P. 1
Produk Kecap & Tauco

Produk Kecap & Tauco

|Views: 284|Likes:
ok punya ^^
ok punya ^^

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Erlin Wulansari Darmawan on Nov 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2015

pdf

text

original

I.

PENDAHULUAN

A. Judul Percobaan : Kecap dan Tauco
B. Tujuan Percobaan :
O &2u2 Mengetahui dan 2e2aha2i penentuan kualitas kecap dan
tauco
O Khusus Mengukur kualitas kecap dan tauco secara kualitatiI dengan
uji organoleptik
Mengukur kualitas kecap dan tauco secara kuantitatiI
2eliputi kadar air, kada protein, pH, analisis warna, total
asa2 titrasi, dan viskositas






















II. DASAR TEORI

Kata "kecap", diduga dia2bil dari bahasa A2oy koechiap ataukê-tsiap. Kecap
2erupakan ekstrak dari hasil Ier2entasi kedelai yang dica2purkan dengan bahan-
bahan lain (gula, gara2, dan bu2bu) untuk 2eningkatkan cita rasa 2akanan. Kecap
2anis 2engandung protein, vita2in, dan 2ineral. Kecap berIungsi juga sebagai
penyedap 2akanan, karena dapat 2e2berikan rasa dan aro2a yang khas pada
2akanan atau 2asakan. Kecap biasa dikonsu2si dengan 2akanan pokok nasi,
sayuran, daging, unggas, dan ikan (Tony, 2007).
Bahan baku uta2a kecap pada u2u2nya adalah kedelai. Hal ini 2e2iliki
keunggulan tersendiri karena kedelai 2e2iliki kandungan gizi yang cukup tinggi,
teruta2a protein dan karbohidrat. Jenis kedelai yang u2u2 digunakan dala2
pe2buatan kecap adalah kedelai hita2 dan kedelai kuning. Perbedaan tersebut hanya
terletak pada ukuran biji dan warna kulit (Tony, 2007).
Menurut Anoni2 a (2009), kecap ada yang asin dan ada yang 2anis. Proses
pe2buatannya:
O Kedelai ÷~ dicuci dan direbus ÷~ dikukus ÷~ dikeringkan ÷~ diinokulasi dengan
A. ory:ae ÷~ FERMENTASI I (3 5 hari) ÷~ dita2bahkan larutan gara2 20°
÷~ FERMENTASI II (bakteri dan ragi, 3 4 2inggu) ÷~ direbus dengan air ÷~
disaring ÷~ Iiltrat (cake press untuk 2akanan ternak) ÷~ pasteurisasi ÷~
dita2bah kara2el dan bu2bu-bu2bu ÷~ disaring ÷~ KECAP.
Pe2buatan kecap dengan cara Ier2entasi, secara singkat adalah sebagai
berikut: kedelai dibersihkan dan direnda2 dala2 air pada suhu ka2ar sela2a 12 ja2,
ke2udian direbus sela2a 4- 5 ja2 sa2pai lunak. Setelah direbus, kedelai ditiriskan
dan didinginkan di atas ta2pah. Ta2pah tersebut ditutup dengan le2baran karung
goni, karung terigu, atau le2baran plastik. Karena terus berulang kali dipakai, bahan
yang digunakan sebagai penutup ini biasanya 2engandung spora, sehingga berIungsi
sebagai inokulu2. &ntuk 2e2buat kecap 2anis, ke dala2 Iiltrat dita2bahkan gula
2erah dan bu2bu- bu2bu lainnya, diaduk sa2pai rata dan di2asak sela2a 4- 5 ja2,
sedangkan dala2 pe2buatan kecap asin, sedikit gula 2erah dita2bahkan ke dala2
Iiltrat, diaduk, dan di2asak sela2a 1 ja2. Kecap yang telah 2asak, selanjutnya
disaring dengan alat separator untuk 2e2isahkan kecap dari berbagai kotoran,
ke2udian didinginkan. Langkah akhir pe2buatan kecap adalah 2e2asukkannya ke
dala2 botol gelas, botol plastik, atau botol pet (Tony, 2007).
Tabel 1. Syarat Mutu Kecap Manis (SNI 01-3543-1994)
Kriteria Uji Satuan Persyaratan
Keadaan
Bau
Rasa


Nor2al, Khas
Nor2al, Khas
Protein (N x 6,25) °
b
/
b
Min. 2,5
Ju2lah Padatan °
b
/
b
Min. 10
NaCl (gara2) °
b
/
b
Min. 3
Total Gula (dihitung sebagai sukrosa) °
b
/
b
Min. 40
Bahan Ta2bahan Makanan
Pengawet
1) Benzoat, atau
2) Metil para hidroksi benzoat,
3) Propil para hidroksi benzoate
Pewarna


2g
/
kg
2g
/
kg
2g
/
kg



Maks. 600
Maks. 250
Maks. 250
Sesuai SNI 01-0222-1995
Ce2aran Loga2
Ti2bal

(Pb)
Te2baga (Cu)
Seng (Zn)
Ti2ah (Sn)
Raksa (Hg)

2g
/
kg

2g
/
kg
2g
/
kg
2g
/
kg
2g
/
kg


Maks. 1,0
Maks. 30,0
Maks. 40,0
Maks. 40,0
Maks. 0,05
Arsen
2g
/
kg
Maks. 0,5
Ce2aran Mikrobia
Angka Le2peng Total
Bakteri KoliIor2
scherichia coli
S. aureus
Kapang/ Kha2ir

Koloni
/
g

APM
/
g

APM
/
g

APM
/
g

Koloni
/
g


Maks. 1 x 105
Maks. 10 x 102
·3
Maks. 10
Maks. 30
(Anoni2 a, 2009).
Tauco adalah produk kedelai berbentuk pasta yang berwarna kekuning-
kuningan, rasanya agak asin, dibuat dengan cara Ier2entasi (Anoni2 c, 2011). Tauco
2enjadi salah satu bu2bu penyedap yang biasa digunakan untuk 2e2buat aneka
raga2 2asakan. Tauco terdiri dari dua 2aca2, yaitu bentuk kering dan bentuk basah.
Rasanya dibedakan 2enjadi 2 : asin dan 2anis, perbedaan dari kedua 2aca2 tauco
tersebut terletak dari ju2lah air dan banyaknya gula yang dita2bahkan. Bahan baku
yang sering digunakan untuk 2e2buat tauco adalah kedelai hita2 atau kedelai
kuning. Na2un yang sering dan u2u2 digunakan adalah kedelai hita2. Bahan
ta2bahan untuk pe2buatan tauco adalah berbagai jenis tepung seperti tepung terigu,
tapung beras atau tepung beras ketan (Ana, 2010).
Menurut Anoni2 a (2009), Ier2entasinya terdiri atas 2 tahap : 1) Ier2entasi
kapang (#. ory:ae, oligosporus, A. ory:ae) dan 2) Ier2entasi larutan gara2 (bakteri
asa2 laktat). Pe2buatannya :
O Kedelai ÷~ pelepasan kulit ari dan pencucian ÷~ pereda2an 24 ja2 ÷~
pengukusan 1 2 ja2 ÷~ penirisan dan pendinginan ÷~ inokulasi ÷~ inkubasi 2
5 hari, suhu ka2ar ÷~ hancurkan atau tidak ÷~ beri larutan gara2 25 50° ÷~
Ier2entasi 10 20 hari, suhu ka2ar ÷~ pena2bahan gula 2erah ÷~ perebusan
÷~ TA&CO.
Tabel 2. Syarat 2utu tauco (SNI 01-4322-1996)
1enis Uji Satuan Persyaratan
Keadaan (bau, rasa, warna) - nor2al
Protein (N x 6,25) °
b
/
b
Min. 10
Gara2 (NaCl) °
b
/
b
Min. 15
Abu tak larut dala2 asa2 °
b
/
b
Maks. 0,5
Ce2aran Loga2
Te2baga (Cu)
Ti2bal

(Pb)
Seng (Zn)
Ti2ah (Sn)

2g
/
kg
2g
/
kg
2g
/
kg
2g
/
kg

Maks. 30
Maks. 1
Maks. 40
Maks. 40
Arsen (As)
2g
/
kg
Maks. 0,5
Ce2aran Mikrobia
Total Bakteri
Bakteri KoliIor2
scherichia coli
Kapang/ Kha2ir

Koloni
/
g

APM
/
g



Maks. 1 x 104
10
-
-
(Anoni2 c, 2011).
Protein kedelai akan diubah 2enjadi asa2 a2ino, sedangkan karbohidrat akan
diubah 2enjadi senyawa organik. Senyawa- senyawa tersebut ke2udian akan
bereaksi dengan senyawa lainnya yang 2erupakan hasil dari proses Ier2entasi asa2
laktat dan alkohol. Reaksi antara asa2- asa2 organik dan etanol (alkohol) lainnya,
akan 2enghasilkan ester- ester yang 2erupakan senyawa pe2bentuk cita rasa dan
aro2a. Adanya reaksi antara asa2 a2ino dengan gula, akan 2enyebabkan terjadinya
pencoklatan yang akan 2e2engaruhi 2utu produk secara keseluruhan. Berdasarkan
pengala2an, tauco dapat disi2pan la2a sa2pai bertahun tahun dan tidak akan rusak
atau basi. Sela2a pada waktu penyi2panan, tidak terkena air 2entah ataupun
terkonta2inasi dengan bahan organik lainnya (Ana, 2010).
1. Uji Organoleptik
Pada uji organoleptik dilakukan pada kecap dan tauco. Menurut Anoni2 b (2009), Iaktor
yang ikut 2enentukan kualitas kecap dan tauco, adalah :
a. Kadar protein, ke2akin tinggi kadar protein, 2aka se2ikin tinggi kualitas produk tersebut.
b. Cita rasa dan aro2a (Ilavor) kecap dan tauco yang khas hanya dapat diperoleh dari proses
pe2buatan produk secara Ier2entasi yang 2e2akan waktu berbulan- bulan (2ini2al
satubulan). Di Jepang, Ier2entasi dilakukan sela2a satu tahun, sedangkan di Cina sela2a
1- 3tahun.
c. Kekentalan kecap 2anis 2e2iliki tingkat kekentalan tertentu, sehingga kecap 2anis yang
terlalu encer akan dianggap berkualitas rendah oleh konsu2en.
d. Warna coklat- kehita2an pada kecap dapat diperoleh dari: kluwak; kulit ari kedelai hita2
yang digunakan sebagai bahan baku; gula kelapa atau aren yang digunakan sebagai
pe2anis; gula pasir yang sengaja dipanasi sehingga berwarna coklat dan
2e2bentuk cara2el; dan reaksi
e. Browning yang dapat terjadi ketika 2enje2ur hasil Ier2entasi tahap dua.
I. Daya tahan atau daya si2pan kecap dan tauco yang baik, sela2a dala2 botol ke2asan
yang ditutup rapat 2aupun ketika botol ke2asan sudah dibuka sangat 2enentukan kualitas
kecap. &ntuk 2endapatkan kecap dengan daya tahan yang tinggi, selain kandungan gula
yang relatiI harus tinggi, juga perlu dibantu penggunaan bahan ki2ia yang berIungsi
sebagai pengawet.
g. Endapan yang terbentuk dala2 setelah disi2pan la2a, dapat 2enurunkan kualitas kecap
tersebut. Kecap dengan kualitas tinggi tidak 2e2iliki endapan walaupun disi2pan dala2
waktu la2a. &ntuk 2encegah terbentuknya endapan, diperlukan pena2bahanbahan
berupa penstabil suspensi (stabilizer) atau penggental yang bisa berupa CMC atau agar-
agar.
2. Pengukuran pH
Metode yang paling tepat dan dapat dipercaya untuk 2engukur pH adalah
dengan 2enggunakan pH 2eter yang 2ana 2engukur konsentrasi bentuk sel
tu2buhan dan reIerensi elektroda, test pelarut dan elektroda gelas yang sensitiI
terhadap ion hidrogen. Beberapa pH 2eter 2e2punyai gelas dan reIerensi elektroda
yang diko2binasikan dala2 1 unit dan tidak terpisah. Indikator pH biasanya adalah
asa2 le2ah yang terpisah dala2 larutan (Plu22er, 1987). Nilai pH 2e2engaruhi
pertu2buhan dan perke2bangan 2ikroba. Setiap 2ikroba 2e2iliki rentangan nilai
pH di2ana 2ereka dapat hidup dengan baik dan di2ana 2ereka tidak dapat hidup
sa2a sekali (De Man, 1997).
3. Uji Kadar Air
Kadar air 2erupakan banyaknya air yang terkandung dala2 bahan yang
dinyatakan dala2 persen. Kadar air juga 2erupakan karakteristik yang sangat penting
dala2 bahan pangan, karena air dapat 2e2engaruhi pena2pakan, tekstur, dan
citarasa pada bahan pangan. Kadar air pada bahan pangan ikut 2enentukan kesegaran
dan daya awet bahan pangan tersebut, kadar air yang tinggi 2engakibatkan 2udahnya
bakteri, kapang, dan kha2ir untuk berke2bang biak, sehingga akan terjadi perubahan
pada bahan pangan (Winarno, 2002).
Pengukuran kadar air pada u2u2nya dilakukan dengan 2enguapkan air yang
terkandung, ke2udian 2eni2bang bobot hasil keringnya, sa2pai bobot konstan.
Presentase air yang 2enguap dari bahan adalah kadar air bahan. Cara yang u2u2
dilakukan untuk 2engukur kadar air adalah cara destilasi, presentase kadar air dapat
diketahui secara langsung. Na2un, ada pula pengukuran kadar air dengan cara
pengeringan 2aupun penyulingan (Winarno, 2002).
4. Uji Total Asam Titrasi
Titrasi adalah proses penentuan banyaknya suatu larutan dengan konsentrasi
yang diketahui dan diperlukan untuk bereaksi secara lengkap dengan seju2lah contoh
tertentu yang akan di analisis. Prosedur analitis yang 2elibatkan titrasi dengan
larutan- larutan yang konsentrasinya diketahui disebut analisis volu2etri. Dala2
analisis larutan asa2 dan basa, titrasi 2elibatkan pengukuran yang saksa2a, volu2e-
volu2e suatu asa2 dan suatu basa yang tepat saling 2enetralkan (Keenan, 1998).
Pada proses titrasi ini digunakan suatu indikator yaitu suatu zat yang dita2bahkan
sa2pai seluruh reaksi selesai yang dinyatakan dengan perubahan warna. Perubahan
warna 2enandakan telah tercapainya titik akhir titrasi (Brady, 1999).
Larutan basa yang akan diteteskan (titran) di2asukkan ke dala2 buret (pipa
panjang berskala) dan ju2lah yang terpakai dapat diketahui dari tinggi sebelu2 dan
sesudah titrasi. Larutan asa2 yang dititrasi di2asukkan ke dala2 gelas ki2ia
(erlen2eyer) dengan 2engukur volu2enya terlebih dahulu denga 2e2ekai pipet
gondok. &ntuk 2enga2ati titik ekivalen, dipakai indikator yang warnanya disekitar
titik ekivalen. Dala titrasi yang dia2ati adalah titik akhir bukan titik ekivalen (Syukri,
1999). Kadang-kadang kita perlu 2engetahui tidak hanya atau sekedar pH, akan tetapi
perlu kita ketahui juga berapa banyak asa2 atau basa yang terdapat di dala2 sa2pel.
(Atkins dan Lorette, 1997).
5. Uji Viskositas
'iskositas adalah resistensi atau ketidak 2a2puan suatu bahan untuk
2engalir bila dikenai gaya. Gaya yang di2aksud adalah gaya irisan shearing stress)
yaitu gesekan yang tu2bul karena hasil perubahan cairan yang disebabkan adanya
resistensi berlawanan yang diberikan cairan tersebut (Ba2bang, 1993). Menurut
Kartika dan Hastati (1990), Iaktor- Iaktor yang 2e2engaruhi viskositas suatu bahan,
ialah:
a. Suhu
'iskositas dan suhu 2e2iliki perbandingan terbalik, di2ana se2akin tinggi
suhu 2aka viskositas dari bahan tersebut akan se2akin tinggi.
b. Konsentrasi
Biasanya terjadi hubungan langsung non- linier antara konsentrasi dan
viskositas suatu larutan pada suhu tertentu. Se2akin besar konsentrasi suatu bahan
2aka viskositasnya se2akin besar.
c. Tekanan
'iskositas pada bahan pangan tidak terlalu dipengaruhi oleh tekanan.
d. Berat 2olekul
Terjadi hubungan langsung non- linier antara berat 2olekul dan viskositas
larutan pada konsentrasi yang sa2a.
6. Uji Warna
Warna 2erupakan sesuatu yang penting dala2 banyak 2akanan, baik
2akanan yang tidak diproses 2aupun 2akanan yang di2anuIaktur. Bersa2a- sa2a
dengan bau, rasa, tekstur, dan warna 2e2egang peranan penting dala2 peneri2aan
2akanan. Selain warna, juga dapat 2e2beri petunjuk 2engenai perubahan ki2ia
dala2 2akanan, seperti pencoklatan dan pengkara2elan. &ntuk beberapa 2akanan
cair yang jernih, seperti 2inyak dan 2inu2an, warna hanya 2erupakan 2asalah
trans2isi cahaya (De Man, 1997).
Ada beberapa siste2 pengklasiIikasian warna, antara lain yang terpenting
adalah siste2 CIE (Co22ision International de I`Eclairage). Siste2 lain yang
digunakan untuk 2endeskripsikan warna 2akanan antara lain Siste2 Munsell,
Hunter, dan Siste2 Lovibond (De Man, 1999). Siste2 CIE 2erupakan siste2
trikro2ati, yaitu berdasarkan pada kenyataan bahwa warna apapun dapat dicocokkan
dengan ca2puran yang sesuai dari 3 warna uta2a, yaitu 2erah, hijau, dan biru.
Dala2 siste2 CIE warna hijau, 2erah, dan biru diindikasikan dengan X, Y, dan Z
(Weaver dan Daniel, 2003).
7. Analisis Protein
Protein dala2 kedelai terdapat dala2 badan protein atau butir aleuron, yang
berdia2eter 2- 20 µ2. Badan protein dapat terlihat dengan cara 2ikroskopi elektron.
Protein kedelai 2erupakan su2ber yang baik untuk se2ua asa2 a2ino esensial,
kecuali 2etiona dan triptoIan. Protein kedelai tidak 2engandung gliadin 2aupun
glutenin. Protein kedelai kelarutan nisbinya tinggi dala2 air atau dala2 larutan gara2
encer pada pH dibawah atau diatas titik isoelektriknya. Ini berarti protein kedelai
digolongkan sebagai globulin (De Man, 1997).
&ji Lowry adalah uji kuantitatiI protein, antara lain yang digunakan untuk
2enentukan kandungan protein yang ditunjukkan dengan warna biru pada pereaksi
1olin clocalteu, karena reaksi protein dengan te2baga (Cu

), dala2 larutan alkalis
dan terjadi reduksi gara2 1os1omodibalate 1os1otungsrat. &ntuk 2engukur banyaknya
protein dala2 suatu larutan diperlukan kurva standar yang 2engga2barkan hubungan
antara konsentrasi protein dengan absorbansi (Plu22er, 1987).
Tabel 1. Mutu Kecap Berdasarkan Kadar Protein
Mutu Kecap Kadar Protein
Mutu Perta2a Mini2al 6°
Mutu Kedua 4° - 6°
Mutu Ketiga 2° - 4°
(Anoni2 b, 2009).

III. METODE

A. ALAT B. BAHAN
1. Gelas beker 1. Aquadest
2. pH 2eter 2. Indikator PP
3. Ti2bangan elektrik 3. Larutan NaOH 0,1 N
4. Oven 4. Reagen D
5. Sarung tangan 5. Reagen E
6. Cawan 6. Kecap Manis ABC
7. Eksikator 7. Kokita Super Tauco
8. Gelas ukur 8. Kecap Manis Bango
9. Pipet tetes 9. Kokita Tauco Manis
10.Pipet ukur
11.Pro pipet
12.Erlen2eyer
13.'iskosi2eter
14.Plastik bening
15.Color reader
16.'ortex
17.Buret dan statiI besi
18.StatiI
19.SpektroIoto2eter
20.Label

C. CARA KER1A
1. &ji Organoleptik

Ke2asan sa2pel produk kecap dan tauco (Kecap Manis ABC dan Kokita
Super Tauco) dilihat rusak/ tidak
Na2a Perusahaan, tanggal kadaluarsa, kode produksi,
dan na2a dagang dari kedua sa2pel tersebut dicatat
2. Pengukuran pH






3. &ji Kadar Air















4. &ji Total Asa2 Titrasi










Sa2pel produk kecap dan tauco (Kecap Manis ABC dan Kokita Super
Tauco) dia2bil secukupnya 40 2l dan di2asukkan ke dala2 gelas beker
Setiap sa2pel produk, diukur kadar pH 2enggunakan pH 2eter dan dicatat hasilnya
Sa2pel produk kecap dan tauco (Kecap Manis ABC dan Kokita Super
Tauco) dia2bil sebanyak 6 gra2, sebelu2nya cawan diti2bang dulu
Setiap sa2pel di2asukkan ke dala2 oven sela2a 1 ja2 dengan suhu 105
0
C
Setelah 1 ja2, sa2pel dikeluarkan dari oven
dan di2asukkan ke dala2 eksikator 10 2enit
% K˓ =
˔˥roˮ o˱oˬ -˔˥roˮ o˫˨˩r
˔˥roˮ o˱oˬ
× ŵŴŴ%
Sa2pel yang telah dieksikator, ke2udian diti2bang beratnya, lalu
dihitung ° KA dengan ru2us :
Sa2pel produk kecap dan tauco (Kecap Manis ABC dan Kokita Super
Tauco) dia2bil sebanyak 10 2l 2enggunakan gelas ukur dan
dita2bahkan aquadest 15 2l lalu di2asukkan ke dala2 erlen2eyer
Ke2udian 2asing- 2asing sa2pel ditetesi PP sebanyak 3 tetes dan dititrasi
dengan NaOH 0,1 N hingga berubah warna 2enjadi pink (2erah 2uda)
%ˠ˓ˠ =
ˢoˬ˯˭˥ ˠ˩ˮron × ˚. ˠ˩ˮron
ˢoˬ˯˭˥ ˟o˭p˥ˬ
×ŵŴŴ%
'olu2e titran dicatat dan dihitung ° TAT dengan ru2us :
5. &ji 'iskositas






6. &ji Warna














7. Analisis Protein











Sa2pel Kecap Manis ABC dia2bil sebanyak 600 2l
dan di2asukkan ke dala2 gelas beker
'iskositas diukur dengan 2enggunakan
viskosi2eter dan hasilnya dicatat
Sa2pel (Kecap Manis ABC dan Kokita Super Tauco) 2asing- 2asing
dia2bil secukupnya dan di2asukkan ke dala2 plastik bening
Setiap sa2pel diukur tingkat kecerahannya 2enggunakan alat color reader
dan dilakukan 2x pengulangan pada 2 sisi yang berbeda
˲ =
o +ŵ,ŻŹI
Ź,źŸŹI + o -ŷ,ŴŵŶb

˳ =
ŵ,Ż8źI
Ź,źŸŹI +o - ŷ,ŴŵŶb

Nilai L, a, dan b dicatat dan dihitung rata- ratanya, lalu
dihitung nilai x dan y dengan ru2us :
Sa2pel (Kecap Manis ABC, Kecap Manis Bango, Kokita Super Tauco, dan Tauco Manis
Kokita), 2asing- 2asing sa2pel diencerkan 10° (10 2l sa2pel ¹ 90 2l aquadest)
Sa2pel tersebut diencerkan dengan dibuat konsentrasi : 0,02; 0,04;
0,06; 0,08; dan 0,1 dan di2asukkan pada tabung reaksi yang berbeda
Setiap larutan pada tabung reaksi dita2bahkan dengan
reagen D 1 2l, divortek, dan didia2kan sela2a 10 2enit
Ke2udian dita2bahkan lagi reagen E sebanyak
1 2l, divortex, lalu didia2kan sela2a 15 2enit

































˳ = o + b˲
o =
(X˳)(Xx
Ŷ
) - (2x)(2xy)
n(X˲

) - (X˲)

b =
n(X˲˳) - (2x)(2y)
n(X˲

) -(X˲)

Ke2udian setiap larutan dengan pengenceran berbeda tersebut di spektro dengan
ì 600 n2, ke2udian diga2bar graIik konsentrasi vs. asorbansinya, dan dihitung
dengan ru2us :
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
Tabel 1. Hasil Percobaan Produk Kecap dan Tauco
Sampel Merek Produsen
Kode
Produksi
Tanggal
Kadaluarsa
º TAT pH
Analisis
Warna
Viskositas
Kokita Super
Tauco
Kokita
PT. IKAFOOD
P&TRAMAS
011 K182
3 Nove2ber
2012
22° 4,5
L : 41,4
a : 12,95
b : 23,5
x : 0,49
y : 0,42
-
Kecap Manis
ABC
ABC
PT. Heinz ABC
Indonesia
011A
23 Maret
2013
25° 5,3
L : 28,25
a : 0,75
b : 9
x : 0,38
y : 0,38
TOR : 91,1°
Cp : 1518
Spindle : no. 3
Kec. : 60 rp2
Tauco Manis
Kokita
Kokita - - - - - - -
Kecap Manis
Bango
Bango - - - - -- - -













B. PEMBAHASAN
Kecap adalah bu2bu dapur atau penyedap 2akanan yang berupa cairan
berwarna hita2 yang rasanya 2anis atau asin. Bahan dasar pe2buatan kecap
u2u2nya adalah kedelai atau kedelai hita2. Kecap 2anis biasanya kental dan terbuat
dari kedelai, se2entara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan
ko2posisi gara2 yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut. Pengertian sebuah produk
kecap juga 2erupakan cairan hasil Ier2entasi bahan nabati atau hewani berprotein
tinggi di dala2 larutan gara2. Kecap berwarna coklat tua, berbau khas, rasa asin dan
dapat 2e2persedap rasa 2asakan. Bahan baku kecap adalah kedelai atau ikan rucah.
Tauco 2erupakan salah satu hasil dari produk olahan kedelai. Tauco dijadikan
sebagai bahan penyedap dan terkadang dibuat 2enjadi suatu 2asakan. Bahan baku
pe2buatan tauco dapat berasal dari kedelai hita2 atau kedelai kuning. Tauco juga
dibuat 2elalui proses Ier2entasi, yang 2ana ada 2 2aca2 Ier2entasi yaitu Ier2entasi
kapang dan Ier2entasi larutan gara2.
Produk kecap dan tauco yang dipaka pada praktiku2 ialah Kecap Manis ABC,
Kecap Manis Bango, Kokita Super Tauco, dan Tauco Manis Kokita. Praktiku2
dilakukan dengan pengujian sebagai berikut : uji organoleptik, pengukuran pH, uji
kadar air, uji total asa2 titrasi, uji viskositas, uji warna, dan analisa protein.

Ga2bar 1. Kecap Manis ABC Ga2bar 2. Kokita Super Tauco


Ga2bar 3. Kokita Tauco Manis Ga2bar 4. Kecap Manis Bango


1. Uji Organoleptik
&ji organoleptik bertujuan untuk 2engetahui apakah suatu produk layak untuk
dikonsu2si atau tidak, dilihat dari bentuk Iisiknya. Sa2pel produk yang digunakan
pada uji organolrptik ialah Kokita Super Tauco dan Kecap Manis ABC. Hasil dari uji
organoleptik dengan 2enga2ati ke2asan, didapatkan untuk produk kecap berasal dari
perusahaan PT. Heinz ABC Indonesia dengan 2erek dagang ABC, kode
prodeuksinya 011A, dan tanggal kadaluarsa 23 Maret 2013. Sa2pel produk tauco
yang digunakan pada praktiku2 berasal dari perusahaan PT. IKAFOOD P&TRAMAS
dengan 2erek dagang Kokita, kode produksinya 011 K182, dan tanggal
kadaluarsanya 3 Nove2ber 2012. Kedua produk tersebut layak diperjual belikan 2au
pun dikonsu2si, karena tertera dengan jelas 2erek dagang, na2a perusahaannya,
kode produksinya, dan tanggal kadaluarsanya.
2. Pengukuran pH
Pengukuran pH pada produk kecap dan tauco dilakukan dengan tujuan
2engetahui derajat keasa2an produk tersebut. Hasil pengukuran pH pada kedua
sa2pel produk (Kecap Manis ABC dan Kokita Super Tauco) 2enunjukkan kadar
keasa2an yang berbeda. Hasil dari pengukuran pH juga dipengaruhi oleh hasil
perhitungan ° TAT (Total Asa2 Titrasi). Hasil dari perhitungan ° TAT se2akin
rendah 2enunjukkan derajat keasa2an (pH) yang rendah juga. Jika hasil pengukuran
pH dibandingkan, Kokita Super Tauco 2e2iliki tingkat keasa2an lebih rendah yaitu
5,3 daripada Kecap Manis ABC yang 2e2iliki kadar pH 4,5. Dari hasil tersebut dapat
diketahui bahwa se2akin rendah nilai pH 2aka se2akin tinggi tingkat keasa2annya.
3. Uji Kadar Air
&ji kadar air bertujuan untuk 2engetahui kadar air pada suatu produk
2akanan tersebut. Produk yang digunakan adalah Kokita Super Tauco dan Kecap
Manis ABC. Berdasarkan hasil uji kadar air, didapat hasil ° kadar air pada Kokita
Super Tauco 19,437°, dan Kecap Manis ABC 9,9°. Hasil penga2atan 2enunjukkan
bahwa se2ua sa2pel produk 2e2enuhi standar 2utu SNI.
Penentuan kadar air ini 2enggunakan 2etode oven, di2ana setiap sa2pel
diti2bang dan dipanaskan di dala2 oven sela2a 1 ja2 pada suhu 105
0
C. Setelah 1
ja2, sa2pel tersebut didinginkan 2enggunakan eksikator sela2a 10 2enit ke2udian
dihitung kadar airnya. Pendinginan 2enggunakan eksikator di2aksudkan karena
sa2pel yang baru dikeluarkan dari oven bersiIat higroskopik sehingga harus
didinginkan di dala2 eksikator agar uap air yang ada pada sa2pel dapat terserap.
Kadar air 2erupakan salah satu Iaktor yang penting dala2 suatu bahan 2akanan,
karena dapat 2e2engaruhi daya tahan suatu bahan 2akanan itu, yang dinyatakan
dengan Aw. Pengertian Aw ialah ju2lah air bebas yang dapat digunakan oleh
2ikroorganis2e untuk pertu2buhannya.
4. Uji Total Asam Titrasi
&ji total asa2 adalah uji yang dilakukan untuk 2engetahui kadar asa2 yang
terdapat dala2 produk kecap dan tauco. Pada uji ini, sa2pel (Kecap Manis ABC dan
Kokita Super Tauco) dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N hingga terjadi perubahan
warna 2enjadi pink. Fungsi larutan NaOH adalah sebagai penitran basa. Penentuan
total asa2 dilakukan dengan titrasi asa2 basa dengan indikator PP. Indikator PP yang
digunakan sebagai indikator/ penanda titik akhir titrasi yang ditunjukkan dengan
terbentuknya warna pink. Titrasi ini disebut juga titrasi alkali2etri, karena NaOH
2erupakan suatu basa kuat. Jika basa kuat direaksikan dengan asa2 pada larutan
sa2pel secara se2purna akan 2e2bentuk air dan gara2. Pena2bahan aquadest pada
sa2pel yaitu sebagai pengencer.
Percobaan uji total asa2 titrasi terhadap Kokita Super Tauco didapat hasil 22
° dengan volu2e NaOH 22 2l, sedangkan Kecap Manis ABC didapatkan hasil 25°
dengan volu2e NaOH 25 2l. Hasil perhitungan ° TAT sesuai dengan hasil
pengukuran pH. Pengukuran ° TAT tauco yang lebih rendah didapatkan pula nilai
pH yang lebih rendah juga. Begitu pula sebaliknya, pengukuran ° TAT pada kecap
2enunjukkan hasil yang lebih tinggi dan pH nya pun tinggi.
5. Uji Viskositas
'iskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah Iluida terhadap perubahan
bentuk dibawah tekanan atau sering disebut juga kekentalan. Satuan dasar yang
digunakan adalah (1 poise ÷ 100 sentipoise). Faktor- Iaktor yang 2e2engaruhi
kekentalan adalah :
1. Te2peratur : jika te2peraturnya naik viskositas gas naik, viskositas cair
2enurun.
2. Waktu : jika konsentrasi cair tinggi, waktu lebih la2a.
3. Berat jenis : jika berat jenis besar, 2aka viskositasnya naik.
Pengukuran viskositas suatu cairan digunakan alat viskosi2eter, pengujian ini
bertujuan untuk 2engetahui tingkat kekentalan produk kecap. Prinsip kerja
viskosi2eter ini adalah 2engukur viskositas suatu cairan 2elalui kecepatan putaran
spindel yang akan 2e2buat partikel- partikel dala2 cairan ikut bergerak dengan
kecepatan tertentu. Pada akhirnya 2e2iliki tegangan geser dan dapat diukur
viskositasnya yang sudah langsung tertera pada layar.
Dala2 pengukuran kekentalan suatu zat ini digunakan jaru2 spindel yang
cocok untuk sa2pel dengan 2enggunakan 2etode trial and error. Ke2udian dilihat °
TOR yang paling besar yang sesuai dengan sa2pel. ° TOR adalah kecepatan spindel
dala2 2engukur kekentalan sa2pel. 'iskositas/ kekentalan suatu Iluida dapat juga
dilihat dari nilai Cp atau angka kental dina2is dari sa2pel. ° TOR yang paling besar
didapat pada spindel no2or 3. Spindel dengan no2or 2akin besar, ukuran spindel
se2akin kecil. Se2akin kecil no2or spindel 2aka spindel dapat digunakan untuk
2engukur sa2pel yang se2akin kental. Pada percobaan ini, pengukuran Kecap Manis
ABC didapatkan nilai TOR : 91,1°; Cp : 1518; 2enggunakan spindel no2er 3; dan
digunakan kecepatan 60 rp2. Produk kecap yang 2e2iliki tingkat kekentalan
se2akin tinggi, 2aka produk se2akin baik.
6. Uji Warna
Pengukuran warna pada percobaan kali ini bertujuan untuk 2engetahui tingkat
kecerahan pada produk kecap dan tauco dengan 2enggunakan alat yang disebut Color
Reader. Color reader adalah suatu alat penukur warna yang sangat praktis di2ana alat
tersebut didesain dengan tristi2ulus/ 3 reseptor sehingga 2a2pu 2e2bedakan warna
secara lebih akurat antara 2 range warna, yakni terang dan gelap. Prinsip kerja color
reader dengan 2e2aparkan warna berdasarkan siste2 CIE Hunter. Reseptor warna
yang digunakan dala2 color reader adalah reseptor L, a, b Hunter. La2bang (a)
2enunjukkan di2ensi warna kehijauan atau ke2erahan. La2bang (b) 2enunjukkan
di2ensi warna kekuningan atau kebiruan. Se2entara di2ensi warna ketiga adalah L
yang 2enunjukkan tingkat kecerahan (berdasar sinar putih).
Pengukuran warna dilakukan 2enggunakan produk Kecap Manis ABC dan
Kokita Super Tauco. Hasil pengukuran pada Kokita Super Tauco tingkat kecerahan
yang ditunjukkan dengan nilai L sebesar 41,4, hal ini 2enunjukkan bahwa warna
yang ditunjukkan 2engarah ke cerah. Pada tauco nilai a 2enunjukkan 12,95,
sedangkan nilai b didapat sebesar 23,5 berarti warna cenderung ke arah kuning.
Perhitungan nilai x sebesar 0,49 dan nilai y sebesar 0,42. Hasil pengukuran pada
Kecap Manis ABC tingkat kecerahan yang ditunjukkan dengan nilai L sebesar 28,25,
hal ini 2enunjukkan bahwa warna yang ditunjukkan 2engarah ke cerah. Pada kecap
nilai a 2enunjukkan 0,75, sedangkan nilai b didapat sebesar 9 berarti warna
cenderung ke arah kuning. Perhitungan nilai x sebesar 0,38 dan nilai y sebesar 0,38.
Pengukuran warna yang dilakukan antara kecap dan tauco, 2enunjukkan bahwa
kecap 2e2iliki tingkat kecerahan yang lebih rendah dibandingkan dengan tauco. Hal
ini dapat dibandingkan dari hasil pengukuran nilai L. Dari data tersebut, 2aka dapat
dikatakan tingkat kecerahan suatu sa2pel dapat dipengaruhi oleh Iaktor- Iaktor, yaitu
nilai a dan nilai b. Warna terang cenderung 2e2antulkan cahaya sehingga kecerahan
2akin tinggi, tetapi sebaliknya warna gelap cenderung 2enyerap sinar/ cahaya
sehingga tingkat kecerahan dinilai rendah. Faktor lain adalah tingkat transparasi
benda yang 2enjadi sa2pel, se2akin transparan suatu benda, 2aka cahaya akan
diteruskan sehingga hal ini 2enyebabkan tingkat kecerahan akan berkurang.
Berdasarkan pada graIik kro2atograI CIE, Kecap Manis ABC berada di zona warna
cerah, sedangkan pada tauco didapatkan berada pada zona cerah kea rah warna
orange- kuning.
7. Analisis Protein
Penentuan analisa Lowry pada protein, 2e2iliki prinsip yaitu 2e2pertaja2
warna yang dihasilkan pada 2etode biuret. Analisa Lowry adalah 2etode analisis
kuantitatiI untuk 2enentukan kadar protein suatu sa2pel. Penentuan kadar protein
dilakukan dengan 2enghitung nilai absorbansi (y) atau nilai OD 2elalui analisa
spektroIoto2etri. Percobaan ini 2enggunakan alat spektroIoto2eter untuk 2enentukan
kadar protein. Panjang gelo2bang yang digunakan dala2 percobaan adalah 600 n2.
Prinsipnya bahwa intensitas bergantung pada konsentrasi protein yang diuji. Reagen D
yang dita2bahkan terdiri dari Na- karbonat 20° dala2 NaOH 0,1 N kupri sulIat dan Na-
K tartat 2°. Reagen D berIungsi untuk 2enghilangkan senyawa- senyawa lain yang
terukur dan 2e2beri warna pada larutan, sehingga warna larutan dala2 percobaan
2enjadi putih keruh. Setelah itu dita2bah reagen E (25:1), ke2udian di vortex dan
didia2kan sela2a 15 2enit, supaya reaksi yang tejadi akan 2enghasilkan suatu produk
yang dapat dilakukan untuk pengujian dengan reagen E. Pena2bahan selanjutnya adalah
reagen E yang terdiri dari IosIoIurigstat- IosIo2olibdat (1:1), pada pena2bahan reagen E
setelah itu juga di vortex. Reagen E berIungsi untuk 2enentukan ju2lah protein yang ada
dala2 larutan sa2pel dengan cara bereaksi dengan rantai aro2atik pada protein.
Sa2pel produk yang digunakan pada percobaan ini adalah Kokita Super
Tauco, Tauco Manis Kokita, Kecap Manis ABC, dan Kecap Manis Bango. Hasil dari
pengukuran protein pada produk tauco adalah 46,83 untuk Kokita Super Tauco dan
38,434 untuk Tauco Manis Kokita. Kadar protein pada tauco 2enurut SNI tauco 01-
4322-1996 2ini2al 10 °
b
/
b
. hasil pengukuran protein pada tauco 2erek Kokita,
keduanya 2enunjukkan 2utunya baik karena kadar proteinnya lebih dari 10. Pada
produk kecap, didapatkan hasil pengukuran protein terhadap Kecap Manis ABC
adalah 102,75 dan pada Kecap Manis Bango adalah 128,84. Syarat dala2 pe2buatan
produk kecap ialah harus 2engandung kadar protein yang tinggi. Kadar protein pada
kecap 2enurut SNI 2ini2al 2,5 °
b
/
b
, sedangkan Kecap Manis ABC dan Kecap
Manis Bango 2engandung kadar protein lebih dari 2,5 sehingga dapat kedua 2aca2
kecap terebut ter2asuk baik.
Melihat dari hasil pengukuran protein kecap dan tauco jika dibandingkan
dengan tabel golongan 2utu, dapat diketahui bahwa kee2pat sa2pel tersebut
tergolong pada 2utu golongan I, karena hasil kadar protein dari kee2pat sa2pel
produk tersebut ~6. Produk kecap 2e2iliki kadar protein yang lebih tinggi
dibandingkan dengan tauco.























V. KESIMPULAN

Berdasar pada hasil percobaan yang dilakukan, didapatkan kesi2pulan sebagai
berikut :
1. &ji organoleptik pada produk kecap dan tauco, diperoleh Kecap Manis yang
diproduksi oleh PT. Heinz ABC Indonesia dengan 2erek dagang ABC, kode
produksinya 011A, dan tanggal kadaluarsanya 23 Maret 2013. Hasil pada tauco
diproduksi oleh PT. IKAFOOD P&TRAMAS dengan 2erek Kokita, kode
produksi 100 K182, dan tanggal kadaluarsa 3 Nove2ber 2010. Kedua sa2pel
produk tersebut 2e2iliki ke2asan yang baik.
2. Pengukuran pH pada Kecap Manis ABC diperoleh 5,3, sedangkan Kokita Super
Tauco 2e2iliki kadar pH 4,5. Kokira Super Tauco 2e2iliki tingkat keasa2aan
yang lebih tinggi dibandingkan Kecap Manis ABC.
3. Kadar air yang diperoleh pada pengukuran Kokita Super Tauco adalah 19,437°,
sedangkan pada Kecap Manis ABC sebesa 9,9°. Kadar air yang terdapat pada
kedua sa2pel tersebut 2e2enuhi standar SNI.
4. Percobaan uji total asa2 titrasi terhadap Kokita Super Tauco didapat hasil 22 °,
sedangkan Kecap Manis ABC didapatkan hasil 25°. Hasil perhitungan ° TAT
sesuai dengan hasil pengukuran pH. Pengukuran ° TAT tauco yang lebih rendah
didapatkan pula nilai pH yang lebih rendah juga. Begitu pula sebaliknya,
pengukuran ° TAT pada kecap 2enunjukkan hasil yang lebih tinggi dan pH nya
pun tinggi.
5. &ji viskositas pada Kecap Manis ABC didapatkan nilai TOR : 91,1°; Cp : 1518;
2enggunakan spindel no2er 3; dan digunakan kecepatan 60 rp2. Produk kecap
yang 2e2iliki tingkat kekentalan se2akin tinggi, 2aka produk se2akin baik.
6. Analisis warna yang dilakukan pada Kokita Super Tauco 2enunjukkan tingkat
kecerahan dengan nilai L sebesar 41,4, nilai a 2enunjukkan 12,95, dan nilai b
didapat sebesar 23,5. Perhitungan nilai x sebesar 0,49 dan nilai y sebesar 0,42.
Hasil pengukuran pada Kecap Manis ABC tingkat kecerahan yang ditunjukkan
dengan nilai L sebesar 28,25, nilai a 0,75, dan nilai b didapat sebesar 9.
Perhitungan nilai x sebesar 0,38 dan nilai y sebesar 0,38.
7. Berdasarkan graIik kro2atograIi CIE, Kecap Manis ABC berada di zona warna
cerah, sedangkan pada tauco didapatkan berada pada zona cerah ke arah warna
orange- kuning.
8. Analisis protein yang dilakukan, diperoleh hasil untuk produk tauco adalah 46,83
untuk Kokita Super Tauco dan 38,434 untuk Tauco Manis Kokita. Kadar protein
yang diperoleh 2e2enuhi SNI tauco 01-4322-1996, yaitu 2ini2al 10 °
b
/
b.
Pada
produk kecap, didapatkan hasil pengukuran protein terhadap Kecap Manis ABC
adalah 102,75 dan pada Kecap Manis Bango adalah 128,84. Kadar protein kecap
2enurut SNI 2ini2al 2,5 °
b
/
b
, sehingga kedua produk kecap tersebut 2e2enuhi
syrata SNI.
9. Jika hasil pengukuran protein kecap dan tauco dibandingkan dengan tabel
golongan 2utu, dapat diketahui bahwa kee2pat sa2pel tersebut tergolong pada
2utu golongan I, karena hasil kadar protein dari kee2pat sa2pel produk (Kokita
Super Tauco, Tauco Manis Kokita, Kecap Manis ABC, dan Kecap Manis Bango)
tersebut ~6. Produk kecap 2e2iliki kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan
dengan tauco.
10.Pengukuran analisis warna 2enggunakan alat olor #eader.
11.Analisis protein 2enggunakan 2etode Lowry.
12.Pengukuran kekentalan pada kecap 2enggunakan alat viskosi2eter.















VI. DAFTAR PUSTAKA

Ana, R. 2010. Proses Pe2buatan Tauco.
http.//www.citydirectory.co.id/news/item/tauco-making-process-. 23 Maret 2011.
Anoni2 a. 2009. Pengolahan Pangan Dengan Fer2entasi.
http.//www.smallcrab.com/makanan-dan-gi:i/878-pengolahan-pangan-dengan-
1ermentasi. 23 Maret 2011.
Anoni2 b. 2009. Kecap. http.//www.scribd.com/doc/49853406/Kecap. 29 Maret
2011.
Anoni2 c . 2011. Tauco.
http.//www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu÷6&ttg÷6&doc÷6c26. 23 Maret 2011.
Atkins, P. and Lorette, J. 1997. hemistry Molecules and anges, 3rd d. New York.
W. H. Free2an and Co2pany.
Ba2bang, T. 1993. Mekanika Fluida. Pusat Antar &niversitas Il2u Teknik &GM.
Yogyakarta.
Brady, J. E. 1999. Kimia Universutas Asas dan Struktur. Jakarta. Binarupa Aksara.
De Man, J. M. 1997. Kimia Pangan. ITB. Bandung.
De Man, J. M. 1999. Principles o1 Food hemistry. Edisi 3. Aspen Publishers,
Gaithensburg.
Kartika, B dan Hastati, P. 1988. Pedo2an UJi Inderawi Bahan Pangan, Proyek
Peningkata / Pengembangan. &niversitas Gaja Mada. Yogyakarta.
Plu22er, D. T. 1987. An Introduction to Practical Biochemistry. Bo2bay New
Delhi.
Syukri. 1999. Kimia Dasar 2. ITB. Bandung.
Tony. 2007. MENGENAI KECAP MANIS N SEJARAHNYA.
http.//kelompoktony.blogspot.com/2007/10/sefarah-kecap.html. 23 Maret 2011.
Weaver, C. M. dan Daniel, J. R. 2003. The Food hemistry Laboratory. CRC Press.
New York.
Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan Gi:i. PT. Gra2edia Pustaka &ta2a. Jakarta.




LAMPIRAN

Perhitungan º KA
% K˓ =
˔˥roˮ o˱oˬ -˔˥roˮ o˫˨˩r
˔˥roˮ o˱oˬ
× ŵŴŴ%

O Tauco % K˓ =
14,014-11,
14,014
× ŵŴŴ% = 19, 437%

O Kecap % K˓ =
14,185-1,78
14,185
× ŵŴŴ% = 9, 9%


Perhitungan ºTAT
% ˠ˓ˠ =
ˢoˬ˯˭˥ ˠ˩ˮron ×˚. ˮ˩ˮron
ˢoˬ˯˭˥ so˭p˥ˬ
× ŵŴŴ%
O Tauco % ˠ˓ˠ =
×0,7
10
× ŵŴŴ% = 22%
O Kecap % ˠ˓ˠ =
5×0,1
10
× ŵŴŴ% = 25%


Perhitungan/ Analisis Warna
˲ =
o + ŵ,ŻŹI
Ź,źŸŹI +o - ŷ,ŴŵŶb

˳ =
ŵ,Ż8źI
Ź,źŸŹI + o -ŷ,ŴŵŶb

O Tauco ˲ =
1,5+1,75(41,4)
5,645(41,4)+1,5-3,01(3,5)
= û, 49
˳ =
1,786(41,4)
5,645(41,4)+1,5-3,01(3,5)
= û, 42

O Kecap ˲ =
0,75+1,75(8,5)
5,645(48,5)+0,75-3,01()
= û, 38
˳ =
1,786(8,5)
5,645(8,5)+0,75-3,01()
= û, 38



Perhitungan Kadar Protein
˳ = o + b˲
o =
(X˳)(Xx
Ŷ
) - (2x)(2xy)
n(X˲

) - (X˲)

b =
n(X˲˳) -(2x)(2y)
n(X˲

) -(X˲)

O Kecap o =
(0,03)(,7340)-(ź,ŷ8Ŷ)(Ŵ,ŴŸźŶŹ)
5(,7340)-(6,38)
2
= -4, û28 × 1û
-4


b =
5(0,0465)-(Ŵ,Ŵŷ)(ź,ŷ8Ŷ)
5(,7340)-(6,38)
2
= 5, û1ó × 1û
-3


Ŵ,ŹŵŹ = -Ÿ,ŴŶ8 × ŵŴ
-4
+ Ź,Ŵŵź
-3
(˲)
Ŵ,ŹŵŹŸŴŶ8 = Ź,Ŵŵź
-3
(˲)
x = 1û2, 275

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->