P. 1
Adat Budaya Kehamilan Dan Kelahiran Dari Daerah Sumatera

Adat Budaya Kehamilan Dan Kelahiran Dari Daerah Sumatera

|Views: 2,059|Likes:
Published by Nisa Ntu QU

More info:

Published by: Nisa Ntu QU on Nov 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

ADAT BUDAYA KEHAMILAN DAN KELAHIRAN DARI

DAERAH SUMATERA
1.Adat pasca melahirkan daerah Palembang
Sama seperti tradisi kelahiran di daerah-daerah lainnya di Indonesia kelahiran
merupakan hal yang penuh dengan suka cita di mana pada saat ini di Palembang dulunya saat
setelah kelahiran maka orang tua dari suami akan mengantarkan atau memberikan cupu-cupu
kecil kepada istri dari anaknya / anak menantunya sebagai bentuk kegembiraan yang di sertai
dengan beberapa lembar kain.

Di Palembang di ada tradisi yang di sebut 'Ngunting¨ (Cukuran/Marhaban), mungkin sama
seperti tradisi di daerah lainnya di Indonesia saat melakukan akikah atau pemberian nama, saat
Ngunting di Palembang akan terlihat bendera bendera yang berwarna-warni di mana bendera
tersebut ada di lekatkan uang atau permen bahkan sebagian menggunakan telur, dan di ikuti oleh
bayi yang akan di gunting rambutnya yang biasaya yang menggendong di lapisi dengan kain
songket.

'singep¨ bukan merupakan kata yang asing di telinga yang biasanya merupakan perlengkapan
dalam pernikahaan ataupun sarung keris tetapi di Palembang singep merupakan salah satu
perlengkapan yang di gunakan dalam acara Aqiqah anak atau marhaba di mana dari tumpukan
kain yang di alasi dengan kain songket dan si bayi juga di kerudungi dengan songket.
2.Adat mitoni daerah jawa
Seperti yang kita maIhum bersama bahwa negeri kita Indonesia merupakan sebuah negeri
kepulauan yang tiap pulau-pulau tersebut terdapat berbagai macam kebudayaan tradisional yang
beraneka ragam. Di antara tradisi yang beragam itu Budaya Nusantara ingin membahas salah
satu upacara adat yang terdapat di Jawa Tengah khususnya Surakarta yang disebut dengan
Tingkepan atau Mintoni. Upacara adat Tingkepan atau Mintoni sendiri merupakan sebuah
upacara adat yang dilaksanakan untuk memperingati kehamilan pertama ketika kandungan sang
ibu hamil tersebut memasuki bulan ke tiga, lima dan puncaknya ke tujuh bulan. Adapun maksud
dan tujuan dari digelarnya upacara adat ini adalah untuk mensucikan calon ibu berserta bayi yang
di kandungnya, agar selalu sehat segar bugar dalam menanti kelahirannya yang akan datang.
Kronologi singkat dari upacara tingkepan ini sendiri adalah menggelar selametan pada bulan
ketiga, lima dan kemudian puncaknya adalah pada bulan ke tujuh sang ibu hamil pun menggelar
sebuah prosesi upacara berupa memandikan atau mensucikan calon ibu berserta bayi yang di
kandung, agar kelak segar bugar dan selamat dalam menghadapi kelahirannya.
Pertama-tama sang calon ayah dan calon ibu yang akan melakukan upacara Tingkepan duduk
untuk menemui tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan upacara Tingkepan ini di ruang
tamu atau ruang lain yang cukup luas untuk menampung para undangan yang hadir. Setelah
semua undangan hadir maka barulah kemudian sang calon ibu dan ayah inipun di bawa keluar
untuk melakukan ritual pembuka dari acara tingkepan itu sendiri yakni sungkeman. Sungkeman
adalah sebuah prosesi meminta maaI dan meminta restu dengan cara mencium tangan sambil
berlutut. Kedua calon ayah dan calon ibu dengan diapit oleh kerabat dekat diantarkan sungkem
kepada eyang, bapak dan ibu dari pihak pria, kepada bapak dan ibu dari pihak puteri untuk
memohon doa restu. Baru kemudian bersalaman dengan para tamu lainnya.
Setelah acara sungkeman selesai barulah kemudian digelar upacara inti yakni memandikan si
calon ibu setelah sebelumnya peralatan upacara tersebut telah dipersiapkan. Alat-alat dan bahan
dalam upacara memandikan ini sendiri adalah antara lain bak mandi yang dihias dengan janur
sedemikian rupa hingga kelihatan semarak, alas duduk yang terdiri dari klosobongko, daun lima
macam antara lain, daun kluwih, daun alang-alang, daun opo-opo, daun dadapserat dan daun
nanas. Jajan pasar yang terdiri dari pisang raja, makanan kecil, polo wijo dan polo kependem,
tumpeng rombyong yang terdiri dari nasi putih dengan lauk pauknya dan sayuran mentah. Baki
berisi busana untuk ganti, antara lain kain sidoluhur; bahan kurasi; kain lurik yuyu sukandang
dan morikputih satu potong; bunga telon yang terdiri dari mawar, melati dan kenanga; cengkir
gading dan parang serta beberapa kain dan handuk.
Setelah semua bahan lengkap tersedia maka barulah kemudian si calon ibu pun di mandikan.
Pertama-tama yang mendapat giliran memandikan biasanya adalah nenek dari pihak pria, nenek
dari pihak wanita, dan kemudian barulah secara bergiliran ibu dari pihak pria, ibu dari pihak
wanita, para penisepuh yang seluruhnya berjumlah tujuh orang dan kesemuanya dilakukan oleh
ibu-ibu. Disamping memandikan, para nenek dan ibu-ibu ini pun diharuskan untuk memberikan
doa dan restunya agar kelak calon bayi yang akan dilahirkan dimudahkan keluarnya, memiliki
organ tubuh yang sempurna (tidak cacat), dan sebagainya.
Sementara itu, ketika calon ibu dimandikan maka yang dilakukan oleh calon ayah berbeda lagi
yakni mempersiapkan diri untuk memecah cengkir (kelapa muda) dengan parang yang telah
diberi berbagai hiasan dari janur kelapa. Proses memecah cengkir ini sendiri hanya sekali ayun
dan harus langsung terbelah menjadi dua bagian. Maksud dari hanya sekali ayun dan harus
langsung terbelah ini sendiri adalah agar kelak ketika istrinya melahirkan sang anak tidak
mengalami terlalu banyak kesulitan. Setelah semua upacara itu terlewati, langkah selanjutnya
adalah sang calon ayah dan calon ibu yang telah melakukan upacara tersebut pun diiring untuk
kembali masuk kamar dan mengganti pakaian untuk kemudian bersiap melakukan upacara
selanjutnya yakni memotong janur. Prosesi memotong janur ini sendiri adalah pertama-tama
janur yang telah diambil lidinya itu dilingkarkan ke pinggang si calon ibu untuk kemudian
dipotong oleh si calon ayah dengan menggunakan keris yang telah dimantrai. Proses memotong
ini sama seperti halnya ketika memecah cengkir, sang calon ayah harus memotong putus pada
kesempatan pertama.

Setelah selesainya upacara memotong janur ini pun kemudian dilanjutkan dengan upacara
berikutnya yakni upacara brojolon atau pelepasan. Upacara brojolan ini sendiri adalah sebuah
upacara yang dilakukan oleh calon ibu sebagai semacam simulasi kelahiran. Dalam upacara ini
pada kain yang dipakai oleh calon ibu dimasukkan cengkir gading yang bergambar tokoh
pewayangan yakni Batara Kamajaya dan Batari Kamaratih. Tugas memasukkan cengkir
dilakukan oleh ibu dari pihak wanita dan ibu dari pihak pria bertugas untuk menangkap cengkir
tersebut di bawah (antara kaki calon ibu). Ketika cengkir itu berhasil ditangkap maka sang ibu itu
pun harus berucap yang jika dibahasa Indonesiakan berbunyi, 'Pria ataupun wanita tak masalah.
Kalau pria, hendaknya tampan seperti Batara Kamajaya dan kalau putri haruslah cantik layaknya
Batari Kamaratih.¨ Kemudian seperti halnya bayi sungguhan, cengkir yang tadi ditangkap oleh
ibu dari pihak pria ini pun di bawa ke kamar untuk ditidurkan di kasur.
Langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh calon ibu ini pun harus memakai tujuh perangkat
pakaian yang sebelumnya telah disiapkan. Kain-kain tersebut adalah kain khusus dengan motiI
tertentu yaitu kain wahyutumurun, kain sidomulyo, kain sidoasih, kain sidoluhur, kain
satriowibowo, kain sidodrajat, kain tumbarpecah dan kemben liwatan. Pertama, calon ibu
mengenakan kain wahyutumurun, yang maksudnya agar mendapatkan wahyu atau rido yang
diturunkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Kedua, calon ibu mengenakan kain sidomulyo, yang
maksudnya agar kelak hidupnya mendapatkan kemuliaan. Ketiga, calon ibu mengenakan kain
sidoasih, maksudnya agar kelak mendapatkan kasih sayang orang tua, maupun sanak saudara.
Keempat, calon ibu mengenakan busana kain sidoluhur, maksud yang terkandung di dalamnya
agar kelak dapat menjadi orang yang berbudi luhur. Kelima, calon ibu mengenakan kain
satriowibowo, maksudnya agar kelak dapat menjadi satria yang berwibawa. Keenam, calon ibu
mengenakan busana kain sidodrajat, terkandung maksud agar kelak bayi yang akan lahir
memperoleh pangkat dan derajat yang baik. Ketujuh, calon ibu mengenakan busana kain
tumbarpecah dan kemben liwatan yang dimaksudkan agar besok kalau melahirkan depat cepat
dan mudah seperti pecahnya ketumbar, sedangkan kemben liwatan diartikan agar kelak dapat
menahan rasa sakit pada waktu melahirkan dan segala kerisauan dapat dilalui dengan selamat.
Sambil mengenakan kain-kain itu, ibu-ibu yang bertugas merakit busana bercekap-cakap dengan
tamu-tamu lainnya tentang pantas dan tidaknya kain yang dikenakan oleh calon ibu. Kain-kain
yang telah dipakai itu tentu saja berserakan dilantai dan karena proses pergantiannya hanya
dipelorotkan saja maka kain-kain tersebutpun bertumpuk dengan posisi melingkar layaknya
sarang ayam ketika bertelur. Dengan tanpa dirapikan terlebih dahulu kain-kain tersebut
kemudian dibawa ke kamar.
Prosesi selanjutnya sekaligus sebagai penutup dari rangkaian prosesi upacara tersebut adalah
calon ayah dengan menggunakan busana kain sidomukti, beskap, sabuk bangun tulap dan
belankon warna bangun tulip, dan calon ibu dengan mengenakan kain sidomukti kebaya hijau
dan kemben banguntulap keluar menuju ruang tengah dimana para tamu berkumpul. Di sini
sebagai acara penutup sebelum makan bersama para tamu, terlebih dahulu dilakukan pembacaan
doa dengan dipimpin oleh sesepuh untuk kemudian ayah dari pihak pria pun memotong tumpeng
untuk diberikan kepada calon bapak dan calon ibu untuk dimakan bersama-sama. Tujuan dari
makan timpeng bersama ini sendiri adalah agar kelak anak yang akan lahir dapat rukun pula
seperti orang tuanya. Pada waktu makan ditambah lauk burung kepodang dan ikan lele yang
sudah digoreng. Maksudnya agar kelak anak yang akan lahir berkulit kuning dan tampan seperti
burung kepodang. Sedangkan ikan lele demaksudkan agar kelak kalau lahir putri kepala bagian
belakang rata, supaya kalau dipasang sanggul dapat menempel dengan baik. Usai makan
bersama, acara dilanjutkan upacara penjualan rujak untuk para tamu sekaligus merupakan akhir
dari seluruh acara tingkepan atau mitoni. Sambil bepamitan, para tamu pulang degan dibekali
oleh-oleh, berupa nasi kuning yang ditempatkan di dalam takir pontang dan dialasi dengan layah.
Layah adalah piring yang terbuat dari tanah liat. Sedangkan, takir pontang terbuat dari daun
pisang dan janur kuning yang ditutup kertas dan diselipi jarum berwarna kuning keemasan.
http://muslimah-isbd.blogspot.com/2010/11/tema-aspek-sosial-budaya-dan-kesehatan¸12.html






Sebagai contoh, pemberian ASI menurut konsep kesehatan moderen ataupun medis dianjurkan
selama 2 (dua) tahun dan pemberian makanan tambahan berupa makanan padat sebaiknya
dimulai sesudah bayi berumur 4 tahun. Namun, pada suku Sasak di Lombok, ibu yang baru
bersalin selain memberikan nasi pakpak (nasi yang telah dikunyah oleh ibunya lebih dahulu)
kepada bayinya agar bayinya tumbuh sehat dan kuat. Mereka percaya bahwa apa yang keluar
dari mulut ibu merupakan yang terbaik untuk bayi.
Sementara pada masyarakat Kerinci di Sumatera Barat, pada usia sebulan bayi sudah diberi
bubur tepung, bubur nasi nasi, pisang dan lain-lain. Ada pula kebiasaan memberi roti, pisang,
nasi yangsudah dilumatkan ataupun madu, teh manis kepada bayi baru lahir sebelum ASI keluar.
Demikian pula halnya dengan pembuangan colostrum (ASI yang pertama kali keluar). Di
beberapa masyarakat tradisional, colostrum ini dianggap sebagai susu yang sudah rusak dan tak
baik diberikan pada bayi karena warnanya yang kekuning-kuningan. Selain itu, ada yang
menganggap bahwa colostrum dapat menyebabkan diare, muntah dan masuk angin pada bayi.
Sementara, colostrum sangat berperan dalam menambah daya kekebalan tubuh bayi.
Sebagai contoh, pada masyarakat Kerinci ibu yang sedang menyusui pantang untuk
mengkonsumsi bayam, ikan laut atau sayur nangka. Di beberapa daerah ada yang memantangkan
ibu yang menyusui untuk memakan telur. Adanya pantangan makanan ini merupakan gejala
yang hampir universal berkaitan dengan konsepsi "panas-dingin" yang dapat mempengaruhi
keseimbangan unsur-unsur dalam tubuh manusia -tanah, udara, api dan air. Apabila unsur-unsur
di dalam tubuh terlalu panas atau terlau dingin maka akan menimbulkan penyakit. Untuk
mengembalikan keseimbangan unsur-unsur tersebut maka seseorang harus mengkonsumsi
makanan atau menjalani pengobatan yang bersiIat lebih "dingin" atau sebaliknya. Pada, beberapa
suku bangsa, ibu yang sedang menyusui kondisi tubuhnya dipandang dalam keadaan "dingin"
sehingga ia harus memakan makanan yang "panas" dan menghindari makanan yang "dingin".
Hal sebaliknya harus dilakukan oleh ibu yang sedang hamil (Reddy, 1990).

Dari sudut pandang sistem medis moderen adanya persepsi masyarakat yang berbeda terhadap
penyakit seringkali menimbulkan permasalahan. Sebagai contoh ada masyarakat pada beberapa
daerah beranggapan bahwa bayi yang mengalami kejang- kejang disebabkan karena kemasukan
roh halus, dan hanya dukun yang dapat menyembuhkannya. Padahal kejang-kejang tadi mungkin
disebabkan oleh demam yang tinggi, atau adanya radang otak yang bila tidak disembuhkan
dengan cara yang tepat dapat menimbulkan kematian. Kepercayaan-kepercayaan lain terhadap
demam dan diare pada bayi adalah karena bayi tersebut bertambah kepandaiannya seperti sudah
mau jalan. Ada pula yang menganggap bahwa diare yang sering diderita oleh bayi dan anak-anak
disebabkan karena pengaruh udara, yang sering dikenal dengan istilah "masuk angin". Karena
persepsi terhadap penyebab penyakit berbeda-beda, maka pengobatannyapun berbeda-beda.
Misalnya, di suatu daerah dianggap bahwa diare ini disebabkan karena "masuk angin" yang
dipersepsikan sebagai "mendinginnya" badan anak maka perlu diobati dengan bawang merah
karena dapat memanaskan badan si anak.

Di Jawa Tengah, ada kepercayaan bahwa ibu hamil pantang makan telur karena akan
mempersulit persalinan dan pantang makan daging karena akan menyebabkan perdarahan yang
banyak. Sementara di salah satu daerah di Jawa Barat, ibu yang kehamilannya memasuki 8-9
bulan sengaja harus mengurangi makannya agar bayi yang dikandungnya kecil dan mudah
dilahirkan. Di masyarakat Betawi berlaku pantangan makan ikan asin, ikan laut, udang dan
kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Contoh lain di daerah Subang, ibu hamil
pantang makan dengan menggunakan piring yang besar karena khawatir bayinya akan besar
sehingga akan mempersulit persalinan. Dan memang, selain ibunya kurang gizi, berat badan bayi
yang dilahirkan juga rendah. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si
bayi. Selain itu, larangan untuk memakan buah-buahan seperti pisang, nenas, ketimun dan lain-
lain bagi wanita hamil juga masih dianut oleh beberapa kalangan masyarakat terutama
masyarakat di daerah pedesaan. (Wibowo, 1993).
Memasuki masa persalinan merupakan suatu periode yang kritis bagi para ibu hamil karena
segala kemungkinan dapat terjadi sebelum berakhir dengan selamat atau dengan kematian.
Sejumlah Iaktor memandirikan peranan dalam proses ini, mulai dari ada tidaknya Iaktor resiko
kesehatan ibu, pemilihan penolong persalinan, keterjangkauan dan ketersediaan pelayanan
kesehatan, kemampuan penolong persalinan sampai sikap keluarga dalam menghadapi keadaan
gawat.
Di daerah pedesaan, kebanyakan ibu hamil masih mempercayai dukun beranak untuk menolong
persalinan yang biasanya dilakukan di rumah. Data Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1992
rnenunjukkan bahwa 65° persalinan ditolong oleh dukun beranak. Beberapa penelitian yang
pernah dilakukan mengungkapkan bahwa masih terdapat praktek-praktek persalinan oleh dukun
yang dapat membahayakan si ibu. Penelitian Iskandar dkk (1996) menunjukkan beberapa
tindakan/praktek yang membawa resiko inIeksi seperti "ngolesi" (membasahi vagina dengan
rninyak kelapa untuk memperlancar persalinan), "kodok" (memasukkan tangan ke dalam vagina
dan uterus untuk rnengeluarkan placenta) atau "nyanda" (setelah persalinan, ibu duduk dengan
posisi bersandardan kaki diluruskan ke depan selama berjam-jam yang dapat menyebabkan
perdarahan dan pembengkakan).
Pemilihan dukun beranak sebagai penolong persalinan pada dasarnya disebabkan karena
beberapa alasan antara lain dikenal secara dekat, biaya murah,t mengerti dan dapat membantu
dalam upacara adat yang berkaitan dengan kelahiran anak serta merawat ibu dan bayi sampai 40
hari. Disamping itu juga masih adanya keterbatasan jangkauan pelayanan kesehatan yang ada.
Walaupun sudah banyak dukun beranak yang dilatih, natmun praktek-praktek tradisional
tertentu rnasih dilakukan. lnteraksi antara kondisi kesehatan ibu hamil dengan kemampuan
penolong persalinan sangat menentukan hasil persalinan yaittu kematian atau bertahan hidup.
Secara medis, . penyebab klasik kematian ibu akibat melahirkan adalah perdarahan, inIeksi dan
eklamsia (keracunan kehamilan). Kondisi-kondisi tersebut bila tidak ditangani secara tepat dan
proIesional dapat berakibat Iatal bagi ibu dalam proses persalinan. Namun, keIatalan ini sering
terjadi tidak hanya karena penanganan yang kurang baik tepat tetapi juga karena ada Iaktor
keterlambatan pengambilan keputusan dalam keluarga. Umumnya, terutama di daerah pedesaan,
keputusan terhadap perawatan medis apa yang akan dipilih harus dengan persetujuan kerabat
yang lebih tua; atau keputusan berada di tangan suami yang seringkali menjadi panik melihat
keadaan krisis yang terjadi.

Kepustakaan :

Central Bureau oI Statistics et al 1995 Indonesia DemograQhic and health Survey
Departemen Kesehatan R.I 1994 ProIil Kesehatan Indonesia 1994, Pusat Data Kesehatan, Jakarta
Foster, George M dan Barbara G. Anderson 1986 Antropologi Kesehatan, diterjemahkan oleh
Meutia F. Swasono dan Prijanti Pakan. Jakarta: UI Press
Iskandar, Meiwita B., et al 1996 Mengungkap Misteri Kematian Ibu di Jawa Barat, Depok, Pusat
Penelitian Kesehatan Lembaga Penelitian, Universitas Indonesia.
Kalangi, Nico S 1994 Kebudayaan dan Kesehatan, Jakarta: Megapoin.
Koentjaraningrat dan A.A Loedin 1985 llmu-ilmu sosial dalam Pembangunan Kesehatan,
Jakarta: PT Gramedia.
Raharjo, YulIita dan Lorraine Comer 1990 "Cultur Attitudes to health and sickness in public
Health programs: a demand-creation approach using data Irom West Aceh, Indonesia",Health
Transition: The Cultural. Social and Behavioral determinants oI Health, volume 11. Disunting
oleh John C. Caldwell, et al., Canberra: Health Transition Centre.
Reddy, P.H. 1990 "Dietary practices during pregnancy, lactation and inIaancy : Implications Ior
Health", Health Transition : The Culture. Social and Behavioral determinants oI Health, volume
II. Disunting oleh John C. Caldwell, et al., Canberra: Health Transition Centre.
Wibowo, Adik 1993 Kesehatan Ibu di Indonesia: Status "Praesens" dan Masalah yang dihadapi
di lapangan. Makalah yang dibawakan pada Seminar " Wanita dan Kesehatan", Pusat Kaajian
Wanita FISIP

3    !.3 / 8079.3.7 .02-. 97.3 -0-07. 203. -039: 002-7. 02-.3 / 80-:9 :393  ::7./. 80-.39:3.3 .3 / .3.5.. ./8 .. /03.

3/:940 -.3 -07.9..3.9 -03/07.3 / :393 7..3.3 . ../3/4308.380-.33...73..3 .-.2..9.8.9 :393 / !. . .2-:93. . 80507997.8./0... .:502-07.3203:3..920. -03/07.3:.:.3 907.3  2:33 8.:507203-.33. -03/07.58 /03.9.2. ./.73 / 2.3 ..3 20303/43 / .02-. 8.3 -.3.3 84309  ./8//.390:7 /.7.07. 90780-:9.

.290780-:9202.39. -07:5./...9 2943 /.2../.9: 50703.38.7...43 -: -078079.3.3 / . :5. 7. :3/.7 80. ..: 5:....7 80-:.3 / ..43 -:/.:.3 /. 33 202-./ 2..::5 :.7.35079. 8. ..5.3 .8.3 .35:3.7 -:.309...7 :5...20-:/.9 /.7 /.07. 8.3/:3.3 .9.3 .3 3 803/7 . :.83 / 903.3/.9.-.3 84309   /..7./7  $090./.3.7.-.3.: 2038:. :8:83.9 /..3 907/.3/.../.9.7..3 %305. :8.43 -: ...3 20.3 ..8 :39: 203.9.3.39.25:32030.1 /.2.  .3 8305 207:5. 3007 05:.35:3...7 /.3. -.7. 2.: 7:. %03... 574808 :5.33.3 9.8.7./.3.9.9 %305...3 8.7:3 078 909.3 ..7 :39:20. 9.. -:.-:.3/:3  .3 :5. %305....2 203.3 .3 . -.5..39:803/7.3 8 -.209.3.3 ./7 2./..:5:3 8. 207:5.39::.2.. 9305.397.9./843.09::-:.1:2 -078.2::3/. 66.2... 3007 9.38:302..39 0.2.7.7.3 .3 -.93.:5.73.5.7.... . 2.9 ./8 .3 .2 203.:2 9./.30..3.3 80-:.7 80. / 07:/:3 /03...3 20239.3/../7:39: 203.3 /.: 3943  &5.3 .502-:.309::8. 207:5.3:39:2025073.43 .9.2.3 80-:..3 -07.3 207:5..7 -:..3 -07.3.3 ..8 8. /. 202...79.3 .3  74344 83.7./.7.7/0.3.2 ..3 . . .90..8:/ /.2   ..3 /:/: :39: 20302:9.3 8.3 50703./. 2030.3-:.3.3/..38. 574808 20239..3 9..3. .%305./.5:32...3:5.7.09.2 9: :/.7:.5./.: 80.3.379:. 35:3/ -.2.43-:-078079. 802:. .3 .3 $:302.9305.2: . $05079 .3 .79:25:. 8.  !079.9-07-.7.:39:2038:.7.3 ..3 80.3 .55:.3 .8 /03.3 /80-:9 /03.3 ./.7..3 .. 7089: /03.0:.3 5.3 3/7:.5 / !..:90780-:9907/.9 80.8:-:.33..9: :5..:.3 .. $:7. ....2- .3 / .3 .3 .5. 97./././.302:/.: 2.9 / .: 3943 803/7 207:5.. -.3/:3.3 -:.3 .9.:..7 0.3 84309 /..3 /.2 5073. 2.:3/. 2.9. 203.7.. 8305  -:.3/:33.5 0.3 09. 3/4308..7.8.39.02-. 80.02:/.. 80-:.25:3 5..

-. -.303.2..39.0...39.037 .7...3 5.3  .73.. /.7.3/..9. ..3 202.3907/7/..3 5.7..3/ .340.3 -: /. . -. 80./.503805:..3.3802.  202 47.3907/7/.7 5.. 3030 /./. -.43 -: 5:3 / 2.38.3..7.3 80-.3 . !748082024943 3 8.30802:.:3. /.7484-434 /.:32../.5.2 . -077./..:3 /.5. 57. . 8:302.:.9.3.. 9/. 9: 09.5 20.43 -.43 -: :39: 02:/.:3 3.3 .90780-:990.3/. 8973.3 3 803/7 ..  544 4 /.3:70. 9: /3. 202.:..73./.8/:/:.../03..3 0 53.2 907./..7..85:9/03...38:302 05.8.3 2025078. ..:3 /./3 /.43..380:7:3.2.9  /.37:5. -0-07.. 9.:7. 80.  /.. 802:.3 8.3/. 203..3:5.340 -: -: 8. 2.3 .3 0.3.3 2.594007.3 -078.5.3  $090.8 /03..3 8079. .5807.2..3-.7..3 -.7.5.7.3 2024943 .3 .3  /. 9.7 5.3 8008.3.  05..253202.3 -: /.7.3  /...390.3 /. 2.39  . .3 /.9043 .. 2. 02:/.3 .7.7:8.7 /.3:93. /-07 -07-.2.037  8.3. . 805079 .7 0. !748082020.3 .  -: /.7.7 .7 5.9 .7.  /03./. . 09.3 02:/.3/..3203/.3203:3.3/..-07:2.3. -078 -:8.  08025. 802:. 3 803/7 ..3 . 39 .9.3 2475:9 8..3 :5.3 8 ..3 90. 5:907 :39: 202443 /4.3:7 .3. -07-0/./.3 7089:3.3907/7/.3/.7 0.3  -.3.3 /.3:7  !74808 2024943 .3 .2./.3/..037 3803/7 .5 90780/.:3 . .7:8 2024943 5:9:8 5. 08:9.-07:9:9 0/:.3 8 . 20.3 .3:7 80/02.3 5.3 8 . .7 58./5078.3.9  . .3 /./2. .7. ./.390.2: .3 :7.7: 02:/.3 /7 :39: 2020. .3/..8:/ /.7:8 .7.38:3 907-0.3 90..57.5.3:39:202-07.3.3 /54943408..  $02039. .507.3.9::47.3 8025:73.39.. .9/.2- /3.7:.5. 9. .3 9:-: .7 5...3 7..3 5....037 0. 09.:3 454 454  /.7:8 .43. 80. 9: 9070..:3 /.3.43 -: . 5079.3-.7.43-:8090.3 /4.3 -078...43-:/03.38:3 907-0.43.2 :5.3030/.7..32039.9 /.3 :39: 02:/.8: .3.3078.80-0:23..397.3  !079.7.7  20.7 .97.:.3/.5.3...3 /03...43 -:/2.39.8. ..3 03.3:7 3 803/7 .3 -./.:3 :  /.3 907/7 /. :39: .3 /.7..39.8.2.3 203.2.9/0. 9/...3202. :5..3 ..3 8/4::7 -.2.8.3 /... /.7 2. -.9/.33.7.43 .3 -: /. ...3 /2:/. .3 /0. 57. -./. . ... .. .3-: -:35:3/.3/.90780-:95:3/73:39: 02-./.39.7:.8 .  $090.39 5.3 . 5079...80.8  .3/:  $090.3 544 0503/02  9:2503742-43. 7089:  .9:54943 -:3. 203..7 5. 02:/.7 :5.3.7.9/. 2:/.3 . 80.:5.3:5.3. 0. . 20.5.: -.3 0:.3. 5.3 :7 :: 8:.. 2.7 . ./ /:. /.75.7.3:93.:.3 5.  2.7.3/.43.3030/. 2020.7:.

.340.7 .. 3 5:3 / -.9..7.3 ..23.7.3 9:..75..340-:/.2.7:8..25..9 5.-079:.8:.5.9: .3  &5.9..8 8.3 8/4/7..9.540 -: /.. ..3 3 803/7 .3 .. $090.43 -: 20303..9. /:53.3  !079.3 80-0:23../.. 03/.39.3.8:/ .3 /9:7:3.43 -: 20303. 802. 40 .39.3.037 /.-07:93.3 -:8.3.7 0.3 ../ 47...80.3.3:8:8/03..39.3 .340..3 40 %:..3 /.:.3/:3 / /.3 / . 3 5.3:7 3 5:3 02:/.:5:97.8:39:203.43 -: 20303. 0 ..9.3 8/42:4  . 8008..5.7.5..8:3:.8./.43 -: 20303.3.3-:9: 5:3.7.43 -: /2.39.5..8 202..8  .7. ..974-44  .3805079 ..  2.//9...3 . -74443 . 80-:.3./.2.7.7:8/.7.3 .3 .3 02:.:9:2:7:3  .3 -07..3 02-03 .3 .: .3 .. .9.7.3 /5.7 :39: /9/:7.. 2024943 ..3 .3 8/42:4  .2. 57.8  2. .:5:3..  ..3 47.2:5...3 2.3 8/4::7  .2-.52.. .9  .9  %:..3 /03.9. .:9:2:7:3  ./8.5.3 8/4::7  2...3 . -.57..3 9:2-.037 90780-:9/-.39.3:9.3 :5.7.3 . -744. 8.7..7 .3805079.  0/:. .43-: 09.3 :5.3 .3 ..9./.3 2491 9079039: ..2..:.7 944 50..  .8:/3..3 .3.. /.7 5.7.9. .3. .2.9  02:/.8:../3 .. .:.5.3 .750.3/4308.3 -07-:/ ::7  02.43 -:80-..3 8.9 203.. 203/.43 -: 20303.9.9  .  0025.3.3. /..8/9.8:/3.8:/3. -07:93..3  09..  .8.3 907.8.2. :5.3-:/.8.3..7:8202. .3./.3..8.3 .037 .3/...7 0.:./-..3 .2..3 8/4.:5:3 8.390780-:9.3 .3.3-07-:3  !7...  .:57.0379:-07.3 .9.3 . 203/.7:8-07:...90.75.8:7  ..7.5..3 8/4.3 2.  . :5.3. /.9::507.037 .7 203/.282:.: 7/4 .: 5005.9.43-:35:3.7.3 .3 .7 0.9.:/..

./.7 /..75:9705.974-44 2.3 00 .3  995.9 /.2: -07:25:   83 80-.2- -05..8..3 8/42:9  -08.29. 0 .43 -:  .3 .3 90780-:9 02:/.43 -.: /.2..3 5488 203.3. ./... /7..70.43 -: :39: /2..3 -0. -...05./.3 .3 .8:/ ..3 574808 :5.3 .3 . 8.8:33. 573 .3 .8:/3.3 .9.9 /..0.  !.9 203.7  80/.7 2.3.9039.3 9070- /. /.: 20.3 8/42:9 0-.. -.9.3  5.750.3 /.5... .3 20303.8. .5  8..7 9.2-.3.5..5:320249439:2503 :39: /-07. .3-078.3. 09:2-. .7.9: 20.3/805. 9: 9039: 8.3.::/.2 09.9..5 0:.7 7..9 .7.3.7...8/03.5 /.:33002. .3:3 9:. 805079 50.8207./.9 /. 9. 90780-:9 .3.3.  09::  .9.. .3/9025.3 -:8.: /5.8:/. 40 40 -07:5..7 -084 .3.. .7:2-07..3-079:.  .7 0.3/.3 /.7  !74808 80.2: 9. . /. -07807.33.2. 5.:..8.3 .9  $..3. /5.3 .3.3 9:.3:5. 503:9:5 /.3.39.3 -. 8..7.3..97.9 /.3 .9-:8.3 /0..8:/3.7 0...3 -:8.3.:3 58..3 907-:..70.7.3 7. /2. . 80. .....43 . 2.:39:5..:.3./.3/.3:39:.-07./8..3 90.5.3..3502-.3.39.3.9 2030250 /03.3 8:/.7. /03. .3 . /504749.7 /.3//./.8/.3 -07-..73. 8. 574808 507.3 02-03 .3/52534080805::39:02:/.7.  003./.57...3 2:/.. /.3/:3 2.3 .9 5.3: /.43 -: 20303.3 8/4/7.3 .3 -0.37:.3 -.7 /.2../.73.503:9:580-0:22. ..3 903..5 .3805079 -:7:3054/.3 9. .9.7 .3 /9.3 ... 078.2.3:9. .5..3 8.7.3.3 /05.3 -078.9  907.:: ./.3. .3 02-03 .3 .8.7.3 907-:.:..343 ..5...75439.3/.3 /.. -0790:7  03.39.3:3 9:5  /.9.3 .: 2943  $.: -:7:3 054/.300/02...33.3 7.35.5.3 /.9 203.7.9 .8/.7 80:7: .2-20303. .3 /2. 2.  &8.3 ...3 ..9: 2..9 /..43 -: 20303. 805079 47.-: -.7 20250740 5.. /..2:80..3.70...2.5.:8 80-.7.3 8..7 203:: 7:.3.-. 9..3/9:9:5079.3.9.9 7::3 5:.3 90780-:95:3 -079:25: /03.7 5439.2.3 .25..703.3 -078..340.3.3 /-.3  9..3 9:2-..3 80..3 /..3 -:8.3 /-0.3..3 /07./4703 .  8:5.9  $0/. . 9305.3.3 /.2 .7-07:9:33/.2: 5:.3 05.79. .39: -: -:.3 $0/..75.3 9. 3 803/7 .5.503:..3:93.35...29..: /03.2: .3.5/03.3 .39/./03.7....:8207:5.3 /4.3 203:3.2..43 -: /03.3 80.3 92503 -078.  %::.3.3:7:33.39. .3 02-03 -.8:/.7 0.2: 9070-/.3/03.

.

42. 8-/ -48549 .2:82.

  .

.

/.9.3 080.3* 92       .902.. -:/.850 848. .

7.705.5 -. ...8.3..9 073..3 :39: 203438:28-.5. 2.3 502-:.8. 9/.3.0. 507. 2.3-0781.:.7: :/.5:3 -07-0/. 80-:.3.3 8073 /03.33. .3 /.7:.2 9:-: 907..98073.90780-:9-079.3 3.3 .3...07.3 2032-:.5 /02.9  070.3 203:8: 5.3 02.8.9.3 /33 803. /80-.  8.. 0- /..7: -078.3. 2. 2.:5:32.3 202-07 749  58.3.-07./. ./.9 /03.8. ..5./2:33 /80-.: 5.3 2. -.39:-:-.2/.5.8./.-. .-.3 503.:. -0/. 0:./.703. ..8 /.3 -.70 3 /80-./. /03.3 -. /.3 0802-. 5:.. .3 24/0703. /5. 3.33  .3 9.3.39. 8:: -.35072./.2-.7./.3 .9 /.00-.3.-. .3:7.703.3 :38:7 :38:7 90780-:9 2.70.9 073..9  &39: 20302-.3 3 207:5..2-. :8.7.3 $ 203:7:943805080.3 207.3 2. /802-:.703.3 80.3..5.3./.9. 2032-:.20.7.9 202503.3 0507.340-:.9./. 203/333. /. -: .9./843.3 /.7. . . 907./.: /33 2.2.3 0:33 :33.73.::  05.3.8 5.8 .9: /.- 503.3 .3/.3..7:8 202.3 502-07.3 0./.3 5. .3 5:.38:/.3 2033/.3.  / 8:. 5078058 907. 2.3 -07:5.7.3.:8 /.3/.9  5. /:3.3.3 -.3 5.-..2 . /03.02.3 93  .3:8.7 8:/:9 5.3.3 40 /02.3.70  2:39.3 /.4394.8: . -. .2 .9-07507.:8.9.703...39.3.5 5030-.5-.3.3 /.:203.997...907...44897:23/. -07.3./.2:3  5..3  3./...3 0.3:38:7 :38:7/.703.3202.3 907.3 80/.9.44897:2 $ .3.9 80-.  .7   -0-07.38./.. /-07. 5078058 2./.3..3.3203. 9.3 80-.3.3 203.2-.3  $0..-.5. -0/..29:-:2./.580-.80-.7.3 .3-.3.39.3 89.3. .8.3 -: .8:.3/. /.-. 503.8 3.3. 2. 5. .2./:2. .3.3....:5:3 20/8/.3805.44897:28.5..9./.3../. 40 -:3.  $02039.3 .3/.2 #0//    .-.33. -.7:8/. -..3 88902 20/8 24/0703 .  2..3 2.8: .3 .9.3.33 ../.3203..3 /33  .3 5.  $0-.95.90-/33.. -./.3/.5 -..3 /03. .:3  ../.. -07:2:7  9./. 8:/.3 $0-. -0-07.:3 /.257 :3.3/. .3 /. 2. !..3 ..44897:2 /.38./::3.5.2 0.8:8:.703.5. 808047.5.7: 0802-.3 .780-0:2$0:.8  58.3.3 0. 0-.7 -. / 42-4  -: .5 503. / $:2..$0-..3.4394 502-07.7 2.3 80.9 /.8050798:/.: 907.: .07.9 . -.9202.3 .3.3 202-07..8 .3 203:8: 43/8 9:-:3.3 5079...5:.3 905..3 438058 5.9 -07-0/.3 90.. -.:80-.8.38073//079.078.3 2.:73././.  .-.5. /-07 -:-:7 905:3  -:-:7 3.3  /./.3..703.:38:7 :38:7 / /.. .920302-:.8: .8.33 5.7.3.9.3.35034-..3.7 /.3 9:  . ..  $02039.3907-.3.40-.5.3 .3.3. 507: /4-..  -: . . 7.7  02.3 90:7  /. 808:/.3. . .  9.3 .-0-07. /2:./.33.3. 5034-.07..3./: 902.3 /03.3. !..7:8 203438:28 2. 5..3. /.39.2203./.3 -./. ./../.9.:9.8./.5.7.3 -07-0/...9. 8:: $.38:/.-.39.72::9-:207:5.4394  5.5/.380/.2.:39:-./.3/80-. -0-07. 9:2-: 80..7:8..-.3 74.3 49..05..3.3  0507.3 80/.3 .3-.7.  /:.3..-.8 /33 .3.8.3 :.9.9 2030-.. :/.9 2032-:.3 /5078058.3 0:.3 203:8: :39: 202.7 5. . 2.9.7.

3.3 .../.3.3/7.3 0.2 :.3  $0:2./../.3 8.7.:39:203443 5078.25. 8.3.8202507.3 803.3 /.7 803.3 8:.2 5.7.7:8 203:7.9 / /.9: /. %039:3.:7.07.3 -:.3/.3.-..7.3507. 0507.3/...3 -. .5.9.3 /.7. 50/08...3.3-:.35..  .3$203.703.9.3 80. -:..9.9.3.7 /   203:3:.3.703.3-:.90 57./... .3 573 .22.3 -08.3 2.3.703/.3 -.7.9-...0080.83 4394..  5078.947202.2574808 3  2:.340/::3 .3.3-.9. 2...$:7.3/:33../.%.33.3 503443 5078. / 8..3 2.39: .3 ..: /03. -: .2.39.703.703. $0. /.7.3 080.3 303.3//...3 /9443 40 /::3 -07.50:.3 -.8 092:3/.7 ..8907/. .5.3 /03.5.. .5. / .  .: 5.-.3 2:/.38 -..50/08. 0. -: .3507/.3 8..38..07.  0-07.07.8.3 2.3. 2.3 -0-07..3.3202..3#:2.3 /.3 8 -:  !0309.3 5073.35034435078. . . 1..9 09.3 2..:9  :/.3 .3 50.9 202-.:.3 -.3  -44    02.32025078:95078.8.3  0907../.9.  $02039.3:.3 2.9477084 080.3/7:2.3 /.3../.3 798 -..3.8.8: 2.7:/..7..:3 7303:3:..9 907:9.8. . .2./ 80-0:2 -07.39. 80. .:.957.3.3:39:202.3080.703.$:-. /.33..97 -.9.7.3..3 2030-.8 /.3. .3203:3.3 -:  502.3 0593.3-.5.3 0-.3 -07.25:.3:9 40 -0-07.39.5.3 . %03.3 2025078:95078.380507958.7 -./::3-07.9../.3 207:5.3/.3/.9 .2 5..3/./.9 907.3..7..2 203. 8...9: 5074/0 .7.9/. 1.3.39.3/. 93/. 02:33./.3 090780/.:.3 02.5.39..3 80.905078.3 02.50.3 /.9.3.3.7.2.3.3. .3.3 203:3.8.92030-.3   2. 50309..83  .3-:3. . 5078.3. 202.3 -08.3.3.5.9  -: .3-.7.3 ..7 /03.2 .9  /.3 90:7 .9202503...8:   -:.3.3 . -07.3 .3 2.3 .2.. 5.07./.

3 .39.3.: -079./.5.3 4/4 202.75078.8 /.3 502-03. 7084 3108 805079 3408 202-.-.7./843.9.802.3 /03.3 :907:8 :39: 73030:.8.3 080..3 . -07.3..8./.3 0.3 57410843. 503443 5078.920.3 /.9 -. 9/.207.20/8  5030-.7. /0.7/. 905.9  3.253 9: :. .3.3.8079..3 .9.39.3/03.3 .2.39.  203079 /.7.:.3.3.3.9 203039:.3 -: .8 5078. .3  -: /:/: /03.3.3. .8 .25:.:5:3 8:/.8:.2:5. ..9 909. /.9.3 3108/..3 .7.9 2030-.5.7.-.9-:/. /::3 -07. 2:3 57.30.2:3 01..3  43/8 43/8 90780-:9 -.3 /:5  $0./.7. /. 905.2. 9: 02.3/.3-:. 8090.28.  .5.3.9.3 80.3 5488 -078.9. /9.3.3  3907. /:7:8..3.3 733.9... 2.703..3 .7.9 /.3 503443 5078.9.8..57.2 ..2. ..7.3 . 80-.90 ../.3.3. .8 .8.3 5.3/..25.7..3.7.7  8..3 /.2 5748085078.8.91.9.9 202-. 1.039.3.5 :. -. .30/.3 50. 0907-. -0-07../.9.3 5..-.3.: 3.90 57.3-.3 80.:39:202507..3 507/. -.703.7..3-07.5. /03.3 /. . -:/. 2:7. 5078.0.3..3 8..3 202-.703.3.3 0 /05.3 -./ 9/.9. 80.3.947 . 43/8 080...-.73.2 /03.2 .5.:.3  !02.39: /.507/.3 . 07.3 .  .90 97.3 3 8073 907.3 /..3 . /80-./.9.3 :7.-.9 -07.3.3 02.:3.3 0.3 ./.3.  .3. 503.3.. 9079039: 73.3 /::3 -07.

 !0309.08/:735703..3-:/.790203080.3-077. 0.4:20   8:393 40 43   .4:20   8:393 40 43   .3 ..7.08038/.9 %7.33/4308.7..47.2 .3  !:8.38943 03970  #0// !   09..757.9 !0309. !:8.9.3/ . .9. 1742 089 . 0247.3 080.25../0  09 ...3 .5 / ..943.20/.  .7. 0.080.8 09 . 09.9.3/ 0./0  09 .9 %7.9.3 080.3-:/3/4308.2.3 0- 9:..3/.8434 /./ 5.38943 %0 :9:7.3907.7-...943 ./090723.47.-. .9 $:7.79.9.9. :70. 0.7:8 /03.  .9  .9.543  4039. 48907  0470  /.  3/4308.5574..9:8!7.9 0.3:3.50/08.3 /5 .3..79.3 8:.: 41 $9./.9.3/0.9./.$9..3 080.70.3/31.9.. /090723.3 20/8 .3 07../.9. $023.3/ 8..//.3  .0 05.3 .3 /.3/. . 0.3 .9 .3   0397..0  3/4308.8.9.".3  . /. 203. 0.3  .79..9.9.9 .3   40/3  2: 2: 848./.9 .03:3..07. .3  &3.5890702..3 20..3  /90702.3  ./   05:89.3/..3 477.79.3 40 0:9.3 080. / 9.3 507809::. &2:23.989.3.9%7../.9438147 0.3 907.3 -07.   $.2-.  $4..4 $  0-:/. & !7088 8..3503..9..20:.3  .0907.39..5..398 41 0.3# !741080.: 05:9:8.398410..  .3  05:9:8.3/ 0.9 %7.  #.7  .3088 3 5:-. /02.0789.3.305:9:8. .9 /.8 3/4308.   3/07843  3974544 080.74  :19.3 /-.3.28 . /. !% 7..3788.2-.9 .3 5.5.3-077.9.38943%0:9:70 $4.39 !.2 !02-.. :83 /.39.5 507..7.3. $!   ..3 !7. .9. /.9 054 !:8.337.38943 03970  -44 /080.9...7 09.3 8073..9 5747..30 4207   :9:7 999:/08 94 0. 907:9.9 0.3 02-.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->