BAB I PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Aktivitas praktikum lapangan merupakan kegiatan yang harus dan rutin dilakukan dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) di FMIPA UNIMA Tondano, khususnya Jurusan Fisika sebagai implementasi kurikulum baru tahun 2003, kurikulum berbasis kompetensi. Aktivitas ini dilakukan pada konsentrasi Fisika Lingkungan dan Kebumian, setelah dipilih dari 3 konsentrasi yang tersedia yaitu: Fisika material, Fisika Komputasi, dan Fisika Lingkungan dan Kebumian (Jurusan Fisika, 2003). Dikemukakan oleh Tengko dkk. (2004) bahwa aktivitas praktikum lapangan akan sering dilakukan baik oleh siswa SMA maupun oleh mahasiswa, dalam rangka kerja sama antara UNIMA dan BMG Pusat Jakarta dengan MOU Jurusan Fisika FMIPA UNIMA dan
Nomor:5181/J.32/PP/2001 Nomor:HK.303/A.2/KB/BMG-2001

dan antara MOU

BMG

SULUT

dengan

Nomor:DL.007/064/VIII/KO-2001 , Nomor:123/J.32/4/PP/2001

dimana salah satu point kesepakatan adalah pemanfaatan

peralatan BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) untuk aktivitas pembelajaran berbasis lingkungan, dan sekaligus sebagai sarana untuk lebih memasyarakatkan BMG (Tengko dkk., 2004). Hasil penelitian Tengko dkk. (2004) menunjukkan hasil capaian kinerja 9 siswa SMU Negeri II Tondano dan 8 mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNIMA per unit praktikum dalam melakukan aktivitas praktikum lapangan. Capaian siswa: kelembaban lingkungan 83,39%; transfer atmosferik 80,51%; interaksi dua variabel fisis fungsi waktu dan jarak 76,29%; dan transfer panas dalam medium tanah 76,36%. Capaian mahasiwa: kelembaban lingkungan 85,25%; transfer atmosferik 84,35%; interaksi dua variabel fisis fungsi waktu dan jarak 88,90%; dan transfer panas dalam medium tanah 88,50%. Sedangkan rata-rata hasil penguasaan konsep yang terkait (dalam rentang 0-10), masing-masing siswa 8,16 dan mahasiswa 8,04. Apa yang dikemukakan oleh Tengko dkk. (2004) sebagai capaian kinerja siswa SMA dan mahasiswa dalam melakukan aktivitas praktikum lapangan, sebenarnya tidaklah sepenuhnya menunjukkan kinerja sebagai hasil kerja dalam melakukan aktivitas praktikum

2

lapangan.

Alasan untuk hal ini adalah karena penilaian kinerja yang dilakukan oleh

Tengko dkk. (2004) sudah termasuk aspek-aspek kinerja yang dilakukan oleh siswa di rumah seperti: pembuatan tugas pendahuluan (tugas R), dan pembuatan laporan praktikum. Seharusnya pengukuran kinerja mahasiswa hanyalah apa yang mereka lakukan dan capaian selama melakukan aktivitas (Brualdi, 1998; Slater, 2007) yaitu selama berada di lapangan, karena selama berada di lapangan mahasiswa sebagai pekerja akan berinteraksi dengan komponen-komponen kerja lainnya terutama dengan perlengkapan dan peralatan yang digunakan dan iklim mikro setempat yaitu radiasi matahari, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Sedangkan ketika mereka sudah berada di dalam rumah, mereka akan melakukan berbagai aktivitas yang berbeda dan berinteraksi dengan iklim mikro yang berbeda dengan iklim mikro ketika melakukan aktivitas praktikum, dan berbeda menurut individu (karena berbeda tempat tinggal), termasuk banyak faktor-faktor berpengaruh lain yang berbeda antar individu seperti: waktu di saat mengerjakan tugas, suplesi gizi di waktu mengerjakan tugas, sumber bantuan yang diterima, dan lain-lain. Diprediksi bahwa bila pengamatan kinerja dilakukan hanya selama melakukan aktivitas praktikum lapangan maka akan diperoleh hasil yang berbeda dengan capaian kinerja yang diperoleh Tengko dkk. (2004). Dapat diprediksi bahwa oleh karena sikap kerja dan interaksi dengan iklim mikro setempat selama melakukan aktivitas praktikum, mahasiswa akan mengalami perubahan respons fisiologis (suhu oral, suhu kulit dan denyut nadi) yang berarti dan juga akan mengalami kelelahan. Perubahan signifikan terhadap respons fisiologis tubuh dan kelelahan yang di alami akan berpengaruh terhadap kinerja mahasiswa dalam melakukan aktivitas praktikum lapangan. Tanda-tanda awal akan adanya perubahan terhadap respons fisiologis dan terjadinya kelelahan dalam melakukan aktivitas praktikum lapangan terungkap dari keluhan-keluhan subjektif mahasiswa ketika melakukan aktivitas praktikum seperti: haus, gerah, panas, lelah, pegal dan sakit belakang. Selain itu, aktivitas yang biasanya dilakukan per kelompok 3 sampai 5 orang, 2 sampai 3 orang tidak dapat bertahan di arena praktikum sampai selesai, setelah melakukan aktivitas lebih dari 1 atau 2 jam mereka sudah mencari naungan. Dari sekian banyak faktor yang diprediksi sebagai penyebab keluhan dan rendahnya kinerja mahasiswa dalam melakukan aktivitas praktikum lapangan, salah satu faktor yang

ASPEK BIOMEKANIKA AKTIVITAS PRAKTIKUM LAPANGAN MAHASISWA JURUSAN FISIKA FMIPA UNIMA. DR.Rolles Nixon Palilingan, MS. Staf Dosen Jurusan Fisika FMIPA UNIMA 10/21/2008.

3

sangat penting adalah faktor yang berhubungan dengan sikap kerja dan gerakan-gerakan tubuh di saat melakukan aktivitas praktikum lapangan. Biomekanika merupakan konsep biofisika yang sangat penting dalam mengamati dan mencermati posisi dan gerakan tubuh ketika seseorang melakukan suatu aktivitas (Philips, 2000), bahkan dalam ergonomi konsep biomekanik telah menjadi salah satu konsep yang sangat penting dalam menilai kinerja seseorang (Bagchee and Bhattacharya, 1996; Chaffin dan Andersson (1991). Perbaikan-perbaikan berhubungan dengan aspek biomekanika yang menurut Corlett and Clark (1995) bertumpuh pada interaksi antara pekerja dengan komponen-komponen sistem kerja lainnya (lingkungan fisik, peralatan yang digunakan dan perlengkapan yang digunakan), hanya dapat dilakukan dalam serangkaian intervensi (Hudock, 2005), bila diketahui dengan cermat konsep-konsep biomekanik apa yang menentukan dan relefan dalam aktivitas yang dilakukan. Termasuk dalam konteks ini adalah perbaikan dalam sistem kerja aktivitas praktikum lapangan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk mengadakan kajian disertai penelitian pendahuluan, guna mengidentifikasi konsep-konsep biomekanik yang penting dan relefan dalam konteks aktivitas praktikum lapangan, agar dapat dirumuskan secara tepat bentukbentuk intervensi yang mungkin dilakukan. 1.1 Rumusan Masalah Permasalahan yang hendak dijawab dalam penulisan makalah ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Bagaimana mengetahui aspek-aspek biomekanika yang penting dan relefan dalam konteks aktivitas praktikum lapangan? 2) Aspek-aspek biomekanika apa saja yang relevan dalam konteks aktivitas praktikum lapangan? 3) Bagaimana bentuk-bentuk intervensi yang mungkin dilakukan berdasarkan

pertimbangan aspek-aspek biomekanika dalam konteks aktivitas praktikum lapangan?

ASPEK BIOMEKANIKA AKTIVITAS PRAKTIKUM LAPANGAN MAHASISWA JURUSAN FISIKA FMIPA UNIMA. DR.Rolles Nixon Palilingan, MS. Staf Dosen Jurusan Fisika FMIPA UNIMA 10/21/2008.

4

1.2 Tujuan Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Untuk mengadakan kajian secara teoritis didukung oleh pengamatan langsung untuk mengetahui aspek-aspek biomekanika yang penting dan relefan dalam konteks aktivitas praktikum lapangan. 2) Untuk membahas aspek-aspek biomekanika yang relevan dalam konteks aktivitas praktikum lapangan. 3) Untuk merumuskan bentuk-bentuk intervensi yang mungkin dilakukan berdasarkan pertimbangan aspek-aspek biomekanika dalam konteks aktivitas praktikum lapangan. 1.3 Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dalam penulisan makalah ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Dapat diperoleh hasil kajian mengenai aspek-aspek biomekanika yang penting dan relefan dalam konteks aktivitas praktikum lapangan. 2) Dapat diperoleh pemahaman yang diperlukan mengenai aspek-aspek biomekanika yang relevan dalam aktivitas praktikum lapangan. 3) Dapat dirumuskan bentuk-bentuk intervensi yang mungkin dilakukan berdasarkan pertimbangan aspek-aspek biomekanika untuk memperbaiki sistem kerja praktikum lapangan.

ASPEK BIOMEKANIKA AKTIVITAS PRAKTIKUM LAPANGAN MAHASISWA JURUSAN FISIKA FMIPA UNIMA. DR.Rolles Nixon Palilingan, MS. Staf Dosen Jurusan Fisika FMIPA UNIMA 10/21/2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful