RUKUN I MAN

Ol eh :
UNI VER SI TAS I SLAM MADI NAH BI DANG
R I SET & KAJ I AN I LMI AH
BAGIAN TERJEMAH


M uraj aah :
ERWANDI TARMIZI


Mak t ab Dak wah Dan Bimbin gan J aliyat Rabwah
«.,., .¸,¸:t, .t,:t,t «,.¸s¸ .¸..:: _:¸t.::t ,:sit
¸t,¸:t
1 4 28 – 20 07













R ukun I man

2
ﻥﺎﳝﻹﺍ ﻥﺎﻛﺭﺃ
) «,.,:¸.:;t «.::t, (
,·..; .
:¸,.:· .¸.:., _.;.,· ...,·
_.:.:· ,-,:· :,...
,,:· ,..
.,·¸. .
_..¸: _..·¸¸¸;


Mak t ab Dak wah Dan Bimbin gan J aliyat Rabwah
«.,., .¸,¸:t, .t,:t,t «,.¸s¸ .¸..:: _:¸t.::t ,:sit
¸t,¸:t
1 4 28 – 20 07
 















R ukun I man

3






DAFTAR ISI
Daftar isi 3
RUKUN IMAN 6
Pertama : Beriman kepada Allah 12
Mewujudkan Iman kepada Allah 12
Keyakinan Kepada Nama-nama dan Sifat-
Sifat Allah dibangun diatas dua dasar
14
Dua hal yang perlu diperhatikan dalam
menetapkan nama-nama Allah

15
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
menetapkan sifat-sifat Allah

18
Urgensi Tauhid 27
Memurnikan Tauhid 27
Hal-hal yang Bertentangan dengan Tauhid 29
Definisi Ibadah 31
Syarat-syarat Sahnya Ibadah 31
Syarat-syarat Kesempurnaan ‘Ubudiyah 34
Dalil-dalil dan Bukti-bukti Keesaan Allah 35
Kedua: Beriman kepada Malaikat 42
1. Makna Beriman kepada Malaikat 42
Kedudukan dan Hukum Beriman kepada
Malaikat

43












R ukun I man

4
2. Cara Beriman kepada Malaikat 44
1. Asal Kejadian Malaikat 47
2. Jumlah Malaikat 47
3. Nama-nama Malaikat 49
4. Sifat-sifat Malaikat 50
5. Tugas-tugas Malaikat 52
6. Hak-hak Malaikat atas Manusia 55
3. Hikmah Beriman kepada Malaikat 56
Ketiga: Beriman kepada Kitab-kitab Allah 57
1. Hakikat Beriman kepada Kitab 58
2. Hukum Beriman kepada Kitab-kitab 59
3. Kebutuhan Manusia kepada Kitab-kitab dan
Hikmah diturunkannya
60
4. Cara Beriman kepada Kitab-kitab 62
Keistimewaan Al Qur’an dari Kitab-kitab
Sebelumnya

63
5. Menerima Berita Kitab-kitab Terdahulu 64
6. Kitab-kitab Samawi yang Tersebut dalam
Al-Quran dan Sunah

67
Ketiga: Beriman Kepada Rasul-rasul 73
1. Beriman Kepada Rasul-Rasul 73
2. Hakekat Kenabian 75
3. Hikmah Diutusnya Para Rasul 76
4. Tugas Para Rasul 80
5. Islam Agama Seluruh Nabi 82
6. Para Rasul adalah Manusia Biasa 82
7. Para Rasul Adalah ma’sum 84
8. Jumlah Nabi dan Rasul 86
9. Mukjizat Para Nabi 91
10. Beriman Kepada Kenabian Muhammad 92
Kelima : Beriman Kepada Hari Akhirat 105












R ukun I man

5
1. Beriman Kepada Hari Akhirat 105
2. Cara Beriman Kepada Hari Akhirat 112
3. Hikmah Beriman Kepada Hari Akhirat 138
Keenam : Beriman Kepada Taqdir 140
1. Definisi Taqdir dan Urgensi Beriman
Kepadanya

140
2. Tingkatan Taqdir 141
3. Macam-macam Taqdir 143
4. Aqidah Salaf Dalam Masalah Taqdir 144
5. Perbuatan Hamba 146
6. Korelasi Antara Penciptaan Allah dan
Perbuatan Hamba

148
7. Kewajiban Hamba Terhadap Taqdir 149
8. Ridha dengan Qadha dan Qadar 151
9. Macam-macam Hidayah 152
10. Macam-macam Iradah Allah 153
11. Hal-hal Yang Bisa Menolak Taqdir 155
12. Taqdir Adalah Rahasia Allah 156
13. Beralasan Dengan Taqdir 157
14. Melakukan Sebab 158
15. Hukum Inkar Kepada Taqdir 161
16. Hikmah Beriman Kepada Taqdir 162

! ! ! !














R ukun I man

6


RUKUN IMAN

Rukun Iman adalah: Beriman kepada Allah, para
malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari
kemudian serta beriman kepada takdir yang baik maupun
yang buruk.
Allah subhanahu wataala berfirman:
] £` Å3 »s9ur §ŽÉ9ø9$# ô` tB z` tB#uä «! $$Î/ ÏQöq u‹ ø9$#ur Ì• Åz Fy $# Ïp x6 Í´ ¯»n=yJ ø9$#ur
É= »tGÅ3 ø9$#ur z` ¿Íh‹ Î; ¨Z9$#ur [
“Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah
beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-
malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi.” (QS.Al-Baqarah: 177).
Dan dalam ayat lain Allah berfirman:
] z` tB#uä ãA q ß™ §• 9$# !$yJ Î/ tA Ì“ Ré& Ïmø‹ s9Î) ` ÏB ¾ÏmÎn/ §‘ tb q ãZÏB÷s ßJ ø9$#ur 4 <@ä.
z` tB#uä «! $$Î/ ¾ÏmÏFs3 Í´ ¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä. ur ¾Ï&Î#ß™ â‘ ur Ÿw ä- Ìh• xÿ çR šú ÷üt/ 7‰ym r&
` ÏiB ¾Ï&Î#ß™ •‘ 4 [
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang
diturunkan kepadanya dari Tuhannya demikian pula
orang-orang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-












R ukun I man

7
Nya. Kami tidak membeda-bedakan antara seorang rasul
dengan yang lainnya” (QS. Al-Baqarah: 285).
Adapun khusus mengenai takdir, Allah berfirman:
] $¯RÎ) ¨@ä. >ä óÓx« çm»oYø) n=yz 9‘ y‰s) Î/ [
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu
menurut ukuran.” (QS. Al-Qomar:49).
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
bersabda:
)) ,· `¸ ... `_. · `_ ..`: `, . _ .., .. ¸ . ; : = ... « ¸ = `. .., « ¸ `¸ ..`. : « ¸ :· .._ `, ,
-.· ¸ ¸ `: `, . _ , :. . . ¸ - `_ ¸ . ¸ ± `¸ . ((
“Iman adalah: kamu beriman kepada Allah dan
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya,
hari kemudian dan takdir yang baik maupun yang
buruk.” (HR. Muslim).
Iman mencakup ucapan dengan lisan, keyakinan
dengan hati dan amalan dengan anggota badan. Iman itu
akan meningkat dengan melakukan ketaatan, dan
menurun dengan melakukan maksiat.
Allah berfirman:
] $yJ ¯RÎ) šc q ãZÏB÷s ßJ ø9$# tû ï Ï%©!$# #sŒÎ) t• Ï. èŒ ª! $# ôM n=Å_ ur öN åkæ5q è=è% #sŒÎ) ur
ôM u‹ Î=è? öN ÍköŽn=tã ¼çmçG»tƒ#uä öN åkøEyŠ #y— $YZ»yJ ƒÎ) 4’ n?tã ur óO Îg În/ u‘ tb q è=©. uq tGtƒ ÇËÈ












R ukun I man

8
šú ï Ï%©!$# šc q ßJ ‹ É) ムno4q n=¢Á 9$# $£J ÏBur öN ßg »uZø%y—u‘ tb q à) Ïÿ ZムÇÌÈ
y7 Í´ ¯»s9'r é& ãN èd tb q ãZÏB÷s ßJ ø9$# $y) ym 4 [
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu
adalah mereka yang apabila disebut nama Allah
gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada
mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
(Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang
menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan
kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman
dengan sebenar-benarnya.” (QS.Al-Anfal:2-4).
Dan sebaliknya Allah subhanahu wataala berfirman:
] 4 ` tBur ö• àÿ õ3 tƒ «! $$Î/ ¾ÏmÏFs3 Í´ ¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä. ur ¾Ï&Î#ß™ â‘ ur ÏQöq u‹ ø9$#ur Ì• Åz Fy $#
ô‰s) sù ¨@|Ê Kx »n=|Ê #´‰‹ Ïè t/ [
“Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-
malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari
kemudian maka sesungguhnya orang itu telah sesat
sejauh-jauhnya.” (QS.An-Nisa’:136).
Contoh iman dalam bentuk ucapan lisan adalah:
dzikir, do’a, amar ma’ruf nahi munkar, membaca Al-
Qur’an dan lain-lain. Dan dalam bentuk keyakinan hati;
seperti meyakini keesaan Allah dalam Rububiyyah,
Uluhiyyah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, keyakinan












R ukun I man

9
tentang wajibnya beribadah hanya untuk Allah semata
tanpa menyukutukan-Nya dengan suatu apapun dan hal-
hal lain yang berhubungan dengan niat.
Dan termasuk dalam kategori iman, perbuatan-
perbuatan hati, seperti rasa cinta, rasa takut, pasrah,
tawakal kepada Allah dan sebagainya. Begitu pula
amalan-amalan anggota badan termasuk dalam kategori
iman, seperti: shalat, puasa, dan rukun Islam lainnya,
berjihad di jalan Allah, menuntut ilmu dan lain
sebagainya.
Allah subhanahu wataala berfirman:
] #sŒÎ) ur ôM u‹ Î=è? öN ÍköŽn=tã ¼çmçG»tƒ#uä öN åkøEyŠ #y— $YZ»yJ ƒÎ) [
“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-
Nya bertambahlah iman mereka.” (QS.Al-Anfal:2).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
] uq èd ü“ Ï%©!$# tA t“ Rr& sp oY‹ Å3 ¡¡ 9$# ’ Îû É> q è=è% tû üÏZÏB÷s ßJ ø9$# (#ÿr ߊ #yŠ ÷” z• Ï9
$YZ»yJ ƒÎ) yì ¨B öN ÍkÈ] »yJ ƒÎ) 3 [
“Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati
orang-orang mukmin supaya keimanan mereka
bertambah di samping keimanan mereka (yang telah
ada).” (QS.Al-Fath:4).
Dan iman seorang hamba akan bertambah dan
meningkat bilamana ketaatan dan ibadahnya bertambah












R ukun I man

10
dan meningkat, sebaliknya keimanannya akan menurun
bilamana kadar ketaatan dan ibadahnya menurun.
Sebagaimana perbuatan maksiat sangat berpengaruh
kepada iman seseorang, apabila kemaksiatan tersebut
dalam bentuk syirik besar atau kekufuran, maka bisa
mengikis keimanan sampai ke akar-akarnya. Apabila
kemaksiatan tersebut tidak sampai ketingkatan syirik atau
kufur, maka akan menghambat kesempurnaan iman yang
wajib dimiliki setiap orang, atau bisa mengeruhkan
kejernihannya, atau melemahkannya.
Allah berfirman:
] ¨b Î) ©! $# Ÿw ã• Ïÿ øó tƒ b r& x8 uŽô³ ç„ ¾ÏmÎ/ ã• Ïÿ øó tƒur $tB tb r ߊ y7 Ï9ºsŒ ` yJ Ï9
âä !$t± o„ 4 ` tBur õ8 ÎŽô³ ç„ «! $$Î/ ωs) sù #“ uŽtI øù$# $¸J øOÎ) $¸J ŠÏà tã [
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain syirik
bagi siapa yang dikehendaki-nya.” (QS.An-Nisa’:48).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
] šc q àÿ Î=øt s† «! $$Î/ $tB (#q ä9$s% ô‰s) s9ur (#q ä9$s% sp yJ Î=x. Ì• øÿ ä3 ø9$#
(#r ã• xÿ Ÿ2 ur y‰÷è t/ ö/ ÏSÏJ »n=ó™ Î) [
“Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan
(nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu
yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah












R ukun I man

11
mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi
kafir setelah Islam.” (QS.At-Taubah:74).
Dan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda:
)) v ¸ `¸ . :· _ ¸ .· - _ `_ _ ¸ `¸ . ¸ _ `. , `. `, . `_ ¸ v ¸ `. ¸ `¸ .:· ¸. `¸ .- `_ _
¸ `. ¸ `¸ ¸ `. , `. `, . `_ ¸ v ¸ `± ¸ `, .· `. ¸ - `_ _ ± ¸ , , ¸ . `. , `. `, . `_ ((
“Tidaklah seorang pezina ketika berzina sedangkan
dia dalam keadaan beriman dan tidak pula seorang
pencuri ketika mencuri sedangkan dia dalam keadaan
beriman dan tidak pula seseorang ketika minum
minuman keras sedangkan dia dalam keadaan beriman.”
(HR Bukhari dan Muslim).












R ukun I man

12

RUKUN PERTAMA:
BERIMAN KEPADA ALLAH SUBHANAHU
WATAALA

Mewujudkan iman kepada Allah
Seseorang tidak dianggap beriman kepada Allah
sehingga meyakini hal-hal berikut ini:
Pertama: Meyakini bahwa hanya Allah subhanahu
wataala satu-satu-Nya pencipta alam mayapada ini,
menguasai, mengatur, mengurus segala sesuatu di
dalamnya, memberi rizki, kuasa, menjadikan, mematikan,
menghidupkan dan yang mendatangkan manfaat serta
madharat. Dia berbuat segala sesuatu sesuai dengan
kehendak-Nya, menghukum sesuai dengan kehendak-
Nya, memuliakan siapa yang dikendaki-Nya dan
menghinakan siapa saja yang dikendaki-Nya, ditangan-
Nya semua kekuasaan langit dan bumi, Maha Kuasa atas
segala sesuatu, Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak
butuh kepada siapapun, bagi-Nya segala urusan, di
tangan-Nya semua kebaikan, tidak ada sekutu bagi-Nya,
tidak satupun yang bisa menghalangi-Nya.
Semua makhluk; baik malaikat, jin, manusia adalah
hamba-Nya, semuanya di bawah kekuasaan, ketetapan
dan kehendak-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya tidak
terhitung dan tidak terhingga. Semua kekhususan tersebut
hanya dimiliki oleh Allah subhanahu wataala, tidak ada
sekutu bagi-Nya, tidak ada yang berhak memiliki sifat-
sifat tersebut selain-Nya, dan tidak boleh menisbatkan












R ukun I man

13
dan menetapkan salah satu sifat-sifat tersebut kepada
siapapun selain-Nya.
Allah berfirman:
] $pkš‰r' ¯»tƒ ⨠$¨Y9$# (#r ߉ç6ôã $# ãN ä3 -/ u‘ “ Ï%©!$# öN ä3 s) n=s{ tû ï Ï%©!$#ur ` ÏB öN ä3 Î=ö6s%
öN ä3 ª=yè s9 tb q à) -Gs? ÇËÊÈ “ Ï%©!$# Ÿ@yè y_ ãN ä3 s9 uÚ ö‘ F{ $# $V© ºt• Ïù uä !$yJ ¡¡ 9$#ur
[ä !$oYÎ/ tA t“ Rr&ur z` ÏB Ïä !$yJ ¡¡ 9$# [ä !$tB yl t• ÷z r' sù ¾ÏmÎ/ z` ÏB ÏN ºt• yJ ¨V9$# $]%ø—Í‘
öN ä3 ©9 ( Ÿx sù (#q è=yè øgrB ¬! #YŠ #y‰Rr& öN çFRr&ur šc q ßJ n=÷è s? [
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah
menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu
bertaqwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai
hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan Dia
menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia
menghasilkan dengan hujan itu segala tumbuh-tumbuhan
sebagai rezki untukmu.” (QS.Al-Baqarah:21-22).
Dan dalam ayat lain:
] È@è% ¢O ßg ¯=9$# y7 Î=»tB Å7 ù=ßJ ø9$# ’ ÎA÷s è? š• ù=ßJ ø9$# ` tB âä !$t± n@ äí Í” \ s?ur
š• ù=ßJ ø9$# ` £J ÏB âä !$t± n@ –“ Ïè è?ur ` tB âä !$t± n@ ‘A É‹ è?ur ` tB âä !$t± n@ ( x8 ωuŠÎ/
çŽö• y‚ ø9$# ( y7 ¨RÎ) 4’ n?tã Èe@ä. &ä óÓx« Ö• ƒÏ‰s% [












R ukun I man

14
“Katakanlah! wahai Tuhan yang mempunyai
kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang
Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari
orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang
yang Engkau kehendaki dan Engkua hinakan orang yang
Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala
kebajikan. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas
segala sesuatu.” (Ali Imran:26).
Dan Allah berfirman:
] $tBur ` ÏB 7p -/ !#yŠ ’ Îû ÇÚ ö‘ F{ $# žw Î) ’ n?tã «! $# $yg è%ø—Í‘ ÞO n=÷è tƒur $yd §• s) tFó¡ ãB
$yg tã yŠöq tFó¡ ãBur 4 @@ä. ’ Îû 5= »tGÅ2 &û üÎ7•B [
“Dan tidak ada satupun binatang melata di bumi
melainkan Allah lah yang memberi rezkinya dan Dia
mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat
menyimpannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata
(lauh mahfudz).” (QS.Hud:6).
Dalam ayat lain:
] Ÿw r& ã&s! ß, ù=sƒø: $# â• öDF{ $#ur 3 x8 u‘ $t6s? ª! $# •> u‘ tû üÏHs>»yè ø9$# [
“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah
hak Allah. Maha suci Allah Tuhan semesta Allah.”
(QS.Al-A’raf:54).
Kedua: Meyakini bahwa hanya Allah subhanahu
wataala satu-satunya yang memiliki nama-nama yang












R ukun I man

15
paling agung dan sifat-sifat yang paling sempurna, yang
sebagiannya telah Allah jelaskan, baik dalam Al-Qur’an
maupun sunah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:
] ¬! ur âä !$oÿôœF{ $# 4Óo_ó¡ çt ø: $# çnq ãã ÷Š$$sù $pkÍ5 ( (#r â‘ sŒur tû ï Ï%©!$# šc r ߉Ås ù=ãƒ
þ’ Îû ¾ÏmÍ´ ¯»yJ ó™ r& 4 tb ÷r t“ ôf ã‹ y™ $tB (#q çR%x. tb q è=yJ ÷è tƒ [
“Hanya milik Allah asmaul husna (nama-nama yang
agung), maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut
asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang
menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-
nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan
terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.Al-
A’raf: 180).
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda:
)) ; _ : : « : `. . ¸ : `. . `_ _ `.· .. . `_ · `- . .. , . - _ ,· . ¸ `. ,
¸ `: `¸ `¸ - , ,:· `: ¸ ((
“Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh
sembilan nama, barangsiapa menghitungnya, maka akan
masuk surga dan Allah itu witir (ganjil) dan menyukai
hal-hal yang (berjumlah) ganjil.” (Muttafaq alaih).
Keyakinan ini dibangun di atas dua unsur pokok:












R ukun I man

16
1. Sesungguhnya Allah memiliki nama-nama
yang mulia dan sifat-sifat yang agung lagi sempurna,
tidak ada sedikitpun kekurangan, dan tidak ada
satupun makhluk yang menyerupai dan menyukutui-
Nya dalam sifat-sifat tersebut.
Dan di antara nama-nama Allah itu; Al-Hayyu
(Yang Maha Hidup), maka Allah memiliki sifat Al-
Hayat (hidup) yang wajib ditetapkan kepada-Nya
secara sempurna dan layak. Yaitu hidup yang
sempurna, lagi abadi, yang terhimpun pada-Nya
berbagai macam kesempurnaan, seperti berilmu,
berkuasa dan lainnya. Hidup-Nya tidak ada
permulaan dan tidak ada kesudahan. Allah
subhanahu wataala berfirman:
] ª! $# Iw tm»s9Î) žw Î) uq èd •ÓyÕ ø9$# ãPq •‹ s) ø9$# 4 Ÿw ¼çnä‹ è{ ù' s? ×p uZÅ™ Ÿw ur
×Pöq tR 4 [
“Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus
mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak
tidur.” (QS.Al-Baqarah:255).
2. Sesungguhnya Allah subhanahu wataala
mutlak suci dari segala sifat kekurangan dan sifat
cacat, seperti; tidur, lemah, bodoh, dzalim dan lain-
lain, sebagaimana Dia maha suci dari menyerupai
semua makhluk. Maka kita wajib menafikan segala
sifat yang telah Allah nafikan dari diri-Nya dan yang












R ukun I man

17
dinafikan oleh Rasulullah, serta meyakini bahwa
Allah memiliki sifat kesempurnaan, kebalikan dari
apa yang telah dinafikan-Nya. Sebagai contoh: Ketika
kita menafikan dari Allah sifat mengantuk berarti kita
menetapkan bagi-Nya kesempurnaan sifat berdiri
sendiri. Menafikan sifat tidur dari-Nya berarti
menetapkan bagi-Nya kesempurnaan sifat hidup.
Maka setiap kita menafikan satu sifat dari Allah,
berarti kita menetap-kan Bagi-Nya kesempurnaan
lawan sifat tersebut. Dialah yang maha sempurna,
tidak ada kekurangan pada-Nya. Allah berfirman:
] }§ øŠs9 ¾ÏmÎ=÷WÏJ x. Öä ï† x« ( uq èd ur ßì ŠÏJ ¡¡ 9$# 玕 ÅÁ t7ø9$# [
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia,
dan Dialah yang maha mendengar lagi maha
melihat.” (QS.Asy-Syuura: 11).
Dan firman-Nya:
] $tBur y7 •/ u‘ 5O »¯=sà Î/ ω‹ Î7yè ù=Ïj9 [
“Dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya
hamba-hamba-Nya.” (QS.Fushshilat:46).
Dan firman-Nya:
] $tBur šc %x. ª! $# ¼çnt“ Éf ÷è ãŠÏ9 ` ÏB &ä óÓx« ’ Îû ÏN ºuq »yJ ¡¡ 9$# Ÿw ur ’ Îû
ÇÚ ö‘ F{ $# 4 [












R ukun I man

18
“Dan tidak ada suatupun yang dapat
melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi.”
(QS.Fathir:64).
] $tBur tb %x. y7 •/ u‘ $|‹ Å¡ nS [
“Dan tidaklah Tuhanmu lupa”(QS.Maryam: 64).
Beriman dengan nama-nama Allah dan sifat-sifat-
Nya serta perbuatan-Nya adalah jalan yang paling
tepat bagi seorang hamba untuk mengenal Allah
subhanahu wataala, hal itu karena Allah tidak
nampak dari penglihatan makhluk, maka dengan
nama dan sifat-Nya seorang muslim menyembah
Allah yang maha Esa, yang segala sesuatu bergantung
kepada-Nya, yang tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan, dan tidak satupun yang serupa dengan-
Nya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
menetapkan nama-nama Allah:
1. Beriman dengan semua nama-nama Allah,
baik yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun sunah
tanpa menambah dan mengurangi.
Allah berfirman:












R ukun I man

19
] uq èd ª! $# ” Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žw Î) uq èd à7 Î=yJ ø9$# ⨠r ‘‰à) ø9$# ãN »n=¡¡ 9$#
ß` ÏB÷s ßJ ø9$# ÚÆ ÏJ ø‹ yg ßJ ø9$# â“ ƒÍ“ yè ø9$# â‘ $¬6yf ø9$# çŽÉi9x6 tGßJ ø9$# 4 z` »ys ö6ß™
«! $# $£J tã šc q à2 ÎŽô³ ç„ [
“Dialah Allah yang tiada Tuhan (Yang berhak
disembah) selain Dia, Raja yang maha suci, Yang
maha sejahtera, Yang mengaruniakan keamanan,
Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang
Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan,
maha suci Allah dari apa yang mereka persekutu-
kan.” (QS.Al-Hasyr:23).
Dan terdapat dalam sebuah hadits bahwa nabi
Muhammad shallallahu alaihi wasallam mendengar
seorang laki-laki berdo’a dengan mengatakan::
)) ::· `, , ; `. `_ · `. . : ± , . _ : ± .· `. . v ; : « ; v · `. ± :· . `_.
, . `¸ `_ .:· . , ±· ¸ .· `¸ _ ¸ , . ,· · ; ¸ ¸ ,· = ¸ ,· ¸ .· . _
¸ .:· . _ `, `, . . ¸. .:· , _ . : . .· ¸ : `_ « ¸ . : , . : `. `¸ `¸ _ , . .
, . . :.· . :. `, · . .· ¸ ¸ `. `, : `« · `. : `, . ¸. . ¸ :· . `_ . . . `_
, _ . . : . `. , . .· . , `.. . « .· `. L , :· . `_ ; , `, · . _ , « · , ,.
¸ ; , `. · . _ , « · `. L ¸ ((












R ukun I man

20
“Ya Allah aku memohon kepada-Mu bahwa
hanya bagimu segala puji, tidak ada Tuhan (yang
patut disembah) melainkan Engkau, Engkau yang
memberi karunia, yang menciptakan langit dan bumi,
Engkau yang memiliki keagungan dan kemuliaan,
yang maha kekal, yang senantiasa mengurus hamba-
Nya”, maka nabi Muhammad shallallahu alaihi
wasallam berkata: “Tahukah kamu dengan apa dia
telah berdoa kepada Allah?” Mereka menjawab:
Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Nabipun berkata:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya,
sesungguhnya dia telah berdoa kepada Allah dengan
nama-Nya yang agung, yang mana, apabila
seseorang berdo’a dengan nama-nama itu, niscaya
Dia akan mengabulkan, dan apabila seseorang
meminta dengan nama itu, niscaya Dia akan
memberinya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
2. Beriman bahwa Allah sendiri yang telah
menamakan diri-Nya dengan nama-nama itu, tidak
ada seorang makhlukpun yang memberi nama
kepada-Nya, Dialah yang memuji diri-Nya dengan
nama-nama tersebut, dan nama itu bukan muhdats
(suatu yang baru) dan bukan pula makhluk.
3. Beriman bahwa nama-nama Allah yang
agung tersebut mengandung makna yang maha
sempurna, tidak ada kekurangan sedikitpun pada-
Nya, dan wajib kita mengimani kandungan makna
dari nama-nama tersebut sebagaimana kita wajib
mengimani nama-nama itu sendiri.












R ukun I man

21
4. Wajib memuliakan kandungan makna dari
nama-nama tersebut, tanpa menyelewangkan atau
meniadakannya.
5. Beriman dengan hukum-hukum yang yang
dikandung oleh setiap nama-nama tersebut, begitu
pula dengan segala perbuatan dan kesan yang lahir
dari nama-nama itu.
Untuk memperjelas maksud dari lima point di atas,
kita buat sebuah contoh:
i. Beriman dengan nama As-Sami’ (yang maha
mendengar) sebagai salah satu dari nama-nama Allah
yang agung, karena nama tersebut terdapat dalam Al-
Qur’an dan sunah.
ii. Beriman bahwa Allah lah yang menamakan
diri-Nya dengan nama tersebut, dan Dialah yang
menuturkannya, serta menurunkannya dalam kitab-
Nya.
iii. Beriman bahwa nama As-Sami’ (yang maha
mendengar) mengandung makna mendengar, yang
merupakan salah satu sifat-Nya.
iv. Wajib kita memuliakan sifat Allah
“mendengar”, yang dikandung oleh nama-Nya As-
Sami’, tanpa menyelewengkan maknanya, atau
meniadakannya.
v. Beriman bahwasanya Allah subhanahu
wata’ala mendengar segala sesuatu, dan
pendengarannya mencakup semua bentuk suara, ini
berarti kita harus senantiasa merasa di bawah












R ukun I man

22
pengawasannya, merasa takut kepada-Nya, serta
benar-benar yakin bahwa tidak ada satupun yang
tersembunyi dari-Nya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan
sifat-sifat Allah:
1. Menetapkan semua sifat-sifat-Nya yang
terdapat dalam Al-Qur’an dan sunah secara hakiki,
tanpa ada penyelewengan dan penafian maknanya.
2. Keyakinan yang pasti bahwa Allah
subhanahu wata’ala mempunyai sifat-sifat yang
sempurna dan maha suci dari sifat-sifat kurang dan
tercela.
3. Tidak menyerupakan sifat-sifat Allah dengan
sifat makhluk, karena tidak ada sesuatupun yang
menyerupai Allah subhanahu wata’ala baik dalam
sifat maupun perbuatan-Nya. Allah berfirman:
] ] }§ øŠs9 ¾ÏmÎ=÷WÏJ x. Öä ï† x« ( uq èd ur ßì ŠÏJ ¡¡ 9$# 玕 ÅÁ t7ø9$# [
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia
dan Dialah yang maha mendengar lagi maha
melihat.” (QS.Asy-Syuura:11).
4. Kesadaran penuh bahwa kita tidak akan
mungkin mengetahui tentang kaifiyyat (bagaimana)
sifat-sifat Allah itu, karena tidak ada yang
mengetahui tentang bagaimana sifat-sifat Allah
kecuali Dia, dan tidak ada jalan bagi makhluk untuk
mengetahuinya.












R ukun I man

23
5. Mengimani segala yang menjadi
konsekwensi dari sifat-sifat itu baik berupa hukum,
atau kesan-kesan yang dilahirkan oleh beriman
dengan sifat tersebut. Maka setiap sifat mengandung
Ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah).
Untuk memperjelas lima point tersebut, kita ambil
sebagai contoh sifat istiwa’ (bersemayam), wajib
diperhatikan dalam menetapkannya hal-hal berikut:
a. Menetapkan sifat “Istiwa” (bersemayam) dan
mengimaninya, karena sifat tersebut terdapat dalam
Al-Quran dan As-sunnah. Allah berfirman:
] ß` »oH÷q §• 9$# ’ n?tã ĸ ö• yè ø9$# 3“ uq tGó™ $# [
“(Yaitu) Tuhan yang maha Rahman (pemurah),
yang bersemayam di atas arsy.” (QS.Thaha:5).
b. Menetapkan sifat istiwa’ bagi Allah dengan
sempurna, yang layak dengan-Nya. Maknanya:
menetapkan bersemayamnya Allah dan tingginya di
atas ‘Arsy-Nya secara hakiki, sesuai dengan
keagungan dan kebesaran-Nya.
c. Tidak menyerupakan sifat istiwa’ Allah di
atas ‘arsy dengan istiwa’nya makhluk, karena Allah
tidak butuh sama sekali kepada ‘Arsy, sedangkan
bersemayam-nya makhluk mengharuskan sifat butuh
kepada yang lain. Allah berfirman:
] }§ øŠs9 ¾ÏmÎ=÷WÏJ x. Öä ï† x« ( uq èd ur ßì ŠÏJ ¡¡ 9$# 玕 ÅÁ t7ø9$# [












R ukun I man

24
“Tidak ada suatupun yang serupa dengan Dia,
dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha
melihat.” (QS.Asy-Syuura:11).
d. Menjauhkan diri dari pembicaraan tentang
bagaimana sifat bersemayamnya Allah di atas arsy,
karena itu adalah permasalahan gaib, tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Allah.
e. Beriman dengan hukum dan kandungan sifat
tersebut, yaitu dengan menetapkan keagungan Allah
subhanahu wata’ala, kemuliaan dan kebesaran-Nya,
yang layak dengan-Nya, sesuai dengan tingginya
Allah secara mutlak dari semua makhluk, dan
menghadapkan hati kepada ketinggian-Nya, seperti
yang diungkapkan dalam sujud ( .`. `, - _. ¸ .`, .· _ `. .: ¸ )
“Maha suci Tuhan Yang Maha Tinggi.”

Ketiga: Keyakinan hamba bahwa Allah subhanahu
wataala adalah Tuhan yang haq, Dialah satu-satunya
yang berhak untuk menerima semua ibadah yang lahir
dan batin, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Allah berfirman:
] ô‰s) s9ur $uZ÷Wyè t/ ’ Îû Èe@à2 7p ¨Bé& »w q ß™ §‘ Âc r& (#r ߉ç6ôã $# ©! $#
(#q ç7Ï^tGô_ $#ur |N q äó »©Ü 9$# ( [












R ukun I man

25
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada
tiap-tiap umat (untuk menyerukan: “Sembahlah Allah
(saja) dan jauhilah thaghut-thaghut itu.” (QS.An-
Nahl:36).
Dan tidak ada seorang pun dari rasul kecuali
menyerukan kepada kaumnya:
] (#r ߉ç7ôã $# ©! $# $tB N ä3 s9 ô` ÏiB >m»s9Î) ÿ¼çnçŽö• xî [
“Sembahlah Allah! sekali-kali tidak ada Tuhan bagi
kamu selain-Nya.” (QS.Al-A’raf: 59).
Dan Allah juga telah berfirman:
] !$tBur (#ÿr â• ÉDé& žw Î) (#r ߉ç6÷è u‹ Ï9 ©! $# tû üÅÁ Î=øƒèC ã&s! tû ï Ïe$!$# uä !$xÿ uZãm [
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah
Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dengan
menjalankan agama dengan lurus.” (QS.Al-Bayyinah:5).
Dalam sahih Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah
shallallahu ’alaihi wa sallam berkata kepada Muadz:
)) · : `. ¸ `_ . - . _ .· . : .:· ¸ , ,. ¸ . - . _ .:· , ,. . : :.· ¸
. : `± . .· ¸ ¸ `. `, : `« · `. : `, . ¸. . - _ .· . : .:· ¸ , ,. · `_ ¸ `. `, `. `¸ `.
¸ v `¸ `± ¸ = `, , · « ± `_ ¸ .. - _ .:· , ,. . : .· ¸ · v `¸ . `. , . `_ v
`¸ `± ¸ ± , « ± `_ .. ((












R ukun I man

26
“Tahukah kamu apa hak Allah terhadap hamba-Nya
dan hak hamba terhadap Allah?, Muadz mengatakan:
Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah berkata: Hak
Allah atas makhluk, hendaknya mereka menyembah-Nya
dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatupun, adapun
hak hamba atas Allah bahwa Allah tidak mengadzab
siapa saja yang tidak menyekutukan-Nya dengan
sesuatupun.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ilah (Tuhan) yang haq Dialah yang menjadi tempat
bergantungnya hati para hamba, penuh dengan rasa cinta
kepada-Nya melebihi cinta kepada yang lain,
pengharapan hanya kepada-Nya, dan meminta dan
memohon pertolongan hanya kepada-Nya, serta tidak ada
rasa takut dan khawatir kepada selain-Nya. Allah
berfirman:
] š• Ï9ºsŒ c r' Î/ ©! $# uq èd ‘, ys ø9$# žc r&ur $tB šc q ãã ô‰tƒ ` ÏB
¾ÏmÏRr ߊ uq èd ã@ÏÜ »t6ø9$# žc r&ur ©! $# uq èd •’ Í?yè ø9$# 玕 Î6x6 ø9$# [
“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya
Allah, Dialah (Tuhan) yang haq dan sesungguhnya apa
saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil dan
sesungguhnya Allah, Dialah yang maha tinggi lagi maha
besar.” (QS.Al-Hajj:62).
Dan inilah yang dimaksud mentauhidkan Allah
dengan perbuatan hamba.













R ukun I man

27
Urgensi tauhid:
1. Tauhid adalah yang pertama dan terakhir,
yang lahir dan bathin (inti) dari agama Islam dan
merupakan misi dari setiap rasul.
2. Karena tauhid inilah Allah menciptakan
makhluk, mengutus para rasul, dan menurunkan
kitab-kitab. Dan karena tauhid pula manusia
tergolong menjadi muslim dan kafir, bahagia dan
celaka.
3. Tauhid adalah kewajiban pertama bagi
seorang hamba, dan merupakan hal pertama yang
memasukkan seseorang ke dalam Islam, dan perkara
terakhir manusia yang hendak meninggalkan dunia.

Memurnikan Tauhid
Yaitu Membersihkannya dan memurnikannya dari
unsur-unsur syirik, bid’ah dan maksiat, dan terbagi
menjadi dua: wajib dan sunah.
Adapun yang wajib ada tiga hal:
1. Mensucikan tauhid dari perbuatan syirik,
yang menafikan asas tauhid.
2. Mensucikan tauhid dari macam-macam
bid’ah, yang menafikan kesempurnaan tauhid yang
wajib, atau menafikan asas tauhid manakala bid’ah
tersebut membawa kepada kekufuran.












R ukun I man

28
3. Mensucikan tauhid dari bentuk-bentuk
kemaksiatan yang bisa mengurangi pahala tauhid dan
berpengaruh kepadanya.
Adapun yang sunah adalah perintah-perintah
yang sifatnya anjuran, seperti misalnya:
a. Mewujudkan kesempurnaan tingkatan Ihsan.
b. Menggapai kesempurnaan tingkatan yakin.
c. Mewujudkan kesempurnaan sifat sabar,
dengan tidak mengadu kepada selain Allah.
d. Mewujudkan kesempurnaan qana'ah, dengan
memohon hanya kepada Allah.
e. Menyempurnakan tingkatan tawakal, dengan
meninggalkan hal-hal yang mubah yang merupakan
sebab, seperti ruqyah (mantera), berobat karena
tawakkal kepada Allah.
f. Mewujudkan kesempurnaan tingkatan cinta
kepada Allah, dengan banyak melakukan hal-hal
yang sunat sebagai bentuk pendekatan diri kepada-
Nya.
Maka barangsiapa telah mewujudkan tauhid sesuai
dengan yang digariskan di atas dan terhindar dari syirik
besar, maka ia akan selamat, terhindar dari kekal di
neraka, dan barangsiapa yang terhindar dari semua
bentuk syirik, besar maupun kecil serta dosa-dosa besar
dan semua jenis kemaksiatan maka ia akan selamat di
dunia dan akhirat.
Allah berfirman:












R ukun I man

29
] ¨b Î) ©! $# Ÿw ã• Ïÿ øó tƒ b r& x8 uŽô³ ç„ ¾ÏmÎ/ ã• Ïÿ øó tƒur $tB tb r ߊ y7 Ï9ºsŒ ` yJ Ï9
âä !$t± o„ 4 ` tBur õ8 ÎŽô³ ç„ «! $$Î/ ωs) sù #“ uŽtI øù$# $¸J øOÎ) $¸J ŠÏà tã [
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari
(syirik) itu, bagi siapa yang dikendakinya.” (QS.An-
Nisa’:48).
Dan dalam ayat lain Allah berfirman:
] tû ï Ï%©!$# (#q ãZtB#uä óO s9ur (#þq Ý¡ Î6ù=tƒ O ßg uZ»yJ ƒÎ) AO ù=Ýà Î/ y7 Í´ ¯»s9'r é& ãN ßg s9
ß` øBF{ $# N èd ur tb r ߉tGôg •B [
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur
adukkan Iman mereka dengan kedzaliman (syirik),
mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan
dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat
petunjuk.” (QS.Al-An’am:83).

Hal-hal yang bertentangan dengan Tauhid.
Ada tiga perkara yang berlawanan dengan tauhid:
1. Syirik besar yang menafikan asas tauhid,
Allah tidak akan mengampuninya kecuali dengan
benar-benar bertaubat. Barangsiapa mati dalam
keadaan syirik kepada Allah maka ia akan kekal di












R ukun I man

30
neraka. Dan bentuk syirik akbar itu adalah
menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah. Berdo’a
kepada sekutu tersebut seperti halnya berdo’a kepada
Allah, bertawakal, berharap, dan takut kepadanya
seperti halnya kepada Allah subhanahu wataala.
Allah berfirman:
] ¼çm¯RÎ) ` tB õ8 ÎŽô³ ç„ «! $$Î/ ô‰s) sù tP§• ym ª! $# Ïmø‹ n=tã sp ¨Yyf ø9$# çm1ur ù' tBur
â‘ $¨Y9$# ( $tBur šú üÏJ Î=»©à =Ï9 ô` ÏB 9‘ $|Á Rr& [
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah akan
mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya
ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim
itu seorang penolongpun.” (QS.Al-Maidah:72).
2. Syirik kecil yang menafikan kesempurnaan
tauhid, yaitu: semua sarana dan jalan yang bisa
mengantarkan kepada syirik besar seperti bersumpah
dengan selain Allah, berbuat riya’.
3. Syirik yang tersembunyi, yaitu: yang
berhubungan dengan niat dan maksud seseorang. Dan
bisa jadi hal itu masuk dalam syirik besar atau syirik
kecil, sebagaimana sudah dijelaskan pada point satu
dan dua.
Diriwayatkan dari Mahmud bin Lubaid
radiallahu anhu bahwasanya rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda:












R ukun I man

31
)) ; _ · `- , . . · . - `.. . : `_ = `, `±:· `¸ ± .· `. . `¸ . :. `, · .
¸ . `±:· . `¸ ± .· `. . `¸ ¸ ¸ . `. `, ¸ . :.· ¸. . `¸:· ¸ `.. ((
“Sesungguhnya sesuatu yang paling saya
takutkan atas kamu adalah syirik kecil, mereka
bertanya: apa itu syirik kecil wahai rasulullah? Beliau
menjawab: Riya’.” (HR. Ahmad).

Definisi ibadah
Ibadah adalah sebuah ungkapan yang mencakup
segala hal yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik itu
berbentuk keyakinan, amalan hati, perbuatan anggota
badan, dan segala yang mendekatkan diri kepada Allah
berupa melaksanakan perintah atau meninggalkan
larangan-Nya.
Dan masuk dalam kategori ibadah semua apa yang
disyari’atkan Allah dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-
Nya. Ibadah tersebut bermacam-macam, di antaranya
ibadah hati, seperti rukun Iman yang enam, rasa takut,
harap, tawakal dan lain-lain, dan di antaranya ibadah
lahir, seperti shalat, zakat, puasa dan haji.

Syarat-syarat sahnya ibadah
Ibadah seseorang dianggap sah manakala terpenuhi
dua syarat berikut:












R ukun I man

32
1. Mengikhlaskan ibadah hanya karena Allah,
tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, inilah
makna syahadat Lailaha illallah.
Allah berfirman:
] !$¯RÎ) !$uZø9t“ Rr& š• ø‹ s9Î) |= »tFÅ6 ø9$# Èd, ys ø9$$Î/ ωç7ôã $$sù ©! $# $TÁ Î=øƒèC
çm©9 šú ï Ïe$!$# ÇËÈ Ÿw r& ¬! ß` ƒÏe$!$# ßÈ Ï9$sƒø: $# 4 šú ï Ï%©!$#ur (#r ä‹ sƒªB $#
Æ ÏB ÿ¾ÏmÏRr ߊ uä !$uŠÏ9÷r r& $tB öN èd ߉ç6÷è tR žw Î) !$tRq ç/ Ìh• s) ã‹ Ï9 ’ n<Î) «! $#
#’ s" ø9ã— ¨b Î) ©! $# ãN ä3 øt s† óO ßg oY÷• t/ ’ Îû $tB öN èd Ïm‹ Ïù šc q àÿ Î=tGøƒs† 3 ¨b Î)
©! $# Ÿw “ ωôg tƒ ô` tB uq èd Ò> É‹ »x. Ö‘ $¤ÿ Ÿ2 [
“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu
kitab (Al-Qur’an) dengan (membawa) kebenaran.
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah
agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang
yang mengambil pelindung selain Allah (berkata):
Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya
mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan
sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan
memutuskan di antara mereka tentang apa yang
mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah
tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan
sangat ingkar.” (QS.Az-Zumar:2-3).












R ukun I man

33
Dan dalam firman-Nya:
] !$tBur (#ÿr â• ÉDé& žw Î) (#r ߉ç6÷è u‹ Ï9 ©! $# tû üÅÁ Î=øƒèC ã&s! tû ï Ïe$!$# uä !$xÿ uZãm [
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya dengan menjalankan agama dengan
lurus.” (QS.Al-Bayyinah:5).
2. Mengikuti apa yang telah dibawa oleh
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yaitu:
berbuat sesuai dengan apa yang telah dicontohkan
oleh beliau, tanpa ada menambah dan mengurangi.
Inilah makna syahadat Muhammadar Rasulullah
(sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah).
Allah berfirman:
] ö@è% b Î) óO çFZä. tb q ™7Ås è? ©! $# ‘ ÏRq ãè Î7¨?$$sù ãN ä3 ö7Î6ós ムª! $# ö• Ïÿ øó tƒur
ö/ ä3 s9 ö/ ä3 t/ q çRèŒ 3 [
“Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai
Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS.Ali Imran:31).
Dan dalam ayat lain Allah berfirman:
] !$tBur ãN ä3 9s?#uä ãA q ß™§• 9$# çnr ä‹ ã‚ sù $tBur öN ä3 9pktX çm÷Ytã (#q ßg tFR$$sù [












R ukun I man

34
“Apa yang dibawakan Rasul kepadamu maka
terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu
maka tinggalkanlah.” (QS.Al-Hasyr:7).
Dan firman Allah:
] Ÿx sù y7 În/ u‘ ur Ÿw šc q ãYÏB÷s ム4Ó®Lym x8 q ßJ Åj3 ys ム$yJ ŠÏù t• yf x©
óO ßg oY÷• t/ §N èO Ÿw (#r ߉Ågs† þ’ Îû öN ÎhÅ¡ àÿ Rr& %[` t• ym $£J ÏiB |M øŠŸÒ s%
(#q ßJ Ïk=|¡ ç„ur $VJ ŠÎ=ó¡ n@ [
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada
hakikatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka
perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa
keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang
kamu berikan dan mereka menerima dengan
sepenuhnya.” (QS.An-Nisa:65).
Ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah) secara
sempurna tidak akan terwujud kecuali dengan dua hal:
1. Kesempurnaan cinta kepada Allah, yang
mana seorang hamba mengedepankan cintanya
kepada Allah dan cintanya kepada apa-apa yang
dicintai Allah dari cinta kepada yang lainnya.
2. Kesempurnaan tunduk dan merendahkan diri
kepada Allah, yang mana seorang hamba tunduk dan
patuh dalam melaksanakan semua perintah dan
menjauhi semua larangan-Nya.












R ukun I man

35
Maka, inti dari ibadah pada dasarnya adalah hadirnya
rasa cinta, ketundukan, rendah diri, harapan, rasa takut,
karena dengan itu semua terwujudlah makna
penghambaan diri kepada Allah subhanahu wataala.
Dengan Ubudiyyah kepada Allah seseorang akan sampai
kepada kecintaan Allah dan ridha-Nya. Dan Allah sangat
mencintai hamba-Nya yang senantiasa mendekatkan diri
kepada-Nya dengan ibadah-ibadah yang wajib, dan
barangsiapa memperbanyak ibadah-ibadah sunah maka
hal itu akan lebih mendekatkan dirinya kepada Allah
subhanahu wataala dan akan terangkat derajatnya di sisi-
Nya. Dan sebagai balasannya di akhirat dia akan
dimasukkan ke surga dengan rahmat dan karunia-Nya.
Allah berfirman:
] (#q ãã ÷Š $# öN ä3 -/ u‘ %Yæ•Ž|Ø n@ ºp uŠøÿ äz ur 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw •= Ït ä† šú ï ωtF÷è ßJ ø9$# [
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan
diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS.Al-
A’raf:55).

Dalil-dalil dan bukti-bukti keesaan Allah
subhanahu wataala
Dalil-dalil dan bukti-bukti tentang keesaan Allah
subhanahu wataala banyak sekali, siapa saja yang
menggunakan akalnya untuk memikirkan dan mengkaji
bukti-bukti dan dalil-dalil itu maka akan mantap
pengetahuannya dan bertambah keyakinannya tentang












R ukun I man

36
keesaan Allah pada perbuatan, nama, sifat dan uluhiyyah-
Nya .
Sebagai contoh di antara bukti-bukti dan dalil tentang
keesaan Allah sebagai berikut:
1. Kebesaran ciptaan alam semesta ini, dan
kerapian ciptaannya serta dengan berbagai macam
makhluk yang ada di dalamnya, semuanya berjalan
dengan aturan yang sangat rapi, barangsiapa
mengamati dan berfikir tentang itu semua, maka dia
pasti yakin dengan keesaan Allah. Barangsiapa yang
mengamati ciptaan langit dan bumi, matahari dan
bulan, manusia dan hewan serta semua benda-benda
hidup dan mati, maka dia pasti yakin bahwa di balik
itu semua ada sang pencipta yang maha sempurna
dalam nama, sifat dan uluhiyyah-Nya, dan ini
menandakan bahwa Dialah satu-satu-Nya yang
berhak untuk disembah.
Allah berfirman:
] $uZù=yè y_ ur ’ Îû ÇÚ ö‘ F{ $# zÓÅ› ºur u‘ b r& y‰ŠÏJ s? öN Îg Î/ $uZù=yè y_ ur $pkŽÏù
%[` $yÚ Ïù Wx ç7ß™ öN ßg ¯=yè ©9 tb r ߉tGöku‰ ÇÌÊÈ $uZù=yè y_ ur uä !$yJ ¡¡ 9$# $Zÿ ø) y™
$Wß q àÿ øt ¤C ( öN èd ur ô` tã $pkÉJ»tƒ#uä tb q àÊ Ì• ÷è ãB ÇÌËÈ uq èd ur “ Ï%©!$# t, n=y{
Ÿ@ø‹ ©9$# u‘ $pk¨] 9$#ur }§ ôJ ¤± 9$#ur t• yJ s) ø9$#ur ( @@ä. ’ Îû ;7 n=sù tb q ßs t7ó¡ o„ [












R ukun I man

37
“Dan telah kami jadikan di bumi ini gunung-
gunung yang kokoh, supaya bumi itu (tidak) goncang
bersama mereka, dan telah kami jadikan pula di
bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka
mendapat petunjuk. Dan Kami jadikan langit itu
sebagai atap yang terpelihara sedang mereka
berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah)
yang terdapat padanya. Dan Dialah yang telah
menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan,
masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam
garis edarannya.” (QS.Al-Anbiya’:31-33).
Dan dalam ayat yang lain:
] ô` ÏBur ¾ÏmÏG»tƒ#uä ß, ù=yz ÏN ºuq »yJ ¡¡ 9$# ÇÚ ö‘ F{ $#ur ß# »n=ÏG÷z $#ur
öN à6 ÏGoYÅ¡ ø9r& ö/ ä3 ÏRºuq ø9r&ur 4 ¨b Î) ’ Îû y7 Ï9ºsŒ ;M »tƒUy tû üÏJ Î=»yè ù=Ïj9 [
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya
ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-
lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar terdapat tanda-tanda
bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS.Ar-
Rum:22).
2. Kedatangan para rasul yang telah diutus oleh
Allah dengan membawa syari’ah (hukum) dan
dikuatkan dengan mu’jizat, itu semua sebagai bukti
keesaan Allah dan Dialah yang berhak untuk
disembah. Syari’at yang diturunkan, yang berisi
hukum-hukum untuk makhluk adalah bukti nyata












R ukun I man

38
bahwa itu semua datang dari Tuhan yang Maha
bijaksana, Maha mengetahui dengan apa yang
diciptakan-Nya, dan Maha Tahu tentang
kemaslahatan makhluk-Nya.
Allah berfirman:
] ô‰s) s9 $uZù=y™ ö‘ r& $oYn=ß™ â‘ ÏM »uZÉi• t7ø9$$Î/ $uZø9t“ Rr&ur ÞO ßg yè tB |= »tGÅ3 ø9$#
šc #u” • ÏJ ø9$#ur tPq à) u‹ Ï9 ⨠$¨Y9$# ÅÝ ó¡ É) ø9$$Î/ ( [
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul
Kami dengan membawa bukti yang nyata dan telah
Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca
(keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan
keadilan.” (QS.Al-Hadid:25).
Dan firman-Nya:
] @è% Èû Èõ©9 ÏM yè yJ tGô_ $# ߧ RM} $# •` Éf ø9$#ur #’ n?tã b r& (#q è?ù' tƒ È@÷VÏJ Î/
#x‹ »yd Èb #uä ö• à) ø9$# Ÿw tb q è?ù' tƒ ¾Ï&Î#÷WÏJ Î/ öq s9ur šc %x. öN åkÝÕ ÷è t/
<Ù ÷è t7Ï9 #ZŽ• Îg sß [
“Katakanlah sesungguhnya jika manusia dan jin
berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-
Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat
membuat yang serupa dengan dia, sekalipun












R ukun I man

39
sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian
yang lain.” (QS.Al-Isra’:88).
3. Fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah pada
hati setiap manusia, berupa pengakuan tentang
keesaan Allah subhanahu wataala. Hal itu ada
dalam setiap diri manusia, sebagai buktinya: apabila
seseorang sedang ditimpa musibah, maka dengan
sendirinya ia kembali dan pasrah kepada Allah.
Seandainya manusia itu bebas dari syubhat-syubhat
dan hawa nafsu yang telah merubah fitrahnya, maka
dia tidak akan dapatkan dalam dirinya kecuali
pengakuan dengan keesaan Allah pada uluhiyyah,
nama, sifat dan perbuatan-Nya, serta menyerah dan
menerima syariat yang dibawa oleh para rasul-Nya.
Allah berfirman:
] óO Ï%r' sù y7 yg ô_ ur Èû ï Ïe$#Ï9 $Zÿ ‹ ÏZym 4 |N t• ôÜ Ïù «! $# ÓÉL©9$# t• sÜ sù
}¨ $¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw Ÿ@ƒÏ‰ö7s? È, ù=yÜ Ï9 «! $# 4 š• Ï9ºsŒ Úú ï Ïe$!$#
ÞO ÍhŠs) ø9$# Æ Å3 »s9ur uŽsYò2 r& Ĩ $¨Z9$# Ÿw tb q ßJ n=ôè tƒ ÇÌÉÈ * tû üÎ6• ÏYãB
Ïmø‹ s9Î) çnq à) ¨?$#ur (#q ßJ ŠÏ%r&ur no4q n=¢Á 9$# Ÿw ur (#q çRq ä3 s? šÆ ÏB
tû üÅ2 ÎŽô³ ßJ ø9$# [
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus
kepada agama (Allah) (tetaplah atas) fitrah Allah












R ukun I man

40
yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah
agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui. Dengan kembali bertaubat kepada-Nya
dan bertawakallah kepada-Nya serta dirikanlah
shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang
yang mempersekutukan Allah.” (Ar-Rum:30-31).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
)) = _ . `, : `, ¸, `¸ `, : `. . : :· ¸ . L ¸ : . . , , `.· `¸ , `, , .· « · `¸
`¸ . `. ¸ .· « · `¸ `¸ . `, . .. « = . `: . `. . `_ ,:· , `_ . , , `_ . , `. . ..
. `_ `: - . `, _ . `_ , . . `_ , `. . .. `: , . ¸ · . ] |N t• ôÜ Ïù «! $# ÓÉL©9$#
t• sÜ sù }¨ $¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 [
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah
(suci) maka kedua orang tuanya yang menjadikan
dia Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana
binatang melahirkan anaknya secara sempurna,
maka apakah kamu lihat pada hidungnya cacat?
(cacat yang ada setelah lahir adalah akibat ulah
pemiliknya) kemudian beliau membaca:
] |N t• ôÜ Ïù «! $# ÓÉL©9$# t• sÜ sù }¨ $¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 [












R ukun I man

41
Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia
menurut fitrah itu. (QS.Ar Ruum: 30).” (HR.
Bukhari).












R ukun I man

42

RUKUN KEDUA
BERIMAN KEPADA MALAIKAT

1. Makna beriman kepada Malaikat
Beriman kepada malaikat berarti meyakini bahwa
Allah mempunyai Malaikat-malaikat. Allah jadikan
mereka dari cahaya, diciptakan untuk senantiasa taat
kepada-Nya dan tidak pernah membangkang
terhadap apa saja yang diperintahkan Allah kepada
mereka, senantiasa mengerjakan semua perintah-Nya,
terus-menerus bertasbih kepada Allah siang dan
malam, tidak ada yang mengetahui jumlah mereka
kecuali Allah, dan Allah membebankan kepada
mereka berbagai tugas yang berbeda-beda.
Allah berfirman:
] £` Å3 »s9ur §ŽÉ9ø9$# ô` tB z` tB#uä «! $$Î/ ÏQöq u‹ ø9$#ur Ì• Åz Fy $# Ïp x6 Í´ ¯»n=yJ ø9$#ur [
“Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah
beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-
malaikat.” (QS.Al-Baqarah:177).
Dalam ayat lain Allah berfirman:












R ukun I man

43
] z` tB#uä ãA q ß™ §• 9$# !$yJ Î/ tA Ì“ Ré& Ïmø‹ s9Î) ` ÏB ¾ÏmÎn/ §‘ tb q ãZÏB÷s ßJ ø9$#ur 4 <@ä.
z` tB#uä «! $$Î/ ¾ÏmÏFs3 Í´ ¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä. ur ¾Ï&Î#ß™ â‘ ur Ÿw ä- Ìh• xÿ çR šú ÷üt/
7‰ym r& ` ÏiB ¾Ï&Î#ß™ •‘ 4 [
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang
telah diturunkan kepadanya dari Tuhannya demikian
pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman
kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kita-kitab-
Nya dan para rasul-Nya.” (QS.Al-Baqarah:285).
Dan dalam hadis Jibril, ketika dia datang kepada
Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya tentang
Iman, Islam dan ihsan. Jibril berkata: Beritahukanlah
aku tentang iman! kemudian Rasulullah menjawab:
“Anda beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-
Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari
kemudian dan beriman kepada taqdir baik dan
buruk.”

Kedudukan dan hukum beriman kepada
Malaikat.
Beriman kepada malaikat merupakan rukun
kedua dari rukun iman yang enam, tidak sah
keimanan seseorang tanpa beriman kepada malaikat.
Para ulama sepakat bahwa hukum beriman
kepada malaikat adalah wajib, barangsiapa












R ukun I man

44
mengingkari keberadaan mereka atau sebagian dari
mereka yang telah disebutkan (nama-namanya) oleh
Allah, maka ia telah kafir dan menentang Al-Quran,
sunnah dan ijma’.
Allah berfirman:
] 4 ` tBur ö• àÿ õ3 tƒ «! $$Î/ ¾ÏmÏFs3 Í´ ¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä. ur ¾Ï&Î#ß™ â‘ ur ÏQöq u‹ ø9$#ur
Ì• Åz Fy $# ô‰s) sù ¨@|Ê Kx »n=|Ê #´‰‹ Ïè t/ [
“Barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-
Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang
itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS.An-Nisa’: 136).

2. Cara beriman kepada Malaikat
Beriman kepada malaikat ada dua cara, beriman
secara global dan secara terperinci, adapun beriman
kepada malaikat secara global mencakup beberapa
hal, diantaranya:
Pertama: Mengakui keberadaan malaikat, dan
bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah.
Diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, dan
keberadaan mereka adalah hakiki. Ketidak-mampuan
kita melihatnya bukan berarti mereka tidak ada,
karena betapa banyak benda atau makhluk kecil dan
halus di alam mayapada ini yang kita tidak bisa
melihatnya, tapi benda itu benar-benar ada. Nabi












R ukun I man

45
Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat
malaikat Jibril dua kali dalam bentuk aslinya, begitu
pula sebagian sahabat pernah menyaksikan sebagian
malaikat dalam bentuk manusia.
Imam Ahmad meriwayatkan dalam kitabnya
“Musnad” dari Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam
ratus sayap, setiap sayapnya menutupi ufuk”. Dalam
hadis Jibril yang diriwayatkan oleh imam Muslim,
bahwa Jibril datang dalam bentuk seorang laki-laki
yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam
rambutnya, tidak kelihatan padanya bekas musafir,
dan tidak seorangpun di antara sahabat yang
mengenalnya.
Kedua: Menempatkan mereka sesuai dengan
kedudukan yang Allah tetapkan untuk mereka,
dimana mereka adalah sebagai hamba-Nya yang
selalu siap untuk diperintah, Allah telah memuliakan
mereka dengan mengangkat kedudukannya serta
mendekatkan mereka kepada-Nya, dan bahwasanya
di antara mereka ada yang sebagai utusan untuk
membawa wahyu dan yang lainnya sesuai dengan
kehendak Allah subhanahu wataala.
Sekalipun demikian mereka adalah hamba Allah
yang tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudharat
baik terhadap dirinya sendiri atau orang lain dan
tidak diperbolehkan sedikitpun beribadah untuk
mereka, lebih-lebih menganggap mereka mempunyai












R ukun I man

46
sifat-sifat ketuhanan seperti keyakinan orang-orang
Nasrani terhadap Ruhul Qudus (malaikat Jibril
alaihis salam).
Allah berfirman:
] (#q ä9$s%ur x‹ sƒªB $# ß` »oH÷q §• 9$# #V$s!ur 3 ¼çmoY»ys ö7ß™ 4 ö@t/ ׊ $t6Ïã
šc q ãBt• õ3 •B ÇËÏÈ Ÿw ¼çmtRq à) Î7ó¡ o„ ÉA öq s) ø9$$Î/ N èd ur ¾ÍnÌ• øBr' Î/
šc q è=yJ ÷è tƒ [
“Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha
Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak, maha
suci Allah, sebenarnya (malaikat itu) adalah hamba-
hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak
mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka
mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (QS.Al-
Anbiya’:26-27).
Dan Allah berfirman:
] žw tb q ÝÁ ÷è tƒ ©! $# !$tB öN èd t• tBr& tb q è=yè øÿ tƒur $tB tb r â• sD÷s ム[
“Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(QS.At-Tahrim:6).
Beriman kepada malaikat secara global ini wajib
hukumnya atas setiap muslim dan muslimah. Wajib












R ukun I man

47
atas mereka mempelajari dan meyakininya, dan tidak
ada alasan untuk tidak mengetahuinya.
Adapun beriman kepada malaikat secara
terperinci mencakup hal-hal berikut:
1. Asal kejadian mereka.
Allah menciptakan para malaikat dari cahaya,
mencipatakan jin dari api dan anak cucu Adam dari
tanah liat, dan Allah telah menciptakan malaikat
terlebih dahulu sebelum menciptakan Adam alaihis
salam. Dalam sebuah hadits disebutkan:
)) `- : . ± :· . ; : = . `_ `. `, ¸¸ ¸ `- : _ ,· _. . `_ . ¸. ¸_ . `_
. ¸¸. ¸ `- : _ ,· `, . . ¸ . . . : = `, ((
“Malaikat diciptakan dari cahaya, dan jin
diciptakan dari api dan diciptakan anak Adam dari
apa yang telah dijelaskan kepadamu (yaitu tanah).”
(HR. Muslim).
2. Jumlah malaikat
Malaikat adalah makhluk yang tidak ada
seorangpun mampu menghitung jumlah mereka
kecuali Allah, karena begitu banyaknya, tidak ada
satu tempat pun dengan jarak empat jari di langit
kecuali disitu ada malaikat yang senantiasa bersujud
atau berdiri, sebagaimana Baitul makmur di langit
ketujuh setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu
malaikat, kemudian mereka tidak (dapat) kembali
masuk lagi, karena begitu banyaknya. Pada hari












R ukun I man

48
kiamat akan didatangkan neraka, baginya tujuh puluh
ribu tali kendali, setiap tali kendali ditarik oleh tujuh
puluh ribu malaikat. Allah berfirman:
] $tBur ÞO n=÷è tƒ yŠ q ãZã_ y7 În/ u‘ žw Î) uq èd [
“Dan tidak ada yang mengetahui tentara
Tuhanmu melainkan Dia sendiri.” (QS.Al-
Muddatsir:31).
Dan dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda:
)) · L ± .:· . `.. ¸ `- _ · `_ : . ± . . . `_ , . . `, . `_ . . ¸, ; v
¸ . `_ « . : ± . ,. `. ¸ ¸ =· `_ ((
“Langit merintih kelelahan, dan sewajarnya dia
merintih, tidak ada satu tempat selebar tapak kaki di
langit melainkan disitu ada malaikat yang senantiasa
sujud dan ruku’.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tentang Baitul makmur Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda:
)) ¸ `. `- : `« . `_ = `_ ¸ `, ¸, . `, `. `, _ · : . . : ¸± v ¸ `. `, `, `¸ _ ; : `_ « ((
“Setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat,
mereka tidak kembali (masuk) lagi.” (HR. Bukhari &
Muslim).
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam bersabda:












R ukun I man

49
)) `¸ `, : , ¸ , , . , ¸ `, . . ¸. : , . . `, `. `, _ · : . ¸ . ¸,. . _ = `_
¸ . ¸,. . `, `. `, _ · : . . : ¸± ((
“Akan didatangkan neraka Jahannam pada hari
itu, padanya terdapat tujuh puluh ribu tali kendali,
beserta setiap tali kendali tujuh puluh ribu malaikat
(yang menariknya).” (HR. Muslim).
Begitu banyak jumlah malaikat, dari dua dalil di
atas kira-kira terhitung empat ribu sembilan ratus juta
malaikat, bagaimana dengan yang tidak disebutkan
jumlahnya, maha suci Allah yang telah menciptakan
dan mengaturnya dan Dialah yang tahu berapa
jumlah mereka.
3. Nama-nama malaikat
Seorang muslim wajib beriman dengan nama-
nama malaikat, baik yang disebutkan oleh Allah
dalam Al-Qur’an maupun yang disebutkan
Rasulullah dalam sunahnya. Dan yang paling mulia
di antara mereka ada 3 malaikat:
a. Jibril atau disebut juga Jibrail, dia adalah
Ruhul Qudus yang bertugas menyampaikan wahyu
(dengannya hati menjadi hidup) kepada rasul-rasul
Allah..
b. Mikail atau disebut juga Mikal, dan bertugas
untuk menurunkan hujan (dengannya bumi menjadi
tumbuh) sesuai dengan perintah Allah.












R ukun I man

50
c. Israfil bertugas untuk meniup terompet
sebagai tanda akhir dari kehidupan dunia dan awal
kehidupan akhirat. Yang dengannya jasad-jasad
hidup kembali.
4. Sifat-sifat malaikat
Malaikat adalah makhluk hakiki, memiliki fisik
yang hakiki, mempunyai sifat-sifat baik khalqiyah
(bentuk tubuh) maupun khuluqiyah (kepribadian),
diantaranya adalah:
a. Malaikat mempunyai tubuh dan fisik yang
besar. Allah ciptakan mereka dalam bentuk yang
besar lagi kuat, sesuai dengan besarnya tugas yang
dipikulkan kepada mereka di langit dan di bumi.
b. Malaikat mempunyai sayap. Allah ciptakan
untuk mereka sayap, ada yang dua, tiga, empat atau
lebih dari itu, sebagaimana Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam pernah menyaksikan malaikat Jibril
dalam rupa aslinya, memiliki 600 sayap sampai
menutupi ufuk. Allah berfirman:
] ߉ôJ pt ø: $# ¬! Ì• ÏÛ $sù ÏN ºuq »yJ ¡¡ 9$# ÇÚ ö‘ F{ $#ur È@Ïã %y` Ïp s3 Í´ ¯»n=yJ ø9$#
¸x ß™ â‘ þ’ Í<'r é& 7p ys ÏZô_ r& 4‘ oY÷V¨B y] »n=èOur yì »t/ â‘ ur 4 ߉ƒÌ“ tƒ ’ Îû È, ù=sƒø: $# $tB
âä !$t± o„ 4 [
“Segala puji bagi Allah pencipta langit dan
bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-












R ukun I man

51
utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan)
yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang)
dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada
ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.” (Al-
Fathir:1).
c. Malaikat itu tidak butuh kepada makanan dan
minuman. Allah ciptakan mereka tidak butuh kepada
makan dan minum, begitu juga mereka tidak kawin
dan tidak berketurunan.
d. Malaikat mempunyai akal dan hati, mereka
berbicara dengan Allah dan Allah berbicara dengan
mereka, sebagaimana pula mereka berbicara dengan
Nabi Adam alaihis salam dan nabi-nabi lainnya.
e. Malaikat mampu berubah bentuk dari rupa
aslinya. Allah subhanahu wataala telah memberikan
kemampuan kepada mereka untuk merubah bentuk
menjadi manusia laki-laki. Ini merupakan jawaban
atas pendapat kelompok penyembah berhala yang
meyakini bahwa malaikat itu adalah anak-anak
perempuan Allah. Dan kita tidak mengetahui
bagaimana caranya mereka berubah rupa dan kita
sangat sulit untuk membedakan mereka dengan
manusia kala mereka berubah rupa sebagai manusia.
f. Malaikat itu mati. Di hari kiamat semua
malaikat akan mati termasuk malaikat pencabut
nyawa, kemudian mereka dibangkitkan kembali
untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah
dibebankan Allah kepada masing-masing mereka.












R ukun I man

52
g. Ibadah malaikat. Para Malaikat melakukan
ibadah kepada Allah dengan berbagai macam ibadah,
seperti: shalat, do’a, tasbih, ruku’, sujud, rasa takut
kepada Allah, cinta dan sebagainya.

Sifat-sifat ibadah malaikat:
1. Kontiniu dan terus-menerus tanpa ada putus.
2. Semata-mata ikhlas karena Allah subhanahu
wataala.
3. Senantiasa mentaati perintah Allah dan jauh
dari kemaksiatan, karena mereka terpelihara dari
dosa dan maksiat.
4. Tawadhu’ (rendah diri) kepada Allah, disertai
dengan banyak ibadah.
Allah berfirman:
] tb q ßs Îm7|¡ ç„ Ÿ@ø‹ ©9$# u‘ $pk¨] 9$#ur Ÿw tb r çŽäI øÿ tƒ [
“Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada
henti-hentinya.” (QS.Al-Anbiya’:20).

5. Tugas-tugas malaikat
Malaikat mengemban berbagai tugas mulia, yang
telah dibebankan Allah subhanahu wataala kepada
mereka, di antara mereka:












R ukun I man

53
1. Bertugas memikul arsy.
2. Bertugas menyampaikan wahyu kepada para
rasul.
3. Bertugas menjaga surga dan neraka.
4. Bertugas untuk mengatur awan, hujan, dan
tumbuh-tumbuhan.
5. Bertugas menjaga gunung.
6. Bertugas meniup sangkakala.
7. Bertugas sebagai pencatat amalan manusia.
8. Bertugas menjaga manusia, apabila Allah
hendak mentaqdirkan sesuatu atas orang tersebut
maka malaikat meninggalkannya dan terjadilah apa
yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wataala.
9. Bertugas menyertai manusia dan
mendo’akannya dengan kebaikan.
10. Bertugas menjaga janin, meniupkan ruh
kepada manusia, menulis taqdir rezkinya, amalannya
dan nasibnya celaka atau bahagia.
11. Bertugas mencabut nyawa manusia ketika
mati.
12. Bertugas sebagai penanya dalam kubur.
13. Ada yang bertugas menyampaikan salam
kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
dari umatnya.












R ukun I man

54
Maka dari itu tidak perlu berziarah ke kuburan
Nabi sekedar untuk mengucapkan salam, tapi cukup
mengucapkan shalawat dan salam kepadanya dari
tempat ia tinggal, karena di sana ada malaikat yang
bertugas menyampaikan salam tersebut kepada Nabi
shallallahu alaihi wasallam, dan maksud dianjurkan
ziarah ke masjid Nabawi adalah untuk melakukan
shalat di dalamnya.
Dan masih banyak lagi tugas-tugas malaikat
selain yang disebutkan. Di antara dalil-dalil yang
menerangkan tugas-tugas di atas sebagai berikut:
Allah berfirman:
tû ï Ï%©!$#] tb q è=ÏJ øt s† z¸ ö• yè ø9$# ô` tBur ¼çms9öq ym tb q ßs Îm7|¡ ç„ Ï‰ôJ pt ¿2
öN ÍkÍh5u‘ tb q ãZÏB÷s ãƒur ¾ÏmÎ/ tb r ã• Ïÿ øó tGó¡ o„ur tû ï Ï%©#Ï9 (#q ãZtB#uä [
“(Malaikat-malaikat) yang memikul arsy dan
malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih
memuji Tuhannya dan memintakan ampun bagi
orang-orang yang beriman.” (QS.Ghafir:7).
Allah berfirman:
] ö` tB šc %x. #xr ߉tã Ÿ@ƒÎŽö9Éf Ïj9 ¼çm¯RÎ* sù ¼çms9¨“ tR 4’ n?tã y7 Î6ù=s% Èb øŒÎ* Î/
«! $# [












R ukun I man

55
“Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka
Jibril itu telah menurunkan Al-Qur’an ke dalam
hatimu dengan izin Allah.” (QS.Al-Baqarah:97).
Dan firman Allah:
] öq s9ur #“ t• s? ÏŒÎ) šc q ßJ Î=»©à 9$# ’ Îû ÏN ºt• yJ xî ÏN öq pRùQ$# èp s3 Í´ ¯»n=yJ ø9$#ur
(#þq äÜ Å™ $t/ óO Îg ƒÏ‰÷ƒr& (#þq ã_ Ì• ÷z r& ãN à6 |¡ àÿ Rr& [
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di
waktu orang-orang dzalim (berada) dalam tekanan
sakaratul maut, sedang para malaikat memukul
dengan tangannya (sambil berkata): keluarkanlah
nyawamu.” (QS.Al-An’am:93).

6. Hak-hak malaikat terhadap manusia
1. Beriman kepada mereka.
2. Mencintai, mengagungkan mereka, dan
menyebut-nyebut keutamaan mereka.
3. Haram hukumnya mencaci atau menghina
mereka.
4. Menjauhi apa yang mereka benci, karena
malaikat merasa tersakiti dari apa saja yang
menyakiti manusia.














R ukun I man

56
Hikmah beriman kepada malaikat:
1. Sebagai bukti keimanan seseorang, karena
tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada
malaikat.
2. Menyadarkan kita akan kebesaran,
keagungan dan kekuasaan Allah subhanahu wataala,
karena kebesaran makhluk adalah sebagai bukti
kebesaran penciptanya.
3. Dengan mengetahui sifat-sifat, keadaan dan
tugas-tugas malaikat akan menambah keimanan
dalam hati seorang muslim.
4. Akan timbul rasa tenang dan aman pada diri
orang mukmin, karena Allah telah menetapkan untuk
setiap mereka malaikat yang senantiasa menyertai
mereka.
5. Akan menambah rasa cinta kepada mereka,
karena mereka melaksanaan ibadah secara sempurna,
dan mereka mendo’akan ampunan untuk orang-orang
mukmin.
6. Membangkitkan rasa benci terhadap
perbuatan-perbuatan maksiat.
7. Membuahkan rasa syukur kepada Allah
subhanahu wataala, atas perhatian-Nya terhadap
hamba-Nya, dengan menugaskan malaikat untuk
menjaga manusia dan mencatat semua amalan
mereka serta kemaslahatan-kemaslahatan mereka
yang lain.












R ukun I man

57

RUKUN KETIGA
BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLAH

Beriman dengan semua kitab yang diturunkan kepada
para rasul merupakan rukun ketiga dari rukun iman yang
enam. Allah telah mengutus para Rasul dengan
membawa kebenaran yang nyata, dan Dia turunkan
bersama mereka kitab-kitab sebagai rahmat bagi hamba-
Nya dan sekaligus sebagai petunjuk bagi mereka demi
tercapainya kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, dan
sebagai pedoman hidup dan hakim antara mereka dalam
masalah-masalah yang mereka perselisihkan.
Allah berfirman:
] ô‰s) s9 $uZù=y™ ö‘ r& $oYn=ß™ â‘ ÏM »uZÉi• t7ø9$$Î/ $uZø9t“ Rr&ur ÞO ßg yè tB |= »tGÅ3 ø9$#
šc #u” • ÏJ ø9$#ur tPq à) u‹ Ï9 ⨠$¨Y9$# ÅÝ ó¡ É) ø9$$Î/ ( [
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul
Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah
Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca
(keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan
keadilan.” (QS.Al-Hadid:25).
Dan firman-Nya:












R ukun I man

58
] tb %x. ⨠$¨Z9$# Zp ¨Bé& Zoy‰Ïn ºur y] yè t7sù ª! $# z` ¿ÍhŠÎ; ¨Y9$# šú ï Ì• Ïe± u; ãB
tû ï Í‘ É‹ YãBur tA t“ Rr&ur ãN ßg yè tB |= »tGÅ3 ø9$# Èd, ys ø9$$Î/ zN ä3 ós uŠÏ9 tû ÷üt/ Ĩ $¨Z9$#
$yJ ŠÏù (#q àÿ n=tF÷z $# ÏmŠÏù 4 [
“Manusia itu adalah umat yang satu, (setelah timbul
perselisihan) maka Allah mengutus para nabi, sebagai
pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan
Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar
untuk memberi keputusan di antara manusia tentang
perkara yang mereka perselisihkan.” (QS.Al-
Baqarah:213).

1. Hakikat beriman kepada kitab
Beriman kepada kitab berarti membenarkan secara
mutlak bahwa Allah mempunyai kitab-kitab yang
diturunkan kepada rasul-rasul-Nya dan kitab-kitab
tersebut merupakan kalam Allah yang hakiki, ia
merupakan cahaya dan petunjuk, semua kandungannya
merupakan kebenaran, kejujuran dan keadilan yang wajib
diikuti dan dilaksanakan. Dan tidak ada yang mengetahui
jumlahnya kecuali Allah subhanahu wataala.
Allah berfirman:
] zN ¯=x. ur ª! $# 4Óy› q ãB $VJ ŠÎ=ò6 s? 4 [












R ukun I man

59
“Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan
langsung.” (QS.An-Nisa’:164).
Dan firman-Nya:
] ÷b Î) ur Ó‰tn r& z` ÏiB šú üÏ. ÎŽô³ ßJ ø9$# x8 u‘ $yf tFó™ $# çnö• Å_ r' sù 4Ó®Lym yì yJ ó¡ o„
zN »n=x. «! $# [
“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin
itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah
ia supaya ia sempat mendengar firman Allah.” (QS.At-
Taubah:6).

2. Hukum beriman kepada kitab-kitab
Seorang muslim wajib beriman kepada semua kitab
yang diturunkan kepada rasul-rasul Allah, bahwasanya
Allah telah berfirman dengan kitab itu dengan
sesungguhnya, dan kitab-kitab tersebut bukanlah
makhluk, barangsiapa mengingkari itu semua atau
sebagiannya maka ia telah kafir.
Allah berfirman:
] $pkš‰r' ¯»tƒ tû ï Ï%©!$# (#þq ãYtB#uä (#q ãYÏB#uä «! $$Î/ ¾Ï&Î!q ß™ u‘ ur É= »tFÅ3 ø9$#ur “ Ï%©!$#
tA ¨“ tR 4’ n?tã ¾Ï&Î!q ß™ u‘ É= »tFÅ6 ø9$#ur ü“ Ï%©!$# tA t“ Rr& ` ÏB ã@ö6s% 4 ` tBur ö• àÿ õ3 tƒ












R ukun I man

60
«! $$Î/ ¾ÏmÏFs3 Í´ ¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä. ur ¾Ï&Î#ß™ â‘ ur ÏQöq u‹ ø9$#ur Ì• Åz Fy $# ô‰s) sù ¨@|Ê
Kx »n=|Ê #´‰‹ Ïè t/ [
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah
beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab
yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang
Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya
orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS.An-
Nisa’:136).
Dan dalam ayat lain:
#x‹ »yd ur ] ë= »tGÏ. çm»oYø9t“ Rr& Ô8 u‘ $t6ãB çnq ãè Î7¨?$$sù (#q à) ¨?$#ur öN ä3 ª=yè s9 tb q çHxq ö• è? [
“Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami
turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan
bertaqwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS.Al-
An’am:155).

3. Kebutuhan manusia kepada kitab-kitab dan
Hikmah diturunkanya:
1. Di antara hikmah diturunkannya kitab-kitab
adalah sebagai pedoman bagi umat manusia dalam
mengenal agamanya.












R ukun I man

61
2. Diturunkannya kitab-kitab adalah sebagai
hakim yang adil dalam semua permasalahan yang
diperselisihkan manusia.
3. Diturunkan Al-Qur’an adalah untuk menjaga
kemurnian agama Islam setelah wafatnya rasulullah
shallallahu alaihi wasallam.
4. Diturunkan kitab-kitab adalah sebagai hujjah
Allah subhanahu wataala terhadap makhluk-Nya (di
hari kiamat nanti), tidak ada alasan bagi manusia
untuk mengelak di hadapan Allah nanti ketika
mereka diadili bahwa belum datang petunjuk kepada
mereka.
Allah berfirman:
] tb %x. ⨠$¨Z9$# Zp ¨Bé& Zoy‰Ïn ºur y] yè t7sù ª! $# z` ¿ÍhŠÎ; ¨Y9$# šú ï Ì• Ïe± u; ãB
tû ï Í‘ É‹ YãBur tA t“ Rr&ur ãN ßg yè tB |= »tGÅ3 ø9$# Èd, ys ø9$$Î/ zN ä3 ós uŠÏ9 tû ÷üt/
Ĩ $¨Z9$# $yJ ŠÏù (#q àÿ n=tF÷z $# ÏmŠÏù 4 [
“Manusia adalah umat yang satu (setelah timbul
perselisihan) maka Allah mengutus para nabi
sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi
peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka
kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di
antara manusia tentang perkara yang mereka
perselisihkan.” (QS.Al-Baqarah:213).













R ukun I man

62
4. Cara beriman kepada kitab-kitab
Beriman kepada kitab-kitab ada dua cara: global dan
terperinci.
Adapun beriman secara global yaitu: mengimani
bahwa Allah subhanahu wata’ala telah menurunkan
kitab-kitab kepada rasul-rasul-Nya.
Adapun secara rinci yaitu beriman kepada kitab-kitab
yang nama-namanya telah disebutkan Allah dalam Al-
Qur’an seperti Taurat, Injil, Zabur, Suhuf Ibrahim dan
Musa, serta beriman bahwa Allah mempunyai kitab-kitab
lain yang diturunkan kepada para nabi, tidak ada yang
mengenal nama-nama dan jumlah kitab-kitab tersebut
kecuali Allah.
Dan kitab-kitab tersebut diturunkan untuk
mewujudkan tauhid, dengan mengesakan Allah
subhanahu wata’ala dalam ibadah, mewujudkan amal
yang shaleh, mencegah dari perkara-perkara syirik dan
berbuat kerusakan di muka bumi. Maka pada hakikatnya
misi da’wah para rasul adalah satu, sekalipun berbeda
dalam beberapa rincian syariat dan hukum.
Beriman dengan kitab-kitab berarti mengakui
turunnya kepada para rasul yang terdahulu, sedangkan
beriman kepada Al-Qur’an berarti mengakui dan
membenarkan serta mengikuti kandungannya. Allah
berfirman:












R ukun I man

63
] z` tB#uä ãA q ß™ §• 9$# !$yJ Î/ tA Ì“ Ré& Ïmø‹ s9Î) ` ÏB ¾ÏmÎn/ §‘ tb q ãZÏB÷s ßJ ø9$#ur 4 <@ä.
z` tB#uä «! $$Î/ ¾ÏmÏFs3 Í´ ¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä. ur ¾Ï&Î#ß™ â‘ ur [
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang
diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula
orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada
Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-
Nya.” (QS.Al-baqarah:285).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
] (#q ãè Î7®?$# !$tB tA Ì“ Ré& N ä3 øŠs9Î) ` ÏiB óO ä3 În/ §‘ Ÿw ur (#q ãè Î7-Fs? ` ÏB ÿ¾ÏmÏRr ߊ
uä !$u‹ Ï9÷r r& [
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-
pemimpin selain-Nya.” (QS.Al-A’raf:3).

Keistimewaan Al-Qur’an dari kitab-kitab
sebelumnya:
1. Semua lafadz dan maknanya serta hakikat
alam dan ilmiah yang dikandungnya adalah mukjizat.
2. Al-Qur’an merupakan kitab samawiyah yang
terakhir, dengannya ditutup kitab-kitab sebelumnya,












R ukun I man

64
sebagai-mana rasulullah shallallahu alaihi wasallam
adalah penutup bagi para nabi sebelumnya.
3. Sesungguhnya Allah telah menjamin
kemurnian Al-Qur’an, dengan menjaganya dari
penyelewengan dan perubahan, berbeda dengan
kitab-kitab sebelumnya, telah banyak terjadi
penyelewengan dan perubahan di dalamnya.
4. Al-Qur’an adalah sebagai pembenar terhadap
kitab-kitab sebelumnya.
5. Al-Qur’an menasakh (menghapus) semua
kitab-kitab sebelumnya.
Allah berfirman:
$tB] tb %x. $ZVƒÏ‰tn 2” uŽtI øÿ ム` Å6 »s9ur t, ƒÏ‰óÁ s? “ Ï%©!$# tû ÷üt/
Ïm÷ƒy‰tƒ Ÿ@‹ ÅÁ øÿ s?ur Èe@à2 &ä óÓx« “ Y‰èd ur Zp uH÷q u‘ ur 5Qöq s) Ïj9 tb q ãZÏB÷s ム[
“Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat
akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang
sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan
sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
beriman.” (QS.Yusuf:111).

5. Menerima berita kitab-kitab terdahulu
Kita meyakini bahwa semua berita yang telah
diwahyukan Allah kepada para rasul yang terdapat dalam
kitab-kitab terdahulu adalah sesuatu yang haq tidak












R ukun I man

65
diragukan kebenarannya. Tetapi bukan berarti kita harus
menerima semua kandungan kitab tersebut yang ada di
tangan ahli kitab pada zaman sekarang, karena isi kitab-
kitab tersebut sudah banyak yang diubah dan
diselewengkan, sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya,
sebagaimana yang telah diturunkan Allah kepada rasul-
rasul-Nya dahulu.
Di antara isi kitab-kitab terdahulu yang kita ketahui
dengan yakin, apa yang telah diberitakan Allah dalam Al-
Qur’an, seperti: seseorang tidak akan memikul dosa
orang lain, bahwasanya manusia tidak akan memperoleh
kecuali apa yang telah dia usahakan, dan dia akan
mendapatkan balasan secara sempurna dari usahanya itu.
Allah berfirman:
] ÷Pr& öN s9 ù' ¬6t^ム$yJ Î/ ’ Îû É# ßs ß¹ 4Óy› q ãB ÇÌÏÈ zO ŠÏd ºt• ö/ Î) ur “ Ï%©!$# #’ ®ûur
ÇÌÐÈ žw r& â‘ Ì“ s? ×ou‘ Η#ur u‘ ø—Ír 3“ t• ÷z é& ÇÌÑÈ b r&ur }§ øŠ©9 Ç` »|¡ SM~ Ï9 žw Î) $tB
4Ótë y™ ÇÌÒÈ ¨b r&ur ¼çmuŠ÷è y™ t$ ôq y™ 3“ t• ムÇÍÉÈ §N èO çm1t“ øgä† uä !#t“ yf ø9$#
4’ nû÷r F{ $# [
“Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang
ada dalam lembaran-lembaran Musa, dan lembaran-
lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji,
yaitu bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan
memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang












R ukun I man

66
manusia tiada memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak
akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi
balasan kepadanya dengan balasan yang paling
sempurna.” (QS.An-Najm:36-41).
Dan di antaranya apa yang terdapat dalam firman
Allah:
] ö@t/ tb r ã• ÏO÷s è? no4q uŠys ø9$# $u‹ ÷R‘‰9$# ÇÊÏÈ äot• Åz Fy $#ur ׎ö• yz #’ s+ö/ r&ur ÇÊÐÈ ¨b Î)
#x‹ »yd ’ Å" s9 É# ßs •Á 9$# 4’ n<r W{ $# ÇÊÑÈ É# çt ྠtLì Ïd ºt• ö/ Î) 4Óy› q ãBur [
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan
duniawi, sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan
lebih kekal, sesungguhnya ini benar-benar terdapat
dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab
Ibrahim dan Musa.” (QS.Al-A’la:16:19).
Adapun sikap kita terhadap hukum-hukum kitab-
kitab terdahulu adalah: Apa yang terdapat dalam Al-
Quran wajib bagi kita menerima dan beribadah
dengannya, adapun apa yang ada pada kitab-kitab
terdahulu kita lihat terlebih dahulu, apabila bertentangan
dengan syariat kita, maka tidak boleh diamalkan, bukan
berarti ia bathil, akan tetapi hal itu haq dan hanya berlaku
pada zamannya, dan telah dinasakh (dihapus) dengan
syariat kita. Apabila sesuai dengan syariat kita, berarti itu
adalah haq, dan syariat kita telah membuktikan akan
keabsahannya.












R ukun I man

67
6. Kitab-kitab samawi yang tersebut dalam Al-
Qur’an dan sunah.
1. Al-Qur’an Al-Karim
Al-Qur’an adalah kalam (firman) Allah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi
wasallam penutup para nabi dan rasul. Al-Qur’an
merupakan kitab samawi yang terakhir diturunkan. Allah
subhanahu wataala telah menjamin untuk
memeliharanya dari penyelewengan dan perubahan, dan
Allah menjadikannya sebagai nasikh (penghapus) bagi
kitab-kitab sebelumnya.
Allah berfirman:
] $¯RÎ) ß` øt wU $uZø9¨“ tR t• ø. Ïe%!$# $¯RÎ) ur ¼çms9 tb q Ýà Ïÿ »pt m: [
“Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al-
Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya.” (QS.Al-Hijr: 9).
Dan firman Allah:
] !$uZø9t“ Rr&ur y7 ø‹ s9Î) |= »tGÅ3 ø9$# Èd, ys ø9$$Î/ $]%Ïd‰|Á ãB $yJ Ïj9 šú ÷üt/ Ïm÷ƒy‰tƒ z` ÏB
É= »tGÅ6 ø9$# $·YÏJ ø‹ yg ãBur Ïmø‹ n=tã ( N à6 ÷n $$sù O ßg oY÷• t/ !$yJ Î/ tA t“ Rr& ª! $# ( [
“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur’an
dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang
sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelum-
nya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu,












R ukun I man

68
maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang
Allah turunkan.” (QS.Al-Maidah: 48).
2. Taurat
Taurat adalah kitab yang diturunkan Allah kepada
nabi Musa alaihis salam. Allah jadikan sebagai petunjuk
dan cahaya, yang merupakan sumber hukum bagi para
nabi Bani Israil dan ulama-ulama mereka.
Dan Taurat yang wajib kita beriman kepadanya
adalah kitab Taurat yang Allah turunkan kepada Nabi
Musa alaihis salam, bukan Taurat yang sudah
diselewengkan yang ada pada ahli kitab di zaman
sekarang.
Allah berfirman:
] !$¯RÎ) $uZø9t“ Rr& sp 1u‘ öq -G9$# $pkŽÏù “ W‰èd Ö‘ q çRur 4 ãN ä3 øt s† $pkÍ5 šc q –ŠÎ; ¨Y9$#
tû ï Ï%©!$# (#q ßJ n=ó™ r& tû ï Ï%©#Ï9 (#r ߊ $yd tb q –ŠÏY»-/ §• 9$#ur â‘ $t6ôm F{ $#ur $yJ Î/
(#q Ýà Ïÿ ós çGó™ $# ` ÏB É= »tFÏ. «! $# [
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat
di dalamnya ada petunjuk dan cahaya (yang menerangi),
yang dengan kitab itu diputuskan perkara-perkara orang
Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerahkan diri kepada
Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-
pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan
memelihara kitab-kitab Allah.” (QS.Al-Maidah:44).












R ukun I man

69
2. Injil
Injil adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi
Isa alaihis salam yang membawa kebenaran, dan
membenarkan kitab-kitab samawiyah sebelumnya.
Dan Injil yang wajib kita beriman kepadanya adalah
Injil yang asli yang diturunkan Allah langsung kepada
nabi Isa, bukan kitab Injil yang sudah diselewengkan
yang ada pada ahli kitab sekarang.
Allah berfirman:
] $uZø‹ ¤ÿ s%ur #’ n?tã N Ïd Ì• »rO#uä Ó|¤ ŠÏè Î/ Èû øó$# zN tƒó• tB $]%Ïd‰|Á ãB $yJ Ïj9 tû ÷üt/
Ïm÷ƒy‰tƒ z` ÏB Ïp 1u‘ öq -G9$# ( çm»oY÷• s?#uä ur Ÿ@ŠÅgUM} $# ÏmŠÏù “ W‰èd Ö‘ q çRur $]%Ïd‰|Á ãBur
$yJ Ïj9 tû ÷üt/ Ïm÷ƒy‰tƒ z` ÏB Ïp 1u‘ öq -G9$# “ Y‰èd ur Zp sà Ïã öq tBur tû üÉ) -GßJ ù=Ïj9 [
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani
Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab
yang sebelumnya, yaitu: Taurat, dan Kami telah
memberikan kepadanya kitab Injil, sedang di dalamnya
(ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan
membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat,
dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-
orang yang bertaqwa.” (QS.Al-Maidah:46).
Dan di antara kandungan Taurat dan Injil adalah
kabar gembira tentang kedatangan dan kerasulan
Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana
terdapat dalam firman Allah subhanahu wata’ala:












R ukun I man

70
tû ï Ï%©!$#] šc q ãè Î7-Ftƒ tA q ß™ §• 9$# ¢ÓÉ<¨Z9$# ¥_ ÍhGW{ $# “ Ï%©!$# ¼çmtRr ߉Ågs†
$¹/ q çGõ3 tB öN èd y‰YÏã ’ Îû Ïp 1u‘ öq -G9$# È@‹ ÅgUM} $#ur N èd ã• ãBù' tƒ Å$ r ã• ÷è yJ ø9$$Î/
öN ßg 8pk÷] tƒur Ç` tã Ì• x6 YßJ ø9$# ‘@Ït ä† ur ÞO ßg s9 ÏM »t6Íh‹ ©Ü 9$# ãPÌh• pt ä† ur ÞO Îg øŠn=tæ
y] Í´ ¯»t6y‚ ø9$# ßì ŸÒ tƒur öN ßg ÷Ztã öN èd uŽñÀ Î) Ÿ@»n=øñ F{ $#ur ÓÉL©9$# ôM tR%x. ó[ O Îg øŠn=tæ
“Yaitu orang-orang yang mengikut rasul nabi yang
ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam
Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh
mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang dari
mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi
mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi
mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka
beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.”
(QS.Al-A’raf:157).
4. Zabur
Kitab Zabur diturunkan kepada nabi Dawud alaihis
salam, dan yang wajib kita imani adalah kitab Zabur
yang Allah turunkan kepada nabi Daud, bukan yang
sudah diselewengkan oleh orang-orang Yahudi.
Allah berfirman:
] $oY÷• s?#uä ur yŠ ¼ãr #yŠ #Y‘ q ç/ y— [












R ukun I man

71
“Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.” (An-
Nisa’:163).
5. Suhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim dan Musa.
Yaitu Suhuf (lembarang-lembaran) yang diturunkan
Allah kepada nabi Ibrahim dan Musa, akan tetapi Suhuf
tersebut telah hilang dan tidak diketahui sedikitpun
kandungannya kecuali apa yang terdapat dalam Al-
Qur’an dan sunah, seperti firman Allah:
] ÷Pr& öN s9 ù' ¬6t^ム$yJ Î/ ’ Îû É# ßs ß¹ 4Óy› q ãB ÇÌÏÈ zO ŠÏd ºt• ö/ Î) ur “ Ï%©!$# #’ ®ûur
ÇÌÐÈ žw r& â‘ Ì“ s? ×ou‘ Η#ur u‘ ø—Ír 3“ t• ÷z é& ÇÌÑÈ b r&ur }§ øŠ©9 Ç` »|¡ SM~ Ï9 žw Î) $tB
4Ótë y™ ÇÌÒÈ ¨b r&ur ¼çmuŠ÷è y™ t$ ôq y™ 3“ t• ムÇÍÉÈ §N èO çm1t“ øgä† uä !#t“ yf ø9$#
4’ nû÷r F{ $# [
“Ataukah belum diberitakan kepada apa yang ada
dalam lembaran-lembaran Musa dan lembaran-
lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
yaitu bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan
memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang
manusia tiada memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak
akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi
balasan kepadanya dengan balasan yang paling
sempurna.” (QS.An-Najm:36-41).
Dan dalam ayat lain Allah berfirman:












R ukun I man

72
] äot• Åz Fy $#ur ׎ö• yz #’ s+ö/ r&ur ÇÊÐÈ ¨b Î) #x‹ »yd ’ Å" s9 É# ßs •Á 9$# 4’ n<r W{ $# ÇÊÑÈ
É# çt ྠtLì Ïd ºt• ö/ Î) 4Óy› q ãBur [
“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan
lebih kekal, sesungguhnya ini benar-benar terdapat
dalam lembaran-lembaran yang dahulu yaitu suhuf
Ibrahim dan Musa.” (QS.Al-A’la:17-19).












R ukun I man

73

RUKUN KETIGA
BERIMAN KEPADA RASUL-RASUL

1. Beriman kepada rasul-rasul
Beriman kepada rasul adalah salah satu rukun iman,
dimana tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada
para rasul.
Maksud beriman kepada rasul adalah: meyakini
secara pasti bahwa Allah subhanahu wataala mempunyai
rasul-rasul, mereka sengaja dipilih Allah untuk
menyampaikan risalah-Nya. Barangsiapa mengikuti
mereka maka mendapat petunjuk dan barangsiapa yang
mengingkarinya maka tersesat. Dan mereka para rasul
telah menyampaikan semua yang telah diturunkan Allah
kepada mereka secara jelas. Mereka telah menunaikan
semua amanah, membimbing umat dan berjuang di jalan
Allah dengan sebenar-benarnya, menegakkan hujjah,
tidak ada sedikitpun isi risalah yang diganti atau diubah
atau disembunyikan mereka. Kita wajib beriman dengan
semua rasul baik yang disebutkan namanya atau yang
tidak disebutkan, dan setiap rasul yang datang pasti
membawa berita tentang kedatangan rasul setelahnya dan
rasul yang datang sesudahnya membenarkan rasul-rasul
sebelumnya.
Allah berfirman:












R ukun I man

74
] (#þq ä9q è% $¨YtB#uä «! $$Î/ !$tBur tA Ì“ Ré& $uZøŠs9Î) !$tBur tA Ì“ Ré& #’ n<Î) zO ¿Ïd ºt• ö/ Î)
Ÿ@ŠÏè »oÿôœÎ) ur t, »ys ó™ Î) ur z> q à) ÷è tƒur ÅÞ $t6ó™ F{ $#ur !$tBur u’ ÎAr é& 4Óy› q ãB
4Ó|¤ ŠÏã ur !$tBur u’ ÎAr é& šc q –ŠÎ; ¨Y9$# ` ÏB óO Îg În/ §‘ Ÿw ä- Ìh• xÿ çR tû ÷üt/ 7‰tn r&
óO ßg ÷YÏiB ß` øt wUur ¼çms9 tb q ãKÎ=ó¡ ãB [
“Katakanlah (hai orang-orang beriman) kami
beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada
kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail,
Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya dan apa yang diberikan
kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada
nabi-nabi dari Tuhannya. Dan kami tidak membedakan
seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk
patuh kepada-Nya.” (QS.Al-Baqarah:136).
Barangsiapa yang mendustakan salah seorang rasul
maka berarti dia mendustakan Allah subhanahu wataala
yang telah membenarkan rasul-Nya, begitu juga
barangsiapa yang durhaka kepada seorang rasul maka
berarti dia telah durhaka kepada Allah subhanahu
wataala yang telah menyuruh untuk mentaatinya. Allah
berfirman:
] ¨b Î) šú ï Ï%©!$# tb r ã• àÿ õ3 tƒ «! $$Î/ ¾Ï&Î#ߙ①ur šc r ߉ƒÌ• ãƒur b r& (#q è%Ìh• xÿ ãƒ
tû ÷üt/ «! $# ¾Ï&Î#ߙ①ur šc q ä9q à) tƒur ß` ÏB÷s çR <Ù ÷è t7Î/ ã• àÿ ò6 tRur <Ù ÷è t7Î/












R ukun I man

75
tb r ߉ƒÌ• ãƒur b r& (#r ä‹ Ï‚ -Gtƒ tû ÷üt/ y7 Ï9ºsŒ ¸x ‹ Î6y™ ÇÊÎÉÈ y7 Í´ ¯»s9'r é& ãN èd
tb r ã• Ïÿ »s3 ø9$# $y) ym 4 $tRô‰tFôã r&ur tû ï Ì• Ïÿ »s3 ù=Ï9 $\/ #x‹ tã $YYŠÎg •B [
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah
dan rasul-Nya dan bermaksud memperbedakan antara
keimanan kepada Allah dan rasul-Nya, dengan
mengatakan: kami beriman kepada yang sebagian dan
kami kafir terhadap sebagian (yang lain), serta
(bermaksud dengan perkataan itu) mengambil jalan
(tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya.
Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir
itu siksaan yang menghinakan.” (An-Nisa’:150-151).
2. Hakikat kenabian
Kenabian merupakan perantara antara Allah dan
makhluk dalam menyampaikan syari’at-Nya, dan status
kenabian merupakan hak prerogatif Allah subhanahu
wataala dimana Dialah yang menentukan siapa yang Dia
kehendaki untuk mendapatkan derajat kenabian, tidak ada
usaha atau pilihan dari seorang hamba untuk
mendapatkan status tersebut. Allah berfirman:
] ª! $# ’ Å" sÜ óÁ tƒ šÆ ÏB Ïp x6 Í´ ¯»n=yJ ø9$# Wx ß™ â‘ šÆ ÏBur Ĩ $¨Z9$# 4
žc Î) ©! $# 7ì ‹ ÏJ y™ ׎• ÅÁ t/ [












R ukun I man

76
“Allah memilih utusan-utusan-Nya dari malaikat dan
dari manusia, sesungguhnya Allah maha mendengar lagi
maha melihat.” (QS.Al-Haj:75).
Jadi status kenabian sifatnya adalah pemberian bukan
sesuatu yang bisa diusahakan, tidak bisa diperoleh
dengan banyak berbuat ketaatan atau ibadah, tidak pula
berdasarkan pilihan atau permohonan dari nabi, akan
tetapi kenabian semata-mata adalah pilihan dari Allah
subhanahu wata’ala. Allah berfiman:
] ª! $# ûÓÉ<tFøgs† Ïmø‹ s9Î) ` tB âä !$t± o„ ü“ ωöku‰ur Ïmø‹ s9Î) ` tB Ü= ‹ Ï^ム[
“Allah menarik kepada agama itu orang yang
dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada agama-
Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS.Asy-
Syuura:13).

3. Hikmah diutusnya para rasul
Di antara hikmah diutusnya para rasul:
i. Mengeluarkan manusia dari menyembah
sesama manusia kepada menyembah tuhan manusia.
Dan membebaskan manusia dari belenggu
penghambaan diri kepada sesama makhluk menuju
kemerdekaan penghambaan diri kepada Allah. Allah
berfiman:
] !$tBur š• »oYù=y™ ö‘ r& žw Î) Zp tHôq y‘ šú üÏJ n=»yè ù=Ïj9 [












R ukun I man

77
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan
untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS.Al-
Anbiya: 107).
ii. Memperkenalkan kepada manusia tentang
hakikat dan tujuan Allah menciptakan makhluk, yaitu
untuk beribadah hanya kepada-Nya, dan
mengesakan-Nya, yang mana hal itu tidak bisa
diketahui kecuali melalui para rasul yang telah dipilih
oleh Allah di antara makhluk-Nya, dan Allah
istimewakan mereka dari semua makhluk. Allah
berfirman:
] ô‰s) s9ur $uZ÷Wyè t/ ’ Îû Èe@à2 7p ¨Bé& »w q ß™ §‘ Âc r& (#r ߉ç6ôã $# ©! $#
(#q ç7Ï^tGô_ $#ur |N q äó »©Ü 9$# ( [
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul
pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): sembahlah
Allah saja dan jauhilah taghut itu.” (QS.An-
Nahl:36).
iii. Untuk menegakkan hujjah atas manusia
dengan mengutus para rasul, supaya tidak ada alasan
bagi mereka untuk membantah Allah.
Allah berfirman:












R ukun I man

78
] Wx ß™ •‘ tû ï ÎŽÅe³ t6•B tû ï Í‘ É‹ YãBur žx y¥Ï9 tb q ä3 tƒ Ĩ $¨Z=Ï9 ’ n?tã «! $#
8p ¤f ãm y‰÷è t/ È@ß™ ”• 9$# 4 tb %x. ur ª! $# #¹“ ƒÍ• tã $VJ ŠÅ3 ym [
“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul
pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
agar supaya tidak ada alasan bagi manusia
membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.
Dan adalah Allah maha perkasa lagi maha
bijaksana.” (QS.An-Nisa’:165).
iv. Menjelaskan kepada manusia tentang
beberapa perkara ghaib yang tidak bisa dijangkau
oleh akal, seperti nama-nama dan sifat-sifat Allah,
mengenal para malaikat, berita tentang hari kiamat
dan lainnya.
v. Sebagai suri tauladan yang baik bagi umat
manusia, karena Allah telah membekali mereka
dengan akhlak yang mulia, serta menjaga mereka dari
terjerumus kepada syahwat dan syubhat. Allah
subhanahu wata’ala berfirman:
] y7 Í´ ¯»s9'r é& tû ï Ï%©!$# “ y‰yd ª! $# ( ãN ßg 1y‰ßg Î6sù ÷nωtFø%$# 3 [
“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi
petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.”
(QS.Al-An’am:90).
Dan dalam ayat lain:












R ukun I man

79
] ô‰s) s9 tb %x. ö/ ä3 s9 öN ÍkŽÏù îouq ó™ é& ×p uZ|¡ ym [
“Sesungguhnya telah ada pada diri mereka
(rasul-rasul Allah) itu suri tauladan yang baik
bagimu.” (QS.Al-Mumtahanah:6).
vi. Memperbaiki, membersihkan dan
mensucikan jiwa-jiwa manusia, dan
memperingatkannya dari hal-hal yang akan
merusaknya. Allah berfirman:
] uq èd “ Ï%©!$# y] yè t/ ’ Îû z` ¿Íh‹ ÏiBW{ $# Zw q ß™ u‘ öN åk÷] ÏiB (#q è=÷Ftƒ öN ÍköŽn=tã
¾ÏmÏG»tƒ#uä öN ÍkŽÏj. t“ ãƒur ãN ßg ßJ Ïk=yè ãƒur |= »tGÅ3 ø9$# sp yJ õ3 Ït ø: $#ur [
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta
huruf seorang rasul di antara mereka, yang
membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,
mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka
kitab dan hikmah (As sunah).” (QS.Al-Jum’ah:2).
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda:
)) ; . . `, . . `. `± : . : `. , . = ¸. , .· `- ; ¸ ((
“Bahwasanya aku diutus hanya untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad
dan Hakim).













R ukun I man

80
4. Tugas para rasul
Rasul-rasul yang diutus oleh Allah subhanahu
wataala mempunyai tugas-tugas yang sangat mulia, di
antaranya:
1. Menyampaikan syari’ah (ajaran agama) dan
mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada
Allah, serta meninggalkan bentuk-bentuk ibadah kepada
selain-Nya. Allah berfirman:
] šú ï Ï%©!$# tb q äó Ïk=t7ムÏM »n=»y™ Í‘ «! $# ¼çmtRöq t± øƒs† ur Ÿw ur tb öq t± øƒs† #´‰tn r&
žw Î) ©! $# 3 4’ s" x. ur «! $$Î/ $Y7ŠÅ¡ ym [
“(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-
risalah Allah. Mereka takut kepada-Nya dan mereka
tiada merasa takut kepada seorang pun selain kepada
Allah, dan cukuplah Allah sebagai pembuat
perhitungan.” (QS.Al-Ahzab:39).
2. Menjelaskan semua permasalahan agama
yang diturunkan Allah. Allah berfirman:
] !$uZø9t“ Rr&ur y7 ø‹ s9Î) t• ò2 Ïe%!$# tû Îiüt7çFÏ9 Ĩ $¨Z=Ï9 $tB tA Ìh“ çR öN ÍköŽs9Î) öN ßg ¯=yè s9ur
šc r ã• ©3 xÿ tGtƒ [
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar
kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah












R ukun I man

81
diturunkan kepada mereka dan supaya mereka
memikirkan.” (QS.An-Nahl:44).
3. Membimbing manusia kepada kebaikan dan
memperingatkan mereka dari kejahatan, serta
membawa kabar gembira tentang adanya pahala dan
mengingatkan mereka akan adanya siksa. Allah
berfirman:
] Wx ß™ •‘ tû ï ÎŽÅe³ t6•B tû ï Í‘ É‹ YãBur [
“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa
berita gembira dan pemberi peringatan.” (QS.An-
Nisa’:165)
4. Memperbaiki kondisi umat manusia, dengan
memberikan tauladan yang baik, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
5. Menegakkan syari’at Allah serta
mempraktekkannya ditengah-tengah ummat manusia.
6. Memberikan kesaksian atas umat mereka
pada hari kiamat bahwa mereka telah menyampaikan
semua misi yang mereka emban secara jelas.Allah
berfirman:
] y# ø‹ s3 sù #sŒÎ) $uZ÷¥Å_ ` ÏB Èe@ä. ¥p ¨Bé& 7‰‹ Îg t± Î0 $uZ÷¥Å_ ur y7 Î/ 4’ n?tã
Ïä Iw às ¯»yd #Y‰‹ Íky- [












R ukun I man

82
“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti)
apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari
tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu
(Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai
umatmu).” (QS.An-Nisa’:41).
5. Islam agama semua nabi
Islam adalah agama semua nabi dan rasul. Allah
berfirman:
] ¨b Î) šú ï Ïe$!$# y‰YÏã «! $# ÞO »n=ó™ M} $# 3 [
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah
hanyalah Islam” (QS.Ali Imran: 19).
Semua nabi dan rasul mengajak umat manusia untuk
beribadah hanya kepada Allah subhanahu wataala dan
memberantas semua bentuk ibadah kepada selain-Nya,
sekalipun berbeda syariat dan hukum-hukum mereka,
akan tetapi mereka sepakat pada asas tauhid. Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) .· `. , _ `.. ; `- , : : . ; ¸± ((
“Semua nabi itu adalah saudara sebapak, berlainan
ibu (asal agama mereka satu yaitu tauhid, sekalipun
berbeda rincian syariatnya).” (HR. Bukhari).
6. Para rasul adalah manusia biasa yang tidak
mengetahui hal-hal yang ghaib
Mengetahui hal-hal gaib merupakan sifat ketuhanan,












R ukun I man

83
bukan sifat para nabi, karena mereka adalah manusia
sebagaimana halnya manusia yang lain. Mereka makan,
minum, beristri, tidur, sakit dan lelah. Allah berfirman:
] !$tBur $oYù=y™ ö‘ r& š• n=ö6s% z` ÏB šú üÎ=y™ ö• ßJ ø9$# Hw Î) öN ßg ¯RÎ) šc q è=ä. ù' u‹ s9
tP$yè ©Ü 9$# šc q à± ôJ tƒur ’ Îû É- #uq ó™ F{ $# 3 [
“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu,
melainkan mereka sungguh memakan makanan dan
berjalan di pasar-pasar.” (QS.Al-Furqan: 20).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
] $uZù=y™ ö‘ r& Wx ß™ â‘ ` ÏiB y7 Î=ö6s% $uZù=yè y_ ur öN çl m; %[` ºur ø—r& Zp -ƒÍh‘ èŒur 4 [
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa
rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada
mereka istri-istri dan keturunan.” (QS.Ar-Ra’d:38).
Dan mereka juga mengalami apa yang dialami
manusia lain, seperti merasa sedih, gembira, bekerja
keras, semangat dan lainnya, hanya saja Allah subhanahu
wataala telah memilih mereka untuk menyampaikan
agama-Nya. Mereka tidak mengetahui hal-hal gaib
kecuali apa yang telah diberitahukan Allah kepada
mereka. Allah berfirman:












R ukun I man

84
] ãN Î=»tã É= ø‹ tó ø9$# Ÿx sù ã• Îg ôà ム4’ n?tã ÿ¾ÏmÎ7øŠxî #´‰tn r& ÇËÏÈ žw Î) Ç` tB
4Ó|Ó s?ö‘ $# ` ÏB 5A q ß™ §‘ ¼çm¯RÎ* sù à7 è=ó¡ o„ .` ÏB Èû ÷üt/ Ïm÷ƒy‰tƒ ô` ÏBur ¾ÏmÏÿ ù=yz
#Y‰|¹ u‘ [
“(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib,
maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun
tentang yang ghaib itu, kecuali kepada rasul yang
diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan
penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakang.”
(QS.Al-Jin:26-27).
7. Para rasul adalah ma’sum (terpelihara dari
perbuatan dosa).
Guna mengemban misi yang amat besar yaitu
menyampaikan risalah agama kepada ummat, maka Allah
benar-benar memilih di antara hamba-hamba-Nya yang
paling istimewa yang mempunyai akhlak dan kepribadian
yang sempurna, selain itu Allah memelihara mereka dari
perbuatan dosa besar serta menjauhkan mereka dari sifat-
sifat tidak baik, para ulama sepakat bahwa semua rasul
itu ma’sum (tidak pernah salah) dalam menyampaikan
risalah agama Allah. Allah subhanahu wata’ala
berfirman:












R ukun I man

85
$pkš‰r' ¯»tƒ] ãA q ß™§• 9$# õ÷ Ïk=t/ !$tB tA Ì“ Ré& š• ø‹ s9Î) ` ÏB y7 Îi/ ¢‘ ( b Î) ur óO ©9 ö@yè øÿ s?
$yJ sù |M øó ¯=t/ ¼çmtGs9$y™ Í‘ 4 ª! $#ur š• ßJ ÅÁ ÷è tƒ z` ÏB Ĩ $¨Z9$# 3[
“Hai rasul sampaikanlah apa yang diturunkan
kepadamu dari Tuhanmu, dan jika tidak kamu kerjakan
(apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak
menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu
dari (gangguan) manusia.” (QS.Al-Maidah:67).
Dan Allah berfirman:
] šú ï Ï%©!$# tb q äó Ïk=t7ムÏM »n=»y™ Í‘ «! $# ¼çmtRöq t± øƒs† ur Ÿw ur tb öq t± øƒs† #´‰tn r&
žw Î) ©! $# 3 [
“Yaitu orang-orang yang menyampaikan risalah-
risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tiada
merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah.”
(QS.Al-Ahzab:39).
Dan dalam ayat lain Allah berfirman:
] zO n=÷è u‹ Ïj9 b r& ô‰s% (#q äó n=ö/ r& ÏM »n=»y™ Í‘ öN ÍkÍh5u‘ xÞ %tn r&ur $yJ Î/ öN Íkö‰y‰s9
4Ó|Â ôm r&ur ¨@ä. >ä óÓx« #OŠ y‰tã [
“Supaya Dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasul-
rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya,












R ukun I man

86
sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada
pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu
persatu.” (QS.Al-Jin:28).
Apabila ada di antara rasul yang melakukan dosa
kecil yang tidak berhubungan dengan risalah yang
disampaikan, maka Allah subhanahu wata’ala langsung
menegurnya dan merekapun segera bertaubat dan
kembali kepada-Nya, sehingga dosa-dosa kecil tersebut
seolah-olah tidak ada terjadi, dengan demikian mereka
menempati derajat yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Demikianlah Allah subhanahu wataala
mengkhususkan nabi-nabi-Nya dengan mengarunia
mereka akhlak, sifat-sifat mulia serta mensucikan mereka
dari segala hal yang bisa menodai kehormatan dan
kedudukan mereka sebagai nabi.
8. Jumlah nabi dan rasul
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa rasul-rasul
Allah berjumlah sekitar 300 sampai 319. Hal itu
dikatakan oleh rasulullah shallallahu alaihi wasallam
ketika beliau ditanya tentang berapa jumlah rasul. Beliau
mengatakan: “Tiga ratus lima belas banyaknya.” (HR.
Hakim).
Adapun jumlah nabi lebih banyak dari itu. Di antara
mereka ada yang dikisahkan Allah kepada kita dalam Al-
Quran, dan di antara mereka ada yang tidak dikisahkan.
Allah telah menyebutkan nama-nama 25 nabi dan rasul
dalam Al-Qur’an.
Allah berfirman:












R ukun I man

87
] Wx ß™ â‘ ur ô‰s% öN ßg »oYóÁ |Á s% š• ø‹ n=tã ` ÏB ã@ö6s% Wx ß™ â‘ ur öN ©9
öN ßg óÁ ÝÁ ø) tR š• ø‹ n=tã 4 [
“Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang
sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu
dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan
tentang mereka kepadamu.” (QS.An-Nisa:164).
Dan Allah berfirman:
] y7 ù=Ï?ur !$uZçF¤f ãm !$yg »oYøŠs?#uä zO ŠÏd ºt• ö/ Î) 4’ n?tã ¾ÏmÏBöq s% 4 ßì sùö• tR ;M »y_ u‘ yŠ
` ¨B âä !$t± ®S 3 ¨b Î) š• -/ u‘ íO ‹ Å3 ym ÒO ŠÎ=tæ ÇÑÌÈ $uZö6yd ur ur ÿ¼ã&s! t, »ys ó™ Î)
z> q à) ÷è tƒur 4 ˆx à2 $oY÷ƒy‰yd 4 $·m q çRur $oY÷ƒy‰yd ` ÏB ã@ö6s% ( ` ÏBur ¾ÏmÏG-ƒÍh‘ èŒ
yŠ ¼ãr #yŠ z` »yJ ø‹ n=ß™ ur šU q •ƒr&ur y# ß™ q ãƒur 4Óy› q ãBur tb r ã• »yd ur 4 y7 Ï9ºx‹ x. ur
“ Ì“ øgwU tû üÏZÅ¡ ós ßJ ø9$# ÇÑÍÈ $-ƒÌ• x. y—ur 4Óz• øt s† ur 4Ó|¤ ŠÏã ur }¨ $u‹ ø9Î) ur ( @@ä.
z` ÏiB šú üÅs Î=»¢Á 9$# ÇÑÎÈ Ÿ@‹ Ïè »yJ ó™ Î) ur yì |¡ uŠø9$#ur }§ çRq ãƒur $WÛ q ä9ur 4
yx à2 ur $oYù=žÒ sù ’ n?tã tû üÏJ n=»yè ø9$# ÇÑÏÈ ô` ÏBur óO Îg ͬ!$t/ #uä öN ÍkÉJ»-ƒÍh‘ èŒur
öN ÍkÍXºuq ÷z Î) ur ( ÷Lài »uZ÷• t7tGô_ $#ur óO ßg »oY÷ƒy‰yd ur 4’ n<Î) :Þ ºuŽÅÀ 5O ŠÉ) tGó¡ •B [












R ukun I man

88
“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan
siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat.
Sesungguhnya Tuhanmu maha bijaksana lagi maha
mengetahui. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak
dan Ya’qub kepada-nya. Kepada keduanya masing-
masing telah Kami beri petunjuk, dan kepada Nuh
sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada
sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud,
Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah
Kami memberi balasan kepada orang-orang yang
berbuat baik. Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas.
Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. Dan
Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth masing-masing Kami
lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). (Dan
Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak
mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka.
Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-
nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke
jalan yang lurus.” (QS.Al-An’am:83-87).
Demikian pula Allah subhanahu wata’ala telah
melebihkan derajat sebagian nabi-nabi di atas sebagian
yang lain, sebagaimana dalam firman-Nya:
] ô‰s) s9ur $uZù=žÒ sù uÙ ÷è t/ z` ¿ÍhŠÎ; ¨Y9$# 4’ n?tã <Ù ÷è t/ ( [
“Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian
nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain).” (QS.Al-Isra’:
55).












R ukun I man

89
Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala juga
melebihkan sebagian rasul-rasul atas sebagian yang lain,
dalam firman-Nya:
] y7 ù=Ï? ã@ß™ ”• 9$# $oYù=žÒ sù öN ßg ŸÒ ÷è t/ 4’ n?tã <Ù ÷è t/ ¢ [
“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka
atas sebagian yang lain.” (QS.Al-Baqarah: 253).
Dan yang paling utama di antara mereka adalah rasul-
rasul ulul azmi. Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa
dan nabi kita Muhammad shallalahu alaihi wasallam.
Allah berfirman:
] ÷ŽÉ9ô¹ $$sù $yJ x. uŽy9|¹ (#q ä9'r é& ÏQ÷“ yè ø9$# z` ÏB È@ß™ ”• 9$# 4 [
“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang
mempunyai keteguhan hati (ulul ‘azmi) dari rasul-rasul
telah bersabar.” (QS.Al-Ahqaf : 35).
Dan Allah berfirman:
] øŒÎ) ur $tRõ‹ s{ r& z` ÏB z` ¿ÍhŠÎ; ¨Y9$# öN ßg s) »sV‹ ÏB š• ZÏBur ` ÏBur 8y q œR tLì Ïd ºt• ö/ Î) ur
4Óy› q ãBur Ó|¤ ŠÏã ur Èû øó$# zN tƒó• tB ( $tRõ‹ s{ r&ur N ßg ÷YÏB $¸) »sW‹ ÏiB $Zà ŠÎ=xî [
“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian
dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh,
Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah












R ukun I man

90
mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.” (QS.Al-
Ahzab : 7).
Dan Muhammad shallalahu alaihi wasallam adalah
rasul terbaik dan penutup para nabi serta imamnya orang-
orang yang bertaqwa, pemimpin seluruh anak cucu Adam
dan imam para nabi jika mereka berkumpul, dan
pembicara mereka jika dalam utusan, pemilik maqam
terpuji yang diimpikan oleh orang-orang terdahulu
ataupun yang akan datang, pemegang panji pujian dan
pemilik telaga di surga, pemberi syafaat manusia di hari
kiamat, pemilik wasilah dan keutamaan, Allah
mengutusnya dengan membawa syariat dien yang paling
utama, dan Dia menjadikan umatnya sebagai umat
terbaik dari seluruh umat manusia, dan Allah
menghimpun untuknya dan umatnya segala keutamaan
dan kebaikan yang belum pernah diberikan untuk umat
sebelumnya dan mereka adalah umat paling akhir
penciptaannya, akan tetapi paling awal dibangkitkan.
Rasul shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) . `. : `± . : .· ¸ `. , _ .. , . ± ((
“Aku diberikan enam kelebihan atas seluruh para
nabi.” (Hadits riwayat Muslim).
Beliau juga bersabda:
)) · .. ... . `_ `. ¸ ..: . ,· , ..¸ `, , .:· _ ... ¸ , .._ . `_ ..: , `.· .· ..`. . ¸ v . ..` - ¸
¸ . . . `_ . , _ ¸ `, . . ¸. ,· , . . `_ . , `.· ; v : `- ± : , :· `_ ¸ `, , .:· _ .. ((












R ukun I man

91
“Saya pemimpin anak Adam di hari kiamat dan di
tanganku lah panji pujian, tanpa kesombongan. Tidak
seorang nabipun di hari itu mulai dari Adam dan yang
datang sesudahnya, kecuali pasti berada di bawah
panjiku di hari kiamat.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Dan rasul yang terbaik setelah Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam adalah Ibrahim alaihis salam khalil
rahman (kekasih yang maha pemurah). Kedua rasul inilah
sebaik-baik rasul ulul azmi, kemudian yang berikutnya
adalah tiga rasul yang lain.
9. Mukjizat para nabi
Allah memperkuat rasul-rasul-Nya dengan tanda-
tanda yang agung dan mukjizat-mukjizat yang
mengagumkan sebagai hujjah ataupun kebutuhan (ketika
diperlukan). Seperti al-Qur’an al-Karim, terbelahnya
bulan, tongkat yang berubah menjadi ular, penciptaan
burung dari tanah dan lain sebagainya.
Mukjizat yang melebihi batas kewajaran manusia
adalah merupakan bukti kenabian yang benar, dan
karamah adalah merupakan bukti benarnya kesaksian
dengan kenabian yang benar.
Allah berfirman:
] ô‰s) s9 $uZù=y™ ö‘ r& $oYn=ß™ â‘ ÏM »uZÉi• t7ø9$$Î/ [
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul
Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata.” (QS.Al-
Hadid:25).












R ukun I man

92
Rasul shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) . . . `_ . , _ . _ .· `. , _ .. ; v ¸ . `. · `¸ : _ . _ ¸.· ±. . ..· . _ . .: ¸
. `. : « ,:· ± `¸ ¸ ; . . = . _. :· . `_ · `¸ : `_ `. `« ¸ `- _ · . `¸ - `.. ; : _ .. . `¸ `, · , `_
· = `, _ · = . ¸ `. `, : ,. . ¸ . `, , .:· _ .. ((
“Tidak ada seorang nabipun kecuali pasti telah
diberikan mu’jizat yang tidak cukup untuk mengimankan
manusia. Sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah
wahyu yang diwahyukan kepadaku, dan aku berharap
menjadi (nabi) yang paling banyak pengikutnya di hari
kiamat.” (Muttafaq Alaih).
10. Beriman kepada kenabian Muhammad
shallallahu alaihi wasallam.
Beriman kepada kenabian Rasulullah Muhammad
shallallahu alaihi wasallam merupakan salah satu pokok
keimanan yang sangat penting, yang tidak mungkin iman
seseorang sah kecuali dengan beriman kepada
kenabiannya.
Allah berfirman:
] ` tBur óO ©9 .` ÏB÷s ム«! $$Î/ ¾Ï&Î!q ß™ u‘ ur !$¯RÎ* sù $tRô‰tFôã r& tû ï Ì• Ïÿ »s3 ù=Ï9 #ZŽ• Ïè y™ [
“Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah
dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan
untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-
nyala.” (QS.Al-Fath:13).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:












R ukun I man

93
)) · . `¸ `± · `_ · . :. _ .:· _. - . ¸ ¸ `± , `. `¸ · · `_ v ; : « ; v ¸ .· · `. `_
¸ `. `, `¸ .· ((
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia
hingga mereka bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak
disembah melainkan Allah dan (bersaksi) bahwa aku
adalah rasulullah.” (HR. Muslim).
Dan iman kepada Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam tidak sempurna kecuali jika terpenuhi hal-hal
berikut:
Pertama: Ma’rifah (mengenal) Rasulullah
Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Beliau
adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib
bin Hasyim, Hasyim dari suku Quraisy, Quraisy dari
Arab dan Arab dari keturunan nabi Ismail bin
Ibrahim alaihis salam. Beliau dikaruniai umur 63
tahun, diantaranya 40 tahun sebelum kenabian dan 23
tahun mengemban risalah sebagai nabi dan rasul.
Kedua: Membenarkan segala yang
diberitakannya, mentaati seluruh perintahnya dan
menjauhi semua larangannya dan beribadah kepada
Allah sesuai dengan apa yang disyariatkannya.
Ketiga: Meyakini bahwa beliau adalah Rasulullah
untuk semua makhluk, baik jin atapun manusia, maka
tidak ada jalan lain bagi siapapun kecuali harus
mengikuti beliau. Allah ta’ala berfirman:












R ukun I man

94
] ö@è% $yg •ƒr' ¯»tƒ ÚZ $¨Z9$# ’ ÎoTÎ) ãA q ß™ u‘ «! $# öN à6 ö‹ s9Î) $·è ŠÏHsd [
“Katakanlah: “Hai manusia sesungguhya aku
adalah utusan Allah kepadamu semua.” (QS.Al-
A’raf : 158).
Keempat: Mengimani risalahnya, dan bahwa
beliau adalah nabi terbaik serta penutup para nabi.
Allah berfiman:
] ` Å3 »s9ur tA q ß™§‘ «! $# zO s?$yz ur z` ¿ÍhŠÎ; ¨Y9$# 3 [
“…Tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup
nabi-nabi.” (QS.Al-Ahzab : 40).
Dan meyakini bahwa beliau adalah Khalil Ar-
Rahman (kekasih Yang maha pemurah), pemimpin
seluruh manusia, pemilik syafa’at agung, yang
diistimewakan dengan wasilah yang merupakan
derajat tertinggi di surga, pemilik telaga di surga dan
umatnya adalah sebaik-baik umat. Allah ta’ala
berfirman:
] öN çGZä. uŽö• yz >p ¨Bé& ôM y_ Ì• ÷z é& Ĩ $¨Y=Ï9 [
“Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia.” (QS.Ali Imran: 110).
Dan umatnya adalah penghuni surga terbanyak
serta risalahnya sebagai penghapus risalah-risalah
sebelumnya.












R ukun I man

95
Kelima: Sesungguhnya Allah telah memperkuat
beliau dengan mu’jizat terbesar dan ayat terjelas,
yaitu Al-Qur’an Al-Karim kalamullah (firman
Allah), yang dijaga dari perubahan dan pergantian.
Allah ta’ala berfirman:
] @è% Èû Èõ©9 ÏM yè yJ tGô_ $# ߧ RM} $# •` Éf ø9$#ur #’ n?tã b r& (#q è?ù' tƒ È@÷VÏJ Î/
#x‹ »yd Èb #uä ö• à) ø9$# Ÿw tb q è?ù' tƒ ¾Ï&Î#÷WÏJ Î/ öq s9ur šc %x. öN åkÝÕ ÷è t/
<Ù ÷è t7Ï9 #ZŽ• Îg sß [
“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan
jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an
ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang
serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka
menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS.Al-
Isra’:88)
Dan firman-Nya yang lain:
] $¯RÎ) ß` øt wU $uZø9¨“ tR t• ø. Ïe%!$# $¯RÎ) ur ¼çms9 tb q Ýà Ïÿ »pt m: [
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-
Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya.” (QS.Al-Hijr :9).
Keenam: Mengimani bahwasanya Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam telah menyampaikan
risalah Islam, menyampaikan amanah, menasehati












R ukun I man

96
umat, tidak ada suatu kebaikanpun kecuali telah
beliau tunjukkan kepada umatnya dan menganjurkan
untuk melaksanakannya, dan tiada suatu
keburukanpun kecuali sudah beliau larang dan
peringatkan umat daripadanya. Allah berfirman:
] ô‰s) s9 öN à2 uä !%y` Ñ^ q ß™ u‘ ô` ÏiB öN à6 Å¡ àÿ Rr& î“ ƒÍ• tã Ïmø‹ n=tã $tB
óO šGÏYtã ëÈ ƒÌ• ym N à6 ø‹ n=tæ šú üÏZÏB÷s ßJ ø9$$Î/ Ô$ r âä u‘ ÒO ŠÏm §‘ [
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang
rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya
penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap orang-orang mu’min.” (QS.At-
Taubah:128).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) . . . `_ . , _ , . . `« .· . `_ · . ¸ . `, : `_ ; v = _. - . . . : `_ « · `_
¸ `. ¸ · . . `« . : - ¸ `_ ¸ . ¸ . `. : `. `« ¸ `¸ - `. `¸ · . . `« . `_ ± `¸ . ¸ . `. : `. `«
: `, `, ((
“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kepada
suatu umat, kecuali wajib baginya untuk
menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang dia
ketahui dan memperingatkan mereka dari kejelekan
yang dia ketahui.” (HR. Muslim).












R ukun I man

97
Ketujuh: Mencintai beliau shallallahu alaihi
wasallam dan mengedepankan kecintaan kita kepada
beliau di atas mencintai diri dan semua makhluk.
Mengagungkan, menghormati, memuliakan,
menghargai dan mentaati beliau. Karena semuanya
ini adalah merupakan hak beliau yang telah
diwajibkan Allah dalam Al-Quran. Maka mencintai
beliau berarti mencintai Allah dan mentaati beliau
berarti mentaati Allah. Allah berfirman:
] ö@è% b Î) óO çFZä. tb q ™7Ås è? ©! $# ‘ ÏRq ãè Î7¨?$$sù ãN ä3 ö7Î6ós ムª! $# ö• Ïÿ øó tƒur
ö/ ä3 s9 ö/ ä3 t/ q çRèŒ 3 ª! $#ur Ö‘ q àÿ xî ÒO ‹ Ïm §‘ [
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar)
mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah
maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS.Ali
Imran: 31).
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda:
)) v ...`¸ `, . `_ · ...- `. = `, - .... · ¸ ...= `, _ · ...- , ; : ...`_ « .... `_ ¸ ...: . .
¸ ¸ :· . . ¸ .:· _. · `, . . `_ _ ((
“Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu
hingga ia lebih mencintai aku daripada anaknya,
orang tuanya dan seluruh manusia.”(Muttafaq Alaih)












R ukun I man

98
Kedelapan: Memperbanyak salawat dan salam
untuk beliau. Sesungguhnya orang yang bakhil
adalah orang yang tidak mengucapkan salawat
apabila disebut nama beliau. Allah berfirman:
] ¨b Î) ©! $# ¼çmtGx6 Í´ ¯»n=tBur tb q •=|Á ム’ n?tã ÄcÓÉ<¨Z9$# 4 $pkš‰r' ¯»tƒ šú ï Ï%©!$#
(#q ãZtB#uä (#q •=|¹ Ïmø‹ n=tã (#q ßJ Ïk=y™ ur $¸J ŠÎ=ó¡ n@ [
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-
Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang
beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-
Ahzab:56).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) . `_ . : . ¸ : _ ¸ -· . : . : .· ¸ . : `_ « , , . . `± ¸ · ((
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku
sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya
sebanyak sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Sangat diperintahkan bersalawat kepada beliau
pada beberapa tempat, diantaranya ketika tasyahud
dalam shalat, qunut, shalat janazah, khutbah jumat,
setelah adzan, ketika masuk masjid dan keluar
darinya, ketika berdoa dan ketika nama beliau disebut
dan lainnya.
Kesembilan: Sesungguhnya Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam dan seluruh nabi hidup












R ukun I man

99
di sisi Tuhan mereka, dengan kehidupan alam
barzakh yang lebih mulia dan lebih tinggi daripada
kehidupan para syuhada. Tetapi kehidupan mereka
itu tidak seperti kehidupan di dunia ini, kita tidak
ketahui hakikatnya, dan kita tidak meniadakan kata
mati dari mereka. Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam bersabda:
)) ; _ .· - ¸ , . : .· ¸ `¸ _ · `_ : . = _ · `, . ,. .· `. , _ .. ((
“Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada
bumi untuk memakan jasad para nabi.” (HR. Abu
Dawud dan Nasa’i).
Dan sabda beliau yang lain:
)) . . . `_ `. `. : ¸, `¸ . : `, . : _ ; v ¸ , .· . : _ `¸ `¸ .- `_ .= `_ · `¸ ,
. : `_ « .:· ; , ((
“Tidak seorang muslimpun yang mengucapkan
salam kepadaku, kecuali pasti Allah mengembalikan
ruhku supaya aku menjawab salamnya.” (HR. Abu
Dawud).
Kesepuluh: Termasuk bentuk penghormatan
kepada beliau: tidak mengangkat suara di hadapan
beliau ketika masih hidup, demikian juga ketika
memberi salam di hadapan kuburnya. Allah
berfirman:












R ukun I man

100
] $pkš‰r' ¯»tƒ tû ï Ï%©!$# (#q ãZtB#uä Ÿw (#þq ãè sùö• s? öN ä3 s?ºuq ô¹ r& s- öq sù ÏN öq |¹
ÄcÓÉ<¨Y9$# Ÿw ur (#r ã• yg øgrB ¼çms9 ÉA öq s) ø9$$Î/ Ì• ôg yf x. öN à6 ÅÒ ÷è t/ CÙ ÷è t7Ï9
b r& xÝ t7øt rB öN ä3 è=»yJ ôã r& óO çFRr&ur Ÿw tb r â• ßê ô± s? [
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi,
dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan
suara keras sebagaimana kerasnya (suara)
sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain,
supaya tidak terhapus pahala amalanmu sedangkan
kamu tidak menyadari.” (Al-Hujurat:2).
Penghormatan kepada beliau setelah wafat seperti
penghormatan kepada beliau di waktu hidup, maka
kita wajib menghormati beliau seperti halnya para
generasi shahabat radhiallahu anhum dulu
menghormati beliau. Karena mereka adalah generasi
yang paling taat kepada beliau dan paling jauh dari
menyelisihi beliau, dan paling jauh dari berbuat
bid’ah dalam agama Allah.
Kesebelas: Mencintai para shahabat, keluarga dan
istri-istri beliau dengan menunjukkan kesetiaan kita
kepada mereka, dan tidak menghina, mencaci serta
menuduh mereka dengan hal-hal negatif. Karena
sesungguhnya Allah telah meridhai mereka dan
memilih mereka sebagai sahabat nabi-Nya
shallallahu alaihi wasallam serta telah mewajibkan












R ukun I man

101
kepada umat ini untuk membela dan mencintai
mereka. Allah berfirman
šc q à) Î6»¡¡ 9$#ur ] tb q ä9¨r F{ $# z` ÏB tû ï Ì• Éf »yg ßJ ø9$# Í‘ $|Á RF{ $#ur tû ï Ï%©!$#ur
N èd q ãè t7¨?$# 9` »|¡ ôm Î* Î/ š† ÅÌ §‘ ª! $# öN åk÷] tã (#q àÊ u‘ ur çm÷Ztã [
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang
pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang
muhajirin dan anshar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada
mereka dan merekapun ridha kepada Allah.”
(QS.At-Taubah:100).
Rasullullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) v : `. , `, · · `. - ,. `_ . , :· . `_ . . . `_ , _ . . : `, · `. . _ · - `. = `,
. `. _ · `- ¸. , . , . . , . : _ `. . · - . . `, ¸ v . . `_ . `« ((
“Janganlah kamu mencaci shahabatku, karena
demi yang jiwaku ada di tangan-Nya seandainya
salah seorang di antara kamu menginfakkan emas
sebesar gunung Uhud maka tidak akan bisa
menyamai (pahala) satu mud dari yang mereka
infakkan atau separonya.” (HR. Bukhari).
Dan dianjurkan kepada generasi setelah mereka
untuk memohonkan ampunan bagi mereka dan
berdoa kepada Allah agar menjauhkan rasa dengki
dalam hati terhadap mereka. Allah berfirman:












R ukun I man

102
] šú ï Ï%©!$#ur r âä !%y` .` ÏB öN Ïd ω÷è t/ šc q ä9q à) tƒ $uZ-/ u‘ ö• Ïÿ øî $# $oYs9
$oYÏRºuq ÷z \} ur šú ï Ï%©!$# $tRq à) t7y™ Ç` »yJ ƒM} $$Î/ Ÿw ur ö@yè øgrB ’ Îû
$uZÎ/ q è=è% yx Ïî tû ï Ï%©#Ïj9 (#q ãZtB#uä !$oY-/ u‘ y7 ¨RÎ) Ô$ r âä u‘ îLì Ïm §‘ [
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka
(Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Tuhan
kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara
kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan
janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam
hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya
Tuhan kami, sesungguhnya Engkau maha penyantun
lagi maha penyayang.” (QS.Al-Hasyr:10).
Kedua belas: Menghindari ghuluw (berlebihan
dalam memuji) beliau, karena justru itu sangat
menyakiti beliau. Karena beliau telah
memperingatkan umatnya agar tidak terjerumus pada
ghuluw dan melampaui batas dalam memuji,
menyanjungnya dan menempatkan beliau melebihi
dari yang telah ditempatkan oleh Allah. Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) ; . . · . . . . `, `. . . `, : `, . · `, `. .· ¸ ¸ `. `, : `« v · - , · `_
: `¸ . `. `, . `_ . `, ¸ . `. ¸. : . `_ (( ¸ . ¸. )) . v `: L `¸ `¸ . `_ = . .
· L ¸ ± .:· . ¸. `,· _ _ . `¸ ¸ , ((












R ukun I man

103
“Sesungguhnya aku hanyalah hamba, maka
katakanlah hamba Allah dan rasul-Nya, aku tidak
suka kalian mengangkatku melebihi derajatku yang
sebenarnya.” Dan beliau juga bersabda: “Janganlah
kalian berlebihan dalam memujiku sebagaimana
kaum Nasrani berlebihan dalam memuji putra
Maryam.” (HR. Bukhari).
Dan tidak diperbolehkan berdoa kepada beliau,
memohon pertolongan kepadanya, thawaf di
kuburnya atau bernadzar dan menyembelih
karenanya, karena ini semua adalah syirik. Dan Allah
sangat melarang mengarahkan ibadah kepada selain-
Nya.
Demikian pula sebaliknya, tidak menghormati
Nabi shallallahu alaihi wasallam, dengan
merendahkannya, menghina atau mengejeknya
adalah perbuatan murtad (keluar dari Islam) dan kafir
kepada Allah. Allah berfirman
] ö@è% «! $$Î/ r& ¾ÏmÏG»tƒ#uä ur ¾Ï&Î!q ß™ u‘ ur óO çFYä. šc r âä Ì“ öktJó¡ n@ ÇÏÎÈ Ÿw
(#r â‘ É‹ tG÷è s? ô‰s% Länö• xÿ x. y‰÷è t/ óO ä3 ÏY»yJ ƒÎ) 4 [
“Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-
Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak
usah kamu minta maaf, Karena kamu telah kafir
sesudah beriman.” (At-Taubah: 65-66).
Kecintaan yang benar kepada Rasul-Nya
shallallahu alaihi wasallam adalah kecintaan yang












R ukun I man

104
mendorong untuk meneladani beliau, mengikuti
sunah-sunahnya dan meninggalkan apa saja yang
bertentangan dengan jalannya. Allah berfirman:
] ö@è% b Î) óO çFZä. tb q ™7Ås è? ©! $# ‘ ÏRq ãè Î7¨?$$sù ãN ä3 ö7Î6ós ムª! $# ö• Ïÿ øó tƒur
ö/ ä3 s9 ö/ ä3 t/ q çRèŒ 3 ª! $#ur Ö‘ q àÿ xî ÒO ‹ Ïm §‘ [
“Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai
Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu Allah maha
pengampun lagi maha penyayang.” (QS.Ali
Imran:31).
Maka wajib bagi kita untuk tidak berlebihan atau
sangat kurang dalam mengagungkan Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam. Tidak boleh diberikan
kepadanya sifat-sifat ketuhanan, akan tetapi tidak
juga dikurangi kedudukannnya dan haknya untuk
dihormati dan dicintai, bukti yang paling menonjol
adalah mengikuti syariatnya, berjalan di atas
petunjuknya dan meneladaninya.
Ketiga belas: Iman kepada Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam tidak akan terwujud kecuali dengan
membenarkannya dan mengamalkan risalah yang
dibawanya. Inilah makna ketaatan kepadanya.
Mentaatinya berarti mentaati Allah, dan maksiat
kepadanya berarti maksiat kepada Allah.












R ukun I man

105
Maka beriman kepada beliau baru terwujud
dengan membenarkan dan mengikutinya shallallahu
alaihi wasallam.


RUKUN KELIMA
BERIMAN KEPADA HARI AKHIRAT

1. Beriman kepada hari akhirat:
Yaitu: Meyakini akan berakhirnya kehidupan dunia
ini dan setelah itu akan memasuki alam lain, dimulai
dengan kematian dan kehidupan alam kubur untuk
kemudian terjadinya hari kiamat dan selanjutnya adalah
kebangkitan (dari kubur), dikumpulkan di padang
mahsyar dan diputuskan ke surga atau neraka.
Iman kepada hari akhirat merupakan salah satu rukun
Iman yang tidak sempurna keimanan seseorang tanpanya,
barangsiapa yang mengingkarinya maka dia telah kafir.
Allah berfirman:
] }§ øŠ©9 §ŽÉ9ø9$# b r& (#q —9uq è? öN ä3 yd q ã_ ãr Ÿ@t6Ï% É- ÎŽô³ yJ ø9$# É> Ì• øó yJ ø9$#ur
£` Å3 »s9ur §ŽÉ9ø9$# ô` tB z` tB#uä «! $$Î/ ÏQöq u‹ ø9$#ur Ì• Åz Fy $# [
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur
dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya












R ukun I man

106
kebajikan itu ialah beriman kepada Allah dan hari
kemudian.” (QS.Al-Baqarah:177).
Ketika Jibril datang kepada rasulullah dan bertanya:
“Beritahukan kepadaku tentang Iman? Beliau menjawab:
“Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-
kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhirat, dan kamu
mengimani taqdir baik ataupun buruk.”(HR. Muslim).
Termasuk yang wajib diimani, adalah mengimani
mukaddimah-mukaddimah datangnya hari akhir ini
sebagaimana yang diberitakan oleh Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam berupa tanda-tanda hari
kiamat.
Para Ulama telah membagi tanda-tanda datangnya
hari kiamat ini kepada dua macam:
Pertama: Tanda-tanda kecil, yaitu yang menunjukkan
dekatnya hari kiamat. Dan itu banyak sekali, sebagian
besarnya telah terjadi.
Diantaranya: Diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam, disia-siakannya amanah, dihiasnya masjid
untuk menjadi kebanggaan, perlombaan para
penggembala dalam mendirikan bangunan, memerangi
Yahudi dan membunuh mereka, semakin pendeknya
waktu, kurangnya amal, munculnya berbagai fitnah,
banyaknya pembunuhan, dan tersebarnya zina serta
maksiat. Allah berfirman:
] ÏM t/ uŽtI ø%$# èp tã $¡¡ 9$# ¨, t± S$#ur ã• yJ s) ø9$# [












R ukun I man

107
“Telah dekat (datangnya) hari kiamat dan telah
terbelah bulan.” (QS.Al-Qamar:1).
Kedua: Tanda-tanda besar, yaitu yang terjadi
menjelang saat-saat terjadinya kiamat, dan mengingatkan
mulai terjadinya. Dan ini ada sepuluh tanda, dan belum
satupun yang muncul.
Kesepuluh tanda itu adalah: munculnya Mahdi,
keluarnya Dajjal, turunnya Isa alaihi salam dari langit
sebagai hakim yang adil lalu dia menghancurkan salib,
membunuh Dajjal dan babi, menghentikan jizyah dan
menghukumi dengan syariat Islam, munculnya Ya’juj
dan ma’juj yang akan didoakan oleh Isa dengan
kehancuran maka merekapun mati, terjadi tiga gerhana,
satu di timur, satu di barat dan satu di jazirah Arab, asap
yaitu: keluarnya asap besar dari langit yang menyelimuti
manusia dan menutupi pandangan mereka, diangkatnya
Al-Qur’an dari bumi ke langit, terbitnya matahari dari
barat, munculnya binatang aneh dan berkobarnya api
besar dari Adn yang menggiring manusia ke bumi Syam
sebagai tanda besar yang paling terakhir.
Imam Muslim meriwayatkan dari Hudzaifah bin
Usaid Al-Ghifari radhiallahu anhu, bahwasanya beliau
berkata:
)) `: , ¸ . - . `_ .:· , _ . : .· ¸ . : `_ « ¸ . : , ¸ . .`- `_ . .. . =· `¸ . .. ¸.
. : . . =· `¸ `¸ _ : .. ¸. . .. `. = `¸ ..:· .. .. ¸. . ; . ., .: . `_ : .. `, , - .. ¸
: ¸ `¸ . · `, : , . . `± ¸ ¸· ¸±. . . = ¸ . ..:· - _. ¸ ..:· , ¸. ¸ .:· .,·












R ukun I man

108
¸ L : `, ¡ ±.:· `. _ .. `_ . `. ¸ , ., ¸ . .`. `¸ `¸ ¸ . .`_ . .`, ¸ _ .. `¸ ¸ , ¸ .¸ . `, `, _
¸ . . `, `, _ ¸ : ; : `- `. `, ¸. . - . `. , .:. `± ¸ ¸ ¸ .- . `. ., :. `. ¸ ,
¸ - . `. , , ¸ `¸ ¸ : .:· ¸ , ¸ -· ¸ , : ± . `¸. : `- `¸ `_ .. `_ _.:· . _ : .L `¸ `,
.:· _. ; : . ¸ `- ± ¸ . `, i (( ,:.. .·¸¸ .
“Suatu ketika nabi datang dan kami sedang
mudzakarah (saling mengingatkan ilmu), beliau bertanya:
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Mereka
menjawab: “Kami sedang membicarakan hari kiamat.”
Beliau berkata: “Sesungguhnya kiamat itu tidak datang
sebelum munculnya sepuluh tanda.” Kemudian beliau
menyebut: Asap, Dajjal, binatang, terbitnya matahari
dari barat, turunnya Isa putra Maryam, Ya’juj, Tiga
gerhana: satu terjadi di timur, satu di barat dan satu di
jazirah Arab, dan yang terakhir adalah keluarnya api
dari Yaman yang menggiring manusia menuju tempat
berkumpul mereka. (HR. Muslim).
Dalam hadits lain beliau bersabda:
)) ¸ ..`- `¸ `_ ... `_ ..-· ¸ · . ... `_ :· ..`, . _ ..¸ `. . `_ « .· .:· ..`_ , ¸ `: ..`- ¸ `_
.· `¸ `_ . , :. `« ¸ `¸ `. L :· _ ¸. . - -. ¸ . : = `. `¸ :· ±. _ ¸ : `. .L `,
.· . ¸ . `_ `_ . `, . · . `¸ : . .. _ ¸ . `. . - _ , , . ((
“Akan keluar di akhir umatku nanti Al-Mahdi yang
akan Allah turunkan untuknya hujan, hingga bumipun
mengeluarkan tumbuhannya, yang memberinya harta
yang melimpah, binatang ternak berkembang biak, umat












R ukun I man

109
ini menjadi banyak, dia akan hidup selama tujuh atau
delapan, yaitu tahun. (HR. Hakim).
Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa tanda-
tanda ini akan datang berturut-turut sebagaimana
berurutannya mutiara di untaian kalung, jika satu tanda
telah muncul akan diikuti oleh tanda-tanda yang lain. Jika
semua tanda itu sudah muncul semua maka terjadilah
kiamat.
Yang dimaksud dengan sa’ah (hari kiamat) adalah
hari keluarnya manusia dari kubur dengan perintah tuhan
mereka untuk dihisab, maka orang-orang yang baik akan
mendapat kenikmatan, sedangkan mereka yang jahat
akan diadzab. Allah berfirman:
] tPöq tƒ tb q ã_ ã• øƒs† z` ÏB Ï^ #y‰÷` F{ $# %Yæ#uŽÅ öN åk¨Xr( x. 4’ n<Î) 5= ÝÁ çR
tb q àÒ Ïùq ム[
“(Yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan
cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada
berhala-berhala (sewaktu di dunia).” (Al-Ma’arij:43).
Hari ini disebutkan dalam Al-Qur’an dengan
beberapa nama. Diantaranya adalah: yaumul qiyamah
(hari kiamat), al-Qori’ah, yaumul hisab (hari
perhitungan amal), yaumu din (hari pembalasan), Ath-
Thamah (malapetaka yang sangat besar), Al-Waqi’ah,
Al-Haqqaah (yang pasti terjadi), Ash-Shakhah (suara
yang memekakkan), Al-Ghasyiah (hari pembalasan) dan
sebagainya.












R ukun I man

110
Nama Yaum Qiyamah terdapat pada firman Allah:
] Iw ãN Å¡ ø%é& ÏQöq u‹ Î/ Ïp yJ »uŠÉ) ø9$# [
“Aku bersumpah dengan hari kiamat.” (QS.Al-
Qiyamah:1).
Nama Al-Qori’ah dalam firman Allah:
] èp tã Í‘ $s) ø9$# ÇÊÈ $tB èp tã Í‘ $s) ø9$# [
“Hari kiamat, apakah hari kiamat itu?” (QS.Al-
Qori’ah:
1-2).
Nama Yaumul Hisab dalam firman Allah:
] ¨b Î) tû ï Ï%©!$# tb q •=ÅÒ tƒ ` tã È@‹ Î6y™ «! $# öN ßg s9 Ò> #x‹ tã 7‰ƒÏ‰x© $yJ Î/
(#q Ý¡ nS tPöq tƒ É> $|¡ Ït ø: $# [
“Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan
Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka
melupakan hari perhitungan.” (Shad:26).
Nama Yaumud Din terdapat dalam firman Allah:
] ¨b Î) ur u‘ $£Ú àÿ ø9$# ’ Å" s9 5O ŠÏt rb ÇÊÍÈ $pktXöq n=óÁ tƒ tPöq tƒ Èû ï Ïd‰9$# [
“Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka
benar-benar berada dalam neraka. Mereka masuk ke












R ukun I man

111
dalamnya pada hari pembalasan.” (QS.Al-Infithar:14-
15).
Nama Ath-Thammah ada dalam firman Allah:
] #sŒÎ* sù ÏN uä !%y` èp ¨B!$©Ü 9$# 3“ uŽö9ä3 ø9$# [
“Maka apabila malapetaka yang besar (hari kiamat)
telah datang.” (QS.An-Naziat:34).
Nama Al-Waqi’ah terdapat dalam firman Allah:
] #sŒÎ) ÏM yè s%ur èp yè Ï%#uq ø9$# [
“Apabila terjadi hari kiamat.” (QS.Al-Waqiah:1).
Nama Al-Haqqah terdapat firman Allah:
] èp ©%!$pt ø: $# ÇÊÈ $tB èp ©%!$pt ø: $# [
“Hari kiamat, apakah hari kiamat itu?” (QS.Al-
Haqqah:1-2).
Nama Ash-Shakhah terdapat dalam firman Allah:
] #sŒÎ* sù ÏN uä !%y` èp ¨z !$¢Á 9$# [
“Dan apabila datang suara yang memekakkan
(tiupan sangkakala yang kedua).” (QS.'Abasa: 33).
Nama Al-Ghasyiah terdapat dalam firman Allah:












R ukun I man

112
] ö@yd y7 9s?r& ß] ƒÏ‰ym Ïp u‹ ϱ »tó ø9$# [
“Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari
pembalasan?” (QS.Al-Ghasyiah:1).

2. Cara beriman kepada hari akhirat
Beriman kepada hari akhirat memiliki dua cara;
global dan terperinci.
Adapun secara global yaitu: Kita mengimani adanya
satu hari dimana Allah mengumpulkan pada hari itu
seluruh manusia, mulai dari Adam sampai manusia
paling terakhir, masing-masing mereka akan
mendapatkan balasan amalannya, sebagian menjadi
penghuni surga dan sebagian lagi masuk neraka. Allah
berfirman:
] ö@è% žc Î) tû üÏ9¨r F{ $# tû ï Ì• Åz Fy $#ur ÇÍÒÈ tb q ãã q ãKôf yJ s9 4’ n<Î) ÏM »s) ‹ ÏB
8Pöq tƒ 8Pq è=÷è ¨B [
“Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang
terdahulu dan orang-orang yang kemudian, benar-benar
akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang
dikenal.” (QS.Al-Waqi’ah:49-50).
Sedangkan Iman secara terperinci adalah: Mengimani
secara mendetail setiap peristiwa sesudah kematian yang
mencakup hal-hal berikut ini:












R ukun I man

113
Pertama: Fitnah kubur
Yaitu: ketika mayit ditanya sesudah dikuburkan,
tentang tuhannya, agamanya dan nabinya
Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Maka Allah
memantapkan orang-orang beriman dengan jawaban
yang mantap, sebagaimana yang tercantum dalam
sebuah hadits ketika mayit ditanya ia mampu
menjawab dengan mengatakan:
)) ¸ `, _ .· ¸ , `¸ . ,· _ `. ; `, ¸ . , `_ `. - . `. . : . .· ¸ : `_ «
¸ . : , ((
“Tuhanku adalah Allah, agamaku adalah Islam
dan nabiku adalah Muhammad shallallahu alaihi
wasallam.” (Muttafaq alaih).
Untuk itu wajib bagi kita beriman kepada adanya
pertanyaan dua malaikat itu, bentuk pertanyaannya,
bagaimana mukmin akan menjawab dan bagaimana
munafik akan menjawab, sebagaimana yang tertera
dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam.
Kedua: Siksa kubur dan kenikmatannya
Wajib beriman kepada adanya adzab kubur dan
kenikmatannya, bahwasanya kubur itu bisa berupa
lubang neraka atau salah satu taman surga. Kubur
adalah persinggahan pertama untuk menuju akhirat,
barangsiapa yang selamat padanya maka yang
sesudahnya akan lebih mudah, dan barangsiapa yang
tidak selamat maka yang sesudahnya akan lebih sulit.












R ukun I man

114
Barangsiapa yang mati berarti telah datang
kiamatnya.
Kenikmatan dan adzab kubur dirasakan oleh ruh
dan jasad, dan kadang-kadang hanya ruh yang
merasakannya. Adzab kubur ditimpakan untuk orang-
orang yang dzalim dan kenikmatannya
dianugerahkan untuk orang mukmin yang benar.
Mayit akan disiksa di alam barzakh atau diberi
kenikmatan, baik mayit itu dikubur ataupun tidak.
Seandainya mayit itu dibakar, tenggelam atau
dimakan binatang buas atau burung, maka pasti ia
akan merasakan adzab atau kenikmatan tersebut.
Allah berfirman:
] â‘ $¨Y9$# šc q àÊ t• ÷è ム$pköŽn=tæ #xr ߉äî $|‹ ϱ tã ur ( tPöq tƒur ãPq à) s?
èp tã $¡¡ 9$# (#þq è=Åz ÷Š r& tA #uä šc öq tã ö• Ïù £‰x© r& É> #x‹ yè ø9$# [
“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi
dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat.
(Dikatakan kepada malaikat): “Masukkan Fir’aun
dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”
(QS.Al-Mukmin:46).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) . : `, v · `_ v : . .· `. `, : · . . `, `± .· · `_ `¸ `. . . = `, . `_
. . ,· .:· `, ¸ ((












R ukun I man

115
“Kalau saja kalian tidak saling menguburkan,
pasti aku memohon kepada Allah agar
memperdengarkan kepada kalian adzab kubur.” (HR
Muslim).
Ketiga: Tiupan sangkakala
Sangkakala adalah terompet berbentuk tanduk
yang akan ditiup oleh Isrofil alihis salam, pada
tiupan pertama seluruh makhluk menjadi mati kecuali
yang dikehendaki Allah untuk tetap hidup, tiupan
kedua seluruh makhluk sejak Allah menciptakan
dunia ini hingga terjadinya kiamat, bangkit dari
kubur mereka. Allah berfirman:
] ’ Îû Í‘ q •Á 9$# t, Ïè |Á sù ` tB ’ Îû ÏN ºuq »yJ ¡¡ 9$# ` tBur ’ Îû ÇÚ ö‘ F{ $# žw Î)
` tB uä !$x© ª! $# ( §N èO y‡ Ïÿ çR ÏmŠÏù 3“ t• ÷z é& #sŒÎ* sù öN èd ×P$uŠÏ% tb r ã• Ýà Ztƒ [
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa
yang mati di langit dan di bumi kecuali siapa yang
dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu
sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu
(putusannya masing-masing).” (Az-zumar:68).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) `: , `¸ `. . `_ . `_ .:· `, ¸ . ; ¸ `. . `. `« · - `. ; v · `. . : ¸ `_ . .
¸ ¸ . _ : `_ . `: . , v ¸ `, . · ¸ - `. ; v . . _ `: , `¸ `. ¸ `¸ .· :· L ¸
L:· _ . . `. `, `± . `. `« · `, . `,. .:· _. `: , `¸ `. . `_ . `_ « · `- ¸ . _ , , ·












R ukun I man

116
`. `, . _ `,. ¸ `. L `¸ `¸ _ ((
“Kemudian sangkakala pun ditiup, maka tidak
seorangpun yang mendengar kecuali
mendengarkannya dan mengangkat lehernya,
kemudian semuanya mati, lalu Allah menurunkan
hujan gerimis, maka tubuh-tubuh manusia tumbuh
kembali, kemudian ditiupkan lagi sangkakala itu,
maka tiba-tiba mereka semua berdiri
menyaksikan.”(HR Muslim).
Keempat: Kebangkitan
Yaitu: Allah menghidupkan semua yang mati,
ketika ditiupkan sangkakala yang kedua kalinya,
maka manusia-pun berdiri menuju Allah tuhan
semesta alam. Apabila Allah telah mengizinkan
untuk ditiupnya sangkakala dan kembalinya ruh ke
jasad, pada waktu itu seluruh manusia bangkit dari
kubur mereka dan berjalan dengan cepat menuju
tempat berkumpul dalam keadaan tidak beralas kaki,
telanjang, tidak dikhitan, dan tidak membawa apa-
apa. Masa berkumpul ini cukup lama, sementara
matahari sangat dekat jaraknya, dan ditambah kadar
panasnya. Keringat manusia menggenang karena
dahsyatnya masa menunggu ini, ada yang
keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut,
ada yang sampai pinggang, ada yang sampai dada,
ada yang sampai pundak dan ada yang tenggelam
oleh keringat, itu semua tergantung amal mereka.












R ukun I man

117
Kebangkitan dari kubur pasti akan terjadi,
berdasarkan dalil Al-Quran dan sunnah, realita dan
akal:
Adapun Al-Quran dan sunnah: maka ayat-ayat
yang berbicara tentang hal itu banyak sekali,
demikian juga hadits-hadits shahih yang
menunjukkan kebenarannya. Allah berfirman:
] ö@è% 4’ n?t/ ’ În1u‘ ur £` èVyè ö6çGs9 [
“Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku,
benar-benar kamu akan dibangkitkan.” (QS.At-
Taghabun:7).
Dalam firman-Nya yang lain:
] $yJ x. !$tRù&y‰t/ tA ¨r r& 9, ù=yz ¼çn߉‹ Ïè œR 4 [
“Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan
pertama begitulah Kami akan mengulanginya.”
(QS.Al-Anbiya: 104).
Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda:
)) `: , `¸ `. . `_ . `_ .:· `, ¸ . ; ¸ `. . `. `« · - `. ; v · `. . : ¸ `_ . .
¸ ¸ . _ : `_ . `: . , v ¸ `, . · ¸ - `. ; v . . _ `: , `¸ `. ¸ `¸ .· :· L ¸
`«..= L:· _ · `¸ L:· _ – ¸:· ±± _¸· . . `. `, `± . `. `« · `, . `,.












R ukun I man

118
.:· _. `: , `¸ `. . `_ . `_ « · `- ¸ . _ , , `. · `, . _ `,. ¸ `. L `¸ `¸ _ ((
“Kemudian ditiuplah sangkakala, maka tidak
seorangpun yang mendengar kecuali dia
mendengarkan dan mengangkat lehernya, kemudian
tidak seorangpun yang tersisa kecuali pasti mati,
kemudian Allah menurunkan hujan gerimis, atau
permulaan musim hujan - perawi ragu – maka
tumbuhlah (bangkitlah) tubuh-tubuh manusia,
kemudian ditiupkan lagi maka tiba-tiba mereka
berdiri menyaksikan.” (HR. Muslim).
Dan Allah berfirman:
] tA $s% ` tB ÄÓ÷Õ ãƒ zN »sà Ïè ø9$# }‘ Éd ur ÒO ŠÏBu‘ ÇÐÑÈ ö@è% $pkŽÍ‹ ós ãƒ
ü“ Ï%©!$# !$yd r' t± Sr& tA ¨r r& ;o§• tB ( uq èd ur Èe@ä3 Î/ @, ù=yz íO ŠÎ=tæ [
“Ia berkata : Siapakah yang dapat
menghidupkan tulang belulang, yang sudah hancur
luluh, Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh Tuhan
yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia
maha mengetahui tentang segala makhluk.”
(QS.Yasin:79).
Adapun secara realita: Allah telah
memperlihatkan kepada para hamba-Nya bagaimana
menghidupkan orang yang sudah mati di dunia ini,
sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Baqarah
yang memaparkan lima contoh. Yaitu: kaum nabi
Musa yang Allah hidupkan kembali setelah mereka












R ukun I man

119
mati, salah seorang bani Israil yang terbunuh, kaum
yang keluar dari rumah-rumah mereka lari dari
kematian, seseorang yang melalui suatu desa dan
kisah burung dan nabi Ibrahim alihis salam.
Adapun secara akal: Bisa dilihat dari dua sisi:
1. Sesungguhnya Allah ta’ala pencipta langit,
bumi dan seisinya. Dia menciptakannya tanpa ada
contoh sebelumnya, zat yang sanggup menciptakan
sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya berarti dia
sanggup mengembalikannya.
2. Bumi yang tadinya mati, beku dan tidak ada
kehidupan, lalu Allah menurunkan hujan kepadanya,
maka bumi itu menjadi hijau dan tumbuh padanya
berbagai macam tumbuhan yang indah. Orang yang
sanggup menghidupkan bumi setelah matinya, berarti
sanggup pula menghidupkan orang-orang yang sudah
mati.
Kelima: Pengumpulan, perhitungan dan pembalasan
Kita mengimani bahwa jasad-jasad ini akan
dikumpulkan, akan ditanya dan dihitung amalnya
dengan adil dan diberikan kepada makhluk balasan
atas amalannya. Allah ta’ala berfirman:
] öN ßg »tR÷Ž|³ ym ur öN n=sù ö‘ ÏŠ $tó çR öN åk÷] ÏB #Y‰tn r& [
“Dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan
tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.”
(QS.Al-Kahfi:47).












R ukun I man

120
Dalam ayat lain Allah berfirman:
] $¨Br' sù ô` tB š† ÎAr é& ¼çmt7»tGÏ. ¾ÏmÏYŠÏJ u‹ Î/ ãA q à) u‹ sù ãPät !$yd (#r âä t• ø%$#
÷mu‹ Î6»tFÏ. ÇÊÒÈ ’ ÎoTÎ) àM YuZsß ’ ÎoTr& @, »n=ãB ÷mu‹ Î/ $|¡ Ïm ÇËÉÈ uq ßg sù ’ Îû 7p t± ŠÏã
7p u‹ ÅÊ #§‘ [
“Adapun orang-orang yang diberikan
kepadanya kitab dari sebelah kanannya, maka dia
berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini).
Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku
akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu
berada dalam kehidupan yang diridhai.” (QS.Al-
Haqqah:19-21).
Dan firman Allah :
] $¨Br&ur ô` tB u’ ÎAr é& ¼çmt7»tGÏ. ¾Ï&Î!$yJ ϱ Î0 ãA q à) uŠsù ÓÍ_tFø‹ n=»tƒ óO s9 |N r é&
÷muŠÎ6»tFÏ. ÇËÎÈ óO s9ur Í‘ ÷Š r& $tB ÷mu‹ Î/ $|¡ Ïm [
“Dan adapun orang-orang yang diberikan
kepadanya kitab dari sebelah kirinya, maka dia
berkata: Wahai alangkah baiknya kiranya tidak
diberikan kepadaku kitabku (ini).” (QS.Al-Haaqqah:
25-26).












R ukun I man

121
Hasyr (berkumpul) adalah: digiring dan
dikumpulkan-nya manusia ke padang mahsyar untuk
dihisab.
Perbedaan antara hasyr dan ba’ts (dibangkitkan)
adalah, bahwa dibangkitan itu mengembalikan setiap
ruh ke jasadnya, sedangkan hasyr adalah menggiring
mereka yang dibangkitkan menuju tempat berkumpul
(padang mahsyar).
Adapun hisab (perhitungan) dan jaza’
(pembalasan) adalah: Dimana Allah menghadirkan
setiap hamba ke hadapan-Nya dan diperlihatkan
kepada mereka semua amal yang dulu pernah mereka
lakukan.
Adapun orang-orang mukmin yang bertakwa,
mereka dihisab dengan hanya diperlihatkan seluruh
amalnya hingga mereka mengetahui kasih sayang
Allah kepada mereka dengan menutupi amalan (yang
jelek) di dunia dan mengampuninya di akhirat.
Mereka dikumpulkan berdasarkan tingkat keimanan,
mereka disambut Malaikat yang membawa kabar
gembira dengan surga, dan mengamankan mereka
dari rasa takut dan dari kedahsyatan hari yang sulit
itu, maka wajah merekapun putih bersinar, berseri-
seri, tertawa dan bergembira-ria.
Adapun orang-orang yang mendustakan (agama)
dan berpaling (dari jalan yang benar) akan dihisab
dengan perhitungan yang sulit dan mendetail, akan
dihitung semua amal mulai dari yang besar sampai
yang sekecil-kecilnya. Mereka akan diseret dengan












R ukun I man

122
wajah-wajah mereka, sebagai penghinaan bagi
mereka dan balasan atas apa yang telah mereka
lakukan dan dustakan.
Yang pertama kali dihisab pada hari kiamat
adalah umat nabi kita Muhammad shallallahu alaihi
wasallam, diantara mereka tujuh puluh ribu orang
masuk surga tanpa dihisab dan tanpa diadzab
dikarenakan kesempurnaan tauhid mereka. Mereka
itulah yang pernah disebutkan ciri-cirinya oleh nabi:
)) v ¸ `. . `¸ . `, _ ¸ v ¸ = . `, `¸ _ ¸ v ¸ . L _ `¸ `¸ _ ¸ . : ¸ ¸ `, , `,
¸ . , = : `, _ ((
“Mereka yang tidak meminta diruqyah (dimantra
dengan do’a), tidak berobat dengan cara kaiy
(dengan besi panas), tidak percaya pada khurafat
burung dan kepada Tuhan mereka, mereka
bertawakal.”
Di antara mereka adalah shahabat yang bernama
Ukasyah bin Mihsan radhiallahu anhu.
Adapun amalan yang berhubungan dengan hak
Allah yang pertama dihisab adalah salat, dan amal
yang berhubungan dengan hak manusia yang pertama
dihisab adalah permasalahan darah (pembunuhan).
Keenam: Haudh (Telaga di surga)
Kita mengimani adanya telaga Nabi shallallahu
alaihi wasallam, yaitu telaga yang besar dan tempat
minum yang mulia, Airnya mengalir dari sungai Al-












R ukun I man

123
Kautsar dari dalam surga yang hanya akan diminum
oleh orang-orang beriman dari umat Muhammad
shallallahu alaihi wasallam.
Sebagian dari ciri-cirinya: Airnya lebih putih
dari susu, lebih dingin dari es, lebih manis dari madu,
lebih wangi dari kesturi, sangat luas, lebar dan
panjangnya sama, dari ujung ke ujung jarak
perjalanan selama sebulan, padanya terdapat dua
saluran air yang memanjang dari surga, gelas-
gelasnya lebih banyak dari jumlah bintang-bintang di
langit, dan barangsiapa yang meminumnya tidak
akan pernah haus selamanya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) - `, . `_ . . `_ ¸ : ± `, ¸¸ . `,. `. · `, _ `_ . _ ::· , _ ¸ ¸ `¸ `- `«
· L _ `, . _ :· `. ± ¸ = `_ ¸ `.· `« = `. `, `, , .:· . .. . `_ ± ¸ ,
. `. `« . ; ¸ L . . · , . · ((
“Telagaku luasnya sepanjang perjalanan
sebulan, airnya lebih putih dari susu, wanginya
melebihi kesturi, gelasnya seperti jumlah bintang-
bintang di langit, barangsiapa yang meminumnya
tidak akan pernah haus selamanya.” (HR. Bukhari).
Ketujuh: Syafa’at
Ketika manusia sedang mengalami kesulitan
yang luar biasa di tempat penantian untuk dihisab
ditambah sangat panjangnya masa penantiaan,
mereka mencari orang yang bisa memberi syafa’at di












R ukun I man

124
hadapan Tuhan mereka untuk membebaskan mereka
dari kesulitan dan rasa takut pada hari itu. Semua
Rasul Ulul Azmi menolak untuk memberi syafa’at,
hingga mereka sampai kepada Rasul terakhir
Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang mana
Allah telah mengampuni seluruh dosa-dosanya di
masa lalu ataupun yang akan datang. Maka berdirilah
beliau di tempat yang mulia yang didambakan oleh
semua orang terdahulu dan sekarang serta nampaklah
kedudukan beliau yang agung dan derajat yang
tinggi. Kemudian bersujudlah beliau di bawah arsy
dan Allah mengilhamkan kepadanya pujian-pujian
untuk memuji-Nya dan mengagungkan-Nya, lalu
beliau meminta izin Tuhannya dan beliaupun
diizinkan untuk memberi syafa’at kepada hamba-
hamba untuk melepaskan mereka dari kesulitan dan
kegelisahan yang tidak sanggup mereka pikul.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) ; _ ±:· `. _ : `. `. ¸ , `, , .:· _ .. - . ¸ ¸ `, : _ :· . ¸ `¸ . `. .
.· `, _ . , `_ . . `. . `, = . : ± `.· . . `:. `, , · ,. , `: , , , `, ¸ .· `_ , `: ,
, `. `, . `: ¸ , , . `_ . `: ¸ , , `. - . ¸. . : .· ¸ . : `_ « ¸ . : ,
. _ `± . `_ : `_ . . , ¸ `_ _ .· : _ . _ `. ± - _ . ¸ ¸ . `- . , - : .
,:· ,. . _ `, . . ¸. ¸ `, . `. `« .· . . .. . . `- `. `, , ¸ · `- . `. `. · `. `_
,· `. _ = : `, `, ((












R ukun I man

125
“Sesungguhnya matahari pada hari kiamat
sangat dekat hingga ada yang keringatnya sampai di
tengah telinga, ketika mereka dalam keadaan seperti
itu mereka mencari pertolongan kepada Adam
kemudian Ibrahim kemudian Musa kemudian Isa
kemudian Muhammad shallallahu alaihi wasallam,
beliaulah yang memberikan syafa’at untuk
dipercepat putusan hukum antara makhluk, kemudian
beliau berjalan hingga memegangi gagang pintu,
maka hari itulah Allah menempatkannya di maqam
mahmuda (tempat yang mulia) yang dimuliakan oleh
seluruh yang hadir.” (HR. Bukhari).
Syafa’at 'udzma (syafa’at agung) ini hanya
dikhususkan untuk Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam saja. Selain itu beliau juga akan
memberikan syafa’at-syafa’at lain, yaitu:
1. Syafa’at beliau untuk ahli surga agar
diizinkan bagi mereka memasukinya. Dalilnya adalah
sabda beliau:
)) :· , _ ,. ,· . ¸ `, , .:· _ .. . . `. . . . `_ . _ . `, `¸ .· ¸. `_ .
. `_ · `. ± . : ¸. . . . . `, `¸ . `. - . `. . _ . `, `¸ . , ± · . `¸ `± v · . . `_
: . - ¸. . `, : ± ((
“Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat
nanti, lalu aku minta dibukakan pintunya.
Penjaganya pun bertanya: siapa kamu? Aku
menjawab: Muhammad, dan penjaga itu berkata:
Aku telah diperintahkan untuk tidak membukakan












R ukun I man

126
pintu ini bagi siapapun sebelum kamu.” (HR.
Muslim).
2. Syafa’at beliau untuk suatu kaum yang
seimbang antara kebaikan dan kejelekan mereka
untuk bisa masuk surga. Ini adalah pendapat sebagian
ulama’ tetapi tidak ada satupun hadits shahih yang
bisa dijadikan sandaran.
3. Syafa’at beliau untuk suatu kaum yang
diputuskan untuk masuk neraka, agar mereka tidak
jadi memasukinya. Dalilnya adalah keumuman sabda
beliau:
)) ± . .. . `_ : . `. _ :· = , :. ¸ . `_ · . . `_ ((
“Syafa’atku untuk para pelaku dosa besar dari
umatku.” (HR. Abu Dawud).
4. Syafa’at beliau untuk mengangkat derajat
para penghuni surga di dalam surga. Dalilnya dalah
sabda beliau:
)) · :: `, , .· . `¸ : . , `_ . : . ¸ `¸· . `_ , ¸ , . `« . `_ :· `, . `¸ `_ _ ((
“Ya Allah ampunilah Abu Salamah dan
angkatlah derajatnya menjadi orang-orang yang
diberi hidayah.” (HR. Muslim).
5. Syafa’at beliau untuk suatu kaum agar
mereka masuk surga tanpa dihisab terlebih dahulu
dan tanpa diazab. Dalilnya hadits Ukasyah bin
Mihsan tentang tujuh puluh ribu orang yang akan
masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, Rasulullah












R ukun I man

127
berdo’a untuknya: “Ya Allah, jadikanlah dia
termasuk dalam golongan mereka.” (Muttafaq
Alaih).
6. Syafa’at beliau untuk para pelaku dosa besar
agar tidak masuk neraka. Dalilnya hadits rasul:
)) ± . .. . `_ : . `. _ =:· , :. ¸ . `_ · . . `_ ((
“Syafa’atku untuk pelaku dosa besar dari
umatku.” (HR. Abu Dawud).
Dan dalam hadis yang lain:
)) ¸ `- `¸ `_ . `, `, . _ .:· ¸. , ± . .. `. - . ¸. . : .· ¸ . : `_ «
¸ . : , . _ `. `- : `, _ · , . `¸ . . `, _ ,· , . . `_ `_ _ ((
“Akan keluar suatu kaum dari neraka dengan
syafa’at Muhammad shallallahu alaihi wasallam,
kemudian mereka masuk surga. Mereka dinamakan
Jahannamiyyin.” (HR. Bukhari).
7. Syafa’at beliau untuk meringankan adzab
dari orang yang seharusnya diazab keras, seperti
syafa’at beliau untuk pamannya Abu Thalib. Dalilnya
hadits rasul:
)) : . : `« : `. . `. `« ± . .. . `_ ¸ `, , :· . _ .. . `_ `, . `_ . `_ . `- . ¸_.
. _ .:· ¸. ¸ `, : `_ = `. , `_ « ¸ `. : _ . `. `« , . .. `« ((
“Mudah-mudahan syafa’atku bisa meringankan
siksanya di hari kiamat, untuk diletakkan di neraka












R ukun I man

128
yang paling atas dimana api sampai menyentuh dua
mata kakinya, yang membuat otaknya mendidih.”
(Muttafaq Alaih).
Syafa’at di sisi Allah tidak dibenarkan kecuali dengan
dua syarat:
1. Ridha Allah terhadap pemberi dan penerima
syafa’at.
2. Izin Allah kepada seseorang untuk memberi
syafa’at.
Allah berfirman:
] Ÿw ur šc q ãè xÿ ô± o„ žw Î) Ç` yJ Ï9 4Ó|Ó s?ö‘ $# [
“Dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan
kepada orang yang diridhai Allah.” (QS.Al-
Anbiya’:28).
Dalam firman-Nya yang lain:
] #sŒ “ Ï%©!$# ßì xÿ ô± o„ ÿ¼çny‰YÏã žw Î) ¾ÏmÏRøŒÎ* Î/ [
“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya
tanpa izin-Nya.” (QS.Al-Baqarah:255).
Kedelapan: Mizan (Timbangan amal).
Mizan itu haq, wajib diimani adanya, mizan itu
adalah timbangan yang diletakkan oleh Allah untuk
menimbang amal manusia di hari kiamat, untuk
kemudian membalasnya sesuai dengan amalnya.












R ukun I man

129
Timbangan ini hissi (dapat dilihat dengan panca indra),
mempunyai dua sisi timbangan dan bagian yang
melintang, untuk menimbang amal atau buku catatan
amal atau sipelaku amal itu sendiri. Ketiga-tiganya
mungkin ditimbang, tetapi yang menjadi ukuran berat
atau tidak adalah amal, bukan pelakunya atau buku
catatan tersebut. Allah berfirman:
] ßì ŸÒ tRur tû ï Ηºuq yJ ø9$# xÝ ó¡ É) ø9$# ÏQöq u‹ Ï9 Ïp yJ »uŠÉ) ø9$# Ÿx sù ãN n=ôà è? Ó§ øÿ tR
$\«ø‹ x© ( b Î) ur šc %Ÿ2 tA $s) ÷WÏB 7p ¬6ym ô` ÏiB @A yŠ ö• yz $oY÷• s?r& $pkÍ5 3 4’ s" x. ur
$oYÎ/ šú üÎ7Å¡ »ym [
“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada
hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang
sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji
sawipun pasti akan Kami mendatangkan (pahala)nya dan
cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS.Al-
Anbiya’:47).
Dalam firman-Nya yang lain:
] ãb ø—uq ø9$#ur >‹ Í´ tBöq tƒ ‘, ys ø9$# 4 ` yJ sù ôM n=à) rO ¼çmãZƒÎ—ºuq tB š• Í´ ¯»s9'r é' sù ãN èd
tb q ßs Î=øÿ ßJ ø9$# ÇÑÈ ô` tBur ôM ¤ÿ yz ¼çmãYƒÎ—ºuq tB y7 Í´ ¯»s9'r é' sù tû ï Ï%©!$# (#ÿr ã• Å¡ yz
N åk|¦ àÿ Rr& $yJ Î/ (#q çR%x. $uZÏG»tƒ$t«Î/ tb q ßJ Î=ôà tƒ [












R ukun I man

130
“Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya,
maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan
siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah
orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan
mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS.Al-
A’raf: 8-9).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) L:· `, `, `¸ ± L `¸ ,· `¸ . _. ¸ :· - `. `. : : « : `. : . :· `_ ¸ _· ((
“Kebersihan setengah dari Iman dan alhamdulillah
memenuhi timbangan.”(HR. Muslim).
Beliau juga bersabda:
)) `¸ `, . `_ :· `_ ¸ `_· ¸ `, , :· . _ .. . : `, `¸ ¸ _ . `_ « .:· . ¸. `±· ¸ .· `¸ `_
: , . . `± ((
“Akan diletakkan timbangan pada hari kiamat,
kalaulah langit dan bumi ditimbang niscaya akan
cukup.” (HR. Hakim).
Kesembilan: Shirath
Kita mengimani adanya shirath, yaitu jembatan yang
dipasang di atas neraka Jahannam dengan jalan yang
sangat menakutkan, semua manusia akan melewatinya
untuk menuju ke surga. Di antara mereka ada yang
melaluinya dengan sekejap mata, ada pula yang
melaluinya secepat kilat, ada yang seperti angin, ada
yang seperti burung, ada yang secepat lari kuda, ada juga
yang berlari, atau berjalan, ada pula yang merangkak, dan












R ukun I man

131
ada yang diseret, semuanya berjalan sesuai dengan
amalnya hingga seseorang yang berjalan dengan sinar
yang hanya sebesar ibu jari kakinya. Di antara mereka
ada yang diambil kemudian dilempar ke dalam neraka,
barangsiapa yang dapat melewati shirath ini, maka ia
masuk surga.
Orang yang pertama kali menyeberang shirath ini
adalah nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam,
kemudian diikuti oleh umatnya. Hari itu tidak ada yang
angkat bicara kecuali para rasul, dan do’a para rasul hari
itu adalah: “Ya Allah selamatkan, selamatkan.” Neraka
Jahannam memiliki besi-besi ranjau (hanya Allah yang
mengetahui jumlahnya), terletak di kanan kiri shirath
yang akan menarik siapa yang Allah kehendaki ke
dalamnya.
Sifat-sifat shirath: Lebih tajam dari pedang, lebih
halus dari rambut, licin, tidak ada kaki yang dapat tetap
berjalan di atasnya kecuali dengan izin Allah, diletakkan
di tempat yang gelap, dan dikirimkan amanah dan rahim
(kekerabatan) berdiri di samping kiri kanan shirath untuk
menjadi saksi siapa saja yang menjaganya atau yang
mengabaikannya. Allah berfirman:
] b Î) ur óO ä3 ZÏiB žw Î) $yd ߊ Í‘ #ur 4 tb %x. 4’ n?tã y7 În/ u‘ $VJ ÷Fym $wŠÅÒ ø) ¨B ÇÐÊÈ
§N èO ÓÉdf uZçR tû ï Ï%©!$# (#q s) ¨?$# â‘ x‹ tR¨r šú üÏJ Î=»©à 9$# $pkŽÏù $wŠÏWÅ_ [
“Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan
mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah












R ukun I man

132
suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami
akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan
membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka
dalam keadaan berlutut.”(QS.Maryam:71-72).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) ¸ `¸ `. ¸ `, `.:· ¸ ±· , `_ _ L `, ¸ .· `_ , , . , . . = `, `_ · . ¸ . · . . `_
· ¸ ¸ . `_ `¸ , `_ `¸ `. ((
“Shirath diletakkan diatas neraka Jahannam, maka
aku dan umatkulah yang kali pertama akan
melewatinya.” (HR. Muslim).
Dalam sabda beliau yang lain:
)) ¸ `¸ `. ¸ `, , `. `¸ , , . , . . = `, _ · ¸ ¸ . `_ `¸ , `_ `¸ ¸ `, . `.. ¸:· `. _
¸ `, . . ¸. ::· `, , . : `, . : `, ((
“Akan dipasang jembatan Jahannam … maka akulah
orang pertama yang melewatinya dan do’a para rasul
hari itu adalah: Ya Allah selamatkan, selamatkan.”
(Muttafaq alaih).
Abu Sa’id Al-Khudriy radhiallahu anhu pernah
berkata: “Aku pernah mendengar bahwa jembatan itu
lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.”
(HR. Muslim).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga
bersabda:












R ukun I man

133
)) ¸ `: `¸ . `_ .· . .. ¸ ¸:· - `, . . . `, `, . : , ¸ . , `_ `.:· ¸ ±· ¸ . `_ . .
¸ ± . v. . _ `. ¸ · ¸ : = `, = :. , `¸ ¸ `: , = . `¸ `¸:· `¸ _ `: , = . `¸
L:· `_ ¸ ¸ ± `. `¸:· - ¸. `: `, ¸ _ , , `, · `. . :. `, `, ¸ . , _ = `, . :. `, . : ¸
`.:· ¸ ±· ¸ . `, `¸ . ¸ `, . : `, . : `, - . : ¸ `. , ¸ · `. . `¸. :· . , ,.
- . ¸ ¸ , `_ . ¸:· `, `_ . ; ¸ `. . L `_ `_ .:· `_ ¸ ; v ¸ `- . . . ¸. . ¸ . : ¸
- .. . `_ `.:· ¸ ±· = ; : `_ `, `. . : . . . `. `, ¸ : , . `- . . `_ · . ¸ `± , «
. . `- `. `¸ `_ . ¸_. ¸ . = `. `¸ `_ . `_ .:· ¸. ((
“Dan dikirimlah amanah dan rahim (kekerabatan)
untuk berdiri di atas shirath pada sebelah kanan dan kiri,
maka orang pertama di antara kamu lewat bagaikan kilat
… kemudian seperti kecepatan angin, kemudian
berikutnya seperti kecepatan burung dan kecepatan
orang yang lagi musafir, semuanya mendapatkan
balasan sesuai dengan amalnya. Dan nabi kalian berdiri
di atas shirath dengan berkata: Ya Allah selamatkan,
selamatkan. Hingga amal-amal para hamba sudah tidak
sanggup lagi (menolong), hingga datang seseorang yang
sudah tak sanggup lagi berjalan kecuali dengan
merangkak.”
Kemudian beliau berkata: “Dan di sebelah kanan
dan kiri shirath terdapat kalalib (besi-besi ranjau) yang
digantungkan dan diperintahkan untuk mengambil
orang-orang tertentu, maka ada yang tercabik-cabik
tetapi ia selamat dan ada yang dilempar ke dalam
neraka.” (HR. Muslim).












R ukun I man

134
Kesepuluh: Qintharah (Tempat Pemberhentian antara
surga dan neraka).
Kita wajib mengimani bahwa jika orang-orang
mukmin sudah berhasil melewati shirath, mereka akan
berhenti di Qintharah. Yaitu sebuah tempat di antara
surga dan neraka, di mana orang-orang mukmin akan
dihentikan di sini setelah berhasil melewati shirath dan
selamat dari neraka, untuk diputuskan permasalahan yang
terjadi di antara mereka (kezaliman-kezaliman yang
terjadi antara mereka di dunia) sebelum mereka
memasuki surga. Manakala mereka sudah bersih dan suci
maka baru diizinkan untuk memasuki surga.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
)) ¸ `- : `_ :· `, . `. `, _ . _ .:· ¸. . `_ `- , `. `, _ . : . ¸ `. L ¸ ¸: , `_ _ :· , .
¸ .:· ¸. . `_ . . _ : , `. . , `, . `_ , `. _ . L :. , = .. `± , `_ . `, `, . `_
.:· `. _ - . . ; ¸ , `. · . `, `, ¸ · `. . `, · · , _ : `, `, . `_ `, `- `, ¸ :· , .
. , · : . `_ . . `_ `. - . ¸. , _ . . : . - `. `. `, · `. . , _ . `. . ¸ : « . `_ ,· .
. `. `« , . `. ¸. : « = _. . `_ .:· `. _ . ((
“Ketika orang-orang mukmin itu sudah selamat
melewati neraka, mereka dihentikan di sebuah tempat
yang terletak antara surga dan neraka, maka
diselesaikanlah permasalahan (kezaliman-kezaliman)
yang dulu pernah ada di antara mereka di dunia, hingga
manakala mereka sudah dibersihkan dan disucikan, baru
diizinkan untuk memasuki surga, maka demi yang jiwa












R ukun I man

135
Muhammad ada di tangan-Nya, salah seorang dari
mereka lebih tahu dengan tempat tinggalnya di surga
daripada tempat tinggalnya sewaktu di dunia.” (HR.
Bukhari).
Kesebelas: Surga dan Neraka.
Kita mengimani bahwasanya surga itu benar adanya
demikian juga neraka, dan bahwasanya keduanya sudah
ada, tidak akan pernah rusak dan punah, bahkan
keberadaannya abadi. Begitu juga kenikmatan ahli surga
tidak akan pernah habis dan hilang. Siksaan ahli neraka
yang telah diputuskan oleh Allah untuk kekal di
dalamnya tidak akan pernah habis dan berhenti.
Adapun orang-orang yang bertauhid maka mereka
akan keluar dari nereka dengan syafa’at orang-orang
yang memberi syafa’at dan atas rahmat Allah Yang Maha
Penyayang.
Surga adalah tempat mulia yang Allah sediakan untuk
orang-orang bertaqwa pada hari kiamat nanti. Di
dalamnya ada sungai-sungai yang mengalir, kamar-kamar
yang megah, dan istri-istri yang cantik. Di dalamnya
terdapat apa saja yang diinginkan oleh jiwa dan disenangi
oleh mata memandang, kenikmatannya tidak pernah
dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak
pernah terdetik di hati manusia. Kenikmatannya tidak
akan pernah habis dan punah. Mereka akan kekal dalam
kenikmatan tersebut tanpa ada hentinya. Tempat untuk
meletakkan sebuah cemeti di sana lebih baik dari dunia
dan seisinya. Wanginya bisa dicium dari jarak perjalanan
40 tahun. Kenikmatan yang paling besar adalah ketika












R ukun I man

136
orang-orang mukmin bisa melihat Tuhan mereka secara
langsung dengan mata kepala mereka.
Adapun orang-orang kafir, mereka tidak akan dapat
melihat Tuhan. Barang siapa yang mengingkari
penglihatan orang-orang mukmin akan Tuhan mereka
berarti dia telah menyamakan antara orang-orang
mukmin dengan orang-orang kafir dalam hal ini.
Surga itu ada seratus tingkatannya, antara satu
tingkatan dengan tingkatan yang lainnya bagaikan antara
langit dan bumi. Tingkatan Surga tertinggi adalah Firdaus
‘a’la dimana atapnya adalah arsy Allah Yang Maha
Pengasih. Surga Firdaus memiliki delapan pintu, jarak
antara dua sisi setiap pintu seperti antara Makkah dan
Hajar (terletak di wilayah Ahsa’ Saudi Arabia, berjarak
lebih kurang 1300 km), dan akan datang suatu masa
dimana pintu tersebut akan penuh sesak karena
banyaknya yang masuk. Tingkatan terendah ahli surga
adalah seperti dunia dan sepuluh kali lipatnya. Allah
berfirman tentang surga:
] ôN £‰Ïã é& tû üÉ) -GßJ ù=Ï9 [
“Disediakan untuk orang-orang bertakwa.” (QS.Ali
Imran: 133).
Dan Allah juga berfirman tentang kekalnya ahli surga
di dalamnya, dan ia tidak akan pernah punah:












R ukun I man

137
] ôM èd ät !#t“ y_ y‰ZÏã öN ÍkÍh5u‘ àM »¨Zy_ 5b ô‰tã “ Ì• øgrB ` ÏB $uhÏGøt rB ã• »pk÷XF{ $#
tû ï Ï$Î#»yz !$pkŽÏù #Y‰t/ r& ( zÓÅÌ §‘ ª! $# öN åk÷] tã (#q àÊ u‘ ur çm÷Ztã 4 y7 Ï9ºsŒ ô` yJ Ï9
zÓÅ´ yz ¼çm-/ u‘ [
“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga
‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap
mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang
demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut
kepada Tuhannya” (QS.Al-Bayyinah:8).
Adapun neraka: adalah tempat adzab, yang Allah
sediakan untuk orang-orang kafir dan yang berbuat
maksiat. Di dalamnya terdapat berbagai macam siksaan
dan beragam hukuman. Penjaganya malaikat yang sangat
kasar dan keras. Orang-orang kafir akan kekal di
dalamnya, makanan mereka Zaqqum (sebuah pohon
dalam neraka, buahnya sangat pahit dan busuk baunya),
dan minuman mereka hamim (air panas yang mendidih),
api dunia ini hanya merupakan satu bagian dari tujuh
puluh bagian dari panasnya api Jahannam, api Jahannam
lebih panas enam puluh sembilan kali dari api dunia
dimana setiap bagiannya sama panasnya dengan api
dunia atau lebih.
Neraka tidak akan pernah bosan membakar dan
menerima orang-orang yang dilemparkan ke dalamnya,
bahkan ia senantiasa berkata: masih adakah tambahan?












R ukun I man

138
Neraka memiliki tujuh pintu setiap pintunya memiliki
bagian yang terpisah-pisah.
Allah berfirman tentang neraka:
] ôN £‰Ïã é& tû ï Ì• Ïÿ »s3 ù=Ï9 [
“Disediakan untuk orang-orang kafir.” (QS.Ali
Imran:131).
Allah berfirman tentang kekekalan penghuni neraka
di dalamnya, dan neraka itu tidak akan pernah punah:
] ¨b Î) ©! $# z` yè s9 tû ï Í• Ïÿ »s3 ø9$# £‰tã r&ur öN çl m; #·Ž• Ïè y™ ÇÏÍÈ tû ï Ï$Î#»yz !$pkŽÏù
#Y‰t/ r& ( [
“Sesungguhya Allah melaknati orang-orang kafir
dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala
(neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”
(QS.Al-Ahzab:64-65).
3. Hikmah beriman kepada hari akhirat
Beriman kepada hari akhirat mengandung banyak
hikmah dan faedah, diantaranya:
1. Menimbulkan keinginan yang tinggi untuk
melakukan ketaatan dan senantiasa berusaha untuk
itu demi mengharapkan pahala.












R ukun I man

139
2. Menimbulkan rasa takut untuk melakukan
kemaksiatan atau meridhai perbuatan maksiat, karena
takut akan siksaan pada hari tersebut.
3. Menghibur orang-orang yang mukmin karena
kenikmatan dunia yang luput dari mereka, lantaran
mengharap kenikmatan akhirat dan pahalanya.
4. Beriman kepada hari kebangkitan merupakan
pangkal kebahagiaan individu dan masyarakat.
Karena apabila manusia beriman bahwasanya Allah
akan membangkitkan seluruh makhluk setelah
kematian mereka dan membalas seluruh amal mereka
serta mengambil hak orang yang didzalimi dari orang
yang mendzalimi hingga dari binatang sekalipun,
maka ia akan istiqamah taat kepada Allah, dengan
demikian akan lenyaplah kejahatan dan akan
tersebarlah kebaikan di masyarakat serta akan
membahana keutamaan dan ketenangan.

















R ukun I man

140

RUKUN KEENAM:
BERIMAN KEPADA TAQDIR

1. Definisi taqdir dan urgensi beriman
kepadanya:
Taqdir adalah: Ketentuan Allah untuk seluruh yang
ada sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. Taqdir ini
kembali kepada kudrat (kekuasaan) Allah, sesungguhnya
Dia atas segala sesuatu maha kuasa, dan berbuat apa yang
dikehendaki-Nya.
Iman kepada taqdir merupakan bagian dari iman
kepada rububiyah Allah subhanahu wataala dan
merupakan salah satu dari rukun iman yang tidak akan
sempurna keimanan seseorang tanpanya. Allah
berfirman:
] $¯RÎ) ¨@ä. >ä óÓx« çm»oYø) n=yz 9‘ y‰s) Î/ [
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu
menurut ukuran.” (QS.Al-Qomar: 49).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) = _ ± `_ ¸. , . . ¸¸ - . .:· ¸ `, ¸ ¸ :· = `_ _ · `¸ =:· `_ _
¸ :· . `, ¸ ((












R ukun I man

141
“Segala sesuatu sudah ditaqdirkan hingga orang
yang lemah dan cerdik atau orang cerdik dan lemah.”
(HR. Muslim).
2. Tingkatan taqdir:
Tidak sempurna keimanan kepada taqdir kecuali
dengan meyakini empat tingkatan:
Pertama: Beriman kepada ilmu Allah yang Azali,
yang meliputi segala sesuatu. Allah berfirman:
] óO s9r& öN n=÷è s? žc r& ©! $# ãN n=÷è tƒ $tB ’ Îû Ïä !$yJ ¡¡ 9$# ÇÚ ö‘ F{ $#ur 3 ¨b Î)
š• Ï9ºsŒ ’ Îû A= »tFÏ. 4 ¨b Î) y7 Ï9ºsŒ ’ n?tã «! $# ׎• Å¡ o„ [
“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa
sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada
di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian
itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfudz).
Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi
Allah.” (QS.Al-Hajj:70).
Kedua: Beriman kepada penulisan ilmu Allah
atas taqdir segala sesuatu di Lauh Mahfudz. Allah
berfirman:
] $¨B $uZôÛ §• sù ’ Îû É= »tGÅ3 ø9$# ` ÏB &ä óÓx« 4 [
“Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam al
Kitab.” (QS.Al-An’am:38).












R ukun I man

142
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda:
)) = . , .· . . ,. `¸ ¸ .· ; : _ . `, _ · `_ ¸ `- : _ .:· . , ±·
¸ .· `¸ _ , - `. . `_ _ · : . . . ¸ ((
“Allah telah menulis taqdir (ketentuan yang akan
berlaku kepada) seluruh makhluk sebelum Dia
menciptakan langit dan bumi lima puluh ribu tahun.”
(HR. Muslim).
Ketiga: Beriman kepada kehendak Allah yang
pasti terlaksana dan kekuasaan-Nya yang
menyeluruh. Allah berfirman:
] $tBur tb r âä !$t± n@ Hw Î) b r& uä !$t± o„ ª! $# •> u‘ šú üÏJ n=»yè ø9$# [
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh
jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan
semesta alam.” (QS.At-Takwir: 29).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda
kepada orang yang berkata kepada beliau: “atas
kehendak Allah dan kehendakmu”:
)) · , . : . . `_ : : « . . , · `_ . ± . .. .· ¸ `- . `. ((
“Apakah kamu menjadikan aku sebagai sekutu
bagi Allah? Tetapi (katakanlah): hanya atas
kehendak Allah saja.” (HR. Ahmad).












R ukun I man

143
Keempat: Beriman bahwa Allah adalah pencipta
segala sesuatu. Allah berfirman:
] ª! $# ß, Î=»yz Èe@à2 &ä óÓx« ( uq èd ur 4’ n?tã Èe@ä. &ä óÓx« ×@‹ Ï. ur [
“Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia
memelihara segala sesuatu.” (QS.Az-Zumar: 62).
Dan dalam ayat lain Allah berfirman:
] ª! $#ur ö/ ä3 s) n=s{ $tBur tb q è=yJ ÷è s? [
“Padahal Allahlah yang menciptakan kamu dan
apa yang kamu perbuat itu.” (QS.Ash-Shaffat:96).
Rasululullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) ; _ .· ¸ `. . `_ = _ . .. ¸_ ¸ `. `. . . `« ((
“Sesungguhnya Allahlah yang menciptakan
setiap orang yang bekerja dan pekerjaannya itu.”
(HR. Bukhari).
3. Macam-macam Taqdir:
i. Taqdir umum untuk seluruh makhluk, dan
Allah menulisnya di lauh mahfudz lima puluh ribu
tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
ii. Taqdir sepanjang umur, yaitu setiap yang
terjadi pada seorang hamba dari sejak ditiupkan ruh
kepadanya hingga akhir ajalnya.












R ukun I man

144
iii. Taqdir tahunan, Yaitu taqdir terhadap apa
yang akan terjadi setiap tahun, ia ditentukan pada
malam lailatul qadar setiap tahun. Allah berfirman:
] $pkŽÏù ä- t• øÿ ム‘@ä. @• øBr& AO ŠÅ3 ym [
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang
penuh hikmah.” (QS.Ad-Dukhan: 4).
iv. Taqdir harian, yaitu taqdir terhadap apa yang
terjadi setiap hari, berupa mulia dan hina, diberi dan
tidak, hidup dan mati dan lain sebagainya. Allah
berfirman:
] ¼ã&é#t«ó¡ o„ ` tB ’ Îû ÏN ºuq »uK¡¡ 9$# ÇÚ ö‘ F{ $#ur 4 ¨@ä. BQöq tƒ uq èd ’ Îû 5b ù' x© [
“Semua yang ada di langit dan di bumi selalu
meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam
kesibukan.” (QS.Ar-Rahman:29).
4. Aqidah salaf dalam masalah taqdir
Sesungguhnya Allah adalah pencipta segala sesuatu,
pengatur dan pemiliknya, Dia telah mentaqdirkan semua
ketentuan yang akan berlaku terhadap seluruh makhluk
sebelum menciptakan mereka, baik berupa ajal, rezki,
amalan dan akhir dari kehidupan mereka berupa
kebahagiaan atau kesengsaraan, semuanya sudah tercatat
di Lauh mahfudz. Segala apa yang dikehendaki Allah
pasti terjadi dan segala yang tidak Dia kehendaki tidak
akan terjadi, Dia mengetahui yang telah terjadi, yang
sedang dan akan terjadi, kalau seandainya terjadi Dia












R ukun I man

145
tahu bagaimana akan terjadi. Dia maha kuasa atas segala
sesuatu, memberi petunjuk kepada siapa yang Dia
kehendaki dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki.
Dan setiap hamba memiliki keinginan dan kemampuan
untuk berbuat sebagaimana yang telah ditaqdirkan Allah
bagi mereka, dengan keyakinan bahwa seorang hamba
tidak berkeinginan kecuali apabila Allah menginginkan.
Allah berfirman:
] z` ƒÏ%©!$#ur (#r ߉yg »y_ $uZŠÏù öN åk¨] tƒÏ‰öks] s9 $uZn=ç7ß™ 4 ¨b Î) ur ©! $# yì yJ s9
tû üÏZÅ¡ ós ßJ ø9$# [
“Dan orang –orang yang berjihad untuk (mencari
keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan
kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS.Al-Ankabut: 69).
Dan sesungguhnya Allah adalah pencipta seluruh
hamba dan perbuatan mereka, dan merekalah pelaku
perbuatan tersebut. Maka tidak ada hujjah bagi siapapun
yang meninggalkan kewajiban atau melakukan hal yang
diharamkan, tetapi Allah lah yang memiliki hujjah yang
benar atas hamba-Nya. Boleh berhujjah dengan taqdir
atas musibah yang menimpa, bukan atas kejelekan dan
dosa yang diperbuat. Sebagaimana yang pernah
disabdakan oleh Rasul shallallahu alaihi wasallam
tentang hujjah Musa kepada Adam:
)) : - _. ,· `, ¸ `. `, . . ¸ . ¸. `. `, . ¸ . · `. ± ,· `, :· . `_ · `- ¸ , `. ±
- L `_ . `. ± . _ ,· . . . ¸. : `« ,· `, . · `. ± `. `, . :· ¸ . `_ `.· L . ±.












R ukun I man

146
.· , ¸ . :. . « ¸ , = ; . « `: , : : `, `. . `_ . : · ¸ `. ¸¸ . `. . `. ¸ . : _ . `, _
· `_ · `- : _ . - _ ,· `, `. `, . ¸ ((
“Adam dan Musa pernah saling berhujjah, Musa
berkata: Kamu hai Adam yang telah diusir dari surga
karena dosamu. Maka Adampun berkata kepadanya:
“Kamu hai Musa yang telah Allah pilih dengan risalah-
Nya dan kalam-Nya, kemudian kamu mencelaku terhadap
suatu urusan yang telah ditaqdirkan untukku sebelum aku
diciptakan. Maka Adampun mengalahkan hujjah Musa.”
(HR. Muslim).
5. Perbuatan hamba.
Perbuatan yang Allah ciptakan di alam ini terbagi
dua:
Pertama: Perbuatan-perbuatan yang diberlakukan
oleh Allah ta’ala terhadap makhluk-Nya, maka dalam
hal ini tidak ada pilihan dan kehendak bagi
seorangpun, tetapi semuanya atas kehendak Allah.
Seperti mematikan, menghidupkan, sakit dan sehat.
Allah berfirman:
] ª! $#ur ö/ ä3 s) n=s{ $tBur tb q è=yJ ÷è s? [
“Padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan
apa yang kamu perbuat itu.” (QS.Ash-Shaffat:96).
Dalam firman-Nya yang lain:












R ukun I man

147
] “ Ï%©!$# t, n=y{ |N öq yJ ø9$# no4q u‹ pt ø: $#ur öN ä. uq è=ö7u‹ Ï9 ö/ ä3 •ƒr& ß` |¡ ôm r& Wx uKtã 4 [
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia
menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik
amalnya.” (QS.Al-Mulk:2).
Kedua: Apa yang dikerjakan oleh seluruh
makhluk yang memiliki iradah (kehendak), hal ini
terjadi atas pilihan dan kehendak para pelakunya,
karena Allah telah menjadikan hal itu pada diri
mereka. Allah berfirman:
] ` yJ Ï9 uä !$x© öN ä3 ZÏB b r& tLì É) tGó¡ o„ [
“Yaitu bagi siapa di antara kamu yang hendak
menempuh jalan yang lurus.” (QS.At-Takwir:28).
Dan dalam firman-Nya yang lain:
] ` yJ sù uä !$x© ` ÏB÷s ã‹ ù=sù Æ tBur uä !$x© ö• àÿ õ3 u‹ ù=sù 4 [
“Maka barang siapa yang ingin (beriman)
hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang
hendak (kafir) biarlah ia kafir.” (QS.Al-Kahfi:29).
Dengan demikian mereka akan dipuji atas
perbuatan yang terpuji dan akan dicela atas perbuatan
yang tercela. Dan Allah tidak menghukum hamba,
kecuali pada perbuatan yang mana mereka memiliki
pilihan dan kehendak di sana. Sebagaimana yang
Allah firmankan:












R ukun I man

148
] !$tBur O$tRr& 5O »¯=sà Î/ ω‹ Î7yè ù=Ïj9 [
“Dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-
hamba-Ku.” (QS.Qaaf:29).
Dan manusia mampu membedakan antara
perbuatan yang dilakukan karena pilihan sendiri dan
perbuatan yang terpaksa terjadi. Seseorang yang
turun dari atap rumah dengan tangga adalah
merupakan perbuatan yang didasari kehendak, dan
seseorang yang jatuh dilemparkan oleh orang lain
dari atap adalah merupakan perbuatan yang terpaksa
terjadi.
6. Korelasi antara penciptaan Allah dan
perbuatan hamba
Allah yang telah menciptakan hamba dan
perbuatannya, serta memberinya kehendak dan
kemampuan, maka hamba adalah pelaku perbuatan
yang sebenarnya, dan dialah yang
melangsungkannya; karena dia memiliki kehendak
dan kemampuan. Jika dia beriman maka itu adalah
dengan kehendak dan kemauannya, dan jika dia kafir
maka itu juga berdasarkan kehendak dan
kemauannya. Sebagaimana perkataan kita: buah ini
dari pohon ini, tanaman ini dari tanah ini; bermakna
bahwa hal tersebut terjadi dari benda tadi dan juga
dari Allah yang telah menciptakan hal tersebut dari
benda tadi. Maka tidak ada hal yang berlawanan di
antara keduanya, dengan demikian ada keselarasan












R ukun I man

149
antara syari’at Allah dan taqdir-Nya. Allah
berfirman:
] ª! $#ur ö/ ä3 s) n=s{ $tBur tb q è=yJ ÷è s? [
“Padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan
apa yang kamu perbuat.” (QS. Ash-Shaffat:96).
Dan firman-Nya yang lain:
] $¨Br' sù ô` tB 4‘ sÜ ôã r& 4’ s+¨?$#ur ÇÎÈ s- £‰|¹ ur 4Óo_ó¡ çt ø: $$Î/ ÇÏÈ
¼çnçŽÅc£ u• ãY|¡ sù 3“ uŽô£ ã• ù=Ï9 ÇÐÈ $¨Br&ur .` tB Ÿ@σr2 4Óo_øó tGó™ $#ur ÇÑÈ
z> ¤‹ x. ur 4Óo_ó¡ çt ø: $$Î/ ÇÒÈ ¼çnçŽÅc£ u• ãY|¡ sù 3“ uŽô£ ãè ù=Ï9 [
“Adapun orang yang memberikan (hartanya di
jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan
adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami
kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa
dirinya cukup serta mendustakan pahala yang
terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya
(jalan) yang sukar.” (QS.Al-Lail:5-10).
7. Kewajiban seorang hamba terhadap taqdir.
Seorang hamba memiliki dua kewajiban terhadap
masalah taqdir:












R ukun I man

150
Pertama: Memohon pertolongan Allah untuk bisa
melaksanakan perbuatan yang diperintahkan dan
menjauhi yang dilarang, juga berdo’a agar
dimudahkan serta dijauhkan dari kesulitan dan
bertawakal kepada-Nya serta memohon perlindungan
kepada-Nya. Dengan demikian ia memiliki
ketergantungan kepada Allah dalam usahanya untuk
melakukan kebaikan dan meninggalkan kejahatan.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
)) · ..`- ¸ `_ . ..: ... ¸ ¸ . `. . ..`. ± ¸ ..`.· . . `_ .., .. ¸ v : `. .., `¸ ¸ ; `_
· ...................... . ,. ± ......................± `_ `. ...................... . ; : ....................... `_ .
.: `, · ..`. `_ . . ..: `± ..= . ¸ · .= . : · ..= _. ..= . ¸ · ..= . ¸ · : ..= `_
. `_ . . . ¸ .· ¸ . ± . .. . . _ . , _ : `, : . . `_ . . _ ±:· `_ L _. ((
“Berusahalah untuk sesuatu yang bermanfaat
bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan
jangan kamu lemah, dan jika kamu ditimpa suatu
musibah maka jangan kamu berkata: kalau saja saya
berbuat begitu dan begini maka pasti hasilnya akan
begini dan begitu. Tetapi katakanlah: Allah telah
mentaqdirkannya dan apa yang Dia kehendaki pasti
akan Dia lakukan. Karena sesungguhnya berandai-
andai akan membuka amal setan.”
Kedua: Harus bersabar menerima apa yang telah
ditaqdirkan dan tidak gelisah, serta mengetahui
bahwa hal itu dari Allah supaya ia rela dan pasrah.
Serta mengetahui bahwa apa yang akan menimpanya
pasti terjadi, dan apa yang tidak akan menimpanya












R ukun I man

151
juga pasti tidak menimpanya. Sebagaimana sabda
Nabi:
)) ¸ `.· : `, · _ . · . . ,. ± : `, ¸ = `_ : `_ `- L . ± ¸ . · . `- L . ± : `,
¸ = `_ : `_ . `_ , ± ((
“Dan ketahuilah bahwa apa yang akan
menimpamu pasti akan terjadi dan apa yang tidak
akan menimpamu juga pasti tidak akan
menimpamu.”
8. Ridha dengan qadha dan qadar
Ridha terhadap taqdir adalah suatu keharusan; karena
itu merupakan kesempurnaan ridha dengan rububiyah
Allah. Maka setiap mukmin harus ridha dengan qadha’
Allah; karena perbuatan Allah dan qadha’-Nya semua
baik dan adil serta hikmah, barangsiapa yang dirinya
meyakini bahwa apa saja yang akan menimpanya tidak
akan meleset dan apa yang tidak akan menimpanya pasti
tidak akan menimpanya, dia akan terlepas dari rasa
bingung dan ragu-ragu serta kegelisahan, dan
kegoncangan dalam hidupnya pun akan lenyap. Maka dia
tidak akan bersedih atas apa yang luput darinya, dan tidak
takut dengan masa depannya, dengan demikian dia akan
menjadi manusia paling bahagia, memiliki jiwa yang
paling baik dan mempunyai pikiran yang paling tenang.
Barangsiapa yang menyadari bahwa ajalnya sudah
ditentukan, rezkinya sudah dibatasi, rasa takut tidak akan
menambah umurnya, dan kekikiran tidak akan menambah
rezkinya, karena semuanya telah dicatat, maka dia akan












R ukun I man

152
bersabar atas segala musibah yang menimpa, dan
beristighfar atas segala dosa dan kemaksiatan yang telah
dilakukan, serta ridha dengan taqdir Allah, dengan
demikian dia telah menggabungkan antara mentaati
perintah Allah dan bersabar terhadap segala musibah.
Allah berfirman:
] !$tB z> $|¹ r& ` ÏB >p t6ŠÅÁ •B žw Î) Èb øŒÎ* Î/ «! $# 3 ` tBur .` ÏB÷s ム«! $$Î/ ωöku‰
¼çmt6ù=s% 4 ª! $#ur Èe@ä3 Î/ >ä óÓx« ÒO ŠÎ=tæ [
“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa
seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa
yang beriman kepada Allah, nicaya Dia akan memberi
petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu.” (QS.At-Taghabun:11).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
] ÷ŽÉ9ô¹ $$sù žc Î) y‰ôã ur «! $# A, ym ö• Ïÿ øó tGó™ $#ur š• Î7/Rs%Î! [
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya
janji Allah itu benar dan mohonlah ampunan untuk
dosamu.” (QS.Al-Mukmin: 55).
9. Hidayah ada dua macam:
Pertama: Hidayah bimbingan dan arahan kepada
kebenaran, ini untuk semua makhluk. Hidayah inilah
yang sanggup dilakukan oleh para rasul dan pengikut
mereka. Allah berfirman:












R ukun I man

153
] y7 ¯RÎ) ur ü“ ωöktJs9 4’ n<Î) :Þ ºuŽÅÀ 5O ŠÉ) tGó¡ •B [
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi
petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS.Asy-
Syura:52).
Kedua: Hidayah taufik dan tastbit (keteguhan
hati) dari Allah. Hidayah ini adalah anugerah dan
karunia dari Allah untuk hamba-hamba-Nya yang
bertakwa. Hidayah ini hanya dimiliki oleh Allah,
tidak ada yang sanggup memberikannya kecuali Dia.
Allah berfirman:
] y7 ¨RÎ) Ÿw “ ωöksE ô` tB |M ö6t7ôm r& £` Å3 »s9ur ©! $# “ ωöku‰ ` tB âä !$t± o„ 4 [
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi
petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi
Allahlah memberi petunjuk kepada orang yang
dikehendaki-Nya.” (QS.Al-Qashash:56).
10. Iradah (kehendak) di dalam kitab Allah ada
dua macam:
Pertama: Iradah kauniyah qadariyah, yaitu
kehendak yang meliputi semua yang ada, apa saja
yang Allah kehendaki pasti akan terjadi, dan apa
yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.
Iradah ini memastikan terjadinya apa yang dimaksud,
tetapi tidak berarti hal tersebut pasti dicintai dan
diridhai, kecuali jika berhubungan dengan iradah
syar’iyyah. Allah berfirman:












R ukun I man

154
] ` yJ sù ÏŠ Ì• ムª! $# b r& ¼çmtƒÏ‰ôg tƒ ÷y uŽô³ o„ ¼çnu‘ ô‰|¹ ÉO »n=ó™ M~ Ï9 ( [
“Barang siapa yang Allah menghendaki akan
memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia
melapang-kan dadanya untuk (memeluk agama)
Islam.” (QS.Al-An’am:125).
Kedua: Iradah diniyah syar’iyah, yaitu kecintaan
terhadap suatu yang dimaksud dan terhadap
pelakunya serta ridha kepada mereka, tetapi tidak
berarti hal yang dimaksud tersebut pasti terjadi,
kecuali jika dibarengi dengan iradah kauniyah. Allah
berfirman:
] ߉ƒÌ• ムª! $# ãN à6 Î/ t• ó¡ ãŠø9$# Ÿw ur ߉ƒÌ• ムãN à6 Î/ uŽô£ ãè ø9$# [
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan
tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al-
Baqarah:185).
Iradah kauniyah lebih umum, karena setiap segala
yang dimaksud secara syar’i yang terjadi berarti hal
tersebut dikehendaki secara kauniyah, dan tidaklah setiap
yang dimaksudkan secara kauni yang terjadi berarti
dimaksudkan secara syar’i.
Iman Abu Bakar radhiallahu anhu misalnya, terjadi
padanya dua iradah. Sedangkan contoh yang terjadi
padanya iradah kauniyah saja walaupun dimaksudkan
juga secara iradah syar’iyah adalah imannya Abu Jahal.
Maka walaupun Allah menghendaki terjadinya












R ukun I man

155
kemaksiatan secara taqdir dan menginginkannya secara
kauniyah, tetapi Dia tidak menginginkannya secara
syar’iyah dan dien, Allah tidak menyukainya dan tidak
memerintahkannya. Bahkan Dia membenci, dan
melarangnya serta mengancam pelakunya. Semua itu
masuk dalam taqdirnya.
Adapun ketaatan dan keimanan, maka Allah
mencintai dan memerintahkannya bahkan menjanjikan
untuk pelakunya pahala dan balasan yang baik.
Seseorang tidak akan berbuat maksiat kepada Allah
subhanahu wataala kecuali atas kehendak-Nya, tidak ada
yang terjadi kecuali atas kehendak-Nya, firman-Nya:
] Ÿw ur 4ÓyÌ ö• tƒ ÍnÏŠ $t7Ïè Ï9 t• øÿ ä3 ø9$# [
“Dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-
Nya.” (QS.Az-Zumar:7).
Juga firman-Nya:
] ª! $#ur Ÿw •= Ït ä† yŠ $|¡ xÿ ø9$# [
“Dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS.Al-
Baqarah:205).
11. Sebab-sebab yang dapat menolak taqdir.
Allah subhanahu wata’ala menjadikan beberapa hal
yang mampu menolak terjadinya taqdir dan
mengangkatnya, yaitu berupa do’a, sadaqah, obat-obatan,
kehati-hatian dan tekad, karena hakikat semuanya itu












R ukun I man

156
adalah qadha’ dan taqdir Allah hingga kepandiran dan
kepintaran.
12. Masalah Taqdir adalah rahasia Allah pada
makhlukNya.
Pernyataan bahwa taqdir adalah merupakan rahasia
Allah pada makhluk-Nya, terbatas pada aspek yang
tersembunyi pada qadar. Hakikat dari segala sesuatu
tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah semata, dan
tidak dapat diketahui oleh manusia, seperti bahwasanya
Allah menyesatkan, memberi petunjuk, menghidupkan,
mematikan, memberi, menahan. sebagaimana yang
disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam:
)) ; , `, · = ¸ :· . . `¸ . . `. . = `, · ((
“Jika disebut tentang taqdir maka diamlah kalian.”
(HR. Muslim).
Adapun aspek-aspek lain dari taqdir, berupa
hikmahnya yang besar, tingkatannya, derajatnya dan
dampaknya, semua ini termasuk hal yang bisa dijelaskan
kepada manusia dan boleh diketahuinya, karena taqdir
adalah salah satu dari rukun iman yang harus diketahui
dan dipelajari. Sebagaimana yang disabdakan oleh
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika
menjelaskan rukun-rukun iman kepada Jibril:
)) . . , · `, ¸ `¸ `_ · : =. `, `¸ . : `. = `, , `¸ . = `, ((












R ukun I man

157
“Ini adalah Jibril yang datang kepada kamu untuk
mengajarkan agama kamu.” (HR. Muslim).
13. Beralasan dengan taqdir.
Ilmu Allah ta’ala terhadap apa yang akan terjadi
merupakan hal yang gaib, tidak ada yang tahu kecuali
Dia, tidak seorangpun di antara hamba yang
mengetahuinya, maka tidak ada alasan bagi seseorang
untuk berhujjah dengan taqdir, dan tidak boleh
meninggalkan amal dengan bersandar kepada taqdir.
Taqdir tidak bisa dijadikan oleh seorang hamba sebagai
hujjah atas Allah, juga atas sesama makhluk, karena
kalau seseorang boleh beralasan dengan taqdir atas
kejahatan yang dia lakukan, maka orang yang dzalim
tidak bakal akan dihukum, orang musyrik tidak akan
dibunuh, tidak akan ada penegakan hukum, dan si dzalim
tidak bisa dilarang dari kedzalimannya, dan ini adalah
kerusakan nyata dan berbahaya bagi agama dan
kehidupan dunia.
Kita katakan kepada yang beralasan dengan taqdir:
kamu tidak mempunyai ilmu yang pasti bahwa kamu
termasuk ahli surga atau neraka, kalau kamu mempunyai
ilmu itu kita tidak akan memerintahkanmu dan tidak
melarangmu, tetapi beramallah semoga Allah
memberikan taufik-Nya kepadamu dan menjadikanmu
termasuk ahli surga.
Sebagian sahabat berkata setelah mendengar hadist-
hadist tentang taqdir: “Sekarang saya lebih bersungguh-
sungguh (beribadah) dibandingkan dahulu.”












R ukun I man

158
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
ketika ditanya tentang beralasan dengan taqdir:
“Beramallah, karena setiap kalian akan dimudahkan
untuk menuju taqdirnya (apa yang telah ditentukan
untuknya), barangsiapa yang dicatat sebagai orang yang
bahagia dia akan dimudahkan untuk beramal amalan
orang yang akan bahagia, dan barang siapa yang dicatat
sebagai orang yang celaka dia akan dimudahkan untuk
mengerjakan perbuatan orang yang celaka. Kemudian
beliau membaca:
] $¨Br' sù ô` tB 4‘ sÜ ôã r& 4’ s+¨?$#ur ÇÎÈ s- £‰|¹ ur 4Óo_ó¡ çt ø: $$Î/ ÇÏÈ ¼çnçŽÅc£ u• ãY|¡ sù
3“ uŽô£ ã• ù=Ï9 ÇÐÈ $¨Br&ur .` tB Ÿ@σr2 4Óo_øó tGó™ $#ur ÇÑÈ z> ¤‹ x. ur 4Óo_ó¡ çt ø: $$Î/ ÇÒÈ
¼çnçŽÅc£ u• ãY|¡ sù 3“ uŽô£ ãè ù=Ï9 [
“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan
Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala
yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan
baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang
yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan
pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan
baginya (jalan) yang sukar.” (QS.Al-Lail:5-10).
14. Melakukan sebab (ikhtiyar).
Hal-hal yang menimpa seorang hamba ada dua:












R ukun I man

159
Pertama: hal yang mungkin diselesaikan (ada
jalan keluarnya) maka janganlah dia lemah dalam
berusaha untuk mencari penyelesaiannya.
Kedua: hal yang tidak mungkin dia cari
penyelesaiannya (jalan keluarnya), maka dalam hal
ini dia tidak perlu gelisah. Karena Allah subhanahu
wata’ala mengetahui seluruh musibah sebelum ia
terjadi, dan ilmu Allah tentang musibah itu bukan
berarti Dialah yang telah menjatuhkan hamba
tersebut ke dalam musibah, akan tetapi musibah itu
terjadi karena sebab yang menyebabkan terjadinya
musibah tersebut. Kalau musibah itu menimpanya
karena dia mengabaikan sebab-sebab dan faktor-
faktor yang akan membuat dia terlindung dari
musibah dan hal itu diperintahkan dalam agama,
maka dialah yang bersalah karena tidak berusaha
mewujudkan sebab-sebab yang akan melindunginya
dari musibah tersebut. Adapun musibah yang dia
sendiri tidak sanggup mengatasinya maka dia bisa
ditolerir.
Mengusahakan sebab tidak berlawanan dengan taqdir
dan tawakal bahkan ia termasuk dalam bagiannya. Akan
tetapi jika taqdir telah terjadi, maka dia wajib ridha dan
berserah diri, serta kembali kepada perkataan:
)) . . ¸ .· ¸ . ± . .. . . _ ((
“Allah telah mentaqdirkan, Apa yang Dia kehendaki
pasti terjadi.”












R ukun I man

160
Adapun sebelum taqdir itu terjadi, maka tugas
seorang hamba adalah berusaha untuk menjalani sebab
yang masyru’, dan menolak taqdir dengan taqdir. Para
nabi dulu juga mengusahakan sebab dan sarana yang
akan melindungi mereka dari musuh-musuh mereka,
padahal mereka itu diperkuat dengan mu’jizat dan
penjagaan dari Allah. Demikian juga Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam sebagai pemimpin orang-
orang yang bertawakal, berusaha untuk mengambil sebab
walaupun beliau adalah orang yang paling kuat
tawakkalnya. Allah berfirman:
] (#r ‘‰Ïã r&ur N ßg s9 $¨B O çF÷è sÜ tGó™ $# ` ÏiB ;o§q è% Æ ÏBur ÅÞ $t/ Íh‘ È@ø‹ yÜ ø9$#
šc q ç7Ïd ö• è? ¾ÏmÎ/ ¨r ߉tã «! $# öN à2 ¨r ߉tã ur [
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan
apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang
ditambat untuk berperang (yang dengan perisapan itu)
kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.”
(QS.Al-Anfal: 60).
Dalam ayat lain Allah berfirman :
] uq èd “ Ï%©!$# Ÿ@yè y_ ãN ä3 s9 uÚ ö‘ F{ $# Zw q ä9sŒ (#q à± øB$$sù ’ Îû $pkÈ: Ï. $uZtB
(#q è=ä. ur ` ÏB ¾ÏmÏ%ø—Íh‘ ( Ïmø‹ s9Î) ur â‘ q à± –Y9$# [
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi
kamu, maka berjalanlah di segala penjuru dan makanlah












R ukun I man

161
sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nyalah
kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS.Al-Mulk:15).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) :· `, . `_ .:· , _ - `_ `¸ ¸ · - , ; : .· ¸ . _ .:· `, . _ ..:· . `_ . ¸ .. `_
= _ - `_ `¸ · `- ¸ `_ . : . ¸ ¸ . `. . `. ± ¸ .`.· . . `_ ., .. ¸ v : `. ., `¸ ¸ ; `_
· ......................... . ,. ± .........................± `_ `. ......................... . ; : .......................... `_ .
: `, · .`. `_ . . .: `± .= . ¸ · .= . : · .= _. .= . ¸ · .= . ¸ · : .= `_ .. `_ .
. . ¸ .· ¸ . ± . .. . . _ . , _ : `, : . . `_ . . _ ±:· `_ L _. ((
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai
oleh Allah daripada mukmin yang lemah dan pada
masing-masing ada kebaikan, berusahalah untuk apa
saja yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan
kepada Allah dan janganlah kamu lemah. Dan jika kamu
ditimpa sesuatu musibah maka jangan kamu berkata:
seandainya aku berbuat begini pasti akan begini dan
begitu, akan tetapi katakanlah: Allah telah
mentaqdirkan, apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi,
karena berandai-berandai itu membuka amalan setan.”
(HR. Muslim).
15. Hukum bagi yang menginkari taqdir.
Barangsiapa yang menginkari taqdir, sungguh ia telah
menginkari salah satu landasan pokok syari’ah dan ia
telah kafir karenanya. Sebagian ulama’ salaf berkata:
“Debatlah Qadariyah dengan ilmu, jika mereka












R ukun I man

162
mengingkarinya maka mereka telah kafir, dan jika
mereka mengakuinya maka mereka membantah.”
16. Hikmah beriman kepada taqdir
Beriman kepada taqdir membuahkan hasil dan
dampak yang baik untuk umat dan individu, diantaranya:
1. Akan membuahkan berbagai macam amal
saleh dan sifat yang terpuji, seperti ikhlas, tawakal,
rasa takut dan pengharapan kepada Allah, berbaik
sangka kepada-Nya, sabar dan tabah, menghilangkan
rasa putus asa, ridha dengan Allah, hanya bersyukur
kepada Allah, dan senang dengan karunia dan
rahmat-Nya, tawadhu’ kepada-Nya, meninggalkan
kesombongan dan keangkuhan, mendorong untuk
berinfak di jalan kebaikan karena tsiqah (percaya)
kepada Allah, berani, qana’ah (menerima yang ada)
dan memiliki harga diri, tekad yang tinggi, tegas,
kesungguhan dalam segala permasalahan, bersikap
menengah dalam suka atau duka, selamat dari hasad
dan penolakan, bebasnya akal dari khurafat dan
berbagai kebatilan, kelapangan jiwa dan ketenangan
hati.
2. Seorang mukmin dengan taqdir akan berjalan
dalam hidupnya di atas jalan kebenaran, nikmat tidak
akan membuat dia menjadi sombong, dan musibah
tidak akan membuat dia berputus asa serta meyakini
bahwa segala kesulitan yang menimpanya adalah
merupakan taqdir dan ujian dari Allah, dengan
demikian dia akan bersabar dan tabah dan tidak akan
gelisah.












R ukun I man

163
3. Beriman kepada taqdir, melindunginya dari
sebab-sebab yang menjerumuskan kepada kesesatan
dan suul khatimah (pengakhiran hidup yang jelek),
karena taqdir membuat seseorang senantiasa
bersungguh-sungguh untuk istiqamah, memperba-
nyak amal saleh dan menjauhi kemaksiatan dan
penyebab kehancuran.
4. Menumbuhkan pada jiwa orang-orang
beriman keteguhan hati dan keyakinan yang mantap
disamping mengusahakan sebab dalam menghadapi
musibah dan berbagai kesulitan. Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:
)) . , , : . . `. ¸ :· `, . _ ; _ · `. ¸ `. = : `« : `« - `_ `¸ ¸ : `_ _ , : ± ; v
: : `. `, . _ ; `_ · . ,. `. `« . ¸ `.· ± = ¸ . = _. - `_ ¸ : · `« ¸ ; `_
· . ,. `. `« . ¸ `.· . , ¸ . = _. - `_ ¸ : · `« ((
“Sungguh mengherankan urusan seorang
mukmin, sesungguhnya semua urusannya baik dan
hal itu tidak dimiliki kecuali oleh mukmin, jika ia
mendapatkan nikmat ia bersyukur dan itu baik buat
dia, dan jika mendapatkan musibah ia bersabar
maka hal itupun baik untuknya. (HR. Muslim).

! ! ! !

Rukun Iman

2

‫ﺃﺭﻛﺎﻥ ﺍﻹﳝﺎﻥ‬
             

 
Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah

 
1428 – 2007

 

Rukun Iman

3

DAFTAR ISI Daftar isi RUKUN IMAN Pertama : Beriman kepada Allah Mewujudkan Iman kepada Allah Keyakinan Kepada Nama-nama dan SifatSifat Allah dibangun diatas dua dasar Dua hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan nama-nama Allah Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan sifat-sifat Allah Urgensi Tauhid Memurnikan Tauhid Hal-hal yang Bertentangan dengan Tauhid Definisi Ibadah Syarat-syarat Sahnya Ibadah Syarat-syarat Kesempurnaan ‘Ubudiyah Dalil-dalil dan Bukti-bukti Keesaan Allah Kedua: Beriman kepada Malaikat 1. Makna Beriman kepada Malaikat Kedudukan dan Hukum Beriman kepada Malaikat 3 6 12 12 14 15 18 27 27 29 31 31 34 35 42 42 43

Hikmah Beriman kepada Malaikat Ketiga: Beriman kepada Kitab-kitab Allah 1. Menerima Berita Kitab-kitab Terdahulu 6. Hak-hak Malaikat atas Manusia 3. Hikmah Diutusnya Para Rasul 4. Hakikat Beriman kepada Kitab 2. Cara Beriman kepada Kitab-kitab Keistimewaan Al Qur’an dari Kitab-kitab Sebelumnya 5. Tugas-tugas Malaikat 6. Sifat-sifat Malaikat 5.Rukun Iman 4 44 47 47 49 50 52 55 56 57 58 59 60 62 63 64 67 73 73 75 76 80 82 82 84 86 91 92 105 2. Para Rasul adalah Manusia Biasa 7. Nama-nama Malaikat 4. Islam Agama Seluruh Nabi 6. Mukjizat Para Nabi 10. Hukum Beriman kepada Kitab-kitab 3. Tugas Para Rasul 5. Beriman Kepada Kenabian Muhammad Kelima : Beriman Kepada Hari Akhirat . Asal Kejadian Malaikat 2. Para Rasul Adalah ma’sum 8. Hakekat Kenabian 3. Kebutuhan Manusia kepada Kitab-kitab dan Hikmah diturunkannya 4. Beriman Kepada Rasul-Rasul 2. Jumlah Nabi dan Rasul 9. Jumlah Malaikat 3. Cara Beriman kepada Malaikat 1. Kitab-kitab Samawi yang Tersebut dalam Al-Quran dan Sunah Ketiga: Beriman Kepada Rasul-rasul 1.

Beriman Kepada Hari Akhirat 2. Tingkatan Taqdir 3.Rukun Iman 5 105 112 138 140 140 141 143 144 146 148 149 151 152 153 155 156 157 158 161 162 1. Hukum Inkar Kepada Taqdir 16. Cara Beriman Kepada Hari Akhirat 3. Ridha dengan Qadha dan Qadar 9. Hikmah Beriman Kepada Hari Akhirat Keenam : Beriman Kepada Taqdir 1. Melakukan Sebab 15. Macam-macam Hidayah 10. Macam-macam Iradah Allah 11. Aqidah Salaf Dalam Masalah Taqdir 5. Kewajiban Hamba Terhadap Taqdir 8. Macam-macam Taqdir 4. Hikmah Beriman Kepada Taqdir !!!! . Hal-hal Yang Bisa Menolak Taqdir 12. Perbuatan Hamba 6. Korelasi Antara Penciptaan Allah dan Perbuatan Hamba 7. Taqdir Adalah Rahasia Allah 13. Definisi Taqdir dan Urgensi Beriman Kepadanya 2. Beralasan Dengan Taqdir 14.

kitab-kitab-Nya. Allah subhanahu wataala berfirman: Ïpx6Í´¯»n=yJø9$#ur Ì•ÅzFy$# ÏQöqu‹ø9$#ur «!$$Î/ z`tB#uä ô`tB §ŽÉ9ø9$# £`Å3»s9ur ]  [ z`¿Íh‹Î.¨Z9$#ur É=»tGÅ3ø9$#ur “ Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah. malaikatmalaikat.Rukun Iman 6 RUKUN IMAN Rukun Iman adalah: Beriman kepada Allah.ur ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur «!$$Î/ z`tB#uä  [ 4 ¾Ï&Î#ß™•‘ `ÏiB “ Rasul telah beriman kepada Al-Qur ’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya demikian pula orang-orang beriman. kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul- . 4 tbqãZÏB÷sßJø9$#ur ¾ÏmÎn/§‘ `ÏB Ïmø‹s9Î) tAÌ“Ré& !$yJÎ/ ãAqß™§•9$# z`tB#uä] 7‰ymr& šú÷üt/ ä-Ìh•xÿçR Ÿw ¾Ï&Î#ß™â‘ur ¾ÏmÎ7çFä. para malaikat-Nya.Al-Baqarah: 177).” (QS. nabi-nabi. Dan dalam ayat lain Allah berfirman: <@ä. Semuanya beriman kepada Allah. para rasul-Nya dan hari kemudian serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. kitab-kitab. hari kemudian. malaikat-malaikat-Nya.

Adapun khusus mengenai takdir.” (QS. Al-Qomar:49). Al-Baqarah: 285). $¯RÎ)] “ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Allah berfirman: #sŒÎ)ur öNåkæ5qè=è% ôMn=Å_ur ª!$# t•Ï. kitab-kitab-Nya.èŒ #sŒÎ) tûïÏ%©!$# šcqãZÏB÷sßJø9$# $yJ¯RÎ)] ÇËÈ tbqè=©. rasul-rasul-Nya. hari kemudian dan takdir yang baik maupun yang buruk. Iman itu akan meningkat dengan melakukan ketaatan. keyakinan dengan hati dan amalan dengan anggota badan.Rukun Iman 7 Nya. dan menurun dengan melakukan maksiat. Muslim). Allah berfirman:  [9‘y‰s)Î/ çm»oYø)n=yz >äóÓx« ¨@ä. Nabi Muhammad bersabda: shallallahu alaihi wasallam                        “ Iman adalah: kamu beriman kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya.” (HR.uqtGtƒ óOÎgÎn/u‘ 4’n?tãur $YZ»yJƒÎ) öNåkøEyŠ#y— ¼çmçG»tƒ#uä öNÍköŽn=tã ôMu‹Î=è? . Iman mencakup ucapan dengan lisan. Kami tidak membeda-bedakan antara seorang rasul dengan yang lainnya ” (QS.

Dan sebaliknya Allah subhanahu wataala berfirman: Ì•ÅzFy$# ÏQöqu‹ø9$#ur ¾Ï&Î#ß™â‘ur ¾ÏmÎ7çFä. amar ma’ruf nahi munkar. Uluhiyyah. seperti meyakini keesaan Allah dalam Rububiyyah. keyakinan . nama-nama dan sifat-sifat-Nya.An-Nisa’:136). Contoh iman dalam bentuk ucapan lisan adalah: dzikir. kitab-kitab-Nya.ur ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur «!$$Î/ ö•àÿõ3tƒ `tBur ] 4  [#´‰‹Ïèt/ Kx»n=|Ê ¨@|Ê ô‰s)sù “ Barangsiapa yang kafir kepada Allah. rasul-rasul-Nya dan hari kemudian maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.Rukun Iman 8 ÇÌÈ tbqà)ÏÿZムöNßg»uZø%y—u‘ $£JÏBur no4qn=¢Á9$# šcqßJ‹É)ムšúïÏ%©!$#  [ 4 $y)ym tbqãZÏB÷sßJø9$# ãNèd y7Í´¯»s9'ré& “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.Al-Anfal:2-4). Dan dalam bentuk keyakinan hati. do’a.” (QS. (Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. membaca AlQur’an dan lain-lain. malaikatmalaikat-Nya.” (QS.

pasrah. rasa takut.” (QS. Dan iman seorang hamba akan bertambah dan meningkat bilamana ketaatan dan ibadahnya bertambah . dan rukun Islam lainnya. perbuatanperbuatan hati. Allah subhanahu wataala berfirman:  [ $YZ»yJƒÎ) öNåkøEyŠ#y— ¼çmçG»tƒ#uä öNÍköŽn=tã ôMu‹Î=è? #sŒÎ)ur] “ Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka. seperti rasa cinta. berjihad di jalan Allah.Al-Fath:4).” (QS. Dalam ayat lain Allah berfirman: (#ÿrߊ#yŠ÷”z•Ï9 tûüÏZÏB÷sßJø9$# É>qè=è% ’Îû spoY‹Å3¡¡9$# tAt“Rr& ü“Ï%©!$# uqèd]  [ 3 öNÍkÈ]»yJƒÎ) yì¨B $YZ»yJƒÎ) “ Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). puasa. Begitu pula amalan-amalan anggota badan termasuk dalam kategori iman. menuntut ilmu dan lain sebagainya. Dan termasuk dalam kategori iman. tawakal kepada Allah dan sebagainya. seperti: shalat.Al-Anfal:2).Rukun Iman 9 tentang wajibnya beribadah hanya untuk Allah semata tanpa menyukutukan-Nya dengan suatu apapun dan halhal lain yang berhubungan dengan niat.

Rukun Iman 10 dan meningkat. bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). atau bisa mengeruhkan kejernihannya. (#qä9$s% ô‰s)s9ur (#qä9$s% $tB «!$$Î/ šcqàÿÎ=øts† ]   [ ö/ÏSÏJ»n=ó™Î) y‰÷èt/ (#rã•xÿŸ2ur “ Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah. atau melemahkannya. Apabila kemaksiatan tersebut tidak sampai ketingkatan syirik atau kufur. maka akan menghambat kesempurnaan iman yang wajib dimiliki setiap orang. Sebagaimana perbuatan maksiat sangat berpengaruh kepada iman seseorang. sebaliknya keimanannya akan menurun bilamana kadar ketaatan dan ibadahnya menurun. Allah berfirman: `yJÏ9 y7Ï9ºsŒ tbrߊ $tB ã•Ïÿøótƒur ¾ÏmÎ/ x8uŽô³ç„ br& ã•Ïÿøótƒ Ÿw ©!$# ¨bÎ)]  [$¸JŠÏàtã $¸JøOÎ) #“uŽtIøù$# ωs)sù «!$$Î/ õ8ÎŽô³ç„ `tBur 4 âä!$t±o„ “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.” (QS. dan Dia mengampuni segala dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-nya. apabila kemaksiatan tersebut dalam bentuk syirik besar atau kekufuran. maka bisa mengikis keimanan sampai ke akar-akarnya. Dalam ayat lain Allah berfirman: Ì•øÿä3ø9$# spyJÎ=x. Sesungguhnya mereka telah .An-Nisa’:48).

At-Taubah:74).Rukun Iman 11 mengucapkan perkataan kekafiran. . dan telah menjadi kafir setelah Islam.” (HR Bukhari dan Muslim).” (QS. Dan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                      “ Tidaklah seorang pezina ketika berzina sedangkan dia dalam keadaan beriman dan tidak pula seorang pencuri ketika mencuri sedangkan dia dalam keadaan beriman dan tidak pula seseorang ketika minum minuman keras sedangkan dia dalam keadaan beriman.

menjadikan. ditanganNya semua kekuasaan langit dan bumi. memberi rizki. mengatur. ketetapan dan kehendak-Nya. dan tidak boleh menisbatkan . menghukum sesuai dengan kehendakNya. mengurus segala sesuatu di dalamnya. mematikan. di tangan-Nya semua kebaikan. tidak butuh kepada siapapun. tidak ada sekutu bagi-Nya. kuasa. Semua makhluk. Semua kekhususan tersebut hanya dimiliki oleh Allah subhanahu wataala. tidak ada yang berhak memiliki sifatsifat tersebut selain-Nya. perbuatan-perbuatan-Nya tidak terhitung dan tidak terhingga. tidak ada sekutu bagi-Nya. tidak satupun yang bisa menghalangi-Nya. menguasai.Rukun Iman 12 RUKUN PERTAMA: BERIMAN KEPADA ALLAH SUBHANAHU WATAALA Mewujudkan iman kepada Allah Seseorang tidak dianggap beriman kepada Allah sehingga meyakini hal-hal berikut ini: Pertama: Meyakini bahwa hanya Allah subhanahu wataala satu-satu-Nya pencipta alam mayapada ini. baik malaikat. bagi-Nya segala urusan. Maha Mengetahui segala sesuatu. menghidupkan dan yang mendatangkan manfaat serta madharat. memuliakan siapa yang dikendaki-Nya dan menghinakan siapa saja yang dikendaki-Nya. jin. Dia berbuat segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Maha Kuasa atas segala sesuatu. manusia adalah hamba-Nya. semuanya di bawah kekuasaan.

” (QS. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala tumbuh-tumbuhan sebagai rezki untukmu.Rukun Iman 13 dan menetapkan salah satu sifat-sifat tersebut kepada siapapun selain-Nya. sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertaqwa. 4’n?tã y7¨RÎ) ( çŽö•y‚ø9$# . Dan dalam ayat lain: äíÍ”\s?ur âä!$t±n@ `tB š•ù=ßJø9$# ’ÎA÷sè? Å7ù=ßJø9$# y7Î=»tB ¢Oßg¯=9$# È@è% ] x8ωuŠÎ/ ( âä!$t±n@ `tB ‘AÉ‹è?ur âä!$t±n@ `tB –“Ïèè?ur âä!$t±n@ `£JÏB š•ù=ßJø9$#  [Ö•ƒÏ‰s% &äóÓx« Èe@ä.Al-Baqarah:21-22). Allah berfirman: öNä3Î=ö6s% `ÏB tûïÏ%©!$#ur öNä3s)n=s{ “Ï%©!$# ãNä3-/u‘ (#r߉ç6ôã$# â¨$¨Y9$# $pkš‰r'¯»tƒ] uä!$yJ¡¡9$#ur $V©ºt•Ïù uÚö‘F{$# ãNä3s9 Ÿ@yèy_ “Ï%©!$# ÇËÊÈ tbqà)-Gs? öNä3ª=yès9 $]%ø—Í‘ ÏNºt•yJ¨V9$# z`ÏB ¾ÏmÎ/ ylt•÷zr'sù [ä!$tB Ïä!$yJ¡¡9$# z`ÏB tAt“Rr&ur [ä!$oYÎ/  [ šcqßJn=÷ès? öNçFRr&ur #YŠ#y‰Rr& ¬! (#qè=yèøgrB Ÿxsù ( öNä3©9 “ Hai manusia.

Kedua: Meyakini bahwa hanya Allah subhanahu wataala satu-satunya yang memiliki nama-nama yang . Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkua hinakan orang yang Engkau kehendaki. Maha suci Allah Tuhan semesta Allah.Hud:6). Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Dalam ayat lain:  [ tûüÏHs>»yèø9$# •>u‘ ª!$# x8u‘$t6s? 3 â•öDF{$#ur ß.Al-A’raf:54).ù=sƒø:$# ã&s! Ÿwr& ] “ Ingatlah.” (Ali Imran:26).” (QS. Dan Allah berfirman: $yd§•s)tFó¡ãB ÞOn=÷ètƒur $ygè%ø—Í‘ «!$# ’n?tã žwÎ) ÇÚö‘F{$# ’Îû 7p-/!#yŠ `ÏB $tBur]  [&ûüÎ7•B 5=»tGÅ2 ’Îû @@ä. menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfudz). 4 $ygtãyŠöqtFó¡ãBur “ Dan tidak ada satupun binatang melata di bumi melainkan Allah lah yang memberi rezkinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat menyimpannya.Rukun Iman 14 “ Katakanlah! wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan.” (QS. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.

Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.Rukun Iman 15 paling agung dan sifat-sifat yang paling sempurna. baik dalam Al-Qur’an maupun sunah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut namanama-Nya. Keyakinan ini dibangun di atas dua unsur pokok: .” (QS.” (Muttafaq alaih). Dan Rasulullah bersabda: shallallahu alaihi wasallam               “ Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama.AlA’raf: 180). barangsiapa menghitungnya. yang sebagiannya telah Allah jelaskan. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: šcr߉Åsù=ムtûïÏ%©!$# (#râ‘sŒur ( $pkÍ5 çnqãã÷Š$$sù 4Óo_ó¡çtø:$# âä!$oÿôœF{$# ¬!ur ]  [tbqè=yJ÷ètƒ (#qçR%x. $tB tb÷rt“ôfã‹y™ 4 ¾ÏmÍ´¯»yJó™r& þ’Îû “ Hanya milik Allah asmaul husna (nama-nama yang agung). maka akan masuk surga dan Allah itu witir (ganjil) dan menyukai hal-hal yang (berjumlah) ganjil.

tidak mengantuk dan tidak tidur. tidak ada sedikitpun kekurangan. Hidup-Nya tidak ada permulaan dan tidak ada kesudahan.” (QS. seperti. dzalim dan lainlain. Maka kita wajib menafikan segala sifat yang telah Allah nafikan dari diri-Nya dan yang .Rukun Iman 16 1. Dan di antara nama-nama Allah itu. tidur. Yaitu hidup yang sempurna. sebagaimana Dia maha suci dari menyerupai semua makhluk. Allah subhanahu wataala berfirman: Ÿwur ×puZÅ™ ¼çnä‹è{ù's? Ÿw 4 ãPq•‹s)ø9$# •ÓyÕø9$# uqèd žwÎ) tm»s9Î) Iw ª!$# ]  [ 4 ×PöqtR “ Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). lemah. lagi abadi.Al-Baqarah:255). yang terhimpun pada-Nya berbagai macam kesempurnaan. Sesungguhnya Allah memiliki nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang agung lagi sempurna. Al-Hayyu (Yang Maha Hidup). dan tidak ada satupun makhluk yang menyerupai dan menyukutuiNya dalam sifat-sifat tersebut. 2. berkuasa dan lainnya. maka Allah memiliki sifat AlHayat (hidup) yang wajib ditetapkan kepada-Nya secara sempurna dan layak. Sesungguhnya Allah subhanahu wataala mutlak suci dari segala sifat kekurangan dan sifat cacat. seperti berilmu. bodoh.

dan Dialah yang maha mendengar lagi maha melihat.Rukun Iman 17 dinafikan oleh Rasulullah. Maka setiap kita menafikan satu sifat dari Allah. Sebagai contoh: Ketika kita menafikan dari Allah sifat mengantuk berarti kita menetapkan bagi-Nya kesempurnaan sifat berdiri sendiri. Dialah yang maha sempurna. Allah berfirman:  [玕ÅÁt7ø9$# ßìŠÏJ¡¡9$# uqèdur ( Öäï†x« ¾ÏmÎ=÷WÏJx. Dan firman-Nya:  [ω‹Î7yèù=Ïj9 5O»¯=sàÎ/ y7•/u‘ $tBur] “ Dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya. berarti kita menetap-kan Bagi-Nya kesempurnaan lawan sifat tersebut. tidak ada kekurangan pada-Nya.Asy-Syuura: 11).Fushshilat:46). Menafikan sifat tidur dari-Nya berarti menetapkan bagi-Nya kesempurnaan sifat hidup. serta meyakini bahwa Allah memiliki sifat kesempurnaan.” (QS. $tBur]  [ 4 ÇÚö‘F{$# . kebalikan dari apa yang telah dinafikan-Nya. Dan firman-Nya: ’Îû Ÿwur ÏNºuq»yJ¡¡9$# ’Îû &äóÓx« `ÏB ¼çnt“Éf÷èãŠÏ9 ª!$# šc%x.” (QS. }§øŠs9] “ Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia.

dan tidak satupun yang serupa denganNya. Allah berfirman: . Beriman dengan semua nama-nama Allah.” (QS. Hal-hal yang perlu diperhatikan menetapkan nama-nama Allah: dalam 1. hal itu karena Allah tidak nampak dari penglihatan makhluk. yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya.Rukun Iman 18 “ Dan tidak ada suatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. maka dengan nama dan sifat-Nya seorang muslim menyembah Allah yang maha Esa. baik yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun sunah tanpa menambah dan mengurangi.  [$|‹Å¡nS y7•/u‘ tb%x.Fathir:64).Maryam: 64). Beriman dengan nama-nama Allah dan sifat-sifatNya serta perbuatan-Nya adalah jalan yang paling tepat bagi seorang hamba untuk mengenal Allah subhanahu wataala. yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. $tBur] “ Dan tidaklah Tuhanmu lupa ” (QS.

Yang mengaruniakan keamanan. Yang Memiliki segala keagungan. Yang Maha Kuasa.” (QS. maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Yang maha sejahtera.Al-Hasyr:23). Raja yang maha suci. Yang Maha Memelihara.Rukun Iman 19 ãN»n=¡¡9$# â¨r‘‰à)ø9$# à7Î=yJø9$# uqèd žwÎ) tm»s9Î) Iw ”Ï%©!$# ª!$# uqèd] z`»ysö6ß™ 4 çŽÉi9x6tGßJø9$# â‘$¬6yfø9$# Ⓝ͓yèø9$# ÚÆÏJø‹ygßJø9$# ß`ÏB÷sßJø9$#  [šcqà2ÎŽô³ç„ $£Jtã «!$# “ Dialah Allah yang tiada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Dia. Dan terdapat dalam sebuah hadits bahwa nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berdo’a dengan mengatakan::                                                                                      . Yang Maha Perkasa.

yang senantiasa mengurus hambaNya ” . Abu Dawud dan Ahmad). yang menciptakan langit dan bumi. sesungguhnya dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang agung. dan apabila seseorang meminta dengan nama itu. dan wajib kita mengimani kandungan makna dari nama-nama tersebut sebagaimana kita wajib mengimani nama-nama itu sendiri. dan nama itu bukan muhdats (suatu yang baru) dan bukan pula makhluk.Rukun Iman 20 “ Ya Allah aku memohon kepada-Mu bahwa hanya bagimu segala puji. yang mana. maka nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam berkata: “ Tahukah kamu dengan apa dia telah berdoa kepada Allah?” Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beriman bahwa nama-nama Allah yang agung tersebut mengandung makna yang maha sempurna. Nabipun berkata: “ Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. tidak ada seorang makhlukpun yang memberi nama kepada-Nya. yang maha kekal. niscaya Dia akan mengabulkan.” (HR. apabila seseorang berdo’a dengan nama-nama itu. Beriman bahwa Allah sendiri yang telah menamakan diri-Nya dengan nama-nama itu. tidak ada Tuhan (yang patut disembah) melainkan Engkau. . Engkau yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Dialah yang memuji diri-Nya dengan nama-nama tersebut. 2. tidak ada kekurangan sedikitpun padaNya. Engkau yang memberi karunia. niscaya Dia akan memberinya. 3.

dan Dialah yang menuturkannya. karena nama tersebut terdapat dalam AlQur’an dan sunah. 5. Wajib memuliakan kandungan makna dari nama-nama tersebut. atau meniadakannya. Wajib kita memuliakan sifat Allah “mendengar”. dan pendengarannya mencakup semua bentuk suara.Rukun Iman 21 4. yang dikandung oleh nama-Nya AsSami’. Beriman bahwa nama As-Sami’ (yang maha mendengar) mengandung makna mendengar. yang merupakan salah satu sifat-Nya. tanpa menyelewengkan maknanya. iii. v. ii. Beriman bahwasanya Allah subhanahu wata ’ala mendengar segala sesuatu. iv. Beriman dengan nama As-Sami’ (yang maha mendengar) sebagai salah satu dari nama-nama Allah yang agung. begitu pula dengan segala perbuatan dan kesan yang lahir dari nama-nama itu. tanpa menyelewangkan atau meniadakannya. Beriman dengan hukum-hukum yang yang dikandung oleh setiap nama-nama tersebut. serta menurunkannya dalam kitabNya. Beriman bahwa Allah lah yang menamakan diri-Nya dengan nama tersebut. Untuk memperjelas maksud dari lima point di atas. ini berarti kita harus senantiasa merasa di bawah . kita buat sebuah contoh: i.

karena tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah subhanahu wata ’ala baik dalam sifat maupun perbuatan-Nya.Asy-Syuura:11). 2. Allah berfirman: [玕ÅÁt7ø9$# ßìŠÏJ¡¡9$# uqèdur ( Öäï†x« ¾ÏmÎ=÷WÏJx. 3. Tidak menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat makhluk. . dan tidak ada jalan bagi makhluk untuk mengetahuinya. karena tidak ada yang mengetahui tentang bagaimana sifat-sifat Allah kecuali Dia.” (QS. serta benar-benar yakin bahwa tidak ada satupun yang tersembunyi dari-Nya. merasa takut kepada-Nya. Menetapkan semua sifat-sifat-Nya yang terdapat dalam Al-Qur’an dan sunah secara hakiki. 4. tanpa ada penyelewengan dan penafian maknanya. }§øŠs9]] “ Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang maha mendengar lagi maha melihat.Rukun Iman 22 pengawasannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan sifat-sifat Allah: 1. Keyakinan yang pasti bahwa Allah subhanahu wata ’ala mempunyai sifat-sifat yang sempurna dan maha suci dari sifat-sifat kurang dan tercela. Kesadaran penuh bahwa kita tidak akan mungkin mengetahui tentang kaifiyyat (bagaimana) sifat-sifat Allah itu.

Tidak menyerupakan sifat istiwa ’ Allah di atas ‘arsy dengan istiwa ’nya makhluk. yang bersemayam di atas arsy. wajib diperhatikan dalam menetapkannya hal-hal berikut: a. c.” (QS. kita ambil sebagai contoh sifat istiwa ’ (bersemayam). sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya. Allah berfirman: [ 3“uqtGó™$# ĸö•yèø9$# ’n?tã ß`»oH÷q§•9$#] “ (Yaitu) Tuhan yang maha Rahman (pemurah). sedangkan bersemayam-nya makhluk mengharuskan sifat butuh kepada yang lain. karena sifat tersebut terdapat dalam Al-Quran dan As-sunnah. karena Allah tidak butuh sama sekali kepada ‘Arsy.Thaha:5). Menetapkan sifat istiwa ’ bagi Allah dengan sempurna. }§øŠs9] . Allah berfirman: [玕ÅÁt7ø9$# ßìŠÏJ¡¡9$# uqèdur ( Öäï†x« ¾ÏmÎ=÷WÏJx. Maknanya: menetapkan bersemayamnya Allah dan tingginya di atas ‘Arsy-Nya secara hakiki. Untuk memperjelas lima point tersebut. atau kesan-kesan yang dilahirkan oleh beriman dengan sifat tersebut. Menetapkan sifat “ Istiwa” (bersemayam) dan mengimaninya.Rukun Iman 23 5. b. Mengimani segala yang menjadi konsekwensi dari sifat-sifat itu baik berupa hukum. Maka setiap sifat mengandung Ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah). yang layak dengan-Nya.

Menjauhkan diri dari pembicaraan tentang bagaimana sifat bersemayamnya Allah di atas arsy. yaitu dengan menetapkan keagungan Allah subhanahu wata ’ala.” (QS. d. Beriman dengan hukum dan kandungan sifat tersebut. e. dan menghadapkan hati kepada ketinggian-Nya. Dialah satu-satunya yang berhak untuk menerima semua ibadah yang lahir dan batin. kemuliaan dan kebesaran-Nya.Asy-Syuura:11). karena itu adalah permasalahan gaib. seperti yang diungkapkan dalam sujud (        )     “Maha suci Tuhan Yang Maha Tinggi.Rukun Iman 24 “ Tidak ada suatupun yang serupa dengan Dia. sesuai dengan tingginya Allah secara mutlak dari semua makhluk.” Ketiga: Keyakinan hamba bahwa Allah subhanahu wataala adalah Tuhan yang haq. tidak ada sekutu bagi-Nya. yang layak dengan-Nya. dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha melihat. Allah berfirman: ©!$# (#r߉ç6ôã$# Âcr& »wqß™§‘ 7p¨Bé& Èe@à2 ’Îû $uZ÷Wyèt/ ô‰s)s9ur ]  [ ( |Nqäó»©Ü9$# (#qç7Ï^tGô_$#ur . tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.

AnNahl:36).” (QS. Dan Allah juga telah berfirman:  [ uä!$xÿuZãm tûïÏe$!$# ã&s! tûüÅÁÎ=øƒèC ©!$# (#r߉ç6÷èu‹Ï9 žwÎ) (#ÿrâ•ÉDé& !$tBur] “ Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dengan menjalankan agama dengan lurus.Rukun Iman 25 “ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan: “ Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut-thaghut itu.Al-Bayyinah:5). Dalam sahih Bukhari dan Muslim.” (QS. Dan tidak ada seorang pun dari rasul kecuali menyerukan kepada kaumnya:  [ ÿ¼çnçŽö•xî >m»s9Î) ô`ÏiB Nä3s9 $tB ©!$# (#r߉ç7ôã$#] “ Sembahlah Allah! sekali-kali tidak ada Tuhan bagi kamu selain-Nya. bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berkata kepada Muadz:                                                   .Al-A’raf: 59).” (QS.

itulah yang batil dan sesungguhnya Allah. Bukhari dan Muslim). hendaknya mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatupun.Rukun Iman 26 “ Tahukah kamu apa hak Allah terhadap hamba-Nya dan hak hamba terhadap Allah?.Al-Hajj:62). serta tidak ada rasa takut dan khawatir kepada selain-Nya. Dan inilah yang dimaksud mentauhidkan Allah dengan perbuatan hamba. dan meminta dan memohon pertolongan hanya kepada-Nya.” (QS. Dialah yang maha tinggi lagi maha besar. Muadz mengatakan: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. pengharapan hanya kepada-Nya.” (HR. adapun hak hamba atas Allah bahwa Allah tidak mengadzab siapa saja yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. . Dialah (Tuhan) yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah. Ilah (Tuhan) yang haq Dialah yang menjadi tempat bergantungnya hati para hamba. Rasulullah berkata: Hak Allah atas makhluk. penuh dengan rasa cinta kepada-Nya melebihi cinta kepada yang lain. Allah berfirman: `ÏB šcqããô‰tƒ $tB žcr&ur ‘.ysø9$# uqèd ©!$# cr'Î/ š•Ï9ºsŒ ]  [玕Î6x6ø9$# •’Í?yèø9$# uqèd ©!$# žcr&ur ã@ÏÜ»t6ø9$# uqèd ¾ÏmÏRrߊ “ Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah.

yang menafikan kesempurnaan tauhid yang wajib. mengutus para rasul. Tauhid adalah kewajiban pertama bagi seorang hamba. Karena tauhid inilah Allah menciptakan makhluk. dan terbagi menjadi dua: wajib dan sunah. 3. Tauhid adalah yang pertama dan terakhir. . Memurnikan Tauhid Yaitu Membersihkannya dan memurnikannya dari unsur-unsur syirik. dan perkara terakhir manusia yang hendak meninggalkan dunia. dan merupakan hal pertama yang memasukkan seseorang ke dalam Islam. dan menurunkan kitab-kitab. atau menafikan asas tauhid manakala bid’ah tersebut membawa kepada kekufuran.Rukun Iman 27 Urgensi tauhid: 1. bahagia dan celaka. Mensucikan tauhid dari perbuatan syirik. yang lahir dan bathin (inti) dari agama Islam dan merupakan misi dari setiap rasul. bid’ah dan maksiat. yang menafikan asas tauhid. 2. 2. Adapun yang wajib ada tiga hal: 1. Dan karena tauhid pula manusia tergolong menjadi muslim dan kafir. Mensucikan tauhid dari macam-macam bid’ah.

d. dan barangsiapa yang terhindar dari semua bentuk syirik. Adapun yang sunah adalah perintah-perintah yang sifatnya anjuran. seperti misalnya: a.Rukun Iman 28 3. Mewujudkan kesempurnaan qana'ah. b. Mewujudkan kesempurnaan tingkatan cinta kepada Allah. besar maupun kecil serta dosa-dosa besar dan semua jenis kemaksiatan maka ia akan selamat di dunia dan akhirat. Mensucikan tauhid dari bentuk-bentuk kemaksiatan yang bisa mengurangi pahala tauhid dan berpengaruh kepadanya. Mewujudkan kesempurnaan sifat dengan tidak mengadu kepada selain Allah. Allah berfirman: . terhindar dari kekal di neraka. e. dengan memohon hanya kepada Allah. Maka barangsiapa telah mewujudkan tauhid sesuai dengan yang digariskan di atas dan terhindar dari syirik besar. Menyempurnakan tingkatan tawakal. maka ia akan selamat. seperti ruqyah (mantera). sabar. Menggapai kesempurnaan tingkatan yakin. dengan meninggalkan hal-hal yang mubah yang merupakan sebab. f. c. dengan banyak melakukan hal-hal yang sunat sebagai bentuk pendekatan diri kepadaNya. Mewujudkan kesempurnaan tingkatan Ihsan. berobat karena tawakkal kepada Allah.

bagi siapa yang dikendakinya. Syirik besar yang menafikan asas tauhid. Hal-hal yang bertentangan dengan Tauhid.Al-An’am:83). Dan dalam ayat lain Allah berfirman: ãNßgs9 y7Í´¯»s9'ré& AOù=ÝàÎ/ OßguZ»yJƒÎ) (#þqÝ¡Î6ù=tƒ óOs9ur (#qãZtB#uä tûïÏ%©!$# ]  [ tbr߉tGôg•B Nèdur ß`øBF{$# “ Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan Iman mereka dengan kedzaliman (syirik).” (QS.” (QS. Barangsiapa mati dalam keadaan syirik kepada Allah maka ia akan kekal di . mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Allah tidak akan mengampuninya kecuali dengan benar-benar bertaubat.AnNisa’:48).Rukun Iman 29 `yJÏ9 y7Ï9ºsŒ tbrߊ $tB ã•Ïÿøótƒur ¾ÏmÎ/ x8uŽô³ç„ br& ã•Ïÿøótƒ Ÿw ©!$# ¨bÎ)]  [$¸JŠÏàtã $¸JøOÎ) #“uŽtIøù$# ωs)sù «!$$Î/ õ8ÎŽô³ç„ `tBur 4 âä!$t±o„ “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu. Ada tiga perkara yang berlawanan dengan tauhid: 1.

Syirik yang tersembunyi. Dan bisa jadi hal itu masuk dalam syirik besar atau syirik kecil. tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolongpun. Allah berfirman: çm1urù'tBur sp¨Yyfø9$# Ïmø‹n=tã ª!$# tP§•ym ô‰s)sù «!$$Î/ õ8ÎŽô³ç„ `tB ¼çm¯RÎ)] [9‘$|ÁRr& ô`ÏB šúüÏJÎ=»©à=Ï9 $tBur ( â‘$¨Y9$# “ Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. berharap. bertawakal.Al-Maidah:72). Berdo’a kepada sekutu tersebut seperti halnya berdo’a kepada Allah. 2. berbuat riya’. Syirik kecil yang menafikan kesempurnaan tauhid. dan takut kepadanya seperti halnya kepada Allah subhanahu wataala. 3. maka pasti Allah akan mengharamkan kepadanya surga.Rukun Iman 30 neraka. sebagaimana sudah dijelaskan pada point satu dan dua. dan tempatnya ialah neraka. yaitu: semua sarana dan jalan yang bisa mengantarkan kepada syirik besar seperti bersumpah dengan selain Allah. Dan bentuk syirik akbar itu adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah. Diriwayatkan dari Mahmud bin Lubaid radiallahu anhu bahwasanya rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: . yaitu: yang berhubungan dengan niat dan maksud seseorang.” (QS.

dan di antaranya ibadah lahir. dan segala yang mendekatkan diri kepada Allah berupa melaksanakan perintah atau meninggalkan larangan-Nya. Syarat-syarat sahnya ibadah Ibadah seseorang dianggap sah manakala terpenuhi dua syarat berikut: .” (HR. amalan hati. perbuatan anggota badan. tawakal dan lain-lain. zakat. seperti rukun Iman yang enam. Ibadah tersebut bermacam-macam. mereka bertanya: apa itu syirik kecil wahai rasulullah? Beliau menjawab: Riya ’. rasa takut. Definisi ibadah Ibadah adalah sebuah ungkapan yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik itu berbentuk keyakinan.Rukun Iman 31                                  “ Sesungguhnya sesuatu yang paling saya takutkan atas kamu adalah syirik kecil. harap. Ahmad). puasa dan haji. di antaranya ibadah hati. Dan masuk dalam kategori ibadah semua apa yang disyari’atkan Allah dalam kitab-Nya atau sunnah nabiNya. seperti shalat.

” (QS. inilah makna syahadat Lailaha illallah. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.Az-Zumar:2-3).Rukun Iman 32 1. Allah berfirman: $TÁÎ=øƒèC ©!$# ωç7ôã$$sù Èd. uqèd ô`tB “ωôgtƒ Ÿw ©!$# “ Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al-Qur ’an) dengan (membawa) kebenaran. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.ysø9$$Î/ |=»tFÅ6ø9$# š•ø‹s9Î) !$uZø9t“Rr& !$¯RÎ) ] (#rä‹sƒªB$# šúïÏ%©!$#ur 4 ßÈÏ9$sƒø:$# ß`ƒÏe$!$# ¬! Ÿwr& ÇËÈ šúïÏe$!$# çm©9 «!$# ’n<Î) !$tRqç/Ìh•s)ã‹Ï9 žwÎ) öNèd߉ç6÷ètR $tB uä!$uŠÏ9÷rr& ÿ¾ÏmÏRrߊ ÆÏB ¨bÎ) 3 šcqàÿÎ=tGøƒs† Ïm‹Ïù öNèd $tB ’Îû óOßgoY÷•t/ ãNä3øts† ©!$# ¨bÎ) #’s"ø9ã—  [Ö‘$¤ÿŸ2 Ò>É‹»x. . Ingatlah. Mengikhlaskan ibadah hanya karena Allah.

maka ikutilah aku. yaitu: berbuat sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh beliau. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS.” (QS. Dan dalam ayat lain Allah berfirman:  [(#qßgtFR$$sù çm÷Ytã öNä39pktX $tBur çnrä‹ã‚sù ãAqß™§•9$# ãNä39s?#uä !$tBur] . Mengikuti apa yang telah dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. tanpa ada menambah dan mengurangi. bÎ) ö@è%] [ 3 ö/ä3t/qçRèŒ ö/ä3s9 “ Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah.Ali Imran:31).Al-Bayyinah:5). Inilah makna syahadat Muhammadar Rasulullah (sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah).Rukun Iman 33 Dan dalam firman-Nya:  [ uä!$xÿuZãm tûïÏe$!$# ã&s! tûüÅÁÎ=øƒèC ©!$# (#r߉ç6÷èu‹Ï9 žwÎ) (#ÿrâ•ÉDé& !$tBur] “ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dengan menjalankan agama dengan lurus. 2. Allah berfirman: ö•Ïÿøótƒur ª!$# ãNä3ö7Î6ósム‘ÏRqãèÎ7¨?$$sù ©!$# tbq™7Åsè? óOçFZä.

” (QS. Ubudiyyah (penghambaan diri kepada Allah) secara sempurna tidak akan terwujud kecuali dengan dua hal: 1.Al-Hasyr:7). yang mana seorang hamba tunduk dan patuh dalam melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya.” (QS. . Kesempurnaan tunduk dan merendahkan diri kepada Allah.Rukun Iman 34 “ Apa yang dibawakan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. yang mana seorang hamba mengedepankan cintanya kepada Allah dan cintanya kepada apa-apa yang dicintai Allah dari cinta kepada yang lainnya. 2.An-Nisa:65). Dan firman Allah: t•yfx© $yJŠÏù x8qßJÅj3ysム4Ó®Lym šcqãYÏB÷sムŸw y7În/u‘ur Ÿxsù ] |MøŠŸÒs% $£JÏiB %[`t•ym öNÎhÅ¡àÿRr& þ’Îû (#r߉Ågs† Ÿw §NèO óOßgoY÷•t/  [$VJŠÎ=ó¡n@ (#qßJÏk=|¡ç„ur “ Maka demi Tuhanmu. Kesempurnaan cinta kepada Allah. mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Rukun Iman 35 Maka. harapan. inti dari ibadah pada dasarnya adalah hadirnya rasa cinta. Dalil-dalil dan subhanahu wataala bukti-bukti keesaan Allah Dalil-dalil dan bukti-bukti tentang keesaan Allah subhanahu wataala banyak sekali. Dengan Ubudiyyah kepada Allah seseorang akan sampai kepada kecintaan Allah dan ridha-Nya. dan barangsiapa memperbanyak ibadah-ibadah sunah maka hal itu akan lebih mendekatkan dirinya kepada Allah subhanahu wataala dan akan terangkat derajatnya di sisiNya. siapa saja yang menggunakan akalnya untuk memikirkan dan mengkaji bukti-bukti dan dalil-dalil itu maka akan mantap pengetahuannya dan bertambah keyakinannya tentang . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. ketundukan. Dan Allah sangat mencintai hamba-Nya yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah-ibadah yang wajib. Allah berfirman:  [šúïωtF÷èßJø9$# •=Ïtä† Ÿw ¼çm¯RÎ) 4 ºpuŠøÿäzur %Yæ•Ž|Øn@ öNä3-/u‘ (#qãã÷Š$#] “ Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut.AlA’raf:55). rasa takut. Dan sebagai balasannya di akhirat dia akan dimasukkan ke surga dengan rahmat dan karunia-Nya. karena dengan itu semua terwujudlah makna penghambaan diri kepada Allah subhanahu wataala. rendah diri.

nama. Allah berfirman: $pkŽÏù $uZù=yèy_ur öNÎgÎ/ y‰ŠÏJs? br& zÓÅ›ºuru‘ ÇÚö‘F{$# ’Îû $uZù=yèy_ur ] $Zÿø)y™ uä!$yJ¡¡9$# $uZù=yèy_ur ÇÌÊÈ tbr߉tGöku‰ öNßg¯=yè©9 Wxç7ß™ %[`$yÚÏù t. sifat dan uluhiyyah-Nya. maka dia pasti yakin dengan keesaan Allah.7n=sù ’Îû @@ä.Rukun Iman 36 keesaan Allah pada perbuatan. maka dia pasti yakin bahwa di balik itu semua ada sang pencipta yang maha sempurna dalam nama. barangsiapa mengamati dan berfikir tentang itu semua. Sebagai contoh di antara bukti-bukti dan dalil tentang keesaan Allah sebagai berikut: 1.n=y{ “Ï%©!$# uqèdur ÇÌËÈ tbqàÊÌ•÷èãB $pkÉJ»tƒ#uä ô`tã öNèdur ( $Wßqàÿøt¤C  [tbqßst7ó¡o„ . matahari dan bulan. semuanya berjalan dengan aturan yang sangat rapi. dan kerapian ciptaannya serta dengan berbagai macam makhluk yang ada di dalamnya. Kebesaran ciptaan alam semesta ini. manusia dan hewan serta semua benda-benda hidup dan mati. Barangsiapa yang mengamati ciptaan langit dan bumi. ( t•yJs)ø9$#ur }§ôJ¤±9$#ur u‘$pk¨]9$#ur Ÿ@ø‹©9$# . sifat dan uluhiyyahNya . dan ini menandakan bahwa Dialah satu-satu-Nya yang berhak untuk disembah.

2. Kedatangan para rasul yang telah diutus oleh Allah dengan membawa syari’ah (hukum) dan dikuatkan dengan mu’jizat. Dan dalam ayat yang lain: ß#»n=ÏG÷z$#ur ÇÚö‘F{$#ur ÏNºuq»yJ¡¡9$# ß. dan telah kami jadikan pula di bumi itu jalan-jalan yang luas. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarannya. yang berisi hukum-hukum untuk makhluk adalah bukti nyata .Rukun Iman 37 “ Dan telah kami jadikan di bumi ini gununggunung yang kokoh. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang. Syari’at yang diturunkan. supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka. Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. matahari dan bulan.M»tƒUy y7Ï9ºsŒ ’Îû ¨bÎ) 4 ö/ä3ÏRºuqø9r&ur öNà6ÏGoYÅ¡ø9r& “ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainlainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS.” (QS.ù=yz ¾ÏmÏG»tƒ#uä ô`ÏBur ]  [tûüÏJÎ=»yèù=Ïj9 . agar mereka mendapat petunjuk. itu semua sebagai bukti keesaan Allah dan Dialah yang berhak untuk disembah.Al-Anbiya’:31-33).ArRum:22).

niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia. Maha mengetahui dengan apa yang diciptakan-Nya. dan Maha Tahu tentang kemaslahatan makhluk-Nya. öqs9ur ¾Ï&Î#÷WÏJÎ/ tbqè?ù'tƒ Ÿw Èb#uäö•à)ø9$# #x‹»yd  [#ZŽ•Îgsß <Ù÷èt7Ï9 “ Katakanlah sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan AlQur ’an ini.Rukun Iman 38 bahwa itu semua datang dari Tuhan yang Maha bijaksana. sekalipun È@÷VÏJÎ/ (#qè?ù'tƒ br& #’n?tã •`Éfø9$#ur ߧRM}$# ÏMyèyJtGô_$# ÈûÈõ©9 @è% ] .Al-Hadid:25). Dan firman-Nya: öNåkÝÕ÷èt/ šc%x.” (QS. Allah berfirman: |=»tGÅ3ø9$# ÞOßgyètB $uZø9t“Rr&ur ÏM»uZÉi•t7ø9$$Î/ $oYn=ߙ①$uZù=y™ö‘r& ô‰s)s9 ]  [ ( ÅÝó¡É)ø9$$Î/ â¨$¨Y9$# tPqà)u‹Ï9 šc#u”•ÏJø9$#ur “ Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

Hal itu ada dalam setiap diri manusia. Allah berfirman: t•sÜsù ÓÉL©9$# «!$# |Nt•ôÜÏù 4 $Zÿ‹ÏZym ÈûïÏe$#Ï9 y7ygô_ur óOÏ%r'sù  ] ÚúïÏe$!$# š•Ï9ºsŒ 4 «!$# È. Seandainya manusia itu bebas dari syubhat-syubhat dan hawa nafsu yang telah merubah fitrahnya.Rukun Iman 39 sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. sebagai buktinya: apabila seseorang sedang ditimpa musibah. Fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah pada hati setiap manusia. maka dengan sendirinya ia kembali dan pasrah kepada Allah. sifat dan perbuatan-Nya.ù=yÜÏ9 Ÿ@ƒÏ‰ö7s? Ÿw 4 $pköŽn=tæ }¨$¨Z9$# tûüÎ6•ÏYãB * ÇÌÉÈ tbqßJn=ôètƒ Ÿw Ĩ$¨Z9$# uŽsYò2r& ÆÅ3»s9ur ÞOÍhŠs)ø9$# šÆÏB (#qçRqä3s? Ÿwur no4qn=¢Á9$# (#qßJŠÏ%r&ur çnqà)¨?$#ur Ïmø‹s9Î)  [ tûüÅ2ÎŽô³ßJø9$# “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) (tetaplah atas) fitrah Allah . 3.Al-Isra’:88). berupa pengakuan tentang keesaan Allah subhanahu wataala. serta menyerah dan menerima syariat yang dibawa oleh para rasul-Nya. maka dia tidak akan dapatkan dalam dirinya kecuali pengakuan dengan keesaan Allah pada uluhiyyah. nama.

Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertawakallah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Nasrani atau Majusi. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Sebagaimana binatang melahirkan anaknya secara sempurna.Rukun Iman 40 yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (Ar-Rum:30-31). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:                                     ÓÉL©9$# «!$# |Nt•ôÜÏù ]                               [4 $pköŽn=tæ }¨$¨Z9$# t•sÜsù “ Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci) maka kedua orang tuanya yang menjadikan dia Yahudi. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. maka apakah kamu lihat pada hidungnya cacat? (cacat yang ada setelah lahir adalah akibat ulah pemiliknya) kemudian beliau membaca: [4 $pköŽn=tæ }¨$¨Z9$# t•sÜsù ÓÉL©9$# «!$# |Nt•ôÜÏù] .

Bukhari). (QS.” (HR.Rukun Iman 41 Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Ar Ruum: 30). .

Makna beriman kepada Malaikat Beriman kepada malaikat berarti meyakini bahwa Allah mempunyai Malaikat-malaikat.Al-Baqarah:177). diciptakan untuk senantiasa taat kepada-Nya dan tidak pernah membangkang terhadap apa saja yang diperintahkan Allah kepada mereka. Allah jadikan mereka dari cahaya.” (QS. malaikatmalaikat. Allah berfirman:  [Ïpx6Í´¯»n=yJø9$#ur Ì•ÅzFy$# ÏQöqu‹ø9$#ur «!$$Î/ z`tB#uä ô`tB §ŽÉ9ø9$# £`Å3»s9ur] “ Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah.Rukun Iman 42 RUKUN KEDUA BERIMAN KEPADA MALAIKAT 1. senantiasa mengerjakan semua perintah-Nya. terus-menerus bertasbih kepada Allah siang dan malam. dan Allah membebankan kepada mereka berbagai tugas yang berbeda-beda. Dalam ayat lain Allah berfirman: . hari kemudian. tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah.

malaikat-malaikatNya. Malaikat-Malaikat-Nya. barangsiapa . tidak sah keimanan seseorang tanpa beriman kepada malaikat. dan hukum beriman kepada Beriman kepada malaikat merupakan rukun kedua dari rukun iman yang enam.Al-Baqarah:285). 4 tbqãZÏB÷sßJø9$#ur ¾ÏmÎn/§‘ `ÏB Ïmø‹s9Î) tAÌ“Ré& !$yJÎ/ ãAqß™§•9$# z`tB#uä] šú÷üt/ ä-Ìh•xÿçR Ÿw ¾Ï&Î#ß™â‘ur ¾ÏmÎ7çFä. ketika dia datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya tentang Iman. rasul-rasul-Nya. kita-kitabNya dan para rasul-Nya. semuanya beriman kepada Allah. Islam dan ihsan.Rukun Iman 43 <@ä. Para ulama sepakat bahwa hukum beriman kepada malaikat adalah wajib. kitab-kitab-Nya.” Kedudukan Malaikat.” (QS. Dan dalam hadis Jibril. hari kemudian dan beriman kepada taqdir baik dan buruk. Jibril berkata: Beritahukanlah aku tentang iman! kemudian Rasulullah menjawab: “ Anda beriman kepada Allah.ur ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur «!$$Î/ z`tB#uä  [4 ¾Ï&Î#ß™•‘ `ÏiB 7‰ymr& “ Rasul telah beriman kepada Al-Qur ’an yang telah diturunkan kepadanya dari Tuhannya demikian pula orang-orang yang beriman.

Diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. maka ia telah kafir dan menentang Al-Quran.An-Nisa’: 136). dan bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah. tapi benda itu benar-benar ada. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. sunnah dan ijma’. beriman secara global dan secara terperinci. adapun beriman kepada malaikat secara global mencakup beberapa hal. Ketidak-mampuan kita melihatnya bukan berarti mereka tidak ada. diantaranya: Pertama: Mengakui keberadaan malaikat. Cara beriman kepada Malaikat Beriman kepada malaikat ada dua cara. rasul-rasulNya dan hari kemudian. kitab-kitab-Nya. dan keberadaan mereka adalah hakiki. Allah berfirman: ÏQöqu‹ø9$#ur ¾Ï&Î#ß™â‘ur ¾ÏmÎ7çFä. malaikat-malaikat-Nya.ur ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur «!$$Î/ ö•àÿõ3tƒ `tBur ] 4  [#´‰‹Ïèt/ Kx»n=|Ê ¨@|Ê ô‰s)sù Ì•ÅzFy$# “ Barangsiapa yang kafir kepada Allah. karena betapa banyak benda atau makhluk kecil dan halus di alam mayapada ini yang kita tidak bisa melihatnya. Nabi .” (QS.Rukun Iman 44 mengingkari keberadaan mereka atau sebagian dari mereka yang telah disebutkan (nama-namanya) oleh Allah. 2.

Allah telah memuliakan mereka dengan mengangkat kedudukannya serta mendekatkan mereka kepada-Nya. lebih-lebih menganggap mereka mempunyai . Dalam hadis Jibril yang diriwayatkan oleh imam Muslim. dimana mereka adalah sebagai hamba-Nya yang selalu siap untuk diperintah. begitu pula sebagian sahabat pernah menyaksikan sebagian malaikat dalam bentuk manusia. setiap sayapnya menutupi ufuk”. Imam Ahmad meriwayatkan dalam kitabnya “Musnad” dari Abdullah bin Mas’ud. bahwa Jibril datang dalam bentuk seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam rambutnya. tidak kelihatan padanya bekas musafir. dan bahwasanya di antara mereka ada yang sebagai utusan untuk membawa wahyu dan yang lainnya sesuai dengan kehendak Allah subhanahu wataala. beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Jibril dalam bentuk aslinya.Rukun Iman 45 Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat malaikat Jibril dua kali dalam bentuk aslinya. ia memiliki enam ratus sayap. dan tidak seorangpun di antara sahabat yang mengenalnya. Kedua: Menempatkan mereka sesuai dengan kedudukan yang Allah tetapkan untuk mereka. Sekalipun demikian mereka adalah hamba Allah yang tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudharat baik terhadap dirinya sendiri atau orang lain dan tidak diperbolehkan sedikitpun beribadah untuk mereka.

sebenarnya (malaikat itu) adalah hambahamba yang dimuliakan.At-Tahrim:6).Almengerjakan perintah-perintah-Nya. Dan Allah berfirman: [tbrâ•sD÷sム$tB tbqè=yèøÿtƒur öNèdt•tBr& !$tB ©!$# tbqÝÁ÷ètƒ žw] “ Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.Rukun Iman 46 sifat-sifat ketuhanan seperti keyakinan orang-orang Nasrani terhadap Ruhul Qudus (malaikat Jibril alaihis salam). Wajib . Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka (QS.” Anbiya’:26-27). Allah berfirman: ׊$t6Ïã ö@t/ 4 ¼çmoY»ysö7ß™ 3 #V$s!ur ß`»oH÷q§•9$# x‹sƒªB$# (#qä9$s%ur ] ¾ÍnÌ•øBr'Î/ Nèdur ÉAöqs)ø9$$Î/ ¼çmtRqà)Î7ó¡o„ Ÿw ÇËÏÈ šcqãBt•õ3•B  [šcqè=yJ÷ètƒ “ Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak.” (QS. Beriman kepada malaikat secara global ini wajib hukumnya atas setiap muslim dan muslimah. maha suci Allah.

dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahuinya. Dalam sebuah hadits disebutkan: secara                             “ Malaikat diciptakan dari cahaya. dan jin diciptakan dari api dan diciptakan anak Adam dari apa yang telah dijelaskan kepadamu (yaitu tanah).Rukun Iman 47 atas mereka mempelajari dan meyakininya.” (HR. 2. sebagaimana Baitul makmur di langit ketujuh setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat. karena begitu banyaknya. Asal kejadian mereka. dan Allah telah menciptakan malaikat terlebih dahulu sebelum menciptakan Adam alaihis salam. mencipatakan jin dari api dan anak cucu Adam dari tanah liat. tidak ada satu tempat pun dengan jarak empat jari di langit kecuali disitu ada malaikat yang senantiasa bersujud atau berdiri. karena begitu banyaknya. Muslim). Jumlah malaikat Malaikat adalah makhluk yang tidak ada seorangpun mampu menghitung jumlah mereka kecuali Allah. Pada hari . Allah menciptakan para malaikat dari cahaya. Adapun beriman kepada malaikat terperinci mencakup hal-hal berikut: 1. kemudian mereka tidak (dapat) kembali masuk lagi.

” (QS. mereka tidak kembali (masuk) lagi. Dan dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                          “ Langit merintih kelelahan.AlMuddatsir:31). Bukhari & Muslim).Rukun Iman 48 kiamat akan didatangkan neraka. setiap tali kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat. baginya tujuh puluh ribu tali kendali. Bukhari dan Muslim). Allah berfirman:  [uqèd žwÎ) y7În/u‘ yŠqãZã_ ÞOn=÷ètƒ $tBur] “ Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: . dan sewajarnya dia merintih.” (HR.” (HR. Tentang Baitul makmur Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:             “ Setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat. tidak ada satu tempat selebar tapak kaki di langit melainkan disitu ada malaikat yang senantiasa sujud dan ruku’.

dia adalah Ruhul Qudus yang bertugas menyampaikan wahyu (dengannya hati menjadi hidup) kepada rasul-rasul Allah. padanya terdapat tujuh puluh ribu tali kendali. . Begitu banyak jumlah malaikat. dari dua dalil di atas kira-kira terhitung empat ribu sembilan ratus juta malaikat. bagaimana dengan yang tidak disebutkan jumlahnya. maha suci Allah yang telah menciptakan dan mengaturnya dan Dialah yang tahu berapa jumlah mereka. Muslim). 3. Jibril atau disebut juga Jibrail. Nama-nama malaikat Seorang muslim wajib beriman dengan namanama malaikat. Dan yang paling mulia di antara mereka ada 3 malaikat: a. beserta setiap tali kendali tujuh puluh ribu malaikat (yang menariknya).. baik yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an maupun yang disebutkan Rasulullah dalam sunahnya. dan bertugas untuk menurunkan hujan (dengannya bumi menjadi tumbuh) sesuai dengan perintah Allah. Mikail atau disebut juga Mikal.” (HR. b.Rukun Iman 49                      “ Akan didatangkan neraka Jahannam pada hari itu.

Allah ciptakan untuk mereka sayap. sesuai dengan besarnya tugas yang dipikulkan kepada mereka di langit dan di bumi. Yang dengannya jasad-jasad hidup kembali.Rukun Iman 50 c. Malaikat mempunyai tubuh dan fisik yang besar. b. 4. Sifat-sifat malaikat Malaikat adalah makhluk hakiki. sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menyaksikan malaikat Jibril dalam rupa aslinya. empat atau lebih dari itu. diantaranya adalah: a. Malaikat mempunyai sayap. yang menjadikan malaikat sebagai utusan- Ïps3Í´¯»n=yJø9$# È@Ïã%y` ÇÚö‘F{$#ur ÏNºuq»yJ¡¡9$# Ì•ÏÛ$sù ¬! ߉ôJptø:$#] . Allah berfirman: $tB È.ù=sƒø:$# ’Îû ߉ƒÌ“tƒ 4 yì»t/â‘ur y]»n=èOur 4‘oY÷V¨B 7pysÏZô_r& þ’Í<'ré& ¸xߙ① [ 4 âä!$t±o„ “ Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi. Israfil bertugas untuk meniup terompet sebagai tanda akhir dari kehidupan dunia dan awal kehidupan akhirat. memiliki 600 sayap sampai menutupi ufuk. mempunyai sifat-sifat baik khalqiyah (bentuk tubuh) maupun khuluqiyah (kepribadian). ada yang dua. memiliki fisik yang hakiki. Allah ciptakan mereka dalam bentuk yang besar lagi kuat. tiga.

Malaikat itu mati. begitu juga mereka tidak kawin dan tidak berketurunan. Malaikat itu tidak butuh kepada makanan dan minuman. Malaikat mempunyai akal dan hati. Di hari kiamat semua malaikat akan mati termasuk malaikat pencabut nyawa. sebagaimana pula mereka berbicara dengan Nabi Adam alaihis salam dan nabi-nabi lainnya. f. . tiga dan empat. c. Allah ciptakan mereka tidak butuh kepada makan dan minum. Ini merupakan jawaban atas pendapat kelompok penyembah berhala yang meyakini bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Allah subhanahu wataala telah memberikan kemampuan kepada mereka untuk merubah bentuk menjadi manusia laki-laki. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Dan kita tidak mengetahui bagaimana caranya mereka berubah rupa dan kita sangat sulit untuk membedakan mereka dengan manusia kala mereka berubah rupa sebagai manusia.” (AlFathir:1). d. kemudian mereka dibangkitkan kembali untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibebankan Allah kepada masing-masing mereka. e. masing-masing (ada yang) dua.Rukun Iman 51 utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Malaikat mampu berubah bentuk dari rupa aslinya. mereka berbicara dengan Allah dan Allah berbicara dengan mereka.

di antara mereka: . ruku’. 5. Sifat-sifat ibadah malaikat: 1. seperti: shalat. 2. Tugas-tugas malaikat Malaikat mengemban berbagai tugas mulia. rasa takut kepada Allah.Al-Anbiya’:20). Ibadah malaikat.Rukun Iman 52 g. disertai dengan banyak ibadah. Allah berfirman:  [tbrçŽäIøÿtƒ Ÿw u‘$pk¨]9$#ur Ÿ@ø‹©9$# tbqßsÎm7|¡ç„] “ Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. karena mereka terpelihara dari dosa dan maksiat. do’a. sujud.” (QS. Senantiasa mentaati perintah Allah dan jauh dari kemaksiatan. Para Malaikat melakukan ibadah kepada Allah dengan berbagai macam ibadah. tasbih. 4. 3. yang telah dibebankan Allah subhanahu wataala kepada mereka. Semata-mata ikhlas karena Allah subhanahu wataala. Tawadhu’ (rendah diri) kepada Allah. cinta dan sebagainya. Kontiniu dan terus-menerus tanpa ada putus.

Bertugas menyampaikan wahyu kepada para rasul. Bertugas untuk mengatur awan. Bertugas menjaga gunung. amalannya dan nasibnya celaka atau bahagia. Bertugas meniup sangkakala. 12. 3. Bertugas menyertai mendo’akannya dengan kebaikan. 11. 4. menulis taqdir rezkinya. Bertugas mencabut nyawa manusia ketika mati. manusia dan 10. Bertugas menjaga manusia. Bertugas menjaga surga dan neraka. dan tumbuh-tumbuhan. 5. 8. apabila Allah hendak mentaqdirkan sesuatu atas orang tersebut maka malaikat meninggalkannya dan terjadilah apa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wataala. Bertugas sebagai penanya dalam kubur.Rukun Iman 53 1. Bertugas sebagai pencatat amalan manusia. 6. Bertugas memikul arsy. 2. 9. hujan. . 7. meniupkan ruh kepada manusia. 13. Bertugas menjaga janin. Ada yang bertugas menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari umatnya.

Di antara dalil-dalil yang menerangkan tugas-tugas di atas sebagai berikut: Allah berfirman: ωôJpt¿2 tbqßsÎm7|¡ç„ ¼çms9öqym ô`tBur z¸ö•yèø9$# tbqè=ÏJøts† tûïÏ%©!$#]  [(#qãZtB#uä tûïÏ%©#Ï9 tbrã•ÏÿøótGó¡o„ur ¾ÏmÎ/ tbqãZÏB÷sãƒur öNÍkÍh5u‘ “ (Malaikat-malaikat) yang memikul arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman. tapi cukup mengucapkan shalawat dan salam kepadanya dari tempat ia tinggal.” (QS.Ghafir:7). Dan masih banyak lagi tugas-tugas malaikat selain yang disebutkan.Rukun Iman 54 Maka dari itu tidak perlu berziarah ke kuburan Nabi sekedar untuk mengucapkan salam. dan maksud dianjurkan ziarah ke masjid Nabawi adalah untuk melakukan shalat di dalamnya. karena di sana ada malaikat yang bertugas menyampaikan salam tersebut kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. ö`tB ]  [ «!$# . Allah berfirman: ÈbøŒÎ*Î/ y7Î6ù=s% 4’n?tã ¼çms9¨“tR ¼çm¯RÎ*sù Ÿ@ƒÎŽö9ÉfÏj9 #xr߉tã šc%x.

Rukun Iman

55

“ Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan Al-Qur ’an ke dalam hatimu dengan izin Allah.” (QS.Al-Baqarah:97).
Dan firman Allah:

èps3Í´¯»n=yJø9$#ur ÏNöqpRùQ$# ÏNºt•yJxî ’Îû šcqßJÎ=»©à9$# ÏŒÎ) #“t•s? öqs9ur ]  [ãNà6|¡àÿRr& (#þqã_Ì•÷zr& óOÎgƒÏ‰÷ƒr& (#þqäÜÅ™$t/
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang dzalim (berada) dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): keluarkanlah nyawamu.” (QS.Al-An’am:93). 6. Hak-hak malaikat terhadap manusia 1. Beriman kepada mereka. 2. Mencintai, mengagungkan menyebut-nyebut keutamaan mereka. mereka, dan

3. Haram hukumnya mencaci atau menghina mereka. 4. Menjauhi apa yang mereka benci, karena malaikat merasa tersakiti dari apa saja yang menyakiti manusia.

Rukun Iman

56

Hikmah beriman kepada malaikat: 1. Sebagai bukti keimanan seseorang, karena tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada malaikat. 2. Menyadarkan kita akan kebesaran, keagungan dan kekuasaan Allah subhanahu wataala, karena kebesaran makhluk adalah sebagai bukti kebesaran penciptanya. 3. Dengan mengetahui sifat-sifat, keadaan dan tugas-tugas malaikat akan menambah keimanan dalam hati seorang muslim. 4. Akan timbul rasa tenang dan aman pada diri orang mukmin, karena Allah telah menetapkan untuk setiap mereka malaikat yang senantiasa menyertai mereka. 5. Akan menambah rasa cinta kepada mereka, karena mereka melaksanaan ibadah secara sempurna, dan mereka mendo’akan ampunan untuk orang-orang mukmin. 6. Membangkitkan rasa perbuatan-perbuatan maksiat. benci terhadap

7. Membuahkan rasa syukur kepada Allah subhanahu wataala, atas perhatian-Nya terhadap hamba-Nya, dengan menugaskan malaikat untuk menjaga manusia dan mencatat semua amalan mereka serta kemaslahatan-kemaslahatan mereka yang lain.

Rukun Iman

57

RUKUN KETIGA BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLAH Beriman dengan semua kitab yang diturunkan kepada para rasul merupakan rukun ketiga dari rukun iman yang enam. Allah telah mengutus para Rasul dengan membawa kebenaran yang nyata, dan Dia turunkan bersama mereka kitab-kitab sebagai rahmat bagi hambaNya dan sekaligus sebagai petunjuk bagi mereka demi tercapainya kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, dan sebagai pedoman hidup dan hakim antara mereka dalam masalah-masalah yang mereka perselisihkan. Allah berfirman:

|=»tGÅ3ø9$# ÞOßgyètB $uZø9t“Rr&ur ÏM»uZÉi•t7ø9$$Î/ $oYn=ߙ①$uZù=y™ö‘r& ô‰s)s9 ]  [ ( ÅÝó¡É)ø9$$Î/ â¨$¨Y9$# tPqà)u‹Ï9 šc#u”•ÏJø9$#ur
“ Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” (QS.Al-Hadid:25).
Dan firman-Nya:

ia merupakan cahaya dan petunjuk.Rukun Iman 58 šúïÌ•Ïe±u.¨Y9$# ª!$# y]yèt7sù Zoy‰Ïnºur Zp¨Bé& â¨$¨Z9$# tb%x. Hakikat beriman kepada kitab Beriman kepada kitab berarti membenarkan secara mutlak bahwa Allah mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya dan kitab-kitab tersebut merupakan kalam Allah yang hakiki. semua kandungannya merupakan kebenaran. 1. Dan tidak ada yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah subhanahu wataala.” Baqarah:213).Alperkara yang mereka perselisihkan.ur] . (setelah timbul perselisihan) maka Allah mengutus para nabi. kejujuran dan keadilan yang wajib diikuti dan dilaksanakan.ãB z`¿ÍhŠÎ. Allah berfirman:  [4 $VJŠÎ=ò6s? 4Óy›qãB ª!$# zN¯=x. ] Ĩ$¨Z9$# tû÷üt/ zNä3ósuŠÏ9 Èd. dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar untuk memberi keputusan di antara manusia tentang (QS. sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.ysø9$$Î/ |=»tGÅ3ø9$# ãNßgyètB tAt“Rr&ur tûïÍ‘É‹YãBur  [ 4 ÏmŠÏù (#qàÿn=tF÷z$# $yJŠÏù “ Manusia itu adalah umat yang satu.

Dan firman-Nya: yìyJó¡o„ 4Ó®Lym çnö•Å_r'sù x8u‘$yftFó™$# šúüÏ. barangsiapa mengingkari itu semua atau sebagiannya maka ia telah kafir.” (QS.AtTaubah:6). Allah berfirman: “Ï%©!$# É=»tFÅ3ø9$#ur ¾Ï&Î!qß™u‘ur «!$$Î/ (#qãYÏB#uä (#þqãYtB#uä tûïÏ%©!$# $pkš‰r'¯»tƒ ] ö•àÿõ3tƒ `tBur 4 ã@ö6s% `ÏB tAt“Rr& ü“Ï%©!$# É=»tFÅ6ø9$#ur ¾Ï&Î!qß™u‘ 4’n?tã tA¨“tR .ÎŽô³ßJø9$# z`ÏiB Ó‰tnr& ÷bÎ)ur ]  [ «!$# zN»n=x. 2. maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah.Rukun Iman 59 “ Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. “ Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu. dan kitab-kitab tersebut bukanlah makhluk.” (QS. bahwasanya Allah telah berfirman dengan kitab itu dengan sesungguhnya. Hukum beriman kepada kitab-kitab Seorang muslim wajib beriman kepada semua kitab yang diturunkan kepada rasul-rasul Allah.An-Nisa’:164).

maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. Di antara hikmah diturunkannya kitab-kitab adalah sebagai pedoman bagi umat manusia dalam mengenal agamanya. Kebutuhan manusia kepada kitab-kitab dan Hikmah diturunkanya: 1. tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.” (QS. #x‹»ydur] “ Dan Al-Qur ’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati.ur ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur «!$$Î/  [#´‰‹Ïèt/ Kx»n=|Ê “ Wahai orang-orang yang beriman. Dan dalam ayat lain:  [tbqçHxqö•è? öNä3ª=yès9 (#qà)¨?$#ur çnqãèÎ7¨?$$sù Ô8u‘$t6ãB çm»oYø9t“Rr& ë=»tGÏ. Barangsiapa yang kafir kepada Allah. rasul-rasul-Nya dan hari kemudian.Rukun Iman 60 ¨@|Ê ô‰s)sù Ì•ÅzFy$# ÏQöqu‹ø9$#ur ¾Ï&Î#ß™â‘ur ¾ÏmÎ7çFä. malaikat-malaikat-Nya. .” (QS. 3.AlAn’am:155). kitab-kitab-Nya.AnNisa’:136).

Rukun Iman 61 2. dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar.” (QS. Allah berfirman: šúïÌ•Ïe±u. ] tû÷üt/ zNä3ósuŠÏ9 Èd. Diturunkan kitab-kitab adalah sebagai hujjah Allah subhanahu wataala terhadap makhluk-Nya (di hari kiamat nanti).ysø9$$Î/ |=»tGÅ3ø9$# ãNßgyètB tAt“Rr&ur tûïÍ‘É‹YãBur  [ 4 ÏmŠÏù (#qàÿn=tF÷z$# $yJŠÏù Ĩ$¨Z9$# “ Manusia adalah umat yang satu (setelah timbul perselisihan) maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. . 3. 4. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidak ada alasan bagi manusia untuk mengelak di hadapan Allah nanti ketika mereka diadili bahwa belum datang petunjuk kepada mereka.ãB z`¿ÍhŠÎ. Diturunkan Al-Qur’an adalah untuk menjaga kemurnian agama Islam setelah wafatnya rasulullah shallallahu alaihi wasallam.Al-Baqarah:213).¨Y9$# ª!$# y]yèt7sù Zoy‰Ïnºur Zp¨Bé& â¨$¨Z9$# tb%x. Diturunkannya kitab-kitab adalah sebagai hakim yang adil dalam semua permasalahan yang diperselisihkan manusia.

serta beriman bahwa Allah mempunyai kitab-kitab lain yang diturunkan kepada para nabi.Rukun Iman 62 4. sekalipun berbeda dalam beberapa rincian syariat dan hukum. Cara beriman kepada kitab-kitab Beriman kepada kitab-kitab ada dua cara: global dan terperinci. mencegah dari perkara-perkara syirik dan berbuat kerusakan di muka bumi. Suhuf Ibrahim dan Musa. Dan kitab-kitab tersebut diturunkan untuk mewujudkan tauhid. tidak ada yang mengenal nama-nama dan jumlah kitab-kitab tersebut kecuali Allah. Adapun secara rinci yaitu beriman kepada kitab-kitab yang nama-namanya telah disebutkan Allah dalam AlQur’an seperti Taurat. mewujudkan amal yang shaleh. Allah berfirman: . Beriman dengan kitab-kitab berarti mengakui turunnya kepada para rasul yang terdahulu. Zabur. Maka pada hakikatnya misi da’wah para rasul adalah satu. sedangkan beriman kepada Al-Qur’an berarti mengakui dan membenarkan serta mengikuti kandungannya. Injil. dengan mengesakan Allah subhanahu wata ’ala dalam ibadah. Adapun beriman secara global yaitu: mengimani bahwa Allah subhanahu wata ’ala telah menurunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul-Nya.

para rasulNya. Semua beriman kepada Allah. dengannya ditutup kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’an merupakan kitab samawiyah yang terakhir. 4 tbqãZÏB÷sßJø9$#ur ¾ÏmÎn/§‘ `ÏB Ïmø‹s9Î) tAÌ“Ré& !$yJÎ/ ãAqß™§•9$# z`tB#uä]  [ ¾Ï&Î#ß™â‘ur ¾ÏmÎ7çFä. 2.Rukun Iman 63 <@ä.ur ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur «!$$Î/ z`tB#uä “ Rasul telah beriman kepada Al-Qur ’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya.” (QS.” (QS. Dalam ayat lain Allah berfirman: ÿ¾ÏmÏRrߊ `ÏB (#qãèÎ7-Fs? Ÿwur óOä3În/§‘ `ÏiB Nä3øŠs9Î) tAÌ“Ré& !$tB (#qãèÎ7®?$# ]  [ uä!$u‹Ï9÷rr& “ Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpinpemimpin selain-Nya. . para malaikat-Nya.Al-A’raf:3). demikian pula orang-orang yang beriman.Al-baqarah:285). Keistimewaan sebelumnya: Al-Qur’an dari kitab-kitab 1. kitab-kitab-Nya. Semua lafadz dan maknanya serta hakikat alam dan ilmiah yang dikandungnya adalah mukjizat.

Sesungguhnya Allah telah menjamin kemurnian Al-Qur’an. telah banyak terjadi penyelewengan dan perubahan di dalamnya. Menerima berita kitab-kitab terdahulu Kita meyakini bahwa semua berita yang telah diwahyukan Allah kepada para rasul yang terdapat dalam kitab-kitab terdahulu adalah sesuatu yang haq tidak . dengan menjaganya dari penyelewengan dan perubahan. 5.Yusuf:111). Al-Qur’an adalah sebagai pembenar terhadap kitab-kitab sebelumnya. $tB]  [tbqãZÏB÷sム5Qöqs)Ïj9 ZpuH÷qu‘ur “Y‰èdur &äóÓx« Èe@à2 Ÿ@‹ÅÁøÿs?ur Ïm÷ƒy‰tƒ “ Al-Qur ’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.Rukun Iman 64 sebagai-mana rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah penutup bagi para nabi sebelumnya. 4.ƒÏ‰óÁs? `Å6»s9ur 2”uŽtIøÿム$ZVƒÏ‰tn tb%x.” (QS. Al-Qur’an menasakh (menghapus) semua kitab-kitab sebelumnya. 3. Allah berfirman: tû÷üt/ “Ï%©!$# t. berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya. 5.

Tetapi bukan berarti kita harus menerima semua kandungan kitab tersebut yang ada di tangan ahli kitab pada zaman sekarang. dan bahwasanya seorang . sebagaimana yang telah diturunkan Allah kepada rasulrasul-Nya dahulu. dan dia akan mendapatkan balasan secara sempurna dari usahanya itu. karena isi kitabkitab tersebut sudah banyak yang diubah dan diselewengkan. apa yang telah diberitakan Allah dalam AlQur’an. Allah berfirman: #’®ûur “Ï%©!$# zOŠÏdºt•ö/Î)ur ÇÌÏÈ 4Óy›qãB É#ßsß¹ ’Îû $yJÎ/ ù'¬6t^ムöNs9 ÷Pr& ] $tB žwÎ) Ç`»|¡SM~Ï9 }§øŠ©9 br&ur ÇÌÑÈ 3“t•÷zé& u‘ø—Ír ×ou‘Η#ur â‘Ì“s? žwr& ÇÌÐÈ uä!#t“yfø9$# çm1t“øgä† §NèO ÇÍÉÈ 3“t•ãƒ t$ôqy™ ¼çmuŠ÷èy™ ¨br&ur ÇÌÒÈ 4Ótëy™  [4’nû÷rF{$# “ Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa. yaitu bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. seperti: seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. bahwasanya manusia tidak akan memperoleh kecuali apa yang telah dia usahakan. Di antara isi kitab-kitab terdahulu yang kita ketahui dengan yakin. sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya. dan lembaranlembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.Rukun Iman 65 diragukan kebenarannya.

. dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). akan tetapi hal itu haq dan hanya berlaku pada zamannya. adapun apa yang ada pada kitab-kitab terdahulu kita lihat terlebih dahulu.Al-A’la:16:19). bukan berarti ia bathil. (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Dan di antaranya apa yang terdapat dalam firman Allah: ¨bÎ) ÇÊÐÈ #’s+ö/r&ur ׎ö•yz äot•ÅzFy$#ur ÇÊÏÈ $u‹÷R‘‰9$# no4quŠysø9$# tbrã•ÏO÷sè? ö@t/ ] [ 4Óy›qãBur tLìÏdºt•ö/Î) É#çtྠÇÊÑÈ 4’n<rW{$# É#ßs•Á9$# ’Å"s9 #x‹»yd “ Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.An-Najm:36-41). Adapun sikap kita terhadap hukum-hukum kitabkitab terdahulu adalah: Apa yang terdapat dalam AlQuran wajib bagi kita menerima dan beribadah dengannya. dan telah dinasakh (dihapus) dengan syariat kita. dan syariat kita telah membuktikan akan keabsahannya. Apabila sesuai dengan syariat kita. apabila bertentangan dengan syariat kita.” (QS. maka tidak boleh diamalkan. sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu. berarti itu adalah haq.Rukun Iman 66 manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Dan firman Allah: z`ÏB Ïm÷ƒy‰tƒ šú÷üt/ $yJÏj9 $]%Ïd‰|ÁãB Èd. 1.Ïe%!$# $uZø9¨“tR ß`øtwU $¯RÎ)] “ Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan AlQur ’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Allah subhanahu wataala telah menjamin untuk memeliharanya dari penyelewengan dan perubahan.Al-Hijr: 9).Rukun Iman 67 6.” (QS. Kitab-kitab samawi yang tersebut dalam AlQur’an dan sunah.ysø9$$Î/ |=»tGÅ3ø9$# y7ø‹s9Î) !$uZø9t“Rr&ur ]  [ ( ª!$# tAt“Rr& !$yJÎ/ OßgoY÷•t/ Nà6÷n$$sù ( Ïmø‹n=tã $·YÏJø‹ygãBur É=»tGÅ6ø9$# “ Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur ’an dengan membawa kebenaran. membenarkan apa yang sebelumnya. . Al-Qur’an Al-Karim Al-Qur’an adalah kalam (firman) Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam penutup para nabi dan rasul. Allah berfirman:  [tbqÝàÏÿ»ptm: ¼çms9 $¯RÎ)ur t•ø. dan Allah menjadikannya sebagai nasikh (penghapus) bagi kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’an merupakan kitab samawi yang terakhir diturunkan.

`ÏB (#qÝàÏÿósçGó™$# “ Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya ada petunjuk dan cahaya (yang menerangi). Allah berfirman: šcq–ŠÎ. .Al-Maidah: 48).” (QS. yang dengan kitab itu diputuskan perkara-perkara orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerahkan diri kepada Allah. yang merupakan sumber hukum bagi para nabi Bani Israil dan ulama-ulama mereka.Rukun Iman 68 maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan.Al-Maidah:44).” (QS. oleh orang-orang alim mereka dan pendetapendeta mereka. Allah jadikan sebagai petunjuk dan cahaya. Dan Taurat yang wajib kita beriman kepadanya adalah kitab Taurat yang Allah turunkan kepada Nabi Musa alaihis salam.¨Y9$# $pkÍ5 ãNä3øts† 4 Ö‘qçRur “W‰èd $pkŽÏù sp1u‘öq-G9$# $uZø9t“Rr& !$¯RÎ) ] $yJÎ/ â‘$t6ômF{$#ur tbq–ŠÏY»-/§•9$#ur (#rߊ$yd tûïÏ%©#Ï9 (#qßJn=ó™r& tûïÏ%©!$#  [ «!$# É=»tFÏ. bukan Taurat yang sudah diselewengkan yang ada pada ahli kitab di zaman sekarang. 2. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah. Taurat Taurat adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Musa alaihis salam.

Injil Injil adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Isa alaihis salam yang membawa kebenaran. Dan Injil yang wajib kita beriman kepadanya adalah Injil yang asli yang diturunkan Allah langsung kepada nabi Isa.Rukun Iman 69 2. dan membenarkan kitab yang sebelumnya. dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil. sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orangorang yang bertaqwa. membenarkan kitab yang sebelumnya.Al-Maidah:46). yaitu: Taurat.” (QS. Dan di antara kandungan Taurat dan Injil adalah kabar gembira tentang kedatangan dan kerasulan Muhammad shallallahu alaihi wasallam. sebagaimana terdapat dalam firman Allah subhanahu wata ’ala: . Allah berfirman: tû÷üt/ $yJÏj9 $]%Ïd‰|ÁãB zNtƒó•tB Èûøó$# Ó|¤ŠÏèÎ/ NÏdÌ•»rO#uä #’n?tã $uZø‹¤ÿs%ur ] $]%Ïd‰|ÁãBur Ö‘qçRur “W‰èd ÏmŠÏù Ÿ@ŠÅgUM}$# çm»oY÷•s?#uäur ( Ïp1u‘öq-G9$# z`ÏB Ïm÷ƒy‰tƒ  [tûüÉ)-GßJù=Ïj9 ZpsàÏãöqtBur “Y‰èdur Ïp1u‘öq-G9$# z`ÏB Ïm÷ƒy‰tƒ tû÷üt/ $yJÏj9 “ Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam. bukan kitab Injil yang sudah diselewengkan yang ada pada ahli kitab sekarang. dan membenarkan kitab-kitab samawiyah sebelumnya.

dan yang wajib kita imani adalah kitab Zabur yang Allah turunkan kepada nabi Daud. Zabur Kitab Zabur diturunkan kepada nabi Dawud alaihis salam. bukan yang sudah diselewengkan oleh orang-orang Yahudi.Rukun Iman 70 ¼çmtRr߉Ågs† “Ï%©!$# ¥_ÍhGW{$# ¢ÓÉ<¨Z9$# tAqß™§•9$# šcqãèÎ7-Ftƒ tûïÏ%©!$#] Å$rã•÷èyJø9$$Î/ Nèdã•ãBù'tƒ È@‹ÅgUM}$#ur Ïp1u‘öq-G9$# ’Îû öNèdy‰YÏã $¹/qçGõ3tB ÞOÎgøŠn=tæ ãPÌh•ptä†ur ÏM»t6Íh‹©Ü9$# ÞOßgs9 ‘@Ïtä†ur Ì•x6YßJø9$# Ç`tã öNßg8pk÷]tƒur  ó[OÎgøŠn=tæ ôMtR%x. yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma ’ruf dan melarang dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS. 4.Al-A’raf:157). Allah berfirman:  [ #Y‘qç/y— yŠ¼ãr#yŠ $oY÷•s?#uäur] . ÓÉL©9$# Ÿ@»n=øñF{$#ur öNèduŽñÀÎ) öNßg÷Ztã ßìŸÒtƒur y]Í´¯»t6y‚ø9$# “ Yaitu orang-orang yang mengikut rasul nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka.

dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Yaitu Suhuf (lembarang-lembaran) yang diturunkan Allah kepada nabi Ibrahim dan Musa.An-Najm:36-41).” (QS. akan tetapi Suhuf tersebut telah hilang dan tidak diketahui sedikitpun kandungannya kecuali apa yang terdapat dalam AlQur’an dan sunah.Rukun Iman 71 “ Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. 5. Suhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim dan Musa. Dan dalam ayat lain Allah berfirman: .” (AnNisa’:163). seperti firman Allah: #’®ûur “Ï%©!$# zOŠÏdºt•ö/Î)ur ÇÌÏÈ 4Óy›qãB É#ßsß¹ ’Îû $yJÎ/ ù'¬6t^ムöNs9 ÷Pr& ] $tB žwÎ) Ç`»|¡SM~Ï9 }§øŠ©9 br&ur ÇÌÑÈ 3“t•÷zé& u‘ø—Ír ×ou‘Η#ur â‘Ì“s? žwr& ÇÌÐÈ uä!#t“yfø9$# çm1t“øgä† §NèO ÇÍÉÈ 3“t•ãƒ t$ôqy™ ¼çmuŠ÷èy™ ¨br&ur ÇÌÒÈ 4Ótëy™  [4’nû÷rF{$# “ Ataukah belum diberitakan kepada apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa dan lembaranlembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? yaitu bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

. sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam lembaran-lembaran yang dahulu yaitu suhuf Ibrahim dan Musa.Al-A’la:17-19).Rukun Iman 72 ÇÊÑÈ 4’n<rW{$# É#ßs•Á9$# ’Å"s9 #x‹»yd ¨bÎ) ÇÊÐÈ #’s+ö/r&ur ׎ö•yz äot•ÅzFy$#ur] [ 4Óy›qãBur tLìÏdºt•ö/Î) É#çtྠ“ Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS.

dimana tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada para rasul. menegakkan hujjah. dan setiap rasul yang datang pasti membawa berita tentang kedatangan rasul setelahnya dan rasul yang datang sesudahnya membenarkan rasul-rasul sebelumnya. mereka sengaja dipilih Allah untuk menyampaikan risalah-Nya. Dan mereka para rasul telah menyampaikan semua yang telah diturunkan Allah kepada mereka secara jelas. Barangsiapa mengikuti mereka maka mendapat petunjuk dan barangsiapa yang mengingkarinya maka tersesat. tidak ada sedikitpun isi risalah yang diganti atau diubah atau disembunyikan mereka. Maksud beriman kepada rasul adalah: meyakini secara pasti bahwa Allah subhanahu wataala mempunyai rasul-rasul. Beriman kepada rasul-rasul Beriman kepada rasul adalah salah satu rukun iman. membimbing umat dan berjuang di jalan Allah dengan sebenar-benarnya. Allah berfirman: . Mereka telah menunaikan semua amanah.Rukun Iman 73 RUKUN KETIGA BERIMAN KEPADA RASUL-RASUL 1. Kita wajib beriman dengan semua rasul baik yang disebutkan namanya atau yang tidak disebutkan.

¨Y9$# u’ÎAré& !$tBur 4Ó|¤ŠÏãur  [tbqãKÎ=ó¡ãB ¼çms9 ß`øtwUur óOßg÷YÏiB “ Katakanlah (hai orang-orang beriman) kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami. Allah berfirman: (#qè%Ìh•xÿムbr& šcr߉ƒÌ•ãƒur ¾Ï&Î#ß™â‘ur «!$$Î/ tbrã•àÿõ3tƒ šúïÏ%©!$# ¨bÎ) ] <Ù÷èt7Î/ ã•àÿò6tRur <Ù÷èt7Î/ ß`ÏB÷sçR šcqä9qà)tƒur ¾Ï&Î#ß™â‘ur «!$# tû÷üt/ .Al-Baqarah:136). Ya ’qub dan anak cucunya dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim. begitu juga barangsiapa yang durhaka kepada seorang rasul maka berarti dia telah durhaka kepada Allah subhanahu wataala yang telah menyuruh untuk mentaatinya. Ismail.»ysó™Î)ur Ÿ@ŠÏè»oÿôœÎ)ur 7‰tnr& tû÷üt/ ä-Ìh•xÿçR Ÿw óOÎgÎn/§‘ `ÏB šcq–ŠÎ.” (QS.Rukun Iman 74 zO¿Ïdºt•ö/Î) #’n<Î) tAÌ“Ré& !$tBur $uZøŠs9Î) tAÌ“Ré& !$tBur «!$$Î/ $¨YtB#uä (#þqä9qè% ] 4Óy›qãB u’ÎAré& !$tBur ÅÞ$t6ó™F{$#ur z>qà)÷ètƒur t. Dan kami tidak membedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya. Ishaq. Barangsiapa yang mendustakan salah seorang rasul maka berarti dia mendustakan Allah subhanahu wataala yang telah membenarkan rasul-Nya.

tidak ada usaha atau pilihan dari seorang hamba untuk mendapatkan status tersebut. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Allah berfirman: 4 Ĩ$¨Z9$# šÆÏBur Wxߙ①Ïpx6Í´¯»n=yJø9$# šÆÏB ’Å"sÜóÁtƒ ª!$# ]  [׎•ÅÁt/ 7ì‹ÏJy™ ©!$# žcÎ) . Hakikat kenabian Kenabian merupakan perantara antara Allah dan makhluk dalam menyampaikan syari’at-Nya.Rukun Iman 75 ãNèd y7Í´¯»s9'ré& ÇÊÎÉÈ ¸x‹Î6y™ y7Ï9ºsŒ tû÷üt/ (#rä‹Ï‚-Gtƒ br& tbr߉ƒÌ•ãƒur  [ $YYŠÎg•B $\/#x‹tã tûïÌ•Ïÿ»s3ù=Ï9 $tRô‰tFôãr&ur 4 $y)ym tbrã•Ïÿ»s3ø9$# “ Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan bermaksud memperbedakan antara keimanan kepada Allah dan rasul-Nya. dan status kenabian merupakan hak prerogatif Allah subhanahu wataala dimana Dialah yang menentukan siapa yang Dia kehendaki untuk mendapatkan derajat kenabian.” (An-Nisa’:150-151). dengan mengatakan: kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain). Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. 2. serta (bermaksud dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir).

tidak bisa diperoleh dengan banyak berbuat ketaatan atau ibadah.AsySyuura:13).” (QS. sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat. akan tetapi kenabian semata-mata adalah pilihan dari Allah subhanahu wata ’ala.” (QS. Dan membebaskan manusia dari belenggu penghambaan diri kepada sesama makhluk menuju kemerdekaan penghambaan diri kepada Allah. Jadi status kenabian sifatnya adalah pemberian bukan sesuatu yang bisa diusahakan. Allah berfiman: [šúüÏJn=»yèù=Ïj9 ZptHôqy‘ žwÎ) š•»oYù=y™ö‘r& !$tBur] .Al-Haj:75). Allah berfiman:  [Ü=‹Ï^ム`tB Ïmø‹s9Î) ü“ωöku‰ur âä!$t±o„ `tB Ïmø‹s9Î) ûÓÉ<tFøgs† ª!$#] “ Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada agamaNya orang yang kembali (kepada-Nya). tidak pula berdasarkan pilihan atau permohonan dari nabi. Hikmah diutusnya para rasul Di antara hikmah diutusnya para rasul: i. 3.Rukun Iman 76 “ Allah memilih utusan-utusan-Nya dari malaikat dan dari manusia. Mengeluarkan manusia dari menyembah sesama manusia kepada menyembah tuhan manusia.

supaya tidak ada alasan bagi mereka untuk membantah Allah. Allah berfirman: .AlAnbiya: 107). Memperkenalkan kepada manusia tentang hakikat dan tujuan Allah menciptakan makhluk. Untuk menegakkan hujjah atas manusia dengan mengutus para rasul.AnNahl:36). dan Allah istimewakan mereka dari semua makhluk.” (QS. melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. yaitu untuk beribadah hanya kepada-Nya. Allah berfirman: ©!$# (#r߉ç6ôã$# Âcr& »wqß™§‘ 7p¨Bé& Èe@à2 ’Îû $uZ÷Wyèt/ ô‰s)s9ur ]  [ ( |Nqäó»©Ü9$# (#qç7Ï^tGô_$#ur “ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): sembahlah Allah saja dan jauhilah taghut itu. iii.Rukun Iman 77 “ Dan tiadalah Kami mengutus kamu. yang mana hal itu tidak bisa diketahui kecuali melalui para rasul yang telah dipilih oleh Allah di antara makhluk-Nya.” (QS. dan mengesakan-Nya. ii.

Rukun Iman 78 «!$# ’n?tã Ĩ$¨Z=Ï9 tbqä3tƒ žxy¥Ï9 tûïÍ‘É‹YãBur tûïÎŽÅe³t6•B Wxß™•‘ ]  [$VJŠÅ3ym #¹“ƒÍ•tã ª!$# tb%x.” (QS. v. Dan adalah Allah maha perkasa lagi maha bijaksana. karena Allah telah membekali mereka dengan akhlak yang mulia. serta menjaga mereka dari terjerumus kepada syahwat dan syubhat. Dan dalam ayat lain: . Sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia. mengenal para malaikat. Allah subhanahu wata ’ala berfirman: [ 3 ÷nωtFø%$# ãNßg1y‰ßgÎ6sù ( ª!$# “y‰yd tûïÏ%©!$# y7Í´¯»s9'ré&] “ Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah.An-Nisa’:165).Al-An’am:90). maka ikutilah petunjuk mereka.ur 4 È@ß™”•9$# y‰÷èt/ 8p¤fãm “ (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. iv. seperti nama-nama dan sifat-sifat Allah. Menjelaskan kepada manusia tentang beberapa perkara ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh akal. berita tentang hari kiamat dan lainnya.” (QS.

Al-Jum’ah:2).Rukun Iman 79  [ ×puZ|¡ym îouqó™é& öNÍkŽÏù ö/ä3s9 tb%x. yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka.” (QS.t“ãƒur ¾ÏmÏG»tƒ#uä “ Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka.” (QS. mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (As sunah). Ahmad dan Hakim). Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:           “ Bahwasanya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. memperingatkannya dari hal-hal yang merusaknya.Al-Mumtahanah:6). Memperbaiki. ô‰s)s9] “ Sesungguhnya telah ada pada diri mereka (rasul-rasul Allah) itu suri tauladan yang baik bagimu. vi. . Allah berfirman: dan dan akan öNÍköŽn=tã (#qè=÷Ftƒ öNåk÷]ÏiB Zwqß™u‘ z`¿Íh‹ÏiBW{$# ’Îû y]yèt/ “Ï%©!$# uqèd]  [ spyJõ3Ïtø:$#ur |=»tGÅ3ø9$# ãNßgßJÏk=yèãƒur öNÍkŽÏj. membersihkan mensucikan jiwa-jiwa manusia.” (HR.

Mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. serta meninggalkan bentuk-bentuk ibadah kepada selain-Nya. Allah berfirman: agama öNßg¯=yès9ur öNÍköŽs9Î) tAÌh“çR $tB Ĩ$¨Z=Ï9 tûÎiüt7çFÏ9 t•ò2Ïe%!$# y7ø‹s9Î) !$uZø9t“Rr&ur] [šcrã•©3xÿtGtƒ “ Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur ’an. Menyampaikan syari’ah (ajaran agama) dan mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada Allah.Rukun Iman 80 4. Menjelaskan semua permasalahan yang diturunkan Allah.” (QS. Allah berfirman: #´‰tnr& tböqt±øƒs† Ÿwur ¼çmtRöqt±øƒs†ur «!$# ÏM»n=»y™Í‘ tbqäóÏk=t7ムšúïÏ%©!$#]  [$Y7ŠÅ¡ym «!$$Î/ 4’s"x. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah . 2.ur 3 ©!$# žwÎ) “ (Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalahrisalah Allah.Al-Ahzab:39). di antaranya: 1. Tugas para rasul Rasul-rasul yang diutus oleh Allah subhanahu wataala mempunyai tugas-tugas yang sangat mulia. dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.

baik dalam perkataan maupun perbuatan.AnNisa’:165) 4.Rukun Iman 81 supaya mereka diturunkan kepada mereka dan memikirkan. 3. Memberikan kesaksian atas umat mereka pada hari kiamat bahwa mereka telah menyampaikan semua misi yang mereka emban secara jelas. serta membawa kabar gembira tentang adanya pahala dan mengingatkan mereka akan adanya siksa.” (QS. Menegakkan syari’at Allah serta mempraktekkannya ditengah-tengah ummat manusia. Memperbaiki kondisi umat manusia. dengan memberikan tauladan yang baik.” (QS.Allah berfirman: 4’n?tã y7Î/ $uZ÷¥Å_ur 7‰‹Îgt±Î0 ¥p¨Bé& Èe@ä. Allah berfirman: [ tûïÍ‘É‹YãBur tûïÎŽÅe³t6•B Wxß™•‘] “ (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.ÏäIwàs¯»yd .An-Nahl:44). 5. 6. `ÏB $uZ÷¥Å_ #sŒÎ) y#ø‹s3sù] [#Y‰‹Íky. Membimbing manusia kepada kebaikan dan memperingatkan mereka dari kejahatan.

Para rasul adalah manusia biasa yang tidak mengetahui hal-hal yang ghaib Mengetahui hal-hal gaib merupakan sifat ketuhanan. sekalipun berbeda rincian syariatnya). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:      “ Semua nabi itu adalah saudara sebapak. 5.Ali Imran: 19). sekalipun berbeda syariat dan hukum-hukum mereka. Islam agama semua nabi Islam adalah agama semua nabi dan rasul. akan tetapi mereka sepakat pada asas tauhid. Bukhari).” (HR. 6. Allah berfirman:  [ 3 ÞO»n=ó™M}$# «!$# y‰YÏã šúïÏe$!$# ¨bÎ)] “ Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” (QS.” (QS. Semua nabi dan rasul mengajak umat manusia untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wataala dan memberantas semua bentuk ibadah kepada selain-Nya. berlainan ibu (asal agama mereka satu yaitu tauhid.An-Nisa’:41).Rukun Iman 82 “ Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). .

Al-Furqan: 20). sakit dan lelah. hanya saja Allah subhanahu wataala telah memilih mereka untuk menyampaikan agama-Nya.” (QS.Ar-Ra’d:38). Allah berfirman: šcqè=ä. gembira. seperti merasa sedih. semangat dan lainnya. tidur. bekerja keras.ù'u‹s9 öNßg¯RÎ) HwÎ) šúüÎ=y™ö•ßJø9$# z`ÏB š•n=ö6s% $oYù=y™ö‘r& !$tBur ]  [ 3 É-#uqó™F{$# ’Îû šcqà±ôJtƒur tP$yè©Ü9$# “ Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu.” (QS. Dan mereka juga mengalami apa yang dialami manusia lain. karena mereka adalah manusia sebagaimana halnya manusia yang lain. Mereka tidak mengetahui hal-hal gaib kecuali apa yang telah diberitahukan Allah kepada mereka. Mereka makan.Rukun Iman 83 bukan sifat para nabi. Allah berfirman: . Dalam ayat lain Allah berfirman:  [ 4 Zp-ƒÍh‘èŒur %[`ºurø—r& öNçlm. minum. melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. beristri. $uZù=yèy_ur y7Î=ö6s% `ÏiB Wxߙ①$uZù=y™ö‘r& ] “ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.

Rukun Iman 84 Ç`tB žwÎ) ÇËÏÈ #´‰tnr& ÿ¾ÏmÎ7øŠxî 4’n?tã ã•ÎgôàムŸxsù É=ø‹tóø9$# ãNÎ=»tã ] ¾ÏmÏÿù=yz ô`ÏBur Ïm÷ƒy‰tƒ Èû÷üt/ . Guna mengemban misi yang amat besar yaitu menyampaikan risalah agama kepada ummat.Al-Jin:26-27). maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakang.`ÏB à7è=ó¡o„ ¼çm¯RÎ*sù 5Aqß™§‘ `ÏB 4Ó|Ós?ö‘$#  [#Y‰|¹u‘ “ (Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib. Para rasul adalah ma’sum (terpelihara dari perbuatan dosa). 7. maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. selain itu Allah memelihara mereka dari perbuatan dosa besar serta menjauhkan mereka dari sifatsifat tidak baik. maka Allah benar-benar memilih di antara hamba-hamba-Nya yang paling istimewa yang mempunyai akhlak dan kepribadian yang sempurna. para ulama sepakat bahwa semua rasul itu ma’sum (tidak pernah salah) dalam menyampaikan risalah agama Allah.” (QS. Allah subhanahu wata ’ala berfirman: .

” (QS. Dan Allah berfirman: #´‰tnr& tböqt±øƒs† Ÿwur ¼çmtRöqt±øƒs†ur «!$# ÏM»n=»y™Í‘ tbqäóÏk=t7ムšúïÏ%©!$# ]  [ 3 ©!$# žwÎ) “ Yaitu orang-orang yang menyampaikan risalahrisalah Allah.” (QS.Rukun Iman 85 ö@yèøÿs? óO©9 bÎ)ur ( y7Îi/¢‘ `ÏB š•ø‹s9Î) tAÌ“Ré& !$tB õ÷Ïk=t/ ãAqß™§•9$# $pkš‰r'¯»tƒ]   3[ Ĩ$¨Z9$# z`ÏB š•ßJÅÁ÷ètƒ ª!$#ur 4 ¼çmtGs9$y™Í‘ |Møó¯=t/ $yJsù “ Hai rasul sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. mereka takut kepada-Nya dan tiada merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. 4Ó|Âômr&ur “ Supaya Dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasulrasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya.Al-Maidah:67). Dan dalam ayat lain Allah berfirman: öNÍkö‰y‰s9 $yJÎ/ xÞ%tnr&ur öNÍkÍh5u‘ ÏM»n=»y™Í‘ (#qäón=ö/r& ô‰s% br& zOn=÷èu‹Ïj9 ]  [#OŠy‰tã >äóÓx« ¨@ä. berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.Al-Ahzab:39). Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. .

Adapun jumlah nabi lebih banyak dari itu. Hakim). 8. sehingga dosa-dosa kecil tersebut seolah-olah tidak ada terjadi. dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. Hal itu dikatakan oleh rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika beliau ditanya tentang berapa jumlah rasul. sifat-sifat mulia serta mensucikan mereka dari segala hal yang bisa menodai kehormatan dan kedudukan mereka sebagai nabi. Allah berfirman: . dengan demikian mereka menempati derajat yang lebih tinggi dari sebelumnya.” (HR. Apabila ada di antara rasul yang melakukan dosa kecil yang tidak berhubungan dengan risalah yang disampaikan. Jumlah nabi dan rasul Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa rasul-rasul Allah berjumlah sekitar 300 sampai 319.Rukun Iman 86 sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka. Allah telah menyebutkan nama-nama 25 nabi dan rasul dalam Al-Qur’an. Beliau mengatakan: “ Tiga ratus lima belas banyaknya. Di antara mereka ada yang dikisahkan Allah kepada kita dalam AlQuran.” (QS.Al-Jin:28). Demikianlah Allah subhanahu wataala mengkhususkan nabi-nabi-Nya dengan mengarunia mereka akhlak. maka Allah subhanahu wata ’ala langsung menegurnya dan merekapun segera bertaubat dan kembali kepada-Nya. dan di antara mereka ada yang tidak dikisahkan.

y—ur ÇÑÍÈ tûüÏZÅ¡ósßJø9$# “Ì“øgwU 4 $WÛqä9ur }§çRqãƒur yì|¡uŠø9$#ur Ÿ@‹Ïè»yJó™Î)ur ÇÑÎÈ šúüÅsÎ=»¢Á9$# z`ÏiB öNÍkÉJ»-ƒÍh‘èŒur óOÎgͬ!$t/#uä ô`ÏBur ÇÑÏÈ tûüÏJn=»yèø9$# ’n?tã $oYù=žÒsù yxà2ur  [ 5OŠÉ)tGó¡•B :ÞºuŽÅÀ 4’n<Î) óOßg»oY÷ƒy‰ydur ÷Lài»uZ÷•t7tGô_$#ur ( öNÍkÍXºuq÷zÎ)ur .An-Nisa:164). Dan Allah berfirman: .M»y_u‘yŠ ßìsùö•tR 4 ¾ÏmÏBöqs% 4’n?tã zOŠÏdºt•ö/Î) !$yg»oYøŠs?#uä !$uZçF¤fãm y7ù=Ï?ur ] t.ur 4 tbrã•»ydur 4Óy›qãBur y#ß™qãƒur šUq•ƒr&ur z`»yJø‹n=ß™ur yŠ¼ãr#yŠ @@ä.” (QS. ( }¨$u‹ø9Î)ur 4Ó|¤ŠÏãur 4Óz•øts†ur $-ƒÌ•x.»ysó™Î) ÿ¼ã&s! $uZö6ydurur ÇÑÌÈ ÒOŠÎ=tæ íO‹Å3ym š•-/u‘ ¨bÎ) 3 âä!$t±®S `¨B ¾ÏmÏG-ƒÍh‘èŒ `ÏBur ( ã@ö6s% `ÏB $oY÷ƒy‰yd $·mqçRur 4 $oY÷ƒy‰yd ˆxà2 4 z>qà)÷ètƒur y7Ï9ºx‹x. dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.Rukun Iman 87 öN©9 Wxß™â‘ur ã@ö6s% `ÏB š•ø‹n=tã öNßg»oYóÁ|Ás% ô‰s% Wxß™â‘ur ]  [ 4 š•ø‹n=tã öNßgóÁÝÁø)tR “ Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu.

keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Yahya.” (QS.Rukun Iman 88 “ Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Musa dan Harun. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabinabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Isa dan Ilyas. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya ’qub kepada-nya.Al-An’am:83-87).¨Y9$# uÙ÷èt/ $uZù=žÒsù ô‰s)s9ur] “ Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain). Demikian pula Allah subhanahu wata ’ala telah melebihkan derajat sebagian nabi-nabi di atas sebagian yang lain.Al-Isra’: 55). Yunus dan Luth masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). Ayyub. dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud. Alyasa ’. (Dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka. sebagaimana dalam firman-Nya:  [ ( <Ù÷èt/ 4’n?tã z`¿ÍhŠÎ. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan Zakaria. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. Yusuf. . dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk. Sesungguhnya Tuhanmu maha bijaksana lagi maha mengetahui. Kepada keduanya masingmasing telah Kami beri petunjuk.” (QS. Sulaiman. Dan Ismail. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat.

Isa dan nabi kita Muhammad shallalahu alaihi wasallam. Musa. ÷ŽÉ9ô¹$$sù] “ Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati (ulul ‘azmi) dari rasul-rasul telah bersabar.¨Y9$# z`ÏB $tRõ‹s{r& øŒÎ)ur]  [$ZàŠÎ=xî $¸)»sW‹ÏiB Nßg÷YÏB $tRõ‹s{r&ur ( zNtƒó•tB Èûøó$# Ó|¤ŠÏãur 4Óy›qãBur “ Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri).Al-Ahqaf : 35).” (QS.Rukun Iman 89 Sebagaimana Allah subhanahu wata ’ala juga melebihkan sebagian rasul-rasul atas sebagian yang lain.Al-Baqarah: 253). Ibrahim. Musa dan Isa putera Maryam. Allah berfirman:  [4 È@ß™”•9$# z`ÏB ÏQ÷“yèø9$# (#qä9'ré& uŽy9|¹ $yJx. dalam firman-Nya:  [ ¢ <Ù÷èt/ 4’n?tã öNßgŸÒ÷èt/ $oYù=žÒsù ã@ß™”•9$# y7ù=Ï?] “ Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Mereka adalah Nuh. dari Nuh.” (QS. Ibrahim. Dan yang paling utama di antara mereka adalah rasulrasul ulul azmi. Dan Allah berfirman: tLìÏdºt•ö/Î)ur 8yqœR `ÏBur š•ZÏBur öNßgs)»sV‹ÏB z`¿ÍhŠÎ. dan Kami telah .

Rasul shallallahu alaihi wasallam bersabda:         “ Aku diberikan enam kelebihan atas seluruh para nabi.” (QS. akan tetapi paling awal dibangkitkan. dan Allah menghimpun untuknya dan umatnya segala keutamaan dan kebaikan yang belum pernah diberikan untuk umat sebelumnya dan mereka adalah umat paling akhir penciptaannya. pemberi syafaat manusia di hari kiamat. dan pembicara mereka jika dalam utusan.Rukun Iman 90 mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. dan Dia menjadikan umatnya sebagai umat terbaik dari seluruh umat manusia. Dan Muhammad shallalahu alaihi wasallam adalah rasul terbaik dan penutup para nabi serta imamnya orangorang yang bertaqwa.AlAhzab : 7). Beliau juga bersabda:                 . pemegang panji pujian dan pemilik telaga di surga. pemimpin seluruh anak cucu Adam dan imam para nabi jika mereka berkumpul. pemilik maqam terpuji yang diimpikan oleh orang-orang terdahulu ataupun yang akan datang. pemilik wasilah dan keutamaan.” (Hadits riwayat Muslim). Allah mengutusnya dengan membawa syariat dien yang paling utama.

AlHadid:25). penciptaan burung dari tanah dan lain sebagainya. dan karamah adalah merupakan bukti benarnya kesaksian dengan kenabian yang benar. Ahmad dan Tirmidzi).” (HR. terbelahnya bulan. Tidak seorang nabipun di hari itu mulai dari Adam dan yang datang sesudahnya. Allah berfirman:  [ ÏM»uZÉi•t7ø9$$Î/ $oYn=ߙ①$uZù=y™ö‘r& ô‰s)s9] “ Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata. 9. kecuali pasti berada di bawah panjiku di hari kiamat. Dan rasul yang terbaik setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah Ibrahim alaihis salam khalil rahman (kekasih yang maha pemurah).Rukun Iman 91 “ Saya pemimpin anak Adam di hari kiamat dan di tanganku lah panji pujian. . kemudian yang berikutnya adalah tiga rasul yang lain. Kedua rasul inilah sebaik-baik rasul ulul azmi.” (QS. tongkat yang berubah menjadi ular. tanpa kesombongan. Mukjizat para nabi Allah memperkuat rasul-rasul-Nya dengan tandatanda yang agung dan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan sebagai hujjah ataupun kebutuhan (ketika diperlukan). Seperti al-Qur’an al-Karim. Mukjizat yang melebihi batas kewajaran manusia adalah merupakan bukti kenabian yang benar.

dan aku berharap menjadi (nabi) yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.`ÏB÷sムóO©9 `tBur] “ Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyalanyala. kenabian Muhammad Beriman kepada kenabian Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam merupakan salah satu pokok keimanan yang sangat penting.” (Muttafaq Alaih). Allah berfirman:  [#ZŽ•Ïèy™ tûïÌ•Ïÿ»s3ù=Ï9 $tRô‰tFôãr& !$¯RÎ*sù ¾Ï&Î!qß™u‘ur «!$$Î/ . 10. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: . Beriman kepada shallallahu alaihi wasallam. yang tidak mungkin iman seseorang sah kecuali dengan beriman kepada kenabiannya. Sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan kepadaku.Al-Fath:13).Rukun Iman 92 Rasul shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                              “ Tidak ada seorang nabipun kecuali pasti telah diberikan mu’jizat yang tidak cukup untuk mengimankan manusia.” (QS.

Beliau dikaruniai umur 63 tahun. Muslim). mentaati seluruh perintahnya dan menjauhi semua larangannya dan beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang disyariatkannya. Hasyim dari suku Quraisy. Membenarkan segala yang Kedua: diberitakannya. Allah ta’ala berfirman: . baik jin atapun manusia. Quraisy dari Arab dan Arab dari keturunan nabi Ismail bin Ibrahim alaihis salam.Rukun Iman 93                               “ Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan (bersaksi) bahwa aku adalah rasulullah. Ketiga: Meyakini bahwa beliau adalah Rasulullah untuk semua makhluk. Dan iman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak sempurna kecuali jika terpenuhi hal-hal berikut: Pertama: Ma’rifah (mengenal) Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam. maka tidak ada jalan lain bagi siapapun kecuali harus mengikuti beliau. diantaranya 40 tahun sebelum kenabian dan 23 tahun mengemban risalah sebagai nabi dan rasul.” (HR. Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim.

” (QS.¨Y9$# zOs?$yzur «!$# tAqß™§‘ `Å3»s9ur] “ …Tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan umatnya adalah penghuni surga terbanyak serta risalahnya sebagai penghapus risalah-risalah sebelumnya. Keempat: Mengimani risalahnya.” (QS.Ali Imran: 110). pemilik syafa’at agung. pemilik telaga di surga dan umatnya adalah sebaik-baik umat.] “ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.Al-Ahzab : 40). Allah berfiman:  [ 3 z`¿ÍhŠÎ.AlA’raf : 158). dan bahwa beliau adalah nabi terbaik serta penutup para nabi.” (QS. . pemimpin seluruh manusia.Rukun Iman 94  [ $·èŠÏHsd öNà6ö‹s9Î) «!$# ãAqß™u‘ ’ÎoTÎ) ÚZ$¨Z9$# $yg•ƒr'¯»tƒ ö@è%] “ Katakanlah: “ Hai manusia sesungguhya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. Allah ta’ala berfirman:  [ Ĩ$¨Y=Ï9 ôMy_Ì•÷zé& >p¨Bé& uŽö•yz öNçGZä. yang diistimewakan dengan wasilah yang merupakan derajat tertinggi di surga. Dan meyakini bahwa beliau adalah Khalil ArRahman (kekasih Yang maha pemurah).

” (QS.Ïe%!$# $uZø9¨“tR ß`øtwU $¯RÎ)] “ Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan AlQur ’an.” (QS. yaitu Al-Qur’an Al-Karim kalamullah (firman Allah). öqs9ur ¾Ï&Î#÷WÏJÎ/ tbqè?ù'tƒ Ÿw Èb#uäö•à)ø9$# #x‹»yd  [ #ZŽ•Îgsß <Ù÷èt7Ï9 “ Katakanlah: “ Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur ’an ini. Keenam: Mengimani bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menyampaikan risalah Islam. Allah ta’ala berfirman: È@÷VÏJÎ/ (#qè?ù'tƒ br& #’n?tã •`Éfø9$#ur ߧRM}$# ÏMyèyJtGô_$# ÈûÈõ©9 @è% ] öNåkÝÕ÷èt/ šc%x.AlIsra’:88) Dan firman-Nya yang lain:  [tbqÝàÏÿ»ptm: ¼çms9 $¯RÎ)ur t•ø. niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia.Al-Hijr :9). dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. menasehati .Rukun Iman 95 Kelima: Sesungguhnya Allah telah memperkuat beliau dengan mu’jizat terbesar dan ayat terjelas. yang dijaga dari perubahan dan pergantian. menyampaikan amanah.

” (HR.” (QS. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min. . Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                               “ Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kepada suatu umat. Allah berfirman: $tB Ïmø‹n=tã ͕tã öNà6Å¡àÿRr& ô`ÏiB Ñ^qß™u‘ öNà2uä!%y` ô‰s)s9 ]  [ÒOŠÏm§‘ Ô$râäu‘ šúüÏZÏB÷sßJø9$$Î/ Nà6ø‹n=tæ ëȃ̕ym óOšGÏYtã “ Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. dan tiada suatu keburukanpun kecuali sudah beliau larang dan peringatkan umat daripadanya.AtTaubah:128). berat terasa olehnya penderitaanmu. tidak ada suatu kebaikanpun kecuali telah beliau tunjukkan kepada umatnya dan menganjurkan untuk melaksanakannya. Muslim).Rukun Iman 96 umat. kecuali wajib baginya untuk menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang dia ketahui dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang dia ketahui. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu.

ikutilah aku.Rukun Iman 97 Ketujuh: Mencintai beliau shallallahu alaihi wasallam dan mengedepankan kecintaan kita kepada beliau di atas mencintai diri dan semua makhluk. menghargai dan mentaati beliau. menghormati.” (QS. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                      “ Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu hingga ia lebih mencintai aku daripada anaknya. Karena semuanya ini adalah merupakan hak beliau yang telah diwajibkan Allah dalam Al-Quran.Ali Imran: 31). niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah berfirman: ö•Ïÿøótƒur ª!$# ãNä3ö7Î6ósム‘ÏRqãèÎ7¨?$$sù ©!$# tbq™7Åsè? óOçFZä.”(Muttafaq Alaih) . Maka mencintai beliau berarti mencintai Allah dan mentaati beliau berarti mentaati Allah. Allah maha pengampun lagi maha penyayang. orang tuanya dan seluruh manusia. Mengagungkan. memuliakan. bÎ) ö@è% ]  [ÒO‹Ïm§‘ Ö‘qàÿxî ª!$#ur 3 ö/ä3t/qçRèŒ ö/ä3s9 “ Katakanlah: “ Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah.

” (HR.” (AlAhzab:56). Muslim). setelah adzan. Sesungguhnya Rasulullah Kesembilan: shallallahu alaihi wasallam dan seluruh nabi hidup . shalat janazah. ketika masuk masjid dan keluar darinya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:         “ Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali. qunut. Hai orang-orang yang beriman. maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali. bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang yang bakhil adalah orang yang tidak mengucapkan salawat apabila disebut nama beliau.Rukun Iman 98 Kedelapan: Memperbanyak salawat dan salam untuk beliau. diantaranya ketika tasyahud dalam shalat. khutbah jumat. Allah berfirman: šúïÏ%©!$# $pkš‰r'¯»tƒ 4 ÄcÓÉ<¨Z9$# ’n?tã tbq•=|Áム¼çmtGx6Í´¯»n=tBur ©!$# ¨bÎ) ]  [ $¸JŠÎ=ó¡n@ (#qßJÏk=y™ur Ïmø‹n=tã (#q•=|¹ (#qãZtB#uä “ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Sangat diperintahkan bersalawat kepada beliau pada beberapa tempat. ketika berdoa dan ketika nama beliau disebut dan lainnya.

Allah berfirman: .” (HR. Kesepuluh: Termasuk bentuk penghormatan kepada beliau: tidak mengangkat suara di hadapan beliau ketika masih hidup.” (HR. dan kita tidak meniadakan kata mati dari mereka. Abu Dawud). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:         “ Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi untuk memakan jasad para nabi.Rukun Iman 99 di sisi Tuhan mereka. dengan kehidupan alam barzakh yang lebih mulia dan lebih tinggi daripada kehidupan para syuhada. Dan sabda beliau yang lain:                                  “ Tidak seorang muslimpun yang mengucapkan salam kepadaku. Tetapi kehidupan mereka itu tidak seperti kehidupan di dunia ini. kita tidak ketahui hakikatnya. Abu Dawud dan Nasa’i). kecuali pasti Allah mengembalikan ruhku supaya aku menjawab salamnya. demikian juga ketika memberi salam di hadapan kuburnya.

dan tidak menghina. keluarga dan istri-istri beliau dengan menunjukkan kesetiaan kita kepada mereka. dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain. ÉAöqs)ø9$$Î/ ¼çms9 (#rã•ygøgrB Ÿwur ÄcÓÉ<¨Y9$#  [tbrâ•ßêô±s? Ÿw óOçFRr&ur öNä3è=»yJôãr& xÝt7øtrB br& “ Hai orang-orang yang beriman.” (Al-Hujurat:2). mencaci serta menuduh mereka dengan hal-hal negatif. janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi. dan paling jauh dari berbuat bid’ah dalam agama Allah. maka kita wajib menghormati beliau seperti halnya para generasi shahabat radhiallahu anhum dulu menghormati beliau. Karena mereka adalah generasi yang paling taat kepada beliau dan paling jauh dari menyelisihi beliau. Penghormatan kepada beliau setelah wafat seperti penghormatan kepada beliau di waktu hidup. Kesebelas: Mencintai para shahabat. supaya tidak terhapus pahala amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.Rukun Iman 100 ÏNöq|¹ s-öqsù öNä3s?ºuqô¹r& (#þqãèsùö•s? Ÿw (#qãZtB#uä tûïÏ%©!$# $pkš‰r'¯»tƒ ] CÙ÷èt7Ï9 öNà6ÅÒ÷èt/ Ì•ôgyfx. Karena sesungguhnya Allah telah meridhai mereka dan memilih mereka sebagai sahabat nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam serta telah mewajibkan .

Rukun Iman

101

kepada umat ini untuk membela dan mencintai mereka. Allah berfirman

tûïÏ%©!$#ur Í‘$|ÁRF{$#ur tûïÌ•Éf»ygßJø9$# z`ÏB tbqä9¨rF{$# šcqà)Î6»¡¡9$#ur]  [ çm÷Ztã (#qàÊu‘ur öNåk÷]tã ª!$# š†Å̧‘ 9`»|¡ômÎ*Î/ Nèdqãèt7¨?$#
“ Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” (QS.At-Taubah:100).
Rasullullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

                  
“Janganlah kamu mencaci shahabatku, karena demi yang jiwaku ada di tangan-Nya seandainya salah seorang di antara kamu menginfakkan emas sebesar gunung Uhud maka tidak akan bisa menyamai (pahala) satu mud dari yang mereka infakkan atau separonya.” (HR. Bukhari). Dan dianjurkan kepada generasi setelah mereka untuk memohonkan ampunan bagi mereka dan berdoa kepada Allah agar menjauhkan rasa dengki dalam hati terhadap mereka. Allah berfirman:

Rukun Iman

102

$oYs9 ö•Ïÿøî$# $uZ-/u‘ šcqä9qà)tƒ öNÏdω÷èt/ .`ÏB râä!%y` šúïÏ%©!$#ur] ’Îû ö@yèøgrB Ÿwur Ç`»yJƒM}$$Î/ $tRqà)t7y™ šúïÏ%©!$# $oYÏRºuq÷z\}ur  [ îLìÏm§‘ Ô$râäu‘ y7¨RÎ) !$oY-/u‘ (#qãZtB#uä tûïÏ%©#Ïj9 yxÏî $uZÎ/qè=è%
“ Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “ Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau maha penyantun lagi maha penyayang.” (QS.Al-Hasyr:10).
Kedua belas: Menghindari ghuluw (berlebihan dalam memuji) beliau, karena justru itu sangat menyakiti beliau. Karena beliau telah memperingatkan umatnya agar tidak terjerumus pada ghuluw dan melampaui batas dalam memuji, menyanjungnya dan menempatkan beliau melebihi dari yang telah ditempatkan oleh Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

                                                

Rukun Iman

103

“ Sesungguhnya aku hanyalah hamba, maka katakanlah hamba Allah dan rasul-Nya, aku tidak suka kalian mengangkatku melebihi derajatku yang sebenarnya.” Dan beliau juga bersabda: “ Janganlah kalian berlebihan dalam memujiku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan dalam memuji putra Maryam.” (HR. Bukhari).
Dan tidak diperbolehkan berdoa kepada beliau, memohon pertolongan kepadanya, thawaf di kuburnya atau bernadzar dan menyembelih karenanya, karena ini semua adalah syirik. Dan Allah sangat melarang mengarahkan ibadah kepada selainNya. Demikian pula sebaliknya, tidak menghormati Nabi shallallahu alaihi wasallam, dengan merendahkannya, menghina atau mengejeknya adalah perbuatan murtad (keluar dari Islam) dan kafir kepada Allah. Allah berfirman

Ÿw ÇÏÎÈ šcrâäÌ“öktJó¡n@ óOçFYä. ¾Ï&Î!qß™u‘ur ¾ÏmÏG»tƒ#uäur «!$$Î/r& ö@è% ]  [4 óOä3ÏY»yJƒÎ) y‰÷èt/ Länö•xÿx. ô‰s% (#râ‘É‹tG÷ès?
“ Katakanlah: “ Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (At-Taubah: 65-66).
Kecintaan yang benar kepada Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam adalah kecintaan yang

niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu Allah maha pengampun lagi maha penyayang. .Rukun Iman 104 mendorong untuk meneladani beliau. berjalan di atas petunjuknya dan meneladaninya.” (QS. maka ikutilah aku. akan tetapi tidak juga dikurangi kedudukannnya dan haknya untuk dihormati dan dicintai. Inilah makna ketaatan kepadanya. Tidak boleh diberikan kepadanya sifat-sifat ketuhanan. bukti yang paling menonjol adalah mengikuti syariatnya. dan maksiat kepadanya berarti maksiat kepada Allah. Mentaatinya berarti mentaati Allah. Ketiga belas: Iman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak akan terwujud kecuali dengan membenarkannya dan mengamalkan risalah yang dibawanya. bÎ) ö@è%] [ÒO‹Ïm§‘ Ö‘qàÿxî ª!$#ur 3 ö/ä3t/qçRèŒ ö/ä3s9 “ Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah. mengikuti sunah-sunahnya dan meninggalkan apa saja yang bertentangan dengan jalannya. Maka wajib bagi kita untuk tidak berlebihan atau sangat kurang dalam mengagungkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman: ö•Ïÿøótƒur ª!$# ãNä3ö7Î6ósム‘ÏRqãèÎ7¨?$$sù ©!$# tbq™7Åsè? óOçFZä.Ali Imran:31).

dimulai dengan kematian dan kehidupan alam kubur untuk kemudian terjadinya hari kiamat dan selanjutnya adalah kebangkitan (dari kubur). dikumpulkan di padang mahsyar dan diputuskan ke surga atau neraka. Allah berfirman: É>Ì•øóyJø9$#ur É-ÎŽô³yJø9$# Ÿ@t6Ï% öNä3ydqã_ãr (#q—9uqè? br& §ŽÉ9ø9$# }§øŠ©9]  [ Ì•ÅzFy$# ÏQöqu‹ø9$#ur «!$$Î/ z`tB#uä ô`tB §ŽÉ9ø9$# £`Å3»s9ur “ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Iman kepada hari akhirat merupakan salah satu rukun Iman yang tidak sempurna keimanan seseorang tanpanya. barangsiapa yang mengingkarinya maka dia telah kafir. akan tetapi sesungguhnya . Beriman kepada hari akhirat: Yaitu: Meyakini akan berakhirnya kehidupan dunia ini dan setelah itu akan memasuki alam lain. RUKUN KELIMA BERIMAN KEPADA HARI AKHIRAT 1.Rukun Iman 105 Maka beriman kepada beliau baru terwujud dengan membenarkan dan mengikutinya shallallahu alaihi wasallam.

para rasul-Nya. para malaikat-Nya. Dan itu banyak sekali. Para Ulama telah membagi tanda-tanda datangnya hari kiamat ini kepada dua macam: Pertama: Tanda-tanda kecil. Termasuk yang wajib diimani. banyaknya pembunuhan. kitabkitab-Nya. kurangnya amal. disia-siakannya amanah. Ketika Jibril datang kepada rasulullah dan bertanya: “ Beritahukan kepadaku tentang Iman? Beliau menjawab: “ Kamu beriman kepada Allah. Allah berfirman: [ ã•yJs)ø9$# ¨.t±S$#ur èptã$¡¡9$# ÏMt/uŽtIø%$# ] . sebagian besarnya telah terjadi. memerangi Yahudi dan membunuh mereka. semakin pendeknya waktu. perlombaan para penggembala dalam mendirikan bangunan. hari akhirat. yaitu yang menunjukkan dekatnya hari kiamat. dan tersebarnya zina serta maksiat. dan kamu mengimani taqdir baik ataupun buruk.” (HR.Al-Baqarah:177). dihiasnya masjid untuk menjadi kebanggaan.” (QS. Muslim). adalah mengimani mukaddimah-mukaddimah datangnya hari akhir ini sebagaimana yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berupa tanda-tanda hari kiamat. Diantaranya: Diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.Rukun Iman 106 kebajikan itu ialah beriman kepada Allah dan hari kemudian. munculnya berbagai fitnah.

asap yaitu: keluarnya asap besar dari langit yang menyelimuti manusia dan menutupi pandangan mereka.Al-Qamar:1). bahwasanya beliau berkata:                                                             . dan mengingatkan mulai terjadinya. Kedua: Tanda-tanda besar. munculnya binatang aneh dan berkobarnya api besar dari Adn yang menggiring manusia ke bumi Syam sebagai tanda besar yang paling terakhir. satu di timur. membunuh Dajjal dan babi. turunnya Isa alaihi salam dari langit sebagai hakim yang adil lalu dia menghancurkan salib.Rukun Iman 107 “ Telah dekat (datangnya) hari kiamat dan telah terbelah bulan. terbitnya matahari dari barat. terjadi tiga gerhana. Kesepuluh tanda itu adalah: munculnya Mahdi. keluarnya Dajjal. diangkatnya Al-Qur’an dari bumi ke langit. Dan ini ada sepuluh tanda.” (QS. menghentikan jizyah dan menghukumi dengan syariat Islam. satu di barat dan satu di jazirah Arab. munculnya Ya’juj dan ma’juj yang akan didoakan oleh Isa dengan kehancuran maka merekapun mati. yaitu yang terjadi menjelang saat-saat terjadinya kiamat. Imam Muslim meriwayatkan dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiallahu anhu. dan belum satupun yang muncul.

Muslim).” Kemudian beliau menyebut: Asap. binatang. dan yang terakhir adalah keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia menuju tempat berkumpul mereka. (HR. umat . hingga bumipun mengeluarkan tumbuhannya. Dajjal. beliau bertanya: “Apa yang sedang kalian bicarakan?” Mereka menjawab: “Kami sedang membicarakan hari kiamat.” Beliau berkata: “Sesungguhnya kiamat itu tidak datang sebelum munculnya sepuluh tanda. Ya ’juj. binatang ternak berkembang biak. Dalam hadits lain beliau bersabda:                                                           “ Akan keluar di akhir umatku nanti Al-Mahdi yang akan Allah turunkan untuknya hujan. Tiga gerhana: satu terjadi di timur. satu di barat dan satu di jazirah Arab.Rukun Iman 108                                                                “Suatu ketika nabi datang dan kami sedang mudzakarah (saling mengingatkan ilmu). turunnya Isa putra Maryam. yang memberinya harta yang melimpah. terbitnya matahari dari barat.

jika satu tanda telah muncul akan diikuti oleh tanda-tanda yang lain. . Hari ini disebutkan dalam Al-Qur’an dengan beberapa nama. Al-Ghasyiah (hari pembalasan) dan sebagainya. maka orang-orang yang baik akan mendapat kenikmatan. Ash-Shakhah (suara yang memekakkan). yaumul hisab (hari perhitungan amal). Al-Waqi’ah. %Yæ#uŽÅ Ï^#y‰÷`F{$# z`ÏB tbqã_ã•øƒs† tPöqtƒ]  [tbqàÒÏùqム“ (Yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia). AthThamah (malapetaka yang sangat besar). dia akan hidup selama tujuh atau delapan. Al-Haqqaah (yang pasti terjadi).Rukun Iman 109 ini menjadi banyak.” (Al-Ma’arij:43). Yang dimaksud dengan sa’ah (hari kiamat) adalah hari keluarnya manusia dari kubur dengan perintah tuhan mereka untuk dihisab. Hakim). sedangkan mereka yang jahat akan diadzab. Diantaranya adalah: yaumul qiyamah (hari kiamat). yaitu tahun. yaumu din (hari pembalasan). Jika semua tanda itu sudah muncul semua maka terjadilah kiamat. Allah berfirman: 5=ÝÁçR 4’n<Î) öNåk¨Xr(x. Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa tandatanda ini akan datang berturut-turut sebagaimana berurutannya mutiara di untaian kalung. al-Qori’ah. (HR.

AlQori’ah: 1-2).AlQiyamah:1). Mereka masuk ke . Nama Yaumul Hisab dalam firman Allah: $yJÎ/ 7‰ƒÏ‰x© Ò>#x‹tã öNßgs9 «!$# È@‹Î6y™ `tã tbq•=ÅÒtƒ tûïÏ%©!$# ¨bÎ)]  [ É>$|¡Ïtø:$# tPöqtƒ (#qÝ¡nS “ Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat.Rukun Iman 110 Nama Yaum Qiyamah terdapat pada firman Allah:  [ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ÏQöqu‹Î/ ãNÅ¡ø%é& Iw] “ Aku bersumpah dengan hari kiamat. karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. apakah hari kiamat itu? ” (QS.” (Shad:26). Nama Yaumud Din terdapat dalam firman Allah:  [ÈûïÏd‰9$# tPöqtƒ $pktXöqn=óÁtƒ ÇÊÍÈ 5OŠÏtrb ’Å"s9 u‘$£Úàÿø9$# ¨bÎ)ur] “ Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. Nama Al-Qori’ah dalam firman Allah:  [ èptãÍ‘$s)ø9$# $tB ÇÊÈ èptãÍ‘$s)ø9$#] “ Hari kiamat.

” (QS.'Abasa: 33). Nama Ash-Shakhah terdapat dalam firman Allah:  [èp¨z!$¢Á9$# ÏNuä!%y` #sŒÎ*sù] “ Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua). Nama Ath-Thammah ada dalam firman Allah:  [3“uŽö9ä3ø9$# èp¨B!$©Ü9$# ÏNuä!%y` #sŒÎ*sù] “ Maka apabila malapetaka yang besar (hari kiamat) telah datang. apakah hari kiamat itu? ” (QS.Al-Waqiah:1).AlHaqqah:1-2).Al-Infithar:1415).” (QS.An-Naziat:34). Nama Al-Haqqah terdapat firman Allah:  [èp©%!$ptø:$# $tB ÇÊÈ èp©%!$ptø:$# ] “ Hari kiamat.” (QS.Rukun Iman 111 dalamnya pada hari pembalasan. Nama Al-Ghasyiah terdapat dalam firman Allah: .” (QS. Nama Al-Waqi’ah terdapat dalam firman Allah:  [èpyèÏ%#uqø9$# ÏMyès%ur #sŒÎ)] “ Apabila terjadi hari kiamat.

Adapun secara global yaitu: Kita mengimani adanya satu hari dimana Allah mengumpulkan pada hari itu seluruh manusia.” (QS.Al-Ghasyiah:1).Al-Waqi’ah:49-50). Cara beriman kepada hari akhirat Beriman kepada hari akhirat memiliki dua cara. benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal. Sedangkan Iman secara terperinci adalah: Mengimani secara mendetail setiap peristiwa sesudah kematian yang mencakup hal-hal berikut ini: . sebagian menjadi penghuni surga dan sebagian lagi masuk neraka. masing-masing mereka akan mendapatkan balasan amalannya. Allah berfirman: ÏM»s)‹ÏB 4’n<Î) tbqããqãKôfyJs9 ÇÍÒÈ tûïÌ•ÅzFy$#ur tûüÏ9¨rF{$# žcÎ) ö@è%]  [8Pqè=÷è¨B 8Pöqtƒ “ Katakanlah: “ Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian. mulai dari Adam sampai manusia paling terakhir.Rukun Iman 112  [Ïpu‹Ï±»tóø9$# ß]ƒÏ‰ym y79s?r& ö@yd ] “ Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? ” (QS. global dan terperinci. 2.

bahwasanya kubur itu bisa berupa lubang neraka atau salah satu taman surga.Rukun Iman 113 Pertama: Fitnah kubur Yaitu: ketika mayit ditanya sesudah dikuburkan. Untuk itu wajib bagi kita beriman kepada adanya pertanyaan dua malaikat itu. barangsiapa yang selamat padanya maka yang sesudahnya akan lebih mudah. bagaimana mukmin akan menjawab dan bagaimana munafik akan menjawab.” (Muttafaq alaih). Maka Allah memantapkan orang-orang beriman dengan jawaban yang mantap. Kubur adalah persinggahan pertama untuk menuju akhirat. . dan barangsiapa yang tidak selamat maka yang sesudahnya akan lebih sulit. bentuk pertanyaannya. agamanya dan nabinya Muhammad shallallahu alaihi wasallam. sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits ketika mayit ditanya ia mampu menjawab dengan mengatakan:                        “ Tuhanku adalah Allah. sebagaimana yang tertera dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. tentang tuhannya. agamaku adalah Islam dan nabiku adalah Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Kedua: Siksa kubur dan kenikmatannya Wajib beriman kepada adanya adzab kubur dan kenikmatannya.

tenggelam atau dimakan binatang buas atau burung. maka pasti ia akan merasakan adzab atau kenikmatan tersebut. dan pada hari terjadinya kiamat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                      . baik mayit itu dikubur ataupun tidak.Al-Mukmin:46). (Dikatakan kepada malaikat): “ Masukkan Fir ’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. Adzab kubur ditimpakan untuk orangorang yang dzalim dan kenikmatannya dianugerahkan untuk orang mukmin yang benar. dan kadang-kadang hanya ruh yang merasakannya.” (QS. Seandainya mayit itu dibakar. Allah berfirman: ãPqà)s? tPöqtƒur ( $|‹Ï±tãur #xr߉äî $pköŽn=tæ šcqàÊt•÷èムâ‘$¨Y9$#]  [ É>#x‹yèø9$# £‰x©r& šcöqtãö•Ïù tA#uä (#þqè=Åz÷Šr& èptã$¡¡9$# “ Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. Kenikmatan dan adzab kubur dirasakan oleh ruh dan jasad. Mayit akan disiksa di alam barzakh atau diberi kenikmatan.Rukun Iman 114 yang mati berarti telah datang Barangsiapa kiamatnya.

maka matilah siapa yang mati di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Ketiga: Tiupan sangkakala Sangkakala adalah terompet berbentuk tanduk yang akan ditiup oleh Isrofil alihis salam. pada tiupan pertama seluruh makhluk menjadi mati kecuali yang dikehendaki Allah untuk tetap hidup.” (HR Muslim). tiupan kedua seluruh makhluk sejak Allah menciptakan dunia ini hingga terjadinya kiamat.Rukun Iman 115 “ Kalau saja kalian tidak saling menguburkan. Allah berfirman: žwÎ) ÇÚö‘F{$# ’Îû `tBur ÏNºuq»yJ¡¡9$# ’Îû `tB t.Ïè|Ásù Í‘q•Á9$# ’Îû ]  [tbrã•ÝàZtƒ ×P$uŠÏ% öNèd #sŒÎ*sù 3“t•÷zé& ÏmŠÏù y‡ÏÿçR §NèO ( ª!$# uä!$x© `tB “ Dan ditiuplah sangkakala. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                                                    . Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). pasti aku memohon kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian adzab kubur. bangkit dari kubur mereka.” (Az-zumar:68).

. maka manusia-pun berdiri menuju Allah tuhan semesta alam. ada yang keringatnya sampai mata kaki. maka tubuh-tubuh manusia tumbuh kembali. ketika ditiupkan sangkakala yang kedua kalinya. telanjang. pada waktu itu seluruh manusia bangkit dari kubur mereka dan berjalan dengan cepat menuju tempat berkumpul dalam keadaan tidak beralas kaki. Apabila Allah telah mengizinkan untuk ditiupnya sangkakala dan kembalinya ruh ke jasad. kemudian ditiupkan lagi sangkakala itu. itu semua tergantung amal mereka. ada yang sampai pinggang. ada yang sampai pundak dan ada yang tenggelam oleh keringat.” (HR Muslim). Masa berkumpul ini cukup lama.Rukun Iman 116          “ Kemudian sangkakala pun ditiup. dan tidak membawa apaapa. Keringat manusia menggenang karena dahsyatnya masa menunggu ini. ada yang sampai lutut. tidak dikhitan. kemudian semuanya mati. lalu Allah menurunkan hujan gerimis. ada yang sampai dada. dan ditambah kadar panasnya. maka tidak seorangpun yang mendengar kecuali mendengarkannya dan mengangkat lehernya. maka tiba-tiba mereka semua berdiri menyaksikan. Keempat: Kebangkitan Yaitu: Allah menghidupkan semua yang mati. sementara matahari sangat dekat jaraknya.

Al-Anbiya: 104). berdasarkan dalil Al-Quran dan sunnah. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                                   –               .Rukun Iman 117 Kebangkitan dari kubur pasti akan terjadi. demikian juga hadits-hadits shahih yang menunjukkan kebenarannya.” (QS.ù=yz tA¨rr& !$tRù&y‰t/ $yJx. demi Tuhanku.” (QS. ] “ Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. realita dan akal: Adapun Al-Quran dan sunnah: maka ayat-ayat yang berbicara tentang hal itu banyak sekali. Dalam firman-Nya yang lain:  [ 4 ¼çn߉‹ÏèœR 9.AtTaghabun:7). benar-benar kamu akan dibangkitkan. Allah berfirman:  [£`èVyèö6çGs9 ’În1u‘ur 4’n?t/ ö@è%] “ Katakanlah: Tidak demikian.

Yasin:79). Dan Dia maha mengetahui tentang segala makhluk. Adapun secara realita: Allah telah memperlihatkan kepada para hamba-Nya bagaimana menghidupkan orang yang sudah mati di dunia ini. Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.ù=yz Èe@ä3Î/ uqèdur ( . Muslim). Yaitu: kaum nabi Musa yang Allah hidupkan kembali setelah mereka . yang sudah hancur luluh.” (HR. kemudian Allah menurunkan hujan gerimis.perawi ragu – maka tumbuhlah (bangkitlah) tubuh-tubuh manusia. sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Baqarah yang memaparkan lima contoh. kemudian tidak seorangpun yang tersisa kecuali pasti mati. maka tidak seorangpun yang mendengar kecuali dia mendengarkan dan mengangkat lehernya. Dan Allah berfirman: $pkŽÍ‹ósムö@è% ÇÐÑÈ ÒOŠÏBu‘ }‘Édur zN»sàÏèø9$# ÄÓ÷Õム`tB tA$s% ]  [íOŠÎ=tæ @. kemudian ditiupkan lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menyaksikan. atau permulaan musim hujan .” (QS.Rukun Iman 118                      “ Kemudian ditiuplah sangkakala.o§•tB tA¨rr& !$ydr't±Sr& ü“Ï%©!$# “ Ia berkata : Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang.

maka bumi itu menjadi hijau dan tumbuh padanya berbagai macam tumbuhan yang indah. berarti sanggup pula menghidupkan orang-orang yang sudah mati. perhitungan dan pembalasan Kita mengimani bahwa jasad-jasad ini akan dikumpulkan. lalu Allah menurunkan hujan kepadanya.” (QS. Adapun secara akal: Bisa dilihat dari dua sisi: 1. salah seorang bani Israil yang terbunuh. beku dan tidak ada kehidupan. Sesungguhnya Allah ta’ala pencipta langit. Dia menciptakannya tanpa ada contoh sebelumnya. Orang yang sanggup menghidupkan bumi setelah matinya. bumi dan seisinya. 2. akan ditanya dan dihitung amalnya dengan adil dan diberikan kepada makhluk balasan atas amalannya. Allah ta’ala berfirman:  [ #Y‰tnr& öNåk÷]ÏB ö‘ÏŠ$tóçR öNn=sù öNßg»tR÷Ž|³ymur] “ Dan Kami kumpulkan seluruh manusia. Kelima: Pengumpulan. dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka. zat yang sanggup menciptakan sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya berarti dia sanggup mengembalikannya. seseorang yang melalui suatu desa dan kisah burung dan nabi Ibrahim alihis salam.Rukun Iman 119 mati. kaum yang keluar dari rumah-rumah mereka lari dari kematian.Al-Kahfi:47). . Bumi yang tadinya mati.

u’ÎAré& ô`tB $¨Br&ur]  [÷mu‹Î/$|¡Ïm $tB Í‘÷Šr& óOs9ur ÇËÎÈ ÷muŠÎ6»tFÏ. bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.  [ 7pu‹ÅÊ#§‘ “ Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab dari sebelah kanannya.AlHaqqah:19-21). Sesungguhnya aku yakin.” (QS. “ Dan adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab dari sebelah kirinya. bacalah kitabku (ini). . maka dia berkata: “ Ambillah. maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).Al-Haaqqah: 25-26).Rukun Iman 120 Dalam ayat lain Allah berfirman: (#râät•ø%$# ãPät!$yd ãAqà)u‹sù ¾ÏmÏYŠÏJu‹Î/ ¼çmt7»tGÏ.” (QS. š†ÎAré& ô`tB $¨Br'sù] 7pt±ŠÏã ’Îû uqßgsù ÇËÉÈ ÷mu‹Î/$|¡Ïm @. Dan firman Allah : |Nré& óOs9 ÓÍ_tFø‹n=»tƒ ãAqà)uŠsù ¾Ï&Î!$yJϱÎ0 ¼çmt7»tGÏ. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai.»n=ãB ’ÎoTr& àMYuZsß ’ÎoTÎ) ÇÊÒÈ ÷mu‹Î6»tFÏ.

mereka dihisab dengan hanya diperlihatkan seluruh amalnya hingga mereka mengetahui kasih sayang Allah kepada mereka dengan menutupi amalan (yang jelek) di dunia dan mengampuninya di akhirat. tertawa dan bergembira-ria. dan mengamankan mereka dari rasa takut dan dari kedahsyatan hari yang sulit itu. bahwa dibangkitan itu mengembalikan setiap ruh ke jasadnya.Rukun Iman 121 Hasyr (berkumpul) adalah: digiring dan dikumpulkan-nya manusia ke padang mahsyar untuk dihisab. Adapun orang-orang mukmin yang bertakwa. mereka disambut Malaikat yang membawa kabar gembira dengan surga. sedangkan hasyr adalah menggiring mereka yang dibangkitkan menuju tempat berkumpul (padang mahsyar). Perbedaan antara hasyr dan ba’ts (dibangkitkan) adalah. maka wajah merekapun putih bersinar. akan dihitung semua amal mulai dari yang besar sampai yang sekecil-kecilnya. Adapun orang-orang yang mendustakan (agama) dan berpaling (dari jalan yang benar) akan dihisab dengan perhitungan yang sulit dan mendetail. Adapun hisab (perhitungan) dan jaza’ (pembalasan) adalah: Dimana Allah menghadirkan setiap hamba ke hadapan-Nya dan diperlihatkan kepada mereka semua amal yang dulu pernah mereka lakukan. Mereka dikumpulkan berdasarkan tingkat keimanan. berseriseri. Mereka akan diseret dengan .

Adapun amalan yang berhubungan dengan hak Allah yang pertama dihisab adalah salat. tidak percaya pada khurafat burung dan kepada Tuhan mereka.Rukun Iman 122 wajah-wajah mereka. Keenam: Haudh (Telaga di surga) Kita mengimani adanya telaga Nabi shallallahu alaihi wasallam. dan amal yang berhubungan dengan hak manusia yang pertama dihisab adalah permasalahan darah (pembunuhan). Mereka itulah yang pernah disebutkan ciri-cirinya oleh nabi:                      “ Mereka yang tidak meminta diruqyah (dimantra dengan do’a). Yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah umat nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Airnya mengalir dari sungai Al- .” Di antara mereka adalah shahabat yang bernama Ukasyah bin Mihsan radhiallahu anhu. mereka bertawakal. yaitu telaga yang besar dan tempat minum yang mulia. sebagai penghinaan bagi mereka dan balasan atas apa yang telah mereka lakukan dan dustakan. tidak berobat dengan cara kaiy (dengan besi panas). diantara mereka tujuh puluh ribu orang masuk surga tanpa dihisab dan tanpa diadzab dikarenakan kesempurnaan tauhid mereka.

” (HR.Rukun Iman 123 Kautsar dari dalam surga yang hanya akan diminum oleh orang-orang beriman dari umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam. dari ujung ke ujung jarak perjalanan selama sebulan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                           “ Telagaku luasnya sepanjang perjalanan sebulan. lebih manis dari madu. dan barangsiapa yang meminumnya tidak akan pernah haus selamanya. airnya lebih putih dari susu. gelasgelasnya lebih banyak dari jumlah bintang-bintang di langit. lebar dan panjangnya sama. sangat luas. padanya terdapat dua saluran air yang memanjang dari surga. wanginya melebihi kesturi. Ketujuh: Syafa’at Ketika manusia sedang mengalami kesulitan yang luar biasa di tempat penantian untuk dihisab ditambah sangat panjangnya masa penantiaan. mereka mencari orang yang bisa memberi syafa’at di . lebih dingin dari es. barangsiapa yang meminumnya tidak akan pernah haus selamanya. lebih wangi dari kesturi. Sebagian dari ciri-cirinya: Airnya lebih putih dari susu. Bukhari). gelasnya seperti jumlah bintangbintang di langit.

Kemudian bersujudlah beliau di bawah arsy dan Allah mengilhamkan kepadanya pujian-pujian untuk memuji-Nya dan mengagungkan-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                                                                                           .Rukun Iman 124 hadapan Tuhan mereka untuk membebaskan mereka dari kesulitan dan rasa takut pada hari itu. Maka berdirilah beliau di tempat yang mulia yang didambakan oleh semua orang terdahulu dan sekarang serta nampaklah kedudukan beliau yang agung dan derajat yang tinggi. Semua Rasul Ulul Azmi menolak untuk memberi syafa’at. hingga mereka sampai kepada Rasul terakhir Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang mana Allah telah mengampuni seluruh dosa-dosanya di masa lalu ataupun yang akan datang. lalu beliau meminta izin Tuhannya dan beliaupun diizinkan untuk memberi syafa’at kepada hambahamba untuk melepaskan mereka dari kesulitan dan kegelisahan yang tidak sanggup mereka pikul.

maka hari itulah Allah menempatkannya di maqam mahmuda (tempat yang mulia) yang dimuliakan oleh seluruh yang hadir.” (HR. kemudian beliau berjalan hingga memegangi gagang pintu. yaitu: 1. Bukhari). Selain itu beliau juga akan memberikan syafa’at-syafa’at lain. ketika mereka dalam keadaan seperti itu mereka mencari pertolongan kepada Adam kemudian Ibrahim kemudian Musa kemudian Isa kemudian Muhammad shallallahu alaihi wasallam.Rukun Iman 125 “ Sesungguhnya matahari pada hari kiamat sangat dekat hingga ada yang keringatnya sampai di tengah telinga. lalu aku minta dibukakan pintunya. Dalilnya adalah sabda beliau:                                            “ Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat nanti. Syafa ’at 'udzma (syafa’at agung) ini hanya dikhususkan untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saja. Penjaganya pun bertanya: siapa kamu? Aku menjawab: Muhammad. dan penjaga itu berkata: Aku telah diperintahkan untuk tidak membukakan . beliaulah yang memberikan syafa ’at untuk dipercepat putusan hukum antara makhluk. Syafa’at beliau untuk ahli surga agar diizinkan bagi mereka memasukinya.

Syafa’at beliau untuk mengangkat derajat para penghuni surga di dalam surga.Rukun Iman 126 pintu ini bagi siapapun sebelum kamu. Dalilnya hadits Ukasyah bin Mihsan tentang tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Muslim). Dalilnya dalah sabda beliau:           “ Ya Allah ampunilah Abu Salamah dan angkatlah derajatnya menjadi orang-orang yang diberi hidayah. Syafa’at beliau untuk suatu kaum agar mereka masuk surga tanpa dihisab terlebih dahulu dan tanpa diazab. Ini adalah pendapat sebagian ulama’ tetapi tidak ada satupun hadits shahih yang bisa dijadikan sandaran. Dalilnya adalah keumuman sabda beliau:      “ Syafa ’atku untuk para pelaku dosa besar dari umatku. 2.” (HR. agar mereka tidak jadi memasukinya. 4. Rasulullah . Syafa’at beliau untuk suatu kaum yang seimbang antara kebaikan dan kejelekan mereka untuk bisa masuk surga.” (HR.” (HR. 5. 3. Muslim). Abu Dawud). Syafa’at beliau untuk suatu kaum yang diputuskan untuk masuk neraka.

Dalilnya hadits rasul:                             “ Mudah-mudahan syafa ’atku bisa meringankan siksanya di hari kiamat.” (Muttafaq Alaih). 7. jadikanlah dia termasuk dalam golongan mereka.” (HR. Dan dalam hadis yang lain:                                        “ Akan keluar suatu kaum dari neraka dengan syafa ’at Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Syafa’at beliau untuk meringankan adzab dari orang yang seharusnya diazab keras. Dalilnya hadits rasul:      “ Syafa ’atku untuk pelaku dosa besar dari umatku. kemudian mereka masuk surga. Mereka dinamakan Jahannamiyyin.” (HR. Bukhari).Rukun Iman 127 berdo’a untuknya: “ Ya Allah. 6. Syafa’at beliau untuk para pelaku dosa besar agar tidak masuk neraka. seperti syafa’at beliau untuk pamannya Abu Thalib. untuk diletakkan di neraka . Abu Dawud).

Allah berfirman:  [ 4Ó|Ós?ö‘$# Ç`yJÏ9 žwÎ) šcqãèxÿô±o„ Ÿwur] “ Dan mereka tiada memberi syafa ’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah. Izin Allah kepada seseorang untuk memberi syafa’at. mizan itu adalah timbangan yang diletakkan oleh Allah untuk menimbang amal manusia di hari kiamat.” (QS. wajib diimani adanya. Syafa’at di sisi Allah tidak dibenarkan kecuali dengan dua syarat: 1. Mizan itu haq. Ridha Allah terhadap pemberi dan penerima syafa’at. . untuk kemudian membalasnya sesuai dengan amalnya.Al-Baqarah:255). Dalam firman-Nya yang lain:  [ ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ žwÎ) ÿ¼çny‰YÏã ßìxÿô±o„ “Ï%©!$# #sŒ ] “ Tiada yang dapat memberi syafa ’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya.Rukun Iman 128 yang paling atas dimana api sampai menyentuh dua mata kakinya. yang membuat otaknya mendidih.” (Muttafaq Alaih). Kedelapan: Mizan (Timbangan amal). 2.” (QS.AlAnbiya’:28).

bukan pelakunya atau buku catatan tersebut. tetapi yang menjadi ukuran berat atau tidak adalah amal.” (QS. untuk menimbang amal atau buku catatan amal atau sipelaku amal itu sendiri. $yJÎ/ Nåk|¦àÿRr& ãNèd š•Í´¯»s9'ré'sù ¼çmãZƒÎ—ºuqtB ôMn=à)rO `yJsù 4 ‘.AlAnbiya’:47). maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Ketiga-tiganya mungkin ditimbang. Dalam firman-Nya yang lain: (#ÿrã•Å¡yz tûïÏ%©!$# y7Í´¯»s9'ré'sù ¼çmãYƒÎ—ºuqtB ôM¤ÿyz ô`tBur ÇÑÈ tbqßsÎ=øÿßJø9$#  [tbqßJÎ=ôàtƒ $uZÏG»tƒ$t«Î/ (#qçR%x. mempunyai dua sisi timbangan dan bagian yang melintang.ysø9$# >‹Í´tBöqtƒ ãbø—uqø9$#ur] .ur 3 $pkÍ5 $oY÷•s?r& @AyŠö•yz ô`ÏiB 7p¬6ym tA$s)÷WÏB šc%Ÿ2 bÎ)ur ( $\«ø‹x©  [šúüÎ7Å¡»ym $oYÎ/ “ Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat. Allah berfirman: Ó§øÿtR ãNn=ôàè? Ÿxsù ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ÏQöqu‹Ï9 xÝó¡É)ø9$# tûïΗºuqyJø9$# ßìŸÒtRur] 4’s"x.Rukun Iman 129 Timbangan ini hissi (dapat dilihat dengan panca indra). Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti akan Kami mendatangkan (pahala)nya dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

” (HR. ada yang seperti angin. ada juga yang berlari. yaitu jembatan yang dipasang di atas neraka Jahannam dengan jalan yang sangat menakutkan. Hakim).AlA’raf: 8-9). disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. atau berjalan. kalaulah langit dan bumi ditimbang niscaya akan cukup. Beliau juga bersabda:                          “ Akan diletakkan timbangan pada hari kiamat. Di antara mereka ada yang melaluinya dengan sekejap mata. maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri.” (QS. ada pula yang merangkak. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:               “ Kebersihan setengah dari Iman dan alhamdulillah memenuhi timbangan. ada pula yang melaluinya secepat kilat. dan . ada yang seperti burung.Rukun Iman 130 “ Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya.”(HR. Muslim). ada yang secepat lari kuda. Kesembilan: Shirath Kita mengimani adanya shirath. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya. semua manusia akan melewatinya untuk menuju ke surga.

licin. Hari itu tidak ada yang angkat bicara kecuali para rasul. Di antara mereka ada yang diambil kemudian dilempar ke dalam neraka. Sifat-sifat shirath: Lebih tajam dari pedang. lebih halus dari rambut. barangsiapa yang dapat melewati shirath ini. 4 $ydߊ͑#ur žwÎ) óOä3ZÏiB bÎ)ur] [ $wŠÏWÅ_ $pkŽÏù šúüÏJÎ=»©à9$# â‘x‹tR¨r (#qs)¨?$# tûïÏ%©!$# ÓÉdfuZçR §NèO “ Dan tidak ada seorangpun daripadamu.” Neraka Jahannam memiliki besi-besi ranjau (hanya Allah yang mengetahui jumlahnya). Hal itu bagi Tuhanmu adalah . tidak ada kaki yang dapat tetap berjalan di atasnya kecuali dengan izin Allah. diletakkan di tempat yang gelap. selamatkan. semuanya berjalan sesuai dengan amalnya hingga seseorang yang berjalan dengan sinar yang hanya sebesar ibu jari kakinya. kemudian diikuti oleh umatnya. dan dikirimkan amanah dan rahim (kekerabatan) berdiri di samping kiri kanan shirath untuk menjadi saksi siapa saja yang menjaganya atau yang mengabaikannya. terletak di kanan kiri shirath yang akan menarik siapa yang Allah kehendaki ke dalamnya.Rukun Iman 131 ada yang diseret. Allah berfirman: ÇÐÊÈ $wŠÅÒø)¨B $VJ÷Fym y7În/u‘ 4’n?tã tb%x. dan do’a para rasul hari itu adalah: “ Ya Allah selamatkan. melainkan mendatangi neraka itu. maka ia masuk surga. Orang yang pertama kali menyeberang shirath ini adalah nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Abu Sa’id Al-Khudriy radhiallahu anhu pernah berkata: “Aku pernah mendengar bahwa jembatan itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.Maryam:71-72). selamatkan.” (QS.” (Muttafaq alaih). maka aku dan umatkulah yang kali pertama akan melewatinya. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. Muslim). Muslim). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                   “ Shirath diletakkan diatas neraka Jahannam.” (HR. Rasulullah shallallahu bersabda: alaihi wa sallam juga .Rukun Iman 132 suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (HR. Dalam sabda beliau yang lain:                                 “ Akan dipasang jembatan Jahannam … maka akulah orang pertama yang melewatinya dan do’a para rasul hari itu adalah: Ya Allah selamatkan.

Muslim). maka orang pertama di antara kamu lewat bagaikan kilat … kemudian seperti kecepatan angin. maka ada yang tercabik-cabik tetapi ia selamat dan ada yang dilempar ke dalam neraka. semuanya mendapatkan balasan sesuai dengan amalnya. hingga datang seseorang yang sudah tak sanggup lagi berjalan kecuali dengan merangkak. selamatkan.Rukun Iman 133                                                                                                                                              “ Dan dikirimlah amanah dan rahim (kekerabatan) untuk berdiri di atas shirath pada sebelah kanan dan kiri. Dan nabi kalian berdiri di atas shirath dengan berkata: Ya Allah selamatkan. Hingga amal-amal para hamba sudah tidak sanggup lagi (menolong).” (HR. kemudian berikutnya seperti kecepatan burung dan kecepatan orang yang lagi musafir. .” Kemudian beliau berkata: “ Dan di sebelah kanan dan kiri shirath terdapat kalalib (besi-besi ranjau) yang digantungkan dan diperintahkan untuk mengambil orang-orang tertentu.

Rukun Iman

134

Kesepuluh: Qintharah (Tempat Pemberhentian antara surga dan neraka). Kita wajib mengimani bahwa jika orang-orang mukmin sudah berhasil melewati shirath, mereka akan berhenti di Qintharah. Yaitu sebuah tempat di antara surga dan neraka, di mana orang-orang mukmin akan dihentikan di sini setelah berhasil melewati shirath dan selamat dari neraka, untuk diputuskan permasalahan yang terjadi di antara mereka (kezaliman-kezaliman yang terjadi antara mereka di dunia) sebelum mereka memasuki surga. Manakala mereka sudah bersih dan suci maka baru diizinkan untuk memasuki surga. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

                                                                                               
“ Ketika orang-orang mukmin itu sudah selamat melewati neraka, mereka dihentikan di sebuah tempat yang terletak antara surga dan neraka, maka diselesaikanlah permasalahan (kezaliman-kezaliman) yang dulu pernah ada di antara mereka di dunia, hingga manakala mereka sudah dibersihkan dan disucikan, baru diizinkan untuk memasuki surga, maka demi yang jiwa

Rukun Iman

135

Muhammad ada di tangan-Nya, salah seorang dari mereka lebih tahu dengan tempat tinggalnya di surga daripada tempat tinggalnya sewaktu di dunia.” (HR. Bukhari). Kesebelas: Surga dan Neraka. Kita mengimani bahwasanya surga itu benar adanya demikian juga neraka, dan bahwasanya keduanya sudah ada, tidak akan pernah rusak dan punah, bahkan keberadaannya abadi. Begitu juga kenikmatan ahli surga tidak akan pernah habis dan hilang. Siksaan ahli neraka yang telah diputuskan oleh Allah untuk kekal di dalamnya tidak akan pernah habis dan berhenti. Adapun orang-orang yang bertauhid maka mereka akan keluar dari nereka dengan syafa’at orang-orang yang memberi syafa’at dan atas rahmat Allah Yang Maha Penyayang. Surga adalah tempat mulia yang Allah sediakan untuk orang-orang bertaqwa pada hari kiamat nanti. Di dalamnya ada sungai-sungai yang mengalir, kamar-kamar yang megah, dan istri-istri yang cantik. Di dalamnya terdapat apa saja yang diinginkan oleh jiwa dan disenangi oleh mata memandang, kenikmatannya tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terdetik di hati manusia. Kenikmatannya tidak akan pernah habis dan punah. Mereka akan kekal dalam kenikmatan tersebut tanpa ada hentinya. Tempat untuk meletakkan sebuah cemeti di sana lebih baik dari dunia dan seisinya. Wanginya bisa dicium dari jarak perjalanan 40 tahun. Kenikmatan yang paling besar adalah ketika

Rukun Iman

136

orang-orang mukmin bisa melihat Tuhan mereka secara langsung dengan mata kepala mereka. Adapun orang-orang kafir, mereka tidak akan dapat melihat Tuhan. Barang siapa yang mengingkari penglihatan orang-orang mukmin akan Tuhan mereka berarti dia telah menyamakan antara orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir dalam hal ini. Surga itu ada seratus tingkatannya, antara satu tingkatan dengan tingkatan yang lainnya bagaikan antara langit dan bumi. Tingkatan Surga tertinggi adalah Firdaus ‘a’la dimana atapnya adalah arsy Allah Yang Maha Pengasih. Surga Firdaus memiliki delapan pintu, jarak antara dua sisi setiap pintu seperti antara Makkah dan Hajar (terletak di wilayah Ahsa’ Saudi Arabia, berjarak lebih kurang 1300 km), dan akan datang suatu masa dimana pintu tersebut akan penuh sesak karena banyaknya yang masuk. Tingkatan terendah ahli surga adalah seperti dunia dan sepuluh kali lipatnya. Allah berfirman tentang surga:

 [tûüÉ)-GßJù=Ï9 ôN£‰Ïãé& ]
“ Disediakan untuk orang-orang bertakwa.” (QS.Ali Imran: 133).
Dan Allah juga berfirman tentang kekalnya ahli surga di dalamnya, dan ia tidak akan pernah punah:

yang Allah sediakan untuk orang-orang kafir dan yang berbuat maksiat. Adapun neraka: adalah tempat adzab.Al-Bayyinah:8). api Jahannam lebih panas enam puluh sembilan kali dari api dunia dimana setiap bagiannya sama panasnya dengan api dunia atau lebih. dan minuman mereka hamim (air panas yang mendidih). Di dalamnya terdapat berbagai macam siksaan dan beragam hukuman. buahnya sangat pahit dan busuk baunya). api dunia ini hanya merupakan satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api Jahannam. Penjaganya malaikat yang sangat kasar dan keras. Neraka tidak akan pernah bosan membakar dan menerima orang-orang yang dilemparkan ke dalamnya.Rukun Iman 137 ã•»pk÷XF{$# $uhÏGøtrB `ÏB “Ì•øgrB 5bô‰tã àM»¨Zy_ öNÍkÍh5u‘ y‰ZÏã ôMèdät!#t“y_] ô`yJÏ9 y7Ï9ºsŒ 4 çm÷Ztã (#qàÊu‘ur öNåk÷]tã ª!$# zÓÅ̧‘ ( #Y‰t/r& !$pkŽÏù tûïÏ$Î#»yz  [¼çm-/u‘ zÓÅ´yz “ Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. bahkan ia senantiasa berkata: masih adakah tambahan? . Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya ” (QS. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Orang-orang kafir akan kekal di dalamnya. makanan mereka Zaqqum (sebuah pohon dalam neraka. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

£‰tãr&ur tûïÍ•Ïÿ»s3ø9$# z`yès9 ©!$# ¨bÎ)]  [ ( #Y‰t/r& “ Sesungguhya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka). 3.Al-Ahzab:64-65). . Allah berfirman tentang kekekalan penghuni neraka di dalamnya. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. diantaranya: 1.Ali Imran:131). Allah berfirman tentang neraka:  [tûïÌ•Ïÿ»s3ù=Ï9 ôN£‰Ïãé&] “ Disediakan untuk orang-orang kafir.” (QS. Hikmah beriman kepada hari akhirat Beriman kepada hari akhirat mengandung banyak hikmah dan faedah. dan neraka itu tidak akan pernah punah: !$pkŽÏù tûïÏ$Î#»yz ÇÏÍÈ #·Ž•Ïèy™ öNçlm. Menimbulkan keinginan yang tinggi untuk melakukan ketaatan dan senantiasa berusaha untuk itu demi mengharapkan pahala.Rukun Iman 138 Neraka memiliki tujuh pintu setiap pintunya memiliki bagian yang terpisah-pisah.

4. Karena apabila manusia beriman bahwasanya Allah akan membangkitkan seluruh makhluk setelah kematian mereka dan membalas seluruh amal mereka serta mengambil hak orang yang didzalimi dari orang yang mendzalimi hingga dari binatang sekalipun.Rukun Iman 139 2. Menghibur orang-orang yang mukmin karena kenikmatan dunia yang luput dari mereka. maka ia akan istiqamah taat kepada Allah. Beriman kepada hari kebangkitan merupakan pangkal kebahagiaan individu dan masyarakat. 3. lantaran mengharap kenikmatan akhirat dan pahalanya. . dengan demikian akan lenyaplah kejahatan dan akan tersebarlah kebaikan di masyarakat serta akan membahana keutamaan dan ketenangan. Menimbulkan rasa takut untuk melakukan kemaksiatan atau meridhai perbuatan maksiat. karena takut akan siksaan pada hari tersebut.

” (QS. dan berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                     . Iman kepada taqdir merupakan bagian dari iman kepada rububiyah Allah subhanahu wataala dan merupakan salah satu dari rukun iman yang tidak akan sempurna keimanan seseorang tanpanya. Definisi kepadanya: taqdir dan urgensi beriman Taqdir adalah: Ketentuan Allah untuk seluruh yang ada sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. $¯RÎ)] “ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Allah berfirman:  [ 9‘y‰s)Î/ çm»oYø)n=yz >äóÓx« ¨@ä.Rukun Iman 140 RUKUN KEENAM: BERIMAN KEPADA TAQDIR 1. sesungguhnya Dia atas segala sesuatu maha kuasa. Taqdir ini kembali kepada kudrat (kekuasaan) Allah.Al-Qomar: 49).

Muslim). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. . Kedua: Beriman kepada penulisan ilmu Allah atas taqdir segala sesuatu di Lauh Mahfudz. ’Îû š•Ï9ºsŒ “ Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfudz).” (QS. yang meliputi segala sesuatu.Rukun Iman 141 “ Segala sesuatu sudah ditaqdirkan hingga orang yang lemah dan cerdik atau orang cerdik dan lemah.” (QS.” (HR. 2. Tingkatan taqdir: Tidak sempurna keimanan kepada taqdir kecuali dengan meyakini empat tingkatan: Pertama: Beriman kepada ilmu Allah yang Azali. Allah berfirman: ¨bÎ) 3 ÇÚö‘F{$#ur Ïä!$yJ¡¡9$# ’Îû $tB ãNn=÷ètƒ ©!$# žcr& öNn=÷ès? óOs9r&]  [׎•Å¡o„ «!$# ’n?tã y7Ï9ºsŒ ¨bÎ) 4 A=»tFÏ. Allah berfirman:  [ 4 &äóÓx« `ÏB É=»tGÅ3ø9$# ’Îû $uZôÛ§•sù $¨B] “ Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam al Kitab.Al-An’am:38).Al-Hajj:70).

Muslim).” (HR.Rukun Iman 142 shallallahu alaihi wa sallam Rasulullah bersabda:                 “ Allah telah menulis taqdir (ketentuan yang akan berlaku kepada) seluruh makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi lima puluh ribu tahun. Allah berfirman:  [šúüÏJn=»yèø9$# •>u‘ ª!$# uä!$t±o„ br& HwÎ) tbrâä!$t±n@ $tBur] “ Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Ketiga: Beriman kepada kehendak Allah yang pasti terlaksana dan kekuasaan-Nya yang menyeluruh.” (HR. Ahmad). Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada orang yang berkata kepada beliau: “atas kehendak Allah dan kehendakmu”:         “ Apakah kamu menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah? Tetapi (katakanlah): hanya atas kehendak Allah saja.” (QS.At-Takwir: 29). . Tuhan semesta alam.

Î=»yz ª!$#] “ Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.Az-Zumar: 62).” (QS. Allah berfirman:  [ ×@‹Ï. . Taqdir umum untuk seluruh makhluk.Rukun Iman 143 Keempat: Beriman bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu.ur &äóÓx« Èe@ä. ii. dan Allah menulisnya di lauh mahfudz lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. 4’n?tã uqèdur ( &äóÓx« Èe@à2 ß. Dan dalam ayat lain Allah berfirman:  [tbqè=yJ÷ès? $tBur ö/ä3s)n=s{ ª!$#ur] “ Padahal Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu. Rasululullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:              “ Sesungguhnya Allahlah yang menciptakan setiap orang yang bekerja dan pekerjaannya itu.Ash-Shaffat:96). yaitu setiap yang terjadi pada seorang hamba dari sejak ditiupkan ruh kepadanya hingga akhir ajalnya. 3. Bukhari).” (HR. Taqdir sepanjang umur. Macam-macam Taqdir: i.” (QS.

Allah berfirman:  [AOŠÅ3ym @•øBr& ‘@ä. amalan dan akhir dari kehidupan mereka berupa kebahagiaan atau kesengsaraan. Dia mengetahui yang telah terjadi.” (QS. diberi dan tidak. kalau seandainya terjadi Dia . yaitu taqdir terhadap apa yang terjadi setiap hari. Dia telah mentaqdirkan semua ketentuan yang akan berlaku terhadap seluruh makhluk sebelum menciptakan mereka.” (QS. Segala apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi dan segala yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi.Rukun Iman 144 iii. baik berupa ajal. Taqdir tahunan. Allah berfirman: [5bù'x© ’Îû uqèd BQöqtƒ ¨@ä. ä-t•øÿム$pkŽÏù] “ Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. berupa mulia dan hina. hidup dan mati dan lain sebagainya. Yaitu taqdir terhadap apa yang akan terjadi setiap tahun. 4 ÇÚö‘F{$#ur ÏNºuq»uK¡¡9$# ’Îû `tB ¼ã&é#t«ó¡o„] “ Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. pengatur dan pemiliknya. ia ditentukan pada malam lailatul qadar setiap tahun. 4.Ar-Rahman:29). yang sedang dan akan terjadi. semuanya sudah tercatat di Lauh mahfudz. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. rezki. Aqidah salaf dalam masalah taqdir Sesungguhnya Allah adalah pencipta segala sesuatu. Taqdir harian.Ad-Dukhan: 4). iv.

bukan atas kejelekan dan dosa yang diperbuat. benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Allah berfirman: yìyJs9 ©!$# ¨bÎ)ur 4 $uZn=ç7ß™ öNåk¨]tƒÏ‰öks]s9 $uZŠÏù (#r߉yg»y_ z`ƒÏ%©!$#ur]  [tûüÏZÅ¡ósßJø9$# “ Dan orang –orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami. Dan setiap hamba memiliki keinginan dan kemampuan untuk berbuat sebagaimana yang telah ditaqdirkan Allah bagi mereka. Boleh berhujjah dengan taqdir atas musibah yang menimpa.Rukun Iman 145 tahu bagaimana akan terjadi. memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki. dan merekalah pelaku perbuatan tersebut. tetapi Allah lah yang memiliki hujjah yang benar atas hamba-Nya. dengan keyakinan bahwa seorang hamba tidak berkeinginan kecuali apabila Allah menginginkan. Maka tidak ada hujjah bagi siapapun yang meninggalkan kewajiban atau melakukan hal yang diharamkan.” (QS. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasul shallallahu alaihi wasallam tentang hujjah Musa kepada Adam:                                 .Al-Ankabut: 69). Dan sesungguhnya Allah adalah pencipta seluruh hamba dan perbuatan mereka. Dia maha kuasa atas segala sesuatu.

Rukun Iman

146

                               
“ Adam dan Musa pernah saling berhujjah, Musa berkata: Kamu hai Adam yang telah diusir dari surga karena dosamu. Maka Adampun berkata kepadanya: “ Kamu hai Musa yang telah Allah pilih dengan risalahNya dan kalam-Nya, kemudian kamu mencelaku terhadap suatu urusan yang telah ditaqdirkan untukku sebelum aku diciptakan. Maka Adampun mengalahkan hujjah Musa.” (HR. Muslim).
5. Perbuatan hamba. Perbuatan yang Allah ciptakan di alam ini terbagi dua: Pertama: Perbuatan-perbuatan yang diberlakukan oleh Allah ta’ala terhadap makhluk-Nya, maka dalam hal ini tidak ada pilihan dan kehendak bagi seorangpun, tetapi semuanya atas kehendak Allah. Seperti mematikan, menghidupkan, sakit dan sehat. Allah berfirman:

 [tbqè=yJ÷ès? $tBur ö/ä3s)n=s{ ª!$#ur]
“ Padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS.Ash-Shaffat:96).
Dalam firman-Nya yang lain:

Rukun Iman

147

 [ 4 WxuKtã ß`|¡ômr& ö/ä3•ƒr& öNä.uqè=ö7u‹Ï9 no4qu‹ptø:$#ur |NöqyJø9$# t,n=y{ “Ï%©!$#]
“ Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS.Al-Mulk:2).
Kedua: Apa yang dikerjakan oleh seluruh makhluk yang memiliki iradah (kehendak), hal ini terjadi atas pilihan dan kehendak para pelakunya, karena Allah telah menjadikan hal itu pada diri mereka. Allah berfirman:

 [tLìÉ)tGó¡o„ br& öNä3ZÏB uä!$x© `yJÏ9]
“ Yaitu bagi siapa di antara kamu yang hendak menempuh jalan yang lurus.” (QS.At-Takwir:28).
Dan dalam firman-Nya yang lain:

 [ 4 ö•àÿõ3u‹ù=sù uä!$x© ÆtBur `ÏB÷sã‹ù=sù uä!$x© `yJsù]
“ Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang hendak (kafir) biarlah ia kafir.” (QS.Al-Kahfi:29).
Dengan demikian mereka akan dipuji atas perbuatan yang terpuji dan akan dicela atas perbuatan yang tercela. Dan Allah tidak menghukum hamba, kecuali pada perbuatan yang mana mereka memiliki pilihan dan kehendak di sana. Sebagaimana yang Allah firmankan:

Rukun Iman

148

 [ω‹Î7yèù=Ïj9 5O»¯=sàÎ/ O$tRr& !$tBur]
“ Dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hambahamba-Ku.” (QS.Qaaf:29).
Dan manusia mampu membedakan antara perbuatan yang dilakukan karena pilihan sendiri dan perbuatan yang terpaksa terjadi. Seseorang yang turun dari atap rumah dengan tangga adalah merupakan perbuatan yang didasari kehendak, dan seseorang yang jatuh dilemparkan oleh orang lain dari atap adalah merupakan perbuatan yang terpaksa terjadi. 6. Korelasi antara perbuatan hamba penciptaan Allah dan

Allah yang telah menciptakan hamba dan perbuatannya, serta memberinya kehendak dan kemampuan, maka hamba adalah pelaku perbuatan yang sebenarnya, dan dialah yang melangsungkannya; karena dia memiliki kehendak dan kemampuan. Jika dia beriman maka itu adalah dengan kehendak dan kemauannya, dan jika dia kafir maka itu juga berdasarkan kehendak dan kemauannya. Sebagaimana perkataan kita: buah ini dari pohon ini, tanaman ini dari tanah ini; bermakna bahwa hal tersebut terjadi dari benda tadi dan juga dari Allah yang telah menciptakan hal tersebut dari benda tadi. Maka tidak ada hal yang berlawanan di antara keduanya, dengan demikian ada keselarasan

Kewajiban seorang hamba terhadap taqdir.” (QS.” (QS.`tB $¨Br&ur ÇÐÈ 3“uŽô£ã•ù=Ï9 ¼çnçŽÅc£u•ãY|¡sù ÇÏÈ 4Óo_ó¡çtø:$$Î/ s-£‰|¹ur ÇÎÈ 4’s+¨?$#ur 4‘sÜôãr& ô`tB $¨Br'sù]  [3“uŽô£ãèù=Ï9 ¼çnçŽÅc£u•ãY|¡sù ÇÒÈ 4Óo_ó¡çtø:$$Î/ z>¤‹x. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Seorang hamba memiliki dua kewajiban terhadap masalah taqdir: .Al-Lail:5-10). 7. Ash-Shaffat:96). Allah antara syari’at berfirman:  [tbqè=yJ÷ès? $tBur ö/ä3s)n=s{ ª!$#ur] “ Padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat. Dan firman-Nya yang lain: ÇÑÈ 4Óo_øótGó™$#ur Ÿ@σr2 . maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik.Rukun Iman 149 Allah dan taqdir-Nya.ur “ Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa.

Rukun Iman 150 Pertama: Memohon pertolongan Allah untuk bisa melaksanakan perbuatan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang. Karena sesungguhnya berandaiandai akan membuka amal setan. dan jika kamu ditimpa suatu musibah maka jangan kamu berkata: kalau saja saya berbuat begitu dan begini maka pasti hasilnya akan begini dan begitu. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:                                   “ Berusahalah untuk sesuatu yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan kamu lemah. Serta mengetahui bahwa apa yang akan menimpanya pasti terjadi. serta mengetahui bahwa hal itu dari Allah supaya ia rela dan pasrah. dan apa yang tidak akan menimpanya . Tetapi katakanlah: Allah telah mentaqdirkannya dan apa yang Dia kehendaki pasti akan Dia lakukan.” Kedua: Harus bersabar menerima apa yang telah ditaqdirkan dan tidak gelisah. juga berdo’a agar dimudahkan serta dijauhkan dari kesulitan dan bertawakal kepada-Nya serta memohon perlindungan kepada-Nya. Dengan demikian ia memiliki ketergantungan kepada Allah dalam usahanya untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan kejahatan.

dan tidak takut dengan masa depannya. Ridha dengan qadha dan qadar Ridha terhadap taqdir adalah suatu keharusan. dengan demikian dia akan menjadi manusia paling bahagia.” 8. rasa takut tidak akan menambah umurnya. dan kegoncangan dalam hidupnya pun akan lenyap. memiliki jiwa yang paling baik dan mempunyai pikiran yang paling tenang. karena perbuatan Allah dan qadha’-Nya semua baik dan adil serta hikmah. rezkinya sudah dibatasi. barangsiapa yang dirinya meyakini bahwa apa saja yang akan menimpanya tidak akan meleset dan apa yang tidak akan menimpanya pasti tidak akan menimpanya. karena semuanya telah dicatat. dan kekikiran tidak akan menambah rezkinya. Maka setiap mukmin harus ridha dengan qadha’ Allah.Rukun Iman 151 juga pasti tidak menimpanya. Sebagaimana sabda Nabi:              “ Dan ketahuilah bahwa apa yang akan menimpamu pasti akan terjadi dan apa yang tidak akan menimpamu juga pasti tidak akan menimpamu. Barangsiapa yang menyadari bahwa ajalnya sudah ditentukan. dia akan terlepas dari rasa bingung dan ragu-ragu serta kegelisahan. maka dia akan . Maka dia tidak akan bersedih atas apa yang luput darinya. karena itu merupakan kesempurnaan ridha dengan rububiyah Allah.

” (QS.Rukun Iman 152 bersabar atas segala musibah yang menimpa. Dalam ayat lain Allah berfirman:  [ š•Î7/Rs%Î! ö•ÏÿøótGó™$#ur A.At-Taghabun:11). Hidayah inilah yang sanggup dilakukan oleh para rasul dan pengikut mereka.Al-Mukmin: 55). dengan demikian dia telah menggabungkan antara mentaati perintah Allah dan bersabar terhadap segala musibah. dan beristighfar atas segala dosa dan kemaksiatan yang telah dilakukan. 9.`ÏB÷sム`tBur 3 «!$# ÈbøŒÎ*Î/ žwÎ) >pt6ŠÅÁ•B `ÏB z>$|¹r& !$tB]  [ÒOŠÎ=tæ >äóÓx« Èe@ä3Î/ ª!$#ur 4 ¼çmt6ù=s% “ Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. dan barang siapa yang beriman kepada Allah. nicaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan mohonlah ampunan untuk dosamu. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah berfirman: ωöku‰ «!$$Î/ . ini untuk semua makhluk. Allah berfirman: .” (QS. serta ridha dengan taqdir Allah.ym «!$# y‰ôãur žcÎ) ÷ŽÉ9ô¹$$sù] “ Maka bersabarlah kamu. Hidayah ada dua macam: Pertama: Hidayah bimbingan dan arahan kepada kebenaran.

Allah berfirman: . Kedua: Hidayah taufik dan tastbit (keteguhan hati) dari Allah. kecuali jika berhubungan dengan iradah syar ’iyyah.” (QS. Iradah (kehendak) di dalam kitab Allah ada dua macam: Pertama: Iradah kauniyah qadariyah. apa saja yang Allah kehendaki pasti akan terjadi. Hidayah ini adalah anugerah dan karunia dari Allah untuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa. tetapi tidak berarti hal tersebut pasti dicintai dan diridhai. Hidayah ini hanya dimiliki oleh Allah.AsySyura:52). yaitu kehendak yang meliputi semua yang ada. dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. tidak ada yang sanggup memberikannya kecuali Dia.Al-Qashash:56).” (QS. 10.Rukun Iman 153  [ 5OŠÉ)tGó¡•B :ÞºuŽÅÀ 4’n<Î) ü“ωöktJs9 y7¯RÎ)ur] “ Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. tetapi Allahlah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Iradah ini memastikan terjadinya apa yang dimaksud. Allah berfirman:  [ 4 âä!$t±o„ `tB “ωöku‰ ©!$# £`Å3»s9ur |Mö6t7ômr& ô`tB “ωöksE Ÿw y7¨RÎ)] “ Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi.

Maka walaupun Allah menghendaki terjadinya . karena setiap segala yang dimaksud secara syar’i yang terjadi berarti hal tersebut dikehendaki secara kauniyah. kecuali jika dibarengi dengan iradah kauniyah. Allah berfirman:  [uŽô£ãèø9$# ãNà6Î/ ߉ƒÌ•ãƒ Ÿwur t•ó¡ãŠø9$# ãNà6Î/ ª!$# ߉ƒÌ•ãƒ] “ Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS.” (AlBaqarah:185). tetapi tidak berarti hal yang dimaksud tersebut pasti terjadi. terjadi padanya dua iradah.Al-An’am:125). dan tidaklah setiap yang dimaksudkan secara kauni yang terjadi berarti dimaksudkan secara syar’i.Rukun Iman 154  [ ( ÉO»n=ó™M~Ï9 ¼çnu‘ô‰|¹ ÷yuŽô³o„ ¼çmtƒÏ‰ôgtƒ br& ª!$# ϊ̕ム`yJsù] “ Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk. yaitu kecintaan terhadap suatu yang dimaksud dan terhadap pelakunya serta ridha kepada mereka. Iman Abu Bakar radhiallahu anhu misalnya. Iradah kauniyah lebih umum. Kedua: Iradah diniyah syar ’iyah. niscaya Dia melapang-kan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Sedangkan contoh yang terjadi padanya iradah kauniyah saja walaupun dimaksudkan juga secara iradah syar’iyah adalah imannya Abu Jahal.

11. yaitu berupa do’a. Adapun ketaatan dan keimanan. Allah subhanahu wata ’ala menjadikan beberapa hal yang mampu menolak terjadinya taqdir dan mengangkatnya. sadaqah.” (QS. tidak ada yang terjadi kecuali atas kehendak-Nya. dan melarangnya serta mengancam pelakunya.Rukun Iman 155 kemaksiatan secara taqdir dan menginginkannya secara kauniyah. obat-obatan. Seseorang tidak akan berbuat maksiat kepada Allah subhanahu wataala kecuali atas kehendak-Nya.AlBaqarah:205). Sebab-sebab yang dapat menolak taqdir. karena hakikat semuanya itu . maka Allah mencintai dan memerintahkannya bahkan menjanjikan untuk pelakunya pahala dan balasan yang baik. Allah tidak menyukainya dan tidak memerintahkannya. Bahkan Dia membenci.Az-Zumar:7). tetapi Dia tidak menginginkannya secara syar’iyah dan dien. Semua itu masuk dalam taqdirnya.” (QS. firman-Nya:  [ t•øÿä3ø9$# ÍnÏŠ$t7ÏèÏ9 4ÓyÌö•tƒ Ÿwur] “ Dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hambaNya. kehati-hatian dan tekad. Juga firman-Nya:  [ yŠ$|¡xÿø9$# •=Ïtä† Ÿw ª!$#ur] “ Dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

memberi. Adapun aspek-aspek lain dari taqdir. Muslim). mematikan. memberi petunjuk. derajatnya dan dampaknya. Masalah Taqdir adalah rahasia Allah pada makhlukNya. Pernyataan bahwa taqdir adalah merupakan rahasia Allah pada makhluk-Nya. semua ini termasuk hal yang bisa dijelaskan kepada manusia dan boleh diketahuinya. menghidupkan.” (HR. menahan. berupa hikmahnya yang besar. sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:         “ Jika disebut tentang taqdir maka diamlah kalian. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menjelaskan rukun-rukun iman kepada Jibril:              . Hakikat dari segala sesuatu tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah semata. 12. tingkatannya. seperti bahwasanya Allah menyesatkan. dan tidak dapat diketahui oleh manusia.Rukun Iman 156 adalah qadha’ dan taqdir Allah hingga kepandiran dan kepintaran. karena taqdir adalah salah satu dari rukun iman yang harus diketahui dan dipelajari. terbatas pada aspek yang tersembunyi pada qadar.

kalau kamu mempunyai ilmu itu kita tidak akan memerintahkanmu dan tidak melarangmu. tetapi beramallah semoga Allah memberikan taufik-Nya kepadamu dan menjadikanmu termasuk ahli surga. dan si dzalim tidak bisa dilarang dari kedzalimannya.” (HR. 13. dan tidak boleh meninggalkan amal dengan bersandar kepada taqdir. tidak akan ada penegakan hukum. maka tidak ada alasan bagi seseorang untuk berhujjah dengan taqdir. Kita katakan kepada yang beralasan dengan taqdir: kamu tidak mempunyai ilmu yang pasti bahwa kamu termasuk ahli surga atau neraka. orang musyrik tidak akan dibunuh. juga atas sesama makhluk. maka orang yang dzalim tidak bakal akan dihukum.Rukun Iman 157 “ Ini adalah Jibril yang datang kepada kamu untuk mengajarkan agama kamu.” . Beralasan dengan taqdir. Sebagian sahabat berkata setelah mendengar hadisthadist tentang taqdir: “Sekarang saya lebih bersungguhsungguh (beribadah) dibandingkan dahulu. karena kalau seseorang boleh beralasan dengan taqdir atas kejahatan yang dia lakukan. Taqdir tidak bisa dijadikan oleh seorang hamba sebagai hujjah atas Allah. Muslim). dan ini adalah kerusakan nyata dan berbahaya bagi agama dan kehidupan dunia. tidak seorangpun di antara hamba yang mengetahuinya. tidak ada yang tahu kecuali Dia. Ilmu Allah ta’ala terhadap apa yang akan terjadi merupakan hal yang gaib.

Hal-hal yang menimpa seorang hamba ada dua: .Rukun Iman 158 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ketika ditanya tentang beralasan dengan taqdir: “ Beramallah. Melakukan sebab (ikhtiyar). Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik.” (QS.ur ÇÑÈ 4Óo_øótGó™$#ur Ÿ@σr2 . dan barang siapa yang dicatat sebagai orang yang celaka dia akan dimudahkan untuk mengerjakan perbuatan orang yang celaka. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.`tB $¨Br&ur ÇÐÈ 3“uŽô£ã•ù=Ï9  [3“uŽô£ãèù=Ï9 ¼çnçŽÅc£u•ãY|¡sù “ Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. 14. karena setiap kalian akan dimudahkan untuk menuju taqdirnya (apa yang telah ditentukan untuknya). Kemudian beliau membaca: ¼çnçŽÅc£u•ãY|¡sù ÇÏÈ 4Óo_ó¡çtø:$$Î/ s-£‰|¹ur ÇÎÈ 4’s+¨?$#ur 4‘sÜôãr& ô`tB $¨Br'sù] ÇÒÈ 4Óo_ó¡çtø:$$Î/ z>¤‹x. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga).Al-Lail:5-10). barangsiapa yang dicatat sebagai orang yang bahagia dia akan dimudahkan untuk beramal amalan orang yang akan bahagia.

Rukun Iman 159 Pertama: hal yang mungkin diselesaikan (ada jalan keluarnya) maka janganlah dia lemah dalam berusaha untuk mencari penyelesaiannya. Kedua: hal yang tidak mungkin dia cari penyelesaiannya (jalan keluarnya). Akan tetapi jika taqdir telah terjadi. maka dialah yang bersalah karena tidak berusaha mewujudkan sebab-sebab yang akan melindunginya dari musibah tersebut. maka dalam hal ini dia tidak perlu gelisah. maka dia wajib ridha dan berserah diri. dan ilmu Allah tentang musibah itu bukan berarti Dialah yang telah menjatuhkan hamba tersebut ke dalam musibah.” . akan tetapi musibah itu terjadi karena sebab yang menyebabkan terjadinya musibah tersebut. serta kembali kepada perkataan:       “ Allah telah mentaqdirkan. Karena Allah subhanahu wata ’ala mengetahui seluruh musibah sebelum ia terjadi. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Kalau musibah itu menimpanya karena dia mengabaikan sebab-sebab dan faktorfaktor yang akan membuat dia terlindung dari musibah dan hal itu diperintahkan dalam agama. Adapun musibah yang dia sendiri tidak sanggup mengatasinya maka dia bisa ditolerir. Mengusahakan sebab tidak berlawanan dengan taqdir dan tawakal bahkan ia termasuk dalam bagiannya.

padahal mereka itu diperkuat dengan mu’jizat dan penjagaan dari Allah. Demikian juga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai pemimpin orangorang yang bertawakal. dan menolak taqdir dengan taqdir.” (QS.$uZtB ’Îû (#qà±øB$$sù Zwqä9sŒ uÚö‘F{$# ãNä3s9 Ÿ@yèy_ “Ï%©!$# uqèd]  [â‘qà±–Y9$# Ïmø‹s9Î)ur ( ¾ÏmÏ%ø—Íh‘ `ÏB (#qè=ä. Para nabi dulu juga mengusahakan sebab dan sarana yang akan melindungi mereka dari musuh-musuh mereka. Dalam ayat lain Allah berfirman : $pkÈ:Ï.ur “ Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu.Al-Anfal: 60). maka berjalanlah di segala penjuru dan makanlah . maka tugas seorang hamba adalah berusaha untuk menjalani sebab yang masyru’.Rukun Iman 160 Adapun sebelum taqdir itu terjadi. Allah berfirman: È@ø‹yÜø9$# ÅÞ$t/Íh‘ ÆÏBur .o§qè% `ÏiB OçF÷èsÜtGó™$# $¨B Nßgs9 (#r‘‰Ïãr&ur]  [ öNà2¨r߉tãur «!$# ¨r߉tã ¾ÏmÎ/ šcqç7Ïdö•è? “ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan perisapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu. berusaha untuk mengambil sebab walaupun beliau adalah orang yang paling kuat tawakkalnya.

Al-Mulk:15). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                                                                    “ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah dan pada masing-masing ada kebaikan.” (QS. jika mereka . mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu lemah. sungguh ia telah menginkari salah satu landasan pokok syari’ah dan ia telah kafir karenanya. berusahalah untuk apa saja yang bermanfaat bagimu. Dan jika kamu ditimpa sesuatu musibah maka jangan kamu berkata: seandainya aku berbuat begini pasti akan begini dan begitu. dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.Rukun Iman 161 sebahagian dari rezki-Nya. 15. Hukum bagi yang menginkari taqdir. karena berandai-berandai itu membuka amalan setan. Sebagian ulama’ salaf berkata: “Debatlah Qadariyah dengan ilmu. Muslim). akan tetapi katakanlah: Allah telah mentaqdirkan.” (HR. Barangsiapa yang menginkari taqdir. apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi.

dan senang dengan karunia dan rahmat-Nya. Akan membuahkan berbagai macam amal saleh dan sifat yang terpuji. Seorang mukmin dengan taqdir akan berjalan dalam hidupnya di atas jalan kebenaran. selamat dari hasad dan penolakan. 2.” 16. ridha dengan Allah. tawadhu’ kepada-Nya. kelapangan jiwa dan ketenangan hati. berani. dengan demikian dia akan bersabar dan tabah dan tidak akan gelisah. seperti ikhlas. dan musibah tidak akan membuat dia berputus asa serta meyakini bahwa segala kesulitan yang menimpanya adalah merupakan taqdir dan ujian dari Allah. meninggalkan kesombongan dan keangkuhan. hanya bersyukur kepada Allah. diantaranya: 1. menghilangkan rasa putus asa. rasa takut dan pengharapan kepada Allah. Hikmah beriman kepada taqdir Beriman kepada taqdir membuahkan hasil dan dampak yang baik untuk umat dan individu. qana’ah (menerima yang ada) dan memiliki harga diri. tawakal. berbaik sangka kepada-Nya. nikmat tidak akan membuat dia menjadi sombong. tekad yang tinggi. . tegas.Rukun Iman 162 mengingkarinya maka mereka telah kafir. sabar dan tabah. bebasnya akal dari khurafat dan berbagai kebatilan. bersikap menengah dalam suka atau duka. mendorong untuk berinfak di jalan kebaikan karena tsiqah (percaya) kepada Allah. dan jika mereka mengakuinya maka mereka membantah. kesungguhan dalam segala permasalahan.

melindunginya dari sebab-sebab yang menjerumuskan kepada kesesatan dan suul khatimah (pengakhiran hidup yang jelek). !!!! . memperbanyak amal saleh dan menjauhi kemaksiatan dan penyebab kehancuran. jika ia mendapatkan nikmat ia bersyukur dan itu baik buat dia. Muslim). (HR. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                                         “ Sungguh mengherankan urusan seorang mukmin. 4. sesungguhnya semua urusannya baik dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh mukmin. Beriman kepada taqdir. karena taqdir membuat seseorang senantiasa bersungguh-sungguh untuk istiqamah. dan jika mendapatkan musibah ia bersabar maka hal itupun baik untuknya. Menumbuhkan pada jiwa orang-orang beriman keteguhan hati dan keyakinan yang mantap disamping mengusahakan sebab dalam menghadapi musibah dan berbagai kesulitan.Rukun Iman 163 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful