SYOK Iwan Purnawan, S.Kep.,Ns A.

Definisi Syok merupakan gangguan sistem sirkulasi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara volume darah dengan lumen pembuluh darah sehingga perfusi dan oksigenasi ke jaringan tidak adekuat. B. Macam-macam Syok Berdasarkan sumber penyebabnya terdapat 4 macam syok, yaitu 1. Syok hipovolumik Syok hipovolumik meruakan syok yang disebabkan oleh hilangnya cairan/plasma (luka bakar, gagal ginjal, diare, muntah), kehilangan darah (cedera parah, pasca operasi). 2. Syok anafikaltik Syok anafilaktik merupakan syok yang disebabkan oleh pajanan zat allergen sehingga memicu reaksi elergi yang akhirnya diikuti oleh vasodilatasi pembuluh darah massif. 3. Syok neurogenik Merupakan syok yang disebabkan kegagalan pusat vasomotor yang ditandai dengan hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak di seluruh tubuh sehingga terjadi penurunan tekanan darah secara massif. 4. Syok sepsis Merupakan sindroma klinik ketidakadekuatan perfusi jaringan akibat terjadinya sepsis. 5. Syok kardiogenik Merupakan syok yang disebabkan kegagalan jantung yang ditandai dengan menurunnya kardiak out put sehingga mengakibatkan ketidakadekuatan volume intravascular. C. Etiologi Syok Setiap jenis syok memiliki penyebab utama yang berbeda-beda, seperti yang terlihat dalam tabel 1. Berikut ini. Tabel 1 Etiologi Syok N O 1 JENIS SYOK Syok hipovolumik ETIOLOGI 1. Perdarahan 2. Kehilangan plasma (misal pada luka bakar) 3. Dehidrasi, misal karena puasa lama, diare, muntah, obstruksi usus dan lain-lain 1. Antibiotic Penisilin, sofalosporin, kloramfenikol, polimixin, ampoterisin B 2. Biologis Serum, antitoksin, peptide, toksoid tetanus, dan gamma globulin 3. Makanan Telur, susu, dan udang/kepiting 4. Lain-lain Gigitan binatang, anestesi local. 1. Disfungsi saraf simpatis, disebabkan oleh

1

Syok Anafilaktik

2

Syok Neurogenik

2. misalnya: eschericia coli.3 Syok Sepsis 4 Syok Kardiogenik trauma tulang belakang dan spinal syok (trauma medulla spinalis dengan quadriflegia atau para flegia) 2. Rangsangan pada medulla spinalis. serratia. Kokus gram positif. slo reacting substance of anaphylaxis. enterokokus. misalnya penggunaan obat anestesi 4. dan providential. Syok anafilaktik Ketika terjadi kontak dengan antigen makan akan terjadi reaksi enzim pada sel mast dan sel basophil sehingga menyebabkan lepasnya berbagai mediator seperti histamine. misal: stafilokokus. dehidrasi. enterobacter. Patofisiologi 1. Infeksi bakteri gram negative. Kondisi ini secara fisiologis akan menimbulkan mekanisme kompensasi berupa vasokontriksi pembuluh darah oleh kotekolamin sehingga makin memperburuk perfusi ke jaringan tubuh. Rangsangan parasimpatis pada jantung yang menyebabkan bradikardi jantung mendadak. D. Rangsangan hebat yang tidak menyenangkan. klibselia pneumonia. misal nyeri hebat 3. Gangguan mekanis • Regurgitasi mitral/aorta • Rupture septum interventrikular • Aneurisma ventrikel massif • Obstruksi: • Out flow : stenosis atrium •Inflow : stenosis mitral. peningkatan permebilitas. Syok hipovolumik Syok jenis ini dikenal pula sebagai syok preload yang ditandai denga menurunnya volume inravaskular karena perdarahan. Oleh karena itulah disamping mengalami penurunan darah yang cepat. Hal ini terjadi pada orang yang pingan mendadak akibat gangguan emosional 1. dan streptokokus. Gangguan fungsi miokard • Infark miokard akut. Aritmia • Bradikardi / takikardi 2. miksoma atrium kiri/thrombus. dan kontraksi otot bronkus. juga disertai dengan gangguan pada sistem pernafasan . dan lainlain. 2. dan kinin. 1. Menurunnya volume intravascular menyebabkan penurunan intraventrikel kiri pada akhir diastole yang akan diikuti oleh menurunnya curah jantung. perangsanga sekresi mucus. serotonin. proteus. Pelepasan mediator-mediator tersebut menyebabkan dilatasi pembuluh darah. terutama infark ventrikel kanan • Penyakit jantung arteriosklerotik • Miokardiopati 3.

peningkatan permeabilitas kapiler. yaitu timbulnya tanda dan gejala sebagai berikut: 1. akral dingin. . melainkan karena ketidakmampuan sel menggunakan oksigen karena toksin kuman. sehingga makin memperburuk keadaan dimana sebelumnya perfusi miokard telah menurun. Vasodilatasi perifer akan meningkatkan kapasitas vaskuler sehingga menyebabkan hipovolumia relative. Syok sepsis Syok ini disebabkan karena adanya sumber infeksi dalam tubuh terutama bakteri gram negatif.8 L/menit/m2 maka terjadilah syok kardiogenik tersebut. 2. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan syok Pada syok sepsis hipoksia sel. sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan hilangnya cairan intravascular ke interstitial dan menyebabkan udem. Endotoksin basil gram negative dapat menyebabkan beberapa hal yaitu: a. tekanan darah. sistem respirasi • nafas cepat dan dangkal 3. Sedangkan letupan rangang parasimpatis ke jantung dapat memperlambat denyut jantung dan menurunkan rangsangan simpatis pada pembuluh darah. Kondisis diatas akan meningkatkan kebutuhan oksigen miokard. tidak terjadi karena adanya penurunan perfusi jaringan. sistem kardiovaskular • gangguan sirkulasi perifer: pucat. • Vena perifer kolap. vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer b. capillary refill lambat. 4. 5. Proses ini terjadi katika seseorang mendapatkan rangsangan emosional yang sangat kuat. penurunan tekanan darah. dan jika indeks jantung telah kurang dari 1. E. Syok kardiogenik Respon neurohormonal dan reflex adanya hipoksia akan menaikan frekuensi denyut nadi.Syok neurogenik Cedera pada tulang belakang atau medulla spinalis menyebabkan kegagalan pada pusat vasomotor sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada vena perifer. Gagalnya pusat vasomotor akan diikuti dengan hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak diseluruh tubuh sehingga terjadi penurunan darah sistemik akibat vasodilatasi pembuluh darah perifer dan penurunan curah jantung Selain karena cedera. Manifestasi klinis Manifestasi klinis pada semua jenis shock hampir sama. dimana vena leher merupakan penilaian paling baik • CVP rendah. misal mendengar/menyaksikan sesuatu yang membuatnya sangat marah atau sedih. serta kontraktilitas miokard. Efek selanjutnya adalah penurunan curah jantung. rangsangan pada medulla spinalis juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat ansestesi spinal. dan penurunan tekanan darah • nadi cepat dan halus • tekanan darah rendah  tanda ini tidak bisa dijadikan pegangan karena terdapatnya mekanisme kompensasi hingga kehilangan darah 1/3 volume total.

f. Analisa gas darah d. Riwayat penyakit jantung c. sedangkan pada syok kardiogenik biasanya sianosis) • basah. cemas. Penurunan pCO2 karena adanya takipne. Leukosit. Normal rata-rata produksi urin dewasa adalah 60 ml/jam (1/2-1 ml/kgBB/jam) F. Keseimbangan asam basa Pada awal syok. dan sulit diraba d. Riwayat trauma b. Riwayat infeksi d. tampak ketakutan. dan golongan darah b. 4. anuria (curah urin < 30 ml/jam g. Fungsi metabolic • Asidosis akibat timbunan asam laktat di jaringan • Alkaliosis respirasi akibat takipneu h. dan koma.3. Anamnesa Beberapa hal penting yang perlu diketahui pada pasien baik dari keluarga maupun teman dekatnya. agitasi. Bila tekanan darah rendah makan akan menyebabkan hipoksia otak sehingga pasien tampak gelisah hingga kehilangan kesadaran. Kulit: • suhu dingin (hangat pada syok septic hanya bersifat sementara) • warna pucat (pada syok septi biasanya kemerahan. pO2 dan pCO2 menurun. b. Tekanan darah: Hipotensi dengan sistol < 80 mmHg c. kreatinin. Kadar elektrolit. Jantung Takikardi. Sirkulasi Tekanan darah vena sentral menurun pada syok hipovolumik tetapi meninggi pada syok kardiogenik i. Ginjal Oliguria. kadar ureum. antara lain: a. Status mental Gelisah. sistem perkemihn • produksi urin yang berkurang. terjadi jika syok telah memasuki fase lanjutdan basah. Pemeriksaan darah: Hb. 3. dan glukosa darah c. sedangkan penurunan pO2 karena adanya aliran pintas paru. spoor. Respirasi Respirasi meningkat dan dangkal dan kemudian melambat e. sistem saraf pusat • perubahan status mental pasien. Riwayat pemakaian anafilaktik 2. Pemeriksaan Diagnostik 1. Pemeriksaan penunjang a. Pemeriksaan Fisik a. denyut lemah. EKG . Hmt. kesadaran menurun. sistem gastrointestinal • kurangnya asupan oksigen ke saluran pencernaan dapat menyebabkan rasa mual hingga muntah 5.

posisikan kepala dan leher agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan nafas dengan cara melakukan ekstensi kepala • Breathing  penilaian status pernafasan Memberikan bantuan nafas jika ada tanda-tanda pasien tidak mampu bernafas spontan. 1. Penatalaksanaan khusus a) Vasopressor Pemberian obat-obatan ini adalah setelah koreksi cairan dan ventilasi. atau femoralis) maka segera lakukan kompresi jantung luar. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring maka diperlukan obat-obatan bronkodilator untuk mempertahankan jalan nafas terbuka. Dopamine mampu meningkatkan perfusi ginjal melalui stimulasi reseptor dopaminergik pada dosis 0. Selain penatalaksanaan umum pada syok terdapat pula penatalaksanaan khusus berupa pemberian agen-agen untuk memperbaiki hemodinamik pasien . baik mouth to mouth. Selain itu memerlukan pemulihan hemodinamik dengan cara pemberian cairan berdasarkan perubahan fisiologis yang terjadi. sedangkan pada syok sepsis maka perlu menghilangkan bakteri penyebab syok tersebut melalui pemberian obat-obatan antibiotic. • Circulation Jika tidak teraba nadi pada arteri besar (carotid. Misalnya pada syok anafilaktik maka perlu pembuangan antigen penyebab baik dengancara menghentikan pemberian agen. dengan kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk menaikan aliran balik vena. Akan tetapi jika melebihi 10 mcg/kgBB/menit maka ia akan menstimulasi . atau dengan menggunakan alat bagging. c) Menghilangkan atau mengasi penyebab syok 2. Bila terjadi bradikardi.G. dobutamin. mouth to nose. atau trakeotomi. Sedangkan pada dosis 5-10 mcg/kgBB/menit akan menstimulasi reseptor beta yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan otot jantung. Sedangkan penderita yang mengalami obstruksi jalan nafas total maka diperlukan tindakan intubasi segera melalui endotrakhe. Penatalaksanaan umum a) Segera baringkan panderita. Usaha ini bertujuan untuk memperbaiki curah jantung dan menaikan tekanan darah b) Penilaian ABC sebagai tahapan dari resusitasi jantung paru • Air ways  penilaian jalan nafas Jaga agar jalan nafas tetap terbuka. atau lewat obat-obatan untuk menghilangkan efek agen dengan cara memperbaiki tonus otot. Penanganan Penanganan setiap jenis syok membutuhkan penghilangan penyebab utama syok tersebut. krikotirotomi. Noradrenalin diberikan sebanyak 16 mg atau 10 mg pentolamin dalam 500 cc dekstrose 5%. dopamine. Sedangkan pemberian dopamine dan dobutamin juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan perfusi ginjal. Jika pasien dalam kondisi tak sadar. pastikan tidak ada sumbatan. sehingga dapat mencegah meluasnya infark miokard.5-2 mcg/kgBB/menit. berikan terlebih dahulu isoproterenol untuk meningkatkan O2 miokard. Yang termasuk agen vasopressor ini adalah noradrenalin. dan pentolamin.

edk.reseptor alfa yang meningkatkan tahanan vascular sistemik sehingga memperburuk kondisi pada gagal jantung. H. NANDA. 2. kelemahan jantung 2. Keperwatan Kritis: Pendekatan Holistik. Selain itu terdapat juga captropil yang digunakan sebagai penurun preload dan afterload.. Jakarta. EGC. c) . 1994. Nursing Diagnoses: Philadelphia Definitions & Classification 2001-2002 . Perfusi jaringan tidak efektif: serebral/perifer/ginjal/gastrointestinal bd hipovolume. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang bisa ditegakan antara lain: 1. Na Nitrofusid digunakan untuk preload dan afterload dengan dosis 0. 6. Panurunan cardiac out put bd gangguan otot jantung Referensi. Inotropik Obat ini digunakan terutama pada pasien syok kardiogenik dengan tujuan untuk menurunkan aktivitas jantung yang berlebih. b) Vasodilator Obat-obatan ini terutama untuk syok kardiogenik dimana jantung mengalami kelemahan. dkk. tekanan vena dan denyut jantung. trans. Nitrogliserin digunakan dengan tujuan untuk mengurangi preload sehingga menurunkan beban jantung. vol. Hudak & Gallo. Sedangkan akibat lain yang ditimbulkan adalah penurunan tahanan sistemik. sehingga menurunkan kebutuhan oksigen miokard. M. Sumarwati. Dobutamin memberikan efek yang baik terhadap peningkatan curah jantung tanpa mempengaruhi tekanan darah.5-3 mcg/kgBB/menit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful