COSO « El Rafa

Page 1 of 3

COSO
5 March 2010 by faiq I. Sekilas COSO

The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission’s didirikan pada tahun 1985, yang merupakan aliansi dari lima organisasi profesi diantaranya : • • • • • Financial Executives International (FEI) the American Accounting Association (AAA) the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) the Institute of Internal Auditors (IIA) the Institute of Management Accountants (IMA) (formerly the National Association of Accountants).

Misi utama dari COSO adalah “Memperbaiki/meningkatkan kualitas laporan keuangan entitas melalui etika bisnis, pengendalian internal yang efektif, dan corporate governance.” Untuk menindaklanjuti rekomendasi dari komisi treadway, COSO mengembangkan studi mengenai sebuah model untuk mengevaluasi pengendalian internal. Pada tehun 1992, menyelesaikan studi tersebut dengan memperkenalkan sebuah “kerangka kerja pengendalian internal” yang akhirnya menjadi sebuah pedoman bagi para eksekutif, dewan direksi, regulator, penyusun standar, organisasi profesi , dan lainnya sebagai kerangka kerja yang komprehensif untuk mengukur efektifitas pengendalian internal mereka. II. Kerangka Kerja Pengendalian Internal (Internal Control-Integrated Framework) Dalam laporan tersebut, COSO menetapkan definisi pengendalian internal, menjelaskan komponenkomponennya, dan menyediakan kriteria terhadap sistem pengendalian yang dapat dievaluasi. Termasuk juga disebutkan didalamnya adalah memberikan pedoman penyusunan pengendalian internal untuk tujuan pelporan kepada publik dan menyediakan bahan-bahan kepada manajemen, auditor, dan pengguna lainnya untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal. Jadi, dua tujuan utama dari laporan tersebut adalah (1) untuk menetapkan definisi umum pengendalian internal yang melayani berbagai pihak, dan (2) menyediakan standar terhadap organisasi yang dapat menilai sistem pengendalian dan menentukan cara untuk meningkatkan/memperbaiki sistem tersebut. Definisi Pengendalian Internal COSO adalah “suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan personil lainnya dari sebuah entitas, yang dirancang untuk memberikan keyakinan/jaminan yang wajar berkaitan dengan pencapaian tujuan dalam kategori berikut : • Efektivitas dan efisiensi operasi • Keandalan laporan keuangan • Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku Laporan ini menekankan bahwa sistem pengendalian internal adalah merupakan alat/perangkat dari manajemen dan bukan pengganti manajemen. Jadi manajemen dan sistem pengendalian seharusnya dibentuk didalam kegiatan operasi. 1. Definisi

http://elrafa.wordpress.com/2010/03/05/coso/

09/11/2011

manajemen. Untuk tujuan pelaporan manajemen kepada publik. yang dirancang untuk memberikan keyakinan/jaminan yang wajar berkaitan dengan pencegahan atau deteksi dini terhadap pengambilan. penggunaan. yaitu (a) Penilaian Risiko (Risk Assessment) Terdiri dari identifikasi risiko dan analisis risiko. Sedangkan Analisis Risiko meliputi mengestimasi signifikansi risiko. COSO juga menyatakan konsep keyakinan yang wajar (reasonable assurance) terkait Pengendalian Internal bahwa adanya Pengendalian Internal yang baik tidak serta merta memberikan jaminan penuh kepada entitas bisa mencapai tujuannya namun sebatas keyakinan yang wajar. dan pihak-pihak lainnya yang mendukung pencapaian tujuan organisasi. dan personil lainnya dari sebuah entitas. Serta menyatakan bahwa tanggung jawab atas penetapan.wordpress. Selain itu terdapat keterbatasan yang melekat terhadap Pengendalian Internal bahwa tidak semua jenis pengendalian dapat diimplementasikan karena pertimbangan biaya dan manfaat (cost and benefit) sehingga dapat mengakibatkan Pengendalian Internal kurang efektif seperti yang diharapkan. atau penghilangan yang tidak terotorisasi adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris. dan perubahan ekonomi. 3. penjagaan. 2. persaingan. Komponen COSO mengidentifikasi Sistem Pengendalian Internal yang efektif meliputi lima komponen yang saling berhubungan untuk mendukung pencapaian tujuan entitas. antara lain : • Efektivitas dan efisiensi operasi • Keandalan laporan keuangan • Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku 4. (b) Lingkungan Pengendalian (Control Environment) Merupakan pondasi dari komponen lainnya dan meliputi beberapa faktor diantaranya : • • • • • Integritas dan Etika Komitmen untuk meningkatkan kompetensi Dewan komisaris dan komite audit Filosofi manajemen dan jenis operasi Kebijakan dan praktek sumber daya manusia http://elrafa.com/2010/03/05/coso/ 09/11/2011 . Namun COSO mengidentifikasikan tiga tujuan utama dari entitas. menilai kemungkinan terjadinya risik. dan pengawasan sistem Pengendalian Internal adalah tanggung jawab manajemen. penggunaan.COSO « El Rafa Page 2 of 3 COSO menekankan Pengendalian Internal sebagai suatu “proses” yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis entitas yang berkelanjutan (on going business activities). Pengendalian Internal terkait penjagaan asset dari pengambilan. Identifikasi risiko meliputi pengujian terhadap faktor-faktor eksternal seperti perkembangan teknologi. Tujuan Pengendalian Internal bagi Organisasi COSO mengasumsikan bahwa entitas telah menetapkan sendiri tujuan dari aktivitas operasinya. manajemen. dan karakteristik pengelolaan sistim informasi. sifat dari aktivitas bisnis. Pihak yang terlibat Dokumen COSO menyatakan bahwa pihak-pihak yang terlibat terkait Pengendalian Internal adalah dewan komisaris. atau penghilangan yang tidak terotorisasi terhadap asset entitas sehingga dapat memberikan pengaruh/efek yang material terhadap laporan keuangan. Factor internal diantaranya kompetensi karyawan. dan bagaimana mengelola risiko.

Sedangkan diskusi mengenai komunikasi berfokus kepada menyampaikan permasalahan Pengendalian Internal. dan system development. namun jika informasinya sensitive maka perlu adanya jalur khusus penyampaian informasi http://elrafa. • Application controls. mengembangkan strategi yang potensial dan system terintegrasi. perangkat lunak. Jika defisiensi Pengendalian Internal telah dikoreksi/dibetulkan pada saat pelaporan. pemisahan tugas. Pengendalian terhadap sistim informasi meliputi dua cara : • General controls. maka COSO menyatakan perlunya manajemen untuk terus melakukan pengawasan terhadap keseluruhan Sistim Pengendalian Internal melalui aktivitas yang berkelanjutan dan melalui evaluasi yang ditujukan terhadap aktivitas atau area yang khusus. Misal. frekuensi interaksi dari tiap subordinat. Aktivitas Pengendalian meliputi reviu terhadap sistim pengendalian. mencakup pencegahan dan deteksi transaksi yang tidak terotorisasi. dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan. accuracy. Fokus utama COSO menetapkan Pengendalian Internal merupakan partisipasi dari semua stakeholder entitas yang meliputi seluruh/semua area atau fungsi bisnis entitas.com/2010/03/05/coso/ 09/11/2011 . Filosofi manajemen dan jenis operasi dapat dinilai dengan cara menguji sifat dari penerimaan risiko bisnis. mencakup kontrol terhadap akses. 7.wordpress. 6. Bagaimana pelaporan masalah Pengendalian Internal COSO mendiskusikan bagaimana manajemen memperoleh dan mengolah informasi jika terjadi defisiensi Pengendalian Internal. authorization and validity dari proses transaksi (d) Informasi dan komunikasi COSO menyatakan perlunya untuk mengakses informasi dari dalam dan luar. dan pengendalian terhadap sistim informasi. dan mengumpulkan informasi pesaing. 5. COSO menyetujui apabila laporan manajemen pada pihak luar menyatakan bahwa Pengendalian Internal telah berjalan efektif. (c) Aktivitas Pengendalian (Control Activities) Terdiri dari kebijakan dan prosedur yang menjamin karyawan melaksanakan arahan manajemen.COSO « El Rafa Page 3 of 3 COSO menyediakan pedoman untuk mengevaluasi tiap factor tersebut diatas. COSO merekomendasikan kepada personil yang mengidentifikasi terjadinya defisiensi untuk segera melaporkannya kepada atasan langsungnya. (e) Pengawasan (Monitoring) Karena Pengendalian Internal harus dilakukan sepanjang waktu. serta perlunya data yang berkualitas. Evaluasi keefektifan Pengendalian Internal Meskipun COSO menekankan Pengendalian Internal sebagai suatu “proses” namun keefektifan dari pelaksanaannya dinyatakan sebagai sebuah kondisi dalam suatu titik waktu tertentu. Berfungsi untuk menjamin completeness.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful