Struktur Bilangan ReaL

Bilangan kompleks
Bilangan imajiner Bilangan real
Bilangan Irrasional Bilangan Rasional
Bilangan pecahan Bilangan Bulat
Bilangan bulat negative Bilangan cacah
Nol Bilangan asli
Bilangan prima bilangan
komposit
Bilangan Kompleks yaitu bilangan yang ada pada dua dimensi, yaitu bilangan
real dan bilangan imajiner. Bentuk umum Z = a+bi ; dimana a = bilangan real
b = koefisien imajiner
i = imajiner
Bilangan real yaitu bilangan yang digunakan dalam ilmu pengetahuan
maupun kehidupan sehari-hari.
Bilangan rasional yaitu bilangan yang dapat dinyatakan dalam perbandingan
dua buah bilangan bulat atau jika dalam bentuk desimal merupakan desimal yang
berakhir atau jika tidak berakhir merupakan bentuk desimal berulang secara
teratur.
Contoh: a. 1,23 =
123
100
b. 1,256256256…

256
1000
1
1
1
1000
256
1000
1
999
1000
256
1
999
1255
999
· +

· +
· +
·
c. 2,4444444…

4
10
2
1
1
10
4
10
2
9
10
4
2
9
22
9
· +

· +
· +
·
Interval Bilangan Real
Beberapa cara menyatakan interval bilangan real
1. Menggunakan notasi himpunan
2. Menggunakan garis
3. Menggunakan pasangan suprimun (batas max) dan infrimum(batas
min)
Contoh:
1. A = {1, 2, 3, 4}
Secara Notasi: A = {x | 1 ≤ x ≤ 4, x ∊ R}
Grafik garis: A =
Suprimum dan infrimum : A = [1,4]
Secara Notasi: A = {x | 1 ≤ x < 5, x ∊ R}
Grafik garis: A =
Suprimum dan infrimum: A = [1,5)
Secara Notasi: A = {x | 0 < x ≤ 4, x ∊ R}
Grafik garis: A =
Suprimum dan infrimum: A = (0,4]
2. B = {1,2,3,. . .}
Secara Notasi: B = {x | x ≥ 1, x ∊ R}
Grafik garis: B =
Suprimum dan infrimum: A = [1, ̴)
3. C = {…, 8, 9, 10}
Secara notasi: c = {x| x ≤ 10, x ∊ R}
Grafik garis: C =
Suprimum dan infrimum: C = (-~, 10]
Sifat-sifat urutan bilangan real
• Trikotomi yaitu ∀ a, b ∊ R maka satu diantara berikut benar: a = b
a > b
a < b
• Transitif (silogisme)
Menyatakan ∀ a, b, c ∊ R berlaku bila a < b dan b < c maka a < c
• Sifat Additif menyatakan ∀ a,b,c ∊ R berlaku
bila a < b maka (a+c) < (b+c)
• Multiplikatif menyatakan ∀ a, b, c ∊ R berlaku
bila a < b maka (a x c) < (b x c) {untuk c > 0}
(a x c) > (b x c) {untuk c <
0}
Sifat Kealjabaran Bilangan Real
• Tertutup dalam penjumlahan dan perkalian
karena ∀ a,b ∊ R maka a+b=c ∊ R
juga a x b = q ∊ R
• Komutatif dalam penjumlahan dan perkalian
karena ∀ a,b ∊ R maka a+b = b+a
juga a x b = b x a
• Assosiatif
karena ∀ a,b,c ∊ R maka a+(b+c) = (a+b)+c
juga a x (b x c) = (a x b) x c
• Unsur Identitas
pada + yaitu 0, karena ∀ a ∊ R berlaku a + 0 = 0 + a = a
pada x yaitu 1, karena ∀ a ∊ R berlaku a x 1 = 1 x a = a
• Memenuhi syarat invers
Karena ∀a ∊ R, ∃a
-1
∊ R a + a
-1
= a
-1
+a = 0
Karena ∀b ∊ R, ∃b
-1
∊ R b x b
-1
= b
-1
x b = 1
• Distributif
Karena ∀ a,b,c ∊ R berlaku a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
(a + b) x c = (a x c) + (b x c)
PERTAKSAMAAN
• Kesamaan : suatu persamaan yang tidak memiliki variabel.
Misal: 2+3 = 5
• Persamaan: suatu persamaan yang memiliki variabel, sehingga
memerlukan penyelesaian khusus untuk mencari nilai variabel tsb.
Misal: 2x -5 = 9
• Ketidaksamaan: suatu pertidaksamaan yang tidak memiliki variabel.
Misal: 2+5 < 10
• Pertidaksamaan: suatu pertidaksamaan yang memiliki variabel,
sehingga memerlukan penyelesaian khusus untuk mencari nilai variabel tsb.
Misal: 3x+6 >5
1. Pertaksamaan Linier
Contoh: 2x + 5 > 3
3x + 8 < x +10
-2 < 2x + 3 < 8
2x < 5x - 7 < 8x + 3
Dalam penyelesaian pertaksamaan linier gunakan kaidah additif dan
multiplikatif dalam urutan bilangan real, yaitu:
1. Pada tiap pertaksamaan dapat menambahkan bilangan real yang sama pada
masing-masing ruas tanpa mengubah tanda pertaksamaan
2. Pada setiap pertaksamaan dapat dikalikan bilangan yang sama untuk
masing-masing ruas, dengan catatan:
a. jika bilangan pengali ≥ 0, tanda pertaksamaan tetap
b. jika bilangan pengali < 0, tanda pertaksamaan dibalik
Contoh:
a. -3 < 2x + 5 < 9
Jawab: -3 -5 < 2x < 9 - 5
-8 < 2x < 4
-4 < x < 2
HP (-4, 2)
b. 2x < 5x - 7 < 8x + 3
2x < 5x – 7 dan 5x – 7 < 8x + 3
-3x < -7 -3x < 10
x >
7
3
x >
10
3

| x | √

10
3
− 7
3
Jadi {x > 7/3} maka hp =
7
,
3
_

¸ ,
Pertidaksamaan Non Linier
Contoh: x
2
+5x -6 > 0

3 5
2
2 1
x
x
+
>

untuk menyelesaikan pertaksamaan non linier perlu dilakukan langkah
sebagai berikut:
1. Gunakan kaidah additif dan multiplikatif seperti pada pertaksamaan linier
2. Buat ruas kanan = 0
3. Buat ruas kiri menjadi faktor-faktor linier
4. Jika ruas kiri merupakan benttuk fungsi rasional buatlah masing-masing
penyebut dan pembilang menjadi faktor linier tersendiri
5. Tentukan nilai nol fungsi dari faktor linier pada ruas kiri
6. Dengan menggunakan garis bilangan real, tentukan ruas interval dengan
pembagi di titik nol fungsi yang diperoleh
7. Dengan menggunakan sample bilangan pada masing-masing ruas interval,
yaitu:
a. jika positif merupakan daerah penyelesaian dari pertaksamaan > atau ≥
b. jika negatif merupakan daerah penyelesaian dari pertaksamaan < atau ≤
Contoh:
a. x
2
– x – 6 > 0
(x-2) (x-3) > 0
x > 2 atau x > 3
Hp (2, ~) U (3,~)
b.
3 5
2
2 1
x
x
+


3 5
2 0
2 1
3 5 2(2 1)
0
2 1 2 1
3 5 4 2
0
2 1
7
0
2 1
x
x
x x
x x
x x
x
x
x
+
− ≥

+ −
− ≥
− −
+ − +


− +


Persamaannya: -x + 7 = 0 maka x =7
2x – 1 = 0 maka x =1/2
Ujikan setiap interval ke pertidaksamaan awal
x √ x
½ 7
Karena penyebut 2x – 1 maka x ≠ 1/2
Jadi {½ < x ≤ 7} maka hp = (1/2, 7]
Nilai Mutlak
Nilai mutlak dituliskan dengan |x| didefinisikan dengan |x| = x jika x ≥ 0 dan
=-x jika x < 0
Misal: |5| = 5; |-5|=5; |0|=0
Sifat-sifat nilai mutlak:
1. |ab|=|a| |b|
2. |a/b|=|a|/|b|
3. |a+b|=|a|+|b|
4. |a-b|=||a|-|b||
Penyelesaian nilai mutlak dapat menggunakan pengkuadratan atau dengan
teorema:
1. |x|< a maka –a < x < a
2. |x|> a maka x > -a atau x > a
Contoh:
1. Tentukan penyelesaian pertidaksamaan berikut:
a. |3x-5|≥ 1
Karena persamaan lebih besar menggunakan teorema 2
Jawab: 3x-5 ≥ -1 atau 3x-5 ≥ 1
3x ≥ 4 3x ≥ 6
{x ≥4/3} {x ≥ 2}
hp [4/3,~] U [2,~]
b.
3 1
3
2 5
x
x
+


Karena pertidaksamaan lebih kecil menggunakan teorema 1
3 1
3
2 5
3 1
3 0
2 5
3(2 5) 3 1
0
2 5 2 5
6 15 3 1
0
2 5
9 14
0
2 5
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
x
+
− ≤

+
− − ≤

− − +
− ≤
− −
− + − −


− +


dan
3 1
3
2 5
3 1
3 0
2 5
3 1 3(2 5)
0
2 5 2 5
3 1 6 15
0
2 5
3 16
0
2 5
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
x
+


+
− ≤

+ −
− ≤
− −
+ − +


− +


Persamaannya: -9x +1 4 = 0 maka x = 14/9 Persamaannya:-3x+16
=0 maka x = 16/3
2x – 5 = 0 maka x = 5/2 2x – 5 = 0
maka x = 5/2
Uji setiap intervalnya Uji setiap intervalnya
v x x v x
v
14/9 5/2 5/2 16/3
v v
14/9 5/2 16/3
Karena penyebut 2x – 5 maka x ≠ 5/2
Yang memenuhi x ≤ 14/9 U x ≥ 16/3

c. 5 2 5 x x + < +
Mutlak di kedua ruas digunakan metode pengkuadratan.
( )
( )
2 2
2
2
2 2
2
( 5) 2( 5)
10 25 2 10
10 25 4 40 100
3 30 75 0
( 3 15)( 5) 0
x x
x x x
x x x x
x x
x x
+ < +
+ + < +
+ + < + +
− − − <
− − + <
Persamaannya: -3x –1 5 = 0 maka x =-5
x + 5 = 0 maka x = -5
ujikan tiap interval ke persamaan awal
√ √
- 5
Jadi {x < -5} dan {x > -5} maka hp (-5, ̴)⋃ (- ̴ ,-5)
d.
5
1
2
x
x
+
>

Karena tanda lebih besar digunakan teorema 2
5
1
2
5
1 0
2
5 2
0
2 2
5 2
0
2
2 3
0
2
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
x
+
< −

+
+ <

+ −
+ <
− −
+ + −
<

+
<

dan
5
1
2
5
1 0
2
5 2
0
2 2
5 2
0
2
7
0
2
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
+
>

+
− >

+ −
− >
− −
+ − +
>

>

Persamaan: 2x+3 = 0 maka x = -3/2 Persamaan: x-2 = 0
maka x = 2
x-2 = 0 maka x = 2
Ujikan tiap interval
x v v v v
-3/2 2 2
v
-3/2 2
Karena penyebut x – 2 maka x ≠ 2 maka Hp { x > 2}
FUNGSI
Fungsi yaitu aturan yang memasang setiap elemen suatu himpunan dengan tepat
pada suatu elemen himpunan kedua.
A f(x) B
a 3
b 4
c 5
d 10
Keterangan:
A = {a,b,c,d} → domain / daerah asal
B = {3,4,5,10} → kodomaim / daerah kawan
C = {3,4,10} → range / daerah hasil
Aturan hubungan antara A dengan B → aturan fungsi f(x).
Contoh:
Diketahui A ={1,2,3} dan f(x) = 2x - 5. Tentukan range dari himpunan A tersebut.
Dan gambarkan sketsa grafiknya!
Jawab:
f (x) = 2x – 5 2
f(1) = 2(1) - 5 = -3 1
f(2) = 2(2) – 5 = -1 -3 -2 -1 1 2 3
f(3) = 2(3) – 5 = 1 -1
Jadi range adalah {-3, -1, 1} - 2
-3
Operasi Fungsi
Asal g(x) ≠ 0
Komposisi fungsi
(fog) (x) = f(g(x))
(hofog) (x) = h(fog(x))
Contoh:
Diketahui
2
( ) 1 f x x · −
2
2
( )
( ) 4
g x
x
h x x x
·
· +
a. (f.g)(2)
2
2
2
( . )( ) 1.
2 1
f g x x
x
x
x
· −

·
2
2 (2) 1
( . )(2)
2
3
f g

·
·
b. (f/g) (3)
( )
2 2
1 1
2
2
f x x x
x
g
x
¸ _ − −
· ·

¸ ,
( )
2
3 (3) 1 3
3 8
2 2
f
g
− ¸ _
· ·

¸ ,
c. (fog)(2)
( )( ) ( ) ( )
( )( ) ( ) ( )
( . )( ) ( ). ( )
( )
( / )( )
( )
f g x f x g x
f g x f x g x
f g x f x g x
f x
f g x
g x
+ · +
− · −
·
·

2
( )( ) ( ( ))
2
( )
2
1
4
1
2
fog x f g x
f
x
x
x
·
·
¸ _
· −

¸ ,
¸ _
· −

¸ ,
4
( )(2) 1
(1)
3
fog
¸ _
· −

¸ ,
·
d.
2
( )( ) ( ( ( )) ( ( 4)) gofoh x g f h x g f x · · +

2 2
2 2
( ( 4 ) 1
2
( 4 ) 1
g x x
x x
· + −
·
+ −
e.
2 2
2
( )(1)
((1) 4(1)) 1
gofoh ·
+ −

2 2 2
1
2 5 1 4
· · · ·

f.

2
2
(2) (3) 3 1 1 8
2
g f + · + − · +


g.
( )
2 2
(1). (2) (1 4). 2 1 5 3 h f · + − ·
Fungsi Invers
( ) ( )
( ) ( )
1
1 1
1
1 1
fog x g o f
gof x f o g

− −

− −
·
·
Contoh:
Diketahui f(t)=
2 5
7
t +
g(t)=
2
2
9
5 6
t
t t

− +
h(t)=
2
6 t t + −
a.
1
2 5
( ) ( )
7
t
f t f t

+

1
2 5
7
7 2 5
2 7 5
7 5
2
7 5
( )
2
t
y
y t
t y
y
t
t
f t

+
·
· +
· −

·
+
·
b. f
-1
(3)=
7.3 5 26
13
2 2
+
· ·
c.
2
1
2
9
( ) ( )
5 6
t
g t g t
t


→ ·
− +
2
2
1
9
5 6
( 3)( 3)
( 3)( 2)
( 3)
( 2)
2 3
3 2
( 1) 3 2
3 2
1
3 2
( )
1
t
y
t
t t
y
t t
t
y
t
yt y t
yt t y
t y y
y
t
y
t
g t
t


·
− +
− +
·
− +
+
·
+
− · +
− · +
− · +
+
·

+
·
+
d. g
-1
(1)
3 2.1 5
1 1 2
+
· ·
+
e.
1 2
( ) ( ) 6 h t h t t t

→ · + −
2
2
2
1
6
( 1) 7
( 1) 7
1 7
7 1
( ) 7 1
y t t
y t
t y
t y
t y
h t t

· + −
· + −
+ · +
+ · +
· + −
· + −
f. h
-1
(2) =
2 7 1 9 1 3 1 2 + − · − · − ·
g.
1
( ) ( ) foh t

( )( ) ( ( )) foh t f h t ·
2
2
2
( 6)
2( 6) 5
7
2 1
7
f t t
t t
t t
· + −
+ − +
·
+ −
·
2
2
2
2
1
2 1
7
7 2 1
2 18
7 2
4 16
18 2
7 2
16 4
18 2
7 2
16 4
18 2
2 7
16 4
18 2
7
16 4
2
18 2
7
16 4
( ) ( )
2
t t
y
y t t
y t
y t
y t
t y
y
t
t
foh t

+ −
·
· + −
¸ _
· + +


¸ ,
¸ _
− · +


¸ ,
− · +
· − −
− −
·
− −
·
h. (hog)
-1
(x)
( )
( )
( )
-1 -1 -1
-1 -1
-1
(hog) (x) = g o h
= g (h (x))
= g t+7 1
3 2 t+7 1

t+7 1 1
1 2 7

7 2
t
t

+ −
·
− −
+ +
·
+ −
i. (f+h) (5) = f(5) + h(5)
2
2(5) 5
(5 5 6)
7
15
24
7
15 168
7 7
183
7
+
· + + −
· +
· +
·
LIMIT
Limit bermakna “mendekati”. Misal bada bentuk
( )
3
1
1
x
f x
x

·

.
Dalam hal ini, fungsi tersebut tidak terdefinisi pada x =1 karena di titik ini
f(x)=
0
0
yang tanpa arti. Tetapi kita masih dapat menanyakan apa yang terjadi pada
x mendekai 1.
x
3
1
1
x
x
y


·
1,1
1,0
1
1,0
01

1
0,9
99
0,9
9
0,9
3,310
3,030
3,003
?
2,997
2,970
2,710
Definisi limit secara intuisi:
“Untuk menyatakan bahwa
lim ( )
x c
f x L

·
berarti bahwa jika x dekat tetapi berlainan
dengan c, maka f(x) dekat ke L”.
Contoh:
3
1
1
lim 3
1
x
x
x



;
LIMIT SEPIHAK
Definisi:
“Suatu fungsi dikatakan memiliki limit pada x = a, jika dan hanya jika
lim ( ) lim ( ) lim ( )
x c x c x c
f x f x f x
− +
→ → →
· ·

Contoh:
2
3
5 6
lim
3
x
x x
x
→−
+ +
+
( ) ( )
( )
2
3 3
3
5 6 ( 3)( 2)
lim lim
3 ( 3)
lim ( 2)
3 2
1
x x
x
x x x x
x x
x
− −

→− →−
→−
+ + + +
·
+ +
· +
· − +
· −
( ) ( )
( )
2
3 3
3
5 6 ( 3)( 2)
lim lim
3 ( 3)
lim ( 2)
3 2
1
x x
x
x x x x
x x
x
+ +
+
→− →−
→−
+ + + +
·
+ +
· +
· − +
· −
Jadi dapat disimpulkan bahwa
2
3
5 6
lim
3
x
x x
x
→−
+ +
+
= -1
Terdapat beberapa fungsi yang memungkinkan limit kiri tidak sama dengan limit
kanan,yaitu:
1. Fungsi bersyarat / tangga
2. Fungsi mutlak
3. Fungsi bilangan bulat terbesar
Contoh:
1
1
lim
1
x
x
x

+
+
( ) ( )
1 1
1 ( 1)
lim lim 1
1 1
x x
x x
x x
− −
→ →
+ +
· ·
+ +
( ) ( )
1 1
1 ( 1)
lim lim 1
1 1
x x
x x
x x
+ +
→ →
+ +
· ·
+ +
Karena
( ) ( )
1 1
1 1
lim lim
1 1
x x
x x
x x
− +
→ →
+ +
·
+ +
maka
1
1
lim 1
1
x
x
x

+
·
+
1
1
lim
1
x
x
x
→−
+
+
( )
( ) ( )
1 1
1 1
lim lim 1
1 1
x x
x x
x x
− −
→− →−
+ +
· − · −
+ +
( )
( ) ( )
1 1
1 1
lim lim 1
1 1
x x
x x
x x
+ +
→− →−
+ +
· ·
+ +
Karena
( ) ( )
1 1
1 1
lim lim
1 1
x x
x x
x x
− +
→− →−
+ +

+ +
maka
1
1
lim
1
x
x
x
→−
+
+
tidak ada.
Ketentuan Penyelesaian Soal Limit
1. Jika f(x) bukan bentuk tak tentu
Maka
lim ( ) ( )
x a
f x f a

·
Contoh: ( )
2 2
2
lim 2 2 2(2) 2 6
x
x

− · − ·
2. Jika f(x) merupakan bentuk tak tentu (
0 0
0
0
, , 0. , ,1 , , 0



∞ ∞−∞ ∞ )
Lakukan alternative:
a. Menggunakan trik manipulasi aljabar dengan memperhatikan dalil-dalil
limit dan atau rumus dasar limit
b. Menggunakan dalil l’hopital
Contoh:
( )
3 2
1 1
2
1
2
1 ( 1) ( 1)
lim lim
1 ( 1)
lim 1
1 1 1
3
x x
x
x x x x
x x
x x
→ →

− − + +
·
− −
· + +
· + +
·
9 9
9 ( 3)( 3)
lim lim
3 3
9 3
6
x x
x x x
x x
→ →
− − +
·
− −
· +
·
3. Jika fungsi yang dicari limitnya merupakan fungsi khusus (f.bilangan bulat
terbesar, f.mutlak, atau f.bersyarat) maka perlu meneliti limit kiri dan limit
kanan.
Contoh:
§ ¨
1
lim 2 1
x
x

+
§ ¨ § ¨
( )
1
lim 2 1 2.0 1 1
x
x


+ · + ·
§ ¨ § ¨
( )
1
lim 2 1 2.1 1 3
x
x
+

+ · + ·
Karena § ¨ § ¨
( ) ( )
1 1
lim 2 1 lim 2 1
x x
x x
− +
→ →
+ ≠ +
maka § ¨
1
lim 2 1
x
x

+
tidak ada.
Dalil-dalil Limit
[ ]
[ ] [ ] [ ]
( )
lim
lim . ( ) lim ( )
lim ( ) ( ) lim ( ) lim ( )
lim ( ). ( ) lim ( ) .lim ( )
lim ( )
( )
lim
( ) lim ( )
lim( ( )) lim ( )
limln ( ) ln lim
x a
x a x a
x a x a x a
x a x a x a
x a
x a
x a
n
n
x a x a
x a x a
c c
k f x k f x
f x g x f x g x
f x g x f x g x
f x
f x
g x g x
f x f x
f x

→ →
→ → →
→ → →



→ →
→ →
·
·
1 1
t · t
¸ ] ¸ ]
·
·
1
·
¸ ]
·
lim ( )
( )
( )
lim ( ) lim ( )
lim( ( )) lim ( )
x a
n
n
x a x a
g x
g x
x a x a
f x
f x f x
f x f x

→ →
→ →
1
¸ ]
·
1
·
¸ ]
Contoh soal:
( ) ( )
( )
( )
2
2
1
2
1 1 1
8
8
2 2
3 3
8
2
8
lim 1
2 1 2
1 1
2 1 1
2
lim lim lim
1 1
2
lim 2 5 2 lim 2 5 2
2.3 5.3 2
(5)
390625
lim( 5 1) lim( 5 1)
(1 5.1 1)
(5)
25
x
x x x
x x
x
x
x x
x x x x
x x x x
x x x x

→ → →
→ →
+
+
→ →
+
+ · +
· +
·
1
− + · − +
¸ ]
· − +
·
·
+ − · + −
· + −
·
·
Jika
lim ( ) 2 lim ( ) 8. :
x a x a
f x dan g x Tentukan
→ →
· · −
( ) ( )
( )
( )
3 3
3
3
. lim ( ) ( ) 3 lim ( ).lim ( ) 3
lim ( ). lim ( ) lim3
8. 2 3
2.(5)
10
2lim ( ) 3lim ( )
2 ( ) 3 ( )
. lim
( ) ( ) lim ( ) lim ( )
2.2 3( 8)
2 ( 8)
4 24
6
28
6
14
3
x a x a x a
x a x a x a
x a x a
x a
x a x a
a g x f x g x f x
g x f x
f x g x
f x g x
b
f x g x f x g x
→ → →
→ → →
→ →

→ →
+ · +
· +
· − +
· −
· −


·
+ +
− −
·
+ −
+
·

· −
· −
Rumus dasar limit
0 0
0 0
lim 0 ; .
...
lim 0
...
1
lim 0
sin
lim lim 1
sin
tan
lim lim 1
tan
x
n
m
x
x
x
x x
x x
a
a Breal
x
a
untuk n m
b
ax
untuk n m
bx
untuk n m
untuk a b
a a
ketentuan untuk a b
b b
untuk a b
x x
x x
x x
x x
→∞
→∞

→∞
→ →
→ →
· ∈
¹
· ·
¹
¹ +
· <
'
+
¹
·∞ >
¹
¹
· · ¹
¹ ¸ _ ¸ _
· <
'

¸ , ¸ ,
¹
·∞ >
¹
· ·
· ·
3 2
3 2
4 4 4
4 4
4 4
2 3
4
2 3
4
5 7 5
5 7 5
lim lim
8 5 8 5
5 7 5
lim
5
8
5 7 5
5
8
0 0 0
8 0
0
8
0
x x
x
x x x
x x x
x x x
x x
x x
x x x
x
→∞ →∞
→∞
+ −
+ −
·
+
+
+ −
·
+
+ −
∞ ∞ ∞
·
+

+ −
·
+
·
·
0 0
2sin4 sin4 4 7
lim 2lim . .
tan7 tan7 4 7
x x
x x x x
x x x x
→ →
·
0
0
0
sin4 7 4
2lim . .
4 tan7 7
4
2lim.1.1.
7
4
2.1.1.lim
7
4
2.
7
8
7
x
x
x
x x x
x x x
x
x
x
x



·
·
/
·
/
·
·
1
2 1 5
2 5 2
lim lim
1 5 2
5 1 2
5
x
x x
x
x x
x
x
→∞ →∞
¸ _
+

+
¸ ,
·
+ ¸ _
+

¸ ,
1
1 5
2
2
lim
5
1
1 2
5
1
1 5
2
2
5
1
1 2
5
(1 0)
0.
(1 0)
1
0. 0
1
x
x
x
x→∞



¸ _
¸ _
+



¸ ,
¸ _
¸ ,
·

¸ _
¸ ,
¸ _
+



¸ ,
¸ ,
¸ _
¸ _
+



¸ ,
¸ _
¸ ,
·

¸ _
¸ ,
¸ _
+



¸ ,
¸ ,
+
·
+
· ·
Dalil L’hopital
Jika
( )
( )
( )
g x
f x
h x
·
merupakan bentuk
0
0
atau


, maka:
( ) '( )
lim lim
( ) '( )
"( )
lim
"( )
x a x a
x a
g x g x
h x h x
g x
h x
→ →

·
·
= . . . dst s/d ≠
0
0
atau


Contoh:
3 2
0 0
0
0
sin 1 cos
lim lim
3
sin
lim
6
cos
lim
6
cos 0
6
1
6
x x
x
x
x x x
x x
x
x
x
→ →


− −
·
·
·
·
·
KONTINUITAS
Yaitu untuk memerikan proses tanpa perubahan yang mendadak.
Syarat kontinu :
( ) lim ( )
x a
f a f x

·
Pada semua fungsi kecuali fungsi khusus, akan kontinu jika :
lim ( ) lim ( ) ( )
x a x a
f x f x f a
− +
→ →
· ·
Teorema:
1. Nilai mutlak suatu fungsi akan kontinu di setiap bilangan real.
2. Jika f(x) dan g(x) kontinu di c, maka:
• K f(x), (f +g) (x), (f - g)(x), (f . g)(x) , f(x)
n
juga akan kontinu
di c.
• ( )
n
f x kontinu di c f(c) > 0 jika n genap

( )
( )
f x
g x
kontinu di c jika g(c) ≠ 0
3. Jika
lim ( )
x c
g x L

·
dan f(x) kontinu di L maka
lim ( ) lim ( ( )) ( )
x c x c
fog x f g x f L
→ →
· ·
Jika g(x) kontinu di c dan f(x) kontinu di g(c) maka fungsi komposit (fog) kontinu
di c
4. f(x) kontinu pada selang terbukla (a,b) jika f kontinu di setiap titik (a,b). f(x)
kontinu pada selang tertutup [a,b] jika kontinu pada (a,b), kontinu di kanan a dan
kontinu di kiri b.
Contoh Soal
1. Tentukan apakan f(x) kontinu di titik x = 2
a. f(x) = 2x
3
– 6
Jawab:
3 3
2
lim2 6 2.2 6 10
x
x

− · − ·

3
(2) 2.2 6 10 f · − ·
Karena
3
2
lim2 6 (2) 10
x
x f

− · ·
maka f(x) kontinu di x = 2
b. f(x) 2x + 5, untuk x ≠ 2
x
2
+ 5, untuk x = 2
Jawab:

2
2
2
2
lim 2 5 2.2 5 9
lim 2 5 2.2 5 9
lim ( ) 9
(2) 2 5 9
x
x
x
x
x
f x
f

+



+ · + ·
+ · + ·
·
· + ·
Karena
2
lim ( ) (2) 9
x
f x f

· ·
maka f(x) kontinu di x = 2
c. f(x) 3X – 2, untuk x ≤ 2
8 , untuk x > 2
Jawab:
2
2
2
lim 3 2 3.2 2 4
lim 8 8
lim ( )
(2) 3.2 2 4
x
x
x
x
f x tidak ada
f

+



− · − ·
·
· − ·
Karena
2
lim ( )
x
f x

tidak ada maka f(x) tidak kontinu di x = 2
2. f(t) =|
2
2 5 t t − + |
Pada f(t) =|
2
2 5 t t − + | selalu kontinu dibilangan manapun karena
f(t) =|
2
2 5 t t − + | =
2
2 5 t t − +
3. g(t)=
3
8
2
t
t



3 2
2 2
2
2
2
8 ( 2)( 2 4)
lim lim
2 ( 2)
lim 2 4
2 2.2 4
12
t t
t
t t t t
t t
t t
→ →

− − + +
·
− −
· + +
· + +
·
3
2 8
(2)
2 2
0
0
g

·

·
·:
∴ g(t) =
3
8
2
t
t


diskontinu pada t = 2, karena g(2) tidak ada
4.
2
2 3
( )
6
x
f x
x x
+
·
− −
F(x) tidak kontinu jika
2
6 x x − −
2
6 0
( 3)( 2) 0
3 2
x x
x x
x dan x
− − ·
− + ·
· ·−
∴f(x) tidak kontinu pada titik x = -2 dan x =3
5. Tentukan nilai a & b sehingga fungsi berikut kontinu di mana-mana.
f(x)
1 1
1 2
3 2
x jika x
ax b jika x
x jika x
+ <
+ ≤ <

Jawab:
Kemungkinan f(x) diskontinu, yaitu pada x=1 dan x=2. Agar f(x) kontinu
pada semua x maka harus terpenuhi.
1.
1
(1) lim ( )
x
f f x

·
2.
2
(2) lim ( )
x
f f x

·
Syarat 1 Syarat 2
1 1
1 1
(1) lim ( ) lim ( )
(1) lim 1 lim( )
1 1 (1)
2
2
x x
x x
f f x f x
a b x ax b
a b a b
a b a b
a b
− +
− +
→ →
→ →
· ·
+ · + · +
+ · + · +
+ · · +
+ ·
2 2
2 2
(2) lim ( ) lim ( )
3(2) lim lim 3
6 (2) 3(2)
6 2 6
2 6
x x
x x
f f x f x
ax b x
a b
a b
a b
− −
− −
→ →
→ →
· ·
· + ·
· + ·
· + ·
+ ·
Persamaan 1 dan 2
2
2 6
4
4
2
4 2
2
a b
a b
a
a
a b
b
b
+ ·
+ · −
− · −
·
+ ·
+ ·
· −
∴ a = 4 dan b = -2 agar f(x) dapat kontinu dimanapun
TURUNAN (DERIVATIF)
( ) ( )
0
lim
h
f x h f x dy
dx h

+ −
·
dy
dx
merupakan Turunan fungsi y = f(x) terhadap perubahan x
Contoh soal :
Buktikan turunan
dy
dx
¸ _

¸ ,
dari :
a. f(x) = x
2
( ) ( )
0
lim
h
f x h f x dy
dx h

+ −
·
( )
2
2
0
2 2 2
0
0
0
lim
2
lim
(2 )
lim
lim2
2 0
2
h
h
h
h
x h x
h
x xh h x
h
h x h
h
x h
x
x




+ −
·
+ + −
·
+
·
· +
· +
·
b. f(x) = sin x
( ) ( )
0
lim
h
f x h f x dy
dx h

+ −
·
( )
0
2
0
0
0 0
0 0
sin sin
lim
sin cos cos sinh sin
lim
sin (cosh ) cos sinh
lim
sin (cosh ) cos sinh
lim lim
cosh 1 sinh
sin lim cos lim
sin.0 cos.1
0 cos
cos
h
h
h
h h
h h
x h x
h
x x x x
h
x i x
h h
x i x
h h
x x
h h
x
x



→ →
→ →
+ −
·
+ −
·

· +

· +

· +
· +
· +
·
c. f(x) = 3x
2
– 5x + 6
( )
( ) ( )
0
2 2
0
2 2 2
0
2 2 2
0
2
0
0
0
( ) ( )
lim
3( ) 5( ) 6 (3 5 6)
lim
3( 2 ) 5 5 6 3 5 6
lim
3 6 3 5 5 6 3 5 6
lim
6 3 5
lim
(6 5 3 )
lim
lim6 5 3
6 5 3(0)
6 5
h
h
h
h
h
h
h
f x h f x
h
x h x h x x
h
x xh h x h x x
h
x hx h x h x x
h
hx h h
h
h x h
h
x h
x
x







+ −
·
+ − + + − − +
·
+ + − − + − − +
·
+ + − − + − + −
·
+ −
·
− +
·
· − +
· − +
· −
Dalil turunan
Y = c (konstanta real) 0
dy
dx
·
( ) ( ) ( ) ( )
dy
y f x g x f x g x
dx
′ ′ · t → · t
( ). ( ) ( ). ( ) ( ). ( )
dy
y f x g x f x g x f x g x
dx
′ ′ · → · +
2
( ) ( ). ( ) ( ). ( )
( ) ( )
f x dy f x g x f x g x
y
g x dx g x
′ ′ −
· → ·
Rumus-rumus dasar turunan:
1
.
n n
dy
y ax anx
dx

· → ·
x x
dy
y e e
dx
· → ·
x x
dy
y a a na
dx
· → · l
1
ln ' y x y
x
· → ·
1
log '
ln
y a x y
x a
· ⇒ ·
1
1
( ) '( )
'( )
f y
f x

·
cos sin
dy
y x x
dx
· → ·−
sin cos
dy
y x x
dx
· → ·
2
tan sec
dy
y x x
dx
· → ·
2
cot cos
dy
y x ec x
dx
· → ·−
sec ' sec tan
csc ' csc cot
y x y x x
y x y x x
· ⇒ ·
· ⇒ · −
TURUNAN FUNGSI BERANTAI
Missal :
( )
( )
( )
dy
y f x
du
du
u g x
dv
dv
v h x
dx
· →
· →
· →
Sehingga : . .
dy dy du dv
dx du dv dx
· memiliki 2 cara penyelesaiaan.
1. dengan cara tak langsung → menggunakan pemisah-pemisah
2. dengan cara langsung → filosofi mengupas kulit bawang
CONTOH :
1. Dengan cara tak langsung tentukan Y

dari :
Y = Ln (cos (x
2
+3))
Jawaban :
Misal →
2
2
2
3 2
cos( 3) cos sin
1
cos( 3)
dv
v x x
dx
du
u x v v
dv
dy
y n x nu
du u
· + → ·
· + · → ·−
· + · · · l l
Maka → . .
dy dy du dv
dx du dv dx
·
( )
2
2
2
2
2
1
.(sin( 3)).2
cos( 3)
2 sin( 3)
cos( 3)
2 tan 3
x x
x
x x
x
x x
· +
+
− +
·
+
·− +
Jadi turunan dari y = ln cos (x
2
+3) adalah -2x tan(x
2
+ 3)
2. y = (cos
3
(x
2
- 6))
4
Jawaban:
y = (cos
3
(x
2
- 6))
4
= cos
12
(x
2
- 6)
Misal
2
2 2
12 2 12 11 11 2
6 2
cos( 6) cos sin sin( 6)
cos ( 6) 12 12cos ( 6)
dv
v x x
dx
du
u x v v x
dv
dy
y x u u x
du
· − → ·
· − · → · − · − −
· − · → · · −
Maka . .
dy dy du dv
dx du dv dx
·
11 2 2
11 2 2
12cos ( 6). sin( 6).2
24cos ( 6) sin( 6)
x x x
x x
· − − −
· − − −
Jadi turunan dari y = (cos
3
(x
2
- 6))
4
adalah
11 2 2
24cos ( 6) sin( 6) x x − − −
Operasi turunan
1. (f+g)’(x) = f’(x) + g’(x)
2. (f-g)’(x)= f’(x) – g’(x)
3. (f.g)’ (x) = f’(x).g(x) + f(x).g’(x)
4. (f/g)’(x) =
2
( ). ( ) ( ). ( )
( )
f x g x f x g x
g x
′ ′ −
Contoh Soal:
1. Tentukan turunan dari:
a. y = cos
2
3x
y’ = D(cos 3x)
2
y’ = 2 (cos 3x)
2-1
.-sin 3x. 3
y’ = -6 sin 3x cos 3x

b.
2
2
3 4
( )
5
x x
h x
x x

·
+
D (3x
2
– 4x)= 6x -4
D (x
2
+ 5x)= 2x + 5
H’(x) =
2
( ). ( ) ( ). ( )
( )
f x g x f x g x
g x
′ ′ −
=
2 2
2 2
3 2 2 3 2 2
2 2
3 2 3 2
2 2
3 2 3 2
2 2
2
2 2
(6 4)( 5 ) (2 5)(3 4 )
( 5 )
(6 30 4 20 ) (6 8 15 20 )
( 5 )
(6 26 20 ) (6 7 20 )
( 5 )
6 26 20 6 7 20 )
( 5 )
19
( 5 )
x x x x x x
x x
x x x x x x x x
x x
x x x x x x
x x
x x x x x x
x x
x
x x
− + − + −
·
+
+ − − − − + −
·
+
+ − − + −
·
+
+ − − − +
·
+
·
+

c.
2 2
sin .ln 2 y x x x · +
D (sin
2
x) = 2 sin x cos x
D (
2
ln 2 x x +
)
2 2
1 1 1
. .2 2
2
2 2
x
x x x x
· +
+ +
( )
( )
2
2
2
2
2
2 2 1
2
2
2 2
2 2
2( 1)
2 2
1
2
x
x x
x
x x
x
x x
x
x x
¸ _
+
·

+
¸ ,
+
·
+
+
·
+
+
·
+
Y’ = f’(x).g(x) + f(x).g’(x)
2 2
2
2 2
2
1
2sin cos .ln 2 sin .
2
1
sin 2 .ln 2 sin .
2
x
x x x x x
x x
x
x x x x
x x
+
· + +
+
+
· + +
+
Turunan fungsi implisit
1. fungsi eksplisit
Yaitu fungsi yang variable terikatnya dapat dibuat dalam ruas terpisah
dari variable bebas.
Y = f(x) y = variable terikat
f(x) = variable bebas
missal:
2
2
3
2 3
x
y e x
y x x
· +
· − −
2. fungsi implisit
Yaitu fungsi dimana variable terikatnya bercampur dalam satu rumus
dengan variable bebas.
F(x,y)=0 misal:
2 2
2
9 0
3 0
xy
y x
y e x
+ − ·
+ − ·
Fungsi implisit dibagi 2, yaitu :
1. fungsi implisit yang dapat di eksplisitkan
Contoh:
2 2 2
9 0 9 y x y x + − · → · −
2. fungsi implisit yang tidak dapat di eksplisitkan
Contoh :
2
3 0
xy
y e x + − ·
Kaidah-kaidah penurunan fungsi implisit:
Prinsip sama seperti menurunkan fungsi eksplisit, hanya saja setiap
menurunkan variable terikat (y) harus dikalikan dengan
dy
dx
atau y
I
.
Contoh :
2 2
9 0 y x + − ·
1. Dengan cara eksplisit
2 2
2
9 0
9
y x
y x
+ − ·
· −
1
2
2
(9 ) x · −
1
2
2
1
: (9 ) .( 2 )
2
sehingga y x x

· − −
1
2
2
2
1
. (9 )
2
9
x x
x
x
x
y
y

· − −

·


′ ·
2. Dengan cara implisit
2 2
9 0 y x + − ·
Maka derivatifnya / turunannya:
2 . 2 0 0
2 2
'
y y x
yy x
x
y
y
′ + − ·
′ ·−

·
Contoh 2: y
2
+e
xy
-3x = 0
Maka derivative atau turunannya:
2y.y’ + xy’e
xy
+ ye
xy
– 3 = 0
2 y y’ + xy’e
xy
= - ye
xy
+ 3
y’ (2y + x e
xy
) = - ye
xy
+ 3

xy
xy
- ye + 3
'
2y + x e
y ·
Contoh 3: x
3
+ 3y
2
+4x
2
y +5 = 0
Maka derivative/ turunannya:
3x
2
+ 6yy’ + 8xy + 4x
2
y’ = 0
6yy’ + 4x
2
y’ = - 3x
2
– 8xy
y’ (6y +4x
2
) = - 3x
2
– 8xy

2
2
- 3x - 8xy
'
6y +4x
y ·
APLIKASI TURUNAN
1. analisis bagian-bagian istimewa fungsi
2. masalah optimasi (maks/min)
3. garis singgung
C
A E B

D
Titik:
A dan B : batas definitive fungsi
F
I
(x)=0
C : titik ekstrem maks F
II
(x)<0
D : titik ekstrem min F
I
(x)=0
F
II
(x)>0
E : titik belok → F
II
(x)=0
Titik Stasioner f’(x) = 0
Interval:
AC
dan
DB
= interval monoton naik→ F
I
(x) > 0
CE dan ED = interval monoton turun → F
I
(x) < 0
ACE
= interval cabang ke bawah → F
II
(x) < 0
EDB = interval cabang ke atas → F
II
(x) > 0
Contoh:
Diketahui
3
( ) 3 1 f x x x · − +
Ditanya : a. titik ekstrem maks, min , dan belok?
b. interval fungsi monoton naik/turun?
c. interval fungsi cekung ke bawah/atas?
d. sketsa grafik fungsi tersebut?
Jawab :
3
( ) 3 1 f x x x · − +
a. Syarat ekstrem :
2
'( ) 3 3 0 f x x · − ·
2
2
3 3
1
1
x
x
x
·
·
· t
Untuk x = 1→ y = f(1) = 1
3
– 3.1 + 1 = -1 →(1,-1)
Untuk x = -1→ y = f(-1)= (-1)
3
- 3.(-1 )+ 1= 3 → (-1,3)
F
II
(x) = 6x
Ekstrem minimum f’’(x) > 0
Untuk x = 1 maka f’’(1) = 6(1) = 6 { 6 > 0, titik minimum}
Untuk x = -1 maka f’’(-1) = 6 (-1) = -6 { -6 < 0, titik maksimum}
Titik belok f’’(x) = 0
6x = 0
x = 0
x = 0 maka y = f (0) = 0
3
– 3. 0 + 1 = 1 (0,1)
Jadi titik maksimum (-1, 3);
Titik minimum (1,1)
Titik belok (0,1)
b. interval monoton naik/turun
Dari F
I
(x)=3x
2
-3=0
Diperoleh titik nol fungsi turunan 1 yaitu X=-1 dan X=1
y
I
+ - +
-1 1
∴ interval fungsi monoton naik yaitu pada (-∼,-1)⋃(1,∼)
∴interval fungsi monoton turun yaitu pada (-1,1)
c. interval cekung ke bawah atau ke atas
dari f’’(x) = 6x = 0
x = 0
- + y’’
0
∴ interval fungsi monoton cekung ke atas yaitu pada (0, ∼)
∴interval fungsi monoton cekung ke bawah yaitu pada (-∼,0)
d. Titik stasioner pada f’(x) = 0
Jadi titik stasioner pada x = 1 atau x = -1
e. Sketsa grafik
3
2
1
-3 -2 -1 1 2 3
-1
-2
Contoh:
1. tentukan 2 buah bilangan positif yang jumlahnya 10 dan memiliki hasil
kali maximal.
Jawab :
1. missal bilangan I = x dan bilangan II = 10-x
Karena bilangan I dan II = x + (10 - x) = 10
Hasil kali → H = x (10 - x)
= 10x-x
2
Syarat ekstreem : H

= 0 maka 10 -2x = 0
2x = 10
x = 5
∴Bilangan I = 5 maka bilangan II = 10 -5 = 5
2. Akan dibuat tempat air dari plat kaleng yang sangat tipis yang alasnya
berbentuk lingkaran dan dapat menampung air sebanyak 1000 liter.
Tentukan ukuran tempat air (jari-jari dan tinggi) agar bahan yang dipakai
sehemat mungkin.
catatan : tempat air tersebut tidak memakai tutup.
Jawab:
volume silinder
2
2
3 2
2
1000
1000000
1000000
v r h
l r h
cm r h
h
r
π
π
π
π
·
·
·
·
Luas Bahan
2
2
2
2
2 1
2
1000000
2 .
1000000
2.
2000000
L r rh
r r
r
r
r
r r
π π
π π
π
π
π

· +
· +
· +
· +
Syarat Ekstreem 0
dL
dr
·
2
2
3
3
3
1
3
2 2000000 0
2 2000000
1000000
1000000
1000000
100
dL
r r
dr
r r
r
r
r
r
π
π
π
π
π
π


· − ·
·
·
·
·
·
Maka
2
2
1/ 3
2/ 3
1/ 3
1000000
1000000
100
1000000
10000
100
h
r π
π
π
π
π
π
·
·
¸ _

¸ ,
·
·
Jadi panjang r
1/ 3
100
π
· cm dan h
1/ 3
100
π
· cm
Latihan Soal
1. Buatlah notasi interval dari
a. A = {…,3, 4, 5}
b. B = {11,12,…,19,20}
c. C = {1, 2, 3, …}
2. Selesaikan pertidaksamaan berikut!
a. 3x+4 < 4x-5 < 7x+3
b. -3 < 4x < 9
c.
3 8
1
5 6
x
x
+


d.
2 5
2
7
x
x
+


e.
4 5
2
2 8
x
x
+
> −
+
f.
7
1
2 3
x
x
+
<

g. 3 3 3 x x − < −
3. Untuk
3
( ) 4 f t t · cari dan sederhanakan [ ] ( ) ( ) / F t h F t h + −
4. Untuk
( ) /( 4) g t t t · +
cari dan sederhanakan [ ] ( ) ( ) / G t h G t h + −
5.
Diketahui:
( ) 4 5 f x x · +
2
2 3
( )
2 5
( ) 4 8
x
g x
x
h x x x
+
·

· + +
Tentukan : a.
( ) fog x
b.
1
( ) g x

c.
(1) hog
d.
1
( ) h x

6. Diketahui :
2
( ) 2 5 3 f x x x · − +
2 5
( )
3 2
( ) 7 3
x x
g x
x
h x x
+
·

· +
Ditanya: a.
(4) (3) f g −
b.
(5) (2) h g ×
c.
(2) : (3) h f
d.
(2) (3) f h +
7. limit dari
5
2
0
8 4
lim
3 2
x
x x
x x


+
8. Tentukan nilai limit dari:
a.
0
2
7 tan
3
lim
5
x
x
x

b.
0
4 3
sin
3 5
lim
2
7 tan
7
x
x
x

9. Selidiki apakah fungsi berikut kontinu di x=1 dan x=-2 jika diketahui:
2
4 2 3
( ) 1 2 3
2 3 2
x jika x
F x x jika x
x jika x
¹
− ≤
¹
· + − ≤ <
'
¹
− + < −
¹
10. Nyatakan fungsi dibawah ini kontinu atau diskontinu. Berilah penjelasan!
2
3
2
. ( ) 4 2 12
8
. ( )
2
3 2
. ( )
1 2
a f x x x
t
b g x
t
x jika x
c F x
x jika x
· − +

·

+ < ¹
·
'
+ >
¹
11. tentukan kontinuitas fungsi
3
27
3
( )
3
25 3
x
untuk x
F x
x
untuk x
¹ −
≠ ¹
·
− '
¹
·
¹
12. Tentukan Limit dari:
a.
2
5
25
lim
5
x
x
x



b.
2
1
5 6
lim
1
x
x x
x

+ −

c.
2
1
2 3
lim
1
x
x x
x

− −
+
d.
2
0
3 4
lim
x
x x
x


e.
5
lim 1
x
x


13. Tentukan limit dari:
a.
2
4
3 5 6
lim
4 7
x
x x
x x
→∞
+ −
+
b.
5 4 2
5 2
7 8 1
lim
4 8
x
x x x
x x
→∞
− + −
+
14. Tentukan turunan pertama (y’) dari
a. y = 2ln
3
(sin(tan(x
2
+1))
b. y = x
sinx
+ x lnx +x e
x
c. y = cos
2
x (ln 2x)
d.
2
1
1
y dan u x x
u
· · −
+
15. Tentukan '
dy
y
dx
· dari
a. x
3
+ 3y
2
+ 4x
2
y + 5 = 0
b. sin(xy
2
) – x
3
y + e
y
– 2x = 0
c.
2
2 3
0
x
y x x
y
− + ·
16. Diketahui
3 2
1 5
( ) 6 2
3 2
f x x x x · + + − . Tentukan:
a. titik stasionernya
b. fungsi naik dan fungsi turun
c. titik balik maximum dan minimum
d. gambar kurva dari pers tersebut!
17. Akan dibuat tempat air dari kaleng dengan bidang alas berbentuk bujur
sangkar. Tentukan ukuran-ukurannya supaya dapat memuat air sebanyak-
banyaknya. Luas bahan yang digunakan 432 dm
2
dan tebal bahan diabaikan.
18. Buktikan dengan
( ) ( )
0
lim
h
f x h f x
h

+ −
a. f(x) = 2x
3
- 5x+3 maka f’(x) = 6x2 – 5
b. f (x) = 5x
2
- 6x + 5 maka f’(x) = 10x - 6

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful