Anatomi Blok 1.

2
Bismillahirrahmanirrahim….

3. Fascia pectoralis /fascia profunda

4. Otot & tulang 5. Fascia endothoracica 6. Pleura parietalis costalis Diafragma • Origo: pars sternalis, pars costalis, pars lumbalis • Insersio: centrum tendineum Otot pernapasan • Otot utama inspirasi: 1. M. intercostalis externus  membentuk huruf V, terdapat membrana intercostalis externus 2. M. levator costae 3. M. serratus posterior superior 4. Mm. scaleni • Otot bantu inspirasi: 1. M. pectoralis major 2. M. pectoralis minor 3. M. latissimus dorsi 4. M. serratus anterior • Otot utama ekspirasi: 1. M. intercostalis internus  membentuk huruf A, terdapat membrana intercostalis internus 2. M. transversus thoracis 3. M. serratus posterior inferior 4. M. subcostalis • Otot bantu ekspirasi: 1. M. obliquus externus abdominis 2. M. obliquus internus abdominis 3. M. transversus abdominis 4. M. rectus abdominis VASKULARISASI & INERVASI DINDING THORAX pada sulcus costalis, dari paling superior  VAN • V. intercostalis anterior/posterior • A. intercostalis anterior/posterior • N. intercostalis Arteri Intercostalis Posterior • SIC 1-2 cabang dari A. intercostalis suprema, cabang dari truncus costocervicalis, cabang dari A. subclavia

THORACIC WALL
Linea 1. Linea 2. Linea 3. Linea 4. Linea 5. Linea 6. Linea 7. Linea 8. Linea 9. Linea 10. mediana anterior mediana posterior mid-axilaris mid-clavicularis axilaris anterior axilaris posterior scapularis sternalis parasternalis Linea paravertebralis

Apertura thoracica superior dibatasi oleh: 1. VT 1 2. Pasangan costa 1 & kartilago costalis 1 3. Tepi atas manubrium Apertura thoracica inferior dibatasi oleh: 1. VT 12 2. Pasangan costa 11 & 12 3. Arcus costalis 4. Sinkrondosis xiphosternalis Articulatio 1. Articulatio costovertebralis capitis costae  plana 2. Articulatio costotransversaria plana 3. Articulatio sternocostalis 1  sinkondrosis 4. Articulatio sternocostalis 2-7  plana 5. Articulatio costochondralis sinkondrosis 6. Articulatio interchondralis  plana 7. Simfisis manubriosternalis 8. Sinkondrosis xiphosternalis Lapisan dinding thorax dari paling superficial: 1. Cutis 2. Subcutis/fascia superficialis

sternopericardiale. esophagus. bercabang menjadi rami anterior & posterior • Rami cutaneus anterior • Rami muscularis menginervasi M. azygos  V. Dibagi menjadi mediastinum superior et inferior oleh bidang transversal yang melalui angulus sterni – tepi bawah VT 4. vagus. ductus thoracicus ----------------------------------------------------------- . V. et V. intercostalis superior dextra  V. dll Mediastinum media: pericardium. cava superior • SIC 2-4 bermuara ke V. jantung. azygos. cava superior. azygos  V. musculophrenica Vena Intercostalis Posterior Dextra • SIC 1 bermuara ke V. serratus posterior Mammae Terletak pada costae 2-6 Papilla mammae: SIC 4. V. levator costae. mammaria/thoracica interna • SIC 7-9 cabang dari A. cava superior • SIC 5-8 bermuara ke V. brachiocephalica dextra  V. & M. cava superior • SIC 9-11 bermuara ke V. V. A. A. M. brachiocephalica sinistra  V. V. brachiocephalica dextra & sinistra 2. vagus Vasa darah pada mediastinum superior: 1. dan posterior. M. transversus thoracis. Mediastinum inferior terdiri dari mediastinum anterior. intercostalis superior sinistra  V. carotis communis dextra 5. dll Mediastinum posterior: aorta descendens. mammaria interna.• SIC 3-11 cabang dari pars thoracica aortae Arteri Intercostalis Anterior • SIC 1-6 cabang dari A. cava superior • SIC 5-11 bermuara ke V. cava superior 3. M. Mediastinum superior: thymus. Arcus aorta 4. hemiazygos. hemiazygos accesoria  V. hemiazygos  V. bifurcatio trachea. V. azygos. azygos  V. intercostalis. cava superior Cabang Nervus Intercostalis • Rami communicantes antara nervus intercostalis dengan truncus simpaticus ipsilateral • Rami collateral sekitar angulus costae dan menuju bagian superior costa di bawahnya  NAV • Rami cutaneus lateralis pada linea midaxillaris. Truncus brachiocephalicus a. N. linea midclavicula (pada male & prepubertal female) MEDIASTINUM Merupakan bagian di antara paru kanan-kiri termasuk pleura mediastinalis. subcostalis. media. cava superior • SIC 2-4 bermuara ke V. azygos  V. esophagus. cava superior Vena Vena Intercostalis Posterior Sinistra • SIC 1 bermuara ke V. subclavia dextra b. subclavia sinistra Mediastinum anterior: A. trachea. A. brachiocephalica sinistra  V. V. lig. A. carotis communis sinistra 6. N.

thorax. leher. thoracica interna) Inervasi: Rr. Facies pulmonalis sinister: ventriculus sinister Batas Jantung • Batas kanan: Dibentuk oleh atrium dextrum Tepi cranial costa 3 kanan. Vena cava inferior  ostium venae cavae inferiores. valvula Eustachii (setinggi kartilago costa 5) menerima darah vena dari abdomen. menghadap ke VT 69) • Sulcus coronarius/atrioventricularis memisahkan antara atrium & ventrikel. merupakan sisa dari ductus arteriosus yang menghubungkan A. extremitas atas 2. di SIC 5 linea midclavicula kiri Permukaan jantung 1. Vena cordis minimae . 2 cm linea sternalis kanan Tepi caudal costa 5 kanan • Batas kaudal: Dibentuk oleh ventriculus dexter & sebagian ventriculus sinister Tepi caudal costa 5 kanan – SIC 5 linea midclavicula kiri • Batas kiri: Dibentuk oleh ventriculus sinister & sebagian auricula sinistra SIC 5 kiri – SIC 2 kiri 3 cm linea sternalis • Batas superior: Dibentuk oleh auricula dextra & auricula sinistra Skeleton cordis 1. Endocardium Selubung jantung (luar-dalam): • Pericardium fibrosum  Melebur dengan tunica adventitia pembuluh besar  Melekat pada permukaan dorsal sternum (ligamentum sternopericardiacum)  Melebur dengan centrum tendineum diafragma (ligamentum pericardiophrenica) • Pericardium serosum. Trigonum fibrosum sinister 4.HEART COR • Apex cordis: ventriculus sinister (dorsal SIC 5. Vena cava superior  ostium venae cavae superiores (setinggi kartilago costa 3 dextra) menerima darah vena dari kepala. extremitas bawah 3. Tendo infundibuli Lapisan dinding jantung 1. musculophrenica. terdiri dari: . Facies sternocostalis: ventriculus dexter 2. Facies pulmonalis dexter: atrium dextrum 4. Facies diaphragmatica: ventriculus sinister & sebagian ventriculus dexter 3. Myocardium 3. keduanya cabang A. Annulus fibrosus 2.Lamina parietalis . dilewati oleh sinus coronarius • Sulcus interatriale • Sulcus interventriculare • Ictus cordis. pericardiaci N. pericardiacophrenica & A. pelvis.Lamina visceralis = epicardium Vaskularisasi: A. Bila tidak menutup: PDA (Patent Ductus Arteriosus) ATRIUM DEXTRUM Merupakan tempat bermuara: 1. 7-9 cm dari bidang median) • Basis cordis: atrium sinistrum dan sedikit atrium dextrum (pada bagian dorsal. phrenicus Cavitas pericardii Ruangan di antara lamina parietalis & visceralis pericardium serosum • Sinus obliquus pericardii • Sinus transversus pericardii Ligamentum arteriosum (Botalli). Epicardium 2. Trigonum fibrosum dexter 3. pulmonalis sinister dengan arcus aorta.

Pars membranacea septi . yang paling besar disebut trabeculae septomarginalis (moderator band)  berkas His kanan Crista supraventriculare Septum interventriculare . M. memisahkan: . Ostium sinus coronarius 3.Cuspis anterior .Cuspis posterior . M.Bagian halus: sinus venarum cavarum (perkembangan dari sinus venosus) • Pada bagian eksterna.Cuspis posterior • Trabeculae carneae VENTRICULUS DEXTER Ostium atrioventriculare dexter dibatasi oleh annulus fibrosus dan tertutup oleh valvula tricuspidalis (valva atrioventricularis dexter) yang terdiri dari 3 cuspis: .Pars muscularis septi VSD (Ventricular Septal Defect): septum tidak menutup sempurna Ostium trunci pulmonalis ditutupi oleh valva trunci pulmonalis yang terdiri dari: . crista terminalis terlihat sebagai sulcus terminalis • Nodus SA: terletak anterolateral pada muara vena cava superior. M.Cuspis anterior .Cuspis septalis . papillaris 1. melekat pada cuspis anterior & septalis Conus arteriosus/infundibulum: ruangan menuju truncus pulmonalis Trabeculae carneae. papillaris septalis. pectinati • Crista terminalis dimulai dari sebelah lateral ostium venae cavae superioris. pectinati VENTRICULUS SINISTER Ostium atrioventricular sinister dibatasi oleh annulus fibrosus & tertutup oleh valvula bicuspidalis/mitralis yang terdiri dari 2 cuspis: . dekat dengan ujung superior crista terminalis Nodus AV: pada bagian posteroinferior septum interatriale dekat dengan muara sinus coronaries • Trigonum Koch.Bagian kasar: Mm. Pulmonales dextra et sinistra Auricula sinistra. papilaris  mencegah regurgitasi M. pectinati pada auricula dextra . melekat pada cuspis posterior & septalis 3. Mm. papillaris posterior.Valvula semilunaris pulmonal sinistra • • • Nodulus valvulae semilunaris Lunula valvulae semilunaris Sinus pulmonalis ATRIUM SINISTRUM Bermuara Vv. dibentuk oleh: 1. Tendo todaro 2. melekat pada cuspis anterior & posterior 2. foramina venarum minimarum berhubungan dengan capillary bed myocardium 4.Valvula semilunaris pulmonal dextra .Valvula semilunaris pulmonal anterior . Sinus coronaries  valvula sinus coronarii (Thebesii) menerima darah vena dari jantung • Valvula Eustachii & valvula Thebesii dihubungkan oleh tendo todaro • Pada septum interatriale terdapat: fossa ovalis (obliterasi dari foramen ovale) dan limbus fossa ovalis Secara embriologis. Cuspis septalis • • • • • • Corda tendinea menghubungkan cuspis dengan M. limbus fossa ovalis berasal dari septum secundum ASD (Atrial Septal Defect): penyakit jantung karena foramen ovale tidak menutup • Auricula dextra. Mm. papillaris anterior. fossa ovalis berasal dari septum primum.

descendens anterior – R. cordis media Batas kanan jantung . coronaria dextra  bermuara ke sinus coronaries .R.Valvula semilunaris aorta dextra . cordis parva INERVASI A.R. medius. interventricularis anterior  V. medius.R. coronaria merupakan arteri terminal  Inervasi A. vagus.ramus nodi SA . coronaria Cabang pertama aorta (pada aorta ascendens): • A. cardiacus superior. coronaria: plexus coronaries dexter et sinister • Sulcus interventricularis anterior . coronaria sinistra . Rr. coronaria dextra Sinus aortae sinistra: ostium A. interventricularis posterior. coronaria dextra .Valvula semilunaris aorta posterior • • • Sinus aortae dextra: ostium A. mediastinales Efek: . A.V. cabang dari ganglion paravertebralis I-V Ketiganya bersama membentuk plexus cardiacus superficial et profundus Saraf simpatis .ramus nodi AV • A.ramus marginalis dexter . descendens posterior  bermuara ke vena cordis parva V.R.Ganglion cervicale . cabangnya: . inferior 3. circumflexus  bermuara ke sinus coronarius Vena cordis parva // A. coronaria sinistra . marginalis dextra . Inervasi ekstrinsik 1. cardiacus thoracalis 2.Rr.R. N. interventricularis anterior. Serabut purkinje ke myocardium B. Nodus SA 2. Ganglion cervicale superius.V.ramus circumflexus . coronaria sinistra Sinus aortae posterior: - Vena cordis media // R. A. Fasciculus atrioventricularis/berkas his 4. M. papillaris anterior et posterior Septum interventriculare Vestibulum aorticum • • Ostium aorta ditutupi oleh valve aortae yang terdiri dari: . coronaria dextra .Kronotropik positif • Vena cordis magna // R. coronaria saat ventrikel diastole/relaksasi  A.ramus descendens posterior (ramus interventricularis posterior) . cardiacus superior . mediastinales (Nn.• • • Chorda tendinea. Nodus AV 3.ramus descendens anterior (ramus interventricularis anterior) . inferius  N.Valvula semilunaris aorta sinistra . cordis magna Sulcus interventricularis posterior . cardiacus inferior . cardiaci thoracici).ramus marginalis sinister  Darah masuk ke A. Inervasi intrinsik Sistem konduksi jantung 1. Crus dexter  trabecula septomarginalis (moderator band) Crus sinister  trabecula carneae ventrikel sinister 5. oblique atrii sinistri Keduanya juga bermuara ke sinus coronaries VASKULARISASI Endocardium: difusi Myocardium & epicardium: A. posterior ventriculi sinistri V.V.R.

mendeteksi penurunan tekanan darah  inhibisi aktivitas parasimpatis 2. Baroreseptor Terletak di: 1. A. bercabang di bifurcatio carotis setinggi batas superior kartilago tiroid membentuk: 1. menurunkan frekuensi denyut jantung . Aorta abdominalis A. lengan atas sebelah medial. Aorta ascendens a.Bathmotropik/dormotropik negatif Pada berkas his. coronaria • • Saraf parasimpatis N. Aorta decendens a. A.- Pada nodus SA. A. carotis communis sinistra c. mendeteksi peningkatan tekanan darah  stimulasi aktivitas parasimpatis PROYEKSI KATUP & BUNYI JANTUNG Bunyi jantung I: penutupan katup atrioventricularis Bunyi jantung II: penutupan katup semilunaris • Valvula tricuspidalis • Setinggi SIC 4-5 linea mediana Bunyi  SIC 5 lateral linea sternalis kiri Valvula bicuspidalis/mitral Setinggi kartilago costa 4 Bunyi: Ictus cordis Bunyi  SIC 5 linea midclavicularis sinistra Valvula semilunaris aorta Setinggi SIC 3 linea sternalis Bunyi  SIC 2 lateral linea sternalis dextra Valvula semilunaris pulmonalis Setinggi kartilago costa 3 sinistra Bunyi  SIC 2 lateral linea sternalis sinistra ------------------------------------------------------------ BLOOD VESSEL Sirkulasi sistemik: Ventriculus sinister  aorta  seluruh tubuh  V. vagus Efek: . memperlemah kontraksi . carotis communis dextra 2) A. porta hepatis  hepar  venula hepatica  vena cava inferior Aorta terdiri dari: 1. coronaria Referred pain pada angina pectoris Impuls akibat stimuli akhiran saraf serabut visceral afferent jantung diteruskan lewat plexus cardiaci dan akan bertemu dengan serabut sensibel dari kulit  rasa sakit akan dialokasikan di kulit daerah datangnya serabut sensibel tersebut. memperlambat hantaran impuls . Endocardium atrium dextrum & dinding vena cavae. subclavia dextra b. lengan bawah kiri sebelah ulnar sampai jari ke 5. pulmonalis  atrium sinistrum Sirkulasi portal: V. coronaria dextra b. Truncus brachiocephalicus 1) A. yaitu pada daerah dada kiri. carotis communis Mensuplai caput & collum. cava superior et inferior  atrium dextrum Sirkulasi pulmonal: Ventriculus dexter  truncus pulmonalis  A. coronaria sinistra 2. meningkatkan frekuensi denyut jantung Inotropik positif Pada myocardium. A. Aorta thoracalis b.Vasokonstriksi A. Arcus aorta a. carotis eksterna Mensuplai organ-organ di luar . meningkatkan kekuatan kontraksi Bathmotropik/dormotropik positif Pada berkas his. subclavia sinistra 3.Kronotropik negatif Pada nodus SA. pulmonalis  paru  V. Tunica adventitia arcus aorta. mempercepat hantaran impuls Vasodilatasi A.Inotropik negatif Pada myocardium. A.

thyroidea inferior b. A. axillaris Posterior M. suprascapularis d. occipitalis c. pectoralis minor – batas inferior M. A. humerus circumflexa anterior • A. Bagian kedua A. A. Rr. mammaria/thoracica interna Lateral sternum bagian dalam a.cavitas cranii a. A. axillaris Batas lateral costa 1 – batas medial M. A. profunda brachii 2. A. A. anyaman arteri di cubiti: 1. A. collateral radial. A. intercostalis suprema A. basilaris lewat di tengah-tengah clivus. temporalis superficialis 2. pericardiacophrenica b. A. muscularis • A. recurrent ulnaris posterior . axillaris Batas lateral M. ulnaris Arcus palmaris profunda: dominan A. ulnaris 1. A. facialis g. A. A. thyroidea superior e. A. A. cervicalis ascendens c. Bagian ketiga A. a. profunda brachii 2. pharyngea ascendens b. subclavia Berjalan di bawah clavicula. opticus b. A. epigastrica superior 3. teres major – fossa cubiti 1. melalui canalis caroticus berjalan di lateral sella turcica. vertebralis Melalui foramen transversarium di vertebra cervic. A. A. A. radialis 1. recurrent ulnaris posterior 3. A. nutriens humeri 3. subclavia 1. A. brachialis bercabang menjadi: • A. Truncus cervicodorsal 4. A. bergabung menjadi A. muscularis Cabang terminal A. interossea posterior 6. melalui canalis opticus bersama N. carotis interna Mensuplai organ-organ di dalam cavitas cranii. ulnaris bersatu membentuk arcus palmaris carpalis & arcus dorsalis carpalis Arcus palmaris superficialis: dominan A. subscapularis • A. teres major • A. A. recurrent ulnaris anterior 2. di atas costa prima 1. A. reccurent radial 6. A. lingualis f. A. A. musculophrenica d. recurrent ulnaris anterior 8. perctoralis minor • A. ophtalmica. cerebri anterior. A. & posterior akan membentuk circulus arteriosus Willisi A. recurrent radial 2. A. humerus circumflexa posterior A. auricularis posterior d. A. collateral ulnaris superior 4. media. collateral ulnaris superior 4. interossea anterior 5. profunda brachii 3. A. Rr. Truncus costocervicalis • A. cerebri posterior dextra et sinistra 2. cerebri anterior c. intercostalis anterior c. A. A. maxillaries h. interossea communis 4. recurrent interossea 7. Truncus thyrocervicalis a. radialis Rete articulare cubiti. masuk ke cavitas cranii melalui foramen magnum. kemudian bercabang lagi menjadi A. A. collateral ulnaris inferior Kemudian A. cerebri media A. collateral medial. A. axillaris Lanjutan dari A. A. Bagian pangkalnya sedikit mengembang: sinus caroticus. Brachialis Batas inferior M. A. thoracica lateral 3. pectoralis minor • Truncus thoracoacromialis • A. A. collateral ulnaris inferior 5. Bagian pertama A. A. A. A. radialis & A. thoracica superior 2.

gonadalis — VL 2 ♂ A. setinggi VT 12 – VL 4. mediastinalis . A. colica dextra 6. Jejunales Aa. esophagealis 2. unpaired visceral • A. Bidang lateral. A. pars occlusa & pars patent b. Sebelum keluar abdomen. A. umbilicalis) c. vesicalis superior (pars patent A. A. paired parietal • A. Bidang posterolateral. Bidang midline anterior. suplai bagian femur a. rectalis superior A. iliaca interna: 1. 1. A. berlanjut sebagai A. 2. iliaca communis Mengikuti batas medial M. A. femoralis: • A. A. intercostalis posterior . vesicalis inferior A. iliaca eksterna Mengikuti M. bronchialis 3. A. A. mesenterica inferior — VL 3 2. Ileales 4. lienalis 3. glutealis superior A. A. testicularis ♀ A. hepatica communis 2. A. Bidang midline anterior. 3. A. mesenterica inferior: A. mesenterica superior A. femoris circumflexa lateralis A. rectalis inferior f. iliaca circumflexa profunda A. Bidang lateral. profunda femoris. iliaca eksterna berlanjut menjadi A femoralis yang kemudian berlanjut sebagai A. epigastrica inferior b. Bidang posterolateral. A. Truncus coeliacus — VT 12 b. colica media A. pudenda interna  A. A. A. ovarica 3. vesicalis superior e. Truncus coeliacus 1. 3. umbilicalis. suprarenalis — VL 1 b. iliopsoas. A. iliaca interna 2. obturatoria d. iliaca communis dextra et sinistra pada bifurcatio aorta. ileocolica  A.R. uterine homolog A. 1. pancreaticoduodenalis inferior Aa. dorsalis pedis & A. glutealis inferior 2. tractus digestivus a. organ endokrin & urogenital a. renalis — VL 1 c. psoas menuju pelvic brim. tibialis anterior. subcostalis — VL 2 b. A. A.Aorta thoracalis Mulai dari sisi kiri vertebrae setinggi batas inferior VT 4. kemudian menembus diafragma setinggi batas inferior VT 12 melalui hiatus aorticus dan berlanjut sebagai aorta abdominalis. A. phrenica superior . iliolumbal b. phrenica inferior — VT 12 c. Divisi anterior a. sigmoidea A.R. A. A. A. appendicularis 5. mesenterica superior — VL 1 c. A. prostatici ♀ A. ductus deferentis A. A. Divisi posterior a. 1. A. A. lumbalis — VL 1-4 Aorta abdominalis bercabang menjadi A.A. rectalis media g. 2. A. 1. 1. A. diafragma & dinding abdomen posterior a. femoris circumflexa medialis b. mempercabangkan: a. A. colica sinistra A. ♂ A. plantaris . sacralis mediana merupakan perpanjangan mediana aorta. sacralis leteralis c. poplitea: 1. pericardialis Aorta abdominalis Sekitar 13 cm. poplitea. vaginalis homolog A. A. ductus deferentis R. A. A. gastrica sinistra A. paired visceral • A.

renalis sinistra Vena superfisialis Extremitas superior V. keluar melalui foramen jugulare. azygos  V. basilica V. lienalis + V. gonadalis sinistra  V. genicularis inferior medial 5. cava superior V. hepatica  V. hemiazygos  V. saphena magna (sebelah medial)  V. lumbalis sinistra  V. umbilicalis  ductus venosus  vena cava inferior  atrium dextrum  1. mesenterica inferior  V. fibularis Arcus plantaris superficialis et profunda Rete articulare genu. axillaris  V. renalis dextra V. berlanjut sebagai A. umbilicalis. iliaca interna  A. gonadalis dextra  vena cava inferior V. V. umbilicalis dan dua A. umbilicalis  ligamentum umbilicalis medialis ------------------------------------------------------------ . renalis sinistra V. genicularis inferior lateral 4. A. Vena cava inferior Persatuan vena iliaca communis dextra et sinistra. cava superior V. plantaris medialis et lateralis A. axillaris V. A. azygos  V.profunda 2. Sirkulasi portal: V. basilica  V. pulmonalis  pulmo  V. A. cava inferior 6. poplitea Sirkulasi fetal Satu V. A. Foramen ovale  atrium sinistrum atrium sinistrum  ventriculus sinister  aorta  A. V. porta hepatica …  V. Placenta  V. tibialis posterior. tibialis posterior mempercabangkan A. V. mesenterica superior  V. umbilicalis Struktur yang remnant: Ductus arteriosus  ligamentum arteriosum Foramen ovale  fossa ovalis Ductus venosus  ligamentum venosum Vena umbilicalis  ligamentum teres hepatis A. genicularis superior lateral 2. A. lumbalis dextra  V. namun terdapat beberapa perbedaan: 1. Ventriculus dexter  truncus pulmonalis  a. brachiocephalica (anonyma) dextra et sinistra  vena cava superior 4. mediana cubiti  V. genicularis medialis Vena profunda berjalan bersama arteri sehingga tidak terlihat di kulit Vena superficial  subcutis: warna biru pada kulit Vena profunda Penamaan vena profunda pada umumnya hampir sama dengan arteri. saphena parva (sebelah lateral)  V. jugularis interna + V. anastomosis arteri di genu: 1. iliaca communis  A. Vena jugularis interna Berasal dari dalam cavitas cranii. subclavia Extremitas inferior V. pulmonalis  atrium sinistrum b. V. hemiazygos accesoria  V. Ductus arteriosus  langsung ke aorta 2. cava superior 5. 2. genicularis superior medial 3. azygos  V. brachiocephalica 3. brachialis  V. femoralis V. cephalica  V. subclavia  V. A. A.

ethmoidalis • Meatus nasi inferior. a curved cleft) Bulla ethmoidalis (tonjolan. sphenoidalis • Dasar cavitas nasi Dibentuk oleh palatum durum . ethmoidalis posterior Keduanya merupakan cabang A. sphenopalatina (cabang A. medius. dilapisi oleh kulit (squamous kompleks) terdapat vibrissae . A. vomer (pars posteroinferior) .os. A. frontalis Bagian cartilago: .Cavitas nasi propria.Proc. cellulae ethmoidalis anterior et media Meatus nasi superior: cellulae ethmoidalis posterior Rec. muara ductus frontonasalis yang menghubungkan dengan sinus frontalis Hiatus semilunaris (lubang. Cavitas nasi propria • Choncae nasalis inferior. dorsum. nasale .Proc.Lamina horizontalis os. ethmoidalis anterior 2. choncae nasalis inferior. nasalis posterior lateralis & A. ophtalmica yang mensuplai bagian lateral dan septum  A. paling panjang & luas Choncae nasalis media et superior melekat pada os. sphenoethmoidalis: sinus sphenoidalis • Meatus nasi communis • Pada meatus nasi media terdapat: Infundibulum ethmoidalis.Spina nasalis os. a rounded elevation) yang disebabkan oleh cellulae ethmoidal media • Atrium nasi media (di depan concha media)  terdapat carina nasi (reseptor bersin) • Agger nasi: tonjolan di atas atrium nasi media Vaskularisasi 1. nasalis anterior 3. superior. A.lamina perpendicularis os.2 cartilago alaris major .Os. media. recessus sphenoethmoidalis Yang bermuara ke situ: Meatus nasi inferior: ductus nasolacrimalis Meatus nasi media: sinus frontalis. nasalis posterior septi .Os.1 cartilago septi nasi • Septum nasi. apex nasi • Nares = nostril = apertura nasalis anterior • Skeleton nasi Bagian tulang . dibentuk oleh: . maxillaries)  A. ethmoidalis . sinus maxillaries.Vestibulum nasi.2 cartilago nasi laterales . dilapisi oleh mucosa. nasalis os. bermula dari lamina cribrosa & berlanjut ke superior sebagai crista galli . frontalis maxillaris .cartilago alaris major crus mediale CAVITAS NASI • Choana (apertura nasalis posterior): batas cavum nasi – nasopharynx • Cavitas nasi dibagi berdasarkan sifat tunica mucosanya: .cartilago septi nasi . suprema Choncae nasalis inferior dibentuk oleh os. terdiri dari: Regio respiratoria (2/3 inferior)  pseudocolumnar bersilia Region olfactoria (1/3 superior)  neuroepithelium • Limen nasi: batas vestibulum nasi & regio respiratoria • Atap cavitas nasi .Proc. superior.UPPER RESPIRATORY TRACT NASUS • Radix.Os. ethmoidalis (pars superior). palatinus maxillaris . frontalis/frontonasalis . palatina • • Dinding medial cavitas nasi: septum nasi Dinding lateral cavum nasi Terdapat concha nasalis.

submandibulares. palatina major (cabang A. maxillaries) Mencapai septum melalui canalis incisiva 5. inferior) berorigo di raphe pharyngei Fascia interna: fascia pharyngobasilar Fascia eksterna: fascia buccopharyngeal Inervasi: plexus pharyngeus yang terdiri dari R. anyaman pembuluh darah di septum nasi bagian anterior yang dibentuk oleh 5 vasa di atas • Nasus eksterna: A. stylopharyngeus M. vagus. ethmoidalis anterior • Alae nasi: N. N. sering pada anak karena dinding vasa darahnya masih rapuh terutama pada plexus Kiesselbach  darah cuma netes & bisa berhenti spontan Epistaksis posterior. ethmoidalis anterior & R. Sinus maxillaries (antrum highmori) Drainase melalui ostium maxillaris menuju meatus nasi media (hiatus semilunaris) Inervasi: plexus dentalis superior Vasa lymphatica keempat sinus bermuara ke lnn. sphenoethmoidalis: • Pars posteroinferior Septum nasi: N. salpingopharyngeus Fs: elevasi larynx dan memperpendek pharynx selama menelan & berbicara . maxillaris) Dinding lateral: N. ethmoidalis posterior 4. ethmoidalis anterior et posterior (cabang CN V1) 3. labialis superior (cabang A. glossopharyngeus. constrictor pharyngeus (superior. pharyngei N. sedangkan dari bagian oksipital cavum nasi bermuara ke lnn. Sinus ethmoidalis Cellulae ethmoidalis anterior: meatus nasi media melalui infundibulum ethmoidalis Cellulae ethmoidalis media: meatus nasi media. cervicalis profundi PHARYNX • Otot sirkular eksterna  M. infratrochlearis (cabang CN V1) & N. sering pada orang tua dengan riwayat hipertensi  darah ngocor  Tx: tampon Belloq (tampon posterior) SINUS PARANASALES Ada 4 pasang: 1. dan cabang dari ganglion cervical superior • Otot longitudinal interna: M. A. nasopalatina (cabang N. labialis superior Inervasi • Mucosa nasi dibagi oleh garis obliqua melalui spina nasalis anterior & rec. media. infraorbitalis (cabang CN V2) • Regio olfactoria: fila olfactoria • Glandula nasales: Parasimpatis  ganglion sphenopalatinum Simpatis  plexus caroticus internus (ganglion cervical superius) Vasa lymphatica dari bagian frontal cavum nasi bermuara ke lnn. supraorbitalis (cabang CN V1) 2. membentuk bulla ethmoidalis Cellulae ethmoidalis posterior: meatus nasi superior Inervasi: N. septalis A. Sinus sphenoidalis Recessus sphenoethmoidalis Inervasi: N. R. palatina major • Pars anterosuperior N.4. Sinus frontalis Drainase melalui ductus frontonasalis menuju infundibulum ethmoidalis kemudian memasuki hiatus semilunaris pada meatus nasi media Inervasi: N. cervicalis profundi Kelainan klinis: Epistaksis anterior. facialis) • Plexus Kiesselbach. septalis A. ethmoidalis anterior et posterior • Nasus eksterna (dorsum & apex): N. palatopharyngeus M.

A. levator velli palatini • Plica salpingopalatina (lanjutan torus ke depan) • Plica salpingopharyngea (lanjutan torus ke belakang – bawah) yang disebabkan oleh M. Berlanjut sebagai fascia buccopharyngeal pada bagian superoposterior. c. palatopharyngeus) Fossa tonsillaris: daerah di antara kedua arcus. dan N. arcus palatoglossus (lateral). dan saraf kutan. disebabkan oleh M. Fascia cervicalis superficialis • Jaringan subcutan cervicalis • Berisi platysma. thyroidea inferior • • • • • NASOPHARYNX • Basis cranii – VC 2 • Tonsilla pharyngea. pharyngea ascendens. b. SCM. vagus) Isthmus faucium: batas oropharynx – cavitas oris propria. stylopharyngeus (CN IX) dan M. Berlanjut ke inferior sebagai fascia endothoracica dan ke lateral sebagai vagina axillaris. salpingopharyngeus. Spatium retropharyngeal Antara fascia buccopharyngeal dengan lamina prevertebral. vasa lymphatica. Fascia cervicalis profunda a. dibentuk oleh palatum molle (atas). jugularis interna. bila membesar disebut adenoid • Ostium pharyngeum tuba auditivae • Torus tubarius: tonjolan di atas ostium. Rr. lemak. palatoglossus) • Arcus palatopharyngeus (disebabkan oleh M. vagus kecuali M. trapezius & M. terdapat tonsilla tubae • Isthmus pharyngeus: batas nasopharynx – oropharynx. Cincin Walldeyer: 1 tonsilla pharyngea 2 tonsilla tuba 2 tonsilla palatina 1 tonsilla lingualis Vaskularisasi: A. terdapat tonsilla palatina Tonsilla lingualis (dorsum linguae 1/3 posterior) Plica glossoepiglottica mediana et lateralis Vallecula glossoepiglottica (di antara kedua plica)  reseptor muntah (N. Berbatasan dengan lamina pretracheal di anterior dan lamina prevertebral di posterior. • . sphincter palatopharyngeus • Vasa lymphatica bermuara ke lnn. carotis communis. tensor veli palatini (CN V3). cervicalis profundi • Kelainan klinis Nasopharynx cancer (NPC)  predileksi di fossa Rossenmuller OROPHARYNX • VC 2 – VC 3 • Arcus palatoglossus (disebabkan oleh M. Pretracheal layer Pada bagian anterior collum. V. melingkupi seluruh collum profunda dari jaringan subkutan serta membentuk fascia M. vagus. disempitkan oleh kerja M. palatine ascendens. • Vagina carotis Melingkupi A. limfonodi superficial. Fs: membuka ostium pharyngeum tuba auditiva saat menelan • Recessus pharyngeus: dorsal torus tubarius. disebabkan oleh cartilago tuba auditiva • Torus levatorius (levator cushion): tonjolan di bawah ostium. pharyngei A. Prevertebral layer Melingkupi columna vertebralis beserta otot-ototnya. dorsum linguae (bawah) FASCIA COLLUM 1. Investing layer Lamina fascia profunda yang paling superficial.• • • Semua otot pharynx & palatum molle diinervasi oleh N. vasa darah. 2.

mylohyoideus  R. thyrohyoideus  arcus N. sternothyroideus • Otot suprahyoideus: M. laryngeus internus Di bawah plica vocalis: . sternohyoideus. arytenoideus oblique (AO) • Rima glottidis/plica vocalis Buka/abduksi : M. cartilago cricoidea. cricoarytenoideus posterior (CAP) Tutup/adduksi : M. geniohyoideus  N. mylohyoideus. M. cricothyroideus oleh N. stylopharyngeus. M. sternothyroideus  R. thyroidea superior) . XII M. M.A. plica aryepiglottica.N. digastricus N. incisura interarytenoidea • Plica vestibularis (kranial) Plica vocalis (kaudal). mylohyoideus M. N. dibentuk oleh: tepi cranial epiglottis. cricothyroideus (CT) Kendor : M. thyrohyoideus.------------------------------------------------------------- LOWER RESPIRATORY TRACT LARYNX • Skeletopi: VC 3 – VC 6 (cartilago cricoidea) • Aditus laryngis (pintu masuk larynx). XII M. • Vaskularisasi & inervasi sensoris (mukosa): Di atas plica vocalis: . M. omohyoideus. digastricus. terbagi atas pars intermembranacea (anterior) dan pars cartilaginea (posterior) • Rima vestibuli (celah di antara kedua plica vestibularis) Rima glottidis (celah di antara kedua plica vocalis) • Cavum laryngis dibagi menjadi 3 ruangan: Vestibulum laryngis (aditus laryngis – plica vestibularis) Ventriculus laryngis (plica vestibularis – plica vocalis) Cavum infraglottidis (kaudal plica vocalis) • Skeleton larynx: 3 tunggal  cartilago thyroidea. vocalis (TA. thyroarytenoideus./V. M. laryngea superior. laryngeus reccurens • Inervasi motoris: Semua otot intrinsic larynx diinervasi oleh N. kecuali M. laryngea superior (cabang A. VII M./V. stylohyoideus N. cricoarytenoideus lateralis (CAL) • Plica vocalis Tegang : M. XII • Prominentia laryngis (Adam’s apple) • Membrana thyrohyoidea: ditembus oleh A. M. decendens N. digastricus  R. XII M. omohyoideus  R./V. VII M. M. thyroidea inferior) . thyroepiglotticus (TE) Tutup : M. sternohyoideus  R. decendens N. stylohyoideus.A. cartilago epiglottica 3 sepasang  cartilago arytenoidea. cartilago cuneiforme Otot intrinsik larynx • Aditus laryngis Buka : M. laryngeus superior ramus externus .N. laryngeus superior ramus internus Di bagian tengah dan pinggir menebal membentuk ligamentum thyrohyoideum mediana et lateral. palatopharyngeus Depressor: M. laryngeus superior ramus internus/N. V) Otot ekstrinsik larynx Elevator: M. decendens N. aryepiglotticus (AE) M. stylohyoideus  R. cartilago corniculata. XII • Otot infrahyoideus: M. laryngea inferior (cabang A. M. laryngeus reccurens. laryngeus inferior/N.

mediastinales • Pleura visceral – plexus pulmonalis Pleura parietal: . & bronchus primer • Struktur yang masuk ke paru: A. intercostalis . N. laryngeus recurrens sinister akan melengkungi arcus aortae untuk kemudian membalik ke atas menuju larynx. basis pulmo • Margo anterior.pleura diafragmatica – N. pulmonalis. thyroid. trachealis A. tracheobronchiales • Limfonodi di sepanjang kanan-kiri trachea: lnn. vasa lymphatica Struktur paling atas: dextra  bronchus eparterial sinistra  A. recurrens  aphoni yang dapat disebabkan oleh pembesaran gld. intercostalis . VT 6 selama inspirasi dalam. dan lebih vertical daripada bronchus principalis sinister • Bronchus primarius dexter masuk ke hilus pulmonis setinggi VT 5 Bronchus primarius sinister masuk ke hilus pulmonis setinggi VT 6 • Bronchus primarius dexter bercabang menjadi 3 bronchus secundus (lobaris): 1 bronchus eparteriales (bronchus lobaris superior dextra) 2 bronchus hyparteriales (bronchus lobaris medius et inferior dexter) • Bronchus primarius sinister bercabang menjadi 2 bronchus • hyparteriales (bronchus lobaris superior et inferior sinister) Bronchus primarius  bronchus secundus (lobaris)  bronchus tertius (segmentalis)  bronchiolus conductorius  bronchiolus terminalis  bronchiolus respiratorius  ductus alveolaris  sacculus  alveolus PULMO • Apex. phrenicus & N. laryngeus recurrens dextra akan melengkugi A. posterior. pulmonalis. diafragmatica. TRACHEA • Skeletopi: VC 6 – VT 4/5 • Cartilago trachealis: 16 – 20 buah  cartilago hyalin • Paries membranaceus trachea • M. pulmonalis. vagus. V.• Vasa lymphaticanya bermuara ke lnn. bronchus sekunder. laryngeus recurrent • Limfonodi di kanan-kiri bifurcatio: lnn.pleura mediastinales – N. lebih pendek. thyroidea inferior • Inervasi: Rr.pleura cervicalis/cupula pleura • Cavitas pleura: celah di antara pleura parietal & visceral • Recessus costophrenicus/ costodiaphragmatica: peralihan pleura costalis menjadi pleura diafragmatica • Pulmo dextra: fissura horizontalis (sepanjang costa 4) dan fissura obliqua Pulmo sinistra: fissura obliqua • Hilus pulmonis • Radix pulmo: A. trachealis N. sedangkan N. PDA • Setelah dipercabangkan oleh N. trachealis • Bifurcatio trachea setinggi VT 4/5. phrenicus . subclavia dextra. tracheales BRONCHUS • Bronchus primarius (principalis) dexter lebih lebar. pulmonalis. pulmonalis superior et inferior • Pulmo dexter: Impressio cardiaca Sulcus vena cava superior Sulcus vena azygos . dan nervus (membentuk plexus pulmonalis) Struktur yang keluar paru : V. cervicalis profundi • Paralisis N. pulmonalis Struktur paling anterior & inferior: V. & inferior • Facies costalis. aneurysma aorta. Terdapat reseptor carina (reseptor batuk) • Vaskularisasi: Rr.pleura costalis – N.

Rangkuman Anatomi dr.Vasodilatasi pembuluh pulmonal Referensi . 15 November 2009- . Moore Alhamdulillah….Bronchokonstriksi .2 . paratracheales • Inervasi Simpatis Ganglion paravertebralis truncus simpaticus Efek: .Vasokonstriksi pembuluh pulmonal Parasimpatis N. bronchopulmonales Di sekitar bifurcatio trachea: lnn.Menghambat sekresi mucus . Maaf kalau ada yang kurang atau salah ^^ -07.Clinically Oriented Anatomy. bronchialis. pulmonales Di hilus: lnn.Memacu sektesi mucus . vagus. Jun .Bronchodilatasi .Atlas Anatomi Manusia Sobotta . tracheobronchiales superior et inferior Kanan-kiri trachea: lnn.Practical Guide Block 1.Sulcus esophagei • Pulmo sinister: Impressio cardiaca Sulcus aorta ascendens Sulcus arcus aorta Sulcus aorta ascendens Sulcus arteri subclavia sinistra • Lingula pulmonis: bagian anterior sinistra yang tipis • Ligamentum pulmonale: bawah hilus (tempat pelipatan pleura) • Anatomi permukaan margo inferior pulmo & pleura bagian inferior Linea parasternalis: Pulmo – cartilago costa 6 Pleura – cartilago costa 6 Linea midclavicularis: Pulmo – costa 6 Pleura – cartilago costa8 Linea midaxillaris: Pulmo – costa 8 Pleura – costa 10 Linea scapularis: Pulmo – costa 10 Pleura – costa 12 • Vaskularisasi A. dalam plexus pulmonalis Efek: .37 WIB. cabang aorta thoracalis untuk suplai paru • Limfonodi Di dalam paru: lnn. Keith L.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful