P. 1
MAKALAH BILANGAN PECAHAN 1

MAKALAH BILANGAN PECAHAN 1

|Views: 2,177|Likes:
Published by Cecep Hardiansyah

More info:

Published by: Cecep Hardiansyah on Nov 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2015

pdf

text

original

BILANGAN PECAHAN

A.MENGENAL BILANGAN PECAHAN

1. PENGERTIAN BILANGAN PECAHAN
8llangan pecahan merupakan bllangan yang mempunyal [umlah kurang aLau
leblh darl uLuhŦ 1erdlrl darl pembllang dan penyebuLŦ Þembllang merupakan
bllangan yang LerbaglŦ Sedangkan penyebuL merupakan bllangan pembaglŦ !enlsŴ
[enls bllangan pecahan adalah pecahan blasaţ pecahan campuranţ pecahan deslmalţ
persenţ dan permllŦ
Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk
u
b
dengan
a, b bilangan bulat, b = 0, dan b bukan Iaktor dari a.
Misalnya, kamu memiliki sebuah apel. Kemudian, apel tersebut dibagi menjadi
dua bagian sama besar. Setiap satu bagian apel tersebut dinamakan 'satu per dua¨
atau 'setengah¨ dan dinotasikan
1
2
. Kemudian, apabila setiap bagian apel tersebut
dibagi kembali menjadi dua bagian sama besar maka setiap bagian apel tersebut
dinamakan 'satu perempat¨ atau 'seperempat¨ dan dinotasikan
1
4
. Bilangan
1
2
dan
1
4

tersebut dinamakan bilangan pecahan. Bilangan yang terletak diatas dinamakan
pembilang. Adapun bilangan yang terletak dibawah dinamakan penyebut.
CONTOH :
1. Manakah diantara bilangan-bilangan berikut yang merupakan pecahan?
a.
1
12
b.
3
2
c.
6
3

2. Tentukan pebilang dan penyebut pecahan-pecahan berikut!
a.
2
5
b.
7
12
c.
8
9

3. Panjang sepotong kayu adalah 50 cm. Tentukan panjang dari
a. Seperempat kayu tersebut.
b. Tiga per lima kayu tersebut
Penyelesaian :
1. a.
1
12
merupakan pecahan karena sesuai dengan deIinisi pecahan
b.
3
2
merupakan pecahan karena sesuai dengan deIinisi pecahan
c.
6
3
bukan pecahan karena 3 merupakan Iaktor dari 6.

2. a.Pembilang pecahan
2
5
adalah 2 dan penyebutnya adalah 5.
b.pembilang pecahan
7
12
adalah 7 dan penyebutnya 12.
c. Pembilang pecahan
8
9
adalah 8 dan penyebutnya adalah 9.
3. a.Panjang dari seperempat kayu tersebut adalah
1
4
x 50 ÷ 12,5 cm.
b.Panjang dari tiga perlima kayu tersebut adalah
3
5
x 50 ÷ 30 cm.

2. ENIS ENIS BILANGAN PECAHAN
A. Pecahan Murni
Pecahan murni adalah pecahan yang pembilangnya lebih kecil daripada
penyebutnya. Contoh-contoh dari pecahan murni antara lain
11
12
,
23
47
, dan
3
6
.
B. Pecahan Tidak Murni adalah pecahan yang penyebutnya lebih kecil dari pada
pembilangnya. Contoh-contoh dari pecahan tidak murni antara lain
5
3
,
22
7
, dan
314
100
.
C. Pecahan Campuran
Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri atas bilangan bulat a, b, dan c
yang bersiIat a
b
c
÷ a ¹
b
c
, dengan
b
c
adalah pecahan murni. Contoh-contoh dari
pecahan campuran antara lain 1
2
3
, 5
8
11
, dan 21
3
7
.
Pecahan campuran dapat diperoleh dari pecahan tidak murni. Begitu pula
sebaliknya, pecahan tidak murni dapat di peroleh dari pecahan campuran.
1) Mengubah Pecahan Tidak Murni Menjadi Pecahan campuran.
Cara untuk mengubah pecahan tidak murni menjadi pecahan campuran adalah
dengan melakukan pembagian antara pembilang dan penyebutnya.
Contoh:
Ubahlah penulisan pecahan tidak murni berikut dalam bentuk pecahan campuran!
1.
8
3

2.
13
5

3.
27
4

Penyelesaian:
1. Lakukan operasi pembagian pada pecahan tersebut.

8
3
÷ Ŷ
2
3

2. Lakukan operasi pembagian pada pecahan tersebut.

13
5
÷ Ŷ
3
5

3. Lakukan operasi pembagian pada pecahan tersebut.

27
4
÷ ź
3
4

2) Mengubah Pecahan Campuran Menjadi Pecahan Tidak Murni.
Untuk mengubah pecahan campuran menjadi pecahan tidak murni, dapat
menggunakan rumus berikut.
I
b
c
=
(u x c)+ b
c
, dengan c = 0.
Contoh :
Tuliskan pecahan campuran menjadi pecahan tidak murni!
1. Ŷ
1
4

2. ŷ
2
7

3. Ź
1
6

Penyelesaian :
1. Ŷ
1
4
÷
(2 x 4)+ 1
4

÷
8 + 1
4

÷
9
4

2. ŷ
2
7
÷
(3 x 7)+ 2
7

÷
21 + 2
7

÷
23
7

3. Ź
1
6
÷
(5 x 6)+ 1
6

÷
30 + 1
6

÷
31
6



3. PECAHAN SENILAI
Pecahan senilai adalah pecahan-pecahan yang mempunyai letak yang sama pada garis
bilangan.
Pecahan
1
4
senilai dengan
2
8
ditulis
1
4
÷
2
8
.
Pecahan
1
2
senilai dengan
2
4
dan
4
8
ditulis
1
2
÷
2
4
÷
4
8
.
Pecahan
3
4
senilai dengan
6
8
ditulis
3
4
÷
6
8
.
Bilangan yang membagi pembilang dan penyebut suatu pecahan untuk
mendapatkan pecahan senilai adalah Iaktor persekutuan dari pembilang dan
penyebutnya.
Cara untuk mendapatkan pecahan-pecahab senilai adalah dengan mengali atau
membagi pembilang dan penyebut pecahan tersebut dengan bilangan yang tidak 0.
Contoh :
Tuliskan dua pecahan yang senilai dengan pecahan-pecahan berikut!
1)
3
4

2)
2
5

3)
8
12

4)
6
21

Penyelesaian :
1) Kalikan
3
4
dengan suatu bilangan yang tidak 0, misalnya 2 dan 3.
3
4
senilai dengan
3 x 2
4 x 2
÷
6
8
.
3
4
senilai dengan
3 x 3
4 x 3
÷
9
12
.
Dengan demikian, dua pecahan yang senilai dengan
3
4
adalah
6
8
dan
9
12
.
2) Kalikan
2
5
dengan suatu bilangan yang tidak 0, misalnya 3 dan 4.
2
5
senilai dengan
2 x 3
5 x 3
÷
6
15
.
2
5
senilai dengan
2 x 4
5 x 4
÷
8
20
.

Dengan demikian, dua pecahan yang senilai dengan
2
5
adalah
6
15
dan
8
20
.
3) bagikan
8
12
dengan suatu bilangan yang tidak 0 dan merupakan Iaktor
persekutuan dari 8 dan 12 misalnya 3 dan 4.
8
12
senilai dengan
8 · 2
12·2
÷
4
6
.
8
12
senilai dengan
8 · 4
12· 4
÷
2
3
.
Dengan demikian, dua pecahan yang senilai dengan
8
12
adalah
4
6
dan
2
3
.
4) Kalikan
6
21
dengan suatu bilangan yang tidak 0 atau bagikanlah
6
21
dengan Iaktor
persekutuan dari 6 dan 21.
6
21
senilai dengan
6 x 2
21 x 2
÷
12
42
.
6
21
senilai dengan
6 · 3
21· 3
÷
2
7
.
Dengan demikian, dua pecahan yang senilai dengan
6
21
adalah
12
42
dan
2
7
.
Pecahan senilai biasanya disebut juga pecahan ekuivalen. Untuk menentukan
pecahan yang senilai dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Peragaan dengan benda kongkret
Kita akan menunjukan contoh bahwa
1
2
÷
2
4
÷
4
8
dengan menggunakan 3 lembar
kertas yang berbentuk persegi panjang. Anggap selembar kertas itu sebagai 1
bagian utuh. Satu lembar kertas dilipat menjadi dua bagian yang sama sehingga
diperoleh
1
2
. Kemudian 1 lembar yang lain dilipat menjadi 2 bagian yang sama,
kemudian dilipat lagi menjadi 2, sehingga diperoleh
2
4
.
2. Peragaan dengan garis bilangan
Pecahan senilai dapat pula ditunjukan dengan menggunakan alat peraga garis
bilangan.

1
2
÷
2
4
÷
3
6
÷
4
8

1
4
÷
2
8
,
3
4
÷
6
8


1
3
÷
2
6
,
2
3
÷
4
6
1 ÷
2
2
÷
3
3
÷
4
4
÷
6
6
÷
8
8
dan seterusnya.
3. Dengan memperluas pecahan

Pecahan yang senilai dengan
1
4
dapat diperoleh dengan jaln memperluas dari
pecahan
1
4
menjadi
2
8
,
3
12
, dan seterusnya, dengan menggunakan alat peraga tabel
pecahan senilai yang diperoleh dari tabel perkalian.
4. MENYEDERHANAKAN PECAHAN
Menyederhanakan pecahan adalah mengubah suatu pecahan menjadi pecahan lain
yang senilai yang pembilang dan penyebutnya tidak lagi memiliki Iaktor persekutuan
slain 1.
Cara untuk menyederhanakna suatu pecahan atau mendapatkan pecahan senilai yang
paling sederhana adalah dengan membagi pembilang dan penyebut dengan FPB dari
pembilang dan penyebut tersebut.
Caranya yaitu dengan membagi pembilang dan penyebutnya dengan FPB dari
keduanya :
Misalnya : Bentuk sederhana dari
12
15

Faktor prima dari 12 ÷ 2 x 2 x 3 ÷ 2· x 3
Faktor prima dari 15 ÷ 3 x 5
FPB dari 12 dan 15 adalah 3
Sehingga bentuk sederhananya dengan membagi pembilang dan penyebutnya dengan
3

12
15
÷
12·3
15·3
÷
4
5

Contoh :
Tuliskan pecahan-pecahan berikut dalam bentuk yang paling sederhana!
1)
9
36

2)
18
24

3)
32
64

4)
25
45

Penyelesaian :
1) Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 9 dan 36 adalah 9.

Untuk mendapatkan bentuk pecahan yang paling sederhana dari
9
36
, bagilah
pembilang dan penyebut dengan 9.
Diperoleh,
9
36
÷
9 · 9
36 · 9
÷
1
4
.
Dengan demikian, bentuk pecahan yang paling sederhana dari
9
36
adalah
1
4
.
2) Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 18 dan 24 adalah 6.
Pecahan yang paling sederhana dari
18
24
adalah
18 · 6
24 · 6
÷
3
4
.
3) Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 32 dan 64 adalah 32.
Pecahan yang paling sederhana dari
32
64
adalah
32 · 32
64 · 32
÷
1
2
.
4) Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 25 dan 45 adalah 5.
Pecahan yang paling sederhana dari
25
45
adalah
25 · 5
45 · 5
÷
5
9
.

5. MEMBANDINGKAN DAN MENGURUTKAN PECAHAN
a. Membandingkan Pecahan
Misalnya, kamu diberi dua pecahan, yaitu
1
4
dan
3
4
. Cara untuk membandingkannya
adalah dengan menggambar.
Cara lain untuk membandingkan dua pecahan yang berpenyebut sama adalah
membandingkan pembilangnya. Akan tetapi, jika pecahan-pecahan yang harus kamu
bandingkan tersebut memiliki pemyebut yang berbeda, maka penyebut dari pecahan-
pecahan tersebut harus disamakan terlebih dahulu dengan mencari kelipatan
pesekutuan terkecil (KPK) dan penyebut-penyebut itu.
Contoh :
Lengkapi pecahan berikut dengan tanda ·, ~, atau ÷ agar menjadi pernyataan yang
benar!
1)
3
7
...
18
7

Penyebut kedua pecahan tersebut telah sama. Dengan demikian, kamu cukup
membandingkan pembilangnya.

3
7
memiliki pembilang 3

18
7
memiliki pembilang 18

elas bahwa 3 · 18. adi
3
7
·
18
7
.
2)
2
4
...
4
8

Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 4 dan 8 adalah 8.
Tentukan pecahan senilai dari
2
4
yang memiliki penyebut 8.
Kamu peroleh
2 x 2
4 x 2
÷
4
8
.
Oleh karena
2
4
senilai dengan
4
8
, dapat disimpulkan
2
4
÷
4
8
.
3)
1
5
...
3
7

KPK dari 5 dan 7 adalah 35.
Tentukan pecahan senilai dari
1
5
yang memiliki penyebut 35.
Kamu peroleh
1 x 7
5 x 7
÷
15
35
.
Oleh karena 7 · 15 sehingga
7
35
·
15
35
, dapat disimpulkan
1
5
·
3
7
.
b. Mengurutkan Pecahan
Menentukan bilangan yang lebih besar atau lebih kecil dari beberapa bilangan
disebut mengurutkan bilangan.
ika kamu akan mengurutkan pecahan berpenyebut sama, maka urutkan pecahan-
pecahan tersebut berdasarkan urutan pembilangnya. Akan tetapi, jika pecahan-
pecahan yang akan diurutkan tersebut mempunyai penyebut yang beda, maka kamu
harus menentukan pecahan-pecahan senilainya terlebih dahulu.
Contoh :
Urutkanlah pecahan-pecahan
13
15
,
9
10
,
11
20
, dan
3
5
mulai dari yang terkecil.
Perhatikan penyebut setiap pecahan, yaitu 5, 10, 15, dan 20.
Kelipatan persekutuan terkecil dari 5, 10, 15, dan 20 adalah 60.
13
15
senilai dengan
52
60

11
20
senilai dengan
33
60

9
10
senilai dengan
54
60

3
5
senilai dengan
36
60

Dengan demikian, urutan pecahan-pecahan tersebut mulai dari yang terkecil adalah
11
20
,
3
5
,
13
15
, dan
9
10
.
c. Menentukan Letak Pecahan Pada Garis Bilangan
Pecahan murni terletak diantara bilangan 0 dan 1 pada garis bilangan. Cara untuk
menentukan letak pecahan pada garis bilangan adalah sebagai berikut.
1) Bagilah jarak antara 0 dan 1 menjadi beberapa bagian sama besar sesuai penyebut
pecahan yang akan ditentukan letaknya. Misalnya untuk
2
3
berarti jarak antara 0
dan 1 dibagi menjadi 3 bagian sama besar.
2) Kemudian, lakukan perbandingan antara 0,
1
3
,
2
3
, dan
3
3
÷ 1.
3) Kamu peroleh 0 ·
1
3
·
2
3
· 1.
dengan demikian, letak pecahan
2
3
pada garis bilangan adalah sebagai berikut.
0
1
3

2
3
1
Contoh :
Tentukan letak pecahan
5
8
pada garis bilangan.
Penyelesaian :
Bagilah jarak antara 0 dan 1 menjadi 8 bagian sama besar.
Lakukan perbandingan antara
1
8
,
2
8
,
3
8
,
4
8
,
5
8
,
6
8
,
7
8
, dan
8
8
÷ 1.
Kamu peroleh
1
8
·
2
8
·
3
8
·
4
8
·
5
8
·
6
8
·
7
8
÷ 1.
Letak
5
8
pada garis bilangan dapat kamu lihat pada garis bilangan berikut.
0
1
8

2
8

3
8

4
8

5
8

6
8

7
8
1
1. Penanaman konsep
a. Peragaan dengan menggunakan bangun-bangun geometri

Bangun-bangun geometri dapat digunakan sebagai alat untuk
membandingkan dan mengurutkan pecahan biasa dan pecahan campuran.
Bahan yang digunakan harus mudah dilipat, di warnai atau di potong-potong
untuk mengurutkan luasan dari bangun-bangun tersebut sehingga dapat
dilihat urutan dari luasan bangun yang mewakili urutan dari bilangannya.

1
2
·
3
4
,
1
2
·
5
8

b. Dengan peragaan pita atau kepingan-kepingan pecahan
Kepingan pecahan berguna untuk membadingkan pecahan biasa. Dari
peragaan dan gambar siswa akan dapat membandingkan dan sekaligus
mengurutkan bilangan-bilangan pecahanyang diinginkan.
c. Dengan menyamakan penyebutnya
Kita bandingkan
2
3
dan
3
4
dengan cara menyamakan penyebutnya atau
menentukan pecahan senilainya lebih dulu. Kegiatan ini akan lancar
dilakukan siswa bila penanaman konsep pecahan senilai pada bagian c
dipahami dan telah dirapihkan keterampilanya oleh guru yaitu menentukan
2
3
÷
8
12
;
4
3
÷
9
12
. Setelah penyebutnya sama kita bandingkan pembilangnya
karena 9 ~ 8 maka
9
12
~
8
12
jadi
3
4
~
2
3

2. Keterampilan atau teknik cepat
a. Bila pembilangnya sama
Dari peragaan-peragaan luasan maupun kepingan pecahan dapat dilihat
bahwa
3
4
~
3
6
~
3
8
,
2
3
~
2
4
~
2
6
~
2
8
. Sehingga dapat ditentukan bahwa pada
pecahan positiI, bila pembilangnya sama, maka pecahan yang lebih dari
adalah pecahan yang penyebutnya angkanya bernilai lebih kecil. Sedangkan
pada pecahan negatiI akan sebaliknya.
b. Bila penyebutnya sama
Pecahan yang penyebutnya sama mudah dibandingkan melalui peragaan-
peragaan luasan maupun kepingan-kepingan pecahan.
Contoh
3
7
dan
5
7

Pada pecahan positiI bila penyebutnya sama maka pecahan yang lebihdari
adalah pecahan yang pembilangnya angkanya lebih dari yang lain.
c. Bila pembilang dan penyebutnya tidak sama

Bila pembilang dan penyebutnya tidak sama maka bisa menggunakan tanda
silang.
4
3
...
2
5
÷
3
4
...
2
5
berarti
15
20
...
8
20
sehingga 15 ... 8 tanda yang tepat adalah
'~¨, maka
3
4
~
2
5
.

6. PECAHAN DESIMAL
Pecahan desimal merupakan bentuk lain penulisan pecahan. Pecahan desimal adalah
pecahan yang penyebutnya merupakan perpangkatan dari bilangan 10, misalnya:
0,2 ÷
2
10
1
÷
2
10

1 angka dibelakang koma
0,5 ÷
15
10`
÷
15
100

2 angka dibelakang koma
0,p ÷
p
10
n
dengan n ÷ banyaknya angka dibelakang koma.

a. Mengubah Bentuk Pecahan Menjadi Pecahan Desimal
Pecahan murni, pecahan tidak murni, dan pecahan campuran dapat
dinyatakan dalam bentuk pecahan desimal.
Misalnya:

8
10
÷ (0 x 1) ¹ (8 x
1
10
), ditulis 0,8

47
100
÷ (0 x 1) ¹ (0 x
1
10
) ¹ (4 x
1
100
) ¹ (7 x
1
1.000
), ditulis 0,047.
2
3
100
÷ (2 x 1) ¹ (0 x
1
10
) ¹ (3 x
1
100
), ditulis 2,03
Bentuk pecahan 0,8 dinamakan pecahan satu desimal. Bentuk pecahan
0,047 dinamakan pecahan tiga desimal. Adapun bentuk pecahan 2,03 dinamakan
pecahan dua desimal.
Bilangan desimal yang memuat angka berulang misalnya 0,111 ... disebut
bilangan desimal berulang. Adapun bentuk 0,8; 2,03; atau 0,047 dinamakan
bilangan desimal tidak berulang.
Contoh:
Tulislah pecahan-pecahan berikut dalm bentuk pecahan desimal!
1)
5
100

÷ (0 x 1) ¹ (0 x
1
10
) ¹ (5 x
1
100
) ÷ 0,05

2) 1
7
10

÷ (0 x 1) ÷ (7 x
1
10
) ÷ 1,7
b. Mengubah Bentuk Desimal Menjadi Bentuk Pecahan
Contoh:
0,775 sebagai suatu pecahan murni dlam bentuk yang paling sederhana.
Pecahan desimal 0,775 dapat ditulis dalam bentuk (0 x 1) ¹ (7 x
1
10
) ¹ (7 x
1
100
)
¹ (5 x
1
1.000
). jadi pecahan desimal 0,775 dapat ditulis menjadi
775
1.000
.
Kemudian, sederhanakan pecahan tersebut dengan cara membagi pembilang dan
penyebut dengan Iaktor persekutuan terbesar dari 775 dan 1.000, yaitu 25.
Akan peroleh,
775
1.000
÷
775 ·25
1.000 ·25
÷
31
40

Dengan demikian, bentuk pecahan murni yang paling sederhana dari 0,775
adalah
31
40
.

7. PERSEN DAN PEMIL
a. Persen
Kata persen berasal dari kata per cent yang artinya perseratus. Persen adalah pecahan
yang penyebutnya seratus. Persen dilambangkan °.
a ° ÷
u
100
dan a ° dibaca a persen.
36° bermakna
36
100
÷
36 ·4
100 ·4
÷
9
25
. adi 36° ÷
9
25
.
50° bermakna
50
100
÷
50 ·50
100 ·50
÷
1
2
. adi 50° ÷
1
2
.
100° bermakna
100
100
÷ 1. adi 100° ÷ 1.
Contoh:
1) Ubahlah pecahan berikut ke dalam bentuk persen
a.
3
5

÷
3
5
x 100° ÷
300
5
° ÷ 60°
b.
7
20

c. ÷
7
20
x 100°
700
20
° ÷ 35°
2) Ubahlah bentuk persen berikut ke dalam bentuk pecahan murni
a. 75°
÷
75
100
÷
75 ·25
100 ·25
÷
3
4
(25 adalah FPB dari 75 dan 100)
b. 62,5°
÷
62,5
100
÷
625
1.000
÷
625 ·125
1.000 ·125
÷
5
8

b. Permil
Permil adalah pecahan yang penyebutnya seribu atau pecahan perseribu. Permil
dilambangkan dengan º.
aº ÷
u
1.000
dan aº dibaca a permil.
Misalnya: 5º ÷
5
1.000
÷
1
1.000
; 150º ÷
150
1.000
÷
3
20

Pecahan permil antara lain digunakan untuk menyatakan salinitas (kadar garam)
air laut. Misalnya, kadar garam Laut Merah adalah 41º. Artinya, terdapat 41
gram garam pada setiap 1.000 gram air di Laut Merah.
Contoh:
1) Ubahlah bentuk pecahan berikut menjadi bentuk permil!
a.
1
4

÷
1
4
x 1.000º ÷ 250º
b. 2
3
10
÷
(2 x 10)+ 3
10
÷
23
10
x 1.000º ÷ 2.300º
2) Ubahlah bentuk berikut dalam bentuk pecahan murni!
a. 750º
÷
750
1.000
÷
750 ·250
1.000 ·250
÷
3
4
(250 adalah FPB dari 750 dan 1.000)
b. 215º
÷
215
1.000
÷
215 ·5
1.000 ·5
÷
43
200
(5 adalah FPB dari 215 dan 1.000)




B. OPERASI HITUNG PADA BILANGAN PECAHAN
1. PENUMLAHAN
Dalam menyelesaikan opersasi penjumlahan, harus memperhatikan penyebut dari
pecahan-pecahan yang akan dijumlahkan. ika pecahan-pecahan itu berpenyebut
sama, cukup menjumlahkan pembilangnya.

u
b
¹
b
c
÷
u+b
c
, dengan c = 0
Akan tetapi, jika penyebut kedua pecahan berbeda, maka terlebih dahulu disamakan
dengan menggunakan KPK dari penyebut-penyebutnya. Kemudian, jumlahkan
pembilang-pembilangnya.
SiIat-siIat Penjumlahan :
1. SiIat AsosiatiI
( a ¹ b ) ¹ c ÷ a ¹ ( b ¹ c )
Contoh :
(5 ¹ 3 ) ¹ 4 ÷ 5 ¹ ( 3 ¹ 4 ) ÷ 12
2. SiIat KomutatiI
a ¹ b ÷ b ¹ a
Contoh :
7 ¹ 2 ÷ 2 ¹ 7 ÷ 9
3. Unsur Identitas terhadap penjumlahan
Bilangan Nol (0) disebut unsur identitas atau netral terhadap penjumlahan
a ¹ 0 ÷ 0 ¹ a
Contoh :
6 ¹ 0 ÷ 0 ¹ 6
4. Unsur invers terhadap penjumlahan
Invers jumlah (lawan) dari a adalah -a
Invers jumlah (lawan) dari a adalah a
a ¹ (-a) ÷ (-a) ¹ a
contoh :
5 ¹ (-5) ÷ (-5) ¹ 5 ÷ 0
5. BersiIat tertutup
Apabila dua buah bilangan bulat ditambahkan maka hasilnya adalah

bilangan bulat juga.
a dan b ƭbilangan bulat maka a ¹ b ÷ c ; c ƭbilangan bulat
contoh :
4 ¹ 5 ÷ 9 ; 4,5,9 ƭbilangan bulat
Contoh:
Hitunglah hasil penjumlahan pecahan berikut!
1)
3
8
¹
2
8
÷

3+ 8
8
÷
5
8

2) 3
1
7
¹ 5
3
7
÷
3
1
7
÷
(3 x 7)+ 1
7
÷
21 + 1
7
÷
28
7

5
3
7
÷
(5 x 7)+ 3
7
÷
35 +3
7
÷
38
7

adi, 3
1
7
¹ 5
3
7
÷
22
7
¹
38
7

÷
22+38
7

÷
60
7
÷ 8
4
7

3)
3
4
¹ Ә
1
7
ә ÷
21
28
¹ Ә
4
28
ә
÷
17
28

4) 1,37 ¹ 2,18 ÷
1,37 ÷ (1 x 1) ¹ Әŷ ˲
1
10
ә ¹ ӘŻ ˲
1
100
ә 2,18 ÷ (2 x 1) ¹ Әŵ ˲
1
10
ә ¹ Ә% ˲
1
100
ә
÷ 1 ¹
3
10
¹
7
100
÷ 2 ¹
1
10
¹
80
100

÷
100
100
¹
30
100
¹
7
100
÷
200
100
¹
10
100
¹
8
100

÷
137
100
÷
218
100

adi, 1,37 ¹ 2,18 ÷
137
100
¹
218
100
÷
355
100

÷ (3 x 1) ¹ ӘŹ ˲
1
10
ә ¹ ӘŹ ˲
1
100
ә ÷ 3,55
Pecahan campuran a
b
c
dapat ditulis dalam bentuk pecahan tidak murni
(u x c)+ b
c
.


2. PENGURANGAN PECAHAN
Operasi pengurangan pada pecahan merupakan kebalikan dari operasi
penjumlahan pada pecahan. Untuk melakukan pengurangan pada pecahan
berpenyebut sama, cukup mengurangkan pembilangnya.

u
c
-
b
c
÷
u b
c
, dengan c = 0.
Apabila penyebutnya sama, pembilang bisa langsung dikurangkan
Apabila penyebut kedua pecahan tersebut berbeda, maka terlebih dahulu
penyebut-penyebutnya disamakan dengan menggunakan KPK dari penyebut-
penyebutnya kemudian kurangkan pembilang-pembilangnya.
Pengurangan pecahan dengan penyebut yang tidak sama :
u
c
-
b
d
÷
u x d
c x d
-
c x b
c x d
÷ Rumus 1
u
c
-
b
d
÷
(KPK)·c x u
KPK
-
(KPK)·d x b
KPK
÷ Rumus 2
Misalnya :
5
7
-
2
3
÷
5 x 3
7 x 3

7 x 2
7 x 3
÷
15
21
-
14
21
÷
1
21

Untuk pengurangan dengan penyebut yang tidak sama, penyebutnya harus disamakan
terlebih dahulu dengan dua cara sama seperti dengan penjumlahan:
1. dengan mengalikan kedua penyebut rumus 1
2. dengan menentukan KPK nya rumus 2
Contoh:
Hitunglah pengurangan pecahan berikut!
1)
4
7
-
3
7
÷

43
7
÷
1
7

2) 5
6
8
- 3
3
8
÷
5
6
8
÷
(5 x 8) + 6
8
÷
40+6
8
÷
46
8

3
3
8
÷
(3 x 8) + 3
8
÷
24 + 3
8
÷
27
8

adi, 5
6
8
- 3
3
8
÷
46
8
-
27
8

÷
19
8
÷ 2
3
8

3) 2
3
8
- 1
5
7
÷
2
3
8
÷
(2 x 8) + 3
8
÷
16 + 3
8
÷
19
8

1
5
7
÷
(1 x 7) + 5
7
÷
7 + 5
7
÷
12
7

Maka, 2
3
8
- 1
5
7
÷
19
8
-
12
7

÷
133
56
-
96
56
÷
37
56

4) 6,28 0,37 ÷
6,28 ÷ (6 x 1) ¹ ӘŶ ˲
1
10
ә ¹ Ә% ˲
1
100
ә 0,37 ÷ (0 x 1) ¹ Әŷ ˲
1
10
ә ¹ ӘŻ ˲
1
100
ә
÷ 6 ¹
2
10
¹
8
100
÷
3
10
¹
7
100

÷
628
100
÷
30
100
¹
7
100
÷
37
100


adi, 6,28 0,37 ÷
628
100
-
37
100
÷
591
100

÷ (5 x 1) ¹ Ә% ˲
1
10
ә ¹ Әŵ ˲
1
100
ә ÷ 5,91
3. PERKALIAN PECAHAN
Dalam perkalian bilangan pecahan : pembilang dikalikan dengan pembilang ;
penyebut dikalikan dengan penyebut
O Perkalian bilangan pecahan dengan bilangan bulat :
Rumus
u
c
x b ÷
u x b
c
; c = 0


5
7
x 4 ÷
5
7
x
4
1
÷
5 x 4
7
÷
20
7

O Perkalian bilangan pecahan dengan bilangan pecahan :
Rumus
u
c
x
b
d
÷
u x b
c x d
; c dan d = 0


5
7
x
4
5
÷
5 x 4
7 x 5
÷
20
35

O Perkalian bilangan pecahan dengan bilangan pecahan campuran :
2
3
5
x
2
3
÷
(5 x 2)+ 3
5
x
2
3
÷
13
5
x
2
3
÷
13 x 2
5 x 3
÷
36
15
÷ 2
6
15


Untuk menghitung perkalian pecahan
u
b
dan
c
d
dengan b = 0 dan d = 0, dapat
menggunakan rumus berikut.

u
b
x
c
d
÷
u x c
b x c
, b = 0 dan d = 0
Pada perkalian pecahan, berlaku siIat-siIat berikut.
1) KomutatiI

a x b ÷ b x a, dengan a dan b bilangan pecahan.
2) AsosiatiI
(a x b) x c ÷ a x (b x c), dengan a, b, dan c bilangan pecahan.
3) DistributiI
A x (b ¹ c) ÷ (a · b) ¹ (a · c), dengan a, b, dan c bilangan pecahan.
Contoh:
1)
3
8
x
5
8
÷

3 x 5
8 x 8
÷
15
64

2) -3
1
5
x ӘŻ
2
11
ә ÷
-3
1
5
÷ -
(3 x 5)+ 1
5
÷ -
15+1
5
÷ -
16
5

-7
2
11
÷ -
(7 x 11)+ 2
11
÷ -
77+2
11
÷ -
79
11

adi, 3
1
5
x ӘŻ
2
11
ә ÷ -
16
5
x Ә
7
11
ә ÷
16 x (79)
5 x 11
÷
1.264
55
÷ 22
54
55

3) 0,35 x 1,42 ÷
0,35 ÷
35
100
0,42 ÷
42
100

adi, 0,35 x 0,42 ÷
35
100
x
42
100
÷
35 x 42
100 x 100
÷
4.970
10.000
÷ 0,497
4. PEMBAGIAN PECAHAN
O Pembagian bilangan pecahan dengan bilangan pecahan
Rumus
u
c
:
b
d
÷
u
c
x
d
b
÷
u x d
c x b

Menjadi perkalian dengan bilangan keduanya (pembilang dan penyebutnya
ditukar)
Untuk menghitung pembagian pecahan
u
b
terhadap
c
d
dengan b = 0 dan d = 0, dapat
menggunakan rumus berikut.

u
b
·
c
d
÷
u
b
x
d
c
, dengan b = 0 dan d = 0
Contoh:
Hitunglah hasil operasi pembagian berikut!
1) 6 ·
1
8
÷

6
1
·
1
8
÷
6
1
x
8
1
÷
6 x 8
1 x 1
÷ 48

2)
1
8
· 6 ÷
1
8
x
1
6
÷
1 x 1
8 x 6
÷
1
48

3)
3
2
·
1
5
÷

3
2
x
5
1
÷
3 x 5
2 x 1
÷
15
2
÷ 7
1
2

4) 9 · 3
2
5
÷
3
2
5
÷
(3 x 5)+ 2
5
÷
17
5

adi, 9 · 3
2
5
÷ 9 ·
17
5
÷
9
1
x
5
17
÷
9 x 5
1 x 7
÷
45
17
÷ 2
11
17

5) 0,05 · 0,31 ÷

5
100
·
31
100
÷
5
100
x
100
31
÷
5 x 100
100 x 31
÷
500
3.100
÷
500 ·100
3.100 ·100
÷
5
31

5. PERPANGKATAN PECAHAN
Bilangan berpangkat dapat ditulis dalam bentuk Ә
u
b
ә
n
.
Ә
u
b
ә
n
÷
u
b
x
u
b
x
u
b
.x
u
b

_____________

n Iaktor
÷
u x u x u x.x u
b x b x b x.x b
_________

n Iaktor
÷
u
n
b
n

SiIat-siIat yang dimiliki oleh perpangkatan bilangan bulat, yaitu sebagai berikut.
1) Ә
u
b
ә
m
x Ә
u
b
ә
n
÷ Ә
u
b
ә
m+ n
÷
u
m + n
b
m + n

2) Ә
u
b
ә
m
· Ә
u
b
ә
n
÷
u
m- n
b
m- n
, dengan m ~ n
3) ӘӘ
u
b
ә
m
ә
n
÷ Ә
u
b
ә
m x n
÷
u
m x n
b
m x n

Contoh:
Hitunglah perpangkatan pecahan berikut!
1) Ә
1
3
ә
3
x Ә
1
3
ә
2
÷
Ә
1
3
ә
3+2
÷ Ә
1
3
ә
5
÷
1 x 1 x 1 x 1 x 1
3 x 3 x 3 x 3 x 3
÷
1
243

2)
Ә
1
2
ә
S
Ә
1
2
ә
2
÷

Ә
1
2
ә
52
÷
1 x 1 x 1
2 x 2 x 2
÷
1
8

3) Ә
1
3
ә
2
]
3
÷
Ә
1
3
ә
2 x 3
÷ Ә
1
3
ә
6
÷
1 x 1 x 1 x 1 x 1 x 1
3 x 3 x 3 x 3 x 3 x 1
÷
1
729


C. BENTUK BAKU
Bentuk baku biasanya digunakan untuk menyatakan bilangan yang sangat besar
atau sangat kecil agar penulisannya lebih eIisien. Sebagai contoh kecepatan cahaya
sekitar 300.000.000 m/detik dapat ditulis 3 x ŵŴ
8
m/detik.
Aturan penulisan bilangan baku adalah sebagai berikut.
1. Untuk bilangan yang lebih besar dari 10 maka penulisan bentuk bakunya adalah
a x ŵŴ
n
dengan 1 _ a · 10 dan n bilangan asli.
2. Untuk bilangan di antara 0 dan 1 maka penulisan bentuk bakunya adalah a x ŵŴ
n

dengan 1 _ a · 10 dan n bilangan asli.
Contoh:
Tuliskan bilangan-bilangan berikut dalam bentuk baku!
1) 2.732 ÷
2.732 adalah bilangan yang lebih besar dari 10. Oleh karena itu, gunakan aturan a
x ŵŴ
n
dengan 1 _ a · 10 dan n bilangan asli. Diperoleh, a ÷ 2,732 dan n ÷ 3.
Dengan demikian, bentuk baku dari 2.732 adalah 2,732 x ŵŴ
3
.
2) 1.750.000.000 ÷
1.750.000.000 adalah bilangan yang lebih besar dari 10. Oleh karena itu gunakan
aturan a x ŵŴ
n
dengan 1 _ a · 10 dan n bilangan asli. Diperoleh, a ÷ 1,75 dan n ÷
9. Dengan demikian, bentuk baku dari 1.750.000.000 adalah 1,75x ŵŴ
9
.
3) 0,000253÷
0,000253 adalah bilangan yang terletak di antara 0 dan 1. Oleh karena itu,
gunakan aturan a x ŵŴ
n
dengan 1 _ a · 10 dan n bilangan asli. Diperoleh, a ÷
2,53 dan n ÷ 4.
Dengan demikian, bentuk baku dari 0,000253 adalah 2,53 x ŵŴ
4
.
4) 0.0000000062 ÷

0,0000000062 adalah bilangan yang terletak di antara 0 dan 1. Oleh karena itu,
gunakan aturan a xŵŴ
n
dengan 1 _ a · 10 dan n bilangan asli. Diperoleh, a ÷ 62
dan n ÷ 9. Dengan demikian, bentuk baku dari 0,0000000062 adalah 6,2 x ŵŴ
9
.

D. PEMBULATAN PECAHAN DESIMAL
Pembulatan pada pecahan desimal berguna untuk menyederhanakan penyajian agar lebih
mudah diamati. Aturan pembulatan pecahan desimal adalah sebagai berikut.
1. ika angka yang akan dibulatkan tersebut lebih dari atau sama dengan 5 maka
lakukan pembulatan ke atas.
2. ika angka yang akan dibulatkan tersebut kurang dari 5 maka tidak dilakukan
pembulatan ke atas.
Contoh:
1. Bulatkan 6,321 sampai dua tempat desimal.
6,321 memiliki tiga tempat desimal.
Angka terakhir pada 6,321 adalah 1. Oleh karena 1 · 5, maka pembulatannya
adalah 6,32.
Dengan demikian, pembulatan 6,321 sampai dua tempat desimal adalah 6,32.
2. Bulatkan 7,461 sampai satu tempat desimal.
7,461 memiliki tiga tempat desimal.
O Angka terakhir pada 7,46 adalah 6.
O Oleh karena 6 ~ 5, maka pembulatannya adalah 7,5.
Dengan demikian, pembulatan 7,46 sampai satu tempat desimal adalah 7,5.
3. Bulatkan 5,25 sampai satu tempat desimal.
5,25 memiliki dua tempat desimal.
Angka terakhir pada 5,25 adalah 5 sehingga pembulatannya adalah 5,3.
adi, pembulatan 5,25 sampai satu tempat desimal adalah 5,3.
4. Bulatkan 2,455 sampai dua tempat desimal.
2,455 memiliki tiga tempat desimal.
Angka terakhir pada 2,455 adalah 5 sehingga pembulatannya adalah 2,46.
adi, pembulatan 2,455 sampai dua tempat desimal adalah 2,46
.

1. Pengurangan Bilangan Bulat
a. Apabila terjadi pengurangan bilangan bulat positiI dengan bilangan bulat positiI
maka:
1. Bilangan bulat positiI dikurangi dengan bilangan bulat positiI yang lebih kecil
maka
hasilnya dalah bilangan bulat positiI
Contoh :
8 5 ÷ 4
2. Bilangan bulat positiI dikurangi dengan bilangan bulat positiI yang lebih
besar maka
hasilnya adlah bilangan bulat negatiI
Contoh :
3 6 ÷ -3
b. Apabila terjadi pengurangan bilangan bulat negatiI dengan bilangan bulat negatiI
maka:
1. Bilangan bulat negatiI dikurangi dengan bilangan bulat negatiI yang lebih
kecil
maka hasilnya adalah bilangan bulat positiI
Contoh :
-6 - (-8) ÷ -6 ¹ 8 ÷ 2 (ingat - 8 · -6 )
2. Bilangan bulat negatiI dikurangi dengan bilangan bulat negatiI yang lebih
besar
maka hasilnya adalah bilangan bulat negatiI
Contoh :
-5 (-3) ÷ -5 ¹3 ÷ -2 ( -3 ~ -5 )
3. Bilangan bulat negatiI yang dikurangi sama dengan bilangan bulat negatiI
yang
mengurangi maka hasilnya adalah 0 (nol)
Contoh :
-4 - (-4) ÷ -4 ¹ 4 ÷ 0
c. Pengurangan bilangan bulat positiI dengan bilangan bulat negatiI hasilnya selalu
bilangan bulat positiI
contoh :

8 (-4) ÷ 8 ¹ 4 ÷ 12
d. Pengurangan bilangan bulat negatiI dengan bilangan bulat positiI hasilnya selalu
bilangan bulat negatiI
contoh :
-8 4 ÷ - 12
e. Pengurangan dilakukan dengan cara bersusun
contoh :
212 - 19 ÷ ?
Proses perhitungan
1. Kurangi 2 dengan 9, karena 2 kurang dari 9 maka pinjam puluhan dari
angka disampingnya, sehingga menjadi 12 dikurang 9 hasilnya 3
2. Karena angka 1 (puluhan) pada 212 sudah dipinjam 1 maka sekarang
menjadi 0, karena 0 dikurang 1 dari angka 19 tidak bisa maka pinjam
1 angka ratusan dari 2 (ratusan) menjadi 10 kemudian dikurangi 1
hasilnya 9
3. Karena angka 2 (ratusan) pada 212 sudah dipinjam 1, maka sekarang
menjadi 1, kemudian dikurangi dengan tidak ada angka dibawahnya
(÷0) menjadi 1
4. Hasilnya adalah 193

Pengurangan dan SiIat-siIatnya
1. Untuk sembarang bilangan bulat berlaku :
a b ÷ a ¹ (-b)
a (-b) ÷ a ¹ b
contoh:
8 5 ÷ 8 ¹ (-5) ÷ 3
7 (-4) ÷ 7 ¹ 4 ÷ 11
2. SiIat KomutatiI dan asosiatiI tidak berlaku
a b ǡb - a
(a b ) c ǡa ( b c )
Contoh :
7 3 ǡ3 -7 4 ǡ- 4
(9 4) 3 ǡ9 (4-3) 2 ǡ8

3. Pengurangan bilangan nol mempunyai siIat :
a 0 ÷ a dan 0 a ÷ -a
4. BersiIat tertutup, yaitu bila dua buah bilangan bulat dikurangkan
hasilnya adalah bilangan bulat juga
a dan b ƭbilangan bulat maka a - b ÷ c ; c ƭbilangan bulat
contoh :
7 - 8 ÷ -1 ; 7,8,-1 ƭbilangan bulat
3. Perkalian
Penjumlahan berulang
a) Perkalian Bilangan Cacah
1. Cara mendatar
- pekalian dua bilangan dengan 1 angka :
4 x 2 ÷ 4 ¹ 4 ÷ 8
- pekalian bilangan 1 angka dengan bilangan 2 angka :
3 x 13 ÷
puluhan dan satuan dipisahkan :
3 x 13 ÷ 3 x (10 ¹ 3)
÷ (3x10) ¹ (3 x 3 )
÷ 30 ¹ 9
÷ 39
- perkalian dua bilangan dengan 2 angka :
14 x 15 ÷
14 x 15 ÷ 14 x (10¹5)
÷ (14x10) ¹ (14x5) 14 x 5 ÷ (10¹4) x 5 ÷ (10x5)¹(4x5) ÷ 50¹20 ÷ 70
÷ 140 ¹ 70
÷ 210
- perkalian bilangan kelipatan sepuluh (puluhan, ratusan, ribuan,.)
yang dikalikan hanya bilangan yang bukan nol, jumlah puluhannya dijumlahkan
dan
ditulis di belakang hasilnya :
30 x 60 ÷ (3 x 6) 00 ÷ 1800

2. Cara bersusun

12 x 68 ÷
Proses perhitungan :
1. kalikan 8 dan 2 (dari angka12), hasilnya 16: tulis angka 6 dan simpan 1
2. kalikan 8 dan 1 (dari angka12), hasilnya 8, ditambah angka simpanan 1
96 hasilnya 9 (dibaris pertama hasilnya 96)
3. kalikan 6 dan 2, hasilnya 12 : tulis angka 2 dan simpan 1
(di bawah angka 9 bergeser 1 kolom ke kiri))
4. Kalikan 6 dan 1, hasilnya 6, ditambah angka simpanan 1
hasilnya 7
5. Ditambahkan hasil (1,2) dan (3,4) ÷ 816
b) Perkalian Bilangan Bulat
- hasil perkalian dua bilangan bulat positiI adalah bilangan bulat positiI
(¹) x (¹) ÷ (¹)
Contoh: 7 x 6 ÷ 6 x 7 ÷ 42
-hasil perkalian bilangan bulat positiI dan negatiI hasilnya adalah bilangan bulat
negatiI
(¹) x (-) ÷ (-)
Contoh : 3 x -4 ÷ -12
-hasil perkalian dua bilangan bulat negatiI hasilnya adalah bilangan bulat positiI
(-) x (-) ÷ (¹)
Contoh : -4 x -5 ÷ 20
c) Perkalian dan SiIat-siIatnya
1. SiIat AsosiatiI
(a x b) x c ÷ a x (b x c)
Contoh: (2 x 3) x 4 ÷ 2 x (3x4) ÷ 24

2. SiIat komutatiI
a x b ÷ b x a
Contoh : 5 x 4 ÷ 4 x 5 ÷ 20

3. SiIat distributiI
a x (b¹c) ÷ (a x b ) ¹ (a x c)
Contoh : 3 x ( 2 ¹6) ÷ (3 x 2) ¹ (3 x 6) ÷ 24

4 Unsur identitas untuk perkalian
- hasil perkalian bilangan bulat dengan nol hasilnya adalah bilangan nol
a x 0 ÷ 0
- hasil perkalian bilangan bulat dengan 1 hasilnya adalah bilangan bulat itu juga
a x 1 ÷ 1 x a ÷ a

5. BersiIat tertutup
ika dua bilangan bulat dikalikan maka hasilnya adalah bilangan bulat juga
a x b ÷ c ; a, b, c ƭbilangan bulat
4. Pembagian
Pembagian dan SiIat-siIatnya
1. Hasil bagi dua bilangan bulat positiI adalah bilangan positiI
(¹) : (¹) ÷ (¹)
Contoh : 8 : 2 ÷ 4
2. Hasil bagi dua bilangan bulat negatiI adalah bilangan positiI
(-) : (-) ÷ (¹)
Contoh : -10 : -5 ÷ 2
3. Hasil bagi dua bilangan bulat yang berbeda adalah bilangan negatiI
(¹) : (-) ÷ (-)
(-) : (¹) ÷ (-)
Contoh : 6 : -2 ÷ -3
-12 : 3 ÷ -4
4. Hasil bagi bilangan bulat dengan 0 (nol) adalah tidak terdeIinisi
a : 0 tidak terdeIinisi (~)
0 : a 0 (nol)
Contoh :
0
5
÷ ~ (Tidak terdeIinisi)
5. Tidak berlaku siIat komutatiI dan asosiatiI
a : b ǡb : a
(a:b):c ǡa : (b:c)

Contoh : 4 :2 ǡ2 : 4 2 ǡ
1
2

(8:2) : 4 ǡ8 : (2:4) 1 ǡ16
6. BersiIat tidak tertutup
ika dua bilangan bulat dibagi hasilnya belum tentu bilangan bulat juga
contoh : 6 : 2 ÷ 3 bilangan bulat
7 : 2 ÷ 3
3
2
÷ bukan bilangan bulat (bilangan pecahan)
5. Pemangkatan bilangan bulat
an ÷ I ˲ I ˲ I ˲ .˲ I ___________
Sejumlah n Iaktor
Contoh : 43 ÷ 4 x 4 x 4 ÷ 64
35 ÷ 3 x 3 x 3 x 3 x 3 ÷ 24

E.PENAKSIRAN HASIL OPERASI HITUNG BILANGAN
PECAHAN
Cara termudah untuk melakukan penaksiran pada bilangan pecahan adalah
dengan membulatkan bilangan pecahan tersebut ke bilangan bulat yang paling dekat.
Perhatikan contoh-contoh berikut.
Contoh:
Taksirkan hasil operasi bilangan pecahan berikut!
1.
2
3
¹ 6
1
7
÷
Bilangan bulat yang terdekat dengan
2
3
adalah 1.
Bilangan bulat yang terdekat dengan 6
1
7
adalah 6.
Dengan demikian, taksiran dari
2
3
¹ 6
1
7
adalah 1 ¹ 6 ÷ 7.
Dapat ditulis,
2
3
¹ 6
1
7
÷ 7.
2. 3
1
5
- 1
4
9
÷
Bilangan bulat yang terdekat dengan 3
1
5
adalah 3.
Bilangan bulat yang terdekat dengan 1
4
9
adalah 1.
Dengan demikian, taksiran dari 3
1
5
- 1
4
9
adalah 3 1 ÷ 2

Dapat ditulis, 3
1
5
- 1
4
9
÷ 2
3. 6
1
2
x 2
1
10
÷
Bilangan bulat yang terdekat dengan 6
1
2
adalah 7.
Bilangan bulat yang terdekat dengan 2
1
10
adalah 2.
Dengan demikian, taksiran dari 6
1
2
- 2
1
10
adalah 7 x 2 ÷ 14
Dapat ditulis, 6
1
2
x 2
1
10
÷ 14
4. 9
3
4
: 2
3
9
÷
Bilangan bulat yang terdekat dengan 9
3
4
adalah 10.
Bilangan bulat yang terdekat dengan 2
3
9
adalah 2.
Dengan demikian, taksiran dari 9
3
4
: 2
3
9
adalah 10 : 2 ÷ 5
Dapat ditulis, 9
3
4
: 2
3
9
÷ 5
Konsep dan Operasi Hitung Bilangan
Operasi dasar aritmetika adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian,
walaupun operasi-operasi lain yang lebih canggih (seperti persentase, akar kuadrat,
pemangkatan, dan logaritma) kadang juga dimasukkan ke dalam kategori ini. Perhitungan
dalam aritmetika dilakukan menurut suatu urutan operasi yang menentukan operasi
aritmetika yang mana lebih dulu dilakukan.
Aritmetika bilangan asli, bilangan bulat, bilangan rasional, dan bilangan real umumnya
dipelajari oleh anak sekolah, yang mempelajari algoritma manual aritmetika. Namun
demikian, banyak orang yang lebih suka menggunakan alat-alat seperti kalkulator,
komputer, atau sempoa untuk melakukan perhitungan aritmetika.
Operasi Hitung Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan negatiI, nol, dan bilangan
positiI. Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, .) dan negatiInya (-1, -2, -3,
.; -0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah). Bilangan bulat
dapat dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.

Apabila dalam suatu soal cerita terdapat suatu bilangan yang didahului atau diikuti kata-
kata; mundur, turun, kalah, rusak, mati, rugi, dibawah, dipakai, diminta, atau utang, maka
maknanya sebagai bilangan negatiI. Contoh Suhu di kota Tokyo 6 dibawah nol, artinya
suhu di kota Tokyo -6
Operasi Pecahan
1. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa dan pecahan campuran
Menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa dapat dilakukan
dengan menyamakan penyebutnya dan menyesuaikan pembilangnya, selanjutnya
hasil dari penjumlahan atau pengurangan pecahannya adalah dengan
menjumlahkan atau megurangkan pembilang-pembilangnya dan penyebut tetap
sama.
2. Perkalian dan Pembagian Pecahan
Perkalian dan pembagian pecahan biasa dan pecahan campuran.
Perkalian pecahan campuran harus diubah menjadi perkalian pecahan biasa.
Selanjutnya hasil perkalian pecahan biasa adalah hasil perkalian pembilang
dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.
3. Operasi Campuran
Menyelesaikan operasi campuran pada bilangan pecahan dapat menggunakan
aturan operasi campuran seperti pada bilangan bulat.

F.TERAPAN PERHITUNGAN DENGAN
MENGGUNAKAN PECAHAN
Perhitungan dengan menggunakan pecahan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-
hari.
Contoh
1. Pak toba bekerja sebagai pembuat tongkat. Untuk membuat sebatang tongkat
diperlukan kayu yang panjangnya
3
4
m. ika pak toba mempunyai kayu yang
panjangnya 3 m, berapa batang tongkat yang dapat dibuat?
awab:

3 :
3
4
÷ 3 x
4
3
÷
12
3
÷ 4
2. Ani akan membuat hiasan bingkisan lebaran dari pita. Setiap bingkisan
memerlukan pita yang panjangnya 2
1
2
m. Berapa m pita yang diperlukan untuk
membuat hiasan 5 bingkisan?
awab:
(5 x 2
1
2
)m ÷ ¦5x (2 ¹
1
2
) }m ÷ ¦(5 x 2) ¹ (5 x
1
2
) }m ÷ (10 ¹ 2
1
2
)m ÷ 12
1
2
m.
adi pita yang diperlukan 12
1
2
m.
G.PECAHAN SEBAGAI PERBANDINGAN (RASIO)
Sebuah pecahan yang menujukan rasio tidak sama dengan pecahan yang
mewakili bagian dari keseluruhan (utuh). Bila pecahan bisa digunakan untuk
menunjukan rasio akan mempunyai interpretasi yang berbeda di bandingkan pecahan
sebagai bagian yang utuh. Sebagai contoh: pembilang dari sebuah pecahan sebagai
rasio mungkin menyatakan obyek dalam kumpulan obyek. Oleh karena itu konsep
pecahan sebagai rasio harus jelas bagi anak. Untuk memahami mengapa pecahan
merupakan perbandingan (rasio) dapat dipikirkan dalamsituasi seperti ini.
Contoh :
1. 'dinda dan dita membagi tanggung jawab mengelola toko kelontong. Dinda
dalam 1 minggu menjaga toko selama 4 hari, sedangkan dita 3 hari. Apabila
dinda telah menjaga toko selama 20 hari, berapa harikah dita telah menjaga
tokonya¨.
Rasio untuk masalah diatas adalah 4 : 3, sebuah pernyataan dapat digunakan
untuk memecahkan masalah itu

3
4
÷
20
n
dengan perkalian akan didapat,

3
4
x 3 ÷
20
n
x 3
4 ÷
20
n
x 3
4 x n ÷
20
n
x 3 x n
4n ÷ 60
4n : 4 ÷ 60 : 4
n ÷ 15
jadi dita telah menjaga tokonya 15 hari.

2. Tinggi badan dhiar dan dhika masing-masing 150 cm dan 180 cm. Maka
perbandingan tinggi dhiar dan dhika adalah 150 : 180 atau 5 : 6 dengan masing-
masingdibagi 30 yang dikatakan sebagai pembanding. Sehingga dapar dikatakan
bahwa tinggi dhiar : tinngi dhika ÷ 5 : 6 atau tinngi dhiar adalah
5
6
tinggi dhika.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbandingan 5 : 6 dapat dinyatakan
sebagai pecahan
5
6
, dan perbandingan 6 : 5 dapat dinyatakan sebagai pecahan
6
5
.
3. Panjang dan lebar suatu persegi panjang mempunyai perbandingan 5 : 3, jika luas
persegi panjang itu 240cm·, maka tentukan ukuran panjang dan lebar dari persegi
panjang itu
Penyelesaian:
Diketahui: P:1 ÷ 5
Luas pp ÷ 240cm·
awab:
Luas pp ÷ 240cm·
Misal perbadingannya n maka panjang dan lebar dari persegi panjang itu adalah
5n : 3n
Luas persegi panjang ÷ p x l ÷ 240cm·
adi 5n x 3n ÷ 240
15n· ÷ 240
15n· : 15 ÷ 240 : 15
n· ÷ 16
n ÷ ŵź ÷ 4
jadi panjang ÷ 5n ÷ (5 x 4)cm ÷ 20cm
lebar ÷ 3n ÷ (3 x 4)cm ÷ 12cm








DAFTAR PUSTAKA
Rasyidin, Lucky Iajar dan Farid Maulana. 2008 . Cara Mudah Menaklukan Olimpiade
Matematika SMP. akarta: Wahyumedia.
Wilcox, S. M. 1968. Geometri: A Modern Approach. CaliIornia: Addison-Wesley
Publishing Company.
Millington, T.A and Millingtong, W. 1966. Distionary oI Matematics. New York: Barnas
& Noble Books.
Hong, Tay Choon, et al. 2004. New Mathematics counts. Singapore: Federal Publications.
Vance, E.P. 1962. Modern Algebra and trigonometri. London: Eddision-Wesley
Publishing Company.

  , !02-,350.,,3 ,/,,/,35030-:93,,/,,  - 502-,350.,,3 ,/,,/,35030-:93,  . !02-,350.,,3 ,/,,/,35030-:93,,/,,    , !,3,3/,780507025,9,:90780-:9,/,,   .2  - !,3,3/,79,5072,,:90780-:9,/,,   .2     $ $!   !0.,,3:73 !0.,,32:73,/,,50.,,3,3502-,33,0-0./,75,/, 5030-:93, 4394
.4394/,750.,,32:73,39,7,,3  /,3   

!0.,,3%/,:73,/,,50.,,3,35030-:93,0-0./,75,/, 502-,33, 4394
.4394/,750.,,39/,2:73,39,7,,3    !0.,,3,25:7,3 !0.,,3.,25:7,3,/,,50.,,3,3907/7,9,8-,3,3-:,9, - /,3. ,3-0781,9, ,  /03,3 ,/,,50.,,32:73 4394
.4394/,7 50.,,3.,25:7,3,39,7,,3  /,3  /,3  

0.,,3.,25:7,3/,5,9/50740/,750.,,39/,2:73 09:5:, ! 80-,3, 50.,,39/,2:73/,5,9/50740/,750.,,3.,25:7,3    03:-,!0.,,3%/,:7303,/!0.,,3.,25:7,3  ,7,:39:203:-,50.,,39/,2:73203,/50.,,3.,25:7,3,/,, /03,320,:,3502-,,3,39,7,502-,3/,35030-:93,  4394 &-,,503:8,350.,,39/,2:73-07:9/,,2-039:50.,,3.,25:7,3         

!03008,,3   ,:,34507,8502-,,35,/,50.,,390780-:9    

     

,:,34507,8502-,,35,/,50.,,390780-:9       

,:,34507,8502-,,35,/,50.,,390780-:9     

 03:-,!0.,,3,25:7,303,/!0.,,3%/,:73  &39:203:-,50.,,3.,25:7,3203,/50.,,39/,2:73 /,5,9 203:3,,37:2:8-07:9  I
{   {  

/03,3.  

4394 %:8,350.,,3.,25:7,3203,/50.,,39/,2:73         

!03008,,3   
{   {       

   
{   {       

   
{   {       

      

3   .. /./03.3 803.3    .3.  4394 %:8.3.9:50.3/.3  !0./03.../03.3..38:.3 /03.3        .3              803..3803...3.3.5. 28.3 50.3202-.3803.3  803./03./.   ./. 28.3/:.350..09....../...3.5../....3 50..:39:203/..50.3.3/..3/.7..3 803././.  !$ !0.3 /9:8    ..../03.3 /03..38.3-.7502-.3  803./03.3 /:.50.1.39/.3.38:..3 03.3 /9:8   !0.3.9.3 .3803.94750780:9:.3/.3803./03..3.350.39/..-803.502-..5.9..9:-..3 803..39/.50.35030-:950./.3 50..9.3 /9:8    !0.3.3          803.3-07:9          !03008.32025:3.: 202-.9:-.390780-:9/03..35030-:98:...3:39: 203/.3203..78 -./03./03./03.502-.3..3.3 /.2..3/02.350..3 5030-:93..3.

-07:9    !07.  02:/..203.3203:3:.3/03..3803.328.3 /:./03.3.-.3.3.8.3/5.78 -.3    -.3 !0.803.80-.50.38.3 .31.50.3.9:-..3. /.50.3803.8..3/....3203:3...//:.    03.7.2.39/.31.3.././. /.7079.3..850.3/03.3 /:.3.50.3  803..3..03.3    03.3/02.03 &39:203039:.947 50780:9:.3 .3/02.9203..5.3./03.3.3 50. /.. /.38..9:02-.3.3 /03./03...2.9:-...7/.9/.3803.39/.3803.3203:3.3 /:./9:3:.7079..302-..43709 9./-.9507.3        803../50740    !07.302-./.3    .38:..3    .3-03/..3/02.3:9: $.89:80-.3/5.58002-. .78-.-.3/03./.3-07-039:507805.7/..3  !0.3.3207:5..3 3..3                       /.. /50740 02:/..947 50780:9:.3.3.3 ./ 803. -.3      803..3..9.30:.380907:83.:.95:.3/..../03.9203.3.3803./03.3803.:-.3.3./03../03./.3        03....3202507:.3 803.8/5.3..   /03.3.7 079.3/03.9. /03.4394-.7./80-:9:...38:./.3 /03.5.

7 ! /..3    #! 030/07.3   .         !03008.3 8.3202-./.947572.7.3803. $03./03..3.3/..3803.7  ..3907-08./03...3/....3/.8/...9507.35030-:9/03..7  .3.94750780:9:.5./03.:203/.3.3.9:50.3.9..     .3202-.380/07.502-.3803..-0507.9:/03./..94750780:9:..3 /.3/50740/.502-.3...9/..3!/.35030-:93...-0 50.3 5. 8.35030-:93.502-./03.3/./.!0...3 .3502-...7 0/:.203:-..3        4394 %:8..350./..3 50.3203.3202-.7 !/.039:80/07.3.380/07.3.7/.3.2-039:./..8:../50.3.3.3.947572..3.79.3202507:..3!/.9/50740/03.7.3  .9:50./  /.9.3.3.2021. /03.35030-:990780-:9  .3..380907:83.3 203./.7 50..35..9.350.3.3803.35030-:93.3203:3.3-07:9/.7/..350.3/.3.7 502-.5./.:39:2030/07.-039:80/07./03.8:.3..

.2.94750780:9:.3502-.2-..7/./. .3..3./.:.   03.3/3..380/07.   202502-../..94750780:9:..35.3.::5 202-.           ..3 -039:50./.5./.7 .  !0.3.50.33.3907-08...380/07.. ! /.7 ! /.3/.7 .3/3.5030-:9/.  .2./..3907-08.3.3    .7 ...390780-:990.3.7.3.3.3.3-07-0/.    ././.3-075030-:98.  02-.  !0.3 .7..3909.2:/-07/:.9.3:39:202-.3/:..7          !030-:90/:.3../5073.3203.7 ! /..39070-/.3.50.../.3 .3/.7:8/8.35..39.3.380/07. 202-.    &#&%! .390780-:92025020-:9.3/3.33..3 -03....3!0.94750780:9:./.7/..3...3/3..2:..9.7:8..35030-:9/03..380/07.5 .3.7203.50.33./..9.35.390780-:9.7 ! /..3/3.7/.8.3-039:50..3.::/03.2: -.3  50740     -../03.&39:203/.3.3 .3907-08.3 8.3 5080:9:..3    202502-../..3-07:9/03.3.3203.3 50.35.3502-.9.3/3.35030-:9 5030-:99:  4394 03./.35.380/07.7 .3/02.50.39070.     ..705. 03. ...3.9: /.7 502-..  !0.2.3/02.750.550.7  .3 50.. 2. ./..:39:202-.

/.8-..3../03./.7:8203039:.2:50740             0.2: .33.3909.  %039:.3.9.350..7 .3.350.0.3  .3-075030-:98.3 50.3     03039:./            05.3!0.   !07.  -  03:7:9.39070.703.. ! /.3.2:50740           0.30--08..350..5.3803.8..3-...550.3 .3.3203:7:9.3  05.9:   /..7 .3 /80-:9203:7:9.50..5..3:7:9.-.3          !/./.390780-:92025:3.32025030-:9  .3803.7../.3     /.39070.3.:7:9./03. .350.3 50.9.....703.3 /.9/825:.350780:9:.9070-/...::  4394 &7:9.    803.3 /.390780-:9-07/.3./03...5030-:9.3 .3803./..3     ..3/:7:9.7/.35030-:9809././03.803. 803./.3502-..9/825:.7.32025030-:9  .3 50.3-0/. .3.5 . 2.3.2.3   803.3    803.. 2.9.7/.../.:0-0.350.  %039:.350780:9:..3     803.3.3 2:..5.2:..9.....39070.7-0-07./03.3-.7.7   /.3 50...50.

38.-07:9    .309.-..3.39.:39: -07.5030-:9 50.2:50740     /03.7808:.-08.3.78-.3 .-08..7.. /.3 :7:9.3/02.35..3/./.38././.3     .3/9039:.7.39.3..5.3:3 -...3203:3.3/-.79.      /.78-.   /.3/03...7.39.3 5.78.!0..3.3/02./-.03./..7  .2.7..80-.343805 ..3  !03008...3.       /.50.3.3 ..95.78-.3-07:9                                                   !03.. 5..78-../.78-.309.3.7./..:.3.3. 8..3/3..3.3 09.50.2:.3 5....309.350./..  03039:.-08.2..3/3..2:50740         09.7.-.3507-.2./.3!...  /./-0-07.309.39./.7.50.3   ....390780-:92:.38.3.:.3 .39070..7    02:/.3 50..:39: 203039:.9..203.  !07./-.32:7390709.39.78-.3507-./.80-.7./.35.3.3..-07:9      4394 %039:./...3203.2..7..3 !0.7..3   .7.3..39.3 /.3-.3:3042097    .3.3. /.3203.3..5.

3-.350.0-/:: 0./.2:/./3.0-0.330.30-/.3    $090..350.2.7.3.3:3.8../..3/:3.3...3..33.35030-:93....9:39: 202-.       -  03.5..2... 50. .5030-:93..  03.73./.40:7:.5...3-.3:..2..3.:5:3053. .. $0/./-.:903.9:203039:.3....3.:39:202-.3.50.9 -.3 5.3..: 203039:.7 507.8.3.7:..9.3203:7:9.3..7:82:/..5..350...9/9039:....3.50.9.8.3/3.9./.8...5.35030-:93.3-. ..3.3:390780-:9803.5030-:93.3/3.3.3 507.3.3. /5.3/../     0907.....-.5.:053..2.-073.:7:9.2.3 053.2.388.354891 -.503.9/.9.320.9 /.0-/..8.9 .:8 203:7:9.3/.788.9 /..:5:3053..    .8..3803.:.3 053.-.5030-:93.3/..7-.3 /03.33..203..3  .3:.2.3.9202-.3/.390..350.50.3203.3/.2.50...8..3-.3:3 -.502-.2-.9:7:9.380.  ....3:3 -...7 /.7 .2/..3 /./.502-.3.320.3-..359..33.3502-.7.33..3/3.8./.50..3..350..2.7 .91.35030-:93.380-.32.3507.25.3/./7. !0.3  .3..703..8.354891-.9.       $03..3  !.3/.7507.2.30-/.3/33.3:3042097/.8.3.350.3/.3.  -  ..3  4394 /.3:./5.33.3.3.:/54943 54943 :39:203:7:9.3-07:3.3..3 507..3/3.33.8.3. 9.35030-:93.350.25.5.-.350..502-.25:7.32.5.8..350.380-.5..34380550./.3.7-.30907..50./..3/3./.  ..05.3..3.3502-.  ..8.2. 2.3/.9.9/.3 053.3803.:507.3  ..35030-:93.-.9/:3.3 -.2.

.. 8.3.2-039:50..350.  /80-:9 -.-07:.5:3-039:50.3 50.2. !0.               /03....3./-0../.39.3/082.32:73 50..5..3/.3..50.39/.3/.3.9:/082.207:5.3.  %     .3 -..8.350.9.3/082. 50.. 039:50.207:5.328.2./.2.. 5  .2.3/.2.      !$ !0.350..7-../-0.3202:..3.3.  8...3 /3.3  4394 %:8..-07:...35030-:93..3/.9.3.3.3/082.: /3.203:3../082.3082.25:7.33-.3/.2-039:50...3 /3..3/082..2.3/082.3 /.5:3-039:  .9...                .3/.3..9 /3.. 9...3/082...2:73 /..3 /3.3.3.79   803......  .9.3/082.3503:8....-07:..3 50./!0.9/.350.303../-0...3-039:.3-07:9/.3.39.3905.3/:.35075.  03:-. /..35030-:93...38.3..502-..9./082.342.....   2.3.3 28.  /9:8            /9:8        /9:8  039:50.039:!0.3        -07..342.9/.3 !0.-8..       .342.3..

03.  -072.  !07803 .807.3/02../.3...5.35.94750780:9:.2-039:.7/.32:73/....3.3907-08.350740          03./   .507807..3.507803     -072..3/./.8.9/9:8203././-.35.793.3 4394 80-...  !0./      ./039:!0.3.202-. 4394   .... /.9:8 !07803/.3/082.      -        .7/...3.507803-07.. /../     &-.31.7.3.50.380/07.3.3 .9:8 !07803.3-07:90/.8:./.039:082.3 ..     !#$! .3 -039:50.039.3 5030-:9/03.2-.350./50.9..          -  03:-..32:73..3/082.50.390780-:9/03..507.9:50.3.502-. /.3 80/07.7  .3  ...3.  -072./  02:/.2-039:507803 .3.9/9:8/.380/07.7..9.2-039:                 { ...5.35030-:93.9:  .

-039:507803-07:90/.-039:-07:9/.  4394   &-.2-.7/.3/03..7.                  .3   -     -  !072 !072././.3     ..3  -            ....:9 8.. /-..          .3.. 7.7.5 7..809..5072    8.9..... .32:73 .2..32:73 .3-07:9203..!/.:907.        &-.:907.35030-:93.5.8 ./.7.2-039:50.../.7.3 .7/./.35072.3/:3.!/..7/.-039:50.25.7 /.3.2..3:39:203...3.9.7./.9          &-.3507807-: !072 /./.:50.2  ..807-:..2-039:50.50.38. 907/./-039:5072 .39..2..     -    {   {  793./.7.        !0.3.!/...           /.3..7..39.

    ./.7:8202507.3203:3...-...75030-:9 5030-:93.5 .9.3 50.  .  - .::5203:2.33.3 502-.3 :2.7.3 /03.345078...3   $1.3/:2.99079:9:5 5../.91 .32. .3 50.9070-/.../:.9!03:2.7 .2.50.078907.3!/..-.. 4394         &38:73.3.078:2.-:..2.:3097.  .::/8.         /03.. -  .7 50.3 .50.3 .9./.3.3-07-0/..3-:..078:2.3 .  4394           $1.8907.8503:2. -- ./.. 4394      &38:7/0399.  $1. ....  !#$%&!!   !& .9848..9/9.4394            0781.5030-:90/:..3..5503:2.9 81.3 .5503:2..907..942:9.33....  .83.3 502-.35030-:9/. ..34 /80-:9:38:7/0399.2203008. 02:/. 2../...3.    .3909.91 . 3.8./.. . ...5503:2. .3 /..3.3 /...2-.3 3.  .3502-.39:-075030-:9 8.

3.2-039:50../                {   {      !0./.....3-:.3. -.  ./                                                          %                            .9                    {   {  {   {           .3.8503:2...3-:.2:73        ...39/.9/9:8/.25:7..5.. -.3.9:. /.3.4394     4394 9:3.3- .3-:.3-:..9 -.-.350.3-07:9     -.92..3.

8..3.35.3/03.2. 5030-:93.3502-.7:8/8.3!/.33.30/:.  !&#! 507.8..7.3502-.50..3207:5.3-8.35030-:9.3  /03..38:3/:7./.3.3 -075030-:98.3.3 9070-/.2.3203039:.3!3.3.39/.2..:.-.3...3503:2.3..  5./                        {   {             .350.. 502-../.3/.-.3 502-.35.390780-:9-07-0/...::5203:7.2.2.5030-:90/:.50..503:7./.35.8 503:2.9070-/.3203.3503:7.3..3 &39:20. 7:2:8 4394 9:3.2.8.                   &39:503:7.3/03.3/03..3.::/03.8.33.  !03:7.74507.5030-:9 7:2:8  /03..3.50.2.02:/... 2./8.3-07:9                     {   {   {   {             .39/..:: 5030-:9 5030-:93...       {         {      #:2:8   { {    #:2:8 8..50...3:7.75030-:9 5030-:93.350..           /03.3/:. .3.5030-:93.805079/03.35030-:9.30-.8503:7.3203:3.3 5.

3/03.3.3502-.350../              %                                           %    !#! .350.91    .3/03.350......9-07:9    42:9.25:7..3.3.37:2:8-07:9          - /.3-./.3/03.3/.3-.3502-.35030-:9 O !07....5..3   &39:2039:3507.350.3-.3/03.2507.3-.3-.3/03.:81.3/  !..  {   {          .3/      O !07..350..350.3 /../.9 #:2:8 -             .350.9 81.9     {   {           203:3.3.3 /03..3..507.3...3.                             ..3/ /..350.3-:.3 -07..3- /.3....3-.3-.    O !07.3 #:2:8             ..3 5030-:9/...

9 203:3.3-..37:2:8-07:9      /03.3.3- /.3  4394              {   {  {                  {   {   {  ...350./507.91 ... . /03.-.3.35030-:93. 502-.84507. -../.3..5.5 /03. /03.  .3./.350.3-.350.-.3. . .3- /.3-07:9                  ..--.  ...3 907.3./..3. /9:..3./.3/03..3/  4394 9:3.3.3    848.3/.350. .3.30/:..3    897-:91  - .350.3/ /..350....3-...3--. /03.3 #:2:8           03.7  &39:2039:3502-.3.8502-.3../                        ..3/03./           !! O !02-.

9.3..3-:.3.5075.947           $1.3-.9..3-07:9                                  /03.323               .9.2-039:                           31.9 .947  31.9:80-.5.-07:9     4394 9:3.                               {   {         .9 81.3.3/2405075.350./                                 !#!%! .9/9:8/.3..9/..3.3-075.

3:39:203..:8.9.38.0-01803 $0-..9-08.8.05.3..33.90.7 2.3..3-.:-. 809...7503:8.9.                                               %&& 039:-.3..3../:3.7 .43940.3.9.3..

5.9/9:8 2./09/.

3..3-039:-.3-07:9/.9:  :3..9:7. /.3..3.8 50740 .3.7.33   03.33-.. /.390709..7 .:      . /. /.3. /.32.33-.3 -039:-.7  0.3./.3.3-039:-.3.3503:8. /03.3./.33   03.703.3^./.3-.3-.7 2.:..503:8.3.3^.  /03.503:8.3.8     &39:-.39..3/02.7/.3/02.3.7.  /..3./.3.3..3.-07:9    &39:-.:/.3 -.3.9: :3.3^.3..7  0.3.3.-.3-.33-.8  4394 %:8.39.. /.3 -039:-..-.8 50740 ..-.30--08.3.8 50740 .703.. .33  03./...3/02.:/.3././.33-.9:7.7  .9:7.80-.3 -039:-.     . /.3^.7 ./09  9:7. /03.3.3.3  0./.      /03.7/. /.3/.33-./.3.30--08.3^.2-039:-.703.3. /03.3 ..3.:3.9::3.:3.         ..:/.7/.    ./.30--08.. /.

502-:.   2029.9.9:9025.9.8.9/082.3  0.-07:9    .907.8  4394   :. .     :.3 8.9.3. .3..3 502-:.3/082.9.30.9/.3 8.9.75.30..9.3.502-:.9.:8.3 8.9 9:7..8.3.9.3502-:.3 8.33.9025. /03..9/082.   2029.9.75.3 8..././:.25.   2029.3/-:.3./.32.7 .3^. /..803.   .39.  3./:.9.9:7.3 502-:./.25.3 502-:./.././..3 8./..3/-:.8    .9/082.8.3.2.390780-:9:7.9.9:9025.75..9./.9/082.9/082.3.   03. .  O 0.9../../. ..  O 3.50.:.     :.35.9:  :3.3 8.:./.703.9.25. ...7.9025.33 03.9.8 50740 .9.9025.   03.33./.33.-.75..9/082..9./:.3/02.7. /./ 502-:./.3/082../.9/082.     !&%!$ !02-:.9/082.:/.     :./.  3.3503.502-:.3502-:.25.  /.3/02.907../..390780-:90-/.80-..33..25.9025.9025.72.   ../.3 8..907..9/082.33-.350.. 2.  3..9.9/082.703..9025.25..      . .9:9025.8.9:9025..803.. 2.9/082./..3 -039:-.70- 2:/../.9./.9025. .3/.9.9/082.  0..3/02.3.907.-07:3.9.502-:./.3.3../:.   202/:.:39:2030/07./ 502-:....9025.2.25./03..25.././.703.390709.3.3..

3.91 .80.91./.3.954891/:7.32.930.3-:.91/:7.3-.83.930..9      .3-:.907..3-:.930.83.3.954891 4394       3.930.3-..  34  4394        .3-.3.83.954891.3.3/03. 2.3-:.3-:. !03:7.3-:.30-0.-./.3/03.3:..-.3..3.   .3.91/:7.930.907.930.../..3.930. 5.3.91/03..3.3.954891/:7.: -.3-./503:7./503:7.3-:.3.3.3 203:7.3-:.3-:..7 2.91 4394    - 5.   ..-.83.-.30- -08.-.3.3.954891 4394     .3-.91.3-:.30- -08. .3-./03.2.3.91..3.954891 . .38.9 .3-:.930.3-:.4394    .83.3/03./.954891/03.3-:.3/:7.3.3-:.3-.3/03.954891..30- 0.3-:.3.3-.3.3.91.3-.3.3-:.3.  !03:7..91 4394              .83....3-:.3-:.3-:.954891 2.3-./.72.930.954891/03.3.-..930.930.91 2.3.3-:.3-:. 2.3.3-.

  &39:802-.2..3/.3/03.-07.3$1.9-07.   .3 .3 203. /:7./ 02:/.3.8:/.93.83.3.3/.     / !03:7.3/.2 2.7.72.22./53.3..3.3.: .9:8././.954891.-8. .4394   !748085079:3.3-.3/03.:7...91/03.919/.3 203.53..39/.3-:. 7.3 5.3/:7..91 .703.703./-.3 .:.: . 5::..3-:.3 5.83.//:7.3.9 81.: -.703..25::.83.930.3-:.3..3..3-.               ./.80.  !03:7.3 203.2533.848.703.  - . -  ./53.  .4394            $1.7. .7. 803.3   :7.83.3/.4394    0 !03:7.53.3.3/03.9:8. - - .7./ 02:/.3.  . 4394         .3.3/.3.7.   .203.9:8.3.  203.3.3. -.7 .././ .3-:.942:9.3.3.8:/./8.7 7./   .80.3/:7.3/.9/.7.3-.-078:8:3 .80.930..2 .91/. - ..

.9 .3-:.3342025:3.-078:8:3    .92.305.3 /9:8/-0.  .7.3.3805:: 5::.3..3./.3.3../.3- .9:.9:-..3 .3-:.3..9/:7.3-:...3.3.3.-..81.3/03.7.-.9:.3-:.3.3/.  !07. .3.3...  0781.3/.3.-..3 !03:2.3.3.  5::.4394      -.-..3/:.3. !03:7.3.3 7.3.3  .33..334 :2./:.3/03./..3 7-:.5::.3.3.3-:.83..3.3-. .3-:.-.83.                        507.9 ./:2.3-07:. -.3. -.7 50.9..38.-:.3-.3 /.3.3/58./03.203/.99079:9:5 ...3       -.3 .9:8.3.9   !07.3.3.3.3/:.   .3-.          .3                507.3.3-.3.   50.9.

3 ..3.    .3-:.  $1...3-:.3   ././.93.83.-07080744207    .330. .3.3-.3.7.3.954891    4394 .3..91 .83.  . /-.3 /-. .954891.3    .3 ..3.3.2-.2. ..3   . /9.3$1...9 81.3-:.785079. /9.3:.83..3/.3825.8   /.3 .2-.3 .83.-.8507.3. !748085079:3.3-:...91    4394   ...3.91.83.3 /.3.  4394       $1.-.3-:.3.83...825..83.3.3/:.9:8. 4394    $1..  !07.3-:.8507.83...930.3.83..3/:.-   .825.   9.3825..  4394             .91.91 .3.9848.--.7.-.3.9 30.3/.3/.9 .3.954891/....3.3/. !07.9:8.942:9./.-.8507.2-.3.3 /.9/897-:91 ./..-.954891    4394    .3/./. -.

8507.9/03.. -.   . ..3-:...334.3.   34  4394 = %/.3-:./:.././.3-:.907/0138   %/.3.3-07-0/..3. .91       4394      .-.3.8:39:507.907/0138 .99079:9:5 .83..91/.3.3  34 .-.907/0138 =  .-07..354891    4394     .3.-.-..     .-.3.91.83../.99::.-.-.9/.3..9/03.8-..3.3-:.9:.3$1.8-.3-:..- .   0781.91 .93....3-:.9/03.   !02-.3/././.3.354891    -.9.3-.3-:. . -.8-.83.9/.3 !02-.-..3-:..3./:.3...3 .8-.3.&38:7/0399.32.3-.334 .:81..848.954891..9 81..  9/.-..-.930.330.3.-.942:9.3-:./:.3.8507.  ../.3. ././:.3-:.-.9 4394  .

9/03.3/02.390780-:90-.3.3907/0.9 -.3907/0..3.9..31.4394-07:9  4394 %...8-.7   .350.9/03.3.3.83.     .9/9:8            .84507.3.  03. /03.3-.3 9./.../..350.9.3    !02.9072:/.3-:.-.9   -:./.9.3 .7.99/.3.3-:.3.9079:9:5 .3-:.87.:.:39:20.5.3-:.4394 .3.3-:.4394 -.87..3.9  !07.9:.9.9.9/03./:./.3-:. .9 .9.-.3-:./..35.3-:.3-07:9      ..  03.3-..9/-..3.3.3907/0.947 4394    !$#$ !#$%& ! .7   .3.  .   .9.3.3-:.9/03.-0:29039:-.3/0.3.3.3907/0.3.87.350.3202-:.3/.4394             0781./.3I I I  I  $0:2..3-:.3/02./.3 .3 .3./.9.3 .3-..3/.  .3 9.350..87.35..3.3503.

79209..30/.  . .  .7:.3.792..8/.9.3.9.3.9/9:8    43805/.90473 !079:3.804.3-:.3...370./.37./.2.3.3-:.3.3 507.2..9  502..9/03..9. .30-8:.3.34507.3  .3.4792.3 8050795078039./.330.9 /..843.5.4254303/082.39/. .9.3-:.:..3-.79209.  .9/03.3.79209..79209.9907/7/./.9 -.3-.87../2.503:2.8 -.3.2:3 /02..80.3.3/.3 507.:39:20.3907/0.39.3.3 9.3 .  03...3     .89:3.3. /50./.9/9:8         .7-..9805079.3907/0. .:2:23.3..913.3.8 .8./..-.9::7:9./.9 ..-.3/...3.:80254.9/03.8:.3 507.3.8:.9 .3203039:..32.7.30-.90758.7  .35079:3.8.3 -. /./.3/02.9/03.3.5.3907/7/./03.:50.3.8.3./7.7   .7.3907/0.3.:.3.:./.3 .3.947  425:907 .79209.3-:.3907/0..9.9/9:8.0-/::/.3:..91 34 /...3 9./.3/02.3.3 /..9.2../2.740.  03..3203:7:98:.    /.3-:.:5:34507..3.9.3.330.35.34.3-:.9/9:8          .89:3.47..80 .3 503:7.3/./.3...3:.3  79209.3502-.203:3.2.3 .9..3-:.34507.3:.7. .3.3 /.5.3-:.3 /.3.7-.3 .320250.  507.3 54891 .87.:.3.8 4507.8.5.        .

.3//.3 !07.3/...33.3..-..9.9 /507:.3/..3.3-.8.5 8..3:93...3 203:2.35030-:9    507.3!0.-.3:93.3503:2...3!02-.5.3/..3.3..3 .3/.350.3 /03..3502-.:503:7.3943..350.3502-.3 2.3.25:7.%44/-.3.:.079../03./.3 03008.9203:3.3-.3 /03...8.7503:2./.35030-:9909.2.330./..2:3/:7 9:7:3 .33..25:7.8.3502-./507..5..2..28:.9    %#!!#%& &! !079:3.94-..3 !03:2.34 ..3-......8.35.3.9:-..5..9943.9/-:.3/. ..203...8/./.3.33..3.3-.3/03.38050795.34507.-.350./.380....5. 2 .3943.3503:7.3.3  !07.3.25:7. 80..3-.94-.3!0.33....2025:3..5.3.:....9.980-.25:7..25:7...350.9.:.9.35030-:9/03..502-:.7:8/:-.-.3... .907/.35.3-:./.8. 2..9:7. /239..9. 8::/49..3-...350.80-. 7:8.-007.25:7./.3.3502-.3503:7..350.7 .35030-:93.91 4394$::/49.793.3..350.350.320308:./:25.9/.3502-.9.3 5.3. 2.. .8.8507.3/..%44  507.-.3 03008.5.7  4394   !.3/.5.3203:3.350.350.3/./.9 7: /-..3.3..9.350.3.-    .34507....3!03:7.33.3.3.3 502-././.9.3.8.80-.8507..:20:7.9 ./.8!0.::.    !07.3203.9 &39:202-:.9:84.::9.8.98:.  $0.2 -07..20/:5.:/:9.3   !03:2.9.. /5.

350.2.84.3.3 2   !$!# #$ $0-:..3:39: 202-:./-. 7.34-0/.7 -07.3/.. 80-:. /.32.3-38.5..33..3-07-0/.5073.3 :9: .780-:.9.3.3/9... $09.//9...223:203.9..3/507:.3/3...3507.. 2 07.-  2   <2     <2    2 2  .842:33203..3 ..9.3/507:.8.3//.3:39:  203:3:....8..39075709.3..203..9:43805 50.3:9: $0-...2203.3 20..2.3.90..3507-.380-.50.3/.  #..3 :39:2020.3/.8./9. 9443..9/:3.94480./03.9.5.9...9443.2:25:..7 80/.50.30-.9:   /03.../.37.259.90.84 /..350.944043943 3/.8..50.3 207:5.5.3-8.37.3203::.5.7.203.2...8.90.703../.8-.7 5.84...3 80-./:3.5-38.8.84:39:2.-20304.7:80..9.. &39:202.3/3. ./59.3.9/57.7.34-0  0.3/.202-.3202-:..3/9.-.3.4394502-. /3/./.94480..289:.5.849/...359.3.7080:7:.3/.3-38..      3.35...9       3 3 3  3  3 .203.7      .3 20207:.-...3 7.-.5.759..3:3.380-.7..50..88050793  4394   /3/.8..32025:3.

5..9...2 .507-.73  .3. 93/.83 2.3.2 .3.33.3.7/../3..50.3    !.507-.39:.3/.2 2. 507-.3-.83/-./.855 .5.2  8./.  .9..3/.8507805..../.2  .  03..39: !03008.3 .3 -./.2/.7/..855 .3/..7/./5.- :..  %3-.380-.3.50..39: .7/.33  .3/.3 80-..3/3 $03.../33  3   3   3  3  .7933/.9.2.9/825:.32025:3..3/.3/.3.3/.:933/.3/.7.83 .3::7.32.30-.9/3.83 2..5.2             .30-..93/.380-.9039:.. .:/03. 33 :.3 09.35 .3.9.3/3.393/.502-..8 507805.507-.2 0-.3/.3/.7/.750780 5.3/3..:! :.3 .3/3.7507805.78:.3.2  .35.3.:.3/3.9/3.30-.9:507805.3507-.9.5.32.3/02.5.2.3 /.9./.

.9.902.3.79...8 047.7/..:. .   .8/3 :.7..4:398 $3.1473.%#!&$% #.0  !  4/0730-7.8 4-0448  43 %.3 25..3/974342097 43/43//843 080 !:-83425.8.3.   0.54700/07.3  3943 % .9.4 $   0420974/0735574.!:-.7/.443 09.//843 080 !:-83425.03.9438  '.9.3/3943   8943.1.3.3     .$! .:20/.:/./0 .:.902.73.902.741.  .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->