M

a
t
e
m
a
t
i
k
a

k
e
l
a
s

X
I

B
a
h
a
s
a





U
n
t
u
k

S
M
A

&

M
A
Pangarso Yuliatmoko
Dewi Retno Sari S
MATEMATIKA
Untuk Sekolah Menengah Atas
& Madrasah Aliyah
XI
P
a
n
g
a
r
s
o

Y
u
l
i
a
t
m
o
k
o

-

D
e
w
i

R
e
t
n
o

S
a
r
i

S
Bahasa
PUSAT PERBUKUAN
Departemen Pendidikan Nasional
M a t e m a t i k a
Pangarso Yul i at moko
Dewi Ret no Sari S
X I P r o g r a m B a h a s a
SMA/MA
Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
ii
Penulis:
Pangarso Y Pangarso Y Pangarso Y Pangarso Y Pangarso Yuliat moko uliat moko uliat moko uliat moko uliat moko
Dewi Ret no Sari S Dewi Ret no Sari S Dewi Ret no Sari S Dewi Ret no Sari S Dewi Ret no Sari S
Edit or:
Enik Y Enik Y Enik Y Enik Y Enik Yuliat in uliat in uliat in uliat in uliat in
Penat a Let ak Isi:
Ika Widyaningsih E Ika Widyaningsih E Ika Widyaningsih E Ika Widyaningsih E Ika Widyaningsih E
Desainer Sampul:
Adi Wahyono Adi Wahyono Adi Wahyono Adi Wahyono Adi Wahyono
Ilust rat or:
Susant o Susant o Susant o Susant o Susant o
Sumber Ilust rasi Cover:
CD Image CD Image CD Image CD Image CD Image
Ukuran Buku
17,6 × 25 cm 17,6 × 25 cm 17,6 × 25 cm 17,6 × 25 cm 17,6 × 25 cm
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang
Mat emat i ka Mat emat i ka Mat emat i ka Mat emat i ka Mat emat i ka
Unt uk SM A/ M A K Unt uk SM A/ M A K Unt uk SM A/ M A K Unt uk SM A/ M A K Unt uk SM A/ M A Kel as XI Pr ogr am Bahasa el as XI Pr ogr am Bahasa el as XI Pr ogr am Bahasa el as XI Pr ogr am Bahasa el as XI Pr ogr am Bahasa
YUL YULIATMOKO, Pangarso
m Matematika : untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah
kelas XI program bahasa/Pangarso Yuliatmoko, Dewi Retno Sari S ;
editor Enik Yuliatin. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
viii, 122 hlm. : ilus. ; 25 Cm.
Bibliografi : hlm.119
Indeks
ISBN 979-462-910-3
1. Matematika-Studi dan Pengajaran I. Judul
II. Dewi Retno Sari S III. Yuliatin, Enik
Dit erbit kan oleh Pusat Perbukuan
Depart emen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
Diperbanyak oleh ...
Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional
dari Penerbit Karya Mandiri Nusantara, PT
iii
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya,
Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah
membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan
kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan
telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk
digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 34 Tahun 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/
penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen
Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh
Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen
Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak,
dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang
bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan
oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses
sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada
di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa
kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami
menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran
dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta, Juli 2008
Kepala Pusat Perbukuan
Kat a Sambut an
iv
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan buku ini. Buku
ini kami tujukan untuk membantu siswa-siswi SMA Kelas XI Program
Bahasa untuk dapat belajar secara mandiri dalam mempersiapkan
diri sebagai generasi penerus bangsa, dan secara umum agar dapat
membantu suksesnya pendidikan nasional dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di kelas ini kalian kembali belajar matematika. Agar kalian
mudah mempelajarinya, buku ini disajikan dengan bahasa yang
sederhana dan komunikatif. Setiap kajian dilengkapi tugas dengan
arahan kegiatan dan tugas yang sesuai dengan kehidupan sehari-
hari agar kalian dapat menghubungkan antara konsep dan
penerapannya. Setipa akhir bab juga dilengkapi dengan uji kompetensi
yang bisa mengevaluasi kemampuan kalian dalam memahami materi
yang sudah dijelaskan. Materi yang diberi tanda (* *) dimaksudkan
sebagai pengayaan untuk siswa.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang
tekah membantu terselesaikannya buku ini sehingga dapat disajikan
kepada siswa. Namun demikian buku ini pastilah tak luput dari
kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu berbagai macam perbaikan
termasuk saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan demi
kesempurnaan buku ini.
Tim Penyusun
Kat a Pengant ar
v
Peta Konsep mempermudah
alur berpikir dan pemahaman
materi sehingga lebih
sistematis.
Petunjuk Penggunaan Buku
Kata Kunci berisi kata-kata
penting dalam setiap bab yang
nantinya mempermudah dalam
mengingat bahan ajar yang
dibahas.
Apersepsi, mengantarkan siswa kepada
materi yang akan dipelajari. Berisi
uraian singkat, contoh penerapan, dan
prasyarat yang harus dikuasai.
Infomedia berisi pengetahuan
umum atau wawasan yang
berkaitan dengan materi yang
dibahas.
Sudut Matematika berisi
kegiatan yang menuntut
kemampuan analisis dan sikap
kritis siswa.
vi
Kegiatan Menulis untuk
menjelaskan dengan bahasa
sendiri persoalan-persoalan
yang sudah dibahas dalam
rangka penerapan mata
pelajaran dalam kehidupan
sehari-hari.
Latihan diberikan setiap
akhir sub bab untuk
mengevaluasi siswa
dalam pemahaman
materi.
Rangkuman berisi uraian
singkat materi yang telah
dibahas pada setiap bab.
Uji Kompetensi berisi
latihan soal pilihan ganda
dan uraian, pada akhir bab
untuk mengevaluasi siswa
dalam memahami materi
yang diberikan.
Refleksi tiap akhir bab berisi
kegiatan atau pertanyaan yang
mengungkap kesan siswa
setelah mempelajari materi.
Latihan Semester pada tiap
akhir semester untuk menguji
kemampuan siswa dalam satu
semester.
vii
Daf t ar Si mbol
Notasi Keterangan Halaman
% Persen, perseratus 6, 13

Sigma 36, 37, 39, 64, 65
Akar kuadrat 40, 41, 65
log Logaritma bilangan 41
| | Nilai mutlak 64, 65
!
Faktorial 88, 90, 91, 92, 94
P(n,k) Permutasi k unsur dari
n unsur 90
P
siklis
(n) Permutasi siklis 92
C(n,k) Kombinasi k unsur
dari n unsur 94
∪ Gabungan himpunan 102
∅ Himpunan kosong 102
∩ Irisan himpunan 102, 104, 105
viii
3
1
Daf t ar Isi
Kat al o g Dal am T Kat al o g Dal am T Kat al o g Dal am T Kat al o g Dal am T Kat al o g Dal am Ter b i t an er b i t an er b i t an er b i t an er b i t an - i i - i i - i i - i i - i i
Kat a Sam b u t an Kat a Sam b u t an Kat a Sam b u t an Kat a Sam b u t an Kat a Sam b u t an - i i i - i i i - i i i - i i i - i i i
Kat a Pen g an t ar Kat a Pen g an t ar Kat a Pen g an t ar Kat a Pen g an t ar Kat a Pen g an t ar - i v - i v - i v - i v - i v
Pet u n j u k Pen g g u n aan Bu k u Pet u n j u k Pen g g u n aan Bu k u Pet u n j u k Pen g g u n aan Bu k u Pet u n j u k Pen g g u n aan Bu k u Pet u n j u k Pen g g u n aan Bu k u - v - v - v - v - v
Daf t ar Si m b o l Daf t ar Si m b o l Daf t ar Si m b o l Daf t ar Si m b o l Daf t ar Si m b o l - vi i - vi i - vi i - vi i - vi i
Daf t ar Isi Daf t ar Isi Daf t ar Isi Daf t ar Isi Daf t ar Isi - vi i i - vi i i - vi i i - vi i i - vi i i
St at i st i k a St at i st i k a St at i st i k a St at i st i k a St at i st i k a - 1 - 1 - 1 - 1 - 1
A. Membaca Dat a – 4
B. Menyajikan Dat a - 8
C. Tabel Dist ribusi Frekuensi dan
Hist ogram - 18
Uji Kompet ensi - 31
Pel u an g Pel u an g Pel u an g Pel u an g Pel u an g - 8 3 - 8 3 - 8 3 - 8 3 - 8 3
A. Kaidah Pencacahan (Count ing
Rules) - 84
B. Peluang Suat u Kejadian - 96
C. Kejadian Majemuk - 101
Uji Kompet ensi - 109
Lat i h an Sem est er 1 Lat i h an Sem est er 1 Lat i h an Sem est er 1 Lat i h an Sem est er 1 Lat i h an Sem est er 1 - 7 7 - 7 7 - 7 7 - 7 7 - 7 7
2
Uk u r an Dat a Uk u r an Dat a Uk u r an Dat a Uk u r an Dat a Uk u r an Dat a - 3 5 - 3 5 - 3 5 - 3 5 - 3 5
A. Ukuran Pemusat an Dat a - 36
B. Ukuran Let ak Dat a - 49
C. Ukuran Penyebaran Dat a
(Dispersi) - 63
D. Dat a Pencilan - 67
Uji Kompet ensi - 74
Lat i h an Sem est er 2 Lat i h an Sem est er 2 Lat i h an Sem est er 2 Lat i h an Sem est er 2 Lat i h an Sem est er 2 - 1 1 5 - 1 1 5 - 1 1 5 - 1 1 5 - 1 1 5
Daf t ar Pu st ak a Daf t ar Pu st ak a Daf t ar Pu st ak a Daf t ar Pu st ak a Daf t ar Pu st ak a - 1 1 9 - 1 1 9 - 1 1 9 - 1 1 9 - 1 1 9
I n d ek s I n d ek s I n d ek s I n d ek s I n d ek s - 1 2 0 - 1 2 0 - 1 2 0 - 1 2 0 - 1 2 0
Gl o sar i u m Gl o sar i u m Gl o sar i u m Gl o sar i u m Gl o sar i u m - 1 2 1 - 1 2 1 - 1 2 1 - 1 2 1 - 1 2 1
Ku n ci Ku n ci Ku n ci Ku n ci Ku n ci - 1 2 2 - 1 2 2 - 1 2 2 - 1 2 2 - 1 2 2
Dalam bab ini terdapat beberapa kata kunci yang perlu kalian ketahui.
1. Statistik 4. Tabel distribusi frekuensi
2. Statistika 5. Diagram
3. Sampel 6. Populasi
Statistika
Peta konsep berikut memudahkan kalian dalam mempelajari seluruh materi
pada bab ini.
Bab
1
D
alam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai penerapan statistika dalam
beberapa aspek kehi dupan. Pengumpul an data t entang mi nat
siswa dalam pemilihan jurusan ilmu alam, ilmu sosial, atau bahasa data tentang
kepadatan penduduk dapat disajikan dengan mudah menggunakan ilmu statistika.
Akibatnya kita sering melihat data tersebut disajikan dalam tabel atau diagram. Dengan
statistika, data-data yang diperoleh itu dapat disajikan dalam tabel dan diagram sehingga
mempermudah bagi pembacanya.
Dapatkah kalian membaca data dalam tabel atau diagram? Dapatkah kalian
menyajikannya? Pada bab ini kalian akan mempelajari segala sesuatu tentang statistika
termasuk cara membaca, menyajikan serta menafsirkan data dari tabel atau diagram.
Setelah mempelajarinya diharapkan kalian dapat menerapkan konsep statistika
sehingga dapat membaca atau menyajikan data dalam bentuk tabel, diagram, ogive,
serta memaknainya.
Statistika
Tabel Distribusi Frekuensi
dan Histogram
Tabel Distribusi
Frekuensi
Pengertian Histogram
meliputi
menjabarkan
1 B a b 1 Statistika
Menyajikan Data
Batang Garis Lingkaran
Batang
Daun
antara lain
Membaca Data
2
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Coba kalian perhatikan Gambar 1.1. Bagaimanakah kalian dapat
membaca gambar tersebut dan menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut? Cobalah jawab pertanyaan berikut ini.
a. Berapakah banyaknya rumah yang rusak di Kecamatan
Pitungan?
b. Berapakah banyaknya korban gempa yang meninggal dunia di
Kecamatan Pandak?
Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, kalian perhatikan
baris no. 7 dari tabel tersebut yang merupakan Kecamatan Piyungan
dan baca data ke samping kanan. Kalian akan memperoleh
informasi bahwa rumah yang rusak di kecamatan Pitungan
sebanyak 650 rumah. Perhatikan juga baris no. 15 yang merupakan
kecamatan Pandak, kalian akan memperoleh informasi bahwa
korban yang meninggal dunia sebanyak 83 orang.
Di kelas IX SMP, kalian telah mempelajari statistika tentang
cara mengumpulkan dan menyajikan data. Berikut akan kita pelajari
kelanjutannya.
Sumber: www.wishaputro.web.ugm.ac.id
Gambar 1.1 Statistik korban gempa Kabupaten Bantul
Perhatikan gambar di bawah ini.
Data Satkorlak Kabupaten Bantul
Tanggal: 28/5/2006 Pukul: 17:30
No. Kecamatan Meninggal Luka Luka Rumah
Dunia Berat Ringan
1. Bantul 229 167 72 169
2. Sedayu 1 15 34 206
3. Kasihan 40 18 45 392
4. Sewon 353 250 0 0
5. Bangun Tapan 187 303 60 0
6. Pleret 419 0 99 0
7. Piyungan 154 205 100 650
8. Jetis 591 223 0 0
9. Imogiri 82 0 0 0
10. Dlingo 6 0 0 0
11. Pundung 332 200 100 0
12. Kretek 18 220 235 748
13. Bambang Lipuru 547 0 100 230
14. Sanden 1 25 7 25
15. Pandak 83 214 689 886
16. Srandakan 6 17 55 60
17. Pajangan 31 50 125 500
Jumlah 3.080 1.907 1.721 3.866
3 B a b 1 Statistika
Dalam kehidupan sehari-hari, kata statistik dapat diartikan
sebagai kumpulan angka-angka yang menggambarkan suatu
masalah. Statistik korban gempa kabupaten Bantul misalnya, berisi
angka-angka mengenai banyaknya korban misalnya yang mengalami
luka ringan, luka berat, dan meninggal. Contoh lain misalnya data
korban kecelakaan lalu lintas dari kantor polisi lalu lintas.
Statistik juga diartikan sebagai suatu ukuran yang dihitung
dari sekumpulan data dan merupakan wakil dari data itu. Misalnya
rata-rata skor tes matematika kelas XI adalah 78 atau benda lebih
dari 90% penduduk Indonesia berada di pedesaan. Sedangkan
pengertian statistika sesungguhnya adalah pengetahuan yang
berhubungan dengan cara penyusunan data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan mengenai suatu keseluruhan berdasarkan
data yang ada pada bagian dari keseluruhan tadi. Keseluruhan
objek yang diteleti disebut populasi sedangkan bagian dari populasi
disebut sampel.
Menurut fungsinya, statistika dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu statistika deskriptif dan statistika induktif (inferensial).
Statistika deskriptif adalah bagian statistika yang mempelajari cara
penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan. Penyusunan
data dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai urutan
data atau kelompok data, sehi ngga pengguna data dapat
mengenalinya dengan mudah. Penyajian data dimaksudkan untuk
memberikan gambaran mengenai data atau kelompok data dalam
bentuk tabel, diagram, atau gambar. Penyajian data dapat pula
dilakukan dengan menyatakan kelompok data tersebut dengan
konstanta yang mewakilinya dan gambaran mengenai letaknya,
misalnya rataan dan kuartil.
Statistika induktif atau inferensial adalah bagian statistika
yang mempelajari tata cara penarikan kesimpulan yang valid
mengenai populasi berdasarkan data pada sampel. Dalam menarik
kesimpulan pada statistika inferensial biasanya digunakan unsur
peluang.
Kedua macam statistika tersebut saling erat hubungannya.
Statistika deskriptif mempunyai tujuan untuk memberikan gambaran
singkat dari sekumpulan data. Sedangkan statistika inferensial
mempunyai tujuan untuk penarikan kesimpulan dengan cara
membuat generali sasi . Pengambilan kesimpulan bi asanya
dilakukan dengan terlebih dahulu membuat dugaan. Selanjutnya
fungsi statistika inferensial menguji dugaan yang telah diajukan
tersebut.
4
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Bila membicarakan statistika, maka tidak lepas dengan apa
yang disebut data. Data dapat diartikan sebagai keterangan yang
diperlukan untuk memecahkan suatu masalah. Berikut ini
diberikan macam-macam data ditinjau menurut sifatnya, yaitu:
1. Data kualitatif, yaitu data yang berbentuk kategori atau atribut.
Misal: a. Harga mobil semakin terjangkau
b. Murid-murid di SD Negeri 3 rajin-rajin.
2. Data kuantitatif, yaitu data yang berupa bilangan.
Misal: a. Banyaknya siswa pada kelas II adalah 240.
b Tinggi pohon itu adalah 10 meter.
A . Me m b a ca Da t a
Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara
pengumpulan dan penyusunan data, pengolahan dan penganalisaan
data, serta penyajian data.
Data statistik dapat disajikan dalam bentuk daftar distribusi
frekuensi (tabel) dan dalam bentuk diagram seperti diagram batang,
garis, lingkaran, dan ogive.Berikut ini disajikan beberapa contoh
bagaimana membaca data baik dalam bentuk tabel, diagram, dan
ogive.
1. Membaca Data dalam Tabel
C ont oh 1. 1
Perhatikan tabel berikut kemudian baca dan tafsirkan data berikut.
Tabel 1.1 Nilai Ulangan Matematika dari 20 anak
Nilai Frekuensi (f)
4 4
5 6
6 3
7 4
8 2
9 1
Ef 20
5 B a b 1 Statistika
A
n
g
k
a

k
e
l
a
h
i
r
a
n
f
f
Tahun
Gambar 1.3 Diagram garis jumlah kelahiran tiap tahun di Desa
Suka Makmur
J
u
m
l
a
h

(
r
i
b
u
a
n

t
o
n
)
5
4
3
2
1
2
0
0
3
2
0
0
4
2
0
0
5
2
0
0
6
2
0
0
7
2
0
0
8
Tahun
Gambar 1.2 Diagram batang hasil
perikanan tahun 2003 – 2008
Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa nilai terendah adalah
4 dan tertinggi 9. Nilai yang paling banyak diperoleh adalah 5 yaitu
6 anak.
2. Membaca Data dalam Diagram Batang
Dari diagram batang di
samping dapat dilihat bahwa
hasi l perikanan terendah
dicapai pada tahun 2004 yaitu
sebanyak 2.000 ton.
Sedangkan hasil perikanan
tertinggi dicapai pada tahun
2007 yaitu sebanyak 5.000
ton. Kenai kan terti nggi
dicapai pada tahun 2006-2007
yaitu mencapai 2.500 ton.
3. Membaca Data dalam Diagram Garis
Perhatikan gambar diagram garis yang terdapat di Puskesmas
Desa Suka Makmur berikut ini.
Diagram di atas menunjukkan bahwa pada tahun 2001 terdapat
7 kelahiran, tahun 2002 sebanyak 10 kelahiran, dan seterusnya.
Temukan juga keterangan-keterangan lain yang dapat kalian
peroleh dari diagram di atas.
Su d u t M a t e m a t i k a
Meningkatkan Sikap
Kritis Siswa
Menurut kalian faktor apa
sajakah yang
mempengaruhi tingkat
kelahiran di desa Suka
Makmur?
6
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
a. Tentukan banyak kelahiran pada tahun 2003, 2004, dan
seterusnya.
b. Pada tahun berapakah jumlah kelahiran paling tinggi? Pada
tahun berapakah jumlah kelahiran paling rendah?
c. Berdasarkan grafik tersebut, perkirakan dan jelaskan banyak
kelahiran pada tahun 2005.
d. Apa pendapat kalian tentang program Keluarga Berencana di
desa tersebut?
e. Pada tahun 2008 terdapat 25 kelahiran. Dapatkah kita
simpulkan bahwa pada tahun 2008 penduduk Desa Suka
Makmur bertambah 25 orang dibandingkan tahun 2007?
4. Membaca Data dalam Diagram Lingkaran
Perhatikan diagram lingkaran berikut
ini.
Dari diagram di samping dapat
dilihat bahwa olahraga yang paling
digemari adalah basket. Sedangkan
yang pemi natnya paling sedikit
adalah lari. Dari diagram tersebut
dapat kita ketahui bahwa jumlah
anak yang gemar olahraga
Basket =
40
100
× 60 = 24 anak
Voli =
30
100
× 60 = 18 anak
Tenis meja =
20
100
× 60 = 12 anak
Lari =
10
100
× 60 = 6 anak
Buatlah kesimpulan-kesimpulan lain yang dapat diperoleh dari
diagram lingkaran di atas.
Bola Voli
30%
Tenis Meja
30%
Basket
40%
Lari
10%
Gambar 1.4 Diagram lingkaran
kegemaran olahraga siswa.
7 B a b 1 Statistika
5. Ogive
Ogive positif diperoleh dari daftar distribusi frekuensi kumulatif
“kurang dari” sedangkan ogive negatif diperoleh dari daftar
distribusi frekuensi “lebih dari”.
Distribusi frekuensi tinggi pemain sepak bola
Interval Frekuensi
160 - 164 2
165 - 169 7
170 - 174 10
175 - 179 8
180 - 184 3
Perhatikan gambar berikut ini. Dari tabel distribusi frekuensi
di atas diperoleh ogive sebagai berikut.
Dari ogive positif di atas dapat kita ketahui bahwa banyak
pemain yang tingginya kurang dari 179,5 ada 27 pemain (2 + 7 + 10
+ 3). Banyak pemain yang mempunyai tinggi lebih dari 174,5 dapat
dilihat dari ogive negatif yaitu sebanyak 11 orang.
159,5 164,5 169,5 174,5 179,5 184,5
Ogive negatif
30
28
21
11
3
159,5 164,5 169,5 174,5 179,5 184,5
Ogive positif
30
27
19
9
2
Gambar 1.5 Ogive
8
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
B . Me n ya jika n Da t a
Untuk keperluan laporan dan analisis suatu data, maka data
yang telah dikumpulkan perlu disusun dan disajikan dalam bentuk
yang mudah dibaca dimengerti dan ditafsirkan. Penyajian data yang
sering digunakan adalah dengan tabel, diagram, dan ogive.
1. Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel (Daftar)
Salah satu cara untuk menyajikan data adalah dengan
menggunakan tabel.Tabel biasanya memuat baris dan kolom yang
masing-masing menunjukkan kategori baris atau kolom tersebut.
Pada umumnya ada dua tabel yang digunakan untuk menyajikan
data, yaitu:
a. Tabel baris-kolom
b. Tabel distribusi frekuensi
Berikut ini diberikan contoh tabel untuk kedua macam daftar
tersebut.
C ont oh 1. 2
Seorang petugas administrasi dari SMA Rajawali ditugasi untuk
mendata banyak lulusan menurut jenis kelamin dari tahun 2004
sampai 2008. Dia mencatat ada 182 siswa lulus di tahun 2004
yang terdiri atas 82 perempuan dan 100 laki-laki, 170 siswa lulus
di tahun 2005 yang terdiri atas 90 perempuan dan 80 laki-laki,
185 siswa lulus di tahun 2006 yang terdiri atas 95 perempuan dan
90 laki-laku, 195 siswa lulus di tahun 2007 yang terdiri atas 100
perempuan dna 95 laki-laki, dan ada 210 siswa lulus di tahun
2008 yang terdiri atas 100 perempuan dan 110 laki-laki.
Untuk keperluan laporan agar mudah dibaca, petugas tersebut dapat
menyajikan data dalam bentuk tabel berikut.
Pada kol om pertama di beri kan kategori tahun yang
menunjukkan tahun yang diteliti. Kolom kedua menunjukkan jenis
kelamin yang dipisahkan menjadi laki-laki dan perempuan. Jumlah
lulusan perewmpuan dan laki-laki ditulis sesuai data yang
diperoleh. Kolom ketiga adalah kolom jumlah, yang menunjukkan
jumlah luludan perempuan dan laki-laki pada tahun tertentu.
9 B a b 1 Statistika
Tahun
Jenis Kelamin
Jumlah
Perempuan Laki-laki
Tabel 1.2 Banyak Lulusan di SMA Rajawali Menurut
Jenis Kelamin dari Tahun 2004 Sampai 2008
2004 82 100 182
2005 90 80 170
2006 95 90 185
2007 100 95 195
2008 100 110 210
Tabel 1.2 tersebut adalah contoh tabel baris kolom. Untuk data
dengan ukuran yang besar pada umumnya disajikan dalam tabel
distribusi frekuensi. Pada tabel distribusi frekuensi, yang sering
nampak adalah interval kelas yang pada contoh berikut adalah
nilai-nilai yang dikelompokkan dan frekuensi yang pada contoh
berikut adalah banyak siswa.
C ont oh 1. 3
Perhatikan tabel hasil tes matematika berikut.
Hasil Tes Matematika 80 siswa SMA Negeri 1
Nilai Banyak Siswa
33 – 40 5
41 – 48 9
49 – 56 9
57 – 64 2
65 – 72 12
73 – 80 19
81 – 88 15
89 – 96 9
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa terdapat 19 siswa
dengan nilai berkisar antara 73 dan 80. Cara membuat tabel
distribusi frekuensi akan dijelaskan kemudian.
10
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
2. Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram
Data yang telah disajikan dalam bentuk tabel dapat ditampilkan
dalam bentuk diagram. Penyajian data dalam bentuk diagram akan
lebih menarik dan karena tampilan secara visual akan lebih mudah
dipahami. Ada 4 bentuk diagram yang akan dibahas, yaitu diagram
batang, diagram garis, diagram lingkaran, dan diagram batang daun.
a. Diagram Batang
Data adalah segala informasi yang diperoleh baik dalam bentuk
angka, bukan angka, atau lambang dari suatu pengamatan yang
dilakukan pada suatu populasi atau sampel. Data yang diperoleh
dari hasil pengukuran disebut data kontinu. Data yang diperoleh
dari hasil menghitung atau mencacah disebut data diskrit.
Data yang telah diperoleh selanjutnya perlu disusun dan
disajikan dengan format dan bentuk yang tepat, jelas, dan mudah
dipahami. Dalam penyajian data, ditempuh bermacam-macam cara,
salah satunya adalah dengan menyajikan dalam bentuk diagram.
Pada contoh di bawah ini data yang diberikan akan disajikan dalam
bentuk diagram batang. Agar lebih memahami penggunaan diagram
batang, perhatikan uraian berikut.
Pada Tabel 1.2 diperlihatkan banyaknya lulusan di SMA
Rajawali menurut jenis kelamin dari tahun 2004 sampai 2008.
Buatlah diagram batangnya.
Dari tabel tersebut diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut.
(i) Jika diperlihatkan jumlah siswa tanpa perincian jenis kelamin
dapat dibuat diagram batang tegak (Gambar 1.2) atau diagram
batang horizontal (Gambar 1.7).
Lulusan SMA Rajawali Lulusan SMA Rajawali
2004 – 2008 2004 – 2008
Gambar 1.6 Diagram batang tegak
220
200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0 2004 2005 2006 2007 2008
B
a
n
y
a
k

S
i
s
w
a
Tahun
Gambar 1.7 Diagram batang horizontal
2008
2007
2006
2005
2004
0 20 40 60 80100120140160180200220
T
a
h
u
n
Banyak siswa
11 B a b 1 Statistika
(ii) Jika dibuat diagram batang yang menggunakan jenis kelamin
untuk membandingkan jumlah lulusan.
Lulusan SMA Rajawali Lulusan SMA Rajawali
2004 – 2008 2004 – 2008
Gambar 1.10 Diagram batang horizontal
menurut jenis kelamin lulusan
Tahun
2008
2007
2006
2005
2004
100 80 60 40 20 0 0 20 40 60 80 100120
Perempuan Laki-laki
Gambar 1.8 Diagram batang
menurut jenis kelamin lulusan
Tahun
220
200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0 2005 2006 2007
B
a
n
y
a
k

S
i
s
w
a
Gambar 1.9 Diagram batang tegak menurut
jenis kelamin lulusan
2004 2005 2006 2008
100
80
60
40
20
0
Tahun
B
a
n
y
a
k

S
i
s
w
a
Keterangan: = laki-laki
= perempuan
2007
2008 2004
Setiap sepuluh tahun
sekali BPS
menyelenggarakan:
- Sensus Penduduk (SP)
yaitu pada setiap tahun
berakhiran “0” (nol).
- Sensus Pertanian (ST)
pada setiap tahun
berakhiran “3” (tiga), dan
- Sensus Ekonomi (SE)
pada setiap tahun
berakhiran “6” (enam).
Sumber: www.mathgoodies.com
Info medi a
12
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
K egi at an M enul i s 1. 1
b. Diagram Garis
Perhatikan kembali gambar diagram garis pada Gambar 1.3.
Dengan memperhatikan diagram garis tersebut, maka hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam penyajiannya adalah:
1) Biasanya data dalam diagram garis adalah data kontinu (serba
terus dan berkesinambungan). Misalnya produksi suatu pabrik
setiap bulan, banyaknya penduduk setiap tahun, keadaan
temperatur setiap jam, berat badan bayi setiap minggu.
2) Diperlukan sumbu mendatar dan sumbu tegak. Sumbu
mendatar merupakan keterangan atau kategori, misalnya
tahun, bulan, umur. Sedangkan sumbu tegak merupakan
kualitas atau ukuran data.
3) Titik-titik pada diagram merupakan pasangan bilangan dan
dihubungkan dengan ruas garis.
C ont oh 1. 4
Buatlah diagram garis dari data berat badan seorang bayi yang
ditunjukkan oleh tabel berikut.
Umur (bulan) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Berat (kg) 2,5 2,8 3,1 3,4 3,8 4,5 4,9 5,5 6,2 7 7,5 8,2
Penyelesaian:
Diagram garis data berat badan bayi tersebut dapat ditunjukkan
pada gambar berikut.

Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang terkait
dengan penyajian data dengan diagram garis. Menurut kalian,
apa keuntungan penyajian data menggunakan diagram garis?
13 B a b 1 Statistika
Jenis
Pelajaran
Persentase Banyak
Sudut Pusat
Lingkaran
c. Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran menyajikan
data statistik dalam bentuk gambar
lingkaran. Diagram lingkaran terbagi
menjadi juring-juring lingkaran yang
luasnya disesuaikan dengan data yang
ada. Untuk itu perlu ditentukan besar
sudut pusat dari setiap juring tersebut.
C ont oh 1. 5
Siswa dalam suatu kelas berjumlah 40
siswa. Sebanyak 10 anak menyukai
pelajaran matematika, 8 anak menyukai IPA, 5 anak menyukai
IPS, 16 anak menyukai kesenian, dan sisanya menyukai bahasa
Inggris. Buatlah diagram lingkarannya.
Penyelesaian:
Tabel 1.3 Persentase Pelajaran yang Disukai dan
Besar Sudut Pusat yang Terbentuk
MATEMATIKA 10
10
100% 25%
40
× =
o
10
360% 90
40
× =
IPA 8
× =
8
100% 20%
40
× =
o
8
360% 72
50
IPS 5
× =
5
100% 12,5%
40
× =
5
100% 12,5%
40
KESENIAN 16
× =
16
100% 40%
40
× =
16
100% 40%
40
BHS. INGGRIS 1
× =
6
100% 2,5%
40
× =
o
1
360% 9
40
Jumlah 40 100% 360
o
Su d u t M a t e m a t i k a
Meningkatkan Sikap
Kritis Siswa
Menurut kalian, mengapa
dalam menyajikan data
dalam diagram lingkaran
data harus dikonversi dulu
ke dalam sudut?
14
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Berdasarkan Tabel 1.3 dapat diperoleh gambar diagram
lingkaran sebagai berikut.
d. Diagram Batang Daun ( * * )
1) Membaca dan Menafsirkan Diagram Batang Daun ( * * )
Diagram batang daun (steamleaf) digunakan untuk menyajikan
data dalam bentuk data tunggal. Diagram batang daun berikut
adalah data-data tentang tinggi bibit tanaman tomat dalam sebuah
persemaian yang dinyatakan dengan satuan sentimeter (cm).
0 68
1 245
2 025677
3 13
4 22
5 0
1 2 artinya 12
a) Ada berapakah data pada diagram tersebut? Jelaskan.
b) Berapakah ukuran bibit tanaman tomat yang paling pendek
dan yang paling tinggi?
c) Pada nilai puluhan berapakah terdapat data paling banyak?
Sebagian besar bibit tersebut berukuran 20 – 30 cm. Ada satu
bibit tomat yang pertumbuhannya mencolok, yaitu panjangnya
50 cm. Namun ada juga yang pertumbuhannya terganggu, yaitu
panjangnya baru 6 cm dan 8 cm.
Gambar 1.12 Bibit tanaman
Sumber: Agrobis, edisi 480, Minggu IV Juli 2002
Gambar 1.11 Diagram lingkaran
IPA
IPS
Mat emat ika
Kesenian
12,5%
2,5%
20%
40%
Su d u t M a t e m a t i k a
Mendorong untuk
Mencari Informasi Lebih
Jauh
Buatlah kelompok yang
terdiri atas 3 siswa.
Datanglah ke bagian
kesiswaan, kemudian
carilah data tentang
penjurusan siswa. Sajikan
data tersebut dalam
diagram garis, dan diagram
lingkaran kemudian
presentasikan di depan
kelas.
25%
15 B a b 1 Statistika
2) Menyajikan Data dengan Diagram Batang Daun ( * * )
Dari bentuk diagram batang daun tersebut, terdapat hal-hal
yang perlu diperhatikan di dalamnya, yaitu:
a) Data yang disajikan dengan diagram batang daun berupa data
tunggal yang cacahnya tidak banyak.
b) Batang pada diagram adalah angka pertama pada data dan
daun adalah angka berikutnya, misalnya data 42 berarti 4
sebagai batang 2 sebagai daun. Namun sering juga batang terdiri
atas dua angka, misalnya pada data 124, maka batangnya 12
dan daunnya 4. Sedangkan bila data adalah bilangan dengan
1 angka, maka batangnya adalah 0 dan daunnya data tersebut,
misalnya data 6, maka batangnya 0 dan daunnya 6.
c) Batang dituliskan secara tegak dalam urutan yang terus
membesar. Daun-daunnya dituliskan di bagian kanan batang.
d) Daun disusun dalam urutan yang terus membesar dari kiri ke
kanan.
e) Bila data belum diurutkan, maka sajian diagram batang daun
dapat dilakukan dengan membuat daun di sebelah kiri batang.
Kemudian daun-daun diurutkan dari kecil ke besar dan
ditempatkan di sebelah kanan batang.
C ont oh 1. 6
Diberikan hasil tes dari 40 siswa sebagai berikut.
67 56 78 45 87 85 57 69 70 77
55 68 94 58 64 68 89 83 43 47
67 78 65 64 60 78 93 44 55 66
78 76 58 88 85 78 76 79 67 51
Buatlah diagram batang daun dari data tersebut.
Penyelesaian:
7345 4 3457
1578865 5 1556788
67980445877 6 04456777889
7096888688 7 0667888889
395578 8 355789
34 9 34
16
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
1. Mintalah Kartu Menuju Sehat (KMS) di Puskesmas atau
Posyandu terdekat. Berdasarkan informasi pada KMS tersebut,
tentukan apakah perkembangan bayi pada Contoh 1.1 termasuk
normal atau di bawah normal?
2. Diberikan hasil produksi padi tiap tahun pada Desa Suka
Makmur dari tahun 2001 sampai dengan 2008 sebagai berikut.
Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Hasil (ton) 250 285 310 340 380 255 290 420
a. Buatlah beberapa kesimpulan dari data pada tabel di atas.
b. Buatlah diagram lingkaran untuk menyajikan data tersebut.
c. Pada tahun berapakah hasil produksi padi tertinggi?
d. Berikan tafsiran yang dapat diperoleh dari diagram
lingkaran tersebut.
e. Perkirakan produksi padi pada tahun 2010.
f. Perkirakan apakah yang terjadi pada tahun 2006 sehingga
produksi menurun secara drastis?
g. Buatlah suatu pertanyaan berdasarkan tabel data tersebut.
3. Tabel berikut adalah jumlah ketidakhadiran siswa kelas XI
Bahasa dan alasannya selama beberapa bulan pada tahun 2007/2008.
Bulan
Agust Sept Okt Nov Des Jan Feb
Alasan
Sakit (s) 0 5 5 0 5 13 1
Izin (i) 3 1 9 7 0 8 0
Alfa (a) 0 1 2 7 2 3 0
a. Buatl ah diagram batang yang menyatakan al asan
ketidakhadiran siswa di atas.
La t i h a n 1 . 1
K egi at an M enul i s 1. 2
Tuli slah beberapa keuntungan penyaji an data dengan
menggunakan diagram batang daun.
17 B a b 1 Statistika
b. Pada bulan apakah siswa yang tidak hadir paling banyak?
Menurutmu, apakah yang menyebabkan keadaan ini?
c. Hubungi bagian kesiswaan di sekolahmu dan mintalah data
ketidakhadiran siswa di kelasmu dalam kurun waktu
tersebut. Buatlah diagram garisnya dan bandingkan
keduanya.
4. Diberikan diagram batang daun berikut.
0 67
1 45567
2 467788
3 2233556644
4 223345
5 034
6
7
8 11
a. Tuliskan data-datanya.
b. Berikan beberapa kesimpulan dari diagram tersebut.
5. Buatlah diagram batang daun dari data tinggi badan 40 siswa
berikut, kemudian ajukan beberapa kesimpulan.
145 144 139 156 130 147 134 120 132 115
153 146 103 98 134 127 119 116 151 140
145 146 132 121 129 154 108 136 142 138
140 145 140 134 145 125 151 135 148 135
6. Ketika mendapat tugas menggambarkan
distribusi skor 20 artis penyanyi lokal, Maria
membuat diagram batang daun seperti di
samping.
a. Kesi mpul an Maria, “Kebanyakan
penyanyi lokal tidak tampil maksimal”.
Setujukah kalian dengan kesimpulan
Maria? Jelaskan alasanmu.
b. Berikan kesimpulanmu sendiri dari
diagram batang daun tersebut.
1
2 0000279
3 008
4 04
5 458
6 9
7 5
8 13
9
10 0
18
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
C . Ta be l Dis t ribu s i Fr e kue n s i d a n His t o g ra m
Data yang diperoleh dari suatu kegiatan pengamatan akan lebih
mudah dibaca jika disajikan dalam tabel frekuensi dan histogram.
1. Pengertian Data Tak Terkelompok dan Data Terkelompok
Perhatikan keterangan data dari suatu kelas sebagai berikut.
a. Nilai rapor matematika dari 40 siswa tersebut tidak sama.
Terdapat 3 siswa yang mendapat nilai 9, 5 siswa mendapat
nilai 8, 10 siswa mendapat nilai 7, 15 siswa mendapat nilai 6,
5 siswa mendapat nilai 5, dan 2 siswa mendapat nilai 4.
b. Latar belakang pendidikan orang tua dari 40 siswa tersebut
berbeda-beda. Ada 5 siswa yang orang tuanya tidak tamat SD
dan 5 siswa yang orang tuanya lulusan SD. Sementara yang
orang tuanya lulusan SMP ada 10 siswa dan yang orang tuanya
lulusan SMA ada 15 siswa. Sisanya sebanyak 5 siswa yang
orang tuanya berpendidikan sarjana.
Data di atas menggambarkan bahwa keadaan data satu dengan
data yang lain tidak saling berhubungan. Misalnya data banyaknya
siswa yang mendapat bernilai 6 dengan banyaknya siswa bernilai
7 tidak ada kaitannya. Banyaknya orang tua siswa yang lulusan
SD dengan banyaknya orang tua siswa yang lulusan SMP juga tidak
ada kaitannya. Keadaan data yang demikian disebut dengan data
tak terkelompok.
Untuk data seperti di atas, tidak sulit untuk membacanya.
Misalnya diberikan data yang jumlahnya cukup besar. Kesulitan
apakah yang dapat kalian hadapi untuk membacanya? Bagaimana
cara mengatasi kesulitan tersebut?
Perhatikan data tentang hasil tes matematika dari 80 siswa di
SMA Negeri 1 berikut.
70 73 93 40 56 78 89 67 60 85
35 55 42 76 88 78 75 65 45 47
87 45 43 85 90 88 70 68 79 54
76 77 45 49 76 80 95 84 37 58
77 88 65 44 54 76 89 65 87 80
56 87 89 67 90 76 45 76 56 87
88 67 45 65 78 85 89 72 74 76
56 67 89 76 34 35 87 87 56 88
Daftar 1.1 Nilai hasil tes matematika 80 siswa SMA Negeri 1
19 B a b 1 Statistika
Berapa orang siswa yang mendapat nilai 70? Andaikan terdapat
200 siswa, apakah cara yang kalian gunakan itu akan kalian
terapkan kembali?
Agar pembacaannya lebih mudah, data-data tersebut
dikelompokkan menjadi kelas atau interval tertentu. Misalnya
kelompok data dari 30 – 34, 35 – 39, dan seterusnya. Data yang
dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval disebut data
terkelompok.
2. Tabel Distribusi Frekuensi
Untuk memudahkan membaca dan menafsirkannya, maka data
disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Tabel distribusi
frekuensi dapat berupa tabel distribusi frekuensi data tunggal (tak
terkelompok) dan tabel distribusi frekuensi data terkelompok.
a. Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal
Data yang disajikan dengan tabel distribusi frekuensi dengan
data tunggal hanya memungkinkan jika datanya kecil. Bayangkan
jika data yang kita susun adalah nilai rapor dari siswa satu sekolah.
Tentu kurang efisien jika disajikan dengan distribusi frekuensi
data tunggal karena akan diperlukan banyak baris.
Tabel distribusi frekuensi data tak terkelompok dari daftar nilai
hasil tes matematika siswa SMA Negeri 1 adalah sebagai berikut.
Tabel 1.4 Distribusi Frekuensi Data Tunggal
Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1
Skor f Skor f Skor f
34 1 56 5 77 2
35 2 58 1 78 3
37 1 60 1 79 1
40 1 65 4 80 2
42 1 67 4 84 1
43 1 68 1 85 3
44 1 70 2 87 6
45 5 72 1 88 5
47 1 73 1 89 5
49 1 74 1 90 2
54 2 75 1 93 1
55 1 76 8 95 1
20
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
b. Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok
Agar lebih ringkas dan lebih mudah membacanya, data pada
Daftar 1.1 dapat dikelompokkan menurut suatu kelas atau interval.
Perhatikan Tabel 1.4 di bawah ini.
Tabel 1.5 Distribusi Frekuensi Data Kelompok
Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1
Interval Kelas f
33 – 40 5
41 – 48 9
49 – 56 9
57 – 64 2
65 – 72 12
73 – 80 19
81 – 88 15
89 – 96 9
Dal am membuat tabel distri busi frekuensi untuk data
terkelompok ada beberapa hal yang perlu dijelaskan.
1) Interval kelas
Interval merupakan bagian-bagian (selang) dari data-data yang
telah dikelompokkan. Pada Tabel 1.5 terdapat delapan interval kelas
diantaranya 33 - 40, 41 - 48, 49 - 56 dan lima interval yang lain.
Coba sebutkan interval yang lain.
2) Batas bawah dan batas atas
Perhatikan interval-interval pada Tabel 1.5. Interval-interval
tersebut dibatasi oleh dua bilangan yang merupakan batas dari
interval. Bilangan di sebelah kiri setiap interval disebut batas bawah
dan bilangan di sebelah kanan interval disebut batas atas. Pada
interval 33 – 40 misalnya, 33 disebut batas atas dan 40 disebut
batas atas. Jelaskan batas atas dan batas bawah dengan kata-kata
kalian sendiri.
3) Tepi bawah dan tepi atas
Dal am menganalisi s data, ki ta menggunakan ti ngkat
ketelitian. Misalnya kita menggunakan data bilangan bulat, maka
tingkat ketelitian yang digunakan adalah 0,5. Kurangkan bilangan
0,5 ini pada ujung bawah dari setiap interval. Berapakah nilai-
nilai yang kalian peroleh? Nilai-nilai tersebut merupakan tepi
bawah dari setiap interval. Dengan cara yang sama, tentukan tepi
atas tiap-tiap interval.
21 B a b 1 Statistika
Jika data yang digunakan adalah desimal persepuluh, maka
tingkat ketelitian yang digunakan adalah 0,05. Begitu seterusnya.
4) Titik tengah
Titik tengah merupakan nilai tengah masing-masing interval.
Perhatikan interval 33 – 40 pada Tabel 1.4. Berapa titik tengahnya?
Berapa nilai titik tengah interval-interval yang lain? Dengan kata-
kata kalian sendiri, jelaskan definisi titik tengah.
Langkah-langkah penyusunan tabel
Mengapa dipilih interval 33 – 40, 41 – 48, . . . , 89 – 96? Dapatkah
dibentuk interval-interval yang lain? Tabel 1.5 disusun dengan
aturan tertentu dengan melakukan sedikit perhitungan.
a) Menentukan nilai rentang (Jangkauan)
Tabel 1.5 disusun berdasarkan data pada Daftar 1.1. Berapa
data yang terkecil? Berapa data terbesar? Selisih kedua data
tersebut merupakan nilai rentang atau jangkauan.
Jangkauan = data terbesar – data terkecil
Dari Daftar 1.1:
rentang = 95 – 34 = 61
b) Menentukan banyaknya kelas
Untuk menentukan banyaknya kelas, digunakan aturan
Sturges sebagai berikut.
k = 1 + 3,3 log n
Dengan k = banyaknya kelas dan n = banyaknya data.
Dari Daftar 1.1:
k = 1 + 3,3 log 80
= 1 + 3,3 × 1,90309
= 7,280197
~
7 atau 8
Jelaskan mengapa nilai k harus bilangan bulat.
c) Menentukan panjang kelas
Misalkan kita mempunyai sebuah tali yang jika direntangkan
panjangnya 61 m. Tali tersebut kita potong-potong menjadi 8 interval
yang panjangnya sama. Berapa panjang masing-masing interval
tali? Dari uraian ini, kita dapat merumuskan:
=
rentang
panjang kelas ( ) p
k
22
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Dari Daftar 1.1 diperoleh:
= = =
rentang 61
7,625
8
p
k
Karena datanya bilangan bulat, maka p = 8.
Bagaimana jika datanya dalam bilangan desimal persepuluhan,
perseratusan, dan seterusnya? Bagaimana aturan pembulatannya?
d) Menentukan ujung bawah interval pertama
Batas bawah interval pertama dapat diambil dari data yang
terkecil atau bilangan yang lebih kecil lagi. Jadi, sekumpulan data
dapat dibuat lebih dari satu tabel distribusi frekuensi. Perhatikan
bahwa semua data harus termuat dalam interval-interval kelas
yang dibuat.
e) Menyusun tabel distribusi
Untuk memudahkan memasukkan data, dapat dibuat kolom
tally tersendiri.
Tabel 1.6 Distribusi Frekuensi
Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1
Nilai Tally Frekuensi
33 – 40 5
41 – 48 9
49 – 56 9
57 – 64 2
65 – 72 12
73 – 80 19
81 - 88 15
89 – 96 9
Jumlah 80
Sekarang, buatlah tabel distribusi frekuensi dengan mengambil
Batas bawah interval pertama yang berbeda. Bandingkan hasilnya
dengan Tabel 1.6.
c. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Pada Tabel 1.5, bilangan pada kolom frekuensi menyatakan
banyaknya data pada kelas interval. Bila frekuensi masing-masing
kelas interval dinyatakan dalam persen, maka diperoleh tabel yang
disebut tabel distribusi frekuensi relatif sebagai berikut.
23 B a b 1 Statistika
Tabel 1.7 Distribusi Frekuensi Relatif
Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1
Nilai Frekuensi Relatif (f
rel
)
33 – 40 0,0625
41 – 48 0,1125
49 – 56 0,1125
57 – 64 0,025
65 – 72 0,15
73 – 80 0,2375
81 – 88 0,1875
89 – 96 0,1125
d. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Ada dua macam tabel distribusi frekuensi kumulatif, yaitu tabel
frekuensi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi frekuensi
kumulatif lebih dari. Perhatikan contoh berikut.
C ont oh 1. 7
Ubahlah tabel distribusi frekuensi hasil tes matematika 80 siswa
SMA Negeri 1 menjadi tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang
dari.
Penyelesaian:
Tabel 1.8 Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang dari
Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1
Frekuensi Kumulatif
Nilai
Kurang dari
kurang dari 32,5 0
kurang dari 40,5 5
kurang dari 48,5 14
kurang dari 56,5 23
kurang dari 64,5 26
kurang dari 72,5 38
kurang dari 80,5 57
kurang dari 88,5 72
kurang dari 96,5 80
24
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
C ont oh 1. 8
Ubahlah tabel distribusi frekuensi hasil tes matematika 80 siswa
SMA Negeri 1 menjadi tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.
Penyelesaian:
Tabel 1.9 Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih dari
Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1
Frekuensi Kumulatif
Nilai
Lebih dari
lebih dari 32,5 80
lebih dari 40,5 75
lebih dari 48,5 66
lebih dari 56,5 57
lebih dari 64,5 54
lebih dari 72,5 42
lebih dari 80,5 23
lebih dari 88,5 8
lebih dari 96,5 0
3. Ogive
a. Ogive Positif
Perhatikan kembali tabel distribusi kumulatif kurang dari yang
telah diperoleh pada Contoh 1.7.
Data pada tabel 1.8 dapat disajikan dalam ogive positif seperti
pada gambar.
Gambar 1.13 Ogive positif
80
70
60
50
40
30
20
10
0 32,5 40,5 48,5 56,5 64,5 72,5 80,5 88,5 96,5
25 B a b 1 Statistika
20
15
10
5
32,5 40,5 48,5 56,5 64,5 72,5 80,5
5
9 9
2
12
19
15
9
96,5 88,5
K egi at an M enul i s 1. 3
b. Ogive Negatif
Dari tabel distribusi frekuensi lebih dari dapat disajikan dalam
ogive negatif seperti pada gambar berikut.
Jika interval pertama pada Tabel 1.6 diganti 30 – 37 dan
seterusnya, apakah yang akan terjadi? Jelaskan dengan kata-
kata sendiri.
4. Histogram
a. Membaca dan Menafsirkan Data dalam Bentuk Histogram
Perhatikan histogram berdasarkan Tabel 1.7 berikut.
Gambar 1.15 Histogram hasil tes Matematika 80 siswa SMA Negeri 1
32,5 40,5 48,5 56,5 64,5 72,5 80,5 88,5 96,5
80
70
60
50
40
30
20
10
Gambar 1.14 Ogive negatif
26
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Histogram adalah grafik yang
digambarkan berdasarkan data yang
sudah disusun dalam tabel distribusi
frekuensi . Grafi k tersebut berupa
persegi panjang yang saling berimpit
pada salah satu sisinya. Dari histogram
dapat diperoleh bermacam informasi
yang terkai t dengan data yang
disajikan.
Dari histogram pada Gambar 1.15
nampak bahwa frekuensi paling tinggi
terjadi pada interval 73 – 80, disusul
kemudian interval 81 – 88. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa
kebanyakan siswa mendapat nilai di
sekitar 70-an atau 80-an. Artinya para
si swa cukup sukses dalam uji an
matematika ini.
b. Menyajikan Data dalam Bentuk Histogram
Bentuk sajian data dengan cara di atas disebut dengan bentuk
histogram. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
membuat histogram, yaitu:
1) Terdapat dua sumbu, yaitu sumbu mendatar dan sumbu tegak.
2) Skala pada kedua sumbu tidak harus sama.
3) Sumbu tegak memuat frekuensi masing-masing kelas interval.
Sumbu mendatar berisi setiap inteval data dari tabel distribusi
frekuensi. Untuk setiap kelas interval, pada sumbu mendatar
dibatasi oleh tepi atas dan tepi bawah. Pada tepi atas dan tepi
bawah ditarik garis ke atas sampai menunjukkan bilangan yang
sesuai dengan frekuensi pada sumbu tegak. Selanjutnya kedua
ujungnya dihubungkan, sehingga akan terbentuk sebuah
batang yang berupa persegi panjang.
4) Karena garis tegak lurus ditarik dari tepi atas dan tepi bawah
setiap interval, maka diperoleh gambar persegi panjang-persegi
panjang yang saling berimpit pada salah satu sisinya.
5) Lebar setiap batang harus sama antara satu dengan yang lain,
termasuk warna atau corak arsirannya.
6) Di bagi an atas seti ap batang diberi kan bil angan yang
menunjukkan frekuensi.
Su d u t M a t e m a t i k a
Mendorong untuk
Mencari Informasi Lebih
Jauh
Buatlah kelompok yang
terdiri atas 4 orang.
Bersama anggota kelompok
kalian, lakukan
pengamatan ke BPS di
daerah kalian. Carilah
informasi tentang
pertumbuhan penduduk di
kecamatan kalian. Buatlah
dalam diagram dan tabel.
27 B a b 1 Statistika
C ont oh 1. 9
Dari tabel distribusi frekuensi berikut, sajikan dalam bentuk
histogram.
Tabel 1.10 Tinggi Badan Siswa
Kelas XI SMA Negeri 1
Tinggi Badan Titik Tengah Frekuensi
152 – 154 153 15
155 – 157 156 17
158 – 160 159 25
161 – 163 162 25
164 – 166 165 15
167 – 169 168 12
170 – 172 171 11
Jumlah 120
Penyelesaian:
Histogram dari tabel distribusi frekuensi tersebut sebagai berikut.
20
15
10
5
151,5 154,5 157,5 160,5 163,5 166,5 169,5
25
15
17
25 25
15
12
11
Tinggi badan(cm)
F
r
e
k
u
e
n
s
i
K egi at an M enul i s 1. 4
Manakah yang lebih mudah, memahami data yang disajikan
dengan histogram atau dengan tabel distribusi frekuensi?
Jelaskan alasan kalian.
172,5
28
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
1. Berikut ini diberikan data hasil tes matematika dari 50 siswa.
65 68 87 76 58 89 96 45 67 75
86 75 54 39 45 67 87 65 98 76
56 74 56 25 45 78 65 45 78 87
68 76 98 87 90 80 76 75 70 56
45 67 65 78 78 70 58 67 87 76
Dari data di atas:
a. Buatlah tabel distribusi tak terkelompok.
b. Buatlah tabel distribusi terkelompok.
2. Berikut ini diberikan data berat badan siswa yang dicatat dalam
kilogram.
40,3 34,5 42,0 36,8 38,5 41,0 41,3 36,5 37,9 43,0
36,4 55,0 47,3 56,2 31,0 35,5 28,9 34,5 61,0 25,5
43,4 45,4 38,6 46,7 54,2 56,3 23,5 24,8 53,2 34,4
27,5 60,0 35,6 45,5 36,7 40,0 45,6 51,0 55,5 36,0
a. Sajikan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi.
b. Sajikan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi relatif.
c. Sajikan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi
kumulatif kurang dari.
d. Sajikan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi
kumulatif lebih dari.
e. Buatlah ogivenya.
3. Sajikan data dari tabel distribusi frekuensi hasil ulangan
Matematika berikut ke dalam bentuk histogram.
Nilai Frekuensi
4,0 – 4,4 1
4,5 – 4,9 3
5,0 – 5,4 3
5,5 – 5,9 5
6,0 – 6,4 4
6,5 – 6,9 10
7,0 – 7,4 9
7,5 – 7,9 4
8,0 – 8,4 5
8,5 – 8,9 1
Jumlah 45
La t i h a n 1 . 2
29 B a b 1 Statistika
4. Berikut diberikan histogram yang menggambarkan tinggi
penduduk Desa Suka Makmur.
a. Buatlah tabel distribusi frekuensi dari histogram tersebut.
b. Apa yang dapat kalian tafsirkan dari histogram tersebut?
c. Apakah kesimpulan kalian dari histogram tersebut?
5. Nilai untuk 35 orang siswa dalam tes Bahasa Indonesia adalah
sebagai berikut.
7 9 4 6 5 8 8
10 5 10 4 8 7 9
10 3 9 5 3 0 9
10 2 5 7 8 6 9
10 7 7 5 10 9 7
a. Buatlah tabel distribusi frekuensi data tersebut.
b. Buatlah histogramnya.
6. Kumpulkan data tentang topik yang menarik perhatian kalian.
Buatlah diagram batang daun, tabel distribusi frekuensi, dan
histogramnya.
7. Bagaimana cara membuat sketsa suatu histogram apabila
kalian memiliki diagram batang daun untuk sekelompok data?
Ref l eksi
1. Carilah data yang ada di sekolah kalian kemudian ubahlah
ke dalam bentuk histogram.
2. Dari histogram yang telah kalian buat, tulislah hal-hal
yang dapat dijelaskan dari data-data yang kalian peroleh,
kemudian kumpulkan hasilnya pada guru kalian.
3. Carilah matero tentang statistika dari sumber yang lain
misalnya internet atau jurnal yang sesuai, kemudian
buatlah dalam laporan.
20
15
10
5
F
r
e
k
u
e
n
s
i
Tinggi
25
15 17
25
11
12
15
25
141,5 144,5 147,5 150,5 153,5 156,5 159,5 162,5
30
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Rangkuman
1. Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan
cara penyusunan data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan mengenai suatu keseluruhan (populasi)
berdasarkan data yang ada pada bagian dari keseluruhan
(sampel) tadi.
2. Diagram garis dipakai untuk menyajikan data dalam
bentuk grafik.
3. Diagram batang daun (steamleaf) dipakai untuk menyajikan
data dalam bentuk data tunggal.
4. Tabel distribusi frekuensi data terkelompok terdapat:
a. Interval kelas
b. Tepi bawah dan tepi atas
c. Batas bawah dan batas atas
d. Titik tengah
e. Penyusunan tabel yang tahapannya adalah:
1) menentukan nilai rentang (jangkauan)
jangkauan = data terbesar - data terkecil
2) menentukan banyaknya kelas
k = 1 + 3,3 log n
k = banyaknya kelas
n = banyaknya data
3) menentukan panjang kelas
panjang kelas (p) =
rentang
k
4) menentukan ujung bawah interval pertama
5) menyusun tabel distribusi
5. Histogram adalah grafik yang digambarkan berdasarkan
data yang sudah disusun dalam tabel distribusi frekuensi,
grafiknya berupa persegi panjang - persegi panjang yang
saling berimpit.
31 B a b 1 Statistika
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e yang
kalian anggap benar.
1. Histogram di samping menunjukkan
nil ai uj i an matemati ka suatu
kelas.Dari data tersebut dapat
disimpulkan, kecuali . . . .
a. histogram dari data tunggal
b. terdapat 8 kelas interval
c. nilai terkecil= 10
d. nilai tertinggi = 12
e. panjang interval = 1
2. Histogram di samping ini
menunj ukkan ni l ai uji an
matematika suatu kelas. Dari data
tersebut dapat disimpulkan sebagai
berikut, kecuali . . . .
a. nilai paling tinggi 8
b. nilai paling rendah 5
c. terdapat 6 kelas interval
d. nilai yang paling banyak diraih
adalah 8
e. dua kelas berfrekuensi sama
3. Histogram di samping ini
menunj ukkan ni l ai uji an
matematika suatu kelas. Dari data
tersebut dapat disimpulkan sebagai
berikut, kecuali . . . .
a. rata-rata sekitar 68,16
b. nilai yang tertinggi 70
c. nilai terendah 40
d. panjang interval 10
e. nilai yang paling banyak diraih
70
0
2
4
6
8
10
12
3,5
f
r
e
k
u
e
n
s
i
nilai
0
2
4
6
8
10
f
r
e
k
u
e
n
s
i
nilai
Uji Ko mpe t e n s i
4,5 5,5 6,5 7,5 8,5 9,510,5
5,5 6,5 7,5 8,5 9,510,5
6
8
10
f
r
e
k
u
e
n
s
i
0
2
4
40,5 50,5 60,5 70,5 80,5 90,5
nilai
100,5
32
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
4. Dari gambar di samping dapat
disimpulkan bahwa, kecuali . . . .
a. data naik curam dari 4 ke 5
b. data maksimum 6
c. data minimum 1
d. data yang pali ng banyak
frekuensinya 6
e. rata-rata data 5
5. Dengan memperhatikan diagram di
samping dapat ditarik kesimpulan
bahwa . . . .
a. siswa yang memperoleh nilai
6 sebanyak 12 orang
b. siswa yang memperoleh nilai
4 atau 7 sebanyak 13 orang
c. siswa yang memperoleh nilai
kurang dari 5 sebanyak 9 orang
d. siswa yang memperoleh nilai
6 ke atas sebanyak 28 orang
e. jawaban a, b, c benar
6. Banyaknya interval kelas dari data
di samping adalah . . . .
a. 10
b. 8
c. 6
d. 5
e. 4
7.
Tepi bawah dari interval kelas pada
data di samping adalah ....
a. 40,5; 46,5; 50,5; 55,5
b. 40,5; 45,5; 50,5; 55,5; 60,5
c. 40,5; 45,5; 50,5; 55,5
d. 45,5; 50,5; 55,5; 60,5
e. 45,5; 50,5; 55,5; 60
1 2 3 4 5 6
4
10
12
17
37
47
0
2
4
6
8
10
12
2 3 4 5 6 7 8 9
f
r
e
k
u
e
n
s
i
nilai
Nilai f
30 - 34
35 - 39
40 - 44
45 - 49
6
10
8
6
Nilai f
41 - 45
46 - 50
51 - 55
56 - 60
3
6
9
2
33 B a b 1 Statistika
8. Titik tengah dari interval kelas
data di samping, adalah ....
a. 55, 59, 62, 70, 75
b. 55, 60, 65, 70, 76
c. 55, 60, 66, 71, 75
d. 55, 60, 65, 70, 75
e. 55, 59, 65, 70, 75
9.
Histogram di atas menunjukkan nilai ujian matematika suatu
kelas. Dari data tersebut dapat disimpulkan, kecuali ....
a. nilai yang frekuensinya paling tinggi adalah 7
b. nilai yang frekuensinya paling rendah adalah 10
c. nilai yang frekuensinya paling rendah adalah 4
d. nilai yang frekuensinya paling tinggi adalah 12
e. para siswa cukup sukses dalam ulangan
10.
Histogram di atas menunjukkan nilai ujian matematika suatu
kelas. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ....
a. tepi bawah interval ketiga adalah 50,5
b. tepi bawah interval pertama adalah 41
c. tepi atas interval kedua adalah 45,5
d. tepi atas interval keenam adalah 70
e. tepi bawah interval kedua adalah 50,5
Nilai f
53 - 57
58 - 62
63 - 67
68 - 72
73 - 77
2
18
22
5
3
34
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.
1. Buatlah histogram dari data berikut.
Tinggi Badan Frekuensi
140 – 144 3
145 – 149 2
150 – 154 4
155 – 159 3
160 – 164 3
2. Buatlah histogram dari data berikut.
Nilai Frekuensi
30 – 35 2
36 – 40 4
41 – 45 6
46 – 50 8
51 – 55 7
56 – 60 3
3. Diketahui data dalam tabel berikut ini.
Nilai 4 5 6 7 8 9 10
f 3 7 10 10 11 5 4 50
Tentukan rataan hitungnya dengan menggunakan rataan
sementara.
4. Diketahui data:
76 79 68 69 95 80 87 75 82
80 86 82 78 91 82 81 91 74
a. Tentukan statistik lima serangkai dengan interpolasi.
b. Gambarlah diagram kotak garisnya.
Dalam bab ini terdapat beberapa kata kunci yang perlu kalian ketahui.
1. Mean 4. Kuartil
2. Median 5. Desil
3. Modus 6. Persentil
Ukuran
Data
Peta konsep berikut memudahkan kalian dalam mempelajari seluruh materi
pada bab ini.
Bab
2
P
ada saat upacara bendera, kita sering memperhatikan teman-teman kita.
Terkadang tanpa sadar kita membandingkan tinggi rendah siswa dalam upacara
tersebut. Ada yang tingginya 170 cm, 165 cm, 150 cm atau bahkan 140 cm.
namun demikian, jika kita mencoba mendata tinggi masing-masing siswa, pasti hasilnya
akan mengacu pada suatu nilai tertentu, yang disebut rata-rata.
Rata-rata merupakan salah satu contoh ukuran data. Dalam bab ini kalian akan
mempelajari rata-rata dan ukuran data yang lain meliputi ukuran pemusatan, ukuran
letak, dan ukuran penyebaran data. Dengan mempelajari bab ini diharapkan kalian
dapat menentukan ukuran pemusatan, ukuran letak, ukuran penyebaran data serta
dapat menafsirkan kecenderungan suatu data dari data yang telah diketahui.
35 B a b 2 Ukuran Data
Ukuran Data
Ukuran
Pemusatan Data
Ukuran Letak
Data
Data Pencilan
Mean
Modus
meliputi
m
e
n
j
a
b
a
r
k
a
n
m
e
n
j
a
b
a
r
k
a
n
Ukuran
Penyebaran Data
m
e
n
j
a
b
a
r
k
a
n
Jangkauan
Jangkauan
Antarkuatil
Simpangan Rata-rata
Simpangan Baku
dan Ragam
Kuartil
Desil
Persentil
Median
Median
36
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Pada pembahasan sebelumnya, kalian telah mempelajari
bagaimana cara mengumpulkan dan menyajikan data. Dari data
yang telah diurutkan, kita dapat memperoleh beberapa informasi
penting misalnya kecenderungan data, nilai rata-rata, nilai yang
sering muncul, nilai tengah, bahkan bagaimana sebaran data,
semua dapat diketahui.
Berikut ini kita dapat membahas tentang ukuran data meliputi
pemusatan data (mean, median, modus), ukuran letak data, dan
ukuran penyebaran data.
A . ku ra n e m u s a t a n Da t a
1. Rataan (Mean)
Pada gambar di sampi ng
disajikan diagram garis jumlah
bayi lahir dari tahun 2001 hingga
tahun 2008. Dari di agram
tersebut kita mengetahui
banyaknya bayi lahir tiap tahun,
yaitu 7, 10, 13, 17, 20, 22, 24, 25.
Berapa rataan kelahiran bayi pada
kurun waktu tersebut?
Rataan atau mean merupakan
salah satu ukuran untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan
singkat tentang sekumpulan data. Rataan merupakan wakil dari
sekumpulan data atau dianggap suatu nilai yang paling dekat dengan
hasil pengukuran yang sebenarnya. Jenis rataan antara lain: rataan
hitung, rataan ukur, dan rataan harmonis.
a. Rataan Hitung
Misalkan x
1
, x
2
, x
3
, …, x
n
adalah sekumpulan data. Rataan hitung
yang disimbolkan
x
didefinisikan dengan:
1
1 2 3
n
i
i
n
x
x x x ... x
x
n n
=
+ + + +
= =
_
dengan x
i
= nilai data ke-i
n = banyaknya data
C ont oh 2. 1
Tentukan rataan hitung kelahiran bayi jika tiap tahunnya lahir 7,
10, 13, 17, 20, 22, 24, 25 bayi.
A
n
g
k
a

k
e
l
a
h
i
r
a
n
f
f
Tahun
Gambar. Diagram garis jumlah
kelahiran tiap tahun di Desa
Suka Makmur
37 B a b 2 Ukuran Data
( )
264
Rataan 6,6
40
x = =
Penyelesaian:
x
=
7 10 13 17 20 22 24 25
8
+ + + + + + +
=
138
17,25 17
8
=
C ont oh 2. 2
Tentukan rataan hitung data: 3, 3, 3, 4, 4, 6, 6, 6, 6, 8, 8, 9, 9, 9, 5, 5,
5, 5, 5, 7.
Penyelesaian:
3 3 3 4 4 6 6 6 6 8 8 9 9 9 5 5 5 5 5 7
20
3 3 2 4 4 6 2 8 3 9 5 5 7
20
9 8 24 16 27 25 7 116
5,8
20 20
x
+ + + + + + + + + + + + + + + + + + +
=
× + × + × + × + × + × +
=
+ + + + + +
= = =
Data 3, 3, 3, 4, 4, 6, 6, 6, 6, 8, 8, 9, 9, 9, 5, 5, 5, 5, 5, 7 dapat
dipandang sebagai data berbobot, sehingga dapat disusun tabel
distribusi frekuensinya.
x Frekuensi (f
i
)
3 3
4 2
5 5
6 4
7 1
8 2
9 3
_ f
i
= 20
Dengan demikian untuk data berbobot, rumus rataan hitungnya
adalah:
1 1 2 2 3 3 1
1
=
=
+ + + +
= =
_
_
n
i i
n n i
i
f x
f x f x f x .... f x
x
n
f
n
i
dengan x
i
= nilai data ke-i
n = banyaknya data
f
i
= frekuensi (bobot) untuk data ke-i
38
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
C ont oh 2. 3
Tentukan rataan hitung data berikut.
x
i
f
i
4 2
5 4
6 14
7 10
8 8
9 2
40
Penyelesaian:
x
i
f
i
f
i
x
i
4 2 8
5 4 20
6 14 84
7 10 70
8 8 64
9 2 18
40 264
Dari rataan hitung untuk data berbobot tersebut dapat kita
turunkan untuk mencari rataan hitung data kelompok.
C ont oh 2. 4
Tentukan rataan hitung dari data kelompok berikut.
Interval Kelas f
i
38 – 46 1
47 – 55 3
56 – 64 7
65 – 73 14
74 – 82 16
83 – 91 15
92 – 100 8
Jumlah 64
39 B a b 2 Ukuran Data
Penyelesaian:
Interval Kelas f
i
Titik Tengah (x
i
) f
i
x
i
38 – 46 1 42 42
47 – 55 3 51 153
56 – 64 7 60 420
65 – 73 14 69 966
74 – 82 16 78 1.248
83 – 91 15 87 1.305
92 – 100 8 96 768
Jumlah 64 4.902
4.902
Rataan ( ) 76,59
64
n
i i
i 1
n
i
i 1
f x
x
f
=
=
= = =
_
_
Cara lain untuk menentukan rataan hitung data terkelompok
yang telah disusun dalam distribusi frekuensi yaitu dengan cara
sandi atau cara coding.
Langkah cara coding adalah sebagai berikut.
1) Pilihlah titik tengah salah satu interval sebagai x
0
. Biasanya
dipilih pada interval dengan frekuensi terbesar. (Mengapa
demikian?).
2) Beri tanda d = –1, d = –2, d = –3 dan seterusnya untuk titik
tengah yang lebih kecil dari x
0
.
3) Beri tanda d = 1, d = 2, d = 3 dan seterusnya untuk titik
tengah yang lebih dari x
0
.
4) Hitunglah rataan hitung dengan rumus:
l
Rataan ( )
n
i i
i
0
i
f d
x x p
f
=
= +
_
_
dengan x
0
= nilai tengah suatu interval
d
i
= nilai untuk titik tengah
p = adalah panjang kelas.
f
i
= frekuensi untuk data ke-i
C ont oh 2. 5
Tentukan rataan hitung pada contoh sebelumnya dengan
menggunakan cara coding.
40
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
K egi at an M enul i s 2. 1
Penyelesaian:
Interval Kelas f
i
x
i
d
i
f
i
d
i
38 – 46 1 42 –4 –4
47 – 55 3 51 –3 –9
56 – 64 7 60 –2 –14
65 – 73 14 69 –1 –14
74 – 82 16 78 0 0
83 – 91 15 87 1 15
92 – 100 8 96 2 16
Jumlah 64 –10
Panjang kelas (p) = tepi atas – tepi bawah = 82,5 – 73,5 = 9
0
1
Rataan ( )
10
78 9 78 1,41 76,59
64
n
i i
i
i
f d
x x p
f
=
= +
E
÷ | |
= + = ÷ =
|
\ .
_
Kelas A dan B mempunyai rata-rata nilai matematika yang
sama, yaitu 6. Apakah kemampuan para siswa di dua kelas
tersebut sama?
b. Rataan Ukur
Misalkan diberikan sekumpulan data x
1
, x
2
, x
3
, …, x
n
. Rataan
ukur yang disimbolkan dengan U didefinisikan dengan:
1 2 3
...
n
n
U x x x x = × × × ×
dengan U = rataan ukur n = banyaknya data
x
i
= data ke-i
C ont oh 2. 6
Tentukan rataan ukur dari data 10, 100, 1.000, 10.000.
Penyelesaian:
4
4
10 100 1.000 10.000
10.000.000.000 316,2278
U = × × ×
= =
Jadi, rataan ukuran adalah 316,2278.
41 B a b 2 Ukuran Data
Selain menggunakan kalkulator, perhitungan dapat dilakukan
dengan menggunakan sifat-sifat logaritma.
U =
4
10.000.000.000
log U = log (
4
10.000.000.000 )
= log (10 × 100 ×1.000 × 10.000)
1
4
=
1
4
log (10 × 100 × 1.000 × 10.000)
=
1
4
(log 10 + log 100 + log 1.000 + log 10.000)
=
1
4
(1 + 2 + 3 + 4)
=
1
4
(10) = 2,5
U = antilog 2,5 = 316,2278
Jadi, rataan ukurnya adalah 316,2278.
C ont oh 2. 7
Hitunglah rataan ukur untuk data
kelahiran bayi dari tahun 2001 hingga
2008 dari Contoh 2.1.
Penyelesaiaan:
( )
( )
8
1 2 3 8
8
. . . .
7 10 13 17 20 22 24 25
1
log log (7 10 13 17 20 22 24 25)
8
1
log 7 log 10 log 13 log 17 log 20 log 22 log 24 log 25
8
1
0,8451 1 1,1139 1,2304 1,3010 1,3424 1,3802 1,3979
8
9,6109
8
1,201
16
U x x x x
U
U
U
= × ×
= × × × × × × ×
= × × × × × × ×
= + + + + + + +
= + + + + + + +
=
=
=
Jadi, rata-rata kelahiran bayi dari tahun 2000 hingga tahun 2002
adalah 16 bayi per tahun.
Dalam operasi logaritma:
1.
a
log xy =
a
log x +
a
log y
2.
a
log
x
y
=
a
log x –
a
log y
3.
4
log x
n
= n
a
log x
4.
a
log x =
1
log
x
a
=
log
log
b
b
x
a
5.
a
log 1 = 0
a
log a = 1
6. a
a
log x
= x
Info medi a
42
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
K egi at an M enul i s 2. 2
Dalam menghitung rataan ukur, mana yang lebih efisien
antara menggunakan kalkulator atau sifat-sifat logaritma?
Jelaskan.
c. Rataan Harmonis
Misalkan diberikan sekumpulan data X
1
, X
2
, X
3
, …, X
n
. Rataan
harmonis yang disimbolkan dengan H didefinisikan dengan:
l
1 2 3 n i
1 1 1 1 1
...
n
i
n n
H
x x x x x =
= =
+ + + + _
dengan:
H = rataan harmonis
n = banyaknya data
x
i
= data ke-i
l
i
1
n
i x =
_
= jumlah kebalikan setiap data ke-i dengan i = 1, 2, ..., n
C ont oh 2. 8
Tentukan rataan harmonis dari data: 3, 5, 6, 4, 8.
Penyelesaian:
5
1 1 1 1 1
3 5 6 4 8
5
1,075
4,65
H =
+ + + +
=
=
K egi at an M enul i s 2. 3
Dari sekelompok data dapat diperoleh berbagai jenis rataan.
Rataan mana yang akan kalian gunakan untuk mewakili data
tersebut? Jelaskan.
43 B a b 2 Ukuran Data
1. Suatu percobaan jenis makanan yang diberikan pada ayam
potong memberikan kenaikan berat badan sebagai berikut.
Minggu ke- Berat Badan
1 250 gram
2 490 gram
3 990 gram
4 1.890 gram
5 3.790 gram
Berapa kenaikan berat badan ayam potong rata-rata tiap
minggunya?
2. Dalam suatu keranjang besar terdapat 4 jenis buah-buahan,
yaitu mangga, apel, jeruk, dan melon. Mangga sebanyak 120
buah beratnya rata-rata 270 gram. Apel sebanyak 100 buah
beratnya rata-rata 250 gram. Jeruk sebanyak 110 buah beratnya
rata-rata 255 gram. Melon sebanyak 80 buah dengan berat
rata-rata 275 gram. Tentukan berat rata-rata seluruh buah-
buahan dalam keranjang tersebut.
3. Perhatikan tabel berikut ini.
Interval Kelas f
i
4 – 5 3
6 – 7 8
8 – 9 15
10 – 11 20
12 – 13 10
14 – 15 4
Jumlah 60
a. Tentukan nilai rata-rata dari data berikut.
b. Tentukan pula rataannya dengan cara coding.
4. Perhatikan tabel frekuensi pada soal nomor 3. Buatlah soal
cerita berdasarkan tabel tersebut.
La t i h a n 2 . 1
44
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
5. Tentukan rataan ukur data berikut.
5, 6, 4, 8, 7, 3, 8, 9, 4, 10.
6. Tentukan rataan ukur dari data nilai rapor berikut.
Nilai Rapor Frekuensi
4 2
5 5
6 9
7 12
8 9
9 3
Jumlah 40
7. Tentukan rataan harmonis dari data:
12 13 15 23 24 16 14 14 15 20
14 11 17 19 16 12 15 15 13 11
12 16 18 17 13 11 12 12 13 13
8. Tentukan rataan harmonis dari data nilai rapor berikut.
Nilai Rapor Frekuensi
4 2
5 5
6 9
7 12
8 9
9 3
Jumlah 40
2. Median
a. Data Tunggal
Median yang disimbolkan dengan
Me adalah nilai data yang terletak di
tengah setelah data diurutkan. Dengan
demi kian, median membagi data
menjadi dua bagian yang sama besar.
C ont oh 2. 9
Tentukan median dari data: 3, 6, 5, 9,
7, 8, 6, 5, 4.
Untuk mengingat definisi
Median, pikirkan bagian
tengah jalan, yaitu bagian
paling tengah dari jalan
yang membagi jalan
menjadi dua bagian tepat
sama besar, yaitu bagian
tepi kiri dan kanan.
Sumber: www.mathgoodies.com
Info medi a
45 B a b 2 Ukuran Data
Penyelesaian:
Data setelah diurutkan menjadi: 3, 4, 5, 5, 6, 6, 7, 8, 9. Diperoleh
median dari data tersebut adalah 6.
Contoh di atas cacah datanya ganjil, bagaimana jika cacah datanya
genap?
C ont oh 2. 1
Tentukan median dari data: 3, 6, 5, 7, 8, 6, 5, 4.
Penyelesaian:
Data setelah diurutkan menjadi: 3, 4, 5, 5, 6, 6, 7, 8.
Median dari data di atas adalah
5 6
5,5
2
+
=
. Terlihat bahwa nilai
5,5 membagi data menjadi dua bagian yang sama besar.
b. Data Kelompok
Perhatikan tabel distribusi frekuensi berikut.
Nilai f
31 – 35 1
36 – 40 2
41 – 45 3
46 – 50 7
51 – 55 12
56 – 60 10
61 – 65 5
Bagaimana menentukan median dari data tersebut? Untuk
menjawab permasalahan menentukan median dapat digunakan
rumus berikut ini.
T
b
= tepi bawah kelas yang
mengandung Me
p = panjang kelas
n = cacah data
F = frekuensi kumulatif sebelum
kelas yang mengandung median
f
Me
= frekuensi kelas yang memuat
median
Berdasarkan rumus tersebut, maka median dari data
terkelompok di atas dapat dihitung sebagai berikut.
2
b
Me
n
F
Me T p
f
| |
÷
|
= +
|
|
|
\ .
46
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
K egi at an M enul i s 2. 4
Nilai f F
kum
31 – 35 1 1
36 – 40 2 3
41 – 45 3 6
46 – 50 7 13
51 – 55 12 25
56 – 60 10 35
61 – 65 5 40
Karena cacah datanya adalah 40, maka median terletak
diantara data ke-20 dan data ke-21. Diperoleh kelas yang
mengandung median adalah 51 – 55. Dengan demikian T
b
= 50,5;
p = 5; F = 13; f
Me
= 12.
20 13
50,5 5
12
7
50,5 5
12
53,42
Me
÷ | |
= +
|
\ .
| |
= +
|
\ .
=
Jadi, mediannya adalah 53,42.
Berdasarkan cara penghitungan yang telah dijelaskan,
jelaskan perbedaan yang mendasar antara rataan dan median.
3. Modus
Bila kita melintasi suatu kawasan tertentu, kadang kita
mendapati rumah-rumah yang bagus. Tentu kita segera membuat
kesimpulan bahwa kawasan tersebut adalah kawasan orang-orang
kaya. Padahal, bila diperhatikan ada beberapa rumah yang kumuh.
Gejala-gejala yang banyak muncul seperti pada ungkapan di
atas bahwa suatu kawasan tersebut adalah kawasan orang kaya
karena sebagian besar rumahnya bagus, mengarah pada sesuatu
yang disebut modus yang disimbolkan dengan Mo. Jadi, modus
adalah gejala atau data yang sering muncul.
47 B a b 2 Ukuran Data
C ont oh 2. 11
Tentukan modus dari data:
4, 5, 7, 5, 6, 6, 8, 9, 4, 6, 6, 7, 7, 7, 5, 6, 4.
Penyelesaian:
Karena frekuensi data 6 paling tinggi, maka modus data tersebut
adalah 6.
C ont oh 2. 12
Tentukan modus dari data:
4, 5, 6, 7, 7, 6, 8, 9, 10, 6, 4, 6, 6, 7, 7, 8, 7, 5.
Penyelesaian:
Karena frekuensi data 6 dan 7 adalah paling tinggi, yaitu sebanyak
5, maka modus dari data tersebut adalah 6 dan 7.
Jika data disusun secara berkelompok, maka untuk menentu-
kan modus digunakan rumus berikut:
T
b
= tepi bawah kelas yang mengandung
modus (kelas dengan frekuensi
terbanyak)
p = panjang kelas
d
1
= selisih frekuensi kel as yang
mengandung modus dengan
frekuensi kelas sebelumnya
d
2
= selisih frekuensi yang mengandung
modus dengan frekuensi sesudahnya
C ont oh 2. 13
Tentukan modus dari data terkelompok berikut.
Nilai f
31 – 35 1
36 – 40 2
41 – 45 3
46 – 50 7
51 – 55 12
56 – 60 10
61 – 65 5
Penyelesaian:
Kelas yang mengandung modus adalah 51 – 55. Tepi bawah (T
b
)
kelas yang mengandung modus adalah 50,5.
1
1 2
b
d
Mo T p
d d
| |
= +
|
+
\ .
48
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
b
1
= 12 – 7 = 5
b
2
= 12 – 10 = 2
p = batas atas – batas bawah
= 55,5 – 50,5
= 5.
Mo =
5
50,5 5
5 2
| |
+
|
+
\ .
= 50,5 + 5 (0,714)
= 50,5 + 3,57
= 54,07
La t i h a n 2 . 2
K egi at an M enul i s 2. 5
Dalam menentukan rangking seorang siswa, biasanya
digunakan nilai rataan siswa tersebut, bukan median atau
modusnya. Menurut kalian mengapa hal ini terjadi?
Jawablah soal-soal berikut dengan benar.
1. Diketahui sampel data sebagai berikut.
6,5; 6,6; 4,0; 5,5; 7,6; 8,5; 7,8
Berapakah mediannya?
2. Tentukan median dari sampel data berikut ini.
74, 81, 67, 45, 56, 78, 76, 75, 68, 46
3. Tentukan median dari data nilai rapor berikut.
Nilai Rapor Frekuensi
4 2
5 5
6 9
7 12
8 9
9 3
Jumlah 40
49 B a b 2 Ukuran Data
4. Tentukan median dari data dalam tabel distribusi frekuensi
berikut.
Kelas Interval Frekuensi
21 – 27 1
28 – 34 1
35 – 41 2
42 – 48 6
49 – 55 15
56 – 62 19
63 – 69 1
70 – 76 3
77 - 83 2
Jumlah 50
5. Tentukan modus dari data 4, 3, 5, 4, 6, 7, 7, 6, 5, 9, 10.
6. Tentukan modus dari data 4, 5, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 15.
7. Suatu distribusi frekuensi tersusun sebagai berikut.
Kelas Interval Frekuensi
21 – 27 1
28 – 34 1
35 – 41 2
42 – 48 6
49 – 55 15
56 – 62 19
63 – 69 1
70 – 76 3
77 - 83 2
Jumlah 50
Dari data tabel di atas, tentukan modusnya.
B . kura n Le t a k Da t a
1. Kuartil
Telah diketahui bahwa median membagi sekumpulan data yang
diurutkan menjadi dua bagian yang sama. Sedangkan kuartil
membagi sekumpulan data tersebut menjadi empat bagian yang
sama banyak. Artinya terdapat tiga nilai yang akan menjadikan
50
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
sekumpulan data menjadi empat bagian yang sama banyak. Nilai-
nilai tersebut adalah kuartil pertama (Q
1
), kuartil kedua (Q
2
),
dan kuartil ketiga (Q
3
).
Dengan demikian Q
1
, Q
2
, dan Q
3
bersifat 25% data jatuh di
bawah Q
1
, 50% data jatuh di bawah Q
2
, dan 75% jatuh di bawah Q
3
.
n
1
n
2
n
3
n
4
Q
1
Q
2
Q
3
Pembahasan kuartil ini selanjutnya akan berguna untuk
menyelesaikan masalah median, desil, dan persentil. Dalam
kehidupan sehari-hari maslah kuartil ini dapat digunakan misalnya
menentukan kelulusan siswa pada suatu ulangan jika ditentukan
aturan siswa yang lulus adalah 25% siswa dengan nilai tertinggi.
a. Kuartil Data Tunggal
Misal banyaknya kumpulan data > 3.
Banyaknya data di bawah Q
1
adalah n
1
,
banyaknya data antara Q
1
dan Q
2
adalah n
2
, antara Q
2
dan Q
3
adalah n
3
,
dan di atas Q
3
sebanyak n
4
data dengan
n
1
= n
2
= n
3
= n
4
.
C ont oh 2. 14
Tentukan Q
1
, Q
2
, dan Q
3
dari data: 3,
5, 6, 6, 6, 7, 7, 8, 8, 9, 10.
Penyelesaian:
Dari data tersebut terlihat:
3, 5, 6, 6, 6, 7, 7, 8, 8, 9, 10
| | |
Q
1
Q
2
Q
3
Sehingga nilai Q
1
= 6, Q
2
= 7, dan Q
3
= 8.
Cacah data dari contoh di atas adalah 11. Kuartil ditentukan
dengan:
Nilai Q
1
= data ke-
1
4
(11 + 1)= data ke-3
Nilai Q
2
= data ke-
2
4
(11 +1) = data ke-6
Nilai Q
3
= data ke-
3
4
(11 + 1) = data ke-9
Kuartil: nilai yang
menandai batas interval
dari sebaran frekuensi
yang berderet di empat
bagian sebaran yang sama.
Sumber: KBBI, 2002
Info medi a
51 B a b 2 Ukuran Data
Dengan demikian dapat dibuat rumus untuk menentukan kuartil,
yaitu:
Q
i
= data ke-
4
i
(n + 1) dengan i = 1, 2, 3, dan n adalah cacah data
Dari rumus tersebut, untuk n tertentu letak data tidak bulat.
Jadi, bagaimana menentukan kuartilnya? Coba perhatikan contoh
berikut.
C ont oh 2. 15
Tentukan Q
1
, Q
2
, dan Q
3
dari data: 4, 5, 5, 6, 6, 7, 8, 9, 10.
Penyelesaian:
4, 5, 5, 6, 6, 7, 8, 9, 10
| | |
Q
1
Q
2
Q
3
Q
1
= data ke-
1
4
(9 + 1) = data ke-2
1
2
=
1
2
(data ke-2 + data ke-3)
=
1
2
(5 + 5) = 5
Q
2
= data ke-
2
4
(9 + 1) = data ke-5 = 6
Q
3
= data ke-
3
4
(9 + 1) = data ke-7
1
2
=
1
2
(data ke-7 + data ke-8)
=
1
2
(8 + 9) = 8
1
2
C ont oh 2. 16
Hitunglah Q
1
dan Q
3
dari data berikut.
10, 13, 9, 14, 17, 9, 21, 19, 19, 22, 35, 23, 25, 35, 47, 33, 25, 39, 43, 29
Penyelesaian:
Dari data tersebut diurutkan dari kecil ke besar menjadi:
9, 9, 10, 13, 14, 17, 19, 19, 21, 22,
23, 25, 25, 29, 33, 35, 35, 39, 43, 47
Dengan n = 20, diperoleh:
Q
1
=data ke–
1
4
(20 + 1)
=data ke-5
1
4
Su d u t M a t e m a t i k a
Mencari Informasi Lebih
Jauh
Bagaimana dengan data
kualitatif? Apakah
mempunyai mean, median,
modus, dan kuartil?
Jelaskan alasan kalian.
52
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
=data ke-5 +
1
4
(data ke-6 – data ke-5)
= 14 +
1
4
(17 – 14) = 14
3
4
Q
3
= data ke –
3
4
(20 + 1)
= data ke-15
3
4
=data ke-15 +
3
4
(data ke-16 – data ke-15)
= 33 +
3
4
(35 – 33) = 34
1
2
K egi at an M enul i s 2. 6
Untuk cacah data n = 3, bagaimana nilai kuartil-kuartilnya?
Jelaskan.
b. Kuartil Data Kelompok
Pada penentuan median untuk data terkelompok, rumus yang
digunakan adalah:
2
b
Me
n
F
Me T p
f
| |
÷
|
= +
|
|
|
\ .
Telah diketahui bahwa Me = Q
2
. Dengan demikian menentukan
kuartil kedua sama dengan menentukan median. Bagaimana
dengan Q
1
dan Q
3
? Jika diperhatikan pada rumus median memuat
bentuk
2
n
. Bentuk
2
2 4
n
n = .
Bilangan 2 pada
2
4
berkaitan dengan Q
2
. Dengan demikian Q
1
terkait dengan bentuk
1
4
n
dan pada Q
3
terkait bentuk
3
4
n . Jadi,
untuk menentukan kuartil dari data terkelompok dapat dilakukan
53 B a b 2 Ukuran Data
dengan menggunakan rumus berikut.
i = 1, 2, 3
T
b
= tepi bawah kelas yang
mengandung Q
i
p = panjang kelas
n = cacah data
F = frekuensi kumulatif sebelum
kelas yang mengandung Q
i
f
K
i
= frekuensi kelas yang
mengandung Q
i
C ont oh 2. 17
Tentukan Q
1
, Q
2
, dan Q
3
dari data berikut.
Nilai 31 – 35 36 – 40 41 – 45 46 – 50 51 – 55 56 – 60 61 – 65
f 1 2 3 7 12 10 5
Penyelesaian:
Untuk menentukan nilai Q
1
, Q
2
, dan Q
3
dari data pada tabel di
atas, terlebih dahulu buatlah tabel distribusi frekuensi kumulatif
dari data tersebut.
Selanjutnya ditentukan letak masing-masing kuartil yaitu Q
1
, Q
2
,
dan Q
3
beserta nilainya sebagai berikut.
Distribusi frekuensi kumulatif kurang dari data tersebut adalah:
Nilai f F
kum
31 – 35 1 1
36 – 40 2 3
41 – 45 3 6
46 – 50 7 13 ÷ Q
1
51 – 55 12 25 ÷ Q
2
56 – 60 10 35 ÷ Q
3
61 – 65 5 40
Letak Q
1
= data ke-
1
4
(40) = data ke-10. Dengan demikian interval
yang memuat Q
1
adalah 46 – 50, sehingga diperoleh T
b
= 45,5,
p = 50,5 – 45,5 = 5, F = 6, f
Q1
= 7.
4
1 b
Q
1
1
n F
Q T p
f
| |
÷
|
= +
|
|
\ .
54
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Q
1
= 45,5 + 5
1
(40) 6
4
7
| |
÷
|
|
|
\ .
= 45,5 + 5
4
7
| |
|
\ .
= 45,5 + 2,86
= 48,36
Letak Q
2
= data ke-
4
2
(40) = data ke-20. Dengan demikian interval
yang memuat Q
2
adalah 51 – 55, sehingga diperoleh T
b
= 50,5,
p = 55,5 – 50,5 = 5, F = 13, f
Q2
= 12
Q
2
= 50,5 + 5
20 13
12
÷ | |
|
\ .
= 50,5 + 5
|
.
|

\
|
12
7
= 53,42
Letak Q
3
= data ke-
4
3
(40) = data ke-30. Dengan demikian interval
yang memuat Q
3
adalah interval 56 – 60, sehingga diperoleh
T
b
= 55,5, p = 60,5 – 55,5 = 5, F = 25, f
Q3
=10.
Q
3
= 55,5 + 5
3
(40) 25
4
10
| |
÷
|
|
|
\ .
= 55,5 + 5
5
10
| |
|
\ .
= 55,5 + 2,5 = 58
Jadi diperoleh Q
1
= 48,36, Q
2
= 53,42, dan Q
3
= 58.
K egi at an M enul i s 2. 7
Diberikan sekumpulan data dengan cacah cukup besar
(n > 50). Hitung Q
1
, Q
2
, dan Q
3
dengan memandangnya sebagai
data tak terkelompok. Hitung juga Q
1
, Q
2
, dan Q
3
sebagai data
terkelompok. Apakah hasil perhitungannya sama? Menurut
kalian mana yang lebih mudah dilakukan?
Su d u t M a t e m a t i k a
Mencari Informasi Lebih
Jauh
Bagaimana dengan data
kualitatif? Apakah
mempunyai mean, median,
modus, dan kuartil?
Jelaskan alasan.
55 B a b 2 Ukuran Data
La t i h a n 2 .
Tentukan Q
1
, Q
2
, dan Q
3
untuk data berikut.
1. 4, 6, 8, 5, 6, 9, 3, 6, 7, 10, 11
2. 12, 21, 9, 8, 24, 32, 33, 26, 25, 10, 23, 30, 26, 22, 10, 15, 17, 32,
29, 30
3. Carilah Q
1
, Q
2
, dan Q
3
dari data:
16, 17, 17, 18, 9, 20, 21, 22, 24, 26
4. Carilah nilai Q
1
, Q
2
, dan Q
3
dari data:
Nilai Frekuensi
4 5
5 8
6 15
7 28
8 21
9 16
10 7
5. Diketahui data yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi
berikut.
Tinggi Badan Frekuensi
152 – 154 15
155 – 157 17
158 – 160 25
161 – 163 25
164 – 166 15
167 – 169 12
170 – 172 11
Jumlah 120
a. Tentukan letak Q
1
, Q
2
, dan Q
3
.
b. Tentukan pula Q
1
, Q
2
, dan Q
3
.
56
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
2. Desil
Seperti pada pengertian kuartil, desil adalah nilai-nilai yang
membagi susunan data menjadi 10 bagian yang sama banyak.
Dengan demikian nilai-nilai dari desil yaitu desil ke-1 (D
1
), desil
ke-2 (D
2
), desil ke-3 (D
3
) dan seterusnya sampai D
9
.
a. Desil pada Data Tunggal
Penentuan nilai D
1
, D
2
, D
3
, dan seterusnya ditentukan oleh
letaknya, dengan rumus:
D
i
= data ke-
( 1)
10
i
n +
dengan i = 1, 2, 3, ..., 9 dan n adalah cacah data
C ont oh 2. 18
Carilah D
1
, D
3
, D
5
, dan D
9
dari data berikut.
10, 13, 9, 14, 17, 9, 21, 19, 19, 22,
35, 23, 25, 35, 47, 33, 25, 39, 43, 29
Penyelesaian:
Dari data tersebut, setelah diurutkan menjadi:
9, 9, 10, 13, 14, 17, 19, 19, 21, 22,
23, 25, 25, 29, 33, 35, 35, 39, 43, 47
Dengan n = 20, diperoleh:
D
1
= data ke-
1
10
(20 + 1)
= data ke-2
1
10
= data ke-2 +
1
10
(data ke-3 – data ke-2)
= 9 +
1
10
(10 – 9) = 9,1
D
3
= data ke-
3
10
(20 + 1)
= data ke-6
3
10
= data ke-6 +
3
10
(data ke-7 – data ke-6)
= 17 +
3
10
(19 – 17) = 17,6
57 B a b 2 Ukuran Data
b. Desil pada Data Kelompok
Untuk menentukan desil digunakan rumus yang mirip rumus
untuk menentukan kuartil, yaitu:
D
i
= T
b
+ p
10
D
i
i
n F
f
| |
÷
|
|
|
|
\ .
K egi at an M enul i s 2. 8
Bagai mana menentukan D
1
, D
2
, D
3
, ..., D
9
untuk data
terkelompok?
Bagaimana pula menentukan D
1
, D
2
, D
3
, ..., D
9
untuk cacah
data kurang dari 10?
D
5
= data ke-
5
10
(20 + 1)
= data ke-10
5
10
= data ke-10 +
5
10
(data ke-11 – data ke-10)
= 22 +
5
10
(23 – 22) = 22,5
D
9
= data ke-
9
10
(20 + 1)
= data ke-18
9
10
= data ke-18 +
9
10
(data ke-19 – data ke-18)
= 39 +
9
10
(43 – 39) = 39 +
36
10
= 42,6
58
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Dengan:
i = 1, 2, 3, ..., 9
T
b
= tepi bawah kelas yang mengandung D
i
p = panjang kelas
n = cacah data
F = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung D
i
f
D
i
= frekuensi kelas yang mengandung D
i
C ont oh 2. 19
Tentukan D
1
, D
5
, dan D
9
dari data berikut.
Nilai f
31 – 35 1
36 – 40 2
41 – 45 3
46 – 50 7
51 – 55 12
56 – 60 10
61 – 65 5
Penyelesaian:
Distribusi frekuensi kumulatif dari data tersebut adalah:
Nilai f F
kum
31 – 35 1 1
36 – 40 2 3
41 – 45 3 6 ÷ D
1
46 – 50 7 13
51 – 55 12 25 ÷ D
5
56 – 60 10 35
61 – 65 5 40 ÷ D
9
Letak D
1
= data ke-
1
10
(40) = data ke-4. Dengan demikian interval
yang memuat D
1
adalah interval 41 – 45, sehingga diperoleh
T
b
= 40,5, p = 5, F = 3, f
D
1
= 3.
59 B a b 2 Ukuran Data
D
1
= 40,5 + 5
10
D
i
i
n F
f
| |
÷
|
|
|
|
\ .
= 40,5 + 5
1
3
| |
|
\ .
= 40,5 + 1,67
= 42,17
Letak D
5
= data ke-
10
5
(40) = data ke-20. Dengan demikian interval
yang memuat D
5
adalah 51 – 55, sehingga diperoleh T
b
= 50,5, p = 5,
F = 13, f
D
5
= 12.
D
5
= 50,5 + 5
5
(40) 13
10
12
| |
÷
|
|
|
|
\ .
= 50,5 + 5
7
12
| |
|
\ .
= 50,5 + 2,92
= 53,42
Letak D
9
= data ke-
10
9
(40) = data ke-36. Dengan demikian interval
yang memuat D
9
adalah 61 – 65, sehingga diperoleh T
b
= 60,5, p = 5,
F = 5, f
D
9
= 35.
D
9
= 60,5 + 5
9
(40) 35
10
5
| |
÷
|
|
|
|
\ .
= 60,5 + 5
1
5
| |
|
\ .
= 60,5 + 1
= 61,5
60
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
K egi at an M enul i s 2. 9
Kuartil membagi data yang terurut menjadi empat sama
banyak. Desil membagi data terurut menjadi sepuluh sama
banyak. Dari pengertian tersebut, perkirakan uraian tentang
membagi data terurut menjadi seratus bagian sama banyak
yang saelanjutnya disebut dengan persentil.
La t i h a n 2 .
1. Tentukan D
1
, D
2
, D
3
, dan D
9
untuk data berikut.
a. 4, 6, 8, 5, 6, 9, 3, 6, 7, 10, 11
b. 12, 21, 9, 8, 24, 32, 33, 26, 25, 10,
23, 30, 26, 22, 10, 15, 17, 32, 29, 30
2. Carilah nilai D
1
, D
4
, dan D
7
dari data berikut:
30 50 58 63 68 32 51 58 64 69 36 53
58 66 70 43 53 60 67 72 48 56 62 68
3. Diketahui data yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi
berikut.
Tinggi Badan Frekuensi
152 – 154 15
155 – 157 17
158 – 160 25
161 – 163 25
164 – 166 15
167 – 169 12
170 – 172 11
Jumlah 120
a. Tentukan letak D
1
, D
2
, D
6
, dan D
8
.
b. Tentukan pula D
1
, D
2
, D
6
, dan D
8
.
3. Persentil
Seperti halnya pada pengertian kuartil dan desil, persentil
adalah nilai-nilai yang membagi susunan data menjadi 100 bagian
yang sama banyaknya. Dengan demikian, nilai-nilai dari persentil
ke-1 (P
1
), persentil ke-2 (P
2
), persentil ke-3 (P
3
) dan seterusnya
sampai persentil ke-99 (P
99
).
61 B a b 2 Ukuran Data
Rumus untuk persentil adalah
100
i
i b
P
i
n F
P T p
f
| |
÷
|
= +
|
|
\ .
dengan
i = 1, 2, 3, ..., 99
T
b
= tepi bawah kelas yang mengandung P
i
p = panjang kelas
n = cacah data
F = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung P
i
f
pi
= frekuensi kelas yang mengandung
C ont oh 2. 2
Tentukan P
5
, P
20
, dan P
50
dari data dalam tabel berikut.
Nilai f
31 - 35 1
36 - 40 2
41 - 45 3
46 - 50 7
51 - 55 12
56 - 60 10
61 - 65 5
66 - 70 20
71 - 75 15
76 - 80 25
62
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
P
5
P
20
P
50
Penyelesaian:
Distribusi kumulatif dari data tersebut adalah
Nilai f F
kum
31 - 35 1 1
36 - 40 2 3
41 - 45 3 6
46 - 50 7 13
51 - 55 12 25
56 - 60 10 35
61 - 65 5 40
66 - 70 20 60
71 - 75 15 75
76 - 80 25 100
a. Letak P
5
= data ke-
5
(100)
100
= data ke-5. Dengan demikian
interval yang memuat P
5
adalah interval 41-45, sehingga
diperoleh T
b
= 40,5; p = 5; F= 3, f
P5
= 3.
5
5
100 3
100
40,5 5
3
2
40 5 5
3
40 5 3 33
43 83
P
,
, ,
,
| |
× ÷
|
= +
|
|
\ .
| |
= +
|
\ .
= +
=
b. Letak P
20
= data ke-
20
(100)
100
= data ke-20. Dengan demikian
interval yang memuat P
20
adalah interval 51-55, sehingga
diperoleh T
b
= 50,5; F = 13; f
P20
= 12.
63 B a b 2 Ukuran Data
20
20
100 13
100
50,5 5
12
7
50 5 5
12
50 5 2,92
53 42
P
,
,
,
| |
× ÷
|
= +
|
|
\ .
| |
= +
|
\ .
= +
=
c. Letak P
50
= data ke-
50
(100)
100
= data ke-50. Dengan demikian
interval yang memuat P
50
adalah interval 66-70, sehingga
diperoleh T
b
= 65,5; p = 5; F = 40; f
P50
= 20.
50
50
100 40
100
65,5 5
20
1
65 5 5
2
65 5 2,5
68
P
,
,

| |
× ÷
|
= +
|
|
\ .
| |
= +
|
\ .
= +
=
C . kura n e n ye b a ra n Da t a Dis e rs i
Ketiga ukuran pemusatan yakni rata-rata, median, dan modus
yang telah kalian pelajari, tidak cukup memberikan gambaran yang
memadai untuk suatu data. Kalian perlu mengetahui, seberapa
jauh data menyebar dari nilai rata-ratanya. Dimungkinkan bahwa
kita dapat memiliki dua himpunan pengamatan yang mempunyai
median yang sama namun sangat berbeda penyebaran datanya.
Coba perhatikan data berikut.
Tabel berikut merupakan hasil pengukuran 5 susu segar (dalam
liter) dari perusahaan A dan 5 susu segar (dalam liter) perusahaan
64
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
B. Keperluan susu untuk perusahaan tersebut dipasok dari
perusahaan susu yang sama serta perusahaan A dan B hanya
mengemasnya.
Susu A
(Dikemas Perusahaan A) 1,02 1,00 1,01 0,98 0,99
Susu B
(Dikemas Perusahaan B) 1,08 1,16 1,00 0,89 0,92
Median dari data tersebut sama yakni 1,00 liter. Namun, coba
kalian perhatikan bahwa perusahaan A dalam mengemas susu
cenderung mengemas dengan isi yang lebih seragam daripada
perusahaan B. Ini berarti bahwa keragaman isi kemasan dari
perusahaan A lebih kecil daripada perusahaan B. Sekarang kalian
telah mengetahui pentingnya belajar ukuran penyebaran.
Berikut diuraikan beberapa ukuran penyebaran.
1. Jangkauan (Range)
Ukuran penyebaran data yang paling sederhana adalah mencari
selisi h data terkecil dengan data terbesar. Hal ini pernah
disinggung pada distribusi frekuensi. Dan dirumuskan
2. Jangkauan Antarkuartil (JAK)
Jangkauan antar kuartil mengukur penyebaran 50% data di
tengah-tengah setelah data diurutkan, dirumuskan
JAK = Q
3
– Q
1
3. Simpangan Rata-rata
Perhatikan rumus berikut.
a. Data Tunggal
Rumus simpangan rata-rata untuk data tunggal sebagai
berikut.
=
÷
=
_
1
n
i
i
R
x x
S
n
dengan S
R
= simpangan rata-rata
x
= rata-rata
x = nilai data ke-i
n = banyaknya data
65 B a b 2 Ukuran Data
b. Data kelompok
Rumus simpangan rata-rata untuk data kelompok
=
=
÷
=
_
_
1
1
n
i i
i
R n
i
i
x x f
S
f
dengan S
R
= simpangan rata-rata
x
= rata-rata
x = nilai data ke-i
f
i
= frekuensi data ke-i
n = banyaknya data
4. Simpangan Baku dan Ragam (variansi)
Perhatikan rumus berikut.
a. Data Tunggal
Rumus ragam dan simpangan baku data tunggal.
( )
=
= ÷
_
2
2
1
1
n
i
i
S x x
n
dan
( )
=
= ÷
_
2
1
1
n
i
i
S x x
n
dengan S
2
= ragam (variansi)
S = simpangan baku
x
= rata-rata
x = nilai data ke-i
n = banyaknya data
b. Data Kelompok
Rumus ragam dan simpangan baku data kelompok.
( )
=
=
÷
=
_
_
2
2 1
1
n
i i
i
n
i
i
x x f
S
f
dan
( )
=
=
÷
=
_
_
2
1
1
n
i i
i
n
i
i
x x f
S
f
dengan S
2
= ragam (variansi)
S = rata-rata
x
= rata-rata
x
i
= nilai tengah data ke-i
f
i
= frekuensi ke-i
n = banyaknya data
66
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
C ont oh 2. 21
Seorang guru ekonomi melakukan ujian tertulis pada 12 siswanya
dan diperoleh nilai sebagai berikut.
Siswa ke-i Nilai
1 75
2 85
3 55
4 80
5 80
6 75
7 75
8 90
9 95
10 90
11 100
12 85
Hitung range, simpangan rata-rata, simpangan baku, dan
variansinya.
Penyelesaian:
a. Berdasarkan data tersebut, nilai yang terbesar (maksimum
= 100 dan nilai yang terkecil (minimum) = 55, sehingga
rangenya = 100 – 55 = 45
b. untuk menentukan simpangan rata-rata, terlebih dahulu
dihitung rata-rata nilai tersebut, sel anj utnya di hi tung
simpangan tiap siswanya. Perhatikan tabel berikut.
Siswa ke-i Nilai
i
x - x ( )
i
x - x
( )
2
i
x - x
1 75 7,083 -7,083 50,169
2 85 2,917 2,917 8,509
3 55 27,083 -27,083 733,489
4 80 2,083 -2,083 4,339
5 80 2,083 -2,083 4,339
6 75 7,083 -7,083 50,169
7 75 7,083 -7,083 50,169
8 90 7,917 7,917 62,679
9 95 12,917 12,917 166,849
10 90 7,917 7,917 62,679
11 100 17,917 17,917 321,019
12 85 2,917 2,917 8,509
67 B a b 2 Ukuran Data
dengan
+ + + + + + + + + + +
=
= =
75 85 55 80 80 75 75 90 95 90 100 85
12
985
82,083
12
x
,
sehingga simpangan rata-ratanya adalah:
( )
=
÷
=
+ + + +
= = =
_
12
1
12
7,083 2,917 ... 17,917 2,917 105
8,75
12 12
i
i
R
x x
S
c. Berdasarkan tabel pada penyelesaian b, simpangan baku
dihitung berdasarkan rumus berikut,
( )
=
= ÷
=
= =
_
12
2
1
1
12
1522,917
12
126,9097 11,265
i
i
S x x
Jadi simpangan bakunya adalah 11,265.
d. variansi merupakan kuadrat dari simpangan baku, sehingga
variansinya sebesar 126,9097.
D. Da t a e n cila n
Pada pengumpulan data terkadang diperoleh beberapa data
yang agak berbeda dari data-data lainnya. Misalnya dari suatu
hasil ulangan matematika dalam skor 0 sampai dengan seratus,
diperoleh sebuah hasil ulangan dengan skor 10 padahal skor-skor
lain sekitar 60, 70, 80. Mungkin diperoleh hasil ulangan matematika
dengan skor 100. Maka skor 10 atau 100 tersebut merupakan data
yang ekstrim atau data pencilan (outlier).
68
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Data-data penci lan dapat juga
merupakan data yang penting, karena
dapat memberikan informasi yang lebih
khusus. Namun terkadang pencilan
tersebut akan mengganggu ketika kita
menafsirkan data itu. Sebagai contoh,
misalnya data ni lai Uj i an Akhi r
Nasional pada suatu kelas diperoleh
rata-rata 5. Padahal kelas tersebut
termasuk kelas yang kebanyakan
siswanya pandai. Setelah dicermati
ternyata ada 1 siswa yang Ujian Akhir
Nasionalnya mendapat nilai 2. Jika
dihitung ulang tanpa melibatkan nilai
siswa yang mendapatkan 2 itu diperoleh rata-rata 6,5. Dari Kejadian
seperti ini nampak bahwa terkadang data-data pencilan dibuang
agar tafsiran dari suatu kumpulan data mendekati kebenaran.
Untuk melihat data-data pencilan dapat digunakan diagram batang
daun dan diagram kotak garis.
1. Penentuan Data Pencilan dengan Diagram Batang Daun
C ont oh 2. 22
Dari data hasil tes dari 40 siswa berikut ini, selidikilah pencilannya.
67 56 78 52 87 85 57 69 70 77
55 68 94 58 64 68 89 83 53 47
67 78 65 64 60 78 93 14 55 66
78 76 58 88 85 78 76 79 67 51
Penyelesaian:
1 4
2
3
4
5 123556788
6 04456777889
7 0667888889
8 355789
9 34
Dari diagram batang daun terlihat bahwa terdapat celah (gap).
Dengan demikian terdapat data pencilan yaitu 14.
Pencilan merupakan
Bahasa Jawa, yang bisa
berarti lain dari yang lain.
Istilah ini kemudian
dibakukan menjadi Bahasa
Indonesia yang
disempurnakan, yaitu
“pencil”. Jika ditambah
awalan ter- menjadi
terpencil yang berarti
tersendiri atau
termarjinalkan atau
tertinggal.
Sumber: chengkung.multiply.com
Info medi a
69 B a b 2 Ukuran Data
2. Penentuan Data Pencilan dengan Diagram Kotak Garis
Untuk membuat diagram kotak garis, diperlukan yang disebut
dengan ringkasan lima bilangan, yaitu data terkecil (x
min
), Q
1
, Q
2
,
Q
3,
dan x
maks
(data terbesar). Untuk membuat diagram kotak garis
diperlukan ketentuan sebagai berikut:
a. Nilai data terkecil digambarkan dengan sisi kotak sebelah kiri.
b. Q
1
digambarkan dengan sisi kotak sebelah kiri.
c. Q
2
digambarkan dengan garis di dalam kotak.
d. Q
3
digambarkan dengan sisi kotak sebelah kanan.
e. Nilai data terbesar digambarkan oleh ujung garis di sebelah
kanan kotak.
C ont oh 2. 23
Diketahui hasil tes dari 40 siswa adalah sebagai berikut.
67 56 78 52 87 85 57 69 70 77
55 68 94 58 64 68 89 83 53 83
67 78 65 64 60 78 93 14 55 66
78 76 58 88 85 78 76 79 67 51
Buatlah diagram kotak garis dari data tersebut.
Penyelesaian:
Untuk membuat diagram kotak garis maka kita urutkan data
terlebih dahulu untuk menentukan ringkasan lima bilangan.
14 51 52 53 55 55 56 57 58 58
60 64 64 65 66 67 67 67 68 68
69 70 76 76 77 78 78 78 78 78
79 83 83 85 85 87 88 89 93 94
Diperoleh:
Nilai data terkecil = 14
Nilai data terbesar = 94
Q
1
= data ke-
1
4
(40 + 1) = data ke-10
1
4
= 58 +
1
4
(60 – 58) = 58,5
Q
2
= data ke-
2
4
(40 + 1) = data ke-20
1
2
= 68 +
1
2
(69 – 68) = 68,5
Q
3
= data ke-
3
4
(40 + 1) = data ke-30
3
4
= 78 +
3
4
(79 – 78) = 78,75
70
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
K egi at an M enul i s 2. 10
Sehingga diagram kotak garisnya adalah
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
x
min
Q
1
Q
2
Q
3
x
maks
Terlihat bahwa x
min
lebih jauh dari kotak dibanding dengan x
maks
.
Hal ini berarti data terkecil yaitu 14 termasuk data pencilan.
3. Penentuan Data Pencilan dengan Pagar Dalam (PD) dan Pagar
Luar (PL)
Tentunya kesimpulan yang diambil dari sebuah diagram kotak
garis sangatlah subjektif, tergantung pada seseorang dalam
menafsirkan diagram tersebut. Untuk itu terdapat cara lain untuk
menentukan data pencilan, yaitu dengan menentukan pagar dalam
(PD) dan pagar luar (PL). Semua data merupakan data pencilan
jika nilai data tersebut kurang dari PD atau lebih dari PL.
Untuk menentukan PD dan PL terlebih dahulu dihitung
jangkauan kuartil (JK) dengan JK = Q
3
– Q
1
. Selanjutnya
dirumuskan:
PD = Q
1
– 1,5 JK
PL = Q
3
+ 1,5 JK
Bilangan 1,5 JK disebut dengan satu langkah.
C ont oh 2. 24
Tentukan pencilan dari data pada contoh sebelumnya.
Penyelesaian:
Telah diperoleh nilai Q
1
= 58,5 dan Q
3
= 78,75
JK = 78,75 – 58,5 = 20,25
PD = 58,5 – 1,5 × 20,25
= 58,5 – 30,375 = 28,125
PL = 78,75 + 1,5 × 20,25
= 78,75 + 30,375 = 109,15
Jadi, data pencilannya adalah 14 karena 14 < 28,125.
Data-data pencilan terkadang memberikan informasi yang
berharga sehingga tidak perlu dibuang. Berilah contoh nyata
yang menunjukkan bahwa data-data pencilan memberikan
informasi yang berharga.
71 B a b 2 Ukuran Data
Selidiki data berikut ini memuat data pencilan atau tidak, dengan
ketentuan:
1. Gunakan diagram batang daun.
2. Gunakan diagram kotak garis.
3. Gunakan pagar dalam dan pagar luar.
Data tinggi badan 40 siswa dalam cm.
145 144 139 156 130 147 134 120 132 115
153 146 103 168 134 127 119 116 151 140
145 146 132 121 129 154 179 136 142 138
140 145 140 134 145 125 151 135 148 135
La t i h a n 2 .
Ref l eksi
Dari materi ukuran data ini, apakah ada manfaatnya dalam
kehidupan kalian sehari-hari? Coba jelaskan pendapat kalian
dan diskusikan dengan teman-teman dan guru kalian.
Ra n gk uma n
1. Rataan atau mean merupakan salah satu ukuran untuk
memberikan gambaran yang lebih jelas dan singkat tentang
sekumpulan data.
2. Rataan hitung disimbolkan dengan
x
. Misalkan x
1
, x
2
, x
3
,
..., x
n
adalah sekumpulan data, maka:
a. Rataan hitung untuk data tunggal didefinisikan dengan:
=
_
+ + + +
= =
1 2 3 1
n
i
n i
x
x x x ... x
x
n n
b. Rataan hitung untuk data berbobot rumusnya:
=
_
+ + + +
= =
_
1 1 2 2 3 3 1
n
i i
n n i
n
i
i=1
f x
f x f x f x ... f x
x
n
f
72
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
c. Rataan hitung untuk data terkelompok dengan cara
sandi (coding), rumusnya:
l
Rataan ( )
n
i i
i
0
i
f d
x x p
f
=
= +
_
_
3. Rataan ukur disimbolkan dengan U.
1 2 3
...
n
n
U x x x x = × × × × dengan x
1
, x
2
, x
3
, …, x
n
adalah
sekumpulan data.
4. Rataan harmonis disi mbol kan dengan H, untuk
sekumpulan data x
1
, x
2
, x
3
, …, x
n
. H didefinisi kan dengan:
l
1 2 3 n i
1 1 1 1 1
...
n
i
n n
H
x x x x x =
= =
+ + + + _
5. Median (Me) adalah nilai data yang terletak di tengah.
Untuk data berkelompok rumusnya:
2
b
Me
n
F
Me T p
f
| |
÷
|
= +
|
|
|
\ .
6. Modus (Mo) adalah data atau gejala yang sering. Untuk
data terkelompok rumus menentukan modus adalah:
1
1 2
b
d
Mo T p
d d
| |
= +
|
+
\ .
7. Kuartil membagi sekumpulan data menjadi empat bagian
yang sama banyak. Pada data terkelompok, rumus yang
digunakan adalah:
4
1 b
Q
1
1
n F
Q T p
f
| |
÷
|
= +
|
|
\ .
dengan i = 1, 2, 3
8. Desil adalah nilai-nilai yang membagi susunan data
menjadi 10 bagian yang sama banyak.
a. Desil pada data tunggal, rumus:
D
i
= data ke- + ( 1)
10
i
n dengan i = 1, 2, 3, ..., 9 dan
n adalah cacah data.
73 B a b 2 Ukuran Data
b. Desil pada data kelompok, yaitu:
D
i
= T
b
+ p
10
D
i
i
n F
f
| |
÷
|
|
|
|
\ .
9. Persentil adalah nilai-nilai yang membagi susunan data
menjadi 100 bagian yang sama banyaknya.
Rumus persentil:
100
i
i b
P
i
n F
P T p
f
| |
÷
|
= +
|
|
\ .
10. Jangkauan (Range) adalah selisih data terkecil dengan
data terbesar.
Range = x
max
– x
min
11. Jangkauan antarkuartil adalah penyebaran 50% data di
tengah-tengah setelah data diurutkan.
JAK = Q
3
– Q
1
12. Simpangan rata-rata
a. Untuk data tunggal
=
÷
=
_
1
n
i
i
R
x x
S
n
b. Untuk data kelompok
=
=
÷
=
_
_
1
1
n
i i
i
R n
i
i
x x f
S
f
13. Simpangan Baku dan Ragam
a. Untuk data tunggal
Ragam:
( )
2
2
1
1
n
i
i
S x x
n
=
= ÷
_
Simpangan Baku:
( )
=
= ÷
_
2
1
1
n
i
i
S x x
n
74
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
b. Untuk data kelompok
Ragam:
( )
=
=
÷
=
_
_
2
2 1
1
n
i i
i
n
i
i
x x f
S
f
Simpangan Baku:
( )
=
=
÷
=
_
_
2
1
1
n
i i
i
n
i
i
x x f
S
f
14. Penentuan data tidak konsisten (pencilan) dengan pagar
dalam (PD) dan pagar luar (PL) dan terlebih dahulu
menentukan jangkauan kuartilnya (JK).
JK = Q
3
– Q
1
PL = Q
3
+ 1,5 JK
PD = Q
1
– 1,5 JK
Uj i Ko mp e t e n s i
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e yang
kalian anggap benar.
1. Berat siswa 42 - 44 45 - 47 48 - 50
Frekuensi 5 30 15
Dari data di atas, rata-rata berat siswa adalah . . . .
a. 46,3 d. 46,8
b. 46,5 e. 47
c. 46,6
2. Median dari susunan bilangan-bilangan 4, 3, 8, 7, 9, 5 adalah . . . .
a. 4 d. 6
b. 4,5 e. 6,5
c. 5,5
3. Jangkauan semi interkuartil dari data 9, 7, 12, 6, 14, 8, 10, 11
adalah . . . .
a. 0,75 d. 1,75
b. 1,0 e. 2,0
c. 1,5
75 B a b 2 Ukuran Data
4. Nilai rata-rata ulangan matematika dari 39 siswa adalah 45.
Jika nilai matematika seorang siswa lain digabungkan maka
nilai rata-ratanya menjadi 46. Nilai matematika siswa lain itu
adalah . . . .
a. 58 d. 65
b. 85 e. 56
c. 90
5. Jika 9 adalah rata-rata dari 2, x, 10, 12 dan 15, maka x sama
dengan . . . .
a. 30 d. 9
b. 12 e. 6
c. 10
6. Dari suatu penelitian diperoleh data sebagai berikut.
Data 3 4 5 6
Frekuensi 10 12 15 14
Maka rata-rata dan nilainya berturut-turut adalah . . . .
a. 4,4 dan 5 d. 4,7 dan 4
b. 4,5 dan 5 e. 5 dan 4
c. 4,6 dan 4
7. Jika siswa x dalam rapornya memperoleh nilai: 8, 7, 6, 7, 5, 6,
8, 9, 8, 9, maka mediannya adalah . . . .
a. 5 d. 7,5
b. 6 e. 8
c. 7
8. Jangkauan semi interkuartil dari data: 12, 8, 10, 3, 6, 4, 5,12
adalah . . . .
a. 2,75 d. 3,25
b. 2,5 e. 4,5
c. 3,5
9. Jika rata-rata dari data x, 3, x
2
, 9, dan 10 adalah 5,6 maka nilai x
sama dengan . . . .
a. 2 d. 3
b. 2,2 e. 4
c. 2,4
76
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
10. Dari daftar frekuensi data-data nilai suatu bidang studi berikut,
jangkauan semi interkuartilnya adalah . . . .
Nilai Frekuensi
50 3 a. 2
53 4 b. 4
61 5 c. 8
70 3 d. 53
e. 61
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.
1. Tentukan rata-rata dari data berikut.
Ukuran Frekuensi
127 5
132 10
137 20
142 12
147 3
2. Tentukan mean, median, dan modus dari data berikut.
Berat Badan f
50 – 52 4
53 – 55 5
56 – 58 3
59 – 61 2
62 – 64 6
3. Tentukan desil kedua dan kelima dari data berikut.
Berat Badan f
31 2
37 4
36 3
34 1
41 5
29 4
25 3
4. Kumpulan lima data memiliki mean 2. Kumpulan tujuh data
yang lainnya memiliki mean 5. Jika kedua kumpulan data ini
digabungkan untuk membentuk suatu kumpulan data tunggal,
hitung mean dari data gabungan.
5. Diketahui data 1, 4, 13, 7, 8, 4, x
1
, x
2
yang memiliki mean 6
dan ragam 12,5. Tentukan nilai x
1
dan x
2
.
77 Latihan Semester 1
a t i h a n S e m e s t e r
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e yang
kalian anggap benar.
1. Diketahui data berikut: 6, 4, -3, 8, 0, -6, 10, 6. Nilai median
dan modusnya adalah ....
a. 6 dan 6 d. 5 dan 4
b. 6 dan 5 e. 5 dan 6
c. 5 dan 3
2. Hasil dari suatu pengamatan adalah sebagai berikut: 12, 11,
9, 8, 9, 10, 9, 12. Maka median dari pengamatan tersebut
adalah ....
a. 10 d. 8,5
b. 9,5 e. 8
c. 9
3.
Rata-rata dari data yang disajikan dengan histrogram di atas
adalah ....
a. 52,5 d. 60,3
b. 55,5 e. 60,5
c. 55,8
4. Dalam satu kelas terdapat siswa sebanyak 21 orang. Nilai rata-
rata matematikanya adalah 6. Bila seorang siswa yang paling
rendah nilainya tidak diikutsertakan, maka nilai rata-ratanya
berubah menjadi 6,2. Dengan demikian nilai siswa yang paling
rendah adalah ....
a. 4 d. 1
b. 3 e. 0
c. 2
15
10
5
2
8
15
10
5
10
39,5 44,5 49,5 54,5 59,5 64,5 69,5
78
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
5. Nilai rata-rata ujian 40 orang siswa adalah 5,2. Setelah seorang
siswa mengikuti ujian susulan, nilai rata-ratanya menjadi
5,25. Nilai siswa yang mengikuti ujian susulan adalah ....
a. 5,25 d. 7,25
b. 6,20 e. 7,50
c. 7,10
6. Sebanyak 30 siswa kelas XI A mempunyai nilai rata-rata 6,5.
25 siswa kelas XI B mempunyai nilai rata-rata 7 dan 20 siswa
kelas XI C mempunyai nilai rata-rata 8, maka rata-rata seluruh
siswa tersebut adalah ....
a. 7,16 d. 7,04
b. 7,10 e. 7,01
c. 7,07
7. Nilai rata-rata 11 buah bilangan sama dengan 13. Nilai rata-
rata 13 bilangan yang lain sama dengan 11. Dengan demikian
nilai rata-rata 24 bilangan tersebut sama dengan ....
a. 11 d.
125
12
b. 11
1
2
e. 13
c. 12
8. Modus dari deret angka: 1, 2, 2, 3, 3, 7, 7, 7, 9 ialah ....
a. 2 dan 7 d. 7
b. 3 e. 1 dan 9
c. 9
9. Diketahui tiga kelompok data. Kelompok pertama terdiri n
1
data dengan rata-rata x
1
, dan kelompok kedua n
2
dengan rata-
rata dan kelompok ketiga n
3
dengan rata-rata. Harga rata-
rata dari seluruh data dari ketiga kelompok itu ialah ....
a.
1 2 3
3
x x x + +
d.
1 1 2 2 3 3
1 2 3
- -
n x n x n x
n n n
+ +
b.
1 1 2 2 3 3
1 2 3
n x n x n x
n n n
+ +
+ +
e. 3
2 3 1
1 2 3
x x x
n n n
| |
+ +
|
|
\ .
c.
1 2 3
1 2 3
x x x
n n n
+ +
+ +
79 Latihan Semester 1
10. x
o
adalah rata-rata dari data: x
1
, x
2
, ..., x
10
. Jika data berubah
mengikuti pola , dan seterusnya, maka nilai rata-rata menjadi
....
a.
1
11
2
+
o
x
d. x
o
+ 11
b.
1
12
2
+
o
x
e. x
o
+ 12
c.
1
20
2
+
o
x
11. Diperoleh sampel data sebagai berikut: 6,5; 6,6; 4,0; 5,5; 7,6;
8,5; 7,8. Nilai mediannya adalah ....
a. 4,0 d. 6,5
b. 7,8 e. 6,6
c. 7,6
12. Modus dari data pada distribusi
frekuensi di samping adalah ....
a. 154,25 cm
b. 155,25 cm
c. 156,75 cm
d. 157,17 cm
e. 157,5 cm
13. Modus dari data: 4, 5, 7, 5, 6, 6, 8, 9, 4, 6, 6, 7, 7, 7, 5, 6, 4
adalah ....
a. 5 d. 8
b. 6 e. 9
c. 7
14. Medi an dari tabel di stri busi
frekuensi di samping adalah ....
a. 55 d. 54
b. 55 e. 63
c. 54
Interval f
141 - 145
146 - 150
151 - 155
156 - 160
161 - 165
166 - 170
171 - 175
4
7
12
13
10
6
3
Interval f
47 - 49
50 - 53
53 - 55
56 - 58
59 - 61
2
4
6
5
3
Jumlah 20
80
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
15. Dari daftar distribusi di samping
ini diperoleh bahwa ....
a. median terletak pada kelas ke-3
b. banyaknya data seluruhnya 25
c. modus terletak pada kelas ke-4
d. meannya 10
e. panjang kelasnya 5
16. Dari data 8, 8, 7, 9, 6, 10, 8, letak Q
3
adalah pada data ke- ....
a. 2 d. 5
b. 3 e. 6
c. 4
17. Dari data di samping, nilai dari
Q
1
, Q
2
, dan Q
3
berturut-turut
adalah ....
a. 50, 50, dan 50
b. 50, 50, dan 52
c. 49, 50, dan 52
d. 49, 50, dan 50
e. 49, 50, dan 55
18. Ti nggi badan si swa kel as XI
Bahasa, terdata secara
berkelompok seperti tampak pada
tabel di samping. Nilai dari Q
3
,
adalah ....
a. 153 d. 164
b. 163 e. 164,5
c. 163,5
19. D
2
dan D
3
untuk data 4, 6, 8, 5, 6, 9, 3, 6, 7, 10 ,11 adalah data
ke....
a. 4,4 dan 10,8
b. 4,4 dan 9,9
c. 4,3 dan 3,3
d. 2,2 dan 9,9
e. 2,4 dan 3,6
Interval f
1 - 5
6 - 10
11 - 15
16 - 20
12 - 25
4
15
7
3
1
Data Frekuensi
47
49
50
52
55
1
3
8
5
2
Tinggi
Badan
f
145 - 149
150 - 154
155 - 159
160 - 164
165 - 169
170 - 174
2
5
15
10
7
1
81 Latihan Semester 1
20. Data tak terkelompok hasil ulangan matematika kelas XI
Bahasa adalah: 7, 7, 9, 8, 6, 5, 6, 8, 7, 10, 5, 8, 8, 5, 10, 6, 8, 5,
7, 7. Dari data tersebut letak D
4
, D
8
dan D
9
berturut-turut
adalah ....
a. 8; 16 dan 18
b. 8; 16,8 dan 8,9
c. 8,4; 16,8 dan 18,9
d. 8,4; 16 dan 18
e. 8,4; 16 dan 18,9
21. Dari tabel distribusi frekuensi di
samping, besar D
3
adalah ....
a. 53,8
b. 53
c. 50,8
d. 49,5
e. 45,5
22. Ti nggi badan si swa kel as XI
Bahasa terdata pada tabel
distribusi disamping. D
2
dan D
7
dari data tersebut adalah ....
a. 160,27 dan 167,5
b. 160,27 dan 164,5
c. 159,5 dan 160,27
d. 167,5 dan 175,5
e. 167,5 dan 172,5
23. Diketahui data nilai ujian nasional untuk mata pelajaran
ekonomi, sebagai berikut.
7, 6, 8, 5, 9, 8, 6, 7, 7, 8, 5, 7, 9, 6, 6, 7, 9, 8, 5, 5
Dari data tersebut, nilai jangkauannya adalah ....
a. 5 d. 2
b. 4 e. 1
c. 3
24. Langkah (L) dan pagar dalam (PD) dari data: 3, 5, 10, 2, 8, 10,
13, 15, 6, 8, 9, 10, 29, 25, 5, 9 adalah ....
a. 7 dan -5,25 d. 10,5 dan -5,25
b. 7 dan 22,75 e. 10,5 dan 22,75
c. 10,5 dan 7
Nilai f
50 - 54
55 - 59
60 - 64
65 - 69
7
5
6
2
6
13
15
5
1
Tinggi
Badan
155 - 159
160 - 164
165 - 169
170 - 174
175 - 179
f
82
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Nilai f
40 - 45
46 - 51
52 - 57
58 - 63
3
5
12
13
5
25. Diketahui data: 5, 2, 8, 9, 4, 10, 9, 3, 6. Besar jangkauan (J)
dan jangkauan semi interkuartil (Qd) adalah ....
a. 2,75 dan 6,25 d. 8 dan 6,12
b. 2,75 dan 5,5 e. 8 dan 2,75
c. 8 dan 5,5
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.
1. Suatu data tunggal terbesar sebagai berikut.
12, 16, 21, 31, 36, 26, 37, 19, 34, 24, 27, 23, 32, 28, 28, 21, 26,
22, 24, 29, 17, 24, 14, 33, 39, 27, 18, 22, 29, 35, 30, 29, 13, 20,
40, 35, 30, 25, 25, 27.
Tentukan nilai Q
1
, Q
2
, dan Q
3
dari data tersebut.
2. Hi stogram beri kut i ni merupakan
distribusi pendapatan per kapita. Dari
histrogram di bawah, tentukan D
3
, D
5
,
dan D
7
.
3. Pendapatan per kapita suatu negara berkaitan erat dengan
sosial, ekonomi dan lingkungan negara. Penduduk negara
dengan pendapatan perkapita tinggi memiliki harapan hidup
lebih lama. Berikut data harapan hidup (tahun) negara-negara
di Asia Tenggara dan Pasifik:
79, 59, 54, 70, 79, 63, 65, 81, 73, 72, 58, 77, 62, 58, 69, 77, 73,
72, 68.
Dari data-data tersebut, tentukan besarnya:
a. Q
1
, Q
2
, Q
3
b. H, Q
d
, L
4. Perhatikan daftar nilai ulangan
akuntansi kelas XI B Bahasa di
samping.
Tentukan:
a. H
b. PD
c. PL
19,5 39,5 59,5 79,5 99,5
P
e
r
s
e
n
t
a
s
e
p
e
n
d
a
p
a
t
a
n
Persentase jumlah penduduk
Dalam bab ini terdapat beberapa kata kunci yang perlu kalian ketahui.
1. Permutasi 3. Sampel
2. Kombinasi 4. Peluang
Peluang
Peta konsep berikut memudahkan kalian dalam mempelajari seluruh materi
pada bab ini.
83
Bab
3
P
ernahkah kalian menyaksikan atau membaca data tentang bagaimana kondisi
cuaca suatu daerah? Hujan, berawan, atau cerah dapat diperkirakan sebelumnya
menggunakan teori peluang. Bahkan penurunan sifat dari penyilangan gen-gen
induk yang mempunyai dua sifat berbeda, dapat diperkirakan dengan teori peluang.
Pada bab ini kalian akan mempelajari peluang yang terkadang tanpa kita sadari
telah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa dasar dalam mempelajari
peluang misalnya harus memahami sifat dan aturan penjumlahan, perkalian, permutasi,
kombinasi dan pemecahannya, serta menentukan sampel, peluang kejadian, dan
menafsirkannya.
Peluang
Kaidah Pencacahan
Peluang Suatu
Kejadian
Kejadian Majemuk
Aturan Pengisian Tempat
m
e
l
i
p
u
t
i
m
e
n
j
a
b
a
r
k
a
n
m
e
m
p
e
l
a
j
a
r
i
m
e
n
j
a
b
a
r
k
a
n
Percobaan, Sampel, dan
Kejadian
Pengertian Peluang
Permutasi
Kombinasi
Kisaran Nilai Peluang
Frekuensi Harapan
Peluang Komplemen
Peluang Gabungan
Kejadian Saling Bebas
Kejadian Bersyarat
B a b 3 Peluang
84
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada
permasal ahan menentukan atau mengukur keti dakpasti an
(kemungkinan). Sebagai contoh seseorang akan melakukan
perjalanan dari Mojokerto ke Malang setelah terjadi banjir lumpur
di porong Sidoarjo. Untuk menghindari lumpur, orang itu dapat
memilih apakah menggunakan jalur alternatif selain jalur utama.
Demikian juga pada saat pengumuman kelulusan. Seorang siswa
yang menantikan pengumuman mempunyai dua kemungkinan,
yaitu lulus atau tidak lulus. Untuk memperdalam materi pada bab
ini, pelajarilah kembali materi peluang di kelas IX SMP.
A . aida e a a a (Count ing Rules)
Pernahkah kalian diminta untuk menyusun sebuah tim
sepakbola atau bola basket dalam class meeting yang anggotanya
teman-teman kalian? Dari sekitar 40 anak, kalian akan memilih
11 orang untuk tim sepak bola atau 5 orang untuk tim basket.
Persoalan susunan seperti itu menjadi dasar konsep kombinatorik
yang akan membantu kita memecahkan objek-objek dalam suatu
himpunan. Untuk menyelesaikan persoalan kombinatorik perlu
diketahui dua prinsip himpunan dasar yaitu prinsip penjumlahan
dan perkalian. kaidah pencacahan ini menggunakan dua prinsip
dasar yaitu prinsip (aturan) penjumlahan dan aturan perkalian.
Sumber: img514.imageshack.us
Gambar 3.1 Peta jalur alternatif akibat banjir lumpur di Porong-Sidoarjo.
Jalur Utama
Tol Gempol - Surabaya
Jalur Alternatif kendaraan besar/kecil
Jalur alternatif kecil
Jalur K.A
Banjir lumpur
Waru
Gedangan
Buduran
Sidoarjo
Candi
Tanggulangin
Bangil
Pasuruan
Malang
Sukorejo
Pandaan
Prigen
Tretes
Pacet
Trawas
Punggung
Mojosari
Bangsal
Mojokerto
Mirip
Balong bendo
Krian
Wonoayu
Tulangan
Krembung
Porong
Gempol
Prambon
85 B a b 3 Peluang
1
2
3
4
5
- - -
A B C
1. Aturan Penjumlahan
Pada aturan penjumlahan bila suatu himpunan S terbagi ke
dalam himpunan-himpunan bagian yaitu S
1
, S
2
, S
3
, ..., S
n
, maka
jumlah unsur yang berada di dalam himpunan S sama dengan
jumlah semua unsur yang ada dalam setiap himpunan bagian dari
S atau dapat dirumuskan sebagai berikut.
S = S
1
+ S
2
+ S
3
+ ... + S
n
Namun demikian prinsip di atas tidak berlaku jika ada diantara
himpunan-himpunan bagian tersebut yang anggotanya saling tindih.
Sebagai contoh aturan penjumlahan adalah bila kita bermaksud
membeli handphone. Di toko, kita menemukan ada handphone
merek A dengan 4 macam model, merek B dengan 3 macam model,
dan merek C ada 5 macam model. Jadi kita akan membeli
handphone di toko itu, maka kita memiliki 5 + 4 + 3 = 12 macam
model handphone. Jadi banyak model handphone di toko itu ada 5
model A + 4 model B + 3 model C = 12 model.
2. Aturan Perkalian
Mi sal kan kota A dan B
dihubungkan dengan 3 jal an,
sedangkan antara kota B dan C
dihubungkan dengan 2 jalan. Maka
banyak rute perjalanan dari kota A
ke kota B dan dilanjutkan perjalanan B ke C adalah 3 × 2 = 6 rute.
Prinsip inilah yang disebut prinsip perkalian.
Sesuai aturan penjumlahan, diperoleh banyak rute perjalanan dari
A ke B atau dari B ke C adalah 3 + 2 = 5 rute.
a. Rute 2 terlihat lebih pendek dari rute 1 dan 3, apakah rute 2
akan ditempuh dalam waktu lebih cepat?
b. Faktor apakah yang harus dipertimbangkan ketika akan
memilih rute suatu perjalanan?
Prinsip dasar dalam aturan pengisian tempat
Jika suatu kejadian dapat terjadi dengan n
1
cara, kejadian kedua
dapat terjadi dengan n
2
cara, kejadian ketiga dapat terjadi
dengan n
3
cara, dan seterusnya maka kejadian-kejadian dengan
urutan yang demikian dapat terjadi dengan (n
1
× n
2
× n
3
× . . .)
cara.
86
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Koin
Dadu
A G
Gambar 3.3 Uang logam
Sumber: Dok. Penerbit
Gambar 3.2 Dadu
Sumber: Dok. Penerbit
Catatan:
Aturan penjumlahan ditandai dengan kata “atau”
Aturan perkalian ditandai dengan kata “dan”
Perhatikan contoh berikut.
C ont oh 3. 1
1. Sebuah dadu bermata enam dan uang
logam di l empar secara bersamaan.
Berapa banyak hasi l yang mungki n
terjadi?
Penyelesaian:
Dadu dapat terjadi dengan 6 cara, yaitu
dapat muncul angka 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
Sedangkan uang logam dapat terjadi
dengan 2 cara, yaitu dapat muncul angka
(A) dan gambar (G). Berdasarkan prinsip
di atas, banyaknya cara hasil yang
mungkin adalah (6 × 2) = 12 cara yang
berlainan, yaitu: {1G, 1A, 2G, 2A, 3G, 3A,
4G, 4A, 5G, 5A, 6G, 6A}. Lihat tabel.
1 1A 1G
2 2A 2G
3 3A 3B
4 4A 4B
5 5A 5B
6 6A 6B
2. Dengan angka-angka 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 dibuat bilangan yang
terdiri atas 3 angka yang berlainan. Berapa banyak bilangan
ganjil berlainan yang dapat dibuat?
Penyelesaian:
Tiga angka berarti dibuat terlebih dahulu tiga kotak, yaitu
ratusan, puluhan, dan satuan.
87 B a b 3 Peluang
¦
)
¦
`
¹
Ratusan Puluhan Satuan
3
4 angka 5 angka 5 3 angka
7
Karena yang diinginkan adalah bilangan ganjil maka kotak
satuan hanya dapat diisi oleh angka-angka ganjil (mengapa?)
yaitu 3, 5, dan 7 (3 cara) sedang kotak puluhan dapat diisi
dengan 5 angka karena 1 angka telah dipilih untuk mengisi
satuan. Selanjutnya kotak ratusan dapat diisi dengan 4 cara
(mengapa?) Jadi, banyaknya bilangan ganjil yang terdiri atas
3 angka berbeda dari angka-angka 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 adalah
(4 × 5 × 3) = 60 bilangan.
1. Dari kota X ke kota Y terdapat 4 jalan berlainan yang dapat
ditempuh. Dari kota Y ke kota Z terdapat 5 jalan yang dapat
ditempuh. Berapa banyak jalan berlainan yang dapat ditempuh
dari kota X ke kota Z melalui kota Y?
2. Di dalam almari terdapat 5 baju, 3 celana panjang, dan 2 pasang
sepatu. Ada berapa pasangan baju, celana panjang, dan sepatu
yang dapat dipakai?
3. Berapa banyak bilangan berbeda yang terdiri atas tiga angka
dapat disusun dari angka-angka 1, 2, 3, 5, 6, dan 8 dengan
nilai kurang dari 500?
4. Terdapat 5 orang laki-laki dan 4 orang wanita sebagai calon
panitia yang terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara.
Ketentuan yang harus dipenuhi adalah ketua harus laki-laki,
sekretaris harus wanita, dan bendahara boleh laki-laki atau
wanita. Berapa banyak susunan panitia yang dapat dibentuk?
5. Dari empat angka 1, 2, 3, dan 4 dibentuk beberapa bilangan.
Berapa banyak bilangan yang terbentuk dengan nilai masing-
masing lebih dari 1.000?
Latihan 3.1
88
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
3. Permutasi
Kaidah pencacahan yang kedua adalah permutasi. Namun
sebelum membahas lebih lanjut tentang permutasi, akan diulas
kembali definisi dan notasi faktorial.
a. Definisi dan Notasi Faktorial
Di suatu kelurahan, becak yang beroperasi diberi nomor
kombinasi dari empat angka 1, 2, 3, dan 4. Setiap angka hanya
digunakan sekali. Petugas kelurahan membuat diagram sebagai
berikut untuk menghitung nomor becak yang mungkin
Ribuan Ratusan Puluhan Satuan
1, 2, 3, 4 3 angka 2 angka 1 angka
(4 angka)
Pada nilai ribuan dapat digunakan
empat angka, ratusan ti ga angka,
puluhan dua angka, dan satuan satu
angka. Sesuai dengan pri nsi p
pencacahan pertama, akan terdapat 4
× 3 × 2 × 1 atau 24. Dengan demikian,
akan terdapat 24 nomor becak
berlainan di kelurahan tersebut.
1) Tuliskan semua nomor becak di
atas.
2) Apakah yang harus dilakukan apabila terdapat becak baru di
kelurahan tersebut?
Perkalian bilangan asli berturut-turut dari n sampai dengan 1
atau sebaliknya disebut faktorial yang dinotasikan dengan n!.
Dalam notasi matematika, nilai n faktorial dapat didefinisikan
sebagai berikut.
Untuk setiap bilangan asli n > 2, nilai n faktorial didefinisikan:
n! = n × (n – 1) × (n – 2) × (n – 3) × . . . × 3 × 2 × 1
0! = 1 dan 1! = 1
C ont oh 3. 2¬
1. Hitunglah nilai dari 5! dan 3!.
Penyelesaian:
5! = 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 120
3! = 3 × 2 × 1 = 6
Faktorial didefinisikan
sebagai:
n! =
1
n
k
k
=
[
, untuk semua
n > 2; 0! = 1 dan 1! = 1
Sumber: id.wikipedia.org
Infomedia
89 B a b 3 Peluang
2. Tentukan nilai dari:
a. 3! × 2!
b.
6!
4!
Penyelesaian:
a. 3! × 2! = (3 × 2 × 1)
× (2 × 1) = 12
b.
6! (6 5 4 3 2 1)
30
4! (4 3 2 1)
× × × × ×
= =
× × ×
3. Nyatakan dengan notasi faktorial.
a. 9 × 8 × 7
b. 4 × 6
Penyelesaian:
a.
9 8 7 6 5 4 3 2 1 9!
9 8 7
6 5 4 3 2 1 6!
× × × × × × × ×
× × = =
× × × × ×
b.
(4 3 2 1) (6 5 4 3 2 1) 4! 6!
4 6
(3 2 1) (5 4 3 2 1) 3! 5!
× × × × × × × × × ×
× = =
× × × × × × × ×
4. Diketahui n! = 6n(n – 3)!
Tentukan nilai n yang memenuhi kalimat di atas.
Penyelesaian:
n! = 6n(n – 3)!
n(n – 1)(n – 2)(n – 3)! = 6n(n – 3)!
(n – 1)(n – 2) = 6
n
2
– 3n + 2 = 6
n
2
– 3n – 4 = 0
(n – 4)(n + 1) = 0
n = 4 atau n = 1
Jika disimpulkan nilai n yang memenuhi adalah n = 4 atau
n = -1, apakah pernyataan di atas bernilai benar? Jawabnya adalah
salah karena untuk notasi faktorial disyaratkan n adalah bilangan
asli dan didefinisikan 0! = 1 dan 1! = 1
Menggunakan Kalkulator Scientific
5 shift x
–1
3 shift x
–1
x 2
shift x
–1
=
6 shift x
–1
: 4
shift x
–1
=
5! ¬
3! × 2! ¬
6!
4!
¬
=
90
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
b. Definisi dan Notasi Permutasi dari Unsur-unsur yang
Berbeda
Andaikan pada penomoran becak dari empat angka (1, 2, 3,
dan 4) hanya akan dibuat nomor yang hanya terdiri atas dua angka
yang berbeda. Berapa becak yang dinomori? Perhatikan diagram
berikut.
Pada diagram berikut, yang menempati tempat pertama ada 4
kemungkinan yaitu 1, 2, 3, atau 4. Sedangkan pada tempat kedua
terdapat 3 kemungkinan angka yang belum mempunyai tempat.
2 1
1 3 2 3
4 4
12, 13, 14 21, 23, 24
1 1
3 2 4 2
4 3
31, 32, 34 41, 42, 43
Jadi, banyak nomor yang terdiri atas 2 angka yang berbeda dari 4
angka yang tersedia adalah 12 nomor.
24 4 3 2 1 4!
12
12 2 1 (4 2)!
× × ×
= = =
× ÷
Susunan k unsur dari n unsur yang berlainan dengan k < n
disebut permutasi k unsur dari n unsur, yaitu urutan berlainan
k unsur yang diambil dari n unsur. Banyak permutasi k unsur dari
n unsur dilambangkan dengan notasi
n
P
k
atau P(n,k) atau
n
k
P yang
didefinisikan:
!
( , )
( - )!
n
P n k
n k
=
Bukti:
Jika P(n,k) adalah banyaknya cara pengisian n tempat yang tersedia
yang diambil dari k unsur yang berbeda, maka cara pengisiannya
dapat dilihat pada diagram berikut.
Tempat ke-1 Tempat ke-2 . . . . Tempat ke-k
Banyaknya cara n (n – 1) . . . . (n – k + 1)
91 B a b 3 Peluang
Ada n cara untuk mengisi tempat pertama, (n – 1) cara untuk
mengisi tempat kedua, (n – 2) cara untuk mengisi tempat ketiga,
dan seterusnya (n – k + 1) cara untuk mengisi tempat ke-k. Ingat
kembali penggunaan kaidah pencacahan k unsur dari n unsur
adalah:
P(n,k) = n(n – 1)(n – 2)(n – 3) . . . (n – k+1)
=
( )( 1) ... 2 1
( 1)( 2)( 3) . . . ( 1)
( )( 1) ... 2 1
n k n k
n n n n n k
n k n k
÷ ÷ ÷ × ×
÷ ÷ ÷ ÷ + ×
÷ ÷ ÷ × ×
=
( -1)( - 2)( - 3) . . . 3 2 1 !
( - )( - -1) . . . 3 2 1 ( - )!
n n n n n
n k n k n k
× ×
=
× × ×
C ont oh 3. 3
1. Dengan menggunakan rumus permutasi, tentukan nilai dari:
a. P(6,3)
b. P(5,3) × P(4,2)
Penyelesaian:
a. P(6,3) =
6! 6! 6 5 4 3 2 1
120
(6 3)! 3! 3 2 1
× × × × ×
= = =
÷ × ×
b. P(5,3) × P(4,2) =
5! 4! 5! 4!
60 12 720
(5 3)! (4 2)! 2! 2!
× = × = × =
÷ ÷
2. Pihak pengelola perusahaan memerlukan 3 staf untuk
menduduki posisi ketua, sekretaris, dan bendahara. Jika
tersedia 8 calon, berapa banyaknya susunan staf pengurus
yang mungkin?
Penyelesaian:
Susunan seperti ketua, sekretaris, dan bendahara perlu
diperhatikan urutannya. Oleh karena itu, masalah tersebut
merupakan masalah permutasi 3 unsur (ketua, sekretaris,
bendahara) dari 8 unsur yang tersedia (banyaknya calon).
Banyak kemungkinan susunan staf pengurus:
P(8,3) =
8! 8! 8 7 6 5 4 3 2 1
336
(8 3)! 5! 5 4 3 2 1
× × × × × × ×
= = =
÷ × × × ×
Jadi, banyaknya staf pengurus yang dapat dibentuk adalah
336 susunan.
c. Permutasi dengan Beberapa Unsur yang Sama
Jika dari n unsur terdapat p unsur yang sama dari satu jenis,
q unsur yang sama dari jenis, r unsur yang sama dari satu jenis,
dan seterusnya, maka:
92
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
P(n,p,q,r,…) =
!
! ! ! ...
n
p q r
C ont oh 3. 4
Ada berapa carakah dapat disusun kata-kata:
a. KATAK b. MATEMATIKA
Penyelesaian:
a. KATAK
Ada 2 huruf K yang sama, maka p = 2.
Ada 2 huruf A yang sama, maka q = 2.
Jadi, P (5,2,2) =
5! 5 4 3 2 1
30
2! 2! 2 1 2 1
× × × ×
= =
× × ×
b. MATEMATIKA
Ada 2 huruf M yang sama, maka p = 2
Ada 3 huruf A yang sama, maka q = 3
Ada 2 huruf T yang sama, maka r = 2
P(10,2,3,2) =
10! 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
151.200
2! 3! 2! 2 1 3 2 1 2 1
× × × × × × × × ×
= =
× × × × × ×
d. Permutasi Siklis (Melingkar)
Misalkan tersedia n unsur yang berbeda. Permutasi siklis dari
n unsur dilambangkan dengan notasi P
siklis
(n) dan banyaknya
permutasi dapat ditentukan dengan rumus:
!
( ) ( 1)!
siklis
n
P n n
n
= = ÷
C ont oh 3. 5
Suatu pertemuan dihadiri 5 orang dengan posisi duduk mereka
melingkar. Berapakah banyak susunan posisi duduk yang mungkin?
Penyelesaian:
P
siklis
(5) = (5 – 1)! = 4! = 24
Jadi, susunan posisi duduk yang mungkin ada 24 cara.
Dalam kehidupan sehari-hari, permutasi sering digunakan
misalnya banyak cara dalam menentukan plat nomor kendaraan,
atau pembuatan nomor pin ATM, dan lain-lain. Coba kalian cari
contoh penerapan permutasi dalam kehidupan sehari-hari.
93 B a b 3 Peluang
a i a
1. Nyatakan perkalian berikut dalam bentuk faktorial.
a. 15 × 14 × 13 × 12 × 11
b.
10 9 8 7
4 3 2
× × ×
× ×
2. Tentukan nilai n.
a.
!
3.080
( 2)!
n
n
=
÷
b.
( 1)!
56
( 1)!
n
n
+
=
÷
3. Tentukan nilai n.
a. P(n,2) = 72
b. P(n,4) = P(n+1,3)
c. P(n + 2,n) = 60
4. Berapakah banyak cara 10 orang duduk pada suatu tempat
yang hanya dapat diduduki oleh 3 orang?
5. Berapakah banyak susunan huruf berbeda dapat dibuat dari
huruf-huruf pada kata di bawah ini?
a. SURABAYA d. YOGYAKARTA
b. KOMODO e. BAGANSIAPIAPI
c. INDONESIA
6. Suatu gedung mempunyai lima pintu masuk. Tiga orang hendak
memasuki gedung tersebut. Berapa banyak cara dapat
ditempuh agar mereka dapat memasuki gedung dengan pintu
yang berlainan?
4. Kombinasi
Dalam suatu ruangan terdapat 5 orang yang belum saling
mengenal. Apabila mereka berkenalan dengan berjabat tangan
sekali dengan setiap orang, berapa banyak jabat tangan yang
terjadi?
Misal A, B, C, D, dan E adalah orang yang
dimaksud. Diagram di samping melukiskan
peristiwa jabat tangan tersebut.
A berjabat tangan dengan B, C, D, dan E.
a. Berapa kali A berjabat tangan dengan E?
b. Berapa kali E berjabat tangan dengan A?
c. Apakah keduanya berjabat tangan dua
kali?
A
B
C
D
E
94
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
A berjabat tangan dengan E sama artinya dengan E berjabat tangan
dengan A. Karena itu, seluruhnya terdapat 10 jabat tangan.
5 4 3 2 1 5! 5!
10
2 1 3 2 1 2!(3!) 2!(5 2)!
× × × ×
= = =
× × × × ÷
Kombinasi adalah suatu kumpulan unsur tanpa memper-
hatikan urutannya. Dari suatu himpunan dengan n anggota dapat
dibentuk himpunan bagian dengan k unsur (untuk k < n). Setiap
himpunan bagian yang terbentuk merupakan kombinasi k unsur
dari n unsur. Banyak kombinasi k unsur dari n unsur sering
dinotasikan dengan lambang n
C
k
, C(n,k),
n
k
C , atau
| |
|
\ .
n
k
. Selanjutnya
dalam buku ini notasi yang
digunakan untuk menyatakan kombinasi
adalah C(n,k).
Untuk menghitung banyak kombinasi k unsur dari n unsur
yang tersedia dapat digunakan rumus:
C(n,k) =
!
!( )!
n
k n k ÷
Di dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menggunakan
konsep kombinasi ini misalnya ketika menentukan banyaknya cara
mengambil beberapa bola dari sejumlah bola di kotak, memilih tim
basket sekolah, atau memilih ketua OSIS dari sejumlah calon.
Cobalah cari contoh yang lain dari penerapan konsep kombinasi
ini.
C ont oh 3. 6
1. Hitunglah nilai dari:
a. C(5,3) b. C(6,2)
Penyelesaian:
a. C(5,3)=
5! 5 4 3 2 1
10
3! (5 3)! 3 2 1 2 1
× × × ×
= =
× ÷ × × × ×
b. C(6,2)=
6! 6 5 4 3 2 1
15
2! (6 2)! 2 1 4 3 2 1
× × × × ×
= =
× ÷ × × × × ×
2. Sebuah kantong memuat 5 bola merah, 3 bola hijau, dan 4
bola biru. Tiga bola diambil secara acak. Berapa banyak cara
pengambilan bola jika bola yang terambil adalah:
a. ketiganya berwarna merah
b. dua merah dan satu hijau
Menggunakan Kalkulator
Scientific
5 shift nCr 8 =
6 shift nCr 3 =
95 B a b 3 Peluang
c. ketiganya berbeda warna
d. dua kelereng yang terambil berwarna hijau.
Penyelesaian:
a. Banyaknya cara pengambilan ketiga bola berwarna merah
adalah:
C(5,3) =
5! 5 4 3 2 1
3!(5 3)! 3 2 1 2 1
× × × ×
=
÷ × × × ×
= 10 cara
b. Banyaknya cara pengambilan agar terambil 2 merah dan
1 hijau adalah:
C(5,2) × C(3,1) =
5! 3!
2!(5 2)! 1! (3 1)!
×
÷ ÷
=
5 4 3 2 1 3 2 1
2 1 3 2 1 1 2 1
× × × × × ×
×
× × × × × ×
= 30 cara
c. Banyaknya cara pengambilan agar ketiganya berbeda warna
(1 merah, 1 hijau, dan 1 biru) adalah:
C(5,1) × C(3,1) × C(4,1) =
5! 3! 4!
1!(5 1)! 1!(3 1)! 1!(4 1)!
× ×
÷ ÷ ÷
=
5 4 3 2 1 3 2 1 4 3 2 1
1 4 3 2 1 1 2 1 1 3 1
× × × × × × × × ×
× ×
× × × × × × × ×
= 60 cara
d. Banyaknya cara pengambilan agar kelereng yang terambil
dua diantaranya berwarna hijau adalah:
C(3, 2) × C(5, 1) =
3! 5!
2! 1! 1! 5!
×
= 3 × 5 = 15 cara
C(3, 2) × C(4, 1) =
3! 4!
2! 1! 1! 3!
×
= 3 × 4 = 12 cara
Jika disimpulkan banyaknya cara ada 15 × 12 cara,
benarkah pernyataan i tu? Jawabnya sal ah karena
seharusnya ada 15 + 12 = 27 cara.
K egi at an M enul i s 3. 1
Dengan kata-kata sendiri, jelaskan perbedaan dan persamaan
antara permutasi dan kombinasi.
96
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
1. Tentukan nilai-nilai kombinasi berikut ini.
a. C(6,2) d. C(15,4)
b. C(20,3) e. C(7,3) × C(8,4)
c. C(11,6) f. C(10,2) : C(7,4)
2. Berapa banyak cara dapat disusun suatu regu cerdas cermat
yang terdiri atas 3 anak yang dibentuk dari 10 anak yang ada?
3. Diketahui himpunan P = {a, b, c, d, e}. Tentukan banyaknya
himpunan bagian dari P yang terdiri atas 2 elemen.
4. Ada berapa cara regu Pramuka yang terdiri atas 3 pria dan 3
wanita dapat dipilih dari 5 pria dan 4 wanita?
5. Tiga bola diambil dari sebuah kotak yang berisi 6 bola putih
dan 5 bola kuning. Berapa banyak cara pengambilan bola
tersebut jika yang terambil adalah:
a. semuanya berwarna putih
b. semuanya berwarna kuning
c. dua putih dan 1 kuning
B . e a a e adia
Dalam kehidupan sehari-hari
banyak kejadian yang terjadi di luar
Gambar 3.4 Pertandingan sepak bola
Sumber: i3.photobucket.com
kendali manusia. Oleh sebab itu,
manusia hanya bisa melakukan
sesuatu sebaik mungkin dan hanya
mampu menaksir kemungkinan
yang akan terjadi. Sebagai contoh
skor akhir pada pertandingan sepak
bola. Setiap kali kita berhadapan
dengan permasalahan di luar
pengaruh kita, kita hanya bisa
menaksir peluang kejadian yang
akan muncul.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita mulai dulu dengan
pengertian percobaan, ruang sampel, dan kejadian.
1. Pengertian Percobaan, Ruang Sampel, dan Kejadian
Ambil sebuah koin, kemudian lemparkan ke udara dan biarkan
mendarat di lantai atau meja.
a i a
97 B a b 3 Peluang
a. Mungkinkah terdapat kejadian lain selain muncul gambar atau
angka?
b. Ada berapa kejadian yang mungkin muncul?
Percobaan adalah suatu tindakan atau kegiatan yang dapat
diulang dengan keadaan yang sama untuk memperoleh hasil
tertentu. Himpunan dari semua hasil percobaan disebut ruang
sampel dan dinotasikan dengan S. Himpunan bagian dari ruang
sampel disebut kejadian pada ruang sampel atau sering disebut
dengan kejadian saja. Sedangkan anggota-anggota dalam ruang
sampel disebut titik sampel.
C ont oh 3. 7
Pada suatu percobaan melempar sebuah dadu, A adalah kejadian
muncul bilangan ganjil dan B adalah kejadian muncul bilangan
kelipatan 3. Nyatakan berikut ini dalam sebuah himpunan.
a. Ruang sampel
b. Kejadian A
c. Kejadian B
Penyelesaian:
Sebuah dadu mempunyai enam sisi permukaan yang masing-
masing bernomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Jadi, permukaan yang muncul
nanti adalah salah satu dari sisi yang bernomor 1 sampai dengan
6 tersebut.
Pada percobaan ini:
a. ruang sampel S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
b. kejadian A = {1, 3, 5}
c. kejadian B = {3, 6}
2. Pengertian Peluang Suatu Kejadian
Jika kejadian A dapat terjadi dengan k cara dari n cara, maka
nilai kemungkinan (probabilitas) terjadinya kejadian A yang
dinotasikan P(A) adalah:
P(A) =
k
n
Jika dikaitkan dengan ruang sampel, maka peluang kejadian A
dapat dinyatakan sebagai P(A) =
( )
( )
n A
n S
, dengan:
98
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
P(A) adalah peluang kejadian A
n(A) adalah banyak anggota dalam kejadian A
n(S) adalah banyak anggota ruang sampel
C ont oh 3. 8
1. Dua buah mata uang dilempar bersamaan. Dalam sekali lemparan,
tentukan:
a. peluang kejadian muncul satu angka,
b. peluang kejadian munculnya kedua gambar.
Penyelesaian:
Pada percobaan ini ruang sampelnya S = {AA, AG, GA, GG}, jadi
n(S) = 4
a. Peluang kejadian muncul satu
angka:
A = {AG, GA}, n(A) = 2
P(A) =
( ) 2 1
( ) 4 2
n A
n S
= =
b. Peluang kejadian munculnya
kedua gambar:
B = {GG}, n(B) = 1
P(B) =
( ) 1
( ) 4
n B
n S
=
2. Sebuah kotak berisi 5 kelereng biru dan 3 kelereng merah.
Dua kelerang diambil sekaligus dari kotak secara acak. Berapa
peluang:
a. terambil kelereng biru semua
b. terambil kelereng keduanya berbeda warna
Penyelesaian:
Pengambilan 2 kelereng dari 8 kelereng di dalam kotak adalah
permasalahan kombinasi. Jadi, banyaknya anggota ruang
sampel ditentukan dengan:
n(S) = C(8,2) =
8! 8 7 6 5 4 3 2 1
28
2!(8 2)! 2 1 6 5 4 3 2 1
× × × × × × ×
= =
÷ × × × × × × ×
.
a. Misalkan A kejadian terambil kelereng biru semua (2 biru),
berarti:
n(A) = C(5,2) =
5! 5 4 3 2 1
10
2!(5 2)! 2 1 3 2 1
× × × ×
= =
÷ × × × ×
P(A) =
(A) 10 5
(S) 28 14
n
n
= =
d a ema i a
Menumbuhkan Sikap
Kritis Siswa
Seiring kita mendengar
“Di dunia ini tak ada yang
tak mungkin”. Benarkah
pernyataan itu?
Kemukakan pendapat
kalian.
99 B a b 3 Peluang
b. Misalkan B adalah kejadian terambil kelereng berbeda
warna (1 biru dan 1 merah), berarti:
n(B)= C(5,1) × C(3,1)
=
5! 3! 5 4 3 2 1 3 2 1
15
1!(5 1)! 1!(3 1)! 1 4 3 2 1 1 2 1
× × × × × ×
× = × =
÷ ÷ × × × × × ×
P(B)=
(A) 15
(S) 28
n
n
=
3. Kisaran Nilai Peluang
Misal kita melempar sebuah dadu bermata enam. Misal A
adalah kejadian munculnya angka 6 atau kurang dan B adalah
kejadian munculnya angka 7.
a. Apakah A pasti terjadi?
b. Apakah B akan terjadi juga?
c. Hitunglah P(A) dan P(B) kemudian amati hasilnya.
Kisaran (batas-batas) nilai peluang kejadian A pastilah antara
0 dan 1 (0 s P(A) s 1) atau terletak dalam [0,1]. Kejadian dengan
peluang 0 dinamakan kejadian yang mustahil terjadi atau tidak
mungkin terjadi (kemustahilan), sedangkan kejadian dengan
peluang 1 dinamakan kejadian yang pasti terjadi (suatu kepastian).
4. Frekuensi Harapan Suatu Kejadian
Frekuensi harapan suatu kejadian dari sebuah percobaan yang
dilakukan sebanyak n kali didefinisikan sebagai berikut.
Misalkan A adalah suatu kejadian pada ruang sampel S
dengan peluang P(A). Frekuensi harapan munculnya kejadian
A yang dinotasikan F
har
(A) dalam n kali percobaan dirumuskan
dengan F
har
(A) = n × P(A).
C ont oh 3. 9
Peluang seorang siswa lulus ujian adalah
1
2
. Jika di suatu sekolah
terdapat 100 siswa yang ikut ujian, berapa frekuensi harapan
siswa-siswa di sekolah itu lulus ujian?
Penyelesaian:
P(lulus ujian) =
1
2
÷ F
har
(lulus ujian) = 100 ×
1
2
= 50
Jadi, dari 100 orang siswa yang ikut ujian diperkirakan lulus 50
orang.
100
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
K egi at an M enul i s 3. 2
Pada contoh sebelumnya dikatakan P(lulus ujian) =
1
2
.
Sebutkan dan jelaskan faktor yang paling berpengaruh pada
besarnya peluang seorang untuk lulus ujian.
a i a
1. Pada pelemparan dua dadu berwarna biru dan hijau, A adalah
kejadian mata dadu yang muncul berjumlah 9 dan B adalah
kejadian mata dadu yang muncul jumlahnya kurang dari 6.
a. Buatlah tabel untuk menunjukkan ruang sampel dan
tentukan banyak anggota ruang sampel tersebut.
b. Tentukan himpunan A dan B.
c. Tentukan peluang kejadian A dan B.
2. Di dalam sebuah kotak terdapat sembilan kartu yang bernomor
1 sampai dengan 9. Kemudian diambil satu kartu secara acak.
Tentukan peluang terambilnya:
a. kartu dengan angka ganjil,
b. kartu dengan angka bilangan prima,
c. kartu dengan angka kelipatan 3.
3. Sebuah kantong berisi 8 kelereng merah, 5 kelereng biru, dan
4 kelereng hijau. Jika diambil 3 kelereng secara acak, tentukan
peluang terambil:
a. semua biru,
b. 2 merah dan 1 hijau,
c. berbeda warna.
4. Sebuah kartu diambil dari seperangkat kartu bridge.
a. Tentukan peluang bahwa yang terambil adalah kartu Queen.
b. Jika percobaan diulang 100 kali, tentukan frekuensi
harapan terambilnya kartu As.
5. Seorang siswa mempunyai peluang lulus ujian sebesar 0,95.
Jika jumlah siswa yang ikut ujian 200 siswa, berapa siswa yang
diperkirakan tidak lulus?
101 B a b 3 Peluang
C . e adia a em
Suatu peristiwa atau kejadian bisa saja mempunyai hubungan
dengan kejadian lain. Ada yang saling mempengaruhi, ada juga
yang tidak. Masing-masing kejadian mempunyai peluang. Berikut
ini akan kita pelajari peluang masing-masing kejadian baik yang
mempunyai hubungan atau tidak.
1. Peluang Komplemen Suatu Kejadian
Misalkan S ruang sampel dan n(S) = n. Andaikan A adalah
kejadian dalam ruang sampel S dengan n(A) = k, dan A
c
adalah
komplemen kejadian A, maka n(A
c
) = n – k. Sehingga:
( )
( ) 1 ( )
( )
c
c
n A n k n k
P A P A
n S n n n
÷
= = = ÷ = ÷
Jadi, disimpulkan:
P(A
c
) = 1 – P(A) atau P(A) + P(A
c
) = 1
C ont oh 3. 1
Pada percobaan melempar dadu, A adalah kejadian munculnya
bilangan genap dan B adalah kejadian munculnya angka 6.
Tentukan peluang kejadian:
a. A
c
b. B
c
Penyelesaian:
Pada percobaan ini, ruang sampelnya S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} sehingga
n(S) = 6.
a. A = kejadian muncul bilangan genap sehingga A = {2, 4, 6} dan
n(A) = 3.
Cara I:
( ) 3 1
( )
( ) 6 2
n A
P A
n S
= = =
1 1
( ) 1 ( ) 1
2 2
c
P A P A = ÷ = ÷ =
Cara II:
A
c
= {1, 3, 5}, n(A
c
) = 3
( ) 3 1
( )
( ) 6 2
c
c
n A
P A
n S
= = =
102
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
b. B = kejadian muncul angka 6 sehingga B = {6} dan n(B) = 1.
Cara I:
( ) 1
( )
( ) 6
n B
P B
n S
= =
1 5
( ) 1 ( ) 1
6 6
c
P A P A = ÷ = ÷ =
Cara II:
B
c
= {1, 2, 3, 4, 5}, n(B
c
) = 5
( ) 5
( )
( ) 6
c
c
n B
P B
n S
= =
2. Peluang Gabungan Dua Kejadian
Misalkan A dan B masing-masing kejadian dalam ruang sampel
S. Gabungan kejadian A atau B (dinotasikan A · B) adalah
himpunan semua titik sampel yang terdapat pada kejadian A atau
B atau keduanya. Dalam teori himpunan, perhitungan banyaknya
anggota A · B dalam semesta S dirumuskan:
n(A · B) = n(A) + n(B) – n(A · B)
Sehingga peluang kejadian A atau B (dinotasikan P(A · B)
ditentukan sebagai berikut.
( )
( )
( )
( ) ( ) ( )
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
n A B
P A B
n S
n A n B n A B
n S
n A n B n A B
n S n S n S
P A P B P A B
·
· =
+ ÷ ·
=
·
= + ÷
= + ÷ ·
Jadi, disimpulkan bahwa jika A dan B adalah dua kejadian
sembarang, maka berlaku:
P(A · B) = P(A) + P(B) – P(A · B)
Selanjutnya kejadian A dan B dikatakan saling lepas jika
kejadian A dan B tidak dapat terjadi bersama-sama atau A · B = C
atau P(A · B) = 0. Jadi, jika A dan B kejadian yang saling lepas,
akan berlaku:
P(A · B) = P(A) + P(B)
103 B a b 3 Peluang
Aturan ini sering disebut sebagai aturan penjumlahan untuk
dua kejadian yang saling lepas.
C ont oh 3. 11
1. Sebuah kartu diambil secara acak dari kotak yang berisi
seperangkat kartu yang sama bentuknya dari nomor 1 sampai
dengan 7. Misalkan A kejadian terambilnya kartu bernomor
bilangan prima dan B kejadian terambilnya kartu bernomor
genap. Tentukan peluang kejadian A atau B.
Penyelesaian:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}, n(S) = 7
A = {2, 3, 5, 7}, n(A) = 4, sehingga
( ) 4
( )
( ) 7
n A
P A
n S
= =
B = {2, 4, 6}, n(B) = 3, sehingga
( ) 3
( )
( ) 7
n B
P B
n S
= =
A · B = {2}, n(A · B) = 1, sehingga P(A · B) =
( ) 1
( ) 7
n A B
n S
·
=
P(A · B) = P(A) + P(B) – P(A · B) =
4 3 1 6
7 7 7 7
+ ÷ =
2. Dua dadu dilempar satu kali. Misalkan A adalah kejadian
jumlah angka kedua dadu sama dengan 4 dan B adalah
kejadian jumlah angka kedua dadu sama dengan 10. Tentukan
kemungkinan terjadinya A atau B.
Dadu Kedua
(1,6)
(2,6)
(3,6)
(4,6)
(5,6)
(6,6)
(1,4)
(2,4)
(3,4)
(4,4)
(5,4)
(6,4)
(1,2)
(2,2)
(3,2)
(4,2)
(5,2)
(6,2)
1
2
3
4
5
6
D
a
d
u

P
e
r
t
a
m
a
(1,1)
(2,1)
(3,1)
(4,1)
(5,1)
(6,1)
(1,3)
(2,3)
(3,3)
(4,3)
(5,3)
(6,3)
(1,5)
(2,5)
(3,5)
(4,5)
(5,5)
(6,5)
4 5 6 3 2 1
104
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
Penyelesaian:
n(S) = 36
A = {(1,3), (2,2), (3,1)}, n(A) = 3
P(A) =
3 1
36 12
=
B = {(4,6), (5,5), (6,4)}, n(B) = 3
P(B) =
3 1
36 12
=
P(A · B) = P(A) + P(B) =
1 1 1
12 12 6
+ =
3. Kejadian Saling Bebas
Kejadian A dan B dikatakan saling bebas jika kejadian A dan
B tidak saling mempengaruhi. Artinya terjadi atau tidak terjadinya
kejadian A tidak mempengaruhi terjadi atau tidak terjadinya
kejadian B. Jika A dan B adalah kejadian yang saling bebas, maka
berlaku:
P(A · B) = P(A) × P(B)
C ont oh 3. 12
Dua dadu berupa dadu merah dan dadu putih dilempar sekali.
Jika kejadian A adalah kejadian muncul mata 3 pada dadu merah
dan kejadian B adalah kejadian muncul jumlah mata kedua dadu
itu 7. Tunjukkan bahwa kejadian A dan B saling bebas.
Penyelesaian:
n(S) = 36
A = {(3,1), (3,2), (3,3), (3,4), (3,5), (3,6)}, n(A) = 6
B = {(1,6), (2,5), (3,4), (4,3), (5,2), (6,1)}, n(B) = 6
A · B = {(3,4)}, n(A · B)=1
Dadu Putih
1
2
3
4
5
6
D
a
d
u

M
e
r
a
h
4 5 6 3 2 1
(1,3)
(2,3)
(3,3)
(4,3)
(5,3)
(6,3)
(1,2)
(2,2)
(3,2)
(4,2)
(5,2)
(6,2)
(1,1)
(2,1)
(3,1)
(4,1)
(5,1)
(6,1)
(1,6)
(2,6)
(3,6)
(4,6)
(5,6)
(6,6)
(1,5)
(2,5)
(3,5)
(4,5)
(5,5)
(6,5)
(1,4)
(2,4)
(3,4)
(4,4)
(5,4)
(6,4)
d a ema i a
Menumbuhkan Sifat
Kritis
“Peluang kita kosong!”
begitu kata Gus Dur
menirukan kata-kata Kolev
sang pelatih PSSI yang
tertulis pada judul berita
di harian Tempo 11
November 2007 lalu”.
Benarkah pernyataan
tersebut? Berikan alasan
kalian.
Sumber: mathematicse.wordpress.com
105 B a b 3 Peluang
P(A) =
6
36
=
1
6
; P(B) =
6
36
=
1
6
; P(A · B) =
1
36
Sehingga:
P(A · B) = P(A) × P(B)
1
36
=
1
6
×
1
6
Jadi, kejadian A dan B adalah kejadian yang saling bebas.
4. Kejadian Bersyarat
Misalkan A dan B adalah dua kejadian dalam ruang sampel S.
Jika kejadian A dan B dapat terjadi bersama-sama, tetapi terjadi
atau tidak terjadinya kejadian A akan mempengaruhi terjadi atau
tidak terjadinya kejadian B, maka kejadian seperti ini dinamakan
kejadian tidak saling bebas atau kejadian bersyarat. Jika kejadian
A dan B adalah kejadian bersyarat maka, berlaku:
Peluang munculnya kejadian A dengan syarat kejadian B telah
muncul adalah:
( )
( | )
( )
P A B
P A B
P B
·
=
Peluang munculnya kejadian B dengan syarat kejadian A telah
muncul adalah:
( )
( | )=
( )
P A B
P A B
P A
·
C ont oh 3. 13
Sebuah kotak berisi tiga bola merah dan dua bola biru. Pada
pengambilan dua kali berurutan tanpa pengembalian, tentukan
peluang untuk mendapatkan satu bola merah pada pengambilan
pertama dan satu bola biru pada pengambilan kedua.
Penyelesaian:
Peluang pada pengambilan bola pertama berwarna merah adalah
P(A) =
3
5
.
Dalam hal ini dianggap yang terambil benar-benar bola merah.
Karena tanpa pengembalian, maka pada kotak tersebut tinggal 2
bola merah dan 2 bola biru. Peluang terambil kelereng biru pada
pengambilan kedua adalah:
106
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
P(BlA) =
2
4
=
3
5
Jadi, peluang bahwa pada pengambilan pertama bola merah dan
pengambilan kedua bola biru adalah:
P(A · B) = P(A)× P(BlA) =
3 1 3
5 2 10
× =
K egi at an M enul i s 3. 3
Untuk lulus SMA, siswa harus menempuh ujian dan untuk
diterima di perguruan tinggi disyaratkan harus lulus ujian
masuk. Apakah hubungan antara dua kejadian tersebut?
Mengapa?
a i a
1. Empat kartu diambil dari satu set kartu bridge. Tentukan
peluang terambilnya:
a. 2 kartu King dan 2 kartu As
b. 1 kartu Queen dan 3 kartu Jack.
2. Pada pelemparan sebuah dadu, A adalah kejadian munculnya
bilangan genap, B adalah kejadian munculnya bilangan prima,
dan C adalah kejadian munculnya bilangan ganjil.
a. Tentukan peluang kejadian A, B, dan C.
b. Apakah kejadian A dan B saling lepas?
c. Apakah kejadian A dan C saling lepas?
3. Sebuah kartu diambil dari satu set kartu bridge. Pada percobaan
tersebut, A adalah kejadian terambil kartu Heart dan B adalah
kejadian terambil kartu King.
a. Tentukan peluang kejadian A dan B.
b. Apakah kejadian A dan B saling bebas?
4. Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah dan 6 bola putih.
Dua bola diambil secara acak berturut-turut dari kotak tersebut
dengan pengembalian. Tentukan peluang:
a. kedua bola berwarna merah,
b. bola pertama merah dan bola kedua putih.
107 B a b 3 Peluang
5. Di dalam sebuah kantong terdapat 8 kelereng hijau dan 7
kelereng biru. Diambil dua kelereng secara acak berturut-turut
dari kantong tersebut tanpa pengembalian. Tentukan peluang:
a. kedua kelereng berwarna biru
b. kelereng pertama merah dan kelereng kedua biru.
Ref l eksi
Carilah manfaat dari materi-materi yang ada pada bab peluang
jika dikaitkan dalam kehidupan kalian sehari-hari baik dari
internet atau jurnal di perpustakaan. Kemudian diskusikan
dengan teman-teman dan guru kalian.
Ra n gk uma n
1. Dalam notasi matemati ka, ni l ai n faktorial dapat
didefinisikan sebagai berikut:
n! = n (n – 1)(n – 2) (n – 3) . . . 3 × 2 × 1, dengan n =
bilangan asli
0! = 1 dan 1! = 1
2. Permutasi k unsur dari n unsur yaitu semua urutan yang
berlainan yang disusun dari k unsur yang diambil dari n
unsur. Permutasi didefinisikan sebagai berikut.
!
( , )
( - )!
n
P n k
n k
=
3. Permutasi dengan beberapa unsur yang sama adalah:
P(n,p,q,r,…) =
!
! ! ! ...
n
p q r
4. Permutasi siklis (melingkar) dari n unsur dilambangkan
dengan notasi P
siklis
(n) dan banyaknya:
!
( ) ( 1)!
siklis
n
P n n
n
= = ÷
5. Kombinasi adalah suatu susunan unsur-unsur dari
sekumpulan unsur tanpa memperhatikan urutannya.
Untuk menghitung banyak kombinasi k unsur dari n unsur
yang tersedia dapat digunakan rumus:
C(n,k) =
!
!( )!
n
k n k ÷
108
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
6. Peluang kejadian A dapat terjadi dengan k cara dari n
cara. Nilainya dinotasikan dengan P(A), yaitu:
P(A) =
k
n
Jika dalam ruang sampel, maka P(A) =
( )
( )
n A
n S
.
7. Frekuensi harapan munculnya kejadian A dalam n kali
percobaan adalah F
har
(A) = n × P(A).
8. Peluang komplemen suatu kejadian dengan S ruang sampel
dan n(S) = n, dan A kejadian dalam ruang sampel dengan
n(A) = k, maka:
( )
( ) 1 ( )
( )
c
c
n A n k n k
P A P A
n S n n n
÷
= = = ÷ = ÷
Jadi, P(A
c
) = 1 – P(A) atau P(A) + P(A
c
) = 1.
9. Banyaknya anggota gabungan dua kejadian A dan B
adalah:
n(A · B) = n(A) + n(B) – n(A · B)
Peluang gabungan dua kejadian sembarang berlaku:
P(A · B) = P(A) + P(B) – P(A · B)
dan untuk kejadian A dan B saling lepas berlaku:
P(A · B) = P(A) + P(B)
10. Kejadi an A dan B sali ng bebas dan ti dak sali ng
mempengaruhi, maka berlaku:
P(A · B) = P(A) × P(B)
11. Peluang munculnya kejadian A dengan syarat kejadian B
telah muncul adalah
( )
( | )=
( )
P A B
P A B
P B
·
Peluang munculnya kejadian B dengan syarat kejadian A
telah muncul adalah:
( )
( | )=
( )
P A B
P A B
P A
·
109 B a b 3 Peluang
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e yang
kalian anggap benar.
1. Hasil dari
16!
14!
adalah . . . .
a. 140 d. 250
b. 200 e. 3.360
c. 240
2. Banyaknya bilangan ganjil yang terdiri atas 3 angka yang
disusun dari angka 1, 2, 3, 4, 6, dan 8 tanpa pengulangan
adalah . . . .
a. 24 d. 48
b. 28 e. 60
c. 40
3. Doni, Dedi, Dodi, dan Doli akan bekerja secara bergiliran.
Banyaknya urutan bekerja yang dapat disusun dengan Dodi
selalu pada giliran terakhir adalah . . . .
a. 3 d. 18
b. 6 e. 24
c. 12
4. Suatu tim bola voli terdiri atas 6 pemain yang dipilih dari 9
orang. Banyaknya macam susunan yang dapat dibentuk adalah
. . . .
a. 18 d. 54
b. 21 e. 84
c. 48
5. Ada 10 titik dan tidak ada 3 titik yang terletak segaris.
Banyaknya segitiga yang dapat dibuat adalah . . . .
a. 15 d. 120
b. 30 e. 240
c. 60
6. Suatu gedung mempunyai lima pintu masuk. Tiga orang hendak
memasuki gedung tersebut. Banyak cara agar mereka dapat
memasuki gedung tersebut adalah . . . .
a. 10 d. 50
b. 20 e. 60
c. 30
Uj i Ko mp e t e n s i
110
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
7. Dua orang pergi menonton pertandingan sepak bola. Jika
stadion itu mempunyai 4 pintu dan mereka masuk melalui
sebuah pintu dan keluar dengan pintu yang berbeda, maka
banyaknya cara yang terjadi adalah . . . .
a. 18 d. 60
b. 20 e. 75
c. 24
8. Pihak pengel ola suatu perusahaan memerlukan 4 staf
pengurus. Jika tersedi a 7 cal on, maka kemungki nan
banyaknya susunan staf pengurus adalah . . . .
a. 210 d. 35
b. 105 e. 30
c. 42
9. Dalam suatu ruangan terdapat 30 orang. Setiap orang saling
bersalaman. Banyaknya salaman yang dilakukan adalah . . . .
a. 435 d. 875
b. 455 e. 885
c. 870
10. Akan dibuat plat nomor yang terdiri atas 3 angka dari 8 angka
yang disediakan. Banyak plat nomor yang harus dibuat adalah
. . . .
a. 336 d. 24
b. 60 e. 10
c. 56
11. Dari 5 orang calon pengurus akan dipilih seorang ketua, wakil
ketua, dan seorang bendahara. Banyaknya susunan pengurus
yang mungkin terjadi adalah . . . .
a. 10 d. 60
b. 15 e. 125
c. 20
12. Kata “ADAP” dapat disusun secara berlainan dengan . . . cara.
a. 4 d. 18
b. 6 e. 24
c. 12
13. Banyaknya cara 5 orang untuk menempati dua kursi yang
tersedia adalah . . . .
a. 5 d. 20
b. 6 e. 120
c. 10
111 B a b 3 Peluang
14. Dari delapan orang pemain bul utangkis akan dibentuk
pasangan ganda. Banyaknya kemungkinan pasangan ganda yang
dapat dibentuk adalah . . . .
a. 72 d. 16
b. 56 e. 10
c. 28
15. Dari 7 orang pengurus organisasi akan dipilih seorang ketua,
wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Banyaknya susunan
pengurus yang mungkin adalah . . . .
a. 210 d. 260
b. 250 e. 840
c. 252
16. Dari 7 orang musisi akan dibentuk grup musik yang terdiri
atas 4 orang. Banyaknya cara membentuk grup tersebut adalah
. . . .
a. 35 d. 560
b. 70 e. 840
c. 210
17. Banyaknya permutasi semua huruf pada kata “MAHATMA” adalah
. . . .
a. 420 d. 2.520
b. 1.008 e. 5.040
c. 1.680
18. Dua buah dadu dilempar bersama-sama satu kali, peluang
munculnya mata dadu berjumlah 7 atau 10 adalah . . . .
a.
7
36
d.
17
36
b.
9
36
e.
18
36
c.
10
36
19. Sebuah mata uang dan sebuah dadu dilempar sekali. Peluang
munculnya angka pada mata uang dan bilangan ganjil pada
dadu adalah . . . .
a.
5
6
d.
1
4
b.
1
3
e.
1
6
c.
2
3
112
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
20. Badu mengikuti ujian Matematika dan Kimia. Peluang Badu
lulus ujian Matematika adalah
1
2
dan peluang lulus Kimia
adalah
2
3
. Peluang Badu untuk lulus keduanya adalah . . . .
a.
1
2
d.
5
6
b.
1
3
e.
1
6
c.
1
4
21. Di dalam sebuah kantong terdapat 3 bola merah dan 5 bola
putih. Dari dalam kantong tersebut diambil 3 bola sekaligus.
Kemungkinan bahwa ketiga bola tersebut terdiri atas 1 bola
merah dan 2 bola putih adalah . . . .
a.
30
56
d.
3
8
b.
2
10
e.
11
15
c.
13
30
22. Dari 15 butir telur yang dijual terdapat 5 butir yang cacat.
Seorang ibu membeli 3 butir telur tanpa memilih. Nilai
kemungkinan ia mendapat 3 butir telur yang baik adalah . . . .
a.
28
81
d.
3
10
b.
1
5
e.
1
3
c.
24
91
23. Suatu kantong berisi 40 kelereng merah dan 10 kelereng putih.
Bila dari kantong itu diambil 2 kelereng merah, maka peluang
mengambil lagi satu biji tanpa dikembalikan berwarna putih
dari kantong tersebut adalah . . . .
a.
9
50
d.
7
54
b.
1
16
e.
5
24
c.
1
3
113 B a b 3 Peluang
24. Dalam satu kotak terdapat 3 bola merah dan 6 bola putih.
Diambil dua bola berturut-turut tanpa pengembalian. Peluang
kedua bola itu merah adalah . . . .
a.
1
12
d.
7
12
b.
2
9
e.
1
3
c.
1
4
25. Pada percobaan melempar uang logam tiga kali, besarnya
peluang munculnya dua angka berturut-turut adalah . . . .
a.
1
4
d.
3
8
b.
1
3
e.
3
4
c.
1
2
26. Jika 2 buah dadu dilempar sekali bersamaan, maka peluang
diperoleh jumlah mata kedua dadu paling sedikit sepuluh
adalah . . . .
a.
1
2
d.
1
12
b.
1
6
e.
1
4
c.
1
3
27. Pada percobaan melempar tiga keping uang logam 240 kali,
frekuensi harapan kejadian muncul 2 gambar adalah . . . .
a. 30 d. 60
b. 40 e. 90
c. 45
28. Dua dadu dilambungkan bersamaan. Peluang munculnya mata
dadu yang jumlahnya kurang dari lima atau lebih dari delapan
adalah . . . .
a.
1
9
d.
5
12
b.
5
18
e.
1
6
c.
4
9
114
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
29. Pada pelemparan dua dadu sebanyak satu kali, peluang
munculnya mata dadu berjumlah 8 atau 5 adalah . . . .
a.
2
9
d.
5
9
b.
1
4
e.
5
26
c.
1
9
30. Sebuah kotak berisi 3 bola putih dan 5 bola hitam. Diambil
dua bola sekaligus dari kotak itu. Peluang terambil 2 bola hitam
adalah . . . .
a.
4
5
d.
5
14
b.
1
4
e.
2
5
c.
5
8
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar.
1. Tentukan nilai n yang memenuhi:
a. P(n,2) = 90 b. P(n+2,n) = 50
2. Diketahui himpunan P = {a, b, c, d, e}. Tentukan banyaknya
himpunan bagian dari P yang terdiri atas 3 elemen.
3. Tiga bola diambil dari sebuah kotak yang berisi 7 bola putih
dan 4 bola merah. Berapa banyak cara pengambilan tersebut
jika yang terambil adalah:
a. semuanya berwarna putih,
b. semuanya berwarna merah,
c. dua putih dan satu merah?
4. Sebuah kantong berisi 6 kelereng merah, 8 kelereng biru, dan
4 kelereng hijau. Jika diambil 3 kelereng secara acak, tentukan
peluang terambil:
a. semua merah, c. berbeda warna.
b. 2 biru dan 1 hijau,
5. Dalam sebuah kotak terdapat 8 bola merah dan 4 bola putih.
Dua bola diambil secara acak berturut-turut dari kotak tersebut
dengan pengembalian. Tentukan peluang:
a. kedua bola berwarna merah,
b. bola pertama berwarna merah dan bola kedua berwarna
putih.
115 Latihan Semester 2
i e e s e
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e yang
kalian anggap benar.
1. Nilai dari 8! adalah ....
a. 5.040 d. 40.540
b. 40.310 e. 45.040
c. 40.320
2. dari dari
10!5!
7!
adalah ....
a. 8.640.000 d. 86.400
b. 854.000 e. 8.640
c. 86.400
3. Notasi faktorial dari 6 × 5 adalah ....
a. 4! d.
6!
4!
b. 6! e.
6!
5!
c.
6!
3!
4. 4 . 6 bentuk faktorialnya adalah ....
a.
3! 6!
3! 5!
×
×
d.
4! 6!
4! 5!
×
×
b.
3! 6!
4! 5!
×
×
e.
4! 6!
3! 5!
×
×
c.
4! 3!
6! 5!
×
×
5. P(5,3) – P(6-2) = ....
a. 30 d. 5.040
b. 480 e. 6.000
c. 500
6. Banyak susunan huruf yang terdiri dari 4 huruf yang diambil
dari huruf-huruf A, K, U, N, T, S, adalah ....
a. 8.640 d. 180
b. 720 e. 90
c. 360
116
Matematika XI SMA/MA Program IPS
7. Tim sepakbola Indonesia mengadakan acara doa bersama
sebelum bermain dengan berdiri memutar. Banyaknya susunan
posisi berdoa yang mungkin adalah ....
a. 3.628.800 d. 362.880.000
b. 39.916.800 e. 399.168.000
c. 479.001.600
8. Banyak susunan huruf yang dapat disusun dari tiap huruf
pada kata EKONOMI adalah ....
a. 10.080 d. 630
b. 2520 e. 315
c. 1260
9. Sebuah koperasi sekolah memerlukan 2 pengurus. Jika ada 7
siswa yang mendaftar untuk menj adi pengurus, maka
banyaknya susunan pengurus yang mungkin ada ....
a. 42 d. 2520
b. 47 e. 5040
c. 120
10. N i l a i d a r i C(5,3) adalah ....
a. 60 d. 20
b. 40 e. 10
c. 30
11. Dalam pelatnas bulu tangkis diikuti 8 pemain putra dan 5
pemain putri. Banyak pasangan ganda yang dapat dipilih untuk
ganda campuran adalah ....
a. 78 d. 30
b. 56 e. 13
c. 40
12. Harga n yang memenuhi persamaan P(n,2) = 20 adalah ....
a. 2 d. 8
b. 4 e. 10
c. 5
13. Banyak bilangan yang terdiri dari 4 angka bernilai lebih dari
4000, yang dapat disusun dari angka-angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,
dan 7, jika angka-angka tersebut hanya digunakan sekali
pada setiap bilangan adalah ....
a. 840 d. 240
b. 480 e. 120
c. 420
117 Latihan Semester 2
14. Dalam sebuah kotak berisi 8 buah bola yang warnanya berbeda-
beda. Banyak cara untuk mengambil 3 bola dari kotak tersebut
adalah ....
a. 2.016 d. 240
b. 480 e. 120
c. 420
15. Seorang siswa diminta mengerjakan 5 soal dari 6 soal ulangan,
dengan soal nomor satu harus dikerjakan. Banyaknya pilihan
yang dapat diambil siswa tersebut adalah ....
a. 4 d. 8
b. 5 e. 9
c. 6
16. Suatu pertemuan dihadiri oleh 15 undangan. Apabila mereka
saling berjabat tangan, banyak jabat tangan yang terjadi dalam
pertemuan itu adalah ....
a. 15 d. 157
b. 30 e. 210
c. 105
17. Jika diketahui C(n + 1, 4) = C(n,3), maka n adalah ....
a. 7 d. 4
b. 6 e. 3
c. 5
18. Dari 10 siswa akan dibentuk tim bola voli berbeda yang mungkin
dapat dibentuk adalah ....
a. 420 d. 60
b. 210 e. 45
c. 120
19. Pertemuan bisnis yang diadakan di gedung pertemuan dihadiri
oleh 10 orang wirausahawan. Jika meja peserta seminar
berbentuk lingkaran, banyak cara mereka duduk dengan
mengelilingi meja tersebut adalah ....
a. 632.800 d. 362.800
b. 632.880 e. 3 atau 6
c. 362.880
20. Diketahui
( ) 2 !
!
n
n
+
= 20, maka nilai n yang memenuhi adalah
....
a. -2 atau 9 d. -6 atau -3
b. -2 atau -9 e. -3 atau 6
c. -6 atau 3
118
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar.
1. Dalam sebuah perjamuan makan terdapat 3 macam sayur, 4
macam lauk pauk, dan 2 macam buah-buahan. Berapa cara
seseorang dapat mengkombinasikan makanannya?
2. Perjalanan dari Solo ke Semarang terdapat 3 jalur dan dari
Semarang ke Jakarta terdapat 4 jalur. Berapa banyaknya
perjalanan yang ditempuh dari Solo ke Jakarta melalui
Semarang?
3. Terdapat 5 buah bendera negara yang berbeda akan dipasang
pada 5 buah ti ang bendera. Ada berapa banyak cara
pemasangan bendera-bendera tersebut?
4. Pada sebuah pertemuan presiden-presiden se-ASEAN akan
duduk mengelilingi meja bundar. Berapakah banyaknya
susunan tempat duduk yang mungkin?
5. Tentukan nilai P(A) jika diketahui A dan B dua kejadian yang
saling bebas dan diketahui:
a. P(B)=
1
6
; P(A·B) =
2
8
b. P(B)=
1
2
; P(A·B) =
5
8
119 Daftar Pustaka
3
3
Daf t ar Pust aka
120
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
I n ek s
B
batas atas 20
batas bawah 20
C
cara coding 39
D
data 3
data diskrit 9
data kontinu 9
data statistik 12
data tak terkelompok
18
data terkecil 69
data tunggal 19
desil 56
diagram 3
diagram batang 9
diagram batang daun
9, 14
diagram garis 9
diagram lingkaran 9,
12
distribusi frekuensi
relatif 22
F
faktorial 88
frekuensi harapan 98
frekuensi kumulatif
23
H
histogram 26
I
interval 19
interval kelas 20, 22
J
juring 12
K
kaidah pencacahan
84
kejadian bersyarat
104
kelas 19
kombinasi 93
komplemen 100
kuartil 3, 52, 56
P
pagar dalam 70
pagar luar 70
peluang 95, 96, 104
pencilan 68, 70
permutasi 88
permutasi siklis 91
populasi 9
probabilitas 96
R
rataan 3
rataan harmonis 36
rataan hitung 36
rataan ukur 36
ruang sampel 96, 101
S
saling bebas 103
saling lepas 101
sampel 9
statistika 3
statistika deskriptif 3
statistika induktif 3
sudut pusat 12
T
tabel 3
tabel distribusi
frekuensi 19
tepi atas 20
tepi bawah 20
121 Gl osari um
l s i
Data. Segala informasi yang didapat dalam bentuk angka, bukan angka, atau lambang
dari suatu pengamatan yang dilakukan pada populasi atau sampel.
Data diskrit. Data yang diperoleh dari hasil menghitung atau mencacah.
Data kontinu. Data yang diperoleh dari hasil mengukur.
Data kualitatif. Data yang berbentuk kategori atau atribut.
Data kuantitatif. Data yang berupa bilangan.
Diagram batang. Suatu data dapat dipahami yang mudah dibaca adalah diagram
batang.
Diagram garis. Diagram yang ditunjukkan dengan garis.
Diagram lambang. Piktogram, diagram gambar.
Diagram lingkaran. Diagram yang menggunakan daerah lingkaran untuk
menggambarkan suatu keadaan.
Diagram. Gambar yang menyajikan data tentang sesuatu masalah.
Frekuensi kumulatif. Frekuensi yang dijumlahkan.
Frekuensi. Banyak kalinya suatu data muncul.
Kuartil. Pengelompokan empat-empat, membagi susunan data menjadi empat
bagian sama banyak.
Mean. Rata-rata data
Median. Ukuran tengah dalam suatu kelompok ukuran setelah data diurutkan.
Modus. Nilai yang paling sering muncul.
Permutasi. Susunan menurut aturan tertentu suatu himpunanyang beranggota n
benda yang berlainan.
Range. Range dalam statistik disebut ”sebaran” ialah selisih antara angka data
tertinggi dengan angka yang terendah.
Rataan sementara. Titik tengah interval yang sejajar dengan nilai deviasi 0 dari
daftar distribusi frekuensi interval kelas.
Statistik. Catatan angka-angka (bilangan), perangkaian.
Stastistika. Pengetahuan yang berhubungan dengan cara penyusunan data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan mengenai suatu keseluruhan
berdasarkan data yang ada pada bagian dari keseluruhan tadi.
Statistika deskriptif. Bagian statistika yang mempelajari cara penyusunan dan
penyajian data yang dikumpulkan.
Statistika induktif. Bagian statistika yang mempelajari tata cara penarikan
kesimpulan yang valid mengenai populasi berdasarkan data pada sampel.
Tabel distribusi frekuensi
Tabel frekuensi. Tabel yang memuat tentang distribusi frekuensi suatu ukuran-
ukuran.
122
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa
n i
Bab 1 Statistika
A. 1. c 3. b 5. a 7. c 9. c
B. 1.
3. 70
5. 5,76
Bab 2 Ukuran Data
A. 1. c 5. e 9. a
2. d 6. c 10. c
3. e 7. d
4. b 8. d
B. 1. Rata-rata = 10
2.
M e a n / r a t a - r a t a ( ) x = 60,15
Median (Me) = 56
Modus = = 64,5
3.
diurutkan
menjadi
D
2
= 29
D
5
= 27,4
4. 6, 4, 3, dan 1
Latihan Semester 1
1. e 11. e 21. a
3. c 13. b 23. b
5. c 15. d 25. c
7. c 17. b
9. b 19. e
Bab 3 Peluang
A. 1. c 11. a 21. a
3. b 13. c 23. e
5. d 15. e 25. d
7. c 17. a 27. d
9. a 19. d 29. b
B. 1. a. n = 11
b. n = 6
2. P(5,3) = 60
3. a. C(7,3) = 35
b. C(4,3) = 4
c. C(7,2) × C(4,1) = 84
4. a. C(6,3) = 20
b. C(8,2) × C(4,1) = 112
c. C(6,1) × C(8,1) × C(4,1) = 192
5. a. C(8,2) = 28
b. C(8,1) × C(4,1)= 32
Latihan Semester 2
1. c 11. b
3. d 13. a
5. a 15. b
7. a 17. e
9. a 19. c
4
3
2
139, 5 144, 5 149, 5 159, 5 164, 5
F
r
e
k
u
e
n
s
i
Tinggi badan
154, 5
Berat
Badan
f
i
x
i
fx
i
F
Kum
50–52
53–55
56–58
59–61
62–64
4
5
3
2
6
20
51
54
57
60
63
204
270
171
180
378
1.203
4
9
12
14
20
Berat
Badan
f
Berat
Badan
f
31
37
36
34
41
29
25
2
4
3
1
5
4
3
25
29
31
34
36
37
41
3
4
2
1
3
4
5
22

Pangarso Yuliatmoko Dewi Retno Sari S

Matematika
XI Program Bahasa SMA/MA

Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit Karya Mandiri Nusantara, PT

Matematika
Kelas Untuk SMA/MA Kelas XI Program Bahasa
Penulis: Yuliatmoko Pangarso Yuliatmoko Dewi Retno Sari S

Editor: Yuliatin Enik Yuliatin Penata Letak Isi: Ika Widyaningsih E Desainer Sampul: Adi Wahyono Ilustrator: Susanto Sumber Ilustrasi Cover: CD Image Ukuran Buku 17,6 × 25 cm

YUL m

YULIATMOKO, Pangarso Matematika : untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah kelas XI program bahasa/Pangarso Yuliatmoko, Dewi Retno Sari S ; editor Enik Yuliatin. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii, 122 hlm. : ilus. ; 25 Cm. Bibliografi : hlm.119 Indeks ISBN 979-462-910-3 1. Matematika-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Dewi Retno Sari S III. Yuliatin, Enik

Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh ...

ii

Jakarta. saran dan kritik sangat kami harapkan. Oleh karena itu. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. digandakan. telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. dialihmediakan. untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Departemen Pendidikan Nasional. Namun. dapat diunduh ( down load ) . dicetak. berkat rahmat dan karunia-Nya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini. dalam hal ini. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/ penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Kami berharap. atau difotokopi oleh masyarakat. pada tahun 2008.Kata Sambutan Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Juli 2008 Kepala Pusat Perbukuan iii . Pemerintah.

Di kelas ini kalian kembali belajar matematika. Materi yang diberi tanda (* *) dimaksudkan sebagai pengayaan untuk siswa. Setipa akhir bab juga dilengkapi dengan uji kompetensi yang bisa mengevaluasi kemampuan kalian dalam memahami materi yang sudah dijelaskan. dan secara umum agar dapat membantu suksesnya pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang tekah membantu terselesaikannya buku ini sehingga dapat disajikan kepada siswa.Kata Pengantar Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan buku ini. Oleh karena itu berbagai macam perbaikan termasuk saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan buku ini. Setiap kajian dilengkapi tugas dengan arahan kegiatan dan tugas yang sesuai dengan kehidupan seharihari agar kalian dapat menghubungkan antara konsep dan penerapannya. Buku ini kami tujukan untuk membantu siswa-siswi SMA Kelas XI Program Bahasa untuk dapat belajar secara mandiri dalam mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. Tim Penyusun iv . Namun demikian buku ini pastilah tak luput dari kekurangan-kekurangan. buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif. Agar kalian mudah mempelajarinya.

mengantarkan siswa kepada materi yang akan dipelajari. Berisi uraian singkat.Petunjuk Penggunaan Buku Apersepsi. Infomedia berisi pengetahuan umum atau wawasan yang berkaitan dengan materi yang dibahas. dan prasyarat yang harus dikuasai. Kata Kunci berisi kata-kata penting dalam setiap bab yang nantinya mempermudah dalam mengingat bahan ajar yang dibahas. Sudut Matematika berisi kegiatan yang menuntut kemampuan analisis dan sikap kritis siswa. contoh penerapan. Peta Konsep mempermudah alur berpikir dan pemahaman materi sehingga lebih sistematis. v .

pada akhir bab untuk mengevaluasi siswa dalam memahami materi yang diberikan. Latihan diberikan setiap akhir sub bab untuk mengevaluasi siswa dalam pemahaman materi. Rangkuman berisi uraian singkat materi yang telah dibahas pada setiap bab.Kegiatan Menulis untuk menjelaskan dengan bahasa sendiri persoalan-persoalan yang sudah dibahas dalam rangka penerapan mata pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Uji Kompetensi berisi latihan soal pilihan ganda dan uraian. Latihan Semester pada tiap akhir semester untuk menguji kemampuan siswa dalam satu semester. Refleksi tiap akhir bab berisi kegiatan atau pertanyaan yang mengungkap kesan siswa setelah mempelajari materi. vi .

104. 105 Logaritma bilangan Nilai mutlak Faktorial Permutasi k unsur dari n unsur Permutasi siklis Kombinasi k unsur dari n unsur Gabungan himpunan Himpunan kosong Irisan himpunan ! P(n. perseratus Sigma Akar kuadrat 6. 65 88.k) Psiklis(n) C(n. 65 40. 94 90 92 94 102 102 102. 37. 92. 41. 13 Halaman ∑ log || 36. 91. 90.k) ∪ ∅ ∩ vii . 65 41 64. 64. 39.Daftar Simbol Notasi % Keterangan Persen.

67 Uji Kompetensi .35 A.31 Peluang . Data Pencilan .121 Kunci -122 viii .1 A.iv Petunjuk Penggunaan Buku -v Daftar Simbol -vii Daftar Isi .Daftar Isi Terbitan Katalog Dalam Terbitan . Ukuran Letak Data . Ukuran Pemusatan Data . Kaidah Pencacahan (Counting Rules) . Ukuran Penyebaran Data (Dispersi) .115 Daftar Pustaka .8 C.viii Ukuran Data . Membaca Data – 4 B.109 1 3 Latihan Semester 1 .36 B.96 C.74 2 Statistika .iii Kata Pengantar . Tabel Distribusi Frekuensi dan Histogram .63 D.119 Indeks -120 Glosarium .ii Kata Sambutan . Peluang Suatu Kejadian .84 B.101 Uji Kompetensi .77 Latihan Semester 2 . Kejadian Majemuk .49 C. Menyajikan Data .83 A.18 Uji Kompetensi .

Akibatnya kita sering melihat data tersebut disajikan dalam tabel atau diagram. 4. Tabel distribusi frekuensi 5. Dapatkah kalian membaca data dalam tabel atau diagram? Dapatkah kalian menyajikannya? Pada bab ini kalian akan mempelajari segala sesuatu tentang statistika termasuk cara membaca. ilmu sosial. Statistik 2. Peta konsep berikut memudahkan kalian dalam mempelajari seluruh materi Statistika meliputi Membaca Data Menyajikan Data antara lain Tabel Distribusi Frekuensi dan Histogram Batang Garis Lingkaran Batang Daun menjabarkan Tabel Distribusi Frekuensi Pengertian Histogram Dalam bab ini terdapat beberapa 1. Dengan statistika. Statistika 3. Diagram 6. serta memaknainya. atau bahasa data tentang kepadatan penduduk dapat disajikan dengan mudah menggunakan ilmu statistika. kita sering menjumpai penerapan statistika dalam beberapa aspek kehidupan. Populasi B a b 1 Statistika 1 . Setelah mempelajarinya diharapkan kalian dapat menerapkan konsep statistika sehingga dapat membaca atau menyajikan data dalam bentuk tabel. data-data yang diperoleh itu dapat disajikan dalam tabel dan diagram sehingga mempermudah bagi pembacanya. ogive. Sampel kata kunci yang perlu kalian ketahui. diagram. Statistika alam kehidupan sehari-hari. menyajikan serta menafsirkan data dari tabel atau diagram.Bab 1 D pada bab ini. Pengumpul an data t entang mi nat siswa dalam pemilihan jurusan ilmu alam.

a. kalian akan memperoleh informasi bahwa korban yang meninggal dunia sebanyak 83 orang. 15.721 Rumah 1. 4. Berikut akan kita pelajari kelanjutannya. 12. Di kelas IX SMP. 17. Berapakah banyaknya korban gempa yang meninggal dunia di Kecamatan Pandak? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut.web. 8.907 Luka Ringan 72 34 45 0 60 99 100 0 0 0 100 235 100 7 689 55 125 1. 11. 16. Kalian akan memperoleh informasi bahwa rumah yang rusak di kecamatan Pitungan sebanyak 650 rumah.id Gambar 1. Data Satkorlak Kabupaten Bantul Tanggal: 28/5/2006 Pukul: 17:30 No. Bantul Sedayu Kasihan Sewon Bangun Tapan Pleret Piyungan Jetis Imogiri Dlingo Pundung Kretek Bambang Lipuru Sanden Pandak Srandakan Pajangan Jumlah 169 206 392 0 0 0 650 0 0 0 0 748 230 25 886 60 500 3. 2. 10. Kecamatan Meninggal Dun ia 229 1 40 353 187 419 154 591 82 6 332 18 547 1 83 6 31 3.wishaputro. kalian telah mempelajari statistika tentang cara mengumpulkan dan menyajikan data.ugm. Perhatikan juga baris no. 6. kalian perhatikan baris no. Berapakah banyaknya rumah yang rusak di Kecamatan Pitungan? b. Bagaimanakah kalian dapat membaca gambar tersebut dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut? Cobalah jawab pertanyaan berikut ini. 7.1 Statistik korban gempa Kabupaten Bantul Coba kalian perhatikan Gambar 1.1. 2 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 5. 3. 14. 13. 7 dari tabel tersebut yang merupakan Kecamatan Piyungan dan baca data ke samping kanan. 9. 15 yang merupakan kecamatan Pandak.Perhatikan gambar di bawah ini.080 Luka Berat 167 15 18 250 303 0 205 223 0 0 200 220 0 25 214 17 50 1.866 Sumber: www.ac.

Sedangkan pengertian statistika sesungguhnya adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara penyusunan data. Sedangkan statistika inferensial mempunyai tujuan untuk penarikan kesimpulan dengan cara membuat generalisasi. Contoh lain misalnya data korban kecelakaan lalu lintas dari kantor polisi lalu lintas. Statistika deskriptif adalah bagian statistika yang mempelajari cara penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan. misalnya rataan dan kuartil. Statistik juga diartikan sebagai suatu ukuran yang dihitung dari sekumpulan data dan merupakan wakil dari data itu. B a b 1 Statistika 3 . Statistik korban gempa kabupaten Bantul misalnya. Kedua macam statistika tersebut saling erat hubungannya. Penyusunan data dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai urutan d ata atau kelomp ok d ata. diagram. Pengamb ilan kesimpulan biasanya dilakukan dengan terlebih dahulu membuat dugaan. Menurut fungsinya. dan meninggal. luka berat. berisi angka-angka mengenai banyaknya korban misalnya yang mengalami luka ringan. kata statistik dapat diartikan sebagai kumpulan angka-angka yang menggambarkan suatu masalah. dan penarikan kesimpulan mengenai suatu keseluruhan berdasarkan data yang ada pada bagian dari keseluruhan tadi. Statistika deskriptif mempunyai tujuan untuk memberikan gambaran singkat dari sekumpulan data. Penyajian data dapat pula dilakukan dengan menyatakan kelompok data tersebut dengan konstanta yang mewakilinya dan gambaran mengenai letaknya. statistika dibedakan menjadi dua jenis. atau gambar. yaitu statistika deskriptif dan statistika induktif (inferensial). penyajian data. Statistika induktif atau inferensial adalah bagian statistika yang mempelajari tata cara penarikan kesimpulan yang valid mengenai populasi berdasarkan data pada sampel.Dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya rata-rata skor tes matematika kelas XI adalah 78 atau benda lebih dari 90% penduduk Indonesia berada di pedesaan. Dalam menarik kesimpulan pada statistika inferensial biasanya digunakan unsur peluang. Penyajian data dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai data atau kelompok data dalam bentuk tabel. Keseluruhan objek yang diteleti disebut populasi sedangkan bagian dari populasi disebut sampel. sehingga pengguna data dapat mengenalinya dengan mudah. Selanjutnya fungsi statistika inferensial menguji dugaan yang telah diajukan tersebut.

diagram. Membaca Data dalam Tabel Contoh 1. yaitu data yang berbentuk kategori atau atribut. Misal: a. Data kuantitatif. dan ogive. b Banyaknya siswa pada kelas II adalah 240. Harga mobil semakin terjangkau b. pengolahan dan penganalisaan data. yaitu data yang berupa bilangan. serta penyajian data. Tinggi pohon itu adalah 10 meter. M embaca Data Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara pengumpulan dan penyusunan data. Berikut ini diberikan macam-macam data ditinjau menurut sifatnya.1 Nilai Ulangan Matematika dari 20 anak Nilai 4 5 6 7 8 9 6f Frekuensi (f) 4 6 3 4 2 1 20 4 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 1. Misal: a. Data statistik dapat disajikan dalam bentuk daftar distribusi frekuensi (tabel) dan dalam bentuk diagram seperti diagram batang. garis.Berikut ini disajikan beberapa contoh bagaimana membaca data baik dalam bentuk tabel. yaitu: 1. Tabel 1. A.Bila membicarakan statistika. Data kualitatif.1 Perhatikan tabel berikut kemudian baca dan tafsirkan data berikut. maka tidak lepas dengan apa yang disebut data. Murid-murid di SD Negeri 3 rajin-rajin. lingkaran. dan ogive. Data dapat diartikan sebagai keterangan yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah. 2.

tahun 2002 sebanyak 10 kelahiran. 2. B a b 1 Statistika 5 . Kenaikan tertinggi dicapai pada tahun 2006-2007 yaitu mencapai 2.3 Diagram garis jumlah kelahiran tiap tahun di Desa Suka Makmur Diagram di atas menunjukkan bahwa pada tahun 2001 terdapat 7 kelahiran. Sedangkan hasil perikanan tertinggi dicapai pada tahun 2007 yaitu sebanyak 5.Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa nilai terendah adalah 4 dan tertinggi 9. Sudut Matematika f Angka kelahiran Meningkatkan Sikap Kritis Siswa Menurut kalian faktor apa sajakah yang mempengaruhi tingkat kelahiran di desa Suka Makmur? f Tahun Gambar 1. Temukan juga keterangan-keterangan lain yang dapat kalian peroleh dari diagram di atas.000 ton. Tahun Gambar 1. dan seterusnya.500 ton. Membaca Data dalam Diagram Batang Jumlah (ribuan ton) 5 4 3 2 1 2004 2003 2005 2006 2007 2008 Dari diagram batang di samping dapat dilihat bahwa hasil perikanan terendah dicapai pada tahun 2004 yaitu sebanyak 2. Nilai yang paling banyak diperoleh adalah 5 yaitu 6 anak.2 Diagram batang hasil perikanan tahun 2003 – 2008 3. Membaca Data dalam Diagram Garis Perhatikan gambar diagram garis yang terdapat di Puskesmas Desa Suka Makmur berikut ini.000 ton.

Apa pendapat kalian tentang program Keluarga Berencana di desa tersebut? Pada tahun 2008 terdapat 25 kelahiran. Perhatikan diagram lingkaran berikut ini. 4. Dapatkah kita simpulkan bahwa pada tahun 2008 penduduk Desa Suka Makmur bertambah 25 orang dibandingkan tahun 2007? Membaca Data dalam Diagram Lingkaran Bola Voli 30% Tenis Meja 30% Lari 10% Gambar 1.4 Diagram lingkaran kegemaran olahraga siswa. Pada tahun berapakah jumlah kelahiran paling tinggi? Pada tahun berapakah jumlah kelahiran paling rendah? Berdasarkan grafik tersebut. c. b. Sedangkan yang peminatnya paling sed ikit adalah lari.a. Dari diagram tersebut dapat kita ketahui bahwa jumlah anak yang gemar olahraga Basket 40% Basket Voli = = 40 × 60 = 24 anak 100 30 × 60 = 18 anak 100 20 × 60 = 12 anak 100 10 × 60 = 6 anak 100 Tenis meja = Lari = Buatlah kesimpulan-kesimpulan lain yang dapat diperoleh dari diagram lingkaran di atas. perkirakan dan jelaskan banyak kelahiran pada tahun 2005. dan seterusnya. 6 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Tentukan banyak kelahiran pada tahun 2003. Dari diagram di samping dapat dilihat bahwa olahraga yang paling digemari adalah basket. d. 2004. e.

5 184.5 Ogive positif 30 28 21 11 3 159.5 169.5 174.5 179. Banyak pemain yang mempunyai tinggi lebih dari 174.169 170 .5 179.5 164. 30 27 19 9 2 159.5 Ogive negatif Gambar 1. Ogive Ogive positif diperoleh dari daftar distribusi frekuensi kumulatif “kurang dari” sedangkan ogive negatif diperoleh dari daftar distribusi frekuensi “lebih dari”.5 169.5 dapat dilihat dari ogive negatif yaitu sebanyak 11 orang.5.5 184.179 180 . B a b 1 Statistika 7 .5 Ogive Dari ogive positif di atas dapat kita ketahui bahwa banyak pemain yang tingginya kurang dari 179.164 165 .5 174. Dari tabel distribusi frekuensi di atas diperoleh ogive sebagai berikut.5 ada 27 pemain (2 + 7 + 10 + 3).5 164. Distribusi frekuensi tinggi pemain sepak bola Interval 160 .184 Frekuensi 2 7 10 8 3 Perhatikan gambar berikut ini.174 175 .

B.2 Seorang petugas administrasi dari SMA Rajawali ditugasi untuk mendata banyak lulusan menurut jenis kelamin dari tahun 2004 sampai 2008. Pada kolom pertama diberikan kategori tahun yang menunjukkan tahun yang diteliti. Kolom kedua menunjukkan jenis kelamin yang dipisahkan menjadi laki-laki dan perempuan. Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel (Daftar) Salah satu cara untuk menyajikan data adalah dengan menggunakan tabel. dan ada 210 siswa lulus di tahun 2008 yang terdiri atas 100 perempuan dan 110 laki-laki. Kolom ketiga adalah kolom jumlah. diagram. 195 siswa lulus di tahun 2007 yang terdiri atas 100 perempuan dna 95 laki-laki. Penyajian data yang sering digunakan adalah dengan tabel. Menyajikan Data Untuk keperluan laporan dan analisis suatu data. Pada umumnya ada dua tabel yang digunakan untuk menyajikan data. 1. Dia mencatat ada 182 siswa lulus di tahun 2004 yang terdiri atas 82 perempuan dan 100 laki-laki. Contoh 1. dan ogive. Tabel distribusi frekuensi Berikut ini diberikan contoh tabel untuk kedua macam daftar tersebut. 170 siswa lulus di tahun 2005 yang terdiri atas 90 perempuan dan 80 laki-laki. Jumlah lulusan perewmpuan dan laki-laki ditulis sesuai data yang diperoleh. Tabel baris-kolom b. Untuk keperluan laporan agar mudah dibaca.Tabel biasanya memuat baris dan kolom yang masing-masing menunjukkan kategori baris atau kolom tersebut. 8 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 185 siswa lulus di tahun 2006 yang terdiri atas 95 perempuan dan 90 laki-laku. yaitu: a. petugas tersebut dapat menyajikan data dalam bentuk tabel berikut. maka data yang telah dikumpulkan perlu disusun dan disajikan dalam bentuk yang mudah dibaca dimengerti dan ditafsirkan. yang menunjukkan jumlah luludan perempuan dan laki-laki pada tahun tertentu.

yang sering nampak adalah interval kelas yang pada contoh berikut adalah nilai-nilai yang dikelompokkan dan frekuensi yang pada contoh berikut adalah banyak siswa. Untuk data dengan ukuran yang besar pada umumnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.2 Banyak Lulusan di SMA Rajawali Menurut Jenis Kelamin dari Tahun 2004 Sampai 2008 Tahun Jenis Kelamin Perempuan 2004 2005 2006 2007 2008 82 90 95 100 100 Laki-laki 100 80 90 95 110 182 170 185 195 210 Jumlah Tabel 1. Contoh 1. Cara membuat tabel distribusi frekuensi akan dijelaskan kemudian.3 Perhatikan tabel hasil tes matematika berikut. Hasil Tes Matematika 80 siswa SMA Negeri 1 Nilai 33 – 40 41 – 48 49 – 56 57 – 64 65 – 72 73 – 80 81 – 88 89 – 96 Banyak Siswa 5 9 9 2 12 19 15 9 Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa terdapat 19 siswa dengan nilai berkisar antara 73 dan 80. B a b 1 Statistika 9 . Pada tabel distribusi frekuensi.Tabel 1.2 tersebut adalah contoh tabel baris kolom.

Buatlah diagram batangnya. diagram lingkaran. Dari tabel tersebut diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. atau lambang dari suatu pengamatan yang dilakukan pada suatu populasi atau sampel. Agar lebih memahami penggunaan diagram batang. Data yang telah diperoleh selanjutnya perlu disusun dan disajikan dengan format dan bentuk yang tepat. (i) Jika diperlihatkan jumlah siswa tanpa perincian jenis kelamin dapat dibuat diagram batang tegak (Gambar 1. ditempuh bermacam-macam cara. yaitu diagram batang. Ada 4 bentuk diagram yang akan dibahas. Dalam penyajian data. salah satunya adalah dengan menyajikan dalam bentuk diagram. Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Data yang telah disajikan dalam bentuk tabel dapat ditampilkan dalam bentuk diagram.2) atau diagram batang horizontal (Gambar 1. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut data kontinu. Penyajian data dalam bentuk diagram akan lebih menarik dan karena tampilan secara visual akan lebih mudah dipahami. Pada contoh di bawah ini data yang diberikan akan disajikan dalam bentuk diagram batang.2 diperlihatkan banyaknya lulusan di SMA Rajawali menurut jenis kelamin dari tahun 2004 sampai 2008. a. dan diagram batang daun. Data yang diperoleh dari hasil menghitung atau mencacah disebut data diskrit. bukan angka.7). diagram garis.7 Diagram batang horizontal 10 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . jelas.2. perhatikan uraian berikut. Diagram Batang Data adalah segala informasi yang diperoleh baik dalam bentuk angka. Pada Tabel 1. Lulusan SMA Rajawali Lulusan SMA Rajawali 2004 – 2008 2004 – 2008 220 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Gambar 1.6 Diagram batang tegak 2008 2007 Tahun 2006 2005 2004 0 20 40 60 80 100120140160180200 220 Banyak siswa Banyak Siswa Gambar 1. dan mudah dipahami.

Sensus Penduduk (SP) yaitu pada setiap tahun berakhiran “0” (nol).Sensus Pertanian (ST) pada setiap tahun berakhiran “3” (tiga). .com Gambar 1. Lulusan SMA Rajawali 2004 – 2008 220 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Banyak Siswa 100 80 60 40 20 0 2004 2005 2006 Tahun 2008 2007 Lulusan SMA Rajawali 2004 – 2008 Banyak Siswa Gambar 1.9 Diagram batang tegak menurut jenis kelamin lulusan Keterangan: = laki-laki = perempuan Gambar 1.(ii) Jika dibuat diagram batang yang menggunakan jenis kelamin untuk membandingkan jumlah lulusan.Sensus Ekonomi (SE) pada setiap tahun berakhiran “6” (enam).mathgoodies.8 Diagram batang menurut jenis kelamin lulusan Tahun 2008 2007 2006 2005 2004 100 80 60 40 20 0 Perempuan 0 20 40 60 80 100 120 Laki-laki Info media Setiap sepuluh tahun sekali BPS menyelenggarakan: . Sumber: www.10 Diagram batang horizontal menurut jenis kelamin lulusan B a b 1 Statistika 11 . dan .

4 3.2 Penyelesaian: Diagram garis data berat badan bayi tersebut dapat ditunjukkan pada gambar berikut. Contoh 1. keadaan temperatur setiap jam. Sedangkan sumbu tegak merupakan kualitas atau ukuran data. misalnya tahun.8 4. apa keuntungan penyajian data menggunakan diagram garis? 12 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Dengan memperhatikan diagram garis tersebut. umur. berat badan bayi setiap minggu.b.1 Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan penyajian data dengan diagram garis.5 6. Umur (bulan) Berat (kg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 7 11 12 2. Sumbu mendatar merupakan keterangan atau kategori.1 3. Misalnya produksi suatu pabrik setiap bulan.2 7.5 8. bulan. 2) Diperlukan sumbu mendatar dan sumbu tegak.5 2.3.4 Buatlah diagram garis dari data berat badan seorang bayi yang ditunjukkan oleh tabel berikut. Menurut kalian.5 4. banyaknya penduduk setiap tahun. Kegiatan Menulis 1. maka hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajiannya adalah: 1) Biasanya data dalam diagram garis adalah data kontinu (serba terus dan berkesinambungan).8 3. Diagram Garis Perhatikan kembali gambar diagram garis pada Gambar 1.9 5. 3) Titik-titik pada diagram merupakan pasangan bilangan dan dihubungkan dengan ruas garis.

Diagram lingkaran terbagi menjadi juring-juring lingkaran yang luasnya disesuaikan dengan data yang ada. mengapa dalam menyajikan data dalam diagram lingkaran data harus dikonversi dulu ke dalam sudut? Contoh 1.5% 8 u 360% 50 72o 5 u 100% 12.5% 40% 2.3 Persentase Pelajaran yang Disukai dan Besar Sudut Pusat yang Terbentuk Jenis Pelajaran MATEMATIKA IPA IPS KESENIAN BHS.c.5% 40 16 u 100% 40 1 u 360% 40 40% 9o 100% 360o B a b 1 Statistika 13 . Diagram Lingkaran Diagram lingkaran menyajikan data statistik dalam bentuk gambar lingkaran. Untuk itu perlu ditentukan besar sudut pusat dari setiap juring tersebut. INGGRIS Jumlah Banyak Persentase 10 u 100% 40 8 u 100% 40 5 u 100% 40 16 u 100% 40 6 u 100% 40 Sudut Pusat Lingkaran 10 u 360% 40 90 o 10 8 5 16 1 40 25% 20% 12. Penyelesaian: Tabel 1. Sudut Matematika Meningkatkan Sikap Kritis Siswa Menurut kalian. Sebanyak 10 anak menyukai pelajaran matematika.5 Siswa dalam suatu kelas berjumlah 40 siswa. 5 anak menyukai IPS. Buatlah diagram lingkarannya. dan sisanya menyukai bahasa Inggris. 8 anak menyukai IPA. 16 anak menyukai kesenian.

Berdasarkan Tabel 1. yaitu panjangnya 50 cm. Datanglah ke bagian kesiswaan. kemudian carilah data tentang penjurusan siswa. Namun ada juga yang pertumbuhannya terganggu. edisi 480. yaitu panjangnya baru 6 cm dan 8 cm. 0 1 2 3 4 5 1 68 245 025677 13 22 0 2 artinya 12 Sumber: Agrobis. Ada satu bibit tomat yang pertumbuhannya mencolok. Sudut Matematika 20% IPA IP S 12. Berapakah ukuran bibit tanaman tomat yang paling pendek dan yang paling tinggi? c) Pada nilai puluhan berapakah terdapat data paling banyak? Sebagian besar bibit tersebut berukuran 20 – 30 cm.5% Mendorong untuk Mencari Informasi Lebih Jauh Buatlah kelompok yang terdiri atas 3 siswa.11 Diagram lingkaran d. Minggu IV Juli 2002 a) b) Ada berapakah data pada diagram tersebut? Jelaskan. dan diagram lingkaran kemudian presentasikan di depan kelas. 1) Diagram Batang Daun ( * * ) Membaca dan Menafsirkan Diagram Batang Daun ( * * ) Diagram batang daun (steamleaf) digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk data tunggal. Gambar 1.12 Bibit tanaman 14 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Gambar 1. Diagram batang daun berikut adalah data-data tentang tinggi bibit tanaman tomat dalam sebuah persemaian yang dinyatakan dengan satuan sentimeter (cm). Sajikan data tersebut dalam diagram garis.3 dapat diperoleh gambar diagram lingkaran sebagai berikut.5% Kesenian 40% Mat emat ika 25% 2.

6 Diberikan hasil tes dari 40 siswa sebagai berikut. maka batangnya 12 dan daunnya 4. maka batangnya 0 dan daunnya 6. Namun sering juga batang terdiri atas dua angka. Daun disusun dalam urutan yang terus membesar dari kiri ke kanan. Sedangkan bila data adalah bilangan dengan 1 angka. misalnya data 42 berarti 4 sebagai batang 2 sebagai daun. yaitu: a) b) Data yang disajikan dengan diagram batang daun berupa data tunggal yang cacahnya tidak banyak. Kemudian daun-daun diurutkan dari kecil ke besar dan ditempatkan di sebelah kanan batang. Penyelesaian: 7345 1578865 67980445877 7096888688 395578 34 B a b 1 Statistika 4 5 6 7 8 9 3457 1556788 04456777889 0667888889 355789 34 15 . Batang pada diagram adalah angka pertama pada data dan daun adalah angka berikutnya.2) Menyajikan Data dengan Diagram Batang Daun ( * * ) Dari bentuk diagram batang daun tersebut. Daun-daunnya dituliskan di bagian kanan batang. maka sajian diagram batang daun dapat dilakukan dengan membuat daun di sebelah kiri batang. terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan di dalamnya. misalnya data 6. Batang dituliskan secara tegak dalam urutan yang terus membesar. 67 55 67 78 56 68 78 76 78 94 65 58 45 58 64 88 87 64 60 85 85 68 78 78 57 89 93 76 69 83 44 79 70 43 55 67 77 47 66 51 Buatlah diagram batang daun dari data tersebut. misalnya pada data 124. maka batangnya adalah 0 dan daunnya data tersebut. c) d) e) Contoh 1. Bila data belum diurutkan.

16 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Bulan Alasan Sakit (s) Izin (i) Alfa (a) a. Buatlah beberapa kesimpulan dari data pada tabel di atas.1 1. b. d. Agust 0 3 0 Sept 5 1 1 Okt 5 9 2 Nov 0 7 7 Des 5 0 2 Jan 13 8 3 Feb 1 0 0 Buatlah diagram batang yang menyatakan alasan ketidakhadiran siswa di atas. f. 3. a.2 Tulislah beb erapa keuntungan penyajian data dengan menggunakan diagram batang daun. Buatlah diagram lingkaran untuk menyajikan data tersebut. Tabel berikut adalah jumlah ketidakhadiran siswa kelas XI Bahasa dan alasannya selama beberapa bulan pada tahun 2007/2008. Berdasarkan informasi pada KMS tersebut. tentukan apakah perkembangan bayi pada Contoh 1. Pada tahun berapakah hasil produksi padi tertinggi? Berikan tafsiran yang dapat diperoleh dari diagram lingkaran tersebut. e. Tahun Hasil (ton) 2001 250 2002 285 2003 2004 310 340 2005 380 2006 255 2007 290 2008 420 2. Mintalah Kartu Menuju Sehat (KMS) di Puskesmas atau Posyandu terdekat.Kegiatan Menulis 1. Perkirakan apakah yang terjadi pada tahun 2006 sehingga produksi menurun secara drastis? Buatlah suatu pertanyaan berdasarkan tabel data tersebut. g. Latihan 1.1 termasuk normal atau di bawah normal? Diberikan hasil produksi padi tiap tahun pada Desa Suka Makmur dari tahun 2001 sampai dengan 2008 sebagai berikut. Perkirakan produksi padi pada tahun 2010. c.

0 1 2 3 4 5 6 7 8 a. Ketika mendapat tugas menggambarkan distribusi skor 20 artis penyanyi lokal. Kesimpulan Maria. b. Setujukah kalian dengan kesimpulan Maria? Jelaskan alasanmu. Berikan kesimpulanmu sendiri dari diagram batang daun tersebut. 4. kemudian ajukan beberapa kesimpulan. Berikan beberapa kesimpulan dari diagram tersebut. 5. Buatlah diagram batang daun dari data tinggi badan 40 siswa berikut. “Kebanyakan penyanyi lokal tidak tampil maksimal”.b. Maria membuat diagram batang daun seperti di samping. 145 153 145 140 144 146 146 145 139 103 132 140 156 98 121 134 130 134 129 145 147 127 154 125 134 119 108 151 120 116 136 135 132 151 142 148 115 140 138 135 6. 67 45567 467788 2233556644 223345 034 11 Tuliskan data-datanya. a. Buatlah diagram garisnya dan bandingkan keduanya. apakah yang menyebabkan keadaan ini? Hubungi bagian kesiswaan di sekolahmu dan mintalah data ketidakhadiran siswa di kelasmu dalam kurun waktu tersebut. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0000279 008 04 458 9 5 13 0 B a b 1 Statistika 17 . b. Diberikan diagram batang daun berikut. c. Pada bulan apakah siswa yang tidak hadir paling banyak? Menurutmu.

a. Ada 5 siswa yang orang tuanya tidak tamat SD dan 5 siswa yang orang tuanya lulusan SD. Sementara yang orang tuanya lulusan SMP ada 10 siswa dan yang orang tuanya lulusan SMA ada 15 siswa. Banyaknya orang tua siswa yang lulusan SD dengan banyaknya orang tua siswa yang lulusan SMP juga tidak ada kaitannya. 5 siswa mendapat nilai 5. Sisanya sebanyak 5 siswa yang orang tuanya berpendidikan sarjana. 70 73 93 40 56 78 89 67 60 85 35 55 42 76 88 78 75 65 45 47 87 45 43 85 90 88 70 68 79 54 76 77 45 49 76 80 95 84 37 58 77 88 65 44 54 76 89 65 87 80 56 87 89 67 90 76 45 76 56 87 88 67 45 65 78 85 89 72 74 76 56 67 89 76 34 35 87 87 56 88 Daftar 1. Tabel Distribusi Frekuensi dan Histogram Data yang diperoleh dari suatu kegiatan pengamatan akan lebih mudah dibaca jika disajikan dalam tabel frekuensi dan histogram. Latar belakang pendidikan orang tua dari 40 siswa tersebut berbeda-beda. Terdapat 3 siswa yang mendapat nilai 9. Misalnya data banyaknya siswa yang mendapat bernilai 6 dengan banyaknya siswa bernilai 7 tidak ada kaitannya.1 Nilai hasil tes matematika 80 siswa SMA Negeri 1 18 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Pengertian Data Tak Terkelompok dan Data Terkelompok Perhatikan keterangan data dari suatu kelas sebagai berikut. Untuk data seperti di atas. Misalnya diberikan data yang jumlahnya cukup besar. dan 2 siswa mendapat nilai 4. 5 siswa mendapat nilai 8. 10 siswa mendapat nilai 7. tidak sulit untuk membacanya. Keadaan data yang demikian disebut dengan data tak terkelompok.C. Data di atas menggambarkan bahwa keadaan data satu dengan data yang lain tidak saling berhubungan. Nilai rapor matematika dari 40 siswa tersebut tidak sama. Kesulitan apakah yang dapat kalian hadapi untuk membacanya? Bagaimana cara mengatasi kesulitan tersebut? Perhatikan data tentang hasil tes matematika dari 80 siswa di SMA Negeri 1 berikut. 15 siswa mendapat nilai 6. 1. b.

data-data tersebut dikelompokkan menjadi kelas atau interval tertentu.4 Distribusi Frekuensi Data Tunggal Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1 Skor 34 35 37 40 42 43 44 45 47 49 54 55 f 1 2 1 1 1 1 1 5 1 1 2 1 Skor 56 58 60 65 67 68 70 72 73 74 75 76 f 5 1 1 4 4 1 2 1 1 1 1 8 Skor 77 78 79 80 84 85 87 88 89 90 93 95 f 2 3 1 2 1 3 6 5 5 2 1 1 B a b 1 Statistika 19 . Tabel distribusi frekuensi dapat berupa tabel distribusi frekuensi data tunggal (tak terkelompok) dan tabel distribusi frekuensi data terkelompok. Data yang dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval diseb ut data terkelompok. Tabel 1. Misalnya kelompok data dari 30 – 34. 35 – 39.Berapa orang siswa yang mendapat nilai 70? Andaikan terdapat 200 siswa. apakah cara yang kalian gunakan itu akan kalian terapkan kembali? Agar pembacaannya lebih mudah. a. Bayangkan jika data yang kita susun adalah nilai rapor dari siswa satu sekolah. Tabel Distribusi Frekuensi Untuk memudahkan membaca dan menafsirkannya. maka data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. dan seterusnya. Tabel distribusi frekuensi data tak terkelompok dari daftar nilai hasil tes matematika siswa SMA Negeri 1 adalah sebagai berikut. Tentu kurang efisien jika disajikan dengan distribusi frekuensi data tunggal karena akan diperlukan banyak baris. Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal Data yang disajikan dengan tabel distribusi frekuensi dengan data tunggal hanya memungkinkan jika datanya kecil. 2.

5 terdapat delapan interval kelas diantaranya 33 . 2) Batas bawah dan batas atas Perhatikan interval-interval pada Tabel 1. Pada interval 33 – 40 misalnya. Coba sebutkan interval yang lain. kita menggunak an tingkat ketelitian. Tabel 1.56 dan lima interval yang lain. Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok Agar lebih ringkas dan lebih mudah membacanya. Pada Tabel 1. 3) Tepi bawah dan tepi atas Dalam menganalisis data.4 di bawah ini. data pada Daftar 1. 41 . Misalnya kita menggunakan data bilangan bulat.b.5. Berapakah nilainilai yang kalian peroleh? Nilai-nilai tersebut merupakan tepi bawah dari setiap interval.1 dapat dikelompokkan menurut suatu kelas atau interval. Dengan cara yang sama.5 ini pada ujung bawah dari setiap interval. 49 .48.5. 1) Interval kelas Interval merupakan bagian-bagian (selang) dari data-data yang telah dikelompokkan. tentukan tepi atas tiap-tiap interval. Kurangkan bilangan 0.5 Distribusi Frekuensi Data Kelompok Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1 Interval Kelas 33 41 49 57 65 73 81 89 – – – – – – – – 40 48 56 64 72 80 88 96 f 5 9 9 2 12 19 15 9 Dalam membuat tabel distribusi frekuensi untuk data terkelompok ada beberapa hal yang perlu dijelaskan.40. maka tingkat ketelitian yang digunakan adalah 0. 33 disebut batas atas dan 40 disebut batas atas. Bilangan di sebelah kiri setiap interval disebut batas bawah dan bilangan di sebelah kanan interval disebut batas atas. 20 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Jelaskan batas atas dan batas bawah dengan kata-kata kalian sendiri. Perhatikan Tabel 1. Interval-interval tersebut dibatasi oleh dua bilangan yang merupakan batas dari interval.

3 log n Dengan k = banyaknya kelas dan n = banyaknya data. 41 – 48.05. . digunakan aturan Sturges sebagai berikut. . maka tingkat ketelitian yang digunakan adalah 0.1: k = 1 + 3. Langkah-langkah penyusunan tabel Mengapa dipilih interval 33 – 40.280197 | 7 atau 8 Jelaskan mengapa nilai k harus bilangan bulat.5 disusun berdasarkan data pada Daftar 1. Berapa data yang terkecil? Berapa data terbesar? Selisih kedua data tersebut merupakan nilai rentang atau jangkauan. kita dapat merumuskan: panjang kelas ( p ) rentang k B a b 1 Statistika 21 . Dari Daftar 1. k = 1 + 3. c) Menentukan panjang kelas Misalkan kita mempunyai sebuah tali yang jika direntangkan panjangnya 61 m. a) Menentukan nilai rentang (Jangkauan) Tabel 1. Tali tersebut kita potong-potong menjadi 8 interval yang panjangnya sama.90309 = 7.4. . Jangkauan = data terbesar – data terkecil Dari Daftar 1. Berapa titik tengahnya? Berapa nilai titik tengah interval-interval yang lain? Dengan katakata kalian sendiri. Perhatikan interval 33 – 40 pada Tabel 1. 4) Titik tengah Titik tengah merupakan nilai tengah masing-masing interval. . Berapa panjang masing-masing interval tali? Dari uraian ini.3 log 80 = 1 + 3.1: rentang = 95 – 34 = 61 b) Menentukan banyaknya kelas Untuk menentukan banyaknya kelas.1.Jika data yang digunakan adalah desimal persepuluh. Begitu seterusnya.3 × 1.5 disusun dengan aturan tertentu dengan melakukan sedikit perhitungan. jelaskan definisi titik tengah. 89 – 96? Dapatkah dibentuk interval-interval yang lain? Tabel 1.

Perhatikan bahwa semua data harus termuat dalam interval-interval kelas yang dibuat. perseratusan.5. c.88 89 – 96 Jumlah Tally Frekuensi 5 9 9 2 12 19 15 9 80 Sekarang. Jadi.1 diperoleh: rentang 61 p 7.625 k 8 Karena datanya bilangan bulat. Bila frekuensi masing-masing kelas interval dinyatakan dalam persen.Dari Daftar 1. dan seterusnya? Bagaimana aturan pembulatannya? d) Menentukan ujung bawah interval pertama Batas bawah interval pertama dapat diambil dari data yang terkecil atau bilangan yang lebih kecil lagi.6. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif Pada Tabel 1. sekumpulan data dapat dibuat lebih dari satu tabel distribusi frekuensi. maka p = 8. Bandingkan hasilnya dengan Tabel 1.6 Distribusi Frekuensi Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1 Nilai 33 – 40 41 – 48 49 – 56 57 – 64 65 – 72 73 – 80 81 . 22 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Bagaimana jika datanya dalam bilangan desimal persepuluhan. bilangan pada kolom frekuensi menyatakan banyaknya data pada kelas interval. dapat dibuat kolom tally tersendiri. buatlah tabel distribusi frekuensi dengan mengambil Batas bawah interval pertama yang berbeda. maka diperoleh tabel yang disebut tabel distribusi frekuensi relatif sebagai berikut. Tabel 1. e) Menyusun tabel distribusi Untuk memudahkan memasukkan data.

5 56.0625 0.7 Ubahlah tabel distribusi frekuensi hasil tes matematika 80 siswa SMA Negeri 1 menjadi tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Ada dua macam tabel distribusi frekuensi kumulatif.1125 0.5 80.1125 d.5 72.5 40.2375 0.15 0.1125 0.7 Distribusi Frekuensi Relatif Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1 Nilai 33 41 49 57 65 73 81 89 – – – – – – – – 40 48 56 64 72 80 88 96 Frekuensi Relatif (frel) 0.1875 0.5 88.5 Frekuensi Kumulatif Kurang dari 0 5 14 23 26 38 57 72 80 B a b 1 Statistika 23 . Perhatikan contoh berikut. yaitu tabel frekuensi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.5 96.025 0.8 Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang dari Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1 Nilai kurang kurang kurang kurang kurang kurang kurang kurang kurang dari dari dari dari dari dari dari dari dari 32.Tabel 1. Contoh 1. Penyelesaian: Tabel 1.5 48.5 64.

5 40.5 64.8 dapat disajikan dalam ogive positif seperti pada gambar.5 Frekuensi Kumulatif Lebih dari 80 75 66 57 54 42 23 8 0 Ogive Positif Perhatikan kembali tabel distribusi kumulatif kurang dari yang telah diperoleh pada Contoh 1.5 72.13 Ogive positif 24 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .5 64.5 80.5 88.5 80. 80 70 60 50 40 30 20 10 0 32. Data pada tabel 1.5 72.8 Ubahlah tabel distribusi frekuensi hasil tes matematika 80 siswa SMA Negeri 1 menjadi tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari. Ogive dari dari dari dari dari dari dari dari dari 32.5 96.Contoh 1.5 40. a.5 48. Penyelesaian: Tabel 1.5 56.5 56.5 48.9 Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih dari Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1 Nilai lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih 3.5 96.7.5 Gambar 1.5 88.

80 70 60 50 40 30 20 10 32.6 diganti 30 – 37 dan seterusnya.5 40.5 64. Histogram a.14 Ogive negatif Kegiatan Menulis 1. Ogive Negatif Dari tabel distribusi frekuensi lebih dari dapat disajikan dalam ogive negatif seperti pada gambar berikut.5 48.5 96.3 Jika interval pertama pada Tabel 1. 20 19 15 12 10 5 2 32.5 88.5 Gambar 1.5 56.5 56.5 Gambar 1.5 72. Membaca dan Menafsirkan Data dalam Bentuk Histogram Perhatikan histogram berdasarkan Tabel 1.7 berikut.5 80.5 96.5 72.5 64.5 48.5 80. 4.b.5 88.15 Histogram hasil tes Matematika 80 siswa SMA Negeri 1 B a b 1 Statistika 15 9 9 9 5 25 .5 40. apakah yang akan terjadi? Jelaskan dengan katakata sendiri.

disusul kemudian interval 81 – 88. 4) Karena garis tegak lurus ditarik dari tepi atas dan tepi bawah setiap interval. termasuk warna atau corak arsirannya. Pada tepi atas dan tepi bawah ditarik garis ke atas sampai menunjukkan bilangan yang sesuai dengan frekuensi pada sumbu tegak. pada sumbu mendatar dibatasi oleh tepi atas dan tepi bawah.Histogram adalah grafik yang digambarkan berdasarkan data yang sudah disusun dalam tabel distribusi frekuensi. Dari histogram pada Gambar 1. Selanjutnya kedua ujungnya dihubungkan. Grafik tersebut berupa persegi panjang yang saling berimpit pada salah satu sisinya. Artinya para siswa cukup sukses dalam ujian matematika ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebanyakan siswa mendapat nilai di sekitar 70-an atau 80-an. Sudut Matematika Mendorong untuk Mencari Informasi Lebih Jauh Buatlah kelompok yang terdiri atas 4 orang. Carilah informasi tentang pertumbuhan penduduk di kecamatan kalian. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat histogram. yaitu: 1) Terdapat dua sumbu.15 nampak bahwa frekuensi paling tinggi terjadi pada interval 73 – 80. maka diperoleh gambar persegi panjang-persegi panjang yang saling berimpit pada salah satu sisinya. 2) Skala pada kedua sumbu tidak harus sama. b. sehingga akan terbentuk sebuah batang yang berupa persegi panjang. 26 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Menyajikan Data dalam Bentuk Histogram Bentuk sajian data dengan cara di atas disebut dengan bentuk histogram. yaitu sumbu mendatar dan sumbu tegak. 6) Di b agian atas setiap batang diberikan bilangan yang menunjukkan frekuensi. Sumbu mendatar berisi setiap inteval data dari tabel distribusi frekuensi. 3) Sumbu tegak memuat frekuensi masing-masing kelas interval. Dari histogram dapat diperoleh bermacam informasi yang terkait dengan data yang disajikan. Untuk setiap kelas interval. Buatlah dalam diagram dan tabel. lakukan pengamatan ke BPS di daerah kalian. 5) Lebar setiap batang harus sama antara satu dengan yang lain. Bersama anggota kelompok kalian.

10 Tinggi Badan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tinggi Badan 152 155 158 161 164 167 170 – – – – – – – 154 157 160 163 166 169 172 Titik Tengah 153 156 159 162 165 168 171 Frekuensi 15 17 25 25 15 12 11 120 Jumlah Penyelesaian: Histogram dari tabel distribusi frekuensi tersebut sebagai berikut.5 157. memahami data yang disajikan dengan histogram atau dengan tabel distribusi frekuensi? Jelaskan alasan kalian.5 172.9 Dari tabel distribusi frekuensi berikut. sajikan dalam bentuk histogram.5 Tinggi badan(cm) Kegiatan Menulis 1.5 166.5 154.5 169. B a b 1 Statistika 27 .5 15 17 25 25 15 12 11 160.4 Manakah yang lebih mudah. Tabel 1.5 163.Contoh 1. 25 Frekuensi 20 15 10 5 151.

7 54. Sajikan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.0 25.0 a.4 55. 65 68 87 76 58 89 96 45 67 86 75 54 39 45 67 87 65 98 56 74 56 25 45 78 65 45 78 68 76 98 87 90 80 76 75 70 45 67 65 78 78 70 58 67 87 Dari data di atas: a. b.0 45.4 8.0 36.9 6.5 24.2 34.5 – 8.2 1.4 38.5 41.9 8. Sajikan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Berikut ini diberikan data hasil tes matematika dari 50 siswa. c.5 60.5 – 4.0 41. Sajikan data dari tabel distribusi frekuensi hasil ulangan Matematika berikut ke dalam bentuk histogram. Sajikan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi relatif.Latihan 1.5 – 6.0 – 7.5 36.5 61.8 53.3 23.4 7.9 5.0 35.9 Jumlah Frekuensi 1 3 3 5 4 10 9 4 5 1 45 3. Buatlah tabel distribusi tak terkelompok.4 4.6 51.4 5. 40.2 31.0 35. Buatlah ogivenya.5 – 5.5 42. Nilai 4.6 46. 28 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .0 55.4 45.3 56.4 6.5 28. 75 76 87 56 76 Berikut ini diberikan data berat badan siswa yang dicatat dalam kilogram.6 45.0 – 4.3 36.4 27.5 43.9 34. b.9 43.7 40.8 38.5 – 7.0 – 8.0 36.0 – 6. Sajikan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi.0 47.5 36.0 – 5. e .2 56.9 7.3 34. d. 2.5 37. Buatlah tabel distribusi terkelompok.

kemudian kumpulkan hasilnya pada guru kalian. Berikut diberikan histogram yang menggambarkan tinggi penduduk Desa Suka Makmur. a. 2. Apakah kesimpulan kalian dari histogram tersebut? Nilai untuk 35 orang siswa dalam tes Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.5 153. 3.5 162. 6. Buatlah diagram batang daun.5 159. b.5 150. Buatlah tabel distribusi frekuensi data tersebut. Dari histogram yang telah kalian buat. tabel distribusi frekuensi. 7 9 4 6 5 8 8 10 5 10 4 8 7 9 10 3 9 5 3 0 9 10 2 5 7 8 6 9 10 7 7 5 10 9 7 a. 7. Bagaimana cara membuat sketsa suatu histogram apabila kalian memiliki diagram batang daun untuk sekelompok data? Refleksi 1.5 Tinggi 5.4. tulislah hal-hal yang dapat dijelaskan dari data-data yang kalian peroleh. dan histogramnya. Carilah data yang ada di sekolah kalian kemudian ubahlah ke dalam bentuk histogram. Carilah matero tentang statistika dari sumber yang lain misalnya internet atau jurnal yang sesuai. Buatlah tabel distribusi frekuensi dari histogram tersebut. Kumpulkan data tentang topik yang menarik perhatian kalian. 25 25 20 15 15 Frekuensi 10 5 17 25 11 12 15 141.5 147. Buatlah histogramnya.5 144.5 156. kemudian buatlah dalam laporan. b. B a b 1 Statistika 29 . Apa yang dapat kalian tafsirkan dari histogram tersebut? c.

4. Titik tengah e . Diagram garis dipakai untuk menyajikan data dalam bentuk grafik. Tabel distribusi frekuensi data terkelompok terdapat: a. Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara penyusunan data. 30 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Diagram batang daun (steamleaf) dipakai untuk menyajikan data dalam bentuk data tunggal. Penyusunan tabel yang tahapannya adalah: 1) menentukan nilai rentang (jangkauan) jangkauan = data terbesar . Tepi bawah dan tepi atas c.data terkecil 2) menentukan banyaknya kelas k = 1 + 3. panjang kelas (p) = 5. 2. grafiknya berupa persegi panjang .Rangkuman 1. Batas bawah dan batas atas d. 3.3 log n k = banyaknya kelas n = banyaknya data 3) menentukan panjang kelas ren tan g k 4) menentukan ujung bawah interval pertama 5) menyusun tabel distribusi Histogram adalah grafik yang digambarkan berdasarkan data yang sudah disusun dalam tabel distribusi frekuensi. penyajian data. dan penarikan kesimpulan mengenai suatu keseluruhan (populasi) berdasarkan data yang ada pada bagian dari keseluruhan (sampel) tadi. Interval kelas b.persegi panjang yang saling berimpit.

5 80. histogram dari data tunggal b.Dari data terseb ut dapat disimpulkan.5 9. d.5 5.Uji Kompetensi A.5 100. .5 nilai B a b 1 Statistika 31 . . nilai paling rendah 5 c.510. nilai terendah 40 d. . a.5 50. b. nilai yang paling banyak diraih adalah 8 e . 1.5 4. c. frekuensi 10 8 6 4 2 0 40. terdapat 8 kelas interval c. .5 8. Dari data tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut.5 nilai Histogram di samping menunjukkan nilai ujian matematika suatu kelas.5 70.5 6.5 7. kecuali .5 90. Dari data tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut. nilai paling tinggi 8 b. panjang interval 10 e . kecuali .510. a. kecuali . rata-rata sekitar 68.5 8. nilai tertinggi = 12 e . a.16 b. nilai yang paling banyak diraih 70 2. nilai terkecil= 10 d. . terdapat 6 kelas interval d.5 9. Berilah tanda silang (X) pada huruf a. atau e yang kalian anggap benar. .5 6. dua kelas berfrekuensi sama Histogram di samping ini menunjukkan nilai ujian matematika suatu kelas. .5 60. 10 frekuensi 8 6 4 2 0 5. .5 7. frekuensi 12 10 8 6 4 2 0 3. .5 nilai 3. nilai yang tertinggi 70 c. panjang interval = 1 Histogram di samping ini menunjukkan nilai ujian matematika suatu kelas.

55. b. 40. 5 e.39 40 . 45. 50. siswa yang memperoleh nilai kurang dari 5 sebanyak 9 orang d.5 c.5.5. Nilai 41 .5. kecuali . a. 60. 45.5. 60. . .5. 40. frekuensi 12 10 8 6 4 2 0 2 3 4 5 6 nilai 7 8 9 Dengan memperhatikan diagram di samping dapat ditarik kesimpulan bahwa . 50. 60 32 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .5. siswa yang memperoleh nilai 4 atau 7 sebanyak 13 orang c.5. .45 46 . c benar Banyaknya interval kelas dari data di samping adalah . 10 b.5. a.5. .. data naik curam dari 4 ke 5 b.55 56 . . rata-rata data 5 5.5. a.44 45 . siswa yang memperoleh nilai 6 sebanyak 12 orang b. 55.5. 4 6. . 50. siswa yang memperoleh nilai 6 ke atas sebanyak 28 orang e .5. data minimum 1 d.. 55. Nilai 30 .5 e . data yang paling banyak frekuensinya 6 e . 50. 37 47 17 12 10 4 1 2 3 4 5 6 Dari gambar di samping dapat disimpulkan bahwa.5 d.5. 8 c. a. . data maksimum 6 c. . 40. .5. 6 d. 55.4.60 f 3 6 9 2 Tepi bawah dari interval kelas pada data di samping adalah . 50.5. 45. 46.5 b.50 51 . 45.5. 55.49 f 6 10 8 6 7..34 35 . jawaban a.

Dari data tersebut dapat disimpulkan.5 d. tepi bawah interval ketiga adalah 50. 76 c. 60.. tepi atas interval kedua adalah 45. tepi bawah interval pertama adalah 41 c. para siswa cukup sukses dalam ulangan 10. 60. Histogram di atas menunjukkan nilai ujian matematika suatu kelas.8.. 55... tepi atas interval keenam adalah 70 e . 75 b.. tepi bawah interval kedua adalah 50. 60. 71. 70. 75 e . adalah . 65. 70. 70. 55. nilai yang frekuensinya paling tinggi adalah 12 e . 55. 59. 65..5 b.. Histogram di atas menunjukkan nilai ujian matematika suatu kelas. 70.5 B a b 1 Statistika 33 . nilai yang frekuensinya paling rendah adalah 10 c.. 62. a. 59. Nilai 53 58 63 68 73 57 62 67 72 77 f 2 18 22 5 3 Titik tengah dari interval kelas data di samping. a. nilai yang frekuensinya paling tinggi adalah 7 b. 65.. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa . 55. 75 d. kecuali . 75 9. 55. 66. a. nilai yang frekuensinya paling rendah adalah 4 d.

Buatlah histogram dari data berikut. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.B. Tinggi Badan 140 145 150 155 160 2. – – – – – 144 149 154 159 164 Frekuensi 3 2 4 3 3 Buatlah histogram dari data berikut. Diketahui data dalam tabel berikut ini. Nilai f 4 3 5 7 6 10 7 10 8 11 9 5 10 4 50 Tentukan rataan hitungnya dengan menggunakan rataan sementara. Diketahui data: 76 79 80 86 a. 1. b. 4. Gambarlah diagram kotak garisnya. Nilai 30 36 41 46 51 56 – – – – – – 35 40 45 50 55 60 Frekuensi 2 4 6 8 7 3 3. 34 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 68 82 69 78 95 91 80 82 87 81 75 91 82 74 Tentukan statistik lima serangkai dengan interpolasi.

Terkadang tanpa sadar kita membandingkan tinggi rendah siswa dalam upacara tersebut. 5. Kuartil Desil Persentil Ukuran Data ada saat upacara bendera. dan ukuran penyebaran data.Bab 2 P pada bab ini. ukuran letak. Rata-rata merupakan salah satu contoh ukuran data. ukuran penyebaran data serta dapat menafsirkan kecenderungan suatu data dari data yang telah diketahui. 165 cm. Median 3. namun demikian. jika kita mencoba mendata tinggi masing-masing siswa. Peta konsep berikut memudahkan kalian dalam mempelajari seluruh materi Ukuran Penyebaran Data menjabarkan Data Pencilan Jangkauan Jangkauan Antarkuatil Simpangan Rata-rata Simpangan Baku dan Ragam Median Modus kata kunci yang perlu kalian ketahui. Dalam bab ini kalian akan mempelajari rata-rata dan ukuran data yang lain meliputi ukuran pemusatan. Ada yang tingginya 170 cm. Dengan mempelajari bab ini diharapkan kalian dapat menentukan ukuran pemusatan. pasti hasilnya akan mengacu pada suatu nilai tertentu. ukuran letak. B a b 2 Ukuran Data 35 . Mean 2. kita sering memperhatikan teman-teman kita. Ukuran Data meliputi Ukuran Pemusatan Data Mean menjabarkan Ukuran Letak Data menjabarkan Median Kuartil Desil Persentil Dalam bab ini terdapat beberapa 1. 6. Modus 4. yang disebut rata-rata. 150 cm atau bahkan 140 cm.

Jenis rataan antara lain: rataan hitung. kuran emusatan Data f Angka kelahiran Rataan (Mean) Pada gambar di samping disajikan diagram garis jumlah bayi lahir dari tahun 2001 hingga tahun 2008.  xn n i ¦ xi 1 n n dengan xi n = nilai data ke-i = banyaknya data Contoh 2. nilai yang sering muncul. 36 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 17.Pada pembahasan sebelumnya. nilai rata-rata. 10. Rataan Hitung Misalkan x1. bahkan bagaimana sebaran data. 24. modus). Berikut ini kita dapat membahas tentang ukuran data meliputi pemusatan data (mean. 1. f yaitu 7. 25. 20. Diagram garis jumlah kurun waktu tersebut? kelahiran tiap tahun di Desa Suka Makmur Rataan atau mean merupakan salah satu ukuran untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan singkat tentang sekumpulan data. 13. 22.. dan ukuran penyebaran data. …. dan rataan harmonis. 22. Rataan merupakan wakil dari sekumpulan data atau dianggap suatu nilai yang paling dekat dengan hasil pengukuran yang sebenarnya. rataan ukur. 17. 10. x3. A. median. 24. Dari diagram tersebut kita mengetahui banyaknya bayi lahir tiap tahun. kita dapat memperoleh beberapa informasi penting misalnya kecenderungan data.1 Tentukan rataan hitung kelahiran bayi jika tiap tahunnya lahir 7. a. Dari data yang telah diurutkan. x2 . nilai tengah. kalian telah mempelajari bagaimana cara mengumpulkan dan menyajikan data. xn adalah sekumpulan data. semua dapat diketahui. Rataan hitung yang disimbolkan x didefinisikan dengan: x x1  x 2  x 3  .. 25 bayi. 20. ukuran letak data. Tahun Berapa rataan kelahiran bayi pada Gambar. 13.

6. 3. 4. 4. 8. 3. 4. 9. 6. 9. 8. 6. 5. 5.2 Tentukan rataan hitung data: 3. 9. 5. 9. 5. 9. 6. sehingga dapat disusun tabel distribusi frekuensinya. 8. 4.8 20 20 Data 3.25  17 8 8 Contoh 2. 5. 3. 5. Penyelesaian: x 33344666688999555557 20 3 u 3  2u 4  4 u 6  2u 8  3 u 9  5 u 5  7 20 9  8  24  16  27  25  7 116 5. x 3 4 5 6 7 8 9 Frekuensi (fi) 3 2 5 4 1 2 3 ¦ fi = 20 Dengan demikian untuk data berbobot. 6.Penyelesaian: x = 7  10  13  17  20  22  24  25 = 138 17. 7 dapat dipandang sebagai data berbobot. 8. 7. 6. 6. 5. 6. 5. 9. 3. 5. 5. rumus rataan hitungnya adalah: Rataan x .

.6 x f 1x1  f 2 x 2  f 3 x 3  .. 264 40 6.  f n xn n ¦f x i i 1 n n i ¦f i 1 i dengan xi n fi = nilai data ke-i = banyaknya data = frekuensi (bobot) untuk data ke-i B a b 2 Ukuran Data 37 ..

3 Tentukan rataan hitung data berikut. Contoh 2. xi 4 5 6 7 8 9 fi 2 4 14 10 8 2 40 Penyelesaian: xi 4 5 6 7 8 9 fi 2 4 14 10 8 2 40 fixi 8 20 84 70 64 18 264 Dari rataan hitung untuk data berbobot tersebut dapat kita turunkan untuk mencari rataan hitung data kelompok.Contoh 2. Interval Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Jumlah fi 1 3 7 14 16 15 8 64 38 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .4 Tentukan rataan hitung dari data kelompok berikut.

4) Hitunglah rataan hitung dengan rumus: Rataan (x ) x0 ¦fd p ¦f i i l i n i dengan x0 di p fi = = = = nilai tengah suatu interval nilai untuk titik tengah adalah panjang kelas. (Mengapa demikian?). B a b 2 Ukuran Data 39 . Langkah cara coding adalah sebagai berikut. 2) Beri tanda d = –1. 1) Pilihlah titik tengah salah satu interval sebagai x0.902 64 76.5 Tentukan rataan hitung pada contoh sebelumnya dengan menggunakan cara coding. 3) Beri tanda d = 1. d = –3 dan seterusnya untuk titik tengah yang lebih kecil dari x0. d = –2. frekuensi untuk data ke-i Contoh 2.59 i Cara lain untuk menentukan rataan hitung data terkelompok yang telah disusun dalam distribusi frekuensi yaitu dengan cara sandi atau cara coding.Penyelesaian: Interval Kelas 38 47 56 65 74 83 92 – – – – – – – 46 55 64 73 82 91 100 fi 1 3 7 14 16 15 8 64 i i Titik Tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 fixi 42 153 420 966 1. d = 2.248 1.902 Jumlah Rataan (x ) ¦f x i 1 n n ¦f i 1 4.305 768 4. d = 3 dan seterusnya untuk titik tengah yang lebih dari x0. Biasanya dipilih pada interval dengan frekuensi terbesar.

000 u 10. 100.2278 Jadi. Rataan Ukur Misalkan diberikan sekumpulan data x1. 10.000 10. xn.. Rataan ukur yang disimbolkan dengan U didefinisikan dengan: U n x1 u x 2 u x 3 u .. 1.41 76.000 316.1 Kelas A dan B mempunyai rata-rata nilai matematika yang sama.000.6 Tentukan rataan ukur dari data 10.000.5 – 73.5 = 9 Rataan (x ) x0  p i ¦ n f i di 1 6f i 78  1. x2. rataan ukuran adalah 316. 40 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .2278. u x n dengan U xi = rataan ukur = data ke-i n = banyaknya data Contoh 2.000. yaitu 6.Penyelesaian: Interval Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Jumlah fi 1 3 7 14 16 15 8 64 xi 42 51 60 69 78 87 96 di –4 –3 –2 –1 0 1 2 fi d i –4 –9 –14 –14 0 15 16 –10 Panjang kelas (p) = tepi atas – tepi bawah = 82.59 § 10 · 78  9 ¨ ¸ © 64 ¹ Kegiatan Menulis 2.000. x3. Penyelesaian: U 4 4 10 u 100 u 1. Apakah kemampuan para siswa di dua kelas tersebut sama? b. ….

a 1 (10) = 2.000 × 10.000) 4 1 (log 10 + log 100 + log 1.5 = 316. alog xy = alog x + alog y 2. a log x = x 7 u 10 u 13 u 17 u 20 u 22 u 24 u 25 U 1 log (7 u 10 u 13 u 17 u 20 u 22 u 24 u 25) 8 1 log 7  log 10  log 13  log 17  log 20  log 22  log 24  log 25 . . rataan ukurnya adalah 316.5 = 4 x log U = antilog 2. 4.000 × 10.2278.7 Hitunglah rataan ukur untuk data kelahiran bayi dari tahun 2001 hingga 2008 dari Contoh 2.000.1.000.000 + log 10.000) 4 1 (1 + 2 + 3 + 4) 4 I nfo media Dalam operasi logaritma: 1. perhitungan dapat dilakukan dengan menggunakan sifat-sifat logaritma.000 1 = log ( 4 10. . Penyelesaiaan: U U log U 8 8 1 a log x = x log a log x log a b = 5. y = alog x – alog y 4 log xn = n alog x Contoh 2. x 8 log 1 = 0 log a = 1 a 6. 3.000. U log U = 4 10. .000 ) = log (10 × 100 ×1. a a b x1 u x 2 u x 3 .2278 Jadi.Selain menggunakan kalkulator.000.000) 4 = = = 1 log (10 × 100 × 1.

3979 .2304  1.3802  1. 8 1 0.1139  1.3010  1.8451  1  1.3424  1.

6109 8 1. 8 9.201 16 Jadi. rata-rata kelahiran bayi dari tahun 2000 hingga tahun 2002 adalah 16 bayi per tahun. B a b 2 Ukuran Data 41 .

075 4. X3.8 Tentukan rataan harmonis dari data: 3. Xn. Rataan harmonis yang disimbolkan dengan H didefinisikan dengan: n 1 1 1 1    . Penyelesaian: 5 H 1 1 1 1 1     3 5 6 4 8 5 1. 4..2 Dalam menghitung rataan ukur.3 Dari sekelompok data dapat diperoleh berbagai jenis rataan. c.. mana yang lebih efisien antara menggunakan kalkulator atau sifat-sifat logaritma? Jelaskan. 42 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Rataan mana yang akan kalian gunakan untuk mewakili data tersebut? Jelaskan. 6. 5.65 Kegiatan Menulis 2.. 8.  x1 x 2 x 3 xn n 1 ¦ i l xi n H dengan: H = rataan harmonis n = banyaknya data xi = data ke-i i ¦ n 1 l xi = jumlah kebalikan setiap data ke-i dengan i = 1.Kegiatan Menulis 2.. . X2. Rataan Harmonis Misalkan diberikan sekumpulan data X1. n Contoh 2. 2. …..

Apel sebanyak 100 buah beratnya rata-rata 250 gram. Tentukan berat rata-rata seluruh buahbuahan dalam keranjang tersebut. Interval Kelas 4 6 8 10 12 14 – – – – – – 5 7 9 11 13 15 fi 3 8 15 20 10 4 Jumlah a. Buatlah soal cerita berdasarkan tabel tersebut.Latihan 2.790 gram gram gram gram gram 2. B a b 2 Ukuran Data 43 . Melon sebanyak 80 buah dengan berat rata-rata 275 gram. dan melon. Perhatikan tabel frekuensi pada soal nomor 3. b. Berapa kenaikan berat badan ayam potong rata-rata tiap minggunya? Dalam suatu keranjang besar terdapat 4 jenis buah-buahan. Minggu ke1 2 3 4 5 Berat Badan 250 490 990 1. 60 Tentukan nilai rata-rata dari data berikut.890 3. apel.1 1. Suatu percobaan jenis makanan yang diberikan pada ayam potong memberikan kenaikan berat badan sebagai berikut. 3. 4. Perhatikan tabel berikut ini. yaitu mangga. Jeruk sebanyak 110 buah beratnya rata-rata 255 gram. jeruk. Mangga sebanyak 120 buah beratnya rata-rata 270 gram. Tentukan pula rataannya dengan cara coding.

Info media Untuk mengingat definisi Median. Tentukan 12 13 14 11 12 16 Tentukan Frekuensi 2 5 9 12 9 3 40 8. 6. 44 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 8. 5. Tentukan rataan ukur data berikut. Tentukan rataan ukur dari data nilai rapor berikut. 7. 9. yaitu bagian paling tengah dari jalan yang membagi jalan menjadi dua bagian tepat sama besar.5. Sumber: www. 8. yaitu bagian tepi kiri dan kanan. pikirkan bagian tengah jalan. 6. a. 5. 10. 9. Nilai Rapor 4 5 6 7 8 9 Jumlah 7. Nilai Rapor 4 5 6 7 8 9 Frekuensi 2 5 9 12 9 3 Jumlah 2. rataan harmonis dari data: 15 23 24 16 14 14 15 20 17 19 16 12 15 15 13 11 18 17 13 11 12 12 13 13 rataan harmonis dari data nilai rapor berikut. 6. Median Data Tunggal 40 Median yang disimbolkan dengan Me adalah nilai data yang terletak di tengah setelah data diurutkan. 8.mathgoodies. 3. 4. Dengan demikian.9 Tentukan median dari data: 3. 5. 4.com Contoh 2. 7. 4. 6. median membagi data menjadi dua bagian yang sama besar.

5 . 7. 4. Data Kelompok Perhatikan tabel distribusi frekuensi berikut. bagaimana jika cacah datanya genap? Contoh 2.1 Tentukan median dari data: 3. Tb = Me §n ¨ F Tb  p ¨ 2 ¨ f Me ¨ © · ¸ ¸ ¸ ¸ ¹ p n F = = = fMe = tepi bawah kelas yang mengandung Me panjang kelas cacah data frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median frekuensi kelas yang memuat median Berd asarkan rumus tersebut. 56 5. 8.Penyelesaian: Data setelah diurutkan menjadi: 3. 5. Contoh di atas cacah datanya ganjil. 4. Penyelesaian: Data setelah diurutkan menjadi: 3. 7. 8. 6. 8. B a b 2 Ukuran Data 45 . 6. 6. 6. 5. 5. Diperoleh median dari data tersebut adalah 6. Nilai 31 36 41 46 51 56 61 – – – – – – – 35 40 45 50 55 60 65 f 1 2 3 7 12 10 5 Bagaimana menentukan median dari data tersebut? Untuk menjawab permasalahan menentukan median dapat digunakan rumus berikut ini. 7. 5. 6.5 membagi data menjadi dua bagian yang sama besar. maka med ian d ari data terkelompok di atas dapat dihitung sebagai berikut. 5. Terlihat bahwa nilai 2 5. 5. 9. 6. Median dari data di atas adalah b. 4.

5  5 ¨ ¸ © 12 ¹ § 7 · 50. maka median terletak diantara data ke-20 dan data ke-21. 46 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Tentu kita segera membuat kesimpulan bahwa kawasan tersebut adalah kawasan orang-orang kaya. Me § 20  13 · 50.5. Gejala-gejala yang banyak muncul seperti pada ungkapan di atas bahwa suatu kawasan tersebut adalah kawasan orang kaya karena sebagian besar rumahnya bagus. bila diperhatikan ada beberapa rumah yang kumuh. Jadi. F = 13. 3. p = 5. kadang kita mendapati rumah-rumah yang bagus. Padahal. fMe = 12. Kegiatan Menulis 2.5  5 ¨ ¸ © 12 ¹ 53. Diperoleh kelas yang mengandung median adalah 51 – 55.42 Jadi.42. Modus Bila kita melintasi suatu kawasan tertentu. jelaskan perbedaan yang mendasar antara rataan dan median. modus adalah gejala atau data yang sering muncul.4 Berdasarkan cara penghitungan yang telah dijelaskan. mengarah pada sesuatu yang disebut modus yang disimbolkan dengan Mo .Nilai 31 36 41 46 51 56 61 – – – – – – – 35 40 45 50 55 60 65 f 1 2 3 7 12 10 5 Fkum 1 3 6 13 25 35 40 Karena cacah datanya adalah 40. mediannya adalah 53. Dengan demikian Tb = 50.

4. Tepi bawah (Tb) kelas yang mengandung modus adalah 50. 5. 8. Penyelesaian: Karena frekuensi data 6 dan 7 adalah paling tinggi. 5. 9. 6. 7. 9. yaitu sebanyak 5. 8. 7. 5. 8.5. 7. 7.11 Tentukan modus dari data: 4. 6. 6. 10. 6. Nilai 31 36 41 46 51 56 61 – – – – – – – 35 40 45 50 55 60 65 f 1 2 3 7 12 10 5 Penyelesaian: Kelas yang mengandung modus adalah 51 – 55. Contoh 2. B a b 2 Ukuran Data 47 . Jika data disusun secara berkelompok. 7. 7. 7. 5. 6.12 Tentukan modus dari data: 4. 7. Penyelesaian: Karena frekuensi data 6 paling tinggi. 6. 6. 6. maka modus dari data tersebut adalah 6 dan 7.Contoh 2. 7. 6. 4. 4. 6. 5. maka untuk menentukan modus digunakan rumus berikut: Tb = tepi bawah kelas yang mengandung modus (kelas dengan frekuensi terbanyak) p = panjang kelas § d1 · Mo Tb  p ¨ ¸ d1 = selisih frekuensi kelas yang © d1  d2 ¹ mengandung modus dengan frekuensi kelas sebelumnya d2 = selisih frekuensi yang mengandung modus dengan frekuensi sesudahnya Contoh 2.13 Tentukan modus dari data terkelompok berikut. maka modus data tersebut adalah 6.

6. 56. 6. bukan median atau modusnya. 68.5. 74. 7.57 = 54.714) = 50. 45. biasanya digunakan nilai rataan siswa tersebut. 4.6. 78. 81.5 5. Diketahui sampel data sebagai berikut.5 – 50. Nilai Rapor 4 5 6 7 8 9 Frekuensi 2 5 9 12 9 3 Jumlah 40 48 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 75. Tentukan median dari sampel data berikut ini.5 + 5 (0.b1 b2 p = = = = = 12 – 7 = 5 12 – 10 = 2 batas atas – batas bawah 55.5 Dalam menentukan rangking seorang siswa. 67. § 5 · Mo = 50.2 Jawablah soal-soal berikut dengan benar. 8.07 Kegiatan Menulis 2.5. 6.5  5 ¨ ¸ ©5 2¹ = 50. 7. 46 3. 76.8 Berapakah mediannya? 2. Menurut kalian mengapa hal ini terjadi? Latihan 2.0. 5. Tentukan median dari data nilai rapor berikut.5 + 3. 1.5.

4. 6. 9. 5. 6. Tentukan modus dari data 4. Kelas Interval Frekuensi 5. 7. Sedangkan kuartil membagi sekumpulan data tersebut menjadi empat bagian yang sama banyak. 3. tentukan modusnya. 7. 7.4. 10. 8. 9. 3. Artinya terdapat tiga nilai yang akan menjadikan B a b 2 Ukuran Data 49 . Tentukan median dari data dalam tabel distribusi frekuensi berikut. 5. B. 1. 6.83 2 Jumlah 50 Tentukan modus dari data 4. Suatu distribusi frekuensi tersusun sebagai berikut.83 1 1 2 6 15 19 1 3 2 Jumlah 50 Dari data tabel di atas. 21 – 27 1 28 – 34 1 35 – 41 2 42 – 48 6 49 – 55 15 56 – 62 19 63 – 69 1 70 – 76 3 77 . 5. 7. 15. Kelas Interval Frekuensi 21 – 27 28 – 34 35 – 41 42 – 48 49 – 55 56 – 62 63 – 69 70 – 76 77 . kuran Letak Data Kuartil Telah diketahui bahwa median membagi sekumpulan data yang diurutkan menjadi dua bagian yang sama. 6. 12. 10.

7. 6. 9. 7. Kuartil ditentukan dengan: 1 Nilai Q1 = data ke. 5. Kuartil Data Tunggal Misal banyaknya kumpulan data t 3.(11 + 1) = data ke-9 4 50 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .14 Tentukan Q1. dan Q3 dari data: 3. 5. dan kuartil ketiga (Q3). 8. Q2. dan 75% jatuh di bawah Q3. Dalam kehidupan sehari-hari maslah kuartil ini dapat digunakan misalnya menentukan kelulusan siswa pada suatu ulangan jika ditentukan aturan siswa yang lulus adalah 25% siswa dengan nilai tertinggi. 7. Q2 = 7.(11 + 1)= data ke-3 4 2 Nilai Q2 = data ke. 6. kuartil kedua (Q2). Nilainilai tersebut adalah kuartil pertama (Q1). 6. 6. 8. a. Dengan demikian Q1. Q2. Cacah data dari contoh di atas adalah 11. 8. desil. 7. dan Q3 bersifat 25% data jatuh di bawah Q1. dan persentil. 6. 2002 Contoh 2. n1 n2 n3 n4 Q1 Q2 Q3 Pembahasan kuartil ini selanjutnya akan berguna untuk menyelesaikan masalah median. 10.sekumpulan data menjadi empat bagian yang sama banyak. 8. Penyelesaian: Dari data tersebut terlihat: 3. 10 n n n Q1 Q2 Q3 Sehingga nilai Q1 = 6.(11 +1) = data ke-6 4 3 Nilai Q3 = data ke. banyaknya data antara Q 1 dan Q 2 adalah n2. 50% data jatuh di bawah Q2. Info media Kuartil: nilai yang menandai batas interval dari sebaran frekuensi yang berderet di empat bagian sebaran yang sama. dan di atas Q3 sebanyak n4 data dengan n1 = n2 = n3 = n4. 6. 9. antara Q2 dan Q3 adalah n3. dan Q3 = 8. Sumber: KBBI. Banyaknya data di bawah Q1 adalah n1.

(n + 1) dengan i = 1. 10. B a b 2 Ukuran Data 51 . 22. 21. Contoh 2. 7. 17. 14. 6. 14. 25. 21. 35. 6. 17. 29 Penyelesaian: Dari data tersebut diurutkan dari kecil ke besar menjadi: 9.Dengan demikian dapat dibuat rumus untuk menentukan kuartil. 39. 13. 8. dan Q3 dari data: 4.(9 + 1) = data ke-7 = (data ke-7 + data ke-8) 4 2 2 1 1 = (8 + 9) = 8 2 2 Q1 = data ke- Contoh 2. 10.16 Hitunglah Q1 dan Q3 dari data berikut. 47 Dengan n = 20. 35. median. 6. untuk n tertentu letak data tidak bulat. 5. 6. 19. 25. 23. 35. 35. 22. 5. 10. 5. 43. bagaimana menentukan kuartilnya? Coba perhatikan contoh berikut. 3. 43. Penyelesaian: 4. 2. 8. 7. 47.(9 + 1) = data ke-5 = 6 4 3 1 1 Q3 = data ke. Sudut Matematika 23. 19. 19. 25. 33. 9. 39.15 Tentukan Q1. 19. 5. 33. dan n adalah cacah data 4 Dari rumus tersebut. 9. modus. dan kuartil? Jelaskan alasan kalian. 25. Q2. Jadi. 9. 9. yaitu: i Qi = data ke. 10 n n n Q2 Q3 Q1 1 1 1 (9 + 1) = data ke-2 = (data ke-2 + data ke-3) 4 2 2 1 = (5 + 5) = 5 2 2 Q2 = data ke. diperoleh: Q1 1 = data ke– (20 + 1) 4 = data ke-5 Mencari Informasi Lebih Jauh 1 4 Bagaimana dengan data kualitatif? Apakah mempunyai mean. 9. 13. 29.

Bentuk 2 2 2 n. 4 Bilangan 2 pada 2 berkaitan dengan Q2.= data ke-5 + = 14 + 1 (data ke-6 – data ke-5) 4 3 1 (17 – 14) = 14 4 4 Q3 = data ke – 3 (20 + 1) 4 3 4 3 (data ke-16 – data ke-15) 4 = data ke-15 = data ke-15 + = 33 + 3 1 (35 – 33) = 34 4 2 Kegiatan Menulis 2.6 Untuk cacah data n = 3. Dengan demikian Q1 4 terkait dengan bentuk 1 n dan pada Q3 terkait bentuk 3 n . Bagaimana dengan Q1 dan Q3? Jika diperhatikan pada rumus median memuat bentuk n n . b. bagaimana nilai kuartil-kuartilnya? Jelaskan. Kuartil Data Kelompok Pada penentuan median untuk data terkelompok. 4 4 untuk menentukan kuartil dari data terkelompok dapat dilakukan 52 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Jadi. Dengan demikian menentukan kuartil kedua sama dengan menentukan median. rumus yang digunakan adalah: §n · ¨ 2 F ¸ Me Tb  p ¨ ¸ ¨ f Me ¸ ¨ ¸ © ¹ Telah diketahui bahwa Me = Q2.

dengan menggunakan rumus berikut. 3 Tb = tepi bawah kelas yang mengandung Qi §1 · p = panjang kelas ¨ n F ¸ n = cacah data Q1 Tb  p ¨ 4 ¸ f Q1 ¸ F = frekuensi kumulatif sebelum ¨ © ¹ kelas yang mengandung Qi fK = frekuensi kelas yang i mengandung Qi Contoh 2. fQ1 = 7. Nilai f 31 – 35 36 – 40 41 – 45 46 – 50 51 – 55 56 – 60 61 – 65 1 2 3 7 12 10 5 Penyelesaian: Untuk menentukan nilai Q1. Distribusi frekuensi kumulatif kurang dari data tersebut adalah: Nilai 31 36 41 46 51 56 61 – – – – – – – 35 40 45 50 55 60 65 f 1 2 3 7 12 10 5 Fkum 1 3 6 13 25 35 40 m Q1 m Q2 m Q3 Letak Q1 = data ke- 1 (40) = data ke-10. terlebih dahulu buatlah tabel distribusi frekuensi kumulatif dari data tersebut. Q2.5.5 = 5. Q2.17 Tentukan Q1. B a b 2 Ukuran Data 53 .5 – 45. Dengan demikian interval 4 yang memuat Q1 adalah 46 – 50. Q2. Selanjutnya ditentukan letak masing-masing kuartil yaitu Q1. sehingga diperoleh Tb = 45. 2. p = 50. F = 6. dan Q3 dari data berikut. dan Q3 dari data pada tabel di atas. dan Q3 beserta nilainya sebagai berikut. i = 1.

36. dan Q3 sebagai data terkelompok.5.5 – 50.5 + 5 ¨ ¸ ©7¹ Sudut Matematika Mencari Informasi Lebih Jauh Bagaimana dengan data kualitatif? Apakah mempunyai mean. F = 25.86 = 48. f Q2= 12 § 20  13 · Q 2 = 50.5 = 5. dan Q3 = 58.5.5 + 2.42. §3 · ¨ 4 (40)  25 ¸ ¸ Q 3 = 55.36 Letak Q2 = data ke- 2 (40) = data ke-20. fQ3=10. dan Q3 dengan memandangnya sebagai data tak terkelompok. Hitung Q1. p = 55. sehingga diperoleh Tb = 50.5 = 5. median. p = 60.42 Letak Q3 = data ke3 (40) = data ke-30. Dengan demikian interval 4 yang memuat Q 2 adalah 51 – 55.5 + 5 § · ¨ ¸ © 12 ¹ = 53. sehingga diperoleh Tb = 55. Q2 = 53. Kegiatan Menulis 2. modus.5 + 5 ¨ 10 ¨ ¸ © ¹ § 5 · = 55. Dengan demikian interval 4 yang memuat Q 3 adalah interval 56 – 60.5 + 2.5 + 5 ¨ ¸ © 10 ¹ = 55.5 + 5 ¨ 7 ¨ ¸ © ¹ §4· = 45.5 – 55. F = 13. Q2. = 45. Apakah hasil perhitungannya sama? Menurut kalian mana yang lebih mudah dilakukan? 54 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .5 + 5 ¨ ¸ © 12 ¹ 7 = 50.5 = 58 Jadi diperoleh Q1 = 48. Hitung juga Q1. dan kuartil? Jelaskan alasan.Q1 §1 · ¨ 4 (40)  6 ¸ ¸ = 45.7 Diberikan sekumpulan data dengan cacah cukup besar (n > 50). Q2.

Carilah nilai Q1. 18. dan Q3. Tentukan Q1. 20. 22. Q2. Q2. 17. 23. 17. 9. Q2. 29. 21. 9. 9. 6. 32. 1. 5. 25. Tentukan letak Q1. 7. Q2. 22. Tentukan pula Q1. dan Q3 dari data: Nilai Frekuensi 4 5 6 7 8 9 10 5. 32. 30.Latihan 2. 26. 30 3. 33. 15. Q2. dan Q3 dari data: 16. 10. 8. Carilah Q1. 11 2. 3. b. 8. dan Q3 untuk data berikut. 5 8 15 28 21 16 7 Diketahui data yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi berikut. 6. 26 4. 17. B a b 2 Ukuran Data 55 . 12. 21. 10. dan Q3. 6. 24. 4. 26. 10. 24. Tinggi Badan Frekuensi 152 155 158 161 164 167 170 – – – – – – – 154 157 160 163 166 169 172 15 17 25 25 15 12 11 120 Jumlah a.

D3. 22. desil adalah nilai-nilai yang membagi susunan data menjadi 10 bagian yang sama banyak. 35. 9. 23. 47. D2. 21. 47 Dengan n = 20. 9.. 3. 25. 33. 22. 9 dan n adalah cacah data Contoh 2. 21. 25. dan seterusnya ditentukan oleh letaknya. 2. 10. 43. 39. . 35. 35.18 Carilah D1. 25. 17. 17. 43. 23. desil ke-2 (D2).6 10 56 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .. D5. diperoleh: 1 D 1 = data ke(20 + 1) 10 1 = data ke-2 10 1 = data ke-2 + (data ke-3 – data ke-2) 10 1 (10 – 9) = 9. 13. setelah diurutkan menjadi: 9. dengan rumus: Di = data kei (n  1) 10 dengan i = 1. 19. 9. 25. 10. Desil pada Data Tunggal Penentuan nilai D1. 29 Penyelesaian: Dari data tersebut. 29. desil ke-3 (D3) dan seterusnya sampai D9. 13. 14. Desil Seperti pada pengertian kuartil. 14. Dengan demikian nilai-nilai dari desil yaitu desil ke-1 (D1). 19.1 =9+ 10 D 3 = data ke- 3 (20 + 1) 10 3 = data ke-6 10 3 = data ke-6 + (data ke-7 – data ke-6) 10 3 = 17 + (19 – 17) = 17.. 39. D3. a.2. 19. 35. 19. dan D9 dari data berikut. 33.

D 9 untuk data terkelompok? Bagaimana pula menentukan D1..D 5 = data ke- 5 10 (20 + 1) 5 10 5 10 = data ke-10 = data ke-10 + = 22 + 5 10 (data ke-11 – data ke-10) (23 – 22) = 22. yaitu: § i ¨ 10 n  F Di = Tb + p ¨ f Di ¨ ¨ © · ¸ ¸ ¸ ¸ ¹ B a b 2 Ukuran Data 57 .. D2.6 Kegia tan Menulis 2. Desil pada Data Kelompok Untuk menentukan desil digunakan rumus yang mirip rumus untuk menentukan kuartil. . ... D 2 ..5 9 10 D 9 = data ke- (20 + 1) 9 10 9 10 = data ke-18 = data ke-18 + = 39 + 9 10 (data ke-19 – data ke-18) 36 10 (43 – 39) = 39 + = 42. D 3 . D9 untuk cacah data kurang dari 10? b. D3..8 a Bagaimana menentukan D 1 .

sehingga diperoleh Tb = 40... p = 5. 3. 9 tepi bawah kelas yang mengandung Di panjang kelas cacah data frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung Di frekuensi kelas yang mengandung Di Contoh 2.5. dan D9 dari data berikut. Dengan demikian interval yang memuat D 1 adalah interval 41 – 45. . D5.. 2. fD = 3. Nilai f 31 36 41 46 51 56 61 – – – – – – – 35 40 45 50 55 60 65 1 2 3 7 12 10 5 Penyelesaian: Distribusi frekuensi kumulatif dari data tersebut adalah: Nilai f Fkum 31 36 41 46 51 56 61 – – – – – – – 35 40 45 50 55 60 65 1 10 1 2 3 7 12 10 5 1 3 6 13 25 35 40 m D1 m D5 m D9 Letak D1 = data ke- (40) = data ke-4.19 Tentukan D1. 1 58 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .Dengan: i Tb p n F fD i = = = = = = 1. F = 3.

F = 13. F = 5. 5 D5 § 5 · ¨ 10 (40)  13 ¸ = 50.5 + 5 ¨ ¸ 12 ¨ ¸ ¨ ¸ © ¹ = 50.5 + 1.5 + 2.67 = 42.5.5 + 1 = 61.42 9 (40) = data ke-36.5.5 + 5 ¨ f Di ¨ ¨ © §1· = 40.5 §1· ©5¹ B a b 2 Ukuran Data 59 . sehingga diperoleh Tb = 50. sehingga diperoleh Tb = 60.5 + 5 ¨ § 7 · ¸ © 12 ¹ = 50. p = 5.D1 § i ¨ 10 n  F = 40. Dengan demikian interval 10 yang memuat D5 adalah 51 – 55.92 = 53. p = 5.17 · ¸ ¸ ¸ ¸ ¹ Letak D5 = data ke- 5 (40) = data ke-20. fD = 35. Dengan demikian interval 10 yang memuat D9 adalah 61 – 65.5 + 5 ¨ ¸ = 60.5 + 5 ¨ ¸ 5 ¨ ¸ ¨ ¸ © ¹ = 60. 9 Letak D9 = data ke- D9 § 9 · ¨ 10 (40)  35 ¸ = 60.5 + 5 ¨ ¸ ©3¹ = 40. fD = 12.

3. dan D8. dan D7 dari data berikut: 30 50 58 63 68 32 51 58 64 69 36 53 58 66 70 43 53 60 67 72 48 56 62 68 Diketahui data yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi berikut. 9. 33. D6. 29. D2. Tentukan letak D1. 4. Tentukan pula D1.9 Kuartil membagi data yang terurut menjadi empat sama banyak. D4. 7. 22. Dari pengertian tersebut. 6. 17. 3. Desil membagi data terurut menjadi sepuluh sama banyak. 10. 8. 11 b. 32. D2. persentil adalah nilai-nilai yang membagi susunan data menjadi 100 bagian yang sama banyaknya. 25. 152 155 158 161 164 167 170 – – – – – – – 154 157 160 163 166 169 172 15 17 25 25 15 12 11 120 Jumlah a. 30. 23. 15. persentil ke-2 (P2). b. 10. 32. perkirakan uraian tentang membagi data terurut menjadi seratus bagian sama banyak yang saelanjutnya disebut dengan persentil. D3. Dengan demikian. 12. 26. 6. 26. Latihan 2. 3. Tentukan D1. Persentil Seperti halnya pada pengertian kuartil dan desil. 6. 5. 1. 9. dan D8. 24. 21. persentil ke-3 (P3) dan seterusnya sampai persentil ke-99 (P99 ). Tinggi Badan Frekuensi 2. 30 Carilah nilai D1. a. D2. dan D9 untuk data berikut. 8. 10. nilai-nilai dari persentil ke-1 (P1 ). 60 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . D6.Kegiatan Menulis 2.

35 36 .40 41 .75 76 . 99 = tepi bawah kelas yang mengandung Pi = panjang kelas = cacah data = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung Pi = frekuensi kelas yang mengandung Contoh 2..Rumus untuk persentil adalah § i n F ¨ Tb  p ¨ 100 f Pi ¨ © · ¸ ¸ ¸ ¹ Pi dengan i Tb p n F fpi = 1. 3. 2..45 46 . Nilai f 31 .60 61 .2 Tentukan P5.70 71 ..50 51 . .55 56 .80 1 2 3 7 12 10 5 20 15 25 B a b 2 Ukuran Data 61 .65 66 . P20. dan P50 dari data dalam tabel berikut.

75 76 .Penyelesaian: Distribusi kumulatif dari data tersebut adalah Nilai f Fkum 31 .45 46 . fP5 = 3. 5 (100) = data ke-5. Dengan demikian 100 interval yang memuat P 20 adalah interval 51-55.70 71 . F = 13.5.65 66 .55 56 .5  5 ¨ ¸ 3 ¨ ¸ © ¹ 2· § 40. 5  5 ¨ ¸ ©3¹ 40. sehingga diperoleh Tb = 40. 5  3.50 51 . 83 P5 b. F= 3. fP20 = 12. Letak P20= data ke- 62 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . p = 5. 33 43.80 1 2 3 7 12 10 5 20 15 25 1 3 6 13 25 35 40 60 75 100 P 50 P 20 P5 a.60 61 .5. sehingga diperoleh Tb = 50.35 36 . Dengan demikian 100 interval yang memuat P 5 adalah interval 41-45. Letak P5 = data ke§ 5 · ¨ 100 u100  3 ¸ 40. 20 (100) = data ke-20.40 41 .

50 (100) = data ke-50. tidak cukup memberikan gambaran yang memadai untuk suatu data. 5  5 ¨ ¸ © 2¹ 65.92 53. Coba perhatikan data berikut. Tabel berikut merupakan hasil pengukuran 5 susu segar (dalam liter) dari perusahaan A dan 5 susu segar (dalam liter) perusahaan B a b 2 Ukuran Data 63 . F = 40.P20 § 20 · ¨ 100 u 100  13 ¸ 50.5 P50 68 C. kuran enyebaran Data Dis ersi Ketiga ukuran pemusatan yakni rata-rata. sehingga diperoleh Tb = 65. seberapa jauh data menyebar dari nilai rata-ratanya. Dengan demikian 100 interval yang memuat P 50 adalah interval 66-70. Dimungkinkan bahwa kita dapat memiliki dua himpunan pengamatan yang mempunyai median yang sama namun sangat berbeda penyebaran datanya. 42 c. median. fP50 = 20. Kalian perlu mengetahui. 5  5 ¨ ¸ © 12 ¹ 50. 5  2.5  5 ¨ ¸ 20 ¨ ¸ © ¹ §1· 65.5. 5  2. Letak P50 = data ke§ 50 · ¨ 100 u 100  40 ¸ 65. dan modus yang telah kalian pelajari. p = 5.5  5 ¨ ¸ 12 ¨ ¸ © ¹ § 7· 50.

99 0.89 0. Namun.16 1.00 liter. dirumuskan JAK = Q3 – Q1 3. a. Susu A (Dikemas Perusahaan A) 1. Jangkauan Antarkuartil (JAK) Jangkauan antar kuartil mengukur penyebaran 50% data di tengah-tengah setelah data diurutkan. Keperluan susu untuk perusahaan tersebut dipasok dari perusahaan susu yang sama serta perusahaan A dan B hanya mengemasnya.00 1. Ini berarti bahwa keragaman isi kemasan dari perusahaan A lebih kecil daripada perusahaan B. coba kalian perhatikan bahwa perusahaan A dalam mengemas susu cenderung mengemas dengan isi yang lebih seragam daripada perusahaan B.00 0. 1. Dan dirumuskan 2. Hal ini pernah disinggung pada distribusi frekuensi.02 Susu B (Dikemas Perusahaan B) 1. Sekarang kalian telah mengetahui pentingnya belajar ukuran penyebaran.92 Median dari data tersebut sama yakni 1.B. SR dengan ¦x i 1 n i x n = rata-rata = nilai data ke-i = banyaknya data Matematika XI SMA/MA Program Bahasa S R = simpangan rata-rata x x n 64 . Simpangan Rata-rata Perhatikan rumus berikut.08 1.98 0. Jangkauan (Range) Ukuran penyebaran data yang paling sederhana adalah mencari selisih data terkecil dengan data terbesar. Berikut diuraikan beberapa ukuran penyebaran. Data Tunggal Rumus simpangan rata-rata untuk data tunggal sebagai berikut.01 1.

Data Tunggal Rumus ragam dan simpangan baku data tunggal.b. S2 1 n 2 ¦ xi  x . Data kelompok Rumus simpangan rata-rata untuk data kelompok SR ¦x i 1 n i  x fi i ¦f i 1 n dengan SR x x fi n = = = = = simpangan rata-rata rata-rata nilai data ke-i frekuensi data ke-i banyaknya data 4. a. Simpangan Baku dan Ragam (variansi) Perhatikan rumus berikut.

n i1 dan S 1 n 2 ¦ xi  x .

S2 = S = x = x = n = Data Kelompok dengan ragam (variansi) simpangan baku rata-rata nilai data ke-i banyaknya data Rumus ragam dan simpangan baku data kelompok. n i1 b. S2 ¦ x i 1 n i n  x .

fi
2

¦f
i 1

dan
i

S

¦ x
i 1

n

i n 

x

fi
2 i

¦f
i 1

dengan

S2 S x xi fi n

= = = = = =

ragam (variansi) rata-rata rata-rata nilai tengah data ke-i frekuensi ke-i banyaknya data

B a b 2 Ukuran Data

65

Contoh 2.21 Seorang guru ekonomi melakukan ujian tertulis pada 12 siswanya dan diperoleh nilai sebagai berikut. Siswa ke-i Nilai

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

75 85 55 80 80 75 75 90 95 90 100 85

Hitung range, simpangan rata-rata, simpangan baku, dan variansinya. Penyelesaian: a. Berdasarkan data tersebut, nilai yang terbesar (maksimum = 100 dan nilai yang terkecil (minimum) = 55, sehingga rangenya = 100 – 55 = 45 b. untuk menentukan simpangan rata-rata, terlebih dahulu dihitung rata-rata nilai tersebut, selanjutnya dihitung simpangan tiap siswanya. Perhatikan tabel berikut.
Siswa ke-i Nilai
xi - x

xi - x

083 2.083 -2.083 7.917 -27.917 7.917 12.083 -2. -7.917 2.917 xi .083 -7.083 -7.x .917 17.

917 50.849 62.083 2.917 7.917 2.083 7.339 4.679 166.083 7.083 2.083 7.489 4.917 12.917 27.019 8.917 17.169 50.169 62.679 321.509 66 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .509 733.083 2.169 8. 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 75 85 55 80 80 75 75 90 95 90 100 85 7.339 50.

985 82.083  2.  17.917  ...dengan x 75  85  55  80  80  75  75  90  95  90  100  85 12 .917 .083 12 sehingga simpangan rata-ratanya adalah: SR ¦x i 1 12 i x 12 7.917  2.

12 105 12 8. S 1 12 2 ¦ xi  x . simpangan baku dihitung berdasarkan rumus berikut.75 c. Berdasarkan tabel pada penyelesaian b.

variansi merupakan kuadrat dari simpangan baku.9097 11.9097. Data encilan Pada pengumpulan data terkadang diperoleh beberapa data yang agak berbeda dari data-data lainnya. B a b 2 Ukuran Data 67 . Mungkin diperoleh hasil ulangan matematika dengan skor 100.917 12 126. 12 i 1 1522. Maka skor 10 atau 100 tersebut merupakan data yang ekstrim atau data pencilan (outlier). sehingga variansinya sebesar 126. 70.265. Misalnya dari suatu hasil ulangan matematika dalam skor 0 sampai dengan seratus. diperoleh sebuah hasil ulangan dengan skor 10 padahal skor-skor lain sekitar 60. 80. Jadi simpangan bakunya adalah 11. D.265 d.

Sumber: chengkung. Namun terkadang pencilan Bahasa Jawa. 1. Setelah dicermati tersendiri atau ternyata ada 1 siswa yang Ujian Akhir termarjinalkan atau Nasionalnya mendapat nilai 2.22 Dari data hasil tes dari 40 siswa berikut ini. dibakukan menjadi Bahasa misalnya data nilai Ujian Akhir Indonesia yang Nasional pada suatu kelas diperoleh disempurnakan. yang bisa tersebut akan mengganggu ketika kita berarti lain dari yang lain. karena dapat memberikan informasi yang lebih Pencilan merupakan khusus. Sebagai contoh.menjadi termasuk kelas yang kebanyakan terpencil yang berarti siswanya pandai. selidikilah pencilannya. Untuk melihat data-data pencilan dapat digunakan diagram batang daun dan diagram kotak garis. Padahal kelas tersebut “pencil”. Jika ditambah awalan ter. Dengan demikian terdapat data pencilan yaitu 14.Data-data pencilan dapat juga Info media merupakan data yang penting. Istilah ini kemudian menafsirkan data itu. 68 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .multiply. Dari Kejadian seperti ini nampak bahwa terkadang data-data pencilan dibuang agar tafsiran dari suatu kumpulan data mendekati kebenaran.com dihitung ulang tanpa melibatkan nilai siswa yang mendapatkan 2 itu diperoleh rata-rata 6. Penentuan Data Pencilan dengan Diagram Batang Daun Contoh 2. Jika tertinggal.5. 67 55 67 78 Penyelesaian: 56 68 78 76 78 94 65 58 52 58 64 88 87 64 60 85 85 68 78 78 57 89 93 76 69 83 14 79 70 53 55 67 77 47 66 51 1 2 3 4 5 6 7 8 9 4 123556788 04456777889 0667888889 355789 34 Dari diagram batang daun terlihat bahwa terdapat celah (gap). yaitu rata-rata 5.

Q2 digambarkan dengan garis di dalam kotak. dan xmaks (data terbesar). Nilai data terkecil digambarkan dengan sisi kotak sebelah kiri. Nilai data terbesar digambarkan oleh ujung garis di sebelah kanan kotak. diperlukan yang disebut dengan ringkasan lima bilangan. Contoh 2. Untuk membuat diagram kotak garis diperlukan ketentuan sebagai berikut: a. Penyelesaian: Untuk membuat diagram kotak garis maka kita urutkan data terlebih dahulu untuk menentukan ringkasan lima bilangan. 14 60 69 79 51 64 70 83 52 64 76 83 53 65 76 85 55 66 77 85 55 67 78 87 56 67 78 88 57 67 78 89 58 68 78 93 58 68 78 94 Diperoleh: Nilai data terkecil = 14 Nilai data terbesar = 94 Q 1 = data keQ 2 = data keQ 3 = data ke- 1 1 1 (40 + 1) = data ke-10 = 58 + (60 – 58) = 58. Penentuan Data Pencilan dengan Diagram Kotak Garis Untuk membuat diagram kotak garis. Q1 digambarkan dengan sisi kotak sebelah kiri.2. Q3 digambarkan dengan sisi kotak sebelah kanan. Q1. c.75 4 4 4 B a b 2 Ukuran Data 69 .5 4 4 4 2 1 1 (40 + 1) = data ke-20 = 68 + (69 – 68) = 68. 67 55 67 78 56 68 78 76 78 94 65 58 52 58 64 88 87 64 60 85 85 68 78 78 57 89 93 76 69 83 14 79 70 53 55 67 77 83 66 51 Buatlah diagram kotak garis dari data tersebut. Q2. e .5 4 2 2 3 3 3 (40 + 1) = data ke-30 = 78 + (79 – 78) = 78. Q3. yaitu data terkecil (xmin). d.23 Diketahui hasil tes dari 40 siswa adalah sebagai berikut. b.

375 = 28. Untuk menentukan PD dan PL terlebih dahulu dihitung jangkauan kuartil (JK) dengan JK = Q 3 – Q 1 .15 Jadi.5 – 1.125.24 Tentukan pencilan dari data pada contoh sebelumnya.5 = 20.5 – 30.75 JK = 78. Untuk itu terdapat cara lain untuk menentukan data pencilan. Semua data merupakan data pencilan jika nilai data tersebut kurang dari PD atau lebih dari PL.75 + 1. Kegiatan M enulis 2. 3.Sehingga diagram kotak garisnya adalah 0 10 20 xmin 30 40 50 60 70 80 Q1 Q2 Q3 90 100 xmaks Terlihat bahwa xmin lebih jauh dari kotak dibanding dengan xmaks. Berilah contoh nyata yang menunjukkan bahwa data-data pencilan memberikan informasi yang berharga.75 – 58.5 JK PL = Q3 + 1. Penyelesaian: Telah diperoleh nilai Q 1 = 58.5 JK disebut dengan satu langkah. Selanjutnya dirumuskan: PD = Q1 – 1. yaitu dengan menentukan pagar dalam (PD) dan pagar luar (PL). tergantung pada seseorang dalam menafsirkan diagram tersebut. data pencilannya adalah 14 karena 14 < 28.375 = 109. Penentuan Data Pencilan dengan Pagar Dalam (PD) dan Pagar Luar (PL) Tentunya kesimpulan yang diambil dari sebuah diagram kotak garis sangatlah subjektif.25 = 78.10 Data-data pencilan terkadang memberikan informasi yang berharga sehingga tidak perlu dibuang.25 PD = 58.25 = 58.5 JK Bilangan 1. 70 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .5 × 20.5 × 20. Contoh 2.5 dan Q3 = 78.125 PL = 78.75 + 30. Hal ini berarti data terkecil yaitu 14 termasuk data pencilan.

. .. Misalkan x1. apakah ada manfaatnya dalam kehidupan kalian sehari-hari? Coba jelaskan pendapat kalian dan diskusikan dengan teman-teman dan guru kalian. Gunakan diagram kotak garis. Rangkuman 1. 3.  x n i 1 n n Rataan hitung untuk data berbobot rumusnya: x ¦ xi n 2.. Gunakan diagram batang daun. Data tinggi badan 40 siswa dalam cm. Rataan atau mean merupakan salah satu ukuran untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan singkat tentang sekumpulan data.. maka: a.. x3. 2. Rataan hitung disimbolkan dengan x . x2.. Rataan hitung untuk data tunggal didefinisikan dengan: x1  x 2  x 3  . xn adalah sekumpulan data. Selidiki data berikut ini memuat data pencilan atau tidak.Latihan 2.. 145 153 145 140 144 146 146 145 139 103 132 140 156 168 121 134 130 134 129 145 147 127 154 125 134 119 179 151 120 116 136 135 132 151 142 148 115 140 138 135 Refleksi Dari materi ukuran data ini. dengan ketentuan: 1. Gunakan pagar dalam dan pagar luar. x f1x1  f 2 x 2  f 3 x 3  .  f n xn n i 1 n ¦ f i xi i=1 n ¦ fi B a b 2 Ukuran Data 71 . b.

xn. untuk sekumpulan data x1.c... …. sekumpulan data. Untuk data terkelompok rumus menentukan modus adalah: 6. 3 ¨ fQ1 ¸ © ¹ Q1 8. Rataan hitung untuk data terkelompok dengan cara sandi (coding). 2.. rumus yang digunakan adalah: Mo §1 · ¨ 4n  F ¸ Tb  p ¨ ¸ dengan i = 1. x2. Rataan harmonis disimbolkan dengan H. …. ¦f d p ¦f i i l i n i Rataan ukur disimbolkan dengan U. § d1 · Tb  p ¨ ¸ © d1  d2 ¹ Kuartil membagi sekumpulan data menjadi empat bagian yang sama banyak. Untuk data berkelompok rumusnya: §n · ¨ 2 F ¸ Me Tb  p ¨ ¸ ¨ f Me ¸ ¨ ¸ © ¹ Modus (Mo) adalah data atau gejala yang sering.. Median (Me) adalah nilai data yang terletak di tengah. Pada data terkelompok. x 2. . Desil pada data tunggal. Desil adalah nilai-nilai yang membagi susunan data menjadi 10 bagian yang sama banyak. x 3. a.. 9 dan 10 n adalah cacah data. H didefinisi kan dengan: H n 1 1 1 1    . x n adalah 4.  x1 x 2 x 3 xn n 1 ¦ i l xi n 5.. 7. D i = data ke- 72 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . rumus: i (n  1) dengan i = 1. x3. rumusnya: Rataan (x ) x0 3. 3. u x n dengan x 1. U n x1 u x 2 u x 3 u .. 2.

¦x i 1 n i x n Untuk data kelompok SR ¦x i 1 n i  x fi i ¦f i 1 n 13. Persentil adalah nilai-nilai yang membagi susunan data menjadi 100 bagian yang sama banyaknya.b. Jangkauan (Range) adalah selisih data terkecil dengan data terbesar. Untuk data tunggal SR b. Range = xmax – xmin 11. Desil pada data kelompok. yaitu: § i · ¨ 10 n  F ¸ Di = Tb + p ¨ ¸ f Di ¨ ¸ ¨ ¸ © ¹ 9. JAK = Q3 – Q1 12. Untuk data tunggal 2 Ragam: S 1 n 2 ¦ xi  x . Rumus persentil: § i · ¨ 100 n  F ¸ Pi Tb  p ¨ ¸ f Pi ¨ ¸ © ¹ 10. Simpangan rata-rata a. Simpangan Baku dan Ragam a. Jangkauan antarkuartil adalah penyebaran 50% data di tengah-tengah setelah data diurutkan.

n i1 Simpangan Baku: S 1 n 2 ¦ xi  x .

n i1 B a b 2 Ukuran Data 73 .

Untuk data kelompok 2 Ragam: S ¦ x i 1 n i n  x .b.

fi 2 i ¦f i 1 Simpangan Baku: S ¦ x i 1 n i n  x .

fi
2 i

¦f
i 1

14. Penentuan data tidak konsisten (pencilan) dengan pagar dalam (PD) dan pagar luar (PL) dan terlebih dahulu menentukan jangkauan kuartilnya (JK). PL = Q3 + 1,5 JK JK = Q3 – Q1 PD = Q1 – 1,5 JK

Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e yang kalian anggap benar.

1.

Berat siswa Frekuensi

42 - 44 5

45 - 47 30

48 - 50 15

Dari data di atas, rata-rata berat siswa adalah . . . . a. 46,3 d. 46,8 b. 46,5 e . 47 c. 46,6 2. Median dari susunan bilangan-bilangan 4, 3, 8, 7, 9, 5 adalah . . . . a. 4 d. 6 b. 4,5 e . 6,5 c. 5,5 Jangkauan semi interkuartil dari data 9, 7, 12, 6, 14, 8, 10, 11 adalah . . . . a. 0,75 d. 1,75 b. 1,0 e . 2,0 c. 1,5
Matematika XI SMA/MA Program Bahasa

3.

74

4.

Nilai rata-rata ulangan matematika dari 39 siswa adalah 45. Jika nilai matematika seorang siswa lain digabungkan maka nilai rata-ratanya menjadi 46. Nilai matematika siswa lain itu adalah . . . . a. 58 d. 65 b. 85 e . 56 c. 90 Jika 9 adalah rata-rata dari 2, x, 10, 12 dan 15, maka x sama dengan . . . . a. 30 d. 9 b. 12 e. 6 c. 10 Dari suatu penelitian diperoleh data sebagai berikut.
Data Frekuensi

5.

6.

3 10

4 12

5 15

6 14

Maka rata-rata dan nilainya berturut-turut adalah . . . . a. 4,4 dan 5 d. 4,7 dan 4 b. 4,5 dan 5 e . 5 dan 4 c. 4,6 dan 4 7. Jika siswa x dalam rapornya memperoleh nilai: 8, 7, 6, 7, 5, 6, 8, 9, 8, 9, maka mediannya adalah . . . . a. 5 d. 7,5 b. 6 e. 8 c. 7 Jangkauan semi interkuartil dari data: 12, 8, 10, 3, 6, 4, 5,12 adalah . . . . a. 2,75 d. 3,25 b. 2,5 e . 4,5 c. 3,5 Jika rata-rata dari data x, 3, x2, 9, dan 10 adalah 5,6 maka nilai x sama dengan . . . . a. 2 d. 3 b. 2,2 e. 4 c. 2,4

8.

9.

B a b 2 Ukuran Data

75

10. Dari daftar frekuensi data-data nilai suatu bidang studi berikut, jangkauan semi interkuartilnya adalah . . . .
Nilai Frekuensi

50 53 61 70

3 4 5 3

a. b. c. d. e.

2 4 8 53 61

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. 1. Tentukan rata-rata dari data berikut. Ukuran Frekuensi

127 132 137 142 147 2.

5 10 20 12 3

Tentukan mean, median, dan modus dari data berikut. Berat Badan f 50 53 56 59 62 – – – – – 52 55 58 61 64 4 5 3 2 6

3.

Tentukan desil kedua dan kelima dari data berikut. Berat Badan f 31 2 37 4 36 3 34 1 41 5 29 4 25 3 Kumpulan lima data memiliki mean 2. Kumpulan tujuh data yang lainnya memiliki mean 5. Jika kedua kumpulan data ini digabungkan untuk membentuk suatu kumpulan data tunggal, hitung mean dari data gabungan. Diketahui data 1, 4, 13, 7, 8, 4, x1, x2 yang memiliki mean 6 dan ragam 12,5. Tentukan nilai x1 dan x2.

4.

5.

76

Matematika XI SMA/MA Program Bahasa

Nilai median dan modusnya adalah .... a. c. 1 b. 3 e. 0 c. Bila seorang siswa yang paling rendah nilainya tidak diikutsertakan. Maka median dari pengamatan tersebut adalah . 11.8 Dalam satu kelas terdapat siswa sebanyak 21 orang.. 4.5 49. 5 dan 4 b.5 e . 6 dan 5 e . 55. 2 Latihan Semester 1 77 . 6 dan 6 d. d.. 12. 8.. 9. 1. 60. 15 10 10 5 2 39. a.5 b.3 b. 9. 10.5 10 8 5 4. 8.5 c. 60.Latihan Semester A. 8 c. 9. 0. 9 15 3. 55. 6. 4 d.5 e. atau e yang kalian anggap benar. 10. maka nilai rata-ratanya berubah menjadi 6.5 64.2.. Diketahui data berikut: 6. -3. 5 dan 6 c.... Nilai ratarata matematikanya adalah 6.. -6.5 d. Berilah tanda silang (X) pada huruf a. 2. Dengan demikian nilai siswa yang paling rendah adalah . b. a.5 54.5 69.5 59.5 44. 9. a. 10 d. 52.. 5 dan 3 Hasil dari suatu pengamatan adalah sebagai berikut: 12. Rata-rata dari data yang disajikan dengan histrogram di atas adalah . 8.

.20 e . 78 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 6. c.. 1 dan 9 c.25 d. 7.. a.. n1 x1  n 2 x 2  n 3 x 3 n1 . a. 2. x1  x 2  x 3 3 d. 7. Harga ratarata dari seluruh data dari ketiga kelompok itu ialah . Nilai siswa yang mengikuti ujian susulan adalah . 7.. b. 7. 3.. a.10 e . Nilai ratarata 13 bilangan yang lain sama dengan 11.16 d. Nilai rata-rata ujian 40 orang siswa adalah 5. 7. e. c. 7..2.07 Nilai rata-rata 11 buah bilangan sama dengan 13. 7.. 25 siswa kelas XI B mempunyai nilai rata-rata 7 dan 20 siswa kelas XI C mempunyai nilai rata-rata 8. 5. 6. dan kelompok kedua n2 dengan ratarata dan kelompok ketiga n3 dengan rata-rata. a. 11 11 1 2 d. 7... Dengan demikian nilai rata-rata 24 bilangan tersebut sama dengan .5.n 2 .25.5... 12 Modus dari deret angka: 1. nilai rata-ratanya menjadi 5. 7. 2 dan 7 d..10 Sebanyak 30 siswa kelas XI A mempunyai nilai rata-rata 6.50 c. 7 b. 9 Diketahui tiga kelompok data. maka rata-rata seluruh siswa tersebut adalah . n1 x1  n 2 x 2  n 3 x 3 n1  n 2  n 3 x1  x 2  x 3 n1  n 2  n 3 e. 9. a. Setelah seorang siswa mengikuti ujian susulan.04 b. 7..n 3 § x1 x 2 x 3 · 3 ¨n  n  n ¸ ¨ ¸ 2 3 ¹ © 1 b. 9 ialah . 7. 7.. 2.25 b. 3 e . 125 12 13 8.01 c. Kelompok pertama terdiri n 1 data dengan rata-rata x1. 3.

145 b.5. Nilai mediannya adalah . 157. .. 156. Median dari tab el distribusi Interval f frekuensi di samping adalah .53 4 c.10. 54 53 . a. 55 d.175 13. e..5 cm 6 166 . xo adalah rata-rata dari data: x1.75 cm 13 156 ..25 cm 7 146 . a. 4. 6.. 63 50 .150 12 151 . 4. 7.6 12.49 2 b. Diperoleh sampel data sebagai berikut: 6..55 6 56 . 9. 6. 8. 7. 55 e . a..165 e . a. 5. 8. 6. x10.5.170 3 171 . 6 e. 7.. Modus dari data: 4. 1 x  11 2 o 1 x  12 2 o d.8. 154. a. 7.6 c. 6.. x2.155 c. 155.. 4. 7... 6. 7... Modus dari data pada distribusi Interval f frekuensi di samping adalah .0 d. c. 5..61 3 Jumlah 20 Latihan Semester 1 79 .. 5.17 cm 10 161 . 7. 8 b. dan seterusnya. 54 47 . 157.8 e . 5 d.. 7 14. 7. 6.0.6. Jika data berubah mengikuti pola . 6. 9 c. xo + 11 xo + 12 1 x  20 2 o 11. 6.5 b. maka nilai rata-rata menjadi . b.25 cm 4 141 .6.5.160 d.58 5 59 . 4 adalah ... 5.

. 6. 9. adalah . Dari data di samping.20 12 ... e..169 170 . 8. 3.154 155 . a. 163 e . 7. 8. 164 b. Tinggi Badan f 2 5 15 10 7 1 145 . 49.164 165 .15 16 . 153 d. b. 6. 2 d. dan 52 50 8 c. 5. Dari data 8.4 dan 3.3 dan 3..4 dan 10. 6.149 150 ..15.9 e . 10.6 80 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .25 16.. 164. 4. 50. a. nilai dari Data Frekuensi Q 1 . 6 c.. D2 dan D3 untuk data 4.. d an Q 3 berturut-turut adalah . 49. 9. Nilai dari Q3 . a. 6. Interval f 4 15 7 3 1 Dari daftar distribusi di samping ini diperoleh bahwa . 50. 4...10 11 . 5 b. 50. 50. 163. 50. 50.5 19.. dan 50 49 3 b. dan 55 18.. d.. 4 17.8 b..4 dan 9. a. letak Q3 adalah pada data ke. median terletak pada kelas ke-3 banyaknya data seluruhnya 25 modus terletak pada kelas ke-4 meannya 10 panjang kelasnya 5 1-5 6 .2 dan 9. c. dan 50 55 2 e . 2.159 160 .9 c. 49.174 Tinggi badan siswa kelas XI Bahasa.5 c. 50. 4.3 d. 7. 2. 47 1 a.. 8. Q 2 .11 adalah data ke. 10 . 3 e. dan 52 52 5 d. terdata secara berkelompok seperti tampak pada tabel di samping.

64 6 d. 6. 7.20. Dari data tersebut letak D4.159 160 ..5 dan 172.5 dan 160. 8.5 c. 7. 5. 8. 5 d. 160. 7. 8. 8.164 165 .5 dan -5. 5. 10. 8. 7 dan -5. besar D3 adalah .4.5 b. 8. 53 55 ..5 dan 7 Latihan Semester 1 81 . 5. 7.8 50 . 8. 7. 167. a. 8. 9. Diketahui data nilai ujian nasional untuk mata pelajaran ekonomi. 16 dan 18 b.. 5.5 dan 22. 3 24. 10. 167. 16 dan 18 e .8 dan 18.169 170 . 6.5 Tinggi Badan f 6 13 15 5 1 155 .. 9. 7.. 7. 8..75 e .8 dan 8. a. 5 Dari data tersebut..9 c. 10.4. Tinggi badan siswa kelas XI Bahasa terd ata pada tabel distribusi disamping.75 c.59 5 c. 5. 10.5 22. 9.9 d. 4 e. 5. 16. 8. 2. 1 c.. 2 b. a. 8..5 65 .25 b. 9 adalah . sebagai berikut. 16 dan 18.. 159. 5.. 49.. 45. 9. 8. 29. 53. a.4. 160. Dari tabel distribusi frekuensi di f Nilai samping. D2 dan D 7 dari data tersebut adalah . 6. 7. 7. Langkah (L) dan pagar dalam (PD) dari data: 3. 10.25 d.5 dan 175. 15.179 23. 6. 6. 8.. 5.27 d. 9. 8. 6.69 2 e . 7 dan 22. 8. 25. 16.27 dan 164. D8 dan D9 berturut-turut adalah . 8. 6.5 e . 13. Data tak terkelompok hasil ulangan matematika kelas XI Bahasa adalah: 7.174 175 .27 dan 167. 10. 6. 5..8 60 .9 21. 50. nilai jangkauannya adalah . 10..54 7 b. 10. a.

22. 25. 12.5 99. Dari data-data tersebut. 32. Suatu data tunggal terbesar sebagai berikut. Q3 b. H. 18. 81. tentukan besarnya: a. 25. Qd. 24. 30. 31. 63. 34. L Perhatikan daftar nilai ulangan Nilai f akuntansi kelas XI B Bahasa di samping. 40. 70. 26. 14. Penduduk negara dengan pendapatan perkapita tinggi memiliki harapan hidup lebih lama. 58. 3. Q1. 54. Besar jangkauan (J) dan jangkauan semi interkuartil (Qd) adalah .25. 33. 24. 10. Dari histrogram di bawah.45 3 Tentukan: 46 . 13. 73. 24. 8 dan 2. 27. 19. 22. 77. 9. 2. 27. 27.. Tentukan nilai Q1. 29. 19.57 12 b. 72. 30..5 39. 77. 16. 28. 58.5 59. 73. 8 dan 6. dan Q3 dari data tersebut.63 13 c. 17. 69. 29. 62. 37. 2.5 e . 2. dan D7. 59. ekonomi dan lingkungan negara. 65. tentukan D3. H 52 . PD 58 . 23.12 b. Berikut data harapan hidup (tahun) negara-negara di Asia Tenggara dan Pasifik: 79. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. D5. 21. 20.75 dan 6. 40 . 4. 26. 28.75 dan 5. Persentase pendapatan Histogram b erikut ini merupakan distribusi pendapatan per kapita. Q2. 8. 2. 9. PL 5 82 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .75 c. 36.. 1. 29. 4.5 Persentase jumlah penduduk 3. 35. 21.5 79. 6. Q2. a. 72. 35.25 d.51 5 a. 39. Diketahui data: 5. 79. Pendapatan per kapita suatu negara berkaitan erat dengan sosial. 8 dan 5. 68.5 B.

dan Kejadian Pengertian Peluang Kisaran Nilai Peluang Frekuensi Harapan Peluang Komplemen Peluang Gabungan Kejadian Saling Bebas Kejadian Bersyarat meliputi Peluang Peluang Suatu Kejadian Kejadian Majemuk Dalam bab ini terdapat beberapa 1.Bab 3 P pada bab ini. Pada bab ini kalian akan mempelajari peluang yang terkadang tanpa kita sadari telah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampel 4. 3. Peta konsep berikut memudahkan kalian dalam mempelajari seluruh materi mempelajari Aturan Pengisian Tempat Permutasi Kombinasi Percobaan. perkalian. Sampel. Peluang menjabarkan menjabarkan B a b 3 Peluang 83 . permutasi. Kombinasi kata kunci yang perlu kalian ketahui. peluang kejadian. berawan. Bahkan penurunan sifat dari penyilangan gen-gen induk yang mempunyai dua sifat berbeda. dan menafsirkannya. atau cerah dapat diperkirakan sebelumnya menggunakan teori peluang. dapat diperkirakan dengan teori peluang. Permutasi 2. kombinasi dan pemecahannya. serta menentukan sampel. Beberapa dasar dalam mempelajari peluang misalnya harus memahami sifat dan aturan penjumlahan. Kaidah Pencacahan Peluang ernahkah kalian menyaksikan atau membaca data tentang bagaimana kondisi cuaca suatu daerah? Hujan.

Demikian juga pada saat pengumuman kelulusan. Seorang siswa yang menantikan pengumuman mempunyai dua kemungkinan. Untuk menghindari lumpur. kaidah pencacahan ini menggunakan dua prinsip dasar yaitu prinsip (aturan) penjumlahan dan aturan perkalian.A Banjir lumpur Pacet Punggung Bangil T ra wa s Pandaan Pasuruan Prigen Sukorejo T retes Malang Sumber: img514. kita sering dihadapkan pada permasalahan menentukan atau mengukur ketidakp astian (kemungkinan). Persoalan susunan seperti itu menjadi dasar konsep kombinatorik yang akan membantu kita memecahkan objek-objek dalam suatu himpunan.1 Peta jalur alternatif akibat banjir lumpur di Porong-Sidoarjo. yaitu lulus atau tidak lulus. Untuk memperdalam materi pada bab ini.imageshack. A. Sebagai contoh seseorang akan melakukan perjalanan dari Mojokerto ke Malang setelah terjadi banjir lumpur di porong Sidoarjo. Untuk menyelesaikan persoalan kombinatorik perlu diketahui dua prinsip himpunan dasar yaitu prinsip penjumlahan dan perkalian. orang itu dapat memilih apakah menggunakan jalur alternatif selain jalur utama.us Gambar 3.Dalam kehidupan sehari-hari. pelajarilah kembali materi peluang di kelas IX SMP.Surabaya Jalur Utama Jalur Alternatif kendaraan besar/kecil Jalur alternatif kecil Jalur K. 84 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . kalian akan memilih 11 orang untuk tim sepak bola atau 5 orang untuk tim basket. aida e a a a (Counting Rules) Pernahkah kalian diminta untuk menyusun sebuah tim sepakbola atau bola basket dalam class meeting yang anggotanya teman-teman kalian? Dari sekitar 40 anak. Waru Krian Balong bendo Mirip Mojokerto Prambon Krembung Porong Gempol Wonoayu Tulangan Gedangan Buduran Sidoarjo Candi Tanggulangin Bangsal Mojosari Tol Gempol .

kita menemukan ada handphone merek A dengan 4 macam model. . kejadian ketiga dapat terjadi dengan n3 cara.) cara. . S2. diperoleh banyak rute perjalanan dari A ke B atau dari B ke C adalah 3 + 2 = 5 rute. Maka A 3 B C banyak rute perjalanan dari kota A ke kota B dan dilanjutkan perjalanan B ke C adalah 3 × 2 = 6 rute. dan seterusnya maka kejadian-kejadian dengan urutan yang demikian dapat terjadi dengan (n1 × n2 × n3 × .. Faktor apakah yang harus dipertimbangkan ketika akan memilih rute suatu perjalanan? Prinsip dasar dalam aturan pengisian tempat Jika suatu kejadian dapat terjadi dengan n1 cara. B a b 3 Peluang 85 . Aturan Perkalian Misalkan kota A da n B 1 4 d ihubungk an dengan 3 jalan. Rute 2 terlihat lebih pendek dari rute 1 dan 3. dan merek C ada 5 macam model. a. apakah rute 2 akan ditempuh dalam waktu lebih cepat? b. maka kita memiliki 5 + 4 + 3 = 12 macam model handphone.. Jadi kita akan membeli handphone di toko itu. S = S1 + S2 + S3 + . + Sn Namun demikian prinsip di atas tidak berlaku jika ada diantara himpunan-himpunan bagian tersebut yang anggotanya saling tindih.. Jadi banyak model handphone di toko itu ada 5 model A + 4 model B + 3 model C = 12 model. Aturan Penjumlahan Pada aturan penjumlahan bila suatu himpunan S terbagi ke dalam himpunan-himpunan bagian yaitu S1. Sesuai aturan penjumlahan. .1. 2. Prinsip inilah yang disebut prinsip perkalian. Di toko. merek B dengan 3 macam model. Sebagai contoh aturan penjumlahan adalah bila kita bermaksud membeli handphone.. 2 5 sedangkan antara kota B dan C x x x dihubungkan dengan 2 jalan. Sn. kejadian kedua dapat terjadi dengan n 2 cara. maka jumlah unsur yang berada di dalam himpunan S sama dengan jumlah semua unsur yang ada dalam setiap himpunan bagian dari S atau dapat dirumuskan sebagai berikut.. S3.

6.2 Dadu Sumber: Dok. 6A}. Berdasarkan prinsip di atas. 86 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .1 1. 2G. 5G. 4G.Catatan: Aturan penjumlahan ditandai dengan kata “atau” Aturan perkalian ditandai dengan kata “dan” Perhatikan contoh berikut. 3G. Sedangkan uang logam dapat terjadi dengan 2 cara. Berapa banyak bilangan ganjil berlainan yang dapat dibuat? Penyelesaian: Tiga angka berarti dibuat terlebih dahulu tiga kotak. Penerbit Gambar 3. 1A. 5A. b anyaknya cara hasil yang mungkin adalah (6 × 2) = 12 cara yang berlainan. Lihat tabel. 2A. 5. 6G. 3. 5. 4. 4A. puluhan. yaitu ratusan. Koin Dadu 1 2 3 4 5 6 2. dan 6. Sebuah dadu bermata enam dan uang logam dilempar secara bersamaan. Berapa banyak hasil yang mungkin terjadi? Penyelesaian: Dadu dapat terjadi dengan 6 cara. 3. Penerbit Gambar 3. 4. yaitu: {1G. 2.3 Uang logam Dengan angka-angka 2. A 1A 2A 3A 4A 5A 6A G 1G 2G 3B 4B 5B 6B Sumber: Dok. dan 7 dibuat bilangan yang terdiri atas 3 angka yang berlainan. dan satuan. 3A. yaitu dapat muncul angka 1. yaitu dapat muncul angka (A) dan gambar (G). Contoh 3.

1 1. 4.000? 2. Ada berapa pasangan baju. 5. Latihan 3. 6. dan 7 adalah (4 × 5 × 3) = 60 bilangan. celana panjang. dan 4 dibentuk beberapa bilangan. 3. 3 celana panjang. dan 8 dengan nilai kurang dari 500? Terdapat 5 orang laki-laki dan 4 orang wanita sebagai calon panitia yang terdiri atas ketua. Dari kota X ke kota Y terdapat 4 jalan berlainan yang dapat ditempuh. Ketentuan yang harus dipenuhi adalah ketua harus laki-laki. 3. Dari kota Y ke kota Z terdapat 5 jalan yang dapat ditempuh. dan bendahara boleh laki-laki atau wanita. dan 7 (3 cara) sedang kotak puluhan dapat diisi dengan 5 angka karena 1 angka telah dipilih untuk mengisi satuan. Berapa banyak susunan panitia yang dapat dibentuk? Dari empat angka 1. 5. sekretaris dan bendahara. dan 2 pasang sepatu. B a b 3 Peluang 87 . 5. 2. Selanjutnya kotak ratusan dapat diisi dengan 4 cara (mengapa?) Jadi. 2. dan sepatu yang dapat dipakai? Berapa banyak bilangan berbeda yang terdiri atas tiga angka dapat disusun dari angka-angka 1. banyaknya bilangan ganjil yang terdiri atas 3 angka berbeda dari angka-angka 2. Berapa banyak bilangan yang terbentuk dengan nilai masingmasing lebih dari 1. Berapa banyak jalan berlainan yang dapat ditempuh dari kota X ke kota Z melalui kota Y? Di dalam almari terdapat 5 baju. sekretaris harus wanita. 3. 5. 4. 3. 6.Ratusan 4 angka Puluhan 5 angka 3 5 7 Satuan ½ °3 ¾ ° ¿ angka Karena yang diinginkan adalah bilangan ganjil maka kotak satuan hanya dapat diisi oleh angka-angka ganjil (mengapa?) yaitu 3.

akan diulas kembali definisi dan notasi faktorial. 2) Apakah yang harus dilakukan apabila terdapat becak baru di kelurahan tersebut? Perkalian bilangan asli berturut-turut dari n sampai dengan 1 atau sebaliknya disebut faktorial yang dinotasikan dengan n!. 3. dan 4.org 1) Tuliskan semua nomor becak di atas. Petugas kelurahan membuat diagram sebagai berikut untuk menghitung nomor becak yang mungkin Ribuan 1. 2. . × 3 × 2 × 1 0! = 1 dan 1! = 1 Contoh 3.2¬ 1. . Untuk setiap bilangan asli n t 2. Definisi dan Notasi Faktorial Di suatu kelurahan. nilai n faktorial didefinisikan: n! = n × (n – 1) × (n – 2) × (n – 3) × . Sesuai d engan p rinsip sebagai: pencacahan pertama. becak yang beroperasi diberi nomor kombinasi dari empat angka 1. a. akan terdapat 4 n × 3 × 2 × 1 atau 24. 4 (4 angka) Ratusan 3 angka Puluhan 2 angka Satuan 1 angka Pada nilai ribuan dapat digunakan Infomedia empat angka. Dengan demikian. Setiap angka hanya digunakan sekali. nilai n faktorial dapat didefinisikan sebagai berikut.wikipedia. Permutasi Kaidah pencacahan yang kedua adalah permutasi. dan satuan satu Faktorial didefinisikan angka. Penyelesaian: 5! = 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 120 3! = 3 × 2 × 1 = 6 88 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . n! = – k . Namun sebelum membahas lebih lanjut tentang permutasi. Sumber: id. Hitunglah nilai dari 5! dan 3!. untuk semua k 1 ak an terdapat 24 nomor b ecak n t 2. 2. Dalam notasi matematika. 3.3. puluhan dua angka. ratusan tiga angka. 0! = 1 dan 1! = 1 berlainan di kelurahan tersebut.

Tentukan nilai dari: a. apakah pernyataan di atas bernilai benar? Jawabnya adalah salah karena untuk notasi faktorial disyaratkan n adalah bilangan asli dan didefinisikan 0! = 1 dan 1! = 1 B a b 3 Peluang 89 . 6! 4! Penyelesaian: a. Diketahui n! = 6n(n – 3)! Tentukan nilai n yang memenuhi kalimat di atas. 3! × 2! = (3 × 2 × 1) × (2 × 1) = 12 b. a. 6! 4! (6 u 5 u 4 u 3 u 2 u 1) (4 u 3 u 2 u 1) 30 Menggunakan Kalkulator Scientific 5! Ÿ 3! × 2! Ÿ 5 3 shift shift shift x–1 shift x–1 x–1 x–1 = x–1 = = x 2 6! Ÿ 6 4! shift : 4 3. 4 × 6 Penyelesaian: a. Nyatakan dengan notasi faktorial.2. 9 × 8 × 7 b. Penyelesaian: n! = 6n(n – 3)! n(n – 1)(n – 2)(n – 3)! = 6n(n – 3)! (n – 1)(n – 2) = 6 n2 – 3 n + 2 n2 – 3n – 4 =6 =0 (n – 4)(n + 1) = 0 n = 4 atau n = 1 Jika disimpulkan nilai n yang memenuhi adalah n = 4 atau n = -1. 3! × 2! b. 9u8u7 9 u 8 u 7 u 6 u 5 u 4 u 3 u 2 u1 6 u 5 u 4 u 3 u 2 u1 9! 6! 4u6 (4 u 3 u 2 u 1) u (6 u 5 u 4 u 3 u 2 u 1) (3 u 2 u 1) u (5 u 4 u 3 u 2 u 1) 4!u 6! 3!u 5! 4. b.

2. 14 21. 23.. 13. banyak nomor yang terdiri atas 2 angka yang berbeda dari 4 angka yang tersedia adalah 12 nomor. Tempat ke-k (n – k + 1) n (n – 1) 90 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .Definisi dan Notasi Permutasi dari Unsur-unsur yang Berbeda Andaikan pada penomoran becak dari empat angka (1. 3 31. Berapa becak yang dinomori? Perhatikan diagram berikut. 32. 42. .. 12 24 12 4 u 3 u 2 u1 2 u1 4! (4  2)! Susunan k unsur dari n unsur yang berlainan dengan k < n disebut permutasi k unsur dari n unsur. atau 4. 43 Jadi.k) atau P n yang k didefinisikan: P (n . 24 b. yaitu urutan berlainan k unsur yang diambil dari n unsur. Banyak permutasi k unsur dari n unsur dilambangkan dengan notasi nPk atau P(n.. 3. 2. 2 1 1 3 2 3 4 4 12. Sedangkan pada tempat kedua terdapat 3 kemungkinan angka yang belum mempunyai tempat. maka cara pengisiannya dapat dilihat pada diagram berikut.. 3. Tempat ke-1 Tempat ke-2 Banyaknya cara . yang menempati tempat pertama ada 4 kemungkinan yaitu 1. Pada diagram berikut..k ) n! (n .k )! Bukti: Jika P(n.. 34 1 2 4 4 1 2 3 41. dan 4) hanya akan dibuat nomor yang hanya terdiri atas dua angka yang berbeda.k) adalah banyaknya cara pengisian n tempat yang tersedia yang diambil dari k unsur yang berbeda.

.. u2 u 1 = n (n  1)(n  2)(n  3) .1)(n .3) × P(4.3) . . Oleh karena itu. P(8. P(6. berapa banyaknya susunan staf pengurus yang mungkin? Penyelesaian: Susunan seperti ketua. r unsur yang sama dari satu jenis. sekretaris. . 3 u 2 u 1 n! (n . . Ingat kembali penggunaan kaidah pencacahan k unsur dari n unsur adalah: P(n. .. Jika tersedia 8 calon. masalah tersebut merupakan masalah permutasi 3 unsur (ketua.. . maka: B a b 3 Peluang 91 .k )! Contoh 3. P(5.k) = n(n – 1)(n – 2)(n – 3) . bendahara) dari 8 unsur yang tersedia (banyaknya calon). Permutasi dengan Beberapa Unsur yang Sama Jika dari n unsur terdapat p unsur yang sama dari satu jenis. P ihak pengelola perusahaan memerluk an 3 staf untuk menduduki posisi ketua.2) = (5  3)! (4  2)! 2! 2! 2. dan bendahara. . (n – k+1) (n  k )(n  k  1) .1) . sekretaris. q unsur yang sama dari jenis. P(5.2) Penyelesaian: 6! 6! 6 u 5 u 4 u 3 u 2 u 1 120 a. dan bendahara perlu diperhatikan urutannya. tentukan nilai dari: a. sekretaris. u2 u 1 n (n ..3 1.3) = (6  3)! 3! 3 u 2 u1 5! 4! 5! 4! u u 60 u 12 720 b. (n  k  1) u (n  k )(n  k  1) . . dan seterusnya.k )(n .Ada n cara untuk mengisi tempat pertama. u 3 u 2 u 1 (n . Banyak kemungkinan susunan staf pengurus: = 8! 8! 8 u 7 u 6 u 5 u 4 u 3 u 2 u 1 336 (8  3)! 5! 5 u 4 u 3 u 2 u1 Jadi. dan seterusnya (n – k + 1) cara untuk mengisi tempat ke-k. P(6.3) × P(4.k . Dengan menggunakan rumus permutasi.2)(n . (n – 1) cara untuk mengisi tempat kedua.3) = c. (n – 2) cara untuk mengisi tempat ketiga.3) b. banyaknya staf pengurus yang dapat dibentuk adalah 336 susunan.

200 2 u 1 u 3 u 2 u1 u 2 u 1 d. KATAK b. P (5. KATAK Ada 2 huruf K yang sama. atau pembuatan nomor pin ATM. Ada 2 huruf A yang sama. dan lain-lain.2) = 10! 2! 3! 2! 10 u 9 u 8 u 7 u 6 u 5 u 4 u 3 u 2 u1 151.2. MATEMATIKA Penyelesaian: a. maka q = 2.. Dalam kehidupan sehari-hari. permutasi sering digunakan misalnya banyak cara dalam menentukan plat nomor kendaraan. Permutasi siklis dari n unsur dilambangkan dengan notasi P siklis(n) dan banyaknya permutasi dapat ditentukan dengan rumus: Psiklis (n ) n! n (n  1)! Contoh 3.5 Suatu pertemuan dihadiri 5 orang dengan posisi duduk mereka melingkar. maka p = 2. Berapakah banyak susunan posisi duduk yang mungkin? Penyelesaian: Psiklis(5) = (5 – 1)! = 4! = 24 Jadi. maka r = 2 P(10.p.2) = b. maka q = 3 Ada 2 huruf T yang sama. Coba kalian cari contoh penerapan permutasi dalam kehidupan sehari-hari. maka p = 2 Ada 3 huruf A yang sama.. Contoh 3.r.3.P(n.q.4 Ada berapa carakah dapat disusun kata-kata: a.2. 92 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .…) = n! p! q! r ! . 5! 2! 2! 5 u 4 u 3 u 2 u1 30 2 u1u 2 u1 MATEMATIKA Ada 2 huruf M yang sama. Jadi. susunan posisi duduk yang mungkin ada 24 cara. Permutasi Siklis (Melingkar) Misalkan tersedia n unsur yang berbeda.

080 a. (n  1)! 56 (n  2)! Tentukan nilai n. (n  1)! n! 3. YOGYAKARTA b. 15 × 14 × 13 × 12 × 11 b. INDONESIA Suatu gedung mempunyai lima pintu masuk.3) c. Tiga orang hendak memasuki gedung tersebut. 6.4) = P(n+1. P(n. A berjabat tangan dengan B. b.ai a 1. 2. Nyatakan perkalian berikut dalam bentuk faktorial. Tentukan nilai n. C. Berapa banyak cara dap at ditempuh agar mereka dapat memasuki gedung dengan pintu yang berlainan? Kombinasi 4. D a. Dalam suatu ruangan terdapat 5 orang yang belum saling mengenal. 4. a. 5. SURABAYA d. Berapa kali A berjabat tangan dengan E? B b. berapa banyak jabat tangan yang terjadi? Misal A. Apakah keduanya berjabat tangan dua C kali? B a b 3 Peluang 93 . KOMODO e .2) = 72 b. Berapa kali E berjabat tangan dengan A? c. a. D. P(n + 2. Apabila mereka berkenalan dengan berjabat tangan sekali dengan setiap orang. B. Diagram di samping melukiskan A peristiwa jabat tangan tersebut. 10 u 9 u 8 u 7 4 u 3u 2 3. P(n. C. BAGANSIAPIAPI c. dan E adalah orang yang E dimaksud. dan E. D.n) = 60 Berapakah banyak cara 10 orang duduk pada suatu tempat yang hanya dapat diduduki oleh 3 orang? Berapakah banyak susunan huruf berbeda dapat dibuat dari huruf-huruf pada kata di bawah ini? a.

3 bola hijau. Tiga bola diambil secara acak. ketiganya berwarna merah b. Cobalah cari contoh yang lain dari penerapan konsep kombinasi ini. atau memilih ketua OSIS dari sejumlah calon. dua merah dan satu hijau 94 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Setiap himpunan bagian yang terbentuk merupakan kombinasi k unsur dari n unsur. C(6. Ck . Dari suatu himpunan dengan n anggota dapat dibentuk himpunan bagian dengan k unsur (untuk k < n). Menggunakan Kalkulator Contoh 3. Karena itu.2)= 2!u (6  2)! 2 u1u 4 u 3 u 2 u1 a. atau ¨ ¸ . Hitunglah nilai dari: a. C(5. C(n. C(5.3) b.6 1. 10 5 u 4 u 3 u 2 u1 2 u1u 3 u 2 u1 5! 2!(3!) 5! 2!(5  2)! Kombinasi adalah suatu kumpulan unsur tanpa memperhatikan urutannya. memilih tim basket sekolah.k).k) = n! k !(n  k )! Di dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menggunakan konsep kombinasi ini misalnya ketika menentukan banyaknya cara mengambil beberapa bola dari sejumlah bola di kotak.k). seluruhnya terdapat 10 jabat tangan. dan 4 bola biru.3)= 2.A berjabat tangan dengan E sama artinya dengan E berjabat tangan dengan A.2) Penyelesaian: Scientific 5 6 shift nCr shift nCr 8 3 = = 5! 5 u 4 u 3 u 2 u1 10 3!u (5  3)! 3 u 2 u 1 u 2 u 1 6! 6 u 5 u 4 u 3 u 2 u1 15 b. Selanjutnya ©k ¹ dalam buku ini notasi yang digunakan untuk menyatakan kombinasi adalah C(n. Sebuah kantong memuat 5 bola merah. Berapa banyak cara pengambilan bola jika bola yang terambil adalah: a. Untuk menghitung banyak kombinasi k unsur dari n unsur yang tersedia dapat digunakan rumus: C(n. Banyak kombinasi k unsur dari n unsur sering §n · n dinotasikan dengan lambang nCk . C(6.

c. ketiganya berbeda warna d. dua kelereng yang terambil berwarna hijau. Penyelesaian: a. Banyaknya cara pengambilan ketiga bola berwarna merah adalah: 5! 5 u 4 u 3 u 2 u1 = 10 cara 3!(5  3)! 3 u 2 u 1 u 2 u 1 Banyaknya cara pengambilan agar terambil 2 merah dan 1 hijau adalah: 5! 3! C(5,2) × C(3,1) = 2!(5  2)! u 1! (3  1)! 5 u 4 u 3 u 2 u1 3u 2 u 1 = 2 u 1 u 3 u 2 u 1 u 1 u 2 u 1 = 30 cara Banyaknya cara pengambilan agar ketiganya berbeda warna (1 merah, 1 hijau, dan 1 biru) adalah: C(5,3) =

b.

c.

5! 3! 4! C(5,1) × C(3,1) × C(4,1) = 1!(5  1)! u 1!(3  1)! u 1!(4  1)!
5 u 4 u 3 u 2 u1 3 u 2 u1 4 u 3 u 2 u 1 u u 1u 4 u 3 u 2 u 1 1 u 2 u 1 1u 3 u1 = 60 cara Banyaknya cara pengambilan agar kelereng yang terambil dua diantaranya berwarna hijau adalah:

=

d.

3! 5! C(3, 2) × C(5, 1) = 2! 1! u 1! 5!
= 3 × 5 = 15 cara 3! 4! C(3, 2) × C(4, 1) = 2! 1! u 1! 3! = 3 × 4 = 12 cara Jika disimpulkan banyaknya cara ada 15 × 12 cara, benarkah pernyataan itu? Jawabnya salah karena seharusnya ada 15 + 12 = 27 cara.

Kegiatan Menulis 3.1
Dengan kata-kata sendiri, jelaskan perbedaan dan persamaan antara permutasi dan kombinasi.

B a b 3 Peluang

95

ai a
1. Tentukan nilai-nilai kombinasi berikut ini. a. C(6,2) d. C(15,4) b. C(20,3) e . C(7,3) × C(8,4) c. C(11,6) f. C(10,2) : C(7,4) Berapa banyak cara dapat disusun suatu regu cerdas cermat yang terdiri atas 3 anak yang dibentuk dari 10 anak yang ada? Diketahui himpunan P = {a, b, c, d, e}. Tentukan banyaknya himpunan bagian dari P yang terdiri atas 2 elemen. Ada berapa cara regu Pramuka yang terdiri atas 3 pria dan 3 wanita dapat dipilih dari 5 pria dan 4 wanita? Tiga bola diambil dari sebuah kotak yang berisi 6 bola putih dan 5 bola kuning. Berapa banyak cara pengambilan bola tersebut jika yang terambil adalah: a. semuanya berwarna putih b. semuanya berwarna kuning c. dua putih dan 1 kuning

2. 3. 4. 5.

B.

e a

a

e adia

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kejadian yang terjadi di luar kendali manusia. Oleh sebab itu, manusia hanya bisa melakukan sesuatu sebaik mungkin dan hanya mampu menaksir kemungkinan yang akan terjadi. Sebagai contoh skor akhir pada pertandingan sepak bola. Setiap kali kita berhadapan dengan permasalahan di luar pengaruh kita, kita hanya bisa Sumber: i3.photobucket.com menaksir peluang kejadian yang Gambar 3.4 Pertandingan sepak bola akan muncul. Sebelum melangkah lebih jauh, kita mulai dulu dengan pengertian percobaan, ruang sampel, dan kejadian.
1. Pengertian Percobaan, Ruang Sampel, dan Kejadian

Ambil sebuah koin, kemudian lemparkan ke udara dan biarkan mendarat di lantai atau meja.

96

Matematika XI SMA/MA Program Bahasa

a. b.

Mungkinkah terdapat kejadian lain selain muncul gambar atau angka? Ada berapa kejadian yang mungkin muncul?

Percobaan adalah suatu tindakan atau kegiatan yang dapat diulang dengan keadaan yang sama untuk memperoleh hasil tertentu. Himpunan dari semua hasil percobaan disebut ruang sampel dan dinotasikan dengan S. Himpunan bagian dari ruang sampel disebut kejadian pada ruang sampel atau sering disebut dengan kejadian saja. Sedangkan anggota-anggota dalam ruang sampel disebut titik sampel. Contoh 3.7 Pada suatu percobaan melempar sebuah dadu, A adalah kejadian muncul bilangan ganjil dan B adalah kejadian muncul bilangan kelipatan 3. Nyatakan berikut ini dalam sebuah himpunan. a. Ruang sampel b. Kejadian A c. Kejadian B Penyelesaian: Sebuah dadu mempunyai enam sisi permukaan yang masingmasing bernomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Jadi, permukaan yang muncul nanti adalah salah satu dari sisi yang bernomor 1 sampai dengan 6 tersebut. Pada percobaan ini: a. ruang sampel S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} b. kejadian A = {1, 3, 5} c. kejadian B = {3, 6} 2. Pengertian Peluang Suatu Kejadian

Jika kejadian A dapat terjadi dengan k cara dari n cara, maka nilai kemungkinan (probabilitas) terjadinya kejadian A yang dinotasikan P(A) adalah: P(A) =

k n

Jika dikaitkan dengan ruang sampel, maka peluang kejadian A

n (A ) dapat dinyatakan sebagai P(A) = n (S ) , dengan:

B a b 3 Peluang

97

Dua buah mata uang dilempar bersamaan. Dua kelerang diambil sekaligus dari kotak secara acak. 1 4 “Di dunia ini tak ada yang tak mungkin”.8 1. berarti: 5! 5 u 4 u 3 u 2 u1 n(A) = C(5. b. jadi n(S) = 4 a. terambil kelereng keduanya berbeda warna Penyelesaian: Pengambilan 2 kelereng dari 8 kelereng di dalam kotak adalah permasalahan kombinasi. Peluang kejadian munculnya kedua gambar: B = {GG}.2) = 2!(8  2)! a.2) = 2!(5  2)! 2 u 1 u 3 u 2 u 1 10 P(A) = n (A) n (S) 10 28 5 14 98 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . tentukan: a. GG}. peluang kejadian munculnya kedua gambar. Dalam sekali lemparan. Sebuah kotak berisi 5 kelereng biru dan 3 kelereng merah. Peluang kejadian muncul satu angka: d a ema i a A = {AG. Jadi. Benarkah pernyataan itu? Kemukakan pendapat kalian.P(A) adalah peluang kejadian A n(A) adalah banyak anggota dalam kejadian A n(S) adalah banyak anggota ruang sampel Contoh 3. GA. n(A) = 2 Menumbuhkan Sikap n (A ) 2 1 Kritis Siswa P(A) = n (S ) 4 2 Seiring kita mendengar b. Misalkan A kejadian terambil kelereng biru semua (2 biru). banyaknya anggota ruang sampel ditentukan dengan: 8! n(S) = C(8. AG. GA}. peluang kejadian muncul satu angka. n(B) = 1 n (B ) P(B) = n (S ) 2. 8 u 7 u 6 u 5 u 4 u 3 u 2 u1 2 u1u 6 u 5 u 4 u 3 u 2 u1 28 . Penyelesaian: Pada percobaan ini ruang sampelnya S = {AA. terambil kelereng biru semua b. Berapa peluang: a.

Frekuensi Harapan Suatu Kejadian Frekuensi harapan suatu kejadian dari sebuah percobaan yang dilakukan sebanyak n kali didefinisikan sebagai berikut. Frekuensi harapan munculnya kejadian A yang dinotasikan Fhar(A) dalam n kali percobaan dirumuskan dengan Fhar(A) = n × P(A). B a b 3 Peluang 1 2 o Fhar(lulus ujian) = 100 × 1 = 50 2 99 . Apakah A pasti terjadi? b. sedangkan kejadian dengan peluang 1 dinamakan kejadian yang pasti terjadi (suatu kepastian). Misalkan B adalah kejadian terambil kelereng berbeda warna (1 biru dan 1 merah). Contoh 3. Kisaran (batas-batas) nilai peluang kejadian A pastilah antara 0 dan 1 (0 d P(A) d 1) atau terletak dalam [0.1]. 4. Hitunglah P(A) dan P(B) kemudian amati hasilnya. berapa frekuensi harapan siswa-siswa di sekolah itu lulus ujian? Penyelesaian: P(lulus ujian) = 1 . Misalkan A adalah suatu kejadian pada ruang sampel S dengan peluang P(A). Jika di suatu sekolah 2 Jadi. dari 100 orang siswa yang ikut ujian diperkirakan lulus 50 orang.9 Peluang seorang siswa lulus ujian adalah terdapat 100 siswa yang ikut ujian. Apakah B akan terjadi juga? c. 15 28 5 u 4 u 3 u 2 u1 3 u 2 u1 u 15 1u 4 u 3 u 2 u1 1u 2 u1 Kisaran Nilai Peluang Misal kita melempar sebuah dadu bermata enam. berarti: n(B)= C(5.1) 5! 3! = 1!(5  1)! u 1!(3  1)! P(B)= n (A) n (S) 3.b. Misal A adalah kejadian munculnya angka 6 atau kurang dan B adalah kejadian munculnya angka 7. a.1) × C(3. Kejadian dengan peluang 0 dinamakan kejadian yang mustahil terjadi atau tidak mungkin terjadi (kemustahilan).

b. kartu dengan angka ganjil. c. ai a 1. 2 Sebutkan dan jelaskan faktor yang paling berpengaruh pada besarnya peluang seorang untuk lulus ujian. semua biru. kartu dengan angka kelipatan 3. Tentukan peluang kejadian A dan B. Tentukan peluang bahwa yang terambil adalah kartu Queen.Kegiatan Menulis 3. Jika percobaan diulang 100 kali. berbeda warna. 5 kelereng biru. 5. kartu dengan angka bilangan prima. Di dalam sebuah kotak terdapat sembilan kartu yang bernomor 1 sampai dengan 9. 3. b. Sebuah kartu diambil dari seperangkat kartu bridge. b. a. dan 4 kelereng hijau. A adalah kejadian mata dadu yang muncul berjumlah 9 dan B adalah kejadian mata dadu yang muncul jumlahnya kurang dari 6.2 Pada contoh sebelumnya dikatakan P(lulus ujian) = 1 . 100 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Kemudian diambil satu kartu secara acak. Sebuah kantong berisi 8 kelereng merah. 4. tentukan frekuensi harapan terambilnya kartu As. Tentukan himpunan A dan B. Jika diambil 3 kelereng secara acak. Jika jumlah siswa yang ikut ujian 200 siswa. c. Seorang siswa mempunyai peluang lulus ujian sebesar 0. Tentukan peluang terambilnya: a. b. a. Buatlah tabel untuk menunjukkan ruang sampel dan tentukan banyak anggota ruang sampel tersebut. 2 merah dan 1 hijau. berapa siswa yang diperkirakan tidak lulus? 2. tentukan peluang terambil: a. Pada pelemparan dua dadu berwarna biru dan hijau.95. c.

Masing-masing kejadian mempunyai peluang. Ac b.C. Berikut ini akan kita pelajari peluang masing-masing kejadian baik yang mempunyai hubungan atau tidak. Tentukan peluang kejadian: a. 1. maka n(Ac) = n – k. 3. e adia a em Suatu peristiwa atau kejadian bisa saja mempunyai hubungan dengan kejadian lain. ada juga yang tidak. dan Ac adalah komplemen kejadian A. Peluang Komplemen Suatu Kejadian Misalkan S ruang sampel dan n(S) = n.1 Pada percobaan melempar dadu. 6} sehingga n(S) = 6. 6} dan n(A) = 3. Bc Penyelesaian: Pada percobaan ini. Ada yang saling mempengaruhi. disimpulkan: P(Ac) = 1 – P(A) atau P(A) + P(Ac) = 1 Contoh 3. ruang sampelnya S = {1. 3. 5}. a. Cara I: P (A ) n (A ) n (S ) 3 6 1 2 1 2 1 2 P ( Ac ) 1  P ( A ) 1  Cara II: Ac = {1. n(Ac) = 3 P (Ac ) n (Ac ) n (S ) 3 6 1 2 B a b 3 Peluang 101 . 5. A adalah kejadian munculnya bilangan genap dan B adalah kejadian munculnya angka 6. 4. Andaikan A adalah kejadian dalam ruang sampel S dengan n(A) = k. A = kejadian muncul bilangan genap sehingga A = {2. 2. Sehingga: P (Ac ) n ( Ac ) n (S ) n k n n k  n n 1  P (A ) Jadi. 4.

Cara I: n (B ) 1 P (B ) n (S ) 6 1 5 P ( Ac ) 1  P ( A ) 1  6 6 Cara II: Bc = {1. Gabungan kejadian A atau B (dinotasikan A ‰ B) adalah himpunan semua titik sampel yang terdapat pada kejadian A atau B atau keduanya. n(Bc) = 5 P (B c ) n (B c ) n (S ) 5 6 2. perhitungan banyaknya anggota A ‰ B dalam semesta S dirumuskan: n(A ‰ B) = n(A) + n(B) – n(A ˆ B) Sehingga peluang kejadian A atau B (dinotasikan P(A ‰ B) ditentukan sebagai berikut. B = kejadian muncul angka 6 sehingga B = {6} dan n(B) = 1. 4. akan berlaku: P(A ‰ B) = P(A) + P(B) 102 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Peluang Gabungan Dua Kejadian Misalkan A dan B masing-masing kejadian dalam ruang sampel S. disimpulkan bahwa jika A dan B adalah dua kejadian sembarang. maka berlaku: P(A ‰ B) = P(A) + P(B) – P(A ˆ B) Selanjutnya kejadian A dan B dikatakan saling lepas jika kejadian A dan B tidak dapat terjadi bersama-sama atau A ˆ B = ‡ atau P(A ˆ B) = 0. Dalam teori himpunan. jika A dan B kejadian yang saling lepas. Jadi. P (A ‰ B ) n (A ‰ B ) n (S ) n ( A )  n (B )  n (A ˆ B ) n (S ) n ( A ) n (B ) n (A ˆ B )   n (S ) n (S ) n (S ) P (A )  P (B )  P (A ˆ B ) Jadi.b. 3. 2. 5}.

2) (3.2) (2.3) (1.5) (1.11 1. n(A) = 4.3) (4.1) (1. 6.6) (6.4) (2. 4.3) (3.5) (2. 3.1) (6. 4. Dadu Kedua Dadu Pertama 1 1 2 3 4 5 6 2 3 4 5 6 (1.Aturan ini sering disebut sebagai aturan penjumlahan untuk dua kejadian yang saling lepas. sehingga P (B ) n (A ) n (S ) 3 7 4 7 n (B ) n (S ) A ˆ B = {2}.4) (3. Tentukan kemungkinan terjadinya A atau B. Penyelesaian: S = {1.6) (3. n (A ˆ B ) n (S ) 1 7 4 3 1   7 7 7 6 7 Dua dadu dilempar satu kali.2) (6.6) B a b 3 Peluang 103 . 6}.2) (5. sehingga P (A ) B = {2. 5.1) (4.5) (5.6) (2.5) (3.4) (5.5) (4.3) (2. 5. 3.1) (2. 2.2) (4.3) (6.2) (1. Sebuah kartu diambil secara acak dari kotak yang berisi seperangkat kartu yang sama bentuknya dari nomor 1 sampai dengan 7.1) (3. Misalkan A kejadian terambilnya kartu bernomor bilangan prima dan B kejadian terambilnya kartu bernomor genap. sehingga P(A ˆ B) = P(A ‰ B) = P(A) + P(B) – P(A ˆ B) = 2.4) (6. 7}. Tentukan peluang kejadian A atau B. 7}.6) (4.3) (5. Misalkan A adalah kejadian jumlah angka kedua dadu sama dengan 4 dan B adalah kejadian jumlah angka kedua dadu sama dengan 10. n(B) = 3. n(A ˆ B) = 1.4) (4.1) (5.4) (1.6) (5.5) (6. Contoh 3. n(S) = 7 A = {2.

3). (2.4). n(B) = 6 A ˆ B = {(3.1) (1. n(A) = 3 3 1 P(A) = 36 12 B = {(4.1) (6.4) (3. (3.4) (5.2). (3. Jika kejadian A adalah kejadian muncul mata 3 pada dadu merah dan kejadian B adalah kejadian muncul jumlah mata kedua dadu itu 7.5) (3. Jika A dan B adalah kejadian yang saling bebas. (6.5). Benarkah pernyataan tersebut? Berikan alasan kalian.2) (2.1) (3.6)}.6) (6.3) (2.6) (5. n(A ˆ B)=1 104 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .4) (1. Sumber: mathematicse.1)}. n(A) = 6 B = {(1.5) (4.4)}.4) (4.4).3) (6. (3. Artinya terjadi atau tidak terjadinya kejadian A tidak mempengaruhi terjadi atau tidak terjadinya kejadian B.4) (2.3) (5. Penyelesaian: Dadu Putih 1 Dadu Merah 1 2 3 4 5 6 2 3 4 5 6 (1. (4. (3.12 Dua dadu berupa dadu merah dan dadu putih dilempar sekali.4)}.5) (1. (3.Penyelesaian: n(S) = 36 A = {(1.1) (5. (2.2) (1.2).1) (4. maka berlaku: P(A ˆ B) = P(A) × P(B) Contoh 3.5).1)}.2) (6.2) (3.6) (3.com Kejadian A dan B dikatakan saling bebas jika kejadian A dan B tidak saling mempengaruhi.3) (4.6) (2.5) (2.6). Tunjukkan bahwa kejadian A dan B saling bebas. (5.6).5).4) (6.3).3) (3. (3.5) (6.1). Kejadian Saling Bebas d a ema i a 1 6 Menumbuhkan Sifat Kritis “Peluang kita kosong!” begitu kata Gus Dur menirukan kata-kata Kolev sang pelatih PSSI yang tertulis pada judul berita di harian Tempo 11 November 2007 lalu”.6) (4.3) (1.6) n(S) = 36 A = {(3. (6. (3.3).2) (4.5) (5.2) (5. (5.2).1) (2.wordpress. n(B) = 3 3 1 P(B) = 36 12 1 1  P(A ‰ B) = P(A) + P(B) = 12 12 3.

P(B) = = . maka kejadian seperti ini dinamakan kejadian tidak saling bebas atau kejadian bersyarat. Karena tanpa pengembalian. Jika kejadian A dan B adalah kejadian bersyarat maka. Penyelesaian: Peluang pada pengambilan bola pertama berwarna merah adalah 3 P(A) = . Jika kejadian A dan B dapat terjadi bersama-sama. maka pada kotak tersebut tinggal 2 bola merah dan 2 bola biru. P(A ˆ B) = 6 6 36 36 Sehingga: P(A ˆ B) = P(A) × P(B) 1 1 1 = × 36 6 6 Jadi. tentukan peluang untuk mendapatkan satu bola merah pada pengambilan pertama dan satu bola biru pada pengambilan kedua. Pada pengambilan dua kali berurutan tanpa pengembalian. berlaku: Peluang munculnya kejadian A dengan syarat kejadian B telah muncul adalah: P (A | B ) P (A ˆ B ) P (B ) Peluang munculnya kejadian B dengan syarat kejadian A telah muncul adalah: P (A |B )= P (A ˆ B ) P (A ) Contoh 3.P(A) = 6 36 = 6 1 1 1 . kejadian A dan B adalah kejadian yang saling bebas. tetapi terjadi atau tidak terjadinya kejadian A akan mempengaruhi terjadi atau tidak terjadinya kejadian B.13 Sebuah kotak berisi tiga bola merah dan dua bola biru. 4. 5 Dalam hal ini dianggap yang terambil benar-benar bola merah. Kejadian Bersyarat Misalkan A dan B adalah dua kejadian dalam ruang sampel S. Peluang terambil kelereng biru pada pengambilan kedua adalah: B a b 3 Peluang 105 .

P(BlA) = 2 3 = 4 5 Jadi. b. Apakah hubungan antara dua kejadian tersebut? Mengapa? ai a 1. 1 kartu Queen dan 3 kartu Jack. Tentukan peluang: a. B adalah kejadian munculnya bilangan prima. A adalah kejadian terambil kartu Heart dan B adalah kejadian terambil kartu King. 4. B. kedua bola berwarna merah. peluang bahwa pada pengambilan pertama bola merah dan pengambilan kedua bola biru adalah: P(A ˆ B) = P(A)× P(BlA) = 3 1 u 5 2 3 10 Kegiatan Menulis 3.3 Untuk lulus SMA. Pada pelemparan sebuah dadu. 2. a. Apakah kejadian A dan B saling bebas? Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah dan 6 bola putih. 106 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Pada percobaan tersebut. siswa harus menempuh ujian dan untuk diterima di perguruan tinggi disyaratkan harus lulus ujian masuk. Dua bola diambil secara acak berturut-turut dari kotak tersebut dengan pengembalian. Tentukan peluang kejadian A. Apakah kejadian A dan C saling lepas? Sebuah kartu diambil dari satu set kartu bridge. a. b. 3. 2 kartu King dan 2 kartu As b. A adalah kejadian munculnya bilangan genap. bola pertama merah dan bola kedua putih. dan C adalah kejadian munculnya bilangan ganjil. Tentukan peluang kejadian A dan B. Tentukan peluang terambilnya: a. b. Empat kartu diambil dari satu set kartu bridge. dan C. Apakah kejadian A dan B saling lepas? c.

kelereng pertama merah dan kelereng kedua biru. 3 × 2 × 1..…) = 4. Permutasi dengan beberapa unsur yang sama adalah: P(n. Untuk menghitung banyak kombinasi k unsur dari n unsur yang tersedia dapat digunakan rumus: C(n. Di dalam sebuah kantong terdapat 8 kelereng hijau dan 7 kelereng biru. Kemudian diskusikan dengan teman-teman dan guru kalian.q. . Tentukan peluang: a. 2. Reflek si k Carilah manfaat dari materi-materi yang ada pada bab peluang jika dikaitkan dalam kehidupan kalian sehari-hari baik dari internet atau jurnal di perpustakaan. Diambil dua kelereng secara acak berturut-turut dari kantong tersebut tanpa pengembalian. Permutasi siklis (melingkar) dari n unsur dilambangkan dengan notasi Psiklis (n) dan banyaknya: n! Psiklis (n ) (n  1)! n Kombinasi adalah suatu susunan unsur-unsur dari sekumpulan unsur tanpa memperhatikan urutannya. n! (n . P (n . .k ) 3.p. kedua kelereng berwarna biru b. nilai n faktorial d apat didefinisikan sebagai berikut: n! = n (n – 1)(n – 2) (n – 3) .k )! n! p ! q ! r ! .k) = n! k !(n  k )! B a b 3 Peluang 107 . dengan n = bilangan asli 0! = 1 dan 1! = 1 Permutasi k unsur dari n unsur yaitu semua urutan yang berlainan yang disusun dari k unsur yang diambil dari n unsur. Dalam notasi matematika.5.. Permutasi didefinisikan sebagai berikut.r. Rangkuman 1. 5.

Peluang munculnya kejadian A dengan syarat kejadian B telah muncul adalah P (A | B )= P (A ˆ B ) P (B ) Peluang munculnya kejadian B dengan syarat kejadian A telah muncul adalah: P (A |B )= P (A ˆ B ) P (A ) 108 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . maka P(A) = n (S ) . Banyaknya anggota gabungan dua kejadian A dan B adalah: n(A ‰ B) = n(A) + n(B) – n(A ˆ B) Peluang gabungan dua kejadian sembarang berlaku: P(A ‰ B) = P(A) + P(B) – P(A ˆ B) dan untuk kejadian A dan B saling lepas berlaku: P(A ‰ B) = P(A) + P(B) 10. dan A kejadian dalam ruang sampel dengan n(A) = k. maka berlaku: P(A ˆ B) = P(A) × P(B) 11. P(Ac) = 1 – P(A) atau P(A) + P(Ac) = 1. Frekuensi harapan munculnya kejadian A dalam n kali percobaan adalah Fhar (A) = n × P(A). Peluang komplemen suatu kejadian dengan S ruang sampel dan n(S) = n. yaitu: k P(A) = n n (A ) Jika dalam ruang sampel. maka: P (Ac ) n ( Ac ) n (S ) n k n n k  n n 1  P (A ) Jadi. Nilainya dinotasikan dengan P(A). Kejadian A d an B saling bebas dan tidak saling mempengaruhi. Peluang kejadian A dapat terjadi dengan k cara dari n cara.6. 9. 7. 8.

40 Doni. Dodi. a. 15 d. c. Dedi. Hasil dari a..Uji Kompetensi A. 2. 6 e . a. 250 3. 30 B a b 3 Peluang 3. 21 e . Banyaknya urutan bekerja yang dapat disusun dengan Dodi selalu pada giliran terakhir adalah . Berilah tanda silang (X) pada huruf a. a. . Banyaknya segitiga yang dapat dibuat adalah . 6. 4. . . . . 20 e . . 3. c.. . Tiga orang hendak memasuki gedung tersebut. 5. . 60 c. Banyaknya macam susunan yang dapat dibentuk adalah . 10 d. 3 d. Banyaknya bilangan ganjil yang terdiri atas 3 angka yang disusun dari angka 1. 48 Ada 10 titik dan tidak ada 3 titik yang terletak segaris. dan 8 tanpa pengulangan adalah . 30 e . . 120 b. 48 b. 140 200 240 16! adalah . . . 6. a.. 14! d. e. atau e yang kalian anggap benar. . 60 c. 109 . 84 c. 24 c. 28 e .360 2. 12 Suatu tim bola voli terdiri atas 6 pemain yang dipilih dari 9 orang. 60 Suatu gedung mempunyai lima pintu masuk. b. 240 c. . . 18 b. 50 b. a. Banyak cara agar mereka dapat memasuki gedung tersebut adalah . 1. 24 d. 4. . dan Doli akan bekerja secara bergiliran. d. 54 b. 18 d. b.

. . 870 8. . . Banyaknya cara 5 orang untuk menempati dua kursi yang tersedia adalah . . 18 d. a. 75 c. a. . Banyak plat nomor yang harus dibuat adalah . 12 13. 10. . 125 c. 120 c. 30 c. . 6 e . 60 b. 10 c. 35 b. Akan dibuat plat nomor yang terdiri atas 3 angka dari 8 angka yang disediakan. 10 d. 20 e . a. 105 e . 42 Dalam suatu ruangan terdapat 30 orang. a. 6 e . 210 d. Dari 5 orang calon pengurus akan dipilih seorang ketua. maka banyaknya cara yang terjadi adalah . 60 e . Banyaknya salaman yang dilakukan adalah . 455 e .. 24 b. . 875 b. a. 20 b. 5 d. 18 b. . a. 4 d.7. Jik a tersedia 7 calon. a. 24 Pihak pengelola suatu perusahaan memerlukan 4 staf pengurus. 9. . 10 110 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . wakil ketua. Dua orang pergi menonton pertandingan sepak bola. . . 60 b. 885 c. cara. . . Kata “ADAP” dapat disusun secara berlainan dengan .. 336 d. . 15 e . 24 c. Jika stadion itu mempunyai 4 pintu dan mereka masuk melalui sebuah pintu dan keluar dengan pintu yang berbeda. 435 d. 20 12. dan seorang bendahara.. Setiap orang saling bersalaman. . maka kemungkinan banyaknya susunan staf pengurus adalah . 56 11. Banyaknya susunan pengurus yang mungkin terjadi adalah .

210 d.. 36 19. e. Dari 7 orang pengurus organisasi akan dipilih seorang ketua. . 72 d. 35 d. a. 252 16. 36 36 9 18 b.. 28 15. 210 17. Banyaknya susunan pengurus yang mungkin adalah . . a. 56 e . . e. dan bendahara. 70 e . 36 36 10 c. . 840 c. 250 e . Dua buah dadu dilempar bersama-sama satu kali..040 c. 5. peluang munculnya mata dadu berjumlah 7 atau 10 adalah . 3 B a b 3 Peluang 111 . . Sebuah mata uang dan sebuah dadu dilempar sekali. 3 6 2 c. a. 420 d. 260 b.14. Banyaknya cara membentuk grup tersebut adalah . Banyaknya permutasi semua huruf pada kata “MAHATMA” adalah . d.. 16 b.680 18. 10 c. wakil ketua. . d. 1. 5 1 a. Peluang munculnya angka pada mata uang dan bilangan ganjil pada dadu adalah .. Dari 7 orang musisi akan dibentuk grup musik yang terdiri atas 4 orang. sekretaris. a.. 6 4 1 1 b.520 b. . . 7 17 a. . Dari delapan orang pemain bulutangkis akan dibentuk pasangan ganda. Banyaknya kemungkinan pasangan ganda yang dapat dibentuk adalah . . 2. . 840 c. . 560 b.008 e . 1.

. 9 7 a. Peluang Badu 1 lulus ujian Matematika adalah dan peluang lulus Kimia 2 2 adalah . Dari 15 butir telur yang dijual terdapat 5 butir yang cacat. e. . . e. 30 22. 91 23. Badu mengikuti ujian Matematika dan Kimia. . d. 50 54 1 5 b. e. a. 3 1 5 d. Di dalam sebuah kantong terdapat 3 bola merah dan 5 bola putih. Peluang Badu untuk lulus keduanya adalah . Suatu kantong berisi 40 kelereng merah dan 10 kelereng putih. . Nilai kemungkinan ia mendapat 3 butir telur yang baik adalah . . e. 56 8 2 11 b. 81 10 1 1 b. . 3 112 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . 10 15 13 c. Kemungkinan bahwa ketiga bola tersebut terdiri atas 1 bola merah dan 2 bola putih adalah . 28 3 a. 4 21. Dari dalam kantong tersebut diambil 3 bola sekaligus. 16 24 1 c. 3 6 1 c. . Bila dari kantong itu diambil 2 kelereng merah. maka peluang mengambil lagi satu biji tanpa dikembalikan berwarna putih dari kantong tersebut adalah . 5 3 24 c. 30 3 a. . . . .20. d. d. 2 6 1 1 b. Seorang ibu membeli 3 butir telur tanpa memilih.

2 26. e. d. 1 7 a. . 9 B a b 3 Peluang 113 . . 60 b. 12 12 2 1 b. . 1 3 a. Pada percobaan melempar uang logam tiga kali. e. e. 2 12 1 1 b. . 3 4 1 c. . frekuensi harapan kejadian muncul 2 gambar adalah . . besarnya peluang munculnya dua angka berturut-turut adalah . 18 6 4 c. . Dalam satu kotak terdapat 3 bola merah dan 6 bola putih. Peluang kedua bola itu merah adalah . a. 40 e . 90 c. 9 12 5 1 b. . maka peluang diperoleh jumlah mata kedua dadu paling sedikit sepuluh adalah . . d. e. 30 d. 3 27. . Jika 2 buah dadu dilempar sekali bersamaan. . Dua dadu dilambungkan bersamaan. 4 25. . Pada percobaan melempar tiga keping uang logam 240 kali. . 6 4 1 c.24. 1 1 a. Diambil dua bola berturut-turut tanpa pengembalian. Peluang munculnya mata dadu yang jumlahnya kurang dari lima atau lebih dari delapan adalah . . d. 45 28. 4 8 1 3 b. 9 3 1 c. d. 1 5 a. .

d. Dalam sebuah kotak terdapat 8 bola merah dan 4 bola putih. . Tentukan nilai n yang memenuhi: a. Tentukan banyaknya himpunan bagian dari P yang terdiri atas 3 elemen. c. e}. c. semuanya berwarna putih. 3. . semua merah. Sebuah kotak berisi 3 bola putih dan 5 bola hitam. 8 B.29. peluang munculnya mata dadu berjumlah 8 atau 5 adalah . b. 9 9 1 5 b. 8 kelereng biru. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar. 4 5 5 c. tentukan peluang terambil: a. Peluang terambil 2 bola hitam adalah . semuanya berwarna merah. 114 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . b. c. . e. P(n. Pada pelemparan dua dadu sebanyak satu kali. Jika diambil 3 kelereng secara acak. 5 14 1 2 b. 4 26 1 c. d. bola pertama berwarna merah dan bola kedua berwarna putih. 5.2) = 90 b. Tentukan peluang: a. b. Tiga bola diambil dari sebuah kotak yang berisi 7 bola putih dan 4 bola merah. dua putih dan satu merah? Sebuah kantong berisi 6 kelereng merah. 9 30. Diambil dua bola sekaligus dari kotak itu. b. 2. 1. . d. . berbeda warna. kedua bola berwarna merah. . e.n) = 50 Diketahui himpunan P = {a. 4. 2 5 a. 4 5 a. Dua bola diambil secara acak berturut-turut dari kotak tersebut dengan pengembalian. 2 biru dan 1 hijau. P(n+2. Berapa banyak cara pengambilan tersebut jika yang terambil adalah: a. dan 4 kelereng hijau.

. d... 5! c. 5. 6! a..040 2...640. e. 40. Notasi faktorial dari 6 × 5 adalah .i e es e A...640 d... e. adalah . b. e . d.000 c.310 c.3) – P(6-2) = .. 4.040 b. 5..400 d. 4! u 6! 4! u 5! 4! u 6! 3! u 5! 6. 4! 6! b. c.. K. 30 d. S. Nilai dari 8! adalah .000 854. 6! 3! 4 .400 b.. Berilah tanda silang (X) pada huruf a. 5. 7! 8. a. 8. a. 360 Latihan Semester 2 115 ..320 dari dari 10!5! adalah . 8. 1. 6.640 c. 4! d. 40. 6! e.. 500 Banyak susunan huruf yang terdiri dari 4 huruf yang diambil dari huruf-huruf A. atau e yang kalian anggap benar.040 b. 180 b. a. b. T.000 86. 720 e . N. 3! u 6! 3! u 5! 3! u 6! 4! u 5! 4! u 3! 6! u 5! d. 6 bentuk faktorialnya adalah . 480 e . a. P(5..540 45. U. 90 c. c. a. 3.. 40. 86.

. 30 Dalam pelatnas bulu tangkis diikuti 8 pemain putra dan 5 pemain putri.168. 630 b. 4. 1260 Sebuah koperasi sekolah memerlukan 2 pengurus. a. 39. a. 315 c. 362.628.7.600 Banyak susunan huruf yang dapat disusun dari tiap huruf pada kata EKONOMI adalah . 2 d.. 30 b.. 40 Harga n yang memenuhi persamaan P(n.3) adalah .001. 2. 420 N i l a i d a r i 116 Matematika XI SMA/MA Program IPS . 9. a. 5 Banyak bilangan yang terdiri dari 4 angka bernilai lebih dari 4000. 10 c.. 2520 b. 3. 78 d. 40 e .. 4 e . 8. 1.. 5040 c. 8 b.080 d..000 b. 2520 e . 60 d.2) = 20 adalah .880. 3. 10. maka banyaknya susunan pengurus yang mungkin ada . 479.916..800 d. 12. 840 d.000 c.. 13.. a... jika angka-angka tersebut hanya digunakan sekali pada setiap bilangan adalah . Banyak pasangan ganda yang dapat dipilih untuk ganda campuran adalah . yang dapat disusun dari angka-angka 0. 5... Tim sepakbola Indonesia mengadakan acara doa bersama sebelum bermain dengan berdiri memutar. a. 42 d. 13 c.800 e . 10.. 120 c. 6... 10 c. Banyaknya susunan posisi berdoa yang mungkin adalah . dan 7. Jika ada 7 siswa yang mendaftar untuk menjad i pengurus. a. 20 b. 56 e .. 11.. 47 e .. 240 b. a. 480 e . 399. 120 C(5..

210 e . 3 atau 6 c.. 210 c. 4 b. 2. 4 d. Suatu pertemuan dihadiri oleh 15 undangan.. maka n adalah ..016 d. a... 120 19. 60 b. a. 8 b..3). 4) = C(n.880 20.800 b. Banyaknya pilihan yang dapat diambil siswa tersebut adalah . Diketahui n  2 . Jika diketahui C(n + 1. 362. 420 15.. a.. Dalam sebuah kotak berisi 8 buah bola yang warnanya berbedabeda. 5 e. Apabila mereka saling berjabat tangan. banyak jabat tangan yang terjadi dalam pertemuan itu adalah . 45 c. 15 d. Jika meja peserta seminar berbentuk lingkaran. 105 17.. 6 e.. a. 480 e .. Banyak cara untuk mengambil 3 bola dari kotak tersebut adalah . 6 16. 3 c.880 e . 5 18. a. 632... Dari 10 siswa akan dibentuk tim bola voli berbeda yang mungkin dapat dibentuk adalah . 9 c. 362. dengan soal nomor satu harus dikerjakan. 157 b. 7 d.. 120 c. a... 632.. banyak cara mereka duduk dengan mengelilingi meja tersebut adalah . 420 d.800 d. Seorang siswa diminta mengerjakan 5 soal dari 6 soal ulangan.14. Pertemuan bisnis yang diadakan di gedung pertemuan dihadiri oleh 10 orang wirausahawan. 240 b. 30 e ..

-2 atau 9 b. -6 atau 3 Latihan Semester 2 117 . -2 atau -9 c... ! n! = 20. -6 atau -3 -3 atau 6 . e. maka nilai n yang memenuhi adalah d. a..

P(A‰B) = 5 8 118 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa . Berapakah banyaknya susunan tempat duduk yang mungkin? 5.B. Berapa banyaknya perjalanan yang ditempuh dari Solo ke Jakarta melalui Semarang? Terdapat 5 buah bendera negara yang berbeda akan dipasang pad a 5 buah tiang b endera. P(B)= 1 2 . dan 2 macam buah-buahan. Ad a berapa banyak cara pemasangan bendera-bendera tersebut? Pada sebuah pertemuan presiden-presiden se-ASEAN akan duduk mengelilingi meja bundar. 4. 4 macam lauk pauk. Dalam sebuah perjamuan makan terdapat 3 macam sayur. P(A‰B) = 2 8 b. Tentukan nilai P(A) jika diketahui A dan B dua kejadian yang saling bebas dan diketahui: a. 1. P(B)= 1 6 . 3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar. 2. Berapa cara seseorang dapat mengkombinasikan makanannya? Perjalanan dari Solo ke Semarang terdapat 3 jalur dan dari Semarang ke Jakarta terdapat 4 jalur.

Daftar Pustaka 3 3 Daftar Pustaka 119 .

52. 101 D data 3 data diskrit 9 data kontinu 9 data statistik 12 data tak terkelompok 18 data terkecil 69 data tunggal 19 desil 56 diagram 3 diagram batang 9 diagram batang daun 9. 12 distribusi frekuensi relatif 22 I interval 19 interval kelas 20. 96. 22 J juring 12 S saling bebas 103 saling lepas 101 sampel 9 statistika 3 statistika deskriptif 3 statistika induktif 3 sudut pusat 12 K kaidah pencacahan 84 kejadian bersyarat 104 kelas 19 kombinasi 93 komplemen 100 kuartil 3. 70 permutasi 88 permutasi siklis 91 populasi 9 probabilitas 96 H histogram 26 R rataan 3 rataan harmonis 36 rataan hitung 36 rataan ukur 36 ruang sampel 96. 14 diagram garis 9 diagram lingkaran 9.In eks B batas atas 20 batas bawah 20 F faktorial 88 frekuensi harapan 98 frekuensi kumulatif 23 C cara coding 39 peluang 95. 104 pencilan 68. 56 T tabel 3 tabel distribusi frekuensi 19 tepi atas 20 tepi bawah 20 P pagar dalam 70 pagar luar 70 120 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .

Suatu data dapat dipahami yang mudah dibaca adalah diagram batang. Range dalam statistik disebut ”sebaran” ialah selisih antara angka data tertinggi dengan angka yang terendah. Bagian statistika yang mempelajari tata cara penarikan kesimpulan yang valid mengenai populasi berdasarkan data pada sampel. pe nyajian data. Kuartil. Piktogram. Titik tengah interval yang sejajar dengan nilai deviasi 0 dari daftar distribusi frekuensi interval kelas. Diagram lingkaran. Rata-rata data Median. Data yang diperoleh dari hasil mengukur. Pengetahuan yang berhubungan dengan cara penyusunan data. Ukuran tengah dalam suatu kelompok ukuran setelah data diurutkan. Frekuensi. Diagram batang. bukan angka. dan penarikan kesimpulan me nge nai suatu kese luruhan berdasarkan data yang ada pada bagian dari keseluruhan tadi. Statistika induktif. Diagram lambang. Banyak kalinya suatu data muncul.l s i Data. Segala informasi yang didapat dalam bentuk angka. membagi susunan data menjadi empat bagian sama banyak. Statistika deskriptif. Tabel distribusi frekuensi Tabel frekuensi. Nilai yang paling sering muncul. Diagram garis. Susunan menurut aturan tertentu suatu himpunanyang beranggota n benda yang berlainan. Data kuantitatif. Permutasi. Data yang berbentuk kategori atau atribut. Tabel yang memuat tentang distribusi frekuensi suatu ukuranukuran. Catatan angka-angka (bilangan). atau lambang dari suatu pengamatan yang dilakukan pada populasi atau sampel. Frekuensi yang dijumlahkan. Gambar yang menyajikan data tentang sesuatu masalah. Pengelompokan empat-empat. Statistik. Data kontinu. Data kualitatif. Diagram yang ditunjukkan dengan garis. Bagian statistika yang mempelajari cara penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan. Modus. Diagram yang menggunakan daerah lingkaran untuk menggambarkan suatu keadaan. Stastistika. Data yang diperoleh dari hasil menghitung atau mencacah. Frekuensi kumulatif. perangkaian. G lo sa r ium 121 . Data yang berupa bilangan. Data diskrit. Range. Diagram. Mean. diagram gambar. Rataan sementara.

a 19. B.2) × C(4. 5 3. c 11. 70 5. 4.3) = 35 b. C(8.3) = 20 b. e 11.2) × C(4.4 6. 29. c 15. b 7. 3. d Rata-rata = 10 Berat Badan 50–52 53–55 56–58 59–61 62–64 fi 4 5 3 2 6 20 M e a n / r a t a . b 5.2) = 28 b. a 10.76 Ukuran Data c 5. 5. 27. a 15. dan 1 122 Matematika XI SMA/MA Program Bahasa .3) = 4 c. d 13. C(7. 5.r a t a 9. 1. c 9. B. 5 1 44 . e 21. 3. e d 6. 19. c e 7. c 17. 1. 1. 2. 5 1 54 . a 17.1) × C(4.1) = 84 a. a 7. C(4.203 FKum 4 9 12 14 20 5.1) = 192 a. 15. a e d d b 3 2 1 39 . c Median (Me) = 56 Modus = = 64. b 5. c b d c a 11. 5 Tinggi badan 1 64 . 5 1 49 . xi 51 54 57 60 63 fxi 204 270 171 180 378 1.1) u C(4. a. 23. 4. n = 11 b. B.3) = 60 a. c Latihan Semester 1 1. 13.15 Latihan Semester 2 1. 4. e 9. 9. 5 1 59 . b 19. 1. D2 = 29 D5 = 27. 1. C(8. C(6. c 4 Frekuensi Statistika 3.5 3. b 3. 1. d b 8. a 3. C(8. a c e a d 21. a 5. 25.1)= 32 (x ) = 60. n = 6 P(5. c 2.n i Bab 1 A. c 7. C(7. C(6. Berat Badan 31 37 36 34 41 29 25 f 2 4 3 1 5 4 3 Berat Badan diurutkan menjadi 25 29 31 34 36 37 41 f 3 4 2 1 3 4 5 22 4. 3. c 13.1) = 112 c. 7. Bab 2 A. d 25. 17. b 9.1) × C(8. 2. b 23. e Bab 3 Peluang A. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful