MAKALAH SIFAT-SIFAT AMALGAM (Sifat Fisik, Mekanik, Kimia, serta Biologi

)

Makalah ini Disusun Guna Melengkapi Tugas Matakuliah Ilmu Biomaterial KG I

Disusun Oleh:
Wahyu Septian A. A. Sukron Tajudin Amiga Rusyda Reyhan Al-Zena Dodo Hidayat Puti Lenggogeni Rizqie Indra Maulana Rizky Noorleta Putri Winadi Surtanata Woe 09/KG/8381 09/KG/8383 09/KG/8385 09/KG/8387 09/KG/8389 09/KG/8391 09/KG/8393 09/KG/8395 09/KG/8397

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

Sifat Fisik.wb. sifat mekanik yang meliputi kekuatan. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk menyempurnakan makalah ini. Biologi” sebagai salah satu tugas mata kuliah Ilmu Biomaterial Kedokteran Gigi I. dan tarnish. Yogyakarta. maupun bagi dunia kedokteran gigi pada khususnya. Makalah ini sekilas menjelaskan tentang Sifat Fisik Amalgam yang mencakup Creep. Mekanik. Oleh karena itu. 20 Mei 2010 Penyusun . serta Stabilitas Dimensional. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya. tenaga. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “SIFAT-SIFAT AMALGAM. kerugian sifat-sifat tersebut dan solusinya. Konduktivitas Termal. dan pengetahuan kami. sifat biologi yang mencakup alergi dan toksisitas raksa. Sifat kimia amalgam yang mencakup reaksi elektrokimia sel galvanik.. Kimia.KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr. Seperti peribahasa ”Tiada gading yang tak retak”. penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini tentunya tidak lepas dari kekurangan karena keterbatasan waktu. korosi.

Tujuan Makalah i ii iii 4 6 BAB II : PEMBAHASAN BAB III : PENUTUP A. Latar Belakang B. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 14 14 15 16 .DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN A.

berisi campuran air raksa dengan setidaknya satu logam lainnya. hal ini karena di dalam amalgam terkandung merkuri. mengenai masalah efek samping yang ditimbulkan oleh bahan ini masih dipertanyakan karena masih ada anggapan bahwa amalgam berbahaya bagi kesehatan tubuh pasien. estetika yang kurang. Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan penggunaan baru-baru ini adalah dampak merugikan bagi kesehatan. Latar Belakang Masalah Dental amalgam merupakan bahan tumpatan yang sering digunakan di Kedokteran Gigi. tetapi dapat diatasi dengan menggunakan bahan gigi alternatif. kekuatan. Merkuri dalam keadaan bebas sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat meracuni tubuh oleh karena itu merkuri di dalam amalgam dianggap berbahaya. dan pencemaran lingkungan. . Tujuan biokompatibilitas adalah untuk mengeliminasi komponen bahan yang berpotensi merusakan jaringan rongga mulut. kematian sel dan beberapa tipe nekrosis. Biokompatibilitas berhubungan dengan uji biologis yang merupakan interaksi antara sifat fisika atau mekanik dan sifat kimia melalui degenerasi sel. Namun. Amalgam merupakan bahan yang paling sering digunakan karena bahan ini dapat bertahan lama sebagai bahan tumpatan. ketahanan. mudah beradaptasi dengan cairan mulut dan harganya relatif murah. kemudahan aplikasi. Masalah-masalah lingkungan adalah tentang emisi merkuri selama persiapan dan dari amalgam kremasi sampah pada individu almarhum. Biokompatibilitas dapat diartikan sebagai kehidupan harmonis antara bahan dan lingkungan yang tidak mempunyai pengaruh toksik atau jejas terhadap fungsi biologi. mudah memanipulasinya. Hal ini terutama menjadi perhatian bila digunakan pada gigi depan. uap merkuri yang terhirup pada saat mengaduk amalgam dapat menimbulkan efek toksik kumulatif pada dokter gigi tersebut. Bahaya merkuri ini tidak hanya mengancam kesehatan pasien tetapi juga dokter gigi itu sendiri.BAB I PENDAHULUAN A. Masalah estetika adalah karena warna metalik tidak berbaur dengan baik dengan warna gigi alami. Pertama diperkenalkan di Perancis pada awal 1800-an. Amalgam telah menjadi metode restoratif pilihan selama bertahun-tahun karena biaya rendah. dan efek bakteriostatik.

Alloy yang digunakan bersama dengan merkuri untuk keperluan kedokteran gigi biasanya disebut dengan dental amalgam alloy.Sebuah bahan dikatakan biokompatible ketika bahan tersebut tidak merusak lingkungan biologis di sekitarnya. 2. triturasi. . kondensasi. Lebih jauh akan dijelaskan kekurangannya masing serta solusinya sehingga didapat biokompatibilitas dari material amalgam. untuk mengetahui kekurangan serta solusi dari sifat-sifat tersebut sehingga bisa memanipulasi restorasi amalgam yang baik. mekanik. kimia. Syarat biokompatibilitas bahan kedokteran gigi adalah: 1. Pemanipulasian amalgam terdiri dari mixing. 3. untuk mengetahui sifat-sifat fisik. mekanis. Tujuan 1. triming dan karving serta polishing yang dapat mempengaruhi sifat-sifat fisisnya seperti tekanan kondensasi yang tinggi menghasilkan kekuatan yang lebih besar. Tidak berpotensi sebagai bahan karsinogenik. Merkuri dicampur dengan bubuk alloy membentuk suatu bahan plastis yang kemudian dimasukkan ke dalam kavitas gigi yang telah dipreparasi. 4. serta biologi dari amalgam 2. terlepas dan diabsorbsi dalam sistem sirkulasi. Makalah ini membahas sifat-sifat fisik. kimia. Amalgam memiliki sifat-sifat fisis yaitu perubahan dimensi dan memiliki kekuatan untuk menahan tekanan pengunyahan. Amalgam sebagai bahan tumpatan lebih kuat dari semua jenis bahan tumpatan untuk gigi posterior lainnya. Bebas dari agent yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Tidak membahayakan pulpa dan jaringan lunak. B. serta biologi dari abstrak di atas. Tidak mengandung bahan toksik yang dapat berdifusi.

penambahan palladium dan indium (McCabe. ANSI – ADA specification no. 1992) Kekurangan. (Marek. Sifat Fisik Amalgam 1. Tidak ada data yang menunjukkan bahwa mengurangi nilai creep 1% akan dapat mempengaruhi kerusakan tepi. Amalgam yang memiliki tingkat creep tinggi akan mengalami kerusakan marginal dan mengakibatkan menurunnya nilai estetik. Creep Creep adalah sifat viskoelastik yang menjelaskan perubahan dimensi secara bertahap yang terjadi ketika material diberi tekanan atau beban. beberapa bahkan kurang dari 0. 1992) Secara umum besarnya creep yang terjadi adalah sebagai berikut : Creep alloy konvensional > creep blonded alloy > creep alloy komposisi tunggal.1%. 1. Kontraksi nya yang hebat dapat menyebabkan terbentuknya . (Combe. 1979) Solusi. 2000) Amalgam dengan kandungan tembaga yang tinggi mempunyai nilai creep yang jauh lebih rendah. 1) Perubahan dimensional Amalgam dapat memuai dan menyusut tergantung pada cara manipulasinya idealnya perubahan dimensi kecil saja. Stabilitas Dimensional Idealnya amalgam harus mengeras tanpa terjadi perubahan pada dimensinya dan kemudian tetap stabil. Meminimalkan fase gamma 2 saat setting 2.1 menganjurkan agar creep kurang dari 3%. 2008) 2. (Craig. (Williams. Untuk tumpatan amalgam. dibandingkan dengan amalgam yang tinggi kandungan tembaga.BAB II PEMBAHASAN A. Amalgam yang rendah tembaga lebih rentan mengalami kerusakan di bagian tepi. tekanan mengunyah yang berulang dapat menyebabkan creep. Meskipun demikian ada beberapa faktor yang mempengaruhi dimensi awal pada saat pengerasan dan stabilitas dimensional jangka panjang.

Idealnya perubahan dimensi amalgam terjadi pada skala kecil. 1981) Beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi perubahan dimensi adalah : 1. akan semakin besar tingkat expansinya 3.1 menyebutkan bahwa amlgam dapa berkontraksi atau berekspansi lebih dari 20 µm/cm. maka kontraksi akan lebih besar. Perubahan dimensional dari amalgam tergantung pada seberapa banyak amalgam tertekan pada saat pengerasan dan kapan pengukuran dimulai. semakin lama waktu triturasi. 2004) Amalgam dapat meregang dan berkontraksi tergantung saat manipulasinya. Beberapa kontraksi dapat mengakibatkan kebocoran mikro dan sekunder karies.5µm. waktu triturasi : merupakan faktor paling penting. 4. jika ukuran partikel menyusut. Secara umum. komposisi alloy : semakin banyak jumlah silver dalam amalgam. tekanan kondensasi : jika amalgam tidak mengalami kondensasi setelah triturasi. Spesifikasi ADA No. (Phillips. (Anusavice. maka expansi akan lebih kecil. saat triturasi. Protrusi dari restorasi juga dapat diakibatkan oleh ekspansi yang berlebihan. diukur pada 30ºc . ukuran partikel alloy : dengan berat yang sama. maka total area permukaan alloy akan meningkat. maka akan lebih besar pula expansi yang terjadi. 5. 2. akan terjadi kontraksi dalam skala besar karena tidak terganggunya difusi mercury ke alloy. Dapat menyebabkan kebocoran mikro dan sekunder karies .kebocoran mikro dan karies sekunder. 1979) Kekurangan. Hal ini akan mengakibatkan kemungkinan kontraksi lebih tinggi saat tahap pertengahan. Ekspansi yang berlebihan dapat menimbulkan tekanan pada pulpa dan kepekaan paska operasi. Semakin besar jumlah tin. (Williams. rasio mercuri/alloy : makin banyak mercury. Area permukaan yang lebih besar akan menghasilkan mercury dengan kecepatan difusi ke partikel yang lebih tinggi. 5 menit dan 24 jam sesudah dimulainya trituasi dengan alat yang keakuratannya tidak sampai 0.

Difusi termal Difusi termal amalgam adalah empat puluh kali lebih besar dari dentin sedangkan koefisien ekspansi termal amalgam 3 kali lebih besar dari dentin yang mengakibatkan mikroleakage dan sekunder karies. berefek pada hilangnya sebuah substansi / zat. Beberapa faktor yang mengontrol/mempengaruhi kekuatan amalgam : 1. . (Marke.Solusi. biasa disebut wear. dan kekuatan struktur tersebut tergantung dari sifat individu dan hubungannya antara satu struktur dengan struktur yang lainnya. yang mengakibatkan kerusakan dan terbentuknya pecahan/puing amalgam. mengisolasi dan menyekat dasar cavitas dengan semen amalgam (Koudi. Kekuatan kompresif ini cukup baik untuk mempertahankan kekuatan amalgam. tetapi rendahnya kekuatan tensile yang memperbesar kemungkinan terjadinya fraktur/retakan. menyisakan peningkatan lokal porositas dan membuat amalgam menjadi lebih rapuh. 1992) B. Sifat Mekanik Amalgam 1. Abrasi Proses abrasi yang terjadi saat mastikasi makanan. maka partikel alloy tidak akan terbasahi secara sempurna sehingga bagian restorasi alloy tidak akan bereaksi dengan mercury. Dental amalgam adalah material yang brittle/rapuh. Kekuatan tensile amalgam lebih rendah dibanding kekuatan kompresif. 2008) 3. Kekuatan Dental amalgam mempunyai berbagai macam struktur. Solusi. Mastikasi melibatkan pemberian tekanan pada tumpatan. rasio mercury/alloy : jika mercury yang digunakan terlalu sedikit. 2007) 4. Menggunakan “cavity varnish” yang mengandung larutan resin alami atau sintetis dalam pelarut yang menguap misalkan eter dan harus tahan air ( McCabe.

Efek Triturasi. (Williams. Efek Kandungan Merkuri. Beberapa sumber mengatakan amalgam yang tinggi copper dengan tipe dispersi lebih kuat dibanding alloy dengan komposisi konvensional. waktu triturasi. 1. Faktor penting dalam mengontrol kekuatan adalah kandungan merkuri dari restorasi tersebut. Terlalu kecil tekanan yang diberi sewaktu kondensasi 4. Porositas dapat dikurangi dengan triturasi yang tepat. Triturasi yang tidak sempurna (under-trituration) 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan diantaranya. 3. Masing-masing partikel logam campur harus dibasahi oleh merkuri: bila tidak. 1979) Faktor-faktor berikut ini dapat mendorong terbentuknya suatu restorasi amalgam yang tidak kuat: 1. Korosi (Combe. dan kecepatan amalgamator. mendukung kecenderungan fine atau microfine particles. dan yang lebih penting adalah teknik triturasi yang baik. akan terbentuk adonan yang kering dan berbutir-butir. Baik triturasi yang kurang maupun yang berlebih akan dapat menurunkuan kekuatan dari amalgam tradisional dan amalgam dengan tembaga yang tinggi 2. Porositas : sejumlah kecil porositas pada amalgam akan mempengaruhi kekuatan. Komposisi alloy : komposisi tidak terlalu berpengaruh terhadap kekuatan amalgam. efek triturasi terhadap kekuatan tergantung pada jenis logam campur amalgam.2. Kecepatan pengisian kavitet yang lamban 5. 4. Kandungan mercury yang terlalu besar 3. Merkuri dalam jumlah yang cukup harus dicampur dengan logam campur untuk menutupi partikel-partikel logam campur dan memungkinkan terjadinya amalgamasi yang menyeluruh. Ukuran dan bentuk partikel : kekuatan amalgam diperoleh dengan ukuran partikel yang kecil. Adonan semacam itu menghasilkan permukaan yang kasar . 1992) Kekuatan tarik dari amalgam dengan kandungan tembaga yang tinggi tidak jauh berbeda dengan amalgam yang memiliki kandungan tembaga yang rendah.

amalgam sferis yang dimampatkan dengan tekanan ringan akan mempunyai kekuatan yang baik. Efek kondensasi. Efek Laju Pengerasan Amalgam. semuanya mempengaruhi sifat amalgam. . Tekanan kondensasi. makin tinggi kekuatan kompresinya. Amalgam tidak memperoleh kekuatan secepat yang kita inginkan. Sebaliknya. Ruang kosong dan porus adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan kompresi dari amalgam yang sudah mengeras. Efek Porositas. Karena pasien pada umumnya diperbolehkan pulang dari praktik gigi dalam waktu 20 menit setelah triturasi amalgam. 5. Kekuatan kompresi 1 jam dari amalgam komposisi tunggal yang kandungan tembaganya tinggi sangatlah besar. tidak seperti bahan lain yang pada umumnya lama kelamaan akan mengalami aus karena faktor-faktor dalam mulut yang saling berinteraksi seperti gaya kunyah dan cairan mulut. Ada kemungkinan bahwa persentase patahnya restorasi amalgam yang tinggi. Tekanan kondensasi yang tinggi diperlukan untuk mengurangi porositas dan mengeluarkan merkuri dari amalgam lathe-cut. makin besar tekanan kondensasi.pertanyaan yang penting diperhatikan di sini adalah apakah amalgam sudah mempunyai kekuatan yang cukup untuk menjalankan fungsinya. Jika digunakan teknik kondensasi tipikal dan logam campur lathe-cut. 3. dan bentuk partikel logam campur. 4. Laju pengerasan amalgam penting diperhatikan oleh dokter gigi.  Ketahanan terhadap keausan sangat tinggi. Spesifikasi ADA menyebutkan kekuatan kompresi minimal adalah 80 MPa pada 1 jam. 2004) Kelebihan. (Anusavice. terutama kekuatan awal (misalnya pada 1 jam). Setiap kelebihan merkuri yang tertinggal pada restorasi dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan dalam jumlah yang cukup besar. Teknik kondensasi yang baik akan memeras keluar merkuri dan menghasilkan fraksi volume dari fase matriks yang lebih kecil.dan berlubang-lubang yang dapat menimbulkan korosi.

(Sutouw. . yang mana paling tidak perbedaan keluarnya adalah 24 mV Hubungan lama restorasi dengan besar arus galvanic berbanding terbalik . 2008) 2. semakin kecil arus galvanic yang dihasilkan. serta memperpendek keawetan penggunaan. mengakibatkan rasa nyeri bila menimbulkan arus galvanis bersama dengan tumpatan logam lain Solusi. tidak memakan makanan mengandung asam secara terus menerus. 2) Korosi Korosi adalah reaksi elektrokimiawi yang akan menghasilkan degradasi struktur dan properti mekanis. 2004) Kekurangan. perbedaan potensial korosi sebelum berkontak mungkin akan berguna dalam memprediksi besarnya arus galvanis. 1992) Solusi. Korosi dapat mengurangi kekuatan tumpatan sekitar 50%. 1. Jarak yang cukup lebar / besar dihasilkan dan kontak elektrik dari beberapa restorasi secara in vivo .artinya semakin lama usia restorasi amalgam dengan tumpatan lainnya .C. (Marke. Reaksi Elektrokimia Sel Galvanik Korosi galvanic atau bimetalik terjadi ketika dua atau lebih logam berbeda atau alloy berkontak dalam larutan elektrolit . Sifat Kimia Amalgam 1. Banyak korosi amalgam terjadi pada bagian pits dan cervical. memoles tumpatan amalgam (McCabe. dalam hal ini adalah air ludah . meminimalkan timbulnya arus galvanis 3. Untuk restorasi amalgam– amalgam . Besarnya arus galvanis dipengaruhi oleh lama / usia restorasi . melepas tumpatan logam lain sebelum memakai tumpatan amalgam. perbedaan potensial korosi sebelum berkontak dan daerah permukaan.

Sejumlah air raksa dilepaskan pada saat pengunyahan tetepi kemungkinan keracunan dari air raksa yang menembus gigi atau sensititasi terhadap garam-garam air raksa yang larut dari permukaan amalgam sangat jarang terjadi . Suatu analisis pada dentin dibawah tambalan amalgam mengungkapkan adanya air raksa yang turut berperan dalam perubahan warna gigi. Dermaititis kontak atau reaksi hipersensitif tipe 4 dari Commbs mewakili efek samping fisiologis yang paling mungkin terjadi pada amalgam gigi. Sifat Biologi Amalgam 1. Tidak diragukan bahwa air raksa merembes ke dalam struktur gigi.3) Tarnish Reaksi elektrokimia yang tidak larut. 1992) Kekurangan. Toksisitas Sejak awal penggunaannya kemungkinan efek samping dari air raksa sudah mulai dipertanyakan. serta permukaan film yang terlihat dapat menyebabkan tarnish. kesulitn bernafas. gigi terlihat lebih hitam Solusi. 2004) . kemungkinan pyang paling menonjol bagi asimilasi air raksa dari amalgam gigi adalah melalui tahap uapnya. tetapi reaksi ini terjadi oleh kurang dari 1 % dari populasi yang di rawat. (Marke.(Anusavice. pembengkakan. Alergi Secara khas respon alergi mewakili antigen dengan reaksi antibodi yang ditandai dengan rasa gatal. tidak memakan makanan mengandung sulfur berlebih D.. (Anusavice. Penyebab discoloration yang paling terkenal adalah campuran silver dan copper sulfida karena reaksi dengan sulfur dalam makanan dan minuman. ruam. Kadang-kadang masih ada dugaan bahwa keracunan air raksa dari tambalan gigi adalah penyebab dari penyakit-penyakit tertentu yang diagnosisnya tidak jelas dan ada bahaya bagi dokter gigi atau asistennya. dan gejala lain. 2004) Solusi. Ketika uap air raksa terhirup selama pengadukan penempatan dan pembuangan. adherent. tidak menggunakan tumpatan amalgam (tumpatan jenis lain yang dipakai) 2. bersin.

(Nicholson. 2002) Debu merkuri bisa dikeluarkan ke udara selama triturasi. kondensasi atau pembuangan tunpatan amalgam yang telah lama. 2. baik sebagai logam bebas maupun unsur dari senyawa kimia. melewati barrier darah-otak dan juga plasenta kepada janin. memakai teknik hand condensor 8. Kemudian ia akan ditransportasikan dari paru- paru oleh sel darah merah ke jaringan lain termasuk sistem saraf pusat. menggunakan masker 7. 2008) Solusi. Merkuri dengan mudah menjadi senyawa metil merkuri. penyimpanan amalgam di bawah air atau larutan fiksatif kimia 5. menjamin adanya ventilasi yang baik pada pembedahan 3. ruang tidak berkarpet . jangan disentuh denga tangan (McCabe. metilmerkuri dapat nerakumulasi di otak dan berefek kepada bayi yang akan dilahirkan. 2008) 6. Material yang mengandung raksa harus disimpan jauh dari sumber panas. Konsekuensinya.Kekurangan. pemiliha tipe lantai yang cocok 4. Tumpatan merkuri dalam proses pembedahan dapat mengakibatkan kontaminasi udara dalam jangka panjang (McCabe. Merkuri adalah elemen yang beracun. 1. Raksa larut dalam lemak dan sewaktu-waktu dapat terhirup oleh paru-paru yang mana akan teroksidasi menjasi Hg 2+ .

sangat perlu memperhatikan standard serta spesifikasi yang berlaku dalam proses manipulasi amalgam 3. Kesimpulan Dari tulisan di atas dapat disimpulkan bahwa. Sebaiknya memanfaatkan sifat-sifat amalgam secara maksimal agar mendapat hasil tumpatan amalgam sesuai dengan yang dikehendaki. Amalgam berdasarkan kandungan raksanya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan pemakainya serta profesional di bidang kedokteran gigi. 1. 3. kimia.BAB III KESIMPULAN A. pengetahuan mengenai toksisitas amalgam perlu diketahui oleh profesional di bidang kedokteran gigi pada khususnya serta khalayak ramai pada umumnya. Saran 1. . 2. komponen dari amalgam serta proses manipulasi amalgam memegang peranan penting dalam menentukan sifat-sifat amalgam. dibutuhkan pengetahuan yang mendalam mengenai toksisitas dari amalgam B. serta biologi amalgam sebagai bahan restoratif memiliki spesifikasi yang cenderung memberikan efek negatif (kekurangan) terhadap amalagam itu sendiri maupun pemakainya. 2. Sifat yang menguntungkan hanya ditunjukkan dari kekuatannya yang relatif lebih tahan terhadap kekuatan pengunyahan dibanding bahan tumpatan lainnya. Sifat fisik. mekanik. Untuk itu.

EGC: Jakarta Combe. Dental Materials Properties and Manipulation 7th edition. M.John F. Balai Pustaka. R.1985.G. Toronto: Mosby Koudi. 2008.Anderson’s Applied Dental Material 6th Edition. 2004. london : Blackwell scientific publication . 2002.B Saunders Company. Blackwell: Oxford Nicholson. Elliott et al.C. et al.W. RSC: Cambridge Phillips. 2004. J. 1979. Elsevier: New Delhi. R. Cunningham. Interactions Between Dental Amalgams and the Oral Environment dalam Adv Dent Res 6:100-109 Mc Cabe.DAFTAR PUSTAKA Anusavice. Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. E.B Saunders company -------------------------. Marek. Materials in Clinical Dentistry. Preparations for Undergraduates. The Chemistry of Medical and Dental Materials. M S dan Sanjayagouda B Patil. 1992. 1992. Oxford: University Press.F and J.Phillips’science Of Dental Materials. D. W. W. 2000. Applied Dental Materials 9 th edition. florida : W. Sari Dental Material. Science Of Dental Materials 9th Edition. . Philadelphia Surouw.Kenneth J. 1991. Invivo Galvanic Current Of Intermittently Contacting Dental Amalgam And Other Metallic Restoration In Elsevier Ltd Journals 20: 823-831 Williams. Jakarta Craig.1996. Dental Materials. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful