P. 1
Makalah Special Sense System

Makalah Special Sense System

|Views: 376|Likes:

More info:

Published by: Marisa Khairani Hazrina on Nov 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Masalah penglihatan merupakan salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan pasien di tingkat layanan

primer, mulai dari keluhan paling ringan seperti mata merah hingga uveitis yang menyebabkan kecacatan dan kebutaan. Keluhan yang paling sering dijumpai adalah mata merah yang pada tahap lanjut dapat mengganggu produktifitas penderitanya. Keluhan-keluhan lain juga dapat dijumpai, seperti penurunan penglihatan, penyempitan luas pandang mata, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kebutaan. Penyakit mata secara umum dapat mengganggu kualitas hidup dan produktifitas penderitanya, terutama pada orang-orang yang pekerjaannya membutuhkan ketajaman penglihatan yang baik seperti supir, penjahit, serta aktivitas-aktivitas lainnya. Masalah ini menimbulkan beban ganda bagi dunia kesehatan dan perekonomian. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita dapat menangani masalah penglihatan sebaik mungkin. Di dalam menjalani blok Special Sense System, dengan total beban kredit sebesar 5 sks, mahasiswa diwajibkan membuat makalah hasil diskusi kelompok. Tujuan dari pembuatan makalah ini sendiri adalah agar mahasiswa terbiasa membuat karya tulis. Di dalam makalah ini akan dibahas mengenai salah satu kelainan mata yaitu katarak. Diharapkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menegakkan diagnosa penyakit, pengobatan, menilai kesembuhan, dan menilai prognosis dari penyakit ini akan bertambah.

1

BAB II ISI Nama atau Tema Blok Blok Special Sense System / Katarak Fasilitator / tutor dr. Yuki Yunanda Data pelaksanaan Tanggal tutorial Pemicu ke-2 Pukul Ruangan Pemicu Ny.Cathy, perempuan, 65 tahun, sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga, datang ke praktek dokter umum dengan keluhan penurunan tajam penglihatan secara perlahan-lahan pada kedua mata. Keluhan ini terus dialami orang yang bersangkutan selama 1 tahun belakangan ini sehingga penglihatan Ny.Cathy hanya dapat melihat lambaian tangan. Selain itu Ny.Cathy juga mengeluhkan sering melihat adanya kabut terutama pada siang hari dan disertai juga dengan silau pada kedua matanya. Tidak ada tanda-tanda inflamasi pada kedua mata. Selama ini, tidak ada riwayat diabetes dan hipertensi pada Ny.Cathy. Apa yang terjadi pada Ny.Cathy? More info Berdasarkan pemeriksaan visus dan shadow test, dokter mendiagnosa Ny.Cathy menderita katarak senilis. Dokter memutuskan untuk merujuk Ny.Cathy ke dokter spesialis mata untuk dilakukan operasi. Apabila setelah dilakukan operasi, ternyata penglihatan Ny.Cathy tidak bertambah terang, maka apa yang seharusnya dilakukan / disampaikan oleh dokter umum sebagai dokter yang memeriksa pertama kali sebelum merujuk Ny.Cathy ke dokter spesialis mata untuk dilakukan operasi. 2 : 10.00 – 12.30 dan 07.00 – 09.30 WIB : Ruang Diskusi Fisika 7 : Senin, 10 November 2008 dan Kamis, 13 November 2008

1 Lensa adalah suatu struktur bikonveks.  Mengetahui definisi. yang menghubungkannya denga korpus siliare. gejala dan tanda. selapis sel-sel fotosensitif. bagaimana?  Bagaimana penatalaksanaan farmakologi dan non-farmakologi untuk penyakit katarak? Apa indikasi merujuk ke dokter spesialis mata? Apa aspek etik yang berlaku? Jawaban atas pertanyaan HISTOANATOMI LENSA Mata adalah organ fotosensitif yang kompleks dan berkembang lanjut yang memungkinkan analisis cermat tentang bentuk. sebuah sistem lensa untuk memfokus bayangan. mengolah.  Mengetahui pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosa katarak. intensitas cahaya. patogenesis. klasifikasi. Setiap mata mencakup sebuah bola fibrosa kuat untuk mempertahankan bentuknya. yaitu rongga orbita. lensa digantung oleh zonula. Mata terletak dalam struktur tengkorak yang melindunginya. etiologi.Tujuan pembelajaran  Mengetahui struktur histoanatomi dari sistem penglihatan terutama lensa serta komposisi pembentuknya. sign and symptom. dan sistem sel serta saraf yang berfungsi menampung. avaskular.  Memahami penatalaksanaan yang harus dilakukan pada pasien katarak beserta indikasi merujuk ke dokter spesialis mata dan aspek etiknya. tak berwarna dan hampir transparan sempurna. Pertanyaan yang muncul dalam curah pendapat  Bagaimana struktur histoanatomi dan komponen penyusun mata. klasifikasi. serta diagnosa banding dari katarak. dan meneruskan informasi visual ke susunan saraf pusat. dan warna yang dipantulkan objek. serta diagnosa banding dari penyait katarak?  Bagaimana pemeriksaan untuk menegakkan diagnosa katarak? Apa itu pemeriksaan visus dan shadow test. prognosis. patogenesis. prognosis. Serat-serat 3 . Di belakang iris. memahami pemeriksaan visus dan shadow test. terutama lensa?  Jelaskan definisi. Tebalnya sekitar 4 mm dan diameternya 9 mm. etiologi.

2 Jaringan ini berasal dari ektoderm permukaan yang berbentuk lensa di dalam mata dan bersifat bening. suatu sifat yang makin hilang dengan meningkatnya usia karena mengerasnya lensa.zonula serupa dengan mikrofibril dari serat-serat elastin. Struktur lensa sangat elastis. refraktil. Lensa bertambah besar dan bertumbuh seumur hidup dengan terbentuknya serat lensa baru dari sel-sel yang terdapat di ekuator lensa. yang dapat 4 .  Epitel subkapsular. yaitu :1  Simpai lensa. berakibat sukar berakomodasi terhadap objek dekat. Lensa memiliki 3 komponen utama. panjang dan tampak seperti struktur gepeng.3 Lensa terdiri dari zat tembus cahaya berbentuk seperti cakram yang dapat menebal dan menipis pada saat terjadinya akomodasi. Inilah proses menua normal (presbiopia). yang dapat memfokus objek dekat dan jauh dengan mengubah kelengkungan lensa. homogen. namun makin lama produksinya makin berkurang. memiliki tebal 10-20 µm.1 Sistem ini penting untuk proses yang dikenal sebagai akomodasi.  Serat lensa. hanya terdapat pada permukaan anterior lensa. Sel-sel ini berisikan kelompok-kelompok protein yang disebut kristalin. Dengan meningkatnya usia. Merupakan highly differentiated cell yang berasal dari sel-sel epitel subkapsular. Lensa merupakan suatu membran basal yang sangat tebal dan terutama terdiri atas kolagen tipe IV dan glikoprotein amorf. Di sebelah anterior lensa terdapat humor aquaeus dan disebelah posterior terdapat vitrus humor. Sel-sel dari epitel ini memiliki banyak interdigitasi dengan serat-serat lensa. elastisitas lensa akan berkurang. terdiri atas selapis sel epitel kuboid. dan kaya karbohidrat. Meskipun produksi serat-serat lensa berlangsung seumur hidup.

Etiologi Katarak dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Pada orang tua. yang dapat pula disebabkan oleh terkena radiasi sinar ultra violet yang berlebihan. Sebagian besar kasus bersifat bilateral. denaturasi protein lensa terjadi akibat kedua-duanya.4 Pengertian lain mengatakan katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa.5 Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut. Jika lensa itu menjadi keruh. seperti :5       Fisik Kimia Penyakit predisposisi Genetik dan gangguan perkembangan Infeksi virus dimasa pertumbuhan janin Usia 5 . kondisinya disebut katarak.diatasi dengan memakai kacamata lensa konveks. KATARAK Definisi Katarak adalah kekeruhan lensa. pengumpulan pigmen coklat dalam serat lensa membuatnya kurang transparan. kadar glukosa yang tinggi diduga mengakibatkan terjadinya katarak. walaupun kecepatan perkembangannya pada masing-masing mata tidak selalu sama. Pada penderita diabetes melitus.

toksik.5 1. perubahan protein. dan kerusakan kontinuitas normal serat-serat lensa. dengan kapsul berkeriput. severe diarhea yang berpengaruh terhadap peningkatan kadar urea dalam darah. Berikut akan kita bahas beberapa jenis dari klasifikasi di atas. Gejala dan Tanda Pasien akan mengeluhkan penglihatan seperti berasap dan tajam penglihatan yang menurun secara progresif. hipermatur. peningkatan proliferasi. dan lain-lain. metabolik. Katarak kongenital digolongkan dalam katarak : 6 . Apabila kandungan air maksimum dan kapsul lensa teregang. lamellar. Lensa katarak memiliki ciri berupa edema lensa. mature.5 Keluhan silau. serta diplopia juga sering terjadi. Katarak kongenital Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun. Berdasarkan maturitas : katarak immature. Katarak matur yang keruh total (tahap menengah lanjut) mengalami sedikit edema. serta glaukoma.Sumber lain juga menyebutkan beberapa faktor resiko katarak. miopic shift (perbaikan terhadap rabun dekat pada orang tua). Berdasarkan etiologi : katarak senilis. kortikal. 3. Berdasarkan kronologi : katarak kongenital (infantil). traumatik. dan lain-lain. antara lain sinar matahari. presenile. Pada katarak hipermatur (sangat lanjut). Katarak immatur (insipien) hanya sedikit opak. Secara umum. subkapsular. morgagnian. intumescent. Berdasarkan morfologi : katarak kapsular. katarak disebut mengalami intumesensi (membengakak). penyakit diabetes melitus. nuklear. senile. juvenille. antara lain :4. relatif mengalami dehidrasi. paparan rokok dan alkohol. antioksidan. edema lensa bervariasi sesuai stadium perkembangan katarak.4 Klasifikasi Katarak dapat dibagi dalam beberapa klasifikasi. 4. pemakaian kortikosteroid yang dapat menyebabkan katarak subkapsular. komplikata. 2. air telah keluar dari lensa dan meninggalkan lensa yang sangat keruh.4 Hal ini mengakibatkan lensa menjadi tidak transparan lagi sehingga pada pupil akan terlihat berwarna putih atau abu-abu.

Bila katarak bersifat total.• • Kapsulolentikualar. biasanya pengobatan lebih konservatif sehingga sementara dan diberikan kacamata segera dengan latihan bebat mata. Bila terjadi kekeruhan yang progresif disertai dengan mulainya tanda-tanda juling dan ambliopia maka dilakukan pembedahan. ukuran. tetapi periode pengamatan dan uji ketajaman penglihatan subjektif dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. atau nukleus lensa saja. biasanya mempunyai prognosis yang lebih baik. karena anak berusia lebih tua dan sistem penglihatan sudah lebih matang. Operasi dilakukan bila refleks fundus tidak tampak. sebelum terjadinya juling. dapat dicoba dengan kacamata atau midriatika. termasuk dalam golongan ini katarak yang mengenai korteks Pada pupil mata bayi yang menderita katarak kongenital akan terlihat bercak putih katarak polaris. Perawatan untuk ambliopia dilakukan sebaik-baiknya. Bila terlalu muda akan mudah terjadi ambliopia bila tidak dilakukan tindakan segera. dimana sebaiknya dilakukan pembedahan secepatnya segera Katarak total unilateral. yang mulai terbentuk pada usia kurang dari 9 tahun dan lebih dari 3 bulan. Katarak juvenille Katarak yang lembek dan terdapat pada orang muda.5 atau suatu leukokoria. dan ekstraksi dengan aspirasi. Pemeriksaan darah pada katarak kongenital perlu dilakukan karena ada hubungan katarak kongenital dengan diabetes melitus. ekstraksi linier. operasi dapat dilakukan pada usia 2 bulan atau lebih muda bila telah dapat dilakukan pembiusan.4 7 . dilakukan pembedahan 6 bulan sesudah terlihat atau segera setelah katarak terlihat. Untuk mengetahui penyebab katarak kongenital diperlukan pemeriksaan riwayat prenatal infeksi ibu. dimana pada golongan ini termasuk katarak kapsular dan Katarak lentrikular. kalsium dan fosfor.5 Katarak jenis ini tidak terlalu memerlukan penanganan segera (untuk mencegah ambliopia) seperti pada katarak infantilis. Pengobatan katarak kongenital bergantung pada :5 • • Katarak total bilateral. dilakukan pembedahan secepat mungkin Katarak bilateral parsial. Tindakan bedah pada katarak kongenital yang umum dikenal adalah disisio lensa. • • Katarak total atau kongenital unilateral. Penilaian bedah didasarkan pada lokasi. dan kepadatan katarak. Penatalaksanaaan katarak kongenital adalah operasi.

Miopia artifisial ini disebabkan oleh peningkatan indeks refraksi lensa pada stadium insipien. Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Stadium intumesen yaitu kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. Gejala yang dijumpai seperti distorsi penglihatan dan penglihatan yang semakin kabur. bentuk lamel kapsul berkurang atau kabur. yaitu usia di atas 50 tahun. bengkak dan vakuolisasi mitokondria yang nyata. Perbedaan serta ciri dari keempat stadium tersebut dapat diliht pada tabel berikut. sehingga pasien dapat membaca lebih baik tanpa kacamata. antara lain :5 ♦ Kapsul  menebal dan kurang elastis.Katarak senilis Katarak senilis adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut. ♦ Epitel  semakin tipis. metionin. sedang warna coklat protein lensa nukleus mengandung histidin dan triptofan dibanding normal. Katarak senilis secara klinik dibagi dalam 4 stadium yaitu stadium insipien. Tetapi perubahan pada lensa yang terjadi pada usia lanjut menjadi kemungkinan penyebab katarak senilis. dan stadium hipermatur.5 Ada juga yang disebut dengan stadium intumesen dan stadium morgagni. korteks tidak berwarna karena kadar asam askorbat tinggi dan menghalangi fotooksidasi serta sinar tidak banyak mengubah protein pada serat muda. Sedangkan yang dimaksud dengan stadium morgagni yaitu keadaan lanjutan dari stadium hipermatur yang disertai dengan kapsul yang tebal maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar. pada korteks jelas kerusakan serat sel. ♦ Serat lensa  lebih iregular. sel epitel (germinatif) pada ekuator bertambah besar dan berat. stadium matur. mulai presbiopia. sistein. brown sclerotic nucelus akibat sinar ultra violet yang lama-kelamaan merubah protein nukleus (histidin. terlihat bahan granular.5 Katarak jenis ini merupakan katarak yang paling sering dijumpai. tetapi penglihatan dekat mungkin sedikit membaik. Pada stadium insipien pembentukan katarak. sehingga korteks akan 8 . penglihatan jauh menjadi kabur. stadium imatur. triptofan. dan tirosin) lensa.

dan mungkin terjadi perdarahan intraokular. karena lubang pada kapsul lensa menyebabkan aquouse humor dan kadang-kadang vitrouse humor masuk ke dalam struktur lensa. Gambar. Mata menjadi merah. 9 .memperlihatkan bentuk sebagai sekantong susu disertai dengan nukleus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. Katarak senilis stadium matur Gambar. Pasien akan mengeluh penglihatan kabur secara mendadak. lensa opak.4 Lensa menjadi putih segera setelah masuknya benda asing. Apabila timbul glaukoma akibat pembengkakan lensa (intumesensi lensa). Katarak senilis stadium hipermatur Tidak ada terapi medis untuk katarak. Ekstraksi lensa diindikasikan apabila penurunan penglihatan mengganggu aktivitas normal pasien. diindikasikan ekstraksi lensa secara bedah. Katarak traumatik Katarak yang disebabkan oleh cedera benda asing di lensa atau trauma tumpul terhadap bola mata.

10 . biasanya digunakan teknik-teknik yang sama dengan yang digunakan untuk mengeluarkan katarak kongenital. serta jumlah glutation yang sedikit. dan menyebabkan pandangan menjadi kabur serta pembiasan cahaya yang tidak teratur di lensa sehingga terkesan silau.4. Pertama terjadi stadium insipien. terutama pada pasien berusia kurang dari 30 tahun. Untuk mengeluarkan katarak traumatik. jika kadar air tinggi maka akan menyebabkan intumesensi. Pada mata terlihat meningkatkan insidensi maturasi katarak yang lebih pada pasien diabetes. Kemudian dapat berlanjut ke stadium immatur. Misalnya dari proses penuaan atau radiasi sinar ultra violet B.6 Hal-hal ini menyebabkan stadium-stadium katarak yang telah dijelaskan di atas tadi. Akumulasi juga dapat terjadi di korteks sehingga menyebabkan kekeruhan koroner. kekeruhan belum mengenai seluruh lensa. Serta akumulasi di subkapsular posterior yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang mencolok. hal ini dapat meningkatkan glycation end product (AGP) yang menyebabkan akumulasi di nukleus sehingga terbentuk sclerotic nuclei dan menyebabkan miopianya semakin bertambah.6 Secara kimiawi. Dapat terjadi stadium morgagni serta iris tremulans (iridodonesis) yaitu iris yang mengambang-ambang karena tidak ada tahanan lensa lagi.Harus diberikan antibiotik sistemik dan topikal serta kortikosteroid topikal dalam beberapa hari untuk memperkecil kemungkinan infeksi. dapat ditemui penurunan penyerapan oksigen. peningkatan kandungan air. lensa telah keruh seluruhnya. Katarak dapat dikeluarkan pada saat pengeluaran benda asing atau setelah peradangan mereda. dan protein.4 Katarak diabetes Katarak diabetik merupakan katarak yang terjadi akibat adanya penyakit diabetes melitus. Lalu masuk ke stadium matur. berkerut akibat kempesnya katarak.4.5 Patogenesis Proses terjadinya katarak bisa dari hal-hal yang telah diuraikan di atas. penurunan ion kalium. lensa menjadi kempis. peningkatan kandungan ion natrium dan kalsium. Akumulasiakumulasi tersebut pada akhirnya akan menyebabkan terbentuknya tanda-tanda katarak yang telah dijelaskan di atas. Beberapa pendapat mengatakan bahwa pada keadaan hiperglikemia terdapat penimbunan sorbitol dan fruktosa di dalam lensa. Hingga pada akhirnya sampai stadium immatur. gejala belum kelihatan (belum ada penurunan visus yang nyata). asam askorbat.

Keadaan ini disebut hiperopia manifes. Berikut akan kita bahas secara ringkas satu persatu.7 Semakin bertambahnya umur seseorang. Lensa sferis konkaf (minus) digunakan untuk mengoreksi bayangan pada miopia. Retinopati anemia diakibatkan anoksia berat yang terjadi pada anemia. hipertensi. diabetes melitus. Dimana ditemukannya beberapa kelainan di retina. hipotensi.7 • Retinopati Retinopati merupakan kelainan pada retina yang tidak disebabkan radang. perdarahan. Kelainan ini dikoreksi dengan menggunakan lensa plus untuk mengejar daya fokus lensa yang hilang. Keadaan-keadaan tersebut juga menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan secara perlahan. maka mata mungkin tidak mampu mengoreksi bayangan dengan berakomodasi. • Miopia Apabila bayangan dari benda yang terletak jauh berfokus di depan retina pada mata yang tidak berakomodasi. Makin berat anemia maka akan terjadi kelainan retina yang berat. Sewaktu benda digeser lebih dekat dari 6 m. dan retinopati leukemia.Diagnosa Banding Beberapa keadaan yang juga menyebabkan keluhan-keluhan yang mirip dengan keluhan penyakit katarak adalah gangguan-gangguan refraksi (ametropia) serta penyakit retinopati.5 Kelainan retina yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan dapat disebabkan oleh anemia. atau penglihatan dekat (rabun jauh). maka mata tersebut mengalami miopia. Anoksia ini mengakibatkan infark retina sehingga tidak jarang ditemukan pula suatu bercak eksudat kapas. Lensa ini memindahkan bayangan menjadi mundur ke retina. maka bayangan bergerak mendekati retina dan fokusnya menjadi lebih tajam. • Presbiopia Salah satu gangguan refraksi pada mata ini merupakan keadaan hilangnya daya akomodasi yang terjadi bersamaan dengan proses penuaan pada semua orang. Apabila hiperopia terlalu tinggi. dilatasi pembuluh darah vena 11 . maka semakin menurun daya akomodasi rata-rata matanya.7 • Hiperopia Atau yang disebut juga dengan hipermetropia adalah keadaan mata yang tidak berakomodasi memfokuskan bayangan di belakang retina. Retinopati diabetes melitus adalah kelainan retina (retinopati) yang ditemukan pada penderita diabetes melitus. seperti mikroaneurisma (penonjolan dinding kapiler).

infeksi. Sedangkan kelainan pembuluh darah dapat berupa penyempitan umum atau setempat. percabangan pembuluh darah yang tajam.4 12 . atau pertumbuhan epitel ke bawah ke kamera anterior yang menghambat pemulihan visual. pembuluh darah baru pada retina.5 Retinopati hipertensi adalah kelainan-kelainan retina dan pembuluh darah retina akibat tekanan darah tinggi. Kelainan retina dapat berupa retinopati hipertensi.5 Prognosis Katarak senilis memiliki prognosis hingga 90% membaik. dengan arteri yang besarnya tidak teratur. ablasio retina. fenomena crossing. misalnya glaukoma. dan perdarahan retina. soft exudat (merupakan iskemia retina). serta hiperlipidemia. atau sklerosis pembuluh darah. hard exudat (merupakan infiltrasi lipid ke dalam mata). edema retina. sisanya mungkin telah mengalami kerusakan retina atau mengalami penyulit pascabedah serius. eksudat pada retina. edema retina. perdarahan korpus vitreum.dengan lumen yang iregular dan berkelok-kelok.

kita harus melakukan pemeriksaanpemeriksaan. Setiap baris ditandai sebuah angka yang disesuaikan dengan jaraknya. 13 . Tes Ketajaman Penglihatan Penglihatan dapat dibagi dalam penglihatan sentral dan perifer. Misalnya Snellen chart atau kartu Snellen. Setiap pemeriksaan mata harus mencakup penilaian ketajaman penglihatan. riwayat kesehatan lalu. ptosis. dalam kaki atau meter. seperti gerak mata dan perpaduan. serta riwayat keluarga. dan semua huruf di baris itu dapat dibaca oleh mata normal. Harus dibedakan juga antara pengurangan ketajaman sentral dan perifer. edema kornea. atau perdarahan dalam vitreus atau ruang akueus). dan gangguan fungsi retina (makula). tidak peduli apakah ketajaman penglihatan disebut atau tidak sebagai bagian dari keluhan utama. pengeruhan atau gangguan dari media mata (misalnya. Hilangnya ketajaman penglihatan dapat disebabkan kelainan disembarang tempat sepanjang jalur optik dan neurologik visual. Gejala mata dibedakan dalam 3 kategori dasar.4 PEMERIKSAAN KATARAK Untuk mendiagnosa suatu penyakit katarak. Prognosis untuk perbaikan ketajaman penglihatan setelah operasi paling buruk pada katarak kongenital unilateral dan paling baik pada katarak kongenital bilateral inkomplit yang progresif lambat. yaitu kelainan penglihatan. atau jalur visual intrakranial.Prognosis penglihatan untuk pasien katarak anak-anak yang memerlukan pembedahan tidak sebaik prognosis untuk pasien katarak senilis. Jadi hars dipertimbangkan kelainan refraksi (fokus). Ketajaman penglihatan sentral diukur dengan memperlihatkan sasaran dengan berbagai ukuran yang terpisah pada jarak standar dari mata. Meliputi anamnesis dan pemeriksaan dasar mata.8 Maksud pemeriksaan fisik mata adalah untuk menilai fungsi maupun anatomi kedua mata. Fungsi mencakup fungsi penglihatan dan fungsi bukan penglihatan. yang biasa terdiri atas deretan huruf yang tersusun mengecil untuk menguji penglihatan jarak jauh. Gejala umum mata perlu untuk diketahui agar dapat melakukan pemeriksaan mata dengan benar dan mengarah. katarak. nervus optikus. dan kelainan sensasi mata (nyeri dan sakit). kelainan penampilan mata. Adanya ambliopia dan kadang-kadang anomali saraf optikus atau retina membatasi tingkat pencapaian penglihatan pada kelompok pasien ini. Di dalam anamnesis kita tanyakan mulai dari keluhan utama.

Jika sampai 1 meter pasien masih belum dapat melihat.10 Penilaian terhadap hasil pemeriksaan atau interpretasi hasil antara lain :9 14 . berartivisusnya adalah 1/~ dengan proyeksi (+) ataupun proyeksi (-). ketajaman penglihatan dapat diukur pada jarak jauh. maka dilanjutkan dengan pemeriksaan goyangan tangan. Jika pasien dapat melihat cahaya. Jika pasien dapat menghitung jari pada jarak 3 meter. yaitu dengan menggunakan Snellen chart. atau pada jarak dekat. maka semakin besar bayangan iris pada lensa yang keruh tersebut. hitung jari. ketajaman jarak adalah standar untuk perbandingan dan selalu diuji bagi masing-masing mata secara terpisah. inilah yang disebut buta total. 20 kaki (6 meter). Sentolop disinarkan pada pupil dengan membuat sudut 45° dengan dataran iris.Pemeriksaan untuk menentukan tajam penglihatan ada 4 tipe.9. Nilai pertama adalah jarak tes dalam kaki antara kartu Snellen dan pasien. berjarak 14 inchi. Untuk keperluan diagnostik. Pemeriksaan goyangan tangan digunakan untuk mata yang berpenglihatan atau visusnya < 1/60. Proyeksi (+) maksudnya pasien dapat mengetahui arah datangnya cahaya.8 Apabila seorang pasien tidak dapat mengenal huruf terbesar pada Snellen chart. untuk visus < 1/300. maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan hitung jari pada jarak 3 meter. Dengan loupe dilihat bayangan iris pada lensa yang keruh. Bila pasien tidak dapat melihat cahaya senter. Terakhir pemeriksaan dengan senter. visusnya dapat ditulis 1/300. maka visusnya dapat ditulis 3/60. Sesuai konvensi. Normalnya jari dapat dilihat secara terpisah pada jarak 60 meter. maka semakin kecil bayangan iris yang akan terlihat.7 Diketahui bahwa semakin sedikit lensa yang keruh. Sedangkan makin tebal kekeruhan lensa. dan terakhir dengan senter. Ketajaman diberi skor dengan 2 angka (misalnya 20/40).9. Tes Bayangan Iris (Shadow Test) Pemeriksaan lensa ini dilakukan untuk mengetahui derajat kekeruhan lensa. goyangan tangan. Penglihatan 20/60 berarti bahwa mata pasien hanya dapat membaca dari jarak 20 kaki huruf yang cukup besar untuk dibaca dari jarak 60 kaki oleh mata normal. Orang normal dapat melihat sinar dari jarak tak terhingga. jika tidak bisa maka pemeriksa maju 1 meter sampai pasien dapat memnghitung jumlah jari. sedangkan proyeksi (-) pasien tidak dapat mengetahui arah cahaya. Orang normal dapat melihat gerakan / lambaian tangan dari jarak 300 meter.10 Dalam melakukan pemeriksaan ini diperlukan lampu sentolop dan loupe. dan nilai kedua adalah baris huruf terkecil yang dapat dibaca mata pasien dari jarak tes. Pemeriksaan ini dilakukan dari jarak 1 meter.

salep.5 Lensa diangkat dari mata bisa dengan 2 cara. tetes mata.4. sehingga bayangan iris pada lensa besar dan keadaan ini disebut pseudopositif. mengecil serta terletak jauh di belakang pupil. Ekstraksi katarak adalah cara pembedahan dengan mengangkat lensa yang mengalami katarak. ini terdapat pada katarak matur (shadow test (-)). Bila bayangan iris pada lensa terlihat besar dan letaknya jauh tehadap pupil berarti lensa belum keruh seluruhnya (belum sampai ke depan). keadaan ini disebut shadow test (+). baik itu dalam bentuk tablet.  Apabila bayangan iris pada lensa kecil dan dekat terhadap pupil berarti lensa sudah keruh seluruhnya (sampai pada kapsul anterior). ini terjadi pada katarak imatur. hingga gizi tertentu untuk mencegah perkembangan katarak. lensa sudah keruh seluruhnya. Non-Farmakologi Pengobatan katarak secara non-farmakologi dilakukan dengan ekstraksi katarak. PENATALAKSANAAN PENYAKIT KATARAK. yaitu prosedur intrakapsular dan ekstrakapsular.  Bila katarak hipermatur. INDIKASI MERUJUK DAN ASPEK ETIK YANG BERLAKU Farmakologi Sampai sekarang belum ditemukan terapi medis untuk pengobatan katarak.5 Ekstraksi intrakapsular 15 .

yaitu optik sferis yang biasanya terbuat dari polimetilmetakrilat dan foot plates atau haptik untuk menahan lensa pada posisinya. seperti ablasi retina dan edema makula sistoid. Lensa ini terdiri dari 2 bagian dasar.5 Ekstraksi ekstrakapsular Tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga masa lensa dan korteks lensa dapat keluar melalui robekan tersebut. Insidensi komplikasi pasca-operatif. Implantasi lensa intraokular ini juga memiliki 16 . sehingga ahli bedah dapat memasukan lensa intraokuler ke dalam kamera posterior tersebut. yaitu dengan pemasangan lensa intraokular. lebih kecil kalau kapsul posteriornya utuh.5 Pada ekstraksi ini kapsul posterior tetap utuh atau dengan kata lain tidak diangkat. Teknik ini merupakan teknik ekstrakapsular yang menggunakan getarangetaran ultrasonik untuk mengangkat nukleus dan korteks melalui insisi limbus yang kecil (2-5 mm). Kemudian setelah dilakukan ekstraksi atau pengeluaran lensa. sehingga mempermudah penyembuhan luka pasca-operasi. Ekstraksi ini kontra indikasi pada pasien berusia kurang dari 40 tahun yang masih mempunyai ligamen hialoidea kapsular.4 Ada juga teknik fakoemulsifikasi dan fakofragmentasi dengan irigasi atau aspirasi (atau keduanya).Pembedahan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsulnya. maka diperlukan lensa pengganti.

seperti :11  Pada bilik mata depan di mana fiksasinya terletak pada sudut iridokornea. dan glaukoma neovaskular. balutan dapat dibuka dan matanya dilindungi dengan kacamata atau dengan pelindung mata seharian sampai pasien terbiasa dengan lensa yang baru. tetapi jika mata sudah terasa nyaman. Perawatan pasca-operasi yang diperlukan seperti mata dibalut selama beberapa hari. psikologis dan mobilisasi cepat. dan faktor resiko lain.  Pada bilik mata belakang. Pelindung logam juga diperlukan pada malam hari selama beberapa minggu guna mencegah kerusakan yang dapat terjadi ketika tidur. Berdasarkan The Catarac Management Guideline Panel dianjurkan bahwa petunjuk terbaik untuk perlu tidaknya tindakan bedah adalah penilaian berdasarkan gambaran klinis dan uji ketajaman penglihatan Snellen dengan memperhatikan fleksibilitas berkaitan dengan kebutuhan fungsional dan visual spesifik pasien. Keuntungan pemasangan lensa ini antara lain penglihatan yang lebih fisiologis karena letak lensa yang ditempatkan pada tempat lensa asli yang diangkat. fiksasi pada sulkus siliar.  Pada daerah pupil di mana bagian optik lensa pada pupil dengan fiksasi pupil.11 Dapat juga digunakan lensa kontak sebagai ganti lensa intraokular. antara lain uveitis berulang. bila katarak mengakibatkan menurunnya tajam penglihatan yang mengakibatkan terganggunya pekerjaan atau gaya hidup sehari-hari maka mungkin 17 .kontraindikasi. rubeosis iridis. Tetapi banyak pasien-pasien lanjut usia yang tidak dapat menerima atau memasangnya dengan mudah. fiksasi pada sklera. tidak terjadi pembesaran benda yang dilihat. lapangan penglihatan sama dengan lapangan pandang mata normal. Indikasi Merujuk Indikasi kita merujuk seorang pasien ke dokter spesialis mata adalah melihat perlu tidaknya tindakan yang sudah diluar kemampuan atau kompetensi kita sebagai dokter umum. dan di dalam kapsul lensa. contohnya pada kasus ini adalah operasi katarak.4 Letak lensa ini di dalam bola mata dapat bermacam-macam. Kacamata afakia juga dapat digunakan pada keadaan-keadaan tertentu jika lensa intraokular tidak dapat digunakan. dapat atau lebih baik untuk mengatasi ambliopia yang terjadi pada katarak anak. lingkungan.4 Dengan kata lain. yang kesemuanya dapat berbeda-beda. retinomati diabetik proliferatif.

kemungkinan komplikasi atau resiko yang akan terjadi.keadaan ini telah merupakan isyarat untuk melakukan pembedahan katarak. Aspek Etik yang Berlaku Pada setiap perencanaan tindakan medis diperlukan informed consent (persetujuan setelah penjelasan). baik itu yang tertulis maupun yang lisan.12 Sebelum persetujuan pembedahan sebaiknya pasien mendapat penjelasan mengani hal-hal yang akan disetujui mengenai kemungkinan pengobatan pada :12        Ulasan Setelah menjawab semua pertanyaan yang muncul dalam curah pendapat. serta tujuan dari dilakukannya tindakan ini (keuntunngan dan kerugiannya).12 Derajat gangguan penglihatan sangat berbeda-beda setiap orang. dapat kita ketahui bahwa Ny. faktor resiko serta hasil pemeriksaan yang dilakukan pada Ny.Cathy mengalami keadaan-keadaan yang ia keluhkan dikarenakan ada kekeruhan pada lensa matanya.Cathy.3 Apabila terjadi kekeruhan lensa. Berdasarkan keluhan. Secara fisioligik lensa mempunyai sifat-sifat tertentu. maka dokter bersama pasien akan menentukan apakah telah perlu dilakukan tindakan pembedahan. maka inilah yang akan mengganggu penglihatan seseorang. Katarak ini lebih dipengaruhi oleh Kemungkinan terjadinya penyulit Tekanan bola meta yang naik pasca-bedah Bila terjadi perdarahan dalam mata Kelopak mata turun pasca-bedah katarak Terjadinya ablasi retina Kornea keruh dan bengkak Kebutaan 18 . Dalam keadaan ini pasien diberi penjelasan sampai mengerti mengenai diagnosis. atau yang disebut dengan katarak. yaitu kenyal atau lentur karena memegang peranan terpenting dalam akomodasi penglihatan dan jernih atau transparan karena diperlukan sebagai media penglihatan. Pasien akan diminta untuk menandatangani informed consent medis tindakan bedah yang akan dilakukan. Bergantung kebutuhan pribadi. ia didiagnosa menderita katarak senilis. teknik bedah yang akan dilakukan.

Setelah dilakukan pemeriksaan visus.13 Penjelasan yang dimaksud disini adalah informasi apa saja yang berhubungan dengan penyakit pasien. siapa yang harus menyampaikan (who).Cathy dikarenakan pembiasan cahaya yang masuk ke dalam lensa menjadi tidak teratur. karena tindakan operasi itu sendiri merupakan tindakan yang invasif yang selain dapat mengobati juga dapat membahayakan pasien.Cathy sudah berumur 65 tahun dan kemungkinan terjadi pengumpulan pigmen coklat di dalam serat lensa semakin besar. apa-apa saja pilihan tindakan yang tersedia. Akan tetapi pasien yang akan dilakukan tindakan operasi harus memiliki indikasiindikasi tertentu. Pemeriksaan shadow test ini juga bertujuan untuk mengetahui derajat atau tingkat keparahan katarak. Penanganan yang dapat dilakukan terhadap penyakit katarak adalah tindakan operasi. Oleh karena itu. kapan disampaikan (when).Cathy dapat melihat pada jarak 1 meter. dokter hanya membantu pasien agar dapat memilih keputusan yang terbaik.Cathy hanya dapat melihat lambaian tangan. serta informasi yang mana yang perlu disampaikan (which). Di dalam Permenkes No. maka dilakukanlah pemeriksaan shadow test untuk melihat apakah benar ada katarak pada lensa mata Ny. apa kelebihan serta resiko dari tiap tindakan. Hasil pemeriksaan visus ternyata Ny. Perasaan silau yang dirasakan oleh Ny. Pembiasan tidak teratur ini terjadi karena kekeruhan lensa serta densitas yang lebih padat sehingga indeks bias dari lensa meningkat. sorang dokter perlu meminta informed consent atau persetujuan tindakan medis kepada pasien ataupun keluarganya. Mengingat Ny. Oleh karena itu. sedangkan Ny. Terpaparnya dengan sinar ultra violet yang lebih banyak juga menjadi faktor yang menyebabkan katarak Ny. Penangkapan sinar datang di retina menjadi tidak teratur sehingga terasa silau.13 Pada dasarnya segala keputusan ada ditangan pasien. Meliputi apa yang perlu disampaikan (what).Cathy menurun hingga < 1/60. juga prognosis penyakit tersebut. Dimana orang normal dapat melihat lambaian tangan pada jarak 300 meter. 19 . 585 tahun 1989 tentang PTM dinyatakan bahwa dokter harus menyampaikan informasi atau penjelasan kepada pasien / keluarga diminta atau tidak diminta. Persetujuan tindakan medis (PTM) atau informed consent adalah persetujuan yang diberikan pasien kepada dokter setelah diberi penjelasan. sebelum memberikan persetujuan medis. yang berarti visus Ny.Cathy.Cathy ini.faktor usia. atau mencapai 1/300. jadi informasi harus disampaikan. pasien harus mengetahui keadaan mengenai diagnosis penyakitnya. maka akan menyebabkan ketransparanan lensa menjadi berkurang. Katarak senilis ini menyebabkan pandangan seperti berkabut serta terasa silau.

yaitu ekstraksi ekstrakapsular dan ekstraksi intrakapsular. PTM yang kita lakukan biasanya dalam bentuk lisan. epitel subkapsular. Keputusan yang akan diambil sebagai tindakan medis tergantung kepada pasien. Pada kasus yang kita bahas ini. • • Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan visus dan bayangan iris (shadow test). PTM yang diminta biasanya dalam bentuk tertulis. • Seorang dokter harus meminta persetujuan tindakan medis (informed consent) kepada pasien sebelum melakukan tindakan medis apa pun. Penanganan untuk penyakit katarak adalah dengan operasi teknik ekstraksi lensa. ketajaman penglihatan menurun. Ekstraksi ini terbagi 2. dan simpai lensa. Lensa terdiri dari serat lensa. meliputi what. Katarak adalah penyakit kekeruhan lensa yang menyebabkan gangguan penglihatan antara lain pandangan seperti berasap. • • • Dokter harus memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada pasien mengenai keadaan penyakitnya. Sebagai dokter umum yang pertama sekali menangani pasien. Tetapi jika seorang dokter spesialis akan melakukan tindakan medis seperti operasi. Sebagai dokter umum. 20 . Kesimpulan • • • Lensa merupakan organ utama untuk mata berakomodasi. dan which. when.Cathy ke dokter spesialis untuk dilakukan operasi. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman lensa okular di tempat lensa yang telah diekstraksi. who. seharusnya seorang dokter umum dapat menyampaikan hal-hal seperti yang telah dijelaskan di atas. baik lisan maupun tulisan. Dokter hanya memberikan informasi yang harus diketahui pasien. sebelum merujuk Ny. silau. kita perlu merujuk pasien ke dokter spesialis jika ada indikasi dan diperlukannya penanganan diluar kemampuan atau keahlian kita. dan lain-lain.PTM ini ada yang bentuk lisan dan tulisan.

MD. Lang F. Jakarta. Sidarta Ilyas. Balai Penerbit FK UI: 2003.DAFTAR PUSTAKA 1. 8. Jakarta. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Paul Riordan-Eva. EGC: 2006. 459-485. SpM. H. Daniel G. Prof. 2. 175-184. Oftalmologi Umum Edisi 14. Taylor Asbury. Jakarta. Shock. Optik dan Refraksi. MD. Tes Bayangan Iris (Shadow Test). Sidarta Ilyas. 30-34. SpM. John P. MD dan Richard A. Sidarta Ilyas. Oftalmologi Umum Edisi 14. Jakarta. Balai Penerbit FK UI: 2004. Prof. Taylor Asbury. David F. Ilmu Penyakit Mata Edisi 3. 1-29.Chang. H. Widya Medika: 2000. Pemeriksaan Oftalmologik. Jakarta. Dr. 21 . Ilmu Penyakit Mata Edisi 3. dan Paul Riordan-Eva. 4. Taylor Asbury. FRCOphth. Carlos Junqueira. Organ Indera. L. Anatomi dan Embriologi Mata. 10. Jakarta. Vaughan. Widya Medika: 2000. Prof. 9. Penglihatan Turun Perlahan Tanpa Mata Merah. EGC: 1997. dan Robert O. Taylor Asbury. Jakarta. Balai Penerbit FK UI: 2004. Anatomi dan Fisiologi Mata. 34. SpM. 322-323. Daniel G. Ilmu Penyakit Mata Edisi 3. Dr. Balai Penerbit FK UI: 2004. Daniel G. Widya Medika: 2000. 7. Prof. 1-13. Kelley. 3. Oftalmologi Umum Edisi 14. Widya Medika: 2000. 401-405. Jakarta. 6. Vaughan. dan Paul Riordan-Eva. 200-226. White. Dasar – Teknik Pemeriksaan Dalam Ilmu Penyakit Mata Edisi 2. Harper. Dr. Histologi Dasar. Dr. Jakarta. Pemeriksaan Anatomi dan Fisiologi Mata Serta Kelainan Pada Pemeriksaan Mata. Jakarta. Penyakit Alat Optikus Pada Mata. FRCS. Paul Riordan-Eva dan Orson W. Oftalmologi Umum Edisi 14. 111-112. Vaughan. Lensa. Daniel G. dan Paul Riordan-Eva. dan Paul Riordan-Eva. Sidarta Ilyas. 5. In Sibernagl S dan Lang F. SpM. Jose Carneiro. H. H. Vaughan.

Dr. 12. Katarak (Lensa Keruh). Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan Edisi 3. 22 . M. Amri Amir. 13. Jakarta. H. Dr. SpM. H. Sidarta Ilyas. Balai Penerbit FK UI: 2003. Katarak (Lensa Keruh). Prof. 31. SpM. Prof. Sidarta Ilyas. Jakarta. Persetujuan Tindak Medik. 27-28. Balai Penerbit FK UI: 2003. Lensa Intra Okular. EGC: 1999.11. Jusuf Hanafiah dan Amri Amir. 66-72. Persetujuan Setelah Penjelasan (Informed Consent). Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->