You are on page 1of 4

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM PENGAMBILAN DARAH VENA Ranti Bangkit Ma`ruffi, 0906511100 - Keperawatan Dewasa 7 D Kelompok B

Definisi: Suatu pengambilan darah vena yang diambil dari vena dalam fossa cubiti, vena saphena magna/ vena supervisial lain yang cukup besar untuk menndapatkan sampel darah yang baik dan representatif dengan menggunakan tabung vacutainer. Prinsip : Pembendungan pembuluh darah vena dilakukan agar pembuluh darah tampak jelas dan dengan mudah dapat ditusuk sehingga didapatkan sempel darah. Hal yang harus diperhatikan: Contoh sampel dalam pemeriksaan laboratorium adalah darah. Sebagian besar darah yang dipakai adalah darah vena cubitti pada orang dewasa. hal yang harus diperhatikan adalah vena yg diambil darahnya cukup besar dan untuk meyakinkan dapat dilakukan palpasi, tempat pengambilan tidak dalam keadaan trauma atau luka. Sebelum diambil dilakukan pembendungan pada bagian proksimal pada vena agar mudah dalam penusukan jarum, haras disterilisasi dengan alkohol sebelum ditusuk jarum.

Tujuan : Mendapatkan spesimen darah vena tanpa anti koagulan yang memenuhipersyaratan untuk pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi

Lokasi: 1. vena mediana cubiti (dewasa) 2. vena jugularis superficialis (bayi)

Alat alat : 1. Spuit disposable 10 ml 2. Kapas alcohol 70 % 3. Kapas kering 4. mikropore 5. Tabung plastik 1 ml untuk pemeriksaan Hb 6. Tourniquet(alat ikat pembendungan) 7. Microtube (tabung mikro) 1 ml untuk menyimpan serum 8. Sentrifuge (pemusing untuk memisahkan serum) 9. Kotak pendingin untuk membawa darah dan serum 10. Aluminium foil (kertas aluminium) Bahan :

1. Antikoagulan EDTA 2. Kapas alkohol 70% 3. Air bebas ion dan larutan HNO3 Cara pengambilan darah : 1. Pengambilan darah sebelum dan setelah intervensi dilakukan pada jam 9.00- 12.00. 2. Bersihkan kulit di atas lokasi tusuk dengan alkohol70% dan biarkan sampai kering. 3. Lokasi penusukan harus bebas dari luka dan bekas luka/ sikatrik. 4. Darah diambil dari vena mediana cubiti pada lipat siku. 5. Pasang tourniquet pada lengan atas 7 10 cm diatas bagian yang akan dilakukan tusukkan dan pasien diminta untuk mengepalkan tangannya. 6. Pilih vena yang besar, tidak mudah bergerak dan bersihkan dengan alkohol 70 %, biarkan kering dengan sendirinya. 7. Tusuk kulit dengan jarum pada kemiringan 30 45, sampai jarum masuk ke dalam lumen vena. 8. Kendurkan ikatan tourniquet perlahan lahan, tarik pengisap Spuit sehingga darah masuk kedalam spuit sebanyak yang diperlukan. 9. Letakkan kapas kering diatas jarum, kemudian cabut jarum spuit perlahan lahan dari vena. 10. Tekan kapas kering tersebut beberapa menit dan tutup dengan mikropore. 11. Pisahkan darah kedalam tabung sesuai kebutuhan pemeriksaan dengan cara melepaskan jarum dari spuit dan alirkan darah pada dinding tabung. Pembahasan : 1. Pembendungan yang terlalu lama akan mempengaruhi hasil pemeriksaan karena akan terjadi hemokonsentrasi. 2. Vena yang dapat ditusuk yaitu: pada orang dewasa adalah vena fossa cubiti, pada bayi vene juguralis superfialis atau sinus sagitalis superior. 3. Penusukkan harus tepat pada vena agar tidak menimbul hematum.

4. Pengisapan darah yang terlalu dalam akan menyebabkan darah membeku dalam spuit, segera pisahkan darah ke dalam tabung sesuai dengan jenis pemeriksaan. Kesimpulan : Sampling darah vena secara baik dan benar sangat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan tidak menimbulkan keluhan pada pasien.

Referensi: Stedman. (2005). Kamus Ringkasan Kedokteran. Edisi ke- 4. Jakarta: EGC. http://www.damandiri.or.id/file/evawanyaritonangipblampiran.pdf www.scribd.com/doc/50000246/pengambilan-darah-vena