P. 1
Makalah Sistem Pemerintahan Daerah

Makalah Sistem Pemerintahan Daerah

|Views: 50|Likes:
Published by Adipati Bonorowo

More info:

Published by: Adipati Bonorowo on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

makalah sistem pemerintahan daerah

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pemerintah selaku pemegang kekuasaan eksekutiI dibedakan dalam dua pengertian yuridis,
yakni:
1. $elaku alat kelengkapan negara yang bertindak untuk dan atas nama negara yang
kekuasaannya melekat pada kedudukan seorang kepala negara.
2. $elaku pemegang kekuasaan tertinggi atas penyelenggaraan pemerintahan atau selaku
administrator negara (pejabat atau badan atas usaha negara)

Pemerintahan adalah berkenaan dengan sistem, Iungsi, cara, perbuatan, kegiatan, urusan, atau
tindakan memerintah yang dilakukan atau diselenggarakan atau dilaksanakan oleh
pemerintah. EksekutiI adalah cabang kekuasaan dalam negara yang melaksanakan kebijakan
publik (kenegaraan dan atau pemerintahan) melalui peraturan perundang-undangan yang
telah ditetapkan oleh lembaga legislatiI maupun atas inisiatiI sendiri.
Administrasi (negara) adalah badan atau jabatan dalam lapangan kekuasaan eksekutiI yang
mempunyai kekuasaan mandiri berdasarkan hukum untuk melakukan tindakan-tindakan, baik
di lapangan pengaturan maupun penyelenggaraan administrasi (negara).
Berkaitan hubungan antara pemerintahan dan administrasi negara, maka didalam organisasi
modern sebagaimana negara dan perangkatnya, Max Weber mengintroduksi terminologi
birokrasi dengan mengatakan sebagai berikut: (Dahl, 1994: 13)
Pemerintah tidak lain adalah yang berhasil menopang klaim bahwa perintahlah yang secara
eksklusiI berhak menggunakan kekuatan Iisik untuk memaksakan aturan-aturannya dalam
suatu batas wilayah tertentu. $edangkan dalam pelaksanaan organisasi pemerintahan dibentuk
birokrasi.
Tugas pokok pemerintahan adalah pelayanan yang membuahkan kemandirian, pembangunan
menciptakan kemakmuran. $edangkan Birokrasi itu sendiri dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu:
1. Birokrasi patrimonial yang berIungsi berdasarkan nilai-nilai tradisional yang tidak
memisahkan antara tugas, wewenang, dan tanggung jawab dinas dengan urusan
pribadi pejabat.
2. Birokrasi modern (rasional) dicirikan dengan adanya spesialisasi, hukum, pemisahan
tugas dinas dan urusan pribadi.

Lebih jauh berkaitan dengan birokrasi publik di Indonesia, MiItah Thoha (MiItah Thoha,
2000: 4-5) memberikan catatan tentang restrukturisasi dan reposisi birokrasi publik.
$ekurangnya terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aspek penegakan demokrasi,
aspek perubahan sistem politik, dan aspek perkembangan teknologi inIormasi.
1. Aspek Penegakan Demokrasi: Prinsip demokrasi yang paling urgen adalah
meletakkan kekuasaan pada rakyat dan bukan pada penguasa. Oleh karena itu struktur
kelembagaan pemerintah yang disebut birokrasi tidak dapat lepas dari kontrol rakyat.
Wujud kekuasaan dan peran rakyat ialah bahwa pada setiap penyusunan birokrasi
harus berdasarkan undang-undang. Berdasarkan undang-undang, rakyat terlibat dalam
mendesain dan menetapkan lembaga-lembaga pemerintahan atau birokrasi di pusat
maupun di daerah.
2. Aspek Perubahan $istem Politik: Era reIormasi saat ini sungguh menghadapi
persoalan kondisi mental, sikap dan perilaku politik warisan rezim terdahulu terutama
dalam kerangka single majority Golongan Karya. Pada masa orde baru semua posisi
jabatan dalam organisasi publik ditempati oleh kader-kader Golkar. Oleh karena itu
tidak dapat dibedakan manakah yang 'birokrat tulen¨ dan manakah 'birokrat
partisan¨ $truktur organisasi publik berkembang antara pejabat birokrasi dan pejabat
politik. $emua organisasi pemerintah dikaburkan antara jabatan karier dan nonkarier,
antara jabatan birokrasi dan jabatan politik.
3. Aspek Perkembangan Teknologi InIormasi: Kemajuan jaman dan perubahan global
telah menjadikan cara kerja suatu birokrasi dengan menggunakan teknologi inIormasi.
Cara demikian telah menciptakan 'birokrasi tanpa batas dan tanpa kertas¨
Berdasarkan kondisi demikian, maka tatanan organisasi akan berubah menjadi lebih
pendek dan ramping. $esuai dengan asas demokrasi, kewenangan birokrasi menjadi
tidak hanya berada pada tataran penguasa melainkan tersebar dimana-mana
(decentralized). Birokrasi tanpa batas dan tanpa kertas telah menjadikan birokrasi
tidak lagi secara tegas mengikuti garis hirarki. $truktur organisasi bersiIat ad-hoc,
komite, dan matrik akan menjadi model organisasi mendatang, yang sering disebut
sebagai organisasi struktur logis (logical structure).

Menurut Max Weber (Dahl, 1994:13),
pemerintah tidak lain adalah yang berhasil menopang klaim bahwa perintahlah yang secara
eksklusiI berhak menggunakan kekuatan Iisik untuk memaksakan aturan-aturannya dalam
suatu batas wilayah tertentu. $edangkan dalam pelaksanaan organisasi pemerintahan dibentuk
birokrasi.
$edangkan tugas pokok pemerintahan adalah pelayanan yang membuahkan kemandirian,
pembangunan menciptakan kemakmuran
Pada suatu pemerintahan terdapat Iungsi legislasi. Fungsi legislasi secara umum adalah
Iungsi untuk membuat peraturan perundang-undangan atau pembuatan kebijakan. Mengacu
pada pengertian ini, kewenangan legislasi sebenarnya tidak hanya dimiliki oleh parlemen
(DPR/DPRD), tetapi juga oleh institusi-institusi lain seperti eksekutiI serta yudikatiI. Akan
tetapi kajian modul ini hanya akan berIokus pada peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) dalam proses penyusunan Peraturan Daerah (Perda).
$esuai dengan UU nomor 22 tahun 2003 (tentang $usunan Dan Kedudukan Majelis
Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), DPRD merupakan sebuah lembaga perwakilan rakyat
yang berkedudukan sebagai lembaga pemerintahan daerah provinsi/kabupaten/kota. Dalam
UU nomor 32 tahun 2004 (tentang Pemerintahan Daerah) menyebutkan DPRD sebagai
lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di
daerah. $ebagai sebuah lembaga pemerintahan di daerah atau unsur penyelenggara
pemerintahan di daerah, DPRD mempunyai Iungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.
Untuk Iungsi legislasi sendiri, terdapat beberapa peraturan perundangan yang mengatur
pelaksanaan Iungsi ini, antara lain:
1. Undang-Undang nomor 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-
undangan
2. Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib
DPRD

Fungsi legislasi dari DPRD adalah bersama-sama dengan Kepala Daerah membuat dan
menetapkan Perda, yang berIungsi sebagai:
1. Perda sebagai arah pembangunan
$ebagai kebijakan publik tertinggi di daerah, Perda harus menjadi acuan seluruh kebijakan
publik yang dibuat termasuk didalamnya sebagai acuan daerah dalam menyusun program
pembangunan daerah. Contoh konkritnya adalah Perda tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang (RPJP) Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) atau
Rencana $trategik Daerah (REN$TRADA).
2. Perda sebagai Arah Pemerintahan di Daerah
$esuai dengan Tap MPR Nomor XI tahun 1998 serta UU Nomor 28 tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN, maka ditetapkan asas-asas umum
penyelenggaraan negara yang baik (good governance). Dalam penerapan asas tersebut untuk
penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih dan bebas dari KKN, maka asas-asas
tersebut merupakan acuan dalam penyusunan Perda sebagai peraturan pelaksanaannya di
daerah.
Fungsi penganggaran merupakan salah satu Iungsi DPRD yang diwujudkan dengan
menyusun dan menetapkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) bersama-sama
pemerintah daerah. Dalam melaksanakan Iungsi penganggaran tersebut DPRD harus terlibat
secara aktiI, proaktiI, bukan reaktiI, dan bukan hanya sebagai lembaga legitimasi usulan
APBD yang diajukan pemerintah daerah.
Fungsi penganggaran memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan
kesejahteraan rakyat, karena APBD yang dihasilkan oleh Iungsi penganggaran DPRD
memiliki Iungsi sebagai berikut:
1. APBD sebagai Iungsi kebijakan Iiskal
$ebagai cerminan kebijakan Iiskal, APBD memiliki 3 (tiga) Iungsi utama, yaitu:
a. Fungsi alokasi
Fungsi alokasi mengandung arti bahwa APBD harus diarahkan untuk menciptakan lapangan
kerja/mengurangi pengangguran, mengurangi pemborosan sumber daya, serta meningkatkan
eIisiensi dan eIektivitas perekonomian. APBD harus dialokasikan sesuai dengan skala
prioritas yang telah ditetapkan.
b. Fungsi distribusi
Fungsi distribusi mengandung arti bahwa kebijakan APBD harus memperhatikan rasa
keadilan dan kepatutan. Jika Iungsi distribusi APBD berjalan dengan baik, maka APBD dapat
mengurangi ketimpangan dan kesenjangan dalam berbagai hal.
c. Fungsi stabilisasi
Fungsi stabilisasi mengandung arti bahwa APBD merupakan alat untuk memelihara dan
mengupayakan keseimbangan Iundamental perekonomian daerah.
2. APBD sebagai Iungsi investasi daerah
Dalam pandangan manajemen keuangan daerah, APBD merupakan rencana investasi daerah
yang dapat meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu,
APBD harus disusun sebaik mungkin agar dapat menghasilkan eIek ganda (multiplier eIIect)
bagi peningkatan daya saing daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan
rakyat secara berkesinambungan.
3. APBD sebagai Iungsi manajemen pemerintahan daerah
$ebagai Iungsi manajemen pemerintahan daerah, APBD mempunyai Iungsi sebagai pedoman
kerja, alat pengendalian (control), dan alat ukur kinerja bagi pemerintah daerah. Dengan kata
lain, dipandang dari sudut Iungsi manajemen pemerintah daerah, APBD memiliki Iungsi
perencanaan, otorisasi, dan pengawasan. Dalam penjelasan PP Nomor 58/2005, Iungsi
perencanaan, otorisasi, dan pengawasan dideIinisikan sebagai berikut:
a. Fungsi perencanaan mengandung arti bahwa anggaran daerah menjadi
pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang
bersangkutan.
b. Fungsi otorisasi mengandung arti bahwa anggaran daerah menjadi dasar untuk
melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.
c. Fungsi pengawasan mengandung arti bahwa anggaran daerah menjadi
pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan
daerah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Uraian di atas memberikan gambaran jelas bahwa Iungsi penganggaran memiliki peranan
yang sangat penting dalam pembangunan daerah. $elain itu, Iungsi penganggaran yang baik
mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pengawasan
adalah mutlak diperlukan, sebab pengawasan merupakan salah satu kegiatan dalam rangka
upaya pencegahan. Jadi norma pengawasan harus benar-benar diatur secara rinci, sistematis,
dan jelas, baik menyangkut instansi/pajabat pangawas, obyek pengawasan, prosedur (tata
cara), koordinasi, persyaratan, dan akibat pengawasan.
Pengawasan terhadap kegiatan usaha ini sekurang-kurangnya meliputi 3 (tiga) aspek, yaitu:
1. Pemantauan penaatan (compliance monitoring).
2. Pengamatan dan pemantauan lapangan.
3. Evaluasi.

Paling tidak ada empat Iaktor yang menentukan hubungan pusat dan daerah dalam otonomi
daerah menurut Bagir Manan (2002) yaitu hubungan kewenangan, hubungan keuangan,
hubungan pengawasan dan hubungan yang timbul dari susunan organisasi pemerintahan di
daerah. Dikaitan dengan topik kajian ini yang, maka uraian berikut akan lebih menitik
beratkan pada hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan.
ubungan kewenangan, antara lain bertalian dengan cara pembagian urusan penyelenggaraan
pemerintahan atau cara menentukan urusan rumah tangga daerah. Cara penentuan ini akan
mencerminkan suatu bentuk otonomi terbatas atau otonomi luas. Dapat digolongkan sebagai
otonomi terbatas apabila:
Pertama, urusan-urusan rumah tangga daerah ditentukan secara kategoris dan
pengembangannya diatur dengan cara tertentu pula.
Kedua, sistem supervisi dan pengawasan dilakukan sedemikian rupa, sehingga daerah
otonom kehilangan kemandirian untuk menentukan secara bebas cara-cara mengatur dan
mengurus rumah tangga daerahnya.
Ketiga, sistem hubungan keuangan antara pusat dan daerah dilakukan sepihak oleh Pusat,
sehingga dapat menimbulkan pengaruh pada keuangan daerah.
UU Nomor 22 Tahun 1999 sangat mengendorkan sistem pengawasan. Dalam Penjelasan
Umum angka 10 menyatakan:
'. sedangkan pengawasan lebih ditekankan pada pengawasan represiI untuk lebih memberi
kebebasan kepada daerah otonom dalam mengambil keputusan serta memberikan peran
kepada DPRD dalam mewujudkan Iungsinya sebagai badan pengawas terhadap pelaksanaan
otonomi daerah.¨
Karena itu peraturan daerah yang ditetapkan daerah otonom tidak memerlukan pengesahan
terlebih dahulu oleh pejabat yang berwenang. Meniadakan syarat pengesahan (preventieI
toezicht) dapat menimbulkan masalah hukum yang rumit
B.Keuangan Daerah
Keuangan daerah merupakan bagian integral dari keuangan negara dalam pengalokasian
sumber-sumber ekonomi, pemerataan hasil-hasil pembangunan dan menciptakan stabilitas
ekonomi guna stabilitas sosial politik. Peranan keuangan daerah menjadi semakin penting
karena adanya keterbatasan dana yang dapat dialihkan ke daerah berupa subsidi dan bantuan.
$elain itu juga karena semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi daerah yang
pemecahannya membutuhkan partisipasi aktiI dari masyarakat di daerah. Peranan keuangan
daerah akan dapat meningkatkan kesiapan daerah untuk mendorong terwujudnya otonomi
daerah yang lebih nyata dan bertanggungjawab.
Mamesah (1995: 16) mengemukakan bahwa keuangan negara ialah semua hak dan kewajiban
yang dapat dinilai dengan uang, demikian pula segala sesuatu baik berupa uang maupun
barang yang dapat dijadikan kekayaan negara berhubungan dengan pelaksanaan hak dan
kewajiban tersebut. Kekayaan daerah ini sepanjang belum dimiliki atau dikuasai oleh negara
atau daerah yang lebih tinggi, serta pihak-pihak lain sesuai dengan ketentuan dan peraturan
perundangan yang berlaku.
Pemerintah daerah sebagai sebuah institusi publik dalam kegiatan pemerintahan,
pembangunan dan kemasyarakatan memerlukan sumber dana atau modal untuk dapat
membiayai pengeluaran pemerintah tersebut (goverment expenditure) terhadap barang-
barang publik (public goods) dan jasa pelayanan. Tugas ini berkaitan erat dengan kebijakan
anggaran pemerintah yang meliputi penerimaan dan pengeluaran.
Pemerintah dalam melaksanakan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab
memerlukan dana yang cukup dan terus meningkat sesuai dengan meningkatnya tuntutan
masyarakat, kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Dana tersebut diperoleh melalui
kemampuan menggali sumber-sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan
keuangan pusat dan daerah sebagai sumber pembiayaan. Oleh karena itu, keuangan daerah
merupakan tolak ukur bagi penentuan kapasitas dalam menyelenggarakan tugas-tugas
otonomi, di samping tolak ukur lain seperti kemampuan sumber daya alam, kondisi
demograIi, potensi daerah, serta partisipasi masyarakat.
Tujuan utama pengelolaan keuangan daerah, yaitu (1) tanggung jawab, (2) memenuhi
kewajiban keuangan, (3) kejujuran, (4) hasil guna, dan (5) pengendalian (Binder, 1984: 279).
Dalam upaya pemberdayaan pemerintah daerah saat ini, maka perspektiI perubahan yang
diinginkan dalam pengelolaan keuangan daerah dan anggaran daerah adalah sebagai berikut
(Mardiasmo, 2000: 3) :
1. Pengelolaan keuangan daerah harus bertumpu pada kepentingan publik (public
oriented). al tersebut tidak hanya terlihat dari besarnya pengalokasian anggaran
untuk kepentingan publik, tetapi juga terlihat dari besarnya partisipasi masyarakat
(DPRD) dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan daerah.
2. Kejelasan tentang misi pengelolaan keuangan daerah pada umumnya dan anggaran
daerah pada khususnya.
3. Desentralisasi pengelolaan keuangan dan kejelasan peran serta dari partisipasi yang
terkait dalam pengelolaan anggaran, seperti DPRD, Kepala Daerah, $ekda dan
perangkat daerah lainnya.
4. Kerangka hukum dan administrasi atas pembiayaan, investasi dan pengelolaan
keuangan daerah berdasarkan kaidah mekanisme pasar, value Ior money, transparansi
dan akuntabilitas.
5. Kejelasan tentang kedudukan keuangan DPRD, Kepala Daerah, dan PN$, baik rasio
maupun dasar pertimbangannya.
6. Ketentuan tentang bentuk dan struktur anggaran, anggaran kinerja dan anggaran multi
tahunan.
7. Prinsip pengadaan dan pengelolaan barang-barang daerah yang lebih proIesional.
8. Prinsip akuntansi pemerintah daerah, laporan keuangan, peran DPRD, peran akuntan
publik dalam pengawasan, pemberian opini dan rating kinerja anggaran, serta
transparansi inIormasi anggaran kepada publik.
9. Aspek pembinaan dan pengawasan yang meliputi batasan pembinaan, peran asosiasi
dan peran anggota masyarakat guna pengembangan proIesionalisme aparat
pemerintah daerah.
10.Pengembangan sistem inIormasi keuangan daerah untuk menyediakan inIormasi
anggaran yang akurat dan komitmen pemerintah daerah terhadap penyebarluasan
inIormasi, sehingga memudahkan pelaporan dan pengendalian, serta mempermudah
mendapatkan inIormasi.









BAB II
OTONOMI DAERAH

A.Arti Otonomi Daerah
Istilah otonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu outus yang berarti sendiri dan
nomos berarti undang-undang. Menurut perkembangan sejarah pemerintahan di Indonesia,
otonomi selain mengandung arti perundang-undangan juga mengandung arti pemerintahan
atau perundang-undangan sendiri (Pamudji, 1982: 45).
$esuai dengan Pasal 1 butir (h) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, menyebutkan bahwa otonomi daerah adalah
kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut
prakarsa sendiri atau aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Tujuan pemberian otonomi daerah adalah untuk memungkinkan daerah yang bersangkutan
mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri dalam rangka meningkatkan daya guna dan
hasil guna penyelenggaraan pemerintahan bagi pelayanan masyarakat dan pelaksanaan
pembangunan. Untuk melaksanakan tujuan itu, maka kepada daerah diberikan wewenang
untuk melaksanakan urusan pemerintahan.
Untuk pemerintah Propinsi hanya diberikan otonomi terbatas yang meliputi kewenangan
lintas kabupaten dan kota. $elain itu, kewenangan yang tidak atau belum dilaksanakan oleh
daerah kabupaten atau kota, serta kewenangan bidang pemerintahan tertentu lainnya (Pasal 9
ayat 1 dan 2 UU No. 32 Tahun 2004).
al tersebut menunjukkan bahwa otonomi daerah merupakan hak, wewenang dan kewajiban
daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri. Ini berguna untuk peningkatan
eIektivitas dan eIisiensi penyelenggaraan pemerintahan di daerah dalam rangka pelayanan
terhadap masyarakat dan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. Untuk dapat
mencapainya, maka titik berat otonomi diletakkan di daerah kabupaten dan daerah kota
dengan pertimbangan bahwa daerah kabupaten atau kota langsung berhubungan dengan
masyarakat.
Menurut Utomo (2000), seluruh khasanah politik dan pemerintahan di Indonesia, termasuk
manajemem pemerintahan daerah, membicarakan mengenai otonomi, desentralisasi atau
demokrasi lokal yang harus menitik beratkan adanya kewenangan. Dengan kewenangan yang
dimiliki, akan memotivasi daerah untuk menumbuhkan inisiatiI dan kreativitas tidak saja
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga untuk tercapainya kemandirian daerah.
Meskipun tidak dapat ditolak bahwa penyelenggaraan manajemen pemerintahan daerah
diperlukan adanya keuangan yang cukup memadai. al ini dapat terjadi suatu polemik 'apa
artinya kewenangan apabila tidak ada uang atau sebaliknya apa artinya memiliki uang kalau
tidak memiliki kewenangan¨.
Kewenangan menjadi central issues dalam pelaksanaan otonomi karena untuk
mengembalikan kekuasaan dari tangan penguasa kepada kedaulatan rakyat. Di samping itu,
untuk menumbuhkan kemandirian dan pemberdayaan daerah dan masyarakat daerah. $elama
beberapa tahun yang lalu, kewenangan belum pernah dirasakan dan dipegang oleh daerah,
sehingga tidaklah mengherankan apabila di era reIormasi sering terjadi adanya euphoria yang
berlebihan ataupun juga deIence mechanism yang terlalu ketat padahal kewenangan belum
secara nyata dilimpahkan.
Pada prinsipnya, hakekat otonomi daerah ialah mempunyai sumber keuangan sendiri,
mengelola dan menggunakannya untuk melaksanakan tugas otonomi, serta mempunyai
anggaran belanja yang ditetapkan sendiri. Dalam pelaksanaan otonomi daerah, ada tiga Iaktor
yang menentukan, yaitu perangkat, personalia, dan pembiayaan atau pendanaan daerah
B.Prinsip-Prinsip Otonomi Daerah
Agar dalam penyelenggaraan otonomi daerah yang menitik beratkan pada Daerah
sesuai dengan tujuannya, seperti yang dijelaskan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 bahwa penyelenggaraan pemerintah daerah mempunyai prinsip
sebagai berikut:
1. Penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan memperhatikan aspek
demokrasi, keadilan, pemerataan, potensi dan keanekaragaman daerah.
2. Pelaksanaan otonomi daerah didasarkan pada otonomi luas, nyata dan
bertanggung jawab.
3. Pelaksanaan otonomi daerah yang luas dan utuh diletakkan pada daerah
kabupaten dan kota, sedangkan untuk propinsi merupakan otonomi yang
terbatas.
4. Pelaksanaan otonomi daerah harus sesuai dengan konstitusi negara, sehingga
tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daerah, serta antar
daerah.
5. Pelaksanaan otonomi daerah harus lebih meningkatkan kemandirian daerah
otonom dan karenanya dalam daerah kabupaten dan daerah kota tidak ada bagi
wilayah administrasi.
6. Pelaksanaanh otonomi daerah harus lebih meningkatkan peranan dan Iungsi
badan legislatiI daerah, baik Iungsi legislatiI, Iungsi pengawas maupun Iungsi
anggaran atas penyelenggaraan pemerintah daerah.
7. Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah propinsi dalam
kedudukannya sebagai wilayah administratiI untuk melaksanakan kewenangan
pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil
pemerintah.

Berdasarkan prinsip tersebut di atas, maka dapat diartikan bahwa peranan pemerintah daerah
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah cukup besar. Terutama
dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, akan tetapi masih tetap dalam kerangka
memperkokoh negara kesatuan sesuai dengan konstitusi yang berlaku. Prinsip-prinsip
tersebut perlu dipahami oleh setiap aparatur pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan
terhadap masyarakat dan pemerintah pusat sebagai perumus kebijaksanaan.
.Keberhasilan Otonomi Daerah
Untuk mengetahui apakah suatu daerah otonom mampu mengatur dan mengurus
rumah tangganya sendiri, $yamsi (1986: 199) menegaskan beberapa ukuran sebagai berikut:
1. Kemampuan struktural organisasi
$truktur organisasi pemerintah daerah harus mampu menampung segala aktivitas dan tugas-
tugas yang menjadi beban dan tanggung jawabnya, jumlah dan ragam unit cukup
mencerminkan kebutuhan, pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang cukup
jelas.
2. Kemampuan aparatur pemerintah daerah
Aparat pemerintah daerah harus mampu menjalankan tugasnya dalam mengatur dan
mengurus rumah tangga daerah. Keahlian, moral, disiplin dan kejujuran saling menunjang
tercapainya tujuan yang diinginkan.
3. Kemampuan mendorong partisipasi masyarakat
Pemerintah daerah harus mampu mendorong masyarakat agar memiliki kemauan untuk
berperan serta dalam kegiatan pembangunan.
4. Kemampuan keuangan daerah
Pemerintah daerah harus mampu membiayai kegiatan pemerintahan, pembangunan dan
kemasyarakatan secara keseluruhan sebagai wujud pelaksanaan, pengaturan dan pengurusan
rumah tangganya sendiri. $umber-sumber dana antara lain berasal dari PAD atau sebagian
dari subsidi pemerintah pusat.
Keberhasilan suatu daerah menjadi daerah otonomi dapat dilihat dari beberapa hal yang
mempengaruhi (Kaho, 1998), yaitu Iaktor manusia, Iaktor keuangan, Iaktor peralatan, serta
Iaktor organisasi dan manajerial. Pertama, manusia adalah Iaktor yang esensial dalam
penyelenggaraan pemerintah daerah karena merupakan subyek dalam setiap aktivitas
pemerintahan, serta sebagai pelaku dan penggerak proses mekanisme dalam sistem
pemerintahan. Kedua, keuangan yang merupakan bahasan pada lingkup penulisan ini sebagai
Iaktor penting dalam melihat derajat kemandirian suatu daerah otonom untuk dapat
mengukur, mengurus dan membiayai urusan rumah tangganya. Ketiga, peralatan adalah
setiap benda atau alat yang dipergunakan untuk memperlancar kegiatan pemerintah daerah.
Keempat, untuk melaksanakan otonomi daerah dengan baik maka diperlukan organisasi dan
pola manajemen yang baik.
Kaho (1998) menegaskan bahwa Iaktor yang sangat berpengaruh dalam pelaksanaan otonomi
daerah ialah manusia sebagai pelaksana yang baik. Manusia ialah Iaktor yang paling esensial
dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagai pelaku dan penggerak proses
mekanisme dalam sistem pemerintahan. Agar mekanisme pemerintahan dapat berjalan
dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka manusia atau subyek harus baik
pula. Atau dengan kata lain, mekanisme pemerintahan baik daerah maupun pusat hanya dapat
berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan seperti yang diinginkan apabila manusia
sebagai subyek sudah baik pula.
$elanjutnya, Iaktor yang kedua ialah kemampuan keuangan daerah yang dapat mendukung
pembiayaan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Mamesah mengutip
pendapat Manulang (1995: 23) yang menyebutkan bahwa dalam kehidupan suatu negara,
masalah keuangan negara sangat penting. $emakin baik keuangan suatu negara, maka
semakin stabil pula kedudukan pemerintah dalam negara tersebut. $ebaliknya kalau kondisi
keuangan negara buruk, maka pemerintah akan menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan
dalam menyelenggarakan segala kewajiban yang telah diberikan kepadanya.
Faktor ketiga ialah anggaran, sebagai alat utama pada pengendalian keuangan daerah,
sehingga rencana anggaran yang dihadapkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) harus tepat dalam bentuk dan susunannya. Anggaran berisi rancangan yang dibuat
berdasarkan keahlian dengan pandangan ke muka yang bijaksana, karena itu untuk
menciptakan pemerintah daerah yang baik untuk melaksanakan otonomi daerah, maka mutlak
diperlukan anggaran yang baik pula.
Faktor peralatan yang cukup dan memadai, yaitu setiap alat yang dapat digunakan untuk
memperlancar pekerjaan atau kegiatan pemerintah daerah. Peralatan yang baik akan
mempengaruhi kegiatan pemerintah daerah untuk mencapai tujuannya, seperti alat-alat
kantor, transportasi, alat komunikasi dan lain-lain. Namun demikian, peralatan yang memadai
tersebut tergantung pula pada kondisi keuangan yang dimiliki daerah, serta kecakapan dari
aparat yang menggunakannya.
Faktor organisasi dan manajemen baik, yaitu organisasi yang tergambar dalam struktur
organisasi yang jelas berupa susunan satuan organisasi beserta pejabat, tugas dan wewenang,
serta hubungan satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Manajemen
merupakan proses manusia yang menggerakkan tindakan dalam usaha kerjasama, sehingga
tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai. Mengenai arti penting dari manajemen terhadap
penciptaan suatu pemerintahan yang baik, mamesah (1995 : 34) mengatakan bahwa baik atau
tidaknya manajemen pemerintah daerah tergantung dari pimpinan daerah yang bersangkutan,
khususnya tergantung kepada Kepala Daerah yang bertindak sebagai manajer daerah.




BAB III
PENUTUP
ReIormasi di segala bidang yang di dukung oleh masyarakat dalam mensikapi
permasalahan yang terjadi, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah menyebabkan
lahirnya otonomi daerah sebagai salah satu tuntutan reIormasi.

Indonesia memasuki Era Otonomi Daerah dengan diterapkannya Undang-undang Nomor
22 Tahun 1999 (kamudian menjadi UU No.32 Tahun 2004) tentang Pemerintahan Daerah
dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 (kemudian menjadi UU No.33 Tahun 2004 )
tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Dalam UU No.32 Tahun 2004 dijelaskan bahwa otonomi daerah menggunakan prinsip
otonomi seluas-luasnya dalam arti daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur
semua urusan pemerintahan di luar urusan pemerintah pusat yang ditetapkan dalam undang-
undang tersebut. $elain itu juga dilaksanakan pula dengan prinsip otonomi yang nyata dan
bertanggung jawab. Prinsip otonomi nyata adalah suatu prinsip yang menegaskan bahwa
urusan pemerintahan dilaksanakan berdasarkan tugas, wewenang dan kewajiban yang
senyatanya telah ada dan berpotensi untuk tumbuh, hidup, dan berkembang sesuai dengan
potensi dan kekhasan daerah. Adapun yang dimaksud dengan otonomi yang bertanggung
jawab adalah otonomi yang dalam penyelenggaraannnya harus benar-benar sejalan dengan
tujuan dan maksud pemberian otonomi yang pada dasarnya untuk memberdayakan daerah
termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagai bagian utama dari tujuan nasional.

Penyelenggaraan otonomi daerah harus selalu berorientasi pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan kepentingan dan
aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat. Untuk itu, otonomi daerah diharapkan dapat (1)
menciptakan eIisinesi dan eIektiIitas pengelolaan sumber daya daerah, (2) meningkatkan
kualitas pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat, (3) membudayakan dan
menciptakan ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisiIasi dalam proses pembangunan
(Mardiasmo, 2002).

Dalam otonomi daerah, pimpinan daerah memegang peran sangat srategis dalam
mengelola dan memajukan daerah yang dipimpinnya. Perencanaan strategis sangat vital,
karena disanalah akan terlihat dengan jelas peran kepala daerah dalam mengoordinasikan
semua unit kerjanya. Betapapun besarnya potensi suatu daerah, tidak akan optimal
pemanIaatannya bila bupati/walikota tidak mengetahui bagaimana mengelolanya.
$ebaliknya, meskipun potensi suatu daerah kurang, tetapi dengan strategis yang tepat untuk
memanIaatkan bantuan dari pusat dalam memberdayakan daerahnya, maka akan semakin
meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang ada. $eagaimana dijelaskan dalam
pasal 156 ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2004, kepala daerah adalah pemegang kekuasaan
pengelolaan keuangan daerah. Untuk itulah, perlu kecakapan yang tinggi bagi pimpinan
daerah agar pengelolaan dan terutama alokasi dari keuangan daerah dilakukan secara eIektiI
dan eIisien guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan daerah.

Otonomi daerah harus diikuti dengan serangkaian reIormasi sektor publik. Dimensi
reIormasi sektor publik tersebut tidak sekadar perubahan Iormat lembaga, akan tetapi
menyangkut pembaruan alat-alat yang digunakan untuk mendukung berjalannya lembaga-
lembaga publik tersebut secara ekonomis, eIisien, eIektiI transparan, dan akuntabel sesuai
dengan cita-cita reIormasi yaitu menciptakan good governace benar-benar tercapai.

Untuk mewujudkan good governace diperlukan reIormasi kelembagaan (institutional
reIorm) dan reIormasi manajemen publik (public management reIorm). ReIormasi
kelembagaan menyangkut pembenahan seluruh alat-alat pemerintahan di daerah, baik
struktur maupun inIrastrukturnya. ReIormasi manajemen sektor publik terkait dengan
perlunya digunakan digunakan model manajemen pemerintahan yang baru yang sesuai
dengan tuntutan perkembangan zaman, misalnya new public management yang berIokus
pada manajemen sektor publik yang berorientasi pada kinerja, bukan berorinentasi pada
kebijakan. Penggunaan paradigma new public management tersebut menimbulkan beberapa
konsekuensi bagi pemerintah. di antaranya perubahan pendekatan dalam dalam
penganggaran, yakni dari penganggaran tradisional (traditional budget) menjadi
penganggaran berbasis kinerja (perIormance budget), tuntutan untuk melakukan eIisiensi,
pemangkasan biaya (cost cutting), dan kompetensi tender (compulsory competitive tendering
contract).

$ejalan dengan perlunya dilakukan reIormasi sektor publik, diawal periode otonomi
daerah, telah keluar sejumlah peraturan pemerintah (PP) sebagai operasionalisasi dari
Undang-undang Otonomi daerah. Kelemahan perundang-undangan dalam bidang keuangan
daerah selama ini menjadi salah satu penyebab terjadinya beberapa bentuk penyimpangan
dalam pengelolaan keuangan negara. Dalam upaya menghilangkan penyimpangan tersebut
dan mewujudkan sistem pengelolaan Iiskal yang berkesinambungan (sustainable) sesuai
dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam undang-undang dasar dan asas-asas
umum yang berlaku secara universal, maka dalam penyelenggaraan pemerintahan negara
diperlukan suatu undang-undang yang mengatur pengelolaan keuangan negara.

Adapun kekuasaan pengelolaan keuangan daerah menurut pasal 6 UU No. 17 Tahun
2003 merupakan bagian dari kekuasaan pengelolaan keuangan negara. Dalam hal ini
presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara
sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan, kemudian diserahkan kepada
gubernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintahan daerah untuk mengelola keuangan
daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang
dipisahkan. $elanjutnya, kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan oleh masing-
masing kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku pejabat pengelola APBD dan
dilaksanakan oleh kepala satuan kerja perangkat daerah selaku pejabat pengguna
anggaran/barang daerah.

Pengelolaan keuangan daerah harus Transparansi yang mulai dari proses perencanaan,
penyusunan, pelaksanaan anggaran daerah. $elain itu, Akuntabilitas dalam
pertanggungjawaban publik juga diperlukan, dalam artii bahwa proses penganggaran mulai
dari perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan harus benar-benar dapat dilaporkan dan
dipertanggungjawabkan kepada DPRD dan masyarakat. Kemudian, Value Ior money yang
berarti diterapkannya tiga prinsip dalam proses penganggaran yaitu ekonomi, eIisiensi dan
eIektivitas.

Dengan adanya penerapan prinsip-prinsip tersebut, maka akan menghasilkan pengelolaan
keuangan daerah (yang tertuang dalam APBD) yang benar-benar mencerminkan
kepentingan dan pengharapan masyarakat daerah setempat secara ekonomis, eIisien, eIektiI,
transparan, dan bertanggung jawab. $ehingga nantinya akan melahirkan kemajuan daerah dan
kesejahteraan masyarakat.

9/..9.5.07.8.9507.3 ./0- 503/0/.3507.47...5.70203 !#.35.3.7:8-07/. 1:38:39:202-:.8/.2-.9:897:9:7 002-.8-0781.809.3507.7..50739.707/.905.3:3/.9:70   03:7:9.3-747..3/7.32.50.9:5020739.350.787.9:-.2 203/08.079.7.3-747.8 ..880.50.798.3:3/./.7.85445020739.3 :3/..7.30:.3.3-07:-..3-747.8.47..9 2.37.-..9079039: $0/.203.7.802.3549    850!0702-..99:03 /./.5.38./.9.8.3203.38.3.39034431472..8 003..5 50784.85020739.39.   5020739.3507:-.38.8.. 02-./.9: 9/.479443.38073/80-:9 80-..3  502-.3 -747..8.343/8/02.3.07. 8.9.37.91:3808.7:802:.820345.3/.3.::907:9.38.3:703.73..0-07 .5.3203.203.-. -747.707  .3.  850!030.3.9.347..3 !.2:7.9/.3343.3.9/-0/./.8.3 $97:9:747..3.32.-.3202-:..35./.3/....8  07/./2405.9.8/03..9.3 2..8.3.8:.8..8.9.3702907/.3907/..940.78.3.8/.9.3 :3/.9:7..3...8:.7439747. /.: 5..3503:.250.5/.35.3.39:.7.3/./074.897:...5488 .8.2.39.8897:9:748 4.3./02.5020739./24/047.-../.5503:8:3.59.9.-.3507:3/..3 7..  0.3.30:..3.85:-/9025..0/ 747.32./.3 03.302.9.203.9/..890.207.80.8203:9.:549.8203/.8/.8./03.39..89..7.3..  4290 /..343/82039.203.2 8:.3.89.3$8902!497.-:7..3 :3/...7.8 :3808.938:3:203.:5:3//./.9.9.8.3-:.:../ 4.9.8./.3-747. !.3 07/..30-.38.3 .2.8/..308.3203:3.38.35.503079.8!7385/0247.8/.30247.880-03.90.-.35.35..9:7.3-07.5.:2:2.302. 2009.8.390..3:3.247.85:--0702-.59..7.34-.347.3.302-..7/2.9.390780-.97./..9.3./.47/0-.253 $08:./.-.5.85020739.38./..33 003.3.3.320309.3/80-:9-747..380.7  0.203:3..7.. /0.9:-747..-.35020739.3.9.7.    850!07:-.7 $97:9:747.3/.39.701472.3.3.3.-.38.9  ::/0:.9907-.7.503:.3.703..0397.:-747..:502-:..9 549 $02:.88.39.9:7. 90.8/5:8. 2./07 .3.703./ 9/.33.7.3.8  $0/.8203.9-747.2.9/. 08:81-07.8302./.3.3.89/.318:39:202.079./.8/0247./.3/.35.3/-039: -747./.8  .3 -747.9...7.8 9/..20.3%034431472./.9..9 5.-07.3.

2574808503:8:3.07.91 .3..3805079080:918079.574..7.3&&342479..9..3-0714:85.3!07.07.3!07.9 0..507.3.324/:3..507.3#..3.:3  9039.!# 909..38. !07/.08 !072:8..403899:8 3899:8.380-:.3!07..30..5:...02-./.07.3#..07.37.3!07.3 0.9 0..380-.9.9:7.07.5.02-.:/. .30/:/:.9 .3-070/:/:.  $08:. !#207:5.9..3..3$:8:3.3#.5020739.3#.3 909.3!07.3. !# /...3/./03..

.903.-:5.

9.2 &&342479.80-:.5.49.3!#80-.39. 02-.3/.07..3-070/:/:.5020739. 5020739.31:383 ..37.:38:7503003. !#2025:3..:3  9039.7.3/ /.1:3808. 2030-:9.507..3//.8.3..3 .3.8 .3.3  &39:1:3808.9:7.07..5.3.9-0-07.5020739.::38:7503003.3//. .507.07....3!020739..7.9:7 50.3503..3203.7. $0-.9.7..07...3507:3/.8803/7 907/..8.380-.3..02-.

:.3:3.507.9/./.9:7.80-.3.8 :38.  :38503.890780-:9:39: 503003.3 !03003.3..3 07..3..8 90780-:9207:5..23.370.8 .:3 9039.0303..07. 44/4.2203:8:35747.3.220::/.2.3 203:8:3/.3/..3/-:.:38079.9.&&42479.3207:5.7.380:7:0-.2503:8:3../.../.3/...8.318.07.38.8.3.9: .3 $0-..35020739.3-078/.3.99072..390780-:9!#.9:7..7.3503/.8://.07.3.9 .7.!02-./ /. .3!07.3!02-039:.7:8907-.$97.35:-90793//. ! -078.3!020739.91 574.3.1:380-.9039.3   !07.3/:3..3/.0-.:..3..330.3/.:39039. .!07/..3/03../.3 !.7./.3#03.8./.7.80-.8/...91 /.3 :3/. 8.703.3 ... !202 9.305.. .3.07.8203.4..  :38.32020.502-.3!0/42.7..950393/.3 #!! ..4.3.2.3:3.07.350.33..80-./03.7.59.!.334247 9.5.7:8203.5.8.8 .3%..318..80-.9..07..   !07/./.073.07.3 &3/.3.3%./03.-07:9   !80-.3!03:8:3.:.5.0 ..:..8....9:7...07.3.3 20309.3 080.3. $0-..3!07/.-078.07.3..8/./909. 1:38:9.  &3/.3-071:3880-.31:38503.3.07.3!# 2021:3880-.202-:.3401:38503..220.320309.3/.8:2:2 503003.9 80. $08:.092..!02-.7..7.35020739.8..3!07:3/.%079- !#  :3808...5.0723.80-..342479.07. 5020739.907.3.3.3#03..!020739.3-0..91 -:.7. #$%#    !07/.3.90.2.8.3/::/.38..3/.7 2.8/..79-../.!.2 502-.  :38503.3:3.3..8.5!#42479.3/.3.: #03.7.3. #! .8.3/.37.7.2.9.!.7!#..3. 8.3:3.02-.07.5.3-0-.3:39:203.3..2.3-078/.3..250307.7 2.3.3!07/.30-.330.3-:. 439443793.3.3-.7.5.3 5:-.7.7:8/.3507.3.3-0-.9:1:38!#. !07/...:3 9039.8:8:.

305.9.79-.3 ./03.203:7.5.30109.  . 0.3/.. 8079.3 !.3.3 203:7.8...7:8/.3 018038/.3.3  -  :38/897-:8 :38/897-:8203.38:2-07/.2033.8. 57479.30925.3/:3.3!./.9.4.7:8202507.5.37.3502-4748.2-07-./909..3808:..38.3/03.3:7..3/.9:9.0-....3/.8.3-.3503.9 203:7.9.!/.850704342.1:38/897-:8!-07.390. 2.30803.

07.. 2:95070110.907. !2021:38 50703.7/.3 7.3/.9203.3.07.73.089.9  0.50704342.78:/:91:382.07.8.  :3889.3 07.35.3.1:382.25030..-8.8 /.3/.02035020739.79-.3.3 .8..2:33.32033..5...980.8..3/.3/.3/.. .7.3.907.30802-..703.9.3/..9.3..9  -.31:3/.3./.25..02035020739.3.-07083.3/...3/.3 .37.3/:3.07.3703..5020739.5033. $0-.3 49478.8/.3080.1:3880-.3503.5. 03../.3010.02035020739.3/. .3!!4247.3.43974 /../..-.8 :3889.02030:..1:383.8.07.950303/.7:8/8:8:380-.9:  !..92033..3/..07. !207:5.3/..07.3    !80-.1:382..3. ..3/.3 203:5.3/....3.!207:5. !2025:3.07.07.3. ...2-:3.3 /5.089./.3./.9.8203..7.8.    !80-.3.32.50/42.07.9::7307.9..9:39:2020.-8..8/.2039.3080..

.3 .8-..3.7.3.3/.3202507.8.9.9.5.950393/.3.3.07.39: 1:38503.8.35.3 80-.0 !03..7.3503003.98  /..3..30. $0.30..79-../ 50/42. 88902.3...203.-07:9 .3:3.8 /./507:. 203/4743907.3203.07.07.3/.7..2-.2502-..9:780.73.5.3207:5.3.7 -03.35020739.3-..073.9.3  -  :3849478./..7.7:8-03.7.3 /.5..3/.-503.3.3.203.220703.79-.3 .2.././03.8203.3//0138.203.9..:3.3/.8.380-.3 -078.3.3.3.3503.9.04..3  .8 -.3.9.59.3503/.390..38.30.3.2:9./909.3.3203.3:9.3-.7.9.3 .0.07.8.0203/.1:38503.8.503.3/....3/.7/.5.07.79-. 44/4../ 50/42.808:.:3.203.  :38503.3/:3.3:9389..7../3472.3-0.3-.8.  1:38 50703.0.  :3850703.3.3/..3:39:203.3:9.3.3/:3...3..7:39: 20..8. :5.27.3.9:0.8..38..3  &7../.309039:.3.7.3 49478.8202-07.9.3..3/:3.3-078.38.//..5020739.503..9.

:.8./.07..9.9:   !02.07.3  :-:3.9.3.9.3.2.:.3/03.3503./.35.3 2.9.7./.7.3/..3203039:...425. ..3.203:7:9.3   .8.7.39.-..3 .50.3 /.30:. .39/..3/.33.2494342 /.347.8 5078.3:-:3.3.3945.9.3.3502.3 :7.3:8.07..3/ /..3.9503.3.3503.02439473    !03.392-:/.:7.8   !.-....35:8.3907...3 57480/:7 9.30-2039 -07.9.3/03.850 .9::-:3.3/.:.5.205:9 9..8..3    ./.3503.3 :-:3.91.85020739.8.380:7. .3  .3. 447/3.3-07.8 4-0503.9.33.39.9/..3..78:8:3.3:-:3.025.95.3-07:9. .947.9.8.3  !03...3003.5.38.

.307.7.  09.2503.7.: 02.3.330.-.9 0.3 .7.7...7.:/.07.3.59.3:3.37:29  0:.9.3:7:8..920303/47.3/.9:-.07.7.:494342:.39:.3..30:./.07.3  $0.3. .494342 /.30-93 8079.9./...80-.3507.3 9070-/.7.3 80/./..37:5.3503003.7...3 5020.3..3.703.3/03.3 5020739.2 43/8 /0247.3.3.388902503.7985.35:.3/.30.07.802:.5/.8 .220.8:2-07502-.2-05:9:8.:  !020739.07.7..3805.3.503...5:8..9:7/03.8.9.3.380507902../.:5:3 -..:.3.8..72...0723.3425083.35020739. .38079.8 494342 /8.9//.35020739.503039:.8502-.9/.5./../.350308.3 0. 0:.9/.  20302:.9../03..8.7.8.9:-039:494342907-.9./.30:. 88902:-:3.394. !079.3/.::7-.07.3503.50784.3507..3 .8.7.44/8 /..5.3.33.9.9808:.35.:39:203/4743907::/3.83-07.9  803.38:2-07/.07.9 /.3-07.3/.38:2-07/.3./..5.3.3  502-..20207:.3/.91/.:/:.3 0:.::4050.3.07.:38.3:3.3 -. 5.5./.38:.90478/.2!030.8.93.35.3 570.3-0:2/2.07.3/.549 !07.50.-07:5.9.20..32033..9.380-.3 .07.07.3:3.305.3.::5/.3.3/..3 03.07..5.8.3/.203.3/7.3  0.3205:9503072.3-..9.5..3 203:7:87:2.5.0:.:24/.3//::3405072-.3:3.9:7/.8.32.202-07.92032-:.7.703..3 8:2-07 8:2-0704342 50207..3. 803.8.8 3.5030:./.3.3 507:3/....92033./.3.70:...5.9/3.9./.3503.3.9.3:3.:.3.:.3.3808:././03.8 ./.07.330./.3.380/02.5-.207:5.25394..07.:..-9./9039:.202-:9:.3.3494342/. 4943420.80-:.-  .308. 889028:507...3/.3.9.. !07.220::/.7.-07:5.-9../. :7:8.3/.33.-.9.3/.3 %:.3.40!:8.3 :7:8.389.7./.9:7.4943429/.3.3805.3/.330.7.3899:85:-/.8.3907:82033.39:.3203.32.07..9.92032-:.3503.7.2203003.503039:....3/.8.07.3203.9079039:5:./802./03.  . 203..33907....37:2.3.8..3-079..33.208..950308..07.3 494342/.9././..3/.7:5.5.82.9:507...9/03.5.25:.3/.90780-:9 4.3 /.3 /02.-0-.3/.808:.7.3./..494342/..3003./.3.7.7..::7.350.3-.9.0907-.35:- 5:-../.3:39:203039:.302.3-0703.- 20207:.8848./.502-.8 9:.::2.35:8.07.8.30-.. 494342907-.8..3/03.89.9/443.90780-:9/5074020.07.07.80.703.9  .39.802..3/.3803/7..31:383. 207:5.3/.3.9/.7./.30-3.3.07.9.8/.203.39::.703.3/.3/.3 .9.8:-8//.35020739.3:..3.0:.35020739. .39.3.2203.3.3/.07.8.!#/.35030:.390780-:9 0.89.8.30/.3  !020739.9..80-.7...3.0720390503/9:70 907.:-:3.3:7:8.3-079.07...30.9:7../.7.9.30:.350393 .3502-.9:39:9.3/.320207:.3503.7./.5.3 &2:2.8:2-07 8:2-070:..380.3.8907.80-.8.07.3.9..7.3..3 2.38.2.7985.1 549038/.  0/:.380.-07:-:3.5.3.3-079.8.-.3.3-.03901 940.9: 0:.4.309039:.3/.302.4030.3.9 202-..8.550.3 05.9/.3..8...8 04342:3.8.8/.:39:/.3.3.7.3 203.8.3 ..203039:./.07.3:.7.7..3/909.3. 8079..-..5.-.37:2..07.3.25:.30-/90.5.  &&4247%.37057081:39:0-202-07 0-0-.3..3 50302-.3.

7..30:.3.8.3   .07./23897...55030-./. .907.250703./.8.3 907.07.%::.7:8-079:25:5.349.84 2.547.2:5.3.7/.5.    07.:3.7..3.30/:/:.3:9./.8.:39.202:/..82.    !7385.9..3.7.907.    09039:.750792-...5.3.93 2.8.9:3..34292035020739.3.:2:23.350304.. .8.7 .3.  20203: 0.3 805079!# 05.3307.:01472430 97.07./.7.3.3 /33.8 /.   !0302-.:7.35:- 909.3. /.3.9.3...3/...07..3.3897:9:7.3.9.30:.350303/./.07.3/.7.3.8.9 5020739.:8:83.3   0::7.3 :39:050393.5.820.3 507.3.3 5:-/.7.3-..3 507.07.3.824      !0304.3/..3.3..9/.5.8502-.385.30:.39039.7./.848.3/.3 -.38205.3.350.050393.3.9:  9.8.8    00.8.. 470390/ .3503.305.7./.50302-.8:3.7-08.50785091507:-.30:.3.07..3205:9-..331472.::2/..3!$ -.8          .3.3/. $0/.07.9/...:5:3/.3:3.502-07/..3/.    080397.3 3.32850304.3507.3/.35020739..2025072:/.8.8.089.7./.3.3.:39..07.385.3507./.250304.7./.07.3502-3.331472.38 /.-9. 97.-07:9 .8.20.7.:39:2030/.8.2503./.4.07./.30:.7..3 /.7985./.80-.3 50.3/.3/..7.8 .3.503..3.3-039:/. 203/..3..8 803.7.3.:39.850304.2..07.907.3 .37.8.8.7.300.35:- 5:-.39039.3  50303/.73./.30:...30-57410843.8/.3    !7385503.7..357410843.3..7.5.3.33.3453/.3503.    00.8.3 8079.-.80:.7-08.07.3/.3..38079.3!# 507.33.8.90780-:99/.8.7.93307..9 !# /./...7:.3..385020739.07.73.3 502-07.3...3.5:. /.39039..75.3/.9/.3 8079.32:9 9.547.350304.8.3 31472.3/.07...3.7../.3 507.3.50304./..8.2.3/.3.7985.9/.07.3831472.8.3/.3 0:...-07/.3.30:.3.3.07.38890231472.250304.3.3 3/07   .9/.30:.5:-    850502-3.3!# 05.3.3/.3.

9.9.701472.39079039:.349.:39:203.05.49.3-.3507:3/.3.3.8.9/.3 2.3 :3/.:3.3.3/.9 8.8.07.3./..793.3494342..3.3 &39:/.79507:3/.9.9:7/.003...  49434280. 003..3/.8.3907..-.07.3.07./.2..3/.07.3:39:203.202003.3.3.9..3:3.8..32.3/3/4308.3..5.3 907.3 &3/.:-0:2/..3..-:5.3//.-:5..07./.:39:202:33..../..3  &39:5020739.9.350.8.35020739.-:97  &3/.9809025.3. 8079.3 .07.903.5.3.39: 2.3./.8: 2.7.5.3 03.3 34248-07././.79.7.3:.3494342907-.88:08/.3 0109.003.07.39: 003.003...27..3/7..8.:507:3/.203.0:547.3.8.52...35020739.9 203.8:3.07.3/.35020739.32.5.3-.9/.!020739.7. $0...9909..503003.3:9./.5020739. 2030-:9./. :39:20203:0-:9:.3.  803...3803/7 !.3. !.8.302.3.5.9.903/.3203:7:8050393.50.3./..3/.3/3/4308..3 !020739..3.: /0247.3503:.9494342/09.3-..:39:5033.07.3/.9.3003..9/94.3./.3.8/.503003.338.9:4:9:8.3.7.3./0103.9..3018038503003.9  03:7:9&9424  80:7:....7.3.39.:3   .3205:9003.9:5402 ..9/.9:7..:09.02.3 /.202:.803/7 3-07:3.8.3494342/.3507..3!072-..793.02025020739.3 &3/.3.3 -070-..3.38:3-07:-:3.7.3.9/.8.88073907.3-0:25073. .3.3/7.494342-07.3..3 0:.9203:7:9 57.3.3./7.3003.795020739.3-/.-:5.3.020.3/.9:7/.3 502-..9..350.3 03:7:950702-.3.3 39.8/.:3 9039./.003..3.3 :3/.07.3502-07.3/.07.3 :3/..3&3/.8.05.3  %::.::5202.32.3.3-0:2 ./03. 202-..:3.2:/   $08:..:.9..3:7:8.07.3/:3..3.35020739..3.9.79:3/..3 :3/.3.90780-:9203:3:.7.39/.8.9.84..803/7.7.8.340 /..5.494342 /080397.0:.35020739.9/.494342/.3.95.-... 89.-:5.5.07.  085:39/.9907...3203:7:87:2./.8.30:.8./.8.:3.3.3./07.39::.9.5..8.37.07.382.32.35020739.3.3..07.3..:39:203:2-:.3.3.:.5:.320303.3/50.350792-.8.8.7.9/.3/.34247%.07.7.3/./.3.3 .34247%.:49.3203.7.:5:3:.27.3.0/.3/.3. .3/03..79803/7/.3-078.9.:.07.3/.703. 003. /507:.370.9.0397.-./.3!.3203:7:87:2.07.3./.07.07...3&&4 %.32.2033..3.3:3. .3.20307..3 :39:20.5..3  003.07.: 9/./8:.250.3203.99-07.82.903.8.7.!74538.50.33.-.78.903/.91/.3 203.:39:907.89/.3//./-07.8./.3.3502-07/.!:8.2539:  :39:203:2-:.9.9.7.7-.:39: 20302-.8..3502-..3..3 ../.320249.380.  %  #   79 94342.5.9.8.3./-07.340/.3.3-.3.3-07.9/.:49.8./03./.:3 9039.3.3. 2../.9808:. /03.3 /2 .549/.02035020739.3/:3..9..803/7/.9:7/. 9072..857. -0-07.8. $0.: 003.:80-.494342/.207:5.30.3 &39:20.3/.7:82039-07.3.8.

8/.07..7.9..39:.3/0..9/.9.35020739.-.8. /.2202-07.07.3/.2. .3 4247%.9:7/.573853.3494342/..5:8..7..30..7.8..35020739..8:2-070:.8503003. .7.8.33..    !0... .:5:31:38 ..39079039:.9./.7:80-2033.3:..3 549038/.3203:7:8 7:2.80-./03.:39:20.3494342/.31:38 -..7 %07:9.3..3 ...07.28  2030.9494342/.3.3.3502-.8    !0.07..343899:830.494342:.3.903/.8..33.305.80.5907.350.3 &3/.07.8./.1:3808..3..::5-08..: !7385 57385 90780-:9507:/5.7..8./.:3 -..7.57385 80-..3. 805079. 8079./.07.52.91 1:38503..3.3 94342.    !0.8..5/..2!030..3/03.3.2025:3./.3003.3.2/././.8. 808:.9/.4943422.08.07.91/.8...8..7.5:8.07.2202-07.9 507843.9:..07..9:507.8.5.3494342/..3.350.//. 494342/./.-:5....07.3203:3. .07.3   0-07.5.  !7385 !7385 94342.39.8/04380397.9.07.-:5.3.2025:3.343899:8. .207./23897..3494342/./.:./..35738590780-:9/...07..3/7.9 ..33./.850 /0247..3807.23:-:3.3.5.3.9.8.8:.9/.3./.507:2:80-..3.35020739.9.3:39:574538207:5./..3.9.9/.3/.. -.0.3202507. /.3...3/.8.3 5020739.8.3494342/..2 0/:/:.9.7.503003.8.3  !..39.3203039:.91:39:20.3. &39:20309.-    !0.07. /.3.8.3-0-07.35020739.8.3808:./.3909.8/09.:-073:780-.3:3.3/25.25:.9:75020739.3..3:9:/09.703.3..8 3..5.   07/.3..35.3494342.3/.3.3/909.7:80-2033..::7.349.25:203.3803/7  20304.07. 803.3-.07./.3//..07./.8 0./03.302.07./.250./.5.240809.2503003.07./03.07.8494342 8079.3.39::.3./23897..8.3 -079.8 2.2025:3. 80/. 909.32039-07.30.8.2.7 /.3.507.3..07.. 5020739.49.3/../..07.07.    !0.07.3507.9..308.5.1.52.3./.:503/.3/.3..8    !0.7.803/7 $.35.3-0.3494342/.7/.3494342/.7.3.3:3.3&2:2&3/.3 907.52. 2025074430.07../..79.-07:9   02.947 .. .3/.3 50207.35./.3494342/.3803/7 .7.7.3/..3.9.-07:9   !03003.8.07.380-.2503003.9.7.9.35.7../.3.9:/.3.3-07./25.38.903/..35020739.574538/..3907.7..8./.8909.3502-.82.07.7.7..9.3 907-.07.7:8808:.3897:9:7.980-..47.3.8 .

4  .50.9/.3/.2203. !020739.5.8.3.$97:9:747.3203:3.  $0.7:/..0.3    02.0/:/:.30:.8./.203:95 503/.0:./.3 503.7!.39.305. 1.3203.808:.:7:8..3/33.94709.25:203..38:.9.././-0-.82.230..080:7:.07..208.. 9.390..0.7.9203/::3 502-..3:8.::5 203.25:.220.9.07.2..3820/..8 9:.3:8.80-.  2.3-.20.8..25:380.7.::5 0.9:/.9.8./..2.8/.3/7.7:82..5.3 . 1..947..5../.-.3-..308038..3.94750393/.3:3...9::...3.7..950393 $02../-07.3 502-.8.3203/47435.3 202503.5. 802.3 2.3/.3.3.78:-8/5020739..720....38:-0/. :2.3:3.25:.7.305.3-07..38079.3-.2 503003.3/507:3.288902 5020739..32030-:9.3380-.:.07..25:203.:43/8 0:.3.30::7.94747.9.5-07-.95020739.3.3.3./../.7-0-07...9:/.5:..9 -07.8.3.25:..-3.9:9.30:.902.3207:5.3.3.9.8.3 1.3.3.9:30./.39:.:.  .08:9./.07..:8:-0.9.07.39:..3/.3    02.//.5....7: .3.35.3805079.3/.5.3 /03.3 80-.2.250.3..-.347.. /853/.3. 80-.3/.3203.3/..39.3:8.8/..389..5.7985.5.9. 80-.9../.3.203.3:5503:8.3:8.2.:80-.1.  803.7.3.3.3-.3/.947.3 20..8:-08:/.3/.3 0/:.3/. 2.7:8-.::/50..9...2.9 !020739..380.9.83.9:7/.8.50.7:82.350307.3.3503:7:8.9..9..3 247.8.308038.35020739..7.8.38205020739.37.38:.. 0.302..7..07.5:8.7.3202-..5.9.07./.9..3494342 /.3 02.0. 1.3-.35020739..720202.3..3.50.-.3:39:202507.2503003.7.9 :39:20.:/.2809.494342/.3/.3.3 502-.20/:5.3.3:3.2203003..-:7: 2.07.3:8.  0025.3:.8..8.3...7.3 .38.07.8. 2./.9.5. 5:.494342:39:/.5..35020739.07.7.207:5./.3.3..9203.3#.3.7..3-.07./.3.3!07.80-.3.5.85020739..3./.07.8    02.35..9.3/.9-07./..3.9:30.9-07503.5.9/.3502-. 809.1.39::. 5.9::..3 8079.3.3..7.9.9:75020739./.3:3.3:39: -07507.38.7.30/:.9:7.3/.8 5020739.9 203::7 203:7:8/..1.07.:/03.38:.2.3 502-.5.3820/..9.330.3/././.3739.9.07.9:1.38:.7:82.3:3. 507.7.7.5.../..3.574808 20.3 /.3-.38.3 54.9/07.8/..8.9. .947.4  2030.3 7:2.947.3..07./. 09./03.350307.30-:9:.3.9.32..07.703..39:.38205020739..  ./507:..25:202-.35020739.803/7 $:2-07 8:2-07/.3494342/.02..0723.:5:35:8.330.3 203:7:87:2...30:.3.3/03.947507.70.07.25:203/47432.25:.5020739. /. !079.90780-:9 $0-.9.2:39.37:2.9472.07.380-..7.8 003.3/33..-...7.9.35020739.8.-5:.2889025020739.3-..2...50303/..3-.3-.38.2.3  .3/.3 907.07.../.3 8079.5-03/..7..9.9470:.3 /./.3.38..35020739....30.0:./03.380..703.. 1./.57480820.3:8.3.7:82..39.07../. 0:.3:93.5..0203. .3..9  0-07./.:/.3/.

.3/./.35:.5.3/.3.8/.07.5.7 .8..494342/.203:3.92.3701472.3.5.07..38.3.30..7.7.3/.393/.- !73854943423./.3.5.3:3 ...07. .2.9/.3.703.07..3/2.2-.9:9:39:9.32../.39.3 507.3494342.9/.9.39:305.:3 .07.       !&%&! #01472./..3./.3/03.3/.3203:3.3907.3..2:8.94747.79/.8/..3/./03.3.3.9.390780-:9 $0.3//::3402...3/907.75007.:7:8.3-.9/.90.3/03.8.3-07/.3:39: 202507.7/.3.07.35020739.5.:39:20.30.780./-07..9:5020739.2.8 .3-079.07.8/.3-078.3-0702-.. 8079.9.  .34247%..385479./..3/.9.   .3494342.8.9::..07.3 :3/.34247 %./.8-07:5.:39:202-07/.3  8079..9.07.7.2:9..!:8.357385494342./.3.3003.3.95:8.39079039: .8 :.3:8..0203 207:5. 9::..33.3-.35020739.3203.3.3.8.38:8:3.9:7 802:. :7:8..494342/.83.2:3/../.3.: 9/..:3  9039.3494342/./&&4 %.35020739. 2.3&3/.50.2:3/02..3808:.3 549038/.  203../ -.-.3/.7.3/./03.3..30:.8:.32.7:7:8..07/.59.9::..3/.07.07.9 .0.35. /507:.5:.9::39: 203.3 :3/.7.3 9::.8:7.3-.:3   9039.22038.3 803.947507.5 503.9.3.3947 97.80-.9.3.3. 2.9/:3.9:8..!# .3..38..3/.3 ..3.8:/502-07.72.::5/.39::. 90780-:9907.3-.9.8.. 805079.3907.3...07.2-039:/..3/.3.203.9:.8   3/4308.3.9:809.07..:5:3/93./93. .3..3-0793/.73.9.8.35020739.3.9/.33.3. ..35.30./.3202.7 -03..9:47. 94342..43/80:.7950393/.07.3203.8.3/.2&&4 %.3202..:-:3..5..3.3 .2:/.05.-./..3/.3003.3/.38.3..494342.3.5 5072../&&4 %.. .33.8.../9039:.3-.2..320307.3203.8://03.3/:.357385 49434280:.07.3-0787.8.3 :3/.3:9.3!072-.:39:203.2../03.3:3.3.3/909.9.8. !07..3-.39:./..347.942:3.07.9./. 803.3.7:8-03.5.73. /.3-.07.9 9:.3/2/.38.27.....2503003.38.3 -079.302:.3.9 -07/.38:.8/80.0203-.:0.9/.5..3../. 3.5:8.39:3/.3.3 .2.2030-.3!020739.!020739.3.8..7./.. 0303..8.32030.9...5.35020739.7.7:0.80-.7.3/-:..3-.907.75253.3  :8:83.02035020739.8./.3.8:8:3.59.9.8 003.5.8.3.33.8./. /...33.8-08079.390.  .9..3-07549038:39:9:2-: /:5 /.3..5:3.8.9 .208.8.3 202503..7:8905.-/.0203907.3203:7:8/.2897:9:7 47.:3 /0.202.-.9:57385.07.07.-.-.38.333...39:35:.907.&3/.35748082./.:3 02:/.35020739..30.5.

9/03.3/.31. 5253.07..59..9.32.3/.38.8.3080.857.2 20304.3.3.980-.85.:20207..8/.8.07.9.34592..824     .7981.3 :.703.8.-:5.33.3 ..:.2494342/.380.. !0703./.7.30.3907.32.3080.38:2-07/.7...3:2:2/.22..305.3/. 9/.3 203.9/03..:3907.3..8507./8.07.843.3494342/..3.3050393.8...5490388:. 502..7/.8:2033.2574808502-.5.8..3 080.9   203./.9..3050393.:-0747039. 09..3 .2.79::.37:.5.3.9..07...59.9.5033.-.5:3-08.3202.987.73.3:3.907..7..9.-.9 &39:9: 494342/..3010919.2020.9.907..7:880.908/.3/.9:/./..9088.37.3 802:..3:9.07..5.850304.  ./.3018308/.39:2-:/./.3/52533..7.07..9   202-:/./..07..3897.33.9.   2033.9.   !03003.2203447/3./.8.9:39::9-075.9072.3.3507...850.7.07.3/.907.2.7.3-.

....3. /03.5020.02039.8809475:- /.0203809475:-907.3.9.3.3907:9.9::.7907. 002.. &39:9:.0-03.3:39:20.3701472.8 002-.5...:993 /..507.3.85.9/... ..2 503.59.:3  05..3 8:89.. 0-.3.07.    94342/.9 ../909.2.507:-.3.3 :3/./.3 3899:943.2:5.39.344/4..3..302.2 5.9&&4247%.. 507:0..3:9502-03./2.2. -:.203..07.8 .7.9:39: 202.30:.-0 808:.8 .8.9:7.9   $0.3.3/.70:.07...3808:.3 94342/.390780-:9 /.33.385.330.9/.489.7:.39:.07./.3 /.2202-07/.7503. 4380:038-./ 503.3507:3/.5020739..3.:.3..350702-.3-.3.3..3018038  502.3203.3:39:203/::3-07..85.3909.2.7.3/..07..7.8..3.0203990780-:92032-:.-039:50325..9 .80.425:847.38:2-07/.80.7.3544.305:-.3701472.3/03..3.7 &3/..3.3807.35020739.49.3 !03:3.324/02.../.3..3.8.7.3701472. /03. 2.3/.3.2:3/.350325.3.3/:3.2.305:-.3.25:.3.203.3802.5253.3./.5.7.5. .3/.3. /03.2./. 02-. 2085:35490388:.5 203.9/03..7 -03. .2.3 507:3.2.3 . -.8..  $0-..3/.843.30:.3.3/.31.07.7.390.3.0-:/09 9:39:9..3.342509038903/07 .8.8002-.320::/.2-:3.3-0747039./:3.4..3-07083.7/.-0808:.397.701472.02035:- 5:-.:5:3317.07.8809475:- 2038 701472.07.2-/.3-. /..8.3 /.3/.3:9502-.9:/.8/.07.250304.3 909.3-07473039....9../3./8.3/.2.5..3.3/:3.3 /.3.902-.8.-907./943.9:203./0.8.30:.20304.:-..88307.75:8.3..8/.344/4..4397..3-0714:8 5./..:..3-.82.39:39:9.0/507:.073.307..7:.3701472.908...07.3.7507:-.3.4507.3/.7:8/:9/03. 5071472.. 897:9:72.-0-07.02-..3..9. #01472.20309..9. 97.5074/0494342 /.3 :3/...38890250304.5/03.3203.9:7.425099.35...3 50304.9. 701472 /./843..3503/0..:.3 28.897:9:73.380:7:.9:5030-.750304.02039701472 #01472.82.301803:3.3897.3.2.3 2033.073. ..07.3502-.393-.3:3.3.3 /..:39.95020739.3.   &39:20::/. !! 80-. $0.3.780:2.3 :3/.3-0-07.3-07-.3//.7. 90.043428 01803 0109197..3/.01091 /../.2.380..0:.0203809475:-.5:-90780-:980.2/.3.8809475:-90780-:99/.3:8.3/.02035020739...07.5.9..3507:3.8.318./.3..3 9::.7..3/.3905.8.3.31472.5..30:.:7./.0903/073 .-:/09 203.

30:.7...:3  207:5.350304. 2.330...330.3 :3/.330..70:.3..305.3/807.9::3/.   /.8.8..3 02:/.&&4 %.3-07..7./..8... :-073:7.5020739..350304.3-.30:.38:..30:..3 5708/0380.5:30:.30:.3.9:750304.330.3/.:80...:2:2. .30:..8..70:.3.3/.350304..7.7. 80-.2.3/.:3..3.:05./..35020739. /507:.7.2503003.-.35020739.32020..078.3.7.203:7:95.8.3203.07.

-:5.9.

50304.0:.:05.950304.320.5020739.7.350304.49.3/.0:.9:.8305.-..3. 0:.9:.20502...07.3.07.80.3 $0.-...5020739.8.507.30.!/...34005.80.3/.3..3.9503:3.07.3/.3.3.83 2.9/.3.3 /.8.:50.307.07.3.8././.3402.. .07.8.3 /.3/.07..:39:20304.80./.307.:50.3 /58..3:93.30:.8./...07..

57385/.7.302.750703.393.8/..305.3..32.3 /.5.79-.38./.3.3 -07../507:.9:04342 018038/..8.3.9/.385.5.3.7:8-03.7.3:3./.7.07.3:3.385.79/907.32...3/..:.3...3:3...32:.32:.7. $0...3 '..3/.3/.350304.9.9 02:/.39079:.9/.3.3/.7.320.7.3..3/.3 /5079.809025.3 /.07.3..3503.350.3/.8..3.574808503./.-.07.7:8%7.33.3 /.5.7.5.3.3 0:.3.-9.. .8.50307.907..3.3-03./.30:.7.3/.2574808503..39: :39.3203.3 50.3.7 -03.8.7..043428 01803 01091  97.07.!#/.7/.757480850703.2.07.8.7.3.35:-:.-.3.32.8   03.547..- $03.7 -03.2! .0723.2 5079.3 0109.7..357385 5738590780-:9 2.   !0304.-.:01472430.7203... /..8.3 080.3-079.980.3 050393.9   .9.3/.7..3  503:8:3.07.3 503:8:3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->