BUKU I

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK RI ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2010 LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Nomor Tanggal

: 23.A/LHPIXVIIl.BDG!O7~2011 : 0 6 Juli 2011

BUKU I

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK RI ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2010

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

ATAS
LAPORAN KEUANGAN

Nomor Tanggal

:23.ALLHPfiTTTT.BDG 'n- '201 1 :6 Juli 2011

DAFTAR ISI

HALAMAN

DAFTAR ISI ........................................................................................................................ LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ...................... LAPORAN KEUANGAN POKOK 1. NERACA KOMPARATIF ............................................................................................. 2. LAPORAN REALISASI ANGGARAN ........................................................................ 3. LAPORAN ARUS KAS .................................................................................................. 4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ..............................................................

i 1

4 6 8 11

A. PENJELASAN UMUM CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN………. . 11 B. PENJELASAN PER POS NERACA……………………………………………. C. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN…………... D. PENJELASAN PER POS LAPORAN ARUS KAS …………………………… GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN .........................................................................
LAMPIRAN

32 44 51 54

BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

i

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 1-1 Lampiran 2 Lampiran 2-1 Lampiran 2-2 Lampiran 3 Lampiran 3-1 Lampiran 3-2 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 5-1 Lampiran 5-2 Lampiran 5-3 Lampiran 5-4 Lampiran 6-1 Lampiran 6-2 Lampiran 6-3 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9

Kas Di Bendahara Pengeluaran Per 31 Desember 2010 Sisa Kas Pada Bendahara Pengeluaran Dari Jasa Giro Rekap Piutang Pajak Dan Retribusi Per 31 Desember 2010 Piutang Pajak/Retribusi Per 31 Desember 2010 Piutang Retribusi BP RSU Dr. Slamet Per 31 Desember 2010 Rekap Piutang Lainnya Per 31 Desember 2010 Piutang Lainnya Penjualan Angsuran Tanah Pemda Garut Per 31 Desember 2010 Daftar Piutang Lainnya Kepada Pembeli Kios/Los Pasar Per 31 Desember 2010 Saldo Persediaan Per 31 Desember 2010 Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kabupaten Garut Per 31 Desember 2010 Penyertaan Modal Pada PDAM Garut Per 31 Desember 2010 Penyertaan Modal Pada Bank Jabar Banten Cabang Garut Per 31 Desember 2010 Penyertaan Modal Pada BPR/LPK/ BPKD Per 31 Desember 2010 Penyertaan Modal Terarah Per 31 Desember 2010 Daftar Aset Tetap Per 31 Desember 2010 Penambahan Aset Tetap Tahun 2010 Penambahan Aktiva Tetap Tahun Anggaran 2010 Per 31 Desember 2010 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Kendaraan Per 31 Desember 2010 Aset Lainnya Tututan Ganti Rugi Per 31 Desember 2010 Daftar Aset Tetap Tahun 2010 Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kondisi Rusak Berat (Aktiva Tidak Produktif)

Lampiran 10 Lampiran 11

Saldo Hutang Jangka Pendek Per 31 Desember 2010 BP.RSU. Dr. Slamet Daftar Pinjaman Daerah Per 31 Desember 2010

BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

ii

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Berdasarkan Pasal 31 Undang Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan undang-undang terkait lainnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memeriksa memerik Neraca Pemerintah Kabupaten Garut per 31 Desember 2010 dan 2009, Laporan Realisasi , Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-ta tanggal tersebut. Laporan Keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Garut Tanggung jawab BPK terletak pada pernyataan pendapat Garut. atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. Kecuali seperti yang diuraikan dalam paragraf berikut ini, BPK melaksanakan in pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Standar tersebut mengharuskan BPK merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar haruskan memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi eksaminasi, atas dasar pengujian, buktiatu -bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan jumlah juga meliputi penilaian atas Prinsip Akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Garut, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK yakin bahwa pemeriksaan tersebut memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Dalam laporan BPK Nomor 46A/LHP/XVIII.BDG/09/2010 tanggal 7 September 2010 2010. BPK menyatakan pendapat, kecuali untuk dampak penyesuaian, jika ada, yang mungkin perlu dilakukan jika Pemerintah Kabupaten Garut dapat melengkapi dokumen dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengakuan piutang kios pasar, menyajikan seluruh persed persediaan pada Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dengan harga perolehan terakhir, menyajikan nilai penyertaan modal dengan menggunakan metode ekuitas, menelusuri nilai penyertaan modal terarah kepada PD BPR/LPK, serta melakukan penomoran dan pengklasifikasian aset, Neraca Pemerintah Kabupaten Garut per 31 an Desember 2009, dan Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Anggaran Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan Pemerintahan. Pada Tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Garut telah menyajikan seluruh persediaan pada Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dengan harga pero perolehan terakhir dan menyajikan nilai penyertaan modal kepada PDAM Kabupaten Garut dengan menggunakan metode ekuitas. ekuitas
BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

1

Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Nomor B.2, Pemerintah Kabupaten Garut menyajikan akun Piutang Pajak dan Retribusi dalam Neraca per 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp17,41 miliar dan sebesar Rp6,79 miliar. Dalam piutang tersebut, terdapat pengakuan piutang kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp14,73 miliar yang berasal dari pemberian pelayanan Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang belum diverifikasi dan disahkan oleh verifikator independen dengan menggunakan sistem INA-DRG maupun verifikator independen Dinas Kesehatan. Penyajian piutang tersebut tidak didukung dengan dokumen yang memadai dan bukti pengakuan hutang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Catatan dan dokumen yang tersedia tidak memungkinkan BPK melakukan prosedur pemeriksaan yang memadai untuk dapat meyakini pengakuan nilai piutang kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut. Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Nomor B.3, Pemerintah Kabupaten Garut menyajikan akun Piutang Lainnya dalam Neraca per 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp4,88 miliar dan sebesar Rp5,07 miliar. Dalam akun Piutang Lainnya tersebut, terdapat Piutang Penjualan Kios Pasar sebesar Rp3,54 miliar yang tidak didukung dengan perjanjian jual beli kios pasar sebagai dokumen sumber pengakuan piutang. Pemerintah Kabupaten Garut masih melakukan penelusuran terhadap bukti-bukti pengakuan Piutang Lainnya tersebut, sedangkan catatan dan dokumen yang tersedia tidak memungkinkan BPK melakukan prosedur pemeriksaan yang memadai untuk dapat meyakini nilai piutang kios pasar tersebut. Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Nomor B.6, Pemerintah Kabupaten Garut menyajikan saldo Aset Tetap dalam Neraca per 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp1,59 triliun dan sebesar Rp1,41 triliun. Pemerintah Kabupaten Garut belum melakukan penatausahaan aset tetap tersebut secara tertib. Hasil pemeriksaan BPK mengungkapkan adanya kelemahan dalam sistem pengendalian aset tetap, yaitu (1) Peralatan dan mesin tidak didukung dengan penatausahaan yang memadai, tidak diberikan penomoran atau kode barang dan tidak dapat ditunjukkan keberadaannya, (2) Aset tetap tanah, jalan dan jembatan pada Dinas Bina Marga sebesar Rp161,32 miliar tidak didukung dengan daftar rincian aset, (3) Aset Jalan Desa perolehan dari tahun 2004 s.d. tahun 2010 sebesar Rp31,06 miliar dicatat sebagai aset Pemerintah Kabupaten Garut, diantaranya sebesar Rp11,74 miliar tidak didukung dengan daftar rincian aset. (4) Kebijakan kapitalisasi biaya umum terkait kegiatan belanja modal belum dilakukan secara konsisten, dan (5) Aset bangunan gedung pendidikan sebesar Rp29,13 miliar belum dapat ditelusuri lebih lanjut. BPK tidak dapat menerapkan prosedur pemeriksaan yang memadai untuk meyakini nilai Aset Tetap tersebut. Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Nomor C.1.1, Pemerintah Kabupaten Garut menyajikan realisasi Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah dalam LRA TA 2010 sebesar Rp81,13 miliar. Dalam realisasi Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah tersebut terdapat pengakuan pendapatan yang berasal dari pelayanan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp31,81 miliar meskipun belum diverifikasi dan disahkan oleh verifikator independen dengan menggunakan sistem INA-DRG. Catatan dan dokumen yang tersedia tidak memungkinkan BPK melakukan prosedur pemeriksaan yang memadai untuk dapat meyakini realisasi pendapatan RSUD yang belum melalui verifikasi tersebut.
BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

2

Menurut pendapat BPK, kecaa!i un?uk dampak penyesuaian tersebut, jika ada, yang mungkin perlu dilakukan. dan Pemerintah Kabupaten Garut telah dapat menyajikan dan mengklasifikasikan Piutang Pajak dan Retribusi yang bersumber dari pelayanan Jamkesda secara tepat, Piutang Penj ualan Kios Pasar telah didukung dengan surat perjanjian peri-jualan kios, penatausahaan aset telah dilakukan secara tertib dan penyajian Pendapatan Lain-Lain PAD yang Sah . a n g bersumber dari pelayanan Jamkesmas telah didasarkan atas hasil verifikasi dan pengesahan tim verifikator independen, Neraca Pemerintah Kabupaten Garut per 31 Desember 2010, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, menyajikan secara wajar, dalam semua ha1 yang material, posisi keuangan Pemerintah Kabupaten Garut per 31 Desember 2010, sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan yang memadai atas kewajaran laporan keuangan tersebut, BPK melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan. Laporan Hasil Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan disajikan dalam Laporan Nomor 23.B/LHP/XVIII.BDG/07/2011 tanggal 06 Juli 201 1 dan Nomor 23 .C/LHP/XVTII.BDG/07/20 1 1 tanggal 06 Juli 20 1 1, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan ini.

Bandung, 06 Juli 201 1 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Penvakilan Provinsi Jawa Barat

Dede sukirjo, S.E., M.M., Ak A k ~ m f a nRegister Negnm No D - 38384 ,

Nomor Lampiran
Perihal
1

:

~~o/!~~~/DPPKA

Garut,
Kepada'

Juii 201 1

.
- <x:
==
~ - - , # >

7:
7;
" y

Yth- K e ~ a l a *!y2% :Surat Representasi Manajemen !. - , ,! .;~z, = :.&.' . , . ? = .= & .:..=: tj : ;. . . .d ~--. : - .. --.#Badan Pemeriksa Keuangan RI .:I=. .-b{,+~;, ---'.? >i-;-*z, , . . -. .- . -2-2~
;

;

< ..-,: ---. : : .a-':.p&-

..3

.7

:-.. ,. ,;

<

,

,

, ' u : ; ' : ; ?

,,.:

8

: I -. ., ' -- .

\

A -

-

Provinsi Jawa Barat JI. Moch. Toha No. 164 Di Bandung

Kami r n m b ~ r i k m surat representasi ini sehubungan dengan pemeriksam Badan Pemmiha Keuangan
Rqrublik Indanesia (BPK-RI) atas Laporan Reuangan PernerinZxlh Daerah Kabupaten Garut Tahun 2010, ymg terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran unt& ltahtln yang bemkhir tmggal 3 1 Desember 201Q,L a p a m Arus Kas, Neraca per 3 1 Desemher 2010, dan Catatan at& Laporan K e u a n p , Kamj menegaskan bahwa kami bcrtanggungiawab atas penyusuaan dan penya..ian laporan keuangan tersebut sesuai dengam Standar Akuntmai Pemerinrahan (SAP). Representmi surat ini diberikm terbatas pada hal-ha1 yang mfiterial. Sesuau dipandang material, tanpa melihat besamya, namun jug3 rnenynyangkut sdah saji i n f ~ m a s i aktlntansi yang rnernpengaruhi pertimbangan wajar penggma laporan keuangan, yang mengmdalkan kepercayaan pada informasi laporan keumgm dlmaksud. b m i menegaskan bahwa berdasarkan keyakinan dm pengetahan kami rang terbaik, reprtssentasi berikut ini telah kami bud kepada Tim BPK T31 selama pemeriksaan :
1,

Laporan keuangan yang disobut di atas telah kami disajikan sesud derrgan SAP.

2. Kami telah menyediakan semua data malerid dan infomasi yang diperlukan kepada Tim BPKRI.
3. Smua transaksi yang material sudah dicatat clan dilaporkan d a l m laparan kewngan.

4. Semua rekning atas nama pejabat terkait dengan jabatanhya dalam pemerintahan sudah dicatat httau diungkapkan dalam leporan keuangan.
5. PemwinSah Daerah KKabupaten Gamt merniliki hak penuh atitas aset yang dimiliki, d m tidak terdapat gadai atau pmjaminan atas aset tcnebut.

6. Sampai dengan saat ini kami tidak mengetahui adanya tindakan pelanggaran terkadap hukurn dan geraturan yang dmpaknya perlu diungkipkan dalan laporan keumgan.
7 . Sernua kewajiban materid ssudah dicatirt atau diungkapkan dalam lapomn keuangan.

B.

TEdak terdapat tqihan ymg belum dinpt&m dan hams dinmakan tetapi belum diungkapkan.

9. Bemerintah Daerah Kabupaten Garut telah mernatuhi mpek perjanjian kontrak yang align mempunyai damp& mzterial terhadq l q o m Fceumgan jih terjadi pclanggarm.

1Q. Tid& ttercilttpat perigiwa atm tmmaksi materid ymg terjdi 8etieIah t;ulggal 3 1 Deamber 22010 yang belum dicaht dan diuunk~pkm ddam cgttitan laparan kpeuangan,
11. Edak terd%p& k t c w w g ~ material Ckaalahan dismgaja,

penghilangan jumlah m u p.&ngtm&apand d m laparm keuang~n penyalahgunaan &setyang dapd berdampak material dan terh&ap iqamn k e u n ~ n dan keewmgan la?n p n g melibntkan pimpinan atau ppegawai yang ) memIliki pmpefiting &lam pengen6aIian intern, e

12. Kami bemnggundawab untuk menyeienggarakan dan rnemeliham sistem pengerldalim intern, 13? Kami telah menilai sfelcPif5S.a~ &tern pengendalian iintm dalam ha1 I

a. KemrPalm ppelaporm kemngan: trans&si-t~~ms&zitdah dieatat, dipr~ses,dan djringks secara memadd unbk mmungkinkan penywunan laparan keuangan sesuai denengan p r i ~ i p a k u n m i yanp; berlaku m u m , dm aset klah dilindungi dari kehilmgan ymg disehbkan oleh pengambildihan, p~~~ atau pelepqan hak ymg tidak sah.
b.

Ketmtan gada peratwan yang hrl&: transaksi-bms&si dil&san&n s s u d dengm peratuwn perunhgan yang kdixmpzk leir?gstmgclan material terhadap lap~ran keuangarn,

14, Kami telah menyampaikan sernu8 kelernallan s~ginifikran yanp ada pada perancangsn dan

gelaksanaan pengendalian intern yang dapgt berdampak negatif tmhadap kemmpuan Pmmerinttih Daerah K~bupatenGarut dalam mencapai tujuaa pengendalian intern d rnengindikssikm m kelmhan-kelsmahan yang, material,

IS. Kaani bertangpnErj~wdatas pnyelenggraan sistern pmgelolaan keuangm sesuai dengan kestentuan pmdmg-ufldangan tentang keunngm n.eg8i-a dsul SAP.
16. Kami tdah mgidenti.Eilixsi dm rnengm&qkm smua peraturan d m undang-tmdaing ymg berdampak lmgsung d m matmjal terhzdap penentuan jumiah dalam laporan keumgan.

17. K m i telah menympaikan semua kejadian ketidabatuhan terhdap pmaturan dan gerundan@ u n h g a n yang b e r l h .

Demlkian s w t wpresentasi ini dibuat sa?b~ai penjelasan &tatsbasil pmeriksam BBPK-RI atas I q o m Keuwgan Pemerintah D~erah Kabupaten Garut.

Laporan Keuangan Tahun 2010

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT NERACA PER 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(dalam rupiah) NO 1 1.1 URAIAN ASET ASET LANCAR Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang Pajak dan Retribusi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Bagian Lancar Tagihan Ganti Rugi Piutang Lainnya Persediaan Jumlah Aset Lancar : 1.2 INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Non Permanen Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Investasi Permanen Lainnya Jumlah Investasi Permanen : Jumlah Investasi Jangka Panjang : ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi Dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap : DANA CADANGAN ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tuntutan Ganti Rugi Piutang pada BPR Penyertaan pada BPR Piutang Pasien Aktiva Tidak produktif Jumlah Aset Lainnya JUMLAH ASET : B.5 B.5.1 51.311.011.591,95 51.311.011.591,95 51.311.011.591,95 51.079.701.909,03 51.079.701.909,03 51.079.701.909,03 REF B.1 B.1.1 B.1.2 B.1.3 B.2.1 31 Desember 2010 31 Desember 2009

114.577.727.590,00 530.292.356,00 3.350.690.690,00 17.412.895.386,00 -

120.711.791.351,00 463.795.242,00 2.185.823.151,00 6.793.223.385,27 5.075.407.910,00 11.622.720.510,00 146.852.761.549,27

B.3 B.4

4.886.907.365,00 18.562.422.240,00 159.320.935.627,00

1.3

B.6 134.960.494.095,00 334.780.436.396,00 513.392.185.202,00 548.700.710.948,00 63.855.699.410,00 1.595.689.526.051,00 B.7 B.8 B.8.1 B.8.2 B.8.3 B.8.4 B.8.5 26.300.000,00 363.031.250,00 585.829.500,00 1.311.186.079,00 272.896,00 2.286.619.725,00 1.808.608.092.994,95 132.744.309.937,00 298.440.607.145,00 463.373.543.828,00 481.295.526.162,00 34.398.511.568,00 1.410.252.498.640,00 26.300.000,00 148.781.250,00 585.829.500,00 1.219.677.202,00 272.896,00 1.980.860.848,00 1.610.165.822.946,30

1.4 1.5

4

NO 2 2.1

URAlAN KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Kepada Pihak Ketiga (PFK) Bagian Lancar Utang Luar Negeri Utang Jangka Pendek Lainnya : Utang Kepada Pihak Ketiga Utang Kepada PT. Askes Utang Kepada PDAM Jumlah Kewajiban Jangka Pendek :

REF
B.9 B.91 B.9.2 B .9.4 B.9.3

31 Desember 2010

31 Desember 2009

17.070.095,OO 75.696.060,OO 6.368.572.133,OO 14.834.245.453,OO

12.604.730,OO 75.696.060,OO 1.602.012.933,95 787.225.6 1 1,83

21.295.583.741,OO B.10

2.477.539.335,78
75.696.060,OO

2.2

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Utang Luar Negeri Utang Dana Talangan Bank Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang : JUMLAH KEWAJIBAN :

B.lO.l

1.264.743.861,OO

1.264.743.86 1,OO

1.264.743.861,OO 22.560.327.602,OO

1.340.439.921,OO 3.81 7.979.256,78

2.3

EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Selisih Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA): Pendapatan yang ditangguhkan Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang harus disediakan untuk : Pembayaran Utang Jangka Pendek Jumlah Ekuitas Dana Lancar : EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan Dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset lainnya Dana yang harus disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Jumlah Ekuitas Dana Investasi : JUMLAH EKUTTAS DANA : B.13
a$#"&,
x,
ynd.

B.ll
115.051.233.514,OO 3.390.427.027,OO 22.299.802.75 1,OO 18.562.422.240,OO (2 1.278.5 13.646,OO) 121.121.145.154.00 2.227.659.860,OO 11.868.631.295.27 11.622.720.510,OO (2.464.934.605.78)

138.025.351.886,OO B.12
51.31 1.011.591,95 1.595.689.526.051,OO 2.286.6 19.725,OO (1.264.743.861,OO)

144.375.222.213,49

51.079.701.909,03 1.410.252.498.640,OO 1.980.860.848,OO (1.340.439.921,OO)

1.648.022.413.506,95 1.786.047.765.392,95

1.461.972.621.476,03 1.606.347.843.689,52

./:
-1

D.& ;~ & @3CU%T?ASaDABA i : & : 2+--*&&&+
5-

..J J J ~ A F ~ [ KEWAJ&AN

xeb -&

4
++

.s .1.80g6d8.092.d94 & - L - . - . #.-$, ,~.6f0.165.822.946,30 % - &A 2
<

.

h

1

'

Laporan Keuangan Tahun 2010

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT LAPORAN REALISASI ANGGARAN TA 2010 DAN 2009
(Dalam Rupiah) NO I URAIAN PENDAPATAN DAN BELANJA PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah C.1.1 REF ANGGARAN 2010 1.665.875.885.147,00 106.290.841.118,00 9.815.505.000,00 13.632.952.510,00 2.752.996.183,00 80.089.387.425,00 REALISASI 2010 1.695.066.200.909,00 108.914.763.969,00 10.805.033.932,00 14.494.494.942,00 2.489.552.978,00 81.125.682.117,00 % 101,75% 102,47% 110,08% 106,32% 90,43% 101,29% REALISASI 2009 1.594.689.277.46400 102.702.673.665,00 9.437.458.548,00 83.603.048.746,00 2.069.548.244,00 7.592.618.127,00

PENDAPATAN TRANSFER TRANSFER PEMERINTAH PUSAT DANA PERIMBANGAN Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus

C.1.2

1.464.529.891.489,00 1.423.091.387.006,00 1.266.224.358.406,00 73.783.473.117,00 41.018.119.289,00 1.031.869.766.000,00 119.553.000.000,00

1.475.269.530.900,00 1.433.534.965.328,00 1.283.191.311.728,00 83.547.476.394,00 48.221.069.334,00 1.031.869.766.000,00 119.553.000.000,00

100,73% 100,73% 101,34% 113,23% 117,56% 100,00% 100,00%

1.318.455.536.799,00 1.277.756.969.029,00 1.244.187.194.029,00 69.233.972.140,00 60.874.604.889,00 1.012.043.617.000,00 102.035.000.000,00

TRANSFER PEMERINTAH PUSAT LAINNYA Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian

156.867.028.600,00 20.322.000.000,00 136.545.028.600,00

150.343.653.600,00 18.289.800.000,00 132.053.853.600,00

95,84% 90,00% 96,71%

33.569.775.000,00 33.569.775.000,00

TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Lainnya (Bantuan Keuangan) LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya (Bantuan dari Provinsi)

41.438.504.483,00 41.438.504.483,00 -

41.734.565.572,00 41.734.565.572,00 -

100,71% 100,71% -

40.698.567.770,00 40.698.567.770,00 -

C.1.3

95.055.152.540,00 7.600.195.000,00 87.454.957.540,00

110.881.906.040,00 4.100.000.000,00 106.781.906.040,00

116,65% 53,95%

173.531.067.000,00 28.802.040.000,00

122,10%

144.729.027.000,00

II

BELANJA DAERAH BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Hibah

C.1.4 C.1.4.1

1.770.388.523.301,00 1.567.434.181.756,00 1.105.453.884.838,00 234.361.121.820,00 17.149.750.000,00

1.689.086.148.835,00 1.530.601.822.113,00 1.089.982.048.937,00 222.899.801.190,00 16.994.670.000,00

95,41% 97,65% 98,60% 95,11% 99,10%

1.478.599.869.549,00 1.338.306.588.222,00 934.676.978.340,00 162.504.268.854,00 79.435.430.000,00

6
Pemerintah Kabupaten Garut

-

Laporan Keuangan Tahun 201 0
..

NO

URAIAN PENDAPATAN DAN BELANJA

REF

ANGGARAN 2010
132 665 141.212,OO 77 804 283 886,OO

REALISASI 2010
124.072 147.819,OO 76 653 154 167,OO 155.205.402.443,OO 2.432.881.858,OO 27.905.979.41 5,OO 53.387.754.134,OO 38.909.655.812,OO 32.?i69.131.224,00 3.263-924.279.00 3.263.924.279.00

Yo 93,52% 98,52% 79,02% 79,87% 46,46% 94,34% 92,51% 93,95% 50,07°/o 50,07%

REALISAS1 2009
161 689 91 1 O28,OO 75.464.673.682,OO 3 049.941.600,OO 27.1 85.558.288,OO 14.245.328.016,OO

1

Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantua~ Keuangan BELANJA MODAL Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan. lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya BELANJA TAK TERDUGA Belanja Tak Terduga TRANSFER TRANSFER BAG1 HASIL KE DESA Bagi Hasil Pajak SURPLUS / (DEVISIT)
I

C.1.4.2

196.420.718.592,OO 3.046.165.984,OO 60.060.444.107,OO 56.588.223.668,OO 42.059.123.833,OO 34.666.761.000,OO

28.713.885.278,OO 2.269.960.500,OO 1.196.431,500,00 1.196.434.500,OO

C.1.4.3

6.518.622.953,OO 6.518.622.953,OO

C.1.4.4

15.000.000,00 15.000.000,00 (104.512.638.154,OO)

15.000.000.00 15.000.000,00 5.980.052.074,OO 109.071.161.440,OO 121.121.145.154,OO 121.121.145.154,OO

100,00% 100,00% -5,72O/o 104,36% 100,OOO/o 100,00%

63.632.173.145,OO 63.632.173.145;OO 116.089.407-915900 5.031.737.239,OO 7.632.213.771,OO 7.632.213.771,OO

IT1

PEMBIAYAAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH Penggunaan SILPA

C.1.5

104.512.638.154,OO 121.121.145.154,OO 121.12I.145.154,OO

I
I

Penggunaan Dana Cadangan PENGELCIARAN PEMBIAl'AAN DAERAH Penyertaan Modal Pelnerintah Daerah Pembayaran Pokok Pinjaman + Bunga

I

I

I
16.608.507.000,00 16.300.000.000,00 308.507.000,OO

I
12.049.983.714,OO 1 1.800.000.000,00 249.983.714,OO
I

I
72,55% 72,39% 81,03%
I

I
2.600.476.532,OO 2.500.000.000,00 100.476.532,OO

I

i

I

IV

I SILPA

I

1

I

C.1.6

I

-

1

115.051.213.514,OO

1

1 121.121.145.154,OO
I

"-*" Juli 1
201

Laporan Keuangan Tahun 2010

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT LAPORAN ARUS KAS TA 2010 DAN 2009
(dalam rupiah) 2009

No 1

URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus Masuk Kas Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan lainnya (Bantuan Keuangan dari Provinsi) Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang Hibah Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Belanja Tak Terduga Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (1)

REF D.1.2

2010

10.805.033.932,00 14.494.494.942,00 2.489.552.978,00 81.125.682.117,00 83.547.476.394,00 48.221.069.334,00 1.031.869.766.000,00 119.553.000.000,00 18.289.800.000,00 132.053.853.600,00 41.734.565.572,00 0,00 4.100.000.000,00 0,00 106.781.906.040,00 1.695.066.200.909,00

9.437.458.548,00 83.603.048.746,00 2.069.548.244,00 7.592.618.127,00 69.233.972.140,00 60.874.604.889,00 1.012.043.617.000,00 102.035.000.000,00 33.569.775.000,00 40.667.663.165,00 30.904.605,00 0,00 28.802.040.000,00 144.729.027.000,00 1.594.689.277.464,00

1.089.982.048.937,00 222.899.801.190,00 16.994.670.000,00 124.072.147.819,00 76.668.154.167,00 3.263.924.279,00 1.533.880.746.392,00 161.185.454.517,00

934.676.978.340,00 162.504.268.854,00 79.435.430.000,00 161.689.911.028,00 63.632.173.145,00 1.196.434.500,00 1.403.135.195.867,00 191.554.081.597,00

2

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN Arus Masuk Kas Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Jumlah Arus Keluar Kas

D.1.3 0 ,00 2.432.881.858,00 27.905.979.415,00 53.387.754.134,00 38.909.655.812,00 32.569.131.224,00 155.205.402.443,00 0 ,00 3.049.941.600,00 27.185.558.288,00 14.245.328.016,00 28.713.885.278,00 2.269.960.500,00 75.464.673.682,00

8
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

No

URAIAN

REF

2010

2009

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Non Keuangan (2) 3 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Arus Masuk KAS Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Pinjaman dan Bunga Pemberian Pinjaman Jumlah Arus Keluar Kas D.1.4

(155.205.402.443,00)

(75.464.673.682,00)

-

-

11.800.000.000,00 249.983.714,00 12.049.983.714,00

2.500.000.000,00 100.476.532,00 2.600.476.532,00

Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Pembiayaan (3) 4 Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran Arus Masuk Kas Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) : Iuran Wajib Pegawai (IWP) Penerimaan PFK – Taspen Penerimaan PFK – Askes PPh Pasal 21 Penerimaan PFK - PPN Pusat Tabungan Perumahan (TAPERUM) Penerimaan PFK - Lainnya Penerimaan PFK - Astek Penerimaan PFK - Pasal 22 Jumlah Arus Masuk Kas D.1.5

(12.049.983.714,00)

(2.600.476.532,00)

62.136.437.362,00 34.796.428.321,00 1.987.279.175,00 18.871.981.309,00 117.792.126.167,00

61.782.081.106,00 95.966.920,00 673.447,00 14.628.196.898,00 10.403.259.429,00 2.137.794.812,00 145.454.817,00 170.573.781,00 2.966.814.479,00 92.330.815.689,00

Arus Keluar Kas Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) : Iuran Wajib Pegawai (IWP) Penerimaan PFK - Taspen Penerimaan PFK - Askes PPh Pasal 21 Penerimaan PFK - PPN Pusat Tabungan Perumahan (TAPERUM) Penerimaan PFK - Lainnya Penerimaan PFK - Astek Penerimaan PFK - Pasal 22 Jumlah Arus Keluar Kas 62.136.437.362,00 34.796.428.321,00 1.987.279.175,00 18.871.981.309,00 117.792.126.167,00 61.782.081.106,00 95.966.920,00 673.447,00 14.628.196.898,00 10.403.259.429,00 2.137.794.812,00 145.454.817,00 170.573.781,00 2.966.814.479,00 92.330.815.689,00

Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Non Anggaran (4)

-

-

9
Pemerintah Kabupaten Garut

No

URAIAN KENAIKAN/?ENURUNAN KAS Saldo Awal Kas di BUD Saldo Akhir Kas Daerah (SILPA) Kas di Kas Daerall Saldo Akhir Kas di Bendahara Pengeluaran UYHD Saldo Akbir Kas di Bendahara Pengeluaran - Utang PFK Kas di Bendahara Pengeluaran - Jasa Giro Saldo Kas
-

REF

2010 (6.069.931.640,OO) 121.121.145.154,OO 115.051.213.514,OO 114.577.727.590,OO

2009 113.488.931.383,OO 7.632.213.771,OO 121.121.I45.154,00 120.711.791.351,OO 409.353.803,OO 12.604.730,OO 41.836.709,OO 12 1.175.586.593,OO

-

473.485.924,OO 17.070.095,OO 39.736.337,OO 115.108.019.946,OO

Keteran ga n:

1) Saldo Kas di Kas Daerah (termasuk Deposito) 2) Kas di Bendahara Pengeluaran
Terdiri dari: a. Sisa Belanja UYHD
b. Utang PFK di Bendahara Pengeluaran

114.577.727.590,OO 530.292.356,QO 473.485.924,OO 17.070.095,OO 39.736.337,OO 3.350.690.690,OO

121.121.145.154,OO 463.795.242,OO 409.353.803,OO 12.604.730,OO 41.836.709,OO 2.185.823.151,OO

c. Jasa Giro

3) Kas di Bendahara Penet'imaan

Garut,

Juli 201 1

Laporan Keuangan Tahun 2010

4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. PENJELASAN UMUM CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A.1. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Garut disusun untuk menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut selama satu periode pelaporan terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan. Pemerintah Kabupaten Garut mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan untuk kepentingan: a. Akuntabilitas Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada pemerintah daerah dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. b. Manajemen Membantu para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu pemerintah daerah dalam periode pelaporan sehingga memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. c. Transparansi Memberikan informasi keuangan terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui sacara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah daerah dalam pengelolaan sumbar daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundangundangan. d. Keseimbangan antargenerasi (intergenerational equity) Membantu para pengguna laporan untuk mengetahui apakah penerimaan pemerintah daerah pada periode laporan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan akan ikut menanggung beban pengeluaran tersebut. Adapun tujuan penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2010 adalah : a. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan pemerintah daerah serta hasil-hasil yang telah dicapai b. Menyediakan informasi mengenai bagaimana pemerintah daerah mengenai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya. c. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi pemerintah daerah berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman d. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan pemerintah daerah, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.

11
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

A.2 Landasan Hukum Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan daerah antara lain : • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara • Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara • Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah kedua kali dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah • Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan • Peraturan Pemerintah RI Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. • Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. • Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah A.3. Organisasi Pemerintah Kabupaten Garut 1) Pola Organisasi Pola Organisasi Pemerintah Kabupaten Garut yaitu sebagai berikut : Badan Legislatif Daerah Kabupaten Garut yaitu DPRD Kabupaten Garut yang dibantu oleh Sekretaris Daerah Badan Eksekutif yaitu Pemerintah Daerah yang terdiri dari : 1. Bupati 2. Sekretariat Daerah 3. Dinas Daerah 4. Lembaga Teknis Daerah 5. Rumah Sakit Umum Daerah 6. Satuan Polisi Pamong Praja 7. Kecamatan 8. Kelurahan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Pembentukan Struktur Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Kabupaten Garut dibentuk dengan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2008. Struktur Organisasi Sekretariat Daerah terdiri dari : 1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, membawahkan : a. Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, membawahkan 3 Subbagian b. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, membawahi 3 Subbagian c. Bagian Administrasi Kemasyarakatan, membawahkan 3 Subbagian 2. Asistensi Perekonomian dan Pembangunan, membawahkan: Bagian Administrasi Pembangunan, membawahkan 3 Sub bagian 3. Asistensi Administrasi Umum, membawahkan : a. Bagian Umum dan Perundang-undangan, membawahkan 3 Subbagian b. Bagian Organisasi dan Tatalaksana, membawahkan 3 Sub bagian c. Bagian Informatika, membawahkan 3 Subbagian
12
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

d. Bagian Umum, membawahkan 3 Subbagian 4. Kelompok Jabatan Fungsional 2) Organisasi Dinas Daerah Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Garut dibentuk dengan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2008, Dinas Daerah sebagaimana dimaksud, terdiri dari : a. Dinas Pendidikan; b. Dinas Kesehatan; c. Dinas Sosial,Tenaga Kerja dan Transmigrasi; d. Dinas Perhubungan e. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; f. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata; g. Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UMKM; h. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura; i. Dinas Kehutanan; j. Dinas Perkebunan; k. Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan; l. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset; m. Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya; n. Dinas Bina Marga; o. Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan; Pada Dinas Daerah dapat dibentuk UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan penunjang yang mempunyai wilayah kerja 1 (satu) atau beberapa kecamatan. 3) Organisasi Lembaga Teknis Daerah Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah dan Insfektorat Kabupaten Garut dengan Peraturan Daerah Nomor 24 Tahun 2008. Lembaga Teknis Daerah terdiri dari: a. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; b. Inspektorat; c. Badan Kepegawaian dan Diklat; d. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa; e. Badan Keluarga Berencana dan Pemeberdayaan Perempuan; f. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup; g. Badan Ketahanan Pangan; h. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet; i. Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat; j. Kantor Penanaman Modal; k. Kantor Arsip Daerah; l. Kantor Perpustakaan Daerah; m. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. 1. UPT (Unit Pelaksana Teknis ) UPT (Unit Pelaksana Teknis ) dapat dibentuk Pada Lembaga Teknis Daerah untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan penunjang yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa Kecamatan. 2. Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Sekretariat Badan Narkoba. Pembentukan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Sekretariat Badan Narkoba dibentuk dengan Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2008.
13
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

3. Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja. Pembentukan Satuan Polisi Pamong Praja dibentuk dengan Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2008. 4. Kecamatan Dan Kelurahan Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan dibentuk dengan Peraturan Daerah Nomor 27 Tahun 2008. Kecamatan dan kelurahan terdiri dari 42 Kecamatan dan 19 Kelurahan dan ada pengembangan sampai saat ini menjadi 21 Kelurahan A.4. Domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta juridis tempat entitas tersebut berada. Untuk domisili keseluruhan entitas yang ada di Kabupaten Garut adalah sebagai berikut: o Untuk daerah adalah Kabupaten Garut o Pemerintah daerah yaitu Pemerintah Kabupaten Garut o Bupati adalah Bupati Garut o DPRD adalah DPRD Kabupaten Garut o Sekretariat Daerah adalah unsur staf pemerintah Kabupaten Garut yang dipimpin oleh sekretariat daerah yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati o Sekretariat DPRD adalah unsur staf pelayanan DPRD dalam menyelenggarakan tugas, wewenang, hak dan kewajiban DPRD, dipimpin oleh Sekretariat DPRD dan diangkat oleh Bupati dengan persetujuan DPRD serta bertanggungjawab kepada pimpinan DPRD o Perangkat daerah adalah lembaga pada pemerintah daerah yang bertangungjawab kepada kepala daerah dan membantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintah yang terdiri atas Sekretariat Daerah, Sekretariar DPRD, Dinas Daerah dan Badan Teknis Daerah, Kantor sesuai dengan kebutuhan daerah o Dinas Daerah adalah unsur pelaksana pemerintah daerah yang dipimpin oleh kepala dinas untuk melaksanakan unsur-unsur pemerintah yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretariat Daerah yang mempunyai fungsi sebagai pelaksana kebijakan serta fungsi pelayanan masyarakat o Badan teknis daeraah adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang kepala badan dan kepala kantor yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretariat Daerah yang mempunyai fungsi koordinasi dan perumusan kebijakan pelaksanaan serta fungsi pelayanan masyarakat o Kantor adalah wilayah kerja kepala kantor di lingkungan pemerintah Kabupaten Garut. Sedangkan bentuk hukum dari domisili entitas yang ada di Kabupaten Garut adalah sebagai berikut : o Undang-undang Nomor. 14 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat. (Berita Negara Tahun 1950) o Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian o Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah o Undang-undanag Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah o Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme o Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom o Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
14
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

o o o

o o o o

Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2001 Tentang Penyelenggaraan Tugas Pembantu Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003 Tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan dan Bentuk Rancangan Undang-Undang, Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Visi Kabupaten Garut Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 25 Tahun 2002 Tentang Pola Dasar Pembangunan Kabupaten Garut Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 5 Tahun 2002 Tentang Kewenangan Daerah Kabupaten Garut Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut.

Penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan pokoknya 1). Kegiatan-kegiatan pokok yang terdapat pada DPRD, serta SEKRETARIAT DPRD, terdiri atas : o Merumuskan kebijakan bidang umum, persidangan, perundang-undangan dan keuangan berdasarkan tugas pokok dan fungsi sekretaris dewan perwakilan rakyat daerah o Merumuskan sasaran dan progam kerja bidang umum, persidangan dan perundangan berdasarkan kebijakan teknis sekretaris o Mendistribusikan tugas kepada para bawahan secara lisan maupun tulisan sesuai dengan bidang tugasnya o Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas para kepala bagian di lingkungan Sekretariat dewan perwakilan rakyat daerah melalui rapat-rapat intern dan petunjuk langsung untuk keterpaduan pelaksanaan tugas o Membina para kepala bagian di lingkungan sekretariat DPRD sesuai dengan ketentuan kepegawaian untuk peningkatan kualitas dan karier kepala bagian o Mengadakan konsultasi tugas dengan pihak-pihak yang terkait baik teknis maupun administaratif, untuk keserasian dan keharamonisan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sekretaris DPRD o Memantau pelaksanaan tugas para bawahan berdasarkan program kerja sekretaris DPRD o Memeriksa konsep-konsep surat yang diajukan oleh kepala bagian untuk ditandatangani o Mengevaluasi pelaksanaan tugas para kepala bagian untuk mengetahui prestasi kerjanya dan upaya tindak lanjut o Melaporkan pelaksanaan tugas sekretaris DPRD baik secara lisan, tertulis, berkala, maupun insendental kepada Bupati o Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan yang menyangkut bidang tugas sekretaris DPRD o melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan, sesuai dengan bidang tugasnya 2). Kegiatan-kegiatan pokok yang terdapat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, terdiri atas :

15
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

o Tugas pokok mengkoordinasikan perumusan kebijakan pemerintah daerah, menyelenggarakan administrasi pemerintah, mengelola sumber daya aparatur, keuangan, prasarana dan sarana pemerintah daerah o Mengkoordianasikan perrumusan kebijakan pemerintah daerah sesuai dengan visi dan misi serta tugas pokok dan fungsi Sekretariat daerah o Merumuskan sasaran dan program kerja bidang pemerintah daerah berdasarkan kebijakan Bupati o Mendistribusikan tugas kepada para bawahan secara lisan maupun tertulis sesuai dengan bidanag tugas masing-masing o Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas para bawahan melalui rapat-rapat intern dan petunjuk langsung untuk keterpaduan pelaksanaan tugas o Membina para bawahan sesuai ketentuan kepegawaian untuk peningkatan kualitas dan karier para bawahan o Mengadakan konsultasi tugas dengan pihak-pihak yang terkait baik teknis maupun administratif, untuk keserasian dan keharmonisan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Sekretariat daerah o Memantau pelaksanaan tugas para bawahan berdasarkan program kerja Sekretariat daerah o Memeriksa konsep-konsep surat yang diajukan oleh para bawahan untuk mengetahui prestasi kerjanya dan upaya tindak lanjut yang bersangkutan o Melaporkan pelaksanaan tugas Sekretariat daerah baik secara lisan, tertulis, berkala maupun insidental kepada Bupati o Memberi saran dan pertimbangan kepada Bupati yang menyangkut bidang tugas Sekretariat daerah o Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya. 3). Kegiatan-kegiatan pokok yang terdapat pada Dinas yang ada di Kabupaten Garut, terdiri atas : o Dinas daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan desentralisasi sesuai dengan bidang dan lingkup tugasnya o Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dinas daerah menyelenggarakan fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan bidang dan lingkup tugasnya b. Pemberian perijinan dan pelaksanaan pelayanan umum c. Pembinaan terhadapap UPTD dalam bidang daan lingkup tugasnya. 4). Kegiatan-kegiatan pokok yang terdapat pada Badan yang ada di Kabupaten Garut, terdiri atas : o Badan teknis daerah merupakan unsur pelaksanaan tugas tertentu, dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui sekretaris daerah o Badan teknis daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup oleh Sekretariat daerah dan dinas daerah o Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud badan teknis daerah menyelenggarakan fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan bidang dan lingkup tugasnya b. Penunjang penyelenggaraan pemerintah daerah c. Pembinaan terhadap UPT dalam bidang dan lingkup tugasnya.

16
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

5). Kegiatan-kegiatan pokok yang terdapat pada Kantor yang ada di Kabupaten Garut, terdiri atas : o Kantor mempunyai tugas pokok merumuskan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan pelaksanaan kewenangan daerah dibidang pengembangan sumber daya manusia pertanian dan ketahanan pangan o Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud kantor itu sendiri mempunyai fungsi : a. Pengaturan koordinasi perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia pertanian dan ketahanan pangan b. Pengendalian dan fasilitasi pelaksanaan tugas-tugas di bidang pengembanagan sumber daya manusia pertanian dan ketahanan pangan yang meliputi pengembangan sumber daya manusia pertanian dan ketahanan pangan dan pemberdayaan balai penyuluhan pertanian dan kelompok tani c. Penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor A.5. Ketentuan perundang-undangan yang menjadi kegiatan operasionalnya. Untuk ketentuan perundangan-undangan yang digunakan oleh DPRD, Sekretariat DPRD sama yaitu menggunakan : o Undang-undang Nomor. 14 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat. (Berita Negara Tahun 1950) o Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian o Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi o Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah o Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota o Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah
17
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

o

Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Visi Kabupaten Garut o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 1 Tahun 2005 Tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Garut Nomor 6 Tahun 2007 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 1 Tahun 2005 Tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 4 Tahun 2006 tentang Pedoman Pembentukan Peraturan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 4 Tahun 2006 tentang Pedoman Pembentukan Peraturan Daerah o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 14 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Garut o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 22 Tahun 2008 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut Untuk ketentuan perundangan-undangan yang digunakan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Garut yaitu menggunakan : o Undang-undang Nomor. 14 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat. (Berita Negara Tahun 1950) o Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian o Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi o Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah o Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota o Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah
18
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Visi Kabupaten Garut o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 14 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Garut o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 22 Tahun 2008 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut Untuk ketentuan perundangan-undangan yang digunakan oleh dinas daerah yaitu menggunakan : o Undang-undang Nomor. 14 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat. (Berita Negara Tahun 1950) o Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian o Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi o Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah o Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah DaerahUndang-undanag Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan o Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah o Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Visi Kabupaten Garut o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 14 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Garut o Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 23 Tahun 2008 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Garut Untuk ketentuan perundangan-undangan yang digunakan oleh Kantor, seperti Kantor Kecamatan, Kantor Kelurahan, dan Kantor Satuan Pamong Praja daerah yaitu menggunakan : o Undang-undang Nomor. 14 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat. (Berita Negara Tahun 1950) o Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang o
19
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

o

o

o

o o o o o o o

o o

Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaaian Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah DaerahUndang-undanag Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Visi Kabupaten Garut Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Visi Kabupaten Garut Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 25Tahun 2008 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Sekretariat Badan Narkotika Kabupaten Garut Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Garut Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan Ekonomi Makro

A.6. A.6.1

Indikator ekonomi makro yang digunakan dalam penyusunan dan pencapaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2010. Indikator Makro berfungsi sebagai penunjuk keberhasilan Pemerintah Kabupaten Garut dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang dapat menanggulangi permasalahan mendasar terutama kemiskinan dan pengangguran dengan tetap mempertahankan stabilitas ekonomi serta sebagai tolok ukur pencapaian Visi dan Misi. Indikator Makro tersebut seluruhnya bermuara pada indikator IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang merupakan dampak menyeluruh dari upaya pembangunan yang dilaksanakan. Data diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) dan Pemerintah Kabupaten Garut. Data indikator ekonomi makro yang diperoleh antara lain : 1) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Proyeksi Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Garut tahun 2010 sebesar 71,51%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2009 sebesar 70,98%. Pencapaian angka ini menunjukkan bahwa output dari proses pembangunan telah memberikan hasil nyata terhadap meningkatnya mutu sumber daya manusia.
20
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

2) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB perkapita pada tahun 2010 diproyeksikan mencapai Rp 10.284.612,00 meningkat 10,99% dari tahun 2009 sebesar Rp 9.353.884,00. Sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku sebesar Rp24.862.065.000.000,00 3) Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2010 diproyeksikan meningkat mencapai angka sebesar 5,31% sebagai dampak dari meningkatnya kinerja sektor pertanian dan perdagangan dengan kisaran laju inflasi diasumsikan tidak terjadi gejolak fluktuasi yang berarti sehingga secara riil ditunjukan oleh LPE atas harga konstan melalui efisiensi produksi, roda perekonomian relatif berjalan dengan cukup baik . 4) Tingkat Inflasi Proyeksi tingkat inflasi di kabupaten Garut untuk tahun 2010 sebesar 4,71%. A.6.2. Kebijakan Keuangan Dalam rangka pelaksanaan urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah, pengelolaan keuangan daerah merupakan subsistem dari sistem pengelolaan keuangan negara dan merupakan elemen pokok dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Secara umum arah kebijakan keuangan daerah mengacu pada Ketentuan Perundangan yang berlaku saat ini antara lain Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yang dalam operasional pelaksanaannya ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Pada dasarnya komponen keuangan daerah meliputi Pendapatan daerah, Belanja daerah dan Pembiayaan daerah. Dengan demikian, arah kebijakan Keuangan Daerah akan diuraikan pada masing-masing komponen Keuangan Daerah tersebut. Kebijakan keuangan daerah perlu dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat. Untuk itu, beberapa kriteria umum yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan daerah, antara lain : 1. Pemenuhan standar pelayanan publik minimal di daerah; 2. Peningkatan efisiensi pelayanan publik di daerah; 3. Kesinambungan anggaran dengan merujuk kepada ketentuan UU Nomor 17 tahun 2003 dan UU Nomor 33 tahun 2004 terkait dengan batas defisit anggaran dan batas pinjaman/utang; 4. Netralitas dampak mobilisasi penerimaan di daerah terhadap perkembangan ekonomi daerah; 5. Implementasi strategi pro growth (pro investment), pro job, dan pro poor di daerah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat; 6. Peningkatan akuntabilitas dan transparansi anggaran serta peningkatan partisipasi masyarakat. Dalam upaya mewujudkan Garut yang Mandiri dalam Ekonomi, Adil dalam Budaya dan Demokratis dalam Politik dengan Didasari Ridlo Allah SWT, ruang gerak anggaran perlu lebih dioptimalkan tidak hanya melalui mobilisasi sumber pendapatan, tetapi juga melalui upaya penggalian sumber pembiayaan serta melakukan efisiensi belanja disertai dengan meningkatkan keselarasan antara fungsi perencanaan dengan penganggaran dan
21
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

mengefektifkan fungsi pengawasan sehingga dana yang terbatas dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pembangunan dan pemerintahan serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan. Optimalisasi perlu dilakukan pada dana penerimaan daerah yang bersumber dari Pemerintah Pusat berupa dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan serta Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi yang mana dana tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi diperuntukan bagi kepentingan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Garut. Demikian halnya dengan dana masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan dan menentukan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Garut. Untuk itu, perlu dilakukan proses penganggaran partisipatif (participatory budgeting) dengan melibatkan seluruh stakeholders. Berkenaan dengan upaya memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta penguatan ekonomi masyarakat, perlu dikembangkan model pembiayaan public-private partnership dengan mendorong peningkatan partisipasi swadaya masyarakat. Dalam rangka mengefektifkan pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah, kebijakan keuangan daerah juga perlu mempertimbangkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi dan investasi. Pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2010-2014 diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan stabilitas politik dan keamanan baik nasional maupun tingkat daerah. Pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 6,7%; tahun 2010 sebesar 5,99%; tahun 2011 sebesar 6,79%; dan tahun 2012 sebesar 5,94%, tahun 2013 sebesar 5,96% dan tahun 2014 sebesar 5,57%. Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sebesar sebesar Rp.3,30 triliun tahun 2009; sebesar Rp.3,71 triliun tahun 2010; sebesar Rp.4,20 triliun tahun 2011; sebesar Rp.4,72 triliun tahun 2012; sebesar Rp.5,30 triliun tahun 2013 dan sebesar Rp.5,95 triliun tahun 2014. Anggaran daerah merupakan desain teknis pelaksanaan strategi untuk mencapai visi daerah dan instrumen yang membantu pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan. Sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang terus berkembang, anggaran daerah yang disusun agar benar-benar mencerminkan kepentingan dan pengharapan masyarakat dengan berpegang pada pengelolaan keuangan yang ekonomis, efisien dan efektif melalui paradigma anggaran daerah yang diperlukan, yaitu : 1. Anggaran daerah harus bertumpu pada kepentingan publik; 2. Anggaran Daerah harus dikelola dengan hasil yang baik dan biaya rendah; 3. Anggaran daerah harus mampu memberikan transparansi dan akuntabilitas secara rasional untuk keseluruhan siklus anggaran; 4. Anggaran Daerah harus dikelola dengan pendekatan kinerja untuk seluruh jenis pengeluaran maupun pendapatan; 5. Anggaraan daerah harus mampu menumbuhkan profesionalisme kerja di setiap organisasi terkait; 6. Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus ditingkatkan melalui : a) pengelolaan yang lebih baik dalam bidang yang sudah ada, terutama Pariwisata (banyak gunung, upacara adat, dll), Pajak Hotel, Restoran, dan Reklame; b) mencari inovasi pendapatan daerah, seperti pengelolaan air, pengelolaan bidang lain yang terkait dengan wisata, tambang, pengelolaan sumber daya alam dan mineral yang tidak merusak lingkungan, dll; dan c) meninjau ulang beberapa ketetapan pajak dan retribusi daerah; 7. Anggaran Belanja agar mengedepankan asas efisiensi, dan menghindari double anggaran, tidak rasional, cenderung boros, dan yang tidak peka terhadap krisis dan kondisi kemiskinan masyarakat; 8. Pelaksanaan kebijakan anggaran akan makin didekatkan pada desa dan kecamatan.
22
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Oleh karenanya, arah kebijakan keuangan daerah dititikberatkan pada : 1. Kebijakan pendapatan keuangan daerah diarahkan kepada ketersediaan dana yang berkelanjutan dengan jumlah yang memadai. Semua potensi pendapatan semaksimal mungkin digali agar mampu memenuhi seluruh kebutuhan belanja. Sumber- sumber pendapatan yang mendukung APBD diidentifikasi dengan baik, ditingkatkan penerimaannya (intensifikasi), dan diupayakan sumber-sumber pendapatan baru (ekstensifikasi). Beberapa langkah strategis untuk mendukung pencapaian target ini antara lain dilakukan dengan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah, Optimalisasi Aset Daerah, Peningkatan Dana Perimbangan serta Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. Pendapatan dari dana perimbangan sebenarnya diluar kendali Pemerintah Daerah karena alokasi dana tersebut ditentukan oleh Pemerintah Pusat berdasarkan formula yang telah ditetapkan dan sangat bergantung pada penerimaan negara. Dengan demikian untuk menjamin pendapatan daerah, Pemerintah Daerah perlu memfokuskan pada pengembangan pendapatan asli daerah. 2. Kebijakan belanja keuangan daerah diarahkan untuk mendukung kebijakan dan prioritas strategis pembangunan yang memiliki nilai tambah (value-added), sesuai capaian target visi dan misi lima tahun ke depan. 3. Kebijakan pembiayaan diarahkan untuk menutup defisit dan mengalokasikan pada pospos pembiayaan. Dalam hal APBD mengalami defisit maka kebijakan pembiayaan mengupayakan sumber pemasukan untuk menutup defisit tersebut (penerimaan pembiayaan). Sebaliknya, apabila APBD mengalami selisih lebih, maka surplus tersebut akan dialokasikan dalam pembiayaan pengeluaran pada pos-pos pembiayaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Komponen pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan anggaran (SiLPA), Penerimaan Pinjaman Daerah, Dana Cadangan Daerah (DCD), dan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan. A.7. Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan A.7.1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan Berdasarkan Perhitungan APBD Pendapatan dianggarkan sebesar Rp1.665.875.885.147,0 terdapat anggaran defisit sebesarRp104.512.638.154,00, dan Belanja dianggarkan sebesar Rp1.770.388.523.301,00 sehingga realisasi APBD yang mengungkapkan kegiatan keuangan akan menunjukkan ketaatan terhadap pelaksanaan APBD serta perubahannya. Sampai dengan berakhirnya tahun anggaran 2010, realisasi APBD menunjukkan Pendapatan sebesar Rp1.695.066.200.909,00 atau tercapai 101,75% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp1.665.875.885.147,00, Belanja sebesar Rp1.689.086.148.835,00 atau terealisasi 95,41% dari anggaran yang ditetapkan sebesarRp1.770.388.523.301,00. Dengan demikian terdapat surplus antara realisasi pendapatan dan belanja sebesar Rp. 5.980.052.074,00. Rincian selengkapnya disajikan dalam tabel 1 di bawah ini.

23
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Tabel 1 Anggaran dan Realisasi APBD Pemerintah Kabupaten Garut Tahun 2010
ANGGARAN SET. PERUBAHAN

KODE

URAIAN

REALISASI

PROSEN

SISA

1 1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4

PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah JUMLAH PENDAPATAN ASLI DAERAH PENDAPATAN TRANSFER DARI PUSAT DANA Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus JUMLAH PENDAPATAN TRANSFER DARI PUSAT - DANA 9.815.505.000,00 13.632.952.510,00 2.752.996.183,00 80.089.387.425,00 106.290.841.118,00 10.805.033.932,00 14.494.494.942,00 2.489.552.978,00 81.125.682.117,00 108.914.763.969,00 110,08% 106,32% 90,43% 101,29% 102,47% (989.528.932,00) (861.542.432,00) 263.4 43.20,00 (1.036.294.692,00) (2.623.922.851,00)

1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4

73.783.473.117,00 41.018.119.289,00 1.031.869.766.000,00 119.553.000.000,00 1.266.224.358.406,00

83.547.476.394,00 48.221.069.334,00 1.031.869.766.000,00 119.553.000.000,00 1.283.191.311.728,00

113,23% 117,56% 100,00% 100,00% 101,34%

(9.764.003.277,00) (7.202.950.045,00) 0,00 0,00 (16.966.953.322,00)

1.3 1.3.1 1.3.2

PENDAPATAN TRANSFER DARI PUSAT – LAINNYA Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian JUMLAH PENDAPATAN TRANSFER DARI PUSAT – LAINNYA PENDAPATAN TRANSFER DARI PROPINSI Pendapatan Bagi Hasil Pajak JUMLAH PENDAPATAN TRANSFER DARI PROPINSI

20.322.000.000,00 136.545.028.600,00 156.867.028.600,00

18.289.800.000,00 132.053.853.600,00 150.343.653.600,00

90,00% 96,71% 95,84%

2.032.200.000,00 4.491.175.000,00 6.523.375.000,00

1.4 1.4.1

41.438.504.483,00 41.438.504.483,00

41.734.565.527,00 41.734.565.527,00

100,71% 100,71%

(296.061.089,00) (296.061.089,00)

1.5 1.5.1 1.5.3

LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Lainnya JUMLAH LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH PENDAPATAN BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan JUMLAH BELANJA OPERASI BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya 3.046.165.984,00 60.060.444.107,00 56.588.223.668,00 42.059.123.833,00 34.666.761.000,00 2.432.881.858,00 27.905.979.415,00 53.387.754.134,00 38.909.655.812,00 32.569.131.224,00 79.87% 46.46% 94.34% 92.51% 93.95% 613.284.126,00 32.154.464.692,00 3.200.469.534,00 3.149.468.021,00 2.097.629.776,00 7.600.195.000,00 87.454.957.540,00 95.055.152.540,00 1.665.875.885.147,00 4.100.000.000,00 106.781.906.040,00 110.881.906.040,00 1.695.066.200.909,00 53,95% 122,10% 116,65% 101,75% 3.500.195.000,00 (19.326.948.500,00) (15.826.753.500,00) (29.190.315.762,00)

2 2.1 2.1.1 2.1.2 2.1.5 2.1.6 2.1.7 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.2.5

1.105.453.884.838,00 234.361.121.820,00 17.149.750.000,00 132.665.141.212,00 77.804.283.886,00 1.567.434.181.756,00

1.089.982.048.937,00 222.899.801.190,00 16.994.670.000,00 124.072.147.819,00 76.653.154.167,00 1.530.601.822.113,00

98.60% 95.11% 99.10% 93.52% 98.52% 97.65%

15.471.835.90,00 11.461.320.630,00 155.080.000,00 8.592.993.393,00 1.151.129.719,00 36.832.359.643,00

24
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

JUMLAH BELANJA MODAL 2.3 2.3.1 3 3.1 3.1.2 BELANJA TAK TERDUGA Belanja Tak Terduga JUMLAH BELANJA TAK TERDUGA TRANFER TRANSFER/ BAGI HASIL KE DESA Bagi Hasil Pajak JUMLAH TRANSFER/ BAGI HASIL KE DESA JUMLAH BELANJA SURPLUS / ( DEFISIT ) 4 4.1 4.1.1 PEMBIAYAAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN Penggunaan SILPA JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN 4.2 4.2.2 4.2.3 PENGELUARAN PEMBIAYAAN Penyertaan Modal Pem.Daerah Pembayaran Pokok Hutang JUMLAH PENGELUARAN PEMBIAYAAN JUMLAH PEMBIAYAAN PEMBIAYAAN NETO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN

196.420.718.592,00 6.518.622.953,00 6.518.622.953,00

155.205.402.443,00 3.263.924.279.00 3.263.924.279.00

79.02% 50.07% 50.07%

41.215.316.149,00 3.254.698.674,00 3.254.698.674,00

15.000.000,00 15.000.000,00 1.770.388.523.301,00 (104.512.638.154,00)

15.000.000,00 15.000.000,00 1.689.086.148.835,00 5.980.052.074,00

100,00% 100,00% 95.41% -5.72%

0,00 0,00 81.302.374.466,00 (110.492.690.228,00)

121.121.145.154,00 121.121.145.154,00

121.121.145.154,00 121.121.145.154,00

100,00% 100,00%

0,00 0,00

16.300.000.000,00 308.507.000,00 16.608.507.000,00 104.512.638.154,00 104.512.638.154,00 -

11.800.000.000,00 249.983.714,00 12.049.983.714,00 109.071.161.440,00 109.071.161.440,00 115.051.213.514,00

72.39% 81.03% 72.55% 104.36% 104.36%

4.500.000.000,00 58.523.286,00 4.558.523.286,00 (4.558.523.286,00) (4.558.523.286,00)

Keberhasilan pencapaian kinerja dapat diketahui berdasarkan tingkat efisiensi dan efektifitas suatu program. Efesiensi dapat diukur dengan membandingkan keluaran (output) dengan masukan (input). Sedangkan efektifitas diukur dengan membandingkan hasil (outcome) dengan target yang ditetapkan. Secara keseluruhan kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Garut telah memenuhi harapan yang diinginkan. A.7.2. Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah masih dijumpai kendala-kendala sebagai berikut : 1. Terdapat rumusan yang berbeda antara Undang-Undang No. 17 tahun 2003 dengan Undang-Undang No. 32 tahun 2004; 2. Belum optimalnya singkronisasi jadwal penyusunan antara APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten; 3. Transparansi penetapan formula pengalokasian dana-dana diluar DAU belum ,nyata (daerah kesulitan menentukan asumsi penerimaan untuk tahun yang akan datang); 4. Banyaknya dana dari pusat yang langsung diberikan kepada berbagai instansi sementara pemerintah Kabupaten tidak mengetahui berapa alokasi dana yang diberikan maupun peruntukannya; 5. Keuangan daerah masih sangat tergantung pada pemerintah pusat dengan prosentase PAD sangat kecil terhadap APBD.

25
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

A.8. Kebijakan Akuntansi Informasi penting yang perlu disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini adalah : 1. Entitas pelaporan adalah Pemerintah Kabupaten Garut yang mencakup 33 satuan organisasi perangkat daerah, 42 kecamatan dan 21 kelurahan. 2. Kebijakan Laporan Realisasi Anggaran 1) Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan pemerintah meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan yang diukur dalam satuan rupiah, yang disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode. 2) Pendapatan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/ Daerah yang menambah ekulitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah. Pendapatan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Daerah/BUD. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasi dengan pengeluaran ). 3) Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/ Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah, khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi Surplus/ defisit adalah selisih lebih/ kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan. 4) Pembiayaan/ financing adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/ atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. Penerimaan/Pengeluaran pembayaran diakui pada saat diterima/ dikeluarkan pada/dari rekening kas Umum Negara/Daerah. Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto , dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran) 5) Transfer adalah penerimaan/ pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/ kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil. A.8.1. Kebijakan Neraca 1) Penyusunan Neraca Pemerintah Kabupaten Garut menganut Prinsip Substansi mendahului Formalitasnya (substance over form). 2) Periode Akuntansi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan adalah tahun anggaran (1 Januari sampai dengan 31 Desember). 3) Basis Akuntansi yang digunakan adalah akrual yang dimodifikasi (modified accrual basis)/ kas yang dimodifikasi (modified cash basis) yaitu: (1) Basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan, adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat
26
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

4)

5)

6)

7)

kas atau setara kas diterima atau dibayar. (2) Basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dana adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atas setara kas diterima atau dibayar. Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/ atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari masa manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Kas (1) Pencatatan Kas menggunakan asas basis kas. (2) Kas di Kas Daerah /Bendahara Umum Daerah dan di Bendahara Pengeluaran dinyatakan dalam rupiah. Jika terdapat kas dalam valuta asing maka harus dikonversikan berdasar nilai kurs pada tanggal transaksi. Pada akhir tahun, kas dalam valuta asing dikonversi ke dalam rupiah menggunakan kurs pada tanggal neraca. (3) Nilai kas pada tanggal neraca adalah hasil opname kas di Kas Daerah dan di masing-masing Bendaharawan Pengeluaran (Pemegang Kas) sebesar nilai nominal. Piutang (1) Piutang adalah hak atau klaim kepada pihak ketiga yang diharapkan dapat dijadikan kas dalam periode akuntansi. (2) Piutang adalah transaksi yang terjadi antara Pemda dengan pihak ketiga , dapat berupa penjualan barang, kewajiban kepada Pemda yang belum dilunasi, seperti pajak/retribusi atau pinjaman uang yang belum dilunasi pada saat pencatatan. (3) Piutang dinilai sebesar nilai nominal dan diakui pada saat timbulnya hak atas piutang tersebut. (4) Pengakuan piutang Pajak/Retribusi dicatat atas dasar ketetapan pajak/retribusi yang diterbitkan berupa Surat Ketetapan Pajak Daerah/Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKPD/SKRD). Persediaan (1) Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barangbarang yang dimaksudkan untuk dijual dan/ atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. (2) Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/ atau kepenguasaannya berpindah. (3) Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik persediaan. Persediaan disajikan dalam neraca sebesar - Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian; - Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri; - Nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi. (4) Jenis-jenis persediaan : - Persediaan Habis Pakai, adalah barang-barang yang bekas penggunaannya tidak dapat digunakan kembali, misalnya ATK dan barang kuasi. - Persediaan untuk diserahkan, dijual/dalam rangka pelayanan kepada masyarakat misalnya aspal dalam drum, obat-obatan, alat-alat kedokteran, bibit tanaman, benih ikan dan sebagainya.
27
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

- Persediaan tak habis pakai, adalah persediaan yang dapat digunakan berulang kali, misalnya komponen peralatan dan pipa. - Persediaan bekas pakai, yaitu persediaan yang diperoleh dari komponen bekas, akan tetapi masih bermanfaat dan mempunyai nilai materil, misalnya spare part bekas. 8) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada BUMD, Perusahaan Daerah, dan Lembagalembaga Keuangan dicatat sebesar jumlah yang dibayar oleh Pemerintah Daerah. Dengan demikian Pemerintah Daerah memiliki kepentingan yang berdasarkan perjanjiannya dinyatakan sebagai penyertaan modal. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dicatat dalam neraca sebesar nilai nominal. 9) Aset Tetap (1) Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan Pemerintah Daerah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. (2) Aset Tetap diakui bila aset tetap telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan atau pada saat penguasaannya berpindah. (3) Aset tetap pengadaan 2010 dinilai dengan harga perolehan Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan. (4) Aset Tetap yang tidak produktif (rusak berat) dikelompokkan ke dalam Aset Lainnya. (5) Penggunaan aset tetap belum dihitung biaya penyusutannya/ akumulasi penyusutannya. 10) Penyertaan Modal Terarah Penyertaan Modal Terarah kepada BPR berdasarkan SK Bupati No.581/kep338perek/2002 tanggal 22 April 2002 beserta lampirannya (21 PD BPR/LPK di Kabupaten Garut) tentang pedoman pelaksanaan program proyek penyertaan modal terarah kepada PD BPR (21 PD BPR/LPK). Sasarannya tersebut adalah : Tercapainya peningkatan produktivitas usaha Agribisnis, Industri, Perdagangan, Pertanian,Perhutanan dan Perkebunan serta jasa lainnya. Tercapainya peningkatan kesempatan berusaha, kesempatan kerja, kesejahteraan masyarakat dan terwujudnya lembaga keuangan yang sehat. Jumlah yang dicatat di neraca adalah sebesar dana yang telah disalurkan dari Pemerintah Kabupaten Garut kepada PD BPR. 11) Kewajiban Jangka Pendek (1) Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan dibayar dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. (2) Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima dan/atau pada saat kewajiban timbul. (3) Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing menggunakan nilai tukar (kurs tengah BI) pada tanggal Neraca. (4) Bagian lancar Utang Jangka Panjang kepada Pemerintah Pusat (Menkeu) Merupakan Bagian Utang Jangka Panjang kepada Pemerintah Pusat yang dipindahbukukan ke Utang Jangka Pendek , karena akan jatuh tempo dan harus dibayarkan dalam waktu 12 bulan setelah tanggal laporan.
28
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

(5) Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Merupakan saldo pungutan/potongan berupa PFK yang belum disetorkan kepada pihak lain sebesar jumlah yang masih harus disetor. Merupakan Utang Jangka Pendek kepada pihak ketiga yang akan jatuh tempo dalam periode 12 (dua belas) bulan. (6) Utang Jangka Pendek Lainnya Utang Jangka Pendek Lainnya merupakan kewajiban lancar yang tidak termasuk dalam kategori yang ada.Pengukuran untuk masing-masing item disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pos tersebut, misalnya penerimaan pembayaran di muka atas penyerahan barang atau jasa oleh pemerintah kepada pihak lain. 12) Kewajiban Jangka Panjang (1) Merupakan Utang Jangka Panjang yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan (2) Utang Jangka Panjang dapat berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. (3) Utang Jangka Panjang diakui pada saat dana pinjaman diterima dan atau pada saat kewajiban timbul, dan dicatat sebesar nilai nominal. (4) Utang dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan dalam mata uang rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada tanggal Neraca. Kewajiban Jangka Panjang antara lain berupa : - Utang kepada Pemerintah Pusat - Utang ini merupakan utang jangka panjang kepada pemerintah Pusat untuk tenggang waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. - Utang Bunga Jangka Panjang Utang Bunga Jangka Panjang merupakan utang atas bunga pinjaman jangka panjang dan dicatat sebesar biaya bunga yang telah terjadi dan belum dibayar Bunga dimaksud dapat berasal dari utang pemerintah baik dari dalam maupun luar negeri. Utang bunga atas utang pemerintah yang belum dibayar harus diakui pada setiap akhir periode pelaporan sebagai bagian dari kewajiban yang berkaitan 13) Ekuitas Dana Ekuitas dana adalah kekayaan bersih pemkab yang merupakan selisih antara aset dengan utang pemkab. Ekuitas dana terdiri dari : a. Ekuitas Dana Lancar adalah selisih antara aset lancar dibandingkan dengan kewajiban Jangka pendek. b. Ekuitas Dana investasi adalah mencerminkan kekayaan Pemda/pemkot yang tertanam dalam investasi jangka panjang, aset tetap dan aset lainnya, dikurangi dengan kewajiban jangka panjang. c. Ekuitas Dana cadangan mencerminkan kekayaan pemerintah yang dicadangkan untuk tujuan yang telah ditentukan sebelumnya sesuai peraturan perundangundangan. A.8.2. Kebijakan Arus Kas 1) Arus kas yaitu arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas pada Bendahara Umum Daerah. 2) Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan. 3) Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid yang siap dijabarkan
29
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

menjadi kas serta bebas dari risiko perubahan nilai yang signifikan. 4) Aktivitas Operasi adalah arus kas bersih, aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukan kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya tanpa mengandalkan sumber pendanaan dana dari luar. Arus masuk kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari Penerimaan Perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Penerimaan Hibah, Penerimaan Bagian Laba Perusahaan Daerah dan Investasi lainnya serta Transfer Masuk. Arus kas keluar untuk aktivitas operasi terutama digunakan untuk pengeluaran Belanja Pegawai, Belanja Barang, Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Lain-lain/Tak Terduga dan Transfer Keluar. 5) Aktivitas Investasi aset nonkeuangan adalah penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan .Sumberdaya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang. Arus masuk kas dari aktivitas investasi aset non keuangan terdiri dari penjualan aset tetap dan penjualan aset lainnya, sedangkan arus keluar kas dari aktivitas investasi aset nonkeuangan terdiri dari perolehan aset tetap dan perolehan aset lainnya. 6) Aktivitas Pembiayaan adalah penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran. Arus masuk kas dari aktivitas pembiayaan antara lain penerimaan pinjaman, penerimaan hasil penjualan SUN, penerimaan dari investasi, penerimaan kembali pinjaman dan pencairan dana cadangan. Arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan adalah penyertaan modal pemerintah, pembayaran pokok pinjaman, pembayaran pinjaman jangka panjang dan pembentukan cadangan. Aktivitas Non Anggaran adalah mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan pemerintah Arus masuk kas dari aktivitas non anggaran meliputi penerimaan PFK dan kiriman uang masuk. Arus keluar kas dari aktivitas non anggaran meliputi pengeluaran PFK dan kiriman uang keluar. A.9. Penutup Laporan realisasi APBD yang mengungkapkan kegiatan keuangan terhadap pelaksanaan APBD serta perubahannya, Sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2010, realisasi APBD menunjukkan Pendapatan sebesar Rp. 1.695.066.200.909,00 atau tercapai 101,75% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp1.665.875.885.147,00, Belanja sebesar Rp1.689.086.148.835,00 atau terealisasi 95,41% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp1.770.388.523.301,00. Dengan demikian terdapat surplus antara realisasi pendapatan dan belanja sebesar Rp5.980.052.074,00. Dalam rangka upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kepada publik, Pemerintah Kabupaten Garut telah berhasil menyusun Perhitungan Anggaran sesuai dengan yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah No.08 Tahun 2010.

30
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Secara keseluruhan Kinerja Pemerintah Kabupaten Garut pada tahun 2010 telah memenuhi harapan. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan analisisnya diperoleh gambaran mengenai capaian kinerja sasaran Pemerintah Kabupaten Garut tahun 2010 yang cukup berhasil walaupun pencapaian jumlah penduduk miskin, Investasi, laju pertumbuhan investasi, jumlah penduduk bekerja dan proporsi jumlah penduduk bekerja pada jumlah penduduk tidak tercapai sebagaimana diharapkan. Namun demikian seluruh sasaran/ program/kegiatan pada Tahun 2010 dapat dicapai sesuai yang direncanakan.

31
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

B. PENJELASAN PER POS NERACA B.1. Kas B.1.1. Kas di Kas Daerah Saldo Kas di Kas Daerah per 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebesar Rp114.577.727.590,00 dan Rp120,711,791,351.00 merupakan saldo kas Pemerintah Kabupaten Garut yang dikelola oleh Bendahara Umum Daerah (DPPKA) per 31 Desember 2010. Saldo tersebut merupakan hasil rekonsiliasi antara saldo menurut Buku Kas Umum dengan Rekening Koran Bank Jabar Banten Cabang Garut Rekening Nomor 0170239201008, dan pada Bilyet Deposito Berjangka Bank Jabar Banten sebesar Rp50.000.000.000,00 dengan Nomor Referensi 0017-DEP-AO227795. Saldo Kas di Kas Daerah per 31 Desember 2010 disimpan di Rekening Bank Jabar Cabang Garut, Setara Kas dengan rincian sebagai berikut: a. Saldo Giro 31 Desember 2010 (Rp) 114.577.727.590,00 31 Desember 2009 (Rp) 120.711.791.351,00

• Bank Jabar Cab. Garut
Rek. No. 0170239201008 Jumlah Rp Rp 64.577.727.590,00 64.577.727.590,00

Saldo Setara Kas
No. Sertifikat
0017-DEPAO227795.

Lama 1 bulan

Tgl. Jatuh Tempo 31 – 07 – 2010

Nilai (Rp) 50.000.000.000,00

B.1.2. Kas di Bendahara Pengeluaran Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebesar Rp530.292.356,00 dan Rp463.795.242,00. Kas di Bendahara Pengeluaran terdiri dari:

530.292.356,00

463.795.242,00

32
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Uraian Kas di Bendahara Pengeluaran Tahun 2010 yang belum disetor PFK yang belum disetor Jasa Giro Jumlah

Nilai (Rp) 473.485.924,00 17.070.095,00 39.736.337,00 530.292.356,00

Rincian Kas di bendahara pengeluaran disajikan dalam lampiran 1.

B.1.3 Kas Di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Penerimaan sebesar Rp3.350.690.690,00 merupakan sisa kas di bendahara penerimaan RSU dr Slamet Garut yang akan digunakan langsung untuk belanja kebutuhan rumah sakit.

3.350.690.690,00

2.185.823.151,00

B.2. Piutang B.2.1 Piutang Pajak dan Retribusi Piutang Pajak dan Retribusi sebesar Rp17.412.895.386,00 merupakan kewajiban pihak ketiga kepada Pemerintah Kabupaten Garut yang per 31 Desember 2010 belum di lunasi/dipenuhi dengan rincian sebagai berikut : - Pajak Daerah - Retribusi Daerah Rp Rp 390.171.011,00 37.960.190,00 17.412.895.386,00 6.793.223.385,27

- Piutang Retribusi pada
RSU dr Slamet Jumlah :

Rp 16.984.764.185,00 Rp 17.412.895.386,00

Piutang Pajak sebesar Rp390.171.011,00 muncul atas dasar Surat Ketetapan Pajak Daerah, namun sampai dengan 31 Desember 2010 belum ada pelunasan dari Wajib Pajak Daerah. Piutang Retribusi sebesar Rp37.960.190,00 muncul atas dasar Surat Ketetapan Retribusi Daerah, namun sampai dengan 31 Desember 2010 belum ada pelunasan dari Wajib Retribusi Daerah.

33
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Piutang Retribusi pada RSU dr Slamet sebesar Rp16.984.764.185,00 yaitu terdiri dari : Piutang kontraktor terjadi karena RSU telah memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang dijamin oleh perusahaan yang telah melakukan kerjasama dengan RSU. Piutang Jamsostek terjadi karena RSU telah memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang dijamin oleh PT Jamsostek, dimana PT Jamsostek telah melakukan kerjasama dengan RSU. Piutang Askes Sukarela dan Askes PNS terjadi karena RSU telah memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang dijamin oleh PT Askes, dimana PT Askes telah melakukan kerjasama dengan RSU Piutang Jamkesda kepada APBD Provinsi Jawa Barat (Bantuan Gubernur) dan Piutang Jamkesda kepada APBD Kabupaten Garut yang merupakan piutang yang timbul atas pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin penduduk Kabupaten Garut yang tidak ditanggung oleh Progam Jamkesmas Departemen Kesehatan. Piutang Pasien yang Masih Dirawat adalah piutang pada pasien rawat inap yang pada akhir Desember 2010 masih dirawat dan telah mendapatkan pelayanan kesehatan Rincian selengkapnya disajikan pada Lampiran 2.

B.3. Piutang Lainnya
Piutang atas penjualan tanah Pemkab Garut kepada pihak ketiga / 133 warga masyarakat di 5 (empat) lokasi. Piutang kepada 709 orang pembeli kios pasar di 5 lokasi pasar. Jumlah : 1.285.170.000,00

4.886.907.365,00

5.075.407.910,00

-

3.601.737.365,00

4.886.907.365,00

Piutang penjualan tanah berdasarkan Keputusan Bupati No.030/Kep.285-BPKD/2008 tentang Pelepasan Hak atas Tanah Milik Pemerintah Kabupaten Garut (Bekas Tanah Kas Desa Kota Wetan, Pakuwon, Sukametri dan Ciwalen) yang terletak di blok Sukaregang kidul dan Blok
34
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Pesantren Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota dengan Cara Penjualan kepada Masyarakat dan Keputusan Bupati Garut No. 028/Kep.286Plk/2002 tentang Penghapusan Aset Berupa Tanah dan Bangunan Milik Pemerintah Kabupaten Garut. Tanah tersebut sebelumnya adalah tanah kas desa, namun karena desa berubah status menjadi kelurahan, maka masyarakat yang tinggal di tanah kas desa tersebut berkewajiaban untuk membayar ganti rugi tanah sebesar ketetapan bupati. Tanah yang dijual terletak di lima lokasi, yaitu blok Pakuwon Kelurahan Pakuwon, Blok Regol Kelurahan Regol, Blok Dayeuhandap Kelurahan Kota Kulon, Blok Paminggir Kelurahan Paminggir, dan Blok Sukaregang. Piutang kepada pembeli kios pasar adalah piutang kepada para pembeli kios pasar di lima lokasi pasar yaitu: Pasar Andir Bayongbong, Pasar Cikajang, Pasar Leles, Pasar Kadungora, dan Pasar Pameungpeuk. Rincian Piutang Lampiran 3. B.4. Persediaan Saldo persediaan per 31 Desember 2010 dan 2009 sebesar Rp18.562.422.240,00 dan Rp11.622.720.510,00. Jumlah tersebut sesuai dengan hasil inventarisasi fisik/stock opname yang dilaksanakan pada periode pelaporan. Rincian saldo persediaan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:
SKPD Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan RSU dr. Slamet Dinas Perum.TR dan Cipta Karya Bappeda Dinas Perhubungan Dinas Kependudukan dan Capil Badan KB, PP Sekretariat DPRD Inspektorat Badan Ketahanan Pangan Dinas Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Jumlah (Rp) 143.466.000,00 11.961.308.526,00 5.841.147.879,00 1.201.700,00 44.611.050,00 75.474.175,00 13.299.560,00 38.364.450,00 15.143.000,00 2.192.000,00 1.079.500,00 1.543.500,00 1.440.900,00 35
Pemerintah Kabupaten Garut

Lainnya

disajikan

pada

18.562.422.240,00

11.622.720.510,00

Laporan Keuangan Tahun 2010

Hortikultura Disperindagkop dan UKM Jumlah

422.150.000,00 18.562.422.240,00

Rincian selengkapnya disajikan pada Lampiran 4. B.5. Investasi Jangka Panjang B.5.1 Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Saldo Penyertaan Modal Pemerintah Daerah per 31 Desember 2010 dan 2009 sebesar Rp51,311,011,591.95 dan Rp51.079.701.909,03 Jumlah tersebut merupakan investasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut pada Perusahaan Daerah/BUMD (PDAM Garut, Bank Jabar Cabang Garut dan PD BPR) dengan rincian sebagai berikut :
PDAM Garut Bank Jabar Cabang Garut PD BPR PDBPR – LPK (Penyertaan Modal Terarah) Jumlah : Rp Rp Rp Rp 30.096.404.472,23 6.591.674.740,47 12.632.932.379,26 1.990.000.000,00

51.311.011.591,95

51.079.701.909,03

Rp

51.311.011.591,95

Rincian selengkapnya penyertaan modal Kabupaten Garut disajikan pada Lampiran 5.

B.6 Aset Tetap Saldo aset tetap Pemerintah Kabupaten Garut per 31 Desember 2010 dan 2009 sebesar Rp1.595.689.526.051,00 dan Rp1.410.252.498.640,00 Aktiva Tetap sebesar Rp1.595.689.526.051,00 merupakan saldo Aktiva Tetap per 31 Desember 010 dengan rincian sebagai berikut:
Uraian Tanah Peralatan dan Mesin Bangunan dan gedung Jalan/jembatan, jaringan dan instalasi Aset Lainnya Jumlah Nilai (Rp) 134.960.494.095,00 334.780.436.396,00 513.392.185.202,00 548.700.710.948,00 63.855.699.410,00 1.595.689.526.051,00

1.595.689.526.051,00

1.410.252.498.640,00

36
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Mutasi Aset Tetap Per 31 Desember Tahun 2010 dijelaskan sebagai berikut:
Uraian Jumlah Saldo awal aktiva tetap per 1 1.410.252.498.640,00 Januari 2010 Mutasi penambahan dalam Tahun Anggaran 2010 185.437.027.411,00 Saldo akhir aktiva tetap per 1.595.689.526.051,00 31 Desember 2010 Mutasi penambahan sebesar Rp 185.437.027.411,00 terdiri dari : - Belanja Modal APBD TA 155.205.402.443,00 2010 sebesar - APBN pd Blud RSU. Dr. 8.024.615.136,00 Slamet Garut Belanja pemeliharaan yang menambah nilai perolehan aktiva tetap pada : - Dinas Bina Marga - Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya - Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Biaya Umum (Biaya perencanaan, biaya pengawasan, belanja pegawai, belanja barang dan jasa) yang menambah nilai perolehan asset tetap pada : - RSU dr. Slamet - Dinas Binamarga - Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya - Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Aktiva Tetap perolehan Tahun 2010 yang dihibahkan kepada sekolah swasta dan masyarakat pada : - Dinas Pendidikan - Dinas Ketahanan Pangan - Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan - Disnakersostrans - Sekretariat Badan Narkotika - Kantor Perpustakaan - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura - Dinas Perkebunan - Dinas Kehutanan

29.721.476.649,00 1.754.801.150,00 283.469.850,00

145.549.490,00 1.021.279.975,00 495.875.000,00 19.608.000,00

(5.855.648,00) (781.278.000,00) (81.465.000,00) (245.000.000,00) (43.400.000,00) (61.974.260,00) (1.091.025.000,00) (3.052.771.000,00) (22.489.000,00)

Rincian lebih lanjut mengenai aset tetap disajikan pada Lampiran 6-1
37
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

B.6.1. Konstruksi Dalam Pengerjaan Saldo Konstruksi Dalam Pengerjaan per 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp0,00. Hal tersebut disebabkan tidak terdapat pengadaan asset tetap pada tahun anggaran 2010 yang belum selesai dikerjakan.

0,00

0,00

B.7. Dana Cadangan Saldo Dana Cadangan per 31 Desember 2010 dan 2009 sebesar Rp0,00 dan Rp0,00. B.8. Aset Lainnya Aset Lainnya per 31 Desember 2010 sebesar Rp2.286.619.725,00 terdiri atas : B.8.1 Tagihan Penjualan Angsuran 26.300.000,00

0,00

0,00

2.286.619.725,00

1.980.860.848,00

Tagihan Penjualan Angsuran sebesar Rp26.300.000,00 merupakan saldo tagihan atas penjualan kendaraan roda empat yang dilakukan secara angsuran kepada 2 orang pegawai Pemerintah Kabupaten Garut per 31 Desember 2008 sesuai dengan SK Bupati Nomor 024/Kep 224-PLK/2000 tanggal 11 September 2000 dan Nomor 024/Kep.52-PLK/2001 tanggal 23 Januari 2001. Berdasarkan SK. Bupati tersebut seharusnya telah lunas pada Tahun 2006 B.8.2 Tuntutan Ganti Rugi Tuntutan Ganti Rugi sebesar Rp365.831.250,00 merupakan saldo Tagihan kepada pegawai atas kasus kehilangan aset/barang milik Pemerintah Kabupaten Garut., baik kendaraan roda dua maupun roda empat Terkait dengan Tuntutan Ganti Rugi, mutasi berjalan tahun 2010 yang perlu dijelaskan adalah sebagai berikut:
Uraian Saldo Tuntutan Ganti Rugi 31 Des 2009 Mutasi kehilangan penambahan th 2010 Jumlah Penyetoran TGR s/d 31 Desember 2010 Tuntutan Ganti Rugi sd 31 Desember 2010 Nilai (Rp) 148.781.250,00 221.500.000,00 370.281.250,00 7.250.000,00 363.031.250,00

363.031.250,00

Rincian lebih lanjut dapat dilihat pada lampiran 8.
38
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

B.8.3 Piutang pada BPR

585.829.500,00

Piutang tersebut merupakan piutang dalam bentuk penyertaan modal kepada BPR LPK yang telah dilikuidasi oleh Bank Indonesia. Walaupun BPR LPK yang mendapatkan penyertaan modal tersebut sudah dilikuidasi namun asetnya seharusnya masih bisa dimanfaatkan melalui penjualan dan hasil penjulannya dapat disetorkan ke kas daerah, oleh karena belum dilakukan penjualan aset tersebut sehingga dicatat sebagai piutang kepada BPR.

B.8.4 Piutang Pasien pada RSU dr Slamet Garut 1.311.186.079,00

Piutang pasien per 31 Desember 2010 pada Badan Pengelola RSU dr Slamet Garut sebesar Rp1.311.186.079,00 merupakan tagihan BP RSU dr Slamet Garut kepada pasien-pasien rawat inap yang belum melunasi biaya perawatan. Hal tersebut terjadi karena RSU mempunyai fungsi sosial sehingga dalam kegiatannya tidak hanya berorientasi kepada keuntungan atau laba saja. Untuk menghindari konotasi adanya penyanderaan terhadap pasien yang tidak mampu membayar, maka pasien diberi kebijaksanaan oleh Direktur RSU untuk membayar sesuai kemampuan dan sisanya dicicil sesuai kesepakatan pembayaran. Adapun usaha-usaha dalam penagihan, dalam hal ini Direktur RSU menugaskan kepada Kepala Sub Bagian Mobilisasi Dana dan Staf, untuk mengunjungi rumah pasien atau keluarga pasien dengan membawa data pasie dan surat perjanjian. Namun usaha tersebut belum pernah berhasil, belum pernah ada pelunasan yang diterima dari pasien.

B.8.5. Aktiva Tidak Produktif 272.896,00

Jumlah tersebut merupakan aset tetap yang rusak berat per 31 Desember 2010 dengan rincian sebagai berikut : - Saldo per 31 Desember 2010 Rp 272.896,00
39
Pemerintah Kabupaten Garut

Rincian lebih lanjut dapat dilihat pada lampiran 9.

Laporan Keuangan Tahun 2010

B.9. Kewajiban Jangka Pendek Jumlah tersebut merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh SKPD pada Pemerintah Kabupaten Garut dan Badan Pengelola RSU dr Slamet per 31 Desember 2010 dengan rincian sebagai berikut: B.9.1. Utang Perhitungan pada Pihak Ketiga (PFK)

21.295.583.741,00

2.477.539.335,78

17.070.095,00

Jumlah tesebut merupakan sisa pajak yang dipungut pada tahun 2010 oleh Bendahara Pengeluaran sebesar Rp17.070.095,00 telah disetor ke Kas Negara tgl. 10 Januari 2011 B.9.2. Bagian Lancar Utang Luar Negeri

75.696.060,00

Bagian lancar utang kepada Pemerintah Pusat adalah jumlah yang harus dibayar oleh Pemkab Garut sampai dengan akhir Tahun 2011 kepada Pemerintah Pusat atas pinjaman yang pernah diterimanya. Jumlah tersebut merupakan saldo Utang yang merupakan penerusan pinjaman antara Pemerintah RI dan Pemerintah Kabupaten Garut dalam rangka penggunaan dana dari ADB (Loan Agreement No.1384 INO Tanggal 26 Januari 1996 ) untuk pembayaran West Java Urban Development Sector Project, Surat Keputusan Menkeu No 374/KMK 01/1994 tanggal 1 Agustus 1994 dan Surat Kuasa dari Direktur Jendral Lembaga Keuangan No.SKU2675/LK/1997 tanggal 2 Juni 1997 dengan jumlah Rp761.061.000,00. Sedangkan di dalam perjanjian penerusan pinjaman dengan Pemerintah Kabupaten Garut SLA 974/DP 3-1997, tanggal 23 September 1997 dijelaskan bahwa jangka waktu pelunasan mulai tanggal 28 Pebruari 2002 sd 31 Agustus 2011. Sisa pokok utang per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp75.696.060,00

40
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

B.9.3 Utang pada Pihak Ketiga

6.368.572.133,00

Jumlah tesebut merupakan sisa utang pada pihak ketiga per 31 Desember 2010 atas pengadaan obat, alat-alat kesehatan, utang alat tulis kantor dan mebeulair oleh BP RSU dr Slamet Garut B.9.3 Utang pada PT Askes 14.834.245.453,00

Jumlah tesebut merupakan sisa utang pada pihak PT Askes per 31 Desember 2010 atas Pelayanan Kesehatan kepada Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Garut.

B.10. Kewaiban Jangka Panjang

1.264.743.861,00

1.340.439.921,00

Jumlah tersebut merupakan kewajiban jangka panjang per 31 Desember 2010 yaitu : Utang Dana Talangan Bank Indonesia 1.264.743.861,00

Utang tersebut terjadi akibat adanya pemberian dana talangan oleh Bank Indonesia kepada 5 BPR milik Pemkab Garut yang dibekukan kegiatan operasinya oleh Bank Indonesia pada Tahun 1999, namun penyelesaian utang tersebut menjadi tanggung jawab Pemkab Garut, sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/166/Kep/Dir Tanggal 11 Desember 1998 tentang Persyaratan dan Tata Cara Penjaminan Pemerintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Perkreditan rakyat. Bupati Garut dalam suratnya, yaitu surat No. 584.3/895/Perek Tanggal 26 Juni 2000, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut bersedia untuk menyelesaikan dana talangan tersebut dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak tahun 2001. Dana talangan yang diterima dari BI adalah sebesar Rp 1.452.239.055,00 Selama tahun 2009, dari hasil likuidasi PD BPR, telah terjadi pembayaran utang kepada Bank Indonesia sebesar Rp187.495.194,00, sehingga sisa utang adalah
41
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

sebesar Rp1.264.743.861,00, sebagai berikut :
Nama PD BPR PD BPR Banyuresmi PD BPR Cibatu PD BPR Cilawu PD BPR Pakenjeng PD BPR Wanaraja Jumlah Dana Talangan Diterima (Rp) 41.764.803 774. 935.250 90. 776.410 79.292.354 465.470.238 1.452.239.055

dengan

rincian
Tgl Bayar 3 Jan 2009 6 Mei 2009 11 Feb 2009 Sisa Utang (Rp) (292.599) 643.497.458 90.776.410 65.292.354 465.470.238 1.264.743.861

Pembay (Rp) 42.057.402 131.437.792 14.000.000

187.495.194

Pembayaran utang dilakukan dengan mentransfer dana ke Rekening Menteri Keuangan Cq Direktorat Jendral Anggaran (rekening untuk menampung pengembalian dana talangan dan pencairan aset BPR) dengan nomor rekening 500.000004. B.11. Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Lancar per 31 Desember 2010 adalah selisih antara nilai Aset Lancar dengan jumlah nilai Kewajiban Jangka Pendek dengan rincian sebagai berikut
Akumulasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran / SILPA Pendapatanyang ditangguhkan Cadangan Piutang Cadangan persediaan Dana yang harus disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Jumlah Ekuitas Dana Lancar : 115.051.213.514,00 3.390.427.027,00 7.460.259.602,00 18.562.422.240,00 (21.278.513.646,00) 123.185.808.737,00

123.185.808.737,00

144.375.222.213,49

B.12. Ekuitas Dana Investasi

1.648.022.413.506,95

1.461.972.621.476,03

Ekuitas Dana Investasi per 31 Desember 2010 adalah selisih antara jumlah nilai Investasi Jangka Panjang, Aset Tetap, Kontruksi Dalam Pengerjaan dan Aset lainnya dengan jumlah nilai Kewajiban Jangka Panjang dengan rincian sebagai berikut
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang harus disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Jumlah Ekuitas Dana Investasi : 51.311.011.591,95 1.595.689.526.051,00 2.286.619.725,00 (1.264.743.861,00) 1.648.022.413.506,95

42
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

B.13 Ekuitas Dana Cadangan Saldo Ekuitas Dana Cadangan per 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebesar Rp0,00 dan Rp0,00.

0,00

0,00

43
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

C.

PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN C.1 Penjelasan Pos-Pos Laporan Realisasi Anggaran Realisasi Pendapatan secara total periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp1.695.066.200.909,00 atau 101,75% dari Target anggaran yang telah ditetapkan tahun 2010 sebesar Rp1.665.875.885.147,00 Penjelasan lebih lanjut dari pos-pos pendapatan adalah sebagai berikut : C.1.1 Realisasi Pendapatan Asli Daerah Realiasai Pendapatan Asli Daerah periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp108.914.763.969,00 atau mencapai 102,47% dari target anggaran sebesar Rp106.290.841.118,00. Realisasi Pendapatan Asli Daerah tersebut terdiri dari : Pajak Daerah sebesar Rp10.805.033.932,00 atau 110,08% dari anggaran sebesar Rp9.815.505.000,00. Retribusi Daerah sebesar Rp 14.494.494.942,00,00 atau 106,32% dari anggaran sebesar Rp13.632.952.510,00 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang dipisahkan sebesar Rp2.489.552.978,00 atau 90,43% dari target sebesar Rp2.752.996.183,00 Lain-lain PAD Yang Sah sebesar Rp81.125.682.117,00 anggaran sebesar Rp80.089.387.425,00. atau 101,29% dari

Berdasarkan jenis pendapatannya jumlah sebesar dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini :

Rp108.914.763.969,00 tersebut

Tabel 1 Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2010
ANGGARAN SET. PERUBAHAN 106.290.841.118,00 9.815.505.000,00 1.000.000.000,00 700.000.000,00 400.000.000,00 1.410.000.000,00 6.200.000.000,00 22.505.000,00 30.000.000,00 53.000.000,00

URAIAN

REALISASI

PROSEN

SISA

PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak Penerangan Jalan Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C Pajak Parkir Pajak Sarang Burung Walet

108.914.763.969,00 10.805.033.932,00 1.144.373.749,00 805.751.623,00 463.987.102,00 1.474.852.995,00 6.809.038.693,00 22.522.000,00 31.489.320,00 53.018.450,00

102,47% 110,08% 114.44% 115.11% 116.00% 104.60% 109.82% 100.08% 104.96% 100.03%

(2.623.922.851,00) (989.528.932,00) (144.373.749,00) (105.751.623,00) (63987.102,00) (64.852.995,00) (609.038.693,00) (17.000,00) (1.489.320,00) (18.450,00)

44
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010
Hasil Retribusi Daerah Retribusi Jasa Umum Retribusi Pelayanan Kesehatan Retribusi Pelayanan Persampahan / Kebersihan Retribusi Penggantian Biaya KTP dan Akte Catatan Sipil Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Retribusi Pelayanan Pasar Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Retribusi Pelayanan Perporasi Retribusi Jasa Usaha Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Retribusi Terminal Retribusi Tempat Penginapan / Pesanggrahan / Villa Retribusi Penyediaan dan / atau Penyedotan Kakus Retribusi Rumah Potong Hewan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Retribusi Pemeriksaan Susu Perah Retribusi Pelayanan Cetak Tulis Retribusi Perizinan Tertentu Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Retribusi Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) Retribusi Izin Gangguan / Keramaian Retribusi Izin Trayek Retribusi Izin Usaha Angkutan Retribusi Izin Usaha Pengambilan Air bawah Tanah dan Air Retribusi Izin Usaha Penyelenggaraan Koperasi Retribusi Ijin Usaha Keparawisataan Retribusi Industri dan Perdagangan Retribusi Izin Usaha Jasa Konstruksi Retribusi Ijin Usaha Jasa Pasar Hewan dan Jasa Kesehatan Retribusi Izin Usaha Jasa Bongkar Muat Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Bagian Laba atas Penyertaan Modal pada Perusahaan Milik Daerah / BUMD Bagian Laba dari Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Bagian Laba dari PD BPR / LPK Bagian Laba dari PT Bank Jabar Banten 13.632.952.510,00 8.307.638.008,00 1.759.507.808,00 623.398.100,00 4.234.435.000,00 1.555.400,00 400.000.000,00 714.267.600,00 462.001.100,00 112.473.000,00 3.428.719.445,00 414.302.100,00 554.477.500,00 1.610.000.000,00 6.838.700,00 76.507.500,00 611.183.370,00 111.150.000,00 44.260.275,00 1.896.595.057,00 990.000.000,00 200.000.000,00 132.000.000,00 125.243.404,00 154.563.508,00 18.474.000,00 7.975.000,00 10.388.071,00 94.969.875,00 17.435.000,00 20.948.000,00 124.598.199,00 2.752.996.183,00 2.752.996.183,00 500.000.000,00 500.000.000,00 1.752.996.183,00 14.494.494.942,00 9.095.355.990,00 1.804.698.600,00 593.337.500,00 5.065.921.000,00 1.560.000,00 418.480.000,00 660.659.450,00 436.471.790,00 114.227.650,00 3.287.518.126,00 478.837.942,00 521.702.500,00 1.442.783.500,00 7.210.000,00 71.661.500,00 623.529.000,00 109.309.684,00 32.484.000,00 2.111.620.826,00 774.217.396,00 484.464.118,00 211.278.295,00 117.980.690,00 210.272.660,00 19.000.000,00 7.975.000,00 17.003.000,00 109.537.027,00 26.150.000,00 18.713.250,00 115.029.390,00 2.489.552.978,00 2.489.552.978,00 504.000.000,00 211.164.909,00 1.774.388.069,00 106,32% 109.48% 102.57% 95.18% 119.64% 100.30% 104.62% 92.49% 94.47% 101.56% 95.88% 115.58% 94.09% 89.61% 105.43% 93.67% 102.02% 98.34% 73.39% 111.34% 78.20% 242.23% 160.06% 94.20% 136.04% 102.85% 100.00% 163.68% 115.34% 149.99% 89.33% 92.32% 90.43% 90.43% 100.80% 42.23% 101.22% (861.542.432,00) (787.717.982,00) (45.190.792,00) 30.060.600,00 (831.486.000,00) (4.600,00) (18.480.000,00) 53.608.150,00 25.529.310,00 (1.754.650,00) 141.201.319,00 (64.535.842,00) 32.775.000,00 167.216.500,00 (371.300,00) 4.846.000,00 (12.345.630,00) 1.840.316,00 11.776.275,00 (215.025.769,00) 215.782.604,00 (284.464.118,00) (79.278.295,00) 7.262.714,00 (55.709.152,00) (526.000,00) 0.00 (6.614.929,00) (14.567.152,00) (8.715.000,00) 2.234.750,00 9.568.809,00 263.443.205,00 263.443.205,00 (4.000.000,00) 288.835.091,00 (21.391.886,00)

45
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan Penjualan Rumah Jabatan /Rumah Dinas Penjualan Hasil Pertanian Penjualan Hasil Perikanan Cicilan Kios Pasar Ijin Membuat Jembatan Pendapatan dari MCK Pasar Pendapatan dari MCK Terminal Pendapatan dari Sewa Lahan Terminal Penerimaan Jasa Giro Jasa Giro Kas Daerah Penerimaan Bunga Deposito Rekening Deposito pada Bank Tuntutan Ganti Kerugian Daerah (TGR) Kerugian Uang Kerugian Barang Pendapatan dari Pengembalian Pendapatan dari Pengembalian Lainnya Pendapatan dari Angsuran / Cicilan Penjualan Pendapatan dari Angsuran / Cicilan Penjualan Kendaraan Pendapatan BLUD Pendapatan BLUD RSU 80.089.387.425,00 372.436.235,00 115.450.000,00 35.000.000,00 18.000.000,00 133.702.315,00 591.000,00 35.647.920,00 23.903.000,00 10.142.000,00 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00 5.000.000.000,00 5.000.000.000,00 200.000.000,00 50.000.000,00 150.000.000,00 490.000.000,00 490.000.000,00 50.680.500,00 50.680.500,00 72.476.270.690,00 72.476.270.690,00 81.125.682.117,00 320.271.454,00 54.705.000,00 35.000.000,00 27.000.000,00 140.497.854,00 591.000,00 32.670.000,00 19.665.000,00 10.142.600,00 3.150.486.819,00 3.150.486.819,00 6.222.397.261,00 6.222.397.261,00 506.024.267,00 488.774.267,00 17.250.000,00 1.425.601.751,00 1.425.601.751,00 0.00 0.00 69.140.900.565,00 69.140.900.565,00 101.29% 85.99% 47.38% 100.00% 150.00% 105.08% 100.00% 91.65% 82.27% 100.01% 234.03% 234.03% 124.45% 124.45% 253.01% 977.55% 11.50% 290.94% 290.94% 0.00% 0.00% 95.40% 95.40% (1.036.294.692,00) 52.164.781,00 60.745.000,00 0.00 (9.000.000,00) (6.795.539,00) 0.00 2.977.920,00 4.238.000,00 (600,00) (2.010.486.819,00) (2.010.486.819,00) (1.222.397.261,00) (1.222.397.261,00) (306.024.267,00) (438.774.267,00) 132.750.000,00 (935.601.751,00) (935.601.751,00) 50.680.500,00 50.680.500,00 3.335.370.125,00 3.335.370.125,00

C.1.2. Realisasi Pendapatan Transfer. Realisasi Pendapatan Transfer berupa Dana Perimbangan dari Pemerintah Provinsi periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp1.475.269.530.900,00 atau 100,73% apabila dibandingkan dengan target anggaran sebesar Rp1.464.529.891.489,00. Pendapatan Transfer terdiri dari : Dana Bagi Hasil Pajak (Pusat) sebesar atau 113,23% dari anggaran sebesar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam sebesar atau 117,56% dari anggaran sebesar Dana Alokasi Umum sebesar atau 100% dari anggaran sebesar Dana Alokasi Khusus sebesar atau 100% dari anggaran sebesar Dana Otonomi Khusus sebesar atau 90,00% dari anggaran sebesar Rp Rp Rp Rp 83.547.476.394,00 73.783.473.117,00 48.221.069.334,00 41.018.119.289,00

Rp 1.031.869.766.000,00 Rp 1.031.869.766.000,00 Rp Rp Rp Rp 119.553.000.000,00 119.553.000.000,00 18.289.800.000,00 20.322.000.000,00

46
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

-

Dana Penyesuaian sebesar atau 96,71% dari anggaran sebesar Dana Bagi Hasil Pajak (Provinsi) sebesar atau 100,71% dari anggaran sebesar

Rp Rp Rp Rp

132.053.853.600,00 136.545.028.600,00 41.734.565.572,00 41.438.504.483,00

Tabel 2 Target dan Realisasi Pendapatan Transfer Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2010
ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN 1.266.224.358.406,00 114.801.592.406,00 73.783.473.117,00 52.218.130.656,00 3.356.998.132,00 13.564.809.342,00 4.553.534.987,00 41.018.119.289,00 195.376.704,00 241.448.692,00 4.531.944.000,00 2.559.077.000,00 32.973.803.493,00 516.469.400,00 1.031.869.766.000,00 119.553.000.000,00

URAIAN

REALISASI

PROSEN

SISA

DANA TRANSFER PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Pajak dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Bagi Hasil Pajak dari Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Bagi Hasil Pajak dari Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Dana Alokasi Cukai Tembakau Bagi Hasil Bukan Pajak / Sumber Daya Alam Bagi Hasil dari Provisi Sumber Daya Hutan Bagi Hasil dari Pungutan Hasil Perikanan Bagi Hasil dari Pertamb Minyak Bumi Bagi Hasil dari Pertambangan Gas Alam / Bumi Bagi Hasil dari Pertambangan Panas Bumi Bagi Hasil dari Pertambangan Umum Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus

1.283.191.311.728,00 131.768.545.728,00 83.547.476.394,00 56.913.696.101,00 8.783.082.327,00 12.906.416.434,00 4.944.281.532,00 48.221.069.334,00 0.00 133.334.511,00 6.285.527.202,00 1.532.512.894,00 39.634.619.577,00 635.075.150,00 1.031.869.766.000,00 119.553.000.000,00

101.34% 114.78% 113.23% 108.99% 261.64% 94.52% 108.58% 117.56% 0.00% 55.22% 138.69% 59.89% 120.20% 122.96% 100.00% 100.00%

(16.966.953.322,00) (16.966.953.322,00) (9.764.003.277,00) (4.695.565.445,00) (5.426.084.195,00) 748.392.908,00 (390.746.545,00) (7.202.950.045,00) 195.376.704,00 108.114.181,00 (1.753.583.202,00) 1.026.564.106,00 (6.660.816.084,00) (118.605.750,00) 0.00 0.00

C.1.3. Realisasi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Realisasi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 110.881.906.040,00 atau 116,65% dari anggaran sebesar Rp95.055.152.540,00 .Lain-Lain Pendapatan Yang Sah tersebut merupakan Pendapatan dari : - Pendapatan Dana Hibah terealisasi sebesar atau 53,95% dari anggaran sebesar - Pendapatan Lainnya (Bantuan Provinsi) realisasi sebesar atau 122,10% dari anggaran sebesar Rp Rp 4.100.000.000,00 7.600.195.000,00

Rp 106.781.906.040,00 Rp 87.454.957.540,00

Rincian Jenis Lain-lain Pendapatan yang Sah dapat dilihat pada tabel berikut ini :

47
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010 Tabel 3 Target dan Realisasi Lain-lain Pendapatan Yang Sah Tahun Anggaran 2010
URAIAN ANGGARAN SET. PERUBAHAN 293.360.685.623,00 7.600.195.000,00 7.000.000.000,00 7.000.000.000,00 600.195.000,00 600.195.000,00 41.438.504.483,00 41.438.504.483,00 9.649.628.759,00 11.380.747.708,00 20.138.490.996,00 206.565.226,00 33.689.465,00 13.371.820,00 16.010.509,00 156.867.028.600,00 136.545.028.600,00 3.868.000.000,00 132.677.028.600,00 20.322.000.000,00 14.472..000.000,00 4.850.000.000,00 1.000.000.000,00 87.454.957.540,00 87.454.957.540,00 87.454.957.540,00 REALISASI PROSEN SISA

LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Hibah dari Pemerintah Bantuan Pemerintah Pusat ( Peningkatan BUMD ) Pendapatan Hibah dari Kelompok Masyarakat / Perorangan Kelompok Masyarakat / Perorangan Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi Bagi Hasil Pajak dari Pajak Kendaraan Bermotor Bagi Hasil dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Bagi Hasil dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Permukaan Bagi Hasil dari Kemetrologian Tempat Pelelangan Ikan Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pendidikan (DPPIP) Tunjangan Profesi dan Dana Tambahan Penghasilan Guru PNSD Dana Otonomi Khusus Jalan / Jembatan Irigasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya Bantuan Keuangan dari Provinsi Bantuan Keuangan dari Provinsi Jawa barat

302.960.125.212,00 4.100.000.000,00 3.500.000.000,00 3.500.000.000,00 600.000.000,00 600.000.000,00 41.734.565.572,00 41.734.565.572,00 9.815.687.970,00 13.590.807.474,00 18.056.860.875,00 204.370.630,00 37.456.294,00 13.371.820,00 16.010.509,00 150.343.653.600,00 132.053.853.600,00 3.481.200.000,00 128.572.653.600,00 18.289.800.000,00 13.025.000.000,00 4.364.800.000,00 900.000.000 106.781.906.040,00 106.781.906.040,00 106.781.906.040,00

103,27% 53,95% 50.00% 50.00% 99.97% 99.97% 100.71% 100.71% 101.72% 119.42% 89.66% 98.94% 111.18% 100.00% 100.00% 95.84% 96.71% 90.00% 96.91% 90.00% 90.00% 90.00% 90.00% 122.10% 122.10% 122.10%

(9.599.439.589,00) 3.500.195.000,00 3.500.000.000,00 3.500.000.00,00 195.000,00 195.000,00 (296.061.089,00) (296.061.089,00) (166.059.211,00) (2.210.059.766,00) 2.081.630.121,00 2.194.596,00 (3.766.829,00) 0.00 0.00 6.523.375.000,00 4.491.175.000,00 386.800.000,00 4.104.375.000,00 2.032.200.000,00 1.447.000.000,00 485.200.000,00 100.000.000,00 (19.326.948.500,00) (19.326.948.500,00) (19.326.948.500,00)

C.1.4. Realisasi Belanja dan Tranfer/Bagi Hasil ke Desa. Realisasi Belanja dan Transfer/Bagi Hasil ke Desa periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp1.689.086.148.835,00 atau 95,41% dari target anggaran yang telah ditetapkan tahun 2010 sebesar Rp1.770.388.523.301,00 yang terdiri dari : Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Belanja Transfer Rp. 1.530.601.822.113,00 Rp. 155.205.402.443,00 Rp 3.263.924.279,00 Rp. 15.000.000,00

48
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

Penjelasan lebih lanjut dari pos-pos belanja adalah sebagai berikut : C.1.4.1 Belanja Operasi Realisasi Belanja Operasi periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp1.530.601.822.113,00 atau 97,65% dari anggaran belanja tahun 2010 sebesar Rp1.567.434.181.756,00. Realisasi Belanja Operasi terdiri dari : Belanja Pegawai. Realisasi Belanja Pegawai sebesar Rp 1.089.982.048.937,00 atau 98,60% dari anggaran sebesar Rp 1.105.453.884.838,00 yang merupakan belanja pegawai baik dari belanja tidak langsung maupun belanja pegawai dari belanja langsung. Belanja Barang dan Jasa. Realisasi Belanja Barang dan Jasa sebesar atau 95,11% dari anggarannya sebesar Belanja Hibah. Realisasi Belanja Hibah sebesar atau 99,10% dari anggarannya sebesar Belanja Bantuan Sosial. Realisasi Belanja Bantuan Sosial sebesar atau 93,52% dari anggarannya sebesar Belanja Bantuan Keuangan. Realisasi Belanja Bantuan Keuangan sebesar atau 98,52% dari anggarannya sebesar C.1.4.2 Belanja Modal Realisasi Belanja Modal periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp155.205.402.443,00 atau 79,02% dari anggaran belanja tahun 2010 sebesar Rp196.420.718.592,00. C.1.4.3 Belanja Tidak Terduga Realisasi Belanja Tak Terduga periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp3.263.924.279,00 atau 50,07% dari anggaran belanja tahun 2010 sebesar Rp6.518.622.953,00. C.1.4.4 Belanja Transfer/Bagi Hasil ke Desa Realisasi Transfer/Bagi Hasil Ke Desa periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp15.000.000,00 atau 100% dari anggaran belanja tahun 2010 sebesar R15.000.000,00. C.1.5. Realisasi Pembiayaan Rekening Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggarannya terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau memanfaatkan surplus anggaran.
49
Pemerintah Kabupaten Garut

Rp 222.899.801.190,00 Rp 234.361.121.820,00

Rp Rp

16.994.670.000,00 17.149.750.000,00

Rp Rp

124.072.147.819,00 132.665.141.212,00

Rp Rp

76.653.154.167,00 77.804.283.886,00

Laporan Keuangan Tahun 2010

Adapun realisasinya adalah sebagai berikut : Realisasi Penerimaan Realisasi Penerimaan Pembiayaan dari periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp121.121.145.154,00 atau 100% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp121.121.145.154,00. Jumlah sebesar Rp121.121.145.154,00 merupakan penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun lalu sebesar Rp121.121.145.154,00. Realisasi Pengeluaran yang bersumber dari Pembiayaan periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp12.049.983.714,00 atau 72,55% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp16.608.507.000,00 terdiri dari : Rp Rp Rp 11.800.000.000,00 249.983.714,00 12.049.983.714,00

- Penyertaan Modal - Pembayaran Pokok Pinjaman + Bunga Jumlah Pengeluaran Pembiayaan :

C.1.6. Perhitungan Anggaran a. Realisasi Pendapatan - Pendapatan Transfer - Lain-lain Pendapatan Yang Sah - Jumlah Pendapatan b. Realisasi Belanja - Belanja Operasi - Belanja Modal - Belanja Tak Terduga - Belanja Transfer Bagi Hasil ke Desa Jumlah Realisasi Belanja : Surflus / Defisit d = (a-b) : c. Realisasi Pembiayaan - Penerimaan - Pengeluaran Pembiayaan Neto : Rp Rp Rp 121.121.145.154,00 12.049.983.714,00 109.071.161.440,00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.530.601.822.113,00 155.205.402.443,00 3.263.924.279,00 15.000.000,00 1.689.086.148.835,00 5.980.052.074,00 Rp Rp Rp 1.433.534.965.328,00 110.881.906.040,00 1.695.066.200.909,00

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 2010 Rp 115.051.213.514,00

50
Pemerintah Kabupaten Garut

Laporan Keuangan Tahun 2010

D. PENJELASAN PER POS LAPORAN ARUS KAS D.1 Penjelasan Pos-Pos Laporan Arus Kas D.1.1 Perubahan Saldo Kas Arus Kas Pemerintah Kabupaten Garut tahun 2010 mengalami penurunan sebesar Rp(6.069.931.640,00) Jumlah ini diperoleh dari selisih lebih arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp161.185.454.517,00 selisih kurang dari aktivitas investasi aset non keuangan sebesar Rp(155.205.402.443,00), dan selisih kurang aktivitas pembiayaan sebesar Rp(12.049.983.714,00). Penjelasan lebih lanjut dari aktivitas arus kas adalah sebagai berikut : D.1.2 Arus Kas dari Aktivitas Operasi a) Arus Masuk Kas dari Aktivitas Operasi, terdiri dari : - Pajak Daerah Rp 10.805.033.932,00 - Retribusi Daerah Rp 14.494.494.942,00 - Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Rp 2.489.552.978,00 Yang Dipisahkan - Lain-lain PAD yang Sah Rp 81.125.682.117,00 - Dana Bagi Hasil Pajak dari Pusat Rp 83.547.476.394,00 - Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Rp 48.221.069.334,00 - Dana Alokasi Umum Rp 1.031.869.766.000,00 - Dana Alokasi Khusus Rp 119.553.000.000,00 - Dana Otonomi Khusus Rp 18.289.800.000,00 - Dana Penyesuaian Rp 132.053.853.600,00 - Pendapatan Bagi Hasil Pajak (Provinsi) Rp 41.734.565.572,00 - Pendapatan Bagi Hasil Lainnya (Provinsi) Rp 0,00 - Pendapatan Dana Hibah Rp 4.100.000.000,00 - Pendapatan Lainnya (Bantuan Keuangan Provinsi) Rp 106.781.906.040,00 Jumlah Arus Masuk Kas Rp 1.695.066.200.909,00 b) Arus Keluar Kas untuk aktivitas operasi terdiri dari: - Belanja Pegawai Rp 1.089.982.048.937,00 - Belanja Barang dan Jasa Rp 222.899.801.190,00 - Belanja Bantuan Hibah Rp 16.994.670.000,00 - Belanja Bantuan Sosial Rp 124.072.147.819,00 - Belanja Bantuan Keuangan Rp 76.668.154.167,00 - Belanja Tak Terduga Rp 3.263.924.279,00 Jumlah Arus Keluar Kas : Rp 1.533.880.746.392,00 Arus kas bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar

Rp161,185,454,517.00 (Rp1.695.066.200.909,00 – Rp1.533.880.746.392,00)

51

Laporan Keuangan Tahun 2010

D.1.3 Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan a. Arus Masuk Kas dari aktivitas investasi aset non keuangan sebesar Rp0,00. b. Arus Keluar Kas dari aktivitas investasi aset non keuangan

terdiri dari : Belanja Tanah Beanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Jumlah Arus Keluar Kas : Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2.432.881.858,00 27.905.979.415,00 53.387.754.134,00 38.909.655.812,00 32.569.131.224,00 155.205.402.443,00

Arus kas bersih dari aktivitas investasi asset non keuangan adalah sebesar (Rp155.205.402.443,00). D.1.4. Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan a. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Pembiayaan sebesar Rp. 0,00. b. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Pembiayaan terdiri dari : - Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Rp 11.800.000.000,00 - Pembayaran Pokok Pinjaman dan Bunga Rp 249.983.714,00 Jumlah Arus Keluar Kas : Rp 12.049.983.714,00 Arus kas bersih dari aktivitas Pembiayaan adalah sebesar (Rp12.049.983.714,00) :

D.1.5. Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran a. Arus Masuk Kas Aktivitas Non Anggaran terdiri dari: Iuran Wajib Pegawai Rp Taspen Rp Askes Rp PPh Pasal 21 Rp PPN Pusat Rp Tabungan Perumahan Rp PFK lainnya Rp Astek Rp Pasal 22 Rp Jumlah Arus Masuk Kas : Rp b. Arus Kas Keluar terdiri dari: Iuran Wajib Pegawai Taspen Askes PPh Pasal 21 PPN Pusat Tabungan Perumahan PFK Lainnya Astek

62.136.437.362,00 0,00 0,00 34.796.428.321,00 0,00 1.987.279.175,00 18.871.981.309,00 0,00 0,00 117.792.126.167,00

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

62.136.437.362,00 0,00 0,00 34.796.428.321,00 0,00 1.987.279.175,00 18.871.981.309,00 0,00
52

Laporan Keuangan Tahun 2010

-

Pasal 22 Jumlah Arus Keluar Kas :

Rp Rp

0,00 17.792.126.167,00

Arus kas bersih dari aktivitas non anggaran adalah Rp0,00. Secara ringkas, arus kas selama TA 2010 adalah sebagai berikut (dalam rupiah): Arus kas bersih dari aktivitas operasi Arus kas bersih dari aktivitas investasi asset non keuangan Arus kas bersih dari aktivitas pembiayaan Arus Kas bersih dari aktivitas non anggaran Kenaikan / Penurunan kas Saldo awal Kas di BUD Saldo Akhir Kas Daerah (SILPA) Saldo akhir Kas di BUD Saldo akhir Kas di Bendahara Pengeluaran Saldo akhir Kas di Bendahara Penerimaan Saldo Akhir Kas Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. (155.205.402.443,00) (12.049.983.714,00) 0,00 (6.069.931.640,00) 121.121.145.154,00 115.051.213.514,00 114.577.727.590,00 530.292.356,00 3.350.690.690,00 118.418.974.299,00 Rp. 161,185,454,517.00

Saldo akhir Kas di BUD dan saldo akhir Kas di Bendahara Pengeluaran Tahun 2010 sebesar Rp115.108.019.946,00 (Rp114.577.727.590,00 + Rp 530.292.356,00) berbeda dengan nilai SILPA Tahun 2010 sebesar Rp 115.051.213.514,00. Hal tersebut karena terdapat PFK sebesar Rp17.070.095,00 dan jasa giro Rp39.736.337,00 pada Bendahara Pengeluaran yang belum disetor sampai dengan akhir Desember 2010. PFK dan Jasa Giro tersebut telah disetor pada bulan Januari 2011.

53

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. Dasar Hukum Pemeriksaan a. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. b. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. c. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. d. UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. 2. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan LKPD TA 2010 adalah untuk memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kriteria: a. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). b. Kecukupan pengungkapan (adequate disclosures). c. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. d. Efektivitas sistem pengendalian intern. 3. Sasaran Pemeriksaan Sasaran Pemeriksaan LKPD TA 2010 meliputi pengujian atas : a. Efektivitas desain dan implementasi sistem pengendalian intern termasuk pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya; b. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku; c. Penyajian saldo akun-akun dan transaksi-transaksi pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan Arus Kas TA 2010 sesuai dengan SAP; d. Penyajian saldo akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2010; e. Pengungkapan informasi keuangan pada Catatan atas Laporan Keuangan. Pengujian atas Laporan Keuangan bertujuan untuk menguji semua pernyataan manajemen (asersi manajemen) dalam informasi keuangan, efektifitas pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang – undangan yang berlaku meliputi: a. Keberadaan dan keterjadian Bahwa seluruh aset dan kewajiban yang disajikan dalam Neraca per 31 Desember 2010 dan seluruh transaksi penerimaan, belanja dan pembiayaan anggaran yang disajikan dalam LRA TA 2010 benar-benar ada dan terjadi selama periode tersebut serta telah didukung dengan bukti – bukti yang memadai; b. Kelengkapan Bahwa semua aset, kewajiban, dan equitas dana yang dimiliki telah dicatat dalam neraca dan seluruh transaksi penerimaan daerah, belanja daerah dan pembiayaan yang terjadi selama Tahun 2010 telah dicatat dalam LRA; c. Hak dan Kewajiban Bahwa seluruh aset yang tercatat dalam neraca benar-benar dimiliki atau hak dari pemerintah daerah dan utang yang tercatat merupakan kewajiban pemerintah daerah pada tanggal pelaporan; d. Penilaian dan Alokasi Bahwa seluruh aset, utang, penerimaan dan belanja daerah, serta pembiayaan telah disajikan dengan jumlah dan nilai semestinya; diklasifikasikan sesuai

BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

54

dengan standar/ketentuan yang telah ditetapkan; dan merupakan alokasi biaya/anggaran TA 2010; e. Penyajian dan Pengungkapan Bahwa seluruh komponen laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan ketentuan dan telah diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 4. Standar Pemeriksaan Peraturan BPK RI Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). 5. Metode Pemeriksaan Metodologi pemeriksaan atas LKPD Tahun 2010 meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil pemeriksaan, yaitu sebagai berikut. a. Perencanaan Pemeriksaan 1) Pemahaman Entitas dan Sistem Pengendalian Intern Pemahaman atas entitas dan sistem pengendalian intern dapat diperoleh dari laporan hasil pemeriksaan sebelumnya, laporan hasil pemeriksaan interim, catatan atas laporan keuangan yang diperiksa, pemantauan tindak lanjut, dan database yang telah dimiliki serta peraturan atau kebijakan tertulis/formal kepala daerah terkait. Pemahaman atas entitas tersebut meliputi pemahaman atas latar belakang/dasar hukum pendirian pemerintah daerah, kegiatan utama entitas termasuk sumber pendapatan daerah, lingkungan yang mempengaruhi, pejabat terkait sampai dengan dua tingkat vertikal ke bawah di bawah kepala daerah, dan kejadian luar biasa yang berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan daerah. Pemeriksa perlu mengidentifikasi kelemahan-kelemahan signifikan atau areaarea kritis yang memerlukan perhatian mendalam, sehingga membantu pemeriksa untuk (1) mengidentifikasi jenis potensi kesalahan,(2) mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko salah saji yang material, (3) mendesain pengujian sistem pengendalian intern, dan (4) mendesain prosedur pengujian substantif. 2) Pertimbangan Hasil Pemeriksaan Sebelumnya Pemeriksa harus mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan sebelumnya. Pemeriksa harus meneliti pengaruh hasil pemeriksaan sebelumnya dan tindak lanjutnya terhadap LKPD yang diperiksa, terutama terkait dengan kemungkinan temuan-temuan pemeriksaan yang berulang dan keyakinan pemeriksa atas saldo awal akun atau perkiraan pada neraca yang diperiksa. 3) Penentuan Metode Uji Petik Penentuan metode uji petik berdasarkan pertimbangan profesional pemeriksa dengan memperhatikan beberapa aspek antara lain : a) Tingkat risiko. Jika hasil pengujian SPI disimpulkan pengendalian intern suatu akun lemah, maka sampel untuk pengujian substantif atas akun tersebut harus lebih besar. Jika akun-akun tertentu mempunyai risiko bawaan (inheren risk) yang lebih tinggi dari akun-akun lainnya, maka

BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

55

sampel untuk pengujian substantif untuk akun-akun tersebut harus lebih besar; b) Tingkat materialitas yang telah ditentukan. Jika tingkat materialitas kecil, maka sampel yang diambil harus lebih besar dan begitu juga sebaliknya; c) Jumlah sampel tidak hanya didasarkan pada nilai saldo akun, tetapi memperhatikan transaksi-transaksi yang membentuk saldo tersebut. Saldo akun yang kecil bisa dibentuk dari transaksi-transaksi positif dan negatif yang besar; d) Cost and benefit, manfaat uji petik atas suatu transaksi atau saldo akun harus lebih besar dari biaya pengujian tersebut. b. Pelaksanaan Pemeriksaan 1) Pengujian Analitis Pengujian analitis dalam pelaksanaan pemeriksaan dapat dilakukan dengan Analisa Data dan Analisa Rasio dan Tren, sesuai dengan area yang telah ditetapkan sebagai uji petik. Pengujian analitis terinci ini diharapkan dapat membantu pemeriksa untuk menemukan hubungan logis penyajian akun pada LKPD dan menilai kecukupan pengungkapan atas setiap perubahan pada pos/akun/unsur pada laporan keuangan yang diperiksa, serta membantu menentukan area-area signifikan dalam pengujian sistem pengendalian intern dan pengujian substantif atas transaksi dan saldo. 2) Pengujian Pengendalian Petunjuk pengujian pengendalian meliputi pengujian yang dilakukan pemeriksa terhadap efektivitas desain dan implementasi sistem pengendalian intern dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Dalam pengujian desain sistem pengendalian intern, pemeriksa mengevaluasi apakah sistem pengendalian intern telah didesain secara memadai dan dapat meminimalisasi secara relatif salah saji dan kecurangan. Sementara, pengujian implementasi sistem pengendalian intern dilakukan dengan melihat pelaksanaan pengendalian pada kegiatan atau transaksi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Pengujian sistem pengendalian intern merupakan dasar pengujian substantif selanjutnya. Pengujian tersebut dilakukan baik pada saat pemeriksaan interim, maupun pemeriksaan laporan keuangan. 3) Pengujian Substantif atas transaksi dan saldo Pengujian substantif meliputi pengujian atas transaksi dan saldo-saldo akun/perkiraan serta pengungkapannya dalam laporan keuangan yang diperiksa. Pengujian tersebut dilakukan setelah pemeriksa memperoleh LKPD (unaudited) dan dilakukan untuk meyakini asersi manajemen atas LKPD, yaitu: (1) keberadaan dan keterjadian, (2) kelengkapan, (3) hak dan kewajiban, (4) penilaian dan pengalokasian, serta (5) penyajian dan pengungkapan. 4) Penyelesaian Penugasan Hal-hal yang terkait dengan pekerjaan dalam penyelesaian penugasan beserta form-form pelaporan pemeriksaan (Daftar Koreksi, Form Risalah Pembahasan TP, Form TP, Form Tanggapan, Form Nota Dinas Progress Report, Form Analisis Progress Report).

BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

56

c. Pelaporan Setelah melakukan pengujian terinci di atas, pemeriksa menyimpulkan hasil pemeriksaan dan dituangkan dalam laporan hasil pemeriksaan. 6. Waktu Pemeriksaan Jangka waktu pelaksanaan selama 45 hari (dari Tanggal 8 April s.d 27 Mei 2011). 7. Objek Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Garut TA 2010 yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Arus Kas (LAK), Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat

57

Lampiran 1

KAS DI BENDAHARA PENGELUARAN PER 31 DESEMBER 2010

NO I KAS SISA BELANJA

NAMA SKPD

KAS PER 31/12/2010

RINCIAN

TGL SETOR KE KASDA

1 DINAS PENDIDIKAN

24.772.733,00

15.228.658,00 485.855,00 9.058.220,00

11 Januari 2011 26 Januari 2011 7 Maret 2011 3 Januari 2011 1 Maret 2011

2 DINAS PERUMAHAN, TATA RUANG DAN CIPTAKARYA 3 BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

59.734.986,00 16.708.300,00 370.100,00 300.100,00 70.000,00

4 DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

18 Januari 2011 2 Maret 2011 21 Pebruari 2011 3,6,7,13,18,19,20,24, Januari 2011 2 Pebruari 2011 4 Januari 2011 6 Januari 2011 31 Pebruari 2011 3 Januari 2011 5 Januari 2011

5

KANTOR KESATUAN BANGSA POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT

1.731.294,00

6 SEKRETARIAT DAERAH

69.923.641,00

61.667.841,00 2.500.000,00

7 SEKRETARIAT DPRD

2.734.118,00

1.976.500,00 757.618,00 77.100.000,00

8

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET

77.100.500,00 4.811.181,00 3.000.000,00 9.894.896,00 4.572.217,00 156.894.237,00

9 KANTOR KECAMATAN 10 KANTOR PELAYANAN PERIJINAN TERPADU SATU PINTU 11 BADAN KETAHANAN PANGAN 12 KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH 13 DINAS TANAMAN PANGAN DAN HOLTIKULTURA

9.894.896,00

7 Januari 2011 7 Januari 2011

150.000.000,00 6.894.237,00 8.717.469,00 295,00

10 Pebruari 2011 1 Maret 2011 7 Pebruari 2011 9 Maret 2011

14 DINAS KEHUTANAN

8.717.764,00

15

DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI DAN UKM

32.519.957,00

4, 13, 18 Januari 2011

SUB JUMLAH II PFK BELUM DISETORKAN 1 DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI DAN UKM SUB JUMLAH III JASA GIRO PADA REKENING BENDAHARA PENGELUARAN YANG BELUM DISETORKAN SUB JUMLAH JUMLAH

473.485.924,00

17.070.095,00 17.070.095,00 39.736.337,00 39.736.337,00 530.292.356,00

Lampiran 1-1 SISA KAS PADA BENDAHARA PENGELUARAN DARI JASA GIRO PER 31 DESEMBER 2010
Jumlah Jasa Giro Audited 2009 Penyetoran dilakukan Tahun 2010) Jasa Giro masih di BP

NO

NAMA SKPD

Jasa Giro 2010

Rincian

Setor ke Kasda

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 22 23 24 25 26 27 28

Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan BP RSU dr Slamet Garut Dinas PU Bina Marga Dispertacip BAPPEDA Dinas Perhubungan BLHKP Dukpil BKBPP Disnakersostrans Disbudpar Kantor Sat. Pol P P Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD DPPKA Inspektorat Badan Kepegawaian Daerah Sekretariat Badan Narkoba BPMPD DTPHP Dinas Perkebunan Badan Ketahanan Pangan Disnakanla Dinas Kehutanan Dinas S D A P Disperindag/Diskopas Jumlah

3.401.656 17.297.141 2.933.700 243.745 306.760 628.696 36.979 15.153.201 7.392 311.770 68.775 183.414 36.270 4.646 1.222.564 41.836.709

11.055.428 3.657.927 1.853.711 35.651 33.198 629.796 6.380.453 101.489 1.305.984 1.490.971 5.253 1.365.993 195.167 1.040 2.638.276 280.767 31.031.104

3.401.656 17.297.141 551.094 35.651 243.745 628.696 36.979 9.111.941 1.600.243 183.414 36.270 4.646 33.131.476

11.055.428 3.657.927 4.236.317 33.198 306.760 629.796 6.380.453 101.489 6.041.260 1.313.376 202.498 74.028 1.365.993 195.167 1.040 2.638.276 1.503.331 39.736.337

11.055.428 3.657.927 4.236.317

7 Maret 2011 11 Jan 2011 3 Jan 2011

33.198 629.796 6.380.453 101.489 1.313.376 202.498 1.365.993 195.167 1.040 2.683.276 280.767 32.136.725

6 Jan 2011 20 Jan 2011 3, 5 jan 2011 5 jan 2011 14-Mar-11 14 jan 2011 7 jan 2011 7 Jan 2011 18 Jan 2011 7 Jan 2011 4 Jan 2011

Lampiran 1-1 SISA KAS PADA BENDAHARA PENGELUARAN DARI JASA GIRO PER 31 DESEMBER 2010
Jumlah Jasa Giro Audited 2009 Penyetoran dilakukan Tahun 2010) Jasa Giro masih di BP

NO

NAMA SKPD

Jasa Giro 2010

Rincian

Setor ke Kasda

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 22 23 24 25 26 27 28

Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan BP RSU dr Slamet Garut Dinas PU Bina Marga Dispertacip BAPPEDA Dinas Perhubungan BLHKP Dukpil BKBPP Disnakersostrans Disbudpar Kantor Sat. Pol P P Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD DPPKA Inspektorat Badan Kepegawaian Daerah Sekretariat Badan Narkoba BPMPD DTPHP Dinas Perkebunan Badan Ketahanan Pangan Disnakanla Dinas Kehutanan Dinas S D A P Disperindag/Diskopas Jumlah

3.401.656 17.297.141 2.933.700 243.745 306.760 628.696 36.979 15.153.201 7.392 311.770 68.775 183.414 36.270 4.646 1.222.564 41.836.709

11.055.428 3.657.927 1.853.711 35.651 33.198 629.796 6.380.453 101.489 1.305.984 1.490.971 5.253 1.365.993 195.167 1.040 2.638.276 280.767 31.031.104

3.401.656 17.297.141 551.094 35.651 243.745 628.696 36.979 9.111.941 1.600.243 183.414 36.270 4.646 33.131.476

11.055.428 3.657.927 4.236.317 33.198 306.760 629.796 6.380.453 101.489 6.041.260 1.313.376 202.498 74.028 1.365.993 195.167 1.040 2.638.276 1.503.331 39.736.337

11.055.428 3.657.927 4.236.317

7 Maret 2011 11 Jan 2011 3 Jan 2011

33.198 629.796 6.380.453 101.489 1.313.376 202.498 1.365.993 195.167 1.040 2.683.276 280.767 32.136.725

6 Jan 2011 20 Jan 2011 3, 5 jan 2011 5 jan 2011 14-Mar-11 14 jan 2011 7 jan 2011 7 Jan 2011 18 Jan 2011 7 Jan 2011 4 Jan 2011

Lampiran : 2

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT REKAP PIUTANG PAJAK DAN RETRIBUSI PER 31 DESEMBER 2010

NO 1 2

PERUSAHAN DAERAH Piutang Pajak dan Retribusi Piutang Retribusi BP RSU dr. Slamet

JUMLAH 428.131.201,00 16.984.764.185,00

JUMLAH

17.412.895.386,00

Lampiran : 2-1

Pemerintah Kabupaten Garut Piutang Pajak/Retribusi Per 31 Desember 2010
Ketetapan 2010 Jumlah Ketetapan Pengurangan (Tutup) SKP/S Nilai Ketetapan KR 14 3.973.248.239 114.227.650 55 5.600.860 1 150.000,00 5 10 39 15 352.200,00 427.000,00 4.671.660,00 Saldo Ketetapan 31/12/2010 SKP/SKR Nilai Ketetapan 16 45 115 239 16 1 2 418 16 17 = 8-12-15 157.519.149 83.523.864 116.263.135 32.336.163 0 528.700 390.171.011 14.785.000 12.192.120,00 117 6.208.000,00 4.775.070,00 4.257.345.098 5.015 212 129.012.650 212 129.012.650 4.498.032.760 196 4.581 114.227.650 4.087.475.889 196 4.581 114.227.650 4.087.475.889 55 5.600.860,00 133 551 37.960.190 428.131.201

No

Jenis Pajak/Retribusi

Saldo Ketetapan per 31/12/2009 (Audited)

SKP/ SKR 4 694 1.301 2.097 215 40 130 4.128.332.448 129.012.650 212 129.012.650 196 114.227.650 4.803 4.369.020.110 4.385 3.973.248.239 4.385 196 32.018.020 130 32.018.020 128 31.489.320 128 53.018.450 41 53.168.450 40 53.018.450 40 455.550.510 231 496.323.265 215 463.987.102 215 463.987.102 53.018.450 31.489.320 1.560.896.805 2.292 1.595.562.790 2.053 1.474.627.995 2.053 1.474.627.995 839.777.932 1.385 889.702.487 1.270 805.751.623 1.270 805.751.623 1.187.070.731 724 1.302.245.098 679 1.144.373.749 679 1.144.373.749 5 6 7 8 = 4+6 9 10 11 12 13

Nilai Ketetapan

Penerimaan Tahun Penyetoran ke Saldo Kas 2010 KasdaTahun 2010 SKP/S SKP/S SKP/S SKP/S Nilai Ketetapan Nilai Ketetapan Nilai Ketetapan Nilai Ketetapan KR KR KR KR

1

2

3

Pajak : 1 Pajak Hotel 49.924.555 34.665.985 40.772.755 150.000,00 -

30

115.174.367

2 Pajak Restoran

84

3 Pajak Reklame

195

4 Pajak Hiburan

16

5 Pajak Sarang Burung Walet

1

6 Pajak Parkir

-

Jumlah Retribusi : 7 Restribusi Perporasi 212

326

240.687.662 4.477

-

8 Restribusi Sarang Burung Walet

-

9

Retribusi Izin Usaha (SIUP, TDP, IUI)

10 Retribusi IMB

11 Retribusi (IPPT)

Jumlah

-

Jumlah

326

240.687.662 4.689

Lampiran : 2-2

PIUTANG RETRIBUSI BP RSU dr. SLAMET PER 31 DESEMBER 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 URAIAN Piutang Kontraktor Piutang Jamsostek Piutang Askes Sukarela Piutang Askes PNS Bantuan Gubernur APBD Kab. Garut Piutang Pasen yg masih dirawat Jumlah Saldo per 31 Des 2010 1.035.361.544,00 132.606.634,00 11.667.974,00 568.687.500,00 14.728.983.149,00 110.560.000,00 396.897.384,00 16.984.764.185,00

Lampiran : 2-2

PIUTANG RETRIBUSI BP RSU dr. SLAMET PER 31 DESEMBER 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 URAIAN Piutang Kontraktor Piutang Jamsostek Piutang Askes Sukarela Piutang Askes PNS Bantuan Gubernur APBD Kab. Garut Piutang Pasen yg masih dirawat Jumlah Saldo per 31 Des 2010 1.035.361.544,00 132.606.634,00 11.667.974,00 568.687.500,00 14.728.983.149,00 110.560.000,00 396.897.384,00 16.984.764.185,00

Lampiran : 3

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT REKAP PIUTANG LAINNYA PER 31 DESEMBER 2010

NO 1 2

U R A I A N Piutang Tanah Pemda Piutang Pasar JUMLAH

JUMLAH 1.285.170.000,00 3.601.737.365,00 4.886.907.365,00

Lampiran : 3-1

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT Piutang Lainnya Penjualan Angsuran Tanah Pemda Garut Per 31 Desember 2010
Mutasi Tahun 2010
Penambahan Pembayaran

NO 3 Blok Pakuwon, Kel Pakuwon Blok Regol, Kel. Regol Blok Dayeuhandap, Kel Kota Kulon 5595,8 651 8140 57 1.207.448.000 204.351.000 5 95.104.000 95.104.000 1.003.097.000 77 203.232.800 179.001.400 24.231.400 Blok Paminggir, Kel paminggir 4405 78 507.090.000 425.288.000 81.802.000 3881 111 399.743.000 133.864.000 265.879.000 6 7 8 10

SK Bupati Garut

Lokasi

KK

Nilai Jual

Pembayaran sd 31/12/2009

saldo per 31/12/2010 11 = 9 - 10

Keterangan

1

2

Luas m2 Bangun Tanah an 4 5 Saldo per 31/12/2009 audited 9=7-8

12 41.921.000 32.870.000 14.498.400 223.958.000 48.932.000 9.733.000 550.000 1.002.547.000 77 13 6 37

13 KK KK KK KK KK

1 Nomor 028/Kep.286-PLK/2002

2 Nomor 030/Kep.285-BPKD/2008 Blok Sukaregang 26 September 2008 22.672,80 328 2.412.617.800 1.037.608.400

Jumlah

1.375.009.400

0

89.839.400

1.285.170.000 133

KK

Lampiran 3-2 Pemerintah Kabupaten Garut Daftar Piutang Lainnya kepada Pembeli Kios /Los Pasar Per 31 Desember 2010 Saldo Awal Mutasi Tahun 2010 Pembayaran sd 2009 Saldo 31/12/2009 Debet 8 5.060.000 (1.460.000) 2.100.000 (3.300.000) (2.400.000) 3.742.235.219 9 9.897.854 2.400.000 13.500.000 1.300.000 2.700.000 5.600.000 105.100.000 140.497.854 Kredit 6 19.256.500 1.995.320.000 250.173.563 41.760.000 20.400.000 4.200.000 919.497.700 3.250.607.763 2.676.866.950 1.440.000 33.600.000 (200.000) 13.200.000 8.000.000 125.872.069 451.180.000 432.276.200 7=5-6 (RP) 5 Saldo 31/12/2010 (Rp) 11 = 7+8-9+10 432.276.200 451.180.000 115.974.215 4.100.000 18.640.000 600.000 7.200.000 2.571.766.950 3.601.737.365 11 129 58 43 1 4 1 1 Keterangan 12 Pedagang sda sda sda sda sda 472 709 Lunas sda Pedagang

No 3 133 163 49 3 4 1 1 2 539 895 6.992.842.982 3.596.364.650 43.200.000 54.000.000 4.000.000 13.200.000 8.000.000 376.045.632 2.446.500.000 4

Nama Pasar

Tipe Kios

Jumlah Pedagang

1

2

1

Andir Bayongbong

A,B dan C

451.532.700

2

Cikajang

A,B dan C

3

Leles

Kios/los

4

Kadungora

Kios B Kios B LOS/Kios C Kios B LOS/Kios C

5

Pameungpeuk

A,B,C,Ddan PKL

Jumlah

Lampiran 4

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT SALDO PERSEDIAAN PER 31 DESEMBER 2010
Habis Pakai penggunaan
per 31 Des 2010 per 31 Des 2010 per 31 Des 2010

Tidak Habis Pakai Saldo 3 11.961.308.526 322.275.473 1.031.800 38.279.250 38.364.450 865.300 1.508.400 1.079.500 1.440.900 1.543.500 12.367.697.099 402.112.500 4.336.641.582 46.345.400 4.118.900 15.361.450 15.750.000 4.401.500 48.964.450 19.689.400 19.382.050 17.453.900 694.519.600 885.986.650 44.404.500 4.118.900 15.361.450 15.750.000 4.859.350 49.231.200 21.590.050 19.035.950 17.529.500 694.519.600 886.400.500 13.629.684 169.900 6.331.800 683.600 20.814.984 62.435.000 22.500.000 84.935.000 62.435.000 22.500.000 84.935.000 568.000 568.000 8 9 4 12 13 5 Pengadaan penggunaan Saldo Pengadaan penggunaan Saldo Pengadaan

Bekas Pakai

Untuk Dijual penggunaan Saldo
per 31 Des 2010

No 5 9.990.625.265 232.512.350 586.852.050 172.300.280 120.458.750 426.906.950 164.445.180.150 245.444.175 155.063.700 231.880.390 41.250.530 1.196.239.950 28.900.400 177.873.614.940

SOPD

Pengadaan

Jumlah 6 158.466.000 5.505.242.722 75.474.175 13.299.560 422.150.000 6.174.632.457

1 1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

2 Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan RSU dr. Slamet Dinas Bina Marga Dinas Pertacip Bapedda Dinas Perhubungan BPLH Dinas Dukcapil B KB-PP Disnakerstrans Kantor Penanaman Modal Disbudpar Kantor SatPol PP Kantor Kesbanglinmas DPRD KDH/ WKDH Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD DPPKA Inspektorat BKD Kantor PPTSP Sekretariat Badan Narkoba Kecamatan Kelurahan Badan Ketahanan Pangan BPMPD Kantor Arsip Daerah Kantor Perpustakaan Dinas TPH Dinas Perkebunan Disnakanla Dinas Kehutanan Dinas SDAP Disperindagkop & UKM BPPPPK

Saldo per 1 Jan 2010 3 7.097.073.144 214.468.169 931.950 46.276.300 227.446.400 1.096.290 3.166.575 865.300 908.600 3.528.100 6.647.530 1.066.350 200.000 7.603.674.708 16 334.500.000 120.282.500 740.232.770 98.262.500 1.293.277.770

4

14.854.860.647 232.612.200 578.855.000 172.300.280 120.458.750 237.825.000 163.348.890.150 242.277.600 155.663.500 228.352.290 34.603.000 13.150 1.196.239.950 30.341.300 181.433.292.817

Saldo per 1 Jan 2010 7 54.272.720 169.900 4.390.900 457.850 266.750 1.900.650 9.561.250 337.500 75.600 71.433.120

Saldo per 1 Jan 2010 11 568.000 568.000

Saldo per 1 Jan 2010 15 106.412.500 2.983.646.547 112.436.635 732.033.400

17 282.446.500 146.291.527 1.458.966.610 78.225.000 1.965.929.637

7 143.466.000 11.961.308.526 5.841.147.879 1.201.700 44.611.050 75.474.175 13.299.560 38.364.450 15.143.000 2.192.000 1.079.500 1.440.900 1.543.500 422.150.000 18.562.422.240

Lampiran : 5

PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GARUT PER 31 DESEMBER 2010

NO 1 2 3 4

PERUSAHAN DAERAH PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM BANK JABAR BANTEN PD BPR PENYERTAAN MODAL TERARAH JUMLAH

JUMLAH 30.096.404.472,22 6.591.674.740,47 12.632.932.379,26 1.990.000.000,00 51.311.011.591,95

Lampiran : 5-1 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT PENYERTAAN MODAL PADA PDAM GARUT PER 31 DESEMBER 2010 No Uraian Penyertaan Modal Pemkab. Garut dengan rincian sebagai berikut : - Tahun 1977 - Penghibahan status aset tetap eks Proyek Penyediaan dan Pengelolaan Air Bersih (P2AB) dari Departemen Pekerjaan Umum/Kimpras Kepada Pemkab Garut sebagai Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Garut pada PDAM Kabupaten Garut sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor 21/BA/W.09/ 1997 tanggal 5 Juni 1997 - Tahun 1997 - Tahun 1998 - Tahun 1999 - Tahun 2000 - Tahun 2006 - Tahun 2007 - Tahun 2008 - Tahun 2009 - Tahun 2010 JUMLAH PENYERTAAN MODAL PEMDA PADA PDAM Nilai tambahan Modal Pemda Garut dari yang berasal bantuan pemerintah pusat dan sudah diserahterimakan ke Pemkab Garut untuk 2 selanjutnya diakui sebagai bagian dari penyertaan pemda pada PDAM Garut . Dengan rincian sebagai berikut : - Pembangunan sarana Air Bersih Perkotaan TA 1999/2000 BAST PSAB No. 912/17/Peny. Program Tanggal 1 Mei 2000 - Pembangunan sarana Air Bersih Perkotaan TA 1998/1999 BAST PSAB No. 602.1/-/PDAM/PRO/1999/Tanggal 6 April 1998 - Proyek PBSPAB TA. 1995/1996/1997 BAST No. 02/BA/Ca.9/2000 Tanggal 12 Juni 2000 - Proyek PSAB TA. 1996/1997 APBD Tk.I BAST No. APBD I/2.POA Tanggal 1 September 1999 - Proyek PSAB TA. 1996/1997 INPRES DATI II BAST No.- Tanggal 3 September 1999 JUMLAH 12.881.410.657,56 51.406.776,00

1

3.000.003.881,56 15.000.000,00 15.000.000,00 50.000.000,00 50.000.000,00 500.000.000,00 500.000.000,00 500.000.000,00 1.000.000.000,00 7.200.000.000,00

25.676.172.558,00 11.515.803.663,00 8.313.269.365,00 988.820.000,00 220.734.000,00 222.699.030,00

3

PENYESUAIAN PENYERTAAN MODAL PEMDA PADA BPR DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKUITAS BERDASARKAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS PDAM GARUT SETELAH DIAUDIT OLEH KANTOR AKUNTAN PUBLIK Laba /(Rugi) PDAM Garut tahun 2010 Laba/rugi Ditahan PDAM Garut s.d 2010 hibah cadangan umum dan lainnya PDAM Garut TOTAL NILAI PENYERTAAN MODAL PEMDA PADA PDAM GARUT (Sama dengan nilai ekuitas PDAM Garut per 31 Desember 2010) 2.260.808.441,43 (11.031.956.754,26) 266.769.992,00 43.199.577,49

4 5 6 7

30.096.404.472,22

Lampiran : 5-2 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT PENYERTAAN MODAL PADA BANK JABAR BANTEN CABANG GARUT PER 31 DESEMBER 2010

No 1 2 3

Penyertaan Tunai Tunai Tunai

Tahun Penyertaan s/d 2006 31/11/2007 2009

SK Bupati/Perda

Jumlah 4.591.674.740,47 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00 6.591.674.740,47

Perda No.8 Tahun 2007 Perda No.28 Tahun 2009 Jumlah

LAMPIRAN : 5-3 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT PENYERTAAN MODAL PADA BPR/LPK/ BPKD PER 31 DESEMBER 2010

PAD DARI LABA BPR YANG SEHARUSNYA DITERIMA

No

Porsi Kepemilikan

Nama BPR/LPK/BPKD

S/D Tahun 2009 (Hasil Audit)

Penambahan Tahun 2010

Jumlah Penyertaan Modal s.d Tahun 2010

PROPORSI KEPEMILIKAN PEMDA BERDASARKAN NILAI EKUITAS PERATURAN DAERAH BERDASARKAN (Pergub Jabar No 14 Tahun LAPORAN PERUBAHAN 2006, Perda Garut No 10 EKUITAS MASINTahun 2008 dan Perda Garut MASING BPR DAN No 2 Tahun 2010) TELAH DIPERIKSA KAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKUITAS

PENCAPAIAN LABA TAHUN 2010 BERDASARKAN LAPORAN LABA RUGI
ALOKASI LABA UNTUK PEMILIK MODAL BERDASARKAN PERDA (50% DARI TOTAL LABA)

KABUPATEN GARUT

PROVINSI JABAR

BANK JABAR

1 I

3

4

5=3+4

6

7

9

10

11

12

13

100%

2 BPR PD BPR Garut PD BPR Malangbong PD BPR Limbangan PD BPR Kadungora PD BPR Leles PD BPR Karangpawitan PD BPR Cisurupan PD BPR Singajaya PD BPR pameungpeuk PD BPR Cisewu 441.668.500,00 228.960.000,00 437.875.000,00 341.487.000,00 570.850.000,00 351.387.200,00 545.550.000,00 442.794.500,00 7.463.991.000,00 10.824.563.200,00
Seluruh BPR Digabung menjadi BPR Garut Seluruh BPR Digabung menjadi BPR Garut

1.803.397.600 1.803.397.600,00 8.616.538.714,00 8.616.538.714,00

1.803.397.600 441.668.500 228.960.000 437.875.000 341.487.000 570.850.000 351.387.200 545.550.000 442.794.500 7.463.991.000 12.627.960.800,00

Seluruh BPR Digabung menjadi BPR Garut

Seluruh BPR Digabung menjadi BPR Garut

Seluruh BPR Digabung menjadi BPR Garut

N/A

N/A

1.180.912.174,00

590.456.087,00

590.456.087,00

II

55%

PD. BPR LPK PD. BPR LPK Garut Kota PD. BPR LPK Sukawening PD. BPR LPK Bayongbong PD. BPR LPK Banjarwangi PD. BPR LPK Cikajang PD. BPR LPK Leuwigoong PD. BPR LPK Cibalong PD. BPR LPK samarang PD. BPR LPK Talegong 292.170.000,00 92.380.600,00 159.218.250,00 56.140.900,00 106.075.550,00 94.001.600,00 236.300.600,00 1.104.575.750,00 673.858.500,00 2.814.721.750,00 118.790.600 317.547.700 243.920.400 330.712.000 297.967.600 286.857.700 194.383.000 1.790.179.000,00 410.960.600 409.928.300 403.138.650 386.852.900 404.043.150 380.859.300 430.683.600 1.104.575.750 673.858.500 4.604.900.750,00 1.779.528.697,00 1.999.803.591,00 1.666.400.399,00 1.323.495.137,00 1.325.859.296,00 696.265.246,29 396.618.203,00 (1.522.797.657,00) (921.537.943,83) 9.187.970.569,29

658.425.617,89 682.133.004,89 583.240.139,65 449.988.346,58 464.050.753,60 216.776.123,37 100.701.361,74 3.155.315.347,72

291.262.288,00 488.691.677,00 256.915.045,00 83.694.290,00 72.005.160,00 Rugi 26.801.612,00 Rugi Rugi 2.779.100,74

145.631.144,00 244.345.838,50 128.457.522,50 41.847.145,00 36.002.580,00 13.400.806,00 1.389.550,37

53.883.523,28 83.346.365,51 44.960.132,88 14.228.029,30 12.600.903,00 3.402.464,64 664.205,08

80.097.129,20 137.859.922,08 71.936.212,60 23.852.872,65 20.521.470,60 8.776.187,85 725.345,29

11.650.491,52 23.139.550,91 11.561.177,03 3.766.243,05 2.880.206,40 1.222.153,51 N/A

III 333.410.100 354.250.100 318.763.200

55%

PD.PK PD.PK Selawi PD.PK Cisompet PD.PK Cikelet PD.PK Tarogong 143.490.000,00 104.202.000,00 146.500.000,00 1.521.813.500,00 1.916.005.500,00 15.555.290.450,00 1.006.423.400,00 4.600.000.000,00

476.900.100 458.452.100 465.263.200

247.093.014,96 916.081.000,00 350.167.000,00

118.110.461,15 467.201.310 179.985.838

Rugi

-

-

-

N/A

JUMLAH

1.521.813.500 2.922.428.900,00 20.155.290.450,00

174.146.742,53 421.239.757,49 18.225.749.040,78

95.780.708,39 861.078.317,54 12.632.932.379,26

Sumber data : Bag. Perekonomian

803.541.710,69 590.000.000,00

Penambahan Tahun 2010 Dasar SK Perbup No. 2 Tahun 2010 Tgl. 15 Januari 2010 sebesar Rp 4.600.000.000,00

Lampiran : 5-4 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT PENYERTAAN MODAL TERARAH PER 31 Desember 2010 No PENYERTAAN MODAL PADA NILAI (Rp)

1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

2
PD BPR - LPK Samarang PD BPR -LPK Cibalong PD BPR -LPK Leuwigoong PD BPR Kadungora PD BPR Cisewu PD BPR - LPK Bayongbong PD BPR - LPK Cikajang PD BPR - LPK Banjarwangi PD BPR Cikelet PD BPR Tarogong PD BPR Cisompet PD BPR - LPK Selaawi PD BPR - LPK Garut Kota PD BPR - LPK Sukawening PD BPR Karangpawitan PD BPR Limbangan PD BPR Malangbong PD BPR Cisurupan PD BPR Pameungpeuk PD BPR Bungbulang PD BPR Leles Jumlah

3
202.500.000,00 50.000.000,00 20.000.000,00 164.000.000,00 90.000.000,00 185.444.500,00 86.000.000,00 12.500.000,00 25.000.000,00 223.500.000,00 25.000.000,00 40.000.000,00 117.500.000,00 149.500.000,00 139.055.500,00 15.000.000,00 22.500.000,00 72.500.000,00 7.500.000,00 125.000.000,00 217.500.000,00 1.990.000.000,00

Rekapitulasi Aset Tetap pada tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD )
KLASIFIKASI ASET TETAP DALAM NERACA

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DAFTAR ASET TETAP PER 31 DESEMBER 2010

Lampiran : 6-1

KODE SKPD

NAMA SATUAN KERJA

TANAH
19.991.798.198 1.882.881.337 406.665.000 20.091.765.343 5.216.610.739 0 3.317.003.525 187.054.640 19.399.006 64.000.000 216.223.708 7.300.128 4.980.300.868 0 0 63.113.336.207 0 49.258.860 100.000.110 0 0 0 2.411.645.778 291.802.326 0 18.592.000 4.199.850 46.864.000 1.980.187.760 147.141.860 970.127.346 2.154.596.130 245.630.661 4.401.425.545 2.644.683.170 134.960.494.095 280.225.287 18.800.000 408.747.712 302.261.745.374 75.649.507.794 25.000.000 261.681.050 360.267.040 12.470.000 0 91.752.000 0 1.076.262.000 0 0 916.005.000 61.000.000 14.850.000 0 0 19.960.000 0 0 0 0 0 0 600.000 5.130.069.510 304.080.000 7.308.533.077 0 3.650.000 154.469.880.104 25.625.000 548.700.710.948 368.281.162.097 43.610.030.070 24.382.596.102 4.448.641.005 17.514.032.852 835.139.820 3.072.152.578 1.453.122.704 541.463.794 43.300.000 418.042.224 166.280.000 5.066.706.731 28.613.000 0 3.769.588.175 561.746.000 262.496.360 624.325.120 682.471.000 0 0 3.115.753.857 102.017.660 49.600.000 1.030.896.588 999.829.668 334.972.994 4.455.872.789 15.336.039 11.402.582.709 5.087.445.323 715.735.886 1.531.380.805 8.788.851.252 513.392.185.202 64.528.503.784 49.092.545.700 43.548.109.655 10.816.545.315 11.245.543.575 3.148.220.014 6.762.500.645 4.083.689.450 3.344.390.000 6.357.447.010 3.213.576.016 315.102.000 4.451.698.539 1.546.361.103 325.690.000 42.608.960.750 7.512.678.200 8.745.426.152 2.050.408.650 1.429.316.100 720.327.400 395.045.500 4.791.716.877 401.646.126 414.546.300 2.253.233.750 1.302.850.014 1.424.447.146 7.210.801.917 2.318.671.716 20.272.901.218 4.303.623.092 2.505.099.148 2.863.311.091 8.475.502.443 334.780.436.396

JALAN, JEMBATAN, JARINGAN DAN INSTALASI

BANGUNAN DAN GEDUNG

PERALATAN DAN MESIN

ASET LAINNYA

JUMLAH ASET TETAP 2010

1.01.01 1.02.01 1.02.02 1.03.01 1.04.01 1.06.01 1.07.01 1.08.01 1.10.01 1.12.01 1.13.01 1.16.01 1.17.01 1.19.01 1.19.02 1.20.03 1.20.04 1.20.05 1.20.07 1.20.08 1.20.09 1.20.10 1.20.11 1.20.12 1.21.01 1.22.01 1.24.01 1.26.01 2.01.01 2.01.02 2.01.03 2.01.04 2.02.01 2.03.01 2.07.01

Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Badan Pengelola RSU Dr. Slamet Garut Dinas PU Binamarga Dinas Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Perhubungan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kantor Penanaman Modal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kantor Kesatuan Bangsa Polnmas Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Inspektorat Badan Kepegawaian Daerah Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Sekretariat Badan Narkoba Kabupaten Kecamatan Kelurahan Badan Ketahanan Pangan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kantor Arsip Daerah Kantor Perpustakaan Daerah Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Dinas Kehutanan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM JUMLAH

45.819.408.878 5.492.600 28.021.897 0 124.376.800 0 38.700.000 99.200.000 0 0 750.000 0 548.355.988 1.000.000 0 467.637.500 1.500.000 7.800.000 108.388.000 0 0 0 6.424.823 7.235.000 13.800.000 0 0 1.255.661.125 1.819.273.470 0 13.192.750.229 202.873.100 19.800.000 0 87.250.000 63.855.699.410

498.901.098.244 94.609.749.707 68.774.140.366 337.618.697.037 109.750.071.760 4.008.359.834 13.452.037.798 6.183.333.834 3.917.722.800 6.464.747.010 3.940.343.948 488.682.128 16.123.324.126 1.575.974.103 325.690.000 110.875.527.632 8.136.924.200 9.079.831.372 2.883.121.880 2.111.787.100 740.287.400 395.045.500 10.325.541.335 802.701.112 477.946.300 3.302.722.338 2.306.879.532 3.062.545.265 20.596.205.446 2.785.229.615 53.146.894.579 11.748.537.645 3.489.915.695 163.265.997.545 20.021.911.865 1.595.689.526.051

Lampiran 6-2

PENAMBAHAN ASET TETAP TAHUN 2010
MUTASI TAHUN 2010 Penambahan Pengurangan

NO 1 Saldo awal

URAIAN

PER 1 JAN 2010 1.410.252.498.640

JUMLAH 1.410.252.498.640

2 Belanja Modal tahun 2010 : - APBD - APBN pada : - BLUD RSU Jumlah 3 Dari Belanja Pemeliharaan pada: - Dinas Bina Marga - DPPKA - Dinas Pertacip Jumlah 4 Dari Biaya umum (perencanaan, pengawasan, pegawai, barang dan jasa) pada : - RSU dr. Slamet - Dinas Bina Marga - Dinas Pertacip - DPPKA Jumlah 5 Aktiva tetap yang dihibahkan kepada sekolah swasta dan masyarakat pada : - Dinas Pendidikan - Badan Ketahanan Pangan - BKBPP - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi - Sekretariat Badan Narkotika - Kantor Perpustakaan - Dinas TPH - Dinas Perkebunan - Dinas Kehutanan Jumlah J u m l a h

155.205.402.443 8.024.615.136 29.721.476.649 283.469.850 1.754.801.150 163.230.017.579

31.759.747.649

145.549.490 1.021.279.975 495.875.000 19.608.000

1.682.312.465

781.278.000 81.465.000 245.000.000 43.400.000 61.974.260 1.091.025.000 3.052.771.000 22.489.000,00

5.855.648.022

11.235.050.282 1.595.689.526.051

Lampiran : 6-3 PENAMBAHAN AKTIVA TETAP TAHUN ANGGARAN 2010 PER 31 DESEMBER 2010 TANAH PERALATAN DAN MESIN 1.246.859.000 1.246.859.000 (284.249.000) 962.610.000 5.230.354.600 419.891.540 5.650.246.140 3.094.688.734 8.024.615.136 11.119.303.870 18.507.000 1.500.000 20.007.000 368.311.000 1.434.176.850 213.655.000 2.016.142.850 128.835.000 2.091.086.999 145.549.490 2.236.636.489 47.262.500 34.533.650 81.796.150 764.907.000 41.315.500 55.059.000 861.281.500 10.720.386.100 10.720.386.100 29.270.283.185 131.974.702 131.974.702 3.046.891.900 29.674.214.149 109.277.500 42.328.000 768.298.525 33.641.010.074 6.782.638.000 277.958.800 222.351.000 7.282.947.800 (2.548.545.900) 31.818.829.085 31.818.829.085 GEDUNG JALAN IRIGASI DAN BANGUNAN DAN JARINGAN ASET LAINNYA 29.037.076.400 29.037.076.400 (3.022.853.122) 26.014.223.278 1.000.000 1.000.000 JUMLAH

NO

SOPD

1 Dinas Pendidikan APBD 724.433.300 724.433.300 724.433.300 173.500.000 173.500.000 115.313.558 65.342.300 180.655.858 73.125.000 1.350.000 4.810.000 79.285.000

62.827.197.785 62.827.197.785 (5.855.648.022) 56.971.549.763 16.124.240.700 419.891.540 16.544.132.240 5.318.750.435 8.024.615.136 145.549.490 13.488.915.061 3.180.712.458 29.721.476.649 109.277.500 42.328.000 869.674.475 33.923.469.082 7.988.981.000 1.754.801.150 495.875.000 10.239.657.150 128.835.000

HIBAH KE SEKOLAH SWASTA :

Nilai Perolehan Aset Tetap Tahun 2010

2 Dinas Kesehatan Belanja Modal Penambahan dari BKBPP Nilai Perolehan Aset Tetap Tahun 2010

3 RSU Dr Slamet BM APBD BM APBN Biaya Umum Nilai Perolehan Aset Tetap Tahun 2010

4 Dinas Bina Marga Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Biaya Perencanaan Biaya Pengawasan Biaya Umum Nilai Perolehan Aset Tetap Tahun 2010

5 Dinas Perumahan Tata Ruang Cipta Karya Belanja Modal Belanja Barang & Jasa Belanja Pegawai Nilai Perolehan Aset Tetap Tahun 2010

6 BAPPEDA

NO 943.466.000 64.400.000 48.750.000 336.750.000 106.932.000 559.254.000 1.517.616.950 (419.891.540) (81.465.000) 1.016.260.410 805.058.000 335.300.000 335.300.000 258.740.000 6.700.000 (43.400.000) 222.040.000 244.772.000 245.000.000 (245.000.000) 1.535.062.950 157.045.000 (30.000.000) 127.045.000 49.890.000 674.304.350 (6.700.000) 667.604.350 44.000.000 44.000.000 49.500.000 49.500.000 133.819.820 (31.974.260) 101.845.560 119.514.000

SOPD

TANAH

PERALATAN DAN MESIN

GEDUNG JALAN IRIGASI DAN BANGUNAN DAN JARINGAN

ASET LAINNYA

JUMLAH 1.056.616.000

7 Dinas Perhubungan

8 Badan Lingkungan Hidup Belanja Modal Mutasi ke BNK Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

767.804.350 (6.700.000) 761.104.350 443.682.000

9 Kantor Arsip

10 Kantor Perpustakaan Belanja Modal Hibah ke masyarakat Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

290.864.820 (61.974.260) 228.890.560 559.254.000 1.517.616.950 (419.891.540) (81.465.000) 1.016.260.410 805.058.000 580.300.000 (245.000.000) 335.300.000 258.740.000 6.700.000 (43.400.000) 222.040.000 1.949.238.950

11 Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu

12 Badan KB dan Pemeberdayaan Perempuan Belanja Modal Mutasi ke Dinkes Hibah ke masyarakat aset thn 2009 Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

13 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

14 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Belanja Modal Hibah ke masyarakat Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

15 Sekretariat Badan Narkotika Belanja Modal Mutasi ke BLH aset thn 2007 Hibah Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

16 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

NO 170.000.000 279.579.650 450.014.900 1.905.470.000 767.315.000 206.575.000 58.488.000,00

SOPD

TANAH

17 Kantor Satuan Polisi Pamong Praja

PERALATAN GEDUNG JALAN IRIGASI DAN MESIN DAN BANGUNAN DAN JARINGAN 97.250.000 28.613.000,00 -

ASET LAINNYA

JUMLAH 125.863.000 3.049.360.000 450.014.900 338.067.650

18 Sekretariat Daerah

19 Sekretariat DPRD

20 INSPEKTORAT

21 Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Belanja Modal Biaya Umum Biaya pemeliharaan Nilai Perolehan Aset Tahun 2010 (50.000.000) 126.700.750 667.488.750 50.800.000 1.261.061.500 (288.742.000) 972.319.500,00 886.030.000 (506.920.000) 379.110.000 223.690.000 432.471.000 513.226.000 (513.226.000) 239.650.000 (239.650.000) 1.255.853.000 (549.155.000) 2.491.665.462 56.790.850 2.548.456.312 246.287.000 246.287.000

2.006.964.000 (289.057.000) 1.717.907.000 2.306.201.000 (2.306.201.000) -

7.800.000 7.800.000 35.916.800 35.916.800 90.680.000 -

2.499.465.462 56.790.850 246.287.000 2.802.543.312 (50.000.000) 559.171.750 667.488.750 50.800.000 3.817.168.300 (1.091.025.000) 2.726.143.300 3.431.881.000 (3.052.771.000) 379.110.000 1.570.223.000 (549.155.000)

22 Kecamatan

23 Kelurahan

24 Badan Kepegawaian Daerah

25 Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemdes

26 Kantor Kesatuan Bangsa

27 Dinas Pertanian dan Holtikultura Belanja Modal Hibah ke masyarakat Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

28 Dinas Perkebunan Belanja Modal Hibah ke masyarakat Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

29 Badan Ketahanan Pangan Belanja Modal APBD Mutasi ke BP4K

NO 1.939.267.769 188.321.500 (22.489.000) 165.832.500 327.360.000 810.495.000 266.452.000 27.913.656.415 8.024.615.136 1.434.176.850 271.945.850 37.644.394.251 (1.304.565.000) 36.339.829.251 36.339.829.251 707.084.000 509.645.000 53.407.154.134 334.865.000 235.142.140 53.977.161.274 (3.958.519.900) 50.018.641.374 50.018.641.374 1.807.693.000 513.310.000 375.000.000 2.389.681.858 1.350.000 70.152.300 2.461.184.158 (245.000.000) 2.216.184.158 2.216.184.158 1.890.253.010 22.592.952.200 38.906.014.812 29.952.172.949 109.277.500 42.328.000 990.649.525 70.000.442.786 (2.595.258.000) 67.405.184.786 67.405.184.786 32.588.895.224 32.588.895.224 (3.131.707.382) 29.457.187.842 29.457.187.842 22.147.500 22.147.500 549.155.000 549.155.000 -

SOPD

TANAH

Hibah ke masyarakat Mutasi dari Kecamatan Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

PERALATAN GEDUNG JALAN IRIGASI DAN MESIN DAN BANGUNAN DAN JARINGAN (47.300.000) (657.098.000) 50.000.000 226.390.000 49.600.000 2.878.225.204 19.800.000 19.800.000 0

ASET LAINNYA (76.880.000) 13.800.000

JUMLAH (781.278.000) 50.000.000 289.790.000 22.147.500 549.155.000 571.302.500 8.515.438.983 208.121.500 (22.489.000) 185.632.500 24.140.706.200 1.695.140.000 266.452.000 155.205.402.443 8.024.615.136 31.722.564.799 109.277.500 42.328.000 1.567.889.815 196.672.077.693 (11.235.050.282) 185.437.027.411 185.437.027.411

30 BP4K Belanja Modal APBD Mutasi dari BKP Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

30 Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan

31 Dinas Kehutanan Belanja Modal Hibah ke masyarakat Nilai Perolehan Aset Tahun 2010

32 Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan

33 Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM

34 Kantor Penanaman Modal

Jumlah Belanja Modal APBD Banprop & APBN Belanja Pemeliharaan Biaya Perencanaan Biaya Pengawasan Biaya Umum Mutasi penambahan Jumlah

Jumlah hibah

TOTAL Nilai Perolehan Aset Tetap Tahun 2010

Lampiran : 7 Pemerintah Kabupaten Garut Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Kendaraan Per 31 Desember 2010 Pembeli 3 Drs H Rachman R Drs Jajang S Murod 26.000.000 46.300.000 Mini Bus Mitsubisi Colt T 120 SS D 291 V 2.500.000 Minibus Toyota Kijang KF 40 Short D 48 V 20.300.000 17.500.000 4 Jenis kendaraan Jumlah 8=6+7 17.500.000 2.500.000 Saldo 31/12/2010 9=5-8 2.800.000 23.500.000

No

1

Uraian 2

Nilai Jual (Rp) 5

Realisasi Pembayaran sd. 2009 2010 6 7

1

Sk Bupati No.024/Kep224PLK/2000 tanggal 11

2

SK Bupati No.024/Kep 52PLK/2001 tanggal 23 Januari

Jumlah

20.000.000

-

20.000.000

26.300.000

Lampiran : 8 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT Aset Lainnya Tututan Ganti Rugi Per 31 Desember 2010 Tahun Kejadian Surat Pol
700/306/itwil/8/21/1996 Pol No.74/LK/IV/200/28-4-2000 Pol No.B/20/STPL/K/99/PosPol.7/10/1999 Drs Tis Sutisna Drs Suroto Aam Susanto Beben Yusup Memed (Almarhum) H Iman Ali Rahman surat Polisi No IP/B/VI 200/Sekjen Surat polisi 247/LK Cucu Sukandar 1999 1999 Drs. Asep Permana 1999 11/08/2000 1998 1985 1997 539/33/Nsp/BKPD/LPK/1997 D/50/k-BPR-LPK-Cikajang/XI/1998 54/PD BPR-LPK Garut Kota/XII/1996 Surat Polisi L.P/59/VIII/ 1999 Surat Polisi L.P/51/V/ 1999 Taryat Sutisna H. Haerudin Heri Agus Juhara Yayat Hidayat Asep Suhendara Nano Subratno SmHk Drs. Satria Budi Drs. Ende Sudirman (Alm) 2008 2008 2009 2009 2003 No.Pol B/595/XI/2008/Polsek No.Pol STPL/B/283/II/2009 No.Pol STPL/B/648/IV/2009 No.Pol LP/B/1927/X/ JBR/WIL PRI/ RES GRT Ganda Permana Drs. Yuda Iman P R Ucup Yusup Lisnawati Wiidiyana Komarudin Surat Polisi I.P/349/XI /1999 Drs. H. Yadi Kusmayadi Surat Ketua DPRD Kab. Garut No 024/500/DPRD/1999 Encep Mulyana 2.360.000 25.500.000 9.600.000 2.130.000 2.620.000 22.600.000 1.600.000 1.020.000 4.130.000 6.700.000 17.000.000 183.680.000 Heri Suherman 6.800.000 Ir. Dedong Abdurrahman 25.000.000 22.600.000 2.000.000 1.500.000 275.000 1.460.000 19.125.000 34.898.750 4.130.000 1.910.000 100.000 2.730.000 2.615.750 114.250 1.810.000 4.130.000 20.600.000 23.500.000 6.525.000 900.000 6.375.000 9.600.000 2.130.000 2.620.000 22.600.000 1.600.000 1.020.000 4.130.000 6.700.000 17.000.000 148.781.250 2.920.000 633.000 2.287.000 16.200.000 3.300.000 12.900.000 Pol K/III/1996/Polsek Pol No.147/LK/VIII/200/8-8-2000 Pol No.161/LK/VII/2000 028.14/DIP/96/02/09/1996 Ir Luna Aviantrini 3.690.000 3.690.000 59.000.000 59.000.000 8.100.000 56.000.000 39.000.000 400.000 221.500.000 Deden Suherman 2.440.000 200.000 2.240.000 -

No
1996 2000 1999 1996 2000 2000 1996 1999 2001 07/01/1999

Uraian kejadian

Nama Pelaku

Jumlah Kerugian Pembayaran sd 2009 Saldo 31/12/2009

Mutasi 2010 Debet Kredit
1.000.000 500.000 700.000 1.600.000 500.000 50.000 500.000 2.000.000 400.000 7.250.000

Saldo 30/06/2010
2.240.000 12.900.000 2.287.000 114.250 810.000 4.130.000 20.100.000 23.500.000 6.525.000 900.000 6.375.000 9.600.000 2.130.000 2.620.000 22.600.000 1.600.000 1.020.000 4.130.000 6.000.000 17.000.000 57.400.000 58.500.000 8.050.000 55.500.000 37.000.000 363.031.250

1

Kehilangan Motor Dinas Honda-Pro Tahun1991 No Pol D 2215 V

2

3

Kehilangan Motor Dinas Honda-Astrea Tahun1997 No Pol D 2991 V Kehilangan Mobil Dinas Minibus Mitsubishi colt T 120 SS Tahun1996 No Pol D 265 V

4

Kehilangan Motor Dinas Win No.Pol 2041V

5

6

Kehilangan Motor Dinas Suzuki A100 Tahun 1994 No.Pol D 2620 V Kehilangan Motor Dinas Honda MCB Win Tahun 1991 No.Pol D 2311 V

7

Kehilangan Motor Dinas Honda GL-Pro No.Pol D 2790 V

8

Kehilangan Mobil Dinas Daihatgu Feroza Tahun 1995 No Pol D 69 H

9

10

Kehilangan Mobil Dinas Toyota Kijang Tahun 1994 Nopol D 57 V Kehilangan Motor Dinas Honda Supra NF 100 ClubTahun 1999 No.Pol D 3039 V Kehilangan Motor Dinas Honda MCB Win Tahun 1993 No.Pol D 11 2029 V

12

13

Kehilangan Mobil Dinas DPR jenis Sedan Timor Nopol D 8 V Kehilangan Mobil Dinas Daihatsu Zebra Tahun 1991 Nopol D 91 V

14 Kehilangan Motor Dinas Honda Win Tahun 1992 No.Pol D 2226 V

15 Kehilangan Motor Dinas Honda Tahun 1994 No.Pol D 2284 V

Kehilangan Mobil Dinas Minibus Toyota Kijang Super Tahun 1993 No Pol D 1555 V Kehilangan Motor Dinas Honda GL 100 Tahun 1985 No.Pol D 2041 17 V

16

18 Kehilangan Motor Dinas Honda Win Tahun 1985 No.Pol D 6390 V

19 Kehilangan Motor Dinas Honda GL Pro No.Pol D 2593 V

20

Kehilangan Mobil Dinas Minibus MITSUBISHI COLT T120 SS Tahun 1996 No Pol D 2990 V

21 Kehilangan Motor Dinas Honda Win No.Pol D 3097 V

22 Kehilangan Mobil Dinas Minibus Toyota Kijang No Pol D 45 V

Kehilangan Mobil Dinas Minibus Suzuki Carry No Pol Z 331 D 23 Tahun 2005 Kehilangan Mobil Dinas Minibus Suzuki Carry No Pol Z 326 D 24 Tahun 2005

25 Kehilangan Motor Dinas Honda Win No.Pol Z 2151 E Tahun 1997

26

Kehilangan Mobil Dinas Minibus Suzuki Futura No Pol Z 203 D Tahun 2003 Kehilangan Mobil Dinas Minibus Toyota Kijang No Pol D 63 V 27 Tahun 1993

28 Kehilangan Motor Dinas Honda Supra X Tahun No.Pol Z 3360 D

Jumlah

Lampiran : 9 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DAFTAR ASET TETAP TAHUN 2010 PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) KONDISI RUSAK BERAT (AKTIVA TIDAK PRODUKTIF)

KODE SKPD URAIAN m2 5.274 5.274 5.274 2 20 9 38 201.916 2 20 9 38 201.916 6.190 6.190 59.516 Rp 5.274 Buah 200.388 528 12 28 10 2 272 31 30 129 5 2 7 1 37 3 22 5 48 3 3 3 1 5 12 17 6 15 2 11 3 8 17 1 180 Rp 200.388 528 12 28 10 2 272 31 30 129 5 2 7 1 37 3 22 5 48 3 3 3 1 5 12 17 6 15 2 11 3 8 17 1 180 TANAH MESIN & PERALATAN

JUMLAH Volume 270.707 950 12 28 10 2 272 31 30 129 5 2 7 1 37 4 22 5 48 3 3 3 1 6 12 17 6 15 2 11 3 8 17 1 417 59.516 2 20 9 38 272.896 Rp 270.707 950 12 28 10 2 272 31 30 129 5 2 7 1 37 4 22 5 48 3 3 3 1 6 12 17 6 15 2 11 3 8 17 1 417 2 20 9 38 272.896

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2

Kantor Pengembangan SDM Pertanian dan Ketahanan Pangan 2 02 01 Dinas Kehutanan 2 03 01 Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan 2 07 01 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal TOTAL

01 02 02 04 06 07 14 17 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 01 01

01 01 02 01 01 01 01 01 03 50 53 54 56 57 58 59 60 62 63 64 65 67 70 71 72 73 74 75 76 77 78 80 81 83 01 02

Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Badan Pengelola RSU dr Slamet Garut Dinas Bangunan dan Pemukiman Badan Perencana Pembangunan Daerah Dinas Perhubungan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sekretariat Daerah Kecamatan Garut Kota Kecamatan Banyuresmi Kecamatan Samarang Kecamatan Bayongbong Kecamatan Cilawu Kecamatan Csiurupan Kecamatan Cikajang Kecamatan Sinagajaya Kecamatan Cikelet Kecamatan Cisompet Kecamatan Cibatu Kecamatan Sukawening Kecamatan Leles Kecamatan Bungbulang Kecamatan Pakenjeng Kecamatan Cisewu Kecamatan Leuwigoong Kecamatan Banjarwangi Kecamatan Peundeuy Kecamatan Cibalong Kecamatan Pamulihan Kecamatan Talegong Kecamatan Cibiuk Kecamatan Pasirwangi Kecamatan Cihurip Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan

KLASIFIKASI ASET TETAP DALAM NERACA ASET TETAP BANGUNAN & JALAN, IRIGASI & GEDUNG JARINGAN LAINNYA m2 Rp m2 Rp Buah Rp 5.530 5.530 59.515 59.515 422 422 1 1 1 1 237 237 -

Lampiran : 10

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT SALDO HUTANG JANGKA PENDEK PER 31 DESEMBER 2010 BP.RSU. Dr. Slamet

No

Jenis Hutang

Nilai (Rp)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Hutang obat-obatan Hutang bahan alat Hemodialisa Hutang bahan alat Radiologi Hutang PMI Hutang bahan alat PA Hutang Oksigen Hutang bahan alat Laboratorium Hutang Perlengkapan Rumah tangga kantor Hutang pemeliharaan ambulance Hutang pemeliharaan alat kesehatan Hutang pengadaan alat kesehatan Hutang cetakan dan penggandaan Hutang pemeliharaan rutin RS (R. Agate) Hutang peralatan dan perlengkapan kantor Hutang penyediaan komponen instalasi listrik Hutang makan minum tamu Hutang alat tulis kantor Jumlah

5.112.775.703,00 317.518.350,00 95.441.360,00 133.812.000,00 32.156.300,00 117.650.000,00 298.605.520,00 16.202.150,00 35.958.750,00 123.763.000,00 16.341.600,00 15.099.500,00 150.000,00 120.000,00 800.000,00 2.265.000,00 49.912.900,00 6.368.572.133,00

Lampiran : 11

KABUPATEN GARUT DAFTAR PINJAMAN DAERAH PER 31 DESEMBER 2010

Jumlah Realisasi Pembayaran Tahun Ini

Jumlah Sisa Pembayaran

No. Pokok Pinjaman Daerah 9 75.696.060,00

Sumber Pinjaman Daerah Jumlah Pinjaman /Nilai Nominal Obligasi (Rp/Valas)

Dasar Hukum Pinjaman/Obligasi

Tanggal/Tahun Perjanjian Pinjaman/Obligasi

Jangka Waktu Persentase Tujuan Penggunaan Pinjaman Bunga Pinjaman (Tahun) Pinjaman %

Bunga 10

Jasa Bank 11

Pokok Pinjaman Daerah (Rp) 12

1 26 Januari 1996

2

3

4

5

6

7

8

1

ADB

Loan Agrement No.1384-INO/1996 SLA 974/DP3/1997 Tanggal 239-1997

Pokok Bunga JasaBank

15.427.277,81 335.375,60

756.960.600,00 20 x Angsuran 11.70%/ Th 800.306.147,36 Per 1/12 Tahun 17.397.959,73 (Tahun 20022011) Untuk Pembiayaan West Java Urban Development (sector) Project Pengadaan DUM Truk

75.696.060,00 6.601.327,00 143.307,11

Jumlah 1.574.664.707,09

75.696.060,00

15.427.277,81

335.375,60

82.440.694,11

Sehubungnn dcngan Penutupan Buku tanggal 3 1 Desember 2010 terjadi berbagcti
ha1 :

1. Terputusnya jmingan Ko~nputer bank bjb G a t dengm kmtor Pusat ymg menyebabkm munculnya gngal transaksi. 2. Meningkatnya transalcsi pc~igeluaranSP2D I(ab. Garut sampai 5 kali lipat dari hari biasa yang maksimal. 3. Proses BOY dari kaator pusat mengenai kelarnbatan dan hambatan.

Selhgga saldo akhir Rek Kas Umum Daerah Ktibupaten Garut yang seharusnya per tanggal 3 1 Desember 2010 adalah Rp.64.577.727.590.00 ( Enam puluh cmpat miliar limn I-citus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus dun puluh tujuh ribu limn ratus sembilan puluh rupiah ) Rincian Keterangan Terlampir.
Demikian Berita Acarrr ini h memaklurni.

i buat,agnr y m g berkepentingan

: i

.u dim &i

Dibuat di G m t Tanggal 10 Januari 20 1 1

Meugetahui dan Mnyetujui

Yang Mambuat Berita Acara

Lampiran Saldo Berita Acara
r

Posisi Saldo Rokening Kas Umum Daorah Kab. Garut
Saldo 31 Desernber 2010 Rp. 64,835,556,726.00

Penambahan
Koreksi Gagal Posting ( Penginpuran tanagal 06 Jan 201 1 ) RP. 99,232,864.00

Saldo
Pengurang
Pemindahbukuan 18 CV ( Penginputan tanggal 07 Jan 201 1 ) Pernindahbukuan 04 CV ( Penginputan tanggal 10 Jan 2011 )
Saldo Akhlr

RP. RP. Rp.

(273,162,000.00) (83,900,000.00) 64,577,727,596.00

LC?'

CR18DSFl

JAM: 19:46:55 TCL: 1C-01-201!
vt::--:

L:-.-

- CABANG CARUT
r~ : oi7023920ioos
1

ALAMAT : JL.FEH6ANGUNAN NO. 199
CANT

- REK KAS unun DAERAH KAB CARUT

CK-Clro Kasda 28-12-2010 SJ'D 31-12-2010 HUTASI DEBET
1 1

------.--------------------------------------------------------------------------

MUTASI KEEDIT

c:. -

-

--

. :

P2D NO 10342/LS/2010

135r182.00-

.OD ,OO

(54r:5r,1r:
bt,:!!.:;:

r:.

c;! Et;ATArA DWI PERKASA
F2P NO 110?4/LS/201C
CV FhNJIHVLOIiG-DISDIK-SKP
+

3r450r659.0036r260i909.003,626,09i.bG.OO -00 163v136r$6f?r715.00-00

.--

1'

"I
14

'9 31-12-2010 019-C3031SP?@ NO 1035l!/LS/2010 CV REKAJASA PRIMA-DISDIK-DAK LAHAN '1 51-12-2010 019-C303lSP2D NO 10359lLS12010 CV AEKAJASA PRIMA-DISDIK-DAK LAHAN C 31-12-2010 519-C3ib-$37/2257/BBHILS/KEU I 1-01-2011 920-929 K!? -Eunga

b : , ~ : r . : - . y-:

-00 29,382r329.00 299r1291114.00 46t260t349i135.00

6:,':'.-?'.

- -"

r54rE?:rcl--

..
-. -

._------

--

Ct,E:?.Tf:

------.--.-------------------------------------------------------------------------------

SALDO 6KHIR
SAL?O ADJVSTflEKT

&:.Ez:.~ . -1 b:,c-c.c:-- - . - --

/b
1

BF\Nl< J ~ ~ A R - B A M E N
PT BANK

PCMBANOUNAN D A E A A I 4

JAWA

BArtA*

UA.~ e~-.-Eo.

C if
'

Yepemillkan Dopos~lo jangka I The Ownership of Ttme Deposit . Be

-

KABDA UHUM/PEUDA GARUT

1

1

Serlal No

No.Se_rL-!!?!R!E!!Reference NO

A 0227795
CABANG GARUT 0017-DEP-AOtZ7'5'

JL. PEUBANGUNAN NO. 1 9 9 GARUT

I-?,+

LIMA PULUH UILYARD R u p i a h

Nama &Tandatangan Pe a t . 2 . Name & Authorized S i g v . --

-:

I
01 BULAN

.

30-06-201C

a e r n
,a~Accounr

b

I

-

--

ud1atu1-o

~7b~fe

31-07-2010 YTOO , 0170239201008

% pa

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful