SAKN_1

I

DIKLAT PEMBENTUKAN AUDITOR TERAMPIL

SAKN I
KODE MA : 1.140

SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA I

2007
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN EDISI KEENAM

I

Judul Modul

: Sistem Administrasi Keuangan Negara I

Penyusun Perevisi I Perevisi II Perevisi III Perevisi IV Perevisi V Pereviu Editor

: : : : : : : :

Djedje Abdul Aziz, S.H. dan Drs. Sigit Edi Surono Djedje Abdul Aziz, S.H. dan Drs. Sigit Edi Surono Drs. Achmad Sadji, M.M. Djedje Abdul Aziz, S.H. Drs. Soeharto Drs. Djamil Djalil dan Wakhyudi, Ak., M. Comm. Drs. Sura, M.B.A. F. Titik Oktiarti, Ak.

Dikeluarkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP dalam rangka Diklat Sertifikasi JFA Tingkat Anggota Tim Terampil
Edisi Pertama Edisi Kedua (Revisi Pertama) Edisi Ketiga (Revisi Kedua) Edisi Keempat (Revisi Ketiga) Edisi Kelima (Revisi Keempat) Edisi Keenam (Revisi Kelima) : : : : : : Tahun 1998 Tahun 2000 Tahun 2002 Tahun 2004 Tahun 2006 Tahun 2007

ISBN 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) ISBN 979-95661-8-5 (jilid 1)

N 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) 5661-9-3 (jilid 2)

Dilarang keras mengutip, menjiplak, atau menggandakan sebagian atau seluruh isi modul ini, serta memperjualbelikan tanpa izin tertulis dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP.

I

.......Sistem Administrasi Keuangan Negara I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................... B........................................................................................................................... E................. 3 E............... 52 A......................... 34 BAB IV PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN................. 7 KEUANGAN NEGARA............................... 31 E................................................................................................... 5 SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA ...........Tahun 2007 ii ........................................ C..................... UMUM......................... 12 PERBENDAHARAAN NEGARA ...................................................................................... RUANG LINGKUP DAN ASAS UMUM PERBENDAHARAAN NEGARA.................................................... 2 D........................ 2 C...................... 4 BAB II A...................................................................................................... TUJUAN PEMELAJARAN KHUSUS... TUJUAN PEMELAJARAN UMUM ............................... RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) .................................................................................................................................................... 43 D..................... KEUANGAN NEGARA DAN PERBENDAHARAAN NEGARA .. 40 C................................................................................ 52 B............ KEWENANGAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA . 36 B............................................................................ UMUM............................................ PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA ..................... 17 LATIHAN SOAL......................................... 5 REFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN .................... PELIMPAHAN KEWENANGAN.............................. 21 A.............................. 54 C............................................. 36 A.................................................................... STRUKTUR APBN... D................................ METODOLOGI PEMELAJARAN ...................... 23 C........... LATIHAN SOAL.... 25 D.......................... LATAR BELAKANG ..............i DAFTAR ISI .......... 47 E........................................................................... 55 Pusdiklatwas BPKP......................... LATIHAN SOAL ......................... DESKRIPSI SINGKAT ....................... PENGURUSAN KHUSUS/KEBENDAHARAAN/KOMPTABLE .................................................................. ........................................................................................ 1 B.......................... 21 B.................... 1 A. PENGURUSAN UMUM ATAU PENGURUSAN ADMINISTRASI........ii BAB I PENDAHULUAN ...........................................19 BAB III PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA................................... RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL).............. 49 BAB V PELAKSANAAN APBN....

83 G................................................................................................................................ F.............................. 66 PENGELOLAAN BADAN LAYANAN UMUM ................................ LAPORAN KINERJA KEUANGAN.... 77 C.......... KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADINISTRATIF . 90 C...... DAN GANTI RUGI ................................................... MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN .... 94 E.................................. 76 A... SANKSI ADMINISTRATIF........... 87 B.... 74 BAB VI PERTANGGUNGJAWABAN & PEMERIKSAAN PELAKSANAAN APBN.................................. 70 PENATAUSAHAAN APBN...... 72 PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH.......... 97 DAFTAR PUSTAKA ..... PERLAKUAN TERHADAP PEJABAT YANG TERLIBAT KKN…............. 100 Pusdiklatwas BPKP.................... REVIU INTERN LAPORAN KEUANGAN....................85 BAB VII KETENTUAN PIDANA............ K........................................................... H..........................Tahun 2007 iii ...........................96 F.................................................................................................................. 66 PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA............................................................................................. KETENTUAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENGENAAN GANTI KERUGIAN NEGARA .. G.................. PENGELOLAAN UANG...... J........................ E.............. 73 LATIHAN SOAL ............................ LATIHAN SOAL.................. PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA ..... 87 A........ I............................. UMUM................................................... 81 F............ 91 D................................................................... 63 PENGELOLAAN INVESTASI................................................................................................ 76 B................................. PEJABAT YANG BERHAK MENGENAKAN SANKSI............................................................................................... LATIHAN SOAL............................................................... LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH .........................................Sistem Administrasi Keuangan Negara I D................... 80 E......... 79 D........ PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA.................................................................................................................................................................... 59 PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG ......

yaitu UU No.Tahun 2007 1 . terutama karena belum tersedianya perangkat peraturan pelaksanaan yang memadai. maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB I PENDAHULUAN A. sehingga masih banyak terjadi multi tafsir dalam implementasi di lapangan. Dengan keluarnya tiga paket perundang-undangan di bidang keuangan negara. Pemerintah telah menerapkan pendekatan anggaran berbasis kinerja. Ternyata masih banyak kendala yang dihadapi. Hal tersebut terutama terlihat dari komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu. peraturan menteri keuangan. UU No. pengelolaan anggaran negara telah mengalami banyak perkembangan. sistem pengelolaan anggaran negara di Indonesia terus berubah dan berkembang sesuai dengan dinamika manajemen sektor publik. Dalam perkembangannya. dan UU No. Dalam periode itu pula telah dikeluarkan berbagai peraturan pemerintah. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Pusdiklatwas BPKP. anggaran terpadu dan kerangka pengeluaran jangka menengah pada tahun anggaran 2005 dan 2006. APBN telah menjadi instrumen kebijakan multi fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. Sebagai sebuah sistem. agar fungsi APBN dapat berjalan secara optimal. LATAR BELAKANG Peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Sektor Publik menjadi semakin signifikan. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

TUJUAN PEMELAJARAN KHUSUS Setelah mengikuti mata diklat Sistem Administrasi Keuangan Negara I ini. Pusdiklatwas BPKP. Modul Sistem Administrasi Keuangan Negara I ini diberikan pada Diklat Sertifikasi JFA tingkat Pembentukan Auditor Terampil selama 20 jam pelatihan. pelimpahan wewenang dari presiden kepada para pejabat pengelola keuangan negara.Tahun 2007 2 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I peraturan dirjen dan sebagainya guna menutup kelemahan-kelemahan tersebut. pengelompokan keuangan negara. serta reformasi pengelolaan anggaran negara. Diharapkan dengan terbitnya revisi modul ini. 2. C. Dalam rangka merespon perubahan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara itu. asas-asas umum dan ruang lingkup keuangan negara. proses pengurusan keuangan negara. TUJUAN PEMELAJARAN UMUM Setelah mengikuti mata diklat ini para peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan sistem administrasi keuangan negara dalam rangka pengawasan keuangan negara. modul Sistem Administrasi Keuangan Negara perlu direvisi dan disempurnakan. B. peran para pejabat pengelola keuangan negara selaku otorisator. Hal ini akan sangat membantu para peserta diklat untuk memahami secara lebih mudah materi peraturan yang baru. ordonator. peserta diharapkan mampu menjelaskan: 1. proses pemelajaran dapat menjadi lebih baik. karena dalam modul ini peraturanperaturan tersebut sudah dikemas secara lengkap walau secara garis besar. pengertian dasar Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara.

pertanggungjawaban pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. asas umum perbendaharaan. yaitu terkait dengan kebijakan dan kegiatan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). serta pelaksanaan APBN yang meliputi pengelolaan pendapatan dan belanja negara. uang. investasi. dasar-dasar pengelolaan anggaran negara yang meliputi ruang lingkup. penyelesaian kerugian. Kebijakan dan kegiatan APBN Pusdiklatwas BPKP. mekanisme dan penyusunan anggaran berbasis kinerja. sejak penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).Sistem Administrasi Keuangan Negara I bendahara umum negara. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Negara (RKA-KL). dan kewenangan pejabat perbendaharaan negara. UU No. ketentuan lain yang berkaitan dengan pengenaan ganti rugi. diantaranya UU No. DESKRIPSI SINGKAT Sistem administrasi keuangan negara diatur dengan berbagai ketentuan. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 3. 4. bendahara penerimaan. sampai dengan penetapannya oleh lembaga legislatif. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. utang dan piutang. dan perlakuan terhadap pejabat yang terlibat KKN. D. bendahara pengeluaran.Tahun 2007 3 . ketentuan yang berkaitan dengan pelanggaran/perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. dan pejabat pengurus barang. barang milik negara dan penatausahaan APBN. menguraikan pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal. dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Modul ini Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. serta proses penuntutan ganti rugi yang meliputi pejabat yang mengenakan sanksi. 5. 6.

Sanksi Administratif. yaitu: Bab Bab Bab Bab Bab I II III IV V : Pendahuluan : Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara : Pengurusan Keuangan Negara : Penyusunan dan Penetapan APBN : Pelaksanan APBN : Pertanggungjawaban dan Pemeriksaan Pelaksanaan APBN Bab VII E. pelaksanaan dan anggaran. : Ketentuan Pidana. dan prinsip yang mendasari kegiatan pengelolaan anggaran. peserta dipacu untuk berpartisipasi secara aktif melalui diskusi kelas mengenai substansi SAKN serta perubahan-perubahan mendasar yang ada pada peraturan perundang-undangan yang baru. dan Ganti Rugi Bab VI METODOLOGI PEMELAJARAN Agar peserta dapat memahami secara optimal sistem administrasi keuangan negara. diskusi. modul ini juga menguraikan sanksi terhadap pelanggaran ketentuan yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara. sebagai unsur dari siklus pengelolaan anggaran. dan latihan mengerjakan soal serta membahas kasus. pertanggungjawaban pertanggungjawaban anggaran. penyusunan dan penetapan pelaksanaan anggaran. Dengan pendekatan ini. maka proses belajar mengajar menggunakan pendekatan andragogi. asas. Uraian juga mencakup pengertian-pengertian. pemeriksaan pelaksanaan anggaran.Tahun 2007 4 . Materi dalam modul ini terdiri dari 7 (tujuh) bab. Metode pemelajaran yang digunakan meliputi ceramah. Pusdiklatwas BPKP. Selain itu.Sistem Administrasi Keuangan Negara I yang diuraikan adalah sejak dari perencanaan anggaran.

pengorganisasian. Pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. pengarahan. Ikut serta mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Memajukan kesejahteraan umum. Pusdiklatwas BPKP. A. perdamaian abadi.Tahun 2007 5 . reformasi pengelolaan anggaran negara. manajemen adalah proses perencanaan. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan siklus pengelolaan keuangan negara. dan keadilan sosial.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB II KEUANGAN NEGARA DAN PERBENDAHARAAN NEGARA Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. fungsi perencanaan. dan pengendalian di bidang keuangan harus dilakukan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. asas-asas umum dan ruang lingkup keuangan negara. pengelompokkan keuangan negara. SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA Menurut Stoner dan Winkel (1987). pengertian dasar keuangan negara dan perbendaharaan negara. sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. pengorganisasian. Mencerdaskan kehidupan bangsa. dan pengendalian kegiatan-kegiatan anggota-anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yaitu: Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. pengarahan. Dalam pengelolaan keuangan negara.

pengorganisasian.Tahun 2007 6 . pengarahan. dan pengendalian merupakan suatu siklus yang dapat digambarkan sebagai berikut : SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA Tujuan Bernegara SPPN SPPN UU 25/2004 Planning Controlling UU 15 . Sedangkan fungsi Pusdiklatwas BPKP. fungsi perencanaan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dalam pengelolaan keuangan negara. dan pengendalian sesuai dengan ketentuan undang-undang di bidang keuangan negara.2004 Partisipasi Transparansi Akuntabilitas Organizing UU 17 .2004 Dalam modul ini. fungsi perencanaan yang diatur dalam UndangUndang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional tidak dibahas secara rinci. pembahasan mengenai keuangan negara lebih difokuskan pada fungsi pengorganisasian. Akan tetapi. pengarahan.2003 SAKN Actuating UU 1 .

Sistem Administrasi Keuangan Negara I perencanaan keuangan negara dibahas pada materi penyusunan dan penetapan APBN. dan hierarkis menjadi model manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 7 . Hal tersebut terutama terlihat dari komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan kepada masyarakat yang diharapkan. Agar fungsi perencanaan dan pengawasan dapat berjalan dengan baik. REFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). B. telah terjadi perubahan manajemen sektor publik yang cukup drastis dari sistem manajemen tradisional yang terkesan kaku. Anggaran negara sebagai alat perencanaan kegiatan publik yang dinyatakan dalam satuan mata uang (rupiah) sekaligus dapat digunakan sebagai alat pengendalian. yang dalam pembahasan berbagai literatur sering disebut anggaran negara atau anggaran sektor publik. perencanaan anggaran negara telah mengalami banyak perkembangan. birokratis. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM) Sejak pertengahan tahun 1980-an. Sistem perencanaan anggaran negara pada saat ini telah mengalami perkembangan dan perubahan sesuai dengan dinamika manajemen sektor publik dan tuntutan yang muncul di masyarakat. dalam perkembangannya telah menjadi instrumen kebijakan multi-fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. 1. Sebagai sebuah sistem. yaitu sistem penganggaran dengan pendekatan New Public Management (NPM). maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis.

bukan pada kebijakan. c. b. diantaranya adalah tuntutan untuk melakukan efisiensi. d. e.Sistem Administrasi Keuangan Negara I pasar. Model NPM berfokus pada manajemen sektor publik yang berorientasi pada kinerja. Perspektif baru pemerintah menurut tersebut adalah: a. Penggunaan paradigma baru tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi pada pemerintah. pemerintah yang kompetitif (mendorong semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan publik). pemerintahan katalis (fokus pada pemberian arahan bukan produksi layanan publik). pemerintah yang berorientasi hasil (membiayai hasil bukan masukan). pemangkasan biaya (cost cutting). Salah satu model pemerintahan di era NPM adalah model pemerintahan yang diajukan oleh Osborne dan Gaebler (1992) yang tertuang dalam pandangannya Government”. pemerintah milik masyarakat (lebih memberdayakan masyarakat dari pada melayani). dan kompetisi tender.Tahun 2007 8 . tetapi perubahan besar yang telah mengubah peran pemerintah terutama dalam hal hubungan antara pemerintah dan masyarakat. pemerintah yang digerakkan oleh misi (mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi digerakkan oleh misi). f. bukan birokrasi). Paradigma baru yang muncul dalam manajemen sektor publik tersebut adalah pendekatan New Public Management (NPM). Osborne dan Gaebler yang dikenal dengan konsep “Reinventing Pusdiklatwas BPKP. Perubahan tersebut bukan sekedar perubahan kecil dan sederhana. pemerintah berorientasi pada pelanggan (memenuhi kebutuhan pelanggan.

pemerintah mengobati). and Budgeting System (PPBS) Uraian lebih lanjut teknik penganggaran tersebut adalah sebagai berikut: Pusdiklatwas BPKP. pemerintah desentralisasi (dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja). pemerintah berorientasi pada mekanisme pasar (mengadakan perubahan dengan mekanisme pasar/sistem insentif dan bukan mekanisme administratif/sistem prosedur dan pemaksaan). h. 2. dan j. Programming.Sistem Administrasi Keuangan Negara I g. Salah satu pengaruh itu adalah terjadinya perubahan sistem anggaran dari model anggaran tradisional menjadi anggaran yang lebih berorientasi pada kinerja.Tahun 2007 9 . pemerintah wirausaha (mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar membelanjakan). Munculnya konsep New Public Management (NPM) pada yang antisipatif (berupaya mencegah daripada berpengaruh langsung terhadap konsep anggaran negara umumnya. Teknik Anggaran Kinerja (Performance Budgeting) b. antara lain: a. Planning. Seiring dengan perkembangan tersebut. muncul beberapa teknik penganggaran sektor publik. Perubahan Pendekatan Anggaran Negara Reformasi sektor publik yang salah satunya ditandai dengan munculnya era New Public Management telah mendorong upaya di berbagai negara untuk mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam perencanaan anggaran negara. Zero Based Budgeting (ZBB) c. i.

Sistem penganggaran kinerja pada dasarnya merupakan sistem yang mencakup kegiatan penyusunan program dan tolok ukur kinerja sebagai instrumen untuk mencapai tujuan dan sasaran program. b.Tahun 2007 10 . Kegiatan tersebut mencakup pula penentuan unit kerja yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program. Pendekatan ini juga mengutamakan mekanisme penentuan prioritas tujuan serta pendekatan yang sistematik dan rasional dalam proses pengambilan hal-hal keputusan. dilengkapi dengan teknik analisis antara biaya dan manfaat. anggaran Untuk kinerja mengimplementasikan tersebut. Penerapan sistem anggaran kinerja dalam penyusunan anggaran dimulai dengan perumusan program dan penyusunan struktur organisasi pemerintah yang sesuai dengan program tersebut. Teknik Anggaran Kinerja (Performance Budgeting) Pendekatan kinerja disusun untuk mengatasi berbagai kelemahan yang terdapat dalam anggaran tradisional. Penyusunan anggaran dengan menggunakan konsep ZBB dapat menghilangkan kelemahan pada konsep incrementalism dan line item karena anggaran diasumsikan mulai dari nol (zero base). serta penentuan indikator kinerja yang digunakan sebagai tolok ukur dalam mencapai tujuan program yang telah ditetapkan. Zero Based Budgeting ( ZBB ) Konsep Zero Based Budgeting dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada sistem anggaran tradisional. khususnya kelemahan karena tidak adanya tolok ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik.Sistem Administrasi Keuangan Negara I a. Pusdiklatwas BPKP. Pendekatan ini sangat menekankan pada konsep value for money dan pengawasan atas kinerja output.

Dalam keadaan tersebut pemerintah dihadapkan pada pilihan alternatif keputusan yang memberikan manfaat paling besar dalam pencapaian tujuan bernegara secara keseluruhan. and Budgeting System (PPBS) PPBS merupakan teknik penganggaran yang didasarkan pada teori sistem yang berorientasi pada output dan tujuan dengan penekanan utamanya pada alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi. Item anggaran yang sudah tidak relevan dan tidak mendukung pencapaian tujuan organisasi dapat hilang dari struktur anggaran. yaitu dengan menyesuaikan tingkat inflasi atau jumlah penduduk. Dengan ZBB. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 11 . Hal tersebut disebabkan sumber daya yang dimiliki pemerintah sangat terbatas jumlahnya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Penyusunan anggaran yang bersifat incremental mendasarkan besarnya realisasi anggaran tahun ini untuk menetapkan anggaran tahun depan. namun didasarkan pada kebutuhan saat ini. Planning. atau mungkin juga muncul item baru. namun berdasarkan program. yaitu pengelompokan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. c. Programming. PPBS memberikan kerangka untuk membuat pilihan tersebut. Sistem anggaran PPBS tidak mendasarkan pada struktur organisasi tradisional yang terdiri dari divisi-divisi. seolah-olah proses anggaran dimulai dari hal-hal yang baru sama sekali. sedangkan tuntutan masyarakat tidak terbatas jumlahnya. ZBB tidak berpatokan pada anggaran tahun lalu untuk menyusun anggaran tahun ini. PPBS adalah salah satu model penganggaran yang ditujukan untuk membantu manajemen pemerintah dalam membuat keputusan alokasi sumber daya secara lebih baik.

dan outcome. maupun berupa barang yang dapat Pusdiklatwas BPKP. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. 8) adanya pengawasan kinerja. bukan sekedar input. dan tujuan. 7) berorientasi pada input. termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. subjek. Pengertian Keuangan Negara Definisi keuangan negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Pendekatan baru dalam sistem anggaran negara tersebut menurut Mardiasmo. 3) proses pengambilan keputusan yang rasional. 4) berjangka panjang. Dari sisi objek. 5) spesifikasi tujuan dan urutan prioritas. output. yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang. serta segala sesuatu baik berupa uang. C. 2) terintegrasi dan lintas departemen.Tahun 2007 12 . proses. serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. 6) analisis total cost and benefit (termasuk opportunity cost). KEUANGAN NEGARA 1. dalam bukunya Akuntansi Sektor Publik cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) komprehensif/komparatif. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dinyatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam merumuskan Keuangan Negara adalah dari sisi objek.

Keuangan Negara mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan objek sebagaimana tersebut di atas mulai dari perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan sampai dengan pertanggunggjawaban. subbidang pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi seluruh subjek yang memiliki/menguasai objek sebagaimana tersebut di atas. b. yaitu: pemerintah pusat.Tahun 2007 13 . terlihat bahwa hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang diperluas cakupannya. kegiatan dan hubungan hukum yang berkaitan dengan pemilikan dan/atau penguasaan objek sebagaimana tersebut di atas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara. perusahaan negara/daerah. Keuangan Negara meliputi seluruh kebijakan. dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. Pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal meliputi kebijakan dan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan Pusdiklatwas BPKP. 2. pemerintah daerah. Dari sisi proses. subbidang pengelolaan fiskal. Pengelompokkan Keuangan Negara Berdasarkan pengertian keuangan negara dengan pendekatan objek. bidang pengelolaan keuangan negara dapat dikelompokkan dalam: a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. dan c. Dari sisi tujuan. yaitu termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. Dari sisi subjek. subbidang pengelolaan moneter. Dengan demikian.

dan pengertian keuangan negara dalam arti sempit. penyusunan anggaran oleh pemerintah. Pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan moneter berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter baik dalam maupun luar negeri. pelaksanaan anggaran. penyusunan perhitungan anggaran negara (PAN) sampai dengan pengesahan PAN menjadi undang-undang. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. dimana keuangan negara mencakup kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. Pusdiklatwas BPKP. pengertian keuangan negara dapat dibedakan antara: pengertian keuangan negara dalam arti luas. penetapan strategi dan prioritas pengelolaan APBN. pengawasan anggaran. Berdasarkan uraian di atas.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai dari penetapan Arah dan Kebijakan Umum (AKU). pengesahan anggaran oleh DPR. Pengelolaan keuangan negara subbidang kekayaan negara yang dipisahkan berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan di sektor Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD) yang orientasinya mencari keuntungan (profit motive). Pembahasan lebih lanjut dalam modul ini dibatasi hanya pada pengertian keuangan negara dalam arti sempit saja yaitu subbidang pengelolaan fiskal atau secara lebih spesifik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengertian keuangan negara dalam arti luas pendekatannya adalah dari sisi objek yang cakupannya sangat luas.Tahun 2007 14 . Sedangkan pengertian keuangan negara dalam arti sempit hanya mencakup pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal saja.

Oleh karena itu. yang meliputi baik asas-asas yang telah lama dikenal dalam pengelolaan keuangan negara. Asas Kesatuan. anggaran merupakan anggaran bruto. berarti semua pengeluaran harus tercantum dalam anggaran. d. Secara kuantitatif artinya jumlah yang telah ditetapkan dalam mata Pusdiklatwas BPKP. mempertahankan hak budget dari dewan secara lengkap. c. Asas Universalitas (kelengkapan). seperti asas tahunan. dan asas spesialitas maupun asasasas baru sebagai pencerminan penerapan kaidah-kaidah yang baik (best practices) dalam pengelolaan keuangan negara. b. Asas Tahunan. asas kesatuan. dimana yang dibukukan dalam anggaran adalah jumlah brutonya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. Asas Spesialitas mensyaratkan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Asas-asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan negara. asas universalitas. pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional. memberikan batasan bahwa tidak diperkenankan terjadinya percampuran antara penerimaan negara dengan pengeluaran negara. Penjelasan dari masing-masing asas tersebut adalah sebagai berikut.Tahun 2007 15 . memberikan persyaratan bahwa anggaran negara dibuat secara tahunan yang harus mendapat persetujuan dari badan legislatif (DPR). Aturan pokok Keuangan Negara telah dijabarkan ke dalam asas-asas umum. dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. a. terbuka.

dan perhitungan anggaran serta atas hasil pengawasan oleh lembaga audit yang independen. memberi kewenangan Pemeriksa Keuangan lebih besar pada Badan untuk melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara secara objektif dan independen. i. Asas Proporsionalitas. Secara kualitatif berarti penggunaan anggaran hanya dibenarkan untuk mata anggaran yang telah ditentukan. Asas-asas umum tersebut diperlukan pula guna menjamin terselenggaranya prinsip-prinsip pemerintahan daerah. pengalokasian anggaran dilaksanakan secara proporsional pada fungsi-fungsi kementerian/lembaga sesuai dengan tingkat prioritas dan tujuan yang ingin dicapai. pelaksanaan undang-undang ini selain menjadi acuan dalam reformasi manajemen keuangan negara. sekaligus dimaksudkan untuk memperkokoh landasan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. f. Dengan dianutnya asas-asas umum tersebut di dalam undang-undang tentang Keuangan Negara.Tahun 2007 16 . Asas Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara. Asas Akuntabilitas berorientasi pada hasil. g. penetapan. mengandung makna bahwa setiap pengguna anggaran wajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi atas keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya. Pusdiklatwas BPKP. h. Asas Pemeriksaan Keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. mewajibkan adanya keterbukaan dalam pembahasan. Asas Profesionalitas mengharuskan pengelolaan keuangan negara ditangani oleh tenaga yang profesional. e.Sistem Administrasi Keuangan Negara I anggaran tertentu merupakan batas tertinggi dan tidak boleh dilampaui.

kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah. g. serta hakhak lain yang dapat dinilai dengan uang. mengeluarkan dan mengedarkan uang. hak negara untuk memungut pajak. PERBENDAHARAAN NEGARA Pengertian Perbendaharaan Negara menurut UU No. f. h. yang negara. dan j. termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/perusahaan daerah. b. penerimaan negara. atau perusahaan negara/daerah. barang. kekayaan pihak lain sebagaimana dimaksud meliputi kekayaan yang dikelola oleh orang atau badan lain berdasarkan kebijakan pemerintah. i. dan melakukan pinjaman.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. pengeluaran negara. piutang. c. surat berharga. D. e. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum. penerimaan daerah. pengeluaran daerah. termasuk investasi dan kekayaan ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah Pusdiklatwas BPKP. Ruang Lingkup Keuangan Negara Ruang lingkup keuangan negara meliputi: a. kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga. 1 Tahun 2004 adalah “pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan yang dipisahkan. yayasan-yayasan di lingkungan kementerian negara/lembaga. d.Tahun 2007 17 . kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang.

perlu dilakukan pelurusan kembali pengelolaan keuangan pemerintah dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance) yang sesuai dengan lingkungan pemerintah. pengelolaan keuangan sektor publik yang selama ini menggunakan pendekatan superioritas negara telah membuat aparatur pemerintah yang mengelola keuangan sektor publik tidak lagi dianggap berada dalam kelompok profesi manajemen oleh para profesional. perencanaan kas yang baik. Melalui kegiatan berbagai lembaga pemerintah. Oleh karena itu. Pusdiklatwas BPKP. Namun. 3. negara tunduk pada tatanan hukum publik. pencarian sumber pembiayaan yang paling murah. pencegahan agar jangan sampai terjadi kebocoran dan penyimpangan. dirasakan semakin pentingnya fungsi perbendaharaan dalam rangka pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah yang terbatas secara efisien.Sistem Administrasi Keuangan Negara I (APBN/APBD)”. Pada hakikatnya. negara adalah suatu lembaga politik. Upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang dilaksanakan di dunia usaha ke dalam pengelolaan keuangan pemerintah tidak dimaksudkan untuk menyamakan pengelolaan keuangan sektor pemerintah dengan pengelolaan keuangan sektor swasta. dan 4. Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan keuangan negara. Dalam kedudukannya yang demikian. pemanfaatan dana yang menganggur (idle cash) untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya keuangan.Tahun 2007 18 . Fungsi perbendaharaan tersebut meliputi: 1. 2. negara berusaha memberikan jaminan kesejahteraan kepada rakyat (welfare state).

a.. retribusi. semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang b. LATIHAN SOAL 1. Pengertian keuangan negara dalam arti luas mencakup . kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal dan moneter c.. utang piutang negara serta pengelolaan barang milik negara 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I E. Pengelolaan Keuangan Negara subbidang Pengelolaan Moneter berkaitan dengan . kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan kebijakan lainnya pelaksanaan kegiatan perpajakan serta sumber dana Pusdiklatwas BPKP.. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan d... a.Tahun 2007 19 . kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter dalam dan luar negeri d. kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal.. a. Asas Spesialitas d. Campuran dari ketiga asas tersebut di atas 3. pengelolaan perpajakan.. Pernyataan yang menyatakan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif adalah merupakan salah satu asas pengelolaan keuangan negara yaitu . kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter dalam negeri c.. belanja negara.. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan b. Asas Fleksibilitas dan Transparan b. Asas Profesionalitas c.

anggaran berimbang dan dinamis b. Pernyataan di bawah merupakan fungsi dari perbendaharaan..Tahun 2007 20 .. Performance Base Budget (PBB) d. perencanaan kas yang baik b. a.. Dalam penggunaan sistem anggaran berimbang dan dinamis yang digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan adalah . pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah dengan biaya sekecil mungkin d. dan anggaran kinerja 7. dan impact 6. tercapainya target kegiatan dan besarnya penyerapan dana yang tersedia d. a.. Zero Base Budgetting (ZBB) c. pemanfaatan dana yang menganggur (idle cash) untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya keuangan 5.. anggaran rutin dan anggaran pembangunan c. a. and Budgeting System (PPBS) b...Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. Ketiga-tiganya diterapkan semua agar jangan sampai terjadi kebocoran dan Pusdiklatwas BPKP. analisis harga satuan dan analisis beban tugas c. Pendekatan yang digunakan dalam penerapan anggaran menurut UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah .. kerangka pengeluaran jangka menengah. kecuali .. Penyusunan anggaran yang prosesnya seolah-olah dimulai dari hal-hal yang baru sama sekali merupakan penerapan dari teori .. anggaran terpadu. pencegahan penyimpangan c. proses.. outcome. anggaran dengan klasifikasi organik dan objek d. Programming. Fungsi perbendaharaan dirasakan semakin penting sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan keuangan negara. a. analisis biaya dan manfaat b.. output. input. Planning.

yaitu pengurusan umum/administrasi yang mengandung unsur penguasaan dan pengurusan khusus yang mengandung unsur kewajiban. kekuasaan presiden tersebut tidak dilaksanakan sendiri oleh presiden. Dalam pelaksanaannya. Pusdiklatwas BPKP. bendahara pengeluaran. peran dan kewenangan para pejabat pengelola keuangan negara selaku otorisator. proses pengurusan keuangan negara (pengurusan administrasi dan khusus/komptable). Sedangkan pengurusan khusus atau pengurusan komptabel mempunyai kewajiban melaksanakan perintah-perintah yang datangnya dari pengurusan umum. dan pejabat pengurus barang.Tahun 2007 21 . bendahara umum negara. Dikuasakan kepada menteri keuangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB III PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. bendahara penerimaan. Presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan umum pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. melainkan: 1. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan pelimpahan wewenang dari presiden kepada para pejabat pengelola keuangan negara. ordonator. A. selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan. Pengurusan umum erat hubungannya dengan penyelenggaraan tugas pemerintah di segala bidang dan tindakannya dapat membawa akibat pengeluaran dan atau menimbulkan penerimaan negara. PELIMPAHAN KEWENANGAN Pengelolaan keuangan negara secara teknis dilaksanakan melalui dua pengurusan.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

2. Dikuasakan

kepada

menteri/pimpinan

lembaga

negara

dan

lembaga pemerintah non kementerian negara, selaku pengguna anggaran/pengguna dipimpinnya; dan 3. Diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala barang kementerian negara/lembaga yang

pemerintahan daerah sebagai perwujudan

pelaksanaan asas

desentralisasi, untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Pelimpahan kekuasaan tersebut tidak termasuk kewenangan di bidang moneter, yang meliputi antara lain mengeluarkan dan

mengedarkan uang, yang pelaksanaannya diatur dengan undang-undang. Untuk mencapai kestabilan nilai rupiah, serta tugas menetapkan dan dan

melaksanakan

kebijakan

moneter

mengatur

menjaga

kelancaran sistem pembayaran dilakukan oleh bank sentral. Menteri keuangan sebagai pembantu presiden dalam bidang keuangan pada hakikatnya adalah Chief Financial Officer (CFO) Pemerintah Republik Indonesia, sementara setiap menteri/pimpinan lembaga pada hakikatnya adalah Chief Operational Officer (COO) untuk suatu bidang tertentu pemerintahan. Prinsip ini perlu dilaksanakan secara konsisten agar terdapat kejelasan dalam pembagian wewenang dan tanggung jawab, terlaksananya mekanisme check and balance, serta untuk mendorong upaya peningkatan profesionalisme dalam

penyelenggaraan tugas pemerintahan. Menteri keuangan selaku pengelola fiskal bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi: 1. pengelolaan kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro, 2. penganggaran, 3. administrasi perpajakan,

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

22

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

4. administrasi kepabeanan, 5. perbendaharaan, dan 6. pengawasan keuangan. Kewenangan presiden terhadap pengelolaan keuangan negara yang dilimpahkan kepada pejabat negara, meliputi kewenangan yang bersifat umum yang timbul dari pengurusan umum, dan kewenangan yang bersifat khusus yang timbul dari pengurusan khusus. Kewenangan yang bersifat umum meliputi kewenangan untuk: 1. Menetapkan Arah dan Kebijakan Umum (AKU); 2. Menetapkan strategi dan prioritas dalam pengelolaan APBN, antara lain menetapkan: a. pedoman pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN, b. pedoman penyusunan rencana kerja kementerian negara/lembaga, c. gaji dan tunjangan, d. pedoman pengelolaan penerimaan negara. Kewenangan yang bersifat khusus meliputi kewenangan membuat keputusan/kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan APBN, antara lain menetapkan: 1. keputusan sidang kabinet di bidang pengelolaan APBN, 2. keputusan rincian APBN, 3. keputusan dana perimbangan, dan 4. penghapusan aset dan piutang negara. B. PENGURUSAN UMUM ATAU PENGURUSAN ADMINISTRASI Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa pengurusan umum atau pengurusan administrasi mengandung unsur penguasaan, yang erat hubungannya dengan penyelenggaraan tugas pemerintahan di segala bidang dan tindakannya dapat membawa akibat pengeluaran dan

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

23

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

atau menimbulkan penerimaan negara. Dalam pengurusan umum terdapat dua pejabat atau subjek pengurusan, yang disebut otorisator dan ordonator. 1. Otorisator Otorisator adalah pejabat yang memperoleh pelimpahan wewenang untuk mengambil tindakan-tindakan yang mengakibatkan adanya penerimaan dan/atau pengeluaran negara. Tindakan-tindakan otorisator yang bisa berakibat penerimaan dan/atau pengeluaran tersebut disebut otorisasi. Otorisasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: a. otorisasi bersifat luas atau otorisasi umum b. otorisasi bersifat sempit atau otorisasi khusus. Otorisasi bersifat luas/umum adalah otorisasi yang tidak membawa akibat langsung pada pengeluaran dan atau penerimaan negara. Contoh otorisasi umum: undang-undang, pengganti peraturan

pemerintah,

peraturan

pemerintah

undang-undang,

keputusan presiden, instruksi presiden, peraturan gaji pegawai negeri, peraturan pemberian tunjangan, dan sebagainya. Otorisasi umum baru akan berakibat pengeluaran dan/atau penerimaan apabila sudah ada/dilengkapi otorisasi yang bersifat khusus. Otorisasi bersifat sempit/khusus adalah otorisasi yang mempunyai akibat langsung terhadap penerimaan dan/atau

pengeluaran negara. Contoh otorisasi khusus adalah surat keputusan pengangkatan pegawai, surat keputusan penunjukan bendahara, surat keputusan pensiun, dan sebagainya. 2. Ordonator Ordonator adalah pejabat yang berwenang untuk melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan kepada

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

24

ordonator bertugas untuk menguji. kewenangan tersebut diberikan kepada kementerian teknis. dan membayar/menyerahkan uang atau surat berharga atau barangbarang negara/daerah. meneliti dan mengawasi penerimaan-penerimaan dan pengeluaran- pengeluaran negara termasuk tagihan-tagihan yang diajukan oleh pihak ketiga kepada pemerintah. 1. apakah benar-benar telah sesuai dengan otorisasi yang dikeluarkan oleh otorisator dan belum kedaluwarsa. menerima. Secara garis besar. Pengertian Bendahara Bendahara adalah setiap orang atau badan yang diberi tugas untuk dan atas nama negara/daerah. serta memerintahkan pembayaran dan atau menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kementerian negara/lembaga sehubungan dengan tindakan otorisator. kewenangan ordonator ini sepenuhnya berada di tangan menteri keuangan. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. Pusdiklatwas BPKP. PENGURUSAN KHUSUS/KEBENDAHARAAN/KOMPTABLE Kewenangan pengurusan khusus atau pengurusan kebendaharaan (komptable) dipegang oleh menteri keuangan. Apabila tagihan-tagihan tersebut telah memenuhi persyaratan. sesuai pasal 7 UU No. sehingga kementerian teknis sepenuhnya memegang kewenangan pengurusan administratif/umum.Tahun 2007 25 . menyimpan. 1 Tahun 2004 yang menetapkan bahwa menteri keuangan adalah Bendahara Umum Negara. maka ordonator menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) dan/atau Surat Penagihan. Sebelum berlakunya UU No. C. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. namun sejak diberlakukannya kedua undang-undang itu.

Beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah bendahara yaitu sebagai berikut: a. surat-surat berharga. Berdasarkan objek pengurusannya. 2. atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan tersebut. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran adalah pejabat fungsional dan tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kuasa Bendahara Umum Negara. menyimpan. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran diangkat oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota.Tahun 2007 26 . mengadministrasikan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dari definisi di atas. dan barangbarang milik negara. d. Bendahara penerimaan/pengeluaran dilarang melakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. kegiatan perdagangan. bendahara yang ditugaskan untuk pengurusan keuangan negara dapat dijabat oleh orang-orang (pegawai negeri atau swasta) dan badan hukum yang diangkat oleh menteri atau ketua lembaga negara yang menguasai bagian anggaran negara untuk mengelola uang. c. pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa. serta mempertanggungjawabkan uang yang berada dalam pengurusannya. Bendahara Uang Bendahara uang mempunyai tugas untuk melakukan pengurusan uang yang dinyatakan dalam kegiatan menerima. Yang dimaksud uang di sini adalah uang milik negara dan uang milik Pusdiklatwas BPKP. mengeluarkan. Pengangkatan bendahara oleh menteri atau ketua lembaga negara ditetapkan dengan surat keputusan. b. Persyaratan pengangkatan dan pembinaan karier bendahara diatur oleh Bendahara Umum Negara selaku Pembina Nasional Jabatan Fungsional Bendahara. bendahara dapat dibedakan menjadi bendahara uang dan bendahara barang.

menatausahakan. yang ditunjuk sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara adalah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara di tingkat pusat dan kantor wilayah (kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Negara serta Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk tingkat wilayah/daerah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I pihak ketiga yang dikuasai oleh negara. Dalam pelaksanaannya. Bendahara Umum Negara (BUN) Bendahara Umum Negara (BUN) adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum negara. Masing-masing jenis bendahara akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini: a. Bendahara khusus pengeluaran yaitu bendahara yang hanya mengurus pengeluaran negara. Bendahara khusus penerimaan yaitu bendahara yang hanya mengurus penerimaan negara. c. dan juga surat perintah membayar. dimaksud meliputi atau kegiatan membayar menyerahkan. dan mempertanggungjawabkan uang dan surat Pusdiklatwas BPKP. Bendahara uang dapat dikelompokkan lagi menjadi: a. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang telah ditetapkan. prangko. bea meterai. Tugas menerima. dan juga surat-surat berharga seperti cek.Tahun 2007 27 . b. kebendaharaan menyimpan. Bendahara umum yaitu bendahara yang mengurus perbendaharaan negara baik di bidang penerimaan maupun pengeluaran negara.

denda dan sebagainya. Contoh bendahara jenis ini adalah bendahara penerima bea dan cukai. Bendahara khusus penerimaan adalah orang yang ditunjuk pejabat yang berwenang. penjualan jasa. Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan anggaran. kehutanan. b. Bendahara Khusus Penerimaan Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara pada kantor/satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga/satuan kerja. yang khusus melakukan penerimaan atas pendapatan negara dan selanjutnya menyetorkan ke kas negara. serta melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran setelah dilakukan pengujian dan pembebanan pada anggaran yang telah disediakan sebelumnya. bendahara uang ini yang membuat diterima surat dan pertanggungjawaban tentang Pusdiklatwas BPKP. sita. sehingga bendahara ini sering disebut juga “penyetor tetap“ atau “penyetor berkala” karena dari uang yang diterimanya. Secara periodik.Sistem Administrasi Keuangan Negara I berharga yang berada dalam pengelolaannya. menyetor/membayar/menyerahkan. menyimpan. bendahara penerima pada departemen/lembaga negara yang mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) antara lain dari hasil pertanian. pada waktu yang tetap harus disetorkan ke kas negara. menatausahakan. Tugas kebendaharaan dimaksud meliputi kegiatan menerima. dan mempertanggungjawabkan penerimaan/pengeluaran uang dan surat berharga yang berada dalam pengurusannya.Tahun 2007 28 .

Tahun 2007 29 . Bendahara Khusus Pengeluaran Bendahara ini tugasnya melakukan pembayaran atas tagihan kepada negara baik secara langsung maupun melalui uang persediaan dengan dana yang diperolehnya melalui Daftar Isian Pelaksanaan dipersamakan. pengurusan keuangan negara disajikan pada gambar di bawah ini: Pusdiklatwas BPKP. Anggaran (DIPA) atau dokumen lain yang Secara lengkap.Sistem Administrasi Keuangan Negara I disetorkannya meskipun tidak ada uang yang harus disetor (tidak ada penerimaan). c.

Tahun 2007 30 . UMUM/ADM (Unsur Hak/Wewenang) P.Sistem Administrasi Keuangan Negara I PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA P. BK BK PENERIMA PENGELUAR AN AN disatukan di kementerian/lembaga Tersebar di kementerian/lembaga Pusdiklatwas BPKP. KHUSUS (Unsur Kewajiban) OTORISATOR ORDONATOR BENDAHARA SEMUA MENTERI/ SEMUA MENTERI/ LPND LPND BUN/ MENTERI KEU.

b.Tahun 2007 31 . menteri/pimpinan lembaga memiliki wewenang: a. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dari kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan negara. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. h. b. j.Sistem Administrasi Keuangan Negara I D. c. g. e. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik negara. menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara. mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran. mengawasi pelaksanaan anggaran. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang. KEWENANGAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA 1. d. f. menggunakan barang milik negara. Pengguna Anggaran Menteri/pimpinan pengguna barang lembaga adalah pengguna anggaran/ yang bagi kementerian negara/lembaga dipimpinnya. menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang. i. 2. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran. Bendahara Umum Negara (BUN) Menteri keuangan selaku wewenang: a. Sebagai pengguna anggaran. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran. Bendahara Umum Negara memiliki Pusdiklatwas BPKP.

investasi yang dimaksud adalah pembelian Surat Utang Negara (SUN). q. g. h. p. menetapkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan negara. Tugas kebendaharaan dimaksud Pusdiklatwas BPKP. dan s. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum negara. melakukan pemerintah. menyimpan uang negara. mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I c.Tahun 2007 32 . menyajikan informasi keuangan negara. melakukan penagihan piutang negara. k. m. memberikan pinjaman atas nama pemerintah. j. menunjuk bank dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran anggaran negara. menunjuk pejabat Kuasa Bendahara Umum Negara. Dalam rangka pengelolaan kas. menempatkan uang negara dan mengelola/menatausahakan investasi. r. i. melakukan pengelolaan utang dan piutang negara. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang ditetapkan. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan anggaran negara. l. f. e. menetapkan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta pinjaman dan memberikan jaminan atas nama penghapusan barang milik negara. menentukan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dalam rangka pembayaran pajak. o. melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara. d. menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara. n.

Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban: a. Kuasa Bendahara Umum Negara melaksanakan penerimaan dan pengeluaran kas negara sekaligus melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara. kebendaharaan dimaksud meliputi kegiatan menerima. memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan anggaran dan b. menyetor/membayar/menyerahkan.Tahun 2007 33 . pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa. menatausahakan. membayar atau menyerahkan. melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran. bendahara Persyaratan diatur oleh pengangkatan Pusdiklatwas BPKP. kegiatan perdagangan. 3. dan mempertanggungjawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. menyimpan. dan mempertanggungjawabkan penerimaan/pengeluaran uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan dan pembinaan karier tersebut. menyimpan. baik secara langsung maupun tidak langsung. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional dan tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kuasa Bendahara Umum Negara. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran Menteri/pimpinan lembaga mengangkat Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran untuk melaksakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan anggaran belanja pada kantor/satuan kerja kerja di lingkungan kementerian Tugas negara/lembaga/satuan perangkat daerah. menatausahakan. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dilarang melakukan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I meliputi kegiatan menerima.

. tugas fungsional dan tugas struktural d. E. pencarian sumber pembiayaan yang paling murah dan pemanfaatan dana yang menganggur d. Fungsi perbendaharaan dirasakan semakin penting dalam rangka efisiensi pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah yang terbatas. a. pemegang kewenangan administratif dan pemegang kewenangan kebendaharaan b. melakukan pembayaran atas tagihan pihak ketiga c...Sistem Administrasi Keuangan Negara I Bendahara Umum Negara selaku Pembina Nasional Jabatan Fungsional Bendahara. Fungsi perbendaharaan tersebut adalah . perencanaan kas yang baik b. memerintahkan pembayaran atau menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran Pusdiklatwas BPKP. a. semua jawaban di atas benar 2. kewenangan pengeluaran c.. tugas-tugas operasional dan tugas pembantuan 3. LATIHAN SOAL 1... Untuk meningkatkan akuntabilitas dan menjamin terselenggaranya saling uji dalam proses pelaksanaan anggaran perlu dilakukan pemisahan secara tegas antara . a.... melakukan perikatan atau tindakan yang mengakibatkan bendahara umum dan bendahara khusus penerimaan dan/atau pengeluaran b.Tahun 2007 34 . Kegiatan yang bukan merupakan kewenangan administratif adalah . melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan pihak ketiga d. pencegahan agar tidak terjadi kebocoran dan penyimpangan c.

menteri koordinator bidang ekuin c.. pengawas keuangan c. a... ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan 5. kasir b... dan menerbitkan Surat Perintah Menagih dan atau Surat Perintah membayar d. Bank Indonesia sebagai pemegang rekening kas negara 6..Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. kewenangan ordonancering diserahkan kepada . 1 Tahun 2004. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) adalah pengelola keuangan dalam arti seutuhnya. Berdasarkan ketentuan UU No. manajer keuangan d. Kewenangan yang semula berada pada menteri keuangan dan setelah berlakunya undang-undang yang baru dipindahkan menjadi kewenangan menteri teknis adalah kewenangan . 17 Tahun 2003 dan UU No. mengelola barang milik negara/daerah Pusdiklatwas BPKP.. a. menteri keuangan b. untuk menguji.Tahun 2007 35 . selaku Bendahara Umum Negara b. Dalam hal ini fungsi menteri keuangan adalah sebagai . mengambil tindakan yang berakibat penerimaan dan atau pengeluaran negara c.. a.. membebankan. kementerian teknis masing-masing d.

penyusunan RAPBN oleh pemerintah. 4.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB IV PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. sampai dengan penetapannya oleh lembaga legislatif. Pusdiklatwas BPKP. Sedangkan siklus anggaran lebih dari satu tahun. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan mekanisme dan penyusunan anggaran berbasis kinerja. sejak penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). A. 2. penyampaian RAPBN kepada DPR/pengesahannya. pelaksanaan APBN oleh pemerintah. persetujuan RUU PAN menjadi UU PAN oleh DPR.Tahun 2007 36 . yaitu jangka waktu berputarnya anggaran yang dimulai dari saat penyusunan RAPBN sampai dengan saat Perhitungan Anggaran Negara (PAN) disahkan menjadi Undang-Undang PAN. Jangka waktu/masa siklus anggaran lebih panjang daripada jangka waktu/masa tahun anggaran. 6. 3. UMUM Penyusunan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan tahap awal dari suatu siklus anggaran. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Negara (RKA-KL). 5. tahap-tahap siklus anggaran dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang bersangkutan. pertanggungjawaban/Perhitungan Anggaran Negara (PAN). pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPK. Secara garis besar.

penerapan penganggaran berbasis kinerja (ABK). penerapan kerangka pengeluaran jangka menengah. dan 3. Berkaitan dengan fungsi penganggaran pemerintah. penganggaran mempunyai tiga tujuan utama yaitu: 1. penerapan penganggaran terpadu.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan APBN sesuai dengan Undang-Undang tentang Keuangan Negara adalah sebagai berikut: 1. pengintegrasian penganggaran. Untuk mencapai tujuan penganggaran ini. penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem penyusunan anggaran. dilakukan dengan tiga pendekatan baru dalam penyusunan sistem penganggaran yaitu: 1. penyatuan anggaran dan 6.Tahun 2007 37 . pemanfaatan anggaran secara efektif dan efisien. Uraian secara rinci mengenai pendekatan baru dalam penganggaran adalah sebagai berikut: 1. Kementerian negara/lembaga mengajukan usulan anggaran untuk membiayai Pusdiklatwas BPKP. penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran. 2. 2. 4. 2. penyempurnaan klasifikasi anggaran. penegasan tujuan dan fungsi penganggaran pemerintah. 3. 5. stabilitas fiskal makro. Penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah Kerangka pengeluaran jangka menengah digunakan untuk mencapai disiplin fiskal secara berkelanjutan. dan 3. alokasi sumber daya sesuai prioritas.

fungsi. kegiatan. dan jenis belanja. Tingkat kegiatan yang direncanakan dan standar biaya yang ditetapkan pada awal siklus tahunan penyusunan anggaran menjadi Pusdiklatwas BPKP. standar biaya. Penerapan Penganggaran Terpadu Penyusunan anggaran terpadu dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan dokumen kementerian Rencana negara/lembaga Kerja dan untuk menghasilkan Kementerian Anggaran Negara/Lembaga (RKA-KL) dengan klasifikasi anggaran belanja menurut organisasi. 3. program.Tahun 2007 38 . Dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja.Sistem Administrasi Keuangan Negara I program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan dan menyampaikan prakiraan maju yang merupakan implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanaan program dan kegiatan tersebut pada tahun berikutnya. termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut. dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan. Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan. 2. Prakiraan maju yang diusulkan kementerian negara/lembaga disetujui oleh presiden dalam keputusan presiden tentang rincian APBN untuk menjadi dasar bagi penyusunan usulan anggaran kementerian negara/lembaga pada tahun anggaran berikutnya setelah tahun anggaran yang sedang disusun. Penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (ABK) Penerapan penyusunan anggaran berbasis kinerja menekankan pada ketersediaan rencana kerja yang benar-benar mencerminkan komitmen kementerian negara/lembaga sebagai bagian dari proses penganggaran.

Tahun 2007 39 . evaluasi kinerja kegiatan. Pusdiklatwas BPKP. b. c. Dalam rangka penerapan anggaran berbasis kinerja. Perubahan dalam pengelompokan transaksi pemerintah tersebut dimaksudkan untuk: a. c. Sejalan dengan upaya untuk menerapkan secara penuh anggaran berbasis kinerja di sektor publik. baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus bagi pemerintah pusat. Standar biaya. ditetapkan oleh menteri keuangan setelah berkoordinasi dengan kementerian negara/lembaga terkait. perlu dilakukan perubahan klasifikasi anggaran agar sesuai dengan klasifikasi yang digunakan secara internasional. Kementerian negara/lembaga melakukan evaluasi kinerja kegiatan satuan kerja kementerian negara/lembaga setiap tahun berdasarkan sasaran dan/atau standar kinerja kegiatan yang telah ditetapkan sebagai umpan balik bagi penyusunan RKA-KL tahun berikutnya. kementerian negara/lembaga melaksanakan pengukuran kinerja. Kementerian negara/lembaga melakukan evaluasi kinerja program sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun berdasarkan sasaran dan/atau standar kinerja yang telah ditetapkan. memudahkan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja. memberikan gambaran yang objektif dan proporsional mengenai kegiatan pemerintah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dasar dalam menentukan anggaran untuk tahun anggaran yang direncanakan dan prakiraan maju bagi program yang bersangkutan. menjaga konsistensi dengan standar akuntansi sektor publik. dan evaluasi kinerja program adalah sebagai berikut: a. b. Pengaturan mengenai pengukuran kinerja. memudahkan penyajian dan meningkatkan kredibilitas statistik keuangan pemerintah. dan d.

Elemen-elemen tujuan penganggaran ini perlu dikelola dengan baik agar ketiganya dapat saling mendukung. dalam pelaksanaannya telah menimbulkan peluang terjadinya duplikasi. Pengelompokan dalam anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan yang semula bertujuan untuk memberikan penekanan pada arti pentingnya pembangunan. RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) 1. Untuk itu. penumpukan. anggaran belanja pemerintah dikelompokkan atas anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan. rencana kerja dan pendanaannya. tetapi juga untuk menjalankan fungsi pemerintah sebagai penentu kebijakan dengan menetapkan kerangka regulasi guna mendorong partisipasi masyarakat. RKP dimaksudkan sebagai upaya pemerintah secara menyeluruh untuk mewujudkan tujuan bernegara. Sementara itu.Tahun 2007 40 . dan penyimpangan anggaran. prioritas pembangunan. Pengertian Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Pemerintah merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional. memuat rancangan kerangka ekonomi makro yang termasuk didalamnya arah kebijakan fiskal dan moneter. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Selama ini. RKP tidak hanya memuat kegiatan-kegiatan dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan publik. Pusdiklatwas BPKP. B. penuangan rencana pembangunan dalam suatu dokumen perencanaan nasional lima tahunan yang ditetapkan dengan undang-undang dirasakan tidak realistis dan semakin tidak sesuai dengan dinamika kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dalam era globalisasi.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Renja-KL disusun dengan berpedoman pada Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra-KL) dan mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif serta memuat kebijakan. RKP digunakan sebagai bahan pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran di DPR. Penyusunan RKP Ketentuan mengenai pokok-pokok penyusunan RKP adalah sebagai berikut: a. Hasil musyawarah perencanaan pembangunan digunakan untuk memutakhirkan Rancangan RKP yang akan dibahas dalam sidang kabinet untuk ditetapkan menjadi RKP dengan keputusan presiden paling lambat pertengahan bulan Mei. d. e.Tahun 2007 41 . Program dan kegiatan dalam RKP disusun dengan pendekatan berbasis kinerja. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKP antara lain: a. Dalam hal RKP yang ditetapkan berbeda dengan hasil pembahasan dengan DPR. program. Pusdiklatwas BPKP. c. pemerintah menggunakan RKP hasil pembahasan dengan DPR. b. Dasar penyusunan RKP adalah Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga (Renja-KL) dan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) provinsi. kabupaten. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. dan kegiatan pembangunan. dan penganggaran terpadu. dan kota sebagai bahan masukan. kerangka pengeluaran jangka menengah. Kementerian Perencanaan melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan untuk menyelaraskan antar Renja-KL dan antara kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang tercantum dalam Renja-KL dengan Rancangan RKPD.

Proses top-down merupakan langkah-langkah penyampaian batasan umum oleh lembaga-lembaga pusat (central agency) yaitu kementerian keuangan dan kementerian perencanaan pembangunan nasional kepada kementerian negara/lembaga tentang Pusdiklatwas BPKP. dan kementerian negara/lembaga terkait.Tahun 2007 42 . Sebagai suatu rencana kerja. dan/atau 2) kerangka pelayanan umum dan investasi pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat.Sistem Administrasi Keuangan Negara I b. sebagai dokumen perencanaan. 3. Inilah karakteristik yang mendasar dalam RKP. Ciri Penyusunan RKP Hal-hal yang baru dalam penyusunan RKP adalah proses penyusunannya memiliki tiga ciri baru yaitu: Pertama. c. program dan kegiatan yang termuat dalam RKP sudah bersifat terukur (measureable) karena harus sudah memperhitungkan ketersediaan anggaran. Sebagai bahan masukan dalam penyusunan RKP digunakan Standar Pelayanan Minimum. penegasan cakupan isi proses “top-down” dan “bottom-up”. RKP tidak lagi memuat daftar panjang usulan kegiatan kementerian negara/lembaga yang selama ini lebih dianggap sebagai “daftar keinginan” yang belum tentu dapat dilaksanakan. mendorong. maupun mengatur kegiatan pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh masyarakat. Program dalam RKP terdiri dari kegiatan yang berupa: 1) kerangka regulasi yang bertujuan untuk memfasilitasi. melalui koordinasi dengan kementerian perencanaan. Artinya. kementerian keuangan. d. Standar Pelayanan Minimum disusun oleh kementerian negara/lembaga yang fungsinya mengatur dan/atau melaksanakan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Ketiga. Rancangan disampaikan kembali kepada central agency untuk selanjutnya diserasikan secara nasional. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL) 1. proses penyusunan RKP adalah juga proses penyatuan persepsi kementerian negara/lembaga tentang prioritas pembangunan nasional dan konsekuensi rencana anggarannya sebagai persiapan pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga di Dewan Perwakilan Rakyat. C. Pengertian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) RKA-KL adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan suatu kementerian negara/lembaga yang merupakan penjabaran dari Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan Pusdiklatwas BPKP. Tujuan yang ingin dicapai adalah agar kegiatan pemerintah pusat di daerah terdistribusi secara adil dan dapat menciptakan sinergi secara nasional. Di dalam batasan ini.Sistem Administrasi Keuangan Negara I penyusunan rencana kerja. sebagai tindak lanjut kebijakan desentralisasi maka kegiatan pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu perhatian utama.Tahun 2007 43 . Batasan umum ini mencakup prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif. Kedua. Untuk mencapai tujuan ini. Inilah inti proses bottom-up. kementerian negara/lembaga diberi kekuasaan untuk merancang kegiatan-kegiatan pembangunan pembangunan yang demi pencapaian sasaran ini nasional telah disepakati. maka dalam rangka penyusunan RKP dilaksanakan musyawarah perencanaan baik antar kementerian negara/lembaga maupun antara kementerian negara/lembaga dan pemerintah daerah provinsi.

misi. RKA-KL terdiri dari rencana kerja kementerian negara/lembaga dan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan rencana kerja tersebut.Tahun 2007 44 . b. RKA-KL meliputi seluruh kegiatan satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga termasuk kegiatan dalam rangka dekonsentrasi dan tugas pembantuan. yaitu: kerangka pengeluaran jangka menengah. 2. serta sumber dan sasaran pendapatan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. Pendekatan penyusunan RKA-KL juga mengacu pada pendekatan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah. penganggaran terpadu dan penganggaran berbasis kinerja. hasil yang diharapkan. Proses penyusunan Pusdiklatwas BPKP. dan keluaran yang diharapkan c. d. Isi dan susunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a. program. tujuan. PROSES PENYUSUNAN RKA-KL RKA-KL memuat kebijakan. Di dalam anggaran yang direncanakan. maka efektivitas dan efiensi pemanfaatan dana yang disediakan dalam RKA-KL sebagian besar ditentukan pada proses penyusunan RKA-KL yang bersangkutan. prakiraan maju untuk tahun berikutnya. dan kegiatan yang dilengkapi sasaran kinerja dengan menggunakan pagu indikatif untuk tahun anggaran yang sedang disusun dan prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya. program. kebijakan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dalam satu tahun anggaran serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya. diuraikan biaya untuk masing-masing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang direncanakan yang dirinci menurut jenis belanja. Di dalam Rencana Kerja diuraikan visi. Memperhatikan peranan RKA-KL sebagai dokumen anggaran. kegiatan.

Hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a. Proses rinci penyusunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a. menyesuaikan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja–KL) menjadi RKA-KL yang dirinci menurut unit organisasi dan kegiatan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dokumen bersama anggaran antara tersebut dilaksanakan keuangan melalui dan penelaahan kementerian kementerian negara/lembaga teknis. Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan RKA-KL ditetapkan oleh menteri perencanaan. Kementerian negara/lembaga menyusun RKA-KL untuk tahun anggaran yang sedang disusun mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif yang ditetapkan dalam surat edaran bersama menteri perencanaan pembangunan nasional dan menteri keuangan. d. Kementerian perencanaan menelaah rencana kerja yang disampaikan kementerian negara/lembaga dengan kementerian keuangan. Kementerian negara/lembaga membahas RKA-KL tersebut bersama-sama dengan komisi terkait di DPR. b. Perubahan terhadap program melalui koordinasi kementerian negara/lembaga diusulkan oleh menteri/pimpinan lembaga terkait dan disetujui oleh kementerian perencanaan melalui koordinasi dengan kementerian keuangan. c. b. Menteri/pimpinan lembaga setelah menerima surat edaran menteri keuangan tentang pagu sementara bagi masing-masing program pada pertengahan bulan Juni. Hasil pembahasan RKA-KL tersebut disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 45 .

f. i. Keputusan presiden tentang rincian APBN tersebut menjadi dasar bagi masing-masing kementerian negara/lembaga untuk menyusun konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 46 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I Kementerian Perencanaan selambat-lambatnya pada pertengahan bulan Juli. RKA-KL yang telah disepakati DPR ditetapkan dalam keputusan presiden tentang rincian APBN selambat-lambatnya akhir bulan November. h. Konsep dokumen pelaksanaan anggaran disampaikan kepada menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara selambatlambatnya minggu kedua bulan Desember. c. j. Menteri keuangan menghimpun semua RKA-KL yang telah ditelaah. prakiraan maju yang telah disetujui tahun anggaran sebelumnya dan standar biaya yang telah ditetapkan. d. Nota Keuangan dan Rancangan APBN beserta himpunan RKA-KL yang telah dibahas disampaikan pemerintah kepada DPR selambat-lambatnya pertengahan bulan Agustus untuk dibahas bersama dan ditetapkan menjadi Undang-Undang APBN selambatlambatnya pada akhir bulan Oktober. e. Kementerian Keuangan menelaah kesesuaian antara RKA-KL hasil pembahasan bersama DPR dengan surat edaran menteri keuangan tentang pagu sementara. Kementerian Perencanaan menelaah kesesuaian antara RKA-KL hasil pembahasan bersama DPR dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Dokumen pelaksanaan anggaran disahkan oleh menteri keuangan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember. g. selanjutnya dituangkan dalam Rancangan APBN dan dibuatkan Nota Keuangan untuk dibahas dalam sidang kabinet.

Struktur APBN yang Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 47 . dan Program Strategi & Prioritas APBN Arah dan Kebijakan Umum RKA-KL Program & Kegiatan Unit Kerja Rancangan Anggaran K/L Rancangan APBN D. Tujuan. Kebijakan. STRUKTUR APBN APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang-undang. Sasaran. Tupoksi. Misi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Proses penyusunan rancangan APBN secara lengkap diuraikan pada gambar di bawah ini: Proses Penyusunan Rancangan APBN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG (RPJP) RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) Visi.

lingkungan hidup. Penerimaan pembiayaan b. ketertiban dan keamanan. hibah. dan belanja lain-lain. dan perlindungan sosial.Sistem Administrasi Keuangan Negara I sekarang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. dan jenis belanja. fungsi. Penerimaan bukan pajak c. Penerimaan pajak (termasuk pungutan bea masuk dan cukai) b. agama. ekonomi. belanja modal. Anggaran belanja a. Anggaran pendapatan a. subsidi. Rincian belanja negara menurut organisasi disesuaikan dengan susunan kementerian negara/lembaga pemerintahan pusat. pertahanan. belanja barang.Tahun 2007 48 . program-program tersebut dirinci lagi ke dalam Pusdiklatwas BPKP. pendidikan. Dalam rangka penyusunan anggaran berbasis prestasi kerja (kinerja) sebagaimana telah diuraikan di muka. Belanja pemerintah pusat b. Pembiayaan a. kesehatan. Pengeluaran pembiayaan Belanja negara dirinci menurut organisasi. pariwisata. penyusunan anggaran juga dikelompokkan menurut program-program yang telah ditetapkan pemerintah. Hibah 2. bunga. Selanjutnya. budaya. perumahan dan fasilitas umum. Rincian belanja negara menurut jenis belanja (sifat ekonomi) antara lain terdiri dari: belanja pegawai. Rincian belanja negara menurut fungsi antara lain terdiri dari: pelayanan umum. Belanja daerah dalam rangka perimbangan keuangan 3. bantuan sosial.

APBN disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara. tahun takwim d.. tahun anggaran b. ditetapkan sumbersumber pembiayaan untuk menutup defisit tersebut dalam undangundang tentang APBN. tahun fiskal c. E. pemerintah pusat dapat mengajukan rencana penggunaan surplus anggaran kepada Dewan Perwakilan Rakyat. jumlah pinjaman dibatasi Dalam hal anggaran diperkirakan surplus. Penyusunan Rancangan APBN tersebut berpedoman kepada RKP dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara. dan peningkatan jaminan sosial.Tahun 2007 49 . pengurangan utang. Defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan maksimal 60% dari PDB. Penggunaan surplus anggaran perlu mempertimbangkan prinsip pertanggungjawaban antar generasi dan diutamakan untuk: 1.. 3. Dalam menyusun APBN diupayakan agar belanja operasional tidak melampaui pendapatan dalam tahun anggaran yang bersangkutan. 2. pembentukan dana cadangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kegiatan-kegiatan yang dilengkapi dengan anggaran dan indikator keberhasilannya. Jangka waktu berputarnya oeh anggaran yang dimulai dari saat saat penyusunan anggaran pemerintah sampai dengan perhitungan anggaran negara menjadi undang-undang disebut . LATIHAN SOAL 1. a.. Dalam hal anggaran diperkirakan defisit. siklus anggaran Pusdiklatwas BPKP.

. kebijakan APBN yang dituangkan dalam program-program c.. ketiga jawaban di atas diatur dalam undang-undang tersebut sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem 3. Rencana kerja lanjutan dari pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya yang belum terselesaikan d. a. Arah dan kebijakan umum yang ditetapkan oleh DPR dan MPR 4. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) c. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) merupakan penjabaran dari . penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam penyusunan anggaran d.. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) b. Kerangka pelayanan umum dan investasi pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat termasuk dalam kelompok . kebijakan moneter b...Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2..Tahun 2007 50 . dalam Undang-Undang No. penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran b. a. kebijakan moneter dan fiskal Pusdiklatwas BPKP.. a.. Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan anggaran. kebijakan keuangan negara subsektor BUMN/BUMD d. pengintegrasian penganggaran c.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mengatur tentang ..

Ciri baru dalam penyusunan RKP adalah . dan keluaran yang diharapkan b... kegiatan pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu perhatian utama c. seluruh kegiatan satuan kerja di lingkungan kementerian/lembaga negara termasuk kegiatan dalam rangka desentralisasi dan tugas pembantuan d. kebijakan. misi. ketiganya adalah ciri utama proses penyusunan RKP 6. penegasan cakupan isi proses top-down dan bottom-up b. prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya c. program. tujuan. dalam rangka desentralisasi. kegiatan. hasil yang diharapkan. uraian mengenai visi. dirinci menurut jenis biaya. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) terdiri dari hal-hal sebagai berikut . proses penyatuan persepsi kementerian/lembaga tentang prioritas pembangunan nasional dan konsekuensi anggarannya d... ketiga jawaban di atas dicakup seluruhnya dalam RKA-KL Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 5.. a. biaya untuk masing-masing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang direncanakan. a.Tahun 2007 51 ..

A.Tahun 2007 52 . badan layanan umum. Pusdiklatwas BPKP. utang dan piutang. pembayaran untuk tunggakan yang menjadi beban kementerian negara/lembaga. Setelah APBN ditetapkan dengan undangundang. alokasi anggaran untuk kantor pusat dan kantor daerah kementerian negara/lembaga. investasi. pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan keputusan presiden sebagai pedoman bagi kementerian negara/lembaga dalam pelaksanaan anggaran. Penuangan dalam keputusan presiden tersebut terutama menyangkut hal-hal yang belum diperinci di dalam undangundang APBN. serta menjelaskan mekanisme pelaksanaan APBN yang meliputi pengelolaan: pendapatan dan belanja negara. pembayaran gaji dalam belanja pegawai. 3. 2. UMUM Ketentuan mengenai pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang lebih banyak menyangkut hubungan administratif antar kementerian negara/lembaga di lingkungan pemerintah. antara lain: 1. uang. dan penatausahaan APBN.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB V PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN) Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan dasar-dasar pengelolaan anggaran negara yang meliputi: ruang lingkup dan asas umum perbendaharaan. barang milik negara.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I Selain itu. Perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal. Untuk memberikan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan APBN. apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: 1. antar kegiatan. pemerintah pusat menyampaikan Laporan Realisasi APBN Semester Pertama kepada DPR pada akhir Juli tahun anggaran yang bersangkutan untuk dibahas bersama antara DPR dan pemerintah pusat. Dalam keadaan darurat. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan anggaran tahun berjalan. Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi. penuangan dimaksud meliputi pula alokasi dana perimbangan untuk provinsi/kabupaten/kota dan alokasi subsidi sesuai dengan keperluan perusahaan/badan yang menerima. 2. pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. Pengeluaran tersebut termasuk belanja untuk keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN yang Pusdiklatwas BPKP. Laporan Realisasi APBN Semester Pertama tersebut dilengkapi dengan prognosis untuk enam bulan berikutnya. yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan perubahan APBN dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran. disampaikan dalam laporan tersebut menjadi Informasi yang bahan evaluasi pelaksanaan APBN semester pertama dan penyesuaian/perubahan APBN pada semester berikutnya. Penyesuaian APBN dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan (APBN Perubahan) dibahas bersama DPR dengan pemerintah pusat dalam rangka penyusunan prakiraan perubahan atas APBN tahun anggaran yang bersangkutan.Tahun 2007 53 . 4. Perkembangan ekonomi makro yang tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam APBN. dan antar jenis belanja. 3.

11. 9. 7. dan 12. kebijakan. 6. RUANG LINGKUP DAN ASAS UMUM PERBENDAHARAAN NEGARA Ruang lingkup perbendaharaan negara meliputi: 1.Tahun 2007 54 . Setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat meliputi hal-hal pengeluaran atas beban APBN jika anggaran untuk membiayai pengeluaran tersebut tidak tersedia atau tidak cukup tersedia. pengelolaan kas. 4. penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bersangkutan. 10. pelaksanaan pendapatan dan belanja daerah. Pemerintah pusat mengajukan rancangan undang-undang tentang perubahan APBN tahun telah anggaran dibahas yang untuk bersangkutan mendapatkan berdasarkan perubahan yang persetujuan DPR sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir. 3. Pusdiklatwas BPKP.pengelolaan badan layanan umum (BLU).perumusan standar. 2. 8. 2. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. 5. pengelolaan piutang dan utang negara/daerah. Asas umum mengenai perbendaharaan negara sebagai berikut: 1.penyelesaian kerugian negara/daerah. pelaksanaan pendapatan dan belanja negara. serta sistem dan posedur yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD. pengelolaan investasi dan barang milik negara/daerah. Undang-undang tentang APBN merupakan dasar bagi pemerintah pusat untuk melakukan penerimaan dan pengeluaran negara. B. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran daerah. penyelenggaraan akuntansi dan sistem informasi manajemen keuangan negara/daerah.

Anggaran untuk membiayai pengeluaran yang sifatnya mendesak dan/atau tidak terduga disediakan dalam bagian anggaran tersendiri yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. dibiayai dengan APBN. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. Pusdiklatwas BPKP. sedang bunga dikenakan kepada pemerintah atas keterlambatan pembayaran. hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. C. termasuk subsidi dan bantuan lainnya yang sesuai dengan program pemerintah pusat. c. 5. Tahun Anggaran Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang bersangkutan.Tahun 2007 55 . APBN dalam satu tahun anggaran meliputi: a. b. Semua pengeluaran negara. Program pemerintah pusat dimaksud diusulkan di dalam rancangan undang-undang tentang APBN serta disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara dengan berpedoman kepada rencana kerja pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan negara. PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA 1. 4. Kelambatan pembayaran atas tagihan yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN/APBD dapat mengakibatkan pengenaan denda dan/atau bunga. Denda dikenakan kepada penyedia barang/jasa atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

dan pendapatan yang diperkirakan (anggaran berbasis kinerja). Pada dokumen pelaksanaan anggaran tersebut dilampirkan rencana kerja dan anggaran badan layanan umum (BLU) dalam kementerian negara/lembaga negara yang bersangkutan. 3. Dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan disampaikan kepada menteri/pimpinan lembaga. Kuasa Bendahara Umum Negara.Tahun 2007 56 . program.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Semua penerimaan dan pengeluaran negara dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara dengan menggunakan sistem giral. Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Setiap kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang mempunyai sumber pendapatan wajib mengintensifkan perolehan pendapatan yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya. rincian kegiatan. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Setelah APBN ditetapkan. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran. Penerimaan harus disetor seluruhnya ke kas negara/daerah pada waktunya yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah. fungsi. rencana penarikan dana tiap-tiap satuan kerja. Pusdiklatwas BPKP. Di dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) tersebut. Menteri/pimpinan anggaran (DIPA) lembaga untuk menyusun kementerian dokumen pelaksanaan yang negara/lembaga dipimpinnya berdasarkan alokasi anggaran yang ditetapkan oleh presiden. 2. dan Badan Pemeriksa Keuangan. Menteri Keuangan memberitahukan kepada semua menteri/pimpinan lembaga agar menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk masing-masing kementerian negara/lembaga. diuraikan sasaran yang hendak dicapai.

dan e. c. meneliti tersedianya dana yang bersangkutan. 4. ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang oleh negara adalah hak negara sehingga harus disetor seluruhnya ke kas negara/daerah. dan memerintahkan pembayaran tagihan-tagihan atas beban APBN. Anggaran/Kuasa Anggaran membebankan pada mata anggaran yang telah disediakan. Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran berwenang: a. memerintahkan pembayaran atas beban APBN.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Penerimaan kementerian negara/lembaga/satuan kerja tidak boleh digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut. sebagaimana Pengguna tersebut Untuk keperluan dalam dokumen Pengguna Anggaran/Kuasa Anggaran berwenang mengadakan ikatan/perjanjian dengan pihak lain dalam batas anggaran Pengguna yang telah ditetapkan. meneliti kebenaran dokumen yang menjadi persyaratan atau kelengkapan sehubungan dengan ikatan/perjanjian pengadaan barang/jasa. membebankan pengeluaran sesuai dengan mata anggaran pengeluaran yang bersangkutan. b. berhak untuk Pengguna menguji. potongan.Tahun 2007 57 . Pusdiklatwas BPKP. d. menguji kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih. Penerimaan berupa komisi. Pelaksanaan Anggaran Belanja Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut dalam dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan. pelaksanaan pelaksanaan kegiatan anggaran.

Bendahara Pengeluaran melaksanakan pembayaran dari uang persediaan yang dikelolanya setelah: a. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBN yang tercantum dalam perintah pembayaran. e. memerintahkan pencairan dana sebagai dasar pengeluaran negara. d. Pembayaran atas tagihan yang menjadi beban APBN dilakukan oleh Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. b. Pembayaran atas beban APBN tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima. Dalam rangka pelaksanaan pembayaran. kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dapat diberikan uang persediaan (UP) yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti yang dimaksud. Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara memiliki kewajiban sebagai berikut: a. apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 58 . menolak pencairan dana. c. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.

Tahun 2007 59 . dan c. Bendahara Umum Negara dapat membuka rekening pada lembaga keuangan lainnya. Dalam pelaksanaan operasional penerimaan dan pengeluaran negara. Bendahara Umum Negara dapat membuka Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran pada bank umum dengan mempertimbangkan asas kesatuan kas dan asas kesatuan perbendaharaan. Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. Pengelolaan Kas Umum Negara Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang mengatur dan menyelenggarakan rekening pemerintah. D. menteri keuangan membuka Rekening Kas Umum Negara. PENGELOLAAN UANG 1.Sistem Administrasi Keuangan Negara I b. Saldo Rekening Penerimaan setiap akhir hari kerja wajib disetorkan seluruhnya ke Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Uang negara disimpan dalam Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Dalam hal tertentu. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. menguji kebenaran perhitungan tagihan yang tercantum dalam perintah pembayaran. Dalam rangka penyelenggaraan rekening pemerintah. Dalam hal kewajiban penyetoran tersebut Pusdiklatwas BPKP. Pengecualian dari ketentuan dimaksud diatur dalam peraturan pemerintah. Uang negara dimaksud adalah uang milik negara yang meliputi rupiah dan valuta asing. serta optimalisasi pengelolaan kas. Rekening Penerimaan digunakan untuk menampung penerimaan negara setiap hari. Bendahara Pengeluaran wajib menolak perintah bayar dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran apabila persyaratan tersebut di atas tidak dipenuhi.

Jumlah dana yang disediakan pada Rekening Pengeluaran dimaksud disesuaikan dengan rencana pengeluaran untuk membiayai kegiatan pemerintah yang telah ditetapkan dalam APBN. Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dimaksud didasarkan pada ketentuan yang berlaku pada bank umum yang bersangkutan. Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh pemerintah merupakan pendapatan negara/daerah. yaitu keadaan belum tersedianya layanan perbankan di suatu tempat yang menjamin kelancaran pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. Rekening Pengeluaran pada bank umum diisi dengan dana yang bersumber dari Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dapat menunjuk badan lain untuk melaksanakan penerimaan dan/atau pengeluaran negara untuk mendukung kegiatan operasional kementerian negara/lembaga. dan/atau jasa giro serta biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank sentral. tingkat bunga.Tahun 2007 60 . Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dibebankan pada belanja negara/daerah. Dalam hal tertentu. Bendahara Umum Negara mengatur penyetoran secara berkala. terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugas pokok dan Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I secara teknis belum dapat dilakukan setiap hari. Pemerintah pusat/daerah berhak memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank umum. Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh pemerintah pusat/daerah dimaksud didasarkan pada tingkat suku bunga dan/atau jasa giro yang berlaku. Pemerintah pusat memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank sentral. ditetapkan berdasarkan kesepakatan Gubernur Bank Sentral dengan menteri keuangan. Jenis dana.

b. Sedangkan reputasi dinilai berdasarkan perkembangan kinerja badan hukum yang bersangkutan sekurang-kurangnya tiga tahun terakhir. Pusdiklatwas BPKP. permodalan. Penunjukan badan lain dilakukan dalam suatu kontrak kerja dan dilakukan secara tertib. Pedoman lebih lanjut mengenai pengelolaan uang negara sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan pemerintah ditetapkan oleh menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I fungsi kementerian negara/lembaga.Tahun 2007 61 . menyampaikan laporan bulanan atas pelaksanaan penerimaan dan/atau pengeluaran yang dilakukannya. dan sarana penunjang layanan yang diperlukan. taat pada peraturan perundang-undangan. efektif. menyampaikan laporan secara berkala kepada Bendahara Umum Negara mengenai pelaksanaan penerimaan dan/atau pengeluaran sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Badan lain tersebut adalah badan hukum di luar lembaga keuangan yang memiliki kompetensi dan reputasi yang baik untuk melaksanakan fungsi penerimaan dan pengeluaran negara. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta mengutamakan badan hukum di luar lembaga keuangan yang sebagian besar atau seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Badan lain yang ditunjuk berkewajiban: a. jaringan. Laporan dimaksud disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kompetensi dimaksud meliputi keahlian. transparan. efisien. ekonomis.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga/kantor/ satuan kerja. Sehubungan dengan itu. Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/atau penutupan rekening kas negara. Pelaksanaan Penerimaan Negara oleh Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan penerimaan di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah memperoleh persetujuan dari Bendahara Umum Negara. Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara penerimaan untuk menatausahakan penerimaan negara di lingkungan kementerian negara/lembaga. Pembukaan rekening dapat dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk. Dalam rangka pengelolaan kas. 3. diperlukan pembukaan rekening untuk penyimpan uang persediaan sebelum dibayarkan kepada yang berhak.Tahun 2007 62 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Tata cara pembukaan rekening serta penggunaan dan mekanisme pertanggungjawaban uang persediaan ditetapkan oleh Pusdiklatwas BPKP. Pengelolaan Uang Persediaan untuk Keperluan Negara/Lembaga/Satuan Kerja Menteri/pimpinan lembaga dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. di lingkungan kementerian negara/lembaga dapat diberi persediaan uang kas (UP) yang dikelola oleh bendahara Kementerian pengeluaran untuk keperluan pembayaran yang tidak dapat dilakukan langsung oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada pihak yang menyediakan barang dan/atau jasa.

b. Hak mendahulu adalah hak menagih piutang negara yang menurut peraturan perundang-undangan yang tersebut diatur dengan Pusdiklatwas BPKP. dan kekayaan negara wajib mengusahakan agar setiap piutang negara diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. Piutang negara yang tidak dapat diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. diselesaikan berlaku. mempunyai hak mendahulu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/atau penutupan rekening uang persediaan. Uraian lebih lanjut mengenai pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara dibahas pada modul Pedoman Pelaksanaan Anggaran (PPA) I. PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG 1.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Bendahara Umum Negara sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai pengelolaan uang negara. Piutang negara jenis tertentu antara lain piutang pajak dan piutang yang diatur dalam undang-undang tersendiri. belanja. yang antara lain menyatakan sebagai berikut: a. Pengelolaan Piutang Pengelolaan piutang negara diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara mulai pasal 33 sampai dengan pasal 37. c. Setiap pejabat yang diberi kuasa untuk mengelola pendapatan. E. Tata cara pemberian pinjaman atau hibah peraturan pemerintah. Dalam rangka pengelolaan kas. Pemerintah pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada pemerintah daerah/Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah serta kepada lembaga asing sesuai dengan yang tercantum/ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN.Tahun 2007 63 .

00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp100.000.000. sebelum dilakukan pembayaran kepada kreditor lainnya. Penyelesaian Piutang Negara yang Tidak Disepakati Penyelesaian piutang negara yang timbul sebagai akibat hubungan keperdataan dapat dilakukan melalui perdamaian.000.Tahun 2007 64 . presiden.000.000.00 (seratus miliar rupiah).Sistem Administrasi Keuangan Negara I mendapat prioritas utama (harus didahulukan). Penyelesaian piutang yang menyangkut piutang negara ditetapkan oleh: a.000. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati tidak lebih dari Rp10. kecuali mengenai piutang negara yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang. presiden.00 (seratus miliar rupiah). setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.000. Bagian piutang yang tidak disepakati adalah selisih antara jumlah tagihan piutang menurut pemerintah dengan jumlah kewajiban yang diakui oleh debitur.000. 3.000. kecuali mengenai piutang negara/daerah yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp10.000.00 (sepuluh miliar rupiah). 2. c. dilakukan dengan menghapuskan Penghapusan secara bersyarat piutang negara/daerah dari pembukuan pemerintah pusat/daerah tanpa menghapuskan hak tagih Pusdiklatwas BPKP.000. b. Penghapusan Piutang Negara Piutang negara/daerah dapat dihapuskan secara mutlak atau bersyarat dari pembukuan pemerintah pusat/daerah.000. menteri keuangan.

000. c.000.00 (seratus miliar rupiah).000. ditetapkan oleh: a.000.00 (seratus miliar rupiah).000. Sedangkan penghapusan secara mutlak dilakukan dengan menghapuskan hak tagih negara/daerah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara/daerah.000. 4. presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk jumlah lebih dari Rp100.000.Tahun 2007 65 . Pusdiklatwas BPKP. Utang/hibah dimaksud dapat diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah/BUMN/BUMD.00 (sepuluh miliar rupiah). Tata cara pengadaan utang dan/atau penerimaan hibah baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri serta penerusan utang atau hibah luar negeri kepada pemerintah daerah/BUMN/BUMD.000.000.000. b. menteri keuangan untuk jumlah sampai dengan Rp10. Penghapusan secara mutlak atau bersyarat sepanjang menyangkut piutang pemerintah pusat.000. diatur dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2006 Tentang Tatacara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri. Biaya berkenaan dengan proses pengadaan utang atau hibah tersebut dibebankan pada anggaran belanja negara. presiden untuk jumlah lebih dari Rp10. Pengelolaan Utang Menteri Keuangan dapat menunjuk pejabat yang diberi kuasa atas nama Menteri Keuangan untuk mengadakan utang negara atau menerima hibah yang berasal dari dalam negeri ataupun dari luar negeri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undangundang APBN.000.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100.

Kedaluwarsa dihitung sejak tanggal 1 Januari tahun berikutnya. b. Ketentuan kedaluwarsa dimaksud tidak berlaku untuk pembayaran kewajiban bunga dan pokok pinjaman negara. G. surat utang. Kedaluwarsa dimaksud tertunda apabila pihak yang berpiutang mengajukan tagihan kepada negara sebelum berakhirnya masa kedaluwarsa. dan investasi langsung.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 5. kecuali ditetapkan lain oleh undang-undang. PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA 1. F. PENGELOLAAN INVESTASI Pemerintah dapat melakukan investasi jangka panjang untuk memperoleh manfaat ekonomi.Tahun 2007 66 . Kepala kantor Pusdiklatwas BPKP. sosial dan/atau manfaat lainnya. Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan wakil dari negara/daerah/swasta ditetapkan dengan peraturan pemerintah pusat dalam kepemilikan aset negara mengatur pengelolaan barang milik negara. Investasi dan penyertaan modal pemerintah pusat pada perusahaan pemerintah. Ketentuan Umum Pengelolaan Barang Milik Negara Pokok-pokok pengurusan barang milik negara/daerah antara lain sebagai berikut: a. Investasi tersebut dilakukan dalam bentuk saham. Kedaluwarsa Hak Tagih Utang Negara Hak tagih mengenai utang atas beban negara kedaluwarsa setelah lima tahun sejak utang tersebut jatuh tempo. Menteri/pimpinan lembaga adalah pengguna barang bagi kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya.

wajib diserahkan pemanfaatannya kepada Menteri Keuangan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pemerintahan negara. i. d. 2. 1 Tahun 2004 dinyatakan Pusdiklatwas BPKP. Demikian pula barang milik negara dilarang digadaikan atau dijadikan jaminan untuk mendapatkan jaminan. f. h. c. Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang wajib mengelola dan menatausahakan barang milik negara yang berada dalam penguasaannya dengan sebaik-baiknya. Barang milik negara yang berupa tanah yang dikuasai pemerintah pusat harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. Barang milik negara yang diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan negara tidak dapat dipindahtangankan. Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara dalam menetapkan ketentuan pelaksanaan pensertifikatan tanah yang dimiliki dan dikuasai pemerintah pusat berkoordinasi dengan lembaga yang bertanggung jawab di bidang pertanahan nasional.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dalam lingkungan kementerian negara/lembaga adalah Kuasa Pengguna Barang dalam lingkungan kantor yang bersangkutan. g.Tahun 2007 67 . Bangunan milik negara harus dilengkapi dengan bukti status kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib. Barang milik negara dilarang untuk diserahkan kepada pihak lain sebagai pembayaran atas tagihan kepada pemerintah pusat. Tanah dan bangunan milik negara yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan. Bendahara Barang atau Pejabat/Pegawai Pengurus Barang Milik Negara Walaupun dalam definisi bendahara sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1 ayat 14 Undang-Undang No. e.

Selanjutnya. dan membuat perhitungan/mempertanggungjawabkan barang-barang milik/kekayaan negara/daerah pada instansi/satker. Dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “bendahara barang” tidak dikenal lagi dan diganti menjadi “pejabat /pegawai pengurus barang milik negara”.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bahwa tanggung jawab pengurusan bendahara meliputi uang atau surat berharga atau barang-barang negara/daerah. baik barang-barang tersebut berada di dalam gudang maupun di tempat lain yang dikuasai negara/daerah. menyimpan. pejabat/pegawai pengurus barang milik negara mempunyai tugas untuk mengelola. 6 Tahun 2006 tersebut ada ketentuan yang menyebutkan pejabat yang identik dengan istilah bendahara barang yaitu pada pasal 6 yang menyatakan: menteri/pimpinan lembaga selaku pimpinan kementerian/lembaga adalah pengguna barang milik negara yang berwenang dan bertanggung jawab menetapkan kuasa pengguna barang dan menunjuk pejabat yang mengurus dan menyimpan barang milik negara. Pusdiklatwas BPKP. dalam pasal 78 ayat (2) dinyatakan: pejabat/pegawai selaku pengurus barang dalam melaksanakan tugas rutinnya diberikan tunjangan yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara/daerah yang diatur dengan peraturan menteri keuangan. istilah “bendahara barang” tidak ada lagi. tetapi dalam pengaturan selanjutnya. Dalam PP No. baik dalam Undang-Undang Perbendaharaan Negara maupun Peraturan Pemerintah No. Pada dasarnya.Tahun 2007 68 . mengeluarkan. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

000.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. Pemindahtanganan barang milik negara berupa tanah dan/atau bangunan hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan DPR. c.000.Tahun 2007 69 . kecuali tanah dan/atau bangunan yang: a.000. Pemindahtanganan Barang Milik Negara Pemindahtanganan barang milik negara dilakukan dengan cara dijual. diperuntukkan bagi kepentingan umum.000. diperuntukkan bagi pegawai negeri. Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan di atur sebagai berikut: a. d. harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen pelaksanaan anggaran. atau disertakan sebagai modal pemerintah. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis. Pusdiklatwas BPKP. c. e. sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota.00 (sepuluh miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.000. Bernilai lebih dari Rp10. Bernilai sampai dengan Rp10.000.000. dipertukarkan. dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan.00 (seratus miliar rupiah) harus dengan persetujuan DPR.000.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100.000. dihibahkan.00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan presiden. kecuali dalam hal tertentu yang akan diatur dengan peraturan pemerintah. Penjualan barang milik negara dilakukan dengan cara lelang.000. Bernilai lebih dari Rp100. b.000. b.000.

Larangan Penyitaan Uang dan Barang Milik Negara yang Dikuasai Negara dan/atau Terdapat larangan penyitaan oleh pihak manapun terhadap: a. Berbeda dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang asetnya merupakan kekayaan negara yang dipisahkan. e. barang milik pihak ketiga yang dikuasai oleh negara yaitu barang yang secara fisik dikuasai/digunakan/dimanfaatkan oleh pemerintah berdasarkan hubungan hukum yang dibuat antara pemerintah dan pihak ketiga. baik yang berada di instansi pemerintah maupun pada pihak ketiga. Hal ini merupakan pengecualian dari asas umum pengurusan keuangan Pusdiklatwas BPKP. yang diperlukan untuk penyelenggaraan tugas pemerintahan. BLU dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalan rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. c. d. barang bergerak milik negara. kekayaan BLU merupakan kekayaan negara yang tidak dipisahkan serta dikelola dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menyelenggarakan kegiatan BLU yang bersangkutan. uang yang harus disetor oleh pihak ketiga kepada negara. b. yang selanjutnya disebut BLU.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan layanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. barang tidak bergerak dan hak kebendaannya milik negara. uang atau surat berharga milik negara baik yang berada pada instansi pemerintah maupun pada pihak ketiga. PENGELOLAAN BADAN LAYANAN UMUM (BLU) Badan layanan umum. H.Tahun 2007 70 .

Kekhususan lainnya adalah bahwa BLU dapat memperoleh hibah atau sumbangan dari masyarakat atau badan lain. Status hukum BLU tidak terpisah dari instansi induknya dan beroperasi berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh instansi induk. memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktikpraktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan negara pada umumnya. BLU diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas. Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU).Tahun 2007 71 . BLU bertujuan untuk meningkatkan pelayanan umum kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. namun setiap BLU tetap diwajibkan untuk menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan. Untuk itu. dan penerapan praktik bisnis yang sehat. Pendapatan yang diperoleh BLU sehubungan dengan jasa layanan yang diberikan merupakan pendapatan negara/daerah. Kementerian jawab negara/lembaga/pemerintah atas pelaksanaan daerah tetap yang bertanggung kewenangan Pusdiklatwas BPKP. Laporan keuangan dan kinerja BLU disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja dari instansi induknya (kementerian/lembaga negara/pemerintah daerah). Walaupun ada kekhususan. termasuk perwujudan efisiensi dan efektivitas pelayanan masyarakat serta pengamanan aset negara yang dikelola oleh instansi terkait.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara yaitu asas spesialitas yang tidak membenarkan adanya kompensasi atau penggunaan langsung pendapatan untuk membiayai belanja negara.

aset. yang dapat diukur dalam satuan uang. dan barang. tagihan.Tahun 2007 72 . BLU mengelola penyelenggaraan layanan umum sejalan dengan praktik bisnis yang sehat tanpa mengutamakan pencarian keuntungan. merupakan entitas pelaporan yang tidak hanya wajib menyelenggarakan akuntansi. serta dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah dan diharapkan memberi manfaat ekonomi/sosial di masa depan. yang antara lain meliputi uang. kementerian peran negara/lembaga/pemerintah daerah harus menjalankan pengawasan terhadap kinerja layanan dan pelaksanaan kewenangan yang didelegasikan. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungannya. yang berada dalam tanggung jawabnya. I. Dimaksud dengan aset adalah sumber daya. dan ekuitas dana. Tiap-tiap kementerian negara/lembaga. PENATAUSAHAAN APBN 1. dan ekuitas dana. Akuntansi dimaksud digunakan untuk menyusun laporan keuangan pemerintah pusat sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). termasuk transaksi pendapatan dan belanja. Akuntansi Keuangan Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan. utang. utang. Oleh karena itu. investasi. tetapi Pusdiklatwas BPKP. Menteri/pimpinan lembaga/kepala satuan kerja selaku pengguna anggaran menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I didelegasikannya kepada BLU. Pejabat yang ditunjuk mengelola BLU bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan pemberian layanan umum yang didelegasikan kepadanya oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota. aset.

Peran dan tanggung jawab pengendalian internal pemerintah dipegang oleh: 1. 3. transparansi. Menteri/pimpinan menyelenggarakan lembaga sistem selaku pengguna anggaran/barang di bidang pengendalian internal pemerintahan masing-masing. dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH Dalam rangka meningkatkan kinerja. Sistem pengendalian yang dituangkan dalam peraturan pemerintah dimaksud dikonsultasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara dalam Bab X pasal 58 mengamanatkan keharusan pemerintah pusat maupun daerah untuk melaksanakan pengendalian internal pemerintah dengan sebaik-baiknya. Penatausahaan Dokumen Setiap orang dan/atau badan yang menguasai dokumen yang berkaitan dengan perbendaharaan negara wajib menatausahakan dan memelihara dokumen tersebut dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu undang-undang tentang kearsipan. 2. Presiden selaku kepala pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian internal (internal control system) di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh. Sistem peraturan pengendalian internal dimaksud ditetapkan internal dengan akan pemerintah. 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I juga wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. Sampai dengan saat selesainya Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 73 . Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelengarakan sistem pengendalian internal di bidang perbendaharaan. J. UU No.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I revisi modul ini... menteri /pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran b. membebankan dan menerbitkan SPM/SPN ) dilaksanakan oleh .Tahun 2007 74 . Pernyataan yang bukan merupakan wewenang dari menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) b. Peraturan Pemerintah mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah belum terbit.... Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara atau pengelola fiskal c. menteri keuangan bersama dengan menteri/pimpinan lembaga sesuai dengan kewenangannya d.. K. Pengurusan administrasi bidang ordonansering (menguji. a. Mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) b. LATIHAN SOAL 1. Pusdiklatwas BPKP.. menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara d. dan menetapkan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Negara adalah tanggung jawab/kewenangan dari . menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dan Dirjen Perbendaharaan Negara selaku Kuasa BUN.. adalah . menteri teknis/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran c. menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang c. a. Badan Pemeriksa Keuangan dan menteri keuangan 3. Badan Pemeriksa Keuangan sebagai lembaga yang bebas dan mandiri d. a. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran 2.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. menghilangkan dari pembukuan anggaran agar tidak terjadi selisih pembukuan yang berkepanjangan Pusdiklatwas BPKP. Hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah kekayaan bersih. presiden setelah mendapat persetujuan dari DPR 6. a.. Penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali.. d. Unsur yang merupakan ciri dari suatu sistem akuntansi pemerintah yang menggunakan basis akrual adalah: a. menteri teknis/pimpinan lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan c.. c. b.. Keputusan mengenai pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp10 milyar sampai dengan Rp100 milyar dilakukan oleh . baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.Tahun 2007 75 . menghapuskan piutang negara/daerah dengan menghapuskan hak tagih negara c. menteri teknis/pimpinan lembaga yang bersangkutan b. Kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang kekayaan bersih. menghapuskan piutang negara/daerah tanpa menghapuskan hak tagih negara b.. Penghapusan piutang secara mutlak dilakukan dengan cara . a. menghilangkan tagihan oleh negara karena suatu keadaan tertentu atas permohonan dari yang berhutang d. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara setelah mendapat persetujuan dari presiden d. ketiga unsur di atas semuanya adalah ciri basis akrual.. 5.

Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Laporan keuangan terutama digunakan untuk: 1. Pusdiklatwas BPKP. 2. 3. Membandingkan realisasi pendapatan. belanja. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. Menilai kondisi keuangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB VI PERTANGGUNGJAWABAN DAN PEMERIKSAAN PELAKSANAAN APBN Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. UMUM Salah satu upaya konkret untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah adanya laporan pertanggungjawaban pemerintah dalam bentuk laporan keuangan yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan. reviu intern laporan keuangan. A. 4. Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan. dan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. transfer. Membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundangundangan.Tahun 2007 76 . dan pembiayaan dengan anggaran yang telah ditetapkan.

B. 4. pemeriksaan oleh BPK diselesaikan selambatlambatnya dua bulan setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat. Catatan atas Laporan Keuangan. dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah. Neraca. 2. Laporan Realisasi Anggaran. 3. Ekuitas dana adalah Pusdiklatwas BPKP. Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan pemerintah yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. Selanjutnya. alokasi. Laporan Realisasi Anggaran selain menyajikan realisasi pendapatan dan belanja. LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH Laporan disampaikan pertanggungjawaban pemerintah berupa pelaksanaan keuangan APBN pokok yang yang laporan komponennya setidak-tidaknya terdiri dari: 1.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran menyusun laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBN pada kementerian negara/lembaga yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Presiden melalui Menteri Keuangan paling lambat dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. juga dilengkapi laporan kinerja keuangan dari setiap kementerian negara/lembaga.Tahun 2007 77 . Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber. yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan. Laporan keuangan pemerintah pusat yang telah diperiksa oleh BPK harus disampaikan kepada DPR selambat-lambatnya enam bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan. kewajiban. Laporan Arus Kas.

dan saldo akhir kas pemerintah selama periode tertentu. pembiayaan. investasi aset non keuangan. 2. penerimaan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan meterial kepada Pengguna Anggaran atas pelaksanaan kegiatan yang berada dalam penguasaannya. Informasi bertambah dan/atau berkurangnya kas diperoleh sehubungan dengan aktivitas operasional. tanggung jawab para pengelola keuangan negara diatur sebagai berikut: 1. Catatan atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan/dianjurkan untuk diungkapkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan agar laporan keuangan dapat disajikan secara wajar. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalan Laporan Realisasi Anggaran. dan Laporan Arus Kas. Laporan Arus Kas menggambarkan saldo awal. Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada presiden atas pelaksanaan kebijakan anggaran yang berada dalam penguasaannya.Tahun 2007 78 . Pusdiklatwas BPKP. pengeluaran. 3. dan transaksi non anggaran. Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang bertanggung dalam jawab atas pelaksanaan tentang kebijakan dari yang segi ditetapkan undang-undang APBN. Neraca. manfaat/hasil (outcome). Bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005.

surat berharga atau barang milik negara bertanggung jawab secara pribadi atas semua kekurangan yang terjadi dalam pengurusannya”. Selain itu. C. ditegaskan pula berlakunya prinsip yang berlaku universal bahwa “seseorang yang diberi wewenang untuk menerima. Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yang meliputi Pusdiklatwas BPKP. Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dalam undangundang tentang APBN. Kewajiban untuk mengganti kerugian keuangan negara oleh para pengelola keuangan negara dimaksud merupakan unsur pengendalian internal yang andal.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. Bendahara penerimaan/bendahara pengeluaran bertanggung jawab secara fungsional atas pengelolaan uang yang menjadi tanggung jawabnya kepada Kuasa Bendahara Umum Negara. Kuasa Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dari segi hak dan ketaatan peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya. Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada presiden dari segi hak dan ketaatan peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya. 5. 6. 7. menyimpan dan membayar atau menyerahkan uang. Mekanisme penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat adalah sebagai berikut: 1. MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Menteri keuangan selaku pengelola fiskal menyusun laporan keuangan pemerintahan pusat untuk disampaikan kepada presiden dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.Tahun 2007 79 .

Menteri keuangan selaku wakil pemerintah pusat dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan negara. D. Surplus atau defisit. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyusun Laporan Arus Kas pemerintah pusat. 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Laporan Realisasi Anggaran. 3. 2. dan Catatan atas Laporan Keuangan dilampiri Laporan Keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian negara/lembaga masing-masing dan disampaikan kepada menteri keuangan selambat-lambatnya dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. Pusdiklatwas BPKP. Untuk meyakinkan kebenaran pernyataan yang diberikan oleh menteri/pimpinan lembaga. 3. Beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi. LAPORAN KINERJA KEUANGAN Laporan keuangan pokok pemerintah harus dilengkapi dengan Laporan Kinerja Keuangan yang sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai berikut: 1. Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang memberikan pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan sistem pengendalian internal yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. maka laporan pertanggungjawaban perlu dilakukan reviu internal oleh aparat pengawasan internal sebelum pelaksanaan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Tahun 2007 80 . Ketentuan lebih lanjut mengenai laporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah diatur dengan peraturan pemerintah. Pendapatan dari kegiatan operasional. Neraca.

entitas pelaporan diperbolehkan memilih salah satu metode yang dipandang dapat menyajikan unsur kinerja secara layak. beban-beban dikelompokkan menurut program atau yang dimaksudkannya. tergantung pada faktor historis dan peraturan perundang-undangan. baik langsung maupun tidak langsung.Tahun 2007 81 . beban transportasi. walau dalam hal ini pengalokasian beban ke fungsifungsi adakalanya bersifat arbitrer dan atas dasar pertimbangan tertentu. beban gaji dan tunjangan pegawai). Untuk memilih metode klasifikasi ekonomi atau klasifikasi fungsi. E. Penyajian laporan ini memberikan informasi yang lebih relevan bagi pemakai dibandingkan dengan laporan menurut klasifikasi ekonomi. maka menurut Standar Akuntansi Pemerintahan yang berlaku. serta hakikat organisasi. Kedua metode ini dapat memberikan indikasi beban yang mungkin. REVIU INTERN LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan tahunan kementerian negara/lembaga/ pemerintah daerah/Satuan Kerja Perangkat Daerah disertai dengan Pernyataan Tanggung jawab (Statement Of Responsibility) yang ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/ kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dalam laporan kinerja keuangan yang dianalisis menurut klasifikasi ekonomi. Pernyataan Tanggung jawab Pusdiklatwas BPKP. Dalam Laporan Kinerja Keuangan yang dianalisis menurut klasifikasi fungsi. Metode ini sederhana untuk diaplikasikan dalam kebanyakan entitas kecil karena tidak memerlukan alokasi beban operasional pada berbagai fungsi. berbeda dengan output entitas pelaporan yang bersangkutan. dan tidak dialokasikan pada berbagai fungsi dalam suatu entitas pelaporan. Karena penerapan masingmasing metode pada entitas yang berbeda mempunyai kelebihan tersendiri. beban-beban dikelompokkan menurut klasifikasi ekonomi (sebagai contoh beban penyusutan/amortisasi. beban alat tulis kantor.

Kewajiban menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern bertujuan untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan dan kinerja setiap entitas pelaporan dan akuntansi. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah pada kementerian negara/ lembaga/pemerintah daerah melakukan reviu atas laporan keuangan dan kinerja dalam rangka meyakinkan keandalan informasi yang disajikan sebelum disampaikan oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/ walikota kepada pihak-pihak terkait.Sistem Administrasi Keuangan Negara I memuat pernyataan bahwa pengelolaan APBN/APBD telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (PP Nomor 24 Tahun 2005). Peraturan Menteri Keuangan nomor 59/PMK. dengan antara lain menciptakan prosedur rekonsiliasi antara data transaksi keuangan yang diakuntansikan oleh Pengguna Anggaran dengan data transaksi keuangan yang diakuntansikan oleh Bendahara Umum Negara/Daerah. Selanjutnya.06/2005 tahun 2005 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menegaskan bahwa aparat pengawasan intern kementerian/lembaga melakukan reviu atas laporan keuangan dan membuat/menandatangani Pernyataan Telah Direviu. Peranan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah/inspektorat/badan pengawas dalam melakukan reviu terhadap laporan keuangan pemerintah sangatlah menentukan agar informasi yang disajikan dalam laporan tersebut dapat diyakini keandalannya sebelum pernyataan tanggung jawab ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/ gubernur/bupati/ walikota/kepala SKPD.Tahun 2007 82 . Pusdiklatwas BPKP.

Pemeriksaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 2. pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi. yaitu dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pengertian masing-masing jenis pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut. 3. serta pemeriksaan atas aspek efektivitas yang lazim dilakukan untuk kepentingan manajemen oleh aparat pengawasan internal pemerintah. Pemeriksaan keuangan ini dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah. pemeriksaan kinerja dimaksudkan agar kegiatan yang dibiayai dengan keuangan negara/daerah diselenggarakan secara ekonomis dan efisien serta memenuhi sasarannya secara efektif. Termasuk dalam pemeriksaan tujuan tertentu ini Pusdiklatwas BPKP. PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA Pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dilakukan oleh suatu badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. Tujuan pemeriksaan kinerja adalah untuk mengidentifikasikan hal-hal yang perlu menjadi perhatian lembaga perwakilan rakyat (DPR/DPRD).Tahun 2007 83 . Ditinjau dari sisi pemerintah. di luar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja.Sistem Administrasi Keuangan Negara I F. 1. yakni pemeriksaan keuangan. BPK memiliki kewenangan untuk melakukan tiga jenis pemeriksaan. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan khusus. UUD 1945 pasal 23 E mengamanatkan BPK untuk melaksanakan pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan negara.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK disusun dan disajikan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) segera setelah kegiatan pemeriksaan selesai. KPK. laporan hasil pemeriksaan juga disampaikan oleh BPK kepada pemerintah untuk dimintakan tanggapan dan penyesuaian/koreksi. Setiap laporan hasil pemeriksaan BPK disampaikan kepada DPR/DPD/DPRD sesuai dengan kewenangannya untuk ditindaklanjuti. Pemeriksaan keuangan akan menghasilkan opini. dan pihak yang berwenang lainnya. Tanggapan tersebut disertakan dalam laporan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR/DPRD.Sistem Administrasi Keuangan Negara I adalah pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan dan pemeriksaan investigatif. sedangkan pemeriksaan dengan tujuan tertentu akan menghasilkan simpulan. laporan keuangan yang telah diperiksa (audited financial statements) akan memuat koreksi dimaksud sebelum disampaikan kepada DPR/DPRD. dan kepada presiden Pusdiklatwas BPKP. Dalam hal laporan hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK digunakan oleh pemerintah untuk melakukan koreksi dan penyesuaian yang diperlukan. dan rekomendasi. kejaksaan. pemeriksaan kinerja akan menghasilkan temuan. simpulan. Ikhtisar dimaksud disampaikan kepada DPR/DPD/DPRD sesuai dengan kewenangannya. Pemerintah diberi kesempatan untuk menanggapi temuan dan simpulan yang dikemukakan dalam laporan hasil pemeriksaan. yaitu kepolisian. Apabila pemeriksa BPK menemukan unsur pidana.Tahun 2007 84 . BPK wajib menindaklanjutinya dengan melaporkan kepada instansi yang berwenang. BPK diharuskan menyusun ikhtisar hasil pemeriksaan yang dilakukan selama satu semester. antara lain dengan membahasnya bersama pihak terkait. Selain disampaikan kepada lembaga perwakilan.

antara lain melalui publikasi dan situs web BPK.Sistem Administrasi Keuangan Negara I serta gubernur/bupati/walikota yang bersangkutan agar informasi secara menyeluruh tentang hasil pemeriksaan. memperoleh Dalam rangka transparansi dan peningkatan partisipasi publik.. G. Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan oleh pemerintah b... Selanjutnya. Neraca dan Laporan Arus Kas c. Pusdiklatwas BPKP. a. ketiga jawaban tersebut di atas dalam satu kesatuan. a... BPK perlu memantau dan menginformasikan hasil pemantauan atas tindak lanjut tersebut kepada DPR/DPD/DPRD. 2. masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk mengetahui hasil pemeriksaan. Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diterima secara umum d. pemerintah diwajibkan untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK. Laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang disampaikan ke DPR harus memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti . ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan.. setiap laporan hasil pemeriksaan yang sudah disampaikan kepada lembaga perwakilan dinyatakan terbuka untuk umum. Sehubungan dengan itu. Laporan Keuangan pokok dari pemerintah setidak-tidaknya terdiri dari komponen .Tahun 2007 85 . Catatan atas Laporan Keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan d. Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Kinerja Keuangan masing-masing kementerian/lembaga b. Dengan demikian. LATIHAN SOAL 1. tolok ukur dan indikator kinerja dari masing-masing kementerian/ lembaga c.

Tahun 2007 86 . Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diterima secara umum b. surplus atau defisit d. laporan keuangan tahun lalu yang sudah diperiksa BPK c.. prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas d.. Bendahara Umum Negara (BUN) bertanggung jawab kepada presiden atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya dari segi . pelaksanaan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan 5.. a. formal dan material c. Suatu entitas pelaporan yang menyajikan laporan berbasis akrual. a...Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3... laporan keuangan pokoknya dilengkapi dengan Laporan Kinerja Keuangan berikut .. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan yang sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai Pusdiklatwas BPKP.. keluaran (output) dan hasil/manfaat (outcome) d. pendapatan dari kegiatan operasional b. Dalam menyampaikan laporan keuangan kepada menteri keuangan. menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang memberi pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan . alokasi anggaran yang telah dituangkan dalan APBN/DIPA 4. beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi c. a. hak dan ketaatan pada peraturan b.

17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. maupun UU No. dan ganti rugi yang berlaku bagi menteri/pimpinan lembaga serta pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. A. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. baik dalam UU No. ketentuan lain yang berkaitan dengan pengenaan ganti rugi. KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADMINISTRATIF Sebagai konsekuensi dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. serta proses penuntutan ganti rugi yang meliputi: pejabat yang mengenakan sanksi. dan perlakuan terhadap pejabat yang terlibat KKN. DAN GANTI RUGI Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. penyelesaian kerugian. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap para bendahara yang dalam pengurusan uang/barang yang menjadi tanggung jawabnya telah melakukan perbuatan melawan hukum yang berakibat merugikan keuangan negara. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan ketentuan yang berkaitan dengan pelanggaran/perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. SANKSI ADMINISTRATIF.Tahun 2007 87 . diatur mengenai ketentuan pidana. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Penyelesaian kerugian negara perlu segera dilakukan untuk mengembalikan kekayaan negara yang hilang/berkurang serta meningkatkan disiplin dan tanggung jawab para pegawai negeri/pejabat Pusdiklatwas BPKP. sanksi administratif. UU No.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB VII KETENTUAN PIDANA.

15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Kebijakan dimaksud tercermin pada manfaat/hasil yang harus dicapai dengan pelaksanaan fungsi dan program kementerian negara/lembaga yang bersangkutan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara pada umumnya. 4.Tahun 2007 88 . 5. diatur secara khusus mengenai Pusdiklatwas BPKP. hal mengenai ketentuan pidana. Setiap bendahara bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. 2. Sanksi tersebut dimaksudkan sebagai upaya preventif dan represif. Di dalam UU No. 3. dan ganti rugi diantaranya diatur dalam pasal 34 dan 35. Setiap pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Presiden memberi sanksi administratif sesuai dengan ketentuan undang-undang kepada pegawai negeri serta pihak-pihak lain yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang ini. yaitu sebagai berikut: 1. sanksi administrasi. dan para pengelola keuangan pada khususnya. serta berfungsi sebagai jaminan atas ditaatinya undang-undang tentang APBN yang bersangkutan. Menteri/pimpinan lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. Dalam UU No. Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang.

00 penjara satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1.00 penjara tiga tahun dan/atau denda Rp1.000. Subjek Setiap orang 2.000.Tahun 2007 89 .00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp500. dan/atau menggagalkan pelaksanaan pemeriksaan menolak pemanggilan yang dilakukan oleh BPK tanpa menyampaikan alasan penolakan secara tertulis memalsukan atau membuat palsu dokumen yang diserahkan mempergunakan dokumen yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan melampaui batas kewenangannya menyalahgunakan kewenangannya sehubungan dengan kedudukan dan/atau tugas pemeriksaan tidak melaporkan temuan pemeriksaan yang mengandung unsur pidana yang diperolehnya pada waktu melakukan pemeriksaan tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan Ancaman Pidana Maksimal penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500. menghalangi. 1. Setiap pemeriksa 6.000.000.000.00 penjara tiga tahun dan/atau denda Rp1.000.000.000.Sistem Administrasi Keuangan Negara I ketentuan pidana pada pasal 24 sampai pasal 26 dengan materi pokok sebagai berikut: No.000.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp500.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500.000.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500. 15 Tahun 2004 dilaksanakan mulai Pusdiklatwas BPKP.00 Ketentuan mengenai pemeriksaan atas laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam UU No. Setiap orang 4.000. Setiap pemeriksa 8.000.000.000.000.000. Setiap orang 5.000. Setiap orang Pelanggaran (dengan sengaja) tidak menjalankan kewajiban menyerahkan dokumen dan/atau menolak memberikan keterangan yang diperlukan untuk kepentingan kelancaran pemeriksaan mencegah.000. Setiap pemeriksa 7. Setiap orang 3.000.

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang ada sebelum berlakunya UU No.Tahun 2007 90 . B. surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara dimaksud diterbitkan oleh menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Tata cara penyelesaian ganti kerugian negara selambat-lambatnya satu tahun setelah berlakunya UU No. Tata cara tuntutan ganti kerugian negara diatur dengan peraturan pemerintah. Pengenaan ganti kerugian terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan negara oleh menteri/pimpinan lembaga. Penyelesaian ganti kerugian negara/daerah yang sedang dilakukan oleh BPK dan/atau Pemerintah pada saat UU No.Sistem Administrasi Keuangan Negara I laporan keuangan tahun anggaran 2006. b. 15 Tahun 2004 mulai berlaku dan belum ditetapkannya tata cara penyelesaian ganti kerugian negara. Apabila dalam pemeriksaan kerugian negara ditemukan unsur pidana. Dalam hal pejabat yang melakukan kerugian negara adalah menteri keuangan. Pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. PEJABAT YANG BERHAK MENGENAKAN SANKSI Dalam hal pejabat yang melakukan kerugian negara adalah menteri/pimpinan lembaga. Pusdiklatwas BPKP. 15 Tahun 2004. dengan ketentuan transisi sebagai berikut: a. surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara dimaksud diterbitkan oleh presiden. 15 Tahun 2004. Badan Pemeriksa Keuangan menindak lanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut beserta bukti-buktinya kepada instasi yang berwenang.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I C. Pejabat lain dimaksud meliputi pejabat negara dan pejabat penyelenggara pemerintahan yang tidak berstatus pejabat negara. PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA Penyelesaian kerugian negara/daerah dalam UU No. Tata cara pengenaan ganti rugi berbeda antara pegawai negeri bukan bendahara dengan bendahara. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara diatur dalam pasal 59 sampai dengan pasal 67. Setiap pimpinan kementerian negara/lembaga/kepala satuan kerja dapat segera melakukan tuntutan ganti rugi. Materi pokok yang diatur dalam ketentuan tersebut adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. tidak termasuk bendahara dan pegawai negeri bukan bendahara. Kerugian negara dapat terjadi karena pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat negara atau pegawai negeri bukan bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif atau oleh bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan kebendaharaan. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan negara wajib mengganti kerugian tersebut.Tahun 2007 91 . setelah mengetahui bahwa dalam kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang bersangkutan terjadi kerugian akibat perbuatan dari pihak manapun. sebagaimana diuraikan sebagai berikut. Pusdiklatwas BPKP. Bendahara. Setiap kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. pegawai negeri bukan bendahara.

Pokok-pokok yang telah diatur dalam UU No. 1 Tahun 2004 adalah sebagai berikut: a. Setiap kerugian negara wajib dilaporkan oleh atasan langsung atau kepala kantor kepada menteri/pimpinan lembaga dan diberitahukan kepada BPK selambat-lambatnya tujuh hari kerja setelah kerugian negara itu diketahui. Surat pernyataan tersebut biasa disebut Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM). Pengenaan Bendahara Ganti Rugi Terhadap Pegawai Negeri Bukan Pengenaan ganti rugi terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/ bupati/walikota. c.Tahun 2007 92 . Pusdiklatwas BPKP. b. kepada bendahara. Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui. segera dimintakan surat pernyataan kesanggupan dan atau pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawabnya dan bersedia mengganti kerugian negara dimaksud. Jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian negara. pegawai negeri bukan bendahara. menteri/pimpinan lembaga yang bersangkutan segera menetapkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara yang ditujukan kepada yang bersangkutan. Tata cara tuntutan ganti kerugian negara/daerah diatur dengan peraturan pemerintah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 1. atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya. Surat keputusan dimaksud mempunyai kekuatan hukum untuk pelaksanaan sita jaminan (conservatoir beslaag). yang sampai saat modul ini selesai disusun peraturan pemerintah tersebut belum ada.

Pengenaan Ganti Rugi terhadap Bendahara Dalam UU No. Bendahara dapat mengajukan keberatan atau pembelaan diri kepada BPK dalam waktu 14 hari kerja setelah menerima surat keputusan sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas. Apabila bendahara tidak mengajukan keberatan atau pembelaan dirinya ditolak. c. setelah mengetahui ada kekurangan kas/barang dalam persediaan yang merugikan keuangan negara/daerah. dalam BPK pemeriksaan tersebut ditemukan unsur menindaklanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pusdiklatwas BPKP. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara mulai pasal 22 dan pasal 23.Tahun 2007 93 . BPK menerbitkan surat keputusan penetapan batas waktu pertanggungjawaban bendahara atas kekurangan kas/barang yang terjadi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. dengan uraian sebagai berikut: a. kelalaian. Surat keputusan dimaksud diterbitkan apabila belum ada penyelesaian yang dilakukan sesuai dengan tata cara penyelesaian ganti kerugian negara yang ditetapkan oleh BPK. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara diatur dalam UU No. atau kealpaan. yaitu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut beserta bukti-buktinya kepada instansi yang berwenang. Pembelaan diri ditolak oleh BPK apabila bendahara tidak dapat membuktikan bahwa dirinya bebas dari kesalahan. BPK menetapkan surat keputusan pembebanan penggantian kerugian negara/daerah kepada bendahara bersangkutan. b. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara pasal 62 dinyatakan bahwa pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK dan apabila pidana.

f.Tahun 2007 94 . maupun untuk bendahara/pengelola perbendaharaan negara. g. Pusdiklatwas BPKP. BPK memantau penyelesaian pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara dan/atau pejabat lain pada kementerian negara/lembaga/ pemerintah daerah. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. e. yaitu sebagai berikut: 1. dan pejabat lain yang telah ditetapkan untuk mengganti kerugian negara dapat dikenai sanksi administratif dan atau sanksi pidana. Bendahara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I d. D. pegawai negeri bukan bendahara. ada beberapa ketentuan lain yang berlaku umum baik untuk pengenaan ganti kerugian negara bagi pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara. Tata cara penyelesaian ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK setelah berkonsultasi dengan pemerintah. Putusan pidana tidak membebaskan dari tuntutan ganti rugi. Tata cara penyelesaian ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada huruf d di atas berlaku pula bagi pengelola perusahaan umum dan perusahaan perseroan yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Menteri/pimpinan perusahaan negara lembaga dan /gubernur/bupati/walikota/direksi lain yang mengelola badan-badan keuangan negara melaporkan penyelesaian kerugian negara/daerah kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah diketahui terjadinya kerugian negara/daerah dimaksud. KETENTUAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENGENAAN GANTI KERUGIAN NEGARA Di samping ketentuan-ketentuan pokok tersebut di atas.

yang berasal dari bendahara. atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi. atau pejabat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan. menjadi kedaluwarsa jika dalam waktu lima tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut atau dalam waktu delapan tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. pegawai negeri bukan bendahara. Ketentuan penyelesaian kerugian negara sebagaimana diatur dalam ketiga paket undang-undang ini berlaku pula untuk uang dan/atau barang bukan milik negara. Tanggung jawab pengampu yang memperoleh hak/ahli waris untuk membayar ganti kerugian negara dimaksud menjadi hapus apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun sejak keputusan pengadilan yang menetapkan pengampuan kepada bendahara. atau pejabat lain yang dikenai tuntutan ganti kerugian negara berada dalam pengampuan. Kewajiban bendahara. atau meninggal dunia. Dalam hal bendahara. Ketentuan penyelesaian kerugian negara dalam undang-undang ini berlaku pula untuk pengelola perusahaan negara dan badan-badan lain Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 95 . terbatas pada kekayaan yang dikelola atau diperolehnya. 3. pegawai negeri bukan bendahara. atau pejabat lain yang bersangkutan diketahui melarikan diri atau meninggal dunia. pegawai negeri bukan bendahara. pegawai negeri bukan bendahara. pengampu/yang memperoleh hak/ahli waris tidak diberi tahu oleh pejabat yang berwenang mengenai adanya kerugian negara. 6. penuntutan dan penagihan terhadapnya beralih kepada pengampu yang memperoleh hak/ahli waris. atau pejabat lain yang bersangkutan. 5. melarikan diri. atau sejak bendahara. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang bersangkutan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. pegawai negeri bukan bendahara. 4. yang berada dalam penguasaan bendahara.

PAN/4/2007 tanggal 18 April 2007 tentang Perlakuan Terhadap Pejabat yang Terlibat Korupsi. dan Nepotisme (KKN). Kepala POLRI. sampai dengan Pusdiklatwas BPKP. para gubernur. para pimpinan sekretariat dewan/komisi/badan. PERLAKUAN TERHADAP PEJABAT YANG TERLIBAT KORUPSI. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. DAN NEPOTISME (KKN) Dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi. para pimpinan sekretariat lembaga tinggi negara. Kolusi. berstatus sebagai tersangka/terdakwa. Melalui Surat Edaran tersebut. Menpan mengharapkan perhatian dan bantuan dari pihak-pihak yang disebutkan di atas agar meningkatkan kerja sama dan dukungan upaya-upaya penanganan perkara korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. dan dilakukan penahanan oleh aparat penegak hukum. Pengenaan ganti kerugian negara terhadap pengelolaan perusahaan umum dan perusahaan perseroan yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh negara Republik Indonesia ditetapkan BPK. 7. Memberhentikan sementara dari jabatannya. Surat Edaran tersebut ditujukan kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Jaksa Agung. jika memang ijin tersebut diperlukan sesuai peraturan perundang-undangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara. Panglima TNI. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE/03/M. oleh KOLUSI.Tahun 2007 96 . dan para bupati/walikota. baik sebagai saksi atau sebagai tersangka. para kepala lembaga pemerintah non departemen. Segera memberikan ijin pemeriksaan terhadap pejabat atau pegawai. Kerja sama dan dukungan tersebut dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut: 1. E. 2. terhadap pejabat yang terlibat perkara korupsi.

Tahun 2007 97 . adalah …. Menyampaikan laporan setiap semester kepada Menpan tentang namanama pejabat/pegawai yang terlibat kasus korupsi dengan status hukumnya E. 5. Memulihkan nama baik dan dapat menempatkan kembali pada jabatan yang semestinya terhadap pejabat/pegawai yang tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan tidak terdapat pelanggaran terhadap disiplin pegawai negeri sipil. pengenaan tuntutan ganti rugi d.Sistem Administrasi Keuangan Negara I adanya keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan atau resmi dinyatakan dihentikan proses hukumnya oleh aparat penegak hukum. LATIHAN SOAL 1. 3. ketiga-tiganya adalah jenis sanksi yang bisa diterapkan Pusdiklatwas BPKP. sanksi administratif c. 4. meskipun pejabat/pegawai tersebut mendapatkan vonis bebas dari pengadilan. Menjatuhkan sanksi administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil terhadap pejabat/pegawai yang telah mendapatkan vonis bersalah dari pengadilan atau jika terbukti adanya pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil. a. Sanksi yang berlaku bagi menteri/pimpinan lembaga serta pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan. sanksi pidana b.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

2. Dalam

hal

pejabat

yang

melakukan

kerugian

negara

adalah

menteri/pimpinan lembaga, surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara diterbitkan oleh .... a. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara b. presiden atas usul menteri keuangan c. badan pemeriksa keuangan atas usul presiden d. badan pemeriksa keuangan bersama-sama dengan menteri

keuangan

3. Setiap kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. Kerugian negara dapat terjadi karena .... a. pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat negara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif b. pelanggaran hukum atau kelalaian pegawai negeri bukan

bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif c. pelanggaran hukum atau kelalaian oleh bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan kebendaharaan. d. Ketiga-tiganya dapat dikenakan tuntutan ganti rugi

4. Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui, kepada bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya, segera dimintakan .... a. surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SKTM) b. surat keputusan pembebasan sementara dari jabatan c. surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan d. surat keputusan pembebanan dari Badan Pemeriksa Keuangan

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

98

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

5. Kewajiban bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi, menjadi kedaluwarsa jika .... a. dalam waktu lima tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan b. dalam waktu delapan tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. c. dalam waktu sepuluh tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. d. jawaban a atau jawaban b, mana yang diketahui lebih dulu

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

99

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

DAFTAR PUSTAKA
1. Ahmad Yani, S.H., M.M., Ak., Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Di Indonesia, Divisi Buku Perguruan Tinggi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, Cetakan kedua, April, 2004. 2. Amin Widjaja Tunggal, Drs., Ak., MBA., Coso-Based Auditing, Harvarindo, 2000 3. Anwar Sulaiman H., Drs., Manajemen Aset Daerah, STIA-LAN, 2000 4. Arifin P. Soeria Atmadja, Dr., Mekanisme Pertanggungjawaban Keuangan Negara, PT Gramedia, Jakarta, 1986. 5. Badan Pemeriksa Keuangan, Petunjuk Pelaksanaan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi, 1976. 6. BPKP, Manajemen Pemerintahan Baru, 2000. 7. BPKP, Pedoman Penanganan Penggantian Kerugian Negara, 1993. 8. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H., Determinasi Kebijakan Anggaran Negara Indonesia, Studi Yuridis, Papas Sinar Sinanti, Jakarta 2005. 9. Goedhart C., Dr., Garis-Garis Besar Ilmu Keuangan Negara, Terjemahan oleh Ratmoko, S.H., Penerbit Jembatan, Jakarta, 1981. 10. Hadi, M., Administrasi Keuangan RI, Jakarta, 1981. 11. Keppres Nomor 42 Tahun 2003 dan Perubahannya, tentang Pedoman Pelaksanaan APBN. 12. Keppres Nomor 80 Tahun 2003 dan Perubahannya, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Tuntutan

13. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan Pusat dan Daerah, Standar Akuntansi Pemerintahan, Desember 2005. 14. Leonard D., Goodstein, Timothy M., Nolan, and J. William Pfelffer, Applied Strategic Planning, McGrraw-Hill, Inc. 15. Mahendra Sultan Syah, Ir., Manajemen Proyek Kiat Sukses Mengelola Proyek, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004. 16. Mardiasmo, Prof., Dr., MBA., Ak., Akuntansi Sektor Publik, Penerbit ANDI Yogyakarta, 2004.

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

100

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pengendalian Jumlah Kumulatif APBN dan APBD Serta Jumlah Kumulatif Pinjaman Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.Tahun 2007 101 . Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 30. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 96/PMK. 19. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor. 26. 27. PER–01PB/2006 Tentang Petunjuk Teknis Pengesahan Dan Pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2006. 25. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2006 tentang Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 17. 23. 20.2/2006 Tanggal 12 Juli 2006 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL Tahun 2007 dan Pedoman Penyusunan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) Tahun 2007 – 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun Penghapusan Piutang Negara/Daerah. 28. 2005 tentang Tatacara Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tatacara Pengadan Pinjaman dan atau Penerimaan Hibah serta Penerimaan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri. Pusdiklatwas BPKP. 22.06/2005 Tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan APBN. 21. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. 29. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 134/PMK. 18. PER–66/PB/2005 Tentang Mekanisme Pelaksanan Pembayaran atas Beban APBN.

Jakarta. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pengintegrasian Sistem Akuntabilitas Kinerja dan Anggaran Dalam Perspektif UU No. 42. 34. Robert S.. dan Nepotisme. Undang-Undang RI Nomor 15 Pencucian Uang. SH. PNRI. Sugijanto. Undang-Undang RI Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Pusdiklatwas BPKP. Akuntansi Pemerintahan dan Organisasi Non Laba. 1995. 2000.. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Balanced Scorecard. Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). 43. Tahun 2002 tentang Tindak Pidana 38. Ak. Undang-Undang Dasar RI 1945 (setelah amandemen ke empat). 17 Tahun 2003. Rasul Sjahrudin. Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor: SE/03/M. Drs.PAN/4/2007 tentang Perlakuan Terhadap Pejabat yang Terlibat Korupsi. 36. Kaplan & David P. dkk. 41. Pusat Pengembagan Akuntansi FE-UI.. 32. 35.. Penerbit Erlangga. Dr. Jakarta.Tahun 2007 102 . 33. 37. Norton..Sistem Administrasi Keuangan Negara I 31. Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 40. Jakarta 2003. 39. Kolusi. Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

jilid lengkap) ISBN 979-95661-8-5 (jilid 1) .Pusdiklat Pengawasan BPKP Sistem Administrasi Keuangan Negara I ISBN 979-95661-7-7 (no.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful