Partikel penyusun Inti atom

· Inti atom mempunyai muatan yang besarnya sama dengan muatan elektron yang
mengelilinginya.
· Hampir seluruh massa atom (99,9°) terkonsentrasi pada inti atom, dan massa atom
merupakan kelipatan bilangan bulat dari massa atom hidrogen.
Berdasarkan kenyataan ini, dipikirkan model inti, sebagai berikut:
· Model proton: Suatu inti atom mengandung A (bil bulat) proton (satuan mendasar muatan
positiI). Ini berarti, muatan inti ÷ Ae. Karena A tidak sama dengan Z, maka model ini
ditolak.
· Model Proton-elektron: Dalam inti terdapat A proton dan (A-Z) elektron. Massanya
sesuai, dan muatan juga sesuai. Akan tetapi, adanya elektron dalam inti melanggar asas
ketidakpastian, yang menghendaki elektron-elektron mempunyai energi kinetik sangat
tinggi. Spin intrinsik inti atom juga tidak terpenuhi. Jadi, model ini ditolak.
· Model Proton-Netron: Tahun 1932 ditemukan netron, yaitu partikel dengan massa sedikit
lebih besar dari massa proton, tetapi tidak bermuatan. Menurut model ini, inti terdiri
dari Z proton dan (A-Z) netron. Massanya A dan muatannya Ze. Proton dan netron ini
disebut nukleon. Model inilah yang diterima sebagai model inti atom.

Partikel Dasar Penyusun Atom

Partikel Dasar Penyusun Atom
1. lektron
Percobaan tabung sinar katoda pertama kali dilakukan William Crookes (1875). Hasil
eksperimennya adalah ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katoda menuju ke
anoda yang disebut sinar katoda.
George Johnstone Stoney (1891) yang memberikan nama sinar katoda disebut 'elektron¨.
Kelemahan dari Stoney tidak dapat menjelaskan pengertian atom dalam suatu unsur memiliki
siIat yang sama sedangkan unsur yang berbeda akan memiliki siIat berbeda, padahal keduanya
sama-sama memiliki elektron.
Antoine Henri Becquerel (1896) menentukan sinar yang dipancarkan dari unsur-unsur RadioaktiI
yang siIatnya mirip dengan elektron.
Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes yaitu pengaruh medan
listrik dan medan magnet dalam tabung sinar katoda. Gambar Pembelokan sinar katoda dapat di
klik disini
Hasil percobaannya membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatiI dalam suatu atom
karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positiI medan listrik.
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. !f the red x still appears, you may have to delete the image and then
insert it again.
Besarnya muatan dalam elektron ditemukan oleh Robert Andrew Milikan (1908) melalui
percobaan tetes minyak Milikan. Gambar percobaan tetes minyak milikan dapat diklik disini
Minyak disemprotkan ke dalam tabung yang bermuatan listrik. Akibat gaya tarik gravitasi akan
mengendapkan tetesan minyak yang turun. Bila tetesan minyak diberi muatan negatiI maka akan
tertarik kekutub positiI medan listrik.
Hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron 1 dan massa elektron 0.
2. Proton
Jika massa elektron 0 berarti suatu partikel tidak mempunyai massa padahal partikel materi
mempunyai massa yang dapat diukur. Begitu pula kenyataan bahwa atom itu netral.
Bagaimana mungkin atom itu bersiIat netral dan mempunyai, jika hanya ada elektron saja dalam
atom?
Eugene Goldstein (1886) melakukan eksperimen dari tabung gas yang memiliki katoda, yang
diberi lubang-lubang dan diberi muatan listrik. Gambar percobaan Goldstein dapat diklik disini
Ternyata pada saat terbentuk elektron yang menuju anoda terbentuk pula sinar positiI yang
menuju arah berlawanan melewati lubang pada katoda.
Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogenlah yang menghasilkan sinar
muatan positiI yang paling kecil baik massa maupun muatannya, sehingga partikel ini disebut
dengan proton.
Massa proton ÷ 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton ÷ ¹1.
. Inti Atom
Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest RutherIord melakukan penelitian penembakan
lempeng tipis. Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positiI dan negatiI maka sinar alpha
yang ditembakkan seharusnya tidak ada yang diteruskan/menembus lempeng sehingga
muncullah istilah inti atom.
Ernest RutherIord dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan konsep inti
atom didukung oleh penemuan sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan penemuan zat RadioaktiI
(1896).Percobaan RutherIord dapat diklik disini
Hasil percobaan ini membuat RutherIord menyatakan hipotesanya bahwa atom tersusun dari inti
atom yang bermuatan positiI dan dikelilingi elektron yang bermuatan negatiI. Untuk
mengimbanginya sehinga atom bersiIat netral.
,88, inti atom tidak seimbang dengan massa proton yang ada dalam inti atom, sehingga dapat
dipredisi bahwa ada partikel lain dalam inti atom.
. Neutron
Prediksi dari RutherIord memacu W. Bothe dan H. Becker (1930) melakukan eksperimen
penembakan partikel alpha pada inti atom berilium (Be). Ternyata dihasilkan radiasi partikel
berdaya tembus tinggi.
Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick (1932). Ternyata partikel yang menimbulkan
radiasi berdaya tembus tinggi itu bersiIat netral atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama
dengan proton. Partikel ini disebut neutron.



Partikel-partikel Dasar Atom
ff°nťelekLronţ lnLl aLomţ neLronţ proLonţ slnar kaLoda
ulLulls oleh 8aLna dkk pada 13Ŵ04Ŵ2009
Terdiri atas inti atom dan elektron yang berada diluar atom. Inti atom tersusun atas proton dan
netron.

Tabel Partikel Dasar Penyusun Atom
Flektron
Elektron merupakan partikel dasar penyusun atom yang pertama kali ditemukan. Elektron
ditemukan oleh Joseph John Thompson pada tahun 1897.

Joseph John Thompson
Elektron ditemukan dengan menggunakan tabung kaca yang bertekanan sangat rendah yang
tersusun oleh:
O 9laL logam sebagal elekLroda pada baglan u[ung Labung
O aLodaţ elekLroda dengan kuLub negaLlf dan anodaţ elekLrode dengan kuLub poslLlfŦ
istrik bertekanan tinggi yang dialirkan melalui plat logam mengakibatkan adanya sinar yang
mengalir dari katoda menuju anoda yang disebut sinar katoda. Tabung kaca bertekanan rendah
ini selanjutnya disebut tabung sinar katoda. Adanya sinar katoda membuat tabung menjadi gelap.
Sinar katoda tidak terlihat oleh mata akan tetapi keberadaannya terdeteksi melalui gelas tabung
yang berpendar akibat adanya benturan sinar katoda dengan gelas tabung kaca.
XSt-xXSt nSr KStoJS
O lnar kaLoda dlhasllkan aklbaL adanya allran llsLrlk berLekanan Llnggl yang melewaLl plaL logamŦ
O lnar kaLoda ber[alan lurus menu[u anodaŦ
O lnar kaLoda menlmbulkan efek fluoresens (pendar) sehlngga keberadaannya LerdeLekslŦ
O lnar kaLoda bermuaLan negaLlf sehlngga dapaL dlbelokkan oleh medan llsLrlk dan medan
magneLŦ
O lnar kaLoda yang dlhasllkan Lldak LerganLung darl bahan pembuaL plaL logamŦ
SiIat-siIat yang mendukung yang dihasilkan oleh sinar katoda menyebabkan sinar katoda
digolongkan sebagai partikel dasar atom dan disebut sebagai elektron.

Tabung Sinar Katoda

Peralatan Thomson untuk menentukan harga e/m
Joseph John Thomson selanjutnya melakukan penelitian untuk menentukan perbandingan harga
muatan elektron dan massanya (e/m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar katoda dapat
dibelokkan oleh medan listrik dn medan magnet. Pembelokan memungkinkan pengukuran jari-
jari kelengkungan secara tepat sehingga perbandingan harga muatan elektron dan massanya
dapat ditentukan sebesar 1,76×108 coulomb/gram.

Robert Milikan
Robert Millikan pada tahun 1909 melakukan penelitian penentuan muatan elektron
menggunakan tetes minyak. Penelitian membuktikan bahwa tetes minyak dapat menangkap
elektron sebanyak satu atau lebih. Millikan selanjutnya menemukan bahwa muatan tetes minyak
berturut-turut 1x(-1,6.10-19), 2x(-1,6.10-19), 3x(-1,6.10-19) dan seterusnya. Karena muatan tiap
tetes minyak adalah kelipatan 1,6.10-19C maka Millikan menyimpulkan bahwa muatan satu
elektron sebesar -1,6.10-19C.

Peralatan tetes minyak Milikan
Hasil penelitian yang dilakukan Joseph John Thompson dan Robert Millikan memungkinkan
untuk menghitung massa elektron secara tepat.

Contoh Soal:
Tentukan berapa elektron yang tertangkap oleh 1 tetes minyak dalam percobaan yang dilakukan
oleh Millikan apabila 1 tetes minyak tersebut bermuatan -3,2 x 10-19 C.
Jawab:
Telah diketahui dari percobaan yang dilakukan oleh Millikan bahwa muatan 1 elektron sebesar -
1,6 x 10-19 C. Maka jumlah elektron yang ditangkap oleh 1 tetes minyak dengan muatan -3,2 x
10-19 C adalah:

nt Stom
Ernest RutherIord pada tahun 1911 menemukan inti atom. W. C. Rontgen yang menemukan
sinar x pada tahun 1895 dan penemuan zat radioaktiI oleh Henry Becquerel mendasari penemuan
RutherIord. Zat radioaktiI merupakan zat yang dapat memancarkan radiasi spontan, misalnya
uranium, radium dan polonium. Radiasi atau sinar yang dipancarkan oleh zat radioaktiI disebut
sinar radioaktiI. Sinar radioaktiI yang umum dikenal adalah sinar alIa (u), sinar beta (µ) dan sinar
gama (¸).

Ernest RutherIord

Sinar AlIa, beta dan gama
Ernest RutherIord melakukan penelitian dengan menggunakan sinar alIa untuk menembak plat
tipis emas (0,01 sampai 0,001mm). Detektor yang digunakan berupa plat seng sulIida (ZnS) yang
berpendar apabila sinar alIa mengenainya.

Hamburan sinar alIa
Hasil yang diperoleh adalah bahwa sebagian besar sinar alIa diteruskan atau dapat menembus
plat tipis emas. Sinar alIa dalam jumlah yang sedikit juga dibelokkan dan dipantulkan. Hasil
penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar sinar alIa diteruskan memberikan
kesimpulan bahwa sebagian besar atom merupakan ruang kosong. Sedangkan sebagian kecil
sinar alIa yang dipantulkan juga memberikan kesimpulan bahwa dalam atom terdapat benda
pejal dan bermuatan besar. Adanya benda pejal yang bermuatan besar didasarkan pada kenyataan
bahwa sinar alIa yang bermuatan 4 sma dapat dipantulkan apabila mengenai plat tipis emas. Hal
ini berarti massa benda pejal dalam atom emas jauh lebih besar daripada massa sinar alIa.
Selanjutnya RutherIord menyebut benda pejal tersebut sebagai inti atom yang merupakan pusat
massa atom. Penelitian juga menunjukkan bahwa sinar alIa dibelokkan ke arah kutub negatiI
apabila dimasukkan kedalam medan listrik. Hal ini berarti sinar alIa menolak sesuatu yang
bermuatan positiI dalam atom emas dan lebih mendekati sesuatu dengan muatan yang
berlawanan. RutherIord selanjutnya menyimpulkan bahwa inti atom bermuatan positiI.
Hasil penelitian membuat RutherIord secara umum mengemukakan bahwa:
O Lom Lerdlrl aLas lnLl aLom yang bermuaLan poslLlf yang merupakan pusaL massa aLom
O lekLron dlluar lnLl aLom mengellllngl lnLl aLom dan ber[umlah sama dengan muaLan lnLl aLom
sehlngga suaLu aLom berslfaL neLralŦ
roton
Eugene Goldstein pada tahun 1886 melakukan percobaan dan menemukan partikel baru yang
disebut sebagai sinar kanal atau sinar positiI. PeralaEan Goldstein tersusun atas:
O lekLroda negaLlf (kaLoda) yang menuLup rapaL Labung slnar kaLoda sehlngga ruang dlbelakang
kaLoda gelap
O @abung kaLoda dllubangl dan dllsl dengan gas hldrogen berLekanan rendah
O 8adlasl yang keluar darl lubang Labung kaLoda aklbaL allran llsLrlk berLegangan Llnggl
menyebabkan gas yang berada dlbelakang kaLoda berpl[ar
O 8adlasl LersebuL dlsebuL radlasl/slnar kanal aLau slnar poslLlf

Sinar positiI/sinar kanal
Sinar kanal secara mendetail dihasilkan dari tahapan berikut yakni ketika sinar katoda menjala
dari katoda ke anoda maka sinar katoda ini menumbuk gas hidrogen yang berada didalam tabung
sehingga elektron gas hidrogen terlepas dan membentuk ion positiI. Ion hidrogen yang
bermuatan positiI selanjutnya bergerak menuju kutub negatiI (katoda) dengan sebagian ion
hidrogen lolos dari lubang katoda. Berkas sinar yang bermuatan positiI disebut sinar kanal atau
sinar positiI.
Penelitian selanjutnya mendapatkan hasil bahwa gas hidrogen menghasilkan sinar kanal dengan
muatan dan massa terkecil. Ion hidogen ini selanjutnya disebut sebagai proton. Beberapa
kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa sinar kanal merupakan parikel dasar yang
bermuatan positiI dan berada dalam inti atom dan massa proton sama dengan massa ion hidrogen
dan berharga 1 sma. RutherIord berikutnya menembak gas nitrogen dengan sinar alIa untuk
membuktikan bahwa proton berada didalam atom dan ternyata proton juga dihasilkan dari proses
tersebut. Reaksi yang terjadi adalah

Beberapa siIat sinar kanal/sinar positiI adalah:
O lnar kanal merupakan radlasl parLlkelŴ slnar kanal dlbelokkan ke arah kuLub negaLlf apablla
dlmasukkan kedalam medan llsLrlk aLau medan magneLŴslnar kanal bermuaLan poslLlfŦ
O lnar kanal mempunyal perbandlngan harga muaLan elekLron dan massa (e/m) leblh kecll darl
perbandlngan harga muaLan elekLron dan massa (e/m) elekLronŦ
O lnar kanal mempunyal perbandlngan harga muaLan elekLron dan massa (e/m) yang LerganLung
pada [enls gas dalam LabungŦ
Contoh soal:
Tentukan muatan oksigen apabila kedalam tabung sinar kanal dimasukkan gas oksigen dengan
massa 1 atomnya sebesar 16 sma dan akibat adanya tumbukan dengan sinar katoda yang
dihasilkan, 2 elektron lepas dari atom oksigen.
Jawab:
Karena terjadi pelepasan 2 elektron, maka muatan 1 atom oksigen ÷ 2.
etron
Penelitian yang dilakukan RutherIord selain sukses mendapatkan beberapa hasil yang
memuaskan juga mendapatkan kejanggalan yaitu massa inti atom unsur selalu lebih besar
daripada massa proton didalam inti atom. RutherIord menduga bahwa terdapat partikel lain
didalam inti atom yang tidak bermuatan karena atom bermuatan positiI disebabkan adanya
proton yang bermuatan positiI. Adanya partikel lain didalam inti atom yang tidak bermuatan
dibuktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932. Chadwick melakukan penelitian dengan
menembak logam berilium menggunakan sinar alIa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu
partikel yang tak bermuatan dilepaskan ketikan logam berilium ditembak dengan sinar alIa dan
partikel ini disebut sebagai netron. Reaksi yang terjadi ketika logam berilium ditembak dengan
sinar alIa adalah

Netron tak bermuatan dan bermassa 1 sma (pembulatan).























4.33.83. 8.5  !.39.8.4-...7.91/.83.8507.7.8.7.3/80-:983.942 .94.5.3.:9:-5489120/...9::38:7202 81.274408  .4..2.80/./.32.556.9:.77.3897  .  04704389430$9430  .9.3202-07..3.51.92030..9-07-0/.1 %:./80-:9 009743  002.5 5:9.7:38:7 :38:7#./.5.320/.3:9.564469./1:73.. 69.383./.613.7.690647.320281.3 897/.0/:....33.3503079.8 085072033./..4-.34/.7!03:8:3942   09743 !07.1 690647.309/.2.5 .56.7.5079.7.:.202009743  394300370...3:38:7. 8.308507203.38.2.-:383..274408.3.3009743  480543%42843  20.5675.9.9/ /83 .381./.330.202-:9.7.28:..3-./4.:/.33.3/.3/5.203::0 .94/./...2.29.51.790.7. .0..4.9/-04.9: 64.2.7!02-04.7.790780-:9/.93.32:3.5...790-072:.80-07.33.6675.7$94309/.3/.94/..2-.942/.28:.883.-:383.94/./902:.. 5.4..30.9 .9:503..6:070  203039:.91 ../506997.703..7.94/..9.383.7.3.275/03.94/.7:20/.91:.3-07-0/.5.3.'4.3.94/.

/...323.8507.9/::7 09:5:.:5:32:..354891.9:5..308507203/.5.-:3..9.3 20303/..9.3574943  .9//83 3.2:33..88.8/.340#4-0793/70./-072:..4-. .3/.5.7.9..2.88.3-./.380.2.32.8.009743 -07.32025:3.7507.73.798:..2.790.2009743/902:.3 02503958 .29..94/.3574943/.9..5.2:.2-.3/..0097438./8025749.912.3...93097.29.2-.:.3. ..90908.  .3574943    39942 $090.77.9../.79.907 2025:3. 803.5.08.9.39:7:3 .39090823.350309.9:.39090823.30/.57494382./.-07./.3.: 507.5.2.323.7 2:.3202.2..330.83..383.:.9.3-072:.3897 -..3 203::.3203.754891.9.94/..3 ..-.3.4-.88...2025:3../.942 :0304/8903  20..8.3200.35...32:.50302:.4-.7909/. 8.3009743 /.7.3.3/.83..34/.390908.9429:-0781.3/907:8.35.32.9..350302-./.3 /-07:-..9/.7507.3 9079.3897  .8.9./.3897 ..5.88.30.34/8903/.3009743 73089#:907147/20.4-.009743   !74943 .3/902-.3%42843/507402:.-:3.88.907-039:5:.3203::.9.3   20.33. .-:33 9073.70:9:-5489120/.7903/80-:9 /03..9.9:-.330.88.75.  $090.5.3/..3 :-.4-.9//83 %073.-07-..2.2 ..9.8/7403.354891/..9.5..03.9429:3097.3/-072:.7902.9.3-072:.8.912.942907/7/.88..5.942 /.2.7:83.3/.9907-039:009743.

790./.9429078:8:3/.93097..91 &39: 2032-.239.739 .9#.33.3...9//83 .3/03.330..9..803.5.3.89./.8507.740 #43903  /.33202-:.39.373089.-.4-.32.239.354891/.3/03009743./.942  ..5.4-./.3-072:...78/03  20302:./4.88.942.574943.3-072:.3/.3. 2:3.20302-:802503803.942 803.5.34380539 .88.39:40.802-.383..354908.942//::34050302:.9#:907147/203.:.9.350302:.942  73089#:907147//-.9 /570/8-.9.9429/.39.942-0781.38007/..91  !07.  .3#:907147//.

7503:8:3./.790/.790 -07/.8.-072:.902-:893  85072033/.942/.942 39.5. /03.790./.5.:.9.88.37.39.  %073..9.8.9.3:9.3 7.9429078:8:3./:.3 09743 /902:./.3/.32032-:.7!03:8:3942 W`^[Z 09743207:5..-0!./.:9/./.7#:907147/202.7.8.35.35.9.3.9...340480543%4258435.3574943 !.85.790.790.3-07.5. 0:9743 !70/8/.7903/80-:930:9743     S^`W\S^`WS_S^`[ ff°n   ° °f¯ ° ° ½° ¾°ff f ¾ f°f ½f f   %07/7.32.9.942.942-07:2 0 %073./.3 309743   %.:3  .902-:8939:-0781.9.2.3 0..07  20..: 490/.3009743.839.208./902:.35079..93097.8574943/.340.2578./.308507203 50302-.8-07/.2..

94/..34083.3.3.94/.-.-. %.393.9.790/.94/..-0790.3.3909.83.94.380-.33.-:3.-:3 .907/090820. /.:5.94/.9402.5.34/. 480543%425843 09743/902:./80-:99.3.50-07. /443.7..3.942/..7.3203/::3.89.30.9/.3.7.2030-.7.7.202-:./.3/80-:980-.5  $3.3203:3.99.94/./0.83.-:3.3 203..3-0790..383....3-07503/.-:383.38...7.39.3/80-:983.907.320.9 81.:0.3:93.7./.3.-...-:3203.94/.9703/.2203.94/.7.3/.203::.8.7.  XS`_XS`ZS^ S`[VS °ff f f¾f°f ff f°fff°¾  f°f°°––f°–¯  f½f–f¯  °ff f ©ff°¾¯ °©f° f  °ff f¯ °¯ f° € € ¾ °¾%½ ° f%¾ °––f f ff°°f   ¾  °ff f ¯ff°° –f€¾ °––f f½f  f° ¯ f°¾ f°¯ f° ¯f–°   O °ff ff°– f¾f° f –f°°– f ff°½ ¯ f½f–f¯  O O O O $1.9./03.-039:7.3/./.009743  .8..7/.7.-:3.94/.3.9.3703/.7.3 9078:8:340 O O 9f–f¯¾ f–f   f½f f f–f°©°–f °– f f    f °–f° ° –f€ f°f° f     °–f° ½¾€  897-0790.383..3/03.9.7. 380.89.

0.3%42843:39:203039:..3.-:3$3.7.  !07.7.9. %.94/.

7.3009743/.3. 2:.3:39:203039:.3:93.9.32.350309.3/3.88.2 480543%4284380. 0.:.3507-.3.20.

905.5.3503::7.94/. /.7.3897/320/./.32..34020/..3.83.88.309 !02-04.3.380-08.7003:3.380.850309.5.3-.7.9803.3203:3:.7.3009743/.2:.507-.7   .3.9 /-04.7 .3/3.9/9039:.2 .9.32.4:42-.3202:33.

7.2  .

32:.3.3 .39.9   4394$4.7..:.3.00974380.20302:.9.4-./.5.38.3503039:.3#4-079.9.9.39090823./..350309.39090823.39079.3-07.9..2:. -079:7:9 9:7:9               /.3..3-...2507.9: 00974380-08.2:.9.905.9:.3   2.. %039:.:3 20.3480543%425843/.3.380.380907:83. #4-079.3-. !0309.:.703.3 40.320325:.9.39090823.5 9090823.05.7       !07.9..35.5409090823.3     .3 #4-079.3.3-..:0- .2:.009743.5 00974380-.3 :39:2039:32.3202-:9.9203..9090823.3009743 203:3.3/..850309.3:93.9090823.9.90780-:9-072:.-./.:.5.9.3202:33./.3. ...3/.8.88.5.

91.942   #43903.75.37.:2.7507./09.91 $3.3.3/./.:.5409090823.6:070203/.7    .3/9.3:2 7.3.3 #:907147/ .3.7.77.340.35443:2 #.9.91207:5./4.3.  Z`S`[ 73089#:907147/5.1.77.91400370..8.3/.3....009743.:/./4.7./03.83./.300974380-08.7./.8.350302:.:83.750302:.32:..2:.91/80-:9 83.320302:.3 83.97.4-.5./4..3.3 28.3:2:2/03.3/5.3    .97.340./4.7./.97..9.9../4..9. :7.9202./.339.:320302:./:2/.3-./.9. .:3/.- %0..3..9.885439.

3.2./. -09. .383.7 .71. 83. × /.7-09.2. Ø   73089#:907147/  $3.

3/5.5.83.39:. 3-07.1. 50.30825:.5.39:.-.942207:5.:/.1.7:.3 #:907147/80.3-08.9.9. O O ¯  ff¾°f¯f°– ¯ff°½¾€f°–¯ ½ff°½¾f¯f¾¾ff¯  ° f°f¯¯ °– °–°f¯ f° ©¯f¾f¯f °–f°¯ff°°f¯ ¾ °––f¾ff¯ ¾€f° f  ^[`[Z :0304/89035.3 -072:.3897 .1..9808:.3/03.2034.9.3.9:..90780-:980-.3.792.1.1.8 $3./.1.. 83.3-072:..3 -07503/.:320.3202-:..8.3-.83.380/9:.50.2.3/5.3 /80-:980-.20303.8:.9.8 .202-07..03.354891/./907:8. 3$ .-.7/.3:93.3 -07.808:.5./..995802...80-..7983.30-203/0.754891 !07.7.9:/03.7.2...3.88./907:8.34843 $0/.9-03/.39:..35.37:.80-.5..995802.7.7.3-..7 /.:.94202.1.:..320302:.83.9..:9:-30.2-:7.7.3.9.9#:907147/80..3:.7.50.7.83.2.942907/.790-.7//.3-07:5.9 95802.9.9.8..88.3.3-08.354891  .5.83.94202..3.8 .7.#:907147/2030-:9-03/./-04.3-08.783./.25.35.88./.7.3 0825:.3203:3.5.-.3.5.35:8.3-08.1.850309.3:.20325:..7.30.2.8 50309.7.3507.1.9..3-072:.32:.  $0.7.3-./..73089#:907147/20..3.383.3202-07.5. 22 090947.1.7./-04..380-.383.9.:39:20302-.5.7..3-072:.39.3 .220/.   .3-.-03/.3/./2.3-07.7../..942 !0309..3/./.942-072:.3207:5..-03/.1..34/89039078:8:3.3:93.382..-..20303.:83..9.3-.942..3203:3:.8.2:2.75.3.203:3:.30./.783.920302-:8 5.9/5..3-08.50.4-.9 2.8 8. .:2:220302:.7.91 .350309.30/.3/50740./.39.7.80-.8/.3/:3.98038:1/..3 -.:0--08.3-.

O   f° –f€%f f%f°–¯ °½f½ff °–¾°ff f¾ °––ff°–  ff°– f f– f½ O @f °–f f  f°– f° ¾ °–f°–f¾ – °  f°f° ° f O f f¾f°– f f f°–f °–f ff fff°¾  –f°–f°°–– ¯ ° f f°–f¾f°– f f  ff°–f f ½©f O f f¾ ¾  ¾ f f¾$¾°ff°fff¾°f½¾€  $3.754891.

8/7403203.82.7.35.574943-07.3:93.7.3 -072:.383.9.3:93./.91 .942/.7.574943:..3.383.7.3/.7.9.94/..34/.//../03.9.3907.3202-039:4354891 43/7403.1. /03.80.343 /7403448/.380-.94/.79.7.3-07.94/.43/7403 /.5.7.9.//.3.70/.8/7403.3.8/.7./...39073.7:-.:39: 202-:9./.9.3.3..: 83.88.8.8.83.203/.3.3/./03. $3.3:93..0.9..3 -072:.354891/...3-07:9.83.3-072:.32.9.3-.203:::9:-30.9070.8.3/.5../.2-.3./.32.309..3/.2.83.009743.35489180.8..8397403/03..942/.7574808 90780-:9 #0.3./.207:5.20302-.3-07.3 2:.3-07.883.203.7.88.8/740390705.32. #:907147/-07:93..7.2..8-..5.5.239..3. 07.354891/80-:983.-0707.203/09.574943 0-07.7.29.380.5749438.7.9/.983. 0825:.94/.7.83./.3203:2-:.-:3 803.81././.88.7..94/.-. /.754891  !0309. 43/403380./80-:980-.  0-07.5.8.2.

9.29.83.3.5./.32:. °ff°f¯ ½ff°f f¾½f  ¾°ff°f  f° ff ° –f€f½f f ¯f¾f° ff¯¯ f°¾ff¯ f°¯f–°  ¾°ff°f ¯ff°½¾€  O °ff°f¯ ¯½°f½  f° °–f°f–f¯ff°  ° f°¯f¾¾f% $¯%  n f ½  f° °–f°f–f¯ff°  ° f°¯f¾¾f% $¯%  °  O °ff°f¯ ¯½°f½  f° °–f°f–f¯ff°  ° f°¯f¾¾f% $¯%f°– –f°°– ½f f© °¾–f¾ ff¯f °–  O 439484.34803.754891..7..3 .84803/03./2.-.3.8:.-:383. %039:.0/.

203/./.9./.30.3:./.9.. 502-:.9.3.5.8/./.80-08.9423.75.239.20.5.9: 5.383.3../.9..:.-072:.7...9.2.350309.354891 /.7.88.5.9.88.8:.4.9424803  W`^[Z !0309.7.3 83.790.9..7 /.- .4.309..38:808203/..3./03.7.3.  097439.9.1.782.3/05.340..3 //.82./.9.-072:.2-07:2/902-.8./.9424803  .3 /.:3 .3 20302-..-.3/.34..790.574943//..354891/80-.3//.3-0-07.95.703.3 00974305.3.9.88.309743 #0.3#:907147/80.5.39/./.3009743 2.942 #:907147/203/:.3/03.383.94/.5.2-07:2/902-.2-07:2203:3.942-072:.703.-072:.383.9.1..3907.3203:3:.8./03.3/03.3              .3 202:. 574943.239.:.9./09.850309.239.7.9:2-:.8.3./5005.8.3-.8.3-072.3.3.942:38:780.-072:.:0--08.3-072:.-.8. .2:.790.907/.9:2.3 5..3 /-:9..-.942./.907.5.7903/80-:980-..208.3.3/.1.39.39/.39.942.2.88.3.

            .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful