P. 1
Hubungan Motivasi Dan Prestasi

Hubungan Motivasi Dan Prestasi

|Views: 676|Likes:

More info:

Published by: Jangnoer Putra Galuh on Nov 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2012

pdf

text

original

Sections

  • A. Motivasi Belajar
  • 1. Pengertian Motivasi Belajar
  • 2. Macam-macam Motivasi Belajar
  • 3. Fungsi Motivasi dalam Belajar
  • 4. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar
  • B. Prestasi Belajar
  • 1. Pengertian Prestasi belajar
  • C. Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
  • 1. Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
  • a. Pengertian Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
  • b. Tujuan Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
  • c. Ruang Lingkup Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
  • E. Hipotesa
  • A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
  • B. Populasi dan Sampel
  • C. Teknik Pengumpulan Data
  • D. Teknik Analisis Data
  • 1. Sejarah Berdirinya
  • 2. Keadaan Guru dan Siswa
  • 3. Sarana dan Prasarana
  • 4. Struktur Organisasi
  • B. Deskripsi dan Analisis Data
  • C. Interpretasi Data
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN PRESTASI

BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

(Studi Penelitian Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang)












Oleh
AGUSTIN WARDIYATI
NIM : 102011023437



JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1425 H/2006 M
id19824171 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN PRESTASI
BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

(Studi Penelitian Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang)


Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Syarat-syarat Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Islam ( S. Pd. I )


Oleh
AGUSTIN WARDIYATI
NIM : 102011023437

Di Bawah Bimbingan


Drs. H. Ghufran Ihsan, M A


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1425 H/2006 M
PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi yang berjudul HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN
PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Studi
Penelitian Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang )
telah diujikan dalam siding munaqasyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal . Skripsi ini telah diterima
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Strata 1 ( S1 )
pada Jurusan Pendidikan Agama Islam.


Jakarta, 2006

Sidang Munaqasyah

Ketua Merangkap Anggota, Sekretaris Merangkap Anggota,


NIP NIP

Anggota




iv
KATA PENGANTAR
ϢϴΣήϟ΍ϦϤΣήϟ΍Ϳ΍ϢδΑ
Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT, yang dengan segala
kasih dan kemurahan-Nya skripsi ini dapat diselesaikan.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak sedikit
hambatan dan kesulitan yang dihadapi, Namun berkat bantuan dan motivasi yang
tidak ternilai dari berbagai pihak, akhirnya skripsi ini selesai pada waktunya. Penulis
menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan rasa hormat kepada semua
pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, khususnya kepada yang
terhormat :
1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Drs. H. Abdul Fattah Wibisono MA, Ketua Jurusan Pendidikan Agama
Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak Sapiuddin Shiddiq, M. Ag, Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta.
4. Bapak Drs. H. Ghufran Ihsan, MA, Dosen Pembimbing skripsi yang telah
bersedia dengan tulus memberikan bimbingan, petunjuk dan saran kepada penulis
selama menyelesaikan skripsi
id19838171 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
v
5. Bapak Hanapi, S. Pd, Kepala SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang,
yang telah memberikan izin dan membantu memberikan data-data yang
diperlukan penulis.
6. Bapak Hilmi Karim, S.Ag guru bidang Studi Pendidikan Agama Islam serta
Dewan Guru yang bersedia membantu memberikan data-data dan memberikan
semangat kepada penulis.
7. Bapak-bapak dan Ibu-ibu Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah
memberikan ilmunya kepada penulis.
8. Ayah Bunda tercinta ( Bapak Iwa Kustiwa dan Ibu Ida ) yang dengan tulus ikhlas
telah memberikan pengorbanan baik material maupun spiritual kepada penulis.
9. Syahrul Martadinata yang telah membantu, menemani dan memberikan semangat
dalam menyelesaikan skripsi ini
10. Rekan-rekan seperjuangan di Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Irma,
Yuni, Vita, Oman, Lina, Ela, Muse, yang telah memberikan motivasi kepada
penulis dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya yang telah
memberikan sumbangsih bagi kelancaran penulisan ini.
Semoga amal dan jasa mereka diterima oleh Allah swt sebagai amal sholeh
dan dibalas-Nya dengan pahala yang berlipat ganda. Amin ya Rabbal 'alamin.
Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat, khususnya bagi
penulis dan umumnya bagi para pembaca yang budiman.
Jakarta, September 2006
Penulis
vi

vi
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR.......................................................................................... iv
DAFTAR ISI......................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah................................................................. 1
B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah ........................ 4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...................................................... 6
D. Metode Pembahasan....................................................................... 6
E. Sistematika Penulisan .................................................................... 7
BAB II KAJIAN TEORI TENTANG MOTIVASI DAN PRESTASI
BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
A. Motivasi Belajar ............................................................................. 9
1. Pengertian Motivasi Belajar..................................................... 9
2. Macam-macam Motivasi Belajar ............................................. 12
3. Fungsi Motivasi dalam Belajar ................................................ 15
4. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar........................ 17
B. Prestasi Belajar............................................................................... 19
1. Pengertian Prestasi Belajar....................................................... 19
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ................ 21
id19854468 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
vii
C. Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam............... 25
1. Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Bidang Studi Pendidikan Agama Islam........... 25
b. Tujuan Bidang Studi Pendidikan Agama Islam................. 27
c. Ruang Lingkup Bidang Studi Pendidikan Agama Islam... 30
2. Tolok Ukur Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama
Islam ......................................................................................... 31
D. Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi
Pendidikan Agama Islam............................................................... 33
E. Hipotesa ......................................................................................... 34
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ................................ 35
B. Populasi dan Sampel ...................................................................... 37
C. Teknik Pengumpulan Data............................................................. 37
D. Teknik Analisis Data...................................................................... 40
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang
Tangerang....................................................................................... 44
1. Sejarah berdirinya ................................................................... 44
2. Keadaan Guru dan siswa ......................................................... 44
3. Sarana da Prasarana ................................................................. 47
4. Struktur Organisasi ................................................................. 48
viii
B. Deskripsi dan Analisis Data........................................................... 50
C. Interpretasi Data............................................................................. 85
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................... 87
B. Saran............................................................................................... 87
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 89
LAMPIRAN
1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Allah SWT,
yang berbeda dari makhluk lain. Perbedaan tersebut karena manusia diciptakan
dengan berbagai potensi yang melebihi makhluk lain, seperti yang terdapat dalam
surat Asy syam 19/8 berikut :
Palhamaha fudzuraha wataqwaha
Akal merupakan salah satu potensi yang diberikan Allah kepada manusia
dan merupakan pembeda dengan makhluk lainnya. Oleh karena itulah manusia
menjadi makhluk yang paling mulia di muka bumi ini. Hal ini sesuai dengan
Firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Isra: 70
˴Ϧ˶ϣ˸Ϣ˵ϫΎ˴Ϩ˸ϗ˴ί˴έ˴ϭ˶ή˸Τ˴Β˸ϟ΍˴ϭ͋ή˴Β˸ϟ΍ϲ˶ϓ˸Ϣ˵ϫΎ˴Ϩ˸Ϡ˴Ϥ˴Σ˴ϭ˴ϡ˴Ω΍˴˯ϲ˶Ϩ˴ΑΎ˴Ϩ˸ϣ͉ή˴ϛ˸Ϊ˴Ϙ˴ϟ˴ϭ
Ύ˱Ϡϴ˶π˸ϔ˴ΗΎ˴Ϩ˸Ϙ˴Ϡ˴Χ˸Ϧ͉Ϥ˶ϣ˳ήϴ˶Μ˴ϛϰ˴Ϡ˴ϋ˸Ϣ˵ϫΎ˴Ϩ˸Ϡ͉π˴ϓ˴ϭ˶ΕΎ˴Β͋ϴ͉τϟ΍ ѧγϹ΍ ˯΍ή


Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami
angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang
baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas
kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (QS. Al-Isra: 70)

Manusia sebagai makhluk yang paling mulia sebagaimana tersebut tidak
akan menjadi mulia begitu saja, akan tetapi harus ada yang membina, memimpin
id19887687 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
2
dan mengarahkannya. Perbuatan itu adalah proses belajar dalam suatu lembaga
pendidikan.
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang terjadi di dalam satu
situasi, bahkan dalam satu ruang hampa. Situasi belajar ini ditandai dengan motif-
motif yang ditetapkan dan diterima oleh siswa. Terkadang satu proses belajar
tidak dapat mencapai hasil maksimal disebabkan karena ketiadaan kekuatan yang
mendorong ( motivasi ).
Belajar mengajar merupakan suatu proses yang sangat kompleks, karena
dalam proses tersebut siswa tidak hanya sekedar menerima dan menyerap
informasi yang disampaikan oleh guru, tetapi siswa dapat melibatkan diri dalam
kegiatan pembelajaran dan tindakan paedadogis yang harus dilakukan, agar hasil
belajarnya lebih baik dan sempurna. Dari proses pembelajaran tersebut siswa
dapat menghasilkan suatu perubahan yang bertahap dalam dirinya, baik dalam
bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap. Adanya perubahan tersebut terlihat
dalam prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa berdasarkan evaluasi yang
diberikan oleh guru.
Dalam proses belajar mengajar motivasi sangat besar peranannya terhadap
prestasi belajar. Karena dengan adanya motivasi dapat menumbuhkan minat
belajar siswa. Bagi siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan mempunyai
keinginan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sehingga boleh jadi
siswa yang memiliki intelegensi yang cukup tinggi menjadi gagal karena
kekurangan motivasi, sebab hasil belajar itu akan optimal bila terdapat motivasi
3
yang tepat. Karenanya, bila siswa mengalami kegagalan dalam belajar, hal ini
bukanlah semata-mata kesalahan siswa, tetapi mungkin saja guru tidak berhasil
dalam membangkitkan motivasi siswa.
Perhatian siswa terhadap stimulus belajar dapat diwujudkan melalui
beberapa cara seperti penggunaan media pengajaran atau alat-alat peraga,
memberikan pertanyaan kepada siswa, membuat variasi belajar pada siswa,
melakukan pengulangan informasi yang berbeda dengan cara sebelumnya,
memberikan stimulus belajar dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan. Dan
ada beberapa motivasi yang digunakan guru terhadap bahan pelajaran agar siswa
tidak merasa bosan, seperti : memberikan hadiah, pujian, gerakan tubuh,
memberikan angka atau penilaian, memberikan tugas dan hukuman.
Motivasi yang kuat dalam diri siswa akan meningkatkan minat, kemauan
dan semangat yang tinggi dalam belajar, karena antara motivasi dan semangat
belajar mempunyai hubungan yang erat. Sebagaimana yang dikatakan oleh
Sardiman A.M dalam bukunya Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar bahwa :
"Dalam kegiatan belajar, maka motivasi menimbulkan kegiatan belajar, menjamin
kelangsungan dari kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek
belajar itu dapat tercapai."
1

Motivasi sangat berperan dalam belajar, dengan motivasi inilah siswa
menjadi tekun dalam proses belajar mengajar, dan dengan motivasi itu pula


1
Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta : C. V. Rajawali, 1990),
Cet. Ke-12, h. 75-76
4
kualitas hasil belajar siswa dapat diwujudkan dengan baik. Siswa yang dalam
proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas akan tekun dan berhasil
dalam belajarnya.
2
Tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan
tingginya prestasi belajar. Bahkan pada saat ini kaitan antara motivasi dengan
perolehan dan atau prestasi tidak hanya dalam belajar
3
Dengan dasar itulah
penulis memilih SMP Islam Al-Fajar sebagai objek penelitian yang mana di
sekolah tersebut terdapat siswa yang berprestasi tetapi tidak termotivasi untuk
mempelajari bidang studi Pendidikan Agama Islam.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahasnya dalam
bentuk skripsi yang berjudul : "HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI
DENGAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM ( Studi Kasus Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung
Pamulang Tangerang )".

B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengidentifikasikan masalah
sebagai berikut :
a. Media belajar apakah yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa?


2
Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya, 1996), h. 82


3
Imran, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 1996), h. 89
5
b. Metode Pengajaran yang bagaimanakah yang dapat meningkatkan
motivasi belajar siswa?
c. Faktor-faktor apa saja yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa?
d. Bagaimana prestasi belajar siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung
Pamulang Tangerang?
e. Apakah terdapat korelasi antara motivasi dengan prestasi belajar siswa
terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam?
2. Pembatasan Masalah
Agar masalah dalam penelitian ini tidak menyimpang dari apa yang
diteliti, maka penulis membatasi penelitian ini pada masalah: Hubungan
antara motivasi dengan prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
( Studi Kasus Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang
Tangerang )
3. Perumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan di atas, rumusan masalah yang diteliti adalah
sebagai berikut :
a. Bagaimana kondisi motivasi siswa kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung
Pamulang Tangerang terhadap prestasi belajar bidang studi Pendidikan
Agama Islam?
b. Bagaimana gambaran prestasi belajar siswa kelas II SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang pada bidang studi Pendidikan Agama
Islam?
6
c. Bagaimana hubungan antara motivasi siswa kelas II SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang dengan prestasi belajar bidang studi
Pendidikan Agama Islam?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
a. Tujuan Umum : Untuk melihat bagaimana hubungan antara motivasi
dengan prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
b. Tujuan Khusus : Untuk mengethui ada tidaknya hubungan antara motivasi
dengan prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penelitian yang dilksanakan
ini adalah :
a. Manfaat teoritis : Dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai
besarnya pengaruh motivasi, terutama terhadap prestasi belajar Bidang
Studi Pendidikan Agama Islam.
b. Manfaat praktis : Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan
pertimbangan pendidik atau guru dalam memberikan bimbingan terhadap
anak didiknya.

D. Metode Pembahasan
7
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
analisis dan dilengkapi oleh data-data yang diperoleh melalui penelitian lapangan
(field research). Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian langsung ke tempat
yang dijadikan objek penelitian yakni SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang
Tangerang.
Adapun pedoman yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah
buku pedoma penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi yang disusun oleh Tim
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta 2002.

E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini dalam lima bab dan dirinci dalam beberapa
sub bab, dengan sistematika penyusunan sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan, yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Identifikasi
Masalah, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian,
Metode Pembahasan dan Sistematika Penulisan.
Bab II : Kajian teori, yang terdiri dari Motivasi Belajar: pengertian
motivasi belajar, macam-macam motivasi belajar, fungsi motivasi dalam belajar
dan upaya dalam menumbuhkan motivasi belajar, Prestasi belajar yang terdiri dari
: pengertian prestasi belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar, Prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam: pengertian bidang
studi pendidikan agama Islam, tujuan bidang studi pendidikan agama Islam, ruang
lingkup bidang studi pendidikan agama Islam, tolok ukur prestasi belajar bidang
8
studi pendidikan agama Islam, Pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar bidang
studi pendidikan agama Islam dan Hipotesa.
Bab III : Metodologi Penelitian, yang mencakup : Variabel Penelitian
dan Definisi Operasional, Populasi dan Sampel, Teknik Pengumpulan Data, serta
Teknik Analisis Data.
Bab IV : Hasil Penelitian, yang terdiri dari : Gambaran Umum SMP
Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang: sejarah berdirinya, Keadaan guru
dan siswa, Sarana dan Prasarana dan struktur Organisasi, Deskripsi Data dan
Analisis Data serta Interpretasi Data.
Bab V : Penutup, yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran-saran
9
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi merupakan salah satu aspek psikis yang memiliki pengaruh
terhadap pencapaian prestasi belajar. Dalam Psikologi, istilah motif sering
dibedakan dengan istilah motivasi. Untuk lebih jelasnya apa yang dimaksud
dengan motif dan motivasi, berikut ini penulis akan memberikan pengertian
dari kedua istilah tersebut. Kata "motif" diartikan sebagai daya upaya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
1
Atau seperti dikatakan oleh
Sardiman dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior
yang dikutip M. Ngalim Purwanto : motif adalah tingkah laku atau perbuatan
suatu tujuan atau perangsang.
2
Sedangkan S. Nasution, motif adalah segala
daya yang mendorog seseorang untuk melakukan sesuatu.
3

Dengan demikian motif adalah dorongan atau kekuatan dari dalam diri
seseorang yang dapat menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu.

1
Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta : C.V. Rajawali, 1990),
Cet. Ke-12, h. 73

2
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1998), Cet.
Ke-5, h. 60

3
S. Nasution, Didaktik Asas-asas Mengajar, (Jakarta : Bumi Aksara, 1995), Cet. Ke-1, Ed. 2,
h. 73
id19914703 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
10
Adapun pengartian motivasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
Kontemporer, adalah keinginan atau dorongan yang timbul pada diri
seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu
perbuatan dengan tujuan tertentu.
4

Pendapat-pendapat para ahli tentang definisi motivasi diantaranya
adalah :
M. Alisuf Sabri, motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi
pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong orang untuk
memenuhi suatu kebutuhan.
5

WS Winkel, motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif,
motif menjadi aktif pada saat tertentu, bahkan kebutuhan untuk mencapai
tujuan sangat dirasakan atau dihayati.
6

Selanjutnya, M. Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa motivasi
adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah
laku seseorang agar ia menjadi tergerak hatinya untuk bertindak melakukan
sesuatu sehingga mecapai hasil atau tujuan tertentu.
7


4
Peter Salim dan Yenny Salim, Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, (Jakarta :
Modern English, 1991), h. 997

5
M. Alisuf Sabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, (Jakarta : CV. Pedoman
Ilmu Jaya, 2001), Cet. Ke-3, h. 90

6
Sardiman A.M, Op.Cit, h. 87

7
WS. Winkel, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, (Jakarta : PT. Gramedia, 1986),
Cet. Ke-3, h. 71
11
Menurut MC. Donald, yang dikutip oleh Sardiman A.M, motivasi
adalah suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan
munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan adanya tujuan.
8

Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli bahwa
motivasi adalah suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang untuk
melakukan sesuatu guna mencapai tujuan.
Dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai suatu perubahan energi
dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului
dengan adanya tujuan, maka dalam motivasi terkandung tiga unsur penting,
yaitu :
a. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri
setiap individu manusia, perkembangan motivasi akan membawa
beberapa perubahan energi di dalam system "neurophysiological" yang
ada pada organisme manusia.
b. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa "feeling", afeksi seseorang.
Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan,
afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
c. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal
ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan.
16


8
Ngalim Purwanto, Op.Cit, h. 71

16
Sardiman A.M. Op.Cit., h. 74
12
Dengan demikian yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah
keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang
memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki
oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
2. Macam-macam Motivasi Belajar
Dilihat dari berbagai sudut pandang, para ahli psikologi berusaha
untuk menggolongkan motif-motif yang ada pada manusia atau suatu
organisme kedalam beberapa golongan menurut pendapatnya masing-masing.
Diantaranya menurut Woodwort dan Marquis sebagaimana dikutip oleh
Ngalim Purwanto, motif itu ada tiga golongan yaitu :
a. Kebutuhan-kebutuhan organis yakni, motif-motif yang berhubungan
dengan kebutuhan-kebutuhan bagian dalam dari tubuh seperti : lapar,
haus, kebutuhan bergerak, beristirahat atau tidur, dan sebagainya.
b. Motif-motif yang timbul yang timbul sekonyong-konyong (emergency
motives) inilah motif yang timbul bukan karena kemauan individu tetapi
karena ada rangsangan dari luar, contoh : motif melarikan diri dari
bahaya,motif berusaha mengatasi suatu rintangan.
13
c. Motif Obyektif yaitu motif yang diarahkan atau ditujukan ke suatu objek
atau tujuan tertentu di sekitar kita, timbul karena adanya dorongan dari
dalam diri kita.
10

Arden N. Frandsen yang dikutip oleh Sardiman, A.M, mengemukakan
jenis motivasi dilihat dari dasar pembentukannya, yaitu : motif bawaan,
(motive psychological drives) dan motif yang dipelajari (affiliative needs),
misalnya : dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan dan
sebagainya.
11

Selanjutnya Sartain membagi motif-motif itu menjadi dua golongan
sebagai berikut :
a. Psychological drive adalah dorongan-dorongan yang bersifat fisiologis
atau jasmaniah seperti lapar, haus dan sebagainya.
b. Sosial Motives adalah dorongan-dorongan yang ada hubungannya dengan
manusia lain dalam masyarakat seperti : dorongan selalu ingin berbuat
baik (etika) dan sebagainya.
12

Adapun bentuk motivasi belajar di Sekolah dibedakan menjadi dua
macam, yaitu :
a. Motivasi Intrinsik
b. Motivasi Ekstrinsik

10
Ngalim Purwanto, Ibid, h. 64

11
Sardiman A.M, Loc. Cit

12
Ngalim Purwanto, Op.Cit., h. 62
14
1. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam
diri siswa sendiri yang dapat mendorong melakukan tindakan belajar.
13

Dalam buku lain motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari
dalam diri seseorang atau motivasi yang erat hubungannya dengan tujuan
belajar, misalnya : ingin memahami suatu konsep, ingin memperoleh
pengetahuan dan sebagainya.
14

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah:
a. Adanya kebutuhan
b. Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya sendiri
c. Adanya cita-cita atau aspirasi.
15

2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang datang dari luar
individu siswa, yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.
16

Bentuk motivasi ekstrinsik ini merupakan suatu dorongan yang tidak
secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar, misalnya siswa rajin
belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya,

13
Muhibbinsyah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung : Remaja
Rosdakarya, 2002), Cet. Ke-7, h. 136

14
H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya, 1996), h. 85

15
Akyas Azhari, Psikologi Pendidikan, (Semarang : Dina Utama Semarang, 1996), Cet. Ke-1,
h. 75

16
Muhibbinsyah, Op. Cit. h. 82
15
pujian dan hadiah, peraturan atau tata tertib sekolah, suri tauladan orang
tua, guru dan lain-lain merupakan contoh konkrit dari motivasi ekstrinsik
yang dapat mendorong siswa untuk belajar.
Dalam perspektif kognitif, motivasi intrinsik lebih signifikan bagi
siswa karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada
dorongan atau pengaruh orang lain.
Perlu ditegaskan, bukan berarti motivasi ekstrinsik tidak baik dan
tidak penting. Dalam kegiatan belajar mengajar tetap penting, karena
kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis berubah-ubah dan juga
mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar ada
yang kurang menarik bagi siswa sehingga siswa tidak bersemangat dalam
melakukan proses belajar mengajar baik di sekolah maupun di rumah.
Bahwa setiap siswa tidak sama tingkat motivasi belajarnya, maka
motivasi ekstrinsik sangat diperlukan dan dapat diberikan secara tepat.
Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsic
maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi, siswa dapat
mengembangkan aktifitas dan inisiatif sehingga dapat mengarahkan dan
memelihara kerukunan dalam melakukan kegiatan belajar.
3. Fungsi Motivasi dalam Belajar
Motivasi sangat berperan dalam belajar, siswa yang dalam proses
belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil
belajarnya. Makin tepat motivasi yang diberikan, makin berhasil pelajaran itu.
16
Maka motivasi senantiasa akan menentukan intensitas usaha belajar bagi
siswa.
Adapun fungsi motivasi ada tiga, yaitu :
a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor
yang melepaskan energi.
b. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
c. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang
harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu dengan
menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan
tersebut.
17

Seorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat
lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan
waktunya untuk bermain atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan
tujuan.
Selain itu ada juga fungsi lain yaitu, motivasi dapat berfungsi sebagai
pendorong usaha dan pencapaian prestasi, karena secara konseptual motivasi
berkaitan dengan prestasi dan hasil belajar. Adanya motivasi yang baik dalam
belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, adanya usaha
yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang
belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi
seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

17
Sardiman, A.M, Loc.Cit
17
4. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa motivasi merupakan
faktor yang mempunyai arti penting bagi siswa. Apalah artinya bagi seorang
siswa pergi ke sekolah tanpa mempunyai motivasi belajar. Bahwa diantara
sebagian siswa ada yang mempunyai motivasi untuk belajar dan sebagian lain
belum termotivasi untuk belajar. Seorang guru melihat perilaku siswa seprti
itu, maka perlu diambil langkah-langkah untuk membangkitkan motivasi
belajar siswa.
Membangkitkan motivasi belajar tidaklah mudah, guru harus dapat
menggunakan berbagai macam cara untuk memotivasi belajar siswa. Cara
membangkitkan motivasi belajar diantaranya adalah :
a. Menjelaskan kepada siswa, alasan suatu bidang studi dimasukkan dalam
kurikulum dan kegunaannya untuk kehidupan.
b. Mengkaitkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa di luar
lingkungan sekolah.
c. Menunjukkan antusias dalam mengajar bidang studi yang dipegang.
d. Mendorong siswa untuk memandang belajar di sekolah sebagai suatu
tugas yang tidak harus serba menekan, sehingga siswa mempunyai
intensitas untuk belajar dan menjelaskan tugas dengan sebaik mungkin.
e. Menciptakan iklim dan suasana dalam kelas yang sesuai dengan
kebutuhan siswa.
f. Memberikan hasil ulangan dalam waktu sesingkat mungkin.
18
g. Menggunakan bentuk –bentuk kompetisi (persaingan) antar siswa.
h. Menggunakan intensif seperti pujian, hadiah secara wajar.
18

Menurut Sardiman A.M, ada beberapa bentuk dan cara untuk
menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Beberpa bentuk
dan cara motivasi tersebut diantaranya :
1. Memberi angka
2. Hadiah
3. Saingan/kompetisi
4. Memberi ulangan
5. Mengetahui hasil
6. Pujian
7. Hukuman
8. Hasrat untuk belajar
9. Minat
10. Tujuan yang diakui.
19

Demikian pembahasan tentang upaya dalam menumbuhkan motivasi
belajar siswa dan bentuk-bentuk motivasi yang dapat dipergunakan oleh guru
agar berhasil dalam proses belajar mengajar serta dikembangkan dan
diarahkan untuk dapat melahirkan hasil belajar yang bermakna bagi
kehidupan siswa.

18
Tadjab, Ilmu Jiwa Pendidikan, (Surabaya: Karya Abitama, 1994), cet. Ke-1, h. 103

19
Sardiman A.M, Op.Cit., h. 92-95
19
B. Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi belajar
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yakni
"prestasi" dan "belajar", mempunyai arti yang berbeda. Untuk memahami
lebih jauh tentang pengertian prestasi belajar, peneliti menjabarkan makna
dari kedua kata tersebut.
Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik
secara individual atau kelompok. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang
dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan,
dikerjakan dan sebagainya).
20
Sedangkan Saiful Bahri Djamarah dalam
bukunya Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru,yang mengutip dari Mas'ud
Hasan Abdul Qahar, bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan,
hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan
keuletan kerja. Dalam buku yang sama Nasrun Harahap, berpendapat bahwa
prestasi adalah "penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan
siswa berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada
siswa.
21


20
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai
Pustaka, 1999), Cet. Ke-10, h. 787

21
Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, (Surabaya : Usaha
Nasional, 1994), Cet. Ke-1, h. 20-21
20
Dari pengertian di atas bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan
seseorang atau kelompok yang telah dikerjakan, diciptakan dan menyenagkan
hati yang diperoleh dengan jalan bekerja.
Selanjutnya pengertian belajar, untuk memahami pengertian tentang
belajar berikut dikemukakan beberapa pengertian belajar diantaranya :
Menurut Slameto, dalam bukunya Belajar dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya bahwa belajar ialah "Suatu usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya.
22
Muhibbinsyah, menambahkan dalam bukunya Psikologi
Belajar, bahwa belajar adalah "tahapan perubahan seluruh tingkah laku
individu yang relatife menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan
lingkungan yang melibatkan proses kognitif".
23
Begitu juga menurut James O.
Whitaker yang dikutip oleh Wasty Soemanto, dalam bukunya Psikologi
Pendidikan, memberikan definisi bahwa belajar adalah "proses dimana
tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman".
24

Berdasarkan beberapa pendapat di atas bahwa belajar merupakan
kegiatan yang dilakukan secara sadar dan rutin pada seseorang sehingga akan

22
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta : Rineka Cipta,
2003), Cet. Ke-4, h. 2

23
Muhibbinsyah, Loc. Cit

24
Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan, Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, (Jakarta :
Rineka Cipta, 1990), Cet. Ke-3, h. 98-99
21
mengalami perubahan secara individu baik pengetahuan, keterampilan, sikap
dan tingkah laku yang dihasilkan dari proses latihan dan pengalaman individu
itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Adapun pengertian prestasi belajar dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia adalah "penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang
dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes
atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
25

Dalam hal ini prestasi belajar merupakan suatu kemajuan dalam
perkembangan siswa setelah ia mengikuti kegiatan belajar dalam waktu
tertentu. Seluruh pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan perilaku individu
terbentuk dan berkembang melalui proses belajar.
Jadi prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama
berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu,
umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka)
dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauhmana siswa telah menguasai
materi pelajaran yang disampaikannya, biasanya prestasi belajar ini
dinyatakan dengan angka, huruf, atau kalimat dan terdapat dalam periode
tertentu.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Aktivitas belajar siswa tidak selamanya berlangsung wajar, kadang-
kadang lancar dan kadang-kadang tidak, kadang-kadang cepat menangkap apa

25
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Op. Cit., h. 787
22
yang dipelajari, kadang-kadang terasa sulit untuk dipahami. Dalam hal
semangat pun kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang sulit untuk bisa
berkosentrasi dalam belajar. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai
pada setiap siswa dalam kehidupannya sehari-hari di dalam aktivitas belajar
mengajar.
Setiap siswa memang tidak ada yang sama, perbedaan individual
inilah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan siswa,
sehingga menyebabkan perbedaan dalam prestasi belajar.
Prestasi belajar merupakan hasil dari suatu proses yang di dalamnya
terdapat sejumlah faktor yang saling mempengaruhi, tinggi rendahnya prestasi
belajar siswa tergantung pada faktor-faktor tersebut.
M. Alisuf Sabri dan Muhibbinsyah, mengenai belajar ada berbagai
faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa di sekolah, secara
garis besarnya dapat dapat dibagi kepada dua bagian, yaitu :
a. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), meliputi keadaan kondisi
jasmani (fisiologis), dan kondisi rohani (psikologis)
b. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa), terdiri dari faktor
lingkungan, baik social dan non social dan faktor instrumental.
26

Sedangkan menurut Muhibbinsyah, faktor-faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

26
H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, Op. Cit., h. 59
23
1. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi
jasmani atau rohani siswa
2. Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan sekitar
siswa
3. Faktor Pendekatan Belajar (approach to learning), yakni jenis upaya
belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa
untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
27

Adapun yang tergolong faktor internal adalah :
a. Faktor Fisiologis
Keadaan fisik yang sehat dan segar serta kuat akan menguntungkan
dan memberikan hasil belajar yang baik. Tetapi keadaan fisik yang kurang
baik akan berpengaruh pada siswa dalam keadaan belajarnya.
b. Faktor Psikologis
Yang termasuk dalam faktor psikologis adalah intelegensi, perhatian,
minat, motivasi dan bakat yang ada dalam diri siswa.
1. Intelegensi, faktor ini berkaitan dengan Intellegency Question (IQ)
seseorang
2. Perhatian, perhatian yang terarah dengan baik akan menghasilkan
pemahaman dan kemampuan yang mantap.
3. Minat, Kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan
yang besar terhadap sesuatu.

27
Muhibbinsyah, Loc. Cit
24
4. Motivasi, merupakan keadaan internal organisme yang mendorongnya
untuk berbuat sesuatu.
5. Bakat, kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai
keberhasilan pada masa yag akan datang.
Adapun yang termasuk golongan faktor eksternal adalah :
a. Faktor Sosial, yang terdiri dari :
1. Lingkungan keluarga
2. Lingkungan sekolah
3. Lingkungan masyarakat
b. Faktor Non Sosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non social adalah gedung
sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alat-
alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.
Faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.
c. Faktor Pendekatan Belajar
Pendekatan belajar dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi
yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas dan efisiensi proses
pembelajaran materi tertentu.
28

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa di
sekolahnya sifatnya relative, artinya dapat berubah setiap saat. Hal ini terjadi
karena prestasi belajar siswa sangat berhubungan dengan faktor yang

28
Muhibin Syah, Ibid., h. 139
25
mempengaruhinya, faktor-faktor tersebut saling berkaitan antara yang satu
dengan yang lainnya. Kelemahan salah satu faktor, akan dapat mempengaruhi
keberhasilan seseorang dalam belajar. Dengan demikian, tinggi rendahnya
prestasi belajar yang dicapai siswa di sekolah didukung oleh faktor
internaldan eksternal seperti tersebut di atas.

C. Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
1. Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
Pendidikan adalah "segala usaha orang dewasa dalam pergaulan
dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani
kearah kedewasaan".
29

Menurut Ki Hajar Dewantara sebagaiman dikutip oleh Abuddin
Nata, bahwa pendidikan adalah "Usaha yang dilakukan dengan penuh
keinsyafan yang ditujukan untuk keselamatan dan kebahagiaan".
30

Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan
adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mendewasakan manusia
baik jasmani maupun rohani melalui pengajaran dan pelatihan.

29
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 1994), Cet. Ke-1, h. 1

30
Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarata : Logos Wacana Ilmu, 1997), Cet. Ke-
1, h. 9
26
Adapun yang dimaksud dengan Pendidikan Agama seperti yang
dijelaskan pada undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 30
BAB IV menjelaskan bahwa pendidikan keagamaan; “pendidikan
keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menajdi anggota
masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran
agamanya dan menjadi ahli ilmu agama.
31

Berdasarkan pengertian umum tersebut,dalam bukunya Ilmu
Pendidikan Islam, Zakiyah Darajat dan kawan-kawan menjelaskan bahwa
yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam adalah :
"Suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar
nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang
terkandung di dalam Islam secara keseluruhan, menghayati makna dan
maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta
menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai
pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia
dan akhirat kelak".
32

Kemudian dalam edaran Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama
Islam Departemen Agama RI, sebagaimana dikutip oleh Drs. H. M. Alisuf
Sabri mengartikan bahwa :

31
Undang-undang Sitem Pendidikan Nasional pasal 30 BAB IV (Nomor 2 tahun 2003),
(Jakarta: CV. Tamita Utama, 2004)

32
Zakiyah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta :Bumi Aksara, 2000), Cet. Ke- 4, h. 38
27
"Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan
siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalakan agama
Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan dengan
memperhatikan tuntutan adalah menghormati agama lain dalam hubungan
kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan
persatuan nasional".
33

Dari berbagai definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa
Pendidikan Agama Islam adalah usaha bimbingan yang dilakukan secara
sadar untuk mengarahkan anak didik mencapai kedewasaan baik jasmani
maupun rohani sesuai dengan ajaran agama Islam dan pada akhirnya dapat
menjadikan ajaran agama Islam sebagai pandangan hidupnya sehingga
dapat mendatangkan keselamatan.
b. Tujuan Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
Tujuan yaitu "sasaran yang akan dicapai seseorang atau sekelompok
orang yang melakukan kegiatan.
34

Bila pendidikan kita dipandang sebagai suatu proses, maka proses
tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir pendidikan. Dalam
proses pendidikan, tujuan akhir merupakan tujuan tertinggi yang hendak
dicapai. Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada

33
Alisuf Sabri, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1999), Cet. Ke-1,
h. 74

34
Hj. Nur Ubiyati, llmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka Setia, 1998), Cet. Ke- 2, h. 29
28
hakekatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk
dalam pribadi manusia yang diinginkan.
Oleh karena itu suatu proses yang diinginkan dalam usaha
pendidikan adalah proses yang terarah dan bertujuan yaitu mengarahkan
anak didik kepada titik optimal kemampuannya. Sedangkan tujuan yang
hendak dicapai adalah terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh
sebagai manusia individual dan social serta hamba Tuhan yang
mengabdikan diri kepada Nya.
Dalam pendidikan agama Islam, nilai-nilai yang hendak dibentuk
adalah nilai-nilai Islam. Artinya tujuan pendidikan agama Islam adalah
tertanamnya nilai-nilai Islam ke dalam diri manusia yang kemudian
terwujud dalam tingkah lakunya.
Untuk lebih jelasnya tentang tujuan pendidikan agama Islam, maka
peneliti akan mengutip beberapa pendapat ahli pendidikan sebagai
berikut:
Menurut Mahmud Yunus, tujuan pendidikan agama Islam adalah
menyiapkan anak supaya diwaktu dewasa kelak mereka cakap melakukan
pekerjaan dunia dan amalan akhirat, sehingga tercapai kebahagiaan
bersama dunia dan akhirat.
35

M. Arifin mengemukakan bahwa tujuan pendidikan agama Islam
adalah terciptanya manusia yang berilmu pengetahuan tinggi, dimana

35
Mahmud Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : PT. Hidayah Agung
), h. 6
29
iman dan takwanya menjadi pengendali dalam penerapan atau
pengaruhnya dalam masyarakat.
36

Sedangkan secara garis besarnya tujuan pendidikan agama Islam
menurut Zakiyah Darajat ialah "untuk membina manusia menjadi hamba
Allah yang shaleh dengan seluruh aspek kehidupannya, perbuatan,
pikiran dan perasaan".
37

Pada dasarnya tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan Islam
tak terlepas dari eksistensi manusia hidup di dunia ini, yaitu dalam rangka
beribadah kepada Allah selaku khalik sekalian makhluknya. Dalam Surat
Adz-Dzariyat ayat 56 Allah berfirman :
˶ϥϭ˵Ϊ˵Β˸ό˴ϴ˶ϟ Ύ͉ϟ˶· ˴β˸ϧ˶Έ˸ϟ΍˴ϭ ͉Ϧ˶Π˸ϟ΍ ˵Ζ˸Ϙ˴Ϡ˴Χ Ύ˴ϣ˴ϭ . ) ΕΎϳέ΍άϟ΍ : ˾˿ (

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka menyembah-Ku.(QS. Adz-Dzariyat : 56)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan
agama Islam adalah merealisasikan manusia muslim yang beriman dan
bertaqwa serta berilmu pengetahuan yang mampu mengabadikan diri
kepada Allah dan selalu mengerjakan perintah Nya dan menjauhi larangan
Nya.


36
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), Cet. Ke-4, h. 15

37
Zakiyah Darajat, Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, (Jakarta : CV. Ruhama,
1995), Cet. Ke-2, h. 35
30
c. Ruang Lingkup Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
Ruang lingkup pendidikan agama Islam memiliki cakupan sangat
luas, karena ajaran Islam memuat ajaran tentang tata hidup yang meliputi
seluruh aspek kehidupan manusia, maka pendidikan agama Islam
merupakan pengajaran tata hidup yang berisi pedoman pokok yang
digunakan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia ini dan
untuk menyiapkan kehidupannya yang sejahtera di akhirat nanti.
Dalam bukunya, "Ilmu Pendidikan Islam", M. Arifin Ilham
mengatakan bahwa ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup
segala bidang kehidupan manusia di dunia dimana manusia mampu
memanfaatkannya sebagai tempat menanam benih amaliah yang buahnya
akan dipetik di akhirat nanti, maka pembentukan nilai dan sikap amaliyah
islamiyah dalam pribadi manusia baru akan tercapai dengan efektif
bilamana dilakukan melalui proses kependidikan yang berjalan di atas
kaidah-kaidah ilmu pengetahuan kependidikan.
38

Dalam buku "Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama
Islam", disebutkan mengenai ruang lingkup pendidikan agama Islam
adalah mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara
Hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan
manusia dan hubungan manusia dengan alam.

38
M. Arifin, Op. Cit., h. 13
31
Bagian bahan pengajaran pendidikan agama Islam itu sendiri
meliputi :
a. Keimanan
b. Ibadah
c. Akhlak
d. Syari'ah
e. Mu'amalah
f. Tarikh.
39

Sedangkan luas dalamnya pembahasan tergantung pada lembaga
pendidikan yang bersangkutan, tingkat kelas, tujuan dan tingkat
kemampuan anak didiknya. Untuk sekolah-sekolah agama,
pembahasannya lebih luas dan mendalam dari pada sekolah-sekolah
umum.
2. Tolok Ukur Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Prestasi belajar siswa dapat diketahui melalui pelaksanaan evaluasi
atau assessment, karena dengan cara itulah dapat diketahui tinggi rendahnya
prestasi belajar siswa atau baik buruk prestasi belajarnya.
Disamping itu evaluasi berguna pula untuk mengukur tingkat
kemajuan yang dicapai oleh siswa dalam satu kurun waktu proses belajar
tertentu, juga untuk mengukur posisi atau keberadaan siswa dalam kelompok
kelas serta mengetahui tingkat usaha belajar siswa.

39
Depag RI, Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pedidikan Agama Islam Untuk SMP, 1986, h. 2
32
Adapun ragam evaluasi yang dapat dilakukan untuk mengukur prestasi
belajar siswa dalah sebagai berikut :
a. Pre test adalah evaluasi yang dilakukan guru secara rutin pada setiap akan
memulai penyajian materi baru. Tujuannya adalah mengidentifikasi taraf
pengetahuan siswa mengenai bahan yang akan disajikan.
b. Pos test adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir
penyajian materi. Tujuannya untuk mengetahui taraf penguasaan siswa
atas materi yang telah disajikan.
c. Evaluasi diagnostic adalah evaluasi yang dilakukan setelah selesai
penyajian sebuah satuan pelajaran. Tujuannya adalah untuk
mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa.
d. Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir
penyajian satuan pelajaran atau modul. Tujuannya untuk memperoleh
umpan balik yang sama dengan evaluasi diagnostic, yaitu untuk
mengetahui kesulitan belajar siswa.
e. Evaluasi Sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kinerja
akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan
program pengajaran.
f. EBTA dan EBTANAS adalah alat penentu kenaikan status siswa.
40



40
Muhibbinsyah, Loc.Cit
33
D. Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan
Agama Islam
Motivasi sangat terkait dalam belajar, dengan motivasi inilah siswa menjadi
tekun dalam proses belajar, dengan motivasi juga kualitas hasil belajar siswa
kemungkinan dapat diwujudkan. Siswa yang dalam proses belajar bidang studi
pendidikan agama Islam mempunyai motivasi yang kuat dan jelas, pasti akan
tekun dan berhasil belajarnya. Hal itu disebabkan karena ada tiga fungsi motivasi
yaitu, mendorong manusia untuk berbuat dan melakukan aktivitas, menentukan
arah perbuatannya, serta menyeleksi perbuatannya. Sehingga perbuatan siswa
senantiasa selaras dengan tujuan belajar yang akan dicapainya. Demikian pula
dengan belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang.
Dalam hal proses belajar mengajar termasuk belajar bidang studi pendidikan
agama Islam di SMP Islam Al-Fajar kedaung Pamulang Tangerang, motivasi
sangat menetukan prestasi belajar. Bagaimanapun sempurnanya metode yang
digunakan oleh guru, namun jika motivasi belajar siswa kurang atau tidak ada,
maka siswa tidak akan belajar dan akibatnya prestasi belajarnya pun tidak akan
tercapai.
41

Oleh karena itu dapat dikemukakan ada pengaruh antara motivasi denga
prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang, sehingga apabila motivasi belajar siswa tinggi,
akan dapat diharapkan prestasi belajarnya tinggi, demikian sebaliknya.

41
Hilmi Kasim, S. Ag, Guru Bidang Studi PAI, Wawancara Pribad, Tangerang, 13 Juli2006
34
E. Hipotesa
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar
bidang studi pendidikan agama Islam
Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi
belajar bidang studi pendidikan agama Islam.
9
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi merupakan salah satu aspek psikis yang memiliki pengaruh
terhadap pencapaian prestasi belajar. Dalam Psikologi, istilah motif sering
dibedakan dengan istilah motivasi. Untuk lebih jelasnya apa yang dimaksud
dengan motif dan motivasi, berikut ini penulis akan memberikan pengertian
dari kedua istilah tersebut. Kata "motif" diartikan sebagai daya upaya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
1
Atau seperti dikatakan oleh
Sardiman dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior
yang dikutip M. Ngalim Purwanto : motif adalah tingkah laku atau perbuatan
suatu tujuan atau perangsang.
2
Sedangkan S. Nasution, motif adalah segala
daya yang mendorog seseorang untuk melakukan sesuatu.
3

Dengan demikian motif adalah dorongan atau kekuatan dari dalam diri
seseorang yang dapat menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu.

1
Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta : C.V. Rajawali, 1990),
Cet. Ke-12, h. 73

2
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1998), Cet.
Ke-5, h. 60

3
S. Nasution, Didaktik Asas-asas Mengajar, (Jakarta : Bumi Aksara, 1995), Cet. Ke-1, Ed. 2,
h. 73
id19960906 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
10
Adapun pengartian motivasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
Kontemporer, adalah keinginan atau dorongan yang timbul pada diri
seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu
perbuatan dengan tujuan tertentu.
4

Pendapat-pendapat para ahli tentang definisi motivasi diantaranya
adalah :
M. Alisuf Sabri, motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi
pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong orang untuk
memenuhi suatu kebutuhan.
5

WS Winkel, motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif,
motif menjadi aktif pada saat tertentu, bahkan kebutuhan untuk mencapai
tujuan sangat dirasakan atau dihayati.
6

Selanjutnya, M. Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa motivasi
adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah
laku seseorang agar ia menjadi tergerak hatinya untuk bertindak melakukan
sesuatu sehingga mecapai hasil atau tujuan tertentu.
7


4
Peter Salim dan Yenny Salim, Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, (Jakarta :
Modern English, 1991), h. 997

5
M. Alisuf Sabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, (Jakarta : CV. Pedoman
Ilmu Jaya, 2001), Cet. Ke-3, h. 90

6
Sardiman A.M, Op.Cit, h. 87

7
WS. Winkel, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, (Jakarta : PT. Gramedia, 1986),
Cet. Ke-3, h. 71
11
Menurut MC. Donald, yang dikutip oleh Sardiman A.M, motivasi
adalah suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan
munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan adanya tujuan.
8

Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli bahwa
motivasi adalah suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang untuk
melakukan sesuatu guna mencapai tujuan.
Dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai suatu perubahan energi
dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului
dengan adanya tujuan, maka dalam motivasi terkandung tiga unsur penting,
yaitu :
a. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri
setiap individu manusia, perkembangan motivasi akan membawa
beberapa perubahan energi di dalam system "neurophysiological" yang
ada pada organisme manusia.
b. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa "feeling", afeksi seseorang.
Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan,
afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
c. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal
ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan.
16


8
Ngalim Purwanto, Op.Cit, h. 71

16
Sardiman A.M. Op.Cit., h. 74
12
Dengan demikian yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah
keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang
memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki
oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
2. Macam-macam Motivasi Belajar
Dilihat dari berbagai sudut pandang, para ahli psikologi berusaha
untuk menggolongkan motif-motif yang ada pada manusia atau suatu
organisme kedalam beberapa golongan menurut pendapatnya masing-masing.
Diantaranya menurut Woodwort dan Marquis sebagaimana dikutip oleh
Ngalim Purwanto, motif itu ada tiga golongan yaitu :
a. Kebutuhan-kebutuhan organis yakni, motif-motif yang berhubungan
dengan kebutuhan-kebutuhan bagian dalam dari tubuh seperti : lapar,
haus, kebutuhan bergerak, beristirahat atau tidur, dan sebagainya.
b. Motif-motif yang timbul yang timbul sekonyong-konyong (emergency
motives) inilah motif yang timbul bukan karena kemauan individu tetapi
karena ada rangsangan dari luar, contoh : motif melarikan diri dari
bahaya,motif berusaha mengatasi suatu rintangan.
13
c. Motif Obyektif yaitu motif yang diarahkan atau ditujukan ke suatu objek
atau tujuan tertentu di sekitar kita, timbul karena adanya dorongan dari
dalam diri kita.
10

Arden N. Frandsen yang dikutip oleh Sardiman, A.M, mengemukakan
jenis motivasi dilihat dari dasar pembentukannya, yaitu : motif bawaan,
(motive psychological drives) dan motif yang dipelajari (affiliative needs),
misalnya : dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan dan
sebagainya.
11

Selanjutnya Sartain membagi motif-motif itu menjadi dua golongan
sebagai berikut :
a. Psychological drive adalah dorongan-dorongan yang bersifat fisiologis
atau jasmaniah seperti lapar, haus dan sebagainya.
b. Sosial Motives adalah dorongan-dorongan yang ada hubungannya dengan
manusia lain dalam masyarakat seperti : dorongan selalu ingin berbuat
baik (etika) dan sebagainya.
12

Adapun bentuk motivasi belajar di Sekolah dibedakan menjadi dua
macam, yaitu :
a. Motivasi Intrinsik
b. Motivasi Ekstrinsik

10
Ngalim Purwanto, Ibid, h. 64

11
Sardiman A.M, Loc. Cit

12
Ngalim Purwanto, Op.Cit., h. 62
14
1. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam
diri siswa sendiri yang dapat mendorong melakukan tindakan belajar.
13

Dalam buku lain motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari
dalam diri seseorang atau motivasi yang erat hubungannya dengan tujuan
belajar, misalnya : ingin memahami suatu konsep, ingin memperoleh
pengetahuan dan sebagainya.
14

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah:
a. Adanya kebutuhan
b. Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya sendiri
c. Adanya cita-cita atau aspirasi.
15

2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang datang dari luar
individu siswa, yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.
16

Bentuk motivasi ekstrinsik ini merupakan suatu dorongan yang tidak
secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar, misalnya siswa rajin
belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya,

13
Muhibbinsyah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung : Remaja
Rosdakarya, 2002), Cet. Ke-7, h. 136

14
H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya, 1996), h. 85

15
Akyas Azhari, Psikologi Pendidikan, (Semarang : Dina Utama Semarang, 1996), Cet. Ke-1,
h. 75

16
Muhibbinsyah, Op. Cit. h. 82
15
pujian dan hadiah, peraturan atau tata tertib sekolah, suri tauladan orang
tua, guru dan lain-lain merupakan contoh konkrit dari motivasi ekstrinsik
yang dapat mendorong siswa untuk belajar.
Dalam perspektif kognitif, motivasi intrinsik lebih signifikan bagi
siswa karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada
dorongan atau pengaruh orang lain.
Perlu ditegaskan, bukan berarti motivasi ekstrinsik tidak baik dan
tidak penting. Dalam kegiatan belajar mengajar tetap penting, karena
kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis berubah-ubah dan juga
mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar ada
yang kurang menarik bagi siswa sehingga siswa tidak bersemangat dalam
melakukan proses belajar mengajar baik di sekolah maupun di rumah.
Bahwa setiap siswa tidak sama tingkat motivasi belajarnya, maka
motivasi ekstrinsik sangat diperlukan dan dapat diberikan secara tepat.
Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsic
maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi, siswa dapat
mengembangkan aktifitas dan inisiatif sehingga dapat mengarahkan dan
memelihara kerukunan dalam melakukan kegiatan belajar.
3. Fungsi Motivasi dalam Belajar
Motivasi sangat berperan dalam belajar, siswa yang dalam proses
belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil
belajarnya. Makin tepat motivasi yang diberikan, makin berhasil pelajaran itu.
16
Maka motivasi senantiasa akan menentukan intensitas usaha belajar bagi
siswa.
Adapun fungsi motivasi ada tiga, yaitu :
a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor
yang melepaskan energi.
b. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
c. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang
harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu dengan
menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan
tersebut.
17

Seorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat
lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan
waktunya untuk bermain atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan
tujuan.
Selain itu ada juga fungsi lain yaitu, motivasi dapat berfungsi sebagai
pendorong usaha dan pencapaian prestasi, karena secara konseptual motivasi
berkaitan dengan prestasi dan hasil belajar. Adanya motivasi yang baik dalam
belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, adanya usaha
yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang
belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi
seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

17
Sardiman, A.M, Loc.Cit
17
4. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa motivasi merupakan
faktor yang mempunyai arti penting bagi siswa. Apalah artinya bagi seorang
siswa pergi ke sekolah tanpa mempunyai motivasi belajar. Bahwa diantara
sebagian siswa ada yang mempunyai motivasi untuk belajar dan sebagian lain
belum termotivasi untuk belajar. Seorang guru melihat perilaku siswa seprti
itu, maka perlu diambil langkah-langkah untuk membangkitkan motivasi
belajar siswa.
Membangkitkan motivasi belajar tidaklah mudah, guru harus dapat
menggunakan berbagai macam cara untuk memotivasi belajar siswa. Cara
membangkitkan motivasi belajar diantaranya adalah :
a. Menjelaskan kepada siswa, alasan suatu bidang studi dimasukkan dalam
kurikulum dan kegunaannya untuk kehidupan.
b. Mengkaitkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa di luar
lingkungan sekolah.
c. Menunjukkan antusias dalam mengajar bidang studi yang dipegang.
d. Mendorong siswa untuk memandang belajar di sekolah sebagai suatu
tugas yang tidak harus serba menekan, sehingga siswa mempunyai
intensitas untuk belajar dan menjelaskan tugas dengan sebaik mungkin.
e. Menciptakan iklim dan suasana dalam kelas yang sesuai dengan
kebutuhan siswa.
f. Memberikan hasil ulangan dalam waktu sesingkat mungkin.
18
g. Menggunakan bentuk –bentuk kompetisi (persaingan) antar siswa.
h. Menggunakan intensif seperti pujian, hadiah secara wajar.
18

Menurut Sardiman A.M, ada beberapa bentuk dan cara untuk
menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Beberpa bentuk
dan cara motivasi tersebut diantaranya :
1. Memberi angka
2. Hadiah
3. Saingan/kompetisi
4. Memberi ulangan
5. Mengetahui hasil
6. Pujian
7. Hukuman
8. Hasrat untuk belajar
9. Minat
10. Tujuan yang diakui.
19

Demikian pembahasan tentang upaya dalam menumbuhkan motivasi
belajar siswa dan bentuk-bentuk motivasi yang dapat dipergunakan oleh guru
agar berhasil dalam proses belajar mengajar serta dikembangkan dan
diarahkan untuk dapat melahirkan hasil belajar yang bermakna bagi
kehidupan siswa.

18
Tadjab, Ilmu Jiwa Pendidikan, (Surabaya: Karya Abitama, 1994), cet. Ke-1, h. 103

19
Sardiman A.M, Op.Cit., h. 92-95
19
B. Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi belajar
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yakni
"prestasi" dan "belajar", mempunyai arti yang berbeda. Untuk memahami
lebih jauh tentang pengertian prestasi belajar, peneliti menjabarkan makna
dari kedua kata tersebut.
Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik
secara individual atau kelompok. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang
dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan,
dikerjakan dan sebagainya).
20
Sedangkan Saiful Bahri Djamarah dalam
bukunya Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru,yang mengutip dari Mas'ud
Hasan Abdul Qahar, bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan,
hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan
keuletan kerja. Dalam buku yang sama Nasrun Harahap, berpendapat bahwa
prestasi adalah "penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan
siswa berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada
siswa.
21


20
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai
Pustaka, 1999), Cet. Ke-10, h. 787

21
Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, (Surabaya : Usaha
Nasional, 1994), Cet. Ke-1, h. 20-21
20
Dari pengertian di atas bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan
seseorang atau kelompok yang telah dikerjakan, diciptakan dan menyenagkan
hati yang diperoleh dengan jalan bekerja.
Selanjutnya pengertian belajar, untuk memahami pengertian tentang
belajar berikut dikemukakan beberapa pengertian belajar diantaranya :
Menurut Slameto, dalam bukunya Belajar dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya bahwa belajar ialah "Suatu usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya.
22
Muhibbinsyah, menambahkan dalam bukunya Psikologi
Belajar, bahwa belajar adalah "tahapan perubahan seluruh tingkah laku
individu yang relatife menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan
lingkungan yang melibatkan proses kognitif".
23
Begitu juga menurut James O.
Whitaker yang dikutip oleh Wasty Soemanto, dalam bukunya Psikologi
Pendidikan, memberikan definisi bahwa belajar adalah "proses dimana
tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman".
24

Berdasarkan beberapa pendapat di atas bahwa belajar merupakan
kegiatan yang dilakukan secara sadar dan rutin pada seseorang sehingga akan

22
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta : Rineka Cipta,
2003), Cet. Ke-4, h. 2

23
Muhibbinsyah, Loc. Cit

24
Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan, Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, (Jakarta :
Rineka Cipta, 1990), Cet. Ke-3, h. 98-99
21
mengalami perubahan secara individu baik pengetahuan, keterampilan, sikap
dan tingkah laku yang dihasilkan dari proses latihan dan pengalaman individu
itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Adapun pengertian prestasi belajar dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia adalah "penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang
dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes
atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
25

Dalam hal ini prestasi belajar merupakan suatu kemajuan dalam
perkembangan siswa setelah ia mengikuti kegiatan belajar dalam waktu
tertentu. Seluruh pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan perilaku individu
terbentuk dan berkembang melalui proses belajar.
Jadi prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama
berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu,
umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka)
dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauhmana siswa telah menguasai
materi pelajaran yang disampaikannya, biasanya prestasi belajar ini
dinyatakan dengan angka, huruf, atau kalimat dan terdapat dalam periode
tertentu.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Aktivitas belajar siswa tidak selamanya berlangsung wajar, kadang-
kadang lancar dan kadang-kadang tidak, kadang-kadang cepat menangkap apa

25
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Op. Cit., h. 787
22
yang dipelajari, kadang-kadang terasa sulit untuk dipahami. Dalam hal
semangat pun kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang sulit untuk bisa
berkosentrasi dalam belajar. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai
pada setiap siswa dalam kehidupannya sehari-hari di dalam aktivitas belajar
mengajar.
Setiap siswa memang tidak ada yang sama, perbedaan individual
inilah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan siswa,
sehingga menyebabkan perbedaan dalam prestasi belajar.
Prestasi belajar merupakan hasil dari suatu proses yang di dalamnya
terdapat sejumlah faktor yang saling mempengaruhi, tinggi rendahnya prestasi
belajar siswa tergantung pada faktor-faktor tersebut.
M. Alisuf Sabri dan Muhibbinsyah, mengenai belajar ada berbagai
faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa di sekolah, secara
garis besarnya dapat dapat dibagi kepada dua bagian, yaitu :
a. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), meliputi keadaan kondisi
jasmani (fisiologis), dan kondisi rohani (psikologis)
b. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa), terdiri dari faktor
lingkungan, baik social dan non social dan faktor instrumental.
26

Sedangkan menurut Muhibbinsyah, faktor-faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

26
H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, Op. Cit., h. 59
23
1. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi
jasmani atau rohani siswa
2. Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan sekitar
siswa
3. Faktor Pendekatan Belajar (approach to learning), yakni jenis upaya
belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa
untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
27

Adapun yang tergolong faktor internal adalah :
a. Faktor Fisiologis
Keadaan fisik yang sehat dan segar serta kuat akan menguntungkan
dan memberikan hasil belajar yang baik. Tetapi keadaan fisik yang kurang
baik akan berpengaruh pada siswa dalam keadaan belajarnya.
b. Faktor Psikologis
Yang termasuk dalam faktor psikologis adalah intelegensi, perhatian,
minat, motivasi dan bakat yang ada dalam diri siswa.
1. Intelegensi, faktor ini berkaitan dengan Intellegency Question (IQ)
seseorang
2. Perhatian, perhatian yang terarah dengan baik akan menghasilkan
pemahaman dan kemampuan yang mantap.
3. Minat, Kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan
yang besar terhadap sesuatu.

27
Muhibbinsyah, Loc. Cit
24
4. Motivasi, merupakan keadaan internal organisme yang mendorongnya
untuk berbuat sesuatu.
5. Bakat, kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai
keberhasilan pada masa yag akan datang.
Adapun yang termasuk golongan faktor eksternal adalah :
a. Faktor Sosial, yang terdiri dari :
1. Lingkungan keluarga
2. Lingkungan sekolah
3. Lingkungan masyarakat
b. Faktor Non Sosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non social adalah gedung
sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alat-
alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.
Faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.
c. Faktor Pendekatan Belajar
Pendekatan belajar dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi
yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas dan efisiensi proses
pembelajaran materi tertentu.
28

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa di
sekolahnya sifatnya relative, artinya dapat berubah setiap saat. Hal ini terjadi
karena prestasi belajar siswa sangat berhubungan dengan faktor yang

28
Muhibin Syah, Ibid., h. 139
25
mempengaruhinya, faktor-faktor tersebut saling berkaitan antara yang satu
dengan yang lainnya. Kelemahan salah satu faktor, akan dapat mempengaruhi
keberhasilan seseorang dalam belajar. Dengan demikian, tinggi rendahnya
prestasi belajar yang dicapai siswa di sekolah didukung oleh faktor
internaldan eksternal seperti tersebut di atas.

C. Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
1. Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
Pendidikan adalah "segala usaha orang dewasa dalam pergaulan
dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani
kearah kedewasaan".
29

Menurut Ki Hajar Dewantara sebagaiman dikutip oleh Abuddin
Nata, bahwa pendidikan adalah "Usaha yang dilakukan dengan penuh
keinsyafan yang ditujukan untuk keselamatan dan kebahagiaan".
30

Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan
adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mendewasakan manusia
baik jasmani maupun rohani melalui pengajaran dan pelatihan.

29
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 1994), Cet. Ke-1, h. 1

30
Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarata : Logos Wacana Ilmu, 1997), Cet. Ke-
1, h. 9
26
Adapun yang dimaksud dengan Pendidikan Agama seperti yang
dijelaskan pada undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 30
BAB IV menjelaskan bahwa pendidikan keagamaan; “pendidikan
keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menajdi anggota
masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran
agamanya dan menjadi ahli ilmu agama.
31

Berdasarkan pengertian umum tersebut,dalam bukunya Ilmu
Pendidikan Islam, Zakiyah Darajat dan kawan-kawan menjelaskan bahwa
yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam adalah :
"Suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar
nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang
terkandung di dalam Islam secara keseluruhan, menghayati makna dan
maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta
menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai
pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia
dan akhirat kelak".
32

Kemudian dalam edaran Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama
Islam Departemen Agama RI, sebagaimana dikutip oleh Drs. H. M. Alisuf
Sabri mengartikan bahwa :

31
Undang-undang Sitem Pendidikan Nasional pasal 30 BAB IV (Nomor 2 tahun 2003),
(Jakarta: CV. Tamita Utama, 2004)

32
Zakiyah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta :Bumi Aksara, 2000), Cet. Ke- 4, h. 38
27
"Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan
siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalakan agama
Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan dengan
memperhatikan tuntutan adalah menghormati agama lain dalam hubungan
kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan
persatuan nasional".
33

Dari berbagai definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa
Pendidikan Agama Islam adalah usaha bimbingan yang dilakukan secara
sadar untuk mengarahkan anak didik mencapai kedewasaan baik jasmani
maupun rohani sesuai dengan ajaran agama Islam dan pada akhirnya dapat
menjadikan ajaran agama Islam sebagai pandangan hidupnya sehingga
dapat mendatangkan keselamatan.
b. Tujuan Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
Tujuan yaitu "sasaran yang akan dicapai seseorang atau sekelompok
orang yang melakukan kegiatan.
34

Bila pendidikan kita dipandang sebagai suatu proses, maka proses
tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir pendidikan. Dalam
proses pendidikan, tujuan akhir merupakan tujuan tertinggi yang hendak
dicapai. Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada

33
Alisuf Sabri, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1999), Cet. Ke-1,
h. 74

34
Hj. Nur Ubiyati, llmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka Setia, 1998), Cet. Ke- 2, h. 29
28
hakekatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk
dalam pribadi manusia yang diinginkan.
Oleh karena itu suatu proses yang diinginkan dalam usaha
pendidikan adalah proses yang terarah dan bertujuan yaitu mengarahkan
anak didik kepada titik optimal kemampuannya. Sedangkan tujuan yang
hendak dicapai adalah terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh
sebagai manusia individual dan social serta hamba Tuhan yang
mengabdikan diri kepada Nya.
Dalam pendidikan agama Islam, nilai-nilai yang hendak dibentuk
adalah nilai-nilai Islam. Artinya tujuan pendidikan agama Islam adalah
tertanamnya nilai-nilai Islam ke dalam diri manusia yang kemudian
terwujud dalam tingkah lakunya.
Untuk lebih jelasnya tentang tujuan pendidikan agama Islam, maka
peneliti akan mengutip beberapa pendapat ahli pendidikan sebagai
berikut:
Menurut Mahmud Yunus, tujuan pendidikan agama Islam adalah
menyiapkan anak supaya diwaktu dewasa kelak mereka cakap melakukan
pekerjaan dunia dan amalan akhirat, sehingga tercapai kebahagiaan
bersama dunia dan akhirat.
35

M. Arifin mengemukakan bahwa tujuan pendidikan agama Islam
adalah terciptanya manusia yang berilmu pengetahuan tinggi, dimana

35
Mahmud Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : PT. Hidayah Agung
), h. 6
29
iman dan takwanya menjadi pengendali dalam penerapan atau
pengaruhnya dalam masyarakat.
36

Sedangkan secara garis besarnya tujuan pendidikan agama Islam
menurut Zakiyah Darajat ialah "untuk membina manusia menjadi hamba
Allah yang shaleh dengan seluruh aspek kehidupannya, perbuatan,
pikiran dan perasaan".
37

Pada dasarnya tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan Islam
tak terlepas dari eksistensi manusia hidup di dunia ini, yaitu dalam rangka
beribadah kepada Allah selaku khalik sekalian makhluknya. Dalam Surat
Adz-Dzariyat ayat 56 Allah berfirman :
˶ϥϭ˵Ϊ˵Β˸ό˴ϴ˶ϟ Ύ͉ϟ˶· ˴β˸ϧ˶Έ˸ϟ΍˴ϭ ͉Ϧ˶Π˸ϟ΍ ˵Ζ˸Ϙ˴Ϡ˴Χ Ύ˴ϣ˴ϭ . ) ΕΎϳέ΍άϟ΍ : ˾˿ (

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka menyembah-Ku.(QS. Adz-Dzariyat : 56)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan
agama Islam adalah merealisasikan manusia muslim yang beriman dan
bertaqwa serta berilmu pengetahuan yang mampu mengabadikan diri
kepada Allah dan selalu mengerjakan perintah Nya dan menjauhi larangan
Nya.


36
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), Cet. Ke-4, h. 15

37
Zakiyah Darajat, Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, (Jakarta : CV. Ruhama,
1995), Cet. Ke-2, h. 35
30
c. Ruang Lingkup Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
Ruang lingkup pendidikan agama Islam memiliki cakupan sangat
luas, karena ajaran Islam memuat ajaran tentang tata hidup yang meliputi
seluruh aspek kehidupan manusia, maka pendidikan agama Islam
merupakan pengajaran tata hidup yang berisi pedoman pokok yang
digunakan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia ini dan
untuk menyiapkan kehidupannya yang sejahtera di akhirat nanti.
Dalam bukunya, "Ilmu Pendidikan Islam", M. Arifin Ilham
mengatakan bahwa ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup
segala bidang kehidupan manusia di dunia dimana manusia mampu
memanfaatkannya sebagai tempat menanam benih amaliah yang buahnya
akan dipetik di akhirat nanti, maka pembentukan nilai dan sikap amaliyah
islamiyah dalam pribadi manusia baru akan tercapai dengan efektif
bilamana dilakukan melalui proses kependidikan yang berjalan di atas
kaidah-kaidah ilmu pengetahuan kependidikan.
38

Dalam buku "Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama
Islam", disebutkan mengenai ruang lingkup pendidikan agama Islam
adalah mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara
Hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan
manusia dan hubungan manusia dengan alam.

38
M. Arifin, Op. Cit., h. 13
31
Bagian bahan pengajaran pendidikan agama Islam itu sendiri
meliputi :
a. Keimanan
b. Ibadah
c. Akhlak
d. Syari'ah
e. Mu'amalah
f. Tarikh.
39

Sedangkan luas dalamnya pembahasan tergantung pada lembaga
pendidikan yang bersangkutan, tingkat kelas, tujuan dan tingkat
kemampuan anak didiknya. Untuk sekolah-sekolah agama,
pembahasannya lebih luas dan mendalam dari pada sekolah-sekolah
umum.
2. Tolok Ukur Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Prestasi belajar siswa dapat diketahui melalui pelaksanaan evaluasi
atau assessment, karena dengan cara itulah dapat diketahui tinggi rendahnya
prestasi belajar siswa atau baik buruk prestasi belajarnya.
Disamping itu evaluasi berguna pula untuk mengukur tingkat
kemajuan yang dicapai oleh siswa dalam satu kurun waktu proses belajar
tertentu, juga untuk mengukur posisi atau keberadaan siswa dalam kelompok
kelas serta mengetahui tingkat usaha belajar siswa.

39
Depag RI, Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pedidikan Agama Islam Untuk SMP, 1986, h. 2
32
Adapun ragam evaluasi yang dapat dilakukan untuk mengukur prestasi
belajar siswa dalah sebagai berikut :
a. Pre test adalah evaluasi yang dilakukan guru secara rutin pada setiap akan
memulai penyajian materi baru. Tujuannya adalah mengidentifikasi taraf
pengetahuan siswa mengenai bahan yang akan disajikan.
b. Pos test adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir
penyajian materi. Tujuannya untuk mengetahui taraf penguasaan siswa
atas materi yang telah disajikan.
c. Evaluasi diagnostic adalah evaluasi yang dilakukan setelah selesai
penyajian sebuah satuan pelajaran. Tujuannya adalah untuk
mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa.
d. Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir
penyajian satuan pelajaran atau modul. Tujuannya untuk memperoleh
umpan balik yang sama dengan evaluasi diagnostic, yaitu untuk
mengetahui kesulitan belajar siswa.
e. Evaluasi Sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kinerja
akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan
program pengajaran.
f. EBTA dan EBTANAS adalah alat penentu kenaikan status siswa.
40



40
Muhibbinsyah, Loc.Cit
33
D. Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan
Agama Islam
Motivasi sangat terkait dalam belajar, dengan motivasi inilah siswa menjadi
tekun dalam proses belajar, dengan motivasi juga kualitas hasil belajar siswa
kemungkinan dapat diwujudkan. Siswa yang dalam proses belajar bidang studi
pendidikan agama Islam mempunyai motivasi yang kuat dan jelas, pasti akan
tekun dan berhasil belajarnya. Hal itu disebabkan karena ada tiga fungsi motivasi
yaitu, mendorong manusia untuk berbuat dan melakukan aktivitas, menentukan
arah perbuatannya, serta menyeleksi perbuatannya. Sehingga perbuatan siswa
senantiasa selaras dengan tujuan belajar yang akan dicapainya. Demikian pula
dengan belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang.
Dalam hal proses belajar mengajar termasuk belajar bidang studi pendidikan
agama Islam di SMP Islam Al-Fajar kedaung Pamulang Tangerang, motivasi
sangat menetukan prestasi belajar. Bagaimanapun sempurnanya metode yang
digunakan oleh guru, namun jika motivasi belajar siswa kurang atau tidak ada,
maka siswa tidak akan belajar dan akibatnya prestasi belajarnya pun tidak akan
tercapai.
41

Oleh karena itu dapat dikemukakan ada pengaruh antara motivasi denga
prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang, sehingga apabila motivasi belajar siswa tinggi,
akan dapat diharapkan prestasi belajarnya tinggi, demikian sebaliknya.

41
Hilmi Kasim, S. Ag, Guru Bidang Studi PAI, Wawancara Pribad, Tangerang, 13 Juli2006
34
E. Hipotesa
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar
bidang studi pendidikan agama Islam
Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi
belajar bidang studi pendidikan agama Islam.
35
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik
perhatian suatu penelitian. Variabel menurut Y.W. Best yang dikutip oleh
Sanafiah Faisal adalah kondisi yang oleh peneliti dimanipulasi, dikontrol dan
diobservasikan dalam suatu penelitian. Selain itu variabel juga dijadikan objek
pengamatan penelitian.
1

Adapun variabel dalam penelitian ini ada dua, yaitu variabel bebas dan
variabel terikat. Motivasi merupakan variabel bebas atau variabel (X),
sedangkan prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam adalah
variabel terikat atau variabel (Y).
2. Definisi Operasional
Motivasi adalah keseluruhan daya penggerak yang menimbulkan
kegiatan belajar, sehingga tujuan belajar yang diharapkan dapat tercapai.


Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama
berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu.
Umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka)

1
Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung : Pustaka Setia,
1988), h. 30
id19980015 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
36
dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauh mana siswa telah menguasai
materi pelajaran yang disampaikannya, biasanya prestasi belajar ini
dinyatakan dengan angka, huruf atau kalimat yang dihimpun dalam buku
raport dengan ketentuan nilai sebagai berikut :
Nilai 8,0-9,0 lebih : Amat baik
Nilai 7,0-7,9 : Baik
Nilai 6,0-6,9 : Cukup
Nilai 6,0 : Kurang

Untuk mempermudah pembahasan penelitian ini dibuat tabel berikut :
Tabel 1
Gambaran Variabel
NO Variabel Aspek Indikator
1







Motivasi Intrinsik







1. Kebutuhan
2. Peningkatan pengetahuan
3. Cita-cita





1. Keinginan belajar
2. Senang mengikuti
pelajaran
3. Selalu menyelesaikan
tugas
4. Mengembangkan bakat
5. Meningkatkan
pengetahuan

Buku Raport Kelas II SMP Islam Al- fajar Kedaung Pamulag Tangerang.
37
2 Motivasi
Ekstrinsik
1. Sarana belajar
2. Lingkungan sekitar
3. Guru



1. Ingin mendapat
perhatian
2. Ingin mendapat pujian
3. Ingin mendapat
penghargaan / hadiah
dari guru atau sekolah
Prestasi Belajar Nilai raport kelas II
semester II

B. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II, yaitu II A dan II B SMP
Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang yang berjumlah 77 siswa. Semua
populasi dijadikan sampel seluruhnya, karena populasi kurang dari seratus.
Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh populasi
dijadikan sampel penelitian.

C. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik :
1. Observasi
Peneliti langsung mengamati objek penelitian meliputi keadaan gedung,
sarana dan prasarana, struktur organisasi dan kegiatan belajar mengajar di
SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang.
38
2. Wawancara
Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara
untuk memperoleh informasi dari terwawancara.

Berkaitan dengan masalah
ini maka wawancara dilakukan dengan kepala SMP Islam Al-Fajar Kedaung
Pamulang Tangerang Bapak Hanapi, S.Pd, Bapak Hilimi Karim S.Ag selaku
guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam.
3. Angket
Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya,
atau hal-hal yang ia ketahui.

Peneliti memberikan pertanyaan dan pernyataan secara tertulis kepada
responden untuk dijawab dengan menggunakan skala likert.
Penyusunan angket motivasi belajar siswa mengacu kepada motivasi
intrinsik dan ekstrinsik yang terdiri dari 30 item dengan perincian sebagai
berikut :




Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : Rineka Cipta,
2002), h. 202

Ibid, h. 200
39
Tabel 2
Kisi-kisi angket Motivasi Siswa
NO Dimensi Indikator
Nomor Item
Positif
Negatif Jumlah
1. Motivasi
Intrinsik
a. Keinginan untuk
belajar
b. Senang mengikuti
pelajaran
c. Menyelesaikan tugas
d. Mengembangkan
bakat
e. Meningkatkan
pengetahuan
1, 2, 27, 30

5

29, 7
9, 26

11, 12, 25
3,4

6, 28

8
10

14, 15
6

3

3
3

5

2 Motivasi
Ekstrinsik
a. Ingin mendapat
perhatian
b. Ingin mendapat
pujian
c. Ingin mendapat
hadiah/penghargaan
dari guru atau
sekolah
19

13, 16, 17

21, 22, 23
20

18

24
2

4

4


Jumlah 30
40
D. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul dengan lengkap tahap berikutnya adalah tahap
analisis data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabel dan
menggunakan teknik deskriftip prosentase sebagai berikut :
100
N
F
P  
P = Persentase
F = Frekuensi
N = Number of Cases (banyaknya individu)
Kemudian teknik analisa selanjutnya adalah dengan skoring untuk
menentukan scoring, semua pertanyaan dan pernyataan setiap itemnya dengan
bobot nilai untuk setiap jawaban sebagai berikut :
Tabel 3
Skor item Alternatif jawaban Responden
Positif (+) Negatif (-)
Jawaban Skor Jawaban Skor
Selalu 4 Selalu 1
Sering 3 Sering 2
Kadang-
kadang
2 Kadang-kadang 3
Tidak pernah 1 Tidak pernah 4

41
Kemudian dengan melihat rat-rata skor jawaban siswa dengan klasifikasi
sebagai berikut :
Tabel 4
Klasifikasi Skor Angket Motivasi
Klasifikasi Keterangan Jumlah Skor Jawaban
25-50 Rendah
51-75 Sedang
76-100 Tinggi

Dalam penelitian ini juga digunakan korelasi product moment, adapun
rumus yang digunakan adalah korelasi product moment, secara operasional
analisa data tersebut dilakukan melalui tahap :
1. Mencari angka korelasi dengan rumus :
r
xy =
  
       
2 2 2 2
y y N x x N
y x xy N
     
   


Dengan ketentuan sebagai berikut :
X : Adalah motivasi siswa terhadap bidang studi pendidikan
agama Islam
Y : Adalah data prestasi belajar siswa (nilai raport semester
II)
Rxy : Adalah angka indeks korelasi "r" product moment
42
Ó Xy : Jumlah hasil perkalian antara X dan Y
Ó X : Jumlah seluruh skor X
Ó Y : Jumlah seluruh skor Y
N : Number of Cases
2. Memberikan Interpretasi terhadap angka indeks korelasi "r" product moment
a. Interpretasi kasar atau sederhana, yaitu dengan mencocokkan perhitungan
dengan angka indeks korelasi "r" product moment, seperti di bawah ini :
Tabel 5
Tabel Interpretasi Nilai "r"
Besarnya "r" Product Moment Interpretasi
0,00 - 0,20



0,20 - 0,40

0,40 – 0,70

0,70 – 0,90

0,90 – 1,00
Antara variabel X dan variabel Y memang
terdapat korelasi, akan tetapi korelasi tersebut
diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara
variabel X dan Y
Antara variabel X dan variabel Y terdapat
korelasi yang lemah atau rendah
Antara variabel X dan variabel Y terdapat
korelasi yang sedang atau cukup
Antara variabel X dan variabel Y terdapat
korelasi yang kuat atau tinggi
Antara variabel X dan variabel Y terdapat
korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi
43
b. Interpretasi menggunakan tabel nilai "r" product moment (rt), dengan
terlebih dahulu mencari derajat besarnya (db) atau degress of freedom
(df) yang rumusnya adalah :
df = N-nr
df : Degrees of Freedom
N : Number of Cases
Nr : Banyaknya variabel (Motivasi Siswa dan Prestasi belajar)
Kemudian dengan melihat Tabel nilai Koefisisen Korelasi "r"
Product Moment dari Pearson untuk Berbagai (df).
44
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran umum SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang

1. Sejarah Berdirinya
Yayasan perguruan Al-Fajar adalah suatu lembaga pendidikan yang
mempunyai visi dan misi keislaman, yang di dirikan pada tanggal 18 Juni
tahun 1994 di atas tanah wakaf seluas 800 meter persegi yang terdiri dari tiga
lembaga pendidikan, yaitu : tingkat Sekolah Dasar Islam, Sekolah Menengah
Pertama Islam, Sekolah Menengah Kejuruan atau SMEA.
Adapun tujuan didirikannya Yayasan Pendidikan Al-Fajar adalah untuk
memenuhi tuntutan masyarakat yang sebagian besar masyarakat di sekitarnya
beragama Islam.
2. Keadaan Guru dan Siswa
Guru-guru yang mengajar di SMP Islam Al-Fajar berjumlah 23 orang
guru, sesuai dengan wawancara peneliti dengan kepala SMP Islam Al-Fajar
Bapak Hanapi, S. Pd, disebutkan bahwa "guru-guru yang mengajar di SMP
Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang berjumlah 23 orang dengan
latar belakang pendidikan perguruan tinggi, Pendidikan Guru Agama, D2 dan
Sekolah Menengah Keguruan, untuk lebih jelasnya lihat table di bawah ini :

Hanapi, S. Pd, Kepala SMP Islam Al-fajar, Wawancara Pribadi, Tangerang, 13 Juli 2006
id19999437 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
45
Tabel 6
Daftar dewan guru SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang
NO Nama Guru
L/
P
Ijazah/ Th. Jabatan
Mengajar Bid.
Study
1 Hanapi, S. Pd L S-1/2004 Kepala Sekolah -
2 Drs. Kosasih L S-1/1995 Wks. Bid. kur Fisika
3 Hasbiyallah L PGA/1995 Wks. Bid. Siswa Qu'ran hadist
4 Drs. Widi Hadi L S-1/1994 Bid. Bimluh Matematika
5 Supar lukito, S.pd L S-1/2004 Bendahara Geografi
6 Drs. Marjono L S-1/1989 Guru PPKN/sej
7 Hilmi Karim, S.Ag L S-1/2001 Guru Pend. Agama
8 Chairuddin, S.Pd L S-1/1999 Guru Bhs. Inggris
9 Drs. Sholeh. F L S-1/1990 Guru Geografi
10 Dra. Nuraini P S-1/ 1997 Guru Bhs. Indo
11 Sanwani, A, MA L D-2/1994 Guru Fiqih
12 Drs. Ulik. WD L S-1/1996 Guru Biologi
13 Drs. Al-Badri L S-1/1996 Guru Ekonomi
14 Tatang S L S-1/2004 Guru Fisika
15 Dra. Tety, SA P S-1/1996 Guru Bhs. Indo
16 Dra. Erni P S-1/1994 Guru KTK
17 Nur Aisyah, S.Ag P S-1/1999 Guru Al-Islam/QH
18 M. Zuhdi Amin L S-1/2004 Guru Komputer
46
19 Kuat, S L SMK/2002 Guru Penjaskes
20 Mali Sanyoto,Spd L S-1/2005 Guru Komputer
21 Indra TW P S-1/2005 Guru Matemetika
22 Maryanah, S. Pd P S-1/2005 Guru PPKN
23 Fitria P S-1/2005 Guru Geografi

Sedangkan keadaan siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang
Tangerang pada tahun pelajaran 2005/2006 seluruhnya berjumlah 283 siswa.

Tabel 7
Keadaan Siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang
N0 Kelas Putra Putri Jumlah
1 I A 16 25 41
2 I B 15 15 30
3 I C 25 17 42
4 II A 18 20 38
5 II B 17 22 39
6 III A 22 21 43
7 III B 23 27 50
Jumlah 283

Data diambil dari buku Induk siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang
Tahun Pelajaran 2005/2006
47
Sedangkan pakaian seragam yang dikenakan pada siswa/siswi
sebagaimana yang telah ditentukan oleh sekolah, yaitu :
Seragam
Hari
Putra Putri
Senin – Selasa

Baju putih lengan pendek
Celana putih panjang
Baju putih lengan panjang
Rok putih panjang
Rabu – Kamis

Baju putih lengan pendek
Celana putih panjang
Baju putih lengan panjang
Rok putih panjang
Jum'at

Baju hijau lengan pendek
Celana biru panjang
Baju hijau lengan panjang
Rok biru panjang
Sabtu Baju coklat lengan pendek
Celana coklat panjang
Baju coklat lengan
panjang
Rok coklat panjang

3. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang terdapat di SMP Islam Al-Fajar Kedaung
Pamulang Tangerang adalah sebagai berikut :




48
Tabel 8
Sarana dan Prasarana SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang
NO Sarana dan Prasarana Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Ruang Kelas
Ruang Guru
Ruang Kepala SMP Islam Al-Fajar
Lab Komputer
Ruang Ketik
Kamar Kecil Guru
Kamar Kecil Siswa
Perpustakaan
Tempat Ibadah (Mushalla)
Lapangan volly
12 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang

4. Struktur Organisasi
Sebagai lembaga pendidikan formal SMP Islam Al-Fajar Kedaung
Pamulang Tangerang memiliki satu kesatuan komponen yang terorganisir
dalam melaksanakan program kerjanya untuk mencapai tujuan pendidikan.
Adapun struktur organisasi SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang
tangerang dapat dilihat pada bagan di bawah ini :
49
STRUKTUR ORGANISASI SMP ISLAM AL-FAJAR KEDAUNG
PAMULANG TANGERANG




















YAYASAN - PIA
KEPALA
SEKOLAH

Hanapi S.Pd.
WAKABID
KURIKULUM

Drs. Kosasih
WAKABID
KESISWAAN

Hasbiyallah
GURU BP

Drs. Widi Hadi
BAGIAN
ADMINISTRRASI

Mali Sanyoto, S.Pd
WALI KELAS GURU-GURU
SISWA
50
B. Deskripsi dan Analisis Data
Data-data penelitian tentang hubungan antara motivasi dengan prestasi
belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam (Studi Penelitian pada Siswa kelas
II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang) ini, diperoleh melalui
observasi, wawancara dan angket.
1. Observasi, peneliti melakukan pengamatan dan mencatat data-data meliputi :
a. Prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (Nilai raport kelas II semester II)
b. Keadaan guru dan siswa di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang
Tangerang
c. Struktur organisasi di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang
2. Wawancara, peneliti melakukan interview kepada kepala SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang, guru bidang studi Pendidikan Agama Islam.
3. Angket, peneliti menyebarkan pernyataan tertulis kepada siswa kelas II SMP
Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang tentang motivasi.
Setelah data diperoleh melalui angket yang diberikan kepada siswa,
kemudian data tersebut diolah dalam bentuk tabel dengan menggunakan teknik
deskriptif prosentase dan teknik korelasi.
Adapun hasil pengolahan angket pada teknik deskriptif prosentase
menggunakan rumus :
100
N
F
P × =
P = Persentase
51
F = Frekuensi
N = Number of Cases (banyaknya individu)
Hasil angket dimasukkan dalam tabulasi yang merupakan proses mengubah
data dan instrument pengumpul data (angket) menjadi tabel-tabel angka
(prosentase), dapat dilihat pada tabel-tabel berikut :
Tabel 9
Siswa selalu belajar setiap hari atas kemauannya sendiri
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
1 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
31
30
14
2
40,3%
40,0%
18,2%
2,6%
Jumlah 77 100%

Data ini menunjukkan bahwa siswa belajar setiap hari atas kemauannya
sendiri, meskipun ada sebagian kecil siswa yang kadang-kadang dan tidak pernah
belajar atas kemauan dirinya sendiri, hal ini kemungkinan ada yang harus
diperintah dahulu unutuk belajar, baru ia mau belajar.


52
Tabel 10
Siswa masuk sekolah tepat waktu
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
2 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
7
9
50
11
9,1%
11,7%
64,9%
14,3%
Jumlah 77 100%

Data ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa kadang-kadang tepat waktu
jika masuk sekolah, walaupun sebagian kecil selalu dan sering masuk sekolah
tepat waktu. Mengapa hal ini terjadi ? karena siswa telat bangun pagi.
Tabel 11
Siswa menetapkan tujuan yang kurang jelas dalam belajar
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
3 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
26
12
24
15
33,8%
15,6%
31,2%
19,5%
Jumlah 77 100%
53
Data di atas menunjukkan bahwa siswa selalu kurang jelas dalam
menetapkan tujuan belajarnya, akan tetapi sebagian siswa sudah dapat
menentukan arah hidupnya.
Tabel 12
Siswa belajar karena dipaksa orang tua
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
4 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
9
36
28
4
11,7%
46,8%
36,3%
5,2%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa belajar karena sering dipaksa
orang tua, hanya sebagian saja yang sadar untuk belajar sendiri tanpa dipaksa
orang tua.







54
Tabel 13
Siswa membaca buku-buku yang ada kaitannya dengan bidang studi
Pendidikan Agama Islam
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
5 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
13
15
42
7
16,9%
19,5%
54,6%
9,1%
Jumlah 77 100%

Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa membaca buku-buku
yang ada kaitannya dengan bidang studi pendidikan agama islam, meskipun
sebagian kecil tidak pernah atau kadang-kadang. Hal ini mungkin karena tidak
suka dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam.






55
Tabel 14
Siswa mengabaikan acara televisi yang ada kaitannya dengan bidang
studi Pendidikan Agama Islam
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
6 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
8
26
21
22
10,4%
33,8%
27,3%
28,6%
Jumlah 77 100%

Data di atas menunjukkan bahwa siswa menonton acara televise yang ada
kaitannya dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam.
Tabel 15
Siswa berusaha mengerjakan tugas dari guru, meskipun tugas itu sangat sulit
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
7 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
17
19
31
10
22,1%
24,7%
40,3%
13,0%
Jumlah 77 100%
56
Data ini menunjukkan bahwa siswa berusaha mengerjakan tugas yang
diberikan guru, meskipun tugas itu sangat sulit.
Tabel 16
Siswa menghindari tugas-tugas, sekalipun tugas itu ringan
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
8 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
12
31
26
8
15,6%
40,3%
33,8%
10,4%
Jumlah 77 100%

Data di atas menunjukkan bahwa siswa sering menghindari tugas-tugas
yang ringan, hal ini kemungkinan terdapat tugas-tugas lain yang lebih penting
untuk dikerjakan.







57
Tabel 17
Siswa mempertimbangkan masa lalu untuk meraih sukses berikutnya
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
9 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
20
21
25
11
26,0%
27,3%
32,5%
14,3%
Jumlah 77 100%

Data di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa mempertimbangkan masa
lalu uutk meraih sukses dikemudian hari.

Tabel 18
Siswa mengabaikan tugas yang dibebankannya
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
10 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
16
26
20
15
20,8%
33,8%
26,0%
19,5%
Jumlah 77 100%
58
Data di atas menunjukkan bahwa sebagian siswa mengabaikan tugas yang
diberikannya, hal ini dikarenakan terdapat tugas dari guru bidang studi yang lain
untuk dikerjakan.
Tabel 19
Siswa membahas bidang studi Pendidikan Agama Islam di rumah setelah
pulang sekolah
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
11 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
9
20
27
21
11,7%
26,0%
35,0%
27,3%
Jumlah 77 100%

Data ini menunjukkan bahwa siswa kadang-kadang membahas bidang studi
pendidikan agama Islam di rumah, meskipun ada sebagian kecil siswa yang sering
dan selalu membahas bidang studi pendidikan agama Islam di rumah.




59
Tabel 20
Siswa mempunyai kemauan yang tinggi untuk meraih prestasi
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
12 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
29
38
7
3
37,7%
49,4%
9,1%
3,9%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa meraih prestasi
yang tinggi, dan sebagian kecilnya biasa-biasa saja.
Tabel 21
Siswa belajar keras agar prestasi belajarnya lebih dari teman kelasnya
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
13 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
3
16
51
7
3,9%
20,8%
66,2%
9,1%
Jumlah 77 100%
60
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa belajar keras,
agar prestasi belajarnya lebih dari teman-teman kelasnya.
Tabel 22
Siswa meninggalkan konsep Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan sehari-
hari
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
14 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
16
12
35
14
20,8%
15,6%
45,5%
18,2%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa meninggalkan
konsep pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari






61
Tabel 23
Siswa menghindar bertanya sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran kepada
guru bidang studi Pendidikan Agama Islam
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
15 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
30
13
18
16
39,0%
16,9%
23,4%
20,8%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa menghindar untuk
bertanya sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran kepada guru bidang studi
Pendidikan Agama Islam, hal ini kemungkinan karena siswa malu untuk bertanya.







62
Tabel 24
Siswa mendapat dorongan dari teman-teman untuk belajar lebih semangat
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
16 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
26
11
31
9
33,8%
14,3%
40,3%
11,7%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa mendapatkan
dorongan semangat dari teman-temannya untuk belajar dan hanya sebagian kecil
saja siswa yang tidak pernah mendapatkan dorongan untuk belajar dari temannya.








63
Tabel 25
Siswa mengharapkan mendapat pujian atas prestasi yang dicapai
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
17 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
25
23
20
9
32,5%
29,9%
26,0%
11,7%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengharapkan untuk
mendapat pujian atas prestasi yang dicapai dan hanya sebagian kecil siswa yang
tidak pernah mengharapkan pujian.








64
Tabel 26
Siswa mengabaikan kritikan dari teman-temannya untuk kemajuan belajar
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
18 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
17
34
21
5
22,0%
44,1%
27,3%
6,4%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa sering mengabaikan kritikan
dari teman-teman untuk kemajuan belajar, meskipun ada sebagian siswa ada
yang menerima kritikan tersebut.
Tabel 27
Siswa menyempatkan waktu untuk membaca di perpustakaan
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
19 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
10
29
11
27
13,0%
37,7%
14,3%
35,0%
Jumlah 77 100%
65
Data di atas menunjukkan bahwa sebagian siswa menyempatkan waktu
untuk membaca di perpustakaan.
Tabel 28
Siswa memperhatikan guru Pendidikan Agama Islam ketika mengajar tetapi
mengabaikan alat peraga ketika guru menerangkan
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
20 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
24
18
24
11
31,1%
23,4%
31,1%
14,3%
Jumlah 77 100%

Data di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperhatikan guru
pendidikan agama Islam ketika mengajar dan menggunakan alat peraga.







66
Tabel 29
Siswa menyukai pengarahan dari guru sekalipun mengharuskannya untuk
belajar Pendidikan Agama Islam lebih keras
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
21 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
1
20
32
24
1,3%
26,0%
33,4%
31,1%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa menyukai
pengarahan dari guru sekalipun mengharuskannya untuk belajar lebih keras.
Tabel 30
Siswa memperbaiki cara belajar tanpa menunggu arahan dari guru
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
22 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
28
20
25
4
36,3%
26,0%
32,5%
5,2%
Jumlah 77 100%
67
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperbaiki cara
belajar tanpa menunggu arahan dari guru.
Tabel 31
Siswa tetap belajar di kelas meskipun guru Pendidikan Agama Islam
tidak datang
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
23 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
15
21
32
9
19,5%
27,3%
41,6%
11,7%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa tetap belajar di
kelas meskipun guru pendidikan agama Islam tidak datang.







68
Tabel 32
Siswa bersikap masa bodoh terhadap kesulitan-kesulitan belajar
yang dialaminya
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
24 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
17
19
21
20
22,1%
24,7%
27,3%
26,0%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa bersikap masa
bodoh terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang dialaminya. Hal ini disebabkan
karena mungkin belajarnya siswa karena paksaan orang tuanya.







69
Tabel 33
Siswa menyempatkan waktu untuk mengerjakan tugas kelompok
di perpustakaan
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
25 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
12
27
14
24
15,6%
35,1%
18,2%
31,2%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa sering meyempatkan waktu
untuk mengerjakan tugas kelompok di perpustakaan.
Tabel 34
Siswa menikmati tugas-tugas yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
26 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
17
25
28
7
22,1%
32,5%
36,3%
9,1%
Jumlah 77 100%
70
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa menikmati tugas-
tugas yang diberikan guru pendidikan agama Islam
Tabel 35
Siswa membaca buku setiap ada waktu luang
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
27 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
6
26
13
32
7,8%
33,8%
16,9%
41,6%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa tidak pernah membaca buku
pada waktu luang, meskipun ada sebagian siswa yang membaca buku pada waktu
luang.






71
Tabel 36
Siswa merasa jenuh belajar di dalam kelas
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
28 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
11
16
41
9
14,3%
20,8%
53,2%
11,7%
Jumlah 77 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa merasa jenuh
belajar di dalam kelas.
Tabel 37
Siswa berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah dengan sebaik-baiknya
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
29 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
15
22
36
4
19,5%
28,6%
46,8%
5,2%
Jumlah 77 100%
72
Dari tabel ini menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa berusaha
menyelesaikan pekerjaan rumah dengan sebaik-baiknya.
Tabel 38
Siswa belajar lebih dari 2 jam sehari semalam
N : 77
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
30 Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
20
28
28
1
26,0%
36,4%
36,4%
1,3%
Jumlah 77 100%

Dari tabel ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa belajar lebih dari 2 jam
sehari semalam.







73

74
75
76
Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah skor jawaban siswa dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
Tabel 40
Tabel Klasifikasi Rata-rata Skor Jawaban Motivasi
Klasifikasi Jumlah Jawaban Keterangan Jawaban
25 – 50 - Rendah
51 – 75 42 Sedang
75 – 100 34 Tinggi

Jadi rata-rata skor motivasi siswa dalam mempelajari bidang studi
Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al-Fajar dianggap sedang, yaitu antara 51
– 75 sebanyak 42 siswa. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dapat dilihat
pada tabel berikut
Tabel 41
Daftar Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
Semester II (Dua) Tahun Pelajaran 2005/2006
No Responden Kelas Nilai
1 Aditya Warman II A 8
2 Ageng Rizki II A 7
3 Agung Darmawan II A 7
4 Arief Nurrahman II A 8
5 Ayu Hayatun Nufus II A 8
6 Dede Kurniawan II A 7
77
7 Armadin Umar II A 7
8 Dewi Sartika Sari II A 8
9 Dian Maya Sari II A 7
10 Dina Triana II A 7
11 Erna Yuliana II A 8
12 Fijar Susanto II A 7
13 Fitri Handayani II A 8
14 Hari Prasetyio II A 7
15 Jalil M.R II A 8
16 Khairunnisa II A 8
17 Kiki Mayang .S II A 6
18 Kresdayanti II A 8
19 Kurrata Aina II A 7
20 Liana Puspita .S II A 7
21 Lusiana Amelia II A 8
22 Mairita II A 6
23 Mas Zakaria II A 8
24 Maulida II A 8
25 Muhammad. R II A 7
26 Mustaqim II A 8
27 Rahmansyah .O II A 6
28 Reza Pahlefi II A 7
29 Riki Haryandi II A 8
30 Siti Nurazizah II A 7
78
31 Siti Martini II A 8
32 Tiara Putriana II A 7
33 Wulan Prihatin II A 8
34 Yogi Pranata II A 7
35 Titi Rahayati II A 6
36 Rohman II A 8
37 Yusuf Zarkasih II A 7
38 Very Nurul Fajri II A 6
39 Amelia II B 8
40 Ela Maryana II B 7
41 Ari Supriyanti II B 7
42 Aldiansyah II B 8
43 Ahmad Ramdhani II B 7
44 Dewi Sartika II B 8
45 Bayu Sulaiman II B 7
46 Desi Noita Sari II B 8
47 Dedi Karmawan II B 7
48 Dede Eka .S II B 7
49 Dede Maryanti II B 8
50 Fitriyana II B 8
51 Haryadi II B 7
52 Meri yanti II B 6
53 Muhammad Wahyu II B 8
54 Muhammad Yasin II B 7
79
55 Maisaroh II B 8
56 Fuji Lestari II B 7
57 Melisa Sri .A II B 8
58 M. Ramdani II B 6
59 M. Suryana II B 7
60 M. Ependi II B 7
61 Nasruddin II B 7
62 Novi Mulyanti II B 6
63 Nurul Hidayat II B 6
64 Novita Sari II B 6
65 Rinawati II B 6
66 Moh . Yusuf II B 6
67 Riska Amelia II B 7
68 Rina Sapitri II B 7
69 Riki Rikardo II B 7
70 Puji Astuti II B 6
71 Pardi II B 8
72 Rohman II B 7
73 Desvita Fatmasari II B 7
74 Siti fara Kurniawati II B 6
75 Dono Damara II B 8
76 Devita Sari II B 6
77 Zarkasih II B 7
80
Dari tabel diatas dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Klasifikasi Jumlah Klasifikasi
<6 - Rendah
6 - 7 42 Sedang
8 – 10 34 Tinggi

Jadi prestasi belajar siswa dalam Bidang Studi Penddikan Agama Islam
termasuk dalam kualifikasi sedang, hal itu terletak antara 6 – 7 sebanyak 42
siswa.
Tabel 42
Analisis Korelasi Variabel X (Nilai Motivasi) dan Variabel Y (Prestasi
Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam)
SUBYEK X Y X2 Y2 XY
1 89 80 7921 6400 7120
2 83 70 6889 4900 5810
3 85 70 7225 4900 5950
4 91 80 8281 6400 7280
5 92 80 8464 6400 7360
6 95 70 9025 4900 6650
7 90 70 8100 4900 6300
8 90 80 8100 6400 7200
81
9 83 70 6889 4900 5810
10 97 70 9409 6400 7760
11 97 80 9409 6400 7760
12 84 70 7056 4900 5880
13 96 80 9216 6400 768
14 89 70 7921 4900 6230
15 73 80 5329 6400 5840
16 74 80 5476 6400 5920
17 72 60 5184 3600 4320
18 81 80 6561 6400 6480
19 65 70 4225 4900 4550
20 84 70 7056 4900 5880
21 72 80 5184 6400 5760
22 73 60 5329 3600 4380
23 86 80 7396 6400 6880
24 69 80 4761 6400 5520
25 72 70 5184 4900 5040
26 88 80 7744 6400 7040
27 78 60 6084 3600 4680
28 82 70 6724 4900 5740
29 78 80 6084 6400 6240
82
30 72 70 5184 4900 5040
31 81 80 6561 6400 6480
32 78 70 6084 4900 5460
33 78 80 6084 6400 6240
34 75 70 5625 4900 5250
35 78 60 6084 3600 4680
36 82 80 6724 6400 6560
37 80 70 6400 4900 5600
38 69 60 4761 3600 4140
39 88 80 7744 6400 7040
40 85 70 7225 4900 5950
41 77 70 5929 4900 5390
42 86 80 7396 6400 6880
43 73 70 5329 4900 5250
44 72 80 5184 6400 6880
45 75 70 5625 4900 5110
46 70 80 4900 6400 5608
47 77 70 5929 4900 5250
48 71 60 5041 3600 4260
49 74 70 5476 4900 5180
50 73 80 5329 6400 5840
83
51 77 70 5929 4900 5390
52 73 60 5329 3600 4380
53 74 80 5476 6400 5920
54 77 70 5929 4900 5390
55 87 80 7569 6400 6960
56 65 70 4225 4900 4550
57 69 80 4761 6400 5520
58 71 60 5041 3600 4260
59 65 70 4225 4900 4550
60 65 70 4225 4900 4550
61 65 70 4225 4900 4550
62 71 60 5041 3600 4260
63 71 60 5041 3600 4260
64 69 60 4761 3600 4140
65 71 60 5041 3600 4260
66 71 60 5041 3600 4260
67 65 70 4225 4900 4550
68 65 70 4225 4900 4550
69 65 70 4225 4900 4550
70 69 60 4761 3600 4140
71 72 80 5184 6400 6880
84
( )( )
( ) ( )
380 . 0
30 , 383326
145750
00 1469390560
145750
319000 460624
145750
30250000 30569000 34880836 35341460
32483000 32628750
r
xy
=
=
=
÷
=
÷ ÷
÷
=
72 65 70 4225 4900 4550
73 65 70 4225 4900 4550
74 71 60 5041 3600 4260
75 72 80 5184 6400 6880
76 69 60 4761 3600 4140
77 65 70 4225 4900 4550
EN = 77 Ex = 5960 Ey = 5500 Ex
2
= 458.980 Ey
2
= 397.000 Exy = 423.750

( )( )
( ) | | ( ) | |
2 2 2 2
xy
y y N x x N
y x xy N
r
E ÷ E E ÷ E
E E ÷ E
=
( )( )
( ) ( ) ( ) ( )
2 2
xy
5500 77397000 5960 458980 x 77
5500 5906 77423750
r
÷ ÷
÷
=










85
C. Interpretasi Data
Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa, antara variabel X
(motivasi) dan variabel Y (prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama
Islam) bertanda positif yang lemah dengan memperhatikan besarnya r
xy
yang
diperoleh sebesar 0,38.
Apabila hasil tersebut diinterpretasikan secara kasar atau sederhana
dengan mencocokkan hasil perhitungan dengan angka indeks korelasi “r” product
moment, ternyata besarnya r
xy
(0,38) yang besarnya berkisar antara 0,20-0,40
berarti korelasi positif antara variabel X dan variabel Y itu adalah termasuk
korelasi yang lemah atau rendah.
Selanjutnya untuk mengetahui apakah hubungan itu signifikan atau tidak
maka “r” hasil perhitungan dibandingkan dengan “r” tabel. Dan sebelum
membandingkannya terlebih dahulu dicari derajat kebebasannya atau df (degress
of freedom) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
df=N-nr
df=77-2=75
Dengan memeriksa tabel nilai “r” product moment ternyata bahwa dengan
df sebesar 75, pada taraf signifikansi 5% diperoleh “r” tabel = 0,217 sedangkan
pada taraf signifikansi 1% diperoleh “r” tabel = 0,283. Dan jika dilihat pada harga
“r” tabel tersebut rxy lebih besar dari pada harga “r” tabel. Baik pada taraf
signifikan 5% (0.38>0.217), maupun pada taraf signifikan 1% (0.38>0.283).
86
Dengan demikian hipotesa alternative diterima artinya terdapat hubungan positif
yang lemah antara variable X dan variable Y.
Setelah ada korelasi maka dihitung seberapa besar konstribusinya dengan
menggunakan koefisien determinasi (KD), dimana :
KD = r2 x 100%
= (0.38)2 x 100%
= 0.1444 x 100%
= 14.4
Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar PAI ditentukan oleh motivasi
sebesar 14.4% sedangkan 58.6% ditentukan oleh faktor lain. Kemungkinan ini
bisa terjadi karena SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang hanya
menyediakan waktu selama 2 jam untuk mempelajarai bidang studi Pendidikan
Agama Islam.

87
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Motivasi siswa dalam mempelajari bidang studi Pendidikan Agama Islam di
SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang menunjukkan bahwa
siswa mempunyai motivasi yang sedang atau cukup.
2. Prestasi belajar yang diraih oleh siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung
Pamulang Tangerang menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar yang
dievaluasikan oleh guru bidang studi Pendidikan Agama Islam dapat
dikualifikasikan pada tingkat sedang.
3. Ada korelasi yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar siswa
dalam mempelajari bidang studi Pendidikan Agama Islam sekalipun tingkat
korelasinya tergolong lemah atau rendah.

B. Saran
1. Kepala Sekolah sebagai pemimpin hendaknya lebih menamkan kembali nilai-
nilai ke Islaman yang sudah ada di lingkungan sekolah, baik dikalangan guru-
guru, karyawan dan murid-murid.
id20014656 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
88
2. Kepada guru Pendidikan Agama Islam hendaknya selalu memberikan persepsi
yang positif kepada siswa tentang pentingnya nilai-nilai agama bagi
kehidupan seorang muslim dan mendorong siswa untuk lebih giat lagi belajar.
3. Guru bidang Studi Pendidikan Agama Islam hendaknya dapat merespon dan
berinteraksi dengan siswa tentang keinginan-keinginan siswa dalam belajar
yang lebih kondusif.
4. Hendaknya pemimpin yayasan, kepala dan dewan guru SMP Islam Al-Fajar
Kedaung Pamulang Tangerang, selalu mendukung terhadap kegiatan-kegiatan
siswa yang positif. Karena dengan adanya dukungan dari semua pihak, siswa
akan termotivasi untuk belajar dan selalu melaksanakan hal-hal yang positif.










89
DAFTAR PUSTAKA

A.M, Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : C.V. Rajawali,
1990
Arifin, H.M., M.Ed, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1996
_______________, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1991
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta :
Rineka Cipta, 2002)
Azhari, Akyas. Psikologi Pendidikan, Semarang : Dina Utama Semarang, 1996
Daradjat, Zakiyah, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta :Bumi Aksara, 2000
______________, Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, Jakarta : CV.
Ruhama, 1995
Depag RI, Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pedidikan Agama Islam Untuk SMP,
1986
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta :
Balai Pustaka, 1999
Djamarah, Syaiful Bahri. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya : Usaha
Nasional, 1994
Hanapi, S. Pd, Kepala SMP Islam Al-fajar, Wawancara Pribadi, Tangerang, 16 Juli
2006
Haryono, Amirul Hadi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung : Pustaka Setia,
1988
Imran, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Pustaka Jaya, 1996
Muhibbinsyah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung : Remaja
Rosdakarya, 2002
id20033875 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com
90
Nasution, S. Didaktik Asas-asas Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara, 1995
Nata, Abuddin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarata : Logos Wacana Ilmu, 1997
Purwanto, Ngalim. Psikologi Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1998
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam Mulia, 1994
Sabri, M. Alisuf, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, Jakarta : CV.
Pedoman Ilmu Jaya, 2001
______________, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya, 1996
______________, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1999
Salim, Peter. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Jakarta : Modern
English, 1991
Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : C. V. Rajawali,
1990
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta : Rineka Cipta,
2003
Soemanto, Wasty, Psikologi Pendidikan, Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan,
Jakarta : Rineka Cipta, 1990
Tadjab, Ilmu Jiwa Pendidikan, Surabaya : Karya Abitama, 1994
Uhbiyati, Nur, Hj., Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Pustaka Setia, 1998
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 30 Bab IV ayat 2 (nomor 2 tahun
1989), Jakarta: CV. Tamita Utama, 2004
Winkel, WS. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta : PT. Gramedia,
1986.
Yunus, Mahmud, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, Jakarta :PT. Hidayah
Agung

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
(Studi Penelitian Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang)

Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam ( S. Pd. I )

Oleh AGUSTIN WARDIYATI NIM : 102011023437

Di Bawah Bimbingan

Drs. H. Ghufran Ihsan, M A

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1425 H/2006 M

PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi yang berjudul HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Studi Penelitian Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang ) telah diujikan dalam siding munaqasyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal . Skripsi ini telah diterima

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Strata 1 ( S1 ) pada Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Jakarta,

2006

Sidang Munaqasyah

Ketua Merangkap Anggota,

Sekretaris Merangkap Anggota,

NIP

NIP

Anggota

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak sedikit hambatan dan kesulitan yang dihadapi. H. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. petunjuk dan saran kepada penulis selama menyelesaikan skripsi iv . Bapak Drs. MA. Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dosen Pembimbing skripsi yang telah bersedia dengan tulus memberikan bimbingan. Ghufran Ihsan. Ag. 3. akhirnya skripsi ini selesai pada waktunya. khususnya kepada yang terhormat : 1. Dr. 2. Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. MA. Abdul Fattah Wibisono MA. Dede Rosyada. H. M. yang dengan segala kasih dan kemurahan-Nya skripsi ini dapat diselesaikan. Penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan rasa hormat kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Bapak Drs.KATA PENGANTAR ϢϴΣήϟ΍ϦϤΣήϟ΍Ϳ΍ϢδΑ Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT. Namun berkat bantuan dan motivasi yang tidak ternilai dari berbagai pihak. Bapak Prof. 4. Bapak Sapiuddin Shiddiq.

yang telah memberikan izin dan membantu memberikan data-data yang diperlukan penulis. menemani dan memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini 10. Muse. Yuni. Oman. Ela. S. Semoga amal dan jasa mereka diterima oleh Allah swt sebagai amal sholeh dan dibalas-Nya dengan pahala yang berlipat ganda. 8. Pd. Bapak Hilmi Karim. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat. khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca yang budiman. Vita. Kepala SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang. Rekan-rekan seperjuangan di Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Ayah Bunda tercinta ( Bapak Iwa Kustiwa dan Ibu Ida ) yang dengan tulus ikhlas telah memberikan pengorbanan baik material maupun spiritual kepada penulis. Amin ya Rabbal 'alamin. 9. Lina. Bapak Hanapi. September 2006 Penulis v . Bapak-bapak dan Ibu-ibu Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. S.5. 7. 6.Ag guru bidang Studi Pendidikan Agama Islam serta Dewan Guru yang bersedia membantu memberikan data-data dan memberikan semangat kepada penulis. yang telah memberikan motivasi kepada penulis dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya yang telah memberikan sumbangsih bagi kelancaran penulisan ini. Irma. Jakarta. Syahrul Martadinata yang telah membantu. yang telah memberikan ilmunya kepada penulis.

vi .

........................... Metode Pembahasan...................... Prestasi Belajar......................... 6 D............... Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar................................................................................................. Sistematika Penulisan .................................................................................. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ........................... Motivasi Belajar ....................................... Fungsi Motivasi dalam Belajar ................................... 9 2................. 7 BAB II KAJIAN TEORI TENTANG MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM A....................................................... iv DAFTAR ISI....................... 17 B............................................................................... 9 1................................................................ ix BAB I PENDAHULUAN A... Macam-macam Motivasi Belajar ..... 19 1.................... 21 vi ............... Latar Belakang Masalah.... 12 3. 19 2..... vi DAFTAR TABEL ................... Pembatasan dan Perumusan Masalah ................... 15 4............................................................................... Pengertian Prestasi Belajar...... Pengertian Motivasi Belajar........................... Identifikasi..............................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR.. 4 C.............................. Tujuan dan Manfaat Penelitian .................................... 6 E....................... 1 B......................................................

....................................................................................... 35 B.......................... Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam .. Populasi dan Sampel .... Pengertian Bidang Studi Pendidikan Agama Islam ........................... 33 E...... Keadaan Guru dan siswa ................. 30 2................................ Hipotesa ... 40 BAB IV HASIL PENELITIAN A................................... Teknik Analisis Data.................................. Gambaran Umum SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang.................... 25 b................... 27 c................................... Teknik Pengumpulan Data............ 47 4... 37 D............................................................................................. 31 D..... 44 1.................................... 48 vii ....................... 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A...................... Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... Bidang Studi Pendidikan Agama Islam a............... Sejarah berdirinya .................... Ruang Lingkup Bidang Studi Pendidikan Agama Islam ........ Tolok Ukur Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam ....... 25 1......... Sarana da Prasarana .....................C............................................... 44 2............ 44 3................................................................... Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam . Tujuan Bidang Studi Pendidikan Agama Islam .......... 37 C.................................................................................................................... Struktur Organisasi ..

................................................................................. 89 LAMPIRAN viii ........................................................... 87 DAFTAR PUSTAKA ............... Saran...........................................................................B...................... Interpretasi Data ..... Deskripsi dan Analisis Data .... 50 C.............................. 85 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ...................................................................................................... 87 B.................

seperti yang terdapat dalam surat Asy syam 19/8 berikut : Palhamaha fudzuraha wataqwaha Akal merupakan salah satu potensi yang diberikan Allah kepada manusia dan merupakan pembeda dengan makhluk lainnya.BAB I PENDAHULUAN A. yang berbeda dari makhluk lain. Hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Isra: 70 ˴ ˶ ˸Ϣ˵ Ύ˴ ˸ϗ˴ ˴ ˴ ˶ ˸Τ˴ ˸ϟ΍˴ ͋ ˴ ˸ϟ΍ϲ˶ ˸Ϣ˵ Ύ˴ ˸Ϡ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ ΍˴ ϲ˶ ˴ Ύ˴ ˸ϣ͉ ˴ ˸Ϊ˴ ˴˴ Ϧϣ ϫ Ϩ ίέϭ ή Β ϭ ήΒ ϓ ϫ Ϩ ϤΣϭ ϡΩ ˯ ϨΑ Ϩ ήϛ Ϙϟϭ ˯΍ήγϹ΍. Oleh karena itulah manusia menjadi makhluk yang paling mulia di muka bumi ini. Perbedaan tersebut karena manusia diciptakan dengan berbagai potensi yang melebihi makhluk lain. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Allah SWT.

Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (QS. akan tetapi harus ada yang membina. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Al-Isra: 70) Manusia sebagai makhluk yang paling mulia sebagaimana tersebut tidak akan menjadi mulia begitu saja. memimpin 1 .˱ϴ˶ ˸ϔ˴ Ύ˴ ˸Ϙ˴˴ ˸Ϧ͉ ˶ ˳ ϴ˶ ˴ ϰ˴˴ ˸Ϣ˵ Ύ˴ ˸Ϡ͉ ˴ ˴ ˶ Ύ˴ ͋ ͉ ϟ΍ ѧ ΎϠ π Η Ϩ ϠΧ Ϥϣ ή Μϛ Ϡϋ ϫ Ϩ πϓϭ Ε Βϴτ  Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.

baik dalam bidang pengetahuan. sebab hasil belajar itu akan optimal bila terdapat motivasi . keterampilan dan sikap. Terkadang satu proses belajar tidak dapat mencapai hasil maksimal disebabkan karena ketiadaan kekuatan yang mendorong ( motivasi ). Perbuatan itu adalah proses belajar dalam suatu lembaga pendidikan. Belajar mengajar merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Sehingga boleh jadi siswa yang memiliki intelegensi yang cukup tinggi menjadi gagal karena kekurangan motivasi. Bagi siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan mempunyai keinginan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. agar hasil belajarnya lebih baik dan sempurna. Karena dengan adanya motivasi dapat menumbuhkan minat belajar siswa. karena dalam proses tersebut siswa tidak hanya sekedar menerima dan menyerap informasi yang disampaikan oleh guru. Adanya perubahan tersebut terlihat dalam prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa berdasarkan evaluasi yang diberikan oleh guru. Situasi belajar ini ditandai dengan motifmotif yang ditetapkan dan diterima oleh siswa. tetapi siswa dapat melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran dan tindakan paedadogis yang harus dilakukan. Dari proses pembelajaran tersebut siswa dapat menghasilkan suatu perubahan yang bertahap dalam dirinya. Dalam proses belajar mengajar motivasi sangat besar peranannya terhadap prestasi belajar.2 dan mengarahkannya. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang terjadi di dalam satu situasi. bahkan dalam satu ruang hampa.

Rajawali. V. dan dengan motivasi itu pula Sardiman A. Karenanya. maka motivasi menimbulkan kegiatan belajar. dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dalam proses belajar mengajar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Sardiman A. memberikan pertanyaan kepada siswa. tetapi mungkin saja guru tidak berhasil dalam membangkitkan motivasi siswa. hal ini bukanlah semata-mata kesalahan siswa.3 yang tepat. Motivasi yang kuat dalam diri siswa akan meningkatkan minat. gerakan tubuh. kemauan dan semangat yang tinggi dalam belajar.M dalam bukunya Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar bahwa : "Dalam kegiatan belajar. Perhatian siswa terhadap stimulus belajar dapat diwujudkan melalui beberapa cara seperti penggunaan media pengajaran atau alat-alat peraga. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. seperti : memberikan hadiah. h. (Jakarta : C. bila siswa mengalami kegagalan dalam belajar. 1990). melakukan pengulangan informasi yang berbeda dengan cara sebelumnya. memberikan tugas dan hukuman. membuat variasi belajar pada siswa.M. Dan ada beberapa motivasi yang digunakan guru terhadap bahan pelajaran agar siswa tidak merasa bosan. 75-76 1 . karena antara motivasi dan semangat belajar mempunyai hubungan yang erat. menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai."1 Motivasi sangat berperan dalam belajar. Cet. memberikan stimulus belajar dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan. Ke-12. pujian. memberikan angka atau penilaian.

(Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya.2 Tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. h. B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Psikologi Pendidikan. Identifikasi.4 kualitas hasil belajar siswa dapat diwujudkan dengan baik. penulis tertarik untuk membahasnya dalam bentuk skripsi yang berjudul : "HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Studi Kasus Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang )". Berdasarkan uraian di atas. Belajar dan Pembelajaran. 82 Imran. Bahkan pada saat ini kaitan antara motivasi dengan perolehan dan atau prestasi tidak hanya dalam belajar3 Dengan dasar itulah penulis memilih SMP Islam Al-Fajar sebagai objek penelitian yang mana di sekolah tersebut terdapat siswa yang berprestasi tetapi tidak termotivasi untuk mempelajari bidang studi Pendidikan Agama Islam. (Jakarta: Pustaka Jaya. 89 3 . 1996). Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut : a. Siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas akan tekun dan berhasil dalam belajarnya. 1996). Media belajar apakah yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa? 2 Alisuf Sabri. h.

Metode Pengajaran yang bagaimanakah yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa? c. d. Faktor-faktor apa saja yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa? Bagaimana prestasi belajar siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang? e. Apakah terdapat korelasi antara motivasi dengan prestasi belajar siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam? 2. maka penulis membatasi penelitian ini pada masalah: Hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam ( Studi Kasus Pada Siswa Kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang ) 3. Bagaimana kondisi motivasi siswa kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang terhadap prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam? b.5 b. Pembatasan Masalah Agar masalah dalam penelitian ini tidak menyimpang dari apa yang diteliti. Perumusan Masalah Berdasarkan permasalahan di atas. Bagaimana gambaran prestasi belajar siswa kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang pada bidang studi Pendidikan Agama Islam? . rumusan masalah yang diteliti adalah sebagai berikut : a.

Manfaat praktis : Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan pendidik atau guru dalam memberikan bimbingan terhadap anak didiknya. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : a. Metode Pembahasan . Manfaat teoritis : Dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai besarnya pengaruh motivasi. Tujuan Khusus : Untuk mengethui ada tidaknya hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam. Tujuan Umum : Untuk melihat bagaimana hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam b.6 c. b. Bagaimana hubungan antara motivasi siswa kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang dengan prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam? C. terutama terhadap prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penelitian yang dilksanakan ini adalah : a. 2.

Metode Pembahasan dan Sistematika Penulisan. Bab II : Kajian teori. fungsi motivasi dalam belajar dan upaya dalam menumbuhkan motivasi belajar. Adapun pedoman yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah buku pedoma penulisan Skripsi. yang terdiri dari Latar Belakang Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian. Pembatasan dan Perumusan Masalah. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini dalam lima bab dan dirinci dalam beberapa sub bab. ruang lingkup bidang studi pendidikan agama Islam. Prestasi belajar yang terdiri dari : pengertian prestasi belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Identifikasi Masalah. yang terdiri dari Motivasi Belajar: pengertian motivasi belajar.7 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dan dilengkapi oleh data-data yang diperoleh melalui penelitian lapangan (field research). E. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian langsung ke tempat yang dijadikan objek penelitian yakni SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang. macam-macam motivasi belajar. dengan sistematika penyusunan sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan. Tesis dan Disertasi yang disusun oleh Tim Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta 2002. Prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam: pengertian bidang studi pendidikan agama Islam. tolok ukur prestasi belajar bidang . tujuan bidang studi pendidikan agama Islam.

Bab III : Metodologi Penelitian. Pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam dan Hipotesa. Bab IV : Hasil Penelitian. Sarana dan Prasarana dan struktur Organisasi. Keadaan guru dan siswa. Bab V : Penutup. yang mencakup : Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. serta Teknik Analisis Data. yang terdiri dari : Gambaran Umum SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang: sejarah berdirinya. Teknik Pengumpulan Data.8 studi pendidikan agama Islam. Populasi dan Sampel. Deskripsi Data dan Analisis Data serta Interpretasi Data. yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran-saran .

Dalam Psikologi. h. (Bandung : PT. berikut ini penulis akan memberikan pengertian dari kedua istilah tersebut. Ke-1. Ngalim Purwanto : motif adalah tingkah laku atau perbuatan suatu tujuan atau perangsang. Rajawali. Cet. Sedangkan S. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. motif adalah segala daya yang mendorog seseorang untuk melakukan sesuatu. Cet. (Jakarta : Bumi Aksara. h. 60  S. Remaja Rosda Karya. 1990).BAB II KAJIAN TEORI A. 73  9 . istilah motif sering dibedakan dengan istilah motivasi. Kata "motif" diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. 73 Ngalim Purwanto. Untuk lebih jelasnya apa yang dimaksud dengan motif dan motivasi. (Jakarta : C.M. Motivasi Belajar 1. Ed.V. h. 2. Nasution. Nasution. Cet. Atau seperti dikatakan oleh Sardiman dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior yang dikutip M. Ke-5.   Sardiman A. 1998). Psikologi Pendidikan. Ke-12. Didaktik Asas-asas Mengajar. Dengan demikian motif adalah dorongan atau kekuatan dari dalam diri seseorang yang dapat menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu. Pengertian Motivasi Belajar Motivasi merupakan salah satu aspek psikis yang memiliki pengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar. 1995).

M. Cet. adalah keinginan atau dorongan yang timbul pada diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu perbuatan dengan tujuan tertentu. Winkel. (Jakarta : Modern English. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan. Ke-3. (Jakarta : PT.10 Adapun pengartian motivasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Gramedia. 2001). h. (Jakarta : CV. Op.M. bahkan kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau dihayati. 1986). 71 . Alisuf Sabri. Selanjutnya. 997   M. Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa motivasi adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia menjadi tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mecapai hasil atau tujuan tertentu. motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong orang untuk memenuhi suatu kebutuhan. Ke-3. Alisuf Sabri. 87   WS. 90  Sardiman A. Pendapat-pendapat para ahli tentang definisi motivasi diantaranya adalah : M. h. WS Winkel.   Peter Salim dan Yenny Salim. motif menjadi aktif pada saat tertentu. h. Cet. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. 1991). Pedoman Ilmu Jaya. motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif.Cit. h.

Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. b. Dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan adanya tujuan.Cit. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa "feeling". motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan adanya tujuan.M. Op. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan. yaitu : a. h. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system "neurophysiological" yang ada pada organisme manusia.M. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli bahwa motivasi adalah suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan. yang dikutip oleh Sardiman A. c. 71 Sardiman A. Op. h.Cit. 74 16 . afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. afeksi seseorang. maka dalam motivasi terkandung tiga unsur penting..11 Menurut MC.16  Ngalim Purwanto. Donald.

kebutuhan bergerak. motif-motif yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan bagian dalam dari tubuh seperti : lapar. dan sebagainya. Diantaranya menurut Woodwort dan Marquis sebagaimana dikutip oleh Ngalim Purwanto. Motif-motif yang timbul yang timbul sekonyong-konyong (emergency motives) inilah motif yang timbul bukan karena kemauan individu tetapi karena ada rangsangan dari luar.motif berusaha mengatasi suatu rintangan. Macam-macam Motivasi Belajar Dilihat dari berbagai sudut pandang. motif itu ada tiga golongan yaitu : a. b. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. para ahli psikologi berusaha untuk menggolongkan motif-motif yang ada pada manusia atau suatu organisme kedalam beberapa golongan menurut pendapatnya masing-masing. contoh : motif melarikan diri dari bahaya. Kebutuhan-kebutuhan organis yakni. 2. haus.12 Dengan demikian yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar. beristirahat atau tidur. .

mengemukakan jenis motivasi dilihat dari dasar pembentukannya. (motive psychological drives) dan motif yang dipelajari (affiliative needs). 64  Sardiman A. Loc. yaitu : motif bawaan. Ibid.13 c. Adapun bentuk motivasi belajar di Sekolah dibedakan menjadi dua macam.M. Sosial Motives adalah dorongan-dorongan yang ada hubungannya dengan manusia lain dalam masyarakat seperti : dorongan selalu ingin berbuat baik (etika) dan sebagainya. Psychological drive adalah dorongan-dorongan yang bersifat fisiologis atau jasmaniah seperti lapar. A.Cit. b. yaitu : a. Arden N. Cit  Ngalim Purwanto.. haus dan sebagainya. h. 62 . misalnya : dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan dan sebagainya. Motif Obyektif yaitu motif yang diarahkan atau ditujukan ke suatu objek atau tujuan tertentu di sekitar kita. Op. Motivasi Ekstrinsik  Ngalim Purwanto. Frandsen yang dikutip oleh Sardiman. Motivasi Intrinsik b. Selanjutnya Sartain membagi motif-motif itu menjadi dua golongan sebagai berikut : a.M. timbul karena adanya dorongan dari dalam diri kita. h.

82  . Dalam buku lain motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang atau motivasi yang erat hubungannya dengan tujuan belajar. Alisuf Sabri. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. misalnya siswa rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya. Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya sendiri c. Psikologi Pendidikan. 1996). Psikologi Pendidikan. Muhibbinsyah. 2002). Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorong melakukan tindakan belajar. h. Adanya kebutuhan b. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah: a. 1996). Cet.14 1. (Bandung : Remaja Rosdakarya. (Semarang : Dina Utama Semarang. M. Ke-1. 85 Akyas Azhari. Ke-7. (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya. Op. Cet. 75  Muhibbinsyah. yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Adanya cita-cita atau aspirasi. h. ingin memperoleh pengetahuan dan sebagainya. Bentuk motivasi ekstrinsik ini merupakan suatu dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. misalnya : ingin memahami suatu konsep. 2. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang datang dari luar individu siswa. Cit. 136  H. h. h.

makin berhasil pelajaran itu. bukan berarti motivasi ekstrinsik tidak baik dan tidak penting. motivasi intrinsik lebih signifikan bagi siswa karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Perlu ditegaskan. karena kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis berubah-ubah dan juga mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar ada yang kurang menarik bagi siswa sehingga siswa tidak bersemangat dalam melakukan proses belajar mengajar baik di sekolah maupun di rumah. Makin tepat motivasi yang diberikan.15 pujian dan hadiah. Bahwa setiap siswa tidak sama tingkat motivasi belajarnya. peraturan atau tata tertib sekolah. Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsic maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dalam kegiatan belajar mengajar tetap penting. Dalam perspektif kognitif. Dengan motivasi. guru dan lain-lain merupakan contoh konkrit dari motivasi ekstrinsik yang dapat mendorong siswa untuk belajar. siswa dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif sehingga dapat mengarahkan dan memelihara kerukunan dalam melakukan kegiatan belajar. Fungsi Motivasi dalam Belajar Motivasi sangat berperan dalam belajar. siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. suri tauladan orang tua. maka motivasi ekstrinsik sangat diperlukan dan dapat diberikan secara tepat. . 3.

16 Maka motivasi senantiasa akan menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa. Mendorong manusia untuk berbuat. jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain atau membaca komik. adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi. Dengan kata lain. A. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Adapun fungsi motivasi ada tiga. motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. yaitu : a. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik.M.17 Seorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat lulus. Selain itu ada juga fungsi lain yaitu. sebab tidak serasi dengan tujuan. Loc.Cit . Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. karena secara konseptual motivasi berkaitan dengan prestasi dan hasil belajar. c. b. 17 Sardiman.

Seorang guru melihat perilaku siswa seprti itu. Apalah artinya bagi seorang siswa pergi ke sekolah tanpa mempunyai motivasi belajar. Bahwa diantara sebagian siswa ada yang mempunyai motivasi untuk belajar dan sebagian lain belum termotivasi untuk belajar. sehingga siswa mempunyai intensitas untuk belajar dan menjelaskan tugas dengan sebaik mungkin. guru harus dapat menggunakan berbagai macam cara untuk memotivasi belajar siswa. Memberikan hasil ulangan dalam waktu sesingkat mungkin. Cara membangkitkan motivasi belajar diantaranya adalah : a. Mengkaitkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa di luar lingkungan sekolah. Menciptakan iklim dan suasana dalam kelas yang sesuai dengan kebutuhan siswa. maka perlu diambil langkah-langkah untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Membangkitkan motivasi belajar tidaklah mudah. e. alasan suatu bidang studi dimasukkan dalam kurikulum dan kegunaannya untuk kehidupan. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi siswa.17 4. . Menjelaskan kepada siswa. Menunjukkan antusias dalam mengajar bidang studi yang dipegang. c. Mendorong siswa untuk memandang belajar di sekolah sebagai suatu tugas yang tidak harus serba menekan. b. f. d.

Tujuan yang diakui. Minat 10. Saingan/kompetisi 4.Cit. 1994). Ke-1.18 g. Hadiah 3.. cet. Memberi angka 2. Mengetahui hasil 6. ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. h.M. h. hadiah secara wajar.M. 103  Sardiman A. Demikian pembahasan tentang upaya dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa dan bentuk-bentuk motivasi yang dapat dipergunakan oleh guru agar berhasil dalam proses belajar mengajar serta dikembangkan dan diarahkan untuk dapat melahirkan hasil belajar yang bermakna bagi kehidupan siswa. Menggunakan bentuk –bentuk kompetisi (persaingan) antar siswa. Menggunakan intensif seperti pujian. Pujian 7. Hukuman 8. (Surabaya: Karya Abitama. Beberpa bentuk dan cara motivasi tersebut diantaranya : 1. Memberi ulangan 5. Ilmu Jiwa Pendidikan. h. 92-95 . Hasrat untuk belajar 9.18 Menurut Sardiman A. 18  Tadjab. Op.

 Sedangkan Saiful Bahri Djamarah dalam bukunya Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1999). yang dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan. Ke-1. mempunyai arti yang berbeda.yang mengutip dari Mas'ud Hasan Abdul Qahar. (Surabaya : Usaha Nasional. h. (Jakarta : Balai Pustaka. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan. Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian prestasi belajar. 1994). berpendapat bahwa prestasi adalah "penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan siswa berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa.19 B. Cet. 787   Syaiful Bahri Djamarah. Prestasi Belajar 1. Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Dalam buku yang sama Nasrun Harahap. 20-21 .  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. h. Pengertian Prestasi belajar Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata. Cet. yakni "prestasi" dan "belajar". diciptakan baik secara individual atau kelompok. peneliti menjabarkan makna dari kedua kata tersebut. hasil pekerjaan. Ke-10. dikerjakan dan sebagainya). hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.

Ke-3. dalam bukunya Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bahwa belajar ialah "Suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Psikologi Pendidikan. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. bahwa belajar adalah "tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatife menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif". Ke-4. Whitaker yang dikutip oleh Wasty Soemanto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Muhibbinsyah. 1990). (Jakarta : Rineka Cipta. Begitu juga menurut James O. Cet. Cit   Wasty Soemanto. Cet. 2  Muhibbinsyah. untuk memahami pengertian tentang belajar berikut dikemukakan beberapa pengertian belajar diantaranya : Menurut Slameto. dalam bukunya Psikologi Pendidikan. memberikan definisi bahwa belajar adalah "proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman". (Jakarta : Rineka Cipta. Berdasarkan beberapa pendapat di atas bahwa belajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan rutin pada seseorang sehingga akan   Slameto. Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. h. Loc. Selanjutnya pengertian belajar. diciptakan dan menyenagkan hati yang diperoleh dengan jalan bekerja. h. 98-99 . 2003).20 Dari pengertian di atas bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan seseorang atau kelompok yang telah dikerjakan. menambahkan dalam bukunya Psikologi Belajar.

2. atau kalimat dan terdapat dalam periode tertentu. biasanya prestasi belajar ini dinyatakan dengan angka. keterampilan. Jadi prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini prestasi belajar merupakan suatu kemajuan dalam perkembangan siswa setelah ia mengikuti kegiatan belajar dalam waktu tertentu. Adapun pengertian prestasi belajar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah "penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. kadangkadang lancar dan kadang-kadang tidak. sikap dan tingkah laku yang dihasilkan dari proses latihan dan pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. keterampilan. 787 . lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka) dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauhmana siswa telah menguasai materi pelajaran yang disampaikannya.. kecakapan dan perilaku individu terbentuk dan berkembang melalui proses belajar. huruf. kadang-kadang cepat menangkap apa  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.21 mengalami perubahan secara individu baik pengetahuan. Cit. h. Seluruh pengetahuan. Op. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Aktivitas belajar siswa tidak selamanya berlangsung wajar.

M. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa). terdiri dari faktor lingkungan. Sedangkan menurut Muhibbinsyah. yaitu : a. Alisuf Sabri. mengenai belajar ada berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa di sekolah. baik social dan non social dan faktor instrumental. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dibedakan menjadi tiga macam. dan kondisi rohani (psikologis) b. Setiap siswa memang tidak ada yang sama.. Psikologi Pendidikan. yaitu : H. tinggi rendahnya prestasi belajar siswa tergantung pada faktor-faktor tersebut. Cit. sehingga menyebabkan perbedaan dalam prestasi belajar. perbedaan individual inilah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan siswa. Dalam hal semangat pun kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang sulit untuk bisa berkosentrasi dalam belajar. 59 . kadang-kadang terasa sulit untuk dipahami. h. Op. secara garis besarnya dapat dapat dibagi kepada dua bagian. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa). Prestasi belajar merupakan hasil dari suatu proses yang di dalamnya terdapat sejumlah faktor yang saling mempengaruhi.22 yang dipelajari. meliputi keadaan kondisi jasmani (fisiologis). Alisuf Sabri dan Muhibbinsyah. M. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap siswa dalam kehidupannya sehari-hari di dalam aktivitas belajar mengajar.

23

1. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani atau rohani siswa 2. Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan sekitar siswa 3. Faktor Pendekatan Belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Adapun yang tergolong faktor internal adalah : a. Faktor Fisiologis Keadaan fisik yang sehat dan segar serta kuat akan menguntungkan dan memberikan hasil belajar yang baik. Tetapi keadaan fisik yang kurang baik akan berpengaruh pada siswa dalam keadaan belajarnya. b. Faktor Psikologis Yang termasuk dalam faktor psikologis adalah intelegensi, perhatian, minat, motivasi dan bakat yang ada dalam diri siswa. 1. Intelegensi, faktor ini berkaitan dengan Intellegency Question (IQ) seseorang 2. Perhatian, perhatian yang terarah dengan baik akan menghasilkan pemahaman dan kemampuan yang mantap. 3. Minat, Kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. 
Muhibbinsyah, Loc. Cit

24

4. Motivasi, merupakan keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. 5. Bakat, kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yag akan datang. Adapun yang termasuk golongan faktor eksternal adalah : a. Faktor Sosial, yang terdiri dari : 1. Lingkungan keluarga 2. Lingkungan sekolah 3. Lingkungan masyarakat b. Faktor Non Sosial Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non social adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alatalat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. c. Faktor Pendekatan Belajar Pendekatan belajar dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa di sekolahnya sifatnya relative, artinya dapat berubah setiap saat. Hal ini terjadi karena prestasi belajar siswa sangat berhubungan dengan faktor yang 
Muhibin Syah, Ibid., h. 139

25

mempengaruhinya, faktor-faktor tersebut saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Kelemahan salah satu faktor, akan dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. Dengan demikian, tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa di sekolah didukung oleh faktor internaldan eksternal seperti tersebut di atas.

C. Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam 1. Bidang Studi Pendidikan Agama Islam a. Pengertian Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Pendidikan adalah "segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani kearah kedewasaan". Menurut Ki Hajar Dewantara sebagaiman dikutip oleh Abuddin Nata, bahwa pendidikan adalah "Usaha yang dilakukan dengan penuh keinsyafan yang ditujukan untuk keselamatan dan kebahagiaan". Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mendewasakan manusia baik jasmani maupun rohani melalui pengajaran dan pelatihan. 

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 1994), Cet. Ke-1, h. 1  Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarata : Logos Wacana Ilmu, 1997), Cet. Ke1, h. 9

 Berdasarkan pengertian umum tersebut. (Jakarta :Bumi Aksara. 2004)  Zakiyah Darajat. 38 . Kemudian dalam edaran Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI. 2000).dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam. Zakiyah Darajat dan kawan-kawan menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam adalah : "Suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang terkandung di dalam Islam secara keseluruhan. Tamita Utama. M. Ilmu Pendidikan Islam.4. h. Ke. H.26 Adapun yang dimaksud dengan Pendidikan Agama seperti yang dijelaskan pada undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 30 BAB IV menjelaskan bahwa pendidikan keagamaan. Cet. “pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menajdi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama. (Jakarta: CV. Alisuf Sabri mengartikan bahwa :   Undang-undang Sitem Pendidikan Nasional pasal 30 BAB IV (Nomor 2 tahun 2003). sebagaimana dikutip oleh Drs. menghayati makna dan maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhirat kelak".

Ke.2.27 "Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini. Dari berbagai definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha bimbingan yang dilakukan secara sadar untuk mengarahkan anak didik mencapai kedewasaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan ajaran agama Islam dan pada akhirnya dapat menjadikan ajaran agama Islam sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan. (Jakarta: Pustaka Setia. Pedoman Ilmu Jaya. Cet. 74  Hj. menghayati dan mengamalakan agama Islam melalui kegiatan bimbingan. Ke-1. h. h. Ilmu Pendidikan Islam. memahami. Tujuan Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Tujuan yaitu "sasaran yang akan dicapai seseorang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan. maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir pendidikan. llmu Pendidikan Islam. Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada  Alisuf Sabri. 1998). tujuan akhir merupakan tujuan tertinggi yang hendak dicapai. b. Bila pendidikan kita dipandang sebagai suatu proses. Nur Ubiyati. pengajaran atau latihan dengan memperhatikan tuntutan adalah menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional". Dalam proses pendidikan. (Jakarta : CV. Cet. 1999). 29 .

28 hakekatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk dalam pribadi manusia yang diinginkan. tujuan pendidikan agama Islam adalah menyiapkan anak supaya diwaktu dewasa kelak mereka cakap melakukan pekerjaan dunia dan amalan akhirat. Hidayah Agung  . Sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan social serta hamba Tuhan yang mengabdikan diri kepada Nya. Arifin mengemukakan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah terciptanya manusia yang berilmu pengetahuan tinggi. Oleh karena itu suatu proses yang diinginkan dalam usaha pendidikan adalah proses yang terarah dan bertujuan yaitu mengarahkan anak didik kepada titik optimal kemampuannya. Dalam pendidikan agama Islam. (Jakarta : PT. sehingga tercapai kebahagiaan bersama dunia dan akhirat. maka peneliti akan mengutip beberapa pendapat ahli pendidikan sebagai berikut: Menurut Mahmud Yunus. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. 6 Mahmud Yunus. dimana  ). Artinya tujuan pendidikan agama Islam adalah tertanamnya nilai-nilai Islam ke dalam diri manusia yang kemudian terwujud dalam tingkah lakunya. nilai-nilai yang hendak dibentuk adalah nilai-nilai Islam. Untuk lebih jelasnya tentang tujuan pendidikan agama Islam. h.  M.

 Pada dasarnya tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan Islam tak terlepas dari eksistensi manusia hidup di dunia ini. Sedangkan secara garis besarnya tujuan pendidikan agama Islam menurut Zakiyah Darajat ialah "untuk membina manusia menjadi hamba Allah yang shaleh dengan seluruh aspek kehidupannya.29 iman dan takwanya menjadi pengendali dalam penerapan atau pengaruhnya dalam masyarakat. ˾˿ΕΎϳέ΍άϟ΍. yaitu dalam rangka beribadah kepada Allah selaku khalik sekalian makhluknya. pikiran dan perasaan". Dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 56 Allah berfirman : perbuatan.

Adz-Dzariyat : 56) Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah merealisasikan manusia muslim yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan yang mampu mengabadikan diri kepada Allah dan selalu mengerjakan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.  M. Arifin. (Jakarta : CV. Ruhama. 1995). Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah. Cet. (Jakarta : Bumi Aksara. h. 15   Zakiyah Darajat. 35 . Ke-2.˶ ϭ˵ ˵ ˸ό˴ ˶Ύ͉˶˴ ˸ϧ˶˸ϟ΍˴ ͉ ˶ ˸ϟ΍˵ ˸Ϙ˴˴ Ύ˴ ˴ ϥ ΪΒ ϴϟ ϟ· β Έ ϭ ϦΠ Ζ ϠΧ ϣϭ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku(QS. Ilmu Pendidikan Islam. 1996). h. Cet. Ke-4.

13 . Op. karena ajaran Islam memuat ajaran tentang tata hidup yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Ruang Lingkup Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Ruang lingkup pendidikan agama Islam memiliki cakupan sangat luas. maka pembentukan nilai dan sikap amaliyah islamiyah dalam pribadi manusia baru akan tercapai dengan efektif bilamana dilakukan melalui proses kependidikan yang berjalan di atas kaidah-kaidah ilmu pengetahuan kependidikan. maka pendidikan agama Islam merupakan pengajaran tata hidup yang berisi pedoman pokok yang digunakan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia ini dan untuk menyiapkan kehidupannya yang sejahtera di akhirat nanti. keselarasan dan keseimbangan antara Hubungan manusia dengan Allah SWT. Arifin. Dalam buku "Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam". h. Arifin Ilham mengatakan bahwa ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup segala bidang kehidupan manusia di dunia dimana manusia mampu memanfaatkannya sebagai tempat menanam benih amaliah yang buahnya akan dipetik di akhirat nanti. Dalam bukunya. disebutkan mengenai ruang lingkup pendidikan agama Islam adalah mewujudkan keserasian. M.30 c.  M. "Ilmu Pendidikan Islam". hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam.. Cit.

 Sedangkan luas dalamnya pembahasan tergantung pada lembaga pendidikan yang bersangkutan. Tolok Ukur Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Prestasi belajar siswa dapat diketahui melalui pelaksanaan evaluasi atau assessment. Disamping itu evaluasi berguna pula untuk mengukur tingkat kemajuan yang dicapai oleh siswa dalam satu kurun waktu proses belajar tertentu. Akhlak d. juga untuk mengukur posisi atau keberadaan siswa dalam kelompok kelas serta mengetahui tingkat usaha belajar siswa. tujuan dan tingkat kemampuan anak didiknya. tingkat kelas. Syari'ah e. Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pedidikan Agama Islam Untuk SMP. h.  Depag RI. Mu'amalah f. 2. pembahasannya lebih luas dan mendalam dari pada sekolah-sekolah umum. 1986.31 Bagian bahan pengajaran pendidikan agama Islam itu sendiri meliputi : a. Untuk sekolah-sekolah agama. karena dengan cara itulah dapat diketahui tinggi rendahnya prestasi belajar siswa atau baik buruk prestasi belajarnya. Ibadah c. Keimanan b. 2 . Tarikh.

Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan pelajaran atau modul. c. Tujuannya untuk mengetahui taraf penguasaan siswa atas materi yang telah disajikan.32 Adapun ragam evaluasi yang dapat dilakukan untuk mengukur prestasi belajar siswa dalah sebagai berikut : a. Tujuannya untuk memperoleh umpan balik yang sama dengan evaluasi diagnostic. Loc. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa. b. Evaluasi diagnostic adalah evaluasi yang dilakukan setelah selesai penyajian sebuah satuan pelajaran. f. Tujuannya adalah mengidentifikasi taraf pengetahuan siswa mengenai bahan yang akan disajikan. e.Cit . Pre test adalah evaluasi yang dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian materi baru. d. Pos test adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi.  Muhibbinsyah. Evaluasi Sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran. yaitu untuk mengetahui kesulitan belajar siswa. EBTA dan EBTANAS adalah alat penentu kenaikan status siswa.

 Oleh karena itu dapat dikemukakan ada pengaruh antara motivasi denga prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang. Hal itu disebabkan karena ada tiga fungsi motivasi yaitu. Ag. Guru Bidang Studi PAI. mendorong manusia untuk berbuat dan melakukan aktivitas. menentukan arah perbuatannya. 13 Juli2006 . pasti akan tekun dan berhasil belajarnya.33 D. S. namun jika motivasi belajar siswa kurang atau tidak ada. motivasi sangat menetukan prestasi belajar. sehingga apabila motivasi belajar siswa tinggi.  Hilmi Kasim. serta menyeleksi perbuatannya. akan dapat diharapkan prestasi belajarnya tinggi. maka siswa tidak akan belajar dan akibatnya prestasi belajarnya pun tidak akan tercapai. Siswa yang dalam proses belajar bidang studi pendidikan agama Islam mempunyai motivasi yang kuat dan jelas. Sehingga perbuatan siswa senantiasa selaras dengan tujuan belajar yang akan dicapainya. Dalam hal proses belajar mengajar termasuk belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar kedaung Pamulang Tangerang. Wawancara Pribad. demikian sebaliknya. dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dalam proses belajar. Tangerang. Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Motivasi sangat terkait dalam belajar. Bagaimanapun sempurnanya metode yang digunakan oleh guru. dengan motivasi juga kualitas hasil belajar siswa kemungkinan dapat diwujudkan. Demikian pula dengan belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang.

.34 E. Hipotesa Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam.

Remaja Rosda Karya.BAB II KAJIAN TEORI A. 1998). berikut ini penulis akan memberikan pengertian dari kedua istilah tersebut. Sedangkan S.V.   Sardiman A. (Jakarta : C. 73 Ngalim Purwanto. Pengertian Motivasi Belajar Motivasi merupakan salah satu aspek psikis yang memiliki pengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Nasution. Ngalim Purwanto : motif adalah tingkah laku atau perbuatan suatu tujuan atau perangsang. Ke-5. Nasution. 1995). istilah motif sering dibedakan dengan istilah motivasi. (Bandung : PT. 1990). Ke-1. motif adalah segala daya yang mendorog seseorang untuk melakukan sesuatu. h. Ke-12. Cet. Motivasi Belajar 1. Rajawali. 73  9 . Untuk lebih jelasnya apa yang dimaksud dengan motif dan motivasi. h. Dengan demikian motif adalah dorongan atau kekuatan dari dalam diri seseorang yang dapat menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu. h. (Jakarta : Bumi Aksara. Dalam Psikologi. Kata "motif" diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Ed. Cet. 60  S. Didaktik Asas-asas Mengajar. Atau seperti dikatakan oleh Sardiman dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior yang dikutip M. Cet. 2. Psikologi Pendidikan.M.

h. 90  Sardiman A. Cet. 2001). Ke-3. (Jakarta : PT. adalah keinginan atau dorongan yang timbul pada diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu perbuatan dengan tujuan tertentu.Cit. Pendapat-pendapat para ahli tentang definisi motivasi diantaranya adalah : M. motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong orang untuk memenuhi suatu kebutuhan. Alisuf Sabri. 87   WS. Alisuf Sabri. Op. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan. (Jakarta : CV.   Peter Salim dan Yenny Salim. Selanjutnya. 71 . WS Winkel. Pedoman Ilmu Jaya. Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa motivasi adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia menjadi tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mecapai hasil atau tujuan tertentu. h. motif menjadi aktif pada saat tertentu. Gramedia.M.10 Adapun pengartian motivasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. Cet. Winkel. 1986). h. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. h. M. 1991). Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. 997   M. bahkan kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau dihayati. (Jakarta : Modern English. Ke-3.

b. Dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan adanya tujuan. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa "feeling". h. Donald. 71 Sardiman A. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Op.11 Menurut MC. 74 16 . h. c.M. afeksi seseorang. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system "neurophysiological" yang ada pada organisme manusia. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. yaitu : a.M.Cit. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan. yang dikutip oleh Sardiman A. motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan adanya tujuan. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli bahwa motivasi adalah suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. maka dalam motivasi terkandung tiga unsur penting. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan. Op..16  Ngalim Purwanto.Cit.

motif itu ada tiga golongan yaitu : a. Macam-macam Motivasi Belajar Dilihat dari berbagai sudut pandang. Kebutuhan-kebutuhan organis yakni. para ahli psikologi berusaha untuk menggolongkan motif-motif yang ada pada manusia atau suatu organisme kedalam beberapa golongan menurut pendapatnya masing-masing. Diantaranya menurut Woodwort dan Marquis sebagaimana dikutip oleh Ngalim Purwanto. contoh : motif melarikan diri dari bahaya.12 Dengan demikian yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar. beristirahat atau tidur. kebutuhan bergerak. dan sebagainya. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. . haus. b.motif berusaha mengatasi suatu rintangan. Motif-motif yang timbul yang timbul sekonyong-konyong (emergency motives) inilah motif yang timbul bukan karena kemauan individu tetapi karena ada rangsangan dari luar. 2. motif-motif yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan bagian dalam dari tubuh seperti : lapar.

misalnya : dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan dan sebagainya. Loc. Selanjutnya Sartain membagi motif-motif itu menjadi dua golongan sebagai berikut : a. Arden N. yaitu : a. Psychological drive adalah dorongan-dorongan yang bersifat fisiologis atau jasmaniah seperti lapar.M. Sosial Motives adalah dorongan-dorongan yang ada hubungannya dengan manusia lain dalam masyarakat seperti : dorongan selalu ingin berbuat baik (etika) dan sebagainya. haus dan sebagainya.Cit. Motif Obyektif yaitu motif yang diarahkan atau ditujukan ke suatu objek atau tujuan tertentu di sekitar kita. 62 .13 c. Cit  Ngalim Purwanto. h.M. h. Ibid.. Op. A. b. timbul karena adanya dorongan dari dalam diri kita. mengemukakan jenis motivasi dilihat dari dasar pembentukannya. 64  Sardiman A. Motivasi Intrinsik b. Frandsen yang dikutip oleh Sardiman. (motive psychological drives) dan motif yang dipelajari (affiliative needs). Motivasi Ekstrinsik  Ngalim Purwanto. Adapun bentuk motivasi belajar di Sekolah dibedakan menjadi dua macam. yaitu : motif bawaan.

1996). Psikologi Pendidikan. h. 82  . 2002). (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya. ingin memperoleh pengetahuan dan sebagainya. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah: a. (Bandung : Remaja Rosdakarya. Bentuk motivasi ekstrinsik ini merupakan suatu dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Cet. Alisuf Sabri. (Semarang : Dina Utama Semarang. Muhibbinsyah. misalnya : ingin memahami suatu konsep.14 1. 2. Psikologi Pendidikan. h. M. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorong melakukan tindakan belajar. yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. 75  Muhibbinsyah. Cet. 136  H. h. Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya sendiri c. Adanya cita-cita atau aspirasi. Ke-1. misalnya siswa rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya. Adanya kebutuhan b. Ke-7. Cit. h. Op. 1996). Dalam buku lain motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang atau motivasi yang erat hubungannya dengan tujuan belajar. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 85 Akyas Azhari. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang datang dari luar individu siswa.

karena kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis berubah-ubah dan juga mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar ada yang kurang menarik bagi siswa sehingga siswa tidak bersemangat dalam melakukan proses belajar mengajar baik di sekolah maupun di rumah. siswa dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif sehingga dapat mengarahkan dan memelihara kerukunan dalam melakukan kegiatan belajar. makin berhasil pelajaran itu. Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsic maupun ekstrinsik sangat diperlukan. peraturan atau tata tertib sekolah. 3. Perlu ditegaskan. siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. maka motivasi ekstrinsik sangat diperlukan dan dapat diberikan secara tepat. Dalam perspektif kognitif. Fungsi Motivasi dalam Belajar Motivasi sangat berperan dalam belajar. Makin tepat motivasi yang diberikan. motivasi intrinsik lebih signifikan bagi siswa karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. . bukan berarti motivasi ekstrinsik tidak baik dan tidak penting. suri tauladan orang tua. Dalam kegiatan belajar mengajar tetap penting. guru dan lain-lain merupakan contoh konkrit dari motivasi ekstrinsik yang dapat mendorong siswa untuk belajar.15 pujian dan hadiah. Dengan motivasi. Bahwa setiap siswa tidak sama tingkat motivasi belajarnya.

17 Seorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat lulus. A. jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. karena secara konseptual motivasi berkaitan dengan prestasi dan hasil belajar.16 Maka motivasi senantiasa akan menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa. maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Loc. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. b. Dengan kata lain. yaitu : a. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Adapun fungsi motivasi ada tiga.Cit . Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Selain itu ada juga fungsi lain yaitu. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. c. Mendorong manusia untuk berbuat. sebab tidak serasi dengan tujuan.M. adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi. tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain atau membaca komik. 17 Sardiman. motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi.

e. Membangkitkan motivasi belajar tidaklah mudah. Seorang guru melihat perilaku siswa seprti itu. b. alasan suatu bidang studi dimasukkan dalam kurikulum dan kegunaannya untuk kehidupan. Menciptakan iklim dan suasana dalam kelas yang sesuai dengan kebutuhan siswa. . maka perlu diambil langkah-langkah untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Cara membangkitkan motivasi belajar diantaranya adalah : a. Menunjukkan antusias dalam mengajar bidang studi yang dipegang. Mengkaitkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa di luar lingkungan sekolah. f. sehingga siswa mempunyai intensitas untuk belajar dan menjelaskan tugas dengan sebaik mungkin. Mendorong siswa untuk memandang belajar di sekolah sebagai suatu tugas yang tidak harus serba menekan. Memberikan hasil ulangan dalam waktu sesingkat mungkin. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi siswa. d. c. Bahwa diantara sebagian siswa ada yang mempunyai motivasi untuk belajar dan sebagian lain belum termotivasi untuk belajar. Apalah artinya bagi seorang siswa pergi ke sekolah tanpa mempunyai motivasi belajar. guru harus dapat menggunakan berbagai macam cara untuk memotivasi belajar siswa. Menjelaskan kepada siswa.17 4.

103  Sardiman A. Mengetahui hasil 6. Hukuman 8. Memberi ulangan 5. ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Saingan/kompetisi 4. h.Cit. h. Tujuan yang diakui. Pujian 7.18 Menurut Sardiman A. cet. Minat 10.. Hasrat untuk belajar 9. Beberpa bentuk dan cara motivasi tersebut diantaranya : 1.M. Menggunakan intensif seperti pujian. Ke-1. 18  Tadjab.M. (Surabaya: Karya Abitama. Memberi angka 2. Menggunakan bentuk –bentuk kompetisi (persaingan) antar siswa. Hadiah 3. 92-95 . Ilmu Jiwa Pendidikan. hadiah secara wajar. h. Op. Demikian pembahasan tentang upaya dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa dan bentuk-bentuk motivasi yang dapat dipergunakan oleh guru agar berhasil dalam proses belajar mengajar serta dikembangkan dan diarahkan untuk dapat melahirkan hasil belajar yang bermakna bagi kehidupan siswa.18 g. 1994).

bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan. (Surabaya : Usaha Nasional. yang dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan.  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 787   Syaiful Bahri Djamarah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. peneliti menjabarkan makna dari kedua kata tersebut. Pengertian Prestasi belajar Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata. Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Cet. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1999). diciptakan baik secara individual atau kelompok. mempunyai arti yang berbeda. dikerjakan dan sebagainya). h. berpendapat bahwa prestasi adalah "penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan siswa berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa.yang mengutip dari Mas'ud Hasan Abdul Qahar. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. h. Dalam buku yang sama Nasrun Harahap. (Jakarta : Balai Pustaka. hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Ke-10. Cet. Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian prestasi belajar. Ke-1. 1994). hasil pekerjaan. Prestasi Belajar 1. yakni "prestasi" dan "belajar".19 B. 20-21 . Sedangkan Saiful Bahri Djamarah dalam bukunya Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru.

Selanjutnya pengertian belajar. dalam bukunya Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bahwa belajar ialah "Suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. 98-99 . Ke-4. Muhibbinsyah. Psikologi Pendidikan. Loc. untuk memahami pengertian tentang belajar berikut dikemukakan beberapa pengertian belajar diantaranya : Menurut Slameto. memberikan definisi bahwa belajar adalah "proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman". Ke-3. h. 1990). Cit   Wasty Soemanto. 2  Muhibbinsyah. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Whitaker yang dikutip oleh Wasty Soemanto. 2003). Cet. Begitu juga menurut James O. menambahkan dalam bukunya Psikologi Belajar. (Jakarta : Rineka Cipta. Cet. Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. dalam bukunya Psikologi Pendidikan.20 Dari pengertian di atas bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan seseorang atau kelompok yang telah dikerjakan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas bahwa belajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan rutin pada seseorang sehingga akan   Slameto. diciptakan dan menyenagkan hati yang diperoleh dengan jalan bekerja. h. bahwa belajar adalah "tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatife menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif". (Jakarta : Rineka Cipta.

h. 787 . Cit. kadangkadang lancar dan kadang-kadang tidak. atau kalimat dan terdapat dalam periode tertentu.21 mengalami perubahan secara individu baik pengetahuan. Op. biasanya prestasi belajar ini dinyatakan dengan angka. Adapun pengertian prestasi belajar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah "penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Seluruh pengetahuan. Jadi prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. keterampilan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Aktivitas belajar siswa tidak selamanya berlangsung wajar. umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka) dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauhmana siswa telah menguasai materi pelajaran yang disampaikannya. Dalam hal ini prestasi belajar merupakan suatu kemajuan dalam perkembangan siswa setelah ia mengikuti kegiatan belajar dalam waktu tertentu. keterampilan. 2. kecakapan dan perilaku individu terbentuk dan berkembang melalui proses belajar. sikap dan tingkah laku yang dihasilkan dari proses latihan dan pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. kadang-kadang cepat menangkap apa  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.. huruf.

M. mengenai belajar ada berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa di sekolah. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa). Op. perbedaan individual inilah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan siswa. Setiap siswa memang tidak ada yang sama. kadang-kadang terasa sulit untuk dipahami. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap siswa dalam kehidupannya sehari-hari di dalam aktivitas belajar mengajar. tinggi rendahnya prestasi belajar siswa tergantung pada faktor-faktor tersebut.. M. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa). Cit.22 yang dipelajari. sehingga menyebabkan perbedaan dalam prestasi belajar. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dibedakan menjadi tiga macam. Sedangkan menurut Muhibbinsyah. meliputi keadaan kondisi jasmani (fisiologis). 59 . dan kondisi rohani (psikologis) b. Psikologi Pendidikan. Alisuf Sabri. h. terdiri dari faktor lingkungan. baik social dan non social dan faktor instrumental. Prestasi belajar merupakan hasil dari suatu proses yang di dalamnya terdapat sejumlah faktor yang saling mempengaruhi. Dalam hal semangat pun kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang sulit untuk bisa berkosentrasi dalam belajar. yaitu : a. secara garis besarnya dapat dapat dibagi kepada dua bagian. Alisuf Sabri dan Muhibbinsyah. yaitu : H.

yakni keadaan/kondisi jasmani atau rohani siswa 2. 1. Adapun yang tergolong faktor internal adalah : a. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa). Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa). faktor ini berkaitan dengan Intellegency Question (IQ) seseorang 2. Intelegensi. 3.  Muhibbinsyah. Perhatian. Faktor Pendekatan Belajar (approach to learning). Faktor Fisiologis Keadaan fisik yang sehat dan segar serta kuat akan menguntungkan dan memberikan hasil belajar yang baik. Faktor Psikologis Yang termasuk dalam faktor psikologis adalah intelegensi. Cit . minat. Loc. motivasi dan bakat yang ada dalam diri siswa. Kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. perhatian yang terarah dengan baik akan menghasilkan pemahaman dan kemampuan yang mantap. Tetapi keadaan fisik yang kurang baik akan berpengaruh pada siswa dalam keadaan belajarnya.23 1. Minat. b. yakni kondisi lingkungan sekitar siswa 3. perhatian. yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

. merupakan keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. 5. Bakat. artinya dapat berubah setiap saat. yang terdiri dari : 1. h. Faktor Sosial. Faktor Non Sosial Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non social adalah gedung sekolah dan letaknya. Lingkungan sekolah 3. c. 139 . Motivasi. Faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya. Faktor Pendekatan Belajar Pendekatan belajar dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu. Hal ini terjadi karena prestasi belajar siswa sangat berhubungan dengan faktor yang  Muhibin Syah. alatalat belajar. Lingkungan masyarakat b. keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Ibid. Lingkungan keluarga 2. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa di sekolahnya sifatnya relative. kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yag akan datang. Adapun yang termasuk golongan faktor eksternal adalah : a.24 4.

Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam 1. Ilmu Pendidikan Islam. Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mendewasakan manusia baik jasmani maupun rohani melalui pengajaran dan pelatihan. 9 . 1997). (Jakarta : Kalam Mulia. Menurut Ki Hajar Dewantara sebagaiman dikutip oleh Abuddin Nata. h. bahwa pendidikan adalah "Usaha yang dilakukan dengan penuh keinsyafan yang ditujukan untuk keselamatan dan kebahagiaan". Dengan demikian. C. Ke1. tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa di sekolah didukung oleh faktor internaldan eksternal seperti tersebut di atas. Cet. h. Kelemahan salah satu faktor. faktor-faktor tersebut saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. 1  Abuddin Nata. akan dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. (Jakarata : Logos Wacana Ilmu. Ke-1. 1994). Filsafat Pendidikan Islam. Pengertian Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Pendidikan adalah "segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani kearah kedewasaan". Cet.25 mempengaruhinya.  Ramayulis. Bidang Studi Pendidikan Agama Islam a.

Ilmu Pendidikan Islam. 38 .26 Adapun yang dimaksud dengan Pendidikan Agama seperti yang dijelaskan pada undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 30 BAB IV menjelaskan bahwa pendidikan keagamaan. M. Berdasarkan pengertian umum tersebut. h.dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta :Bumi Aksara. “pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menajdi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama. Kemudian dalam edaran Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI.4. Tamita Utama. H. Zakiyah Darajat dan kawan-kawan menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam adalah : "Suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang terkandung di dalam Islam secara keseluruhan. menghayati makna dan maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhirat kelak". Cet. Ke. 2004)  Zakiyah Darajat. 2000). (Jakarta: CV. sebagaimana dikutip oleh Drs. Alisuf Sabri mengartikan bahwa :   Undang-undang Sitem Pendidikan Nasional pasal 30 BAB IV (Nomor 2 tahun 2003).

Cet. tujuan akhir merupakan tujuan tertinggi yang hendak dicapai. Cet. Ke-1.2. (Jakarta: Pustaka Setia. pengajaran atau latihan dengan memperhatikan tuntutan adalah menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional". Dalam proses pendidikan. menghayati dan mengamalakan agama Islam melalui kegiatan bimbingan. h. Ilmu Pendidikan Islam. Tujuan Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Tujuan yaitu "sasaran yang akan dicapai seseorang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan. Ke. b. (Jakarta : CV. 1999). Bila pendidikan kita dipandang sebagai suatu proses. h. Dari berbagai definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha bimbingan yang dilakukan secara sadar untuk mengarahkan anak didik mencapai kedewasaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan ajaran agama Islam dan pada akhirnya dapat menjadikan ajaran agama Islam sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan. 29 . Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada  Alisuf Sabri.27 "Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini. Pedoman Ilmu Jaya. 1998). Nur Ubiyati. memahami. 74  Hj. maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir pendidikan. llmu Pendidikan Islam.

28

hakekatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk dalam pribadi manusia yang diinginkan. Oleh karena itu suatu proses yang diinginkan dalam usaha pendidikan adalah proses yang terarah dan bertujuan yaitu mengarahkan anak didik kepada titik optimal kemampuannya. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan social serta hamba Tuhan yang mengabdikan diri kepada Nya. Dalam pendidikan agama Islam, nilai-nilai yang hendak dibentuk adalah nilai-nilai Islam. Artinya tujuan pendidikan agama Islam adalah tertanamnya nilai-nilai Islam ke dalam diri manusia yang kemudian terwujud dalam tingkah lakunya. Untuk lebih jelasnya tentang tujuan pendidikan agama Islam, maka peneliti akan mengutip beberapa pendapat ahli pendidikan sebagai berikut: Menurut Mahmud Yunus, tujuan pendidikan agama Islam adalah menyiapkan anak supaya diwaktu dewasa kelak mereka cakap melakukan pekerjaan dunia dan amalan akhirat, sehingga tercapai kebahagiaan bersama dunia dan akhirat.  M. Arifin mengemukakan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah terciptanya manusia yang berilmu pengetahuan tinggi, dimana 

), h. 6

Mahmud Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : PT. Hidayah Agung 

29

iman dan takwanya menjadi pengendali dalam penerapan atau pengaruhnya dalam masyarakat. Sedangkan secara garis besarnya tujuan pendidikan agama Islam menurut Zakiyah Darajat ialah "untuk membina manusia menjadi hamba Allah yang shaleh dengan seluruh aspek kehidupannya, pikiran dan perasaan". Pada dasarnya tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan Islam tak terlepas dari eksistensi manusia hidup di dunia ini, yaitu dalam rangka beribadah kepada Allah selaku khalik sekalian makhluknya. Dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 56 Allah berfirman : perbuatan,

˾˿ΕΎϳέ΍άϟ΍

˶ ϭ˵ ˵ ˸ό˴ ˶Ύ͉˶˴ ˸ϧ˶˸ϟ΍˴ ͉ ˶ ˸ϟ΍˵ ˸Ϙ˴˴ Ύ˴ ˴ ϥ ΪΒ ϴϟ ϟ· β Έ ϭ ϦΠ Ζ ϠΧ ϣϭ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku(QS. Adz-Dzariyat : 56) Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah merealisasikan manusia muslim yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan yang mampu mengabadikan diri

kepada Allah dan selalu mengerjakan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. 

M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), Cet. Ke-4, h. 15   Zakiyah Darajat, Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, (Jakarta : CV. Ruhama, 1995), Cet. Ke-2, h. 35

Dalam bukunya.. Dalam buku "Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam".30 c.  M. keselarasan dan keseimbangan antara Hubungan manusia dengan Allah SWT. h. maka pendidikan agama Islam merupakan pengajaran tata hidup yang berisi pedoman pokok yang digunakan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia ini dan untuk menyiapkan kehidupannya yang sejahtera di akhirat nanti. Cit. M. "Ilmu Pendidikan Islam". disebutkan mengenai ruang lingkup pendidikan agama Islam adalah mewujudkan keserasian. Ruang Lingkup Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Ruang lingkup pendidikan agama Islam memiliki cakupan sangat luas. maka pembentukan nilai dan sikap amaliyah islamiyah dalam pribadi manusia baru akan tercapai dengan efektif bilamana dilakukan melalui proses kependidikan yang berjalan di atas kaidah-kaidah ilmu pengetahuan kependidikan. hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. karena ajaran Islam memuat ajaran tentang tata hidup yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Arifin Ilham mengatakan bahwa ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup segala bidang kehidupan manusia di dunia dimana manusia mampu memanfaatkannya sebagai tempat menanam benih amaliah yang buahnya akan dipetik di akhirat nanti. Op. Arifin. 13 .

pembahasannya lebih luas dan mendalam dari pada sekolah-sekolah umum. 2. Syari'ah e. juga untuk mengukur posisi atau keberadaan siswa dalam kelompok kelas serta mengetahui tingkat usaha belajar siswa. tujuan dan tingkat kemampuan anak didiknya. karena dengan cara itulah dapat diketahui tinggi rendahnya prestasi belajar siswa atau baik buruk prestasi belajarnya. h. Disamping itu evaluasi berguna pula untuk mengukur tingkat kemajuan yang dicapai oleh siswa dalam satu kurun waktu proses belajar tertentu. Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pedidikan Agama Islam Untuk SMP. Ibadah c. Akhlak d. Tolok Ukur Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Prestasi belajar siswa dapat diketahui melalui pelaksanaan evaluasi atau assessment. Keimanan b. Mu'amalah f.  Depag RI. 2 . Sedangkan luas dalamnya pembahasan tergantung pada lembaga pendidikan yang bersangkutan. 1986. Untuk sekolah-sekolah agama. tingkat kelas. Tarikh.31 Bagian bahan pengajaran pendidikan agama Islam itu sendiri meliputi : a.

e. Tujuannya untuk mengetahui taraf penguasaan siswa atas materi yang telah disajikan.Cit . Pos test adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi. Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan pelajaran atau modul. f.  Muhibbinsyah. Evaluasi diagnostic adalah evaluasi yang dilakukan setelah selesai penyajian sebuah satuan pelajaran. Pre test adalah evaluasi yang dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian materi baru. Loc. Tujuannya adalah mengidentifikasi taraf pengetahuan siswa mengenai bahan yang akan disajikan. Evaluasi Sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran.32 Adapun ragam evaluasi yang dapat dilakukan untuk mengukur prestasi belajar siswa dalah sebagai berikut : a. b. EBTA dan EBTANAS adalah alat penentu kenaikan status siswa. d. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa. c. Tujuannya untuk memperoleh umpan balik yang sama dengan evaluasi diagnostic. yaitu untuk mengetahui kesulitan belajar siswa.

Tangerang. S.33 D. Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Motivasi sangat terkait dalam belajar. pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Bagaimanapun sempurnanya metode yang digunakan oleh guru. Dalam hal proses belajar mengajar termasuk belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar kedaung Pamulang Tangerang. Wawancara Pribad. menentukan arah perbuatannya. akan dapat diharapkan prestasi belajarnya tinggi. serta menyeleksi perbuatannya. Sehingga perbuatan siswa senantiasa selaras dengan tujuan belajar yang akan dicapainya. demikian sebaliknya. Guru Bidang Studi PAI. Siswa yang dalam proses belajar bidang studi pendidikan agama Islam mempunyai motivasi yang kuat dan jelas. sehingga apabila motivasi belajar siswa tinggi. 13 Juli2006 . motivasi sangat menetukan prestasi belajar. namun jika motivasi belajar siswa kurang atau tidak ada. dengan motivasi juga kualitas hasil belajar siswa kemungkinan dapat diwujudkan. Hal itu disebabkan karena ada tiga fungsi motivasi yaitu. dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dalam proses belajar. Demikian pula dengan belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang. Oleh karena itu dapat dikemukakan ada pengaruh antara motivasi denga prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang. Ag. maka siswa tidak akan belajar dan akibatnya prestasi belajarnya pun tidak akan tercapai. mendorong manusia untuk berbuat dan melakukan aktivitas.  Hilmi Kasim.

Hipotesa Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam. .34 E.

sedangkan prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam adalah variabel terikat atau variabel (Y).W. 2. sehingga tujuan belajar yang diharapkan dapat tercapai. Selain itu variabel juga dijadikan objek pengamatan penelitian. (Bandung : Pustaka Setia. Metodologi Penelitian Pendidikan.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Variabel menurut Y. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. 30 1 35 . Definisi Operasional Motivasi adalah keseluruhan daya penggerak yang menimbulkan kegiatan belajar. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. dikontrol dan diobservasikan dalam suatu penelitian. Motivasi merupakan variabel bebas atau variabel (X). Best yang dikutip oleh Sanafiah Faisal adalah kondisi yang oleh peneliti dimanipulasi. Umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka)  Amirul Hadi dan Haryono. yaitu variabel bebas dan variabel terikat. 1 Adapun variabel dalam penelitian ini ada dua. 1988). h.

Meningkatkan pengetahuan  Buku Raport Kelas II SMP Islam Al.0 : Amat baik : Baik : Cukup : Kurang Untuk mempermudah pembahasan penelitian ini dibuat tabel berikut : Tabel 1 Gambaran Variabel NO 1 Variabel Motivasi Intrinsik Aspek 1.9 Nilai 6. Keinginan belajar 2. huruf atau kalimat yang dihimpun dalam buku raport dengan ketentuan nilai sebagai berikut : Nilai 8. . Cita-cita pelajaran 3. biasanya prestasi belajar ini dinyatakan dengan angka.0-7.0 lebih Nilai 7. Selalu menyelesaikan tugas 4.9 Nilai 6.36 dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauh mana siswa telah menguasai materi pelajaran yang disampaikannya. Senang mengikuti 3. Kebutuhan Indikator 1. Mengembangkan bakat 5.fajar Kedaung Pamulag Tangerang.0-6. Peningkatan pengetahuan 2.0-9.

Lingkungan sekitar 3.37 2 Motivasi Ekstrinsik 1. Sarana belajar 2. yaitu II A dan II B SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang yang berjumlah 77 siswa. struktur organisasi dan kegiatan belajar mengajar di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang. Ingin mendapat pujian 3. Semua populasi dijadikan sampel seluruhnya. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Ingin mendapat perhatian 2. Observasi Peneliti langsung mengamati objek penelitian meliputi keadaan gedung. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik : 1. C. karena populasi kurang dari seratus. sarana dan prasarana. Ingin mendapat penghargaan / hadiah dari guru atau sekolah Prestasi Belajar Nilai raport kelas II semester II B. Guru 1. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II. .

 Peneliti memberikan pertanyaan dan pernyataan secara tertulis kepada responden untuk dijawab dengan menggunakan skala likert. 202   Ibid. Bapak Hilimi Karim S. Wawancara Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Penyusunan angket motivasi belajar siswa mengacu kepada motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang terdiri dari 30 item dengan perincian sebagai berikut : Suharsimi Arikunto. 2002). Berkaitan dengan masalah ini maka wawancara dilakukan dengan kepala SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang Bapak Hanapi.Ag selaku guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam.Pd. 200 . S. h. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 3. h.38 2. (Jakarta : Rineka Cipta. atau hal-hal yang ia ketahui.

30 3. 17 18 4 19 20 2 11. Keinginan untuk belajar b. 7 d.4 6 Negatif Jumlah . Dimensi Motivasi Intrinsik Indikator Positif a. Senang mengikuti pelajaran c. 27. Mengembangkan bakat e. Ingin mendapat perhatian b. 28 3 1. 25 14.39 Tabel 2 Kisi-kisi angket Motivasi Siswa Nomor Item NO 1. 2. Ingin mendapat hadiah/penghargaan dari guru atau sekolah Jumlah 30 21. Menyelesaikan tugas 29. 15 5 9. Meningkatkan pengetahuan 2 Motivasi Ekstrinsik a. 22. 26 8 10 3 3 5 6. 12. 23 24 4 13. 16. Ingin mendapat pujian c.

Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabel dan menggunakan teknik deskriftip prosentase sebagai berikut : P F  100 N P = Persentase F = Frekuensi N = Number of Cases (banyaknya individu) Kemudian teknik analisa selanjutnya adalah dengan skoring untuk menentukan scoring. semua pertanyaan dan pernyataan setiap itemnya dengan bobot nilai untuk setiap jawaban sebagai berikut : Tabel 3 Skor item Alternatif jawaban Responden Positif (+) Jawaban Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah 1 Tidak pernah 4 Skor 4 3 2 Negatif (-) Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Skor 1 2 3 .40 D. Teknik Analisis Data Setelah data terkumpul dengan lengkap tahap berikutnya adalah tahap analisis data.

Mencari angka korelasi dengan rumus : rxy = Nx X Nxy  x y  2  x  2 Ny 2  y  2  Dengan ketentuan sebagai berikut : : Adalah motivasi siswa terhadap bidang studi pendidikan agama Islam Y : Adalah data prestasi belajar siswa (nilai raport semester II) Rxy : Adalah angka indeks korelasi "r" product moment . secara operasional analisa data tersebut dilakukan melalui tahap : 1.41 Kemudian dengan melihat rat-rata skor jawaban siswa dengan klasifikasi sebagai berikut : Tabel 4 Klasifikasi Skor Angket Motivasi Klasifikasi 25-50 51-75 76-100 Keterangan Jumlah Skor Jawaban Rendah Sedang Tinggi Dalam penelitian ini juga digunakan korelasi product moment. adapun rumus yang digunakan adalah korelasi product moment.

20 Interpretasi Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi.70 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau cukup 0.0.40 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah 0. Interpretasi kasar atau sederhana.90 – 1.00 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi .20 . Memberikan Interpretasi terhadap angka indeks korelasi "r" product moment a.70 – 0. seperti di bawah ini : Tabel 5 Tabel Interpretasi Nilai "r" Besarnya "r" Product Moment 0.0.42 Ó Xy ÓX ÓY N : Jumlah hasil perkalian antara X dan Y : Jumlah seluruh skor X : Jumlah seluruh skor Y : Number of Cases 2.40 – 0.90 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi 0. akan tetapi korelasi tersebut diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan Y 0.00 . yaitu dengan mencocokkan perhitungan dengan angka indeks korelasi "r" product moment.

dengan terlebih dahulu mencari derajat besarnya (db) atau degress of freedom (df) yang rumusnya adalah : df = N-nr df N Nr : Degrees of Freedom : Number of Cases : Banyaknya variabel (Motivasi Siswa dan Prestasi belajar) Kemudian dengan melihat Tabel nilai Koefisisen Korelasi "r" Product Moment dari Pearson untuk Berbagai (df).43 b. . Interpretasi menggunakan tabel nilai "r" product moment (rt).

D2 dan Sekolah Menengah Keguruan. Pd. 2. S. yaitu : tingkat Sekolah Dasar Islam. Wawancara Pribadi. sesuai dengan wawancara peneliti dengan kepala SMP Islam Al-Fajar Bapak Hanapi. disebutkan bahwa "guru-guru yang mengajar di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang berjumlah 23 orang dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi. Sekolah Menengah Kejuruan atau SMEA. Pendidikan Guru Agama. Gambaran umum SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang 1. Tangerang. yang di dirikan pada tanggal 18 Juni tahun 1994 di atas tanah wakaf seluas 800 meter persegi yang terdiri dari tiga lembaga pendidikan. 13 Juli 2006 44 . Pd. S. Adapun tujuan didirikannya Yayasan Pendidikan Al-Fajar adalah untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang sebagian besar masyarakat di sekitarnya beragama Islam. Sejarah Berdirinya Yayasan perguruan Al-Fajar adalah suatu lembaga pendidikan yang mempunyai visi dan misi keislaman. untuk lebih jelasnya lihat table di bawah ini :  Hanapi. Kepala SMP Islam Al-fajar.BAB IV HASIL PENELITIAN A. Sekolah Menengah Pertama Islam. Keadaan Guru dan Siswa Guru-guru yang mengajar di SMP Islam Al-Fajar berjumlah 23 orang guru.

Indo KTK Al-Islam/QH Komputer Ijazah/ Th. Widi Hadi Supar lukito. S. Bid. S. F Dra. S. Erni Nur Aisyah. Nuraini Sanwani. Jabatan Study Mengajar Bid.Ag M.45 Tabel 6 Daftar dewan guru SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang L/ NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama Guru P Hanapi. Sholeh. SA Dra. Siswa Bid. Ulik. kur Wks. Zuhdi Amin L L L L L L L L L P L L L L P P P L S-1/2004 S-1/1995 PGA/1995 S-1/1994 S-1/2004 S-1/1989 S-1/2001 S-1/1999 S-1/1990 S-1/ 1997 D-2/1994 S-1/1996 S-1/1996 S-1/2004 S-1/1996 S-1/1994 S-1/1999 S-1/2004 Kepala Sekolah Wks. MA Drs. Al-Badri Tatang S Dra. . S. Indo Fiqih Biologi Ekonomi Fisika Bhs. Agama Bhs.pd Drs. S. WD Drs. Bid. Kosasih Hasbiyallah Drs. Pd Drs. Tety. Bimluh Bendahara Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Fisika Qu'ran hadist Matematika Geografi PPKN/sej Pend. Inggris Geografi Bhs.Ag Chairuddin. Marjono Hilmi Karim. A.Pd Drs.

46 19 20 21 22 23 Kuat.Spd Indra TW Maryanah. Pd Fitria L L P P P SMK/2002 S-1/2005 S-1/2005 S-1/2005 S-1/2005 Guru Guru Guru Guru Guru Penjaskes Komputer Matemetika PPKN Geografi Sedangkan keadaan siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang pada tahun pelajaran 2005/2006 seluruhnya berjumlah 283 siswa. S Mali Sanyoto. Tabel 7 Keadaan Siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang N0 1 2 3 4 5 6 7 Kelas IA IB IC II A II B III A III B Putra 16 15 25 18 17 22 23 Jumlah Putri 25 15 17 20 22 21 27 Jumlah 41 30 42 38 39 43 50 283 Data diambil dari buku Induk siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang Tahun Pelajaran 2005/2006  . S.

47 Sedangkan pakaian seragam yang dikenakan pada siswa/siswi sebagaimana yang telah ditentukan oleh sekolah. yaitu : Seragam Hari Putra Senin – Selasa Baju putih lengan pendek Celana putih panjang Rabu – Kamis Baju putih lengan pendek Celana putih panjang Jum'at Baju hijau lengan pendek Celana biru panjang Sabtu Baju coklat lengan pendek Celana coklat panjang Putri Baju putih lengan panjang Rok putih panjang Baju putih lengan panjang Rok putih panjang Baju hijau lengan panjang Rok biru panjang Baju coklat lengan panjang Rok coklat panjang 3. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang terdapat di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang adalah sebagai berikut : .

Adapun struktur organisasi SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang tangerang dapat dilihat pada bagan di bawah ini : . Struktur Organisasi Sebagai lembaga pendidikan formal SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang memiliki satu kesatuan komponen yang terorganisir dalam melaksanakan program kerjanya untuk mencapai tujuan pendidikan.48 Tabel 8 Sarana dan Prasarana SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ruang Kelas Ruang Guru Ruang Kepala SMP Islam Al-Fajar Lab Komputer Ruang Ketik Kamar Kecil Guru Kamar Kecil Siswa Perpustakaan Tempat Ibadah (Mushalla) Lapangan volly Sarana dan Prasarana 12 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang Jumlah 4.

49 STRUKTUR ORGANISASI SMP ISLAM AL-FAJAR KEDAUNG PAMULANG TANGERANG YAYASAN . WAKABID KURIKULUM Drs. Widi Hadi BAGIAN ADMINISTRRASI Mali Sanyoto. Kosasih WAKABID KESISWAAN Hasbiyallah GURU BP Drs.PIA KEPALA SEKOLAH Hanapi S. S.Pd.Pd WALI KELAS GURU-GURU SISWA .

Keadaan guru dan siswa di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang c. Setelah data diperoleh melalui angket yang diberikan kepada siswa. Struktur organisasi di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang 2. Prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (Nilai raport kelas II semester II) b. peneliti melakukan pengamatan dan mencatat data-data meliputi : a. peneliti melakukan interview kepada kepala SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang. peneliti menyebarkan pernyataan tertulis kepada siswa kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang tentang motivasi. guru bidang studi Pendidikan Agama Islam. Observasi. wawancara dan angket. Wawancara. kemudian data tersebut diolah dalam bentuk tabel dengan menggunakan teknik deskriptif prosentase dan teknik korelasi. diperoleh melalui observasi. 3. 1.50 B. Deskripsi dan Analisis Data Data-data penelitian tentang hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam (Studi Penelitian pada Siswa kelas II SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang) ini. Adapun hasil pengolahan angket pada teknik deskriptif prosentase menggunakan rumus : P F  100 N P = Persentase . Angket.

dapat dilihat pada tabel-tabel berikut : Tabel 9 Siswa selalu belajar setiap hari atas kemauannya sendiri N : 77 NO 1 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 31 30 14 2 77 Prosentase 40.0% 18.6% 100% Data ini menunjukkan bahwa siswa belajar setiap hari atas kemauannya sendiri.2% 2.3% 40.51 F N = Frekuensi = Number of Cases (banyaknya individu) Hasil angket dimasukkan dalam tabulasi yang merupakan proses mengubah data dan instrument pengumpul data (angket) menjadi tabel-tabel angka (prosentase). meskipun ada sebagian kecil siswa yang kadang-kadang dan tidak pernah belajar atas kemauan dirinya sendiri. . baru ia mau belajar. hal ini kemungkinan ada yang harus diperintah dahulu unutuk belajar.

9% 14. Mengapa hal ini terjadi ? karena siswa telat bangun pagi.3% 100% Data ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa kadang-kadang tepat waktu jika masuk sekolah.2% 19.5% 100% . Tabel 11 Siswa menetapkan tujuan yang kurang jelas dalam belajar N : 77 NO 3 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 26 12 24 15 77 Prosentase 33.7% 64.52 Tabel 10 Siswa masuk sekolah tepat waktu N : 77 NO 2 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 7 9 50 11 77 Prosentase 9.6% 31.1% 11.8% 15. walaupun sebagian kecil selalu dan sering masuk sekolah tepat waktu.

Tabel 12 Siswa belajar karena dipaksa orang tua N : 77 NO 4 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 9 36 28 4 77 Prosentase 11.7% 46.8% 36. akan tetapi sebagian siswa sudah dapat menentukan arah hidupnya.2% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa belajar karena sering dipaksa orang tua. hanya sebagian saja yang sadar untuk belajar sendiri tanpa dipaksa orang tua.3% 5.53 Data di atas menunjukkan bahwa siswa selalu kurang jelas dalam menetapkan tujuan belajarnya. .

meskipun sebagian kecil tidak pernah atau kadang-kadang.9% 19.1% 100% Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa membaca buku-buku yang ada kaitannya dengan bidang studi pendidikan agama islam.54 Tabel 13 Siswa membaca buku-buku yang ada kaitannya dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam N : 77 NO 5 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 13 15 42 7 77 Prosentase 16.6% 9. Hal ini mungkin karena tidak suka dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam.5% 54. .

8% 27.3% 28. Tabel 15 Siswa berusaha mengerjakan tugas dari guru. meskipun tugas itu sangat sulit N : 77 NO 7 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 17 19 31 10 77 Prosentase 22.55 Tabel 14 Siswa mengabaikan acara televisi yang ada kaitannya dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam N : 77 NO 6 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 8 26 21 22 77 Prosentase 10.4% 33.3% 13.7% 40.0% 100% .1% 24.6% 100% Data di atas menunjukkan bahwa siswa menonton acara televise yang ada kaitannya dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam.

. hal ini kemungkinan terdapat tugas-tugas lain yang lebih penting untuk dikerjakan.3% 33.4% 100% Data di atas menunjukkan bahwa siswa sering menghindari tugas-tugas yang ringan. Tabel 16 Siswa menghindari tugas-tugas.8% 10. meskipun tugas itu sangat sulit.56 Data ini menunjukkan bahwa siswa berusaha mengerjakan tugas yang diberikan guru.6% 40. sekalipun tugas itu ringan N : 77 NO 8 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 12 31 26 8 77 Prosentase 15.

0% 27.3% 100% Data di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa mempertimbangkan masa lalu uutk meraih sukses dikemudian hari.57 Tabel 17 Siswa mempertimbangkan masa lalu untuk meraih sukses berikutnya N : 77 NO 9 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 20 21 25 11 77 Prosentase 26.8% 26. Tabel 18 Siswa mengabaikan tugas yang dibebankannya N : 77 NO 10 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 16 26 20 15 77 Prosentase 20.5% 100% .8% 33.5% 14.3% 32.0% 19.

meskipun ada sebagian kecil siswa yang sering dan selalu membahas bidang studi pendidikan agama Islam di rumah. . hal ini dikarenakan terdapat tugas dari guru bidang studi yang lain untuk dikerjakan.0% 27.3% 100% Data ini menunjukkan bahwa siswa kadang-kadang membahas bidang studi pendidikan agama Islam di rumah.7% 26.0% 35. Tabel 19 Siswa membahas bidang studi Pendidikan Agama Islam di rumah setelah pulang sekolah N : 77 NO 11 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 9 20 27 21 77 Prosentase 11.58 Data di atas menunjukkan bahwa sebagian siswa mengabaikan tugas yang diberikannya.

8% 66.59 Tabel 20 Siswa mempunyai kemauan yang tinggi untuk meraih prestasi N : 77 NO 12 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 29 38 7 3 77 Prosentase 37.7% 49.4% 9. Tabel 21 Siswa belajar keras agar prestasi belajarnya lebih dari teman kelasnya N : 77 NO 13 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 3 16 51 7 77 Prosentase 3.2% 9.1% 100% .1% 3.9% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa meraih prestasi yang tinggi.9% 20. dan sebagian kecilnya biasa-biasa saja.

60 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa belajar keras. Tabel 22 Siswa meninggalkan konsep Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan seharihari N : 77 NO 14 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 16 12 35 14 77 Prosentase 20.8% 15.5% 18. agar prestasi belajarnya lebih dari teman-teman kelasnya.6% 45.2% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa meninggalkan konsep pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari .

9% 23. .8% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa menghindar untuk bertanya sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran kepada guru bidang studi Pendidikan Agama Islam.4% 20. hal ini kemungkinan karena siswa malu untuk bertanya.0% 16.61 Tabel 23 Siswa menghindar bertanya sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran kepada guru bidang studi Pendidikan Agama Islam N : 77 NO 15 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 30 13 18 16 77 Prosentase 39.

.62 Tabel 24 Siswa mendapat dorongan dari teman-teman untuk belajar lebih semangat N : 77 NO 16 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 26 11 31 9 77 Prosentase 33.8% 14.3% 40.3% 11.7% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa mendapatkan dorongan semangat dari teman-temannya untuk belajar dan hanya sebagian kecil saja siswa yang tidak pernah mendapatkan dorongan untuk belajar dari temannya.

0% 11.9% 26.63 Tabel 25 Siswa mengharapkan mendapat pujian atas prestasi yang dicapai N : 77 NO 17 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 25 23 20 9 77 Prosentase 32.7% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengharapkan untuk mendapat pujian atas prestasi yang dicapai dan hanya sebagian kecil siswa yang tidak pernah mengharapkan pujian.5% 29. .

64

Tabel 26 Siswa mengabaikan kritikan dari teman-temannya untuk kemajuan belajar N : 77 NO 18 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 17 34 21 5 77 Prosentase 22,0% 44,1% 27,3% 6,4% 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa sering mengabaikan kritikan dari teman-teman untuk kemajuan belajar, meskipun ada sebagian siswa ada yang menerima kritikan tersebut. Tabel 27 Siswa menyempatkan waktu untuk membaca di perpustakaan N : 77 NO 19 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 10 29 11 27 77 Prosentase 13,0% 37,7% 14,3% 35,0% 100%

65

Data di atas menunjukkan bahwa sebagian siswa menyempatkan waktu untuk membaca di perpustakaan. Tabel 28 Siswa memperhatikan guru Pendidikan Agama Islam ketika mengajar tetapi mengabaikan alat peraga ketika guru menerangkan N : 77 NO 20 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 24 18 24 11 77 Prosentase 31,1% 23,4% 31,1% 14,3% 100%

Data di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperhatikan guru pendidikan agama Islam ketika mengajar dan menggunakan alat peraga.

66

Tabel 29 Siswa menyukai pengarahan dari guru sekalipun mengharuskannya untuk belajar Pendidikan Agama Islam lebih keras N : 77 NO 21 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 1 20 32 24 77 Prosentase 1,3% 26,0% 33,4% 31,1% 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa menyukai pengarahan dari guru sekalipun mengharuskannya untuk belajar lebih keras. Tabel 30 Siswa memperbaiki cara belajar tanpa menunggu arahan dari guru N : 77 NO 22 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 28 20 25 4 77 Prosentase 36,3% 26,0% 32,5% 5,2% 100%

67 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperbaiki cara belajar tanpa menunggu arahan dari guru. .3% 41.6% 11. Tabel 31 Siswa tetap belajar di kelas meskipun guru Pendidikan Agama Islam tidak datang N : 77 NO 23 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 15 21 32 9 77 Prosentase 19.5% 27.7% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa tetap belajar di kelas meskipun guru pendidikan agama Islam tidak datang.

.1% 24.0% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa bersikap masa bodoh terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang dialaminya.68 Tabel 32 Siswa bersikap masa bodoh terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang dialaminya N : 77 NO 24 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 17 19 21 20 77 Prosentase 22. Hal ini disebabkan karena mungkin belajarnya siswa karena paksaan orang tuanya.7% 27.3% 26.

Tabel 34 Siswa menikmati tugas-tugas yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam N : 77 NO 26 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 17 25 28 7 77 Prosentase 22.5% 36.1% 18.2% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa sering meyempatkan waktu untuk mengerjakan tugas kelompok di perpustakaan.6% 35.1% 32.2% 31.1% 100% .3% 9.69 Tabel 33 Siswa menyempatkan waktu untuk mengerjakan tugas kelompok di perpustakaan N : 77 NO 25 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 12 27 14 24 77 Prosentase 15.

9% 41.6% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa tidak pernah membaca buku pada waktu luang. .8% 33.8% 16. meskipun ada sebagian siswa yang membaca buku pada waktu luang.70 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas siswa menikmati tugastugas yang diberikan guru pendidikan agama Islam Tabel 35 Siswa membaca buku setiap ada waktu luang N : 77 NO 27 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 6 26 13 32 77 Prosentase 7.

Tabel 37 Siswa berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah dengan sebaik-baiknya N : 77 NO 29 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 15 22 36 4 77 Prosentase 19.2% 100% .3% 20.71 Tabel 36 Siswa merasa jenuh belajar di dalam kelas N : 77 NO 28 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 11 16 41 9 77 Prosentase 14.8% 53.2% 11.8% 5.7% 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa merasa jenuh belajar di dalam kelas.5% 28.6% 46.

Tabel 38 Siswa belajar lebih dari 2 jam sehari semalam N : 77 NO 30 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Alternatif Jawaban Frekuensi 20 28 28 1 77 Prosentase 26.3% 100% Dari tabel ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa belajar lebih dari 2 jam sehari semalam.4% 36.0% 36. .72 Dari tabel ini menunjukkan bahwa kadang-kadang siswa berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah dengan sebaik-baiknya.4% 1.

73 .

74 .

75 .

Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 41 Daftar Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Semester II (Dua) Tahun Pelajaran 2005/2006 No 1 2 3 4 5 6 Responden Aditya Warman Ageng Rizki Agung Darmawan Arief Nurrahman Ayu Hayatun Nufus Dede Kurniawan Kelas II A II A II A II A II A II A Nilai 8 7 7 8 8 7 .76 Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah skor jawaban siswa dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Tabel 40 Tabel Klasifikasi Rata-rata Skor Jawaban Motivasi Klasifikasi 25 – 50 51 – 75 75 – 100 Jumlah Jawaban 42 34 Keterangan Jawaban Rendah Sedang Tinggi Jadi rata-rata skor motivasi siswa dalam mempelajari bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al-Fajar dianggap sedang. yaitu antara 51 – 75 sebanyak 42 siswa.

S Lusiana Amelia Mairita Mas Zakaria Maulida Muhammad.R Khairunnisa Kiki Mayang .S Kresdayanti Kurrata Aina Liana Puspita .77 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Armadin Umar Dewi Sartika Sari Dian Maya Sari Dina Triana Erna Yuliana Fijar Susanto Fitri Handayani Hari Prasetyio Jalil M. R Mustaqim Rahmansyah .O Reza Pahlefi Riki Haryandi Siti Nurazizah II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A II A 7 8 7 7 8 7 8 7 8 8 6 8 7 7 8 6 8 8 7 8 6 7 8 7 .

S Dede Maryanti Fitriyana Haryadi Meri yanti Muhammad Wahyu Muhammad Yasin II A II A II A II A II A II A II A II A II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B 8 7 8 7 6 8 7 6 8 7 7 8 7 8 7 8 7 7 8 8 7 6 8 7 .78 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Siti Martini Tiara Putriana Wulan Prihatin Yogi Pranata Titi Rahayati Rohman Yusuf Zarkasih Very Nurul Fajri Amelia Ela Maryana Ari Supriyanti Aldiansyah Ahmad Ramdhani Dewi Sartika Bayu Sulaiman Desi Noita Sari Dedi Karmawan Dede Eka .

79 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 Maisaroh Fuji Lestari Melisa Sri . Suryana M. Ramdani M. Yusuf Riska Amelia Rina Sapitri Riki Rikardo Puji Astuti Pardi Rohman Desvita Fatmasari Siti fara Kurniawati Dono Damara Devita Sari Zarkasih II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B II B 8 7 8 6 7 7 7 6 6 6 6 6 7 7 7 6 8 7 7 6 8 6 7 .A M. Ependi Nasruddin Novi Mulyanti Nurul Hidayat Novita Sari Rinawati Moh .

hal itu terletak antara 6 – 7 sebanyak 42 siswa. Tabel 42 Analisis Korelasi Variabel X (Nilai Motivasi) dan Variabel Y (Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam) SUBYEK 1 2 3 4 5 6 7 8 X 89 83 85 91 92 95 90 90 Y 80 70 70 80 80 70 70 80 X2 7921 6889 7225 8281 8464 9025 8100 8100 Y2 6400 4900 4900 6400 6400 4900 4900 6400 XY 7120 5810 5950 7280 7360 6650 6300 7200 .80 Dari tabel diatas dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Klasifikasi <6 6-7 8 – 10 Jumlah 42 34 Klasifikasi Rendah Sedang Tinggi Jadi prestasi belajar siswa dalam Bidang Studi Penddikan Agama Islam termasuk dalam kualifikasi sedang.

81 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 83 97 97 84 96 89 73 74 72 81 65 84 72 73 86 69 72 88 78 82 78 70 70 80 70 80 70 80 80 60 80 70 70 80 60 80 80 70 80 60 70 80 6889 9409 9409 7056 9216 7921 5329 5476 5184 6561 4225 7056 5184 5329 7396 4761 5184 7744 6084 6724 6084 4900 6400 6400 4900 6400 4900 6400 6400 3600 6400 4900 4900 6400 3600 6400 6400 4900 6400 3600 4900 6400 5810 7760 7760 5880 768 6230 5840 5920 4320 6480 4550 5880 5760 4380 6880 5520 5040 7040 4680 5740 6240 .

82 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 72 81 78 78 75 78 82 80 69 88 85 77 86 73 72 75 70 77 71 74 73 70 80 70 80 70 60 80 70 60 80 70 70 80 70 80 70 80 70 60 70 80 5184 6561 6084 6084 5625 6084 6724 6400 4761 7744 7225 5929 7396 5329 5184 5625 4900 5929 5041 5476 5329 4900 6400 4900 6400 4900 3600 6400 4900 3600 6400 4900 4900 6400 4900 6400 4900 6400 4900 3600 4900 6400 5040 6480 5460 6240 5250 4680 6560 5600 4140 7040 5950 5390 6880 5250 6880 5110 5608 5250 4260 5180 5840 .

83 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 77 73 74 77 87 65 69 71 65 65 65 71 71 69 71 71 65 65 65 69 72 70 60 80 70 80 70 80 60 70 70 70 60 60 60 60 60 70 70 70 60 80 5929 5329 5476 5929 7569 4225 4761 5041 4225 4225 4225 5041 5041 4761 5041 5041 4225 4225 4225 4761 5184 4900 3600 6400 4900 6400 4900 6400 3600 4900 4900 4900 3600 3600 3600 3600 3600 4900 4900 4900 3600 6400 5390 4380 5920 5390 6960 4550 5520 4260 4550 4550 4550 4260 4260 4140 4260 4260 4550 4550 4550 4140 6880 .

980 4900 4900 3600 6400 3600 4900 y2 = 397.000 4550 4550 4260 6880 4140 4550 xy = 423.30  0.380 .750 rxy  rxy  Nx Nxy  x y  2  x  2 77 x 458980  59602 77397000  55002 77423750  5906 5500  Ny 2  y  2  rxy    32628750 32483000 35341460  3488083630569000  30250000 145750 460624  319000 145750 146939056000 145750  383326.84 72 73 74 75 76 77 N = 77 65 65 71 72 69 65 x = 5960 70 70 60 80 60 70 y = 5500 4225 4225 5041 5184 4761 4225 x2 = 458.

Dan jika dilihat pada harga “r” tabel tersebut rxy lebih besar dari pada harga “r” tabel. Interpretasi Data Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa.283).20-0.380.38. Baik pada taraf signifikan 5% (0. ternyata besarnya rxy (0.380.283.38) yang besarnya berkisar antara 0. .217 sedangkan pada taraf signifikansi 1% diperoleh “r” tabel = 0. Selanjutnya untuk mengetahui apakah hubungan itu signifikan atau tidak maka “r” hasil perhitungan dibandingkan dengan “r” tabel.85 C.217). maupun pada taraf signifikan 1% (0.40 berarti korelasi positif antara variabel X dan variabel Y itu adalah termasuk korelasi yang lemah atau rendah. Dan sebelum membandingkannya terlebih dahulu dicari derajat kebebasannya atau df (degress of freedom) dengan menggunakan rumus sebagai berikut : df=N-nr df=77-2=75 Dengan memeriksa tabel nilai “r” product moment ternyata bahwa dengan df sebesar 75. pada taraf signifikansi 5% diperoleh “r” tabel = 0. antara variabel X (motivasi) dan variabel Y (prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam) bertanda positif yang lemah dengan memperhatikan besarnya rxy yang diperoleh sebesar 0. Apabila hasil tersebut diinterpretasikan secara kasar atau sederhana dengan mencocokkan hasil perhitungan dengan angka indeks korelasi “r” product moment.

1444 x 100% = 14. Setelah ada korelasi maka dihitung seberapa besar konstribusinya dengan menggunakan koefisien determinasi (KD).38)2 x 100% = 0.4 Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar PAI ditentukan oleh motivasi sebesar 14.86 Dengan demikian hipotesa alternative diterima artinya terdapat hubungan positif yang lemah antara variable X dan variable Y. dimana : KD = r2 x 100% = (0. .4% sedangkan 58. Kemungkinan ini bisa terjadi karena SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang hanya menyediakan waktu selama 2 jam untuk mempelajarai bidang studi Pendidikan Agama Islam.6% ditentukan oleh faktor lain.

3. Prestasi belajar yang diraih oleh siswa SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar yang dievaluasikan oleh guru bidang studi Pendidikan Agama Islam dapat dikualifikasikan pada tingkat sedang. 2. B. Saran 1.BAB V PENUTUP A. baik dikalangan guruguru. Ada korelasi yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar siswa dalam mempelajari bidang studi Pendidikan Agama Islam sekalipun tingkat korelasinya tergolong lemah atau rendah. Kepala Sekolah sebagai pemimpin hendaknya lebih menamkan kembali nilainilai ke Islaman yang sudah ada di lingkungan sekolah. karyawan dan murid-murid. 87 . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : 1. Motivasi siswa dalam mempelajari bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang menunjukkan bahwa siswa mempunyai motivasi yang sedang atau cukup.

kepala dan dewan guru SMP Islam Al-Fajar Kedaung Pamulang Tangerang. Guru bidang Studi Pendidikan Agama Islam hendaknya dapat merespon dan berinteraksi dengan siswa tentang keinginan-keinginan siswa dalam belajar yang lebih kondusif. selalu mendukung terhadap kegiatan-kegiatan siswa yang positif. siswa akan termotivasi untuk belajar dan selalu melaksanakan hal-hal yang positif. . Hendaknya pemimpin yayasan. 3.88 2. 4. Karena dengan adanya dukungan dari semua pihak. Kepada guru Pendidikan Agama Islam hendaknya selalu memberikan persepsi yang positif kepada siswa tentang pentingnya nilai-nilai agama bagi kehidupan seorang muslim dan mendorong siswa untuk lebih giat lagi belajar.

Ruhama. 1999 Djamarah. Suharsimi. Belajar dan Pembelajaran.M. Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah. Zakiyah. Jakarta : C. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 1996 Daradjat. Wawancara Pribadi. Jakarta :Bumi Aksara. Bandung : Pustaka Setia. M. Kepala SMP Islam Al-fajar. Jakarta : CV. Metodologi Penelitian Pendidikan.Ed. Jakarta : Bumi Aksara. Tangerang. Ilmu Pendidikan Islam. 1995 Depag RI. Surabaya : Usaha Nasional. Amirul Hadi. Ilmu Pendidikan Islam. Sardiman. Rajawali. Bandung : Remaja Rosdakarya. Semarang : Dina Utama Semarang.DAFTAR PUSTAKA A. 1994 Hanapi. 1986 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.V. 2000 ______________. H.M. 1990 Arifin. 1991 Arikunto. 1988 Imran. Jakarta: Pustaka Jaya. Jakarta : Rineka Cipta. S. Jakarta : Bumi Aksara. Ilmu Pendidikan Islam. Akyas. 2002) Azhari. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. 1996 _______________. Syaiful Bahri. Pd. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 1996 Muhibbinsyah.. Psikologi Pendidikan. Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pedidikan Agama Islam Untuk SMP. 2002 89 . Jakarta : Balai Pustaka. 16 Juli 2006 Haryono. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Tamita Utama. Ilmu Pendidikan Islam. Gramedia. 1990 Slameto. Didaktik Asas-asas Mengajar. 1994 Uhbiyati. Wasty. WS. Psikologi Pendidikan. 2001 ______________. Bandung : PT. S. Peter. Pasal 30 Bab IV ayat 2 (nomor 2 tahun 1989). Nur. 1986. 1999 Salim.M. Surabaya : Karya Abitama. 1991 Sardiman A. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia. Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. 1994 Sabri. Jakarta : Pustaka Setia. Jakarta : CV. 1998 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. 1997 Purwanto. Jakarta : CV. V. Pedoman Ilmu Jaya. Jakarta: CV.. Ilmu Jiwa Pendidikan. Jakarata : Logos Wacana Ilmu.90 Nasution. Remaja Rosda Karya. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Abuddin. Psikologi Pendidikan. 1995 Nata. Jakarta : Rineka Cipta. M. 1996 ______________. Alisuf. 2004 Winkel. Yunus. Jakarta :PT. Jakarta : PT. Ngalim. Jakarta : Bumi Aksara. Ilmu Pendidikan Islam. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. 1990 Tadjab. Ilmu Pendidikan Islam. 1998 Ramayulis. Mahmud. Jakarta : Modern English. Pedoman Ilmu Jaya. Hidayah Agung . 2003 Soemanto. Rajawali. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : C. Hj. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->