BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Dalam melakukan komunikasi pada anak perawat perlu memperhatikan berbagai aspek diantaranya adalah usia tumbuh kembang anak, cara berkomunikasi dengan anak, metode dalam berkomunikasi dengan anak tahapan atau langkahlangkah dalam melakukan komunikasi dengan anak serta peran orang tua dalam membantu proses komunikasi dengan anak sehingga bisa didapatkan informasi yang benar dan akurat.

B. TUJUAN
 Diharapkan kita mampu melakukan komunikasi yang baik dengan anak

 Mememuhi salah satu tugas dari mata kuliah keperawatan anak I

C. MANFAAT  Mampu melaksanakan teknik komunikasi yang baik pada perkembangan anak  Menambah ilmu pengetahuan kita tentang bagaimana teknik berrkomunikasi yang baik pada perkembangan anak

Dance Komunikasi adalah Suatu proses dimana orang menyampaikan stimulus dengan tujuan mengubah dan membentuk perilaku orang-orang lainnya 4. 2. 3. dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Dictionary edisi tahun 1977 Kominikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambing-lambang . PEMBAHASAN TEKNIK KOMUNIKASI PADA PERKEMBANGAN ANAK A. PENGERTIAN KOMUNIKASI • • Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”) etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus. Beberapa pengertian komunikasi dari berbagai ilmuan: 1. keahlian dan lain-lain . Menurut Lexicograper ( ahli kamus bahasa ) Komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya.gagasan emosi . • Komunikasi diartikan proses sharing diantara dua pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut. tanda-tanda atau tingkah laku. Frank E. Janis dan Kelley ( 1953 ) Komunikasi adalah Proses penyampaian informasi . Movland.BAB II.X.

televisi. dengan saluran apa. Perkembangan komunikasi pada bayi dapat dimulai dengan kemampuan bayi untuk melihat sesuatu yang menarik. radio. Proses komunikasi secara primer Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. gerakan tersebut sebagai alat komunikasi yang efektif. surat. ketika bayi digerakkan maka bayi akan berespons untuk mengeluarkan suara-suara bayi. Proses komunikasi sekunder Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa). dengan akibat apa dan hasil apa.5. warna. . megapon. Effendy (1994) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap. 2. B. yaitu: 1. mengatakan apa. di samping itu komunikasi pada bayi dapat dilakukan secara non verbal. KOMUNIKASI DENGAN ANAK BERDASARKAN USIA TUMBUH KEMBANG 1.) dan media nirmassa (telepon.PROSES KOMUNIKASI Berangkat dari paradigma Lasswell. Berelson dan Stainer ( 1964 ) Komunikasi adalah suatu proses yang menjelaskan siapa. dengan siapa. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar. Usia Bayi (0-1 tahun) Komunikasi pada bayi yang umumnya dapat dilakukan adalah dengan melalui gerakan-gerakan bayi. dsb.). kepada siapa. C. dsb. isyarat. dan pesan nonverbal (kial/gesture. gambar.

Usia Todler dan Pra Sekolah (1-2. mengalihkan aktivitas saat komunikasi.Perkembangan komunikasi pada bayi tersebut dapat dimulai pada usia minggu ke delapan dimana bayi sudah mampu untuk melihat objek atau cahaya. setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya. hindarkan sikap mendesak untuk dijawab seperti kata-kata “jawab dong”. Pada usia ke enam belas bayi sudah mulai menolehkan kepala pada suara yang asing bagi dirinya. pada tahun ke dua sudah mampu 200-300 kata dan masih terdengan kata-kata ulangan. Pada usia ini cara berkomunikasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberi tahu apa yang terjadi pada dirinya. dan lain-lain.5 tahun. menggendong. mampu melihat beberapa gambar yang terdapat dalam buku. Pada anak usia ini khususnya usia 3 tahun anak sudah mampu menguasai sembilan ratus kata dan banyak kata-kata yang digunakan seperti mengapa. Komunikasi pada usia tersebut sifatnya sangat egosentris. Pada pertengahan tahun pertama bayi sudah mulai mengucapkan kata-kata awal seperti ba-ba. menggunakan nada suara. jika tidak dijawab harus diulang lebih jelas dengan pengarahan yang sederhana. 2. dan lain-lain. memberi kesempatan pada mereka untuk menyentuh alat pemeriksaan yang akan digunakan. bicara lambat. kemampuan bahasanya mulai meningkat. memangku. takut terhadap ketidaktahuan dan perlu diingat bahwa pada usia ini anak masih belum fasih dalam berbicara (Behrman. 2. memberikan mainan saat komunikasi dengan maksud anak mudah diajak komunikasi dimana kita dalam berkomunikasi dengan anak sebaiknya mengatur jarak. inisiatifnya tinggi. Pada bulan ke sepuluh bayi sudah bereaksi terhadap panggilan terhadap namanya.5-5 tahun) Perkembangan komunikasi pada usia ini dapat ditunjukkan dengan perkembangan bahasa anak dengan kemampuan anak sudah mampu memahami kurang lebih sepuluh kata. mudah merasa kecewa dan rasa bersalah karena tuntutan tinggi. kapan dan sebagainya. Pada akhir tahun pertama bayi sudah mampu mengucapkan kata-kata yang spesifik antara dua atau tiga kata. 1996). da-da. . rasa ingin tahunya sangat tinggi. apa. kemudian pada minggu kedua belas sudah mulai melakukan tersenyum.Selain melakukan komunikasi seperti di atas terdapat cara komunikasi yang efektif pada bayi yakni dengan cara menggunakan komunikasi non verbal dengan tehnik sentuhan seperti mengusap. adanya kesadaran diri dimana kita harus menghindari konfrontasi langsung. duduk yang terlalu dekat dan berhadapan.

terjadi konseptualisasi mengingat masa ini adalah masa peralihan anak menjadi dewasa. Maka jelaskan arti. Usia Remaja (11-18 tahun) Perkembangan komunikasi pada usia remaja ini ditunjukkan dengan kemampuan berdiskusi atau berdebat dan sudah mulai berpikir secara konseptual. . menulis atau bercerita dalam menggali perasaan dan fikiran anak si saat melakukan komunikasi. 4. Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia sekolah ini adalah tetap masih memperhatikan tingkat kemampuan bahasa anak yaitu menggunakan kata-kata sederhana yang spesifik. pada usia ke delapan anak sudah mampu membaca dan sudah mulai berfikir tentang kehidupan. Pada usia ini pola pikir sudah mulai menunjukkan ke arah yang lebih positif. hindari beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa malu dan jaga kerahasiaan dalam komunikasi mengingat awal terwujudnya kepercayaan anak dan merupakan masa transisi dalam bersikap dewasa. maksud dan tujuan dari sesuatu yang ditanyakn secara jelas dan jangan menyakiti atau mengancam sebab ini akan membuat anak tidak mampu berkomunikasi secara efektif. Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah berdiskusi atau curah pendapat pada teman sebaya. menggambar. menggambar. membuat huruf atau tulisan yang besar dan apa yang dilaksanakan oleh anak mencerminkan pikiran anak dan kemampuan anak membaca disini sudah muncul. pada anak usia sering kali merenung kehidupan tentang masa depan yang direfleksikan dalam komunikasi. 3. Usia Sekolah (5-11 tahun) Perkembangan komunikasi pada anak usia ini dapat dimulai dengan kemampuan anak mencetak. fungsi dan prosedurnya. sudah mulai menunjukkan perasaan malu. menjelaskan sesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak atau sesuatu yang tidak diketahui.Secara non verbal kita selalu memberi dorongan penerimaan dan persetujuan jika diperlukan. pada usia ini keingintahuan pada aspek fungsional dan prosedural dari objek tertentu sangat tinggi. jangan sentuh anak tanpa disetujui dari anak. bersalaman dengan anak merupakan cara untuk menghilangkan perasaan cemas.

jangan dulu diajak bicara. kedua faktor ini sangat penting untuk menunjang masa depannya. terutama orang tua dan keluarga. serta mengasah kemampuan verbalnya dengan benar. Lebih jauh lagi. Komunikasi akan menjembatani hubungan yang harmonis antaranggota keluarga. Hal ini juga termasuk memahami karakter dan sifat anak. Mengajak anak berbicara dapat dikatakan melatih anak untuk bisa berkomunikasi dua arah. Dengan demikian. sehingga tumbuh menjadi pribadi yang hangat. teman-temannya. kita memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelami masalah. ramah. Permasalahan yang tidak tuntas dalam sebuah keluarga seringkali menjadi penghambat perkembangannya secara psikis dan mental.D. . curhat atau saling berbagi cerita bisa lebih mendekatkan dan mengeratkan kasih sayang antara orang tua dengan anak. percaya diri dan tidak kaku. Berkomunikasi dengan anak tidak selalu harus berhubungan dengan hal-hal yang bersifat serius. didengarkan dan dicintai. tahu sikon. serta bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam sebuah keluarga. CARA KOMUNIKASI DENGAN ANAK Berkomunikasi dengan anak baik secara verbal maupun non verbal sangat diperlukan dalam sebuah keluarga. atau tayangan televisi yang sering ditontonnya. belajar mengungkapkan perasaan dan pemikirannya. kegiatan yang paling disukainya selain bermain. Dimulai dari hal-hal kecil yang menyenangkan. ngobrol dan bercerita. Selain itu. Pertama. termasuk berbicara. Padahal. misalnya seputar dunia bermainnya. komunikasi verbal merupakan hal terpenting yang harus dilakukan orang tua secara proaktif karena di masa inilah anak belajar banyak hal. Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak? Ada beberapa cara sederhana untuk menjalin komunikasi yang harmonis dengan anak. Ketika anak terlihat tidak mood untuk diajak bicara atau situasi rumah sedang tidak nyaman untuknya. Biarkan ia melepaskan bebannya atau menetralisir perasaannya hingga moodnya kembali. Di masa kanak-kanak. memahaminya dan mungkin bisa diselesaikannya sendiri. Dengan bercerita dan berbagi dengan orang tuanya tanpa adanya tekanan anak akan merasa dihargai. anak juga akan meniru banyak hal dari lingkungan terdekatnya. Ngobrol atau curhat dalam situasi yang nyaman bisa menumbuhkan keterbukaan sifat dan sikap anak terhadap diri dan lingkungannya. komunikasi melalui ngobrol.

Ini merupakan latihan untuk menghormati dan menghargai pembicaraan orang lain. mengungkapkan perasaannya. sikap menghakimi akan membuat anak merasa direndahkan dan bisa berakibat ia tidak mau lagi curhat dengan orang tuanya. biarkan ia berbicara secara ekspresif. jangan menghakimi ketika anak sedang bercerita atau mencurahkan permasalahannya. ia dengar dari halhal kecil sekalipun. Beberapa cara yang dapat digunakan dalam berkomunikasi dengan anak. antara lain : 1. usahakan untuk tidak memotong ucapan anak. Dengar dan simaklah dengan saksama. menciptakan suasana obrolan yang nyaman. merasa tidak digurui dan didikte oleh orang yang lebih dewasa dan tanpa disadarinya ia mendapatkan ilmu dari setiap pembicaraan dengan orang tuanya. Ini akan membuatnya rileks. kasih sayang dan ketulusan. Kelak. Ketiga. pemikiran dan harapan-harapannya. Yang terpenting dari semua cara/teknik di atas ialah adanya perhatian.Kedua.melalui komunikasi ini pula perawat dapat memudahkan mengambil berbagai data yang terdapat pada diri anak yang selanjutnya digunakan dalam penentuan masalah keperawatan atau tindakan keperawatan. berikan motivasi dan ilmu dalam setiap pembicaraan. sekalipun dengan nada bercanda atau bergurau. Kelima. sehingga ia juga terbiasa untuk tidak memotong ucapan kita. serta kemauan untuk membuat hubungan dengan anak lebih harmonis Komunikasi perawat dengan anak Komunikasi dengan anak merupakan sesuatu yang penting dalam menjaga hubungan dengan anak. dengan menghindari secara langsung berkomunikasi dengan melibatkan orang tua . Keenam. biarkan ia menyelesaikan kalimat atau ceritanya. sehingga anak merasa tenang dan leluasa untuk bicara atau bercerita. ia bisa mudah belajar dari apa yang ia lihat. Keempat. Melalui orang lain atau pihak ketiga Cara berkomunikasi ini pertama dilakukan oleh anak dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak. Hal ini merupakan latihan untuk bebas berpendapat dan mengasah kemampuan menyelesaikan setiap permasalahan dengan komunikasi.

Bercerita Melalui cara ini pesan yang akan disampaikan kepada anak dapat mudah diterima. yang dapat diekspresikan melalui tulisan maupun gambar. Meminta untuk menyebutkan keinginan Ungkapan ini penting dalam berkomunikasi dengan anak. 7. Dalam memfasilitasi kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak boleh dominan. Penggunaan skala . tetapi anak harus diberikan respons terhadap pesan yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian dan jangan merefleksikan ungkapan negatif yang menunjukkan kesan yang jelek pada anak. melalui ini ekspresi anak atau respon anak terhadap pesan dapat diterima. Selain itu dapat digunakan cara dengan memberikan komentar tentang mainan. dengan meminta anak untuk menyebutkan keinginan dapat diketahui berbagai keluhan yang dirasakan anak dan keinginan tersebut dapat menunjukkan perasaan dan pikiran anak pada saat itu. dengan catatan tidak langsung pada pokok pembicaraan. 4. 3. mengingat anak sangat suka sekali dengan cerita. 5. tetapi cerita yang disampaikan hendaknya sesuai dengan pesan yang akan disampaikan. 6. Memfasilitasi Memfasilitasi anak adalah bagian cara berkomunikasi. 2. dengan mengajukan pasa situasi yang menunjukkan pilihan yang positif dan negatif sesuai dengan pendapat anak. Biblioterapi Melalui pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan.secara langsung yang sedang berada di samping anak. dengan menceritakan isi buku atau majalah yang sesuai dengan pesan yang akan disampaikan kepada anak. Pilihan pro dan kontra Penggunaan teknik komunikasi ini sangat penting dalam menentukan atau mengetahui perasaan dan pikiran anak. baju yang sedang dipakainya serta hal lainnya.

perawat dan orang di sekitarnya dapat terjalin. . Menggambar Seperti halnya menulis menggambar pun dapat digunakan untuk mengungkapkan ekspresinya. 8. dan pesan-pesan dapat disampaikan. cemas.Penggunaan skala atau peringkat ini digunakan dalam mengungkapkan perasaan sakit pada anak seperti penggunaan perasaan nyeri. Menulis Melalui cara ini anak akan dapat mengekspresikan dirinya baik pada keadaan sedih. dengan menganjurkan anak untuk mengekspresikan perasaan sakitnya. Bermain Bermain alat efektif pada anak dalam membantu berkomunikasi. marah yang biasanya dapat diungkapkan melalui gambar dan anak akan mengungkapkan perasaannya apabila perawat menanyakan maksud dari gambar yang ditulisnya. marah dan diam. 9. perasaan jengkel. Cara ini dapat dilakukan apabila anak sudah memiliki kemampuan untuk menulis. 10. sedih dan lain-lain. melalui ini hubungan interpersonal antara anak. marah atau lainnya dan biasanya banyak dilakukan pada anak yang jengkel.

pemikiran dan harapan-harapannya. Yang terpenting dari semua cara/teknik di atas ialah adanya perhatian. kasih sayang dan ketulusan. . usahakan untuk tidak memotong ucapan anak. mengungkapkan perasaannya. SARAN Berkomunikasilah dengan baik dan benar dengan anak-anak. sekalipun dengan nada bercanda atau bergurau. biarkan ia berbicara secara ekspresif. B. dengan berkomukasi maka akan tercipta hubungan yang harmonis antara orang tua dengan anak. Sebaliknya tanpa komunikasi maka tidak terciptanya hubungan yang harmonis antara anak dengan orang tua.Selain itu kita juga harus mengerti komunikasi apa yang sesuai dengan tumbuh kembang anak. serta kemauan untuk membuat hubungan dengan anak lebih harmonis. KESIMPULAN Antara orang tua dan anak perlulah sering berkomunikasi yang baik dan benar.BAB III PENUTUP A. Teknik komunikasi yang dapat di terapkan yaitu: tahu sikon. selain itu orang tua yang tanpa komunikasi yang baik dengan anaknya maka anak akan merasa kurang diperhatikan. jangan menghakimi ketika anak sedang bercerita atau mencurahkan permasalahannya. berikan motivasi dan ilmu dalam setiap pembicaraan. Untuk melakukan kominikasi yang baik dan benar itu maka perlu beberapa teknik dan cara agar komunikasi yang dilakukan tersebut dapat menjalin hubungan yang harmonis. menciptakan suasana obrolan yang nyaman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful