitu tahapan pekerjaan pengiriman komponen struktur baja untuk pekerjaan pemasangan di lapangan. Pengiriman produk akhir dilakukan dengan mengacu kepada urutan prioritas pekerjaan pemasangan. Hal ini untuk menghindari penumpukan material di lapangan karena material tersebut belum dapat dipasang. Penumpukan material yang terlalu lama di tempat yang tidak terlindung di lapangan dapat menye babkan terjadinya kerusakan pada material. Sebelum proses pengiriman dilaku kan, material yang akan dikirim harus dipastikan mempunyai tanda yang jelas dan benar untuk menghindari kesalahan pemasangan (JASS 6,1993). Material yang sudah dilapisi dengan cat atau logam harus diangkat dari diletakkan dengan hati-hati untuk menghindari rusaknya lapisan. Untuk menghindari terjadinya kerusakan lapisan cat atau logam selama diperjalanan dapat ditempatkan kayu diantara material tersebut. Pada saat penumpukan material ke dalam alat transportasi, material yang lebih berat ditempatkan pada tempat yang paling bawah diikuti dengan material yang mempunyai berat lebih ringan untuk menghindari terjadinya kerusakan pada material yang beratnya lebih ringan. Material-material yang berukuran kecil seperti plat-plat penyambung dan baut dikemas tersendiri dan dilengkapi dengan keterangan yang menyebutkan dengan jelas jenis dan jumlah material yang ada di dalam kemasan. Dalam Japanase Architectural Standard Specification Structural Steelwork Specification for Building Constntction (JASS 6) section 9, diatur hal-hal mengenai proses pengiriman, sebagai berikut: Inspeksi terhadap komponen struktur 1. Komponen harus diinspeksi pada saat sebelum pengiriman dan pada saat penerimaan. 2. Bila tidak ditentukan secara khusus, inspeksi dalam hal ini harus meliputi ketepatan ukuran, sambungan, kerusakan pada las, kekuatan sambungan baut dan kelengkapan jumlah komponen.

Gambar 8.24 Pengiriman baja

228

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
3. Pihak fabrikator harus bertanggung jawab terhadap kerusakan yang ditemukan pada saat inspeksi penerimaan. 4. Bagian-bagian yang ditemukan rusak pada saat inspeksi harus segera diperbaiki. 8.8.1 Pemisahan Komponen Kode komponen harus diberikan dengan jelas. Komponen struktur dengan berat melebihi lima ton harus mencantumkan dengan jelas berat dari komponen tersebut. Untuk komponen struktur rangka atau komponen struktur lainnya yang sulit untuk ditentukan titik beratnya, harus mencantumkan dengan jelas letak titik berat dari komponen tersebut untuk menghindari kecelakaan pada saat pemindahan. peralatan dan perleng kapan kerja yang dibutuhkan, serta tindakan pencegahan untuk kesela matan kerja. Di tempat kerja, baik itu di bengkel fabrikasi maupun di lokasi proyek pembangunan seorang pekerja baja akan mengguna kan peralatan kerja seperti : mesin gerinda, mesin bor, kompresor, mesin gergaji besi, dan berbagai peralatan lainnya. 8.9.1 Mesin Gerinda Bangku (Bench) dan gerinda berkaki (Pedestal) Mesin gerinda bangku dan mesin gerinda berkaki merupakan jenis mesin gerinda paling sering dijumpai dan digunakan untuk pekerjaan baja. Pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan jenis mesin ini disebut juga dengan offhand grinding atau dengan pengertian bahwa benda kerja yang digerinda dilakukan tanpa direncanakan/dipersiapkan. Offhand grinding dilakukan dengan cara benda kerja dipegang dan dikendalikan oleh tangan pekerja dan digerinda sampai tercapainya bentuk atau ukuran yang dikehendaki. Pekerjaan ini dilakukan apabila benda kerja yang akan dikerjakan, tidak membutuhkan adanya ketepatan atau keakuratan ukuran /bentuk. Mesin gerinda bangku / the bench grinder, (gambar 8.25) sebelum digunakan harus dipasang di atas bangku/meja kerja. Mesin ini bekerja dengan memutar roda gerinda yang dipasang tepat di poros motor listrik. Biasanya kedua roda gerinda memiliki spesifikasi yang berbeda, satu roda

Gambar 8.25 Penandaan komponen baja 8.9 Peralatan dan Perleng kapan Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan bidang baja, seorang pekerja baja harus memahami, menguasai proses kerja, cara pemeliharaan

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

229

Praktikal Konstruksi Baja
gerinda berpermukaan kasar, untuk pekerjaaan awal dan satu roda lainnya mempunyai permukaan yang halus, digunakan untuk pekerjaan akhir/finishing.

Gambar 8.26 Mesin gerinda bangku Mesin gerinda berkaki / The pedestal grinde, adalah jenis mesin gerinda yang dilengkapi dengan kaki /kolom, pada umumnya lebih besar dari mesin gerinda bangku dan diikatkan ke lantai. (gambar 8.26) adalah jenis mesin gerinda kering, artinya gerinda jenis ini tidak direncanakan untuk memiliki sistem pendingin baik untuk roda gerinda dan benda kerja, selama proses penggerindaan. Benda kerja hanya didinginkan dengan cara dicelupkan ke dalam tangki air kecil yang terdapat pada badan mesin gerinda.

Gambar 8.27 Mesin gerinda pedestal

Gambar 8.28 Mesin gerinda pedestal tipe basah Sedangkan pada gambar 8.27 adalah jenis mesin gerinda basah. Mesin model ini telah dilengkapi dengan sistem pendingin yang menjaga roda gerinda dan benda kerja teraliri cairan pendingin. Aliran cairan pendingin ini akan membersihkan partikel-pertikel hasil pengerindaan dan menjaga benda kerja tetap dalam keadaan dingin.

230

Kedua jenis mesin gerinda ini akan berbahaya jika cara penggunaannya DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
tidak benar. Jangan pernah menggunakan mesin ini jika tidak dilengkapi dengan perlengkapan pelindung keselamatan kerja dan harus menggunakan kacamata pelindung (gambar 8.28).

Gambar 8.30 Penahan benda kerja Gambar 8.29 Kaca pelindung mata Pada setiap roda gerinda juga terpasang a tool rest / penahan benda kerja (gambar 8.29), yang berfungsi menjadi penahan benda kerja selama proses penggrindaan. Jaraknya harus diatur lebih kurang 1/8 inci (3,175 mm) dari roda gerinda, jarak tersebut diatur untuk menghindari terjepitnya benda kerja. Roda gerinda harus diputar dengan tangan selama proses pengaturan jarak tersebut, untuk memastikan roda gerinda dapat berputar dengan bebas. Satu hal penting yang harus menjadi perhatian dan kebiasaan adalah setiap kali kita menggunakan mesin gerinda, jangan berdiri didepannya pada saat mesin baru dihidupkan. Hal ini untuk menghindari terkena (jika terjadi) percikan pecahan roda gerinda.

Untuk perawatan roda gerinda, secara periodik roda gerinda harus dibersihkan dengan menggunakan alat perawatan roda gerinda (wheel dresser). Alat ini berfungsi untuk menghilangkan lapisan sisa partikel benda kerja serta mengembalikan kekasaran permukaan roda gerinda.

Gambar 8.31 Perawat roda gerinda Proses pembersihan dan pengasaran roda gerinda dilakukan dengan cara meletakkan di atas penahan benda kerja (tool rest) dan menempelkan wheel dresser dengan bibir roda gerinda. Dengan menghidupkan mesin

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

231

Praktikal Konstruksi Baja
gerinda dan memegang erat wheel dresser dengan kedua tangan, maju mundurkan alat tersebut sepanjang permukaan roda gerinda. Untuk memaksimalkan dan keselamatan kerja pada saat menggunakan mesin gerinda, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah : 1. Gunakan sisi muka roda gerinda dan jangan pernah menggunakan sisi sampingnya. 2. Untuk menghindari terbentuknya alur ataupun melengkungnya permukaan roda gerinda, maka selama proses kerja, benda kerja harus digerakkan maju mundur sepanjang permukaan roda gerinda. 3. Pelihara agar permukaan roda gerinda selalu dalam keadaan kasar dan selalu diperiksa jarak penahan benda kerja dengan roda gerinda. Untuk jenis logam yang lebih lunak seperti aluminium, kuningan, tembaga dan lain sebagainya, sebaiknya tidak digerinda karena akan sisa logam yang tertinggal akan mengurangi kekasaran roda gerinda. Gunakan alat-alat lain seperti kikir atau amplas untuk mengerjakan bahan-bahan tersebut. 8.9.2 Peralatan bertenaga udara (Pneumatic) Peralatan yang dapat dijinjing-/tangan (portable power tools) yang biasa digunakan oleh para pekerja baja pada umumnya digerakkan oleh motor listrik ataupun tekanan udara (pneu-matik). Kedua jenis alat tersebut pada dasarnya memiliki prinsip kerja yang sama. Peralatan pneumatik lebih mem-butuhkan proses perawatan dan pelayanan yang unik, baik bila digunakan di bengkel kerja maupun di lokasi proyek. peralatan pneumatik harus mempunyai sistem pelumasan yang lengkap. Pergerakan komponen-komponen peralatan pneumatik sangat rapat sekali, sehingga harus dilumasi dengan tepat atau kalau tidak akan terjadi keausan pada komponen dan tidak dapat digunakan lagi/rusak. Dan klep-klep dan piston-piston pada mesin penempa pneumatik akan membutuhkan jenis oli mesin ringan. Jika bekerja dengan menggunakan peralatan pneumatik secara terus menerus, maka pemeriksaan terhadap sistem pelumasan harus dilakukan secara periodik, untuk memastikan bahwa bahan pelumas tetap ada dalam jumlah yang dibutuhkan.

Gambar 8.32 Pengencang baut pneumatic Berikutnya adalah mengeringkan sistem saringan udara sesuai dengan kebutuhan. Dengan terpeliharanya sistem peralatan pneumatik yang dimiliki untuk selalu dalam keadaan bersih dan terlumasi,

232

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
maka permasalahan operasional yang dihadapi akan berkurang. 8.9.3 Permesinan di bengkel kerja Proses pembuatan dan perakitan komponen-komponen bangunan struktur baja pada umumnya akan diselesaikan di bengkel kerja (fabrikasi), dimana mesin-mesin berat yang dapat melayani kebutuhan pekerjaan baja lebih mudah dijumpai. Tugas bengkel kerja adalah memproduksi dan membuat komponen-komponen struktur baja, seperti pengukuran dan pemotongan kolom/tiang-tiang, balok, pengeboran lubang baut, pengelasan, sampai dengan pembuatan pelat-pelat dasar dan pelat buhul, pemotongan dan penyiapan komponen sambungan dari baja siku, dan lain-lain. 8.9.3.1 Mesin Kombinasi Pada bengkel-bengkel fabrikasi yang besar, mereka memiliki mesin-mesin besar yang mampu melayani pekerjaanpekerjaan multi fungsi, seperti untuk memotong pelat baja, baja siku, baja batangan serta dapat berfungsi sebagai pembuat lubang baik pada pelat baja maupun besi siku.

Gambar 8.33 Mesin kombinasi Ukuran dari pelat baja, baja siku dan baja batangan yang dapat ditangani bergantung pada kapasitas mesin itu sendiri. Mesin-mesin tersebut dibuat dengan berbagai variasi ukuran dan kapasitas. Dikarenakan besarnya bahaya / resiko tinggi yang dihasilkan oleh mesin jenis ini, maka seorang operator akan dituntut untuk memiliki perhatian yang sungguh-sungguh pada saat mengopera sikan mesin tersebut. 8.9.3.2 Mesin bor listrik Pada saat ini sudah banyak diproduksi jenis, ukuran dan model mesin bor listrik yang dapat digunakan dibengkel fabrikasi, semua jenis mesin bor tersebut didesain sesuai dengan kebutuhan spesifik pekerjaan yang akan dilayani. Salah satu jenis mesin bor yang kita kenal (gambar 8.38) adalah mesin bor

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

233

Praktikal Konstruksi Baja
jenis “sensitif” (Sensitif drill press). Mesin bor jenis ini digunakan untuk mengebor lubang-lubang yang kecil, dimana dalam pengerjaannya seorang operator harus menggunakan “perasaannya” untuk dapat mengerjakan tugasnya. Mesin bor ini bekerja dengan cara yang sederhana, digerakkan oleh sebuah motor listrik dan melalui putaran belt karet. Dan dengan putaran gagang tuas, mata bor berputar dan menekan untuk membuat lubang pada benda kerja. Jenis mesin bor tekan yang lain adalah jenis “radial drill press” (mesin bor radial). Prinsip kerja mesin bor ini hampir sama dengan jenis mesin bor sensitif drill press, perbedaannya terletak pada batang klem mata bor yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Mesin jenis ini sangat nyaman digunakan untuk pekerjaan yang besar dan berat, serta dapat membuat lubang bor dalam jumlah yang banyak, sepanjang pembuatan setiap lubang tersebut tidak membutuhkan penyesuaian setelan mesin bor. Gambar 8.33 dan gambar 8.34 Merupakan jenis mesin bor tangan (portable) listrik, yang bisa digunakan di dalam bengkel maupun dilokasi proyek. Mesin bor tangan pada gambar sebelah kiri di bawah ini adalah jenis mesin bor yang banyak digunakan untuk membuat lubang pada baja-baja profil, terutama

Gambar 8.34 Mesin bor listrik

Gambar 8.35 Radial drill press untuk pengerjaan di lokasi proyek. Sebelum menggunakan mesin bor, perlu dilakukan pemeriksaan secara visual kondisi mesin bor untuk memastikan semua komponen pada tempatnya, dalam keadaan aman dan kondisi siap dioperasikan. Pemeriksaan dilakukan terhadap semua komponen yang terpasang seperti motor listrik, bagian

234

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
kepala mesin bor, puli-puli, meja bor serta memeriksa penyetelan V-belt sesuai dengan petunjuk buku manual yang dibuat oleh pabrik pembuatnya. Pastikan juga kabel listriknya tidak dalam kondisi rusak, terkelupas, maupun retak-retak. Selama menggunakan mesin bor, waspadalah terhadap bunyi-bunyi mesin bor yang menandakan adanya masalah, seperti bunyi berdecit (suara tikus), ataupun timbul suara-suara yang tidak biasa. Bila hal tersebut terjadi, segera laporkan kepada teknisi ataupun kepala bengkel terkait. Setelah selesai menggunakan, segera bersihkan mesin bor dari segala kotoran, oli, dan partikel-partikel logam sisa pengeboran. 8.9.3.3 Mata Bor Mata bor-mata bor yang umum dikenal sebagai mata bor puntir, karena hampir semuanya dibuat dengan cara ditempa ataupun membubut batangan baja kasar yang kemudian dipuntir sampai berbentuk spiral. Proses akhir dilakukan dengan membubut ulang sampai dicapai ukuran yang dikehendaki diakhiri dengan proses perlakukan panas pada bahan mata bor tersebut. Ukuran mata bor dapat diidentifikasi dengan tiga cara, yakni dengan satuan inci, huruf maupun angka. Untuk satuan inci, ukuran mata bor dimulai dari 1/6 inci sampai dengan 4 inci atau lebih besar. Jika menggunakan simbol huruf maka ukuran mata bor dimulai dari A sampai dengan Z (0,234 inci sampai dengan 0,413 inci). Sedangkan jika menggunakan angka maka ukuran mata bor dimulai dari 80 sampai dengan nomor 1 ( 0,0135 inci sampai dengan 0,228 inci). Sebelum menyimpan mata bor, hal penting yang harus dilakukan adalah membersihkan dan melumas tipis mata bor. Jangan meletakkan mata bor di tempat yang membuat mata bor mudah terjatuh ataupun ditempat yang membuat mata bor mudah kejatuhan benda-benda berat. Dan juga jangan menempatkan mata bor secara bertumpuk/bergesekan satu sama lain.

Gambar 8.36 Mata bor

Gambar 8.37 Ujung mata bor

Gambar 8.38 Sudut mata bor

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

235

Praktikal Konstruksi Baja

Gambar 8.43 Sudut pengeboran

Gambar 8.39 Mata bor masuk ke dalam benda kerja

Gambar 8.44 Posisi pengasahan mata bor 8.9.4 Cairan pendingin Cairan minyak pelumas digunakan pada waktu pengeboran besi baja dan besi tempa, sedangkan untuk pengeboran bahan yang terbuat dari besi cor, aluminium, kuningan dan bahan logam lainnya biasanya dilakukan tanpa menggunakan cairan. Tetapi bagaimana pun juga sangat disarankan untuk setiap proses pengeboran selalu mengguna kan media pendingin bahan logam, guna menghindari terjadinya pemana san berlebihan pada mata bor yang pada akhirnya akan membuat mata bor cepat tumpul. Bahan-bahan pendingin tersebut antara lain adalah tekanan udara digunakan untuk besi cor; minyak tanah untuk aluminium; asam oleat untuk tembaga; minyak mineral campuran belerang digunakan untuk logam monel (logam paduan yang terbuat dari campuran nikel, tembaga serta logam-logam lainnya). Untuk logam-logam yang mengandung besi (ferrous metals) dapat mengguna kan cairan pendingin seperti air, soda water.

Gambar 8.40 Mata bor dengan sudut mata bor yang berbeda

Gambar 8.41 Ukuran web mata bor

Gambar 8.42 Pengukuran sudut mata bor

236

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
8.9.5 Gergaji Pita Vertikal Gergaji pita vertikal dirancang khusus untuk membuat potongan lengkung, gergaji inipun bisa juga dipakai untuk memotong lurus. Tidak seperti gergaji bundar, gergaji pita sering digunakan untuk pemotongan tanpa bantuan tangan. Gergaji pita memiliki dua buah roda besar yang membuat pita gergaji berputar. Roda yang bawah terletak dibawah meja kerja, tersambung langsung atau melalui pulley-pulley atau roda gigi ke motor listrik, sedang kan roda bagian atas adalah roda pengatur. Mata gergaji diarahkan dan dijaga supaya tetap ditempatnya oleh dua set pengarah mata gergaji; satu terletak dibawah meja kerja dan satunya lagi terletak diatas dengan tempat pengaturan arah vertikal. Kelurusan dari mata gergaji diatur oleh suatu mekanisme di sisi belakang dari roda atas. Tingkat ketegangan mata gergaji diatur oleh pengatur lain yang terletak dibelakang roda atas. Ukuran gergaji pita ditunjukkan oleh diameter rodanya. Jadi jika modelnya 14 inci, maka memiliki roda 14 inci. Ukuran mesin yang umum adalah 14, 16, 18, 20, 30, 36, 42 dan 48 inci. Dengan pengecualian kapasitasnya, semua gergaji pita memiliki prosedur perawatan, operasi dan pengaturan yang sama Mata gergaji pita di indentifikasi dengan jumlah gigi per inci, ketebalan dan lebar mata gergaji. Panjang mata gerjaji yang dibutuhkan didapat dari menambahkan keliling satu roda dengan dua kali jarak antara titik pusat roda. Panjangnya dapat bervariasi dalam batas duakali pengaturan batas kekencangan. Gergaji pita vertikal secara perbandingan sebenarnya termasuk mesin yang mudah dioperasikan. Setiap pabrik mempunyai manual untuk mesin-mesin mereka. Merujuk kepada manual pabrik untuk informasi rinci mengenai struktur, operasi, pemeliharaan dan perbaikan dari masingmasing mesin Salah satu kunci utama dari gergaji pita vertikal adalah mata gergajinya harus tajam dan di set secara tepat untuk memotong pada garis lurus. Jari-jari dari lengkungan atau lingkaran yang akan dipotong akan menentukan ukuran mata gergaji yang akan digunakan. Mata gergaji 1/8 inci akan memotong kurva 1 inci; mata gergaji 3/16 inci, 1 ½ inci kurva; mata gergaji ¼ inci, 2 inci kurva; dan mata gergaji 3/8 inci, 2 ½ inci kurva. Setelah power dihidupkan, lihat apakah mata gergaji beroperasi dengan kecepatan penuh sebelum kita mulai memotong. Mulailah memotong pada bagian bahan yang terbuang dan jangan memaksa atau membuat kram mata gergaji. Setiap waktu jagalah pelindung mata gergaji selalu dekat dengan benda kerja. Ketika memotong kurva atau garis lurus, anda menuntun benda kerja sepanjang tanda garis yang ada pada benda kerja tersebut. Jika lebih dari satu potong yang akan dipotong, beberapa dari benda kerja tersebut di las di beberapa tempat sebelum dipotong. Pengelasan terse

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

237

Praktikal Konstruksi Baja
but dilakukan dari sisi dari garis gambar, jadi pengelasan bisa kelihatan oleh operator gergaji pita. Hati-hati untuk tidak melebihi kapasitas dari mesin gergaji potong. Jangan memaksa terlalu keras bahan/ benda kerja melawan mata gergaji. Kontak ringan dengan mata gergaji membuat lebih mudah untuk mengikuti garis benda dan mencegah gesekan dan pemanasan pada mata gergaji. Dengan menjaga mata gergaji tetap tajam, membuat kita lebih mudah untuk menekan pada waktu memotong. Majukan benda kerja perlahan melawan mata gergaji, tidak terlalu cepat sehingga memudahkan dalam memotong. memotong jari-jari yang sangat kecil, gunakan mata gergaji yang kecil. 8.9.5.1 Penyebab mata gergaji patah Sejumlah kondisi mungkin menyebab kan mata gergaji patah. Patah tidak bisa dihindari apabila ini hasil dari tekanan khusus dimana mata gergaji diperlakukan. Penyebab paling umum dari patahnya mata gergaji yang mungkin bisa dihindari oleh perkiraan yang baik dari operator adalah: 1) Kesalahan pengaturan kelurusan dan pengaturan pengarah mata gergaji, 2) pemaksaan atau pemuntiran mata gergaji yang lebar disekitar pemotong an jari-jari kurva yang kecil, 3) perputarannya terlalu cepat, 4) Ketumpulan dari gigi mata gergaji atau kealpaan dari setelan yang benar, 5) tekanan yang berlebihan pada mata gergaji,

Gambar 8.45 Gergaji pita vertical Hindari memelintir mata gergaji dengan mencoba memotong sudutsudut tajam. Ingat, anda harus memotong sekitar sudut-sudut. Jika ingin Gambar 8.46 Alat penyambung mata gergaji 6) pengarah mata gergaji bagian atas di setel terlalu tinggi dari benda kerja

238

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
yang akan dipotong, dan 7) menggunakan mata gergaji yang terdapat tonjolan akibat dari pengelasan brazing. Jika mata gergaji patah, matikan mesin segera dan tunggu sampai perputaran roda berhenti sebelum melepaskan mata gergaji. 8.9.5.2 Pelepasan mata gergaji Untuk melepas mata gergaji, buka setiap pelindung roda. Naikkan penga rah ke posisi tertinggi. Singkirkan pelat leher dari meja kerja. Kendorkan tegangan mata gergaji dengan cara memutar skrup pengatur pada roda atas. Lepaskan mata gergaji dan pasang penggantinya. 8.9.6 Gergaji horizontal Gergaji horizontal digunakan di bengkel adalah untuk menggantikan type power hacksaw. Proses pemoto ngan yang menerus dari mata gergaji menyebabkan kecepatan yang lebih besar, akurat, dan sangat baik pemotongan untuk berbagai pekerja- an logam. hatian memilih mata gergaji, kecepatan, pemakanan, dan tekanan pada saat pemakanan. Pertimbangan utama didalam memilih mata gergaji adalah pada giginya. Gigi dipertimbangkan terkait dengan kekerasan dan ketangguhan dari bahan yang akan dikerjakan dan ketebalan dari benda kerja. Paling sedikit dua gigi kontak dengan benda kerja. Jika memotong benda yang tebal, jangan memilih irama gigi gergaji yang akan mengizinkan banyak gigi bersentuhan dengan bahan. Semakin banyak gigi yang bersentuhan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk memotong bahan. 8.9.7 Kompresor Kompresor adalah sebuah mesin yang menekan udara dari tekanan masuk awal ke tekanan keluar yang lebih tinggi melalui pengurangan volume. Kompressor terdiri dari unit pengenda li, unit kompresor, dan perlengkapan asesoris. Unit pengendali menyedia kan tenaga untuk mengoperasikan kompressor dan mungkin berupa motor bensin atau solar. Kompresor diatur oleh sistim pengendali tekanan udara yang mengatur tekanan udara maksimum 100 psi.

8.10 Perlindungan baja struktur
Kita tidak harus selalu mengecat atau melapisi baja struktur; misalnya ketika struktur letaknya tersembunyi dan terlindungi dari kelembaban, dan hanya dilindungi oleh bahan pelindung api yang disemprotkan atau estetika tidak dibutuhkan. Sudah beberapa kali, bagaimana pun ketika baja struktur harus dilin-

Gambar 8.47 Gergaji horizontal Hasil yang baik dari pemakaian pemotong logam tergantung dari kehati-

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

239

Praktikal Konstruksi Baja
dungi dari bahaya karat; contohnya ketika bahan ini secara arsitektur harus di ekspose. Beberapa tahun yang telah lalu, langkah besar telah dibuat dalam pengembangan pelapis yang performanya tinggi yang telah meningkatkan penggunaan baja sebagai bahan untuk ekspresi arsitektur. Kemampuan melindungi untuk waktu yang panjang dalam mengekspose baja struktur telah membuat karyakarya inovatif arsitektur dapat diekspresikan melalui baja struktur. Pelapisan baja struktur diharapkan dapat bertahan 20 sampai 25 tahun dan dapat diperpanjang tanpa batas waktu dengan melalui pengecatan pemeliharaan Teknologi pelapisan terus berevolusi dengan sistim pengecatan yang berkembang untuk memenuhi permin taan yang terus berkembang. Hal ini adalah sebuah berkat bagi pemilik bangunan dan arsitek untuk dapat mengharapkan peningkatan perfor mance secara terus menerus, tetapi hal ini juga berarti pengemba ngan spesifikasi yang cocok untuk kebutuhan proyek yang ditentukan dengan mengikuti perkembangan produk yang paling terkini. Spesifikasi cat untuk struktur bangunan harus berdasarkan unjuk kerja untuk memberikan nilai persaingan dalam standar unjuk kerja. Spesifikasi cat harus juga menjadi spesifikasi proyek dan memenuhi tiga factor yakni: • Penggunaan bangunan. Apakah ini sebuah pabrik yang strukturnya direncanakan untuk menerima proses karat atau kelembaban tinggi ? apakah sebuah fasilitas public yang menjadi subjek abrasi dan vandalisme? Apakah ini kolam renang dengan kelembaban tinggi dan panas? Atau ini sebuah bangunan kantor yang dilindungi dengan baik? Lingkungan hidup. Apakah bangu-nan ini berlokasi dipantai yang bersentuhan langsung dengan atmosfir garam, atau berlokasi di daratan yang dikelilingi oleh industri, atau bangunan ini terletak dipadang pasir yang terkena sinar ultraviolet matahari? Apakah strukturnya akan di eks-pose di luar, di dalam atau kedua-nya? dari lapisan

8.10.1 Dasar-dasar pelindung

8.10.1.1 Proses karat Pengertian yang jelas tentang proses karat penting untuk dipahami langkah-langkah menghalangi karat dengan lapisan pelindung. Oksigen dikombinasikan dengan besi, unsur utama dari baja, akan membentuk karat. Proses kimiaelektro ini mengembalikan logam besi ke bentuk awalnya di alam yakni oksida besi. Bentuk paling umum dari oksida besi atau biji besi ditemukan di alam adalah Hematite (Fe2O3), yang mana sama dengan apa yang kita sebut karat. Besi pada biji besi dipisahkan dari oksida untuk menghasilkan bentuk yang berguna dari besi, baja dan berbagai campuran logam. Karena besi mempunyai gaya tarik menarik yang kuat dengan oksigen, hal ini membutuhkan untuk berurusan dengan kecenderungan saat iniselamanya untuk membentuk kimiaelektro yang lebih stabil . Proses mengkombinasikan besi dan oksigen disebut oksidasi, adalah

240

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
proses yang menyertai dari produksi dari jumlah yang terukur dari arus listrik, yang disebut reaksi kimia elektro. Untuk reaksi lebih lanjut, sebuah anode, sebuah katode dan sebuah elektrolit harus ada. Ini adalah istilah untuk sebuah sel karat. 8.10.1.2 Pelapisan dalam pengen dalian karat Lapisan pelindung mungkin didefinisikan sebagai suatu bahan yang diaplikasikan kepermukaan dalam bentuk cairan dan dengan proses kimia atau fisika maka akan terbentuk lapisan padat dipermukaan. Menghilangkan salah satu dari reaktan dalam proses akan berakibat terjadinya karat. Jika sebuah rintangan diberikan pada permukaan besi yang melindungi dari air dan/atau oksigen yang kontak langsung dengan besi baja, proses karat dapat dihindari. Baja bukanlah satu-satunya bahan yang diberi rintangan, logam campuran lainnya seperti baja stainlis, kuningan, aluminium, dan materi lainnya seperti beton, kayu, kertas dan plastic juga dilindungi dari pengaruh lingkungan dengan lapisan pelindung. Lapisan pelindung yang berfungsi sebagai suatu rintangan adalah prinsip dasar dari perlindungan struktur. 8.10.2 Definisi cat Cat adalah suatu massa yang pada suhu kamar berupa za cair dan bila diulaskan pada permukaan benda akan mengering, membentuk suatu lapisan padat, keras, rata dan kenyal. Pengecatan merupakan suatu proses aplikasi cat dalam bentuk cair pada sebuah obyek, untuk membuat lapisan tipis yang kemudian dikeringkan, untuk membentuk lapisan yang keras atau lapisan cat. Pengecatan merupakan usaha pro teksi, material seperti konstruksi baja dapat menurun atau rusak dengan mudah oleh erosi dan tidak dapat menjamin kekuatannya apabila kese muanya hanya tetap seperti keadaan aslinya. Akan tetapi permukaan baja dapat proteksi dengan cat, yang akan merintangi kerusakan elemen dari luar dan meningkatkan penggunaannya dalam waktu yang lebih lama. Cat memberi warna dan gloss pada suatu obyek dan meningkatkan efek este tikanya, yang mempengaruhi daya tarik produk. 8.10.3 Komponen cat Komponen cat berupa cairan yang kental, terdiri dari komponen resin, pigment, solvent dan additivies, yang apabila dicampur bersama akan membentuk suatu konsistensi yang merata. Cat biasanya dilarutkan dengan thinner, agar mudah penggu nannya. Dalam hal cat tipe dua komponen, ditambahkan dengan hardener. Resin Resin, unsur utama cat, biasa nya cairan kental dan transparan yang membentuk lapisan setelah diaplikasi pada suatu obyek dan mengering. Kandungan resin mempunyai penga ruh langsung pada kemampuan cat, seperti misalnya; kekerasan, ketahanan solvent, serta ketahanan cuaca. Demikian pula, berpengaruh atas kualitas akhir, misalnya; tesktur, kilap serta kemudahan penggunaan, dian-

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

241

Praktikal Konstruksi Baja
taranya waktu pengeringan. Resin yang digunakan pada cat, secara garis besar terbagi menjadi tipe-tipe sebagai berikut: Pigment Pigment adalah partikel kecil yang tidak bercampur dengan air, oli atau solvent. Oleh dirinya sendiri, pigment tidak dapat melekat pada obyek lain. Akan tetapi, pigment dapat melekat pada obyek lain apabila telah dicampur dengan resin dan komponen lain dalam bentuk cat. Solvent dan Thinner Solvent adalah suatu tipe cairan yang dapat melarutkan resin dan memung kinkan pencampuran pigment dan resin dalam proses pembuatan cat. Biasanya dicampur dalam warna-warna dasar cat. Thinner digunakan untuk melarutkan warna dasar cat untuk mendapatkan viskositas yang tepat untuk pengecatan. Solvent dan thinner menguap apabila cat mongering, dan tidak tinggal di dalam coat. Berbagai tipe resin digunakan di dalam cat. Tipe-tipe solvent yang berbeda digunakan untuk melarutkan setiap resin secara khusus. Setiap tipe cat memiliki thinner tersendiri, yang terbuat dari beberapa tipe solvent, yaitu yang dirancang secara khusus bagi penggunaan cat. Selanjutnya, tersedia pula beberapa tipe thinner yang mengandung solvent dan rasio campuran yang berbeda, sehingga pemakai dapat memilih tipe thinner dengan kecepatan penguapan yang paling cocok untuk temperatur sekelilingnya secara khusus pula.
Klasifikasi Solvent Solvent sebenar nya yang Karakteristik Solvent Suatu tipe solvent yang dapat melarutkan resin dan cellulose oleh dirinya sendiri Tidak melarutkan resin dan cellulose oleh dirinya sendiri, tapi dapat membuat larut apabila digunakan dalam kombinasi dengan solvent yang sebenarnya Suatu tipe solvent yang digunakan untuk melarutkan cat tapi tidak memiliki kemampuan melarutkan resin

Solvent latent

Pencair

Additif Tipe additivie yang ditambahkan pada cat agar memperkuat kemampuan cat serta pembentukan lapisan cat antara lain: • Plastizier, berfungsi menambah daya lentur lapisan cat. • Pigment dispersant, untuk membantu penyebaran pigment dan mencegah pigment yang telah tersebar terikat bersama-sama. • Sedimentase detterent, untuk mencegah pigment mengendap didasar selama cat dalam penyimpanan, dengan menghindar kannya terhadap pemisahan dari resin dan solvent. • Color separation deterrent, untuk mencegah pemisahan dan pengangkataan warnayang sering diasosiasikan dengan cat.

242

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
• Levelling agent, untuk mengalirkan dan membentu pembentukan lapisan yang lembut. Antifoaming agent, untuk mence gah timbulnya kantong udara yang tercampur didalam cat selama aplikasi Ultraviolet absorbent, untuk mencegah lapisan cat terhadap perusakan oleh matahari, dengan tanda cat memudar, retak dan berubah warna. Untuk jenis pekerjaan pengeca tan konstruksi baja dapat dilakukan dilokasi bangunan dimana baja akan digunakan dan ada pengecatan yang dilakukan di bengkel pengecatan. Modul ini membahas untuk pekerjaan pengecatan konstruksi baja dilokasi bangunan. Konstruksi baja yang akan dicat dipersiapkan mengenai gambar konstruksi baja, bahan cat yang digunakan, alat dan peralatan kerja yang akan digunakan serta peraturan cat yang ditentukan. Pendataan mengenai pekerjaan pengecatan dila kukan untuk mempermudah menen tukan jenis pekerjaan pengecatan dan mempermudah dalam melakukan penyiapan proses pengecatan. Data–data dilapangan yang diperlukan yaitu luas permukaan konstruksi baja. Dengan mengetahui luas permukaan yang akan dicat dapat diketahui berapa jumlah cat yang diperlukan, waktu yang diperlukan untuk membuat time schedule pengecatan, metode pengecatan yang akan dipakai. Luas permukaan baja dapat diketahui dengan mengukur ketebalan baja sehingga dapat diketahui luas bidang baja dengan bantuan alat ukur. Pekerjaan finishing baja ada beberapa jenis alat yang digunakan, antara lain dengan pengecatan dengan peralatan tangan, yaitu menggunakan kuas ataupun roller dan pengecatan dengan menggunakan mesin, yaitu menggunakan spray gun. Untuk konstruksi baja yang permukaannya kecil akan lebih mengun

Hardeners Hardeners ditambahkan pada cat bereaksi dengan molekul dari komponen utama untuk memnbentuk molekul yang lebih besar 8.10.3 Tujuan Pengecatan: • Untuk memberikan warna yang indah dan menarik • Untuk melindungi dan menjaga agar benda tidak mengalami proses pelapukan dan atau menjadi rusak • Untuk melindungi struktur dari pengaruh negatif dan cuaca • Untuk mencegah korosi • Untuk menambah ketahanan konstruksi dari pengaruh panas.

8.10.4 Syarat Cat antara lain: • Cat harus dapat kering dalam waktu maximal 30 jam • Pengecatan harus menghasilkan lapisan yang lengket, rata, kenyal, melekat dengan baik, tidak menyerap debu. • Harus melekat dan menutup dengan baik. DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

243

Praktikal Konstruksi Baja
tungkan dan cocok bila menggunakan kuas. Untuk konstruksi baja yang permukaannya luas, maka akan cocok bila menggunakan spray gun atau roller. Untuk melaksanakan pengecatan maka dipersiapkan alat yang akan digunakan. Alat ini akan mendukung untuk memudahkan pengecatan dan memberikan hasil yang optimal. 8.10.5 Peralatan pengecatan Peralatan pengecatan meliputi: 1. Scrup Scrup digunakan untuk mengoles kan dempul kepermukaan baja. Scrup tersedia dalam ukuran inci, umumnya berukuran ½ “ sampai dengan 5 “. 2. Kuas Kuas digunakan untuk mengecat an pada permukaan bidang yang sempit dan tersembunyi. Kuas terse dia dalam ukuran inchi, umumnya berukuran ½ “ – 5 “. 3. Alat tes ketebalan cat Alat tes ketebalan cat dalam ukuran micron. 4. Gerinda Gerinda digunakan untuk mengi kir sambungan cat. 5. Spray gun Alat-alat yang dioperasikan dengan udara, perlu menyediakan udara secara terus menerus sesuai dengan yang dikehendaki. Peralatan yang umum digunakan adalah kompresor. Udara yang dikompresi kan adalah udara dari atmosfir yang telah dikom1. 2. 3. 4. Keterangan Gambar: Air cap laluan cat Jarum Pengatur pola Pola penyemprotan presikan, kemudian dite kan secara mekanik kedalam tabung penyimpanan. Spray gun adalah suatu alat yang menggunakan udara kompresor untuk menyemprotkan suatu bahan. Spray gun merupakan alat utama dalam pekerjaan pengecatan semprot.

244

Pengatur cairan cat Body gun Laluan udara masuk Platuk Batang katup Fluid tip 11. Mur penghubung 12. Mur pengunci 13. Tabung cat DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
14. Pipa saluran cat 15. Ventilasi 16. Paking 8.10.6 Bahan Cat Bahan dasar pembuatan cat terdiri dari: a) Zat pewarna Zat pewarna adalah bubuk yang telah digiling halus yang diperoleh dari batuan mineral alam atau zat warna buatan. Zat pewarna memberikan warna dan daya tutup pada zat dan juga menentukan ketahanan cat. Pada primer, zat pewarna membantu tahan karat dan pada dempul. Zat pewarna untuk membentuk lapisan tebal yang mudah diampelas sedangkan pada cat berwarna, zat pewarna untuk memberikan rasa keindahan yang menarik dan untuk daya tahan terhadap pengaruh cuaca. b) Bahan perekat Zat perekat ialah cairan bening yang bervariasi warna dari warna air kewarna batu ambar (kekuning-kuningan). Tanpa zat pewarna, zat perekat mengering membentuk lapisan mengkilap dan bening. Zat perekat prosentasenya lebih banyak yang berfungsi membentuk lapisan dan daya lekat yang baik. c) Pelarut Pelarut ialah cairan encer yang berfungsi untuk mengencerkan zat pewarna dan perekat hingga menjadi agak encer hingga memudahkan pekerjaan pembuatan cat. Untuk menurunkan kekentalan cat maka menggunakan tinner. Tiner mudah menyerap dan sesaat setelah cat disemprotkan membentuk lapisan yang keras. Pengencer mudah menguap, sesaat cat diulaskan pengencer menguap meninggalkan zat pewarna dan zat perekat dan memnbentuk lapisan cat yang keras. Tiap tiner mempunyai pengaruh yang berbeda dalam pengerjaan dan hasil pengecatan. Variasi dalam jumlah dan mutu zat pewarna, zat perekat dan pengencer merupakan sifat-sifat pengerjaan cat, hasil pengecatan dan daya tahan cat. d) Bahan pelunak Bahan pelunak dapat berupa zat padat atau zat cair yang ditambahkan untuk memperbaiki kekenyalan. Zat pelunak mempunyai titik didih tinggi dan tidak mudah menguap, misalnya kamper, minyak jarak, dibuntil pitholat. e) Bahan pengisi (Extender) Bahan pengisi merupakan bahan yang tidak reaktif, tidak berwarna, transpa ran dan dipakai untuk mempermudah warna dan menurunkan harga. Pada putih tentan ditambahkan 75 % bariam sulfat sebagai extender, pada meni besi dicampur kalsium sulfat. Extender yang paling murah adalah kaolin dan kapur. f) Bahan Plasticizer Bahan plastic tersedia dalam beberapa tipe terutama bahan kimia yang berminyak ditambahkan dalam acrylic lacquer yang berfungsi agar cat elastis dan fleksibel. Tanpa unsur plastic dalam cat maka lapisan cat akan rapuh, retak dan bila kena panas akan

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

245

Praktikal Konstruksi Baja
mengembang serta membantu cat agar dapat mengalir keluar. Dalam cat enamel, bahan plastic berfungsi untuk menyatukan zat perekat pada waktu proses pemasakan. Sepatu ini mempunyai plat Metal disekeliling ujung telapak kaki dan sol yang tebal untuk melindungi kaki. Pakaian kerja dan topi Digunakan untuk melindungi badan painter dari semprotan cat, dan untuk melindungi painter dari debu. Pakaian ini menutup wajah dan badan (untuk sand blasting) dan terbuat dari material anti static. 8.10.8 Melaksanakan Surface Preparation Surface preparation adalah mempersiapkan permukaan benda kerja untuk mencegah kerusakan elemen stuktur. Persiapan permukaan merupakan persyaratan umum yang digunakan untuk menjelaskan semua pekerjaan yang meliputi pemulihan suatu kerusakan, untuk membuat suatu pekerjaan dasar yang baik bagi pengecatan. Tujuan Persiapan Permukaan adalah: • Untuk melindungi metal dasar, yaitu mencegah karat dan bintik-bintik. • Memperbaiki daya lekat (adesi), yaitu meratakan daya lekat antar lapisan • Memulihkan bentuk, yaitu memu-lihkan bentuk aslinya, dengan me-ngisi bagian yang terkena goresan atau rusak • Meratakan permukaan, yaitu men-cegah penyerapan material cat yang digunakan oleh tenaga cat. 8.10.9 Material persiapan permukaan

8.10.7 Alat Perlengkapan Kerja Cat Alat perlengkapan kerja cat antara lain: Respirator Masker partikel harus dikenakan dalam operasi yang melibatkan partikel-partikel yang berterbangan, misalnya pada saat pengamplasan. Masker partikel ada tipe disposa ble dan tipe filter yang bisa diganti. Masker gas adalah alat pelindung yang dirancang untuk mencegah gas organic (udara yang bercampur uap bahan pelaruk organik), terhisap melalui mulut atau hidung. Sarung tangan Sarung tangan digunakan untuk melindungi tangan seseorang pada saat melakukan pekerjaan cat. Untuk mencegah penyerapan solvent organik kedalam kulit pada saat pengecatan digunakan sarung tangan tahan tahan pelarut (solvent resistant gloves). Kaca mata (Goggles) Kacamata melindungi mata dari cat dan tiner, atau partikel metal yang timbul pada saat pengamplasan.

• Sepatu

pengaman (safety shoes/ anti static shoes)

246

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
Material persiapan permukaan meliputi: 1) Primer Primer digunakan dalam lapisan yang sangat tipis dan tidak memer lukan pengamplasan. Primer bertujuan untuk mencegah karat dan meratakan daya lekat diantara metal dasar dan lapisan berikutnya. 2) Putty (Dempul) Dempul sangat padat sehingga cocok untuk mengisi goresan dan bekas kikir. Dempul juga untuk menutup permukaan yang bergelom bang dan untuk menghilangkan pertemuan cat. Jenis dempul:  Dempul semprot Dempul semprot dipakai diatas lapisan primer jadi tidak langsung digunakan langsung diatas permukaan logam. Cara penggunaannya dengan spray gun.  Dempul oles Dempul yang dioleskan dengan pisau dempul (blading putty), yang digunakan di bawah lapisan cat. Blading putty dioleskan dengan alat pengoles dempul dibawah lapisan yang tipis sampai pada tebal yang dikehendaki. Blading putty tidak boleh dioleskan secara tebal karena akan menimbulkan gelembung udara dalam disetiap lapisan (pinholes). Cara pemakaian blading putty biasanya dilebihkan diatas permukaan lapisan yang asli agar memudahkan pengon trolan pengampelasan. Waktu pengeringan sebelum diampelas ½ jam s.d 1 jam dengan temperatur 20oC-30oC. 3) Surfacer Surfacer adalah cat lapisan kedua yang disemprotkan diatas primer, lapisan putty atau lapisan dasar lainnya yang bersifat mengisi goresan, mencegah penyerapan topcoat, dan meratakan adesi antara under coat dan top coat.Memberikan pelapisan yang baik 8.10.10 Alat-alat yang digunakan surface preparation Sand Blok tangan Ini adalah blok dimana amplas ditempelkan, dan digunakan untuk pengamplasan manual. Terdapat berbagai ukuran, bentuk dan material. 2. Amplas Amplas digunakan bersama dengan blok tangan. Amplas diguna kan untuk menghilangkan kotoran seperti terak dan untuk menghaluskan produk. Aplikasi nomor grit (kekerasan) amplas: • Mengupas cat : 60 • Mengamplas polyster putty : 80, 120, 200 • Menghilangkan goresan amplas: 300 • Mengamplas surfacer : 600 3. Sander Sander adalah sanding tools yang diberi power, dimana amplas dipasang, dan digunakan untuk mengamplas lapisan cat, putty atau

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

247

Praktikal Konstruksi Baja
surfacer. Sander ada dua tipe, yaitu tipe elektrik yaitu yang menggunakan tenaga elektrik dan tipe pneumatik, yaitu yang menggunakan udara bertekanan. Digunakan unuk membersihkan permukaan kerja, air duster gun meniupkan udara bertekanan pada permukaan untuk membuang debu cat yang terlepas dan partikel-partikel yang terlepas. 4. Air Spray Gun Air spray gun adalah suatu alat yang menggunakan udara kompresor untuk mengaplikasikan cat yang diatomi sasikan pada permukaan Kerja. 5. Agitating Rod Digunakan untuk mencampur putty atau surfacer, untuk membentuk suatu kekentalan yang merata, juga untuk mengeluarkannya dari kaleng. 6. Mixing Plate Digunakan untuk mencampur putty. 7. Masking Paper Kertas yang digunakan untuk menutup bagian area yang tidak boleh terkena primer atau surfacer. 8. Spatula Digunakan untuk mencampur putty pada mixing plate. 8.10.11 Memeriksa hasil surface preparation Cara memeriksa surface prepa ration dengan lapisan penunjuk. Tujuan utama lapisan penunjuk adalah untuk mengecek kerataan permukaan logam. Bila permukaan sudah diampelas dan ternyata masih ada lapisan petunjuk diatas permuka an, itu berarti permukaan belum rata dan masih perlu didempul. Lapisan penunjuk membantu tukang cat dalam memeriksa kemajuan pengampe lasan. Prosedur penggunaan lapisan penunjuk: • Gunakan cat warna yang kontras dengan cat primer surfacer o Encerkan dengan campuran 1:2 atau lebih encer o Semprotkan lapisan tipis diatas permukaan dan jaraknya sedikit agak jauh dari jarak normal. o Biarkan mengering • Mengampelas basah dengan kertas amplas no. 400 • Biarkan dempul tersebut mengering dengan sempurna dan ampelas bila sudah selesai • Bersihkan permukan sebelum dilakukan pengecatan Penyusutan dempul tidak selamanya nampak pada tingkat persiapan.Hasil pelaksanaan surface preparaion dipengaruhi oleh temperatur dan keadaan cuaca disekitar pada waktu pelaksanaan proses persiapan permukaaan. Oleh karena itu pada waktu proses persiapan permukaan dilakukan dalam cuaca yang terang dengan suhu normal. Proses pelaksanaan persiapan permukaan yang baik akan terlihat pda permukaan obyek yang rata dan halus, tidak ada goresan serta pori-pori permukaan yang tertutup. Selain itu, tidak timbul adanya uap air yang menempel pada permukaan obyek sehingga permu-

248

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
kaaan obyek selalu dalam keadaan kering. Pelaksanaan surface preparaion berhasil baik bila permukaan obyek siap untuk dilakukan proses pengecatan. 8.10.12 Melaksanakan pengecatan 8.10.13 Syarat Mutu Cat Syarat mutu cat adalah • Tidak menimbulkan pecah-pecah • Warnaya tidak luntur • Harus dapat kering maximal 30 jam • Dapat menghasilkan lapisan cat yang lengket • Bila diulaskan dapat menutup dengan rata • Kenyal • Melekat denagn baik • Tidak menyerap debu • Menutup dengan baik • Tahan terhadap iklim 8.10.14 Proses Pengecatan Proses pengecatan meliputi: 1). Pembersihan permukaan, dapat dilakukan dengan menggunakan • Geri nda, untuk menghaluskan dan meratakan permukaan • Ampl as, untuk menghilangkan terak dan menghaluskan. • Dem pul, untuk menutup lubang-lubang • Sand blasting, yaitu untuk menghilangkan kotoran dan terak dengan menggunakan pasir kwarsa sebagai bahan pembersih. 2). Pekerjaan cat dasar Cat dasar berfungsi untuk melindungi konstruksi dari karat dan meningkat kan daya lekat cat. Untuk menyiapkan agar cat dasar memenuhi fungsinya, maka cat harus memenuhi syarat sebagai berikut: • Taha n dan keras • Taha n air • Daya lekat tinggi • Elasti s • Taha n benturan • Mem ungkinkan cat diperbaiki Susunan cat diatas permukaan yang termasuk cat lapisan bawah adalah Primer Cat primer dimaksudkan untuk meningkatkan daya letak dengan cat berikutnya dan melindungi logam dari karat. Cat primer merupakan pelindung yang baik karena dengan penyemprotan tipis maka primer akan masuk ke pori-pori baja yang sudah diamplas. Apabila disemprotkan dalam keadaan basah, primer akan mengalir masuk ke pori-pori bekas goresan amplas yang tidak beraturan sehingga daya lekat cat bertambah. Cara pemakaian primer:

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

249

Praktikal Konstruksi Baja 
Persiapkan primer yang akan disemprotkan menurut petunjuk pabrik, sesuaikan dengan temperatur ruangan.  Semprotkan cat primer dengan tipis dan basah diatas permukaan.

 nyemprotan pertama basah dan tipis. 

Pe harus

 


Biarkan cat primer mengering menurut waktu yang sudah diten-tukan pabrik.  Primer surfacer Primer surfacer dimaksudkan untuk melindungi logam/baja dan untuk mengisi permukaan. cara pemakaian primer surfacer:  adukla h dengan rata sebelum diencerkan dengan tiner  pilih tiner yang dianjurkan pabrik  encerk an bahan tersebut dan aduk sampai rata dan saring bila perlu  atur tekanan kerja pengecatan sampai 40 psi. 8.10.15 Penyemprotan Pe riksa hasil penyemprotan de-ngan menyetel fluid adjustment screw dan spreder adjustment valve.  Co ba dahulu pada logam sebe-lum disemprotkan pada kons-truksi baja.

Se mprotkan lapisan berikutnya 3 sampai 4 kali lapisan diperoleh ketebalan yang dianjurkan. Bia rkan sampai kering sempurna Me ngamplas basah dengan kertas ampelas no 400 untuk memperoleh pemukaan yang rata dan halus.

 Dempul. Dempul dapat dioleskan maupun dengan disemprot. Dempul sebaiknya diampelas setelah larutan didalam lapisan telah menguap. Proses pengeringan dapat dipercepat dengan memakai infra red. Bila dempul diampelas sampai pada tingkat permukaan sementara larutan itu masih menguap, maka permukaan tidak akan mencapai target yang diharapkan dan menyebabkan keretakan. Goresan yang dalam diatas permukaan akan terlihat seperti dempul yang terbenam kedalamnya. Cara mengampelas dengan menyemprotkan lapisan penunjuk yang tipis diatas permukaan dempul. Lapisan penunjuk merupatkan tanda untuk mengetahui ketidakrataan suatu permukaan sebelum menyemprotkan lapisan surfacer.

3). Pekerjaan cat Sebelum mempersiapkan cat yang akan digunakan harus ada persiapan

250

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
awal yang harus dilakukan agar menghasikan cat yang halus dan rata. Semua alat dan peralatan harus siap antara lain:  Adanya kaleng cat yang tersedia untuk mencampur cat  Konstruksi baja harus sudah siap untuk dicat  Semua alat dan perlengkapan cat harus siap dipakai Alat yang diperlukan dalam mencampur cat antara lain:  Meja kerja dalam ruangan yang mudah dibersihkan  Lampu dalam ruangan harus terang  Ruangan harus mempunyai venti-lasi yang cukup  Harus ada kaleng/ember  Harus ada tong sampah  Harus ada kaleng untuk membu-ang tiner bekas cuci  Harus ada alat untuk menggan-tungkan spray gun  Ada kuas ukuran 1 “ untuk membersihkan alat-alat  Harus ada kaleng tempat tinner bersih  Harus ada tongkat pengukur cam-puran cat  Harus ada tongkat pengaduk cat  saringan cat  tape  kecil  Obeng Pisau Masking Harus ada

Hal yang perlu dilakukan untuk persiapan sebelum pengecatan warna adalah pemeriksaan dan persiapan cat warna. 8.10.16 Metode pengecatan 1). Spray Painting Prinsip spray painting adalah menyempotkan cat dalam bentuk kabut, sehingga cat menempel pada obyek. Pengabutan cat membuat kerja menjadi efisien dan menjamin kecantikan hasilnya. Memiliki rentang pengunaan yang luas, karena material obyek tidak mempengaruhi hasilnya, karena cat dikabutkan maka banyak yang hilang dalam bentuk kabut. Untuk mengabutkan dengan benar memerlukan tiner yang banyak 2). Air Spraying Prinsipnya penyemprotan udara dipenuhi dengan mengeluarkan udara bertekanan melalui sebuah lubang, yang menyebabkan cat dihisap, sehingga mengabutkan cat. Metode ini dapat digunakan sebagian besar tipe cat, biaya lebih rendah dan menghasilkan tekstur yang baik. Memungkinkan bentuk pengecatan yang sulit dan rumit dengan mengontrol tekanan udara dan penyetelan pada semprotan dengan mudah. Metode ini efisiensi adhesi relative kurang baik.

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

251

Praktikal Konstruksi Baja
Metode ini digunakan untuk pengecatan yang lebih kecil seperti pengecatan furniture yang memerlukan ketrampilan kerja yang tinggi. 3). Airless Spraying Prinsipnya sama dengan slang air yang menyemprotkan air dalam benrtuk kabut, apabila memencet ujungnya. Karena cat dienjeksikan melalui lubang kecil pada fluid tip, maka cat tersebut dikabutkan diudara. Metode ini menghasilkan hamburan kabut cat yang sedikit, menghasilkan efisiensi cat yang tinggi dan cat dapat disemprotkan dalam jumlah yang besar. Metode ini kalah baik dengan metode air spray dan pola serta jumlah semprotan tidak dapat disetel dengan mudah. 4). Spatula Painting Spatula digunakan untuk aplikasi paint ing dan menyebabkan coating pada material permukaan kerja. Metode ini digunakan untuk membentuk coat yang tebal. 5). Brush Painting Digunakan untuk aplikasi coat, dapat digunakan dalam konstruksi dengan mudah tanpa melihat bentuk dan lokasi. 6). Roller Diaplikasikan untuk coat pada permukaan kerja, sangat cocok untuk pengecatan dengan permukaaan rata. 7). Celup Obyek dicelupkan di dalam tangki yang berisi cat, dan kemudian diangkat. Metode ini keseluruhan obyek dapat dicat dalam satu kali dan tingkat kehilangan cat minimal. 8.10.17 Mengoperasikan peralatan cat 1. Spray Gun Prinsip kerja Spray gun Prinsip kerja Spray gun dibagi menjadi dua yaitu: a) Spray Gun Tipe Isapan (Suction) Pada fluip tipnya sedikit menonjol keluar dari air cap. Cara kerjanya yaitu udara dari regulator yang sudah diatur tekanan kerjanya akan masuk ke Spray gun. Apabila trigger ditarik pull kebelakang maka batang katup udara akan tertekan sehingga udara masuk ke Spray gun dan jarum cairan (Fluid needle) ikut tertarik ke belakang.

b)

Spray Gun Tipe Tekan (Pressure) Pada Fluid tipnya sama rata dengan air cap. Bahan cat keluar pada mulut air cap karena tekanan. Sebagian udara masuk kedalam tabung cat dan sebagian lagi keluar untuk mengabutkan cat pada permukaan. Fungsi Komponen Spray Gun a). Air Cap Air cap terpasang pada bagian belakang depan spray gun, air cap berfungsi untuk mengabutkan dan mengarahkan penyemprotan secara vertical maupun horizontal. Pada air cap terdapat lubang laluan cat dan lubang laluan udara, bagian yang menonjol keluar disebut tanduk. Udara

252

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Praktikal Konstruksi Baja
yang keluar melalui lubang laluan udara untuk mengabutkan bahan cat menjadi partikel-partikel yang lebih halus, sehingga semua lubang pada air cap harus dalam keadaan bersih. Fluid Tip Pada fluid terdapat lubang laluan udara dan lubang laluan cat. Fuid tip duduk dalam air cap, berfungsi untuk mempersempit laluan udara agar kecepatannya bertambah dan menurunkan tekanan. c). Fluid Needle Fluid needle duduk tepat di air cap, berfungsi sebagai katup untuk membuka dan menutup aliran cat. Apabila trigger ditarik pull ke belakang maka fluid needle akan meninggikan dudukannya, sehingga cat akan terisap dari tabung cat karena tekanan yang rendah didepan fluid tip. d). Trigger Apabila trigger ditarik pull ke belakang maka katup udara tertekan sehingga udara dari air transformer masuk ke katup pola penyemprotan terus ke fluid tip kemudian keluar pada air cap dan menarik fluid needle dari kedudukannya sehingga cat dapat keluar. e). Fluid Adjustment Screw Berfungsi untuk mengatur jarak fluid needle dari dudukannya didalam fluid tip. Banyak sedikitnya cat yang keluar ditentiukan oleh pengaturan skrup. f). Katup Udara Berfungsi untuk menutup dan membuka katup sehingga udara masuk ke katup pengatur pola penyemprotan. Bila trigger diam maka katup udara tertutup, bila trigger di tarik kebelakang maka katup udara akan membuka. g). Spreder Adjustment Valve Berfungsi untuk mengatur besar kecilnya pola penyemprotan dengan mengatur scrupnya. h). Gun Body Berfungsi sebagai tempat pemasangan komponen-komponen spray gun, berbentuk seperti pistol dan mudah dipegang, terbuat dari aluminium. i). Tabung Cat Tabung cat terbuat dari kaca, logam dan plastik. Spray gun tipe isap mempunyai ukuran tabung cat ¼ - 1 L, sedangkan spray gun tipe tekan mempunyai ukuran ¼ - 1 gallon. j). Penutup Spray Gun Tutup pada spray gun tipe isap terdapat lubang laluan udara, lubang ini harus dalam keadaan bersih agar tekanan udara luar dapat menekan cairan sampai ke fluid tip. Pemasangan tutup yang benar bila posisi lubang ventilasi selalu berada dibelakang, ini dimaksudkan untuk menghindari tetesan cat selama pengecatan berlangsung. Tutup spray gun tipe tekan terpisah dengan tabung cat, cocok untuk mengecat langit-langit dan permukaan yang luas. Keuntungannya akan mudah digunakan karena tidak terhalang oleh tabung cat, lebih cepat

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

253

Praktikal Konstruksi Baja
• Menggunakan dempul dalam lapisan yang tipis • Menyediakan waktu 2. Kompresor pengeringan antara lapisan Alat-alat yang dioperasikan dengan dengan lapisan udara, perlu menyediakan udara se• Mengeringkan dengan cara terus menerus sesuai dengan lampu atau diberikan waktu yang dikehendaki. Peralatan yang semalam. umum digunakan adaah kompresor. • Hindari lapisan yang Udara yang dikompresikan adalah utebal pada primer surfacer. dara dari atmosfir yang telah dikom• Lapisan harus kering presikan, kemudian ditekan secara antar primer-surfacer mekanik kedalam tabung penyim• Menghindari lapisan yang panan. Yang harus diketahui pada tebal pada cat warna kompresor adalah spesifikasinya se• Antar lapisan dasar perti volume udara yang diukur dalam dengan lapisan warna harus kubik feet (cfm) atau udara/menit. kering. Tanpa volume udara yang cukup, Temperatur dan kondisi udara juga maka kehilangan tekanan akan lebih berlaku pada alat yang digunakan. cepat dan lat-alat yang digerakan oleh Pada kompresor yang digunakan kompresor tidak berfungsi. Volume harus bertemperatur diatas 1000 F. yang lebih besar dapat menyediakan Pada saat pelaksanana surface tekanan yang cukup sehingga alat-alat preparation juga harus memperyang dioperasikan dapat digunakan. hatikan udara sekeliling. Usahakan Perhitungan kapasitas kompresor dalam keadaan cuaca cerah dengan yaitu satu tenaga kuda (pk) akan suhu udara normal dan bila dalam menghasilkan minimum 4 cfm pada ruangan dengan ventilasi yang cukup tekanan 100 psi dalam keadaan dan dengan lampu yang terang. Ini standar.Untuk memilih kompresor berlaku juga pda waktu proses harus diperhatikan untuk keperluan pengecatan. apa dan besar voltasenya. Berikut akan dibahas pengaruh kondisi udara pada proses pengecatan: 8.10.20 Memeriksa hasil pengeca  Daya lekat cat -tan kurang baik dan mengelupas, Penyusutan dempul karena adanya benda asing, Penyusutan dempul tidak selamanya minyak dan air dan sabun nampak pada tingkat persiapan. serta udara. Penyusutan dempul tidak dapat  Gelombang dihindari, tetapi dapat dicegah pada cat setelah kering, karena: dengan: • adanya embun • Feater adging harus yang terpe-rangkap diantara diampelas dengan tepat metal dan lapisan dasar atau DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 254 dan lebih baik pemakaiannya dan lebih mudah pembersihannya.

Praktikal Konstruksi Baja
diantara lapisan dasar dan lapisan warna. • adanya factor pembentu-kannya, yaitu minyak, debu, perubahan suhu yang terlalu cepat, perbedaan suhu yang terlalu besar antara permukaan yang akan dicat, tiner yang jelek serta garam yang terdapat dalam air pada waktu pengamplasan. • Air yang berasal dari pengam-plasan dan pendinginan pada waktu penyemprotan • Air yang dating dari pipa kompresor. • Kurang waktunya mengering • Tiner yang cepat menguap dan tekanan yang terlalu tinggi.  Blushing/kepucatan timbul karena • Terlalu cepatnya penguapan dan pengembunan pada waktu masih basah. • Tekanan yang tinggi dan proses pengecatan pada waktu keadaan hujan.  Chalking atau mengapur seperti buram, terjadi karena lapisan cat akibat dari cuaca, sinar ultra violet dan keadaan yang lembab  Retak-retak, dikarenakan permuka an yang tidak bersih, minyak atau air dalam saluran, meniupkan udara pada lapisan yang masihbasah dan kurangnya waktu pengeringan. DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Kriteria hasil pengecatan yang baik dan berkwalitas adalah: • Warna merata sesuai dengan perencanaannya • Tidak retak • Tidak mengelupas • Tidak Blending • Warna cerah (tidak pucat)

255

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful