P. 1
konsep nyeri

konsep nyeri

|Views: 752|Likes:

More info:

Published by: Alivia Maulida Putri T on Nov 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

TUGAS ILMU KEPERAWATAN DASAR 3A “ASUHAN KEPERAWATAN NYAMAN NYERI”

oleh : Kelompok 15 Alivia Maulida Putri T. 102310101043 Yayang Putra Pratama 102310101061

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2011

Definisi Nyeri Secara Medis Menurut International Association for Study of Pain (1979). Arthur C. Sulit untuk memberikan batasan pasti terhadap nyeri yang dirasakan. b. dan menyebabkan individu tersebut bereaksi untuk menghilangkan rasa nyeri. . a. di mana sensasi terdapat nyeri yang dirasakan individu bersifat pribadi ( subjektif ). timbul ketika jaringan sedang rusak. Definisi Nyeri Nyeri merupakan sensasi ketidaknyamanan yang bersifat individual. Definisi Nyeri Secara Psikologis Sternbach mengartikan nyeri sebagai sesuatu yang abstrak. di mana nyeri terdapat padanya : 1) Personality. Hal ini juga menyebabkan definisi nyeri untuk tiap individu berbeda-beda. Sensasi nyeri yang dirasakan oleh tiap individu memiliki persepsi yang berbeda-beda atau dapat dikatakan nyeri bersifat subjektif. Nyeri dapat didefinisikan dalam 3 hal.KONSEP NYERI 1. artinya antara individu satu dengan yang lainnya mengalami sensasi nyeri yang berbeda. Curton (1983) mengatakan bahwa nyeri merupakan suatu mekanisme produksi bagi tubuh. nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang bersifat aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian di mana terjadi kerusakan. Tidak mudah untuk memberikan batasan nyeri yang jelas yang hanya dapat diungkapkan oleh individu yang mengalaminya. 2) Adanya stimulus yang merugikan sebagai peringatan terhadap kerusakan jaringan. yaitu sebagai berikut.

karena hanya pasien lah yang tahu tentang nyeri yang ia rasakan. skala ukur. Keparahan Perawat meminta klien menggambarkan seberapa parah nyeri yang dirasakan. Skala ukur bisa berupa skala numeric. Untuk memperoleh data ini perawat bisa menggunakan alat bantu. Bahkan nyeri adalah sesuatu yang sangat subjektif. kemudian disuruh memilih sesuai dengan kondisinya saat ini yang mana. biarkan klien mendiskripsikan apa yang dirasakan sesuai dengan kata-katanya sendiri. dan apakah munculnya nyeri itu pada waktu yang sama. Klien ditunjukkan skala ukur. seberapa sering nyeri kambuh. menetap atau terasa menyebar. Onset dan durasi Perawat mengkaji sudah berapa lama nyeri dirasakan. d. bila klien tidak mampu menggambarkan nyeri yang dirasakan. tidak ada ukuran yang objektif padanya. Kualitas Minta klien menggambarkan nyeri yang dirasakan. Definisi ini menempatkan seseorang pasien sebagai expert atau ahli dibidang nyeri. sebagai alat proteksi untuk melindungi dirinya dari kerugian yang ditimbulkan oleh nyeri. deskriptif. Perawat boleh memberikan deskripsi pada klien.3) Pola respon dari individu terhadap nyeri. b. Lokasi Perawat meminta klien untuk menunjukkan dimana nyeri terasa. Karakteristik Nyeri a. 2. Definisi Nyeri Keperawatan McCaffery (1980) menyatakan bahwa nyeri adalah segala sesuatu yang dikatakan seseorang tentang nyeri tersebut dan terjadi kapan saja saat seseorang mengatakan nyeri. sehingga hanyalah orang yang merasakannya yang paling akurat dan tepat dalam mendefinisikan nyeri. c. . dan analog visual. c.

Faktor pencetus (P: Provocate) Perawat mengkaji tentang penyebab atau stimulus nyeri pada klien. Lokasi (R: Region) Untuk mengkaji lokasi nyeri maka perawat meminta klien untuk menunjukkan semua bagian/daerah yang dirasakan tidak nyaman oleh klien. c. Kualitas (Q: Quality) Kualitas nyeri merupakan sesuatu yang subjektif yang diungkapkan oleh klien. Apabila perawat mencurigai adanya nyeri psikogenik maka perawat harus dapat mengeksplore perasaan klien dan menanyakan perasaan-perasaan apa yang dapat mencetuskan nyeri. muntah. S. seperti tertindih. dalam hal ini perawat juga dapat melakukan observasi bagian-bagian tubuh yang mengalami cedera. seperti mual. tumpul. Tanda lain yang menyertai Kaji adanya penyerta nyeri. seringkali klien mendeskripsikan nyeri dengan kalimat-kalimat: tajam. Q. f. kemungkinan hal ini akan sulit apabila nyeri yang dirasakan bersifat difus (menyebar). b. perih. Cara Mengatasi Tanyakan pada klien tindakan yang dilakukan apabila nyerinya muncul dan kaji juga apakah yang dilakukan klien itu bisa efektif untuk mengurangi nyeri. . tertusuk dll. Untuk melokalisasi nyeri lebih spesifik. Gejala penyerta memerlukan prioritas penanganan yang sama dengan nyeri itu sendiri . Karakteristik nyeri berdasarkan metode P. berpindah-pindah. konstipasi. maka perawat dapat meminta klien untuk melacak daerah nyeri dari titik yang paling nyeri. Pola Nyeri Perawat meminta klien untuk mendeskripsikan aktivitas yang menyebabkan nyeri dan meminta untuk mendemontrasikan aktivitas yang bisa menimbulkan nyeri . R. berdenyut. a. keinginan untuk miksi dll. gelisah. T yaitu sebagai berikut. dimana tiap-tiap klien mungkin berbeda-beda dalam melaporkan kualitas nyeri yang dirasakan.e. g.

penyebab nyeri dapat terjadi oleh karena adanya trauma psikologis. maupun elektrik). “apakah nyeri yang dirasakan terjadi pada waktu yang sama setiap hari?”. dan rangkaian nyeri.d. kimiawi. 3. neoplasma peradangan. e. Pada pengkajian ini klien diminta untuk menggambarkan nyeri yang ia rasakan sebagai nyeri ringan. Namun kesulitannya adalah makna dari istilah-istilah ini berbeda bagi perawat dan klien serta tidak adanya batasan-batasan khusus yang membedakan antara nyeri ringan. durasi. Neoplasma menyebabkan nyeri karena terjadinya tekanan atau kerusakan jaringan yang mengandung reseptor nyeri dan juga karena tarikan. sedang dan berat. penyebab nyeri adalah trauma (baik trauma mekanik. dingin. jepitan. Secara psikis. nyeri sedang atau berat. gesekan. Trauma mekanik menimbulkan nyeri karena ujung-ujung saraf bebas mengalami kerusakan akibat benturan. “seberapa sering nyeri kambuh?” atau dengan kata-kata lain yang semakna. Penyebab Nyeri Penyebab nyeri dapat diklasifikasikan ke dalam dua golongan yaitu penyebab yang berhubungan dengan fisik dan berhubungan dengan psikis. Trauma elektrik dapat menimbulkan nyeri karena pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri. termis. Keparahan (S: Severe) Tingkat keparahan pasien tentang nyeri merupakan karakteristik yang paling subjektif. Durasi (T: Time) Perawat menanyakan pada pasien untuk menentukan awitan. gangguan sirkulasi darah. dan lain-lain . Hal ini juga bisa disebabkan karena memang pengalaman nyeri pada masing-masing individu berbeda-beda. ataupun luka. Perawat dapat menanyakan: “kapan nyeri mulai dirasakan?”. Trauma kimiawi terjadi karena sentuhan zat asam atau basa yang kuat. Trauma termis menimbulkan nyeri karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas. atau . Secara fisik misalnya. “sudah berapa lama nyeri dirasakan?”.

Contoh: terkena ujung pisau atau gunting. iskemia. Nyeri oleh psikologis merupakan nyeri yang dirasakan bukan karena penyebab organik. Klasifikasi Nyeri a. 2) Deep sonatic/nyeri dalam Nyeri yang muncul dari ligament. regangan jaringan . kerusakan sendi. yang terletak dan tersebar pada lapisan kulit dan jaringan tertentu yang terletak lebih dalam. Biasanya terjadi karena spasme otot.metastase. Nyeri pada peradangan terjadi karena kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. kerusakan tulang dan lainya. tendon. dan syaraf. Nyeri nosiseptif ini tidak disertai gangguan fungsi saraf. b. 3) Visceral (pada organ dalam) Stimulasi reseptor nyeri dalam rongga abdomen. Hal . Berdasarkan sumbernya 1) Cutaneus/superfisial Nyeri yang mengenai kulit/jaringan subkutan. Biasanya bersifat burning ( seperti terbakar ). Berdasarkan penyebab 1) Nosiseptif Terjadi akibat adanya kerusakan jaringan di luar sistem syaraf baik itu kerusakan kulit. cranium dan thorak. 4. Contoh: sprain sendi. sehingga nyeri ini hanya menimbulkan gangguan fungsi karena nyerinya semata . nyeri menyebar dan lebih lama dari pada cutaneus. melainkan akibat trauma psikologis dan pengaruhnya terhadap fisik. kerusakan otot. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nyeri oleh fisik berkaitan dengan terganggunya serabut saraf reseptor nyeri. 2) Psikogenetik Manifestasi nyeri yang di timbulkan tidak disebabkan karena adanya kerusakan jaringan saraf maupun jaringan lainya di dalam tubuh. pembuluh darah.

panas. sampai tidak terasa pada perabaan. kulit kering. misal pada orang yang stres. 3) Nyeri neuropatik/nyeri syaraf Gejala penyerta yang di timbulkan akibat gangguan fungsi saraf itu sendiri. bradikardia. misalnya akan mengakibatkan mulai dari kelemahan otot stimulasi kontraksi otot. c. dan dilatasi pupil   Tingkah laku menggosok bagian yang nyeri Penampilan klien tampak cemas. berkeringat. peningkatan respirasi. Nyeri saraf itu akibat gangguan saraf penggerak otot. dan pupil konstriksi Tidak ada keluhan nyeri Tidak ada aktifitas fisik sebagai respon nyeri Penampilan klien tampak depresi dan menarik diri . baik klonik (kontraksi otot menetap) atau kram. pucat. peningkatan TD.      Berdasarkan lama/durasinya Nyeri akut Terjadi segera setelah tubuh terkena cidera Fungsi: sebagai pemberi peringatan akan adanya cidera Lamanya dalam hitungan menit Daerah nyeri terlokalisasi Respon sistem saraf simpatis: takikardia. lembap. Demikian juga halnya jika terjadi nyeri syaraf akibat gangguan saraf perasa atau sensoris maka akan terjadi gejala nyeri yang disertai gejala kehilangan rasa. > 6 bulan Daerah nyeri menyebar Fungsi fisiologi bersifat normal Respon sistem saraf parasimpatis: penurunan TD.ini hanya karena faktor kejiwaan atau kecemasan. dan terjadi ketegangan otot         Nyeri kronik Nyeri konstan yang menetap sepanjang suatu periode tertentu Lamanya sampai hitungan bulan. kebas. gelisah.

Mekanisme Terjadinya Nyeri Ada beberapa teori yang menjelaskan mekanisme transmisi nyeri . Teori tersebut di antaranya adalah the specificity theory. dan the gate control theory. Keringat dingin 6. . panas. Patofisiologi Nyeri Stimulus nyeri: biologis. listrik serta mekanik Stimulus nyeri menstimulasi nosiseptor di perifer Implus nyeri diteruskan oleh serat aferen (A-delta & C) ke medula spinalis melalui dorsal horn Implus bersinapsis di substansia traktus gelatinosa ( lamina II dan III) Implus melewati traktus spinothalamus Implus masuk ke formatio retikularis Implus langsung masuk ke thalamus Sistem limbik fast pain Slow pain   Timbul respon emosi Respon otonom : TD meningkat .5. the intensity theory. zat kimia.

c. Setiap rangsangan sensori punya potensi untuk menimbulkan nyeri jika intensitasnya cukup kuat.2 mm Membawa rangsangan nyeri terbakar dan tumpul Serabut saraf tipe ini berakhir di lamina II. The Intensity Theory (Teori Intensitas) Nyeri adalah hasil rangsangan yang berlebihan pada reseptor. III. Kegiatannya bergantung pada aktivitas serat saraf aferen berdiameter besar atau kecil yang dapat mempengaruhi sel saraf di substansia gelatinosa. Serabut Saraf Tipe Delta A     Daya hantar sinyal relatif cepat Bermielin halus dengan diameter 2-5 mm Membawa rangsangan nyeri yang menusuk Serabut saraf tipe ini berakhir di kornudorsalis dan lamina I     Serabut Saraf Tipe C Daya hantar sinyal lebih lambat Tidak bermielin dengan diameter 0. sedangkan serat bsaraf yang berdiameter kecil mempermudah tranmisi yang artinya “pintu dibuka”. Ada dua tipe serabut saraf yang menghantarkan stimulus nyeri yaitu sebagai berikut. Artinya saraf sensoris dingin hanya dapat dirangsang oleh sensasi dingin. The Gate Control Theory (Teori Kontrol Pintu) Teori ini menjelaskan mekanisme transmisi nyeri. Tetapi menurut penelitian terakhir.4-1. tidak ditemukan hambatan presinaptik. Saraf sensoris untuk setiap indra perasa bersifat spesifik. Aktifitas serat yang berdiameter besar menghambat transmisi yang artinya “pintu ditutup”. The Specificity Theory (Teori Spesifik) Otak menerima informasi mengenai objek eksternal dan struktur tubuh melalui saraf sensoris. Hambatan oleh presipantik pada serat berdiameter besar maupun kecil maupun besar hanya terjadi bila serat tersebut dirangsang secara berurutan.a. . bukan oleh panas. dan IV b.

bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan. g. kebutuhan harga diri. kebutuhan keselamatan dan keamanan. b. Orang yang mengalami gangguan nyeri tidak dapat atau sulit untuk memenuhi kebutuhan fisiologis diantaranya pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur serta penanganan nyeri. menjaga tubuh tetap bersih dan terawat serta melindungi integumen. f. bekerja dengan tata cara yang mengandung unsur prestasi. e. . kebutuhan cinta dan dicintai. makan dan minum dengan cukup. memilih pakaian yang sesuai. beribadah sesuai dengan keyakinan. d. kebutuhan dasar manusia yang terganggu jika individu mengalami gangguan nyaman nyeri diantaranya yaitu : a. h. Nyeri merupakan ancaman bagi tubuh yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan diri seseorang yang mengalami gangguan nyeri.7. Pemenuhan kebutuhan tidak akan tercapai jika individu tersebut mengalami suatu gangguan. tidur dan istirahat. Gangguan nyaman nyeri merupakan salah satu faktor penghambat pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. Konsep utama Virginia Henderson yaitu 16 kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan dasar yang terganggu akibat gangguan nyaman nyeri yaitu kebutuhan fisiologis dan kebutuhan keselamatan dan keamanan. menjaga suhu tubuh tetap dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan. Berdasarkan 16 kebutuhan tersebut. c. dan kebutuhan aktualisasi diri. kebutuhan dasar manusia dapat digolongkan menjadi lima tingkat kebutuhan yaitu kebutuhan fisiologis. Kebutuhan Dasar Manusia yang Terganggu Ketika Orang Mengalami Gangguan Nyaman Nyeri Menurut Abraham Maslow (1908-1970).

dan pucat Konjungtiva anemis dan sklera anikterik Kaki kiri terdapat luka selulitis. bermain atau terlibat dalam berbagai kegiatan rekreasi. konjungtiva anemis. bengkak. “Di kaki kiri ini ada luka robek sus. kemerahan. dan jika ditekan terasa nyeri. PENGKAJIAN Ruangan Tanggal/Jam MRS Dx.i. Pasien terlihat gelisah dan meringis kesakitan.00 WIB : Selulitis : 145/10/002/2011 : 4 Oktober 2011/09. N 80x/menit. X datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri pada daerah kaki kiri.00 WIB DATA OBJEKTIF Kesadaran composmetis. Asuhan Keperawatan Nyeri KASUS Seorang pasien laki-laki 63 tahun benama Tn.5ºC. 8.    : Dahlia : 4 Oktober 2011/09.  Pasien terlihat gelisah dan meringis kesakitan. Dari pemeriksaan TTV didapatkan hasil TD 120/80 mmHg. dan sklera anikterik. Pasien mengatakan. terasa nyeri sekali”. Pasien terlihat lemah dan pucat. S 36. “Di kaki kiri ini ada luka robek sus. lemah. bengkak. Kesadaran pasien composmetis. dan nyeri tekan  Pemeriksaan TTV TD 120/80 mmHg N 80x/menit . terasa nyeri sekali”. Kaki kiri pasien terlihat kemerahan. Medis Nomor Register Tanggal/Jam Pengkajian DATA SUBJEKTIF  Pasien mengatakan.

5ºC PATHWAY Bakteri Patogen Streptokokus piogenes.S 36. Stapilokokus aureus Menyerang kulit dan jaringan subkutan pada luka yang terbuka Meluas ke jaringan yang lebih dalam Menyebar secara sistemik Peradangan/inflamasi akut Kemerahan Nyeri tekan Gangguan rasa nyaman: nyeri . Streptokokus grup A.

bengkak. Alivia . lemah. konjungtiva anemis dan sklera anikterik. terasa nyeri sekali”. dan pucat Konjungtiva anemis dan sklera anikterik Kaki kiri terdapat luka selulitis. kesadaran composmetis. dan S 36. kemerahan. Gangguan rasa Kriteria nyaman: nyeri b. kemerahan. dan nyeri tekan. dan pucat. “Di kaki kiri ini ada luka robek sus. kaki kiri terdapat luka selulitis. terasa nyeri sekali”.  Pasien terlihat gelisah dan meringis kesakitan. pasien terlihat gelisah dan meringis kesakitan.5ºC DIAGNOSA KEPERAWATAN: Gangguan rasa nyaman: nyeri b. “Di kaki kiri ini ada luka robek sus. Kaji intensitas nyeri menggunakan skala/ peringkat NAMA DAN PARAF Ns. dan nyeri tekan  Pemeriksaan TTV: TD 120/80 mmHg N 80x/menit S 36. bengkak.d inflamasi jaringan yang ditandai dengan pasien mengatakan.    DATA OBJEKTIF Kesadaran composmetis.5ºC. N 80x/menit.DIAGNOSA ASUHAN KEPERAWATAN DATA SUBJEKTIF  Pasien mengatakan. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN DIAGNOSA TUJUA KEPERAWATA N N 1.d inflamasi jaringan yang hasil nyeri berkuran KRITE RIA HASIL Pasien akan dapat menyata INSTRUKSI KEPERAWATAN 1. lemah. pemeriksaan TTV: TD 120/80 mmHg.

Bantu dan ajarkan penanganan terhadap nyeri . kemerahan. kaki kiri terdapat luka selulitis.5ºC. lemah. Pertahankan ekstrimitas yang dipengaruhi dalam posisi yang ditentukan 3. terasa nyeri sekali”. pasien terlihat gelisah dan meringis kesakitan. Kaji keefektifan pemberian analgesik 5. konjungtiva anemis dan sklera anikterik. Ubah posisi sesering mungkin. dan nyeri tekan. pertahankan garis tubuh untuk mencegah penekanan dan kelelahan 6. g dan pasien akan dapat beradapt asi dengan rasa nyeri yang dialamin ya pada tanggal 4 Oktober 2011 kan penguran gan rasa nyeri yang dialamin ya pada tanggal 4 Oktober 2011 nyeri 2. bengkak. Berikan analgesik jika diperlukan 4. dan pucat.ditandai dengan pasien mengatakan. kesadaran composmetis. N 80x/menit. “Di kaki kiri ini ada luka robek sus. pemeriksaan TTV: TD 120/80 mmHg. dan S 36.

00 WIB DIAGNOSA KEPERAW ATAN (DK) DK 1 EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN Masalah pasien telah teratasi. NAMA DAN PARAF Ns. Pasien tidak merasakan rasa nyeri.15 WIB 4/10/2011 10.PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DIAGNO SA KEPERA WATAN (DK) DK 1 TANGGAL/ JAM PELAKSAN AAN 4/10/2011 09.15 WIB 4/10/2011 09. Rencana tindakan keperawatan dihentikan.20 WIB 4/10/2011 10. Alivia .30 WIB NAMA DAN PARAF Ns.00 WIB 4/10/2011 09. Alivia TINDAKAN KEPERAWATAN Telah dilakukan pengkajian intensitas nyeri yang dialami pasien menggunakan skala nyeri kuantitatif Telah diberikan posisi kaki lurus terhadap kaki kiri pasien Telah diberikan analgesik kepada pasien Telah dilakukan pengkajian keefektifan pemberian analgesik kepada pasien Telah diberikan posisi supinasi kepada pasien Telah diajarkan penggunaan imajinasi dan teknik relaksasi kepada pasien EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN TANGGAL/ JAM EVALUASI 4 Oktober 2011/20.00 WIB 4/10/2011 10.

Asmadi. 2010. Proses. . Jakarta: EGC. dan Praktik. dkk. Anne Griffin. Standar Perawatan Pasien: Proses keperawatan. NANDA International. Jakarta: EGC. Patricia dan Perry. Jakarta: EGC. Sigit Nian. Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika. Potter. 1998.DAFTAR PUSTAKA Asmadi. diagnosis. 2008. 2010. Susan Martin. dan evaluasi. 2008. Yogyakarta: Graha Ilmu. EGC. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep. Tucker. Prasetyo. Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2099-2011. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Konsep Dasar Keperawatan. 2005. Jakarta.

Potter. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep. Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2099-2011. Sigit Nian. . 1998. dan Praktik. dan evaluasi. dkk. EGC. Jakarta. Yogyakarta: Graha Ilmu. Proses. diagnosis. Standar Perawatan Pasien: Proses keperawatan. Jakarta: EGC. Patricia dan Perry. Jakarta: EGC. 2005. Prasetyo. 2010.NANDA International. Susan Martin. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Tucker. Anne Griffin. 2010.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->