1

Q
W
1
2
Bidang datum
Q>0
reaktor
lingkungan
energi
Q<0
reaktor
energi
lingkungan
NME D3
Sperisa Distantina

BAB V
NERACA PANAS

Hukum konservasi energi (hk I termodinamika):

[Energi masuk] – [energi keluar] + [energi yang terbangkitkan sistem] – [energi yang
terkonsumsi sistem] = [energi terakumulasi dalam sistem]

⇒ Reaksi kimia yang bersifat eksotermis ( menghasilkan panas), maka energi yang
dihasilkan disebut sebagai energi yang terbangkitkan sistem.
⇒ Reaksi kimia yang bersifat endotermis (membutuhkan panas), maka energi yang
dihasilkan disebut sebagai energi yang terkonsumsi oleh sistem.






Eksotermis Endotermis

⇒ Untuk sistem dengan proses steady state, maka energi yang terakumulasi = 0.

Langkah-langkah penyusunan neraca panas mirip dengan neraca massa.

Bentuk-bentuk energi : (lihat kembali materi kuliah Termodinamika )
1. Energi potensial (EP) : akibat posisi objek relatif terhadap bidang datum (bidang
referensi).
2. Energi Kinetik (EK) : akibat gerakan objek.
3. Internal Energi (U) : akibat gerakan molekuler di dalam bahan.
4. Work / Kerja (W) :
a. Shaft work : kerja turbin. Contoh : turbin air, pompa, kompresor.
b. Kerja yang hilang karena gesekan / friksi. Contoh : friksi di permukaan pipa.
5. Heat/ panas (Q).
6. Energi listrik.

Neraca panas / energi / tenaga :

a. NP total pada sistem alir ( flow system) pada keadaan steady state
:












2
Ditinjau NP di sistem sekitar titik 1 ke titik 2 :
Input = output
EP
1
+ EK
1
+ U
1
+ P
1
V
1
+ Q = EP
2
+ EK
2
+ U
2
+ P
2
V
2
+ W

W Q ∆PV ∆U ∆EK ∆EP − = + + +
W Q ∆PV ∆U
2g
∆V
g∆
2
− = + + + Ζ
Persamaan di atas sering dipakai untuk kasus transportasi fluida, yaitu persamaan Bernoulli.


b. Neraca Energi untuk proses kimia ( non flow system ).
Sistem non alir dianggap terjadi di dalam alat-alat proses, misal alat penukar panas (HE
=heat exchanger), reaktor, dan alat-alat transfer massa lainnya.

Pada sistem ini, biasanya EP dan EK <<< Q dan W, sehingga EP dan EK dapat diabaikan dan
NP menjadi :
W Q ∆PV ∆U − = +
W Q ∆PV ∆U H − = + = ∆
W Q H − = ∆
H2 – H1 = Q – W


Untuk beberapa proses, biasanya nilai W sangat kecil. Sehingga :
H2 – H1 = Q = ∆H
Dengan, H1 = entalpi arus masuk (titik satu),
H2 = entalpi arus keluar (titik dua).


Macam-macam perubahan entalpi (panas):
1. sensible ( panas yang bisa dirasakan perubahan suhunya).
Kapasitas panas (cp ) = banyaknya panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu setiap
satuan massa setiap satuan suhu.
Untuk padatan dan gas, Cp merupakan fungsi suhu.
Beberapa sumber data-data Cp :
a. Cp = f (T) ; appendix D, Coulson and Richardson, “ Chemical Engineering”.
Table E.1. Himmelblau.
b. Cp dalam bentuk grafik; Geankoplis; Perry.
c. Cp untuk foods and biological material; appendix A.4, Geankoplis,”Transport
Processes and Unit Operation”.

2. laten ( panas perubahan fase dengan suhu tetap).
a. Panas peleburan ( dari fase padat menjadi cair).
b. Panas sublimasi ( dari fase padat menjadi gas ).
c. Panas kondensasi ( dari fase gas menjadi cair ).
d. Panas penguapan (dari fase cair menjadi gas).

3. reaksi (panas yang dihasilkan atau dibutuhkan pada proses yang melibatkan reaksi
kimia).
Macam-macam entalpi reaksi :
a. Heat of reaction.
b. Heat of formation.
c. Heat of combustion.

3
Pada kuliah Neraca Massa dan Energi akan banyak mempelajari neraca panas proses kimia,
sedangkan neraca panas proses fisis banyak dipelajari di mata kuliah Perpindahan Panas.

skema HE shell and tube:

HE 1-2 ( 1 pass in shell, 2 passes in tube) HE 1-1 ( 1 pass in shell, 1 pass in tube)

















Skema double pipe HE:























Co current Counter current
4
PANAS REAKSI
Panas reaksi pada kondisi standar.
∆H
o
R
= panas yang dihasilkan atau dibutuhkan jika reaksi dijalankan pada
kondisi standar.
∆H
o
R
= satuan panas setiap satuan mol reaktan yang bereaksi.

∆H
o
R
bernilai negatif menunjukkan reaksi menghasilkan panas.
∆H
o
R
berilai positif menunjukkan reaksi membutuhkan panas.

Kondisi standar : komponen murni; P = 1 atm; suhu 25
o
C.

Sumber data ∆H
o
R
:
1. Data ∆H
o
R
yang tersedia di tabel.
Contoh :
Reaksi : NO + ½ O
2
NO
2

Dari tabel diperoleh ∆H
o
R
= -56,68 KJ
Panas reaksi di atas dibaca sebagai berikut :
Reaksi di atas menghasilkan panas sebesar
=
bereaksi yang NO mol
KJ 56,68

=
bereaksi yang O2 1/2mol
KJ 56,68

=
reaksi dari dihasilkan yang NO2 mol
KJ 56,68


Soal : Berapakah panas yang dihasilkan untuk membakar 10 gram NO?
Berapakah panas yang dihasilkan untuk membakar 150 gram NO?

2. Nilai ∆H
o
R
dievaluasi dari nilai ∆H
o
f
(panas pembentukan) atau panas pembakaran
(∆H
o
C
).
Nilai ∆H
o
f
elemen bebas adalah nol.
Sumber data ∆H
o
f
:
Table 29; Hougen Watson, 1954.
Appendix F; Himmelblau.
Appendix A.3.; Geankoplis.
Appendix B; Felder & Rousseau.
http://en.wikipedia.org/wiki/Standard_enthalpy_change_of_formation_(data_t
able).


Hubungan ∆H
o
R
dengan ∆H
o
f :

∆H
o
R =
Σ

( ni . ∆H
o
f
)
produk
- Σ ( nj . ∆H
o
f
)
reaktan

Dengan:
i = komponen produk persamaan reaksi,
j = komponen reaktan dari persamaan reaksi

Hubungan ∆H
o
R
dengan ∆H
o
C :

∆H
o
R = -
[

Σ

( ni . ∆H
o
C
)
produk
- Σ ( nj . ∆H
o
C
)
reaktan
]
Dengan:
i = komponen produk persamaan reaksi,
j = komponen reaktan dari persamaan reaksi

Contoh : NO + ½ O
2
NO
2

5
feed
effluent
feed
effluent
T
F

T
R

T
P

Q1
Q2
Q3
∆H
R

REAKTOR T
F
T
P

T
R

SOAL:
Hitung panas reaksi pada kondisi standar dari reaksi sbb.:
1. CH
4
(g) + 2 O
2
(g) → CO
2
(g) + 2 H
2
O (l)
2. CH
4
(g) + 2 O
2
(9) → CO
2
(g) + 2H
2
O (g)
3. CO (g) + H
2
(g) → CO
2
(g) + H
2
(g)
4. 4 HCl (g) + O
2
(g) → 2H
2
O (l) + 2Cl
2
(g)
5. 4FeS
2
(s) + 11 O
2
(g) → 2Fe
2
O
3
(s) + 8 SO
2
(g)
6. C
3
H
8
(l) + 2 O
2
(g) → C
2
H
2
(g) + CO
2
(g) + 3 H
2
O(l)




NERACA PANAS DI SEKITAR REAKTOR

Skema reaktor (tempat terjadinya reaksi):










Bacth reactor Continuous flow Stirred Plug Flow reactor (PFR)
Reaktor Tangki Tank Reactor (CSTR) Reaktor Alir Pipa (RAP)
Berpengaduk (RTB) Reaktor Alir Tangki Berpengaduk
(RATB)

Jika reaksi tidak dijalankan pada kondisi standar.
Jika di reaktor reaksi tidak dijalankan pada kondisi standar, maka dipikirkan:
1. suhu umpan (T
F
) diturunkan atau dinaikkan sampai suhu standar, kemudian
2. direaksikan pada kondisi standar (T
R
), lalu
3. suhu produk dinaikkan suhunya sampai suhu keluar reaktor (T
P
).
4. Selanjutnya panas reaksi dihitung.
Perhitungan panas reaksi digambarkan sbb.:




Panas reaksi kondisi di atas =
∆H
R
= Q1 + Q2 + Q3 (1)











6
Dengan,
Q1 = entalpi umpan
= ∑

=
|
|
¹
|

\
|
N
1 i
TR
TF
dT cpi. ni
(2)
i = komponen-komponen dalam reaktan.
N = jumlah komponen reaktan
ni = mol atau berat reaktan i ( tergantung satuan cp-nya).

Q2 = panas reaksi pada kondisi standar.
= ∆H
o
R
x ( jumlah mol reaktan yang bereaksi) (3)



Q3 = entalpi produk
= ∑

=
|
¹
|

\
|
N
1 i
TP
TR
cpi.dT mi
(4)

Tampak bahwa untuk menyelesaikan neraca panas pada proses kimia perlu diselesaikan
terlebih dahulu neraca massanya.


Contoh :
Suatu konverter digunakan untuk mengoksidasi SO
2
menjadi SO
3
. Oksigen disuplai dari
udara. Dianggap berisi 21% mol O
2
dan 79% mol N
2
. Jika digunakan udara berlebihan 25%
dan diinginkan SO
3
yang terbentuk adalah 180 mol/jam. Tentukan kebutuhan SO
2
dan udara
umpan jika konversi hanya 80%. Jika suhu SO
2
umpan adalah 40
o
C, suhu udara umpan 30
o
C
dan suhu gas keluar konverter adalah 60
o
C, berapa panas yang dihasilkan konverter itu.
Penyelesaian:
a. Skema: Prediksikan komponen dalam gas hasil berdasarkan data komponen umpan,
konversi dan excess. Kondisi steady state.

Dicari : Panas yang dihasilkan konverter?

b. Neraca massa di sekitar reaktor: untuk menentukan mol/j setiap komponen di setiap
arus.
Basis perhitungan : SO
3
dalam P = 180 mol/j.
1. NM SO
3
:
Input + reaksi = output
0 + reaksi = 180
Jadi SO
3
yang dihasilkan dari reaksi = 180 mol/j
Berdasarkan persamaan reaksi, maka:
SO
2
yang bereaksi = 180 mol/j.
O
2
yang bereaksi = 90 mol/j.

Reaktor
(konverter)
F1:
SO
2

T1=40
o
C
Fu = udara:
21% O
2

79% N
2
% excess=25%
Tu=30
o
C
SO
2
+ ½ O
2
SO
3

X = 80%
Produk=P:
SO
3
= 180 mol/j
SO
2

O
2

N
2

Tp=60
o
C
7
2. NM SO
2
:
Input – reaksi =output
F1 - 180 = output
Dari data konversi, maka:

mol/j 225 F1
maka,
F1
180
umpan SO2
bereaksi yang SO2
80% x
=
= = =

Berdasarkan NM SO
2
, maka SO
2
dalam P = 225 – 180 = 45 mol/j.

3. NM O
2
:
Input – reaksi =output
0,21. Fu – 90 = output
Dari data % excess = 25%, maka:
mol/j 669,643 Fu
225) . (0,5
225) . (0,5 0,21Fu
25%
mol/j 225 umpan SO2 , sebelumnya tungan Darivperhi
bereaksi habis SO2 jika dibutuhkan yg O2
bereaksi habis SO2 jika dibutuhkan yg O2 umpan O2
25%
=

=
=

=

Berdasarkan NM O
2
, maka O
2
dalam P = 0,21. 669,643 – 90 = 50,625 mol/j.

4. NM N2:
Input = output
0,79 Fu = output
maka N
2
dalam P = 529,018 mol/j.


Rekapitulasi NM di sekitar reaktor:








c. Neraca Panas, menentukan panas yang dihasilkan reaktor (Q).
Skema NP:

NP:
Q = Q1+ Q2 + Q3 + Q4


Data pendukung yang dibutuhkan:
a. kapasitas panas:
Cp=a+bT+cT
2
+dT
3
; Joule/(mol.K).
b. Panas reaksi pada kondisi standar:
∆H
o
R
; KJ/mol.



Komponen Umpan, mol/j Reaksi, mol/j Output, mol/j
SO3 0 180 180
SO2 225 180 45
O2 140,625 90 50,625
N2 529,018 0 529,018
T1=40C
SO2
Tu=30C
O2
N2
TR=25C
Tp=60C
SO3
SO2
O2
N2
Q1


Q2
Q3
Q4
∆HR=Q
8
Komponen a b c d ∆H
o
f
; KJ/mol
O2 28,106 -3,68E-06 1,75E-05 -1,07E-08 0,00
N2 31,15 -1,35E-02 2,68E-05 -1,17E-08 0,00
SO2 23,852 6,70E-02 -4,96E-05 1,33E-08 -297,05
SO3 16,37 1,46E-01 -1,12E-04 3,24E-08 -395,53
Sumber: appendix Coulson& Richardson Vol.6.
Maka,
∆H
o
R
= (-395,53 –(-297,05+0)) = -98,48 Kjoule.mol
Hal ini menunjukkan reaksinya eksotermis.

....... .......... Q maka,
..... .......... .......... Q4
dT
333
298
].
3
DT
2
CT BT [A
] dT
333
298
.
SO3
cp .
SO3produk
n [
] dT
333
298
.
O2
cpS .
produk
2
SO
[n
] dT
333
298
.
N
cp .
Produk
2
N
n [
] dT
273 60
298
.
O2
cp .
Produk
2
O
[n Q4
KJoule/j 17726,40 - 180 . 98,48 - bereaksi) yang SO2 (mol
o
R
H Q3
le/j .......Jou
dT
298
03 3
)
3
T
8 -
769,42.10 -
2
T
5 -
1663,86.10 7,14226T - 20431,317
dT
298
03 3
)
3
T
8 -
1,17.10 -
2
T
5 -
.10 68 , 2 T
2 -
1,35.10 - 31,15 ( 529,018
dT
298
303
)
3
T
8 -
1,07.10 -
2
T
5 -
1,75.10 T
6 -
3,68.10 - 28,106 ( 140,625
] dT
298
273 30
.
N
cp .
umpan
2
N
n [ ] dT
298
273 30
.
O2
cp .
umpan
2
O
[n Q2
sendiri) an (dilanjutk ule/j ........Jo
)
4
313
4
(298
4
8 -
1,33.10
)
3
313
3
(298
3
5 -
4,96.10 -
)
2
313
2
(298
2
2 -
6,70.10
313) - 23,853(298 225
dT
298
273 40
.
SO2
cp .
umpan
2
SO
n Q1
2
2
=
=

+ + + =

+

+

+

+
=
= = ∇ =
=

+ =

+
+

+ =

+
+

+
=
=
(
(
¸
(

¸

− + − + − + =

+
=

Jika suhu produk dipertahankan 60
o
C, maka harus ada panas yang dihilangkan sebesar Q KJ/j
melalui pendinginan reaktor.
Wajib diselesaikan sendiri. Perhatikan satuannya.


9
SOAL LATIHAN DENGAN REAKSI KIMIA

1. Gas metan dibakar dengan oksigen. Seratus lima puluh kgmol/jam umpan terdiri atas
20% metan, 60% O
2
dan 20% CO
2
diumpankan ke reaktor. Konversi limiting reactant =
90%. Jika suhu gas umpan 50
o
C dan suhu gas keluar dari ruang pembakaran 190
o
C,
tentukan panas yang dibutuhkan/dihasilkan dari ruang pembakaran itu.
2. Gas metan dibakar dengan oksigen. Seratus lima puluh kgmol/jam umpan terdiri atas
20% metan, 60% O
2
dan 20% CO
2
diumpankan ke furnace. Hasil analisis gas hasil
furnace menunjukkan gas hasil berisi gas metan 1,5 kgmol/jam. Jika suhu gas umpan
27
o
C dan suhu gas keluar dari ruang pembakaran 327
o
C, tentukan panas yang
dibutuhkan/dihasilkan dari ruang pembakaran itu.
3. Reaktor digunakan untuk mengoksidasi SO
2
menjadi SO
3
. Umpan terdiri atas 12% SO
2
,
8% O
2
, dan 80% N
2
dengan suhu umpan 427
o
C. Jika konversi SO
2
adalah 50%, dan gas
hasil keluar reaktor pada suhu 527
o
C serta 100 mol/jam gas diumpankan. Tentukan :
a. komposisi gas hasi reaktor.
b. Panas reaksi yang dihasilkan/dibutuhkan reaktor itu.
4. Reaksi amonia dijalankan pada reaktor fase gas, reaksi :
4NH
3
+ 5O
2
4NO + 6H
2
O
Oksigen disuplai dari udara yang diumpankan ke reaktor dengan 25% berlebihan. Jika
diumpankan 100 gmol/jam NH3 dengan suhu 30
o
C dan udara pada suhu 40
o
C. Gas hasil
keluar reaktor pada suhu 50
o
C.
a . Berapa udara umpan?
b . Jika konversi hanya 80%, tentukan komposisi gas hasil!
c .Tentukan panas reaksi reaktor itu!
d . Eksotermis atau endotermiskah reaktor itu?
5. Suatu ketel digunakan untuk membuat uap air. Panas yang digunakan adalah panas
pembakaran gas metan. Gas metan bertekanan 1 atm, suhu 473
o
C dan berkecepatan
38.786 L/j diumpankan ke furnace, sedangkan suhu udara yang diumpankan 373
o
C. Agar
terjadi pembakaran sempurna, udara yang diumpankan 50% berlebihan. Gas hasil
pembakaran keluar furnace pada suhu 1473
o
K. Tentukan :
a. Kecepatan arus udara umpan.
b. Kecepatan dan komposisi gas hasil furnace.
c. Panas yang dihasilkan.

REAKSI ADIABATIS
Reaksi adiabatis adalah reaksi yang dijalankan dalam suatu tempat dimana tidak ada panas
yang tambahkan atau dihilangkan.

Reaksi adiabatis dijalankan dalam reaktor tanpa pemanas maupun pendingin, sehingga:
a. Jika reaksi bersifat endotermis (membutuhkan panas) maka reaksi akan menurunkan suhu
produk reaktor.
b. Jika reaksi bersifat eksotermis (menghasilkan panas) maka reaksi akan menaikkan suhu
produk reaktor.

Neraca Panas reaksi adiabatis:
∆H
R
= 0
∆H
R
= Q1 + Q2 + Q3
Soal:
Gas metan dibakar dengan oksigen dalam suatu reaktor tanpa pendingin. Seratus lima puluh
kgmol/jam umpan terdiri atas 20% metan, 60% O
2
dan 20% CO
2
diumpankan ke reaktor.
Konversi limiting reactant = 90%. Jika suhu gas umpan 50
o
C , tentukan suhu keluar reaktor.

sehingga EP dan EK dapat diabaikan dan NP menjadi : ∆U + ∆PV = Q − W ∆H = ∆U + ∆PV = Q − W ∆H = Q − W H2 – H1 = Q – W Untuk beberapa proses. biasanya nilai W sangat kecil. d. Pada sistem ini. . Panas penguapan (dari fase cair menjadi gas). Cp untuk foods and biological material. dan alat-alat transfer massa lainnya. Cp dalam bentuk grafik.1. Untuk padatan dan gas. b. Panas peleburan ( dari fase padat menjadi cair). Cp = f (T) .4. c. Sistem non alir dianggap terjadi di dalam alat-alat proses. Neraca Energi untuk proses kimia ( non flow system ). Panas kondensasi ( dari fase gas menjadi cair ). appendix D. Heat of reaction. Geankoplis. Macam-macam perubahan entalpi (panas): 1. g∆Ζ + b. Cp merupakan fungsi suhu. H1 = entalpi arus masuk (titik satu). sensible ( panas yang bisa dirasakan perubahan suhunya). yaitu persamaan Bernoulli. Beberapa sumber data-data Cp : a. b. a. 2. Table E. Geankoplis. Himmelblau. Sehingga : H2 – H1 = Q = ∆H Dengan. b. 3. c. Macam-macam entalpi reaksi : a. “ Chemical Engineering”. laten ( panas perubahan fase dengan suhu tetap). biasanya EP dan EK <<< Q dan W. H2 = entalpi arus keluar (titik dua). Panas sublimasi ( dari fase padat menjadi gas ). Kapasitas panas (cp ) = banyaknya panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu setiap satuan massa setiap satuan suhu. c.”Transport Processes and Unit Operation”. reaksi (panas yang dihasilkan atau dibutuhkan pada proses yang melibatkan reaksi kimia). appendix A. Coulson and Richardson. misal alat penukar panas (HE =heat exchanger). Perry. reaktor. Heat of formation. Heat of combustion.2 Ditinjau NP di sistem sekitar titik 1 ke titik 2 : Input = output EP1 + EK1 + U1 + P1V1 + Q = EP2 + EK2 + U2 + P2V2 + W ∆EP + ∆EK + ∆U + ∆PV = Q − W ∆V 2 + ∆U + ∆PV = Q − W 2g Persamaan di atas sering dipakai untuk kasus transportasi fluida.

sedangkan neraca panas proses fisis banyak dipelajari di mata kuliah Perpindahan Panas. 2 passes in tube) HE 1-1 ( 1 pass in shell. skema HE shell and tube: HE 1-2 ( 1 pass in shell. 1 pass in tube) Skema double pipe HE: Co current Counter current .3 Pada kuliah Neraca Massa dan Energi akan banyak mempelajari neraca panas proses kimia.

Sumber data ∆Hof : Table 29. Contoh : Reaksi : NO + ½ O2 NO2 Dari tabel diperoleh ∆HoR = -56. ∆HoC ) produk . ∆HoR berilai positif menunjukkan reaksi membutuhkan panas.Σ ( nj . suhu 25 oC. ∆Hof ) produk .68 KJ Panas reaksi di atas dibaca sebagai berikut : Reaksi di atas menghasilkan panas sebesar 56. Nilai ∆HoR dievaluasi dari nilai ∆Hof (panas pembentukan) atau panas pembakaran (∆HoC ).68 KJ mol NO2 yang dihasilkan dari reaksi Soal : Berapakah panas yang dihasilkan untuk membakar 10 gram NO? Berapakah panas yang dihasilkan untuk membakar 150 gram NO? 2.[ Σ ( ni .Σ ( nj . ∆HoR bernilai negatif menunjukkan reaksi menghasilkan panas. Sumber data ∆HoR : 1. Nilai ∆Hof elemen bebas adalah nol. Felder & Rousseau. Geankoplis.68 KJ = mol NO yang bereaksi = = 56. Himmelblau.wikipedia.org/wiki/Standard_enthalpy_change_of_formation_(data_t able). ∆HoR = panas yang dihasilkan atau dibutuhkan jika reaksi dijalankan pada kondisi standar. P = 1 atm.4 PANAS REAKSI Panas reaksi pada kondisi standar. Appendix B. j = komponen reaktan dari persamaan reaksi Contoh : NO + ½ O2 NO2 reaktan reaktan ] . ∆HoC ) Dengan: i = komponen produk persamaan reaksi. j = komponen reaktan dari persamaan reaksi Hubungan ∆HoR dengan ∆HoC : ∆HoR = .. http://en. Appendix A. Data ∆HoR yang tersedia di tabel. ∆Hof ) Dengan: i = komponen produk persamaan reaksi.68 KJ 1/2mol O2 yang bereaksi 56. Kondisi standar : komponen murni. 1954. ∆HoR = satuan panas setiap satuan mol reaktan yang bereaksi. Appendix F. Hubungan ∆HoR dengan ∆Hof : ∆HoR = Σ ( ni . Hougen Watson.3.

lalu 3. 4. Selanjutnya panas reaksi dihitung. CH4 (g) + 2 O2 (g) → CO2 (g) + 2 H2O (l) 2. suhu produk dinaikkan suhunya sampai suhu keluar reaktor (TP). direaksikan pada kondisi standar (TR). CH4 (g) + 2 O2 (9) → CO2 (g) + 2H2O (g) 3.: 1.: TF REAKTOR TP Panas reaksi kondisi di atas = ∆HR = Q1 + Q2 + Q3 ∆HR TF TP (1) Q3 Q1 TR TR Q2 . suhu umpan (TF) diturunkan atau dinaikkan sampai suhu standar. CO (g) + H2 (g) → CO2 (g) + H2 (g) 4. Jika di reaktor reaksi tidak dijalankan pada kondisi standar. maka dipikirkan: 1. 4FeS2 (s) + 11 O2 (g) → 6. 4 HCl (g) + O2 (g) → 2H2O (l) + 2Cl2 (g) 2Fe2O3 (s) + 8 SO2 (g) 5. kemudian 2.5 SOAL: Hitung panas reaksi pada kondisi standar dari reaksi sbb. Perhitungan panas reaksi digambarkan sbb. C3H8 (l) + 2 O2 (g) → C2H2(g) + CO2 (g) + 3 H2O(l) NERACA PANAS DI SEKITAR REAKTOR Skema reaktor (tempat terjadinya reaksi): feed feed effluent effluent Bacth reactor Reaktor Tangki Berpengaduk (RTB) Continuous flow Stirred Tank Reactor (CSTR) Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) Plug Flow reactor (PFR) Reaktor Alir Pipa (RAP) Jika reaksi tidak dijalankan pada kondisi standar.

F1: SO2 T1=40oC Fu = udara: 21% O2 79% N2 % excess=25% Tu=30oC Reaktor (konverter) SO2 + ½ O2 X = 80% SO3 Produk=P: SO3 = 180 mol/j SO2 O2 N2 Tp=60oC Dicari : Panas yang dihasilkan konverter? b. NM SO3: Input + reaksi = output 0 + reaksi = 180 Jadi SO3 yang dihasilkan dari reaksi = 180 mol/j Berdasarkan persamaan reaksi. dT    i =1  TF  N (2) i = komponen-komponen dalam reaktan. . berapa panas yang dihasilkan konverter itu. Jika digunakan udara berlebihan 25% dan diinginkan SO3 yang terbentuk adalah 180 mol/jam. Jika suhu SO2 umpan adalah 40oC. N = jumlah komponen reaktan ni = mol atau berat reaktan i ( tergantung satuan cp-nya). Q1 = entalpi umpan  TR  = ∑  ni ∫ cpi. Skema: Prediksikan komponen dalam gas hasil berdasarkan data komponen umpan. Oksigen disuplai dari udara. konversi dan excess. Penyelesaian: a. Dianggap berisi 21% mol O2 dan 79% mol N2. Neraca massa di sekitar reaktor: untuk menentukan mol/j setiap komponen di setiap arus. maka: SO2 yang bereaksi = 180 mol/j. 1.6 Dengan. Tentukan kebutuhan SO2 dan udara umpan jika konversi hanya 80%. O2 yang bereaksi = 90 mol/j. = ∆HoR x ( jumlah mol reaktan yang bereaksi) (3) Q3 = entalpi produk =  TP  ∑  mi ∫ cpi. Q2 = panas reaksi pada kondisi standar. Kondisi steady state. Contoh : Suatu konverter digunakan untuk mengoksidasi SO2 menjadi SO3.dT  i =1   TR N (4) Tampak bahwa untuk menyelesaikan neraca panas pada proses kimia perlu diselesaikan terlebih dahulu neraca massanya. Basis perhitungan : SO3 dalam P = 180 mol/j. suhu udara umpan 30oC dan suhu gas keluar konverter adalah 60oC.

4.018 c. kapasitas panas: Cp=a+bT+cT2+dT3.5 . 225) Fu = 669.7 2.018 Reaksi. Panas reaksi pada kondisi standar: ∆HoR.K).21Fu − (0. Neraca Panas. maka: O2 umpan − O2 yg dibutuhkan jika SO2 habis bereaksi 25% = O2 yg dibutuhkan jika SO2 habis bereaksi Darivperhitungan sebelumnya.5 . NM O2: Input – reaksi =output 0. mol/j 0 225 140. Joule/(mol. NM N2: Input = output 0.643 – 90 = 50.21. 3. mol/j 180 180 90 0 Output. maka: SO2 yang bereaksi 180 x = 80% = = SO2 umpan F1 maka. KJ/mol. mol/j 180 45 50.21.625 529. Skema NP: ∆HR=Q T1=40C SO2 Tp=60C SO3 SO2 O2 N2 NP: Q = Q1+ Q2 + Q3 + Q4 Q1 Q4 Tu=30C O2 N2 Q2 Q3 TR=25C Data pendukung yang dibutuhkan: a. 669. NM SO2 : Input – reaksi =output F1 . maka O2 dalam P = 0.180 = output Dari data konversi. Fu – 90 = output Dari data % excess = 25%.018 mol/j. .625 mol/j.643 mol/j Berdasarkan NM O2. SO2 umpan = 225 mol/j 0. Rekapitulasi NM di sekitar reaktor: Komponen SO3 SO2 O2 N2 Umpan.625 529. menentukan panas yang dihasilkan reaktor (Q). b. 225) 25% = (0. F1 = 225 mol/j Berdasarkan NM SO2. maka SO2 dalam P = 225 – 180 = 45 mol/j.79 Fu = output maka N2 dalam P = 529.

∫ cp .. Maka.Jo ule/j (dilanjutkan sendiri) 298 298 ..12E-04 d -1.68.46E-01 c 1. cp .75E-05 2...10 . ..53 o Sumber: appendix Coulson& Richardson Vol. dT ] + [ n ...10 T ..5 T 2 ..10 . dT ] SO3produk SO3 298 333 = ∫ [A + BT + CT 2 + DT 3 ]. ∫ cp O2 .96E-05 -1. ∫ cpS . dT ] + N Produk N2 298 2 333 [n . KJ/mol 0.853(298 .68E-06 -1....07E-08 -1. ∫ cp ... .10 T ) dT 303 298 = ∫ 20431. maka.4..53 –(-297. dT 298 Q4 = . .5 1..35E-02 6.....018 ( 31...10 . dT ∫ SO umpan SO2 40 + 273 2   6.3..7..70.... 180 = ..10 .17726.. ∫ cp .00 0.14226T + 1663.10 .8 Komponen O2 N2 SO2 SO3 a 28.317 ..17E-08 1.68E-05 -4.852 16.05 -395.33E-08 3.313) + (298 2 − 313 2 ) + (298 3 − 3133 ) + (298 4 − 313 4 ) 2 3 4     = . Perhatikan satuannya.98.. dT ] + O Produk 298 2 333 [n . dT ] O umpan O2 N umpan N2 30 + 273 30 + 273 2 2 298 = ∫ 140.17.106 .6 T + 1. maka harus ada panas yang dihilangkan sebesar Q KJ/j melalui pendinginan reaktor. Wajib diselesaikan sendiri.2 .8 = 225 23. ..10 ...5 T 2 .15 ..10 .mol Hal ini menunjukkan reaksinya eksotermis.. ∆HoR = (-395.15 23. ∫ cp .1..40 KJoule/j R 60 + 273 Q4 = [n . Q = ..68.00 -297..24E-08 ∆H f.. Jika suhu produk dipertahankan 60oC.8 T 3 ) dT + 303 298 -2 -5 2 -8 3 ∫ 529.37 b -3.625 ( 28...1..42.Jou le/j Q2 = [n Q3 = ∇H o (mol SO2 yang bereaksi) = ...35.10 T + 2.769.48 Kjoule.05+0)) = -98.96.1.106 31.6.....48 .. dT ] + SO produk O2 298 2 333 [n .33.86.70E-02 1.10 .07. Q1 = n 298 .75.8 T 3 ) dT 303 = .

. Reaksi amonia dijalankan pada reaktor fase gas. 60% O2 dan 20% CO2 diumpankan ke reaktor. 8% O2. Jika konversi hanya 80%. Reaksi adiabatis dijalankan dalam reaktor tanpa pemanas maupun pendingin. Eksotermis atau endotermiskah reaktor itu? 5. b. Berapa udara umpan? b . udara yang diumpankan 50% berlebihan.Tentukan panas reaksi reaktor itu! d . Seratus lima puluh kgmol/jam umpan terdiri atas 20% metan. dan gas hasil keluar reaktor pada suhu 527oC serta 100 mol/jam gas diumpankan. Gas hasil keluar reaktor pada suhu 50oC. Panas yang digunakan adalah panas pembakaran gas metan. 60% O2 dan 20% CO2 diumpankan ke furnace. Jika diumpankan 100 gmol/jam NH3 dengan suhu 30oC dan udara pada suhu 40oC. Jika reaksi bersifat eksotermis (menghasilkan panas) maka reaksi akan menaikkan suhu produk reaktor. Kecepatan arus udara umpan. 60% O2 dan 20% CO2 diumpankan ke reaktor. Panas yang dihasilkan. reaksi : 4NO + 6H2O 4NH3 + 5O2 Oksigen disuplai dari udara yang diumpankan ke reaktor dengan 25% berlebihan. Jika suhu gas umpan 50oC dan suhu gas keluar dari ruang pembakaran 190oC. dan 80% N2 dengan suhu umpan 427oC. Suatu ketel digunakan untuk membuat uap air. Jika konversi SO2 adalah 50%. komposisi gas hasi reaktor. tentukan komposisi gas hasil! c . 4. Jika suhu gas umpan 50oC . tentukan suhu keluar reaktor. Seratus lima puluh kgmol/jam umpan terdiri atas 20% metan. REAKSI ADIABATIS Reaksi adiabatis adalah reaksi yang dijalankan dalam suatu tempat dimana tidak ada panas yang tambahkan atau dihilangkan. suhu 473oC dan berkecepatan 38. Konversi limiting reactant = 90%. Jika suhu gas umpan 27oC dan suhu gas keluar dari ruang pembakaran 327oC. sehingga: a. Hasil analisis gas hasil furnace menunjukkan gas hasil berisi gas metan 1. sedangkan suhu udara yang diumpankan 373oC. 3. b. c. Gas metan dibakar dengan oksigen. Gas metan dibakar dengan oksigen. Reaktor digunakan untuk mengoksidasi SO2 menjadi SO3. Gas hasil pembakaran keluar furnace pada suhu 1473oK. Seratus lima puluh kgmol/jam umpan terdiri atas 20% metan. Neraca Panas reaksi adiabatis: ∆HR = 0 ∆HR = Q1 + Q2 + Q3 Soal: Gas metan dibakar dengan oksigen dalam suatu reaktor tanpa pendingin. Jika reaksi bersifat endotermis (membutuhkan panas) maka reaksi akan menurunkan suhu produk reaktor. Tentukan : a. Kecepatan dan komposisi gas hasil furnace.786 L/j diumpankan ke furnace. b. Konversi limiting reactant = 90%.5 kgmol/jam. Panas reaksi yang dihasilkan/dibutuhkan reaktor itu. tentukan panas yang dibutuhkan/dihasilkan dari ruang pembakaran itu. Tentukan : a. Gas metan bertekanan 1 atm. a . Agar terjadi pembakaran sempurna.9 SOAL LATIHAN DENGAN REAKSI KIMIA 1. tentukan panas yang dibutuhkan/dihasilkan dari ruang pembakaran itu. 2. Umpan terdiri atas 12% SO2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful