Syaikh Junaidi Al-Baghdadi R.

a

6 Votes

Nasihat Spiritual Maulana Syaikh Junaid al Baghdadi
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Syeikh Abul Oasim al-Junaid bin Muhammad – rahimahullah — berkata : “Semoga Allah mengkhususkan dirimu untuk taat kepada-Nya; memberi peluang kepadamu untuk selaras dengan-Nya; menjadikanmu sebagai penghuni kewalian-Nya; memilihmu untuk mahabbah cinta-Nya; mengegaskan dirimu untuk menuju kepada-Nya; menetapkan padamu menurut ilmu kehendak-Nya; menjadikan perbuatanmu dengan ilmu yang dikehendaki-Nya; mengembalikan dirimu untuk memperhatikan pada kesimpulan pemahaman tentang Diri-Nya; menghalangi antara dirimu dengan berbagai halangan yang memenggal dan rantai yang merintang; menjadikan ucapan-ucapanmu diridhai di hadapan-Nya dan di sisi-Nya pula engkau dalam keadaan bersih; mencukupkan dirimu upah setiap yang sibuk dengan-Nya; memberi luang kepadamu untuk bakti kepada-Nya; menyenangkan dirimu dengan memasrahkan persoalan kepada-Nya; menghalangi antara dirimu dari setiap pencegah di jalan penempuhan kepada-Nya; dan menjadikan raja penolong pada setiap hasratmu yang membuatmu tidak bahagia dalam Menempuh ridha-Nya di sisi-Nya, sesungguhnya Dia adalah Pelimpah kenikmatan dan yang Mencukupi berbagai hasrat kepentingan. Seyogyanya bagi orang yang berakal (sehat) untuk tidak mengabaikan salah satu dari tempat ini: Tempat dimana seseorang apakah kondisi ruhaninya bertambah atau berkurang; Tempat dimana ia berkhalwat dengan mendidik dirinya, berdisiplinlah pada aturan yang harus dilakukannya (dan mendalami penyelidikan pengetahuannya); Tempat dimana akalnya dihadirkan untuk memandang aturan-Nya; bagaimana aturan-aturan bisa berbeda-beda; baik disaat telah malam mupun disiang hari. Akal tidak bisa jernih manakala tidak mampu kondisi terakhir tersebut, kecuali dengan menepati aturan yang seharusnya dilakukan dari aturan-aturan pada kedua kondisi ruhani yang pertama. Sementara tempat-tempat dimana ia harus mengenal kondisi ruhaninya, apakah bertambah atau berkurang, ia harus melakukan khalwat agar tidak direpotkan oleh gangguan kesibukan yang merusak introspeksinya; yang kelak bisa dilanjutkan dengan arah menuju penyelarasan disiplin penunaian kewajiban, dimana perilaku taqarrubnya tidak akan jernih kecuali dengan memenuhi kewajiban-kewajiban fardhu. Kemudian bangkit, sebagaimana bangkitnya hamba di hadapan Tuhannya yang ingin melaksanakan perintah-Nya. Maka pada saat demikian, terbukalah baginya rahasia-rahasia dirinya yang tersembunyi. Ia akan tahu apakah ia termasuk orang yang telah menunaikan kewajiban atau belum, kemudian ia tidak ragu dengan posisinya hingga adanya bukti ilmu yang menyibaknya. Apabila ia melihat adanya cacat, segera memperbaikinya, dan tidak menjalankan amal selain amal itu. Perilaku demikian ini merupakan kondisi ahli shidq.

Dan para hamba itu mendapatkan jaminan di dunia. kemudian musuh yang mendiami. dan hangus pula penghuninya.” (Q. pada suatu yang sifatnya mengambil manfaat dari dunia ini yang mana. Adz-Dzaariyaat: 56). dan diri tenteram pada tempat yang menjadi keahliannya. Sesunggahnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf.” (Q. Sebab diri itu bila cenderung untuk berbuat baik. bila ia tidak merasakan rampasannya. maka seharusnya bagi yang menuju arah ini. tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.s. Seakan-akan aku saling . “Seakan aku melihat Arasy Tuhanku begitu jelas.” (Q. Ar-Rahman: 29). mengalir melalui tempat berjalannya darah. dan Dia menetapkan agar diketahui bagaimana aturan-aturan itu dilaksanakan. “Diriku telah jemu dari dunia.s. Yusuf: 34). lalu ia merampasnya melalui kecondongan hawa nafsu.” Kemudian ia melanjutkan.” (Q. Yusuf: 33). sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Perkasa. hati telah keluar dan lari dari dunia. dan ingin mendapatkan nasihat dalam beramal — maka kadang-kadang berbagai hal itu menipu dirinya — dimana batas sebenarnya tidak diketahui kecuali oleh orang yang teliti mata hatinya.“Dan Allah mengokohkan melalui pertolongan-Nya kepada orang yang dikehendaki-Nya. Firman-Nya:”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. yang tak ada lagi jalan kecuali melalui kondisi tersebut. ruku’lah. memerintahkan seluruh makhluk-Nya agar terus-menerus beribadah dan tidak bosan-bosan berbakti kepada-Nya. Diri melihat yang berlaku padanya.” (Q. Yakni urusan makhluk. mencari pertolongan dan rasa butuh yang sangat serta mencari sandaran. sebagaimana Nabi yang mulia.s. juga memaparkan keluhuran ilmu dan pengetahuan. Musuh itu mengancam dengan kekuatan tipu dayanya pada kealpaan yang tersembunyi. Sebab Allah swt. Apakah engkau mengetahui perilakumu itu diridhai di sisi-Nya? Tak seorang pun mampu menghadirkan akalnya kecuali dengan memalingkan diri dari dunia dan seisinya (di sisi-Nya). mengintai untuk menghancurkannya. dan bagaimana Dia membalik aturan.s. Semua itu merupakan ibadah yang diharuskan kepada semua makhluk. keluar dari arah-Nya. serta sembahlah Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat ketika Haritsah berkata.” Sedangkan tempat-tempat khalwat untuk mendidik diri dan mendalam kondisi pengetahuannya. maka menjadi sunyi dengan bercakap-cakap pada pelaksanaan dan beragamnya aturan serta rincian pembagian. dan sujudlah. berfirman:”Wahai orang-orang yang beriman. putra Nabi yang mulia. mengetahui bahwa tipu daya musuh dengan kekuatan hawa nafsu. Allah swt. berupa dorongan mencintai perbuatan baik. Hati tidak akan kembali. ia mendorong dari dirinya dan mengenal dirinya untuk lebih bergegas kembali kepada Dzat yang tidak bisa menjamin kecuali dengan-Nya. Dia berfirman. Adapun tempat-tempat yang menjadi tempat presentasi akalnya untuk memandang tempat berlakunya aturan hukum. Yusuf bin Ya’qub bin Ibrahim –alaihim as-salam:”Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka. berpaling dari hati.s. Engkau — wahai orang yang berdiri teguh — agar selalu melihat bahwa dirimu merupakan makhluk dengan urusannya. Apa sebenarnya yang terjadi di sana. dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Kemudian ia meneliti dirinya lebih mendalam seketika dimana musuh bisa meraihnya. sekaligus ia akan membelot dengannya. Yusuf as. “Setiap hari Dia dengan urusan. sementara di akhirat mendapatkan pahala. adalah tempat paling utama dan paling luhur. Lalu ia menjaganya dengan kenikmatan bersegera. akan menjadi etika pada dirinya. Apabila dunia usai. Allah swt. Al-Hajj: 77). hangus. berupa tindakan kebaikan tersebut sebagai kemampuannya. tidak akan bisa dihindari dengan kekuatan diri. dan berbuatlah kebaikan agar kamu mendapatkan kebahagiaan.

Karena sesungguhnya Allah itu adalah harapan para wali. Petunjuk itu tidak menghimpit hati mereka. Dan mereka pun menjaga diri dari membincangkan sesuatu dari kebinasaan. Kemudian akal bangkit yang disertai semangat fisik dengan pengarahan yang baik. Siapa yang membuka tutup bencana. dan mata menjadi sejuk dan gembira karena apa yang telah disampaikan kepada mereka melalui khalwat. berhasratlah beramal untuk menyelamatkan dirimu. berfirman:”Bergegaslah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu. Sungguh bahagia kaum yang memandang mereka. Mereka tidak ingin meraih apa-apa yang lebih besar dibanding apa yang diraihnya. dan menyelamatkan diri dari bercakap-cakap pada penghuni dunia. Mendudukkan mereka pada argumentasi yang menyelamatkan. tidak pula menginginkan daya. tidak ber-tawassul kepada-Nya kecuali dengan-Nya. pertolongan yang baik dalam berselaras dengan-Nya. Siapa yang — Allah –menyebut mereka. ketika Allah swt. barangsiapa ingin selamat. Bahkan memberi nikmat mereka melalui penerimaan udzur ketika menerima mereka. Allah menghendaki mereka dan mereka pun menghendaki-Nya. untuk menegakkan apa yang menjadi bagian mereka di hadapan orang yang peduli pada ajakannya. memaafkan atas ketidakmampuan fisik mereka. Para musuh putus asa dengan mereka. Allah akan menunjukkan kepada-Nya. dengan mencari hubungan pada anugerahNya. mereka mencari Allah dan mereka pun menemukan-Nya. Sesuatu yang merusak. seakan-akan. dan surga yang luasnya seluas langit dan bagi yang disediakan bagi orang-orang yang takwa. Allah tidak menyiksa mereka atas kelalaian mereka. Mereka dijernihkan oleh ilmu. memberi petunjuk mereka jalan syukur dan ridha di sisi-Nya. Maka ia pun berkhalwat bersama mereka yang tidak senang menempuh jalan selain jalan-Nya. akan terbuka pula tutup kandungan. dan mereka tidak meminta sesuatu kecuali agar dilangsungkan khidmah kepada-Nya. dan amat gembira bisa berbicara dengan mereka. Ali Imran: 133). Setiap jiwa yang merasakan lalainya kealpaan setetes saja. Memperkuat komitmen mereka dengan tradisi generasi ummat-ummat terdahulu dengan beban yang baik. Mereka adalah para yang dicari Allah dan pencari-Nya. Mereka merasa senang atas pilihan yang . sedangkan mata cinta menyejukkan mereka. mereka pun tak akan mendapatkan petunjuk menuju kepada-Nya.Maka. sementara mereka dimuliakan oleh sikap memastikan hanya kepada Allah Ta’ala dan mereka tidak membutuhkan selain kepadaNya. Ia tidak akan menikmati sepoi-sepoi lezatnya beramal. pasti akan ditimpa kekerasan hati yang memabukkan akal dan menghanguskan pengetahuan. dan merasa rugi berpisah dengan mereka. dan tragedi dunia menjadi sesuatu yang hina di mata mereka. mengasihi antara mereka dan para pengamat keserupaan dan problema. dan Allah tidak memberi beban yang tidak kuat untuk dilakukan oleh mereka yang lain. mengikuti mereka dan menunjukkan mereka jalan yang ringkas. mata dan pendengaran mereka dari mendekat pada kebinasaan. yang dicari orang-orang Sufi.” (Q. seakan…” Demikianlah kondisi sebagian kaum Sufi. Allah menjaga hati. bahkan Allah tidak menjauhi mereka dan tidak menyingkirkan jiwa-jiwa mereka. Membersihkan mereka dari azab yang dahsyat.s. wahai saudaraku. Kalau bukan karena-Nya. dan muamalah (ibadah) telah mendidik mereka. dan mendudukkan mereka dengan persahabatan yang indah. pecinta Allah dan kekasih-kekasihNya. Oleh sebab itu. melalui diskusi pemahaman perintah. cita-cita para cendekiawan. Orang-orang berhasrat rindu memandang mereka. bergegaslah meraih ruh kehidupan. keikhlasan pembebasan diri dari perbudakan nafsu yang hina. fitnah akan masuk dengan cara yang halus. wibawa hawa nafsu telah mati di hadapan mereka. memberi cahaya dakwah mereka untuk memahami yang tersembunyi. tidak ingin memperoleh nikmat dibanding apa yang telah dianugerahkan kepada mereka.mengunjungi antara ahli surga.

rangka menjaga sisa usiamu dengan cara bangkit. Berpijak pada sikap yang ala kadarnya dalam memberikan kegembiraan kepada orang lain. amal masih terbentang. bergerak menjauhi perkara yang diharamkan Allah. begitu kuat caciannya. dan hujjah masih kokoh. yang dalam konteks ini. dan tahlil. penyucian. Mulai saat ini. membincangkan bunga-bunga dunia. saling menolong. semampang permintaan maaf diterima dan waktu masih luang. penyesalan dan kata-kata masih didengar. tidak bisa menolong dengan amalnya. melihat diri sendiri dengan mata hina.Kitab ini selesai seiring dengan memuji Allah dan anugerah-Nya. Tidak mengungul-ungulkan mereka. Semoga shalawat dan salamnya terlimpah kepada junjungan kita Muhammad dan seluruh keluarganya. pada hari itu amal-amal ditampakkan. dan Mengancam mereka dengan neraka. karena mereka mengikuti hawa nafsu. memutuskan diri untuk menegakkan kewajiban. dosa bisa dihapus oleh inabah. tasbih. Tak ada yang menghalangi mereka ketika Mereka bertemu dengan-Nya di akhirat. waspada sebelum waktu berlalu. Suatu hari. Di antara tanda orang yang mendapatkan hidayah adalah memiliki sifat-sifat. Sedangkan pengaruh kehendak hidayah itu sangat jelas di mata orang yang mendapatkan hidayah. dan tak seorang pun mengharapkan. makhluk itu terputus dari Allah Azza wa Jalla. “Cinta penyelarasan dengan-Nya. “Lebih baik aku menyendiri. kebenaran masih jelas. saling mencintai.diberikan Wali mereka. patuh pada lawan-lawannya. Hendaknya engkau benar-benar menunaikan syukur dan melanggengkan dzikir. memprioritas apa yang menghancurkan dan meninggalkan apa yang mengabadikan. takut.” pikirnya. Rasa senang dan sejuk mereka ada pada ketika mereka bermunajat. datangnya maut. dimana seorang saksi atau teman. bergaul dan duduk bersama mereka. antara lain ringan taat.:”Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. jalan begitu gamblang. —(ooo)— Kisah Murid Yang Takabur Seorang murid Syaikh Junaid merasa telah mencapai derajat kesempurnaan. detil serta hati-hati.Karena itu bergegaslah saudaraku. pambagusan. niscaya Dia memberi petunjuk kepadamu semua. akan membuka segala aib. teliti. kasih sayang. Sibuk dengan Hak Allah dan tidak disibukkan oleh faktor yang mengabaikan Hak Allah itu. Dia-lah Pelimpah Kebajikan. Yang Menjanjikan surga bagi hamba-Nya. dalam. untuk memperbaiki kesalahan umur yang berlalu. Sebab suatu hari Allah swt. Allah berwasiat kepada Nabiyullah saw. memberi bantuan kepada ahli kewalian. Al-khafi : 28) Semoga Allah menjadikan kami dan kalian tergolong orang yang mengetahui Hak Allah dan mengamalkannya. kealpaan dan penyimpangan serta kelambatan. kecuali pada pengampunan dan maaf dari Tuhannya. tekun. dan menghargai waktu. ridha yang disertai sabar atas persoalan yang berlalu. . yang begitu banyak penyesalannya.s.” (Q. Hari.Hujjah yang benar itu hanya bagi Allah. seandainya Dia menghendaki. Bahwasanya. Semoga Allah melindungi kami dan engkau. tobat masih diterima. Taqarrub mereka adalah penyucian. persaudaraan. merasa ringan dan ringan dalam memberi upah. memprioritaskan kepada ahli taqarrub dan mereka yang menuju Dzat Allah Azza wa Jalla dibanding diri mereka sendiri. sepanjang perlindungan-Nya kepada kita serta memperbagus pertolongan-Nya kepada kita. Sebab Allah tidak ridha kepada generasi sesudahnya kecuali beramal sebagaimana amal yang diridhai pada generasi sebelumnya. Karena itu leluaskanlah dirimu dalam pembebasan belenggu dengan menanggalkan pakaian yang merepotkan. kebajikan masih diikuti.

saat engkau dibawa ke sana.” katanya membanggakan diri dihadapan murid-murid yang lainnya. Di sana berlimpah berbagai jenis makanan dan air yang mengalir. ia memohon ampunan bagi para penghuni neraka. kemudian pergi tidur. Setiap malam. “Kami akan membawamu ke surga. niscaya permohonannya akan Kami kabulkan’. bukan penyembuhan makhluk. menyendiri adalah racun yang mematikan.Al-Haq (Allah swt. ucapkanlah tiga kali: ‘Laa Haula walaa Quwwata Illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adzim” kata Syaikh Junaid.) mengasingkan diri bersama mereka. Maka Syaikh Junaid pun mendatangi kamar muridnya itu. Malam itu si murid mengalami apa yang biasanya terjadi.” Keesokan harinya. Seketika itu pula sang tabib. Yang Maha Tinggi. Syaikh Junaid bertanya padanya tentang apa yang terjadi. bukan matamu. shalat. semua yang ada di sana berteriak dan pergi melarikan diri. matanya telah sembuh. Di sana Syaikh menemukannya mempraktekan tatakrama yang tinggi. Ia pun menjadi bangga dan sombong karena hal ini. Maka. “Apa yang telah engkau lakukan?” tanya sang tabib keheranan. ia coba coba mengucapkan: “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah. dan sifat Uluhiyah di-tajrid-kan bagi mereka. “Jika matamu terasa berdenyut denyut. jangan biarkan matamu itu terkena air. Ia menemukan dirinya berada di atas gundukan kotoran hewan dengan tulangtulang berserakan di sekitarnya. bukan aku. sang tabib kembali mendatangi Syaikh Junaid dan melihat bahwa mata Junaid telah sembuh.” Ia pun menunggangi unta itu dan berkendara sampai tiba di sebuah tempat yang menyenangkan dan membahagiakan. saat ia tiba di tempat itu. Engkaulah tabib yang sebenarnya. Namun. ‘Junaid mengabaikan matanya demi memilih keridhaan Kami. Ia tinggal di sana hingga fajar. ia pun bertobat dan kembali ke majelis Syaikh Junaid. “Malam ini. Yang Maha Agung. Kisah Syaikh Junaid Ketika Sakit Matanya Suatu kali. Tabib itu berkata. Ketika ia bangun. Dalam hatinya. Ia telah belajar bahwa bagi seorang murid. Hadhrat Maulana Syaikh Junaid al Baghdadi menderita sakit mata. bagaimanapun juga. Si murid pun menceritakan keseluruhan cerita kepadanya. demi tujuan yang sama. “Setiap malam aku dibawa ke surga. Beliau Pun memanggil seorang tabib.” komentar tabib tersebut. Ia mendengar sebuah Suara berkata.” Namun ketika tiba waktu shalat. seekor unta dibawa ke hadapannya dan dikatakan padanya.”Aku berwudhu untuk shalat. kemudian ia akan tertidur dan telah berada di kamarnya ketika terjaga.” jawab Syaikh Junaid. Menyadari kesalahannya. Syaikh Junaid malah berwudhu.” Seketika. ia tidak mempercayai apa yang telah dikatakan oleh sang syaikh kepadanya. Jika. Kata-katanya ini sampai kepada Syaikh Junaid. mengucapkan dua kalimat syahadat.”Ini adalah penyembuhan Sang Pencipta. “Wahai Syaikh matakulah yang sakit.Maka ia pun menyendiri di sebuah sudut kamarnya dan duduk di sana selama beberapa waktu.” Uluhiyyah Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. awal . tempat yang dipenuhi oleh orang orang tampan. yang beragama Kristen.

Keangkuhan tiada tara. yang kemudian ditutupinya. bercerai-berai lenyap. baik yang ditunjukkan atau belum. Ini merupakan isyarat yang tidak bisa diulas lebih banyak. yaitu melihat pancaran rahasia yang terjaga. berupa Asma-asma al-Jam’u mat-Tafriqah sekehendak-Nya ketika dalam penampakan maupun penyembunyian. Banyak yang telah diliputi uraian tersebut. Esa. Lalu pada saat seperti itulah. Lantas sifat-sifat menjadi fana’ dengan melintasnya penghimpunan menurut teknis hakikat. Dan tidak memahami jenis isyarat itu kecuali dengan keadaan yang telah kami sebutkan di atas. dan orang itu ditempati Nama tersebut di hadapan-Nya. inilah awal penyaksian Turun-Nya kepada orang yang dilimpahi Nama ini. Ke-Azalian turun pada keabadian. Lalu ke manakah perginya “mana” menurut kelanggengan Azalinya? Sedangkan mana yang tidak mana bagi-Nya. namun aku tidak mampu mengungkapkannya. terlihat sebab akibat arahnya. Al-Haq Tegak. Raihlah melalui sesuatu yang tidak bisa diraih kecuali dengan-Nya.Dia Esa dalam Kemandirian Perkasa-Nya. dan penampakan keruntuhannya melalui pemandirian hukumhukumnya.limpahan pengetahuan Al-Haq datang melalui penyaksian-penyaksian penampakan-Nya. Pemaksa kekuasaan dan Dahsyatnya pelenyapan. Mereka dalam penyaksian-penyaksian apa yang ditampakkan kepada mereka menurut kebisaaan apa yang diperlihatkan kepada mereka. lalu dihilangkan. Di dalamnya tersembunyi. Sendiri dan segalanya bergantung kepada-Nya. Diantaranya ada yang jelas dalam pembuktiannya dan gamblang dalam wilayah pencariannya. Lalu keasingan-keasingannya musnah berpisah tanpa sambung. bersama Al-Haq untuk Al-Haq. Manakala diperlihatkan apa yang mereka teliti. dalam bukti penyaksian yang mempertemukan Al-Haq. dan turun-Nya kepada mereka pada awal Uluhiyah. melalui berita-berita adanya penemuan yang terpenuhi. Semula mendiami lalu dibinasakan. sampai pada yang tiada hingga. Ketika dikalahkan lalu dipaksanya. Mereka dalam laku permukaannya penuh dengan kesaksian-kesaksian yang rahasia terpendam. beristirahat dalam tempat-tempatnya. diikuti dengan sifat Penyaksi yang Menghadang penuh Perkasa. melalui penyempurnaan purnanya kesucian dan . membubung dengan susunan namun tanpa jenis aturan. tiada pangkal. dan kelanggengan baqa’. dan pemenuhan pada setiap yang dicintai. kesombongan saling menyombong. Tingginya Kesombongan. (ainal ain) padahal “mana” itu tidak menempati waktu (masa). Agungnya kebesaran dan Agungnya keperkasaan. Hal itu diiringi dalam penjagaan benteng-Nya dengan-Nya dan bagi-Nya dari Asmaul Husna-Nya. Tampilnya paksaan. Lalu mereka melihat pancaran apa yang sedang dilihatnya. keperkasaan saling memerkasakan. Hal itu terjadi ketika belum diberikannya sifat ini kepada mereka pada tirai yang asing. Setelah itu. Dan pengagungan kedudukan-Nya di sisi mereka. Dengan hal demikian. kepada siapa pun yang demikian sifatnya atas nama-Nya Yang Sendiri dan ilmu-Nya yang murni. muncullah “mana”nya “mana”. manakala mengetahui AlHaq dengan pengetahuanmu dan di dalam pemahamanmu. tenggelamlah tempat penemuan oleh ketersembunyian rahasiannya. lalu Dia mengasingkan Diri. di sana dan di sini dalam kendaraannya. Lalu meninggi dengan dzahir nya. Al-Haq bersama Al-Haq sebagai Hakim bagi hukum. lalu pada kala seperti itu.Kemudian berlaku kepada mereka sesuatu yang berlaku dalam pandangan. dicari dan disenangi. yang mengguncang mereka dalam penampakan apa yang tersembunyi itu. Maha Besar dan Maha Luhur dengan Keagungan. Lalu ditampakkan bukti kesaksian pencurahan dan pelimpahan rasa kasihan dari perkara yang mendahului. Padanya terhampar lalu disimpannya. Itulah sebagian apa yang dihamparkan Al-Haq dengan-Nya dalam Nama Al-Jam’u. Mereka ditampakkan dengan-Nya ketika mereka diterima oleh-Nya bersama-Nya.Maka di antara sebagian yang dipertemukan oleh Al-Haq dalam Nama at-Tafriqah adalah: Nama itu ditahan oleh penampakan sesuatu yang dipakai oleh mereka. dan tidak di mana di dalamnya berada dalam Kemandirian Uluhiyah. dan dipakainya untuk menjelaskan apa yang mereka tahan.

Bisikan nafsu yang dibangkitkan intuisi syahwat dan peringanan beban. “Hendaknya engkau ridha terhadap Allah Azza wa Jalla dalam seluruh tingkah laku ruhani. Selesailah (bab ini). “Barangsiapa dibukakan pintu kebaikan. dan sebagainya. kawin. seperti makan. dan melihat dengan kenyataan apa yang ditempatkan kepada mereka.Inilah. dan mereka dilenyapkan dengan limpah-ruah cobaan Al-Haq dengan pemusnahan oleh-Nya.:”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syetan. Hazrat Maulana Syaikh Abul Oasim al-Junaid — Radhiyallahu anhu — ditanya tentang etika penempuh jalan Allah Azza wa jalla. Sementara intusi syetan itu berdasar firman Allah swt. Al-A’raaf: 201). Seperti cinta kedudukan dan keluhuran. dan dengan itu Pula kepada-Nya. Mereka dihanyutkan melalui pelenyapan dalam Keperkasaan Malakut-Nya. dan hendaknya engkau tidak meminta kepada siapa pun kecuali kepada Allah Ta’ala.manunggalnya anugerah yang beruntun. dengan memuji kepada Allah dan dari Allah dan dari Allah pula.” Masing-masing intuisi atau bisikan tersebut memiliki perbedaan spesifik yang bisa dibedakan oleh pihak yang mendapatkannya. yang ghaib dari diri mereka.” Beliau juga ditanya tentang intuisi kebaikan. dan mengambil apa yang diterima mereka. tentu engkau akan melihat berbagai sandera yang terbelah-belah dan terlenyapkan. maka al-Junaid menjawab. Bisikan yang dibangkitkan oleh intuisi syetan 2. dan pencarian kepada-Nya. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. bersama-Nya. Bisikan Rabbany yang dibangkitkan oleh intuisi taufik. dan merendahkan pihak yang kontra kepadanya. Syahwat jasmaniyah. Lalu mereka dikasihani dalam tempat aman bagi mereka. dan memberikan keselamatan dengan keselamatan penuh. Sedangkan intuisi syahwat yang merupakan bisikan nafsu. “Neraka itu dihiasi oleh kesenangan-kesenangan.s. dan sebagainya. serta melihat penyiksaan arwah-arwah luluh lantah. dan 3. kepada-Nya mereka menunggalkan diri. Untuk membedakan harus didasari amaliah yang benar. “Kadang-kadang bisikan (intuisi) yang mengajak pada kepatuhan itu terdiri dari tiga arah: 1. kita harus menolak pintu terbuka di luar kebajikan. berdasar sabda Rasuluilah saw. sebagaimana sabda Rasulullah saw. Syahwat Nafsaniyah. dan ruh-ruh mereka ditahan dalam ruh-ruh mereka. dengan sesuatu dimana mereka mendapatkan pertolongan dari-Nya.’ Adab Penempuh Jalan Ruhani Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Pemurah. Ketiganya sulit dibedakan dalam hal ajakannya untuk patuh. dan mereka dihentikan oleh kehendak agar sampai kepada-Nya. dan mencabut apa yang membuat mereka gembira dari anugerah dan rasa kasihan-Nya. maka cepatlah ia meraihnya. . serta 2. maka dalam konteks ini. sebagian ilmu Tauhid dihamparkan oleh hamba-hamba Kinasihkinasih-Nya. bersih. Nafas-nafas mereka dikumpulkan dalam nafas-nafas mereka.Seandainya engkau melihat mereka dengan mata penyaksian-Nya pada mereka. ‘Semoga Allah menganugerahkan rahmat-Nya kepada Muhammad dan seluruh keluarganya. berupa kontra-kontra kesaksian yang dahulu. Bisikan nafsu yang dibangkitkan intuisi syahwat dan upaya pencarian keringanan beban dan kesenangan. Dan dengan begitu mereka ke sana-ke mari. berpakaian.” (O. apakah intuisi itu hanya satu atau banyak? Al-Junaid menjawab. mereka ingat kepada Allah. syahwat terbagi menjadi: 1. dalam tekanan-tekanan kegelisahan bencana yang membuat mereka mengaduh.” Dan tentunya. dan dari-Nya. melalui penyaksian mereka kepada-Nya. usaha membalas (dendam) ketika marah. minum.

ketika muncul keinginan untuk lepas beban. melarang “tidak nikah”.” Juga seakan-akan didasari oleh sabda Nabi saw.” Bahkan memperbanyak ibadah yang mendorong keletihanmu.Dua kondisi seperti itu merupakan bukti yang adil. bisa melukai teman Muslim yang mengundangnya. seperti sabdanya. Apabila telah didahului oleh dua motivasi tersebut.” dan sebagainya yang serupa. hingga datangnya semacam kemampuan sepanjang engkau menolak dan berjuang melawan nafsumu. juga tidak pada tanah yang kasar. Bahkan yang muncul adalah dorongan yang mendesak terus-menerus. yang mendesak dan mengeraskan kepalamu. tidak pada bumi yang gersang. “Nikahlah kalian. Sebab aku akan berlomba-lomba memperbanyak ummat lewat kalian di hari Kiamat. Maka pada galibnya bisikan seperti itu pasti dari nafsu. ada upaya kebutuhan pada obyek-obyek kenikmatan ini menurut jangkauan masingmasing dan tekanannya yang kuat kepada masing-masing ragam dari nafsu tersebut. ketika anak-anak di larang malah tampak keras kepalanya. bisikan itu datang di saat ada kebutuhan mendesak pada unsur-unsur yang serupa tersebut. Misalnya engkau mengatakan. “Lakukanlah amalmu semampumu. lalu muncul desakan bahwa memohon perlindungan. Tetapi kadang-kadang ada godaan yang mengkhianatimu dengan warna lain. Sebab nafsu itu seperti anak-anak. syahwatnya mencegah untuk menjurus pada rusaknya ibadah atau mencegah untuk berpaling dari ibadah. yang menjanjikan kesenangan dan hilangnya beban. dan diawali dengan sesuatu yang menyenangkan yang dimunculkan oleh intuisi syahwat. Apabila bisikan itu bersifat emosi syahwat.” dan sabdanya lagi. “Jauhilah nafsu dengan meraih hal-hal yang tidak menyenangkan. Karena itu harus direnungkan perihal dua kondisi tersebut. Sedangkan saksi kedua adalah desakan bisikan ini dan tidak adanya pemutusan terhadap bisikan tersebut. berarti itu bisikan nafsu. Salah satu dari dua bukti dari bab ini. Semisal dengannya. bahwa puasa yang terus-menerus itu bisa melemahkan keinginan untuk taat. bahwa desakan demikian dari nafsu. namun kebutuhan itu dijumbuhkan. dan bahwa meninggalkan makanan yang enak ini. Terapinya untuk menanggulangi masalah ini adalah kontra secara radikal dan upaya yang penuh. ketika ada rasa berat dan enggan untuk beribadah. diawali dengan kejenuhan dan kepayahan. “Pohon yang ditumbuhkan. Lantas membawamu pada bunuh diri atau penjara dan sepadannya. “Tak ada kependetaan di dalam Islam. Bagi orang yang mendapatkan bisikan nafsu ada dua tanda yang berdiri pada posisi seorang saksi yang adil dalam membedakan bisikan yang ditentukan: Pertama.Bagi nafsu. agar bisikan nafsu itu tidak masuk kepadamu. misalnya ada bisikan yang mengatakan kepadamu. dengan alasan tersebut. agar bisa mencegah gerakan intuitif seperti itu. Yang demikian ini merupakan bukti-bukti yang gamblang. karena adanya khayalan atas dua kondisi tesebut. Lalu kadang-kadang dijumbuhkan dengan ajakan pada dirimu untuk meninggalkan puasa atau mendapatkan hal-hal yang menyenangkan. waspada dan rasa suka itu tidak ada gunanya. manakala bertemu. lalu bisikan itu datang dengan menggunakan alasan hadis bahwa Nabi saw.” hal yang sama juga dalam soal makan di saat lapar. melarang pemaksaan diri. terapinya melalui tindak preventif terhadap faktor . tidak bisa diragukan sebagai bisikan nafsu. yang bisa merusak ibadahmu. Engkau harus mencegah keinginan bebas beban di saat muncul pembangkit bisikan kepayahan dan kelelahan ibadah. agar kalian menurunkan keturunan. Kebutuhan nafsu adalah faktor yang mengajak dan menggerakkannya. Semua ini merupakan godaan dan penyimpangan bisikan tersebut. Kesimpulannya bahwa bisikan tersebut bersifat syahwat atau keinginan pada hal yang menyenangkan. atau posisi yang memberatkan. rasa takut. seperti munculnya keinginan kawin ketika hal-hal yang disenangi sangat mendesak. atau bisa melukai perasaan keluarga manakala makanan itu memang sangat diminati oleh keluarganya. bahwa tujuan kawin itu mengamalkan perintah Nabi saw.

lalu bergegaslah dengan intuisi Rabbany. lebih banyak. Hanya saja perbedaan di sana-sini tidak terlihat jelas. Apabila engkau kedatangan bisikan atau intuisi. Di sinilah rasa malas menjadi sirna. Inilah perbedaan antara intuisi Rabbany. Karena syetan itu tiba dari sisi syahwat dan kesenangannya. intuisi nafsu dan intuisi syaithany. justru muncul ragam keleluasaan.yang memburunya. Syetan tidak tahu yang ghaib. dan lebih membuatnya malas. dan ada bukti-bukti kebenarannya. lebih gamblang. Kedua. tanpa adanya permulaan seperti pada intuisi syetan. seperti waktu-waktu dimana hadist-hadist menyebutkan turunnya anugerah Allah Azza wa Jalla. Hanya saja kecepatan nafsu berselaras dengan intuisi syetan. Inilah perbedaan antara intuisi nafsu dengan intuisi syetan. Engkau harus waspada dengan buaian nafsu dan was-was syetan. namun ia datang kepada nafsu dari sisi akhlak yang direkayasa untuk dilakukannya. Pertama. serta merasakan ketika meraba. Wallahu A’lam wa Ahkam. Sedangkan intuisi Rabbany datang dari segi beban dan tugas. maka timbanglah dengan tiga kriteria di atas. bahwa waktu yang ada adalah waktu yang paling sempurna. Misalnya. sangat dianjurkan syariat. maka raihlah hingga engkau bisa memulai dari awalnya. Perbedaan antara intuisi syetan dan intuisi nafsu. Sedangkan intuisi syetan ditandai dengan dua hal pula: Pertama. semangat untuk menjalankan perintah-perintah dan taat ketika muncul berkah dibalik amal. atau engkau menolak dari kesenangan lain agar lebih kuat tindak pencegahannya. lalu bisikan itu datang.Demikian akhir dari . atau mendengar dan melihat ketika menunjukkan (mengisyaratkan). Sedangkan bergegas untuk berpegang erat pada intuisi Rabbany. muncul bisikan kepada orang yang dianjurkan berpuasa pada sebagian bulan atau qiyamullail. namun cepat berubah. dengan munculnya sebagian apa yang dibutuhkan nafsu melalui ajakan syahwat atau ajakan bebas beban dalam waktu-waktu yang diinginkan sebagai tuntutan nafsu. Jadikanlah intuisi syetan dan nafsu — sebagaimana kami sebutkan untukmu — untuk ditolak. dan turunnya rahmat serta ampunan. “Sudahlah. nanti saja kalau malam sudah habis. Kedua. kepada makhluk-Nya tiada terbatas. Sementara pandangan-pandangan Allah swt.” padahal bisikan seperti itu adalah rekayasa bagi pemilik pintu taufik. karena berhadapan dengan hembusan-hembusan Rahmat Allah Ta’ala. Ada dua manfaat di dalamnya: Pertama. sebab waktu itu sempit dan kondisi ruhani itu bisa berubah. Demikian pula sekaligus menjadi manfaat olah jiwa (riyadhah nafsu) untuk segera melaksanakan perintah-perintah. Bisikan-bisikan seperti itu tidak abadi. sementara syetan mengganggu melalui was-was dan perabaan hati serta membisik dalam hati. intuisi syetan itu dimulai dan ditimpakan pada akalnya. bahwa intuisi syetan itu sangat mendesak. Nafsu menolak kedatangan tugas dari intuisi Rabbany. Jangan engkau abaikan intuisi Rabbany itu. “Nanti saja kalau bulan akan habis. ditunjukkan melalui dua bukti. Kedua. Manusia menggerakkan hatimu dari arah indera pendengaran di saat berbicara. muncul berselaras dengan syariat bagi pelakunya. sehingga engkau bisa membedakan berbagai intuisi. Intuisi tersebut merobohkan nafsu. Adapun intuisi Rabbany. Oleh sebab itu was-was syetan berjalan menuruti alur pembicaraan manusia dengan dirinya. tidak diawali hasrat nafsu ketika menerima intuisi tersebut. buktikan dengan bukti-bukti yang kami tunjukkan. Sebab pintu ini termasuk pintu kebajikan yang dibukakan untukmu. sementara intuisi nafsu berkaitan dan menggerakkan wataknya seperti syahwat dan rasa senang.” atau katakata.

serta shalawat dan salam semoga terlimpah pada junjungan kita Muhammad. pada harapan bencana yang ada pada sifat-sifat mereka. dimana mereka menutupi mereka agar melaksanakan dengan kejatiandirinya dan berkerja dengan indra mereka serta menikmati kelezatan dengan diri mereka dalam tempat-tempat kebanggaan. Bagaimana engkau mengetahui hal itu. derajat menjadi luhur. lantas mereka mencari-Nya dalam pelimpahan-Nya tehadap mereka. “Betapa menakjubkan berita yang engkau berikan kepadaku. dan diri mereka terhalang. Dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan sementa alam. Ketika mereka mencari-Nya dalam kehendak-Nya. Maka terhapuslah makhluk-makhluk dan terputuslah berbagai kebutuhan. “Pahamilah. lantas mereka berperantara dengan sesuatu dari-Nya sebagai keharusan kepada-Nya. Karena kelezatannya ada pada mereka. dengan salam sejahtera yang melimpah ruah. sampai aku mengetahuinya?” Ia menjawab. sehingga hubungan menjadi melimpah. hasil-hasil dzikir dan pelimpahan paksa. Bagaimana engkau tahu. Lalu Dia menetapkan ghaibnya rahasia-rahasia-Nya dalam diri mereka dan kepada mereka. kenapa mereka mencari-Nya namun juga menghalangi-Nya. beserta keluarga dan sahabatnya semuanya. yang sampai kepada-Nya. . tidak bisa menemukan selain mereka dan tidak ada yang kuat selain mereka pula.ucapan Abul Qosim al-junaid — semoga Allah menyucikan ruhnya dan mencerahkan kuburnya. melalui kesirnan indra dan kefana’an diri. Kondisi Para Wali Allah Wejangan Spiritual Maulana Syaikh Junaid al Baghdadi Aku bertanya. betapa kalangan yang dinisbatkan dengan sifat yang luhur itu berlaku aturan? Bagaimana itu terjadi. padahal tidak ada yang mengetahuinya kecuali ahlinya. dan mereka pun memohon pertolongan dalam keperantaraan itu melalui hakikat-hakikat yang ada pada-Nya? Karena sebenarnya Dia telah mempertemukan mereka dengan Wujud-nya untuk mereka.

hingga tidak menghinggapi wilayah-wilayah dan tidak pula menenterami. dan hikmah-hikmah-Nya berlaku pada mereka. dimana mereka menemukan tirai pada sekat kesirnaan dan kepayahan yang berat. “Uraikan ragam cobaan mereka kepadaku di tempai-tempat mereka yang menakjubkan dan kedudukan mereka yang dekat!” Ia menjawab. lalu mereka keluar dari segala hajat kebutuhan. dimana ia didahagakan dan dilaparkan di hadapan-Nya. Mereka tidak ingin kembali atas apa yang ada pada diri mereka dan tidak ingin pula mencari tempat yang menuju kepada mereka. sedang kehinaannya adalah kerinduannya.Kemudian mereka dihadirkan oleh fana’ dalam kefana’an mereka. “Para pemilik cobaan (ahlul bala’) ketika sedang bertemu dengan Sang Pembicara Yang Benar pada diri mareka. Kedahagaan kepadaNya agar terus menuju paripurna. yang datang dari-Nya untuk mereka. dan ketergantungan dalam . sementara mereka tidak tahu. digelorakan rindu kepada-Nya. cukup dengan cintanya. yang senantiasa mecari obatnya. mereka diliputi oleh cobaan. Dengan begitu mereka memandang kepada segala sesuatu melalui apa yang ada pada mereka. Ia benar-benar digelisahkan oleh kesirnaannya. Walaupun sikat cobaan bertambah. dan mereka dipersaksikan Wujud dalam wujud mereka. dan layak pula sifatnya bagi makhluk. Ia sudah tak peduli dengan dirinya sendiri. arwah-arwah mereka lebur sepanjang umur. sementara setiap tutup yang terbuka adalah ilmu baginya. Maka muncullah sepenuhnya yang ada dan yang tidak ada pada sifat. dengan menghadirkan berbagai sebab yang layak.” Aku meminta. Sesuatu yang menghadirkan dan mempersaksikan mereka dari diri mereka. Ia senantiasa menggantungkan jejak-jejak Sang Kekasih: segala yang jauh di mata. yang dibaharui dengan memandang kemungkinan jerih payah.” Ia menjawab. menggunakan kemenangan dengan mengerahkan kemampuan. Ia di paksa oleh ma’rifatnya. Maka mereka pun mencari sesuatu itu di tempat-tempat pencarian mereka. sehingga mereka menegakkan keterpisahan dan keterputusan. “Mereka merasa sudah cukup dengan apa yang ada. yang dirasakan melalui rasa fakir. untuk menutupi segala yang tidak selaras. memprioritaskan terhadap kemandirian sukacita mereka. “Engkau telah membuat aneh akalku dan menambah ketololanku. yang menunjukkan kepada-Nya dan meyakinkan dengan penuh kelapangan dada. maka rahasiarahasia mereka jadi asing. dan terlimpahi dua perkara. Ia menjadi mesra dengan Sang Pengujinya. maka pada mereka ditempatkan sesuatu yang menyibukkan mereka. namun mereka tidak mengetahuinya dari dalam diri mereka. yang dibebani oleh pengaruh bahan makanan (jiwa). Ia ditirai dengan persembunyian karena sirna tirainya yang harus dipakai di hadapan-Nya. Karena mereka menempati tempat kekuatan. Karena itu dekatkan pada pemahamanku.” Aku berkata. berupa sebab-sebab langsung. untuk berkonsentrasi kepada-Nya sepenuh kemampuannya. Bila keadaannya demikian. berupa sesuatu yang diperuntukkan bagi mereka. Ia merasa lapang dada dengan kemusnahannya melalui cobaan yang ditimpakan kepadanya. dan dengan sergapan kebanggaan. meninggalkan telaah. Maka keluarlah mereka dari hal tersebut tanpa ada keraguan kepada-Nya. dan manja dengan kefana’an pemanja yang lunglai. adalah tirai yang samar dan hijad yang lembut. amatlah dekat. tiba-tiba tampak lembah AI-Haq di hadapan mereka. rindunya sampai membelah gelisahnya. dan mereka meraih hakikat-hakikat kehormatan. Maka ketika mereka melihat dan menemukan dengan dua matanya. tanpa menaiki tahap yang ada pada-Nya. dan tergilas oleh kesirnaannya. yang diikuti oleh dahaga demi dahaga akan bertumbuhan.

Kesenangannya dengan wujud rasanya. yang membuatnya cerai-berai. Mereka berdiri dalam keperkasaan-Nya. tidak diletihkan oleh kebosanannya. Ia melihat batas-batas kejapan-kejapan dalam kecepatan bangunnya. Ketika ia melihat-Nya begitu dekat. menunggu perintah-Nya. dan merasa masra dengan cobaan itu demi keabadiannya. maka lalu ia tenteram pada kehendak-Nya. dan ia memandang bahwa penyebab keluar dari cobaan adalah faktor yang menyebabkan kekurangan dan kelemahan . Namun ia bersiap diri untuk menyambut cobaan-Nya sebagai kehormatan. ia mencegah dirinya dengan mendatangi sengantanya. Kebinasaannya tenggelam. lalu mengalir pada dirinya dalam kelanggengan abadi. Ia tak pernah merasa lelah memikulnya. karena adanya kegembiraan bagi mereka. Kalangan ahlul bala’ ini terbagi menjadi dua golongan: Di antara mereka ada yang menyenangi pada cobaan-Nya. bahkan sampai cobaan itu sendiri lekat nikmat dengannya. dan pemedihan cobaan. agar Allah melakukan suatu perintah untuk dilaksanakan.tempat taqarrubya. hingga ia terkalahkan dan termakar dengannya. .. Mereka adalah orang-orang gagah dalam menghadapi cobaan. ia tak memedulikan kesenangan untuk memuaskan dirinya terhadap segala sesuatu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful