ARTI SHALAT

Arti shalat secara bahasa adalah doa atau rahmat, Kata “Shalat” berasal dari bahasa Arab, yang secara istilah adalah suatu tindakan khusus memuliakan Allah yang berisikan perkataanperkataan (aqwal) dan perbuatan-perbuatan (af’al) yang dimulai dengan takbit dan diakhiri dengan salam, berdasarkan syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Dalam mengerjakan shalat ini, tentunya kita harus megikuti tata cara sebagaimana tata cara rasulullah saw shalat. Rasulullah saw bersabda, "Shalatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian lihat aku mempraktikkannya". (HR Bukhari-Muslim). A. Hukum Shalat Shalat mempunyai hukumnya tersendiri, yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 2, yakni: 1. Fardhu Ialah shalat yang diwajibkan Allah untuk manusia laksanakan. Shalat Fardhu terbagi lagi menjadi dua, yaitu : Fardhu ‘Ain: ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain, seperti shalat lima waktu, dan shalat jum'at (Fardhu 'Ain untuk pria). Fardhu Kifayah: ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf tidak langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila tidak dikerjakan. Seperti shalat jenazah. Jika kita meninggalkan shalat yang wajib dilaksanakan (shalat 5 waktu), maka hukumnya adalah dosa. Dari Abu Sufyan ia berkata, Aku telah mendengar Jabir berkata, aku telah mendengar nabi Muhammad saw bersabda: “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan Syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasaie, at-Turmudzie dan Ibnu Majah) 2. Nafilah (shalat sunnat) Adalah shalat-shalat yang dianjurkan atau disunnahkan akan tetapi tidak diwajibkan. Shalat nafilah terbagi lagi menjadi dua, yaitu : Nafil Muakkad adalah shalat sunnat yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti shalat dua hari raya, shalat sunnat witr dan shalat sunnat thawaf.

www.dietsehat911.com

Nafil Ghairu Muakkad adalah shalat sunnat yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti shalat sunnat Rawatib dan shalat sunnat yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti shalat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana). B. Rukun Shalat 1. Niat 2. Takbiratul ihram 3. Berdiri bagi yang sanggup 4. Membaca surat Al-Fatihah 5. Ruku' dengan thu'maninah 6. I'tidal dengan thu'maninah 7. Sujud dua kali dengan thu'maninah 8. Duduk antara dua sujud dengan thu'maninah 9. Duduk dengan thu'maninah serta membaca tasyahud akhir dan shalawat nabi 10. Membaca salam 11. Tertib (melakukan rukun secara berurutan) C. Manfaat dan Hikmah Shalat Shalat mempunyai manfaat atau hikmah yang bisa dipetik bagi orang yang menjalankannya, beberapa di antaranya: 1. Dapat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat lain) Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. al-‘Ankabut: 45) 2. Mencegah pelakunya dari aneka macam kesesatan Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (QS. Maryam: 59) 3. Shalat dapat menjauhkan diri dari sifat mengeluh & kikir Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya. (QS. al-Ma’arij: 19-23) 4. Menghapus dosa-dosa kecil

www.dietsehat911.com

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: “Shalat lima kali sehari dan shalat jum’at ke jum’at merupakan pelebur dosa selama tidak melakukan dosa besar.” ( HR. Muslim, Ahmad, Turmudzie dan Ibnu Majah) 5. Selamat dari siksa hari kiamat “Barang siapa yang menjaga shalatnya, niscaya ia akan menjadi cahaya, bukti dan penyelamat baginya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan ath-Thabrani) 6. Menenangkan dan menenteramkan hati Rasulullah bersabda: “Penyejuk Hatiku ada di dalam shalat.” (HR. Ahmad dan an-Nasaie) D. Tips-tips agar Shalat Khusyu Pengertian khusyu' di dalam shalat adalah, suatu kondisi di mana hati penuh dengan ketakutan, mawas diri dan tunduk pasrah di hadapan keagungan Allah. Kesemuanya itu lalu membekas dalam gerak-gerik anggota badan yang penuh hikmat dan konsentrasi dalam shalat, bila perlu menangis dan memelas kepada Allah; sehingga tak memperdulikan hal lain. Ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan agar ibadah shalat kita bisa khusyu, seperti misalnya saja: 1. Mengenal Allah, Menghadirkan, Mengagungkan dan Takut Kepada-Nya. 2. Hendaknya Orang Yang Shalat Menyadari Bahwa Shalat Adalah Perjumpaan, Sekaligus Komunikasi Dirinya Dengan Allah 3. Ikhlash Dalam Melaksanakannya 4. Mengonsentrasikan Diri Hanya Untuk Allah 5. Menghindari Berpalingnya Hati Dan Anggota Tubuh Dari Shalat 6. Merenungi Setiap Gerakan Dan Dzikir-Dzikir Dalam Shalat 7. Memelihara Tuma'ninah (Ketenangan), Dan Tidak Terburu-buru Dalam Shalat 8. Semangat Dalam Melakukannya 9. Memilih Tempat Shalat Yang Sesuai 10. Menghindari Segala Yang Menyibukkan Dan 11. Mengganggu Sahalat 12. Memanjangkan Bacaan 13. Hendaknya kita shalat, seperti shalatnya orang yang akan bepergian jauh (meninggalkan alam fana)

www.dietsehat911.com

BERWUDHU
Berwudhu adalah tindakan yang harus dilakukan seorang Muslim sebelum melaksanakan shalat, karena wudhu sendiri merupakan salah satu syarat sah shalat. Pengertian wudhu sendiri menurut syara’ adalah, membersihkan anggota wudhu untuk menghilangkan hadats kecil.

A. Fardhu Wudhu Fardhunya wudhu ada enam perkara, yaitu: 1. Niat: Nawaitul wudhuu’a liraf’il-hadatsil-ashghari fardhal lillaahi ta’aalaa Artinya: "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah". 2. Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri) 3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku 4. Mengusap sebagian rambut kepala 5. Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki 6. Tertib (berturut-turut), artinya mendahulukan mana yang harus didahulukan, dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan.

B. Syarat-syarat Wudhu Syarat-syarat wudhu ialah: 1. 2. 3. 4. 5. Islam Tamyiz, yakni dapat membedakan baik buruknya sesuatu pekerjaan Tidak berhadats besar Dengan air suci, lagi mensucikan Tidak ada sesuatu yang menghalangi air, sampai ke anggota wudhu, misalnya getah, cat dan sebagainya 6. Mengetahui mana yang wajib (fardhu) dan mana yang sunnah

C. Sunnah-sunnah Wudhu

www.dietsehat911.com

1. Membaca basmallah pada permulaan wudhu 2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan 3. Berkumur-kumur 4. Membasuh lubang hidung sebelum berniat 5. Menyhapu seluruh kepala dengan air 6. Mendahulukan naggota kanan daripada kiri 7. Menyapu kedua telinga luar dan dalam 8. Menigakalikan membasuh 9. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki 10. Membaca doa sesudah wudhu

D. Yang Membatalkan Wudhu 1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, misalnya buang air kecil maupun besar, atau keluar angin dan sebagainya 2. Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyenyak 3. Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup, (muhrim artinya keluarga yang tidak boleh dinikah) 4. Tersentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan tapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup (walaupun kemaluannya sendiri)

E. Cara Berwudhu 1. Membaca Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih 3. Selesai membersihkan tangan terus berkumur-kumur tiga kali, sambil membersihkan gigi 4. Selesai berkumur lalu mencuci lubang hidung tiga kali 5. Setelah itu, mencuci muka tiga kali, mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri, sambil niat wudhu sebagai berikut: Nawaitul wudhuu’a liraf’il-hadatsil-ashghari fardhal lillaahi ta’aalaa Artinya: Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah. 6. Lalu membasuh muka, serta mencucui kedua belah tangan hingga siku tiga kali 7. Setelah itu lalu menyapu sebagian rambut kepala tiga kali 8. Diteruskan dengan menyapu sebagian rambut kepala, terus menyapu kedua belah tangan tiga kali. 9. Yang terakhir adalah mencuci kedua belah kaki tiga kali sampai mata kaki

F. Doa Setelah Berwudhu

www.dietsehat911.com

Setelah berwudhu, disunahkan membaca doa sambil menghadap ke kiblat, dan mengangkat kedua belah tangan. Doanya adalah: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allaahummaj’alnii minat-tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahiriin, waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hambahambamu yang saleh.”

www.dietsehat911.com

SHALAT TAHAJUD
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh. Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya. A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud 1. Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00 2. Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00 3. Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.

B. Niat shalat tahajud: Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud: Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar. Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.” Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa: Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.

www.dietsehat911.com

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”

D. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut: Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”

E. Keutamaan Shalat Tahajud Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi) Bersabda Nabi Muhammad saw: “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim) Selain itu, Allah sendiri juga berfirman: Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudahmudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79) Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad) “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)
www.dietsehat911.com

F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini: 1. Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. 2. Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. 3. Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.” 4. Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya. 5. Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 6. Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone. 7. Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. 8. Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

www.dietsehat911.com

SHALAT FARDHU
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Fardhu adalah shalat yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim di seluruh dunia, jika ditinggalkan maka hukumnya adalah dosa. Perintah shalat wajib, diterima Nabi Muhammad saw ketika mi’raj. Shalat fardhu sendiri terbagi menjadi 2, yakni: A. Shalat Fardu 'Ain, shalat wajib yang dilakukan setiap hari, dalam 5 waktu sebanyak 17 rakaat, ke lima shalat 5 waktu tersebut adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Shalat Shubuh Shalat Dzuhur Shalat 'Ashar Shalat Maghrib Shalat Isya' dan Shalat Jum'at (hanya diwajibkan untuk kaum laki-laki, dilakukan setiap hari jumat, pada waktu adzan dzuhur)

Jumlah rakaat dan waktu pelaksanaan Shalat fardhu a’in:

1. Shalat Shubuh. Dilakukan sebannyak dua rakaat, waktunya antara menjelang terbit fajar sebelum terbit matahari. Niatnya sebagai berikut: "Ushalli Fardladh shub-hi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram. Artinya : "Aku sengaja shalat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"

2. Shalat Dzuhur.

www.dietsehat911.com

Dilakukan 4 rakaat, waktunya antara mulai matahari tergelincir dengan posisi tepat diatas kepala sampai dua jam sesudahnya. Niatnya : "Ushalli Fardlal dzuhri arba'a rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram. Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"

3. Shalat Ashar . Sebanyak 4 rakaat, waktunya satu jam sejak berakhirnya waktu shalat dzuhur sampai menjelang matahari terbenam. Niatnya : "Ushalli Fardlal 'ashri arba'a rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram. Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Ashar empat rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"

4. Shalat Maghrib. Sebanyak 3 rakaat, waktunya saat terbenamnya matahari sampai hilangnya tanda senja, yakni merah langit disebelah barat. Niatnya : "Ushalli Fardlal Maghribi tsalatsa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram.. Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"

5. Shalat Isya' Dilakukan 4 rakaat, waktunya antara satu jam habis waktu maghrib sampai satu jam menjelang waktu subuh. Niatnya :

www.dietsehat911.com

"Ushalli Fardlal Isyaa-i arba'a rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram. Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Isya' empat rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"

6. Shalat Jum'at. Sebanyak 2 rakaat, dilaksanakan setiap hari Jum'at waktunya sama dengan waktu Dzuhur. Niatnya : "Ushalli Fardlal jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram. Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Jum'at dua rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"

B. Fardu Kifayah, yaitu shalat wajib yang apabila sudah dikerjakan oleh sebagian umat Islam, maka umat islam yang lainnya terbebas dari kewajiban tersebut. Di antaranya: 1. Shalat Jenazah 2. Shalat Ghaib

Jumlah rakaat dan waktu pelaksanaan Shalat fardhu kifayah: 1. Shalat Jenazah (Fardu Kifayah) Syarat-syaratnya: 1. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani 2. Letak jenazah sebelah kiblat di depan yang menshalati. 3. Suci dari hadas dan najis baik badan, pakaian dan tempat.

Rukun dan cara mengerjakannya.

www.dietsehat911.com

Shalat jenazah tanpa ruku dan sujud juga tanpa iqamah. 1. Niat Lafal niat untuk jenazah laki-laki sebagai berikut: "Ushalli 'alaa haadzal mayyiti arba'a takbiraatin fardlal kifaayati (ma'mumam/imamam) lillahi ta'alaa." Artinya : "aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah" Lafal niat untuk jenazah perempuan sebagai berikut: "Ushalli 'alaa haadzihil mayyiti arba'a takbiraatin fardlal kifaayati (ma'mumam/imamam) lillahi ta'alaa." Artinya : "aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah" 2. Setelah niat, dilanjutkan takbiratul ihram : Allahu Akbar , setelah itu membaca surat Fatihah, kemudian disambung dengan takbiratul ihram kedua.

3. Setelah takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw. Minimal: "Allahumma Shalli 'alaa Muhammadin" artinya : "Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad"

4. Kemudian takbir ketiga disambung dengan do'a minimal sebagai berikut: "Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu" Artinya : "Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma'afkanlah dia" Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum.

5. Setelah itu takbir ke empat, disambung dengan do'a minimal : "Allahumma la tahrimnaa ajrahu walaa taftinna da'dahu waghfirlanaa walahu."

www.dietsehat911.com

Artinya : "Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia."

6. Salam Shalat Ghaib (Fardu Kifayah). Adalah shalat jenazah tetapi tidak dihadapan jenazah (jenazahnya berada ditempat lain atau sudah dimakamkan). Niatnya: "Ushalli 'alaa mayyiti (Fulanin) al ghaaibi arba'a takbiraatin fardlal kifaayati lillahi ta'alaa" Artinya : "aku niat shalat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah"

Catatan : Fulanin diganti dengan nama mayat yang dishalati. Syarat, rukun dan tatacara shalat ghaib sama dengan shalat jenazah.

www.dietsehat911.com

SHALAT QASHAR
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Qashar adalah meringkas shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Seperti shalat dzuhur, ashar dan isya’. Sedangkan shalat magrib dan shalat subuh tidak bisa diqashar. Semua shalat rawatin ditiadakan, kecuali shalat sunah dua rakaat sebelum dzuhur atau shalat tahajud dan witir. Shalat Qashar merupakan keringanan yang diberikan Allah selain shalat jama, sebagaimana firman-Nya: Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu, (QS Annisa: 101) “Dan itu merupakan shadaqah (pemberian) dari Alloh yang disuruh oleh Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menerimanya.”(HR Muslim). Adapun batas jarak orang dikatakan musafir terdapat perbedaan di kalangan para ulama. Bahkan Ibnu Munzir mengatakan ada dua puluh pendapat. Yang paling kuat adalah tidak ada batasan jarak, selama mereka dinamakan musafir menurut kebiasaan maka ia boleh menjama’ dan mengqashar shalatnya. Karena kalau ada ketentuan jarak yang pasti, Seorang musafir baru boleh memulai melaksanakan shalat jama’ dan Qashar apabila ia telah keluar dari kampung atau kota tempat tinggalnya. Ibnu Munzir mengatakan, “Saya tidak mengetahui Nabi menjama’ dan mengqashar shalatnya dalam musafir kecuali setelah keluar dari Madinah”. Dan Anas menambahkan, Saya shalat Dhuhur bersama Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah empat rakaat dan di Dzulhulaifah dua rakaat,(HR BukhariMuslim). Menurut Jumhur (mayoritas) ulama’ seorang musafir yang sudah menentukan lama musafirnya lebih dari empat hari maka ia tidak boleh mengqashar shalatnya. Tetapi kalau waktunya empat hari atau kurang maka ia boleh mengqasharnya. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah ketika haji Wada’. Beliau tinggal selama 4 hari di Makkah dengan menjama’ dan mengqashar shalatnya. Adapun seseorang yang belum menentukan berapa hari dia musafir, atau belum jelas kapan dia bisa kembali ke rumahnya maka dibolehkan menjama’ dan mengqashar shalatnya. Inilah yang dipegang oleh mayoritas ulama berdasarkan apa yang dilakukan oleh rasulullah. “Ketika penaklukkan kota Mekkah beliau tinggal sampai sembilan belas hari atau ketika perang tabuk sampai dua puluh hari beliau mengqashar shalatnya” (HR Abu Daud).

www.dietsehat911.com

Hal-hal yang Membolehkan Qashar 1. 2. 3. 4. 5. Jarak perjalanannya sekurang-kurangnya 2 hari perjalanan kaki atau 2 marhalah (138km) Bepergian bukan untuk maksiat Shalat yang boleh diqashar hanya shalat yang 4 rakaat saja dan bukan qadha Niat mengqashar paad waktu takbiartul ihram Tidak makmum kepada orang yang bukan musafir

www.dietsehat911.com

SHALAT JAMA
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Jama ialah shalat yang dikumpulkan, misalnya dzuhur dengan ashar, magrib dengan isya di dalam satu waktu. Ada 2 macam jenis shalat jama ini, yaitu: Jama' Taqdim atau pelaksanaan shalat pada waktu awal, yaitu melaksanakan shalat Ashar setelah shalat Dzuhur dan melaksanakan shalatIsya setelah shalat Maghrib.

A. Syarat jama taqdim Dikerjakan dengan tertib, yakni dengan shalat yang pertama misalnya dzuhur dahulu, kemudian ashar dan magrib dahulu lalu isya. Niat jama dilakukan pada shalat pertama Berurutan antara keduanya; yakni tidak boleh disela dengan shalat sunah atau perbuatan lainnya. B. Jama' Ta'khir atau pelaksanaan shalat pada waktu akhir, yaitu melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar bersamaan di sore hari dan melaksanakan shalat Maghrib dan Isya sedikitnya setelah matahari terbenam. Syarat jama takhir 1. Niat jama takhir dilakukan pada shalat yang pertama 2. Masih dalam perjalanan tempat datangnya waktu yang kedua

Niat shalat jama dan qashar Niat shalat dzhuhur jama taqdim Ushallii fardhazh-zhuhri rak’ataini qashran majmuu’an ilaihil-‘ashru add’an lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat fardhu dzuhur dua rakaat qashar, dijama dengan ashar fardhu karena Allah.”

1. Shalat ashar jama taqdim Ushallii fardhal-ashri rak’ataini qashran majmuu’an ilazh-zhuhri adaa’an lillaahi ta’aalaa.

www.dietsehat911.com

Artinya: “Aku niat shalat fardhu ashar dua rakaat qashar dijama dengan dzuhur, fardhu karena Allah” Shalat dzuhur jama takhir Ushallii fardhazh-zuhri rak’ataini qashran majmuu’an ilal-‘ashri adaa’an lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat dzuhur dua rakaat qashar dan jama dengan ashar, fardhu karena Allah” 2. Shalat ashar jama takhir Ushallii fardhal-‘ashri rak’ataini qashran majmuu’an ilaihizh-zhuhru adaa’an lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat ashar dua rakaat qashar dan jama dengan dzuhur, fardhu karena Allah.” 3. Shalat magrib jama taqdim Ushallii fardhal-magribi tsalaatsa raka’aatin majmuu’an ilaihil-‘isya’u adda’an lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aki niat shalat magrib tiga rakaat jama dengan isya, fardhu karena Allah.” 4. Shalat isya jama taqdim Ushallii fardhal-isya rak’ataini qasharan majmuu’an ilal-maghribi add’an lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat isya dua rakaat qashar dan jama dengan magrib, fardhu karena Allah.” 5. Shalat magrib jama takhir Ushallii fardhal-magribi tsallatsa raka’aatin majmuu’an ilal-isyaa’I add’an lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat magrib tiga rakaat jama dengan isya, fardhu karena Allah.” 6. Shalat isya jama takhir Ushallii fardhal-isya’I rak’ataini qashran majmuu’an ilaihil-magribu adda’an lillaahi ta’aalaa. Artinya: "Aku niat shalat isya dua rakaat qashar dan jama dengan magrib fardhu karena Allah.”

www.dietsehat911.com

SHALAT BAGI YANG SAKIT
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat bagi yang sakit memiliki aturannya sendiri. Untuk seorang Muslim yang sakit, hukumnya shalat adalah wajib selama akal dan ingatannya masih berfungsi dengan baik, namun berbeda aturannya dengan shalat yang dilakukan ketika kita sehat. Allah memberikan keringan bagi si sakit dalam melaksanakan shalatnya, yaitu: A. Jika tidak dapat shalat sambil berdiri, boleh mengerjakan sambil duduk. Caranya: 1. Cara mengerjakan rukuknya ialah dengan duduk membungkuk sedikit. 2. Sujudnya seperti sujud biasa, hanya saja dilakukan sambil duduk

B. Jika tidak dapt duduk, boleh mengerjakannya dengan cara dua belah kakinya diarahkan kea rah kiblat, kepalanya ditinggikan dengan alas bantal dan mukanya di arahkan ke kiblat. Caranya: 1. Cara rukuknya ialah dengan menggerakan kepala ke muka 2. Sujudnya menggerakkan kepala lebih ke muka dan lebih ditundukkan.

C. Jika duduk seperti biasa dan berbaring pun tidak dapat, maka boleh berbaring dengan seluruh anggota badan dihadapkan ke kiblat. Rukuk dan sujudnya cukup menggerakakan kepala, menurut kemampuannya. D. Jika tidak dapat mengerjakan dengan cara berbaring , maka cukup dengan isyarat, baik dengan kepala maupun dengan mata. Dan jika semuanya tidak mungkin, maka boleh dikerjakan dalam hati, selama akal dan jiawanya masih ada.

Bersucinya Orang yang Sakit 1. Yang sakit wajib bersuci dengan air, wudlu dari hadas kecil dan mandi dari hadas besar. 2. Jika tak mampu menggunakan air karena takut bertambah sakit atau terlambat sembuh, hendaklah ia bertayamum.

www.dietsehat911.com

3. Tayamum caranya dengan menyapukan tanah suci atau dinding tembok yang berdebu dengan kedua tangan ke bagian muka dan kedua telapak tangannya. Jika tak mampu bertayamum sendiri, maka bisa dibantu orang lain. 4. Boleh bertayamum dengan dinding atau yang lainnya bila berdebu dan suci. 5. Jika tak ada dinding yang berdebu, maka tidak dilarang menaruhkan tanah ke sapu tangan atau wadah penyaring lalu tayamum. 6. Jika bertayamum untuk satu shalat dan masih tetap suci ketika shalat lain tiba, maka tayamum tak perlu diulangi.

www.dietsehat911.com

SHALAT JENAZAH
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat jenazah merupakan salah satu praktik ibadah shalat yang dilakukan umat Muslim jika ada Muslim lainnya yang meninggal dunia. Hukum melakukan shalat jenazah ini adalah fardhu kifayah. Adapun syarat-syarat shalat jenazah adalah sebagai berikut: Shalat jenazah sama halnya dengan shalat yang lain, yaitu harus menutup aurat, suci dari hadats besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap kiblat. Mayit sudah dimandikan dan dikafani. Letak mayit sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali kalau shalat dilakukan di atas kubur atau shalat gaib.

A. Rukun dan Cara Mengerjakan Shalat Jenazah Shalat jenazah tidak disertai dengan rukuk dan sujud tidak dengan adzan dan iqmat. Setelah berdiri sebagaimana mestinya, maka: 1. Niat melakukan shalat mayit dengan 4 kali takbir. Niatnya: (untuk mayit laki-laki) Ushallii ‘alaa haadzal-mayyiyi arba’a takbiiraatin fardhal-kifaayati ma-muuman lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah.” Niat (untuk mayit perempuan) Ushallii ‘alaa haadzihil-maitati arba’a takbiiraatin fardhal-kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

2. Setelah takbiratul ihram, yakni setelah mengucapkan “Allahu akbar” sambil meletakan tangan kanan di atas tangan kiri di atas perut (sidakep), kemudian membaca Al-Fatihah, setelah membaca Al-Fatihah lalu takbir “Allahu akbar”

www.dietsehat911.com

3. Setelah takbir kedua, lalu membaca shalawat: Allahumma shalli ‘alaa Muhammad Artinya: “Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad” Lebih sempurna lagi jika membaca shalawat sebagai berikut: Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa’a;aa aali Muhammadin. Kamaa shallaita ‘a;aa Ibraahiima wa ‘allaa aali Ibraahiima. Wa baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalii Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibrahiima fil-‘aalamiina innaka hamiidummajid. Artinya: “Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. DI seluruh ala mini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia.”

4. Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca doa: Allahummaghfir lahuu warhamhu wa’aafihii wa’fu’anhu. Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dab sejahtera, maafkanlah dia.” Lebih sempurna lagi jika membaca doa: Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii (haa) wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassi’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaakamaa yu-naqqats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa qihi (haa) fitnatal-qabri wa ‘adzaaban-naar. Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

www.dietsehat911.com

Keterangan: 1. Jika mayit perempuan kata lahu menjadi lahaa. 2. Jika mayit anak-anak doanya adalah: Allahummaj’alhu faratahn li abawaihi wa salafan wa dzukhran wa’izhatan wa’tibaaran wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaaziinahumma wafrighish-shabra ‘alaa quluubihimmaa wa laa taftinhumaa ba’dahu wa laa tahrimna ajrahu. Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa’at bagi orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orangtuanya.”

5. Selesai takbir keempat, lalu membaca: Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu. Artinya: “Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau member kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.”

6. Kemudian setelah salam membaca: As-sallamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh. Artinya: “Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.” Keutamaan dilakukannya Shalat Jenazah Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa menghadiri jenazah sampai jenazah itu disalati, maka ia mendapatkan satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia mendapatkan dua qirath. Ada yang bertanya: Apakah dua qirath itu? Rasulullah saw. bersabda: Sama dengan dua gunung yang besar.” (HR Abu Hurairah) Bahwa Rasulullah saw. bersabda:

www.dietsehat911.com

“Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud.” (HR Tsauban)

www.dietsehat911.com

SHALAT GHAIB
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat gaib adalah shalat yang dilakukan jika ada Muslim yang meninggal, namun karena berada di tempat yang jauh kita tidak bisa melakukan shalat jenazah. Tata cara pelaksanannya sama dengan shalat jenazah. 1. Niat: Ushallii ‘alal-mayyitil-ghaa’ibiarba’a takbiiraatin fardhal-kifaayati (ma’muuman / imaaman) lillaahi ta’aalaa. Atau dengan menyebutkan nama mayit tersebut, misalnya: Ushalli ‘alaa mayyiti (Andra Junaedi) al-ghaa’ibi arba’a takbiiraatin fardhal-kifaayati lillaahi ta’aalaa.

2. Doa Sesudah Shalat Jenazah Sesudah salam, kemudian membaca bersama-sama surat Fatihah, lalu dilanjutkan dengan imam membaca doa: Bismillaahirahmanirrahiim Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Allaahumma bi haqqil Fatihah. I’tiq riqaabanaa wa riqaaba haadzal-mayyiti (haadzihil mayyitati) minan-naar 3x. Allaahumma anzilir-rahmata walmagfirata ‘alaa haadzal-mayyiti (haadzihil-mayyitati) waj’al qabrahu (haa) raudhatan minal-jannah. Wa laa taj’alhu lahu (lahaa) hufratan minan-niiraan. Wa shallallaahu ‘alaa khairi khalqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii wa shahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. Artinya: “Ya Allah, curahkanlah rahmat atas jungjunan kami nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al-Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksa api neraka. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya tempat nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu jungjunan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”

www.dietsehat911.com

SHALAT SUNNAH WUDHU
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat sunat wudhu atau yang disebut juga dengan shalat syukrul wudhu adalah shalat yang dikerjakan setelah berwudhu. Tata cara pelaksanannya adalah: A. Sehabis berwudhu kita disunahkan membaca doa: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdauu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin. Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”

B. Selesai membaca doa tersebut, lalu melaksanakan shalat sunah wudhu 2 rakaat. Niatnya: Ushallii sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: ”Aku niat shalat sunah wudhu 2 rakaat karena Allah.”

C. Shalat ini dikerjakan 2 rakaat sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlas sampai salam.

Keutamaan Shalat Syukrul Wudhu “Rasulullah berkata kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka” . (HR Bukhari)

www.dietsehat911.com

SHALAT ISTIKHARAH
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat istikharah ialah shalat sunat dua rakaat untuk memohon kepada Allah ketentuan pilihan yang lebih baik di antara 2 hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya. Yakni, apabila seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan suatu maksud, sedangkan ia ragu-ragu untuk menentukan pilihannya tersebut, apakah harus dilakukan atau tidak, diambil atau tidak. Salah satu aplikasi shalat istikharah ini misalnya dalam kasus menentukan pasangan hidup. Misalnya saja seorang perempuan bernama Rini yang dipinang oleh 2 orang lelaki yang samasama dicintainya. Maka, untuk menghilangkan keragu-raguannya tersebut, Rini melaksanakan shalat istikharah agar Allah memberinya petunjuk, lelaki mana yang baik untuk menjadi pasangan hidupnya. Rasulullah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka shalatlah dua rakaat dari selain shalat fardhu, kemudian hendaklah mengucapkan: 'Ya Allah, aku beristikharah kepadaMu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratkumaka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta putuskanlah yang terbaik untukku di mana pun berada, kemudian ridhailah aku dengannya.' Dan hendaklah ia menyebutkan hajatnya.'' (HR Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya) Shalat istikharah lebih utama jika dikerjakan pada waktu malam hari, seusai shalat lalu berdoalah dengan doa istikharah. Lalu setelah itu, mintalah petunjuk atas apa yang diragukannya. Niat shalat istikharah: Ushalli sunnatal istikharah rak’ataini lillaahi ta’alaa. Artinya: “Aku niat shalat sunat istikharah dua rakaat karena Allah.”

www.dietsehat911.com

Pelbagai Petunjuk yang Mungkin Datang Seusai Istiharah 1. 2. 3. 4. Allah memberikan petunjuk melalui mimpi Petunjuk melalui firasat Petunjuk melalui ketetapan hati Petunjuk dengan menjauhkan orang tersebut dari yang tidak baik untuk dirinya dan mendekatkan dengan apa yang baik untuknya

www.dietsehat911.com

SHALAT TAUBAT
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim jika ingin bertaubat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat taubat dilaksanakan dua raka'at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”. Kemudian beliau membaca ayat : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)

Tata Cara Shalat Taubat Jumlah rakaatnya 2, 4 sampai 6 rakaat. Niat shalat taubat: Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.” Doanya: Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa. Artinya: Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepadaNya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.

www.dietsehat911.com

SHALAT SUNNAH TASBIH
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat sunat tasbih adalah shalat sunat yang di dalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyakk 300 kali. Shalat tasbih ini sebetulnya merupkan shalat yang masih diperdebatkan di kalangan para ulama, mengenai ada tidaknya shalat ini. Namun begitu, berikut ini disajikan tata aca pelaksaannya, bila ada pembaca yang ingin mengetahui tentang tata cara shalat tasbih ini, menurut beberapa dalil.

Niat shalat tasbih: Ushallii sunnat tasbihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: "Aku niat shalat sunat tasbih dua rakaat, karena Allah."

A. Tata Cara Shalat Tasbih Shalat tasbih dilakukan 4 raka'at (jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam, jika malam 4 raka'at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut: NO Waktu 1 2 3 4 5 6 7 Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal adzim...) Setelah I'tidal Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a'la...) Setelah duduk diantara dua sujud Setelah tasbih sujud kedua Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada raka'at keberapa) Jml. Tasbih 15 kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali

www.dietsehat911.com

Jumlah total satu raka'at Jumlah total empat raka'at

75 4 X 75 = 300 kali

B. Perbedaan pendapat ulama Di kalangan para ulama terdapat perbedaan pendapat mengenai ada tidaknya shalat tasbih, berikut adalah beberapa pendapat mereka:

1. Kalangan Pertama: Sholat tashbih adalah mustahabbah (sunnah) Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian ulama penganut Mazhab Syafi'i. Hadits Rasulullah saw kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthallib yang berbunyi: "Wahai Abbas pamanku, Aku ingin memberikan padamu, aku benar-benar mencintaimu, aku ingin engkau melakukan -sepuluh sifat- jika engkau melakukannya Allah akan mengampuni dosamu, baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu dan yang baru, yang tidak sengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksankan shalat empat rakaat; engkau baca dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan surat, apabila engkau selesai membacanya di rakaat pertama dan engkau masih berdiri, mka ucapkanlah: Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Ilallah Wallahu Akbar 15 kali, Kemudian ruku'lah dan bacalah do'a tersebut 10 kali ketika sedang ruku, kemudian sujudlah dan bacalah do'a tersebut 10 kali ketika sujud, kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali. Itulah 75 kali dalam setiap rakaat, dan lakukanlah hal tersebut pada empat rakaat. Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu kali dalam setiap hari, maka lakukanlah, jika tidak, maka lakukanlah satu kali seminggu, jika tidak maka lakukanlah sebulan sekali, jika tidak maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu" (HR Abu Daud 2/67-68)

2. Pendapat Kedua: Shalat tasbih boleh dilaksanakan (boleh tapi tidak disunnahkan) Pendapat ini dikemukakan oleh ulama penganut Mazhab Hambali. Mereka berkata: "Tidak ada hadits yang tsabit (kuat) dan sholat tersebut termasuk Fadhoilul A'maal, maka cukup berlandaskan hadits dhaif." Ibnu Qudamah berkata: "Jika ada orang yang melakukannya maka hal tersebut tidak mengapa, karena shalat nawafil dan Fadhoilul A'maal tidak disyaratkan harus dengan berlandaskan hadits shahih." (Al-Mughny 2/123)

www.dietsehat911.com

3. Pendapat Ketiga: Shalat tersebut tidak disyariatkan. Imam Nawawi dalam Al-Majmu' berkata, "Perlu diteliti kembali tentang kesunahan pelaksanaan sholat tasbih karena haditsnya dhoif, dan adanya perubahan susunan shalat dalam shalat tasbih yang berbeda dengan shalat biasa. Dan hal tersebut hendaklah tidak dilakukan kalau tidak ada hadits yang menjelaskannya. Dan hadits yang menjelaskan shalat tasbih tidak kuat". Ibnu Qudamah menukil riwayat dari Imam Ahmad bahwa tidak ada hadis shahih yang menjelaskan hal tersebut. Ibnuljauzi mengatakan bahwa hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat tasbih termasuk maudhu`. Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhis bahwa yang benar adalah seluruh riwayat hadits adalah dhaif meskipun hadits Ibnu Abbas mendekati syarat hasan, akan tetapi hadits itu syadz karena hanya diriwayatkan oleh satu orang rawi dan tidak ada hadits lain yang menguatkannya. Dan juga shalat tasbih berbeda gerakannya dengan shalat-shalat yang lain. Dalam kitab-kitab fiqih mazhab Hanafiyah dan Malikiyah tidak pernah disebutkan perihal shalat tasbih ini kecuali dalam Talkhis Al-Habir dari Ibnul Arabi bahwa beliau berpendapat tidak ada hadits shahih maupun hasan yang menjelaskan tentang shalat tasbih ini. Oleh karena ada perbedaan pendapat mengenai ada tidaknya shalat tasbih tersebut, maka semuanya dikembalikan kepada pembaca, silahkan mengikuti pendapat yang mana, tentunya sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan pembaca sekalian.

www.dietsehat911.com

SHALAT SUNNAH AWWABIN
Shalat sunat awwabin adalah shalat sunat yang dikejakan selesai mengerjakan shalat sunat ba’da magrib, dilakukan sebanayak 2 sampai dengan 6 rakaat. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut: 1. Shalat 2 rakaat dengan niat: Ushallii ral’ataini shalaatal-awwaabiina sunnatal lillaahi ta’aallaa. Artinya: “Aku niat shalat dua rakaat sunat awwabin, karena Allah. 2. Sesudah membaca Fatihah pada rakaat pertama, bacalah:
  

surat Al-Ikhlas 6x surat Al-Falaq 1x surat An-Naas 1x

begitupun dengan rakaat kedua. 3. Sehabis salam dua rakaat, maka shlat lagi 2 rakaat. Dan dibaca pada rakaat pertama dan kedua setelah Al-Fatihah mana saja surat yang dikehendaki. Niatnya, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. 4. Sesudah itu, berdiri lagi dengan niat sama seperti sebelumnya, dilaksanakan 2 rakaat, dengan bacaan pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua sesudah membaca Al-Fatihah bacalah surat Al-Ikhlas. Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Barang siapa shalat 6 rakaat setelah magrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun.” Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda: "Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya", Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah "gharib" (hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).” Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah maghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan."

www.dietsehat911.com

SHALAT SUNNAH MUTLAK
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat sunah muthlaq ialah sunah yang boleh dikerjakan pada waktu kapan saja, kecuali waktu yang terlarang untuk mengerjakan shalat sunah. Jumlah rakaatnya tidak terbatas. Shalat sunah muthlaq yakni sunah yang tidak bersebab, bukan karena masuk masjid, bukan karena shalat qabliyah atau ba’diyah shalat fardhu, dan yang lainnya. Shalat ini semata-mata shalat sunah muthlaq, kapan pun dan di mana pun dapat dikerjakan, asal jangan waktu haram. Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunah adalah: 1. Waktu matahari sedang terbit hingga naik setombak/lembing. 2. Ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya. Kecuali pada hari Jumat ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul-masjid. 3. Sesudah shalat asar sampai terbenam matahari. 4. Sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi. 5. Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya.

Lafazh niatnya sebagai berikut: Ushallii sunnatar rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar Artinya: “Aku niat shalat sunah dua raka’at karena Allah. Allaahu akbar.” Shalat sunah tidak terbatas, beberapa saja yang sanggup kita laksanakan, dan tiap-tiap dua raka’at satu salam.

www.dietsehat911.com

SHALAT HAJAT
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Hajat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ia memiliki hajat tertentu dan ia ingin hajat tersebut dikabulkan oleh AllahSWT. Shalat dilakukan minimal 2 raka'at dan maksimal 12 raka'at dengan salam setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat). 1. Niat shalat hajat: Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala. Artinya: “Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.” 2. Doa Shalat Hajat Setelah selesai shalat hajat, lalu membaca istigfar. Dalam kitab Tajul Jamil lil ushul, dianjurkan setelah shalat hajat membaca istigfar 100x, seperti kalimat istigfar yang biasa atau sebagai berikut: Astagfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaiih. Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Tuhanku, dari dosa-dosa, dan aku bertaubat kepadaMu”

3. Selesai membaca istigfar lalu membaca shalawat nabi 100x, yakni: Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa. Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.” Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.

www.dietsehat911.com

Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.” Setelah itu, mohonlah kepada Allah apa yang kita inginkan, insya Allah, Allah mengabulkannya. Amin. 4. Keutamaan Shalat Hajat Sabda Rasulullah: "Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat." (HR Ahmad) Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi)

www.dietsehat911.com

Shalat Dua Gerhana
Oleh: AsianBrain.com Content Team Pengertian Gerhana Gerhana dalam istilah syar'I disebut dengan khusuf atau kusuf, yang maknanya adalah : hilangnya sebagian cahaya matahari dan bulan atau hilangnya secara keseluruhan dikarenakan proses alam, yang menyebabkan kondisi pada saat itu mengarah ke warna gelap atau hitam. Gerhana itu sendiri terdiri dari dua macam gerhana yaitu "gerhana matahari" yang dikenal dengan "kusuf" dan "gerhana bulan" yang dikenal dengan istilah "khusuf" Shalat dua gerhana adalah Shalat yang dikerjakan pada saat terjadinya gerhana matahari atau bulan dengan cara dan ketentuan tertentu sesuai dengan yang dicontohkan oleh rasulullah salallahu 'alaihi wasalam. Dasar Hukum Perintah Shalat dua gerhana "Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putera Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana matahari kerana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam "Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hambahambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu shalat dan berdoa sehingga habis gerhana." (HR. Bukhari & Muslim). "Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo'a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah". Setelah itu, beliau bersabda : "Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang yang lebih cemburu dari Allah jika hambaNya, laki-laki atau perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis" (Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani). Waktu Shalat Waktu shalat dua gerhana dimulai sejak terjadinya gerhana sampai berakhirnya masa gerhana, hal ini berdasarkan sabda beliau Sholallahu 'Alaihi Wasallam , "Apabila kalian melihat (artinya: sesuatu dari peristiwa tersebut), maka shalatlah". (Mutafaqqun 'Alaih).

www.dietsehat911.com

Dan dalam hadits lainnya , "Dan jika kalian melihat yang demikian itu maka sholatlah hingga matahari kelihatan". (Diriwayatkan oleh Muslim) Tidak ada qadha pada shalat gerhana, jika masa waktu gerhana telah hilang maka tidak disyariatkan untuk melakukan shalat gerhana. Tata Cara Shalat Gerhana Jumlah rakaat shalat gerhana adalah 2 rakaat dengan 2 kali membaca alfatihah dan 2 kali rukuk dan 2 kali sujud di tiap rakaatnya. Yang membedakan antara shalat gerhana dengan shalat lainnya adalah pada jumlah rukuk ditiap rakaat yaitu sebanyak 2 kali. Berikut ini tata cara shalat gerhana : 1. Shalat dengan jumlah 2 rakaat, bacaan shalat di keraskan. 2. Membaca surat al-fatihah dilanjutkan dengan membaca surat pilihan lain, di sunnahkan membaca surat-surat yang panjang. 3. Selanjutnya rukuk, dengan rukuk yang panjang. 4. Setelah itu mengangkat kepala dari ruku dan membaca "Sami' Allahu liman hamidah rabbana lakal hamdu" 5. Lalu dia kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang yang lebih pendek dari surat pertama. 6. Kemudian ruku' dengan waktu ruku' lebih pendek dari waktu ruku' pertama. 7. Setelah itu mengangkat kepala dari ruku' dan membaca, "Sami' Allahu liman hamidah rabbana lakal hamdu" 8. Lalu sujud pertama 9. Selanjutnya bangkit dari sujud dan melakukan duduk di antara dua sujudnya 10. Sujud kembali untuk melakukan sujud yang kedua. 11. setelah itu kembali berdiri dan memulai rakaat yang kedua 12. Kemudian lakukan shalat rakaat kedua seperti rakaat pertama dengan dua ruku dan dua sujud yang panjang. 13. Lalu setelah sujud yang kedua dilanjutkan dengan bertasyahud, dan terakhir 14. Salam Sunnah-sunnah Shalat dua gerhana 1. Memperbanyak dzikir, istighfar, bertakbir, sodaqoh dan melakukan amal shalih lainnya. 2. Keluar menuju masjid untuk melakukan shalat gerhana secara berjamaah 3. Shalat gerhana tidak di mulai dengan adzan dan iqamah, melainkan dengan seruan "ashsholatu jami'ah" (shalat akan didirikan) 4. Khutbah setelah shalat gerhana

www.dietsehat911.com

SHALAT ISTISQA
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat istisqa adalah shalat yang dilakukan sebagai permohonan kepada Allah untuk meminta hujan. Shalat ini biasanya dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan tertentu. Shalat istisqa' ini dilakukan secara berjama'ah dipimpin oleh seorang imam. Cara melaksanakannya ada tiga cara, yaitu: 1. Berdoa saja di mana pun dan kapan pun, dengan suara nyaring atau pelan. 2. Menambah doa istisqa (mohon turunnya hujan) pada khutbah Jumat. 3. Dengan shalat dua rakaat yang disertai dengan dua khutbah.

A. Niatnya: Ushallii sunnatal-istisqaa’I rak’ataini (imaaman/ma’muuman) lillaahi ta’aalaa. Allahu Akbar. Artinya: “Aku niat shalat sunah istisqa’ dua rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah Ta’ala. Allahu akbar.” Cara melaksanakannya: Tiga hari sebelum shalat istisqa’, imam atau ulama memerintahkan kaumnya untuk berpuasa selama tiga hari, dan menganjurkan untuk beramal shaleh, seperti sedekah, tobat dari segala dosa, beradamai dengan musuh, dan melepaskan diri dari kezaliman. Pada hari keempat, semua penduduk disuruh keluar rumah. Bahkan, binatang ternak pun dikeluarkan ke tanah lapang ketika shalat istisqa. Waktu keluar rumah menuju tanah lapang, sebaiknya memakai pakaian sederhana dan tidak memakai wewangian, tidak berhias. Selama itu, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar. Setelah salam, khatib membaca dua khutbah dan pada khutbah pertama dimulai dengan membaca istighfar 9 kali pada khutbah yang kedua dimulai dengan membaca istighfar 7 kali.

B. Pelaksanaan Khutbah Istisqa 1. Khatib disunahkan memakai selendang 2. Khutbahya berisi anjuran unutk beristigfar dan merendahkan diri kepada Allah, serta yakin bahwa Allah akan mengabulkan tutunnya hujan

www.dietsehat911.com

3. Ketika berdoa mengagkat kedua belah tangan 4. Pada khutbah kedua, di kala berdoa hendaknya khatib berpaling kea rah kiblat, membelakangi makmum. 5. Ketika berpaling ke arah kiblat, khatib hendaknya mengubah selendangnya dari kanan ke kiri, dan yang di atas ke bawah.

C. Istigfar dan doa istiqa Astaghfirullaahal azhim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi. Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah. Dia yag hidup dan yang tegak dan akau bertaubat kepadanya.” Doa istiqa Doa yang sering dibaca dalam khutbah maupun di luar khutbah: Allahummasqinal ghaitsa wa laa taj’alnaa minal qaanithiin. Artinya: “Ya Allah, tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah Engkau jadika kami termasuk orang-orang yang berputus asa.”

Allahumma ‘alath-thiraabi wal aakaami wa manaabitisy syajari wa buthuunii audiyah. Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alaina. Artinya: “Ya Allah, curahkanlah hujan itu di atas tumpukan-tumpukan tanah dan bukit-bukit, tempat pepohonan tanaman dan tumuh-tumbuhan, dan di lembah-lembah. Ya Allah, curahkanlah di sekeliling kami dan jangan di atas kami.”

Allahummaj’alhaa suqyaa rahmatin wa laa taj’alhaa suqyaa adzabin wa laa muhqin wa laa balaa’in wa laa hadamin wa laa gharaqin. Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat, dan janganlah Tuhan jadikan hujan ini sebagai siraman siksa, dan janganlah Tuhan menjadikan hujan ini suatu siraman yang memusnahkan harta, benda dan mara bahaya dan janganlah siraman yang menghancurkan dan menenggelamkan.”

Allahummasqinaa ghaitsan mughiitsan hanii’an marii’an marii’an sahhan ‘amman ghadaqan thabaqan mujallalan daa’iman ilaa yaumid diin. Allahummasqinal ghaitsa wa laa taj’alnaa minal qaanithiin.

www.dietsehat911.com

Artinya: “Ya Allah, siramilah kami dengan hujan yang menyelamatkan, menikmatkan, menyenangkan, menyuburkan, mengalirkan ke segenap penjuru, banyak air dan kebaikannya, memenuhi sungai-sungai dan selalu mengalir rata hingga sampai hari kiamat. Ya Allah, tumpahkanlah hujan kepada kami, dan janganlah Tuhan jadikan kami orang-orang yang berputus asa.”

Allahumma bil ibadi wal bilaadi minal juhdi wal juu’I wadh dhanki wa laa nasykuu illa liaika. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba Allah dan negeri tengah ditimpa kemelaratan dan kelaparan dan kesempitan hidup dan kami tidak dapat mengadu kecuali kepada-Mu.”

Allahumma anbitiz zar’a wa adirra lanadh dhar’a wa anzil ‘alainaa min barakaatis samaa’I wa anbit min barakaatil ardhi waksyid ‘annaa minal balaa’I maa laa yaksifuhu ghairuka. Artinya: “Ya Allah, tumbuhkanlah tetanaman ini untuk kami dan perbanyaklah air-air susu binatang untuk kami, tumpahkanlah barakah dari atas untuk kami, tumbuhkanlah isi bumi ii untuk kami, dan hindarkanlah kami dari mara bahaya sesuatu becana alam yang tak akan kami sanggup hidari, kecuali Engakau ya Allah.”

Allahumma inna nastagfiruka innaka kuta ghaffaaran fa arsilis samaa’a alaina midraaraa. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan-Mu. Sungguh Tuhan Maha Pengampun. Tumpahkanlah hujan itu dari langit untuk kami dengan sederas-derasnya.”

www.dietsehat911.com

SHALAT TARAWIH
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat tarawih adalah shalat sunat yang dilakukan hanya pada bulan ramadhan. Tarawih dalam bahasa Arab diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu pelaksanaan shalat sunnat ini adalah selepas isya', biasanya dilakukan secara berjama'ah di masjid. Shalat ini boleh dilakukan sendirian ataupun berjamaah. Waktu shalat tarawih adalah sesudah shalat isya samapai waktu fajar. Jumlah rakaat yang pernah dilakukan oleh rasulullah ada 8 rakaat. Umar bin khatab mengerjakannya sampai 20 rakaat. Amalan umar bin khatab ini disepakati oleh ijma. Niat Shalat: Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini (ma'muman/imaaman) lillahi ta'aalaa" Artinya: "Aku niat Shalat Tarawih dua rakaat ( menjadi makmum/imam) karena Allah Ta'ala" Walaupun demikian, ada beberapa cara dalam mengerjakan salat Tarawih, salah satunya dengan formasi 2 kali 4 rakaat masing masing dengan sekali salam setiap selesai 4 rakaat. Oleh karena itu, dalam niat shalat tarawih, niatnya disesuaikan menjadi "arbaa raka'ataini".

Keutamaan Shalat Tarawih Ali bin Abi Thalib ra berkata: Nabi Muhammad saw ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda: 1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya. 2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin. 3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah 'Arsy: "Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat." 4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran). 5. Pada malam kelima, Allah Ta'ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

www.dietsehat911.com

6. Pada malam keenam, Allah Ta'ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas. 7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir'aun dan Haman. 8. Pada malam kedelapan, Allah Ta'ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as 9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta'ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw. 10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta'ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat. 11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya. 12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama. 13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan. 14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat. 15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi. 16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga. 17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi. 18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, "Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu." 19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus. 20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh). 21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya. 22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan. 23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga. 24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan. 25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta'ala menghapuskan darinya azab kubur. 26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun. 27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar. 28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga. 29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima. 30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : "Hai hamba-Ku, makanlah buahbuahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku."
www.dietsehat911.com

SHALAT WITIR
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Witir adalah shalat sunnat dengan rakaat ganjil yang dilakukan setelah melakukan shalat lainnya di waktu malam. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad saw: "Sesungguhnya Allah adalah witir (ganjil) dan mencintai witir.” (HR Abu Daud) "Jadikanlah witir akhir shalat kalian di waktu malam." (HR Bukhari) "Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam masyhudah (disaksikan.)" (HR Muslim) Waktu shalat witir adalah setelah shalat isya sampai terbit fajar, dan biasanya shalat witir itu dirangkaikan dengan shalat tarawih. Bilangan rakaatnya adalah 1 rakaat, atau 3, 5, 7, 9, dan 11. Kalau melaksanakan shalat witirnya banyak, boleh dikerjakan dua rakaat satu salam, kemudian yang terakhir satu rakaat dengan satu salam. Jumlah sebelas rakaat sudah cukup, dan inilah yang dukerjakan oleh Rasulullah saw, sebagaimana dinyatakan oleh Aisyah ra, yang artinya: “Tidaklah Rasulullah saw melebihi shalat malam (witir) melebihi dari sebelas rakaat.” Pada bulan Ramadhan setelah 15 Ramadhan, disunahkan pada rakaat yang terakhir witir, yakni sesudah I’tidal pada rakaa terakhir, disunahkan membaca qunut, dan sesudahnya lalu selesaikanlah sampai salam. Niat shalat witir 1 rakaat: Ushallii sunnatal-witri rak’atan lillaahi ta’aalaa Artinya: “Aku niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.” Doa sesudah shalat witir Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daa’iman. Wa nas’aluka qalban khaasyi’an wa nas’aluka ‘ilman naafi’an. Wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas’aluka ‘amalan shaalihan. Wa nas’aluka dinan qayyiman. Wa nas’aluka khairan katsiiran. Wa nas’alukal-‘afwa wal‘aafiyah. Wa nas’aluka tamaamal-‘aafiyah. Wa nas’alukasy-syukra ‘alal-‘aafiyati wa nas’alukal-ghinaa’a ‘anin-naas. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu’anaa wa tadharru’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah ya Allaah ya Allaah ya arhamar-raahimiin. Wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi Muhammadin wa a’alaa aalihi wa shahbihii ajma’iina walhamdulillahi
www.dietsehat911.com

rabbil-‘aalamiin. Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang langgeng, dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyuk, dan kami mohon kepada-Mu diberi-Nya ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, dan kami mohon tetap dalam dalam agama Islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kecukupan. Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, dan khusyuk kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama shalat ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

www.dietsehat911.com

SHALAT HARI RAYA
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat hari raya yang dilakukan oleh umat Muslim ada 2, yakni shalat idul adha dan shalat idul fitri. Shalat ied termasuk dalam shalat sunat muakad, artinya shalat ini walaupun bersifat sunat namun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya. Telah berkata Jabir ra, “Saya menyaksikan shalat 'ied bersama nabi, beliau memulai shalat sebelum khutbah tanpa adzan dan tanpa iqamah, setelah selesai beliau berdiri bertekan atas Bilal, lalu memerintahkan manusia supaya bertakwa kepada Allah, mendorong mereka untuk taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai beliau turun mendatangai shaf wanita dan selanjutnya beliau memperingatkan mereka. “ (HR Muslim) Diriwayatkan dari Ummu 'Atiyah ra. ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami keluar pada 'idul fitri dan 'idul adhha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari mushalla tempat shalat 'ied, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata: Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda: Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya.” (HR Jama'ah) Diriwayatkan dari Amru bin Syu'aib, dari ayahnya, dari neneknya, ia berkata, “Sesungguhnya nabi bertakbir pada shalat 'ied dua belas kali takbir. dalam raka'at pertama tujuh kali takbir dan pada raka'at yang kedua lima kali takbir dan tidak shalat sunnah sebelumnya dan juga sesudahnya.” (HR Amad dan Ibnu Majah)

Niat untuk shalat idul fitri: Ushallii sunnatal li iidil fitri rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat sunat idul fitri 2 rakaat karena Allah.” Niat untuk shalat idul adha: Ushallii sunnatal li iidil adhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat sunat idul adha dua rakaat karena Allah.”

www.dietsehat911.com

1. Tata Cara Pelaksanaannya Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Dilakukan secara berjamaah Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir. Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih. Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al-Qomar di rakaat kedua. Atau surat A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua. 6. Imam menyaringkan bacaannya. 7. Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at 8. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum – hukum Qurban. 9. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya. 10. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri pada Shalat Idul Adha sebaliknya.

2. Sunnah-sunnah Rasulullah Padan Perayaan Hari Raya 1. Mandi sebelum shalat ‘Ied Dari Ali radhiallahu’anhu bahwa ia pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, “Yaitu pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari raya Fitri dan hari raya Idul Adha.” (HR Baihaqi)

2. Menggunakan pakaian terbaik dan berhias Dari Ibnu Umar dia berkata, “Umar pernah mengambil jubah dari sutera yang dijual di pasar, kemudian dia mendatangi Rasulullah seraya berucap, ‘Wahai Rasulullah, belilah ini dan pergunakanlah untuk berhias diri pada hari raya ‘Ied dan wufud (menyambut kedatangan delegasi).’ Maka Rasulullah bersabda, “sesunguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak berakhlak.” Maka Umar pun terdiam sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Allah. Setelah itu, Rasulullah mengirimkan kepadanya jubah dibaaj (sutera), maka Umar pun menerimanya dan kemudian membawanya kepada Rasulullah seraya berucap, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau pernah mengatakan, “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak berakhlak,” tetapi engkau justru mengirimkan jubah ini kepadaku.’ Maka Rasulullah bersabda kepadanya, “Engkau bisa menjualnya atau menukarnya dengan sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhanmu.”

3. Waktu makan dan minum pada shalat ‘Ied hari raya Idul Adha dan idul Fitri

www.dietsehat911.com

“Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam tidak berangkat (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri sebelum sarapan dan pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan sampai pulang, kemudian beliau makan dari daging hewan-hewan kurbannya.” (HR Tirmidzi) Al-‘Allamah as-Syaukani mengatakan, “Hikmah diakhirkannya makan pada hari raya Idul Adha adalah karena pada hari itu disyari’atkan penyembelihan hewan kurban dan memakan sebagian darinya. Oleh karena itu, makannya disyari’atkan dari hewan kurban itu.”

4. Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang shalat ‘Ied Dari Jabir radhiallahu’anhu, dia berkata, “Jika hari raya ‘Ied tiba, Nabi shalallahu’alaihi wa sallam biasa mengambil jalan lain (ketika berangkat dan pulang).” (HR Bukhari) 5. Bertakbir Adapun bertakbir pada hari raya kurban, didasarkan pada ayat Al Qur’an: Dan berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang. (AlBaqarah: 203) Waktu takbir pada hari raya kurban dimulai sejak Subuh hari ‘Arafah hingga Ashar pada hari terakhir hari Tasyrik. Lafazh takbir yang berasal dari riwayat Ibnu Mas’ud bahwasanya dia bertakbir pada hari tasyrik dengan lafazh, “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Wa Lilaahilhamd.”

www.dietsehat911.com

SHALAT DHUHA
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik. Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka'at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka'at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka'at sekali salam. A. Tata Cara Shalat Dhuha 1. Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams 2. Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha

Niat shalat dhuha adalah: Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: " Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah."

Doa yang dibaca setelah shalat dhuha: "Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu". "Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".

B. Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya: 1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

www.dietsehat911.com

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda: "Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (HR Muslim). 2. Ghanimah (keuntungan) yang besar Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata: "Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya." (Shahih al-Targhib: 666) 3. Sebuah rumah di surga Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw: "Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge." (Shahih al-Jami`: 634) 4. Memeroleh ganjaran di sore hari Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata: "Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339). Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: "Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika" ("Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: "Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu"). Pahala Umrah Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

www.dietsehat911.com

"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346). 5. Ampunan Dosa "Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi)

www.dietsehat911.com

SHALAT TAHIYATUL MASJID
Oleh: AsianBrain.com Content Team Shalat Tahiyatul Masjid adalah shalat untuk menghormati masjid. Sebagi tempat suci, masjid patut dihormati oleh Muslim yang akan melakuakn aktivitas ibadah di tempat itu, hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh rasulullah: Dari Abu Qatadah Al-Harits bin Rab'y Al-Anshary Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum shalat dua rakaat.”

A. Apakah Boleh Shalat Sunat Ketika Khutbah Berlangsung? Ada dua pendapat menanggapi masalah ini: 1. Tetap mendirikan salat Tahiyyatul Masjid, namun hendaknya dilakukan secara ringkas saja. cukup 2 rakaat saja, jangan diperpanjang. Pendapat ini diikuti oleh penganut madzhab Syafi'iyah dan Hanbaliyah, Diriwayatkan dari Abi Sa'id ra: "Ada seseorang masuk masjid pada hari Jum'at, dan Rasulullah saw. sedang khutbah di atas mimbar. Lantas Rasul memerintahkannya untuk melakukan salat dua rekaat." 2. Tahiyyatul Masjid dianggap sudah gugur begitu khutbah dimulai. Pendapat ini diikuti oleh penganut madzhab Hanafiyah dan Malikiyah. Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar: "Jika salah satu di antara kalian masuk masjid, sementara imam telah di atas minbar (khutbah) maka jangan lagi shalat dan bercakap-cakap".

B. Tata Cata Pelaksanaan Shalat Tahiyatul Masjid Niatnya: Ushallii sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat sunah tahiyatal masjid dua rakaat karena Allah.

www.dietsehat911.com

DOA QUNUT
Oleh: AsianBrain.com Content Team Doa qunut adalah sebuah doa yang dibaca ketika shalat jamaah subuh dan isya. Kata qunut sendiri berasal dari kata qanata, artinya patuh dalam mengabdi (kepada Allah). Doa qunut sendiri ada 2 macam: Pertama, doa qunut yang khusus ditujukan kepada Tuhan pada waktu terjadi malapetaka., sebagaimana pernah terjadi pada waktu 70 mubalig yang terdiri dari para sahabat rasul dibunuh oleh Kabilah Ra’l, Dakwan, dan lain-lain. Doa qunut ini mengandung permohonan agar orang-orang kafir itu mendapat hukuman dari Tuhan. Kedua, doa qunut ini merupakan permohonan agar orang-orang kafir itu mendapat hukuman dari Allah Swt. Utnuk dihindarkan dari malapetaka atau bahaya yang mengancam, sebagaimana pernah dilakukan oleh Abu Bakar sebelum bertempur dengan Musailamah. Menurut hadits, doa qunut ini diucapkan pada waktu i’tidal (berdiri setelah rukuk) pada waktu shalat jamaah subuh dan isya. Adapun doanya adalah: Allahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa athaiit. Wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Wa innahu laa yudzillu man waalaiit. Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit astaghfiruka madinin-nabiyyil ummuyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam. Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. BErilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pda segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engaku beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”

www.dietsehat911.com

DZIKIR SETELAH SHALAT
Oleh: AsianBrain.com Content Team Dzikir setelah shalat biasa dilakukan oleh rasulullah seusai melaksanakan shalat. Hal itu, dilakukan sebagai sarana mengingat dan mengagungkan Allah. Zikir merupakan sarana manusia untuk berkomunikasi dengan Allah Swt yang menciptakan segala sesuatu. Dengan zikir, manusia menjadi orang yang dekat dengan Tuhannya. Dengan zikir, insya Allah menjadikan hati menjadi tenang. Ada beberapa jenis zikir yang dilakukan oleh rasulullah saw seusai shalat, salah satunya adalah sebagai berikut: Astagfirullahaaladziim (aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung)

Allahumma antassalaamu waminkasslaamu tabaarakta yaa dzaaljalaa li waalikraam (Wahai Allah! Engkaulah Yang Maha Sejahtera, dan dari-Mulah (datang) kesejahteraan. Mahamulia Engkau wahai (Tuhan) Yang mempunyai kemegahan dan kemuliaan.) Setelah itu disunahkan mengucapkan tasbih 1. Subhanallah 33x (Maha Suci Allah) 2. Alhamdulillah 33x (Segala puji bagi Allah) 3. Allahu Akbar 33x (Allah Maha Besar)

Kemudian dilanjutkan membaca zikir: La ilaaha illellohu wahdahula syariikalah, lahuulmulku walahuulhamdu wahuwa a’la kullisyaiin qadiir (Tidak ada Tunan, kecuali Allah, sendiri-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki sekalian pemerintahan dan Dialah yang memiliki seluruh pujian. Dan Dia Mahakuasa atas tiaptiap sesuatu.)

Dalil – dalil yang memerintahkan manusia agar berdzikir

www.dietsehat911.com

1. 2. 3. 4. 5.

“Dan sesungguhnya mengingat ALLAH itu paling besar.” (QS al-Ankabut: 45) “Maka ingatlah kepada-KU, pasti AKU akan ingat kepadamu.” (QS al-Baqarah:1 52) “Dan ingatlah kepada RABB-mu di dalam hatimu dengan merendahkan diri dan merasa takut, dengan tidak meninggikan suaramu.” (QS al-A’raf: 205) “Wahai orang-orang yang beriman ingatlah kepada ALLAH sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepda-NYA pada pagi dan petang hari.” (QS al-Ahzab:4 1-42)

www.dietsehat911.com

RAHASIA SEDEKAH
Oleh: AsianBrain.com Content Team Rahasia sedekah sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad saw, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam al-Quran, jauh sebelum literatur-literatur lainnya memberikan keterangan mengenai rahasia yang terkandung di balik praktik sedekah. Adalah ustadz Yusuf Mansyur yang memopulerkan bahasan mengenai rahasia sedekah ini dalam ceramah-ceramah yang diberikannya kepada masyarakat, bahkan buku mengenai rahasia sedekah sudah bisa kita temukan di toko buku. Lantas, apa saja rahasia yang terkandung di balik sedekah ini? Beberapa di antaranya adalah:

A. Rahasia sedekah: Kematian Rasulullah saw bersabda: “Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2) Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

B. Rahasia sedekah: Bertambahnya rezeki Rasulullah saw bersabda:

www.dietsehat911.com

“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)

C. Rahasia sedekah: Bahaya Rasulullah saw bersabda: “Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)

D. Rahasia sedekah: Keimanan Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)

E. Rahasia sedekah: Perang Uhud Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman: “Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)

F. Rahasia sedekah: Penjagaan Allah Sepanjang Hari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)

www.dietsehat911.com

G. Rahasia sedekah: Merubah Takdir Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa): “Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

H. Rahasia sedekah: Penolak Hari Nahas Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)

I. Rahasia sedakah: Sedekah di Malam hari dan Siang hari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)

J. Rahasia sedekah: Ali bin Abi Thalib Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

www.dietsehat911.com

“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (AlWasail 6: 275, hadis ke 4)

K. Sedekah itu mensucikan jiwa Allah Ta`ala berfirman: ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS At-Taubah: 103)

Matematika Dasar Sedekah Menurut Yusuf Mansyur, seorang ustadz yang memopulerkan bahasan rahasia sedekah, sedekah mempunyai perhitungan matematisnya sendiri, seperti yang diuraikan sebagai berikut: Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini? 10 – 1 = 19 Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat. Sebelumnya, kita sudah mengetahui, bahwa: 10 - 1 = 19 Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini: 10 - 2= 28 10 - 3= 37 10 - 4= 46 10 - 5= 55
www.dietsehat911.com

10 - 6= 64 10 - 7= 73 10 - 8= 82 10 - 9= 91 10 - 10= 100 Sedekah 2.5 % Tidaklah Cukup Dengan infak 2,5% yang biasa kita berikan, jika kita telaah lebih jauh ternyata tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Misalnya, seorang karyawan yang mempunya gaji 1 juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta, kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1 juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000. Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000. Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1 juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar 2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya. Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%. perhitungannya adalah: 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000. Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000. Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia hanya butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya. Katakanlah kepada hamba-hambaku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan Shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyisembunyi ataupun terang-teranganan sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (QS Ibrahim: 31)

www.dietsehat911.com

IBADAH HAJI
Oleh: AsianBrain.com Content Team Ibadah haji merupakan salah satu jenis ibadah yang dilaksanakan oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Haji sendiri berasa dari kata hajj, yang artinya mengunjungi sesuatu. Menurut istilah diartikan sebagai: mengunjungi Bait Allah untuk menjalankan ibadah (iqamatan lin nusuk) pada waktu yang sudah ditentukan. Bait Allah adalah salah satu nama Ka’bah yang terkenal, dan nusuk adalah bentuk jamak dari kata nasikah, yang artinya binatang yang dikurbankan. Dari akar kata ini digubah menjadi mansik, yang juga berarti ibadah, dan bentuk jamaknya manasik, yang juga berarti ibadah, dan bentuk jamaknya manasik, yang khusus digunakan dalam arti syarat rukun ibadah haji. Segala peraturan yang berhubungan dengan ibadah haji itu dalam kitab hadits diuraikan dalam bab manasik. A. Rukun Haji Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji yang jika tidak dikerjakan hajinya tidak syah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut : 1. Ihram, Ihram, Yaitu mengenakan pakaian ihram dengan niat untuk haji atau umrah di Miqat Makani. Amalan Umrah yang pertama adalah Ihram. Ihram adalah niat memasuki manasik (upacara ibadah haji) haji dan umrah atau mengerjakan keduanya dengan menggunakan pakaian ihram, serta meninggalkan beberapa larangan yang biasanya dihalalkan. a. Pakaian Ihram Untuk pria Bagi laki-laki terdiri atas 2 lembar kain yang tidak dijahit, yang satu lembar disarungkan untuk menutupi aurat antara pusat hingga lutut, yang satu lembar lagi diselendangkan untuk menutupi tubuh bagian atas. Kedua lembar kain disunatkan berwarna putih, dan tidak boleh berwarna merah atau kuning. Untuk wanita

www.dietsehat911.com

Mengenakan pakaian yang biasa, yakni pakaian yang menutupi aurat. Tempat-tempat Ihram
     

Zul Hulaifah Juhfah Yalamlam Qarnul Manjil Zatu Irqin Makkah

2. Wukuf Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, zikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Setelah shalat subuh tanggal 9 Zulhijjah, jemaah haji berangkat dari Mina ke Arafah sambil menyerukan Talbiyah, dan singgah dahulu di Namirah. Para jemaah sampai di Padang Arafah tepat pada waktu Zuhur dan ashar dengan jama’ taq’dim dan qasar dengan satu kali azan dan dua ikamah. Selesai shalat, imam kemudian menyampaikan khutbah dari atas mimbar. Selama wukuf di Arafah, para jemaah haji menghabiskan/mengisi waktunya untuk memahasucikan Allah dengan meneriakan talbiyah, berzikir dan berdoa sebagai berikut: Labbaika Allahumma labbaik (a), labbaika la syarika laka labbaik (a). Innal hamda wannimata lak (a), wal mulka laka la syarika lak (a).

3. Tawaf Ifadah Tawaf Ifadah, Yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah 4. Sa'i, Sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah. Adapun praktik pelaksanaan ibadah sa’i adalah sebagai berikut:
  

Dilakukan sesudah tawaf Berlari-lari kecil atau berjalan cepat dari bukit Safa menuju bukit Marwah Dikerjakan sebanyak tujuh kali putaran: dari Safa ke Marwah satu putaran, dan dari Marwah Sa’I hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang mengerjakan haji atau umrah saja.

www.dietsehat911.com

5. Tahallul Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut sesudah selesai melaksanakan Sa'i. Setelah melontar Jumrah ‘Aqabah, jamaah kemudian bertahallul (keluar dari keadaan ihram), yakni dengan cara mencukur atau memotong rambut kepala paling sedikit tiga helai rambut. Laki-laki disunnahkan mencukur habis rambutnya, wanita mencukur ujung rambut sepanjang jari, dan untuk orang-orang yang berkepala botak dapat bertahallul secara simbolis saja. Setelah melaksanakan tahallul, perkara yang sebelumnya dilarang sekarang dihalalkan kembali, kecuali menggauli istri sebelum melakukan tawaf ifadah. 6. Tertib Tertib, yaitu mengerjakannya sesuai dengan urutannya serta tidak ada yang tertinggal.

B. Wajib Haji Wajib Haji Adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, yang jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda). Yang termasuk wajib haji adalah; 1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram 2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina). Di Mudzalifah para jemaah haji menunaikan shalat magrib dijamak dengan shalat isya dengan satu kali azan dan dua iqamah. Kemudian, mereka bermalam lagi 3. Melontar Jumrah Aqabah tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar. Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah. 4. Mabit di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah). Hukumnya adalah sunnah. 5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah). 6. Tawaf Wada', Yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah. 7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang waktu ihram

www.dietsehat911.com

IBADAH UMROH
Oleh: AsianBrain.com Content Team Ibadah umrah merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh umat muslim sedunia. Umrah berasal dari kata ‘amara yang artinya mendiami seutu tempat atau mengunjungi suatu suatu tempat. Menurut syariat Islam, umrah berarti mengunjungi Bait Allah untuk menjalankan Ibadah pada waktu yang ditentukan.

A. Perbedaan Umrah dan Haji Ibadah haji dilakukan pada waktu yang sudah ditentukan, yakni bulan Syawwal, Zulkqaidah, dan sepuluh hari bulan Zulhijjah, sedangkan Umrah dapat dilaksanakan kapan saja. Ibadah umrah tidak perlu melakukan wukuf di Arafah, sedangkan Pada ibadah haji, wukuf di Arafah merupakan hal yang wajib dilaksanakan. Dalam ibadah haji, menyembelih binatang kurban adalah hal yang dilarang, sedangkan pada ibadah umrah hal tersebut dibolehkan.

B. Hukum Menjalankan Ibadah Umrah Haji dan Umrah hukumnya wajib dilaksanakan bagi setiap Muslim yang mampu, hal itu sebagaimana firman Allah: Allah telah mewajibkan ibadah haji ke Bait Allah atas orang-orang yang telah mampu dalam perjalanannya. (QS. Al-Imran: 97)

Ibadah Umrah Meliputi: 1. Ihram Amalan Umrah yang pertama adalah Ihram. Ihram adalah niat memasuki manasik (upacara ibadah haji) haji dan umrah atau mengerjakan keduanya dengan menggunakan pakaian ihram, serta meninggalkan beberapa larangan yang biasanya dihalalkan. 2. Pakaian Ihram Untuk pria

www.dietsehat911.com

Bagi laki-laki terdiri atas 2 lembar kain yang tidak dijahit, yang satu lembar disarungkan untuk menutupi aurat antara pusat hingga lutut, yang satu lembar lagi diselendangkan untuk menutupi tubuh bagian atas. Kedua lembar kain disunatkan berwarna putih, dan tidak boleh berwarna merah atau kuning. Untuk wanita Mengenakan pakaian yang biasa, yakni pakaian yang menutupi aurat. Tempat-tempat Ihram 1. 2. 3. 4. 5. 6. Zul Hulaifah Juhfah Yalamlam Qarnul Manjil Zatu Irqin Makkah

3. Tawaf Tawaf berasal dari kata tafa, artinya mengelilingi atau mengitari. Adapun menurut istilah ialah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 keliling. Sebelum melaksanakan tawaf, jamah harus mandi dan berwudhu dahulu. Macam-macam Tawaf
   

Tawaf qudum, yaitu tawaf yang dilakukan ketika sampai di Makkah. Tawaf ifadah, tawaf yang dilakukan pada hari menyembelih kurban. Tawaf wada, inilah tawaf yang menjadi rukun haji. Tawaf sunnah, tawaf yang dilakukan setiap saat.

4. Sa’i Sa’i artinnya berlari-lari kecil. Menurut istilah, sa’I ialah berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah di dekat kota Makkah. Adapun praktik pelaksanaan ibdah sa’I adalah sebagi berikut:
  

Dilakukan sesudah tawaf Berlari-lari kecil atau berjalan cepat dari bukit Safa menuju bukit Marwah Dikerjakan sebanyak tujuh kali putaran: dari Safa ke Marwah satu putaran, dan dari Marwah ke Safa satu putaran, lalu berakhir di puncak bukit Marwah.

www.dietsehat911.com

Sa’I hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang mengerjakan haji atau umrah saja.

5. Tahallul Setelah melontar Jumrah ‘Aqabah, jamaah kemudian bertahallul (keluar dari keadaan ihram), yakni dengan cara mencukur atau memotong rambut kepala paling sedikit tiga helai rambut. Laki-lai disunnahkan mencukur habis rambutnya, wanita mencukur ujung rambut sepanjang jari, dan untuk orang-orang yang berkepala botak dapat bertahallul secara simbolis saja. Setelah melaksanakan tahallul, perkara yang sebelumnya dilarang sekarang dihalalkan kembali, kecuali menggauli istri sebelum melakukan tawaf ifadah.

www.dietsehat911.com

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful