A.

INTERAKSI SOSIAL/KONSEP DIRI Konsep diri adalah keyakinan yang dimiliki individu tentang atribut (ciri-ciri sifat) yang dimilikinya (Brehm &Kassin, 1993). Atau dapat dikatakan sebagai pengetahuan dan keyakinan yang dimiliki individu tentang karateristik atau ciri-ciri pribadinya (Worchel, dkk. 2000). Kita mempelajari siapakah diri kita melalui pengalaman khususnya interaksi kita dengan orang lain. Salah satu cara kita mempelajari tentang diri kita dari interaksi sosial adalah dengan menemukan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Proses persepsi mengenai sisi baik atau jelek berdasar pada apa yang orang lain pikirkan tentang kita disebut dengan penaksiran yang direfleksikan (reflected appraisals). Ini adalah proses yang paling penting yang mempengaruhi diri kita. Istilah reflected appraisals menunjuk pada ide bahwa kita menaksir diri kita sendiri dengan merefleksikan atau bercermin dari bagaimana orang lain menaksir kita. Charles Hurton Cooley (1992) menyebut konsep ini dengan “Looking-Glass Self”. Kita membayangankan apa yang orang lain pikirkan tentang kita dan apa yang kita pikirkan mereka berpikir tentang kita. George Herbert Mead (1934) menggunakan ide yang sama, bahwa kita menaruh perhatian pada pendapat/opini tentang kita terutama dari orangorang yang penting dalam kehidupan kita (Significant Others). B. PERBANDINGAN SOSIAL (SOSIAL COMPARISON) Diri adalah suatu konstruksi sosial dan kita mendefinisikan diri sendiri sebagian melalui perbandingan dengan orang lain. Menurut, Leon Festinger sebagai pencipta dari teori perbandingan sosial, ketika orang merasa tidak pasti mengenai kemampuan atau pendapatnya, kemudian ketika informasi obyektif tidak ada, maka mereka akan mengevaluasi diri mereka sendiri melalui perbandinga dengan orang lain yang sama. Para peneliti telah menemukan motif-motif yang melatarbelakaingi orang untuk melakukan perbandingan dengan orang lain. Motif-motif tersebut sangat beragam, namun di sini ada motif penting yang dapat disebutkan, yaitu: 1. Kita membandingkan diri kita dengan orang lain untuk mengevaluasi diri sendiri. 2. Kita juga membuat perbandingan dengan orang lain supaya kita dapat memperbaiki diri.

sebab meskipun ia merasa memiliki hal-hal yang buruk atau rendah. tetapi juga berdasarkan performance yang dikaitkan dengan atribut (ciri-ciri) tertentu (related attributes hypothesis). ada kecenderungan biasanya kita membandingkan dengan orang lain yang sama (lateral comparison) atau dengan orang yang sedikit lebih baik daripada kita. tetapi juga dapat mengarahkan pada usaha-usaha destruktif untuk menjelekkan orang lain. etnis. misalnya: usia. jenis kelamin. kita tidak hanya cenderung membandingkan diri kita dengan yang memiliki performance yang sama. dan sebagainya. Prinsip downward comparison mencerminkan bahwa keinginan untuk mendapatkan pengetahuan tentang diri secara akurat adalah tidak selalu merupakan yang terpenting dalam cara kita berpikir tentang diri kita (Brown & Dutton. Ada beragam cara orang membandingkan dirinya dengan orang lain yang tidak mesti mengikuti hipotesis tersebut. Adanya perbandingan ini membuat perasaan mengenai diri seseorang menjadi lebih baik.3. Perbandingan sosial dapat melengkapi informasi yang berpengaruh pada bagaimana kita mendefinisikan diri dan bagaimana kita mengevaluasi diri kita. Perbandingan sosial juga mempengaruhi evaluasi diri secara menyeluruh dan perasaan berharga. 1995). diantara: 1. 1981). Kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain sehingga kita dapat meningkatkan diri sendiri (self-enhancing). Disamping itu. Hal ini dapat dikatakan sebagai pengabsahan diri (self-validating) atau self-serving bias yang merefleksikan keinginan kita untuk mengevaluasi diri sendiri secara positif. . Salah satu dari hipotesis utama perbandingan sosial adalah hipotesis persamaan (similary hypothesis) yang mengemukakan bahwa kita memilih untuk membandingkan diri kita denganorang-orang lain yang sama dengan kita. Biasanya kita berjuang menjadi baik dan lebiih baik (unidirectional drive upward). Menurut Festinger. keinginan untuk membandingakn diri dengan orang lain dapat membimbing pada usaha-usaha yang konstruktif untuk perbaikan diri. Denagn demikian. Downward Comparison Downward comparison adalah cara seseorang dalam membandingkan dirinya dengan orang lain yang rendah atau lebih buruk dari dirinya sendiri. orang lain ternyata memiliki lebih banyak lagi hal yang buruk tersebut (Wills.

dkk. yaitu: 1.2. dan kita kemudian mengabaikan informasi perbandingan yang menyatakan bahwa kita salah. Bentuk disiplin yang tak memaksa (menghindari hak-hak istimewa dan mendiskusikan alasan-alasannya daripada memberikan hukuman fisik. dan keterlibatan pada kejadian-kejadian atau kegiatan yang dialami anak. Kesalahan Mengukur Konsensus Kesalahan Mengukur Konsensus adalah membuat penaksiran tentang bagaimana pendapat atau perilaku orang lain melalui cara-cara perbandingan yang membuat kita merasa baik tentang diri kita. Sumber-sumber terpenting dalam pembentukan atau perkembangan harga diri adalah pengalaman dalam keluarga. Cara ini cenderung bersifat (overestimasi). 3. Memberikan kebebasan dalam batas-batas daan menghargai inisiatif. 2. 1999). Dan tujuan pribadi kita secara luas berasal dari aspirasi kita untuk sukses dalam perbandingannya dengan orang lain yang kita kagumi. Menerapkan batasan-batasan jelas pada perilaku anak secara teguh dan konsisten. umpan balik terhadap performance dan perbandingan sosial (Michener & Delamater. 4. Harga diri sebagian terbentuk berdasarkan pada persaan kita tentang kemampuan (kompetensi) dan kekuasaan (power) untuk mengontrol/mengendalikan kejadiankejadian yang menimpa diri kita. HARGA DIRI (SELF-ESTEEM) Harga diri adalah komponen evaluatif dari konsep diri. yang terdiri dari evaluasi positif dan negatif tentang diri sendiri yang dimiliki seseorang (Worchel. Menunjukkan penerimaan. afeksi. yakni terlalu berlebihan dalam menaksir jumlah orang yang setuju dengan pendapat dan perilaku sebagaimana yang kita lakukan. Coopersmith (1967) menyimpulkan bahwa ada 4 tipe perilaku orang tua yang dapat menngkatkan harga diri. C. minat. Harga diri berkaitan dengan cara penting bagaimana orang mendekati kehidupan mereka seharihari. . 2000).

termasuk dalam hubungannya dengan pasangan. “Shape up”. D. sehingga justu memperlemah kelekatan.Hasil riset mengatakan. dengan perilaku dalam cara-cara yang dapat mengurangi diskrepansi diri. Sedangkan orang yang harga dirinya tinggi memiliki harapan yang kuat bagi penerimaan sehingga mereka lebih mengedepankan tindakan-tindakan yang dapat memperteguh dan meningkatkan hubungan untuk melawan bebrapa peremehan yang dipersepsikan terhadap dirinya. Tingginya kepekaan akan penolakan menjadikan mereka mendekati orang lain dengan perasaan was-was/cemas sehingga mereka menjadi relatif kurang peka terhadap kebutuhan-kebutuhan pasangan mereka serta mengakibatkan mereka menjadi peka pada tanda-tanda penolakan. KESADARAN DIRI (SELF-AWARENESS) Keadaan kesadaran diri muncul ketika kita mengarahkan perhatian kita ke dalam untuk memfokuskanpada isi dari diri sendiri. Orang yang harga dirinya rendah nampaknya bereaksi terhadap kerentanan (mudahnya) mereka untuk terluka/tersakiti hatinya dengan cara mengambil jarak sehingga pasangan mereka tidak dapat menyakiti atau melukai hati mereka lagi. atau . Menurut Birgham (1991) kesadaran diri menunjukan derajat (seberpa jauh) perhatian diarahkan kedalam untuk memusatkan pada aspek-aspek diri sendiri. Teori kesadaran diri mengemukakan ada dua cara untuk mengatasi keadaaan yang tak menyenangkan : 1. bahwa orang yang harga dirinya rendah memiliki suatu sikap mengalah diri (self-defeating) yang dapat memperangkap diri mereka sendiri ke dalam suatu lingkaran setan karena mereka leboh cenderung ke arah negatif yang mana dapat mempengaruhi sosialisasi mereka terhadap lingkungan kehidupan mereka sendiri.

Orang yang berada dalam kondisi kesadaran dirinya tinggi pada umumnya akan bertingkahlaku dalam cara-cara yang lebih konsisten dengan sikap dan nilai yang dimilikinya ( Gibbon.Wicklund. persepsi dan perasaaanya. 2.2. Penggolongan ini berdasar pada: • Keadaaan mental dipengaruhi oleh stimuli lingkungan. yaitu: 1. seperti penampilan dan tindakantindakan sosial. Menurut Buss(1980) ada dua jenis kesadaran diri. • Daya tahan ciri sifat kepribadian yang menggambarkan aspek dari skema diri apa yang biasanya diaktifkan (pribadi atau publik) Contoh item yang mengukur kesadaran diri publik : Saya menaruh perhatian tentang apa yang orang lain pikirkan mengenai saya - Saya menyadari diri tentang cara saya dilihat. “Ship out”. . Kesadaran diri pribadi adalah ketika perhatian difokuskan pada aspek-aspek yang relatif pribadi dari diri. seperti mood . Kesadaran diri publik (public self –awareness) adalah ketika perhatian diarahkan pada aspek-aspek tentang diri yang kelihatan (nampak) pada orang lain. dengan melakukan penarikan diri (withdrawal) dari kesadaran diri. 1978. 1982).

Konsep diri yang terbentuk dari pendapat orang lain tentang diri kita. proses persepsi diri dan apakah kita merasa baik sebagaimana apa adanya kita. Hal ini secara langsung mempengaruhi apakah kita mengevaluasi diri kita secara positif atau negatif sehingga berpengaruh pada harga diri. perbandingan sosial dan atribusi diri mempengaruhi cara kita merasakan tentang diri kita sendiri. Sedangkan ada beberapa orang yang meyakini bahwa apa yang terjadi pada diri mereka ditentukan oleh . Beberapa individu memiliki persepsi internal locus of control yakni mereka meyakini bahwa mereka menguasai dan mengendalikan nasib mereka sendiri.PERSEPSI DIRI DAN KESEHATAN PSIKOLOGIS Kesehatan psikologis berkaitan erat dengan persepsi diri.Contoh item yang mengukur kesadaran diri pribadi : Saya selalu mencoba untuk menggambarkan diriku sendiri - Saya hampir selalu menjadi subyek dari khayalan-khayalan E.

pengaruh. psikologi social self presentation adalah proses dimana kita mencoba untuk membentuk apa yang orang lain pikirkan tentang kita dan apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri. Untuk memperoleh presentasi diri yang baik orang mencoba mengelola impresi diri (impression management). suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku yang dimotivasi oeh keinginan untuk diterima dan disukai. berbahaya atau berwibawa. Yang pertama adalah ingratiation. Impresi yang pertama kali kita buat di depan orang lain akan menentukan bagaimana hubungan orang lain dengan kita. atau kesempatan ( external locus of control). yaitu • Strategic Self Presentation dilandasi usaha untuk membentu kesan yang spesifik terhadap orang lain yang dapat menimbulkan simpati. self presentation terdiri dari 2 tipe. Adapun tujuan spesifik dari self presentation adalah keinginan untuk terlihat menarik. Ketika orang-orang ingin . nasib. dan persetujuan. PRESENTASI DIRI Presentasi diri (self presentation) adalah upaya untuk menumbuhkan kesan tertentu di depan orang lain dengan cara menata perilaku. 1. kompeten. bahwa orang lain akan menolong kami. Secara spesifik orang-orang mencoba menampilkan identitas yang berbeda-beda dari dirinya di dalam situasi yang berbeda-beda pula.TEORI GOFFMAN TENTANG PENGELOLAAN KESAN Menurut Erving Goffman (1959). F. Dua Tipe Self Presentation Apabila dilihat dari segi motive. masing-masing dari kita mengasumsikan suatu identitas tertentu atau suatu identitas sosial. bermoral. Bagaimanapun juga terdapat 2 strategi umum di dalam mencapai sasaran self presentation.faktor-faktor eksternal seperti keberuntungan. Yang diilhami oleh teori Goffman.

contohnya dengan cara banyak memberikan senyum.disukai atau diterima. • Self Promotion. Front mencakup 3 aspek (unsur) : setting (serangkaian peralatan. Dengan keterlibatannya secara penuh akan menolong dirinya untuk sungguh-sungguh menghayati peran yang dilakukannya secara total. misal cara berjalan. Penampilan Muka (proper front) Yakni perilaku tertentu yang diekspresikan secara khusus agar orang lain mengetahui dengan jelas peran si pelaku (aktor). status dan eksploitasi-eksploitasi. dan memperlihatkan pengetahuan yang dimilikinya. Goffman mengajukan syarat-syarat yang perlu dipenuhi bila individu mengelola kesan secara baik. misal pakaian. dll) b. memperilhatkan ekspresi menyetujui dan kalau perlu mereka akan menolong. yaitu : a. memandang. manner (gaya bertingkah laku. Keterlibatan dalam Perannya Hal yang mutlak adalah aktor sepenuhnya terlibat dalam perannya. memberikan pujian dan menjilat. mereka akan berusaha memberikan kesan kepada orang lain dengan cara membicarakan diri mereka sendiri. dll). berbicara. atribut – atribut . lencana. Mewujudkan Idealisasi Harapan Orang Lain Tentang Perannya . menganggukan kepalanya. c. yaitu suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku yang termotivasi oleh suatu keinginan untuk lebih dari orang lain dan dihormati karena kompetensi yang dimiliki . duduk. ruang dan benda yang kita gunakan). appearance (penggunaan petunjuk artifaktual.Ketika orang-orang ingin dihormati berdasarkan kompetensinya. mereka akan berusaha menampilkan yang terbaik.

Misalnya seorang dokter harus mengetahui tipe perilaku apa yang diharapkan dari orang-orang pada umumnya mengenai perannya.  Promosi Diri (self promotions) adalah tindakan yang dirancang untuk membuat seseorang tampak lebih kompeten. STRATEGI PRESENTASI DIRI Ada berbagai cara untuk menumbuhkan kesan positif di depan orang lain : • Forsythe. 1985 : pakaian yang kita pakai adalah sesuatu yang sangat menentukan kesan terhadap diri kita. Dorongan berbuat baik karena ingin memperoleh pujian. supaya dia tetap menyadari perannya dan tidak hilang dalam proses tersebut. 1989 : penampilan model rambut. dia harus melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Wanita yang berpakaian profesional ( Blazer dan rokspan disaat melamar pekerjaan lebih sering diterima pada posisi manajemen jika dibandingkan dengan wanita yang melamar dengan pakaian konvensional (misalnya rok terusan) • Baron. Misalnya menyumbang jumlah besar pada orang susah. sampai memberikan uang pada pengemis hanya karena biar dianggap pemurah. Jones and Pitman (1982) : mengemukakan lima teknik presentasi diri pada orang lain:  Ingratiasi (ingratiation) adalah usaha disengaja untuk menciptakan • kesan baik. 2. kosmetik. dan kaca mata ikut pula mempengaruhi kesan orang lain pada seseorang. d. Mystification Akhirnya goffman mencatat bahwa bagi kebanyakan peran performance yang baik menuntut pemeliharaan jarak sosial tertentu diantara aktor dan orang lain.Terkadang untuk memenuhi harapan orang pada umumnya. dan memanfaatkan pengetahuan ini untuk diperhitungkan dalam penampilannya. Misalnya: seorang dokter harus memelihara jarak yang sesuai dengan pasiennya. Dia tak boleh terlalu kenal/akrab. Banyak orang berupaya melakukan ini. membantu kaum miskin. Drake & Cox. Biasanya para pencari kerja .

Misalnya Anda pamer bahwa Anda kaya untuk membuat seseorang merasa rendah diri.  perilaku mereka yang nampaknya diragukan karena sebenarnya bertentangan dengan norma-norma budaya. . dan tergantung pada orang lain. Ada dua tipe accounts yaitu meminta maaf (tujuannya mengurangi atau menghindari tanggung jawab bagi perilaku yang tak layak dengan menyatakan kejadian-kejadian yang tak dapat dikendalikan. Cara-cara yang pada umumnya dilakukan adalah dengan taktik disclaimers (penyangkalan) yaitu pernyataan secara verbal dengan niat atau tujuan menyangkal implikasi negatif dari tindakantindakan yang akan datang dengan mendefinisikan tindaka-tindakan ini tidak relevan dengan identitas sosial yang telah mereka miliki. Mereka berupaya menunjukkan diri mampu dan layak diterima kerja. tekanan eksternal yang memaksa.  Hambatan Diri (self-handicapping) strategi ini digunakan ketika Aligning Actions yaitu usaha-usaha individu untuk mendefinisikan individu merasa egonya terancam karena kelihatan tidak mampu.  Intimidasi (Intimidation) adalah strategi presentasi diri dimana orang mengkomunikasikan suatu kemampuan dan kecenderungan untuk menyebabkan orang lain menghasilkan sesuatu yang negatif. Selain itu dapat pula digunakan taktik account (alasan-alasan) yaitu penjelasanpenjelasan yang ditawarkan seseorang untuk mengurangi tanggung jawab setelah menampilkan tindakan-tindakan yang dapat mengancam identitas sosialnya.berusaha melakukan promosi diri pada saat wawancara kerja. Misalnya dengan keras mengutuk pelacuran dan perjudian (meskipun biasa melacur dan berjudi). Mungkin Anda sering melakukan ini agar memperoleh bantuan dan simpati. Kaum politisi sering melakukan teknik ini agar dihormati masyarakat.  Suplifikasi/Permohonan (supplification) adalah cara presentasi diri berupa penciptaan kesan bahwa seseorang dalam keadaan miskin. lemah.  Eksemplifikasi (exemplification) adalah suatu teknik dimana orang berusaha untuk menciptakan kesan memiliki superioritas moral dan integrasi. Pengemis biasa melakukan teknik suplikasi ini.

tetapi juga mencoba untuk mendefinisikan bahwa perilaku itu cocok dalam situasi tersebut)  Altercasting yaitu menggunakan taktik untuk memaksakan peran dan identitas pada orang lain. (2000) self-monitoring adalah menyesuaikan perilaku terhadap normanorma situasional dan harapan-harapan dari orang lain.  Brigham (1991) menyatakan self-monitoring merupakan proses dimana individu mengadakan pemantauan (memonitor) terhadap pengelolaan kesan yang telah dilakukannya. Strategi presentasi diri memiliki tujuan untuk mempengaruhi bagaimana cara pandang orang lain tentang diri anda. Self monitoring dibagi menjadi dua: . Melalui strategi altercasting. SELF MONITORING Pengertian Self Monitoring menurut beberapa tokoh:  Mark Snyder (1987) self-monitoring yaitu kecenderungan mengatur perilaku untuk menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutaan situasi sosial. 3. yang berpengaruh pada konsep diri seseorang.  Brehm&Kassin (1993) self-monitoring adalah kecenderungan untuk merubah perilaku dalam merespon terhadap presentasi diri yang dipusatkan pada situasi. Disini terdapat “carryover effect”. kita menempatkan orang lain dalam identitas situasi dan peran yang menguntungkan kita.  Worchel. pada umumnya altercasting melibatkan perlakuan terhadap orang lain seolah-olah mereka telah memiliki identitas dan peran yang ingin kita paksakan/beban. dkk.memaksakan tekanan internal) dan justifikasi (tetap bertanggung jawab atas perilaku tak layak. tetapi mungkin juga mengubah cara pandang anda terhadap diri anda sendiri.

1977). terampil atau ahli dalam mempresentasikan beberapa perilaku dalam situasi-situasi berbeda dan dapat merubah cara-cara presentasi diri atau memodifikasi perilaku-perilaku untuk menyesuaikan dengan harapan orang lain. tidak pemalu dan lebih siap untuk mengambil inisiatif dalam berbagai situasi (Pilkonis. Dalam suatu alat tes yang dinamakan “self-monitoring Scale” yang disusun oleh Mark Snyder dapat diketahui bahwa ternyata orang mempunyai variasi secara luas dalam kesiapan dan kemampuan untuk memantau diri mereka sendiri. Mereka cakap dalam merasakan keinginan dan harapan orang lain. . Tetapi kemungkinan mereka menjadi kurang dapat dipercaya dan dinilai dangkal (Gergen. High self-monitors digambarkan sebagai orang yang memiliki “pragmauic self’. Sehingga diasumsikan bahwa mereka yang berada pada tingkat self-monitoring yang moderat (sedang/di-tengah-tengah) adalah yang secara sosial ideal. Low Self-Monitoring Individu yang termasuk rendah dalam pemantauan diri (low self-monitors) cenderung lebih menaruh perhatian pada perasaan mereka sendiri dan kurang menaruh perhatian pada isyarat-isyarat situasi yang dapat menunjukkan apakah perilaku mereka sudah layak. orang yang mendapat skore tinggi pada skala selfmonitoring. 1978). tanpa menjadi “bunglon sosial”. 1977). Perilaku mereka lebih ditentukan oleh kecocokan dengan situasi daripada sikap dan perasaan mereka yang sebenarnya. Mereka dapat disebut juga sebagai pengelola kesan yang lihai (“skilled impression managers). High Self-Monitoring Individu yang memiliki self-monitoring yang tinggi (high self-monitors) menitikberatkan pada apa yang layak secara sosial dan menaruh perhatian pada bagaimana orang berperilaku dalam setting sosial. Berdasar hasil penelitian. Sebab hal ini akan membuat mereka bisa berfungsi secara efektif dalam mempresentasikan diri mereka. akan mendapat keberuntungan dalam situasi sosial. Mereka menggunakan informasi ini sebagai pedoman tingkah laku mereka. 2.1. Orang-orang akan menganggap mereka sebagai orang yang ramah dan relaks (Lippa.

) EVALUATIVE : individu mengemukakan pendapat atau perasaan pribadi. apakah orang lain akan menerima atau menolak kita. motivasi. G. alamat dan usia. dkk. Pengungkapan diri dapat berupa : informasi perilaku. PENGUNGKAPAN DIRI (SELF-DISCLOSURE) Dalam suatu interaksi antar individu dengan orang lain. maka mereka cenderung untuk memiliki harga diri yang lebih tinggi (Sharp & Getz.\ . dll. Apa yang kita sukai. perasaan. Jenis pekerjaan. & Hotze. Eg. Sedangkan low self-monitors lebih menekankan kecocokan dalam kepribadian dan minat daripada mencocokkan dengan daya tarik fisik dalam memilih pasangan (Glick. Mereka juga trampil secara sosial dalam menguji hipotesis tentang kepribadian orang (Dardenne & Leyens. 1995).Hasil-hasil penelitian yang lain menunjukkan bahwa karena high self-monitors mempersepsi diri sendiri sebagai orang yang berhasil dalam memberi kesan pada orang lain. bagaimana kita ingin orang lain mengetahui tentang kita akan ditentukan oleh bagaimana individu dalam mengungkapkan dirinya. Mereka juga lebih banyak mengingar informasi tentang orang-orang lain atau tindakan-tindakan orang lain. benci. sikap. keinginan. 1988). dll. 1989) pengungkapan diri kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab dengan orang lain yang bersifat : 1. 1996). High self-monitors lebih menempatkan pada daya tarik fisik daripada kualitas pribadi ketika mereka memiliki pasangan romantis.. Akhirnya studi dalam organisasi menunjukkan bahwa individu yang tinggi self-monitoringnya lebih baik daripada yang rendah self-monitoringnya dalam bekerja antar departemen atau antar seksi yang menuntut fleksibilitas dan terbuka dengan keinginan dan harapan orang lain. 1987). 2. Eg. DeMorest. Morton (dalam Sears. SELF-DISCLOSURE adalah proses menghadirkan diri yang diwujudkan dalam kegiatan membagi perasaan dan informasi dengan orang lain (Wrightsman.) DESKRIPTIVE : individu melukiskan berbagai fakta mengenai diri sendiri yang belum tentu diketahui oleh pendengar.

1995) tingkatan pengungkapan diri dalam komunikasi : a. 2. Penetrasi sosial terjadi dalam 2 dimensi utama yakni : 1.TINGKAT-TINGKAT PENGUNGKAPAN DIRI Menurut Powell (dalam Supratikna.) Perasaan e.) KEABSAHAN SOSIAL (sosial validation) .) : seseorang dapat berkomunikasi dengan siapa saja baik DIMENSI KEDALAMAN : seseorang berkomunikasi dengan orang dekat. c. dkk. yang diawali dari perkembangan hubungan dangkal sampai hubungan yang akrab atau mengungkapkan hal-hal yang bersifat pribadi tentang dirinya.) PENJERNIHAN DIRI (self-clarification) 3.. FUNGSI PENGUNGKAPAN DIRI Menurut Derlega dan Grzelak (dalam Sears. yakni : 1.) Basa-basi b.) DIMENSI KELUASAN orang asing atau teman dekat.) EKSPRESI (expression) 2. 1988) ada 5 fungsi pengungkapan diri. d.) Hubungan puncak : setiap individu memiliki pendapat yang berbeda-beda. : pengungkapan diri dilakukan secara mendalam.) Menyatakan pendapat : mulai menjalin hubungan yang erat dimana individu mulai mengungkapkan dirinya kepada yang lain. : yang diungkapkan dalam komunikasi hanyalah tentang orang lain atau hal-hal yang diluar dirinya.) Membicarakan orang lain : tingakatn yang paling lemah.

I. B. Goffman menyatakan bahwa dalam berbagai pengalaman orang-orang lain dengan niat sengaja atau tidak sengaja memaksa orang yang terstigmasi untuk memainkan peran tertentu sebagaimana yang dikehendaki mereka. Pengungkapan diri harrus didorong oleh rasa berkepentingan terhadap hubungan dengan orang lain dan diri sendiri. Selama melakukan pengungkapan diri. STIGMATISASI Stigma adalah suatu karakteristik yang dipertimbangkan tidak diinginkan oleh banyak orang.) PERKEMBANGAN HUBUNGAN (relationship development) PEDOMAN DALAM PENGUNGKAPAN DIRI Menurut Devito (1992) hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengungkapan diri adalah sebagai berikut : A.) Motivasi melakukan pengungkapan diri. MENDETEKSI PENIPUAN DALAM PRESENTASI DIRI Orang atau observer dapat memperhatikan dua tipe informasi besar dalam mendeteksi pengelolaan kesan atau presentasi diri yang menipu (berbohong): .) Kesesuaian dalam pengungkapn diri.4.) KENDALI SOSIAL (sosial control) 5. berikan lawan bicara kesempatan untuk melakukan pengungkapan diri juga.) Timbal balik dari orang lain. H. C. Pengungkapan diri harus dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat.

2. . membuat taktik ingratiasi adalah sulit. seperti nada suara. Memeriksa dengan teliti perilaku nonverbal. mofit-motif yang disembunyikan dari self-presenter mungkin menjadi sangat jelas pada target. Dengan menaksir motif-motif tersembunyi yang mungkin dimiliki self- presenter. Misalnya jika terdapat perbedaan yang besar dalam kekuasaan (power). jarak antara pesan yang disampaikan melalui saluran-saluran yang berbeda. Walaupun mendeteksi penipuan adalah sulit.1. observer lebih cermat ketika mereka menaruh perhatian pada isyarat-isyarat yang bocor khususnya nonverbal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful