Upaya pengklasifikasian media dapat mengungkapkan karakteristik atau ciri-ciri suatu media berbeda menurut tujuan atau

maksudnya pengelompokannya. Dari contoh pengelompokan yang diadakan oleh para ahli (Schramm), kita dapat melihat media karakteristik ekonomisnya, lingkup sasarannya yang dapat diliput, dan kemudahan kontrol pemakai. Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan maupun penciuman atau kesesuaiannya dengan tingkat hierarki belajar seperti yang digarap oleh Gagne, dan sebagainya. Karakteristik media inisebagaimana dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Dia mengatakan “The question of what media attributesare necessary for a given learnign for situation becomes the basis for media selection”. Jadi klasifikasi media, karakteristik media, dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran. Untuk tujuan-tujuan praktis dibawah ini akan dibahas karakteristik beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia. 1. Media Grafis Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana media yang lain media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Selain itu media grafis juga berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya. Beberapa media grafis dengan ciri-cirinya adalah sebagai berkut: a. Gambar/Foto Diantara media pendidikan, gambar/foto adalah media yang paling mudah dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Kelebihan media gambar/foto 1. Sifatnya konkret; lebih realistis menunjukan pokok masalah dibandingkan dengan

media verbal semata. 2. Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu. 3. Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. 4. Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman. 5. Foto harganay murah dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus. Kelemahan media gambar/foto 1. Gamabr/foto hanya menekankan persepsi indera mata. 2. Gamar/fota benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran. 3. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besa. Untuk dijadikan sebagai media pembelajaran baik, media foto setidaknya mempunyai beberapa syarat: 1. Autentik 2. Sederhana 3. Ukuran relatif 4. Gamabar/foto sebaiknya mengandung gerak dan perbuatan. b. Sketsa Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagaian-bagian pokoknya tanpa detail. Karena setiap orang yang normal bisa belajar menggambar, seorang guru haruslah dapat menuangkan ide-idenya kedalam bentuk sketsa. Sketsa selain dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini langsung dibuat guru. c. Diagram Sebagai suatu gambar yang sedrhana yang menggunkan garis-garis dan simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjukan hubungan yang ada antara komponen dan sifat-sifat proses yang ada disitu. Kriteria diagram yang baik untuk dijadkan sebagai media pembelajaran adalah sebagai

berikut: 1. Benar, digambar rapi, diberi titel, label dan penjelasan-penjelasan yang perlu. 2. Cukup besar dan ditempatkan secara strategis, dan 3. Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum yaitu dari kiri ke kanan dan dari atas kebawah. d. Bagan/Chart Seperti halnya media grafis yang lain, chart termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah menyampaikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Sebagai media yang baik, bagan haruslah: 1. Dapat dimengerti anak 2. Sederhana dan lugas, tidak rumit dan berbelit-belit. 3. Diganti pada waktu tertentu agar selain tetap termasa juga tak kehilangan daya tarik. e. Grafik (Grafhs) Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titiktitik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya seringkali simbol-simbol verbal digunakan pula dsitu. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Sebagai media pendidikan yang baik, media grafik harus mampu memenuhi beberapa kriteria-kriteria, diantaranya: 1. Jelas untuk dilihat oleh seluruh kelas 2. Hanya menyajikan satu ide setiap grafik 3. Ada jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya. 4. Warna yang digunakan kontras dan harmonis. 5. Berjudul dan ringkas 6. Sederhana (simplicity) 7. Mudah dibaca (legibility)

8. Praktis, mudah (manageability) 9. Menggambarkan kenyataan (realisme) 10. Menarik (attractiveness 11. Jelas dan tak memerlukan informasi tambahan (appropiateness 12. Telioti (accuracy)) Ada beberapa jenis grafik yang dapat kita gunakan diantaranya adalah grafik gari (line graphs), grafik batang (bargraphs), grafik lengkaran (circle atau pie graphs) dan grafik gambar (pictorial graphs). f. Kartun Kartun merupakan salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. g. Poster Poster tidak hanya penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang untuk membeli produk baru darei sesuatu perusahaan, untuk mengikuti program keluarga berencana atau untuk menyayangi binatang dapat dituangkan lewat poster. Kriteria poster yang baik hendaklah; 1. Sedehana 2. Menyajikan satu ide dan untuk mencapai suatu tujuan yang pokok 3. Bewarna 4. Slogannya ringkas dan jitu 5. Tulisannya jelas 6. Motif dan disain bervariasi. h. Peta dan Globe Peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Alasan kenapa peta dipakai sebagai media dalam KBM: 1. Memungkinkan siswa mengerti tentang suatu posisi daerah.

Papan Flanel/Flannel Board Papan Flannel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentukepada sasaran tertentu pula. Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan denagn . Jika digunakan dengan alat perekan radio bisa mengatasi problem jadwal 4. Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok mengajarkan musik dan bahasa. Pesan yang akan disampaikan dituangkan didalam lambang-lambang auditif. Radio dapat memperhatikan siswa pada kata-kata yang digunakan. Papan Buletin (Bulletin Board) Berbeda dengan papan flanel. 3. Harga realtif murah dan program yang variatif 2. 8. tumbuh-tunbuhan dan kehidupan hewan serta bentuk muka bumi sebenarnya. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis. pada bunyi dan artinya. Media Audio Berbeda dengan media grafis. baik verbal (kedalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. 7. Memungkinkan siswa memperoleh gamabaran tentangimigrasi dan distribusi penduduk. Sifatnya mudah dipindahkan (mobile) 3. Radio mengembangkan daya imajinasi anak 5.2. papan buletin ini tidak dilapisi kain flanel tetapi langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan. Dapat merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-pengaruh geografis. Beberapa jenis media audio: a. Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar 6. j. i. papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian-kejadian dalam waktu tertentu. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudahse hingga dapat dipakai berkali-kali. radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media yang lain: 1. 2. media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Radio Sebagai suatu media. Fungsinya selain menerangkan sesuatu.

c. Dari segi biaya. Perbedaan yang jelas antara . Laboratorium Bahasa Merupakan alat utnuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Daya jangkauan terbatas 2. 7. bila untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal. Pita perekam dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume. 3. bahan-bahan grafis banyak sekali dipakai dalma media proyeksi diam. Mempunyai fungsi ganda. 6. 3. Selain itu. diskusi. Program kaset bisa menimbulkan beberapa kegiatan. Pita rekaman dapat dipakai sesuai dengan jadwal yang ada. menampilkan rekaman dan menghapusnya. dramatisasi dll. untuk merekan. Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya bisa dipakai lagi. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Alat Perekam Pita Magnetik Alat perekam pita magnetik (magnetic tape recording) atau lazimnya orang menyebutnya tape recorder adalah salah satu media penddikan yang tak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi. 4. Biasanya siaran disentalisasikan sehingga guru tidak dapat mengontrolnya. 2. 9. Kelemahan program kaset: 1. karena mudah menggunakannya. Media yang dipakai adalah alat perekam. Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication) 2. Program kaset dapay menyajikan kegiatan-kegiatan/hal-hal diluar sekolah. Penjadwalan siaran dengan jadwal pelajaran sering menimbulkan masalah. 5. Media Proyeksi Diam Media proyeksi diam (still proyected medium) mempunyai persamaan dengan media grafik dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Adapun kelemahan dari media ini meliputi: 1.jika dikerjakan oleh guru. Program kaset memberiklan efesiensi dalam pengajaran bahsa. Beberapa kelebihan alat perekam sebagai media mendidikan adalah sebagai berikut: 1. b. 3.

mereka adalah pada media grafis dapar secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan pada media proyeksi. Program film bingkai bersuara mudah direvisi/diperbaiki. Film bingkai berada dibawah kontrol guru. Fungsi berfikir penonton dirangsang dan dikembangkan secara bebes. yang bisanya dibungkus bingkai berukuran 2×2 inci terbuat dari karto. Film bingkai baik untuk menyajikan berbagai bidang studi tertentu. Program dibuat dalam waktu yang singkat Kelemahan dan keterbatan film bingkai: 1. pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran. Program film bingkai dapat menjadikan media yang sangat efektif bila dibandingkan dengan media cetak yang berisi gambar yang sama. Penyimpanan film bingkai sangat praktis. Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai: 1. Materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kepa siswa secara serentak. 2. 11. Hanya menyajikan objek-objek diam (still). Film Bingkai Film bingkai adalah suatu film berukuran 35 mm. 6. atau plastik (dan berbagai ukuran lagi). Perhatian anak dapat dipusatkan. . 8. Biayanya pun relatif murah. 3. terlebih dahulu. tidak pandang usia. Film bingkai dapat mengatasi keterbatasa ruang. dapat digunakan baik secara kelompok maupun individual. 7. baik cara membuatnya maupun menggunakannya dibandingkan media TV atau film. Film bingkai adalah media yang relatif sederhana/mudah. baik visual maupun audionya. Seri film bingkai yang terdiri atas gambar-gambar lepas merupakan kelebihan sekaligus merupakan titik kelemahan 2. Hingga kurang efektif untuk menyajikan tujuan pelajaran yang bersifat gerakan. Beberapa jenis media proyeksi diam beserta karekteristik yang dimilkinya dapat dilihat dalam uraian berikut ini: a. sehingga menghasilkan keseragaman pengamatan. 4. 10. 9. 5. waktu dan indera.

3. 7. 3. yaitu OHP. Penyimpanan muda. 6. 4. dapat ditambah narasi dengan kontrol oleh guru. 4. Guru sambil mengajar dapat berhadapan dengan siswa. tabel. sukar dibuat sendiri secara lokal dan memerlukan peralatan laboratorium yang dapat mengubah film bingkai ke film rangkai. Memiliki ukuran yang sama dengan film bingkai. 2. Media tansparansi (overhead transparency=OHT) seringkali disebut dengan perangkat kerasnya OHP. Seyogianya film bingkai. c. gambar (frame) pada film rangkai berurutan merupakan satu kesatuan. . Jumlah gambar dalam satu rol film rangkai antara 50-75 gambar. simbol kartun dll. bagan. Kelebihan yang ada pada media pendidikan film rangkai: 1. seperti misalnya: foto. Gambar yang akan diproyeksikan akan lebih jelas dibanding gambar dipapan. Semua kelebihan non projected still picture dimilki film rangkai. 3. 5. Media transparansi adalah media visual proyeksi dibuat diatas bahan transparan. gambar yang diproyeksikan kurang jelas sehingga penyajian film bingaki kurang memuaskan. Memungkinkan diskriminasi warna dan menarik minat siswa. Benda yang kecil dapat diproyeksikan. Film Rangaki Bebeda dengan film bingakai. 2. dokumen. Urutan gambar sudah pasti karena film rangkai merupakan satu kesatuan. biasanya film acetate atau plastik berukuran 8 ½ “x11”. Media Transparansi. gambar. Bila ruanagn tidak digelapkan. Dapat untuk belajar kelompok dan individu. Cocok untuk mengajarkan keterampilan. film rangkai bisa silent dab bisa pula sound. bahan transparan yang berisi pesan-peasan tersebut memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya. Kecepatan penyajian bisa diatur. Kelemaham pokok film rangkai dibandingkan film bingakaiadalah sulit diedit dan direvisi karena sudah merupakan satu kesatuan. cukup digulung. b. Dapat mempersatukan berbagai media pendidikan yang berbeda dalam satu rangkai. Kelebihan media transparansi: 1. dan dimasukkan dalam tempat khusus. Sebagai perangkat lunak.

Ukurannya bisa 3×5 inci. Praktis digunakan untuk semua ukuran kelas ruangan. Proyektor Tak Tembus Pandang Merupakan alat untuk memproyeksikan bahan bukan transparan. 7. majalah. 2. Microfis termasuk kelompok media bentuk kecil (microform). 6×8 atau 4×6. usaha dan persiapan yang baik. Jika teknik pemanfaatan serta potensinya kurang dikuasai ada kecendrungan OHP dipakai sebagai pengganti papan tulis dan siswa cendrung pasif. serta dan anyaman dapat diproyeksikan. Benda-benda tersebut adalah benda datar. Transparansi memerlukan waktu. transparansi menuntut cara kerja yang sistematis dalam penyajiannya. model. 8. tiga dimensi seperti mata uang. kaena mudah dioperasikan. 9. bagan. diagram atau peta dapat diproyeksi langsung tanpa ada pemindahan pada transparan. foto grafis. Sepenuhnya dibawah kontrol guru. 6. Menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang. Dapat memperbesar benda yang kecl. Adapun kelemahannya bahwa proyektor tembus pandang tidak seperti OHP yang bisa digunakan diruang gelap. dalam bentuk kaset atau terbuka. Dapat digunakam pada semua bidang studi 3. Secara fisik gulungan microform tersebut dapat dibedakan atas dua jenis. Sekalipun banyak kelebihan. 3. Suku cadang projektor media transparansi kadang sulit dicari.5. yang berbentuk lembaran yaitu yang kita kenal sebagai microfis. yaitu menggunakan film 16 mm atau 35 mm. 2. e. Bahan-bahan cetak pada buku. d. media transparansi memilki keleman: 1. Keuntungan Microfis: . Lebih sehat dari papan tulis. Kelebihan media proyektor tak tembus pandang: 1. 4. tetapi bahan-bahan tidak tembus pandang (opaque). Mikrofis (Microfhice) Adalah lembaran film transparan terdiri dari lamabng-lambang visual (grafis maupun verbal) yang diperkecil sedemikian rupa sehingga tak dapat dibaca dengan mata telanajang. Karena lepas. Tak memerlukan tenaga bantuan operator.

Film dapat mengembara dengan lincahnya dari suatu negara kenegara yang lain. 16 mm dan 35 mm. 2. Kelemahan microfis yang perlu diperhatikan: 1. Ukuran yang dipakai untuk sekolah adalah 16 mm. Mudah hilang. dengan gerakan lambat. Film memikat perhatian anak. Film dapat menyajikan baik teori maupun praktik. 2. Bisa diproyeksi kelayar lebar 3. Bila telah banyak. Film Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu proses belajar mengajar.1. Ada tiga macam ukuran film yaitu 8 mm. 7. . 5. 10. Film lebih realistis. sulit memfilenya sehingga mudah masuk filing. dihentikan dan sebagainya. Mudah dicopy cetak. Informasi kepustakaan yang terletak dibagian atas lembaran mudah untuk diidentifikasi. Film dapat mengatasi keterbatasan daya indera kita (penglihatan) 11. Film dapat merangsang dan memotivasi kegiatan anak-anak. Keterampilan membaca atau penguasaan membaca atau penguasaan bahasa yang kurang bisa diatasi dengan menggunakan film. Film dapat menggunakan teknik-teknik seperti warna. 3. 9. Film sangat bagus untuk menerangkan suatu proses. Film dapat kembali menampilkan masa lalu dan menyajikannya kembali. Pembuatan masternya mahal. Film dapat mendatangkan seorang ahli dan memperdengarkan suaranya dikelas. ringkas. pengulanagn akan memperjelas uraian dan ilustrasi. dan diduplikasi dengan biaya yang relatif murah 2. Baik anak yang cerdas maupun lamban akan memperoleh sesuatu dari film yang sama. Sebagai suatu media. dapat diulang-ulang. Hal yang abstrak dapat menjadi jelas. 4. sesuai dengan kebutuhan. gerak lambat. film mempunayi beberapa keunggulan: 1. animasi dll. 6. Karena dalam bentuk lembaran. 4. 3. 8. hemat tempat dan praktis untuk dikirim. Film merupakan suatu denominator yang umum. f.

Film dapat dihentikan sesaat untuk diselingi penjelasan dan diskusi. Sifatnya langsung dan nyatadengan TV siswa dapat mengetahui kejadian-kejadian yang mutakhir. 5.Kelemahan film antara lain. film tidak dapat mencapai semua tujuan pembelajaran. g. Film Gelang. Kelebihan media televisi meliputi: 1. penggunaan perlu ruang gelap. . sehingga film ini akan berputar terus beerulang-ulang kalau tidak dimatikan. TV dapat menerima. 3. Film gelang/ film loof (loof film) adalah media yang terdiri dari film berukuran 8 mm dan 16 mm yang ujung-ujungnya saling bersambunga. melihat dan mendengarkan meeka berbicara. modern dan selalu siap diterima oleh anak-anak karena mereka mengenalnya sebagi kehidupan diluar sekolah. yang berisikan gerakan-gerakan tertentu dari suatu objekyagn dipelajari. Dilihat dari sudut jumlah penerima pesannya. Kelebihan film gelang. TV mempunayi realistis dari film tapi juag mempunayi kelebihan yang lain yaitu immediacy (objek yang baru ditangkap kamera dapat segera dipertontonkan). menggunkan dan mengubah atau membatasi semua bentuk media yang lain. Dapat berputar terus dan berulang sehingga pengertian yang kabur menjadi jelas. 6. Baik sekali utnuk menunjukan periode yang pendek. Ruang tak perlu digelapkan 2. TV dapat memikat perhatian sepenuhnya dari penonton. 2. Televisi (TV) Sealin film televisi adalah media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur gerak. h. mereka bisa mengadakan kontak dengan orang-orang besar/terkenal dalam bidangnya. 4. 5. menyesuaikan dengan tujuan yang kan dicapai. Film gelang mudah diintegrasikan kepelajaran dan dipakai bersama dengan medium lain. TV merupakan medium yang menarik. 4. 3. 1. Karena sederhana muridpun bisa memakainya sendiri. televisi tergolong kepada media massa. harga/biaya produksi lebih mahal.

Gamabr proyeksi bisa dibekukan untuk diamati secara seksama. partisipasi mereka jarang di praktikan 2. 8. Kamera TV lebih dekat dapat mengamati objek yang sedang bergeraka atau objek yang berbahaya seperti harimau. 4. Demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya. 5. 3.6. Sifat komunikasinya hanay satu arah. Hal-hal yang perlu diperhatikan seiring denagn penggunaan alat peekam pita video dalam proses menagjar adalah: 1. Jika akan dimanfaatkan dikelas jadwal siran dan jadwal pelajaran disekolah sering kali sulit disesuaikan. Hampir setiap mata pelajaran bisa diTVkan 8. Besarnya gambar relatif kecil dibanding denagn film. 3. sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkannya terbatas. edukatif maupun intruksional.apkan saat menyajikan. i. 6. Ruang tak perlu digel. Menghemat waktu dan dapat diputar berulang-ulang. Keras lemah suaru bisa diatur dan disesuaikan bila ada komentar. Dapat menarik perhatian untuk periode-periode singkat dari rangsangan luar lainnya. 7. Beberapa kelemahan TV sebagai meida: 1. 7. Batas dan ruang dapat diatasi. 2. 5. bisa bersifat informatif. 4. Denagn lat peekam pita video sejumlah penonton dapat memperoleh informasi dari ahli-ahli/spesialis. Kelebihan video dalam media pendidikan: 1. Program diluar kontrol guru. . Video Video sebagai media audio visual yang menmpilakan gerak. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta maupun fiktif. Perhatian penonton sulit dikuasai. Sifat komunikasinay bersifat satu arah dan ahrus dicari bentuk umpan balik. Harga pesawat TV relatif murah 2. semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Horison kelas dapat diperlebar dengan TV. TV dapat meningkatkan pengetahun dan kemampuan guru dalam mengajar.

. Memerlukan peralatan ayng mahal dan kompleks.dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi. Kurang mampu menampilkan detail objek yang disajikan secara sempurna. 2007 by Joyke Christian Kumaat Pengantar Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. CAI : Media Pembelajaran Kontekstual Berbasis Informasi Teknologi February 18. Kriteria media pembelajaran diatas harus dikembangkan selain sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual.3. menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk mencerap informasi.Selain itu. serta diketemukannya dinamika proses belajar. AECT (Associationfor Educational Communication and . Entry Filed under: TIK kelas 1. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak. Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar. 4. namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat dan kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan. maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.

. tenaga ahli. dan sebagainya. program slide. dan sebagainya. namun kita membatasi pada media pendidikan saja yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. orang tua. Latar (setting) atau lingkungan. hardware) untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas. program video.Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar. Bahan. Teknik. film tape recorder. OHT (over head transparency).merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran. dan sebagainya. modul. buku teks. yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti.seperti buku paket. dan sebagainya.permainan/simulasi. 5. Media Pendidikan Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah bentuk jamak dari medium batasan mengenai pengertian media sangat luas. tanya jawab. 4. termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang. 2. yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Orang. Di dalamnya mencakup proyektor OHP. 3. yaitu: 1.alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software). film. didalamnya mencakup guru. Bahan & alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain adalah media pendidikan. slide. Pesan. Alat. pencahayaan. Di dalamnya mencakup ceramah. sosiodrama (roleplay). 6. didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.

Pesan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata& tulisan) maupun non-verbal.karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi. Kegagalan/ketidakberhasilan atau penghambat dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise.dilihat atau diamati. adakalanya tidak. Penafsiran simbolsimbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding. proses ini dinamakan encoding.Kita harus mengetahui dahulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran.Kegagalan/ketidakberhasilan dalam memahami apa yang didengar. Lantas dimana fungsi media? Ada baiknya kita melihat diagram cone of learning dari Edgar Dale yang secara jelas memberi penekanan terhadap pentingnya media dalam pendidikan: .penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. dibaca. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahaman yang diterima. Ada kalanya penafsiran berhasil.Mengapa perlu media dalam pembelajaran? Pertanyaan yang sering muncul mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran.

memberi rangsangan yang sama.Secara umum media mempunyai kegunaan: 1. mengatasi keterbatasan ruang. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar 2. interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton. Selain itu. auditori & kinestetiknya. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. 3. mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. waktu tenaga dan daya indra. 2. Pembelajaran dapat lebih menarik . 1985: 1. 5. menimbulkan gairah belajar. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual. 4.

Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan 7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan 8. sementara itu pemanfaatannya menggunakan alat yang sama pula. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan 6. Peran guru berubahan kearah yang positif Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek 5. Untuk itu perlu dicermarti daftar kelompok media instruksional menurut Anderson.3. Sebagai contoh media kaset audio. 1976 berikut ini: KELOMPOK MEDIA MEDIA INSTRUKSIONAL 1 Audio • pita audio (rol atau kaset) . Pembuatan media kaset audio ini termasuk mudah. hanya membutuhkan alat perekam dan narasumber yang dapat berbahasa asing. • • piringan audio radio (rekaman siaran) buku teks terprogram 2 Cetak • . Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena bila secara langsung diberikan tanpa media sering terjadi ketidaktepatan yang akurat dalam pengucapan pengulangan dan sebagainya. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar 4. merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan (pronounciation) bahasa asing.

Diam dengan Audio 6 Visual Gerak . dengan Audio • • • • • 8 Benda . aktive Audio Vission Video Computer A ssisted I nstructional ( Pembelajaran Berbasis Komputer) Perangkat praktikum Media yang tidak diproyeksikan Realia. CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI (Computer Managed Instructiona 3 Audio – Cetak . • Klasifikasi & Jenis Media KLASIFIKASI Media yang diproyeksikan Media audio Media video Media berbasis komputer Multimedia kit JENIS MEDIA OHT. Slide. 7 Visual Gerak .. model. Diam • • 5 Proyek Visual . Opaque Audio K aset. • • 4 Proyek Visual . display . • • buku pegangan/manual buku tugas buku latihan dilengkapi kaset gambar/poster (dilengkapi audio) film bingkai (slide) film rangkai (berisi pesan verbal) film bingkai (slide) suara film rangkai suara film bisu dengan judul (caption) film suara video/vcd/dvd benda nyata model tirual (mock up) media berbasis komputer. • • 9 Komputer . bahan grafis. Audio V ission.

– Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya • Kekurangan – Memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya – Memerlukan tenaga listrik – Memerlukan keterampilan khusus dan kerja tim dalam pembuatannya . Chart. Kartun) • Display : Medium yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu sehingga dapat dilihat informasi dan pengetahuan di dalamnya.Media yang Tidak Diproyeksikan • Realita : Benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar • Model : Benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya • Grafis : Gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan (Grafik. Poster. Media Video • Kelebihan – Dapat menstimulir efek gerak – Dapat diberi suara maupun warna – Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya.

Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer: 1. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran.al 1996) Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual.Media Berbasiskan Komputer Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan • Praktek dan latihan (drill & practice) • Tutorial • Permainan (games) • Simulasi (simulation) • Penemuan (discovery) • Pemecahan Masalah (Problem Solving) (Heinich.yang mahal dan cepat ketinggalan jaman 2. Perangkat keras -dan lunak. komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran. Teknologi yang sangat cepat berubah. . sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet.et.

kuitansi dll. prinsip. seperti rekapitulasi data prestasi siswa. Pemakaian Komputer dalam Proses Belajar Sebelumnya perlu dijelaskan istilah CAI dan CMI yang digunakan dalam kegiatan belajar dengan komputer. langkahlangkah. digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administratif yang meningkat. mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan . Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. dimana urusan administrasi dan kegiatan belajar mengajar sudah masuk dalam satu sistem. Pada masa sekarang CMI & CAI bersamaan fungsinya dan kegiatannya seperti pada e-Learning. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program. yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran. CMI. CAI dapat sebagai tutor yang menggantikan guru di dalam kelas. kegiatan administratif sekolah seperti pencatatan pembayaran. dan kalkulasi yang kompleks. Pemakaian Komputer dalam Kegiatan Pembelajaran Untuk Tujuan Kognitif Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya. memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. proses.3. database buku/e-library. CAI. bisa berbentuk permainan (games).

. Littleton. • Heinich. simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya. Beberapa contoh program antara lain. et. 1969. New Jersey: Educational Technology Publication. The Educational Technology Hanbook. Dale. • Hackbarth S. Creatives Silde/Tape Programs. Untuk Tujuan Afektif Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan. L. simulasi pendaratan pesawat. New York: Mc.penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Colorado: Libraries Unlimited. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri. (1998). • Hannafin. New Jersey: Prentice Hall. PUSTAKA • Green L (1996). L. Millan Publ. NY: Dyden Press . J. M. pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer. Peck.. Audiovisual Method in Teaching. R. (1996). Co. Untuk Tujuan Psikomotor Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. The Design Development and Education of Instructional Software. Englewood Cliffs.. Inc. Englewood Cliffs. • E. (1996) Instructional Media and Technologies for Learning. al.

Alat untuk memproyeksi gambar dinamakan proyektor B. terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan transparansi. kemudian memperbesar gambar itu melalui seperangkat lensa dan menayangkan bayangan itu pada permukaan yang memantul. Jenis-jenis Visual Proyektor 1. Sebuah sistem pemantul cahaya dari cermin dan lensa. Benyamin (1956). Aplikasi dari projrcted visual adalah media visual. menghasilkan berkas cahaya berbelok 90¬¬¬o. Taxonomy of Educational Objective The Classification of Educational Goal. Cahaya yang amat terang dari lampu proyektor amat kuat menyorot dari dalam kotak kemudian dibiaskan oleh sebuah lensa khusus. S.• Bloom. Media Visual Proyeksi Media Visual Proyeksi diartikan sebagai format media dimana gambar diperbesar dan ditayangkanpada sebuah layar. OHP (Overhead Projector) OHP merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana. 30 November 2009 Media Visual 2 A. yaitu lensa fresnel. Dengan lampunya yang amat terang dan . melewati sebuah transparan ukuran 20 x 25 cm yang ditempatkan di atas landasan tersebut. Possibly related posts: (automatically generated) • • • sharing RPP TIK SMP Kelas VII Informatika dalam pandanganku Kapitalisme Media dan Masa Depan SMP Xaverius1 Frater Senin. yang di tempatkan di atas kotak landasan. Proyeksi biasanya dilakukan dengan melewatkan cahaya yang sangat terang melalui film transparan.

Dengan proyektor overhead memungkinkan presenter dapat merancang teks dengan ilustrasi bergambar sesuai dengan keinginannya. 3) Tekan tombol ON/OFF ke posisi ON 4) Letakkan transparansi pada posisi yang benar (diatas stage). gambar kartun. Membuat Overhead Transparasi Dalam membuat transparasi banyak cara yang dipergunakan dari yang sederhana sampai yang rumit atau memakai alat pembuat untuk mengkopy transparan yang disebut . dsb. grafik. Semuanya dapat berupa transparansi OHP. memberikan stimulasi visual untuk mendukung apa yang didengarkan oleh para peserta didik. Penggunakan media proyaktor untuk memproyeksikan gambar ke dalam layar yang besar membuat setiap orang dalam kelas/ruang tersebut dapat melihatnya. aturlah posisi lens headassembly dan posisi OHP itu sendiri untuk menghindarkan energi keystone-effect.sistem optiknya yang efisien. obyek. 2) Hubungkan kabel OHP dengan sumber listrik. menghasilkan banyak sekali cahaya sehingga memungkinkan untuk dipergunakan di ruangan biasa tanpa penggelapan. flipchart. ilustrasi. Cara pengoperasiannya : 1) Periksa tegangan sumber listrik dan sesuaikan tegangan pada peralatan. b. foto. Lalu. sehingga didapatkan hasil gambar proyeksi yang jelas dan tajam (fokus). Gambar OHP Sarana bantu visual adalah penggambaran secara visual yang mendukung presentasi dalam format teks. a. 5) Atur tombol pengatur fokus. Sarana tersebut membantu untuk memecahkan suasana yang membosankan. handout. poster.

transparan maker. Cara pembuatan transparan adalah sebagai berikut : 1) Langsung pada transparan Dengan menulis/menggambar materi yang akan digunakan pada slide transparansi, dengan menggunakan pana yang berlabel “ overhead projector pen” 2) Membuat transparan dengan cara reproduksi Maksudnya yaitu dengan memperbanyak gambar/tulisan/isi yang persis sama. Alat reproduksi yang banyak dipakai adalah mesin foto copy, dan termofax. c. Kelebihan dan kelemahan OHP 1). Kelebihan OHP a) Gambar/ tulisan yang diproyeksikan lebih jelas b) Sambil mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa c) Benda-benda kecil dapat diproyeksikan langsung, meskipun hasilnya berbentuk bayangan d) Tidak memerlukan proyeksionis khusus e) Lebih sehat bila dibandingkan dengan papan tulis 2) Kelemahan OHP yaitu: a) Tidak dapat diprogram Efektifitas tergantung pada presenter. b) Tidak dapat diperintah c) Membutuhkan proses produksi Bahan presentasi harus dibuat dalam bentuk transparansi d) Distrosi gambar yang ditampilkan d. Pemanfaatan dalam pembelajaran Beberapa gagasan dalam penggunaan gambar, chart, bagan, foto, pada beberapa mata pelajran agar dapat lebih menarik perhatian siswa, sangat disarankan, diproyeksikan secara visualisasi misalnya : 1) Konsep Visual yang dipakai 2) Proses, prosedur, siklus Bagan alur (flowchart)

3) Fakta, data Tabel, matriks, daftar 4) Data perbandingan Grafik 5) Hubungan ruang Peta 6) Hubungan dalam struktur Bagan, skema, diagram 7) Hubungan keluarga Bagan silsilah 2. LCD Projector LCD (Liquid Crystal Display) merupakan salah satu metoda tampilan yang menggunakan panel-panel kristal cair sebagai pembentuk gambar. Pada LCD Projector, gambar yang di layar dibentuk dari 3 buah LCD Panel (Red, Green, Blue) yang masing-masing membentuk element gambar Merah, Hijau dan Biru. Dari ketiga element gambar tersebut lalu disatukan lewat prisma dan kemudian difokuskan ke lensa dan diteruskan ke layar. Dalam hal ini LCD Panel seperti deretan jendela-jendela yang bisa membuka-tutup, dengan sudut bukaan dari tertutup rapat hingga membuka lebar, lalu disorot oleh lampu dari belakang. Dari kombinasi susunan jendela-jendela yang terbuka dan tertutup tersebut, terbentuklah sebuah gambar.

a. Tata Cara Operasional LCD Projector : 1) Sambungkan kabel konektor data dari LCD ke PC / Laptop yang akan digunakan 2) Tekan tombol ON/OFF untuk menyalakan LCD projector, kemudian tekan tombol ON/STANDBY 3) Bila LCD Projector tidak automatis mendeteksi INPUT tampilan ( bila dihubungkan dengan LAPTOP/PC) maka perlu diatur secara manual INPUT tampilan yang dikehendaki dengan menekan tombol INPUT di LCD Projector. 4) Atur lensa untuk mengatur fokus dan zooming gambar yang baik (atur sudut kemiringan bila diperlukan, gunakan pengatur kemiringan dibagian kaki depan LCD)

5) Bila telah selesai pemakaian, tekan ombol ON/STANDBY untuk mematikan LCD (untuk tipe tertentu harus menekan tombol ON/STANDBY 2 kali) 6) Tunggu beberapa saat (kipas pendingin masih akan berjalan beberapa saat untuk mendinginkan LCD Projector, indikator FAN tetap akan menyala) hingga posisi STANDBY 7) Tekan Tombol ON/OFF (bila LCD tidak akan digunakan lagi) lalu cabut kabel power dari stopkontak dan kabel konector dari PC/Laptop b. Kelebihan dan Kelemahan LCD 1) Kelebihan a) Dapat menayangkan apa saja yang ada di monitor ( misalnya teks, data, gambar dll) b) Warna lebih matang/solid c) Cocok untuk gambar yang cerah dan berwarna-warni d) Lebih bagus untuk gambar yang bergerak cepat/motion picture 2) Kekurangan: a) Ruangan harus gelap (Contrast Ratio rendah) b) Kurang bagus untuk gambar/tampilan yang gelap c) Air Filter harus selalu dibersihkan/maintenance rutin c. Pemanfaatan dalam pembelajaran Dengan LCD proyektor, gambar yang akan dipancarkan dapat berasal dari komputer, vedio player atau siaran televisi. Power point merupakan salah satu program yang sangat populer digunakan, karena mudah penggunaannya dan memiliki kekayaan warna. Sehingga dalam pembelajaran setiap mata pelajaran dapat menggunakan media ini. Misalnya CD Interaktif dari pelajaran Fisika, Pemutaran film pada pelajaran agama dll. 3. Slide Slide merupakan gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya melalui proyektor. Film slide biasa dibuat dengan ukuran 35 mm. Slide memiliki dua bentuk, yaitu pertama, bentuk tradisional yang lepas satu persatu, dan kedua, bentuk baru yang dibungkus dalam tempat khusus lalu dimasukkan ke dalam proyektor dan secara otomatis berputar seperti film biasa.

a. Cara pengoperasiannya : 1) Hubungkan kabel power ke sumber listrik. 2) Hubungkan kabel remote control 3) Masukkan lensa jika belum jelas. 4) Pastikan dasar cincin terkunci pada tray slide. 5) Dudukan tray slide pada proyektor 6) Atur timer otomatis pada “m” 7) Gerakkan switch ke lampu”low” atau “hight” 8) Atur besar kecil gambar pada layar 9) Focuskan gambar 10) Gunakan remote control untuk melakukan proyeksi gambar. 11) Proyektor ini akan memproyeksikan film-bingkai yang ada dalam posisi proyeksi (berada didepan jendela proyeksi/gate proyektor). 12) Film bingkai yang telah disusun sesuai dengan urutan satu per satu didorong (diletakkan) pada posisi proyeksi. 13) Setelah selesai pemroyeksian, film bingkai tersebut dikembalikan ke tempatnya, untuk digantikan dengan film bingkai berikutnya, begitulah seterusnya. Penggantian film bingkai yang satu ke film bingkai berikutnya dilakukan dengan suatu sistem mekanik. Gerakan mekanik tersebut ada yang sepenuhnya dilakukan dengan tangan dan ada yang menggunakan sistem elektronik. b. Pembuatan Slide 1) Pembuatan slide dapat dilakukan oleh siswa maupun pendidik 2) Pembuatan slide show dengan kamera digital. 3) Pembuatan dengan duplikasi gambar 4) Pembuatan slide dengan komputer 5) Pembuatan silde dari polaroid dan video. c. Kelebihan dan kelemahan

. atau photo play. yaitu: a. denah. Kedua media tersebut dipresentasikan secara bersamaan untuk mengkomunikasikan suatu program/ pesan. pemunculannya dilakukan satu persatu disertai narasi hasil pemutaran pita rekaman. sewaktu-waktu dapat digunakan kembali 2). Misalnya menampilkan gambar manusi pada pelajaran biologi 4. Kelebihan Slide a) Materi yang sama dapat disebarkan kepada siswa secara serentak. Program sound slide dapat disusun melalui beberapa tahap. f) Slide dapat disimpan. Sehingga semua mata pelajaran dapat menggunakan media ini. gambar. d) Fungsi berpikir siswa dikembangkan secara bebas.1). tahap perencanaan. Prinsip kerjanya berupa pemroyeksian slide yang telah diurutkan sedemikian rupa sehingga dapat menggambarkan urutan kejadian. grafik dan lain sebagainya. b. Pemanfaatan dalam pembelajaran Slide dapat digunakan untuk menayangkan tabel. b) Pengurutan lebih fleksibel dibanding dengan film c) Perhatian siswa dipusatkan kepada satu point tertentu. merupakan perpaduan antara dua media. tahap penyusunan naskah. c. slide bias tercecer. tahap pelaksanaan pembuatan. d. e) Kecepatan dan frekwensi putar bisa diatur oleh guru. jika penyimpanannya kurang baik b) Mudah rusak. Sound Slide Sound Slide disebut juga slide suara. yaitu media pandang berupa slide dan media dengar berupa rekaman. karena debu atau sidik jari c) Perbedaan ukuran ketebalan slide dapat menyebabkan slide macet d) Biasanya lebih mahal jika disbanding dengan filmstrip. Kelemahan : a) Tidak terorganisir. slide tape.

3) Proses pembuatannya memerlukan waktu relatif lama. Pengoperasiannya sangat sederhana. 4) Presentasi gambar tidak dapat diperlama. a. Proyektor ini dilengkapi dengan layar yang terpasang menjadi satu dengan proyektor. Kelebihan : 1) Dapat mengkomunikasikan pesan melalui lambang verbal dan visual sekaligus. tahap pemresentasian. karena harus menyesuaikan dengan presentasi audionya.d. 2) Dapat dipresentasikan tanpa kehadiran guru. 3) Dapat digunakan secara individual maupun kelompok. hidupkan lampu proyektor dengan menekan saklar lampu (ON). diantaranya : 1) Proyeksi belakang layar Proyektor jenis ini dibuat untuk pemakaian individu. Kemudian majukan film rangkai tersebut . Untuk memajukan film rangkai yang telah dipasang. Setelah film rangkai dipasang. Kelemahan sound slide 1) Sinkronisasi yaitu diatur antara slide dan suara. Kelebihan dan kelemahan sound slide a. Filmstrips Filmstrips adalah Sebuah gulungan yang berukuran 35 mm film yang transparan yang berisi rangkaian gambar yang saling berhubungan yang dirancang untuk pertunjukkan secara sekaligus. 4) Mudah direvisi atau diganti jika dibutuhkan b. Hal itu karena bentuknya kecil dan konsumsi listriknya pun sedikit. 2) Media ini belum dapat mengkomunikasikan informasi melalui lambang gerak. maka proyektor filmstrip ini dapat dibedakan dalam tiga jenis. Jenis-jenis proyektor filmstrip Berdasarkan sistem (cara) memproyeksikan gambar. 5. dapat dilakukan dengan memutar kenob atau dengan menekan tombol geser.

cukup dengan menekan tombol pembuka penutup jendela proyeksi yang terletak di samping kiri proyektor. Dengan sinyal perintah. Proyeksi jenis ini dilengkapi dengan layar yang terpasang menjadi satu dengan proyektor. 6) Atur tombol focus hingga didapatkan gambar yang jelas dan tajam. 9) Tekan tombol main ulang dari perekam kaset audio. . 8) Masukkan kaset suara pada tempatnya. Selain dilengkapi dengan layar terpadu. 3) Pasang sambang filmstrip pada tempatnya. sehingga di layar terlihat gambar proyeksi pertama. 7) Pasang saklar pada posisi AUTO. b. 3) Proyeksi belakang dan depan layar Proyector ini memiliki kelebihan diantara proyector film rangkai yang lain adalah dapat digunakan sebagai proyector dengan sistem proyeksi belakang layar maupun depan layar. 4) Putar saklar utama sehingga lampu proyektor menyala (pada posisi Lamp). level volume. Apabila proyeksi ini akan digunakan menjadi sistem proyeksi depan layar. sebagai layar proyeksi pada pemakaian dengan sistem proyeksi belakang layar. Cara pengoperasiannya : Pengoperasian proyektor film rangkai dengan proyeksi belakang layar dengan perekam kaset terpadu adalah sebagai berikut : 1) Hubungkan proyektor dengan sumber listrik. setelah diperiksa bahwa tegangan peralatan sesuai dengan tegangan sumber listrik. 2) Masukkan film rangkai (filmstrip) yang akan diproyeksikan ke dalam sambang (catridge). umumnya proyektor jenis ini dilengkapi dengan perekam kaset audio yang terpasang menjadi satu dengan proyektor dan mempunyai kemampuan menggerakkan proyektor. 10) Atur tombol geser. 2) Proyeksi depan layar Proyeksi jenis ini (baik manual maupun elektronik) dilengkapi dengan kenob pengatur fokus dan kenob pengatur bingkai. dan tone. 5) Tekan tombol FWD film.satu bingkai demi satu bingkai dengan memutar kenob ataupun menekan tombol penggeser.

c. media pembelajaran yang tepat dapat membangkitkan motivasi. itu karena media pembelajaran khususnya media visual memiliki empat fungsi yaitu: . Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan dalam belajar mengajar adalah pemilihan media pembelajaran yang tepat. memudahkan penafsiran data. keinginan minat. menyajikan data dengan menarik dan terpercaya. b) Mudah rusak d. Kelebihan dan Kelemahan 1) Kelebihan a) Ringan b) Mudah ditangani c) Pengurutan secara permanen d) Penampilan dapat dikontrol 2) Kelemahan a) Pengurutan tetap. pada pelajaran kimia misalnya bahaya polusi. dan lain-lain. filmstrip akan maju pada saatnya. Manfaat menggunakan media projector vcisual dalam pembelajaran Salah satu alasan penggunaan media pembelajaran adalah terkait dengan manfaat media pembelajaran bagi keberhasilan belajar mengajar di kelas. Misalnya pada pelajaran sejarah tentang terjadinya perang Diponegoro. tidak dapat menampilkan gambar yang sudah lewat. uraikan dengan jelas manfaat media pembelajaran. setiap kali terdengar tanda bel dari pita kaset. 12) Apabila program tersebut tidak otomatis. Pemanfaatan dalam pembelajaran Media film strip ini sangat cocok untuk media dalam menjelaskan materi dalam bentuk deskripsi. tekanlah tombol FWD film. dan rangsangan kepada siswa. Adapun mengapa media pembelajaran yang tepat dapat membawa keberhasilan belajar dan mengajar di kelas. Menurut Hamalik (1986). memadatkan informasi. menurut Levie dan Lentz (1982). C. Sehingga dapat membantu pemahaman.11) Secara otomatis.

Mengatasi taraf berpikir siswa mulai dari taraf berfikir konkret menuju abstrak. Fungsi atensi. Fungsi kognitif. Dengan meningkatnya teknologi. yaitu dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi dan pelajaran. 4. seperti mengamati. Fungsi compensations. 3. Siswa dapat lebih banyak melakukan aktivitas belajar. Mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa yaitu: 1. b. Media Visual Overhead Projector (OHP). yaitu memperlancar tujuan untuk memahami dan mengingat informasi/pesan yang terkandung dalam gambar. yaitu dapat menggugah emosi dan sikap siswa. Kesimpulan a. 2. mendemonstrasikan dan lain-lain. yaitu dapat mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau secara verbal. dimulai dari yang sederhana menuju berfikir yang kompleks. Bahan pengajaran lebih jelas maknanya. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa. sehingga menumbuhkan motivasi belajar. melakukan. Metode pengajaran akan bervariasi 4. dan filmstrips merupakan contoh alat yang selalu digunakan dalam proses pembelajaran. sehingga dapat menguasai tujuan pembelajaran dengan baik. Fungsi afektif. Sebab dengan adanya media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikonkretkan. 2. BAB III PENUTUP 1. dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan.1. banyak alat atau media yang disediakan agar memudahkan para pengajar berinterksi terhadap siswanya. slide (film bingkai). LCD. . 3. 5.

dkk 1982. Dengan pemakaian alat-alat tersebut sebagai media pembelajaran membuat interaksi siswa dan gurunya lebih efektif dan efisien. Miarso. Seharusnya guru harus memanfaatkan media dalam proses pembelajaran agar bisa memperjelas materi serta membantu siswa dalam proses memahami materi Selain itu diharapkan agar media visual tersebut lebih memperlancar efektifitas dan efisiensi guru untuk berinteraksi terhadap muridnya. Saran Dalam proses pembelajaran media. ”Some Ways to Improve Your Overhead Projection Transparencies. ”Educational Tecnhnology Publication”. Beatty. 2. LCD. Heinich Russell. Dengan penggunaan media dalam pembelajaran. Slide dan Filmstrips mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing sesuai dengan kebutuhan. telah dikenal sebagai alat bantu mengajar yang seharusnya dimanfaatkan oleh guru. LaMond F. e. DAFTAR PUSTAKA Barman. 1982. Instructional Media and The New Technology of Instruction. akan memotivasi siswa untuk belajar dan akan meningkatkan hasil belajarnya. Media Projector visual OHP. Yusufhadi dkk.c. 1981. Canada: John Wiley & Son. Teknologi Komunikasi Pendidikan. C.Rajawali Diposkan oleh Xaverius Frater di 23:34 MEDIA PEMBELAJARAN Media pembelajaram yaitu media dimana seluruh pelajar bisa mendapatkan ilmu pengetahuan .” American Biology Teacher. Jakarta: CV.1984. d.

dibaca. Perbedaan media dengan alat peraga terletak pada fungsinya dan bukan pada substansinya. Namun tidak sedikit yang menggunakan kedua istilah itu secara bergantian untuk menunjuk alat atau benda yang sama (interchangeable). atau dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Wilbur Schramm mencermati pemanfaatan media sebagai suatu teknik untuk menyampaikan pesan. dilihat. mendefinisikan media sebagai “komponen sumber belajar di lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar. Suatu sumber belajar disebut alat peraga bila hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran saja. di mana ia mendefinisikan media sebagai teknologi pembawa informasi/pesan instruksional. yang mendefinisikan media sebagai wahana fisik yang mengandung materi instruksional. Yusuf hadi Miarso memandang media secara luas/makro dalam sistem pendidikan sehingga mendefinisikan media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar pada diri peserta didik Harsoyo (2002) menyatakan bahwa banyak orang membedakan pengertian media dan alat peraga. Fungsi Media Pembelajaran. dan sumber belajar disebut media bila merupakan bagian integral dari seluruh proses atau kegiatan pembelajaran dan ada semacam pembagian tanggungjawab antara guru di satu sisi dan sumber lain (media) di sisi lain. Media memiliki multi makna. didengar. maksud. NEA (National Education Association) memaknai media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi. AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) memaknai media sebagai segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi.Selasa. 10 Maret 2009 MULTIMEDIA DALAM MEDIA PEMBELAJARAN 1.” Briggs berpendapat bahwa media harus didukung sesuatu untuk mengkomunikasikan materi (pesan kurikuler) supaya terjadi proses belajar. dan tujuannya. Munculnya berbagai macam definisi disebabkan adanya perbedaan dalam sudut pandang. baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. yaitu Gagne yang menempatkan media sebagai komponen sumber. Pembahasan pada pelatihan ini istilah media dan alat peraga digunakan untuk menyebut sumber atau hal atau benda yang sama dan tidak . Raharjo (1991) menyimpulkan beberapa pandangan tentang media.

tempat. (d) menyajikan ulangan informasi secara benar dan taat . Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas. alat.dibedakan secara substansial. dsb. sedangkan 83% lewat indera penglihatan. Contohnya. teknik dan lingkungan. (c) mengatasi hambatan waktu. kebiasaan dan pengalaman pada diri peserta didik. Faktor internal seperti sikap. Proses belajar tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. jumlah dan jarak: siaran radio atau televisi pendidikan. perasaan senang dan tidak senang. tidak jelas menjadi jelas. Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas. tidak senang. 2. (a) menghadirkan obyek langka: koleksi mata uang kuno. (b) konsep yang abstrak menjadi konkrit: pasar. Kemampuan media sebagai alat bantu kegiatan pembelajaran Rahardjo (1991) menguraikan dengan berangkat dari teori belajar diketahui bahwa hakekat belajar adalah interaksi antara peserta didik yang belajar dengan sumber-sumber belajar di sekitarnya yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku belajar dari tidak tahu menjadi tahu. yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk: memotivasi belajar pesertaÞ didikmemperjelas informasi/pesan pengajaranÞmemberi tekanan padaÞ bagian-bagian yang pentingmemberi variasi pengajaranÞmemperjelasÞ struktur pengajaran. pandangan hidup. terutama pendengaran dan penglihatan. atau menganggap buang waktu maka sulit untuk mengalami proses belajar. Sumber belajar tersebut dapat berupa pesan. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar. tidak bisa menjadi bisa. di mana 11% dari yang dipelajari terjadi lewat indera pendengaran. Media pembelajaran sebagai faktor eksternal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi belajar karena mempunyai potensi atau kemampuan untuk merangsang terjadinya proses belajar. namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual. Bila peserta didik apatis. bursa. bahan. memudahkan dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. Faktor eksternal merupakan rangsangan dari luar diri peserta didik melalui indera yang dimilikinya. orang.

program video atau film pendidikan. pengelompokan atas media dan . but go as high as you can for the most efficient learning”).. dan mengurangi formalitas. Jenis-jenis media Media cukup banyak macamnya. contoh. tutor atau pembimbing (teacher independent). Dari berbagai ragam dan bentuk dari media pengajaran. modul. Edgar Dale dalam Rahardjo (1991) menggambarkan pentingya visualisasi dan verbalistis dalam pengalaman belajar yang disebut “Kerucut pengalaman Edgar Dale” dikemukakan bahwa ada suatu kontinuum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung. Di samping dapat mempermudah pemahaman konsep dan daya serap belajar siswa. visual dan verbal dalam menanamkan suatu konsep atau pengertian.asas tanpa pernah jemu: buku teks.“ Sarana visual seperti OHT ini bila digarap dengan baik dan benar. Semakin konkrit pengalaman yang diberikan akan lebih menjamin terjadinya proses belajar. maknanya: informasi belajar. bersistem dan menarik sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Raharjo (1991) menyatakan bahwa ada media yang hanya dapat dimanfaatkan bila ada alat untuk menampilkanya. menarik. Inilah manfaat yang harus dioptimalkan dalam pembuatan rancangan media seperti OHT ini. juga membantu pengajar untuk menyajikan materi secara terarah. 3. Hal ini tidaklah berlebihan karena sebuah durian “monthong” atau gambarnya akan lebih menjelaskan barangnya (atau pengertiannya) daripada definisi atau penjelasan dengan seribu kata kepada orang yang belum pernah mengenalnya. Raharjo (1991 menyatakan bahwa visualisasi mempermudah orang untuk memahami suatu pengertian. (e) memberikan suasana belajar yang santai. Salah satu dari sarana visual yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar tersebut adalah OHT atau “overhead transparency. Media yang tidak harus tergantung pada hadirnya guru lazim tersebut media instruksional dan bersifat “self Contained”. agar terjadi efisiensi belajar maka diusahakan agar pengalaman belajar yang diberikan semakin abstrak (“go as low on the scale as you need to ensure learning. tugas dan latihan serta umpanbalik yang diperlakukan telah diprogramkan secara terintegrasi. Ada pula yang penggunaannya tergantung pada hadirnya seorang guru. Namun. Sebuah pemeo mengatakan bahwa sebuah gambar “berbicara“ seribu kali dari yang dibicarakan melalui kata-kata (a picture is worth a thousand words).

b.sumber belajar ekonomi dapat juga ditinjau dari jenisnya. Papan dan display : papan tulis. overhead proyektor. Komputer Media yang tidak memerlukan keahlian khusus misalnya :Papan tulis /Ø whiteboardTransparansi (OHT)ØBahan cetak ( buku. dan program computer). ilustrasi. modul.e. dan media serba neka. bagan. mikrofis. Microsoft PowerpointØProgram internetØ Yang tergantung hadirnya guru misalnya :Papan tulis / whiteboardØTansparansiØ (OHT )Sedangkan yang tidak bergantung kehadiran guru misalnya :UmumnyaØ media rekamBahan belajar mandiriØ(dapat dipelajari tanpa guru/ pengajar ) Pemilihan MediaTiap jenis media mempunyai karakteristik atau sifat-sifat khas tersendiri. artifact.2. b. Media Visual : a. display. slide dan suara. yaitu dibedakan menjadi media audio.d. Media Audio : radio. film rangkai dan suara. piringan hitam. bermain peran. sampel. modul. majalah. papan magnetic. ansiklopedia. gambar. poster. tape recorder. video. program rekaman interaktif (audio. Media teknik dramatisasi : drama. buku referensi dan barang hasil cetakan lain. pita audio. surat kabar. gambar kartun. transparansi. 4. dan globe. Media Audio-visuala. studi wisata. misalnya . Media tiga dimensi : realia.1. Media audiovisual diam : televisi diam. sketsa. peta. Artinya mempunyai kelebihan dan kekurangan satu terhadap yang lain . demonstrasi. media visual. Media Serba aneka : a. Media visual diam : foto. film rangkai dan suara . televisi. Media visual gerak : film bisu. kliping. buku dan suara. pantomim. Jenis yang lain lebih sesuai untuk pengajaran kelompok di kelas. dan telepon . diorama. handoutØ )Media yang memerlukan keahlian khusus :Program audioØ visualProgram slide. pedalangan/panggung boneka. CD. mesin pangganda. b. simulasi. Belajar terprogram f. pawai/karnaval. film rangkai (film stip) . 3. Sifatsifat yang biasanya dipakai untuk menentukan kesesuaian penggunaan atau pemilihan media ialah :Jangkauan:Beberapa media tertentu lebih sesuai untuk pengajaran individual misalnya buku teks. gambar dan suara. model. Media audiovisual gerak : video. media audio-visual. white board. papan pamer/pengumuman/majalah dinding. buku. c. film bingkai/slide. Sumber belajar pada masyarakat : kerja lapangan. diagram. perkemahan. grafik.

Selebihnya mungkin perlu ditunjang dengan sarana “sound system“ yang memadai karena keterbatasan jangkauan suara pengajar. Sebagaimana halnya dengan semua jenis media proyeksi . misalnya program siaran ( radio. Oleh sebab itu . digunakan kapan saja. Dampak perubahan media komunikasi pada media pembelajaranNasution (1987) menguraikan bahwa perkembangan media komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat akhir-akhir ini. media ada yang praktis mudah dibawa kemana-mana . Penemuan fotografi mempercepat cara illustrasi.kelemahan yang harus diperhitungkan dalam perencanaannya. Lahirnya gambar hidup memungkinkan kita melihat dalam “slow motion“ apa yang dahulu tak pernah dapat kita amati dengan teliti . televisi. Ada juga yang lebih sesuai untuk pengajaran massal . modul . Slide. atau peralatan. Media OHT mempunyai kelebihan. dan oleh siapa saja. diktat . OHT mempunyai kemampuan untuk membesarkan bayanganya di layar atau didinding sejauh kekuatan lensa dan sinar proyeksinya dapat mendukung . pada guru ( pelajaran klasikal ) . Hal ini diawali dari penemuan alat cetak oleh Guntenberg pada abad ke lima belas tentang buku yang ditulis yang melahirkan buku-buku cetakan.media proyeksi (OHT.Biaya :Alasan lain untuk menggunakan jenis media tertentu ialah karena murah biaya pengadaan atau pembuatanya . lokakarya. OHT sangat sesuai untuk kegiatan seminar. warna maupun gerak. lambang.Kendali / control :Kadang-kadang dirasa perlu agar control belajar ada pada peserta didik sendiri ( pelajar individu).kelebihan dan kelemahan.Atribut :Penggunaan media juga dapat dirasakan pada kemampuanya memberikan rangsangan suara. Film) dan juga program rekaman (audio dan video). dll. Untuk dapat menggarap maupun memanfaatkan media ini sebaiknya kita harus mengenal karakteristiksnya. grafis maupun gabungannya yang dibuat pada bahan tembus pandang atau transparan untuk diproyeksikan pada sebuah layar atau dinding dengan menggunakan alat yang disebut “overhead projector “ atau OHP.Media transparansi (OHT ) adalah sarana visual berupa huruf . visual.Keluwesan :Dari segi keluwesan. misalnya media cetak seperti buku teks . dan konferensi jarak jauh dengan audio). Rekaman memungkinkan kita mengulangi lagu-lagu yang dibawakan oleh orkes-orkes . pengajaran maupun latihan yang melibatkan kelompok sasaran yang cukup besarnya sampai efektif 60 orang.Ketergantungan Media :Beberapa media tergantung pemakaianya pada sarana/fasilitas tertentu atau hadirnya seorang penyaji/guru. gambar.

Penggunaan alat media dalam pendidikan melalui dengan gerakan “audio-visual aids“ pada tahun 1920-an di Amerika Serikat. Video recorder memungkinkan kita merekam program TV yang dapat kita lihat kembali semua kita. Komputer membuka kesempatan yang tak terbatas untuk menyimpan data dan digunakan setiap waktu diperlukan . Namun ramalan bahwa seluruh kurikulum akan di-komputer-kan dalam waktu dekat rasanya masih terlampau optimis . Jadi alat ini bukan lagi sekedar alat bantuan tambahan akan tetapi sesuatu yang digunakan oleh anak dalam proses belajarnya. Kemampuan membuat kertas secara masinal membawa revolusi dalam media komunikasi dengan penerbitan surat kabar dan majalah dalam jumlah jutaan rupiah tiap hari . Radio dan televisi menambah dimensi baru kepada media komunikasi . jadi melalui media massa. Dalam sehelai nikel seluas 20 x 25 cm dapat disimpan isi perpustakaan yang terdiri atas 20.Ada yang berpendapat bahwa banyak dari apa yang diketahui anak pada zaman modern ini diperolehnya melalui radio.Para pendidik segera melihat manfaat kemajuan dalam media komunikasi itu bagi pendidikan.terkenal. film. Sewaktu gambar hidup ditemukan oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1913 telah diramalkan bahwa buku-buku segera akan digantikan oleh gambar hidup dan seluruh pengajaran akan dilakukan tidak lagi melalui pendengaran akan tetapi melalui penglihatan. Namun tak dapat disangkal faedah berbagai media komunikasi bagi pendidikan. Sebagai “aids“ alat-alat itu dipandang sebagai pembantu guru dalam mengajar. Namun pada tahun 1960-an timbul pikiran baru tentang penggunaannya. Belajar beprograma mempunyai pengaruh yang besar sekali pada perkembangan teknologi pebdidikan. sebagai ekstra atau tambahan yang dapat digunakan oleh guru bila dikehendakinya.000 jilid .Memang kemampuan komputer sungguh luar biasa . Dengan alat ini anak dapat belajar secara individual. Namun ada yang optimis yang meramalkan bahwa dalam waktu dekat semua aspek kurikulum akan di-komputer-kan . Cara-cara untuk menyampaikan sesuatu melalui TV misalnya yang disajikan dengan bantuan para ahli media massa jauh lebih bermutu dari pelajaran yang diberikan oleh guru dalam kelas . apalagi melalui televisi. Di Ameriks Serikat teknologi pendidikan dipandang sebagai media yang lahir dari revolusi media komunikasi yang dapat . Buku sampai sekarang masih memegang peranan yang penting sekali dan mungkin akan masih demikian halnya dalam waktu yang lama. yang dirintis oleh Skinner dengan penemuannya “ programmed instruction“ atau pengajaran berprograma.

Ini berari bahwa dapat digunakan segala macam metode yang dianggap paling serasi untuk tujuan tertentu. audio-visual . guru.Pada era sekarang ini muncul kebutuhan software yang dapat mempermudah dan merperindah tampiran presentasi dalam pengajaran. museum. Ciri-ciri belajar berdasarkan sumber. alat. Mereka harus diajarkan teknik melakukan kerja-lapangan. (2) BBS (belajar berdasarkan sumber) berusaha memberi pengertian kepada murid tentang luas dan aneka ragamnya sumbersumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. dan internet. penerapan. diantaranya (1) Belajar berdasarkan sumber (BBS ) memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio visual dan memberikan kesempatan untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia . yakni sistematis dalam perumusan tujuan. Dapat dirasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan resource-based learning “atau belajar dengan menghadap anak-anak langsung dengan berbagai sumber. internet walaupun tersedia. Di Inggris teknologi pendidikan dipandang sebagai pengembangan. dan sistem evaluasi. alat audio-visual. . internet dan sumber lainya. Kesulitan juga akan dihadapi dalam pengadminitrasiannya.Teknologi pendidikan bukanlah terutama mengenai alat audio-visual. analisis dan sintesis yang tajam tentang proses belajar mengajar. Namun kita masih sedikit tahu apa sebenarnya mendidik dan mengajar itu. Pogram ini menyediakan banyak fasilitas untuk membuat suatu presentasi. Pengajaran masih banyak dilakuakan secara lisan tanpa alat audio-visual. buku referensi. komputer dan internet sehingga mereka lebih percaya akan diri sendiri dalam belajar . Walaupun alat audio-visual telah jauh perkembangannya. perpustakaan. Ini tidak berarti bahwa pengajaran berbentuk ceramah ditiadakan. Sumber-sumber itu berupa sumber dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia. komputer. seperti buku dalam perpustakaan.dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan di samping. dan lainlain bahan cetakan. Teknologi pendidikan adalah pendekatan “problem solving“ tentang pendidikan. Teknologi pendidikan adalah pendekatan yang sistematis terhadap pendidikan dan latihan. Kebutuhan ini dapat kita peroleh dari produk program Microsoft Power Point yang merupakan salah satu dari paket Microsoft office. dan papan tulis.dan sebagainya. organisaisi. dalam kenyataan alatalat ini masih terlampau sedikit dimanfaatkaan. komputer. menggunakan perpustakaan. komputer. buku. teknik dan alat-alat pendidikan untuk memperbaiki proses belajar.

mengapa suara tidak?”.Morse mengirim berita lewat kawat dari Baltimore ke Washington. Mejelaskan cara menyusun sebuah naskah-naskah rekaman pada Audio Cassete Tape Recorder. Menjelaskan keterbatasan penggunaan media radio. Maka pada tanggal 14 . Menjelaskan manfaat penggunaan media radio. 5. Menjelaskan cara menyusun naskah siaran radio yang baik. 8. Menjelaskan langkah-langkah penggunaan media radio. 6.Diposkan oleh INDONESIAKU di 23:39 Media Pembelajaran Audio Visual Media Pembelajaran Audio Visual Pada bagian ini dibahas media pembelajaran audio visual yang terdiri atas media dengar (audio). Perkembangan komunikasi suara sebenarnya telah melalui sejarah yang lama. Menjelaskan macam-macam program radio. 7. maka lahirlah Telegrafi. MEDIA DENGAR Yang dimaksud dengan Media Dengar (Media Audio) adalah alat media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran saja. 4. Kemudian Alexander Graham Bell berpikir “Kalau bunyi bisa di-salurkan melalui kawat. 3. Pada penggalan ini berturutturut dibahas Media Dengar yaitu Radio Rekaman Suara (Audio Cassete Tape Recorder). Anda diharapkan akan mampu: 1. Bab 10 Media Dengar Tujuan Khusus Setelah mempelajari bagian ini. 2. Menjelaskan cara penggunaan dan rekaman pada Audio Cassete Tape Recorder. media pandang (visual) dan media pandang dengar (audio visual). Samsul F. Menjelaskan kelebihan dan keterbatasan Audio Cassete Tape Recorder (ATR) sebagai media pembelajaran.B.Dalam tahun 1844.

A. (b) Mengatasi keterbatasan manusia pada ruang dan waktu. Radio adalah suatu alat komunikasi elektro magnetik untuk mengirim dan menerima pesan suara dengan menggunakan sistem gelombang suara melalui udara. dan sebagainya. Disamping itu siaran radio . Hal ini jika dibandingkan dengan buku-buku teks yang sering kali tidak sesuai lagi dengan kenyataan yang ada pada waktu itu. Berita radio umumnya adalah berita yang langsung dan up to date. yaitu melalui radio. R a d i o Penggunaan radio sebagai media pendidikan. Beberapa keuntungan penggunaan radio bagi pendengarnya. Kemudian melalui alat inilah orang merekam suara melalui piringan hitam berkat kemajuan teknologi. Dan sejak Guglielmo Marconi untuk pertama kali dalam tahun 1896 mengirim dan menerima pesan (suara) tanpa kawat. pembangunan. Sembilan tahun kemudian suara manusia dapat disiarkan keseluruh dunia melalui radio. Dengan alat terakhir ini kita dapat memperoleh beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh alat perekam suara yang ada sebelumnya. tetapi dapat mendengarkan dan mengerti secara efektif penjelasan-penjelasan dengan bahasa lisan. politik. ekonomi. kejadian-kejadian masa lampau maupun kejadian-kejadian yang akan datang. (c) Realistik dan authentik Mendengarkan siaran mengenai kejadian atau peristiwa akan riil dibandingkan dengan membaca tentang peristiwa atau kejadian yang sama. Demikian pula pemakaian alat perekam suara pemakaian alat perekam suara baru di-mulai sejak tahun 1877. kini orang dapat pula merekam suara dengan alat perekam suara yang disebut “Caseete Tape Recorder”. Dengan radio dapat mendengarkan kejadian-kejadian ditempat yang jauh. (a) Berita yang langsung dan up to date.pebruari tahun 1875 untuk pertama kali Bell melakukan percakapan lewat telepon. Hal ini disebabkan karena radio dapat memiliki daya jangkauan yang luas dan perlu kita sadari pula bahwa dewasa ini lebih dari seperdua penduduk dunia tidak dapat membaca dan menulis. terutama media pendidikan massa tidak perlu diragukan lagi peranannya. ketika Thomas Edison menemukan phonograf. misalnya pendidikan. selain memperkaya pengalaman-pengalaman dalam bidangbidang tertentu. serta memperkaya pengalaman. 1.

Pendengar dapat tersentuh perasaannya terhadap hal-hal yang disiarkan melalui radio. Bagi pendengar yang melalui pesawat penerima suka untuk mengadakan balikan langsung kepada pemberi pesan. 3. Untuk mendapatkan pesan tertentu. misalnya mendengarkan radio sambil rekreasi. kejadian. Memang dapat saja pendengar mengadakan balikan melalui telepon atau surat menyurat (balikan tertunda). sehingga berita-beritanya dapat dipertanggungjawabkan. pada umumnya dapat menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Langkah Persiapan (a) Guru menentukan tujuan yang jelas tentang apa yang akan dicapai/ . Penggunaan program siaran radio sebagai bahan pelajaran Apabila guru ingin memanfaatkan program siaran radio sebagai bahan pelajaran di kelas. Baik yang menyenangkan. Di samping itu pesawat yang kecil dan ringan tersebut mudah untuk dibawa kemana-mana. pesawat penerima radio relatif murah dan terjangkau oleh sebagian besar masyarakat. (d) Tidak dapat diulang dengar Karena radio merupakan sarana menyampaikan program yang hanya satu kali didengar. Peristiwa. (e) Hanya dapat didengar saja Karena radio hanya memberikan kesan indera saja. (c) Terikat oleh alat pemancar dan jadwal siaran Ada radio yang daya jangkauan siarannya terbatas pada radius tertentu saja. walaupun demikian dapat terjadi juga gangguan yang disebabkan cuaca dan gangguan teknis yang lainnya. maupun menakutkan. Ditinjau dari segi harga. maka kesan pengalaman yang diperoleh kurang lengkap dan menyeluruh. maupun ceritera dalam radio juga mengembangkan daya imajinasi pendengarnya. pendengar harus menunggu jadwal hari dan jam siaran. mengharukan. akibatnya ialah tidak dapat diulang dengar dan diluar kontrol pendengar.dilakukan oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya. (e) Murah dan mobil. Misalnya berita duka dan ceritera-ceritera melalui sandiwara radio. (d) Dapat mempengaruhi emosi dan megembangkan imajinasi. tetapi ada juga yang jangkauan siarannya sangat luas. (b) Menuntut pemusatan perhatian Pendengar terbatas daya perhatiannya terhadap hal-hal yang hanya didengarkan saja. 2. Keterbatasan penggunaan radio (a) Merupakan komunikasi satu arah.

Peserta program BJJ memungkinkan untuk belajar/ mengikuti program belajar tanpa meninggalkan tempat pekerjaan-nya atau tempat dimana ia berdomisili. misalnya guru menyediakan format balikan yang tinggal mengisi dengan memberikan tanda cek (V) pada point yang sesuai dengan keadaan yang sedang berlangsung atau telah diikuti. (d) Rencanakan program berikutnya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan hasil balikan yang telah ada. (c) Guru dapat pula membantu dengan membuat catatan-catatan atau menulis kata-kata baru yang sulit dimengerti oleh siswa. yaitu komunikasi dengan alat media. perlu ditempuh cara komunikasi yang lain. apakah semua dalam keadaan normal. (2) Langkah penerimaan (a) Guru hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat mendengarkan dengan baik. Karena komunikasi langsung gurusiswa tidak terjadi sebanyak-banyaknya. misalnya buku petunjuk. (b) Beritahukan kepada siswa tentang tingkat keberhasilan yang telah dicapainya. apakah kebaikan dan kekurangnnya. buku pegangan dan kalau mungkin bahan penyerta siaran. (d) Guru hendaknya dapat memotivasi anak untuk bersikap. agar menjadi motivasi untuk mengikuti program berikutnya. (3) Langkah lanjut/follow up (a) Kegiatan apa pun tidak akan dapat diketahui tingkat keberhasilannya bila dievaluasi. 4. (b) Bantulah siswa agar jangan sampai lupa dengan tugas yang telah direncanakan semula pada saat murid mendengarkan dengan teliti dan kritis. (c) Berilah kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi jalannya program mendengarkan radio. Penggunaan Radio Pendidikan sebagai media belajar jarak jauh. (e) Persiapan berbagai bahan tentang siaran (kalau ada). Belajar jarak jauh (BJJ) adalah merupakan sistem belajar mengajar di mana antara siswa dan guru tidak terjadi komunikasi langsung secara tatap muka atau komunikasi langsung secara tatap muka tersebut terjadi sangat terbatas.diperoleh anak setelah mengikuti kegiatan mendengarkan siaran. bahwa mendapatkan ilmu pengetahuan melalui mendengarkan secara teliti dan kritis adalah merupakan bagian dari proses pengembangan pribadi anak. Beberapa program yang menggunakan media belajar jarak jauh antara lain ialah paket belajar yang . (b) Tugas-tugas apa saja atau pertanyaan-pertanyaan apa saja yang akan ditemukan jawabannya melalui mendengarkan siaran. (c) Periksa kondisi alat yang akan digunakan.

Penulis naskah untuk program dalam format suara tunggal. Khususnya penggunaan radio sebagai media belajar jarak jauh antara lain telah dilaksanakan di negeri kita pada Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMPT). dan mengajukan pendapat dalam bercakap-cakap. Bagaimana orang berbicara dalam kehidupan sehari-hari inilah yang dijadikan dasar . yang antara lain yaitu: (1) Single vocing (suara tunggal). pada hal apa yang terjadi dan siapa saja yang terlibat dalam kejadian itu. kita harus memperhatikan bagaimana orang berbicara. radio pendidikan.berupa modul. kaset suara. (b) kalimat-kalimat yang sederhana yang tidak terlalu panjang. Format program radio pendidikan ditentukan antara lain oleh (1) tujuan yang ingin dicapai. dan (5) fasilitas yang ada. Dalam penyelenggaraan program radio pendidikan dikenal beberapa macam format program radio pendidikan. yang antara lain adalah: (1) daya jangkauan yang luas terutama untuk daerah pedesaan atau daerah yang terpencil. strip suara film. (2) Dialog Suatu program yang disusun dalam format dialog yaitu percakapan antara dua orang atau lebih. dan (c) harus ramah. Hal ini dimungkinkan beberapa pertimbangan akan keuntungan penggunaan radio sebagai media belajar jarak jauh. dimana kejadian itu berlangsung. Dengan dialog kita dapat menyampaikan suatu pesan dengan lebih mudah untuk dimengerti. (2) bahan yang akan disajikan. (4) Feature dan (5) Drama radio. Berikut ini dijelaskan beberapa format progam radio pendidikan yaitu: (1) Single Voicing (suara tunggal) Suatu program radio yang disampaikan hanya lewat satu suara manusia disebut format “Single Voicing” atau suara tunggal. Dalam single voicing ini terdapat juga suatu bentuk yang disebut narasi (narration). (2) Dialog. film. (2) penghematan biaya pendidikan serta (3) pemerataan kualitas pendidikan dan keseragaman informasi. (4) kemampuan penyusun program. slides suara. (3) Program majalah (magazine program). menjawab pertanyaan. Agar kita dapat membuat program radio dalam bentuk dialog yang baik. mengapa itu terjadi. televisi. (3) pendengar yang akan mendengarkan program itu. Kecuali itu dengan dialog kita dapat menunjukkan kepada pendengar apa yang terjadi. Penulis naskah untuk program dalam format suara tunggal harus mengikuti cara dan prinsip-prinsip seperti: (a) harus digunakan bahasa lisan.

sanjak. ceritera. atau pun lagu. sedangkan drama pentas di samping menggunakan suara juga menampilkan pemainnya dengan tata rias. Bahan untuk program majalah dapat diambil dari banyak sumber antara lain dari: (a) Hasil interview dengan tokohtokoh yang menarik (b) Majalah atau surat kabar (c) Bagian dari pidato-pidato yang sudah direkam (d) Ceritera pendek atau novel (e) Musik yang khusus direkam atau dari piringan hitam (f) Drama pendek atau (g) Dari buku-buku atau sumber-sumber lainnya (4) Feature Feature dan program majalah mempunyai banyak persamaan. Tujuan feature ialah memberikan pendapat dan penerangan melalui penggunaan suara/ bunyi. Program majalah pada radio merupakan suatu program dengan bermacam-macam topik dalam bentuk bermacam-macam juga seperti talk. (3) Program Majalah (Magazine Programme) Suatu program radio yang penting dan menarik juga ialah yang disebut “Magazine Programme” atau sering disebut “Majalah Udara”. Kata “magazine” berasal dari kata Arab “Makhsan” yang berarti “gudang” sebuah tempat untuk menyimpan bermacammacam benda. Feature mempunyai dasar yang lebih luas daripada program majalah. Majalah berarti juga sebuah publikasi yang berisi bermacam-macam artikel yang ditulis oleh berbagai macam penulis. tata lampu. disusun dengan perencanaan yang tepat dan teliti. Drama radio tidak sama dengan drama pentas. Perbedaan yang pokok ialah program majalah mempunyai dua tema atau lebih dalam satu cara.dalam menyusun naskah dialog untuk program radio pendidikan. Drama radio hanya menggunakan suara untuk menyajikan ceritera. (5) Drama Radio Salah satu bentuk program yang menarik adalah drama radio. Suara yang digunakan dalam drama radio ialah suara manusia. maka subyeknya dapat dibahas secara lebih luas. jadi penjelasan dapat diberikan secara lebih mendalam. dari sudut yang lebih banyak. baik langsung maupun dalam bentuk interview atau diskusi. Karena feature membatasi dirinya ada satu tema saja. musik dan . sedangkan feature program biasanya terbatas satu thema dan seluruh waktu dan dalam acara tersebut digunakan untuk membahas thema tersebut. Namun bahan atau isi program itu harus dipilih. baik di studio maupun di luar studio. dan lain-lainnya yang dapat dilihat untuk mementaskan drama tersebut.

Mana yang terpenting di antara “Setting”. Misalnya diselingi diskusi. (4) Dapat digunakan . Dasar dari penulisan drama radio biasanya sebuah ceritera. dan elektronik. Semuanya dapat dilakukan melalui satu alat tersebut. Kemudian berkembanglah alat perekam suara yang disebut piringan hitam. Kelebihan ini tidak dimiliki oleh piringan hitam.efek suara (sound effect). “Character”. maka sekarang ini telah dapat dibuat alat perekam suara yang lebih praktis yaitu Magnetic Tape Recorder yaitu merekam suara melalui pita magnetik yang disebut “Cassete” (kaset). Perlu diingat bahwa pendengar drama radio selalu mengharapkan sesuatu akan terjadi. Berkat kemajuan dalam bidang magnetik. misalnya ceritera pendek. Audio Cassete Tape Recorder (ATR) Sejak ditemukan phonopgraph oleh Thomas Edison tahun 1877. Kehidupan dan perbuatan orang-orang ini bergerak dari kejadian yang satu ke kejadian yang berikutnya yang selalu menuju ke akhir dari ceritera itu. Bahkan dapat dihentikan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. B. Dibandingkan dengan media dengar yang lain. Alat ini dapat digunakan untuk merekam. Dalam dunia imajinasi ini terdapat orang-orang yang mempunyai cara hidup dan tindakan-tindakan yang menarik pendengar. Yang pasti adalah bahwa ketiganya harus selalu ada di dalam sebuah ceritera. Menulis sebuah ceritera sebenarnya menciptakan suatu dunia dalam imajinasi kita. yaitu: (1) Memiliki fungsi ganda yang efektif. (2) Cepat dan praktis Play-Back dapat segera dilakukan begitu selesai rekaman pada mesin yang sama. sehingga ia akan terus mendengarkan program ceritera drama radio itu. kita harus mengerjakannya dengan terinci setting. dan plotnya supaya menjadi ceritera yang menarik. dan “plot” adalah tidak tentu. tanya jawab dan kemudian mendengarkan kaset kembali. pelaku. (3) Dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume. Alat itu disebut Audio Cassete Tape Recorder (ATR). menampilkan kembali (play back) dan menghapusnya. Oleh karena itu apabila kita mempunyai suatu ide ceritera yang baik. sebagai alat perekam suara. maka media kaset memiliki beberapa kelebihan. pelaku. optik.

tekan tombol “stop”. b. (3) Pita kaset suara memiliki kekuatan terbatas. tekan tombol “Rewind” untuk mengembalikan pita kaset ke dalam kumparan penyalur. (4) Tidak memiliki jangkauan yang luas Sejauh mana jangkauan dari media kaset suara tergantung dari berapa banyak kaset tersebut direproduksi dan digunakan oleh para pemakainya. Dengan demikian suara akan terdengar melalui speaker. Pengoperasian Audio Cassete Tape Recorder Untuk mendengarkan (play back) dari ATR dapat kita lakukan hal-hal berikut: (1) Hubungkan power cord pesawat ke stop kontak. bahkan lebih cepat dari pada waktu yang digunakan untuk merekam. Dengan demikian maka pita kaset berjalan dari kumparan penyalur ke kumparan penerima.sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan atau dengan kata lain jadual dapat diatur sendiri oleh pemakai. c. (5) Jika sudah selesai. maka murid maupun guru. Jika belum. rekaman kaset memiliki umur tertentu. (6) Mudah menggunakannya Karena tidak memerlukan keterampilan teknis yang rumit. (2) Komunikasi hanya satu arah Pendengar tidak dapat berdialog langsung dengan suara yang dikeluarkan oleh pita rekaman. (4) Dalam perjalanan dari kumparan penyalur ke kumparan penerima kaset menyentuh “head” atau puting suara. Perhatikan apakah tegangan listrik yang ada sesuai dengan yang dibutuhkan. Sebagai alat penyimpan data suara. (3) Tekan tombol “Play” dan aturlah volume/toone control. cukup dengan sedikit mempelajari petunjuk-petunjuk praktis. (2) Tekan tombol ” Eject” untuk membuka tempat kaset. Dewasa ini telah ada alat perekam suara dan rupa sekaligus pada suatu mesin yang disebut Video Cassete Recorder. (5) Mudah diperbanyak/direproduksi Untuk memperbanyak rekaman kaset yang sama kualitasnya dengan kaset aslinya tidak memerlukan waktu yang lama. apakah pita kaset sudah dalam keadaan tergulung dalam kumparan penyalur. Tetapi dewasa ini banyak juga . Keterbatasan media kaset suara Beberapa keterbatasan media kaset suara antara lain ialah: (1) Rekaman hanya memberikan “konsumsi suara” saja. Ada pula ATR yang menggunakan tenaga batterey. Lihat dulu. di sekolah maupun di rumah dapat membuat rekaman sendiri.

Alangkah baiknya jika diskusi yang bermutu itu direkam untuk didengar kembali dan dimanfaatkan. (8) Mengiringi slide. d. Dengan demikian akan merangsang anak untuk membuat ceritera yang baik. yaitu dengan cara dibacakan oleh guru atau murid yang pandai membaca. kedua ucapan itu dapat dibandingkan. Keterangan atau komentar untuk mengiringi slide yang tidak bersuara dapat direkam . (3) Pelajaran berceritera Ceritera yang bagus direkam. (2) Latihan mengucapkan kata-kata untuk pelajaran bahasa asing. Sesudah itu diputar kembali untuk dapat didengar seluruh anak di kelas. dua. karena sukar untuk membuat rangkumannya dengan teliti. Sandiwara yang baik dapat direkam pula. maka akan menambah apresiasi dengan sandiwara yang baik pula. empat. Dengan memutar pita. pelajaran menari pun dapat diiringi dengan lagu-lagu atau gendinggending yang sudah direkam terlebih dahulu. Pembacaan puisi yang baik yang direkam dapat diputar berulang-ulang dan bila didengar bersama-sama dengan hidmad akan lebih menggugah jiwa para pendengarnya. Apabila sandiwara tersebut siswa-siswa sendiri yang membawakan. guru dapat mencurahkan perhatiannya kepada siswa-siswa yang sedang berlatih. (7) Diskusi Banyak diskusi yang bermutu dilupakan begitu saja. Baik sandiwara yang dimainkan oleh muridmurid atau sandiwara radio.pesawat ATR yang secara otomatis berhenti bila putaran kaset sudah habis (auto stop). Apabila berasal dari sandiwara radio. hal ini disamping menghemat tenaga. sehingga ucapan yang salah itu dapat diperbaiki. Guru merekam ucapan yang benar. tiga. Baik dengan hitungan satu. Penggunaan rekaman kaset suara Banyak manfaat yang diperoleh anak dengan menggunakan kaset suara. antara lain ialah: (1) Komando hitungan untuk pelajaran senam. (6) Menari Seperti halnya senam. (5) Sandiwara. Hal ini akan menambah apresiasi mereka kepada puisi yang baik dan menjadi pendorong untuk mencoba membuatnya. Dengan demikian guru/pelatih dapat lebih memusatkan perhatiannya kepada siswasiswa yang sedang latihan. dan sebagainya maupun dengan iringan lagu. kemudian direkam pula ucapan yang salah dari seorang murid. (4) Pembacaan puisi. maka akan memberikan kepuasan dan rasa bangga bagi yang terlibat dalam sandiwara tersebut.

lanjutkan dengan mengadakan observasi langsung ke stasiun radio amatir yang ada di sekitar anda. radio sering disebut dengan “one way traffict communication”. Bilamana radio digunakan sebagai media pembelajaran? 4. maka didalam pengoperasiannya diperlukan cara-cara yang baik pula. (Buatlah sebuah catatan atau laporan singkat tentang apa saja yang sempat anda amati). . Coba anda jelaskan kelebihan dan keterbatasan manakah yang terdapat pada radio? 3. Sesuai dengan fungsinya yang sangat menonjol sebagai mengkomunikasi pendidikan. 8. Mungkin anda tidak asing lagi dengan alat yang disebut Audio Cassete Tape Recorder (ATR). Jelaskan apa kelebihan dan keterbatasan yang terdapat pada ATR? 9. Didalam penyelenggaraan program siaran radio pendidikan yang baik diharapkan adanya komponen program yang baik pula. terangkan dengan jelas! 6. Sebagai salah satu media dengar yang cukup menunjang dalam pembelajaran. ATR memiliki kelebihan dan keterbatasan tertentu yang juga dimiliki oleh media dengar lainnya. Jelaskan dengan singkat formulasi isi/bobot setiap program tersebut? 7. Sebagai media pendidikan radio memiliki beberapa kelebihan yang cukup berarti dibanding dengan media lain.pada pita kaset. kemudian pada saat slide yang bersangkutan diproyeksikan. Setelah anda memahami keberadaan radio dilihat dari berbagai aspeknya. Kerjakan tugas-tugas ini dalam buku kerja! 1. sehingga suara sinkron dengan gambar di layar. Untuk menjaga agar ATR terpelihara dengan baik. Apa maksudnya? Mengapa disebut demikian? Jelaskan! 2. di samping terdapat keterbatasan-keterbatasan tertentu. Ada beberapa aspek yang sangat menentukan dalam penyusunan format program siaran radio pendidikan. langkah-langkah manakah yang perlu diperhatikan? 5. Jika anda ingin memanfaatkan program siaran radio sebagai bahan pelajaran di kelas.

Menjelaskan jenis-jenis film. 3. Menjelaskan keuntungan dan kelemahan penggunaan film rangkai sebagai media pembelajaran. 7. Setelah anda memahami dengan baik tentang ATR. 11. 13. Menjelaskan macammacam motion picture film. 14. Menjelaskan fungsi dan cara penggunaan OHP. 10.Coba anda terangkan bagaimana cara pengoperasian alat tersebut secara efektif? (baik dalam play back maupun untuk rekaman kaset suara). 2. 8. 4. Menjelaskan cara penggunaan opaque projector yang baik. Menjelaskan keuntungan dan keterbatasan motion picture film sebagai media pembelajaran. Menjelaskan kelebihan dan keterbatasan opaque sebagai media pembelajaran. Menjelaskan kelebihan dan keterbatasan slide sebagai media pembelajaran. dalam prinsip dan teknik operasional. 10.(Bila ada sesuatu yang perlu didiskukan catatlah). 12. Menjelaskan cara menggunakan projector film (motion picture film). Menjelaskan cara membuat dan menggunakan film rangkai. 9. Menjelaskan karakteristik OHP. lanjutkanlah dengan mengadakan praktek. 5. Menjelaskan cara membuat dan menggunakan projector slide. Jelaskan dengan singkat bagaimana cara menyusun suatu naskah untuk direkam kaset pada ATR? 11. Menjelaskan cara membuat transparansi untuk OHP. Menjelaskan langkah-langkah dalam pembuatan film . 15. 6. Bab 11 MEDIA PANDANG TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN Setelah mempelajari/mengerjakan bagian ini anda diharapkan dapat: 1. Menjelaskan kegunaan opaque projector.

karena melalui media ini perangkat lunak (soft ware) yang melengkapi alat proyeksi ini akan dihasilkan suatu bias cahaya atau gambar yang sesuai dengan materi yang diinginkan. Pemimpinpemimpin militer waktu itu cepat menanggapi nilai penggunaan alat-alat Audio-visual untuk pendidikan tentara. sehingga bahan yang berbentuk transparansi (tembus cahaya) dapat dibiaskan ke layar bias. Mengoperasikan projector film slide. tergantung pada situasi dan kondisi pengoperasiannya. . Opaque Projector. Slides dan Film Strip. grafik. Sedangkan media pandang yang bergerak ialah media yang dapat menampilkan atau membiaskan gambar atau bayangan yang dapat bergerak di layar bias. Berdasarkan fungsi penggunaannya media pandang hasil bias elektronik dapat diklasifikasikan menjadi media pandang tak bergerak (diam) ialah media yang dapat menampilkan atau membiaskan gambar diam pada layar. dan Micro Card. Media Pandang Konotasi media pandang dalam pengajaran memiliki pengertian yang sangat luas. Overhead Projector (OHP) dan Transparansi Overhead Projectore (OHP) adalah alat pembias/proyeksi yang dirancang sedemiki-an rupa. OHP mula-mula sekali dibuktikan faedahnya dalam program latihan angkatan bersenjata di Amerika Serikat waktu Perang Dunia ke II sedang berkecamuk. Disamping itu akan disinggung pula secara singkat bahasan mengenai Micro Projecttion. seperti: Overhead Projector (OHP). seperti: bias gambar-gambar yang ditampilkan oleh motion picture film dan loop film. dan film loop. karena pada dasarnya media pembelajaran yang digunakan dalam pengajaran hampir semuanya dapat dinikmati oleh indera penglihatan kita. Dalam bahasan ini media pandang yang dimaksud. baik yang bergerak maupun yang tak bergerak dilihat penggunaannya tak lepas dari kelebihan dan keterbatasan yang ada. Secara terinci bahasan tentang karakteristik alatalat elek-tronik yang tergolong dalam kategori media pandang bergerak maupun tak bergerak akan dijelaskan pada bagian berikut. Masing-masing media. adalah media yang penampilan materialnya dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor. Alat ini dapat memproyeksikan tulisan. 16. bagan. 1.pendidikan. Micro Film. gambar. film rangkai.

Kelebihan penggunaan OHP Beberapa keistimewaan penggunaan OHP dalam mengajar antara lain yaitu: (1) Dapat ditempatkan di muka kelas. disamping fungsi yang lain yaitu sebagai pengganti papan tulis. sehingga lebih jelas jika dibandingkan dengan tulisan guru pada papan tulis. (6) Guru dapat juga langsung menulis pada transparansi yang masih kosong. (8) Benda-benda kecil (tidak transparan) dapat diproyeksikan hanya dengan meletakkannya di atas alas kaca OHP. (2) Memerlukan tenaga listrik yang cukup besa. Cara menggunakan OHP. (3) Tidak memerlukan ruangan yang gelap. sehingga mudah untuk mengawasi keaktifan kelas. (4) Kekuatan lampu OHP terbatas. sehingga murid dapat mencatat hal-hal yang dianggap penting. (2) Mudah menggunakannya. (7) Dapat dipakai untuk kelompok besar atau kelompok kecil murid-murid. termasuk suku cadang lampunya. . yaitu berumur antara 50 jam sampai 90 jam pakai. meskipun hasilnya hanya berupa bayangan atau “silhouete”. (5) Bahan transparansi dapat dipersiapkan terlebih dahulu sebelum pelajaran dan bila perlu dapat disimpulkan untuk digunakan di waktu yang akan datang.dan peta secara besar. sedangkan di daerah-daerah di Indonesia belum seluruhnya berlistrik. karena itu sering disebut trans-paransi. (3) Alat ini masih dirasakan sebagian besar sekolah sebagai media yang mahal. maka akan diperoleh bayangan (silhouete) dari bentuk benda tersebut pada layar. dengan demikian OHP berfungsi sebagai pengganti papan tulis. maka kepala OHP dapat menghalangi garis pandangan siswa. a. dengan tujuan untuk mengenalkan bentuk benda. karena tidak memerlukan operator pembantu dan ketrampilan teknis yang rumit. Beberapa keterbatasan penggunaan OHP. (1) Jika penempatan proyektor tidak tepat. transparansi dan alat tulisnya. b. (4) Gambar atau tulisan yang diproyeksikan ke layar lebih besar. Apabila kita meletakkan benda-benda kecil yang tidak tembus cahaya. Bahan-bahan yang diproyeksikan hendaknya yang tembus cahaya (transparan). sehingga dapat dilihat oleh sekelompok orang yang besar pula jumlahnya. dekat dengan guru/ operator dan guru dapat selalu beradu pandang dengan murid. c.

Walaupun OHP sekarang telah banyak bentuk dan tipenya.Sebelum dibahas tentang bagaimana cara menggunakan OHP terlebih dahulu perlu diketahui bagaimana bentuk OHP dan bagian-bagian dari alat itu. yaitu sebuah lensa kondensor yang mengumpulkan sinar ke arah lensa obyektif yang terdapat pada kepala OHP (6). . Pengatur Fokus 9. Selama lampu ini menyala secara oto-matis kipas angin akan berputar melalui ventilasi yang tersedia untuk mendinginkan atau menahan lampu supaya tidak lekas panas. Layar 8. Alas kaca tempat meletakkan transparansi 6. Kepala OHP 7. Setelah OHP diletakkan pada tempat yang benar dan kabel “power” telah dihubungkan dengan sumber listrik (ingat voltage pada sumber listrik harus sesuai dengan yang dibutuhkan) bukalah tombol “ON” maka menyalalah lampu proyektor dari jenis lampu Quartziodine dengan kekuatan 600 watt dan tegangan 110V atau 220 V. Untuk memperoleh gambar yang bagus dapa diatur melalui pengatur focus (8). maka sampailah gambar itu ke layar (7). sedangkan jarak proyektor – layar 3 m diperoleh gambar 2 x 2 m dan tinggi layar dari lantai kelas minimal adalah 1 m. Lensa Fresnel 5. maka kabel power tenaga listrik dapat dihubungkan. Lampu proyektor 3. sehingga tidak ada siswa yang terhalang pandangannya oleh kepala proyektor. (3) Jarak OHP dengan layar tergantung pada berapa besar gambar yang dikehendaki atau besar layar yang tersedia. sehingga dapat diketahui bagaimana cara kerja dari pada alat itu. Tombol ON/OFF 4. Adapun cara atau langah-langkah dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan OHP ialah: (1) Tempatkan OHP di muka kelas dengan kepala proyektor menghadap ke layar atau dinding depan kelas. melalui cermin pemantul yang terdapat pada kepala OHP dengan sebuah lensa obyektif.50 m menghasilkan gambar pada layar 1x 1 m. secara umum bentuk dan bagian-bagiannya terdiri atas: 1. Jadi cahaya dari lampu proyektor (2) dipantulkan oleh relfektor (1) ke arah lensa (4) yaitu yang disebut Lensa Fresnel. (2) Aturlah pemasangan sedemikian rupa. Ventilasi udara Secara umum cara bekerja OHP dapat dijelaskan berikut ini. Sebagai pedoman saja apabila jarak proyektor-layar 1. Cermin cekung/reflektor 2. (4) Apabila tegangan listrik yang ada sudah sesuai dengan yang dibutuhkan.

Mengajar dengan transparansi OHP. Apabila menggunakan OHP jenis ini. (3) Tambahkan garis dengan menggunakan spidol transparansi yang dapat dihapus (water base) pada bagian-bagian yang dianggap penting. (2) Gunakanlah alat petunjuk atau pensil untuk menarik perhatian siswa terhadap bagian-bagian penting yang sedang dijelaskan. Jika gambar atau tulisan yang diproyeksikan masih kabur. (8) Pada waktu kita menambah penjelasan secara lisan yang tidak berhubungan langsung dengan gambar atau tulisan pada transparansi. Tentu saja apabila cara penggunaannya tepat. maka OHP harus dimatikan (tekan tombol OFF). Penggunaan transparansi OHP dalam mengajar dapat memperbaiki penampilan (performance) guru dalam proses belajar mengajar. pertama yang dimatikan adalah tombol lampu dan baru kemudian tombol kipas bila proyektor sudah cukup dingin. misalnya merk Gakken. yaitu tombol pengatur focus. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah jangan sampai bola lampu tersentuh tangan secara langsung atau terkena benda berminyak. agar lebih memberikan tekanan ter- . (6) Tekan tombol ON untuk menyalakan lampu proyektor. Demikian pula bila selesai menggunakan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghemat lampu proyektor disamping kekuatannya terbatas juga mudah putus.(5) Letakkan transparansi pada alas kaca proyektor dalam posisi yang dapat dibaca oleh guru/operator yang menghadap siswa. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan penggunaan transparansi OHP antara lain ialah: (1) Siapkanlah transparansi yang akan digunakan dalam mengajar dalam urutan yang teratur sesuai dengan langkahlangkah sajian yang telah direncanakan. pertama ialah menekan tombol ke dua untuk menya-lakan lampu proyektor. d. Untuk proyektor yang otomatis kipas angin akan berputar waktu proyektor digunakan dan kipas akan berhenti sendiri apabila sudah cukup dingin setelah dipakai. karena dapat menyebabkan terputusnya lampu tersebut. (7) Perlu diketahui ada jenis/merk OHP yang bertombol tiga. Oleh karena itu waktu OHP menyala dilarang keras menggerakkan/memindahkan OHP. sedangkan tombol ke tiga berfungsi untuk menambah terangnya lampu bila gambar atau tulisan pada layar masih dianggap kurang jelas. Dengan cara demikian akan memberikan bayang-an bergerak pada layar. dapat dipertajam dengan cara memutar tombol pada tangkai kepala proyektor.

(7) Apabila guru menggunakan transparansi buatan pabrik (transparansi siap pakai). dengan cara meneteskan dua atau tiga macam tinta yang berbeda warnanya pada air yang ditaruh pada tempat yang transparan dan percobaan-percobaan yang lainnya. Membuat Transparansi OHP Ada dua cara untuk membuat transparansi OHP yaitu: Pertama. (10) Dapat pula untuk memperlihatkan suatu proses percobaan sederhana. me-nunjukkan proses bercampurnya berbagai macam warna dalam air. maka taruhlah transparansi kosong diatasnya dan tulisi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya memperlihatkan serbuk besi yang dipengaruhi oleh berbagai jenis magnit. yaitu dengan membuat sendiri dengan menggunakan spidol tertentu. Disamping penyimpanannya akan lebih rapi.hadap apa hal-hal yang sedang dijelaskan.Teknik ini dapat menunjukkan suatu pro-ses dengan menambahkan transparansi satu demi satu sambil menjelaskan. . Biasanya OHP sudah dilengkapi dengan alat penggulung transparansi. Transparansi yang telah ditulis dan dibaca siswa gulunglah ke arah depan. yaitu dengan menggunakan mesin pembuat transparansi (transparancies maker) yang bekerjanya seperti mesin foto copy. (4) Gunakanlah selembar kertas atau kertas manila untuk menutup seluruh atau sebagian transparansi untuk mengatur bagian visual dari pada penyajian pelajaran. dan ingin menambahkan tambahan keterangan dengan tulisan. (9) OHP dapat pula dipakai untuk membandingkan berbagai bentuk benda yaitu dengan teknik bayangan. (5) Untuk mengerjakan suatu pertumbuhan atau proses perkembangan sesuatu. dapat digunakan teknik “overly” atau teknik menumpuk. (6) Apabila menggunakan transparansi kosong yang digunakan sebagai pengganti fungsi papan tulis. pada bingkai tersebut kita dapat menuliskan katalog atau kode tertentu. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam menyiapkan transparansi buatan sendiri ialah: (1) Bahan yang ditulis adalah bahan yang transparan seperti plastik. (8) Lebih ideal apabila transparansi yang kita gunakan semua adalah transparansi yang isinya permanen dan akan digunakan untuk berkali-kali. Ke dua. maka gunakan spidol transparansi yang non permanen (water base). sehingga selu-ruh transparansi merupakan bagan proses yang utuh. asetate film dan bahan tembus cahaya yang lain. e.

dan yang dapat dihapus dengan menggunakan alkohol atau spiritus dan ada yang tidak dapat dihapus. (5) Satu lagi perlengkapan transparansi OHP yaitu bingkai. gambar/photo dan peta dari buku atlas langsung dapat diproyeksikan. Bingkai OHP dapat dibuat sendiri atau membeli di toko. (3)Menghemat waktu dan tenaga guru. (4) Mudah menggunakan dan dapat dipakai untuk pelajaran apa saja. Dengan menggunakan proyektor ini gambar/ bayangan yang diperoleh pada layar akan lebih besar dan dengan demikian akan lebih menarik untuk kelompok besar anak. dapat pula digunakan lembaran film transparan untuk mewarnai gambar atau membuat bayangan yang tidak hitam. Opaque Projector Yang dimaksud dengan Opaque Projector ialah alat proyeksi yang dapat memproyeksikan benda-benda atau bahan yang tidak tembus cahaya seperti gambar. asalkan ruangan betul-betul gelap. Beberapa kelemahan penggunaan Proyektor Opaque (1) Karena ruangan harus gelap. tetapi sesuai dengan warna yang dikehendaki. tulisan bahkan benda asli yang berukuran kecil yang dapat ditempatkan pada alat tersebut dapat diproyeksikan pula. maka guru cukup menem-patkan buku/gambar tersebut pada proyektor ini. guru sukar untuk melihat reaksi murid dan murid pun tidak dapat mencatat hal-hal yang . a. (1) Gambar atau bahan yang tadinya hanya dapat dinikmati oleh sekelompok orang yang berjumlah besar. b. karena bahan-bahan asli dari buku. photo. (4) Disamping alat-alat tulis tersebut. ada yang dapat dihapus dengan mudah (water base).(2) Alat tulis yang dipakaipun bermacam-macam. Jika guru ingin menyajikan gambar atau bagan yang rumit dalam sebuah buku. 2. benda asli (asal berukuran kecil). sebaliknya bila untuk sementara saja gunakanlah spidol yang tidak permanen. (2) Dapat memproyeksikan bahan-bahan yang tidak tembus cahaya. (3) Pilihlah alat-alat tulis tersebut sesuai dengan kebutuhan. Apabila transparansi yang akan dibuat akan dipergunakan berkali-kali gunakanlah spidol yang permanen. Manfaat dan keuntungan menggunakan proyektor Opaque. Istilah “opaque” atau bahan Opaque adalah semua bahan yang tidak tembus cahaya (non transparan).

(4) Letakkan bahan yang akan diproyeksikan pada talam/ tempat bahan Opaque. (6) Setelah selesai matikan lampu dan biarkan dulu kipas pendingin tetap berputar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan proyektor Opaque (1) Bahan-bahan yang akan diproyeksikan harus sudah diatur menurut urutan sajian yang akan dilakukan. layar serta segala perlengkapan lain harus sudah . (2) Proyektor. (2) Benda atau bahan Opaque tersebut karena kekuatan cahaya lampu direfleksikan oleh cermin pemantul (C) ke arah lensa proyeksi (D). Bagian-bagian proyektor Opaque terdiri atas: A. maka tuangan menjadi panas dan akan mengganggu perhatian siswa. Cara menggunakan proyektor Opaque Untuk mendapatkan gambaran tentang bentuk. Layar Dengan bagan sederhana di atas dapat dijelaskan cara bekerjanya sebagai berikut: (1) Lampu proyektor (A) sebagai sumber cahaya memantulkan cahaya ke permukaan alas tempat bahan Opaque (B). Karena jarak antara letak proyektor dengan layar cukup jauh. Cermin pemantul D. (3) Nyalakan lampu proyektor (untuk percobaan) dan hidupkan motor pendingin proyektor. (3) Jika guru tidak mempunyai operator pembangu sukar untuk menerangkan gambar sambil menunjuk pada layar. bagian-bagian dan cara kerja proyektor ini terlebih dahulu perhatikanlah gambar berikut ini. Adapun langkah-langkah umum mengoperasikan proyektor Opaque adalah sebagai berikut: (1) Siapkan proyektor. Alas tempat bahan Opaque C. (2) Hubungkan kabel power pada sumber listrik. Periksalah dulu apakah tegangan yang ada pada sumber listrik sesuai dengan yang dibutuhkan. Setelah cukup dingin baru kipas dimatikan. layar dan bahan Opaque yang akan disajikan dan tempatkan masing-masing pada tempat yang tepat. Lensa proyeksi E. c. Lampu proyektor B. tekan alat pengungkit agar bahan Opaque itu naik. (3) Oleh lenca (D) bayangan dari cermin pemantul (C) tadi diteruskan ke layar (E). (2) Apabila ventilasi tidak diatur dengan baik. (5) Aturlah letak gambar serta ketajaman gambar dengan memutar lensa ke kiri atau ke kanan (pengatur focus). (7) Cabut kabel yang menghubungkan proyektor dengan sumber listrik dan kemasi serta simpan semua alat perlengkapan di tempatnya.dianggap penting.

Ukuran gambar (frame) pada slide bisa berbeda-beda dan tentu saja berbeda-beda pula proyektor slide yang dipakainya. Jangan sampai ada yang tidak melihat layar dengan jelas. 3. Beberapa keuntungan penggunaan slide Dengan menggunakan slide untuk media pendidikan akan diperoleh beberapa keuntungan yang antara lain ialah: (1) Pembuatannya relatif mudah. S l i d e s (Film Bingkai) Slides adalah bidang transparan yang bergambar. Gambarnya bisa berupa hasil lukisan tangan. (9) Adakan tindak lanjut (follow up). misalnya dengan tanya jawab. (3) Kalau ada sebuah atau beberapa slide saja yang rusak atau tidak cocok lagi dengan keadaan. tetapi pada umumnya merupakan hasil pemotretan yaitu dengan menggunakan film 35 mm khusus untuk membuat slide.dipersiapkan secara sempurna sebelum murid-murid masuk ruangan kelas. demikian pula cara mengoperasikan proyektor slide tidak memerlukan ketrampilan teknis yang rumit. a. Ingat jarak antaraproyektor dan layar cukup jauh. slide tersebut mudah disingkirkan dan diganti yang baru. (4) Harus diingat bahwa pada waktu presentasi ruangan harus betul-betul gelap. (6) Lebih ideal apabila guru dibantu oleh operator pembantu. (4) Karena gambar atau frame-frame . (7) Guru hendaknya mengarahkan secara singkat tentang apa tujuan penyajian dan apa yang harus dikerjakan murid pada saat ruangan masih terang. agar diperoleh gambar pada layar yang jelas. (3) Perhatikan duduk murid-murid. Pada dasarnya slide adalah gambar mati pada bidang transparan yang diproyeksikan. (5) Perhatikan kesegaran ruangan dan ventilasi udara karena dalam ruangan yang gelap dan panas (dari lampu proyektor dan ruangan yang tertutup) dapat mengganggu konsentrasi murid. diskusi dan sebagainya. plastik jernih atau seluloid. Gambar transparan tersebut kemudian diproyeksikan melalui alat yang disebut Slides Projector. Bidang transparan itu dapat berupa kaca. Tiap gambar diberi bingkai dan bingkai ini biasanya sudah dipersiapkan oleh toko yang menjual alat-alat photografi. (2) Tiap gambar slide dapat dipertunjukkan satu persatu selama diperlukan dan akan memberikan kesempatan kepada penonton untuk memperhatikan lebih mendetail. (8) Adakah evaluasi setelah belajar mengajar berlangsung dan sebaiknya apa bentuk evaluasi yang akan diadakan sudah diberitahukan sebelumnya.

(6) Slide dapat dipergunakan untuk pengajaran klasifikal.yang terpisah. alat untuk memajukan gambar. (4) Lensa proyeksi. fungsinya untuk menyambung dan memutus aliran listrik. (8) Tray. Cara menggunakan proyektor slide Berbeda tipe dan merk proyektor slide berbeda pula karakteristik dan cara menggunakannya. maka kemungkinan hilang. Dengan alat tertentu slide mudah untuk diperbanyak. Dengan memutar knob ini letak proyektor dapat ditinggikan. Tentu saja memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan membuat sendiri. yaitu alat untuk mendudukkan gambar dalam keadaan terbalik. atau terlupakan dapat terjadi. Pada umumnya komponen proyektor slide terdiri atas: (1) Power switch. (6) Reverse knob. Ada pula yang berbentuk bundar dan jalannya memutar serta dapat memuat sekaligus 80 frame dan ada yang 140 frame. maka guru mudah mengatur/ menyusun kembali penyajiannya sesuai dengan urutan sajian yang diinginkan. (3) Memerlukan tenaga listrik dan ruangan gelap untuk presentasinya. bila membuat slide harus meminta bantuan orang lain. tercecer. Banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang belum berlistrik. Bentuknya ada beberapa macam. (7) Tray index. kelompok kecil maupun secara individual. b. c. Adapun cara dan langkah-langkah menggunakannya adalah sebagai berikut: (1) Letakkan . Ada yang hanya memuat satu frame dan harus diisi dengan bantuan tangan satu per satu. (5) Slide sudah dibuat duplikatnya. (2) Focus knob. (7) Tidak memerlukan banyak tempat untuk penyimpanannya. Namun pada umumnya mempunyai kesamaan komponen utama serta cara pemakaianya. yaitu mengatur tinggi rendahnya proyeksi pada layar. (2) Oleh karena slide itu tidak terpaut dalam satu lajur (tidak seperti fimstrips). yaitu lensa obyektif untuk memperbesar gambar. Makin banyak sekolah yang membutuhkan slide tersebut berarti biaya produksi makin murah. (5) Advance knob. yaitu tempat frame. Keterbatasan atau kekurangan slide (1) Guru yang tidak terampil memotret. Dan tentu saja akan membuat murid-murid resah dan terganggu perhatiannya. (4) Ruangan yang tertutup dan harus digelapkan. bila tidak dilengkapi dengan ventilasi yang memadai akan mengakibatkan panas. petunjuk nomor/angka pada nampan tempat frame slide. Ada yang berbentuk kotak memanjang dapat berisi berpuluh-puluh frame.

Letakkan sketsa dibawah sehelai sheet plastik atau kaca. karena disamping bahan yang akan digambari cukup sempit. Cara pertama memerlukan ketelatenan. (7) Untuk mengoperasikan slide dari jarak jauh digunakan “remote control”. Untuk membuat slide teknik ini pertama harus dibaut sketsa terlebih dahulu pada selembar kertas yang berukuran 2 x 3 inci. Perteballah gambar tadi dengan tinta berwarna khusus untuk slide. mengundur-kan frame. Film strip adalah serangkaian gambar pada 35 mm film positip dalam urutan tertentu. sehingga diperoleh gambar yang tajam dan jelas. (5) Tekan tombol ‘ON’. Alat ini dihu-bungkan dengan kabel ke proyektor dan berisi knob untuk memajukan frame. maka aturlah agar keterangan gambar yang didengar dari tape sesuai (sinkron) dengan gambar yang dipertunjukkan. (2) Masukkan slide (frame) pada tray sesuai dengan nomor urut slide yang telah dipersi-apkan. (4) Hubungan power cable ke stop kontak. Cara memasang gambar slide harus dibalik. dan mengatur kejelasan gambar. Gunakanlah tinta agar diperoleh gambar pada plastik atau kaca tadi. d. aturlah focus knob dan elevation knob. kemudian akan tercipta sebuah gambar pada salah satu kaca tersebut dan rapikan pinggiran kaca tersebut. 4. maka kita tinggal menerima kembali slide yang sudah jadi lengkap dengan bingkainya. Letakkan gambar itu diantara dua kaca. Cara ke dua relatif lebihmudah. Untuk memproyeksikannya ialah dengan menggunakan proyektor . sehingga frame tidak mudah tumpah dari tray). Selanjutnya kita tinggal mencucikan film tersebut ke laboratorium fotografi. Jika penjelasannya telah direkam pada kaset. Pembuatan slide Ada dua cara yang bisa digunakan untuk membuat slide yaitu dengan teknik menggambar dan dengan teknik fotografi. Kita mengadakan pemotretan obyek dengan tustel untuk foto berwarna. Film Strip (Film Rangkai) Film strip pertama mulai muncul kira-kira pada pertengahan tahun 1920-an dan disebut “picturols”. jadilah slide buatan tangan. (3) Pasang pengunci frame (tutup frame. (6) Tekanlah tombol advance. menggambarkan juga harus hati-hati. Ini dapat terjadi berkat perkembangan film gambar hidup yang ber-ukuran 35 mm yang tidak terbakar. Caranya ialah dengan membeli film berwarna khu-sus untuk slide.proyektor dan pasang layar pada posisi yang benar.

Untuk keperluan ini harus dipakai kamera khusus yang dapat mengambil gambar dengan ukuran single frame. bersambung menjadi satu film. Karena dapat dihentikan dulu atau diputar kembali ke gambar yang sudah ditampilkan untuk memperoleh kejelasan (khusus untuk film strip tak bersuara). Dewasa ini ada pula proyektor film strip yang dikombinasikan untuk proyektor slide. Film strip suara ada yang dibuat sinkron dengan audio cassete recorder. film yang berisi 36 ex. Perkembangan terakhir sudah digunakan film strip suara yang automatis. Dilihat dari ukurannya film strip ada yang disebut double frame yaitu yang sama ukurannya dengan gambar negatif film untuk potret biasa dan yang disebut single frame yaitu berukuran separuh dari yang pertama. (3) Film strip dapat dengan mudah disesuaikan dengan kecepatan mengajar dan belajar. (4) Dapat dipakai sebagai sumber bahan pelajaran pokok yang harus dipelajari siswa. dapat dibuat menjadi 27 frame gambar. yaitu sesuai dengan ukuran filmnya.film strip. Dengan demikian ada frame yang hilang atau tercecer dan tidak mungkin keliru dalam urutan penyajiannya. a. Keuntungan penggunaan filmstrip Beberapa keistimewaan penggunaan film strip sebagai media pembelajaran antara lain yaitu: (1) Pada film strip urutan frame telah diatur terlebih dahulu. Jika menggunakan ukuran single frame. (2) Proyektor untuk film strip mudah menggunakannya. Ada proyektor film strip yang hanya dapat dipakai untuk posisi gambar tegak saja. Karena ukuran film strip berbeda-beda. sekali membaca petunjuk penggunaan tentu dapat mengoperasikannya. Demikian pula posisi pengambilan gambar harus diperhatikan ada yang posisi tegak. Ditinjau dari teknik pengertian suara dan ada pula proyektor film strip yang dilengkapi suara. begitu film strip diputar sekaligus suara keterangan muncul mengiri gambar. maka proyektornya juga berbeda-beda. ada pula yang posisi membujur (horizontal). . tetapi ada pula yang dapat digunakan untuk keduanya. yang mana operatornya sendiri yang memutar film strip tersebut setelah ada tanda bunyi tertentu yang terdengar dari kaset tersebut.Tetapi ada juga proyektor film strip yang dapat dipakai untuk kedua-duanya.

maka boleh dikatakan seluruh film strip rusak. (4) Hidupkan motor fan dan kemudian hidupkan lampur proyektor. (7) Aturlah tinggi rendahnya gambar pada layar. yang fungsinya untuk menghidupkan/ mematikan motor kipas pendingin. yaitu lensa obyektif pembesar gambar. (9) Frame adjustment. (2) Lampu switch. Adapun cara dan langkah-langkah penggunaan proyektor film strip adalah sebagai berikut: (1) Letakkan proyektor dan layar pada posisi yang benar. kemudian disambung dengan alat perekat khusus. Cara menggunakan proyektor film strip Ada bermacam-macam tipe dan merk proyektor film strip. anda akan mendapat kesukaran untuk melakukannya. (4) Urutan frame-frame tidak mungkin dibolak-balik atau diatur kembali. Periksa dulu apakah tegangan yang dibutuhkan sesuai dengan tegangan sumber listrik yang tesedia. (8) Advance knob. (3) Kalau ada satu atau beberapa frame yang isinya gambarnya tidak cocok lagi dengan keadaan. maka seluruh film strip itu dapat dikatakan ketinggalan jaman. (2) Masukkan film strip yang akan diproyeksikan ke film strip carrier. untuk mengatur posisi film. Memang bagian frame yang rusak dapat di-gunting. Beberapa kelemahan penggunaan film strip (1) Film strip agak mudah rusak. untuk menghidupkan/mematikan lampu proyektor. sedangkan gambar yang dipertunjukan adalah gambar diam. yaitu pengatur tinggi rendahnya proyeksi. (5) Aturlah ketajaman gambar dengan memutar pengatur focus pada lensa proyeksi. . (6) Film strip carrier. (4) Lens. (5) Tilt knob. (6) Aturlah kedudukan frame sehingga tepat yaitu dengan memutar tombol “frame adjustment”. (2) Jika anda memerlukan beberapa frame saja untuk dipertunjukkan.b. (3) Hubungan power cable ke stop kontak. (5) Proyektor film strip relatif sukar diperoleh. c.kan dengan slide filmstrip dalam hal ini kurang fleksibel. namun pada umumnya komponen-komponennya terdiri atas: (1) Motor fan switch. (3) Saluran udara atau “air vents”. tempat penggulung film. jika dibanding. untuk menjalankan film. Sehingga jika ada satu atau beberapa frame yang rusak. tetapi tentu saja akan mengganggu sikwensi sajian. tempat film. (7) Film strip slot.

manuskrip dan bahan-bahan grafis yang lain. karena halaman cetak yang besar dapat diringkas dalam bentuk film yang selanjutnya dapat dikembalikan ke bentuk dan ukuran semula. Obyek yang diambil dapat berupa halaman-halaman buku. baru matikan kipas pendingin. (2) Mengatasi problem kekurangan mikroskop. melainkan dibaca dengan menggunakan alat pembaca khusus . 5. (4) Memungkinkan diskusi dan observasi kelas dilakukan secara serentak sehingga tidak ada point-point yang terlewati oleh anak-anak. Microprojection.(8) Majukan film dengan menggunakan “advance knob” (9) Bila selesai presentasi matikan lampu proyeksi sementara kipas tetap berputar sampai proyektor cukup dingin. Alat khusus ini dapat bermanfaat sekali terutama untuk: (1) Mengamati benda-benda kecil yang biasanya dilakukan secara individual dengan mikroskop. (3) Menjamin bahwa seluruh kelas akan mengamati hal yang sama pada saat yang sama pula. dan Microcard Microprojection adalah film hasil pemotretan dari benda-benda mikro yang telah diperbesar dengan alat microscope dan dengan proyektor khusus untuk itu gambar dapat diproyeksikan ke layar. Microfilm. Microcard adalah salah satu microfilm yang dapat meringkas 50 halaman buku biasa ke dalam satu lembar kartu/ film ukuran 3 x 5 inci. Sedangkan microfilm dan microcard adalah film yang merupakan hasil pemotretan dari bahan-bahan yang tadinya hanya dapat dilihat secara individual. Apabila kita ingin membacanya kembali bukannya diproyeksikan. Keuntungan terbesar dari penggunaan alat-alat khusus ini ialah untuk penghemat-an. (10) Kemasi alat-alat dan simpan di tempat yang aman. dengan demikian lebih efisien penggunaannya. Media ini terbuat dari film 16 mm atau 35 mm dengan melalui proyektor khusus dapat menampilkan kembali obyek-obyek yang telah dipotretnya.

Beberapa kelebihan loop-film antara lain ialah: (1) Ruang tidak perlu digelapkan. baik OHP maupun opaque projector memiliki kelebihan dan keterbatasan sesuai dengan fungsinya. Tahukah anda dengan apa yang disebut transparansi itu? Bagaimana cara membuat . sehingga film ini akan berputar terus berulang-ulang bila tidak dimatikan. maka guru harus memberi narasi/komentar sendiri sementara film berputar. Karena tidak bersuara.Yang berukuran 8 mm lebih praktis karena dirancang dalam bentuk kaset. Kerjakan tugas-tugas berikut ini dalam buku kerja 1. yang berisi gerakangerakan dari obyek yang dipelajari. (2) Dapat berputar terus berulang-ulang.yang disebut “microcard reader”. (3) Guru atau operator tidak perlu mengembalikan film. Sehingga bahan mikro tadi dapat dibaca lagi seperti membaca bahan dalam ukuran aslinya. (4) Baik sekali untuk menunjukkan proses atau periode pendek. (5) Filmloop mudah sekali diintegrasikan ke pelajaran dan dipakai bersama dengan medium yang lain. lama putarnya berkisarnya antara 3 – 4 menit. 6. murid pun bisa memakainya sendiri. Jelaskan apa saja kelebihan dan keterbatasan kedua alat tersebut? 3. (6) Karena perangkatnya sederhana. sehingga pengertian yang kabur menjadi jelas. setiap akan memutar film kembali. Misalnya perpecahan sel satu organisme. Obyek yang dipelajari tersebut hanya akan dimengerti dengan baik kalau dipertimbangkan dengan gerakan. Loop Film Loop film atau filmloop adalah jenis film (motion picture film) dari ukuran 8 mm atau 16 mm yang ujung-ujungya saling bersambung. (7) Film dapat dihentikan setiap saat untuk diselingi dengan penjelasan atau diskusi. dan apa fungsi kedua alat tersebut? 2. perkembangbiakan protozoa dan sebagainya. Sebagai salah satu media. Terangkan apa yang anda ketahui tentang OHP dan opaque projector.

6. transparansi. Jelaskan kelebihan maupun keterbatasan yang terdapat pada kedua alat tersebut? 8. Uraikan dengan singkat pengertian slides dan film rangkai? 7. 3. 6. Jika anda sudah memahami dengan baik tentang karakteristik dan langkah operasionalnya. 4. Menjelaskan langkah-langkah dalam pembuatan film pendidikan. kalau perlu catatlah jika ada yang perlu didiskusikan. mengenai OHP.transparansi yang baik? 4. 7. Setelah anda memahami tentang karakteristik langkah operasionalnya. terangkan pula bagaimana cara membuat kedua alat tersebut? 10. Pengajaran dengan bantuan slides maupun film rangkaian memang memiliki suatu kelebihan. 2. 8. Mengoperasikan projector motion picture film. Menjelaskan macam-macam motion picture film. Menjelaskan cara menggunakan projector film (motion picture film). dan opaque projector. Menjelaskan jenis-jenis film. Menjelaskan manfaat dan keistimewaan siaran TV sebagai media pembelajaran. disamping keterbatasan yang ada. Menjelaskan prinsip kerja siaran TV. 5. Menjelaskan keuntungan dan keterbatasan motion picture film sebagai mediapembelajaran. Bab 12 Media Pandang-Dengar Tujuan Khusus : Setelah mempelajari/mengerjakan bagian ini anda diharapkan dapat: 1. sekarang lanjutkanlah dengan mempraktekkan secara langsung (Apabila ada kesulitan mintalah petunjuk kepada pembimbing anda. Berkaitan dengan tugas di atas. Tugas anda selanjutnya adalah: pertama membuat program slides pembelajaran serta mencoba mengoperasikan kedua alat tersebut sebagai langkah kedua. jelaskan bagaimana mengoperasikan kedua tersebut? 5. Untuk mengoperasikan kedua alat tersebut diperlukan pemahaman secara khusus tentang tata cara penggunaannya. Jelaskan bagaimana menggunakan slides dan proyektor film rangkai? 9. .

Menyusun naskah program siaran TV. Media Pandang-Dengar Pada bagian ini akan dibicarakan perangkat pandang dengar yang menggunakan peralatan elektromagnetik dengan teknologi tinggi. Film atau gambar hidup sebenarnya adalah serangkaian gambar mati yang merupakan hasil pemotretan dengan kecepatan tertentu sehingga apabila diproyeksikan dengan menggunakan proyektor film dengan kecepatan tertentu akan memberikan ilusi pandangan yang nampak hidup/bergerak. dan yang terakhir ialah film berwarna dan bersuara. Berturut-turut dibahas masing-masing Televisi Pendidikan. kecepatan putarannya adalah 24 frame per detik. Menjelaskan bentuk-bentuk dan cara penyusunan program siaran TV. 14. 11.9. Menjelaskan pengertian dan karakteristik TV Siaran Terbatas (Closed Circuit Television (CCTV). yaitu Motion Picture Film. memotret (shooting) film dipergunakan alat khusus yaitu kamera film. dan masyarakat pada umumnya menyebut motion picture film dengan sebutan ‘film’ saja atau ‘bioskop’. 1. Ditinjau dari sejarah film. 13. untuk film bisu kecepatan putarnya adalah 18 frame per detik sedangkan untuk film bersuara. Menjelaskan manfaat dan keterbatasan Video Cassete/Tape Recorder (VCR/VTR) sebagai media instruksional. 10. Televisi dan Video Cassete Tape Recorder. Perbedaan antara film bisu dan film bersuara dapat dilihat dari kecepatan pemutaran filmnya. Sejalan dengan kemajuan perkembangan teknologi berubah menjadi film hitam-putih yang bersuara. Mengoperasikan unit VCR/VTR. 12. . mula-mula yang ada ialah hitam-putih dan bisu. Motion Picture Film Motion picture film disebut juga dengan gambar hidup. Untuk mengambil gambar-gambar. Video Cassete/Tape Recorder dan Televisi Pada Arena Tertutup (Closed Circuit Television). Menjelaskan cara menggunakan dan merekam pada unit VCR/ VTR.

a. Misalnya perubahan-perubahan pada manusia. film Keluarga Berencana. Hal ini dapat diperlihatkan oleh film dokumenter. Dengan demikian dapat memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Ditinjau dari lebar film. film 35 mm. atau tumbuhan. Akan tetapi kini sudah ada proyektor yang digunakan untuk kedua-duanya. Ada dua jenis film pendidikan. maka proyektor yang digunakan juga berbeda. (4) Film dapat mengatasi keterbatasan manusia pada ruang dan waktu. Film 8 mm film 16 mm dapat dipakai untuk penonton satu kelas dan film 35 mm dan film 70 mm adalah film yang biasa digunakan untuk bioskop-bioskop yang bersifat komersial. film tentang Lingkungan Hidup. Keistimewaan penggunaan film Beberapa keistimewaan penggunaan film sebagai media pendidikan antara lain yaitu: (1) Film dapat menyajikan kejadian-kejadian masa lampau yang tidak mungkin terulang kembali.Tentu saja masing-masing harus menggunakan proyektor khusus sesuai dengan lebar film. Ada proyektor untuk film bersuara optik. (6) Dengan teknik ’slow motion’ kita dapat mengikuti suatu gerakan lambat dari suatu aktivitas obyek yang sebenarnya berlangsung sangat cepat. dan pemakai hanya tinggal mengatur tombol untuk topik atau untuk magnetic. (2) Film dapat menyajikan kejadian-kejadian yang berlangsung lama dalam waktu yang singkat. hewan. . dari biji jagung sampai menjadi tumbuhan jagung yang besar dan berubah hanya dalam beberapa menit saja. Dengan teknik editing hal-hal yang dianggap tidak perlu dihilangkan. film dapat dibedakan menjadi film 16 mm.Dengan adanya dua teknik rekaman suara pada film tersebut. (5) Dengan teknik “fotomikrografi” kita dapat mengikuti perkembangan organisme benda-benda kecil yang sebenarnya hanya dapat dilihat melalui mikroskop saja. film-film yang sengaja dibuat untuk kepentingan pendidikan atau pembelajaran. (3) Film dapat menyajikan kejadian-kejadian yang penting-penting saja dari suatu kejadian atau peristiwa yang panjang. dari bayi kecil sampai dewasa. Pertama adalah film komersial yang berthemakan atau berisi pesan pendidikan dan kedua. seperti film Ilmu Pengetahuan (science). dan bahkan sekarang ada film 70 mm. dan sebagainya.

(9) Dengan film dapat mengembangkan daya imajinasi anak/ penonton. film dapat memberikan pengalaman estetis yang memuaskan dan lain dengan yang dilihat secara langsung. (3) Karena kejadian-kejadian yang sudah diedit. memuaskan dan mempertinggi perhatian anak/penonton. Dengan demikian penonton dapat meng¬identifikasikan secara emosional dengan apa yang ditontonnya.(7) Film dapat mempengaruhi emosi. yaitu dengan memutarnya berulang-ulang dan menirukannya. kegembiraan. (3) Film apresiasi . (8) film berita (news). kesedihan. (9) film industri. (10) Dengan semua keistimewaan di atas. (6) film episode. (10) film provokasi. maka film menarik. ataupun kekejaman secara jelas. Keterbatasan penggunaan film juga memiliki beberapa kelemahaan atau keterbatasan yang antara lain ialah: (1) Film dapat memberikan pengertian waktu yang tidak benar. (4) film rekreasi. Kesepuluh jenis itu menurut Oemar Hamalik ialah (1) film informasi. Adapun masing-masing jenis film tersebut secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Film informasi Yaitu film yang dapat memberikan informasi data atau petunjuk sehingga penonton mendapatkan pengetahuan melalui film itu. (8) Dengan teknik pengambilan/shooting yang sempurna. (7) film science. (2) film kecakapan atau drill. (3) film dokumenter. b. (4) Pembuatan film memerlukan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama. (2) Film kecakapan Berarti dengan menonton film tersebut penonton akan mendapatkan ketrampilan tertentu. film dapat memberikan kesan dan kesimpulan yang salah. Dengan kemampuan kamera dan teknik cinematografi dapat menyajikan perasaan. Jenis-jenis film Ditinjau dari segi isinya film dapat diklasifikasikan menjadi 10 jenis. (2) Film dapat memberikan pengertian ukuran yang tidak benar. c.

Cara menggunakan proyektor film Proyektor film dibuat dengan maksud agar dapat dipakai untuk memproyeksikan filmfilm tertentu. (9) Film industri Yaitu film yang memperlihatkan informasi hasil dari industri tertentu. d. Film ini mendorong untuk diskusi. Bisa berupa episodeepisode pendek. walaupun penampilannya mungkin sudah melalui proses editing. Agar dapat menggunakan/mengoperasikan proyektor film. (4) Film dokumenter Berisikan rekaman tentang kejadian yang sebenarnya.Yaitu jenis film yang mendorong orang untuk berapresiasi tentang isi film yang ditampilkan. pengetahuan. dan sebagainya. dapat pula panjang. Tetapi secara umum prinsip-prinsip kerja proyektor serta komponen utamanya adalah sama. (8) Film berita (news) Berupa liputan dari kejadian langsung yang dianggap penting. Baik berupa episode-episode pendek maupun yang panjang. (6) Film episode Yaitu film yang terdiri atas edisi-edisi pendek mungkin isinya informasi umum. Jadi sifatnya sama dengan film dokumenter. (7) Film science Memberikan perbendaharaan pengetahuan baru bagi penontonnya. (5) Film rekreasi Sesuai dengan namanya film ini bersifat memberikan hiburan semata-mata kepada penontonnya. Dengan demikian maka terdapat juga berbagai macam proyektor film. Film bersuara memiliki . industri. (10) Film provokasi Yaitu film yang isinya mendorong atau menantang sekelompok orang bereaksi secara cepat dan langsung terhadap apa yang disajikan.

yang diatur dengan tombol lampu dan dihubungkan dengan tombol untuk menghidupan mesin. (3) “Tooth sprocket wheel” yaitu gerigi untuk menempatkan lubang film agar dapat berputar dengan lancar. (4) Framer. (2) Amplifier control untuk mengatur suara dengan tombol “ON” dan “OFF” serta “Volume” dan “Tune”. Komponen untuk mengatur perputaran film terdiri atas: (1) “Feed rell” dan “Take up reel” yaitu tempat gulungan film yang telah diproyeksikan. . Komponen untuk memproyeksikan gambar terdiri atas: (1) Lampu proyektor. Adapun cara atau langah-langkah menggunakan proyektor film yaitu: (1) Letakkan proyektor film pada meja dengan kedudukan yang kuat dan pasanglah layar. Komponen untuk produksi suara terdiri atas: (1) Power cord. (2) Hubungkan speaker luar (jika ada) dengan proyektor dan di tempat yang tepat. yaitu penghubung aliran listrik. (2) “Motor switch control” untuk menghidupkan dan mematikan motor pemutar film. (4) “Guded roller” dan “Snubber” yaitu alat untuk merentangkan film agar dapat berputar dengan lancar. untuk mengatur kedudukan gambar tepat satu frame saja yang nampak pada layar. yang dipakai juga untuk mempertajam gambar (focus). Untuk suara magnetik dilengkapi dengan “magnetic head” dan untuk suara optic dilengkapi dengan “exiter lamp” yang dilalui pita suara pada film (film sound track). untuk memproyeksikan gambar yang terdapat pada film dan bagian yang menggerakkan perputaran film. untuk mengeraskan suara yang mungkin menjadi satu dalam kotak proyektor atau ditempatkan terpisah di luarnya. (3) Speaker. (2) Lensa. (3) Elevator knob untuk mengatur kedudukan proyektor disesuaikan dengan kedudukan gambar pada layar.tiga bagian pokok yaitu: untuk reproduksi suara.

(10).Pasanglah film sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. yaitu apa yang akan dicapai penonton atau perubahan tingkah laku yang bagaimana yang diharapkan terjadi setelah menonton film yang akan dibuat. (8) Hidupkan kembali proyektor dan aturlah volume dan tone control. Tiap proyektor ada petunjuk khusus untuk itu. (5) Letakkan sound selector (jika ada) pada posisi “optic” atau “magnetic” sesuai dengan jenis film yang akan diproyeksikan. Pada skrip ini juga harus dilengkapi dengan keterangan tentang teknik . Misalnya film 8 mm untuk kelompok.Dengan demikian dapat ditetapkan ukuran film yang akan dibuat. sehingga terdengar suaranya dengan jelas. (6) Hidupkan proyektor (motor dan lampu) dan aturlah sinar yang jatuh pada layar untuk mendapatkan posisi dan ketajaman yang sesuai. 16 mm untuk kelas besar dan sebagainya. penonton satu kelas saja atau massa. (2) Menyusun skrip film Kembangkan ide pokok tadi dalam sebuah skrip film. Pada tiap proyektor ada petunjuk bagaimana cara memasang film. (4) Letakkan sound selector (jika ada) pada posisi forward. (9) Bila sudah selesai kembalikan film ke gulungan film semula (feed reel). Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas langkah-langkah umum memproduksi film pendidikan. (7) .(3) Hubungkan power cord ke stop kontak dan hidupkan amplifier. Bagaimana kondisi perbendaharaan pengalamannya.Kemasi semua peralatan dan simpan kembali di tempat yang aman. Skrip film disusun menurut urutan sajian atau urutan cerita yang berisi keterangan gambar dan suara yang akan ditampilkan. Bila sudah matikan lagi proyektor. Membuat film pendidikan Membuat film pendidikan menuntut kemampuan dan keterampilan khusus untuk itu. yaitu: (1) Menetapkan tujuan dan calon penonton Untuk memproduksi film pendidikan tugas pertama yang arus dikerjakan ialah menetapkan tujuan pendidikan/pengajaran. e.Disamping itu tetapkan juga siapa yang akan menonton film yang akan dibuat.

Kejadian yang berlangsung berhari-hari dapat dipertunjukkan dalam beberapa menit. Film seri karton di TVRI untuk anak pada senja hari adalah contoh dari teknik ini. (e) Photomicrography Dengan teknik ini obyek-obyek yang terlalu kecil dapat dipertunjukkan dengan jelas dan besar. LS artinya long shoot atau pengambilan jarak jauh. CU artinya close up atau pengambilan jarak dekat. Dalam perfileman dikenal beberapa teknik pengambilan gambar (shooting) yang biasanya disingkat LS. Dalam pengambilan gambar film dikenal beberapa teknik penambilan berdasarkan sifat-sifat dan kondisi obyek yang diambil. Memperoleh gambar yang sebaik-baiknya adalah hal yang menjadi pertimbangan utama dalam langkah ini. MS. Teknik-teknik pembuatan itu ialah: (a) Direct or ordinary photography Yaitu merekam obyek atau kejadian sebagaimana terjadi sesungguhnya seperti yang dilihat dengan mata. ECU artinya extreme close up atau pengambilan dari jarak dekat sekali. (c) Time-lapse photography Teknik photography terhadap gerakan-gerakan obyek yang terlalu lambat yang sukar diikuti dengan mata perubahannya.pengambilan gambarnya. MS artinya medium shot atau pengambilan jarak sedang. (3) Pengambilan gambar (shooting film) Dalam pengambilan gambar (shooting film) ini peran kamerawan dengan kamera filmnya penting sekali. (f) Telephotography Teknik ini menggunakan lensa yang dapat menangkap obyek-obyek yang terlalu jauh untuk dilihat oleh mata. CU dan ACU. (b) Slow-motion photography Tehnik merobah kecepatan gerak gambar yang terlalu cepat diikuti oleh mata menjadi lambat sehingga mudah dilihat mata. (d) Animated photography Dengan teknik dalam gambar animation banyak ide dapat ditunjukkan dalam gambar yang kongkrit. Misalnya tingkah laku binatang di hutan ataupun benda-benda di .

demikian pula kaki kamera (tripod) harus kokoh pula duduknya. (c) Perhatikan selalu titik focus dalam setiap pengambilan gambar. (g) Filmography Filmography adalah teknik film yang paling sederhana dan paling murah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan kamera film. Apakah perlu ada gambar-gambar yang dihilangkan agar . Dalam pengambilan gambar film. (i) Underwater photography Teknik ini memungkinkan pengambilan gambar terhadap obyek-obyek di dalam air dengan jelas. (4) Editing film Setelah melalui pemrosesan di laboratorium film. sebab ia hanya memotret gambar-gambar biasa dengan menggerakkan kameranya terhadap gambargambar itu satu per satu secara teratur. hindarilah cahaya yang kuat menghadap ke kamera. (h) X-ray photography Teknik ini dapat memotret/merekam hasil pemotretan sinar X atau obyek yang telah disinari dengan sinar X. antara lain ialah: (a) Pasang kamera film pada sandaran/kaki kamera pada kedudukan yang kokoh. (e) Untuk film bersuara kecepatan putarnya adalah 24 frame/detik. jarak sedang maupun jarak jauh. tahap berikutnya adalah editing. (b) Perhatikan kondisi obyek yang akan diambil gambarnya. sebab dapat mengakibatkan gambar kabur atau dapat juga tidak memperoleh gambar sama sekali. Apakah sudah mendapatkan cukup cahaya? Bila perlu tambahlah dengan penerangan cahaya tambahan. baik jarak dekat. sehingga gambar-gambar itu sendiri yang bergerak. Gambar-gambar yang terbaik. sedangkan untuk film bisu kecepatan putarnya 18 frame/detik. (d) Ambillah gambar sesuai dengan permintaan atas dasar skrip yang telah dibuat.ruang angkasa.

Dalam kegiatan belajar mengajar penggunaan film masih tidak lepas dari peranan media yang lainnya. Karena suara yang dikirimkan melalui jarak jauh sudah dikenal jauh sebelum lahirnya televisi. Melalui para pemakai film ini. masih harus kita ingat bahwa ia bukanlah satu-satunya media yang terbaik untuk pendidikan/pembelajaran.000 titik. Walaupun istilah televisi mengandung arti gambar yang disalurkan.000 x 25 = 5. kemudian akan diperoleh balikan yang dapat dipergunakan untuk perbaikan dan pengembangan produksi film berikutnya.L Baird pada tahun1926. namun di dalam istilah ini sudah terkandung pengertian gambar dan suara. Padahal tiap detik ditampilkan 25 frame gambar. maka istilah televisi sendiri secara langsung diartikan orang “tele audio vision”. Televisi Perkataan televisi berarti menyalurkan gambar melalui jarak jauh. Oleh karena itu film yang sudah selesai proses editingnya direproduksi sesuai dengan kebutuhan. baru kemudian tahun 1960.000 titik.Tentu saja waktu itu masih menggunakan TV hitam putih. Pesawat televisi pertama ditemukan oleh seorang montir berkebangsan Inggris bernama J.sikwensi penyajian lebih bagus. Sedangkan siaran TV yang teratur baru dimulai tahun 1935 di Jerman baru kemudian diikuti oleh Amerika enam tahun kemudian yaitu tahun 1941. Gambar pada TV terdiri dari 25 gambar yang ditampilkan secara berurutan dalamtiap detik.an TV berwarna diciptakan. Dengan kata lain tiap gambar/ frame terdiri dari 625 x 320 = 200. . 2. perlu dike-tahui bahwa gambar yang terbentuk pada TV itu bukanlah gambar yang utuh. (5) Distribusi dan evaluasi film Film dibuat untuk dinikmati sebanyak mungkin penonton. dan setiap gambar masih dipecah lagi menjadi 625 garis. berarti tiap detik ditampilkan 200. Tiap garis masih dipecah lagi menjadi 320 titik. Untuk memahami bagaimana proses pengiriman gambar dari jarak jauh. Setelah selesai proses inilah baru kita tampilkan penyajian film yang final.000. Meskipun film merupakan media audio visual yang boleh dikatakan sempurna.

titik yang merupakan bagian dari gambar itu diubah menjadi sinyal elektris atau sinyal video. b. dan penerimaan gambar oleh pesawat TV di tempat para pirsawan. Sedangkan tujuan siaran hiburan ialah untuk menggembirakan hati para penonton atau memberi kesempatan sebagai pelarian dari persoalan-per-soalan sehari-hari untuk sementara waktu. titik dan garis itu ditata kembali menjadi bentuk seperti semula.Bagaimana proses pengiriman titik-titik yang merupakan bagian dari gambar itu terjadi? Gambar yang dibentuk oleh lensa kamera video dipecah menjadi garisgaris oleh seberkas penyapu elektron. Sebenarnya siaran TV di negara kita sebagian terbesar berisi program siaran pendidikan dan kalau diisi siaran hiburan. Dan memang siaran TV yang baik ialah menyampaikan pesan yang bersifat mendidik dan sekaligus menghibur. itupun sebagian juga berthemakan atau membawakan pesan pendidikan juga. Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa kualitas gambar atau kejelasan gambar pada pesawat TV tergantung juga pada kualitas ketiga komponen tersebut. Dengan demikian TVRI kita bermanfaat secara maksimal sebagai media pendidikan masyarakat umum. Manfaat TV sebagai media pendidikan Siaran-siaran TV pada umumnya selalu mengandung dua tujuan yaitu untuk pendidikan dan untuk hiburan. Keistimewaan TV sebagai media pendidikan Beberapa kelebihan penggunaan TV sebagai media pendidikan antara lain ialah: (1) TV menyajikan suara dan rupa sekaligus serta daya jangkauan siarannya yang luas. dan pembentukan sikap tertentu pada pirsawan. maka pirsawan di rumah masing-masing dapat melihat gambar pada pesawat TV persis seperti gambar yang dibentuk oleh lensa kamera TV di studio. sehingga sejumlah besar orang dalam wilayah tertentu dalam waktu yang sama mendapatkan pengalaman yang sama pula (keseragaman informasi). Untuk menyalurkan/ memancarkannya. Sinyal video ini kemudian disalurkan dengan kabel atau tanpa kabel ke pesawat TV. Tujuan siaran pendidikan ialah untuk mengerjakan sesuatu atau menginformasi-kan sesuatu yang dapat menambah pengetahuan. pemancaran/ penyaluran gambar. . Dengan proses demikianlah. keterampilan. Jadi siaran TV dapat diterima oleh penontonya di rumah dengan melalui proses: produksi siaran (pembentukan gambar). a.

Pengajar dapat menggunakan gambar-gambar bagan. (6) TV dapat memperluas tinjauan kelas (bagi siswa-siswa sekolah) dan dapat membuat masyarakat mengerti tentang sekolah dan pendidikan pada umumnya. bahkan dapat diselingi dengan hasil rekaman video. Yang diwawancarai bisa satu orang saja atau bisa juga terdiri dari beberapa orang. Diskusi dipimpin oleh seorang moderator dan biasanya dalam bentuk diskusi yang pesertanya terbatas atau berbentuk diskusi panel yang pesertanya 3 atau 4 orang saja. (4) Diskusi/diskusi panel. Peristiwa yang sedang terjadi pada saat itu dapat disiarkan dan dapat dilihat oleh banyak orang tanpa melalui proses rekaman dan editing seperti film.(2) Realistis dan langsung. mulai dengan alat visual papan tulis. Bentuk-bentuk siaran pendidikan melalui TV Beberapa bentuk siaran pendidikan melalui TV antara lain: (1) Ceramah biasa Seorang pendidik berceramah lewat layar TV tanpa bantuan alat visual lainnya. film. (3) Wawancara. model-model sampai dengan pertunjukkan film. (4) TV dapat menciptakan kembali semua peristiwa masa lampau. baik berupa rekaman video. gambar. (2) Ceramah dengan bantuan alat visual lainnya. Dalam siaran ini memperlihatkan beberapa orang yang sedang berdiskusi pada layar TV. papan tulis. c. (5) TV dapat melatih guru. ataupun drama. (3) TV merupakan “kendaraan yang berubah-ubah muatannya” Siarannya TV dapat memberikan bermacam-macam sajian mulai dari bentuk ceramah biasa sampai dengan teknik karya wisata. Agar tidak menjemukan penonton biasanya digunakan beberapa kamera untuk bergantian mengambil gambarnya. Wawancara ini terdiri atas orang yang mewawancarai dan diwawancarai. . baik untuk pendidikan “pre service” maupun untuk “inservice training”.

dan sebagainya. Perlu dike-tahui bahwa sebagian besar tugas film dapat dilakukan atau digantikan oleh fungsi VTR/ VCR.(5) Sandiwara. ceritera bergambar. 3. Video Cassete/Tape Recorder Video Tape Recorder (VTR) atau Video Cassete Recorder (VCR) adalah alat perekam gambar dan suara sekaligus. tetapi pada umumnya melalui rekaman terlebih dahulu. (1) Menetapkan tujuan dan sasaran. d. (5) Menetapkan alat evaluasi dan balikan. dan jika sudah tidak dipakai dapat dihapus dengan mudah. Sandiwara ini dapat dilakukan langsung. Penyusunan Program TV Pendidikan Didalam penyusunan program TV pendidikan perlu diperhatikan beberapa hal yang akan menentukan kualitas dari program tersebut. (6) Beberapa bentuk sajian lainnya seperti program cerdas cermat. (2) Menentapkan pokok-pokok isi program. Dan pada saat diperlukan gambar dan suara dapat ditampilkan kembali. film. Evaluasi dan balikan digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program setelah program dilaksanakan. Istilah CTR biasanya dimaksudkan untuk alat-alat perekam video yang “open-reel” yaitu . Apa yang akan dicapai oleh pirsawan/siswa setelah mengikuti program tersebut. (3) Menetapkan bentuk penyajian program Berdasarkan tujuan dan isi program dapat ditetapkan bentuk penyajian program yang paling tepat. Dengan demikian akan diketahui sifat dari isi program tersebut. Baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunaknya. (4) Menetapkan alat-alat yang digunakan dalam penyajian. Hal apa saja yang akan disajikan dalam program TV tersebut. ceritera boneka.

sehingga hasil yang dipertunjukkan kepada penonton adalah merupakan hasil rekaman yang sudah sempurna. demonstrasi atau keterampilan yang rumit tersebut dapat direkam terlebih dahulu. b. . bahkan obyek yang sudah direkam dapat juga di “still” kan sementara. Penggunaan VTR/VCR di samping sebagai bagian dari perlengkapan unit televisi yang berada di stasiun TV juga dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan tersen. (6) Keras lemah suara dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan serta dapat disisipi dengan komentar ataupun suara lainnya. (5) Dengan menggunakan VTR sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari orang yang ahli/ spesialis. (4) Alat ini dapat juga melakukan “slow-motion” dari gerakan obyek yang terlalu cepat. Manfaat dan keistimewaan VTR/VCR Beberapa manfaat dan keistimewaan penggunaan VTR/VCR sebagai media pendidikan antara lain ialah: (1) Dapat merekam peristiwa atau kejadian dalam bentuk suara dan rupa sekaligus dalam waktu yang singkat dapat ditampilkan kembali hasil rekaman tersebut.pita kaset yang terbuka. Sedangkan VCR adalah alat perekam video yang berbentuk kotak kaset. (2) Penggunaannya dapat diulang-ulang. (3) Karena merupakan barang baru. dapat terjadi perhatian penonton terpusat pada alatnya dan bukan pada isi programnya. (3) Dapat mengajarkan demonstrasi mengenai keterampilan yang rumit. Dengan demikian akan memperjelas pengamatan. a. maka perhatian penonton/siswa sulit untuk dikuasai dan partisipasi mereka jarang dipraktekkan. Bila tidak diperlukan lagi mudah juga menghapusnya. sehingga lebih memperjelas pengamatan. Beberapa kekurangan atau keterbatasan VTR/VCR (1) Apabila kita menyajikan program pengajaran melalui alat ini tanpa hadirnya guru. (2) Sifat komunikasinya yang satu arah dan untuk mengatasinya haruslah diimbangi dengan pencarian bentuk-bentuk balikan yang lain. Dengan dipersiapkan secara matang.diri.

Hal ini memungkinkan siaran CCTV pada wilayah yang lebih luas. sedangkan peralatannya cukup mahal. (3) Dapat memanfaatkan sumber-sumber daerah dan interes-interes daerah. tetapi dapat juga digunakan saluran tertentu yang bukan kabel. a. Guru-guru dapat secara bergantian mengisi program siarannya secara terkoordinir. . Siaran CCTV ini dapat berupa siaran langsung dan dapat pula berupa hasil rekaman yang telah dipersiapkan sebelumnya. dimana penyiarannya dengan menggunakan stasiun penyiaran atau relay dari pesawat terbang yang berkeliling di atas daerah operasi siaran. misalnya untuk sekolahsekolah se-wilayah kecamatan atau kabupaten. sehingga sistem ini tidak dikembangkan lagi.(4) Tidak semua orang dapat menggunakannya dengan betul. Kelebihan-kelebihan CCTV sebagai media pendidikan Beberapa kelebihan penggunaan sistem CCTV sebagai media pendidikan ialah: (1) CCTV dapat memberikan kesempatan dan pengalaman yang sama kepada muridmurid pada beberapa kelas atau daerah siaran. Siaran CCTV dalam satu kampus biasanya pesawat-pesawat TV itu dihubungkan dengan kabel. Sistem ini pernah dicobakan di negara Australia. tetapi ternyata biaya operasinya dianggap terlalu mahal. 4. Televisi Pada Arena Tertutup Televisi pada arena tertutup yang diterjemahkan dari istilah Closed Circuit Television adalah media audio visual yang perangkatnya sebenarnya merupakan pemanfaatan pesawat televisi dan perangkat VCR. Cara penyelenggaraan program seperti ini disebut dengan istilah Stratovision. Pernah pula diadakan percobaan penggunaan media televisi untuk program pembelajaran. Program CCTV dapat dilaksanakan misalnya di sebuah sekolah atau beberapa sekolah dalam satu lingkungan kampus. dimana pada beberapa kelas dipasang pesawat TV yang dapat menyiarkan acara atau pelajaran yang berasal dari sebuah studio yang berada di sekolah tersebut. (5) Perlengkapan TV ini masih dirasakan terlalu mahal untuk ukuran sekolah-sekolah di Indonesia pada umumnya. (2) Acara-acara siarannya dapat dikontrol guru atau bahkan dapat diisi oleh guru bidang studi sendiri.

(3) Seperti hal VTR. Dengan demikian menantang guru-guru di wilayah tersebut untuk selalu meningkatkan kualitas mengajarnya. 6. Walaupun hal ini bisa diatasi dengan jalan menggunakan berbagai media yang lain. Jelaskan jenis-jenis film dari segi isi pesannya! 5. Sebagai salah satu media pembelajaran. Jelaskan bagaimanakah prinsip kerja siaran televisi? 7. misalnya memanfaatkan pesawat telepon atau berdiskusi dengan guru kelas setelah selesai pelajaran lewat televisi. Coba sebutkan masing-masing jenis film tersebut! 2. Ada bermacam-macam film(motion picture film). Jelaskan langkah-langkah menggunakan projector film (motion picture film). Jelaskan keuntungan dan keterbatasan motion picture film sebagai media pembelajaran! 3. alat ini masih merupakan media yang dirasakan terlalu mahal untuk ukuran sekolah-sekolah di Indonesia. apalagi apabila pemanfaatannya belum bisa maksimal. televisi memang memiliki suatu keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh media lain. maka aktifitas siswa tidak terkontrol. Keterbatasan sistem CCTV Beberapa keterbatasan atau kekurangan CCTV sebagai media pendidikan ialah: (1) Sifat komunikasinya yang satu arah. (2) Karena ketidak hadiran guru-guru di kelas-kelas yang siswanya sedang belajar lewat siaran televisi. Sebutkan keistimewaan media ini! . Kerjakan tugas-tugas berikut ini dalam buku kerja! 1. Jelaskan langkah-langkah dalam pembuatan film pendidikan. (5) Problem kekurangan guru-guru yang ahli dapat diatasi dengan menampilkan atau merekam penampilan guru-guru ahli tersebut melalui CCTV. (6) Memungkinkan guru-guru di wilayah siaran tersebut untuk membentuk suatu tim kegiatan belajar mengajar. b. menyebabkan siswa menjadi pasif. Manfaat apa saja yang bisa didapat dari televisi sebagai media pembelajaran! 8.(4) Dapat mengatasi problem kekurangan sarana dan sumber belajar yang lain. 4. baik dilihat dari segi ukuran frame maupun kecepatan putarnya.

apa saja bentuk siaran yang dapat dilakukan? 10. p. Apa yang membedakan Video Cassete/Tape Recorder dengan media elektronika lain yang sejenis? 13.9. & J. W. Jelaskan dimana letak keistimewaan dan keterbatasan media ini? 14. F. 569-598. 16. Harcleroad. Sikula (1990) Handbook of Research on Teacher Education. F.) Handbook of Research on Teacher Education. Haberman..R.Sikula (Eds. 1977. Lewis. Assessment of teaching.New York: McMillan Publishing Company. & Barnes. R. lanjutkan dengan praktek. Technology. New York: Mc Graw Hill Book Company Inc. serta cara untuk membuat rekaman pada VCR? 15. Dilihat dari bentuk siarannya sangat bervariasi. M. Bagaimana karakteristik dari TV siaran terbatas tersebut? Bahan Bacaan: Andews. B. Untuk lebih memantapkan pengalaman anda didalam penyusunan program siaran TV. Teacher’s Knowledge and Learning to Teach.E. Carter. K. New York: MacMillan Publishing Company. 291-310. In W. 1990. (Jika anda mengalami kesulitan mintalah petunjuk pada pembimbing/ instruktur anda). S. Ada beberapa keistimewaan dari VCR. Brown. . Setelah anda memahami prinsip-prinsip dan langkah pengoperasian VCR.. . J. & J. M. Media and Methods. Audio Visual Instruction. Dalam W.Jelaskan bagaimana cara penyusunan program siaran televisi yang anda ketahui? 11. Khusus untuk siaran pendidikan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan didalam penyusunan program siaran TV. disamping keterbatasan-keterbatasan yang ada. 12. R. Bagaimana cara-cara yang efektif didalam penggunaan unit VCR. Houston. p. Coba anda jelaskan pengertian Closed Circuit Television? 17. tugas anda berikut mencoba membuat atau menyusun garis besar naskah program siaran televisi. Houston. T. Haberman.

Berkeley. R. Present. FL: Harcout Brace Jovanovich College Publishers. Anglin. 1991. The Overhead Projector.E. .Clark. Driscoll. Instructional Media and Technologies for Learning. S.). Present. & Waxman. 333 – 348. Crowell. ——–.G. 1986. Russel. J. Handbook of Research on cience Teaching and Learning. 327 – 342. Inc. Dougherty. dalam G. p. CL: Libraries Unlimited.: Prentice Hall Inc. K. Center For Instructional Development Syracuse University.) Instructional Technology: Past. Bandung: Alumni. J. M.J. & Sugrue. B. H.C. p.J. and Future. 310-326 Hamalik. E. Dalam Harsolt. F. Centre For Instructional Development Syracuse University. N. Walberg (Eds) Effective Teaching: Current Research. Inc. p. M. Research on instructional media 1978 -1980. Englewood. 1991.P. Classroom Management.)Instructional Technology: Past. E. Education and society. Dalam J.J. 1975. 1976. Kemp. 1980.L. 239-256 Miarso. New York: MacMillan Publishing Company. H. M. 2002. & Smaldino. Orlando..J.D. Heinich. New York: Thomas Y. Jones.M. Diamond. R. U. Molenda. Definisi Teknologi Pendidikan. Media pendidikan. Paradigms for research in instructional systems. Transparancy Making. Planning and Producing Audio Visual Materials. 1976. 503-521. (ed.. Anglin (Ed. CL: Libraries Unlimited. J. (Ed. p. CA: McCuthan Publishing Corporation. R. S. 1990. 1991. V. Englewood. Paradigms and programs instructional systems.M.Waxman & H. Knight. C. 1994. & Hammack. & Future.

November 20th. H. Productive teaching and instruction: Assessing the knowledge base. New York: MacMillan Publishing Company. E. Minor. p. L.J. & Walberg. 297 -314 This entry was posted on Friday. 1991. M.V. Barkely. Handbook of Research on Teaching. Shulman. A. Dalam Merlin C.C. p. New York: MacMillan Publishing Company. 1986.0 feed. H.Rajawali. 1981. or trackback from your own site.C. p 33-62 Wittrock. You can follow any responses to this entry through the RSS 2. Dalam M. 1986.Jakarta: C. Leave a Reply þÿ Name (required) þÿ Mail (will not be published) (required) . 3 – 36. 2009 at 9:56 pm and is filed under Uncategorized. 1984. CA: McCuthan Publishing Corporation. New York: Mac Graw Hill Book Company Inc. Students’ Thought Processes. H. Penerangan. Jakarta: PT Gramedia Waxman.) Handbook Research on Teaching. Wittrock. Sihkabuden. Pengantar Media Pendidikan. Paradigms and Research Programs in the Study of Teaching: A Contemporary Perspective. (Ed. dan Penyuluhan.C. Sulaiman. Wittrock. 1978. Hand Book For Preparing Visual Media. Malang: Jurusan KTP-FIP IKIP. Media Audio Visual untuk Pengajaran. You can leave a response.

þÿ Website Submit Comment webblog sihkabuden is proudly powered by WordPress Entries (RSS) and Comments (RSS). .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful