P. 1
Instalasi Penerangan

Instalasi Penerangan

|Views: 7|Likes:
Published by R Tripoetra

More info:

Published by: R Tripoetra on Nov 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

Instalasi Penerangan: Teori Dasar Pencahayaan

20:42 HaGe 4Komentar
Sejak dimulainya peradaban, manusia menciptakan cahaya hanya dari api, walaupun lebih
banyak sumber panasnya daripada cahaya yang dihasilkan. Di abad ke 21 ini kita masih
menggunakan prinsip yang sama dalam menghasilkan panas dan cahaya, salahsatunya adalah
melalui lampu pijar.

Hanya dalam beberapa dekade terakhir produk-produk penerangan menjadi lebih canggih dan
beraneka ragam. Perkiraan menunjukan bahwa pemakaian energi oleh penerangan adalah 20 -
45° untuk pemakaian energi total oleh bangunan komersial dan sekitar 3 - 10° untuk
pemakaian energi total oleh industri.

Hampir kebanyakan pengguna energi komersial dan industri peduli penghematan energi dalam
sistim penerangan. Seringkali, penghematan energy yang cukup berarti dapat didapatkan dengan
investasi yang minim dan masuk akal. Mengganti lampu uap merkuri atau sumber lampu pijar
dengan logam halida atau sodium bertekanan tinggi, sehingga akan menghasilkan pengurangan
biaya energi dan meningkatkan jarak penglihatan. Memasang dan menggunakan kontrol Ioto,
pengaturan waktu penerangan, dan sistim manajemen energi juga dapat memperoleh
penghematan yang luar biasa. Walau begitu, dalam beberapa kasus mungkin perlu
mempertimbangkan modiIikasi rancangan penerangan untuk mendapatkan penghematan energi
yang dikehendaki. Penting untuk dimengerti bahwa lampu-lampu yang eIisien, belum tentu
merupakan sistim penerangan yang eIisien.

Teori Dasar Mengenai Cahaya

Cahaya hanya merupakan satu bagian dari berbagai jenis gelombang elektromagnetis yang
terbang ke angkasa. Gelombang tersebut memiliki panjang dan Irekuensi tertentu, yang nilainya
dibedakan dari energi cahaya lainnya dalam spektrum elektromagnetisnya.

Cahaya dipancarkan dari suatu benda dengan Ienomena sebagai berikut:
· Pijar, benda padat dan cair memancarkan radiasi yang dapat dilihat bila dipanaskan sampai
suhu tertentu. Intensitas meningkat dan penampilan menjadi semakin putih jika suhu naik.
· Muatan Listrik, jika arus listrik dilewatkan melalui gas,maka atom dan molekulnya akan
memancarkan radiasi, dimana spektrumnya merupakan karakteristik dari elemen yang ada.
· Electro Luminescence, Cahaya dihasilkan jika arus listrik dilewatkan melalui padatan tertentu
seperti semikonduktor atau bahan yang mengandung IosIor.
· Photo luminescence, radiasi pada salahsatu panjang gelombang diserap, biasanya oleh suatu
padatan dan dipancarkan kembali pada berbagai panjang gelombang. Bila radiasi yang
dipancarkan kembali tersebut merupakan Ienomena yang dapat terlihat, maka radiasi tersebut
disebut Iluorescence atau phosphorescence.

Cahaya nampak, seperti yang dapat dilihat pada spektrum elektromagnetik, diberikan dalam
Gambar 1, menyatakan gelombang yang sempit diantara cahaya ultraviolet (UV) dan energi
inIramerah (panas). Gelombang cahaya tersebut mampu merangsang retina mata, yang
menghasilkan sensasi penglihatan yang disebut pandangan. Oleh karena itu, penglihatan
memerlukan mata yang berIungsi dan cahaya yang nampak.


Gambar 1. Radiasi yang Tampak

Definisi dan Istilah yang Umum Digunakan

· Lumen: Satuan Ilux cahaya; Ilux dipancarkan didalam satuan unit sudut padatan oleh suatu
sumber dengan intensitas cahaya yang seragam satu candela. Satu lux adalah satu lumen per
meter persegi. Lumen (lm) adalah kesetaraan Iotometrik dari watt, yang memadukan respon mata
'pengamat standar¨. 1 watt ÷ 683 lumens pada panjang gelombang 555 nm.
· Efficacy Beban Terpasang: Merupakan iluminasi/terang rata-rata yang dicapai pada suatu
bidang kerja yang datar per watt pada pencahayaan umum didalam ruangan yang dinyatakan
dalam lux/W/m·.
· Perbandingan Efficacy Beban Terpasang: Merupakan perbandingan eIIicacy beban target dan
beban terpasang.
· Luminaire: Luminaire adalah satuan cahaya yang lengkap, terdiri dari sebuah lampu atau
beberapa lampu, termasuk rancangan pendistribusian cahaya, penempatan dan perlindungan
lampu-lampu, dan dihubungkannya lampu ke pasokan daya.
· Lux: Merupakan satuan metrik ukuran cahaya pada suatu permukaan. Cahaya rata-rata yang
dicapai adalah rata-rata tingkat lux pada berbagai titik pada area yang sudah ditentukan. Satu lux
setara dengan satu lumen per meter persegi. Tinggi mounting: Merupakan tinggi peralatan atau
lampu diatas bidang kerja. EIIicacy cahaya terhitung: Perbandingan keluaran lumen terhitung
dengan pemakaian daya terhitung dinyatakan dalam lumens per watt.
· Indeks Ruang: Merupakan perbandingan, yang berhubungan dengan ukuran bidang keseluruhan
terhadap tingginya diantara tinggi bidang kerja dengan bidang titik lampu.
· Efficacy Beban Target: Nilai eIIicacy beban terpasang yang dicapai dengan eIisiensi terbaik,
dinyatakan dalam lux/W/m·.
· Faktor pemanfaatan (UF): Merupakan bagian Ilux cahaya yang dipancarkan oleh lampu-
lampu, menjangkau bidang kerja. Ini merupakan suatu ukuran eIektivitas pola pencahayaan.
· Intensitas Cahaya dan Flux: Satuan intensitas cahaya I adalah candela (cd) juga dikenal dengan
international candle. Satu lumen setara dengan Ilux cahaya, yang jatuh pada setiap meter persegi
(m2) pada lingkaran dengan radius satu meter (1m) jika sumber cahayanya isotropik 1-candela
(yang bersinar sama ke seluruh arah) merupakan pusat isotropik lingkaran. Dikarenakan luas
lingkaran dengan jari-jari r adalah 4ar2, maka lingkaran dengan jari-jari 1m memiliki luas 4am2,
dan oleh karena itu Ilux cahaya total yang dipancarkan oleh sumber 1- cd adalah 4a1m. Jadi Ilux
cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya isotropik dengan intensitas I adalah:

Flux cahaya (lm) ÷ 4a × intensitas cahaya (cd)

Perbedaan antara lux dan lumen adalah bahwa lux berkenaan dengan luas areal pada mana Ilux
menyebar 1000 lumens, terpusat pada satu areal dengan luas satu meter persegi, menerangi meter
persegi tersebut dengan cahaya 1000 lux. Hal yang sama untuk 1000 lumens, yang menyebar
kesepuluh meter persegi, hanya menghasilkan cahaya suram 100 lux.

ukum kuadrat terbalik

Hukum kuadrat terbalik mendeIinisikan hubungan antara pencahayaan dari sumber titik dan
jarak. Rumus ini menyatakan bahwa intensitas cahaya per satuan luas berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak dari sumbernya (pada dasarnya jari-jari).

E ÷ I / d·

Dimana
E ÷ Emisi cahaya,
I ÷ Intensitas cahaya
d ÷ jarak
Bentuk lain dari persamaan ini yang lebih mudah adalah:
E1 d1· ÷ E2 d2·

Jarak diukur dari titik uji ke permukaan yang pertama-tama kena cahaya kawat lampu pijar
jernih, atau kaca pembungkus dari lampu pijar yang permukaannya seperti es.
Contoh: Jika seseorang mengukur 10 lm/m· dari sebuah cahaya bola lampu pada jarak 1 meter,
berapa kerapatan Ilux pada jarak setengahnya?
Penyelesaian:
E1m ÷ (d2 / d1)· * E2
÷ (1,0 / 0,5)· * 10
÷ 40 lm/m·

Suhu Warna

Suhu warna, dinyatakan dalam skala Kelvin (K), adalah penampakan warna dari lampu itu
sendiri dan cahaya yang dihasilkannya. Bayangkan sebuah balok baja yang dipanaskan secara
terus menerus hingga berpijar, pertama-tama berwarna oranye kemudian kuning dan seterusnya
hingga menjadi 'putih panas¨. Sewaktu-waktu selama pemanasan, kita dapat mengukur suhu
logam dalam Kelvin (Celsius ¹ 273) dan memberikan angka tersebut kepada warna yang
dihasilkan. Hal ini merupakan dasar teori untuk suhu warna. Untuk lampu pijar, suhu warna
merupakan nilai yang 'sesungguhnya¨; untuk lampu neon dan lampu dengan pelepasan
intensitas tinggi (HID), nilainya berupa perkiraan dan disebut korelasi suhu warna. Di
Industri,'suhu warna¨ dan 'korelasi suhu warna¨ kadang-kadang digunakan secara bergantian.
Suhu warna lampu membuat sumber cahaya akan nampak 'hangat¨, 'netral¨ atau 'sejuk¨.
Umumnya, makin rendah suhu, makin hangat sumber, dan sebaliknya.

Perubahan Warna

Kemampuan sumber cahaya merubah warna permukaan secara akurat dapat diukur dengan baik
oleh indeks perubahan warna. Indeks ini didasarkan pada ketepatan dimana serangkaian uji
warna dipancarkan kembali oleh lampu yang menjadi perhatian relatiI terhadap lampu uji,
persesuaian yang sempurna akan diberi angka 100. Indeks CIE memiliki keterbatasan, namun
cara ini merupakan cara yang sudah diterima secara luas untuk siIat-siIat perubahan warna dari
sumber cahaya.

Kesalah pahaman yang umum terjadi adalah bahwa suhu warna dan perubahaan warna keduanya
menjelaskan siIat yang sama terhadap lampu. Selain itu, suhu warna menjelaskan penampilan
warna sumber cahaya dan cahaya yang dipancarkannya. Perubahan warna menjelaskan
bagaimana cahaya merubah warna suatu objek

.3./.99:20385..3/0..8...7.9.3042-././.28..3/..9.3.3:23..3.9::.7 #.3%.2.1:/5.9: 8:2-07/03.8.8503.37085432./.38038.    ..25.7.3  0.9. 503.3//.989.25.  0138/..307:5.9.99 .389..0809.33.9: 503.8...5.3:398:/:95..28.3/..8.9:.332  W11..3..9::203507 2090750780 :203 2 .3  W:203$.3-071:38/..203.9:.32.3202.31:.3..8.3&2:2:3.3390389.7 .3408:.3807.314942097/.703.8.9:./..0-..2-../:..3%075.3 20207:.7.3/80-:95.9.. $.

3/3.5.8:...5.9...307.9..9.37.995.503.3....3..9. 7.2:.907.3:2:2//..3/.27:./.9: -/.3 /./.7507.3/.

.

7.9.9.3.9././.38.39./.....25:  W11..30:.5.70:23.3::7./03..7.93.7.25:..3/..3 /.38:/.9.3/:-:3.311....3.70./03.2:2038507...9079:3/3.: -0-07..9.2  W!07-..8:.3.: .5.9079:3!07-. 7.3/.2:.9.9..9:.-0-.3/3.99  W3/08#:.39075.399.3 -0-.. 503025.0-.3/3...8.3 ././.39.3.3-07:-:3.3-/.393507..307:5..3/. 7.5.84.9.9:: 809.25: /./....3.8-/..9:5072:.3 .8.32097::7.307./9039:.39075.25: 9072...709..33.3011..25:05.3%075.7.011.3080:7:. 11..9:.3  W:23..3%...3018038907-.38.9.780-:.3 $.5 907/7/.-0-.5.-07-..3/.  /3.3507-..303.3/3..3.3503/897-:8.25: ./03.3-/.9:5.3 907.3:2039079:3 /03.3/3.5933..9.8:7.3/03..307.8...  W:07:5..3502..35073/:3.995....307:5.70...3507-.0-.93-/./.9..3/.709/..9::2035072090750780 %324:39307:5.3 ..8..7.25:/..3..3/.

.

3408:2-07 .9.943.307.7.3/5.3/0.3-..3 .8. 207:5.854.7.9:::7.25: 203...703.3..503.2  W./..080:7:.9.703.3.8.98497453. ..3.9:20907 2 ./..949.3/03./  ./ :. .3:.3-0783./03.3./.7 .8 3.3/5.2.947502.849745/03. 2  390389..  :.72202:..3408:2-07..52090750780 2 5...3/03..38:.340.7....8:2-07.8.3390389..340...3.9:5..:-/..7... 3207:5.3 & 07:5.. .3/03.849745 .77.../.3  W390389.7 2.3/5..7....7..809.9:.9:1:./1: ../..7. ...31.7 ..3 39073.7../..7..78...3.35:8.31:../:88..3390389.25: .3..3/0.3../03..9::203809./..82  /.././03..8..37...3...3.3:$..30109..31:.2 .3/0 $.

/.7..7.38.78:2-073.8...3.3:.8..1: 2030-.39.320907 5078090780-:9/03.-.390389.8-07-./03. 5.8.3.:/.5078.3.7 :2038 9075:8.3./.2.203..3.3:-:3.2.3:.  ::2:..5...9.70.9:2090750780 20307.. : .3.7   .. !07-0/.88./..503.:-0703.8.203/0138.8:7.9.95.7 .9907-.3-../7.3/03.8.3 .39.3/3907-..3:..3/.7.78:2-0799/..../.. #:2:83203. /03./7.7.70./..3:.73././7..:39: :2038 .32030-.9907-..9:.3:203.9:.7 0805::2090750780 .2 :   ::2:.

.30-2:/.3.502-:3:8/.  390389..:./::7/.7. 9...2..25:5. .25:5.35079.75078.8...80507908  4394...33.35072:...9. 28. /.7. / /   .3../   2..2...7.2..03.7.808047. 039:.3/.3203::7 2.7 073 .33.9..799:05072:../.

 !03008...3 2 /.9..7.3...31:5../..7.780-:.25:5.07.80903..2 /.5./.5.-4.20907  -07.

/     .

      2.

./ 5:95.33.9  3097. 907:820307:83.3.3 470..73.3.3.25:202-:.3/:3.35005.88::..73./... .47.-075./.73.  $::..25:/03.-07:5.380907:83.8.39.90780-:905.3/.73. 2.380.73.98:2-07 /.25.3 9.-07.3..380-.  .25:3043/. ..9: .73.   !07:-.73..25:9: 803/7/...7 5079...8.2/.8.3. 207:5.79047:39:8::.7.3.73.893  3.-.8.3.-07.502.9.7 8::.73.3 808:3:3.3. ../.33.7. :39:.88::.3202-07. 3.3/5..28.73.3:33/.2   $::..3002:/.203..9:80..  3/:897 8::.73.380-:.0.3  .3  $::.25:5.73. /3.3/.3.8.3 .3.3703/.7.2..9203::78:: 4. /./.3.33.2.8:: 2.3.3/.5...503....98:2-07.. &39:.3 390389.380.8.2.5077.3 08:8  /./.../.20.: 80:  &2:23..3 /. . 9.3 .3.3/.3.3/80-:9470.25.8 $0.9.3207:5..4-.3.

73.0905.3-..9.3:2:2907.3./507.3 -..3203.2.25:.302-..0/:.3.7 8:2-07.370.9507:-...:7.3..3.:./.3.3 3.73.38:2-07..7..3.3. 2030.38:/.73..3.7.907..8. 3/083//.207:-.9.3207:5..381.3.5.3503.25: $0./.3/5.3: .9 81.8..3/2.3/-07.8:.7.73.5.8:2-07.8.5.8:39:81./9072. 3/082020907-.3.2.73.9/::7/03.38025:73.25.80.3././..-.73.73.2:3 .9:4-0  .91907...38.40.. 403/08507:-.39: 8::.25:.73.7.3507:-.8::.7.5072:.207:-../5.7...2030.25::  507808:.2.8...33.380.3 .73.7..5..02.... !07:-./...9...3./..807.73..8./.3.3../..9/.....   08.9.2030......35.3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->