P. 1
PEMBAGIAN ILMU

PEMBAGIAN ILMU

|Views: 110|Likes:

More info:

Published by: Abdoel Latief Persis on Nov 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

PEMBAGIAN ILMU

oleh: Abdul Latif
A. Pendahuluan
FilsaIat merupakan induk dari segala ilmu yang ada. Ilmu pengetahuan memang
lahir dari kajian IilsaIat terlebih dahulu. Kemudian mampu berdiri sendiri menjadi cabang
ilmu setelah memenuhi persyaratan ilmu pengetahuan. Di antara syarat ilmu sudah berdiri
sendiri adalah mempunyai permasalah pokok yang dibahas dan mempunyai metodelogi
dalam pengkajian masalah tersebut.
Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang dengan cepat. Sehingga muncul
klasiIikasi ilmu untuk menempatkan posisi cabang ilmu tersebut. Dalam mempermudah
penjelasan tentang keterkaitan antar cabang-cabang ilmu, maka dikenal pohon ilmu.
Pohon tersebut adalah pohon besar yang berakar tunjang, memiliki banyak dahan,
cabang, ranting dan daun yang lebat. Sejumlah dahan itu tumbuh dari batang pohon.
Keduanya tidak dapat dipisahkan. Batang dan dahan selalu menyatu. Saripati makanan
dari batang yang diperoleh dari akar dikirim melalui dahan, cabang, ranting ke semua
daun untuk diasimilasi dengan pertolongan sinar matahari. Kemudian hasilnya dikirim
kembali ke seluruh bagian, hingga pohon itu hidup dari waktu ke waktu, cukup lama.
Demikian pula ilmu pengetahuan, seharusnya dibangun dalam satu kesatuan.
Petunjuk dalam al Quran dan hadits harus dikembangkan dalam berbagai rumpun ilmu,
selanjutnya tumbuh berbagai cabang, ranting dan daun. Antara batang, dahan, ranting,
dan daun, semuanya menyatu dan tidak boleh dipisah-pisahkan. Demikian pula antara al
Quran dan hadits, dengan ilmu-ilmu modern seperti Iisika, biologi, kimia, piskologi,
sosiologi, humaniora dan lain-lain menyatu.

B. Pembagian Ilmu
Para ahli berbeda dalam mengklasiIikasikan ilmu, tergantung sudut pandang yang
dipakai. Seluruh ilmu yang berkembang semua berasal dari IilsaIat, sehingga IilsaIat
dikatakan sebagai induk ilmu. Ilmu pengetahuan berbeda dengan pengetahuan. Ilmu
pengetahuan merupakan pengetahuan yang diproses secara ilmiah. Metode ilmiah ini
akan memunculkan ilmu baru dan sekaligus akan membuktikan kebenaran atau kesalahan
terhadap ilmu baru tersebut di masa selanjutnya. Menurut Jujun S. Suriasumantri, dalam
bukunya, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, menerangkan Iungsi dari ilmu, yaitu
menjelaskan, meramalkan dan mengontrol
1
.
Ada beberapa Iaktor munculnya suatu cabang ilmu baru, diantaranya pendapat
Bert Hoselit yang dikutip Liang Gie, bahwa pembentukan suatu disiplin ilmu yang baru
harus memenuhi tiga syarat. Pertama, eksitensi dan pengenalan permasalahan baru yang
menarik perhatian ilmuwan. Kedua, mempunyai bahan/data untuk menggeneralisir
identitas dari masalah yang diamati. Ketiga, pengakuan resmi atau institusional terhadap
disiplin baru tersebut.
2

Perjalanan ilmu pengetahuan berkembang secara cepat, sehingga muncul berbagai
macam ilmu khusus yang baru. Berkembanganya cabang-cabang ilmu khusus, maka
munculah klasiIikasi ilmu. Penggolongan ilmu merupakan strukturalisasi ilmu agar lebih
teratur dan terstruktur dalam sistem klasiIikasi pengetahuannya. Fungsi klasiIikasikasi
ilmu adalah untuk menegaskan deIinisi suatu cabang ilmu, menentukan batas-batasnya
dan menjelaskan hubungan keterkaitan dengan cabang-cabang yang lain. KlasiIikasi itu
disebut juga organisasi pngetahuan (organization oI knowledge ), misalnya digunakan

1
Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer,1999 Jakarta:Mulyasari, hlm. 140
2
Gie Liang, Pengantar Filsafat Ilmu, 2007, Yogyakarta : Liberty, hlm. 152

oleh H. E. Bliss pada bukunya %he organi:ation knowledge (1929). A. Benjamin
menyatakan bahwa masalah penggolongtan ilmu-ilmu lebih merupakan suatu masalah
organisasi pengetahuan karena yang pertama itu hanyalah suatu bagian kecil dari
klasiIikasi segenap bidang intelektual manusia
3
.
Penggolongan ilmu atau organisasi pengetahuan telah menjadi perhatian para
IilosoI masa lampau sampai sekarang dari Plato, Aristoteles , Francis Bacon, John locke,
Thomas hobbes, Wilhelm Windelband, Auguste Comte, Charles Sandres Peirce sampai
hugo munsterberg , H. E. Bliss dan masih banyak ahli-ahli lainnya dewasa ini. Demikian
pula berbagai ensiklopedi umum maupun khusus mengemukakan penggolongan sendiri-
sendiri sehinga terdapat aneka ragam pendapat
4
.
Adapun ukuran untuk melakukan pembagian ilmu, yaitu dengan melihat metode
dan pokok permasalahannya. Lewis beck menyatakan bahwa cabang ilmu berdasarkan
pokok soal atau jenis pertanyaan yang diajukannya. Hal ini merupakan pembedaan
menurut objek material dan objek Iormal
5
.
Secara garis besar ilmu menurut Ahmad TaIsir dibagi dua, yaitu ilmu alam dan
sosial. Adapun contoh yang diberikannya sebagai berikut:
6

1. Ilmu Alam
O Astronomi;
O Fisika: mekanik, bunyi, cahaya dan optic, Iisika nuklir;
O Kimia: kimia organic, kimia teknik

3
Benjamin A., Cornelus, An Introduction to the Philosophy oI Science, hlm. 1937, 399-400, dalam, The Liang Gie,
Pengantar Filsafat Ilmu, 2007, Yogyakarta : Liberty, hlm. 154
4
Gie, Pengantar Filsafat Ilmu, hlm. 154
5
Gie, Pengantar Filsafat Ilmu, hlm. 154
6
Ahmad TaIsir, FilsaIat Ilmu:mengurai ontology, epistemology dan aksiologi pengetahuan, 2006, Bandung:
Remaja Rosdakarya, hlm. 25-27

O Ilmu Bumi: paleontology, ekologi, geoIisika, geokimia, mineralogy, geograIi;
O Ilmu Hayat: bioIisika, botani, zoology;
2. Ilmu Sosial
O Sosiologi: sosiologi komunikasi, sosiologi pendidikan, sosiologi politik
O Antropologi: antropologi budaya, antropologi ekonomi, antropologi politik
O Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi anak, psikologi abnormal
O Ekonomi: ekonomi makro, ekonomi lingkungan, ekonomi perdesaan
O Politik: politik dalam negeri, politik hukum, politik internasional
3. Humaniora (sebenarnya bisa dimasukan golongan ilmu sosial)
O Seni: seni abstrak, seni graIika, seni pahat, seni tari
O Hukum: hukum pidana, hukum tata usaha Negara, hukum adat
O FilsaIat: logika, etika, estetika
O Bahasa: sastra
O Agama: Islam, Kristen
O Sejarah: Sejarah Indonesia, Sejarah Dunia
Endang SaiIudin Anshari dalam bukunya, 'Ilmu, FilsaIat dan Agama¨,
mengutarakan pula pembagian ilmu (cabang ilmu).
7
Dijelaskan pada Sistem pendidikan
zaman abad pertengahan berdasarkan arts liberalis (kesenian merdeka) terdiri dari dua
bagian, yaitu:
a. %rivium atau tiga bagian, yaitu:
1. ramatika, agar berbicara baik;
2. ialetika, agar berpikir benar;

7
Endang SaiIudin Anshari, Ilmu, FilsaIat dan Agama, 1981, Surabaya: Bina Ilmu, hlm. 52-56

3. #hetorica, agar berbicara indah;
b. "uadrivum atau empat bagian, yaitu:
1. rithmatica, ilmu hitung;
2. eometrica, ilmu ukur;
3. usica, musik
4. stronomia,ilmu perbintangan
Ada pula yang membagi ilmu pengetahuan sebagai berikut:
1. Ilmu pengetahuan murni (ilmu teoritika, pure science, zuivere wetenschap)
2. Ilmu pengetahuan terapan (ilmu praktika, applied scence)
Menurut Herbert L. Searles, membagian ilmu adalah Ilmu pengetahuan Iormil dan
Ilmu pengetahuan alam. Kedua jenis ini dilawankan dengan ilmu pengetahuan sosial, dan
pembagian lainnya, yaitu:
1. Ilmu pengetahuan deskriptiI
2. Ilmu pengetahuan normative
Jujun S. Suriasumantri, medeIinisikan pula cabang ilmu secara garis besar, ilmu
alam dan ilmu sosial. Ilmu alam berkembangan dari IilsaIat, sedangkan ilmu sosial
berkembang dari IilsaIat moral. Ilmu alam membagi diri mereka menjadi dua kelompok
lain yakni ilmu alam (the physical sciences) dan ilmu hayat (the biological sciences).
Ilmu alam bertujuan mempelajari zat yang membentuk alam semesta. Ilmu alam
kemudian bercabang menjadi Iisika (mempelajari masa dan energi), kimia (mempelajari
substansi zat), astronomi (mempelajari benda-benda langit), dan ilmu bumi (atau the
earth sciences) yang mempelajari bumi kita ini
8
.

8
Jujun, Filsafat Ilmu, hlm. 93

Setiap dari cabang tersebut kemudian berkembang cabang baru. Fisika
berkembang menjadi mekanika, hidrodinamika, bunyi, cahaya, panas, kelistrikan dan
magnetisme, Iisika nuklir dan kimia Iisik. Sampai tahap kelompok ilmu yang termasuk
dalam ilmu-ilmu murni, yang dari ilmu murni berkembang menjadi ilmu terapan
9
.
Sedangkan dalam ilmu-ilmu sosial, berkembang lambat. Cabang utama dalam
ilmu sosial diantaranya antropologi (mempelajari manusia dalam perspektiI waktu dan
tempat), psikologi (mempelajari manusia dalam perspektiI mental dan kelakukan
manusia), ekonomi (mempelajari manusia dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya
melalui proses pertukaran), sosiologi (mempelajari struktur organisasi sosial manusia)
dan ilmu politik (mempelajari sistem dan proses dalam kehidupan manusia dalam
pemerintahan dan negara). Ilmu tersebut kemudian berkembang menjadi cabang ilmu,
seperti antropologi terpecah menjadi lima yakni arkeologi, antropologi Iisik, linguistic,
etnologi, dan antropologi sosial cultural
10
. Pembahasan yang ditekankan pada ilmu sosial
adalah gejala perubahan yang terjadi di masyarakat berserta konstruksinya yang meliputi
etika, moral, dan norma
11
.
Menurut Juhaya S. Praja, ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman
manusia dan berhenti pada batas pengalaman itu. Ilmu tidak mempelajari tentang syurga
dan neraka, karena di luar jangkauan pengalaman manusia. Pembahasan seperti
diserahkan kepada kajian agama. Keterbatasan ilmu dalam penjelajahannya berdasarkan

9
Ibid., hlm. 94
10
Ibid.
11
Surajio, Ilmu IilsaIat Suatu Pengantar, 2009 Jakarta : Bumi Aksara, hlm. 88

Iungsi ilmu dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, pengetahuan agama yang telah
tersusun secara sistematis dapat dikatakan pula sebagai ilmu agama.
12

Konsep ilmu secara IilosoIis dalam sejarah pemikiran islam, antara lain pemikiran
Ibnu Taimiyyah dalam 'Uhsul Fiqh¨. Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa semua ilmu
mempunyai siIat tabi dan matbu. Ilmu yang mempunyai siIat tabi adalah ilmu yang
keberadaan objeknya tidak memerlukan pengetahuan si subyek tentang keberadaan obyek
tersebut. Berdasarkan ilmu yang bersiIat tabi menunjukan bahwa keberadaan Allah
menjadi sesuatu yang mesti ada, karena keberadaan Allah tidak tergantung kepada orang
yang mempercayai keberadaanNya atau mengingkariNya. SiIat inilah yang menjadi
landasan ilmu agama.
13

Adapun siIat ilmu matbu adalah ilmu yang keberadaan obyeknya tergantung
pada pengetahuan dan keinginan si subyek. Pengetahuan kita tentang duduk dan berdiri
tergantung kepada pengetahuan dan keinginan kita untuk mewujudkannya. Demikian
pula makhluk-makhluk itu tergantung kepada adanya kehendak allah untuk
mewujudkannya.
14

Berdasarkan teori ilmu tersebut maka ilmu terbagi dua cabang besar. Pertama
ilmu tentang Allah, yang melahirkan ilmu kalam dan theology. Kedua ilmu tentang
segala yang ada/makhluk Allah, yang melahirkan ilmu taIsir, Iiqih, uhsul Iikih, ilmu
alam, dan ilmu sosial.
15
Pembagian ilmu tersebut mulai diterapkan di Indonesia, yang
diprakasai Perguruan Tinggi Agama Islam (UIN, IAIN, STAI) dengan membuka jurusan
ilmu - ilmu alam dan sosial.

12
Juhaya S. Praja, Filsafat ilmu. menelusuri filsafat dan ilmu-ilmu islam, Bandung: Program Pascasarjan UIN BDG,
2009, hlm.4-5
13
Ibid
14
Ibid
15
Fatawa Ibnu taimiyah yang dikutip Juhaya S. Praja, IilsaIat ilmu, hlm. 6

. Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Indonesia
Masyarakat Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan membagi ilmu dua
bagian, ilmu agama dan ilmu umum. Pembahasan ini pula yang menjadi perhatian
Perguruan Tinggi Islam di Indonesia, baik IAIN, UIN dan STAI untuk meluruskan
pemahaman tersebut. Pembagian dikotomi tersebut memberi implikasi pemahaman yang
berdiri sendiri, tanpa ada kaitannya satu sama yang lainnya.
Untuk mempermudahkan gambaran tentang berbagai macam cabang ilmu, para
ilmuwan sering menggambarkannya dengan Pohon Ilmu. Di antara bentuk Pohon Ilmu
tersebut, yaitu:
16

16
http://www.uin-malang.ac.id/index.php?option÷com¸content&view÷article&id÷1462:pohon-ilmu-itu-berdahan-
dan-beranting&catid÷25:artikel-rektor (diakses 16.00 WIB 13-11-2011)

Berdasarkan pohon ilmu tersebut, bisa dipahami bahwa seluruh cabang ilmu termasuk
ilmu agama, merupakan satu kesatuan. Pohon ilmu tersebut mampu mengintegrasikan
ilmu agama dan ilmu umum.
Keterkaitan Islam dengan ilmu umum sebetulnya kelihatan sangat jelas. Tetapi
ada sebagian orang masih kebingungan mengkaitkan ilmu umum dengan ilmu agama.
Diantara pertanyaan yang muncul dari mereka adalah, bagaimana mengkaitkan antara
Iisika dengan Iiqh; masailul Iiqh dengan biologi; kimia dengan perbandingan madzhab.
Adapun penyebab sikap seperti dikarenakan ingin menunjukkan kecintaan terhadap ilmu
yang dikembangkan dan digelutinya. Salah satu bentuk kecintaannya, mereka
berpendapat, bahwa ilmu ke-Islaman tidak bersinggungan dengan disiplin ilmu lainnya.
Mereka mengkhawatirkan ilmu yang dicintai itu terkalahkan oleh disiplin ilmu lainnya.
Oleh karena itu, ketika ada isu perubahan IAIN atau STAIN menjadi UIN, mereka
mempertanyakan posisi ilmu agama, akan berakibat sepi peminat atau bahkan mati.
17

Padahal dengan konsep integrasi ilmu, ilmu agama menjadi lebih berkembang.
Kehadiran UIN dengan konsep integrasi dimaksudkan untuk menghidupkan kembali ilmu
agama. Ilmu tauhid, Iiqh, akhlak, tasawwuI, tarekh, adab, dakwah dan lain-lain. Bahkan
perkembangan itu juga akan menyangkut perspektiI atau metodologinya. Dengan
demikian, Islam tidak mengenal dikotomi ilmu pengetahuan. Islam adalah agama
sekaligus ilmu dan peradaban yang tinggi. Al Quran dan hadits nabi juga memerintahkan
untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara memikirkan tentang ciptaan langit

17
http://rektor.uin-malang.ac.id/index.php/artikel/1844-integrasi-ilmu-agama-dan-ilmu-umum.html , (diakses 16.00
WIB 13-11-2011)

dan bumi. Manusia diiperintahkan untuk berpikir, memperhatikan, dan melihat alam
semesta ini.
18

Persoalan saat ini adalah ayat al-quran dan hadis belum dijadikan dasar oleh para
ilmuwan tatkala mereka mempelajari alam. Begitu pula orang yang menekuni al Quran
dan hadits selalu berhenti pada kajian kitabnya. Kajian al Quran yang dilakukan tidak
sampai melahirkan semangat untuk mengkaji ciptaan Allah secara mendalam lewat
kajian ilmiah sebagaimana yang dipesankan al Quran.
Mengembangkan bangunan keilmuan integratiI memerlukan waktu lama, tenaga
yang cukup, semangat, kesabaran, keikhlasan, dan istiqomah. Berbagai bentuk kritik
yang dilontarkan harus dijawab dengan kerja kongkrit dan tidak berputus asa. Berangkat
dari penjelasan tersebut, maka antara akar, batang, dahan, cabang, ranting dan daun
dalam sebatang pohon menjadi semakin tepat digunakan untuk menjelaskan hubungan
yang erat antara ilmu-ilmu agama dan umum ( dengan berbagai rumpun dan cabang-
cabangnya).
. Penutup
Berdasarkan pemaparan yang telah dipaparkan penulis, dapat disimpulkan bahwa
pembagian ilmu menurut IilosoI secara garis besar terbagi dua cabang, ilmu alam dan
ilmu sosial. Cabang ilmu tersebut berkembang pesat sehingga menumbuhkan ilmu baru.
Sedangkan dalam sejarah pemikiran Islam membagi ilmu menjadi dua cabang besar, ilmu
tentang Allah dan ilmu tentang makhluk Allah.
Dalam memahami keterkaitan antar ilmu-ilmu tersebut, maka muncullah konsep
pohon ilmu. Konsep yang menunjukan bahwa ilmu dengan ilmu saling berkaitan,
sehingga menjadi satu kesatuan ilmu.

18
Ibid

E. aftar Pustaka
Ahmad TaIsir, FilsaIat Ilmu:mengurai ontology, epistemology dan aksiologi
pengetahuan, 2006, Bandung: Remaja Rosdakarya
Endang SaiIudin Anshari, Ilmu, FilsaIat dan Agama, 1981, Surabaya: Bina Ilmu
Gie Liang, Pengantar Filsafat Ilmu, 2007, Yogyakarta : Liberty
Juhaya S. Praja, Filsafat ilmu. menelusuri filsafat dan ilmu-ilmu islam, Bandung:
Program Pascasarjan UIN BDG, 2009
Jujun S. Suriasumantri, FilsaIta Ilmu Sebuah Pengantar Populer,1999
Jakarta:Mulyasari
Surajio, Ilmu IilsaIat Suatu Pengantar, 2009 Jakarta : Bumi Aksara
http://rektor.uin-malang.ac.id/index.php/artikel/1844-integrasi-ilmu-agama-dan-
ilmu-umum.html (diakses 16.00 WIB 13-11-2011)
http://www.uin-
malang.ac.id/index.php?option÷com¸content&view÷article&id÷1462:pohon-ilmu-itu-
berdahan-dan-beranting&catid÷25:artikel-rektor (diakses 16.00 WIB 13-11-2011)

:.80.9.3 80-.38:..397 /.7:820203:9.3 2: -.7 18.7:  /.8:2.31:38/.. 3 .350303. 8:.3.8.7:/.9.39.81.:.9 !079.1. 2.3 /5.9: ..320343974  /..3202:3. 18.3 207:5. -07..7:90780-:9/2.8.3/. 8.3 .9  803.:3.5.. 03:7:9::3$ $:7.5.32: !..  $0:7: 2: .  !02-.39.  2025:3.39:38:/:95.7: . 1.30 -...9 0794809.1.3:93.3.3 /574808 80.7.7.32:-.3 50309.947 2:3.32: 907.3/:95.7. /./.3 203.:8..52:-.-.3 50309.8.3 2:.3/.9: 2030. 089038/.2.3 -07-0/.1.3  0/:..9:/853 2:.:. -0-07.3..3 907..7 507.3.3  2: 50309.380.-07-0/.9 /. /03.35072.!03...8.3 207.3202-:9.2203.72: . 3/: 2:   2: 50309.7!45:07 20307.2 -::3.:.3 802:.  -.3-.30-03.  094/0 2.8.7:.:08.3.2.9./.3-.92:$0-:.:.502-039:....7. 503/..8.3 -0702-..7.

7:  0702-.5 /853-.70- 907.380.05.81.2:3.83.3 ..-...-079 2    .3 47.:.:-07-.1.7!45:07 .:...3 -.3.8.3897:9:7.8...8 2: .79..9 803.:. :39: 2030.92:   4.3 /0138 8:.-.2 88902 .943 41 340/0  28..!03. :39: 2030307.3 .82: !03443..9: ./.3.9.32:207:5..7.-.78.3 :-:3.397 8..3 .3 2: :8:8  2.72.907.9.7 2   0.8.3 2:  203039:.33.3 !03. ..9..3 .8.8.9 09.1.3.81. /.  :38 . 503.-..3     ::3$ $:7.3 0907.9. 2:3.3 .8 9: /80-:9 :.7:90780-:9  !07.37082.32:50309.. /:3.3 2030.3.2.82:.39.87 /0399.3  ..8 50309..3/..8.9:7 /.:...81.2 2: :8:8 .92:$0-:.9.79.81.-.38.8 -..39.8/.3 -. 47.8 5309./. 2.3./.3 /03.:.:3899:843.8:2.3 907897:9:7 /.3-0702-.:.

:..30  !03.2503/.3 2: -07/.47.3..3 2: ..  !03443.1.94 78949008 7. 2...9: 2.3 502-0/./ 507.3503443.187 /-.5..33.5:3..3 5079..78. 9: .. 203..9 2094/0 /.2.:.1. /.2.  . 3 207:5.2 %0.-07:9   2:..3 20.3/708 !07.:.9: 2: .3 544 5072..2 O 8974342 O 8.78..7 2: 203:7:9 2.9.3 90. 2     .33..3502-..907. -::3.3.39.:8.9:/03.8 4--08  02 3/0-.9.20.7!.38.40     88 5./%.3 2: 2: 0- 207:5.5.3 0.3459.:.03.3:7 O 2.9  /.4394.: 47.339009:.7.8.23 4730:8 33974/:.88003.3 203:7:94-02.92:203:7.78 -08.32.3   ..39.3 544 84. 18.907/.8.8./.3 5..3 8:.038450/:2:22.3/  ::890 4290  ./. /:.. .25..2.3 .92:   4.8. 47.3 -..33.:. .92: 2   2./ %./0.  $0.3 848.3:39: 20.80-..8 50309.708 $.8. 2.34-01472.80.2 /.3 5:.3803/7 803/7803.3.9.-07-.3 /.943 340/0     03.43944 05890244/.43 434. /.7.. 203.9.  .0  %42.:5:3:8:820302:...8.3 .-079 2   0 !03.7.92: 2   0 !03.39.3:8.78.0 8.23 203.3 -:3 . .3 02.33.9.3/:3 #02. 5034439.5:3::7.7.79. .25.....38.9439490!484541$.7.5-/.#48/. :42:38907-07   88/..81../..84450309.30..7 .-.7.25. 8:.  08 -0.9: -.8 50309.3 2:  .: 038 5079.3. %0 47.703.0 2    /.3.3.9.187 8.3/-07.903    03.8-.1.3/. .3.8.3 -. 148412.1..

2 78903 O $0.73.1.3...1:/338..-.0. .3974544549 O !8445844503//.-.  %7.3.3 .:3.3 ..3 04342507/08.1 O 2:. O $48448484442:3.7 /.1.3443.3/4308.3974544-:/.7.O 2::25.:9..3$.3 84844549 O 3974544.1.7.9.3 5844.94.7    3/. 5844.3..9:   7.23007 549::2 54939073..897.-3472.4 047.  O $03803.2: 2     .9 O 8.397454404342 .798-07.1:/3 38.843.8.3 444   2:$48.-897.8 84844503//.9.9: . O .-.7/:.2. ::29.8.:8.   :2. .. -.347.35:. 09. -49.1. 907/7/. 042.2.8..  $:7. ::2.2.3.:2.8 0803..8.7..3 2: 0.7-07-.9.9 8039..74 043423:3..3 2: .9 /.9-418. 8037. 3/./. 80-03.043944 044 0418.32:848..3 O !49549/. $0.3 $.7.3 -07/.. O .7-0757-03.7.8. 08909. 2307...7.-.  2:  8.  203:9.8:.   .3 .7 2: 8./507903.3./2. .7..$8902503//.3 .2.3.2.2 -::3./.9/.502-.$0.3 207/0. O 4342043422.7 O ::2::25/.-8.09.35. 8035.-.

39  /.3.1. 20250..0  03:7:907-079 $0. 2:::7   :8.32:.03.7 .3/087591   2:50309...3/.7  2: .7 18.5:.3.3 2: .380-.35:.8..3907.7-:29. 8.9.0383/.9:   2:50309.3 2:57. -0702-./ 18. -03/.33.3/. -  ":.9.: 90 0.0 ::3$ $:7.9.718..:.:025.7.  2: .708 202-.3202-..08 ..2:50309.3 -07.. 20250./72070..38 ....9:   792. 2:.0 :.3.:.08  2: .1.3 2: 848.3 502-.9  .30307 2.:.-.92: 2    .03..5.3.7 -03/.2202-./.320250..03..550/8..3848.203.7 8:-89.9. 2:507-39.3     ::3 8.//:..2 90 58.2:50309.9-./...3 2: 848.3 2: -:2 .:.. 2:8   8974342. 2:9:3   042097...397  20/0138.2 /.3 /.9 .3/03.:2. /.3 ..3 2:50309.8974342 20250..07009038..1.3 20250.2 0/:.3 202-039: .32:73 2:90479.9 90 -44. 5:708.3.9247..03. .2 -079::.7-07-.9  80/.  #0947.8:2..2 802089.3 203.-./7..3 2: 80.04254 . ..798.:..3 /.03.:. .7.31472/.:.72. .2 -0702-..33472. 8.32:50309...78 -08.5    2:50309.3.3 .:.2 02:/.08  /.9.3 2: ..  2: .-07:9   2:50309..

9: /. 247..7..3/.  2: 90780-:9 02:/./.43897:83..8  0897.3/90.7 2..3 0. -07/./ 20.9$:.7 2..7 .8./.2 20203: 0-:9:.  0907-.703..33.3 -.9.35.3 203./.2.2 2: 2: 848.3:8..3.39.3  $0/.8 848. 203.3 /. -0702-.3 307.  -0702-.8.  /74/3.3 . /. 9.3 9025.3907. 5.-... 3:7 /. 2.3203.3205:9 09.38./.7 897:9:7 47.3.8. ../..79..7.2.3 2.:.3.5 04254 2: .7..3:8.  2: 202:.3.3 503. / :..... .3:8..  04342 20250.2..309820  18.507:-.-.3:8.  . /.3.7.7:  8..  -:3  .2 2: 848.8: /.3 2: 549 20250.3  84844 20250.3.3974544 20250..3 2.2-.39: 2:9/.25030..:.3:8..3:8.8503..9-078079./ ./ 2.25.3.-. /.3 :9.2 0/:5.-...3974544848.  /.3 2:/.9.33472.8.33.: 574808 5079:.3:8. $  !7.:9:7.3 574808 /. /.3 .3 90780-:9 02:/.3 2:  805079 .$09.0..3 9072.7 .. !02-.:28.33..72:2:73-0702-.3 2..2 5020739..5..5 /.3 /..  09344 /.3974544 90750.  03:7:9 :./2:907.3 2..2:848.... /.3:8.4 2:18...3 805079 /807.3-070395.38:7.7.//2..3 . 5030..2.  !02-.3 203..  5..1.2. /. /.3 2.3.-.3 30.3 -0702-.3974544 18  3:89.7.7  ./..3 0/:5.305.9  .3.3    -/ 2  -/   $:7.79039.9:!03.8.3 /. 20.7 88902 /..20250. .2 50785091 . 2     . /. 18  $.7 2.3 -0702-.39. 503.3.9  5844 20250..2.3 2. /.22: 2:2:73 .2 50785091 2039.7044  ..

-  203:3:.1:38 2: /. 802:.9-:  .8.. 203.3 .. .7.  438052:80.  02. /:.  .32089.3./.39:3 5.3 203..3 .35027.907.32:.2 .3/.2.3/:/:/..39.5  50309.9 2: 2..3/./. :39: 20::/.5:3 81.39:305.:.39.9. .7.3 -0781.5.47.9039.2.:.34-0 90780-:9  07/.7.3 2: . .3 0-07./808:. 81.39:3 05.-  /...9/. 2: 9039.3 90.33. 81.  07/.3 .20207:.5027.3 9047 2: 90780-:9 2.:.3 20.3.3 9044  0/:.39:3 05.2.3 .8.38..3 2.: 2033./.2.: 9: 907.7  !079. .350309.. 2./...3 .9-:  2: .-./.3 80..50309./.703....3 2: .. 2: 2025:3.0-07. 2: 9039.9 9../ ..  /. 2: .3 -3: %.. 9078:8:380... 203. 50309./.388:-09039. 2: 907-.3 202507.7./. .3 /..3 909..3 4-03./.2 &8: 6  -3: %.2.  .9/.:.3 0-07. 0-07./. .3 2.280. :39: 20::/.98/./.2 0/:5.3 -07/7 907..35:.9.. 003/./.3033. .9.38 8:-0 !0309.:. 0-07.-  ./.3 5:.9:./.3:8.9/.7.9 3.3 -. ..3..7..3 -08.34-03.: 2.33.3 033.7../.3 -.88902. /.9 9.8. 2: .9 9. 907.3 9.2.80-.  $1.7.2:.3 2025:3.148418/.30-07.2 /.

 .9.3 /57. 18.3/:3!747.8.3 20.2 &  $% /03.    :.:7:8.!07:7:.8.2 .3/:95:.$ !7.3%3.3 2: 90780-:9 2:.3 2: 848.2  /.2.8.7.   !02-.1.: .3&    2    -/  -/  ..92: 2     .9/.3 2: 2:..  ...8.3848... /907..3 2: 9.7.2!.2/..$ !7.3 / 3/4308.92:2030:8:718..2.3202-:.-3:9.1.32: 2:8.5.187  16  :8: 1  2: .2. 8.1...

3 502.3 %3 8.3..35.3 2:  5...32:50309.3  2: .2 / 3/4308.3./.3 2: :2:2  !02-.  &39: 2025072:/. .3 3 5:.7.3202-...33..7.3 $% :39: 20:7:8.3 !443 2:   . /..2-./.:.32:!0309.2:/:. 2:. ..9:8.3 8073 203.3 203.3 -07-.93/4308.  !0702-.3.7.2.3 .  -..33.39.3 -07/7803/7 9..2.8.3 !07:7:.2.2 .3/3/4308.250702-.8.. 2.2.3. -..8502.3/494290780-:9202-0725.9.8..7.:.2-.390780-:9 !02-.9../ 507..3 9039. /03.   & /.-. -039: !443 2: 90780-:9 .9:    995.33.7..

.

. /. :3 2..3 .

.0.3 /.0 /5443 2: 9: -07/.79.9/.439039 ..790 70947 /.393 .3/0 5545943.3 -07.808        .42*.

39.:82:/.9. /03.3 /03.2: . /03.3 9/.2.3 47.  070.3..8: 2: .8:/.3 507-.. 9: 907.3  ..98055023.  207:5.3  0. 8.302-.3 203.  -.9.3..3 9: :.9  -.3 . 9:  09.3&/03.2.7.  2070.2 ..2.8 0-3:3.:-.8.9.8..3  8.-.3/03.90.33.../.9.3.:.3 /0:93. /4942 2: 50309../03.  03. -0783:3.32././.7..: 2094/443.2.38.39.70 .3 16 2.2.9. 2:9.59./983.39   995. .5./. 18.3.. 203./. -07503/.3 .3 2.  0 .: 16 /03.39. 8: 507:-.3 40 /853 2: .: $% 203..  . ./.. 203./7.3907.8./ 0- -0702-.7.3  .39.3/3..3.2/03..2 9/.9: 08.9..3 2.9: -039: 0.3 -44 2.354882:.-..3:9  50785091 . .0.32:50309./.9  !.-:..33./ &  2070.:.3 :39:20302-./...3 /./.2.5 .2.25: 2033907.7 2070.-  /.703..8/2.3 2:3.3 5443 2: 90780-:9  -8.3..  $.39039.07/. 203..3.30.3 2: .32::2:280-09:3.2 -..-8.3 /02.3 8.3 .9../.. 2025079.3 /853 2: . 80:7: .5805079/../..3  8.7. 5079.-.3 /02-.32::2:2  0907.9:...3 2: 9072.3 /./.3 2:.97.3507..8 2:  2:.39.2.8 %09.3 2: .2.3.8.2027.3 50702-.3 2: :2:2 /03.33.393 ":7E3/. 9.703.. 2: 0 8.3.: /. 80. /5. .:/ 16 ..38.3 203..343805 3907. 80-.5:35030-.3.52: ..3:39:203/:5.  .3.3-07.2020739.:1 9..3  !443 2: 90780-:9 2.9. 20303.333203:3:.3438053907.3.3..

.

.70947 :3 2.3 .. /.

3/0 55.

790..

 3907.3 2: :2:2 92  /.808          ..8 2: .2. /.

-..93.//:.7 2: 2: 90780-:9  2.80-..3. ../98 80./5.8. /..3  7.9.3 5443 203. 2070.  07-.390.3 2: 203:7:9 14841 80.3 9.3 .25.7.3 203:3:.. 07.3503:8 /.9.59.3   /..  .3.::5  802.2 802089..3 :2:2  /03..2 0.9/825:./.3.  20.3/.393 /.7:8/. ..3  803.3 -.7.3 :-:3..-.5.3 /. .2:203.7.32:9039.  ..7.5027.7 2: 9039.7 .3 2030:3 ..9 .78 -08.3 20. 43805 5443 2:  43805 .3508.2 80-./8. 2: /03.9 /.  /50739.:.2.3 :39: -0757  202507.8.3/.3  !0784.307..3 2:848.-075:9:8.3-.7.3 ..7..9. .7.3.7  -.8.:.3:3.8..2202-.: -07039 5./.:. 2:3. 8.203.3 :39: 2030.9. 2: 2: .-/03.3 2: 8. 2:...9.9:...  903. 6:7.91 20207:. 80.8.9.7 907-./8-0:2/..39...3  0. ...9803.4379/.3.3./. -039: 79 .3:8.":7E3  0302-.2.3 -07. 47..3  .2  09: 5:.3  2: .7.3 -07-.5.203:2-:.7 5030.3 . .5.2 0907.39/.-.2 /..38.3  /.7.280..39..3 02:.3 3907.32:-..3502.32.9  08.9 .3. 502-.39.32:90780-:9-0702-.3/439..:3 /.3/.3. ./.3. 20250.9: .3 -:2  ..32. 7:25:3 /.3/508. ":7E3 .    !03:9:5 07/.3 /.3 9./.9:08..3 .7. 203/.3 ..7405.3  802.-. ":7E3 /.3 ./ 802.3  /.33.8.3 .3.7.3.9.9  :39: 203..3 .-.3 07.2 202.3 9/..7..38.3.3 905.32:     -/   ..3 89642..3-08..3 . .9 /:3.9 . /:.-3.3 90780-:9  2.7:  $0/.2.-.-.3 ...3 -..

1. 43944  05890244 /.92:   4. 3/. $  !7.1:/338.3   .3 !03.39.4 2:18..9/.3&   ::3 $  $:7.8:2.:..#48/.7.8...9 2: 2030:8:7 18. 2: $0-:.3/:3 !747.2!.1.19.-..  8.-079 :.8.3 2: 2: 8.9 /.2  .7 !45:07  .1.9$:.1.  $:7.2.3..844 50309. !03.19.7.78..79. 2./  %.3 .7  .79. 995.9:!03.7 $:7.3$.7 2: 8.9 2:203:7.39..:28.397  8.3/:3#02.3.39.7!:89.1.:.1.79.7.187  8.2: 0..8.  ..

.

/.3 .70947 :3 2...

3/0 55.

.790.

2. 3907. /.8 2: .808      995..3 2: :2:2 92 /.

.

/.. :3 2..3 .

42*.0 /5443 2: 9: -07/.9/.79.790 70947 /..439039 .0.393 .3/0 5545943.3 -07.3 /.808         ..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->