P. 1
TOR_RDTR_BWK I

TOR_RDTR_BWK I

5.0

|Views: 1,181|Likes:
Published by Maester Bima

More info:

Published by: Maester Bima on Nov 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2014

pdf

text

original

KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) WILAYAH PENGEMBANGAN KOTA (WPK) I KECAMATAN SERPONG

DAN KECAMATAN SERPONG UTARA

I. LATAR BELAKANG Ruang dilihat sebagai wadah interaksi sosial, ekonomi dan budaya antara manusia dengan manusia lainnya, ekosistem dan sumber daya buatan. Interaksi ini tidak dengan sendirinya berlangsung secara seimbang dan saling menguntungkan berbagai pihak karena adanya perbedaan kemampuan, kepentingan serta perkembangan ekonomi yang dinamis dan akumulatif. Oleh karena itu ruang perlu ditata agar dapat memelihara keberlanjutan lingkungan dan memberikan dukungan terhadap kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Wilayah kota pada hakekatnya adalah pusat kegiatan ekonomi yang berfungsi mewujudkan efektifitas dan efisiensi pemanfaatan ruang sebagai tempat berlangsungnya kegiatan penataan ruang. Kota Tangerang Selatan terbentuk berdasarkan Undang-Undang No. 51 tahun 2008, meliputi 7 kecamatan yaitu kecamatan Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang dan kecamatan Setu. Sebagai kota yang baru terbentuk berbagai permasalahan penataan ruang kota akan dihadapi oleh pemerintah kota, maka untuk itu akan diperlukan juga suatu penataan ruang kota yang diharapkan dapat memecahkan masalah penataan ruang kota itu. Sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan JABODETABEKPUNJUR dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan, dalam upaya pengendalian pembangunan yang lebih terinci perlu disusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Berdasarkan RTRW Kota Tangerang Selatan dibagi dalam 4 (empat) WPK (Wilayah Pengembangan Kota), berkaitan dengan hal tersebut maka perlu disusun RDTR WPK I yang meliputi wilayah Kecamatan Serpong dan Kecamatan Serpong Utara. II. DASAR PERTIMBANGAN ekonomi, sosial dan budaya, dengan demikian maka wilayah kota perlu dikelola secara optimal melalui suatu proses

KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I

Page 1

Pengelolaan Sumber Daya Air. 5 15 4 Tahun Tahun Tahun 1984 985 1992 tentang tentang tentang Perumahan dan Permukiman. Undang-undang Ketenagalistrikan. 11. No. Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Undang-undang 9.Adanya perkembangan jaringan transportasi dalam bentuk prasarana dan peningkatan fungsi dan intensitasnya. 3. No. 13. 8. 23 36 28 7 Tahun Tahun Tahun Tahun 1997 1999 2002 2004 tentang tentang tentang tentang Lingkungan Hidup. Undang-Undang Republik Indonesia No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. No. Undang-Undang Republik Republik Republik Republik Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia No. 4. Undang-undang Telekomunikasi. Undang-Undang Republik Republik Republik Indonesia Indonesia Indonesia No. 2. 3. 10. 15 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan 6. Undang-undang Perindustrian. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.Undang-Undang 12. No. Undang-undang Republik Indonesia No.Arahan serta kebijakan yang tertuang di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan perlu dijabarkan pelaksanaannya di dalam RDTR. 5 Tahun 1960 tentang Ketentuan Pokok-pokok Agraria. 38 Tahun 2008 tentang Jalan. 2.Undang-undang Republik Indonesia No. 5.Adapun pertimbangan yang mendasari perlunya disusunnya RDTR WPK I adalah sebagai berikut : 1. KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 2 . Undang-undang Bangunan Gedung. Adapun dasar hukum yang melandasi penyusunan RDTR WPK I ini adalah : 1.Undang-undang Republik Indonesia No. No. 14. No. 7. Undang-undang Republik Indonesia No. tentang tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Republik Republik Indonesia Indonesia No. 15. Undang-undang Republik Indonesia No.Perkembangan kegiatan baru yang relatif sangat cepat yang harus diakomodasi dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). 30 Tahun 2007 tentang Energi. 32 33 Tahun Tahun 2004 2004.

KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 3 . 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Pengendalian. 26. 17. 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang.Permendagri No.Keputusan Presiden No. 20.Peraturan Pemerintah No. Undang-undang Republik Republik Indonesia Indonesia No. 24. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. 29. 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah. Peraturan Pemerintah No. No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2008 tentang Penetapan Kawasan Strategis Nasional. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. 54 Tahun 2008 tentang penataan ruang kawasan JABODETABEKPUNJUR. 19. 62 Tahun 2007 tentang Fasilitas Umum. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia No.Peraturan Pemerintah No.16.Peraturan Pemerintah No. 18. 28.Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah No. 27. 18 51 Tahun Tahun 2008 2008 tentang tentang Pengelolaan Sampah. dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Undang-Undang Pembentukan Kota Tangerang Selatan. 2 Tahun 1987 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kota. 35. 23. Tata Cara Penyusunan.Keputusan Presiden No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Peraturan Pemerintah No.Keputusan Presiden No. 35 Tahun 1993 tentang Sungai. 25.Peraturan Presiden No. 30. 57 Tahun 1989 tentang Kriteria Kawasan Budidaya. 22. 33. 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4 Tahun 1996 tentang Pedoman Perubahan Pemanfaatan Lahan Perkotaan. 32. 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Aatas Undang-undang No.Undang-undang Republik Indonesia No. 31.Peraturan Pemerintah No. 34.Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 21. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Peraturan Pemerintah No.Permendagri No.

41/PRT/M/2007 tentang Kriteria Teknis Kawasan Budidaya. 2 Tahun 1987. 272/FIK. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai. 59 Tahun 1988 tentang Petunuk Pelaksanaan Permendagri No. 38. 327/KPTS/2002 tentang Penyusunan Rencana No.Permendagri No. 640/KPTS/1986. 1 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan.Kepmen PU No.Permendagri No. Kepmendagri No. III. 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. 40.Kepmendagri No.Kepmen PU No. Peraturan lain yang terkait dan mengikat untuk penyusunan RDTR WPK I Kota Tangerang Selatan. 2 Tahun 1987 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kawasan Perkotaan.Permen PU No. 174 Tahun 2004 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah. tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kota.1. 66 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Parkir. FUNGSI DAN MANFAAT Tujuan yang hendak dicapai dengan terselenggaranya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) WPK I antara lain : KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 4 . 46. Daerah Manfaat Sungai. Kepmen Kimpraswil No. 43/AJ 007/DRJD/97 tentang Perekayasaan Fasilitas Pejalan Kaki di Wilayah Kota 53.05/DR3D/96 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. 41. 39.Permen PU No. 43. Perencanaan dan Tata Ruang Kota.Kepmendagri Kota. 42.Permen PU No. 50.Permen PU No. 44. TUJUAN.105/DRJD/96 tentang Pedoman Teknis Perekayasaan Tempat Perhentian Kendaraan Penumpang Umum. 51. 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan.Keputusan Dirjenhubdar SK. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.Kepmenhub No. 63/PRT/M/1993 tentang Garis Sempadan Sungai. 49.Kepmenhub No. 47. 48. 52.Keputusan Dirjenhubdar No.Keputusan Dirjenhubdar No.36. 271/HK. 31 Tahun 1993 tentang Jalan. 37. 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Aspek Fisik dan Lingkungan Ekonomi serta Sosial Budaya dalam Penyusuanan Rencana Tata Ruang. 45.

plan (Rencana Tapak). c. e. Sebagai pedoman untuk memberikan Ijin Sebagai pedoman untuk mengesahkan site Sebagai pedoman bagi pengaturan intensitas bangunan setempat. Pemanfaatan Ruang (IPR).a. c. Sedangkan fungsi tersusunnya RDTR WPK I ini adalah : a. Membantu penetapan prioritas pengembangan kota dan membantu penyusunan zoning regulation untuk dijadikan pedoman bagi tertib bangunan dan tertib pengaturan ruang secara rinci. Menyiapkan Menjaga perwujudan ruang. d. pengendalian program-program pembangunan Sementara manfaat tersusunnya RDTR WPK I ini. b. bagi pemerintah adalah: a. dalam dan RTRW ruang rangka keserasian melaksanakan program-program pembangunan. Menciptakan keseimbangan dan keserasian yang pada prinsipnya merupakan upaya dalam menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi dan intensitas penggunaan ruang bagian-bagian wilayah kota pada khususnya. manusia Menciptakan kelestarian lingkungan pemukiman dan kegiatan kota yang merupakan usaha menciptakan hubungan yang serasi antar dan lingkungannya. c. Mengarahkan pembangunan kota yang lebih tegas dalam rangka upaya pengendalian pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik untuk masing-masing bagian wilayah kota secara terukur baik kualitas maupun kuantitas. Meningkatkan daya guna dan hasil pelayanan yang merupakan upaya pemanfaatan secara optimal yang tercermin dalam penetapan sistem kota dengan pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik untuk masing-masing bagian wilayah kota secara terukur baik kualitas maupun kuantitas. KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 5 . b. konsistensi pembangunan dengan berwawasan Menjaga melalui perkotaan Kabupaten kawasan konsistensi perwujudan perkotaan perkotaan. b. yang tercermin dari pola intensitas penggunaan ruang kecamatan pada umumnya dan bagian wilayah kota pada khususnya. perkembangan Tangerang.

peraturan perundang-undangan pengumpulan data sekunder (tabular maupun spasial/peta) dari berbagai instansi pemerintah terkait pengumpulan data primer (wawancara maupun kuesioner) dari berbagai instansi pemerintah terkait maupun non instansi serta masyarakat. KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 6 . sektor informal) • • • • Analisis Perkiraan kebutuhan pelaksanaan pembangunan kawasan. Bakosurtanal atau dinas/instansi terkait.2 . morfologi. topografi. ekonomi lokal. berupa : • • • pengumpulan hasil studi terkait. 4. hidrologi. pembangunan. RUANG LINGKUP Sebagai pedoman bagi pelaksanaan program 4. prospek pertumbuhan ekonomi. Ruang Lingkup Kegiatan Secara garis besar lingkup kegiatan dalam pekerjaan ini terdiri atas : 1. struktur) Analisis Struktur Pelayanan Kegiatan Analisis Jaringan prasarana dalam perkotaan Analisis Pengembangan Sektor-Sektor Potensial (basis ekonomi. Tahap Analisis yang meliputi: • Analisis Fisik Dasar (kemiringan tanah. 2. distribusi. • observasi lapangan Peta dasar yang digunakan adalah berasal dari BAPPEDA Kota Tangerang Selatan. I.d. Tahap Identifikasi potensi dan permasalahan pembangunan dan perwujudan ruang kawasan. literatur. • Tinjauan terhadap kebijaksanaan yang telah ditetapkan. Tahap pengumpulan data dan informasi.1 Ruang Lingkup Wilayah Ruang lingkup perencanaan meliputi WPK I yang meliputi wilayah Kecamatan Serpong dan Kecamatan Serpong Utara. geologi dll) untuk menghasilkan daya dukung dan daya tampung lingkungan (KLHS) • Analisis Kependudukan (jumlah. diantaranya RTRW Kabupaten Tangerang Tinjauan terhadap kemampuan fisik wilayah perencanaan Tinjauan terhadap isu-isu strategis di dalam wilayah perencanaan • • 3.

Optimalisasi pemanfaatan lahan Interkoneksitas dengan jaringan sarana dan yang telah ada (termasuk dengan prasarana permukiman tidak tertata)   Analisis Transportasi Analisis KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan) KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 7 . • Analisis pemanfaatan lahan perumahan yang sudah namun o o o o belum dibangun (lahan tidur).  ekonomi perkotaan. o o jaringan sarana dan prasarana. sasaran pertimbangan efisiensi pelayanan Perkiraan kebutuhan tersebut mencakup:  Perkiraan kebutuhan pengembangan kependudukan.  pengembangan perkotaan intensifikasi)  (kebutuhan ekstensifikasi. kawasan dukung hendak kebutuhan prasarana dan sarana lingkungan.Perkiraan kebutuhan pelaksanaan pembangunan kawasan didasarkan atas hasil analisis daya yang kependudukan.  Perkiraan kebutuhan pengembangan ekonomi Perkiraan Perkiraan kebutuhan kebutuhan fasilitas sosial dan lahan perkotaan.  Perkiraan kebutuhan prasarana dan sarana perkotaan. yang berijin mencakup: Identifikasi kebijakan perijinan yang sudah Plotting area sesuai perijinan yang sudah Kondisi eksisting dan rencana penggunaan Sinkronisasi baik perencanaan pemanfaatan antar lahan kawasan maupun diterbitkan diterbitkan sesuai ijin yang diterbitkan permukiman. dan sektor/kegiatan pembangunan potensial.kebutuhan lahan bagi Perkiraan ketersediaan pengembangan. lingkungan. dicapai.

3) Pengelompokan materi yang diatur Jumlah penduduk dan kepadatan penduduk setiap blok peruntukan. Perumusan Rencana Detail Tata Ruang Perumusan 5. 2) Kedalaman materi yang diatur Rencana distribusi penduduk kawasan perkotaan yang dirinci dalam blok-blok peruntukan. 4. g.  pemukiman  Analisis penanganan banjir Analisis Analisis penanganan penanganan kawasan sosial dan masalah miskin. 2) Kedalaman materi yang diatur KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 8 . 6. Laporan Antara dan Laporan Akhir dengan melibatkan instansi terkait dan nara sumber lainnya demi mendapatkan rancangan yang komprehensif dan operasional untuk diterapkan. II. Melakukan ini berdasarkan pada perkiraan tahapan kebutuhan kegiatan pelaksanaan pembangunan dan pemanfaatan ruang. Menyusun draft Peraturan Daerah tentang RDTR WPK I. diskusi pembahasan dalam penyusunan Laporan Pendahuluan. (pengangguran. intensitas dan jangkauan pelayanan menurut lokasi dan jenis pelayanan kegiatan dalam kawasan. 2. Rencana Struktur Pelayanan Kegiatan 1) Materi yang diatur Tata jenjang kapasitas. Tujuan pengembangan wilayah WPK Tujuan pengembangan dirumuskan sesuai dengan permasalahan dan arahan kebijakan berdasarkan urgensi/keterdesakan penanganan wilayah. Rencana Distribusi Penduduk 1) Materi yang diatur Distribusi penduduk sampai dengan akhir tahun perencanaan. keamanan. masyarakat penyakit masyarakat lainnya). Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang wilayah WPK 1. TINGKAT KEDALAMAN RENCANA Kedalaman materi yang terkandung di dalam RDTR WPK I ini antara lain memuat aspek-aspek sebagai berikut: f.

Pelayanan peribadatan yang terdiri dari: mushola. sampai dengan jalan lokal sekunder. meliputi seluruh sistem primer. rumah sakit umum kelas B. sistem primer (jumlah lajur. rumah sakit umum kelas D. sekolah lanjutan tingkat pertama. baik skala kota maupun skala lingkungan. Pelayanan kesehatan yang terdiri dari: rumah sakit umum kelas A. 2) Kedalaman materi yang diatur Angkutan jalan raya. 3) Pengelompokan materi yang diatur Perdagangan yang terdiri dari: perdagangan skala regional. rumah sakit umum kelas C. pusat kesehatan masyarakat pembantu. Halte dan tempat pembrhentian moda transportasi. Rencana Sistem Jaringan Pergerakan 1) Materi yang diatur Sistem jaringan pergerakan dan prasarana penunjang (terminal. Terminal penumpang dan barang. lingkungan perparkiran) bagi angkutan jalan raya dan angkutan kereta api. taman kanak-kanak.perdagangan skala kota. daerah milik jalan. KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 9 . Pergerakan lainnya meliputi seluruh sistem pergerakan. Jalur sepeda dan pejalan kaki (pedestrian). masjid. 3) Pengelompokan materi yang diatur • Angkutan jalan raya. Pelayanan pemerintahan yang terdiri dari pelayanan pemerintah kecamatan maupun desa/kelurahan Pelayanan keamanan yang terdiri dari pos keamanan/polisi dan pos pemadam kebakaran.Distribusi pusat-pusat pelayanan kegiatan perkotaan dirinci sampai pusat pelayanan lingkungan permukiman perkotaan. jaringan jalan kolektor sekunder. jaringan arteri sekunder dan kolektor sekunder. vihara/klenteng. jaringan jalan lokal sekunder. gereja. Pelayanan rekreasi dan atau olah raga yang terdiri dari: pelayanan skala kota.. persimpangan utama). daerah pengawasan jalan.sekolah lanjutan tingkat atas.perdagangan skala lingkungan. Jaringan trayek angkutan penumpang dan jaringan lintas angkutan barang. pelayanan skala lingkungan. sekolah dasar. 3. Pendidikan yang terdiri dari: perguruan tinggi. terdiri dari: Jaringan jalan arteri sekunder. jalan.

2) Kedalaman materi yang diatur   Seluruh jaringan telepon (hingga jaringan kabel sekunder). Sistem penyediaan air bersih. Jaringan SUTUT. terdiri dari: Jaringan jalan kereta api (termasuk monorail). 3) Pengelompokan materi yang diatur • Sistem jaringan listrik. • • Sistem persampahan.• Angkutan kereta api. Sistem pembuangan air limbah. Sistem distribusi. yang terdiri dari: Seluruh saluran.   Seluruh jaringan gas. Seluruh jaringan gas. Hingga pipa distribusi sekunder/distribusi hingga blok peruntukan. Waduk penampungan. Seluruh jaringan air bersih (hingga jaringan distribusi sekunder/per blok peruntukan). Seluruh pipa transmisi air baku instalasi produksi. • Sistem jaringan gas. yang terdiri dari : Bangunan pengambil air baku. Stasiun kereta api. Jaringan kabel sekunder. yang terdiri dari: Stasiun telepon otomat. Gardu distribusi. yang terdiri dari : Seluruh saluran. Seluruh jaringan air limbah. Bangunan pengolahan. Sistem saluran telepon. 4. SUTET dan SUTT. Bangunan pengolahan sampah. Depo atau balai yasa. Gardu induk tegangan ekstra tinggi. Seluruh jaringan listrik (tegangan menengah hingga gardu distribusi). Jaringan telepon seluler. KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 10 . Instalasi tambahan untuk air limbah yang mengandung B3. Seluruh jaringan persampahan (hingga TPS komunal). yang terdiri dari: Bangunan pembangkit. Rencana Sistem Jaringan Utilitas 1) Materi yang diatur Sistem jaringan utilitas dalam kawasan hingga akhir tahun perencanaan. Seluruh pipa transmisi air bersih. yang terdiri dari: Tempat pembuangan akhir. Lokasi pembangkit. • • Sistem pembuangan air hujan. Rumah kabel dan kotak pembagi.    • Seluruh jaringan air hujan. Gardu induk. Waduk penampungan. yang terdiri dari: Pabrik gas. Bak penampung.

yang dirinci menurut instansinya. yang dirinci menurut jenisnya mulai dari mesjid. kelenteng. Kawasan Budidaya.peternakan. Sistem pembuangan dan pengelolaan persampahan. taman pemakaman pahlawan. pura.  Industri. puskesmas. gereja. dan TK. fungsi serta karakter kegiatan manusia dan atau kegiatan alam. dll. vihara.  Kesehatan. 3) Pengelompokan materi yang diatur a. pengelompokan berdasarkan besaran perpetakan.  Fasilitas sosial lainnya.B.  Peribadatan.  Pendidikan. taman rekreasi. yang dirinci menurut tingkat pelayanan mulai dari RS Umum kelas A. 1) Materi yang diatur Luas dan lahan peruntukan sampai dengan akhir tahun perencanaan. gelanggang.  Perdagangan.  Rekreasi. seperti panti asuhan. dll.Penampungan sementara. antara lain taman bermain. taman lingkungan.  Olahraga. KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 11 . yang dirinci menurut jenisnya. yang dirinci menurut jenisnya. SLTP. SD. yang dirinci menurut jenis dan bentuk bangunannya. jenis penggunaan. antara lain pasar. yang dirinci menurut tingkat pelayanannya. mal. Kebutuhan penyediaan sistem penanganan dan pengelolaan sampah.D.  Taman pemakaman umum. yang dirinci menurut jenisnya. dlll.C. perkebunan.  Terminal angkutan jalan raya baik untuk penumpang atau barang  Kawasan pertanian tanaman pangan. antara lain stadion. puskesmas pembantu. 2) Kedalaman materi yang diatur Pemanfaatan ruang kawasan perkotaan yang dirinci dalam blok-blok peruntukan. yang dituangkan dalam blok-blok peruntukan. dll. yang dirinci menurut ketinggian bangunan. pertokoan.  Perkantoran pemerintah dan niaga. meliputi:  Perumahan dan permukiman. panti werda. yang dirinci menurut tingkatan pelayanan mulai dari pendidikan tinggi. Rencana Blok Pemanfaatan Ruang (Block Plan) Rencana pemanfaatan ruang Kawasan Perkotaan yang menggambarkan ukuran. SLTA. taman kota. perikanan. h.

Arahan Kepadatan Bangunan 1) Materi yang diatur Perbandingan luas lahan yang tertutup bangunan dan bangunanbangunan dalam tiap petak peruntukan dibandingkan dengan luas petak peruntukan 2) Kedalaman materi yang diatur Kepadatan peruntukan. Kawasan Lindung.  Sempadan sungai. Tempat pembuangan sampah akhir. b.  Kawasan peruntukan ruang bagi kegiatan sektor informal (lokasi. i. Pedoman pelaksanaan pembangunan 1. luasan dan pemanfaatan)  Kawasan cagar budaya. sekitar danau dan waduk. waktu kegiatan. 3) Pengelompokan materi yang diatur • Blok peruntukan dengan koefisien dasar bangunan sangat tinggi • Blok peruntukan dengan koefisien dasar bangunan menengah • Blok peruntukan dengan koefisien dasar bangunan rendah • Blok peruntukan dengan koefisen dasar bangunan sangat rendah 2. 3) Pengelompokan materi yang diatur • Blok peruntukan ketinggian bangunan sangat rendah adalah blok dengan tidak bertingkat dan bertingkat maksimum bangunan yang dirinci untuk setiap blok-blok KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 12 .  Kawasan bencana alam/ daerah rawan banjir. sekitar mata air  Kawasan terbuka hijau kota termasuk jalur hijau dan taman kota/taman wisata (jenis. Arahan Ketinggian Bangunan 1) Materi yang diatur Rencana ketinggian maksimum atau maksimum dan minimum bangunan untuk setiap blok peruntukan (koefisien lantai bangunan) 2) Kedalaman materi yang diatur Ketinggian bangunan yang dirinci untuk setiap blok peruntukan. pengelolaan lokasi kegiatan sektor informal). meliputi:  Kawasan resapan air dan kawasan yang memberikan perlindungan bagi kawasan bawahan lainnya. jenis sektor informal.

KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 13 . Arahan Garis Sempadan Arahan garis sempadan ini mengatur : • • • • • Sempadan Bangunan. 2) Kedalaman materi yang diatur Penanganan blok peruntukan dan jaringan pergerakan yang dirinci untuk setiap blok peruntukan dan penggal jalan. 3) Pengelompokan materi yang diatur • Bangunan/jaringan baru yang akan dibangun. pengembangan baru. baik kebutuhan akan konservasi.dua lantai (KLB maksimum = 2 x KDB) dengan tinggi puncak bangunan maksimum 12 m dari lantai dasar. • Blok peruntukan ketinggian bangunan sedang adalah blok dengan bangunan bertingkat maksimum 8 lantai (KLB maksimum = 8 x KBD) dengan tinggi puncak bangunan maksimum 36 m dan minimum 24 m dari lantai dasar. • Bangunan/jaringan yang akan ditingkatkan. Sempadan Sungai. • Blok peruntukan ketinggian bangunan rendah adalah blok dengan bangunan bertingkat maksimum 4 lantai (KLB maksimum = 4 x KDB) dengan tinggi puncak bangunan maksimum 20 m dan minimum 12 m dari lantai dasar. Rencana Penanganan Blok Peruntukan 1) Materi yang diatur Penanganan blok peruntukan dan jaringan pergerakan serta utilitas yang akan dilaksanakan dalam kawasan. Sempadan Pagar. • Blok peruntukan ketinggian bangunan sangat tinggi adalah blok dengan bangunan bertingkat minimum 20 lantai (KLB maksimum = 20 x KDB) dengan tinggi puncak bangunan minimum 80 m dari lantai dasar. 3. dan jenis sempadan lainnya 4. • Blok peruntukan ketinggian bangunan tinggi adalah blok dengan bangunan bertingkat minimum 9 lantai (KLB maksimum = 9 x KDB) dengan tinggi puncak bangunan minimum 40 m dari lantai dasar. • Bangunan/jaringan yang akan diperbaiki. Sempadan Tegangan Tinggi. pemugaran atau penanganan khusus.

b. KEWAJIBAN KONSULTAN Dalam penyusunan RDTR WPK I ini. 5. c. Mekanisme perijinan Mekanisme pelaporan Mekanisme pemantauan Mekanisme evaluasi Mekanisme pengenaan sanksi. Pedoman Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan melalui kegiatan pengawasan dan penertiban terhadap pemanfaatan ruang berdasarkan: a. • Bangunan/jaringan yang akan dilindungi. bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan berdasarkan ketentuan perjanjian kerjasama yang telah KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 14 . jaringan prasarana dan sarana yang akan dipugar. d. e. • Bangunan/jaringan yang akan dipugar. jaringan prasarana dan sarana yang akan diperbaharui. baik kebutuhan akan konservasi. 3) Pengelompokan materi yang diatur • • • • • jaringan prasarana dan sarana baru yang akan dibangun. Jangka waktu Rencana Detail Tata Ruang WPK I adalah 20 tahun. Rencana Penanganan Prasarana dan Sarana 1) Materi yang diatur Penanganan prasarana dan sarana yang akan dilaksanakan dalam kawasan. pengembangan baru pemugaran atau penanganan khusus 2) Kedalaman materi yang diatur Penanganan prasarana dan sarana yang dirinci untuk setiap blok peruntukan dan penggal jalan. 6.• Bangunan/jaringan yang akan diperbaharui. VI. jaringan prasarana dan sarana yang akan ditingkatkan. jaringan prasarana dan sarana yang akan diperbaiki. pekerjaan ditetapkan. Konsultan Pelaksana (Pihak Ketiga) berkewajiban : a.

e. pengalaman minimal 8 minimal 12 tahun. Konsultan dalam melaksanakan pekerjaannya dapat meminta bantuan teknis. g. 4. TENAGA AHLI PEKERJAAN Untuk tercapainya hasil yang optimal. 8 tahun. Dalam melaksanakan pekerjaannya. Ekpose Laporan Antara dan Ekspose Draft Laporan Akhir . konsultan dapat mengundang narasumber yang berkompeten untuk hadir. menyusun kajian tersebut berdasarkan ketentuan teknis melaksanakan pekerjaannya sampai dengan batas waktu mempresentasikan hasil pekerjaannya dalam forum yang telah ditetapkan dalam kerangka acuan kerja. daftar tenaga ahli dan lain-lain.Usulan biaya dengan perincian biaya pada setiap kegiatan yang akan dilakukan. Ahli Pengembangan Wilayah/Kota (S2 Planologi). d.Program kerja. pengalaman Ahli Lingkungan (S1 Teknik Lingkungan). KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 15 . 2. h. 3. baik kepada Tim Teknis maupun instansi terkait lainnya untuk memperoleh petunjuk dan pengarahan agar mencapai hasil yang optimal. Dalam kesempatan tersebut. Sebelum melaksanakan pekerjaan. c. . dalam penyusunan RDTR WPK I ini dibutuhkan Tenaga ahli antara lain : 1. yang telah disepakati. Ahli Geodesi (S1 Teknik Geodesi). tahun. . saat: - melaksanakan proses asistensi secara berkala yaitu pada Sebelum dan setelah dilaksanakannya Ekspose Laporan Pendahuluan. VII. terbuka.Setelah pelaksanaan Ekspose Draft Laporan Akhir hingga Laporan Akhir siap untuk dicetak. Konsultan diwajibkan untuk menyusun usulan teknik dan biaya yang terdiri dari: . waktu penyelesaian dan lain-lain.Usulan teknik dengan penjelasan terinci tentang metode teknik tahapan kegiatan. pengalaman minimal Ahli Sipil (S1 Teknik Sipil).b. pengalaman minimal 8 tahun. f. konsultan wajib melakukan alih pengetahuan tentang rencana kepada aparat pelaksana daerah dengan cara yang disepakati antara pemerintah daerah dengan konsultan.

Ahli Transportasi (S1 Transportasi). Assiten Tenaga Ahli Pengembangan Wilayah/Kota (S1 Planologi) Asisten Tenaga Ahli Sipil (S1 Teknik Sipil) Asisten Tenaga Ahli Lingkungan (S1 Teknik Lingkungan) Selain tenaga ahli tersebut di atas. maka dibutuhkan Assisten Tenaga Ahli antara lain : 1. IX. Dilengkapi pula oleh contoh daftar isian/kuesioner serta daftar pertanyaan dalam wawancara. pendidikan minimal Operator Komputer. 7. pendidikan minimal D3 Surveyor. pendidikan minimal D1. tahun. (tiga) orang. dibutuhkan pula tenaga pendukung antara lain : - Tenaga Administrasi Kantor. pendidikan minimal SLTA sebanyak 3 D3. SISTEM PELAPORAN Pelaporan pekerjaan terdiri dari: N o 1 Jenis Laporan Jumlah (eksempla r) Keterangan Semua Peta dan Gambar berwarna.5. pengalaman minimal 8 tahun. dan rencana kerja. - sebanyak 2 (dua) orang. 2. Ukuran A4 Buku Laporan Pendahuluan. KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 16 . JANGKA WAKTU PEKERJAAN Untuk melaksanakan pekerjaan ini diperlukan waktu 5 (lima) bulan sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). VIII. berisi 10 uraian kosultan mengenai hasil analisis (sepuluh) pendahuluan terhadap potensi dan permasalahan/isu strategis. pengalaman minimal 8 Ahli Ekonomi Pembangunan (S1 Ekonomi Pembangunan). 6. 3. tahun. Untuk membantu tenaga ahli dalam penyusunan RDTR WPK I ini. metodologi serta kriteria analisis yang akan dilakukan sesuai dengan hasil survey pendahuluan dan kajian data sekunder. Kesepakatan PETA DASAR. pengalaman minimal 8 Ahli Arsitektur (S1 Teknik Arsitektur). Tenaga Gambar (drafter).

merupakan penyempurnaan terhadap seluruh rencana yang telah dijabarkan di dalam Draft Laporan Akhir b. Peta struktur pelayanan 4. Rencana sistem jaringan utilitas 6. KLB. Buku Laporan Akhir. Album Peta (skala 1:5. Peta rencana penggunaan lahan 3. CONTOH PETA DASAR. ketinggian) 8. Ukuran A3 3 20 (dua Semua peta dan puluh) gambar berwarna.000 atau lebih besar) yang berisi : 1. Presentasi Laporan Dalam rangka menjamin terlaksananya kegiatan secara baik. hasil analisis sementara sesuai dengan metodologi dan kriteria analisis yang disepakati pada Laporan Pendahuluan. Daftar Isi. maka pihak konsultan diharuskan melakukan presentasi/ekspose di hadapan Tim Teknis dan dinas/instansi terkait untuk mendapatkan masukan data dan KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 17 . a. Peta penggunaan lahan eksisting 2. berikut Daftar Tabel dan Daftar Gambar untuk tahapan kegiatan berikutnya. Jumlah (eksempla r) Keterangan 2 Buku Laporan Antara (Fakta Analisis) 10 berisi kumpulan data dan informasi (sepuluh) (primer dan sekunder) termasuk diantaranya kebijakan dan program pemerintah. 1 (satu) Hasil Kegiatan Teknik penyajian buku laporan: .Pengetikan 2 (dua) spasi dengan kertas HVS polos - Jilid soft cover biru tua dengan tulisan perak . Ukuran A3 5 (lima) (berwarna) Ukuran A0 4 a. Rencana sistem sarana dan prasarana (termasuk jaringan pergerakan) 7. Sudah dilengkapi dengan peta-peta yang mendukung analisis. Arahan kegiatan dan intensitas bangunan (KDB. Rencana penyediaan ruang bagi sektor informal Rekaman File Digital Semua peta dan gambar berwarna. berikut Daftar Tabel dan Daftar Gambar untuk tahapan kegiatan berikutnya.N o Jenis Laporan Daftar Isi. Rencana distribusi dan kepadatan penduduk 5.

Ekspose Laporan Pendahuluan . akan dilakukan Pendahuluan kelengkapan pertanggungjawaban kegiatan selesai dilaksanakan dan dapat diterima oleh Tim Teknis. Pembayaran tahap ke-2 sebesar 40 %. akan dilakukan setelah Laporan Akhir beserta kelengkapan pertanggungjawaban kegiatan selesai dilaksanakan dan dapat diterima oleh Tim Teknis XI.Ekspose Laporan Antara . Pembayaran tahap ke-3 sebesar 40 %. Ekspose dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali. KAK PENYUSUNAN RDTR WPK I Page 18 . PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam kerangka acuan kerja ini akan ditentukan kemudian.Eskpose Draft Laporan Akhir X. SISTEM PEMBAYARAN a. b. Pembayaran setelah Laporan tahap ke-1 sebesar beserta 20 %.informasi untuk menyempurnakan hasil pekerjaan konsultan. akan dilakukan setelah Laporan Antara beserta data mentah hasil survey primer dan sekunder berikut kelengkapan pertanggungjawaban kegiatan selesai dilaksanakan dan dapat diterima oleh Tim Teknis. c. yaitu: .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->