http://andayana.wordpress.

com/2009/01/12/pembuatan-tablet/ TEORI SEDIAAN TABLET
BAB I PENDAHULUAN I.1 Definisi Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi .(USP 26, Hal 2406) Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4) I.2 Kriteria Tablet Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan; 2. Harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil; 3. Keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik/mekanik; 4. Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan; 5. Waktu hancur dan laju disolusi harus memenuhi persyaratan; 6. Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan; 7. Bebas dari kerusakan fisik; 8. Stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan; 9. Zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu; 10. Tablet memenuhi persayaratan Farmakope yang berlaku. (Proceeding Seminar Validasi, Hal 26) I.3 Keuntungan Sediaan Tablet Sediaan tablet banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu : 1. Tablet dapat bekerja pada rute oral yang paling banyak dipilih; 2. Tablet memberikan ketepatan yang tinggi dalam dosis; 3. Tablet dapat mengandung dosis zat aktif dengan volume yang kecil sehingga memudahkan proses pembuatan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan; 4. Bebas dari air, sehingga potensi adanya hidrolisis dapat dicegah/diperkecil. Dibandingkan dengan bentuk sediaan lain, sediaan tablet mempunyai keuntungan, antara lain : 1. Volume sediaan cukup kecil dan wujudnya padat (merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak), memudahkan pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan; 2. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh (mengandung dosis zat aktif yang tepat/teliti) dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah; 3. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah besar dengan volume yang kecil; 4. Tablet merupakan sediaan yang kering sehingga zat aktif lebih stabil; 5. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air;

6. Zat aktif yang rasanya tidak enak akan berkurang rasanya dalam tablet; 7. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah; tidak memerlukan langkah pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan pencetak yang bermonogram atau berhiasan timbul; 8. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan, terutama bila bersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi; 9. Pelepasan zat aktif dapat diatur (tablet lepas tunda, lepas lambat, lepas terkendali); 10. Tablet dapat disalut untuk melindungi zat aktif, menutupi rasa dan bau yang tidak enak, dan untuk terapi lokal (salut enterik); 11. Dapat diproduksi besar-besaran, sederhana, cepat, sehingga biaya produksinya lebih rendah; 12. Pemakaian oleh penderita lebih mudah; 13. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294 dan Proceeding Seminar Validasi, Hal 26) I.4 Kerugian Sediaan Tablet Di samping keuntungan di atas, sediaan tablet juga mempunya beberapa kerugian, antara lain : 1. Ada orang tertentu yang tidak dapat menelan tablet (dalam keadaan tidak sadar/pingsan); 2. Formulasi tablet cukup rumit, antara lain : • Beberapa zat aktif sulit dikempa menjadi kompak padat, karena sifat amorfnya, flokulasi, atau rendahnya berat jenis; • Zat aktif yang sulit terbasahi (hidrofob), lambat melarut, dosisnya cukup besar atau tinggi, absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna, atau kombinasi dari sifat tersebut, akan sulit untuk diformulasi (harus diformulasi sedemikian rupa); • Zat aktif yang rasanya pahit, tidak enak, atau bau yang tidak disenangi, atau zat aktif yang peka terhadap oksigen, atmosfer, dan kelembaban udara, memerlukan enkapsulasi sebelum dikempa. Dalam hal ini sediaan kapsul menjadi lebih baik daripada tablet. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294) Tetapi jika dibandingkan dengan keuntungannya, kerugian sediaan tablet jauh lebih sedikit sehingga sediaan tablet merupakan sediaan yang paling banyak dijumpai di perdagangan. I.5 Masalah-Masalah Dalam Pembuatan Tablet Permasalahan yang mungkin timbul adalah berkenaan dengan bagaimana cara membuat sediaan yang baik dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk membuat sediaan yang baik diperlukan data preformulasi yang meliputi stabilitas, organoleptik, sifat fisikokimia, dan data-data lain yang menunjang sehingga dapat diperkirakan bahan baku yang cocok untuk terbentuknya suatu sediaan yang baik dan tercapainya tujuan penggunaan. Adapun masalah-masalah yang mungkin terjadi : 1. OTT zat aktif (meleleh, berubah warna, terurai, dan sebagainya). 2. Stabilitas zat aktif :

Untuk zat yang rusak oleh adanya air, dibuat dengan metode pembuatan tablet yang tidak menggunakan air dan perlu diperhatikan pelarut yang digunakan untuk granulasi. b. Untuk zat yang mudah teroksidasi dengan pemanasan dan sinar UV, digunakan metode pembuatan tablet yang tidak memakai pemanasan dan sinar UV dalam prosesnya. c. Untuk zat yang higroskopis, jangan menggunakan metode granulasi basah memakai mucilago amyli karena massa cetak yang terjadi sulit untuk dikeringkan. Hal ini dapat diatasi dengan penambahan adsorben seperti Aerosol < 3%. d. Untuk zat yang tidak tahan air dan pemanasan dapat digunakan metode pembuatan tablet dengan cara kempa langsung atau granulasi kering • Untuk zat dengan jumlah kecil (jumlah fines <30%) dapat dibuat dengan KL • Untuk zat dengan jumlah besar (jumlah fines >30%) dapat dibuat dengan GK. 3. Pemilihan bahan pembantu yang cocok Untuk penentuan eksipien perlu diperhatikan OTT dengan zat aktif. Di samping itu, bahan pembantu yang digunakan harus mempunyai titik leleh yang cukup tinggi sehingga pada pencetakan tidak meleleh. 4. Jumlah fines total Jumlah fines yang ditambahkan pada masa cetak maksimal 30%, idealnya 15%. Jika lebih besar akan menyusahkan pada pencetakan tablet. 5. Perbandingan bobot jenis zat aktif dengan pembawa (jika terlalu jauh hendaknya jumlah fine sesedikit mungkin) 6. Konsentrasi Mg stearat sebagai lubrikan maksimal 2%. Jika terlalu besar akan terjadi laminating. 7. Penggunaan mucilago amyli sebagai pengikat pada proses pembuatan tablet akan mempersulit disolusi zat aktif dari dalam granul karena mucilago amyli yang sudah kering sulit ditembus air. Untuk mengatasinya, perlu ditambah pembasah (Tween 80 0.05%-0.15%) sehingga tablet mempunyai waktu hancur lebih baik. 8. Pada penggunaan PVP sebagai pengikat, PVP sebaiknya dilarutkan dalam alkohol 95%. Tetapi pada tahap awal, volume alkohol yang digunakan tidak diketahui sehingga dapat diberikan sebagai serbuk. 9. Penggunaan amylum yang terlalu banyak (maksimal 30%) menyebabkan tablet tidak dapat dicetak karena kompresibilitasnya sangat jelek. 10. Amylum yang digunakan sebagai penghancur luar haruslah amylum kering karena dengan adanya air akan menurunkan kemampuannya sebagai penghancur. Pengeringan amylum dilakukan pada suhu 70 °C karena pada suhu ini tidak terjadi gelatinasi dari amylum. 11. Pada pembuatan tablet dengan metode KL, sebagai pembawa dapat digunakan kombinasi Avicel dengan Primogel atau Avicel dan Starch 1500 dengan perbandingan 7:3 (penelitan Aliyah) atau 3:1. Karena Avicel memiliki kompresibilitas yang baik tapi alirannya kurang baik, maka untuk memperbaiki alirannya dapat digunakan Primogel atau Starch 1500. 12. Untuk mengatasi kekeringan granul akibat pengeringan yang tidak terkontrol maka perlu penambahan humektan yaitu gliserin atau propilen glikol 1 – 4% dihitung terhadap mucilago. Gliserin ditambahkan pada mucilago (pengikat) untuk mempermudah homogenitas gliserin pada tablet, sama halnya dengan penambahan Tween untuk zat aktif hidrofob pada mucilago. Penambahan gliserin dan Tween adalah untuk tujuan: - Gliserin : dikhawatirkan pada waktu pengeringan air hilang/menguap semua

a.

Tween : dikhawatirkan komposisi yang digunakan menolak air, sehingga perlu penambahan Tween agar tablet tidak pecah. Jumlah Tween yang tepat tergantung pada: • Jumlah zat aktif • Jumlah bahan pembantu yang digunakan 13. Jumlah aerosil yang ditambahkan tidak boleh lebih dari 3% karena aerosil bersifat voluminous dan menyerap air sehingga tablet dapat membatu yang menyebabkan waktu hancur lebih lama. 14. Bila bobot tablet terlalu tinggi dan bervariasi Kemungkinan disebabkan oleh: • Distribusi pada hoover yang disebabkan proses getaran. Sehingga yang kecil terdesak, granul yang besar akan keluar lebih dahulu, karena ada proses pemampatan. Oleh karena itu perlu diusahakan ukuran granul yang seragam. • Aliran granul yang kurang baik • Distribusi partikel tidak normal, karena bobot jenis berbeda jauh, sehingga aliran jelek. • Lubrikan kurang sehingga alirannya jelek. 15. Jika zat aktif larut air: • Jangan menggranulasi dengan air • Sebagai pengikat, gunakan pelarut yang tidak melarutkan massa tablet. Ketentuan : misalkan digunakan pelarut X, boleh saja ada zat yang larut dalam pelarut X yang digunakan sebagai pelarut pengikat, tetapi maksimal 30%. Permasalahan-Permasalahan Khusus 1. Campuran Eutektik Timbang kedua zat aktif secara proporsional, masukan dalam mortir dan digerus. Bila meleleh berarti eutektik. Cara lain adalah setelah dicampur kedua zat aktif tambahakan musilago pakai air, bila tidak kering berarti eutektik, atau musilago diganti dengan PVP alkohol. 2. Pembuatan tablet Etambutol Harus disalut dengan pahan penyalut yang larut alkohol larut asam lemak tetapi tidak larut air, lebih baik disalut dengan Cetosel. Etambutol jika digranulasi dengan PVP/alkohol akan semakin melengket. Jadi cetak langsung atau granulasi kering/slugging. Dengan slugging, kekompakan akan turun, friabilitas menjadi tinggi. Teknik penambahan PVP : tambahkan dulu PVP kedalam massa cetak sampai homogen lalu ditambahkan alkohol sehingga jumlahnya tepat. 3. Vitamin C Jangan gunakan Avicel, ini mempercepat oksidasi vitamin C. Bisa digunakan PVP tapi jelek. Pakai musilago dalam ruang hampa udara/bisa juga dipakai Cetosel dalam alkohol/eksplotab/starch. Jangan digunakan dengan granulasi basah karena waktu hancurnya akan jelek. Yang baik gunakan Avicel adalah selama tidak OTT dengan zat aktif. Avicel dapat digunakan untuk cetak langsung, atau juga granulasi basah tetapi sebagai pengisi. Jika Avicel tidak larut air dapat bertindak sebagai fasa luar dan fasa dalam. Jika Avicel sebagai fasa luar, amilum kering dihilangkan sehingga komposisi FL : R/ Avicel 6% Talk 1% (dikurangi)

-

perlu diajukan uji keseragaman kandungan. Granulasi dengan alkohol atau disalut atau ditambahkan etambutol sebagai fines. talk dikurangi karena telah berfungsi juga sebagai glidan. maka starch ditambahkan kurang dari 30% yang membuat aliran menjadi jelek. 7. gerus 1 g + etanol + SL (99 g). berat jenis rendah dapat digunakan untuk suspensi. • Alukol berat jenis tinggi untuk tablet (aliran baik). jangan digunakan sebagai pengisi.4. PVP Hanya untuk zat aktif yang tidak boleh kena air (karena akan terurai). • Zat hidrofob seperti Fenilbutazon. . keringkan jika minta dispensasi bahwa tidak ada yang hilang selama proses berarti 100 g sebanding dengan 1 g vitamin B12. Kombinasi Starch 1500/Avicel hanya untuk cetak langsung. Vioform. Kadarnya sangat kecil. Starch Starch yang baik jumlahnya 30%. dapat granulasi basah menggunakan PVP dalam alkohol. gunakan Avicel yang dapat bertindak sebagai pengisi juga penghancur. • Penisilin VK terbaik dibuat dengan cara slugging • Mg(OH)3 + alukol terbaik digunakan cetak langsung. jika digunakan air dapat larut maka gunakan pelarut yang tidak melarutkan zat tersebut. Starch 1500 tidak boleh untuk granulasi basah sebagai pengisi karena Starch dengan air akan membentuk gel yang dapat berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat. voluminous. jika dibuat granul akan kasar.01% bobot tablet atau saponin 5% bobot tablet (ditambahkan mucilago amyli sebanyak 0. Masalah Pada Beberapa Senyawa Aktif • Papaverin HCl. • Fe mempunyai bobot jenis yang tinggi. oleh karena itu dapat dihaluskan terlebih dahulu. Penanganan Ekstrak untuk Tablet Ekstrak kental larutkan dulu dalam etanol 70% kemudian dikeringkan dengan SL. • Untuk vitamin B12. Untuk mengatasi hal ini. pelincir. gunakan pelarut non air.03%) • Diazepam. • Untuk vitamin C dan Parasetamol. vitamin B12 terikat sangat kuat dengan mucilago amyli sehingga waktu hancurnya lama. Tetapi sebagai penghancur untuk SL dapat digunakan dengan teknik granulasi basah. Avicel dengan mucilago amyli membentuk adonan lengket yang sukar digranulasi. Untuk ekstrak Belladona 1:3. keringkan dengan dehumidifier. Penggunaan Pharmacot. jika zat jumlahnya tinggi bila ditambah Starch 1500 30% maka bobot tablet akan semakin besar sedangkan yang harus ditambahkan adalah lubrikan. tablet kunyah. Pembuatan Granulasi Kering ARC 591 jangan memakai alkohol yang mengandung air (pakai alkohol yang tidak berair). • Etambutol. 6. Mg Stearat 1% Demikian juga jika digunakan Aerosil sebagai fasa luar. Etocel. jika menggunakan mucilago amyli. kapasitas penetralan dapat turun. Jika mengandung air sulit direkonstitusi. 5. Kombinasi Starch 1500 dan Eksplotab baik untuk pembuatan tablet secara cetak langsung sebagai penghancur. Ester Kloramfenikol dapat dilakukan penambahan Tween 80 0. maka gunakan pengikat PVP dalam alkohol karena jika digunakan air akan terjadi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+. Parasetamol. jumlah Avicel dikurangi dan Starch-nya 30%. tablet cepat basah. Selain itu.

ganti saja Mg-stearat dengan asam stearat. Ekstrak untuk tablet. Pengisi tablet tidak lebih dari 30%. Ekstrak Belladona 1:3 artinya dalam 3 bagian ada 1 bagian.103 baik untuk tablet cetak langsung 5. resiko ketidakseragaman kandungan zat aktif besar jika dibuat secara cetak langsung. 6. bila zat aktif bersifat asam. 3. Gunakan pengisi manitol. Jika jumlah zat aktif kecil dan berbentuk hablur. jarang untuk obat kunyah. hanya untuk penghancur luar. tidak bisa untuk granulasi basah. Starch 1500 Pengisi tablet untuk cetak langsung. dilakukan dengan slugging atau dehumidifier (dengan alkohol + air) disedot pada suhu 30 °C tetapi hasilnya kurang baik. 8. Eksplotab Tidak tahan asam. 7. Contohnya jika diinginkan 20 mL ekstrak Belladona maka yang diambil adalah 60 mL. Karena ekstraknya pahit. sebab potensi akan menurun karena kontak dengan air. 2. maka distribusi menjadi tidak merata karena terjadi distribusi ukuran partikel yang tidak merata. Untuk cetak langsung gunakan zat aktif yang halus dengan aliran baik. Vitamin B12 untuk cetak langsung harus dihaluskan terlebih dahulu. baru dikeringkan dengan SL. daya mengembang kurang sehingga waktu hancur menjadi jelek. Avicel pH 101. . Kloramfenikol palmitat tidak bisa dibuat tablet karena masih ada sisa asam palmitat yang menyebabkan tablet mudah pecah karena sukar diikat. akibat getaran. 9. INH dan PAS tidak dapat dibuat kombinasi dalam tablet karena PAS diabsorbsi di usus tidak boleh terdisolusi di lambung (?). digerus halus dan dicampurkan dengan pengisi sedikit demi sedikit.• • • • • • • Alukol + ekstrak Belladona. Ca Pantotenat dan lainnya tidak dapat memakai mucilago amyli sebagai pengikat sebab akan terbentuk massa seperti lem. digunakan 3-5%. terutama saat pencetakan. Antibiotika. ekstrak kental dilarutkan dulu dalam etanol 70%. Jika basis kasar dan zat aktif halus. jangan menggunakan Mg stearat dan Eksplotab. terutama yang tidak tahan pemanasan. Bila dibuat obat kunyah maka tambahkan asam siklamat dan sakarin untuk mengatasi rasa pahit. Perlu dilakukan uji penetralan terhadap bahan baku dan tablet (minta dispensasi).102. Catatan Lain 1. Alukol dengan antasid lain. Fines Maksimum 30% dari bobot tablet termasuk Fase Luar (FL) jika lebih dapat terjadi capping. maksimum 25%. Jika ada air akan menjadi gel sehingga zat aktif terhambat. Mg-stearat dan Eksplotab. 4. OTT terhadap CMC. Untuk garam-garam Kalsium. distribusi berbeda dapat diatasi dengan hoover yang tidak bergetar dan atau adanya pengaduk. Jumlah yang berbeda. karena kurang homogen. pilih pengikat yang tidak mengubah potensi. gunakan SL sebagai pengisi. Untuk antibiotika. bukan dengan SL. Untuk zat-zat berkhasiat yang sangat pahit seperti Kloramfenikol harus disalut (dispensasi).

Zat aktif dengan bobot jenis tinggi (umumnya BJ zat anorganik). dan hancur. sedangkan kadar air rendah dapat menyebabkan laminating atau capping. surfaktan. Untuk cetak langsung. seharusnya digunakan asam stearat (yang mikronize karena fungsi lubrikan adalah antar partikel sehingga kalau halus akan terselimuti oleh lubrikan). desintegrator lebih baik yang hidrofob. CaCO3 dapat digunakan sebagai penghancur di dalam lambung yang akan menyerap asam lambung dan berubah menjadi CO2. Ukuran (mesh) 18-20.  Kemungkinan karena interaksi kimia atau fisika. 13. penetrasi air. tinjau mekanisme waktu hancur. siap-siap untuk dibuat secara cetak langsung. jelek. Ac di sol 3% sebagai penghancur luar untuk memperbaiki waktu hancur. kelemahan distribusi tidak selalu sama. contoh interaksi fisika etoksi benzamin dengan kafein. yang biasa 16-16 Jika granul pengikatnya lemah. kadang-kadang hitam Penyebab :  Antiadheren kurang  Lubrikan kurang atau tidak tepat Contoh : Tablet asetosal dengan Mg stearat lengket. 15. 20-22. gliseril guaiakolat dengan prometazin HCl. granulasi seperti biasa. Mekanisme umum hancurnya tablet adalah pembasahan. lebih sering di bagian atas-tengah • Picking : perpidahan bahan dari permukaan tablet dan menempel pada permukaan punch • Sticking : keadaan dimana granul menempel pada dinding die (ada adhesi) • Mottling : keadaan dimana distribusi zat warna pada permukaan tablet tidak merata Masalah Lain Pada Pencetakan Tablet Secara Khusus 1. Granulasi dibuat terpisah dengan pertimbangan jumlah granul sama banyak. 12. seperti : • Capping : pemisahan sebagian atau keseluruhan bagian atas/bawah tablet dari badan tablet • Laminasi : pemisahan tablet menjadi dua bagian atau lebih • Chipping : keadaan dimana bagian bawah tablet terpotong • Cracking : keadaan dimana tablet pecah.10. distribusi granul sama di mana perbandingan granul A dan B sama. Dalam evaluasi waktu hancur tablet. Lengket pada Cetakan Manifestasinya : • Melekat pada die dan sulit untuk dikeluarkan • Bunyi keras pada mesin • Tablet kopak. FL sekecil mungkin. 11. Permasalahan Dalam Pencetakan Tablet Masalah-masalah yang dapat muncul selama proses pencetakan tablet secara umum. yaitu terjadinya pelelehan sehingga adhesivitas tinggi dan akhirnya menjadi lengket. Jika zat aktif 200 mg per tablet.5 g/dt atau lebih sudah cukup baik. sisi tablet kasar. jika kecepatan aliran masa cetak 1. gunakan pengayak dengan ukuran mesh sama 16. pengembangan. PVP mudah ditembus air. 17. 14.  Kandungan air (aspek kadar air) tinggi akan menyebabkan penempelan pada die. .

Capping/Laminating Capping : copot Laminating : belah Penyebab :  Terjebaknya udara pada tablet karena granul sangat halus . • Perubahan bahan pengisi. maka akan melekat sehingga ratakan punch dan die.Bahan baku dengan titik leleh sangat rendah. dilakukan dengan menambahkan pembasah ke dalam larutan pengikat. sehingga adhesivitas tablet dan pons sangat kecil. • Kalau mungkin pencetakan pada suhu rendah dan humuditas rendah karena khusus untuk bahan aktif dengan titik leleh rendah atau terjadi campuran eutektik maka zat campuran eutektik semakin mudah menyerap air. seperti SiO2 dan aerosil (adsorben). • Jika terjadi lengket mungkin karena punch dan die yang rusak. Siprofloksasin (Antibiotik turunan Imidazol). Oleh karena itu. dimana asam klavulanat mudah hancur dengan kelembaban dan temperatur yang tinggi. pembuatannya dilakukan dalam suhu dan RH yang rendah.  2. karena tablet menjadi kurang baik. namun waktu hancur semakin panjang. jernih dan mengkilat. sebab kalau cacat pada punch. Jika sudah diketahui jumlah pembasah yang paling baik maka agar pembasahnya pas. Gliseril guaiakolat. Lengket pada pons Manifestasi : • Terkelupasnya bagian tablet karena permukaan tablet melekat pada pons. bahan pengisi dengan titik leleh tinggi dan dapat mengadsorbsi. Penambahan aercsil pada tablet akan menyebabkan penampilan tablet yang bagus. contoh : Ibuprofen. Contoh : Kombinasi ampisilin dengan asam klavulanat. contoh Propilen glikol atau gliserin. yaitu bahan pembantu yang tidak menguap tapi basah. 3. Penyebab sama dengan tadi • Kurangnya anti adheren • Kandungan air tinggi • Lengket pada pons Penanggulangannya sama :  Ubah ukuran granul  Tambah adsorben  Perbaiki alat • Alat dipoles. Penyelesaian Masalah : • Meningkatkan antiadheren dan lubrikan • Penggantian lubrikan yang cocok • Mengurangi jumlah granul yang kasar • Mengurangi jumlah air tapi jangan sampai berada di bawah optimum. sehingga kesulitan dalam masalah pencetakan.

sakarin. Metilselulosa dengan konsistensi tinggi. Sistem pencampuran yang tidak benar. • Pengurangan ukuran partikel dari granul. Kecepatan aliran dapat menyebabkan bobot tablet yang berbeda-beda. 6 Keseragaman Kandungan (FI IV hlm. perbaikan pencampuran massa cetak. sebab dengan demikian mungkin saja timbul porositas tinggi. udara terjebak banyak karena fines dan pengikat yang tidak cocok atau kurang.Kurangi kadar air Pembuatan granul baru sehingga menyebabkan porositas kecil. porositas tinggi. • Diganti pons dan die • Tambahkan pengikat kering 5. yang tidak dapat menjamin keseragaman bobot karena adanya distribusi baru pada saat pencetakan. Keseragaman bobot (FI III) Penyebab pertama : . yaitu dengan adanya udara yang terjebak antara pons dan die  Kekerasan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (ada yang optimal)  Granul yang terlalu kering. Jumlah fines meningkat. pengikat. PVP. lengket atau kadang-kadang karena pons yang terlalu dalam. LHPC 21.Porositas tinggi. cara : tambahkan dalam pelarut pengikat tambahkan bahan cair dan tidak mudah menguap  Zat pengikat yang kurang tepat. 4.  Pengikat yang jumlahnya terlalu sedikit (tepat tetapi jumlahnya kecil) Penanggulangannya • Pembuatan granul diulang jika penyebabnya adalah kelebihan atau kekurangan pengikat atau tidak cocok.Aliran kurang baik Distribusi ukuran granul yang tidak tepat.Perbaiki atau ulangi proses pembuatan granul. Penyebab kedua : distribusi granul tidak baik. distribusi granul optimal sehingga aliran bagus. perbaikan ukuran granul. Sumbing atau retak-retak pada permukaan tablet Manifestasinya : Akibat dari ketiga masalah sebelumnya : laminating. sehingga mesin harus terkunci baik terutama pons bawah karena dapat berubah-ubah sehingga bobot berbeda-beda. karena spesifikasi ukuran harus sama. kurangi partikel granul. Penyebab kecepatan aliran : kandungan air tinggi sehingga adesivitas tinggi dan aliran menjadi kurang .999) • . granulasi. NHPC. Penyelesaian : • Pons dan die supaya di poles • Untuk ukuran granul yang besar. Perbaikan mesin tablet yaitu validasi mesin tablet. khususnya pada penggunaan pons yang baru. porositas meningkat. sorbitol. • Tambahkan pengikat kering seperti gom arab. Penyelesaian masalah : . sehingga meningkatkan kekompakan tablet. Penyelesaian Masalah : . aliran tidak baik.

Dilakukan bila : • Kadar bahan aktif dibawah 50 mg • Bila perbandingan kadar bahan aktif dengan bobot tablet lebih kecil dari pada 50% Penyebab jeleknya keseragaman kandungan : • Karena aliran jelek • Pencampuran pregranulasi tidak benar maka tentukan dulu homogenitas zat aktif dalam granul (di pabrik) • Karena kadar fines tinggi maka porositas tinggi (bobot berbeda-beda) • Kandungan air yang tinggi sehingga aliran kurang baik • Kondisi mesin tidak benar. Penyelesaian masalah • Perbaikan ukuran granul meliputi pencampuran. granulasi. Tablet Lepas Lambat Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis . tablet terdiri atas : 1. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan. Lachman Hal 706-717) Berdasarkan prinsip pembuatan.6 Jenis Sediaan Tablet (Catatan Kuliah P’ Charles + Teori dan Praktek Farmasi Industri. Keuntungannya dapat memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan) c. perubahan pengikat. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. Tablet Kempa Multi/Kempa Ganda Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas 2 atau lebih lapisan. tablet terdiri atas : a. tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan Berdasarkan tujuan penggunaan. Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaan a. Tablet Konvensional Biasa Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi dengan bahan eksipien seperti: • Pengisi (memberi bentuk) : laktosa • Pengikat (memberi adhesivitas/kelekatan saat bertemu saluran pencernaan): musilago amili. amilum • Desintegrator (mempermudah hancurnya tablet) b. Tablet Kempa Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. • Kalibrasi mesin. I. Disebut juga sebagai tablet berlapis. b.

tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan). Tablet Kunyah Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan. Tablet Kempa Digunakan Melalui Liang Tubuh . 12 jam. 2.d. Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik) Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung. (misal tablet lepas lambat 6 jam. tetapi terlarut dalam usus halus. h. c. lembab). atau untuk mengurangi perdarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Mulut a. Dental Cones (Kerucut Gigi) Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil. Tablet Lepas Terkendali Yang pelepasan zat aktifnya terkendali pada waktu-waktu tertentu. pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu. menaikkan penampilan tablet. e.. dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. Biasanya keras dan berisi hormon. Penyalutan tidak perlu berkalikali. Bekerja sistemik. berisi nitrogliserin. i. g. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah. menutup rasa dan bau tidak enak. Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa antibakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan. Tujuan: melindungi zat aktif terhadap lingkungan udara (O2. 3. NaCl atau suatu asam amino.Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum. Tablet Bukal Tablet kempa biasa berbentuks oval yang ditempatkan di antara gusi dan pipi. d. Pembawa yang umum digunakan adalah Na bikarbonat. Tablet Salut Film Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis. reaksi asam. bewarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. Tablet Sublingual Tablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. dirancang untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi. dsb). Tablet Salut Gula Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Tablet Hisap/Lozenges Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau. b. Tablet Efervesen Tablet kempa yang jika berkontak dengan air menjadi berbuih karena mengeluarkan CO2. f.

Tablet Dispensing Tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk sediaan padat/cair. Tablet Cetak untuk Penggunaan Lain (Di Lachman disebutkan Jenis Tablet untuk Membuat Larutan) a. Tablet polos 2. 4. Tablet salut gula 3. 5. mesin tablet harus steril. Tablet salut film . Biasanya mengandung antiseptik. oleh ahli farmasi atau konsumen. 3-6 bulan. Tablet Vaginal Tabler kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu. b. astringen. Tablet rektal 3. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV) c. Tablet Rektal Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik. Tablet implantasi Berdasarkan Penyalutan : 1. Tablet Kempa untuk Implantasi Tablet Implantasi/Pelet Dibuat berdasarkan teknik aseptik.a. Digunakan sebagai tablet sublingual atau dilepaskan di atas lidah dan ditelan dengan air minum. Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil umumnya silindris digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk peracikan obat (FI IV). Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume tertentu. mencegah kehamilan). Tablet oral (dalam mulut) 2. Tablet Triturat untuk Dispensing Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan tertentu. Tablet vaginal 4. Tablet Hipodermik Tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut sempurna dalam air. a. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (Untuk KB. Berdasarkan Rute Pemberian : 1.

yaitu granulasi basah. Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti pengompakan. bila cairan sudah ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja.Berdasarkan Pelepasan Zat Aktif : 1. Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan meningkat. Granulasi Basah. Pemilihan metode pembuatan sediaan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula. kestabilannya. jika sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat. Keuntungan metode granulasi basah : • Memperoleh aliran yang baik • Meningkatkan kompresibilitas • Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai • Mengontrol pelepasan . dan lain sebagainya. Berikut merupakan penjelasan singkat dari ketiga macam metode tersebut : a. tehnik ini membutuhkan larutan. setelah pengeringan granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat. kemudian masa basah tersebut digranulasi. Tablet lepas tunda 4. besar kecilnya dosis. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas.1 Metode Pembuatan Tablet Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. granulasi kering. Tablet lepas terkendali BAB II METODE DAN BAHAN PEMBUATAN TABLET II. suspensi atau bubur yang mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan dimasukan terpisah. dan kempa langsung. Tablet lepas lambat 3. yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi. gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada awal pembentukan granul. apakah zat tersebut tahan terhadap panas atau lembab. Tablet pelepasan biasa 2.

yaitu pembuatan tablet dengan mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering. pada proses selanjutnya slug kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari campuran awal bila slug yang didapat belum memuaskan maka proses diatas dapat diulang.tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. Granulasi Kering disebut juga slugging. prosesnya disebut slugging. tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut. mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu • Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab • Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat Kekurangan cara granulasi kering adalah: • • • Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang c. Teknik ini yang cukup baik. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air b. . digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektif yang terlalu tinggi untuk dikempa langsung atau zat aktif yang sensitif terhadap pemanasan dan kelembaban. roller compactor memakai dua penggiling yang putarannya saling berlawanan satu dengan yang lainnya.• Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses • Distribusi keseragaman kandungan • Meningkatkan kecepatan disolusi Kekurangan metode granulasi basah: • Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi • Biaya cukup tinggi • Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini. Metode ini digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut : • Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi • Zat aktif susah mengalir • Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab Keuntungan cara granulasi kering adalah: • Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat. Dalam jumlah besar granulasi kering dapat juga dilakukan pada mesin khusus yang disebut roller compactor yang memiliki kemampuan memuat bahan sekitar 500 kg. ikatannya didapat melalui gaya. Pada proses ini komponen–komponen tablet dikompakan dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikompakan dengan punch sehingga diperoleh massa yang disebut slug. dan dengan bantuan tehnik hidrolik pada salah satu penggiling mesin ini mampu menghasilkan tekanan tertentu pada bahan serbuk yang mengalir dintara penggiling. Prinsip dari metode ini adalah membuat granul secara mekanis. yaitu memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan mengempa campuran bahan kering menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul). Metode Kempa Langsung.

aliran lebih baik dan waktu hancur lebih singkat. 1. tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit.Metode ini merupakan metode yang paling mudah. Menghasilkan tablet yang keras dengan tekanan kecil (kompresibilitas baik) dan friabilitas tablet rendah. non-reaktif. praktis. Dalam beberapa kondisi pengisi dapat berinteraksi dengan obat seperti senyawa amin dan laktosa spray dried dan menghasilkan warna kuning. namun hanya dapat digunakan pada kondisi zat aktif yang kecil dosisnya. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti NaCl. kohesifitas dan adhesifitas yang baik II.2 Bahan Pembantu Granulasi Basah A. Pada kempa langsung mungkin terjadi aliran statik yang terjadi selama pencampuran dan pemeriksaan rutin sehingga keseragaman zat aktif dalam granul terganggu. Sedangkan keuntungan metode kempa langsung yaitu : • • Lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit Lebih singkat prosesnya. Karena proses yang dilakukan lebih sedikit. tetapi langsung menjadi partikel. aliran kurang baik. tetapi sebagian besar zat aktik tidak mudah untuk langsung dikempa. Insoluble. selain itu zat aktif tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tablet kebanyakan sulit untuk pecah jika terkena air (cairan tubuh). bentuknya kristal. . Jika dosis besar maka pengisi sedikit atau tidak sama sekali. kompresibilitas yang baik. secara umum sifat zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung adalah. tablet kempa langsung berisi partikel halus. alirannya baik. serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab. 102 karena volume spesifiknya kecil. Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses granul. dan cepat pengerjaannya. • Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien yang digunakan harus bersifat. dan mampu menciptakan adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet. kapasitas pegang 50%. kompresibilitasnya baik. Avicel (mikrokristalin selulosa) Bentuk 103 memiliki keunggulan dibandingkan dengan 101. • • Kerugian metode kempa langsung : • Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul yang selanjutnya dapat menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat aktif di dalam tablet. NaBr dan KCl yang mungkin langsung dikempa. sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu. mudah mengalir. maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat. • Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkanpun makin banyak dan mahal. Pengisi Adalah zat inert yang ditambahkan dalam formula tablet yang ditujukan untuk membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan Biasanya tablet yang mengandung zat aktif dengan dosis kecil memerlukan zat pengisi yang banyak. waktu stabilitas panjang.

Contoh: kaolin. Kalsium fosfat dibasic Digunakan sebagai pengisi dan pengikat untuk kempa langsung dengan memiliki ukuran paling kecil. tidak mahal. Insoluble. 3. menghasilkan distribusi warna dan obat yang merata. salisilamid. Avicel dapat menyebabkan tablet lengket pada lidah saat akan digunakan. lubrikan dan glidan. Pada GB Avicel tidak bersifat disintegran. tidak dapat digranul sehingga solusinya dikombinasi dengan starch/Avicel 4. Penggunaannya membutuhkan lubrikan.- Menghasilkan pembasahan yang cepat dan rata sehingga mendistribusikan cairan penggranul ke seluruh massa serbuk. 60% avicel PH 101 dan 40% amilum sebagai pasta 10% membuat massa lembab mudah digranulasi. phenilephrine HCl Granul laktosa hidrat mengandung kadar lembab 4-5% . pengisi paling murah. MC. disintegran. kalsium sulfat. manitol. kalsium karbonat. Avicel dalam GB memperbaiki ikatan pada pengempaan. tidak dapat digunakan bersama senyawa asam atau garam asam Jika digunakan cairan pengikat yang terlalu banyak maka jadi lengket dan keras. Membantu mengatasi zat-zat yang jika overwetting (terlalu basah) menjadi seperti “clay” yang sukar digranulasi dan ketika kering granulnya menjadi keras dan resisten terhadap disintegrasi. mengurangi capping dan friabilitas tablet. starch. Untuk obat dengan dosis kecil.Inkompatibel dengan: senyawa yang sangat basa. Avicel digunakan sebagai pengisi dan pengikat tambahan. menghasilkan granul yang keras dengan sedikit fines. penggunaannya dapat dikombinasi dengan laktosa. Bisa bersifat pengikat kering. mencegah migrasi pewarna larut air dan membantu agar evaporasi cepat dan seragam. basa. PH 103: serbuk Sebagai disintegran : Merupakan disintegran yang sangat baik terutama pada konsentrasi 10% atau lebih tinggi. Avicel membantu obat larut dengan air agar homogen. non-higroskopis. PH 102: granul. snow white filler. punya kapasitas abisaorbisai yang tinggi untuk minyak. 2. Kalsium sulfat trihidrat Digunakan sebagai pengisi untuk granulasi dengan jumlah zat aktif 20-30%. pyrilamine maleat. bisa dipakai untuk zat aktif asam. Laktosa (Lachman Tablet) . asam askorbat. netral. Sinonim: terra alba. Bentuk PH 101: serbuk. starch paste. Perhatian: pada konsentrasi tinggi. Bertindak sebagai pembantu mengikat. Semakin tinggi grade-nya semakin putih. membentuk granul yang kuat pada pengeringan dengan sedikit fine daripada pasta yang hanya terbuat dari amilum. Pengikat yang disarankan: PVP.

Jika tunggal digunakan dalam konsentrasi 40-50% sebagai pembawa Sifat direct compression-nya berkurang jika kadar air < 3%.Pengisi yang paling umum. granulnya cepat kering. biasanya digranulasi dengan pengikat larut air atau hidroalkohol. Campuran air dan alkohol akan menghasilkan granul yang lebih lunak. ada 2 bentuk: hidrat dan anhidrat Jarang bereaksi dengan obat (hidrat dan anhidrat) Untuk GB pakai laktosa HIDRAT. disintegrasi tablet tidak banyak dipengaruhi oleh kekerasan (Handbook of Pharm Excipient) . amin. 7-10% invert sugar b. atau senyawa lain yang mengandung furaldehid Gunakan lubrikan netral atau asam 5. umumnya digabung dengan Avicel. paling sering digunakan bentuk “confectioner” untuk GB yang mengandung 3% pati jagung untuk mencegah caking Sukrosa digunakan sebagai pemanis dalam tablet kunyah dan digunakan sebagai pengikat untuk memperbaiki kekerasan tablet Kelemahan: tablet yang dibuat dengan komposisi sebagian besar sukrosa akan mengeras pada penyimpanan. sukrosa membentuk granul yang keras dan tablet lebih cenderung terdisolusi daripada terdisintegrasi. Memiliki banyak bentuk.- Laktosa adalah gula peredukasi bereaksi dengan amin menghasilkan reaksi Maillard Isomer: α dan β (dalam campuran berada dalam kesetimbangan kedua bentuk) (Lachman Industri) . Di Pac : 97% sukrosa. 3% modified dekstrin .Keburukan: laktosa dpr berubah warna dengan adanya basa amin dan Mg-stearat Dikenal 4 macam bentuk: granul kasar (60-80 mesh). Sukrosa bukan gula pereduksi tetapi menjadi coklat pada penyimpanan dan higroskopis Turunan sukrosa yang dapat digunakan untuk kempa langsung: a. granul spray dried (100-200 mesh). Kekerasan granul tergantung jumlah pengikat yang digunakan. punya aliran baik dan karakteristik pengikatan yang lebih baik dibandingkan laktosa biasa Kelemahan: dapat menghitam dengan adanya lembab. Oleh karena itu banyak dikombinasi dengan pengisi insoluble lain Jika digunakan sebagai pengisi kering. tetapi menyerap lembab. dapat dicampur dengan 20-25% zat aktif tanpa kehilangan sifat direct compression-nya Kapasitas pegang 20-25% terhadap zat aktif. Sugartab : 90-93% sukrosa. Secara umum tablet menunjukkan release rate yang baik. granul halus (80-100 mesh). Sukrosa Bisa berfungsi sebagai pengisi/pengikat Jika digunakan sebagai pengikat tunggal. laktosa anhidrat tidak mengalami reaksi Maillard (dengan zat aktif mengandung amina dengan adanya logam stearat). dan laktosa anhidrat Dikenal sebagai gula susu. Spray-dried Lactose (Lachman Industri) Untuk pengisi kempa langsung.

Cara basah lebih sedikit membutuhkan bahan. etilselulosa. Mg stearat Dekstrosa Penggunannya terbatas pada GB sebagai pengisi dan pengikat Digunakan mirip dengan sukrosa. sedikit manis. trikalsium fosfat Aerosil C.6. bentonit. tragacanth. 1% corn starch. dingin (negatif heat solution) Non-higroskopis. halus. membutuhkan lebih banyak cairan pengikat Dapat digunakan untuk formulasi vitamin. cenderung menghasilkan tablet yang keras terutama jika menggunakan dekstrosa anhidrat Menjadi coklat pada penyimpanan Manitol Pengisi yang baik untuk tablet kunyah karena rasanya enak. 7. jika tablet basah maka tablet akan lengket dalam cetakan. 4. Pengikat yang berupa polimer alam: starch. mengandung 8-10% lembab. hidroksipropilselulosa Bisa dengan cara kering/basah. Contoh: 1. Dengan titik leleh tinggi setelah terjadi lelehan pertama akan terbentuk massa yang bertitik leleh lebih tinggi. 2. Jumlah larutan pengikat yang dibutuhkan untuk 3 kg pengisi tercantum pada tabel . Adsorben . metilselulosa. dan manitol setelah pengeringan semalam pada 140-150 °F adalah 0. dekstrosa. aliran jelek. Starch 1500 (penjelasan ada di bagian Pengikat) B. c. 4% gula invert.Dapat bereaksi dengan amin pada suhu dan kelembaban tinggi Bebas mengalir dan dapat dikempa langsung. kekerasan tablet dapat meningkat setelah pengempaan Starch terhidrolisa mengandung 90-92% dekstrosa dan 3-5% maltosa Dapat digunakan sebagai pengganti manitol pada talbet kunyah karena manis dan berasa halus. menghasilkan granul yang lebih halus dari sukrosa atau dekstrosa Kadar lembab granul yang dibuat dari sukrosa. Manfaat adsorben: mencegah tablet basah oleh lelehan zat aktif. gum (acacia. 8. MgO. Bekerja menyerap lelehan zat aktif.Pengikat bisa berupa gula dan polimer. Mg silikat. Avicel Bolus alba Kaolin. jika digunakan banyak dapat bersifat laksatif Emdex dan Celutab (Lachman Industri) .Adsorben harus memiliki titik leleh yang tinggi. Pengikat . 3. gelatin) Pengikat yang berupa polimer sintetik: PVP. 9.2% Hanya sedikit yang terabisaorbisai di saluran cerna. Nu Tab : 95% sukrosa.

dan tidak mengarang Pemakaian terbaik maksimal 30%. starch harus dikeringkan pada suhu 80-90 °C untuk menghilangkan air yang terabisaorpsi 2.Aliran bagus. dan penghancur Dalam bentuk musilago amili 5-10% Cara: suspensikan starch 1:1/2-1 dalam air dingin. merupakan directly compressible starch Dapat dikempa sendiri. tidak terhidrolisis. Jika dosis zat aktif besar. kering. Tablet yang mengandung amilum dengan konsentrasi tinggi menunjukkan tablet yang rapuh dan sukar dikeringkan Amilum yang tidak dimodifikasi tidak mempunyai sifat kompresibilitas yang baik dan mempunyai friabilitas yang besar.Pemakaian: 1-20%.Dapat digunakan sebagai pengisi. dan akan terjadinya capping pada tablet jika digunakan dalam jumlah besar Sebagai disintegran: . dan disintegran Starch 1500 maksimal mengandung 20% fraksi larut air yang berfungsi sebagai pengikat sedangkan sisanya bersifat sebagai disintegran Starch 1500 dibutuhkan ± 3-4 kali lebih banyak daripada musilago amili untuk menghasilkan tablet dengan kekerasan yang sama Sebaiknya tidak digunakan sebagai pengisi pada GB karena akan menghasilkan gel yang berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat Sebagai disintegran dapat ditambahkan kering. tambahkan 2-4 kali air mendidih dengan pengadukan konstan sampai starch mengembang menjadi transparan yang dapat diencerkan Cara lain: suspensi starch dalam air dipanaskan Mengandung kadar air 11-14%.5%.(Lachman Tablet halaman 161) 1. sebagai pengganti digunakan asam stearat . merupakan disintegran yang paling umum digunakan Mekanisme kerja dengan membentuk ikatan hidrogen saat pengempaan dan pecah atau mengembang saat air masuk mell pori (kapiler) Pemakaiannya disesuaikan dengan jenis starch. Starch (amylum) (Lachman Tablet) . pada fasa luar. tetapi jika dicampur dengan 5-10% obat membutuhkan lubrikan tambahan (misalnya 0. Starch 1500 (Lachman Tablet) . yaitu avicel.25% colloidal silicon dioxide) Mengandung 10% lembab dan menyebabkan tablet menjadi lunak jika dikombinasi dengan Mg stearat > 0. (Lachman Industri) .Dapat digunakan sebagai pengikat basah. akan menyebabkan tablet terdisintegrasi dengan cepat (hal 161) Pembuatannya harus hati-hati agar diperoleh musilago yang baik. starch diganti dengan penghacur yang lebih baik. dan kandungan air massa cetak Perhatian: sebelum digunakan. pengikat. tekanan pengempaan.

untuk mengurangi mephenesin (dosis besar dan sukar digranulasi) Menghasilkan granul yang keras tetapi tidak mengeras pada penyimpanan Kelemahan: dapat terkontaminasi mikroba Kadang ditambah lubrikan cair PEG 6000 untuk membantu pencetakan tablet dan disintegrasi tablet PVP Nama dagang: Kollidon atau Plasdon Inert. pada tablet ferro sulfat. Konsentrasi 5% menghasilkan kompresibilitas yang baik dari serbuk Natrium bikarbonat dan asam sitrat sehingga tablet bereaksi cepat dan disolusi cepat. atau dalam fasa luar pada metoda granulasi basah) Perhatian: tidak boleh diberikan pada massa basah Amilum pragelatinasi Merupakan pati yang sudah dimasak dan dikeringkan lagi. Mg(OH)2 Selulosa . PVP baik untuk tablet kunyah terutama untuk alumunium hidroksida. digunakan dalam konsentrasi 3-15%. larut air dan alkohol. asetaminofen. Dapat digunakan sebagai pengganti starch paste karena lebih mudah larut dalam air hangat tanpa pemanasan Dapat ditambahkan kering ke dalam serbuk kemudian dibasahkan dengan air membentuk massa lembab Gelatin Digunakan pada konsentrasi 5-10% sebanyak 1-5% dari formula Sudah jarang digunakan. 7. digantikan PVP. bertindak sebagai pengikat dan pelindung ferrosulfat dr oksidasi Senyawa lain yang pengikatnya bisa berupa gula: aminofilin. 8. sedikit higroskopis. 5. kekerasan diatur dari konsentrasi sukrosa 20-85% Sangat baik sebagai pembawa soluble dyes dan menghasilkan warna beragam Digunakan untuk menggranulasi tribasic fosfat yang umumnya memerlukan pengikat yang lebih kohesif dari musilago amili.3.Merupakan disintegran yang baik dan ditambahkan dalam campuran kering (dalam fasa dalam dan atau fasa luar pada metoda granulasi kering atau kempa langsung. tidak mengeras selama penyimpanan (baik untuk tablet kunyah) Tablet efervesen bisa dibuat menggunakan PVP dalam etanol anhidrat. MC. larutan gelatin harus dipertahankan hangat sampai digunakan karena akan menjadi gel pada pendinginan Larutan sukrosa Membentuk granul keras. Cenderung menghasilkan tablet yang keras dan memerlukan disintegran yang aktif Dapat digunakan untuk senyawa yang sulit diikat Kelemahan: rentan bakteri dan jamur Jika masih diperlukan pengikat yang lebih kuat. meprobamate Larutan akasia Digunakan pada konsentrasi 10-25%. asetopheretidin. Sebagai disintegran: . yang dibuat dengan menghidrasi gelatin dalam air dingin selama beberapa jam/semalam kemudian dipanaskan sampai mendidih. dapat digunakan larutan gelatin dalam air 2-10%. 4. Jangan menggunakan isopropanol anhidrat karena meninggalkan bau pada granul. 6.

tidak mengeras pada penyimpanan b. dan dapat digunakan sebagai pengikat non air untuk serbuk yang tidak tahan air seperti asam askorbat Dapat memperlambat disintegrasi 9. kafein. Low grades digunakan sebagai pengikat 2-10% dalam etanol Dapat digunakan untuk menggranulasi serbuk yang sukar digranulasi: asetaminofen. metilen klorida. Etil selulosa . mirip akasia tapi tidak terlalu rentan dengan bakteri Membentuk granul yang lebih lunak dari acacia. propilen glikol. Ca. Melaruntukan dalam pelarut organik D. meprobamat. CMC Na . Flavour (Lachman Industri) . arat.5-15% Inkompatibel dengan Mg. Cara: - a. PEG 6000 Sebagai pengikat anhidrat. larutan 5% menghasilkan kekerasan yang sama dengan musilago amili Dapat digunakan untuk menggranulasi soluble/insoluble powder. dan garamnya Menghasilkan granul yang lebih rapuh dari PVP kecenderungan untuk mengeras. aseton dan kloroform. Jika digunakan sebagai pelarut pada granulasi basah N-HPC dilaruntukan dalam air atau alkohol. a.Digunakan untuk tablet kunyah . menghasilkan tablet yang disintegrasi lebih cepat dan tidak mengeras pada penyimpanan 10. Polivinil alkohol Larut air. dan gula Keuntungan: dapat dikompres cepat. manitol. Al. ferofu. N-HPC (Nisso-HPC) Larut dalam air dan pelarut organik alkohol. pengikat yang baik untuk eksipien laktosa.a. Setelah itu ditambahkan sisa air. Dengan cara ini pelarutan lebih cepat. dimana air dan alkohol tidak dapat digunakan PEG 6000 merupakan padatan putih yang meleleh pada 70-750C dan mengeras pada 56-630C 11.Larutan dalam alkohol. Melarutkan dalam air N-HPC ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk kuat 20-30% air dipanaskan sampai 600C dan N-HPC ditambahkan perlahan-lahan sambil diaduk. Metil selulosa 1-5% larutan air. umumnya tablet mempunyai waktu disintegrasi yang lebih lama c.

explotab) Pemakaian: 1-20% dengan konsentrasi optimum 4% Explotab tidak dapat sebagai penghancur dalam Mekanisme sama dengan starch secara umum.5-0. 5. karena kapasitas pengembangannya yang relatif rendah 6. merupakan starch termodifikasi sehingga mampu menyerap air 200-300% Waktu disintegrasi ditentukan pula oleh besarnya tekanan pengempaan Perhatian: pada suhu dan kelembaban yang tinggi dapat memperlama waktu disintegrasi sehingga memperlambat waktu disolusi 4.sebelum dicetak (paling baik) 1. Acdisol) Acdisol merupakan ikatan silang dari CMC-Na dan sangat baik untuk digunakan sebagai disintegran karena larut air dan memiliki afinitas yang besar pada air. Water soluble: banyak digunakan untuk tablet larut air seperti tablet/serbuk effervescent b. Penggunaan 2-5%.- Penambahan pewangi dapat dilakukan dalam keadaan kering. Clays Pemakaian: 2-10%. metilselulosa. tragacant. sedangkan yang cair ditambahkan dengan menyemprotkan ke dalam massa cetak Flavour yang digunakan adalah bentuk flavour oil yang diabsorbsikan ke adsorben Jumlah yang digunakan maksimal 0. Starch (amylum) 2. Disintegran Fungsi : untuk memecah tablet Cara pakai : – saat granulasi . Lubrikan . biasanya sebagai fasa luar.75% E. Acdisol ini digolongkan pada super disintegran. Starch 1500 3.Konsentrasi optimum: 1% Fungsi: sebagai eksipien untuk menghilangkan gesekan/friksi saat pengempaan dan penarikan tablet ke luar cetakan Jenis: a. CMC-Na.5-10% (Na-alginat) Memiliki afinitas yang besar terhadap air F. karena dapat menyebabkan perubahan warna secara keseluruhan 7. sifat hilang jika digranulasi Bukan merupakan disintegran yang baik. Water insoluble: paling banyak dan digunakan konsentrasi rendah - Mekanisme: . CMC. Selulosa (selulosa. guar gum) Pemakaian: 1-10% Bukan merupakan disintegran yang baik. Sodium starch glycolate (primogel. Avicel. Gums (agar. Alginat (asam alginat dan Na-alginat) Pemakaian: 1-5% (asam alginat) atau 2. pectin.

a. Ca. dan dicampur pada 2-5 menit akhir dari total waktu pencampuran 10-30 menit Metode penambahan lubrikan di akhir (sebagai fasa luar-setelah granul dibentuk) memberikan hasil yang lebih baik terhadap kekerasan tablet dan kemudahannya untuk dikeluarkan dibandingkan dengan metode penambahan lubrikan saat dilakukan granulasi Sebagai lubrikan tunggal. misalnya lubrikan alkalin stearat. Lubrikan carbowax seringkali diberikan dalam bentuk larutan alkohol Ketika lubrikan ditambahkan saat granulasi. dibutuhkan lubrikan yang semakin banyak Secara umum lubrikan dapat memperlama waktu hancur tablet dan menurunkan kecepatan disolusi karena sifatnya yang hidrofob Perhatian: aspirin tidak stabil dengan adanya senyawa alkaline. Mg-lauril sulfiat pada konsentrasi yang lebih rendah dapat dikombinasi dengan Mg-stearat Water insoluble lubricant Logam (Mg. dan memberikan hasil tablet yang lebih besar sehingga tablet mudah pecah Lubrikan seringkali ditambahkan secara kering ketika semuanya telah homogen. Fluid type lubricant Membentuk lapisan cair antara massa cetak dengan logam cetakan. fine silica > Mg stearat > talk murni Talk mengandung sejumlah kecil Al silikat dan Fe. elastik. Penggantinya dapat digunakan talk. Harus hati-hati untuk zat aktif yang penguraiannya dikatalisis oleh Fe . mereka akan membentuk lapisan di sekitar granul sehingga dapat mengurangi kerusakan tablet setelah dikempa. mudah melar. Dapat meninggalkan noda pada tablet a. Glidan . Tipe ini memiliki adheren terhadap cetakan lebih baik Lubrikan dapat menyebarkan tekanan saat pengempaan dan meningkatkan bobot jenis partikel secara keseluruhan Semakin kecil ukuran granul. dapat dikombinasi dengan Mg-stearat - - Water soluble lubricant Asam borat : 1% Sodium chloride : 5% DL-Leusine :1-5% Carbowax 4000/6000 : 1-5% Sodium oleat : 5% Sodium benzoat : 5% Sodium asetat : 5% Sodium lauril sulfat : 1-5% Mg-lauril sulfat : 1-2% Sodium benzoat + sodium asetat: 1-5% G. Na) stearat : ¼-2% Asam stearat : ¼-2% Sterofex : ¼-2% Talk : 1-5% Waxes : 1-5% Stearowet : 1-5% Gliseril behapte (Compritol 888): dapat pula sebagai pengikat.Secara umum. Boundary type lubricant Dengan berinteraksi antara gugus polar lubrikan dengan molekul pada permukaan logam. Pembentukan lapisan ini juga akan menyebabkan tablet menjadi labih berpori.

3 Perkembangan Formula Tablet Pada bagian ini akan diterangkan pembuatan tablet dan permasalahannya.1-0. jika fungsinya sebagai penghancur. 2. Karena umumnya bahan disini berasal dari catatan atau pengalaman. waktu hancur granul lama sehingga menyebabkan waktu hancur tablet menjadi lama. Sifat dari amilum kering : kompresibilitas kecil. Amilum harus dalam keadaan kering. Zat Aktif A Fase Dalam (92%) Zat Aktif Sesuai dosis Amilum Kering 10% bobot total Musilago amili 10% bobot total (atau 1/3 bobot tablet) Laktosa q. Selain itu.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% Pada tablet yang dinuat dengan menggunakan musilago amili sebagai pengikat. .1-0. Amilum kering yang bisa digunakan adalah amprotab. Bagian ini dibuat untuk pertimbangan pemilihan metode dan formulasi teoritik. Na-lauril sulfat: <1% II. Cab-O-Sil Corn starch Aerosil Talk Syloid : 5-10% : 5-10% : 1-3% : 5% : 0. Cab-O-Sil : 0.Yang paling baik adalah yang larut air. maka tidak ada pustaka pada bagian ini. 5. 3.1.1-0. I. dan penanggulangan permasalahan yang mungkin terjadi pada pembuatan. Syloid : 0. disolusi zat aktif dari dalam granul akan dipersulit. Logam stearat : <1% 3. Anti Adheren . DL-Leusine : 3-10% 7. Granulasi Basah 1. Jika bercampur dengan air maka sifat penghancurnya akan berkurang. Corn starch : 3-10% 6. karena musilago amili yang sudah kering sulit ditembus sehingga disolusi zat aktif dari granul akan lebih sukses. Talk : 1-5% 2. 4. pengeringan granul memerlukan waktu yang lebih lama dan memerlukan suhu pengeringan yang tinggi.5% 4.5% 5. aplikasi formula teoritik. dan yang paling efisien adalah DL-Leusine Biasa digunakan pada produk yang mengandung vitamin E dosis tinggi karena cenderung terjadi picking 1.5% H. dan friabilitas yang jelek.

4.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% Umumnya starch 1500 dan eksplotab digunakan sebagai penghancur luar. jarang digunakan sebagai penghancur fasa dalam. Pengikat diganti PVP untuk zat yang sukar dikompresi. tapi formula ini jarang digunakan. maka dapat ditambahkan ac-di-sol (± 3%) untuk memperbaiki waktu hancur. Formula akan menjadi : Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. Talk 1%.s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Laktosa q. PVP larut dalam air. Amilum kering 5%.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% PVP sifatnya higroskopis. Untuk memperoleh tablet yang lebih baik. maka laktosa dapat diganti dengan avicel. Terdapat . 3. sehingga dapat mengakibatkan tablet menjadi basah. tapi sebenarnya dengan 2% tidak terlalu bermasalah. Amilum kering bukan penghancur FD yang baik. Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. Aerosil 1%.2. Laktosa mempunyai kompresibilitas yang buruk sehingga friabilitasnyapun buruk. Jika sedikit bermasalah dapat digunakan aerosil sebanyak 1% sehingga formula fase luar menjadi : Mg Stearat 1%. Tetapi karena ac-di-sol mahal harganya maka sebagai alternatif dapat digunakan starch 1500 atau primogel/eksplotab sebagai penghancur fasa luar.s Amilum kering 10% dari bobot total Laktosa q. tetapi penguapannya akan diperlama sehingga digunakan pelarut etanol 95%.

lalu dicetak dan dihancurkan (slug) hingga kecepatan aliran ≥4 gr/dt.5% = 98. Avicel pH 102 (berbentuk granul.5%. 1 Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% Laktosa q.tiga jenis avicel yang sering digunakan yaitu : Avicel pH 101 (berbentuk serbuk.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% II. Karena kompresibilitas laktosa buruk. Setelah jadi slug kemudian ditambahkan sisa ½ FL (1. umumnya digunakan dalam formulasi Gkdan KL). umumnya digunakan dalam formulasi GB).s Fase Luar (3%) Mg stearat Talk 1% 2% Pembuatan slug : FD + ½ FL = 97% + 1. misalnya antibiotik.5%) 2. Avicel pH 103 (berbentuk granul dengan ukuran lebih kecil dan dapat menghasilkan waktu hancur yang lebih cepat). maka dapat diganti dengan : Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Laktosa q.s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Avicel q.s . Granulasi Kering Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab. Formula tablet akan menjadi : Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q.

s Mg stearat 1% Talk 2% 3. Penggunaan LHPC 21 akan meningkatkan ongkos produksi karena harga LHPC 21 mahal. tetapi alirannya kurang baik. Selain itu eksplotab berfungsi pula sebagai penghancur. Fase Dalam (97%) Zat aktif A Eksplotab/starch 1500 Avicel sesuai dosis 5% q. sehingga dapat ditambahkan penghancur luar seperti amilum kering. Digunakan kombinasi starch 1500 dan avicel (3:1) yang dikenal pula sebagai ”running powder”. laktosa dapat diganti dengan avicel.Karena laktosa memiliki sifat aliran yang jelek. Syarat-syarat zat aktif untuk cetak langsung adalah : mempunyai sifat aliran yang bagus. Kempa Langsung Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab dan dosisnya kecil. LHPC 21 dapat diganti dengan eksplotab/primorgel atau starch 1500. Avicel memiliki kompresibilitas yang baik. Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Avicel q. eksplotab. Formulasi KL dibatasi oleh jumlah fine (serbuk yang tidak mempunyai sifat aliran (seperti talk. kohesif. Untuk memperbaik alirannya maka diguanakan eksplotab. Tapi daya hancur running powder tidak bagus. dan zat aktif). Jika terlalu besar sebaiknya disluging. Running powder ini memiliki sifat aliran dan kompresibilitas yang baik. . Zat aktif A Laktosa spray dried Mg stearat Talk Amilum kering sesuai dosis q. atau ac-di-sol.s Modifikasi fase luar hampir sama dengan modifikasi fase luar pada formulasi GB. mg stearat. 1. Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Eksplotab (3:7) q. Umumnya dosis zat aktif yang digunakan adalah dibawah 50% agar keseragaman kandungan produk akhir bagus. kompresibilitas. III.s LHPC 21 juga dapat penghancur sehingga amilum kering dapat dihilangkan. Jumlah maksimal dari fine adalah 30%. Digunakan kombinasi avicel dan eksplotab.s 1% 2% 5% 2.

5 g 644 g Fase Luar (8%) Mg stearat Talk Amilum kering Cara menghitung : .5 g Misalnya : Granul FD yang diperoleh 600 g dengan kadar air 2%.04 = 714. bobot granulnya = 0.04 tablet.60 g 600 g + 6.04 g = 5/92 x 600 g = 32. dibuat 1000 tablet Formula : Fase Dalam (92%) Paracetamol 500 g Amilum 10% dari bobot tablet 70 g Musilago amili 10% (1/3 FD) 21.04 g + 32. Fase luar yang ditambahkan : Mg stearat Talk Amilum kering 5% 1% = 1/92 x 600 g = 6.6 g 913. maka untuk kadar air 0%.Laktosa = 644 – (500 + 70 + 21.5) = 52.52 g 2% = 2/92 x 600 g = 13. Granulasi Basah Contoh : Zat aktif paracetamol 500 mg Direncanakan bobot tablet 700 mg.5 g .s 5% atau 3% Contoh Perhitungan Tablet I.98 x 600 = 588 g.Musilago amili = 1/3 x 644 g = 215 g setelah dikeringkan = 10% x 215 g = 21.5 g Laktosa 52.27 g 1% 2% 5% Bobot tablet yang diperoleh = . Jumlah tablet yang diperoleh = 588/644 x 1000 tablet = 913.52 g + 13.Zat aktif A Avicel : Starch 1500 (3:1) Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Eksplotab Ac-di-sol sesuai dosis q.

!!!!! BAB III . Granulasi Kering Contoh : Zat A 400 mg.614/846.076 g Slug + sisa FL = 500 g + 7.5 2.s Mg stearat (1%) Talk (2%) 25 g 217.538 g Talk = 500/591 x 6 = 5. bobot tablet 600 mg. maka sisa FL yang ditambahkan : Mg stearat = 500/591 x 3 = 2.614 g Jumlah tablet yang diperoleh = 500/591 x 1000 = 846.5%) Zat A Amilum Laktosa Mg stearat Talk 400 g 60 g 122 g 582 g 6 12 g g 400 g 60 g 122 g 3 g 6 g 591 g Misalnya : slug yang diperoleh = 500 mg. dibuat 1000 tablet Formula : Zat A Pengisi q. bobot tablet 250 mg.024 g Bobot tablet = 507.6 g III.5 5 250 g g g g Bahan siap dikempa menjadi tablet….II..024 ≈ 0.614 g = 507. Kempa Langsung Contoh : Zat A 25 mg. jumlah tablet 1000 tablet Formula : Fase dalam (97%) Zat A Amilum 10% bobot tablet Laktosa Fase Luar (3%) Mg stearat 1% Talk 2% Slug (98.

Granulometri berhubungan dengan sifat aliran granul. Kadar Pemampatan BJ nyata setelah pemampatan . Bobot Jenis a. Lihat volume setelah pemampatan. Bj nyata setelah pemampatan = bobot/volume setelah pemampatan Pemampatan 500 x BJ nyata 3. Mampatlkan 500 x dengan alat volumeter . aliran akan lebih baik. Evaluasi Granul Evaluasi granul terutama dilakukan untuk formula baru atau pada modifikasi formula. Granulometri Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran granul). Diharapkan ukuran granul tidak terlalu berbeda. Baca volume. 2. Diharapkan ukuran granul mengikuti kurva distribusi normal. Untuk formula yang sama evaluasi granul tidak perlu dilakukan. Evaluasi granul meliputi: 1. Bobot jenis nyata Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul . Obat jenis nyata setelah pemampatan Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul. Dalam melakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak dengan berbagai ukuran. Bobot jenis nyata = bobot/volume c. Jika ukuran granul berdekatan. • • • • • Timbang 100 gr granul Letakkan granul pada pengayak paling atas Getarkan mesin 5-30 menit. Mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya disusun pengayak dengan mesh yang makin kecil. Bobot jenis sejati Bobot jenis sejati diukur dengan piknometer gas Beckman b.EVALUASI TABLET A. tergantung dari ketahanan granul pada getaran Timbang granul yang tertahan pada tiap-tiap pengayak Hitung persentase granul pada tiap-tiap pengayak Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul.

cara tidak bebas (paksa) digetarkan Biasanya jika 100 g granul mengalir dalam 10 detik maka aliran baik. Jika x = 25. Aliran a. Metode corong dapat dilakukan dengan 2 cara : a. cara bebas b.30 sangat mudah mengalir 30. Metode sudut istirahat Masukkan 100 g granul (tutup bagian bawah corong) Tampung granul di atas kertas grafik Hitung x.aliran buruk 5. Kandungan Lembab . b. Kompresibilitas % K= Dapt –Davc x 100 % Dapt Davc = Berat jenis nyata sebelum pemampatan Dapt = Berat jenis nyata setelah pemampatan 500 x Jika % K : 5 – 10 % ——– aliran sangat baik 11 – 20 % ——– aliran cukup baik 21 – 25 % ——– aliran cukup >26 % ——.%T = Vo – V500 Vo %T = Kadar pemampatan Vo = Volume sebelum pemampatan V500 = Volume setelah pemampatan 500 x %T < 20 atau ^V<20 ml granul memiliki aliran yang baik Kadar pemampatan dan berat jenis dapat untuk menilai aliran. Metode corong (128)/132 Mengukur kecepatan aliran 100 g granul menggunakan corong kaca dengan dimensi sesuai.45 mengalir > 45 kurang mengalir 6. 4.40 mudah mengalir 40.

Visual /Organoleptik a. Keseragaman diameter 2. % KB = W1/W x 100 % % KB = Kandungan bobot % KL = Wa/W1 x 100 % % KL = Kandungan lembab Wa = W – W1 W = bobot mula-mula W1 = bobot setelah pengeringan B. Bau c.Kandungan lembab diukur dengan pemanasan (gravimetric) menggunakan alat seperti Moisture Balance . Kekerasan 3. Evaluasi Tablet (Produk Akhir) 1. Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu. Keseragaman kandungan 5. Pada proses pengukuran friabilitas. dengan cara visual menggunakan loop agar permukaan tablet lebih jelas terlihat b. Uji kadar zat aktif 3. . Keragaman bobot b. Uji Keamanan/Toksisitas Untuk menguji apakah ada bahan-bahan lain yang toksik dalam tablet 4. Keseragaman tebal b. Keseragaman ukuran a. Disolusi 7. Rasa 2. Sering kali tablet bersalut lebih banyak dikontaminasi oleh bakteri disbandingkan oleh tablet tidak bersalut karena kelembaban internal tablet salut merupakan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan bakteri. Keragaman sediaan a. Sifat fisika kimia 1. alat diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit dan waktu yang digunakan adalah 4 menit. Jadi ada 100 putaran. Friabilitas diukur dengan friabilator (gambar terlampir). Uji Mikrobiologi Terutama dilakukan pada tablet yang mengandung bahan-bahan yang mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Lingkungan produksi yang kurang bersih juga merupakan likungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba. Rupa. Uji Friabilitas Tablet Data friabilitas digunakan untuk mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang dialaminya sewaktu pengemasan dan pengiriman. Friabilitas 4. Waktu hancur 6. Oleh karena itu beberapa industri memberikan persyaratan kemurnian yaitu batas angka mikroba.

4 hal 28) Uji Disolusi <1231> Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera dalam masing-masing monografi untuk sediaan tablet dan kapsul. Masukan seluruh tablet yang telah ditimbang ke dalam friabilator. goncangan atau getaran signifikan yang melebihi gerakan akibat perputaran alat pengaduk. suatu batang logam yang digerakkan oleh motor dan keranjang berbentuk silinder. Untuk tablet dengan bobot < 650 mg. suatu motor. bersihkan dari debu dan timbang dengan seksama. Bila pada etiket dinyatakan bahwa sediaan bersalut enterik. Setelah selesai. keluarkan tablet dari alat. Hitung persentase bobot yang hilang selama pengujian. Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah. gesekan dan guncangan mekanik. timbang sejumlah tablet hingga beratnya mendekati 6. Bagian dari alat. (USP & NF 1994) Penyimpanan Tablet Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya. tinggi 160 mm hingga 175 mm. Wadah tercelup sebagian di dalam suatu tangas air yang sesuai berukuran sedemikian sehingga dapat mempertahankan suhu dalam wadah pada 37º ± 0. timbang tablet sebanyak 10 buah.menjaga agar gerakan air dalam tangas air halus dan tetap. pergunakan salah satu sesuai dengan yang tertera dalam masing-masing monografi.5 g. Kondisi penyimpanan khusus harus dicantumkan dalam etiket. sedangkan dalam masing-masing monografi. Kondisi khusus penyimpanan dan pengemasan direkomendasikan pada monograpi masingmasing . (The International Pharmacopoeia 3rd ed Vol. Untuk tablet efervesen. Jalankan alat selama 4 menit. Untuk tablet yang baik (dipersyaratkan di Industri). Lebih dianjurkan wadah disolusi berbentuk silinder dengan dasar setengah bola.Mula-mula tablet dibersihkan dahulu dari debunya kemudian ditimbang dengan seksama. uji disolusi atau uji waktu hancur tidak secara khusus dinyatakan untuk sediaan bersalut enterik. . Untuk tablet dengan bobot > 650 mg. Pada bagian atas wadah ujungnya melebar. diameter dalam 98 mm hingga 106 mm dan kapasitas nominal 1000 ml. Dari jenis alat yang diuraikan disini. maka tablet tersebut tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Persyaratan disolusi tidak berlaku untuk kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam masing-masing monografi. termasuk lingkungan tempat alat diletakkan tidak dapat memberikan gerakan. bobot yang hilang tidak boleh lebih dari 1 %. misal pada saat pengemasan dan transportasi. Alat 1. Tablet harus cukup bertahan selama proses penanganan. harus disimpan pada wadah yang tertutup sangat rapat atau kemasan yang kedap terhadap lembab dan mungkin perlu ditambahkan zat adsorbent seperti silika gel. Penggunaan alat yang memungkinkan pengamatan contoh dan pengadukan selama pengujian berlangsung. Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang hilang terlalu besar). tanpa harus kehilangan intregitasnya. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah. lembab.5 ºC selama pengujian berlangsung dan. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah dilakukan. kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. maka digunakan cara pengujian untuk sediaan lepas lambat seperti yang tertera pada uji Pelepasan Obat <961>. Alat terdiri dari sebuah wadah bertutup yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lain yang inert. maka pengujian harus diulang sebanyak dua kali.

atur pH larutan sedemikian hingga berada dalam batas 0. Sediaan dimasukkan ke dalam keranjang yang kering pada tiap awal pengujian.] Waktu Bila dalam spesifikasi hanya terdapat satu waktu. Alat dianggap sesuai bila hasil yang diperoleh berada dalam rentang yang diperbolehkan seperti yang tertera dalam sertifikat dari kalibrator yang bersangkutan. Bila dinyatakan dua waktu atau lebih. Media disolusi Gunakan pelarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. Alat 2. Batang berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dan 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertikal wadah dan berputar dengan halus tanpa goyangan yang berarti. Suatu alat pengatur kecepatan digunakan sehingga memungkinkan untuk memilih kecepatan putaran yang dikehendaki dan mempertahankan kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi dalam batas lebih kurang 4%. Sediaan dibiarkan tenggelam ke dasar wadah sebelum dayung mulai berputar. bedanya pada alat ini digunakan dayung yang terdiri dari daun dan batang sebagai pengaduk. Oleh karena itu.0001 inci (2. gas terlarut harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum pengujian dimulai. Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu . cuplikan dapat diambil hanya pada waktu yang ditentukan dengan toleransi ± 2%.5º.05 satuan pH yang tertera pada masing-masing monografl. Sepotong kecil bahan yang tidak bereaksi seperti gulungan kawat berbentuk spiral dapat digunakan untuk mencegah mengapungnya sediaan. [Catatan Gas terlarut dapat membentuk gelcmbung yang dapat merubah hasil pengujian. Dayung memenuhi spesifikasi pada Gambar 2.untuk mencegah penguapan dapat digunakan suatu penutup yang pas. pasang alat. gunakan kasa 40 mesh. Bila Media disolusi adalah suatu larutan dapar. Dapat juga digunakan keranjang berlapis emas setebal 0. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Daun melewati diameter batang sehingga dasar daun dan batang rata. dan angkat termometer. pengujian dapat diakhiri dalam waktu yang lebih singkat bila persyaratan jumlah minimum yang terlarut telah dipenuhi. Batang logam berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada tiap titik dari sumbu vertikal wadah berputar dengan halus dan tanpa goyangan yang berarti. Prosedur untuk kapsul. Sama seperti Alat 1. Komponen batang logam dan keranjang yang me-rupakan bagian dari pengaduk terbuat dari baja tahan karat tipe 316 atau yang sejenis sesuai dengan spesifi-kasi pada Gambar 1. Jarak antara dasar bagian dalam wadah dan keranjang adalah 25 mm ± 2 mm selama pengujian berlangsung. Uji kesesuaian alat Lakukan pengujian masing-masing alat menggunakan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis disintegrasi dan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis bukan disintegrasi sesuai dengan kondisi percobaan yang tertera. Daun dan batang logam yang merupakan satu kesatuan dapat disalut dengan suatu penyalut inert yang sesuai. Masukkan 1 tablet atau 1 kapsul ke dalam alat.5 µm). tablet tidak bersalut dan tablet bersalut bukan enterik Masukkan sejumlah volume Media disolusi seperti yang tertera dalam masing-masing monografi ke dalam wadah. biarkan Media disolusi hingga suhu 37º ± 0. Jarak 25 mm ± 2 mm antara daun dan bagian dalam dasar wadah dipertahankan selama pengujian berlangsung.

Lanjutkan pengujian terhadap bentuk sediaan tambahan. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan Media disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar atau daun dari alat dayung. Alat Alat terdiri atas suatu rangkaian keranjang. Bila cangkang kapsul mengganggu. persyaratan dipenuhi bila jumlah zat aktif yang terlarut dari sediaan yang diuji sesuai dengan tabel penerimaan.yang dinyatakan. Uji Waktu Hancur Tablet Dan Kapsul Uji ini dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang tertera dalam masing-masing monografi. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet atau kapsul digunakan sebagai tablet isap atau dikunyah atau dirancang untuk pelepasan kandungan obat secara bertahap dalam jangka waktu tertentu atau melepaskan obat dalam dua periode berbeda atau lebih dengan jarak waktu yang jelas di antara periode pelepasan tersebut. dinyatakan dalam persentase kadar pada etiket. gelas piala berukuran 1000 ml. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. keluarkan isi tidak kurang dari 6 kapsul sesempuma mungkin. Buat koreksi seperlunya. tidak lebih dari 2 unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% dan tidak satu unit pun yang lebih kecil dari Q – 25%. termostat untuk memanaskan cairan media antara 35º hingga 39º dan alat untuk menaikturunkan keranjang . Sediaan dinyatakan hancur sempurna bila sisa sediaan yang tertinggal pada kasa alat uji merupakan masa lunak yang tidak mempunyai inti yang jelas. Faktor koreksi lebih besar 25% dari kadar pada etiket tidak dapat diterima. penetapan. tidak kurang 1 cm dari dinding wadah. Tabel Penerimaan Tahap Jumlah yang diuji S1 S2 S3 6 6 12 Kriteria Penerimaan Tiap unit sediaan tidak kurang dari Q + 5% Rata-rata dari 12 unit (S1 +S2) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q dan tidak satu unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% Rata-rata dari 24 unit (S1 + S2+ S3) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q. Harga Q adalah jumlah zat aktif yang terlarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. kecuali bagian dari penyalut atau cangkang kapsul yang tidak larut. angka 5% dan 15% dalam tabel adalah persentase kadar pada etiket. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. dengan demikian mempunyai arti yang sama dengan Q. Uji waktu hancur tidak menyatakan bahwa sediaan atau bahan aktifnya terlarut sempurna. Tetapkan jenis sediaan yang akan diuji dari etiket serta dari pengamatan dan gunakan prosedur yang tepat untuk 6 unit sediaan atau lebih. Lanjutkan pengujian sampai tiga tahap kecuali bila hasil pengujian memenuhi tahap S atau S. larutkan cangkang kapsul dalam sejumlah volume Media disolusi seperti yang dinyatakan. Interpretasi Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi.

Bila tablet tidak hancur sempurna. Rangkaian keranjang Rangkaian keranjang terdiri atas 6 tabung transparan yang kedua ujungnya terbuka. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut. masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat.18 hingga 1.dalam cairan media pada frekuensi yang tetap antara 29 kali hingga 32 kali per menit melalui jarak tidak kurang dari 5.025 inci). kawat kasa berada paling sedikit 2. dengan enam buah lubang. digunakan vntuk menggantungkan rangkaian keranjang. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Volume cairan dalam wadah sedemikian sehingga pada titik tertinggi gerakan ke atas.15 mm dan diameter 20. Rancangan rangkaian keranjang dapat sedikit berbeda asalkan spesifikasi tabung kaca dan ukuran kasa dipertahankan. Tablet bersalut bukan enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna.25 cm. Terdapat lima lubang berukuran 2 mm yang tembus dari atas ke bawah.5 cm dari dasar wadah. Seluruh permukaan cakram licin. tabung-tabung ditahan pada posisi vertikal oleh dua lempengan plastik. Cakram dibuat dari bahan plastik transparan yang sesuai. Bagian-bagian alat dirangkai dan dikencangkan oleh tiga buah baut melalui kedua lempengan plastik. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna.5 mm ± 0.3 cm dan tidak lebih dari 5. Setelah alat dijalankan telama 30 menit. termasuk pencelupan dalam air dan cairan lambung buatan LP adalah sama . Cakram Tiap tabung mempunyai cakram berbentuk silinder dengan perforasi. masing-masing dengan diameter 9 cm. bukan gerakan yang tiba-tiba dan kasar.5 mm dan dalam 2.20. angkat keranjang dan amati semua tablet. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi. Waktu yang diperlukan bergerak ke atas adalah sama dengan waktu yang diperlukan untuk bergerak ke bawah dan perubahan pada arah gerakan merupakan perubahan yang halus.60 mm persegi dan pada bagian atas silinder lebar 9. mempunyai bobot jenis antara 1. gunakan air bersuhu 37º ± 2º sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi.5 mm dan tebal dinding lebih kurang 2 mm. masing-masing berdiameter lebih kurang 24 mm dan berjarak sama dari pusat lempengan maupun antara lubang satu dengan lainnya.7 cm.15 mm. tanpa gerakan horizontal yang berarti atau gerakan sumbu dari posisi vertikalnya. Kemudian masukkan cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. masing-masing dengan panjang 7. Prosedur Tablet tidak bersalut Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. diameter dalam lebih kurang 21. tebal 6 mm. ganti dengan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º dan teruskan pengujian hingga jangka waktu keseluruhan. Pada sisi silinder terdapat 4 lekukan dengan jarak sama berbentuk V yang tegak lurus terhadap ujung silinder.55 mm.5 cm di bawah permukaan cairan dan pada gerakan ke bawah ber-jarak tidak kurang dari 2. tebal 9. salah satu lubang melalui sumbu silinder. Suatu alat pengait dipasang pada alat yang menaikturunkan rangkaian keranjang melalui satu titik pada sumbunya. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media.75 cm ± 0. sedangkan lubang lain paralel terhadapnya dengan radius jarak 6 mm.7 mm ± 0. Rangkaian keranjang bergerak vertikal sepanjang sumbunya. Ukuran tiap lekukan sedemikian hingga bagian yang terbuka pada dasar silinder luasnya 1. Pada permukaan bawah lempengan dipasang suatu kasa baja tahan karat berukuran 10 mesh nomor 23 (0.

dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi ditambah 30 menit, angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Tablet salut enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut, celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. Tanpa menggunakan cakram jalankan alat, gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media. Setelah alat dijalankan selama satu jam, angkat keranjang dan amati semua tablet: tablet tidak hancur, refak atau menjadi lunak. Kemudian masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat, gunakan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media selama jangka waktu 2 jam ditambah dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi atau bila dalam monografi dinyatakan hanya tablet salut enterik, maka hanya selama batas waktu yang dinyatakan.dalam monografi. Ajigkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Tablet bukal Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut, tanpa menggunakan cakram. Setelah 4 jam, angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Tablet sublingual Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet iidak bersalut, tanpa menggunakan cakram. Amati tablet dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi: semua tablet harus hancur. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Kapsul gelatin keras Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut, tanpa menggunakan cakram. Sebagai pengganti cakram digunakan suatu kasa berukuran 10 mesh seperti yang diuraikan pada rangkaian keranjang, kasa ini ditempatkan pada permukaan lempengan atas dari rangkaian keranjang. Amati kapsul dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi, semua kapsul harus hancur, kecuali bagian dari cangkang kapsul. Bila 1 tablet atau 2 kapsul tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 kapsul lainnya: tidak kurang 16 dari 18 kapsul yang diuji harus hancur sempurna. Kapsul gelatin lunak Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Kapsul gelatin keras.

BAB IV CONTOH TABLET

Daftar Tablet pada USP 26 2003

Acepromazine maleate, 15 Acetaminophen, Acetazolamide, 41 Acetohexamide, 43 Acetohydroxamide acid, 44 Acyclovir, 50 Albendazole, 54 Albuterol, 56 Allopurinol, 64 Alprazolam, 66 Alumina, Aminobenzoate potassium, 117 Aminocarproic acid, 120 Aminoglutethimide 122 Aminopentamide sulfate, 124 Aminophylline, 127 Aminosalicylate sodium, 128 Amiosalycylic acid, 130 Amitriptyline HCl, 133 Amodiaquine HCl, 138 Amoxicillin, 142 Ampicillin, 150 Anileridine HCl, 156 Apomorphine HCl, 166 Ascorbic acid, 171 Asian ginseng, 2762 Aspirin, 175 Astemizole, 185 Atenolol, 186 Atropine sulfate, 193 Azatadine maleate, 197 Azathioprine, 198 Bacampicillin HCl, 204 Baclofen, 209 Barium hydroxide lime sulfate, 212 Bendroflumethiazide, 216 Benztropine mesylate, 228 Bethametasone, 234 Betaxolol, 244 Bethanecol chloride, 245 Biperiden HCl, 250 Bisacodyl, 252 Bromocriptine mesylate, 268 Bromopheniramine maleate, 272 Bumetadine, 275

Bupropion HCl, 280 Buspirone HCl, 282 Busulfan, 283 Butabarbital sodium, 286 Butalbital, Caffeine, Calcium, 299, 302, 309, 311, 314 Captopril, 320 Carbamazepine, 324 Carbidopa, 329 Carbinoxamine maleate, 330 Carboxymethylcellulose sodium, 343 Corisoprodol, 341 Carteolol HCl, 345 Cascara, 348 Cefaclor, 352 Cefadroxil, 354 Cefixime, 362 Cefpodoxime proxetil, 380 Cefprozil, 381 Cephalexine, 396 Cepharadine, 402 Chlorambucil, 406 Chloramphenicol, 409 Chlordiazepoxide, 415 Chloroquine phosphate, 424 Chlorothiazide, 426 Chlorpeniramine maleate, 430 Chlorpromazine HCl, 436 Chlorpropamide, 437 Chlorthalidone, 441 Chlorzoxazone, 442 Cimetidine, 454 Ciprofloxacin, 460 Clarithromycin, 466 Clemastine fumarate, 468 Clomiphene citrate, 485 Clonazepam, 488 Clonidine HCl, 489 Clozapine, 500 Codein, 507, 508 Colchicine, 509 Cortisone acetate, 518 Cyclizine HCl, 526 Cyclobenzaprine HCl, 527

Cyclophosphamide, 530 Cyproheptadine HCl, 536 Dapsone, 543 Dehydrocholic acid, 547 Demeclocycline HCl, 550 Desipramine HCl, 552 Dexchlorpheniramine maleate, 570 Dextroamphetamine sulfate, 578 Diazepam, 589 Dichlorpenamide, 594 Diclofenac sodium, 596 Dicyclomine HCl, 599 Diethylcarbamazine citrate, 602 Diethyl propion HCl, 604 Diethyl stilbestrol, 605 Diflunisal, 609 Digitalis, 611 Digoxin, 616 Dihydrotachisterol, 621 Dihydroxyalumunium Na-carbonat, 624 Diltiazem HCl, 628 Dimenhydrinace, 630 Diphenhydramine, 638 Diphenoxylate, 641 Dipyridamole, 645 Dirithromycin, 646 Disulfiram, 649 Divalproex sodium, 650 Docusate sodium, 658 Doxycycline hydate, 670 Doxylamine succinate, 672 Dydrogestrone, 677 Dyphylline, 679 Enalapril maleate, 700 Ephedrine, 1806 Ergocalciterol, 717 Ergoloid mesylate, 720 Ergonovine maleate, 722 Ergotamine tartrate, 725 Erythromycin, 731 Estrogen, 748 Estropipate, 753 Ethacrinic acid, 755 Ethambutol HCl, 756

958 . 932 Hydroxyzine HCl. 877 Guaifenesine. 866 Glycopirrolate. 937 Hyoscyamine.Ethynil estradiol. 759 Ethionamide. 791 Flecainide acetate. 788 Finasteride. 926 Hydromorphone HCl. 819 Fluphenazine HCl. 912 Hydrocortisone. 850 Glipizide. 836 Furosemide. 828 Folic acid. 886 Guanadrel sulfate. 775 Fenoprofen calcium. 886 Guanathidine monosulfate. 2765 Glyburide. 890 Haloperidol. 916 Hydroflumethiazide. 780 Ferrous sulfate. 760 Ethotoin. 768 Etodolac. 770 Famotidine. 880 Guanabenz acetate. 947 Imipramine HCl. 765 Etidronate disodium. 859 Glucosamine. 832 Furozolidone. 823 Flurbiprofen. 817 Fluoxymesterone. 764 Ethynodiol diacetate. 940 Ibuprofen. 839 Gemfibrozil. 870 Griseofulvin. 909 Hydrochlorthiazide. 894 Hydralazine HCl. 928 Hydroxychloroquine sulfate. 910 Hydrocodone bitartrate. 796 Fluoxetine. 888 Guanfacine. 793 Fludrocortisone acetate.

1061 Leucovorin calcium. 1159 Mesolamine. 1050 Labetalol HCl. 1068 Lisinopril. 1026 Isopropamide iodide. 1129 Mebendazole. 1140 Megestrole acetate. 1109 Magnesium trisilikat. 1128 Mazindol. 1144 Menadiol sodium diphosphate. 1074 Liothyronine sodium. 1089 Loperamide HCl. 1063 Levamisole HCl. 1069 Levodopa. 1071 Levonogestrel. 1146 Meperidine HCl. 1087 Lithium carbonate. 1047 Ketorolac thromethamine. 995 Iopanoic acid. 1042 Ketoconazole.Indapamide. 1120 Maprotiline HCl. 1143 Melphalan. 1165 Mesoridazine besylate. 1100 Magaldarate. 1000 Isoniazide. 1152 Mephenytoin. 1134 Meclizine HCl. 1132 Mecamylamine HCl. 1037 Isoxsuprine HCl. 961 Iodoquinol. 1027 Isosorbide dinitrate. 1053 Letrozole. 1136 Medroxyprogesterone acetate. 1106 Magnesia. 1167 . 1085 Liotrix. 1098 Lovastatin. 1093 Lorazepam. 1158 Mercaptopurine. 1154 Meprobamate. 1072 Levorphanol tartrate. 1153 Mephobarbital. 1065 Levocarnithine.

1188 Methotrexate. 1305 Niacinamide. 1253 Nadolol.Mestranol. 1207 Methylpenidate HCl. 1306 Nifedipine. 1266 Naltrexone HCl. 1343 Oxandrolone. 1335 Norgestrel. 1168 Metaproterenol sulfate. 1183 Methimazole. 1228 Metyrapone. 1260 Nafcillin sodium. 1358 Oxazepam. 1219 Metolazone. 1359 . 1220 Metoprolol tartrate. 1245 Moricizine HCl. 1196 Methylcellulose. 1191 Methyclothiazide. 1274 Niacin. 1229 Minicycline HCl. 1216 Metoclopramide. 1240 Minoxidil. 1178 Methazolamide. 1177 Methamphetamine HCl. 1215 Methysergide maleate. 1263 Nalidixic acid. 1208 Methylprednisolone. 1337 Nystatin. 1269 Naproxen. 1201 Methylergonovine maleate. 1172 Methadone HCl. 1179 Methdilazine HCl. 1210 Methyltestosterone. 1328 Norfloxacin. 1181 Methenamine. 1317 Nitroglycerin. 1200 Methyldopa. 1223 Metronidazole. 1186 Methocarbamol. 1243 Molindone HCl. 1241 Mitotane. 1313 Nitrofurantoin. 1321 Norethindrone.

1539 Probenecide. 1476 Pimozide. 1579 Propylthiouracil. 1439 Phenazopyridine HCl. 1379 Pancreatin. 1366 Oxycodone HCl. 1482 Piperazine citrate. 1486 Praziquantel. 1458 Phenylpropanolamine HCl. 1403 Penicillamine. 1447 Phenobarbital. 1398 Penbutolol sulfate. 1413 Pergolide. 1454 Phenylbutazone. 1449 Phentermine HCl. 1464 Phenytoin. 1368 Oxymetholone. 1553 Procyclidine HCl. 1406 Penicillin. 1444 Phenelzine sulfate. 1376 Oxytetracycline. 1538 Primadone. 1467 Phytonadione. 1562 Propantheline bromide. 1588 . 1574 Propranolol HCl. 1443 Phendimetrazine tartrate. 1391 Pancrealipase. 1361 Oxtriphylline.Oxprenolol HCl. 1560 Promethazine HCl. 1554 Promazine HCl. 1585 Protriptyline HCl. 1436 Perphenazine. 1545 Prochlorperazine maleate. 1480 Pindolol. 1543 Procainamide HCl. 1362 Oxybutynin chloride. 1565 Propoxyphene napsylate. 1394 Papaverine HCl. 1536 Primaquine phosphate. 1524 Prednisolone. 1396 Paramethasone acetate. 1446 Phenmetrazine HCl. 1529 Prednisone. 1541 Probucol.

1776 Testolactone. 1737 Sulfapyridine. 1618 Rauwolfia serpentina. 1602 Pyrvinium pamoate. 1604 Quazepam. 1736 Sulfametoxazole. 1755 Terbutaline sulfate. 1743 Sulfinpyrazone. 1705 Sucralfate. 1747 Tamoxifen citrate. 1663 Scopolamine HBr. 1811 Thiamine HCl. 1805 Thiabendazole. 1780 Theopylline. 1658 Salsalate. 1815 . 1670 Selegiline HCl. 1745 Sulindac. 1612 Ranitidine. 1653 Saccharin sodium.Pyrazinamide. 1684 Sodium bicarbonate. 1621 Repaglinide. 1696 Sodium salicylate. 1600 Pyrilamine maleate. 1627 Riboflavine. 1604 Quinidine sulfate. 1682 Simvastatin. 1732 Sulfamethizole. 1596 Pyridostigmine bromide. 1642 Reserpine. 1674 Sennosides. 1598 Pyridoxine HCl. 1679 Simethicone. 1601 Pyrimetamine. 1729 Sulfadimethoxine. 1637 Ritrodine HCl. 1609 Quinin sulfate. 1741 Sulfasalazine. 1719 Sulfadiazine. 1690 Sodium chloride. 1693 Sodium fluoride. 1745 Sulfisoxazole.

1893 Trioxsalem. 1827 Acenocoumarol /Nicoumalone. 1895 Triprolidine HCl. 1885 Trihexyphenidyl HCl. 1837 Aloxiprin. 1874 Trichlormethiazide. 1855 Trazodone HCl. 1888 Trimeperazine tartrate. 1876 Trifluoperazine HCl. 1831 Timolol maleate. 1938 Zalcitabine. 1842 Amiloride. 1882 Triflupromazine HCl. 1832 Aciclovir . 1925 Warfarin sodium. 1901 Ubidecarenone. 1821 Thioridazine HCl. 1818 Thioguanine. 1828 Aciclovir. 1840 Tocainide HCl. 2854 Ursodiol. 1863 Triazolam. 1854 Tolmetin sodium. 1953 Daftar Tablet pada BP 2001 Acebutolol. 1851 Tolbutamide. 1828 Acetazolamide. 1833 Alimemazine /Trimeprazine. 1859 Triamcinolone. 1843 . 1837 Allopurinol. 1839 Aluminium Hydroxide. 1825 Thyroid. 1950 Zidovudine.Thiethylperazine maleate. 1891 Trimethoprim. 1850 Tolazamide. Dispersible. 2856 Verapamil HCl. 1898 Trisulfapyrimidines. 1914 Valerian.

1874 Benzatropine. Enteric-coated. 1927 Chlorambucil. 1889 Bromocriptine. 1909 Carbamazepine. 1907 Calcium Lactate.Aminoglutethimide. 1903 Calcium Carbonate . 1904 Calcium Folinate. 1845 Amiodarone. 1899 Calcium and Colecalciferol. 1844 Aminophylline. 1907 Calcium Gluconate . 1937 Chloroquine Sulphate. Chewable. 1847 Ascorbic Acid. Slow. Effervescent Soluble. Effervescent. 1905 Calcium Gluconate. 1902 Calcium and Ergocalciferol. 1875 Betamethasone Sodium Phosphate. 1911 Cascara. 1916 Cefalexin. 1867 Bendroflumethiazide /Bendrofluazide. 1929 Chlordiazepoxide Hydrochloride. 1920 Cefuroxime Axetil. 1893 Bumetanide. 1893 Brompheniramine. 1908 Captopril. 1887 Betamethasone. 1933 Chloroquine Phosphate. 1859 Atenolol. 1866 Baclofen. 1860 Aspirin. 1864 Azapropazone. 1872 Benorilate. 1896 Busulfan. 1865 Azathioprine. 1938 . 1886 Bisacodyl. 1847 Amitriptyline. 1859 Aspirin . 1862 Atropine. 1858 Aspirin and Caffeine. 1895 Bumetanide and Slow Potassium. 1858 Aspirin . 1910 Carbimazole. 1914 Cefaclor . Dispersible. 1858 Aspirin .

1999 Cyclizine. 1991 Cyanocobalamin. 1946 Cimetidine. 2016 . Paediatric. Dispersible. 1943 Chlortalidone. 1949 Ciprofloxacin. 1975 Co-codaprin. 1985 Colistin. 1992 Co-triamterzide. 2015 Diazoxide. 1976 Co-codaprin . 1985 Colecalciferol. 1942 Chlorpropamide. 1962 Clonidine. 2006 Desipramine. 2000 Cyclopenthiazide. 1996 Co-trimoxazole . 1989 Cortisone. 1996 Co-trimoxazole . 2012 Diazepam. 2002 Cyproheptadine. 1993 Co-trimoxazole. 1974 Co-codamol. 1970 Co-amoxiclav. 1954 Clomifene. 1977 Co-dergocrine. 2008 Dexamethasone. 1964 Co-amilofruse. 1997 Codeine Phosphate. 2010 Dextromoramide. Dipersible. 2009 Dexamfetamine. 1950 Clemastine. 1971 Co-beneldopa . 1980 Co-dydramol. 1980 Colchicine. 1982 Co-magaldrox. 1973 Co-careldopa. 1941 Chlorpromazine. 1968 Co-amilozide. 2002 Cyproterone. Dispersible. 1990 Co-proxamol. 2000 Cyclophosphamide. 2003 Dapsone. 1944 Choline Theophyllinate. 1990 Co-tenidone.Chlorphenamine /Chlorpheniramine.

2020 Diethylstilbestrol. 2023 Digitoxin. Slow. 2059 Ergotamine Sublingual. 2021 Diflunisal. 2027 Dimenhydrinate. 2081 Ferrous Sulphate. 2049 Droperidol. 2063 Erythromycin Stearate.Dichlorophen. 2042 Dosulepin /Dothiepin. 2056 Ergocalciferol. Dispersible. 2030 Dipyridamole. 2062 Estropipate. 2034 Docusate. 2057 Ergometrine. 2041 Domperidone. 2016 Diclofenac. 2065 Ethambutol. 2076 Ferrous Fumarate and Folic Acid. 2045 Doxycycline . 2027 Diloxanide. 2072 Fenbufen. 2082 Flecainide. 2067 Ethinylestradiol. 2028 Dipipanone and Cyclizine. 2099 . 2059 Erythromycin Ethyl Succinate. 2051 Dydrogesterone. 2082 Ferrous Sulphate . 2018 Diclofenac . 2076 Fenoprofen. 2018 Dicycloverine /Dicyclomine. 2024 Digoxin. 2082 Flavoxate. 2080 Ferrous Fumarate. 2031 Disulfiram. 2088 Fludrocortisone. Prolonged-release. 2064 Erythromycin. 2084 Flucytosine. 2025 Dihydrocodeine. 2052 Ephedrine Hydrochloride. 2067 Etodolac. 2088 Fluphenazine. 2070 Famotidine. 2080 Ferrous Gluconate.

2154 Hydroxychloroquine. 2189 Labetalol. 2207 Lofepramine. 2162 Imipramine. 2102 Fluvoxamine. 2108 Furosemide /Frusemide. 2186 Isradipine. 2183 Isosorbide Dinitrate. 2208 Loprazolam. 2105 Fosfestrol. 2164 Indoramin. 2206 Lithium Carbonate. 2121 Glyceryl Trinitrate. 2153 Hydrotalcite. 2165 Inositol Nicotinate. 2166 Iopanoic Acid. 2194 Levodopa. 2212 . 2210 Lorazepam. 2198 Levonorgestrel and Ethinylestradiol. 2198 Levothyroxine /Thyroxine. 2156 Hyoscine Butylbromide. Slow. 2128 Guanethidine. 2104 Folic Acid. 2120 Glipizide. 2204 Lisinopril. 2125 Griseofulvin. 2157 Hyoscine. 2121 Gliquidone. 2115 Glibenclamide. 2129 Haloperidol. 2143 Hydroflumethiazide.Flurbiprofen. 2212 Lormetazepam. 2159 Ibuprofen. 2143 Hydrochlorothiazide. 2199 Liothyronine. 2119 Gliclazide. 2111 Gemfibrozil. 2185 Isosorbide Mononitrate. 2139 Hydralazine. 2176 Isoniazid. 2207 Lithium Carbonate .

2251 Mitobronitol. 2222 Megestrol. 2257 Moxisylyte /Thymoxamine. 2237 Methylphenobarbital. 2269 Nicotinyl Alcohol. 2266 Neostigmine. 2280 Orciprenaline. 2272 Nitrazepam. 2287 . 2274 Nitrofurantoin. Prolonged-release. 2235 Methylcellulose. 2240 Metoclopramide. 2238 Methylprednisolone. 2231 Metformin. 2259 Nalidixic Acid. 2260 Naproxen.Magnesium Trisilicate . 2247 Mianserin. 2277 Nortriptyline. 2244 Metronidazole. 2230 Mepyramine. 2253 Morphine. 2276 Norfloxacin. 2258 Nabumetone. 2231 Methadone. Compound. 2230 Mercaptopurine. 2226 Menadiol Phosphate. 2285 Orphenadrine Hydrochloride. 2279 Nystatin. 2275 Norethisterone. 2236 Methyldopa. 2228 Meptazinol. 2264 Neomycin. 2269 Nicotinic Acid. 2249 Minocycline. 2256 Morphine Sulphate . 2234 Methotrexate. 2270 Nimodipine. 2219 Mebeverine. 2242 Metoprolol Tartrate. 2223 Melphalan. 2268 Nicotinamide. 2268 Niclosamide. 2239 Methysergide.

2344 Procyclidine. 2326 Polythiazide. 2311 Phenobarbital. 2303 Pentobarbital. 2346 Proguanil. 2289 Oxytetracycline. 2307 Pethidine. 2353 . 2309 Phenelzine. Slow. 2287 Oxprenolol. Effervescent. 2310 Phenobarbital Sodium. 2309 Phenindione. 2287 Oxybutynin. 2349 Promethazine Hydrochloride. Dispersible. 2296 Paracetamol .Oxazepam. 2325 Poldine. 2297 Penicillamine. Enteric-coated. 2350 Promethazine Teoclate. 2345 Prochlorperazine. 2352 Propranolol. 2288 Oxymetholone. 2346 Promazine. 2351 Propantheline. 2311 Phenoxymethylpenicillin. 2303 Perphenazine. 2338 Probenecid. 2313 Phenytoin. 2330 Potassium Chloride . 2335 Prednisolone . 2339 Procainamide. 2320 Pindolol. 2291 Pancreatin. 2299 Pentazocine. 2323 Pizotifen. 2333 Prednisolone. 2332 Prazosin. 2336 Primidone. 2330 Potassium Iodate. 2319 Pimozide. 2293 Paracetamol. 2317 Phytomenadione. 2321 Piperazine Phosphate. Soluble. 2296 Paracetamol . 2327 Potassium Chloride . 2340 Prochlorperazine Buccal.

2429 Tioguanine. 2356 Pyridostigmine. 2359 Quinine Bisulphate. 2417 Terfenadine. 2367 Salbutamol. 2407 Sulfinpyrazone. 2416 Terbutaline. 2364 Ritodrine. 2410 Tamoxifen. 2384 Sodium Citrate. 2396 Sotalol. 2357 Pyrimethamine. 2419 Tetracycline. 2360 Quinine Sulphate. 2355 Pseudoephedrine. 2377 Sodium Bicarbonate . 2415 Tenoxicam. 2358 Quinidine Sulphate. 2404 Sulindac. 2431 Tocopheryl Succinate . 2400 Spironolactone. 2424 Thiamine. 2408 Sulpiride. 2427 Tiabendazole. 2354 Protriptyline. 2361 Ranitidine. 2372 Selegiline. Enteric-coated. 2434 . 2425 Thioridazine.Propylthiouracil. Compound. 2381 Sodium Chloride. 2428 Timolol. Alpha. 2412 Temazepam. 2385 Sodium Fluoride. 2357 Pyridoxine. 2433 Tolbutamide. 2402 Stanozolol. 2356 Pyrazinamide. 2409 Sulfasalazine. 2433 Tolazamide. 2389 Sodium Valproate. 2396 Sodium Valproate . 2374 Senna.

2443 Triprolidine. 2450 Vigabatrin. 2436 Triamcinolone. 2451 Warfarin. 2447 Verapamil. 2440 Trifluoperazine. 2450 Verapamil . 2442 Trimethoprim. Prolonged-release. 2462 Daftar Tablet pada Codex Acetazolamide 708 Acetylcysteine 710 Acyclovir 711 Allopurinol 716 Aminophlline 721 Amitriptyline 725 Ammonium Chloride 727 Amoxycillin 728 Amphotericin 731 Ampicillin 733 Apomorphine 739 Aspirin 741 Atenolol 747 Atropine 748 Azathioprine 751 Baclofen 753 Benzylpenicillin 760 Betamethasone 765 Caffeine 771 Captopril 772 Carbamazepine 774 Cefuroxime 779 . 2456 Zuclopenthixol. 2435 Tranylcypromine.Tranexamic Acid. 2443 Trimipramine. 2441 Trihexyphenidyl /Benzhexol. 2444 Ursodeoxycholic Acid.

Cephalexin 780 Chlorambucil 785 Chlorampenicol 786 Chlordiazepoxide 790 Chlormethiazole 792 Chloroquine 794 Chlorpheniramine 797 Chlorpromazine 799 Chlorthalidone 802 Cimetidine 803 Codeine 813 Cortisone 817 Cyclophosphamide 819 Dapsone 823 Dexamethasone 824 Diazepam 830 Diclofenac 835 Diethylcarbamazine 839 Diethylpropion 839 Digoxin 840 Doxycycline 850 Ergometrine 852 Ergotamine 854 Erythromycin 855 Ethacrynic acid 861 Ethinyloestradiol 863 Fenoprofen 864 Ferrous salts 866 Fludrocortisone 870 Fluphenazine 871 Folic acid 873 Furosemide 875 Glibenclamide 882 Glyceryl trinitrate 884 Griseofulvin 888 Haloperidol 892 Hydralazine 897 Hydrochorothiazide 899 Hydrocortisone 901 Ibuprofen 908 .

Imipramine 911 Isoniazid 928 Isosorbide 931 Ketoprofen 933 Levodopa 96 Lithium salts 940 Lorazepam 942 Meprobamate 945 Mesalazine 946 Methadone 947 Methotrexate 949 Methyldopa 952 Methylprednisolone 953 Metoclopramide 956 Metronidazole 959 Miconazole 964 Morphine 966 Naproxen 971 Nifedipine 975 Nitrazepam 979 Nitrofurantoin 980 Norethisterone 983 Nystatin 984 Orphenadrine 986 Paracetamol 987 Pethidine 993 Phenobarbitone 994 Phenoxymethylpenicillin 998 Phenytoin 1001 Piperazin 1008 Piroxicam 1010 Prednisolone 1013 Primidone 1018 Prochorperazine 1020 Promethazine 1022 Propanolol 1025 Quinidine 1029 Quinine 1032 .

Ranitidine 1034 Riboflavine 1037 Salbutamol 1041 Sodium valproate 1046 Spironolactone 1046 Sulphadimidine 1049 Sulphamethoxazole 1051 Tamoxifen 1055 Tetracycline 1062 Theophylline 1067 Thyroxine 1073 Timolol 1074 Tolbutamide 1076 Triamcinolone 1078 Trimethoprim 1082 Verapamil 1083 Daftar Tablet pada FI IV Aloksiprin 76 Alopurinol 74 Alprazolam 80 Alprenolol hidroklorida 82 Amfetamin sulfat 100 Amilorida hidroklorida 89 Aminofilin 91 Ampisilin 105 Antalgin 538 Asam aminokaproat 36 Asam asetilsalisilat 32 Asam asetilsalisilat didapar 33 Asam askorbat 39 Asam folat 42 Asam nalidiksat 45 Asetaminofen 650 Asetazolamida 25 Asetosal 32 Atenolol 115 Atropine sulfat 116 Azatioprin 121 Besi (II) fumarat 379 .

Betametason 136 Bisakodil 146 Bromokriptin mesilat 151 Dusulfan 156 Dapson 278 Deksametason 288 Diazepam 304 Dietilkarbamazin sitrat 302 Difenhidramin teoklat 325 Digitalis 315 Digitoksin 316 Digoksin 319 Diltiazem hidroklorida 323 Dimenhidrinat 325 Dipiridamol 332 Efedrin hidroklorida 350 Efervesen asam asetilsalisilat 35 Ekstrak beladon 127 Ergometrin maleat 354 Ergonovin maleat 354 Eritromisin 358 Eritromisin etilsuksinat 359 Eritromisin stearat 359 Etambutol hidroklorida 62 Fenfluramin hidroklorida 374 Fenobarbital 660 Fenoksimetilpenisilin 665 Fitonadion 674 Furosemida 402 Glibenklamida 411 Griseofulvin 420 Guaifenesin 422 Haloperidol 425 Hidroklortiazida 434 Hiosin hrobromida 445 Ibuprofen 445 Isoniazid 473 Kalsium laktat 165 Karbamazepin 170 Karisoprodol 176 .

Ketokonazol 486 Klemastin fumarat 231 Klomifen sitrat 240 Klonidin hidroklorida 244 Klordiazepoksida 199 Klordiazepoksida hidroklorida 201 Klorfeniramin maleat 211 Klorokuin fosfat 208 Klorpromazin hidroklorida 215 Klorpropamida 215 Klortalidon 216 Klorzoksazon 218 Kotrimoksazol 770 Kuinidin sulfat 727 Kuinin sulfat 732 Lepas tunda asam asetilsalisilat 34 Levamisol hidroklorida 491 Levotiroksin natrium 495 Lorazepam 505 Luminal 660 Mebendazol 522 Merkaptopurin 533 Metadon hidroklorida 536 Metampiron 538 Metenamin mendelat 540 Metformin hidroklorida 535 Metildopa 547 Metilergometrin maleat 548 Metilergonovin maleat 548 Metoklopramida hidroklorida 556 Metoprolol tartrat 542 Metronidazol 561 Nadolol 573 Naproksen natrium 579 Natrium aminosalisilat 582 Natrium bikarbonat 604 Neostigmin bromide 607 Nistatin 626 Nitrazepam 615 Nitrogliserin 619 Norethisteron 622 Noretindron 622 .

Papaverin hidroklorida 647 Parasetamol 650 Penisilin V 665 Piperazin fosfat 682 Piperazin sitrat 681 Pirazinamida 722 Piridoksin hidroklorida 724 Prazikuantel 690 Prazosin hidroklorida 692 Prednisone 697 Primakuin fosfat 698 Probenesid 700 Propanolol hidroklorida 710 Propel flourasil 714 Ranitidine hidroklorida 734 Reserpin 739 Sefaleksin 182 Sefradin 182 Siklofosfamida 267 Simetidin 224 Siproheptadin hidroklorida 272 Skopolamin hidrobromida 445 Sublingual isosorbid dinitrat 475 Sulfametoksazol dan trimetoprim 770 Tamoksifen sitrat 773 Tiamina hidroklorida 785 Tolbutamida 799 Triheksifenidil hidroklorida 805 Vaginal nistatin 626 Vaginal klotrimazol 248 Verapamil hidroklorida 825 Vitamin B1 785 Vitamin K1 674 Daftar Tablet pada Fornas Acipheco 7 Alopurinol 17 Alprenolol 18 Alukol 19 Aluminium hidroksida 19 .

Aminofilina 20 Amitriptilina 22 Amobarbital 23 Amobarbital natrium 24 Amodiakina 25 Antalgin 108 Antazolina 28 Antinfluenza Dep Kes 6 APC 7 Asam asetilsalisilat 5 Asam asetilsalisilat kamfer opium 6 Asam asetilsalisilat kofeina fenasetina 7 Asam askorbat 8 Asam folat 11 Asam nikotinat 12 Asetaminofen 3 Asetaminofen asetilsalisilat kofeina 4 Asetazolamida 4 Asetosal 5 Atropine difenoksilat 33 Barbital 39 Beladon 39 Bendrofluazida 40 Benzheksolium 41 Benzotropina 42 Besi (II) fumarat 129 Besi (II) glukonat 130 Besi (II) sulfat 131 Betametason 47 Betametason fosfat 48 Biperidena 50 Bisakodil 51 Busulfan 53 Butobarbital 54 Dapson 93 Deksametason 93 Deksamfetamina 96 Deksklorofeniramina 97 Dekstrometorfan 100 Dekstromoramida 101 Diazepam 103 Didrogesteron 116 Dienesterol 106 Dietilkarbamazina 101 .

Dietilstilbestrol 102 Difenhidramina teoklat 114 Digilanida C 173 Digitalis 107 Digitoksin 107 Digoksin 108 Diiodoksikinolina 109 Dikorfenamida 105 Diloksanida 109 Dimenhidrinat 114 Dimetusteron 111 Dioktil sulfosuksinat 111 Doksikorton 114 Dover 219 Efedrina 118 Efervesen asetosal 6 Ergometrina 123 Ergonovina 123 Ergotamina 124 Eritromisina 125 Etambutol 12 Etundron 16 Etunilestradiol 15 Etusteron 16 Fenetisilina 236 Fenfluramina 128 Fenilbutazon 240 Fenindamina 237 Fenitoina 242 Fenobarbital 237 Fenoksimetilpenisilina 240 Fenolftalein 238 Fitomenadion 244 Fludrokortison 131 Flufenazina 131 Fluprednisolon 133 Ftalilsulfatiazol 243 Furosemida 133 Gliserol trinitrat 141 Glutetimida 140 Griseofulfina 140 Guanetidina 143 .

Haloperidol 143 HCT 150 Heksamina 146 Heksamina mandelat 146 Hidralazina 149 Hidroflumetiazida 156 Hidroklortiazida 150 Hidrokodon 150 Hidrokortison 150 Hidroksizina 158 Hiosina 159 Hiosina metilbromida 161 Imipramina 163 INH 167 Iodokloroksikinolina 77 Isokarboksazida 167 Isoksuprina 169 Isoniazid 167 Isoprenalina 168 Isopropamida 169 Isoproterenol 168 Kalek 57 Kalsiferol 57 Kalsium benzamidosalisilat 55 Kalsium glukonat 55 Kalsium laktat 57 Kalsium pantotenat 57 Karbamazepina 59 Karbarson 59 Karbimazol 60 Karbinoksamina 61 Karbromal 62 Kina 266 Kinidina 264 Kinina bisulfat 264 Kinina hidroklorida 265 Kinina sulfat 266 Kiniofon 266 Kliokinolina 77 Klomifen 80 Klorambusil 64 Klordiazepoksida 68 Klorfeniramina 69 Klorguanida 69 .

Klorkina 73 Klorpromazina 70 Klorpropamida 72 Klortalidon 74 Klortiazida 75 Kodeina 82 Kolina teofilinat 75 Kolistina 84 Kortison 87 Lanatosida-C 173 Lapis 312 Levodopum 175 Levotiroksina 176 Liotironina 179 Mebhidrolina 181 Meditren 166 Melfalan 182 Menadion 182 Mepakrina 184 Mepenzolium 184 Mepiramina 186 Meprobamat 185 Merkantopurina 186 Metampiron 188 Metandienon 189 Metandrostelonon 189 Metantelina 189 Metenamina 146 Metenamina mendelat 146 Metilklotiazida 192 Metildopum 192 Metildopum hidroklortiazida 193 Metilergometrina 193 Metilergonovina 193 Metilpredmisolon 195 Metiltestosteron 196 Metiltiourasil 197 Metimazol 190 Metionina 191 Metisergida 197 Metronidazol 197 Multivitamin 199 Natrium bikarbonat 207 .

Natrium subkarbonat 207 Neomisina 208 Neostigmina 210 Niklosamida 210 Nikotinamida 211 Nistatina 214 Nitrazepam 212 Nitrofurantoina 212 Nitrogliserin 141 Noretandrolon 213 Noreundron 213 Noretundron asetat 213 Noretusteron 213 Noretusteron asetat 213 Novobiosina 214 Oksifensiklimina 222 Oksitosina 225 Opial 226 Opium majemuk 219 Orsiprenalina 219 Papaveretum 226 Papaverina 226 Paraminosalisilat 228 Parasetamol 3 PASNA 228 Penisilina-V 240 Pentaeritritol 230 Pentobarbital 231 Perfenazina 232 Petidina 234 Piperazina adipat 247 Piperazina sitrat 247 Piridoksina 262 Piridostigmina 262 Pirimetamina 263 Pirvinum 263 Polimiksina 249 Politiazida 250 Prednisolon 251 Prednison 254 Primakina 254 Primidon 254 Proguanil 69 Prokainamida 255 .

Proklorperazina 256 Promazina 258 Prometazina hidroklorida 259 Prometazina teoklat 260 Propanolol 267 Propantelina 260 Propiltiourasil 261 Propisilina 261 Ragi 271 Reseprina 266 Riboflavina 269 Sakarina 270 Sakaromises 271 Salisilamida 271 Salut kering 312 Sefaleksina 62 Sianokobalamina piridoksina tiamina 89 Siklofosfamida 90 Sikloserina 91 Sinkofen 76 Siproheptadina 91 Sisip 312 Skopolamina 159 Skopolamina metilbromida 161 Spironolakton 274 Stilbestrol 102 Sublingual 312 Sulfadiazina 277 Sulfadimetoksida 277 Sulfadimidina 278 Sulfafurazol 281 Sulfaguanidina 279 Sulfametazina 278 Sulfamerazina 279 Sulfametizol 280 Sulfametoksazol 280 Sulfametoksipiridazina 280 Sulfasomidina 281 Sulfisoksazol 281 Sulfisomidina 281 Tiamina 288 Tietilperazina 288 Tioridazina 289 .

asam tartrat) dan Natrium bikarbonat. Reaksinya cukup cepat dan biasanya selesai dalam waktu 1 menit atau kurang. sehingga berasa sedikit asam ini merupakan faktor tambahan yang membuat sediaan efervesen dapat diterima di masyarakat. Pendahuluan I. TABLET EFFERVESCENT I. Di samping menghasilkan larutan yang jernih. yang jika dilarutkan dalam lingkungan berair akan bereaksi menghasilkan karbondioksida yang berasal dari penguraian basa bikarbonat akibat penetralan oleh asam. Kandungan tablet effervecent merupakan campuran asam (asam sitrat. Tablet Effervecent Tablet Effervecent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan ke dalam air. 1.Tiroksina 176 Tolazolina 291 Tolbutamida 291 Triamsinolon 292 Trifluoperazina 295 Triheksifenidil 41 Trimoksazol I 296 Trimoksazol II 296 Tripelenamina 296 Trisulfa 297 Trisulfapirimidina 297 Vioform 77 Vitamin-B kompleks 302 Vitamin-B1 288 Vitamin-B2 269 Vitamin-B6 262 Vitamin-C 8 Vitamin-D 57 Vitamin-K 182 Warfarin 303 BAB V TABLET KHUSUS A. Gas korbondioksida ini membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif. Selain itu gas korbondiokasida ini juga memberi rasa segar seperti halnya pada minuman kaleng berkarbonasi. Buih yang keluar tersebut adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari reaksi antara asam organik dengan garam turunan karbonat. Dengan rasa asam sedikit berlebih. tablet juga menghasilkan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasa beberapa obat tertentu. Tablet .

Metode fluidisasi dengan metode wurster. 4. Proses berdasarkan penambahan sedikit air (0. Tablet biasanya cukup besar dan dapat dikemas secara individual sehingga bisa menghindari masalah ketidakstabilan zat aktif dalam penyimpanan. Bentuk sediaan dengan dosis terukur tepat. Karena proses ini sangat tidak konstan dan sulit dikendalikan jarang digunakan. Kelembaban udara selama pembuatan produk mungkin sudah cukup untuk memulai reaktifitas effervescen I. antara lain. Pembuatan Efervescent Tablet effervecent dibuat dengan beberapa metode yaitu dengan cara granulasi basah.effervescent harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. 2. Granulasi dengan Cairan Reaktif. Keuntungan dan Kerugian Effervecent Keuntungan yang dimiliki tablet effervescent. 3. Reaksi kedua bahan ini akan dipercepat dengan adanya air. Mudah menggunakannya karena tablet dilarutkan terlebih dulu dalam air baru diminum 5. Biasanya komponen asam yang dipanaskan. 1. granulasi kering. a.1-0. kelembabab harus relatif rendah dan suhu harus dingin untuk mencegah granul atau tablet melekat pada mesin karena pengaruh kelembaban dari udara.5%) yang disemprotkan pada campuran sehingga terjadi reaksi menghasilkan granul. antara lain. menggunakan suatu alat semprot khusus yang dilangkapi dengan saluran penyemprot bahan pengikat dan saluran udara pemanas. Kerugian yang terdapat pada tablet effervescent. sehingga juga harus dijaga pada suhu yang relatif rendah. Rasa menyenangkan karena karbonisasi membantu menutup rasa zat aktif yang tidak enak 3. 2. yang mengandung dosis yang tepat 2. Memungkinkan penyiapan larutan dalam waktu seketika. . sedangkan pada etiket tertera tidak langsung ditelan. I. Proses pembuatan tablet efervesen membutuhkan kondisi khusus. Cara Pemanasan. Kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia 2. Bahan penggranulasi yang efektif adalah air. 1. maka dari itu tablet Efervescent selama perjalanannya mulai akhir produksi sampai ke tangan pasien tidak boleh sedikitpun kontak dengan air. Tablet effervecent memerlukan kondisi kerja dan metode khusus dalam pembuatannya karena dalam tablet ini terdapat dua bahan yang tidak dapat tersatukan yaitu garam natrium bikarbonat dan asam organik sebagai penghasil karbondioksida. Granulasi Basah Umumnya sama dengan tablet konvensional Prosesnya: 1. Selain itu suhu tinggi juga dapat mempercepat perusakan bahan tablet. dan dengan metode fluidisasi.

Dalam banyak hal prinsip yang digunakan dalam memproduksi tablet efervesen sama dengan yang digunakan untuk tablet konvensional. Kemudian dihaluskan lagi baru dicetak. 4. Cairan yang digunakan adalah etanol atau isopropanol. Demikian juga sifat umum granul yang diperlukan untuk memdapatkan tablet yang sesuai persyaratan seperti: a. Aliran bebas granul f. Banyak dari proses dan alat proses yang sama. Bahan dihaluskan menjadi granul dalam mesin granul. 3. Contoh: CH2COOH CH2COOH CH2COONa CHCOONa + 3NaHCO3 + 3 CO2 + 3 H2O . Setelah itu masa granul dimasukkan ke dalam oven lalu dikeringkan. Satu sifat bahan baku yang dipilih untuk digunakan dalam tablet efervesen yang lebih penting dari tablet konvensional yaitu kondisi lembabnya. Cara Kompaktor Menggunakan mesin khusus rol kompaktor yang mengempa serbuk premix menjadi bentuk pita/lempeng diantara dua rol yang berputar berlawanan. Cairan ditambahkan perlahan-lahan ke dalam campuran pada mesin pencampur. Cara Slugging Dibuat bongkah-bongkah tablet ukuran besar menggunakan mesin tablet kemudian tablet dimasukkan ke dalam mesin granulasi untuk dihaluskan menjadi ukuran yang dikehendaki 2. Apabila bahan baku yang digunakan tidak kering (mengandung lembab) maka terjadi reaksi asam dan karbonatnya akan menyebabkan produk menjadi tidak stabil secara fisik dan terurai. Ukuran partikel b. Granulasi dengan Cairan Non Reaktif. Granulasi Kering Dilakukan dengan dua cara: 1. Keseragaman distribusi e. artinya bahan baku yang digunakan harus kering. Bahan Tambahan Tablet Effervecent Perlu diperhatikan bahwa bahan yang digunakan dalam tablet effervecent seharusnya mempunyai kandungan lembab yang sangat rendah dan sewaktu pembuatan sediaan ini harus dilakukan pada tempat yang kering. Sekali dimulai reaksi maka akan berlanjut lebih cepat karena produk samping reaksi adalah pertambahan air. Granulometri d.Granul yang masih lembab ditransfer ke mesin tablet kemudian dikempa lalu tablet masuk ke dalam oven terjadi proses pengeringan untuk menghilangkan air sehingga tablet menjadi stabil. Bentuk partikel c. Granul harus dapat dikompresi 2. I. b. Karakteristik komponen tablet Efervesen: 1. Dalam hal ini perlu ditambahkan pengikat kering seperti PVP.

merupakan asam yang paling sering digunakan karena harganya yang murah. Contohnya adalah natrium hidrogen fosfat. Karena garam ini dapat menghasilkan 53 % karbondioksida. Molekul air memang masih ada tapi sangat sedikit karena air dibutuhkan sedikit untuk kebutuhan mengikat granul karena granul yang terlampau kering tidak dapat dikempa. 4. Terdapat juga bentuk anhidratnya sehingga mempunyai sifat higrokopis. Asam Tartrat. 1. dan dalam bentuk granul dapat mengalir dengan bebas. Garam yang sering digunakan adalah natrium bikarbonat dan natrium karbonat. asam ini mempunyai kelarutan yang lebih besr dari asam sitrat. Kecepatan kelaurtan lebih penting dari kelarutan karena zat yang terlarut lambat dapat merintangi desintegrasi tablet dan larut lambat menghasilkan residu yang tidak disukai setelah tablet terdisintegrasi. reaksi efervesen tidak akan terjadi dan tablet tidak akan terdisintegrasi secara cepat. 4. I. Jika komponen tablet tidak larut. Garam Asam Garam ini dapat digunakan karena dalam larutan. 2.3. Natrium karbonat menunjukan pula efek stabilisasi di dalam tablet efervesen karena kemampuannya mengabsorbsi lembab terlebih dahulu yang dapat mencegah permulaan reaksi efervesen. 2. natrium dihidrogen fosfat. Asam Makanan. natrium karbonat dengan konsentrasi 1 % dalam air mempunyai pH 11. b. 3. Oksigen dapat pula menjadi sumber efervesen dengan sumbarnya dapat digunakan natrium perborat anhidrat. garam ini dapat menghasilkan proton dan menghasilkan larutan dengan pH dibawah 7. Asam sitrat dapat larut dengan mudah dan cepat.85% menunjukan pH 8. Contohnya adalah suksinat anhidrat. Natrium bikarbonat dengan kosentrasi dalam air 0. a. Asam anhidrat Jika asam anhidrat dilarutkan dalam air maka akan terjadi hidrolisi yang membebaskan bentuk asamnya yang dapat bereaksi dengan sumber karbondioksida. Kelarutan merupakan sifat bahan baku yang penting dalam tablet efervesen.CH2COOH CH2COONa Oleh karena itu bahan baku yang digunakan harus dalam keaadan anhidrat (kering) dengan sedikit kadar lembab yang diabsorpsi. Asam Sitrat. a. Sumber Karbondioksida Sumber karbondioksida dari tablet efervesen didapat dari garam-garam karbonat. antara lain : 1.5. I. Sumber Asam Sumber asam yang umumnya digunakan pada tablet efervesen dapat digolongkan menjadi. dan natrium bisulfit. .

amilum dan gom tidak dapat digunakan karena kelarutan lambat atau karena kandungan residu air tinggi yang dapat mempercepat ketidakstabilan tablet efervesen. karena dalam formula tablet efervesen sudah banyak mengandung karbonat dan asam. Seperti halnya pengisi. hanya digunakan sedikit saja. 2. Bikarbonat. Na. Serbuk natrium benzoat dan PEG 8000 merupakan lubrikan larut air yang efektif. 1. c. dan lubrikan. Bahan Tambahan Lainnya Bahan tambahan lainnya pada tablet efervesen antara lain seperti bahan pengikat. 3. Sulfat dan Na.5 gram. Alkohol tidak bersifat pengikat tapi ditambahkan sebagai zat penggranulasi untuk pelarut PVP. Lubrikan Lubrikan yang larut air atau zat yang dapat terdispersi dalam air dapat digunakan sebagai lubrikan. II. Bobot asam dan basa = fasa dalam – (zat aktif + pengikat + pengisi) . Natrium bikarbonat merupakan pengisi yang baik. asam.I. pengikat. Pengisi lain adalah Na.5 mg PEG 8000 30 mg II. bahan pengisi. Namun bahan-bahan ini penggunaannya dalam jumlah yang terbatas. Pengisi Biasanya hanya dibutuhkan sedikit pengisi karena zat yang menghasilkan efervesen sudah cukup besar. a. etanol atau hidroalkohol. basa. Formula untuk 1 buah tablet effervescent : Vitamin C 500 mg Pyridoxine 20 mg PVP 3% 45 mg Sukrosa 15% 225 mg Asam sitrat monohidrat 208 mg Asam tartrat 222. Pengikat dan zat penggranul Untuk pembuatan tablet efervesen dengan metode granulasi penggunaan pengikat seperti gelatin. Pengikat efektif untuk tablet efervesen adalah PVP. CONTOH FORMULA (VITAMIN C) II. PVP ditambahkan pada serbuk yang digranulasi dalam keadaan kering kemudian dibasahi oleh cairan penggranulasi yaitu isopropanol. 4. Klorida. Perhitungan Bobot tablet effervescent 1500 mg Fasa dalam bobot 98% = 98/100 × 1500 mg = 1470 mg Fasa luar (terdiri dari pelincir) bobot 2% = 2/100 × 1500 mg = 30 mg Fasa dalam terdiri dari zat aktif. dan pengisi. Formulasi Satu tablet effervescent dibuat dengan bobot 1. b.9 mg Natrium bikarbonat 249.

05 mol ekivalen + 84. Pengikat yang digunakan dipilih PVP karena PVP merupakan pengikat yang larut air dan konsentrasi yang dipilih 3% karena PVP yang digunakan sebagai pengikat dalam formulasi dan teknologi Farmasi sebesar 0.01 70.05 Natrium bikarbonat: BM = 84.01 × 2. Bila digunakan asam sitrat monohidrat tunggal maka granul yang dihasilkan lengket dan lunak sehingga tidak dapat dikempa.5-5% Pengisi yang digunakan adalah sukrosa karena pengisi yang digunakan dalam tablet effervescent adalah gula.09 Bilangan ekivalen = 2 Bobot ekivalen = 150. Lubrikan yang digunakan harus larut air sehingga dipilih PEG 8000 .5 gr.97 = 249.= 1470 mg – ( 520 + 45 + 225 ) mg = 680 mg Asam sitrat monohidrat: BM = 210.04 × 2.97 = 222.5 mg Pertimbangan pemilihan bahan-bahan dalam formula dan metode pembuatan • • • • • • • • Bobot tablet yang dipilih 1500 mg karena bobot tersebut cukup untuk bobot tablet effervescent Dosis asam askorbat yang dipilih 500 mg/hari karena dosis tersebut dapat digunakan untuk pengobatan sariawan akibat defisiensi vitamin C. juga untuk memenuhi bobot tablet effervescent sebesar 1.9 mg Natrium bikarbonat = 84. Jumlah pyridoxine yang dikonsumsi per hari sebanyak 2.2 mg harus terpenuhi untuk lakilaki dan 2 mg untuk perempuan.1 mol ekivalen = 680 mg mol ekivalen = 2. Dosis pyridoxine yang dipilih dalam formula ini sebesar 20 mg/hari karena masih termasuk rentang dosis yang dapat digunakan untuk profilaksis dan defisiensi pyridoxine.01/1 = 84. Pyridoxine yang digunakan untuk pengobatan anemia sideroblastik dan untuk merawat kelainan metabolisme akibat defisiensi pyridoxine memiliki dosis sebesar 100-400 mg per hari.97 Asam sitrat monohidrat = 70.13/3 = 70.01 mol ekivalen = 680 mg 229. Konsentrasi yang dipilih 15% karena sukrosa yang digunakan sebagai pengisi pada formulasi dan teknologi Farmasi 2-20%.05 × 2. Basa yang digunakan adalah natrium bikarbonat karena basa tersebut biasa digunakan dalam kombinasi dengan asam tartrat.04 mol ekivalen + 75. Asam yang digunakan adalah kombinasi antara asam sitrat monohidrat dan asam tartrat karena dengan kombinasi akan diperoleh tablet effervescent yang bik.01 Bilangan ekivalen = 1 Bobot ekivalen = 84.04 Asam tartrat: BM = 150.97 = 208 mg Asam tartrat = 75.13 Bilangan ekivalen = 3 Bobot ekivalen = 210. sedangkan bila digunakan asam tartrat tunggal maka akan dihasilkan tablet effervescent yang keras dan retak-retak.09/2 = 75.

Piring logam dipanaskan hingga bobot tetap sebelum digunakan. harus dilakukan slugging kembali hingga diperoleh aliran yang dikehendaki. . Atur panas yang digunakan (70 0C) lalu diamkan beberapa waktu sampai diperoleh angka yang tetap (dalam bentuk %). Evaluasi Granul II. 4. b.4. II. 3.45 gr Natrium bikarbonat 249.3 Prosedur Pembuatan Metode Granulasi Kering 1. Penentuan dilakukan dengan menggunakan 5 gr granul yang diratakan pada piring logam. 5.2 Prosedur i) Kandungan Air (hanya untuk granul hasil granulasi basah) a. 2. II. kemudian dimasukkan dalam alat penentuan kadar air (Moisture Ballance). Jika tidak diperoleh aliran sebesar itu. ii) Kecepatan Aliran (Menggunakan Flow Tester) a. kemudian dihancurkan hingga derajat kehalusan tertentu.5 gr Asam sitrat monohidrat 208 mg × 500 = 104 gr Asam tartrat 222. pada granul ditambahkan lubrikan. Sejumlah tertentu granul dimasukkan kedalam alat penentuan (corong) penguji aliran. Alat dijalankan dan dicatat waktu yang dibutuhkan oleh massa granul untuk melewati corong. Penimbangan dilakukan untuk membuat 500 buah tablet effervescent Asam askorbat 500 mg × 500 = 250 g Pyridoxine 20 mg × 500 = 10 gr PVP 3% 45 mg × 500 = 22.4.1 Tujuan Untuk memeriksa apakah granul yang terbentuk memenuhi syarat atau tidak untuk dikempa. Zat aktif dan eksipien masing-masing dihaluskan dlam tempat yang terpisah. Dicampur menjadi satu kemudian dicampur hingga homogen. Diayak dengan pengayak nomor 16 mesh. Massa serbuk dislugging. Setelah granul memiliki aliran 10 gr/detik.75 gr PEG 8000 30 mg × 500 = 15 gr II.4.9 mg × 500 = 111. Aliran yag diperoleh harus sebesar 10 gr/detik. b. Dilakukan uji aliran granul yang diperoleh. Granul siap dikempa menjadi tablet dengan bobot 1.• Metode pembuatan yang dipilih adalah granulasi kering karena zat aktif merupakan vitamin yang tidak tahan panas sehingga dengan granulasi kering maka tidak diperlukan proses pengeringan yang memerlukan panas.5 mg × 500 = 124.5 gr Sukrosa 15% 225 mg × 500 = 112. 6.5 gr.

II. Bobot jenis nyata • Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur. dan volume pada ketukan ke 10. c.5 Evaluasi Tablet II. Catat volumenya (Vo). • Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. Catat volumenya (V10 dan V500). Lakukan pengetukan. Hitung kadar pemampatan dengan persamaan berikut ini: Kp = [(Vo-Vt)/Vo] x 100 % Kp = kadar pemampatan Vo = volume granul sebelum pemampatan Vt = volume granul pada t ketukan Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika Kp < 20%.1 Tujuan . Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. Volume mula-mula dicatat sebagai ketukann 0 (Vo). • Hitung bobot jenis mampat dengan persamaan berikut ini : Pn = W/Vn Pn = bobot jenis mampat W = bobot granul Vn = volume granul pada n ketukan v) Indeks kompresibilitas Hitung dengan persamaan : [(Pn-P)/Pn] x 100 % vi) Perbandingan Haussner Hitung dengan persamaan berikut ini :  Angka Haussner = BJ setelah pemampatan/BJ sebelum pemampatan. Kecepatan aliran yang ideal adalah 10 gr/det iii) Kadar Pemampatan a. Bobot jenis mampat • Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur pada alat dengan menggunakan corong panjang. Hasil dinyatakan dalam satuan gr/det. 100. d. Masukkan 100 gr granul dalam gelas ukur 250 mL . b. • Catat volumenya dan timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. diukur. iv) Bobot jenis a. • Hitung bobot jenis nyata dengan persamaan berikut ini : P = W/V P = bobot jenis nyata W = bobot granul V = volume granul tanpa pemampatan b.  Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika angka Haussner > 1. • Gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak 10 dan 500 kali.5. 50.c.

lalu dibersihkan dari debu dan timbang (W1). iv) Kekerasan tablet 20 tablet diambil secara acak. kemudian dimasukkan ke dalam friksibilator. Lakukan penetapan kadar sesuai monografi. Kekerasan yang ideal 10 Kg/cm2. ( FI ed III hlm.5. c. Jika ditimbang satu persatu. iii) Keseragaman bobot Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan dengan menimbang 20 tablet satu persatu dan dihitung bobot rata-rata tablet. Setelah 4 menit. 7). vii) Uji Disolusi Masukkan sejumlah volume media disolusi sesuai monografi.50C Masukkan 1 tablet kedalam alat. Tekanan yang diperlukan untuk memecahkan tablet terukur pada alat dengan satuan Kg/cm2. tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari hanya yang ditetapkan kolom B. II. Friksibilitas = (Wo – W1)/W1 X 100 %. Alat diputar 25 rpm selama 4 menit. kemudian jalankan selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. Bersihkan 20 tablet dari debu kemudian ditimbang (Wo). Diameter tablet tidak boleh lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet.Indeks friabilitas (f) = (Wo -W1)/Wo X 100% vi) Friksibilitas 20 tablet diambil secara acak. dan jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tercantum pada monografi.Untuk memeriksa apakah tablet memenuhi persyaratan resmi (Farmakope) atau non resmi (Non Farmakope) atau tidak.2 Prosedur i) Pemeriksaan penampilan Meliputi pemeriksaan visual yaitu bebas dari kerusakkan. tablet dikeluarkan. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan. kemudian ditimbang (Wo). hentikan alat. ii) Keseragaman ukuran 20 tablet diambil secara acak. . Setiap tablet diukur diameter dan tebalnya dengan jangka sorong. tidak kurang dari 1 cm dari dinding wadah. Masukkan tablet ke dalam alat. dari kontaminasi bahan baku atau dari pengotoran saat proses pembuatan. v) Friabilitas a. Dalam interval waktu yang ditetapkan. kemudian tablet dibersihkan dari debu dan ditimbang (W1). bersihkan dari debu. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara media disolusi dan bagian atas keranjang atau dayung. alat dipasang dan biarkan media hingga mencapai suhu 370 + 0. b. kemudian diukur kekerasannya dengan alat Stokes Mensato.

London: The Pharmaceutical Press. London: The Pharmaceutical Press. Pharmaceutical Excipients. DAFTAR PUSTAKA 1. meskipun demikian sifat organoleptik zat aktif merupakan faktor yang paling utama. disintegrasi. 1989. II. Kekurangan : Zat aktif yang rasanya tidak baik dan dosis yang tinggi sangat sulit dibuat tablet kunyah. Council Of The Royal Pharmaceutical Society Of Great Britain. 2nd edition. Memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut. umumnya menggunakan manitol. 522-523. 4. 1994. 500-504 Martindale. 3. 3. 392-399. dan antibiotika tertentu. The Pharmaceutical Press. 2. Jenis tablet ini digunakan dalam formulasi tablet untuk anak. Editor: Ainley Wade and Paul J. 2. sebagai pengganti bentuk sediaan cair yang memerlukan kerja obat yang cepat. kenyamanan bagi penderita dengan meniadakan perlunya air untuk menelan.III. meningkatkan kepatuhan penderita terutama anak-anak dengan rasa yang enak. 2. TABLET KUNYAH I. 1208-1209 The Pharmaceutical CODEX. Page 436-478. mempunyai rasa enak dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. 1994. lubrikan. terutama formulasi multivitamin. mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. Empat faktor pertama di atas merupakan faktor yang umum untuk tablet biasa dan juga tablet kunyah. hal. Formulator dapat menggunakan satu pendekatan atau lebih untuk sampai pada penentuan formula dan proses yang menghasilkan produk dengan sifat organoleptik . Faktor Formulasi Beberapa faktor yang terlibat dalam formulasi tablet kunyah diantaranya adalah jumlah zat aktif. mengandung bahan pewarna dan bahan pengaroma untuk meningkatkan penampilan dan rasa (FI IV 1995). Pendahuluan Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah. kompresibilitas. kompatibilitas-stabilitas. sorbitol atau sukrosa sebagai bahan pengikat dan bahan pengisi. Weller. aliran. antasida. B. Tablet kunyah dibuat dengan cara dikempa. ketersediaan hayati lebih baik dan dapat meningkatkan disolusinya. dan pertimbangan organoleptik. Keuntungan : 1. Karakteristik : 1. 12nd ed. 123-125. “Principle and Practice of Pharmaceutics”. “The Extra Pharmacopeia” 29TH Edition. memiliki bentuk yang halus setelah hancur. London.

Pasca efek umum yang lain adalah sensasi mati rasa sebagian dari permukaan lidah.tidak tersatukannya zat aktif. Pasca efek Pasca efek yang umum dari banyak senyawa adalah pasca rasa (after taste) yaitu rasa yang timbul dalam mulut setelah tablet hilang. c.warna. kristal. kompresibilitas. pasca rasa. Walaupun tidak mampu terionisasi dalam air.suhu mencair. Pengkajian masalah formulasi Bila memungkinkan. Sedangkan sensasi dingin dan sejuk dengan tekstur licin seperti manitol.reaksi utama dari golongan kimia tersebut. Informasi lain yang terkait. kompatibilitas dan sama halnya untuk tablet biasa. III. kebanyakan disakarida. 5. 4. rasa dalah respon panca indera sebagai hasil angsangan kimiawi pada ujung rasa di lidah. kompresibilitas. sakarin memberikan rasa pahit dalam mulut. serbuk. aldehid dan sedikit alkohol memberikan rasa manis. desintegran. dan lain-lain. 3. Sifat fisik : . Sedangkan pertimbangan organoleptik adalah sebagai berikut : 1. pembawa. d. raba mulut. stabilitas zat aktif. . kompresibilitas dan stabilitas yang dapat diterima. amorf/cairan. Profil zat aktif secara ideal harus mengandung informasi berikut : a. Rasa dan Penyedap Secara fisiologis. Misalnya beberapa garam besi meninggalkan rasa karat. Pada umumnya. Profil ini biasanya menuntun keberhasilan paling efisien dari produk stabil dan bermutu sebab zat aktif biasanya menetapkan pemilihan senyawa pengisi. b. Raba mulut sangat penting dalam tablet kunyah. 2. Dosis zat aktif dan batas pada ukuran dosis akhir. Raba mulut Raba mulut adalah sentuhan yang dihasilkan tablet dalam mulut ketika dikunyah. Sebaliknya jika jumlah zat aktif besar dan rasanya buruk sangat sulit diformulasikan menjadi tablet kunyah. . . pemanis. melebur. kelarutan dalam air.yang baik. disukai. sifat polimorfisa. lubrikan. Teknik Formulasi Masalah formulasi mencakup rasa yang dikehendaki atau rasa yang buruk. rasa.strukutur kimia dan golongan kimia. Banyak zat aktif organik merangsang respon pahit. lembab. cairan berminyak. Sifat kimiawi : . Istilah penyedap (flavor) berkaitan dengan sensasi gabungan rasa dan bau. serta . misalnya antihistamin seperti piribenzamin-HCl menimbulkan rasa pahit kemudian mati rasa. Umumnya tekstur pasir atau bergetah tidak dikehendaki dalam tablet. Aroma Misal tablet kunyah diberi aroma jeruk diformulasi baik rasa manis dan sedikit asam. bau. pemanis. Produk yang diinginkan harus dihindari dari rasa yang tidak enak dengan menambahkan flavor. langkah pertama dalam formulasi tablet kunyah adalah memperoleh profil lengkap dari zat aktif. sakarida. jika jumlah zat aktif dalam tablet sedikit dan rasanya sedikit buruk maka formulasinya mudah. Produk harus mempunyai sifat aliran. Faktor aliran. penyedap. Rasa asin/asam diperoleh dari zat yang mampu terionisasi dalam larutan.

Tambahkan NuTab + Sta-Rx-1500. diayak dengan ayakan 16 mesh. Tambahkan campuran Na-sakarin. Mg-stearat 5 Pembuatan : Asam askorbat + Ethocel. kocok 15 menit. 2. Dalam teknik tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas dan mencegah terlalu asam. lake. Pada umumnya cara ini merupakan pendekatan yang paling sederhana untuk menutupi rasa. sukrosa. 3. Idealnya pengisi rasa manis seperti gula perlu dimasukkan dalam granulasi. disintegran baik dimasukkan dalam granulasi basah untuk menjamin disolusi yang baik setelah granul itu dikunyah.untuk mendapatkan raba mulut yang enak dan kompresibilitas yang dapat diterima. di mana vitamin C disalut dengan cara granulasi basah. Tidak mempengaruhi disolusi zat aktif setelah ditelan. Beberapa teknik yang digunakan untuk mengatasi masalah formulasi adalah sebagai berikut : 1.s. Granulasi basah tertentu dapat dilakukan tanpa penambahan eksipien seperti laktosa. partikel zat aktif yang akan disalut disuspensikan dalam aliran udara panas yang terkendali kecepatan tinggi langsung melalui lempeng perforasi dalam tabung salut. penyedap. ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1. Partikel zat aktif melakukan aliran putaran lewat penembak atomisasi zat penyalut dalam larutan/suspensi. Walaupun pendekatan ini serupa dengan granulasi basah biasa. Zat penggranulasi harus membentuk selaput pada permukaan zat aktif. sorbitol. Pengaliran partikel zat aktif meningkatkan pemaparan luas permukaan guna penyalutan dan pengeringan yang lebih efisien. partikel tersebut disingkirkan dari daerah semprotan dan dikeringkan dalam aliran udara panas dan disalut ulang. 4. Setelah partikel basah. NuTab 275 Sta-Rx-1500 50 Na-sakarin 1 Lake (FD&C) q. Campur kemudian dicetak. manitol. . Formula di atas menggunakan ethocel yang merupakan polimer yang tidak larut dalam air. Contoh formulasi tablet kunyah vitamin C : Zat mg/tablet Asam askorbat (berlebih 10%) 275 Ethocel 7 cp. Tidak larut dalam saliva. Penyedap q. Prosedur tersebut merupakan prosedur konvensional. keringkan semalam pada suhu 50 °C di oven. Putaran tersebut dilanjutkan sampai ketebalan salut yang diinginkan tercapai. metode granulasi basah dapat berguna dalam penyalutan partikel zat aktif guna mengurangi rasanya. Saat ini banyak digunakan metode suspensi udara.s. dan Mg-stearat yang sebelumnya telah diayak. Tidak mempunyai rasa dan bau yang tidak enak.s. dan lain-lain. Menyalut dengan granulasi basah Walaupun proses granulasi basah terutama diperlukan untuk mudah mengalir dan dikempa pada zat halus di bawah kondisi tertentu. 10% dalam isopropanol q.

etilselulosa. menambahkan cairan bahan pelarut yang bercampur baik dengan fasa pembawa sehingga makromolekul mengendap. zat salut yang biasa digunakan adalah CMC. c. fasa inti (zat aktif). yaitu : a. dan beberapa malam tergantung pada penggunaannya. dan fasa penyalut. Metode Semprot Beku Proses semprot beku adalah pendinginan zat yang dicairkan jadi bentuk partikel halus selama perjalanannya dari penembak semprotan dan wadah penyemprotan pada suhu di bawah titik beku. b. Metode Suspensi Udara Zat aktif disuspensikan dalam udara. Proses pemisahan dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : menaikkan suhu. Mikroenkapsulasi Mikroenkapsulasi adalah suatu metode penyalutan partikel zat aktif atau tetesan-tetesan cairan dengan polimer yang menyalut rasa dan membentuk mikrokapsul dengan ukuran 5 – 5000 µ m. iii) Pengeringan partikel pada suhu rendah. Metode Pemisahan Koaservasi Metode koaservasi adalah metode pengendapan makromolekul dari larutannya menjadi 2 lapisan cairan. polivinil alkohol. Di sini mulai proses penyalutan (diaduk). shellac. menambahkan garam. gelatin. 2. gelatin-gom arab. selulosa asetat ftalat (CAP). Mikroenkapsulasi dapat dibuat dengan berbagai metode. Dalam metode ini ada 3 langkah yaitu : i) Pembentukan tiga fasa kimia yang tidak bercampur yaitu fasa pembawa air. menambahkan polimer lain yang tidak tercampurkan misalnya gelatin (ditambah gom arab). Untuk metode koaservasi. Caranya : fasa penyalut dilarutkan dalam fasa pembawa cair kemudian ditambahkan zat aktif sehingga terjadi suspensi.Walaupun perbaikan rasa dengan penyalutan menarik karena sederhana. tetapi metode ini hanya cukup untuk zat aktif yang rasanya tidak enak. Contoh formula : Tablet kunyah Asetaminofen (Mikroenkapsulasi) Zat mg/tablet Mikrokapsul (100 mesh) Asetaminofen 327 Penyalut (selulosa-malam) 35 Eksipien 393 Manitol Mikrokristalin selulosa (Avicel) Talk Sakarin Gom Guar Flavor Mg-stearat . ii) Terbentuk campuran di mana makromolekul terdapat paling banyak.

Aduk dan cetak sehingga diperoleh tablet kunyah dengan kekerasan 6 kp. Penambahan asam amino dan hidrolisat protein Dengan menggabungkan asam-asam amino dan garam-garamnya atau campurannya akan mengurangi rasa pahit dari penisilin. glidan. Metode pencairan : zat aktif dan pembawa dilebur bersama-sama dengan pemanasan pada suhu yang cocok (tidak merusak zat aktif). pemanis lalu dicetak. . Misalnya kloramfenikol menjadi kloramfenikol stearat. asam glutamat. aduk. dan glisin. Misalnya rasa ampisilin diperbaiki secara nyata dengan menggranulasikannya dengan glisin. Contoh formula : Zat mg/tablet Adsorbat Dekstrometorfan-HBr 10% (berlebih 2%) 76.5 Benzokain 2. Ada beberapa metode dalam pembuatan adsorbat : a. benzokain. Metode pelarut : zat aktif dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap. 4. tambahkan substrat (zat padat). alanin. penyedap. Dispersi solida Zat aktif dengan rasa yang tidak enak dapat dicegah dengan mengadsorpsikannya pada substrat yang mampu mempertahankan tetap teradsorpsi dalam mulut tetapi setelah di saluran cerna zat aktif dilepaskan.5 Flavor 10 Mg-stearat 10 Sorbitol (kristalin) 1301 Pembuatan : . flavor dengan ¼ dari jumlah sorbitol yang diperlukan Tambahkan sisa sorbitol.3. Asam amino yang umum digunakan adalah sarkosin. Kemudian padatan tersebut diserbuk menjadi partikel yang diinginkan. zat penukar ion menjadi suatu sarana untuk mengikat zat aktif pada matriks polimer yang tidak larut dan dapat secara aktif menutup rasa dan bau dari zat aktif yang diformulasi menjadi tablet kunyah. campur kemudian pelarutnya diuapkan lalu dihaluskan. Dalam hal ini. Apabila digunakan sebagai pembawa zat aktif. Adsorbat sudah tersedia di perdagangan dalam bentuk serbuk termikronisasi yang mengandung zat aktif 10% b/b (tinggal dicampur lalu dicetak). lubrikan. b.Sorbitol diayak 10 mesh Campur adsorbat. solida adalah zat penukar ion sedangkan ionnya adalah zat aktif. Kemudian campuran didinginkan secara cepat dan terjadi pemadatan (dilakukan dalam penangas es). Pembentukan garam/turunannya Dilakukan upaya modifikasi komposisi kimia zat aktif sehingga senyawa itu kurang larut dalam saliva karena itu rangsangannya kurang pada ujung rasa atau memodifikasi zat aktif menjadi tidak berasa. kemudian ditambahkan amilum. 5. Contoh Dekstrometorfan dengan menggunakan substrat Mgtrisilikat. Pertukaran ion Pertukaran ion adalah pertukaran reversibel dari ion-ion antara fasa solida dan cairan dan tidak ada perubahan permanen dalam struktur solida. taurin. lalu tambahkan Mg-stearat. 6.

kemungkinan kompatibel. 2. kompresibilitas. dan tidak toksik. dan kompleks ini dapat menutup rasa yang pahit atau bau yang tidak diinginkan. kemudian didinginkan dan terjadi penghabluran dari senyawa inklusi (pada pengeringan). coklat.meningkatkan daya tarik estetika memberi identitas pada produk dan membuat perbedaan antar produk menutup warna yang kurang menarik mengimbangi dan menyesuaikan penyedap yag digunakan dalam formulasi Ada dua bentuk pewarna yang digunakan : 1) Warna Celup Adalah senyawa kimia yang menunjukkan pewarnaan apabila dicelupkan dalam suatu larutan. strawberry. granulasi kering dan cetak langsung pada tablet konvensional dapat juga diterapkan pada tablet kunyah. Selain itu. mampu kunyah. manis. Pewarna Pewarna yang digunakan dalam tablet kunyah bertujuan untuk : . Gaya yang terlibat dalam kompleks inklusi adalah gaya Van der Waals dan β -siklodekstrin (digunakan sebagai zat pengompleks inklusi) merupakan molekul oligosakarida dari amilum. hal yang perlu diperhatikan adalah kemanisan. distribusi ukuran granul. peppermint. Ada 3 metode utama dalam pembuatan siklodekstrin. Flavoring (Penyedap) 1. IV. akan terjadi senyawa terkristalisasi yang mengendap. Kompleks molekular Pembentukan kompleks molekular melibatkan zat aktif dan molekul organik pengompleks. aliran. Siklodekstrin dilarutkan dalam air panas yang dicampur zat aktif. Untuk skala laboratorium adalah sebagai berikut : a. jeruk. dua diantaranya adalah skala laboratorium sedangkan yang lainnya adalah skala industri. Eksipien Proses granulasi basah. biasanya mengandung 80-93% murni. perlu diperhartikan kadar lembab. Beberapa eksipien untuk tablet kunyah yang umum digunakan adalah sebagai berikut : A. Dalam hal ini. . Kompleks ini mampu menutup rasa pahit zat aktif dengan menurunkan jumlah partikel zat aktif yang terpapar atau mengurangi kelarutan zat aktif pada waktu dikunyah. kristal dicuci untuk menghilangkan zat aktif yang tidak membentuk kompleks. 8. lalu dikeringkan. Metode ini menurunkan kelarutan zat aktif dalam air. dan raba mulut. Pemanis Pemanis alam dan pemanis buatan yang paling banyak digunakan adalah : Yang perlu diperhatikan status peraturan dalam negara. Kompleks inklusi Pembentukan kompleks inklusi yaitu molekul zat aktif masuk ke dalam lubang-lubang molekul zat pengompleks membentuk kompleks stabil.7. Banyak eksipien yang umum digunakan dalam tablet konvensional dapat juga digunakan dalam tablet kunyah. Zat aktif tidak larut air dilarutkan dalam pelarut organik yang tidak bercampur dengan air. B. b. Aroma Misal aroma vanila. dikocok dengan siklodekstrin dalam air yang pekat.

2. A. Na-benzoat. mikroba terutama jamur dan bakteri. misalnya propilenglikol. 4. Harus dilakukan penyaringan untuk menghilangkan partikel yang tidak larut. asam fosforik. pemanasan dengan suhu yang tinggi dan waktu yang lama (jadi pewarnaan harus diproses pada suhu rendah dan waktu singkat). misalnya pH < 5. Pelaksanaan granulasi dan pengeringan untuk meminimalkan migrasi larutan pewarna celup harus dibuat dalam besi tahan karat atau wadah kaca untuk menghindari inkompatibilitas antara zat warna dan wadah. astringent. Oleh karena itu yang sangat penting diperhatikan adalah ukuran partikel harus halus. distribusi ukuran partikel. 3. penggunaan dan proses pewarna celup harus dilindungi terhadap : . kadar lembab yang memenuhi syarat. sifat tersatukannya zat aktif dengan zat warna. Antasida yang umumnya digunakan dalam kombinasi dari 2 atau lebih untuk menghasilkan efek terapeutik yang baik adalah sebagai berikut : Alumunium hidroksida (80-600 mg). beberapa penyedap. pemaparan cahaya matahari langsung. berasa seperti kapur atau berasa pasir dan kombinasi ini menyebabkan rasa yang tidak enak saat dikunyah. sifat kekerasan tablet. zat warna tidak tahan. pH yang ekstrim. Mg-trisilikat (20-500 mg). Larutan pewarna celup dalam air dapat disimpan selama beberapa jam dan jika lebih dari 24 jam perlu diawetkan dengan penambahan suatu zat pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Pewarna celup yang digunakan pada metode granulasi basah biasanya dilarutkan dalam cairan granulasi. ion logam (Al. Formulasi antasida sangat sulit mengingat sifat dan jumlah zat aktif. dan lain. .1-0. Lake dibuat dengaan presipitasi dan mengadsorpsikan pewarna celup pada substrat yang tidak larut air.Pewarna celup untuk tablet kunyah biasanya digunakan 0. Mg-hidroksida/Mg-oksida (65-400 mg). Lake yang digunakan untuk tablet kunyah cetak langsung : 0. Fe. Antasida Kebanyakan sediaan padat antasida dibuat dalam bentuk tablet kunyah. zat pereduksi terutama gula invert. VII. dan asam sitrat. Umumnya makin kecil ukuran partikel. Selama penyimpanan. Stabilitas lake terhadap cahaya dan panas lebih tinggi dibandingkan warna celup dan kompatibel dengan banyak komponen yang digunakan dalam tablet kunyah. makin tinggi daya pewarnaan lake karena bertambahnya luas permukaan. Biasanya sebagai substrat digunakan Alumina hidrat.03%.3%. Zn. dan Sn). asam askorbat.01-0. 2) Warna Lake Pewarba lake tidak larut dan biasanya didispersikan. Lake biasanya digunakan dalam pembuatan tablet kunyah dengan metode cetak langsung. Pembuatan Empat aspek yang penting dalam pembuatan tablet kunyah adalah : 1. Ca-karbonat (194-850 mg). Umumnya zat aktif terdiri dari logam.zat pengoksidasi terutama klorin dan hipoklorit.

5 Banana.5 * Mengandung 5. gelatin (granul) 45 g. Pembuatan : campur semua zat. Tablet kunyah Asetaminofen : metode granulasi basah Zat mg/tablet Asetaminofen 120 Manitol 720 Na-sakarin 6 Larutan pengikat 21. Contoh formula : 1. dan dekstrometorfan. pseudoefedrin. Tablet kunyah yang diharapkan mempunyai kekerasan 811 SCA unit.s. Sifat umum yang diperoleh dari zat aktif tersebut adalah rasa tidak enak.4 mg gom arab dan 16. misalnya aspirin berasa asam sedangkan yang lain pahit.6* Peppermint oil 0. peppermint oil 3 mg/tablet digunakan sebagai karminatif dan asam alginat 200-400 mg. Tambahkan 180 ml larutan pengikat untuk 1000 tablet Granulasi dan keringkan 1 malam pada 140-150 °F.2 mg gelatin Pembuatan : . Permaseal F-2837 2 NaCl (serbuk) 6 Mg-stearat 27.Siapkan larutan pengikat yang terdiri dari gom arab (serbuk) 15 g. Obat yang umum adalah aspirin. dan air ad 400 ml Ayak manitol dan Na sakarin dengan ayakan 40 mesh Campur dengan Asetaminofen. Jadi untuk asetaminofen dipilih metode granulasi basah sedangkan zat aktif lain digunakan metode cetak langsung. Umumnya dosis kurang dari atau sama dengan ¼ dosis dewasa. dimetillpolisiloksan) dengan dosis 20-40 mg/tablet sebagai antiflatulen. asetaminofen. Obat batuk/obat flu Formulasi biasanya untuk anak-anak.Sebagai tambahan digunakan zat lain seperti :simetikon (dimetikon. Ayak dengan ayakan 12 mesh Adsorpsikan peppermint oil pada syloid 244 dan campur dengan flavor dan NaCl . Semua zat aktif yang telah disebutkan mempunyai sifat kompresibilitas yang cukup baik. klorfeniramin. kecuali asetaminofen. cetak. B.5 Syloid 244 0. Contoh formula : Tablet kunyah antasida dengan metode cetak langsung Zat mg/tablet Al(OH)3 dan Mg-karbonat 325 Di-Pac DTE 675 Avicel 75 Starch 30 Ca-stearat 22 Flavor q. Permaseal F-4932 2 Anise.

Rasa pahit seperti vitamin B kompleks disalut (salut tunggal) dengan monogliserida atau digliserida 4.4 0. Larutan pengikat harus dibuat segar untuk menghindari pertumbuhan mikroba. tidak ada reaksi inkompatibilitas antara aspirin dengan basa AlOH. asin. Ferro fumarat dan ferri pirofosfat terasa hambar.Campur granul kering dengan flavor lalu tambahkan Mg stearat Cetak tablet dengan kekerasan 12-15 kp Catatan : pengikat gom arab-gelatin menghasilkan tablet dengan kekerasan yang tinggi. C. hambar atau rasa seperti logam. Untuk itu dilakukan proses penyalutan dengan monogliserida atau digliserida dari asam lemak tersaturasi dengan teknik beku semprot 3. begitu juga dengan flavor jeruk. Evaluasi Evaluasi tablet kunyah tidak diatur dalam FI IV. dan Magna Sweet dan ayak 16 mesh (2) Tambahkan (2) ke (1). 3. Beberapa parameter yang dievaluasi di bawah sebagian besar mengacu pada evaluasi tablet konvensional. gula atau starch dan pengawet 5. Beberapa cara untuk menutup rasa tersebut : 1. Tablet kunyah Aspirin untuk anak-anak Zat AlOH (dried gel) Aspirin Talk Primogel NuTab Mafco Magna Sweet Flavor Jeruk mg/ tablet 13 81 2 8 93. tambahkan aspirin dan kocok (1) Campur primogel. Evaluasi kimia a. Penentuan Kadar Metode analisis yang sesuai (kromatografi. rasa sabun. 2. Rasa asam ditekan dengan cara : 2. talk. dan lain-lain) bisa digunakan untuk menentukan kadar zat aktif pada sampel yang representatif (biasanya aliquot dari 20 tablet yang dipilih acak yang dihaluskan). titrimetri.6 2 Pembuatan : .Kocok NuTab dan AlOH. Dalam keadaan kering. kocok dan cetak Kombinasi NuTab dan Magna Sweet sebagai pemanis untuk mengurangi rasa asam dari aspirin. Nilai yang diperoleh harus berada dalam batas-batas yang telah ditentukan untuk masing-masing zat aktif. flavor. spektrofotometri. Vitamin/Mineral/Food Supplement Vitamin dan mineral mempunyai rasa yang tidak enak seperti asam. . Vitamin E dalam serbuk kering teradsorpsi VIII. Jumlah kadar yang diperoleh dinyatakan dalam persentase terhadap kadar obat di label. pahit. Vitamin A dan D dalam bentuk bebas dilindungi dengan matriks gelatin.

Friabilitas 20 tablet digerus. migrasi zat warna. Uji Stabilitas a.Pada waktu tertentu. Kekerasan ambil 10 – 20 tablet secara acak. Keseragaman kandungan perlu dilakukan jika kandungan zat aktif kurang dari 50 mg. masukkan ke dalam friabilator selama 100 putaran. ambil 6 gram. Stabilitas dipercepat dengan suhu tertentu b.b. c. kristalisasi zat aktif pada permukaan tablet. tetapkan kekerasan. Evaluasi Fisik a. b. Keseragaman Sediaan Keragaman bobot tidak boleh melebihi 6% untuk tablet dengan kadar zat aktif lebih dari 50 mg atau 50% terhadap obot seluruhnya. Nilai friabilitas tidak melebihi 4%. kemudian timbang bobot yang hilang. Stabilitas dalam kondisi nyata Pemeriksaan stabilitas meliputi : . Pemeriksaan Fisik meliputi pemeriksaan terhadap adanya capping atau rengat dan parameter penampilan lainnya. d. Waktu hancur e. waktu hancur Periksa stabilitas rasa . Rasa 4. friabilitas. ada bau) Periksa perubahan kekerasan. 3. Disolusi f. Prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum di FI IV. tentukan kadar zat aktif Periksa terhadap adanya perubahan fisik (totol-totol pada tablet. kecepatan disolusi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful