P. 1
GAYA KONSERVATIF

GAYA KONSERVATIF

|Views: 14|Likes:
Published by Kevindajanuarizqi

More info:

Published by: Kevindajanuarizqi on Dec 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2014

pdf

text

original

1

GAYA KONSERVATIF












Oleh :


Budi Setyawan











Universitas Lambung Mangkurat
Fakultas MIPA Fisika
Agustus, 2011

2

DAFTAR ISI


4ver 1

DaItar isi 2

BAB I PENDAHULUAN 3

BAB II ISI 4

A. Sejarah 5
B. Jenis-jenis Gaya 6
. DeIinisi KuantitatiI 7
D. Gaya Dalam Relativitas Khusus 8
E. Gaya K4nservatiI 8
F. Gaya N4n K4nservatiI 8
G. Satuan Ukuran 9
DAFTAR PUSTAKA 10

























3

BAB I
PENDAHULUAN

Di dalam ilmu Iisika, gaya atau kakas adalah apapun yang dapat menyebabkan sebuah benda
bermassa mengalami percepatan.
|1|
. Gaya memiliki besar dan arah, sehingga merupakan besaran
vekt4r. Satuan SI yang digunakan untuk mengukur gaya adalah Newt4n (dilambangkan dengan
N). Berdasarkan Hukum kedua Newt4n, sebuah benda dengan massa k4nstan akan dipercepat
sebanding dengan gaya nett4 yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya.

Gaya bukanlah sesuatu yang p4k4k dalam ilmu Iisika, meskipun ada kecenderungan untuk
memperkenalkan ilmu Iisika lewat k4nsep ini. Yang lebih p4k4k ialah m4mentum, energi dan
tekanan. Sebenarnya, tak se4rang pun dapat mengukur gaya secara langsung. Tetapi, kalau
sesuatu mengatakan sese4rang mengukur gaya, sedikit berpikir akan membuat sese4rang
menyadari bahwa apa yang diukur sebenarnya adalah tekanan (atau mungkin kemiringannya).
'Gaya¨ yang Anda rasakan saat meraba kulit anda, misalnya, sebenarnya adalah sel syaraI
tekanan Anda yang mendapat perubahan tekanan. Ukuran neraca pegas mengukur ketegangan
pegas, yang sebenarnya adalah tekanannya, dll. Dalam bahasa sehari-hari gaya dikaitkan dengan
d4r4ngan atau tarikan, mungkin dikerahkan 4leh 4t4t-4t4t kita. Di Iisika, kita memerlukan
deIinisi yang lebih presisi. Kita mendeIinisikan gaya di sini dalam hubungannya dengan
percepatan yang dialami benda standar yang diberikan ketika ditempatkan di lingkungan sesuai.
Sebagai benda standar kita menggunakan (atau agaknya membayangkan bahwa kita
menggunakannya!) silinder platinum yang disimpan di Internati4nal Bureau 4I Weights and
Measures dekat Paris dan disebut kil4gram standar. Di Iisika, gaya adalah aksi atau agen yang
menyebabkan benda bermassa bergerak dipercepat. Hal ini mungkin dialami sebagai angkatan,
d4r4ngan atau tarikan. Percepatan benda sebanding dengan penjumlahan 3ect4r seluruh gaya
yang beraksi padanya (dikenal sebagai gaya nett4 atau gaya resultan). Dalam benda yang
diperluas, gaya mungkin juga menyebabkan r4tasi, deI4rmasi atau kenaikan tekanan terhadap
benda. EIek r4tasi ditentukan 4leh t4rka, sementara deI4rmasi dan tekanan ditentukan 4leh
3ect4r yang diciptakan 4leh gaya. Gaya nett4 secara matematis sama dengan laju perubahan
m4mentum benda dimana gaya beraksi. Karena m4mentum adalah kuantitas 3ect4r (memiliki
besar dan arah), gaya adalah juga kuantitas 3ect4r. K4nsep gaya telah membentuk bagian dari
statika dan dinamika sejak zaman kun4. K4ntribusi kun4 terhadap statika berpuncak dalam
pekerjaan Archimedes di abad ke tiga sebelum Masehi, yang masih membentuk bagian Iisika
m4dern. Sebaliknya, dinamika Arist4teles disatukan kesalahpahaman intuisi peranan gaya yang
akhirnya dik4reksi dalam abad ke 17, berpuncak dalam pekerjaan Isaac Newt4n. Menurut
perkembangan mekanika kuantum, sekarang dipahami bahwa partikel saling memengaruhi satu
sama lain melalui interaksi Iundamental, menjadikan gaya sebagai k4nsep yang berguna hanya
pada k4nsep makr4sk4pik. Hanya empat interaksi Iundamental yang dikenal: kuat,
elektr4magnetik, lemah (digabung menjadi satu interaksi elektr4lemah pada tahun 1970-an), dan
gravitasi (dalam urutan penurunan kuat interaks
4

BAB II
ISI


A.Sejarah

ArlsLoLeles dan penglkuLnya meyaklnl bahwa keadaan alaml ob[ek dl buml Lak bergerak dan
bahwasannya ob[ekŴob[ek LersebuL cenderung ke arah keadaan LersebuL [lka dlblarkan beglLu sa[aŦ
ArlsLoLeles membedakan anLara kecenderungan bawaan ob[ekŴob[ek unLuk menemukan ºLempaL alaml"
mereka (mlsal benda beraL [aLuh)ţ yang menu[u ºgerak alaml"ţ dan Lak alaml aLau gerak Lerpaksaţ yang
memerlukan penerapan konLlnyu gayaŦ namun Leorl lnl mesklpun berdasarkan pengalaman seharlŴharl
bagalmana ob[ek bergerak (mlsal kuda dan pedaLl)ţ memlllkl kesullLan perhlLungan yang men[engkelkan
unLuk proyekLllţ semlsal penerbangan panahŦ 8eberapa Leorl Lelah dlbahas selama berabadŴabadţ dan
gagasan perLengahan akhlr bahwa ob[ek dalam gerak Lerpaksa membawa gaya dorong bawaan adalah
pengaruh peker[aan CallleoŦ Callleo melakukan eksperlmen dlmana baLu dan peluru merlam keduanya
dlgellndlngkan pada suaLu kecuraman unLuk membukLlkan keballkan Leorl gerak ArlsLoLeles pada awal
abad 17Ŧ Callleo menun[ukkan bahwa benda dlpercepaL oleh gravlLasl yang mana Lak gayuL massanya
dan berargumenLasl bahwa ob[ek memperLahankan kecepaLan mereka [lka Lldak dlpengaruhl oleh gaya Ŵ
blasanya gesekanŦ lsaac newLon dlkenal sebagal pembanLah secara Legas unLuk perLama kallnyaţ bahwa
secara umumţ gaya konsLan menyebabkan la[u perubahan konsLan (Lurunan wakLu) darl momenLumŦ
Secara esenslţ la memberl deflnlsl maLemaLlka perLama kall dan hanya deflnlsl maLemaLlka darl
kuanLlLas gaya lLu sendlrl Ŵ sebagal Lurunan wakLu momenLumť l ƹ dp/dLŦ Þada Lahun 1784 Charles
Coulomb menemukan hukum kuadraL Lerballk lnLeraksl anLara muaLan llsLrlk menggunakan
keselmbangan Lorslonalţ yang mana adalah gaya fundamenLal keduaŦ Caya nukllr kuaL dan gaya nukllr
lemah dlLemukan pada abad ke 20Ŧ uengan pengembangan Leorl medan kuanLum dan relaLlvlLas umumţ
dlsadarl bahwa ºgaya" adalah konsep berleblhan yang muncul darl kekekalan momenLum (momenLum 4
dalam relaLlvlLas dan momenLum parLlkel vlrLual dalam elekLrodlnamlka kuanLum)Ŧ uengan demlklan
sekarang lnl dlkenal gaya fundamenLal adalah leblh akuraL dlsebuL ºlnLeraksl fundamenLal"Ŧ










B. 1enis-jenis Gaya
Meskipun terdapat dengan jelas banyak tipe gaya di alam semesta, mereka seluruhnya berbasis
pada empat gaya Iundamental. Gaya nuklir kuat dan gaya nuklir lemah hanya beraksi pada jarak
yang sangat pendek dan bertanggung jawab untuk "mengikat" nukle4n tertentu dan menyusun
nuklir. Gaya elektr4magnetik beraksi antara muatan listrik dan gaya gravitasi beraksi antara
massa. Prinsip perkecualian Pauli bertanggung jawab untuk kecenderungan at4m untuk tak
"bertumpang tindih" satu sama lain, dan adalah jadinya bertanggung jawab untuk "kekakuan"
materi, namun hal ini juga bergantung pada gaya elektr4magnetik yang mengikat isi-isi setiap
at4m. Seluruh gaya yang lain berbasiskan pada keempat gaya ini. Sebagai c4nt4h, gesekan
adalah perwujudan gaya elektr4magnetik yang beraksi antara at4m-at4m dua permukaan, dan
prinsip perkecualian Pauli, yang tidak memperkenankan at4m-at4m untuk mener4b4s satu sama
lain. Gaya-gaya dalam pegas dim4delkan 4leh hukum H44ke adalah juga hasil gaya
elektr4magnetik dan prinsip perkecualian Pauli yang beraksi bersama-sama untuk
mengembalikan 4bjek ke p4sisi keseimbangan. Gaya sentriIugal adalah gaya percepatan yang
muncul secara sederhana dari percepatan r4tasi kerangka acuan. Pandangan mekanika kuantum
m4dern dari tiga gaya Iundamental pertama (seluruhnya kecuali gravitasi) adalah bahwa partikel
materi (Iermi4n) tidak secara langsung berinteraksi dengan satu sama lain namun agaknya
dengan mempertukarkan partikel virtual (b4s4n). Hasil pertukaran ini adalah apa yang kita sebut
interaksi elektr4magnetik (gaya 4ul4mb adalah satu c4nt4h interaksi elektr4magnetik). Dalam
relativitas umum, gravitasi tidaklah dipandang sebagai gaya. Melainkan, 4bjek yang bergerak
secara bebas dalam medan gravitasi secara sederhana mengalami gerak inersia sepanjang garis
lurus dalam ruang-waktu melengkung - dideIinisikan sebagai lintasan ruang-waktu terpendek
antara dua titik ruang-waktu. Garis lurus ini dalam ruang-waktu dipandang sebagai garis
lengkung dalam ruang, dan disebut lintasan balistik 4bjek. Sebagai c4nt4h, b4la basket yang
dilempar dari landasan bergerak dalam bentuk parab4la sebagaimana ia dalam medan gravitasi
serba sama. Lintasan ruang-waktunya (ketika dimensi ekstra ct ditambahkan) adalah hampir
garis lurus, sedikit melengkung (dengan jari-jari kelengkungan ber4rde sedikit tahun cahaya).
Turunan waktu perubahan m4mentum dari benda adalah apa yang kita labeli sebagai "gaya
gravitasi". 4nt4h:
O Objek berat dalam keadaan jatuh bebas. Perubahan m4mentumnya sebagaimana
dp/dt ÷ mdv/dt ÷ ma ÷mg (jika massa m k4nstan), jadi kita sebut kuantitas mg "gaya gravitasi"
yang beraksi pada 4bjek. Hal ini adalah deIinisi berat (W ÷ mg) 4bjek.
O Objek berat di atas meja ditarik ke bawah menuju lantai 4leh gaya gravitasi (yakni
beratnya). Pada waktu yang sama, meja menahan gaya ke bawah dengan gaya ke atas
yang sama (disebut gaya n4rmal), menghasilkan gaya nett4 n4l, dan tak ada percepatan.
(Jika 4bjek adalah 4rang, ia sesungguhnya merasa aksi gaya n4rmal terhadapnya dari
bawah.)
O Objek berat di atas meja dengan lembut did4r4ng dalam arah menyamping 4leh jari-jari.
O Akan tetapi, ia tidak pindah karena gaya dari jari-jari tangan pada 4bjek sekarang dilawan
4leh gaya baru gesekan statis, dibangkitkan antara 4bjek dan permukaan meja.


O Gaya baru terbangkitkan ini secara pasti menyeimbangkan gaya yang dikerahkan pada
4bjek 4leh jari, dan lagi tak ada percepatan yang terjadi.
O Gesekan statis meningkat atau menurun secara 4t4matis. Jika gaya dari jari-jari dinaikkan
(hingga suatu titik), gaya samping yang berlawanan dari gesekan statis meningkat secara
pasti menuju titik dari p4sisi sempurna.
O Objek berat di atas meja did4r4ng dengan jari cukup keras sehingga gesekan statis tak
dapat membangkitkan gaya yang cukup untuk menandingi gaya yang dikerahkan 4leh
jari, dan 4bjek mulai terd4r4ng melintasi permukaan meja. Jika jari dipindah dengan
kecepatan k4nstan, ini perlu untuk menerapkan gaya yang secara pasti membatalkan gaya
gesek kinetik dari permukaan meja dan kemudian 4bjek berpindah dengan kecepatan
k4nstan yang sama. Kecepatan adalah k4nstan hanya karena gaya dari jari dan gesekan
kinetik saling menghilangkan satu sama lain. Tanpa gesekan, 4bjek terus-menerus
bergerak dipercepat sebagai resp4n terhadap gaya k4nstan.
O Objek berat mencapai tepi meja dan jatuh. Sekarang 4bjek, yang dikenai gaya k4nstan
dari beratnya, namun dibebaskan dari gaya n4rmal dan gaya gesek dari meja,
memper4leh dalam kecepatannya dalam arah sebanding dengan waktu jatuh, dan jadinya
(sebelum ia mencapai kecepatan dimana gaya tahanan udara menjadi signiIikan
dibandingkan dengan gaya gravitasi) laju per4lehan m4mentum dan kecepatannya adalah
k4nstan. Fakta ini pertama kali ditemukan 4leh Galile4.
O Objek berat suspended pada timbangan. Karena 4bjek tidak bergerak (sehingga turunan
waktu dari m4mentumnya adalah n4l) maka selama percepatan jatuh bebas g ia harus
mengalami percepatan yang diarahkan sama dan berlawanan a ÷ -g dikarenakan aksi
pegas.
O Percepatan ini dikalikan dengan massa 4bjek adalah apa yang kita labeli sebagai "gaya
reaksi pegas" yang mana secara nyata sama dan berlawanan dengan berat 4bjek mg.
O Mengetahui massa (katakanlah, 1 kg) dan percepatan jatuh bebas (katakanlah, 9,8
meter/detik2) kita dapat menentukan timbangan dengan tanda "9,8 N". Pasang beragam
massa (2 kg, 3 kg, ...) kita dapat mengkalibrasi timbangan dan kemudian menggunakan
skala tertentu ini untuk mengukur banyak gaya yang lain (gesek, gaya reaksi, gaya listrik,
gaya magnetik, dst).








7

. Definisi Kuantitatif
klLa memlllkl pemahaman lnLulLlf lde gayaţ karena gaya dapaL secara langsung dlrasakan sebagal
dorongan aLau LarlkanŦ Sebagalmana dengan konsep flslka yang laln (mlsal LemperaLur)ţ lde lnLulLlf
dlkuanLlflkasl menggunakan deflnlsl operaslonal yang konslsLen dengan persepsl langsungţ namun leblh
preslslŦ Secara hlsLorlsţ gaya perLama kall secara kuanLlLaLlf dlselldlkl dalam keadaan keselmbangan
sLaLls dlmana beberapa gaya membaLalkan saLu sama lalnŦ Lksperlmen demlklan membukLlkan slfaLŴ
slfaL yang rumlL bahwa gaya adalah kuanLlLas vekLor adlLlfť mereka memlllkl besar dan arahŦ Sehlnggaţ
keLlka dua gaya berkasl pada suaLu ob[ekţ gaya hasllţ resulLanţ adalah pen[umlahan vekLor gaya asalŦ Pal
lnl dlsebuL prlnslp superposlslŦ 8esar resulLanLe bervarlasl darl perbedaan besar dua gaya Lerhadap
pen[umlahan merekaţ gayuL suduL anLara garlsŴgarls aksl merekaŦ Sebagalmana dengan seluruh
penambahan vekLor hasllŴhasll lnl dalam aLuran [a[aran gen[angť penambahan dua vekLor yang dlwaklll
oleh slslŴslsl [a[aran gen[angţ memberl vekLor resulLan eklvalen yang sama dalam besar dan arah
Lerhadap Lransversal [a[aran gen[angŦ Sebagalmana dapaL dlLambahkanţ gaya [uga dapaL dluralkan (aLau
dlpecah)Ŧ Sebagal conLohţ gaya horlsonLal menun[uk Llmur lauL dapaL dlpecah men[adl dua gayaţ saLu
menun[uk ke uLara dan saLu menun[uk LlmurŦ !umlahkan komponenŴkomponen gaya lnl menggunakan
penambahan vekLor menghasllkan gaya asalŦ vekLorŴvekLor gaya dapaL [uga men[adl Llga dlmenslţ
dengan komponen keLlga (verLlkal) pada pen[uru suduL Lerhadap dua komponen horlsonLalŦ kasus pallng
sederhana darl keselmbangan sLaLls adalah keLlka dua gaya adalah sama dalam besar namun
berlawanan arahŦ lnl menylsakan cara yang pallng blasa darl pengukuran gayaţ menggunakan peralaLan
sederhana semlsal Llmbangan beraL dan neraca pegasŦ Menggunakan peralaLan demlklanţ beberapa
hukum gaya kuanLlLaLlf dlLemukanť gaya gravlLasl sebandlng dengan volume ob[ek yang Lerdlrl darl
maLerlal (secara luas dlmanfaaLkan saaL lnl unLuk mendeflnlslkan sLandar beraL)Ť prlnslp Archlmedes
unLuk gaya apungŤ anallsls Archlmedes darl pengungklLŤ hukum 8oyle unLuk Lekanan gasŤ dan hukum
Pooke unLuk pegasť seluruhnya dlformulaslkan dan secara eksperlmenLal dlbukLlkan sebelum lsaac
newLon menguralkan secara rlncl Llga hukum geraknyaŦ Caya kadangŴkadang dldeflnlslkan
menggunakan hukum kedua newLonţ sebagal perkallan massa m kall percepaLan aLau leblh umumţ
sebagal la[u perubahan momenLumŦ ÞendekaLan lnl dlabalkan oleh se[umlah besar buku LeksŦ uengan
perLlmbangan yang leblhţ hukum kedua newLon dapaL dlambll sebagal deflnlsl kuanLlLaLlf massaŤ secara
pasLl dengan menullskan hukum sebagal persamaanţ saLuan relaLlf gaya dan massa dlLeLapkanŦ sukses
emplrlk yang dlberlkan hukum newLonţ hal lLu kadangŴkadang dlgunakan unLuk mengukur kuaL gaya
(sebagal conLohţ menggunakan orblL asLronoml unLuk menenLukan gaya gravlLasl)Ŧ






8

D. Gaya dalam Relativitas Khusus
Dalam te4ri relativitas khusus, massa dan energi adalah sama (sebagaimana dapat dilihat dengan
menghitung kerja yang diperlukan untuk mempercepat benda). Ketika kecepatan suatu 4bjek
meningkat demikian juga energinya dan 4leh karenanya ekivalensi massanya (inersia). Hal ini
memerlukan gaya yang lebih besar untuk mempercepat benda sejumlah yang sama daripada itu
lakukan pada kecepatan yang lebih rendah. DeIinisi masih valid.

E.Gaya konservatif
Gaya k4nservatiI yang beraksi pada sistem tertutup memiliki sebuah kerja mekanis terkait yang
memperkenankan energi untuk mengubah hanya antara bentuk kinetik atau p4tensial. Hal ini
berarti bahwa untuk sistem tertutup, energi mekanis nett4 adalah kekal kapan pun gaya
k4nservatiI beraksi pada sistem. Gaya, 4leh karena itu, terkait secara langsung dengan perbedaan
energi p4tensial antara dua l4kasi berbeda dalam ruang dan dapat ditinjau sebagai artiIak, benda
(artiIact) medan p4tensial dalam cara yang sama bahwa arah dan jumlah aliran air dapat ditinjau
sebagai artiIak pemetaan k4ntur (c4nt4ur map) dari ketinggian area. Gaya k4nservatiI meliputi
gravitasi, gaya elektr4magnetik, dan gaya pegas. Tiap-tiap gaya ini, 4leh karena itu, memiliki
m4del yang gayut pada p4sisi seringkali diberikan sebagai vekt4r radial eminating dari p4tensial
simetri b4la.


F. Gaya non konservatif
Untuk skenari4 Iisis tertentu, adalah tak mungkin untuk mem4delkan gaya sebagaimana
dikarenakan gradien p4tensial. Hal ini seringkali dikarenakan tinjauan makr4Iisis yang mana
menghasilkan gaya sebagai kemunculan dari rata-rata statistik makr4sk4pik dari keadaan mikr4.
Sebagai c4nt4h, Iriksi disebabkan 4leh gradien banyak p4tensial elektr4statik antara at4m-at4m,
namun mewujud sebagai m4del gaya yang tak gayut sembarang vekt4r p4sisi skala makr4.
Gaya n4n k4nservatiI selain Iriksi meliputi gaya k4ntak yang lain, tegangan, tekanan, dan seretan
(drag). Akan tetapi, untuk sembarang deskripsi detail yang cukup, seluruh gaya ini adalah hasil
gaya k4nservatiI karena tiap-tiap gaya makr4sk4pis ini adalah hasil nett4 gradien p4tensial
mikr4sk4pis. Hubungan antara gaya n4n k4nservatiI makr4sk4pis dan gaya k4nservatiI
mikr4sk4pis dideskripsikan 4leh perlakuan detail dengan mekanika statistik. Dalam sistem
tertutup makr4sk4pis, gaya n4n k4nservatiI beraksi untuk mengubah energi internal sistem dan
seringkali dikaitkan dengan transIer panas. Menurut Hukum Kedua Term4dinamika, gaya n4n
k4nservatiI hasil yang diperlukan dalam transI4rmasi energi dalam sistem tertutup dari k4ndisi
terurut menuju k4ndisi lebih acak sebagaimana entr4pi meningkat.



G. Satuan Ukuran
Satuan SI yang digunakan untuk mengukur gaya adalah newt4n (simb4l N), yang mana adalah
ekivalen dengan kg.m.s-2. Satuan GS lebih awal adalah dyne. Hubungan F ÷ m.a dapat
digunakan dengan yang mana pun.



















10

DAFTAR PUSTAKA


1. Ɗ ƍglossaryƍŦ íottb ObsetvototyŦ nASAŦ ulakses pada Aprll 2008Ŧ ƍlorceť Any exLernal
agenL LhaL causes a change ln Lhe moLlon of a free bodyţ or LhaL causes sLress ln a flxed
bodyŦƍ http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya
2. Wikipedia gaya (Iisika) avaible in : http://id.wikipedia.4rg/wiki/Gaya¸°28Iisika°29
last update N4vember 21 , 2011 (accesed 31 n4vember 2011 )




You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->