You are on page 1of 7

BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang Growth hormone deficiency, selanjutnya akan disebut GHD, adalah suatu kelainan yang terjadi pada kelenjar hipofisis. Pada keadaan ini, kelenjar hipofisis tidak dapat memproduksi GH (growth hormone) secara adekuat, sehingga menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat dari keadaan normal. Pola pertumbuhan anak-anak merupakan hal penting dalam menentukan suatu pertumbuhan yang normal. Pertumbuhan normal pada anak-anak sekitar 2 inchi per tahun, sedangkan pada anak-anak yang mengalami GHD pertumbuhannya kurang dari 2 inchi per tahun.1 Walaupun jauh lebih kecil dari keadaan normal, seorang anak dengan GHD memiliki proporsi ukuran tubuh yang normal dan terlihat lebih muda dibandingkan anak normal yang sama usianya. Pada banyak kasus, awalnya seorang anak tumbuh dengan normal sampai usia 2 atau 3 tahun dan kemudian tanda dari perlambatan pertumbuhan mulai terlihat. Namun, ada pula kasus lain yang menunjukkan seorang anak mengalami perlambatan pertumbuhan di awal kehidupannya. Insiden GHD diperkirakan berkisar diantara 1 : 4.000 dan 1 : 3.500, sehingga kasus GHD ini bukan lagi merupakan suatu kasus yang langka.2 Sehingga, penting bagi seorang tenaga kesehatan, khususnya dokter, untuk mengetahui dan memahami bagaimana etiologi dan patofisiologi dari GHD. I.2 Rumusan Masalah 1.2.a Apakah etiologi terjadinya GHD? 1.2.b Bagaimana proses patofisiologi dari GHD? I.3 Tujuan Penulisan 1.3.a Mengetahui etiologi terjadinya GHD. 1.3.b Mengetahui proses patofisiologis dari GHD.

Gen-gen yang mengalami mutasi.4 MPHD kongenital disebabkan oleh adanya mutasi dari berbagai faktor trankripsi pada hipofisis sehingga terjadi berbagai bentuk defisiensi hormon hipofisis. LH. Ketika GH beredar di dalam sirkulasi sistemik.1. Kebanyakan pasien dengan kasus GHD idiopatik mengalami kekurangan GHRH (growth hormone releasing hormone). Kontrol utama pada pelepasan GH adalah GHRH dan somatostatin. terjadi pelepasan IGF-1 (insulinlike growth factor 1) yang akan berikatan dengan IGF-binding proteins (IGFBPs). yaitu MPHD (Multiple Pituitary Hormone Deficiency) dan IGHD (Isolated Growth Hormone Deficiency). Sedangkan GHD didapat (acquired) disebabkan oleh adanya trauma.3. dan PIT1/POU1F1.3. IGF-1 bekerja sebagai penghambat dari pelepasan GH. GHRH memiliki peranan dalam stimulasi sintesis serta sekresi GH. baik secara kongenital ataupun didapat (acquired).4 II. diantara lain HESX1. Kelainan pada gen juga dikatakan sebagai penyebab terjadinya GHD. nutrisi.2. seperti stress. dan GH itu sendiri.2 Patofisiologi Sekresi GH (growth hormone) dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mutasi pada HESX1 dapat menyebabkan terjadinya defisiensi GH. dan ACTH. FSH. dan penyakit lain. radiasi pada kepala. Mutasi loss-of-function heterozigot menunjukkan . TSH. infeksi. LHX3.3 Pada beberapa kasus GHD tidak diketahui penyebab terjadinya atau idiopatik. seperti tumor. yaitu kongenital dan didapat (acquired). atau hipofisis. Terdapat dua jenis GHD. tidur. seperti rendahnya konsentrasi glukosa darah. Mutasi pada HESX1 menghasilkan suatu kompleks fenotip dengan defek pada perkembangan saraf optikus.2. prolaktin (PRL). HESX1 diekspresikan di dalam prekursor kelima tipe sel dari hipofisis anterior pada awal perkembangan embriologik.BAB II PEMBAHASAN II. PROP1. Penyebab GHD kongenital berkaitan dengan abnormalitas pada kelenjar hipofisis. PTX2. olahraga.5 GHD dapat terjadi karena adanya gangguan pada axis GH di otak. Sedangkan somatostatin menghambat pelepasan GH sebagai respon dari GHRH dan faktor stimulus lain. hipotalamus.1 Etiologi GHD dapat dibedakan menjadi dua jenis. LHX4.5 GH akan terikat pada suatu growth hormone-binding protein (GHBP) dan bersirkulasi ke seluruh jaringan tubuh.4 a.

dan umbilikus. Gen ini memiliki fungsi untuk mengaktifkan ekspresi gen PIT1/POU1F1. LH. b. Mutasi dari LHX3 akan menyebabkan defisiensi dari GH. dan PIT1/POU1F1 promoter. salah satunya adalah GH. apakah terjadi sejak lahir atau pun muncul kemudian pada masa kanak-kanak. atau hipofisis anterior yang mengakibatkan defisiensi hormon hipofisis. PROP1 ditemukan pada nucleus dari sel somatotrope. Pada mutasi PROP1 terjadi defisiensi dari GH. FSH. LHX3 mengaktifkan α-GSU promoter dan bekerja secara sinergis dengan PIT1/POU1F1 untuk meningkatkan transkripsi dari PRL. f. Mutasi dominan dan resesif PIT1/POU1F1 memegang peranan penting dalam defisiensi komplit dari GH dan PRL serta variable defisiensi TSH. PTX2 yang mengalami mutasi akan menyebabkan terbentuknya suatu fenotip yang kompleks. Mutasi dari PROP1 merupakan penyebab umum terjadinya MPHD resesif.kombinasi dari IGHD dan hipoplasia saraf optikus. Hal tersebut menyebabkan terjadinya berbagai macam defisiensi hormon dari hipofisis anterior. Anak dengan sindrom Rieger mengalami colobomas pada iris dan abnormalitas perkembangan ginjal. d. yaitu suatu tumor intrakranial benigna berasal dari sel-sel pada kantong Rathke atau pituitary stalk yang memiliki struktur kistik dan solid. dan FSH. LHX4 bila mengalami mutasi akan menyebabkan defisiensi produksi GH secara konsisten dengan atau tanpa adanya defisiensi TSH dan ACTH. Sedangkan mutasi homozigot dapat menyebabkan septo-optic dysplasia (SOD). gastrointestinal. PRL. tetapi tidak ACTH.7 . maka tumor tersebut dapat menyebabkan defisiensi parsial atau komplit dari hormon hipofisis. lactotrope. dan thyrotroph. pituitary stalk. yang berakibat pada perkembangan tidak sempurna dari septum pellucidum dengan hipoplasia saraf optikus dan abnormalitas lainnya.6 Apabila craniopharyngioma menekan pituitary stalk atau mengenai area dari kelenjar hipofisis. TSH. c. PIT1/POU1F1 merupakan suatu protein nuclear yang terikat pada GH dan PRL promoter. dan kemudian gangguan ini disebut sebagai sindrom Rieger. PRL. lactotrope. Defisiensi yang terjadi masih belum dapat dijelaskan mekanismenya. PIT1/POU1F1 dibutuhkan pada pembentukan dan fungsi matur dari somatotrope. e. MPHD yang didapat (acquired) disebabkan oleh lesi yang menyebabkan kerusakan hipotalamus. dan thyrotrope. β-TSH. dan terkadang ACTH.4 Lesi yang biasa menyebabkan MPHD didapat (acquired) adalah craniopharyngioma. LH.

tubuh berada dalam keadaan imunodefisiensi dan tidak dapat membentuk antibodi secara efektif. dimana pasien mengalami delesi. memiliki resiko tinggi mengalami defisiensi GH. maka immunoglobulin pun tidak dapat terbentuk. yang disebut sebagai X-linked Agammaglobulinemia (XLA). dan gen pada kromosom X. sehingga mengganggu pelepasan dari GH. dan mutasi nonsense pada gen GH.1 Kesimpulan .2. dimana gen pembentuk Btk ditemukan di kromosom X. Pada XLA terdapat defek kromosom X sehingga terjadi mutasi yang menyebabkan terjadinya defek Btk dan kemudian mengakibatkan maturasi sel B tidak terjadi. tetapi lebih pada sel B yang memproduksi immunoglobulin.10 BAB III PENUTUP III. histiocytosis. gen GH. Pada keadaan tersebut kromosom X mengalami defek sehingga immunoglobulin tidak terbentuk. meningitis.8 Terdapat hipogammaglobulinemia yang terkait dengan kromosom X.4 IGHD tipe 1A diturunkan dengan pola resesif autosomal. Sedangkan IGHD tipe 2 berkaitan dengan defisiensi GH autosomal dominan akibat adanya mutasi splice site dan mutasi missense. defek yang terjadi pada XLA tidak berkaitan dengan immunoglobulin. seperti leukemia.4 Radiasi dari radioterapi dapat menyebabkan kerusakan pada sel somatotrope.4 Adapun yang dimaksud dengan hypogammaglobulinemia merupakan suatu keadaan dimana tubuh mengalami defisiensi seluruh jenis immunoglobulin. Oleh karena maturasi sel B tidak terjadi. mutasi frameshift.IGHD kongenital disebabkan oleh abnormalitas reseptor GHRH. Sel B tidak dapat memproduksi immunoglobulin karena adanya defek pada enzim yang penting dalam maturasi sel B. Anak-anak yang menjalani radioterapi untuk tumor CNS atau untuk mencegah keganasan CNS. Sehingga.9 Penyebab IGHD didapat (acquired) diantaranya adalah penggunaan radioterapi untuk kasus keganasan. Pasien dengan IGHD tipe 1B mengalami mutasi splice site resesif dan defisiensi GH inkomplit. dan trauma.2. Sesungguhnya. yaitu Bruton’s agammaglobulinemia tyrosine kinase (Btk).2 Pada pasien IGHD tipe 2 dengan defisiensi GH terkait kromosom X seringkali berkaitan dengan hypogammaglobulinemia.

III. olahraga. PROP1. diharapkan dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat. adalah pemahaman tentang etiologi dan patofisiologi GHD adalah penting. IGHD kongenital disebabkan oleh abnormalitas reseptor GHRH. dan trauma. Hal ini bertujuan agar kelak apabila menghadapi kasus GHD. seorang dokter dapat menegakkan diagnosis secara dini dan tepat. nutrisi. pasien GHD akan memiliki prognosis yang lebih baik. December 30. Karena dengan penanganan dini. Penyebab IGHD didapat (acquired) diantaranya adalah penggunaan radioterapi untuk kasus keganasan. dan gen pada kromosom X. 2005. histiocytosis. MPHD kongenital disebabkan oleh adanya mutasi dari berbagai faktor trankripsi pada hipofisis sehingga terjadi berbagai bentuk defisiensi hormon hipofisis. Kontrol utama pada pelepasan GH adalah GHRH dan somatostatin. dan GH itu sendiri. meningitis.Sekresi GH (growth hormone) dipengaruhi oleh beberapa faktor. atau hipofisis anterior yang mengakibatkan defisiensi hormon hipofisis. LHX3. gen GH. MPHD yang didapat (acquired) disebabkan oleh lesi yang menyebabkan kerusakan hipotalamus. hipotalamus. dan PIT1/POU1F1. GHD dapat terjadi karena adanya gangguan pada axis GH di otak.2 Saran Saran yang dapat diberikan kepada tenaga kesehatan. Terdapat dua jenis GHD. PTX2. baik secara kongenital ataupun didapat (acquired). Stephen. Growth Hormone Deficiency in Children. pituitary stalk. Available at . Dengan diagnosis dini. atau hipofisis. diantara lain HESX1. Gen-gen yang mengalami mutasi. tidur. yaitu MPHD (Multiple Pituitary Hormone Deficiency) dan IGHD (Isolated Growth Hormone Deficiency). khususnya dokter. DAFTAR PUSTAKA 1. seperti stress. Kemp. LHX4.

Sandra Pekic. 2011. Accessed on September 28. John S. Accessed on September 28. Philadelphia. Emma. Patricia E.thefreedictionary.wisegeek. Etiologi dan Patofisiologi Growth Hormone Deficiency . Available at http://www.pituitary. 7. Greenspan’s Basic and Clinical Endocrinology 9th Edition. 2007. 9.com/growth_hormone_deficiency_in_children/article_e m. Chapter 3: Anterior Pituitary Gland. What is Hypogammaglobulinemia. Felner. Dennis. Nelson Textbook of Pediatrics 18th Edition. 2011. Available at http://medical- dictionary. China.org/disorders/craniopharyngiomas. 3. Parks and Eric I.aspx. 2002: 87(5): 2095-2099. Lloyd. Accessed on September 30. Gale Accessed on Encyclopedia of Medicine.emedicinehealth. 5. 2011. 6.com/X-linked+agammaglobulinemia.http://www. Endocrine Physiology 3rd Edition. 2011. Pituitary Disorders: Craniopharyngioma. Kemp. September 30.com/what-is-hypogammaglobulinemia. 10. USA. September 30. 4. Available at http://medicalAccessed on dictionary. August 26. 2010. Anonim. Stephen.medscape. The Impact of Cranial Irradiation on GH Responsiveness to GHRH plus GH-Releasing Peptide 6. Ivana Golubicic et al. Chapter 558: Hypopituitarism.thefreedictionary. JCEM. Styne. 2. Mosby’s Medical Dictionary 8th Edition. Accessed on September 30. 2011. 2011. Vera Popovic.htm. 8. Molina. Chapter 6: Growth. 2006. Pediatric Growth Hormone Deficiency. htm. 2011. Available at http://emedicine.com/Craniopharyngioma. Available at http://www.com/article/923688-overview.

Oleh: A. Sg.A. Ayu Santhi Sueningrum 0970121003 Semester V Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Warmadewa Denpasar 2011 .