Geologi Pertambangan – Bahan Galian

BAB 10. BAHAN GALIAN
10.1. Genesa Bahan Galian
10.1.1. Definisi
Genesa bahan galian adalah ilmu yang memperlajari pertumbuhan / pembentukan serta asal usul bahan galian, baik logam, logam, maupun bahan galian industri. Pembahasan meliputi cara terbentuknya, struktur, jumlah, kedudukan, dan penyebaran. Tujuan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui dengan lebih baik gejala-gejala alam / proses alam / proses geologi yang menghasilkan bahan galian. Hal ini perlu diketahui untuk diterapkan dalam operasi penambangan. Istilah-istilah penting yang sering muncul dalam aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi bahan galian diantaranya adalah mineral bijih, gangue mineral, ore, dan waste. Masing-masing akan dibahas lebih detail. bentuk campuran berupa sulfida, oksida, silika, dan lain-lain. Terdapatnya logam dalam mineral sangat beraneka ragam, beberapa diantaranya adalah: a. Suatu logam dapat terdapat dalam beberapa macam mineralmineral. Misalkan : • Cu terdapat dalam chalco-pyrite (CuFeS2), malachite (CuCo3Cu (OH)2), Pyrite . • Fe terdapat dalam magnetite (FeO.Fe2O3), ilmenite dan hematite (Fe2O4). b. Suatu mineral bisa mengkristal lebih dari satu macam logam. Misalkan: • Stannite, terdapat Sn dan Cu (Cu2S.FeS.SnS2) • Silvanite, terdapat Au dan Ag [(AuAg)Te2] • Electrum, terdapat Au dan Ag Mineral-mineral bijih ada yang primer (hypogene) dan secondary (supergene). Endapan primer terbentuk langsung pada masa pembekuan magma atau berasosiasi dengan aktivitas magma. Endapan sekunder terbentuk pada fase alterasi akibat pelapukan mineral-mineral primer. Mineralmineral primer, misalnya casseterite (S2O4), pasir besi, dll. Sedangkan mineral-mineral sekunder, misalnya 123

1. Mineral bijih
Mineral bijih (ore mineral) adalah mineral yang dari padanya dapat diambil satu atau lebih logamnya. Mineral tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan sifat yang umum yang dimilikinya, yaitu: a. Metalik: PbS (galena) dan Fe2O3.H2O (limonite) b. Non metalik: Al2O3NH2O (bauxite) Mineral bijih yang biasanya terdapat dalam bentuk murni ialah Au, Ag, Pt, tetapi bisa juga dalam
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

garnierite, bauxite, kaolinite. Endapan sekunder adalah suatu endapan yang terdiri dari mineral sekunder, tetapi untuk endapan primer bisa berupa sekunder ataupun primer.

2. Gangue mineral
Gangue mineral adalah mineral-mineral yang berasosiasi dengan mineral bijih tetapi tidak dapat diambil logamnya. Namun kadang-kadang dapat juga sebagai bahan produk, misalnya kwarsa dan monasite yang diambil dari penambangan timah.

3. Bijih atau ore
Bijih adalah kumpulan mineral baik ore atau gangue yang dari padanya dapat diambil satu atau lebih logam yang menguntungkan. Untung atau tidaknya tergantung dari kadar bijih, jumlah bijih / endapan, letak / bentuk, kemajuan tekhnologi, faktor ekonomi yang berlaku, dan faktor politik. Besarnya kadar mineral yang menguntungkan untuk ditambang bisa ditentukan melalui analisa, dimana “cut of grade” dari masing-masing mineral juga sudah ditentukan. Misalnya untuk mineral Fe “cut of grade”nya harus lebih besar dari 50%. Kadar dinyatakan dalam persen, gram/ton, ons/ton, ED. Untuk timah digunakan kwintal/100 m3. 4. Waste adalah bagian dari bijih yang tidak diambil tetapi biasanya dibuang (tailing). Asosiasi logam-logam dalam bijih Suatu logam bisa terdapat sebagai logam satu-satunya dalam bijih atau berasosiasi dengan logamlogam yang lain. Logam-logam yang 124

sering terdapat dalam bijih adalah Fe, Al, Sn, Hg, Mn, dan lain-lain. Logam-logam yang komplek Au, Ag, Pb, Co, Sb. Logam-logam minor adalah logam yang tidak langsung ditambang tetapi dalam produk untuk proses-proses “smelting”, misalnya yang diambil As, Bi, Pb, Cd. Determinasi mineral / bahanbahan yang terdapat dalam mineral deposite, dapat dilakukan dengan cara: 1. Analisa kimia. 2. Analisa mikroskop 3. Analisa sinar “x” 4. Analisa termal 5. Analisa tes-tes lainnya. Jenis-jenis mineral yang terdapat di alam biasanya dapat diketahui berdasarkan sifat-sifat kimia dan fisik. Keberadaan sifatsifat tersebut sangat penting untuk mengetahui terbentuknya mineral berharga. Mineral-mineral diendapkan dengan satu atau beberapa cara pada batuan induk yang sudah ada terlebih dahulu. Sifat mineral berharga adalah “non renewable” (tidak dapat diperbaharui). Faktorfaktor penting dalam pembentukan mineral berharga adalah:

 Tekanan dan temperatur  Medianya: air, es, uap, kesemuanya tergantung pada temperatur dan tekanan. Cara-cara terbentuknya endapan mineral adalah: 1. Kristalisasi magma Larutan panas magma mengalami pendinginan pada P & T yang menurun dan mencapai titik jenuh sehingga terbentuk kristalisasi. Proses ini berjalan lambat sehingga membentuk kristal yang besar. Proses ini
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

terjadi pada bijih yang BJ-nya tinggi misalnya magmatite (Swedia). 2. Sublimasi. Terjadinya pendinginan gas-gas yang menguap yang membawa unsur-unsur berharga (dari fase gas ke fase padat). Contohnya di gunung berapi terdapat fumarol, solfatar yang membentuk belerang. 3. Penguapan dan “super saturated” Proses ini terutama pada pembentukan garam. Contohnya terdapat di laut (pantai). Garam yang diendapkan berupa kalsium, zink sulfat, soda niter. Selain itu proses ini juga terdapat di gurun pasir yang kering. 4. Reaksi antara gas dengan gas, gas dengan larutan, dan gas dengan zat padat. Aktivitas dari magma bermacam-macam ada gas dan uap yang mengandung mineral-mineral berharga dalam perjalanan ke permukaan akan bereaksi dengan misalnya batuan samping dan karena reaksi ini, unsur-unsur di bagian bawahnya mengalami presipitasi sehingga terbentuk mineralmineral berharga. 5. Reaksi cairan dengan cairan dan cairan dengan padatan. Larutan mungkin akan bereaksi dengan betuan sampingnya yang disebut “xylonite”, sehingga mungkin akan mengubah batuan yang diterobosnya. Proses yang terjadi di sini adalah: a. Metasomatisma kontak atau “replacement” Di sini terjadi pergantian mineral lain oleh mineral
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

b.

c.

d.

e.

baru, tetapi tidak ada perubahan volume (relatif tetap) serta bentuknya relatif tetap pula. Di sini akan timbul “pseudomorf”. Relative succebility Terjadi jika larutan yang membawa logam berharga dalam transportasinya mengalami kontak dengan zat padat yang mudah larut, maka logam berharga akan mengendap dengan unsurunsur lainnya sebagai larutan. Reaksi reduksi dan oksidasi Adanya kelebihan dan kekurangan elektron akan membentuk reaksi larutan tertentu. Misalnya, bahan organik atau pyrite bisa bereaksi dengan larutan Au sehingga mengendap di sekitar pyrite. Bahan organik dapat mereduksi Fe membentuk FeCO3. Larutan Cu kaya, akan teroksidasi ion-ion Fe+3 sehingga Cu tinggal menjadi murni. Pengendapan langsung (direct deposition) Proses ini secara sederhana di udara terbuka dalam kondisi tertentu, sehingga terjadi “replacement” karena perubahan P & T. Pengaruh karena kimia disebabkan batuan samping, di mana dari asam berubah jadi basa dan sebaliknya. Bisa terdapat secara langsung dalam suspensi. “Katalic reaction” Proses mineral-mineral dari katalisasi alam bisa berupa asam organik, batuan samping di sekitarnya tetapi bahan organik tidak ikut bereaksi atau larut. 125

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

f. Absorbsion
Proses penyerapan suatu unsur oleh batuan-batuan tertentu. Kaolinite dengan menyerap Cu dari larutan akan berubah menjadi Chrysocola. “Fase exchange” Pergantian kation yang terdapat dalam larutan dan padat akan membentuk mineral baru yang tidak dibatasi volume akan terbentuk, hanya reaksi kimia biasa, juga dalam P & T. Presipitasi oleh bakteri Ini berlangsung pada endapan besi dan terjadi di permukaan. Contoh, Fe(OH)3 ; Fe(HCO3)2 karena penye-rapan CO2, Fe(OH)3 dari garam-garam besi dan asam organik yang lebih halus oleh bakteri. “Excholation” Di alam dikenal adanya campuran yang membentuk larutan padat (solution) ini ada yang stabil pada temperatur rendah tapi ada juga yang tidak stabil. Campuran yang tidak stabil akan pecah menjadi mineral-mineral sendiri. Contohnya deposit ilmenit dan magnetit, karena perubahan P & T, covelite dan chalcenite; argentite dan galena, serta chalcopyrite dan sphalerite dan stannit. Diferensiasi dari larutan colloid. Umumnya sukar mengendap tetapi kalau ada perubahan susunan akan mengendap yang membentuk struktur khusus yaitu pisolitik,

g.

h.

i.

coloroform laminar dll. Contoh: bauxite, crisocola, psilomelane, goethite. k. Pelapukan Proses ini berupa pelapukan kimia atau fisika / mekanis. Pada pelapukan kimia akan terjadi disintregasi, oksidasi, hidrasi, reaksi antar larutan, dan lain-lain. Pelapukan mekanis bisa terjadi karena migrasi air panas, perubahan oleh tekanan, tumbuhtumbuhan dan juga oleh manusia. Pada pelapukan kimia yang sangat berpengaruh ialah P & T dan air. Hasil pelapukan sebagian akan di transportasikan oleh air menuju tempat baru dan yang sukar larut tinggal di tempat asal. Adanya proses pelapukan akan terjadi perubahan pada kadarnya sehingga yang tidak ekonomis menjadi ekonomis. l. Metamorf Perubahan mineral hasil pembentukan T & P dalam hal ini akan terjadi rekombinasi dan rekristalisasi. Contohnya marmer dari batugamping. Antrasit dari batu bara muda. Ini semua tergantung dari stabilitasnya, kalau tidak stabil terjadi disintregrasi.

10.1.2. Endapan Primer
Endapan primer dapat terjadinya melalui beberapa cara, yaitu: 1. Konsentrasi magmatik 2. Metasomatisma kontak 3. Hidrotermal 4. Vulkanik 5. Pegmatik

j.

126

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Proses pembentukan endapan primer yang paling penting untuk dibicarakan adalah konsentrasi magmatik, metasomatisma kontak, hidrotermal, dan vulkanik. Untuk pegmatik yang terpenting adalah mineral-mineral sebagai bahan permata. A. Konsentrasi Magmatik Endapan magmatik umumnya sederhana (variasi mineralnya tidak banyak), sering terdapat sebagai “monomineral”. Terdiri dari mineralmineral yang berat. Endapan magmatik pada umumnya merupakan endapan yang dalam / sangat dalam dan berasosiasi dengan “instrusi”.

Endapan magmatik dapat terjadi karena: 1). Proses kristalisasi magma (proses kristalisasi langsung) 2). Segregasi magma 3). Injeksi magma pada batuan samping 4). Syngenetic, terbentuk bersamasama batuan beku. Endapan magmatik bisa dibagi dua, yaitu : 1). Magmatik awal (early magmatic) 2). Magmatik akhir (late magmatic) Contoh endapan hasil konsentrasi magmatik adalah: • Endapan chromite di Eucveld complex (Afrika Selatan) • Endapan magnetite di Kiruna (Swedia)

Tabel 10.1. Proses pembentukan mineral pada magmatik awal (early magmatic)
TIPE Disseminasi Segregasi Injeksi PROSES Kristalisasi, disseminasi tanpa konsentrasi Differensiasi dan akumulasi Differesiasi dan injeksi CONTOH Corondum, diamond Chromite di Buskveld. Fe di Kiram (Swedia)

Tabel 10.2. Proses pembentukan mineral pada magmatik akhir (late magmatic)
TIPE Regregasi residu Injeksi dilarutan residu Injeksi PROSES Diferensiasi, kristalisasi dan akumulasi residu Differensiasi dan akumulasi Differesiasi dan injeksi CONTOH Pt, Buskveld Titan, magnesite, Buskveld Chromite, diBuskveld. Fe, di Kiruna, Swedia

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

127

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Terjadi awal, kristalisasi mineral-mineral setelah zona b terbentuk. Kalau mineralmineral a tetap tersebar, disebut proses “dissiminasi”, karena tekanan yang cepat.

Jika pengendapan berlangsung terus maka terjadi settling dengan mineral c. Terdiri dari chrome, Ni, Fe.

Segresi dari mineral-mineral c, kalau banyak – ekonomis. Tiap lapisan merupakan “mono mineral”.

Gambar 10.1. Proses pembentukan mineral pada magmatik awal

Rongga-rongga antar kristal silikat a terisi oleh larutan Fe Oksida.

Masih ada fase cair. Layer silikat pengepung, turun ke bawah melalui ronggarongga (fase mobile), yang mungkin diinjeksikan pada batuan samping.

Pada taraf akhir pembentukan, terbentuk cebakan bijih yang konkordan.

Gambar 10.2. Proses pembentukan mineral pada magmatik akhir Proses injeksi (filter pressing) 128
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Sebelum konsolidasi / akumulasi, sisa magma yang mobile dan hanya Fe mungkin mengalami tekanan, dan tersaring keluar (oleh

kristal-kristal yang terbentuk – filter pressing) ke bagian lain dari magma yang mudah membeku atau ke batuan samping.

Gambar 10.3. Ilustrasi proses injeksi (filter pressing). Injeksi menghasilkan endapan yang memotong batuan samping.

Pada umumnya mineral-mineral bijih berasosiasi dengan batuan-batuan tertentu. Misalnya: 1. Platina hanya terbentuk pada batuan yang bersifat basa, atau hasil alterasi batuan-batuan tersebut. Disebut “mettalogenic province”, yang terbagi menjadi: a) Basa : - SiO2 < 45%
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

- Plagioklas basa, An100,
Ab30.An70

b)
ediet : 45-55%

Interm Asam :

c)
- SiO2 >55%

Plagioklas asam, Ab100, Ab70.Ab30. 2. Chromite, dengan sedikit perkecualian, 129

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

hanya terdapat pada peridotite dan anorthosite. 3. Titan ferrous, magnetite, dan ilminite banyak terdapat pada batuan gabro dan anorthosite. 4. Magmatite, magnetite, terben-tuk pada batuan syenite. 5. Ni-Cu, berasosiasi dengan norite. 6. Intan terdapat pada batuan kimberlitic 7. Cassiterite berasosiasi dengan batuan granit. 8. Uranium berasosiasi dengan granit atau dengan batuan asam lainnya. AB & CD Misalkan:

9. Sulfidasulfida Cu, Zn, serta beberapa emas dan perak berasosiasi dengan batuan beku sedang (granodiorit). B. Metasomatisma Kontak Kontak antara magma dengan batuan samping menghasilkan dua macam proses, yaitu: 1) Metamorfosa 2) Metasomatisma Metamorfosa. Terdiri dari endogen dan exogen. Sifatnya adalah merubah mineralmineral yang sudah ada menjadi mineral-mineral yang baru. Adapun rumus reaksinya adalah:

AC & BD tidak murni

-

Limestone yang yang mengandung Ca, Mg, Fe, SiO2 + clay - Mineral-mineral Ca + SiO2 wolastonite Dolomite + SiO2 + air tremolite Dolomite + SiO2 + Fe actinolite Batu kapur marmer Metasomatisma Di sini terjadi proses penambahan unsur-unsur baru. Formula pembentukan mineral adalah: AB & CD ACy & BDz Pada umumnya terjadi pada batu kapur, bisa terjadi pada proses pembentukan mineral secara hidrotermal. Sering juga disebut pyrometasomatic. Proses pembentukan metasomatisma adalah: - Terjadi pada intrusi dalam, pada P & T tinggi (500 s/d 1100 ºC).

- Terjadi penambahan dan penguapan unsur-unsur yang ada pada batuan samping. Batuan yang diintrusi harus reactive. Magma harus membawa unsurunsur logam yang berharga. Terjadi perubahan susunan kimia, rekristalisasi + rekombinasi + unsur-unsur baru. AB & CD ABx & CDy Relatif tidak ada perubahan volume. Urutan-urutan pembentukannya adalah:
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

-

-

130

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

 Silikat + magnetite dan
hematite.  Magnetite + hematite.  Mineral-mineral sulfida  Pyrite + arsenopyrite  Pyrhotite, molibdenite, shpalerite, chalcopyrite, galena.  Garam-garam sulfo. Urutan pembentukan ini Berdasarkan temperatur. Meskipun ada beberapa perkecualian yaitu sulfida lebih dahulu dari silikat + oksida. Hubungan antara metasomatisma kontak dengan intrusi 1. Komposisi intrusi. - Biasanya berhubungan dengan intrusi magma sedang, seperti: quarts monzonite, monzonite, granodiorite, atau quartz diorite. - Tidak pernah berasosiasi dengan batuan beku asam (granit) atau ultra basa. - Jarang berasosiasi dengan batuan beku basa, meskipun ada seperti: • Intrusi magma quartz diabase di Ornwall • Intrusi white gabbro di Hedley, British Columbia. - Asosiasi dengan magma asam ini mungkin disebabkan karena magma asam banyak mengandung air, sedangkan magma basa relatif kering. 2. Bentuk dan ukuran intrusi. - Kebanyakan berasosiasi dengan stock, batholith atau intrusi yang besar. - Jarang berasosiasi dengan lacolith atau sill yang besar. - Tidak ada yang berasosiasi dengan dyke dan sill yang kecil.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

- Intrusi yang mempunyai kemiringan yang landai, lebih membentuk zona metasomatik kontak dibanding dengan kemiringan yang tegak. 3. Kedalaman intrusi Terjadi pada intrusi yang dalam (> 5000 m), sebab lebih sering terdapat pada batuan yang mempunyai kristal yang besarbesar dan sama rata (granular), tidak ada yang berasosiasi dengan glass atau batuan yang afanitik. Hubungan metasomatis kontak dengan batuan yang diintrusi 1. Komposisi batuan samping Umumnya batu kapur yang paling banyak karena sangat reaktif. Batupasir meskipun ada tetapi jarang. Shale dan slate hanya mengalami penggosongan dan penggerusan (backing and harding). Batuanbatuan argillic jarang menghasilkan endapan metasomatisma kontak. Pada batuan beku tidak ditemukan endapan meta-somatisma kontak. Jadi secara garis besar batuan yang mudah mengalami matasomatisma kontak dan menghasilkan endapan yang baik adalah batuan sedimen, terutama batuan kapur yang tidak murni (impure calcareous) 2. Hubungan dengan struktur Posisi kemiringan (dip) dari batuan yang diintrusi terhadap intrusinya mempengaruhi hasil 131

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

dari pada metasomatisma kontak. Endapan metasomatisma kontak ini pada umumnya: Dekat dengan intrusi Mempunyai ukuran yang kecil-kecil Mempunyai bentuk yang tidak teratur C. Endapan Hidrotermal Membentuk mineral-mineral ubahan epigenetic, berasal dari larutan sisa magma yang kaya akan logam-logam berharga. Temperatur 50- 500 ºC (100- 500 ºC). Endapan hidrotermal dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1. Hipotermal: 300- 500 ºC. 2. Mesotermal: 200- 300 ºC 3. Epitermal: 50- 200 ºC Dalam perjalanan ke permukaan melalui batuan-batuan, larutan hidrotermal akan mengendapkan unsur-unsur yang dibawanya menjadi:  Cavity filling deposites (mengisi rongga-rongga pada batuan samping).  Replacement deposites (proses metasomatisma kontak). Terjadi pergantian unsur-unsur pada mineral yang sudah ada. Prinsip proses hidrotermal Proses hidrotermal menghasilkan paling banyak mineral-mineral metal. Diantaranya adalah emas dan perak, tembaga, timbal dan seng, air raksa, antimon, molibdenum dan bermacam-macam logam atau mineral-mineral non logam lainnya. Hal-hal yang sangat penting (sarat): 132

1) Harus terdapat larutan yang kaya akan logam-logam berharga, yang akan diendapkan. 2) Harus terdapat saluran saluran atau celah-celah untuk mengalirkan larutan tersebut. 3) Harus terdapat tempat untuk mengendapkan logam-logam berharga atau mineral-mineral berharga. 4) Terjadi proses kimia yang menghasilkan mineral-mineral berharga. 5) Terjadi konsentrasi yang cukup untuk membentuk cadangan mineral yang berharga dan ekonomis. Bukaan dalam batuan 1) Bukaan asli (original cavities) Pore space yaitu ruang antar pori-pori batuan (porositas). Crystall lattice merupakan ruang antar atom. Vesiculer / blow holes adalah sisa-sisa gas pada batuan effusive (pumis) Lava drain channel yaitu pipa-pipa dalam lava. Cooling crack yaitu rekahan-rekahan pada batuan. Bedding planer adalah ruang antar lapisan. 2) Bukaan tidak asli (induces cavities) Terjadi karena gaya - gaya geologi. Fissures dengan atau tanpa patahan (rekahan - rekahan oleh gaya geologi).
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

-

-

-

Shear zone cavities adalah rekahanrekahan yang banyak karena adanya pergeseran oleh tekanan. Ronggarongga antara perli-patan dan pergeseran. • Saddle reefs seperti pelana. • Pitch and flat. • Crack pada antiklin atau sinklin. Pipa-pipa vulkanik terjadi seba-gai bekas aktivitas gunungapi. Breksi tektonik yaitu breksi hasil dari aktivitas tektonik. Collapse breccia yaitu breksi hasil reruntuhan. Solution caves adalah rongga-rongga hasil pelarutan. Ronggarongga hasil alterasi.

kesempatan reaksi antara larutan dengan batuan lebih besar. Begitu juga kecepatan aliran yang lambat, sehingga terjadi kesempatan pengendapan yang lebih baik. Pengaruh batuan asal (source rock) Batuan yang reaktif akan menghasilkan endapan yang lebih baik, seperti batulempung. Di sini proses replacement lebih dominan daripada cavity filling. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengendapan 1) Perubahan kimia dari reaksireaksi kimia, di sini harga P & T memiliki arti yang sangat penting. 2) Dalam replacement, substitusi ion-ion lama oleh ion-ion baru dari larutan akan menghasilkan mineral-mineral baru. 3) Pertemuan antara larutan dengan batuan asal membuat ketidakseimbangan kimia, sehingga terjadi reaksi kimia agar menjadi setimbang lagi dan menghasilkan mineral baru. 4) Temperatur juga mempunyai arti yang sangat penting, baik dalam perubahan fase maupun kecepatan raksi. 5) Tekanan yang berkurang bisa mengendapkan logam - logam, gas-gas, atau uap. Tempat mineralisasi hidrotermal dan pengendapan larutan hidrotermal dikontrol oleh:  Sifat - sifat kimia dan fisika daripada batuan asal.  Struktur batuan asal.  Intrusi.  Kedalaman formasi.  Pergantian ukuran bukaan atau rongga-rongga. 133

Pergerakan larutan dalam batuan Larutan hidrotermal bergerak menuju tempat pengendapannya melalui rekahan-rekahan yang sudah ada. Dalam perjalanannya larutan ini tidak mengendap pada saluran-saluran yang tersedia sehingga sempat terjadi akumulasi yang cukup besar di daerah pengendapan. Ukuran butir dan sifat permukaan Ukuran butir yang halus menghasilkan ruang pori yang kecil, sehingga permeabilitas juga kecil. Untuk permukaan yang luas atau untuk butir-butir yang kasar (berukuran besar) akan memberi
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Atau gabungan faktor-faktor di atas. Paragenesis Paragenesis adalah urutanurutan pengendapan mineralmineral yang terbentuk. Pada umumnya adalah sebagai berikut: 1) Dalam magmatik dan metasomatik kontak, gangue mineral mengendap pertama kali, kemudian mineral-mineral oksida dan terakhir mineral-mineral sulfida. 2) Pada endapan hidrotermal sering terjadi pengalangan dan overlap yang khas untuk endapan-endapan pada rongga atau endapan replacement.

3) Urut-urutan ini terjadi karena
mineral-mineral yang telah / mudah larut akan mengendap belakangan. 4) Dalam cavity filling, bijih mengendap sekaligus atau lapisan demi lapisan. Proses ini disebut crustification. Alterasi batuan dinding (wall rock) Proses hidrotermal menghasilkan alterasi pada batuan dindingnya, terutama bila batuan tersebut bersifat reaktif atau permeable.

Tabel 10.3. Alterasi batuan dinding
KONDISI Epitermal WALL ROCK limestone lava batuan beku intrusi - limestone HASIL ALTERASI

-

silisifikasi alumate, chlorite, pyrite, sericite, clay mineral. chlorite, epidote, calcite, kwarsa, sericite, clay mineral.

Mesotermal

- silifikasi sampai gasperoid, dolomite
siderite.

- shale, lava.
- batuan beku asam - batuan beku basa Hipotermal Granit, lava, schist

- silisifikasi, clay mineral. - sebagian besar sericite, kwarsa dan
sedikit clay mineral.

- serpentinisasi, epidote, allorite.
Greisen, topas, mika putih, tourmaline, pyroxene, amphihole.

Bentuk-bentuk endapan mineral akibat proses hidrotermal

 Sheeted vein (Ripper creek,
Colombia)  Dilatation vein  Chambered vein  En echelon vein Fissure umumnya sangat halus tetapi oleh pergeseran bisa menjadi lebih besar / lebar. Hubungan antara fissure satu
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

1) Fissure vein adalah endapan
berbentuk tabular yang terdiri dari satu celah atau lebih. Jenis endapan ini ada beberapa macam, diantaranya adalah:  Sederhana  Gabungan  Linked vein 134

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

dengan yang lain membentuk beberapa macam sistem, yaitu:  Parallel  Fan shaped  Radial  Intersecting  Intersecting cognate  Conjugate Perbedaan lapisan batuan mempengaruhi bentuk daripada fissure yang terjadi. Ini disebabkan oleh sifat-sifat fisik daripada batuan yang berbeda.

Pada perlipatan batuan maka akan terjadi ruang-ruang antar lapisan pada bagian yang terlihat (antiklin).

5) Leader vein
Rekahan yang terdapat pada dike, yang biasanya sejajar atau hampir sejajar satu sama lain pada dike, bentuknya seperti tangga atau leader. Biasanya dengan joint-joint yang terjadi karena tarikan (contraction). 6) Pitch and flat Batuan yang brittle dengan perlipatan lemah akan menghasilkan rongga-rongga yang disebut pitch and flat atau fold crack. Biasanya terdapat pada breksi di bagian bawah sinklin dan rekahan sepanjang antiklin. 7) Pore space filling Pengikisan oleh larutan hidrotermal ke dalam pori-pori menjadi endapan mineral.

2) Shear zone deposite
Bukaan yang tipis, berupa lembaran-lembaran pada zona pergeseran memungkinkan terjadinya pengendapan mineral. Endapan yang terbentuk biasanya tipis-tipis dan halus. Bukaan ini tidak baik untuk logam-logam non-ferro, tetapi yang banyak adalah endapan-endapan emas dan perak serta pyrite (Otego, New Zealand). Shear zone, karena mempunyai bidang bidang kontak yang luas maka sangat penting untuk proses replacement yang dapat membuat daerah tersebut kaya dengan endapan-endapan. 3) Stock work Adalah gabungan dari veinlet yang halus dalam jumlah cukup besar. Jarak antara veinlet ini tidak terlalu jauh (hanya beberapa inci). Stock work terjadi karena :  Pembentukan cracks pada waktu pendinginan bagian atas suatu badan intrusi.  Fissure yang tidak teratur karena gaya - gaya tarik dan putar.

8) Vesicular filling
Pengikisan lubang-lubang sisa gas pada batuan effusive/ lava / pumice, menghasilkan endapan vulkanis. Metasomatik (replacement) Replacement adalah suatu proses pembentukan mineralmineral di mana terjadi perubahan mineral-mineral lama yang terdapat pada host rock. Penambahan ini terjadi karena adanya penambahan unsur-unsur baru dan unsur-unsur lama menguap, jadi di sini terjadi reaksi kimia. Temperatur di mana proses ini berlangsung bisa: 1) Sangat tinggi (metasomatis kontak). 2) Sedang atau tidak terlalu tinggi (hydrothermal replacement). 135

4) Saddle roof
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

3) Rendah atau temperatur permukaan (supergene replacement). Tidak adanya perubahan volume disebabkan oleh: 1) Volume unsur-unsur yang baru = volume yang diganti. 2) Bukan pergantian molekulmolekul dengan molekul-molekul. 3) Kristal-kristal pseudomorf. Proses terjadinya bermula dari suatu larutan yang masuk ke dalam pori-pori atau celah-celah pada batuan tersebut, kemudian berkembang ke arah luar (memakan batuan asalnya). Pertumbuhan replacement  Dalam batuan yang tidak homogen replacement dikontrol oleh macam batuan, struktur, sifat-sifat kimia dan fisika daripada host rock.  Untuk batuan yang homogen, replacement dapat dibagi tiga cara, yaitu : 1) Dimulai dari rekahan kemu-dian dinding rekahan me-ngalami replacement yang permulaan terrus bergerak kearah batuan asal dengan suatu permukaan tertentu. Kemajuan ini hampir seperti gerakan gelombang dan menghasilkan suatu bijih besi masif. 2) Proses mirip di atas tetapi didahului oleh replacement sebagian yang tersebar di luar bijih yang masif. 3) Proses ini mungkin berasal dari beberapa pusat yang kemudian berkembang sendiri-sendiri dan teratur, yang berlangsung secara simultan. Biasanya halus 136

dan hanya ± 5 – 10% dari seluruh massa batuan asal, merupakan endapan porphyry. Replacement agents Replacement agents terutama adalah air, larutan, dan gas. Endapan hipotermal berasal dari larutan sisa magma yang panas dan bersifat alkali. Larutan ini meninggalkan magma sebagai larutan alkali, sedangkan gas bersifat asam mengalami kondensasi karena pengaruh batuan samping dan menjadi basa. Larutan panas ini dalam perjalanannya mungkin sudah tercampur juga dengan air meteoric (air hujan) yang masuk ke dalam tanah dan bahan-bahan mineral sebagian besar berasal dari magma, sebagian lagi dari batuan yang dilaluinya. Batuan asal (host rock) Host rock merupakan batuan penerima unsur-unsur baru. Hampir setiap batuan mengalami replacement, tetapi yang paling baik adalah batu kapur, kemudian shale dan batupasir yang bersifat kapuran (calcareous) juga bisa mengalami replacement. Batuan beku juga banyak menghasilkan endapan-endapan replacement, diantaranya batuanbatuan metamorf yang paling baik adalah crystallin schist, marmer, kemudian gneiss, phyllite dan quartzite. Batuan argillite dan quartzite adalah batuan yang paling sukar untuk proses replacement. Dalam batuan beku yang granular, replacement bersifat selektif terhadap mineral-mineral tertentu, terutama mineral-mineral gelap dan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

felspar. Endapannya adalah endapan porphiry copper. Pengaruh struktur Replacement banyak terjadi pada sheeted fissure, shear zone, perpotongan-perpotongan fissure, juga pada perlipatan. D. Vulkanisma (Sublimasi) Hasil kegiatan vulkanisma antara lain aliran lava, bahan-bahan volatil (uap air), dan sumber-sumber air panas. Hasil penguapan / exshalasi yang diakibatkan oleh kegiatan vulkanisma ini adalah:  Fumarol, mengandung uap air (H2O)  Solfatar, mengandung gas S2, SO2 Mofet, mengandung gan CO2  Soffroni, mengandung bahan borak (Be) Endapan-endapan yang bernilai ekonomis dari hasil pembentukan vulkanisma adalah: 1) Kristal-kristal belerang sebagai akibat sublimasi uap belerang, dan lumpur belerang yaitu campuran sisa belerang berukuran lempung - pasir. 2) Air panas sering membawa endapan-endapan limonit (untuk bahan cat), jarosite (K2SO4 – bahan pupuk), terosite (KFeSO4 – bahan pupuk) dan lain-lain. E. Pegmatis Pegmatis adalah batuan beku yang terbentuk sebagai hasil injeksi magma. Kristalisasi dari suatu magma menyebabkan suatu perubahan konsentrasi dari bahanbahan uap. Jadi faktor yang menyebabkan injeksi ini adalah adanya uap.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Sifat-sifat endapan pegmatis adalah: 1) Seperti dike 2) Kristal - kristalnya berukuran sangat besar, hal ini disebabkan oleh: a) Pada waktu magma membeku magma banyak mengandung uap yang mengandung unsur silika. b) Kristalis asi yang lamban. 3) Bersifat asam, berasal dari magma asam (± 98% asam) 4) Mineralmineralnya berupa kwar-sa, orthoklas dan mika. Endapan-endapan pegmatis yang ekonomis: 1) Logam-logam ringan :Li, Fe, Al-silikat. 2) Logam-logam berat : Sn, W, Ho, Au. 3) Permata : beryl, ruby, topaz, jasper. 4) Mika

10.1.3. Endapan Sekunder
Endapan sekunder adalah endapan-endapan bijih yang tidak berasosiasi langsung dengan aktivitas magma, tetapi merupakan hasil dari proses pelapukantransportasi-sedimentasi, yang merupakan proses kimia, fisika atau gabungan dari kedua proses tersebut. A. Proses Pelapukan Proses ini merupakan proses yang sangat penting dalam pembentukan endapan bijih mineral yang ekonomis. Proses yang terjadi diantaranya adalah: - Disintegrasi 137

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

- Oksidasi - Hidrasi - Reaksi antara larutan dengan larutan - Reaksi antara larutan dengan gas - Reaksi antara larutan dengan zat padat - Penguapan Atau gabungan dari beberapa hal di atas. Pelapukan bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu: 1) Pelapukan mekanis Pelapukan jenis ini menghasilkan endapan placer, tetapi tidak menghasilkan mineral - mineral baru (tetap mineral primer). 2) Pelapukan kimia Dapat menghasilkan mineralmineral baru, yang berasal dari aktivitas kimia terhadap: a) Endapan-endapan mineral yang belum tersingkap. b) Endapan-endapan mineral dengan kadar logam yang rendah. c) Gangue mineral. d) Batuan (beku, sedimen, metamorf). Pada umumnya proses pelapukan merupakan gabungan dari kedua proses tersebut (kimia + mekanis). Pelapukan mekanis banyak terjadi di daerah yang kering (padang pasir) atau arid region dimana perbedaan panas dan dingin sangat besar, juga di daerah kutub. Sedangkan pelapukan kimia dapat berjalan dengan baik di daerah yang lembab atau daerah tropis. Agents yang mempercepat dekomposisi adalah air, oksigen, CO2, panas, asam-asam, alkali-alkali, vegetasi, dan bakteri. Hasil pelapukan batuan dapat berupa sisa-sisa pelapukan yang merupakan mineral-mineral yang 138

stabil (sukar larut) dan mudah larut. Mineral yang sukar larut bisa menjadi endapan konsentrasi residu atau endapan - endapan placer, sedangkan yang mudah larut akan diendapkan kembali di tempat yang lebih jauh (membentuk mineralmineral baru). Stabilitas mineral Mineral, sebagaimana bendabenda lain sangat responsif terhadap lingkungan. Mereka akan lebih stabil jika berada pada tempat (kondisi) di mana mineral-mineral tersebut dibentuk tetapi menjadi tidak stabil di daerah yang mempunyai kondisi berbeda atau terjadi perubahan kondisi lingkungan. Mineral-mineral yang terbentuk pada temperatur dan tekanan yang tinggi menjadi tidak stabil jika muncul di permukaan (kondisi atmosfer) atau sebaliknya (proses metamorfosa / replacement). B. Endapan Konsentrasi Residu Konsentrasi residu merupakan hasil dari pengumpulan mineralmineral berharga setelah mineralmineral lain (gangue) yang terdapat dalam batuan atau endapan bijih yang terbawa pergi selama pelapukan. Peningkatan kadar terjadi karena adanya pengumpulan volume yang disebabkan oleh proses kimia / pelapukan. Pengumpulan ini berlangsung terus menerus sampai membentuk suatu endapan yang ekonomis. Proses pembentukan Pembentukan endapan jenis ini memerlukan syarat-syarat, diantaranya adalah:  Terdapat batuan asal atau endapan yang mengandung
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

mineral / unsur-unsur mineral berharga. Mineral berharga biasanya sukar larut tetapi gangue mineral-nya mudah larut pada kondisi atmorfir.  Kondisi iklim yang memungkinkan terjadinya proses-proses kimia.  Morfologi yang landai atau tidak terlalu curam sehingga mineralmineral tidak tercuci habis oleh erosi (pelapukan kimia lebih kuat daripada erosi pada daerah tersebut).  Kestabilan permukaan yang menerus dan dalam waktu lama (tidak ada pengangkatan / penurunan) sehingga bisa terjadi pengumpulan mineral - mineral berharga yang cukup besar. Jadi pengumpulan mineral di daerah itu harus stabil. Contoh : Suatu batuan yang mengandung Fe-oksida secara perlahanlahan akan larut dan terbawa air, meninggalkan endapan residu Feoksida yang sukar larut. Lambat tetapi pasti endapan residu ini akan menjadi cebakan yang ekonomis. Suatu mineral baru yang terbentuk dalam proses pelapukan dan tahan tehadap pelarutan, sedangkan mineral-mineral lain larut dan terbawa oleh air ketempat lain, maka akan terjadi endapan konsentrasi residu. Contohnya mineral felspar yang terdapat dalam batuan beku syenite. Pada proses pelapukan akan menghasilkan bauxite yang sukar larut, sedangkan mineralmineral lainnya larut maka terjadilah cebakan bijih bauxite yang ekonomis. Cebakan konsentrasi residu 1. Endapan besi (Fe)
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Hampir setiap batuan mengandung unsur-unsur besi (Fe). Dalam kondisi-kondisi yang pervorable, besi ini bisa terkumpul dan membentuk cebakan yang ekonomis. Endapan besi jenis ini bisa berasal dari: o Cebakan yang berupa uraturat siderite atau Fe-sulfida. Fe-oksida yang berasal dari pyrite jarang menghasilkan cebakan yang baik. o Mineral-mineral yang mengandung besi yang tersebar dalam mineral alumina limestone. o Limestone yang mengalami replacement sebagian oleh mineral-mineral yang mengandung besi. o Batuan beku basa. o Batuan sedimen silikat yang mengandung besi. Salah satu contoh adalah endapan brown ore di Texas Timur yang terdapat pada batuan berumur Eocene. - Endapan berasal dari pelapukan, berupa nodule-nodule konkresi atau lensa-lensa tipis. Kadar Fe 48-57%, SiO2 5-13%, Al2O3 2-7%, P < 0.12 % di Northern Basin. - Di Southern Basin bijih terbentuk padat / massive dengan kadar Fe 42-48%, SiO2 10-12%, Al2O3 8-12%, P < 0.24 % - Cadangan ± 150-200 juta ton bijih kadar tinggi (high grade ore)

2. Endapan mangan (Mn)
Mn terdapat bersama-sama Fe dalam batuan karena terbentuk dalam kondisi yang sama, tetapi dalam jumlah yang lebih kecil 139

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

dapat juga ditemukan sebagai pembentukan endapan-endapan residu. Oleh karena itu diperlukan kondisi-kondisi yang baik agar bisa terbentuk endapan dalam yang ekonomis. Batuan asal Mn yaitu :  Limestone atau dolomite yang mengandung alumina tetapi juga mengandung mineralmineral Mn-karbonat atau Mnoksida Syngenetis.  Limestone yang mengandung Mn tersebar dalam batuan.  Manganiferous silicate, misalnya sekis kristalin atau batuan beku yang teralterasi, biasanya mineral rodhonite.  Vein-vein mineral-mineral Mn, endapan replacement atau metasomatik kontak yang mengandung mineral-mineral rhodonite, rhodochrocite, manganiferous siderite dan calsite, dan lain-lain.

permukaan terganggu selama musim basah. o Batuan asal Berasal dari batuan yang mengandung Al-silika relatif tinggi dan rendah Fe serta bebas kwarsa. o Tersedianya reagen kimia. o Pelapukan yang terus menerus. o Mempunyai topografi dan permukaan erosi yang landai dan bergelombang (undulating). o Terlindungnya endapan bauxite dari aktivitas air laut. o Pengeringan sub surface yang menyebabkan cepatnya aliran air hujan. 4. Endapan-endapan lain dari jenis ini yang penting adalah endapan nikel laterit dan juga kaolin. Contoh: residu brown iron (East Texas), Clubhause mine (Batesville Arkansas), bauxite bed (Arkansas). C. Endapan Konsentrasi Mekanis (Placer Deposite) Proses pembentukan endapan ini terdiri atas dua tahap, yaitu: 1. Pembebasan mineral - mineral stabil dari matriks-nya. 2. Proses konsentrasi, dengan sarat berat mineral - mineral tersebut harus:  Mempunyai berat jenis yang tinggi.  Tahan Terhadap pelapukan kimia.  Mempunyai kekerasan yang tinggi. Mineral-mineral yang mempunyai sifat-sifat tersebut di atas, antara lain: emas, platina, casiterite, magnetite, chromite, ilmenite, rutile,
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

3. Endapan bauxite (Al)
Bauxite adalah campuran antara hidrous oksida alumunium dan besi dengan air, yang berbentuk colloidal. Endapan ini terdiri atas mineral gibbsite (Al2O3.3H2O) dan bochmite (Al2O3.H2O), kadang kadang disertai dengan kaoline, halloysite, dan non-tronite. Kondisi terbentuknya endapan bauxite adalah: o Daerah beriklim tropis dan sub tropis. Pada temperatur 20ºC terjadi pemisahan secara kimia antara SiO2 dengan Al2O3 dan Fe2O3, di mana SiO2 terbawa larut sedang Al2O3 dan Fe2O3 membentuk endapan bauxite pada musim basah. Penambahan CO2 bebas pada 140

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

tembaga permata, kwarsa.

yang murni, batu-batu zircon, monazite, dan

Batuan asal 1. Vein-vein atau cebakan-cebakan ekonomis yang telah ada. 2. Vein-vein atau cebakan non ekonomis (sub marginal) yang telah ada. 3. Mineral-mineral minor dalam suatu bijih atau batuan lain yang tersebar. 4. Mineral - mineral pembentuk batuan (dalam batuan beku). 5. Endapan-endapan placer yang sudah ada (di teras sungai). Setelah mengalami pembebasan, mineral-mineral yang tahan / tidak lapuk ini akan mengalami transformasi yang dilakukan oleh: 1) Gaya berat (soil creep) Merayap ke tempat yang lebih rendah, di lereng - lereng membentuk endapan aluvial. 2) Melalui agent air. Mineral-mineral dengan ukuran butir yang tidak terlalu besar, akan terbawa aliran air dan sambil mengalami sorting, sehingga terpisah-pisah berdasarkan bentuk, ukuran, berat, jenis. Ada yang mengendap di hulu sungai dan juga oleh karena kondisi bagian-bagian sungainya yang membawanya.  Hulu sungai Tanggul-tanggul alam yang terdiri dari batuan yang lebih keras pada dasar sungai yang lebih lemah akan memperkecil kemampuan aliran air untuk membawa partikel - partikel, sehingga diendapkan di belakang tanggul-tanggul tersebut.  Danau-danau di pegunungan Terdapatnya danau mengurangi kecepatan aliran sehingga partikel-partikel bisa

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

141

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

mengendap di danau-danau tersebut.  Belokan sungai Terjadi di dataran rendah di mana sungai sudah membentuk meander. Contoh: elluvial gold di San Antonio. D. Oksidasi dan Pengayaan Supergen Jika suatu endapan bijih (vein, stock work, dll.) tersingkap di permukaan oleh erosi, maka mereka akan mengalami proses pelapukan. Air permukaan akan mengoksidasi mineral-mineral dan menghasilkan larutan juga akan melarutkan mineral-mineral lainnya. Daerah di mana oksidasi ini berlangsung disebut zona oksidasi, tetapi akibat dari proses oksidasi ini dapat pula terjadi di bagian yang terdapat dibawahnya. Larutan hasil oksidasi yang turun ke bagian bawah ini akan

membentuk suatu zona yang disebut zona pengkayaan (enriched zone), yang mempunyai kadar logam tinggi (lebih tinggi dari sebelumnya) dan di bagian yang paling jauh terdapat zona primer / supergene. Proses kimia Terdapat dua proses kimia yang penting dalam zona oksidasi, yaitu: 1) Oksidasi, pelarutan, dan pelepasan mineral-mineral berharga. 2) Transportasi in situ mineralmineral logam menjadi senyawasenyawa oksidasi. Banyak mineral deposite yang mengandung pyrite dan mineralmineral ini sangat mudah bereaksi dengan air tanah dan udara menjadi Fe-sulfat dan asam sulfat, begitu juga mineral pyrhotite, reaksi tersebut sebagai berikut:

1. 2. 3. 4.

FeS2 + 7O + H2O H2SO3 + Fe2O4 2FeS4 + H2SO4 + O2 Fe2(SO)3 + H2O 6FeSO4 +3O +3H2O 2Fe2(SO4)3 +2Fe(OH)2 Fe2(SO4)3 +6H2O 2Fe(OH)2 +3H2SO4 Kemudian jika Fe2(SO4)3 ini bertemu dengan FeS2 atau sulfida lain, kembali akan terjadi reaksi-reaksi yang menghasilkan lebih banyak lagi larutan ferro sulfat. 5. Fe2(SO4)3 + FeS2 3FeSO4 +2S Persamaan-persamaan di atas menunjukan betapa pentingnya fungsi pyrite yang akan menghasilkan pelarut-pelarut penting yaitu ferri sulfat dan asam sulfat juga ferro hidroksida dan ferri sulfat basa. Ferri sulfat selalu terbentuk bukan saja dari pyrite tetapi bisa juga dari chalcopyrite dan sulfida142 sulfida lain. Ferri hidroksida akhirnya berubah menjadi hematite, goethite dan limonite (merupakan karakteristik untuk semua zona oksidasi). Reaksi-reaksi yang terjadi agar mineral-mineral sulfida menghasilkan ferro sulfat antara lain:

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

1. FeS2 + Fe2 (SO4)3 2. Cu2S2 + 2Fe2 (SO4)3 3. Cu2S + Fe (SO4)3 4. CuS + Fe2(SO4)3 5. ZnS + 4Fe (SO4)3 + 4H2O 6. Pb + Fe2 (SO4)3 + H2O + 3O 7. Ag + Fe2(SO4)3 Faktor-faktor yang mengontrol dan membatasi oksidasi diantaranya adalah: 1. Muka air tanah Di atas muka air tanah proses oksidasi akan berjalan dengan lancar karena banyak terdapat oksigen, sedangkan di bawah muka air tanah tidak terdapat atau sedikit oksigen yang bebas sehingga sukar terjadi reaksi. Karena muka air tanah umumnya sejajar dengan muka tanah, maka dasar dari zona oksidasi juga sejajar dengan muka air tanah, terutama di daerah datar. 2. Morfologi Di daerah pegunungan, sirkulasi air tanah lebih cepat sehingga didapat suatu dasar zona oksidasi yang tidak rata (bergerigi). Hal ini terjadi karena cepatnya sirkulasi air maka ada oksigenoksigen bebas yang terbawa oleh air ke bagian yang lebih dalam sehingga bisa terjadi oksidasi. 3. Perubahan muka air tanah

Pyrite 3FeSO4 +3S Chalcopyrite CuSO4 + 5FeSO4 + 2S Chalconite CuSO4 + 2FeSO4 + CuS Covellite CuSO4 + 2FeSO4 + S Sphalerite ZnSO4 + 8FeSO4 + 4H2SO4 Galena PbSO4 + 2FeSO4 + H2SO4 Perak Ag2SO4 + 2FeSO4 Posisi muka air tanah adalah tidak tetap, sehingga mempengaruhi proses oksidasi. Penurunan muka air tanah ini bisa terjadi karena erosi maupun berubahnya iklim dari daerah yang lembab menjadi kering. 4. Waktu Waktu juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan endapanendapan dengan cara ini. Pada umumnya endapan-endapan terbentuk pada zaman Tersier sedangkan pada post glacial hampir tidak ada. 5. Batua n Batuan-batuan yang bersifat porous atau permeable lebih mudah mengalami oksidasi daripada batuan yang kompak atau masif. Juga pada batuan-batuan yang brittle akan lebih mudah terjadi oksidasi karena banyak mempunyai crack - crack di dalamnya.

6.
Strukt ur 143

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Struktur juga banyak berpengaruh terhadap erosi, misalnya: a. Pada daerah patahan akan terkumpul air sehingga proses oksidasi dapat berlangsung dengan kedalaman yang sangat dalam. b. Pada patahan yang impermeable, maka oksidasi yang efektif terjadi pada bagian hanging wall. c. Patahan yang impermeable berfungsi sebagai penghalang terjadinya oksidasi di bagian bawahnya. Presipitasi Bermacam-macam cara yang bekerja sendiri - sendiri atau bersamaan yang memungkinkan terjadinya presipitasi mineral-mineral berharga pada zona oksidasi, diantaranya adalah:

1. Penguapan dan kejenuhan Penguapan yang cepat atau tinggi akan mengakibatkan larutan menjadi jenuh atau lewat jenuh sehingga akan terjadi pengendapan. 2. Oksidasi dan hidrasi Proses ini menghasilkan mineralmineral oksida dan hidroksida Fe, Mn, Cu, Al, dan lain-lain. 3. Reaksi antar larutan Larutan sulfat yang terbentuk dalam zona oksida mungkin akan bertemu dan bereaksi dengan larutan-larutan lain dan menghasilkan proses presipitasi logamlogam berharga di daerah oksidasi. a. Larutan-larutan khlorida, air garam (NaCl) yang banyak terdapat pada tanah di daerah beriklim kering jika bereaksi dengan garam-garam sulfat akan menghasilkan endapanendapan bijih. 2AgCl + Na2SO4

Ag2SO4 + 2NaCl Hal yang sama terjadi juga pada bromyrite, iodyrite (perak bromida). Endapan-endapan perak jenis ini banyak ditemukan di Amerika Serikat bagian barat, Mexico, Amerika Selatan. Cu-sulfat + larutan karbonat Zn-sulfat + larutan karbonat Pb-sulfat + larutan karbonat c. Larutan lain Cuprite (Cu2O) dan tenorite (CuO), merupakan mineral yang terbentuk pada zona oksidasi, mungkin berasal dari 144

b. Larutan

karbonat dan bikarbonat yang bereaksi dengan garam sulfat akan menghasilkan endapan logam karbonat

azurite, malachite smithsonite cerussite

reaksi antara Cu-sulfat dengan Fe-sulfat. 4. Reaksi dengan gangue mineral atau wall rock Larutan-larutan sulfat dari Cu dan Zn yang bereaksi dengan batuan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

samping atau gangue mineral yang terdiri dari mineral-mineral karbonat akan menghasilkan

endapan - endapan Cu-karbonat dan Zn-karbonat. batuan lain, seperti batuan beku, sedimen, atau metamorf. Misalnya: 1) Besi (Fe) berasal dari batuan yang mengandung hornblende, pyroxene, mika. 2) Mangan (Mn) berasal dari batuan-batuan yang mengandung Mn, contohnya batu kapur. 3) Tembaga (Cu) berasal dari batuan-batuan yang mengandung mineral-mineral sulfida. 4) Phosphat berasal dari batuanbatuan yang mengandung mineral - mineral phosphat, apatite, collophanite dan dahllite. 5) Karbonat - karbonat yang dihasilkan oleh beberapa endapanendapan dolomite, limestone, manganesite. Mengendap dalam kondisi laut atau air asin, berasal dari pelapukan batuan lain: - Mineral - mineral pembentuk batuan pada batuan beku - Endapan - endapan / batu kapur yang sudah ada. 6) Begitu juga dengan endapan-endapan clay, bentonit, ga-ram, berasal dari pelapukan batuan. B. Larutan dan Transportasi Larutan Larutan yang mengandung bahan-bahan pembentuk endapan sedimen terjadi atau terbentuk pada waktu pelapukan. Pelarut-pelarutnya diantaranya adalah air karbonat, asam humus (asam organis), dan larutan-larutan sulfat. (1) Air karbonat Sangat efektif untuk melarutkan besi, mangan, dan phosphor.

10.1.4. Endapan Sedimen
Proses sedimentasi tidak saja menghasilkan batuan - batuan sedimen saja, tetapi juga bisa membentuk endapan-endapan bijih yang ekonomis. Misalnya endapanendapan besi, mangan, tembaga, fosfat, batubara, oil shale, karbonat, clay, tanah diatomea, dan lain-lain. Endapan-endapan bijih ini sebenarnya sama saja dengan batuan sedimen biasa, hanya karena sifat-sifat fisik dan kimianya (kadar, jumlah dan lain-lain) berbeda maka endapan ini merupakan endapan yang ekonomis. Endapan ini bisa terdiri dari bahan-bahan anorganik maupun organik dan batuan asalnya adalah batuan-batuan lain yang sudah mengalami disintegrasi. Pembentukan endapan -endapan sedimen terdiri dari atas: 1. Bahan-bahan yang diendapkan (dari batuan lain). 2. Pengumpulan bahan - bahan tersebut oleh larutan atau proses-proses lain. 3. Transportasi ke tempat pengendapan. 4. Deposisi (pengendapan) bahanbahan tersebut di cekungan (sedimentary basin). 5. Mungkin juga terjadi pengompakan, alterasi kimia, dan lainlain. A. Material Asal Material asal sebagai bahan pembentuk batuan sedimen, terutama berasal dari pelapukan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

145

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Untuk besi (Fe) berlaku hal sebagai berikut: - Larut sebagai larutan ferro (ferro lebih mudah larut dibandingkan ferri di dalam air karbonat). - Supaya bisa larut dalam air karbonat, ferri diubah menjadi ferro terlebih dahulu dengan bantuan bahan-bahan pelarut, sehingga mudah larut. - Endapan-endapan Fe zaman Pra Kambrium (belum ada tumbuh-tumbuhan) mungkin sebelumnya sudah berupa larutan ferro bikarbonat. (2) Asam humus dan organis Merupakan pelarut yang baik (asam-asam organis yang lemah juga merupakan pelarut yang baik). Berasal dari dekomposisi tumbuhan-tumbuhan (vegetasi). (3) Larutan sulfat Efektif untuk melarutkan Fe dan Mn, terutama dalam bijih sulfida. - Terbentuknya larutan-larutan sulfat ini dimulai dengan bereaksinya FeS2 dengan air dan udara yang kemudian berantai dengan reaksi terhadap sulfida-sulfida yang lain. - Larutan ini jarang terdapat dalam jumlah yang sangat beasr. Transportasi Hampir semua jenis endapan sedimen termasuk yang berharga ataupun tidak berharga akan menuju ke tempat pengendapannya yang baru. Transportasi ini pada umumnya melalui sungai-sungai atau pada kasus fenomena banjir. Pengendapan terjadi di sungai, danau, laut (dangkal atau dalam). 146

10.1.5. Endapan Metamorfisme
Proses metamorfisme adalah keadaan di mana mineral-mineral yang telah ada secara menyeluruh berubah menjadi endapan mineral baru. Media yang menyebabkan perubahan ini adalah temperatur, tekanan, dan air. Bahan yang berubah adalah endapan mineral atau batuan. Bila larutan dalam proses ini mengalami perubahan tekstur dan mineralogi, maka endapan mineral bijih jarang sekali berubah menjadi suatu susunan mineral baru. A. Endapan Asbestos Ada dua golongan mineral asbes, yaitu: (1) Golongan serpentin (2) Golongan amfibol Golongan serpentin adalah silikatsilikat magnesium bikarbonzida, seperti crysotil, picrolit (komposisinya sama dengan serpentin). Sedangkan golongan amfibol adalah silikat-silikat kalsium, magnesium, besi, natrium dan alumunium, seperti anasit, crosidolit, tremolit, actinolit, antophilit. Asbes serpentin a. Asbes crysotil batuan ultra basa, misalnya dunit atau peridotit. b. Batugamping bermagnesium atau dolomit. Asbes chrysotile dari perubahan batuan ultra basa merupakan endapan yang terbanyak didapatkan. Tekstur asbestos chrysotile adalah cross fiber, slip fiber, dan masa fiber. Tabel berikut ini memperlihatkan perbedaan di antara ketiganya.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Tabel 10.4. Karakteristik tekstur asbestos chrysotile
CROSS FIBER Serat melebar sejajar dengan lebar urat SLIP FIBER Serat diagonal atau tegak lurus pada dinding urat tetapi kwalitas tidak baik MASA FIBER Serat teratur radial

Ketiga tekstur dapat terjadi pada endapan yang sama, serat chrysotile berbeda ukuran berkisar 4 s/d 5 inci. Sedangkan masa asbes ini umumnya merupakan 20% dari masa batuan yang berubah. Asbes amfibol Terdapat pada batuan slate sekis dan kumpulan batuan yang mengandung besi (di Transval, Afrika Selatan). Tekstur asbes amfibol juga sama dengan asbes chrysotile, yang terpenting dari jenis ini ialah asbes crocidolit atau achmolit (panjang serat dapat mencapai 30 cm, tetapi kwalitas kurang baik dibandingkan asbes chrysotile). Asbes antophilit umumnya bertekstur cross fiber dengan beberapa slip fiber, terdapat sebagai kantong-kantong atau lensa-lensa pada perodotit dan pyroconite di U.S.A. Terjadinya asbes chrysotile hanya terdapat pada serpentin dan serpentin ini terbatas pada jenis serpentin serat (serabut). Asbes chrysotile bersamaan terjadinya dengan proses serpentinisasi batuan. Sebaliknya serpentinisasi belum tentu menghasilkan asbes chrysotile. Menurut Cooke (penyelidik akhir), batuan serpentin berasal dari batuan gamping yang mengalami perubahan atau alterasi yang disebabkan oleh larutan sisa yang panas (berasal dari intrusi). Kristalkristal asbes yang tumbuh makin mendesak dinding rekahan disertai

tekanan dinding akibat pemanasan batuan dari intrusi. B. Endapan Grafit Grafit terdapat dalam dua jenis: (1) Kristalin, terdiri dari lembarlembar tipis hitam, asli, murni. (2) Amorf, jenis ini ridak murni Terjadinya endapan grafik adalah sebagai berikut:  Metamorfisme regional.  Kristalisasi asli berasal dari batuan beku (granit, syenit dan basal).  Proses metamorfisme kontak.  Dari penambahan larutan hidrotermal pada batuan sebelumnya (misalnya pada jenis batuan urat pada pegmatis dan daerahdaerah geseran pada batuan sekis). Jenis grafit secara umum dapat dianggap dari proses magmatiknya, berasal dari gas-gas persenyawaan karbon yang terlepas dari magma atau karbon yang berasal dari batuan sedimen yang mengalami intrusi dan kemudian karbon diendapkan. Jenis grafit yang terbentuk karena metamorfime regional mungkin berasal dari: a. Bahan-bahan organik yang mengalami perubahan dan ini berasal dari sedimen. b. Merupakan penguraian dari CaCO3 seperti pada batuan gamping berkarbon dan mengalami metamorfosa. Hidrokarbon asli pada batuan gamping terurai, langsung 147

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

mengendap atau lebih dahulu berubah menjadi CO dan CO2 dan dioksidasikan kembali menjadi C. Teori asal karbon dari batuan sedimen ini banyak diterima meskipun didapat kelainan-kelainan pendapat tentang apakah karbon ini berasal dari bahan organis atau anorganis. Grafit terdapat pada batuan marmer, gneiss, sekis, kwarsit, lapisan batu bara yang berubah, dan batuan beku (urat pegmatit). Jenis kristalin biasanya tersebar merata di dalam seluruh batuan metamorf. Grafit umumnya hanya merupakan 7 % dari volume batuan metamorf. Mineral-mineral asosiasi diantaranya adalah kwarsa, chlorite, rutit, titanit, silimanit.

Berat jenis (BJ) minyak bumi normal berkisar pada 0,75 – 0,95, minyak bumi ringan lebih kecil 0,8 dan minyak bumi berat lebih besar dari 0,9. BJ minyak bumi tergantung pada:  Kandungan oksigen.  BJ tinggi bila molekul H sedikit, berarti kandungan O dan C besar.  Kandungan sulfurnya tinggi maka BJ-nya menjadi tinggi. Warna akibat fluorisensi kehijauan, jika tembus cahaya berwarna kekuningan, kemerahan atau kehitaman. Warna lebih terang maka BJ lebih tinggi. Teori asal mula minyak bumi dari bahan organis mungkin didasarkan pada beberapa hal sebagai berikut: 1. Sebagian kecil merupakan komposisi dari organisme. Fe dalam darah, Ca dan F dalam tulang. 2. Aktivitas biokimia (vegetasi). 3. Reaksi dengan unsur-unsur anorganik dalam batuan. Methan dalam temperatur dan tekanan normal berbentuk gas, kadang-kadang mengandung helium (2%). Oil Field Water adalah air yang ditemukan dalam “oil pool”. Air ini berasal dari air laut. B. Genesa Minyak Bumi Minyak, gas, dan air mengisi ruang-ruang antara pada batuan, baik sebagian maupun keseluruhan. Ruang-ruang antara itu berupa lubang antar butir-butir batuan, crack, fissure. Jadi minyak terdapat pada batuan resevoar (batuan di mana minyak, air dan gas ini terdapat). Faktor yang menyebabkan batuan resevoar menjadi ekonomis
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

10.1.6. Minyak Bumi
Berasal dari bahan organik. Teori-teori terbentuknya yang menunjukkan bersifat organik disebut “hypotese abysaal”. A. Komposisi dan Sifat Fisik Secara kimia minyak bumi tersusun atas senyawa yang berkompisisi unsur C (80 – 88%), H (10 – 14%), dan (S, N,O ) ± 2 %. Komposisi kimia C dan H ini dibagi atas: 1. Alkali jenuh atau parafin. 2. Napthan (Hydrocarbon + Cyclic). 3. Aromat atau denfalit atau cyclic tidak jenuh. Berdasarkan jumlah molekul yang terkandung, komposisi minyak bumi dapat dibagi lagi menjadi: - Persenyawaan padat (orocerite), misalnya minyak parafin base. - Bahan asphalite, misalnya minyak asphal base. 148

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

adalah “porositas” dan “permeabilitas” batuan tersebut. Batuan resevoar (oil pool), misalnya: 1. Batupasir 2. Batugamping 3. Batuan granit dalam jumlah yang sedikit. Batuan resevoar itu berasal dari batuan primer. Batuan primer (source rock) adalah batuan di mana minyak mula - mula diendapkan. Minyak ini bergerak dari batuan sumber (primer) menuju ke batuan resevoar dan selanjutnya menjadi lapisan minyak, gas, dan air. Kedudukan batuan resevoar ini disebut “oil trap” dan perpindahan minyak ini disebut “migrasi”. C. Macam-Macam Oil Trap Oil trap terbagi atas: i) Structural trap - Anticline trap - Fault trap - Salt dome ii) Stratigraphic trap - Unconformity trap - Facies trap Menurut Bateman, oil trap dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan besar yang masingmasing dapat dirinci lagi, yaitu: 1. Structural trap - Anticlinal - Dome - Monoclin

- Unconformity
- Aucinut Shore line - Shoestring sand - Sandstone lences Hp dip wedging sand Hp dip porosity dininnutrog Over lap Reffect buroed hills Buried corral roofs

Antiklin merupakan sumber minyak bumi terpenting hingga saat ini. Patahan sebagai “Oil pool” yang terjadi disebabkan oleh: a. Kelanjutan dari batuan permeable yang terbentuk pada batuan impermeable (clay). b. Clay yang lembut menutupi lubang-lubang dari resevoar. Minyak bumi juga dapat terakumulasi pada waktu terbentuknya kubah (dome) garam. D. Analisa Minyak Bumi Pada temperatur ± 200ºC phorphirin mudah dirusak, di samping itu minyak terbentuk pada batuan sedimen yang asalnya dari lautan. Hal sebagai berikut menjadi pertimbangan dalam membuat analisa asal minyak: - Organisme mana yang dapat membentuk minyak. Organisme pembentuk minyak bumi hingga saat ini masih berupa plankton rendah (algae dan diatomae), moluska, protozoa, foraminifera. Plankton banyak terdapat pada permukaan air laut. - Keadaan-keadaan yang mempengaruhi terbentuknya minyak bumi. 149

- Terraces
- Sinklin - Fault (sesar) - Fissure - Salt dome (kubah garam) - Intrusi batuan beku 2. Stratigraphic trap
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Trash adalah isi bahan organisme pada lumpur dasar lautan (100 mil), dengan banyaknya rata-rata 2,5 % pada lumpur Resen (zaman sekarang). - Golongan kimia yang merupakan bahan asal minyak. Bahan asal minyak adalah protein komplek yang kekurangan oksigen + karbonat. Jadi batuan asal minyak adalah batulempung dan mungkin juga batugamping dan tidak pernah pada batupasir, karena angka organisme terbesar terdapat pada sedimen halus. - Keadaan-keadaan yang mempengaruhi perubahan pada senyawa minyak.

Dekomposisi bakteri yang bebas oksigen secara lambat dari tumbuhan (vegetasi), sisa binatang menghasilkan hidrokarbon “zobell”. Beberapa jenis bakteri mereduksi oksigen, nitrogen, sulfur, phosphor dan sisanya adalah senyawa karbon dan hidrogen. Aktivitas bakteri terjadi pada lumpur laut bagian atas, yaitu: a. Pada kedalaman 1 in adalah 38 x 106 bakteri/gram b. Pada kedalaman 2 in adalah 94 x x104 bakteri/gram c. Pada kedalaman 15 in adalah 24 x x106 bakteri/gram - Komposisi kimia minyak.

Tabel 10. 5. Senyawa minyak
Unsur C H O N S P Fe Karbohidrat 44,44 6,18 49,88 Protein 51,30 6,90 22,40 17,80 0,80 0,70 0,10 Lemak 69,05 10,00 17,00 0,61 0,31 0,31 -

Faktor-faktor yang mempengaruhi / memperkuat minyak bumi barasal dari bahan organisme adalah: 1) Banyak sifat minyak bumi yang optis aktif. 2) Senyawa nitrogen adalah bagian dari minyak bumi dan di alam terdapat pada tumbuh-tumbuhan dan binatang. 3) Kebanyakan minyak bumi mengandung klorofil, fosfor, bahan organik. 4) Minyak mengandung zat warna (pigmen) asal organik. 150

Pengaruh radio aktif pada pembentukan minyak bumi Radio aktif mungkin merupakan faktor pembentuk minyak dengan ditemukannya uranium yang ditemukan di beberapa tempat, yaitu: - Lumpur laut (hitam), yang tinggi kadar organismenya. - Shale-hitam-bitumen, bersamasama diendapkan dalam sedimen laut. Pemisahan (disintegrasi) uranium berjalan terus dan terdapat bersama-sama minyak, buktinya dengan adanya Ra dan He dalam
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

minyak di Rusia. Dalam perubahan bahan organik ini menjadi minyak bumi Fe, Ni, Va dan logan-logam lain dari lempeng mungkin sebagai katalisator. Catatan: pemboman dengan pancaran radio aktif pada hidrokarbon meng-hasilkan bahan berminyak. E. Migrasi dan Akumulasi Migrasi adalah perpindahan minyak bumi dari batuan primer ke batuan reservoar. Migrasi selanjutnya adalah dalam batuan reservoar itu sendiri yang dapat dibagi dalam tiga zona berdasarkan komposisi minyak, gas, dan air. Faktor-faktor utama yang menyebabkan terjadinya migrasi adalah: (1) Komposisi / pemadatan lumpur Mungkin penyebab dari migrasi lumpur yang mengandung ± 80% air. Cairan akan mengalir vertikal (naik / turun) atau lateral bila mendapat tekanan sedimen yang ada di atas lumpur. Gejala ini bersifat regional (primer). (2) Pengapungan. Terutama dalam pemisahan minyak dan gas terhadap air (migrasi sekunder). Migrasi sekunder ini akan efektif bila porositas dan cairan banyak jumlahnya. Akumulasi (ekonomis) terjadi bila reservoar miring. (3) Capilarity Dalam kontak dengan batupasir dan shale, air akan mengalir dari pasir yang berpori kasar menuju pori-pori halus dari shale dan mendesak minyak menuju batupasir. Dalam batuan berbutir halus permukaan minyak bumi terpisah dari permukaan minyak
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

mula-mula dalam batuan berbutir kasar. (4) Gaya berat Proses ini bekerja bila air tidak ada, yaitu bila hanya minyak yang bergerak ke bawah melalui lapisan permeable dan akan tertahan pada lapisan impermeable. (5) Arus air Arus air bawah tanah akan membawa, mendorong, membersihkan minyak, dan mempercepat proses migrasi. Arus ini disebabkan oleh: a. Pemadatan b. Aliran air c. Artesis (6) Tekanan gas Gelembung gas mendesak minyak dan akan meringankan minyak untuk mempermudah migrasi. (7) Penyemenan Butir-butir dari sedimen lepas menjadi padat dan tersemen satu sama lain karena terendapkan materi-materi sedimentasi, sehingga akan mengurangi lubang - lubang pori dan memaksa minyak untuk migrasi. (8) Bakteri a. Melepaskan minyak karena terlarutnya batugamping, membentuk lubang - lubang yang memungkinkan migrasi, melepaskan gas, dan memaksa minyak migrasi. b. “Zobell” beberapa bakteri mempunyai aktivitas terhadap batuan, karena itu mendesak minyak. c. Menghasilkan bahan surface aktif yang melindungi minyak dari butir batuan.

10.1.7. Batubara
151

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Batu bara merupakan batuan sedimen. Komposisi batu bara ditentukan berdasarkan analisa teknis, yaitu proximit analisa dan ultimit analisa. Di samping ini dikenal pula adanya klasifikasi non teknis. Dalam proximit analisa ditentukan: • Karbon (fixed carbon) • Volume matter (bahan uap) • Kadar air • Abu (ash) • Nilai kalori Sedangkan ultimit analisa menentukan kandungan unsur-unsur:  C, H, dan O.  N dan S Klasifikasi non teknis meliputi pengelompokan batu bara sebagai berikut: 1) Antrasit (hand coal) 2) Bitumen (salt coal) 3) Lignit (lignite) 4) Connel coal (peat) Batu bara jenis (1) sampai dengan (3) terbagi atas tingkatan yang lebih spesifik, yaitu:  Lignite  Brown coal  Sub bitumen  Bitumen  Semi antrasit  Antrasit Peat berada dibawah lignit, bukan merupakan jenis batu bara meskipun dapat digunakan sebagai bahan bakar. A. Genesa Batubara Semua batu bara berasal dari bahan-bahan tanaman. Bahan ini diendapkan dalam rawa-rawa (cekungan) yang berasal dari daerah di atasnya (low land). Beberapa bukti

yang terkait dengan asal terjadinya batu bara diantaranya adalah: 1) Aktivitas O2 dalam daerah masih ada. Oksidasi (dibawa oleh bakteri dan organisme). Hasil asam humus (perubahan tanaman dalam oksidasi). Sifat aerobic 2-3 meter, kedalaman lebih 3 meter tidak ada oksigen, bakteria anaerobic (tidak terjadi pengubahan tanaman). 2) Akumulasi kedua, terbentuknya secara autochtonous yaitu akumulasi pada tempat-tempat di mana tumbuh-tumbuhan berada, bukti adanya stigmaria (zona akar pada lapisan batu bara). Perubahan berupa pembusukan berjalan terus menimbulkn gas-gas. Akumulasi terjadi dalam rawa yang terus turun (geosinklinal). Proses terbentuknya batu bara dari sisa-sisa tanaman disebut proses coal fication. Proses ini mula-mula memperbanyak jumlah unsur C serta mengurangi H2O. Proses-proses yang terjadi adalah: 1) Tahap pertama Dimulai dengan raf peat. Tanaman terdiri dari sellulose dan ligmin (cyclic structur). Ligmin mudah dirusak bahan kimia atau organisme sedangkan sellulose stabil (hanya dapat dirusak oleh bakteri). Berikut adalah alur proses pengubahan menjadi peat: Ligmin humus peat

Pada peat, sebagian besar masih tersusun atas bahan yang menunjukkan struktur tanaman (daun, akar, dan cabang). Ground mass, bersifat amorf plastis, berwarna kehitam-an.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

152

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Mudah larut dalam alkali (KOH) sehingga larutan ber-warna coklat. 2) Tahap kedua Pembentukan batu bara muda (brown coal). Masa amorf, struktur tanaman dapat terlihat, larut dalam alkali (KOH)-phenolalkohol dan sangat sukar larut dalam air. Taraf batu muda ini berakhir bila proses pengolahan tersebut akhirnya tidak dapat lagi melarutkan bahan amorf dalam alkali (brown coal). Brown coal tidak selalu berwarna coklat, yang muda coklat yang tua kehitam-hitaman. Dalam brown coal masih ada struktur tanaman. Bagian ini disebut “lignit” atau “Xylit”, yaitu batu bara yang masih muda atau brown coal yang muda. Brown coal menunjukan sedikit atau banyak perlapisan, biasanya kompak dan sering earthly (seperti tanah), yang muda hampir tidak ada luster. 3) Taraf batu bara Batu bara muda dala proses kualifikasi atau pengubahan ini, akan berkurang isi asam humusnya dan akhirnya hilang sama sekali. Batu bara berwarna hitam dengan kilap vitreous. Fracture tidak teratur sampai datar, sedangkan antrasit dengan pecahan concoidal, biasanya menunjukkan perlapisan. Dalam kualifikasi (dari peat sampai batu bara), pengubahan yang penting adalah:  Hilangnya air, oksigen, dan bitumen secara menyolok.  Hidrogen tetap disimpan.  Penambahan jumlah H maksimal.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

 Perkembangan molekul-molekul
hydrocarbon berat.  Daya tahan terhadap pelarutan, oksidasi, dan panas makin besar. Perubahan sifat fisik yang terjadi adalah: - Pemadatan, pengeringan, dan daya tahan, - Jointing dan adanya belahan, - Perubahan sifat optik, - Dehidrasi. - Perubahan warna coklat menjadi hitam. - Perubahan berat jenis. - Perubahan luster. - Perubahan fracture dari badding menjadi teratur. Perubahan tingkatan (rank) ini sebagian besar disebabkan oleh tekanan dan waktu. Antrasit di Sawahlunto terjadi karena proses metamorfosa (tekanan dan temperatur). B. Keterdapatan Barubara Batu bara terdapat dalam perlapisan (coal measure) yang terdiri dari pergantian perlapisan batupasir, shale, dan clay yang kebanyakan berasal dari endapan air tawar. Hal ini umumnya menunjukkan pergantian sedimentasi. Lapisan batu bara pada umumnya merupakan lensa yang besar dan datar (ada pula yang meluas dan lebar), tebal lapisan dari beberapa milimeter sampai 30-35 meter. Batu bara terdapat pada formasi yang berumur mulai Devon. Batu bara banyak tersebar di belahan bumi bagian utara, terutama Amerika, Canada, Rusia, Inggris, Jerman, China, dan India.

153

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

10.2. Preparasi Bahan Galian
10.2.1. Pendahuluan
Dalam dunia pertambangan terutama tahap penentuan ekonomis, di mana pekerjaan sampling, preparasi dan perhitungan mutu atau kadar bahan galian mutlak diperlukan. Buku ini membahas secara global tentang hal tersebut. Sebelum pembahasan lebih lanjut, alangkah baiknya kita memahami istilah-istilah yang ada.

154

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

• Sampling

adalah mengambil contoh bahan galian. • Sample adalah contoh bahan galian. • Feed (umpan) adalah material yang akan dipreparasi. • Konsentrat adalah material hasil preparasi yang berkadar tinggi. • Midling adalah material hasil preparasi yang berkadar menengah. • Tailing adalah material sisa atau sampah hasil preparasi. • Oversize adalah material yang tertahan pada jaringan karena diameter (φ) melebihi ukuran saringan. • Undersize adalah material yang lolos lubang saringan karena diameter (φ) lebih kecil dari ukuran saringan. Sampling bahan galian harus mewakili daerah operasi penelitian. Metode / peralatan mengikuti sifat fisik bahan galian / mineralnya begitu juga perhitungan kadar mengikuti cut of grade bahan galian. Missal: • Kadar emas dinyatakan dalam ppm atau karat • Kadar besi dinyatakan dalam % • Kadar timah dinyatakan dalam kwintal / 1000m3 • Dll Tujuan sampling yaitu mengambil contoh bahan galian yang dapat mewakili daerah operasi penelitian, untuk preparasi tujuannya mengubah bahan baku atau bahan tambang menjadi bahan yang siap diolah (menaikkan kadar bahan galian). Sedangkan perhitungan kadar sangat penting, supaya seorang eksplorer sudah mengetahui prakiraan kadar bahan galian
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

sehingga dapat menentukan daerah operasi apakah prospek atau tidak prospek.

10.2.2. Pengambilan Contoh (Sampling)
Sampling adalah cara mengambil contoh bahan galian yang mewakili suatu daerah. Sebelum pengambilan sample maka terlebih dahulu dilakukan survei (penelitian pendahuluan), mencakup daerah yang cukup luas. (1) Survei Penelitian pendahuluan dapat dilakukan dengan cara: i) Foto udara: dengan pesawat terbang /satelit ii) Pengukuran langsung di permukaan tanah: - Geomagnetik: sifat–sifat magnet suatu endapan - Geolistrik: sifat-sifat listrik suatu endapan - Geofisik: gelombang pantulan suatu endapan (lebih keras sifat endapan maka waktu pantulan semakin cepat) - Geokimia: sifat-sifat kimia dari bahan galian Peta yang dihasilkan (1) peta berskala 1 : 25.000 (peta anomali) yakni indikasi adanya tanah-tanah yang mengandung bahan galian yang dicari. (2) Tahapan lanjutan (follow up) Tahapan lanjutan adalah penelitian yang dilakukan pada daerah-daerah anomali seusai peta anomaly pada tahap (1). Pada tahapan lanjutan dilakukan penelitian yang meliputi kegiatan: 149

- Traverse - Grid soil - Trencing - Test pit

Hasil: peta geologi skala 1:5000

Traverse Traverse adalah survei meliputi sungai ke arah hulu dan percabangannya. Prinsipnya adalah membuat garis lurus di sungai dengan cara tertentu, yaitu masih dapat dilihat pembidik. Sample yang diambil dari tranverse didapat dari singkapan, Umumnya jarak pengambilan sample adalah 50 m atau sesuai kondisi medan. Peralatan yang digunakan umumnya: - Kompas - Klinomater - Pita ukur - Peralatan pendukung (tali, map, HCl, fold lens / lensa lipat) Grid Soil Dilaksanakan sebagai kelanjutan dari traverse sungai karena survei grid soil biasanya dilakukan di daerah pegunungan yang dijumpai banyak sungai. Pada kegiatan ini dilakukan pengambilan sample tanah, chip sampling. Bedanya dengan batuan adalah tanah dipengaruhi oleh organisme. Chip rock sampling adalah pengambilan sample batuan dengan pahat/palu geologi dan hasilnya berupa batuan yang remuk. Trenching Trenching adalah sistem pengambilan sample dengan membuat alur / selokan kecil pada badan batuan/bahan galian yang masih segar. Test pit 150

Test pit adalah pengambilan sample pada daerah yang belum tererosi, tetapi terletak pada kedalaman yang sulit dicapai bila tanpa membuat test pit (sumuran). (3) Grid line Grid line adalah suatu metode mengambilan sample pada daerah traverse sungai untuk mengetahui kandungan lapisan batuan yang mungkin lanjutan dari outcrop (singkapan) selama traverse. Pada kegiatan grid line pengambilan sample dapat dilakukan dengan cara Soil Sampling (SO), Rock Chip Sampling (RC). Adapun prinsip dari grid line adalah membuat garis lurus di lapangan kemudian menentukan titik-titik pengambilan sample. Dikenal istilah base line (garis dasar), cross line adalah garis yang dibuat pada base line yang arahnya utara – selatan, Tahapan-tahapan untuk membuat grid line adalah: i) Menentukan arah garis dengan kompas untuk mengarahkan orang yang merintis jalan. ii) Mengurai pita ukur sampai jarak masih bisa terlihat bendera pita ukur. Secara umum pita ukur memiliki panjang maksimal 20 m, apabila tidak memungkinkan pita bantu dengan panjang 5 m, 10 m, 15 m, 20 m, 25 m. iii) Mengukur slope (lereng).

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

iv) Menentukan jarak 12,5 m
untuk melakukan pengukuran geomagnetik. Macam-macam sampel
- BLEG SAMPLE (BL)

- SOIL SAMPLE

Diambil dengan metode grid line di daerah bukit / lereng / lembah, soil diambil pada horizon B dan C. Jumlah sample = + 0,5 kg – 1 kg Tahapan pekerjaan dalam kegiatan eksplorasi bahan galian adalah: • Studi literatur • Sejarah regional • Studi literatur setempat (peta dan laporan setempat) • Persiapan lapangan (peralatan, perbekalan, rencana kerja, penentuan station, dll) Tahapan penanganan sample 1. Tahap penerimaan sample Pada tahap ini sample diterima dari lapangan yang dilengkapi dengan data mendasar: nomor lokasi sample, jenis sample / bahan galian, jumlah sample berdasarkan titik pengambilan sample (pengeboran inti, bor bangka / empire bor, sumur uji (test pit). 2. Tahap pemrosesan sample Samples yang datang dari lapangan kalau berasal dari pemboran, maka sample dimasukkan dalam kantong sample (tray). Sample dapat diangkut melalui darat, pesawat, speedboard dari lokasi pengambilan sample, Core dalam sample box, sesudah sampai di laboratorium diatur pada meja core sesuai dengan lokasinya. Core dicuci dengan sabun untuk menghilangkan lumpur atau tanah yang menempel. Core disusun mendekati aslinya. 3. Labelling (pemberian label) 151

Jenis sample yang diambil dari endapan di tepi sungai atau pada bot katena, kemungkinan mineral berharga tersangkut. Dicari dengan sekop kemudian disaring dengan saringan ¼ # , berat = 10 kg.
- PENNED CONSENT (PC)

Sample jenis ini diambil dan dari lubang = blog sample. Pengambilan lebih ke bawah dari BL. Sample kemudian didulang dan disaring.

- STREAM SAMPLE SEDIMENT (S.S)
Diambil bagian terbawah dari lubang pada pan sampling. Pendulangan sample dilakukan 2 x 1 x air yang kedua busa air sabun kemudian diayak dengan saringan 80# , beratnya 300 gr.
- ROCK FLOAT

Diambil pada singkapan yang biasa di aliran sungai, bentuk berupa pecahan / fragmen yang kasar. Sample untuk background (latar belakang) yang menunjukkan adanya bahan galian yang dicari (mineral pembantu).
- ROCK CHIP SAMPLE) SAMPLE (CHIP

Diambil pada batuan yang masih segar / mineralisasi mengandung logam berharga. Banyaknya sekitar 1 Kg.
- SPECIMEN SAMPLE (SP)

Diambil di daerah aliran sungai yang dijumpai singkapan dan masih segar, bervariasi (pada batuan vulkanik), sedang untuk sedimen berfosil untuk menentukan umur geologi, berat sample = 1 kg.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Pemberian keterangan pada tray dilakukan dengan cara diberi cat dan keterangan yang meliputi nomor lote / lubang bor, nomor box, interval (jarak kedalaman). Ukuran interval dimulai dari bagian kiri core sampai dengan bagian akhir kedalaman yang dicapai. Pada awalnya dapat diukur melalui core box sebelum atau berikutnya. Pada pengu-kuran interval core harus teliti benar artinya core yang hancur / patah harus dirapatkan sehingga mendekati susunan aslinya. Alat

yang diperlukan adalah spidol anti air, tisu pengering (membersihkan meteran). Menentukan core recovery (R %) Core recovery adalah panjang yang dicapai pada setiap kedalaman pemboran. Jadi panjang core yang diukur adalah panjang core dari core block satu ke core block lainnya atau berikutnya.
R=
panjang core yang diperoleh kemajuan pemboran x 100 %

RQP (Rock Quality Designation) RQP adalah panjang core yang diperoleh dalam keadaan utuh setiap kemajuan pemboran. Jadi panjangnya diukur antara 2 core block sedangkan nilai ukuran bor ditentukan oleh panjang core ( 2 x D = diameter core). Apabila panjang core 2 x D maka dikatakan RQD nya utuh = 0. Core yang rusak parah bukan pengaruh alat dianggap utuh. Setiap ukuran 3 m core diberi tanda kedalaman pemboran (1 marking 3 meter sampling interval). Pengukuran interval 3 m dapat diukur dari suatu core block dengan cara menambah atau mengurangi kedalaman yang tercantum dalam core block menjadi kelipatan 3 m dengan catatan core mendekati bentuk sesungguhnya. Menentukan kadar sampel Tiap core block sesuai dengan kemajuan pemboran, kadar dihitung sendiri-sendiri. Untuk analisa kadar setiap core, dilakukan pembelahan dengan menggunakan pisau untuk core berkadar mineral rendah. 152

Sedangkan yang berkadar tinggi pembelahan menggunakan core saw (berupa gergaji bermotor listrik). Core yang sudah dibelah satu bagian disimpan dan satu bagian lagi diolah. Perlakuan sample bukan core mengikuti tahapan sebagai berikut: 1. Sample dikirim ke laboratorium 2. Sample dimasukkan ke kantong sample 3. Sample diberi label (labeling) 4. Sample dikirim untuk analisis (mikroskop, kimia, radio aktif) Tujuan pengambilan sample 1. untuk menentukan kadar bahan galian yang dicari. 2. menentukan cadangan deposit bahan galian di lapangan 3. menentukan unsur-unsur lain yang ada di dalam bahan galian Kandungan bahan galian yang perlu ditentukan adalah: 1. Jenis logam - kadar logam
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

- sifat logam - logam-logam ikutan 2. Bahan bakar minyak (batu bara) - batu bara: kalori / 1 kg batu bara; kandungan karbon (CC), sulfur; unsur-unsur lain. - minyak bumi: CH, lilin, aspaltis, gas. Pekerjaan di lapangan - Siswa membuat sketsa foto (referensi) - Hasil pengukuran diplot di peta (ploting) - Sampling dan penanganan label - Strike dan dip perlapisan batuan sedimen diukur Preparasi sample menimbang (angka yang mudah dihitung) pencucian kemudian di keringkan, kita dapatkan slime / debu (berupa material loose), ditimbang lagi. pengayaan, beberapa fraksi / ditimbang analisa mikroskop / quartering

Kenampakan bahan galian di bawah mikroskop 1. Zeolit - mineral opaque (gelap) - hornblende (coklat, kehijauan) - klorit (hijau kontras kebiruan) 2. Breksi batuapung - mineral opaque (gelap) - lithic (fragmen) - klorit (hijau kontras kebiruan) - semen silika (kuning jerami) 3. Batu pasir tufaan - kuarsa (kuning jerami) - olivin (berubah-ubah/berserat) - felspar (abu-abu) - lempung (seperti Ca tapi kotor) - magnetit (gelap)

10.2.3. Preparasi
Preparasi adalah proses penyiapan bahan galian agar siap untuk diolah. Pada intinya adalah memisahkan mineral yang berharga dengan mineral yang tidak berharga, bahkan sampahnya. Untuk memisahkan mineral berharga dan tidak berharga maka kita mengidentifikasi sifat fisiknya antara lain warna, kilap, sg (specific gravity), sifat kemagnitannya, sifat kelistrikannya, serta sifat mengapung atau tenggelam.

Tabel 10.6. Unsur-unsur preparasi bahan galian Sifat fisik Warna SG Operasi Hand sorting Flawing concentration jigging Alat Pan Sluice box, Shaking table, JIG. MS HTS Flotation cell

Kemagnetan Ms Elektrik Hts Flotasi Flotasi Preparasi selain memisahkan bahan galian untuk menaikan mutu juga untuk menekan biaya operasi
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

selanjutnya, terutama pada kegiatan transportasi dan pengolahan. 153

Hasil peledakan dapat dikelompokkan menjadi gumpalan (lump) dan material lepas-lepas berukuran kasar (coarse). Proses pengolahan selanjutnya disebut communation (pengecilan butir) dengan menggunakan crusher dan grinder. Ada tiga jenis crusher, yaitu: • primary crusher • secondary crusher • fine crusher A. Pengecilan ukuran butir bahan galian (communation) Pada umumnya bahan galian dari tambang mempunyai ukuran

atau diameter antara 1000-1500 mm (berupa ore / bijih). Bijih kemudian akan diambil logamnya yang menguntungkan dengan suatu cara atau beberapa cara, yakni secara kimia dan fisik. Proses ini memerlukan ukuran butir yang lebih halus yaitu sekitar 0,1 mm. Jadi sangat tergantung dari ukuran alat yang digunakan. Untuk mendapatkan ukuran kecil digunakan alat separti crusher dan grinder. Sebagai perbandingan kalau menggunakan primary crusher ukuran awal 1500-300 mm, ukuran terkecil 300-100 mm.

Tabel 10.7. Ukuran bahan galian setelah diproses menggunakan beragam alat Alat Primary crusher Secondary crusher Fine crusher Grinder B. Feed 1500-300 mm 300-100 mm 50-10 mm 2 mm Hasil 300-100 mm 50-10 mm 10-2 mm 0,05 mm / lebih kecil

Prinsip pencucian bahan galian (ore dressing) Pencucian bahan galian adalah metode proses pengolahan bijih dengan tidak menimbulkan efek kimia, tetapi mengutamakan sifat fisik dari mineral. Tujuan utama pengolahan bahan galian ini adalah Ore =

menghilangkan atau memisahkan ore dari ikatannya secara fisik yaitu kotoran (tailing). Hasil dari ore disebut konsentrat, sedang lainnya yakni middling dan tailing. Middling adalah material yang berkadar rendah, sedangkan tailing adalah material pengotor atau sampah. tailing / waste (sampah)

konsentrat + middling + (ore kadar tinggi) (ore kadar rendah)

Keterangan • Konsentrat diolah secara metalurgi • Middling dikembalikan ke pencucian • Tailing / waste dibuang

Gambar 10.4. Unsur-unsur dalam bijih Tambang unit pemecah batu (crusher) pengayaan (sorting) pengolahan

154

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.5. Alur pengolahan bahan galian dari tempat penambangan C. Metode pemisahan mineral Metode yang digunakan dalam proses pemisahan mineral sangat beragam. Beberapa metode didasarkan pada sifat-sifat yang dimiliki oleh bahan galian. Berikut ini adalah beberapa metode yang biasa dilakukan: 1. Pemisahaan dengan menggunakan tangan (hand sorting). Hal ini dilakukan dengan cara memisahkan mineral berdasarkan kekerasaan, ukuran butir, bentuk, warna. Berdasarkan gesekan Berdasarkan sifat listrik Berdasarkan sifat magnetik Berdasarkan specific gravity Berdasarkan berat media 7. Berdasarkan sifat mengapung / tenggelam Untuk mendapatkan konsentrat sebagai akhir dari proses pengolahan bahan galian, diperlukan tahapan-tahapan dengan alatalat yang sesuai, yaitu sebagai berikut: 1. Pengecilan ukuran butir digu-nakan alat pemecah batu seperti crusher dan grinder. 2. Produk dari crushing / grinding menghasilkan ukuran butir yang bervariasi. Untuk memisahkan konsentrat sesuai dengan ukuran butirnya dilakukan sizing (pengukuran). Alat pengayaan ada tiga jenis: a) Batang Batang adalah saringan yang digunakan untuk memisahkan ukuran boulder di daerah penampungan awal. Saringan ini diletakkan di penampungan pertama untuk memisahkan boulder.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

2. 3. 4. 5. 6.

Ukuran dari saringan sekitar 25 mm dibuat dari kayu atau logam yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk susunan kayu atau logam yang datar. b) Plate Plate adalah saringan datar (vibrating / getar) dibuat bertingkat dan dibuat dari ayunan baja atau logam. Pemisahan partikel dibantu dengan getaran dari saringan yang digerakkan oleh tanaga listrik. Ukuran dari masing-masing lubang tergantung dari proses berikutnya. c) Bundar Bundar yaitu saringan silinder (bundar / revolving) yakni saringan yang berputar. 3. Classifying Classifying adalah pemisahan karena kecepatan jatuhnya. 4. Screening Kegiatan classifying dan screening sangat penting karena untuk memenuhi permintaan pasar. Dengan ketentuan sebagai berikut: • Classifying ≥ 20 mesh • Screening ≤ 20 mesh Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pengayaan bahan galian adalah sebagai berikut: 1. Luas permukaan 2. Kemiringan ayakan 3. Kandungan air 4. Ukuran tiap lubang ayakan 5. Bentuk mineral 155

Primary Crusher Ada dua jenis, yaitu black jaw crusher dan dodge jaw crusher. Masing-masing memiliki spesifikasi

dan kemampuan yang berbeda. Tabel berikut ini menunjukkan perbedaan di antara keduanya.

Tabel 10.8. Perbedaan kemampuan dua jenis primary crusher No Black jaw crusher Dodge jaw crusher 1 Daya tekan lebih kuat Daya tekan lebih lemah 2 Kapasitas lebih besar Kapasitas lebih kecil 3 Produk bervariasi Produk seragam Secondary Crusher Salah satu contohnya adalah rool crusher. Alat ini terdiri dari atas dua bagian, yakni: a. Rigit (dua-duanya berputar) b. Spring (salah satunya yang berputar, sementara yang lain diam) Cara pemasukan feed adalah sebagai berikut: - Cuke crusher Umpan ditumpuk sekaligus sebelum dihancurkan bersama-sama. - Free crushing Umpan dihancurkan sedikit demi sedikit, tetapi pasti hancur yang berlangsung terus menerus. Fine crushing Fine crushing menggunakan alat ballmil, roodmil, dan tubemil. Berikut ini adalah beberapa kemampuan dari proses Fine crushing: 1. Cascading - Putarannya pelan yang mendominasi abrasi - Tidak mampu membawa ke atas 2. Cataracting - Putaran agak cepat - Mampu membawa material ke atas kemudian material jatuh, maka terjadilah impact. 3. Kecepatan kritis - Kecepatan tinggi - Semua ikut berputar karena adanya gaya sentripetal Beberapa istilah lainnya dalam pengolahan bahan galian adalah: Kolektor: mempengaruhi material untuk ikut keluar bersama gelembung udara. Frathe: membuat udara menjadi stabil Clasifire: mempertegas (membantu dan atau menghalangi) Flotation ini hanya untuk material yang halus dan berharga.

Rumus menghitung kecepatan 156

Keterangan: N = Putaran Cell (Rpm) D = Diameter Cell R = JAri-jari Cell S = Diameter Mill S = Diameter Media BM < 80% Cascading > 80% s/d 90% Pembinaan SMK (2008) Cataracting Direktorat RM < 50% Cascading > 50% s/d 60% Cataracting

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

N= N= N=

7 ,6 6 D 5 ,8 4 R
54 ,2 S −s

Contoh Soal 1. Ukuran mill 9,28 feet kecepatan putar mill 20 Rpm apabila media a. Ball mill b. Rod mill Apa operasi yang diketahui ? Diketahui: N = 20 Rpm D = 9 feet Jawab :

N=

7 ,6 6 7 ,6 6 = = 25,53 D 3
2 0

N = 25 ,53 x 100% = 78,38%
Jadi untuk BM = Cascading (78,38% < 80%) RM = Kecepatan Kritis (78,38%)

2. Jika diketahui Fett Concentrat 100 25 20% 50% Ternyata didapat 20 concentrat berapa kadar tailing ? Jawab : x 5 = x 100% 80 100χ χ Jadi = 400 = 4% R = 80 R = 70 K = 6 >>> 4% K = 10 >>>6,6% Tailing 75 0%

K

5 x 100% 7 5 = 6,66% =

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

157

3. Ada sampel 15 gram terdiri dari 5 gram galena dan 10 gram silica. Berapa SG sample ? Diketahui : 5 gr galena (sg = 7,5) 10 gr silika (sg = 2,65) Ditanya : SG sampel ? Jawab : SG = Berat/Volume PbS (galena) SiO2 (Silika) SG sampel Vol = Berat/ SG
5 7,5 1 0 2,6 5

Berat = Vol x SG

Berat /Vol = Berat /Vol = =

VolPbS .G +VolSiO 2.SG VolPbs +VolSiO 2

5 10 x7,5 = x 2,65 75 2,65 = 5 10 + 75 2.55
4. Suatu operasi penambangan menggunakan BM dan Clasifire dalam hubungan tertutup, mengerjakan material 300 ton/hari dengan kelembaban 10%. Discharge BM 70% solid, Overflow CL 30% solid (halus), Underflow CL 88% solid (kasar). Ditanyakan : a. berapa besar sirculating ? b. berapa jumlah air yang ditambahkan (hubungan tertutup) bila batas produk 48 mesh. Mesh + 20 + 48 + 100 + 200 - 200 Discharge BM% solid 57,6 d 3,7 8,1 14,7 15,9 Overflower % solid 0,5 2,9 18,8 30,2 47,6 o Underflow% 80,4 4,2 3,8 8,4 3,2 s

Jumlah berat material yang dikembalikan Sirculating rod rasio = perbandingan berat material antara yang dikembalikan dari clasifire ke ball mill. d −0 CLR = (Circulation Load Ratio) s −d Keterangan 158
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

d = % berat kumulatif yang ada pada ukuran tertentu dalam feed (discharge BM) O = % berat kumulatif yang ada dalam over flow c S = % berat kumulatif yang ada dalam under flow CLR =
6 ,3 −3,4 1 5 ,9 7 d −o = = = 2,48 8 ,6 −6 ,3 4 1 2 ,3 3 s −d

Feed 300 ton kelembaban 10% Solid = 90% x 300 ton = 270 ton Air = 30 ton CL = 2,48 x 270 ton = 669,6 Jumlah air yang ditambahkan: - jumlah material pada BM 270 + 669,9 ton = 939,6 ton % solid pada BM 70% - Jumlah solid + air = 100/70 x 939,6 t/n = 1342,28 ton air = 1342,28 ton – 939,6 ton = 402,68 ton air yang harus ditambahkan pada BM = 30 + 91,3 + x = 402,68 % solid pada underflow CL 88% x = 281,38% 100/80 x 669,6 ton = 760,9 Air 760,9 – 669,6 = 91,3 ton % solid pada overflow CL 30% Jumlah solid + air 100/30 x 270 = 900 ton Air = 630 ton Air yang harus ditambahkan di CL: 630 + 91,3 = 402,68 + x x = 318,62 ton 5. Contoh perhitungan derajat liberasi dan kadar
Mesh
+35 +48 +65 +100 +150 -150

%berat
5 10 15 25 30 15

PbS Bebas Terikat
1 2 2 3 3 3 0,5 1 1,5 1,5 2 3,5

Jumlah Butir ZnS Bebas Terikat
1 1 2 2 3 4 1 1 2 2 3 3

Bebas
9 10 11 12 13 14

SiO2 Terikat
7,5 8 8,5 8,5 9 9,51

Cara menghitung
1 x 100% =66,67 1,5 (1 +0,5) x7,5 Kadar = = 29,9 (1,5 x 7,5) +(2 x 4) +(1.55 x 2,65 )

DL

=

PbS
Derajat DL % Kada Derajat

ZnS
DL % Kadar Derajat

SiO2
DL % Kadar

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

159

liberasi
66,67 66,67 57,14 66,67 60,00 54,54

(x)% berat

Kada r
22,3 28,8 28,2 32,42 31,3 31,33

rx Berat

liberasi
50 50 50 50 50 57,14

(x)% berat
200 500 750 1250 1500 857,1

Kadar
12,70 10,23 17,03 15,37 20,03 20,04

x Berat
42,05 102 255,45 334,25 600,9 302,1

liberasi
10 9,0 15,38 14,28 18,75 17,64

(x)% berat
50 90,9 230,7 357 562,5 264,6

Kada r
69,41 60,99 50,01 52,19 48,66 44,7

x Berat
347,15 609,9 855,25 1304,75 1459,8 671,65

160

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

10.3.

Bahan Galian Logam dan Industri

10.3.1. Pendahuluan
Bahan galian adalah bahan yang dijumpai di alam baik berupa unsur kimia, mineral, bijih, ataupun batuan. Bahan galian dapat berbentuk padat, cair ataupun gas. Juga dapat diperoleh dengan cara digali, dipompa, disedot, disemprot, dan sebagainya. Berdasarkan ujudnya, bahan galian dapat dibagi menjadi bahan galian padat, bahan galian cair, dan bahan galian gas. Perundangundangan tentang bahan galian terdapat dalam: • UU Pertambangan No. 37 tahun 1960 • PP No. 25 tahun 1964 • UU Pokok Pertambangan No. 11 tahun 1967 pasal 3 • PP No. 32 1969 dan PP No. 27 tahun 1980 Bahan galian di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1. Bahan galian strategis (Gol. A) Dalam arti strategis untuk pertahanan dan keamanan negara atau strategis untuk menjamin perekonomian negara. - Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam. - Bitumen padat, aspal. - Antrasit, batubara, batubara muda. - Uranium, radium, thorium, dan bahan radiokatif lainnya - Nikel, kobalt, timah. 2. Bahan galian vital (Gol. B) Dalam arti menjamin hajat hidup orang banyak., meliputi:

- Besi, Mangan, Milibalen, khrom, Wolfram. - Vanadium, titan, bauksit, tembaga. - Timbal, seng, emas, platina, perak, air raksa. - Intan, arsen, antimon, bismuth. - Ittrium, rhutenium, cerium, logam jarang. - Birilium, korondum, zirkon, kristal kuarsa. - Kriolit, theorspar, barit, yodium, brom. - Khlor, belerang. 3. Bahan galian tidak strategis dan tidak vital (Gol. C) Dianggap tidak langsung mempengaruhi hajat hidup orang banyak baik karena sifatnya maupun karena kecil jumlah depositnya. - Nitrat, fosfat, garam (halit). - Asbes, Initea, grafit, magnetis. - Tarosil, leusit, tawas (alum), oker. - Batu permata, batu setengah pertama. - Pasir kwarsa, kaolin, felspar, gips. - Bentonit, batuapung, tras, obsidian. - Perlit, tanah diatomea, fuller earth. - Marmer, batutulis. - Granit, andesit, basalt, trachit, tanah liat. - Pasir sepanjang tidak mengandung bahan galian golongan A dan B. Bahan galian industri = golongan C – bahan bangunan. Pembagian lain atas bahan galian didasarkan fungsi, yaitu:

164

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

-

-

-

Logam Emas - Perak - Air raksa Pasir besi - Mangan - Chrom Timah Hitam - Timah putih - Seng Tembaga - Bismut - Antimon Bahan Industri Obsidian - Gips Fosfat - Dolomit Garam batu - Diatomea Asbes - Aspal Yodium - Tawas Batu pualam - Barit Belerang - Batugamping Grafit - Kaolin Felspar - Tanah liat Bahan galian bahan bakar (energi) Minyak bumi Batu bara Gas alam Panas bumi Batu Permata Beryl - Aquamarine Ruby - Opal Safir - Giok Amethyst - Chalcedony

-

Platina Nikel Bauksit Titan

Intan Batu alam Magnesit Talk Oker Batuapung Mika Tras Pasir kwarsa

10.3.2. Bahan Galian Logam
1. Chromium = Cr Didapatkan sebagai cebakan primer, dengan bijih Chromite FeOCr2O3. Bijih ini merupakan hasil proses magmatic segregation pada batuan beku basa. Pada umumnya didapatkan dalam bentuk vein bersama serpentin, dalam jumlah terbatas batuan basa / ultra basa akan lapuk, terangkut akhirnya diendapkan sebagai deposit sekunder. Kegunaan: - Untuk pelapis besi (stainless steel) - Alloys baja supaya tahan karat - Refractory = bahan tahan api - Untuk industri kulit, tekstil, dll.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Cara Penambangan: - Tambang dalam untuk deposit primer - Tambang permukaan untuk deposit sekunder. Cara pengolahan: - Hasil tambang primer umumnya mempunyai konsentrasi tinggi dan tidak tercampur dengan logam lain (sortasi). - Hasil tambang sekunder dengan gravitasi. Tempat ditemukan: Kalimantan Selatan di G. Batara (Pleihari) dengan 31-32% chromit. 165

-

Sulawesi Tengah, yaitu di Latan dalam batuan peridotit.

2. Manganese = Mn Tabel 10.9. Karakteristik bijih mangan Ore Pyrolusite Psilomelane Pyrounite Manganite Rhodochrosite Rhodonite Komposisi MnO2 Mn2O3 x H2O 3Mn2O3 MnSiO3 MnO (OH) MnCO3 (Mn, Mg, Fe)SiO2 Dep. Primer Dep. Sekunder * * * *

* * Merupakan endapan primer, pada batuan metamorf dan juga di dalam vein. Kegunaan: - Campuran besi ruang, tahan terhadap pengaruh belerang. - Alloys dalam bentuk perunggu untuk propeller kapal. - Untuk melindi biji uranium, batangbatang las. - Pernis, pupuk. - Menghilangkan warna pada gelas/ kaca. - Pembuat baja Pengolahan: sortasi manual terhadap kontaminasi. Tempat ditemukan: - Kalimantan Barat: Batu Konkabang, Pebesian, Pebatuan, Sejambun, S.Ella Hilir, Kam-pung Siluas, G.Jaboi dan Pajilu. - Kalimantan Tengah: kampung Kepajang, G.Karim, G.Segalung, Jemuat, Segulak dan Begenci. - Kalimantan Selatan: G.Kukusan (besi laterit), P.Sebuku, P.Suwangi, P.Danawan, Batu Kora, S.Pontain, Tanjung, Munggu, P.Ulin, Tembaga, G.Melati, SaDirektorat Pembinaan SMK (2008)

Hampir semua bijih mangan didapatkan sebagai deposit sekunder dan sedikit sebagai deposit primer. Keterangan mineral: Pyrolusite = MnO2 Merupakan endapan sekunder, hasil proses oksidasi dari Mn primer: Rhodochrosite & Rhodonite. Psilomelane = Mn2O3 x H2O = (BaH2O4 )Mn10O20 Merupakan endapan sekunder. Kadang - kadang berasosiasi dengan barium. Manganite = MnO(OH) Sebagai endapan primer dijum-pai dalam vein yang terbentuk pada temperatur tinggi. Sebagai endapan sekunder dan ber-asosiasi dengan pyrolusite, limonite dan psilomelane. Rhodochrosite = MnCO3 Sebagai endapan primer didapatkan dalam vein, dijumpai bersama dengan Cu & Pb, dalam gangue mineral. Bila teroksidasi menjadi MnO2 berwarna hitam, dijumpai pula pada batuan metamorf. Rhodonite = (Mn, Mg, Fe)SiO3

166

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

-

rang Alang, Takisong, Penjaringan, Padang Biji. Sulawesi Tengah: S.Larona, Lingkema, Lingkobale, Karipinan dan Bone Putih. Sulawesi Selatan: Walanae, Salo Talimbangan. Flores: Riung Irian Jaya – Was Akopi, Was Isyow

- Bornite – Cu5FeS4
sekunder)

(primer dan

- Branchantile – CuSO43Cu(OH)2 (sekunder) Chalcosite – Cu2S (primer dan sekunder) Cuprite – Cu2O (sekunder) Enargite – Cu2As2S5 (primer) Malachite – CuCO3Cu(OH)2 (sekunder) Azurite – CuCO3Cu(OH)2 (sekunder) Chrysocoll – CuSiO332H2O (sekunder)

Cara Penambangan: - Tambang dalam – primer - Tambang permukaan – sekunder 3. Copper = Cu Senyawa tembaga: - Native Copper – Cu – 100% (primer dan sekunder)

Cu didapatkan baik sebagai deposit primer ataupun deposit sekunder. Tabel 10.10 merangkum bijih tembaga dan keterdapatannya. Dep.Sekunder * * * * * * * * * *

Nama Ore Natiopper Bornite Bronchantite Chalcosite Chalcopyrit Covelite Cuprite Enargite Malachite Azurite Chrysocoll Keterangan mineral:

Tabel 10.10. Bijih tembaga Komposisi Dep.Primer Cu * Cu5FeS4 * CuSO43Cu(OH)2 Cu2S * CuFeS2 * CuS * Cu2O 3Cu2SAs2S5 * CuCO3Cu(OH)2 2CuCO3Cu(OH)2 CuSiO32H2O

Native Copper (Cu) didapatkan bersama dengan Silver, Arsen, dan sebagainya. Dijumpai di bagian atas dari vein Chalcosite (Cu2S) atau Covelite (CuS) dan pada batuan volkanik. Dalam deposit sekunder merupakan hasil pelapukan dari Chalopyrit. Bornite (Cu5FeS4) terdapat dalam batuan intrusive dalam bentuk vein
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

didapatkan berasosiasi dengan chalcopyrite dan chalcosite. Bronchantite (CuSO43Cu(OH)2) = Cu4SO4(OH)6 merupakan deposit sekunder hasil alterasi dari copper oxida. Chalcosite (Cu2S) didapatkan berasosiasi dengan Bornite Cu5FeS2), didapatkan berasosiasi dengan pyrite,sphalerite, galena dan pyrhotite. Juga dengan bornite dan chaleosite. 167

Covelite (CuS). Didapatkan dalam bentuk vein ataupun dalam fumarole. Cuprite (Cu2O), merupakan deposit sekunder, hasil pelapukan dari copper sulfide (chlcosite Cu2S, Covelite CuS). Didapatkan berasosiasi dengan native copper, malachite, azurite, dan limonit. Enargite (3Cu2SAs2S5 = Cu3AsS4), dijumpai dalam bentuk vein yang terbentuk pada medium temperatur. Malachite (CuCO3Cu(OH)2 = Cu2CO3Cu(OH)2), merupakan hasil alterasi copper ore deposit (copper sulfide = endapan sekkunder), umumnya berasosiasi dengan batuan karbonat, pada umumnya berasosiasi dengan azurite. Azurite (2CuCO3Cu(OH)2) = Cu3(CO3)2(OH)2, merupakan deposit sekunderm hasil alterasi copper sulfide, umumnya berasisoasi dengan batuan karbonat dan malachite. Chrysocoll (CuSiO32H2O Cu2H2Si2O3(OH)4, merupakan dapan sekunder. = en-

Formasi Faumi yang berumur Eosen. Oleh sebab itu mengalami metamorfosa dan metasomatisme. Tubuh bijinya merupakan masa berbentuk sumbat. Bagian yang tersingkap setinggi 140 m. Ke bawah diperkirakan 360 m. Mineralisasinya tidak merata, bijinya terdiri dari chalcopyrite, bornite dan magnetit, dan batuan yang tidak berbijih terdiri dari kalsium silikat. Selain itu terdapat dalam jumlah kecil, pirit, molibdenit, bismut, galenobismutit. Juga mineral ubahan seperti Covelit, Chalcosite, Hematit. Di samping itu ada pula granit, diopsid, piroksen. Uralit dan epidot dengan perunut mineral visovianit, skapolit, apatit, serpentin, talk, sericit, alofan, alunit dan mineral lempung. Ertsberg ditaksir mengandung 33 juta ton bijih tembaga dengan kadar rata-rata adalah: • Tembaga 2,5% • Besi 41% • Emas 0,75 gram/ton • Perak 9 gram/ton Cara penambangan : - Tambang tertutup dengan terowongan, sisa yang ditambang berfungsi sebagai pilar. - Tambang terbuka, berada pada ketinggian 3.700 m sampai kedalaman pada ketinggian 3.364 meter. Kegunaan: - alat-alat listrik - Campuran logam talicys untuk perunggu. Pengolahan: digiling - konsentrat pemisahan. Selain di Irian Jaya yang sudah diusahakan, deposit Copper didapatkan pula di:
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Deposit Tembaga di Irian Jaya Diusahakan oleh Freeport Minerals Company. Penelitian dimulai tahun 1967 seluas 10.000 ha, berpusat di Ertsberg (bukit bijih). Pada ketinggian 3.460 m dpl. Penambangan dimulai tahun 1973 dan pada saat itu diresmikan pula nama kota Tembagapura. Lingkungan Ertsberg merupalan daerah intrusi granodiorit yang berstektur porfir. Penelitian detail menunjukkkan bahwa batuannya mempunyai komposisi bervariasi dari diorite monzonite kuarsa. Intrusi ini menerobos batugamping dari 168

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

- Aceh: Pulau Bras, daerah Gle Broe, Aer Talu, beutong, Alu baru. - Sumatera Utara: Aer Sihajo, Muara Soma, Singengu, Tambang Oli, Kota Pungkut, Pakantan, Maliti Muara Sipongi, Aer Sipongi, G.marisi, Pagaran, Si Ayu, Sidingin. - Sumatera Barat: Sumpu, Lubuk, Selasih, sekitar D, Singkarak, S. Pagu, Bulangsi, Tepan, G. Kerinci. Mangani. G.Arum. - Jambi: talang kepotang, S. Bulu, S, Letung, S Sengering. - Sumatera Selatan: S. Tuboh, Kimkim Besar, bukit Rayah. - Bengkulu: G. Batu bertulis. Aer Penejun, Toba Tembiling, Aer Loh limbo, Sulit, Simau. - Lampung: G. Ratai - Jawa Barat: Banten selatan, Cikotok, Cipacung, Cirotan, Jampang, Cikondang Karangnunggal. - Jawa Tengah: S. Luk Ulo - Jawa Timur: Janglot, Dawuhan, Kedungpring, Tegalrejo, Domasan, Kalitelu, Kasihan, Brungkah, Batu ulu. - Kalimantan Barat: Konsesi pandan, Mandor, Montrado, Bengkayang. - Kalimantan Tengah: Sampit, Mentikai, Cabang S.Samba. - Sulawesi Utara: Paleleh Barat - Sulawesi Selatan: Peg. Latimojong, Sangkaropi. - Sulawesi Tenggara: Lempea - NTT: Bone, Tomini/P.Timor - Irian: Warmoni, P/ Doom, Peg. Cartenz, Ertsberg. 4. Alumunium = Al Merupakan endapan sekunder, mineral utama adalah Bauxite (Al2O32H2O). Bauxite adalah group mineral yang meliputi :
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

• Gibbsite

: Al (OH)2 • Boehmite : AlO (OH) • Diaspore : HAlO2 Bauxite mineral sekunder hasil leaching silika dari mineral lampung, batugamping, lempungan atau batuan beku dengan % silika rendah pada kondisi tropis. Bauxite di Pulau Bintan (Riau) sudah dikenal sejak 1925 yaitu dalam bentuk bahan lapukan laterit. Di Pulau Bintan penambangan bauxite dilakukan di daerah Tembiling dan beberapa pulau sekitarnya seperti Pulau Kelong, Pulau Dendang, Pulau Anakut, Pulau Kayong. Batuan tertua di kepulauan Riau terdiri dari batuan volkanik dan sediment yang terlipat kuat dan telah mengalami metamorfose. Batuan ini tertindih batupasir dan serpih yang mungkin berumur Trias dan terlipat kuat pula. Granit yang berumur Trias Akhir telah menerobos batuan sedimen tadi dan menyebabkan metamorfose kontak yang dapat diamati di berbagai tempat. Batuan termuda didaerah ini adalah batuan klastika yang terlipat sedang, tidak mengalami metamorfose dan diperkirakan berumur Kapur atau Tersier. Penyelidikan sebelum perang dunia kejadian bauxite di daerah Bintan adalah sebagai berikut: - Batuan asal bauxite adalah serpih bersifat perlit halus sedikit napalan yang telah berubah menjadi batu tanduk (hornfels) bersifat padat karena metamorfose sentuh. - Pelapukan laterit telah berlangsung selama masa peneplain yang cukup lama dalam masa Tersier dan Kuarter, laterit alumunium oksida terbentuk pada 169

tempat erosi kimia lebih kuat dari erosi mekanis. - Selain sebagai lapisan atas, aluvium penampang lapukan bauxite terdapat juga sebagai hasil pembauksitan secara eluvium batuan asal, tetapi endapan jenis terahir ini tidak mempunyai arti ekonomi. Penyelidikan setelah perang dunia menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: - Bauxite tersebut merupakan hasil akhir pelapukan setempat. - Endapan terdapat pada lajur konkresi dekat permukaan pada puncak dan sisi bukit yang lebar, mungkin merupkan sisi suatu hamparan (peneplain). - Daerah yang paling baik pembentukan bauxite agaknya ialah yang mempunyai batuan dasar granit atau syenit kuarsa dengan kadar kuarsa rendah, batuan volkanik bersifat riolit dan filit. - Lazimnya bijih yang terdapat dalam bentuk konkresi ini terdiri dari mineral gibbsit (Fe2O3HO), SiO2 dan titandioksida (TiO2). Keguanaan : - Industri pesawat terbang - Bahan anti korosi - Penghantar panas - Refraktori bahan bangunan - Bahan alat rumah tangga - Bahan pembungkus Cara penambangan: tambang permukaan. Cara pengolahan: Proses bayer (elektrolisa) – alumina – elekrolisa di bejana cryolit - logam Alumunium. Tempat didapatkan: - Riau: P. Bintan, P. Riau, Lingga, Kundur, Batam. - Sumatra Selatan: P. Bangka, P. Biliton. 170

- Kalimantan: Singkawang
5. Antimony = Sb Merupakan deposit primer. Contoh endapan antimony adalah stilonite Sb2S3. terbentuk pada low temperature vein kadang berasoliasi dengan Arsen, batuan beku asam (Granit, Grandiorit, Monzenit). Kegunaan: - Dicampur dengan Pb sebagai bahan batu baterai - Pelapis tangki - Bahan pembungkus kabel - Bahan solder - Sebagai logam putih (white metal) Cara penambang: tambang permukaan. Cara pengolahan: hand sorting konsentrasi dengan gravity. Tempat ditemukan: - Riau di kepulauan Natuna - Sumatra selatan: di Muaro - Jawa Barat: Karawang, Purwakarta, Sukawajan, S. Cipeung - Kalimantan Tengah: Di Muara Tewe, Ketingan, Sejuran. - Kalimantan Barat: Undan, G.Silubat - Kalimantan Timur: G. Nanta - Kalimantan Selatan: Manunggal, Riam Kabok - Sulawesi Selatan: Sassak - NTB: Lombok, G. Rawa, G. Maria, (sumbawa) - NTT: Kale (Timor) 6. Bismuth = Bi Merupakan deposit primer ataupun sekunder. Deposit primer terdapat dalam vein, replacement dari larutan hidrotermal. Bismuth kebanyakan merupakan hasil tambahan di dalam penambangan timah putih, timah hitam, tembaga, emas, perak dan emas.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Tabel 10.11. Bijih bismuth
Ore Natira Bismuth Bismuthinite Bismite Galeo bismithite Komposisi Bi Bi2S3 Bi2O3 Pb Bi2S4 Dep. Primer * * * Dep. Sekunder

*

Bismuthinite = Bi2S3 High temperature ore vein dan berasosiasi dengan pegmantites. Juga terbentuk karena penguapan dari larutan hydrothermal, kadangkadang berasosiasi dengan Arseine Antimony. Kegunaan : - Untuk campuran logam antara lain alumunium, besi, baja . - Untuk menambah ketajaman dan kekuatan alat pemotong. - Untuk termoelektrik - Industri kimia (obat-obatan dan kosmetik) - Pencampuran logam (alloy) dengan titik lebur rendah (fusible), alloy yang berguna untuk sumbat

pengaman, electric fuse, kedokteran gigi dan sebagainya. Penambangan:stand sorting Tempat dijumpai : - Sumatera Utara: P. Samosir (Danau Toba) keadaan endapannya berupa butir-butir kecil dari native bismuth dalam tuff. - Kalimantan Barat: Kamp Jakargi (Landak) - Tempat-tempat deposit timah di mana bismuth sebagai hasil ikutan. 7. Cobalt = Co Didapatkan sebagai endapan primer, terbentuk dalam medium temperature vein yang umumnya berafiliasi dengan nikel dan silver.

Ore Skutterudite (smaltite-Chloanthite) Cobaltite

Tabel 10.12. Bijih cobalt Komposisi Dep. Primer (CoNiFe)As3 CoAsS * *

Dep. Sekunder

Skutterudite (smaltite-Chloanthite) = (CoNiFe)As3 Didapatkan sebagai endapan primer, sebagai vein. Umumnya didapatkan berasosiasi dengan silver dan nikel. Cobaltite = CoAsS Didapatkan sebagai endapan primer, dalam bentuk vein berasosiasi dengan mineral cobalt
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

yang lain dan nikel, dan juga di dalam batuan metamorf sebagai akibat proses diseminasi. Penggunaan : - Campuran logam - Industri elektronik, farmasi.

kimia,

dan

Cara Penambangan: - Tambang dalam bila berasosiasi dengan silver. 171

- Tambang

permukaan berasosiasi dengan nikel.

bila

mudah dipisahkan dengan hand sorting. Tempat didapatkan: - Sumatera Barat: dekat Sibalabu, S.Japir, Gede Jalang dekat Batu Anjung. - Jambi: S Gelugur, S Siak - Jawa Barat: G.Parung, sepanjang sungai dari G.Lembu Ciseuci, Pantai Junti, KarangampelCirebon - Jawa Tengah: Cilacap, S.Donan, S.Tuntang Demak. - Yogyakarta: Sorogedug - Kalimantan Barat: terdapat di 23 daerah antara lain S.Siam, S.Betung cabang, S.Bayan, G.Udan, S.Sekireh. - Kalimantan Tengah: Sampit, Kota Waringin. - Kalimantan Selatan: Tanah Laut, Martapura. 9. Molybdenum = Mo Dijumpai sebagai endapan primer (molybdenite) atau sebagai endapan sekunder (Wulfenite). Dep. Sekunder *

-

8. Mercury = HgS Merupakan deposit primer, terdapat pada vein dangkal dan berkaitan dengan batuan beku. - Cinnabar = HgS Salah satu endapan mercury sulfide yang terpenting terdapat dapa vein yang berkaitan dengan batuan beku yang relatif dangkal, akibat proses hydrothermal. Calcemel = HgCl Sering dijumpai berasosiasi dengan Cinnabar. Kegunaan: - Untuk fotografi - Pengolahan emas dan perak - Katalisator, farmasi, dan kedokteran Penambangan: deposit mercury selalu terdapat di permukaan. Pengolahan: sifat deposit mercury yang umumnya berbentuk cair

Ore Molybdenite Wulfenite

Tabel 10.13. Bijih molybdenum Komposisi Dep. Primer MoS2 * PbMoO4

- Molybdenite = MoS2
Sebagai hasil proses hydrothermal dari batuan pagmantit, kadang berasosiliasi dengan kuarsa. - Wulfenite = PbMoO4 Sebagai hasil proses pelapukan dari molybdenite pada permukaan vein Pb. Kegunaan : Sebagai alloys untuk baja Untuk katalisatur Lubricant Bahan campuran keramik 172

Pigmen - Bahan farmasi Penambangan: tambang dalam Pengolahan: hand sorting Tempat dijumpai : - Aceh: Gayo lues (burniaguseum, woini tribe) - Sumatra Barat: Tiembulun (Peg. Sibubun) - Riau: Singkep dan Karimun besar - Sumatera Selatan: Klapa Klumpit (Batiton), Jebus (bangka), Waikupang (J.Betung)
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

- Kalimantan

Barat: G.Bawang (Kampung ledo) dan G.Benaul

10. Tungsten = Wolframates

Dijumpai sebagai deposit primer, hasil proses hydrothermal high temperature dan medium temperature quartz vein. Batuan granitic diperkaya dengan larutan magma pegmatit.

Ore Wolframite Ferbenite Huebnerite Sceelite

Tabel 10.14. Bijih tungsten Komposisi Dep. Primer (FeMn)WO4 * FeWO4 * MnWO4 * CaWO4 *

Dep. Sekunder

- Wolframite = (FeMn)WO4 meliputi:
Ferbenite FeWO4, Huebnerite MnWO4 Hasil proses hydrothermal high temperatu re dan medium temperature pada quartz vein, pada batuan granit yang diperkaya oleh larutan pegmantit. - Sceelifa = CaWO4 Contact methamorphic deposit high temperature quartz vein. Kontak metamorfose yang meng-

integrasi pada batugamping. Mineral ikutannya adalah granet, epidote dan vesuvianit. Kegunaan: untuk alloys, tahan terhadap suhu tinggi. Catatan: antara ion Mo dan W sifatnya changeable (mudah terjadi pertukaran ion). Penambangan: tambang dalam. Pengolahan: hand shorting Tempat dijumpai: di daerah yang terdapat molybdenum. 11. Lead = Timbal = Pb Dep. Sekunder * *

Ore Galena Cerrusite Anglesite

Tabel 10.15. Bijih timbal Komposisi Dep. Primer PbS * PbCO3 PbSSO4

Cebakan ini didapat dalam bentuk primer maupun sekunder. Mineral bijih terkait adalah galena, cerrusite, dan anglesite. Galena (PbS), dijumpai pada vein yang terbentuk pada medium - low temperature, berasosiasi dengan sphalerite, pyrite, chalcophiryte, kuarsa. Dalam batuan sedimen terdapat berasosiasi dengan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

siderite, dolomite, fluorite, calcite dan barit. Garrusite (PbCO3), dijumpai sebagai deposit sekunder hasil pelapukan galena melalui alterasi dan ini terjadi bila vein menembus batugamping. Jenis ini didapatkan bersama galena, sphalerite dan kalsit, pada vein yang terbentuk pada temperatur rendah. 173

Anglesite (PbSO4), merupakan deposit sekunder, hasil pelapukan galena, kadang berasosiasi dengan phosgenite, cerrusite, dan malachite. Cara penambangan: tambang dalam dan tambang permukaan. Cara Pengolahan: grinding – gravity – flotasi. Kegunaan: - Alat-alat listrik, accu, industri nuklir. 12. Zinc = Zn Ore Sphalerite Smithsonite Hemimorhile Zincite

- Industri logam, solder, industri
karet, cat, dan sebagainya. Tempat ditemukannya: - Sumatra Utara: Kotanopan (Tapanuli Selatan) - Jawa Barat: Cikondang (Cianjur), Pacet (Cianjur), Kec. Jonggol (Bogor), Panjalu (Ciamis). - Kalimantan Timur: Kec. Berau - Sulawesi Tengah: Palu, Donggala. - NTB: Songkol, P.Lombok Kab. Prava.

Tabel 10.16. Bijih zinc Komposisi Dep. Primer ZnS * ZnCO3 HZnSiO5 ZnO` *

Dep. Sekunder * *

Dijumpai sebagai endapan primer dan sekunder. Beberapa bijih terkait keberadaan logam ini adalah: - Sphalerite (ZnS). Dijumpai dalam bentuk Vein, didapatkan bersama galena. - Smithsonite (ZnCO3). Hasil alterasi Zincore deposit (ZnS) umum terdapat di daerah batugamping. - Hemimorhile (HZnSiO5). Hasil dari oksidasi dari ZnS dijumpai bersama smithsonite. - Zincite (ZnO), endapan primer hasil metamorfosa dari ZnS, berasosiasi dengan magnetic, calcite. Kegunaan : - Bahan industri tekstil, keramik, kimia. - Proteksi logam terhadap karat. Penambangan: tambang dalam. Pengolahan: grinding - gravity - flotasi Dijumpai:

• Aceh: Krueng Bereung, Kureung •

Isep, Longkop. Sumatera Utara: Balulaga, Nias, Si Hayo, Huta Bargot, Muara soma, Ulu si Dingin-dingin, Aek Peneme, Estella, Pagaran Si Ayu (Di daerah granit), Bukit Pinonggu, Malilin, Gunung Maial dan Sidingin (Di daerah batuan kwarsa). Sumatera Selatan: Sumpu, Balung, Bio, Matu menjulur, Lubuk, Sulasih, Sungai Talang, Sungai Pagu, Bulangsi, Tepan (dalam batuan andesit, dan diabase), Mangani, G.Arum. Sumatera Selatan: S.Tubeh, Aer Kulus, Ear Seri, Bukit Layah, Kikim Besar. Bengkulu: S.Ipuh, G.Batu Bertulis, Aer Pajenun, Aer Salah, Aer Platen, Aer Bagus, Tabah Tebiling, Aer Anget, Aer Lumpur, Cepei, Aer Kedurang, Aer Loh, Muara Impu Tanah, Lebong Simpang, Tebong Denok, Lebong
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

174

Geologi Pertambangan – Bahan Galian


• •

Sulit, Lebong Randis (dalam batu kapur), Simau, Tambang Sawah. Lampung: Rajabasa, G.Rantai. Jawa Barat: Ciroton (Bersama Au), G.Parang (Berupa Urat), Purwakarta G.Sawal. Jawa Timur: Janglot, Dawuhan, Kedungpring, domasan, Kaliteli, kasihan, Brungkah, Batu Ulu. Kalimantan Barat: Daerah Mador (Bersama Cu), Bangkayang,

Daerah Matan, S. Samarayak, bersama emas dan perak. • Kalimantan Tengah: Sampit, Kampung Mangkup, S.Mentaya (dalam urat kwarsa bersama Au). • Kalimantan Timur: S.Mara. • Sulawesi Selatan: Daerah Sasak, Daerah Masupu, Daerah Bobokan.

13. Tin = Timah= Stanum =Sn Ore Cassiterite Stannite Tabel 10.17. Bijih timah Komposisi Dep. Primer SnO2 * Cu2SFeS SnS2 * Dep. Sekunder

Dijumpai sebagai cebakan primer, terjadi karena intrusi granit pada fase pneumatolitik. Beberapa mineral terkait timah adalah: - Cassiterite (SnO2), terjadi pada magmatik dan vein temperatur tinggi, dijumpai bersama tungsten. - Stannite (Cu2SFeS SnS2), Terjadi pada batuan intrusi asam. Timah di samping didapatkan dalam endapan primer juga didapatkan dalam bentuk placer. Timah terletak pada jalur timah terkaya, jalur tersebut meliputi selatan Cina, Birma, Muagthai, Malaysia. Di Indonesia ditemukan di Sumatera Tengah (Bangkinang), Bangka, Baliton, Singkep, juga kepulauan Anambas – Natuna – Karimata. Batuan tertua di pulau timah berumur Permo Karbon, berupa endapan batuan yang mengalami malihan terdapat di Pulau Singkep. Di Bangka dan belitung batuan tertua terdapat sebagai batuan malihan (metamorf) yang berumur Permo Karbon Trias. Batuan ini
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

diterobos oleh biotit granit yang diduga penyebab terbentuknya cebakan timah. Endapan timah primer terdapat pada batuan granit dan daerah kontak pada batuan malihan (metamorf). Jenis pertama terdapat Di Tikus (Sebelah barat pulau Belitung). Endapan terdiri dari vein kuarsa yang mengandung cassiterite dan wolframite dengan kadar 0,4 %. Di Bangka endapan terpenting didapatkan di Pemali dan Tempilang berasosiasi dengan granit dan urat turmalin kasiterit. Di Belitung juga didapatkan dalam granit. Endapan timah sekunder merupakan hasil pelapukan endapan primer dan diendapkan tidak begitu jauh. Berdasarkan tempat terbentuknya endapan timah dapat dibagi sebagai berikut: - Endapan “kulit” yang terdapat pada lereng bukit endapan eluvium. 175

- Endapan

“kaksa” endapan alluvium terdapat di lembah atau pantai. Cara penambangan: di pantai menggunakan kapal mangkuk (Bucket dredge), Kapal keruk Isap (cutter suction dredge) yang bekerja di daratan dan pantai pada penambangan terbuka (kolong). 14. Nikel = Ni Ore Pentlandite Garnierite

Kegunaan: pelapis logam, barang elektronik, alat-alat kedokteran. Tempat didapatkan: - P. Singkep: Bangkinang, Kundur, Karimun. Bukit Rayah di Jambi - Bangka - Belitung di utara P. Sumatera.

Tabel 10.18. Bijih nikel Komposisi Dep. Primer (Fe, Ni) S * H2(Ni, Mg) SiO3HO

Dep. Sekunder *

Terdapat sebagai cebakan primer dan sekunder. Mineral bijih terkait, diantaranya adalah: - Pentlandite ((Fe,Ni)S), merupakan cebakan primer di dalam batuan ultrabasa. - Garnierite (H2(Ni, Mg) SiO3HO), merupakan hasil pelapukan. Di Indonesia bijih nikel yang terdapat di Sulawesi bagian tengah dan bagian timur termasuk: Laterit nikel Bijih nikel sillikat (garnierite dan krisopras) Yang terjadi akibat pelapukan dan pelindihan (pelarutan) batuan ultra basa seperti peridotit dan serpentinit. Atau endapan tipe mollase yang terdiri dari robekan batuan ultrabasa. Berdasarkan penyelidikan di Soroako dibedakan: - Peridotit halus tak terserpentinkan = jenis A - Peridotit kasar terserpentinkan lemah = jenis B - Peridotit kasar terserpentinkan kuat = jenis B Proses pelapukan dan pelindihan tersebut menyebabkan: 176

- Menurunkan kadar Al dan Ca. - Meningkatkan kadar Fe, Cr, Ni,
dan Co. Ni yang larut dalam proses pelapukan dan pencucian itu akibat pengaruh air tanah dan adanya unsur Mg dalam batuan, kemudian mengendap kembali membentuk mineral hidrosilikat antara lain garnierite H2(Ni, Mg)SiO3HO atau H(Mg, Ni)3SiO9. Mineral bentukan baru tersebut mengisi celah atau retakan dalam batuan. Selain itu terdapat pula krisopras yaitu kalsedon yang mengandung Ni. Penyelidikan di Soroako, penampang terdiri dari 4 lapisan, yaitu: • Tudung Besi Berwarna merah terdiri dari goethit dan limonit yang menyerupai sepon berkadar besi tinggi tetapi kadar Ni rendah. • Lapisan Limonit Warna coklat merah atau kuning, berbutir halus merupakan selimut sebagian daerah. • Silika Terdapat pada dasar lapisan limonit sampai batas tertentu masih dikenal struktur dan tekstur
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

batuan asli. Endapan garnierit di dalam silika (yang bersifat supergen) mengakibatkan terjadinya bijih nikel silika yang tinggi kadar Ni-nya. • Jalur Saprolit Jalur saprolit merupakan jalur peralihan dari limonit ke batuan dasar yang keras dan belum lapuk. Jalur ini yang merupakan tempat bijih Ni kadar tinggi akibat proses pengayaan supergen. Tempat ditemukan: Soroako dan P.Gede. Teknik Penambangan: terbuka. Teknik Pengolahan: gravity – flotasi. Kegunaan: industri logam, elektronika, dll. 15. Emas Didapatkan dalam bentuk: - Native gold 100% metal. - Terbentuk baik secara primer maupun sekunder. - Bentuk primer berasosiasi dengan larutan hydrothermal asam/batuan beku asam. - Calaverite (AuTe2) – primer. - Sylvanite (Au, Ag) Te – primer . - Krennerite (Au, Ag) Te2 – primer. - Petzite (Ag, Au)2Te – primer. Cara terbentuknya: - Primer – bijih hipogen: terjadi pada saat proses metalisasi dari larutan hidrotermal yang bersifat asam – dalam bentuk vein. - Sekunder – bijih supergen: terjadi karena proses pelapukan, transportasi, sedimentasi – placer. - Au dan Ag didapatkan pula bersama Cu. Perak (Argentum) didapatkan dalam bentuk: - Native silver 100% - Cerorgyrite AgCl - Stephanite AgSbS2
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

-

Phorusite Ag3AsS3 Argentite As2S Polybasite (AgCu)16Sb2S11 Pyrargyrite Ag3SbS3 mirip cara

Cara terbentuknya: terbentuknya Au.

Tempat ditemukan: - Aceh : Kurueng Teunon, Kurueng Wyola, Ladang Geupoh. - Sumatera Utara: Muara Sipogi. - Sumatera Barat: Solida, Balimbang. - Riau: Bengkalis. - Bengkulu: Lebong Donok, Lebong Sulit, Siamau, Lebong Simpang, Tambag Sawah. - Jawa Barat: Plepak, G.Parang, Jampang, G.Mengumen, Banten Selatan, Cikotok, Cirotan, Cikondang, Ciwangun, G.Cariu, G.Sawal. - Jawa Timur: Janglot, Dawuhan, Tegalrejo, Domasan, Kasihan, Batu Ulu. - Kalimantan Barat: Montrado, Bengkayang, Melawai, Lubuk, Embalu, Bunut. - Kalimantan Tengah: Hulu Dayak, Sampit, S.Barito. - Kalimantan Selatan: Martapura, Pleihari, G.Lumut, S.Setiti. - Sulawesi Utara: Totok, Bolang. - Sulawesi Selatan: Malili, Leboni. - NTT: Lalan Asu, Peg. Booi. - Irian: Peg. Jayawijaya. Cara Penambangan: tambang dalam dan placer didulang. Pengolahan: grinding – flotasi – kimia Catatan: Air Pinang bawah (Lebong Tandai) • Au – 34 gram/ton (34GPT) • Ag – 130 gram/ton Siman 177

• Au 130 GPT. Ag 149 GPT Freeport (1984): - 190.349 ton konsentrasi Cu - 2.208 ton konsentrasi Au - 36.585 ton konsentrasi Ag 16. Besi Besi dijumpai sebagai cebakan primer (plutonik, pegmatik, ataupun metamorfik) dan cebakan sekunder. - Megnetite FeO, Fe2O3 - primer 72% metal. - Stematite Fe3O2 - primer 70% dan sekunder. - Limonite Fe2O3H2O - sekunder - Siderite FeCO3 - primer dan sekunder (Oolitic iron ore) Cara terbentuknya : • Endapan primer merupakan hasil proses hidrotermal dalam batuan plutonik, pegmatik • Endapan sekunder sebagai hasil proses pelapukan batuan plutonik, atau hasil reaksi kimia Tempat terbentuknya : • Aceh: Krueng Geuenteut, Gle mon Ampeuet, Krueng ligon, Bubah jioh, Krueng Ogaih, Alu Jalu, Kwala Boe, Cot Pluy, Cot Seumeureung, Cot regan / Parat / Manu, A. Pentuwa, Gado, Kute Buloh, Parton lawas, Tapa juan. • Sumatera Utara: Nias, Tapanuli, Muara Sipongi, Ulu Aek, Sorik, Aek Horsik, Kampar kiri. • Sumatra Barat: G.Besi, Pasilion, Paninggahan, Batu Menjulur, Sungai Lassi, Lubuk Sulasih, Air Dingin. • Jambi: Tambang Lusi, S.Batu kolam, S.Sumai, S.Luro, Empayang Atas, Jalang Kempayang, S.Malinau. 178

• Sumatra Selatan: Bukit Raja, Ling• • • • •

sing Atas, Jalang Saleman. Bengkulu : G.Ratai Serot, Teluk Betung, Sukadana, Rajabasa. Bangka dan Belitung: G.Selumar, Pangkal Pinang, Plawon Koba, Palu munjang. Jawa Barat: Jampang (besi titan). Jawa Tengah: Pantai CilacapKarang Bolong (besi- besi titan) Jawa Timur: Pantai Selatan Kediri (besi titan)

10.3.3. Bahan Galian Industri
1. Obsidian Merupakan hasil proses magmatik, batuan beku ekstrusif, terdiri dari gelas amorf, SiO2. Umumnya berwarna hitam. Tempat ditemukan: - Bogor: Leuwiliang di G.Kiaraberes ± 6 km sebelah barat G.Salak, berbentuk lava dome dengan ukuran 2 Km. - Priangan: Cicalengka, G.Kendang (Nagreg), Tarogong, G. Kiamis (Garut). - Banten: Anyer G. Rangkong sebelah selatan dan barat Barengkok - Lampung: Pulau Krakatau, Pulau Panjang, Wai sepuh. - Kalimantan Selatan: dekat Sampit. - Irian Barat: Pulau Namatote Cara Penambangan: tambang terbuka, dengan alat sederhana. Kegunaan: - Sebagai bahan bangunan (fondasi jalan / rumah) - Sebagai bahan baku untuk perlit. 2. Intan Intan dengan rumus C, terjadi karena proses metamorfosa, endapan intan primer terdapat
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

dalam batuan ultrabasa (peridotite kimberlites). Intan mempunyai warna bermacam-macam, mulai dari tidak berwarna, jingga, kuning, hijau, dll. Ukuran yang digunakan adalah karat (1 karat = 0,20 gr). Batu yang diperdagangkan rata-rata 1/4 - 1/6 karat. Kekerasan H = 10, indeks refraksi sangat tinggi dan transparan. Tempat ditemukan: Sanggau (Kalimantan Barat), Purukcau (Kalimantan Tengah), Martapura dan Pleihari (Kalimantan Selatan). Di Kalimantan Selatan penambangan dilakukan sejak tahun 1738 (Raffles). Berdasarkan hasil-hasil eksplorasi Hooze dan Krol (1920), intan di Kalimantan didapatkan di sepanjang Sungai Riam Kanan, Riam Kiwo dan Sungai Kusan. Di antara 3 sungai tersebut, hanya sungai Riam Kanan yang banyak didapatkan intan. Hasil ikutan berupa emas dan platina diendapkan di sungai. Pada mulanya penambangan intan dengan cara digali secara sederhana oleh rakyat dan akhirnya didapatkan intan Trisakti sebesar 166 karat di Cempaka, karena itu pemerintah membentuk : - Badan Intan Indonesia (1976), pelaksananya yaitu proyek Pelaksana Badan Intan Indonesia. - Kemudian dialihkan ke PBU pertabun. - Juli 1978 BPU pertabun menjadi PT. Aneka Tambang yang sekarang dikenal PT. Aneka tambang. - Akhirnya proyek intan menjadi unit pertambangan intan. Cara Penambangan: - Intan promer dibor → diledakkan. - Ditambang dengan tambang terbuka atau tambang dalam.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

- Sebagai endapan placer → didulang. - Sebagai ukuran intan selain jumlah karat juga warna, yang mahal berwarna hijau, biru, merah dan orange. Kegunaan : - Sebagai hiasan - Pemotong kaca → kekerasannya H = 10. - Untuk mata bor → diamon bit. 3. Fosfat Batuan fosfat merupakan batuan yang mengandung apatit dikenal 4 jenis apatit, yaitu: ° Apatit Ca5(PO4)3(FCI) ° Hydroxypatit Ca5(PO4)3OH ° Oxypatit Ca10(PO4)6(CO3) Carbonate apatit ° Ca10(PO4)6(CO3)(H2O) Fosfat: ° Marine sediment (Tasikmalaya) ° Guano – timbunan tulang, kotoran binatang yang bereaksi dengan batugamping. Warna: abu, kebiruan, hitam, jingga, putih. Tempat ditemukan: - Sumatera Utara: di Karo - Jawa Barat: Karawang, Purwakarta, Cibarusa, Tasikmalaya, Pangandaran, G. Kromong. - Jawa Tengah: Ajibarang, Gombong, Sukolilo, Karangbolong, Rembang, Jepara, Pacitan. - Sulawesi Selatan: P. Karabia - Irian Jaya: Ayameru Cara Penambangan: tambang terbuka, dengan alat sederhana. Kegunaan: - Membuat pupuk superfosfat (P2O5 + H2S) - Langsung untuk pupuk 179

Pengolahan: - Digiling 80 – 100 mesh dibungkus - Untuk menaikkan kadar flotation

→ →

4. Dolomit CaCO3 : 100% batugamping CaCO3 + ≥ 10% MgCO3= → Batugamping dolomitan. CaCO3 + ≤ 45% MgCO3 → Dolomit = CaMg (CO3)2 Dolomit terdapat bersamaan dengan batugamping. Dolomit terjadi, pada awalnya batugamping kemasukan ion Mg dengan demikian maka sebagian dari Ca diganti dengan Mg. CaCO3 + 2CO2 + H2 O 900oC CaCO3 Btgp CaCO3 MGCO3 Dolomit CaO Mg O Kapur tohor CaO + Kapur tohor Kalsium + H2O H2 Dolomitan CaO + CO2 Kp tohor 600-9000C

Ciri Dolomit : - Kristal dolomit (hexagonal) tak berwarna, putih dan murni, kekuningan. - Yang kompak putih, coklat-abuhitam. - Dolomit tak larut dalam HCl. - Kadang dijumpai bersama halit dan gypsum. - Berasosiasi dengan batugamping. - Relatif lebih berat daripada batugamping (SG = 2,9 sedangkan batugamping = 2,7). Batugamping (Calcite): CaCO3 Dolomit: CaMg (CO3)2 Ankerit: Ca (FeMg) (CO3)2

Ca(HCO3)2 + CO2 larut kalsium + 2 CO2 Dolomitan

CaO MgO Kapur tohor

Ca(OH)2 Mg (OH)2 + Panas Kapur padam dolomitan

Ca(OH)2 + Panas Kapur padam kalsium Gambar 10. 6. Reaksi kimia pada batugamping gamping yang dipanaskan terselimuti seluruhnya oleh nyala tersebut sehingga menimbulkan kondisi yang baik untuk penyaluran panas. Tempat ditemukan : 1. Tempat dimana terdapat batugamping kemungkinan didapatkan dolomit. 2. Daerah yang pasti: Gresik, Tuban, Sagaromadu, Panggang
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Mutu Kapur Tohor: ° Terbakar lunak (Soft burned) – baik: kapurnya sarang, tidak begitu mengkerut. ° Terbakar terlalu masak (hard burned, overburned) – jelek: kapurnya kompak, kurang sarang, mengkerut. Kayu karena terbakar dengan nyala panjang sehingga bongkah 180

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

pamolan, Madura, Selatan (Tonasa), Tengah (Kejae).

Sulawesi Sumatera

berwarna gelap, warna permanen, bebas dari kotoran. Tempat ditemukan: ° Kemungkinan di daerah metamorf ° Sumatera Barat – di Alahan Panjang. ° Tapanuli – Sidikalang. ° Bayat, Ciletuh, Kebumen. Cara Penambangan: open pit – dibelah, tambang dalam. Kegunaan: batu tulis, atap mosaik, isolator. Pengolahan: disesuaikan dengan tujuan penggunaan. 7. Garam batu (Italit) - Rumus umum NaCl. - Dibuat dengan menguapkan air laut. - Dalam bentuk bahan tambang (India, Jerman). - Contoh di Purwodadi (daerah Bledug). Tempat ditemukan: tergantung jenisnya. Cara Penambangan: - Open pit atau tambang dalam - Dicairkan → dipompa Kegunaan: • Industri kimia, bahan makanan. • Mencairkan es / salju di jalan. • Membunuh tanaman (isektisida) Pengolahan: evaporasi, bahan makanan + Yodium. 8. Diatomea (Tanah diatome = diatomeus earth) = Kloselguhr Komposisi SiO2 terdapat sisa tumbuhan diatomea. Dapat terbentuk dalam kondisi air (tawar-asin). Berat jenis kering 0,45. Daya serap air 2545%. 181

Cara Penambangan: open pit Kegunaan : - Dolomit mati untuk bahan tahan api (refractories), - Untuk pabrik kertas. - Pembuatan pupuk. - Bahan bangunan - Brick mortar - Coat plasters - Industri kimia: farmasi, karet, cat, tinta, cetak, pasta. Pengolahan: disesuaikan dengan penggunaannya. 5. Batualam Berdasarkan atas penggunaannya dikenal : ° Rough stone Digunakan untuk bahan bangunan, seperti untuk fondasi rumah, pavement jalan, bantalan rel kereta api, dan sebagainya. ° Dimension stone, building block Yaitu bahan yang dibuat dengan ukuran dan bentuk sama seperti bangunan monumen, candi. ° Ornamental stone Yaitu untuk hiasan, dibuat dari batuan yang berwarna, struktur indah, dan sebagainya. Tempat ditemukan: Tergantung pada jenisnya. Cara penambangan: Tergantung penggunaannya. Kegunaan: Tergantung jenis batuan. Pengolahan: disesuaikan dengan tujuan penggunaan. 6. Batu tulis (Slate) Jenis batuan metamorf yang berasal dari batulempung (shale). Sifat utama memperlihatkan kenampakan berlembar (slaty). Umumnya
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Warna putih-coklat. Pengantar listrik / panas rendah. Tempat ditemukan: • Darma (Kuningan), Temon (Klaten), Gemolong (Solo), Sangiran (Solo), Magelang (Madiun), Plasa G.Kendeng, Ungaran (Rawa Pening). • Tapanuli: Pahae, Panguruan, P. Samosir. Cara Penambangan: open pit, tambang dalam. Kegunaan: • Filter, absorben (zat untuk menghilangkan warna), bata tahan api, perendam. • Isolasi, pemutih, kepala korek api, penggosok logam. • Amplas. Pengolahan: sortasi, digiling, dihisap → dipak. 9. Batu pualam (marmer) Hasil proses metamorfose batugamping / dolomit, oleh sebab

itu tingkat kemurnian marmer sangat tergantung dari bahan asal. Jenisnya ada dua macam, yaitu: o Marmer ordinario → untuk bangunan o Marmer statuario → untuk seni pahat Sisa kepingan marmer→bahan tegel digiling→ bahan keramik Variasi marmer berdasarkan tekstur: • Statuary marble: fine tekstur, bersih putih. • Architectural marble: warna tekstur, mutu dan kekuatan bagus. • Ornamental marble: warna indah / variasi. • Onix marble: mengandung aragonit, dolomit. • Cipdin marble: mengandung mika dan talk. • Ruln marble: Tekstur halus dan seginya tak teratur. • Breccia marble: tekstur kasar, persegi. • Shell marble: terdapat fosil.

Tabel 10.19. Kualitas batu pualam menurut kekuatan tekan dan daya aus No Kualitas Daya aus Kekuatan tekan (mm/menit) (kg/m2) 1 Gol. 1 1500 – 2000 < 0,100 2 Gol. 2 0,10 - 0,130 1200 – 1400 3 Gol. 3 0,130 - 0,160 990 – 1100 4 Gol. 4 300 – 800 > 0,160 Pengetesan marmer yang sudah dipoles: tetesi tinta → merembes pada pori Tempat ditemukan: • Palimanan: G.Kudo, G.Kromong (biru) • Banjarnegara: G.Kebutuh, daerah Beral. • Bukit jiwo, G.Joko Tuo (Bayat).

• Panggul, Tulungagung, Campurdarat.

• Sumatera: P.Nias dan Tapanuli. • Irian Jaya, Sulawesi.

Cara Penambangan: open pit → kabel Kegunaan: sesuai dengan kepentingan dan jenisnya Pengolahan: gergaji → dipoles

182

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

10. Belerang Hidrotermal • Sulfur murni → hasil solfatara / fumarol • Sulfur senyawa: Pyrit FeS, Galena PbS, Chalcropyrt CuFeS2 Tempat ditemukan: - Sumatera Utara: G.Sorik merapi / Tapanuli, Namora Sibaggon. - Jawa Barat: G.Tangkuban Perahu, G.Puteri, G.Galunggung, G.Wayang, Kawah Putih, Telaga bodas, G.Malang, Kawah saat, Kawah Mas, G.Papandayan, G. Ciremai. - Jawa Tengah: G.Telaga Terus - Jawa Timur: G.Arjuna, G.Welirang, Crater/Ijen, G. Dieng. - Sulawesi Utara: G.Mahawu, G.Soputan, Kawah Maseun. - Maluku: P.Damar.

Chalcopyrit dan Pyrit → hydrotermal – pegmatit / batuan beku asam Galena dan Pyrit → hydrotermal Pyrit → sedimentary – reduksi/st.ss Cara penambangan: - Sulfur murni – open pit - Are – open pit, tam-bang dalam Kegunaan: - Bahan utama pembuatan asam sulfur. - Industri kimia. - Intektisida, industri ban, pupuk. - Industri kertas, korek api, bahan peledak, pengawet kayu. Pengolahan - Sulfur→ flotasi - Are → dipanaskan → sublimasi 11. Batugamping (sedimentasi) - Komposisi kimia CaCO3 - Termasuk intra basinal rock

CaCO3 + 2HCl CaCO3 + 2CO2 + H2O CACO3 Btgp 900 C
0

CaCl2 + H2O + CO2 Ca(HCO3)2 CO2 CO2 Kalsium

CaO + Kapur tohor

CaO + H2O CaCO3MgCO3 dolomit

Ca(OH)2 + panas Kapur padam kalsium 600-9000C CaOMgO + 2CO2 Kapur tohor dolomitan Ca(OH)2Mg (OH)2 + panas kapur padam kalsium

CaOMgO + H2O kp tohor dolomitan

Gambar 10.7. Reaksi kimia pada batugamping dan variannya Kapur tohor terbakar lunak (soft berned): kapurnya sarang. Tidak begitu mengkerut, kwalitas baik. Kapur tohor terlalu masak: sarang, Mengkerut banyak, kurang baik. Bahan bakar untuk kalsinasi (pembuatan kapur tohor) yang baik adalah kayu karena: 183 Kapurnya kurang

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

-

Panas merata, mempunyai nyala panjang.

-

Tipis kemungkinan kapur tohor yang dihasilkan terlalu masak.

Tabel 10.20. Impurities (pengotor) Komposisi % CaO MgO SiO2 Fe2O3 Al2O3 H2O CO2 Kapur tohor kalsium (high calc quiklime) 93,28 - 98,00 0,30 2,50 0,20 1,50 0,10 0,40 0,10 0,50 0,10 0,90 0,40 1,50 Kapur tohor dolomitan (dolomitan quicklime) 55,60 - 57,50 37,60 - 40,80 0,10 - 1,50 0,05 - 0,40 0,05 - 0,50 0,10 - 0,90 0,40 - 1,50

Tempat ditemukan: - Jawa Barat: P.Tunda, P.Panjang, Muncang, Kec.Cipanas, Jagabaya, Cibodas, Cilayam, Cibinong, Cibadak, Sukabumi, Karawang, Jagogapu, Palimanan, Kec.Taraju, Kec.Kawali, Kec.Pamarican, Kec. Bantar Kalung, Pamijahan, santos, Cipatujah, Kec.Cibalong, Kec.Cikatomas, Kec.Cijulang, Kec.Padaherang, Kec.Pangandaran, Kec. Kalipucang. - Jawa Tengah: Nusakambangan, Karangpucang, Karangkawang, Darmakradenan, Sawangan, Prupuk, Karangdawa, Karangbolong, Buayan gandasuli, Cipluk, Nanggulan, Kedundang, Mranggen, Tanggung, G. Manawan, Kedungjati, Juwangi, Sumberlawang, Tawangmangu, P. Jiwo, Wuryantoro, Watukaler, Wonogiri, Slungkep, Pamotan, Ngampel, Merah, Kedung Juban. - DIY : Pegunungan Selatan (Wonosari). - Jawa Timur: Alas Curing, Babad, Tuban, Paciran, Gresik, rengel, Kepanjen, Puger, Grajagan, Semenanjung, Blambangan. 184

- Madura: Socah, Madura barat,
Bangkalan, Arosbaya, Geger, Sempar, Kamal, Madura bag. Pantai utara, Madura bagian timur. Sumatera: Banda Aceh, Kroccing Raya, Ujung Pidie, Batupahat, Penen, Bahorok, prapat, Jarutung dan Balige, Bancah lawas, Silungkup, Kolok, Sawah Lunto, Kampung bahani, Indarung. Riau: Pintu batu lubuk Ambacang Jambi: S.Tempeh, S.Pinah, Peg. Linau, S.Pampan, S.Mangsa, S.Tebo, S.Tabir, S.Masumi, S.Buluh, S. Putat, S.Tembesi, S.Merangin, S.Asai. Sumatera Selatan: Lahat, Baturaja. Lampung:Lampung sebelah utara kotabumi, Pematang emas. Bengkulu: Bengkulu Kalimantan Barat: Sambar Kalimantan Tengah: Kotawaringin, Kasintu-Purukcau Kalimantan Selatan: Peg. Maratus (pleihari), Martapura Kalimantan Timur: Balikpapan, Samarinda, Semenanjung Mangkaliat-Bulungan.

-

-

-

-

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

- Bali: Prapat Agung, Malaya, Bukit
Badung, P. Nusa Penida.

- N T B: Lombok, Sumbawa - N T T: Sumba, P. Sawu, Timor, P.
Alor

- Sulawesi

Selatan: Pulau-pulau Jampea, Bonerate, Madi, Rubis, Kalau Tuo Wongi, Kayuadi, P. Selayar, Goa, Kajang, Tonasa, Peg. Maroro. - Sulawesi Tenggara: P. Butung, Kep, Batu atas, Siumpu, P. Muna, P. Kabaena. - Sulawesi Utara: Tinombo, Sumalata, Bolang Mangando, Wori, P. Bunaken, P. Siladen. - Maluku: P. Moa, Kep. Janimbar, Kep. Aru., Kep. Kai, Kep. Seram laut, Seram, Buru, Kep. Jerongga, P. Lawin, P. Obi-Tapat-BilangGomumu, P. Sulawesi, P. Tempan, P. Lubu, P. Semadan, P. Tiga, P. Ternate - Irian Jaya: Peg. Tohkiri, Tibai, S. Kamundai, P. Biak, P. Misool, Jayapura, S. Setakwa, S. Otakwa, S. Cemara, S. Blumen, S. Coc, d’Armand, S. Noordwest, S. Noordoost, S. Lorentz, S. Eilanden, S. Digul, S. Uwim Merah. Cara Penambangan: open pit – kalau perlu dengan peledakan. Kegunaan: disesuaikan dengan keperluan.

12. Mika (Hydrothermal, Metamorfosa regional) Termasuk group mika adalah: - Biotite K(Mg, Fe)3AlSi3O10(OH)2 - Muscovit →Kal3Si3O10(OH)2 = K-Mica - Paragonite→Na K Al no OH - Phologopite→K Mg abundant OH - Zinnwaldite→K Li Al Fe - Lipidolite→K abundant Li Al and OH - Glaukonit →K Ca Na Fe Al Mg no OH - Margarite→Ca Al no OH Mika group dijumpai pada: pegmatit, batuan metamorf. Tempat ditemukan: - Aceh Timur, Sumatera Utara (Pangaribuan). - Sulawesi Selatan (Majane), Sulawesi Tengah (Jowuti), P. Peleng. - Irian Jaya (Wandomen). Cara Penambangan: open pit, tambang dalam. Kegunaan: alat-alat listrik (isolator) Pengolahan: sesuai dengan penggunaan. 13. Kaolin (China Clay)→alterasi dari feldspar - Merupakan senyawa aluminium silikat yang paling banyak, berwarna putih. Berikut adalah reaksi kimia pelapukan feldspar: Al2O32SiO22H2O + 4SiO2 + K2CO3 Kaolin Trenggalek, Wlingi, Pagah, Arjosari. - Sumatera: Air putih, Pakal, Batang, Kapas, Padangsidempuan, air batu, Giham. - P. Bangka, P. Belitung - P.Kalimantan: Banjarmasin, Sampit, Semitan, Riam 185

2 KALSi3O8 + 2H2O + CO2 Feldspar - Pelapukan gneis - Proses hidrotermal pada batuan asam. - Kaolin sekunder → transportasi Tempat ditemukan: - Jawa : Cicalengka, Cibatu, Ciawi, Cipeundeuy, Rajapolah, Panjalu,
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

- P. Sulawesi: dekat Menado - P. Seram: Waraha Cara Penambangan: open pit, tambang dalam. Pengolahan: Digiling → flotasi → saring Kegunaan: Bahan keramik, pemutih, bata tahan api, industri kertas, industri cat, karet. 14. Tras (Pozolan) → Alterasi batuan volkanik (senyawa SiO2) Pozolan adalah sejenis batuan volkanik yang banyak mengandung senyawa silikat (SiO2) amorf yang dapat larut dalam air atau di dalam larutan asam. Tras (alam) pada umumnya terbentuk dari batuan volkanik yang banyak mengandung feldspar dan silika (breksi andesit, granit, rhyolit) yang telah mengalami pelapukan lanjut. Akibat proses pelapukan feldspar akan berubah menjadi kaolin (mineral lempung) dan senyawa silika amorf. Makin lanjut tingkat pelapukan makin baik mutu dari tras. Dengan demikian di dalam tras harus terdapat mineral lempung dan silika, sehingga untuk meniru komposisi semen portland tinggal menambahkan kapur tohor Ca(OH2) dalam jumlah tertentu. Tempat ditemukan: - Daerah Cilegon sebelah timur pegunungn antara Margiri dan Rangkas Bitung, Tangerang, Karawang. - Daerah G.Gede, G.Pangrango, Cicurug, Gandasuli. - Daerah Tangkuban Perahu (Lembang dan Dago), Padalarang, Nagreg, G.Masigit, G.Guntur, G.Cikurai, G.Malabar, Cicalengka. - Daerah Bumiayu: Prupuk, G.Slamet, G.Muria, Klumpit Bugul. 186

- Kulonprogo, G.Kendeng, Jaman,
Bambe, Pengasih, G.Welirang, Jabung, Pandakan, Pujan, G.Kelud, G. Arjuno, Bentur, Pagah, arjosari. - Sumatera Barat (Bukit Tinggi), Minahasa, Flores. Cara Penambangan: open pit. Kegunaan: - Untuk plesteran, campuran tras: kapur padam 5 : 1 - Bata cetak tanpa bakar: Mesin otomatis Landcrete (Afrika Selatan) Cinva Ram (Amerika) Semi otomatik Rosacometta (Italia) - Semen rakyat Pengolahan: Tras yang diambil dari lapangan, digiling→diayak, kemudian dicampur dengan kapur padatan dengan perbandingan 5 : 1. Akan lebih baik kalau ditambah semen portland→ dicetak. 15. Pasir Kwarsa→alternatif batuan beku asam (granit) dari

Pengertian pasir kwarsa (yang kadang-kadang dijumpai berwarna putih) berbeda pengertiannya dengan pasir putih. Pasir kwarsa yang dijumpai dalam bentuk pasir kristal dengan rumus kimia SiO2 merupakan hasil pelapukan batuan beku yang banyak mengandung kwarsa yaitu batuan beku yang bersifat asam (granit). Proses ini diikuti segera dengan proses transportasi dan sortasi yang akhirnya diendapkan. Pengendapan pada umumnya terjadi di sungai atau di tepi pantai. Apabila di dalam proses transportasi dan sortasi, pencucian oleh alam terjadi secara sempurna maka akan terjadi deposit kwarsa murni (99,8% SiO2). Tempat ditemukan:
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

- Jawa: Cibadak, Sukabumi, Pelabuhan Ratu, Djatirogo, Tuban, Tambak boyo, Tasikharjo, Ngandang, Tembang, Bojonegoro, Bangkalan (Madura). - Sumatera: Kutaraja, Palembang, Manggala, Bengkulu. - P. Bangka dan P. Biliton. - Kalimantan: Singkawang, Samarinda, Balikpapan, Martapura, Kutai, (Kp.Abit, Kp.Empojong, Kp.Telian, Mangkaliat). - Sulawesi Selatan Kegunaan: - Bahan aorasif - Bahan gelas, kaca - Filter - Bahan baku semen - Pengecoran logam - Waterglass Cara Penambangan: open pit Pengolahan: pasir kwarsa dicuci dengan lewsiton Screw Washer, kemudian diayak untuk mendapatkan ukuran butir yang diperlukan. 16. Batuapung (Pumice) → Hydrotermal (volkanik) Batuapung merupakan batuan beku eksplosif. Strukturnya berlu8000 Obsidian Hitam bj > 1 1 cm3

bang (porous), komposisi silikat amorf, pada umumnya berwarna cerah / putih (ada juga abu-abu), berat jenis 0,45. Oleh sebab itu mengapung dalam air, bersifat hidraulis dan hygroskopis. Tempat ditemukan: Terutama di sekitar daerah volkanik - Sumatera: Lampung, hasil letusan G.Krakatau th 1883, kepulauan Krakatau terutama P.Panjang. - Jawa : Banten (Kawah Danu), pan-tai laut sebelah barat dari G.Kra-katau. Bogor: Cikatomas, Gunung Kiaraberes, Cicurug. Priangan: Cicalengka, Nagreg. - P. Lombok - Indonesia Timur: Daerah jalur volkanik. Kegunaan: - Penggosok - Untuk bahan bangunan - Bahan batu bata tahan api - Bata ringan - Dipotong → dimension stone: peredam Cara penambangan: open pit Pengolahan: Disesuaikan dengan keperluannya.

perlit = pumice putih abu-abu bj 0,10 – 0,15 2-3 cm3

Gambar 10.8. Skema pengubahan obsidian menjadi perlit 17. Perlit → hydrotermal (volkanik) Perlit suatu batuan ekstrusif, terdiri dari speroida-speroida kecil dengan komposisi SiO2 ringan bj 0,10 – 0,15 berwarna abu-putihkehitaman. Perlit juga dapat dibuat
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

dari obsidian yang dipanaskan hingga 950-10500C. Apabila proses ini dilakukan akan terjadi pengembangan volume 3-4 kali. Tempat ditemukan: - Banten: dekat Tg. Layar, sepanjang S. Cibareno 187

- Bogor:

sekitar Cisolok dekat Pelabuhan Ratu. - Sumatera Selatan: Di lembah S. Semangka, di Suoh dan G. Surian, daerah G. Rigis. Kegunaan: - Sebagai bahan penyaring. - Bahan amplas. - Bahan batu bata ringan. - Bahan peredam suara, isolasi panas. Penambangan: open pit Pengolahan: - Disesuaikan dengan kepentingan. - Untuk bata ringan → digiling dicampur dengan semen. 18. Gips Gips dengan rumus kimia CaSo4H2O, mempunyai kekerasan 2. Di lapangan gips didapatkan dalam bentuk lembaran pipih kristalin, serabut di daerah batulempung, batugamping dan fumarole. Konsep utama terbentuknya gips adalah adanya Ca+2 dan So4-2. Ca+2 dapat berasal dari belerang (S) atau pirit FeS2. Adanya kondisi reduksi dari daerah sedimentasi yang bersifat karbonatan (misal pada batulempung) akan menghasilkan gips yang berlembar pipih. Adanya fumarol di daerah batuan yang bersifat karbon akan menghasilkan gips kristal. Demikian pula adanya pirit (FeS2) pada batugamping atau akibat proses hidrothermal yang berdekatan dengan batuan karbonat akan menghasilkan gips kristal. Di pasaran dikenal: - Gelas Maria (Selenit): lembaran gips dengan ukuran cukup besar dan tembus pandang. - Gips serat atau gips sutra. 188

- Alabaster = berbutir halus - Batu gips, berbutir halus sekali dan kompak. Gips: CaSo42H2O, Anhydrit CaSo4 Gips sering didapatkan bersama halite & anhydrit. Tempat ditemukan: - Jakarta: Cibarusa, Cibinong, Kaliwungu. - Tasikmalaya: Cidadap, Cigogo, Garowong. - Cirebon: Rajagaluh, Durajaya, Palimanan, Kalijati, Cibener. - Jepara: Pamotan, Ngandang, Blora. - Madiun: Tegalamba, Ponorogo. - Surabaya: G.Kendeng, G.Sari, Gresik, Sumber macan. - Basuke: Banyuwangi, Kawah ijen. - Madura: Kalianget, Rubaru. - Sulawesi Selatan: Bugis, Mandar. - Nusa Tenggara: G. Karabokal (Sumbawa). Kegunaan: ° Bahan pencampur semen agar tidak dapat membeku. ° Pembuatan cetakan. ° Pembuatan kapur tulis, spalk. ° Bahan plester. Cara Penambangan: open pit, tambang dalam. Pengolahan: Dibersihkan, kemudian digiling halus, lalu dipanaskan atau dibakar pada tingkatan tertentu tergantung pada keperluannya. ° Dipanaskan pada suhu 125-150oC (umumnya disebut dikalsinir), sebaiknya di dalam bejana khusus, akan diperoleh gips hemihidrat atau disebut pula sebagai gips kalsinasi atau plaster of Paris dengan reaksi sbb.:
CaSo42H2O →CaSO4½H2O + 1½H2O Gips hidrat Gips hemihidrat
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Plaster of Paris bila dicampur dengan air secukupnya akan memberikan panas dan menjadi plastis untuk kemudian (5-20 menit) akan menjadi keras kembali, sehingga dapat dicetak, memuainya sedikit. Untuk tujuan tertentu proses pengerasan dapat diperlambat dengan refarders (adanya penghambat). Seperti lem, serabut, kapur, dan lain-lain. Kotorannya sendiri dapat pula merupakan retarders dengan jalan ini proses pengerasan dapat diperlambat 1 - 2 jam. Proses pengerasan terjadi disebabkan oleh pemberian air sehingga gips hidrat akan terbentuk lagi dengan reaksi:
CaSo4½H2O + 1½H2O→CaSO42H2O

binding agent yang baru ditemukan oleh Buddinov dari Soviet). ° Dengan pembakaran antara 8001000oC gips anhidrit akan pecah. Adapun reaksinya adalah
CaSO4→ 2CaO + 2SO2 + O2

Kalsium oksida yang diperoleh dengan cara ini disebut sebagai gips estrich, untuk pembuatan dinding dan lantai. 19. Oker Oker adalah jenis batuan yang berbutir halus, lunak dan mengandung oksida besi untuk senyawa lain. Oker coklat mengandung limonit 2Fe3O33H2O, yang berwarna merah mengandung hematit Fe2O3. Oker hitam coklat mengandung pirolusit MnO2, sedang warna kombinasi dihasilkan oleh campuran mineral. Berdasarkan kandungan materialnya, oker dibedakan: ° Oker gemuk: oker yang mengandung banyak tanah liat. ° Oker kurus: oker yang mengandung banyak pasir Dari uraian tersebut terlihat bahwa oker selalu berasosiasi dengan senyawa logam oksida, yang berkaitan dengan kegiatan volkanisme. Tempat ditemukan: ° Ciater, Telaga Warna, Kawah Karaha, Kuningan dekat Cipasung, Pacitan, Kompak, Panggul, Songgiriti (Malang). ° Di luar Jawa belum mendapatkan perhatian. Cara Penambangan: open pit atau tunneling. Kegunaan: - Pemberi warna pada cat ubin dan semen. - Industri kertas, karet. 189

° Pemanasan gips hidrat di dalam

autoclaaf dengan uap air pada suhu 125oC. Setelah menjadi hemihidrat, tekanan akan naik hingga 1,3 atm, karena tekanan ini kristal dari gips akan menjadi besar. Gips hemihidrat yang diperoleh dengan cara ini kekuatan tekan dapat 4X lebih besar daripada yang diperoleh dengan cara pertama. Gips ini disebut gips berkekuatan tinggi. ° Dipanaskan pada suhu sekitar 200oC air kristalnya akan hilang semua dan menjadi gips anhidrit buatan. Gips ini mengerasnya tidak cepat. Dengan pemanasan lebih dari 200oC akan diperoleh gips bakar mati. ° Dengan pembakaran 600-700oC dan dicampur dengan bermacammacam additives antara lain kapur (1-5%), dolomit (3-8%) dan terak dapur tinggi (10-15%) sebagai katalisator maka akan diperoleh suatu anhidrit CaSO4 yang disebut semen anhidrit (suatu semen air
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Pengolahan : ° Oker yang diambil dari tambang, kotorannya dibersihkan. ° Digiling dan dihaluskan, dibakar sampai temperatur tertentu. ° Bila untuk cat ditambahkan minyak cat. 20. Asbes Asbes adalah ubahan hidrotermal dari batuan beku ultra basa yang banyak mengandung magnesium (periodotit, dunit) sifat berserabut berwarna putih kelabu, tidak terbakar. Berdasarkan atas komposisinya asbes digolongkan: (1) Asbes serpentin (H4MgSi2O9) Serabutnya lemas, warna keputihan, kuat. 1 pon asbes dapat dipintal sampai 10.000 m. Panjang serabut lazimnya antara 4-5 inci. Bila dipanaskan dapat tahan hingga 2.7600C. Mineral yang termasuk kelompok ini adalah krisotil dan pikrolit. (2) Asbes amfibol (Fe, Mg)SiO3 Terdapat sebagai gumpalan serabut yang pendek dan getas. Sukar dipintal, panjang sera-but 4-5 inci. Bila dipanaskan dapat tahan sampai 2.7600C. Termasuk di dalamnya mineral antofilit, krokidolit, amosit dan aktinolit. Antofilit selain diperoleh di alam dapat pula dibuat dengan memanaskan magnesium metasilikat yang jauh lebih tinggi daripada titik lelehnya dan kemudian dengan cepat didinginkan. Asbes tahan terhadap asam. 190

Tempat diketemukan: ° Kebumen (Jawa Tengah) → sejenis antofilit. ° Weda (P. Seram)→sejenis krisotil. Cara Penambangan: open pit Kegunaan: ° Dapat dipintal: asbes golongan 1 dari jenis krisotil, dipergunakan pada lapisan rem mobil, pelindung terhadap api, listrik, bahan kimia. ° Sukar dipintal: asbes golongan 2 dipergunakan untuk membuat enternit, kebutuhannya 10-15%. Pipa asbes semen dipergunakan untuk mengalirkan air, larutan bahan kimia, minyak/gas, pelindung kawat listrik, telepon, dan sebagainya. Pengolahannya : Setelah digali, disortasi secara manual yang panjang dan yang pendek. Serabut golongan 1 yang panjangnya 3/4 inci atau lebih, serabut golongan 2 yang panjangnya 3/8 – 3/4 inci. Bahan galian yang agak keras digiling kemudian disaring bertahap dengan cara penyedotan menggunakan udara dan akhirnya disisir dan dipintal. 21. Barit Barit dengan rumus BaSO4 didapat bersama-sama dengan bijih akibat proses hydrotermal atau dalam vein bahkan dalam batuan sedimen. Mineral asosiasi dalam bentuk logam sulfida khususnya Chalcopyrit (CuFeS2). Ternnantite (Cu12As4S13), juga Flourit (CaF2), Quartz (SiO2), Calcite (CaCO3), Hematit (Fe2O3), juga didapatkan pada celah-celah batugamping. Barite berwarna putih, kompak, berat jenis 4,5. Bila ada pengotoran berwarna kuning muda, abu-abu,
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

biru, merah, serang yang jernih trasparan. Tempat diketemukan: - Pasirangin (Purwakarta), Pengasih (Kulonprogo). - Dipinggir S.Kandangan (Kalimantan Barat). Cara Penambangan: open pit atau tambang dalam. Kegunaan: - Bahan pokok pembuat cat putih, industri kimia poles, campuran bahan tegel. - Bahan pemberat bentonit sebagai lumpur bor. Pengolahan:

- Barit dari tambang dibuang kotorannya, dicuci dengan air (dengan tangan atau log washer) - Sesudah bersih dan kering selanjutnya digiling sampai halus dengan ukuran tertentu. Catatan: Barit dicampur dengan damar fenol-formaldehid, silikat, asbes, arang kemudian digerus halus hingga menjadi tepung dan diperoleh semen fenolik yang mempunyai daya tahan besar terhadap berbagai bahan kimia. 22. Zeolites Group Senyawa Alumino Silicates, dapat dibedakan menjadi 9 (Asril Ryanto, 1991) seperti diperlihatkan dalam Tabel 10.22.

Tabel 10.21. Ragam zeolit
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. JENIS ZEOLIT Analcime (Analcite) Heulandite Leumontit Phillipst Mordenit Klinoptilolit Chabazit Erionit Ferrierit RUMUS KIMIA Na16(A102)13(SiO2)3216H2O Ca4Al8Si16O4816H2O Ca4(Al8Si28O27)24H2O (Kna)10(A102)10(SiO2)22H2O Na8(A102)8(SiO2)4024H2O Na6(A102)6(SiO2)3024H2O Ca2(A102)4(SiO2)818H2O (CaMgK2Na)4, 5(A102)9 ((Kna)2(A16Si30O72)18H2O

Sifat Umum Zeolit: Kristal agak lunak, berat jenis 2-2,4, warna kebiruanputih-coklat. Asli kristal mudah dilepaskan dengan pemanasan, mudah mela-kukan pertukaran
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

ion-ion dari alkalinya dengan ionion elemen lainnya. Secara geologi mineral zeolit didapatkan dalam bentuk sedi-mentasi yang terjadi akibat proses alterasi dari debu volkanik oleh air danau (air tawar). 191

-

Di Amerika Utara terdapat cukup banyak debu volkanik terbawa angin dan jatuh di air serta mengendap membentuk lapisan sedimen. Air danau menjadi basa karena debu volkanis yang terhidroksida. Deposit zeolit yang terbentuk dengan cara ini adalah sangat komplek dan tidak seragam. Pada kenyataannya sedimentasi zeolit berlangsung secara berkesinambungan di dasar lautan. Berdasarkan studi oceanografi diketahui zeolit yang terbentuk dengan cara ini adalah tipe phillipsit. Di samping itu zeolit juga terbentuk secara hydrothermal pada batuan intrusi asam (pegmatit). Zeolit buatan diperoleh dengan membakar merang padi. Dapat ditemukan: - Daerah Loksemawe, Tebo (Sumut), Baturaja, Muaraenim (Sumsel), daerah Kuri dan Peg. Dumai (Bengkulu), daerah Dandan (Lampung), Jambi. - Jawa Barat: G.Ciremai, Karangnunggal, Jampang, Rajamandala, Malingping, Nanggung, Cikotok, Nagrek, Cikembar. - Jawa Tengah: Daerah Bruno, G. Muria, S. Pemali, Ngadisono, Lok Ulo, Ajibarang dan Bumiayu. - DIY : Semanu, Playen, Samigaluh, Nanggulan. - Jawa Timur: Kalibaru, G. Beser, G.Batur, Donomuljo, Tulungagung, Trenggalek, G. Kendeng, Sidomulyo, Pacitan. - Kalimantan Barat:Sanggau - Kalimantan Tengah: Siberuang Kegunaan: 192

i)

Bidang bangunan: pembuat bata, campuran beton. ii) Zeolit jenis klinoptilotit dapat meningkatkan pertumbuhan ser-ta hasil pertanian. Hal ini disebabkan karena efek zeolit terhadap kapasitas penyerapan (adsorpsi) dan penyimpanan (retensi) ammonium dan kalium . Penambahan zeolit pada tanah maka proses nitrifikasi dapat lebih ditingkatkan. iii) Penelit ian pemanfaatan zeolit yang dikombinasikan dengan pemberian kapur disertai dengan pemupukan N, P, dan K telah dicoba untuk meningkatkan produktivitas tanah podsolik merah kuning. Ternyata hal ini dapat meningkatkan tanaman kedele dan jagung. iv) Peternakan: sebagai bahan penambah makanan ternak seperti unggas, babi, domba dan binatang memamah biak lain. Zeolit akan menambah cepat pertumbuhan dan menambah berat badan ternak yang bersangkutan. v) Perikanan: zeolit dipakai seba-gai pengontrol penyerap ammonium yang ada dalam air (akibat sisa makanan) dengan penambahan zeolit maka NH3 akan terserap, demikian pula bau. vi) Untuk lingkungan: Bahan penghilang bau Penangkap ion Ca+2 Penyerap gas N2,O2, C2
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Dengan melalui pengaktifan pemanasan dapat dimanfaat-kan untuk pengolahan sampah radio aktif (SR35) Sebagai bahan penukar untuk menangkap/mengisolasi logam besi (Fe), Mn yang terdapat dalam air. Untuk pengambilan logam berat seperti Pb, Cu dan Mn dengan mengaktifkan bersama basa (NaOH), baik untuk menghilangkan NH4, NO4 dan COD sehingga tepat untuk pengolahan air buangan kota. Jika diaktifkan dengan NaOH dan H2SO4 dapat diperguna-kan untuk pengolahan air sungai guna mendapatkan air bersih. vii) Industr i Bahan penjernih minyak kela-pa sawit. Bahan penyerap warna pada minyak hati ikan hiu. Industri kertas dan kayu lapis sebagai bahan pengisi, lebih baik dibandingkan memakai lempung atau kaolin. Untuk membuat panel dalam penelitian energi matahari. Cara Penambangan: Endapan zeolit terletak permukaan (open pit) dekat

-

 Direaksikan dengan NaOH dan
H2SO4 sebagai proses pengaktifan (aktivasi) 23. Bentonit Bentonit adalah istilah yang digunakan di dunia perdagangan untuk sejenis lempung yang mengandung mineral monmorilonit (Al2O34SiO2xH2O). Nama lain bentonit (Knight, 1896) adalah: Soap Clay (1987) Taylorit (1888) Bleaching Calay Fuller’s earth Konfolensit Saponit Smegmatit Stolpenit Gillson (1960) mendefinisikan bentonit sebagai mineral lempung yang terdiri dari 85% mommorilonit. Sifat Monmorilonit : • Berkilap lilin, umumnya lunak, plastis, sarang. • Berwarna pucat dengan kenampakan putih, hijau muda, kelabu, merah muda dalam keadaan segar dan menjadi krem bila lapuk yang kemudian berubah menjadi kuning, merah atau coklat serta hitam. • Bila diraba terasa licin seperti sabun dan kadang-kadang pada permukaannya dijumpai cermin sesar. • Bila dimasukkan ke dalam air akan menghisap air tersebut sedikit atau banyak. • Bila kena hujan singkapan bentonit berubah seperti bubur dan bila kering akan menimbulkan rekahan-rekahan yang nyata. Terjadinya bentonit dibagi dalam: - Pengaruh pelapukan. - Pengaruh hidrotermal 193

Pengolahan:  Zeolit dari tambang digiling dengan mill sehingga diperoleh ukuran < 100 mesh,  Dipanaskan, atau
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

- Akibat transformasi / devitrivikasi
dari tufa gelas yang diendapkan di dalam air (Lakustrin sampai neritik). - Proses pengendapan kimia dalam suasana basa (alkali) dan sangat silikaan. Pelapukan Pelapukan merupakan faktor utama yang menyebabkan terbentuknya jenis mineral lempung. Perubahan yang terjadi dalam proses ini adalah: • Komposisi batuan • Komposisi kimia dari air • Daya lalu air tersebut pada batuan yang dipengaruhi oleh: - Iklim - Macam batuan - Relief dan tumbuhan yang berada di atas batuan tersebut. Pembentukan lempung oleh pelapukan adalah akibat reaksi ion-ion H+ yang terdapat dalam air tanah dengan mineral-mineral silikat. H+ umumnya berasal dari asam karbon yang terbentuk akibat pembusukan oleh bakteri terhadap zat-zat organik yang terdapat dalam tanah. Menurut Keller (1957) ion hidrogen ini dapat pula berasal dari: Asam-asam organik Akar halus tumbuhan Atau dapat berasal dari air itu sendiri Menurut Wollast (1967) pada proses pelapukan bila laju aliran lebih cepat dibandingkan pelarutan yang terjadi, maka akan terbentuk gibsit (Al(OH)3) dari feldspar. Bila laju aliran makin rendah maka dari feldspar tersebut akan terbentuk kaolin (Al2Si2O5(OH)4). Apabila laju aliran hampir terhenti, suatu reaksi yang lambat akan terjadi antara kation dengan Al(OH)3 dan silika membentuk monmorilonit. 194

Hidrotermal Pada alterasi hidrotermal yang sangat lemah, mineral-mineral yang kaya akan magnesium seperti hornblende dan biotit cenderung untuk membentuk klorit. Pada alterasi lemah dan kehadiran unsurunsur logam alkali dan alkali tanah, kecuali kalium, mineral mika, fero magnesium dan feldspar plagioklas umumnya akan membentuk monmorilonit. Terjadinya monmorilonit terutama disebabkan oleh adanya magnesium. Kehadiran kalium baik yang berasal dari feldspar ataupun mika primer yang terbentuk karena alterasi hidrotermal sering ditemukan membentuk zona - zona berbentuk lingkaran dengan susunan dari dalam ke luar adalah: Bagian terdalam serisit Kemudian kaolinit Disusul monmorilonit dan terakhir khlorit. Bentonit di Ponza (Italia) terbentuk oleh alterasi dari abu gunungapi. Transformasi/Devitrivikasi Proses ini dari abu gunungapi yang sempurna akan terjadi apabila debu gunugapi tersebut diendapkan dalam cekungan danau atau laut. Gelas alam (natural glass) yang dikandung abu gunung api lambat laun akan mengalami devitrivikasi seperti pada endapan piroklastik di Laut Tengah dekat G.Vesuvius dan G.Sisilia. Monmorilonit dijumpai pula pada endapan Resen di sekitar kepulauan Azores, yang vulkanis dan dinyatakan tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

endapan-endapan yang dibawa dari daratan. Pengendapan Kimia Menurut Millot (1970), monmorilonit dapat terbentuk tidak saja dari tufa, tetapi endapan sedimen dalam suasana basa (alkali) yang sangat silikaan. Mineral - mineral yang terbentuk secara sedimen yang tidak berasosiasi dengan tufa adalah attapulgit, sepeclit dan monmorilonit. Ter-bentuk dalam cekungan sedimen yang bersifat basa, dimana karbonat, silika pipih, fosfat laut dan sebagainya terbentuk. Perlu ditekankan di sini bahwa lingkungan ini banyak mengandung larutan silika yang dalam beberapa hal bisa terendapkan sebagai flint, kristobalit (dari monmorilonit) atau bersenyawa dengan aluminium dan magnesium. Tempat ditemukan: a. Jawa Barat: Karangnunggal (Tasikmalaya) dari jenis Ca-Mg bentonit yang bercampur Na-bentonit, kawalu (Tasikmalaya) jenis Ca-Mg bentonit, Mano-njaya (Tasikmalaya) jenis Ca-bentonit, Lengkong (Sukabumi Selatan) jenis Ca-bentonit, Bo-jongmanik (Rangkasbitung) jenis Cabentonit, Subang jenis Ca-Mg bentonit. Cianjur selatan jenis Ca-Mg bentonit. b. Jawa Tengah: Sangiran dan Sragen jenis Cabentonit, Ban-dung & Bedoyo, Kec. Wono-segoro (Boyolali) dari jenis Ca-Na-bentonit, Semarang Selatan jenis Ca-Mgbentonit. c. DIY: Nanggulan (Cabentonit).
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Jawa Timur: Slahung, Pacitan, Tanjung Agung, Gunung Meong Trenggalek jenis Ca-bentonit. Sitiarjo dan Sumberagung Ma-lang (Cabentonit), Ponorogo, Tulungagung belum diketahui jenisnya. e. Sumatera Selatan: Pangkalan Brandan, Kab. Simalungun, Kab. Koro jenis CaMg-bentonit dan Na-bentonit. f. Sumatatera Selatan: Muara Tiga (Tanjungenim) jenis Na-bentonit, Tebing Tahi Sapi (Muaraenim) jenis Ca-bentonit, Bangko (Tan-jungenim) jenis Na-bentonit. g. Prop. Jambi: jenis Ca-bentonit. Kegunaan: - Kegunaan utama dari Na-bentonit adalah untuk lumpur bor. - Untuk industri minyak sawit, kimia, farmasi. - Bahan penyumbat kebocoran bendungan, insektisida, sabun. - Ca-Mg-bentonit dalam industri lilin, minyak kelapa, industri baja yaitu sebagai zat perekat pasir cetak dalam proses pengecoran baja, dalam industri kimia sebagai katalisator, zat pemutih, zat penyerap. Cara Penambangan: Open pit, penelitian lapangan dilakukan dengan pemboran uji atau pembuatan test pit. Di Jepang penambangan bentonit dilakukan dengan tambang dalam. Pengolahan: Secara mineralogi bentonit didefinisikan sebagai lempung halus yang mengandung 85% monmorilonit, lempung tersebut sebenarnya lebih tepat disebut lempung monmorilonit, tetapi dunia perdagangan tetap lebih senang 195

d.

menyebutnya bentonit saja. Dikenal 2 jenis bentonit, yaitu: a. Na-bentonit (Wyoming bentonit) Jenis ini mengembang kira-kira 8x bila dicelupkan dalam air. b. Kalsium-Magnesium bentonit Jenis ini mengembang 1,5x bila dicelupkan dalam air. Jenis KMg-bentonit secara teknik dapat pula dijadikan jenis Na-bentonit. Persyaratan bentonit agar dapat dijual, untuk lumpur bor sesuai dengan American Petroleum Institut (API) spesifikasi No. 13 B, maka persyaratan sebagai berikut: • Analisa saringan basah US Sieve No. 200: Sisa maksimum 4% • Kandungan air saat pengiriman: maksimum 10% • Pada contoh basah seberat 22,5 gram bentonit dalam 350 liter air. - Pembacaan foon VC meter: Pada 600 rpm minimum 300 - Yield point 100 lbs/sgft: 3x kekentalan plastis - Penyaringan: Maks 13,5 cc • Pada suspensi 22,5 ppg, Kekentalan terbukti: Minimal 15 cp • Wet yield: Min. 94,02 bbl/ton Persyaratan Na-bentonit sebagai Viscosifer: Analisa saringan kering US Sieve No. 200: Maksimum 2% Pengembangan:1012xvol.kering Tidak mengandung bahan: Mag-netik dan radioaktif Bentonit tersebut dijual per ton dengan harga disesuaikan dengan jenis pemakaiannya yaitu sebagai

lumpur pembilas, penjernih minyak sawit, industri kimia, dll. Secara garis besar pengolahan bentonit sebagai berikut: Hasil bentonit dari tambang diangkut ke pabrik untuk diolah melalui tahapan: penghancuran→ pemanasan → penggilingan →pengayakan. Proses pengaktifan Dilakukan khusus untuk jenis bentonit yang tak mengembang (CaMg-bentonit). Jenis ini dibagi 2 macam yaitu yang aktif dan tidak aktif. Pengaktifan di sini bertujuan untuk melarutkan unsur pengganggu seperti: Ca, Al, Mg, Fe, Na, K, dll. dengan memakai media pengaktif H2SO4 (5%) dan HCl (5%) pada suhu 1000C dalam selang waktu 2-4 jam. Hasil proses ini umumnya untuk menjernihkan minyak kelapa. Proses pengubahan ion Kation yang bervalensi tinggi atau yang berukuran kecil pada umumnya akan menggantikan kation yang bervalensi rendah atau yang berukuran besar. Atas dasar ini maka kation H+ jauh lebih kuat menggantikan kation K+, seperti terlihat sebagai berikut: H+1>Mg+2 > Li+1> Na+1 > K+1 Kation Ca+2 pada bentonit dapat pula didesak oleh Na+1 apabila konsentrasi Na+1 cukup tinggi. Pengubahan kation ini dilakukan dengan menghilangkan atau mengeluarkan dari sistem produk samping yang terjadi seperti terlihat pada Gambar 10.9. Produk CaCO3 yang terbentuk selalu dikeluarkan dari sistem, maka reaksi akan berlangsung ke kanan.

196

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Ca- bentonit + Na2CO3

Na- bentonit + CaCO3

Gambar 10.9. Reaksi kimia pada proses pengaktifan bentonit Bongkahan bentonit dari tambang Penimbunan

Preparasi Ukuran

Pengayakan 10 mm

Pengeringan 1,5 jam dengan burner Penggiling an Pengeringan 1 jam dengan burner Pengayakan 200 mesh

Pengayakan 5 mm

Pengeringan 1 jam dengan burner

- 200 mesh

Penggilinga n
+200 mesh

Produk

Pemisahan (Classifier)

- 200 mesh

Gambar 10.10. Skema pengolahan bentonit 24. Tanah Liat (Clay) Merupakan terminologi umum untuk tanah yang mempunyai sifat plastis. Derajat plastisitas ditentukan oleh:
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

-

Susunan dan kehalusan butiran mineral. Banyaknya air yang terkandung. Banyaknya garam lain yang terlarut. 197

organik.

Banyaknya

bahan

Berdasarkan cara terjadinya dikenal:  Residual clay: terbentuk karena pelapukan kimia batuan yang mengandung feldspar antara granit, pegmatit. Dengan demikian komposisi kimia dari clay sangat tergantung komposisi kimia / mineral batuan asal.  Sedimentary clay: merupakan hasil proses pelapukan, erosi, transportasi dan sedimentasi pada suatu tempat (cekungan) sedimentasi. Untuk jenis ini kemungkinan terjadinya pengotoran bahan organik sangat besar. Istilah lempung dapat diartikan:  Mempunyai ukuran lempung (>1/256 mm)  Mempunyai komposisi mineral lempung. - Monmorilonit (Al2O3SiO2xH2O) - Kaolinit (Al2Si2O5(OH)4) - Illite Secara umum komposisi kimia tanah liat adalah:  SiO2 : 50 – 70%  Al2O3 : 11,7 – 18,18% Di lapangan dikenal 2 golongan:  Tanah liat gemuk: sebagian besar terdiri dari hydro-aluminium silikat. Sifat liat sekali dan kompak dalam keadaan basah. Pada waktu kering mengkerut dan dapat pecah, karenanya sukar diolah.  Tanah liat kurus: mengandung banyak pasir kwarsa di samping hydro-aluminium silikat. Sifat keliatannya relatif kurang dibanding yang pertama, oleh sebab itu mudah dikerjakan. Jenis ini yang dipakai sebagai bahan bangunan. Tanah liat gemuk dan tanah liat kurus, dapat dicampur sehingga 198

diperoleh tanah liat yang diinginkan. Makin tinggi kandungan senyawa aluminium, makin cocok untuk pembuatan bahan tahan api. Misalnya: Kaolinit (titik leleh 1785oC) dan Bata bauxit (titik leleh 1732oC – 1850oC). Kegunaan:  Bahan baku semen portland  Bahan baku bata merah, keramik, bata tahan api, genteng. Tempat ditemukan: - Jawa: Teluk Lada, Cilegon, Tangerang, Cikarang, Krawang, Baturaja, Cikampek, Plered, sekitar Bandung, Cirebon, Kebumen, Godean, sekitar Yogyakarta, Surakarta, Mayong, Kudus, Jatiroto, Sekitar Surabaya, Karangrejo, Ngipik. - Sumatera: sekitar Kutaraja, Palembang, Medan, Pekanbaru, Jambi. - Sulawesi: Menado, Pare-pare, Makasar. - Maluku: Ambon, Amakusuk. - Kepulauan Nusa Tenggara: Bali, Lombok, Sumbawa. - Tempat dataran banjir dan sedimentasi. Penambangan: open pit, karena berada dekat permukaan. Pengolahan: - Untuk memisahkan pengotor dan butiran berukuran kerikil dengan cara manual, mekanis, atau flotasi. - Dicetak untuk bahan bangunan. - Untuk semen → diketahui komposisi kimia. 25. Grafit Grafit memiliki komposisi utama C, kekerasan 1-2, berat jenis 1,9 – 2,3 berwarna gelap. Grafit dapat terbentuk melalui proses: - Magnetic concentration
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

- Contact metasomatic - Hydrotermal - Metamorphism Grafit dijumpai dalam granit, gneiss, mica schist ataupun batugamping kristalin. Kegunaan:  Bahan pensil, cat, baterai kering.  Bundaran pada dinamo, bahan peledak.  Bahan untuk membuat ketel uap.  Untuk membuat dapur pemanas, permukaan tuangan sebagai bahan tahan api.  Alat metalurgi, penghantar listrik. Tempat ditemukan: ° Ombilin, daerah Danau Singkarak. ° Siber abu, Payakumbuh. Penambangan: open pit dan tambang dalam Pengolahan: ° Sortasi untuk memilih grafit dari pengotoran. ° Crushing untuk melembutkan. ° Dibentuk sesuai keperluan. 26. Feldspar Feldspar merupakan komposisi utama batuan beku asam jenis pegmatit dan granit mempunyai mineral dalam bentuk feldspar. Jenis bahan galian ini berwarna putih, abuabu, merahan, jingga, kuning, hijau dengan komposisi KAlSi3O8 → NaAlSi3O8, kekerasan 6 – 6,65 dan berat jenis 2,5 – 2,75. Tempat ditemukan: ° Jawa: daerah Blitar: Sutajayan. ° Kalimantan Barat: Kab. Sanggau ° Sumatera Selatan: Tanjung Pandan, Lampung (Wai tuba Lunik, Sulan, Pubian, Wai Seputih).

° Jawa Timur: Ladoyo, Trenggalek,
Ponorogo. ° Sulawesi Tenggara: Pomala. ° Maluku: Saparua

Kegunaan: pencampur gelas, bahan keramik, bahan glosur. Cara penambangan: open pit dan tambang dalam. Pengolahan: - Feldspar ditambang dengan alat sederhana, sortasi dilakukan dengan tangan. - Digiling dilakukan flotasi dan magnetic separator untuk memisahkan feldspar dengan mineral logam. 27. Talk - alterasi Talk dengan rumus kimia Mg3Si4O10(OH)2 merupakan mineral sekunder hasil alterasi dari magnesium silicate. Dengan demikian akan didapatkan pada batuan metamorf schist, gneiss atau pelapukan batuan ultra basa. Talk berwarna putih dengan kekerasan 2 dan apabila dipegang terasa berminyak. Kegunaan: - Bahan industri kimia – bahan anteseptik - Bahan industri cat, karet, keramik - Bahan kosmetik Tempat ditemukan: Kebumen, Sulawesi Tenggara, Irian Jaya (dekat Danau Sentani) Cara penambangan: open pit dan tambang dalam Pengolahan: - Sortasi - Digiling - Dipisahkan dari impurities, disedot pakai udara ataupun flotasi. 28. Tawas - alterasi Tawas merupakan senyawa sulfat dengan rumus kimia: 199

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

K2SO4Al2(SO4)24H2O Na2SO4Al2(SO4)324H2O. Dengan demikian tawas (alum) terjadi sebagai hasil pela-pukan sulfida yang dapat dijumpai di daerah solfatara atau di daerah tanah liat (clay) atau slate yang mengandung pirit (FeS2) atau marcasit (FeS2). (Firit-cubic, marcasite-orthorombic). Kegunaan: - Insektisida / antiseptik. - Penjernih air. - Bahan cat, penyamak kulit, industri tekstil. - bahan pembuat sulfat. Tempat ditemukan: - Ciater dan G. Wayang (Jawa Barat) - Telaga Sari (Banyumas) - Kawah Ijen, gua Prusi – Kediri - Tempat-tempat dimana ada solfatara kemungkinan terdapat tawas. Cara Penambangan: Untuk mendapatkan tawas hasil tambang digiling, dijemur atau dipanggang untuk mengoksidasi sulfida membentuk fosfat. Bahan yang diperoleh kemudian dibebaskan dari H2S dan terbentuklah tawas. 29. Yodium Yodium merupakan unsur bukan logam yang terberat terdapat bersama air laut atau tumbuhan laut, air garam yang terjebak. Sering didapatkan bersama bromium atau minyak. Kegunaan: - Dalam bentuk yodioform CH4I untuk antiseptik

- Pencampur garam dapur → dalam
bentuk NaI. - Industri kimia - Photography emulsion. - Film dan kertas - Obat-obatan Tempat ditemukan: Seuseupan (Jawa Barat), Kroya dan Selokaton (Jawa Tengah), Mindi Tuban dan Watudakon (Jawa Timur). Cara Penambangan: Karena terlarut dalam air maka penambangan dengan pemboran dan dipompa. Air tanah yang mengandung yodium diadsorbsi dan dilarutkan dalam NaOH – NaI, kemudian diolah sesuai dengan kepentingan. 30. Aspal Aspal merupakan hasil dari metipery minyak. Di samping itu didapatkan pula dalam bentuk asphalic sandstone yang merupakan hasil distilasi alam dari minyak bumi. Kegunaan: Aspalt mempunyai titik lebur di atas 110oC. - Sebagai pelapis atap, pembalut pipa besi supaya tahan terhadap karat, kelembaban, asam. - Bahan isolator, bahan baterai. - Sebagai pigmen dalam industri tinta cetak. Tempat ditemukan: G.Kromong (Jawa Barat), Kabungka dan Lawele (Buton). Cara Penambangan: open pit Pengolahan: batupasir yang bercampur aspalt alam dihancurkan dan disaring dengan ukuran tertentu, selanjutnya siap untuk digunakan.

200

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

10.4. Batu Permata
10.4.1. Pendahuluan
Dinamakan batu mulia karena warna indah, langka, keras sehingga harganya melambung, di samping untuk simbol kecantikan sebagian orang percaya mempunyai kekuatan magis diantaranya untuk penangkal (jimat) pengobatan penyakit. Ada juga yang dihubungkan dengan zodiac bahkan untuk

hadiah ulang tahun atau pernikahan. Tak dapat dielakkan lagi maka banyak orang yang mengambil keuntungan dengan cara meniru atau memalsu. Dengan perkembangan kebudayaan modern dan munculnya batu permata baru berikut kepercayaan yang menyertainya, maka kemudian tersusunlah urutan batu permata sebagai lambang kelahiran. Urutan tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 10.22. Kelahiran dan lambang batu permata
KELAHIRAN Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at SAbtu Januari atau Capricorn Pebruari atau Aquarius Maret atau Pisces April atau Aries Mei atau Taurus Juni atau Gemini Juli atau Canser Agustus atau Leo September atau Virgo Oktober atau Libra Nopember atau Scorpio Desember atau Sagitarius NAMA BATU PERMATA Topas atau intan Mutiara atau kristal kuarsa Emerald atau mirah delima Kecubung asihan atau badar besi Kornelian atau nilam Emerald atau mata kucing Intan atau pirus Garnet Kecubung asihan (amethyst) Akuamarin atau badar besi Intan atau kristal kuarsa Emerald atau krisopras Mutiara atau biduri bulan Mirah delima atau kornelian Peridot atau sardonic Nilan atau lapis lazali Opal Topas atau sitrin Pirus

Disamping untuk lambanglambang kelahiran tersebut di atas, batu permata juga merupakan lambang-lambang tertentu, misalnya : - Untuk menyatakan rasa cinta, maka digunakan batu permata atau permata intan, emerald, Ke 12 = agate atau akik 200

kecubung asihan, mirah delima, nilam dan topas. - Batupermata lain digunakan untuk lambang menyatakan rasa simpati, misalnya rasa persahabatan, hadiah ulang tahun, dan lainlainnya. - Untuk hadiah ulang tahun perkawinan, misalnya: ke 23 = nilam
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Ke 13 = biduri bulan Ke 14 = moss agate Ke 15 = kristal kuarsa Ke 16 = topas Ke 17 = kecubung asihan Ke 18 = garnet

ke 30 = mutiara ke 35 = koral ke 39 = mata kucing ke 40 = mirah delima ke 55 = emerald (jamrud) ke 60 = intan

Ada juga kepercayaan bahwa batu permata dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu. Mungkin hal ini ada hubungannya dengan unsur-unsur kimia tertentu yang terkandung di dalam batu permata tersebut. Ini dapat dilakukan dengan jalan: - dipakai tetapi harus menyentuh kulit, - direndam dalam air atau cairan lain, kemudian air rendaman tadi diminum atau - dibuat bubuk dan diminum. Di antara ratusan bahkan ribuan jenis batu permata, ada beberapa jenis batu permata yang dianggap orang mempunyai khasiat menyembuhkan beberapa jenis penyakit tertentu, antara lain: - Penyakit anemia atau kurang darah, tekanan darah rendah dan reumatik: batupermata rubi atau mirah delima. - Penyakit tekanan darah tinggi: mutiara - Penyakit hati atau lever: koral - Penyakit kusta: batu permata nilam atau safir - Penyakit ashma: batu permata tiger’s eyes (mata harimau) atau mutiara. - Penyakit kanker: batupermata cat’s eyes atau mata kucing. - Penyakit diabetes atau kencing manis: intan. - Penyakit disentri atau muntaber: batu permata jamrud atau emerals.

- Penyakit eksim atau kudis: batu
permata nilam atau safir. - Penyakit batu empedu: batu permata koral - Penyakit jantung: batu permata mirah delima (rubi) atau garnet pirop (akik biduri delima). - Penyakit flu: mutiara. - Penyakit pinggang: batu permata nilam atau safir. - Penyakit ginjal: batu permata jade atau batu giok. - Penyakit lumpuh: batu permata mirah delima. - Penyakit radang paru-paru: batupermata malakhit atau akik Cinde dan mutiara. Pasangan penyakit dan batu permata penawarnya tersebut disebut resep khusus, karena ada pula yang disebut resep umum yang banyak digunakan oleh tabib-tabib di India. Resep umum ini adalah penjabaran dari resep dasar yang terdiri dari cairan yang direndami mutiara, emerald (jamrud), mirah delima (rubi), mata kucing, koral, topas, nilam (safir), pirop dan intan. Air rendaman ini semacam tonikum yang dibuat dari kombinasi rendaman batu permata tertentu sesuai dengan jenis penyakit yang diderita pasien. Tentu saja batu permata yang digunakan untuk penawar atau obat penyakit tersebut harus batu permata asli (alami) dan bukan batu permata sintetis atau imitasi. Dapat diterka bahwa makin jarang batu permata tersebut terdapat di alam, 201

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

maka makin besar khasiatnya. Sebenarnya di balik kepercayaan tersebut, ada pula kepercayaan yang bertentangan. Satu contoh penggunaan bubuk intan, di satu pihak dianggap sebagai obat namun di lain pihak dianggap sebagai racun yang kuat.

10.4.2. Ragam Batu Permata
Di dunia perdagangan dikenal adanya batu permata atau permata asli, sintetis, imitasi atau palsu, doblet, soude atau triplet. Adanya berbagai macam batu permata tidak asli ini disebabkan oleh keinginan manusia untuk mendapatkan untung sebanyak-banyaknya yang ditunjang oleh kemajuan teknologi yang memungkinkan tercapainya tujuan tersebut. Pedagang yang jujur akan mengatakan dengan terus terang batu permata mana yang asli dan mana yang sintetis, imitasi, doglet atau triplet, Tidak jarang para pedagang yang justru mengatakan batu permata sintetis atau imitasi sebagai batu permata asli. Di luar negeri (misal Australia) biasanya pemilik toko permata selalu mencantumkan jenis batu permata yang dijualnya, apakah permata yang dijualnya itu asli, imitasi, sintetis, solid, triplet, doblet atau rangkaian. Di bawah ini akan diuraikan macam-macam batu permata atau permata yang termasuk dalam penggolongan tersebut di atas.

A. Batu Permata Asli (alam)
Batu permata asli ialah batu permata yang terdapat di alam dalam bentuk aslinya. Dalam proses membentuk, mengasah atau menggosoknya tidak dilakukan penambahan materi lain atau perubahan202

perubahan warna, Batu permata tertentu seperti mirah delima (rubi), nilam (safir), sitrin, emerald dan lainlain, yang betul-betul indah dan mulus jarang sekali terdapat di alam. Oleh sebab itu batu permata yang demikian sangat mahal harganya dan tak aneh jika banyak yang membuat sintetisnya atau imitasinya. Di samping itu juga terdapat batu permata asli yang disebut solid atau tunggal dan compound atau rangkaian. Batu permata asli jenis pertama ialah yang sepenuhnya terdiri dari satu kesatuan atau satu kristal yang padat tanpa adanya zatzat atau benda-benda lain yang ditambahkan, baik sebagai perekat maupun sebagai pengisi. Batu permata asli jenis kedua terdiri dari hancuran atau kepingan-kepingan batu permata asli yang solid yang dirangkai dan direkatkan satu sama lain dengan menggunakan zat perekat. Zat perekat ini biasanya terdiri dari sejenis plastik, misalnya araldite, epiksi resin, polimer dan sebagainya. Membedakan kedua jenis batu permata asli tersebut cukup mudah, yaitu dengan mempergunakan kaca pembesar (loupe) atau jarum penguji kekerasan (jarum baja). Dengan kaca pembesar (pembesaran 10 kali) dapat dilihat bahwa dalam batu permata rangkaian tersebut terdapat alur-alur atau uraturat yang berbeda-beda warna maupun daya tembus cahaya (transparansi). Plastik kira-kira mempunyai derajat kekerasan 2 sehingga mudah digores dengan jarum baja yang berderajat kekerasan 5, sedangkan permata aslinya biasanya mempunyai derajat kekerasan lebih dari 5.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

B. Batupermata Sintesis Sengaja penulis memisahkan dan membedakan antara istilah sintesis dengan imitasi, kerena keduanya jelas memiliki perbedaan yang nyata. Batu permata sintetis ialah batu permata yang dibuat di laboratorium dan mempunyai komposisi kimia dan sifat fisik yang sama atau nyaris sama dengan batupermata asli. Sifat fisik yang sama antara lain warna, bentuk kristal, dan derajat kekerasan, sedangkan yang berbeda hanya indeks bias dan pengotor yang biasanya berupa gelembung, baik gelembung udara maupun gelembung berisi cairan berukuran mikro. Untuk membedakan batu permata asli dengan sintesisnya sangat sukar. Jangankan bagi orang awam, bagi seorang ahli sekalipun hal ini sukar dilaksanakan tanpa bantuan peralatan laboratorium. Lebih-lebih dengan kemajuan teknologi modern dan kecermatan dalam pembuatan batu permata sintesis, maka kedua jenis batu permata tersebut hampir tidak dapat dibedakan. Ada beberapa macam cara atau metode pembuatan batu permata atau permata sintesis, antara lain: - Proses hidrotermal - Pertumbuhan kristal dari lelehan - Kristalisasi darii larutan - Pengendapan - Penguapan Proses hidrotermal merupakan duplikat kejadian alami tentang pertumbuhan dan pembentukan mineral yang berbentuk kristal dari cairan magma yang kental dan pijar. Dalam proses ini biasanya digunakan dalam pembuatan intan sintesis.

Metode pertumbuhan kristal dari lelehan yang berkomposisi kimia sama dengan komposisi kimia batu permata asli. Proses ini dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu: - Metode Verneuil atau metode pembakaran api. - Metode Czoekraski atau disebut juga metode teknik penarikan. - Metode Brigman-Stocbarger atau sering disebut metode pendinginan lelehan. Metode-metode ini biasanya dipergunakan dalam pembuatan sintesis permata merah delima dan nilam. Cara kristalisasi dari larutan biasanya dilakukan dalam bentuk larutan alkali seperti pada metode hidrotermal. Cara ini biasanya digunakan dalam pembuatan kwarsa sintesis, baik untuk keperluan industri maupun untuk tujuan pembuatan kristal kuarsa bermutu permata. Berbeda dengan cara-cara tersebut diatas, maka cara pengendapan dilakukan dalam pembuatan batu permata sintetis yang berbutir halus atau pembuatan warna sintetis. Metode ini didasarkan pada teori adanya persenyawaan dari dua atau tiga bahan kimia yang akan menimbulkan pengendapan dan kristalisasi. Cara kelima atau metode penguapan ialah proses sublimasi melalui tingkat cairan, sehingga terbentuklah kristal-kristal.

C. Batu permata Imitasi
Dari sebutannya jelas bahwa batu permata jenis ini sangat berbeda dengan aslinya. Biasanya hanya warnanya saja yang sama, sedangkan komposisi kimia dan sifat-sifat fisik yang lain jauh berbeda, misalnya berat jenis, kekerasan, indeks bias, dan lain203

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

lain. Meskipun demikian bagi orang awan hal ini sudah menjebaknya. Batu permata imitasi atau batu permata palsu ada dua macam, yaitu yang berasal dari batu permata asli dan yang dibuat dari bahan sejenis plastik atau kaca. Kedua jenis pemalsuan ini hanya mengutamakan persamaan warna, baik warna asli maupun warna buatan. Batu permata asli yang berwarna sama, maka yang berharga lebih murah kadang-kadang dapat berharga mahal. Misalnya krisopras (chrysophrase) atau sejenis kuarsa yang berwarna hijau digunakan untuk memalsukan permata batu giok, garnet merah untuk memalsukan mirah delima, kulit kerang untuk memalsukan mutiara, sirkon bening atau kristal kuarsa digunakan sebagai peng-ganti intan dan sebagainya. Di samping itu batu permata asli juga dapat diubah warnanya untuk memalsukan permata asli yang sama, tapi berbeda warna dan sangat jarang terdapat di alam sehingga berharga mahal. Misalnya permata kecubung asihan (amethyst) yang berwarna ungu akan berubah warnanya menjadi kuning kecoklat-coklatan atau coklat kekuning-kuningan, apabila dipanaskan sekitat 500oC. Hasil pemanasan permata kecubung asihan ini dipergunakan untuk memalsukan permata sitrin (citrine) yang sangat jarang terdapat di alam dan berhaga mahal. Baik sitrin maupun kecubung asihan adalah termasuk famili kuarsa, bening dan berkristal sama, hanya warnanya yang berbeda. Jenis plastik yang biasa digunakan dalam pembuatan permata imitasi ialah bakelit, veetle, beetle melamin, gliptals atau alkyds, nilon polistgrene, epoksiester, perspek 204

dan lain-lain. Bakelit biasanya digunakan untuk memalsukan amber, beetle untuk permata berwarna muda misalnya kuarsa mawar, beryl merah jambu atau merah muda, dan lain-lain. Gliptals atau alkids biasanya hanya digunakan sebagai bahan pengikat kepingan atau hancuran permata asli. Nilan di samping digunakan sebagai tali penguntai mutiara juga digunakan untuk memalsukan berjenis-jenis batu permata terutama agate (akik), jasper dan kalsedon. Polistrene dan perspek digunakan terutama sebagai bahan pengikat serta dapat pula untuk membuat permata imitasi. Di lain pihak epoksiester lebih banyak digunakan dalam pembuatan permata doblet dan triplet sebagai bahan penyemen. Bagaimanapun jenis batu permata imitasi, terutama yang dibuat dari plastik, jauh lebih mudah dikenal atau diuji. Batu permata imitasi dari plastik biasanya sangat ringan, derajat kekerasan sekitar 2 dan warna sangat mencolok. Bila batu permata imitasi ini diasah dengan bentuk bersudut, misalnya bentuk jenjang atauk facit, misalnya markis, pendelop, berlian, emerald, baket dan lain-lain, maka sudutsudut asahannya membulat atau tumpul. Permata imitasi yang terbuat dari mineral alami cara pengujiannya lebih sulit dari batu permata imitasi dari plastik, walaupun tidak sesullit menguji batu permata sintetis. Kadang-kadang tanpa bantuan peralatan laboratorium, batu permata imitasi yang berasal dari batu permata alami ini mudah dapat dikenal. Hal ini disebabkan oleh perbedaan yang sangat mencolok, terutama indeks bias, berat jenis,
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

kekerasan, pengotor, sistem kristal, sifat terhadap sinar ultra violet dan lain-lain. Di samping jenis batu permata atau permata palsu tersebut di atas, maka batu permata rangkaian yang telah diutarakan di muka oleh sementara orang juga digolongkan ke dalam batupermata imitasi atau setengah imitasi. Permata-permata yang demikian ini biasanya terdapat pada permata opal. Turquoise, agate dan jenis-jenis lain yang tidak tembus cahaya. Cara pengenalannya sangat mudah seperti yang telah diterangkan di muka.

D. Batu Permata Doblet Dan
Triplet Ini merupakan jenis batu permata atau permata yang paling banyak diperdagangkan, terutama untuk jenis permata yang tembus cahaya. Permata doblet terdiri dari dua lapisan utama, sedangkan permata triplet terdiri dari tiga lapis. Permata-permata ini bukan merupakan barang baru, karena kedua jenis permata ini sudah ada sejak zaman Romawi. Alasan pembuatan permata doblet atau triplet ini ialah untuk mendapatkan permata yang besar sedangkan bahan yang asli hanya tersedia sedikit atau kecil. Di samping itu juga untuk mendapatkan permata yang lebih indah warnanya. Masih banyak lagi sebabsebab mengapa dibuat permata doblet dan triplet. Cara penyusunan kedua jenis permata ini bermacammacam, misalnya semuanya terdiri dari mineral asli, yang sama atau berbeda satu dengan yang lain, tapi masih merupakan permata asli, atau satu terdiri dari mineral asli sedangkan kepingan lain berasal dari permata sintetis, atau

semuanya terdiri dari permata sintetis atau plastik. Permata doblet atau triplet mudah sekalli dikenal, terutama bila dalam keadaan tidak terikat. Dengan menggunakan kaca pembesar, maka bagian sambungan akan jelas terlihat dan juga terlihat adanya gelembung - gelembung udara di sepanjang bidang sambungan tersebut. Pengenalan ini akan lebih sempurna bila permata doblet atau triplet tadi dicelupkan ke dalam methilen jodida atau monobromo-naftalen. Karena perbedaan indeks bias, maka akan terlihat dengan jelas adanya perbedaan relief. Perlu dicatat bahwa cara mencelupkan permata triplet atau doblet ke dalam minyak cukup berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai cacat antara lain pengotoran pada semen atau perekat, timbul retakan-retakan atau cacat pada perekat dan bahkan kadang-kadang dapat menyebabkan kedua bagian dari permata tadi dapat terlepas. Cara lain untuk mengenal atau menguji permata triplet atau doblet ialah dengan menaruh permata tersebut ke dalam suatu cawan porselin yang berwarna putih berisi larutan karbon tetraklorida yang tidak mempunyai daya serap atau daya resap, ataupun hanya berisikan air. Perbedaan-perbedaan antara bagian-bagian batu permata tersebut akan jelas terlihat, Jika batu permata doblet terdiri dari garnet (bagian atas), maka akan terlihat adanya cincin berwarna merah pada sabuknya (firdle), bila batu permata ini ditaruh di atas kertas putih. Permata doblet yang dibuat dengan tujuan memalsukan jenis permata tertentu, dengan jalan merekatkan dua keping kristal 205

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

kuarsa bening dengan zat perekat berwarna, maka disebut batu permata atau permata soude. Misalnya soude emerald, soude nilam dan soude delima, apabila zat pewarna yang digunakan berwarna hijau, biru atau merah. Permata soude mudah sekali dikenal dengan sinar ultra violet, karena semen atau perekat tersebut akan lebih memancarkan sinar berwarna.

10.4.3. Batu Permata Dikenal
1)

yang

Beryl Beryl Be3Al2(SiO3)6 berasal dari perkataan Greek (beryllos bagi warna seperti biru kehijauan seperti warna laut). Beryl ialah berryllium alumunium cyclosilicate yang biasanya mempunyai kekerasan pada skala Mohs 7 hingga 8.5. Beryl asli tidak berwarna, walau bagaimanapun beryl juga boleh didapati dengan warna hijau, biru, kuning, merah, dan putih. Beryl merupakan batu permata yang sangat berharga sejak zaman dahulu. Beryl hijau dikenali sebagai emerald (zamrud), beryl merah sebagai bixbite (juga dikenali sebagai red emerald), beryl biru sebagai aquamarine, beryl putih sebagai goshenite, beryl merah jambu sebagai morganite dan beryl kuning sebagai heliodor atau "golden beryl". Beryl yang mempunyai ragam warna dihasilkan dari komposisi kimia yang berbeda. Fe (ferum) menghasilkan warna biru dengan tone warna biru laut yang cantik dan dinamakan aquamarine. Aquamarine mempunyai warna air yang bersinar dengan inclusion yang menarik. Beryl dengan komposisi chromium dan / atau vanadium 206

menghasilkan beryl hijau dan dinamakan emerald. Emerald biasanya mempunyai inclusion yang dikenali sebagai "jardin" (garden of the emerald) seperti kesan rekahan atau buih di dalam kristal emerald. Beryl dengan mineral manganese memberikan warna merah jambu yang dinamakan morganite. Nama morganite diperkenalkan pada tahun 1911 dengan mengambil nama John Pierpont Morgan seorang jutawan dalam bidang keuangan yang juga seorang pengumpul batu-batu permata bagi mengenang jasanya di dalam bidang perbankan dan keuangan. Beliau merupakan penggagas JP Morgan Chase Bank yaitu sebuah bank ternama di Amerika Serikat. Beryl merah jambu ini mempunyai warna merah jambu hingga ke biru tua yang pucat. Beryl dengan kehadiran fe (ferum) dan mineral yang mengandung uranium menghasilkan beryl kuning. Beryl berwarna kuning ini mempunyai kualitas yang baik seperti emerald dan aquamarine walaupun tidak mempunyai inclusion. Golden beryl merupakan beryl kuning yang mempunyai warna kuning lemon yang agak pucat hingga warna kuning keemasan. Satu lagi varietas beryl kuning dikenal sebagai heliodor. Perkataan heliodor berasal dari Bahaya Yunani "helios" (sun) dan "doron" (gift) dan disebut sebagai "gift from the sun to Man" (anugerah dari matahari kepada manusia). Heliodor mempunyai warna kuning kehijauan. Beryl putih atau lutsinar dikenali sebagai goshenite. Nama goshenite diambil dari nama tempat di mana beryl putih pertama
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

dijumpai di Goshen, Massachusetts. Beryl ini sangat jarang ditemui. Beryl digunakan pada zaman purba untuk menghasilkan kaca. Ini menunjukkan sejak zaman purba, manusia mulai menggunakan beryl di dalam kehidupan mereka. Keragaman warna pada beryl memberikan kelebihan karena dapat dipadupadankan untuk perhiasan.

Beryl ditemukan di Amerika Selatan, Afrika Tengah dan Barat, di Madagascar, Russia dan Ukraine, Amerika Serikat, Kalimantan, Sri Lanka dan Pakistan. Beryl hijau (emerald) merupakan birthstone bagi bulan Mei sedangkan beryl biru (aquamarine) merupakan birthstone bagi bulan Maret.

Gambar 10.11. Emerald (zamrud) merupakan beryl hijau

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

207

Gambar 10.12. Aquamarine (beryl biru)

Gambar 10.13. Bixbite (beryl merah)

Gambar 10.14. Goshenite (beryl putih)

208

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.15. Morganite (beryl merah jambu)

Gambar 10.16. Heliodor (beryl kuning) 2) Emerald (zamrud) Emerald merupakan keluarga beryl yaitu berillium aluminium silika dengan kromium, Be3Al2(SiO3)6Cr. Penambahan kromium dan kadangkala vanadium memberi warna hijau yang cantik pada batu permata ini. Emerald dalam Bahasa Yunani bermaksud "green gemstone" (diambil dari istilah dalam Bahasa Perancis kuno "esmeralde"). Sumber lain mengatakan bahwa istilah emerald berasal dari Bahasa Sansekerta yang maksudnya hijau. Bangsa-bangsa kuno seperti Inca dan Aztec di Amerika Selatan menganggap batu permata ini sebagai batu permata yang suci dan digunakan untuk upacara keagamaan. Bahkan bangsa Mesir purba dipercayai telah menggunakan batu ini sebagai perhiasan untuk raja dan pembesar negara 3000 tahun sebelum Masehi. Bangsa Yunani juga menyaksikan Cleopatra menggunakan batu emerald sebagai perhiasan. Demikian juga Maharaja dan Maharani India yang menggunakan emerald sebagai mahkota. Masyarakat India percaya emerald membawa nasib yang baik serta kekayaan. Emerald biasa memiliki inclusion mineral lain. Kekerasan dalam skala Mohs di antara 7 hingga 9. Emerald mempunyai "natural luminosity" (kilauan asli) di mana warnanya hijau pudar tidak dapat dilihat mendalam dengan mata kasar. Warna hijaunya unik dengan variasi spektrum dan tone warna yang sangat menarik apabila dipancarkan menggunakan cahaya UV. Emerald yang mempunyai kristal (inclusion) di bagian dalam seperti retakan serta rekahan dan buih yang dikenal sebagai "jardin" mempunyai nilai tinggi di pasaran. Istilah jardin berasal dari Bahasa 209

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Yunani yang artinya taman. Dahulu, manusia menggambarkan keindahan dalam batu emerald sebagai "jardin of emerald" yaitu "taman yang indah di dalam batu emerald." Jardin ini secara tidak langsung meningkatkan harga emerald di pasaran. Emerald yang mempunyai warna hijau pekat dengan jardin mempunyai harga yang sangat tinggi. Emerald dari Zimbabwe dipercaya merupakan emerald yang tertua di dunia dengan usia menjangkau lebih dari 260 juta tahun. Spesimen emerald dari Pakistan juga diperkirakan berusia 9 juta tahun lebih muda. Colombia merupakan produsen utama emerald yang berkualitas. Muzo dan Chivor yang terletak di Colombia di mana emerald ditambang oleh bangsa Inca purba merupakan emerald yang paling berkualitas dan bernilai di dunia. Kini, Coscuez merupakan tambang emerald yang terbesar di Colombia dan di dunia. Selain itu, terdapat juga emerald dari Zambia, Brazil, Zimbabwe, Madagascar, Pakistan, India, Afghanistan dan Russia. Emerald tulen mempunyai komposisi chromium dan vanadium yang memberikan pancaran cahaya yang menarik. Seperti yang dinyatakan sebelum ini, beryl asli tidak berwarna. Hasil penambahan logam dan unsur lain menyebabkan beryl mempunyai warna yang beragam. Jika dilihat dari sudut kimia-mineralogi, emerald merupakan berillium aluminium silika dengan kromium atau vanadium. Biasanya bahan-bahan ini tidak berada bersama-sama di dalam kerak bumi. Akibat proses tektonik yang intensif seperti orogenesis, metamorfosis, dan sebagainya, 210

bahan-bahan ini bergabung membentuk kristal emerald. Tekanan dan temperatur yang kuat pula membantu pertumbuhan kristal emerald dan membentuk satu ikatan kimia yang kuat. Kesan rekahan atau buih di dalam batu permata ini terjadi akibat kehilangan air dan juga udara yang terperangkap semasa pembentukan kristal emerald. Tekanan dan proses sintesis kimia selama berjuta-juta tahun menghasilkan emerald dengan corak yang sangat unik. Namun terdapat juga emerald yang mempunyai kristal yang seolah-olah tumbuh di dalamnya. Ini terjadi karena kristal-kristal ini masih berada dalam proses pertumbuhan dalam peringkat kedua dan ketiga. Emerald yang berharga tanpa jardin juga bisa ditemukan. Emerald ini bersifat lutsinar dengan warna hijau yang menarik dan sangat jarang ditemui. Emerald tanpa jardin dihasilkan akibat adanya gangguan semasa proses kejadiannya. Oleh itu hanya berillium aluminium silika dengan kromium saja yang menghasilkan emerald ini tanpa tambahan unsur lain. Emerald ini sangat berharga dan menjadi buruan penggemar batu permata karena jarang dijumpai terutama sekali dalam ukuran besar. Emerald merupakan batu permata yang senantiasa dikagumi sejak zaman dahulu. Oleh sebab itu, kebanyakan emerald yang terkenal kini hanya bisa dilihat di musium dan dijadikan sebagai koleksi. Di New York Museum of Natural History sebagai contoh, memamerkan sebuah cawan yang dibuat dari emerald yang dimiliki oleh Maharaja Jehangir. Di sebelah cawan tersebut pula dipamerkan emerald yang merupakan salah satu
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

emerald dari Colombia yang terbesar yang dikenal sebagai Patricia seberat 632 karat. Koleksi Bank of Bogota juga mempunyai beberapa batu emerald termasuk 5 batu emerald yang sangat berharga seberat 200 hingga 1976 karat di mana sebagian emerald ini pernah dimiliki oleh Maharani Farah seorang Maharani negara Persi (kini dikenal sebagai negara Iran). Maharaja Turki juga dikenal sebagai seorang yang gemar batu emerald. Salah satu simpanan Istana Topkapi di Istambul merupakan sebilah keris yang dihiasi dengan batu emerald dan beberapa batu permata lain yang merupakan simbol keagungan Maharaja Turki. Emerald terbesar di dunia dijumpai di tambang La Vega de San Juan dekat Gachalá, Colombia. Emerald ini dikenal sebagai Gachala Emerald seberat 858 karat ditemukan tahun 1967 yang kini dipamerkan di National Museum of Natural History of the Smithsonian Institution dekat Washington DC. Gachala Emerald disumbangkan oleh Harry Winston seorang pengumpul batu permata di New York. Satu lagi emerald yang terkenal dikenal sebagai Chalk Emerald seberat 37,82 karat yang telah disumbangkan oleh Mr. dan Mrs. O. Roy Chalk pada 1972 yang kini turut dipamerkan di National Museum of Natural History of the Smithsonian Institution dekat Washington DC. Satu lagi emerald yang besar ialah "Mogul Emerald" yang ditemukan sekitar tahun 1695, seberat 217,80 karat dengan ketinggian 10 cm. Di sebelah permukaan batu ini diukir dengan teks yang dipercayai ayat-ayat suci dan di sebelah lagi diukir dengan ukiran flora. Emerald ini telah

dilelang oleh Christie's of London kepada seorang pembeli dengan harga 2,2 juta US Dollar pada 28 September 2001. Emerald asli biasanya mempunyai harga yang sangat tinggi. Lebih pekat dan cantik warna hijaunya, lebih mahal harganya di pasaran. Kini terdapat juga emerald sintetik yang dapat diperoleh di pasaran dengan harga yang terjangkau. Emerald sintetik dibuat melalui satu proses yang dinamakan Carroll Chatham. Satu lagi jenis emerald sintetik dibuat melalui proses yang dinamakan Pierre Gilson Sr. yang telah berada di pasaran sejak tahun 1964. Emerald Gilson merupakan hasil perkembangan emerald sintetik dari beryl tidak berwarna. Kadar pertumbuhannya sangat perlahan, kira-kira 1 mm /bulan dan memerlukan waktu 7 bulan untuk mencapai ketebalan 7 mm. Emerald merupakan permata yang sangat jarang ditemui dalam ukuran besar. Selain itu, emerald yang berkualitas sangat sukar ditemui, contohnya "Trapiche emeralds" yang hanya terdapat di Colombia, mempunyai 6 sudut pancaran cahaya (six rays emanating). Emerald yang cantik dengan warna hijau tua berasal dari Zambia. Warna hijaunya lebih pekat dibanding emerald dari Colombia. Selain itu, Brazil juga mempunyai emerald yang jarang ditemui yang dikenal sebagai "Cat's eye emerald" yang mempunyai kesan cat's eye di bagian tengah batu. Emerald merupakan birthstone untuk bulan Mei. Dahulu, emerald hanya dipakai oleh golongan bangsawan, raja-raja dan pembesar sebagai simbol keagungan dan kekuasaan. 211

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Gambar 10.17. Emerald (zamrud) 3) Aquamarine Aquamarine, Be3Al2(SiO3)6, berasal dari Bahasa Latin “aqua marina” yang berarti "water of the sea" atau air laut. Batu permata ini berkualitas tinggi, sebagai salah satu dari varietas beryl dan sangat mirip dengan zamrud (emerald). Mempunya warna hijau laut dan kebiruan, aquamarine dapat memancarkan cahaya berwarna biru yang sangat cantik. Aquamarine 212 juga sangat populer di kalangan peminat batu permata dan sebanding dengan batu delima (ruby), zamrud (emerald), dan nilam (sapphire). Aquamarine mempunyai kekerasan pada skala Mohs dalam lingkungan 7 hingga 8. Kandungan besi (Fe) memainkan peranan yang penting sebagai unsur yang memberikan warna biru pucat hingga biru kehijauan pada batu
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

permata ini. Aquamarine biasanya bebas dari campuran bahan mineral lain dan jarang mempunyai inclusion. Nilai aquamarine diukur dari warna kebiruan yang dipancarkannya. Lebih pekat warnanya, lebih tinggi harganya. Selain itu, terdapat juga aquamarine yang berwarna kuning pucat seperti yang ditemukan di Brazil yang dikenal sebagai "aquamarine chrysolite". Kehadiran corundum di dalam aquamarine menghasilkan aquamarine yang setara lutsinar yang dikenal sebagai "oriental aquamarine".

Aquamarine yang paling berkualita berasal dari Russia dan Brazil. Di Brazil, pertambangan aquamarine terdapat di Minas Gerais, Bahia, dan Espirito Santo. Di Amerika Serikat, aquamarine dapat ditemukan di puncak Gunung Antero yang terletak di tengah Colorado. Juga terdapat di Kenya dan Nigeria, Madagascar, Zambia, Tanzania, Sri Lanka, Pakistan, dan Afghanistan. Aquamarine terbesar di dunia dijumpai di Marambaia yang terletak di Minas Gerais. Aquamarine tersebut mempunyai berat 110 kg dengan dimensi 48.5 cm panjang dan berdiameter 42 cm.

Gambar 10.18. Aquamarine dikaitkan sebagai birthstone bagi bulan Mei.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

213

10.19. Aquamarine yang mempunyai potongan sangat menarik. 4) Heliodor Heliodor merupakan beryl dengan kehadiran fe (ferum) dan mempunyai mineral yang mengandung unsur uranium. Beryl berwarna kuning ini mempunyai kualitas yang baik seperti emerald dan aquamarine walaupun tidak mempunyai inclusion. Istilah heliodor berasal dari Bahasa Yunani yaitu "helios" (sun) dan "doron" (gift) yang dimaksudkan sebagai "gift from the sun to Man" (anugerah dari matahari kepada manusia). Heliodor mempunyai warna kuning kehijauan. Walau bagaimanapun, bagi sebagian orang beryl kuning yang mempunyai warna kuning lemon yang agak pucat hingga warna kuning keemasan tidak disebut heliodor tetapi dikenal dengan nama golden beryl.

Gambar 10.20. Heliodor

214

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.21. Golden beryl

5)

Morganite Morganite merupakan beryl dengan mineral manganese yang mempunyai warna merah jambu. Nama morganite diperkenalkan pada tahun 1911 dengan mengambil sebagian nama John Pierpont Morgan, seorang jutawan dalam bidang keuangan yang juga

seorang pengumpul batu-batu permata, untuk mengenang jasanya di dalam bidang perbankan dan keuangan. Beliau merupakan penggagas JP Morgan Chase Bank yaitu sebuah bank ternama di Amerika Serikat. Beryl merah jambu ini mempunyai warna merah jambu hingga merah dengan tone biru tua yang pucat.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

215

Gambar 10.22. Morganite 6) Bixbite Bixbite (juga dikenal dengan nama beryl merah, red emerald, atau scarlet emerald) ialah varietas beryl yang berwarna merah, Be3(Al,Mn)2(SiO3)6. Bixbite mendapat nama dari Maynard Bixby seorang pengumpul mineral yang menjumpai bixbite dari Topaz Cove yang terletak di Thomas Range, Juab County (Utah). Bixbite seringkali keliru dengan satu lagi jenis mineral yang mempunyai nama seakan sama yaitu bixbyite. Bixbite sangat jarang ditemui dan hingga kini hanya empat lokasi saja yang diketahui mempunyai mineral ini yaitu kawasan pegunungan Wah Wah (Beaver County, Utah), Paramount Canyon (Sierra County, New Mexico), Round Mountain (Sierra County, New Mexico), dan Thomas Range (Juab County, Utah). Bixbite yang paling berkualitas didapatkan dari kawasan pegunungan Wah Wah yang pertama kali dijumpai pada tahun 1958 oleh Lamar Hodges ketika beliau sedang meneliti kawasan tersebut untuk mendapatkan logam uranium.

Gambar 10.23. Bixbite

7) 216

Goshenite

Goshenite ialah varietas beryl yang tidak berwarna dan merupakan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

beryl tulen (Be3Al2Si6O18) tanpa tambahan unsur dan inclusion. Nama goshenite diambil dari nama tempat di mana beryl putih pertama

kali dijumpai Massachusetts.

di

Goshen,

Gambar 10.24. Goshenite

8)

Ruby (delima) Ruby dikenal karena warna merahnya yang menggambarkan perasaan cinta, kuasa, dan kemegahan. Merah adalah warna ruby yang turut dikenal sebagai "King of Gemstones" yang diterjemahkan dari Bahasa Sansekerta yaitu "ratnaraj" (raja batu permata). Ruby berasal dari istilah Latin "rubrum" atau "ruber" (disebut sebagai ru-bor) yang artinya merah. Ruby juga disebut "carbunculus" (carbuncle). Ruby adalah batu permata yang berharga sebanding dengan emerald, sapphire, dan diamond. Sejak beribu tahun lalu, negara India dikenal sebagai Negara Ruby. Ruby mempunyai komposisi "corundum" atau korundum (aluminium oksida dengan kromium, Al2O3Cr) yang terbentuk akibat proses pengkristalan alumunium oksida dengan mineral batuan lain

seperti quartz. Istilah korundum ini diambil dari Bahasa Tamil "kuruvinda". Secara kimianya, ruby terjadi akibat ikatan atom oksigen yang tersusun secara hexagonal dengan ikatan yang rapat dengan atom alumunium yang memenuhi 2/3 ruang oktahedral. Hasilnya, suatu batuan yang sangat keras dengan nilai 9 pada ukuran skala Mohs. Warna merah lutsinar terjadi karena ikatan alumunim, oksigen dan kromium pada batu permata ini. Terdapat juga ruby yang berwarna merah jambu hingga ke merah jingga (orange). Namun demikian, pengkelasan batu permata pada hari ini mengklasifikasikan ruby sebagai warna merah dan merah jambu. Selain dari warna, mineral korundum yang berwarna atau tidak berwarna dikenal sebagai sapphire. Pada abad ke 19, manusia baru menyadari ruby satu keluarga dengan sapphire. Sebelum itu, ruby 217

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

dianggap sama dengan spinel (seperti Balas Ruby, Timur Ruby dan Black Ruby yang sebenarnya merupakan spinel). Ruby dinilai dengan beberapa ciri-ciri karakter seperti bentuk, ukuran, potongan, warna dan kilauan. Nilai ruby biasanya ditentukan oleh warna merahnya di mana warna merah yang paling terang dan terbaik dikenal sebagai "Pigeon Blood Red" (Merah Darah Burung Merpati). Selain warna, satu lagi ciri penentuan nilai pada ruby ialah kejernihan (clarity) di mana nilainya jadi melambung tinggi. Namun demikian, ruby yang jernih agak sukar untuk didapatkan kecuali ruby tersebut telah dirawat. Ini karena ruby yang asli biasanya mempunyai inclusion yang dikenal sebagai rutile (titanium oksida) yang membentuk satu susunan seperti jarum dalam batu ruby (dikenal sebagai "silk"). Ruby yang asli mempunyai sifat-sifat yang tersendiri. Seperti yang telah diterangkan sebelum ini, bentuk inclusion yang dikenal sebagai "silk" merupakan satu ciri yang membedakan ruby asli dengan tiruan. Namun demikian, kebanyakan ruby yang berada di pasaran telah dimodifikasi. Modifikasi pada batu ruby ini dimaksudkan untuk mencerahkan warna, kilauan ataupun ciri bersinar pada batu ruby untuk menambah nilainya di pasaran. Modifikasi bagi peningkatan ruby termasuk penyesuaian warna, meningkatkan ciri bersinar dengan mengabaikan inclusion, dan memperbaiki kesan retakan. Ruby sintetik banyak terdapat di pasaran yang mempunyai ciriciriharga yang terjangkau. Proses pembuatan ruby sintetik telah lama dipraktekkan yaitu sejak tahun 1837. 218

Ketika itu, Gaudin telah membuat ruby sintetik pertama dengan memanaskan alumunium dalam suhu yang tinggi dan kromium digunakan sebagai pigmen. Dalam tahun 1847, Edelman telah menghasilkan sapphire yang berwarna putih dengan memanaskan alumina di dalam asam borak. Pada tahun 1877 pula, Frenic dan Freil menghasilkan kristal korundum dari batu yang dipotong. Beberapa tahun kemudian, Frimy dan Auguste Verneuil menghasilkan ruby sintetik dengan cara memanaskan BaF2 dengan Al2O3 dengan sedikit kromium pada suhu tinggi. Pada tahun 1903, Verneuil mengumumkan ruby sintetik kini bisa dibuat dengan skala besar bagi tujuan komersil dengan proses yang dikenal sebagai flame fusion yang kini dinamakan Verneuil process. Ruby sintetik lebih mudah dihasilkan dengan menggunakan proses Verneuil karena biayanya lebih murah. Ini secara tidak langsung menjadikan proses lain seperti Pulling process, flux process dan hydrothermal process agak kurang populer. Biasanya ruby sintetik ditambah dengan "dopant" (sejenis bahan semikonduktor yang dikenal sebagai doping agent seperti antimoni, fosforus atau boron) yang memberikan kilauan dan ciri-ciri bersinar pada ruby sintetik. Ruby tiruan juga telah berada di pasaran sejak sekian lama. Ruby tiruan dalam sejarah telah lama dibuat oleh manusia yaitu sejak abad ke 17. Ketika itu, Bangsa Roma telah menghasilkan satu produk tiruan dari batu yang diproses supaya mirip ruby. Selain itu, beberapa jenis batu permata juga sering disalahartikan dan dijual
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

sebagai ruby. Contohnya rubbelite tourmaline dan spinel. Ruby yang berkualita amat sukar untuk diperoleh. Walaupun banyak mineral korundum dihasilkan dari tambang batu permata, tidak kesemuanya mencapai kualitas yang diminta pasar. Sebagian ruby memancarkan kilauan bintang yang dikenal sebagai star-ruby. Fenomena ini terjadi karena susunan jarum rutile memantulkan cahaya berbentuk bintang dengan 3, 5, 6, atau 12 bilah kilauan cahaya. Secara tidak langsung, harga star ruby melonjak naik karena keistimewaan yang ditampilkan. Ruby yang terkenal dan terbesar di dunia dikenal sebagai "Rajaratna Ruby", dengan berat 2.475 carats (495 g). Rajaranta ruby mempunyai asterism (kilauan seperti bintang), juga dikenal sebagai star ruby. Selain itu, "double-star ruby" yang terbesar di dunia (dengan 12 bilah kilauan bintang) ialah Neelanjali Ruby, dengan berat 1.370 carats (274 g). Kini kedua ruby berada dalam simpanan G. Vidyaraj dari Bangalore, India. Pada tahun 2006, ruby yang paling mahal

di dunia pernah dilelang dengan harga US $ 5.860.000 dengan berat 38,12 carat yang dipotong berbentuk cabochon. Ruby juga ditambang di Myanmar (Burma). Walaupun negara India sangat populer dengan ruby, hampir 90% produsen ruby di dunia sebenarnya tertumpu di Myanmar. Ruby Myanmar terkenal dengan warna merahnya yang mempunyai bayangan dan tone warna yang menarik. Selain itu, warna ruby yang dikenal sebagai "dove-blood-reddish" (pigeon blood red) juga merupakan ruby yang berharga dari Myanmar (juga dikenal sebagai Burma colour). Di Myanmar, ruby yang berkualitas hanya didapatkan di kawasan pegunungan Mogok, 200 km ke utara Madalay. Selain itu, ruby juga didapatkan di negara lain seperti Thailand, Pakistan, Vietnam, Tanzania, Kenya, Nepal, Laos dan Afghanistan. Ruby dari Afrika juga mempunyai kualitas yang baik karena warnanya yang menarik. Ruby merupakan batu keberuntungan bagi orang yang lahir di bulan Juli (birthstone).

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

219

Gambar 10.25. Ruby (delima) Sapphire (nilam) terjadi akibat pengaruh titanium (Ti) Sapphire terbentuk dari kristal atau ferum (Fe). Selain itu, terdapat aluminium oxide (Al2O3), yang juga sapphire yang mempunyai dikenal sebagai corondum dan satu streak (seperti jalur yang bersinar) keluarga dengan ruby. Sapphire yang dikenal sebagai striking luster berasal dari istilah Yunani (memberikan kilauan yang me"sapheiros" yang kemudian ditermancar). Contohnya sapphire yang jemahkan ke Bahasa Latin menjadi dijumpai di Australia yang mem"sapphirus" yang artinya "permata punyai luster yang memberikan biru". Biasanya sapphire berwarna pancaran cahaya pada sudut 120 biru pekat dan kelihatan gelap darerajat yang tampak seperti seperti hitam dari jarak jauh. bintang bersudut enam. Selain itu, Sapphire mempunyai kepadatan sapphire dari Kashmir yang warna dan struktur yang menarik berwarna biru pucat memberikan juga bentuk potongan. kilauan putih yang menarik. Sapphire terbesar di dunia Sapphire yang berwarna hijau ialah Logan sapphire seberat 423 terjadi karena kehadiran kromium. carats (84.6 g). Sapphire yang Sapphire hijau juga dikenal sebagai berkualitas tergantung warnanya oriental emerald, sapphire biru tua dan harganya sangat mahal. (violet) sebagai oriental amethyst Sapphire biasa dijumpai berwarna dan yang berwarna kuning sebagai biru. Selain itu, ada juga sapphire oriental topaz. Sapphire mempunyai yang berwarna kuning, merah kekerasan 9 pada skala Mohs jambu, hijau, putih, dan campuran (sangat keras). beragam warna walaupun biasanya Sapphire juga didapatkan sapphire ini mempunyai harga yang dalam beragam variasi dan corak. lebih rendah sedikit dibandingkan Terdapat sapphire yang menunjukwarna biru. Walaupun demikian, kan asterism (seperti kilauan sapphire yang berwarna orange dan bintang atau dalam istilah merah jambu yang dinamakan gemmologi ialah fenomena optikal) "padparadsha" (bunga teratai), seperti star sapphire. Kini sapphire merupakan yang paling mahal. di pasaran yang diberi perlakukan Padparadsha sebelumnya dikelomuntuk mendapatkan warna yang pokkan sebagai ruby sehingga menarik dengan cirri berkilau. istilah ruby diubah menjadi Tindakan ini dimaksudkan untuk korundum yang berwarna merah. membuang inclusion pada sapphire Warna biru yang ditunjukkan untuk meningkatkan kilauannya. cornflower blue merupakan warna Sapphire dijumpai di India, sapphire yang paling populer. Burma, Tanzania, Ceylon, Thailand, Sapphire tulen biasanya tidak Vietnam, Australia, Brazil, Sri Lanka, berwarna. Warna pada sapphire Kemboja, Nigeria, Madagascar, dan terjadi akibat tindakan kimia Kashmir. Tambang sapphire yang alumunium oksida dengan bahan tertua terletak di Ceylon, Sri Lanka kimia lain. Warna biru sapphire dan negara ini masih merupakan 220 Direktorat Pembinaan SMK (2008) 9)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

penghasil sapphire utama di dunia. Penambangan sapphire di Sri Lanka kebanyakan di pulau-pulau di tengah lautan. Sapphire yang berasal dari Sri Lanka mempunyai kualitas tinggi karena sapphire tersebut mempunyai inclusion yang berupa kristal zircon dengan corak seperti luster yang sangat menarik. Sapphire yang terbaik dan berkualitas tinggi berasal dari Kashmir dan dijumpai pada tahun 1880. Bagaimanapun juga, Kashmir kini tidak lagi menghasilkan sapphire yang banyak karena kehabisan sumber permata ini. Burma (Myanmar) juga menghasilkan sapphire dalam jumlah yang amat terbatas. Kini, kebanyakan sapphire yang berwarna biru berasal dari Australia atau Thailand. Sapphire sintetik juga dapat ditemukan di pasaran. Ada beberapa cara sapphire sintetik dihasilkan. Diantaranya dengan menggunakan bahan korundum, alumunium, oksigen dengan penambahan doping agent seperti antimoni, fosforus atau boron pada suhu dan tekanan yang tinggi.

Selain itu, sapphire sintetik juga dihasilkan dengan cara menggabungkan batu permata lain. Sapphire yang digabungkan secara kimia dengan alamadine garnet menghasilkan warna biru tua dan inclusion berwarna merah orange. Sapphire yang digabungkan dengan spinel yang berwarna biru menghasilkan warna biru pucat yang cerah dengan kilauan berwarna merah. Gabungan dengan zircon menghasilkan sapphire yang berwarna hijau. Selain itu, sintesis sapphire dengan ferum (Fe) atau titanium (Ti) menghasilkan sapphire yang berwarna hijau, kuning, atau berkilau. Sapphire melambangkan kesetiaan, ketenangan, dan perasaan cinta. Di England, cincin pertunangan yang menjadi pilihan mempunyai ikatan batu sapphire yang berwarna biru. Pemakai yang populer ialah mendiang Puteri Diana ketika bertunangan dengan Pangeran Charles. Sapphire merupakan lambang keberuntungan bagi orang yang dilahirkan di bulan September.

(a)

(b)

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

221

Gambar 10.26. Sapphire yang mempunyai asterism (a) dan kilauan yang menarik (b)

10)

Garnet Garnet merupakan kumpulan mineral yang mempunyai kristal rhombic dodecahedrons dan trapezohedrons. Garnet merupakan neso-silika dengan formula yang sama, Al3B2(SiO4)3. Komposisi kimia utamanya ialah kalsium, magnesium, aluminium, ferum2+, ferum3+, kromium, mangan, dan titanium. Terdapat beberapa kelas garnet dengan komposisi kimia yang berlainan, yaitu: • Almandine: Fe3Al2(SiO4)3 • Pyrope: Mg3Al2(SiO4)3 • Spessartine: Mn3Al2(SiO4)3 • Andradite: Ca3Fe2(SiO4)3 • Grossular: Ca3Al2(SiO4)3 • Uvarovite: Ca3Cr2(SiO4)3 Garnet berasal dari istilah Latin "granatum" dan "granatus" yang berarti "grain" (butir) dan kemungkinan namanya dari pohon Punica granatum ("pomegranate") yaitu pohon buah delima karena mempunyai warna merah yang sama dengan biji buah delima. Jika komposisi garnet terutama disusun oleh ferum (besi) maka disebut almandine, tetapi jika magnesium sebagai bagian utamanya maka disebut pyrope. Garnet mempunyai kekerasan 6,5 hingga 7,5 pada skala Mohs. Garnet memang terkenal sejak zaman dahulu. Ketika zaman purbakala, garnet telah digunakan sebagai bahan asah (abrasive). Dalam sejarah, garnet dikatakan menjadi lampu bagi bahtera Nabi Nuh untuk menghindari banjir ketika malam tiba (tiada bukti yang jelas mengenai perkara ini). Bahkan 222

bangsa Mesir, Yunani, dan Roma menggunakan garnet sebagai perhiasan dan perkakas. Garnet pyrope berasal dari istilah Yunani "pyropos" yang artinya "fiery" karena warna merahnya yang garang. Warna merah pada garnet dihasilkan kuantitas kromium yang terdapat dalam struktur kristalnya. Garnet pyrope juga dikenal sebagai "Malaya Garnet". Warna merahnya mempunyai varietas merah berkilau hingga ke merah bata. Selain itu, garnet pyrope dari Mali yang dinamakan "Mali Garnet" berwarna merah-coklat. Warna merah berkilau pada pyrope menjadikan harganya meningkat. Pyrope biasa didapatkan dalam batuan peridotitik, eklogite, dan kimberlite. Bagaimanapun juga, pyrope sangat jarang dijumpai dalam ukuran besar. Garnet pyrope didapatkan di Afrika Selatan, Zimbabwe, Tanzania, Bohemia, Mexico, Brazil, Argentina, dan Australia. Garnet rhodolite mempunyai warna merah jambu sebagai karakteristik utama. Rhodolite berasal dari istilah Yunani "rhodon" rose dan "lithos" - stone (yang artinya rose stone). Garnet rhodolite mempunyai kilauan yang sangat kuat dan ada yang mempunyai inclusion yang menarik. Rhodolite didapatkan di dalam batuan jenis alluvial dan batuan metamorfik. Rhodolite biasanya mempunyai warna merah jambu berkilau dengan pembiasan tunggal (single refraction). Rhodolite ditemukan di Amerika, Zimbabwe, Tanzania, dan Sri Lanka.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Garnet Almandine mempunyai warna merah hingga merah keunguan (violet-red). Almandine berasal dari istilah "alabandicus" dari nama bandar Alabanda di Asia. Almandine mempunyai luster yang menarik seperti batuan dari kumpulan korundum. Warna almandine juga dirujuk sebagai warna garnet yang sebenar karena perbedaan warna merahnya dengan batu permata yang lain. Almandine biasa didapatkan di Namibia, Zimbabwe, Tanzania, dan Sri Lanka. Garnet spessartite mempunyai kumpulan silikon dengan manganese dan alumunium sebagai unsur utama. Istilah spessartite berasal dari nama Spessart sebuah daerah di Bavaria (Jerman). Garnet ini mempunyai warna merah yang dikenal sebagai "aurora red" dan juga varietas warna seperti warna merah - orange, orange - merah jambu, atau kuning-coklat. Garnet ini juga dikenal sebagai "Mandarin Garnet" dan bisa diperoleh dalam bentuk yang berkilau atau semiopaque. Biasanya terdapat pada batuan jenis aluvial dan metamorfik. Negara penghasil utamanya ialah Virginia, Carlifonia, Mexico, Madagascar, Jerman, dan Itali. Garnet Grossular berasal dari istilah Latin "grossularia" yang berarti gooseberries. Grossular mempunyai kristal yang lengkap dalam bentuk rhombic dodecahedrons dan kadangkala dengan trapezohedrons. Garnet ini didapatkan dalam dua bentuk yang berkilau dan semi-opaque. Garnet mempunyai warna hijau, hijau kekuningan, kuning madu, kuningmerah jambu, atau transparan. Grossular didapatkan di Sri Lanka (kuning madu), Amerika, Madgascar

(hijau), Kenya, dan Tanzania (hijau dan warna lain). Garnet Green Grossular merupakan garnet yang sangat berharga. Garnet jenis ini juga dikenal dengan nama Tsavorite atau Tsavolite. Garnet ini mempunyai ciriciri birefringence dan pleochroism. Garnet ini didapatkan di Nigeria, Tanzania, Kenya dan Pakistan. Garnet Hessonite merupakan garnet yang berwarna kuning yang diambil dari istilah Greek "esson" (inferior). Garnet jenis ini tidak mempunyai warna yang menarik dan nilai yang tinggi dibandingkan dengan garnet jenis yang lain. Garnet ini mempunyai warna kuning seakan-akan topaz, citrine dan yellow sapphire. Negara penghasil utamanya ialah Sri Lanka, Kanada, dan Brazil. Garnet Demantoid juga merupakan garnet yang berwarna hijau dan merupakan garnet yang paling berharga dibandingkan dengan jenis garnet yang lain. Garnet ini mempunyai "horse tail inclusion" dan memancarkan kilauan yang lebih kuat dari diamond. Garnet demantoid didapatkan di Namibia dan Ural (Russia). Garnet juga dibuat secara sintetik. Di antara produk sintetik garnet adalah YAG (Yttrium Alumunium Garnet), YIG (Iron Alumunium Garnet) dan GGG (Gadolinium Gallium Garnet). Garnet merupakan birthstone bagi orang yang dilahirkan di bulan Januari. Garnet biasanya diberikan kepada sahabat sebagai hadiah untuk membuktikan persahabatan mereka dan meyakinkan bahwa mereka akan bertemu kembali jika berpisah.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

223

Gambar 10.27. Garnet Almandine

Gambar 10.28. Garnet Spessartite (Mandarin Garnet)

224

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.29. Garnet Demantoid

Gambar 10.30. Garnet Pyrope

11) Almandine
Almandine disebut sebagai almandite merupakan batu permata modern yang dikenal sebagai carbuncle (walapun kebanyakan batu permata berwarna merah seperti ruby juga dikenal dengan nama ini). Istilah "carbuncle" didapatkan dari Bahasa Latin yang berarti "percikan kecil" (little spark). Almandine mendapat nama dari Alabanda sebuah negara di Asia

kecil di mana batu ini dipotong pada zaman dahulu. Almandine mempunyai komposisi kimia Fe3Al2(SiO4)3 atau besi-aluminium garnet dengan warna merah. Almandine ditemukan pada jenis metamorfik seperti mica schists bersama-sama dengan mineral staurolite, kyanite, andalusite, dan lain-lain. Almandine juga dikenal dengan nama Oriental garnet dan almandine ruby.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

225

Gambar 10.31. Almandine

12) Pyrope
Pyrope berasal dari istilah Yunani pyrōpós yang berarti "fireeyed". Permata ini mempunyai warna merah dengan struktur kimia Mg3Al2(SiO4)3 atau magnesium aluminium silika, walaupun adakala-

nya komposisi magnesium digantikan dengan kalsium atau besi (ferous). Warna pyrope terdiri dari warna merah hingga kehitaman. Pyrope yang berkilau digunakan sebagai batu permata.

Gambar 10.32. Pyrope 13) Spessartine Spessartine atau sebutan yang benar spessartite ialah mangan-aluminium garnet dengan komposisi kimia Mn3Al2(SiO4)3. Nama spessartine diambil dari Spessart di Bavaria. Spessartine banyak terjadi di dalam granite pegmatite dan jenis batu asosiasinya dan beberapa jenis metamorphic phyllites yang berderajat rendah. Spessartine mempunyai warna orange kekuningan hingga ungu kemerahan.

226

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.33. Spessartine Andradite pengkelasan mengikuti warnanya, Andradite ialah kalsium-besi topazolite (hijau atau kuning), garnet, Ca3Fe2(SiO4)3., dengan komdemantoid (hijau) dan melantite posisi yang beragam untuk (hitam). Andradite dijumpai dalam memberikan warna merah, kuning, batuan jenis igneous seperti syenite, hijau, coklat atau hitam. Varietas serpentine, schist dan batu kapur yang dikenal diberikan nama dan berkristal. 14)

Gambar 10.34. Andradite 15) Grossular Grossular ialah kalsiumaluminium garnet dengan formula Ca3Al2(SiO,sub>4)3. Adakalanya kalsium digantikan oleh besi ferus dan aluminium digantikan oleh besi ferik. Nama grossular diambil dari nama pohon gooseberry. Grossular mempunyai warna hijau yang dikenal sebagai grossularia (Siberia), coklat (juga dikenal sebagai cinnamon brown), merah dan kuning. Grossular juga dikenal sebagai "hessonite" dari istilah Yunani yang artinya lebih rendah (inferior) karena kekerasannya yang lebih rendah dari zircon. Grossular dijumpai bersama batu kapur metamorfik dengan vesuvianite, diopside, wollastonite dan wernerite. Di Kenya dan Tanzania, ditemukan satu varietas grossular yang dikenal sebagai tsavorite yang mempunyai warna hijau dan sangat berharga. Tsavorite mendapat nama dari Tsavo sebuah kawasan di Kenya, di mana batu ini pertama kali dijumpai pada tahun 1960-an.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

227

Gambar 10.35. Grossular bersama dengan chromite dalam peridotite, serpentinite, dan Uvarovite ialah kalsiumkimberlite. Selain itu, permata ini kromium garnet dengan formula juga dijumpai di dalam batu marmer Ca3Cr2(SiO4)3, merupakan garnet berkristal dan schist seperti di yang jarang dijumpai. Uvarovite Pegunungan Ural (Rusia) dan berwarna hijau dan dijumpai Outokumpu (Finlandia). sebagai kristal berukuran kecil

16) Uvarovite

Gambar 10.36. Uvarovite 17) Chrysoberyl Chrysoberyl bukanlah batu permata jenis beryl, walaupun namanya agak mirip. Istilah tersebut berasal dari Bahasa Yunani "chryso" (gold-coloured). Jadi, chrysoberyl ialah "gold-coloured beryl" (beryl berwarna keemasan) karena zaman dahulu Bangsa Yunani menyangka batu tersebut sejenis beryl. Chrysoberyl terdiri dari tiga jenis varietas yang sangat berharga yaitu yellow-green chrysoberyl, alexandrite, dan cat's eye chrysoberyl. 228 Chrysoberyl dengan warna kuning madu hingga hijau muda dinamakan yellow-green chrysoberyl (chrysoberyl hijau kuning), chrysoberyl dengan perubahan warna dikenal sebagai alexandrite dan chrysoberyl dengan "chatoyancy effect" (kesan cahaya sebagai luster yang bersinar di bagian tengah) dikenal sebagai chrysoberyl cat's eye. Chrysoberyl mempunyai ketahanan yang kuat karena mempunyai kekerasan pada 8 hingga 9 skala Mohs.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Chrysoberyl terdiri dari mineral alumunium oksida (Al2O3) dan berillium. Chrysoberyl merupakan batu permata yang mempunyai nilai jual tinggi di pasaran dengan kualitas yang sangat baik. Negara penghasil utama chrysoberyl adalah Russia, Tanzania, Sri Lanka, India, Brazil, dan Timur Afrika. Chrysoberyl menjadi batu yang digemari oleh kolektor profe-sional disebabkan batu permata ini sangat sukar untuk didapatkan dan

harganya yang agak mahal. Penilaian batu ini berdasarkan warnanya yang cantik, tone warna, dan transparansinya. Jika ketiga ciri tersebut dimiliki maka harga chrysoberyl dapat melonjak naik. Harga yang tinggi tidak menjadi persoalan jika batu permata yang dibeli benar-benar berharga dan sesuai dengan citarasa penggemar yang menyukai batu permata tersebut.

Gambar 10.37. Tiga jenis chrysoberyl yaitu alexandrite, yellow-green chrysoberyl, dan cat's eye.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

229

Gambar 10.38. Beragam warna dan varietas chrysoberyl

18)

Alexandrite Alexandrite mendapat nama dari Alexander II (1818-1881) seorang raja Russia. Kristal pertama

batu alexandrite dengan perubahan warna hijau dan merah di bawah pencahayaan yang berlainan.

Gambar 10.39. Alexandrite

19) Cat's eye
Cat's eye bukanlah nama khas bagi batu permata tetapi merupakan satu istilah batu permata. Batu permata yang menampilkan kesan cat's eye mempunyai satu luster mirip garis yang bercahaya di bagian tengah batu permata dengan latar belakang berwarna keemasan. Kesan ini merupakan satu keajaiban alam. Kesan luster ini menampilkan pantulan cahaya dari bagian warna mineral sebagai inclusion yang lebih cerah. Dalam istilah gemologi, ciri ini dikenal sebagai "chatoyancy". Istilah ini lahir dari Bahasa Perancis "chat" 230

(cat) dan "oeil" (eyes). Saintis percaya inclusion dari batu ini memberikan kesan cat's eye. Kesan ini dihasilkan apabila cahaya yang terpancar pada batu itu dipantulkan oleh inclusion yang lebih cerah dan kelihatan seperti mata kucing yang terkena cahaya. Apabila batu ini dicondongkan, kesan cat's eye ini juga seolah-olah bergerak mengikuti bagian atas batu. Cat's eye biasanya merujuk kepada batu permata dalam keluarga chrysoberyl. Fenomena cat's eye biasa terjadi pada batuan jenis chrysoberyl dan dikenal
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

sebagai chrsoberyl cat's eye. Namun demikian, batu permata lain juga dapat menampilkan ciri cat's eye seperti quartz cat's eye, ruby cat's eye, peridot cat's eye, sapphire cat's eye, emerald cat's eye, dan moonstone cat's eye. Ciri cat's eye pada batuan lain adalah sangat jarang ditemui dan kemungkinannya hanya satu dalam sejuta. Terdapat dua jenis ciri cat's eye pada chrysoberyl cat's eye. Pertama, kesan cat's eye pada batuan ini jelas kelihatan di bawah cahaya biasa dan kedua, kesan cat's eye hanya kelihatan jika terdapat cahaya lampu yang dipancarkan ke arahnya. Cat's eye lebih kelihatan jika batu chrysoberyl dipotong berbentuk cabochon karena batu yang berbentuk bulat atau bujur saja yang dapat menampilkan kesan cahaya yang menarik. Chrysoberyl cat's eye mempunyai kekerasan 8 pada skala Mohs. Warna chrysoberyl cat's eye beragam dari warna kuning lemon, kuning madu, dan kuning kehijauan hingga hijau dan hijau coklat. Negara penghasil utamanya ialah Sri Lanka, Brazil, dan Afrika Timur. Batu ini bukanlah sejenis batu yang mudah untuk ditemui. Chrysoberyl cat's eye merupakan batu permata

yang menampilkan keindahan dan keajaiban alam yang cukup sempurna. Tidak mengherankan jika harganya juga melambung tinggi tergantung kecantikan warna, transparansi, dan kesan cahaya cat's eye. Cat's eye yang baik mempunyai cahaya mirip garis di bagian tengah. Apabila membeli batu yang asli, pastikan "mata kucing" pada batu tersebut berada di bagian tengah dan "mata" tersebut dapat "terbuka" dan "tertutup" apabila batu itu dicondongkan. Chrysoberyl cat's eye yang berkualitas berwarna kuning madu dengan tone berwarna hijau. Spesimen yang baik mempunyai ciri transparansi yang baik. Ini dapat dilihat dengan memancarkan cahaya infra red pada batu tersebut dan lihat kesan penembusan cahaya. Jika cahaya dapat melalui batu tersebut, kesan transparansi batu itu baik dan harganya dapat melambung tinggi. Ada juga produk sintetik chrysoberyl cat's eye di pasaran dengan harga yang murah. Namun demikian, kualitas dan kilauan "mata kucing" sintetik tidak akan sama dengan yang asli.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

231

Gambar 10.40. Cat's eye

20) Tourmaline
Tourmaline adalah batu permata berharga yang mempunyai warna unik dan menarik. Nama tourmaline berawal dari legenda Mesir purba. Tourmaline mengembara dari bumi ke arah matahari melalui pelangi. Di perjalanan tourmaline mengutip semua warna dalam pelangi. Itulah sebabnya mengapa tourmaline disebut "batu permata pelangi" (rainbow gemstone). Namun cerita ini hanyalah dongeng zaman dahulu kala. Tourmaline sebenarnya berasal dari dialek "Singhalese" (singh) yaitu "tura mali" yang artinya "batu dengan beragam warna". Jadi namanya sendiri telah menggambarkan keunikan spektrum warna tourmaline. Tourmaline mempunyai varietas warna dari biru ke kuning, merah ke hijau dan gabungan dua atau tiga warna. Tourmaline mempunyai kekerasan 7 hingga 7.5 skala Mohs. Tourmaline dihasilkan dari gabungan beragam kristal komplek alumunium borosilika. Perubahan kecil dalam komposisi ini memberikan keragaman warna. Sangat jarang kristal tourmaline menampilkan hanya satu warna karena setiap kristal dalam komposisi tourmaline akan memancarkan warna dan tone yang berbeda. Warna pada tourmaline merupakan "diochorism" (perubahan warna pada suatu batu permata jika dilihat dari sudut yang berbeda). Kadangkala istilah ini juga merujuk kepada intensitas atau tone warna yang berbeda. Tourmaline cocok untuk semua orang dan tidak memerlukan penjagaan yang terlalu rapi. 232

Tourmaline mempunyai beragam nama mengikut warnanya. Tourmaline merah pekat dikenal sebagai "Rubellite", yang memberikan warna merah seakan-akan ruby di bawah cahaya. Terdapat juga "Pink Tourmaline" yang memberikan warna pink dan merah pada cahaya yang berlainan. Selain itu, terdapat juga tourmaline dengan beragam nama mengikuti warna yang dipancarkannya. Di antaranya tourmaline biru yang dikenal sebagai "Indigolith", tourmaline coklat keemasan (golden-brown) yang dikenal sebagai "Dravite", dan tourmaline hitam yang dikenal sebagai "Schorl". Tourmaline hitam (black tourmaline) mempunyai permintaan yang baik di pasaran karena dapat menghilangkan dan menghalang radiasi atau gelombang elektromagnet yang membahayakan pemakainya. Tourmaline hijau yang dikenal sebagai "verdelith" merupakan tourmaline yang agak populer. Warna hijaunya seakan-akan warna emerald karena kehadiran chromium dan kadangkala disebut sebagai "Chromium Tourmaline". Satu lagi tourmaline yang populer ialah "Paraiba Tourmaline" yang berwarna biru gelap hingga biru kehijauan yang dijumpai pertama kalinya pada 1987 di Paraiba, Brazil. Tourmaline kuning dari Malawi juga merupakan tourmaline yang baik kualitasnya di pasaran. Tourmaline seperti yang disebutkan tadi juga mempunyai gabungan dua atau tiga warna. Potongan yang populer ialah bentuk potongan "cross section" di mana kristal tourmaline dipotong secara tegak dari bagian tengah untuk
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

memperoleh warna yang menarik. Contohnya "Watermelon Tourmaline" mempunyai warna merah dan hijau yang berpasangan di bagian kiri dan kanan kristal dan satu lagi ialah "Moor's headTourmaline" yaitu tourmaline yang mempunyai warna hitam berpasangan dengan kristal yang berwarna putih. Tourmaline ditambang merata di dunia. Negara utama penghasil tourmaline ialah Brazil, Sri Lanka,

Afrika Selatan dan Amerika Serikat (Utah dan Maine). Negara lain yang turut menghasilkan tourmaline ialah Zimbabwe, Kenya, Tanzania, Mozambique, Madagascar, Pakistan dan Afghanistan. Tourmaline yang berkualitas mempunyai harga yang baik di pasaran.Namun ada juga tourmaline yang dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau walaupun kualitasnya tidak sama dengan kualitas tourmaline yang bernilai tinggi.

Gambar 10. 41. Beragam tourmaline 21) Spinel Spinel sering dianggap sebagai ruby. Sekali pandang, memang batu permata ini tidak berbeda dengan ruby. Banyak permata pada mahkota raja-raja dahulu sebenarnya spinel bukannya ruby. Mahkota "Black Prince's Ruby" yang dipakai oleh Henry V sebagai "Imperial State Crown" yang kini berada di British Crown Jewel merupakan spinel yang berwarna merah pekat seperti ruby asli. Queen Elizabeth juga mempunyai spinel merah yang dikenal sebagai "Timur Ruby" seberat 352 karat pada mahkotanya. Spinel diketahui berbeda dengan ruby sejak 1587. Alasan ini dikemukakan mengingat komposisi kimianya juga berlainan dari ruby yaitu Mg(Al2O4), Magnesium Alumunium Oksida. Spinel juga dikenal dengan nama lain seperti "Balas Ruby" merujuk kepada warna merah seperti ruby dan negara asalnya Afghanistan di mana spinel ditemui di daerah Badakshan (Balascia). Spinel berasal dari Bahasa Latin "spina" yang artinya "thorn" merujuk kepada bentuk segitiga kristalnya. Spinel mempunyai kekerasan 7 hingga 8 pada skala Mohs. Warna spinel mempunyai varietas dari orange, pink, merah, dan ungu. Spinel dari Myanmar mempunyai warna pink dengan tone warna orange yang menarik. Spinel juga terdapat dalam warna biru yang 233

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

dikenal sebagai "cobalt spinel" tetapi sangat jarang ditemui. Spinel juga dibuat secara sintetik dengan batu permata lain. Namun demikian, spinel sukar didapatkan di pasaran karena sangat sukar ditemukan dibandingkan ruby. Spinel dapat diperoleh

dengan harga yang sama seperti ruby yang biasa. Spinel ditemukan di Myanmar, Sri Lanka, Tanzania, dan Tadjikstan (Soviet). Spinel biasa dipotong berbentuk oval, bulat atau "cushion shape".

Gambar 10.42. Beragam spinel

22) Peridot
Peridot merupakan batu permata berkualitas dari varietas "forsterite olivine". Mempunyai warna hijau, peridot merupakan salah satu batu permata yang tidak mempunyai keragaman warna. Komposisi kimia peridot ialah (Mg, Fe)2SiO4 di mana ferum (fe) memainkan peranan penting dalam memberikan warna hijau pada batu permata ini. Peridot berasal dari istilah Yunani "peridona" yang artinya "giving plenty" (memberi lebih). Peridot juga dikenal dengan nama lain seperti Chrysolith dan Olivin. Kristal peridot dikatakan merupakan air mata Pele, dewa api 234

bagi masyarakat Hawaii. Bahkan ada juga cerita yang mengatakan bahwa emerald yang dipakai oleh Cleopatra sebenarnya merupakan peridot tetapi tiada fakta yang meyakinkan untuk membuktikannya. Peridot mempunyai kekerasan 6,5 hingga 7 pada skala Mohs. Bangsa Romawi kuno menggunakan peridot sebagai bahan perhiasan. Mereka menamakan peridot sebagai "Evening Emerald" karena warnanya mirip emerald. Peridot berkualitas berasal dari Kashmir yang dikenal sebagai "Kashmir Peridot" dengan warna hijau yang berkilauan. Selain itu, Pakistan juga mempunyai peridot
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

berkualitas yang hanya didapatkan di kawasan pegunungan dengan ketinggian 4000 m. Pakistan mendapat banyak permintaan peridot dari kawasan pergunungan ini. Peridot di kawasan tersebut hanya ditemui sampai sekitar pertengahan tahun 1990-an dan hanya ditambang pada musim panas karena kawasan pegunungan tersebut diliputi salj tebal. Peridot dari kawasan ini mempunyai bentuk, warna dan struktur kristal yang sangat cantik dengan berat melebihi 100 karat. Peridot yang berkualitas, "Peridot-Cat's Eye" dan "StarPeridot" merupakan peridot yang jarang ditemui dan mempunyai harga yang tinggi. Peridot dihasilkan oleh Arizona, Hawaii, Nevada, New Mexico (USA), Australia, Brazil, China, Kenya, Mexico, Myanmar (Burma), Norway, Pakistan, perbatasan Afgahanistan - Pakistan,

Kashmir, South Africa, Sri Lanka, dan Tanzania. Potongan peridot terbesar di dunia ialah 310 carat (62 g) yang terdapat di Smithsonian Museum di Washington, D.C. Selain itu, peridot dapat diperoleh dari meteorite dan batuan di angkasa . NASA pernah mengeluarkan kristal peridot (fostrite) pada 20 Febuari 2006 yang melekat di kapal angkasa Stardust selepas balik ke bumi dari misi ke ruang angkasa. Peridot agak populer digunakan sebagai perhiasan. Native Indian Jewellery contohnya menggunakan peridot yang memancarkan warna hijau dengan tone warna coklat yang cantik. Peridot sesuai dipakai sepanjang masa tanpa memerlukan penjagaan yang rumit. Biasanya peridot dipotong dengan bentuk yang dapat menampilkan "silky inclusion" pada kristalnya. Peridot merupakan birthstone bagi bulan Agustus.

Gambar 10.43. Kristal peridot yang dikeluarkan oleh NASA

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

235

Gambar 10.44. Potongan Peridot yang sangat indah Mineraloid - Obsidian, kaca gunungapi, tidak Mineraloid merupakan camberkristal. puran yang berupa mineral tetapi - Pearl (mutiara), organik, minetidak mempunyai struktur kristal. raloid. Mineraloid mempunyai kandungan - Opal, struktur tidak berkristal, dan komposisi kimia yang benarmineraloid. benar berlainan dengan mineral - Tektite, tidak berkristal, minerayang ada di alam sekitar ini. loid. Sebagai contoh obsidian ialah kaca yang bersifat amorphous terbentuk 24) Amber oleh magma yang dikeluarkan oleh Amber dipercaya telah dikegunungapi dan tidak mempunyai tahui sejak 360 hingga 1 juta tahun kristal. Jet ialah arang batu yang yang lampau yang tergolong dalam padat. Opal juga bukan mineral zaman Carboniferous dan Pleistokerana tidak mempunyai struktur cene. Walaupun begitu, kebanyakan kristal. Pearl (mutiara) dikelompokamber yang ditemukan berusia di kan sebagai mineral karena lingkungan 25 hingga 50 juta tahun. kehadiran kristal kalsium karbonat Dinosaurus dipercaya punah 65 juta dalam strukturnya, walaupun ada tahunlalu, di penghujung zaman pendapat yang mengatakan mutiara Cretaceous. Zaman Jurassic bertidak dihasilkan secara alami tetapi mula 144 juta tahun lalu. Ini dihasilkan oleh tiram. Namun menunjukkan zaman Jurassic demikian, mengingat struktur memiliki rentang 79 juta tahun kristalnya terikat pada bahan Namun demikian, saintis dari organik, lebih sesuai mutiara California Polytechnic state dikelaskan sebagai mineraloid. University telah mengeluarkan DNA Berikut adalah beberapa jenis dari serangga di dalam amber yang mineraloid yang dikenal: dipercaya berusia 120 hingga 135 - Amber, organik, struktur tidak juta tahun lalu, satu zaman dengan berkristal. dinosaurus. - Anthracite, varietas arang batu, Amber merupakan resin (ge"hard coal." tah) pohon pinus dan biasanya - Arang batu, organik, tidak ditemukan beserta serangga, daun, homogen, struktur tidak berkristal. atau sembarang makhluk hidup - Jet, mineraloid, struktur tidak yang terperangkap di dalamnya. berkristal. Termasuk juga bulu binatang, - Lignite, varietas arang batu, serpihan-serpihan pohon atau "Brown coal” hewan purba, dan beragam bahan - Limonite, ferum oksida terhidrat lainnya. Dalam waktu yang sangat yang amorfous, mineraloid. lama, amber menjadi keras dan 23) 236
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

terawetkan secara alami. Amber juga biasanya ditemukan bersama fosil. Amber yang ditemukan di Beirut mempunyai sekitar 700 jenis serangga termasuk anai-anai, lipas, beluncas, semut, labah-labah, kala jengking, dan lintah yang kebanyakannya terdiri atas serangga yang menghisap darah. Amber mempunyai banyak mitos dan legenda. Manusia pada zaman batu mengagungkan amber karena percaya bahwa amber mempunyai kekuatan supranatural. Bangsa masa lampau seperti Egyptian, Etruscan, Phoenician, dan Yunani juga menggunakan amber sebagai bahan perhiasan. Bahkan ahli sihir pada zaman dahulu percaya amber dapat memberikan mereka kekuatan tambahan. Dalam satu mitos, Ovid menulis tentang Phaeton, anak lelaki Phoebus, menaiki pedati yang dibuat dari sinar matahari menjelajahi langit sepanjang hari. Dia membawanya terlalu dekat dengan bumi dan akhirnya, pedati tersebut terbakar. Untuk menyelamatkan bumi, Dewa Pluto terpaksa menyambar Phaeton dengan petir untuk menghindarkan api tersebut membakar bumi. Phaeton mati dan lenyap. Ibu dan adik perempuannya terlalu sedih dan mengadu kepada pohon pinus dan menangis sepanjang hari. Air mata mereka dikeringkan oleh matahari dan menjadi amber. Amber dikenal oleh Bangsa Yunani sebagai "amber electron" atau "sun-made" (dibuat oleh matahari) mungkin karena mitos Phaeton atau mungkin juga karena efek elektrostatik yang dihasilkan apabila amber digosok kain. Homer, seorang penulis Yunani menulis bahwa amber merupakan perhiasan yang sangat berharga. Seorang lagi

penulis, Nicias menyatakan amber merupakan jus matahari yang dihasilkan apabila matahari terbenam di lautan dan jus tersebut dibawa oleh ombak ke tepi pantai. Pada zaman Maharaja Nero memerintah Roma, beliau memerintahkan tentara Roma menakluk dan mengambil alih kawasan penghasil amber. Semasa zaman pemerintahannya, Plini seorang ahli falsafah Roma menulis, harga ukiran amber lebih mahal dibandingkan harga seorang hamba yang sehat dan kuat. Bangsa Jerman di masa lampau juga membakar amber sebagai bahan pewangi dan menamakannya "burn stone". Pada Zaman Pertengahan, amber yang berkilau tanpa warna merupakan amber yang paling berharga karena permukaannya yang licin dan transparant. Di Eropah, sekitar tahun 1400, pihak istana mengarahkan tentara mengawal perdagangan dan memberantas penyeludupan amber. Amber hanya dapat dipakai oleh golongan bangsawan dan rakyat biasa harus mempunyai izin dari pihak istana untuk memakai amber. Menyimpan amber tanpa izin merupakan satu kesalahan ketika itu. Amber merupakan "kapsul masa" yang telah membantu saintis mengenal lebih dari 1000 spesies serangga yang telah punah atau yang telah berevolusi. Di dalam film Holywood yang populer, Jurassic Park, terdapat satu babak di mana saintis mengeluarkan DNA dinosaurus dari amber dan "menghidupkan" kembali dinosaurus dari DNA yang terawetkan dalam amber. Amber mempunyai nilai yang tinggi tergantung pada serangga 237

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

atau hewan yang terperangkap di dalamnya. Copal, juga sejenis resin pohon tetapi tidak menjadi fosil yang sempurna seperti amber. Copal dipercaya hanya berusia beberapa ribu tahun. Bahkan ada perdebatan yang mengatakan deposit amber di Afrika sebenarnya adalah copal. Amber mempunyai warna kuning, orange hingga coklat. Kebanyakan amber yang digunakan sebagai perhiasan dihasilkan dari Baltic dan Republic Dominican di mana amber dari Republic Dominican mempunyai nilai yang paling tinggi di pasaran. Amber juga dihasilkan oleh Denmark, Norway, dan England. Negara penghasil amber yang lain adalah Myanmar, Lebanon, Sicily, Mexico, Romania, German, Denmark, dan Kanada. Amber dari Baltic juga mendapat perhatian di pasaran dan dihasilkan

oleh Lithuania, Latvia, Estonia, Poland, dan Russia. Amber dari Republic Dominican sangat sukar didapat. Amber hanya mempunyai kekerasan 2,5 hingga 3 pada skala Mohs. Amber juga dapat dibuat oleh manusia. Banyak uji yang harus dilakukan untuk membedakan amber yang dibeli merupakan amber asli atau amber yang dibuat oleh manusia. Campurkan air dengan garam sebagai larutan yang sangat pekat. Rendam amber tersebut di dalam larutan garam tersebut. Jika amber tersebut timbul, ia merupakan amber asli. Tetapi jika tenggelam, ia merupakan amber yang dibuat oleh manusia. Copal asli juga tenggelam. Uji ilmiah lainnya diperlukan untuk membedakan copal dengan amber.

Gambar 10.45. Beragam bentuk amber

25) Opal
Opal ialah sejenis mineral "amorphous" yang memiliki komposisi SiO2nH2O (silikon dioksida terhidrat) dengan kandungan air yang terikat di dalam mineral ini dapat mencapai 20%. Opal mempunyai warna putih, biru muda, 238

kelabu, merah, kuning, hijau, coklat, dan hitam. Opal yang biasa merupakan amorphous karena tidak mempunyai elemen yang berstruktur. Namun demikian, opal yang berharga (precious opal) mempunyai unsur yang berstruktur dan tersusun.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Opal berasal dari istilah Sansekerta "upala", Yunani "opallios", dan Latin "opalus" yang memiliki arti ”batu yang berharga”. Oleh karena struktur opal yang amorphous, opal tidak begitu kuat dengan kekerasan pada skala Mohs hanya 5,5 hingga 6,5. Walaupun begitu, opal merupakan batu permata yang berharga sebanding dengan sapphire, emerald, dan ruby. Opal mempunyai warna yang menarik karena kandungan ferum (Fe) dan air yang memberikan warna berkilauan. Selain dari itu, kandungan air yang terikat di dalam struktur atomnya menjadikan batu permata ini tidak mempunyai "jardin" (kesan seakan-akan retak) di bagian dalam batu permata ini. Pakar gemmology (batu permata) mengelompokan opal berdasarkan warna dan corak. Diantaranya ialah Dark atau Black Opal, White atau Light Opal, Milk; atau Crystal Opal, Boulder Opal, Opal Matrix, Yowah Nuts (dari Queensland yang juga dinamai "picture stones"), Mexican Opal yang juga dikenal sebagai "Fire Opal". Opal telah digunakan sejak dahulu kala. Bangsa Roma kuno menggambarkan opal sebagai batu permata yang cantik dan berharga. Menurut seorang penulis Roma terkenal Pliny, opal digambarkan mempunyai kilauan cahaya alamandine, warna ungu berkilauan seperti amethyst, kuning keemasan seperti topaz, dan biru gelap seperti sapphire dan seluruh warna ini muncul sebagai gabungan warna yang sangat indah. Opal berharga (precious opal) mempunyai struktur dalam yang berwarna cantik. Precious opal merupakan komposisi silika ber-

bentuk sfera yang tersusun rapi dalam susunan hexagonal atau kubik. Susunan atom silika yang sangat rapi ini menjadikan opal berharga mempunyai "asterism" sebagai fenomena optikal (optical phenomenon) yang digambarkan dengan warna berkilauan yang dipancarkannya. Warna pada opal berharga terjadi oleh kehadiran elemen seperti besi, basalt, obsidian, quartz ataupun kombinasi beberapa elemen tersebut. Opal berharga agak sukar untuk dipotong. Biasanya, opal berharga didapatkan dalam bentuk bulat atau bujur. Ini karena lapisan luarnya yang rapuh dan sukar untuk dibentuk. Opal yang biasa juga digemari orang. Ada beragam jenis opal seperti milk opal, blue-green opal, resin opal, honey-yellow with a resinous lustre wood opal (terjadi akibat aktivitas organik di dalam kayu dengan opal), menilite brown opal, hyalite opal, dan geyserite opal yang tidak berwarna dan berkilau (Muller's Glass). Opal juga dapat dibuat dari batuan seperti limonite, sandstone, rhyolite, dan basalt yang memberikan warna dan corak yang menarik. Australia merupakan ne-gara penghasil opal utama dunia dengan memenuhi 95% keperluan pasar dunia. Selain itu, opal juga ditambang di Brazil, Amerika Serikat (Idaho dan Nevada), Mexico, dan Mali. Opal sintetik juga dapat diperoleh di pasaran. Opal sintetik biasanya porous dan mempunyai kepadatan rendah. Biasanya, corak pada opal sintetik tersusun seperti "lizard skin" jika dilihat di bawah mikroskop. Dua peruhaan besar dari Jepang yaitu Kyocera dan Inamori mengkomersialkan opal sintetik. 239

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

"Gilson opals" juga merupakan opal sintetik yang populer dan sering dijadikan bahan perhiasan. Opal merupakan birthstone untuk bulan Oktober. Di dalam legenda purba, Bangsa Roma dan Yunani percaya opal diberikan oleh dewi bulan sebagai "ophthalmios" (batu mata). Orang Arab juga

percaya bahwa opal jatuh dari syurga ketika petir menyambar menyebabkan opal mendapatkan warnanya yang bersinar. Namun kepercayaan lama menyatakan batu opal ini tidak mempunyai asas yang jelas dan hanya tinggal sebagai legenda yang ditularkan dari mulut ke mulut.

Gambar 10.46. Opal berharga yang berwarna hijau dan biru-ungu 26) Pearl Pearl (mutiara) merupakan batu permata yang dihasilkan oleh tiram. Pearl adalah batu permata organik yang terjadi apabila tiram menyelaputi sesuatu bahan dengan nacre (sejenis bahan organik yang dihasilkan oleh tiram dan hewan jenis moluska). Dahulu, pearl dianggap sebagai aset bagi keuangan dan dapat disandingkan dengan harta yang berharga karena sukar 240 untuk mendapatkannya. Beribu-ribu tiram terpaksa diburu hanya untuk mendapatkan satu butir pearl. Pearl kini dibudidayakan oleh manusia. Satu butir kecil benda diletakkan di dalam tiram dan tiram tersebut dilepaskan kembali ke dalam air. Selang beberapa tahun, tiram itu akan diambil dan pearl akan dihasilkan karena tiram telah menyelaputi butiran tersebut dengan bahan organik yang dinamakan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

nacre. Jepang merupakan penghasil utama "cultured pearl" (pearl yang dibudidayakan). Di dalam air yang bersuhu tinggi di Pasifik Selatan, tiram dibudidayakan untuk menghasilkan pearl yang lebih besar, sementara itu di Tahitian, "black pearl" dibudidayakan. Pearl dari tiram air tawar dibudidayakan di China. Pearl terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: - Pearl alami (tanpa campur tangan manusia). - Pearl yang dikultur ("cultured pearl" ini telah diperkenalkan sejak 1893). - "Baroque pearl" (pearl yang mempunyai bentuk yang pelik). - "Blister pearl" (Pearl yang dihasilkan di bagian dalam kerang). - "Biwa pearl" (pearl yang mempunyai bentuk pelik dan didapatkan di Tasik Biwa, Jepang). - "Black pearl" (pearl yang berwarna hitam). - Pearl air tawar ("fresh water pearl" mempunyai bentuk seperti gumpalan nasi). - "Mabe pearl" (blister pearl yang dikultur). - "Seed pearl" (kecil dan banyak digunakan oleh permata Victorian dan dijahit pada baju). Pearl mempunyai varietas warna putih, putih kekuningan, kuning, pink, dan hitam. Bentuknya tidak harus bulat sempurna walaupun biasanya pearl sering dilihat berbentuk bulat sempurna. Pearl yang dikultur maupun yang asli memerlukan waktu sekurangkurangnya 7 hingga 8 tahun untuk dihasilkan. Pearl mempunyai kekerasan 2,5 hingga 4,5 pada skala Mohs. Perawatan yang baik

diperlukan bagi pearl. Cahaya yang dipancarkan oleh pearl terjadi oleh lapisan yang membentuk karakteristik luster (kilauan) yang menarik. Pearl yang berharga biasanya dihasilkan secara alami. "Black pearl" juga mempunyai nilai yang baik di pasaran. Di Jepang, industri pearl yang dikultur diusahakan oleh "Mikimoto Pearl". Mikimoto adalah nama tempat di mana pearl yang dikultur mempunyai kualitas yang tinggi dan didapatkan dalam pasaran antara bangsa dengan harga yang tinggi di atas permintaan pasar. Namun begitu, pearl yang berharga dinilai dari kilauan cahaya yang dihasilkan oleh "orient luster". Pearl yang baik tidak mempunyai cacat pada teksturnya. Warna merah jambu yang dikenal sebagai "rose tint" banyak digemari. Pearl dihasilkan di Jepang (laut dan pantai air asin), China (air tawar), India dan Sri Lanka (kepulauan dan teluk), Laut Merah, Laut Pasifik Selatan, dan Teluk Tahitian. Selain itu, Scotland, Ireland, France, Austria, German, dan Amerika Serikat (Mississippi) menghasilkan pearl air tawar. Pearl asli dihasilkan dari Jepang, Teluk Gulf, Teluk Manaar (Lautan Hindi), dan Laut Merah sejak ribuan tahun lalu. Malaysia juga mempunyai catatan dalam industri pearl. Pearl merupakan birthstone untuk bulan Juni. Dalam mitos China, pearl merupakan air mata naga yang jatuh dari langit ketika naga sedang bertempur. Bangsa Yunani percaya pearl merupakan air mata dewa-dewa yang dipercaya dapat mengabulkan permintaan mereka dan menghindari perceraian. 241

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Gambar 10.47. Pearl yang dikutip dari tiram

Gambar 10.48. Perhiasan dari pearl

27) Tektite
Tektite merupakan batu permata yang mempunyai ciri objek berkaca seperti obsidian tetapi berbeda dengan meteorite. Secara kimia, tektite merupakan "kaca" alami yang mengandung alumunium, potassium, kalsium karbonat dan beberapa unsur dari batuan beku dan sedimen. Namanya berasal dari istilah Yunani "tektos" yang berarti cair (melted). Tektite 242

jarang ditemukan dalam ukuran besar (biasanya kurang dari 300 gram) dan selama ini spesimen yang paling besar yang pernah ditemukan seberat 12 kg. Tektite mempunyai beragam bentuk dan tidak mempunyai struktur yang spesifik. Bagi sebagian pakar, batu tektite mempunyai genetik yang rumit. Salah satu teori menyatakan batu tektite berasal dari meteorite. Tektite merupakan batu yang menjadi cair
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

akibat suhu yang tinggi akibat hantaman meteorite ke bumi. Cairan batu ini bergabung dengan cairan batu meteorite dan akhirnya mengeras. Tektite mempunyai kekerasan 5,5 hingga 6,5 pada Skala Mohs. Tektite merupakan batu yang sangat kering dengan kandungan air sekitar 0,005%. Bahkan hasil uji isotop terhadap jenis batu ini pernah menjumpai partikel serpihan yang bukan berasal dari bumi. Ini juga menguatkan teori yang mengatakan tektite adalah batu meteorite yang terbentuk dalam keadaan yang sangat ekstrem dan tekanan yang tidak. Tektite mempunyai beragam nama dan nama-nama ini diberikan berdasarkan pada tempat batu ini ditemukan. Batu tektite yang paling populer ialah moldavite yang dijumpai pada tahun 1787 di Sungai Moldau di Bohami, Czechoslorakia (Republik Czech). Sekitar tahun 1860, batu tektite turut ditemukan di Jerman dan Austria yang dikenal sebagai moldavite. Moldavite yang dijumpai di Republik Czech diperkirakan berusia sekitar 14 juta tahun. Teori mengatakan moldavite merupakan serpihan kecil meteorite besar yang menghentam bumi. Bahkan serpihan ini dikatakan berasal dari serpihan meteorite yang terpelanting beratus-ratus kilometer dari tempat hantaman. Tektite yang dijumpai di Australia dinamakan australite. Australite merupakan batu tektite yang berkait dengan teori batu tektite berasal dari batu meteorite. Batu australite mempunyai kesan cairan di bagian sisi dan depan batu. Ini menguatkan lagi teori tektite yang berasal dari meteorite karena secara rasional, batu

meteorite yang jatuh ke bumi akan terbakar dari bagian depan dan seterusnya ke bagian sisi apabila memasuki atmosfera akibat panas bergesekan dengan udara. Suhu yang sangat tinggi inilah yang akan mencairkan batu meteorite dan batuan di bumi apabila terjadi hantaman. Batu meteorite ini membentuk batu tektite (australite) yang berkaca mempunyai inclusion berbentuk buih tetapi tidak mempunyai inclusion berbentuk kristal seperti obsidian. Australite ditemukan di Tasmania (juga disebut sebagai Darwin Glass), bagian Utara Australia, dan bagian kepulauan di benua itu. Tektite juga ditemukan di beberapa tempat lainnya terutama di negara-negara Asia. Tektite yang dijumpai di Filipina dinamakan philipinite, Indonesia (Javanites), Malaysia (Malaysianites), Thailand, Burma, Myanmar, Vietnam, Laos dan China (Indochinites), Ivory Coast (Ivorites), Colombia (Colombianites), dan di Amerika seperti di Bedias di Texas (Bediasites) dan Georgia (Georgia Tektite). Bagaimanapun juga, Americanites yaitu batu kaca dari gunungapi yang dijumpai di Peru bukan merupakan tektite tetapi lebih merupakan obsidian. Di Malaysia, terdapat catatan batu tektite (Malaysianites) yang dijumpai di bagian selatan Semenanjung Malaysia. Tektites biasanya berwarna hitam dan gelap. Hanya moldavite yang mempunyai warna hijau. Namun begitu, terdapat juga tektite yang ditemukan dengan warna merah jambu di Colombia, kuning di Australia, dan putih kekuningan di Afrika. Namun demikian, spesimen tektite berwarna ini jarang 243

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

ditemukan. Sebagian tektite yang dijumpai mempunyai permukaan yang licin ada juga yang kasar. Tektite biasanya mempunyai ciri transparan dan semi transparan. Tektite sering dikombinasikan dengan perhiasan yang dibuat dari

emas dan perak untuk menambah kecantikan serta nilainya. Biasanya tektite tidak dipotong untuk memunculkan bentuk asalnya. Ada juga tektite yang diukir untuk meningkatkan nilai dan seni.

Gambar 10.49. Tektite

Gambar 10.50. Australite 28) Obsidian Obsidian dihasilkan dari magma yang keluar dari dalam bumi ketika gunungapi meletus dan membeku secara tiba-tiba. Obsidian memiliki struktur kristal yang besar, agak keras dan seperti kaca. Komposisi kimia utama obsidian ialah 244 silikon oksida (SiO2) dengan campuran ferum, (Fe3O4) dan magnesium (MgO) yang memberikan warna hijau tua hingga kehitaman. Obsidian mempunyai kekerasan 5 hingga 5,5 pada skala mohs. Obsidian mempunyai sifat seperti mineral tetapi sebenarnya
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

bukan sejenis mineral karena sama seperti kaca dan tidak mempunyai struktur kristal yang spesifik. Adakalanya, obsidian dikelompokkan dalam kumpulan mineraloid. Komposisi obsidian hampir seluruhnya adalah felsic (gabungan silika dan feldspar) dengan 70% atau lebih terdiri atas silikon dioksida. Pada pembentukan obsidian, ada kalanya granite dan rhyolite turut membentuk kristal dalam komposisi obsidian. Sejak zaman batu, obsidian seperti flint, sudah digunakan sebagai pisau atau senjata. Obsidian juga digunakan sebagai cermin pada masa itu. Suku Mouri di New Zealand menggunakan obsidian sebagai mata lembing dan anak panah dalam peperangan maupun untuk berburu. Bangsa kuno Mesoamerica di Colombia menggunakan obsidian sebagi perhiasan dengan cara mengukir batu ini menjadi patung dan beberapa jenis peralatan untuk digunakan sehari-hari. Bahkan bangsa ini juga menggunakan obsidian untuk membuat pedang, yang disebut "macuahuitl" karena sangat tajam. Bangsa kuno di Amerika Utara menggunakan obsidian sebagai mata uang. Biasanya obsidian akan diukir atau dijadikan sebagai pisau serta peralatan lain untuk dijadikan bahan perantara dalam perdagangan. Bahkan, obsidian juga digunakan sebagai bahan mata patung Moai di Pulau Easter.

Usia obsidian ditentukan menggunakan sistem Obsidian hydration dating untuk mengetahui usia suatu artefak yang dibuat dari batu obsidian. Selain itu, obsidian juga memiliki karakteristik berbeda sesuai tipe gunungapi yang menghasilkannya. Ini secara tidak langsung memudahkan ahli arkeologi merujuk identitas obsidian. Varietas obsidian cukup beragam. Obsidian yang biasa ditemukan berwarna hitam, mempunyai permukaan licin dan berkilau jika dipotong secara cabochon. "Sheen obsidian" yang mempunyai inclusion seperti buih terbentuk dikarenakan semasa lava yang sedang menggelegak tiba-tiba menjadi dingin di dalam air. Buih ini menghasilkan corak yang menarik pada obsidian dan kadangkala disebut "rainbow obsidian". Sheen obsidian merupakan batuan yang translucent. "Snowflake obsidian" terbentuk dari kristal jenis "cristobalite" yang membentuk tumpukan putih sebagai inclusion pada obsidian berwarna hitam. Ada juga obsidian berbentuk "nugget" berukuran kecil yang terbentuk secara alami akibat pengaruh air atau angin yang dinamakan "apache tear". Obsidian ditemukan di Italia, Mexico, Arizona, Colorado, Idaho, Texas, Utah, Hawaii, Indonesia, Scotland, dan New Zealand. Negara -negara yang memiliki gunungapi juga menghasilkan obsidian.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

245

Gambar 10.51. Obsidian hitam dengan jalur berwarna coklat

Gambar 10.52. Banded Obsidian 29) Jade Jade adalah batu permata sebagai simbol tenaga dan keunikan dalam suatu mitos. Kecantikan dan keindahan warna yang dipancarkan, jade telah menjadi daya tarik sejak ribuan tahun lalu. Jade biasanya berwarna hijau tetapi ada juga yang berwarna putih, hitam, merah, orange, biru dan kuning. Sejak 7000 tahun lalu, manusia menggunakan jade sebagai perhiasan dan senjata. Orang Maoris di New Zealand menggunakan jade sebagai senjata di dalam peperangan. Bangsa purba seperti Maya, Aztec, Korea, dan Olmec menyanjung jade sebagai batu permata yang lebih berharga dari emas. Sejak 3000 tahun sebelum Masehi, jade terkenal di China sebagai "royal gems" (batu permata diraja). Bagi bangsa China, jade dianggap penting dan sangat berharga seperti emas. Kini, jade menjadi simbol kekuatan, kebaikan, 246 kecantikan, dan berharga. Masyarakat Cina juga menyanjung jade sebagai simbol kepandaian, keadilan, ketabahan, dan menjadi simbol kecantikan bagi wanita yang memakainya. Ini menunjukkan jade begitu penting di dalam masyarakat Asia khususnya masyarakat Cina. Jade atau "yu" (dalam bahasa Cina) ialah suatu istilah untuk dua jenis batuan yang terbentuk dari mineral silika berbeda yaitu nephrite (Ca2(Mg,Fe)5Si8O22(OH)2) dan jadeite (Na (Al,Fe)Si2O6). Nephrite berasal dari mineral amphibole actinolite yang kaya kalsium dan magnesium. Jadeite juga berasal dari batuan jadeitite yang dihasilkan dari pyroxene yang kaya natrium dan alumunium. Jade berasal dari istilah Spanish yaitu "piedra de ijada" yang berarti "lion stone", digunakan oleh orang Ameridian sebagai obat penyakit buah pinggang. DiseDirektorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

babkan oleh khasiatnya yang dapat menyembuhkan penyakit buah pinggang, ia dikenal sebagai "lapis nephriticus". Pakar geologi dan gemologi membedakan kedua jenis mineral ini sejak awal abad ke 19 karena perbedaan mineral, proses kejadian, kekerasan dan bentuknya. Di China, nephrite dan jadeite dianggap sama dan dikenal sebagai "zhen yu" (jade asli). Perbedaan yang dapat dilihat di antara keduanya ialah warna. Nephrite memiliki varietas warna hijau tua, hijau-coklat, putih, kuning, dan merah. Jadeite berwarna hijau muda hingga hijau tua, tetapi ada juga yang berwarna biru tua, hitam, coklat, putih atau pink, dan kuning atau merah. Jade berwarna amat penting dalam menentukan nilai di pasaran. Warna hijau merupakan warna jade yang paling berharga. Warna biru violet nuances of lavender jade juga merupakan warna yang berharga. Jade putih, pink dan kuning juga menjadi pilihan sebagai perhiasan. Selain itu, bentuk dan corak yang terdapat pada jade juga amat penting. Corak yang biasa seperti urat, atau campuran kontras warna yang berbeda menjadi pilihan. Jade dari mineral jadeite jarang ditemukan dan merupakan jade yang berharga. Nephrite biasa ditemukan dan deposit nephrite terdapat di China, New Zealand, Russia, Guatemala dan Swiss Alps (Pergunungan Alps). Dark green jade, yang dikenal Canada jade, dijumpai di Bagian Barat Canada. Jadeite ditemukan di China, Russia dan Guatemala, tetapi yang terbaik berasal dari Myanmar. Jade mempunyai kekerasan 7 pada Skala Mohs.

Jade dipotong dari bongkahbongkah batu untuk mendapatkan kualitas yang baik. Selain itu, jade biasa dibuat secara sintetik dengan mencairkan hablur jade dan membentuknya kembali dengan penambahan bahan mineral lain seperti magnesite, howlite dan / atau marmer untuk meningkatkan kualitas dan kekerasan. Pada proses pemotongan jade di Canton, Beijing dan Hong Kong, jade diproses menggunakan carborundum (serbuk silika) dan serbuk diamond untuk mendapatkan permukaan yang licin dan rata. Perawatan jade juga dikembangkan untuk meningkatkan kualitas agar laku di pasaran. Proses peningkatan ini juga disebut sebagai proses penstabilan (stabilized), menggunakan tiga cara, yaitu: - Jenis perawatan A - jade tidak dirawat tetapi diberikan satu lapisan yang dilekatkan pada permukaannya. - Jenis perawatan B – menggunakan asam atau peluntur untuk melunturkan warna jade dan kemudian ditambah dengan resin polimer (sejenis resin sintetik) untuk menyerahkan kesan berkilau dan warna. Hasilnya, jade yang dirawat kelihatan sangat sempurna dan menarik. Untuk membedakan keaslian jade, sejenis alat infrared spectroscopy dapat menguji dengan tepat kehadiran polimer di dalam jade. - Jenis perawatan C - warna jade dilunturkan atau ditambahkan warna. Contohnya jade yang berwarna merah dapat ditingkatkan untuk mendapatkan warna merah yang lebih menyala.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

247

- Selain itu terdapat juga perawatan
yang melibatkan proses B dan C dimana jade diwarnai dengan colouring dye dan ditambahkan resin polimer. Jade tiruan sangat banyak di pasaran dan menjadi alternatif yang murah seperti jade tiruan yang dibuat dari kaca. Selain itu, banyak juga mineral dan batu permata lain yang dijual sebagai jade. Contohnya serpentine (serta bowenite), carnelian, aventurine quartz, grossularite, vesuvianite, soapstone (dan juga steatite seperti shoushan stone) dan

chrysoprase. Ini mungkin terjadi karena kekeliruan segelintir peniaga yang menjual batu permata. Beberapa nama jade tiruan seperti "Korean jade," "Suzhou jade," "Styrian jade," "Olive jade", dan "New jade" ialah serpentine; "Transvaal jade" atau "African jade" adalah grossularite; "Peace jade" merupakan campuran serpentine, stichtite, dan quartz; "Malaysia jade" ialah quartz yang diwarnakan; "Mountain jade" juga merupakan dolomite marmer yang diwarnai.

Gambar 10.53. Jade 30) Jadeite Jadeite merupakan sejenis mineral pyroxene, bersifat monoclinic dengan komposisi NaAlSi2O6. Jadeite dikenal juga dengan beberapa nama seperti Agate verdâtre, Feitsui, Jadeit, Jadeita, Natronjadeit, Yunnan Jade, Yu-stone, dan Sinkiang jade. Jadeite berada pada nilai 6,5 hingga 7 skala kekerasan Mohs. Batuan yang mengandung jadeite sepenuhnya disebut jadeitite. Jadeitite 248 membentuk suatu senyawa yang kukuh dengan mineral dari kumpulan pyroxene seperti augite dan diopside (yang kaya CaMg), aegirine (NaFe), dan kosmochlor (NaCr). Pyroxene di dalam komposisi jadeite dan augite dikenal sebagai ompachite. Jadeite agak resistan dalam kondisi alami. Jadeite merupakan batu jade yang berharga selain amphibole dan nephrite.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Jadeite terbentuk dalam batuan jenis metamorfik di bawah tekanan tinggi dan suhu yang agak rendah. Albit (NaAlSi3O8) merupakan mineral yang biasa dalam kerak bumi di mana spesifik gravitinya lebih rendah dari jadeite. Akibat penambahan tekanan dalam kerak bumi, albit bercampur dengan kuarsa membentuk jadeite. Beberapa jenis mineral yang berasosiasi membentuk jadeite adalah glaucophane, lawsonite, muscovite, aragonite, serpentine, dan quartz. Jadeite terbentuk dalam batuan terutama yang kaya serpertine. Jadeite berwarna hijau pucat hingga hijau gelap, kebiruan (varietas warna baru yang ditemukan juga dikenal sebagai "Olmec Blue"). Selain itu jadeite juga dijumpai dalam warna merah jambu, ungu, dan beragam warna yang jarang ditemukan. Warna jadeite dihasilkan oleh kehadiran ion logam kromium dan besi. Jadeite biasanya agak berkilau (translucent). Jadeite yang terbaik ditemukan di California, Myanmar, New Zealand dan yang terbaru di Guatemala. Selain itu, negara lain yang turut menghasilkan jadeite adalah Kazakhstan, Russia, British Columbia, Alaska, dan Turkestan. Bangsa China dan Jadeite tidak dapat dipisahkan karena masyarakat China sangat menghargai jadeite sebagai batu yang berharga. Warna yang paling digemari ialah hijau dan agak transparant yang dikenal sebagai warna "Imperial Green". Jadeite

Imperial Green bewarna hijau mirip emerald dan agak transparan. Jadeite jenis ini merupakan batu jade yang paling mahal dan menjadi buruan karena sangat sukar untuk dijumpai. Satu lagi warna jadeite yang menjadi kegemaran ialah putih. Masyarakat China mengukir batu jadeite putih menjadi patung. Warna lain seperti Olmec Blue dengan warna hijau kebiruan dan corak agak transparan juga menjadi fenomena baru bagi penggemar jadeite. Olmec Blue yang jumpai dari Lembah Motagua, Guetamala menurut sejarah merupakan batu yang digunakan oleh orang Mesoamerican Olmec dan Maya juga Costa Rica pada zaman dahulu sebagai perhiasan. Jadeite Olmec Blue hanya ditemukan di Guatemala dan ditambang oleh masyarakat asli Guatemala. Tiruan jadeite sangat banyak dibuat, terutama yang mempunyai warna hijau mirip Imperial Jade. Proses pembuatan jadeite sintetik ini dilakukan dengan cara meleburkan batuan jadeite yang berkualitas rendah dalam campuran magnesite, howlite dan/atau marmer ditambah pewarna. Bahkan banyak juga batu lain yang dijual sebagai jade. Diantaranya ialah serpertine yang dikenal sebagai "Korean jade," "Suzhou jade," "Styrian jade," "Olive jade", dan "New jade." Agak sukar untuk membedakan antara serpentine dan jadeite karena warna dan sifatnya yang agak sama. Selain itu chrysoprase dan aventurine adakalanya dianggap jadeite.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

249

Gambar 10.54. a. Jadeite setelah dipoles

Gambar 10.54. b. Kristal jadeite 31) Nephrite Nephrite (Ca2(Mg,Fe)5Si8O22(OH)2) adalah batuan dari mineral amphibole actinolite yang kaya dengan kalsium dan magnesium. Nephrite dijadikan batu permata untuk perhiasan seperti cincin, gelang, dan rantai serta diukir untuk meningkatkan nilainya. Nephrite berasal dari istilah Latin "lapis nephriticus" sebagai terjemahan dari istilah Spanish "piedra de ijada" artinya "loin stone" dan digunakan oleh orang Ameridian sebagai obat untuk penyakit buah pinggang. Nephrite juga dikenal dengan beberapa nama seperti Aotea, Axe-stone, B.C. Jade, Beilstein, British Columbian Jade, Canadian Jade, Grave Jade, Kidney Stone, Lapis Nephriticus, Nephrit, 250 Nephrita, Nephrite (of Werner), New Zealand Greenstone, New Zealand Jade, Siberian Jade, Spinach Jade, Talcum Nephriticus, dan Tomb Jade. Nephrite memiliki ciri agak bersinar (translucent) dengan warna putih hingga kuning yang dikenal dengan nama mutton fat jade di China. Selain itu warna putih hingga coklat cerah atau kelabu juga dikenal sebagai chicken bone jade. Menurut sejarah Nephrite telah digunakan oleh Bangsa China kuno, New Zealand (suku Māori kuno), Amerika Utara, suku Neolitik Eropa, dan bangsa-bangsa kuno di Asia Tenggara. Kini Kanada merupakan sumber terbaru bagi sejenis nephrite yang dikenal sebagai lapidary nephrite.
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Nephrite di New Zealand dikenal sebagai "pounamu" dalam bahasa Māori, sangat dihargai dan memainkan peranan sangat penting dalam tradisi suku Māori. Nephrite telah dianggap sebagai "taonga" atau harta karun dan dilindungi Treaty of Waitangi (dari bahasa Māori: Tiriti o Waitangi) yaitu suatu perjanjian dengan British yang ditandatangani pada 6 Februari 1840 oleh ketua suku Māori, di mana suku Māori mempunyai hak atas tanah dan negara mereka. Bagian selatan New Zealand dikenal sebagai "Te Wai Pounamu" oleh suku Māori yang berarti "The [land of] Greenstone Water" karena nephrite dijumpai di tempat tersebut. Sejak zaman Neolitik, Nephrite telah digunakan bangsa Neolitik China sebagai batu permata untuk upacara dalam kehidupan seharihari. Ketika itu sumber nephrite ditambang di kawasan Ningshao berdekatan dengan Delta Sungai Yangtze (3400-2250 SM) dan di kawasan Daerah Liaoning

berbatasan dengan Mongolia (47002200 SM). Dahulu nephrite turut digunakan dalam upacara pemakaman di mana mayat dikenakan perhiasan dari jade (nephrite). Dari zaman Dinasti China hingga kini, nephrite turut ditambang di bagian Barat China di Daerah Xinjiang. Selain itu kawasan lain seperti Lantian dan Shaanxi turut mempunyai deposit jade yang tinggi permintaannya. Nephrite berwarna putih dan hijau dijumpai di kawasan sungai yang bersumber dari kawasan pegunungan Kuen-Lun hingga ke bagian utara melalui kawasan gurun di Takla-Makan. Nephrite juga ditambang di Sungai Yurungkash (nephrite putih) dan Sungai Karakash (nephrite hitam). Dahulu, di kawasan jajahan wilayah Khotan hingga ke bagian selatan “Jalan Sutera” (Silk Road), pajak tahunan dikenakan pada jade (nephrite) terutama yang berwarna putih karena batu tersebut dianggap lebih berharga dari emas dan perak.

Gambar 10.55. Nephrite 32) Topaz Topaz dengan rumus kimia Al2(Si04)(OH,F)2 ialah sejenis silikon yang mengandung gabungan alumunium bersama dengan fluorine dan hidroxil. Nama topaz berasal 251

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

dari nama kepulauan Topazos yang kini dinamakan Zebirget, terletak di Laut Merah. Pada zaman dahulu, ukiran burung elang di batu topaz digunakan untuk menyatakan niat baik dari seorang raja, ratu, dan hartawan. Orang Yunani mempercayai topaz memberikan kekuatan manakala bangsa Mesir purba mempercayai topaz dapat memperbaiki penglihatan. Topaz biasanya ditemukan dalam bentuk kristal yang mempunyai kilauan prismatik dan dapat melewatkan cahaya yang melalui permata ini. Biasa ditemukan dalam warna putih, kuning, dan bersinar. Selain itu, terdapat juga topaz yang berwarna keemasan, coklat, biru dan yang paling jarang ditemukan berwarna merah jambu dan merah. Topaz yang berwarna digunakan secara luas sebagai bahan perhiasan. Topaz mempunyai kekerasan 8 pada skala Mohs. Topaz adalah batu permata yang mempunyai intrusion seperti batu granit. Mineral topaz ini dikenal secara saintifik berasal dari batuan dari Saxony (German). Topaz ditemukan di Brazil, Amerika Serikat, Sri Lanka, Siberia, Nigeria, dan Zaire. Topaz tidak dihasilkan secara sintetik, disebabkan oleh struktur kimianya yang tidak memungkinkan dihasilkan secara sintetik melalui penggabungan mineral lain. Topaz berwarna kuning merupakan topaz yang paling biasa ditemukan. Juga dikenal dengan nama sherry topaz atau golden topaz. Topaz ini biasa dipotong dalam bentuk oval atau pear. Topaz yang berwarna kuning mempunyai tone warna kuning yang agak gelap di bagian sisi potongan. Topaz yang berwarna kuning ini sering dianggap 252

citrine. Namun demikian, bagi ahli batuan, topaz berwarna kuning ini mempunyai luster yang lebih kelihatan dibandingkan citrine. Selain itu, topaz mempunyai kepadatan yang lebih baik dibandingkan citrine. Topaz kuning biasa ditemukan di Brazil, Jepang, Sri Lanka, dan Burma. Topaz berwarna merah jambu merupakan topaz yang paling mahal karena sangat jarang ditemukan. Biasanya dipotong dalam bentuk pear dan bentuk "step cut". Topaz berwarna merah jambu mempunyai kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan kunzite, morganite, dan tourmaline. Topaz merah jambu mempunyai inclusion yang menarik. Topaz merah jambu hanya ditemukan di Brazil dan Ural (Soviet Union). Topaz biru mempunyai varietas warna dari biru langit hingga biru jernihagak transparan. Ada juga warna biru pucat yang sangat jarang ditemukan. Topaz berwarna biru mempunyai warna mirip aquamarine tetapi tidak memancarkan cahaya biru laut seperti aquamarine (hanya cahaya biru cerah). Blue topaz dijumpai di Brazil, Nigeria, dan Mexico. Topaz yang tidak berwarna (bersinar) dapat ditemukan di Brazil, German (Saxony), Nigeria, Zaire, dan Namibia. Topaz ini tidak mempunyai "inclusion" dengan warna yang agak pucat dan tidak begitu memancarkan cahaya. Walaupun mudah didapatkan dan kurang laku di pasaran, dengan potongan yang menarik, topaz dapat memberi kilauan luster yang mirip diamond tetapi dengan kilauan seperti api. Kini topaz tidak berwarna digunakan untuk menghasilkan topaz berwarna biru
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

dengan cara radiasi untuk meningkatkan nilai di pasaran. Topaz merupakan birthstone untuk

bulan November dan blue topaz bagi untuk Desember.

Gambar 10.56. Topaz dengan corak warna

Gambar 10.57. Topaz biru 33) Andalusite Andalusite ialah polymorph dua mineral yaitu kyanite dan sillimanite. Polymorph ialah mineral yang memiliki komponen kimia yang sama Al2SiO5 tetapi mempunyai struktur kristal berlainan. Satu varietas unik andalusite dikenal sebagai "chiastolite". Nama Andalusite berasal dari nama Andalusia di Spanyol, lokasi kristal pertama andalusite ditemukan pada tahun 1789.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

253

Gambar 10.58. Andalusite Kyanite atau batuan sedimen yang kaya Kyanite berasal dari istilah alumunium. Kyanite termasuk dalam Yunani yaitu kyanos, yang berarti aluminosilicate, bersama dengan biru. Kyanite merupakan mineral polymorph andalusite dan polysilika biru yang terdapat pada morph sillimanite. batuan metamorfik pegmatik dan / 34)

Gambar 10.59. Kyanite 35) Sillimanite Sillimanite juga dikenal sebagai Bucholzite yaitu mineral alumino-silicate (Al2SiO5). Sillimanite mendapat nama dari Benjamin Silliman (1779-1864) seorang ahli kimia Amerika.

254

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.60. Sillimanite 36) Quartz Quartz atau kwarsa (SiO2) berasal dari istilah Slavic yang berarti keras. Quartz disebut kuarza dalam bahasa Malaysia. Bentuk kristal kwarsa trigonal berwarna putih bersinar dengan kekerasan 7 dalam skala Mohs. Warna kwaras beragam seperti merah jambu, kuning, hijau, biru, ungu, hitam, putih, dan coklat. Kuarsa merupakan batu permata yang paling beragam karena termasuk salah satu mineral yang paling banyak terdapat di kerak benua. Mineral ini tergolong sistem rombohedron heksagon, terdiri dari tetrahedron silika (SiO2). Kristal kwarsa biasanya ditemukan dalam bentuk heksagonal dan prismatik dengan bentuk piramid atau bipiramid (piramid kembar) pada bagian ujungnya. Penamaan kwarsa secara ilmiah berdasarkan warna dan struktur mineralnya. Kwarsa terdiri atas macrocrystalline atau makrohabluran (kristal yang dapat dilihat dengan mata kasar) dan microcrystalline atau mikrohabluran (kristal yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop). Kwarsa ditemukan dalam batuan jenis pegmatik, pneumolitik, dan deposit hidrotermal. Juga dapat ditemukan dalam batupasir, granit, batu kapur, endapan, dan metamorfik. Deposit kwarsa yang sempurna dapat mencapai beberapa meter panjangnya dan beratus-ratus kilogram beratnya. Deposit ini kadangkala mengandung logam berharga seperti emas atau perak, dan banyak dicari dalam kegiatan penambangan. Berikut ini adalah keluarga kwarsa yang merupakan batu permata: - Amethyst (ungu) - Citrine (kuning) - Amethrine (ungu-kuning) - Crystal quartz (transparent) - Rose quartz (merah jambu) - Aqua Aura/Blue quartz (biru) - Cat's eye, tiger's eye, hawk's eye (coklat, merah, kuning, hitam). - Aventurine (hijau) - Prasiolite (hijau) - Smokey quartz (hitam) - Phantom quartz (putih dengan inclusion berwarna hijau dan hitam). - Tourmalinated quartz (transparent dengan inclusion hitam). - Rutilated quartz (transparent dengan inclusion berwarna keemasan). - Chalcedony, juga merupakan sejenis kwarsa tetapi mempunyai struktur kristal yang halus (mikrohabluran atau kriptohabluran). Kwarsa biasanya digunakan sebagai bahan mistik dalam mitologi suku asli Australia. Mineral ini sering ditemukan dalam kubur-kubur kuno di Eropa dalam konteks pemakaman, umpamanya Newgrange atau Carrowmore di Ireland. Istilah quartz dalam bahasa Ireland ialah grian cloch yang artinya "batu matahari". Pliny the Eldery, ahli ilmu alam dari Roma, mempercayai bahwa quartz merupakan es yang beku selamanya. Pliny menyatakan bahwa quartz ditemukan berdekatan dengan glasier-glasier di Pegunungan Alpen dengan hablur yang besar berbentuk sfera, digunakan 255

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

untuk mendinginkan tangan. Pliny juga mengetahui kemampuan kwarsa untuk menyebarkan cahaya menjadi sebuah spektrum. Quartz mempunyai hablur bersumbu putar. Hablur tersebut juga berpiezoelektrik tinggi dan memiliki tanda optik negatif di salah

satu ujung serta positif di ujung yang lain apabila dikenai tekanan. Kuarsa akan bergetar jika dikenai arus bolak-balik elektrik. Oleh karena itu, hablur-hablur quartz sering dipergunakan dalam bidang perdagangan misalnya untuk jam tangan.

Gambar 10.61. Quartz dari kiri: Rose Quartz, Kristal Quartz, dan Smokey Quartz

256

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.62. Kristal mineral quartz

Gambar 10.63. Rutilated Quartz

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

257

Gambar 10.64. Aventurine

37) Amethyst (kecubung)
Amethyst (SiO2) yang dikenal sebagai ametis atau kecubung dalam bahasa Melayu merupakan batu kwarsa berwarna ungu. Amethyst berasal dari istilah Yunani ‘amethuskein’ yang maksudnya "to intoxicate" (untuk penawar). Ada kepercayaan lama yang menyebutkan arak yang diminum di dalam gelas amethyst tidak akan menyebabkan peminum menjadi mabuk. Amethyst merupakan batu mineral "supercomposite", terdiri atas "lamella" seperti belang yang berselingan di bagian kanan dan kiri kwarsa. Struktur ini dipercaya terjadi akibat adanya tekanan mekanik. Oleh karena itu, amethyst memiliki corak mirip cap tangan (belangbelang). Selain itu, corak di dalam batu amethyst juga dipercaya terjadi akibat kehilangan air karena tekanan dan suhu dalam waktu yang sangat lama. Amethyst mempunyai kekerasan 7 skala Mohs. a Amethyst telah digunakan sejak zaman Mesir kuno sebagai bahan perhiasan yang antik.

Amethyst merupakan mineral yang banyak ditemukan. Amethyst yang berkualitas hanya dapat diperoleh di beberapa negara saja seperti Brazil, Uruguay, Siberia, Russia (daerah Mursinka yang terletak di Ekaterinburg), India (Sri Lanka) dan Zambia. Amethyst yang terdapat di pasaran biasanya telah diproses untuk mendapatkan perubahan warna yang menarik. Amethyst merupakan batu permata yang populer sebagai bahan perhiasan. Selain warna ungu, amethyst juga memiliki beberapa warna yang menarik. Contohnya "Rose de France" yang berwarna merah jambu pucat (pale pinkish lavender). Amethyst yang paling berharga berwarna ungu kebiruan yang memancarkan cahaya berwarna merah yang dikenal sebagai "Siberian" (hanya dijumpai di Siberia serta beberapa kawasan di Zambia dan Uruguay). Selain itu, ada amethyst yang bewarna ungu dan warna orange seperti warna citrine yang dikenal sebagai amethrine yang banyak dijumpai di Bolivia dan Brazil. Amethyst merupakan birthstone untuk bulan Februari.

b

258

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.65. Amethyst pada batuan (a) dan salah satu bentuk potongan Amethyst (b) 38) Citrine paling berharga berwarna orange Citrine (SiO2) disebut sebagai gelap yang disebut "Madeira citrine". sitrin dalam bahasa Melayu Namun begitu, citrine merupakan merupakan salah satu dari varietas varietas quartz yang tidak begitu quartz yang mempunyai warna mahal dibandingkan amethyst. kuning. Citrine berasal dari istilah Citrine sering dianggap topaz Perancis "citron" yaitu lemon karena karena warna kuningnya. Namun warnanya yang kuning seperti demikian, topaz mempunyai warna lemon. Citrine mempunyai varietas yang tidak seragam, berwarna gelap warna dari kuning pucat hingga di tengah dan agak cerah di bagian kuning keemasan, ada juga yang sisi. Ada juga gabungan mineral berwarna coklat. citrine dan amethyst yang disebut Citrine mempunyai kekerasan amethrine. 7 pada skala Mohs. Citrine yang

(b)

(a)

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

259

Gambar 10.66. Citrine yang telah dipoles (a) dan yang masih alami (b) Citrine banyak dihasilkan oleh Brazil. Namun demikian, ada juga citrine di pasaran merupakan amethyst berkualitas rendah yang dipanaskan untuk mendapatkan warna kuning. Bahkan di Brazil, ada kristal amethyst yang terkena suhu sangat tinggi sehingga berubah warna secara alami menjadi kuning. Negara lain penghasil citrine ialah Ural Mountains di Russia, Dauphine di Perancis dan Madagascar. Citrine dapat diperoleh dengan harga terjangkau di pasaran. Citrine merupakan alternatif pilihan selain topaz dan birthstone untuk bulan November. Citrine juga menjadi lambang kekayaan. 39) Amethrine Amethrine (disebut ametrin dalam bahasa Melayu) merupakan batu permata yang populer. Gabungan dua warna dari dua kristal yang berbeda, ungu dari amethyst dan kuning dari citrine membentuk satu batu permata yang menarik. Bahkan namanya juga adalah gabungan amethyst dan citrine. Amethrine juga dikenal dengan nama rystine atau bolivianite. Amethrine mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs. Pada zaman dahulu, orang Viking (Minnesota Viking) menggunakan batu permata ini sebagai bahan perdagangan dan perhiasan. 260 Amethrine tidak begitu mahal. Harganya sama seperti amethyst yang berkualitas baik. Amethrine alami hanya ditambang di Bolivia. Tambang yang terkenal ialah Anahi Mine. Tambang ini menjadi terkenal sejak abad ke 17 ketika seorang penjelajah Spanyol menerima upeti berupa batu amethrine saat perkawinan dengan puteri dari suku Ayoreos bernama Anahi. Beliau mengabadikan nama isterinya pada tambang amethrine tersebut. Amethrine menjadi terkenal di Spanyol ketika beliau menghadiahkan amethrine yang ditambang di Bolivia kepada pemaisuri Spanyol pada masa itu. India dan Brazil juga mempunyai deposit amethrine. Amethrine mempunyai dua warna menarik yaitu ungu dan kuning yang terjadi akibat perbedaan peringkat oksida ferum di dalam kristalnya. Perbedaan ini terjadi karena ada perbedaan suhu sepanjang gradien kristal semasa proses kejadiannya. Amethrine cocok dipakai dalam semua bentuk dan aneka perkakas. Amethrine didapatkan di pasaran dalam bentuk dan ukuran yang beragam. Bahkan ada juga amethrine dengan ukuran melebihi 7 karat. Kini, ada juga amethrine yang dimodifikasi oleh manusia. Pemanasan separuh kristal amethyst hingga menjadi kuning akan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

menghasilkan amethrine. Namun demikian, warna kuningnya kurang baik dibandingkan amethrine asli. Sejak 1994, makmal di Rusia telah berhasil menciptakan batu quartz yang mempunyai dua warna. Warna amethrine dapat dihasilkan dengan cara radiasi batu quartz. Selain itu, warna lain juga dihasilkan seperti amethrine dengan warna kuninghijau dan biru-emas. Amethrine sintetik ini diproduksi secara besarbesaran untuk tujuan komersil. Amethrine biasa dipotong berbentuk faceted atau segiempat dengan perbandingan 50/50 antara amethyst dan citrine. Kadangkala

batu ini dikenali dengan bentuk "checkerboard pattern" (bentuk papan catur) untuk menambah kilauan cahaya. Amethrine juga dapat dipotong dalam bentuk oval, pear dan mixed cut untuk membentuk batu amethrine berwarna ungu dan kuning yang bercampur aduk. Biasanya, kolektor batu permata gemar dengan warna demikian karena warna tersebut membentuk tampilan yang cantik pada amethrine. Bagi penggemar batu permata, amethrine menjadi pilihan karena gabungan dua batu permata yang berharga dapat diperoleh dengan satu harga yang terjangkau.

Gambar 10.67. Amethrine 40) Tiger’s eye Tiger's eye merupakan quartz dengan corak berbelang-belang. Ini secara tidak langsung memberikan warna dan corak yang menarik pada batuan quartz ini di samping memberikan kekerasan. Tiger's eye mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs. Tiger's eye quartz menampilkan ciri-ciri "chatoyancy" (cat's eye). Tiger's eye adalah batuan opaq dengan kilauan cahaya yang kelihatan seperti mata kucing apabila dipotong dan diasah. Tiger's eye mirip quartz yang berwarna kuning yang dihasilkan bersama warna hitam dengan campuran warna coklat serta orange. Selain itu, ada juga warna lain seperti biru yang dikenal sebagai hawk's eye, merah yang dikenal sebagai bull's eye, dan pietersite (gabungan hawk's eye, bull's eye, dan tiger's eye). Dari segi nilai, hawk's eye lebih bernilai diikuti bull's eye dan tiger's eye. Pietersite juga mempunyai nilai yang tinggi karena sangat jarang dijumpai. 261

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Tiger's eye sebenarnya mempunyai beragam nama. Yellow tiger's eye merujuk kepada warna kuning, red tiger's eye merujuk kepada warna merah (atau bull's eye), dan blue tiger's eye merujuk kepada warna biru (hawk's eye). Selain itu, bull's eye juga merujuk kepada warna mahogany (warna coklat kemerahan) dan sebagian orang menyebutnya dengan nama ox's eye. Nama yang diberikan oleh gemologist juga berlainan. Tiger's eye dikenal sebagai Crocidolite, Pseudocrocidolite (nama yang digunakan kini), atau Griqualandite (merujuk kepada garis warna kuning pada batuan quartz tiger's eye yang dijumpai di Griquatown, Afrika Selatan), bull's eye sebagai Binghamite (Cuyunite), dan hawk's eye dikenal sebagai Rodusite (Russia). Di Australia ditemukan Tiger iron yaitu nama bagi tiger's eye yang dihasilkan dari batuan quartz, jasper merah dan hematite, dengan struktur microcrystalline (kristal yang bersifat halus). Tiger iron dijumpai di dalam bijih besi dekat Port Hedland, Barat Australia yang mempunyai gabungan warna kuning, hitam, coklat, merah dan sedikit warna kehijauan. Bagi sebagian orang Wolf's-eye merupakan gabungan tiger's eye dan hawk's eye (warna kuning, biru, dan hitam). Seperti yang dinyatakan diatas. Pietersite juga merupakan gabungan ketiga jenis batu hawk's eye, bull's eye, dan tiger's eye. Segelintir orang juga menyebut pietersite dengan nama eagle's eye. Falcon's eye yang dikenal di Jerman juga merujuk kepada hawk's eye. Di China, Golden Chinese tiger's eye merujuk kepada tiger's eye (warna kuning). 262

Tiger's eye dan batu di dalam keluarganya mempunyai proses kejadian yang agak unik. Hawk's eye terjadi dari susunan lapisan "asbestiform" (susunan seperti asbestos) crocidolite (tiger's eye yang berwarna kuning) yang digantikan oleh silika. Tiger's eye dihasilkan dari fiber silika yang mempunyai ukuran 0,001 mm hingga beberapa sentimeter. Jika di Australia ada Iron Tiger's eye, di Afrika Selatan ada hawk's eye berupa campuran besi dari batuan hematite. Pembentukan batuan jenis crocidolite ini adalah mineral berbentuk kristal halus (microcrystalline) yang tersusun di dalam fiber tanpa atau sedikit penambahan material, pada suhu dan tekanan yang sesuai untuk membentuk tiger's eye. Proses ini menyebabkan ketidakseimbangan pada batuan jenis riebeckite (sejenis batuan yang membantu pembentukan crocidolite) yang kemudian bergabung dengan batuan yang mempunyai unsur besi untuk menstabilkan komposisinya. Bahkan ada pakar percaya, hawk's eye merupakan hasil oksidasi dan meninggalkan ruang kosong yang kemudian dipenuhi oleh besi oksida terhidrat (hydrated iron oxide) atau Fe2OH+H2O pada batuan crocidolite. Tiger's eye dan keluarganya dijumpai di Australia, Afrika Selatan, India, Myanmar, Sri Lanka, Brazil, dan California. Pietersite dijumpai di Namibia dan Daerah Hunan, China. Deposit baru tiger's eye dijumpai di Arizona dengan warna yang menarik dan ciri-ciri translucent. Tiger's eye juga dibuat immitation (tiruan) yang kebanyakan berasal dari China. Begitu juga beberapa jenis batuan quartz yang mempunyai cathoyancy (cat's eye)
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

yang dihasilkan dari kaca untuk dibuat bola kristal dengan beragam warna seperti hijau, biru, merah, kuning dan sebagainya. Forsterite (Mg-olivine) yaitu sejenis produk sintetik olivine dipasarkan dengan nama "rodusite". "Harlequin stone" adalah nama untuk produk tiruan dengan warna crocidolite. Selain itu, ada juga proses melunturkan warna tiger's eye dan hawk's eye ke dalam asam untuk membentuk grey tiger's eye yang berwarna kelabu. Biasanya asam hidroklorik atau asam ozalic digunakan. Mungkin kita tidak mengetahui ada beberapa jenis tiger's eye yang tidak dipasarkan dengan nama tiger's

eye. Carlifornia Tiger's eye yang mempunyai warna biru kelabu mempunyai cathoyancy yang terbentuk dari silika diberi nama Placer Country Tiger's eye. Batu ini mempunyai kandungan fiber tremolite yang besar. Walaupun begitu, batu ini lebih menyerupai silk-stone dan tidak disebut tiger's eye di pasaran. Pencucian batu ini menggunakan asam, alkohol, ultrasonik atau stim sebaiknya dihindari agar dapat bertahan lama. Batu ini juga dapat retak atau pecah jika dipukul menggunakan objek keras secara kuat.

Gambar 10.68. Dari atas: Bull's Eye, Hawk's Eye, dan Tiger's Eye. 41) Prasiolite Prasiolite juga dikenal sebagai amethyst hijau, merupakan batu amethyst yang berubah warnanya menjadi hijau apabila dipanaskan pada suhu dan kondisi tertentu. Prasiolite telah diterima di pasaran walaupun batu ini tidak berwarna hijau alami tetapi merupakan amethyst atau quartz yang dimodifikasi. Prasiolite dihasilkan dengan cara pengubahan suhu, sebagaimana yang terjadi tahun 1950an di mana amethyst yang dijumpai di Minas Gerais, Brazil dipanaskan pada suhu 400 hingga 500ºC dan bertukar warnanya menjadi hijau. Namun demikian, agak sukar untuk mendeskripsikan ciri-cirinya karena sifat individual kristal amethyst yang berbeda mengikuti tempat diketemukannya. Pada kondisi biasa, amethyst akan berubah warna menjadi kuning apabila dipanaskan 263

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

pada suhu 350ºC hingga 550ºC untuk mendapatkan citrine. Kemudian, citrine ini akan berubah warnanya menjadi putih atau tidak berwarna apabila dipanaskan pada suhu melebihi 600ºC. Sampai kini, hanya beberapa jenis amethyst saja yang dapat diubah menjadi prasiolite seperti amethyst yang dijumpai di Arizona, Carlifornia, Nevada, Brazil dan Zimbabwe. Prasiolite mengabadikan ciriciri amethyst seperti lamella inclusion. Ada juga produk prasiolite ini di pasaran yang dijual dengan nama amethyst hijau. Prasiolite sesuai dipakai untuk beragam bentuk perhiasan, tetapi pengguna perlu menghindarkan batu ini dari suhu yang panas untuk menjaga warnanya agar tidak pudar.

42) Chalcedony
Chalcedony adalah batu permata yang mempunyai banyak keluarga. Komposisinya sama seperti quartz, SiO2. Chalcedony tergolong dalam kumpulan quartz tetapi mempunyai ciri-ciri batuan opaq dan semi-opaq. Bagaimanapun, chalcedony lebih merupakan campuran kristal atau fiber quartz dengan mineral lain untuk membentuk beragam varietas batu permata di dalam keluarganya. Chalcedony berasal dari istilah "Chalcedon" yaitu nama sebuah pelabuhan purba di Laut Marmara, berdekatan dengan Turki. Pelabuhan tersebut menjadi pusat perdagangan batuan yang berwarnawarni yang ditemukan di kawasan tersebut. Chalcedony merupakan batuan translucent dengan kandungan kristal mikroskopik quartz yang tersusun secara bergantian dengan fiber. Kristal ini biasanya berwarna 264

putih atau kelabu. Chalcedony merupakan kristal quartz tersusun rapi yang diperoleh dari produk gunungapi, batuan stalagtik, dan batuan sedimen. Chalcedony terbentuk dalam beragam warna, corak dan bentuk dengan beragam nama dalam keluarganya. Bahkan agate (akik) juga diletakkan dalam keluarga chalcedony oleh sebagian gemmologi. Seharusnya, akik juga merupakan batu dalam kumpulan quartz karena terdiri atas microcrystalline crystal dan mempunyai komposisi kimia yang hampir sama. Bagaimanapun juga, akik lebih merupakan batu yang berasal dari batuan metamorfik atau sedimen yang terbentuk dari produk gunungapi. Chalcedony mempunyai warna biru pucat, kuning, hijau, coklat, hitam, merah, merah pucat, putih dan beragam warna lainnya. Dahulu, calchedony digunakan sebagai "comesso" atau floretine mosaic, yaitu teknik pewarnaan gambar dengan melekatkan batu yang berwarna warni. Chalcedony biasanya dipotong tipis dengan bentuk yang sesuai untuk dilekatkan dan dipadukan pada lukisan. Chalcedony tidak begitu mahal tetapi adakalanya varietas seperti chrysoprase, chrysocolla, bloodstone dan onyx dapat mencapai harga yang tinggi di pasaran. Chalcedony dihasilkan di India, Madagascar, Burma, Brazil, Mexico dan Amerika Serikat. Bahkan ada juga produk sintetik chalcedony diperoleh dari kaca atau melalui proses colouring dye untuk mendapatkan warna yang lebih menarik. Chalcedony mempunyai kekerasan 6,5 hingga 7 pada skala Mohs. Berikut adalah keluarga chalcedony:
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

- Calchedony

quartz (berwarna hijau, biru, merah, kuning, orange, dan lain-lain). - Jasper (Batu calchedony dengan beragam warna dan corak) ° varietas - Bloodstone (Jasper hijau dengan bintik merah) ° varietas - Poppy Jasper ° varietas - Opalite Jasper - Onyx (berwarna hitam atau coklat)

- Sardonyx (warna lain selain hitam atau coklat) varietas - blue onyx varietas - green onyx - Chrysoprase (hijau) - Chrysocolla (biru langit) - Carnelian - Flint - Chert - Thunder Eggs

Gambar 10.69. Chalcedony berwarna biru

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

265

Gambar 10.70. Onyx yang dijumpai di Minas Gerais, Brazil

Gambar 10.71. Jasper

266

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.72. Bloodstone

Gambar 10.73. Chrysocolla pada batuan quartz

Gambar 10.74. Chrysoprase

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

267

Gambar 10.75. Thunder egg sebagai "aqaq" atau "agag" oleh 43) Agate (aked/akik) orang Persia. Agate biasanya terjadi Agate (SiO2) adalah sejenis akibat pendinginan produk gunungmineral campuran beberapa bahan api (lava) yang terdiri atas silika silika (kebanyakan quartz) yang (silikon). Lava ini membeku biasanya merupakan varietas membentuk nodul yang memenuhi chalcedony karena sifat kristalnya ruangan dalam batuan gunungapi. yang halus (mikrohabluran). Selain itu, agate juga sering Chalcedony memiliki sifat agak dijumpai dalam batuan metamorfik. berkilau hingga berkilau dan Agate biasanya mempunyai lapisan menampilkan campuran beragam (layer) yang menarik. Juga dikenal warna. Biasanya mempunyai warna sebagai banded agate, riband agate putih, kelabu, biru, coklat, orange, dan striped agate. Suatu emas dan kadangkala hitam. pengkelasan agate dibuat untuk Kadang-kadang ada juga agate memudahkan membedakannya dedalam warna merah yang dikenal ngan chalcedony. Sifat agate ialah: sebagai carnelian dan hijau - Agate biasanya dicirikan sebagai (campuran nikel oksida) yang dikenal sebagai chrysoprase. Prase batu chalcedony yang mempunyai berwarna hijau pucat, onyx struktur jalur atau struktur warna berwarna hitam dengan belang yang berbeda - beda ataupun putih. Plasma berwarna hijau pekat keduanya. dan kadangkala dijumpai bersama - Mempunyai beragam warna dan campuran jasper yang berwarna agak transparan (translucent). merah dan dikenal sebagai - Translucent dengan bentuk nodul heliotrope (sejenis bloodstone). Flint dan mempunyai inclusion berjuga merupakan keluarga chalcewarna. dony. Selain itu, delessite (sejenis Agate merupakan batu yang besi, Fe) pada agate memberikan unik karena keragaman corak dan warna hijau mirip warna lumut (juga bentuk. Pada proses pembentukan dikenal sebagai akik lumut). batu agate secara alami, silika Agate (achates) berasal dari dalam lava juga memerangkap istilah Sungai Achates yang terdapat beberapa jenis mineral lain seperti di Drillo (Sicily) di mana batu agate chalcedony, quartz dan drusy. berwarna pertama dijumpai kira-kira Variasi agate juga dipercaya terjadi 3000 tahun silam. Agate disebut 268 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

karena air yang terperangkap di dalam batu tersebut menguap akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Hasilnya, batu agate mempunyai rongga dan corak yang sangat menarik. Kekerasan agate berada pada nilai 7 hingga 9 skala Mohs. Agate dikenali dan diberi nama berdasarkan warna dan corak. Seperti yang telah diterangkan sebelum ini, terdapat banyak warna pada agate. Agate Mexico yang menunjukkan satu "mata" dikenal sebagai cyclops agate. Dendritic agate mempunyai corak seperti seperti paku palkis (fern) berwarna hijau keemasan yang terjadi akibat campuran manganese dan besi, juga dikenal sebagai Moss agate.

Turritella agate terjadi dari fosil turritella (sejenis siput yang hidup kira-kira 150 juta tahun lampau). Agate yang terjadi dari coral biasanya dinamakan Petoskey agate. Agate pelangi (sejenis aked yang paling sukar ditemukan) mempunyai lapisan campuran opal, jasper atau quartz sewaktu proses kejadiannya. Selain itu, ada beragam jenis akik lagi seperti Carnelian agate (mempunyai tone warna merah), Bostwana agate (berwarna biru), Plume agate (berwarna seperti buah plum), Tube agate (berkilau), Fire agate (berwarna seperti opal) dan Mexican crazy-lace agate (berwarna cerah dengan corak sangat kompleks).

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

269

Gambar 10.76. Agate mempunyai keragaman corak dan warna

44) Chrysoprase
Chrysoprase adalah batu permata yang berwarna hijau apel dan merupakan varietas calchedony quartz. Kebanyakan batu permata yang berwarna hijau terjadi karena mineral yang mempunyai komposisi chromium (Cr) atau vanadium (Va), tetapi warna hijau chrysoprase terjadi karena kandungan nikel (Ni). Chrysoprase berasal dari istilah Yunani "chryso" (golden) dan "prason" (leek).

Chrysoprase merupakan kumpulan calchedony yang paling jarang ditemukan. Chrysoprase ditambang di Australia, Brazil, Russia (Ural), dan USA. Batu permata ini berada pada nilai kekerasan 7 skala Mohs. Chrysoprase sering dianggap jadeite karena warnanya dan sulit untuk mendapatkannya. Chrysoprase dipercaya telah digunakan oleh bangsa Yunani, Romawi dan Mesir sebagai perhiasan dan barang berharga.

Gambar 10.77. Chrysoprase 270
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

45)

Jasper Jasper merupakan sejenis "ornamental rock" (batu hias) terdiri atas chalcedony, microcrystalline quartz (batu quartz dengan struktur kristal mikro), dengan campuran beragam mineral untuk memberi warna dan corak yang menarik. Jasper berasal dari istilah Yunani "iaspis" yang berarti batu yang berbintik (spotted stone). Nama ini diterjemahkan ke bahasa AngloFrench "jaspre" yang kemudian disebut "jaspe" dalam bahasa lama Perancis (Old French). Jasper adalah batu yang populer pada zaman dahulu dan namanya juga didapatkan dalam bahasa Hebrew (dinamakan "yashepheh"), Akkadia ("yashupu"), Parsi ("yashp") dan akhirnya Yunani ("iaspis"). Jasper mempunyai kekerasan 6,5 hingga 7 pada skala Mohs. Jasper dinamakan berdasarkan coraknya misalnya "lanscape jasper" adalah jasper yang paling populer. Ada juga "ribbon jasper", "picture jasper", dan "orbicular jasper". Selain menjadi batu permata untuk perhiasan, jasper juga

digunakan untuk membuat pinggan dan menjadi bahan ornamen seperti Gereja Saint Wenceslas di Prague. Jasper terbentuk dari lumpur yang telah mengeras dan ditekan oleh tekanan gunungapi. Kristal calchedony dan quartz ini kemudian bergabung bersama mineral lain dalam suhu yang sangat ekstrim. Batuan ini menjadi panas, kemudian dihasilkan corak dan bentuk yang menarik dalam waktu berjuta-juta tahun. Gunungapi kemudian menghamburkan batuan ini ketika terjadi letusan. Jasper bersifat opaque dan merupakan varietas calchedony yang terbaik, dijumpai dalam semua warna: merah, putih, hitam, biru, kuning, hijau, pink, ungu dan kelabu. Jasper dapat ditemukan di seluruh dunia dan negara penghasil jasper terkenal ialah California, Oregon, Idaho, Utah, Wyoming dan Washington. Jasper merupakan batu resmi bagi negara Massachusetts, USA.

Gambar 10.78. Jasper berwarna merah
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

271

46)

Onyx Onyx merupakan batu quartz chalcedony yang mempunyai tekstur yang halus dan berwarna hitam. Onyx sangat popular di dalam mitos Greek dan Rom. Onyx berasal dari perkataan dalam bahasa Greek "onux" yang bermaksud kuku. Terdapat satu cerita di mana Cupid telah memotong kuku Venus ketika dia sedang tidur dengan menggunakan kepala anak panah. Kuku itu dibiarkan bertaburan di atas pasir yang kemudiannya bertukar menjadi batu. Tamadun Greek menganggap semua jenis varieti chalcedony dari warna putih hingga ke warna coklat dan seterusnya ke warna hitam merupakan onyx. Kemudiannya, Tamadun Rom membuat satu klasifikasi baru berkenaan dengan onyx. Onyx hanya mempunyai warna hitam dan perang kehitaman. Onyx dengan warna perang kemerahan dinamakan sebagai sardonyx. Dahulu, sardonyx merupakan batu berharga bagi orang Rom dan digunakan sebagai

pelekat dan penampal besi dan perisai kerana dikatakan batu ini tidak boleh melekat dengan getah. Jeneral perang Rom, Publius Cornelius Scipio dikatakan memakai banyak sardonyx. Onyx mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs dan sesuai dipakai bagi semua perhiasan. Berbanding dengan jenis chalcedony lain, onyx tidak begitu mahal harganya. Terdapat juga batu onyx yang diukir dan dijadikan cameo. Onyx sering dipadankan dengan pelbagai jenis batu permata yang berwarna bagi mewujudkan perhiasan yang mempunyai warna yang cantik. Contohnya rekabentuk perhiasan Art deco yang menggunakan padanan onyx yang telah diukir dengan ruby dan quartz. Onyx juga popular dengan perhiasan marcasite. Jika anda merupakan seorang pereka bagi perhiasan dan gemar menggabungkan pelbagai jenis batu permata, pilihlah onyx bagi melengkapkan rekaan anda. Onyx boleh menjadi birthstone bagi bulan Januari selain dari garnet.

272

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.79. Onyx dan keragamannya 47) Bloodstone Bloodstone merupakan jasper yang berwarna hijau pekat (dikenal sebagai plasma) dengan campuran bintik atau corak berwarna merah. Bloodstone juga dikenal dengan nama heliotrope. Warna kemerahan pada bloodstone karena kehadiran ferum oksida yang memenuhi batu plasma. Bloodstone mendapat nama dari legenda silam Kristian. Konon ketika Nabi Isa disalib, darahnya jatuh ke atas batu jasper lalu berubah menjadi bloodstone.

Gambar 10.80. Bloodstone

48)

Thunder Egg Thunder egg (telur petir?) merupakan keluarga chalcedony

yang mempunyai struktur menarik. Thunder egg terjadi akibat aliran lava yang mengandung batu 273

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

rhyolitic (satu campuran batuan volkanik, igneous, felsic dan batuan lain yang mengandung >69% SiO2). Hasilnya, thunder egg mempunyai beragam jenis corak dan warna tergantung campuran batuan rhyolitic ini. Ada pendapat bahwa thunder egg bukanlah batu tetapi merupakan nodul batuan beku. Thunder egg biasanya dijumpai dalam batuan. Batuan tersebut perlu dipotong untuk mendapatkan warna dan corak yang

menarik. Ada juga batuan yang perlu dipecahkan lapisan luarnya seperti cangkang telur untuk mendapatkan corak thunder egg ini. Ini mungkin yang menyebabkannya diberi nama "egg" (telur). Legenda purba Amerika menganggap sebagai perkakas milik Dewa Petir yang mendiami puncak gunung Hood dan gunung Jefferson. Apabila bertengkar, mereka akan saling melontarkan batu ini.

274

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.81. Ragam thunder egg 49) Zoisite Zoisite ialah kalsium hidroksi sorosilika yang tergolong dalam kumpulan mineral epidote, dengan formula Ca2Al3(SiO4)(Si2O7)O(OH). Istilah zoisite berasal nama seorang saintis Slovene yaitu Baron Sigmund Zois von Edelstein (Žiga Zois). Pada tahun 1805, Zois diberi sejenis mineral yang tidak diketahui oleh seorang pedagang batu mineral (Simon Prešern) yang ditemukan di pegunungan Saualpe (Svinška planina) di Carinthia. Pada mulanya zoisite dinamakan saualpite mengikuti nama tempat asalnya. Zoisite mempunyai kristal prismatik, orthorhombic (2/m 2/m 2/m) berukuran besar dan dijumpai dalam batuan pegmatik dan metamorfik. Zoisite mempunyai beragam warna yaitu biru, hijau, coklat, merah jambu, kuning, kelabu, dan tidak berwarna. Zoisite mempunyai kekerasan 6 pada skala Mohs. 50) Tanzanite Tanzanite berasal dari Tanzania. Hingga kini Tanzania merupakan penghasil tunggal tanzanite di dunia. Tanzanite merupakan batu permata yang cukup istimewa dengan warna biru pekat keunguan. Tanzanite mula ditemukan pada tahun 1967 dan diberi gelar "Gemstone of the 20th Century" (Batu Permata Abad ke20). Tambang pertama tanzanite terletak di Bukit Merelani dekat Arusha Utara Tanzania. Tanzanite terjadi ketika berjuta juta tahun lalu batuan jenis metamorfik berupa gneiss dan batuan quarzites ditekan oleh tekanan dari bumi. Bukti cukup jelas adanya proses tersebut adalah ditemukannya permukaan yang rata di kawasan pergunungan Kilimanjaro (gunung tertinggi di Afrika). Hasil dari tekanan ini, kristal tanzanite yang mengandung kalsium aluminium silika terhidrat atau Ca2Al3(So4).5H2O alami terbentuk. Tanzanite dipopulerkan oleh perkumpulan Tiffany di New York. Nama asal batu ini ialah "blue ziosite" lalu menjadi tanzanite oleh Tiffany dan nama ini mulai dipopulerkan. Perkumpulan ini juga bertanggungjawab dalam pemasaran tanzanite di seluruh dunia. Dalam waktu dua tahun selepas tanzanite ditemukan, batu permata ini menjadi satu fenomena baru di pasar dunia. Tanzanite mempunyai kekerasan 6,5 hingga 7 pada skala Mohs. Mempunyai varietas warna biru yang cantik dari biru aquamarine hingga biru keunguan. Batu ini menampilkan kilauan yang indah tergantung bentuk potongan. Tanzanite amat sensitif, bila terlalu lama kena sinar ultraungu karena warnanya dapat menjadi pudar. Batu permata ini juga tidak dapat dibersihkan dengan larutan asam dan dicuci dengan gelombang ultrasonic.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

275

Gambar 10.82. Tanzanite Tanzanite mempunyai harga yang baik di pasaran. Kini banyak pengedar yang terdaftar di ICA (International Colored Stone Association) dari Germany, India, Israel dan USA. Semua pengedar ini mematuhi standard yang telah ditetapkan untuk pasar dunia untuk menjamin kualitas dan harga yang baik. Tanzanite juga dapat diperoleh dalam ukuran lebih dari 10 karat. Tanzanite juga mempunyai warna lain seperti coklat, ungu, dan kuning. Untuk kepentingan pasar, batu ini akan dipanaskan pada suhu 500oC untuk mengubah warnanya menjadi biru. Selama ini belum dikeahui adanya produk sintetik tanzanite. Tanzanite merupakan batu permata yang jarang ditemukan dan menjadi incaran kolektor batu permata. 51) Zultanite Zultanite merupakan batu permata baru yang berharga dan sangat jarang ditemukan. Seperti tanzanite yang hanya ditemukan di Tanzania, zultanite hanya ada di Turki. Zultanite dikatakan lebih jarang ditemukan dibandingkan alexandrite karena alexandrite kini ditemukan di tujuh negara sedangkan zultanite hanya dari satu negara. Nama Zultanite diberikan sebagai penghargaan kepada 36 sultan yang memerintah Empayar 276 Ottoman (Uthmaniah) di Anatolia pada abad ke-13, di mana empayar ini bertahan hingga lebih dari 600 tahun yang kini dikenal Republik Turki. Zultanite muncul pertama di pasaran pada tahun 1977 dan dikagumi karena warnanya yang sangat menarik. Zultanite dihasilkan dari kawasan pegunungan terpencil di Anotalia, Turki. Pertambangan zultanite diawasi ketat oleh kerajaan Turki dan hanya perusahaan yang mendapat izin saja yang dapat menambang batu permata ini. Pertambangan zultanite sangat sukar karena batu permata ini hanya ditemukan di kawasan 4000 kaki di atas muka laut. Hanya peralatan ringan dan tradisional saja yang digunakan untuk mengeluarkan zultanite. Zultanite dikeluarkan dari mineral diaspore atau alumunium hidroksida dengan formula AlO(OH). Zultanite mempunyai nilai kekerasan 7 pada skala Mohs. Sampai kini tidak ada produk sintetik maupun teknik perawatan untuk meningkatkan kualitas zultanite. Ini mungkin disebabkan kualitas asli batu permata ini yang tinggi dan tidak perlu lagi ditingkatkan untuk tujuan pasar. Zultanite mempunyai keunikan warna yang dapat berubah-ubah mengikuti keadaan cahaya. Di bawah pancaran cahaya biasa zultanite memancarkan warna
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

hijau pucat dan warnanya berubah menjadi merah jambu di bawah pancaran cahaya yang redup. Zultanite yang paling besar pernah dipotong hanya seberat 41,12 karat, dipotong berbentuk cushion dan potongan tersebut dinamakan Sultan's cushion. Zultanite sangat sukar dipotong dan merupakan batu permata yang dihasilkan paling rendah di dunia. Hanya 2% zultanite diperoleh setelah pemrosesan sedangkan 98% hilang. Zultanite seberat 5 karat saja sudah dianggap jarang diperoleh karena hasil potongan yang sangat kecil. Batu permata ini hanya dipotong oleh ahlinya karena kesukaran untuk mendapat potongan yang terbesar dari mineral asalnya. Zultanite disukai karena bentuknya yang menarik dan

mempunyai facet yang banyak untuk menampilkan kilauan dan warnanya yang menarik. Di samping itu juga, potongan dapat menambah nilainya di pasaran. Zultanite dengan ciri cat's eye juga pernah ditemukan. Zultanite cat's eye berwarna campuran hijau dan orange dengan pancaran cahaya yang lurus di tengah-tengahnya merupakan zultanite yang sangat jarang ditemui sama seperti alexandrite cat's eye. Zultanite dapat disesuaikan dengan beragam jenis perhiasan termasuk kalung, gelang, dan cincin. Zultanite terus menjadi incaran penggemar batu permata profesional karena batu permata ini setara dengan kehebatan alexandrite, emerald, ruby dan sapphire.

Gambar 10.83. Zultanite 52) Hiddenite Hiddenite merupakan batu permata dari varietas spodumene, bersama dengan kunzite. Batu permata ini mendapat nama dari A.E. Hidden seorang pemilik tambang batu permata di Utara Carolina, Amerika Serikat di mana batu permata ini pertama kali ditemukan. Batu permata ini tersusun atas komposisi kimia lithium aluminium silicate 277

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

(LiAl(SiO3)2), dengan struktur kristal yang monoklinik. Hiddenite mempunyai warna hijau, kuning pucat, dan kuning kehijauan. Hiddenite yang terbaik mempunyai warna hijau pekat sepaerti emerald. Bagi sebagian orang, warna hijau hiddenite yang terbaik adalah warna hijau emerald. Hiddenite lebih jarang dan sukar ditemukan dibandingkan kunzite apalagi dalam ukuran besar. Hiddenite yang terbaik ditambang dari tempat asalnya ditemukan yaitu bagian utara Carolina. Selain itu,

California, Brazil, dan Madagascar menghasilkan hiddenite tetapi dengan warna kuning pucat. Afghanistan dan Pakistan juga mempunyai tambang yang menghasilkan hiddenite. Hiddenite mempunyai kekerasan pada skala Mohs 6 hingga 7 tetapi agak sensitif terhadap sinar ultraungu karena warnanya akan pudar. Hiddenite tidak dibuat secara sintetik, mungkin karena harganya di pasaran masih terjangkau. Hiddenite biasanya dipakai dan disesuaikan dengan perhiasan.

Gambar 10.84. Hiddenite 53) Kunzite Kunzite merupakan batu permata yang masih muda seperti alexandrite dan tanzanite. Kunzite mendapat namanya pada tahun 1902 dari pakar batu permata (gemologist) George Frederick Kunz (1856 – 1932). Beliau merupakan orang pertama yang mengkaji dan memberi gambaran penuh pada batu permata ini yang ditemukan di California. Jadi kunzite mengambil nama pakarnya. Kunzite mempunyai warna pink (merah jambu) yang sangat jernih dengan tone warna keunguan. 278 Warna pada kunzite sangat menarik dan muncul setelah dipotong. Pemotong batu permata perlu melakukan pemotongan kunzite dengan berhati-hati dan teliti dengan cara memotong batu ini secara tepat untuk mendapatkan potongan yang dapat menampilkan kilauan dan warna kunzite. Kunzite merupakan salah satu batu permata yang sangat sukar untuk dipotong karena pakar perlu menentukan bentuk dan sudut yang tepat. Potongan yang tepat dan ideal dapat menghasilkan warna pada kunzite yang tampak berubah-ubah dari pink ke ungu dan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

putih apabila dilihat dari sudut berbeda. Dalam istilah gemologi, ciri ini disebut pleochorism yang maksudnya 'multicolouredness' (keragaman warna). Ada juga warna lain pada kunzite seperti yang ditemukan di Afghanistan yang mempunyai warna biru tua dan hijau yang kelihatan jika dilihat pada sudut berbeda. Kunzite biasanya mempunyai warna yang lembut dan hampir jernih. Kunzite dengan warna yang pekat jarang ditemukan. Kunzite mempunyai kekerasan 6,5 hingga 7 pada skala Mohs. Batu permata ini berada dalam famili Spodumene yang membentuk kumpulan pyroxene bersama dengan diopside dan jadiete. Kunzite satu keluarga dengan hiddenite yang mempunyai warna hijau kekuningan. Sebagai salah satu dari varietas spodumene, kunzite mempunyai struktur silika yang berantai. Kunzite mengandung unsur Mn (manganese) yang

memberikan warna merah jambu yang menawan. Kunzite perlu dilindungi dari pancaran terus menerus sinar matahari karena warnanya dapat menjadi pudar. Selain itu, walaupun batu ini agak keras, kunzite perlu dilindungi dari hentakan atau pemakaian yang serampangan karena dapat menjadi retak atau pecah menyerpih. Kunzite yang berwarna pink ditemukan di Daerah Pala, San Diago (California). Kini, kunzite juga ditemukan di Afghanistan, Madagascar, dan Brazil. Kristal mineral kunzite dapat mencapai ukuran hingga beberapa kilogram. Kunzite mempunyai harga yang baik di pasaran dengan beragam bentuk potongan yang cantik dan menarik. Lebih dalam dan menarik warnanya, lebih tinggi nilainya di pasaran. Selain itu, kejernihan (clarity) juga merupakan faktor penting pada kunzite untuk meningkatkan nilainya.

10.85. Kunzite 54) Zircon Zircon (ZrSiO4) dihasilkan dari silika zirconium. Silika zirconium juga mengandung thorium dan uranium yang dikenal sebagai thorite. Thorite (ThSiO4) ialah sejenis mineral yang isostructural. Zircon dipercaya sebagai mineral tertua di dunia berdasarkan penemuan zircon dari bagian barat 279

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Australia yang berusia 4,404 milyar tahun. Kandungan isotop radioaktif ini dapat memudahkan manusia memperkirakan usia bumi berdasarkan usia mineral zircon tersebut. Zircon berasal dari bahasa Arab "zarkun" yang berarti merah (Parsi; zargun yang artinya warna keemasan). Kehadiran mineral yang mengandung radioaktif menyebabkan pecahan pada struktur kristal "lattice" (metamict). Zircon terbagi menjadi dua yaitu "high zircon" dan "low zircon". High zircon mempunyai kepadatan yang tinggi dan bersifat birefringence yang baik (kemampuan batu permata memecahkan cahaya menjadi dua yang juga disebut double refraction), sementara itu "low zircon" mempunyai ciri yang sebaliknya. Zircon mempunyai kekerasan 6 hingga 7,5 pada skala Mohs. Zircon biasa terjadi ditemukan dalam batuan magmatik, pegmatik, dan alluvial. Zircon ditambang di Norwegia, Swedia, Ural (Soviet), Australia, Brazil, Sri Lanka, Kamboja, Vietnam, dan Thailand. Negara Asia seperti Sri Lanka, Kamboja, dan Vietnam merupakan penghasil zircon yang berkualitas. Zircon didapatkan dalam beragam

warna seperti putih, biru, merah, hijau, dan coklat. Zircon putih (juga merupakan zircon tidak berwarna) juga disebut dengan nama "American Diamond" karena rupanya yang mirip diamond dan jadi alternatif untuk diamond karena harganya yang lebih murah dan didapatkan dengan mudah. Zircon putih ini juga dapat dihasilkan dengan cara memanaskan pada suhu tinggi zircon yang berwarna merah atau coklat. Sebagai contoh, zircon putih memiliki birefringence sementara itu diamond tidak mempunyai birefringence. Sri Lanka merupakan penghasil utama zircon putih yang dikenal dengan nama "Matara Diamond" selain Thailand dan Vietnam. Zircon biru (blue zircon) juga dikenal sebagai "starlite" merupakan zircon yang paling jarang ditemukan. Warna yang paling menarik ialah warna biru cerah dengan pleochorism (kemampuan batu permata memecahkan cahaya putih yang melaluinya menjadi warna pelangi). Selain itu ada juga dalam warna biru laut (kehijauan), biru pucat, dan biru awan. Negara penghasil utamanya ialah Thailand dan Kamboja.

280

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.86. Kristal Zircon Zircon merah (red zircon) juga 55) Turquoise dikenal sebagai hyacinth, dan zircon Turquoise (fairus) dengan kuning (yellow zircon) yang juga rumus kimia CuAl6(PO4)4(OH)8.5H2O dikenal sebagai jargon merupakan merupakan fosfat terhidrat dari dua jenis zircon yang mempunyai kuprum dan alumunium. Turquoise birefringence dengan kilauan (luster) terjadi apabila agregat kristal mikro yang menarik. Keduanya biasa (microcrystalline) terbentuk dalam dipotong dalam bentuk bulat, oval jaluran yang halus dengan susunanatau mixed cut. Zircon kuning nya yang padat, dan mempunyai mempunyai varietas warna yang warna pekat di bagian tengahnya menarik dari warna kuning yang berbentuk seperti sarang keemasan hingga hijau. Zircon labah-labah. Turquoise mempunyai merah mempunyai varietas dari warna biru seperti langit, biru muda merah pekat hingga merah orange. kehijauan hingga hijau muda. Warna Keduanya didapatkan di negara biru dihasilkan dari kuprum (temKamboja, Thailand, dan Sri Lanka. baga) sedangkan warna hijau dari Zircon hijau dan coklat kurang ferum (besi) yang mengganti mendapat perhatian di pasaran. aluminium atau terjadi apabila batu Namun begitu, zircon hijau sering ini kehilangan air. Biasanya jalur dijadikan alternatif untuk sapphire pada turquoise berwarna hitam atau hijau, tourmaline hijau, dan olivine coklat karena kehadiran limonit (peridot). Kedua jenis zircon ini (ferum oksida). Jalur keemasan juga mempunyai ciri-ciri yang sama terjadi jika ada kehadiran mineral seperti zircon yang berwarna lain pyrite. dan didapatkan dengan harga yang Turquoise berasal dari bahasa murah. Selain itu, dengan peraPerancis "pierre turquoise", yang watan suhu, zircon ini dapat diubah berarti "Turkish stone". Ini bukan menjadi warna yang cantik untuk karena turquoise dijumpai di Turki meningkatkan nilai di pasaran. tetapi turquoise diperdagangkan di Zircon biru (starlite) merupakan sana oleh pedagang Eropa. alternatif birthstone untuki bulan Turquoise dipercaya telah digunaDesember. kan sejak 7.000 tahun yang lampau. Bangsa Mesir purba menggunakan
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

281

turquoise sebagai alat merias diri dengan cara menghancurkan batu ini dan menjadikannya celak mata. Ahli Falsafah Persia, Al Kazwini pernah menulis "Tangan yang memakai Turquoise tidak akan menjadi miskin". Bahkan bangsa Eropa menganggap Turquoise sebagai batu yang mempunyai beragam keistimewaan dari segi penyembuhan penyakit. Suku Red Indian dahulu meletakkan turquois pada busur panah karena menurut kepercayaan mereka, turquoise membantu mereka memanah sasaran dengan tepat. Bangsa kuno Inca dan Mesir juga menggunakan turquoise sebagai perhiasan untuk menghias mayat golongan bangsawan sebelum dimakamkan. Turquoise mempunyai kekerasan 5 hingga 6 pada skala Mohs. Batu ini biasanya opaque dan mempunyai kepadatan yang tergantung ukuran

dan porositas. Turquoise biasa ditemukan di Iran, Amerika Serikat (Nevada, Carlifornia, New Mexico dan Arizona), Israel, Afghanistan dan Semenanjung Sinai. Turquoise mempunyai harga yang baik di pasaran. "Persian Turquoise" merupakan turquoise yang berharga di pasaran karena menampilkan warna biru atau hijau tanpa jalur. Selain itu, ada juga turquoise yang dibuat secara sintetik dari marmer, howlite dan magnesite. Ini menjadikan turquoise sintetik mirip turquoise yang asli dan agak sukar untuk dibedakan. Adakalanya mineraloid quartz crysocolla (juga dikenal sebagai chalcedony quartz) yang berwarna biru seperti turquoise sering dianggap turquoise dan menjadi pilihan sebagai tiruannya. Turquoise merupakan birthstone utama untuk bulan Desember.

Gambar 10.87. Mineral asal turquoise

282

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Gambar 10.88. Turquoise yang telah dipotong berbentuk pear

56) Cordierite
Cordierite (mineralogi) atau iolite (gemologi) ialah magnesium ferum aluminium cyclosilicate. Ferum (besi) sering hadir sebagai materi yang muncul di antara cordierite yang kaya magnesium dan sekaninaite yang kaya ferum dengan formula kimia sebagai (Mg,Fe)2Al3(Si5AlO18) hingga ke (Fe,Mg)2Al3(Si5AlO18). Polimorf bersuhu tinggi (indialite), yang mempunyai isostruktur dengan beryl dan mempunyai kandungan Al di dalam rangkaian (Si,Al)6O18. Cordierite mendapat nama dari ahli geologi Perancis, P. L. A. Cordier (1777 - 1861). Cordierite berasal dari proses metamorfosis batuan argillaceous, khususnya dalam hornfel dari metamorfosism batuan pelitic. Dua mineral metamorfik yang sering didapatkan bersama adalah sillimanite - cordierite - spinel dan cordierite - spinel - plagioclase orthopyroxene. Cordierite juga terjadi di dalam batuan granite, pegmatite, dan norite yang berasal dari gabbroic magma. Produk dari perubahan dan pembentukan cordierite adalah mica, chlorite, dan talc.

Cordierite yang mempunyai kualitas batu permata dikenal sebagai iolite. Iolite mendapat nama dari bahasa Yunani yang berarti "warna biru tua." Satu lagi nama lama bagi iolite ialah dichroite, yang artinya "batu dengan dua warna" berdasarkan ciri pleochroism. Iolite mempunyai warna biru yang menarik mirip sapphire. Iolite dijumpai di Sri Lanka, Burma, Bagian Utara Australia, Namibia, Brazil, Tanzania, Madagascar, Connecticut, dan Yellowknife (kawasan barat laut Canada). 57) Diopside Diopside merupakan mineral pyroxene yang bersifat monoklinik dengan komposisi MgCaSi2O6. Ia membentuk satu materi yang sempurna dengan hedenbergite (FeCaSi2O6) dan augite, dan sebagian lagi dengan mineral orthopyroxene dan pigeonite. Diopside mempunyai warna yang beragam, tetapi warna aslinya ialah hijau pucat dalam kelas monoklinik prismatik. Nama diopside berasal dari bahasa Yunani dis, "twice" (dua), dan òpsè, "face" (muka) berdasarkan ciri prisma tegak pada batu ini. 283

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Diopside dijumpai dalam batuan beku ultramafic (kimberlite dan peridotite), augite yang kaya diopside di dalam batuan mafic, seperti olivine basalt dan andesite. Diopside juga dijumpai di dalam beragam jenis batuan metamorfik yang dihasilkan dari dolomit yang kaya silika. Diopside merupakan mineral penting di dalam lapisan mantel bumi. Diopside merupakan prekursor chrysotile (asbestos putih) hasil perubahan hidrotermal dan perbedaan magmatik. Ia boleh diubah menjadi chrysotile jika dipanaskan pada suhu 600°C selama tiga hari. Sebagian deposit diopside yang dijumpai secara alami mengandung chrysotile terutama sekali deposit yang dijumpai di Libby, Montana. Diopside yang berkualitas dipilih sebagai batu permata; black star diopside, dikenal sebagai baiduri dan chrome diopside (berwarna hijau dengan kehadiran

kromium). Chrome diopside, (Ca,Na,Mg,Fe,Cr)2(Si,Al)2O6 merupakan pengganti peridotite xenolith dan butir kristalnya hadir di dalam pipa kimberlite yang menjadi petunjuk kehadiran diamond. Dalam suhu relatif tinggi, terdapat sedikit ruang yang memisahkan diopside dengan pigeonite, dan pada suhu rendah diopside dengan orthopyroxene. Kandungan kalsium atau (kalsium + magnesium + ferum) di dalam diopside yang bergabung dengan salah satu dari dua pyroxene sangat sensitif terhadap suhu yang melebihi 900°C, dan komposisi diopside di dalam peridotite xenoliths sangat penting untuk mengetahui suhu pembentukan di dalam kerak bumi. Diopside mempunyai kekerasan di antara 5,5 hingga 6,5 pada skala Mohs. Walaupun begitu, diopside mempunyai kekuatan yang baik dan tidak mudah retak.

Gambar 10.89. Diopside 58) 284 Lapis Lazuli Lapis Lazuli; (Na, Ca)8 (Al, Si)12 O24 (SO4, Sn) diambil dari
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

bahasa Latin "lapis lazulus". Istilah asalnya merupakan frasa Arab: "lazward" dan "azure". Lapis lazuli bukannya sejenis mineral tetapi merupakan batu hasil penggabungan beberapa jenis mineral seperti lazurite, calcite, pyrite, dan felspathoids (kumpulan sodalite) seperti nauyne dan nosean. Dahulu, Bangsa Rom mengenal lapis lazuli sebagai sapphire karena warna birunya. Lapis lazuli mempunyai kualitas setara jed, fairus, dan opal. Bahkan bangsa Mesir Purba menggunakannya sebagai perhiasan dan tembikar. Lapis lazuli ialah permata yang pernah diceritakan dalam "Hikayat Seribu Satu Malam" (Arabian Night) yang digambarkan sebagai batu permata dengan warna biru pekat dan kilauan keemasan seperti bintang. Kilauan ini disebabkan oleh inclusion dari mineral pyrite (ferum sulfit). Lapis lazuli merupakan salah satu batu permata pertama yang dipakai oleh manusia. Ahli arkeologi pernah menemukan perhiasan seperti kalung, loket dan gelang serta kerajinan tangan yang dibuat dari batu ini. Hal ini membuktikan bangsa lama seperti Mesopotamia, Mesir, Persia, Yunani, dan Roma menghargai batu ini sebagai batu permata yang cukup istimewa. Ada bukti yang menunjukkan lapis lazuli diperdagangkan secara meluas sekitar 4000 tahun sebelum Masehi di Sungai Euphrat di Bandar Ur, a Mesir. Alexander The Great

memperkenalkan lapis lazuli di Eropa dan diberi nama "ultramarine" yang berarti "beyond the sea" (dari dasar laut) karena warna biru yang cantik pada batu ini. Lapis Lazuli mempunyai corak yang merata dan permukaan yang tidak rata karena kehadiran kristal. Permukaan batu opaq dan agak opaq menjadikannya mudah diasah. Batu ini biasanya mempunyai warna biru tua. Ada juga yang mempuyai tumpukan putih yang dapat menurunkan nilainya. Lapis lazuli yang paling berharga mempunyai warna biru-ungu yang merata. Lapis lazuli terjadi jutaan tahun lalu ketika metamorphosis mengubah kapur menjadi marble (batuan marmer). Di alam, lapis lazuli berwarna biru pucat dengan campuran biru pekat dan mempunyai golden inclusion dengan jalur putih dari marmer. Mineral diopside dan lasurite bergabung dengan batuan granit membentuk lapis lazuli. Namun demikian, lapis lazuli adakalanya dianggap batu sodalite. Lapis lazuli tidak begitu keras dengan nilai 5 hingga 5,5 pada skala Mohs karena kandungan sulfur dan kalsium yang merupakan bahan utama di dalam batu ini. Corundum juga memberikan warna biru pada batu ini. Lapis lazuli yang terbaik didapatkan di Afghanistan. Selain itu, ada juga di negara Chile, Siberia, Burma, Pakistan, Angola, b dan Kanada.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

285

Gambar 10.90. Bentuk batuan Lapis Lazuli sebelum dipotong (a) dan Lapis Lazuli yang telah dipotong (b) 59) Fluorite Fluorite (juga dikenal sebagai fluorspar) ialah mineral yang terdiri atas kalsium florida, CaF2. Mineral ini memiliki bentuk kristal isometrik dengan bentuk kubik dan sering juga dijumpai dalam bentuk lain seperti oktahedral dan bentuk isometrik yang rumit. Kristal berkembar biasa pada fluorite menyebabkan mineral tersebut agak sulit dianalisis genetiknya. Fluorite mendapat nama dari kata dasar Latin, "fluo" yang artinya "to flow" (mengalir) karena mineral ini mempunyai titik didih yang rendah dan digunakan sebagai bahan penting dalam membuat sambungan besi atau pateri (sebagai bahan anti karat). Fluorite tidak begitu keras dan hanya berada pada nilai 4 dalam skala kekerasan Mohs. Fluorite mempunyai beragam warna yaitu merah, merah jambu, kuning, hijau, biru, ungu, putih, tidak berwarna, gabungan warna dan ada yang mempunyai corak belangbelang. Fluorite biasanya berasosiasi dengan mineral metalik sebagai bagian dari gangue (host rock), dan mempunyai kaitan dengan galena, sphalerite, barite, quartz, dan calcite. Biasa dijumpai di dalam belerang hidrotermal dan merupakan mineral utama dalam granit dan batuan beku lainnya serta 286 ditemukan dalam jumlah kecil dalam dolostone dan batu kapur. 60) Malachite Malachite (disebut sebagai mala-cit atau mala-khait atau malachait atau mala-kat) ialah sejenis mineral dalam kumpulan karbonat hidroksida Cu2CO3(OH)2. Malachite mendapat nama dari bahasa Latin dan Perancis yang berasal dari istilah Yunani "molochitis" (mallowgreen stone). Istilah "moloche", merupakan varian "malache" yang berarti "mallow" (sejenis herbal hijau). Malachite merupakan komponen mineral yang terjadi di dalam bijih kuprum (tembaga) dan sering ditemukan bersama dengan azurite, goethite, dan calcite. Kandungan mineral malachite (Cu3(CO3)2(OH)2) mirip azurite tetapi azurite merupakan mineral berwarna biru sedangkan malachite merupakan mineral berwarna hijau. Tidak mengherankan jika kedua mineral ini sering ditemukan bersama. Malachite mempunyai warna hijau pekat hingga hijau muda dan biasanya warna ini akan bercampurcampur dalam corak atau pola belang-belang. Malachite adalah batuan jenis opaq, biasa dipotong berbentuk cabochon dan diasah untuk memperlihatkan coraknya. Kristal tunggal malachite jarang
Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

ditemukan karena malachite biasanya ditemukan bersama dengan mineral lain. Malachite mempunyai kristal monoklinik, biasanya berbentuk seperti serat (fiber), dan ditemukan dalam batuan jenis stalagmik. Selain itu, mineral malachite seringkali berada bersama deposit kuprum dan batuan jenis granit. Malachite mempunyai kekerasan 4 hingga 5 pada skala Mohs. Batu ini agak sensitif terhadap asam. Malachite dipercaya telah digunakan sejak zaman purba.

Sebelum tahun 1800, malachite digunakan sebagai pigmen hijau dalam lukisan dan perhiasan bangunan seperti Malachite Room di Hermitage yang dihiasi malachite yang sangat besar. Malachite ditambang di Ural (Russia), Republik Congo, Tsumeb (Namibia), Mexico, Wales (England), dan Arizona. Malachite sering kali disesuaikan untuk digunakan sebagai perhiasan cincin, loket, kalung, dan anting-anting.

a

b

Gambar 10.91. Malachite pada batuan (a) dan Malachite yang dipotong berbentuk cabochon (b).

61) Labradorite
Labradorite merupakan batu felspar plagioclase yang mengandung natrium sebagai unsur utama. Batuan ini mempunyai struktur kimia yang sangat kompleks yaitu kalsium sodium alumunium silika dengan rumus kimia NaAlSi3O8 - CaAl2Si12O8 dan struktur kristal tricline. Labradorite mendapat nama dari Labrador di Kanada di mana batu ini pertama kali ditemukan. Batu ini mempunyai kekerasan 6 hingga 6,5 pada skala Mohs. Labradorite mempunyai satu ciri yang dikenal sebagai

"labradorescene" yaitu kesan kilauan hasil tebaran cahaya yang dipantulkan oleh inclusion yang mirip cangkang tiram. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh unsur kalsium, natrium dan silikon yang terdapat di dalamnya. Selain itu, fenomena ini mungkin juga disebabkan oleh kehadiran ilimenite, rutile (titanium oksida), dan magnetite. Labradorite mempunyai warna yang unik dengan gabungan warna hijau, biru, merah, putih, orange, dan hitam. Dengan kesan labradorescene, warna-warna ini seolah-olah seperti warna pelangi. 287

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Labradorite dihasilkan dari Kanada, Amerika Serikat, Sri Lanka, Finland, dan Myanmar. Selain itu, Afrika, Thailand, dan beberapa negara lain juga mempunyai batu permata ini. Ada juga batu mirip labradorite ditemukan di Norway yang dinamakan larvikite. Labradorite sering menjadi pilihan untuk dijadikan loket, cincin, dan gelang serta perhiasan yang lain. Labradorite tidak dibuat secara sintetik. Ini mungkin karena batu ini mudah untuk didapatkan di pasaran dengan harga yang terjangkau. 62) Diamond Diamond ialah karbon allotrop di mana atom karbon tersusun dalam bentuk kristal isometrikheksoktahedral (allotrop karbon termasuk grafit dan fullerena). Diamond merupakan batu permata yang paling terkenal dan mahal di dunia, dengan nilai 10 pada skala kekerasan Mohs. Diamond juga mempunyai kemampuan memancarkan cahaya yang tinggi. Istilah diamond diambil dari bahasa Yunani "adamas" (mustahil untuk dijinakkan) yang menunjukkan sifat cahaya yang dipancarkannya amat mustahil untuk "dijinakkan." Diamond merupakan bahan galian yang terkenal karena keindahan dan kekerasan yang hebat, terutama untuk industri dan perhiasan. Diamond merupakan bahan terbaik bagi peralatan memotong dan pelicin serta penggunaan biasa termasuk mata gergaji dan mata bor. Ini karena kekerasan diamond yang tinggi dan diamond hanya bisa dipotong oleh diamond. Serbuk diamond sering digunakan sebagai bahan asah (abbrasive). Diperkirakan lebih dari 130 juta karat (26.000 kg) diamond dihasilkan 288

setiap tahunnya, dari jumlah itu hampir US$ 9 milyar atau 100.000 kg diamond dihasilkan secara sintetik setiap tahun. Diamond di dalam sejarah telah digunakan sebagai ikon keagamaan di India dan kegunaannya sebagai alat pengukir telah dibukukan dalam sejarah awal manusia. Popularitas diamond mulai meningkat pada abad ke 19 karena kebutuhan yang meningkat, teknik potongan yang diperbaiki, perkembangan ekonomi dunia, dan pemasaran yang inovatif. Diamond dinilai dengan menggunakan istilah “four Cs” (4 C) yaitu carat, clarity (kejernihan), color (warna), dan cut (potongan). Diamond ditemukan dalam pipa kimberlite dan lamproite gunungapi. Hampir 49% diamond berasal dari bagian utara Afrika, selain negara prodsen lainnya seperti Kanada, India, Russia, Brazil dan Australia. Pembentukan diamond memerlukan kondisi yang sangat spesifik. Pembentukan diamond memerlukan bahan yang mengandung karbon dengan tekanan yang tinggi (antara 45 hingga 60 kilobar) dan suhu di antara 900–1300°C. Keadaan ini hanya ditemukan di dua tempat di bumi ini, yaitu bagian mantel litosferik di bawah lempeng benua yang stabil dan kawah di mana meteorite jatuh.

63) Meteorite
Meteorite adalah objek alam berasal dari luar angkasa yang jatuh dan menghantam permukaan bumi. Di luar angkasa, meteorite dinamakan meteoroid dan apabila masuk ke dalam atmosfera bumi, gesekan dengan udara akan menyebabkan meteoroid terbakar dan mengeluarDirektorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

kan cahaya seperti batu berapi dan dinamakan meteor atau tahi bintang. Meteor yang menghantam bumi dinamakan meteorite. Meteorite juga banyak dijumpai di permukaan bulan dan planet Mars. Di permukaan bumi kita hingga ini, terdapat lebih dari 31.000 spesimen meteorite yang didokumentasikan, kira-kira 1.050 spesimen meteorite pernah disaksikan jatuh dan telah disimpan sebagai koleksi di seluruh dunia. Meteorite sering dinamakan dengan nama tempat di mana ia jatuh dan biasanya nama meteorite berupa nama bandar, pekan, kampung ataupun lokasi geografi. Ada juga di mana banyak meteorite jatuh pada satu tempat maka namanya akan mempunyai gabungan huruf dan nombor contohnya, Allan Hills 84001 atau Dimmit (b). Sebagian meteorite mempunyai nama yang tidak formal sebagai contoh meteorite Sylacauga juga dikenal sebagai "Hodges meteorite" selepas seorang wanita bernama Ann Hodges terkena serpihan meteorite ini. Meteorite Sylacauga yang membentuk kawah di Ngarai (Canyon) Diablo dikenal dengan nama ini. Namun demikian, nama ini tidak digunakan sebagai nama resmi oleh Meteoritical Society (Kesatuan Meteoritikal) serta saintis. Meteorite dibagi menjadi tiga kumpulan besar, yaitu meteorite batu (batuan dengan mineral silika), meteorite besi (besi-nikel metalik), dan meteorite gabungan besibatuan. Pengkelasan modern membagi kumpulan meteorite berdasarkan struktur, komposisi kimia, isotop, dan mineralogi. Jenis-jenis meteorite

Hampir 86% meteorite yang dijumpai di bumi ini adalah chondrite karena partikel kecil dan bulat yang dimiliki oleh meteorite tersebut. Partikel ini juga dikenal sebagai chondrule terdiri mineral silika yang mencair ketika berada di luar angkasa. Chondrite juga mengandung sejumlah kecil bahan organik termasuk asam amino dan butiran prasolar (presolar grain) unsur karbon, silika, logam ringan, dan lain-lain. Chondrite diperkirakan berusia lebih dari 4,55 milyar tahun, merupakan material yang mewakili lingkaran asteroid di luar angkasa yang berukuran kecil. Seperti komet, asteroid chondritic merupakan material yang paling primitif di dalam sistem tata surya. Chondrite sering kali dianggap sebagai blok penyusun (building block) bagi sebuah planet. Kira-kira 8% meteorite yang jatuh di permukaan bumi adalah achondrite, sebagian mempunyai sifat yang sama dengan batuan igneous mafic (besi-magnesium). Kebanyakan achondrite merupakan batuan purba, yang mewakili material asteroid. Satu keluarga besar achondrite (yang dikenal sebagai meteorite HED) kemungkinan besar berasal dari asteroid 4 Vesta (asteroid kedua terbesar di dalam lingkaran asteroid). Di samping itu, ada dua kumpulan kecil achondrite istimewa, karena mereka lebih muda dan tidak berasal dari lingkaran asteroid. Satu kumpulan berasal dari bulan (yang dibawa dari misi Apollo dan Luna) dan satu kumpulan lagi berasal dari planet lain. Meteorite besi dengan aloy besi-nikel yang terbentuk di bagian dalam meteorite ini mewakili 5% dari jumlah keseluruhan meteorite yang 289

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

jatuh ke bumi. Kebanyakan meteorite besi seperti kamacite dan taenite berasal dari sejumlah asteroid yang pernah mencair. Ketika di bumi, logam yang lebih berat terpisah dari material silika dan tenggelam ke bagian tengah asteroid. Namun demikian, ia akan hancur akibat menabrak asteroid lain. Meteorite besi-batuan hanya mewakili 1% dari jumlah keseluruhan meteorite yang jatuh ke bumi. Meteorite merupakan campuran besi-nikel dan mineral silika. Pallasite dikatakan berasal dari zona di atas lapisan di mana meteorite besi berasal. Satu lagi jenis meteorite besi-batuan ialah mesosiderite. Tektite bukan sejenis meteorite, tetapi merupakan kaca yang terjadi akibat benturan yang kuat dengan permukaan bumi.

hutan, atau ikan paus yang diukir atau dijadikan perhiasan. (3) Coral Coral adalah kerangka yang dihasilkan oleh hewan-hewan laut kecil disebut polyps, mengandung kalsium karbonat. (4) Shell Shell adalah kulit kerang yang memiliki pantulan warna-warni pelangi, dapat pula dijadikan perhiasan. (5) Pearl Pearl adalah mutiara yang dihasilkan oleh beberapa jenis tiram mengandung lender, terdiri dari calsium carbonate (aragonite) dan bahan perekat conchoilin yang menyatu. B. Inklusi Bagi kebanyakan orang awam, inklusi (inclusion) kadang merupakan sesuatu yang dinilainya kurang baik dan menurunkan nilainya. Inclusion diartikan cacat-cacat dalam batu permata. Namun sesungguhnya inclusion sangat membantu seorang mineralogist dan gemologist untuk mengenali identitas batu tersebut, bagaimana terbentuknya dan kadang sumber asal ditemukan. Sejak kemunculan batu syntetic, inclusion menjadi satu-satunya sumber informasi dan petunjuk kuat untuk membedakan antara natural dan syntetic. Pada batu - batu permata tertentu, inclusion sering menampilkan keunikan-keunikannya yang indah dan seringkali memerlukan imajinasi untuk menikmatinya.

10.4.4. Permata Organik dan Inklusi
A. Permata Organik (1) Amber Amber merupakan fosil dari getah pohon yang mengering dan mengeras, kadang mengandung daun-daun atau seranggaserangga yang terjebak didalamnya. Kebanyakan ditemukan di laut Baltik dekat Rusia dan Polandia. (2) Ivory Ivory adalah taring gajah atau hewan mammoth, kuda nil, babi

290

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

RANGKUMAN
Ganesa Bahan Galian Genesa bahan galian adalah ilmu yang memperlajari pertum-buhan / pembentukan serta asal usul bahan galian, baik logam, logam, maupun bahan galian industri. Pembahasan meliputi cara terbentuknya, struktur, jumlah, kedudukan, dan penyebaran. Bahan galian adalah bahan yang dijumpai di alam baik berupa unsur kimia, mineral, bijih, ataupun batuan. Bahan galian dapat berbentuk padat, cair ataupun gas. Juga dapat diperoleh dengan cara digali, dipompa, disedot, disemprot, dan sebagainya. 1. a. b. c. d. e. 2. a. b. c. d. Endapan Primer Konsentrasi Magnetik Metasometisme Kontak Hidrotermal Vulkanik Pegmatik Endapan Sekunder Proses Pelapukan Endapan Konsentrasi Residu Endapan Konsentrasi Mekanis Oksidasi dan Pengayaan Supergen

3. Minyak Bumi Batuan resevoar (oil pool), misalnya: a. Batupasir b. Batugamping c. Batuan granit sedikit.

dalam

jumlah

yang

4. Batu bara Klasifikasi non teknis meliputi pengelompokan batu bara sebagai berikut: a. Antrasit (hand coal) b. Bitumen (salt coal) c. Lignit (lignite) d. Connel coal (peat) 5. a. b. c. d. Batu Permata Batu permata asli Batu permata sintesis Batu permata imitasi Batu permata Doblet dan Triplet.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

291

SOAL-SOAL
1. Bagaimana cara terjadinya bahan galian? 2. Apa yang dimaksud dengan : a. Ore b. Waste c. Gang Mineral d. Tracking e. Mineral bijih f. Oil Trap 3. Jelaskan cara terjadinya bahan galian industri belerang! 4. Dimana terdapat endapan phospat? 5. Apa yang dimaksud dengan endapan primer dan sekunder? Dan beri contoh! 6. Jelaskan 3 jenis batuan reservoar minyak bumi! 7. Bagaimana klasifikasi batubara, jelaskan! 8. Jelaskan pengelompokan bahan galian di Indonesia! Dan sertakan contohnya!. 9. Beri contoh 9 batu permata yang terkenal dan jelaskan!

GLOSARIUM
1. Gangue Mineral : mineral-mineral yang berasosiasi dengan mineral
bijih tetapi tidak dapat diambil logamnya 2. Host rock : Batuan penerima unsur-unsur baru 3. Metasomatisme : Proses penambahan unsur-unsur baru pada mineral 4. Oil Trap : Perangkap minyak bumi 5. Ore : mineral yang dari padanya dapat diambil satu atau lebih logamnya 6. Traverse : Lintasan survei misal melalui sungai. 7. Wallrock : Batuan dinding 8. Waste : bagian dari bijih yang tidak diambil tetapi biasanya dibuang (tailing)

292

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful